<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494</id><updated>2018-08-10T01:26:34.901-07:00</updated><category term="Headline"/><category term="Artikel"/><category term="Opini"/><category term="Makalah"/><category term="Filsafat"/><category term="biografi"/><category term="News"/><category term="Pendidikan"/><category term="Puisi"/><category term="Aktivitas-HMI"/><category term="Aktivitas-Mahasiswa"/><category term="Tips"/><category term="Opini."/><category term="Tugas"/><category term="Cerpen"/><category term="Puisi."/><category term="Tutorial"/><title type='text'>Universitas Alternatif</title><subtitle type='html'>tentang, Tugas terkait, Makalah terkait, jurnal terkait, filsafat tentang,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>suparman soleman</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-3160075966059602156</id><published>2018-07-16T22:09:00.000-07:00</published><updated>2018-07-16T22:11:19.002-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini."/><title type='text'>Treshold Siaran Oligarki Dalam Demokrasi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-94hJ8JoB9rg/W0150jTa-0I/AAAAAAAACQc/7eFzZ1uQAwoLUfv9ovdaJUBEJDP20-KDgCLcBGAs/s1600/20180717_130636.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;285&quot; data-original-width=&quot;456&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-94hJ8JoB9rg/W0150jTa-0I/AAAAAAAACQc/7eFzZ1uQAwoLUfv9ovdaJUBEJDP20-KDgCLcBGAs/s320/20180717_130636.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi pemain wayang (foto:google)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sistem Presidensial Treshold telah menyalakan tv untuk menayangkan kelakuan oligarki yang tumbuh ditengah tubuh demokrasi yang diperjuangkan dengan energi reformasi. Setelah penetapan sistem Treshold dengan ambang batas 20% dari total kursi DPR dan 25% total suara murni sebagaimana di implisitkan pada UU no Nomor 7 Tahun 2017 memaksa adanya koalisi diantara partai politik untuk memenuhi standard untuk mengusung pasangan calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di bulan agustus 2018 nanti.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ambang batas yang terlalu tinggi berimplikasi Parpol tidak bisa mengusung Pasangan Capres dan Cawapres secara bebas, dan untuk mengikuti kontestasi politik di 2019 memaksa Parpol untuk membangun koalisi. Konsekuensi dari lahirnya Treshold ini, seperti ada yang mengatur fluktuasi definisi kata &quot;Terbaik&quot; untuk terbentuk Paslon yang akan dipilih rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Parpol yang akan mengusung Paslon juga harus melewati laut diplomasi yang panjang diantara Parpol. Proses panjang itu lahir dari perbedaan ideologis politik, cara pandang serta kepentingan partai. Tak heran, jika akhir-akhir ini, wacana Pemilihan Presiden 2019 menjadi wacana hangat dimedia massa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Deklarasi dan arus dukungan serta lobi-lobi politik menjadi tayangan tanpa tepi di media, hal itu terjadi karena pertimbangan dan proses pencarian kesepakatan untuk membangun koalisi. Gerakan sejumlah figur penting juga terlihat, aktivitas politik para elit yang terus disorot media menjadi deskripsi adanya Oligarki di tubuh demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seolah energi rakyat dinegeri ini habis karena melihat aktivitas para elit politik dalam memainkan perannya. Terlebih energi Parpol yang tujuan awal untuk memperjuangankan hak-hak rakyat dalam menjalankan skema demokrasi terlihat buram karena perang interpretasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tarian All President&#39;s Men dan Oposisi&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masyarakat dipaksa belajar Optalmologi agar aman menyaksikan aktifitas oligarki ditubuh demokrasi. Oligarki yang seharusnya menjadi racun bagi demokrasi namun kini lahir dan mulai nampak. Tubuh demokrasi kita seperti tidak memiliki detoksifikasi, untuk mengalahkan racun Oligarki, sehingga bisa dikata demokrasi saat ini sedang sakit. Effek kesakitan itu melahirkan Sifat Anomali karena racun oligarki yang bertumbuh, menimbulkan enigma dari argumentasi yang terdengar untuk  membela rakyat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aktifitas elit Parpol dan figur-figur politisi yang selalu tersorot aktifitasnya tak lepas dari ingin mencapai koalisi yang proposional, terlihat saat ini adalah sejumlah Parpol telah merapat pada petahana untuk mengikuti puncak demokrasi yakni Pilpres 2019. Perang argumentasi untuk menjustifikasi selalu menjadi tayangan antara All President&#39;s Men dan Parpol Oposisi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perang argumentatif itu, seperti tarian Parpol yang dinikmati penonton atau rakyat di pagung politik Indonesia. Ilmu Pars pro toto&amp;nbsp;mengaktifkan stigma negatif pada politik bangsa. Keadaan itu sangat fundamental karena sulitnya membedakan argumentasi yang peyoratif dan keaslian kudus dalam membela hak-hak rakyat, atau argumen distorsi dan kebenaran, sehingga hanya terlihat seperti apologi yang di improvisasikan para wayang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Elit politik selalu memainkan wayang hingga terjadi kegemparan wacana ditengah masyarakat. Elit selalu menyembunyikan aktor utama tidak  ingin mengkomparasikan dengan lawannya untuk menunjukan kompeten dalam berdealitika secara intelektualitas untuk argumentasi yang mendasar tentang kebijakan yang diperlakukan. Fenomena ini seperti ada kepetingan kolektif yang dimainkan secara masif.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menentukan Pilihan, Atas Pilihan Rakyat&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pilihan masyarakat kini dibatasi oleh pilihan koalisi Parpol yang telah dibangun lewat diplomasi dengan  resultan proposional versi elit politik. Pilihan rakyat kini berada di atas pilihan mereka, cara memonopoli pasar politik sehingga kita minim pilihan untuk memilih yang sesuai dengan keinginan rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fenomena ini, menjadi bentuk memarginalisasi demokrasi yang dimana demokrasi yang junjung tingga founding father adalah musyawarah dan mufakat. Musyawarah yang disajikan dalam pemilihan umum saat ini disajikan sistem oligarki, sehingga definisi ideal Capres dan Cawapres hanya milik elit politik. Hakikat dalam pemilu saat ini seolah mendiskripsikan rakyat tidak cerdas dalam menentukan pilihan jika integeritas, elektabilitas, indikator-indikator lainnya selaku pemimpin yang layak untuk negeri ini hanya distandaridasikan oleh elit Parpol.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aroma hegemoni dalam Treshold sangat menyengat dan menghilangkan kebebasan rakyat dalam menentukan pilihannya. Menyatakan rakyat tidak pandai dalam memilih dan Paslon Presiden dan Wakil Presiden sehingga harus disiapkan Parpol sangat kontradiksi dengan tujuan pemerintah yang selalu ingin mencerdaskan bangsa. Jika memang, seperti itu, maka agar prinsip silogisme dalam logik berlaku harus ada pernyataan pemerintah telah gagal mencerdaskan bangsa. Jika logos tidak digunakan maka akan ada kelahiran ambiguitas dalam persepktif sehingga dogma bertumbuh, dan itu sudah diingatkan oleh Friedrich Nietzsche dengan berkata &quot;Keyakinan adalah musuh kebenaran yang lebih berbahaya daripada kebohongan&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Suparman Soleman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_180717_130711_060.sdoc--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/3160075966059602156/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/07/treshold-siaran-oligarki-dalam-demokrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3160075966059602156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3160075966059602156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/07/treshold-siaran-oligarki-dalam-demokrasi.html' title='Treshold Siaran Oligarki Dalam Demokrasi'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-94hJ8JoB9rg/W0150jTa-0I/AAAAAAAACQc/7eFzZ1uQAwoLUfv9ovdaJUBEJDP20-KDgCLcBGAs/s72-c/20180717_130636.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-3945176496274079628</id><published>2018-06-30T06:07:00.000-07:00</published><updated>2018-06-30T06:07:00.184-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-Mahasiswa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini."/><title type='text'>Negeri Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-FSKXBZwXb3U/WzeAD5Iz9QI/AAAAAAAAAD4/VlpkNcHAntQEIJJwGvyjWXhTfFVwrNZgQCLcBGAs/s1600/FB_IMG_1526439668571.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-FSKXBZwXb3U/WzeAD5Iz9QI/AAAAAAAAAD4/VlpkNcHAntQEIJJwGvyjWXhTfFVwrNZgQCLcBGAs/s400/FB_IMG_1526439668571.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Teringat kembali&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasa bahagia adalah reaksi manusia terhadap sebuah fenomena. Ditengah perlombaan yang mulai dipertontonkan oleh mereka yang berkuasa ada yang tertawa dan ada menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Malam yang gelap dan dingin yang menyengat, banyak orang memilih untuk tidur sedangkan aku masih setia menemani mataku yang masih terbuka. Banyak cerita dan kisah yang sudah kita lewati bersama ditengah gelombang kehidupan penuh dengan misteri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada canda dan tawa masih terdengar di telingaku bagaikan suara musik yang penuh irama, hari ini adalah waktu kita untuk menciptakan sejarah baru karena hari esok milik mereka yang masih bernafas.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita adalah generasi baru yang mencoba untuk mengulanggi jejak lama dengan&amp;nbsp; berjuang melawan penindasan karena ketidak adilan yang masih berkuasa. Masih adakah diantara kita mau mati dengan cara&amp;nbsp; yang tertindas bagaikan hewan yang tak tak mampu berpikir.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin Tuhan akan tersenyum ketika melihat ciptaan menjadi rakus dan tak bermoral, karena hanya sebuah nama dan kekuasaan saja mereka rela membunuh. Padahal yang mematikan dan menghidupkan itu kuasa Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga di masa akan negeri ini menjadi makmur dan sejahtera sehingga bisa mencapai cita-cita bangsa. Terlalu lama dan terlalu sakit apabila kita harus mengingat kembali apa yang pernah terjadi di masa lalu ketika para pahlawan bangsa berjuang melawan penjajahan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari ini kita bisa bernafas di atas bumi Pertiwi berkat mereka yang berjuang menanamkan fondasi bangsa, agar bangsa ini punya arah dan tujuan yang jelas. Sehingga menjadi tanggung jawab bagi para pemimpin yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salam Revolusi&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Albiir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Obi 17 Juni 2018.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/3945176496274079628/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/negeri-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3945176496274079628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3945176496274079628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/negeri-yang-hilang.html' title='Negeri Yang Hilang'/><author><name>Sarifudin Tidore</name><uri>https://plus.google.com/102487189698449144843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-FSKXBZwXb3U/WzeAD5Iz9QI/AAAAAAAAAD4/VlpkNcHAntQEIJJwGvyjWXhTfFVwrNZgQCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_1526439668571.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-1930372037969652857</id><published>2018-06-29T05:39:00.000-07:00</published><updated>2018-06-29T05:39:21.758-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-Mahasiswa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi."/><title type='text'>Di Atas Kapal Penuh Cerita</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7z-3kBzWMbA/WzYn1VKHCpI/AAAAAAAAADs/2I7ki65IfcggR2R0hGLQuoSD1vUjv5B6QCLcBGAs/s1600/22511979.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;666&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;295&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-7z-3kBzWMbA/WzYn1VKHCpI/AAAAAAAAADs/2I7ki65IfcggR2R0hGLQuoSD1vUjv5B6QCLcBGAs/s400/22511979.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Alat transportasi laut ( kapal)&lt;/i&gt;.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di atas laut aku berlayar dengan bantuan&amp;nbsp; Kompas aku bisa sampai ke tujuan dengan selamat. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada pulau dan ada lautan yang memisahkan satu daratan dengan daratan yang lain, diatas kapal aku melihat keindahan sepanjang jalan, laut yang luas dan pulau-pulau yang berjejeran semuanya terlihat indah. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di negeri ini aku lahir dan dapat mengembara diatas tanah aku berjalan&amp;nbsp; dibawa langit aku bernaung. Ada alam yang memberiku makan dan ada tuhan yang memberiku hidup, agar tak henti- hentinya kita bersyukuri nikmat yang ia berikan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam perjalanan aku merasakan ada hembusan angin yang datang menghampiriku ditengah malam yang gelap. Karena matahari yang mulai pergi dan bintang-bintang yang selalu setia menerangi langit dari kegelapan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Duniaku akan hilang apa bila aku tidak bukukan dalam catatan kecil maka akan hilang, karena hidup akan terus berganti yang lama akan hilang dan baru akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari ini aku merasa kembali ke masa lalu, di tempat yang pernah aku pijaki dulu. Tempat yang menyimpan sejuta kenangan dan mimpi ketika aku masih kecil, Namun kali ini aku datang dengan langkah baru. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada cerita baru seiring dengan berjalannya waktu bahwa semua yang pernah kita alami dalam hidup &lt;u&gt;ini&lt;/u&gt; adalah bagian dari proses untuk menjadi lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Albiir&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ternate 14 Juni 2018.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/1930372037969652857/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/di-atas-kapal-penuh-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/1930372037969652857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/1930372037969652857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/di-atas-kapal-penuh-cerita.html' title='Di Atas Kapal Penuh Cerita'/><author><name>Sarifudin Tidore</name><uri>https://plus.google.com/102487189698449144843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-7z-3kBzWMbA/WzYn1VKHCpI/AAAAAAAAADs/2I7ki65IfcggR2R0hGLQuoSD1vUjv5B6QCLcBGAs/s72-c/22511979.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7445084960528701266</id><published>2018-06-29T04:30:00.000-07:00</published><updated>2018-06-29T04:35:38.408-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-Mahasiswa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini."/><title type='text'>Tangisan Rakyat Obi</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-DPajYZR_Q3s/WzYWPrS9V4I/AAAAAAAAADg/MNgy1bq8hA4udzdi2LErYPXUXGvw0P-fgCLcBGAs/s1600/IMG_20180617_114243.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1600&quot; data-original-width=&quot;1200&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-DPajYZR_Q3s/WzYWPrS9V4I/AAAAAAAAADg/MNgy1bq8hA4udzdi2LErYPXUXGvw0P-fgCLcBGAs/s400/IMG_20180617_114243.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jalan raya kec, Obi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dunia terasa keras dan berat layaknya batu, derita tak pernah berakhir seiring dengan berjalannya waktu.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di negeri ini banyak rakyat bersempul jari menunggu datangnya keajaiban, tangisan dan teriakan selalu terdengar layaknya suara azan. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap hari mereka selalu berdoa semoga Tuhan bisa membantu, karena negara mulai lupa siapakah mereka. Hari ini akan berlalu dan hari esok akan tiba namun Tuhan tidak bisa membantu karena masalah sosial hanya milik sang penguasa.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah 72 tahun kita merdeka dan sudah 20 tahun kita tinggal di rumah Reformasi tapi kita masih hidup seperti dalam penjara. Kita suruh kerja layaknya binatang untuk dapat bertahan hidup di negera sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal demikian yang dirasakan oleh rakyat Obi saat ini, hidup di negera kaya akan sumber daya alam tapi miskin akan fasilitas. Terlalu lama rakyat Obi hidup dalam penderitaan karena ketidakadilan yang dijanjikan oleh mereka yang punya kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jalan raya adalah cara untuk menghubungkan satu kampung dengan kampung yang lain lewat transportasi darat, tapi jalan raya yang ada Kacamata Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara sangatlah tidak layak.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak pemakaran Maluku Utara menjadi Provinsi tahun 1999 sekarang sudah berumur 19 tahun. Tapi Jalan raya yang ada Obi masih berlumpur dan berbatu-batu sehingga menyebabkan masyarakat sulit untuk melakukan aktivitas. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari kampung Anggai ke ibu kota kecamatan Laiwui jaraknya 10 Km, tapi kalau pergi mengunakan sepeda motor atau mobil memakan waktu kurang lebih 2 jm. Karena jalan rusak sehingga kendaraanpun sulit untuk melintasi, belum lagi kalau ada jembatan yang putus karena jembatan yang ada saat ini hanya terbuat dari kayu sehingga mudah rusak.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belum lagi kampung-kampung yang ada di belakang tidak ada jalan sama sekali, sehingga mereka kalau mau pergi ke ibu kota kecamatan mereka harus menggunakan transportasi &lt;u&gt;laut&lt;/u&gt;. Dengan naik perahu atau bodi yang menggunakan mesin 40 pk.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semoga pemerintah Maluku Utara dapat melihat ini sebagai sebuah tanggung jawab sosial, sehingga bisa direalisasikan dengan secepatnya karena terlalu lama rakyat Obi hidup dalam penderitaan atas kebohongan yang dipertontonkan oleh mereka yang berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Padahal kecamatan Obi punya penghasilan daerah yang besar, seperti di dua kampung Anggai dan kawasi punya tambang Emas, Nikel dan Timah. Seharusnya mereka lebih maju karena punya potensi alam yang besar, akan &lt;u&gt;tapi&lt;/u&gt; kenyataannya tidak.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Obi 20 Juni 2018.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7445084960528701266/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/tangisan-rakyat-obi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7445084960528701266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7445084960528701266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/tangisan-rakyat-obi.html' title='Tangisan Rakyat Obi'/><author><name>Sarifudin Tidore</name><uri>https://plus.google.com/102487189698449144843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-DPajYZR_Q3s/WzYWPrS9V4I/AAAAAAAAADg/MNgy1bq8hA4udzdi2LErYPXUXGvw0P-fgCLcBGAs/s72-c/IMG_20180617_114243.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-3259681872654998232</id><published>2018-06-21T07:37:00.002-07:00</published><updated>2018-06-21T07:37:37.634-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>MENGHAPUS MIMPI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-HTKiOgUC9Jc/Wyu4AaA4f1I/AAAAAAAACNw/pOmDVEIxmOk163m4JzxOhxG29vIl54a3wCLcBGAs/s1600/20180621_213556.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;697&quot; data-original-width=&quot;780&quot; height=&quot;285&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-HTKiOgUC9Jc/Wyu4AaA4f1I/AAAAAAAACNw/pOmDVEIxmOk163m4JzxOhxG29vIl54a3wCLcBGAs/s320/20180621_213556.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Oleh Ibnu Wahyu&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Matahari terbit dengan senyum pagi ini,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menyapa burung-burung yang berkicau,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ombak yang bergemuruh dikesunyian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suara jejak membangunkan ku,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berjalan dengan damai dan tenang,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Meniru mimpi yang tak ingin ku akhiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sapa senyummu yang manis itu,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kini mulai asing dan pudar,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menutup cahaya dari jendala kamar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada saat matahari pasti tengelam,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pelangi pasti menghilang,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terganti dengan senja yang jingga dan indah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Segala itu mulai ku kubur dalam,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kutanam dengan tanah kekecewaan harapan,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang membuatnya semakin redup dan hilang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;7 Juni 2018&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/3259681872654998232/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/menghapus-mimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3259681872654998232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3259681872654998232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/menghapus-mimpi.html' title='MENGHAPUS MIMPI'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-HTKiOgUC9Jc/Wyu4AaA4f1I/AAAAAAAACNw/pOmDVEIxmOk163m4JzxOhxG29vIl54a3wCLcBGAs/s72-c/20180621_213556.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-6893868237142958346</id><published>2018-06-09T05:54:00.000-07:00</published><updated>2018-06-09T06:02:59.626-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-Mahasiswa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Hipma Butur Mempertanyakan Janji</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-L87DUXCc3SM/WxvNs_dAmNI/AAAAAAAABqQ/S_0mZagcOmMaJlz3LcLFvINLTSoN2aqcwCLcBGAs/s1600/IMG-20180609-WA0008.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;774&quot; data-original-width=&quot;1032&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-L87DUXCc3SM/WxvNs_dAmNI/AAAAAAAABqQ/S_0mZagcOmMaJlz3LcLFvINLTSoN2aqcwCLcBGAs/s320/IMG-20180609-WA0008.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Asri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis: L. D. Asriyawan &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;( Sekjen Hipma Butur Kendari)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam remang cahaya kutulis secarik kalimat untuk orang tua kami, agar setiap kenangan terawetkan dalam tulisan yang sederhana ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat orang tua kami yang telah berucap setutur janji.&lt;br /&gt;Mungkin saat itu kau mulai melawan hari aku ingin ceritakan tentang hariku dan negeriku, saat masih pagi dan langit biru sebiru hati ditengah udara kota bertuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupilih kupilah kenangan yang ada hingga kuingat saat tumbuh ditanah tercinta tanah yang hijau dengan langit seluas samuderanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku lahir disebuah pulau, pulau yang terkecil&amp;nbsp; bernama Buton utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang ingin kuceritakan bukan tentang keindahannya bukan tentang kekayaan alamnya, bukan pula tentang ramahtamah penduduknya, bukan pula tentang kesuburan dan kesejahteraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukuplah kiranya cerita ini ditemukan&lt;br /&gt;dari dongeng sejarah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jangan ini hanya sekedar tutur kalimat retoris yang&amp;nbsp; telah tergadaikan untuk menerjang badai polemik yang tak terbendumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini janji sudah sangat menumpuk, sudah sangat menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji itu berkurang atau bertambah berapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu bagaimana sebabnya anak anakmu hanya di berikan janji sama seperti dalu bapak berpesta demokrasi&amp;nbsp; 3 tahun lalu, menebar kepiluan dan kesengsaraan tiada duanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak, aku tidak ingin ceritakan tentang masa sama pilu itu, yang sering datang dalam bayang banyang kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin ceritakan itu semua aku juga tidak ingin menceritakan pejabat, pegawai atau temanteman yang suka korupsi dana APBD atau APBN, ditambah kolusi dan nepotisme disingkat KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin menceritakannya, karena bisa bisa aku diseretnya juga aku ini bukan orang suci atau ulama&lt;br /&gt;jadi jangan paksa aku menghakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong jangan janji janji kami lagi,&amp;nbsp; jika tak ingin gelisah dalam beraktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tenang jika bapak dijebak atau menjebakkan diri dalam janji, bapak tidak akan dihukum mati, apalagi jika bapak pandai bernegoisasi itu lebih bagus lagi,&amp;nbsp; bapak bisa dibebaskan atau setidaknya diringankan. Ah sudahlah jangan diperpanjang. Tapi penaku terus mengukir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kami terus bertanya pada siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya ingin bercerita padamu pak. Di setiap kelompok tempat kami berkunjung untuk bersilaturahmi bahkan untuk berdiskusi, kami sering menjumpai kata kata tentang asrama mahasiswa dan beasiswa mereka dari pemda masing masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat kalimat itu terus menghujat kami semua pada setiap selang pertemuan dan diskusi yang kami bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ya&amp;nbsp; pemda bisa muwujudkan seperti itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kawan kawanku jangan pernah lelah untuk berjuang perjalanan kita masih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendari 9 Juni 2018</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/6893868237142958346/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/hipma-butur-kendari-mempertanyakan-janji.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/6893868237142958346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/6893868237142958346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/06/hipma-butur-kendari-mempertanyakan-janji.html' title='Hipma Butur Mempertanyakan Janji'/><author><name>Awin Abdullah</name><uri>https://plus.google.com/117232708391940312676</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-gySJ40TBNL8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABhM/d-i9hMhj9S4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-L87DUXCc3SM/WxvNs_dAmNI/AAAAAAAABqQ/S_0mZagcOmMaJlz3LcLFvINLTSoN2aqcwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180609-WA0008.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7466315927356360361</id><published>2018-05-31T11:45:00.001-07:00</published><updated>2018-05-31T11:45:55.798-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Refleksi Hari Pancasila</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-HFdEhl_ExxY/WxBCsXUVXOI/AAAAAAAACKk/PhgILRKqfbcV-C30AmwmpRD7uRLVFlqLACLcBGAs/s1600/FB_IMG_15277921606736808.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;540&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-HFdEhl_ExxY/WxBCsXUVXOI/AAAAAAAACKk/PhgILRKqfbcV-C30AmwmpRD7uRLVFlqLACLcBGAs/s320/FB_IMG_15277921606736808.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;h3&gt;Penulis : Kiky Wartabone&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mari kita cermati sejenak makna Pancasila yang menjadi dasar negara kita. Dasar tentunya bukan sekedar landasan, namun juga awal dari sebuah pondasi. Jika pondasi itu adalah Pancasila, dan bangunannya adalah negara Indonesia sendiri dengan segala rancangan pembangunan nasionalnya, maka bisa kita bayangkan jika pondasi itu telah rapuh, maka bangunannya pun tidak akan berdiri kokoh dan sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lantas mengapa Pancasila dikatakan rapuh?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itu karena setiap hari lahirnya diperingati, tapi sebadas ceremonial, tidak ada generasi muda yang lahir dengan kerelaan dan kecintaannya pada tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itu karena setiap Pancasila disebut-sebut, tidak ada para pejabat pemerintah yang menyebut kepentingan rakyat di atas segalanya dengan hati yang tulus. Hanya sebagai alibi untuk melanggengkan kekuasaan dalam keserakahan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itu karena setiap Pancasila dipelajari, tidak ada pelajar yang belajar memperbaiki diri setiap harinya. Memperbaiki diri untuk senantiasa berlaku jujur tanpa memanfaatkan jasa orang lain untuk meraih cita-citanya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pancasila, hari lahirnya kini hanya menjadi peringatan belaka, bukan mengingatkan. Adakah yang menyadari bahwa Pancasila kian hari kian terkubur, menjelma dalam penyampaian aspirasi yang selalu mengedepankan anarkisme tanpa solusi, menjelma dalam etika para pejabat pemerintah yang kian merosot, menjelma dalam perjokian para calon mahasiswa baru dalam seleksi masuk perguruan tinggi, menjelma dalam degradasi moral prostitusi online dan kekerasan, menjelma dalam maraknya ijazah palsu demi meloloskan kenaikan pangkat para pejabat dan orang-orang yang haus kedudukan, menjelma dalam kisruh antar institusi yang berujung pada sanksi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Indonesia terkubur dan terkungkung oleh sekian banyak peristiwa yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang (seharusnya) humanis, adil, dan harmoni.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di hari lahirnya Pancasila ini, mari kita bangunkan Indonesia agar kembali lahir dengan segala kekayaan alamnya yang bermanfaat, dengan keramahan masyarakatnya yang terkenal seantero dunia, dengan keanekaragaman suku bangsa yang dimilikinya, dengan sekian banyak lagi harapan untuk terus berkembang dan berlari mengejar ketertinggalan dari kompetisi internasional, berbekal karakter bangsa, dasar negara kita. Pancasila.&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180601_015123_189--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7466315927356360361/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/refleksi-hari-pancasila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7466315927356360361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7466315927356360361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/refleksi-hari-pancasila.html' title='Refleksi Hari Pancasila'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-HFdEhl_ExxY/WxBCsXUVXOI/AAAAAAAACKk/PhgILRKqfbcV-C30AmwmpRD7uRLVFlqLACLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15277921606736808.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-3244754800155636519</id><published>2018-05-25T10:24:00.000-07:00</published><updated>2018-05-25T10:24:40.740-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-HMI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="News"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>HmI MPO Cabang Manado Kembali Menyalakan Api Revolusi.</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Qf36n95TLyc/WwhBfzgGPOI/AAAAAAAAADE/r14Ynwjn420CTdjlroVC6PtYFa02-B13QCLcBGAs/s1600/IMG-20180525-WA0101.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;960&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Qf36n95TLyc/WwhBfzgGPOI/AAAAAAAAADE/r14Ynwjn420CTdjlroVC6PtYFa02-B13QCLcBGAs/s400/IMG-20180525-WA0101.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Menolak Lupa&lt;/i&gt;.&lt;/h4&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Himpunan Mahasiswa Islam (HmI MPO Cabang Manado), kembali menggelar aksi Solidaritas terkait dengan tindakan Represif oleh oknum kepolisian terhadap anggota HmI MPO Cabang Jakarta di depan istana negara beberapa waktu lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jum&#39;at 25/05/18. Di depan POLDA Sulawesi Utara, masa aksi yang berjumlah 26 orang menuntut:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Mendesak Polda Sulut untuk mendukung proses mencopotan terhadap oknum kepolisian yang telah melakukan tindakan brutal kepada anggota HmI MPO Cabang Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Kami meminta kepada Polda Sulut untuk mengharamkan tindakan Represif terhadap Demonstran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;3. Meminta kepada Polda Sulut untuk memberikan stattement secara langsung terkait dengan tindakan brutal yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap anggota HmI MPO Cabang Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-muGzEb3n-2s/WwhCgP9YfJI/AAAAAAAAADM/BfAmJ5mfw1UK62TDlXMS_4upVuwFbAojACLcBGAs/s1600/IMG-20180525-WA0092.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-muGzEb3n-2s/WwhCgP9YfJI/AAAAAAAAADM/BfAmJ5mfw1UK62TDlXMS_4upVuwFbAojACLcBGAs/s400/IMG-20180525-WA0092.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;i&gt;Semoga Berkah&lt;/i&gt;.&lt;/h4&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Walaupun di bawah terik matahari yang panas dan di bulan yang penuh berkah, masa aksi ikut mengelar sholat berjamaah di depan Polda Sulut sebagai bentuk menyelamatkan Demokrasi yang mulia terkikis di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati seakan tergores milihat rajim yang anti dikritik dan negeri yang mulai lupa akan sejarah perjuangan mahasiswa yang menyelamatkan bangsa ini dari penjajahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salam Perjuangan.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/3244754800155636519/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/hmi-mpo-cabang-manado-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3244754800155636519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3244754800155636519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/hmi-mpo-cabang-manado-kembali.html' title='HmI MPO Cabang Manado Kembali Menyalakan Api Revolusi.'/><author><name>Sarifudin Tidore</name><uri>https://plus.google.com/102487189698449144843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-Qf36n95TLyc/WwhBfzgGPOI/AAAAAAAAADE/r14Ynwjn420CTdjlroVC6PtYFa02-B13QCLcBGAs/s72-c/IMG-20180525-WA0101.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-4420224696607046022</id><published>2018-05-22T08:36:00.000-07:00</published><updated>2018-05-22T08:36:07.103-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>Apa itu filsafat ? </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-cQAvOw7_pkY/WwQ4u_L_yjI/AAAAAAAACI4/86SADcPDpGI3KrpfZC91dGVPAuoLQL8_wCLcBGAs/s1600/20180522_233439.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;384&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;227&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-cQAvOw7_pkY/WwQ4u_L_yjI/AAAAAAAACI4/86SADcPDpGI3KrpfZC91dGVPAuoLQL8_wCLcBGAs/s320/20180522_233439.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis Abdul Rafik Bangko.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa itu filsafat ?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaan unik, dan sukar dijawab ini sangat klasik dan asik. Namun, dalam satu buku dengan judul Filsafat Imu: Klasik Hingga Konterporer karangan DR AKHYAR YUSUF  LUBIS menjabarkan sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Istilah filsafat di gunakan Phitagoras pada abat ke 6 SM. Filsafat Berasal dari bahasa yunani kuno yang kemudian di bagi menjadi dua kata yaitu PHILO Dan SHOPIA. Philo yang artinya cinta, sedangkan sHopia yang artinya kebijaksanaan, cinta yang sangat luas. Artinya ingin memiliki sesuatu yang kita inginkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebijaksanaan yang artinya pula bijaksana dalam mengambil satu keputusan. Conthonya seoramg pemimpin mengamBil satu keputusan yang kemudian bisa bermanfaat bagi masyarakatna bukan yang merugikan ataupun berdampak negatif bagi masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Phytagoras dia bukan orang yang bijaksana tetapi dia orang yang mencintai akan kebijaksanaan itu,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Phitagoras mengatakan Tuhanlah yang memiliki kebijaksanaan atau pengetahuan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180522_232857_465--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/4420224696607046022/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/apa-itu-filsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/4420224696607046022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/4420224696607046022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/apa-itu-filsafat.html' title='Apa itu filsafat ? '/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-cQAvOw7_pkY/WwQ4u_L_yjI/AAAAAAAACI4/86SADcPDpGI3KrpfZC91dGVPAuoLQL8_wCLcBGAs/s72-c/20180522_233439.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-5469025360513195983</id><published>2018-05-21T04:38:00.002-07:00</published><updated>2018-05-21T04:38:53.020-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>AGAMA UANG</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-4-Gf_xteW_s/WwKvf8JysCI/AAAAAAAACIk/RkUAWoN_iRoJo-gXidVqUkdeEJQ_yDeOwCLcBGAs/s1600/FB_IMG_15269026429650242.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;924&quot; data-original-width=&quot;519&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-4-Gf_xteW_s/WwKvf8JysCI/AAAAAAAACIk/RkUAWoN_iRoJo-gXidVqUkdeEJQ_yDeOwCLcBGAs/s320/FB_IMG_15269026429650242.jpg&quot; width=&quot;179&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Ibnu Wahyu Boghdadi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kehidupan manusia dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang dipengaruhi oleh Harta, Tahta, dan Wanita. Tapi, ternyata banyak orang yang lebih terjebak pada harta. Uang telah menjadi kompas dalam mengarahkan idealisme.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa masalahnya? Karena moral yang hilang?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Uang telah menjadi yang utama bagi oknum-oknum tanpa moral. Sahabat, keluarga bahkan Yang Maha Esa pun diabaikan karena uang. Keserakahan perut telah menjadi central kehancuran. Dimana-mana terjadi konflik karena uang, saling membunuh dan menghancurkan. Kehidupan demi uang menjadi solusi utama, kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin. Revolusi mental?? Hanya menjadi kalimat pemanis yang berkuasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Susahnya mencari uang, bukan menjadi kepasrahan lalu menikung jalan kehalalan. Keimanan dikorbankan demi selembar rupiah. Miris benar situasi abad ini karena uang telah menjadi maha tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa yg menjadi faktor dari fenomena ini??? Menurut Soe Hok Gie, &quot;Masih terlalu banyak kaum munafik yg berkuasa, orang yg berpura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Revolusi Mental !!!&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180521_183549_335--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/5469025360513195983/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/agama-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/5469025360513195983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/5469025360513195983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/agama-uang.html' title='AGAMA UANG'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-4-Gf_xteW_s/WwKvf8JysCI/AAAAAAAACIk/RkUAWoN_iRoJo-gXidVqUkdeEJQ_yDeOwCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15269026429650242.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-8676542111236767295</id><published>2018-05-20T23:33:00.003-07:00</published><updated>2018-05-20T23:33:51.075-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Pemuda Sebagai Generasi Membangun</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-xo1EKk2B7LU/WwJoEXiKxWI/AAAAAAAACIQ/65sruRZ39N4g6oJTQ2T2tFj9hGrOudOBACLcBGAs/s1600/FB_IMG_15268843309881490.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;540&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-xo1EKk2B7LU/WwJoEXiKxWI/AAAAAAAACIQ/65sruRZ39N4g6oJTQ2T2tFj9hGrOudOBACLcBGAs/s320/FB_IMG_15268843309881490.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penulis : Alvikri Baguna&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedikit bercerita mungkin teman-teman lain ada yg belum mengerti porsinya teman-teman sekalian kenapa teman teman bisa di katakan/di kategorikan sebagai KARANG TARUNA.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;KARANG TARUNA Sebagai Generasi Membangun&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karang artinya tempat. Taruna artinya remaja/pemuda. Jadi Karang Taruna artinya tempat kegiatan para remaja.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karang Taruna&amp;nbsp;bisa diartikan sebagai organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/ kelurahan dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial. Saya mengambil sedikit kutipan dari pahlawan kita&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Jadilah generasi muda pemimpin berjiwa besar, cinta damai &amp;amp; lawan penindasan serta pereratlah tali persaudaraan”(Ir. Soekarno).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah kata-kata Ir.Soekarno yang di lontarkan kepada para pemuda Indonesia saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadilah pemuda yang bersifat membangun bangsa ini, jangan jadi pemuda yang bersifat PENGECUT.&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180521_132752_559--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/8676542111236767295/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/pemuda-sebagai-generasi-membangun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/8676542111236767295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/8676542111236767295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/pemuda-sebagai-generasi-membangun.html' title='Pemuda Sebagai Generasi Membangun'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-xo1EKk2B7LU/WwJoEXiKxWI/AAAAAAAACIQ/65sruRZ39N4g6oJTQ2T2tFj9hGrOudOBACLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15268843309881490.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-2559583800066260286</id><published>2018-05-15T06:37:00.000-07:00</published><updated>2018-05-15T06:37:01.726-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Kami Melawan dan Membenarkan Kebenaran</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-FoE8rrIfQIc/WvriP6Y_Q5I/AAAAAAAACEI/OHGd2POO2XEiBhbntt_A0icuy8TKIU1pQCLcBGAs/s1600/Fidia%2BFataruba%2B20180515_202342.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;505&quot; data-original-width=&quot;505&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-FoE8rrIfQIc/WvriP6Y_Q5I/AAAAAAAACEI/OHGd2POO2XEiBhbntt_A0icuy8TKIU1pQCLcBGAs/s320/Fidia%2BFataruba%2B20180515_202342.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Fidia Yahya Fataruba&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Kota Surabaya pada hari Minggu 13 Mei 2018 di tiga titik rumah ibadah menjadi ujian tersendiri. Ini merupakan salah satu virus adudomba.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal itu, sontak memancing semangat solidaritas atas payung rasa Nasionalis. Karena Pada saat ini kawan-kawan hari senin (14/05) malam semua bendera berkibar melakukan aksi soridaritas lintas agama untuk  kebenaran, kami mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat jadi jangan pernah membungkam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kawan-kawan mari kami rapatkan barisan agar melawan, dan membenarkan yang salah jika engkau mahasiswa dan kau tau apa tugasnya mahasiswa jangan menjadi mahasiswa yang apatis terhadap sesuatu kawan-kawan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mereka yang ada di Surabaya sekarang membutuhkan kami maka mari kawan-kawan, mari rapatkan barisan tidak ada perbedaan diantara kami merekapun orang Indonesia maka mereka merasa sakit, jangan kami hanya duduk diam tak peduli dengan saudara-saudari kami sekarang kami harus mendesak pemerintah agar secepatnya mengeluarkan UU mengenai terorisme agar akar-akar Terorisme segera di bungkam, dan bila perlu dihukum mati.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami tidak takut teroris.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;NKRI harga mati&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pancasilah adalah kami&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180515_213213_466--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/2559583800066260286/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/kami-melawan-dan-membenarkan-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/2559583800066260286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/2559583800066260286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/kami-melawan-dan-membenarkan-kebenaran.html' title='Kami Melawan dan Membenarkan Kebenaran'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-FoE8rrIfQIc/WvriP6Y_Q5I/AAAAAAAACEI/OHGd2POO2XEiBhbntt_A0icuy8TKIU1pQCLcBGAs/s72-c/Fidia%2BFataruba%2B20180515_202342.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7030766947280030932</id><published>2018-05-10T00:52:00.000-07:00</published><updated>2018-05-10T00:52:18.623-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>LADANG JUDI</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-LN1jJUiU6W4/WvP53AeFf6I/AAAAAAAACDw/lkuR_7Zj8d4kzlNuRXn9thYKORtP3qgYgCLcBGAs/s1600/IMG-20180507-WA0002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-LN1jJUiU6W4/WvP53AeFf6I/AAAAAAAACDw/lkuR_7Zj8d4kzlNuRXn9thYKORtP3qgYgCLcBGAs/s320/IMG-20180507-WA0002.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;OLEH : IBNU WAHYU&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kuliah bukan tempat untuk menata hati. Kuliah bukan pula tempat para prajurit yg hanya berkata siap dan laksanakan. Kuliah adalah tempat belajar orang dewasa, dewasa dalam berfikir dan bertindak: protes itu wajar, diskusi itu wajib. Jangan takut protes jika itu bersangkut paut dengan perkara benar dan prinsip. Keberanian itu bukan modal mahasiswa tapi itulah ciri mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka ikrarkanlah kalau kuliah itu bukan seperti tamasya yg hanya bayar, nikmati pelajaran, dapat IPK tinggi dan lulus. Kuliah adalah merenggut pengalaman berharga untuk merebut hal yg terhormat dan mulia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lawan kebijakan kampus yg membebanimu. Harusnya kampus memberi perlindungan bukan mengintimidasi. Mestinya kampus menjamin kebebasan bukan malah mencebloskan keberanian. Jika kampus berjalan dengan cara memeras dan menekan mahasiswa: itu bukan ladang belajar tapi LADANG JUDI, karna yg dipertaruhkan adalah uang bukan pengetahuan, yg bermain adalah jabatan bukan kecerdasan, yg hidup adalah titel bukan karya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka lawanlah !&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan hanya diam, bersuaralah. Seperti kata Soe Hok Gie: &quot;lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan, mereka bukan dewa yg selalu benar dan kita bukan kerbau&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hidup Mahasiswa !!!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7030766947280030932/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/ladang-judi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7030766947280030932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7030766947280030932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/ladang-judi.html' title='LADANG JUDI'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-LN1jJUiU6W4/WvP53AeFf6I/AAAAAAAACDw/lkuR_7Zj8d4kzlNuRXn9thYKORtP3qgYgCLcBGAs/s72-c/IMG-20180507-WA0002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-8163062366366272868</id><published>2018-05-07T10:31:00.001-07:00</published><updated>2018-05-07T10:31:46.010-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Merindukan Keabadian</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-pRdKDJR7Pl8/WvCNFt029CI/AAAAAAAACCE/pbNDZWD6_8Y6zhkZGQHsTl_TesKt4FWZgCLcBGAs/s1600/kebanyakan-gembok-cinta-jembatan-ini-nyaris-ambrol1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;682&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-pRdKDJR7Pl8/WvCNFt029CI/AAAAAAAACCE/pbNDZWD6_8Y6zhkZGQHsTl_TesKt4FWZgCLcBGAs/s320/kebanyakan-gembok-cinta-jembatan-ini-nyaris-ambrol1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;jembatan Pont Des Atrs Paris&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis Sajak : Arman Kant Soleman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Persatuan buruh bisa mengadakan revolusi di rusia&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Persatuan mahasiswa mampu menggulingkan Soeharto&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tapi aku hanya ingin bersatu dengan mu, untuk mendapatkan restu Illahi.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Berbicara soal bahtera masa depan, rumah kehdiupan, dan taman cinta keabadian.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Banyak orang mengabadikan cintanya di jembatan Pont Des Atrs Paris.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Menguncip gembok dan membuang kuncinya di Sungai Seine dengan harapan tidak terpisahkan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tapi aku hanya ingin berdoa untuk meminta-Nya memberikan kasih sayang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Serta restu menjodohkan kita dalam pertemuan abadi, dengan sabda janji suci&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kebisuanmu kebisuanku menjadi jelmaaan rindu yang menborgol hati agar tetap terjaga dari godaan liar dan fatamorghana.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180508_012738_356--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/8163062366366272868/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/merindukan-keabadian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/8163062366366272868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/8163062366366272868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/merindukan-keabadian.html' title='Merindukan Keabadian'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-pRdKDJR7Pl8/WvCNFt029CI/AAAAAAAACCE/pbNDZWD6_8Y6zhkZGQHsTl_TesKt4FWZgCLcBGAs/s72-c/kebanyakan-gembok-cinta-jembatan-ini-nyaris-ambrol1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-89983787745614703</id><published>2018-05-06T15:04:00.002-07:00</published><updated>2018-05-06T15:04:38.359-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-HMI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>HMI Sebagai Kawah Peradaban Organisasi Mahasiswa Islam</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-UkXgqd_uN7k/Wu97q3gL_xI/AAAAAAAACBU/NsWn5NKxzzcyCaaSmGErhjunzewoszlNwCLcBGAs/s1600/IMG-20180507-WA0002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-UkXgqd_uN7k/Wu97q3gL_xI/AAAAAAAACBU/NsWn5NKxzzcyCaaSmGErhjunzewoszlNwCLcBGAs/s320/IMG-20180507-WA0002.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ibnu Wahyu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis Ibnu Wahyu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah sebuah organisasi mahasiswa terbesar dan tertua saat ini di Indonesia. Sebagai organisasi mahasiswa yg hampir seumur dengan NKRI, yg tepatnya lahir pada tanggal 13 Rabiul Awal 1366 H / 5 Februari 1947 tentu sudah begitu banyak hal yg ditulis oleh HMI dalam sejarah bangsa ini. Berbagai masa juga telah dilalui, mulai dari masa pertumbuhan, perkembangan, kejayaan bahkan kemunduran dan perpecahan telah dialami oleh organisasi yang didirikan oleh ayahanda Lafran Pane disebuah ruang kuliah STI ( UII saat ini ) 71 tahun silam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;HMI telah berperan penting dalam melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa seperti Jusuf Kalla, Anies Baswedan, Akbar Tanjung, Mahfud MD, Buya Syafi&#39;i ma&#39;arif dan masih banyak lagi. Sudah menjadi sejarah yang entah itu dilupakan atau memang dirahasiakan ke publik (baca mahasiswa) bahwa HMI merupakan kawah peradaban organisasi mahasiswa islam. Penggagas dan pemimpin awal organisasi mahasiswa Islam yang ada saat ini kebanyakan adalah kader HMI seperti Amien Rais, Mahbub Junaidi dan Fahri Hamzah. Namun, seakan fakta ini dilupakan atau mungkin sengaja dirahasiakan untuk sebatas menarik simpati mahasiswa/kader.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;HMI yaitu Harapan Masyarakat Indonesia&quot; -Jendral Sudirman-&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;HMI seakan menjadi Hulu yang dilupakan oleh Hilir, Ayah yang dilupakan oleh anak atau bahasa yang lebih pasnya lagi &quot;Sebab yang dilupakan oleh Akibat&quot;. Tapi, walau kata mereka HMI terlalu Tua untuk memberontak, tapi HMI juga terlalu Besar untuk menyerah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;JASMERAH (jangan sekali-kali melupakan sejarah).&quot; -Ir. Soekarno&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatap jaya himpunan ku. Tetaplah berkarya untuk umat dan bangsa serta semoga dapat mewujudkan visi &quot;Terbinanya mahasiswa Islam menjadi insan Ulul Albab yang turut bertanggung jawab menciptakan tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT&quot;, melalui misi &quot;Melahirkan kaum insan entelektual profetik yang memiliki keunggulan dalam aspek intelektualitas serta berpegang teguh terhadap nilai-nilai keislaman&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;YAKUSA&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yakinkan dengan Iman,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Usahakan dengan Ilmu,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampaikan dengan Amal.&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180507_060143_675--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/89983787745614703/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/hmi-sebagai-kawah-peradaban-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/89983787745614703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/89983787745614703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/hmi-sebagai-kawah-peradaban-organisasi.html' title='HMI Sebagai Kawah Peradaban Organisasi Mahasiswa Islam'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-UkXgqd_uN7k/Wu97q3gL_xI/AAAAAAAACBU/NsWn5NKxzzcyCaaSmGErhjunzewoszlNwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180507-WA0002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7585715677291881542</id><published>2018-05-05T23:36:00.002-07:00</published><updated>2018-05-05T23:36:55.410-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="biografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Secercah Pemikiran Machiavelli</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-VSZuC4aqoyM/Wu6iP6EP6RI/AAAAAAAACA4/S9x3D_KgY-8HyZK4Vy3R_yN7MuTHv2JSQCLcBGAs/s1600/images%2B%25282%2529.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;435&quot; data-original-width=&quot;338&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-VSZuC4aqoyM/Wu6iP6EP6RI/AAAAAAAACA4/S9x3D_KgY-8HyZK4Vy3R_yN7MuTHv2JSQCLcBGAs/s320/images%2B%25282%2529.jpeg&quot; width=&quot;248&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Niccolò Machiavelli&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Fidia Yahya Fataruba&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Machiaveli orang yang pertama kali mendiskusikan fenomena sosial politik. Bagi Machiavelli, politik hanya berkaitan dengan satu hal semata, yaitu memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Hal lainnya, seperti agama dan moralitas, yang selama ini dikaitkan dengan politik sesungguhnya tidak memiliki hubungan mendasar dengan politik, kecuali bahwa agama dan moral tersebut membantu untuk mendapat dan mempertahankan politik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak bisa di kaitkan dengan agama dijelaskan karena politik sesuatu yang salah makan harus di benarkan sesuatu yang benar harus di pertahankan jika dalam agama hanya merujuk pada moral seorang penguasah politik karena seorang penguasah harus menerapkan sesuatu harus adil dalam  mengambil tindakan misalnya ia harus menerapkan sesuatu dengan moral kepada masyarakat agar masyarakat pun akan menghargai seorang penguasah tersebut bukan memintingan dirinya sendiri ia harus menjaga kata-kata yang harus di keluarkan di depan umum ke masyarakat itu sendiri tidak boleh semenah- menah berbicara karena ia pikir bahwa ia adalah penguasah maka semau- maunya ia berkata, jika seorang penguasah politik mengetahui hukum maka ia tidak akan berbicara yang asal- asalan sebab dalam hukum negara yang salah maka harus di proses sesuai atur- aturan yang berlaku dalam hukum tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Machiavelli mengakui bahwa hukum yang baik dan tentara yang baik merupakan dasar bagi suatu tatanan sistem politik yang baik. Namun karena paksaan dapat menciptakan legalitas, maka dia menitikberatkan perhatian pada paksaan. Kadang bawahan hanya menerima perintah dari atas karena terpaksa karena seorang tentara awalnya baik akan menjadi jahat karena terpaksa menerimah perintah dari atasan yang tidak mempunyai jiwa sosial kenapa harus jiwa sisoal maka ia harus membuat sesuatu agar tidak menimbulkan keributan seorang pengusaha politik harus benar dalam berlangkah jika ia benar dalam berlangka jika salah maka akan menimbulkan  kekacawan dan aparat yang tadinya baik pun akan terpaksah untuk memberontak karena.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Argumentasi Machiavelli dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa politik secara keseluruhan dapat didefinisikan sebagai supremasi kekuasaan memaksa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Otoritas adalah suatu hak untuk memerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Virtú, dalam konsepsi Machiavelli adalah kualitas personal yang dibutuhkan oleh seorang raja untuk mengelola negaranya dan meningkatkan kekuasaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Raja harus memiliki kualitas agar bisa mengatur negaranya. Untuk dapat menjadi seseorang yang memiliki kualitas virtú, raja harus bersifat fleksibel (flexible disposition). Orang yang sesuai untuk memegang kekuasaan menurut Machiavelli adalah seseorang yang dapat melakukan berbagai tindakan dari yang baik hingga yang buruk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tindakan yang baik akan di lakukan oleh seorang penguasah adalah mensejatrakan masyarakat membantu masyarakat dalam mengalami musiba mislnya banjir seorang penguasah tersebut harus turun dan melihat situasi sosial yang ada dan masyarakat yang mengalami musiba tadipun akan merasa senang meskipun mereka mengalami musiba.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memiliki Virtú berarti memiliki kemampuan atas segala aturan yang terkait dengan menjalankan kekuasaan secara efektif.&amp;nbsp;Seorang penguasaha harus pintar-pintar membca situasi sosial dia harus adil dalam melakukan seauatu harus mensejatrahkan raktanya jangan membuat rakyatnya mersah di tindas atau mengambil paksah hak rakyat itu bukan seorang pemimpin yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Machiavelli mengakui bahwa hukum yang baik dan tentara yang baik merupakan dasar bagi suatu tatatan sistem politik yang baik. Namun karena paksaan dapat menciptakan legalitas, maka dia menitikberatkan perhatian pada paksaan. Mereka akan beritidak jika di suruh meskipu itu adalah salah contoh jika seorang penguasah salah dalam bertidak dan di kritiki oleh masyarakat maka penguasaha tersebut menyuruh aparat untuk melakukan kekerasan fisik kepada masyarakat tersebut karena masyarakat tersebut mengkritiki kesalahan seorang pengusaha tersebut&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180506_143311_119--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7585715677291881542/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/secercah-pemikiran-machiavelli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7585715677291881542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7585715677291881542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/secercah-pemikiran-machiavelli.html' title='Secercah Pemikiran Machiavelli'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-VSZuC4aqoyM/Wu6iP6EP6RI/AAAAAAAACA4/S9x3D_KgY-8HyZK4Vy3R_yN7MuTHv2JSQCLcBGAs/s72-c/images%2B%25282%2529.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-113433741458761664</id><published>2018-05-04T06:15:00.001-07:00</published><updated>2018-05-04T06:15:42.487-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Mencari Makna Hidup Lewat Filsafat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-E83SldeFul8/Wuxc5QvMJ1I/AAAAAAAAB-M/rcrw7F9iCK01lHtXIuwh7bCIxTFvQa2rwCLcBGAs/s1600/IMG-20180504-WA0019.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-E83SldeFul8/Wuxc5QvMJ1I/AAAAAAAAB-M/rcrw7F9iCK01lHtXIuwh7bCIxTFvQa2rwCLcBGAs/s320/IMG-20180504-WA0019.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Fatrini Djaber&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa yang terjadi?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kenapa bisa terjadi?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengapa harus begini?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana mungkin ini ada?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Siapa yang mengadakannya?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah pertanyaan seseorang yang berfilsafat. Seperti kata soe hok gie &quot;hidup adalah keberanian menghadapi tanda tanya&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana mungkin kita di artikan sebagai makhluk hidup tapi tidak tahu apa makna sebenarnya hidup. Apakah hanya sekedar bangun tidur, makan, dan tidur lagi?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu bagaimana cara agar mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan? Tentu kita harus mencari tahu terlebih dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila kehidupan berpengetahuan itu di ibaratkan sebuah pohon maka, filsafat adalah akarnya, yaitu bagian paling terpenting dan sumber dari kehidupan pohon itu. Sedangkan batang, ranting, daun, bunga, dan buah merupakan bahan kajian ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada dasarnya filsafat mengajari kita untuk berpikir lebih kritis dan rasional. Filsafat selalu mempersoalkan hakekat, prinsip, dan dasar mengenai seluruh realitas yang ada. Bahkan apa saja yang dapat di pertanyakan, termasuk filsafat itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Filsafat memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti kata Albert Einstein &quot;Hidup itu seperti sepeda. Kalau kamu ingin menjaga keseimbanganmu, kamu harus terus bergerak maju&quot;&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180504_211002_179--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/113433741458761664/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/mencari-makna-hidup-lewat-filsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/113433741458761664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/113433741458761664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/mencari-makna-hidup-lewat-filsafat.html' title='Mencari Makna Hidup Lewat Filsafat'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-E83SldeFul8/Wuxc5QvMJ1I/AAAAAAAAB-M/rcrw7F9iCK01lHtXIuwh7bCIxTFvQa2rwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180504-WA0019.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-6438582802750079795</id><published>2018-05-03T10:03:00.001-07:00</published><updated>2018-05-03T22:16:09.956-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Di Suatu Malam Tanpa Titik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_7YKPDx3aNs/WutA1-HWEeI/AAAAAAAAB9c/uGdJW4iW-jAaUwGP2jdobVDVLPwsnJfIQCLcBGAs/s1600/20180504_010052.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;342&quot; data-original-width=&quot;342&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-_7YKPDx3aNs/WutA1-HWEeI/AAAAAAAAB9c/uGdJW4iW-jAaUwGP2jdobVDVLPwsnJfIQCLcBGAs/s320/20180504_010052.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Malam ini, ketika bulan telah berada di puncaknya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ketika waktu berganti seperti biasanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kau menunggu waktu itu karena mengenang sejarah yang luar biasa adanya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sejarah tentang arti hidup, dimana kau lahir bagai malaikat kecil, membuka harapan baru bagi kedua orang tuamu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sejarah tentang sebuah penantian panjang dan pengorbanan abadi, hingga mendengar tangisan pertama dari sang buah hati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tersenyumlah wahai dinda, terlalu indah syukurmu hingga memaksa bunga mekar dalam hatimu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Meski hidup terus bergulir tanpa titik, dan menusuk dengan ribuan pertanyaan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tapi yakinlah suatu waktu kedepan, kau kan menjadi sesuatu yang paling diharapkan, dan membanggakan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Maafkan jika kata ini tak seindah saat Jalaludin Rumi menggoreskan tinta demi puisinya, dan tak sehebat Kahlil Gibran bicara soal cinta.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Karena kata ini, hanya sekedar ingin mengucapkan selamat ulang tahun, meski tak berpengaruh untukmu, seperti pengaruh bom-bom atom Amerika di kota Hiroshima dan Nagasaki.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tapi kata itu, lahir hanya untukmu, seperti Karl Marx ada untuk kaum buruh, atau Ki Hadjar Dewantara ada untuk pendidikan negeri ini.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Manado, 04 Mei 2018&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180504_005740_307--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/6438582802750079795/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/di-suatu-malam-tanpa-titik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/6438582802750079795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/6438582802750079795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/05/di-suatu-malam-tanpa-titik.html' title='Di Suatu Malam Tanpa Titik'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-_7YKPDx3aNs/WutA1-HWEeI/AAAAAAAAB9c/uGdJW4iW-jAaUwGP2jdobVDVLPwsnJfIQCLcBGAs/s72-c/20180504_010052.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-9164303606146040150</id><published>2018-04-29T09:59:00.002-07:00</published><updated>2018-04-29T09:59:31.064-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Pemimpin Boneka</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Eags_9NeVAU/WuX51b9jNmI/AAAAAAAAB8U/SOkyjCOSdugUqtlHEX-8Ghhe6gDZ7SDOgCLcBGAs/s1600/IMG-20180430-WA0002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1040&quot; data-original-width=&quot;780&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-Eags_9NeVAU/WuX51b9jNmI/AAAAAAAAB8U/SOkyjCOSdugUqtlHEX-8Ghhe6gDZ7SDOgCLcBGAs/s320/IMG-20180430-WA0002.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Ibnu Wahyu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kekuasaan merupakan ladang bagi oknum-oknum yang memiliki tujuan untuk memenuhi segala kebutuhan yg diinginkannya. Kekuasaan bahkan telah menjadi fasilitas untuk memperkaya diri, membesarkan nama atau sejenisnya.,,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berbagai macam cara akan dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mendapatkan kekuasaan tersebut, bahkan cara yang tidak baik sekalipun akan dilalui.,,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kursi kepemimpinan adalah target utama untuk berkuasa. Tapi yang sangat disayangkan adalah adanya boneka yg diberi kursi namun sejatinya tidak berkuasa. Istilah yang lebih tepat yaitu &quot;PEMIMPIN BONEKA&quot;. Istilah ini ditujukan untuk seseorang yg diberi kursi kepemimpinan, tapi hanya menjadi wayang bagi dalang dibelakangnya. Ia hanya menjadi perpanjangan tangan dari satu atau sekelompok orang yg memanfaatkan kekuasaan itu untuk kepentingan mereka sendiri.,,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mereka (PEMIMPIN BONEKA) inilah yg dikatakan kepala berisi tapi sebenarnya diisi, leher berdasi tapi sebenarnya dikalungi. Apakah pemimpin yg seperti itu akan hancur??? Belum tentu!!!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ingat perkataan Emha Ainun Najib : &quot;Jangan lupa bahwa kalau para oknum mampu mengangkat boneka ke kursi singgasana, berarti mereka juga manguasai seluruh perangkat dan modalnya untuk bikin apa saja semau mereka&quot;.&lt;/blockquote&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180430_005532_782--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/9164303606146040150/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/pemimpin-boneka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/9164303606146040150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/9164303606146040150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/pemimpin-boneka.html' title='Pemimpin Boneka'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-Eags_9NeVAU/WuX51b9jNmI/AAAAAAAAB8U/SOkyjCOSdugUqtlHEX-8Ghhe6gDZ7SDOgCLcBGAs/s72-c/IMG-20180430-WA0002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-3389164343345567184</id><published>2018-04-29T09:25:00.003-07:00</published><updated>2018-04-29T09:25:28.858-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><title type='text'>Percikan Makna Berfilsafat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-l6WNo7UF4LI/WuXxvq1o8OI/AAAAAAAAB78/NXwPZnmqCG4lKWjHwSE2H-T6qNJKU6QAACLcBGAs/s1600/%25E2%2580%25AA%252B62%2B822-9310-6890%25E2%2580%25AC%2B20180430_002404.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;640&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-l6WNo7UF4LI/WuXxvq1o8OI/AAAAAAAAB78/NXwPZnmqCG4lKWjHwSE2H-T6qNJKU6QAACLcBGAs/s320/%25E2%2580%25AA%252B62%2B822-9310-6890%25E2%2580%25AC%2B20180430_002404.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Kalau hidup hanya sekedar hidup, kera dihutan juga hidup. Kalau kerja hanya sekedar kerja, kerbau disawah juga bekerja&quot;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Buya Hamka&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Kiky Wartabone&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti itu lah Buya Hamka menggambarkan manusia, hidup jangan hanya sekedar hidup saja, tapi hidup juga harus berfikir bagaimana cara menjalani hidup yang baik. Berfikir sering kali diartikan oleh orang kebanyakan adalah suatu cara orang berfilsafat, berfilsafat didorong oleh keinginan untuk memahamkan apa yang telah kita ketahui dan untuk mengetahui apa yang belum kita ketahui.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berfilsafat bisa juga diartikan dengan merendahkan hati bahwa tidak semuanya mampu kita ketahui dalam alam semesta ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bekerja jangan asal bekerja, tapi bekerjalah dengan ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan yang selalu kita geluti sejak kita memasuki bangku pelajaran Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berfilsafat dengan ilmu bearti kita harus jujur dengan diri kita sendiri, akan apa yang kita ketahui tentang ilmu, bagaimana ilmu memberikan kita pengetahuan tentang sesuatu yang belum kita ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berfilsafat secara dasariah adalah salah satu cara untuk mengetahui siapa kita, potensi apa yang kita miliki, dan apa orientasi kita terhadap suatu bidang ilmu yang harus kita kuasai dengan cara memunculkan pertanyaan untuk diri kita. Siapa aku? Ingin kemana aku? Apa tujuan hidup aku?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering, dan pasti akan selalu muncul oleh para filosof sebelum memahami apa hakekat yang sebenarnya dari filsafat, mencari dan terus mencari sebuah kebenaran dari suatu cabang ilmu merupakan proses dari berfilsafat.&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180430_001935_591--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/3389164343345567184/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/percikan-makna-berfilsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3389164343345567184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/3389164343345567184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/percikan-makna-berfilsafat.html' title='Percikan Makna Berfilsafat'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-l6WNo7UF4LI/WuXxvq1o8OI/AAAAAAAAB78/NXwPZnmqCG4lKWjHwSE2H-T6qNJKU6QAACLcBGAs/s72-c/%25E2%2580%25AA%252B62%2B822-9310-6890%25E2%2580%25AC%2B20180430_002404.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7750238689126234380</id><published>2018-04-27T04:42:00.000-07:00</published><updated>2018-04-27T04:42:36.987-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Menelisik Antara Filsafat dan agama</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-0uXrM0hANXo/WuMLhnoTAWI/AAAAAAAAB7M/7fGOr9ez1F8SS5iuYLvzXeDZmgAnnA_8ACLcBGAs/s1600/Wahyu%2BStikes%2B20180427_193350.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;640&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-0uXrM0hANXo/WuMLhnoTAWI/AAAAAAAAB7M/7fGOr9ez1F8SS5iuYLvzXeDZmgAnnA_8ACLcBGAs/s320/Wahyu%2BStikes%2B20180427_193350.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Ibnu wahyu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita merenung bagaimana pertumbuhan kepercayaan atas adanya yang ada, yang mahakuasa, yang gaib pada manusia, sejak zaman primitif sampai pada kemajuan masyarakat, tampak pula ada perkembangan kepercayaan itu pada manusia-manusia besar yang berpikir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kita gali kedalam sejarah pertumbuhan filsafat di Yunani, tampak bahwa sebelum masa berfilsafat, telah ada kepercayaan-kepercayaan karena pengaruh perasaan tentang sesuatu yang maha besar yaitu dewa-dewa yang dipimpin oleh Apollo.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Thales menjadi pemula yang hendak menyelidiki asal-usul semua yang ada dari segi kenyataan. Dia berpendapat bahwa asal segala sesuatu adalah air. Diikuti oleh anaximandros, anaximandros, pythagoras, dst.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Murid Socrates, Plato yang terkenal, menyempurnakan lagi. Dari Plato inilah mulai timbul pemikiran tentang adanya yang maha kuasa, yang maha esa, penggerak dari segala sesuatu.&amp;nbsp; Itulah Tuhan. Dalam buku &quot;filsafat ketuhanan&quot;&quot; hal.11, Plato berpendapat bahwa dibalik alam yang nyata ini merupakan hakikat dari yang maha tinggi, dari sana kita datang dan disana kita selalu hendak pulang kepadanya. Dialah kebenaran yang mutlak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenai masalah agama, pendeknya kalau manusia membantah adanya yang maha kuasa, sebabnya adalah kurangnya keluasan akal dalam menjangkau terhadap sesuatu yang esa tersebut. Sebab itu, perasaan berperan penting akan pengakuan adanya yang maha kuasa dan itulah fitrah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai dimana akal kita berjalan sejauh mungkin akhirnya akan terbentur keadaan dinding yang tidak mungkin diseberangi lagi. Sampai disitu pun jika dia mengatakan tidak ada, dia harus membantah pengakuan dari fitrahnya. Sebab itu agama yang pertama adalah agama fitrah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7750238689126234380/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/menelisik-antara-filsafat-dan-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7750238689126234380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7750238689126234380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/menelisik-antara-filsafat-dan-agama.html' title='Menelisik Antara Filsafat dan agama'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-0uXrM0hANXo/WuMLhnoTAWI/AAAAAAAAB7M/7fGOr9ez1F8SS5iuYLvzXeDZmgAnnA_8ACLcBGAs/s72-c/Wahyu%2BStikes%2B20180427_193350.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-1270710889908441411</id><published>2018-04-26T03:16:00.002-07:00</published><updated>2018-04-26T03:16:37.784-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Kekeliruan Memandang Filsafat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-n3JU-fY2g1A/WuGmyGSK2VI/AAAAAAAAB6c/EMUL2KOnOMQNpAv91EytlHDh6_TNfmlNACLcBGAs/s1600/FB_IMG_15247376276205828.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;405&quot; data-original-width=&quot;540&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-n3JU-fY2g1A/WuGmyGSK2VI/AAAAAAAAB6c/EMUL2KOnOMQNpAv91EytlHDh6_TNfmlNACLcBGAs/s320/FB_IMG_15247376276205828.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Nur Annisa Cahyani Pontoh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kata orang jangan belajar filsafat nanti jadi ateis. Seiring perkembangan zaman pemikiran seperti ini sebenarnya harus dihilangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Filsafat secara etimologi berasal dari bahasa yunani Phillo yang berarti cinta dan Sophia yang berarti kebijaksanaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi penulis lebih senang dengan filsafat menurut Plato (427-347 SM) bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari pendapat plato tentang filsafat, maka penulis menekankan bahwa belajar filsafat sangat penting kenapa begitu sebab filsafat merupakan ilmu yang mempelajari segala yang ada dari sejak penciptaannya sampai titik terakhir setelah diciptakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mempelajari filsafat berarti memperdalam cara berpikir dan menjawab segala sesuatu dengan metode berpikir logis yang tidak terikat dengan norma sebab filsafat adalah akar dari segala pengetahuan. Itu mengapa penting bagi kita untuk belajar filsafat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebab ketika keingintahuaanmu telah habis maka berhentilah jadi manusia.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/1270710889908441411/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/kekeliruan-memandang-filsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/1270710889908441411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/1270710889908441411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/kekeliruan-memandang-filsafat.html' title='Kekeliruan Memandang Filsafat'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-n3JU-fY2g1A/WuGmyGSK2VI/AAAAAAAAB6c/EMUL2KOnOMQNpAv91EytlHDh6_TNfmlNACLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15247376276205828.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-28061079505045507</id><published>2018-04-26T02:28:00.000-07:00</published><updated>2018-04-26T03:05:43.227-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Stigmatisasi Filsafat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-7BFsAfAo7TM/WuGbNm2zRdI/AAAAAAAABpg/Qvi1mAjmvYo-_h_w-JzHlQkQ0QVedH7IgCEwYBhgL/s1600/FB_IMG_1524734693957.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;368&quot; data-original-width=&quot;552&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-7BFsAfAo7TM/WuGbNm2zRdI/AAAAAAAABpg/Qvi1mAjmvYo-_h_w-JzHlQkQ0QVedH7IgCEwYBhgL/s320/FB_IMG_1524734693957.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis: Adi Ismail&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kucing-kucing ini kita beri sayap agar mereka dapat terbang dan mencicipi semua telur burung pipit. disimpulkan dari ungkapan di atas bahwa perubahan perilaku pada tingkat individual dapat berpengaruh pada perubahan perilaku orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir kita tak perlu membanggakan diri bahwa kita pernah mendengarkan kata filsafat yang sering di ucap oleh buah bibir manis seseorang yg berasal dari keturunan Adam dan Siti Hawa pada masa kekinian. Terlalu naif jika kita mengpostulat sesuatu tanpa argumen yang logis, anehnya konstelasi dari beberapa pemikiran ini yang kemudian mencoba mengkonstatir filsafat ini sebagai sesuatu yang akan menghantarkan kita pada ladang sakaratul maut, alias menjadi seorang yang ateis karena doktrinasi sesat dari filsafat yang menjauhkan seseorang dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal itu terjadi pada saat ini dimana ketika ada segelintir anti bid&#39;ah yang mulai menghadapi para akademik muda yang sedikit berpemikiran ala materialis, dan ini yang akan menjadi tantangan yang amat krusial karena mengubah pola atau gaya berfikir sesorang mempunyai dimensi waktu yang cukup. Bukan pada hari ini filafat hadir di tengah-tengah opini publik tetapi pada abad-abad sebelumnya bahkan ratusan tahun lamanya filsafat sudah hadir dengan beberapa tokoh yang sekarang sangat terkenal ala pemikirannya semisalnya Socrates, plato dan Aristoteles dan hari ini tidak bisa di pungkiri idealismenya mereka dipakai hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat yang di manifestasikan sebagai &quot;CINTA KEBIJAKSANAAN&quot; oleh seorang kakek tua yang berasal dari athena (Yunani kuno) dan mencoba membuat pergulatan pemikiran, sehingga akan melahirkan bayi-bayi yang khasatria. Dari kata yang di lontarkan di atas, filsafat sebagai cinta kebijaksanaan ini merupakan sebuah fraksi instrumen pendamping akal di pelaminan yang akan membawa dan membentuk kehidupan dan gaya berfikir manausia yang benar dan tidak hanya menilik sebuah kebenaran hanya secara sudut pandang tekstual, yang sekiranya tidak akan membawa tafsiran-tafsiran yang konotasinya negativ keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah indikator pemikiran berfilsafat tidak hanya menerima sebuah kebenaran secara pasif frontal.&lt;br /&gt;Perjalanan pemikiran filsafat tak ada lebihnya pada dasarnya hanya meluruskan kebenaran, sebuah usaha yang selalu membawa klaim-klaim dari para pembawanya untuk menjadi valid dan dipakai setiap zaman. Bagaimana jika jari-jari kebenaran sudah lemah untuk mencengkram suatu zaman, melihat kerangka dasar yang di gunakan oleh beberapa konstelasi pemikiran tampak jelas akan memperoleh inspirasi dari beberapa filsuf kontemporer, semisalnya karl marx, Derrida dan Foucault .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfilsafat itu berarti berpikir, tapi berpikir itu tidak semuanya berarti berfilsafat. Hal ini disebabkan oleh berfilsafat berarti berpikir artinya dengan bermakna dalam arti berpikir itu ada manfaat, makna, dan tujuannya, sehingga mudah untuk direalisasikan dari berpikir itu karena sudah ada acuan dan tujuan yang pasti/sudah ada planning dan contohnya, dan yang paling utama hasil dari berpikir itu bermanfaat bagi orang banyak, tapi sekali lagi berpikir tidak berarti berfilsafat, karena isi dari berpikir itu belum tentu bermakna atau mempunyai tujuan yang jelas atau mungkin hanya khayalan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hakikatnya filsafat itu demikan membawa kita berpikir secara mendalam, maksudnya untuk mencari kebenaran substansial atau kebenaran yang sebenarnya dan mempertimbangkan semua aspek, serta menuntun kita untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini tanpa kesadaran kita para filsuf sudah mengajak kita bagaimana berpikir kritis atau yang lebih seksi lagi di kenal dengan istilah(Radikal) untuk merelatifkan kemapanan-kemapanan formal struktural, terutama struktur kesadaran berpikir kita yang bisa mudah beku yang sering mengklaim dan memonopoli kebenarannya sendiri sebagai satu-satunya yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monopoli kebenaran (pengetahuan) tampaknya bersumber dari suatu ikhtiar untuk memperoleh pengetahuan, dengan di tumpasnya pikiran-pikiran kritis dari filsafat maka tidak ada lagi kontrol atas penyalagunaan model kebenaran ilmiah. Inilah indikator, filsafat yang sering disebut sebagai induk semang dari ilmu-ilmu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat juga merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah fenomena adanya siklus pengetahuan sehingga membentuk sebuah konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur sebagai sebuah fenomena kemanusiaan. Masing-masing cabang pada tahap selanjutnya melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru dengan berbagai disiplin yang akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru kearah ilmu pengetahuan yang kita geluti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado 25 April 2018&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/28061079505045507/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/stigmatisasi-filsafat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/28061079505045507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/28061079505045507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/stigmatisasi-filsafat.html' title='Stigmatisasi Filsafat'/><author><name>Awin Abdullah</name><uri>https://plus.google.com/117232708391940312676</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-gySJ40TBNL8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABhM/d-i9hMhj9S4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-7BFsAfAo7TM/WuGbNm2zRdI/AAAAAAAABpg/Qvi1mAjmvYo-_h_w-JzHlQkQ0QVedH7IgCEwYBhgL/s72-c/FB_IMG_1524734693957.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-7087283307979231781</id><published>2018-04-26T00:44:00.001-07:00</published><updated>2018-04-26T00:54:51.302-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aktivitas-HMI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Meragukan Kebenaran Demi Kebenaran Hakiki</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4Um04SOe91g/WuGC9c7cOJI/AAAAAAAABpE/pjZfgJ1Buzog2ccZ6Er_RHffUnV8l0KMgCLcBGAs/s1600/PhotoGrid_1524727896825.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1489&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-4Um04SOe91g/WuGC9c7cOJI/AAAAAAAABpE/pjZfgJ1Buzog2ccZ6Er_RHffUnV8l0KMgCLcBGAs/s320/PhotoGrid_1524727896825.jpg&quot; width=&quot;206&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penulis: Eka Dwi Putra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti mengalami hal yang sama, ketika apa yang mereka agung-agungkan tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi setiap komitmen terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dalam hal ini adalah golongan dan pemikiran seseorang, keimanan atau kepercayaan dan lain sebagainya. Pastilah ketika kita ingin mencapai kesempurnaan dan mempraktekkan pujian-pujian maupun ibadah- ibadah dari sang panutan sendiri yaitu nabi Muhammad SAW, pasti banyak tanda tanya yang muncul dan menimbulkan kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dalam hal ini Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa:&quot; Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya ada 1 golongan yang akan masuk surga dan yang 72 akan masuk neraka, seseorang sahabat bertanya, siapakah mereka ya rasulullah? Rasulullah menjawab. Mereka adalah ahlul Sunnah waljamaah &quot;.(H. R. Imam Thobrani) Pertanyaannya, golongan yang mana yang akan masuk surga, siapa pemimpinnya, siapa yang menciptakan golongan tersebut. Sedangkan dari 73 golongan tersebut semuanya mengaku bahwa mereka adalah pengikut setia nabi, dalam pengetahuan orang Awam, Intelektual dan orang yang beriman, pada umumnya golongan yang sangat nampak di dunia dewasa ini adalah hanya beberapa golongan yaitu Sunny, Syah, Wahabi, dan salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kita hanya mengacu kepada keimanan ataupun kepercayaan, kita hanya akan mendapatkan yang namanya kebenaran yang tidak hakiki ujung-ujungnya berdampak pada keraguan. Hal ini sangat banyak sekali dialami oleh orang-orang di era dunia yang sudah dewasa ini. Dimana mereka hanya mengandalkan kepercayaan yang mereka dapatkan dari lahir itu yang mereka telan mentah-mentah dan mereka bawa sampai ke liang lahat dan menurut mereka itu adalah sesuatu yang paling benar yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori kausalitas ketika kita ingin mengimani sesuatu itu kita harus meragukan sesuatu itu terlebih dahulu menurut analisa saya bahwa, pada saat kita meragukan atau mengingkari sesuatu itu, disitulah kita mencari kebenaran. Yang dimana kita di tuntut untuk berpikir bebas dan tidak memilih golongan mana yang menurut kita awalnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita ingin mencapai kebenaran kita harus berada dalam alam yang bebas yang dimana tidak ada sebatang pohon pun yang menghalangi masuk lajunya anggin. Karena sejatinya kebenaran adalah sebuah Ketundukan dan&amp;nbsp; ketika kita tunduk tetapi kita belum mencapai kebenaran kita bagaikan didalam ruangan yang gelap yang menebak alam&amp;nbsp; bebas dengan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Khalifah yaitu Ali Bin Abu Thalib katakan bahwa:&quot;Orang-Orang yang beribadah tanpa pengetahuan dan kesadaran laksana keledai yang mengelilingi tonggak di jalan&quot;. Dalam pengakuan Khalifah ini sangat jelas bahwa seseorang yang belum mencapai kebenaran ataupun kesadaran, ibadah tersebut hanya sia-sia dan membuat orang bodoh akan menjadi lebih bodoh. Karena ketika seseorang itu mengenal Tuhan seseorang tersebut belum mengenal dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manado 23 April 2018</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/7087283307979231781/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/meragukan-kebenaran-demi-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7087283307979231781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/7087283307979231781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/meragukan-kebenaran-demi-kebenaran.html' title='Meragukan Kebenaran Demi Kebenaran Hakiki'/><author><name>Awin Abdullah</name><uri>https://plus.google.com/117232708391940312676</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-gySJ40TBNL8/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABhM/d-i9hMhj9S4/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-4Um04SOe91g/WuGC9c7cOJI/AAAAAAAABpE/pjZfgJ1Buzog2ccZ6Er_RHffUnV8l0KMgCLcBGAs/s72-c/PhotoGrid_1524727896825.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7630643646151953494.post-4803643350332530559</id><published>2018-04-24T17:37:00.000-07:00</published><updated>2018-04-24T17:38:47.252-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Filsafat Bagian Dari Manusia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dwxnnhFbLg0/Wt_NXOLlBhI/AAAAAAAAB54/rBKa4pR6tFknXzSj5RRc5V5WVCgRXUG6QCLcBGAs/s1600/20180425_083513.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;514&quot; data-original-width=&quot;706&quot; height=&quot;232&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-dwxnnhFbLg0/Wt_NXOLlBhI/AAAAAAAAB54/rBKa4pR6tFknXzSj5RRc5V5WVCgRXUG6QCLcBGAs/s320/20180425_083513.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Penulis : Alvikry Baguna&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Filsafat merupakan suatu ilmu pengetahuan yg bersifat eksistensial artinya sangat erat hubunganya dengan kehidupan manusia, di mana filsafat ini bisa di katakan motor atau alat penggerak di kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia pribadi maupun sebagai manusia yang kolektif dalam bentuk suatu masyarakat atau bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada dasarnya filsafat di mengerti cara berpikir yang radikal dan menyeluruh, yaitu suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. Tidak ada satu hal pun yang bagaimana pun sederhananya yang kita terima begitu saja tanpa pengkajian yang seksama.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti yang di katakan oleh Socrates (970-399 SM) dalam buku filsafat ilmu yang di tulis Drs. H Mohammad Adib menjelaskan dalam perkembanganya kemajuan manusia dalam berfilsafat bukan saja di ukur dari jawaban yang di berikan, namun juga dari pertanyaan yang di ajukan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka dari itu sangat penting buat kita untuk mempelajari filsafat, karena segala sesuatu yang kita buat atau pun aktifitas sehari-hari yang kita lakukan itu adalah salah satu bagian dari berfilsafat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manado 25 April 2018&lt;/div&gt;&lt;!--Clip_XXXX_180425_083249_341--&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/feeds/4803643350332530559/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/filsafat-bagian-dari-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/4803643350332530559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/7630643646151953494/posts/default/4803643350332530559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://newsuniversitas.blogspot.com/2018/04/filsafat-bagian-dari-manusia.html' title='Filsafat Bagian Dari Manusia'/><author><name>suparman soleman</name><uri>https://plus.google.com/103468258842201652395</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-fWCYcqjVv4g/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABWM/EuhplzK41uw/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-dwxnnhFbLg0/Wt_NXOLlBhI/AAAAAAAAB54/rBKa4pR6tFknXzSj5RRc5V5WVCgRXUG6QCLcBGAs/s72-c/20180425_083513.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>