<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372</id><updated>2024-10-07T12:33:52.735+07:00</updated><category term="indonesiana"/><category term="olahraga"/><title type='text'>The Indonesian Journal</title><subtitle type='html'>Sebuah Catatan Kecil Tentang Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-1492838070886399167</id><published>2007-08-31T10:51:00.000+07:00</published><updated>2007-08-31T11:15:27.372+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Akhirnya, Malaysia Minta Maaf</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Tj59I6GZwQ29nxwDBmQaf2qa7wb8TMStyil2_y2nlyR3WWI5Y-ijVO94HMm8UJQCYcywsTsKyCoi1cXocTx9kVvT1CDi0Ng1pYrr5ESXPgzcQxiVjqhoIRZ07S3xsUZvzTbaGWmuWfo/s1600-h/bendera_lbg_garuda.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Tj59I6GZwQ29nxwDBmQaf2qa7wb8TMStyil2_y2nlyR3WWI5Y-ijVO94HMm8UJQCYcywsTsKyCoi1cXocTx9kVvT1CDi0Ng1pYrr5ESXPgzcQxiVjqhoIRZ07S3xsUZvzTbaGWmuWfo/s200/bendera_lbg_garuda.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5104711765372857330&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sudah seharusnya memang begitu, sebagai negara serumpun yang banyak persamaannya Malaysia memang wajib meminta maaf pada bangsa Indonesia karena memang bersalah. Nah Indonesia sendiri sebagai negara yang mempunyai etika pergaulan internasional harus bisa menerima permintaan maaf tersebut, namun hal itu jangan sampai dimanfaatkan Malaysia lagi untuk kembali berbuat menghina martabat kita sebagai bangsa yang berdaulat. Seandainya hal itu kembali terjadi, Indonesia jangan segan bertindak keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sering terbukti, kita terlalu lunak dalam menghadapi berbagai macam persoalan negara tetangga kita, baik itu dalam menghadapi persoalan perbatasan dengan Singapura, Malaysia atau Australia. Kita terlalu baik, kita terlalu mengikuti perasaan yang mengakibatkan harga diri kita diinjak-injak oleh mereka. Jadikanlah negara Indonesia ketika seperti berada di bawah kepemimpinan Bung Karno, kita cukup dipandang dan dihormati oleh negara-negara besar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah takut !!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/feeds/1492838070886399167/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1432620894877728372/1492838070886399167' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1492838070886399167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1492838070886399167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/akhirnya-malaysia-minta-maaf.html' title='Akhirnya, Malaysia Minta Maaf'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Tj59I6GZwQ29nxwDBmQaf2qa7wb8TMStyil2_y2nlyR3WWI5Y-ijVO94HMm8UJQCYcywsTsKyCoi1cXocTx9kVvT1CDi0Ng1pYrr5ESXPgzcQxiVjqhoIRZ07S3xsUZvzTbaGWmuWfo/s72-c/bendera_lbg_garuda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-6640140331648896774</id><published>2007-08-30T09:01:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T13:30:00.806+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Malaysia, bangsa biadab tanpa sopan santun</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9qOExBKIzejQwoqx_4RFzwkjjiNHKDj7gZx0XtW7ChP5Rq19bnj3trzIf8bnR1G9oqeuFNN11yu0Au4VZ_V_mmkNWYvR9ZDUdlVuoCJebeaMepXRkH2LIebhvitopDF4OqrGWlc9cJqE/s1600-h/bendera_lbg_garuda.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9qOExBKIzejQwoqx_4RFzwkjjiNHKDj7gZx0XtW7ChP5Rq19bnj3trzIf8bnR1G9oqeuFNN11yu0Au4VZ_V_mmkNWYvR9ZDUdlVuoCJebeaMepXRkH2LIebhvitopDF4OqrGWlc9cJqE/s200/bendera_lbg_garuda.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5104317186727373778&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sungguh menyesakkan dada, telah berulang kali bangsa kita dihina dan diperlakukan tidak manusiawi oleh Malaysia. Yang terbaru adalah kasus Wasit Karate asal Indonesia yaitu Donald Luther Colopita yang dipukul secara tidak manusiawi oleh empat oknum polisi Malaysia, Donald dikeroyok saat pulang dari pertemuan teknik di jalanan secara membabi buta. Entah apa yang ada dipikiran oknum polisi tersebut ? apapun kasusnya, harusnya mereka punya etika bahwa yang namanya manusia tidak bisa diperlakukan seperti hewan, tanpa ba bi bu langsung saja main pukul, tentu saja sebagai manusia yang punya harga diri Donald pasti melawan, apalagi sebagai wasit Karate, Donald cukup punya bekal ilmu beladiri dan ketika kewalahan baru mereka mengaku sebagai polisi, saat tahu bahwa mereka polisi Donald langsung tidak melawan namun apa yang diperbuat oleh para polisi tersebut, mereka langsung memukuli dan menendang Donald seperti kepada benda mati. Sungguh brutal dan tak berperikemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCaJD3Hgbdd-91MMvRvAkY3v7fFbAp-W6tXnn_swnn-VWUts2Gn5vQX4t3ww2RgmYkOE19H8h5WaijTKClBTF46H8vnBxoIQcWHK54nlfAZevFvSgiduxyilA2QulAXlbUHqOxe0aMvXU/s1600-h/ganyang+malaysia.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCaJD3Hgbdd-91MMvRvAkY3v7fFbAp-W6tXnn_swnn-VWUts2Gn5vQX4t3ww2RgmYkOE19H8h5WaijTKClBTF46H8vnBxoIQcWHK54nlfAZevFvSgiduxyilA2QulAXlbUHqOxe0aMvXU/s200/ganyang+malaysia.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5104323792387075042&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bukan hanya kasus itu saja, beberapa waktu lalu ramai diberitakan tentang Tenaga Kerja kita sering diperlakukan tidak manusiawi, salah satunya kasus Ceriyati  yang menggelantungkan diri untuk kabur dari apartemen majikannya setelah  disiksa. Jauh sebelumnya juga kasus Ambalat, juga batas negara yang selalu dipindah-pindah oleh Malaysia seperti di perbatasan yang ada di Kalimantan, kasus illegal loging dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi atas beberapa kasus tersebut apa reaksi Malaysia ? untuk kasus pemukulan wasit saja mereka tidak mau minta maaf, padahal itu terjadi karena kesalahan Malaysia, apalagi untuk kasus-kasus yang lainnya.Jadi bisa disimpulkan bahwa Malaysia memang bangsa biadab, yang tidak punya sopan santun dan punya kepribadian yang brutal, yang hidupnya harusnya dikucilkan dari pergaulan bangsa-bangsa, khususnya ASEAN, kalau perlu  Komando Ganyang Malaysia dihidupkan lagi agar mereka kapok, tidak arogan, sekaligus mengajari mereka cara hidup yang beradab. Sebagai tetangga, Indonesia harus bertindak tegas, jangan seperti sekarang-sekarang ini, inilah akibatnya kalau terlalu lunak, mereka malah menginjak-nginjak harga diri kita. Memang cara Indonesia ini mungkin maksudnya adalah mengajari mereka dengan halus, namun  karena memang Malaysia adalah bangsa yang tidak punya kepribadian baik, hal itu malah dijadikan  mereka sebagai sarana untuk lebih menghina kita. Jadi sudah saatnya kita bertindak keras !!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/feeds/6640140331648896774/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1432620894877728372/6640140331648896774' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/6640140331648896774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/6640140331648896774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/kepribadian-bangsa.html' title='Malaysia, bangsa biadab tanpa sopan santun'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9qOExBKIzejQwoqx_4RFzwkjjiNHKDj7gZx0XtW7ChP5Rq19bnj3trzIf8bnR1G9oqeuFNN11yu0Au4VZ_V_mmkNWYvR9ZDUdlVuoCJebeaMepXRkH2LIebhvitopDF4OqrGWlc9cJqE/s72-c/bendera_lbg_garuda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-4807986406064589443</id><published>2007-08-23T11:35:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T13:28:12.867+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Anarkisme dalam sepakbola</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-bIJ3sIUZffVmHU18pnvJHWpZBnrxrLYMXqlmO9CLFfUdPb8EqZUfAR68UbPZQTW623CblfDeXO3cSuhjAZaaL3-gi2EWIpkdM0f10e1dkBuDXWuCDuZ2_vyc89RRugLRLeMTxywe0A4/s1600-h/sepakbola+kuno.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-bIJ3sIUZffVmHU18pnvJHWpZBnrxrLYMXqlmO9CLFfUdPb8EqZUfAR68UbPZQTW623CblfDeXO3cSuhjAZaaL3-gi2EWIpkdM0f10e1dkBuDXWuCDuZ2_vyc89RRugLRLeMTxywe0A4/s320/sepakbola+kuno.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5101752940927806322&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:100%;&quot;  &gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:85%;&quot;  &gt;&lt;span style=&quot;;font-family:Georgia,Times New Roman,Times,serif;font-size:100%;&quot;  &gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-family:arial;&quot; &gt;Foto : Pertandingan sepakbola jaman dulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Catatan kerusuhan sepakbola di Indonesia sekarang ini sudah tidak terhitung lagi, berbagai cerita mengerikan selalu muncul  sebagai headlines di media-media cetak maupun elektronik. Wajah berlumuran darah, anak yang sedang menangis karena terjepit, atau kendaraan yang penyok dan terbakar nampaknya sudah menjadi barang biasa di pentas sepakbola kita.  Sungguh menyedihkan, menyaksikan berbagai peristiwa tersebut, siapa yang salah ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Rasanya tak pantas juga kalau kita menuduh pihak tertentu, karena hajatan sepakbola adalah kerjaan kolektiv, mulai dari pangurus, pemain, penonton serta petugas keamanan.  Surabaya, Jakarta, Bandung, atau daerah-daerah lainnya selalu menghadirkan berita-berita yang update, bukan berita prestasi tapi berita kekerasan atau kerusuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Padahal kalau kita mau menoleh sejenak ke belakang di pentas sepakbola Piala Asia 2007 Jakarta, begitu merindingnya kita mendengarkan yel-yel penyemangat yang bergema diseluruh dinding Stadion Gelora Bung Karno ketika tim Merah Putih sedang berlaga, para penonton bersatu padu membakar semangat, mereka tidak memperdulikan asal apakah dari Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya, Sleman, Yogyakarta, Malang atau dari daerah-daerah lainnya. Mereka menari dan bersorak bersama-sama, kompak luar dalam dalam balutan rasa nasionalisme yang tinggi, ketika kalahpun mereka menerima dengan lapang dada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Namun, hal itu tidak berbekas ketika kembali ke pentas Liga Indonesia, fanatisme membabi buta justru yang mendominasi, mereka tidak terima apabila timnya kalah dengan cara melempar, membakar atau menyerbu lapangan pertandingan. Di luar lapanganpun mereka masih berulah, merusak berbagai fasilitas umum atau yang lebih parah adalah melempari bus pengangkut pemain seperti yang terjadi di Jakarta atau Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Sampai kapan hal ini akan terjadi ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/4807986406064589443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/4807986406064589443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/anarkisme-dalam-sepakbola.html' title='Anarkisme dalam sepakbola'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-bIJ3sIUZffVmHU18pnvJHWpZBnrxrLYMXqlmO9CLFfUdPb8EqZUfAR68UbPZQTW623CblfDeXO3cSuhjAZaaL3-gi2EWIpkdM0f10e1dkBuDXWuCDuZ2_vyc89RRugLRLeMTxywe0A4/s72-c/sepakbola+kuno.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-2591193322884866688</id><published>2007-08-20T10:27:00.001+07:00</published><updated>2007-08-20T10:56:45.669+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="olahraga"/><title type='text'>Kado dari Jepang dan Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisB58bUZV0JJpb_yn4IHBUDxG6hsHM_eaAbzKgA4ik722k8GvK5gzA4rT69xo3CS3DIxADv3D8nOlx8YxVJo9DRD9ONnwsw15MAz60xhWPi4-a-he1USgUaf1NakPrGgWSwhyphenhyphen5f-R2BP4/s1600-h/Chris+John+vs+Zaiki+Takemoto.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisB58bUZV0JJpb_yn4IHBUDxG6hsHM_eaAbzKgA4ik722k8GvK5gzA4rT69xo3CS3DIxADv3D8nOlx8YxVJo9DRD9ONnwsw15MAz60xhWPi4-a-he1USgUaf1NakPrGgWSwhyphenhyphen5f-R2BP4/s200/Chris+John+vs+Zaiki+Takemoto.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5100619395979176738&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Foto : Chris John berhasil mempertahan Gelar Juara Kelas Bulu WBA setelah berhasil menghajar TKO lawannya Zaiki Takemoto dari Jepang di ronde 9. Foto dok - jawapos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keperkasaan petinju kebanggaan Indonesia, Chris John kembali terbukti setelah berhasil menghajar TKO pada ronde ke 9 petinju Jepang, Zaiki Takemoto  pada pertarungan memperebutkan gelar Kelas Bulu WBA yang selama ini digenggam Chris John . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membanggakan adalah bahwa Chris mampu menang dikandang &quot; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;saudara tua&lt;/span&gt; &quot; persis pada satu hari setelah bangsa Indonesia merayakan Kemerdekaan dari cengkeraman Jepang tahun 1945 lalu. kemenangan yang sangat indah, kemenangan yang sangat mengharukan, kemenangan yang benar-benar menjadi kado paling istimewa bagi Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dari Malaysia, dua ganda Bulutangkis kita juga memberikan kado lainnya bagi Rakyat Indonesia setelah mempu menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2007, mereka adalah Markis Kido/Hendra Setiawan dan Nova Widianto/Lilyana Natsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgaQs3ZbFldFcCUhMClkX20BC88YtTLuZDrZCuU0NC0A3Q4XZDCT7b544_YAcDQ7nv118sSvHdpujUEfLDq8meAK-_K4W1Rv22epzBQReiLHt3fPrxnERp31W4Kubo7UkZw2DMnOgyOqY/s1600-h/Nova+Widianto-Lilyana+Natsir+%28+juara+dunia+2007+%29.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgaQs3ZbFldFcCUhMClkX20BC88YtTLuZDrZCuU0NC0A3Q4XZDCT7b544_YAcDQ7nv118sSvHdpujUEfLDq8meAK-_K4W1Rv22epzBQReiLHt3fPrxnERp31W4Kubo7UkZw2DMnOgyOqY/s200/Nova+Widianto-Lilyana+Natsir+%28+juara+dunia+2007+%29.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5100619967209827122&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Foto : Nova Widianto dan Lilyana Natsir dengan bangga memperlihatkan medali emas yang telah diraihnya sebagai Juara Dunia 2007. Foto dok : Media Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Ganda kita itu juara setelah mengalahkan lawannya masing-masing di babak final, pasangan Ganda Putra Markis Kido/Hendra Setiawan menjungkalkan pasangan ganda putra Korea Selatan, Jung Jae Sung/ Lee Young Dae, 21 -19 dan 21 - 19. Sementara Nova Widianto/ Lilyana Natsir berhasil mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal China, Zheng Bo/ Gao Ling, 21 - 16 dan 21 - 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu hal yang sangat membanggakan bahwa sang Merah Putih masih bisa berkibar di luar negeri. Perjuangan mereka sama artinya dengan perjuangan para pahlawan kita yang telah mengangkat senjata ketika melawan para penjajah dulu. Mereka adalah pahlawan masa kini, pahlawan yang telah rela berjuang mati-matian demi kejayaan bangsa dan negara.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/2591193322884866688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/2591193322884866688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/kado-dari-jepang-dan-malaysia.html' title='Kado dari Jepang dan Malaysia'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisB58bUZV0JJpb_yn4IHBUDxG6hsHM_eaAbzKgA4ik722k8GvK5gzA4rT69xo3CS3DIxADv3D8nOlx8YxVJo9DRD9ONnwsw15MAz60xhWPi4-a-he1USgUaf1NakPrGgWSwhyphenhyphen5f-R2BP4/s72-c/Chris+John+vs+Zaiki+Takemoto.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-1731665251529711384</id><published>2007-08-14T10:22:00.000+07:00</published><updated>2007-08-14T10:42:06.284+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Tujuh Belasan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5drAqDFS7cXEMoOh6FsKIWEB2LdSbOhmelBv31U9pUqqIyrX2IzymZX1hw0CWaZT3hxdNtth3fygf5VOppw7iyAp1EOc8YxGDHTyqtdU6VU0Lr-rOGh_4Kf0kmvNs-Oswmg5vpkNIHdY/s1600-h/panjatpinang.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5drAqDFS7cXEMoOh6FsKIWEB2LdSbOhmelBv31U9pUqqIyrX2IzymZX1hw0CWaZT3hxdNtth3fygf5VOppw7iyAp1EOc8YxGDHTyqtdU6VU0Lr-rOGh_4Kf0kmvNs-Oswmg5vpkNIHdY/s320/panjatpinang.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5098392461218753858&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari lagi kita akan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tercinta ini untuk ke 62 kalinya, berarti sudah 62 tahun lalu Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Nah apa yang sudah kita dapatkan ? dan apa yang sudah kita berikan untuk Tanah Air kita ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, kemeriahan dalam menyambut dan merayakan kemerdekaan Bangsa kita itu selalu terulang setiap tahun, mulai dari panggung hiburan dari tingkat RT, RW, Kelurahan sampai Nasional. Selain itu kegiatan Olahraga juga tak kalah meriah diadakan, dari turnamen sepakbola yang bersifat serius memperebutkan Kambing sehingga sering diberi nama &quot; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kambing Cup&lt;/span&gt; &quot;, atau memperebutkan ayam dengan titel &quot; &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Ayam Cup&lt;/span&gt; &quot;, sementara yang bersifat hiburannya adalah turnamen sepakbola antar ibu-ibu RT atau PKK, atau antar Bapak-Bapak yang dilengkapi dengan pakaian perempuan sehingga gerakannya selalu menimbulkan gelak tawa bagi yang menonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang tidak pernah ketinggalan adalah perlombaan panjat pinang, yaitu perlombaan memanjat pohon pinang yang ujung atasnya telah digantungi berbagai macam barang untuk diperebutkan oleh sekelompok orang, namun tidak segampang itu, karena pohon pinangnya telah dilaburi oli bekas sehingga bagi para peserta akan kesusahan untuk sampai ke puncak, tentu saja hal itu memberikan hiburan yang cukup menggelikan bagi para penonton maupun peserta sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, rangkaian beberapa macam acara tersebut akan selesai pada puncak acara malam hiburan yang menampilkan berbagai macam tarian dari warga setempat, terus ada beberapa penampilan dari group-group band setempat atau kalau didaerah Jawa Barat, ada yang menyelenggarakan acara Wayang Golek semalam suntuk....</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1731665251529711384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1731665251529711384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/tujuh-belasan.html' title='Tujuh Belasan'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5drAqDFS7cXEMoOh6FsKIWEB2LdSbOhmelBv31U9pUqqIyrX2IzymZX1hw0CWaZT3hxdNtth3fygf5VOppw7iyAp1EOc8YxGDHTyqtdU6VU0Lr-rOGh_4Kf0kmvNs-Oswmg5vpkNIHdY/s72-c/panjatpinang.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-4257177088955717914</id><published>2007-08-10T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-08-10T12:43:18.203+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Gempa Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3BDhv-Uzx8Mu-UCJRQoip_ONVP_yAghnN8dovsami4YToL5FbPHXrbabcfhZC8kE6FVcxeuRbacR_ZmytHnbS5mNSAl9d_Sf0lbYdbQ3UvmU2yzUQy4-Qa1-ADxfJ7B2ZniDl22-3C0M/s1600-h/gempa.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3BDhv-Uzx8Mu-UCJRQoip_ONVP_yAghnN8dovsami4YToL5FbPHXrbabcfhZC8kE6FVcxeuRbacR_ZmytHnbS5mNSAl9d_Sf0lbYdbQ3UvmU2yzUQy4-Qa1-ADxfJ7B2ZniDl22-3C0M/s200/gempa.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5096927520888532258&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Foto : Rumah penduduk yang hancur akibat gempa yang melanda Pelabuhanratu, Sukabumi ( 9/8 ) - dok. pikiran rakyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kembali diguncang gempa yang berkekuatan 7,4 Skala Richter menurut Survey Geologi AS, sementara menurut BMG, kekuatan gempa yang terpusat di Barat Laut Indramayu itu adalah 7,4 Skala Richter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa yang terjadi pada Kamis ( 9/8 ) dinihari kemarin merupakan gempa tektonik terbesar di kawasan Jawa Barat sejak 100 tahun terakhir dengan lama sekitar 2 menit&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;an&lt;/span&gt;. namun dahsyatnya gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami karena pusat gempa terletak jauh didasar laut dikedalaman 286 km, tapi menurut Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Kelas I Bandung, Hendri Surbakti pada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Pikiran Rakyat&lt;/span&gt; karena episentrumnya ada dikedalaman 286 km maka getaran gempa terasa sampai radius yang sangat jauh. Menurut Hendri, jika episentrumnya dangkal, maka akan menimbulkan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Ir. Surono mengungkapkan gempa tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas sejumlah gunung api di Pulau Jawa, seperti Papandayan, Ciremai, Gede, Salak, Guntur, Galunggung, Patuha dan Tangkuban Perahu ( Jawa Barat ); Slamet, Dieng dan Merapi ( Jawa Tengah ) ;  serta Semeru dan Bromo ( Jawa Timur ).</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/4257177088955717914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/4257177088955717914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/gempa-lagi.html' title='Gempa Lagi'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3BDhv-Uzx8Mu-UCJRQoip_ONVP_yAghnN8dovsami4YToL5FbPHXrbabcfhZC8kE6FVcxeuRbacR_ZmytHnbS5mNSAl9d_Sf0lbYdbQ3UvmU2yzUQy4-Qa1-ADxfJ7B2ZniDl22-3C0M/s72-c/gempa.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-1759059133612240801</id><published>2007-08-06T13:03:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T13:03:09.487+07:00</updated><title type='text'>Jurnal Indonesia: Kontroversi Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/kontroversi-indonesia-raya.html#links&quot;&gt;Jurnal Indonesia: Kontroversi Indonesia Raya&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1759059133612240801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1759059133612240801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/jurnal-indonesia-kontroversi-indonesia.html' title='Jurnal Indonesia: Kontroversi Indonesia Raya'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-3946381393656947941</id><published>2007-08-06T11:50:00.001+07:00</published><updated>2007-08-06T13:08:02.866+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>Kontroversi Indonesia Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmQ0q7vVRo_wc0buVlzkSyDx4zJXmCjCzEPKqDaLEZZVOQV_K_C8NvgaWH_7yGwoGclWeBufO3D_GsubqbSh2OTcckP2JPyaqsMddq6ATdy2lKZNWCx78uC1T_UXX_mfGBE1JsOWGb59I/s1600-h/LaguIndonesiaRaya.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmQ0q7vVRo_wc0buVlzkSyDx4zJXmCjCzEPKqDaLEZZVOQV_K_C8NvgaWH_7yGwoGclWeBufO3D_GsubqbSh2OTcckP2JPyaqsMddq6ATdy2lKZNWCx78uC1T_UXX_mfGBE1JsOWGb59I/s200/LaguIndonesiaRaya.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5095446122243632370&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kontroversi mengenai keberadaan Lagu Nasional kita, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Indonesia Raya&lt;/span&gt; terus bergulir dan mengundang beberapa pakar tentang sejarah untuk ikut andil ngomong. Lagu Indonesia Raya yang ditemukan Roy Suryo memang terdiri dari 3 Stanza ( Bagian ), namun menurut Sejarawan Universitas Gajah Mada, Ahmad Adaby Darban seperti ditulis di &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Media Indonesia, &lt;/span&gt;mengatakan bahwa lagu &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Indonesia Raya&lt;/span&gt; yang asli memang hanya satu stanza seperti yang kita kenal sekarang, sedang dua stanza lainnya muncul belakangan. Menurut Adaby, dua stanza yang lainnya muncul pada saat jaman penjajahan Jepang, yang saat itu dimuat di surat kabar &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sinar Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Muhammad Nuh menilai lirik lagu kebangsaan I&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ndonesia Raya &lt;/span&gt;versi asli yang ditemukan di perpustakaan Leiden Belanda akan menunggu keputusan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ingin tahu teks lagu &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Indonesia Raya&lt;/span&gt; yang ditemukan Roy Suryo ?&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Stanza 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Tanah Toempah Darahkoe&lt;br /&gt;Disanalah Akoe berdiri&lt;br /&gt;Djadi Pandoe Iboekoe&lt;br /&gt;Indonesia Kebangsaankoe&lt;br /&gt;Bangsa dan Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Marilah Kita berseroe&lt;br /&gt;Indonesia Bersatoe&lt;br /&gt;Hidoeplah Tanahkoe&lt;br /&gt;Hidoeplah Negerikoe&lt;br /&gt;Bangsakoe Ra&#39;jatkoe Sem&#39;wanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Badannja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;( diulang dua kali )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Stanza 2 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Moelia&lt;br /&gt;Tanah Kita Jang Kaja&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;Oentoek Slama lamanja&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Poesaka&lt;br /&gt;P&#39;saka Kita Semoeanja&lt;br /&gt;Marilah kita Mendoa&lt;br /&gt;Indonesia Bahagia&lt;br /&gt;Soeboerlah Tanahnja&lt;br /&gt;Soeboerlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangsanja Ra&#39;jatnja Sem&#39;wanja&lt;br /&gt;Sadarlah Hatinja&lt;br /&gt;Sadarlah Boedinja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Reff :&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;( diulang dua kali )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Stanza 3 :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Indonesia Tanah Jang Soetji&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tanah Kita Jang Sakti&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri&lt;br /&gt;&#39;Ndjaga Iboe Sedjati&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Berseri&lt;br /&gt;Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;br /&gt;Marilah Kita Berdjanji&lt;br /&gt;Indonesia Abadi&lt;br /&gt;S&#39;lamatlah Ra&#39;jatnya&lt;br /&gt;S&#39;lamatlah Poetranja&lt;br /&gt;Poeloenja Laoetnja Sem&#39;wanja&lt;br /&gt;Majoelah Negerinja&lt;br /&gt;Majoelah Pandoenja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Tanahkoe Negerikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka&lt;br /&gt;Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;( diulang dua kali )&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagaimana menurut anda ? ah, sebaiknya kita tunggu apa langkah yang akan diambil pemerintah.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/3946381393656947941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/3946381393656947941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/kontroversi-indonesia-raya.html' title='Kontroversi Indonesia Raya'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmQ0q7vVRo_wc0buVlzkSyDx4zJXmCjCzEPKqDaLEZZVOQV_K_C8NvgaWH_7yGwoGclWeBufO3D_GsubqbSh2OTcckP2JPyaqsMddq6ATdy2lKZNWCx78uC1T_UXX_mfGBE1JsOWGb59I/s72-c/LaguIndonesiaRaya.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-2859066444897772223</id><published>2007-08-04T10:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-06T13:16:12.689+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiana"/><title type='text'>SBY vs Zaenal Ma&#39;arif</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiUSXo5orAbeatEdMF6fnrBKcQdF-WH4d3U85kmpr0OfSXXbWJb5bXcqyH30h5qVJAG7kDyN1L5i8fWjQIadS0sN0p8sqaT0MYmM3qgsnru9ia6mOl0N0uGcac6DpB9AuQsdYvQ1BxIcc/s1600-h/sgaruda.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiUSXo5orAbeatEdMF6fnrBKcQdF-WH4d3U85kmpr0OfSXXbWJb5bXcqyH30h5qVJAG7kDyN1L5i8fWjQIadS0sN0p8sqaT0MYmM3qgsnru9ia6mOl0N0uGcac6DpB9AuQsdYvQ1BxIcc/s320/sgaruda.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5094695383435128018&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Perseteruan antara Presiden SBY dengan Zaenal   Ma’arif akhir-akhir semakin seru, malah sudah sampai ke jalur hukum, ketika SBY melaporkan Zaenal Ma’arif ke Polda Metro Jaya Ahad, 29 Juli 2007 lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik. &lt;p&gt;Apa yang dapat kita ambil dari peristiwa semacam ini ? dapat disimpulkan bahwa dengan cara seperti ini, SBY sebagai Presiden ingin memberikan kesadaran pada kita tentang taat hukum, bahwa siapapun sebagai warga negara mempunyai hak untuk dilindungi oleh hukum, dan tidak bisa semena-mena melanggar hukum. Menurut pakar politik Universitas Indonesia, Andrianof Chaniago dan Cecep Effenddi, seperti ditulis di &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Media Indonesia&lt;/span&gt;, langkah SBY untuk melaporkan Zaenal Ma’arif atas pencemaran nama baiknya sangatlah tepat, pasalnya pernyataan Zaenal adalah serangan bersifat pribadi bukan terhadap institusi kepresidenan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi tindakan SBY yang melaporkan Zaenal ke polisi dibalas Mantan Wakil Ketua MPR tersebut dengan melaporkan balik SBY ke polisi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan selama perseteruannya dengan SBY, Zaenal mengaku sering diancam atau diteror, namun hal itu perlu dibuktikan lebih lanjut, atau malah itu adalah akal-akalan Zaenal agar masyarakat Indonesia bisa berbalik memihak padanya setelah ternyata apa yang diungkapkan oleh Zaenal tentang isu pernikahan SBY sebelum masuk Akabri malah banyak dikecam sebagai tindakan yang kekanak-kanakan, tindakan kerdil, tindakan orang yang berhati culas. Nah, akibat dari itu Zaenal berada di posisi yang merugi, jadi untuk memulihkan namanya Zaenal mengumbar berita bahwa dirinya sering diancam dan diteror sampai membuat surat wasiat segala kalau-kalau jiwanya melayang akibat teror tersebut, tentu dengan tujuan agar dirinya bisa kembali didukung oleh masyarakat Indonesia sebagai orang yang teraniaya ?.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akal yang sangat bodoh kalau memang itu tujuannya, karena masyarakat Indonesia bisa menilai mana yang benar atau mana yang salah. Yang pasti, itulah mental salah satu poli-tikus kita, poli-tikus bermental ampas tahu yang morang-maring menimpakan kesalahan pada setiap orang akibat kehilangan jabatan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/2859066444897772223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/2859066444897772223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/08/sby-vs-zaenal-maarif.html' title='SBY vs Zaenal Ma&#39;arif'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiUSXo5orAbeatEdMF6fnrBKcQdF-WH4d3U85kmpr0OfSXXbWJb5bXcqyH30h5qVJAG7kDyN1L5i8fWjQIadS0sN0p8sqaT0MYmM3qgsnru9ia6mOl0N0uGcac6DpB9AuQsdYvQ1BxIcc/s72-c/sgaruda.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-5775968086253813333</id><published>2007-07-11T09:54:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T16:25:14.580+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="olahraga"/><title type='text'>Indonesia - Bahrain, 10 Juli 2007</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHSAFvJCHoegTjLt3CV572qKjjBVXbAH9a9_hT3NFMid08Dk87FqsmiNLWeb6leKxeXbStDUIDdNgk_Olu6RJl_VjQT3AhlNaSKQtxsSy7zAGYn0S9C77aOSMweWvaJiSM2V8qxJ4nJhA/s1600-h/budi+sudarsono+%28+pssi-bahrain+%29.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHSAFvJCHoegTjLt3CV572qKjjBVXbAH9a9_hT3NFMid08Dk87FqsmiNLWeb6leKxeXbStDUIDdNgk_Olu6RJl_VjQT3AhlNaSKQtxsSy7zAGYn0S9C77aOSMweWvaJiSM2V8qxJ4nJhA/s320/budi+sudarsono+%28+pssi-bahrain+%29.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5085775278253271090&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Photo : Striker timnas Indonesia, Budi Sudarsono berusaha melepaskan diri dari ganjalan pemain Bahrain, pada pertandingan di Grup D Piala Asia, di Gelora Bung Karno, Selasa 10 Juli 2007 ( dok : galamedia ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan disaksikan sekitar 65.000 pendukung merah putih, timnas Indonesia berhasil melibas Bahrain  2-1 dalam pertandingan pertama Grup D Piala Asia 2007, kedua gol timnas Indonesia dicetak Budi Sudarsono pada menit 13 dan Bambang Pamungkas di menit 64, sedangkan gol balasan Bahrain dicetak Sayed Mahmood Alwadei menit ke 27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawal pertandingan, Indonesia tampil kurang greget karena demam panggung namun ketika sebuah sontekan Budi Sudarsono hasil umpan matang Firman Utina berhasil mengecoh penjaga gawang Bahrain, Abdulrahman Ahmed menjadi gol pembuka pada menit 13, pasukan Indonesia perlahan tapi pasti mencoba menguasai lapangan tengah dan berhasil, terbukti dengan berbagai peluang yang dihasilkan Bambang Pamungkas dkk yang harus membuat barisan pertahanan Bahrain kocar kacir. Namun akibat terlalu asyik menyerang, Indonesia kecolongan gol melalui sontekan Sayed Mahmood Alwadei yang berhasil memanfaatkan peluang dari kemelut di depan gawang Yandri Pitoy, dan kedudukan imbang 1-1 bertahan sampai babak pertama berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2UQChGxhgviyOlTxlC8s47a82ycq32IG4D0xcqTCyUZ3S_1wl6nNNI3jIHoDQmZpmThpbftIXoyyNaDdjJh9FmkCmdkb1AjoWoJP8g7u13TcR4GdSSU9WT3yUolgXqqi9_gBBZBmdEnk/s1600-h/bambang+%28+pssi-bahrain+%29.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 263px; height: 189px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2UQChGxhgviyOlTxlC8s47a82ycq32IG4D0xcqTCyUZ3S_1wl6nNNI3jIHoDQmZpmThpbftIXoyyNaDdjJh9FmkCmdkb1AjoWoJP8g7u13TcR4GdSSU9WT3yUolgXqqi9_gBBZBmdEnk/s320/bambang+%28+pssi-bahrain+%29.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5085775905318496322&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Photo : Bambang Pamungkas mencoba berkelit melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Bahrain Hussain Mohamed, pada pertandingan Grup D Piala Asia di Gelora Bung Karno, Selasa 10 Juli 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki babak dua, Indonesia kembali mencoba untuk langsung menyerang secara cepat melalui umpan - umpan pendek dari kaki ke kaki, penyerang tengah Indonesia Firman Utina yang bermain gemilang di menit 64 melepaskan tembakan dari luar kotak penalti hasil sodoran Budi Sudarsono, namun mermbentur gawang setelah berhasil di tepis penjaga gawang Bahrain, bola yang kembali ketengah diserobot Bambang Pamungkas yang langsung menembakkan bola ke gawang yang gagal diantisipasi penjaga gawang Abdulrahman Ahmed. Kedudukan 2-1 berhasil dipertahankan pasukan Ivan Venkov Kolev sampai peluit wasit asal Jepang yang memimpin pertandingan  membunyikan peluit panjang, dengan demikian Indonesia berhasil revans atas kekalahan di Piala Asia 2004 China lalu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/feeds/5775968086253813333/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1432620894877728372/5775968086253813333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/5775968086253813333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/5775968086253813333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/07/indonesia-bahrain-10-juli-2007.html' title='Indonesia - Bahrain, 10 Juli 2007'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHSAFvJCHoegTjLt3CV572qKjjBVXbAH9a9_hT3NFMid08Dk87FqsmiNLWeb6leKxeXbStDUIDdNgk_Olu6RJl_VjQT3AhlNaSKQtxsSy7zAGYn0S9C77aOSMweWvaJiSM2V8qxJ4nJhA/s72-c/budi+sudarsono+%28+pssi-bahrain+%29.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1432620894877728372.post-1243246741733146487</id><published>2007-07-06T13:37:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T16:26:37.448+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="olahraga"/><title type='text'>Sepakbola Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJj2-wOIID1EBws1_P-K1txZjevRmKiN31VeAdTkZpjmJTvIFCz8nsdORShU0CXYR0sdjxUQaG1enq8MVa3JHuCn5Bjag8srqEqGiI85MXULJ_UBDUmjuS8hTYtYUmXoNRs9MeDZYZrvw/s1600-h/timnas.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJj2-wOIID1EBws1_P-K1txZjevRmKiN31VeAdTkZpjmJTvIFCz8nsdORShU0CXYR0sdjxUQaG1enq8MVa3JHuCn5Bjag8srqEqGiI85MXULJ_UBDUmjuS8hTYtYUmXoNRs9MeDZYZrvw/s320/timnas.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5083976988331337746&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Jakarta (ANTARA News) - Bintang sepakbola dunia dari Perancis, Zinedine Zidane, memberikan suvenir berupa kaos tim Perancis berwarna biru bernomor 10 yang bertulisan nama Zidane kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat melakukan kunjungan ke Istana Presiden Jakarta, Jumat ( 6/7 ).&lt;/span&gt;       &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Zidane dan rombongan dari perusahaan makanan dan minuman Danone diterima Presiden Yudhoyono di gazebo di taman tengah halaman Istana Presiden.&lt;/span&gt;     &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Dalam acara tersebut Kepala Negara didampingi ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, serta putra Presiden, Eddy Baskoro, dan menantu Anissa Pohan.&lt;/span&gt;       &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Saat menerima kaos bintang legendaris ini, Presiden pun segera memamerkannya kepada wartawan foto dan TV.&lt;/span&gt;       &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Dalam kesempatan itu, Zidane yang mengenakan batik lengan panjang berwarna cokelat keemasan dan bercelana jeans, juga memberikan tiga bola sepak yang ditandatanganinya kepada anggota tim sepakbola Indonesia usia di bawah 13 tahun yang baru saja mengikuti kejuaraan AFC U-13 wilayah ASEAN di Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;------------------&lt;br /&gt;Sebuah dukungan simpatik yang ditunjukkan mantan pemain terbaik dunia bagi Bangsa Indonesia yang saat ini tengah menyelenggarakan ajang Piala Asia 2007, dimana timnas kita akan berjuang mengatasi Bahrain, Arab Saudi dan Korea Selatan yang diatas kertas berada setingkat lebih tinggi dari kita.........tapi &quot; ini kandang kita bung !! &quot; jangan takut, jangan minder, jangan pernah tunduk oleh nama besar lawan-lawan kita itu, dibelakang timnas, berjuta rakyat Indonesia mendukung sepak terjangmu, berjuta rakyat Indonesia akan berdoa demi kejayaan sepakbola Indonesia, berjuta rakyat Indonesia akan bersatu bergandeng tangan mendukung perjuanganmu..........jangan pernah merasa sendiri, berjuta rakyat Indonesia akan bersamamu mengusung tekad harumkan nama baik Bangsa Indonesia...........</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/feeds/1243246741733146487/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1432620894877728372/1243246741733146487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1243246741733146487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1432620894877728372/posts/default/1243246741733146487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jurnalindonesia.blogspot.com/2007/07/sepakbola-indonesia.html' title='Sepakbola Indonesia'/><author><name>Joy Setiawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06409986950249556222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh57Bo2D4OYHgV84ui5XCzi0c1_Xm2bcadJZfQfMq6pJOlSK8yxWBpbEeGu3EjTzY6rVuz1VMuHOi2Tn-uOlCssDFflcUwjC7dMuj5pDGTaQCazJV_w3e1N1n65YF12sg/s220/joy+desain+logo2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJj2-wOIID1EBws1_P-K1txZjevRmKiN31VeAdTkZpjmJTvIFCz8nsdORShU0CXYR0sdjxUQaG1enq8MVa3JHuCn5Bjag8srqEqGiI85MXULJ_UBDUmjuS8hTYtYUmXoNRs9MeDZYZrvw/s72-c/timnas.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>