<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>BLOGGER KERINCI</title><description>Blognya Uhan kincai</description><managingEditor>noreply@blogger.com (wo oskar)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:30:55 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://bloggerkerinci.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:keywords>Blognya,Uhan,kincai,Tutorial,Widget,Tips,SEO,Download,dan,Pernak,pernik,lain</itunes:keywords><itunes:summary>Blognya Uhan kincai ,Tutorial,Widget, Tips SEO,Download, dan Pernak pernik lain</itunes:summary><itunes:subtitle>bloggerkerinci</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Kerinci Sekepal Tanah Surga Ku</title><link>http://bloggerkerinci.blogspot.com/2012/05/kerinci-sekepal-tanah-surga-ku.html</link><category>kerinci</category><author>noreply@blogger.com (wo oskar)</author><pubDate>Wed, 16 May 2012 12:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1009621883918234280.post-3957526603614186480</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg36n6egKnckJAedFMoL5SkkU_JOCrRCswrNvFETVfWGH3-ZBtXQ_hxqKIFnE_5nifBixrBpr6tZ5Y5dpA4ljj8FkGfvFXrL8FsPIW1DCtRn-R3y4b7rmaRusNJR3T4f6wTQEwmRIzHS1k/s1600/sekepal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg36n6egKnckJAedFMoL5SkkU_JOCrRCswrNvFETVfWGH3-ZBtXQ_hxqKIFnE_5nifBixrBpr6tZ5Y5dpA4ljj8FkGfvFXrL8FsPIW1DCtRn-R3y4b7rmaRusNJR3T4f6wTQEwmRIzHS1k/s1600/sekepal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu
 kelompok masyarakat di dalam satu kesatuan dusun dipimpin oleh kepala 
dusun, yang juga berfungsi sebagai Kepala Adat atau Tetua Adat. Adat 
istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin yang jabatannya 
yaitu Depati dan Ninik Mamak. Dibawah Depati ada Permenti (Rio, Datuk 
dan Pemangku) merupakan gelar adat yang mempunyai kekuatan dalam segala 
masalah kehidupan masyarakat adat. Wilayah Depati Ninik Mamak disebut 
‘ajun arah’. Struktur pemerintahan Kedepatian:&lt;br /&gt;
1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depati Empat Pemangku Lima Delapan Helai Kain Alam Kerinci&lt;/span&gt;, berpusat di Rawang;&lt;br /&gt;
2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depati Empat Tiga Helai Kain&lt;/span&gt;, berpusat di Pulau Sangkar;&lt;br /&gt;
3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pegawe Rajo Pegawe Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci&lt;/span&gt;, berpusat di Sungai Penuh;&lt;br /&gt;
4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siliring Panjang atau Kelambu Rajo&lt;/span&gt;, berpusat di Lolo;&lt;br /&gt;
5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tigo Luhah Tanah Sekudung&lt;/span&gt;, Siulak;&lt;br /&gt;
6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lekuk Limo Puluh Tumbi&lt;/span&gt;, bepusat di Lempur;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan
 Depati menurut adat dikisahkan memenggal putus, memakan habis, membunuh
 mati. Depati mempunyai hak yang tertinggi untuk memutuskan suatu 
perkara. Dalam dusun ada 4 pilar yang disebut golongan 4 jenis, yaitu 
golongan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adat, ulama, cendekiawan dan pemuda&lt;/span&gt;.
 Keempat pilar ini merupakan pemimpin formal sebelum belanda masuk 
Kerinci 1903. Sesudah tahun 1903, golongan 4 jenis berubah menjadi 
informal leader. Pemerintahan dusun(pemerintahan Depati) tidak bersifat 
otokrasi. Segala masalah dusun, anak kemenakan selalu diselesaikan 
dengan musyawarah mufakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninik Mamak mempunyai kekuatan 
menyelesaikan masalah di dalam kalbunya masing-masing. Dusun terdiri 
dari beberapa luhah. Luhah terdiri dari beberapa perut dan perut terdiri
 dari beberapa pintu, didalam pintu ada lagi sikat-sikat. Bentuk 
pemerintahan Kerinci sebelum kedatangan Belanda dengan system demokrasi 
asli, merupakan system otonomi murni. Eksekutif terdiri dari Depati dan 
Ninik Mamak. Legislatif adalah Orang Tuo Cerdik Pandai sebagai penasihat
 pemerintahan. Depati juga mempunyai kekuasaan menghukum dan mendenda 
diatur dengan adat yang berlaku dengan demikian dwi fungsi Depati ini 
adalah sebagai Yudikatif dusun. Ini berlaku sampai sekarang, untuk 
pemerintah desa pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang dipergunakan 
untuk kepentingan memperkuat penjajahannya di Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Hubungan Kekerabatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat
 Kerinci menarik garis keturunan secara matrilineal, artinya seorang 
yang dilahirkan menurut garis ibu menurut suku ibu. Suami harus tunduk 
dan taat pada tengganai rumah, yaitu saudara laki-laki dari istrinya. 
Dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat 
yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kekerabatan 
di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam. Rasa sosial, 
tolong-menolong, kegotongroyongan tetap tertanam dalam jiwa masyarakat 
Kerinci. Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya ada rasa 
kebersamaan dan keakraban. Ini ditandai dengan adanya 
panggilan-panggilan pada saudara-saudara dengan nama panggilan yang 
khas. Karena antar keluarga sangat peka terhadap lingkungan atau 
keluarga lain. Antara orang tua dengan anak, saudara perempuan seibu, 
begitupun saudara laki-laki merupakan hubungan yang potensial dalam 
menggerakkan suatu kegiatan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Hubungan Kemasyarakatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur
 kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai yang kecil, yaitu 
kemendapoan, dusun, kalbu, perut, pintu dan sikat. Dalam musyawarah adat
 mempunyai tingkatan, pertimbangan dan hukum adat, berjenjang naik, 
bertangga turun, menurut sko yang tiga takah, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sko Tengganai, sko Ninik Mamak dan sko Depati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan
 kelas dalam masyarakat Kerinci tidak begitu menyolok. Stratifikasi 
sosial masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau antara
 dusun pecahan dengan dusun induk. Kesatuan ulayat negeri atau dusun 
disebut parit bersudut empat. Segala masalah yang terjadi baik masalah 
warisan, kriminal, tanah dan sebagainya selalu disesuaikan menurut hukum
 adat yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Hubungan Kerinci Dengan Dunia Luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak
 zaman prasejarah Kerinci telah terbuka dan mempunyai hubungan dengan 
daerah luar, dibuktikan dengan penemuan bejana perunggu yang berbentuk 
seperti periuk, langseng dan gepeng. Bentuk dan ukiran bejana tersebut 
sama dengan yang ditemukan di pulau Madura. Ukiran kedua bejana tersebut
 sangat indah, hiasan ukiran berupa gambar-gambar geometris dan berpilin
 mirip huruf “J”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persumpahan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukit Setinjau Laut Lunang &lt;/span&gt;antara
 Kerinci, Jambi dan Indrapura (Minangkabau) merupakan jalinan 
persahabatan yang akrab antara tiga kerajaan tersebut. Persumpahan itu 
membicarakan masalah saling bantu membantu antara satu daerah dengan 
daerah lain, baik sosial ekonomi maupun bidang pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesisir &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andalas&lt;/span&gt;
 diduduki Belanda pada tahun 1666 M, kemudian pada tanggal 19 Agustus 
1781 Pesisir Barat Sumatra diduduki oleh Inggris, kemudian pada 1819 
Inggris mengembalikan lagi kepada Belanda. Pada waktu itu penduduk 
Kerinci telah banyak yang berdagang ke luar daerah seperti Muko-muko, 
Tapan, Indrapura, Bangko dan Jambi dengan membawa hasil pertanian 
seperti kopi, beras dan hasil bumi lainnya. Banyak pula yang merantau ke
 Tanah Seberang atau Semenanjung Malaya dan seterusnya mereka menunaikan
 ibadah haji dari Malaya ke Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Perang Kerinci Tahun 1901 – 1903&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda
 berupaya mencari jalan ke Kerinci. Mula-mula pada tahun 1900 dari 
Muko-muko dikirim pasukan Belanda mengadakan patroli di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukit Setinjau Laut&lt;/span&gt;.
 Di puncak Gunung Raya Belanda mendirikan sebuah pesangrahan dan 
memasang satu tanda sebagai peringatan kedatangan mereka. Setelah 
diketahui adanya Belanda yang akan menyerang Kerinci, maka rakyat 
Kerinci menjadi gempar dan marah, karena orang Belanda yang datang itu 
di anggap kafir, Penduduk Kerinci 100% penganut Islam, tentu kedatangan 
Belanda tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran pertama di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Renah Manjuto&lt;/span&gt; berkecamuk antara hulubalang Kerinci dengan pasukan Belanda di bawah pimpinan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Depati Parbo&lt;/span&gt;.
 Akibat pertempuran itu di bawah komando Depati Parbo korban dipihak 
Belanda banyak sekali hingga mereka gagal memasuki kerinci. Ketika 
itulah pada tahun 1901 Perang Kerinci melawan penjajahan Belanda 
dimulai. Pada bulan Oktober 1901, 120 orang pasukan belanda berada di 
Indrapura bersiap menyerang Kerinci. Pada bulan Maret 1902, 500 orang 
pasukan Belanda di bawah Komandan Bolmar mendarat di Muaro Sakai, Tuanku
 Regen sebagai penunjuk jalan masuk Kerinci. Belanda menyerang dari tiga
 jurusan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. dari Renah Manjuto;&lt;br /&gt;2. dari Koto Limau Sering;&lt;br /&gt;3. dari Temiai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perang
 hebat terjadi di tiga tempat tersebut. Setelah koto Limau Sering 
dikuasai, pasukan Belanda turun memasuki ke lembah Kerinci. Dalam perang
 di Pulau Tengah yang di pimpin oleh seorang ulama terkenal masa itu 
yakni &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji Ismail&lt;/span&gt; dan wakilnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Haji Husin&lt;/span&gt;,
 telah bergabung pula para hulubalang dari dusun-dusun lainnya di 
Kerinci. Itulah sebabnya dalam sejarah perang Kerinci, pertempuran 
didusun ini merupakan pertempuran yang tersengit dan terlama (lebih 
kurang tiga bulan). Pulau Tengah diserang oleh Belanda sejak tanggal 27 
Maret 1902 dari 3 jurusan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. dari jurusan Timur; Sanggaran Agung – Jujun;&lt;br /&gt;2. dari jurusan Utara; Batang Merao – Danau Kerinci;&lt;br /&gt;3. dari jurusan Barat; Semerap –Lempur Danau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan
 terakhir untuk Pulau Tengah dilakukan Belanda pada tanggal 9-10 Agustus
 1903 dengan membakar Dusun Baru, perlawanan rakyat dapat mereka 
selesaikan. Setelah Pulau Tengah jatuh ketangan belanda tanggal 10 
Agustus 1903, yang mana pada hakekatnya perang Kerinci telah selesai, 
namun perlawanan kecil masih terjadi di sana-sini. Terakhir pasukan 
Belanda menjatuhkan serangan ke Lolo, markas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;panglima Perang Kerinci Depati Parbo&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertempuran
 selama 5 hari di sini, dan akhirnya Belanda dapat membujuk Depati Parbo
 mengadakan perundingan damai. Dalam perundingan inilah Depati Parbo di 
tangkap dan di buang ke Ternate, Setelah Kerinci aman pada tahun 
1927,atas permohonan kepala-kepala Mendapo di Kerinci kepada Pemerintah 
Belanda, Depati Parbo dibebaskan dan kembali ke Kerinci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Kerinci Setelah Perang Depati Parbo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah
 perang Kerinci selesai, terbentuklah system pemerintahan Kolonial 
Belanda. Tahun 1916 Onder Afdelling Kerinci dibagi 3 Onder Distrik 
yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Onder Distrik Kerinci Hulu dengan ibu kota berkedudukan di Semurup.&lt;br /&gt;2. Onder Distrik Kerinci Tengah dengan ibu kota berkedudukan di Sungai Penuh.&lt;br /&gt;3. Ondre Distrik Kerinci Hilir berkedudukan di Sanggaran Agung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada
 tahun 1922 Kerinci menjadi Afdelling Kerinci Painan dalam Kepresidenan 
Sumatra Barat, Belanda menyadari bahwa kekuasaan tokoh-tokoh adat di 
dusun-dusun dibutuhkan. Tokoh adat ini digunakan oleh Belanda untuk 
memperkuat penjajahan di Kerinci.&lt;/span&gt; Belanda membentuk pemerintahan 
kemendapoan. Kemendapoan langsung di bawah Onder Distrik yang tiga tadi.
 Dibawah Kemendapoan terdapat pemerintahan dusun-dusun atau Kepala Dusun
 dan dibawahnya ada Ninik Mamak. Pemerintahan Kemendapoan tetap berjalan
 sampai dikeluarkannya UU Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, 
dengan keluarnya UU ini berakhirlah pemerintahan Kemendapoan di Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Organisasi Yang Ada di Kabupaten Kerinci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kerinci sejak penjajahan Belanda dan Jepang, ada dua organisasi besar yang banyak pengikutnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Organisasi Muhammadiyah / Aisyiah dan organisasi kepanduannya Hizbulwatan.&lt;br /&gt;2) Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).&lt;br /&gt;Organisasi
 Muhammadiyah Aisyiah masuk ke Kerinci tahun1938 dibawa oleh Buya Zainal
 Abidin Syuib yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sebagian besar 
penduduk Kerinci adalah menjadi anggota Muhammadiyah / Asyiah dan yang 
lainnya adalah menjadi anggota &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Organisasi Tarbiyatul Islamiyah (PERTI)&lt;/span&gt;.
 Kedua organisasi ini sejak penjajahan Belanda, terlebih-lebih pada 
zaman Kemerdekaan RI menjadi pelopor kemajuan Umat Islam di Kerinci. 
Setelah berjalannya Pemerintahan RI (sesudah pemulihan kedaulatan) 
banyak sekali para ulama dan pemimpin-pemimpin rakyat menjadi anggota 
pemerintahan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Kedatangan Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada
 awal bulan Maret 1942 Jepang menyerbu ke Indonesia. Setelah Jepang 
memasuki daerah Sumatra Barat, maka pemuda A. Thalib pulang ke daerah 
kelahirannya yaitu Kerinci sewaktu Jepang membentuk “Pemuda Nippon Raya”
 yang berada dibawah pimpinan Khatib Sulaiman untuk daerah Sumatra 
barat, maka A.Thalib juga berusaha untuk membentuk ”Pemuda Nippon raya” 
untuk daerah Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. Sikap Rakyat Terhadap Jepang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah
 Jepang menduduki Kerinci, Pemerintahan Militer Angkatan Darat 
dilaksanakan di Kerinci. Pemerintahan di Kerinci dikepalai oleh seorang 
Kepala Pemerintan yang disebut Busutzo. Pusat Pemerintahan pada masa itu
 dirumah bekas Konteler Belanda, sedangkan pasukan Jepang bermarkas 
dilokasi Kodim 0417 Kerinci sekarang. Keadaan sosial ekonomi rakyat 
Kerinci mulai dikuasai, termasuk pembatasan hak terhadap menjalankan 
syariat Islam serta penindasan terhadap ekonomi rakyat. Rasa takut yang 
sangat terhadap Kempetai Jepang, terkenal dengan sebutan MP Jepang 
melumpuhkan semangat dan mentalitas rakyat Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah 
pemerintahan Militer Jepang keadaan pendidikan di Kerinci hanya 
bertujuan untuk mendidik pemuda kader Jepang.dibawah pemerintahan 
Militer yang keras rakyat Kerinci dibawa Jepang kepada satu tujuan, 
yaitu untuk memenangkan perangnya melawan pasukan sekutu. Dibawah 
penindasan Pemerintahan Militer Jepang, rakyat Kerinci sangat menderita 
dan perekonomiannya hancur luluh. Padi rakyat diambil Jepang ditengah 
sawah atau dipaksa dikeluarkan dari lumbung untuk makanan serdadu 
Jepang. Dengan adanya perampasan itu maka rakyat Kerinci kekurangan 
beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan dan berita bahwa Indonesia akan merdeka didapat
 dari pasukan Jepang yang pulang ke Kerinci. Mendengar hal itu pada 
pertengahan tahun 1945 golongan ulama, adat, cerdik pandai di Kerinci 
mulai giat melaksanakan persiapan mencari siasat untuk merebut kekuasaan
 dari tangan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KERINCI MASA PROKALAMASI DAN PENYERAHAN KEDAULATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proklamasi kemerdekaan RI di ketahui di kerinci tanggal 23 Agustus 1945, setelah utusan dari Padang menemui &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. Muchtaruddin&lt;/span&gt; menyerahkan salinan teks Proklamasi. Tanggal 24 Agustus 1945 (jum’at pagi) rapat diadakan di kediaman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Thalib Tyui (di rumah Nek Siin)&lt;/span&gt;.
 Pada hari jum’at tanggal 24 Agustus 1945 bendera merah putih untuk 
pertama kalinya di kibarkan di puncak Masjid Raya Sungai Penuh oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Thalib mantan Tyui (Letnan satu) Gyu-Gun&lt;/span&gt;.
 Sabtu tanggal 25 Agustus 1945 di adakan pengibaran bendera merah putih 
secara resmi dilapangan Sungai Bungkal (sekarang kantor DPRD Kerinci) 
dan di belakang asrama ex Jepang (sekarang kantor kodim 0417 Kerinci) 
Komite Nasional Indonesia (KNI) wilayah kerinci dibentuk pada 
pertengahan bulan September 1945 dengan ketuanya H. Adnan Thalib, 
berdasarkan keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan tanggal 22 Agustus 
1945. Pada akhir bulan Desember 1945 A. Adnan Thalib diangkat oleh 
Presiden Sumatra Barat menjadi Demang (Wedana), maka ketua KNI di jabat 
oleh wakil ketua H. muchtaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah keluarnya maklumat 
Wakil Presiden RI No. X tanggal 16-10-1945, realisasi maklumat 
Pemerintah tanggal 3-11-1945, berdirilah partai politik di Kerinci. Pada
 penghujung tahun1945, terbentuklah Laskar Rakyat di daerah Kerinci. 
Sementara itu dengan makin gawatnya situasi akibat tindakan Belanda yang
 bertentangan dengan persetujuan Lingkarjati, maka pemerintah Indonesia 
mengambil kebijakan antara lain mempersatukan semua pejuang bersenjata 
dibawah ini satu komando. Dengan penetapan Presiden RI tanggal 3 Juni 
1947 seluruh pejuang bersenjata harus berada dalam satu wadah dan TRI di
 rubah menjadi TNI ( Tentara Nasional Indonesia), semua kelaskaran di 
bubarkan bergabung dengan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 21 Agustus 1945 bala 
tentara Jepang Batalion Akiama Syose yang pada mulanya berkedudukan di 
Bukit Putus Tapan secara mendadak pindah ke Kerinci ( Sungai Penuh) dan 
sebagian pasukan ini di tetapkan di daerah Kayu Aro. Pada tanggal 23 
Agustus 1945 A. Thalib menemui Akiyama Syose, kKomandan Pasukan Jepang 
itu, untuk berunding mengenai penyerahan persenjataan Jepang pada 
pemerintan RI. Tetapi amat di saying kan perundingan itu tidak berhasil 
dan permintaan A. Thalib di tolak oleh Nakano Tyui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 
1945 terjadi duel senjata antara pejuang dengan tentara Jepang, 
pertempuran ini terjadi selama dua jam 30 menit dari pukul 14.30 sampai 
16.00 WSU yang mengakibatkan dua orang gugur dan dua orang luka parah. 
Lusanya pada bulan September 1945 tersebut, dilakukanlah penyerbuan ke 
markas Jepang di Komandoi oleh A. Thalib tepat pada pukul 22.00 malam. 
Mayat-mayat tentara Jepang yang tewas ± 20 orang , kemudian mayat-mayat 
tersebut di kremasi (dibakar) di daerah Sako Duo (Kayu Aro) di daerah 
Muara Labuh. Pada kwartal pertama tahun 1946 keluar surat keputusan 
presiden Sumatra Barat tentang pengangkatan H. Adnan Thalib menjadi 
Demang Kerinci oleh karena itu untuk mengisi jabatan ketua komite 
Nasional Indonesia (KNI) di daerah kerinci yang lowong telah di pilih H.
 A. Rahman Dayah sebagai ketua KNI di daerah Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 
tanggal 1 Juni 1946 Komandan Batalion III Kerinci Mayor A. Thalib di 
promosikan menjadi Komandan Resimen II divisi IX di Sawah Lunto dengan 
pangkat Letnan Kolonel. Pada tanggal 28 Agustus 1946 Resimen II dijabat 
oleh Letnan Kolonel A. Thalib menggantikan Letnan Kolonel Dahlan 
Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir tahun 1946, Kpolisian Kerinci berubah menjadi 
Polisi Kabupaten Kerinci – Painan dengan pimpinannya Komisaris Klas II 
M. Nazir sedangkan para perwiranya antara lain adalah Inspektur II Memed
 dan Inspektur II Mawin . 18 desember 1947 sesuai dengan petunjuk dari 
Residen Sumatra Barat, maka di Kewedanan Kerinci dibentuklah Markas 
Pertahanan Rakyat Kewedanan Kerinci atau di singkat (MPRK), dengan 
komandannya langsung Kapten Marjisan Yunus, setelah tahun 1948 baru 
diserah terimakan dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Letda Muradi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat
 menjelang penyerahan kedaulatan oleh Belanda di Kerinci, para bekas 
Angkatan Perang dan Gerilya yang tersebar seluruh pelosok Kerinci, 
membentuk satu organisasi yang bernama Persatuan Ex Angkatan Perang RI 
(PAPRI). Peristiwa penyerahan Belanda di Sungai Penuh ialah dalam rangka
 melaksanakan perintah Panglima Divisi IX Brigade Banteng TNI Sumatra 
Tengah, yang menginstruksikan kepada Letkol A. Thalib berangkat 
keibukota Kabupaten PSK. Untuk menerima penyerahan wilayah Kerinci dari 
tangan Belanda ketangan Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan rakyat Kerinci 
mempertahankan kemerdekaan RI, telah menjelmakan Bumi Sakti Alam Kerinci
 menjadi sebuah kabupaten. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Kerinci
 selama revolusi fisik, memiliki berbagai corak perjuangan yang heroik. 
Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag telah melenyapkan impian Belanda
 untuk menjajah kembali Indonesia, dan Bumi Alam Kerinci kembali ke 
pangkuan Ibu Pertiwi sebagai daerah merdeka dibawah RI. Demikianlah 
sejarah perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan Republik 
Indonesia.&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg36n6egKnckJAedFMoL5SkkU_JOCrRCswrNvFETVfWGH3-ZBtXQ_hxqKIFnE_5nifBixrBpr6tZ5Y5dpA4ljj8FkGfvFXrL8FsPIW1DCtRn-R3y4b7rmaRusNJR3T4f6wTQEwmRIzHS1k/s72-c/sekepal.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kerinci Selayang Pandang</title><link>http://bloggerkerinci.blogspot.com/2012/05/kerinci-selayang-pandang_13.html</link><category>kerinci</category><author>noreply@blogger.com (wo oskar)</author><pubDate>Sun, 13 May 2012 21:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1009621883918234280.post-3260221397747997415</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Kerinci Selayang Pandang" border="0" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1D2WTbx1smdOeIot-cqT8Shyphenhyphenoml2ue91xm297N6_H7iD7-7ixg_dCG7jMVU_XnNmWNfFImsmsWi4BbtLsb4bPXPgLG34HuaD_y6d4kP4lLtUu3dgwQq87mcu1UJo_AskGKes2VtQJqgg/s320/gunung+kerinci.jpg" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gunung Kerinci&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Kerinci daerah yang terletak di dataran tinggi yang di kelilingi Bukita barisan merupakan daerah yang sejuk, Gunung kerinci yang menjulang tinggi, hamparan kebunteh yang luas, danau kerinci yang airnya dingin yang berwarna biru kebiruan, dan banyak lahi hal yang menarik tentang kerinci,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;blink&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
"KERINCI SEKEPAL TANAH SYURGA YANG TERCAMPAK KEBUMI"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Selamat Datang&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
di&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;blink&gt;&lt;/blink&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;BLOGGER KERINCI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1D2WTbx1smdOeIot-cqT8Shyphenhyphenoml2ue91xm297N6_H7iD7-7ixg_dCG7jMVU_XnNmWNfFImsmsWi4BbtLsb4bPXPgLG34HuaD_y6d4kP4lLtUu3dgwQq87mcu1UJo_AskGKes2VtQJqgg/s72-c/gunung+kerinci.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>DAFTAR ISI</title><link>http://bloggerkerinci.blogspot.com/2012/05/daftar-isi.html</link><author>noreply@blogger.com (wo oskar)</author><pubDate>Tue, 1 May 2012 11:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1009621883918234280.post-518113675658756123</guid><description>&lt;div style="overflow: auto; width: 300px; height: 200px; text-align: left;"&gt;
&lt;script style="text/javascript" src="http://www.abu-farhan.com/script/daftarisiblogger/blogtoc-min.js"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://bloggerkerinci.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;amp;alt=json-in-script&amp;amp;callback=loadtoc"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description></item></channel></rss>