<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:35:51 +0000</lastBuildDate><category>Ibu-Dan-Anak</category><category>Hanya-Wanita</category><category>Hanya-Pria</category><category>Tips-Keluarga</category><category>Sehat-Bugar</category><category>Serba-Serbi</category><category>Tips-Keuangan</category><category>Masalah-Karier</category><category>MetroSexual</category><category>Wirausaha</category><category>Mengontrol-Gula</category><category>Nama-Nama Bayi</category><category>Trend-Artis</category><title>mom &amp;amp; kiddy</title><description></description><link>http://momkiddy.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>171</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-509125203555193271</guid><pubDate>Thu, 14 Oct 2010 12:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-14T05:10:44.595-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Keluarga</category><title>Beda Orangtua, Beda Asuhan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAdi4mRPM8A8IMD_Q9Py-l5Imi15ijuTotMrifCE84T24CY_4NPzaa2Ki0i2A26-Umtf5NwPdrEGUOkPpR-GLGi0mVB2lQyVBG9PRvyIHQgExC21vl4TltjJ0-mCkklFCQlEsTVuA8md8q/s1600/1557247p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAdi4mRPM8A8IMD_Q9Py-l5Imi15ijuTotMrifCE84T24CY_4NPzaa2Ki0i2A26-Umtf5NwPdrEGUOkPpR-GLGi0mVB2lQyVBG9PRvyIHQgExC21vl4TltjJ0-mCkklFCQlEsTVuA8md8q/s200/1557247p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Orangtua bekerja mau tidak mau harus menitipkan anak kepada pengasuh atau nenek dan kakeknya. Persoalannya, mereka yang dititipkan, terutama nenek atau kakek, kerapkali memberikan pengasuhan yang berbeda. Aturan yang telah Anda dan pasangan tetapkan di rumah menjadi mudah ditoleransi. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Membina hubungan yang baik dengan orangtua Anda, bisa menjadi cara mengatasi problem ini, kata anggota DPR RI, Angelina Sondakh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Akan lebih mudah mengasuh anak dengan konsep pemikiran atau tujuan yang sama. Jika pun ada perbedaan dengan kakek atau neneknya, komunikasikan dengan baik tanpa menyinggung perasaan. Berikan pengertian bahwa Anda dan pasangan sudah menerapkan aturan di rumah yang harus dipatuhi anak,&quot; katanya, dalam Daycare 2010 Talkshow yang diadakan Unilever Indonesia beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan yang biasa disapa Angie ini mengaku merasa lebih percaya dan aman saat menitipkan anak kepada orangtuanya. Tak masalah meski anak menjadi sedikit dimanja dan dipenuhi permintaan, asalkan masih dalam batas wajar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sesekali makan disuapi tak apa. Namun kalau anak sudah mandiri sebaiknya tidak dimanjakan, bahkan oleh kakek atau neneknya,&quot; tambahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedekatan hubungan dengan orangtua, membuat Anda dan suami menjadi lebih mudah menegur bila ada aturan atau pola asuh yang menyimpang dari kebiasaan di rumah, kata Angie. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah ini mudah terselesaikan dengan adanya komunikasi yang baik. Orangtua perlu kompak dan sepakat untuk menerapkan pola asuh kapan saja di mana saja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya menulis semuanya, seperti menu, jadwal kegiatan anak setiap harinya, aturan &lt;em&gt;dos and don&#39;ts&lt;/em&gt; yang juga berlaku saat anak dititipkan bersama neneknya,&quot; tandas Angie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas female</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/10/beda-orangtua-beda-asuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAdi4mRPM8A8IMD_Q9Py-l5Imi15ijuTotMrifCE84T24CY_4NPzaa2Ki0i2A26-Umtf5NwPdrEGUOkPpR-GLGi0mVB2lQyVBG9PRvyIHQgExC21vl4TltjJ0-mCkklFCQlEsTVuA8md8q/s72-c/1557247p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-8924098660244454736</guid><pubDate>Sat, 25 Sep 2010 06:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-24T23:19:03.364-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Keringet Buntet, Apa Penyebabnya?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8BDaLOwHzDf_Ce9jqIhiqVs9ewgZ6i01L8r6nIV0kwECcAkiQZqGZYfOksdPV_LG3d4cegsXnmZdnBWyF-tlvi11MOLq8DVyOkg9tfSL4Zn6lw146PfjkXMfNWW0Pk4gCrvD3Ar-T6RDs/s1600/1323055p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;102&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8BDaLOwHzDf_Ce9jqIhiqVs9ewgZ6i01L8r6nIV0kwECcAkiQZqGZYfOksdPV_LG3d4cegsXnmZdnBWyF-tlvi11MOLq8DVyOkg9tfSL4Zn6lw146PfjkXMfNWW0Pk4gCrvD3Ar-T6RDs/s200/1323055p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keringet buntet alias biang keringat merupakan kelainan kulit yang  disebabkan tersumbatnya kelenjar keringat. Karena ada istilah  &quot;tersumbat&quot; inilah makanya orang awam kerap menyebut biang keringat  sebagai keringet buntet. Bagian tubuh yang diserang adalah daerah  kepala, punggung, dada, dan bahkan muka. Maklumlah, hampir semua anggota  tubuh manusia mengandung kelenjar keringat, kecuali mulut.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sejak  manusia lahir, terang&amp;nbsp;dr Ari Muhandari Ardhie, SpKK, spesialis kulit  dan kelamin dari Klinik Kulit &amp;amp; Kelamin&amp;nbsp;RSAB Harapan Kita, Jakarta,  sudah memiliki kelenjar keringat dan jumlahnya tak akan berubah karena  tak ada penambahan. &quot;Hanya pada bayi fungsi kelenjar keringatnya belum  berjalan sempurna sehingga bayilah yang lebih kerap mengalami sumbatan  kelenjar keringat.&quot; Itulah mengapa, biang keringat lebih umum ditemukan  pada bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baju dan ventilasi&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tetapi, bukan  berarti setiap bayi akan mengalami biang keringat, lo. Banyak juga,  kok, bayi yang tak mengalaminya. Bukan lantaran bayi yang satu lebih  rentan dengan biang keringat dibanding bayi lainnya, melainkan perawatan  kulitnya. &quot;Jika kulit bayi dirawat dengan baik, biang keringat juga tak  akan terjadi, kok,&quot; ujar Ari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, tambahnya, biang keringat  sebenarnya mudah dihindari. Misalnya, dengan memakaikan baju dari bahan  yang menyerap keringat. Bahan katun bisa menjadi salah satu alternatif.  Tapi modelnya jangan terlalu ketat, lho. Kalau modelnya ketat, meskipun  bahannya katun, tetap saja akan mudah keringatan. Tapi kalau longgar,  kan, lebih nyaman. Tentunya, ventilasi ruangan juga harus diperhatikan  agar sirkulasi udaranya bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nah, inilah prinsip-prinsip dasar  mencegah dan mengobati tahap pertama biang keringat,&quot; tukas Ari. Jadi,  Bu-Pak, bila si kecil mengalami biang keringat segeralah cari faktor  pencetusnya, apakah karena pakaiannya yang tak tepat ataukah  ventilasinya kurang. Bila keduanya sudah baik namun masih terjadi biang  keringat, &quot;bisa jadi karena kelalaian sang ibu atau pengasuhnya,&quot; tandas  Ari. Misalnya, saat bayi berkeringat banyak dan bajunya basah tak  langsung diganti bajunya dan dikeringkan badannya. Hal ini juga memicu  terjadinya biang keringat, lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bedak gatal &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya  para ibu akan memberi bedak tabur bayi di daerah yang terkena biang  keringat. &quot;Enggak apa-apa, kok, karena fungsi bedak, kan, untuk menyerap  sisa kelembaban sehingga kulit jadi kering kembali,&quot; kata Ari. Juga,  tak usah khawatir kulit si kecil akan bertambah kering dan bersisik  dengan digunakannya bedak tabur. &quot;Tanpa diberi bedak pun, pada dasarnya  kulit dengan biang keringat sudah seperti bersisik kasar karena  bentuknya yang bintil-bintil kecil berisi air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, dalam  waktu singkat juga akan dibuang bersama pengelupasan kulit karena  letaknya sangat dangkal,&quot; terangnya. Bisa juga digunakan bedak khusus  untuk mengatasi biang keringat yang dijual di pasaran, terutama bila  biang keringatnya tetap membandel. &quot;Bedak-bedak tersebut biasanya  mengandung zat tambahan untuk mengurangi rasa gatal. Namun tak apa,  karena prinsip pengobatan biang keringat hanya symptomatic&amp;nbsp; atau  mengurangi gejalanya saja. Selain itu, tentunya para produsen pun sudah  memperhitungkan bahan-bahan yang aman bagi bayi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bahan  tambahan yang biasanya digunakan untuk mengurangi rasa gatal biang  keringat ialah calamine&amp;nbsp; dan mentol. &quot;Kedua bahan ini aman untuk bayi,&quot;  ujar Ari. Tapi tentu yang namanya individual cases&amp;nbsp; atau &lt;i&gt;exceptional  cases&lt;/i&gt; pasti ada. Misalnya, bayi A ternyata tak cocok pakai bedak  biang keringat. &quot;Mungkin ia rentan karena usia yang lebih muda. Bukankah  usia muda memang lebih mudah mengalami iritasi?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kalau  sudah demikian berarti sudah menjadi tugas dokter. Serahkan juga pada  dokter bila biang keringat akhirnya menjadi infeksi sekunder yang  biasanya kerap terjadi pada biang keringat tipe dua&quot;Karena gatal, maka  anak-anak kerap menggaruknya sehingga terjadi infeksi sekunder.  Bintil-bintil yang berwarna merah tersebut akan berisi nanah,&quot; tutur  Ari. Biasanya dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan obat  antibiotik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hati-hati jamur&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang perlu  diperhatikan, ujar Ari, jangan sampai orang tua keliru mengira biang  keringat padahal sebenarnya jamur. &quot;Ini sering terjadi, lho. Orang tua  mengeluh, biang keringatnya, kok, enggak sembuh-sembuh. Sewaktu  diperiksa baru ketahuan itu bukan biang keringat, melainkan jamur,&quot;  tuturnya. Oleh karena itu, anjurnya, sebaiknya orang tua yang sudah  mencoba obat-obatan biang keringat memperhatikan bentuk hasil uji  cobanya. Apalagi, sering terjadi kulit bayi tetap tak membaik meskipun  sudah dicoba berbagai obat gatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebaiknya bawa ke dokter  terdekat untuk memastikan apakah benar biang keringat atau jamur. Karena  orang awam mungkin sulit membedakan jamur dengan biang keringat. Mereka  hanya lihat bintil-bintil merah. Tapi kalau dokter, pada umumnya dengan  melihat sepintas bisa membedakan ini jamur atau biang keringat.&quot; Begitu  pun bila bayi mengalami bruntusan merah di daerah kelamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Itu  bukan biang keringat karena tak ada pengaruhnya antara BAK dengan biang  keringat. BAK merupakan fungsi sekresi yang berhubungan dengan saluran  kemih, sedangkan biang keringat adalah sumbatan kelenjar keringat,&quot;  terang Ari. Begitu juga bila bokong bayi mengalami bintil-bintil erah,  &quot;urusannya bukan pada biang keringat tapi lebih ke ruam popok.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun,  memang lebih aman diperiksakan dulu ke dokter baru kemudian diobati.  Bukan begitu, Bu-Pak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tabloid Nakita/Faras Handayani)</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/09/keringet-buntet-apa-penyebabnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8BDaLOwHzDf_Ce9jqIhiqVs9ewgZ6i01L8r6nIV0kwECcAkiQZqGZYfOksdPV_LG3d4cegsXnmZdnBWyF-tlvi11MOLq8DVyOkg9tfSL4Zn6lw146PfjkXMfNWW0Pk4gCrvD3Ar-T6RDs/s72-c/1323055p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-6426454220215201134</guid><pubDate>Fri, 27 Aug 2010 01:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:38:25.744-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sehat-Bugar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Keluarga</category><title>Masih Kenyang Saat Mau Sahur, Gimana Dong?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGLUWo5bsBkW_Dky0WhWsxz8HN9Nhr5PwtjB03eIuC3bxRgp-f2XDJIohxw5f3RNeJTNujEsafVzEJblxNsGQVENIeoGK0641VH3HQ3-2OjrBLq-jDIP2gFMeNAGBJpy_kpCYWwAgw6U7/s1600/0752109p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGLUWo5bsBkW_Dky0WhWsxz8HN9Nhr5PwtjB03eIuC3bxRgp-f2XDJIohxw5f3RNeJTNujEsafVzEJblxNsGQVENIeoGK0641VH3HQ3-2OjrBLq-jDIP2gFMeNAGBJpy_kpCYWwAgw6U7/s200/0752109p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sahur mungkin merupakan salah satu tantangan terberat saat puasa.  Bagaimana tidak, kita harus mengalahkan kantuk yang luar biasa, dan  segera bangun untuk makan. Setelah bangun pun, rasanya perut masih  kenyang. Penyebabnya mungkin karena Anda masih makan lagi antara pukul  21.00 hingga tengah malam.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, ada beberapa hal yang  dapat mengacaukan sahur. Pertama, kita berbuka secara kalap, membuat  tubuh cepat lapar dan mendorong kita untuk makan lagi di malam harinya.  Kalau kita berbuka dengan menu yang benar, kita tak akan merasa sangat  lapar setelah salat tarawih, kata dr Grace Judio-Kahl, Msc, MH, CHt,  konsultan dari klinik penurunan berat badan lightHOUSE di Jakarta. Yang  kedua, kita memang tak terbiasa makan di waktu subuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini  sebenarnya dapat dicegah dengan berbuka dengan menu yang benar. Selama  beberapa tahun terakhir, kita mungkin sering mendengar ungkapan  &quot;Berbukalah dengan yang manis.&quot; Anjuran ini bisa jadi benar ataupun  salah. Benar, ketika diterapkan pada mereka yang mengalami hipoglikemik,  atau kekurangan kadar gula dalam darah. Dalam kondisi seperti itu,  sebaiknya mereka berbuka dengan asupan yang manis untuk menaikkan  kembali kadar gula darahnya. Misalnya, dengan minum madu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi  lain, anjuran itu akan salah bila ditujukan pada mereka yang tak punya  keluhan terhadap gula darah. Sebaiknya mereka berbuka dengan buah kurma  segar dan segelas air putih. Berdasarkan&amp;nbsp; studi klinis yang  dipublikasikan di &lt;em&gt;International Journal of Food Science and  Nutrition&lt;/em&gt;, kurma mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.  Salah satunya Beta D-Glucan, serat larut air yang dapat memberikan rasa  kenyang dan baik untuk kesehatna pencernaan. Kurma dan segelas air putih  merupakan hidangan berbuka yang paling ideal, sebab cukup cepat dalam  mengganti cairan yang hilang. Setelah itu, beri jeda selama 15-30 menit  sebelum kita mulai menyantap hidangan utama yang terdiri atas  karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.  Mengonsumsi makanan yang tepat saat berbuka akan mencegah kita merasa  lapar pada beberapa jam berikutnya, hingga menjelang waktu sahur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Prevention  Indonesia)</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/masih-kenyang-saat-mau-sahur-gimana.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXGLUWo5bsBkW_Dky0WhWsxz8HN9Nhr5PwtjB03eIuC3bxRgp-f2XDJIohxw5f3RNeJTNujEsafVzEJblxNsGQVENIeoGK0641VH3HQ3-2OjrBLq-jDIP2gFMeNAGBJpy_kpCYWwAgw6U7/s72-c/0752109p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-3919936752481132005</guid><pubDate>Mon, 23 Aug 2010 03:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:38:43.276-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Keuangan</category><title>Puasa Belanja Uang THR Anda</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3tsEwQDs6mb1EfGwiqy1T0HvQj_B9q702fGDF6Q7vXd1TEdY1l_o3fOrV1ydN4RaAdEYCFCJh2w6dQmoU68vm4a2XGoO7dT83_JEbslUA6raHjuBwOyMQ70k7vAD7TL7OmDmH6cxhW5tY/s1600/1120545p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3tsEwQDs6mb1EfGwiqy1T0HvQj_B9q702fGDF6Q7vXd1TEdY1l_o3fOrV1ydN4RaAdEYCFCJh2w6dQmoU68vm4a2XGoO7dT83_JEbslUA6raHjuBwOyMQ70k7vAD7TL7OmDmH6cxhW5tY/s200/1120545p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi para karyawan, Tunjangan Hari Raya (THR) tak lama lagi ada dalam  genggaman Anda. Umumnya uang tambahan ini akan dibelanjakan untuk  berbagai keperluan menjelang Lebaran. Tetapi kebiasaan ini tak berlaku  jika kondisi keuangan masih tidak sehat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Perencana keuangan  Ligwina Hananto menegaskan, jika kondisi keuangan sehat, sah saja  menghabiskan uang THR untuk belanja kebutuhan lebaran. Namun jika masih  ada kewajiban membayar utang kartu kredit, hindari belanja baju baru dan  tak perlu mudik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Uang THR bisa digunakan untuk membayar utang  kartu kredit bagi Anda yang memiliki kondisi keuangan tidak sehat,&quot; kata  Ligwina kepada &lt;em&gt;Kompas Female,&lt;/em&gt; usai &lt;em&gt;talkshow&lt;/em&gt;  &quot;Reksadana: Kenali Dulu Baru Beli&quot; yang diadakan Tabloid &lt;em&gt;Kontan&lt;/em&gt;  beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda bahwa kondisi keuangan sehat atau  tidak bisa dilihat dari rasio kemampuan menabung dan mencicil utang.  Jika keuangan sehat, Anda masih memiliki tabungan 10 - 30 persen dari  penghasilan setiap bulan. Anda juga masih mampu mencicil maksimal 30  persen dari penghasilan untuk membayar hutang termasuk kartu kredit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Indikator  keuangan tidak sehat, Anda tidak bisa menabung dengan rasio 10-30  persen dari penghasilan. Keuangan minus juga menjadi pertanda kondisi  keuangan tidak sehat. Begitupun jika menyicil utang lebih dari 30 persen  dari pernghasilan. Artinya, jika jumlah cicilan utang terlalu tinggi,  Anda berangkat pagi pulang petang hanya untuk membayar utang,&quot; paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  penghasilan Anda hanya Rp 3 juta per bulan namun biaya gaya hidup  mencapai Rp 7 juta misalnya, dan terlilit utang kartu kredit karenanya,  ini sudah pertanda kondisi keuangan tidak sehat, tutur Ligwina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah,  jika kondisi finansial Anda mencirikan tanda-tanda negatif tadi, maka  Anda harus ikat pinggang dengan ketat dan &quot;puasa&quot; belanja menjelang  lebaran nanti. Caranya dengan menahan diri untuk tidak menikmati uang  THR untuk berbelanja, tetapi membayar dulu utang Anda (dengan THR  tersebut). Inilah risiko yang harus Anda bayarkan dari kebiasaan  menghamburkan uang dengan &lt;em&gt;lifestyle&lt;/em&gt; yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;&lt;em&gt;Habit&lt;/em&gt;  seperti ini tidak terbentuk satu-dua hari. Tetapi sudah berlangsung  dua-tiga tahun,&quot; tegas Ligwina.&lt;br /&gt;
Jika ingin sehat secara finansial,  menahan diri berpuasa belanja Lebaran kali ini bisa membantu  mengembalikan kondisi keuangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas female</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/puasa-belanja-uang-thr-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3tsEwQDs6mb1EfGwiqy1T0HvQj_B9q702fGDF6Q7vXd1TEdY1l_o3fOrV1ydN4RaAdEYCFCJh2w6dQmoU68vm4a2XGoO7dT83_JEbslUA6raHjuBwOyMQ70k7vAD7TL7OmDmH6cxhW5tY/s72-c/1120545p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-9096680678743425887</guid><pubDate>Fri, 20 Aug 2010 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.516-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Mengakali Malas Makan Kala Sahur</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkgtHJ0cYQOPHVrR2bU0zWV5Mlbm3Z-PRsH1cgCWvCRAdQxFyRzpjxYsmp1uRFaggNRKpc9TsEoLoGsV7jppT9GAg5YEBMtBceKIkaFE7Msiq4VZ8-LbF1Ii46qKVoM5BtXOA8aTUH86vl/s1600/0943204p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkgtHJ0cYQOPHVrR2bU0zWV5Mlbm3Z-PRsH1cgCWvCRAdQxFyRzpjxYsmp1uRFaggNRKpc9TsEoLoGsV7jppT9GAg5YEBMtBceKIkaFE7Msiq4VZ8-LbF1Ii46qKVoM5BtXOA8aTUH86vl/s200/0943204p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Membangunkan anak kala sedang tertidur lelap untuk sahur memang bukan  pekerjaan mudah. Namun, jangan sampai melewatkan waktu sahur karena si  anak sulit dibangunkan. Sahur sebanding dengan sarapan, karena  sedikitnya menyumbang sepertiga jumlah energi untuk satu hari (sekitar  300-675 kalori). Demikian pula dengan manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Kegunaan sahur  sama dengan sarapan. Sarapan penting bagi anak-anak maupun dewasa,  karena dapat mempengaruhi kemampuan konsentrasi. Anak yang terbiasa  sarapan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik  dibandingkan yang tidak sarapan. Alasannya, sarapan adalah sumber energi  untuk beraktivitas pada hari itu. Setelah tidur selama 8 jam pada malam  hari, maka kadar glukosa darah dalam tubuh seseorang mulai menurun pada  keesokan harinya. Padahal kadar glukosa darah yang baik akan memudahkan  berkonsentrasi yang tentunya dapat membantu seseorang dalam memecahkan  masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, untuk menyiasati agar anak tidak  malas kala sahur ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Di antaranya  dengan menciptakan makanan sepinggan yang sarat gizi. Makanan sepinggan  lebih praktis namun memiliki zat gizi yang lengkap (karbohidrat,  protein, lemak, vitamin, dan mineral).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari  kebosanan, lakukan diversifikasi atau penganekaragaman bahan pangan.  Misal, makaroni skotel sayuran yang terdiri atas campuran makaroni,  telur, daging sapi giling, wortel, brokoli, susu, dan taburan keju.  Cukup beragam dan dapat memenuhi kebutuhan akan nutrisi anak dengan gizi  seimbang.&lt;br /&gt;
Hal yang patut diperhatikan adalah kala anak berbuka  puasa. Setelah menahan lapar terkadang makanan yang dikonsumsi menjadi  tidak terkontrol. Padahal berbuka puasa adalah menyumbang sedikitnya 2/3  kebutuhan akan nutrisi per hari. Ketika berbuka disarankan mengonsumsi  tajil (hidangan pembuka) yang mampu meningkatkan kadar gula dalam darah  agar tidak lemas. Namun bukan yang berasal dari karbohidrat sederhana  (gula), sebaiknya adalah karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks ini  dapat diperoleh dari buah-buahan untuk meningkatkan kadar gula darah  secara perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menggugah selera makan sebaiknya sajikan  hidangan berbuka (tajil) yang sarat gizi dengan komposisi gizi seimbang.  Contoh, sari buah, atau makanan kecil kaya serat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikan anak  makanan secara bertahap, tajil dulu, lalu mintalah anak untuk  melaksanakan ibadah salat Magrib. Setelah itu, ajaklah anak mengonsumsi  hidangan utama yang kaya nutrisi. Untuk menggugah selera makan, sajikan  hidangan sarat gizi dalam penataan yang menarik. Misal, nasi dibentuk  sesuai dengan karakter favorit anak-anak dan ditambahkan berbagai  sayuran dan lauk sebagai hiasan, sekaligus pemenuh gizi seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Narasumber:  Hindah Muaris, pemerhati kulinologi</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/mengakali-malas-makan-kala-sahur.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkgtHJ0cYQOPHVrR2bU0zWV5Mlbm3Z-PRsH1cgCWvCRAdQxFyRzpjxYsmp1uRFaggNRKpc9TsEoLoGsV7jppT9GAg5YEBMtBceKIkaFE7Msiq4VZ8-LbF1Ii46qKVoM5BtXOA8aTUH86vl/s72-c/0943204p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-1981971725147151043</guid><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 02:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:38:25.745-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sehat-Bugar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba-Serbi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips-Keluarga</category><title>Agar Tetap Energik Selama Puasa</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJzGoypxtgAuZ0tYXoIjYWvLLfAlfpRqBnDxuXOgoZg7o4hzw4nBuB9FwIW-7UXWq1pDiGihyphenhyphen6GrNVWeSiENxopIawishQdyPRtwBdJFVERdNxVZf9BT7HZ98tbEnxHl6uCtA0gx0B7I3/s1600/94172_puasa_300_225.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJzGoypxtgAuZ0tYXoIjYWvLLfAlfpRqBnDxuXOgoZg7o4hzw4nBuB9FwIW-7UXWq1pDiGihyphenhyphen6GrNVWeSiENxopIawishQdyPRtwBdJFVERdNxVZf9BT7HZ98tbEnxHl6uCtA0gx0B7I3/s200/94172_puasa_300_225.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Puasa atau tidak makan dan minum selama 12 jam di bulan Ramadan bukan  berarti Anda tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Selama menjalankan  ibadah puasa, jumlah asupan makanan berbeda dengan energi yang  dikeluarkan. &lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Agar tak kehabisan energi selama menjalankan puasa  ada beberapa kiat agar tubuh tetap fit selama berpuasa seperti dikutip  dari &lt;em&gt;Daffodil.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Niat&lt;/strong&gt;Motivasi atau  niat menjalankan puasa ternyata berpengaruh pada kondisi tubuh melalui  pusat pengatur di otak. Kadar asam lambung orang yang berniat puasa  lebih rendah daripada orang yang kelaparan hingga lebih sanggup menahan  lapar hingga saat berbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Asup menu bergizi&lt;/strong&gt;Konsumsi  menu bergizi saat sahur dan berbuka sebagai sumber energi di siang  hari. Jangan lupa asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan  mineral seimbang dalam setiap menu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Makan sahur&lt;/strong&gt;Sahur  berfungsi sebagai cadangan energi dalam aktivitas keseharian. Tidak  sahur meningkatkan risiko terjadinya penurunan gula darah yang  menyebabkan tubuh cepat lesu, loyo dan mudah marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4.  Perbanyak minum air putih&lt;/strong&gt;Sejak berbuka hingga masuk sahur,  banyak&amp;nbsp; minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Ini memberi tubuh  waktu untuk menampung dan mengonsentrasikan cairan tubuh bagi keperluan  saat menjalankan puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;5. Hindari makanan dan minuman  terlalu banyak gula&lt;/strong&gt;Makanan dan minuman yang terlalu manis  memicu tubuh memproduksi insulin dan cepat menimbulkan rasa lapar, lemas  dan lesu. Saat makan sahur, perbanyak protein dan serat yang bertahan  lebih lama dibanding jenis makanan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;6. Segera  berbuka puasa pada waktunya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pada&amp;nbsp; saat berbuka awali makanan  atau minuman hangat dan manis, seperti kolak atau kurma. Tetapi hindari  minuman yang terlalu manis seperti soda atau minuman yang terlalu  dingin karena akan membuat perut kembung. Setengah hingga satu jam  kemudian, santap makanan secara bertahap agar tidak membebani  pencernaan. Perbanyak buah dan sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;7. Berolah raga  ringan-sedang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu penyebab cepat lelah saat puasa  adalah berolahraga di pagi hari. Namun, berolahraga ringan 1-2 jam  sebelum berbuka meningkatkan vitalitas dan kebugaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;8.  Menjaga kebersihan gigi dan mulut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Saat menjalankan ibadah  puasa, kegiatan makan dan minum di siang hari berhenti total. Sehingga,  produksi kelenjar air liur berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan  berbau. Karenanya,&amp;nbsp; dianjurkan segera menggosok gigi sehabis makan sahur  agar sisa-sisa makanan tidak membusuk di rongga mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : vivanews</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/agar-tetap-energik-selama-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJzGoypxtgAuZ0tYXoIjYWvLLfAlfpRqBnDxuXOgoZg7o4hzw4nBuB9FwIW-7UXWq1pDiGihyphenhyphen6GrNVWeSiENxopIawishQdyPRtwBdJFVERdNxVZf9BT7HZ98tbEnxHl6uCtA0gx0B7I3/s72-c/94172_puasa_300_225.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2245649473077082548</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.516-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Inilah Masalah Kulit yang Paling Sering Dialami Bayi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg34I5LtiHd0CY8md2g8WPp8HYT1_flRJjYeUhW7Ulxp2xHSxRbUlYF9U4AJZSMSg6F4MYIkjRAnOrOx-ia08giOFJgU4kr95cW75QQf4sjGVcakdHdts0Z-P1uXzB27c-DfJHF3Q8p9IYN/s1600/1221478p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg34I5LtiHd0CY8md2g8WPp8HYT1_flRJjYeUhW7Ulxp2xHSxRbUlYF9U4AJZSMSg6F4MYIkjRAnOrOx-ia08giOFJgU4kr95cW75QQf4sjGVcakdHdts0Z-P1uXzB27c-DfJHF3Q8p9IYN/s200/1221478p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagai orang dewasa, ketika ada nyamuk saja yang menggigit kulit kita,  rasanya sudah tidak nyaman, dengan rasa gatal dan bentol yang menyiksa.  Bayangkan apa rasanya jika si bayi, yang struktur kulitnya belum  sempurna, harus mengalami masalah kulit. Wah, pasti amat tidak nyaman.  Padahal, tanpa kita sadari, masalah pada kulit pada bayi adalah  kesalahan para orang yang mengurus si bayi, lho.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;di acara  Johnson&#39;s Baby Day yang berlangsung di Epicentrum Walk, Kuningan,  beberapa waktu lalu, dr Titi Lestari Sugito, dari Kelompok Studi  Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), mengatakan, &quot;Lebih dari 80 persen  anak pernah mengalami masalah kulit, apalagi di iklim seperti di  Indonesia, yang lembap. Jika tidak dirawat dan dijaga kebersihannya, tak  heran akan mengalami masalah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah masalah-masalah  kulit yang paling sering dialami bayi beserta solusinya;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1.  Biang keringat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Indikator dari penyakit kulit ini adalah  adanya lepuh-lepuh halus sebesar pangkal jarum pentul, dan tampak  bintil-bintil merah berukuran kecil. Biasanya di bagian dahi, dada, dan  punggung. Amat jamak ditemukan pada anak-anak. Biasanya terjadi karena  jalur keringat yang tersumbat dan karena udara di sekitar si bayi panas  dan lembab, serta kebersihan yang kurang. &lt;br /&gt;
Solusinya, antara lain  adalah dengan memastikan aliran udara pada tubuh anak cukup baik,  kebersihan kulit terjaga (mandi dengan sabun), dan pakaian yang  dikenakan cukup nyaman. Setiap kali bayi terlihat mulai berkeringat,  cuci bagian tubuh tersebut, seka, keringkan dengan benar, ganti bajunya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Dermatitis seboroik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Terlihat kulit  bersisik, kemerahan, berminyak, terutama di daerah sebore (kepala, muka,  telinga, dada, dan lipatan), paling banyak pada bayi usia 4-6 minggu.  Menurut dr Titi, ini terjadi akibat menempelnya hormon ibu pada bayi,  dan ini merupakan bawaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusinya, anjur dr Titi adalah dengan  mengoleskan baby oil di kulit tersebut semalaman, lalu di pagi harinya  dicuci dengan shampo. Biasanya, akan hilang sekitar 6 bulanan. Namun,  karena gatal, si kecil menggaruk, akan membuat kulitnya lebih rentan  terluka. Pastikan si bayi dalam keadaan nyaman dan terjaga  kebersihannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Kulit kering&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan  kulit si bayi terasa kasar, dan kadang melepuh. Kadar kering kulit pun  berbeda. Untuk kulit yang keringnya tidak terlalu parah, masih bisa  dioleskan lotion atau krim bayi sesuai keperluan dan segera sesudah  dimandikan. Namun, jika cukup parah, bisa gunakan baby oil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4.  Lecet&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Kulit tampak memerah dan terkadang ada luka.  Seringkali dijumpai pada anus bayi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan  krim bayi khusus agar mencegah lecet terjadi lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;5.  Dermatitis popok/diaper rash/ruam popok/eksim popok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Biasa  terjadi pada bagian kulit yang tertutup popok. Dipaparkan oleh dr Titi,  hal ini terjadi karena cara pemakaian popok yang salah. Setidaknya 50  persen bayi yang menggunakan popok mengalami hal ini. Mulai terjadi di  usia beberapa minggu hingga 18 bulan (terbanyak terjadi di usia bayi 6-9  bulan). Biasanya, terjadi karena salah pemakaian popok. Popok memiliki  batas kapasitas tampung urin dan tinja. Jika kotoran sudah melebihi daya  tampung, bisa jadi akan kembali berkontak dengan kulit. Tak bisa diukur  secara kasat mata, memang, namun, sekarang sudah ada beberapa popok  yang memiliki pengukur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusinya memang butuh kejelian dari  orang yang mengasuh anak. Setiap kali sudah mulai terasa berat, atau  sudah terasa agak berat, segera bersihkan dan keringkan daerah kelamin  si bayi, beri krim, dan ganti popoknya. Ruam popok paling sering terjadi  saat bayi tertidur di malam hari karena kadang orangtua jarang  memerhatikan popok si bayi di malam hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;6. Dermatitis  Atopik/Eksim susu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Eksim susu merupakan radang kronik yang  terjadi secara berulang, gatal, dan akibat hipersensitivitas. Sebanyak  38 persen terjadi pada bayi yang usianya di bawah 3 bulan, 85 persen  lainnya terjadi pada anak usia di 1 tahun pertama, dan sebanyak 95  persen lainnya terjadi sebelum usia 5 tahun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr Titi  menjelaskan, bahwa penyebab eksim susu selain karena pada dasarnya  adalah hipersensitivitas atau bawaaan dari dalam diri, namun juga ada  andil dari luar, yakni lingkungan, alergen (makanan, debu, kuman S.  aureus). Biasanya, kulit bayi yang memiliki masalah ini, cenderung  kering dan tak memiliki pelindung, jika kelembapan itu hilang atau  berkurang, maka akan rentan bereaksi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solusinya adalah perawatan  kulit yang tepat dan selalu beri kelembapan kulit ekstra. Sehabis ia  main, selalu pastikan ia mandi dengan bersih, gunakan sabun, bersihkan  menyeluruh, atau jika berkeringat, selalu seka. Jangan lupa dikeringkan,  lalu berikan krim untuk perlindungan.</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/inilah-masalah-kulit-yang-paling-sering.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg34I5LtiHd0CY8md2g8WPp8HYT1_flRJjYeUhW7Ulxp2xHSxRbUlYF9U4AJZSMSg6F4MYIkjRAnOrOx-ia08giOFJgU4kr95cW75QQf4sjGVcakdHdts0Z-P1uXzB27c-DfJHF3Q8p9IYN/s72-c/1221478p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-8029793832178884026</guid><pubDate>Mon, 09 Aug 2010 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.517-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Membuat Anak Nyaman ke Dokter</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhef3GeHt1aLeEMwesniTzw4yH7f10mApFMNbTy-UO4BxHi92T0nhYfk7DyUkjLjcm1yS7v45QC2KfbF61s4lzXar4zF9l3PPkZb9s27I2V_QmfRfMvWHNHbIl7g2RSn7GlLANylJEI_eGt/s1600/G0qaNfJ3ci.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;132&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhef3GeHt1aLeEMwesniTzw4yH7f10mApFMNbTy-UO4BxHi92T0nhYfk7DyUkjLjcm1yS7v45QC2KfbF61s4lzXar4zF9l3PPkZb9s27I2V_QmfRfMvWHNHbIl7g2RSn7GlLANylJEI_eGt/s200/G0qaNfJ3ci.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;&lt;strong&gt;BANYAK&lt;/strong&gt; anak yang merasa takut saat diajak mengunjungi dokter karena persepsi negatif tentang dokter. Padahal, pemeriksaan kesehatan merupakan kegiatan yang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Bagaimana mengatasinya?&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Pergi ke klinik atau rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter, bagi anak bisa menjadi pengalaman seru atau malah traumatis. Hal itu sangat tergantung bagaimana Anda mempersiapkan si buah hati. Seringkali, sesampainya di ruangan dokter anak malah menangis histeris, minta pulang atau bahkan berlari keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya Anda tidak ingin hal itu terjadi pada anak. Karena, persoalan perawatan kesehatan merupakan hal penting. Jika tidak, si kecil tentu akan mengalami gangguan terhadap organ vitalnya. Karena itu, sebelum memeriksakan anak ke dokter, orang tua sebaiknya lakukan beberapa persiapan. Diantaranya memberikan pemahaman tentang kesehatan terutama soal pentingnya memeriksakan diri ke dokter pada anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, yang paling penting adalah apabila Anda terbiasa mengancam anak dengan mengatakan akan membawanya ke dokter supaya disuntik, maka mulai saat ini hentikan sikap tersebut. Ancaman yang tidak jelas seperti, ”Kalau kamu enggak makan, nanti Ibu laporin dokter, lo!” juga membuat persepsi anak tentang dokter menjadi negatif. Oleh karenanya sekali lagi, jangan menciptakan citra buruk tentang dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti juga pengalaman Marcela Jones, seorang profesor Bahasa Inggris di Washington DC, Amerika Serikat. Dia menceritakan kalau putrinya yang berusia 3 tahun, Amalia, mulai berteriak kencang segera setelah mereka masuk ke ruangan dokter. Jones menuturkan, anaknya tersebut mulai takut dengan dokter sejak pemeriksaan rutin dua tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, Amalia menjalankan suntikan imunisasi secara berkala lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan darah. ”Kami harus menahannya dengan tiga orang,” kata Jones. ”Sebuah hal yang mengerikan,” lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang seharusnya orangtua lakukan dengan kondisi tersebut? Jones tahu dia tidak mau lagi hal itu terjadi dan mulai membicarakan kepada buah hatinya mengapa orangtua membawa anak-anaknya ke dokter dan apa yang biasanya terjadi di dalam ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karen Stephens MS, seorang pendidik anak usia dini di Illinois State University, Amerika Serikat dan penulis buku “The Complete Parenting Exchange Library” mengungkapkan, karena anak tidak mengerti apa yang terjadi saat pemeriksaan dokter, karenanya orangtua musti menjelaskannya secara detil apa saja yang terjadi di sana. Kegiatan pemberian informasi ini sangat penting bagi anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Sering kali memang yang terlihat lebih banyak rasa takut,” katanya. ”Karena anak-anak tidak tahu apa yang mereka harapkan (di ruangan dokter tersebut),” terangnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, kadang-kadang anak memiliki pemikiran yang salah tentang perawatan medis. Jika mereka pernah melihat acara televisi soal kegiatan di rumah sakit misalnya, mereka selalu mengaitkan dokter dengan trauma dan cedera fatal. Karena itu, untuk memerangi ketakutan anak-anak, orang tua harus menjelaskan apa yang akan terjadi ketika mereka mengunjungi dokter. Penjelasan yang mungkin membantu contohnya kegunaan stetoskop dokter yang digunakan untuk mendengarkan hati anak yang mungkin merasa sakit, atau alat pendeteksi lidah yang bisa menolong dokter untuk melihat tenggorokan yang mungkin pertanda penyakit tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orangtua juga harus menjadi contoh yang baik agar anak bisa belajar soal ini. ”Banyak proses perkembangan anak-anak harus dilalui dengan cara menakutkan terlebih dahulu,” kata Stephens. ”Tetapi ketika anak-anak cukup berani untuk menghadapi meja dokter sendiri, orangtua tak perlu sungkan untuk menyemangatinya ‘Kamu bisa melakukannya’,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapatkan perawatan medis, jelas Stephens, merupakan keterampilan hidup lain yang penting bagi seseorang. ”Tapi kalau anakanak merasakan kegugupan orangtuanya, mereka juga akan menafsirkan kalau mengunjungi dokter sebagai sebuah kesepakatan yang paling besar (untuk mendapatkan bantuan medis),” ungkapnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu? ”Saya tidak terlalu suka dengan pemberian barang seagai hadiah,” kata Stephens. ”Tapi saya termasuk penggemar berat untuk menjalankan sesuatu yang menyenangkan bersama-sama sebagai sebuah komplimen,” ujarnya. “Yang terpenting adalah bagaimana Anda mengungkapkan kebahagian tersebut,” terangnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misalnya dengan mengatakan,‘Ayo nak, kita pergi jalan-jalan untuk merayakan keberanian kamu (pergi ke dokter) dan kerjasama kita selama ini’. Karena, terus terang, ketika saya melakukan sesuatu yang menantang, saya ingin merayakannya bersama yang tersayang,” tandas Stephens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu, Stephens memberikan sejumlah tips agar anak tidak takut saat mengunjungi dokter. &lt;br /&gt;
Pertama, belilah permainan dokter-dokteran dan biarkan anak bermain memeriksa binatang peliharaan, boneka atau bahkan Anda laksana seorang dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, berikan buku-buku bergambar yang menunjukkan apaapa saja yang terjadi selama kunjungan ke dokter. Orangtua diharapkan tidak berbohong. Ya, suntikan memang akan menyakiti, namun katakan kepada buah hati bahwa ini akan berakhir dengan cepat dan pentingnya perawatan medis untuk kesehatan jangka panjang. ”Jangan bohong, kalau suntikan itu tidak akan sakit,” tegas Stephens. Lalu, hangatkan jiwa anak anak. Bawa juga si bungsu saat kakaknya melakukan pertemuan dengan dokter secara berkala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Jadi mereka terbiasa dengan rutinitas. Ajak juga anak-anak menemani Anda saat Anda mengunjungi dokter. Biarkan mereka melihat apa yang terjadi dan bagaimana Anda bereaksi,” bterang Stephens.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Sumber : okezone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/membuat-anak-nyaman-ke-dokter.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhef3GeHt1aLeEMwesniTzw4yH7f10mApFMNbTy-UO4BxHi92T0nhYfk7DyUkjLjcm1yS7v45QC2KfbF61s4lzXar4zF9l3PPkZb9s27I2V_QmfRfMvWHNHbIl7g2RSn7GlLANylJEI_eGt/s72-c/G0qaNfJ3ci.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2255102634460001092</guid><pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-05T19:52:30.021-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wirausaha</category><title>Prediksi Tren Desain</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixWzDyJG-Cnt2Hej9JyxTwlkrfWGQiz3Br9-Tu_AaKaapqc2pwZcmfVRY2VdNrzk3PcQhEyFo3DtjTEBuRkNMk10nyIUiiCFGNT3439k6fTVu-zV5H62toB9mYvlrTEDyuvayxi6E0BMpW/s1600/1558473p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixWzDyJG-Cnt2Hej9JyxTwlkrfWGQiz3Br9-Tu_AaKaapqc2pwZcmfVRY2VdNrzk3PcQhEyFo3DtjTEBuRkNMk10nyIUiiCFGNT3439k6fTVu-zV5H62toB9mYvlrTEDyuvayxi6E0BMpW/s200/1558473p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tren desain dan produk bisa diciptakan pebisnis, skala kecil hingga  besar, dengan melihat perubahan gaya hidup masyarakat. Kembali ke alam  dan cermat melihat kondisi sekitar menjadi tolok ukurnya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Irvan  A. Noe&#39;man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif, memaparkan  prediksi tren desain pada 2011 berdasarkan empat karakter gaya hidup  yang bisa menjadi inspirasinya, yakni: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Technatura&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dengan  kondisi lingkungan semakin rusak, berbagai penemuan ramah lingkungan  semakin marak. Masyarakat sudah mulai sadar lingkungan dan mencari  produk yang sesuai dengan pola pikirnya. Produk yang ramah lingkungan  menjadi tren. Pola pikir seperti ini juga menimbulkan berbagai  inspirasi, untuk ornamen batik atau tekstil yang terinspirasi dari alam  dan lingkungan, bahkan arsitektur juga mengambil tema alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Teknologi  bisa dimanfaatkan untuk mencipta produk atau desain yang terinspirasi  dari alam. Namun produksi tidak harus terpaku pada mesin. Produksi di  UKM juga bisa menerapkan konsep ini dengan mengambil inspirasi desain  dari alam dan lingkungan,&quot; papar Irvan dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; tren  desain di festival UKM Jakarta beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2.  Replay&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ciri konsep ini adalah simpel dan menyenangkan.  Teknologi bisa dipersonalisasi, misalnya mencipta sepatu bermerek namun  dengan pilihan motif dan warna sesuai selera pembeli. Produksi bisa  massal namun bisa dipersonalisasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana santai dan tidak  formal menjadi ciri khas lainnya. Seperti kedai kopi yang lebih  sederhana tanpa papan nama, misalnya. Ini lebih dicari karena masyarakat  tak lagi berpatokan pada imej sebuah merek. Menggunakan barang bekas  menjadi produk bernilai guna juga bisa menjadi inspirasi lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mengambil  inspirasi dari kealamian bentuk gelas plastik penyok, lalu menjadi ide  pembuatan produk keramik dengan bentuk menyerupai gelas plastik penyok  misalnya,&quot; jelas Irvan dalam &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt; tren desain di festival  UKM beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis mengolah kata yang diwujudkan  dalam kaos, misalnya, menjadi ciri lain konsep &lt;em&gt;replay&lt;/em&gt;. Ide  seperti ini sudah ada di Indonesia, dengan munculnya Dagadu Yogyakarta  atau Joger Bali. Namun berbagai ide lain bisa lahir dari kreativitas  Anda mencari peluang dari kencenderungan perubahan gaya hidup dan pola  pikir masyarakat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Hullabaloo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Chaos&lt;/em&gt;  atau kemarahan bisa menjadi inspirasi, yang dituangkan dalam kaos atau  produk lainnya. Misinya berbisnis sambil menyebarkan pesan yang  merepresentasikan aspirasi masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kondisi dunia yang  mulai mengkhawatirkan bisa menjadi ide bisnis yang cemerlang. Norwegia  misalnya, kata Irvan, sudah membuat &lt;em&gt;bunker&lt;/em&gt; untuk menyimpan biji  karena khawatir bumi akan terancam keselamatannya, sehingga upaya  pencegahan pun sudah terpikirkan sejak dini.&lt;br /&gt;
Inspirasi lain bisa  datang dari resesi ekonomi. Konsumsi makanan hasil dari petani lokal  misalnya, menjadi peluang  bisnis yang juga diprediksi bisa menjadi  tren. Gerakan mendukung petani  lokal, karena persoalan resesi ekonomi  menjadi isu yang melatarinya.  Produk yang dijual dengan label gerakan  seperti ini memberikan nilai  jual tersendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4.  Wonderlush&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Tema alam menjadi sumber inspirasinya. Jika batik  mengambil inspirasi dari bentuk akar misalnya, motif alam lainnya juga  bisa diaplikasikan dalam berbagai produk seperti sandal, tas, atau  bahkan produk interior. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain produk dari alam bisa menciptakan  tren di masa mendatang, sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat  yang mulai menghargai lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun bisnis yang sedang Anda  geluti saat ini, skala besar atau kecil sekalipun, sangat bisa  mengaplikasi pilihan tren desain ini. Menyasar pasar, pada prinsipnya,  membutuhkan kejelian Anda melihat kebutuhan dan perubahan dalam  masyarakat.</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/prediksi-tren-desain.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixWzDyJG-Cnt2Hej9JyxTwlkrfWGQiz3Br9-Tu_AaKaapqc2pwZcmfVRY2VdNrzk3PcQhEyFo3DtjTEBuRkNMk10nyIUiiCFGNT3439k6fTVu-zV5H62toB9mYvlrTEDyuvayxi6E0BMpW/s72-c/1558473p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-7060938886485411581</guid><pubDate>Thu, 05 Aug 2010 01:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:35:41.595-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hanya-Wanita</category><title>KB Suntik Bikin Bau Badan?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpZdM6MC8AeRSdITMI6xpN_c5zBloR02sne35JKjrJ8f_WEZT9fF2qJ4mPsVFHPGwm3m-e_H4sHyWxksyOYZv4yCnoi68z1OpCYsvMmIXbs5zwgXgVKDmHP3NWkuza9Rqmhlov6SxBQtRw/s1600/1736396p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpZdM6MC8AeRSdITMI6xpN_c5zBloR02sne35JKjrJ8f_WEZT9fF2qJ4mPsVFHPGwm3m-e_H4sHyWxksyOYZv4yCnoi68z1OpCYsvMmIXbs5zwgXgVKDmHP3NWkuza9Rqmhlov6SxBQtRw/s200/1736396p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Entahlah apakah Anda merasa mengalaminya, namun sebuah studi baru  mengungkapkan bahwa perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi membuat  penampilannya kurang menarik. Dikhawatirkan, hal ini bikin pasangan jadi  kurang hangat.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Metode kontrasepsi yang diperkirakan  memberikan efek semacam ini adalah KB suntik, yang dapat mempengaruhi  aroma tubuh perempuan. Penemuan ini diperoleh setelah dilakukan  pengujian terhadap 12 lemur betina (binatang dari rumpun primata yang  ekornya belang-belang) di Madagaskar.&lt;br /&gt;
Setiap bulan, hewan-hewan  ini diberi injeksi dengan satu dari suntikan KB paling laris, yang biasa  disebut Depo-Provera. Selama pengujian tersebut, hasilnya menunjukkan  bahwa lemur mengeluarkan molekul bau-bauan yang berbeda, dan sesudahnya  “ditolak” oleh lemur jantan dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;
Tentang hal ini,  penulis studi Prof Christine Drea kini sedang mempertimbangkan apakah  pria pun bisa dipengaruhi oleh aroma tubuh pasangannya, dengan cara yang  sama dengan penelitian terhadap lemur tadi. Peluangnya sih ada, karena  kelompok kampanye kesehatan Inggris yang bernama Wellbeing of Women  ternyata setuju bahwa aroma tubuh memainkan peran penting dalam  interaksi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengaruh &lt;em&gt;pheromone&lt;/em&gt; (hormon pengikat  pria) pada manusia tidak bisa diremehkan,” begitu menurut juru bicara  Wellbeing of Women.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, menurut sang juru bicara,  berhubung penelitian ini baru dilakukan terhadap binatang, untuk menguji  hipotesa tersebut jelas perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap  manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pakar Inggris pun segera meminta agar penelitian  lanjutan segera dilaksanakan. Untuk menghindari hal-hal yang tak  diinginkan, mereka juga menyarankan perempuan untuk memperhatikan  perawatan diri saat menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Pihak  Wellbeing of Women sendiri juga mendesak perempuan untuk mendiskusikan  risiko, manfaat, dan pilihan-pilihan alat KB-nya dengan dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas female</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/kb-suntik-bikin-bau-badan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpZdM6MC8AeRSdITMI6xpN_c5zBloR02sne35JKjrJ8f_WEZT9fF2qJ4mPsVFHPGwm3m-e_H4sHyWxksyOYZv4yCnoi68z1OpCYsvMmIXbs5zwgXgVKDmHP3NWkuza9Rqmhlov6SxBQtRw/s72-c/1736396p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-4203081311251264134</guid><pubDate>Wed, 04 Aug 2010 12:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-04T05:00:34.631-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wirausaha</category><title>Produk Konservasi pun Bernilai Jual Tinggi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwuhpJBkgcJuk9BfBuNnV2Cqds8-i4UjGthTozCbd6WbBAE_AtUHcVVZ3qFgxrOwm6w_L4VvCC-k8_0Jk_O2gnPAhyphenhyphenifKIrX_k_sms3oPHEWibiz_Qt-2xv8JXfn6TZ0RZzWGrUew8m3xc/s1600/1325508p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwuhpJBkgcJuk9BfBuNnV2Cqds8-i4UjGthTozCbd6WbBAE_AtUHcVVZ3qFgxrOwm6w_L4VvCC-k8_0Jk_O2gnPAhyphenhyphenifKIrX_k_sms3oPHEWibiz_Qt-2xv8JXfn6TZ0RZzWGrUew8m3xc/s200/1325508p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ide usaha bisa lahir dari mana saja, termasuk dari kawasan konservasi alam di seluruh Indonesia. Potensi alam, jika dikembangkan dengan memperhatikan kelestarian alam, dapat menghasilkan produk lokal organik yang bernilai jual tinggi. Apalagi pola hidup sehat yang &quot;hijau&quot; sudah mulai dilirik masyarakat kota.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Masyarakat yang tinggal di kawasan konservasi di Lampung dan Riau, binaan WWF-Indonesia, membuktikan keunikan dan keunggulan produk lokal yang organik. Kopi robusta dengan merek Kuyungarang berasal dari kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung di antaranya. Lain lagi dengan madu hutan dari Taman Nasional Tesso Nilo yang bermerek Tesso Nilo dan dikemas dengan cantik, menjadi&amp;nbsp; hasil alam lokal bernilai ekonomis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk lokal yang teruji higienitasnya ini memberikan pilihan kepada konsumen, sekaligus mengajak konsumen di perkotaan untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih alami dan lestari. Rasanya tak sulit memasarkan produk &quot;hijau&quot; dengan misi konservasi ini, mengingat masyarakat kota pun sudah semakin tinggi kesadarannya untuk menjaga lingkungan.&lt;br /&gt;
&quot;Dampak kerusakan lingkungan sudah dirasakan setiap orang, dari perubahan iklim, suhu, cuaca, dan kondisi hutan. Kesadaran masyarakat sudah mulai muncul untuk menerapkan &lt;em&gt;green lifestyle&lt;/em&gt;,&quot; papar Cristina Eghenter, PhD, Community Empowerment Coordinator WWF-Indonesia  kepada &lt;em&gt;Kompas Female,&lt;/em&gt; usai peluncuran kampanye Green and Fair  Products beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
Green and Fair Products inistiatif WWF ini membantu mendorong ke arah &lt;em&gt;green lifestyle&lt;/em&gt;, namun pada perkembangannya, konsep konsumsi produk &quot;hijau&quot; bisa lebih luas, imbuh Cristina. Ia menambahkan, yang perlu dipertimbangkan konsumen adalah setiap memilih produk harus dipikirkan dampaknya bagi masyarakat, alam, dan bumi ke depannya.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Peluang usaha menjadi retailer produk organik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Merujuk pada produksi &lt;a href=&quot;http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/28/1122541/menjadi.trendsetter.dengan.jeli.melihat.perubahan&quot;&gt;tren desain&lt;/a&gt; dan produk yang kembali kepada alam (&lt;a href=&quot;http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/28/13390839/4.prediksi.tren.desain.&quot;&gt;Baca 4 Prediksi Tren Desain&lt;/a&gt;), produk organik yang hijau dan berkeadilan (bernilai konservasi dan peningkatan ekonomi masyarakat) menjadi peluang usaha yang memiliki prospek cerah. Namun memang perlu komitmen dan pemahaman mengenai karakter dan kriteria &lt;em&gt;green products&lt;/em&gt; untuk menjalankan peluang ini. Prinsipnya, tak sekadar menjalankan bisnis untuk kepentingan ekonomi, namun juga melestarikan alam dan konservasi.&lt;br /&gt;
Nazir Foead, Director of Policy and Governance, WWF-Indonesia, mengatakan &lt;a href=&quot;http://female.kompas.com/read/xml/2010/07/31/17262798/8.produk.hijau.inisiatif.wwf.&quot;&gt;Green and Fair Products&lt;/a&gt; inisiatif WWF-Indonesia sudah dipasarkan di level lokal sesuai daerah masing-masing. Pasokan produk untuk tingkat ibukota provinsi dipasarkan dengan kerjasama bersama puluhan &lt;em&gt;retailer&lt;/em&gt;. Jika produk makanan disalurkan melalui restoran atau hotel, produk kerajinan melalui berbagai toko.&lt;br /&gt;
&quot;WWF tidak memiliki insting bisnis, justru &lt;em&gt;retailer&lt;/em&gt; yang sejalan dengan konsep &lt;em&gt;green and fair&lt;/em&gt; ini yang memberikan masukan mengenai segmen pasar, cara menjual, metode promosi, hingga kemasan. Pembahasan seperti ini dilakukan dengan &lt;em&gt;retailer&lt;/em&gt; yang memang siap menjalani konsep&lt;em&gt; green and fair&lt;/em&gt;,&quot; papar Nazir.&lt;br /&gt;
Sejumlah supermarket juga sedang dalam penjajakan untuk memasarkan produk berkonsep hijau dan berkeadilan ini. Namun persoalannya, kata Nazir, masyarakat perlu lebih siap meningkatkan kapasitas produksi dengan semakin berkembangnya pemasaran dan kerjasama dengan &lt;em&gt;retailer&lt;/em&gt; ini.&lt;br /&gt;
Ketertarikan supermarket sebagai jaringan pemasaran produk hijau ini semakin menunjukkan bahwa pasar mulai melirik, dan kesadaran masyarakat semakin tumbuh untuk menerapkan &lt;em&gt;green lifestyle&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&quot;Masyarakat sudah mulai sadar dan semakin tahu bahwa ada pilihan produk yang lebih ramah lingkungan. Saat ini konsumen tak banyak memiliki pilihan untuk membeli produk,&quot; kata Nazir. Menurutnya, tidak masalah jika perilaku konsumen berubah perlahan dengan hanya membeli produk organik dua bulan sekali, misalnya. Setidaknya, ada pilihan yang lebih bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;main&quot; style=&quot;visibility: visible;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;search&quot; style=&quot;visibility: visible;&quot;&gt;Karakter khas produk &quot;hijau&quot; inisiasi WWF di antaranya ada label logo, label produk, dan edukasi berupa latar belakang dari produk bernilai konservasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Delapan produk inisiasi WWF hanya menjadi contoh bagaimana produk organik dari petani lokal memiliki nilai konservasi dan bernilai ekonomi yang berkeadilan. Anda tentu saja bisa mengembangkan berbagai produk dengan mengambil inspirasi ide dari sini. Termasuk bagi pebisnis yang ingin menangkap peluang pasar dari semakin berkembangnya &lt;em&gt;green lifestyle&lt;/em&gt;. Asalkan, prinsip hijau dan berkeadilan yang mensejahterakan petani lokal dan melestarikan alam menjadi bagian utama pada sebuah produk yang dihasilkan.(WAF)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/produk-konservasi-pun-bernilai-jual.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwuhpJBkgcJuk9BfBuNnV2Cqds8-i4UjGthTozCbd6WbBAE_AtUHcVVZ3qFgxrOwm6w_L4VvCC-k8_0Jk_O2gnPAhyphenhyphenifKIrX_k_sms3oPHEWibiz_Qt-2xv8JXfn6TZ0RZzWGrUew8m3xc/s72-c/1325508p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2411806662676924063</guid><pubDate>Wed, 04 Aug 2010 11:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:35:41.596-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hanya-Wanita</category><title>Make-up Bersertifikasi Halal</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiNOampra5ooRuswbaums5nYWMP_cZbM0APMoZym4G0Lt5pAeA4JQQLOPi5_FLtkqJPfk3baVgH_Zxa3RXrA4iVPZsmlSclrMKt2WaXeRGDTwwuBB0TPE7VizdCwiX_fHPr5yKjOtFEtZy/s1600/1149157p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiNOampra5ooRuswbaums5nYWMP_cZbM0APMoZym4G0Lt5pAeA4JQQLOPi5_FLtkqJPfk3baVgH_Zxa3RXrA4iVPZsmlSclrMKt2WaXeRGDTwwuBB0TPE7VizdCwiX_fHPr5yKjOtFEtZy/s200/1149157p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Belum lama ini, pemberitaan mengenai kosmetika palsu sempat meramaikan media massa. Hal ini sempat meresahkan masyarakat. Produk-produk palsu ini tak hanya menyebarkan nama buruk bagi produsen yang dipalsukan, tetapi juga merugikan si pengguna. Si pembuat produk palsu tidak akan bertanggung jawab atas dampak buruk yang terjadi pada konsumen. Produk-produk palsu seringkali dibuat oleh industri rumahan yang mencoba membuat kosmetika dengan bahan-bahan yang tak jelas dan bahkan berbahaya. Saat ini banyak pula produk-produk kosmetika yang datang dari luar negeri. Dengan janji surga, produk-produk ini mengatakan akan memberi hasil instan pada kulit, padahal nyatanya, justru berbahaya bagi kesehatan organ dalam.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini sudah sering diberitakan mengenai cara pemilihan kosmetika yang aman. Tak sedikit pula konsumen yang sudah kritis dan mengetahui bagaimana cara memilih kosmetika yang aman. Antara lain, yang tidak mengandung merkuri, hidroquinon, serta logam-logam berat. Tetapi belum banyak kosmetika yang mengusung sertifikasi halal, padahal banyak pula bahan baku kosmetika yang tidak halal bagi masyarakat muslim. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebagian besar konsumen kosmetika di Indonesia adalah wanita muslim. Sehingga, sertifikasi halal itu penting agar mereka, si pengguna ini yakin, bahwa produk kosmetika yang dibeli aman digunakan tak hanya bisa membuat cantik saja,&quot; terang Krishna Tranggono, Direktur Operasional PT Ristra Indolab, kepada &lt;em&gt;Kompas Female&lt;/em&gt;, beberapa waktu lalu di House of Ristra saat mengumumkan dikeluarkannya sertifikasi halal oleh LPPOM MUI untuk Ristra. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saat ini, sertifikasi halal memang diwajibkan untuk produk-produk makanan, sementara produk kosmetika masih bersifat &lt;em&gt;volunteer&lt;/em&gt;, sukarela, belum diwajibkan. Namun, hal semacam ini jika diajukan oleh si pemilik merek, maka konsumennya semakin yakin akan produknya, bahwa si produsen tidak hanya memikirkan penjualan saja, tetapi juga memikirkan kebutuhan assurance penggunanya,&quot; jelas Evi Azizah, Senior Scientist PT Ristra Indolab. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diterangkan oleh Evi, untuk menghasilkan produk halal, dibutuhkan pengetahuan mengenai bahan-bahan yang dapat dipakai. Karena masih banyak produk kosmetik yang menggunakan produk-produk dengan bahan yang tidak halal. Definisi produk yang memenuhi syarat halal sesuai syariat Islam antara lain;&lt;br /&gt;
* Tidak mengandung &lt;em&gt;khamr &lt;/em&gt;(bahan yang dibuat melalui proses fermentasi dan memabukkan) dan produk turunannya. &lt;br /&gt;
* Tidak mengandung babi dan bahan yang berasal dari babi. &lt;br /&gt;
* Semua bahan yang berasal dari hewan harus dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat Islam. &lt;br /&gt;
* Tidak mengandung bahan-bahan lain yang diharamkan, atau tergolong najis, seperti bangkai, darah, bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, kotoran, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&quot;Untuk mendapatkan sertifikasi halal ini dari LPPOM MUI, memakan waktu sekitar kurang lebih satu bulan. Karena kami menggunakan 850 bahan untuk 174 produk. Namun, untuk sertifikasi aman dari BPOM RI, memakan waktu antara 6 bulan sampai 1 tahun untuk masing-masing produk,&quot; jelas Evi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas female</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/make-up-bersertifikasi-halal.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiNOampra5ooRuswbaums5nYWMP_cZbM0APMoZym4G0Lt5pAeA4JQQLOPi5_FLtkqJPfk3baVgH_Zxa3RXrA4iVPZsmlSclrMKt2WaXeRGDTwwuBB0TPE7VizdCwiX_fHPr5yKjOtFEtZy/s72-c/1149157p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-4882797831127261832</guid><pubDate>Mon, 02 Aug 2010 12:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.517-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Tips Menyiapkan Anak ke Sekolah</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_Qcblunu4foOZIu5g1SbhcAzVkKytwEyN92g3PsInw226kzCHyWMsN8vMY_7Zfg7HXztfS46N1YWXvAURaY-aBytQoTZZGyLCl327g7gMHRUiSFEFQZu5B4Fa2ISASQQTuGUQsoc7Zh9_/s1600/1704479p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_Qcblunu4foOZIu5g1SbhcAzVkKytwEyN92g3PsInw226kzCHyWMsN8vMY_7Zfg7HXztfS46N1YWXvAURaY-aBytQoTZZGyLCl327g7gMHRUiSFEFQZu5B4Fa2ISASQQTuGUQsoc7Zh9_/s200/1704479p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rutinitas pagi hari saat menyiapkan anak berangkat ke sekolah sering menciptakan &lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt; di rumah. Misalnya, si kecil bangun kesiangan dan cerewet dengan menu sarapannya. Atau, ia lupa ternyata ada PR dari gurunya, atau mendadak mogok karena tak mau memakai pakaian yang Anda pilihkan. Padahal, Anda sendiri juga harus bersiap menuju ke kantor.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Bila kekacauan seperti ini terus berulang setiap hari, sudah waktunya bagi Anda untuk melakukan pengaturan ulang rutinitas pagi hari. Ada baiknya Anda menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan keperluan sekolah sejak malam sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Disiplin pada pengaturan waktu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Ajak anak tidur 15 menit lebih awal malam sebelumnya dan bangunkan mereka lebih awal 15 menit. Waktu yang tersisa ini bisa Anda gunakan untuk menyiapkan makanan dan menemani mereka makan. Selain itu, juga mengingat kembali daftar barang-barang yang harus dibawa. Lakukan rutinitas ini setiap hari supaya anak tahu kapan harus tidur, bangun, mandi, sarapan, dan berangkat ke sekolah. Pengaturan waktu ini tak hanya bermanfaat untuk anak, tetapi juga Anda sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Siapkan perlengkapan sekolahnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Setiap malam, cek apa isi tas sekolah anak dan bersihkan dari kertas-kertas atau hal-hal lain yang tak perlu. Tanyakan kepada anak, tugas apa yang diberikan gurunya untuk sekolah besok. Misalnya, pensil mewarnai, PR, atau ulangan. Temani anak mengerjakan tugasnya supaya perhatiannya tidak beralih ke hal-hal lain. Bila ia sudah belajar membaca puisi, atau menyiapkan ulangannya, berikan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetes hafalannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi harinya, sambil menemani anak makan, ulang kembali pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajarannya.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Menu bekalnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sudah bukan hal yang perlu diperdebatkan lagi bahwa anak bisa jadi sangat pemilih dalam hal menu makan. Anda bisa menanyakan langsung kepada anak, apa yang ingin dibawanya untuk bekal ke sekolah. Berikan ide-ide baru supaya menu makannya lebih bervariasi. Bila perlu, buat daftar bekal makanan selama seminggu supaya Anda tidak perlu mengingat-ingat apa yang bisa diberikan untuk anak. Buah-buahan potong, &lt;em&gt;jelly&lt;/em&gt;, yoghurt, atau susu dalam kemasan botol plastik juga bisa jadi tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pakaian yang dipakai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Bila ada hari-hari tertentu di mana anak boleh memakai pakaian bebas untuk ke sekolah, ajak anak untuk memilih pakaian yang ingin dipakainya malam sebelumnya. Hal ini akan sangat menghemat waktu Anda pada pagi dan menghindari keluhan anak karena tidak ingin memakai kemeja bergambar Ben 10 atau ingin rambutnya dikuncir.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&quot;Check list&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sambil menunggu anak mandi, Anda bisa mengecek kembali daftar barang yang harus dikenakan atau dibawa oleh anak. Misalnya, tas dan buku sekolahnya, pakaian, sepatu dan kaus kakinya, bekal sekolah, tisu atau sapu tangan, jepit atau pita rambutnya, uang saku, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas female</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/08/tips-menyiapkan-anak-ke-sekolah.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_Qcblunu4foOZIu5g1SbhcAzVkKytwEyN92g3PsInw226kzCHyWMsN8vMY_7Zfg7HXztfS46N1YWXvAURaY-aBytQoTZZGyLCl327g7gMHRUiSFEFQZu5B4Fa2ISASQQTuGUQsoc7Zh9_/s72-c/1704479p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-3191958876844325198</guid><pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.518-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Emosi Ibu Memengaruhi Aliran ASI</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27s-mTWTd8Yf4La-FukaKcoeqbT8i2FiUJqCXrLaou9lVVxcR8wX5jzXahofXk45vCHJzBVbleVt-JLOj2KQTXsUSwKfOlkd5cXRSZMf4ZlicfXV5CzCcXQZEiit_L32ochwq3qTFuz17/s1600/1154559p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27s-mTWTd8Yf4La-FukaKcoeqbT8i2FiUJqCXrLaou9lVVxcR8wX5jzXahofXk45vCHJzBVbleVt-JLOj2KQTXsUSwKfOlkd5cXRSZMf4ZlicfXV5CzCcXQZEiit_L32ochwq3qTFuz17/s200/1154559p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pengaliran ASI dikendalikan oleh hormon oksitosin atau disebut juga hormon cinta. Kekhawatiran ibu, termasuk perasaan sedih, cemas, marah bisa mengurangi oksitosin. Hal inilah yang menyebabkan ASI tidak keluar, padahal payudara sebagai pabrik ASI selalu memproduksi. Isapan bayi paling maksimal pun, hanya bisa mengambil 60-70 persen suplai ASI.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Jadi, jika pun beberapa ibu mengklaim ASI tidak keluar, ini lebih disebabkan karena berbagai kondisi psikologis ibu, bisa jadi karena adanya pikiran khawatir atau takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hormon oksitosin tidak bekerja jika ibu stres. ASI tetap ada di gudang namun tidak mengalirkan ASI. Karenanya ibu harus rileks,&quot; papar Farahdiba Tenrilemba Jafar, Sekretaris Jenderal Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), saat &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;&quot;Breastfeeding Tips For Working Moms&quot; beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Diba, ibu seringkali merasa tak percaya diri karena ASI keluar sedikit setelah melahirkan. Padahal memang jumlah kolostrum masih sedikit pada saat ibu melahirkan. Namun bukan berarti tidak ada ASI, tegasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, kata Diba, hormon oksitosin perlu distimulasi termasuk dengan &lt;em&gt;support &lt;/em&gt;suami dan keluarga. Bahkan, tempat bekerja juga bisa memberikan dukungan, dengan menyediakan kesempatan dan fasilitas bagi ibu menyusui. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diba menjelaskan beberapa hal yang bisa membuat ibu lebih tenang sehingga oksitosin bekerja maksimal:&lt;br /&gt;
- Ibu dalam keadaan tenang.&lt;br /&gt;
- Mencium dan mendengarkan celoteh atau tangisan bayi.&lt;br /&gt;
- Melihat dan memikirkan bayi dengan perasaan sayang.&lt;br /&gt;
- Ayah menggendong atau menyendawakan bayi.&lt;br /&gt;
- Ayah menggantikan popok dan memandikan bayi. &lt;br /&gt;
- Ayah bermain, menggendong dan menyanyikan bayi.&lt;br /&gt;
- Ayah memijat bayi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jika ada Ibu yang merasa tidak bisa menyusui ASI, ayah punya peran di dalamnya. Karena perhatian ayah sangat dibutuhkan ibu yang baru melahirkan,&quot; tegas Diba, menambahkan. Bersentuhan kulit dengan bayi (&lt;em&gt;skin to skin&lt;/em&gt;) bisa menjadi cara bagi ayah dan ibu untuk menenangkan bayi, yang juga akan mempengaruhi psikis ibu pascamelahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, sejumlah faktor yang bisa mengurangi oksitosin diantaranya:&lt;br /&gt;
- Takut bentuk payudara berubah dan takut gemuk.&lt;br /&gt;
- Ibu bekerja.&lt;br /&gt;
- Ibu merasa atau takut ASI-nya tidak cukup.&lt;br /&gt;
- Ibu merasa kesakitan pada saat menyusui.&lt;br /&gt;
- Ibu merasa sedih, cemas, marah, kesal dan bingung.&lt;br /&gt;
- Malu menyusui.&lt;br /&gt;
- Suami atau keluarga kurang mendukung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kekhawatiran ibu cenderung tidak dilandasi alasan yang tepat. Karenanya ibu perlu mempersiapkan diri dengan memilih memberikan ASI. &quot;Dengan mengenali anatomi payudara, misalnya, ibu tak perlu khawatir mengenai produksi ASI. Semua bentuk payudara bisa menyusui. Sedangkan jika bentuk payudara berubah, bukan karena menyusui tetapi bentuk mulai karena hamil,&quot; jelas Diba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mempersiapkan diri lebih matang, serta menjelaskan komitmen kepada suami dan keluarga, untuk memberikan ASI, calon ibu akan lebih siap menghadapi masa menyusui. Bagaimanapun dukungan suami dan keluarga sangat penting pada masa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat datang di dunia ibu.</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/07/emosi-ibu-memengaruhi-aliran-asi.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj27s-mTWTd8Yf4La-FukaKcoeqbT8i2FiUJqCXrLaou9lVVxcR8wX5jzXahofXk45vCHJzBVbleVt-JLOj2KQTXsUSwKfOlkd5cXRSZMf4ZlicfXV5CzCcXQZEiit_L32ochwq3qTFuz17/s72-c/1154559p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-1101419985496428694</guid><pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.518-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Pelukan Bisa Membebaskan Anak dari Depresi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqb3DZAGd1P8PKeQhb-LYFfv1nkHFV6nf3YbpKXLRElEiUpJiKUIKA6iYSad2GS3bPfyBs9kXYqckJHoW7z9rEt2-0MKy6YSYXY2LKPwrbpPn5OKbiH8cMOfAWGnUEF7xbYCik6rc-X6a9/s1600/1014384p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqb3DZAGd1P8PKeQhb-LYFfv1nkHFV6nf3YbpKXLRElEiUpJiKUIKA6iYSad2GS3bPfyBs9kXYqckJHoW7z9rEt2-0MKy6YSYXY2LKPwrbpPn5OKbiH8cMOfAWGnUEF7xbYCik6rc-X6a9/s200/1014384p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kita semua pasti pernah memasuki usia akil balik. Usia yang paling fluktuatif di sepanjang perjalanan manusia. Di usia ini, semuanya seolah menumpuk jadi satu. Mulai dari berprestasi di sekolah, pencarian jati diri, hingga keinginan untuk memiliki banyak teman. Tak jarang semua ini membuat anak remaja masuk ke dalam kegamangan hingga depresi.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Tanda-tanda depresi pada anak adalah, kurang nafsu makan, sering melamun,&amp;nbsp; mengurung diri, hingga emosinya mudah sekali tersulut. Sebagai orangtua, situasi ini pasti akan membuat kita panik dan kebingungan mau melakukan apa agar anak kembali ceria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
University of Bologna di Itali, menyarankan kita untuk memberikan pelukan pada anak yang sedang mengalami masalah dan depresi. Sebab berdasarkan penelitian yang mereka lakukan selama 1 tahun, pelukan lebih efektif ketimbang obat-obat antidepresi. Ini terlihat pada anak-anak yang mengalami depresi dan diberikan obat antidepresan, ternyata mereka memiliki kecenderungan untuk kembali depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal berbeda terjadi pada anak yang didampingi orangtuanya untuk melalui periode depresi. Bahkan hanya dengan pelukan hangat dari kedua orangtuanya, anak yang mengalami depresi bisa lebih percaya diri untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua hal yang disarankan universitas yang ada di Itali ini kepada kita. Pertama, ketika anak mulai mengalami perubahan sikap, cobalah untuk berbicara sebagai teman baiknya agar mereka bisa lebih terbuka menceritakan segalanya. Kedua, jangan lupa berikan pelukan hangat bagi anak-anak, karena ternyata sentuhan ini tak hanya menekan stres tapi juga membebaskan mereka dari depresi.&lt;br /&gt;
(Prevention Indonesia Online)</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/07/pelukan-bisa-membebaskan-anak-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqb3DZAGd1P8PKeQhb-LYFfv1nkHFV6nf3YbpKXLRElEiUpJiKUIKA6iYSad2GS3bPfyBs9kXYqckJHoW7z9rEt2-0MKy6YSYXY2LKPwrbpPn5OKbiH8cMOfAWGnUEF7xbYCik6rc-X6a9/s72-c/1014384p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2814083797198782927</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 01:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.519-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Makanan Terlarang untuk Bayi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXzhKH5SnSYLsFwMEvmLIngVsVvNY0Tw3lmwA7Eh6RQuKpbubCRkwcMB3e6pd1s6n5RMOiSZtgfGFvr1X4-al9CHSqLoj7UFwtrMBcQjyL5mrkxwhClDmGvh8nrhKn_KsdluwkeAFedU4P/s1600/1713014p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXzhKH5SnSYLsFwMEvmLIngVsVvNY0Tw3lmwA7Eh6RQuKpbubCRkwcMB3e6pd1s6n5RMOiSZtgfGFvr1X4-al9CHSqLoj7UFwtrMBcQjyL5mrkxwhClDmGvh8nrhKn_KsdluwkeAFedU4P/s200/1713014p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebanyakan ibu biasanya masih ragu, makanan apa yang perlu disiapkan  untuk memperkenalkan makanan padat untuk bayi. Usia yang disarankan bagi  anak untuk disapih dari ASI dan susu formula adalah 4-6 bulan, demikian  menurut American Academy of Pediatric. Setelah itu, perlahan-lahan Anda  bisa mulai menyediakan makanan baru agar pencernaannya mulai  menyesuaikan diri. Anda juga bisa memberikan makanan baru ini sebagai  tambahan untuk ASI atau susu formulanya.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Ketika anak mulai  disiapkan untuk menerima makanan-makanan baru, ada beberapa jenis  makanan yang sebaiknya tidak mereka konsumsi hingga usianya 1 tahun: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Madu  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Madu bisa saja mengandung spora botulisme, salah satu  kondisi yang disebabkan akibat keracunan makanan. Saluran usus orang  dewasa mungkin cukup kuat untuk mencegah pertumbuhan spora ini, tetapi  sistem pencernaan bayi belum mampu melakukannya. Mengonsumsinya bisa  menimbulkan racun yang cukup membahayakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Selai kacang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Teksturnya  yang tebal dan lengket membuat bayi sulit untuk menelannya. Belum  waktunya bagi Anda untuk memperkenalkan selai kacang atau olesan lainnya  yang bertekstur sama untuk si kecil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Susu sapi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
ASI  masih menjadi pilihan terbaik sampai si kecil berusia 1 tahun.  Pasalnya, bayi masih belum dapat mencerna protein dalam susu sapi dengan  semestinya. Lagi pula, susu sapi tidak mengandung nutrisi yang  diperlukan seperti pada ASI. Susu sapi juga mengandung mineral-mineral  yang bisa saja merusak ginjalnya yang sedang berkembang.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan  lain yang perlu dihindari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Garam (ginjal bayi belum cukup  kuat untuk menerimanya), makanan rendah lemak (tidak disarankan untuk  anak di bawah usia 2 tahun), jus buah atau jeruk murni, telur mentah,  pemanis buatan, &lt;em&gt;hot dog&lt;/em&gt;, dan sosis yang tinggi kadar lemak.  Begitu pula makanan dengan tambahan bumbu dan rempah-rempah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Makanan  yang bikin tersedak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Makanan sebesar kacang paling aman  untuk bayi karena peluang untuk tersedak sangat kecil. Jadi, selalu  potong seukuran dadu makanan apa pun yang Anda siapkan untuk bayi, entah  itu buah, sayuran, keju, atau daging. Makanan yang kecil, tetapi keras,  seperti kacang, &lt;em&gt;popcorn&lt;/em&gt;, permen, atau kismis, perlu dihindari  agar si kecil tidak tersedak. Bahkan, makanan yang lunak seperti &lt;em&gt;marshmallow  &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;jelly &lt;/em&gt;pun bisa tersangkut di kerongkongannya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alergi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Biasanya  Anda akan diminta dokter menunggu sampai si kecil berusia 1 tahun atau  lebih untuk memperkenalkan makanan padat yang bisa mengandung alergen.  Contohnya, makanan yang mengandung kacang. Sebaiknya kenalkan jenis  makanan baru secara berangsur-angsur. Tunggu saja sampai beberapa hari  untuk memastikan bayi tidak mengalami reaksi negatif dari makanan  tersebut. Jika keluarga Anda memang cenderung mengalami alergi,  konsultasikan dulu ke dokter mengenai cara memperkenalkan makanan,  seperti susu sapi, kacang, gandum, ikan, dan telur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Tidak  makan di mobil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Jangan biarkan anak makan sendiri di dalam  mobil, apalagi jika Anda sedang memegang kemudi. Ketika jalanan tidak  rata, lonjakan yang ditimbulkan bisa bikin anak tersedak.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan  bayi boleh makan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Dalam beberapa minggu pertama setelah  disapih, bayi bisa diberi makan &lt;em&gt;puree &lt;/em&gt;(bubur buah), seperti &lt;em&gt;puree&lt;/em&gt;  wortel, kentang, ubi jalar, pisang, dan pir. Makanan bayi kemasan  sebaiknya dibatasi karena sering kali mengandung banyak gula. Yang  paling aman memang membuat sendiri makanan untuk si kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : kompas</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/07/makanan-terlarang-untuk-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXzhKH5SnSYLsFwMEvmLIngVsVvNY0Tw3lmwA7Eh6RQuKpbubCRkwcMB3e6pd1s6n5RMOiSZtgfGFvr1X4-al9CHSqLoj7UFwtrMBcQjyL5mrkxwhClDmGvh8nrhKn_KsdluwkeAFedU4P/s72-c/1713014p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-4678059432917750889</guid><pubDate>Fri, 23 Jul 2010 01:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.519-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hanya-Wanita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Peregangan Ringan untuk Si Ibu Hamil</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZaRmXBGHjkkyEzAXVjvGWj19fKj7AmM-2XKeB24Y9D86Fa35aHTv8qoRdCRs50mZtIdvSU1KZ34ThgEeFJPnMz2lvPJX1zA4DLFtWy4vuwlWQuwncIXsxgFkzGLAxYx95GfyOQeWgxkls/s1600/1735281p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZaRmXBGHjkkyEzAXVjvGWj19fKj7AmM-2XKeB24Y9D86Fa35aHTv8qoRdCRs50mZtIdvSU1KZ34ThgEeFJPnMz2lvPJX1zA4DLFtWy4vuwlWQuwncIXsxgFkzGLAxYx95GfyOQeWgxkls/s200/1735281p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Semua orang tentu butuh berolahraga. Termasuk si ibu hamil. Hanya  saja, gerakan dan intensitasnya patut diperhatikan lebih lanjut dan  sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan sebelum dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Mintalah gerakan olahraga yang terbaik untuk Anda dan kondisi si bayi.  Sebelum melakukan latihan olahraga, ada baiknya Anda melakukan  pemanasan. Berikut adalah beberapa gerakan peregangan ringan yang bisa  Anda lakukan untuk menjaga kebugaran selama kehamilan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peregangan  membantu otot lebih luwes dan hangat dan akan sangat membantu ketika  Anda sedang hamil. Berikut adalah beberapa gerakan peregangan yang bisa  Anda lakukan sebelum atau sesudah latihan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;* Rotasi  leher:&lt;/strong&gt; Rilekskan leher dan pundak. Tundukkan kepala ke depan.  Secara perlahan rotasikan kepala Anda ke arah kanan pundak, kembali ke  tengah, kemudian ke pundak kiri lewat belakang. Lakukan 4 set untuk  masing-masing arah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;* Rotasi pundak:&lt;/strong&gt; Angkat  pundak kiri dan kanan dengan gerakan memutar dari arah belakang kuping  ke arah depan. Lakukan 4 rotasi ke arah depan dan 4 lagi ke arah  belakang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;* Gaya renang: &lt;/strong&gt;Letakkan kedua lengan  di masing-masing sisi tubuh. Kemudian angkat lengan kanan Anda ke atas,  kemudian membungkuklah, lalu putar badan ke arah kanan sambil lengan  melakukan gerakan layaknya renang gaya bebas. Lakukan dengan  masing-masing lengan sepuluh kali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;* Tukar paha: &lt;/strong&gt;Berdiri  dengan salah satu kaki berada 2 kaki di depan kaki yang lain.  Bersandarlah pada kaki yang berada di depan, tepatnya pada bagian paha  kaki yang ada di depan. Diam hingga 8 hitungan. Kembali tegak, lalu  tukar kaki. Lakukan masing-masing 4 kali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;* Goyang  tungkai:&lt;/strong&gt; Duduklah dengan kaki berjauhan. Gerakkan kaki ke atas  dan ke bawah dalam keadaan lurus sambil digoyang-goyang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;*  Rotasi sendi kaki: &lt;/strong&gt;Duduk dengan kaki lurus ke depan, biarkan  jari-jari dalam keadaan rileks. Putar-putar tungkai Anda seakan membuat  lingkaran. Gunakan seluruh tungkai Anda, mulai dari pangkal paha hingga  telapak kaki. Rotasikan selama 4 kali pada masing-masing tungkai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Latihan  kegel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Latihan kegel membantu menguatkan otot yang mengatur  air kencing, uterus, dan kantung kemih. Dengan melatih otot-otot ini  selama kehamilan, Anda bisa membangun kemampuan untuk menenangkan dan  mengkontrol otot yang bersiap untuk bersalin. Latihan kegel juga  direkomendasikan pascabersalin untuk membantu menyembuhkan jaringan  perineal, menguatkan otot pelvik dasar, dan mendorong otot kembali pada  kondisi sehat, sekaligus menguatkan kontrol urin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melakukan  kegel, bayangkan Anda sedang mencoba untuk menghentikan aliran urin  yang ingin keluar, atau sedang menahan gas perut yang sudah ingin  keluar. Ketika melakukan hal ini, Anda akan mengkontraksikan otot  pelvis, inilah latihan kegel. Ketika melakukan latihan kegel, upayakan  untuk tidak menggerakkan kaki, otot bokong, atau otot perut. Seharusnya  tak seorang pun ada yang bisa menyadari Anda sedang melatih otot kegel,  sehingga Anda bisa melatihnya di mana pun. Direkomendasikan untuk  melakukan 5 set latihan kegel setiap harinya. Setiap kali Anda sedang  mengkontraksikan otot pelvis, tahan dan hitung sampai 5, baru lepas.  Lakukan hal ini sebanyak 10 kali untuk setiap 1 set latihan kegel.&lt;br /&gt;
Diingatkan  untuk berkonsultasi kembali dengan dokter kandungan Anda sebelum  melakukan gerakan-gerakan ini. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b class=&quot;c_abu&quot;&gt;Sumber: WebMD&lt;/b&gt;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/07/peregangan-ringan-untuk-si-ibu-hamil.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZaRmXBGHjkkyEzAXVjvGWj19fKj7AmM-2XKeB24Y9D86Fa35aHTv8qoRdCRs50mZtIdvSU1KZ34ThgEeFJPnMz2lvPJX1zA4DLFtWy4vuwlWQuwncIXsxgFkzGLAxYx95GfyOQeWgxkls/s72-c/1735281p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-5589516765197196237</guid><pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.519-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Edukasi Anak lewat Media Film</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik0eHcrcb48-DRGMMbCRirlPkU0ea3Uqi4nRuHX57SBNiAsRNSv0rwTDcD5BLfhjgozYzhsAkqMCpktQRgKWoO8wrB7iinLbejVu5_m4DeqNpZn6AiZiwWOhc5jiGzPJDpaOFMvErgcLmd/s1600/yWB3N2ivu3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik0eHcrcb48-DRGMMbCRirlPkU0ea3Uqi4nRuHX57SBNiAsRNSv0rwTDcD5BLfhjgozYzhsAkqMCpktQRgKWoO8wrB7iinLbejVu5_m4DeqNpZn6AiZiwWOhc5jiGzPJDpaOFMvErgcLmd/s320/yWB3N2ivu3.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;&lt;strong&gt;MENONTON&lt;/strong&gt;  tayangan film, baik di televisi maupun bioskop terbukti merupakan cara  ampuh sebagai media edukasi bagi anak. Dengan tampilan secara visual,  anak lebih mudah mencerna. &amp;nbsp;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tidak hanya sebagai sarana rekreasi dan hiburan bagi anak, pemutaran  film memegang peran penting sebagai media edukasi. Anak-anak bisa  mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang apa pun saat menyaksikan  sebuah tayangan. Tak terkecuali edukasi terkait problem kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, sebenarnya sejak bayi sekalipun, film adalah salah satu media  yang mampu memengaruhi mereka. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan  berbagai hal, mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda,  gerakan,&amp;nbsp; musikalitas, ritme, dan banyak hal. Anak menyukai film karena  di dalamnya terdapat banyak sekali unsur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tema dan pesan, kaya akan gambar dan warna, tampilan katakata,  gerakan visual, dan adeganadegan yang menghibur. Karena itu, tidak  heran, PT Unilever dengan mereknya Lifebuoy berusaha menyelipkan pesan  membudidayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di keluarga  Indonesia melalui film ”Tanah Air Beta” produksi Alenia Pictures.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Media film memang sosialisasi yang termasuk baru bagi kami. Kami  memandang media film menampilkan audio dan visual yang hidup sehingga  cukup efektif untuk menyampaikan pesan PHBS,” kata Senior Brand Manager  Lifebuoy, Erwin Cahaya Adi, saat temu media dan &lt;em&gt;screening&lt;/em&gt; film  ”Tanah Air Beta” di Jakarta, belum lama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film ”Tanah Air Beta” sendiri berkisah soal keluarga yang terceraiberai  karena perpisahan Timor Leste dan Indonesia. Dalam film tersebut  diselipkan beberapa pesan-pesan kesehatan yang berhubungan dengan PHBS,  salah satunya cuci tangan pakai sabun (CTPS).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan CTPS yang ditampilkan tersebut, di antaranya menggunakan sabun  menggunakan Lifebuoy lima kali sehari, yaitu di saat mandi, mencuci  tangan sebelum makan pagi, mencuci tangan sebelum makan siang, mencuci  tangan sebelum makan malam, dan mencuci tangan setelah ke toilet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Dari segi tujuan dan segmen pasar film ini kita lihat sama dengan  kampanye Lifebuoy, yaitu menyasar anak-anak. Apalagi, anak-anak saya  rasa bisa menjadi &lt;em&gt;agent of change&lt;/em&gt; untuk melakukan pembelajaran  dan edukasi kepada masyarakat luas,” ujar Erwin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Film ini, terang Erwin, juga mengandung nilai-nilai positif lainnya yang  berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak seperti cinta Tanah Air,  persaudaraan, toleransi antaretnis dan agama, serta tidak lupa  memberikan contoh budaya hidup sehat seperti cuci tangan pakai sabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produser film ”Tanah Air Beta Ari” Sihasale mengatakan, melalui film  kita dapat membuka suatu perspektif dan bisa menjelaskan serta  menggambarkan sesuatu dengan mudah lewat karya seni. ”Saya lebih  mengarahkan film ini kepada anak-anak karena mereka yang akan  menggantikan generasi tua. Jadi, tidak usah mengubah generasi tua, cukup  dengan anak-anak,” kata Ari yang juga bermain sebagai seorang dokter  dalam film ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menambahkan, pihaknya setuju untuk bekerja sama dengan Lifebuoy  dikarenakan adanya kesamaan visi dan misi dalam rangka pencerdasan dan  edukasi generasi muda lewat media film. Dalam pernyataan tertulis, Vita  Gamawan Fauzi selaku Ketua Umum TP PKK Pusat menyatakan, pihaknya  mendukung penuh upaya edukasi dan sosialisasi PHBS melalui film ”Tanah  Air Beta”. Dia menilai, sarana film sangat efektif untuk memberikan  pemahaman kepada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Sumber : okezone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/06/edukasi-anak-lewat-media-film.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik0eHcrcb48-DRGMMbCRirlPkU0ea3Uqi4nRuHX57SBNiAsRNSv0rwTDcD5BLfhjgozYzhsAkqMCpktQRgKWoO8wrB7iinLbejVu5_m4DeqNpZn6AiZiwWOhc5jiGzPJDpaOFMvErgcLmd/s72-c/yWB3N2ivu3.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-5712263396836208434</guid><pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.520-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Cara Orangtua Cegah Anak Tak Buka Situs Porno</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvB8uGbfzJuXFCm02Zyx_aCrayuLC2z-_AC5gEXyWuVEhmi_E4IvW5mwN3SLhRpWGPTMcUhJhiQLHzifE8-DZ-NGgXlJcnrxqMwq7B1yuyzqkMZZt0mLfsmBU2_hzJMZ2hqzNmeOS3kAj/s1600/EFHW9W9MNz.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvB8uGbfzJuXFCm02Zyx_aCrayuLC2z-_AC5gEXyWuVEhmi_E4IvW5mwN3SLhRpWGPTMcUhJhiQLHzifE8-DZ-NGgXlJcnrxqMwq7B1yuyzqkMZZt0mLfsmBU2_hzJMZ2hqzNmeOS3kAj/s320/EFHW9W9MNz.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEREDARNYA &lt;/strong&gt;video  mesum ”Luna Maya-Ariel-Cut Tari” telah membuat banyak kalangan kalang  kabut, terutama orangtua, yang takut buah hati mereka turut menyaksikan  aksi asusila para idolanya. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia  (KPAI) berencana membangun posko untuk pemulihan mental anak-anak yang  menonton video tersebut.&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Selain membangun posko pemulihan mental  anak-anak korban pornografi, KPAI juga meminta Kemenkominfo memblokir  situs porno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagus sekali kalau pemerintah sudah turun tangan,  apalagi diblok situsnya, makin terorganisir. Jadi bagus banget untuk  anak-anak di bawah umur,&quot; tutur psikolog Sani B Hermawan saat berbincang  dengan &lt;strong&gt;okezone&lt;/strong&gt; melalui telepon genggamnya, Selasa  (15/6/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi tersebut ditujukan untuk para anak-anak di  bawah umur yang telah menyaksikan video mesum. Lantas, bagaimana jika  buah hati belum sempat menyaksikan video mesum &#39;Luna Maya-Ariel-Cut  Tari&#39;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut psikolog sekaligus direktur Lembaga Psikologi Daya  Insani ini, orangtua dan lingkungan harus turut mengawasi supaya  anak-anak tidak mengakses konten pornografi. Salah satu cara yang harus  dilakukan ialah, membangun komunikasi dengan buah hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Buka  dialog komunikasi dengan anak. Kalau anak sudah sempat melihat video  mesum, maka orangtua dan anak harus berdialog mencari kesimpulannya.  Yaitu dengan membahas apa sisi jeleknya, dan efeknya. Kalau anak belum  sempat menyaksikan konten pornografi, orangtua harus memberikan edukasi  tentang pornografi itu tidak bagus,&quot; imbuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KPAI bereaksi  setelah melihat peredaran video mesum &#39;Ariel-Luna Maya&#39; dan &#39;Ariel-Cut  Tari&#39; karena ketiga artis itu merupakan idola anak dan remaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  diberitakan sebelumnya, dua pekan lalu beredar video porno mirip Luna  Maya dan Ariel. Kemudian disusul dengan video porno mirip Cut Tari. Luna  Maya dan Cut Tari mengaku bahwa video tersebut bukan lah dirinya. Akan  tetapi, sampai saat ini Ariel tidak mau menjawab mengenai video  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;h5 style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Sumber : okezone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/06/cara-orangtua-cegah-anak-tak-buka-situs.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvB8uGbfzJuXFCm02Zyx_aCrayuLC2z-_AC5gEXyWuVEhmi_E4IvW5mwN3SLhRpWGPTMcUhJhiQLHzifE8-DZ-NGgXlJcnrxqMwq7B1yuyzqkMZZt0mLfsmBU2_hzJMZ2hqzNmeOS3kAj/s72-c/EFHW9W9MNz.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-683776400131442598</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 13:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.520-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Suara Ibu yang Menenangkan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTjeGZVk3h5qNYk7M4L_oYK4yD_jFZ8JOYoVMq0HpHT8ZsV9RrRy5SjsicgCgAXMrDnzS2fuxwu-CuDxfeXj6Xum5NAsaXtQMIUXtjiF5M3i5xHDcIaf2YDZIY7EP4z8Yq8gkpq3slLSmJ/s1600/1940302p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTjeGZVk3h5qNYk7M4L_oYK4yD_jFZ8JOYoVMq0HpHT8ZsV9RrRy5SjsicgCgAXMrDnzS2fuxwu-CuDxfeXj6Xum5NAsaXtQMIUXtjiF5M3i5xHDcIaf2YDZIY7EP4z8Yq8gkpq3slLSmJ/s200/1940302p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tak hanya bisa menenangkan kita lewat elus dan peluknya, ternyata suara ibu pun bisa memberi efek menenangkan bagi anaknya. Bahkan ditengarai, suara seorang ibu dari pasien yang terbaring koma bisa membantunya keluar dari kondisinya dan kembali beraktivitas.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru-baru ini, Universitas Wisconsin di Amerika Serikat meneliti 61 orang perempuan berusia 7-12 tahun beserta ibunya masing-masing untuk mengetahui apakah efek dari suara seorang ibu sama menenangkannya dengan pelukan dan kecupan. Para responden muda ini diminta untuk mengerjakan soal Matematika di depan panel juri. Situasi semacam ini, menurut para peneliti, akan membuat jantung dan tekanan darah seorang anak meningkat. Masing-masing responden diukur level hormon oksitosin dan kortisolnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hormon oksitosin adalah hormon yang menunjukkan ikatan dan membuat rasa tenang dan nyaman. Sementara hormon kortisol adalah hormon yang meningkat saat seseorang sedang menghadapi keadaan yang penuh tekanan (stres).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini diasumsikan bahwa untuk mengeluarkan hormon oksitosin diperlukan kontak fisik. &quot;Kami merasa tergelitik untuk mencari tahu apa yang akan terjadi ketika kontak lewat suara dari seseorang yang kita kasihi akan memberikan efek yang sama dengan kontak fisik,&quot; terang Seth Pollak, profesor psikologi dari Universitas Wisconsin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seusai mengerjakan tugasnya, para responden dibagi dalam tiga ruangan. Di ruangan pertama, masing-masing ibu mereka sudah menunggu dan langsung memberikan peluk dan kecup hangat, sekaligus memberi ucapan penyemangat. Di ruangan kedua, para responden menerima telepon dari ibunya masing-masing, dengan ucapan-ucapan penyemangat dan menenangkan yang serupa dengan ibu di kamar pertama. Di kamar ketiga, para responden tidak bertemu dengan ibu mereka, tetapi menonton film &lt;em&gt;March of the Penguins&lt;/em&gt; yang bercerita tentang kehangatan keluarga penguin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peneliti kemudian menghitung level hormon dari masing-masing responden. Tak mengejutkan, hasil para responden di kamar pertama menunjukkan, kadar hormon oksitosin meningkat dan kadar hormon kortisol menurun. Yang mengejutkan adalah, kadar tersebut tak jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh masing-masing anak yang berada di kamar kedua. Sementara para responden yang berada di kamar ketiga tidak menunjukkan adanya peningkatan oksitosin, tetapi level kortisolnya terus meningkat selama satu jam seusai mengerjakan tugas tadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yang mengejutkan dari penelitian ini adalah, kebanyakan literatur mengatakan, untuk menaikkan kadar oksitosin dibutuhkan sentuhan fisik. Namun, melalui penelitian ini, terbukti bahwa lewat suara pun bisa meningkatkan level oksitosin,&quot; jelas Pollack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Pollack mengingatkan bahwa hal ini tak selalu berlaku sama untuk semua hubungan ibu-anak. Karena semakin rumit, ikatan ibu dan anak akan berpengaruh pula pada tingkat hormon oksitosin yang dihasilkan. Ini mengapa mereka memutuskan menggunakan anak-anak prapubertas. Pada usia tersebut, anak-anak masih membutuhkan dukungan orangtuanya. Semakin beranjak dewasa, hubungan seseorang dengan orangtuanya cenderung makin kompleks dan berjarak. Pollack menjanjikan akan lebih mengeksplorasi efek dari suara ibu dalam sebuah hubungan yang kompleks lebih mendalam lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Okezone</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/suara-ibu-yang-menenangkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTjeGZVk3h5qNYk7M4L_oYK4yD_jFZ8JOYoVMq0HpHT8ZsV9RrRy5SjsicgCgAXMrDnzS2fuxwu-CuDxfeXj6Xum5NAsaXtQMIUXtjiF5M3i5xHDcIaf2YDZIY7EP4z8Yq8gkpq3slLSmJ/s72-c/1940302p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-3782507300294235087</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 13:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.521-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Cara Kreatif Menghibur Anak Usia 2 Tahun</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2RN0LAGOqZevpJpa7dGYYC-NT-SJnTRGYVOqSAfo28J8Em33vlh-rOsdEbn0J1k-e0EAdb4N9AwbumFI2V777sb1SWlQDXAj4x3fs_RPIf8_9-CqxySTvufdpuynz2q1_04dkuLoLpSAK/s1600/2002348p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2RN0LAGOqZevpJpa7dGYYC-NT-SJnTRGYVOqSAfo28J8Em33vlh-rOsdEbn0J1k-e0EAdb4N9AwbumFI2V777sb1SWlQDXAj4x3fs_RPIf8_9-CqxySTvufdpuynz2q1_04dkuLoLpSAK/s200/2002348p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengurus anak usia dua tahun agak lebih merepotkan bagi sebagian orangtua. Wajar saja, karena pada usia ini anak sedang dalam masa aktif dengan energi luar biasa. Normalnya, pada usia inilah rasa ingin tahu anak muncul lebih tinggi. Keinginannya untuk mengeskplorasi hal baru perlu direspons dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya, kadang orangtua kebingungan bagaimana merespons aktivitas anak batita ini. Terutama membagi perhatian, antara pekerjaan rumah, sekaligus mengawasi aktivitas anak. Trik berikut ini bisa menjadi solusinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Berikan mainan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Cara tepat dan praktis adalah dengan memberikan anak mainan menyenangkan sekaligus edukatif. Sebaiknya selalu simpan semua mainan yang anak miliki, dari hadiah ulangtahun atau pemberian lainnya. Simpan dalam boks plastik agar tetap terjaga rapi dan bersih. Nah, ambil koleksi mainan satu-persatu dan berikan kepada anak, untuk menarik perhatiannya. Pastikan posisi Anda tak jauh dari jangkauan anak, sehingga masih memudahkan untuk mengawasi aktivitasnya. Beri perhatian dengan mengganti mainan agar anak tak mudah bosan. Membeli mainan yang bervariasi ada baiknya, karena pada masa ini anak selalu penuh ingin tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;2. Bebaskan bermain air&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Anak batita senang mengeksplorasi dirinya, karena itu cenderung lebih aktif dan selalu ingin tahu. Air menjadi mainan yang paling menyenangkan pada masa ini. Berikan dukungan dan perhatian kepada anak Anda. Misalnya dengan menempatkan anak dalam kolam plastik yang diisi air, setengah bagian saja. Bebaskan anak bermain dalam kolam air ini. Tambahkan mainan untuk membuat kegiatan lebih menyenangkan. Berikan pengawasan sesekali, tak perlu terlalu khawatir sehingga membuat aktivitas anak terbatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Kreativitas seni&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Melatih kreativitas seni bisa dimulai sejak dini, dengan memberikan kesempatan kepada anak melukis dengan jari, misalnya. Tak jadi soal jika tangannya harus kotor dengan cat. Namun Anda perlu menyiapkan ruangan yang sudah dilapisi dengan koran di bagian lantai. Siapkan mangkuk berisi cat yang aman untuk kulit, dan celupkan jari ke dalamnya. Ajarkan anak untuk melakukan hal yang sama, dan menggambar bentuk di atas lantai yang dilapisi koran. Pastikan cat jari aman dari zat berbahaya, menjaga saja jika anak tiba-tiba menjilat jarinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;4. Menonton acara kartun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Terlalu sering menonton televisi memang bukan menjadi rekomendasi banyak orangtua atau psikolog, namun cara ini bisa menghibur bagi anak. Penting dicermati adalah pilihan tontonan dan pendampingan orangtua. Pilih program televisi yang menunjang tumbuh-kembang anak. Sekarang ini juga banyak pilihan DVD film kartun untuk anak yang mengasah rasa ingin tahunya. Pastikan juga Anda memegang kendali atas durasi menonton televisi. Untuk aktivitas yang satu ini, orangtua perlu memberikan perhatian khusus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak cara kreatif lain untuk menghibur anak. Perhatian dan kreasi orangtua diperlukan untuk tumbuh-kembang anak. Termasuk dalam memberikan hiburan di rumah yang tepat. Semakin banyak membagi waktu akan menciptakan hubungan emosi yang lebih kuat. Kira-kira apa kreasi Anda?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Okezone</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/cara-kreatif-menghibur-anak-usia-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2RN0LAGOqZevpJpa7dGYYC-NT-SJnTRGYVOqSAfo28J8Em33vlh-rOsdEbn0J1k-e0EAdb4N9AwbumFI2V777sb1SWlQDXAj4x3fs_RPIf8_9-CqxySTvufdpuynz2q1_04dkuLoLpSAK/s72-c/2002348p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2879364659140383049</guid><pubDate>Mon, 24 May 2010 13:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.521-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Membuat Jadwal untuk Balita Anda</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTedGMhs_2BHwV_nBtKRc08G1mwtsAvdYO2vKWdyG7cpGlivGuVYpLSxmllEkAaM7oaRBadukJShv_fNbpamCGHcSiFYKpNvD52gvfKCdj_rr5GNk7IcbjkW3PofIRcQ457O4xdqbFaOcG/s1600/1953394p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTedGMhs_2BHwV_nBtKRc08G1mwtsAvdYO2vKWdyG7cpGlivGuVYpLSxmllEkAaM7oaRBadukJShv_fNbpamCGHcSiFYKpNvD52gvfKCdj_rr5GNk7IcbjkW3PofIRcQ457O4xdqbFaOcG/s200/1953394p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Persoalan mengasuh anak membutuhkan kreativitas tinggi dari orangtua. Bagaimana mengakali agar rutinitas Anda tetap berjalan baik, sekaligus bisa memenuhi kebutuhan anak-anak, menjadi tantangannya. Apalagi jika balita Anda sedang dalam usia mengekplorasi diri dan butuh perhatian penuh orangtuanya. &lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat jadwal rutinitas harian untuk balita Anda bisa menjadi satu di antara solusinya. Setidaknya jadwal ini bisa membuat Anda fokus dalam menyelesaikan semua pekerjaan, tanpa melupakan kebutuhan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;1. Identifikasi kebutuhan anak, lalu buat daftarnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai orangtua, pekerjaan Anda bisa jadi tertata rapi dalam buku agenda. Melakukan aktivitas rutin setiap hari, seperti bekerja, belanja kebutuhan rumah tangga, mencuci pakaian, memasak, apapun kegiatan keseharian Anda. Namun bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang bisa mengatur keseharian mereka, dan memenuhi kebutuhannya? Tentu saja orangtua yang berperan. Jadi, mulailah mengidentifikasi kebutuhan rutin anak. Seperti makan sehat, tidur, bermain, dan membersihkan dirinya. Membuat jadwal untuk anak bisa memudahkan pekerjaan orangtua di rumah. Caranya dengan membuat daftar kebutuhan anak, untuk melihat mana yang sudah terpenuhi dan mana yang belum. Catat juga kapan waktunya, misalnya, kapan waktu bermain, atau kapan waktu tidur. &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
2. Sisipkan aktivitas berbeda dalam jadwal anak Anda&lt;/strong&gt;Rutinitas jelas membosankan, termasuk bagi anak-anak. Sisipkan kegiatan berbeda setiap harinya dalam jadwal anak. Temukan kegiatan yang membuat suasana lebih menyenangkan untuk orangtua dan juga anak. Misalnya, berenang bersama pada hari Minggu. Ciptakan kegiatan lain yang unik, agar anak tidak mengalami repetisi kegiatan yang membosankan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;3. Ciptakan kegiatan pendukung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Orangtua perlu kreatif menciptakan kegiatan pendukung rutinitas. Misalnya, membacakan buku cerita atau mendengarkan musik menjelang tidur siang. Dengan cara ini anak terbiasa dengan aktivitasnya, dan mengetahui kapan waktunya untuk tidur siang. Artinya dengan dibacakan buku cerita, anak mengenali tanda bahwa sudah dekat waktu tidurnya. Lakukan kegiatan pendahulu seperti ini juga pada waktu tidur malamnya. Dengan begitu anak menyadari kegiatan ini dilakukan mendekati waktu tidur, dan akan bersiap tidur dengan sendirinya. Konsistensi penting dikontrol oleh orangtua, agar rutinitas dan jadwal ini berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Okezone</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/membuat-jadwal-untuk-balita-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTedGMhs_2BHwV_nBtKRc08G1mwtsAvdYO2vKWdyG7cpGlivGuVYpLSxmllEkAaM7oaRBadukJShv_fNbpamCGHcSiFYKpNvD52gvfKCdj_rr5GNk7IcbjkW3PofIRcQ457O4xdqbFaOcG/s72-c/1953394p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-4485133254302199170</guid><pubDate>Tue, 04 May 2010 08:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.521-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Ma, Beliin Botol Susu Lagi, Ya?</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3XbyZS2Y3qcm6F4Advx_hzVnoeab9tsIaHojHBIl52DFf8aLdI5nXYUitmAqenh6vLuZquyT61Yv9Sry6yaa5qOMFsvlGLb2BvQYQ4tPzAUWReF4eZQzyK6zQ47Dt2mmysTqOkNHPYRWm/s1600/GAHWUVAV2p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3XbyZS2Y3qcm6F4Advx_hzVnoeab9tsIaHojHBIl52DFf8aLdI5nXYUitmAqenh6vLuZquyT61Yv9Sry6yaa5qOMFsvlGLb2BvQYQ4tPzAUWReF4eZQzyK6zQ47Dt2mmysTqOkNHPYRWm/s200/GAHWUVAV2p.jpg&quot; width=&quot;173&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;WAH&lt;/strong&gt;, si kecil sedang asyik &#39;menyedot&#39; susu dari botol dotnya. Saking hausnya, botol susu yang sebelumnya terisi penuh berangsur-angsur kosong, dalam waktu singkat.&lt;h5 style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Hmm, sudah pasti &lt;em&gt;Moms &lt;/em&gt;gemas melihatnya, apalagi melihat si kecil sudah bisa memegang botol dotnya sendiri. Namun, coba perhatikan botol susunya, apakah masih layak pakai atau harus perlu diganti? Apa saja pertimbangannya?&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kapan harus diganti?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dr. Ommy Ariansih, SpA dari Rumah Sakit Islam Jakarta, sebenarnya, tidak ada patokan pasti dari produsen botol susu mengenai kapan waktu pergantian botol susu bayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak bisa dipastikan harus diganti setiap beberapa bulan, misalnya. Tergantung dari material botol, segi perawatan dan juga penggunaan botol susu itu sendiri. Misalnya, pencucian botol susu itu dengan apa, pemakaiannya seberapa sering, air untuk pencucian mengandung bahan kimia tertentu atau tidak, dan sebagainya,” tutur dr. Ommy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Botol susu sendiri ada yang terbuat dari kaca atau dari plastik. Walau tak ada aturan baku, ada beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian &lt;em&gt;Moms &lt;/em&gt;saat memutuskan untuk mengganti botol susu si kecil, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Angka atau garis takaran pada botol susu terlihat tidak jelas (buram). Ini berarti botol susu si kecil sudah kusam – bisa jadi akibat terlalu sering direbus dalam air mendidih untuk tujuan sterilisasi - dan tidak layak pakai lagi. &lt;em&gt;Moms &lt;/em&gt;juga akan mengalami kesulitan saat menakar susu si kecil sesuai kebutuhannya. Bila menemukan hal seperti ini, sebaiknya botol susu segera diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Botol susu retak atau pecah. Umumnya menimpa botol susu yang terbuat dari kaca/gelas, segera ganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Botol susu bocor. Jelas, harus langsung diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Botol susu terkelupas atau baret-baret. Segera diganti, dikhawatirkan material pada botol susu yang sudah terkelupas itu bisa ikut tercampur dengan susu dan terminum oleh si kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Ukuran botol tidak sesuai lagi. Si kecil pasti akan bertambah besar, kebutuhannya akan susu pun meningkat. Nah, sesuaikan ukuran botol dengan asupan susu. Bila biasanya si kecil menggunakan botol susu berukuran 30 – 50 ml, Anda bisa menggantinya dengan botol sedang berukuran 120 ml atau bahkan botol besar berukuran di atas 200 ml. Begitu pula dotnya, sesuaikan besar kecilnya lubang dot dengan ukuran mulut bayi atau kemampuan isap si kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Memilih botol susu yang aman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila memilih botol susu dari plastik, sebaiknya pilih botol susu yang terbuat dari bahan &lt;em&gt;polypropylene &lt;/em&gt;(pp) dan bebas &lt;em&gt;Bisphenol A &lt;/em&gt;(BPA).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Bisphenol A &lt;/em&gt;(BPA) telah lama diketahui sebagai penyebab beberapa masalah kesehatan, seperti gangguan hormon dan obesitas. Bahkan National Toxicology Program (sebuah badan dalam Departemen Kesehatan Amerika Serikat yang mengurusi penggunaan bahan kimia pada barang kebutuhan sehari-hari) mengungkapkan ada beberapa permasalahan syaraf yang berhubungan dengan perilaku anak, akibat paparan BPA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui apakah botol susu terbuat dari &lt;em&gt;polypropylne &lt;/em&gt;(pp) dan bebas &lt;em&gt;Bisphenol A &lt;/em&gt;(BPA), Anda tinggal melihat lambang segitiga bernomor #5 di bagian bawah botol dengan ciri fisik, botol susu transparan yang tidak jernih (keruh atau berawan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Plus minus botol susu kaca&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang juga tergolong aman adalah botol susu yang terbuat dari bahan kaca atau gelas. Selain lebih awet, tahan lama, tidak mengandung BPA, juga lebih mudah membersihkan lemak ASI dari permukaan gelas/kaca. Sebaiknya pilihlah botol susu yang bening atau tidak berwarna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja, botol susu kaca cukup berat dan tebal hingga kurang nyaman digunakan, dan lebih mudah pecah bila terjatuh. Oleh karena itu, bila &lt;em&gt;Moms &lt;/em&gt;memilih botol kaca untuk si kecil, &lt;em&gt;Moms &lt;/em&gt;harus lebih berhati-hati mengawasi penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;h5 style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;advenueINTEXT&quot; name=&quot;advenueINTEXT&quot;&gt;Sumber : Okezone &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/ma-beliin-botol-susu-lagi-ya.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3XbyZS2Y3qcm6F4Advx_hzVnoeab9tsIaHojHBIl52DFf8aLdI5nXYUitmAqenh6vLuZquyT61Yv9Sry6yaa5qOMFsvlGLb2BvQYQ4tPzAUWReF4eZQzyK6zQ47Dt2mmysTqOkNHPYRWm/s72-c/GAHWUVAV2p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-2543207706143749732</guid><pubDate>Tue, 04 May 2010 08:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.522-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Makanan yang Bisa Membantu Kesuburan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV_5YyCHvmp2Qz1BKqklnIaR9airnnG3L8hA_wMN2JxVHPg3uS_TuLVp4h1srhiPyn8b5fPUXPzp6dV1g-tBgDnGup16lddOdPe8BAgawVI6rnZR3MKd8tt7mJtr5dJYZ6mVig3VuGuuTJ/s1600/1158404p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV_5YyCHvmp2Qz1BKqklnIaR9airnnG3L8hA_wMN2JxVHPg3uS_TuLVp4h1srhiPyn8b5fPUXPzp6dV1g-tBgDnGup16lddOdPe8BAgawVI6rnZR3MKd8tt7mJtr5dJYZ6mVig3VuGuuTJ/s200/1158404p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para ahli kesehatan menduga bahwa tingkat kesuburan seseorang memiliki pengaruh dari asupan seseorang. Dugaan tersebut makin diperkuat dengan adanya bukti sains. Hasil penelitian dari Harvard Nurses’ Health Study membuktikan bahwa para suster yang mengkonsumsi lebih banyak atau minim makanan tertentu memiliki risiko infertilitas yang berkaitan dengan indung telurnya (kesulitan untuk bisa mengandung karena ovulasi yang tidak teratur).&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami cukup terkejut betapa besarnya dampak pilihan makanan dan olahraga pada tingkat ovulasi wanita,&quot; terang Walter Willett, MD, pemimpin penelitian dan departemen nutrisi di Harvard Medical School. Dr. Willet, dan rekannya, Jorge Chavarro, MD, mengumpulkan hasil penelitiannya dalam buku &lt;em&gt;The Fertility Diet&lt;/em&gt;. Hasil perencanaan diet mereka ini, &quot;Tak hanya akan membantu meningkatkan kemungkinan untuk kehamilan, tapi juga membantu Anda untuk tetap sehat,&quot; klaim mereka.&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa makanan yang mereka rekomendasikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Karbohidrat yang lamban dicerna&lt;/strong&gt;, seperti pasta dan karbohidrat &lt;em&gt;whole grain&lt;/em&gt;. Wanita yang mengkonsumsi karbohidrat tinggi glikemik (yang dicerna cepat, seperti nasi putih dan kentang), memiliki risiko 92 persen infertilitas ovulasi ketimbang mereka yang mengkonsumsi karbohidrat lamban, seperti nasi merah, pasta &lt;em&gt;whole-wheat&lt;/em&gt;, dan roti &lt;em&gt;whole-grain.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Protein nabati.&lt;/strong&gt; Wanita yang mengkonsumsi protein hewani memiliki 39 persen mengalami infertilitas ovulasi. Pilihan yang terbaik adalah biji-bijian, kacang-kacangan, dan telur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Lemak baik, &lt;/strong&gt;yang ada di dalam minyak zaitun, minyak kacang, dan minyak canola, juga yang ada di kacang mede, almon, dan biji-bijian, seperti biji bunga matahari dan biji labu. Lemak-lemak ini membantu menurunkan risiko resistensi insulin dan radang pada tubuh -kedua kondisi ini bisa memengaruhi ovulasi. Hindari lemak trans, semakin banyak dikonsumsi, para responden yang mengkonsumsi lemak ini makin tinggi infertilitas ovulasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Susu whole milk dan full fat.&lt;/strong&gt; Riset memperkirakan bahwa ketika lemak disingkirkan dari susu, hormon buatan di dalamnya berubah negatif sehingga memengaruhi kesuburan seseorang. Tambahkan asupan susu &lt;em&gt;whole milk &lt;/em&gt;untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan Anda. Takut akan lemaknya? Kuncinya, olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : Kompas</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/makanan-yang-bisa-membantu-kesuburan.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV_5YyCHvmp2Qz1BKqklnIaR9airnnG3L8hA_wMN2JxVHPg3uS_TuLVp4h1srhiPyn8b5fPUXPzp6dV1g-tBgDnGup16lddOdPe8BAgawVI6rnZR3MKd8tt7mJtr5dJYZ6mVig3VuGuuTJ/s72-c/1158404p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4420334251505688680.post-3921837952981400444</guid><pubDate>Tue, 04 May 2010 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-02T02:36:26.522-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ibu-Dan-Anak</category><title>Bayi Perlu Diajari Berenang</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV9nyy7Aokfo2Ay4gXEUuu4MLaTV4ZCCZzIi_RLi9h7qop2jVvPDPnh2a9ByJm6soImImOzjUl-dVFfDU5dKaVaR8I7SCuu4e6m8BbrXZQfBi-cQm6xk79EA3jz1L_2EV58NT5c9OBtAgG/s1600/1545565p.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV9nyy7Aokfo2Ay4gXEUuu4MLaTV4ZCCZzIi_RLi9h7qop2jVvPDPnh2a9ByJm6soImImOzjUl-dVFfDU5dKaVaR8I7SCuu4e6m8BbrXZQfBi-cQm6xk79EA3jz1L_2EV58NT5c9OBtAgG/s200/1545565p.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengajari bayi berenang? Enggak salah, nih?&lt;br /&gt;
Ternyata tidak. Justru Anda perlu mengajarkan si kecil berenang sejak usianya masih beberapa bulan. Olahraga ini ternyata dapat membantu bayi mengembangkan ketrampilan fisiknya secara impresif dalam hidupnya kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut sebuah penelitian dari University of Science and Technology di Norwegia, bayi yang bisa berenang ternyata memiliki keseimbangan yang lebih baik, dan mampu menggapai obyek-obyek di sekitarnya lebih mudah daripada bayi yang bukan perenang.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini terlihat ketika Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi perenang dan 19 bayi lain yang tidak mengikuti latihan renang. Satu-satunya hal yang membedakan dua kelompok ini adalah bahwa kelompok pertama berenang. Sedangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan orangtua dan status ekonominya sama.&lt;br /&gt;
Bayi perenang tersebut berlatih renang selama dua jam seminggu, diawali sejak usia 2 atau 3 bulan, hingga sekitar 7 bulan. Dalam suatu sesi latihan, pelatih membantu bayi melakukan gerakan jungkir-balik di atas matras yang mengapung, menyelam di bawah air, melompat dari pinggir kolam renang, dan menyeimbangkan diri di tangan orangtuanya sambil berusaha meraih obyek-obyek yang mengapung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika usia mereka beranjak 5 tahun, kedua grup itu diuji dengan sejumlah latihan seperti keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), lompat tali, dan menangkap bantal. Perbedaan mereka ternyata sangat mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami melihat sangat jelas bahwa bayi perenang mampu melakukan latihan tersebut dengan baik, bila dikaitkan dengan keseimbangan dan kemampuan meraih benda-benda,&quot; ujar Profesor Sigmundsson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sigmundsson mengungkapkan bahwa tercengang dengan apa yang dapat dilakukan instruktur renang terhadap bayi-bayi tersebut.&lt;br /&gt;
&quot;Instruktur bisa membawa bayi-bayi berumur 3 bulan untuk melakukan posisi seimbang, berdiri dengan telapak kaki rata. Bayi-bayi itu mengunci sendi-sendinya, sangat menyenangkan melihatnya,&quot; lanjut Sigmundsson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Studi yang dipublikasikan di jurnal Child: Care Health and Development edisi Mei 2010 tersebut, menurutnya, mampu memperlihatkan bahwa latihan tertentu yang diterapkan pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuannya kelak. &quot;Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
Sumber : Kompas</description><link>http://momkiddy.blogspot.com/2010/05/bayi-perlu-diajari-berenang.html</link><author>noreply@blogger.com (Donny-Blogs)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhV9nyy7Aokfo2Ay4gXEUuu4MLaTV4ZCCZzIi_RLi9h7qop2jVvPDPnh2a9ByJm6soImImOzjUl-dVFfDU5dKaVaR8I7SCuu4e6m8BbrXZQfBi-cQm6xk79EA3jz1L_2EV58NT5c9OBtAgG/s72-c/1545565p.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>