<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519</id><updated>2026-05-15T01:15:57.931-07:00</updated><category term="Artikel"/><category term="Kuliah"/><category term="Inspirasi"/><category term="Tugas"/><category term="Manajemen"/><category term="SAP"/><category term="Kewirausahaan"/><category term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category term="Tips"/><category term="Download"/><category term="Pasar Uang"/><category term="Aktifitas-Ku"/><category term="Berita Saham"/><category term="My Albums"/><category term="Prestasi"/><category term="Seminar"/><category term="Budgeting"/><category term="Contact"/><category term="Duta Kampus"/><category term="Mind Map"/><category term="Video"/><category term="marketing"/><category term="sales"/><title type='text'>Ray Blog |</title><subtitle type='html'>Buat hidup Lebih bersemangat!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>123</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-2594135185351953376</id><published>2014-06-21T21:13:00.001-07:00</published><updated>2014-06-21T21:13:56.296-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seorang Pria Terjebak di Ruangan Dingin&#xa;&#xa;</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;Intisari-Online.com &amp;#8211;&amp;#160;&lt;/b&gt;Juan bekerja di sebuah pabrik pendistribusian daging. Suatu hari, ketika ia selesai dengan jadwal pekerjaannya, ia pergi ke ruangan pendingin daging untuk memeriksa sesuatu. &amp;#160;Sayang, nasib buruk menimpanya, pintu ruangan itu tertutup, dan ia pun terkunci di dalamnya dengan tidak seorangpun yang melihatnya.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Meskipun Juan berteriak dan mengetuk pintu sekuat tenaga, bahkan tangisannya pun tak terdengar karena tidak ada yang bisa mendengarnya. Sebagian besar pekerja sudah pulang, dan karena ruangan pendingin daging itu kedap udara, maka yang di luar tidak mungkin&amp;#160; mendengar teriakan dari dalam ruangan pendingin daging itu.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Lima jam kemudian, saat&amp;#160; Juan berada di ambang kematian karena kedinginan, penjaga keamanan pabrik, akhirnya membuka pintu dan menyelamatkan nyawa&amp;#160; Juan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Juan meminta penjaga keamanan itu menceritakan padanya bagaimana ia bisa membukakan pintu ruangan pendingin daging itu, karena pekerjaan itu bukan bagian dari rutinitas pekerjaannya. Penjaga keamanan itu menjelaskan demikian, &amp;#8220;Saya bekerja di pabrik ini selama 35 tahun. Ratusan pekerja datang dan keluar setiap hari, tapi Anda adalah salah satu dari sedikit yang selalu menyapa saya di pagi hari dan mengatakan selamat tinggal kepada saya setiap malam ketika meninggalkan tempat ini setelah jam kerja usai. Banyak yang memperlakukan saya seolah-olah saya tidak terlihat. Hari ini, seperti setiap harinya, Anda menyapa saya dengan cara sederhana saat masuk kerja. Tapi anehnya, setelah jam kerja berakhir hari ini, saya amati saya belum mendengar Anda mengucapkan kata&amp;#160; &amp;#8216;selamat tinggal sampai ketemu besok&amp;#8217;. Oleh karena itu saya memutuskan untuk memeriksa di sekitar pabrik. Saya masih berharap mendengar kata &amp;#8216;Hai&amp;#8217; dan &amp;#8216;Bye&amp;#8217; dari Anda setiap hari. Karena tidak mendengar kata &amp;#8216;selamat tinggal&amp;#8217; dari Anda, saya tahu sesuatu telah terjadi. Lalu, aku berusaha mencari dan menemukan Anda!&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Jadilah rendah hati, mencintai, dan menghormati orang-orang di sekitar kita. Hidup ini terlalu singkat! Cobalah untuk memberikan pengaruh pada orang lain dengan cara sederhana yang mungkin tidak kita bayangkan, terutama kepada orang-orang yang selalu kita temui setiap hari. Seseorang yang tampaknya sangat tidak berarti dan tidak berhubungan dengan kita hari ini, bisa jadi satu-satunya yang memberikan kita bantuan di kemudian hari.&lt;/p&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/2594135185351953376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/06/kisah-seorang-pria-terjebak-di-ruangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2594135185351953376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2594135185351953376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/06/kisah-seorang-pria-terjebak-di-ruangan.html' title='Kisah Seorang Pria Terjebak di Ruangan Dingin&#xa;&#xa;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-81095576225890154</id><published>2014-06-16T09:00:00.001-07:00</published><updated>2014-06-16T09:00:33.726-07:00</updated><title type='text'>Tujuan Jangka Pendek&#xa;&#xa;</title><content type='html'>&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;Intisari-Online.com &amp;#8211;&amp;#160;&lt;/b&gt;Dalam kehidupan nyata kita, kita semua ingin mencapai banyak hal. Dan kita memiliki dua tujuan, yaitu &amp;#160;&lt;b&gt;tujuan jangka pendek&lt;/b&gt;&amp;#160;dan tujuan jangka panjang. Apa perbedaan antara mereka? Tujuan jangka pendek adalah orang-orang bahwa Anda akan mencapai dalam satu hari, dalam waktu seminggu, atau mungkin dalam beberapa bulan. Tujuan jangka panjang biasanya mengambil waktu yang lama, yaitu satu tahun, lima tahun atau bahkan sepuluh tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Untuk memahami hubungan&amp;#160;&lt;b&gt;jangka pendek&lt;/b&gt;&amp;#160;dan jangka panjang, mari kita simak kisah berikut ini.&amp;#160; Pada tahun 1984 dari Tokyo International Marathon, satu atlet Jepang Yamada tiba-tiba memenangkan kejuaraan dunia. Ketika wartawan bertanya apa yang membuatnya seperti sukses yang mengejutkan, ia mengatakan, &quot;Gunakan kebijaksanaan untuk mengalahkan lawan.&quot; Banyak orang tidak percaya padanya. Marathon adalah olahraga yang membutuhkan kekuatan fisik dan daya tahan. Dia mengatakan bahwa kebijaksanaan menyebabkan keberhasilannya, rasanya tidak mungkin.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Dua tahun kemudian, di Italia International Marathon, Yamada memenangkan kejuaraan lagi. Seorang wartawan bertanya kepadanya,&amp;#160; &quot;Anda telah memenangkan kejuaraan lagi. Dapatkah Anda menceritakan pengalaman Anda?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Yamada menjawab wartawan itu sama seperti jawabannya terakhir kali, &quot;Saya menggunakan kebijaksanaan untuk mengalahkan lawan.&quot; Semua orang bingung dengan apa yang dimaksudkannya kebijaksanaan.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sepuluh tahun kemudian, misteri akhirnya terkuak. Yamada menulis otobiografinya dan dalam bukunya ia menyebutkan, &quot;Sebelum setiap pertandingan, saya akan melakukan perjalanan seluruh rute dan memeriksa dengan hati-hati. Saya akan menandai beberapa tanda-tanda penting di jalan yang saya lalui, seperti tanda pertama adalah bank, tanda kedua adalah pohon, dan tanda ketiga adalah rumah merah, dst, sehingga menandai sampai akhir. Saat lomba dimulai, saya berlari secepat yang saya bisa, menuju tujuan pertama, bank. Ketika saya tiba di bank, saya akan berusaha untuk menuju tujuan kedua, pohon. Aku memecahkan seluruh rute maraton dengan banyak tujuan kecil dan menyelesaikannya satu per satu dengan mudah. &amp;#8203;&amp;#8203;Pada awalnya saya tidak tahu metode ini dan menetapkan tujuan saya di akhir 40 kilometer maraton. Biasanya saya akan merasa lelah dalam 10 kilometer pertama, karena saya takut oleh jarak jauh. &quot;&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Cerita ini memberi kita banyak inspirasi. Kita bisa belajar banyak dari itu. Sebuah mimpi besar dapat dicapai melalui banyak tujuan-tujuan kecil. Tujuan kecil ini adalah&amp;#160;&lt;b&gt;tujuan jangka pendek&lt;/b&gt;&amp;#160;kita. Kadang-kadang kita gagal bukan karena tujuannya terlalu keras, tetapi kita tidak memecahnya menjadi beberapa tujuan kecil. Jadi kita merasa sukses ini terlalu jauh kita raih.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Banyak dari kita yang hanya menetapkan&amp;#160;&lt;b&gt;tujuan jangka pendek&lt;/b&gt;&amp;#160;dan mengabaikan tujuan jangka panjang. Apakah kita sibuk bekerja pada banyak tujuan kecil dan bahkan tidak memiliki tujuan jangka panjang? Ini pun tidak akan membawa kita menuju kesuksesan baik.&lt;/p&gt;
&lt;p dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sekarang kita mengetahui hubungan antara jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Maka, kita akan mulai dari tujuan jangka panjang dan mematahkan tujuan jangka panjang menjadi beberapa tujuan kecil, dan tujuan ini kecil adalah tujuan jangka pendek kita. Semoga sukses.&lt;/p&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/81095576225890154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/06/tujuan-jangka-pendek.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/81095576225890154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/81095576225890154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/06/tujuan-jangka-pendek.html' title='Tujuan Jangka Pendek&#xa;&#xa;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-5064511945236921521</id><published>2014-05-06T09:31:00.001-07:00</published><updated>2014-05-06T09:32:48.374-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="marketing"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sales"/><title type='text'>Selling is Commercialization</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;strong style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;KOMPAS.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;- Coba Anda amati iklan-iklan lowongan kerja untuk posisi salesman. Sebagian besar umumnya mencantumkan satu syarat standar: memiliki kendaraan sendiri. Ya, salesman memang dituntut untuk memiliki mobilitas tinggi secara fisik karena banyaknya &quot;aktifitas lapangan&quot; yang harus mereka lakukan. Mulai dari berburu prospek baru, melakukan presentasi kepada calon pelanggan, negosiasi untuk penentuan harga, hingga kunjungan rutin sekedar untuk menjaga hubungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Namun ada asset lain yang jauh lebih penting dibandingkan kendaraan, yang secara alamiah setiap salesman, bahkan setiap orang, sebenarnya sudah memilikinya. Tidak tanggung-tanggung, jika dihitung rata-rata kita bahkan memiliki 250 asset tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Apa itu? Asset yang kami maksud adalah orang-orang di sekitar kita (keluarga, teman, tetangga, dan sebagainya) yang secara emosional memiliki kedekatan dengan kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Bagi salesman, mereka inilah sebenarnya orang-orang yang paling mungkin untuk didatangi pertama kali, dikirimi brosur, ditawari produk, hingga akhirnya menjadi pembeli.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Itulah yang dikenal dengan &quot;Hukum Girard 250&quot;. Bagi Anda yang sudah lama mendalami dunia sales, terutama di industri otomotif, tentu tidak asing dengan nama Joe Girard. Laki-laki inilah yang mendapatkan gelar prestisius sebagai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;The World&#39;s Greatest Salesman&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;dari Guinness Book of Record, sebuah rekor yang sampai sekarang belum ada yang berhasil memecahkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Prestasi penjualan Girard memang luar biasa. Saat menjadi salesman Chevrolet di Detroit dari tahun 1963-1978, Girard berhasil menjual tidak kurang dari 13.000 unit mobil. Artinya, dia bisa menjual sekitar 6 mobil perhari! Bandingkan dengan kolega-koleganya sesama salesman mobil yang rata-rata hanya bisa menjual 3 mobil per bulan!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Salah satu kunci kesuksesannya adalah kemampuannya dalam membangun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang efektif. Dan menurutnya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;itu dibangun dari orang-orang yang paling dekat dengan kita, yang berjumlah 250 orang itu. Angka 250 ini didasari dari pengamatan Girard atas rata-rata jumlah pelayat yang menghantarkan jenazah seseorang dalam proses pemakaman. &quot;Modal awal&quot; 250 orang inilah yang selanjutnya perlu dikembangkan untuk membangun&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang lebih luas lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Konsep serupa juga telah mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Sebagai contoh, sebuah perusahaan produk keuangan membagi target pelanggannya dalam beberapa ring. Ring level 1 adalah kerabat dan teman dari sang salesman. Mereka inilah target yang harus pertama didekati. Kerabat dan teman dari salesman ini tentu juga memiliki kerabat dan teman juga yang disebut ring 2. Salesman dapat mendekati target di ring 2 ini dengan bantuan dari kerabat dan temannya di ring 1. Demikian seterusnya hingga terbentuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang lebih luas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Di era new wave, pemanfaatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;dalam proses penjualan menjadi semakin penting, sekaligus semakin mudah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Kami katakan semakin penting karena di era ini peran rekomendasi menjadi semakin&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;powerful&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;. Iklan yang jor-joran terbukti tidak seampuh dulu lagi dalam mempengaruhi pilihan pelanggan. Rekomendasi dari pelanggan lain ternyata jauh lebih dipercaya dibandingkan iklan-iklan di berbagai media. Inilah salah satu temuan penting dari riset pelanggan yang dilakukan berbagai lembaga seperti Nielsen, Edelman, dan Forester. Dan rekomendasi akan lebih mudah mengalir melalui&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;channel&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;yang bernama&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Kami katakan semakin mudah karena di era new wave ini segala sesuatu lebih terhubung satu sama lain (&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;connected&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;). Adanya&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;connector&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang bersifat mobile (misal&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;handphone&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;experiential&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;(beragam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;event&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;yang disponsori oleh perusahaan ataupun inisiatif dari pelanggan sendiri), serta social (komunitas online maupun offline), memberikan banyak kemudahan bagi salesman untuk membangun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;penjualan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Joe Girard dikenal memiliki satu kebiasaan unik, yaitu mengirimkan surat ucapan secara rutin kepada seluruh pelanggannya setiap bulan. Dan isi suratnya pun berbeda-beda, tergantung &quot;topik&quot; yang relevan dengan pelanggan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Jika dalam database Anda hanya ada puluhan nama pelanggan, mungkin aktifitas yang dilakukan Girard tidak terlalu merepotkan. Namun bayangkan jika Anda menjual produk retail dengan pelanggan yang mencapai angka ratusan, tentu menulis&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;customized letter&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&amp;nbsp;satu per satu tiap bulan bukan suatu hal yang mudah dilakukan secara konsisten. Belum lagi jika Anda juga harus membangun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;dengan ring 2 di sekeliling pelanggan. Tentu sangat merepotkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Namun dengan adanya connector yang telah kami sebutkan di atas, apa yang dilakukan oleh Joe Girard menjadi lebih &quot;masuk akal&quot; untuk ditiru. Artinya, meski tetap menuntut konsistensi dan ketekunan, menjalin komunikasi rutin dengan pelanggan dan network di sekelilingnya jauh lebih mudah bagi kita sekarang, dibandingkan era tahun 70-an saat Girard mengukir karir emasnya sebagai salesman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Jadi setidaknya ada dua kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang salesman di era new wave ini. Pertama kemampuan untuk memetakan dan membangun network yang efektif dalam mendukung proses penjualan (&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;mapping and building effective network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;). Dan yang kedua, mengoptimalkan network tersebut untuk mendapatkan penjualan melalui rekomendasi (&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&quot;commercializing&quot; the network&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;). Dua hal ini akan coba kami jelaskan dalam dua tulisan berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Untuk mempertegas pentingnya dua kompetensi tersebut, maka terminologi selling perlu kita ubah menjadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;commercialization&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;. Dan jika saat ini Anda sedang berpikir untuk mencari tenaga penjualan baru, maka ada dua hal yang perlu diperhatikan saat memasang iklan. Pertama, jangan hanya mensyaratkan punya kendaraan, tapi tegaskan juga bahwa kandidat tersebut harus memiliki sekian&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;network&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;atau aktif di sekian komunitas. Dan yang kedua, mungkin Anda juga harus mengganti &quot;judul&quot; iklannya menjadi: Dicari, seorang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;commercial executive&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style=&quot;background-color: white; color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif; font-size: 16px; line-height: 24px;&quot;&gt;Sumber:&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;color: #4b4b4b; font-family: Lucida, helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 24.788795471191406px;&quot;&gt;&lt;i&gt;http://travel.kompas.com/read/2009/10/21/08144814/selling.is.commercialization&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/5064511945236921521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/selling-is-commercialization.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/5064511945236921521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/5064511945236921521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/selling-is-commercialization.html' title='Selling is Commercialization'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-5364336051094587799</id><published>2014-05-04T04:22:00.002-07:00</published><updated>2014-05-04T04:33:09.910-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (10/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Kenalan dengan Ciputra lewat Teori Z&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bubblews.com/assets/images/news/1080608418_1398391290.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.bubblews.com/assets/images/news/1080608418_1398391290.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;289&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;http://www.bubblews.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;GURU saya ketiga sebelum mendirikan MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Surabaya adalah Ir Ciputra. Anda pasti tahu Pak Ci kan? Pak Dahlan Iskan pernah mengatakan kepada saya bahwa beliau juga kagum kepada Pak Ci.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Dulu, saya mengenal Pak Ciputra dari media. Saya tertarik pada pemikiran Pak Ci yang berbeda dengan berbagai eksekutif lain. Ketika itu Pak Ci masih menjadi presiden direktur Jaya Group, sebuah perusahaan kepunyaan Pemda DKI Jakarta. Tapi, BUMD yang satu ini memang sudah berbeda dari BUMD lain di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Konon ceritanya, Pak Ci-lah yang sesudah lulus dari ITB lantas &quot;menantang&quot; Pemda DKI untuk &quot;menyulap&quot; Ancol. Rawa-rawa yang dulu disebut tempat membuang jin diimpikan untuk menjadi tempat hiburan terbesar di Asia Tenggara seperti yang sekarang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Rawa-rawa yang dulu boleh dikatakan no price diimpikan jadi high price seperti sekarang. Karena tantangan Pak Ci dianggap menarik, didirikanlah sebuah BUMD khusus untuk melakukan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Akhirnya, proyek Ancol sukses dan berlanjut dengan berbagai proyek properti lain. Karena itu, ketika saya bertemu Pak Ci untuk kali pertama, beliau memang sudah jadi eksekutif besar dari sebuah BUMD besar. Tapi, Ciputra bukan eksekutif biasa, tapi seorang eksekutif yang entrepreneurial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Inilah yang disebut intrapreneur. Karena itulah, Pak Ci selalu mengajak karyawan Jaya Group punya culture yang tinggi sense of ownership-nya. Nah, suatu ketika saya membaca di media bahwa Pak Ci baru saja bicara tentang Teori Z di suatu seminar di Jakarta. Padahal, saya baru aja bertemu dengan William Ouchi, penulis buku Teori Z, di kampus UCLA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Dr Ouchi adalah orang Jepang yang menjadi profesor di UCLA dan salah satu mahasiswa S-2nya adalah Nugroho Setyadharma yang sekarang CEO Ranch Market. Sedangkan Nugroho dulu adalah siswa SMAK St Louis Surabaya, tempat saya mengajarkan matematika dan fisika selama 15 tahun. Maka, ketika berkunjung ke California, saya sempat diperkenalkan ke profesornya, ya si William Ouchi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Nah, saya yang bekas bekerja di PT Panggung Electronic Industries dan berhubungan dengan banyak perusahaan Jepang menjadi suka pada Teori Z. Kenapa? Ya, karena teori ini mengonsepkan apa yang disebut manajemen Jepang yang waktu itu sangat terkenal. Teori Z bukan Teori X, juga bukan Teori Y.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Kalau Teori X, dasarnya manusia itu harus diawasi dengan ketat supaya kinerjanya bagus. Kalau tidak diawasi seperti itu, ada anggapan manusia cenderung akan &quot;menyeleweng&quot; dari kewajiban. Sedangkan Teori Y punya asumsi bahwa manusia itu dasarnya baik adanya. Harus dipercaya, supaya performance-nya bagus. Tidak perlu diawasi terlalu ketat dan harus diberi kebebasan supaya bisa berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Teori Z? Oleh William Ouchi disebut begitu, karena berdasarkan risetnya, perusahaan Jepang bisa berhasil karena tidak menganut keduanya. Manusia tidak perlu dikontrol habis-habisan seperti pada Teori X, tapi juga jangan dibiarkan habis-habisan seperti pada Teori Y.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Di perusahaan Jepang, waktu itu, karyawan yang sudah diterima di suatu perusahaan dianggap anggota keluarga. CEO adalah kepala keluarga yang dihormati semua orang dan biasanya sangat senior. Sedangkan yang junior akan belajar dari para senior supaya bisa menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Waktu itu, perusahaan Jepang menerapkan life time employment, di mana karyawan tidak pernah berpikir &quot;keluar&quot; dari perusahaan. Mereka akan bekerja sampai pensiun. Bahkan, beberapa perusahaan menyediakan kuburan bagi karyawannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Karyawan dirotasikan terus fungsinya supaya mengenal semua aspek perusahaan, jadi tidak fanatik pada satu fungsi. Seorang karyawan bagian penjualan sering harus masuk di bagian pembelian dulu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Maksudnya? Supaya tahu &quot;rasa&quot;-nya jadi pembeli yang sering di-&quot;service&quot; penjual. Orang marketing juga harus pernah menjadi orang finance, supaya bisa punya perhitungan sebelum membuang uang. Orang produksi biasanya cinta pada produknya, karena dia yang membuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Karena itu, banyak orang di perusahaan Jepang digembleng di pabrik dulu baru ke tempat lain. Orang R &amp;amp; D harus turun pasar supaya tahu apa yang diinginkan pelanggan. Sebelum menjadi pimpinan puncak, biasanya seseorang harus pernah menjadi kepala HRD, supaya bisa memimpin orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Teori Z tidak persis seperti itu, tapi lebih luas dari itu. Antara lain menceritakan hubungan &quot;kekeluargaan&quot; antara sebuah perusahaan dengan suppliers dan distributornya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Nah, karena saya pernah berhubungan dengan perusahaan Jepang secara intensif, saya jadi tertarik pada Teori Z.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Karena itulah, begitu saya baca di suatu media bahwa Ciputra suka pada teori ini, saya pun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;Jadi Teori Z lah yang membuat pertama kali saya tertarik menghubungi pak Ciputra. Besok saya akan bercerita bagaimana saya menghubungi beliau. (*)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;color: #222222; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18.479999542236328px;&quot;&gt;http://cuanterus.blogspot.com/2010/01/grow-with-character-10100-series-by.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/5364336051094587799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-10100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/5364336051094587799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/5364336051094587799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-10100-series-by.html' title='Grow with Character! (10/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Kenalan dengan Ciputra lewat Teori Z&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-4961153983671612524</id><published>2014-05-04T04:08:00.000-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.493-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (9/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Helicopter View dan Down to Earth&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT99azMz8DI0C-Jfeq7jFd2MzpWo2Z1v8WepYMu5UjVZO_5o5FGVA&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT99azMz8DI0C-Jfeq7jFd2MzpWo2Z1v8WepYMu5UjVZO_5o5FGVA&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;encrypted-tbn0.gstatic.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
ANDA pernah coba helikopter? Kelihatan enak di film, tapi kenyataannya bisa sangat beda.Ruangnya kecil biasanya kurang nyaman, tidak seperti di pesawat komersial yang nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya bising, tidak tenang seperti pesawat komersial.Untuk bicara harus pakai alat pendengar di telinga.Pasti gak ada cabin crew karena itu gak ada yang melayani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, waktu penerbangan lebih lama karena memang gak bisa terbang cepat.Dan, yang lebih gak enak adalah &#39;&#39;menakutkan&#39;&#39; karena bisa melihat bumi dari atas.Maklum, terbangnya gak terlalu tinggi seperti pesawat komersial. Masih ada lagi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getarannya keras karena kecil dan karena itu pula gampang tertiup angin ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata orang yang &#39;&#39;ngerti aviasi&#39;&#39;, helikopter itu &#39;&#39;lebih bahaya&#39;&#39; daripada pesawat biasa.Paling tidak, itulah semua yang saya rasakan ketika saya naik helikopter. Ketika Putera Sampoerna beli helikopter, kita diajak mencoba satu per satu, waktu itu. Dia khusus bilang kepada saya, &#39;&#39;If you see your market from the sky, it will look differently!&#39;&#39; Karena itu pula, saya jadi lantas sering &#39;&#39;melihat&#39;&#39; pasar dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Pak Putera seperti melihat Peta. Tapi, yang ini lebih realistis. Ini penting. Apalagi, ketika itu, saya harus menata kembali jalur distribusi. Pembagian wilayah Indonesia harus didasarkan pada regionalisasi. Kepadatan penduduk harus dipertimbangkan untuk memperhitungkan efisiensi logistik. Selain itu, tingkat purchasing power penduduk rata-rata di suatu wilayah juga harus menjadi pertimbangan untuk keperluan efektivitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pengecer yang ada juga menjadi kunci karena inilah titik-titik availability daripada produk yang tidak boleh terlewatkan. Setelah itu, perlu diperhatikan jalur perdagangan yang ada dengan melihat ketersediaan jalan, kereta api, sungai, dan bahkan kapal terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kalau Anda berada di helikopter yang sedang melayang di udara, Anda memang tidak bisa melihat semua itu dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Anda akan punya kesempatan untuk &#39;&#39;membayangkan&#39;&#39; data yang Anda punyai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putera Sampoerna bahkan mengatakan bahwa imagination itu adalah segalanya! Artinya? Itulah dari tujuan yang ingin Anda capai. Dengan melihat suatu are dari atas, akan timbul semangat untuk &#39;&#39;menguasai&#39;&#39; area tersebut. Saya sering menggunakan bendera-bendera kecil GG, Djarum, Bentoel, dan Sampoerna yang ditancapkan di atas peta untuk menggambarkan penguasaan pasar oleh masing-masing brand. Persis seorang jenderal yang mau bikin strategi perang. Dan, peta itu menjadi lebih konkret lagi ketika dibawa naik helikopter yang sedang menyusuri area yang relevan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Sampoerna semua direksi memang harus bisa berpikir seperti itu. Harus punya &#39;&#39;helicopter view&#39;&#39; yang bersifat wide, imaginative dan abstract Wide karena dari atas Anda akan bisa punya bigger picture dari bisnis Anda ketimbang kalau Anda di bawah. Imaginative karena di situlah Anda mendapatkan kesempatan untuk mimpi tentang bisnis Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abstrak karena suatu strategi yang dibayangkan untuk mencapai suatu tujuan belum menjadi konkret sebelum dilaksanakan. Tapi, apakah itu cukup?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti tidak! Pak Putera paling tidak suka kalau orang Sampoerna tidak &#39;&#39;membumi&#39;&#39;. Karena itu, saya jadi suka sidak ke lapangan. Direksi yang hanya bisa bikin strategi, tapi gak tau lapangan gak ada gunanya. Karena itu juga harus bisa down to earth yang sifatnya detail, realistic dan concrete.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detail artinya tidak boleh cuma global. Semua data global mesti diurai sampai detail. Realistis artinya bukan sekadar imajinasi yang gak ada juntrungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, konkrie maksudnya harus ada rencana yang nyata. Ingat bahwa semua kelihatan indah dari atas dan gampang dicapai, tapi menjadi tidak mudah ketika menghadapi kenyataan. The devil is always on the detail! Karena itu, sampai ada buku Execution yang cukup laris karena penulisnya menemukan bahwa banyak kegagalan bukan disebabkan oleh salah strategi. Tapi, gagal dalam pelaksanaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan akhir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus seimbang! Harus ada balance di antara keduanya. Inilah serangkaian pelajaran dari &#39;&#39;magang&#39;&#39; saya di Universitas Sampoerna. Besok saya akan bercerita tentang guru saya yang ketiga sesudah Dahlan Iskan dan Putera Sampoerna, sebelum mendirikan MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 di Suarabaya.(*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :http://cuanterus.blogspot.com/2010/01/grow-with-character-9100-series-by.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/4961153983671612524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-9100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/4961153983671612524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/4961153983671612524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-9100-series-by.html' title='Grow with Character! (9/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Helicopter View dan Down to Earth&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-3931153103483457631</id><published>2014-05-04T03:45:00.001-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.484-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (8/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Dari Question Mark Jadi Cash Cow&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://coolashu.files.wordpress.com/2007/08/growthshare.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://coolashu.files.wordpress.com/2007/08/growthshare.jpg&quot; height=&quot;264&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;coolashu.files.wordpress.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
SAMBIL menata distribusi dan membangun corporate brand, ketika itu Putera Sampoerna menyiapkan produk baru. Benar-benar baru! Karena dia percaya, tanpa produk baru yang bisa mendampingi Dji Sam Soe, Sampoerna tidak akan bisa naik peringkat. Bukankah di BCG Matrix, juga digambarkan bahwa ada empat macam produk dalam portofolio suatu perusahaan. Dji Sam Soe jelas cash cow, bahkan solid cash cow.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan margin yang begitu tinggi berkat loyalitas pelanggan, bahkan sampai sekarang, sudah seharusnya profit dipakai untuk mengembangkan produk baru. Takutnya, sejalan dengan model product life cycle, pada suatu ketika Dji Sam Soe pun akan jadi &quot;dog&quot;. Masih menghasilkan margin tapi sudah semakin menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Anda melihat usaha mati-matian untuk mempertahankan Dji Sam Soe sebagai the real kretek dengan membungkus batangnya satu-satu supaya kualitas produk &quot;tetap fresh&quot;. Dji Sam Soe Premium adalah suatu upaya mengembalikan produk ini jadi &quot;star&quot; kembali di segmen loyal customernya. Seperti Mercy yang membuat model S Class. Sedangkan Dji Sam Soe filter kayaknya dipakai menahan supaya brand legendaris ini tidak cepat jadi &quot;dog&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berharap ada segmen baru yang tercipta. Yaitu, loyalis Dji Sam Soe &quot;asli&quot; yang mulai &quot;khawatir&quot; akan tar dan nikotin yang ketinggian. Atau perokok brand lain yang mau &quot;naik kelas&quot;, tapi belum berani langsung ke Dji Sam Soe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat saja, Mercy juga meluncurkan berbagai variasi produk sporty untuk memperluas segmen, sehingga bisa menampung segmen baru. Yaitu, orang yang sudah punya banyak Mercy Klasik, tapi mau punya produk lain untuk special occasion. Atau bisa beli untuk anaknya yang masih lebih muda usia yang mau kelihatan tua. Atau bahkan untuk orang yang mau &quot;naik kelas&quot; pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi masalah tidak akan selesai, kalau Anda hanya &quot;berkutat&quot; di Cash Cow, Dog dan Star! Situasi persaingan yang berubah karena adanya teknologi baru dan perubahan perilaku konsumen akan &quot;membunuh&quot; sebuah perusahaan kalau tidak ada produk question mark! Namanya saja sudah begitu, artinya tidak ada jaminan produk baru itu akan jadi &quot;star&quot; untuk selanjutnya jadi cash cow.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Definisi produk baru itu sendiri memang ranging dari product repackaging di tingkat yang paling gampang sampai new to the world yang paling berisiko. Semuanya tentu saja question mark karena tidak ada jaminan akan sukses. Dalam hal ini, Putera Sampoerna memutuskan untuk mengambil risiko yang paling besar. New to the World!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah dasar pemikiran dari pengembangan produk baru A-Mild! Teknologi yang ketika itu sangat baru bagi Indonesia dipakai. Harus tetap kretek, tapi dengan low tar low nicotine. Harus kretek karena tidak boleh mengubah karakter Sampoerna yang asli Indonesia. Tapi, harus breakthrough dengan teknologi tinggi. Bukan cuma sekadar harus jadi rokok yang &quot;paling tidak berbahaya untuk kesehatan&quot;, tapi juga harus jadi &quot;life style&quot; baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika itu, pada akhir dekade delapan puluhan, para perokok seolah terpolarisasi menjadi dua. Di ujung kiri yang &quot;ekstrem perokok&quot; adalah para penggemar Dji Sam Soe yang bahkan sangat &quot;percaya&quot; pada tulisan yang ada di bungkusnya. Apa itu? Kalau Anda batuk dan isep ini rokok, maka batuk Anda akan sembuh... Begitu kira-kira bunyinya... Bahkan, ada yang bilang Dji Sam Soe itu &quot;rokok herbal&quot; jadi memang menyembuhkan... Hebat ya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, di ujung kanan yang juga &quot;ekstrem&quot; yaitu smokers who don&#39;t know how to smoke. Hanya untuk &quot;bergaya&quot; atau ikut &quot;arus&quot;. Waktu itu disebut sebagai &quot;lifestyle segment&quot;. Di dalamnya termasuk wanita urban dan modern yang kepingin looks chic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka suka rokok yang ringan, tidak bikin batuk, lebih kecil tapi lebih panjang, aromanya enak dan bungkusnya tidak &quot;kampungan&quot;. Di segmen ini, semuanya pakai filter dan rajanya ketika itu Marlboro.Walaupun tidak pernah bisa besar di Indonesia, brand dunia ini banyak memberi &quot;inspirasi&quot; pada anak muda, eksekutif dan wanita ketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah kedua ekstrem itu adalah pasar yang paling besar, yaitu rokok kretek filter. Jagonya tentu saja, waktu itu GG Surya dan International serta Djarum Super. Sampoerna memutuskan tidak &quot;masuk&quot; pasar tengah yang besar tapi kompetitif, tapi justru masuk pasar &quot;niche&quot; di kanan! Kan Dji Sam Soe sudah di kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nekat memang, tapi itulah visi seorang entreperenur sejati Pak Putera. Rokoknya inovatif, nasionalis karena tetap kretek. Targetnya waktu itu bisa menggeser Marlboro yang rokok putih berfilter. Sedangkan &quot;A&quot; adalah salah satu family brand yang sudah dipunyai Sampoerna waktu itu. Ada produk yang disebut Sampoerna A yang tidak sesukses Dji Sam Soe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putera Sampoerna ketika itu minta supaya ada upaya keras supaya para eksekutif dan anak muda tidak malu menunjukkan A Mild. Harus bangga!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu diluncurkan pertama kali, A Mild dianggap &quot;rokok banci&quot;. Kretek yang tidak terasa kreteknya. Kampanye pertama juga gak terlalu berhasil, karena pesan yang ingin disampaikan tidak jelas. Rokok masa depan yang merupakan konsep pertama memang kurang dimengerti orang. Tapi, begitu iklan &quot;Low Tar Low Nicotine&quot; mulai keluar, orang jadi mulai mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak muda dan eksekutif modern yang lebih &quot;sadar kesehatan&quot; langsung menerima produk baru itu. Dan ketika Djarum mulai masuk pasar, setelah beberapa tahun, Sampoerna menantang dengan kampanye &quot;How Low Can You Go?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk selanjutnya dikembangkan dengan A Mild Menthol yang ada nuansa hijau, khusus untuk wanita. Karena segmen ini mengalami growth yang besar, terutama sebagai lifestyle smoker. Itu semua juga masih tetap konsisten dengan Corporate Branding Sampoerna: Rokok Tembakau,bukan Rokok Saus!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saya mulai mendirikan MarkPlus Professional Service di Surabaya 1 Mei 1990, A Mild masih sedang berjuang menemukan jati dirinya. Tapi, saya memang percaya penuh bahwa Question Mark Product ini akan jadi star dan akhirnya cash cow kedua mendampingi Dji Sam Soe. (*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://growthecharacter.blogspot.com/2010/02/grow-with-character-8100-series-by.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/3931153103483457631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-8100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/3931153103483457631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/3931153103483457631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-8100-series-by.html' title='Grow with Character! (8/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Dari Question Mark Jadi Cash Cow&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-2881309281353853219</id><published>2014-05-04T03:24:00.001-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.480-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (7/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Masih Ingat Marching Band Sampoerna?&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://bimg.antaranews.com/sumsel/2013/03/ori/20130315tournament-of-roses-parade.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://bimg.antaranews.com/sumsel/2013/03/ori/20130315tournament-of-roses-parade.jpg&quot; height=&quot;212&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : bimg.antaranews.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
KHUSUS tentang yang satu ini, saya punya catatan tersendiri. Ketika itu, lebih dari dua puluh tahun lalu, semua orang di Sampoerna dibikin bingung dengan ide tersebut. Hah...? Perusahaan rokok kretek nomor empat bikin Marching Band? Ini ide kelewat &quot;edan&quot; kan? Tidak terpikirkan dan terbayangkan oleh semua orang ketika Pak Putera mem-brief tentang hal itu. Jumlah pemain harus 234 orang! Dji Sam Soe kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya harus karyawan pelinting rokok! Padahal waktu itu yang paling terkenal adalah Drum Band AAL di Surabaya. Akademi Angkatan Laut, yang pemainnya para kadet. Gagah, muda dan cekatan. Kalau di Jakarta, yang terkenal, waktu itu Drum Band Tarakanita. Yang main cewek ayu-ayu dan mas&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;ih muda juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ketika itu kami semua bingung dan nggak bisa membayangkan bagaimana para pelinting rokok yang tradisional itu bisa di-&quot;transformasi&quot; menjadi pemain Marching Band. Tapi kenyataannya bisa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pelatih dari Amerika didampingi asisten mereka yang orang Indonesia ternyata bisa mendisiplinkan mereka. Latihannya harus sesudah jam kerja, tentunya dengan uang lembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karyawan sebuah pabrik rokok yang biasanya dibayar berdasarkan kuantitas batang rokok yang dilinting, malah dibayar lembur untuk sekadar latihan baris-berbaris dan main musik! Sudah keluar dari &quot;pakem&quot;, kata orang! Selain itu, juga diundanglah para penata tari kelas satu dari Indonesia untuk mempersiapkan &quot;float&quot; Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Pasadena, sebuah kota kecil di California, setiap tahun memang ada Rose Bowl pada 1 Januari. Pada hari tahun baru itu, ada &quot;grand final&quot; football Amerika di antara dua tim yang selalu ditunggu-tunggu orang. Karena itu, wali kotanya juga sekalian membuat yang namanya Rose Parade. Sebuah parade tahunan yang diikuti banyak tim Marching Band beserta Float-nya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Float itu, mobil berjalan yang berada di belakang Marching Band, biasanya menampilkan berbagai atraksi. Sebagian besar peserta Rose Parade adalah tim lokal. Waktu itu, Sampoerna keluar dengan Float dan Marching Band Indonesia bersama beberapa peserta internasional lain. Karena itulah, beberapa orang penata tari direkrut untuk mengajari beberapa pelinting untuk jadi penari!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan &quot;tiket&quot; Rose Parade, tentu Sampoerna mesti kerja keras. Melobi penyelenggara, melobi Deplu juga. Supaya bisa &quot;mewakili&quot; Indonesia. Sebuah pekerjaan yang amat rumit, melelahkan, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan promosi rokok!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara GG, Djarum, dan Bentoel sibuk bersaing dalam periklanan konvensional, Sampoerna justru keluar Satu Juta Dolar Amerika untuk membentuk Marching Band pelinting rokok! Kemudian, masih diperlukan satu juta USD lagi untuk &quot;memberangkatkan&quot; rombongan tersebut ke Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain main di Rose Bowl, Marching Band ini juga masuk Disneyland di Annaheim dan beberapa tempat lain di California. Karena itu, ada tim tersendiri untuk mengatasi &quot;cultural shock&quot; para pelinting rokok itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Rose Parade, tim Sampoerna Indonesia mendapatkan salah satu Award. Bisa memang bagus, bisa juga karena diplomatis. Tapi yang jelas, saya terkagum-kagum melihat para pelinting rokok Sampoerna pakai rok mini, stocking, pakai topi, dan main drum band.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wali Kota Los Angeles Tom Bradley sangat berterima kasih atas keikutsertaan Indonesia untuk kali pertama, karena itu sempat men-declare tanggal 30 Desember 1989 sebagai Indonesia Day.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ikut acara itu di City Hall, termasuk pengibaran bendera merah putih. Setelah pulang dari Amerika, Marching Band dimainkan di beberapa kota Indonesia. Bukan cuma Surabaya, tapi juga Jakarta, Bandung, dan lain-lain.Uniknya, Marching Band ini juga main di kota kompetitor seperti Kediri, Kudus, dan Malang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas apa maksud semua ini? Bagaimana perhitungan Return of Investment-nya? Pemberitaan besar-besaran oleh media di Indonesia luar biasa! Saya pun ikut menulis &quot;pandangan mata&quot; tiap hari dari California ke Jawa Pos saban hari selama dua minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rakyat Indonesia pun ikut bangga dan merasa bersyukur pada Sampoerna. Sebuah Corporate Brand yang tadinya jauh kalah populer dari Product Brand Dji Sam Soe menjadi langsung mencuat awareness-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan cuma itu. Corporate Brand &quot;association&quot; pun langsung terbentuk secara positif sebagai sebuah perusahaan yang nasionalis. Apalagi, kebetulan kretek kan memang &quot;lambang&quot; Indonesia. Itu karena cengkih adanya paling banyak ya di Indonesia. Kan orang Marketing mesti pintar main &quot;ilmu gathuk&quot;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan, kami semua yang di Sampoerna baru &quot;ngeh&quot; bahwa inilah cara efektif untuk membangun sebuah Corporate Brand. Tapi, kenapa itu perlu? Ya, karena Sampoerna punya rencana go public!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu Gudang Garam sebagai market leader go public sebelum Sampoerna, sahamnya laku keras. Itu disebabkan, investor percaya akan keperkasaan Gudang Garam sebagai pemimpin pasar dalam menciptakan profit jangka panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, kebetulan nama corporate dan produc- nya sama. Waktu itu Pak Putera mengatakan pada saya, &quot;Sampoerna is a good name. It means &#39;perfect&#39;. It is the best compared to our competitors. Unfortunately, nobody knew it!&quot; Sedangkan Dji Sam Soe yang sudah sangat terkenal nggak bisa di &quot;jual&quot; sebagai Corporate Brand. Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali membuat Sampoerna yang kebetulan juga terdiri atas sembilan ( 2+3+4=9 ) huruf dibikin terkenal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, orang tidak otomatis akan membeli saham Sampoerna, seperti Gudang Garam, karena jumlah produk yang dijual baru peringkat keempat. Karena situasinya beda dan sangat &quot;disadvantage&quot; untuk Sampoerna, harus ada cara yang superkreatif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu itu penjualan produk-produk Sampoerna juga naik, walaupun tidak signifikan, ketika berita Marching Band ke mana-mana. Jadi, Marching Band ini bisa kena kepada tiga stakeholder utama Sampoerna, yaitu: people (pelinting), customer (pelanggan), dan investor (pembeli saham IPO ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Super Kreatif, Super Smart dan Super Efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab, belum tentu dengan keluar biaya yang sama, dua juta USD, Sampoerna bisa mencapai hasil seperti itu dengan cara komunikasi yang konvensional. Ini semua saya ingat-ingat ketika saya akan mulai MarkPlus Professional Service di Surabaya pada 1 Mei 1990. (*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :&amp;nbsp;https://groups.yahoo.com/neo/groups/adihusada/conversations/topics/357&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/2881309281353853219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-7100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2881309281353853219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2881309281353853219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-7100-series-by.html' title='Grow with Character! (7/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Masih Ingat Marching Band Sampoerna?&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-1396208044950044004</id><published>2014-05-03T20:05:00.000-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.462-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! ( 6/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;ACT AS A LEADER, EVEN YOU ARE NOT A MARKET LEADER !&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.booher.com/booherbanter/wp-content/uploads/p229648_m.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.booher.com/booherbanter/wp-content/uploads/p229648_m.jpg&quot; height=&quot;188&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber &amp;nbsp;: http://www.booher.com/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
MASIH banyak pelajaran tercecer walaupun saya hanya bekerja di Sampoerna kurang lebih dua setengah tahun. Kali ini saya akan bercerita tentang pelajaran yang makin memantapkan saya untuk mulai MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tulisan kemarin,makna terbesar yang saya dapat adalah &quot;leadership&quot;. Act as a Leader evenyou are not a Market Leader...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang membedakan Leader dengan Manager?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak definisi tentang Leadership,tapi favorit saya adalah yang dari Kouzes dan Posner. Model Kepemimpinan yang pernah dipakai IBM waktu krisis itu adalah Change,Dream,Empower,Model,Love. Artinya,seorang pemimpin harus berani melakukan perubahan ( dream ) terhadap situasi yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampoerna walaupun bukan yang nomer satu,waktu itu berani melakukan sesuatu yang beda dalam banyak hal dari yang biasa terjadi di industri. Jalur distribusi dari keagenan jadi branch management.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iklan pakai animasi, padahal waktu itu industri pakai &quot;talents&quot; muda, ganteng, dan berani di iklan. Begitu juga dengan me &quot;reframe&quot; cara melihat orang terhadap apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberanian merubah seperti ini hanya ada pada seorang Leader bukan Manager yang biasanya hanya &quot;meneruskan&quot; apa yang sudah berjalan. Setiap Change pasti menimbulkan &quot;resistant&quot; di dalam maupun di luar organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya masih ingat waktu,Putera Sampoerna keluar dengan ide ide gilanya,semuaorang dalam jadi &quot;bingung&quot;. Tapi semua nurut,karena &quot;he is our big boss !&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Change,seorang Pemimpin juga bisa punya mimpi ( dream )Putera Sampoerna ,waktu itu,tinggal di dalam pabrik karena itu bisa &quot;eat,sleep, and dream&quot; with the business. Kalau anda gak &quot;ngeloni&quot; bisnis anda, mana bisa punya mimpi. Itu kata kata sakral pak Putera yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
You must have a passion,so you will have a dream.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah anda menggambar sebuah sketsa di langit tentang apa yang Anda ingin capai !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manajer hanya bisa melihat persoalan hari ini,tapi susah membayangkan sesuatu yang akan dicapai di kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sangat terkesan akan &quot;passion&quot; dan &quot;imagination&quot; yang ada di Putera,karena itu lagu &quot;imagine&quot; dari John Lennon adalah lagu terbesar untuk saya. Saya bahkan &quot;mbelani&quot; naik kereta tiga jam dari London ke Liverpool hanya untuk melihat Beatles Museum. Dan rasa capai saya terobati,ketika melihat piano putih asli disana,yang dipakai John Lennon untuk menyanyikan lagu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampoerna bukan market leader waktu itu, tapi berani mimpi besar ! Selanjutnya seorang pemimpin berani memberdayakan ( baca : empower ) orang lain,karena dia sadar gak bisa melakukan segala sesuatu sendirian. Seorang pemimpin percaya diri. Tidak takut memberdayakan orang lain,termasuk anak buah. Tidak takut akan &quot;kalah&quot; dari orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemimpin bukan cuma melakukan &quot;delegation of authority&quot; seperti yang dilakukan seorang manajer. Tapi malah mendorong orang lain termasuk bawahan untuk berkreasi. &quot; I pay you for your creativity,not only for routine work&quot;. Saya sangat ingat kata kata bekas bos saya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu,pak Putera tidak suka orang yang cuma jadi &quot;yes man&quot;. Dia siap dibantah dan siap dicounter, kalau sedang membahas ide gila. Tapi dia tidak suka kalau bantahan itu cuma didasari sifat &quot;resistant&quot; atau gak mau berubah. Semuanya harus didasari pada &quot;penguasaan&quot; masalah termasuk data,info,pengetahuan, termasuk rumor !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah arti &quot;empowerment&quot; sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manajer akan ketakutan kalau anak buahnya punya data dan informasi bahkan &quot;lebih pintar&quot; dari dia. Sampoerna, walaupun masih nomer empat waktu itu, berani meng &quot;empower&quot; industri rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan membuat para &quot;pengelinting rokok&quot; jadi pemain marching band dan dikirim ke Disney Land, Sampoerna ingin menunjukkan bahwa &quot;orang kecil&quot; pun bisa melakukannya ketika diberi kesempatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan, ibu-ibu yang sudah berjasa buat Sampoerna berpuluh tahun dilatih nabuh drumband oleh pelatih pelatih dari Amerika. Bahkan,naik kapal terbang dan keluar negeri pun belum pernah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga,waktu pakai sabuk pengaman ketika pesawat charter mau terbang dari Juanda,hampir semuanya menangis terharu. Saya gantian menangis terharu ketika melihat mereka berbaris gagah membawa float Indonesia di Pasadena,tanggal 1 Januari 1989 !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa dahsyatnya &quot;empowerment&quot; !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang keempat adalah Model. Artinya, pemimpin berani jadi contoh untuk yang lain. Bukan cuma bisa ngomong thok ! Sedang seorang manajer sering kali cuma pintar pidato atau bikin slogan, tapi bukan contoh yang baik. Akibatnya,anak buah tidak percaya. Cuma takut karena kalah &quot;authority&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Putera Sampoerna minta semua orang jadi kreatif,tapi dia sendiri &quot;super kreatif&quot;. Ide nya seolah gak pernah habis. Seringkali,dia gak tidur semalaman,mengembangkan suatu ide yang &quot;baru ketemu&quot;. Takut lupa dan hilang, katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya juga sempat ditelepon pukul dua pagi untuk diajak diskusi. Bos masih mikir, direktur pules ! Walaupun Sampoerna bukan yang terbesar, ketika itu, tapi terus jadi model untuk yang lain ! Di benchmark kiri kanan !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Leader,berbeda dengan Manajer. Tidak takut ditiru bahkan pingin ditiru ! Begitu ditiru atau diikuti orang,berarti dia sudah menunujukkan jalan yang benar !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir adalah Cinta atau Love. Love to what you do and do what you love ! Syarat ini mutlak bagi seorang Leader. Kemauan untuk melakukan empat hal sebelumnya yaitu Change, Dream, Empower, dan Model memang harus didasari kecintaan pada apa yang sedang dikerjakan. Bukan hanya karena memang sekedar melakukan hal itu seperti seorang manajer. Hati juga harus banyak digunakan ketika berhadapan dengan orang lain,termasuk anak buah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa? Karena,hanya seorang manajer yang punya &quot;sub-ordinate&quot; dalam hubungan atas bawah yang vertikal. Sedangkan seorang Leader hanya punya Follower yang secara &quot;suka rela&quot; mengikuti. Mencintai orang lain berarti berusaha melakukan keempat hal sebelumnya supaya orang itu tertransform jadi orang yang lebih baik. Itulah yang dinamai &quot;transformational lesdership&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah pelajaran tentang Leadership inilah yang makin memberanikan diri untuk mulai mendirikan Lembaga Konsultan Pemasaran pertama di Indonesia pada 1 Mei 1990.(*)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : http://cuanterus.blogspot.com/2010/01/grow-with-character-6100-series-by.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/1396208044950044004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-6100-series-by.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/1396208044950044004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/1396208044950044004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-6100-series-by.html' title='Grow with Character! ( 6/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;ACT AS A LEADER, EVEN YOU ARE NOT A MARKET LEADER !&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-8009700568732725513</id><published>2014-05-03T19:48:00.002-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.509-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (5/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Kami Memang Beda!&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSfUcGpuR82Pjt2Ov7XC_9EXVIZDX6dfzjezVY5fzQ-sW_iW5A2Ng&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSfUcGpuR82Pjt2Ov7XC_9EXVIZDX6dfzjezVY5fzQ-sW_iW5A2Ng&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : gstatic.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
ADA yang masih ingat slogan ini? Kalau Anda sekarang sudah berusia kepala empat, barangkali masih ingat “kami memang beda” ini. Ini benar-benar ide asli Putera Sampoerna yang cemerlang! Itulah strategi Sampoerna yang waktu itu baru berada di peringkat empat di bawah Gudang Garam, Djarum, dan Bentoel.&lt;span id=&quot;more-22&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan menggunakan statement seperti itu, Sampoerna ingin mengata kan bahwa produk-produk yang dibuat (Sampoerna) adalah “rokok tem bakau”. Sementara itu, yang lain “ro kok saus”!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Pada suatu hari Pak Putera memanggil saya untuk brainstorm tentang hal ini. Keputusan diskusi adalah membuat ribuan kartu pos yang menggambarkan sebuah pohon penuh cabang. Berbagai cabang itu lantas diberi nama masing-masing. &lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Ada yang dinamai rokok putih, cerutu, kelinting, dan rokok kretek. Yang rokok putih bercabang dua lagi, yaitu filter dan nonfilter. Sedangkan yang rokok kretek bercabang menjadi rokok “tembakau” dan rokok “saus”.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Dengan gambaran seperti itu, Putera Sampoerna ingin me-reframe cara melihat para perokok. Yakni, supaya para perokok jadi “sadar” bahwa Dji Sam Soe dan produk lain dari Sampoerna itu “padat tembakau”. Sausnya tipis….&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Konsekuensinya? Sampoerna harus punya suplai tembakau kualitas yang sta bil. Sedangkan rokok lain yang me ngandalkan saus, masih punya toleransi akan variasi kualitas tembakaunya. Soal kualitas bisa “diratakan” oleh saus. Dan itu sesuai dengan tulis an yang ada di pembungkus Dji Sam Soe. “Rokok ini terbuat dari tembakau dengan kualitas tinggi”, begitu kira-kira bunyinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Kartu pos dengan gambar pohon yang berjumlah ribuan itu saya sebarkan lewat semua “orang lapangan” yang biasa melakukan canvassing ke toko-toko penyalur. Pak Putera bilang kepada saya bahwa dia puas walaupun hanya sepuluh persen dari orang yang membaca kartu pos itu yang percaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Logis! Lha wong iklan biasa pun sering tidak dipercaya orang. Hitung-hitung, inilah komunikasi “kreatif” di zaman itu. Apalagi, di kartu pos itu lantas dikasih tulisan besar: Kami Memang Beda!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Perbedaan dalam bentuk kreativitas ini berlanjut. Lihat saja bagaimana Sampoerna merupakan perusahaan pertama yang menggunakan animasi kartun. Kenapa? Kata Pak Putera, dengan kartun kita bisa menyampaikan message apa pun dengan menarik. Misalnya, pada waktu iklan A-Mild “How Low Can You Go?” Animasi kartun dipakai untuk menggambarkan lomba “limbo” dan A-Mild keluar sebagai “pemenang”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Pelajarannya? Sudah nomor empat, ya jangan cuma meniru cara-cara yang dilakukan market leader. Kampanye “Kami Memang Beda” ini akhirnya terkenal ke mana-mana, sehingga orang menjadi “mengakui”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Sampoerna memang bukan terbesar, tapi “beda”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Jadi, kalau mengacu pada Michael Porter yang mengatakan ada dua strategi besar untuk memenangkan persaingan, yaitu: cost leadership dan differentiation, Sampoerna memilih yang kedua!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Ucapan Putera Sampoerna yang akhirnya “masuk” ke saya adalah: “It is better to be a little bit different, than to be a little bit better!”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Benar kan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Kalau Anda hanya berbeda sedikit dari kompetitor, apalagi kalau kompetitor jauh lebih besar, Anda tidak akan dipercaya orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Tapi, kalau Anda memang BEDA dan bisa membuat orang menjadi “sadar” dan menyukai perbedaan itu, Anda akan menang. Punya peluang dapat harga lebih bagus. Kalau tidak ada yang beda, ya harus melakukan price war.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Inilah pelajaran terbesar yang saya dapat dari Putera Sampoerna yang akhirnya memberikan inspirasi pada model utama marketing saya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://blog.cakraperkasa.com/?p=22&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/8009700568732725513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-5100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8009700568732725513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8009700568732725513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-5100-series-by.html' title='Grow with Character! (5/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Kami Memang Beda!&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-615136466962544009</id><published>2014-05-03T19:43:00.002-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.500-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (4/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Marketing Mix Is Nothing without Peddling&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://images.forbes.com/media/lists/80/2010/putera-sampoerna.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://images.forbes.com/media/lists/80/2010/putera-sampoerna.jpg&quot; height=&quot;198&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber : images.forbes.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pada suatu hari di Sampoerna, saya dipanggil Pak Putera ke kamar kerjanya. Hari itu saya diberi tugas menjelaskan konsep marketing menurut ”buku teks”. Jadi, seharian itu saya tidak perlu bekerja, tapi harus mengajar bos.&lt;br /&gt;
Itulah ”kelas marketing” paling mahal yang juga paling saya ingat. Can you imagine?&lt;br /&gt;
Dengan berhati-hati, saya mencoba menjelaskan konsep yang saya tahu dari bukunya Philip Kotler. Sebab, itulah satu-satunya referensi saya waktu itu. Waktu itu, saya juga belum punya model sendiri yang simple dan gampang dimengerti.&lt;br /&gt;
Tapi, saya sangat tahu bahwa big boss saya adalah orang yang genius dan tidak sabaran. Jadi, saya harus tahu memilih bagian-bagian yang menarik&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;dari buku teks Kotler untuk kemudian saya gambar dan jelasin di white board.&lt;br /&gt;
Saya masih ingat, ketika itu saya mulai dengan membedakan antara konsep production-oriented, product-oriented, dan marketing-oriented.&lt;br /&gt;
Yang pertama mengutamakan fungsi produksi atau operasi. Dengan demikian, efisiensi dan kualitas jadi yang utama. Tentu saja dengan harapan bahwa suatu barang atau jasa yang ”dibuat” secara efisien dengan kualitas yang baik akan terjual dengan sen dirinya.&lt;br /&gt;
Yang kedua mengutamakan pada produknya. Bukan cuma kualitas, tapi juga inovasi pada pengembangan produk baru yang jadi fokus. Asumsinya, produk dan jasa terbaik akan mudah dijual.&lt;br /&gt;
Sedangkan di perusahaan yang marketing-oriented, titik berat pada need and want customer harus diketahui lebih dulu. Baru setelah itu disediakanlah produk yang memenuhi kebutuhan dan kemauan pelanggan supaya gampang dijual.&lt;br /&gt;
Setelah itu, saya masuk ke segmentation dan targeting. Artinya, sebuah perusahaan yang marketing-oriented haruslah pintar memilih segmen yang mau dimasukin. Karena itu, disinilah mulai masuk pertimbangan besarnya pasar, profitabilitas dan daya saing kita terhadap pesaing. Baru setelah itu, saya melanjutkan lagi ke pengertian positioning yang waktu itu ”baru” populer.&lt;br /&gt;
Al Ries dan Jack Trout yang belakangan menjadi teman saya adalah dua orang yang memopulerkan terminologi itu untuk kali pertama. Terus terang, saya belajar marketing kali pertama memang dari buku teksnya Philip Kotler yang lengkap. Saya suka karena komprehensif.&lt;br /&gt;
Tapi, saya jadi antusias pada marketing setelah baca buku-bukunya Al Ries dan Jack Trout yang buku legendaris mereka adalah Positioning: The Battle of Your Mind!&lt;br /&gt;
Sampai di sini, Pak Putera terlihat senang dan banyak mencatat. Perasaan saya dari deg-degan jadi agak seneng juga.&lt;br /&gt;
Terakhir, bahan yang saya jelaskan barulah Marketing Mix atau Empat P. Ternyata, Pak Putera paling suka pada bagian ini. Yaitu, ketika saya menjelaskan bahwa produk yang benar paling penting, karena itu jadi P yang pertama. Baru setelah itu, produk tersebut harus dihargai dengan benar pula.&lt;br /&gt;
Karena itu, price jadi elemen kedua di Marketing Mix. Setelah itu, barulah produk yang sudah ditetapkan price-nya tersebut disalurkan melalui place yang pas juga. Dan akhirnya barulah dilakukan promosi.&lt;br /&gt;
Saya tahu, Pak Putera adalah orang yang konseptual. Karena itu, dia suka pada konsep yang logic seperti itu. Tentu saja, waktu menjelaskan hal-hal itu, saya selalu me-refer pada kasus-kasus di industri rokok.&lt;br /&gt;
Waktu itu, Sampoerna baru pemain nomor empat. Setelah Gudang Garam, Djarum, dan Bentoel. Sampoerna bisa bertahan di nomor empat karena punya Dji Sam Soe yang memiliki segmen perokok sangat loyal. Positioning-nya juga sangat kuat sebagai the ultimate smoking pleasure.&lt;br /&gt;
Bahkan, Pak Putera pernah menyatakan bahwa dirinya berharap inilah rokok terakhir di Indonesia, ketika pada suatu ketika rokok sudah benar-benar dilarang! Selain itu, Marketing Mix Dji Sam Soe yang mahal tersebut solid.&lt;br /&gt;
Sore itu, saya senang karena terkesan Pak Putera suka pada yang saya jelasin. Saya pulang ke rumah dengan senyum-senyum. Sebab, itulah pengalaman luar biasa yang mungkin tidak akan terulang.&lt;br /&gt;
Tapi, malamnya, kira-kira pukul sebelas malam, saya ditelepon. Terus terang, setiap kali ditelepon Pak Putera, saya waswas karena pertanyaannya selalu tajam.&lt;br /&gt;
Namun, malam itu Pak Putera tidak bertanya apa-apa, kecuali memberi komentar terhadap konsep marketing yang saya jelaskan paginya.&lt;br /&gt;
”I agree with everything you said, except one thing.”&lt;br /&gt;
Ketika saya tanya yang mana?&lt;br /&gt;
Marketing Mix!&lt;br /&gt;
Ada satu P yang terlupakan, yang seharusnya jadi P kelima, yaitu PEDDLING!&lt;br /&gt;
”Marketing Mix is nothing without selling!”&lt;br /&gt;
Karena bahasa Inggris saya kurang bagus, Pak Putera menjelaskan arti kata itu. Yaitu, ”menjajakan” barang ke mana-mana.&lt;br /&gt;
Dia bilang, tanpa ada yang menjajakan sebuah produk yang empat P-nya sudah benar, akan sia-sia. Dan itu memang sejalan dengan perubahan sistem distribusi ke agenan jadi branch management.&lt;br /&gt;
Agen yang sudah kaya belum tentu mau aktif ”menjajakan”, sedangkan sebuah kantor cabang memang wajib melakukan itu!&lt;br /&gt;
Dari komentar Pak Putera itu, saya belajar tiga hal. Satu, ikuti dulu konsep yang sudah ada supaya mengerti basic-nya. Kedua, selalu berpikir ”kritis” terhadap sesuatu yang sudah mapan. Ketiga, kreatif tapi tidak mengada-ada.&lt;br /&gt;
Karena itu pula, setelah beberapa tahun kemudian ketika mulai menulis konsep sembilan elemen, saya mencoba ingat itu semua.&lt;br /&gt;
Kalau STP (segmentation, targeting, positioning) adalah tiga elemen strategi, saya letakkan selling (pengganti peddling) menjadi satu kelompok dengan Marketing Mix di Taktik. Digabung dengan differentiation, Marketing Mix dan selling itu saya kelompokkan jadi DMS atau Taktik!&lt;br /&gt;
Pelajaran terbesar dari Putera Sampoerna tentang differentiation saya ungkapkan besok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://blog.cakraperkasa.com/?p=20&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/615136466962544009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-4100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/615136466962544009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/615136466962544009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-4100-series-by.html' title='Grow with Character! (4/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Marketing Mix Is Nothing without Peddling&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-8996049286104027730</id><published>2014-05-03T19:35:00.004-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:57.512-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (3/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Magang di Universitas Sampoerna&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Q-DmCYpLqwLDbga2nkMbyC64qc8ZOigkIIBGTUPD1jwkVcTIf_oX06OsPTzI_u2YQGP3XxkDKyayIsemeyZfkvIfut4ZWs_m_r0a1dqjnFSmKlcCV20R2BiSkvbuvrUsbxF0OSAQv7o/s1600/Sampoerna.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Q-DmCYpLqwLDbga2nkMbyC64qc8ZOigkIIBGTUPD1jwkVcTIf_oX06OsPTzI_u2YQGP3XxkDKyayIsemeyZfkvIfut4ZWs_m_r0a1dqjnFSmKlcCV20R2BiSkvbuvrUsbxF0OSAQv7o/s1600/Sampoerna.jpg&quot; height=&quot;241&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;2.bp.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
GURU kedua saya sebelum membuka MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990 adalah Putera Sampoerna. Itulah perusahaan terakhir saya sebelum MarkPlus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Bagi saya, Sampoerna juga sebuah Universitas tempat saya magang. Misi utama saya selama kurang lebih dua setengah tahun di sana adalah membangun sistem distribusi sendiri.&lt;span id=&quot;more-18&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Pak Putera sangat percaya, walaupun Sampoerna punya produk bagus, kalau distribusinya ”macet”, tidak akan ada gunanya. Padahal, waktu itu produk ”kuat” Sampoerna hanya satu, yaitu Dji Sam Soe. Produk lain ketika itu hanya bersifat ”regional”, tidak bisa nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Dji Sam Soe memang sangat kuat. Bahkan sampai sekarang pun masih ‘’sakti”. Nyaris tidak a&lt;/div&gt;
da brand lain yang bisa masuk ke segmen itu. Dji Sam Soe adalah rokok keretek termahal di Indonesia, bahkan di dunia. Sebab, di luar Indonesia, tidak ada rokok keretek…&lt;img alt=&quot;:)&quot; class=&quot;wp-smiley&quot; src=&quot;http://blog.cakraperkasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif&quot; style=&quot;border-bottom-left-radius: 4px; border-bottom-right-radius: 4px; border-top-left-radius: 4px; border-top-right-radius: 4px; border: 1px solid rgb(170, 170, 170); margin: 0px; padding: 4px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;Tapi, ketika itu Pak Putera berencana me-launch produk baru yang inovatif. Belakangan, kita semua baru tahu bahwa produk tersebut adalah A Mild yang merupakan terobosan pertama dari ”kebuntuan” inovasi keretek waktu itu. Persis seperti di kasus Jawa Pos kemarin, walaupun produk cukup inovatif, kalau saluran distribusi mampet, ya gak ada gunanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Di antara empat P-nya marketing mix, yaitu product, price, place, and promotion, place ini memang paling susah. Biasanya, orang marketing paling suka main price aja karena hasilnya bisa terlihat langsung. Turun harga hari ini, besok volume penjualan naik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Obat keras! Tapi, bisa berbahaya karena belum tentu memecahkan masalah sebenarnya. Bahkan, kalau terlalu sering dipakai, tidak pada tempatnya, brand image bisa hancur. Kecuali kalau sebuah brand memang diposisikan sebagai low cost atau low price.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Air Asia dan Ikea misalnya, berusaha menurunkan harga barang dengan kualitas yang sama dari waktu ke waktu. Tapi, hal itu menuntut inovasi di bidang proses dan cost. Bukan sekadar banting harga!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Sesudah price, yang sering dipermainkan orang adalah promotion, antara lain, karena ”glamor”. Jadi, ngerjainnya seneng. Juga, seringkali karena terpacu pesaing!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Price war ini adalah dua ”perang pemasaran” yang sering terjadi karena relatif mudah. Inovasi produk jauh lebih sulit karena menurut statistik 80 persen produk baru gagal karena berbagai alasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Karena itu, orang jadi segan melakukannya. Lebih baik nunggu! Tapi, bisa telat lho…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Selain itu, kalau kita tidak pernah mengembangkan produk baru, produk sekuat Dji Sam Soe pun akan ”mati” pada suatu ketika!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Karena itulah, Putera Sampoerna meminta saya untuk membenahi distribusi. ”Tidak ada gunanya punya produk inovatif kalau macet di distribusi,” katanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Nah, inilah yang paling ”ogah” dilakukan orang karena banyak pihak yang akan jadi korban, sehingga ”resistansi” akan tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Waktu itu, tugas saya mirip di PT Panggung. Mengubah model keagenan jadi model branch management. Dan itu tidak gampang!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Bayangin saja, bagaimana agen-agen Sampoerna yang sudah tiga generasi tiba-tiba diambil alih fungsinya oleh seorang kepala cabang. Mereka memang sudah sangat kaya. Tapi, masalahnya, mereka tidak mau ”kehilangan muka” di daerah masing-masing. Karena itu, negosiasi harus dijalankan dengan sabar dan pelan-pelan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Waktu itu, saya membagi wilayah Indonesia jadi 54 area dengan mempertimbangkan, antara lain, market size, jalur logistik, serta banyaknya pedagang rokok besar dan kecil. Semua data dari BPS dicampur files sendiri dianalisis dengan cermat. Selain itu, masih disisakan area yang sulit dijangkau untuk tetap dipegang penyalur khusus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Nah, di antara 54 area itu, akhirnya ditentukan sembilan region. Angka sembilan memang angka keramat di Sampoerna. Sebab, angka itu memang lambang kesempurnaan. Saya masih ingat, waktu itu semua nomor telepon dan nomor mobil di Sampoerna selalu berjumlah sembilan!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Karena itulah juga, logo MarkPlus Professional Service yang dimulai 1 Mei 1990 tersebut pakai bujur sangkar tiga kali tiga dengan huruf M-A-R-K-E-T-I-N-G. Pas sembilan huruf kan! Angka hokkie!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Penguasaan wilayah oleh orang yang benar-benar mengerti market sangat penting bagi Putera Sampoerna. Tanpa itu, produk seinovatif apa pun yang didorong iklan sehebat apa pun tidak akan sukses. Karena masalah distribusi ini tidak glamor, orang marketing kurang suka membicarakannya. Tapi, justru di situlah kuncinya!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Jadi, banyak orang salah ngerti bahwa Philip Morris mau membeli Sampoerna dengan harga demikian tinggi cuma karena A Mild dan iklan-iklannya yang kreatif. Mereka lupa bahwa sampai sekarang pun Sampoerna kayaknya paling solid dalam distribusi dan penguasaan pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Besok saya masih akan bercerita lagi pelajaran lain yang saya dapatkan selama saya magang di Sampoerna…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://blog.cakraperkasa.com/?p=18&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/8996049286104027730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-3100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8996049286104027730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8996049286104027730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-3100-series-by.html' title='Grow with Character! (3/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Magang di Universitas Sampoerna&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Q-DmCYpLqwLDbga2nkMbyC64qc8ZOigkIIBGTUPD1jwkVcTIf_oX06OsPTzI_u2YQGP3XxkDKyayIsemeyZfkvIfut4ZWs_m_r0a1dqjnFSmKlcCV20R2BiSkvbuvrUsbxF0OSAQv7o/s72-c/Sampoerna.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-2168989915412110129</id><published>2014-05-03T19:32:00.000-07:00</published><updated>2014-05-04T04:22:51.915-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (2/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Belajar dari Dahlan Iskan&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjZuxBK2lfAf6vRPevIB2HERWq5A_Raps1DcJB0Ey0HcUBGDoLAh3XtOiJ1i3YZ7YFD2vCC3PR_A3sVMiXb-lZL1SqNznRGK_YuijSE8YyyMTp9gClxP5EivZM6t2KQrWGqLkBaiUAufA/s1600/dahlan+iskan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjZuxBK2lfAf6vRPevIB2HERWq5A_Raps1DcJB0Ey0HcUBGDoLAh3XtOiJ1i3YZ7YFD2vCC3PR_A3sVMiXb-lZL1SqNznRGK_YuijSE8YyyMTp9gClxP5EivZM6t2KQrWGqLkBaiUAufA/s1600/dahlan+iskan.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sumber kaskus.co.id&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
SETELAH hampir dua puluh tahun saya jadi entrepreneur, kayaknya sudah waktunya melakukan confession. Paling tidak, ada tiga orang yang menginspirasi saya, sampai “berani” keluar dari Sampoerna dan membuka MarkPlus Professional Service pada 1 Mei 1990.&lt;span id=&quot;more-16&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Pak Dahlan Iskan adalah salah satunya. Tentu saja bukan dari seorang Dahlan Iskan yang sudah terbukti bisa membesarkan Jawa Pos seperti sekarang dan bahkan diangkat pemerintah untuk memimpin PLN seperti sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Saya justru “belajar” dari Pak Dahlan yang masih sedang struggling mati-matian… Namun, saya sudah “sensing” waktu itu bahwa pada suatu ketika orang ini akan jadi somebody yang hebat. Untuk itu, saya perlu flashback ke belakang sedikit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Ketika Pak Dahlan mulai dipercaya untuk menjalankan Jawa Pos di Surabaya, saya masih bekerja sebagai general manager marketing PT Panggung Electronic Industries.Tugas saya adalah memasarkan produk produk JVC, TEAC, MAXELL, JBL dan bekangan CASIOTONE. Di situlah saya untuk kali pertama belajar secara “praktik” bagaimana produk-produk elektronik didistribusikan. Di situ pula saya sadar bahwa sebagus apa pun produk dan sekuat apa pun brand yang dijual, akan sus&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;ah dipasarkan kalau jalur distribusi tidak bagus.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Di PT Panggung yang kompleksnya ada di Waru, saya juga belajar bagaimana orang Jepang mengembangkan manajemen khasnya. Karena itu, saya jadi sering punya kesempatan untuk ke Jepang bolak-balik bersama Pak Kindarto Kohar dan Pak Ali Soebroto, “kulakan” dari berbagai pabrik elektronik tadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Nah, ketika itulah, Pak Dahlan sedang gencar-gencarnya membangun kembali Jawa Pos yang waktu itu oplagnya tinggal 6.000 eksemplar. Orang yang tidak punya pendidikan bisnis apa pun, tapi langsung praktik bisnis. Amazing… apalagi posisi sebelumnya, kepala biro majalah Tempo di Surabaya. Jadi murni redaksional!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Dalam membangun Jawa Pos, Pak Dahlan tidak mau ikut “aturan main” koran, yang di Surabaya “diset” oleh Surabaya Post yang koran sore. Pikirannya sederhana saja. Masa Jawa Pos sebagai koran pagi kalah dari koran sore… Tapi, masalahnya, para agen koran di Surabaya sudah tidak ada yang mau bangun subuh karena Jawa Pos tidak laku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Satu hal fenomenal yang dilakukan Pak Dahlan, sambil membuat koran Jawa Pos menjadi different, tapi juga membuat semua karyawan jadi agen koran. Distribusi! Persis seperti yang saya lakukan di PT Panggung, yaitu menata distribusi kembali. Dari sistem distributorship menjadi branch management.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Dalam membuat Jawa Pos jadi unik, saya masih ingat Pak Dahlan yang masih ngantor di Kembang Jepun itu pernah mengatakan, “Kita jangan niru koran-koran lain yang halaman pertamanya cuma masang gambar Pak Harto tiap hari…” Jadi, waktu Indonesia masih “sangat vertikal”, justru Jawa Pos sudah “horizontal”. Di antaranya mendatangkan orang gede dari Kalimantan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Berita tentang orang gede ini pasti “eksklusif” karena Jawa Pos yang “punya” orang itu. Pikiran dan perilaku Pak Dahlan yang dianggap aneh itulah justru yang akhirnya “membesarkan” Jawa Pos.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Pak Dahlan juga tidak segan-segan “minta tolong” kepada saya untuk dapat akses ke PT Panggung supaya bisa melihat World Cup secara langsung dari antena parabola, yang saat itu belum ada yang punya. Dengan demikian, Jawa Pos jadi koran satu-satunya yang bisa menceritakan gol-gol indah World Cup lengkap dengan ilustrasi pada keesokan harinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Saya juga masih ingat bagaimana PT Panggung “dirayu” Pak Dahlan untuk memasang multiscreen di Balai Pemuda untuk pameran yang di-organise Jawa Pos. Saking kagumnya saya, walaupun Jawa Pos masih kecil, saya sempat mengundang beliau masuk kelas “Marketing Management” yang saya pegang di Ubaya. Saya bahkan bikin kompetisi antarmahasiswa untuk bikin paper tentang kasus Jawa Pos.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Saya bahkan membawa case ini dalam talk saya ke mana-mana dengan konsekuensi “dimarahin” orang karena belum tentu terbukti nantinya. Tapi, itulah yang saya lakukan..&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Kenapa?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Karena sambil mendiskusikan kasus itu, saya akan memperkuat “konsep marketing” yang saya baca di buku-buku dengan kenyataan praktiknya. Itulah saya “belajar” dari seorang Dahlan Iskan!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Selain itu, tentu saja, tulisan Reboan saya yang berjalan sejak saya masih bekerja di PT Panggung dan berlanjut ketika di Sampoerna. Dengan “terpaksa” menulis tiap Rabu, saya jadi harus banyak mencari kasus current affair untuk dibahas dalam kerangka konsep marketing. Saya selalu mengusahakan tulisan saya tidak keluar dari koridor marketing, walaupun kasus yang dibahas bisa segala macam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Misalnya, saya masih ingat artikel pertama saya di Jawa Pos adalah tentang Konser Pepsi Cola di Jakarta yang menampilkan Tina Turner. Saya menulis bahwa Tina Turner dengan voice power-nya yang saya lihat sendiri, pas untuk memperkuat positioning Pepsi sebagai brand yang mau different dari Coke yang klasik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Tapi saya juga menulis tentang kekaguman saya terhadap Lady Di yang berhasil memosisikan diri sebagai people’s princess mumpung tidak disukai oleh keluarga kerajaan! Dua kasus berbeda tapi konsep analisisnya sama. Dengan melakukan itu, saya berusaha supaya tulisan Reboan saya harus “hot”, tapi tetap “marketing”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Jadi, selain saya “mengaku” bahwa selain belajar “marketing” dari Pak Dahlan, saya memang sudah berusaha “memosisikan” diri sebagai “professional marketing analyst” sebelum 1 Mei 1990, waktu dilahirkannya MarkPlus Professional Service di Surabaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Cerita sebelumnya :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.raynaldofr.com/2014/05/grow-with-character-1100-series-by.html&quot;&gt;Grow with Character! (1/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Hari Pertama Saya di MarkPlus&quot;  &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
Cerita Selanjutnya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: rgba(255, 255, 255, 0.498039); color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16.799999237060547px; margin-bottom: 4px; padding: 0px; text-indent: 12px;&quot;&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://blog.cakraperkasa.com/?p=16&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/2168989915412110129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-2100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2168989915412110129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2168989915412110129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-2100-series-by.html' title='Grow with Character! (2/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Belajar dari Dahlan Iskan&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyjZuxBK2lfAf6vRPevIB2HERWq5A_Raps1DcJB0Ey0HcUBGDoLAh3XtOiJ1i3YZ7YFD2vCC3PR_A3sVMiXb-lZL1SqNznRGK_YuijSE8YyyMTp9gClxP5EivZM6t2KQrWGqLkBaiUAufA/s72-c/dahlan+iskan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-7938045866318437771</id><published>2014-05-03T19:24:00.001-07:00</published><updated>2014-05-03T19:27:45.420-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Grow with Character! Series by Hermawan Kartajaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><title type='text'>Grow with Character! (1/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Hari Pertama Saya di MarkPlus&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://ernohannink.com/wp-content/uploads/2011/12/grow-crdot-62122358311.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://ernohannink.com/wp-content/uploads/2011/12/grow-crdot-62122358311.jpg&quot; height=&quot;132&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;ernohannink.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
SATU Mei 1990 adalah tanggal bersejarah buat saya. Itulah hari pertama saya tidak menjabat direktur distribusi PT HM Sampoerna. Dan itulah hari pertama saya juga memulai MarkPlus. Tanggal itu juga merupakan hari pertama saya menjadi seorang entrepreneur. Sehari sebelumnya, saya masih memegang kartu nama keren PT HM Sampoerna. Direktur Distribusi PT HM Sampoerna. Sehari sebelumnya saya masih berkantor di pabrik Sampoerna di Kompleks Surabaya Industrial Estate Rungkut atau sering disebut SIER. Sehari sebelumnya saya masih punya “anak buah” sekitar 1.600 orang di seluruh Indonesia yang terbagi di 54 area. Satu area bisa meliputi dua atau tiga kabupaten. Maklum, jualan rokok kan mesti merata, apalagi Dji Sam Soe yang sudah merakyat.&lt;br /&gt;
Pada hari itu, pas satu Mei 1990, saya resmi menggunakan kartu nama MarkPlus Professional Service. Begitu saya menyebutnya, karena waktu itu saya berpikir pokoknya siap melakukan “professional service” apa pun! Karena kantor belum ada, ya berkantor di rumah aja, Taman Prapen Indah C-8 Surabaya.&lt;br /&gt;
Saya hanya berpikir, waktu itu, bahwa alamat itu memang “kurang profesional” karena tidak di perkantoran, tapi tidak terlalu “kebanting”. Waktu itu juga belum ada kompleks perumahan yang keren seperti sekarang: Galaxy, Ciputra, Pakuwon, dan sebagainya. Jadi, Kompleks Prapen yang “ind&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;ah” sudah cukup lumayan, karena tempatnya bersih dan dihuni banyak eksekutif.&lt;br /&gt;
Jadi, paling tidak, biar ada persepsi memang MarkPlus ini perusahaan one man show, tapi didirikan oleh seorang ex top executive dari sebuah perusahaan besar di Surabaya. Karyawannya belum ada. Kenapa?&lt;br /&gt;
Pertama, saya memang belum berani menggaji orang. Kalau nggak laku bagaimana? Kedua, ya memangnggak ada yang mau bekerja untuk saya.&lt;br /&gt;
Sebenarnya, terus terang, sebulan sebelum “resign” dari Sampoerna, saya memang minta tolong kepada anak buah saya yang pintar desain untuk mendesain logo MarkPlus. Maksudnya, supaya begitu keluar dari Sampoerna, saya sudah memegang kartu nama sendiri dengan logo yang lumayan.&lt;br /&gt;
Kartu nama adalah yang saya pikir lebih dulu, karena takut nggak punya identitas begitu tidak di Sampoerna lagi. Nah, anak buah saya inilah yang saya ajak berdiskusi tentang logo tersebut di luar jam kerja&lt;br /&gt;
Saya, bahkan, bercerita hanya pada dia secara “confidential” tentang rencana saya tentang MarkPlus yang mulai 1 Mei. Ketika itu, dia kelihatan sangat antusias membantu saya untuk mempersiapkan logo, termasuk aplikasinya di kop surat dan amplop. Tapi, akhirnya, saya kecewa berat ketika dia tidak mau jadi karyawan pertama MarkPlus Professional Service!&lt;br /&gt;
“Maaf Pak, saya nggak berani ambil risiko…” katanya sambil menundukkan muka.&lt;br /&gt;
Dengan terus terang dia mengaku tidak “sure” sampai kapan MarkPlus bisa bertahan. Padahal, di Sampoerna dia sudah lumayan “mapan” walaupun termasuk karyawan “kelas bawah”. Begitulah situasi hari pertama MarkPlus waktu itu.&lt;br /&gt;
Ketika saya bangun pagi, terasa agak aneh. Biasanya saya mandi pagi-pagi, takut telat ke kantor karena harus memberi contoh kepada anak buah. Pakai baju seragam Batik Sampoerna sesuai dengan warna yang diwajibkan untuk hari itu.&lt;br /&gt;
Di Sampoerna, waktu itu, kami semua diberi tiga macam batik seragam dengan tiga warna. Senin-Kamis, Selasa-Jumat dan Rabu-Sabtu masing-masing satu warna.&lt;br /&gt;
Pada 1 Mei itu saya bangun memang agak siangan, tapi agak bingung apa yang akan dilakukan hari itu. Sebab, mendadak sudah tidak perlu pakai batik lagi setelah bertahun-tahun. Kayak ada yang “hilang”.&lt;br /&gt;
Sehari sebelumnya saya juga sudah mengembalikan mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon. Hari itu saya mulai menyetir mobil saya sendiri.Toyota Corolla baru, tapi cicilan…! Semuanya mendadak terasa hilang! Ya, kantor bagus, mobil bagus, anak buah, seragam, bahkan kartu nama keren.&lt;br /&gt;
Saya masih ingat, saya hanya punya tabungan lima puluh juta rupiah waktu itu. Dua puluh juta rupiah saya pakai untuk downpayment Toyota Corolla, sisanya yang tiga puluh juta untuk cadangan.&lt;br /&gt;
Karena belum ada klien yang mau pakai jasa profesional saya pada hari pertama, mau tahu apa yang saya lakukan? Percaya atau tidak, saya menulis artikel Reboan untuk Jawa Pos sebanyak mungkin! Waktu itu saya memang sudah diajak Pak Dahlan Iskan yang baru membangun Jawa Pos beberapa tahun untuk menulis rutin di Jawa Pos bersama lima orang Surabaya lain. Kebetulan saya memilih Rabu. Penulis lain ada yang memilih hari lain.&lt;br /&gt;
Itulah cara Pak Dahlan “mengangkat” citra orang Surabaya yang tidak mungkin dapat kolom di media ibu kota. Saya suka Rabu, karena ada di pertengahan pekan.&lt;br /&gt;
Jadi, sejarah MarkPlus yang segera merayakan HUT Ke-20 pada 1 Mei 2010 ini memang sangat tidak dipisahkan dari Jawa Pos! Ada semacam hubungan “spiritual”. Besok, saya akan bercerita lebih detail tentang hal ini.&lt;br /&gt;
sumber :&amp;nbsp;http://blog.cakraperkasa.com/?p=11&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/7938045866318437771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-1100-series-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/7938045866318437771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/7938045866318437771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/05/grow-with-character-1100-series-by.html' title='Grow with Character! (1/100) Series by Hermawan Kartajaya &quot;Hari Pertama Saya di MarkPlus&quot;'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-1155826380742159532</id><published>2014-03-05T20:41:00.002-08:00</published><updated>2014-03-05T21:16:16.225-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>Skala Likert : Ordinal atau Interval? (Perlukah Ordinal diubah menjadi Interval?)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.socialresearchmethods.net/kb/Assets/images/handwrte.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.socialresearchmethods.net/kb/Assets/images/handwrte.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Terdapat dua pertanyaan yang akan coba dibahas dalam artikel ini :&lt;br /&gt;
1. Skala Likert adalah Skala Ordinal atau Interval?&lt;br /&gt;
2. Perlukah Ordinal diubah menjadi Interval?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga dikumpulkan bahan untuk membahas pertanyaan tersebut dari berbagai sumber berikut :&lt;br /&gt;
Referensi : &lt;br /&gt;
1. PERBEDAAN PANDANGAN SKALA LIKERT&amp;nbsp; SEBAGAI SKALA ORDINAL ATAU SKALA INTERVAL (http://eprints.undip.ac.id/33805/1/makalah5.pdf)&lt;br /&gt;
menyimpulkan bahwa :&lt;br /&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Skala&amp;nbsp; likert&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; skala&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; sudah&amp;nbsp; memiliki&amp;nbsp; tingkatan&amp;nbsp; namun&amp;nbsp; jarak&amp;nbsp; antar tingkatan belum pasti. &lt;br /&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terdapat&amp;nbsp; korelasi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; kuat&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; data&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; belum&amp;nbsp; ditransformasi&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; data yang&amp;nbsp; telah&amp;nbsp; ditrasfomasi&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; menggunakan&amp;nbsp; metode&amp;nbsp; sucsesive&amp;nbsp; interval&amp;nbsp; baik menggunakan korelasi rank spearman maupun korelasi product moment. &lt;br /&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak&amp;nbsp; terdapat&amp;nbsp; perbedaan&amp;nbsp; kesimpulan&amp;nbsp; analisis&amp;nbsp; regresi&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; data&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; belum ditransformasi dengan data yang telah ditransfomasi dengan menggunakan metode sucsesive interval.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
d.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak&amp;nbsp; terdapat&amp;nbsp; perbedaan&amp;nbsp; kesimpulan&amp;nbsp; analisis&amp;nbsp; jalur&amp;nbsp; antara&amp;nbsp; data&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; belum ditransformasi dengan data yang telah ditransfomasi dengan menggunakan metode sucsesive interval.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Prof. Dr. Imam Ghozali, M.Com:&lt;br /&gt;
Apakah data ordinal harus diubah dahulu menjadi interval? Beberapa universitas di Indonesia mengharuskan data ordinal hrs diubah dahulu menjadi interval baru dapat dianalisis dengan multivariate statitik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Di barat sono perdebatan ini sudah selesai tahun 1950an. Data ordinal dengan Skala Likert STS(1),TS(2),N(3),S(4) SS(5) jika diubah skalanya menjadi interval maka skore interval akan mirip sama&lt;br /&gt;
urutannya dengan skore asli ordinal dan berkorelasi sebesar 99%.Jadi data asli ordinal sama dengan interval dan dapat dianggap interval. kaitan dengan interpretasi&lt;br /&gt;
Misalkan saya punya Y = a + b1X1 +b2X2&lt;br /&gt;
Y = 0.50 +0.25X1 +0.30X2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika data kita interval misal Y=GDP, X1=Inflasi dan X2=Kurs, maka saya dpt menginterpretasikan bahwa kalau inflasi naik 10% maka GDP naik 2.5%, kalau kurs naik 10%, maka GDP naik 3%. Akan tetapi kalau data kita ordinal (kualitatif) misal Y=kepuasan kerja, X1=Komitmen, X2=motivasi, maka saya tdk bisa interpretasi jika komitmen naik 10% maka kepuasan naik 2.5% (karena data kita kualitatif) jadi kita hanya bisa mengatakaan bahwa komitmen berpengaruh thdp kepuasan seberapa besar pengaruhnya tdk tahu (kualiatif). walaupun data ordinal tadi sdh menjadi interval tetap saja kita tdk bisa interpretasi krn data kita aslinya adalah kualitatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di jurnal-jurnal ilmiah tdk pernah dipersoalkan bahwa data ordinal hrs diubah dahulu mejadi interval, krn mereka sdh clear masalah ini 50 tahun lalu dan kita masih mempersoalkan sampai saat ini Yang berminat saya berikan referensi diskusi hal ini dari salah satu buku terbitan 1957&lt;br /&gt;
3.(http://wajibstat.blogspot.com/2013/04/method-of-successive-interval-msi-untuk.html) &lt;br /&gt;
“Yes, its true that likert scale basically is ordinal. It also can be argued that it is interval. Let say, you convert the ordinal scale into interval scale using normal distribution. The original ordinal scale has score 1, 2, 3, 4, and 5 after you have converted into interval scale the score might be continue 1.23, 2.53, 2.85,3.12 and 3.49 . The interval score still the same as ordinal score intern of location, the lowest score 1.23 for strongly disagree, 2.53 for disagree, 2.85 for neutral, 3.12 for agree, and 3.49 for strongly agree. Therfore it can be assumed that likert scale is interval scale as long as the way you asked question is consistent. Just try to convert ordinal score into interval score and compare the score result”&lt;br /&gt;
atau&lt;br /&gt;
&quot;Ya, pada dasarnya skala Likert memang ordinal, tetapi kita juga bisa menggugat kalau skala Likert itu interval. Misalkan, isian kuesioner penelitian skala Likert (5) adalah 1,2,3,4, dan 5. Skala data ordinal bisa dikonversi ke dalam skala interval yakni dengan nilai Zi terstandardisasi(standardized) dan nanti hasilnya bisa saja menjadi 1,23 (sangat tidak setuju), 2,53 (tidak setuju), 2,85 (abstain), 3,12 (setuju) dan 3,49 (sangat setuju). Oleh karena itu, skala Likert bisa saja diasumsikan sebagai skala data interval sepanjang metode/cara Anda menyusun pertanyaan (positif/negatif) bersifat konsisten. Silahkan bandingkan hasil yang diperoleh jika pakai skala data ordinal dengan skala data interval.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(http://mujigunarto.wordpress.com/2008/12/25/perlukah-data-ordinal-di-transformasi-ke-interval-dengan-msi/)
atau (http://www.mitrariset.com/MULTIVARIATE.html)&lt;br /&gt;
Contact lebih jauh mengenai hal ini :&lt;br /&gt;
ghozali_imam@yahoo.com&lt;br /&gt;
statistik-indonesia@yahoogroups.com &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/1155826380742159532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/03/skala-likert-ordinal-atau-interval.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/1155826380742159532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/1155826380742159532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/03/skala-likert-ordinal-atau-interval.html' title='Skala Likert : Ordinal atau Interval? (Perlukah Ordinal diubah menjadi Interval?)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-6208323499300542314</id><published>2014-03-02T20:27:00.002-08:00</published><updated>2014-03-05T21:16:16.231-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>Mengapa Jumlah Sample Minimun 30?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLqRXAFwyTwfoHFSbm8vByPGhGppgRWUsd7abtf0seAQb9CG8HaVEebI5iejMKR7_-8iuCTnYzEK3y9U_6iTH6c2IHnYesgCE2vUNy4vjvZjWrpybpMauXIUfVxJUlzfKVc2ca90WSNxE7/s400/Populasi+Sampel.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLqRXAFwyTwfoHFSbm8vByPGhGppgRWUsd7abtf0seAQb9CG8HaVEebI5iejMKR7_-8iuCTnYzEK3y9U_6iTH6c2IHnYesgCE2vUNy4vjvZjWrpybpMauXIUfVxJUlzfKVc2ca90WSNxE7/s400/Populasi+Sampel.png&quot; height=&quot;216&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://analisis-statistika.blogspot.com/2012/09/menentukan-jumlah-sampel-dengan-rumus.html&quot;&gt;analisis-statistika.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Untuk Menjawab mengapa sampel minimun harus minimal 30?&lt;br /&gt;
saya menemukan artikel menarik di sini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
1.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Menurut Likert sampel diambil paling sedikit 30, 50, 75,100
atau kelipatannya (Riduwan, 2008: 45)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
2.&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://researchexpert.wordpress.com/2007/11/16/tentang-jumlah-sampel-benarkah-minimum-30/&quot;&gt;http://researchexpert.wordpress.com/2007/11/16/tentang-jumlah-sampel-benarkah-minimum-30/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
November 16, 2007 oleh Zebua&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Jumlah sampel yang dirasa cukup sehingga dapat diklaim
mewakili populasi merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh peneliti
kuantitatif. Dan jawaban klasik yang sering diberikan pada mereka adalah :
minimum 30 sampel! Saya tertarik untuk mengkritisi “angka keramat” ini karena saya
tidak pernah mendapatkan penjelasan di buku-buku pengantar statistika yang
jamak beredar, mengapa harus 30, tidak 10, 15, 20, atau 25?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pada berbagai literatur pengantar statistika disebutkan
bahwa angka 30 merupakan pembatas untuk mengkategorikan jumlah sampel. Jika
sampel &amp;gt; 30 maka kategorinya adalah sampel besar, jika &amp;lt;= 30 kategorinya
sampel kecil. Kategori ini berimplikasi pada rumus statistika yang digunakan
jika ingin melakukan pendugaan parameter (nilai populasi, rata-rata dan
proporsi), beda kategori beda rumusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kembali ke pertanyaan utama, mengapa harus 30? benarkah
sampel berjumlah minimum 30 pasti mewakili karakter populasi? Setelah sekian
tahun akhirnya saya menemukan jawaban yang cukup masuk akal dan ilmiah. Bukan
dari literatur, tapi dari sebuah milis dan dan diskusi dengan seorang teman
yang pernah melakukan eksperimen terhadap angka “keramat” tersebut (sebenarnya
terpaksa karena ditugaskan oleh dosen :-P )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Teman di milis memberikan argumennya bahwa jumlah sampel 30
berasal dari “tingkat ketelitian” pada sebagian besar tabel-tabel statistika
yang mengisi halaman-halaman lampiran pada sejumlah textbook statistika.
Tabel-tabel tersebut adalah tabel distribusi t, tabel chi square, dan tabel
distribusi F. Yang dimaksud dengan “tingkat ketelitian” adalah detail nilai “n”
alias jumlah sampel yang digunakan untuk mencari nilai masing-masing
distribusi. Pada tabel-tabel tersebut nilai “n” mulai dari 1-30 ditampilkan
detil (n=1,n=2,n=3,n=4,…dst.) untuk “n” di atas 30 langsung melompat ke 40, 60,
120 sampai tak hingga. Jadi angka 30 merupakan nilai kritis! Untuk n&amp;gt;30
nilai masing-masing distribusi tersebut sudah tidak terlalu “penting” untuk
dirinci. Terus terang saya tetep tidak puas dengan paparan tersebut. Tetap saja
tidak mampu menjelaskan mengapa harus di atas 30!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Nah paparan langsung dari teman saya yang pernah melakukan
“eksperimen” terhadap angka 30 ini lebih memuaskan, ya cukup “ilmiah” lah
karena dia melakukan riset terhadap angka tersebut. Dia mengatakan bahwa
setelah mencoba beberapa kombinasi jumlah sampel misalnya 5, 10, 15, 20, 25,
30, 31, dst… secara berulang-ulang dari sebuah populasi yang menggunakan data
berukuran rasio hingga lebih dari 100 kali menunjukkan kecenderungan distribusi
sampel yang terbentuk mendekati asumsi distribusi normal ketika jumlah sampel
mencapai 30. Semakin besar jumlah sampelnya semakin normal distribusinya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Bisa jadi penentuan angka 30 ini berdasarkan pada
“eksperimen” ini, bahwa pada saat jumlah sampel lebih besar dari 30 peluang
distribusi yang dihasilkan bentuk mirip genta alias distribusi normal semakin
besar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Persoalannya “aturan 30&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;″&lt;/span&gt; ini cenderung berlaku bagi analisis statistika yang menuntut
terpenuhinya asumsi distribusi normal. Agar distribusi data bisa normal
syaratnya adalah data harus random, dan jumlah sampel besar. Jika jumlah
sampel “kecil” seperti yang telah dibuktikan oleh “eksperimen” teman saya di
atas, bentuk genta tidak tercipta dengan baik, bisa rada menceng ke kanan, atau
kekiri, atau bergelombang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kembali pada pesan yang ingin saya sampaikan melalui tulisan
ini adalah : bukan jumlah yang menentukan suatu sampel mewakili atau tidak
mewakili karakter suatu populasi. Ada banyak faktor yang menentukan tingkat
representasi sampel misalnya tehnik penarikan sampel, ketersediaan kerangka
sampel, heterogenitas populasi dll. Jika sampel ditarik secara random maka
menurut teori probabilita bisa dianggap mewakili, namun jika kerangka sampelnya
tidak lengkap data yang dihasilkan bisa bias karena ada anggota populasi yang
tidak ikut menjadi “peserta”, dan jika populasinya homogen murni bisa jadi satu
sampel sudah cukup mewakili. Bukankah untuk mencoba sepanci sup sebelum
dihidangkan Anda tak perlu menghabiskannya? Cukuplah sesendok dicicip,
membuktikan apakah sopnya berhak mendapatkan “gelar” mak nyuss&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
SO….SIZE DOES’NT MATTER, DOES IT?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/6208323499300542314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/03/mengapa-jumlah-sample-minimun-30.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6208323499300542314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6208323499300542314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/03/mengapa-jumlah-sample-minimun-30.html' title='Mengapa Jumlah Sample Minimun 30?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLqRXAFwyTwfoHFSbm8vByPGhGppgRWUsd7abtf0seAQb9CG8HaVEebI5iejMKR7_-8iuCTnYzEK3y9U_6iTH6c2IHnYesgCE2vUNy4vjvZjWrpybpMauXIUfVxJUlzfKVc2ca90WSNxE7/s72-c/Populasi+Sampel.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-6944048107786960330</id><published>2014-01-23T11:59:00.000-08:00</published><updated>2014-01-23T11:59:02.218-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><title type='text'>Falsafah Lima Jari</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYZctwP-YSZ99WRl5ivgtOWGxd1x4tcG8oWSSpK7UhfUA5tGai&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSYZctwP-YSZ99WRl5ivgtOWGxd1x4tcG8oWSSpK7UhfUA5tGai&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Intisari-Online.com – Lima jari yang kita punyai memiliki
maknanya masing-masing. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan
menyanjung. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah. Ada si jangkung
jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada si jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan
sabar sehingga diberi hadiah cincin. Dan ada si kelingking yang lemah dan
penurut serta pemaaf. Tentunya kita ingat waktu kecil kalau kita berbaikan
dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking, bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki
masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan. Menulis, memegang,
menolong anggota tubuh yang lain, melakukan pekerjaan, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjErppqVH0S46ypi4OsjHZ6ilQYyQWZxH7KtG1CSMB5ahu-JpHwZ_9reFRPu36OhC_tZWhKxceBxRCNVbQADB0sf8Adh4k65GpwUIb7bBhcCI5CXJk576XR018Abs3N-tOY9konwnl3r10/s1600/a97962_finger-paint_2-crowded.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjErppqVH0S46ypi4OsjHZ6ilQYyQWZxH7KtG1CSMB5ahu-JpHwZ_9reFRPu36OhC_tZWhKxceBxRCNVbQADB0sf8Adh4k65GpwUIb7bBhcCI5CXJk576XR018Abs3N-tOY9konwnl3r10/s1600/a97962_finger-paint_2-crowded.jpg&quot; height=&quot;145&quot; style=&quot;cursor: move;&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernahkah kita membayangkan bila tangan kita hanya terdiri
dari jempol semua?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan
dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling
menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi. Dan bukan untuk
saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mari kita pergunakan jari-jari kita dengan sebaik-baiknya.(BMSPS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/6944048107786960330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/01/falsafah-lima-jari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6944048107786960330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6944048107786960330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/01/falsafah-lima-jari.html' title='Falsafah Lima Jari'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjErppqVH0S46ypi4OsjHZ6ilQYyQWZxH7KtG1CSMB5ahu-JpHwZ_9reFRPu36OhC_tZWhKxceBxRCNVbQADB0sf8Adh4k65GpwUIb7bBhcCI5CXJk576XR018Abs3N-tOY9konwnl3r10/s72-c/a97962_finger-paint_2-crowded.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-6786850719909645795</id><published>2014-01-01T19:40:00.002-08:00</published><updated>2014-01-02T04:14:33.430-08:00</updated><title type='text'>Nilai Mata Kuliah Praktikum Komputer dan Internet</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;iframe src=&quot;https://docs.google.com/file/d/0Bxv4XDhSW5A5Z0xDRDJXREFCbzQ/preview&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;480&quot; scrolling=&#39;auto&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;
Untuk Lebih jelas bisa masuk link di bawah ini :
https://drive.google.com/file/d/0Bxv4XDhSW5A5Z0xDRDJXREFCbzQ/edit?usp=sharing

Terimakasih. 
ps : apabila ada pertanyaan silakan coment di bawah.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/6786850719909645795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/01/nilai-mata-kuliah-praktikum-komputer.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6786850719909645795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/6786850719909645795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2014/01/nilai-mata-kuliah-praktikum-komputer.html' title='Nilai Mata Kuliah Praktikum Komputer dan Internet'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-394529051192519656</id><published>2013-12-19T18:52:00.004-08:00</published><updated>2013-12-19T18:52:56.091-08:00</updated><title type='text'>Meeting with Smartplus @BMC</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/PsYgXyjKQ1Q?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/394529051192519656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/12/meeting-with-smartplus-bmc.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/394529051192519656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/394529051192519656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/12/meeting-with-smartplus-bmc.html' title='Meeting with Smartplus @BMC'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-8958751080834040708</id><published>2013-12-16T16:27:00.001-08:00</published><updated>2013-12-16T16:27:12.358-08:00</updated><title type='text'>(kelas selasa) Tugas Internet</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Membuat blog,&lt;br /&gt;
Dengan syarat :&lt;br /&gt;
1.Artikel bahaya merokok&lt;br /&gt;
2.Ada Widget&lt;br /&gt;
3.Tema Blogspot non default&lt;br /&gt;
4.Add Video &lt;br /&gt;
Kirim alamat webnya dengan comment di bawah sini :&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/8958751080834040708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/12/kelas-selasa-tugas-internet.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8958751080834040708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8958751080834040708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/12/kelas-selasa-tugas-internet.html' title='(kelas selasa) Tugas Internet'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-786061713828576223</id><published>2013-09-25T21:50:00.000-07:00</published><updated>2013-09-25T21:50:39.343-07:00</updated><title type='text'>SPSS FULL versi 21</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
download disini.. &lt;br /&gt;
http://ad4msan.com/ibm-spss-statistic-21-final&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/786061713828576223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/spss-full-versi-21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/786061713828576223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/786061713828576223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/spss-full-versi-21.html' title='SPSS FULL versi 21'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-3651978695646673985</id><published>2013-09-02T09:45:00.003-07:00</published><updated>2013-09-02T09:45:44.799-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><title type='text'>Garam, Air Gelas, dan Danau</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://intisari-online.com//media/images/7041_garam_air_gelas_dan_danau.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;http://intisari-online.com//media/images/7041_garam_air_gelas_dan_danau.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Intisari-Online.com – Seorang pemuda datang ke Guru dan mengatakan ia memiliki kehidupan yang menyedihkan dan meminta solusi dari Guru tersebut.&lt;br /&gt;
Sang Guru menyuruh pemuda itu untuk meletakkan segenggam garam dalam segelas air dan kemudian meminumnya.&lt;br /&gt;
“Bagaimana rasanya?” tanya Guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
“Mengerikan,” jawab pemuda itu sambil meludah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru itu tertawa dan kemudian meminta pemuda itu untuk menggambil segenggam garam lagi dan memasukkannya ke dalam danau. Keduanya berjalan menuju danau dalam diam lalu pemuda itu memasukkan segenggam garam ke dalam danau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru itu berkata, “Sekarang minumlah dari danau itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika air menetes dari dagu pemuda itu, Guru bertanya, “Bagaimana rasanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enak,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu merasakan garam?” tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak,” kata pemuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guru itu duduk di samping pemuda yang sedang bermasalah, memegang tangannya, dan berkata, “Rasa sakit hidup adalah garam murni, tidak lebih, tidak kurang. Jumlah nyeri dalam kehidupan tetap sama, persis sama. Tapi jumlah yang kita cicipi sebagai ‘rasa sakit’ tergantung pada wadah yang kita pakai untuk memasukkannya. Jadi, ketika kita berada dalam rasa sakit, satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah memperbesar pemahaman akan rasa itu. Berhentilah menjadi gelas. Buatlah menjadi danau.”&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/3651978695646673985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/garam-air-gelas-dan-danau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/3651978695646673985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/3651978695646673985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/garam-air-gelas-dan-danau.html' title='Garam, Air Gelas, dan Danau'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-2920869595103497447</id><published>2013-09-01T20:11:00.004-07:00</published><updated>2013-09-01T20:11:44.726-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><title type='text'>Setiap Orang Punya Cerita</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlixIBOkCzSu3J6ULXRLgxHpsMDBCRcl-3QsgVAOpcfJ9UNQIQ_shrKjaJXukgSYam-FkD-LHf5dd_igJUKUUd_-SORDgqkiA1ix1V9KfU6nWc2e37mKq91tUZYnhnjwAuOhaOmk10u7-/s1600/10766052-way-in-jungle-of-malaysia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlixIBOkCzSu3J6ULXRLgxHpsMDBCRcl-3QsgVAOpcfJ9UNQIQ_shrKjaJXukgSYam-FkD-LHf5dd_igJUKUUd_-SORDgqkiA1ix1V9KfU6nWc2e37mKq91tUZYnhnjwAuOhaOmk10u7-/s320/10766052-way-in-jungle-of-malaysia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi: jurubomtuan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Hidup itu terbungkus oleh banyak lapisan. Terkadang kita hanya melihat lapisan luarnya saja dan tidak tahu bagaimana isi di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Kita hanya melihat seorang pengusaha hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia. Padahal dia mungkin sedang stres dan hidupnya penuh hutang, kerja kerasnya hanya untuk membayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah menjadi milik bank.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu, pasangan anggun yang hadir di sebuah acara reuni begitu serasi dan mempesona, mereka pasti hidup harmonis dan bahagia. Padahal, hidup mereka penuh dengan kebencian, saling menuduh, mengkhianati, dan menyakiti, bahkan sudah dalam proses perceraian dan bagi harta.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Ada juga seorang pemuda, lulusan sekolah terkenal dengan nilai tertinggi, pasti mudah memperoleh pekerjaan, dengan gaji besar, hidupnya pasti bahagia. Padahal, ia sudah terkena PHK sepuluh kali, jadi korban fitnah di lingkungan kerjanya. Dan sudah dua bulan belum mendapakan pekerjaan baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Ada seorang ibu muda, yang selalu pergi ke diskotik, punya banyak waktu, tidak pernah pusing dengan pekerjaan rumah, hidupnya sangat santai. Dia pasti bahagia. Padahal, batinnya hampa dan kesepian, jiwanya merintih, karena suaminya tidak pernah menghargai dan menghasihinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Begitu juga dengan tetangga. Anaknya sudah besar-besar, bapak-ibunya sudah boleh santai dan tenang. Mereka pasti bahagia. Namun kenyataannya orangtua mereka tak pernah bisa tidur nyenyak, karena kelakuan anak-anaknya yang tidak bermoral dan menyalahgunakan narkoba.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu bagaimana realita yang ada di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Janganlah membicarakan masalah orang lain, sebenarnya siapapun tidak mau mengalami masalah. Tapi, manusia tak luput dari masalah. Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah karena semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #545454; font-family: verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;
Jangan bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena orang lain belum tentu lebih bahagia dari kita. &amp;nbsp;(&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 11px;&quot;&gt;K. Tatik Wardayati)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/2920869595103497447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/setiap-orang-punya-cerita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2920869595103497447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/2920869595103497447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/09/setiap-orang-punya-cerita.html' title='Setiap Orang Punya Cerita'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizlixIBOkCzSu3J6ULXRLgxHpsMDBCRcl-3QsgVAOpcfJ9UNQIQ_shrKjaJXukgSYam-FkD-LHf5dd_igJUKUUd_-SORDgqkiA1ix1V9KfU6nWc2e37mKq91tUZYnhnjwAuOhaOmk10u7-/s72-c/10766052-way-in-jungle-of-malaysia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-490632544566154995</id><published>2013-08-31T19:46:00.006-07:00</published><updated>2013-08-31T19:46:40.359-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Moderator Mendampingi Arief Suditomo</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://pojokbursa.widyatama.ac.id/wp-content/uploads/Moderator-Arief.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;http://pojokbursa.widyatama.ac.id/wp-content/uploads/Moderator-Arief.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h4 style=&quot;background-color: white; border: 0px; color: #444444; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 17px; margin: 0px; padding: 4px 0px 0px; text-align: start;&quot;&gt;
Photographer : Adam Erlangga&lt;/h4&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #555555; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;&quot;&gt;Selasa (27/8) di PPU Universitas Widyatama Tahun Angkatan 2013/2014&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/490632544566154995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/menjadi-moderator-mendampingi-arief.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/490632544566154995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/490632544566154995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/menjadi-moderator-mendampingi-arief.html' title='Menjadi Moderator Mendampingi Arief Suditomo'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-7720110738931468804</id><published>2013-08-27T10:20:00.000-07:00</published><updated>2013-08-27T10:36:24.072-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Duta Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seminar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Duta Kampus Video Presentation 2013</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Duta Kampus will presentation in&amp;nbsp;new admissions at my university.So karena saya juga bagian dari Duta Kampus di Widyatama, saya hadirkan berikut video presentasi Duta Kampus dan kegiatannya di Widyatama. Cekidot. ^^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;object class=&quot;BLOGGER-youtube-video&quot; classid=&quot;clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000&quot; codebase=&quot;http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0&quot; data-thumbnail-src=&quot;http://img.youtube.com/vi/GViY_goJldA/0.jpg&quot; height=&quot;266&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://youtube.googleapis.com/v/GViY_goJldA&amp;source=uds&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;bgcolor&quot; value=&quot;#FFFFFF&quot; /&gt;&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot; /&gt;&lt;embed width=&quot;320&quot; height=&quot;266&quot;  src=&quot;http://youtube.googleapis.com/v/GViY_goJldA&amp;source=uds&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/7720110738931468804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/duta-kampus-video-presentation-2013.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/7720110738931468804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/7720110738931468804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/duta-kampus-video-presentation-2013.html' title='Duta Kampus Video Presentation 2013'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8191326510324785519.post-8241077640798750115</id><published>2013-08-25T18:38:00.000-07:00</published><updated>2013-08-25T18:38:00.166-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Inspirasi"/><title type='text'>Siapkah Anda Berubah?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Intisari-Online.com - Pada suatu hari, di sebuah perusahaan bonafid, ada pengumuman besar yang tertulis pada pintu-pintu kantor. &quot;Ada salah satu pegawai yang telah menghambat kemajuan kantor, dan dia telah meninggal kemarin. Kami mengundang Anda pada upacara pemakaman yang akan diadakan di ruang olahraga lantai dasar.&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Semua orang merasa sedih karena mereka telah kehilangan rekan kerja. Di sisi lain mereka penasaran siapakah orang yang telah menghambat kemajuan kantor.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Setelah pengumuman dibaca hampir semua pegawai, ruang olahraga penuh disesaki pegawai yang ingin melihat siapa pegawai yang dimaksud. Beberapa petugas keamanan bahkan harus menjaga keramaian itu. Salah satu pegawai berhasil mendekati peti mati dan membuka bagian penutup peti.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ketika peti dibuka, tidak ada siapa pun di dalam peti mati. Hanya ada sebuah cermin di bagian bawah peti yang memantulkan bayangan siapa pun yang melihatnya. Serta sebuah kertas.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&quot;Anda adalah satu-satunya orang yang dapat mengubah hidup Anda sendiri. Anda adalah satu-satunya orang yang bisa menebar kebahagiaan, pencapaian dan kesuksesan. Anda satu-satunya orang yang dapat menolong diri Anda sendiri. Hidup Anda tidak akan berubah saat bos Anda berubah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Hidup Anda tidak akan berubah meski istri Anda berubah. Hidup Anda tidak akan berubah walau perusahaan berubah. Hidup Anda berubah saat Anda mengubahnya. Karena hidup Anda akan jalan di tempat walaupun sebanyak apa pun orang lain di sekitar Anda berubah. Maka lakukanlah sekarang juga.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Begitulah kalimat yang tertulis di kertas. Siapkah Anda berubah? (BMSPS)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3NPgX1Bj4UeaV-sw0kU7hjT1dxsBxxegvFUqN9xTWRnTB13KRQZnPyzboX-LCfCKUIZjsiOZQGZ_ryL5ZS2rUALNd1qlwk8h2ah_KgvErJI6IxcKwL6eecdJaQJbFwEv5gPpzBoALduKF/s1600/download.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt; &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3NPgX1Bj4UeaV-sw0kU7hjT1dxsBxxegvFUqN9xTWRnTB13KRQZnPyzboX-LCfCKUIZjsiOZQGZ_ryL5ZS2rUALNd1qlwk8h2ah_KgvErJI6IxcKwL6eecdJaQJbFwEv5gPpzBoALduKF/s640/download.jpg&quot; /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/feeds/8241077640798750115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/siapkah-anda-berubah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8241077640798750115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8191326510324785519/posts/default/8241077640798750115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raynaldoferrarireimundo.blogspot.com/2013/08/siapkah-anda-berubah.html' title='Siapkah Anda Berubah?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05932845316599455111</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3NPgX1Bj4UeaV-sw0kU7hjT1dxsBxxegvFUqN9xTWRnTB13KRQZnPyzboX-LCfCKUIZjsiOZQGZ_ryL5ZS2rUALNd1qlwk8h2ah_KgvErJI6IxcKwL6eecdJaQJbFwEv5gPpzBoALduKF/s72-c/download.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>