<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Al-Islamiyah</title><description>Kumpulan artikel islami, biografi tokoh, kumpulan kata mutiara, Habaib dan Ulama, cerita nabi dan para solihin, serta artikel tentang kesehatan dan Nabi Muhammad

semoga Al-Islamiyah bisa menambahkan wawasan dan kreafitas Al-Islamiyah ..


SELAMAT MENIKMATI   Al-Islamiyah ..
Terimakasih ..



SALAM "Al-Islamiyah"</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Tue, 17 Sep 2024 06:58:49 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Kumpulan artikel islami, biografi tokoh, kumpulan kata mutiara, Habaib dan Ulama, cerita nabi dan para solihin, serta artikel tentang kesehatan dan Nabi Muhammad semoga Al-Islamiyah bisa menambahkan wawasan dan kreafitas Al-Islamiyah .. SELAMAT MENIKMATI Al-Islamiyah .. Terimakasih .. SALAM "Al-Islamiyah"</itunes:summary><itunes:subtitle>Kumpulan artikel islami, biografi tokoh, kumpulan kata mutiara, Habaib dan Ulama, cerita nabi dan para solihin, serta artikel tentang kesehatan dan Nabi Muhammad semoga Al-Islamiyah bisa menambahkan wawasan dan kreafitas Al-Islamiyah .. SELAMAT MENIKMATI </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Letak Terompet Malaikat Israfil Berhasil Ditemukan Oleh Ilmuwan</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/10/letak-terompet-malaikat-israfil.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 1 Oct 2013 03:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3941508861937754322</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwUVI7zfR90gGXIvwy2GdmPqD8xx8vvDgy1aw8FSxdMst2O9NrcthwPF3ihNO-D96gteXqD8bZjK380-W3d3xdGHK-xO8-MfWl03d2O0XT9mR8kpZ5BlXUywFwGtDksRtPaVvulj42StXE/s1600/images(2).jpeg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwUVI7zfR90gGXIvwy2GdmPqD8xx8vvDgy1aw8FSxdMst2O9NrcthwPF3ihNO-D96gteXqD8bZjK380-W3d3xdGHK-xO8-MfWl03d2O0XT9mR8kpZ5BlXUywFwGtDksRtPaVvulj42StXE/s1600/images(2).jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Letak Terompet Malaikat Israfil Berhasil Ditemukan Oleh Ilmuwan - 
&amp;nbsp;“Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat 
Israfil?...&lt;/div&gt;
” Mungkin yang ada di benak kita malaikat Israfil itu seperti sesosok 
seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas 
panggung.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Sebenarnya seperti apa sih terompetnya atau yang biasa juga dikenal 
dengan sangkakala malaikat Israfil itu ?

Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. 
Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap 
alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya 
ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta 
berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar 
saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson 
Microwave AnisotropyProb”(WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan 
yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam 
semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.&lt;br /&gt;
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable),&lt;br /&gt;
sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada 
merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits 
panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian 
awalnya sangat menarik untuk dicermati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Abu Hurairah ra berkata :
Rasulullah saw bersabda :
“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan
 sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian 
ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia 
diperintah".&lt;br /&gt;
dan bertanya :
“Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?...&lt;br /&gt;
”
Jawab Rasulullah :
“Bagaikan tanduk dari cahaya”.&lt;br /&gt;
lalu ber tanya :
“Bagaimana besarnya?&lt;br /&gt;
”
Jawab Rasulullah :
“Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar
 bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga 
kali.&lt;br /&gt;
Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan).&lt;br /&gt;
Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).&lt;br /&gt;
Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).&lt;br /&gt;
” (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat
 Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran 
bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan 
kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang 
meliputi/ mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak 
nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/ syahadah). Atau 
dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar 
membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Subhanallah..

Subhanallah..!!&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwUVI7zfR90gGXIvwy2GdmPqD8xx8vvDgy1aw8FSxdMst2O9NrcthwPF3ihNO-D96gteXqD8bZjK380-W3d3xdGHK-xO8-MfWl03d2O0XT9mR8kpZ5BlXUywFwGtDksRtPaVvulj42StXE/s72-c/images(2).jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Biografi Alm.Habibana Mundzir</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/biografi-almhabibana-mundzir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 29 Sep 2013 03:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-6647421550404309290</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="sb_messagebody"&gt;Alaikum Salam wr wb..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya 
bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatera 
selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil 
gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang 
kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, 
sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di 
harian Berita Buana, beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang 
lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di 
Cipanas cianjur jawa barat.&lt;br /&gt;     Nama saya Munzir bin Fuad bin 
Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, 
pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah
 saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu 
Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit 
Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy 
Jakarta timur, lalu  memperdalam lagi Ilmu Syari?ah Islamiyah di Ma;had 
Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami
 Syari;ah ke Ma;had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat
 tahun, disana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu 
hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, 
Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.&lt;br /&gt;          Saya kembali ke
 Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi 
rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan 
keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka 
mulailah saya membuka majlis, jumlah hadirin sekitar enam orang, saya 
terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat 
hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu 
mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd 
Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa 
bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan 
yang Nabawiy, kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy,
 kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang 
Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya 
keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan
 kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai 
politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan, 
inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg 
kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan
 Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.          Kini
 majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah
 sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di 
seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau 
jawa, yaitu: &lt;br /&gt;jawa barat :&lt;br /&gt; Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.&lt;br /&gt;Jawa tengah : &lt;br /&gt;Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang, &lt;br /&gt;Jawa timur :&lt;br /&gt;Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.&lt;br /&gt;Bali :&lt;br /&gt;Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.&lt;br /&gt;NTB&lt;br /&gt;Mataram Ampenan&lt;br /&gt;Luar Negeri :&lt;br /&gt;Singapura, Johor, Kualalumpur.&lt;br /&gt;namun kini kesemua kunjungan keluar jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya.&lt;br /&gt;Dan
 saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu 
di Indosiar  untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk 
acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan La TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya
 membina puluhan majelis di jakarta, yg kesemuanya  mendapat giliran 
jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid 
Almunawar Pancoran jakarta selatan yg diadakan setiap senin malam dan 
setiap malam jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap 
malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus 
mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan 
walaupun dg keterbatasan waktu. &lt;br /&gt;Email pribadi saya : munziralmusawa@yahoo.com&lt;br /&gt;
    Demikianlah  sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan 
dakwah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka 
yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin 
Allahumma Amin.&lt;br /&gt;Demikian Biografi ini saya buat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Hormat Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Khadim  Majelis Rasulullah saw&lt;br /&gt;                     (Munzir Almusawa) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*saudara mursa, terimakasih atas partisipasi anda, saya jadi malu, Baarakallahufiikum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sosok Habib Munzir Sangat Santun dan Bersahaja</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/sosok-habib-munzir-sangat-santun-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-5039776539580179339</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h1 class="l_blue2_detik"&gt;
                        
                                &lt;/h1&gt;
&lt;div class="leftside"&gt;
&lt;div class="banner_inside_article"&gt;
&lt;div class="banner_reg cad_skyp"&gt;
&lt;div id="beacon_0b363721a9" style="left: 0px; position: absolute; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;
&lt;img alt="" height="0" src="http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=30555&amp;amp;campaignid=4402&amp;amp;zoneid=24&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2013%2F09%2F16%2F143929%2F2359932%2F10%2Fsosok-habib-munzir-sangat-santun-dan-bersahaja&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fsearch.detik.com%2Fsearch%3FhitsPerPage%3D10%26query%3Dmunzir%26sortby%3Dtime%26start%3D0%26site%3D%26siteid%3D%26kanal%3D%26location%3D%26keyword%3D%26title%3D%26subtitle_or%3D%26keywordor%3D%26fromdate%3D%26todate%3D&amp;amp;cb=0b363721a9" style="height: 0px; width: 0px;" width="0" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="pic_artikel_2"&gt;
&lt;a href="http://images.detik.com/content/2013/09/16/10/144426_munzir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/content/2013/09/16/10/144426_munzir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; - Habib Munzir Al Musawa 
telah berangkat ke tempat peristirahan terakhirnya. Di usia yang masih 
muda, pimpinan Majelis Rasulullah itu dikenal sebagai pribadi yang 
santun dan menghormati ulama-ulama yang lebih tua darinya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
"Pada 
yang sudah tua-tua, beliau tidak pernah menyampaikan. Padahal beliau 
lebih banyak muridnya. Beliau sangat sopan dan sangat halus," ujar kakak
 tertua Habib Munzir, Habib Nabil Al Musawa kepada wartawan di depan 
rumah duka, Jalan Pancoran Indah I RT 08/04 Kompleks Ligamas, Pancoran, 
Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013),&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sekitar setengah 8 kemarin 
(Minggu, 15/9) beliau masih sehat, masih ke cirebon. Ketika ditemukan 
masih sempat dilarikan ke rumah sakit. Karena berharap masih bisa 
diselamatkan. Namun, sekitar jam 3 sore diberitahukan seluruh tanda 
vital tidak ada," kisah Habib Nabil tentang adiknya dengan mata 
berkaca-kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habib Nabil menceritakan jika adiknya yang 
meninggal di usia 40 tahun itu memang mempunyai banyak riwayat penyakit.
 Meskipun memiliki fisik yang lemah karena penyakitnya, Habib Munzir 
selalu memaksakan diri untuk memimpin Majelis Rasulullah yang telah 
berdiri dari tahun 1998 itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Habis umurnya untuk memikirkan 
umat. Pada saat acara-acara besar untuk umat, pikiran dan fisik beliau 
sampai lemah. Dalam keadaan pakai kursi roda beliau mengisi acara, 
bahkan pakai tempat tidur, beliau tetap mengisi," kata kakak sulung dari
 lima bersaudara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini, Habib Munzir telah dimakamkan di 
Pemakaman Habib Kuncung, di daerah Kalibata. Ribuan jamaah mengantarkan 
kepergian ulama besar yang dikenal santun dan bersahaja itu dalam 
keadaan hening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Beliau tersenyum. Jadi beliau meninggal dalam 
keadaan tersenyum," kata Habib Nabil sambil terisak menahan kesedihan 
yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keluarga: Habib Munzir Meninggal Dunia dalam Keadaan Tersenyum </title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/keluarga-habib-munzir-meninggal-dunia_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:51:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-1996062479064948604</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;a href="http://images.detik.com/content/2013/09/16/10/133725_habibmunzir.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://images.detik.com/content/2013/09/16/10/133725_habibmunzir.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;dok. Majelis Rasulullah
            
            &lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; - Umat Islam di Indonesia 
berduka karena kehilangan sosok ulama besar yang sangat bersahaja. Habib
 Munzir Al Musawa meninggal dengan wajah yang tersenyum. Seolah dirinya 
dalam keadaan bahagia dipanggil ke Rahmatullah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Beliau 
tersenyum. Jadi beliau meninggal dalam keadaan tersenyum," ujar kakak 
kandung Habib Munzir, Habib Nabil Al Musawa sambil menitikkan airmata di
 depan rumah duka, Jl Pancoran Indah I RT 08/04 Kompleks Liga Mas, 
Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2013),&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dalam keadaan 
pakai kursi roda beliau mengisi acara, bahkan pakai tempat tidur, beliau
 tetap ngisi. Penyakit beliau banyak, di kepala, tulang belakang, asma. 
Bahkan sampai ada cairan di perut, tapi alhamdulillah sudah berhenti," 
imbuh kakak tertua dari 5 bersaudara ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habib Nabil juga 
mengatakan, semasa hidup adiknya itu lebih sering memikirkan umat. 
Berbagai penyakit yang diderita salah satu pendiri Majelis Rasulullah 
itu tak dihiraukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sering pada saat acara-acara besar untuk 
umat, pikiran dan fisik beliau sampai lemah. Mungkin itu membebani 
beliau. Dari dulu asma, asma kronis, dan ketika ditemukan tidak ada yang
 menolong," kata Habib Nabil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habib Nabil menambahkan, dirinya 
masih berhubungan dengan adiknya karena akan ada acara silaturahmi ulama
 internasional. Dia tidak menyangka adiknya akan meninggalkan keluarga 
dalam usia yang masih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dari kemarin masih kontak. Kami 
tidak melihat ini sudah parah, kalau sakit beliau senantiasa, tidak 
menunjukkan beliau akan meninggal, bahkan ketika dibawa ke rumah sakit 
kami masih berharap nyawanya bisa tertolong," cerita Habib Nabil.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Habibana Mundzir Almusawa</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/habibana-mundzir-almusawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-7418249638858639020</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Habibana Mundzir Almusawa :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Allah Maha Dekat kpd semua hamba-hambaNYA. Tidak ada yg lbh dekan denganmu salain tuhanmt, namun kedekatan-Nya tanpa jarak,&lt;br /&gt; Allah subhanahu wata'ala jauh tanpa jarak dan dekat tanpa sentuhan bahkan lbh dekat daripada sentuhan.&lt;br /&gt;
 Allah "Dekat" berarti Allah menawarkan kelembutan dan kedekatan-Nya, 
dan bukan lagi ditawarkan bahkan dikenalkan bagi siapa yg menginginkan 
deka&lt;span class="text_exposed_show"&gt;t dengan Allah, maka Allah mengatakan "Aku Dekat" , siapa yg ingin mengatakan kepada Allah:&lt;br /&gt;
 "wahai Allah, aku dekat kpd-Mu dgn doa, amal dan istighfar namun 
kesemua itu mustahil bisa membuatku dekat kpd-Mu kecuali dgn 
kehendak-Mu, namun ketika aku mendengar firman-Mu bahwa Engkau Maha 
Dekat, maka karena itulah aku berani memohon kepada-Mu kedekatan",&lt;br /&gt; karena Engkau telah berfirman kepada nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam :&lt;br /&gt;
 " Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, 
Maka sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yg berdoa 
apabila dia berdoa kpd-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku, 
agar mereka memperoleh kebenaran" (QS. AlBaqarah:186)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sedikit tausiah habibana. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita yang masih faqir Ilmu .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CIRI-CIRI RASULULLAH SAW YANG HADIR DALAM MIMPI AL-HABIB MUNDZIR AL-MUSAWA</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/ciri-ciri-rasulullah-saw-yang-hadir_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-2237041097184898507</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="aboveUnitContent"&gt;
&lt;div class="userContentWrapper"&gt;
&lt;div class="_wk"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="text_exposed_root text_exposed" id="id_523fee27d50341f57569637"&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;a href="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/p480x480/1231376_711905918824764_1881849307_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Foto: ‎بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

CIRI-CIRI RASULULLAH SAW_ YANG
HADIR DALAM MIMPI AL-HABIB
MUNDZIR AL-MUSAWA__
Ketika ada seorang jama'ah Bertanya
kePada Al-Habib Mundzir Al-Musawa
tentang PertemuanNya dengan
Baginda Rasulullah SAW ,, Maka Beliau
Pun Menjawab :
“ Saya Sebenarnya kurang Berkenan
Menjawab namun Saya Pun tak
Berani Berdusta... Saya Sering
Berjumpa dengan Rasulullah SAW ,
dan Sesekali Ada hal Berupa Wasiat
dan Nasihat ...

Ciri-ciri Rasulullah SAW. yang nampak
dalam mimpi Al-Habib Mundzir
Adalah:
1. Cambang dan janggut beliau
Sangat hitam Gelap kebiru-biruan daRi
Gelapnya.
2. Wajah beliau Bagaikan mutiara
yang bercahaya.
3. Senyumnya tak Pernah sirna dari
Bibir indahnya.
4. Hati serasa linu dan seakan akan
mencair karena keindahan wajah
Sang Nabi SAW.
5. Lezat memandang wajah beliau SAW , terasa linu ke sekujur tubuh Seakan lebih daRi 1000x Rasanya
Ejakulasi , Sekujur tubuh Serasa linu
tak terPerikan.
6. Jari-jemari beliau lentik dan
lembut dan sangat indah.
7. Tingginya sekitar 200 cm.
8. Imamahnya putih dan besar.
9. Kedua matanya sangat indah dan
memancarkan kesejukan dan penuh kasih sayang.
10. Membuat orang yang memandang
matanya ingin luluh dan bersimpuh
berlutut di kakinya dan menangis
bagaikan bayi manja yang memeluk
ibunya karena tak melihat yang lebih
mengasihinya Selain ibunya.
11. Ucapannya dan Suara beliau SAW.
berwibawa, namun lembut dan
perlahan hampir berbisik, namun
jelas dan sangat merdu. Duh... saya tak akan mampu
mengqiyaskannya lagi. Sungguh
Benar ucapan Anas Bin Malik Ra.:
“ Tidak pernah kami melihat
Pemandangan lebih menakjubkan
dari wajah Rasulullah SAW.” (Shahih Bukhari)

Sungguh benar ucapan Abu Hurairah Ra.: “ Wahai Rasulullah , jika kami
Memandang Wajahmu maka jiwa kami
tergetar dan terangkat semakin
mulia.”
Pernah saya sudah akan berangkat
dakwah ke luar kota, tapi tubuh ini
penat dan sangat lelah, saya masih
Rebahan dan Sangat berat untuk
berangkat. Maka Saya Bermimpi
Melihat Beliau SAW. telah Berdiri di
depan Pintu , Memegang tas Gantung
daRi kulit , Seraya Berkata dengan
Lembut dan terSenyum: “ Saya Akan
Berangkat dakwah, kau Mau ikutkah ?”
Saya terBangun daRi tidur dan kaget.
Saya faham Betul itu teguran Lembut
daRi Beliau SAW . Agar Saya Segera
Berangkat Maka Saya Bergegas dan
Berangkat.”
Al-Habib Mundzir al-Musawa Pernah
Menyampaikan Bahwa Setiap Orang Mempunyai Cerita yang Berbeda- Beda
dalam hal Pertemuannya dengan
Baginda Rasulullah SAW. Bentuk
Wujud dan Rupa Beliau SAW. Sesuai
dengan kekuatan iman Orang
terSebut. Semakin kuat imanNya maka
Akan Semakin indah.
Al-Habib Mundzir al-Musawa juga
Menyampaikan Bahwa Saat Beliau
Menuliskan Ciri-ciri daRi Baginda
Rasul SAW. dalam tulisan di Atas
Maka Saat itu Pula Air Mata
keRinduan Beliau kepada Baginda
Rasul SAW. tak terBendung dan
Mengalir dengan deRasnya •••‎" border="0" class="scaledImageFitWidth img" src="https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/p480x480/1231376_711905918824764_1881849307_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; CIRI-CIRI RASULULLAH SAW_ YANG&lt;br /&gt; HADIR DALAM MIMPI AL-HABIB&lt;br /&gt; MUNDZIR AL-MUSAWA__&lt;br /&gt; Ketika ada seorang jama'ah Bertanya&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; kePada Al-Habib Mundzir Al-Musawa&lt;br /&gt; tentang PertemuanNya dengan&lt;br /&gt; Baginda Rasulullah SAW ,, Maka Beliau&lt;br /&gt; Pun Menjawab :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; “ Saya Sebenarnya kurang Berkenan&lt;br /&gt; Menjawab namun Saya Pun tak&lt;br /&gt; Berani Berdusta... Saya Sering&lt;br /&gt; Berjumpa dengan Rasulullah SAW ,&lt;br /&gt; dan Sesekali Ada hal Berupa Wasiat&lt;br /&gt; dan Nasihat ...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ciri-ciri Rasulullah SAW. yang nampak&lt;br /&gt; dalam mimpi Al-Habib Mundzir&lt;br /&gt; Adalah:&lt;br /&gt; 1. Cambang dan janggut beliau&lt;br /&gt; Sangat hitam Gelap kebiru-biruan daRi&lt;br /&gt; Gelapnya.&lt;br /&gt; 2. Wajah beliau Bagaikan mutiara&lt;br /&gt; yang bercahaya.&lt;br /&gt; 3. Senyumnya tak Pernah sirna dari&lt;br /&gt; Bibir indahnya.&lt;br /&gt; 4. Hati serasa linu dan seakan akan&lt;br /&gt; mencair karena keindahan wajah&lt;br /&gt; Sang Nabi SAW.&lt;br /&gt; 5. Lezat memandang wajah beliau SAW , terasa linu ke sekujur tubuh Seakan lebih daRi 1000x Rasanya&lt;br /&gt; Ejakulasi , Sekujur tubuh Serasa linu&lt;br /&gt; tak terPerikan.&lt;br /&gt; 6. Jari-jemari beliau lentik dan&lt;br /&gt; lembut dan sangat indah.&lt;br /&gt; 7. Tingginya sekitar 200 cm.&lt;br /&gt; 8. Imamahnya putih dan besar.&lt;br /&gt; 9. Kedua matanya sangat indah dan&lt;br /&gt; memancarkan kesejukan dan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt; 10. Membuat orang yang memandang&lt;br /&gt; matanya ingin luluh dan bersimpuh&lt;br /&gt; berlutut di kakinya dan menangis&lt;br /&gt; bagaikan bayi manja yang memeluk&lt;br /&gt; ibunya karena tak melihat yang lebih&lt;br /&gt; mengasihinya Selain ibunya.&lt;br /&gt; 11. Ucapannya dan Suara beliau SAW.&lt;br /&gt; berwibawa, namun lembut dan&lt;br /&gt; perlahan hampir berbisik, namun&lt;br /&gt; jelas dan sangat merdu. Duh... saya tak akan mampu&lt;br /&gt; mengqiyaskannya lagi. Sungguh&lt;br /&gt; Benar ucapan Anas Bin Malik Ra.:&lt;br /&gt; “ Tidak pernah kami melihat&lt;br /&gt; Pemandangan lebih menakjubkan&lt;br /&gt; dari wajah Rasulullah SAW.” (Shahih Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sungguh benar ucapan Abu Hurairah Ra.: “ Wahai Rasulullah , jika kami&lt;br /&gt; Memandang Wajahmu maka jiwa kami&lt;br /&gt; tergetar dan terangkat semakin&lt;br /&gt; mulia.”&lt;br /&gt; Pernah saya sudah akan berangkat&lt;br /&gt; dakwah ke luar kota, tapi tubuh ini&lt;br /&gt; penat dan sangat lelah, saya masih&lt;br /&gt; Rebahan dan Sangat berat untuk&lt;br /&gt; berangkat. Maka Saya Bermimpi&lt;br /&gt; Melihat Beliau SAW. telah Berdiri di&lt;br /&gt; depan Pintu , Memegang tas Gantung&lt;br /&gt; daRi kulit , Seraya Berkata dengan&lt;br /&gt; Lembut dan terSenyum: “ Saya Akan&lt;br /&gt; Berangkat dakwah, kau Mau ikutkah ?”&lt;br /&gt; Saya terBangun daRi tidur dan kaget.&lt;br /&gt; Saya faham Betul itu teguran Lembut&lt;br /&gt; daRi Beliau SAW . Agar Saya Segera&lt;br /&gt; Berangkat Maka Saya Bergegas dan&lt;br /&gt; Berangkat.”&lt;br /&gt; Al-Habib Mundzir al-Musawa Pernah&lt;br /&gt; Menyampaikan Bahwa Setiap Orang Mempunyai Cerita yang Berbeda- Beda&lt;br /&gt; dalam hal Pertemuannya dengan&lt;br /&gt; Baginda Rasulullah SAW. Bentuk&lt;br /&gt; Wujud dan Rupa Beliau SAW. Sesuai&lt;br /&gt; dengan kekuatan iman Orang&lt;br /&gt; terSebut. Semakin kuat imanNya maka&lt;br /&gt; Akan Semakin indah.&lt;br /&gt; Al-Habib Mundzir al-Musawa juga&lt;br /&gt; Menyampaikan Bahwa Saat Beliau&lt;br /&gt; Menuliskan Ciri-ciri daRi Baginda&lt;br /&gt; Rasul SAW. dalam tulisan di Atas&lt;br /&gt; Maka Saat itu Pula Air Mata&lt;br /&gt; keRinduan Beliau kepada Baginda&lt;br /&gt; Rasul SAW. tak terBendung dan&lt;br /&gt; Mengalir dengan deRasnya •••&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;
&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="photoUnit clearfix"&gt;
&lt;div class="_53s uiScaledThumb photo photoWidth1" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;E&amp;quot;}" data-gt="{&amp;quot;fbid&amp;quot;:&amp;quot;711905918824764&amp;quot;}"&gt;
&lt;a class="_6i9" href="https://www.facebook.com/photo.php?fbid=711905918824764&amp;amp;set=a.265760243439336.116163.100000160882290&amp;amp;type=1&amp;amp;relevant_count=1" rel="theater"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="uiScaledImageContainer photoWrap"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a class="_6i9" href="https://www.facebook.com/photo.php?fbid=711905918824764&amp;amp;set=a.265760243439336.116163.100000160882290&amp;amp;type=1&amp;amp;relevant_count=1" rel="theater"&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>CANDAAN HABIB MUNZIR AL MUSAWA</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/candaan-habib-munzir-al-musawa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-4484014577944701987</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;CANDAAN HABIB MUNZIR AL MUSAWA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Suatu ketika di majelis menjelaskan Syarah kitab risalatul jamiah 
,jama`ah asyik larut dalam penjelasan, tak terasa waktu terus bergulir 
hingga pukul sepuluh malam, sayyidilakram habibana Munzir melirik jam 
tangannnya dan berkata didepan para jama`ah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terus.....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Serentak jam`ah berkata : terus..ya habib&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt; Tersenyum indah sang habib dan berkata : ini jam masjid di &lt;span class="text_exposed_show"&gt;almunawar
 kok berbeda ya dengan jam saya, barangkali peringatan para khatib 
jum`at agar jangan terlalu lama bila berkhutbah...senyum beliau..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Dilain waktu ketika jamaah sedang asyik larut mendengarkan penjelasan 
kitab risalatuljami`ah, ketika itu waktu sudah cukup malam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Beliau berkata di hadapan para jam`ah....terus......?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Serentak jama`ah berkata:&lt;br /&gt; Lanjut ya habib..sampai subuh bila perlu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka sang habib berkata ; ente Aja, Ana mau pulang senyum indah beliau mengembang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suatu ketika habibana Munzir Allahu yarham melihat jam didinding di masjid lalu beliau melihat jam tanngannya&lt;br /&gt; Ini kok beda antara jam di masjid perbedaan sekitar 10-15 menit&lt;br /&gt; Kalo dalam film-film ketika para pasukan akan menyerang lawan, maka pimpinannya berkata:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Mari samakan jam”.....senyum indah beliau&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suatu ketika di hadapan para jamaah majelis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam&lt;br /&gt; Beliau bila sedang mengajar di samping beliau ada habib basyaiban yang selalu setia mendampingi beliau&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lagi asyik membahas kitab risalah Al Jami`ah karya Al Allamah Habib Zein Al Habsy, &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jamaah mau lanjut apa pulang....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Habibana mendengarkan para jam`ah ada yang mau lanjut, ada yang mau cepet2 pulang barangkali..&lt;br /&gt; Hah..&lt;br /&gt; Berkata beliau : hah pulang...(sambil tersenyum)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Terus ..lu mau tinggalkan gue itu? Di sini bersama habib basyaiban?&lt;br /&gt; (tambahan penulis biasanya anak muda gaul ibukota sering berkata demikian, barangkali melihat iklan di televisi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tersenyum para jam`ah mendengar candaan beliau&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Dilain waktu ketika sedang asyik memberikan tausyiah, para jam`ah larut
 asyik mendengarkan khabar-khabar mulia tentang Allah dan Syariah suci 
sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berkata habibana Munzir kepada para jama`ah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mau lanjut ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Serentak jamaah menyahut..lanjut ya habib..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lu aja , gue mau pulang.. senyum beliau&lt;br /&gt; (ketika itu waktu sudah melewati pukul sepuluh malam)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Begitulah hari-hari beliau bersama jama`ah majelis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Beliau menjelaskan dalam mengajar kitab fiqh jangan terlalu serius, 
jangan terlalu tegang selingi dengan candaan, biar enggak bludrek 
(bahasa Jawa artinya kurang lebih biar enggak stress)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Wallahu`alam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur"&lt;br /&gt; Artinya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 (wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam 
arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya
 di alam kubur&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan 
lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda
 senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta 
Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KAROMAH HABIBANA MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/karomah-habibana-munzir-bin-fuad-al_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-6160756404226848392</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;:: KAROMAH HABIBANA MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA ::&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Ketika ada orang yg iseng bertanya padanya : wahai habib, bukankah 
Rasul saw juga punya rumah walau sederhana??, beliau tertegun dan 
menangis, beliau berkata : iya betul, tapikan Rasul saw juga tidak beli 
tanah, beliau diberi tanah oleh kaum anshar, lalu bersama sama membangun
 rumah.., saya takut dipertanyakan Allah kalau ada orang muslim yg masih
 b&lt;span class="text_exposed_show"&gt;erumahkan koran di pinggir jalan dan di gusur gusur, sedangkan bumi menyaksikan saya tenang tenang dirumah saya..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
 pernah ada seorang wali besar di Tarim, guru dari Guru Mulia Almusnid 
alhabib Umar bin Hafidh, namanya Hb Abdulqadir Almasyhur, ketika hb 
munzir datang menjumpainya, maka habib itu yg sudah tua renta langsung 
menangis.. dan berkata : WAHAI MUHAMMAD! (saw), maka Hb Munzir berkata :
 saya Munzir, nama saya bukan Muhammad.., maka habib itu berkata : 
ENGKAU MUHAMMAD SAW..!, ENGKAU MUHAMMAD.. SAW!, maka hb Munzir diam lalu
 ketika ALhabib Umar bin Hafidh datang maka segera alhabib Abdulqadir 
almasyhur berkata : wahai umar, inilah Maula Jawa (Tuan Penguasa Pulau 
Jawa), maka Alhabib Umar bin Hafidh hanya senyam senyum.. (kalo ga 
percaya boleh tanya pada alumni pertama DM)&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;----------------&lt;br /&gt;
 lihatlah kemanapun beliau pergi pasti disambut tangis ummat dan cinta, 
bahkan sampai ke pedalaman irian, ongkos sendiri, masuk ke daerah yg 
sudah ratusan tahun belum dijamah para dai, ratusan orang yg sudah masuk
 islam ditangannya, banyak orang bermimpi Rasul saw selalu hadir di 
majelisnya,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; bahkan ada orang wanita dari australia yg selalu 
mimpi Rasul saw, ia sudah baiat dengan banyak thariqah, dan 10 tahun ia 
tak lagi bisa melihat Rasul saw entah kenapa, namun ketika ia hadir di 
Majelis Hb Munzir di masjid almunawar, ia bisa melihat lagi Rasulullah 
saw..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; maka berkata orang itu, sungguh habib yg satu ini adalah 
syeikh Futuh ku, dia membuka hijabku tanpa ia mengenalku, dia benar 
benar dicintai oleh Rasul saw, kabar itu disampaikan pada hb munzir, dan
 beliau hanya menunduk malu..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; beliau itu masyhur dalam dakwah syariah, namun mastur (menyembunyikan diri) dalam keluasan haqiqah dan makrifahnya. .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; bukan orang yg sembarangan mengobral mimpi dan perjumpaan gaibnya ke khalayak umum&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------------&lt;br /&gt;
 ketika orang ramai minta agar Hb Umar maulakhela didoakan karena sakit,
 maka beliau tenang2 saja, dan Habib Munzir berkata : Hb Nofel bin 
Jindan yg akan wafat, dan Hb Umar Maulakhela masih panjang usianya.. 
benar saja, keesokan harinya Hb Nofel bin Jindan wafat, dan Hb Umar 
maulakhela sembuh dan keluar dari opname.., itu beberapa tahun yg lalu..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-------------------&lt;br /&gt;
 ketika Hb Anis Alhabsyi solo sakit keras dan dalam keadaan kritis, 
orang2 mendesak hb munzir untuk menyambangi dan mendoakan Hb Anis, maka 
beliau berkata pd orang orang dekatnya, hb anis akan sembuh dan keluar 
dari opname, Insya Allah kira2 masih sebulan lagi usia beliau,..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; betul saja, Hb Anis sembuh, dan sebulan kemudian wafat..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;----------------&lt;br /&gt;
 ketika gunung papandayan bergolak dan sudah dinaikkan posisinya dari 
siaga 1 menjadi awas, maka Hb Munzir dg santai berangkat kesana, sampai 
ke ujung kawah, berdoa, dan melemparkan jubahnya ke kawah, kawah itu 
reda hingga kini dan kejadian itu adalah 7 tahun yg lalu (VCD nya 
disimpan di markas dan dilarang disebarkan)&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------------&lt;br /&gt;
 demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yg terkenal dg
 sihir dan dukun dukun jahatnya., maka selesai acara hb munzir malam 
itu, keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitya, ia berkata : 
saya ingin jumpa dg tuan guru yg semalam buat maulid disini..!, semua 
masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah shalat dan tak 
mau dekat dg ulama dan sangat ditakuti, ketika ditanya kenapa??, ia 
berkata : saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap., lalu 
subuh tadi saya lihat mereka (Jin jin khodam itu) sudah pakai baju putih
 dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk 
islam, dan jadi begini??, maka jin jin ku berkata : apakah juragan tidak
 tahu?, semalam ada Kanjeng Rasulullah saw hadir di acara Hb Munzir, 
kami masuk islam..!&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;--------------&lt;br /&gt;
 kejadian serupa di Beji Depok seorang dukun yg mempunyai dua ekor macan
 jadi jadian yg menjaga rumahnya, malam itu Macan jejadiannya hilang, ia
 mencarinya, ia menemukan kedua macan jadi2an itu sedang duduk bersimpuh
 didepan pintu masjid mendengarkan ceramah hb munzir..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------------&lt;br /&gt;
 demikian pula ketika berapa muridnya berangkat ke Kuningan Cirebon, 
daerah yg terkenal ahli santet dan jago jago sihirnya, maka hb munzir 
menepuk bahu muridnya dan berkata : MAANNABIY.. !, berangkatlah, Rasul 
saw bersama kalian..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; maka saat mereka membaca maulid, tiba tiba
 terjadi angin ribut yg mengguncang rumah itu dg dahsyat, lalu mereka 
mnta kepada Allah perlindungan, dan teringat hb munzir dalam hatinya, 
tiba tiba angin ribut reda, dan mereka semua mencium minyak wangi hb 
munzir yg seakan lewat dihadapan mereka, dan terdengarlah ledakan bola 
bola api diluar rumah yg tak bisa masuk kerumah itu..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ketika mereka pulang mereka cerita pd hb munzir, beliau hanya senyum dan menunduk malu..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;-----------------&lt;br /&gt;
 demikian pula pedande pndande Bali, ketika Hb Munzir kunjung ke Bali, 
maka berkata muslimin disana, habib, semua hotel penuh, kami tempatkan 
hb ditempat yg dekat dengan kediaman Raja Leak (raja dukun leak) di 
Bali, maka hb munzir senyum senyum saja, keesokan harinya Raja Leak itu 
berkata : saya mencium wangi Raja dari pulau Jawa ada disekitar sini 
semalam..&lt;br /&gt;&lt;span&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;---------------&lt;br /&gt;
 demikian pula ketika hb munzir dicaci maki dg sebutan Munzir ghulam 
ahmad..!, karena ia tidak mau ikut demo anti ahmadiyah, beliau tetap 
senyum dan bersabar, beliau memilih jalan damai dan membenahi ummat dg 
kedamaian daripada kekerasan, dan beliau sudah memaafkan pencaci itu 
sebelum orang itu minta maaf padanya, bahkan menginstruksikan agar 
jamaahnya jangan ada yg mengganggu pencaci itu,&lt;br /&gt; kemarin beberapa 
minggu yg lalu di acara almakmur tebet hb munzir malah duduk 
berdampingan dg si pencaci itu, ia tetap ramah dan sesekali bercanda dg 
Dai yg mencacinya sebagai murtad dan pengikut ahmadiyah.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>RINGKASAN SAMBUTAN GURU MULIA AL-MUSNID AL-HABIB UMAR BIN HAFIDZ DIMALAM KE-3 TAHLIL,TAHMID,DAN KHATAM AL-QUR'AN HABIBANA MUNDZIR AL-MUSAWA</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/ringkasan-sambutan-guru-mulia-al-musnid.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-7147120994748108051</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt; Assalamualaikum wr wb:&lt;br /&gt;
 Wahai sekalian hadirin hadirat yg berkumpul didalam acara yg mulia 
ini,didalam tahmid,tahlil dimalam ke-3 dr seorang dai ilallah,seorang 
dai yg mengajak manusia kpd Allah,mengajak manusia kpd hidayah,mengajak 
manusia kpd kebaikan,mengaj&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ak manusia kpd keridoan Allah.&lt;br /&gt; Beliau adalah Al-Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa&lt;br /&gt; Semoga Allah jadikan firdaus tertinggi sebagai tempat beliau,berdampingan dengan Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
 Semoga Allah mengangkat derajat Alhabib Mundzir bin Fuad Almusawa dan 
dikumpulkan bersama Nabi Muhammad saw,bersama segenap keluarga Rasul 
saw,dan sahabat sahabat beliau saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dimajelis beliau 
ini(Majelis Rasulullah SAW)sudah berapa banyak jamaah yg berdoa kpd 
Allah dan doa tersebut diangkat dan diterima oleh Allah SWT&lt;br /&gt; Sudah 
berapa doa diaminkan oleh semua yg hadir,dr manusia,dr kalangan jin dan 
malaikat yg turut mengaminkan doa doa yg kita panjatkan dimajelis 
semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Semoga Allah menjaga peninggalan peninggalan dr Alhabib Mundzir Almusawa,diabadikan,dilanggeng&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;kan oleh Allah melalui risalah Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt; Dan Al-Habib Umar ibn Hafidz menegaskan,bahwasannya:&lt;br /&gt;&lt;span&gt; BELIAU MENUNJUK KPD AL-HABIB MUHSIN BIN IDRUS AL-HAMID UNTUK MENJADI NADZIR,MELIHAT,MEMANDANG,MEMIL&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;IH APA YG BELIAU ANGGAP BAIK DARI MAJELIS INI,DAN DAPAT BERLANGSUNG SEBAGAIMANA BIASANYA TANPA BERKURANG SEDIKITPUN JUGA.&lt;br /&gt;
 Dan beliau diberikan kuasa untuk bersama-sama memikirkan kelanggengan 
majelis ini,menjalankan majelis ini agar tetap berjalan seperti biasa 
dan beliau memilih siapa yg dikehendaki untuk dapat mengisi majelis ini 
agar berjalan sampai nanti datangnya Guru Mulia kita Al-Habib Umar bin 
Hafidz dibulan muharram nanti,yg mana akan kembali ditindak lanjuti 
kedepannya majelis ini.&lt;br /&gt; INSYA ALLAH AKAN TETAP LANGGENG SAMPAI HARI KIAMAT&lt;br /&gt;
 Semoga Allah mengangkat derajat Al-Habib Mundzir Al-Musawa dan Guru 
Mulia mendoakan keluarga dan anak anak dr Al-Habib Mundzir Al-Musawa 
agar Allah jadikan dai dengan izin Allah.&lt;br /&gt; Guru Mulia jg mendoakan 
ibunda Habib Mundzi Al-Musawa,semua murid-murid beliau,para jama'ah dan 
para dai jg shalihin semoga Allah memberikan keberkahan,kesehatan dan 
kita diteguhkan langkah kita didalam menapaki jalan Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt; Dan Allah menutupi kita dr keinginan-keinginan duniawi yg membuat kita jauh dr Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;
 Sehingga kita fokus menjalankan haq-haq Allah,semoga Allah mengumpulkan
 kita bersama-sama esok dibawah bendera Nabi Muhammad Saw&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; AL-Musnid Al-Habib Umar bin Hafidz&lt;br /&gt; Darul Musthafa,Tarim Hadramaut.&lt;br /&gt; Para aulia dan shalihin menyampaikan salam kpd segenap hadirin,ulama dan shalihin yg hadir&lt;br /&gt; Wassalamu alaikum wr wb.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kisah Keseharian Keluarga Alm.Habibana Munzir Al Musawa </title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/kisah-keseharian-keluarga-alm.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-8956320391324810188</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Kisah Keseharian Keluarga Alm.Habibana Munzir Al Musawa &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 hamba pendosa ini bukanlah yg patut dicontoh sebagai guru yg baik dan 
panutan yg baik, walaupun hamba berusaha mencapai kehidupan yg zuhud, 
wara, tawadhu, sakinah, dalam rumah tangga dan dalam bermasyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 zuhud adalah hidup dg sederhana dalam keduniawian, hamba belum mampu 
mencapainya, namun sebagian usaha yg hamba lakukan adalah menghi&lt;span class="text_exposed_show"&gt;langkan cinta pada semua hal yg bersifat duniawi, berupa harta dll yg tidak ada sangkut pautnya dg asesoris dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
hamba membutuhkan mobil, untuk mencapai banyaknya majelis dan ketepatan
 waktu untuk tiba di lokasi yg sudah ditunggu puluhan ribu orang hampir 
setiap malamnya, disatu fihak tanpa hamba punya kendaraanpun hamba akan 
siap dijemput oleh ribuan mobil yg akan mengantar hamba kemanapun hamba 
akan pergi, namun hamba tak mau menyusahkan orang lain, apalagi 
membebani para penyelenggara untuk harus menyediakan kendaraan penjemput
 pula, maka hamba membeli mobil dg angsuran,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hamba merawat 
mobil itu secara sebaik baiknya secara mekanik dan mesinnya dg perawatan
 yg sangat serius, demi tak menghambat kelancaran dakwah hamba, namun 
hamba tidak perdulikan body mobil yg sudah penuh baret dan penyok 
khususnya di kiri body mobil yg selalu terdesak oleh ribuan orang yg 
berebutan menyalami hampir tiap malamnya, hamba tak perlu membenahi 
bodynya, yg hamba butuhkan adalah mesinnya dan bagian dalamnya untuk 
kelancaran dakwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
banyak orang menyarankan dan mengejek kenapa
 mobil penyok penyok ini tak diganti dg yg lebih bagus, atau paling 
tidak dibenahi, apakah tidak malu pakai mobil penyok2 begini kesana 
kemari padahal hamba memimpin jutaan ummat?, hamba sungguh tidak malu, 
biar saja demikian, jamaah tidak melihat kendaraan, jamaah butuh 
penyampaian dan bimbingan, bukan masalah mobil tua atau penyok dan tak 
sedap dilihat, hamba tak rela mengeluarkan 1 rupiahpun untuk membenahi 
bodynya, karena itu bukan hajat dakwah, lebih baik diberikan pada fuqara
 dijalanan jika ada kelebihan harta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hamba hingga kini masih 
mengontrak, walaupun rumah kontrakan itu besar dan bagus, tentunya itu 
hajat dakwah untuk menampung tamu khususnya majelis nisa (majelis kaum 
wanita) setiap minggu sorenya dirumah, jika rumah hamba sempit, maka 
massa akan memenuhi dan meluber keluar rumah dan mengganggu kenyamanan 
tetangga pula, maka hamba berusaha dg kemampuan hamba mengontrak rumah 
besar, namun hanya bisa menampung sekitar 700 orang saja, jika massa 
melebihi itu, hamba belum ada kemampuan mengontrak rumah yg lebih besar 
lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hamba menata rumah senyaman mungkin, tapi itu demi 
kenyamanan para hadirat yg menghadiri majelis, dikontrakan ini hamba 
tidak banyak mempunyai benda dan perangkat rumah, kesemuanya hampir 
merupakan milik rumah orang yg hamba mengontrak padanya, hamba hanya 
membeli dua perangkat kursi rotan dihalam tengah dan teras belakang, 
lalu memasang karpet diseluruh rumah, bukan lain demi kenyamanan 
hadirin, hanya sebuah lemari pakaian, sebuah kasur, dan sebuah kulkas 
dan beberapa hal lainnya yg milik hamba, sisanya adalah perangkat yg 
membawa kenyamanan pada hadirin, seperti kipas angin, dispenser di 
hampir setiap sudut ruangan beserta gelas gelasnya, dan gorden gorden 
pemisah jika tamu adalah pria dan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun akhir akhir ini
 ketika hamba terkena penyakit peradangan otak belakang, maka hamba 
perlu menata kamar untuk lebih kedap suara, karena suara keras sangat 
mengganggu istirahat hamba, jika istirahat hamba terganggu maka dakwah 
pada jutaan ummat ini terganggu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hamba tak punya banyak waktu 
mendidik anak anak, hamba jarang sempat duduk dg mereka, namun ibundanya
 yg mengambil alih pendidikan anak, dan hamba datangkan guru utk halafan
 alqur'an anak anak, guru yg mengajari ilmu umum dan ilmu agama, 
sesekali hamba memanggil anak anak untuk menasehati, dan menjajaki 
hafalan mereka dalam ilmu umum, hafalan Alqur'an, dan ilmu syariahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun Allah swt sangat memberi hamba anugerah yg diluar dugaan, pui 
syukur bagi Nya setiap waktu dan kejap, anak anak berubah semakin baik 
dan berbudi luhur, sering mereka menangis dalam doa, sering mereka 
memimpikan Rasul saw, mereka tidak nakal, baik, beradab, sopan, ceria, 
dan menyenangkan, adab sunnah mereka sangat mereka perhatikan, mereka 
tidak tidur sebelum bersama sama membaca surat tabarak (almulk) dan doa 
tidur, mereka bangun sebelum azan subuh dan saling bangunkan satu sama 
lain untuk membaca zikir subuh, mereka berjamaah subuh dg saya, atau 
bersama ibunya, atau mereka saja bertiga, padahal usia anak hamba yg 
tertua baru 9 tahun yaitu fatimah azzahra, dan yg kedua Muhammad yg 
masih berusia 7 tahun, dan hasan, yg masih berusia 5 tahun,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
anak anak itu saling menasihati dalam menjalankan sunnah makan, sunnah 
minum, sunnah tidur, dan sering saya mencuri pendengaran saat mereka 
bertiga bercengkerama, yg mereka bicarakan adalh rindu pada Rasul saw, 
contoh wajah Rasul saw yg teriwayatkan, dan budi pekerti Rasul saw yg 
mereka dengar dari ceramah ceramah saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka tak suka dan 
tak pernah kenal dg lagu lagu duniawi, bagi mereka qasidah majelis dan 
bacaan alqur'an murottal yg mengisi telinga mereka di siang malamnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka tak mau membuka auratnya dimuka umum, bahkan yg bungsu pun 
selalu menangis tersedu sedu jika shalat subuh berjamaah dg saya dan ia 
datang terlambat, ketika ditanya ia berkata sambil menangis, hasan 
semalam mengompol, hasan terpaksa mandi dulu, dan ganti baju, dan hasan 
jadi terlambat / masbuk dalam shalat bersama abiy. (ayah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hasan pernah menghilang dari majelis, saya meliirik ke kiri dan kanan, 
ia tak ada, dan datang ditengah acara dg wajah penuh airmata dan 
cemberut, selepas majelis saya tanya kenapa, ia berkata : hasan lupa 
membawa peci, hasan tidak mau masuk masjid tanpa peci, hasan nangis 
diluar, lalu ada jamaah yg membelikan hasan peci, baru hasan masuk 
masjid, dan hasan jadi telat..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula Muhammad, muhammad
 pernah menghilang dari panggung majelis pergi entah kemana, diakhir 
acara ia baru muncul, ia katakan : muhammad mau pipis, tapi banyak 
perempuan, jadi muhammad malu dan tidak mau ke kamar mandi yg banyak 
perempuan, akhirnya muhamamad diantar jamaah kerumah yg jauh untuk pipis
 di toilet yg tidak ramai perempuan..., padahal usianya baru 7 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka tentunya ada nakalnya, namun nakalnya adalah hal yg luhur, 
mereka sangat senang berkemah bahkan acapkali mereka bertiga tidur 
dikemah di halaman rumah, karena mereka sering dengar nabi saw sering 
berkemah saat safar, mereka juga paling suka bermain pedang2an dan panah
 dan berenang, saya sering kesal melihat barang2 berantakan dirumah saat
 pulang, ternyata mereka main perang2an dan membuat keadaan berantakan, 
namun saya tak marah dg itu, karena itu adalah kebaikan yg wajar pada 
anak anak bahkan hal yg mulia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka tak pula suka menonton 
televisi, mereka lebih suka menonton film vcd cerita para nabi, vcd 
majelis majelis, lalu masing masing ribut membahasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sungguh 
didikan didikan ini muncul dari tarbiyah ilahiyah diluar kemampuan saya,
 demikian pula fatimah yg kini sudah membeli cadar pula saat ke majelis 
majelis ia bercadar, saya sempat menegur istri saya, untuk apa ia pakai 
cadar usianya masih kecil, biar saja, nanti ia jatuh tersandung..., kata
 istri saya fatimah menabung berbulan bulan sendiri di celengannya untuk
 membeli cadar, maka saya diam saja tak mau mengecewakannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka sering mendapat uang hadiah dari jamaah, mereka menyimpannya di 
celengannya, saya tanya untuk apa kalian menyimpan uang itu?, mau beli 
apa?, sepeda?, mpbil2an?, atau apa?, mereka katakan : kami mau menabung 
untuk bisa pergi ke madinah untuk ziarah nabi saw, kami mau beli pesawat
 sendiri, jadi bisa mengajak jamaah majelis ramai ramai ke madinah, 
muhamad jadi pilotnya, hasan jadi kondekturnya, dan fatimah jadi 
pramugarinya...,&lt;br /&gt;
saya hanya bisa geleng geleng dan membiarkan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mereka sudah hafal berjuz juz alqur;an, dan mereka tidak sekolah ke 
sekolah umum, tapi homing scool, karena itu pilihan mereka, dan ternyata
 hasilnya lebih baik, hasan walau usianya 5 tahun ia sudah kelas 3, 
Muhammad walau usianya 7 tahun ia sudah kelas 5, dan fatimah sudah 
setingkat kelas 2 smp. mereka mengikuti tes dirumah, dan mendapat 
raportnya dg guru kerumah, dan saya sediakan guru pula untuk membantu 
hafalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
walau hal ini tampak berlebihan dan cukup besar 
biayanya, namun ini jauh lebih berharga daripada jika mereka tak 
melakukannya, zuhud adalah berhemat dan tidak mencintai harta, tapi 
menjalankan harta pada tempatnya, tidak kikir harta untuk mencapai 
keridhoan Allah swt, sebaliknya kikir harta untuk dikeluarkan untuk 
urusan duniawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dalam soal makanan, saya tidak lagi mau membeli
 makanan sembarang di pasar, karena kini banyak beredar ayam tiren (ayam
 bangkai yg mati kemarin), demikian gelar yg umum dimasyarakat, kita 
bisa bayangkan, pasar induk jakarta menerima jutaan ayam yg dipasok dari
 daerah setiap harinya, ayam diangkut dg truk atau kendaraan bak 
terbuka, bisa dipastikan dari 100 ayam ada beberapa yg mati, 
terhimpitkah, atau sebab lainnya, maka puluhan ribu ayam bangkai beredar
 setiap hari di ibukota,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebagian penjual justru suka 
membelinya karena harganya lebih murah, demikian pula restoran, warteg 
dll, mereka sering lebih suka membelinya karena lebih murah, walau ada 
juga restoran2 yg tak mau membeli ayam bangkai, namun para oknum 
pegawainya ada saja yg melakukan itu dg mengantongi hasil yg lebih, 
sebab ayam yg dibeli adalah ayam bangkai, tanpa sepengetahuan pemilik 
restoran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka saya curiga (tidak menuduh) pada KFC dll, yg 
menyajikan ribuan ekor ayam tiap harinya, sangat mungkin ada oknum 
bagian pembelanjaan yg melakukan kejahatan tsb, walau kita tak menuduh 
secara keseluruhan karena tidak ada / belum ada buktinya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula gorengan yg djual oleh para penjualnya, nasi goreng dll, 
mereka banyak memakai minyak jelantah, walau tidak kesemuanya berbuat 
demikian, apakah minyak jelantah itu?, ia adalah limbah minyak bekas 
memasak di hotel hotel berbintang dan restoran2 mewah, yg tidak sedikit 
yg menyediakan makanan seperti babi, katak, dlsb yg diharamkan, maka 
minyak itu telah bercampur dg makanan haram, para penjual gorengan dan 
nasi goreng dll itu mungkin tak menyadarinya, atau mengetahuinya tapi 
tidak perduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula kambing pada sate dan sop yg dijual, pernah saya temukan oknum yg mencampurnya dg daging tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula masakan padang atau warteg (saya bukan memvonis), namun 
ada laporan dari fihak jamaah kita, bahwa tetangganya bekerja sebagai 
pemasok kaskus sapi ke restoran2 padang dan lainnya, ia menggantinya dg 
kaskus babi, karena lebih banyak dagingnya, menjadi lebih mahal harga 
jualnya, namun lebih murah ia membelinya dari pemasok kaskus babi itu 
dari wilayah luar kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hukum dari makanan makanan diatas tidak
 haram secara mutlak, kecuali sudah terbukti dg dua saksi ada yg siap 
bersaksi akan hal itu, namun hukum makanan2 diatas menjadi syubhat, 
tidak haram memakannya, namun jika betul ia ada campuran yg haram, akan 
membawa dampak pada tubuh kita untuk malas beribadah, dan semangat 
berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
curigalah, misalnya anda selalu melakukan ibadah dg 
taraf tertentu, lalu setelah makan direstoran fulan, atau beli gorengan 
dari penjual gorengan, atau setelah makan suatu makanan, maka saat anda 
ibadah terasa sangat berat, malas, dan serba gundah, lalu coba hndari 
makanan itu, jika anda kembali pada kesempurnaan ibadah yg biasa anda 
capai, maka telah jelas makanan yg anda makan saat itu mengandung hal yg
 haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
makanan halal memicu pada semangat beribadah, dan malas
 berbuat mungkar, sedangkan makananan haram memicu malas berbuat pahala 
dan semangat berbuat dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
makanan syubhat ada ditengah2nya, bisa mengandung yg haram, bisa tidak, maka saya tak mau spekulasi.,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya memerintahkan pembantu dirumah untuk membeli kambing, ayam, dan 
sapi, pada tempat yg langsung menyediakannya berikut menternaknya, ia 
menjual ayam hidup, tinggal pilih, mau ayam yg mana, ia menyembelihnya, 
membersihkannya, dan menyerahkannya pada kita dg kesaksian kita sendiri,
 demikian pula penjual kambing ada beberapa tempat yg memang peternak 
kambing, ia memotong kambing sendiri, dan menjualnya, maka ia 
terpercaya, demikian pula sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hati hati dg sosis, karena 
banyak dicampur dg daging babi, hati hati dg restoran cepat saji, karena
 mereka sering (bukan vonis) mereka memakai minyak babi sebagai minyak 
gorengnya, karena minyak babi lebih cepat membuat makanan matang 
daripada minyak goreng lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hati hati terhadap kue kue, 
karena kue kue sering dibubuhi reum, yaitu whisky, karena itu membuat 
kue cepat mengembang indah, dan menghilangkan bau amis telurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hati hati dg makanan yg digoreng cepat, karena banyak oknum penjual 
nasi goreng, mie goreng, dll, mereka memakai arak/whisky saat 
menggorengnya, jika anda menyaksikan ia menggoreng, lalu ada cairan yg 
ia siramkan ke panci penggorengan dan dalam seketika api dari bawah 
penggorengan naik menyambar sampai masuk keatas panci dan menyentuh 
makanan itu, maka cairan itu adalah alkohol, sebgaja disiramkan karena 
dg itu api menjilat jilat sampai naik dari kompor menyentuh makanan itu,
 maka makanan leih cepat matang...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya menghindari itu semua
 semampu saya, wara', adalah bersungguh sunnguh dan berhati hati menjaga
 diri semampunya dalam makanan syubhat apalagi haram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudariku, jangan paksakan melakukan hal hal ini, lakukan semampunya, allah tidak memaksa kita lebih dari kemampuan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mengenai istri, saya lebih senang memanggilnya bukan dg namanya, tapi 
dg kata habibah (kekasih utk wanita), atau sayang, atau ratuku, atau 
cintaku, atau sesekali dg nama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak dan sangat takut 
menyentuh barang istri saya, saya tak pernah berani membuka isi tas 
istri saya, saya sangat tidak berani membuka lemmari istri saya, dan 
saya tak berani menjamah hp istri saya, apalagi membuka sms atau isinya,
 jika berdering dering berkelanjutan saya biarkan saja tanpa berani 
menyentuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sering menginap di markas jika sedang banyak
 tugas, dan saya jika akan pulang lebih sering izin dulu pada istri 
apakah saya diizinkan pulang atau tidak, jika dikamar, saya tanyakan 
padanya apakah akan tidur dg saya atau mau tidur dg anak anak, ia yg 
memilihnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika saya masih beraktifitas dg portable dimalam 
hari, saya izin dulu apa boleh saya nyalakan lampu kamar atau tidak, 
jika ia sudah lelap tertidur, maka saya hanya menggunakan lampu tidur 
untuk membuka file dll, walau itu menyakiti mata dan membuat mata pedas,
 itu lebih saya pilih daripada saya menyalakan lampu mengganggu 
tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam makanan pun saya hampir tak pernah meminta 
suatu type makanan, saya hanya tanya ada makanan apa, ada makanan atau 
tidak, karena acapkali saya pulang makanan sudah habis, karena saya 
pulang hampir selalu larut malam dari majelis, mungkin ada tamu atau 
lainnya, jika tak ada makanan maka saya tak makan, cukup minum teh saja,
 atau kurma, jika ada makanan, dan saya sedang menyukainya maka saya 
memintanya, jika saya sedang tak menyukainya maka saya tak makan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya tak punya menu makananan favorit, apa saja asal halal, jika istri 
sudah tidur, saya lebih sering memilih minta disajikan makanan oleh staf
 staf yg dirumah daripada membangunkan istri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengizinkan 
istri saya pergi kemana saja selama tempat yg baik tentunya, tanpa perlu
 ia izin, kecuali perjalanan marhalatain (yg melebihi 82km) atau 
perjalanan jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang saya pulang istri saya sudah tidur 
dikamar anak anak maka saya lebih sering membiarkannya tanpa 
menganggunya, dan jika pulang saya lihat ia tiada, saya tak repot 
menanyakannya kemana ia pergi kenapa tidak pulang dlsb, saya tunggu 
sampai subuh baru sms untuk menanyakan keberadaannya, tentunya saya 
mengetahui istri saya orang baik baik dan selalu diantar para jamaah 
nisa lainnya, dan keluarnya itu dimalam hari mestilahh ke undangan 
majelis atau pada ustazah lainnya, mungkin kelelahan, mungkin ketiduran,
 mungkin terjebak macet, dan saya baik sangka saja, saya percaya penuh 
pada allah swt karena setiap subuh dan isya saya mendoakan diri saya, 
istri, anak anak, teman teman, dan keluarga, dan jika ada sesuatu yg tak
 baik tentunya ada kabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bukan saya tidak pernah 
menegurnya, saya menegur dg lembut, atau dg tegas, namun teguran tegas 
mungkin bisa dibilang tak pernah terjadi dalam setahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya 
lebih cenderung membiarkan jika ia salah namun tidak terlibat dosa pada 
allah, tapi salah pada saya, lebih baik saya maafkan, jika berulang 
ulang maka saya tegur dg lembut, jika terjebak pada hal yg mungkar, 
dosa, misalnya mencaci/mengumpat orang lain, maka saya tegur dg lembut, 
atau saya tinggalkan ke toilet tanpa mau mendengarkan kekesalannya / 
gunjingannya pd orng lain, itu sudah isyarat baginya bahwa saya tak suka
 dg pembicaraan itu, jika ia masih meneruskannya maka bisa saja saya 
diam tak menanggapinya, atau jika sudah berlebihan maka saya potong dg 
nasihat, maafkan saja, itu keinginan allah swt untuk menghapus dosa 
kita, menggunjingnya berarti mengambil dosanya untukmu.., sudah cukup 
dosa kita, untuk apa mengambil dosa orang lain, doakan saja, kita dapat 
pahala, maafkanlah, berarti allah swt memaafkan banyak dosa dosamu, 
carilah pengampunan dosa dg memaafkan kesalahan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun 
jika bertentangan dg syariah atau membahayakan dakwah, maka teguran saya
 tegas, dan teguran tegas saya lebih sering lewat sms, demi tak terlalu 
menyakitinya jika berhadapan muka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika berlarut larut, maka teguran tegas saya lugas dihadapannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
demikian pula pada anak anak, saya cenderung lembut dan bercanda walau 
sambil menanyai hafalannya, namun jika berbuat salah yg membahayakan, 
misalnya memaki jamaah majelis, atau ucapan yg tak beradab, saya marah, 
dan anak anak sangat menyayangi saya, dan mereka tidak mau saya marah 
padanya, maka jika wajah saya berubah misalnya, mereka sudah mengerti 
untuk tak melakukan lagi perbuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua adalah anugerah allah swt, bukan dari usaha saya&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>untaian kata-kata mutiara dari Alm.Alhabibana Munzir Almusawa</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/untaian-kata-kata-mutiara-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-8964926543317322076</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Berikut adalah untaian kata-kata mutiara dari Alm.Alhabibana Munzir Almusawa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Tak ada sesuatu yg lebih cepat mendatangkan Keridhoan ALLAH SWT. Melainkan bakti kepada ayah bunda”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Jika Allah mencintainya maka cahaya Allah SWT berpijar dari 
penglihatannya, pendengarannya, sanubarinya, doa-doa dan munajatnya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt; “Limpahan puji ke hadirat Allah SWT yang telah menghamparkan alam semesta &amp;amp; bumi untuk me&lt;span class="text_exposed_show"&gt;njadi
 tempat sementara kita meniti tangga-tangga keluhuran dan keabadian, 
meniti tangga-tangga kebahagiaan, meniti tangga-tangga cinta Allah 
menuju kasih sayang Allah,&lt;br /&gt; menuju kelembutan Allah, tangga-tangga 
kerinduan kepada Sang Maha Abadi Sang Maha berjasa dan Maha menciptakan 
hambaNya membantu satu sama lain”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Tiada nama sebelum nama 
Allah dan tiada nama setelah nama Allah, seluruh nama adalah makhluk di 
dalam samudera keagungan nama Allah SWT, Maha Tunggal dan Maha Abadi 
Allah, Maha menerbitkan matahari dan bulan, Maha menciptakan kehidupan 
dan kematian&lt;br /&gt; Maha menawarkan kasih sayang dan cintaNya kepada hamba-hambaNya sepanjang siang dan malam, di saat mereka melewati hari-harinya&lt;br /&gt; Saat hambaNya terjebak dosa, Sang Maha lemah lembut tidak menutup pintuNya bagi hamba yang ingin kembali kepada kelembutanNya&lt;br /&gt;
 Pintu rahmat Allah SWT terus terbuka menanti mereka yang ingin 
bertobat, maka jelanglah dan jawablah seruan Allah... “.....Sesungguhnya
 segala pujian, ni’mat dan kerajaan hanyalah milik-Mu tiada sekutu 
bagi-Mu.”&lt;br /&gt; Kami datang kepadaMu wahai Allah, datang kepada pengampunanMu, datang kepada rahmatMu, datang kepada kelembutanMu&lt;br /&gt; datang kepada harapan-harapan dilimpahi anugerah olehMu, datang kepada Yang Maha melimpahi anugerah”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “yakinlah bahwa setiap kejadian mengandung rahasia hikmah ilahiyah, 
maka anda telah melihat ketentuan Nya, maka tinggal menanti terbit 
cahaya HikmahNya, jangan lupa bahwa dimanapun anda berada anda tetap 
dibawah kekuasaan kerajaanNya. Dia tetap Maha Raja Tunggal di sekalian 
alam, maka tenanglah karena penguasa kerajaan Alam ini bersama anda 
dimanapun berada”&lt;br /&gt; “Cahaya Allah bukan menerangi mata, tetapi menerangi jiwa, cahaya Allah tidak bisa dilihat mata namun dilihat jiwa”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Walaupun ia, makan, minum, berbicara, bekerja, berumah tangga namun 
jiwanya tidak mau lepas lagi dari Allah , semakin sanubari mengenal 
Allah, semakin ia merasa seluruh alam semesta seakan tiada yang ada 
hanya Allah”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Dan sungguh peristiwa yang disebut “kematian” justru itulah hakikat kehidupan yang abadi”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yg telah wafat maka ia akan melihat tempatnya kelak yang akan ia tempati&lt;br /&gt; apabila ia akan mnempati sorga maka ia akan melihat surga,namun apabila ia akan menempati neraka maka ia akan melihat neraka&lt;br /&gt; jika ahli kubur diperlihatkan neraka maka itu merupakan siksaan yang cukup berat walau tanpa ada siksaan kubur&lt;br /&gt; Maka fahami dan renungkanlah bahwa alam keabadian itu pasti akan datang kepada kita&lt;br /&gt; jika ia diperlihatkan surga di setiap pagi dan sore maka hal itu merupakan kenikmatan yang luhur sebelum menempatinya.&lt;br /&gt; kehidupan setelah kehidupan telah jelas adanya bahwa ruh itu ttp hidup di alam kubur, karena yang wafat hanyalah jasad”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Semua ucapan Rasul SAW adalah mutiara2 indah, jika berpegang teguh padanya, sungguh akan menjadi obat dalam keadaan sedih”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Sungguh Rasulullah saw Seindah indah manusia wajah dan akhlaknya, akhlak yang terluhur mengungguli segenap akhlak”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “beruntunglah dan tiada yang lebih beruntung dari para pecinta Sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Tiadalah yang lebih di takuti oleh setan, para Jin, dan Iblis melebihi hati yang berdzikir&lt;br /&gt; Ketika hati sedang ingat Allah, itulah yang paling ditakuti oleh Syaitan”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Semakin dalam kepahaman seseorang tentang Allah swt, maka semakin 
tinggi derajatnya, semakin mulia sujudnya Semakin mulia stiap huruf yg 
keluar dr lidahnya didlm berdzikir, semakin termuliakan 
shalatnya,semakin termuliakn ibadahnya”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Yang paling dekat 
kepada Allah adalah yang paling memahami Allah, dan yg paling 
memahamiNya adalah Nabimu Muhammad saw.. Yang paling memahami Allah 
adalah yang paling mencintai Allah, dan yg paling dicintai Allah adalah 
sosok Rasulullah saw.. Maka dengan kecintaan terhadap Rasulullah saw 
adalah merupakan kesempurnaan keimanan”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Tiada satupun dari yg 
hidup dimuka bumi ini hidup dg keinginannya,mereka hidup tanpa didahului
 keinginan mereka utk hidup, Mereka hidup karena telah didahului 
keinginan Yang Maha Memiliki Kehidupan”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Tiadalah kehidupan terkecuali pasti menemui kematian, tiadalah perkumpulan terkecuali menemui perpisahan”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 “Rasul saw menjelaskan, bahwa ketika hari kiamat, saat setiap huruf 
yang kita ucapkan dipertanggungjawabkan. Saat itu setiap manusia harus 
bertanggungjawab atas setiap nafasnya dan setiap debu yang diinjaknya”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>terima kasih kau telah mengajarkan kami mengenal Allah dan RasulNya</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/terima-kasih-kau-telah-mengajarkan-kami.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3996582864555323326</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="userContent" data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;Wahai
 Guruku Habibana Munzir Bin Fuad Al-Musawa , terima kasih kau telah 
mengajarkan kami mengenal Allah dan RasulNya , kau kenalkan kami kepada 
akhlaq akhlaq nan Luhur dan budi pekerti yg mulia yg kau ajarkan kepada 
kami sehingga kami berusaha mencontoh semampu kami ..&lt;br /&gt; Guruku ..&lt;br /&gt; kini kau telah pergi menghadap Rabbul'alamin , dimana kau telah senang dan gembira karena cita citamu dapat terwujud de&lt;span class="text_exposed_show"&gt;...ngan
 cepat , yg ingin cepat cepat berjumpa dengan Rasul saw , maka detik ini
 , hari ini , jam ini , kau telah bersama Rasulullah , sampaikan salam 
kami untuk Beliau saw wahai Guru ..&lt;br /&gt; kau telah gembira dan tenang 
disana , lalu bagaimana dengan kami anak anak murid mu yg masih 
membutuhkan bimbingan darimu , kemanakah kami harus mencari Guru setelah
 kau tiada , tiada yg seindah Engkau wahai Guruku , yg begitu tabah , 
sabar dan bersemangat walau bertubi tubi penyakit yg kau derita ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Selamat Jalan wahai Guruku , kami berjanji akan terus melanjutkan 
dakwah ini semampu kami dan mewujudkan cita citamu menjadikan JAKARTA 
sebagai KOTA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW ..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; اَللّهُ اَكْبَرُ&lt;br /&gt; اَللّهُ اَكْبَرُ&lt;br /&gt; اَللّهُ اَكْبَرُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tak Ada Lagi Habib Munzir, Si Pemurah di Mata Satpam dan Pemulung</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/tak-ada-lagi-habib-munzir-si-pemurah-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-6419649456146913030</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Liputan6.com, Jakarta : Selain jemaah Majelis Dzikir Rasulullah, masih 
ada pula yang merasa kehilangan atas kepergian Habib Munzir Al Musawa. 
Firdaus (32) seorang petugas ke&lt;span class="text_exposed_show"&gt;amanan di
 lingkungan tinggal Habib, Kompleks Liga Mas, Pancoran, Jakarta Selatan,
 pun merasa berduka. Apalagi semasa hidupnya, pria kelahiran Cipanas itu
 sangat baik pada Firdaus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Iya setiap buka portal, bila Habib 
pulang larut malam, kami kadang dapat duit gocap (Rp 50 ribu). Pernah 
juga cepek (Rp 100 ribu," kenang Firdaus kepada Liputan6.com di lokasi 
rumah duka, Jakarta, Senin dini hari (16/9/2013).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;br /&gt; Firdaus 
menuturkan, Habib Muzir telah 5 tahun tinggal di Kompleks Liga Mas. Dan 
semasa hidupnya, dia kerap memberikan uang setidaknya 4 kali dalam 
sepekan kepada Firdaus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Yah seminggu bisa empat kali lah. Tiap bukain portal sering ngasih," ujar Firdaus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Tak cuma pada petugas keamanan, Habib Munzir juga kerap membagikan 
rezekinya pada pemulung yang melintasi perumahan itu. Dalam ingatannya, 
pria berjanggut itu adalah orang yang murah hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Kemarin 
sebelum Lebaran ada 4 orang pemulung nungguin dia di sini. Terus dikasih
 Rp 16 juta buat berempat. Karena pemulung sering nunguin dia di situ," 
ujarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Sekarang dia udah enggak ada, enggak ada lagi yang kaya gitu," lirih Firdaus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Sumber : Liputan6 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>kata kata indah Alm.Habibana Mundzir saat mulai Dzikirullah</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/kata-kata-indah-almhabibana-mundzir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2013 14:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-5634363258673498331</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span data-ft="{&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;"Namun tujuan adalah satu, yaitu saat berjumpa dengan Rabbul a'lamiin.&lt;br /&gt; Maka berakhir seluruh apa yang kita lewati dari kehidupan dunia kepada tujuan tunggalnya yaitu ; berjumpa dengan ALLAH SWT.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ingatlah akan datang satu saat dimana bibir kita tidak bisa lagi bergetar menyebut nama ALLAH,&lt;br /&gt; Disaat itu kita akan di turunkan ke dalam kubur, dan wajah kita dibuka dan diciumkan ke tembok kubur kita.&lt;br /&gt; La&lt;span class="text_exposed_show"&gt;lu kita dikuburkan dan ditinggalkan oleh semua kaum kerabat.&lt;br /&gt; Disaat itu tidak ada kekasih, disaat itu tidak ada jabatan, disaat itu tidak ada harta. Itulah hadirin hadirat kita sendiri.&lt;br /&gt; Maka disaat itu beruntunglah mereka yang selalu berdzikir.&lt;br /&gt; yang mengingat ALLAH dan ALLAH mengingatnya, yang merindukan ALLAH dan ALLAH merindukannya"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; (HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL MUSAWA)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perjalanan Seorang Atheis Memeluk Islam</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/09/masuk-islamnya-pendeta-italia-setelah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 12 Sep 2013 16:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3112649798812440101</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="border: 0px; margin-bottom: 30px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="border: 0px; margin-bottom: 30px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="border: 0px; margin-bottom: 30px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="line-height: 22px; text-align: left;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;Sederhananya ceritaku dimulai pada tahun pertama aku kuliah. Aku mengalami tahun dimana banyak masalah menerpaku, orang tuaku bercerai tahun itu, anjingku mati, itu merupakan hari menyedihkan, subhanallah. &amp;nbsp;Aku mengalami dua kali kecelakaan mobil dalam angka dua minggu. Dan hal yang menyedihkan juga, temanku meninggal tahun itu.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 22px;"&gt;
&lt;span style="color: #274e13;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Kupikir tahun itu membuatku berpikir “Kenapa aku disni? Apa tujuan kehidupan? Kenapa aku harus bangun di pagi hari? Kenapa aku peduli? Kenapa aku tidak duduk di sofa dan menonton TV saja?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan kurasa aku mulai bertanya tentang hidup, dan hal itu menuntunku untuk memulai sedikit petualangan rohani.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Secara naluriah sebagai orang Australia, hal pertama yang kulakukan adalah meneliti Kristen. Aku punya beberapa teman yang memeluk Kristen dan aku ingat berpergian ke acara camping gereja. Itu salah satu camping terlucu yang pernah kuikuti sepanjang hidupku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Setiap orang bernyanyi, aku tidak tahu kata-katanya, aku tidak tahu apa yang kuucapkan. Mereka punya suara yang indah tapi terasa aneh. Dan setiap orang berkata padaku bahwa betapa Tuhan mencintaiku, dan aku berpikir “Tuhan mencintaiku? Tapi kok anjingku mati.” Subhanallah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi aku terus meneliti Kristen dan aku meneliti aspek berbeda dari kekristenan, jadi kita beralih membicarakan tentang Katolik, kita membahas tentang Anglican, Baptist, pendeta, pastor, dan setiap kali aku pergi ke sana dan bertanya, aku perhatikan mereka tidak mengambil Bible dan mulai berkata “Inilah jawabannya saudaraku.” Mereka langsung menawabku saja. Mereka langsung menjawab dari pendapat mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan aku mulai menyadari ada banyak tafsir dari kekristenan dan banyak orang mempunyai penjelasan masing-masing. Seorang pendeta dari suatu gereja percaya akan satu aspek kekristenan, sementara yang lain memiliki pendapat yang berbeda. Jadi aku mulai berpikir, Bible merupakan satu buku tapi begitu banyak perbedaan dan itu membingungkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Pada waktu itu aku berada di tahun pertama kuliah, aku juga bekerja di sebuah pom bensin, salah satu kerja paruh waktuku. Dan salah satu teman kuliahku seorang Hindu, orang Hindu dari India. Kita sering berganti shift dan pada saat itu aku sangat ingin tahu, lalu aku bertanya padanya, “Kawan, apa yang terjadi dengan manusia kepala gajah? Mengapa bisa begitu? Kenapa Tuhan itu mempunyai kepala gajah?” Dia menjawab, “Itu Ganesha.” Aku katakan, “Mestinya kau bisa ganti dengan kepala singa atau sesuatu yang sedikit lebih baik?” Ya, ini debat agama sambil melayani orang-orang membeli bensin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan sekali lagi, kurasa doktrin ini susah untuk dipahami. Jadi kuputuskan untuk menganalisis lebih dalam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Temanku adalah seorang Mormon. Agama ini sebenarnya lebih menarik bagiku daripada sekte-sekte Kristen yang lain. Gereja dari Latter Day Saints. Mereka cukup ketat. Mereka tidak minum alkohol dan tidak juga minum kafein. Tapi mereka suka minum cola, karena yang kutahu Leboz (orang Libanon) suka cola. Tetapi sekali lagi ada pengalaman rohani baru yang harus kujalani sebelum menganut agama ini dan aku tidak suka hanya mendapatkan pengalaman rohani, aku ingin bukti.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku juga meneliti Yudaismne, apakah kalian percaya? Namaku sebelum Abu Bakar adalah Ruben. Jadi jika kalian mungkin nonton film Hollywood, kalian melihat Rubenstein, dan mereka mungkin berpikir bahwa aku seorang Yahudi dan “Orang ini adalah salah satu dari kita.” Tapi sekali lagi, aku tidak menemukan apa yang sedang kucari di sini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Terakhir, aku mencoba Budha dan kurasa ini adalah agama yang akan kupilih, kupikir ini hebat. Banyak orang-orang kulit putih menganut agama ini dan ini membuatku tertarik. Mereka juga tampak bersatu dengan alam dan itu menurutku paling menarik. Tapi semakin aku mendalaminya, kusadari itu bukanlah sebuah agama Tuhan, itu hanya sebauh gaya hidup yang baik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan salah satu teman baikku yang menganut Kristen mengatakan, “Katakan padaku agama yang telah kau teliti.” Kukatakan semua, “Yudaisme, Kristen, Taosisme, Budha, Hindu.” Dia berkata, “Bagaimana dengan Islam?” Kujawab, “Islam?! Mereka teroris! Aku tak akan meneliti agama itu. Mereka gila! Kenapa juga aku harus meneliti agama itu?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Tapi setelah beberapa waktu, aku berjalan ke sebuah masjid. Ini adalah perjalanan abadiku. Jadi aku berjalan lurus, masih pakai sepatu, terus melewati karpet untuk shalat. Ada saudara muslim yang sedang shalat, aku berjalan di depannya seiring dia bersujud, aku hampir menginjak kepalanya. Subhanallah, aku tak tahu apa yang sedang kulakukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Kulihat ke belakang dan kulihat orang ini, kalian mungkin mengenalnya, dia adalah Abu Hamza. Dia datang ke sini dan berceramah beberapa kali. Subhanallah, aku memanggilnya Abu Da’n, karena dia mempunyai jenggot yang sangat lebat, masya Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dia berjalan ke arahku dan aku berpikir “Hari ini aku akan mati. Ini adalah hari terakhir aku hidup. Aku akan mati. Aku seorang pria kulit putih di Leb-Land (Libanon). Apa yang harus kulakukan? Aku akan mati.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dia terus berjalan bagaikan berjalan di Gurun Sahara, sebuah abaya (gamis) yang besar, enggot yang lebat. Tapi subhanallah, kata-kata pertama yang dia ucapkan adalah “Selamat siang kawan! Apa kabarmu?” Subhanallah, aku sangat terkejut dengan keramahannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Sebagai orang Australia -orang Australia jangan tersinggung- tapi didikanku berasal dari didikan negaraku. Orang tuaku membesarkanku sebagai seorang atheis. Mereka dibesarkan sebagai Kristiani. Mereka terpaksa pergi ke gereja tiap Minggu dan mereka sangat membenci hal itu. Jadi ketika aku dan saudara-saudaraku lahir, mereka menanamkan di otak kami bahwa “Ketika kau mati, selesai sudah. Itu saja. Tidak ada akhirat, tidak ada Tuhan, itu semua bohong. Jadi aku dibesarkan sebagai atheis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi, ketika aku beralan, aku melihat Abu Hamza dan dia berbicara kepadaku dengan sangat sopan, aku sangat bersyukur. Karena perasaanku aku telah melihatnya tadi di berita jam 5, ia sedang membajak sebauh pesawat di hari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Orang Australia juga ramah, jangan salah paham, tapi Leboz (Orang Libanon) adalah orang yang ramah yang pernah kutemui. Seiring Abu Hamza berbicara, saudara-saudara muslim yang lainnya membuatkanku secangkir teh. Jujur saja, aku harus bolak-balik ke toilet setiap 5 menit. Mereka terus saja menyediakanku teh dan biskuit. Aku tak pernah dijamu seperti ini sebelumnya. Dan kupikir, di sisi lain, aku terus kembali karena biskuitnya, dan juga karena agamanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi, ketika duduk bersama dengan saudara-saudara muslim ini, akupun bertanya. Kutanya segala pertanyaan yang pernah kuajukan kepada pendeta, pastor, dan teman-temanku. Subhanallah, hal yang paling menyentuhku adalah, setiap aku bertanya, mereka tidak hanya menjawab, mereka mengambil Alquran dan berkata, “Baca ini bro.” dan di sana ada jawabannya kapanpun aku bertanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan aku bertanya pertanyaan lainnya, pertanyaan yang sulit, bukan pertanyaan yang mudah, “Kenapa wanita harus mengenakan jilbab? Kenapa dengan jilbab? Bagaimana bisa aku boleh punya 4 istri tapi wanita tidak boleh punya 4 suami? Aku ingin tahu segala pertanyaan sulit yang merupakan pertanyaan yang akan kalian juga ajukan ketika kalian baru tahu tentang Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Setelah sekian lama mereka terus menjawab pertanyaan dengan Alquran, bukan dari pendapat pribadi mereka dan aku jadi frustasi karenanya. Dan sebenarnya aku berkata pada salah satu saudara muslim. Dalam waktu ini, aku telah bolak-balik ke sana sekian minggu, di sana selalu ada beberapa saudara muslim ketika aku pergi. Dan aku bertanya kepada salah satu satu diantara mereka “Apa pendapatmu tentang masalah ini?” Kenapa kau tidak memberikan pendapatmu? Dan salah satu saudara muslim berkata kepadaku “Aku tidak boleh berpendapat dengan pendapatku, karena ini adalah firman Tuhan.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Subhanallah, aku ingat hal itu sangat menyentuh hatiku. Aku bertanya, “Bolehkah aku membawa satu buah Alquran?” Dan aku tidak mengatakan bahwa aku akan meninggalkannya di sofa atau semisalnya. Aku akan menghormati kitab ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku membawa Alquran pulang dan mulai membacanya. Apa yang kutemukan saat membaca Alquran tidak seperti aku sedang membaca sebuah cerita. Itu terasa seperti seseorang memberiku perintah atau petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Di suatu malam, aku memutuskan untuk mencoba dan membuat suasana rohaniah. Aku menyalakan lilin, membiarkan jendela dan gorden terbuka. Aku mencoba untuk benar-benar merasakan nuansa rohani. hari itu adalah malam musim panas di Melbourne. Dan aku duduk disana berpikir “Ini dia! Inilah malamnya.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku telah menyelidiki semua bukti rohani, semua bukti ilmu pengetahuan tentang fakta bahwa gunung adalah penyangga bumi, tentang bagaimana embrio berkembang dalam janin wanita semuanya adalah bukti yang menakubkan tapi aku masih butuh sedikit motivasi lagi. Ini terasa seperti aku berada di pinggir sebuah tebing, aku siap melompat, aku hanya butuh sebuah dorongan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi, aku duduk di sana dan terasa sangat sunyi. Aku membaca Alquran dan berhenti. Aku mengatakan, “Allah, inilah saatnya. Inilah waktunya aku memasuki Islam, apa yang aku butuhkan hanyalah sedikit tanda kebesaran-Mu, sedikit saja, tidak usah yang besar, mungkin sebuah kilat, mungkin setengah rumahku ambruk, atau Kau tahu, yang kecil. Kecil untuk-Mu, Kaulah yang menciptakan bumi, ayolah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi aku duduk disana, aku sedang menunggu kemungkinan api lilinnya melompat 4 meter di udara seperti di film-film. Dan aku berkata, “Oke, ayolah!” Dan subhanallah, tidak teradi apa-apa. Benar-benar tidak terjadi apapun.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Seumurnya aku sangat kecewa. Aku masih duduk disana dan kuulangi perkataanku, “Allah, ini kesempatan-Mu. Aku di sini. Aku tidak pergi kemanapun. Aku akan memberi-Mu kesempatan kedua. Mungkin Kau sedang sibuk. Ini siang hari, mungkin Kau sedang mengatur dunia karena ada banyak hal yang terjadi. Kali ini mungkin hanya penampakan karpet terbang, Kau tahu sesuatu yang kecil., lupakan saja tentang rumah atau lilin tadi, seekor burung bisa kentut di luar, aku tak peduli, apapun itu. Oke, ayolah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Dan subhanallah, benar-benar tidak ada apa pun yang terjadi, bahkan aku tidak dapat berkata “Oh itu dia, temboknya jadi retak, itu dia!” Benar-benar tidak ada yang terjadi. Aku sangat kecewa dan cemberut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku duduk di sana berpikir, sudahlah, ini kesempatan terakhirku masuk Islam dan benar-benar belum menemukannya. Namun kuambil lagi Alquran dan kubaca lagi. Subhanallah, ayat berikutnya di halaman selanjutnya “Untuk kalian yang meminta petunjuk, tidakkah telah Kami tunjukkan? Lihatlah di sekitarmu., lihatlah bintang-bintang, lihatlah matahari, lihatlah air. Inilah tanda-tanda untuk orang yang mengetahui.” Subhanallah… Aku menutupi kepalaku dan berpura-pura aku sedang tertidur, setakut itulah aku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku tak percaya betapa sombongnya aku menginginkan tanda yang ku-inginkan padahal sudah ada sekian lama tanda-tanda kebesaran Allah di sekelilingku. Fakta adanya dunia, adanya ciptaan, inilah tanda-tanda bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Hari berikutnya aku memutuskan inilah saatnya aku menjadi muslim. Seumurnya aku telah meneliti Islam selama kurang lebih 6 bulan. Aku pergi ke Masjid dan berkata pada diriku sendiri “Inilah saatnya aku akan mengucapkan syahadat.” Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tak tahu apa kata-katanya. Hari itu dekat dengan shalat isya, mungkin saja, 7 atau jam 8 malam. Aku masuk ke dalam masjid dan aku tidak percaya ada sekitar 1000 orang di dalam masjid tersebut. Aku berpikir “Subhanallah, lihatlah ini, betapa kuatnya mereka!” Ternyata itu hari pertama Ramadhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Jadi aku duduk disana dan aku sangat gugup saat itu. Aku harus berdiri dan seseorang membimbingku “Kau harus mengucapkan kata-kata ini bro ‘&lt;/span&gt;&lt;span style="border: 0px; color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: left; vertical-align: baseline;"&gt;asy-hadu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;‘” Aku katakan “Apa? Ash apa? Bisakah dalam bahasa Inggris saja?” Orang itu mengatakan, “Tidak, kau harus mengatakannya dalam bahasa Arab.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku berpikir, lihatlah semua lautan jenggot ini dan aku harus mengatakannya di depan mereka semua?! Kalau aku mengucapkannya dengan salah, aku bisa mati. Sampai demikian rasa takutku karena image umat Islam. Dan mereka semua menyorotkan pandangan mereka padaku, padahal orang Australia tidak tahan dengan tatapan demikian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, 'Times New Roman', serif; line-height: 22px; text-align: left;"&gt;Aku berdiri dan subhanallah, seiring aku mengucapkan kata-kata itu, semua ketakutan menghilang dari pikiranku. Terasa seperti sebuah shower ada dalam kepalaku dan seseorang menyalakan air dinginnya. Terasa seakan-akan aku telah dibasuh bersih. Aku ucapkan syahadat dan aku tak menduga begitu banyak saudara muslim menghampiri dan “Takbir! Allahu Akbar!!” Lalu mereka mulai menciumku dan memelukku. Aku tidak pernah dicium oleh begitu banyak pria dalam hidupku, tapi itu adalah hari yang indah, harus kuakui. Hari itu adalah hari dimana aku mendapat lebih banyak saudara daripada yang kubayangkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #274e13;"&gt;Keluargaku begitu khawatir bahwa aku akan menjadi sedikit aneh, bahwa aku akan menembakkan AK-47 dan meledakkan granat.  Tapi akhirnya mereka menyadari bahwa agama ini membuatku menjadi orang yang lebih baik dan bisa diandalkan.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 22px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #274e13; line-height: 22px;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hamzah bin Abdul Muthalib, Sang “Asadullah” (Singa Allah)</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/hamzah-bin-abdul-muthalib-sang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 13:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-7975214591506324597</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nama sebenarnya Hamzah bin Abdul Muthalib
 bin Hasyim, seorang paman Nabi dan saudara sepersusuannya. Dia memeluk 
Islam pada tahun kedua kenabian, Ia Ikut Hijrah bersama Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt; dan ikut dalam perang Badar, dan meninggal pada saat perang Uhud, Rasulullah menjulukinya dengan “&lt;i&gt;Asadullah&lt;/i&gt;” (Singa Allah) dan menamainya sebagai “&lt;i&gt;Sayidus Syuhada&lt;/i&gt;”.&lt;span id="more-771"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Atsir berkata dalam kitab ‘&lt;i&gt;Usud al Ghabah&lt;/i&gt;”, Dalam 
perang Uhud, Hamzah berhasil membunuh 31 orang kafir Quraisy, sampai 
pada suatu saat beliau tergelincir sehingga ia terjatuh kebelakang dan 
tersingkaplah baju besinya, dan pada saat itu ia langsung ditombak dan 
dirobek perutnya . lalu hatinya dikeluarkan oleh Hindun kemudian 
dikunyahnya hati Hamzah tetapi tidak tertelan dan segera dimuntahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya Hamzah bin Abdul 
Muthalib, Beliau sangat marah dan Allah menurunkan firmannya ,” Dan jika
 kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan 
siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, 
sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs; an
 Nahl 126)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq didalam kitab,” Sirah Ibnu Ishaq” dari 
Abdurahman bin Auf bahwa Ummayyah bin Khalaf berkata kepadanya “ 
Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dadanya dihias dengan bulu 
bulu itu?”, aku menjawab “Dia adalah Hamzah bin Abdul Muthalib”. Lalu 
Umayyah dberkata Dialah yang membuat kekalahan kepada kami”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abdurahman bin Auf menyebutkan bahwa ketika perang Badar, Hamzah berperang disamping Rasulullah dengan memegang 2 bilah pedang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan dari Jabir bahwa ketika Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu alaihi wassalam&lt;/i&gt; melihat Hamzah terbunuh, maka beliau menagis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia wafat pada tahun 3 H, dan Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu alaihi wasalam&lt;/i&gt; dengan “&lt;i&gt;Sayidus Syuhada&lt;/i&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;===&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disalin dari riwayat Hamzah bin Abul Muthalib dalam Usud al Ghabah Ibn Atsir, Sirah Ibn Ishaq / ahlulhadist &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Abu Bakar radiyallahu ‘anhu</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/abu-bakar-radiyallahu-anhu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 13:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-593586519747402470</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h2 style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Biografi Abu Bakar &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Ash-Shiddiqul Akbar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin 
Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib Al-Qurasyi 
At-Taimy. Nasab beliau bertemu dengan nasabnya Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pada kakek keenam yaitu Murrah bin Ka’ab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1522"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bapak beliau, Utsman bin Amir, akrab dipanggil Abu Quhafah. Ibu beliau 
adalah Ummul Khair yaitu Salma binti Shohr bin Amir. Berarti sang ibu 
adalah putrid pamannya (sepupu) bapak. Beliau dilahirkan dua tahun enam 
bulan setelah Tahun Gajah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di masa jahiliah &lt;strong&gt;Abu Bakar&lt;/strong&gt; dikenal sebagai seorang 
yang jujur, berakhlak mulia, dan mahir dalam berdagang. Hal ini 
diketahui oleh semua manusia sehingga beliau sering didatangi para 
pemuda Quraisy untuk diminta keterangan tentang ilmu pengetahuan, 
strategi berdagang, dan sopan santunnya. Selain itu, beliau juga 
termasuk salah satu dari ahli nasab Quraisy hingga Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pernah mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Sesungguhnya Abu Bakar adalah seorang Quraisy yang paling mengetahui tentang nasab mereka.” (HR. Muslim, 2490)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan Abu Bakar tidak pernah meminum Khamer sampaipun di masa 
jahiliah. Tatkala beliau ditanya, beliau menjawab, “Aku adalah orang 
yang menjaga kehormatan dan menjaga muru’ah, siapa yang meminum Khamer 
maka berarti dia telah melalaikan kehormatan dan muru’ahnya.” (Lihat 
Tarikh Al-Khaulafa, 49)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika cahaya Islam menerangi bumi Makkah dibawa oleh seorang Al-Amin (yakni Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;), maka Abu Bakar &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; menyambut baik hidayah Islam, bahkan beliau adalah orang pertama yang masuk Islam dari kalangan kaum laki-laki yang merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sahabat Ammar bin Yasir bercerita, “Aku melihat Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp; di Makkah dan tidakkah bersamanya kecuali lima orang budak, dua wanita, dan Abu Bakar.” (HR. Bukhari, 3857)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah mengikrarkan keislamannya, Abu Bakar &lt;em&gt;Radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;
 mengajak sahabat-sahabatnya untuk masuk Islam, sehingga dengan sebab 
dakwahnya banyak para pemuda Makkah yang menyatakan keislamannya. Beliau
 pun banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.
 Bahkan beliau pernah menginfakkan seluruh hartanya hingga sahabat Umar 
tidak dapat mengalahkannya dalam berinfak. Selain itu, Abu Bakar &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; memerdekakan para budak dan tidak mengharapkan dari hal itu semua kecuali wajah Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aisyah &lt;em&gt;radiyallahu ‘anha&lt;/em&gt; bercerita, “Abu Bakar pernah memerdekakan tujuh budak yang telah disiksa di jalan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;, di antara mereka adalah Bilal dan Amir bin Fuhairah.” (HR. Al-Hakim dalam &lt;em&gt;Al-Mustadrak&lt;/em&gt;, 3/321)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Ahlus sunnah wal Jama’ah&lt;/em&gt; sepakat bahwa manusia terbaik setelah Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah para sahabat dan sebaik-baik sahabat adalah Abu Bakar dan Umar atas seluruh para sahabat.” (&lt;em&gt;Kitabul I’tiqad&lt;/em&gt;, 192)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkata Al-Imam asy-Syafi’i, “Tidak ada seorang pun yang berselisih 
dari kalangan para sahabat dan tabi’in tentang keutamaan Abu Bakar dan 
Umar atas seluruh para sahabat.” (&lt;em&gt;Kitabul I’tiqad&lt;/em&gt;, 192)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir, “(Orang yang) paling mulia di antara 
para sahabat bahkan paling mulia di antara seluruh makhluk setelah para 
Nabi adalah Abu Bakar, kemudian setelahnya Umar bin Khaththab, kemudian Utsman bin Affan, dan kemudian Ali bin Abi Thalib.” (Al-Ba’itsul Hatsis, 183)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara hal yang menunjukkan kemuliaan Abu Bakar &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;
 adalah peristiwa bersejarah yang telah dicatat oleh Alquran dan akan 
selalu dikenang oleh seluruh kaum muslimin hingga hari kiamat yaitu 
peristiwa besar hijrahnya Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dari kota Makkah ke kota Madinah. Orang-orang kafir Quraisy tidak begitu saja membiarkan Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 keluar dari kota Makkah dalam keadaan aman. Mereka telah menyiapkan 
pasukan berkuda untuk menyusul dan membawa kembali Nabi Muhammad &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; baik hidup atau mati. Begitulah keadaan Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 di tengah beratnya safar panjang di bawah terik matahari, di atas 
kerikil panas padang pasir yang luas seakan lautan tak bertepi, ditambah
 lagi di belakang sana ada serambongan serigala padang pasir dengan 
bersenjata lengkap semakin mendekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tidak 
sendiri. Beliau ditemani oleh Sahabat setianya yang selalu berbagi baik 
dalam suka dan duka, dialah Abu Bakar Ash-Shiddiq &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, manusia pertama yang beriman dan membenarkan kenabian Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Hingga akhirnya keduanya dapat berlindung di sebuah gua menyelamatkan diri dari kejaran musuh-musuh Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;. Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; mengabadikan peristiwa besar tersebut di dalam firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Alah
 telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) 
mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang 
ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya, 
‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.’ Maka 
Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad).”&lt;/em&gt; (Q.S. At-Taubah, 40)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anas bin Malik &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengatakan, “Sahabat Abu Bakar
 telah menceritakan kepadaku, beliau (Abu Bakar) mengatakan, ‘Aku 
melihat ke arah kaki-kaki kaum musyirikin yang berada tepat di atas 
kami, sedangkan kami berada di dalam gua, maka aku katakan kepada 
Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, ‘Wahai Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,
 seandainya salah satu di antara mereka mau melihat ke arah kakinya maka
 pasti mereka di bawah kaki-kaki mereka. Maka Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memenangkan beliau seraya mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu kalau Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang ketiga dari kita berdua.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari, 4386 dan Muslim, 2381)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau adalah &lt;em&gt;shiddiqul akbar&lt;/em&gt; yaitu seorang yang selalu membenarkan berita yang dibawa Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; semustahil apa pun menurut manusia. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah bukti nyata bahwa beliau adalah &lt;em&gt;shiddiqul akbar&lt;/em&gt;. Tatkala manusia datang beramai-ramai sambil mengolok-olok Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; karena ceritanya tersebut, tetapi apa yang diucapkan oleh sahabat Abu Bakar? Beliau justru mengatakan, “Apabila Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; telah mengatakan hal itu, maka sungguh dia telah benar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena itu, tidak berlebihan bila beliau di sebut sebagai &lt;em&gt;Ash-Shiddiq&lt;/em&gt;. Bahkan yang menggelari beliau &lt;em&gt;Ash-Shiddiq&lt;/em&gt; adalah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu hari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; naik ke Gunung Uhud dan bersama beliau ada Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Maka Uhud bergetar, lantas Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memenangkannya seraya mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Tenang wahai Uhud, karena di atasmu ada seorang Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari, 3472)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.”&lt;/em&gt; (Q.S. Az-Zumar, 33)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam Ibnu Jarir mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Muhammad dan Abu Bakar. (&lt;em&gt;Jami’ul Bayan,&lt;/em&gt; 24/3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu Bakar &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; adalah sahabat Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang sangat berhati-hati dalam hal makanan. Aisyah &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;
 menceritakan bahwa suatu waktu Abu Bakar memiliki seorang budak yang 
setiap harinya budak tersebut memberi beliau hasil usaha kesehariannya. 
Abu Bakar pun memakan dari hasil usaha budaknya tersebut. Suatu hari 
budak tersebut membawa makanan dan Abu Bakar memakan sebagian dari 
makanan tersebut. Lantas budak tersebut mengatakan kepadanya, “Wahai 
tuanku, tahukan Anda dari mana makanan ini?” Abu Bakar menjawab, “Dari 
mana engkau dapat makanan ini?” Budak itu menjawab, “Dahulu saya pernah 
berlagak seperti orang pintar (dukun) kepada seseorang, padahal saya 
sama sekali tidak tahu tentang ilmu perdukunan. Saya hanya menipunya dan
 ia memberikan upah kepadaku, termasuk apa yang engkau makan tadi.” 
Mendengar hal itu Abu Bakar &lt;em&gt;Radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; langsung memasukkan jari ke mulutnya dan memuntahkan semua makanan yang tadi ia makan. (HR. Bukhari, 3629)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zaid bin Arqam &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bercerita, “Salah satu budak &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Abu Bakar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;em&gt;radiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; pernah melakukan &lt;em&gt;ghulul&lt;/em&gt;
 dan darinya ia membawa makanan kepada Abu Bakar. Setelah Abu Bakar 
selesai makan, budak tersebut mengatakan, ‘Wahai Tuanku, biasanya setiap
 malam engkau bertanya kepadaku tentang setiap hasil usahaku, tetapi 
mengapa malam ini engkau tidak bertanya terlebih dahulu?’ Abu Bakar 
menjawab, ‘Yang menyebabkan hal itu tidak lain adalah karena rasa lapar.
 Memangnya dari mana harta tersebut?’ Maka budak tersebut menceritakan 
usahanya. Serta-merta Abu Bakar menjawab, ‘Hampir saja engkau 
membunuhku.’ Lalu Abu Bakar memasukkan tangannya ke mulut dan berusaha 
memuntahkan setiap suapan makanan yang tertelan, tetapi usahanya tidak 
berhasil, kemudian dikatakan, ‘Sesungguhnya makanan itu tidak dapat 
keluar kecuali dengan air.’ Maka beliau meminta segelas air lalu 
meminumnya dan memuntahkannya hingga keluar semua makanan yang tadi 
beliau makan. Lalu dikatakan kepada beliau, ‘Engkau lakukan ini hanya 
karena ingin memuntahkan makanan yang telah engkau makan?’ Beliau 
menjawab, ‘Seandainya ia tidak keluar kecuali bila harus bersama jiwaku 
maka akan aku lakukan’.” (Lihat &lt;em&gt;Shafwatush Shafwah&lt;/em&gt; 1/252, &lt;em&gt;Hilyatul Auliya&lt;/em&gt; 1/31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Allahu Akbar&lt;/em&gt;, wahai Shiddiq Umar ini, sungguh inilah sikap 
wara’ yang sangat tinggi, yang hampir-hampir tidak dijumpai lagi di 
zaman akhir seperti zaman ini. Inilah ketaqwaan. Inilah keimanan. Aku 
bersaksi bahwa engkau adalah orang yang termulia setelah Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka hendaklah bertakwa kepada Allah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 orang-orang yang selalu memakan harta yang haram baik siang maupun 
malam, hingga jasadnya dan jasad anak-anaknya tumbuh dari hasil yang 
haram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; merahmati para wanita 
salaf, di mana tatkala sang suami akan keluar ke pasar, ia memegang 
pundaknya seraya berpesan, “Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;
 dari apa yang engkau berikan kepada kami. Jangan engkau berikan kepada 
kami barang yang haram. Sesungguhnya kami dapat bersabar dari beratnya 
rasa lapar, tetapi kami tidak dapat bersabar dari panasnya api neraka 
Jahannam.”!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mutiara faidah dari kisah Abu Bakar Ash-Shidiq&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikianlah perjalanan hidup manusia terbaik setelah Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Darinya kita dapat memetik teladan yang sangat banyak, di antaranya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim hendaklah berhias dengan akhlak yang mulia dan 
meninggalkan perkara-perkara yang dapat menghilangkan kemuliaan dan 
muru’ah-nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anjuran untuk berinfak dan bersedekah di jalan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;. Harta yang diinfakkan dan disedekahkan oleh seseorang itulah harta yang akan bermanfaat baginya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merupakan adab dan kewajiban seorang mukmin adalah membenarkan semua kabar dari Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, karena beliau tidak berbicara melainkan dari wahyu Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesama muslim adalah bersaudara, hendaklah mereka saling ta’awun 
‘alal birri wat taqwa (tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa), saling
 meringankan beban saudaranya sesuai dengan kadar yang ia mampu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wara’ dari memakan barang yang haram adalah sifat khusus seorang 
muslim, karena jasad yang tumbuh dari harta yang haram maka nerakalah 
tempat yang pantas untuknya. Hampir-hampir sifat wara’ ini hilang dari 
diri kaum muslimin kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sumber:&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Majalah Al-Furqon&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;, Edisi 10 Tahun ke-10 1432/201&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ikrimah bin Abu Jahal Radhiallahu ‘Anhu</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/ikrimah-bin-abu-jahal-radhiallahu-anhu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 13:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3620795959006670979</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Siapakah diantara kita yang tidak mengenal nama ini, Abu Jahal ‘Amr 
bin Hisyam, lelaki yang dihormati kaumnya sebelum baligh? Memang benar 
jika kita mengatakan bahwa dia adalah junjungan&amp;nbsp; bagi kaumnya, lelaki 
yang terhormat, ditaati, dan mempunyai pangkat dan kekuasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-1574"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Akan tetapi, dia telah mengubur dirinya dalam pasir-pasir kekafiran, 
padahal jika dia menghendaki, dia dapat menghidupkan dirinya itu&amp;nbsp; dengan
 menggunakan cahaya iman. Karena itulah, ia berhak untuk mendapatkan 
laknat Tuhan daripada keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;

Abu Jahal adalah Fir’aun umat ini. Ia hidup di Makkah sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Ia selalu berusaha membunuh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.
 Ia melihat sejumlah ayat (tanda kekuasaan) Allah dan sejumlah mukjizat,
 tetapi mata hatinya telah lebih dulu buta sebelum mata kepalanya. 
Karenanya,ia pun menjadi seperti setan yang sangat pembangkang.&lt;br /&gt;

Sering kali Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan 
para sahabatnya merasakan gangguan dan pengingkarannya. Akan tetapi, 
suatu hari beliau berharap dia masuk Islam. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;

“&lt;em&gt;Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan ‘Amr bin Hisyam atau ‘Umar bin Khattab.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Allah mengabulkan doa Rasulullah ini, sehingga orang yang paling baik
 diantara kedua itu adalah ‘Umar bin Khattab yang pada akhirnya dia 
masuk Islam, sedangkan orang yang paling jahat diantara keduanya adalah 
Abu Jahal yang senantiasa memusuhi Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

Sesungguhnya Abu Jahal adalah pengatur siasat perang Badar bagi musuh
 Islam. Ia berkeinginan memberikan pelajaran bagi umat Islam. Akan 
tetapi, ia telah tertipu setannya bahwa ia akan mengalahkan nabi dan 
para sahabatnya dan tiba-tiba ia mati terbunuh berlumuran darah; dan 
sebelum mati, ia sempat berkata: “&lt;em&gt;Bagi siapakah kemenangan hari ini?” &lt;/em&gt;Maka dikatakan kepadanya: “&lt;em&gt;Bagi Allah dan Rasul-Nya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Mendengar itu, Abu Jahal mencela kaum muslimin dan bertambah kafir. Hal ini membuat Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: “&lt;em&gt;Sesungguhnya Fir’aun umat ini lebih parah daripada Fir’aun Musa.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Memang benar, Fir’aun musa beriman saat akan meninggal dunia meskipun
 Allah tidak menerimanya. Adapun Fir’aun arab ini mati dalam keadaan 
kafir dan mencela Allah dan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

Dalam kondisi yang buruk penuh dengan kedengkian terhadap Islam dan nabi-Nya, tumbuh seorang remaja yang bernama &lt;strong&gt;Ikrimah&lt;/strong&gt;.
 Ikrimah melihat ayahnya di Makkah tidak henti-hentinya memusuhi umat 
Islam, kemudian melihat kaumnya kalah dalam perang Badar. Ia kembali ke 
Makkah tanpa disertai ayahnya seperti ketika dia berangkat ke Badar. Ia 
membiarkan ayahnya tewas di tangan pasukan Islam, bahkan sampai 
penguburannya pun ia membiarkannya.&lt;br /&gt;

Adapun dalam perang Uhud kondisi sedikit berbeda. Pasukan Quraisy 
keluar dengan membawa pasukan kuda dan kebesarannya. Ikrimah berada 
dalam pasukan inti bersama Khalid bin Walid yang menjadi pemimpin 
pasukan sayap kanan. Bahkan Ikrimah membawa istrinya, Ummu Hakim, yang 
bertugas menabuh rebana bersama dengan Hindun binti ‘Utbah. Saat itu, 
Ummu Hakim mendendangkan syair:&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ayolah, wahai bani ‘Abdid Dar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ayolah, para pembela kaumnya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pukulah musuhmu dengan pedang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;
Para pasukan kafir ini menjadi bersemangat. Ikrimah mengendarai 
kudanya yang dikendalikan setan dan kedengkiannya untuk memusuhi Allah 
dan Rasul-Nya. Tetapi, Ikrimah meletakkan di depan matanya peristiwa 
tewasnya sang ayah di tangan kaum muslimin pada perang Badar. Sampai 
akhirnya peperangan berakhir dengan kemenangan di tangan pasukan kafir. 
Akan tetapi, kemenangan mereka itu merupakan kemenangan&amp;nbsp; yang tidak 
sempurna, sebab mereka takut serangan kaum muslimin, sehingga mereka 
lari menuju kota Makkah.&lt;br /&gt;

Dalam perang Khandaq atau Al-Ahzab, Ikrimah adalah salah satu dari 
ribuan anggota pasukan kafir yang mengepung kota Madinah, kota 
Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan orang-oranng 
Islam. Akan tetapi, mereka tercengang ketika melihat parit besar yang 
belum pernha mereka lihat sebelumnya. Parit ini membuat senjata-senjata 
di tangan mereka tidak berguna. Mereka tidak tahu apa yang harus 
dilakukan.&lt;br /&gt;

Pengepungan pun berlangsung lama. Ikrimah tidak sabar, maka ia keluar
 bersama dengan ‘Amr bin Wud untuk mengajak pasukan Islam melakukan 
pertandingan jawara (duel satu lawan satu) dari kedua pasukan. ‘Ali &lt;em&gt;radhiyAllahu ‘anhu&lt;/em&gt;
 keluar menanggapi ajakan ini. ‘Ali melawan ‘Amr bin Wud dan memperoleh 
kemenangan karena berhasil memenggal kepala ‘Amr bin Wud dan 
melemparkannya pada pasukan musyrik.&lt;br /&gt;

Melihat kejadian ini, Ikrimah takut sehingga ia lari seperti tikus 
yang ketakutan. Ikrimah meninggalkan peralatan perang dan barang-barang 
lainnya. Oleh karena itu, ‘Ali &lt;em&gt;radhiyAllahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengambilnya dan memberikannya sebagai hadiah untuk Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

Allah memenangkan Islam dan kaum muslimin. Mereka berhasil 
menaklukkan kota Makkah. Akan tetapi, kemenangan ini tidak terlepas dari
 perlawanann&amp;nbsp; kecil. Ikrimah bersama dengan Shafwan bin Umayyah, Suhail 
bin ‘Amr, dan seorang lelaki dari bani Bakar (namanya Hammas bin Qais) 
melakukan perlawanan terhadap kaum muslimin.&lt;br /&gt;

Ketika melihat apa yang dilakukan Qais, istrinya berkata: “&lt;em&gt;Wahai Hammas, apa yang kamu persiapkan?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Aku mempersiapkannya untuk Muhammad,” &lt;/em&gt;ujar Hammas.&lt;br /&gt;

“&lt;em&gt;Demi Allah, kamu tidak akan mampu melawan Muhammad dan para sahabatnya,” &lt;/em&gt;tukas istrinya.&lt;br /&gt;

Dengan sombong Hammas berkata: “&lt;em&gt;Kami akan membunuh mereka dan kamu akan mempunyai pembantu dari mereka.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Sementara itu Ikrimah bersama teman-temannya berkumpul di tempat yang
 dinamakan Al-Khandamah mereka ingin melakukan permusuhan dan perlawanan
 terhadap kaum muslimin. Akan tetapi, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; meladeni mereka dengan mengajukan pedanngnya yang terhunus, yaitu Khalid bin walid (yang mempunyai julukan &lt;em&gt;Saifullah wa Rasulihi Al-Maslul &lt;/em&gt;yang
 berarti pedang Allah dan Rasul-Nya yang terhunus). Maka mereka kalah 
dan lari tunggang langgang, termasuk juga Hammas. Oleh karena itu, 
Hammas masuk ke rumahnya dan menutup pintunya, kemudian dia mengucapkan 
syair:&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sungguh andai kamu menyaksikan hari Al-Khandamah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Saat Shafwan dan Ikrimah lari kalah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami disambut pedang-pedang muslim&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yang memotong-motong setiap tengkorak kepala dan tangan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;
Pelarian Ikrimah bin Abu Jahal&lt;/h3&gt;
Ikrimah lari, sementara Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; telah mengizinkan untuk membunuhnya bersama sembilan orang lainnya. Melihat ancaman mati dari Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 ini, Ikrimah melarikan diri ke Yaman. Pada saat itu istrinya yang 
bernama Ummu Hakim masuk Islam dan meminta perlindungan dan keamanan 
kepada Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; untuk Ikrimah, maka Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda kepadanya: “&lt;em&gt;Dia aman”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Ummu Hakim melakukan perjalanan untuk mengembalikan suaminya ke 
Makkah. Dalam perjalanannya ini, ia ditemani seorang lelaki Romawi. 
Lelaki ini melihat adanya kesempatan untuk berbuat mesum karena mereka 
hanya berdua saja, sementara jarak perjalanan sangat jauh. Akan tetapi, 
Ummu Hakim menolaknya hingga akhirnya mereka berdua sampai di suatu 
pantai. Disinilah takdir menundukkan Ikrimah.&lt;br /&gt;

Ikrimah berkata kepada salah satu seorang nahkoda kapal: “&lt;em&gt;Bawalah aku sampai ke Yaman dan aku akan memberikan apa yang kamu inginkan.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Nahkoda kapal berkata, “&lt;em&gt;Tidak, kecuali kamu ikhlas.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Bagaimana cara berikhas?” &lt;/em&gt;Tanya Ikrimah.&lt;br /&gt;

“&lt;em&gt;Kamu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad utusan Allah.” &lt;/em&gt;Jawab nahkoda kapal.&lt;br /&gt;

Dengan kesal Ikrimah berrkata: “&lt;em&gt;Ini adalah Tuhan Muhammad yang kami diajak kepada-Nya.” &lt;/em&gt;&amp;nbsp;Ikrimah
 mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Ia berputar. Ia kaget, 
karena di depannya terdapat istrinya. Istrinya berkata: “&lt;em&gt;Aku datang kepadamu dari manusia yang paling baik, mannusia yang paling penyayang, manusia yang paling santun, dari &lt;/em&gt;Rasul&lt;em&gt;ullah
 Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku telah meminta perlindungan dan 
keamanan untukmu darinya. Beliau telah menjamin keamananmu, maka 
janganlah kamu binasakan dirimu sendiri! Kembalilah, karena sesungguhnya
 kamu akan aman.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Ummu Hakim menceritakan hal ihwal pemuda Romawi yang bersamanya. Ia 
telah meminta bantuan kepada sebagian orang-orang pedalaman dan mereka 
mau memberikan bantuan. Ia masih tetap bersama dengan pemuda ini, 
sehingga nafsu pemuda ini tertuju kepadanya. Maka dalam perjalanan 
menuju Makkah, Ikrimah pun membunuh pemuda tersebut.&lt;br /&gt;

Saat diajak berduaan oleh Ikrimah, Ummu Hakim berkata: “&lt;em&gt;Wahai Ikrimah, sesungguhnya kamu musyrik, sedang aku muslimah. Allah telah mengharamkan diriku atasmu.” &lt;/em&gt;Kata-kata
 yang seperti panah ini telah menancap di hati Ikrimah, sehingga hati 
Ikrimah pun terluka dan pikirannya menjadi kacau balau.&lt;br /&gt;

Sementara di Makkah Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berdiri diantara para sahabatnya sambil bersabda: “&lt;em&gt;Sesungguhnya
 Ikrimah bin Abi Jahal akan datang kepadamu dalam keadaan beriman dan 
berhijrah, maka janganlah kamu mencela ayahnya, karena mencela orang 
yang sudah mati dapat menyakitkan orang yang masih hidup, walaupun 
celaan itu tidak sampai kepada orang yang sudah mati.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Masuk islamnya&amp;nbsp;Ikrimah bin Abu Jahal&lt;/h3&gt;
Ikrimah pun datang. Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: “&lt;em&gt;Selamat datang, pengendara yang berhijrah.”&lt;/em&gt;Beliau berdiri kepadanya, meluaskan kain untuknya, dan menyambutnya dengan sebaik-baik sambutan.&lt;br /&gt;

Ikrimah berkata: “&lt;em&gt;Aku mendengar bahwa engkau telah menjamin keamananku, wahai Muhammad ?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Ya sungguh kamu aman,” &lt;/em&gt;jawab Rasul&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Untuk apa kamu menngajakku ?” &lt;/em&gt;tanya Ikrimah.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu&amp;nbsp; bagi-Nya, 
melaksanakan shalat, membayar zakat, menunaikan puasa, dan berhaji di 
Baitullah&lt;/em&gt;,” kata Rasul.&lt;br /&gt;

Ikrimah berkata: “&lt;em&gt;Demi Allah, engkau tidak mengajakku, kecuali kepada kebenaran; dan engkau tidak memerintahku, kecuali kepada kebaikan.” &lt;/em&gt;Ikrimah mengulur tangannya dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;

Ikrimah berkata: “&lt;em&gt;Wahai &lt;/em&gt;Rasul&lt;em&gt;ullah, aku memohon kepadamu
 untuk mengampuniku atas setiap permusuhanku terhadapmu, setiap jejak 
langkahku, setiap kesempatan aku bertemu denganmu, dan setiap perktaan 
yang aku ucapkan dihadapanmu atau tidak dihadapanmu.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Rasulullah &lt;em&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berdoa untuk Ikrimah:&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;“&lt;em&gt; Ya Allah ampunilah setiap permusuhan yang 
dilakukannya terhadapku, setiap jejak langkahnya yang ia inginkan untuk 
memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah perkataan yang diucapkan guna 
merendahkan martabatku, baik ketika dia berada di hadapanku maupun tidak
 dihadapanku.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;
Ikrimah berkata: “&lt;em&gt;Wahai &lt;/em&gt;Rasul&lt;em&gt;ullah, tidaklah aku 
mengeiuarkan satu hartapun yang telah aku gunakan untuk memusuimu, 
kecuali aku juga akan menginfakkan harta yang sama di jalan Allah.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Setelah masuk Islam, Ikrimah bersumpah: “&lt;em&gt;Demi Dzat yang telah menyelamatkanku saat perang &lt;/em&gt;Badar&lt;em&gt;.”&lt;/em&gt;
 Ia bersyukur kepada Tuhannya karena ia tidak mati terbunuh dalam perang
 Badar (karena pada waktu itu Ikrimah masih dalam keadaan kafir, &lt;em&gt;red&lt;/em&gt;). Ia masih tetap hidup sampai akhirnya Allah pun memuliakannya dengan Islam. Ia selalu membawa mushaf sambil menangis: “&lt;em&gt;Kitab Tuhanku ! Kitab Tuhanku !“&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;h4&gt;
Syahidnya&amp;nbsp;Ikrimah bin Abu Jahal&lt;/h4&gt;
Pada saat perang Yarmuk meletus dengan hebatnya dan pasukan Romawi 
hampir mengalahkan pasukan Islam, maka singa buas Ikrimah pun bangkit 
dan berkata: “&lt;em&gt;Minggirlah, wahai Khalid bin Walid, biarkan aku menebus apa yang telah aku dan ayahku lakukan. Dulu aku memusuhi &lt;/em&gt;Rasul&lt;em&gt;ullah
 Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah sekarang aku akan lari dari 
pasukan Romawi ? Demi Allah tidak, selamanya tidak akan terjadi !”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Ikrimah&lt;/em&gt; berteriak:&lt;em&gt; “Siapa yang akan membaiatku untuk mati ? “&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Pamannya Harits bin Hisyam, dan juga Dhirar bin Al-Azwar berdiri 
untuk membaiatnya. Ikut bersama mereka 400 pasukan muslim. Mereka 
memasuki arena peperangan hingga mereka dapat mengalahkan pasukan 
Romawi, dan Allah pun memberikan kemenangan dan kemuliaan bagi 
pasukan-Nya.&lt;br /&gt;

Perang pun selesai. Ikrimah tergeletak terkena 70 tikaman di dadanya,
 sedang disampingnya adalah Al-Harits bin Hisyam dan Ayyasy bin Abi 
Rabi’ah. Al-Harits memanggil-manggil meminta air namun ia melihat 
Ikrimah sangat kehausan maka ia berkata: “&lt;em&gt;Berikanlah air kepada Ikrimah.” &lt;/em&gt;Ikrimah melihat Ayyasy bin Abi Rabi’ah juga sangat kehausan, lalu ia berkata: “&lt;em&gt;Berikanlah air kepada Ayyasy.” &lt;/em&gt;Ketika
 air hampir diberikan, Ayyasy sudah tidak bernyawa. Para pemberi air 
dengan cepat menuju Ikrimah dan Al-Harits, namun keduanya pun sudah 
tiada untuk meminum air surga dan sungai-sungainya.&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk Anak&lt;/em&gt;, Dr. Hamid Ahmad Ath-Thahir, Irsyad Baitus Salam, 2006&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt; (Dipublikasikan ulang oleh KisahMuslim.com)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sa’id bin Zaid radhiallahu ‘anhu</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/said-bin-zaid-radhiallahu-anhu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 13:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-2917400128620041830</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Aku serahkan diriku kepada Dzat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;yang kepada-Nya bumi juga telah berserah diri&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dengan memikul batu-batu yang berat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dzat yang telah menjadikan bumi bulat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dzat yang telah menciptakan bumi dengan sempurna&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dzat yang telah memancangkan gunung-gunung&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dengan kokoh di atasnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Aku serahkan diriku kepada Dzat &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;yang kepada-Nya awan-awan telah menyerahkan diri&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dengan membawa air yang tawar&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika awan-awan itu dibawa ke suatu negeri, dia akan taat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;lalu dia akan menurunkan hujan di atasnya…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span id="more-1643"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zaid bin ‘Amr bin Nufail (ayah &lt;b&gt;Sa’id &lt;b&gt;bin Zaid&lt;/b&gt; &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;)&amp;nbsp;mendendangkan dan melagukan bait-bait syair tersebut, lalu dia memandang ke arah Ka’bah seraya berucap, “&lt;i&gt;Aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu, wahai Tuhanku. Aku datang untuk memenuhi panggilan-Mu dengan sebenar-benarnya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zaib bin ‘Amr bin Nufail merupakan putra dari paman ‘&lt;b&gt;Umar bin Khaththab &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dia hidup sebelum Islam datang dan sebelum diutusnya Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.
 Dengan fitrah atau tabiatnya yang lurus, dia pun mendapat petunjuk 
untuk menyembah Allah, sehingga dia tidak pernah menyembah 
berhala-berhala ataupun menyembelih binatang untuk dipersembahkan kepada
 berhala-berhala itu seperti yang biasa dilakukan oleh kaum musyrikin di
 Makkah pada saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia pernah berkata kepada penduduk Makkah, “&lt;i&gt;Wahai kaum Quraisy, 
Allah telah menurunkan hujan untuk kalian, menumbuhkan tanaman untuk 
kalian, dan menciptakan kambing untuk kalian, tetapi mengapa kalian 
menyembelih binatang-binatang ini untuk selain Allah? Bagaimana hal ini 
bisa terjadi?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar ini, Khaththab bin ‘Amr bin Nufail pun berdiri dan memukul wajahnya, lalu dia berkata&amp;nbsp; kepadanya: ”&lt;i&gt;Celakalah kamu, sungguh kita sudah terlalu bersabar terhadapmu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya, Khaththab menyiksanya dengan siksaan yang pedih, hingga 
akhirnya Zaid pun terpaksa keluar dari Makkah. Dia tidak pernah kembali 
ke Makkah, kecuali dengan sembunyi-sembunyi. Hal itu karena dia merasa 
takut kepada pamannya, Khaththab ayah ‘Umar &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di Makkah Zaid bin ‘Amr mengadakan pertemuan dengan Waraqah bin 
Naufal, ‘Abdullah bin Jahsy, dan Umaimah binti Harits (bibi Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;). Selain mereka, dalam pertemuan itu ada juga ‘Ustman bin Huwairits.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zaid berkata kepada mereka, “&lt;i&gt;Demi Allah, kalian semua telah 
mengetahui bahwa kaum kalian telah menyimpang dari ajaran –ajaran agama 
Ibrahim. Mengapa kita berthawaf mengelilingi batu yang tidak bisa 
mendengar dan melihat serta tidak dapat memberikan mudharat dan juga 
manfaat ? Wahai kaum, carilah agama untuk kalian semua. Demi Tuhan, kita
 bukanlah apa-apa.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka kemudian berpencar ke segala penjuru negeri untuk mencari 
agama yang benar. Adapun Waraqah bin Naufal telah memeluk agama Masehi, 
sementara ‘Abdullah bin Jahsy dan ‘Utsman bin Huwairits masih 
melanjutkan pencarian terhadap agama yang benar itu, hingga akhirnya 
datanglah Islam. ‘Abdullah bin Jahsy &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun beriman dan masuk Islam, hingga akhirnya dia terbunuh sebagai syahid dalam perang Uhud, lalu dia dijuluki dengan julukan &lt;i&gt;Asy-Syahid Al-Mujadda’ &lt;/i&gt;(syahid yang tangannya terpotong).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tinggalah Zaid bin ‘Amr yang telah pergi ke negeri Syam untuk mencari agama Ibrahim &lt;i&gt;‘alaihissalam&lt;/i&gt;,
 hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang pendeta di Syam. Dia 
menceritakan hal itu kepada pendeta tersebut. Sang pendeta pun berkata, “&lt;i&gt;Sesungguhnya
 kamu sedang mencari agama yang sudah tidak ada. Oleh karena itu, 
pulanglah ke Makkah, karena sesungguhnya Allah akan mengutus kepada 
kalian orang yang memperbaharui agama Ibrahim itu. Pergilah, lalu 
berimanlah kepadanya dan ikutilah dia!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Zaid masih berada dalam perjalanan menuju Makkah, Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;
 telah diutus sebagai rasul. Saat itu Zaid belum mengetahui bahwa 
Rasulullah telah diutus. Sayangnya, kematian telah lebih dulu 
menjemputnya sebelum dia beriman. Dia telah dibunuh oleh sebagian orang 
Badui (Arab pedalaman).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika kisah ini diceritakan kepada nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;, beliau pun menceritakan tentang sosok Zaid, “&lt;i&gt; Sesungguhnya dia akan dibangkitkan pada hari kiamat (nanti) seorang diri sebagai satu umat (yang terpisah).”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjelang hembusan nafas terakhirnya, Zaid berkata, “&lt;i&gt;Ya Allah, 
jika Engkau memang tidak menghendaki kebaikan ini (agama Islam) untukku,
 maka janganlah Engkau halangi anakku (Sa’id) darinya.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doa Zaid ini masih menggantung di antara langit dan bumi, hingga pada
 suatu hari ketika Sa’id sedang berada di Makkah, dia mengetahui bahwa 
Rasulullah telah diutus. Karenanya, dia beserta istrinya, Fatimah binti 
Khaththab, yang merupakan saudara perempuan ‘Umar bin Khaththab, segera 
beriman kepada Rasulullah &amp;nbsp;&lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keislaman mereka berdua itu terjadi pada awal munculnya Islam, sebelum masuknya Rasulullah &amp;nbsp;&lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; ke dalam rumah Arqam bin Abi Arqam (Daarul Arqam).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sa’id
 masih merahasiakan keimanannya dan dia sangat sabar menghadapi siksaan 
yang berasal dari kaumnya, sehingga dia pun tidak diusir dari Makkah,s 
eperti yang dialami&amp;nbsp; sebelumnya oleh orang tuanya. Akan tetapi kemudian,
 ‘Umar mengetahui keimanan Sa’id. ‘Umar pun bermaksud membunuhnya, lalu 
dia memukulnya hingga darah mengalir dari wajah Sa’id . Akan tetapi, 
kesabaran Sa’id dalam menghadapi sikap ‘Umar inilah yang menjadi salah 
satu faktor penyebab masuknya ‘Umar &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ke dalam Islam, *seperti yang telah kami sebutkan pada kisah masuknya ‘Umar ke dalam Islam.*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sa’id pergi berhijrah ke Madinah bersama istrinya, Fathimah. Sebelum terjadinya perang Badar, Rasulullah &amp;nbsp;&lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;
 telah memilihnya dan mengutusnya untuk pergi bersama Thalhah bin 
Ubaidillah dengan tujuan agar dia mengetahui jumlah pasukan kaum 
musyrikin dan mematai gerak-gerik mereka. Oleh karena itu, Sa’id pun 
tidak ikut serta dalam peperangan Badar. Akan tetapi, Rasulullah &amp;nbsp;&lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;
 telah memberinya bagian&amp;nbsp; ghanimah (harta rampasan) yang diperoleh dalam
 perang tersebut. Dia dianggap seperti orang yang ikut serta dalam 
perang itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu Sa’id ikut serta dalam setiap peperangan bersama Rasulullah&lt;i&gt; shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;.
 Dia bertempur dengan menggunakan pedangnya dan beriman dengan 
menggunakan hatinya. Bahkan pada suatu hari dia pernah berada bersama 
Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; di gua Hira’ dengan para shahabat lainnya. Ketika itu tiba-tiba gunung&amp;nbsp; Hira’ bergetar, maka nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; bersabda, “&lt;i&gt;
 Tenanglah, wahai Hira’, karena sungguhnya tidak ada yang berada di 
atasmu, kecuali seorang nabi, seorang yang sangat jujur (ash-shiddiq), 
dan seorang syahid.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika orang-orang bertanya kepada Sa’id, “&lt;i&gt;Siapa sajakah yang bersamamu pada saat itu ?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sa’id pun menjawab, “&lt;i&gt;Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Zubair, Thalhah, ‘Abdur Rahman bin ‘Auf, dan Sa’ad bin Malik.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; juga bersabda tentang Sa’id, “&lt;i&gt;Sa’id bin Zaid di surga.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sa’id merupakan salah satu dari sepuluh orang yang mendapat kabar gembira bakal masuk surga. Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; meridhoinya. Dia memegang teguh janjinya kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;
 untuk memerangi kaum musyrikin di negeri Persia, sehingga melalui 
tangannya dan juga tangan shahabat-shahabatnya, Allah pun memadamkan api
 yang&amp;nbsp; menjadi sesembahan kaum Majusi ; dan berkat perjuangannya pula 
para penduduk Persia beriman kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah penaklukan terhadap negeri Persia selesai, Sa’id tidak 
tinggal diam. Dia mengangkat pedang dan barang-barangnya untuk pergi ke 
negeri-negeri lain yang sedang di perangi oleh kaum muslimin. Kali ini 
sasarannya adalah negeri Syam dimana pada saat itu sedang berlangsung 
pertempuran yang sangat menentukan antara kaum&amp;nbsp; muslimin dengan bangsa 
Romawi, yaitu perang Yarmuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di atas kertas, nampaknya kemenangan lebih dekat kepada pasukan 
Romawi, karena jumlah mereka sangat banyak, sementara jumlah kaum 
muslimin sangat sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kekalahan bangsa Romawi berarti jatuhnya negeri Syam secara 
keseluruhan ke tangan kaum muslimin. Karenanya, kedua pasukan itu pun 
sama-sama mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menghadapi 
pertempuran ini. Pasukan Romawi datang dengan jumlah personel seratus 
dua puluh ribu pasukan, sedangan jumlah pasukan kaum muslimin hanya dua 
puluh empat ribu pasukan saja. Kedua pasukan ini saling 
berhadap-hadapan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Para pendeta dan uskup datang sambil membawa salib-salib mereka 
sambil mengeraskan suara mereka untuk membaca doa-doa. Ketakutan pun 
merasuk ke dalam hati kaum muslimin ketika pasukan Romawi 
mengulang-ulang doa-doa tersebut. Suara mereka laksana gunung-gunung 
yang bergeser dari tempatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemimpin kaum muslimin yang bernama Abu Ubaidah bin Jarrah berdiri untuk memberikan khutbah kepada kaum muslimin. Dia berkata, “&lt;i&gt;Wahai hamba-hamba &lt;/i&gt;Allah&lt;i&gt;,
 tolonglah Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan 
kaki-kaki kalian. Bersabarlah, sesungguhnya kesabaran akan menyelamatkan
 kalian dari kekufuran dan akan menyebabkan kalian diridhai oleh Tuhan. 
Tetaplah kalian diam sampai aku memberikan perintah kepada kalian. 
Ingatlah selalu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diantara kaum muslimin, keluarlah seorang laki-laki. Dia berkata kepada Abu Ubaidah, “&lt;i&gt;Wahai
 Abu Ubaidah, sekarang aku akan pergi dengan harapan aku dapat gugur 
sebagai syahid dan aku akan keluar untuk memerangi mereka. Apakah kamu 
mempunyai pesan yang akan kamu kirimkan kepada Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wasallam ?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu Ubaidah menjawab, “&lt;i&gt;Ya. Kirimkan salam dari kami untuk beliau,
 dan katakan kepada beliau bahwa kami telah mengetahui bahwa apa yang 
dijanjikan oleh Tuhan kami kepada kami adalah benar.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melihat itu, Sa’id bin Zaid &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun berkata, “&lt;i&gt;Ketika
 aku melihat lelaki tersebut telah menaiki kudanya, menghunus pedangnya,
 dan melesat menuju musuh-musuh Allah guna memerangi mereka, aku pun 
meletakkan lututku ke tanah, lalu aku melemparkan anak panahku ke arah 
seorang anggota pasukan berkuda dari bangsa Romawi. Saat itu Allah 
menghilangkan rasa takut dari dalam hatiku. Maka, aku pun langsung masuk
 menembus barisan musuh. Aku memerangi mereka hingga Allah Subhanahu wa 
Ta’ala memberikan kemenangan kepada kami.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu Ubaidillah telah mengetahui dengan baik kesungguhan keimanan 
Sa’id. Karenanya Abu Ubaidillah pun menyerahkan misi penaklukan Damaskus
 kepada Sa’id, lalu dia menjadikan Sa’id sebagai wali (gubernur) disana.
 Ketika semua orang yang hidup pada masanya sudah berpulang keharibaan 
&amp;nbsp;Allah, Sa’id bin Zaid masih tetap hidup sampai masa Dinasti Bani 
Umayyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masa-masa akhir hayat&amp;nbsp;Sa’id bin Zaid &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada masa Dinasti Bani Umayyah, Sa’id bin Zaid menangisi 
shahabat-shahabat Islam yang telah meninggal sebelumnya. Tinggalah dia 
seorang diri menyaksikan terjadinya fitnah (kerusuhan) dan menyaksikan 
bagaimana kehidupan dunia dengan segala macam perhiasannya telah masuk 
ke dalam hati kaum muslimin, maka Sa’id pun lebih memilih untuk kembali 
ke Madinah dan tinggal disana. Pada waktu itu yang menjadi gubernur di 
Madinah adalah Marwan bin Hakam bin ‘Ash.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat itu seorang wanita yang bernama Arwa binti Uwais keluar, lalu dia berkata, “&lt;i&gt;Sesungguhnya Sa’id telah mencuri tanahku dan telah memasukkannya ke bagian tanahnya.” &lt;/i&gt;Sungguh
 perkataan itu sangat menyakitkan hati Sa’id bin Zaid, shahabat 
Rasulullah dan salah satu dari sepuluh orang yang mendapat kabar gembira
 berupa surga. Karenanya, Sa’id pun berkata, “&lt;i&gt;Ya Allah, jika dia berbohong, maka hilangkanlah penglihatannya dan bunuhlah ia di tanahnya sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seketika itu pula hujan turun dari langit sampai diperbatasan tanah 
yang menurut wanita itu Sa’id telah melampaui batas tersebut. Seketika 
mata wanita itupun menjadi buta dan hanya selang beberapa hari, wanita 
itu terjatuh dalam sebuah lubang &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;berada di tanah miliknya hingga 
dia meninggal dunia. Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; telah mengabulkan doa Sa’id bin Zaid yang terzhalimi dan telah dituduh sebagai seorang pembohong dan pendusta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada suatu pagi penduduk Madinah dikagetkan oleh suara seorang pelayat yang menangisi kepergian Sa’id bin Zaid &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.
 Peristiws itu terjadi pada masa kekhalifahan Muawiyah bin&amp;nbsp; Abi Sufyan, 
tepatny a pada tahun ke-50 Hijriyah. Dia di kuburkan oleh Sa’ad bin Abi 
Waqqash &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; dan ‘Abdullah bin ‘Umar &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. Salam sejahtera baginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk Anak&lt;/i&gt;, Dr. Hamid Ahmad Ath-Thahir, Irsyad Baitus Salam, 2006 &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;(Dipublikasikan ulang oleh Kisah Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ja’far bin Abi Thalib</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/jafar-bin-abi-thalib.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 13:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3059981857020748010</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada lima orang keturunan Abdi Manaf yang sangat mirip dengan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Orang yang tidak jeli, terkadang susah membedakannya. Di antara kelima orang tersebut ialah &lt;b&gt;Ja’far&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;bin Abi Thalib&lt;/strong&gt;, saudara kandung Amirul Mukminin Ali &lt;em&gt;bin Abi Thalib&lt;/em&gt;.
 Dialah Sayyidul Asy-Syuhada, pemimpin para mujahidin, Abu Abdillah anak
 paman Rasulullah bin Abdul Mutthalib bin Hasim bin Abdi Manaf 
Al-Quraisy.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-2071"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Dia dikenal sebagai orang yang sangat lemah lembut, penuh kasih sayang, 
sopan santun, rendah hati dan sangat pemurah. Di samping itu, ia juga 
dikenal sangat pemberani, tidak mengenal rasa takut. Beliau diberi gelar
 sebagai orang yang memiliki dua sayap di surga dan bapak bagi si 
miskin. Masuk Islam berkat ajakan Abu Bakar Ash-Shiddiq, tepatnya 
sebelum Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; masuk ke rumah Al Arqam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika orang Quraisy mendengar berita tentang masuk Islamnya, 
mulailah mereka membuat makar dan gangguan-gangguan dalam rangka 
melemahkan iman kaum muslimin. Mereka tidak ingin melihat kaum muslimin 
bisa tenang beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tatkala Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memberi 
izin untuk hijrah ke Habasyah, tanpa pikir panjang beliau bersama 
istrinya ikut serta dalam rombongan tersebut. Sungguh hal ini sangat 
berat bagi Ja’far, karena harus meninggalkan tempat kelahirannya yang ia
 cintai. Biar pun demikian, berangkatlah rombongan itu yang terdiri dari
 83 laki-laki dan 19 wanita menuju Habasyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penguasa Habasyah adalah Najasyi. Seorang raja yang terkenal adil dan
 bijaksana, serta suka melindungi orang-orang yang lemah. Sesampainya di
 Habasyah, mereka mendapatkan perlindungan dari Najasyi, sehingga bisa 
leluasa dan lebih tenang dalam beribadah kepada Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.
 Akan tetapi, ketenangan ini terusik. Yaitu tatkala orang-orang Quraisy 
mengetahui perlindungan keamanan yang kami dapatkan di Habasyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ummu Salamah menceritakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika orang-orang Quraisy mengetahui keadaan kami di Habasyah, 
mereka tidak ridha dan mengirimkan dua utusan untuk menemui Najasyi. 
Mereka adalah Amru bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah, serta membawah 
hadiah-hadiah yang mereka berikan kepada para menterinya, dengan maksud 
agar tujuan serta niat mereka mendapat dukungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika telah sampai di Habasyah, mereka segera menemui para 
menterinya serta menyerahkan hadiah tersebut seraya berkata, “Sungguh 
telah datang di negerimu orang-orang yang bodoh dari kaum kami yang 
keluar dari agama nenek moyang,&amp;nbsp; serta memecah-belah persatuan. Maka, 
kalau kami berbicara kepada raja, dukunglah kami. Karena tokoh-tokoh 
kaum mereka lebih tahu akan mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka para menteri itu mengatakan, “Ya, kami akan mendukung kalian berdua.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu, masuklah mereka berdua menemui Najasyi dengan membawa 
hadiah yang banyak dan berkata, “Wahai Raja, sesungguhnya telah datang 
di dalam kerajaanmu orang-orang yang rendah dari kaum kami. Mereka 
datang dengan membawa agama yang tidak pernah kami ketahui atau engkau 
ketahui. Mereka keluar dari agama kami, tidak pula masuk kepada agamamu.
 Dan orang-orang yang mulia di antara kami telah mengutus kami, agar 
engkau mau mengembalikan mereka kepada kami dan mereka lebih mengetahui 
akan apa yang telah mereka perbuat,” maka Najasyi menoleh kepada para 
menterinya dan berkatalah mereka, “Benar wahai Raja. Sesungguhnya kaum 
mereka lebih mengetahui tentang mereka. Maka kembalikanlah orang-orang 
tiu kepada mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar hal itu, Raja Najasyi marah, seraya berkata, “Demi Allah, 
aku tidak akan mengembalikan mereka kepada kaumnya sampai aku menemui 
mereka. Sehingga aku bisa mengetahui, apakah yang telah dikatakan oleh 
dua orang ini benar? Kalau memang benar, maka akan aku kembalikan, 
mereka. Akan tetapi, kalau tidak, aku akan melindungi dan berbuat baik 
kepada mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Raja Najasyi mengutus orang agar memanggil kami. Sebelum 
berangkat untuk menemuinya, kami berkumpul dan saling mengatakan, 
“Sesungguhnya Najasyi akan bertanya kepada kalian tentang agama kalian. 
Maka terangkanlah dengan apa yang telah kalian imani.” Dan kami 
bersepakat mengangkat Ja’far sebagai juru bicaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berangkatlah kami untuk menemuinya. Kami mendapatkan Raja Najasyi 
tengah duduk di antara para menterinya yang memakai pakaian kebesaran 
mereka. Kami juga mendapatkan Amru bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah 
telah ada di hadapan mereka. Ketika semuanya telah siap, Najasyi menoleh
 kepada kami dan berkata, “Apakah agama yang kalian peluk, sehingga 
kalian meninggalkan agama kaum kalian dan tidak pula kalian masuk ke 
dalam agamaku atau agama yang lainnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka berkatalah Ja’far bin Abi Thalib, “Wahai Raja, kami dahulu 
adalah orang-orang jahiliyah. Kami menyembah berhala, memakan bangkai, 
melaksanakan perbuatan keji, memutus silaturrahim, berbuat jelek kepada 
tetangga, yang kuat menekan yang lemah dan kami tetap berada dalam 
keadaan demikian, sampai Allah mengutus kepada kami seorang Rasul yang 
kami mengetahui nasabnya, kejujurannya, keamanahannya dan sangat 
memelihara diri. Dia mengajak kami agar beribadah hanya kepada Allah dan
 meninggalkan patung-patung yang disembah oleh nenek moyang kami. Dia 
juga memerintahkan kepada kami agar jujur dalam berkata, menunaikan 
amanah, menyambung silaturrahmi, meninggalkan perbuatan keji, memelihara
 darah, dan melarang kami dari berkata dusta, memakan harta anak yatim, 
menuduh wanita yang shalihah dengan perbuatan zina serta memerintahkan 
kami agar mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa pada bulan 
Ramadhan. Maka kami membenarkannya, beriman kepadanya, dan mengikuti apa
 yang dibawanya dari sisi Allah. Kami menghalalkan apa yang 
dihalalkannya dan mengharamkan apa yang diharamkannya. Wahai Raja, 
ketika kaum kami mengetahui tentang apa yang kami lakukan, mereka 
memusuhi kami, menyiksa kami dengan siksaan yang berat dan berusaha 
mengembalikan kami kepada agama nenek moyang, dan agar kami kembali 
menyembah berhala. Maka tatkala mereka terus menekan kami, memaksa kami,
 akhirnya kami memilih engkau dari yang lainnya dan kami sangat berharap
 engkau berbuat baik kepada kami dan tidak menzalimi kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Raja Najasyi kembali bertanya kepada Ja’afar, “Apakah engkau memiliki
 apa yang dibawa oleh Nabimu dari Allah?” Ja’far menjawab, “Ya.” Maka 
Raja Najasyi memerintahkan, “Bacakanlah untukku!” Ja’far pun membaca 
surat maryam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika mendengar ayat tersebut, menangislah Raja Najasyi, sehingga 
air matanya membasahi jenggotnya. Menangis pula para menterinya, 
sehingga basah buku-buku mereka. Dan Najasyi berkata, “Sesungguhnya, apa
 yang dibawa oleh Nabi kalian dan apa yang dibawa oleh Isa bin Maryam 
merupakan satu sumber.” Najasyi menoleh kepada Amru bin Ash dan berkata,
 “Pergilah kalian! Demi Allah, mereka tidak akan aku serahkan kepada 
kalian!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika kami keluar dari Istana Najasyi, Amru bin Ash mengancam kami 
dan berkata, “Demi Allah, besok pagi aku akan menemuinya lagi. Akan aku 
kabarkan dengan satu berita yang bisa membuatnya marah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka keesokan harinya, mereka kembali menemui Raja Najasyi dan 
berkata, “Wahai Raja, sesungguhnya orang yang engkau lindungi itu 
mengatakan tentang Isa, suatu perkataan yang besar!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Raja Najasyi kembali memanggil kami, hingga kami merasa khawatir dan 
takut. Sebagian kami bertanya-tanya, “Apa yang akan kita katakan 
kepadanya tentang Isa bin Maryam?” Akhirnya kami bersepakat untuk 
mengatakan tentang Isa, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah
 &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, serta kembali menunjuk Ja’far 
sebagai juru bicara. Kemudian kami datang untuk menemui Najasyi. Kami 
dapatkan Amru bin Ash telah berada di sana bersama temannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bertanyalah Najasyi, “Apa yang kalian katakan tentang Isa bin Maryam?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ja’far menjawab, “Kami mengatakan sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nabi kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Najsyi berkata, “Apa yang dia katakan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ja’far menjawab, “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya Ruh-Nya, kalimat-Nya, yang&amp;nbsp; Dia berikan kepada Maryam yang suci.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar hal tersebut, Najsyi memukul meja sembari berkata, “Demi&amp;nbsp; 
Allah, apa yang dikatakannya sesuai dengan keadaan Isa bin Maryam. 
Pergilah kalian dengan aman. Siapa yang mencela kalian, dia adalah orang
 yang merugi. Dan siapa yang mengganggu kalian, dia akan disiksa.” 
Kemudian Najasyi berkata kepada para menterinya, “Kembalikanlah 
hadiah-hadiah itu kepada dua orang ini, karena aku tidak butuh 
kepadanya.” Akhirnya keduanya keluar dengan perasaan sedih, karena tidak
 berhasil melaksanakan apa yang mereka niatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ja’far bersama istrinya tinggal beberapa saat di Habasyah; bisa merasakan ketenangan serta lindungan dari Najasyi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tahun ketujuh hijriah, pergilah Ja’far bin Abi Thalib 
meninggalkan Habasyah untuk menuju ke Yatsrib. Sesampainya di Yatsirb, 
ia disambut hangat oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Pada waktu itu, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; baru saja kembali dari perang Khaibar. Beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 menemui Ja’far dan bersabda, “Sungguh aku tidak tahu, dengan yang mana 
aku merasa bahagia. Apakah dengan kemenangan Khaibar ataukah dengan 
kadatanganmu?!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selang beberapa lama, ia tinggal di Madinah. Ketika pada awal-awal tahun ke delapan hijriah Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkehendak ingin mengirim pasukan untuk memerangi Romawi, beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan. Beliau bersabda, “Kalau 
Zaid terbunuh, maka yang menggantikannya ialah Ja’far bin Abi Thalib. 
Jika ia terbunuh, maka yang menggantikannya ialah Abdullah bin Rawahah. 
Dan jika Abdullah terbunuh, maka biarlah kaum muslimin memilih bagi 
mereka sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian beliau memberikan bendera berwarna putih kepada Zaid bin Hartisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berangkatlah pasukan pasukan ini. Ketika telah sampai di daerah 
Mu’tah, kaum muslimin mendapatkan orang-orang Romawi telah siap dengan 
jumlah yang sangat banyak. Yaitu dua ratus ribu tentara. Merupakan 
jumlah yang sangat besar. Jumlah sebegitu besar tidak pernah ditemui 
oleh kaum muslimin sebelumnya. Sementara jumlah kaum muslimin hanya tiga
 ribu orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika dua pasukan ini telah berhadapan, peperanganpun mulai 
berkecamuk, hingga Zaid bin Haritsah gugur sebagai sahid. Begitu melihat
 Zaid jatuh tersungkur, bergegas Ja’far melompat dan mengambil bendera, 
dan menyusup ke barisan musuh sambil melantunkan syair:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wahai… alangkah dekatnya surga&lt;br /&gt;
Yang sangat lezat dan dingin minumannya&lt;br /&gt;
Romawi yang telah dekat kehancurannya&lt;br /&gt;
Wajib bagiku menghancurkannya apabila menemuinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulailah ia berputar-putar memporak-porandakan barisan musuh sehingga
 terputus tangan kanannya. Segera ia ambil bendera itu dengan tangan 
kriinya, kemudian terputus pula tangan kirinya sehingga ia gugur sebagai
 syahid. Setelah itu, bendera diambil oleh Abdullah bin Rawahah dan 
terus mempertahankannya dan akhirnya gugur juga sebagai sahid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika sampai kabar kepada beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, tentang kematian tiga pahlawannya, beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 sangat sedih. Diriwayatkan bahwa pada tubuh Ja’far terdapat sembilan 
puluh sekian luka yang semuanya terdapat di bagian depan tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; pergi menuju rumah Ja’far bin Abi Thalib. Beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mendapatkan Asma sudah membuat roti dan memandikan anaknya untuk menyambut kepulangan sang ayah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Asma menuturkan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menemui kami, aku mendapatkan wajah beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; sangat sedih. Maka timbullah perasaan takut pada diriku, akan tetapi aku tidak berani untuk menanyakannya. Kemudian beliau &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “Suruhlah anak-anak Ja’far kemari. Aku akan mendoakannya,” maka bergegaslah mereka mendekat kepada Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dan bercengkerama dengan beliau. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;
 merangkul mereka, mencium, serta berlinang air matanya. Maka aku 
berkata, “Wahai Rasulullah , apa yang menjadikan engkau menangis? Apakah
 ada sesuatu yang menimpa Ja’far?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau menjawab, “Ya, dia telah gugur sebagai syahid pada hari ini.” 
Sesaat hilanglah keceriaan yang terdapat pada wajah-wajah mereka, 
tatkala mendengar tangisan ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, “Aku melihat Ja’far sebagai Malaikat di surga dan bahunya bercucuran darah dan ia terbang di surga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Inilah perjuangan Ja’far bin Abi Thalib. Dia memberikan semua yang 
dimilikinya untuk Allah dan Rasul-Nya. Semoga Allah meridhai Ja’far bin 
Abi Thalib dan menjadikan surga sebagai tempat kembali baginya. (Adi 
Abdul Jabbar dan Abu Unais)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maraji:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siyar Min A’lamin Nubala.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Tahdzibut Tahdzib.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ar Rahiqul Makhtum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mukhtasar Sirah Rasul&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suar Min Hayatish Shahabah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Majalah As Sunnah Edisi 4 Tahun ke-7&amp;nbsp; 1424/ 2003&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Utsman bin Affan Khalifah yang Terzalimi</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/utsman-bin-affan-khalifah-yang-terzalimi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 27 Aug 2013 12:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-7216062284721165228</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau adalah Abu Abdillah &lt;strong&gt;Utsman bin Affan&lt;/strong&gt; bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf. Nasab beliau bertemu dengan nasab Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;pada
 kakek keempat yaitu Abdu Manaf, di masa jahiliah beliau dipanggil Abu 
Amr namun tatkala dari istri beliau yaitu Ruqayyah binti Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;terlahir
 seorang laki-laki yang diberi nama Abdullah lalu beliau berganti 
menjadi Abu Abdillah, dan beliau masyhur dengan julukan &lt;em&gt;dzu nurain&lt;/em&gt; (pemilik dua cahaya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-2080"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Di masa jahiliyah&amp;nbsp;&lt;span style="color: red;"&gt;Utsman bin Affan&lt;/span&gt; 
adalah seorang yang terpandang dan dimuliakan oleh kaumnya. Beliau 
dikenal sebagai seorang yang sangat pemalu, hartawan, dan pemilik petuah
 yang didengar. Karena itulah ia sangat dicintai dan dimuliakan oleh 
kaumnya. Ia tidak pernah sujud kepada sebuah patung pun, tidak pula 
berbuat keji, tidak pernah meminum khamar baik sebelum maupun setelah 
Islam. Utsman bercerita, “Aku tidak pernah bernyanyi, tidak pula panjang
 angan-angan, aku pun tidak pernah menyentuh dzakarku dengan tangan 
kananku setelah aku gunakan tangan itu untuk membai’at Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, aku tidak pernah minum khamar di masa jahiliah maupun setelah Islam.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keutamaan Utsman bin Affan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau termasuk &lt;em&gt;as-sabiqun al-awwalun&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;(orang-orang 
yang pertama menyambut dakwah Islam). Beliau mengikrarkan diri sebagai 
seorang muslim berkat dakwah Abu Bakr Ash-Shidddiq pada umur 34 tahun. 
Di saat kaumnya menolak dan mengingkari seruan dakwah Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;ia
 justru membentangkan tangan, membuka hati, dan meyakini tanpa keraguan.
 Tatkala seruan hijrah dikumandangkan beliau adalah termasuk seorang 
yang tampil melaksanakan perintah sehingga beliau dua kali berhijrah, ke
 negeri Habasyah dan Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keunggulan sahabat &lt;strong&gt;Utsman&lt;/strong&gt; semakin tampak pada beberapa keadaan penting di masa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;yang
 saat itulah figur Utsman dikenal sebagai salah satu sahabat yang tidak 
disebut melainkan kebaikan. Di saat musim paceklik panjang, kemiskinan 
dan kefakiran menjadi bagian bagi setiap kaum muslimin. Di saat itu pula
 Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;menyerukan seruan 
jihad dan beliau tengah menyiapkan pasukan besar untuk diberangkatkan 
dalam Perang Tabuk melawan pasukan Romawi. Pasukan itu disebut &lt;em&gt;jaisyul ‘usroh&lt;/em&gt; karena sulitnya kondisi materi para sahabat pada saat itu. Namun, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;tetap mendorong para sahabatnya untuk berinfak dan bersedekah dalam rangka menyiapkan pasukan besar tersebut. Hingga Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Barang siapa yang menyiapkan jaisyul usyroh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;,&lt;/em&gt;&lt;em&gt; maka baginya surga&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tiba-tiba datanglah seorang saudagar kaya yang dermawan dialah &lt;em&gt;Utsman bin Affan&lt;/em&gt; membawa kepingan-kepingan dinar berjumlah 1000 dinar lalu diberikan di hadapan Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Sambil memeganginya keluarlah ucapan yang masyhur dari bibir Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;yang mulia,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“&lt;em&gt;Tidaklah memudh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;r&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;tkan Utsman apa yang ia lakukan setelah ini&lt;/em&gt;.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan juga pada saat jumlah kaum muslimin semakin bertambah dan Masjid 
Nabawi serasa tidak dapat lagi menampung jamaah, maka Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Barang siapa membeli lokasi milik keluarga fulan lalu menambahkan untuk perluasan masjid dengan kebaikan maka ia kelak di surga&lt;/em&gt;.” Lalu Utsman membelinya dari kantong uang miliknya lalu tanah itu diwakafkan untuk masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikian juga tatkala Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;hijrah ke Madinah maka tidak dijumpai air tawar kecuali dari sumur rumah. Lalu Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Barang siapa membeli sumur dan menjadikan gayung miliknya bersama dengan gayung milik kaum muslimin maka kelak ia di surga&lt;/em&gt;.” Mendengar ucapan tersebut Utsman pun segera membelinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian satu hal yang tidak boleh dilupakan – yang menambah kemuliaan sahabat Utsman, beliau adalah seorang &lt;em&gt;mu’alim&lt;/em&gt;
 yang cinta kepada Alquran. Kecintaannya terhadap Alquran telah 
membuahkan hasil yang senantiasa dikenang hingga hari kiamat, peristiwa 
pengumpulan Alquran dan penyeragaman bacaan adalah bukti nyata bagi 
seorang yang mau merenunginya. Beliaulah sahabat yang telah meriwayatkan
 sabda Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan suatu hari Utsman memanggil orang-orang, lalu berwudhu di hadapan
 mereka, kemudian beliau mengatakan, “Barang siapa yang berwudhu semisal
 wudhuku ini lalu shalat dua rakaat dan tidak berbincang-bincang di 
dalamnya, maka Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau juga sering memperingatkan manusia dari bahaya dusta atas nama agama, dari beliaulah diriwayatkan sabda Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, “&lt;em&gt;Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka silakan mengambil tempat duduk di neraka.&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan beliau yang lain, namun 
tidak ada yang lebih menggembirakan dari itu semua dibandingkan 
persaksian Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bahwa Utsman adalah &lt;em&gt;min ahlil jannah&lt;/em&gt; (salah satu penghuni surga).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Abu Musa al-Asy’ari beliau berkata, “Suatu hari Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;masuk
 ke sebuah kebun dan beliau memerintahku untuk menjaga pintu kebun 
tersebut, maka datanglah seorang laki-laki meminta izin untuk masuk maka
 Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mengatakan, ‘&lt;em&gt;Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga&lt;/em&gt;.’ Ternyata ia adalah Abu Bakr. Lalu datang seorang laki-laki yang lain dan meinta izin untuk masuk, lalu Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mengatakan, ‘&lt;em&gt;Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga&lt;/em&gt;.’ Ternyata dia adalah Umar. Kemudian datang lagi seorang yang lain meminta izin untuk masuk, namun sejenak Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;terdiam, lalu beliau mengatakan, ‘&lt;em&gt;Izinkanlah ia masuk dan berikan kabar gembira kepadanya berupa surga atas bala yang akan menimpanya&lt;/em&gt;.’ Ternyata dia adalah Utsman bin Affan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ishaq bin Rahawaih mengatakan, “Tidak ada seorang pun sepeninggal Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;orang
 yang paling baik di muka bumi ini kecuali Abu Bakr, dan tidak ada orang
 yang lebih baik sepeninggalnya kecuali Umar, dan tidak ada orang yang 
lebih baik sepeninggalnya kecuali Utsman, serta tidak ada orang yang 
lebih baik dan lebih mulia sepeninggalnya kecuali Ali.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Gelombang Fitnah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merupakan mukjizat kenabian, apa yang disabdakan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;pasti terjadi. Abu Hurairah telah meriwayatkan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya kalian akan menjumpai setelahku fitnah dan perselisihan atau perselisihan dan fitnah.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Maka berkata salah seorang, “Lalu kepada siapa kami akan memihak?” Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda, “&lt;em&gt;Berpegangteguhlah kalian kepada al-Amiin ini dan sahabat-sahabatnya&lt;/em&gt;.” Lalu beliau mengisyaratkan kepada Utsman.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka atas apa yang telah dikabarkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;dan
 Utsman pun mengetahui bahwa kelak ia akan dibunuh secara zalim, dan 
orang-orang yang keluar darinya akan menghalalkan darahnya adalah 
orang-orang munafik. Apa yang disabdakan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;benar-benar
 terjadi, setelah beliau diangkat menjadi Khalifah kaum muslimin yang 
sah, beliau banyak menuai protes, banyak menerima kritikan dan tuduhan 
dari para pemberontak. Api itu makin menghalalkan darah Utsman. Di 
antara tuduhan-tuduhan keji mereka:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;: mereka menuduh Utsman tidak berlaku adil 
dalam pengangkatan para pejabatnya karena ia mengutamakan keluarganya 
dan mencopot jabatan sebagian sahabat &lt;em&gt;kibar&lt;/em&gt; (senior), serta menggantinya dengan orang-orang yang lebih muda umurnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban atas tuduhan tersebut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Adapun penggantian jabatan dari sahabat senior kepada para pemuda, maka 
sungguh bagi beliau terdapat panutan yang baik sebelumnya. Bukankah 
Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;juga pernah menyiapkan
 pasukan besar untuk memerangi Romawi lalu beliau menunjuk panglimanya 
adalah Usamah bin Zaid yang tatkala itu masih berusia belia, sedang di 
belakangnya banyak para sahabat senior seperti Abu Bakr dan Umar…?? dan 
sebelum pasukan besar tersebut diberangkatkan Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;terlebih
 dahulu meninggal dunia. Apa reaksi manusia tatkala itu, mereka datang 
kepada Umar untuk membujuk Abu bakar, agar ia mencopot jabatan Usamah 
bin Zaid sebagai panglima, maka sahabat Abu Bakr marah besar dan 
mengatakan kepada Umar, “Wahai Umar, ia adalah orang yang telah diangkat
 langsung oleh Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, lalu engkau memintaku untuk mencopotnya?!!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imad Ibnu Katsir mengatakan, “Utsman adalah seorang yang berakhlak
 mulia, sangat pemalu, dan dermawan. Beliau sering mendahulukan keluarga
 dan kerabat-kerabatnya karena Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; dalam rangka untuk &lt;em&gt;ta’liful qulub&lt;/em&gt; (melunakkan hati), untuk suatu tujuan yang kekal melalui perkara-perkara dunia yang fana sebagaimana Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;juga
 telah memberi suatu kaum dan tidak memberikan kepada kaum yang lain 
untuk suatu tujuan agar mereka mendapat hidayah dan iman, dan sungguh 
untuk tujuan ini suatu kaum memahaminya, tidak sebagaimana kaum Khawarij
 telah melakukan protes atas apa yang diperbuat oleh Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;: beliau dituduh telah membuat perkara baru 
yang tidak ada contoh sebelumnya seperti pengumpulan ayat-ayat Alquran 
dalam sebuah mushaf, beliau tidak meng-qashar shalat tatkala di Mina, 
dan beliau menambahkan adzan menjadi dua kali pada hari Jumat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jawaban atas tuduhan tersebut:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Adapun beliau membakar seluruh mushaf dan menjadikan satu mushaf saja 
yang disepakati maka justru para ulama memandang hal itu adalah 
perbuatan mulia yang menjadikan kemuliaan bagi sahabat Utsman, karena 
berarti beliau telah memupus benih-benih perpecahan di tubuh kaum 
muslimin perihal bacaan kitab suci mereka. Lihatlah apa tindakan Abu 
Hurairah setelah Utsman melakukan apa yang beliau lakukan terhadap 
Alquran lalu sahabat Abu Hurairah menemuinya seraya mengatakan, “Sungguh
 engkau telah benar dan mencocoki kebenaran.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun tatkala di Mina beliau shalat sempurna dan tidak meng-qashar, 
maka beliau menjawab sendiri tuduhan tersebut, “Ketahuilah, yang 
demikian adalah karena aku mendatangi suatu negeri yang di dalamnya 
terdapat keluargaku, sehingga aku menyempurnakannya karena dua asalan 
bermukin dan menjenguk keluarga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan Al-Hafizh telah menukil dari Al-Iman az-Zuhri beliau mengatakan, 
“Utsman shalat sempurna di Mina empat rakaat karena orang badui (Arab 
pegunungan) di tahun itu sangatlah banyak, maka Utsman hendak mengajari 
mereka bahwa shalat (zhuhur dan Ashar) adalah empat rakaat.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun tentang beliau menambahkan adzan sebelum Jumat karena beliau 
memandang terdapat maslahat yang menuntut akan hal tersebur, karena kota
 Madinah semakin luas dan orang-orang semakin banyak sehingga adzan 
tersebut adalah tanda bahwa shalat Jumat akan segera ditegakkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Saib bin Yazid bahwa Utsman 
menambahkan adzan kedua pada masanya karena tatkala itu manusia yang 
tinggal di Madinah sudah sangatlah banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan seandainya perbuatan itu munkar maka pasti akan diingkari oleh 
para sahabat senior yang tatkala itu masih hidup. Kalau demikian 
keadaannya, maka hal itu merupakan salah satu sunah khulafaur rasyidin 
dan sunah mereka adalah termasuk sunah Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;yang kita diperintah untuk berpegang teguh dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;: Beliau dicela karena beberapa tindakan di 
antaranya karena beliau telah absen dalam Perang Badar, dan ketika 
Perang Uhud beliau termasuk orang-orang yang ikut lari ke belakang dan 
beliau tidak ikut dalam Bai’at Ridhwan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sahabat Abdullah bin Umar telah menjawab tuduhan-tuduhan tersebut sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang laki-laki datang dari Mesir untuk berhaji, lalu ia melihat 
suatu kaum tengah duduk-duduk. Ia bertanya, “Siapa mereka?” Lalu 
dijawab, “Mereka adalah orang-orang Quraisy.” Ia berkata, “Siapa syaikh 
mereka?” Mereka menjawab, “Abdullah bin Umar.” Lalu ia bertanya, “Wahai 
Abdullah bin Umar, aku akan menanyakan beberapa hal kepadamu. Apakah 
engkau tahu bahwa Utsman telah lari dalam Perang Uhud?” Beliau menjawab,
 “Benar.” Ia melanjutkan, “Apakah engkau tahu bahwa ia juga telah absen 
dari Perang Badar?” Beliau menjawab, “Benar.” Ia bertanya lagi, “Apakah 
engkau tahu bahwa ia juga telah absen dalam Bai’at Ridhwan?” Beliau 
menjawab, “Benar.” Lalu laki-laki itu mengatakan, “Allahu Akbar!!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Umar mengatakan, “Kemarilah, aku akan jelaskan kepadamu. Adapun 
Utsman telah lari dalam Perang Uhud maka aku bersaksi bahwa Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; telah memaafkannya, karena Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="arab" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنكُمْ يَوْمَ الْتَقَى 
الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَاكَسَبُوا 
وَلَقَدْ عَفَا اللهُ عَنْهُمْ إِنَّ اللهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari 
bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, 
disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau)
 dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya 
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun&lt;/em&gt;.”(Q.S. Ali-Imran: 155)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun beliau absen dalam Perang Badar karena tatkala istri beliau yaitu putri Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;sedang sakit keras, sehingga ia diizinkan untuk tidak hadir dalam peperangan. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mengatakan
 kepadanya, “Sesungguhnya bagimu seperti pahalanya orang yang ikut 
menyaksikan Perang Badar.” Dan mengenai absennya beliau dalam Bai’at 
Ridhwan karena seandainya ada orang yang lebih mulia dari Utsman di 
Mekah maka Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;akan mengutusnya ke Mekah, maka tatkala Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;mengutusnya,
 beliau mengatakan ini adalah bai’atnya Utsman.” Setelah itu Ibnu Umar 
mengatakan kepada laki-laki tersebut, “Sekarang pergilah engkau.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wafatnya Utsman bin Affan Khalifah&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tatkala syubhat-syubhat – yang hakikatnya lemah tersebut – tidak 
dapat terbendung maka api kebencian telah menyulut pada hati-hati para 
pemberontak. Akhirnya, mereka datang ke Madinah dan mengepung rumah 
Utsman. Mereka meminta agar Utsman meninggalkan kekhalifahannya atau 
mereka akan membunuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, Ibnu Umar segera masuk menemui Utsman dan mendorongnya agar ia
 jangan sampai menanggalkan kekhalifahannya karena berarti itu telah 
membuat sunah yang jelek, sehingga setiap kali manusia tidak menyenangi 
pemimpinnya, maka mereka akan mencopot paksa kepemimpinan tersebut. 
Utsman pun menyadari bahwa inilah fitnah yang sejak jauh-jauh hari telah
 diberitakan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Karena itu, Utsman hanya bisa bersabar dan menyerahkan urusannya kepada Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya, orang-orang Khawarij tersebut memanjat rumah Utsman, lalu 
pedang-pedang mereka mengalirkan darah Utsman yang suci sedang beliau 
tengah berpuasa dan membaca &lt;em&gt;kitabullah&lt;/em&gt;, hingga tetesan darah pertama tatkala membaca,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="arab" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;em&gt;Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui&lt;/em&gt;.” (Q.S. Al-Baqarah: 137)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di malam hari sebelum Utsman meninggal dunia, ia bermimpi bertemu Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;dan beliau mengatakan, “&lt;em&gt;Wahai Utsman, berbukalah bersama kami.&lt;/em&gt;” Dan tatkala shubuh ia berpuasa dan meninggal dunia di hari itu juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mutiara Teladan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa pelajaran berharga di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aksi demonstrasi dan protes adalah buah teladan dari kaum Khawarij, 
dengan berpijak pada syubhat-syubhat yang lemah mereka menghalalkan yang
 haram. Pada hakikatnya mereka adalah orang-orang yang senang membuat 
kerusakan di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merupakan kewajiban seorang mukmin tatkala menerima berita hendaklah untuk &lt;em&gt;tasabbut&lt;/em&gt;
 (mencari kebenaran berita) terlebih dahulu, jangan langsung asal 
percaya. Terlebih lagi kalau berita itu datang dari orang-orang fasik 
yang tidak menjaga &lt;em&gt;muru’ah&lt;/em&gt;. Alquran mengajari kita berhati-hati
 dalam menerima berita-berita yang belum jelas sumbernya apalagi yang 
menyangkut kehormatan kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Figur Utsman adalah teladan bagi kita dalam membelanjakan harta yang telah diberikan Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt;.
 Maka hendaknya para saudagar kaya, para konglomerat, sadar bahwa harta 
akan bermanfaat baginya bila digunakan untuk menunjang kehidupan akhirat
 yang kekal. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Majalah Al-Furqon&lt;/em&gt;, Edisi 08 Tahun ke-10 Muharram 1431 H/2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Umar bin Khaththab</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/umar-bin-khaththab.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Aug 2013 06:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-6740868703440736386</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Biografi Umar bin Khattab&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Beliau adalah Abu Hafsh Umar al-Faruq bin Khattab bin Nufail bin 
Abdil Uzza bin Adi bin Ka’ab bin Lu’aiy bin Ghalib al-Qurasy. Nasab 
beliau bertemu dengan nasab Nabi &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; 
pada kakek keempat yaitu Ka’ab bin lu’aiy bin Ghalib. Beliau digelari 
“al-Faruq” karena beliaulah yang menampakkan Islam di Mekah, dan 
karenanya Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; menampakkan secara jelas 
antara kekufuran dan kebatilan. Sahabat Ibnu Abbas mengatakan, “Orang 
pertama yang berani menampakkan Islam di makkah adalah &lt;b&gt;Umar bin Khattab&lt;/b&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="more-2139"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span id="more-2139"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;
Beliau dilahirkan tiga belas tahun setelah Tahun Gajah. Beliau bertipe 
keras dan pemberani, berkulit putih, berbadan tinggi tegap, bertubuh 
besar dan kuat, apabila berbicara didengar dan apabila memukul 
menyakitkan. Di masa jahiliah, ia dididik oleh sang ayah, al-Khattab, 
dengan didikan yang keras. Ia dibebani untuk menggembala untanya setiap 
hari. Hari-hari yang melelahkan dan memberatkan sering ia lalu, dan ia 
pun sering mendapat pukulan bila pekerjaannya tersebut ada yang kurang. 
Hal itu semakin menambah kekerasan hati Umar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebelum masuk Islam, Umar termasuk orang yang paling keras permusuhannya terhadap Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.
 Ia termasuk orang yang paling banyak menyakiti dan menyiksa kaum 
muslimin, sehingga sebagian kaum muslimin merasa putus asa akan 
keislaman Umar karena kekerasan dan kegarangan perangainya. Sampai 
dikatakan, Umar tidak akan masuk Islam sampai ada keledainya al-Khattab 
yang masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Namun, semua ubun-ubun manusia di bawah kekuasaan dan kehendak Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;, dan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; memiliki kemampuan atas segala sesuatu. Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; pernah mengatakan kepada Ummu Salamah, “Wahai Ummu Salamah, hati seorang anak Adam berada dalam jari-jemari Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.
 Barang siapa yang Allah kehendaki akan diberi petunjuk dan barang siapa
 yang Dia kehendakai ia akan disesatkan.” (HR. Tirmidzi, no.3522)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar bin Khattab Masuk Islam&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yang perlu dicatat, ada beberapa hal yang menjadikan luluhnya hati 
Umar hingga akhirnya ia pun mengikrarkan keislamannya, di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Qudrah Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; maha mampu atas segala sesuatu. Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; maha mampu menghidupkan bumi yang tandus menjadi hijau dan subur, dan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; maha mampu menghidupkan hati yang keras laksana batu menjadi lembut dan sangat perasa Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class="arab" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ 
قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَانَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَيَكُونُوا 
كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ 
فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ {16} اعْلَمُوا أَنَّ
 اللهَ يُحْىِ اْلأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ 
اْلأَيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ {17}&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk 
tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun
 (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang 
sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa
 yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan
 di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Ketahuilah olehmu bahwa
 sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami
 telah menejlaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu 
memikirkannya.&lt;/i&gt;” (QS. Al-Hadid: 16-17)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Do’a Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suatu hari Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berdo’a kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Ya Allah, muliakan Islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai yaitu Abu jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattabb&lt;/i&gt;.” Maka yang lebih Allah cintai dari keduanya adalah &lt;i&gt;Umar bin Khattab&lt;/i&gt;.(Lihat Shahih Sunan Ibnu Hibban 12/305)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt; Karena mendengar bacaan Alquran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Alquran adalah &lt;i&gt;kalamullah&lt;/i&gt; yang memiliki pengaruh sangat kuat dalam hati makhluk-Nya. Oleh karenanya, Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 sering memperdengarkan Alquran pada telinga-telinga kaum musyrikin agar
 mereka mendapatkan hidayah dan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;, dan Umar adalah salah satu sahabat yang dapat merasakan kekuatan &lt;i&gt;kalamullah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan, “Di antara yang mendorong Umar masuk
 Islam adalah apa yang ia dengar di rumah saudarinya, Fathimah, dari 
ayat-ayat Alquran.” (Fathul Bari 7/176)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah keislaman Umar, kemuliaan dan kekuatan Islam semakin 
bertambah. Sahabat Ibnu Mas’ud mengatakan, “Kami senantiasa menjadi 
mulia semenjak Islamnya Umar.” Beliau juga mengatakan, “Aku memandang, 
tidaklah kami dapat shalat di &lt;i&gt;baitullah&lt;/i&gt; kecuali setelah 
Islamnya Umar. Setelah Umar masuk Islam ia memerangi kaum musyrikin 
hingga mereka membiarkan kami mengerjakan shalat.” (&lt;i&gt;Al-Mu’jamul Kabir,&lt;/i&gt; 9:165)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Keutamaan Umar bin Khattab&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suatu hari, Umar datang kepada Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 seraya mengatakan, “Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak meninggalkan 
satu majelis pun yang dahulu aku pernah duduk di majelis tersebut 
tatkala dalam kekufuran, kecuali aku umumkan keislamanku. Aku datangi 
perkumpulan-perkumpulan kaum musyrikin lalu aku umumkan bahwa aku 
bersaksi tidak ada &lt;i&gt;ilah&lt;/i&gt; (sembahan) yang berhak diibadahi 
kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, hingga mereka 
mengeroyokku dan terjadi saling pukul antara aku dan mereka. Hingga, 
apabila jumlah mereka semakin bertambah banyak, datang seorang laki-laki
 melerainya.” Ditanyakan, “Siapakah laki-laki yang telah meleraimu dari 
keroyokan mereka?” Umar menjawab, “Dia adalah al-Ash bin Wa’il 
As-Sahmi.” (&lt;i&gt;Shahih Sirah an-Nabawiyyah&lt;/i&gt;, Hal.193)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tatkala datang perintah hijrah, sebagian kaum muslimin meninggalkan 
Mekah dengan sembunyi-sembunyi khawatir akan makar kafir Quraisy. Namun,
 Umar berangkat hijrah ke Madinah secara terang-terangan, dan bersamanya
 ada dua puluh sahabat Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Di antara keutamaan dan keistimewaan sahabat Umar yang lain adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; Beliau termasuk sahabat Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; yang dijamin masuk surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 mengatakan, “Tatkala aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga, 
tiba-tiba aku melihat ada seorang wanita sedang berwudhu di samping 
sebuah istana. Aku menanyakan milik siapakah istana itu, lalu dikatakan,
 ‘Milik Umar.’ Maka aku melihat kecemburuan pada diri Umar hingga aku 
pun pergi meninggalkannya.” Kemudian Umar menangis seraya mengatakan, 
“Pantaskah aku cemburu kepadamu wahai Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari, no.3070)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Kedua:&lt;/b&gt; Beliau sering dipuji dan dido’akan kebaikan Rasululalh &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengatakan, “Seandainya ada nabi setelahku maka ia adalah Umar bin Khattab.” (HR. Tirmidzi, no.3686, lihat &lt;i&gt;ash-Shahihah, &lt;/i&gt;no.327)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Beliau juga bersabda, “Sungguh ada dari umat-umat sebelum kalian &lt;i&gt;muhaddatsun&lt;/i&gt; (orang-orang yang diberi ilham), dan apabila ada pada umatku ini maka ia adalah Umar.” (HR. Al-Bukhari, no.3486)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga:&lt;/b&gt; Beliau adalah orang yang ditakuti oleh setan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bercerita,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suatu hari Umar pernah meminta izin untuk masuk dan bertemu dengan Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,
 sedangkan di sisi belaiu ada para wanita Quraisy yang sedang berbicara 
dan mengangkat suara lebih tinggi dari suara Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Tatkala Umar meminta izin untuk masuk, maka segera para wanita itu buru-buru memasang hijab, setelah Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memberi izin maka masuklah Umar dan terlihat Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; tertawa, maka Umar berkata, “Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; telah membuatmu tertawa, wahai Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;?” Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 menjawab, “Saya heran melihat tingkah para wanita itu, tatkala mereka 
mendengar suaramu lantas buru-buru mereka memasang hijab.” Maka Umar 
berkata, “Bahkan engkau lebih berhak untuk disegani oleh mereka, wahai 
Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.” Lalu Umar mengatakan 
kepada para wanita tersebut, “Wahai para musuh jiwa-jiwa kalian, apakah 
kalian segan kepadaku sedangkan kalian tidak segan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;??!” Mereka menjawab, “Iya, karena engkau lebih keras dibandingkan dengan Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.” Maka Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 mengatakan,&amp;nbsp; “Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di 
tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu &amp;nbsp;di suatu jalan melainkan 
ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Keempat:&lt;/b&gt; Beliau sering mencocoki kehendak Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; dalam beberapa kejadian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar adalah orang yang apabila melihat sesuatu di dalam mimpinya, maka Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 menurunkan ayat-Nya membenarkan apa yang ia lihat. Sahabat Umar pernah 
bercerita, “Aku mencocoki perkara Rabbku dalam tiga perkara: (yang 
pertama) yaitu tatkala aku mengatakan wahai Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; hendaklah maqom Ibrahim itu dijadikan tempat shalat, maka turunlah ayat Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div class="arab" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;وَإِذْجَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Dan jadikanlah sebahagian maqom Ibrahim sebagai tempat shalat&lt;/i&gt;.” (QS Al-Baqarah: 125)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dan (yang kedua) tentang ayat hijab tatkala aku mengatakan: ‘Wahai Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 seandainya engkau perintah istri-istrimu memakai hijab, karena yang 
berbicara kepada mereka adalah orang yang baik maupun yang fajir’, maka 
turunlah ayat hijab. Dan (yang ketiga) para istri Nabi &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, mereka berkumpul karena saling cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada mereka (para istri Nabi &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;) semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; menceraikan kalian dan menggantikan untuk nabi &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; istri-istri yang lebih baik dari kalian, maka turunlah ayat semisal dengna itu.” (HR. Bukhari, no.393)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;b&gt;Kelima:&lt;/b&gt; Keutamaan Umar bin Khattab yang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Merupakan wujud ketakwaan seorang muslim adalah apabila dalam beribadah ia menggabungkan antara &lt;i&gt;khouf&lt;/i&gt; (takut) dan &lt;i&gt;roja&lt;/i&gt; (berharap).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Umar bin Khattab&lt;/span&gt; 
pernah mengatakan, “Seandainya seorang penyeru dari langit memanggil, 
‘Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan masuk surga seluruhnya kecuali 
satu orang’, maka sungguh aku takut bila itu adalah diriku, dan 
seandainya sang penyeru itu mengatakan, ‘Wahai manusia, sesungguhnya 
kalian semua akan masuk neraka kecuali seorang’, maka aku berharap dia 
adalah diriku.” (Ash-Shabah: 154)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar juga pernah mengatakan, “Setiap hari telah dikatakan, telah 
meninggal dunia fulan dan fulan, dan pasti suatu hari kelak akan 
dikatakan telah meninggal dunia Umar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sungguh telah benar apa yang Umar katakan, karena setiap yang 
bernyawa pasti akan merasakan kematian, dan Umar pun mengetahui secara 
yakin bahwa kelak ia akan dibunuh &amp;nbsp;dan syahid di jalan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;, karena Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah memberitakan kabar gembira tersebut jauh-jauh hari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Satu hari Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; naik ke Bukit Uhud, dan bersama beliau Abu Bakr, Umar, dan Utsman &lt;i&gt;r&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ad&lt;/i&gt;&lt;i&gt;h&lt;/i&gt;&lt;i&gt;iallahu&lt;/i&gt;&lt;i&gt;’a&lt;/i&gt;&lt;i&gt;nhum&lt;/i&gt;. Tiba-tiba Uhud bergetar, lalu Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menghentakkan kakinya seraya mengatakan, “&lt;i&gt;Tenanglah, wahai Uhud, karena di atasmu ada seorang nabi, shiddiq, dan dua orang syahid&lt;/i&gt;.” (HR. Bukhari: 3472)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sungguh apa yang disabdakan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; terjadi. Umar meninggal dunia karena dibunuh oleh seorang budak majusi, dialah Abu Lu’lu’ah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Abu Lu’lu’ah adalah seorang budak milik Mughirah bin Syu’bah. Ia 
memiliki keahlian membuat senjata, dan setiap harinya Mughirah 
membebankan kepadanya sebanyak empat dirham. Suatu hari Abu Lu’lu’ah 
bertemu dengan Umar seraya mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, sungguh 
majikanku telah memberiku beban yang berat, maka bicaralah engkau 
kepadanya.” Namun, Umar mengatakan, “Berbuat baiklah kepada majikanmu.” 
Padahal sebenarnya Umar pun berniat untuk datang menmui Mughirah dan 
berbicara kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Karena jawaban &lt;a href="http://kisahmuslim.com/demonstrasi-umar-bin-khaththab-hamzah/" target="_blank"&gt;Umar&lt;/a&gt;
 tersebut budak itu pun marah. Dia bergumam, “Keadilan Umar merata 
kepada semua manusia, tetapi tidak kepadaku.” Ia berencana untuk 
membunuh Umar. Maka ia pun membuat anak tombak dan pada suatu hari di 
waktu subuh tatkala Umar berkata kepada para sahabat, “Rapatkan 
shaf-shaf kalain”, sebelum ia bertakbir, tiba-tiba Abu Lu’lu’ah datang 
dan mengayunkan tombaknya hingga Umar terjatuh. Lalu Abu Lu’lu’ah pun 
menusuk para sahabt secara membabi buta hingga berhasil melukai tiga 
belas sahabat, enam di antaranya meninggal dunia. Kemudian Umar dibawa 
ke rumahnya dan ketika matahari sudah hampir terbit Abdurrahman bin Auf 
mengimani manusia dengan membaca dua surat yang terpendek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar diberi minum perasaan kurma namun keluar lagi dari arah lukanya,
 lalu diminumkan susu kepadanya namun susu iu juga keluar dari lukanya, 
hingga akhirnya ia pun meninggal dunia.” (&lt;i&gt;Siyar A’lam an-Nubala’,&lt;/i&gt; 2:527)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Benarlah apa yang dikatakan Umar bahwa pada hari itu telah dikatakan,
 “Telah meninggal dunia Umar.” Maka demikian juga yang terjadi pada 
kita, suatu hari kelak akan dikatakan, “Telah meninggal dunia ayah kita,
 ibu kita, dan diri kita sendiri.” Ya Allah, kami adalah hamba-Mu yang 
sering luput dan selalu bermaksiat kepada-Mu maka ampunilah diri kami. &lt;i&gt;Wallahul &lt;/i&gt;&lt;i&gt;m&lt;/i&gt;&lt;i&gt;usta’an&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mutiara Teladan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sungguh bak mutiara yang tersebar tak terhitung demikianlah kebaikan dan teladan yang telah dicontohkan Umar di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Keberanian dan kekuatan, akan bermanfaat bila digunakan untuk 
membela Islam dan kau muslimin –sebagaimana yang telah dilakukan Umar– 
dan akan menjadi malapetaka bila diperuntukan dalam menuhankan hawa 
nafsu dan mendukung kezaliman.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Doa yang ikhlas – yang keluar dari mulut yang ikhlas – tidak ada 
hijab baginya dan akan menembus dan membuka pintu langit. Maka, jangan 
kita putus asa dari berdoa kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Islam dapat menjadikan hati yang kasar dan keras –seperti hati yang 
dimiliki oleh serigala buas lagi lapar– lembut dan jinak, yang akan 
menuntun dan menunjuki jalan keluar dari belantara yang luas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketakwaan seseorang akan mendorong dirinya cinta akan akhirat dan 
selalu khawatir dari perbuatan-perbuatan dosa yang telah dia perbuat 
namun juga berharap ampunan dan rahmat Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: www.kisahmuslim.com&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kepemimpinan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/kepemimpinan-umar-bin-khaththab.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Aug 2013 05:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-7006311617859265816</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suatu ketika&lt;b&gt; Umar bin al-Kahththab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,
 Amirul Mukminin membeli seekor kuda. Lalu dia membawanya berjalan agak 
jauh dari si pembeli, lalu dia menungganginya untuk mencoba kuda 
tersebut. Ternyata kuda tersebut mengalami memar-memar. Lantas beliau 
sendiri menangani hal ini dengan mengembalikan kuda tersebut dan 
beranggapan bahwa penjual telah menipunya. Akan tetapi, si penjual tidak
 mau menerima kembali kuda tersebut dari Amirul Mukminin. Lalu apa yang 
dilakukan oleh Amirul Mukminin terhadap orang yang mempersulit ini? 
Apakah beliau memerintahkan agar orang tersebut ditahan? Apakah beliau 
merekayasa tuduhan terhadap orang tersebut? Tidak, beliau pun mengajukan
 gugatan untuk mendapatkan haknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Akan tetapi, laki-laki yang digugat mendesak agar dirinyalah yang 
memilih hakim. Akhirnya dia memilih Syuraih, seorang hakim yang terkenal
 adil. Sedangkan Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; duduk pada posisi tersangka. Dan keputusan hukum mengalahkan Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; sesuai dengan undang-undang keadilan seraya mengatakan kepada Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, “Ambillah apa yang telah engkau beli atau kembalikanlah sebagaimana engkau menerimanya.” Dengan perasaan bahagia Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 melihat Syuraih seraya berkata, “Apakah ada putusan selain ini?” Beliau
 tidak memerintahkan untuk memenjarakan hakim, atau menuduh para 
pegawai-pegawainya membuat gejolak stabilitas negara. Beliau justru 
menunjuknya sebagai hakim di Kufah sebagai imbalan untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika kain-kain Yaman telah sampai dan dibagikan kepada kaum muslimin secara adil dan sama rata, &lt;b&gt;Umar bin al-Khaththab&lt;/b&gt; &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 memakai pakaian yang lebih besar dari jatahnya (karena postur beliau 
tinggi). Kaum muslimin menyentuh kain itu, karena semuanya dibagikan 
secara terang-terangan. Ketika Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; naik ke 
atas mimbar untuk berkhutbah dan memberi semangat kepada orang-orang 
untuk berjihad dengan mengenakan pakaian tersebut dan berkata kepada 
mereka, “Dengarkanlah dan taatlah kalian!” Tidak ada sambutan berkata 
kepada mereka, “Dengarkanlah dan taatlah kalian!” Tidak ada sambutan 
gema suasana yang hangat. Yang ada justru suara keras mengarah 
kepadanya, “Tidak perlu didengar dan tidak perlu ditaati.” Pada situasi 
ini puluhan prajurit bersenjatakan pedang tidak terprovokasi, apalagi 
melancarkan pukulan. Akan tetapi, kondisi menjadi tenang dengan 
sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; bertanya kepada orang yang bersuara tersebut ketika kondisi tenang, “Mengapa? Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 merahmatimu.” Lantas lelaki tersebut berkata dengan sangat berani, 
“Engkau telah mengambil kain sebagaimana kain yang kami ambil. Akan 
tetapi, bagaimana caranya engkau memotong kain tersebut padahal engkau 
lebih tinggi dari kami? Pastilah ada sesuatu yang diistimewakan untuk 
kamu.” Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun membela diri. Kemudian dia memanggil anaknya, Abdullah bin Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ma&lt;/i&gt; mengumumkan bahwa dia memberikan kain baigannya kepada ayahnya sehingga memungkinkan bagi Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 membuat gamis yang sempurna dan dapat dijadikan untuk menutupi aurat 
dan berkumpul dengan orang-orang. Lantas laki-laki tersebut duduk dengan
 tenang seraya berkata, “Sekarang kami mendengar dan menaati.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; hidup seperti semua orang pada 
umumnya. Beliau menyalakan lampu di malam hari. Beliau 
berbincang-bincang dengan menggunakan lampu tersebut untuk urusan 
kenegaraan. Apabila orang yang berbincang-bincang dengannya 
membicarakannya hal-hal di luar urusan kaum muslimin, maka beliau 
memadamkan lampu. “Lampu ini milik Negara. Oleh karena itu, tidak benar 
jika digunakan untuk keperluan pribadi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pada hari Jumat orang-orang telah berkumpul menanti Khathib, yaitu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; datang terlambat sehingga mereka lama menunggu. Kemudian Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 keluar menemui mereka, lalu dia naik ke atas mimbar. Dia menyampaikan 
alasan keterlambatannya kepada kaum muslimin. Ketika mereka bertanya 
mengenai sebab keterlambatannya, maka menjadi jelas bahwa Amirul 
Mukminin tadi sedang mencuci gamisnya. Dia tidak memiliki selain gamis 
tersebut. Kemudian beliau menunggu sampai gamisnya kering dan dia baru 
memakainya, lalu datang ke masjid untuk berkhutbah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar keluar untuk melakukan patroli malam dalam rangka mencari 
informasi di masyarakat. Sampailah beliau di perkampungan Ali setelah 
menempuh lima mil dari Madinah. Beliau melihat-lihat, ternyata di 
dalamnya ada sebuah kemah yang apinya menyala. Ketika beliau mendekat, 
beliau melihat seorang perempuan yang di sekelilingnya terdapat 
anak-anak kecil sedang menangis. Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; pun bertanya tentang kondisi mereka, lalu perempuan tersebut menjawab, “Kami dihantam kedinginan dan kerasnya malam.’ Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 berkata, “Mengapa anak-anak itu menangis?” Perempuan tersebut menjawab,
 “Mereka menangis lantaran kelaparan.” Umar bertanya lagi, “Apa yang ada
 di dalam periuk?” Dia menjawab, “Air yang saya gunakan untuk mendiamkan
 mereka sampai mereka tidur.” Kemudian perempuan tersebut berkata, 
“Allah di antara kami dan Umar.” Perempuan tersebut tidak mengetahui 
bahwa orang yang diajak bicara adalah Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. Lalu umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata kepadanya, “Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; merahmatimu. Apakah Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 tidak mengetahui kondisi kalian?” Perempuan tersebut menjawab, 
“Mahasuci Allah, apakah dia mengurusi urusan kami, buktinya dia 
melupakan kami.” Lantas Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berjalan dengan
 cepat menuju ke Baitul Mal. Dia kembali lagi dengan memikul sendiri 
makanan di atas pundaknya. Dia membawakan tepung yang bagus dan minyak 
untuk perempuan tersebut dengan dipikul di atas punggungnya sendiri. Dia
 menolak seorang pun yang hendak menggantikannya memikulkan barang 
tersebut seraya mengatakan bahwa sesungguhnya siapa pun tidak akan dapat
 menggantikan untuk memikul dosa-dosanya di hari kiamat. Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; memasakkan makanan untuk anak-anak tersebut sedangkan si perempuan kagum dengan tindakan Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ini. Dia berkata kepada Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, “Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah, Anda lebih berhak memegang kekuasaan dari pada Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Sang Amirul Mukminin.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pada suatu hari Abu Musa al-Asy’ari &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; 
menghukum seorang tentara dari kelompok pasukan Irak, lalu dia mencukur 
rambut tentara tersebut. Si tentara menganggap bahwa hukuman ini tidak 
adil. Lantas dia mengumpulkan potongan rambutnya di tempat duduk Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; dan berkata, “Seperti inilah anak buahmu memperlakukan kami.” Lalu wajah Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 bersinar cerah, dia berkata, “Sungguh, saya lebih menyukai jika semua 
orang mempunyai keberanian seperti laki-laki daripada semua daerah yang 
berhasil saya bebaskan. Mereka itu adalah umat kami dan hal tersebut 
adalah warisan kami. Tidak ada kemuliaan bagimu hai tuan kami.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Suatu ketika Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; sedang berjalan di 
malam hari. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil-manggil nama 
Nashr bin Hajjaj. Dia ingin minum arak dan bertemu Nashr. Dia berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Apakah ada jalan menuju arak agar saya dapat meminumnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Atau apakah ada jalan menuju Nashr bin Hajjaj&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Lalu Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; mengirim surat kepadanya. 
Ternyata Nashr bin Hajjaj ialah orang yang paling pintar membuat syair 
dan paling tampan, kemudian Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; memerinahkan agar rambutnya dipendekkan. Dia pun memendekkan rambutnya. Maka, dia semakin tampan. Lantas Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 memerintahkan agar dia memakai surban. Di pun memakai surban. Maka, 
surban tersebut menambah ketampanananya dan hiasannya. Lalu umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata, “Tidak akan tenang bersamaku seorang laki-laki yang dipanggil-panggil oleh perempuan.” Kemudian Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;
 memberinya harta yang banyak dan dia mengutusnya ke Bashrah agar dia 
melakukan perdagangan yang dapat menyibukkan dirinya dari memikirkan 
perempuan dan menyibukkan perempuan dari dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Amr bin Al-Ash &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; ialah seorang gubernur 
Mesir. Putranya melatih kuda untuk persiapan balapan. Suatu ketika 
sebagian penduduk Mesir menantangnya balapan kuda. Lantas terdapat 
perselisihan di antara keduanya tentang milik siapakah kuda yang menang 
balapan. Putra gubernur marah, lalu dia memukul orang Mesir tersebut 
seraya berkata, “Apakah kamu berani melangkahi putra orang-orang 
terhormat?” Maka, orang Mesir itu pun tidak terima, lantas dia 
mengajukan gugatan kepada Amirul Mukminin, Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;. Selanjutnya Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; memanggil gubernur Mesir (Amr bin Al-Ash &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;)
 beserta putranya. Beliau juga memanggil orang Mesir tersebut, 
mengumpulkan orang-orang dan memerintahkan orang Mesir tersebut agar 
memukul pihak lawannya dengan mengucapkan, “Pukullah anak-anak 
orang-orang terhormat.” Kemudian Umar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; juga 
memerintahkan kepadanya agar memukul gubernur, karena putranya tidak 
akan berani memukul orang kecuali karena kekuasaannya. Beliau membentak 
Amr bin Al-Ash &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; dengan berkata kepadanya, 
“Sejak kapan kalian memperbudak manusia padahal mereka dilahirkan oleh 
ibu mereka dalam keadaan merdeka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar bin al-Khaththab &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; adalah orang yang selalu menangis lantaran takut kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 hingga engkau melihat pada wajah dua garis hitam saking banyaknya air 
mata yang menets. Beliau adalah orang yang sangat takut kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.
 Di samping itu beliau berkata, “Seandainya aja ibuku tidak pernah 
melahirkanku. Seandainya saja saya adalah sehelai rambut pada jasad Abu 
Bakar &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.” Dia pernah mengatakan, “Seandainya 
ada yang mengumandangkan bahwa semua manusia masuk surga kecuali satu 
orang, pastilah saya khawatir kalau satu orang tersebut adalah diriku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: www.kisahmuslim.com&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Khalid bin Walid ‘Pedang Allah’ yang Tak Terkalahkan (bag. 3 – Selesai)</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang-tak_6127.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Aug 2013 05:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-6619323707331390267</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Pembebasan Irak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; mengaruniakan kemenangan 
pada kaum muslimin dalam memerangi orang-orang murtad dan orang yang 
enggan membayar zakat, Abu Bakar ash-Shiddiq menyadari bahwa bahaya 
besar yang selalu mengancam daulah Islam yang berada di perbatasan 
wilayah muslimin, yaitu Persia di Irak dan Romawi di daerah Syam. Oleh 
karena itu, ash-Shiddiq segera memerintahkan &lt;i&gt;saifullah&lt;/i&gt; Khalid bin Walid untuk berangkat bersama pasukannya menuju Irak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sang pejuang Islam pun berangkat ke Irak. Ia mulai dengan operasi 
mengirim surat kepada seluruh gubernur bawahan Kisra dan wakil-wakilnya 
di berbagai kota dan pelosok daerah Irak. Ia ajak mereka kepada Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; dan masuk ke dalam Islam. Jika tidak mau, mereka mesti membayar jizyah atau pilihan terakhir yaitu perang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mata-mata yang disebarkannya di berbagai tempat melaporkan tentang 
jumlah pasukan yang sangat banyak yang telah disiapkan oleh 
pemimpin-pemimpin Persia di Irak. ‘Pedang Allah yang terhunus’ tidak 
menyia-nyiakan waktunya. Ia segera mempersiapkan pasukannya untuk 
menghancurkan kebatilan dan seolah-olah bumi dilipatkan untuknya secara 
sangat menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dari pertempuran Dzat as-Salasil dan terbunuhnya Hurmuz – eorang 
panglima pasukan perisa– di tangan Khalid bin Walid menuju pertempuran 
al-Madzar, lalu pertempuran al-Walijah, pertempuran Ullais, pertempuran 
Umighyasyiyya, kemudian penaklukan al-Hirah –ibu kota Persia di Irak– 
lalu pertempuran al-Anbar, pertempuran Ain at-Tamar, lalu menaklukkan 
Daumat Jandal di mana rajanya melanggar perjanjian yang telah disepakati
 bersama Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, kemudian pertempuran Khanafis, pertempuran al-Hashid, pertempuran al-Mudhayyah, dan pertempuran al-Firadh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setiap s&lt;i&gt;aifullah&lt;/i&gt;&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; Khalid bin Walid, meraih satu 
kemenangan yang membanggakan seluruh kaum muslimin, ia segera disambut 
oleh kemenangan lain yang lebih besar dan lebih hebat. Belum sempat 
Persia bangun dari sebuah kekalahan telak, mereka kembali menderita 
kekalahan yang jauh lebih telak dan menyakitkan di hadapan pahlawan 
Islam yang tak terkalahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid mengirim kabar gembria dan seperlima dari harta 
rampasan perang kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Ash-Shiddiq sangat gembira
 mendapat kabar tersebut. Lalu ia berkhotbah di depan para sahabat 
sambil memuji dan mengakui kejeniusan Khalid bin Walid dalam strategi 
perang yang luar biasa, dan ash-Shiddiq lebih tahu dengan tokoh-tokoh 
yang telah ditunjuknya. Ia berkata, “Wahai sekalian kaum Quraisy, 
sesungguhnya ‘singa’ kalian telah mengalahkan singa yang sesungguhnya, 
lalu ia merobek-robek dagingnya. Tak akan ada lagi wanita yang mampu 
melahirkan sosok seperti Khalid bin Walid.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Petualangan yang Berbahaya&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid menjadikan Hirah sebagai markas (pangkalan militer) 
utama di Irak. Dari sana ia mulai bergerak jika ingin terjun ke sebuah 
peperangan dan ke sana ia akan kembali jika situasi sudah tenang. 
Setelah selesai dari pertempuran Firadh dan daerah-daerah perbatasan 
Syam sudah ditaklukkan, ia menginstruksikan pasukannya untuk kembali ke 
Hirah. Ia memerintahkan Ashim bin Amru untuk mengomandokan barisan depan
 pasukan dan Syajarah Ibnul A’azz untuk mengomandokan barisan bagian 
belakang. Khalid sendiri berjalan di bagian belakang pasukan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pasukan mulai bergerak dengan membawa segala peralatan dan perangkat 
perang yang berat-berat. Di sini Khalid melakukan sebuah petualangan 
yang sangat berbahaya. Dengan beberapa orang-orang dekatnya ia pergi ke 
Masjid Haram untuk melaksanakan ibadah haji. Ia pergi ke Mekah dengan 
melewati jalan yang belum pernah ditempuh sebelumnya. Ia melewati padang
 pasir yang sangat sulit dan melalui jalan yang sangat berbahaya. 
Akhirnya ia sampai di Mekah dan berhasil melaksanakan ibadah haji tahun 
itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah itu ia segera kembali ke dalam barisan pasukan (bagian 
belakang) sebelum mereka sampai di Hirah. Tak ada yang menyadari 
petualangan dan ibadah haji yang dilakukan oleh Khalid selain beberapa 
orang yang ikut bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Menaklukkan Wilayah-Wilayah Romawi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Abu bakar ash-Shiddiq menyiapkan pasukan yang sangat banyak untuk 
menaklukkan Romawi. Ia telah memilih sahabat-sahabat terbaik untuk 
memimpin pasukan-pasukan tersebut. Di antaranya adalah Abu Ubaidah ibnul
 Jarrah &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Amru bin Ash &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, Yazid bin Abu Sufyan &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, dan Syuhrabil bin Hasanah &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika berita tentang pasukan kaum muslimin sampai ke telinga 
Heraklius, pengauasa Romawi, ia menyarankan kepada para menteri dan 
panglima-panglimanya untuk berdamai dengan kaum muslimin dan tidak 
berperang. Tapi, para menteri dan panglimanya tidak mau menerima saran 
itu. Mereka bersikeras untuk tetap berperang. Mereka lalu menghimpun 
pasukan yang jumlahnya mencapai 240.000 prajurit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pasukan Romawi berhenti di sebuah lemah dan berkemah di pinggir 
lembah tersebut. Mereka menjadikan lembah itu sebagai parit yang 
membatasi mereka dengan kaum muslimin. Akhirnya kaum muslimin mengepung 
mereka selama tiga bulan. Kedua pasukan sama-sama tidak bisa saling 
menyerang. Ketika pengepungan tersebut cukup lama dan cukup berat bagi 
kaum muslimin, mereka mengirim surat kepada Khalifah untuk mengabarkan 
jumlah pasukan Romawi yang sangat banyak dan meminta bantuan pada 
Khalifah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah ash-Shiddiq membaca surat dari para komandan tersebut, segera
 terlintas dalam pikirannya nama seorang pembungkam kaum murtad, 
penakluk Irak dan membersihkannya dari Persia, pedang Allah yang selalu 
terhunus, dan pahlawan yang tak terkalahkan, yaitu Khalid bin Walid &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.
 Wajah Khalifah segera bersinar. Ia berkata dalam hati, “Khalid yang 
cocok untuk tugas ini. Demi Allah, aku akan membuat bangsa Romawi 
melupakan bisikan-bisikan setan dengan kedatangan Khalid bin Walid.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ash-Shiddiq menulis surat kepada Khalid bin Walid. Dalam surat itu ia
 menyayangkan petualangan Khalid yang berbahaya tapi sekaligus memberi 
selamat atas kemenangannya. Khalifah juga mengingatkan dan memberinya 
nasihat lalu memotivasinya untuk membantu saudara-saudaranya para 
komandan perang di Syam dan menyempurnakan nikmat Allah terhadapnya 
dengan menaklukkan Syam sebagaimana ia telah menaklukkan Irak, serta 
dengan menghancurkan kekuatan Romawi sebagaimana ia telah menghancurkan 
kekuatan Persia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalifah menulis kepadanya, “Berangkatlah sampai engkau berjumpa 
dengan pasukan kaum muslimin di Yarmuk karena sesungguhnya mereka 
sekarang dalam keadaan sedih dan gelisah. Tapi jangan lakukan lagi apa 
yang telah engkau lakukan karena sesungguhnya –dengan pertolongan Allah–
 tak seorang pun yang dapat membuat pasukan gelisah seperti halnya 
dirimu dan tak seorang pun yang dapat menghilangkan kecemasan dari 
pasukan selain dirimu. Semoga niat yang baik dan kemenangan selalu 
menyertaimu, wahai Abu Sulaiman. Maka, sempurnakanlah (perjuangan) dan 
semoga Allah menyempurnakan (nikmat-Nya) untukmu. Jangan sampai 
kesombongan merasuki dirimu yang akan membuatmu merugi dan hina. &lt;b&gt;Jauhi dirimu dari menyebut-nyebut amal&lt;/b&gt; karena hanya Allah yang berhak menyebut-nyebut karunia-Nya dan Dia-lah yang berhak memberi balasan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalifah melanjutkan, “Berangkatlah sampai engkau tiba di Syam. Di 
sana engkau akan bertemu Abu Ubaidah ibnul Jarrah bersama pasukannya. 
Apabila engkau berjumpa dengan mereka maka engkaulah yang memimpin 
seluruh pasukan. Wassalamu alaikum warahmatullah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Iman dan Etika yang Mulia&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid menaati perintah Abu Bakar ash-Shiddiq. Ia amanahkan
 wilayah Irak kepada Mutsanna bin Haritsah. Bersama pasukannya. Ia 
bergerak menuju posisi pasukan muslimin di wilayah Syam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebelumnya, ia telah mengobarkan semangat dan mengokohkan iman 
seluruh pasukannya. Ia berkata, “Jangan sampai semangat juang kalian 
berbeda dan jangan sampai keyakinan kalian lemah. Ketahuilah bahwa 
sesungguhnya pertolongan itu datang sesuai dengan niat yang terhunjam 
dan pahala akan diberikan sesuai dengan tingkat keikhlasan. Sesungguhnya
 seorang muslim tidak sepantasnya membanggakan sesuatu yang ia lakukan 
karena itu semua atas pertolongan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kata-kata itu telah memberikan pengaruh yang besar dalam jiwa kaum 
muslimin sebagaimana yang diharapkan oleh Khalid bin Walid. Dengan 
semangat luar biasa mereka melintasi padang pasir yang sangat gersang. 
Khalid sendiri semakin bertambah keyakinan dan semangatnya saat 
menyaksikan semangat pasukannya dalam berkorban.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ia berpikir tentang kondisi kaum muslimin yang sedang terdesak oleh 
pasukan Romawi yang berjumlah lebih besar dan memilki persenjataan yang 
lebih lengkap. Ia juga berpikir tentang Amin al-Ummah (orang kepercayaan
 umat), Abu Ubaidah ibnul Jarrah, yang sedang memimpin pasukan Islam di 
sana. Khalid berpendapat untuk memberi tahu mereka tentang datangnya 
bantuan yang akan memberikan ketenangan dan kedamaian di dalam jiwa 
pasukan muslimin yang berada di Syam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ia juga berpikir –setelah Khalifah mengamanahkan kepadanya komando 
umum pasukan dan mengutusnya untuk membawahi komandan-komandan pasukan 
di Syam– untuk menyampaikan kepada Abu Ubaidah bahwa ia sangat menyadari
 dan mengakui posisi dan derajatnya di tengah-tengah kaum muslimin. Maka
 Khalid mengirim dua pucuk surat, satunya ia kirim untuk seluruh pasukan
 kaum muslimin di Syam yang berbunyi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Amma ba’du, sesungguhnya surat Khalifah telah sampai kepadaku dan 
menyuruhku untuk bergerak menuju kalian dan aku sudah siaga serta akan 
segera sampai. Jika sudah kalian tangkap bayang-bayang kudaku, maka 
bergembiralah untuk menyempurnakan janji Allah dan pahala yang besar 
dari sisi-Nya. Semoga Allah menjaga kita semua dengan keyakinan yang 
kuat dan membalasi kita dengan pahala mujahid terbaik.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Surat kedua ia kirim langsung secara khusus pada Abu Ubaidah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Amma ba’du, sesungguhnya aku berdoa kepada Allah untuk menurunkan 
kepada kita rasa aman di hari penuh kecemasan dan terpelihara dari 
segala yang buruk di dunia ini. Surat Khalifah telah datang kepadaku 
yang berisi perintah agar aku segera bergerak menuju Syam dan 
mengomandokan seluruh pasukan. Demi Allah, aku tak pernah meminta hal 
itu dan tidak pula aku menginginkannya ketika aku diserahkan amanah 
tersebut. Maka tetaplah engkau pada posisimu saat ini, kami tidak akan 
melanggar perintahmu atau menyalahimu dan kami tidak akan memutuskan 
sesuatu tanpa konsultasi denganmu karena engkaulah pemimpin kaum 
muslimin. Kami tidak akan memungkiri kemuliaan dan kelebihanmu dan kami 
tidak akan mengabaikan pendapatmu. Semoga Allah menyempurnakan niat kita
 semua dengan lebih baik dan memelihara kita dari terjerumus ke dalam 
neraka. Wassalamu alaikum warahmatullah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah Abu Ubaidah ibnul Jarrah membaca surat dari Khalid ia 
berkata, “Semoga Allah memberkahi pendapat dan keputusan Khalifah dan 
semoga Allah memuliakan Khalid.” Kemudian ia melanjutkan, “Aku pernah 
mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;‘&lt;i&gt;Khalid adalah pedang di antara pedang-pedang Allah. Ia adalah pemuda terbaik dalam sebuah keluarga&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Pertempuran Yarmuk&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Seluruh pasukan muslimin berkumpul setelah komando dipegang oleh Khalid bin Walid &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.
 Kemudian ia berpidato di depan mereka, “Sesungguhnya ini adalah satu 
hari di antara hari-hari Allah, tidak sepantasnya ada kesombongan dan 
kezaliman. Ikhlaskan niat jihad kalian dan tujuan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 dengan amal kalian!” Setelah itu, sang pahlawan yang tak terkalahkan 
ini memegang tali kekang kudanya lalu mengangkat panji tinggi-tinggi 
seraya menyerukan pekikan jihad, “Allahu akbar! Bertiuplah angin surga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Peperangan berlangsung dengan sangat sengitnya. Tak ada bandingnya. 
Pasukan Romawi terjun berpeleton-peleton bagaikan gunung. Mereka 
menghadapi perlawanan dari kaum muslimin yang tidak mereka duga-duga 
sebelumnya. Pasukan muslimin memperlihatkan potret perjuangan dan 
pengorbanan yang sangat mencengangkan dari prajurit-prajurit yang berani
 mengorbankan jiwa mereka dan juga dari kekokohan semangat mereka. 
Pertempuran Yarmuk telah menjadi arena yang jarang ditemukan bagi para 
fida’iy (prajurit yang berani mati syahid).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kejeniusan Khalid telah mencengangkan pemimpin dan komandan-komandan 
pasukan Romawi. Hal itu membuat salah seorang di antara mereka bernama 
Jurjah/George mengundang Khalid pada salah satu masa istirahat perang. 
Ketika keduanya sudah bertemu, komandan pasukan Romawi itu bertanya 
kepada Khalid, “Wahai Khalid, jawablah dengan jujur dan jangan berbohong
 karena seorang yang merdeka tidak akan berbohong dan jangan pula engkau
 tipu aku karena seorang yang mulia tidak akan menipu orang yang 
berharap secara baik-baik. Demi Allah, apakah Allah pernah menurunkan 
sebuah pedang dari langit kepada Nabi-Nya lalu diberikannya kepadamu 
sehingga setiap kali engkau hunuskan pada suatu kaum engkau pasti bisa 
mengalahkannya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid menjawab, “Tidak.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Kalau demikian, kenapa engkau dijuluki pedang Allah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Sesungguhnya Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; telah mengutus 
Nabi-Nya pada kami lalu ia menyeru kami, tapi kami lari dan menjauh 
darinya. Kemudian sebagian dari kami memercayai dan mengikutinya dan 
sebagian lagi menjauh dan mendustakannya. Mulanya aku termasuk yang 
mendustakan, menjauh, bahkan memeranginya. Lalu Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; melembutkan hati kami dan memberi kami petunjuk sehingga kami mengikutinya. Kemudian beliau bersabda, ‘&lt;i&gt;Engkau adalah pedang di antara pedang-pedang Allah yang Dia hunuskan kepada kaum musyrikin&lt;/i&gt;’.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Engkau telah jujur,” kata komandan Romawi itu. Lalu ia melanjutkan, “Wahai Khalid, beritahukanku, kepada apa kalian mengajak?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid menjawab, “Kepada syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan 
Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya serta membenarkan segala hal yang 
dibawanya dari sisi Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Komandan Romawi itu mulai mendekati Khalid. Ia berkata, “Ajarkan aku Islam.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Akhirnya Jurjah/George masuk Islam. Kemudian ia berwudhu dan shalat 
dua rakaat karena Allah. Hanya itu shalat yang sempat ia kerjakan. Tak 
berapa lama setelah itu, kedua pasukan kembali memulai peperangan. 
Jurjah, sang komandan Romawi itu, berperang mati-matian di barisan kaum 
muslimin untuk mengejar syahadah sampai akhirnya ia memperolehnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Perang berakhir dengan sangat hebat. Kaum muslimin di bawah komando 
Khalid bin Walid telah berhasil merebut kemenangan dari taring-taring 
Romawi dengan sangat mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid menyerahkan kembali kepemimpinan kepada Amin al-Ummah, Abu 
Ubaidah ibnul Jarrah, setelah wafatnya Abu Bakar ash-Shiddiq dan naiknya
 Umar ibnul Khaththab sebagai Khalifah baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid tetap menjadi seorang tentara yang jenius dan legendaris. 
Keikhlasannya tidak kurang dan semangatnya tak pernah melemah. Ia tak 
pernah kekurangan ide-ide hebat karena ia adalah pedang Allah dan 
seorang pejuang Islam sejati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Wafatnya sang Pahlawan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sekarang tibalah saatnya sang pahlawan untuk istrirahat. Bumi tak 
pernah menyaksikan sosok sepertinya yang membuat seorang ‘musuh’ tak 
bisa tenang. Tibalah saatnya bagi tubuhnya yang letih untuk 
beristirahat. Dialah yang disifati oleh sahabat dan musuhnya sebagai 
‘seseorang yang tidak pernah tidur dan tidak membiarkan orang lain 
tidur.’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tapi baginya, andaikan disuruh memilih tentu ia akan memilih agar 
usianya dipanjangkan oleh Allah beberapa tahun lagi untuk meneruskan 
perjuangan menghancurkan benteng-benteng kekafiran dan kemusyrikan serta
 melanjutkan amal dan jihad di jalan Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di saat ajal akan menjemput Khalid bin Walid, ia menangis dengan 
pilu. Adalah sebuah tragedi baginya ketika hidupnya berakhir di atas 
kasur sementara ia telah menghabiskan usianya di atas punggung kuda dan 
di bawah kilatan pedang untuk berperang bersama Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,
 membungkam pelaku-pelaku kemurtadan dan meratakan singgasana Persia di 
Irak dan Romawi di Syam dengan tanah. Ia berkata, “Aku telah merasakan 
ini dan itu di medan perang dan seluruh bagian dari tubuhku terdapat 
bekas pukulan pedang, lemparan panah, atau tusukan tombak. Tapi sekarang
 aku akan mati di atas kasur seperti matinya seekor unta. Tidak akan 
pernah tidur mata orang-orang pengecut.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kemudian ia berkata lagi, “Aku telah mengejar kematian di tempatnya 
tapi aku tidak ditakdirkan untuk mati kecuali di atas kasurku. Tak ada 
satu amal pun yang lebih aku harapkan setelah kalimat &lt;i&gt;lailaha illallah&lt;/i&gt;
 selain satu malam yang aku lalui dalam keadaan siaga sementara langit 
mengguyurkan hujannya sampai pagi. Kemudian pada pagi harinya kami 
melancarkan serangan terhadap kaum kafir.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid sangat mencintai jihad fi sabilillah. Ia pernah 
berkata, “Aku tidak tahu dari hari yang mana aku hendak lari; apakah 
dari hari yang Allah berkehendak untuk menghadiahkan syahadah kepadaku 
ataukah dari hari yang Allah berkehendak untuk menghadiahkan kemuliaan 
kepadaku (dengan kemenangan yang gemilang)?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika Abu Darda &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; datang menjenguknya di 
akhir-akhir kehidupannya, ia berwasiat kepada Abu Darda, “Sesungguhnya 
kuda dan senjataku sudah aku infakkan untuk digunakan demi jihad fi 
sabilillah, sementara rumahku di Madinah untuk disedekahkan dan aku 
sudah meminta Umar ibnul Khaththab sebagai saksinya. Dialah sebaik-baik 
penolong terhadap Islam dan aku sudah limpahkan wasiat dan 
pelaksanaannya kepada Umar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika hal itu sampai kepada Umar ibnul Khaththab &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, “Semoga Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 merahmati Abu Sulaiman. Apa yang di sisi Allah lebih baik baginya dari 
apa yang ada padanya. Ia telah wafat dalam keadaan bahagia dan hidup 
dalam keadaan terpuji. Akan tetapi aku lihat masa tidak akan berhenti.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Umar ibnul Khaththab ikut mengantar jenazahnya. Ibu Khalid bin Walid 
mendendangkan beberapa bait syair yang berisi kelebihan-kelebihan 
Khalid. Ia berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Engkau lebih baik dari sejuta kaum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ketika para tokoh banyak tersalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pemberani? Engkau lebih berani dari singa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Laki-laki kuat mempertahankan diri dari anak-anak singa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dermawan? Engkau lebih dermawan dari hujan yang mengguyur menggenangi lembah-lembah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mendengar itu Umar ibnul Khaththab berkata, “Demi Allah, engkau benar. Sesungguhnya ia memang demikian adanya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Selesai&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://kisahmuslim.com &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Khalid bin Walid ‘Pedang Allah’ yang Tak Terkalahkan (bag. 2)</title><link>http://islamiyah-al.blogspot.com/2013/08/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang-tak_18.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 18 Aug 2013 05:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4313470627736100681.post-3721880506087147744</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Perang Mu’tah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; mengirim sebuah 
pasukan yang berjumlah sebanyak 3000 prajurit ke daerah Mu’tah untuk 
membalas dendam terhadap kematian Harits bin Umair al-Azdi &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt; yang diutus oleh rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; untuk membawa suratnya kepada Raja Bushra guna menyerunya masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; memilih Zaid bin Haritsah untuk memimpin komando pasukan. Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berpesan kepada mereka,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Zaid bin Haritsah yang akan menjadi komandan. Jika ia terbunuh maka 
komando pasukan diambil oleh Ja’far bin Abu Thalib. Jika Ja’far juga 
terbunuh maka pimpinan diambil oleh Abdullah bin Rawahah. Jika Abdullah 
bin Rawahah juga terbunuh maka silakan kaum muslimin memilih di antara 
yang mereka ridhai untuk menjadi pimpinan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Berita tentang bergeraknya pasukan muslimin sampai ke telinga musuh. 
Heraklius, penguasa Romawi, segera mengumpulkan pasukan yang berjumlah 
lebih dari 100.000 prajurit untuk mempertahankan wilayah Ghasasinah. 
Turut bergabung ke dalam pasukan tersebut 100.000 orang dari Arab Badui 
yang musyrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kadua pasukan bertemu di daerah Mu’tah. Peperangan sengit pun mulai 
berkecamuk. Sebanyak 3.000 orang menghadapi serangan 200.000 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kaum muslimin terjun ke dalam peperangan yang tak seimbang itu tanpa 
rasa gentar. Kaum muslimin tidak berperang dengan mengandalkan jumlah, 
kekuatan, atau banyak pasukan. Mereka berperang dengan agama yang Allah 
telah muliakan mereka dengannya. Mereka menyongsong pintu-pintu syahadah
 dengan penuh suka cita dan keberanian yang menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt; memberi tahu Rasul-Nya semua hal yang terjadi pada para sahabat. Beliau naik ke mimbar. Setelah memuji dan menyanjung Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;, beliau bersabda kepada para sahabat yang hadir,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah berhadapan dengan 
musuh. Pertama kali panji dipegang oleh Zaid bin Haritsah. Ia berperang 
dengan gagah berani sampai akhirnya syahid. Kemudian panji diambil oleh 
Ja’far bin Abu Thalib. Ia berperang sampai akhirnya juga syahid. Setelah
 itu panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah. Lalu ia berperang sampai 
akhirnya jatuh syahid. Terakhir, panji diambil oleh pedang di antara 
pedang-pedang Allah; Khalid bin Walid, maka Allah menenangkan kaum 
muslimin di bawah komandonya.&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah syahidnya tiga orang komandan kaum muslimin tersebut, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menengadahkan wajahnya dan berdoa,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Ya Allah, dia adalah pedang di antara pedang-pedang-Mu maka menangkanlah ia&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sejak hari itu Khalid bin Walid dijuluki dengan &lt;i&gt;saifullah&lt;/i&gt; (pedang Allah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Kejeniusan Khalid bin Walid&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kejeniusan &lt;b&gt;Khalid bin Walid&lt;/b&gt; secara militer tampak 
sangat jelas di Perang Mu’tah. Setelah gugurnya tiga orang komandan 
sebelumnya, mulanya panji diambil oleh Tsabit bin Aqram &lt;i&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/i&gt;.
 Panji itu dipegangnya dengan tangan kanannya dan diangkatnya 
tinggi-tinggi di tengah-tengah pasukan muslimin agar barisan kaum 
muslimin tidak kocar-kacir. Belum beberapa saat Tsabit bin Aqram 
memegang panji itu, ia segera berlari menuju Khalid bin Walid dan 
berkata kepadanya, “Ambillah panji ini, wahai Abu Sulaiman.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dengan penuh adab dan rendah hati Khalid berkata, “Tidak… tidak… aku 
tak akan memegang panji itu. Engkau yang lebih berhak memegangnya karena
 engkau lebih tua dan ikut dalam Perang Badar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tsabit bin Aqram berkata, “Ambillah, karena engkau yang lebih 
berpengalaman dariku dalam berperang. Demi Allah, aku tidak mengambil 
panji ini kecuali untuk menyerahkannya kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kemudian Tsabit bin Aqram berteriak kepada seluruh pasukan, “Apakah kalian ridha dengan kepemimpinan Khalid?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mereka serentak menjawab, “Ya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid segera mengambil panji dengan tangan kanannya dan membawanya 
ke depan barisan. Ia berperang dengan sangat berani. Tidak pernah 
terlihat orang seberani dirinya. Sampai ada sembilan pedangnya patah di 
tangan dan tidak ada satu pun yang tidak terkena luka kecuali bagian 
kanannya. Dengan pasukan yang terbatas itu, sepanjang siang di hari 
pertama peperangan ia berhasil bertahan di hadapan lautan pasukan Romawi
 yang sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid merasa perlu untuk melakukan semacam tipu muslihat 
perang guna menimbulkan rasa takut dan gentar di hati pasukan Romawi dan
 kaum musyrikin lainnya. Sehingga, ia bisa pulang bersama pasukan 
muslimin tanpa dikejar oleh pasukan Romawi dan kaum musyrikin. Ia sangat
 menyadari bahwa untuk bisa lolos dari cengkeraman mereka sangatlah 
sulit. Seandainya pasukan muslimin teriihat lari, musuh akan mengejar. &lt;i&gt;Saifullah&lt;/i&gt;
 mulai memandangi medan perang yang luas itu dengan kedua matanya yang 
tajam seperti mata elang. Ia berpikir keras mencari cara melepaskan 
pasukan muslimin dari krisis yang ada di hadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di sini Khalid menampakkan kejeniusan, kemahiran, dan kecerdasannya 
dalam berinteraksi dengan kondisi yang sangat sulit. Pada pagi hari 
kedua, Khalid mengubah posisi pasukan dan menyusun strategi dari awal. 
Pasukan yang semula di barisan depan diletakkannya di barisan belakang 
dan pasukan di sayap kanan ditempatkannya di sayap kiri, dan begitu juga
 sebaliknya. Ketika pasukan musuh melihat hal itu, mereka seakan tak 
mengenali pasukan ‘baru’ ini. Mereka berkata sesamanya, “Bantuan telah 
datang pada mereka.” Akhirnya mereka mulai merasa gentar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah kedua pasukan bertemu dan saling menguji kekuatan lawan 
beberapa saat, Khalid mulai mundur bersama beberapa pasukan sedikit demi
 sedikit dengan tetap menjaga komposisi barisan pasukan. Pasukan Romawi 
dan kaum musyrikin tidak berani mengikuti kaum muslimin karena mereka 
mengira bahwa kaum muslimin sedang menipu mereka dan berusaha melakukan 
muslihat untuk menjebak mereka ke padang pasir tak bertepi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Begitulah. Akhirnya pasukan musuh kembali ke negeri mereka dan tidak 
berpikir untuk mengejar pasukan muslimin. Di bawah komando Khalid bin 
Walid kaum muslimin berhasil meninggalkan medan perang dalam keadaan 
selamat sampai kembali ke Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Memimpin Sariyyah ke Ukaidir Daumat Jandal&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Pada bulan Rajab tahun 9 Hijriah Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 mengirim Khalid bin Walid memimpin 420 prajurit menemui Ukaidir bin 
Abdul Malik dari suku Kindah (sebuah suku di Yaman). Ia adalah seorang 
Raja Nasrani di daerah Daumat Jandal. Sebelum bergerak, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 telah memberi berita baik kepada Khalid bahwa ia akan menyerang si Raja
 yang dalam keadaan lengah dan Khalid akan bisa menangkapnya. Rasulullah
 &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya engkau akan mendapatinya sedang memburu sapi&lt;/i&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid berangkat memimpin sariyah-nya menuju Daumat Jandal sampai ia 
tiba di perbatasan daerah itu. Ia sudah bisa melihat dengan jelas 
keadaan di dalam daerah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ukaidir bin Abdul Malik adalah seseorang yang sangat gemar berburu 
sapi. Pada malam itu, ketika ia berada di beranda istannya bersama 
istrinya, tiba-tiba ada beberapa ekor sapi yang mendorong pintu benteng 
dengan tanduknya. Istrinya memandang dari atas pintu benteng dan 
menyaksikan ulah sapi-sapi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Dengan penuh heran, istrinya bertanya, “Apakah engkau pernah melihat hal seperti ini sebelumnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ukaidir bin Abdul Malik menjawab, “Belum, demi Tuhan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Lalu siapa yang membiarkan sapi-sapi tersebut lepas?” tanya istrinya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;“Tak ada seorang pun,” jawab Ukaidir,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ukaidir bin Abdul Malik memerintahkan pembantunya untuk menyiapkan 
kudanya. Kemudian ia bersama beberapa orang keluarganya –termasuk 
saudara Hassan- keluar untuk memburu sapi-sapi itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid memanfaatkan kesempatan tersebut. Ia segera mengejar
 mereka. Akhirnya ia dapat menawan Ukaidir bin Abdul Malik. Sementara 
saudaranya Hassan tewas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Ukaidir bin Malik mengenakan jubah dari sutra yang ditenun dengan 
emas. Para sahabat sangat takjub melihat jubah tersebut. Akan tetapi 
Khalid adalah seseorang yang tidak tertarik pada kesenangan dan 
perhiasan duniawi. Sedikit pun ia tidak bergerak untuk menyimpan jubah 
mewah tersebut. Ia bahkan langsung mengirim jubah itu ke Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; sebelum ia sampai ke Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah Khalid bin Walid datang membawa Ukaidir bin Abdul Malik menghadap Rasulullah, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 menjamin keselamatannya dan mengadakan perjanjian damai dengannya, 
dengan syarat ia mesti membayar jizyah. Kemudian Rasulullah 
membebaskannya dan membiarkannya kembali ke daerahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Memerangi Orang-Orang Murtad&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah berpulang ke haribaan Tuhannya setelah Allah &lt;i&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/i&gt;
 menenteramkan jiwanya, menyempurnakan nikmat-Nya terhadap 
hamba-hamba-Nya, dan menyempurnakan agama yang telah Dia ridhai sebagai 
konsep hidup untuk seluruh makhluk-Nya. Akan tetapi, manusia terbagi 
dalam beberapa golongan: ada mukmin yang berkeyakinan sempurna, ada 
mukmin yang imannya masih mudah goyah, ada yang kafir selalu menentang, 
dan ada munafik yang terbukti kemunafikannya – pagi bersama golongan ini
 tapi sore bersama golongan yang lain. Musibah besar itu datang secara 
tiba-tiba kepada kaum muslimin dengan wafatnya Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Seperti angin kencang, berita yang sangat menyedihkan itu tersebar ke seluruh pelosok Jazirah Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di sini kemunafikan menampakkan wujudnya. Yahudi dan Nasrani pun 
mulai melihat-lihat peluang. Ahli kebohongan, baik laki-laki maupun 
perempuan mulai menyebarkan berita-berita dusta. Kelompok-kelompok kaum 
murtad dan orang-orang yang enggan membayar zakat mulai mempersiapkan 
diri untuk melancarkan konspirasi berbahaya, Abu Bakar menerima tanggung
 jawab kekhilafan. Ia bersikap sangat tegas dan menolak segala bentuk 
‘basa-basi’ menghadapi kaum munafik dan murtad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Abu Bakar ash-Shiddiq menyiapkan pasukan muslimin dan memimpin 
pasukan secara langsung menuju suku-suku yang murtad dari Bani Abs, Bani
 Murrah, dan Dzubyah. Ia menolak setiap usaha sahabat-sahabat terkemuka 
untuk menghalangi niatnya atau menyerahkan komando pasukan kepada 
sahabat yang lain sementara ia tetap tinggal di Madinah dalam kondisi 
yang sulit itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Perang pun berlangsung dengan sengit. Dengan karunia Allah dan 
keberanian Abu Bakar, kaum muslimin memperoleh kemenangan gemilang dalam
 perang tersebut. Belum berapa lama pasukan muslimin beristirahat di 
Madinah, Khalifah kembali memanggil mereka untuk bersiap menghadapi 
perang kedua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Berita tentang pemberontakan kaum murtad dari waktu ke waktu semakin 
mengkhawatirkan. Akhirnya ash-Shiddiq kembali berniat untuk memimpin 
pasukan kedua ini secara langsung. Para sahabat terkemuka sudah tidak 
bisa menahan diri lagi. Mereka telah sepakat agar Khalifah tetap berada 
di Madinah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Melihat kesepakatan para sahabat tersebut, khalifah akhirnya bersedia
 untuk tetap berada di Madinah. Kemudian ia menoleh pada Khalid bin 
Walid, sang pedang Allah, pahlawan Islam, panglima jenius, seseorang 
yang tak pernah absen dari berbagai peperangan dan sangat terlatih serta
 berpengalaman di arena jihad. Khalifah memanggilnya dan ia segera 
mengabulkan panggilan itu. Khalifah menyerahkan komando pasukan 
kepadanya dan ia taat menerima amanah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah itu Khalifah mengumumkan hal tersebut kepada seluruh pasukan.
 Ia berkata, “Berangkatlah dengan nama Allah dan diiringi 
keberkahan-Nya. Pemimpin kalian adalah Khalid bin Walid, maka dengarlah 
arahannya dan patuhlah kepadanya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Setelah itu Abu Bakar minta bicara empat mata dengan Khalid. Abu Bakar berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;
 bersabda, ‘Hamba Allah dan saudara suatu kaum yang paling baik adalah 
Khalid bin Walid. Khalid bin Walid adalah pedang di antara pedang-pedang
 Allah yang Allah hunuskan kepada kaum kafir dan munafikin’.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kemudian ia berwasiat kepada Khalid, “Wahai Khalid, engkau harus 
senantiasa bertakwa kepada Allah dan mengutamakan Allah dari apa saja, 
serta berjihad di jalan-Nya. Sebagaimana engkau lihat, aku telah 
mengangkatmu sebagai pemimpin terhadap kaum muhajirin dan Anshar yang 
termasuk ahli Badar (orang-orang yang ikut ambil bagian dalam Perang 
Badar).”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;
Perang Yamamah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid membawa pasukannya dari satu peperangan ke 
peperangan yang lain dan dari satu kemenangan pada kemenangan yang lain 
sampai pada peperangan yang sangat menentukan, yaitu Perang Yamamah. Di 
Yamamah, Bani Hanifah beserta suku-suku lain yang bergabung dengan 
mereka telah mempersiapkan pasukan murtad yang paling berbahaya yang 
dikomandoi oleh Musailamah al-Kadzdzab. Baru saja Musailamah mendengar 
bahwa Khalid bin Walid bersama pasukannya sedang menuju padanya, ia 
segera mempersiapkan barisan pasukannya dan menjadikannya benar-benar 
menjadi bahaya yang hakiki serta musuh yang menakutkan bagi muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Khalid bin Walid berhenti di daerah berpasir di perbatasan Yamamah. 
Musailamah datang dengan penuh congkak dan sombong. Jumlah pasukannya 
sangat banyak dan panjang seolah-olah barisan itu tak berujung. Khalid 
menyerahkan bendera dan panji pada masing-masing komando sayap pasukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kedua pasukan pun bertemu. Dimulailah peperangan yang sangat 
menegangkan. Berturut-turut syuhada muslimin berguguran. Khalid 
menyadari keunggulan musuh dari segi jumlah. Akan tetapi dengan 
pandangan yang dalam dan cerdas, ia menangkap satu titik kelemahan dalam
 pasukannya, yaitu kebanyakan mereka adalah Arab Badui yang baru masuk 
Islam. Kemudian Khalid menyeru, “Wahai kaum Anshar…” kaum Anshar datang 
kepadanya satu demi satu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Kemudian ia menyeru lagi, “Wahai kaum Muhajirin…” Kaum Muhajirin pun 
berkumpul di sekitarnya. Lalu ia ulang kembali formasi pasukannya di 
medan perang. Ia tempatkan pasukan dari Arab Badui di bagian belakang. 
Kemudian ia menyeru, “Jagalah jarak dari yang lain. Hari ini kita akan 
melihat ketangguhan masing-masing kelompok.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Mereka mengambil jarak satu sama lain. Kaum Muhajirin berada di bawah
 satu panji dan kaum Anshar juga berada di bawah satu panji. Dalam 
hitungan beberapa menit saja arah peperangan berubah. Sekarang pasukan 
Musailamah yang jatuh berguguran bagaikan laron yang berjatuhan. Arena 
perang dipenuhi jasad pasukan Musailamah sampai akhirnya ia sendiri 
binasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Bersambung insya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://kisahmuslim.com &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>