<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>seputarpabrik.com</title><description>#1 Worker Reading Blog</description><managingEditor>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</managingEditor><pubDate>Mon, 16 Mar 2026 08:44:27 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">167</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.seputarpabrik.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>#1 Worker Reading Blog</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Metode Kerja Pencampuran Aspal Panas</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/02/metode-kerja-pencampuran-aspal-panas.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sat, 1 Feb 2025 20:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-845588837565479968</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh63JXyQmsG04CIi6-bILAsXMpcsmxP52aX8lx2732ymjCcJxZsWdhK1JWm6SkeLoebupyF2t_sE2q9oKLhRu_PTYJaj9HMHJdoKp9f2Zw3a0VS_TJLGaxEqXJMTZzCpXhkQ2wrHWT9_xD2FAcD0Ws3osYttp5OtMJE4b_vXOjASgjFS9J5qnKluBiWsJg/s696/aspal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="metode kerja pencampuran aspal panas" border="0" data-original-height="307" data-original-width="696" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh63JXyQmsG04CIi6-bILAsXMpcsmxP52aX8lx2732ymjCcJxZsWdhK1JWm6SkeLoebupyF2t_sE2q9oKLhRu_PTYJaj9HMHJdoKp9f2Zw3a0VS_TJLGaxEqXJMTZzCpXhkQ2wrHWT9_xD2FAcD0Ws3osYttp5OtMJE4b_vXOjASgjFS9J5qnKluBiWsJg/s16000/aspal.jpg" title="Pengaspalan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Metode kerja pencampuran aspal panas mencakup pengadaaan lapis padat yang awet dari lapis perata, lapis pondasi  atau lapis aus campuran aspal yang terdiri agregat dan bahan aspal yang dicampur di pusat instalasi pencampuran serta menghampar dan memadatkan campuran tersebut di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan dan memenuhi garis, ketinggian dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam Gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua campuran dirancang menggunakan prosedur khusus, untuk menjamin bahwa asumsi rancangan yang berkenaan dengan kadar aspal yang cocok, rongga udara, stabilitas, kelenturan dan keawetan ketebalan terpenuhi. Dalam hal ini penting diingat bahwa dalam merancang aspal beton konvensional, yang dimulai dari memperoleh kepadatan agregat maksimum yang paling mungkin, tidak akan menghasilkan campuran yang memenuhi Spesifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua campuran ini untuk jalan dengan lalu-lintas ringan, terutama di daerah yang sulit mendapatkan agregat kasar.  Gradasi pasir akan menentukan pemilihan Kelas A atau B.  Campuran latasir memerlukan penambahan filler agar memenuhi kebutuhan sifat-sifat yang disyaratkan. Karena memiliki ketahanan yang rendah terhadap alur (rutting), maka tidak diperkenankan digunakan dengan lapisan yang tebal untuk jalan dengan lalu lintas berat dan pada daerah tanjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lataston (Hot Rolled Sheet) mempunyai persyaratan kekuatan yang sama dengan tipikal yang disyaratkan untuk aspal beton konvensional (AC) yang bergradasi menerus.  Lataston terdiri dari 2 macam campuran, Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) dan Lataston Lapis Permukaan (HRS-Wearing Course) dan ukuran maksimum agregat masing-masing campuran adalah 19 mm. Gradasi Lataston Lapis Pondasi (HRS-Base) lebih kasar dari Lataston Lapis Permukaan (HRS-Wearing Course). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, maka campuran dirancang sampai memenuhi semua ketentuan yang diberikan dalam Spesifikasi. Dua kunci utama adalah : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Gradasi yang benar – benar senjang &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisa rongga udara paling sedikit 3% pada kepadatan membal (refusal desity). Agar diperoleh garasi senjang, maka hampir selalu dilakukan pencampuran pasir halus dengan agregat pacah mesin &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Jika pasir  alam halus tidak tersedia untuk memperoleh gradasi senjang maka campuran boleh menggunakan Aspal Beton (Asphalt Concreate) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Laston (Lapis Aspal Beton) lebih peka terhadap variasi kadar aspal maupun variasi  gradasi agregat dari pada Lataston (HRS).  Aspal Beton (AC) terdiri dari Laston Lapis Aus (AC-WC), Laston Lapis Pengikat (AC-BC) dan Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dan masing-masing campuran memiliki ukuran maksimum agregat 19 mm, 25.4 mm, 37.5 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tebal setiap lapisan campuran aspal dipantau dengan benda uji “inti” (core) perkerasan.  Jarak dan lokasi pengambilan benda uji inti paling sedikit diambil dua buah dalam arah melintang dari masing-masing penampang lajur yang diperiksa.  Jarak memanjang dari penampang melintang yang diperiksa tidak lebih dari 200 m dan sedemikian rupa hingga jumlah total benda uji inti yang diambil dalam setiap ruas yang diukur untuk pembayaran tidak kurang dari 6 (enam). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika tebal setiap benda uji inti individu kurang dari tebal rancangan nominal pada setiap ruas, sebesar 3 mm untuk tebal nominal rancangan kurang dari 3 cm dan 5 cm untuk tebal rancangan nominal kurang atau sama dengan 3 cm, maka pengambilan benda uji tambahan pada lokasi yang tidak memenuhi syarat ketebalan sebelum pembongkaran dan lapisan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tebal aktual campuran aspal yang dihampar di setiap ruas dari pekerjaanmerupakan tebal rata-rata semua benda uji inti yang diambil dari ruas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tebal aktual campuran aspal yang dihampar sama atau lebih besar dari tebal nominal rancangan untuk lapis aus harus sama dengan atau lebih besar dari tebal nominal rancangan yang ditentukan dalam Gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk semua jenis campuran, berat aktual campuran aspal yang dihampar dipantau oleh Kontraktor dengan menimbang setiap muatan truk yang meninggalkan pusat instalasi pencampur aspal. Untuk setiap ruas pekerjaan yang diukur untuk pembayaran, jika berat aktual bahan terhampar yang dihitung dari timbangan adalah kurang ataupun lebih lima % dari berat yang dihitung dari ketebalan rata-rata benda uji inti (core), maka harus mengambil tindakan uantuk menyelidiki sebab terjadinya selisih berat ini sebelum menyetujui pembayaran bahan yang telah terhampar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Investigasi oleh Pemberi Tugas dapat meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Memerintahkan Kontraktor untuk lebih sering mengambil atau lebih banyak mengambil atau mencari lokasi lain benda uji (core) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memeriksa peneraan dan ketepatan timbangan serta peralatan dan prosedur pengujian di laboratorium &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperoleh hasil pengujian laboratorium yang independent dan pemeriksaan kepadatan campuran aspal yang dicapai di lapangan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerapkan suatu sistem perhitungan dan pencatatan truk secara terinci &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Meskipun demikian, investigasi detil belum tentu dapat menghasilkan nilai-nilai yang lebih akurat dalam menentukan kuantitas bahan yang dibayar. Dalam segala hal, tak peduli toleransi beratnya dilampaui atau tidak, pembayaran didasarkan atas dimensi nominal lapisan beraspal dan bukan atas berat bahan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Biaya untuk setiap penambahan atau meningkatnya frekuensi pengambilan benda uji (core), untuk survey geometrik tambahan ataupun pengujian laboratorium, untuk pencatatan muatan truk, ataupun tindakan lainnya ditanggung oleh Kontraktor sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berikut kriteria perbedaan kerataan permukaan campuran lapis aus (SS-A, SS-B, HRS-WC dan AC-WC) yang telah selesai dikerjakan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
i) Penampang Melintang &lt;br /&gt;
Jika diukur dengan mistar lurus sepanjang 3 m yang diletakkan tepat di atas sumbu jalan tidak boleh melampaui 5 mm untuk lapis aus atau 10 mm untuk lapis pondasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
ii) Kerataan Permukaan &lt;br /&gt;
Setiap ketidakrataan individu bila diukur dengan mistar lurus berjalan (rolling) sepanjang 3 m yang diletakkan sejajar dengan sumbu jalan tidak boleh melampui 5 mm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika campuran aspal digunakan sebagai lapis perata sekaligus sebagai lapis perkuatan (strengthening) maka tebal lapisan tidak boleh melebihi 2,5 kali tebal nominal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standar rujukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standar Nasional Indonesia (SNI) : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;SK SNI-M-02-1994-03 (AASHTO T11 – 90): Metode Pengujian Jumlah Bahan Dalam Agregat Yang Lolos Saringan No.200 (0.075 mm) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI 03-1968-1990 (AASHTO T27 – 88): Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-06-2456-1991 (AASHTO T49 – 89): Metode Pengujian Penetrasi Bahan-bahan Bitumen &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-06-2432-1991 (AASHTO T51 – 89): Metode Pengujian Daktilitas Bahan-bahan Aspal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-03-2417-1991 (AASHTO T96 – 87): Metode Pengujian Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-03-3407-1994 (AASHTO T104 – 86): Metode Pengujian Sifat Kekekalan Bentuk Batu terhadap Larutan Natrium Sulfat dan Magnesium Sulfat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pd M-21-1995-03 (AASHTO T170 – 90): Metode Pengujian Pemulihan Aspal Dengan Alat Penguap Putar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pd M-03-1996-03 (AASHTO T176-86) : Pengujian Agregat Halus atau Pasir Yang Mengandung Bahan Plastis Dengan Cara Setara Pasir &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-06-2440-1991 (AASHTO T179 – 88): Pengujian Kehilangan Berat Minyak dan Aspal dengan Cara A &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-03-2439-1991 (AASHTO T182 – 84): Metode Pengujian Kelekatan Agregat terhadap Aspal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI-06-2489-1991 (AASHTO T245 – 90): Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Standard AASHTO &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;AASHTO T73 – 89: Flash Point by Pensky-Martens Colded Tester &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T164 – 90: Quantitative Extraction of Bitumen from Bituminous Paving Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T165 – 86: Effect of Water on Cohesion of Compacted Bituminous Paving Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T166 – 88: Bulk Spesific Gravity of Compacted Bituminous Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T168 – 82: Sampling Bituminous Paving Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T209 – 90: Maximum Spesific Gravity of Bitominous Paving Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M17 – 77: Pengisi Mineral untuk Campuran Paving Bitumen &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M20 – 70: Penetration Graded Asphalt Cement &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M29 – 90: Fine Aggregat for Bituminous Paving Mixtures &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M 226 – 90: Viscocity Graded Aasphalt Cement &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO TP – 33: Metode Uji Kandungan Rongga Tak Padat Agregat Halus (dipengaruhi oleh Bentuk Partikel, Tekstur Permukaan dan Gradasi) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Standar lainnya : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;ASTM D4791: Metode Uji Standar untuk Partikel Datar atau Memanjang dalam Agregat Kasar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASTM D5581: Marshall Prosedure Test for Large Stone Asphalt &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pensylvania DoT Test Method, No.621: Determining the Percentage of Crushed Fragments in Gravel &lt;/li&gt;&lt;li&gt;BS 598 Part 104 (1989): Prosedur Pemadatan yang Digunakan dalam Uji Kepadatan Penolakan Persentase &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; 
Setiap jenis campuran dapat digunakan sebagai lapisan perata. Semua ketentuan dari Spesifikasi ini arus berlaku kecuali : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Bahan harus disebut SS(L), HRS-WC(L), HRS-Base(L), AC-WC(L), AC-BC(L) atau AC-BC(L) atau AC-Base(L) dsb. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketebalan yang digunakan untuk pembayaran bukannya tebal nominal rancangan diitung berdasarkan kepadatan, luas dan berat sebenarnya campuran yang dihampar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Bahan – bahan Campuran &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(1) Agregat – umum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat yang akan digunakan dalam pekerjaan harus sedemikian rupa agar campuran aspal, yang proporsinya dibuat sesuai dengan rumus memenuhi semua ketentuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat tidak boleh digunakan sebelum disetujui terlebih dahulu oleh Pemberi Tugas. Material harus ditimbun/ditumpuk sesuai dengan persyaratan dalam Spesifikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor sudah menumpuk setiap fraksi agregat pecah dan pasir untuk campuran aspal, paling sedikit untuk kebutuhan satu bulan dan selanjutnya tumpukan persediaan dipertahankan paling sedikit untuk kebutuhan campuran aspal satu bulan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyerapan air oleh agregat maksimum 3 % &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berat jenis (specific gravity) agregat kasar dan halus tidak boleh berbeda lebih dari 0.2 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(2) Agregat Kasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Fraksi agregat kasar untuk rancangan adalah yang tertahan ayakan No.8 (2.36 mm) dan haruslah bersih, keras, awet dan bebas dari lempung atau bahan yang tidak dikehendaki lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Fraksi agregat kasar terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah dan disiapkan dalam ukuran nominal tunggal. Ukuran maksimum (maximum size) agregat adalah satu ayakan yang lebih besar dari ukuran nominal maksimum (nominal maximum size). Ukuran maksimum adalah 1 ayakan yang lebih kecil dari ayakan pertama dengan bahan tertahan kurang dari 10 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat kasar mempunyai angularitas seperti yang disyaratkan dalam Tabel V-6.  Angularitas agregat kasar didefinisikan sebagai % terhadap berat agregat yang lebih besar dari 4.75 mm dengan muka bidang pecah satu atau lebih. (Pensylvania DoT’s Test Method No. 621). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kerikil bersih boleh digunakan untuk agregat kasar Latasir kelas A dan B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jangan memggunakan agregat kasar dengan partikel yang lolos ayakan No. 200 (0.075 mm) lebih besar dari 1 %. &lt;br /&gt;
&lt;p align="center" class="MsoCaption" style="break-after: avoid; line-height: 115%; margin-bottom: 0in; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span color="windowtext" lang="IN" style="font-size: 20pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tabel Standar Pengujian Agregat
Kasar&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;!--[if !supportMisalignedColumns]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 42.3pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480; width: 472px;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td colspan="3" style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 190.2pt;" valign="top" width="254"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Pengujian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Standar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.5pt;" valign="top" width="85"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in;" width="1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 190.2pt;" valign="top" width="254"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Ketahanan
  bentuk agregat dari larutan natrium dan magnesium sulfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;SNI
  03-3407-1994&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.5pt;" valign="top" width="85"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.12 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in;" width="1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 190.2pt;" valign="top" width="254"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Abrasi
  Los Angeles machine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;SNI
  03-2417-1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.5pt;" valign="top" width="85"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks. 40%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in;" width="1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 190.2pt;" valign="top" width="254"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Daya
  lekat agregat pada aspal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;SNI
  03-2439-1991&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.5pt;" valign="top" width="85"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min. 95%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border: none; mso-cell-special: placeholder;" width="1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 119.05pt;" valign="top" width="159"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Angularitas (kedalaman
  dari permukaan &amp;lt; 10 cm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.45pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu
  Lintas &amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.95pt;" valign="top" width="133"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;DoT’s&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Pensylvania&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Test
  Method&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;PTM No.
  621&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64.2pt;" valign="top" width="86"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;85/80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.45pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu
  Lintas &amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64.2pt;" valign="top" width="86"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;95/90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 119.05pt;" valign="top" width="159"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Angularitas
  (kedalaman dari permukaan &amp;gt; 10 cm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.45pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu
  Lintas &amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64.2pt;" valign="top" width="86"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;60/50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.45pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu
  Lintas &amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64.2pt;" valign="top" width="86"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;80/75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 190.2pt;" valign="top" width="254"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Partikel
  Pipih dan Lonjong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99.25pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ASTM
  D-4791&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.5pt;" valign="top" width="85"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks. 10
  %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none; mso-cell-special: placeholder; padding: 0in;" width="1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
 &lt;tr height="0"&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="159"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="94"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="1"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="132"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="85"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="1"&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

Catatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
85/80 menunjukkan bahwa 85 % agregat kasar mempunyai muka bidang pecah satu atau lebih dan 80 % agregat kasar mempunyai muka bidang pecah dua atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Fraksi individu agregat kasar ditumpuk terpisah dan dipasok ke instalasi pencampur aspal dengan menggunakan pemasok penampung dingin (cold bin feeds) sedemikian rupa sehingga gradasi gabungan agregat dapat dikendalikan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Batas-batas yang ditentukan untuk partikel kepipihan dan kelonjongan dapat dinaikan jika agregat tersebut memenuhi semua ketentuan lainnya dan semua upaya yang dapat dipertanggungjawabkan telah dilakukan untuk memperoleh bentuk partikel agregat yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(3) Agregat halus untuk Campuran Aspal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat halus dari sumber bahan manapun, harus terdiri dari pasir atau pengayakan batu pecah dan terdiri dari bahan yang lolos ayakan No.8 (2.36 mm). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pasir boleh digunakan dalam campuran aspal, maksimum yang disarankan untuk Laston (AC) adalah 15 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan agregat halus bersih, keras dan bebas dari lempung.  Agar dapat memenuhi ketentuan pasal ini batu pecah halus diproduksi dari batu yang bersih.  Bahan halus dari pemasok pemecah batu (crusher feed) diayak dan ditempatkan tersendiri sebagai bahan yang tak terpakai (kulit batu) sebelum proses pemecahan kedua (secondary crushing).  Dalam segala hal, pasir yang kotor dan berdebu serta mempuyai partikel lolos ayakan No. 200 (0.075 mm) lebih dari 8 % atau pasir yang mempunyai nilai setara pasir (sand equivalent) kurang dari 50 sesuai dengan Pd M-03-1996-03, tidak diperkenankan untuk digunakan dalam campuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat pecah halus dan pasir harus ditumpuk terpisah dan dipasok ke instalasi pencampur aspal dengan menggunakan pemasok penampung dingin (cold bin feeds) yang terpisah sedemikian rupa sehingga rasio agregat pecah halus dan pasir dapat dikontrol dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat halus harus mempunyai angularitas seperti yang disyaratkan berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span color="windowtext" lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;Tabel &amp;nbsp;Standar Pengujian Angularitas&lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;

&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 0.95in; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 166.5pt;" valign="top" width="222"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Pengujian&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Lalu Lintas&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Standar&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;" valign="top" width="102"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 166.5pt;" valign="top" width="222"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Angularitas
  (kedalaman dari permukaan &amp;lt; 10 cm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;lt; 1
  juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;AASHTO
  TP-33&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;" valign="top" width="102"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min. 40 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;" valign="top" width="102"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min. 45 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 166.5pt;" valign="top" width="222"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Angularitas
  (kedalaman dari permukaan &amp;gt; 10 cm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;" valign="top" width="102"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min. 40 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 99pt;" valign="top" width="132"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 76.5pt;" valign="top" width="102"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min. 40 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

(4) Bahan pengisi (filler) untuk campuran aspal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan pengisi yang ditambahkan terdiri dari debu batu kapur (limestone dust), semen Portland, abu terbang, abu tanur semen atau bahan non plastis lainnya. Bahan tersebut bebas dari bahan yang tidak dikehendaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan pengisi yang ditambahkan kering dan bebas dari gumpalan-gumpalan dan jika diuji dengan pengayakan secara basah sesuai SK SNI M-02-1994-03 mengandung bahan yang lolos ayakan No. 200 (75 mikron) tidak kurang dari 75 % terhadap beratnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika kapur tidak terhidrasi atau terhidrasi sebagian, digunakan sebagai bahan pengisi yang ditambahkan maka proporsi maksimum yang diijinkan adalah 1.0 % dari berat total campuran aspal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(5) Gradasi Agregat Gabungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gradasi agregat gabungan untuk campuran aspal, ditunjukkan dalam % terhadap berat agregat, memenuhi batas-batas dan berada di luar Daerah Larangan (Restriction Zone). Gradasi agregat gabungan mempunyai jarak terhadap batas-batas toleransi yang diberikan dan terletak di luar Daerah Larangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;Tabel Batas Toleransi Gradasi Agregar Gabungan&lt;/span&gt;

&lt;div align="center"&gt;

&lt;!--[if !supportMisalignedColumns]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed; mso-yfti-tbllook: 480; width: 576px;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td colspan="3" rowspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 82.35pt;" valign="top" width="110"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ukuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Ayakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="8" style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 349.75pt;" valign="top" width="466"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;% Berat Yang Lolos&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td colspan="3" style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 97.35pt;" valign="top" width="130"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Latasir (SS)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 96.4pt;" valign="top" width="129"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Lataston (HRS)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="3" style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;LASTON (AC)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;ASTM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;(mm)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;WC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Base&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;WC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;BC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Base&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;11/2”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;37.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;¾”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks. 90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1/2”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;12.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks. 90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3/8”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;9.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 – 85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;65 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks. 90&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2.36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 – 100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;50 – 72&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;35 – 55&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;28 – 58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;23 – 39&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;19 – 45&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1.18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.600&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;35 – 60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;15 – 35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.075&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;10 – 15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;8 – 13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;6 – 12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2 – 9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4 – 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4 – 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3 – 7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="8" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 276.1pt;" valign="top" width="368"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 156pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;DAERAH LARANGAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4.75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;39.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2.36&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;39.1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;34.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;26.8 – 30.8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1.18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;25.6 –31.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;22.3 – 28.3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;18.1 – 24.1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.600&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;19.1 – 23.1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;16.7 – 20.7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;13.6 – 17.6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 42.2pt;" valign="top" width="56"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.1pt;" valign="top" width="52"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 47.5pt;" valign="top" width="63"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.85pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 50.85pt;" valign="top" width="68"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 46.6pt;" valign="top" width="62"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="background: lightgrey; font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-highlight: lightgrey;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 53.55pt;" valign="top" width="71"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;15.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.6pt;" valign="top" width="75"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;13.7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 45.85pt;" valign="top" width="61"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;11.4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
 &lt;tr height="0"&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="56"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="52"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="1"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="62"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="66"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="1"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="66"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="62"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="71"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="75"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="61"&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
HRS-WC dan HRS-Base paling sedikit 80 %  lolos ayakan No. 8 (2.36 mm) dan No. 30 (0.600 mm). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk  AC, digunakan titik control gradasi agregat, berfungsi sebagai batas-batas rentang utama yang ditempati oleh gradasi-gradasi tersebut.  Batas-batas gradasi ditentukan pada ayakan ukuran nominal maksimum, ayakan menengah (2.36 mm) dan ayakan terkecil (0.075 mm). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 

&lt;p align="center" class="MsoCaption" style="break-after: avoid; line-height: 115%; margin-bottom: 0in; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span color="windowtext" lang="IN" style="font-size: 20pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tabel Presentasi ayakan yang lolos pengaringan&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 36.9pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 84.35pt;" width="112"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;% lolos No. 8&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;40&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;60&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;70&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 84.35pt;" width="112"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;% lolos No. 30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Terendah 32&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Terendah 40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Terendah 48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Terendah 56&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 84.35pt;" width="112"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Prosentasi kesenjangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;8 atau kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 87.4pt;" valign="top" width="117"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;10 atau kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;12 atau kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 83.1pt;" valign="top" width="111"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 35.45pt 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;14 atau kurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

(6) Bahan Aspal untuk Aspal Campuran Aspal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan aspal harus dari jenis aspal semen Pen. 60/70.  Bahan aspal  memenuhi AASHTO M20 dan mempunyai titik lembek minimum 48C, yang ditentukan sesuai dengan SNI 06-2434-1991 (AASHTO T53). Pengambilan contoh bahan aspal dilaksanakan pada bagian atas, tengah dan bawah. Sample awal langsung diuji di laboratorium lapangan untuk memperoleh nilai penetrasi dan titik lembek sehingga bahan aspal di truk tangki harus menunggu hasil sample awal ini sebelum dialirkan ke dalam tangki penyimpan. Jika hasil pengujian contoh pertama tersebut lolos pengujian, tidak berarti bahan aspal dari truk tangki yang bersangkutan diterima secara final kecuali bahan aspal dari contoh yang mewakili telah memenuhi semua sifat-sifat bahan aspal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan aspal yang diperoleh kembali dari benda uji pada rumus perbandingan campuran mempunyai nilai penetrasi tidak kurang dari 55 % nilai penetrasi aspal sebelum pencampuran dan nilai aktifitas tidak kurang dari 40 cm, bila diperiksa masing – masing dengan prosedur SNI-06-2456-1991 dan SNI – 06 – 2432 – 1991 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan aspal diekstraksi dari benda uji sesuai dengan cara SNI – 03 – 3640 – 1994. Setelah konsentrasi larutan aspal yang terekstraksi mencapi 200 mm, partikel ineral yang terkandung dipindahkan ke dalam suatu sentrifugal. Pemindahan ini dianggap memenuhi bilaman kadar abu batu dalam bahan aspal yang diperole kembali tidak melebih 1% (dengan pengapian). Bahan aspal diperoleh kembali dari larutan sesuai dengan prosedur AASHTO T 170. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(7) Bahan aditif untuk Aspal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Aditif kelekatan dan anti pengelupasan ditambahkan ke dalam bahan aspal jika diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Komposisi Campuran &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Komposisi umum campuran aspal terdiri dari agregat dan aspal. Filter yang ditambahkan boleh digunakan jika diperlukan untuk menjamin sifat – sifat memenuhi ketentuan yang disyaratkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kadar aspal dalam campuran akan bergantung pada penyerapan agregat yang digunakan. Agregat yang berabsorbsi akan mempunyai variasi penyerapan yang lebih besar. Agregat yang mempunyai penyerapan tinggi akan membuat campuran menjadi mahal dan juga kurang dapat dipercaya. Agregat dari sumber dengan daya penyerapan yang paling kecil dan harga yang bersaing harus digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum diperkenankan untuk menghampar setiap campuran aspal dalam Pekerjaan, Kontraktir disyaratkan untuk menunjukkan semua usulan agregat dan campuran yang memadai dengan membuat dan menguji campuran percobaan di laboratorium dan juga dengan penghamparan campuran percobaan yang dibuat diinstalasi pencampur aspal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengujian terdiri dari analisa saringan, berat jenis dan penyerapan air semua agregat. Pengujian pada campuran aspal percobaan akan meliputi penentuan Berat jenis Maksimum campuran aspal (AASHTO T209-90), pengujian sifat-sifa Marshall (SNI 06-2489-1990) dan kepadatan Membal (Refusal density) campuran rancangan (BS 598 part 104-1989). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Suatu gradasi agregat yang cocok diperoleh dari penentuan prosentasi yang memadai dari setiap fraksi agregat. Gradasi akhir harus jauh dari kurva Fuller. Jika campuran adalah HRS yang bergradasi halus (mendekati batas titik-titik kontrol atas), maka akan diperoleh Rongga dalam Agregat (VMA) yang lebih besar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pasir halus yang digabung dengan agregat pecah akan mempunyai bahan antara 2.36 mm dan 600 mikron yang sesedikit mungkin.  Bahan yang lolos ayakan 2.36 mm dan juga tertahan ayakan 600 mikron sebesar 20 % masih dapat diterima, akan lebih baik bila 10 – 15 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Campuran Aspal Beton (AC) dapat dibuat bergradasi halus (mendekati batas titik-titik control atas), tetapi akan sulit memperoleh Rongga dalam Agregat (VMA) yang disyaratkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Membuat Rumus Campuran Rancangan (Design Mix Formula) dengan cara rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal).  Perkirakan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus di bawah ini (hanya digunakan sebagai petunjuk) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pb = 0.035 (% CA) + 0.045 (% FA) + 0.18 (% Filler) + Konstanta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dimana : Pb = kadar aspal &lt;br /&gt;
CA = agregat kasar &lt;br /&gt;FA = agregat halus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nilai konstanta sekitar 0.5 – 1.0 untuk AC dan 2.0 – 3.0 untuk HRS. Buatlah benda uji dengan kadar aspal di atas, dibulatkan mendekati 0.5 %, dengan tiga kadar aspal di atas dan dua kadar aspal di bawah kadar aspal perkiraan awal yang sudah dibulatkan mendekati 0.5 % ini.(Contoh, jika rumus memberikan nilai 5.7%, dibulatkan menjadi 5.5%, buatlah benda uji dengan kadar aspal 5.5%, dengan 6%, 6.5%, dan 7%, dengan 4.5% dan 5%). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah perendaman diukur berat isi benda uji, stabilitas Marshall, kelelehan dan stabilitas sisa dan pada rongga udara 0 diukur kepadatanya. Selanjutnya diukur rongga dalam Agregat (VMA), rongga Terisi Aspal (VFB) dan Rongga dalam Campuran (VIM).  Gambarkan semua hasil tersebut dalam grafik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Buatlah benda uji tambahan dan dipadatkan sampai membal (refusal) dengan menggunakan prosedur PRD – BS 598 untuk empat kadar aspal (1 yang memberikan rongga dalam agregat di atas 6 %, 6 % dan 2 di bawah 6 %).  Ukur berat isi benda uji dan atau hitung kepadatan pada rongga udara nol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gambarkan batas-batas yang disyaratkan dalam grafik untuk setiap parameter dan tentukan rentang kadar aspal yang memenuhi semua ketentuan.  Gambarkan rentang ini dalam skala balok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Petunjuk Untuk Campuran Khusus &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Latasir (Sand Sheet) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Carilah sumber pasir yang memadai. Gunakan pasir yang mempunyai angularitas yang lebih besar agar dapat memberikan campuran yang lebih kuat dan lebih tahan terhadap deformasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lataston (HRS) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat kasar dan halus digunakan untuk semua campuran bergradasi senjang dengan komposisi 2 ukuran agregat kasar 2 ukuran agregat halus yang salah satunya adalah pasir bergradasi halus. Perhatikan ketentuan batas-batas bahan bergradasi senjang yaitu bahan yang lolos ayakan 2.36 mm tetapi tertahan ayakan 0.600 mm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Campuran Bergradasi Menerus (Aspal Beton) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jauhkanlah gradasi dari kurva Fuller dan kemudian arahkan gradasi memotong fraksi medium (2.36 mm) dan selanjutnya gerakkan gradasi kea rah bawah menjauhi kurva Fuller. Buatlah campuran dengan rongga dalam campuran pada kepadatan membal (refusal) sebesar 2.5 % untuk lalu lintas berat, 2 % untuk menengah dan 1 % untuk lalu lintas ringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;Tabel Sifat Campuran Bergradasi Menerus&lt;/span&gt;

&lt;div align="center"&gt;

&lt;!--[if !supportMisalignedColumns]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed; mso-yfti-tbllook: 480; width: 540px;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td colspan="3" rowspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Sifat-sifat Campuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td rowspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Latasir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Lataston&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Laston&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Kelas A &amp;amp; B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;WC &amp;amp; Base&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;WC &amp;amp; BC&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Base&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Penyerapan Kadar Aspal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1.7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1.7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1.7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Kadar aspal total (% berat total)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 228.9pt;" width="305"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Sebesar
  yang diperlukan untuk memenuhi semua ketentuan dalam Spesifikasi ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Jumlah tumbukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;50 x 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 x 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 x 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;112 x 2 &lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="6" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.9pt;" width="95"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Rongga dalam Campuran (%)&lt;sup&gt;(4)&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tidak
  digunakan untuk LL berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4.9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5.9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;gt; 0.5 juta ESA &amp;amp; &amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3.9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;6.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4.9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;lt; 0.5 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 127.75pt;" width="170"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 127.75pt;" width="170"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;6.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 101.15pt;" width="135"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="height: 23.4pt; mso-yfti-irow: 11;"&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Rongga dalam Agregat (VMA) (%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;18&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 23.4pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;16&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="6" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.9pt;" width="95"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Rongga terisi aspal (%)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tidak
  digunakan untuk LL berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;gt; 0.5 juta ESA &amp;amp; &amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;68&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;68&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;68&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 65.55pt;" width="87"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;lt; 0.5 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Stabilitas Marshall (kg)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;800&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;800&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1800 &lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;850&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Kelelehan (mm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3&lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" rowspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Marshall Quotient (kg/mm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="3" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 136.45pt;" width="182"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Stabilitas Marshall Sisa setelah perendaman selama 24
  jam pada 60°C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;75 %&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td rowspan="6" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 55.85pt;" width="74"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Rongga dalam campuran (%) pada &lt;sup&gt;(2)&lt;/sup&gt; Kepadatan
  membal (refusal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 80.6pt;" width="107"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;gt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="4" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tidak
  digunakan untuk LL berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 80.6pt;" width="107"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;gt; 0.5 juta ESA &amp;amp; &amp;lt; 1 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" rowspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 80.6pt;" width="107"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Lalu lintas (LL) &amp;lt; 0.5 juta ESA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Min.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 39.85pt;" valign="top" width="53"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Maks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63.75pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 64pt;" width="85"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.9pt;" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 44.25pt;" width="59"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -153.0pt -148.5pt -1.25in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
 &lt;tr height="0"&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="78"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="20"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="86"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="53"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="85"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="85"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="75"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="59"&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

Catatan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Modifikasi Marshall. Untuk menentukan kepadatan membal (refusal), penumbuk bergetar (vibratory hammer) disarankan untuk menghindari pecahnya butiran agregat dalam campuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk lalu lintas yang sangat lambat atau lajur padat, gunakan criteria ESA yang lebih tinggi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk lalu lintas berat, aspal beton harus dikontrol dengan lebih ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berat jenis efektif agregat akan dihitung berdasarkan pengujian Berat Jenis Maksimum Agregat (Gmm test, AASHTO T-209). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Percobaan campuran di instansi pencampur aspal dan penghamparan percobaan yang memenuhi ketentuan akan menjadikan rancangan campuran dapat disetujui sebagai Rumus Perbandingan Campuran (JMF). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Contoh campuran aspal dapat diambil dari instalasi pencampur aspal atau truk di AMP, dan dibawa ke laboratorium dalam kotak yang terbungkus rapi.  Benda uji Marshall dicetak dan dipadatkan pada temperature yang disyaratkan dan menggunakan jumlah penumbukan yang disyaratkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span color="windowtext" lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;Tabel &amp;nbsp;Toleransi Komposisi Campuran&lt;/span&gt;&lt;i style="font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;

&lt;!--[if !supportMisalignedColumns]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 0.45in; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
   &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Agregat
   Gabungan Lolos Ayakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
   &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Toleransi
   Komposisi Campuran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Sama
  atau lebih besar dari 2.36 mm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+
  5 % berat total agregat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2.36mm
  sampai No. 50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+
  3 % berat total agregat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No.
  100 dan tertahan No. 200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+
  2 % berat total agregat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No.
  200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: 63.8pt 92.15pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+
  1 % berat total agregat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Kadar Aspal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Toleransi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 249.6pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Kadar
  aspal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 180.25pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+ 0.3 %
  berat total campuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 250pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Temperatur Campuran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 179.85pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Toleransi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr&gt;
  &lt;td colspan="2" style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 250pt;" valign="top" width="333"&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Bahan AMP
  untuk penghamparan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 179.85pt;" valign="top" width="240"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;+ 10 °C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="margin: 0in; tab-stops: -148.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 11pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
 &lt;tr height="0"&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="296"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="1"&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style="border: none;" width="214"&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

Jika setiap bahan pokok memenuhi batas-batas yang diperoleh dari Rumus Perbandingan Campuran (JMF) dan toleransi yang diijinakn, tetapi menunjukkan perubahan yang konsisten dan sangat berarti atau perbedaan yang tidak dapat diterima atau jika sumber setiap bahan berubah, maka suatu Rumus Perbandingan Campuran (JMF) baru harus diserahkan dengan cara seperti yang disebut di atas biaya Kontraktor sendiri untuk disetujui, sebelum campuran aspal baru dihampar di lapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Batas – batas absolute yang ditentukan oleh Rumus Perbandingan Campuran maupun Toleransi yang diijinkan menunjukkan bahwa Kontraktor bekerja dalam batas – batas yang digariskan pada setiap saat. </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh63JXyQmsG04CIi6-bILAsXMpcsmxP52aX8lx2732ymjCcJxZsWdhK1JWm6SkeLoebupyF2t_sE2q9oKLhRu_PTYJaj9HMHJdoKp9f2Zw3a0VS_TJLGaxEqXJMTZzCpXhkQ2wrHWT9_xD2FAcD0Ws3osYttp5OtMJE4b_vXOjASgjFS9J5qnKluBiWsJg/s72-c/aspal.jpg" width="72"/></item><item><title>Metode Kerja Lapis Pondasi Agregat</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/metode-kerja-lapis-pondasi-agregat.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Thu, 30 Jan 2025 21:04:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-26920027021736274</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip9YQ5GB67OjN6huXrCeBWGKFXYBqpMKxX2-hucxhyphenhyphencWudJOQYlnmMMvZT0Y96-DrMTHLmvtpSzizmLPz6437MuQEF2Va_EYXU-VWOQtbArXlhyphenhyphenCTZ2unaVJWzsnEeBj-mcXHeW4uxBiIAbNCgYcKb3TcZ2BeGNCy0V3T1hQ5jlHJBJk4lblAS7nFYWMQ/s701/Pondasi%20Agregat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="metode kerja lapis pondasi agregat" border="0" data-original-height="304" data-original-width="701" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip9YQ5GB67OjN6huXrCeBWGKFXYBqpMKxX2-hucxhyphenhyphencWudJOQYlnmMMvZT0Y96-DrMTHLmvtpSzizmLPz6437MuQEF2Va_EYXU-VWOQtbArXlhyphenhyphenCTZ2unaVJWzsnEeBj-mcXHeW4uxBiIAbNCgYcKb3TcZ2BeGNCy0V3T1hQ5jlHJBJk4lblAS7nFYWMQ/s16000/Pondasi%20Agregat.jpg" title="Pemadatan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ulasan tentang cara pemasangan dan pemadatan lapis pondasi agregat, lapis resap pengikat dan lapis perekat, materal, peralatan dan pelaksanaan pekerjaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pemasangan dan pemadatan lapis pondasi agregat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat lapis Pondasi Agregat akan dipasang pada perkerasan atau bahu yang ada, semua kerusakan pada perkerasan atau bahu diperbaiki sesuai Spesifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat lapis Pondasi Agregat akan dipasang pada permukaan tanah dasar atau pondasi bawah yang ada atau yang baru disiapkan, lapisan harus selesai sepenuhnya, sesuai Spesifikasi, sesuai pada lokasi dan jenis lapisan yang terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada tempat yang telah disediakan untuk pekerjaan bahan Lapis Pondasi Agregat di atas,  disiapkan untuk sekurang-kurangnya 100 meter ke depan dari pemasangan lapis pondasi. Untuk perbaikan tempat-tempat yang kurang dari 100 m panjangnya, seluruh formasi itu harus disiapkan dan disetujui sebelum pondasi baru dipasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika lapis Pondasi Agregat dipasang langsung di atas perkerasan jalan aspal yang ada, maka penggarukan biasanya tak diperlukan atau diperkenankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapis Pondasi Agregat dibawa ke tempat pada bahan jalan sebagai campuran yang merata dan dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan.  Kelembaban dalam bahan  tersebar secara merata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap lapisan dihampar pada satu operasi pada tingkat yang merata yang akan menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan.  Bila lebih dari satu lapis akan dipasang, lapis-lapis tersebut diusahakan sama tebalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapis Pondasi Agregat dihampar dan dibentuk dengan salah satu metoda yang disetujui yang tidak menyebabkan segregasi dari partikel agregat kasar dan partikel agregat halus.  Material yang tersegregasi diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tebal minimum lapisan gembur yang untuk setiap lapisan konstruksi harus dua kali lipat ukuran terbesar agregat lapis pondasi sedangkan ketebalan maksimumnya tidak  melebihi 15 cm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadat yang cocok dan memadai, hingga kepadatan paling sedikit 100% dari kepadatan kering maksimum “modified” seperti yang ditentukan oleh ASHTO T 180, metoda D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mesin gilas beroda karet digunakan untuk pemadatan lapisan akhir, jika mesin gilas statik beroda baja dianggap mengakibatkan kerusakan atau degradasi berlebihan dari pondasi agregat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemadatan dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 1.5% kurang dari kadar air optimum sampai 1.5% di atas kadar air optimum, di mana kadar air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum “modified” yang ditentukan oleh AASHTO T 180, metoda D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Operasi penggilasan harus dimulai bergerak sedikit demi sedikit ke arah memanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Material sepanjang kerb, batu tepi, tembok dan pada tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas dipadatkan dengan timbris mekanis atau pemadat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah dari data pendukung pengujian untuk persetujuan awal dari bahan akan mencakup seluruh pengujian yang disyaratkan pada paling sedikit tiga contoh yang mewakili dari sumber bahan yang diusulkan yang dipilih untuk mewakili mutu rentang/sebaran dari bahan yang cenderung akan diperoleh dari sumber tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menyusul persetujuan mengenai mutu dari bahan Lapis Pondasi Agregat yang diusulkan, seluruh rentang pengujian bahan selanjutnya diulangi, dalam hal tampak perubahan dalam bahan atau dari sumbernya, atau dalam metoda produksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Suatu program pengujian pengendalian mutu bahan secara rutin dilaksanakan untuk mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke tempat pekerjaan.  Cakupan dari pengujian untuk setiap 1000 meter kubik bahan yang diproduksi paling sedikit  meliputi tidak kurang dari 5 pengujian indeks plastisitas, 5 pengujian gradasi partikel dan 1 penentuan kepadatan kering maksimum menggunakan AASHTO T 180, metoda D. Pengujian CBR dilakukan pada waktu-waktu tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kepadatan dan kadar air dari bahan yang dipadatkan secara rutin ditentukan, menggunakan AASHTO T 191.  Pengujian dilakukan sampai kedalaman menyeluruh dari lapis tersebut pada lokasi yang ditetapkan, tetapi tidak boleh berselang lebih dari 200 m. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Lapis Resap Pengikat dan Lapis Perekat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan pemasangan material aspal pada permukaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk penghamparan pelaburan Aspal atau Lapisan Campuran Aspal. Pada umunya Lapisan Resap Pengikat digunakan pada permukaan  bukan beraspal (misalnya lapisan pondasi agregat/batu pecahan), sedangkan lapisan perekat digunakan pada permukaan beraspal (seperti lapisan Penetrasi Macadam yang ada, Aspal beton, NACAS, ATB, HRS, Pelaburan Aspal dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standar untuk Rujukan : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;ASSHTO M 81-75 Aspal yang dilarutkan (cut-back Asphalt) - tipe yang pengeringannya cepat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASSHTO M 82-75 Aspal yang dilarutkan - tipe yang pengeringannya sedang &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M 140-70 Aspal emulsi (aspal yang diemulsi dengan air) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M 208-72 Aspal emulsi tipe Kationik &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO M 226-80 Viskositas Aspal Semen &lt;/li&gt;&lt;li&gt;AASHTO T 179-76 Pengaruh dari panas dan udara pada material aspal (pengujian lapisan tipis aspal dalam oven) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;B.S 3403 Tachometer Industri. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Lapisan Resap Pengikat dipasang hanya pada permukaan yang kering atau sedikit lembab, dan lapisan perekat dipasang hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Pemasangan Lapisan Resap Pengikat atau Lapisan Perekat tidak dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapisan yang telah selesai menutupi seluruh permukaan yang dilapis dan tampak merata, tanpa lokasi yang tidak tertutup atau beralur atau berlebihan aspalnya. Dalam hal Lapisan Perekat permukaan mempunyai daya lekat yang cukup pada waktu pengerjaan pelapisan ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal Lapisan Resap Pengikat, setelah pengeringan 4 hingga 6 jam, bahan pengikat telah meresap kedalam lapisan pondasi, meninggalkan sebagian bahan pengikat untuk menunjukkan bahwa pemukaannya berwarna hitam atau abu-abu tua yang merata dan tidak porous. Tekstur untuk permukaan lapisan pondasi agregat dibuat rapi dan tidak ada genangan atau lapisan tipis bahan pengikat. Bahan pengikat yang bercampur dengan agregat halus yang cukup tebal dikikis dengan pisau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perbaikan dari lapis resap pengikat dan lapisan perekat yang tidak memuaskan dan termasuk pembuangan bahan lebihan, penggunaan agregat penutup, atau pengerjaan pelapisan tambahan seperlunya.  Lubang kecil dari lapis resap ditutup dengan segera menurut yang disyaratkan dalam spesifikasi ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor menyediakan bahan-bahan berikut ini kepada Pemberi Tugas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(a) Lima liter contoh setiap bahan bitumen yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan dilengkapi sertifikat dari pabrik pembuatnya, diserahkan sebelum konstruksi dimulai. Sertifikat tersebut menjelaskan bahwa bahan pengikat memenuhi kentuan-ketentuan spesifikasi dan kelas yang sesuai untuk bahan pengikat untuk Lapisan Resap Pengikat atau Lapis Perekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(b) Disiapkan catatan yang memuaskan untuk sertifikat kalibrasi dari semua instrument dan meteran pengukur dan tongkat celup ukur untuk distributor aspal dan tanggal pelaksanaan kalibrasi tidak melebihi dua tahun sebelum pelaksanaan dimulai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(c) Contoh-contoh bahan dipakai pada setiap pekerjaan. Catatan-catatan harian untuk pekerjaan pelaburan yang telah dilakukan dan takaran-takaran pemakaian bahan memenuhi ketentuan dalam spesifikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memberi ketidak nyamanan yang minimum bagi lalu lintas dan membolehkan lalu lintas satu arah tanpa merusak pekerjaan yang sedang ditangani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan-permukaan dari struktur atau pepohonan atau harta benda di samping tempat-tempat kerja dilindungi dari kekotoran karena percikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tidak diperkenankan bahan bitumen dibuang sembarang misalnya ke selokan atau saluran air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor menyediakan dan tindakan pencegahan dan pengendalian kebakaran yang memadai dan juga pengadaan serta fasilitas pertolongan pertama pada tempat pemanasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian lalu lintas harus mematuhi Ketentuan Pengendalian terhadap Arus Lalu Lintas. Kontraktor bertanggung jawab terhadap akibat-akibat karena lalu lintas dibenarkan terlalu dini lewat di atas lapis resap pengikat atau lapis perekat yang baru dikerjakan, dan Kontraktor melarang lalu lintas semacam itu apabila perlu dengan menyediakan jalan alih atau melaksanakan pekerjaan setengah lebar jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Material &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan Aspal untuk Lapis Resap Pengikat dari jenis aspal Semen AC-10 (yang kurang lebih ekivalen Aspal Pen 80/100) atau jenis AC-20 (yang kurang lebih ekivalen dengan aspal Pen 60/70), mematuhi AASHTO M226-80, dicairkan dengan minyak tanah. Perbandingan pemakaian minyak tanah per 100 bagian aspal semen (80pph kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cutback hasil kilang jenis MC-30). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat penutup untuk lapis resap pengikat dari hasil penyaringan kerikil atau batu pecah, terbebas dari butiran-butiran lemah atau lunak, bahan kohesi atau bahan organik. Tidak kurang dari 98 % lolos saringan ASTM 9.5 mm dan tidak lebih dari 2 % harus lolos saringan ASTM No. 8 (2.36 mm). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan aspal untuk lapis perekat merupakan salah satu dari yang dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(a) Salah satu jenis aspal semen AC-20 yang memenuhi AASHTO M226-80, diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
(b) Aspal emulsi yang cepat waktu mengerasnya memenuhi ketentuan AASHTO M140 atau M208 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Peralatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peralatan yang digunakan oleh Kontraktor meliputi sebuah penyapu mekanis dan/atau penghembus mekanis, distributor aspal, peralatan untuk memanaskan bahan aspal dan peralatan yang sesuai untuk menyebarkan kelebihan bahan pengikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Distributor dipasang pada kendaraan beroda karet dan mematuhi semua peraturan keselamatan jalan. Beban pada roda bila dibebani penuh tidak boleh melampaui ketentuan yang dipersyaratkan pabrik pembuat ban pada saat operasi dengan kecepatan penuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sistim tanki bahan pengikat, pemanasan, pemompaan dan penyemprotan sesuai dengan rekomendasi keamanan dari Lembaga Perminyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alat penyemprot, didesain, diperlengkapi, dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga bahan aspal dengan panas yang merata dapat disemprotkan secara merata pada berbagai variasi lebar permukaan, pada takaran yang terkendali dalam batas 0.15 sampai 2.4 liter/meter persegi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Distributor dilengkapi dengan batang semprot yang mensirkulasikan aspal secara penuh yang dapat diatur kearah horisontal dan vertikal. Batang semprot terpasang dengan jumlah minimum 24 nosel, dipasang pada jarak yang sama. Pipa semprot tangan juga dipasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perlengkapan Distributor Aspal meliputi sebuah tachometer (pengukur kecepatan putaran), Meteran tekanan, satu tongkat celup yang telah dikalibrasi, sebuah termometer untuk mengukur temperatur isi tanki dan peralatan untuk mengukur kecepatan pada kecepatan lambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Toleransi ketelitian dan ketentuan-ketentuan jarum yang dipasang pada Aspal Distributor dengan batang semprot sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span color="windowtext" style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;Tabel Toleransi Peralatan Aspal Distributor&lt;/span&gt;

&lt;div align="center"&gt;

&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tachometer Pengukur kecepatan kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 195.6pt;" valign="top" width="261"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; 1.5% dari
  skala putaran penuh sesuai ketentuan-ketentuan BS 3403&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 1; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tachometer pengukur kecepatan putaran pompa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 195.6pt;" valign="top" width="261"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; 1.5% dari
  skala putaran penuh sesuai ketentuan-ketentuan BS 3403&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 2; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Pengukur suhu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 195.6pt;" valign="top" width="261"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;°&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;C, skala antara 0&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;°&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-250&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;°&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;C minimum
  garis tengah skala 70 mm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 163pt;" valign="top" width="217"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Pengukur Volume atau Tongkat Celup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 195.6pt;" valign="top" width="261"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: Symbol; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt; 2% dari
  total volume tanki, nilai maksimum garis skala Tongkat Celup 50 liter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

Distributor dilengkapi dengan Diagram Semprot dan Buku Petunjuk  Pelaksanaan yang disertakan pada alat semprot, dalam keadaan baik, setiap saat. Buku Petunjuk Pelaksanaan menunjukan bagan/diagram aliran pipa dan petunjuk-petunjuk untuk semua cara bekerja alat distributor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Diagram semprot memperlihatkan hubungan antara kecepatan dan jumlah takaran pemakaian aspal distributor yang digunakan juga harus menunjukan hubungan antara kecepatan pompa dan jumlah nosel yang digunakan yang berdasarkan pada keluaran aspal yang tetap pada nosel. Keluaran aspal pada nosel (liter/menit) dalam keadaan konstan dicatat pada diagram semprotan demikian pula untuk tekanan semprotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Diagram semprot juga memperlihatkan tinggi batang semprot dari permukaan jalan dan kedudukan sudut horisontal dari nosel semprot, hal ini untuk maksud menjamin adanya tumpang tindih semprotan sebanyak 3 lapis yang keluar dari nosel (yaitu lebar permukaan yang tertutup aspal oleh setiap nosel adalah tepat 3 kali jarak antara nosel-nosel). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor menyiapkan distributor lengkap dengan perlengkapannya dan operatornya untuk pengujian lapangan dan menyediakan assisten yang dibutuhkan tujuan tersebut. Setiap distributor yang tidak memuaskan bila dioperasikan sesuai persyaratan Diagram Takaran Semprot dan Buku Petunjuk Pelaksanaan atau tidak sesuai dengan persyaratan Spesifikasi dalam segala seginya, maka peralatan tersebut tidak dipekenankan untuk dioperasikan dalam pekerjaan. Setiap modifikasi atau penggantian distributor diuji sebelum digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyemprotan dalam arah melintang dari takaran pemakaian aspal yang dihasilkan oleh distributor diuji dengan cara melintaskan batang semprot diatas daerah pengujian selebar 25 cm x 25 cm yang ditutupi dengan lembaran serap yang bagian belakangnya tak tembus aspal, yang beratnya ditimbang sebelum dan sesudah disemprot. Perbedaan berat  dipakai dalam menentukan takaran rata-rata untuk setiap lembar  diukur melintang pada lebar penuh yang telah disemprot tidak boleh melampaui 15 % takaran rata-rata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketelitian yang dapat dicapai distributor terhadap suatu sasaran takaran pemakaian tertentu diuji dengan cara yang sama dengan pengujian distributor melintang di atas. Lintasan penyemprotan digunakan dan kendaraan dijalankan dengan kecepatan tetap sehingga dapat mencapai sasaran takaran pemakaian yang telah ditentukan lebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dengan minimum 5 penampang melintang yang berjarak sama harus dipasang 3 kertas hisap yang berjarak sama. Kertas hisap tidak boleh dipasang dalam jarak 0.5m dari sisi bagian semprot. Takaran pemakaian, yang diambil sebagai harga rata-rata dari semua kertas hisap tidak boleh berbeda lebih dari 5 % dari sasaran takaran. sebagai alternatif, takaran pemakaian rata-rata dapat dihitung dari pembacaan tongkat ukur yang telah dikalibrasi, dalam hal ini, untuk tujuan pengujian ini distributor aspal minimum berisi 70 % dari kapasitasnya untuk setiap satu pemakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pelaksanaan Pekerjaan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika pekerjaan lapisan resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan yang ada atau permukaan bahu semua kerusakan perkerasan atau bahu harus diperbaiki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika pekerjaan lapis resap pengikat dan lapis perekat akan dilaksanakan pada perkerasan jalan atau pemukaan bahu yang baru, perkerasan atau bahu itu harus telah selesai dikerjakan sepenuhnya sesuai dengan lokasi dan jenis permukaan baru itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan yang akan dilapis  dipelihara menurut standar-standar diatas sehingga pekerjaan pelapisan dilaksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum penyemprotan aspal dimulai, debu dan bahan kotoran lainnya disingkirkan terlebih dahulu dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau semprotan angin atau kombinasi kedua-duanya. Jika pemakaian alat ini tidak menghasilkan permukaan bersih yang rata maka bagian-bagian yang belum bersih dibersihkan lagi dengan sapu ijuk. Pembersihan dianjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang disemprot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tonjolan yang disebabkan oleh benda-benda asing lainnya disingkirkan dari permukaan memakai penggaruk baja atau dengan cara lain yang telah disetujui dan bagian yang telah digaruk tersebut dicuci dengan air dan disapu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pelaksanaan lapis resap pengikat diatas lapis pondasi agregat Kelas A, permukaan akhir yang telah disapu harus rata, rapat, bermosaik agregat kasar dan halus, permukaan yang hanya mengandung agregat halus tidak akan diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor melakukan percobaan lapangan untuk mendapatkan tingkat takaran yang tepat dan percobaan tersebut akan diulangi, tipe dari permukaan yang akan dilapis, atau jenis dari material aspal berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah pemanasan yang berlebihan dari yang dibutuhkan atau pemanasan yang berkelanjutan pada temperatur tinggi haruslah dihindari. Setiap material yang telah rusak akibat pemanasan berlebihan harus ditolak dan diganti atas biaya Kontraktor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panjang permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprot diukur dan ditandai di atas tanah. Kalau dipergunakan Lapis Resap Pengikat, batas-batas dari daerah yang akan disemprot ditandai dahulu memakai cat benang pembatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan Aspal yang disemprotkan merata di seluruh permukaan. Pemakaian Aspal secara merata sesuai jumlah takaran yang telah diperintahkan dilaksanakan memakai aspal distributor dengan batang semprot, pengecualian hanya dibenarkan kalau pemakaian aspal distributor tidak memungkinkan pada daerah yang kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alat penyemprot aspal dioperasikan sesuai diagram semprot yang telah disetujui. Kecepatan pompa, kecepatan kendaraan, ketinggian batang semprot dan penempatan nosel dipasang sesuai ketentuan diagram tersebut sebelum dan selama pelaksanaan penyemprotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila diperintahkan, bahwa penyemprotan aspal sekali jalan setengah atau lebih kecil setengah lebar dari permukaan yang akan diselesaikan maka dalam hal diperintahkan demikian, lebar bidang penyemprotam dilebihkan 20 cm sebagai bidang tumpang tindih sambungan sisi-sisi jalur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bidang sambungan memanjang ini dibiarkan terbuka dan hanya dapat diberi agregat penutup setelah penyemprotan sekali jalan pada jalur sebelahnya telah selesai dilaksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal yang sama, berlaku pula untuk pemakaian Lapis pengikat, yaitu lebar yang telah disemprot lebih besar dari pada lebar  yang ditetapkan pada tepi permukaan perkerasan atau tepi dari bahu jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alur yang dilindungi/ditutup dengan kertas semen atau bahan sejenisnya yang tidak porus kenyal dihampar pada daerah permulaan dan akhir dari permukaan yang akan diaspal. Aliran aspal ke nosel dimulai dan dihentikan pada saat memasuki batas pelindung, dengan demikian seluruh nosel bekerja dengan baik pada sepanjang bidang jalan yang akan dilapisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lebar kertas pelindung harus sedemikian rupa sehingga sasaran tersebut di atas dapat dicapai. Aspal distributor mulai bergerak tidak boleh kurang 5 meter di muka daerah yang disemprot dengan demikian kecepatan jelajahnya tepat sesuai ketentuan, bila batang semprot mencapai lembaran kertas dan kecepatan ini tetap dipertahankan sampai melalui titik akhir dari pemakaian bahan pengikat. Lembaran kertas segera disingkirkan dan dibuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Disiapkan cadangan aspal pengikat sebesar 10% dalam tanki aspal distributor untuk setiap selesai semprotan lari, hal ini dimaksudkan untuk mencegah udara yang terperangkap dalam sistem penyemprotan dan sebagai cadangan untuk pemakaian aspal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah pemakaian bahan pengikat (aspal) pada setiap semprotan lari segera diukur memakai meteran tongkat celup ke dalam tanki distributor dan dilaksanakan sebelum dan sesudah penyemprotan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Takaran pemakaian rata-rata bahan pengikat pada setiap lintasan penyemprotan dihitung sebagai volume bahan pengikat yang telah dipakai dibagi luas bidang yang disemprot. luas lintasan penyemprotan didefinisikan sebagai hasil kali panjang lintasan penyemprotan, jumlah nosel yang digunakan dan jarak antara nosel. Takaran pemakaian rata-rata nosel yang digunakan dan jarak antara nosel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Takaran pemakaian yang dicapai telah dihitung sebelum penyemprotan lari berikutnya dibuat dan apabila diperlukan diadakan penyesuaian maka dijamin bahwa pemakaian takaran sesuai apa yang telah diperintahkan harus dipertahankan pada penyemprotan-penyemprotan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyemprotan segera dihentikan jika ternyata ada ketidaksempurnaan peralatan semprot pada saat beroperasi dan penyemprotan ulangan sama sekali tidak diperkenankan sebelum diadakan pekerjaan perbaikan alat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah pelaksanaan penyemprotan bahan resap pengikat, setiap daerah yang tergenangi bahan pengikat yang berlebihan secara menerus didistribusi ulang melintang di atas permukaan yang telah disemprot. untuk tujuan ini boleh dipakai mesin giling roda karet, sikat ijuk atau alat penyapu karet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tempat-tempat yang menunjukkan adanya bahan pengikat yang berlebihan ditutup dengan agregat penutup seperti yang disyaratkan sebelum pemasangan lapis berikutnya. Dalam keadaan bagaimanapun, agregat penutup tidak boleh dipasang sebelum 4 jam setelah penyemprotan lapis resap pengikat.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip9YQ5GB67OjN6huXrCeBWGKFXYBqpMKxX2-hucxhyphenhyphencWudJOQYlnmMMvZT0Y96-DrMTHLmvtpSzizmLPz6437MuQEF2Va_EYXU-VWOQtbArXlhyphenhyphenCTZ2unaVJWzsnEeBj-mcXHeW4uxBiIAbNCgYcKb3TcZ2BeGNCy0V3T1hQ5jlHJBJk4lblAS7nFYWMQ/s72-c/Pondasi%20Agregat.jpg" width="72"/></item><item><title>Pekerjaan Sipil Untuk Permukaan Tanah Dasar dan Permukaan Jalan</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/pekerjaan-sipil-untuk-permukaan-tanah.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Wed, 29 Jan 2025 12:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-5330589623395818121</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7Qe-TMJcWmcP-eMQ0iWvZPJuV6R-IR4YepO5KvzVLr53lkeY4PGLYBO9_qWk9sG6zRVBw6uLJvtYguOfKvwNffPNdbUoL6hefqzlEFcn8JaukfnROMqXxkPVSK7B-YwU9HXverLJMrlDsHKWoF_VDkIS3iAySqO1aeTwZOQU7eBqhZY0umuq5N3ppnIg/s700/Permukaan%20Jalan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="permukaan tanah dasar atau permukaan jalan" border="0" data-original-height="315" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7Qe-TMJcWmcP-eMQ0iWvZPJuV6R-IR4YepO5KvzVLr53lkeY4PGLYBO9_qWk9sG6zRVBw6uLJvtYguOfKvwNffPNdbUoL6hefqzlEFcn8JaukfnROMqXxkPVSK7B-YwU9HXverLJMrlDsHKWoF_VDkIS3iAySqO1aeTwZOQU7eBqhZY0umuq5N3ppnIg/s16000/Permukaan%20Jalan.jpg" title="Permukaan Tanah Dasar" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Artikel ini berkaitan dengan pekerjaan sipil tentang pekerjaan permukaan tanah dasar dan permukaan jalan meliputi persiapan, lapis pondasi agregat dan material. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Persiapan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyiapan permukaan jalan termasuk juga dengan penyiapan permukaan tanah dasar dibawah base course, prosesnya meliputi galian minor atau penggaruan serta urugan kemudian dilanjutkan dengan pembentukan, pemadatan dan pengujian dari tanah dan memelihara permukaan yang disiapkan sampai material blast ditempatkan diatasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketinggian setelah pemadatan tidak lebih dari 1 cm lebih tinggi atau lebih rendah. Seluruh permukaan akhir cukup rata serta memiliki kelandaian cukup agar menjamin aliran bebas air permukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan dibawah elevasi tanah dasar atau permukaan jalan seperti gorong – gorong, tembok kepala dan urugan kembali di atasnya yang telah dipadatkan, telah selesai lebih dulu sebelum pekerjaan selanjutnya dimulai pada tanah dasar atau permukaan jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berlaku juga pada pekerjaan drainase sudah kondisi operasional sehingga menjamin drainase yang efectif supaya mencegah kerusakan tanah dasar atau permukaan jalan oleh air permukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika dipersiapkan terlalu awal dalam hubungan dengan pemasangan material blast, kemungkinan permukaan tanah dasar dapat rusak. Maka jumlah pekerjaan penyiapan tanah dasar yang tidak tertutup dibatasi pada suatu saat hanya untuk daerah yang terbatas yang dapat dipelihara dengan peralatan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kondisi tanah dasar yang tidak tertutup tidak boleh dibiarkan terbuka lebih dari 5 jam karena dari karakteristik tanah dasar ini memiliki potensial mengembang (swelling) besar dan mineralnya mengandung montmorilonite akan cepat rusak jika dibiarkan terlalu lama terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketentuan yang berhubungan dengan perbaikan dari Galian dan Urugan yang tidak memuaskan, juga berlaku pada seluruh pekerjaan Penyiapan Permukaan Tanah  Dasar, bahkan untuk daerah yang tidak memerlukan pekerjaan galian atau Urugan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanah dasar bisa dibentuk pada Urugan Biasa, Urugan Pilihan, Pondasi Agregat atau Drainase Porous atau benda tanah asli pada daerah pemotongan.  Bahan yang digunakan dalam masing-masing hal haruslah sesuai dengan sifat bahan yang disyaratkan untuk bahan yang dipasang sebagai pembentukan tanah dasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan galian untuk membentuk tanah dasar dilaksanakan sesuai dengan Spesifikasi Galian dan seluruh urugan dipasang sesuai dengan Spesifikasi Urugan. Tanah dasar  dipadatkan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan pemadatan serta jaminan mutu tanah dasar hdiberikan sesuai dengan Spesifikasi urugan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Lapis Pondasi Agregat &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan pelapisan pondasi agregat meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan dan pemadatan agregat (batu pecah) yang telah digradasi di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima sesuai dengan perincian yang ditunjukkan dalam Gambar dan memelihara lapis pondasi yang telah selesai sesuai dengan yang disyaratkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemrosesan pekerjaan tambahannya meliputi pemecahan, pengayakan, pemisahan, pencampuran dan operasi lain untuk menghasilkan suatu bahan yang memenuhi persyaratan dari Spesifikasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Toleransi dimensi permukaan lapis akhir  sesuai dengan Tabel Toleransi Dimensi   dibawah ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span color="windowtext" style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;Tabel &lt;/span&gt;&lt;span color="windowtext" style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span color="windowtext" style="font-size: 20pt; text-align: center;"&gt;Toleransi Dimensi&lt;/span&gt;

&lt;div align="right"&gt;

&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style="break-inside: avoid; height: 8.5pt; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: none; border: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-right-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 183.9pt;" width="245"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Material
  dan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Lapisan
  Pondasi Agregat&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: none; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-right-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 134.65pt;" width="180"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Toleransi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Tinggi
  Permukaan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; height: 8.5pt; mso-yfti-irow: 1; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 183.9pt;" width="245"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Agregat Kelas B digunakan sebagai Lapis Pondasi Bawah
  (Permukaan atas dari Lapis Pondasi Bawah saja)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 134.65pt;" width="180"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+ 0 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;- 2 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; height: 8.5pt; mso-yfti-irow: 2; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 183.9pt;" width="245"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Permukaan-permukaan
  agregat Kelas A untuk Lapis Resap Pengikat atau Pelaburan (Perkerasan atau
  Bahu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 134.65pt;" width="180"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;+ 1 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;- 1 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; height: 8.5pt; mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 183.9pt;" width="245"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Bahu tanpa penutup
  dari agregat kelas B (Lapisan atas saja)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 8.5pt; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 134.65pt;" width="180"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt 63.8pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;memenuhi
  yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

Permukaan setiap lapis pondasi agregat dari semua konstrusi dibuat rata agar dapat menampung air dan semua punggung permukaan-permukaan itu harus sesuai yang tercantum di Gambar Rencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketebalan total minimal untuk lapis Pondasi Agregat tidak boleh kurang dari tebal 1 cm dan ketebalan total minimum lapis Pondasi Agregat Kelas A tidak boleh kurang dari tebal yang disyaratkan kurang 1 cm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan lapis Pondasi Agregat kelas A untuk lapisan resap pengikat atau pelaburan permukaan, jika semua bahan yang terlepas dibuang dengan penyikat keras, deviasi maksimum yang diijinkan untuk kerataan permukaan adalah 1 cm dengan mistar penyipat berukuran 3 meter, diletakkan paralel atau melintang as jalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standar Rujukan (AASHTO) &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;T 89 - 68 Penentuan Batas Cair dari Tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 90 - 70 Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas Tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 96 - 74 Ketahanan terhadap Abrasi dari Agregat kecil dengan kecil dengan menggunakan mesin Los Angeles &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 112 – 78 Bongkahan lempung dan partikel yang dapat hancur &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kontraktor yang mengerjakan wajib menyerahkan kepada Pemberi Tugas hal-hal berikut paling sedikit 21 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan yang pertama kalinya dari material yang diusulkan untuk digunakan sebagai lapis Pondasi Agregat: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;2 contoh masing-masing 50 kg dari bahan, satu ditahan oleh Pemberi Tugas sebagai rujukan selama masa kontrak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernyataan perihal asal dan komposisi dari bahan yang diusulkan, bersama hasil pengujian laboratorium yang membuktikan bahwa sifat bahan yang ditentukan terpenuhi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil tertulis dari pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam spesifikasi ini. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil tertulis dari pengujian pengukuran permukaan dan data survei yang memeriksa bahwa toleransi yang disyaratkan dipenuhi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pada saat turun hujan, lapis Pondasi Agregat tidak boleh dipasang, dihampar atau dipadatkan dan setelah hujan pemadatan tidak boleh dilakukan atau bila kadar air dari bahan tidak berada dalam rentang yang ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika kondisi tempat dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak masuk toleransi yang disyaratkan atau yang permukaannya berkembang menjadi tidak rata baik selama konstruksi atau setelah konstruksi maka dilakukan perbaikan dengan cara menggaru permukaan dan membuang atau menambah bahan yang selanjutnya dibentuk dan dipadatkan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapis Pondasi Agregat yang terlalu kering untuk pemadatan dalam hal batas kadar airnya, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan dengan penyiraman sejumlah air yang cukup dan mencampurnya dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika lapis Pondasi Agregat yang terlalu basah untuk pemadatan seperti yang ditetapkan dalam batas kadar air yang disyaratkan maka diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan dengan pengerjaan berulang-ulang. Cara lain bila pengeringan yang memadai tidak dapat diperoleh dengan cara tersebut di atas, bahan tersebut dibuang dan diganti seperti bahan kering yang memenuhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perbaikan dari Lapis Pondasi Agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat bahan yang dibutuhkan dalam Spesifikasi ini dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan yang dilanjutkan oleh pengaturan kadar air dan pemadatan kembali, pemindahan dan penggantian bahan, atau menambah tebal bahan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai yang diakibatkan oleh pengujian kepadatan atau yang lainnya harus segera diurug kembali dengan bahan Lapis Pondasi Agregat dan dipadatkan sehingga persyaratan kepadatan dan toleransi permukaan memenuhi Spesifikasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Material &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Terdapat 2 mutu lapis Pondasi Agregat yaitu kelas A dan kelas B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kelas A: mutu lapis pondasi untuk permukaan di bawah lapisan bitumen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kelas B: untuk lapis Pondasi Bawah dan boleh digunakan untuk bahu tanpa penutup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat kasar yang tertahan pada ayakan 4.75 mm terdiri dari partikel yang keras, awet atau pecahan dari padas atau pecahan dari kerikil. Bahan yang pecah jika berulang-ulang dibasahi dan dikeringkan tidak boleh digunakan. Jiak ingin digunakan untuk lapis pondasi aggregate kelas A, maka untuk agregat kasar yang berasal dari kerikil, tidak kurang dari 100% berat agregat kasar ini mempunyai paling sedikit 1 bidang pecah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat halus yang lolos ayakan 4.75 mm terdiri dari partikel pasir pecah serta bahan mineral halus lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh Lapis Pondasi Agregat bebas dari benda-benda organis dan gumpalan lempung atau benda yang tidak berguna lainnya dan memenuhi kebutuhan gradasi yang diberikan dalam Tabel Ukuran Ayakan dibawah ini setelah pemadatan dan (menggunakan pengujian pengayakan basah) dan sifat yang diberikan dalam Tabel Sifat Materi Ayakan dibawah ini&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span color="rgba(0, 0, 0, 0)" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;"&gt;Tabel Ukuran Ayakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="color: windowtext; font-size: 20pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;

&lt;div align="center"&gt;

&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480; width: 378px;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 134.7pt;" valign="top" width="180"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Ukuran Ayakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td colspan="2" style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.8pt;" valign="top" width="198"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;% Berat Yang Lolos&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
  &lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;ASTM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;(mm)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;11/2”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;37.5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;88 – 95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;1”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;25.0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;79 – 85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;70 – 85&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;3/8”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;9.50&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;44 – 58&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;30 – 65&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 6;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;4.75&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;29 – 44&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;25 – 55&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 7;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2.00&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;17 – 30&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;15 – 40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 8;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 40&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.425&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;7 – 17&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;8 – 20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 9; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 78pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;No. 200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0.075&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 70.85pt;" valign="top" width="94"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2 – 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 77.95pt;" valign="top" width="104"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;2 – 8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;/div&gt;

&lt;p class="MsoListParagraph" style="margin-bottom: 0in; margin-left: .75in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in 0.75in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align="center" class="MsoCaption" style="break-after: avoid; line-height: 115%; margin-bottom: 0in; page-break-after: avoid; text-align: center;"&gt;&lt;span color="windowtext" lang="IN" style="font-size: 20pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Tabel &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sifat Material Ayakan&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse; margin-left: 62.1pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-table-layout-alt: fixed;"&gt;
 &lt;thead&gt;
  &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; page-break-inside: avoid;"&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
   &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Sifat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
   &lt;td style="background: rgb(234, 241, 221); border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: black; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-color-alt: windowtext;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
   &lt;/td&gt;
  &lt;/tr&gt;
 &lt;/thead&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 1; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Abrasi dari agregat kasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;(AASHTO T96 - 74)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 40%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 40%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 2; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Indeks Plastisitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;(AASHTO T90 - 70)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 3; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Hasil kali Indeks Plastisitas dengan %tase
  lolos 75 micron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;25 maks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 4; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Batas cair (AASHTO T89-68)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 – 35&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 5; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Bagian yang lunak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;(AASHTO T112 - 78)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 - 5%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;0 – 5%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="break-inside: avoid; mso-yfti-irow: 6; mso-yfti-lastrow: yes; page-break-inside: avoid;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 148.85pt;" valign="top" width="198"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;CBR (AASHTO T193)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 49.6pt;" valign="top" width="66"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;90 min&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .75pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .75pt; padding: 0in 5.4pt; width: 56.7pt;" valign="top" width="76"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; tab-stops: 14.2pt 35.45pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;70 min&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

Pencampuran material untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan dikerjakan di unit pemecah atau di unit pencampur yang disetujui, menggunakan pengumpan mekanis yang telah dikalibrasi dengan aliran menerus dari komponen campuran dengan proporsi yang benar.  Dalam kondisi apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7Qe-TMJcWmcP-eMQ0iWvZPJuV6R-IR4YepO5KvzVLr53lkeY4PGLYBO9_qWk9sG6zRVBw6uLJvtYguOfKvwNffPNdbUoL6hefqzlEFcn8JaukfnROMqXxkPVSK7B-YwU9HXverLJMrlDsHKWoF_VDkIS3iAySqO1aeTwZOQU7eBqhZY0umuq5N3ppnIg/s72-c/Permukaan%20Jalan.jpg" width="72"/></item><item><title>Pengurugan Tanah: Pengambilan, Pengangkutan, Penghamparan dan Pemadatan Tanah</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/pengurugan-tanah-pengambilan.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Tue, 28 Jan 2025 14:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8888701599948587071</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8m9l9uo0hCTx5DBmm0t91LMW89ldH2B59mdYgdMuTy3qkQD3IvUnv7jDKxTNtHPNwdRFTtwtBkkzQzt7I_Xblk-wMdkFD2f9Vce_6aivNstnaAJbZM4s2QpL_dfZK3xi-evYauH-3KDzTLcu2eTidJBoni_0drT-EOhL060cXChpa-tuVVu9bJfXZL_I/s700/0_urugan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="metode kerja pengurugan tanah" border="0" data-original-height="314" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8m9l9uo0hCTx5DBmm0t91LMW89ldH2B59mdYgdMuTy3qkQD3IvUnv7jDKxTNtHPNwdRFTtwtBkkzQzt7I_Xblk-wMdkFD2f9Vce_6aivNstnaAJbZM4s2QpL_dfZK3xi-evYauH-3KDzTLcu2eTidJBoni_0drT-EOhL060cXChpa-tuVVu9bJfXZL_I/s16000/0_urugan.jpg" title="Urugan" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Metode kerja pengurugan tanah dari pengambilan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir untuk konstruksi urugan, urugan kembali galian atau galian pipa atau galian struktur dan untuk urugan umum dalam membuat bentuk dimensi timbunan antara lain ketinggian yang sesuai dengan persyaratan atau penampang melintangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan dan ketinggian akhir setelah pemadatan tidak lebih dari tinggi atau lebih rendah 2 cm dari ketentuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh permukaan akhir urugan terbuka dibuat cukup rata dan memiliki kelandaian yang cukup menjamin aliran yang bebas dari air permukaan. Permukaan akhir lereng timbunan tidak bervariasi lebih dari 10 cm dari profil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan tidak boleh dipasang dalam lapisan lebih dari 20 cm tebal padat juga tidak dalam lapis kurang dari 10 cm tebal padat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standard Rujukan (AASHTO) &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;T 88  -  78                Analisa ukuran butir tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 89  -  68                Penetapan batas cair tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 90  -  70                Penetapan batas plastis dan indeks plastis tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 99  -  74                Hubungan antara kelembaban dan kepadatan tanah                                         menggunakan palu 2.5kg dan 305 mm tinggi jatuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 145 -  73              Klasifikasi dari tanah dan campuran tanah dan agregat                                     untuk keperluan konstruksi jalan raya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 180 -  74              Hubungan antara kelembaban dan kepadatan tanah                                        menggunakan palu 4.54 kg dan 457 mm tinggi jatuh. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 191 -  61              Kepadatan tanah ditempat dengan metode kerucut pasir &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 193 -  72              “The California Bearing Ratio”. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;T 258 -  78              Penetapan tanah yang mengembang dan tindakan perbaikan  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Urugan akhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang disyaratkan atau toleransi permukaan yang disyaratkan harus diperbaiki dengan menggaru permukaan dan membuang atau menambah material sebagaimana diperlukan yang dilanjutkan dengan pembentukan dan pemadatan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan yang terlalu kering untuk pemadatan, dalam hal kadar airnya kurang memenuhi persyaratan maka diperbaiki dengan mengurug material, disusul penyiraman air secukupnya dan dicampur menggunakan “motor grader” atau peralatan lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan yang terlalu basah untuk pemadatan, dimana kadar airnya melebihi kadar air yang disyaratkan harus diperbaiki ulang dengan mengurug material, disusul penggunaan motor grader berulang-ulang atau oleh alat lainnya dengan selang waktu istirahat ketika penanganan, dalam cuaca yang kering. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cara lain, atau jika pengeringan tidak dapat dicapai yaitu dengan cara mengaduk atau membiarkan bahan gembur tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan yang menjadi jenuh akibat hujan atau banjir atau karena hal lain setelah dipadatkan biasanya tidak memerlukan pekerjaan perbaikan asal sifat material dan kerataan permukaan masih memenuhi persyaratan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perbaikan dari urugan yang tidak memenuhi kepadatan atau persyaratan sifat material meliputi tambahan pemadatan, penggaruan yang disusul dengan pengaturan kadar air dan pemadatan kembali, atau pembuangan dan penggantian material. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gunakan plastik penutup untuk menjaga kadar air bahan yang sudah dipadatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh lubang pada pekerjaan akhir yang dibuat dengan pengujian kepadatan atau lainnya diurug kembali secepatnya dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan dan toleransi permukaan yang disyaratkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan tidak boleh dipasang, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan dan pemadatan tidak boleh dilaksanakan setelah hujan atau lainnya bila kadar air mineral di luar rentang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan yang diklasifikasikan sebagai urugan biasa terdiri dari galian tanah atau padas yang memenuhi syarat untuk digunakan dalam pekerjaan permanen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan yang dipilih sebaiknya tidak termasuk tanah yang plastisitasnya tinggi, yang diklasifikasikan sebagai A-7-6 dari persyaratan AASHTO M 145 atau sebagai contoh dalam sistem klasifikasi “Unified atau Casagrande”.  Bila penggunaan tanah yang plastisitasnya tinggi tidak dapat dihindarkan, bahan tersebut digunakan hanya pada bagian dasar dari urugan atau pada urugan kembali yang tidak memerlukan daya dukung yang tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanah plastis seperti itu tidak boleh digunakan sama sekali pada lapisan 30 cm di bawah bagian dasar perkerasan atau bahu jalan atau tanah dasar bahu jalan.  Sebagai tambahan, urugan dalam zone ini harus, bila diuji dengan AASHTO T 193, memiliki harga CBR yang tidak kurang dari 2% CBR Soaked, dipadatkan 90% dari kepadatan kering maksimum seperti yang ditetapkan oleh AASHTO T 99. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanah yang pengembangannya tinggi (retakan) yang memiliki nilai aktif lebih besar dari 1.25, atau sederajat pengembangan yang diklasifikasikan oleh AASHTO T 258 sebagai “sangat tinggi“ atau “luar biasa tinggi , tidak boleh digunakan sebagai bahan urugan. Nilai aktif harus diukur sebagai perbandingan antara Indeks Plastisitas (PI) - (AASHTO T 90) dan presentase ukuran lempung (AASHTO T 88). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan hanya boleh diklasifikasikan sebagai “Urugan Pilihan“ bila digunakan pada lokasi atau untuk maksud dimana urugan telah ditentukan. Seluruh urugan lain yang digunakan harus dipandang sebagai urugan biasa (atau drainase porous bila ditentukan atau disetujui sebagai hal tersebut). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan yang diklasifikasikan sebagai urugan pilihan harus terdiri dari bahan campuran pasir dan blast yang memenuhi persyaratan untuk urugan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat tertentu tergantung dari maksud penggunaannya.  Dalam segala hal seluruh urugan pilihan harus, bila diuji sesuai dengan AASHTO T 193, memiliki CBR paling sedikit 4% setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai 95% kepadatan kering maksimum sesuai dengan AASHTO T 99. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila digunakan dalam keadaan dimana pemadatan dalam keadaan jenuh atau banjir tidak dapat dihindari, urugan pilihan haruslah campuran pasir dan blast atau bahan berbutir bersih lainnya dengan  Indeks Plastisitas maksimum 6%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tipe dari bahan yang dipilih akan tergantung pada kecuraman dari lereng yang akan dibangun atau dibuang atau pada tekanan yang akan dipikul serta swelling pressure lapisan di bawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum pemasangan urugan pada suatu tempat, seluruh bahan yang tidak memenuhi telah dibuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila tinggi dari urugan satu meter atau kurang, dasar pondasi dari urugan harus dipadatkan benar-benar (termasuk penggaruan dan pengeringan atau pembasahan bila diperlukan) sehingga 15 cm bagian atas memenuhi persyaratan kepadatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila urugan akan dibangun pada tepi bukit atau ditempatkan pada timbunan yang ada atau yang baru, maka lereng yang ada harus digali untuk membentuk teras dengan lebar cukup untuk memungkinkan pemadatan dengan peralatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan dibawa kepermukaan yang telah disiapkan dan disebar merata dalam lapis yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal lapisan yang disyaratkan.  Jika lebih dari satu lapis akan dipasang, lapis-lapis tersebut sedapat mungkin harus sama tebalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan tanah umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber material ke tempat permukaan yang telah dipersiapkan sewaktu cuaca kering dan disebar.  Penimbunan stok tanah urug tidak diperbolehkan terutama selama musim hujan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam penempatan urugan diatas atau terhadap selimut pasir atau drainase porous, diperhatikan agar tidak terjadi pencampuran dua bahan tersebut.  Dalam hal pembentukan drainase vertikal, pemisah yang jelas diberikan antara kedua bahan  dapat dijamin oleh penggunaan acuan sementara dari pelat baja tipis yang sedikit demi sedikit ditarik sewaktu pengisian urugan dan drainase porous dilaksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan kembali di atas pipa dan di belakang struktur harus dilaksanakan secara sistematis dan secepat mungkin menyusul pemasangan pipa atau struktur. Sebelum pengurugan setidaknya diberikan waktu 8 jam setelah pemberian adukan pada sambungan-sambungan pipa atau pengecoran struktur beton dengan gaya berat, pasangan batu atau pasangan batu dengan adukan.  Perioda 14 hari harus diberikan sebelum pengurugan disekitar struktur penahan tanah dari beton, pasangan batu atau pasangan batu dengan adukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila timbunan akan diperlebar, lereng dari timbunan yang ada harus disiapkan dengan membuang seluruh tetumbuhan permukaan dan dibuat bertangga sehingga urugan yang baru terkunci kepada timbunan yang lama.  Selanjutnya urugan yang diperlebar harus dibangun secara horizontal sampai dengan ketinggian tanah dasar, yang selanjutnya harus ditutup secepat mungkin dengan lapis pondasi bawah setinggi permukaan jalan yang ada sehingga bagian yang diperlebar dapat digunakan oleh lalu lintas secepatnya, yang memungkinkan pembangunan dilanjutkan ke sisi jalan lainnya jika diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Langsung setelah pemasangan dan penghamparan urugan, masing-masing lapis  dipadatkan benar-benar dengan peralatan pemadat yang memadai hingga mencapai kepadatan yang ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemadatan dari urugan tanah dilaksanakan hanya bila kadar air dari material berada dalam rentang kurang dari 3% sampai lebih dari 1% dari kadar air optimum. Kadar optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum yang diperoleh bila  tanah dipadatkan sesuai ASTM D (modified proctor) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Masing-masing lapis dari urugan yang dipasang harus dipadatkan seperti yang ditentukan, diuji untuk kepadatan sebelum lapis berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Timbunan dipadatkan mulai dari tepi luar dan berlanjut kearah sumbu jalan sedemikian sehingga masing-masing bagian menerima jumlah usaha pemadatan sama.  Bilamana mungkin, lalu lintas alat konstruksi dilewatkan di atas urugan dan arahnya terus berubah-ubah untuk menyebarkan usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila bahan urugan akan dipasang pada kedua sisi dari pipa atau saluran beton atau struktur, maka operasi dilakukan agar urugan selalu kira-kira sama tingginya pada kedua sisi struktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila bahan urugan dapat ditimbun pada satu sisi dari tembok kepala atau tembok sayap, pilar, tembok penahan atau tembok kepala gorong-gorong, harus diperhatikan agar tepat bersebelahan dengan struktur jangan dipadatkan sedemikian sehingga menyebabkan bergesernya struktur atau timbul tekanan yang berlebihan pada struktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan disebelah ujung dari jembatan tidak boleh ditempatkan lebih tinggi dari dasar dinding belakang sampai struktur jembatan atas telah dipasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Urugan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas konstruksi, dipasang dalam lapisan horizontal yang tidak lebih 15 cm tebal gembur secara menyeluruh, dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) minimum seberat 10 kg.  Harus diperhatikan secara khusus untuk menjamin pemadatan yang memuaskan dibawah ini dan di tepi pipa untuk mencegah rongga dan untuk menjamin pipa betul-betul terdukung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah dari data pendukung hasil uji yang diperlukan untuk persetujuan awal dari mutu bahan akan ditertapkan oleh Pemberi Tugas, tetapi akan mencakup seluruh pengujian yang dipersyaratkan pada paling sedikit tiga contoh yang mewakili dari sumber bahan yang diusulkan, yang dipilih mewakili rentangan mutu yang cenderung dijumpai dari sumber. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menyusul persetujuan dari mutu bahan urugan yang diusulkan, pengujian mutu bahan selanjutnya akan diulangi dalam hal diamati perubahan dalam bahan atau dalam sumbernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Program untuk pengendalian pengujian bahan secara rutin akan dilakukan untuk mengendalikan perubahan yang ada dalam bahan yang dibawa ke tempat kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapis tanah yang lebih dalam 30cm dibawah elevasi tanah dasar dipadatkan sampai 95% dari kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai ASTM D.1557-1991  Untuk tanah yang mengandung lebih dari 10% bahan yang tertahan pada saringan 3/4 inci, kepadatan kering maksimum yang diperoleh harus diadakan koreksi untuk bahan yang terlalu besar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapisan pada kedalaman 30 cm atau kurang dari elevasi tanah dasar dipadatkan sampai 100% dari kepadatan kering maksimum yang ditetapkan sesuai dengan ASTM D.1557-1991. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengujian kepadatan dilakukan pada masing-masing lapis dari urugan yang dipadatkan sesuai dengan ASTM D.1557-1991 dan jika hasil dari suatu pengujian menunjukkan kepadatan kurang dari yang disyaratkan maka kontraktor harus memperbaiki pekerjaannya.  Pengujian dilakukan sampai kedalaman dari lapisan tersebut pada lokasi yang telah ditetapkan, tetapi harus tidak berselang lebih dari 200 m.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk urugan kembali di sekitar struktur, atau pada galian gorong-gorong, paling sedikit harus dilaksanakan satu pengujian untuk satu lapis urugan yang dipasang.  Dalam timbunan paling sedikit satu pengujian harus dilakukan dalam setiap 1000 meter kubik urugan yang dipasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemasangan urugan batu dan pemadatannya dilaksanakan dengan menggunakan grid rollers atau vibratory compactor atau crawler tractor yang beratnya minimum 20 ton, atau peralatan berat lainnya yang serupa. Pemadatan dilaksanakan dalam arah memanjang sepanjang timbunan, dimulai pada tepi luar dan bergerak ke arah sumbu, dan dilanjutkan sampai tidak ada gerakan yang tampak dibawah peralatan berat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Masing-masing lapis terdiri dari pasir dan blast yang cukup baik gradasinya dan seluruh rongga pada permukaan diisi dengan pecahan-pecahan sebelum lapis berikutnya ditempatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Percobaan lapangan dilakukan dengan jumlah lintasan peralatan pemadat dan kadar air diubah-ubah sehingga kepadatan yang disyaratkan tercapai.  Hasil dari percobaan lapangan ini selanjutnya digunakan untuk menetapkan jumlah lintasan, tipe dari peralatan pemadat dan kadar air dari pemadatan tersebut </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8m9l9uo0hCTx5DBmm0t91LMW89ldH2B59mdYgdMuTy3qkQD3IvUnv7jDKxTNtHPNwdRFTtwtBkkzQzt7I_Xblk-wMdkFD2f9Vce_6aivNstnaAJbZM4s2QpL_dfZK3xi-evYauH-3KDzTLcu2eTidJBoni_0drT-EOhL060cXChpa-tuVVu9bJfXZL_I/s72-c/0_urugan.jpg" width="72"/></item><item><title>Metode Kerja Penggalian Tanah</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/metode-kerja-penggalian-tanah.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Tue, 28 Jan 2025 10:41:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-3000550213111416325</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5IU-wCIHKs_FzyPe3FeSfdFaNlv28NHR0cC1mKBvfKoUdgCOgThgBZVh0psp6oKXEkCMUNnH1ZPJ6PaB7HK2zjxrGsc-BS6p8Ch2445oehr53aMcwQmWXWF0TWYwsqSWX0qP8IdW2wIoAtQnPvb2tfYpLeXdvg-fUjchanRt9MjPQuOTCMSbawqhYuo/s700/0_Galian.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="metode kerja galian tanah" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5IU-wCIHKs_FzyPe3FeSfdFaNlv28NHR0cC1mKBvfKoUdgCOgThgBZVh0psp6oKXEkCMUNnH1ZPJ6PaB7HK2zjxrGsc-BS6p8Ch2445oehr53aMcwQmWXWF0TWYwsqSWX0qP8IdW2wIoAtQnPvb2tfYpLeXdvg-fUjchanRt9MjPQuOTCMSbawqhYuo/s16000/0_Galian.jpg" title="Galian" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Metode kerja penggalian tanah mencakup penggalian, penanganan, pembuangan dan pembuatan stok dari tanah atau material lain dari badan jalan atau sekitarnya untuk penyelesaian memuaskan dari pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini umumnya pada selokan dan saluran air, pembuatan formasi dari galian atau pondasi pipa, gorong – gorong, saluran atau struktur lainnya, pembuangan material tidak terpakai atau humus, untuk pekerjaan stabilisasi dan pembersihan longsoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan galian konstruksi atau pembuangan material sisa dan pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garus, ketinggian dan penampang melintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kelandaian akhir, arah formasi sesudah galian tidak boleh lebih dari 2 cm pada setiap titik, dan 1 cm pada setiap titik galian bahan perkerasan lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan galian tanah maupun batu yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan cukup rata dan memiliki kemiringan untuk menjamin drainase bebas dari permukaan itu tanpa terjadi genangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selama masa pekerjaan galain, suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan di sekitarnya, struktur atau mesin harus dipertahankan sepanjang waktu. Jika tepi permukaan tidak dilindungi maka dikhawatirkan akan tidak stabil dan longsor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peralatan berat untuk pemindahan tanah, pemadatan atau keperluan lainnya tidak boleh diiizinkan atau beroperasi lebih dekat dari 1.5 m dari tepi galian atau galian pondasi, terkecuali bila pipa atau struktur lainnya telah dipasang dan ditutup paling sedikit 60 cm urugan yang telah padat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh galian terbuka diberi penghalang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu jalan ditambah rambu malam hari dengan drum dicat putih dan merah atau lampu kuning &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan galian terbuka dipelihara dalam kondisi baik mempertimbangkan akibat dari pengeringan, pembasahan akibat hujan dan ganguan dari operasi pekerjaan berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Galian terbuka pada suatu operasi terutama untuk pondasi jalan atau rencana lereng tidak boleh dibiarkan terbuka lebih dari 5 jam.  Selama maksimum, galian terbuka tersebut sudah ditutup material timbunan atau dilining untuk mencegah rusaknya struktur tanah karena terlalu lama terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Galian saluran atau galian lainnya yang melintang jalan dilakukan menggunakan konstruksi setengah badan jalan sehingga jalan tetap dapat terbuka bagi lalu lintas setiap saat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila lalu lintas pada galian terpaksa terganggu karena peledakan atau operasi pekerjaan lainnya, Kontraktor harus mendapatkan persetujuan sebelumnya terhadap jadwal untuk gangguan tersebut dari penguasa setempat dan Pemilik Proyek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh galian dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan perlengkapan untuk pengeringan (pompa), pengalihan saluran air dan pembangunan saluran sementara, tembok ujung dan cofferdam. Pompa selalu berada di tempat sehingga menjamin pengeringan kapan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi di atas harus diperbaiki : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Material yang berlebih harus dibuang dengan penggalian lebih lanjut &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daerah dimana telah tergali lebih atau daerah retak atau lepas, harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Kontraktor bertanggung jawab memperoleh informasi tentang adanya serta lokasi dari utilitas bawah tanah dan membayar ijin yang diperlukan atau wewenang lainnya untuk melaksanakan galian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor bertanggung jawab menjaga setiap saluran yang masing berfungsi dari pipa, kabel dan jalur lainnya atau struktur yang dijumpai dan memperbaiki setiap kerusakan yang timbul oleh operasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bila timbunan pilihan atau lapis pondasi pecah untuk aspal beton atau beton atau material lainnya diperoleh dari galian bahan diluar daerah milik jalan, Kontraktor harus melakukan pengaturan dan pembayaran iuran royalti kepada pemilik tanah dan penguasa untuk ijin menggali dan mengangkut material. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Material galian yang mengandung tanah organis tinggi, pekat, sejumlah besar akar atau benda tetumbuhan lain dari tanah yang kompresif yang akan menyulitkan pemadatan dari material pelapisan atau yang mengakibatkan terjadi kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki, harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. Tanah permukaan setinggi 40 cm tidak diperkenankan sebagai timbunan dalam pekerjaan struktural. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis diluar daerah milik jalan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkar setelah selesainya pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk galian telah dilakukan. Pembongkaran tidak merusak struktur atau formasi yang telah selesai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Material bekas yang diperoleh dari pekerjaan sementara tetap merupakan milik Kontraktor atau bila memenuhi syarat yang disetujui oleh Pemberi Tugas, dapat digunakan untuk pekerjaan permanen dan dibayar dalam Mata Pembayaran yang bersangkutan dalam Daftar Penawaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap pemakaian material galian yang bersifat sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air, harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan berakhir sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh tempat bekas galian bahan atau sumber bahan yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan dalam keadaan rapih dengan tepi dan lereng stabil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggalian dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi dan mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, padas, batu bata, batu, beton, tembok dan perkerasan yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan galian dilakukan dengan gangguan seminimal mungkin terhadap material di bawah dan di luar batas galian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Di mana material yang terbuka pada garis formasi atau permukaan tanah lapis dasar atau pondasi dalam keadaan lepas atau tanah lembek maka material tersebut harus dipadatkan atau seluruhnya dibuang dan diganti dengan timbunan yang memenuhi syarat. Untuk permukaan lapis dasar yang digunakan sebagai sub-grade, pemadatan dilakukan hingga mencapai nilai CBR 6%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dimana material padas, lapisan keras atau yang sukar dibongkar dijumpai pada garis formasi untuk selokan berpasangan, pada ketinggian tanah dasar untuk perkerasan dan bahu, atau pada dasar galian pipa atau pondasi struktur, maka material tersebut digali 15 cm lebih dalam hingga ke permukaan yang mantap dan merata.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tidak boleh ada tonjolan-tonjolan padas dari permukaan tersebut dan seluruh pecahan padas yang diameternya 15 cm harus dibuang. Profil galian yang diisyaratkan didapat dengan mengurug kembali dengan material yang dipadatkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggalian padas memperhatikan tepi dari galian harus dibiarkan pada kondisi yang aman dan serata mungkin.  Perhatikan bahwa akan menjadi bahaya sewaktu-waktu akibat adanya padas yang lepas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Galian pipa, gorong-gorong atau saluran beton dan galian pondasi jembatan atau struktur lain, cukup ukurannya untuk memungkinkan pemasangan bahan dengan benar, juga untuk pengawasan dan pemadatan urugan kembali di bawah dan di sekeliling pekerjaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Skor, turap dan coffferdam atau tindakan lain untuk mengeluarkan air harus dipasang untuk memungkinkan ruang gerak yang cukup untuk pelaksanaan dan pengawasan kerangka acuan dan untuk memungkinkan pemompaan dari tepi luar acuan. Cofferdam atau skor yang bergeser atau bergerak selama pekerjaan galian segera diperbaiki atau diperbesar untuk menjamin ruang bebas sewaktu konstruksi.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5IU-wCIHKs_FzyPe3FeSfdFaNlv28NHR0cC1mKBvfKoUdgCOgThgBZVh0psp6oKXEkCMUNnH1ZPJ6PaB7HK2zjxrGsc-BS6p8Ch2445oehr53aMcwQmWXWF0TWYwsqSWX0qP8IdW2wIoAtQnPvb2tfYpLeXdvg-fUjchanRt9MjPQuOTCMSbawqhYuo/s72-c/0_Galian.jpg" width="72"/></item><item><title>Standar Kualitas Pipa HDPE, Pipa Baja, Pipa PVC, PVC-O dan Pipa Beton Untuk Instalasi Pengolahan Air</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/standar-kualitas-pipa-hdpe-pipa-baja.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Mon, 27 Jan 2025 19:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-4988632149986262967</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz6JhmrwfwZ6_2i7EaYKPYzIG3dvmiGKOTXN-iuIu8c4HZ1BpZgpBdZODTxQSt0DfvMNryPcUJTLnWy6iJROWK7jLMdkNiWXbwQRajZ22_wpNp-m0oVFKqP9jNl9_tO4r1dFJSFuiMFO26dpQDDEiLCMI5XKn33HF2ZR4UgJ6oRekx2b639bLsuDjDpaU/s700/0_pipa%20hdpe.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="hdpe pvc steel pipe pvc-o pipa beton" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz6JhmrwfwZ6_2i7EaYKPYzIG3dvmiGKOTXN-iuIu8c4HZ1BpZgpBdZODTxQSt0DfvMNryPcUJTLnWy6iJROWK7jLMdkNiWXbwQRajZ22_wpNp-m0oVFKqP9jNl9_tO4r1dFJSFuiMFO26dpQDDEiLCMI5XKn33HF2ZR4UgJ6oRekx2b639bLsuDjDpaU/s16000/0_pipa%20hdpe.jpg" title="Kualitas Pipa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ulasan ini tentang standar kualitas pipa HDPE, pipa baja, pipa PVC, PVC-O dan pipa beton berikut fittingnya untuk instalasi pengolahan air bersih dan air kotor (limbah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pipa HDPE dan Fittings&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Standar kualitas Pipa HDPE berdasarkan SII 0161-81 atau AWWA C 201-202 serta standar international lain yang setara atau lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pipa HDPE dengan diameter nominal (DN) ½ inci – 6 inci, digunakan kelas medium. Material mengandung sulfur (S) tidak melebihi 0,05% dan kadar fosfor (P) tidak melebihi 0,05%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panjang standar pipa HDPE adalah 6 m, dengan toleransi tidak melebihi 6 meter atau disesuaikan dengan standar lain yang diterima. Setiap pipa HDPE diuji di pabrik, dengan pengujian tekana hidraulik minimum 50 atm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyambungan pipa HDPE dengan pengelasan sambungan pipa. Bidang potong dan ujung pipa HDPE beserta perlengkapannya ditekuk. Tekukan pada ujung pipa HDPE sampai sudut 30⁰ pada bagian luar, diukur dari garis tegak lurus sumbu pipa HDPE dengan toleransi tidak lebih dari 5⁰ dan lebar permukaan datar pada ujung pipa HDPE sekitar 1,6 mm dengan toleransi lebih/kurang 0,8 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa HDPE dan perlengkapannya diberi lapisan pelindung untuk melindungi permukaan luar dan dalam dari kondisi korosif dalam jangka panjang. Lapisan pelindung luar terdiri dari lapisan primer dan lapisan luar sesuai dengan standar yang ada. Sebelum pelapisan, permukaan luar pipa dibersihkan dari minyak, cat, sisa las, kerak dan atau karat dengan sikat baja atau sand blasting. Untuk pipa yang dipasang di atas tanah, dilapis dasar dan dilapisi cat pelindung epoxy sedangkan pipa yang ditanam, selain dilapisi primer perlu dilapisi dua lapisan yaitu enamel tar batubara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapisan pelindung dalam pipa HDPE sesuai dengan standar AWWA C-205 atau BS S-534, menggunakan material lapisan “Cement Mortar”. Lapisan ini tidak boleh mengandung bahan yang larut dalam air, beracun atau menimbulkan rasa dan bau pada air minum setelah proses pembersihan pipa (flushing). Ketebalan lapisan mortar semen antara 6 mm hingga 10 mm untuk diameter pipa HDPE 100 mm hingga 900 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah pelapisan selesai, ujung pipa HDPE ditutup hingga waktu pengiriman dan diberi tanda tanggal pelapisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap pipa HDPE dan perlengkapannya diberi tanda yang memuat informasi sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Kualitas dan kelas material &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produsen / Pabrikasi dan merk dagang &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diameter nominal dalam mm dan ketebalan dinding dalam mm &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Skala lengkungan/belokan pipa HDPE harus ditandai dan sudutnya dinyatakan di dua sisi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu (bulan dan tahun) pembuatan/pabrikasi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Flange pipa HDPE jika tidak disebutkan, ukuran dan perforasi semua flange pada pekerjaan pipa disesuaikan dengan ketentuan SII 0598-81. Leher dan bagian datar flange las sesuai standar DIN 17 – 100 St. 37.2 atau standar lain yang serupa. Flange ujung mati sesuai dengan standar st.37.1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua flange pipa HDPE dirancang sesuai ketentuan lain dalam spesifikasi teknis ini dan memiliki celah untuk gasket guna memastikan sambungan kedap air. Setiap flange diberi tanda sesuai diameter nominal dalam mm. Nama produsen atau merek dagang serta identitas pembuatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gasket untuk flange berdasarkan standar ISO 4633-1983, memiliki diameter yang sesuai dengan flange luar masing-masing dan dilengkapi dengan lubang berbentuk sama dengan flange. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gasket flange terbuat dari karet yang diperkuat dengan satu atau dua lapisan perantara. Ketebalan gasket adalah 3 mm dan mampu menahan arus listrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pipa Baja (Steel Pipes) dan Fittings&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa baja dan perlengkapannya diproduksi sesuai dengan SII 0295 – 80, BS 534:1981 “Steel Pipes and Specials for Water and Sewage,” atau AWWA C 200 “Steel Pipes 6 Inches and Larger.” Material yang digunakan untuk pembuatan pipa baja baja dan perlengkapannya harus memenuhi SII-0321-80, BS 3601:1974, atau ASTM A 293: “Low and Intermediate Tensile Strength Carbon Plates of Structural Quality." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua pipa baja dan kelengkapan harus sesuai untuk tekanan uji maksimum 2,5 Mpa. Ketebalan dinding minimum adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;&lt;td style="border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;Diameter Nominal Pipa (mm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;Ketebalan Dinding (mm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;4,5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;250&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;4,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;6,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;6,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;6,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 6; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 155.7pt;" valign="top" width="208"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;600&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 141.75pt;" valign="top" width="189"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 2.0pt; margin: 2pt 0in 0in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-ID;"&gt;6,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
Pipa baja lurus disediakan dalam panjang standar 6 meter. Panjang yang lebih pendek diperbolehkan untuk menyesuaikan kurva dan kelengkapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan las sleeve tipe slip-on harus digunakan, kecuali jika gambar menunjukkan penggunaan sambungan flange. Penyambungan pipa baja harus memenuhi SII-0164-77 atau BS 534:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Sambungan slip-on sesuai dengan kelas pipa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sambungan flange berdasarkan BS 4504 (tekanan nominal 25 bar), &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sambungan dilengkapi dengan cincin perapat dan dua washer per baut &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panjang baut setelah sambungan selesai, baut menonjol melalui mur hingga maksimal 12 mm. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Semua pipa baja dan kelengkapan dilapisi dengan mortar semen sesuai BS 4027 atau SII 0598-82. Pelapisan dilakukan berdasarkan standar BS 534 menggunakan teknik penyemprotan sentrifugal atau pemintalan pipa, dengan penghalusan secara simultan. Alternatif yang diperbolehkan adalah pelapisan mortar semen sentrifugal sesuai dengan AWWA C205 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa baja dan kelengkapan dilindungi dengan pelapis bitumen yang diperkuat atau pembungkus enamel bitumen, sesuai dengan BS 534:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Ketebalan minimum perlindungan mengikuti standar BS 534 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seluruh permukaan pipa baja diuji kelangsungan perlindungannya menggunakan alat deteksi “Holiday” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lapisan akhir non-stick diaplikasikan pada pelindung eksternal &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Alternatif perlindungan yang dapat diterima meliputi: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Enamel Tar Batubata dengan Lapisan Asbestos Ganda &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enamel Tar Batubara dengan Serat Kaca dan Asbestos &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Setiap bagian pipa baja harus diberi tanda berupa : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Kelas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketebalan pipa dan kelengkapannya &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diameter eksternal dalam mm &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama pabrikan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tangga pembuatan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;3. Pipa PVC&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa dan kelengkapan UPVC berdasarkan SII 0344.82 atau ASTM D1784. Dimensi pipa PVC dan fitting sesuai dengan : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pipa PVC : SII 0344.82 atau ASTM D1785 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fitting : SII 0950.84, ASTM D2466, atau ASTM D2467 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pemasangan dilakukan sesuai panduan UNI-Bell Plastic Pipe Association (UNI-B-2-72), dengan mempertimbangkan ekspansi dan kontraksi pada setiap sambungan menggunakan cincin karet. Sambungan las pelarut tidak diizinkan; semua sambungan berupa soket dan spigot dengan penyegelan yang sesuai BS 2494. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dimensi pipa PVC untuk kebutuhan proyek : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pipa diameter ≤ 200 mm dapat disuplai hingga panjang 4 meter. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pipa diameter ≤ 150 mm disuplai 59% dalam panjang ≤ 2 meter dan 50% dalam panjang ≤ 4 meter.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;4. PVC-O &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan baku utama untuk pipa PVC-O berupa Polyvinyl Chloride tanpa pembentukan sifat plastis, dengan kandungan PVC murni sama dengan atau lebih besar dari 92,5%. Pipa PVC-O diproduksi menggunakan metode biaxial yang melibatkan peregangan dalam arah aksial dan radial. Produk akhir harus homogen, tahan lama, dan tahan terhadap degradasi oleh air. Pipa PVC-O tidak boleh menimbulkan bahaya bagi konsumen, tanpa bau atau rasa yang terdeteksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan pipa PVC-O sesuai standar sertifikasi berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;ISO 16422:2014 Pipa dan Sambungan dari Polyvinyl Chloride (PVC-O) untuk Pengaliran Air Bertekanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;SNI ISO 16422:204 Pipa dan Sambungan dari Polyvinyl Chloride (PVC-O) untuk Pengaliran Air Bertekanan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Sifat Material PVC-O:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Densitas : 1,42 g/cm3 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koefisien Pemuaian Linear : 0,8 x 10-4 mm/moK &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modulus Elastisitas : 3000 – 4000 N/mm2 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konduktivitas Termal : 0,138 W/moK &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Resistansi Permukaan : &amp;gt;1012 Ohm &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhu operasi berkisar antara 20°C hingga 50°C&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Sistem sambungan pipa PVC-O menggunakan Rubber Ring AngerLock System. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ketentuan bagi produsen PVC-O yaitu memiliki sertifikasi berikut: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Sertifikat TKDN dengan minimal 80,79% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat Uji Air Minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat Green Label Level Gold &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat ISO 18001:2007 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Setiap badan pipa PVC-O harus memiliki tanda standar dalam urutan berikut: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Logo &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama Produk Pipa &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Material dan Klasifikasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimensi Pipa berdasarkan OD (Diameter Luar) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Standar SNI ISO yang digunakan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelas Tekanan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor C &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahun, Hari, dan Jam Produksi Pipa &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Kelas Pipa PVC-O:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;PN 10, untuk air bertekanan tinggi hingga tekanan kerja 10 bar dengan ukuran diameter 90 mm hingga 500 mm &lt;/li&gt;&lt;li&gt;PN 12,5 untuk air bertekanan tinggi hingga tekanan kerja 12,5 bar dengan ukuran 90 mm hingga 500 mm &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pengujian tekana hydrostatik pipa PVC-O dilakukan sesuai dengan SNI ISO 16422. Setiap pipa PVC-O harus diuji untuk menahan tekanan uji hidrostatik sesuai dengan tabel berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 19.85pt; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;&lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;&lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Suhu (&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;Periode (jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="height: 19.85pt; mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="height: 19.85pt; mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 19.85pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 192.75pt;" width="257"&gt;
  &lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN" style="mso-ansi-language: IN;"&gt;1000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;5. Pipa Beton dan Fitting &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua pipa beton bertulang dan fitting, kecuali jika ditentukan lain memenuhi standar SII 2140-87. Bahan Pipa Beton adalah semen, agregat dan tulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semen yang digunakan untuk pembuatan pipa beton dan fitting adalah Ordinary Portland Cement yang memenuhi standar SNI 15-2049-2004 atau BS 12 kecuali jika ditentukan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agregat memenuhi persyaratan SNI-03-1750-1990 dan tidak boleh ada modifikasi pada gradasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tulangan memenuhi salah satu standar berikut sesuai kebutuhan : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;SNI 2052-2017, Baja Tulangan Beton &lt;/li&gt;&lt;li&gt;BS 4483-1969, Kawat Jaring Baja untuk Tulangan Beton. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Proses pembuatan pipa beton, beton dimasukkan ke dalam cetakan dengan metode centrifugal spun atau metode vibro-cast. Untuk pekerjaan drainase, kontraktor diizinkan untuk membuat pipa dengan metode vertically cast sesuai dengan gambar dan spesifikasi yang disediakan dalam kontrak untuk pipa drainase utama dari beton bertulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kekuatan tekanan pipa tidak boleh kurang dari yang sebutkan dalam spesifikasi BS 5911: Bagian 1:1981&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa beton memiliki panjang minimum 1 m, kecuali panjang lebih pendek diperlukan untuk kondisi khusus. Pipa beton bertulang untuk saluran utama memiliki panjang minimum 2 m. Panjang pipa beton tidak boleh lebih dari 2,5 m untuk saluran utama dengan diameter sama dengan atau lebih besar dari 1000 mm dan 3 m untuk semua pekerjaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan pipa beton untuk semua pekerjaan selain saluran berupa tipe spigot fleksibel dan socket dengan cincin sambungan neoprene. Cincin sambungan memiliki ukuran dan bentuk sedemikian rupa sehingga, ketika disambungkan sesuai dengan instruksi produsen akan memberikan segel kedap air dalam kondisi pemasangan dan beban yang ditentukan serta dalam semua kombinasi toleransi dimensi sambungan dan cincin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa beton bebas dari cacat manufaktur, retakan besar atau dalam, dan kekasaran permukaan. Bidang ujung pipa beton tegak lurus terhadap sumbu panjangnya. Bagian miring untuk saluran dapat diizinkan oleh insinyur jika pipa tersebut dibeli dari produsen yang telah disetujui dan dipercaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa beton dapat ditolak jika tidak memenuhi persyaratan spesifikasi atau karena alasan berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Retakakan atau keretakan yang menembus dinding, kecuali satu retakan ujung yang tidak melebihi kedalaman sambungan tidak menjadi alasan untuk penolakam. Namun, jika lebih dari 10% pipa beton yang diperiksa memiliki retakan ujung seperti itu, maka pipa beton yang cacat wajib ditolak. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cacat yang menunjukkan pencampuran dan pencetakan yang cacat &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cacat permukaan yang menunjukkan sarah lebah atau tektur terbuka &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spall yang lebih dalam dari ½ kedalaman sambungan atau meluas lebih dari 100 mm di sekitar keliling atau spall kecil di keliling ada pada lebih dari 10% pipa. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulangan yang terlihat menunjukkan bahwa tulangan salah tempat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
penandaan Pipa Beton:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Kelas pipa &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diameter Nominal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nama atau Merek Produsen &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanggal Pembuatan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Huruf “T” pada pipa melingkar dengan tulangan elips untuk menunjukkan mahkota pipa saat dipasang &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pipa beton bertulang dilapisi dengan lapisan aluminium tinggi setebal 12 mm yang terdiri dari: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Semen aluminium tinggi (1 bagian). emen aluminium tinggi harus sesuai dengan BS 915: Bagian 2 1972 – “Hinge Alumina Cement – Metric Units”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Debu granit yang lolos saringan BS No. 100 (1 Bagian) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Agregat halus (2 ½ Bagian) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Air bersih yang cukup untuk memastikan kepadatan maksimum. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Semua pipa beton yang pada rencana ditunjukkan akan dilapisis dengan pelapisan PVC, maka dilapisi dengan pelat pelapis plastik polivinil klorida. Sudut pelapisan 350⁰ untuk semua ukuran pipa beton bertulang berlapis plastik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelat pelapis plastik dipasang di dalam pipa sedemikian rupa sehingga sumbu vertikal pelapis bertepatan dengan sumbu vertikal kerangka tulangan dan tepi longitudinal pelapis pelastik membentuk garis yang sejajar dengan sumbu horzontal pipa beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Harga satuan yang diajukan untuk pipa beton bertulang berlapis plastik pada saluran utama mencakup kompensasi penuh untuk semua pabrikasi khusus, konstruksi, pemasangan dan semua perlengkapan tambahan yang tidak termasuk dalam item penawaran dalam proposal.  Semua pekerjaan yang terkait dengan pemasangan plat pelapisa dalam pipa beton dan .atau struktur serta penyegelan dan pengelasan sambungan harus dilakukan dengan ketat sesuai dengan semua spesifikasi, instalasi, dan rekomendasi dari produsen plat pelapis plastik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor memberikan sampel plat pelapis plastik yang diusulkan untuk pekerjaan tersebut kepada Pemilik untuk pengujian dan persetujuan. Kontraktor juga harus menyerahkan sertifikasi, termasuk laporan pengujian, bahwa plat pelapis plastik tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Segala fabrikasi atau pekerjaan lain yang dilakukan sebelum persetujuan dari Pemiliki dilakukan sepenuhnya atas risiko Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua plat pelapis diperiksa secara elektik di pabrik untuk memastikan bebas dari porositas. Joint strip dan welding strip harus memiliki ketahapan korosi yang sama dengan plat pelapis, dan tidak boleh memiliki ekstensi pengunci. Pelapis memiliki ketahanan benturan yang baik, fleksibel, dan memiliki kemampuan perpanjangan yang cukup untuk menjembatani retakan hingga 3 mm yang mungkin terjadi pada pipa atau sambungan setelah instalasi, tanpa merusak pelapis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah dicor ke dalam pipa, pelapis terpasang secara permanen dan secara fisik melekat pada beton melalui mekanisme pengunci, bukan dengan ikatan perekat. Pelapis harus mampu menahan tekanan balik hidrostatik 100 kPa ke permukaan bawah pelapis tanpa kehilangan jangkar atau tanpa pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelat pelapis berupa lembaran pra-cetak dengan ketebalan tidak kurang dari 1,65 mm dengan ekstensi pengunci yang terbentuk secara integrasi dari bahan yang sama dengan pelat pelapis, dengan jarak 65 mm di bagian belakang setiap lembaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ekstensi tersebut mampu menahan pelat pelapis secara permanen pada tempatnya saat tertanam dalam beton. Ekstensi pengunci berbentuk rusuk "L" disediakan sepanjang tepi bawah, terminal, atau longitudinal dari pelat pelapis yang diterapkan pada pipa beton, di mana ekstensi pengunci sejajar dengan sumbu pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelat pelapis disuplai sebagai lembaran ukuran tertentu yang dirakit melalui pengelasan di pabrik. Setiap 2,5 m interval memanjang pada pelat yang dipasang di saluran, ada celah minimal 25 mm dan maksimal 150 mm pada semua ekstensi pengunci yang sejajar dengan sumbu pipa beton untuk menyediakan saluran rembesan melintang tanpa hambatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelat pelapis plastik yang disebutkan dalam rencana, dipasang pada manhole saluran dari dinding manhole ke dinding pipa beton saluran di bawah. Welding strip memiliki lebar sekitar 25 mm dengan lebar minimum 22 mm. Tepi welding strip dibuat miring dalam proses manufaktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelat pelapis dipasang rata dengan tepi bagian dalam ujung soket bagian pipa dan memanjang ke ujung spigot atau sekitar 100 mm di luar ujung spigot tergantung pada jenis sambungan pelat pelapis yang akan dibuat dengan pipa beton yang bersebelahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap sambungan pelat pelapis dibuat setelah saluran telah diisi kembali dan dipadatkan. Tipe sambungan pelat pelapis: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Tipe P-1: Sambungan dibuat dengan strip sambungan terpisah selebar 100 mm dan dua welding strip. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tipe P-2: Sambungan dibuat dengan strip sambungan selebar 100 mm, tanpa ekstensi pengunci yang terintegrasi, dan satu welding strip. Strip sambungan harus tumpang tindih minimal 25 mm dari sambungan pipa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz6JhmrwfwZ6_2i7EaYKPYzIG3dvmiGKOTXN-iuIu8c4HZ1BpZgpBdZODTxQSt0DfvMNryPcUJTLnWy6iJROWK7jLMdkNiWXbwQRajZ22_wpNp-m0oVFKqP9jNl9_tO4r1dFJSFuiMFO26dpQDDEiLCMI5XKn33HF2ZR4UgJ6oRekx2b639bLsuDjDpaU/s72-c/0_pipa%20hdpe.jpg" width="72"/></item><item><title>Rencana Kerja dan Syarat Pekerjaan Pipa dan Sambungan Pipa</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/rencana-kerja-dan-syarat-pekerjaan-pipa.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Mon, 27 Jan 2025 01:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8722920383403892057</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRlinWYKDoXzkK9bBcPM6no4BL4xiO1E1LqNOPMYPdUEm3EvacA8OQA4bbFK6c4FYEDYkOlJ_IQcx_eMJatpZSJT17Eej25aflOx-KYkfHTh5oVIcZlW032h7Ge3eTdTtFvHPyfHY4S7Z3y_SBhtOwFyKIh7e37rg24pWzenZw-MRQ_imVZOWh5l8IO1Q/s700/0_Pipa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="RKS pekerjaan pipa" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRlinWYKDoXzkK9bBcPM6no4BL4xiO1E1LqNOPMYPdUEm3EvacA8OQA4bbFK6c4FYEDYkOlJ_IQcx_eMJatpZSJT17Eej25aflOx-KYkfHTh5oVIcZlW032h7Ge3eTdTtFvHPyfHY4S7Z3y_SBhtOwFyKIh7e37rg24pWzenZw-MRQ_imVZOWh5l8IO1Q/s16000/0_Pipa.jpg" title="Pekerjaan Pipa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rencana Kerja dan Syarat (RKS) Pekerjaan pipa meliputi pemasangan, penyambungan, pengujian, perbaikan, pengujian ulang bila diperlukan, serta commissioning pipa untuk jaringan air bersih, saluran pembuangan, pipa tekanan, pipa cabang, dan pipa drainase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kecuali dinyatakan sebaliknya, pipa saluran, fitting, dan bahan penyambungan akan disediakan oleh Pemilik melalui kontrak terpisah dan diserahkan kepada kontraktor instalasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Definisi &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pipa : Berarti pipa, belokan, fitting, manhole, sambungan khusus dan termasuk sambungan serta komponen penyambungan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Valve : Berarti Air Valve, Check Valve, dan sejenisnya termasuk bahan penyambung, alat operasi, serta fitting terkait. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaringan Pipa: Berarti bagian dari pekerjaan yang meliputi pipa, fitting, pancuran, hidran kebakaran, manhole, ruang inspeksi, pipa cabang dan sebagainya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Spesialis, Inspeksi dan Pengujian &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemilik dapat, atas biayanya, mempekerjakan firma spesialis untuk membantu dalam inspeksi material, kualitas kerja, dan pengawasan pengujian pada tahap apa pun selama pelaksanaan dan pemeliharaan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengujian independen ini tidak mengurangi kewajiban Kontraktor dalam Kontrak. Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja, alat, dan bahan (kecuali peralatan uji khusus) untuk membantu firma spesialis sesuai arahan Pemilik. Jika hasil inspeksi menunjukkan material dan kualitas kerja tidak sesuai spesifikasi, biaya akan ditanggung oleh Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Peralatan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kecuali dinyatakan sebaliknya, Kontraktor harus menyediakan semua alat yang diperlukan untuk memotong, memiringkan, menyambung, menguji, dan memasang jaringan pipa dengan memuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penanganan Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selama penyimpanan, penanganan, dan pengangkutan dari depo yang ditentukan oleh Pemilik, langkah pencegahan harus diambil untuk mencegah kerusakan pada pipa dan fitting. Pipa hanya boleh ditangani dengan kait khusus, sling kain, atau metode lain yang disetujui. Pipa yang rusak harus diganti atau diperbaiki oleh Kontraktor atas biaya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyimpanan Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahan penyambung dan alat operasi harus disimpan di tempat tertutup. Pipa dapat disimpan di ruang terbuka dengan alas kayu yang memadai. Jika pipa menunjukkan tanda korosi selama penyimpanan, Kontraktor harus segera melakukan perawatan tanpa biaya tambahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tarif Termasuk Kebutuhan Umum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada penilaian terpisah untuk kebutuhan umum. Biaya ini harus termasuk dalam tarif tender untuk instalasi pipa secara lengkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengendalian Air &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyediakan dan mengoperasikan peralatan untuk menjaga agar lokasi pekerjaan bebas dari air selama konstruksi, serta membuang air tersebut tanpa merugikan properti publik atau swasta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutupan dan Bagian Pendek &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor diperbolehkan menggunakan pipa dengan panjang kurang dari standar untuk mengurangi defleksi sudut di sambungan pipa. Kontraktor bertanggung jawab atas akurasi pengukuran bagian penutup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambungan Pipa dengan Rubber Ring Joints &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kekerasan karet harus memastikan sambungan pada pipa yang terpasang kedap air sesuai spesifikasi dalam kondisi beban kerja atau uji apa pun. Sebelum merakit sambungan yang menggunakan cincin karet, cincin tersebut harus diperiksa dari retak dengan cara merenggangkan setiap bagian menjadi radius sekitar 150 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika ditemukan atau timbul retak, cincin tersebut harus ditolak, dipotong agar tidak digunakan secara tidak sengaja dan dilaporkan segera kepada Pemilik. Jika lebih dari tiga cincin berturut-turut ditolak, Kontraktor harus menghentikan proses penyambungan hingga penyebab kerusakan ditemukan dan diperbaiki sesuai persetujuan Pemilik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cincin karet harus ditempatkan di alur soket, kemudian ujung spigot pipa dimasukkan ke soket pipa yang bersebelahan dan dipaksa ke posisi yang tepat. Perhatian khusus harus diberikan untuk menghindari puntiran atau kerusakan cincin selama penyambungan. Permukaan dalam soket harus dilumasi dengan pelumas yang direkomendasikan oleh pabrik untuk mempermudah penyambungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambungan Pipa dengan Mechanical Joint &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mechanical Joint yang disetujui, pemasangan harus mengikuti rekomendasi pabrik. Kontraktor harus memastikan ujung pipa halus agar selongsong sambungan dapat meluncur dengan mudah dan jika perlu, melapisi ulang ujung pipa dengan dua lapis larutan bitumen cepat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika diarahkan oleh Pemilik, gerakan ujung pipa yang disambungkan dengan kopling harus ditahan dengan penahan baja. Semua sambungan harus dilindungi dengan bitumen sesuai rekomendasi pabrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambungan Pipa dengan Flange&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan Flange untuk pipa besi ulet, besi tuang dan baja harus menggunakan gasket karet serta baut dan mur baja dengan dua washer per baut. Gasket harus mampu membentuk sambungan kedap air terhadap tekanan hingga tekanan uji maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tidak diperbolehkan penggunaan pasta penyambung atau pelumas. Sambungan harus dirakit dengan metode pengetatan berurutan untuk memastikan tekanan merata di seluruh sambungan. Standar BS 4504 NP 25, BS 3063 dan BS 1787 berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambungan Pipa dengan Welded Joints &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan Welded harus dilakukan secara manual sesuai BS 2971 dan hanya oleh tukang las yang berpengalaman dan disetujui Pemilik. Sebelum disetujui, mereka mungkin diminta untuk melakukan uji las di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika kualitas kerja tukang las menurun, persetujuan dapat dicabut. Sambungan las harus menggunakan tipe lengan panjang sesuai BS 534. Bagian yang akan dilas harus bersih dari karat dan bahan asing. Pemilik dapat memerintahkan uji khusus, dan biaya ditanggung oleh Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemasangan Pipa (Pipe Laying)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menggali parit dan menyiapkan alas yang sesuai untuk pipa serta menyediakan fasilitas untuk menurunkan dan meletakkan pipa di parit tanpa merusak pipa. Setiap sambungan pipa harus dipasang dengan benar sesuai garis dan kemiringan yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh panjang pipa harus memiliki tumpuan yang merata pada alas. Jika pipa memiliki soket yang menonjol, maka harus digali ruang khusus agar soket tidak bersandar langsung pada subgrade. Sebelum pipa diturunkan, parit harus siap sesuai spesifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa harus dibersihkan dan diperiksa sebelum pemasangan. Pipa besi cor harus diperiksa dengan palu ringan untuk mendeteksi retakan. Pipa yang rusak atau cacat harus ditolak. Kerusakan pada lapisan pelindung harus diperbaiki sebelum pemasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap pipa harus dipasang dengan tanda identifikasi menghadap ke atas dan dipastikan bahwa bagian dalam pipa tetap bersih dan tidak terhalang. Pipa spigot dan soket harus dipasang dengan soket menghadap ke atas. Setiap ujung pipa yang belum selesai harus ditutup rapat dengan penutup yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alas Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan alas harus kuat dan sesuai kemiringan. Material yang tidak stabil harus diganti dengan batu pecah yang sesuai. Material alas pipa harus memenuhi standar BS 882-1973.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua pipa harus memiliki tumpuan yang merata sepanjang barel. Jika alas pipa terlalu dalam, harus diisi kembali dan dipadatkan. Stank tanah liat harus dipasang di alas granular untuk mencegah drainase tanah bawah. Stank harus terbuat dari campuran tanah liat kedap air dengan panjang minimal 300 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perlindungan Pipa dengan Beton &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika diperlukan, pipa harus dibungkus atau diisi dengan beton. Beton tidak boleh ditempatkan sebelum sambungan pipa selesai. Beton harus dituang dan dipadatkan dengan hati-hati. Untuk pipa asbes, pipa harus dibungkus dengan felt beraspal untuk mencegah ikatan dengan beton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kriteria Defleksi untuk Pipa Fleksibel &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa fleksibel akan diukur defleksinya di lapangan. Pipa yang gagal memenuhi kriteria defleksi harus dikeluarkan dan dipasang ulang. Defleksi maksimum diukur 1 bulan setelah pemasangan sementara parit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambunagn Fleksibel pada Alas Beton &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan fleksibel harus terbuat dari papan serat yang dapat ditekan dengan ketebalan minimal 40 mm untuk pipa berdiameter kurang dari 500 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyangga Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyangga dan gantungan pipa harus sesuai standar. Pipa harus disangga di dekat mesin atau Valve untuk mencegah tekanan berlebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembersihan Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah pemasangan, semua pipa harus dibersihkan dan dibilas dengan air untuk menghilangkan kotoran atau sisa beton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Valve Chamber&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valve Chamber, hydrant kebakaran dan saluran pembuangan harus dibangun ke dalam saluran pipa di lokasi yang ditunjukkan pada gambar dan harus dibangun sesuai dengan detail yang ditunjukkan pada gambar atau sebagaimana diperintahkan oleh Pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sambungan ke Saluran Pipa yang Ada &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyambungkan saluran pipa baru ke saluran pipa yang ada, tetapi tidak sampai pekerjaan baru telah lulus uji akhir yang ditentukan di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengujian Pipa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus mengajukan rincian metode dan program yang diusulkan untuk pengujian (termasuk rincian peralatan uji) untuk disetujui oleh Pemilik dan harus mengatur agar semua uji dilakukan dengan saksi dari Pemilik atau orang yang ditunjuk oleh Pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyediakan segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan sambungan, penutup ujung, dan semua pekerjaan sementara lainnya. Pipa harus lengkap dan didukung dengan baik sebelum dilakukan pengujian, kecuali sebagaimana yang terinci di bawah ini. Tidak ada pengujian yang akan diizinkan hingga sepuluh hari setelah pekerjaan blok dan pekerjaan penahan lainnya selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Parit tidak boleh dibiarkan terbuka pada sambungan sebelum pengujian pipa, kecuali jika diizinkan oleh Pemilik yang dapat menetapkan kondisi pembatas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain pengujian pada sambungan individu atau pengujian sementara lainnya yang mungkin ditentukan di tempat lain, Kontraktor harus mengajukan seluruh bagian pipa untuk pengujian akhir. Meskipun demikian, Kontraktor dapat melakukan pengujian lainnya kapan saja selama konstruksi jika dianggap perlu untuk memeriksa material dan pengerjaan pipa, tetapi ini tidak akan membebaskan Kontraktor dari kewajibannya untuk memenuhi pengujian yang sukses sesuai Kontrak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua air yang diperlukan untuk pengujian dan pembersihan pipa harus disediakan oleh Kontraktor. Kontraktor dapat memperoleh air tersebut dari atau dengan bantuan Pemilik jika memungkinkan, tetapi jika diperlukan, Kontraktor harus mengatur air sendiri dengan biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika air diambil dengan persetujuan yang diperlukan dari aliran yang memiliki kualitas air yang dapat diterima, Kontraktor harus memastikan bahwa laju pengambilan air dikendalikan sehingga pengguna air di hilir dari sumber yang sama tidak terhalang oleh kebutuhan mereka yang wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengujian Pipa Forcemain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk tujuan pengujian tekanan, pipa akan dibagi menjadi beberapa bagian yang ditentukan oleh Pemilik, dan setiap bagian akan diuji secara terpisah hingga Pemilik puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap pipa atau bagian pipa akan diisi dengan air dan semua udara akan dikeluarkan sebisa mungkin. Tekanan kemudian akan dinaikkan dengan memompa air hingga mencapai tekanan uji yang ditentukan dan dipertahankan pada level tersebut dengan memompa lebih lanjut hingga stabil. Pemompaan kemudian dihentikan, dan waktu yang dibutuhkan untuk penurunan tekanan sebesar satu meter akan dicatat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemompaan kemudian dilanjutkan dan jumlah air yang dipompa untuk mengembalikan tekanan uji yang turun satu meter akan dicatat. Jika setelah tiga jam tekanan uji belum turun satu meter, pemompaan akan dilanjutkan pada saat itu, dengan waktu tercatat sebagai tiga jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Laju kehilangan air kemudian dihitung sebagai jumlah yang tercatat dibagi dengan waktu yang tercatat. Pompa dan pengukur uji harus terhubung ke pipa di lokasi selain titik tertinggi pada saluran untuk memfasilitasi pelepasan udara dari titik tertinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tekanan uji dalam kondisi normal harus sedemikian rupa sehingga titik tertinggi dalam pipa atau bagian yang diuji akan dikenakan dua kali tekanan kerja pada titik yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pipa baja, tidak boleh ada kehilangan air selama pengujian. Untuk pipa lainnya, kehilangan air tidak boleh melebihi satu liter per mm diameter per kilometer per 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika pipa gagal lulus uji, kerusakan harus ditemukan dan diperbaiki, dan pipa harus diuji ulang hingga lulus pengujian tekanan. Semua pipa yang terekspos, perlengkapan, Valve, dan sambungan harus diperiksa secara visual selama pengujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengujian Pipa Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan syarat yang harus dipenuhi sebelum diterbitkannya Sertifikat Penyelesaian setelah persetujuan dari pemasangan Valve bahwa semua Valve dalam pipa harus sudah berfungsi dengan baik di bawah tekanan kerja dan bahwa pipa telah berhasil diuji tekanan dan dibersihkan sebagaimana yang ditentukan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum pengujian tekanan dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali pipa dan Valve untuk kebersihan dan memeriksa kembali pengoperasian semua Valve. Ujung "terbuka" dari pipa (atau bagian pipa) harus biasanya ditutup dengan Flanges kosong atau tutup ujung yang diamankan dengan struts sementara dan wedge jika diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua blok penahan dan thrust block harus sudah selesai, dan semua ikatan pipa serta perangkat lain yang dimaksudkan untuk mencegah pergerakan pipa harus dipasang dengan aman. Karena Valve tidak dapat dijamin tertutup sempurna, pengujian terhadap Valve tertutup yang terhubung ke pasokan air umum yang ada dilarang karena berisiko terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengujian terhadap Valve tertutup lainnya (termasuk Valve udara) yang tidak terhubung, dapat dilakukan jika diinginkan, asalkan Valve tersebut dipasang dengan baik untuk mengatasi thrust. Tidak ada klaim yang akan diterima terkait dengan Valve yang bocor atau kesulitan lain dalam menutup panjang pipa untuk pengujian, yang akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Desinfeksi Pipa Air &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah pengujian dan sebelum commisioning, semua pipa air harus dicuci dan didisinfeksi sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Semua pipa harus dibilas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Solusi disinfeksi stok harus dipersiapkan dengan mencampurkan klorosone (30% klorin tersedia) dan air suling dalam perbandingan 10 bagian serbuk untuk 100 bagian air dengan berat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pipa yang akan didisinfeksi harus diisi dengan air minum bersamaan dengan penambahan solusi stok. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pipa yang diberi solusi disinfektan harus didiamkan selama 24 jam, setelah itu sampel akan diambil untuk pengujian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua sampel tambahan akan diambil untuk penentuan klorin bebas dan analisis bakteriologis. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Pengukuran &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Item yang disediakan dalam Daftar Kuantitas (BOQ) untuk pemasangan pipa harus mencakup biaya semua hal yang diperlukan untuk memasang, menguji dan mendisinfeksi pipa, termasuk penyimpanan, pengangkutan dari depo yang ditentukan ke lokasi, penggalian dan pengurugan kembali, termasuk lapisan granular atau pelapisan beton seperti yang ditunjukkan pada gambar, sesuai kedalaman yang ditentukan dalam gambar untuk pipa bawah tanah, pemasangan, pemotongan, penyambungan, penghubungan ke pipa utama yang ada, perbaikan sementara, dan semua hal lain yang diperlukan untuk instalasi pipa yang tidak diukur secara terpisah di bawah item lain yang disediakan dalam BOQ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk pekerjaan perpipaan di dalam bangunan atau yang terpasang pada struktur, harga satuan harus mencakup semua penyangga, gantungan, penjepit, dan sejenisnya yang diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengukuran Pipa Air &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengukuran instalasi pipa air akan dilakukan sepanjang garis tengah pipa. Tidak akan ada pengurangan untuk Valve dan ruangannya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRlinWYKDoXzkK9bBcPM6no4BL4xiO1E1LqNOPMYPdUEm3EvacA8OQA4bbFK6c4FYEDYkOlJ_IQcx_eMJatpZSJT17Eej25aflOx-KYkfHTh5oVIcZlW032h7Ge3eTdTtFvHPyfHY4S7Z3y_SBhtOwFyKIh7e37rg24pWzenZw-MRQ_imVZOWh5l8IO1Q/s72-c/0_Pipa.jpg" width="72"/></item><item><title>Perencanaan dan Persyaratan Pekerjaan Valve Berikut Perlengkapannya</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/perencanaan-dan-persyaratan-pekerjaan.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 26 Jan 2025 16:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-7580448286200345625</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGh8zxyjSCeYin_irt_Tyi2Ut9GIPEftrDmAprENk_Lp2b6O2cEZOzQHGnzbGZdJUHpKT1T80ykEDjJUjFWZwSHx3iaRCKtEtNgCmB5ilUJ9IoevlEyS9Vp_R0JYNOWPjcB-iSKQJrl6lLzWY-QiClSk8So4QoJhxJLhmLMGYFXa5XkX3EMe9U_2j8bvo/s700/0_Valve.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="RKS MEP piping" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGh8zxyjSCeYin_irt_Tyi2Ut9GIPEftrDmAprENk_Lp2b6O2cEZOzQHGnzbGZdJUHpKT1T80ykEDjJUjFWZwSHx3iaRCKtEtNgCmB5ilUJ9IoevlEyS9Vp_R0JYNOWPjcB-iSKQJrl6lLzWY-QiClSk8So4QoJhxJLhmLMGYFXa5XkX3EMe9U_2j8bvo/s16000/0_Valve.jpg" title="Pekerjaan Valve" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pekerjaan dalam bagian ini mencakup penyediaan, pemasangan dan pengujian valve berikut semua perlengkapan yang diperlukannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Mechanical Coupling/Konektor &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.1 Grooved End (Victual) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konektor harus mengunci ujung pipa yang memiliki alur atau bahu, memungkinkan sedikit penyusutan, ekspansi dan deviasi sudut. Rumah konektor harus terbuat dari besi cor ductile atau besi tempa dan terdiri dari dua atau lebih segmen yang dijaga agar tetap terkunci dengan aman oleh setidaknya dua baut baja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gasket penyegel harus dirancang sedemikian rupa sehingga tekanan internal dalam pipa akan meningkatkan ketebalan segel dan terbuat dari bahan yang sesuai untuk layanan yang dimaksud. Konektor harus memiliki tekanan kerja yang terjamin tidak kurang dari rating tekanan pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.2 Flexible Connector &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konektor fleksibel (tipe selongsong) harus berupa tipe selongsong penuh, tipe selongsong terbelah, atau tipe adaptor flange. Konektor harus memberikan fleksibilitas pipa yang diperlukan tanpa merusak integritas sambungan pipa akibat dorongan hidrolik, dan harus memiliki rating tekanan yang sama dengan pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konektor harus memiliki semua permukaan bantalan logam dan dilengkapi dengan baut dan mur baja yang dilapisi galvanis. Konektor fleksibel harus dilengkapi dengan pembatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada konektor tipe selongsong penuh harus dilengkapi dengan gasket yang tepat dan memiliki diameter yang sesuai dengan pipa. Setiap konektor harus terdiri dari baut dan mur baja yang diperlukan untuk menekan gasket. Konektor yang akan dipasang di bawah tanah harus memiliki selongsong yang dilapisi galvanis melalui proses celup panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada konektor tipe selongsong terbelah harus terdiri dari satu gasket, dua klem rumah, dan dua baut serta mur untuk memperoleh fleksibilitas dalam menghubungkan pipa. Bahu baja harus disediakan dan dilas ke ujung pipa untuk menampung konektor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konektor flange fleksibel harus berupa tipe selongsong, terdiri dari cincin tengah baja, pengikut baja, gasket, dan baut serta mur baja untuk menekan gasket. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konektor harus mengandung baut jangkar dengan kekuatan yang cukup untuk menjaga pipa tetap terhubung di bawah tarikkan yang setara dengan kekuatan longitudinal pipa pada tegangan tarik 14 MN. Konektor yang dipasang di bawah tanah harus memiliki selongsong yang dilapisi galvanis melalui proses celup panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Gate Valves &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Spesifikasi ini berlaku untuk semua ukuran Gate Valve yang lebih besar dari 75 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve harus memenuhi ketentuan AWWA C500 yang terbaru dan sebagaimana dijelaskan lebih lanjut di ulasan sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve harus memiliki badan besi cor, tipe dua cakram, dudukan paralel, tipe batang yang tidak naik untuk penggunaan bawah tanah. Semua Gate Valve yang terlihat harus memiliki tipe batang yang naik. Gate Valve harus dibuka berlawanan arah jarum jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tekanan kerja minimum yang dirancang adalah 12 bar untuk Gate Valve dengan diameter 350 mm dan lebih besar. Rating tekanan Gate Valve harus sama dengan kelas pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua bagian perunggu selain batang Gate Valve harus sesuai dengan ASTM B62 Grade 1, kecuali bahwa maksimum kadar seng adalah 7% dan maksimum kadar aluminium adalah 2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Batang Gate Valve tidak boleh mengandung lebih dari 5% seng perunggu silikon tinggi dan harus memiliki kekuatan tarik minimum 400 MPa dan kekuatan lapangan minimum 220 MPa, serta perpanjangan tidak kurang dari 10% dalam 50 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Baut badan dan mur harus dilapisi kadmium. Cincin dudukan badan harus terbuat dari perunggu Grade 1. Cincin ini harus dibalik dan dipasang ke dudukan mesin pada badan Gate Valve. Cincin batang harus dicor atau ditempa padat bersama batangnya. Batang gate Valve harus cukup panjang sehingga ulir mur batang sepenuhnya terhubung dengan Gate Valve dalam posisi tertutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panjang ulir mur batang tidak boleh kurang dari 1 – ½ kali diameter luar batang. Batang dan mur batang harus terbuat dari perunggu Grade 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua permukaan ferrous interior Gate Valve harus dilindungi dari korosi dengan pelapisan epoksi, diterapkan dengan ketebalan minimum 250 mikron sesuai dengan petunjuk produsen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum aplikasi, permukaan harus dibersihkan dengan sandblasting dan ditiup udara untuk memastikan ikatan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kondisi ketika pengemasan harus berupa cincin “O” ganda yang ditempatkan dalam alur pada pelat cincin saja. Alur tidak boleh ada pada batang kecuali ketebalan batang pada diameter terkecil alur tersebut sama dengan batang yang dibutuhkan tanpa alur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve yang terlihat harus dilengkapi dengan roda tangan besi cor yang sesuai ukuran, dan Gate Valve yang tertanam harus memiliki mur pengoperasian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Roda rantai dengan panduan harus disediakan pada semua Gate Valve yang terletak 2 meter atau lebih di atas permukaan lantai dengan rantai pelapis kadmium yang cukup untuk pengoperasian dari level lantai. Kotak gear harus sepenuhnya tertutup dan dilengkapi dengan indikator untuk menunjukkan posisi Gate Valve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perakitan cakram termasuk perangkat penyangga harus terbuat dari perunggu Grade 1. Desain harus sedemikian rupa sehingga ketika Gate Valve sepenuhnya terbuka dan tutup serta perakitan cakram dilepas dari badan Gate Valve, cakram tidak dapat terlepas dari mur batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dudukan penyangga harus dirancang untuk menahan dengan aman dan tanpa distorsi atau deformasi permanen tegangan yang dihasilkan dari penutupan Gate Valve. Ujung Gate Valve harus berupa flange dengan pengeboran dan harus kompatibel dengan kelas Gate Valve.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve yang digunakan untuk pipa semen asbes sesuai dengan standar AWWA ujung lonceng secara substansial tetapi cocok untuk sambungan karet gelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Catatan: Gate Valves – 400 mm dan lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve harus dilengkapi dengan trim perunggu dan cakram besi cor. Gate Valve harus cocok untuk layanan yang tertanam dan pemasangan horizontal atau vertikal sesuai kebutuhan. Gate Valve bypass harus dipasang di ujung Gate Valve dan disesuaikan sesuai dengan AWWA C-500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Operator Gate Valve harus dilengkapi dengan gear bevel-geared dengan pelumas pada Gate Valve tertanam dan mur pengoperasian bila diperlukan. Cakram Gate Valve harus disokong oleh rol perunggu yang bergerak di jalur perunggu dengan pembersih perunggu yang dipasang untuk bergerak di depan rol di kedua arah gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gate Valve harus dipasang dengan benar untuk menerima gaya dorong sesuai dengan persyaratan spesifikasi ini untuk kelas pipa tempat mereka dipasang. Ujung Gate Valve harus sesuai dengan ujung lonceng standar AWWA yang cocok untuk sambungan karet gelang kecuali jika ditunjukkan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Check Valves &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Check Valve harus memiliki bukaan yang tidak terbatas dengan laju penutupan yang dapat disesuaikan dan terkontrol, sehingga benturan check valve dapat dikurangi ketika dipasang secara vertikal antara flange ANSI Kelas 150. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Badan check valve harus terbuat dari besi cor atau baja dengan pelapisan epoksi yang dipanggang. Disk dan poros harus terbuat dari stainless steel 18-8 atau 303. Check Valve ini harus dilengkapi dengan akumulator untuk operator hidraulik. Cincin dudukan harus dapat diganti dan terbuat dari Piton atau Teflon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pabrikan harus menyerahkan sertifikat kelayakan yang menjamin bahwa check valve dan peralatan tersebut sesuai untuk aplikasi yang tertera dalam dokumen kontrak dan mencakup semua fitur, aksesori, dan karakteristik kinerja yang diperlukan sesuai dengan perencanaan dan persyaratan spesifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Plug Valve &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus bersifat eksentrik dan dilengkapi dengan plug yang berhadapan dengan bahan elastomer, serta merupakan jenis non-lubrikasi yang mampu menangani limbah abrasif dan mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus memiliki ujung Flanges. Plug Valve harus dilengkapi dengan operator manual sebagai satu unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap plug Valve harus dapat berputar 90⁰ dari posisi terbuka sepenuhnya hingga posisi tertutup rapat dan harus duduk pada sudut 90⁰ dari saluran pipa tempat Plug Valve dipasang. Plug Valve harus memadai untuk aplikasi yang melibatkan layanan throttling dan/atau operasi yang sering setelah periode tidak aktif yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve dengan operator harus cocok untuk operasi dengan poros Plug Valve pada posisi manapun dengan aliran di kedua arah. Indikator harus disediakan untuk menunjukkan derajat pembukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve dengan ukuran 75 mm dan lebih besar harus memiliki desain tutup baut. Badan plug valve harus terbuat dari semi baja atau besi nikel dengan kandungan nikel 1 % hingga 1,5 %. Plug Valve harus memiliki dudukan yang dapat diganti dan semua permukaan yang bersentuhan dengan wajah plug harus memiliki kandungan nikel 90 % murni atau pelapisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus memiliki kekuatan rata-rata 240 MPa. Area port pada Plug Valve dengan ukuran lebih besar dari 100 mm harus setidaknya 75 % dari area pipa penuh. Plug Valve Flanges harus diberi permukaan dan pengeboran sesuai dengan standar B.S 10 dan harus memiliki dimensi wajah ke wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus memiliki plug yang seimbang untuk memastikan torsi rendah dan penutupan rapat tanpa tetesan. Plug Valve harus dilengkapi dengan facing plug elastomer untuk memberikan penutupan rapat tanpa penggunaan pelumas penyegel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Meskipun benda padat kecil terperangkap antara plug dan dudukan, facing elastomer harus memberikan penutupan rapat dan mencegah kerusakan dudukan. Facing plug elastomer harus terbuat dari neoprene, terpolimer etilen propilena, atau bahan lain yang cocok untuk menangani bahan abrasif dan limbah mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus dilengkapi dengan bantalan pemandu atas dan bawah yang berat dan mampu menahan korosi serta mencegah penyumbatan. Bantalan yang diproses harus memastikan operasi Plug Valve yang mudah dan tahan lama. Bantalan pemandu bawah dan atas harus dilengkapi dengan selongsong stainless steel. Bantalan plug valve, segel poros, dan dudukan harus sesuai dengan spesifikasi AWWA C504 dan C507. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Plug Valve harus dilengkapi dengan segel cincin ganda yang dapat disesuaikan untuk melindungi permukaan bantalan dari fluida saluran dan bahan asing dari luar. Plug Valve harus digerakkan dengan menggunakan tuas untuk Valve di bawah 100 mm dan lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua Plug Valve harus dilengkapi dengan operator yang memerlukan torsi kurang dari 10 kg per meter untuk pengoperasian. Roda rantai dengan panduan harus disediakan pada semua plug Valve yang terpasang pada ketinggian 2 meter atau lebih dari tingkat lantai, dengan rantai yang dilapisi cadmium yang cukup disediakan untuk pengoperasian dari tingkat lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Butterlfy Valve &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Butterfly Valve berupa jenis penutupan rapat dengan dudukan karet yang umumnya sesuai dengan revisi terbaru AWWA dan cocok untuk penggunaan di bawah tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Klasifikasi tekanan dan pengeboran Flanges harus sesuai dengan Kelas PN 10. Badan butterfly Valve harus terbuat dari besi cor ASTM A48, Kelas 40. Badan Butterfly Valve harus memiliki hub integral untuk menampung bantalan poros dan segel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Persyaratan kondisi ujung badan ButterflyValve: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Ujung flange dengan panjang badan pendek sesuai dengan AWWA C504 dan desain flange. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujung sambungan mekanik sesuai dengan AWWA C111/ANSI A21.11 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujung A/C untuk digunakan dengan pipa Asbestos Cement dengan ujung mesin Kelas 150 atau 200 sesuai dengan AWWA C400 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ujung flange oleh A/C dengan ujung flange yang cocok dengan Flanges besi cor ANSI B16.1 Kelas 125 dan ujung A/C yang cocok dengan AWWA C400. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Disc butterfly valve harus dirancang dengan desain "offset" untuk memberikan permukaan dudukan 360⁰ penuh tanpa gangguan oleh lubang poros. Disc harus terbuat dari besi cor ASTM A48 kelas 40 tanpa serat eksternal yang melintang terhadap aliran. Disc non-logam tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dudukan elastomer harus menggunakan karet Buna-N yang dirancang untuk memberikan penutupan rapat pada semua tekanan yang ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dudukan harus dipertahankan secara mekanis di tepi disc dengan menggunakan baut stainless steel 18-8 dan harus dapat disesuaikan secara mekanis di setiap arah tanpa menggunakan alat khusus. Dudukan juga harus dapat diganti di lapangan tanpa merusak atau mengikis dudukan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan dudukan badan harus menggunakan baut stainless steel 18-8 tipe 304, yang dipertahankan secara mekanis untuk memastikan desain yang tahan bocor. Poros Butterfly Valve harus jenis "Stub" dua bagian yang memanjang ke dalam hub disc sejauh minimal 1 ½ diameter poros atau jenis "through" satu bagian. Dalam kedua kasus, poros harus terbuat dari stainless steel bulat tipe 304. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Poros Butterfly Valve harus terpasang dengan aman pada disc menggunakan baut, pin dowel, pin pita, atau kombinasi ketiganya. Perangkat pengikat harus terbuat dari stainless steel 18-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bantalan poros harus terpasang pada hub integral badan Butterfly Valve. Bantalan harus tipe selubung yang dilumasi sendiri. Rangkaian Butterfly Valve harus dilengkapi dengan bantalan dorong dua arah yang dirancang untuk memusatkan disc di dalam badan Butterfly Valve setiap saat dan untuk menyerap gaya dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Poros ujung penggerak harus tipe cartage dengan O-ring untuk memastikan penyegelan positif. Setiap Butterfly Valve harus diuji sesuai dengan AWWA C504, termasuk uji hidrostatik, uji kinerja, dan uji kebocoran (hydro test).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua permukaan internal dan eksternal Butterfly Valve harus dilapisi dengan dua lapisan pernis aspal kecuali permukaan yang selesai atau permukaan bantalan. Aktuator Valve harus dipasang secara integral pada Flanges pemasangan Butterfly Valve dan harus tipe mur berjalan pengunci diri sesuai dengan AWWA C504.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rumah, penutup rumah, dan poros harus dipasang atau diberi segel untuk mencegah masuknya air pada tekanan Head 7 ½ meter. Aktuator untuk Butterfly Valve yang dipasang di bawah tanah harus memiliki mur operasi AWWA standar 50 mm dan harus menutup searah jarum jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Desain aktuator harus memungkinkan pengaturan ulang aktuator dalam increment 90⁰, mengubah arah rotasi untuk penutupan Butterfly Valve dan memungkinkan penyesuaian dudukan disc Butterfly Valve, semua tanpa melepas penutup rumah. Valve butterfly yang sesuai dengan BS 5155 adalah alternatif yang diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Box Valve dan Penutup &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kotak Valve dan penutup harus terbuat dari besi cor yang dapat disesuaikan tipe selip dan dipasang dengan ukuran dan kedalaman Valve seperti yang ditunjukkan pada rencana. Penutup harus polos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Penyanggga dan Braket Pipa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyangga dan braket pipa harus sesuai dengan yang ditunjukkan pada rencana rinci. Penyangga dan braket yang memadai dan kaku harus disediakan untuk semua pipa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Pengukuran Tekanan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengukur harus tipe tabung Bourdon atau bellow dengan sudut perjalanan jarum 270⁰ CAW. Dial berdiameter 150 mm, berwarna putih dengan angka hitam. Akurasi harus 1%. Sambungan semua pengukur harus ½ NPT dengan kunci pas datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagian yang terpapar fluida harus tahan korosi dan menggunakan standar kualitas terbaik dari pabrik. Jika fluida proses cenderung menyumbat tabung, meteran harus dilengkapi dengan segel diafragma stainless steel yang diisi minyak silikon. Rumah pengukur harus terbuat dari baja berlapis enamel hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Perakitan Air Valve dan Vakum &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kelas harus P.N. 10 dan terbuat dari badan, penutup, dan baffle besi cor; mekanisme, batang pelampung, dan panduan dari perunggu; dudukan dan jarum dari Buna-N; pelampung dan pin level dari stainless steel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selang karet dengan sambungan cepat harus disediakan untuk setiap Valve. Sambungan cepat harus tersedia di setiap outlet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Perakitan Valve Pembuangan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Di setiap titik terendah dalam pipa tekanan, harus terpasang perakitan Valve pembuangan dan fitting harus sama atau melebihi tekanan pipa yang akan dihubungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Alat Pencegah Aliran balik dengan Tekanan Berkurang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua alat pencegah aliran balik dengan tekanan berkurang harus terdiri dari dua Valve periksa pegas dan satu Valve pelepas diferensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alat ini harus secara otomatis mengurangi tekanan di zona antara Valve periksa. Jika tekanan hulu dan hilir turun hingga 2-meter atau kurang, Valve pelepas diferensial akan terbuka dan menjaga perbedaan tekanan yang tepat. Valve harus sesuai dengan semua ketentuan dari AWWA Spesifikasi No. C506-69. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Fittings &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua fitting, flange, kopling, Valve, dan perlengkapan lainnya harus memiliki peringkat sesuai dengan tekanan jalur yang ditentukan, kecuali jika disebutkan lain dalam rencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
12.1 Fitting Victaulic &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyediaan dan pemasangan fitting serta sambungan Victaulic sebagai pengganti fitting ulir, flens atau las untuk pipa baja atau besi cor. Instalasi harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi pabrik. Fitting Victaulic hanya boleh digunakan pada pipa di atas tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
12.2 Flange, Gasket dan Baut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Flange harus memiliki peringkat NP 25 atau sesuai dengan gambar atau spesifikasi lain yang disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gasket flange harus tipe cincin. Ketebalannya adalah 1,5 mm untuk pipa berdiameter 250 mm atau lebih kecil dan 3 mm untuk pipa yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Baut perakitan flange harus baut mesin kepala heksagonal standar dengan mur heksagonal yang dipres berat. Ulir harus sesuai dengan ASA VI.I01949, seri ulir kasar, Kelas 2. Panjang baut harus sedemikian rupa sehingga setelah sambungan selesai, baut menonjol melalui mur tetapi tidak lebih dari 12 mm. Flange pada pipa baja harus dilas ke pipa sesuai dengan AWWA C207-55. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
12.3 Fitting Besi Cor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Fitting besi cor harus memiliki kekuatan yang setara atau lebih besar dari pipa yang akan disambung. Fitting ini harus sesuai dengan AWWA C110 dan dilapisi mortar menggunakan semen tipe V sesuai AWWA C104. Permukaan luar harus dilapisi dengan vernis tar batubara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
12.4 Pelapisan Pelindung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua baut dan mur flange harus dilumasi dan dilapisi dengan pelapis pelindung karat yang disetujui. Permukaan logam ferrous yang terpapar dan bersentuhan dengan tanah seperti Valve, flange, tali pengikat, dan kopling harus dilapisi di lapangan dengan dua lapis pelapis bitumastik yang disetujui sesuai dengan rekomendasi pabrik. Permukaan harus dibersihkan secara menyeluruh sebelum pelapisan. Pipa yang terpapar harus dicat sesuai spesifikasi lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;13. Foot Valves &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Foot Valve harus memiliki bodi Globe Style dari besi cor yang kokoh dengan flens integral. Area aliran melalui bodi harus 10% lebih besar dari ukuran pipa yang setara. Sumbat dan dudukannya harus terbuat dari perunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sumbat harus dipandu di tengah dari kedua ujung untuk memastikan penutupan rapat. Bagian hilir batang sumbat harus dipandu oleh bantalan perunggu di dalam pusat hub jari-jari bodi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagian hulu dari dudukan perunggu. Dudukan harus memiliki segel Buna-N yang elastis dan dicetak dengan kompresi, bukan dilem atau diikat secara kimiawi, untuk penutupan kedap air yang positif pada tekanan rendah. Tutup penyaring harus terbuat dari logam ekspansi baja tahan karat yang kokoh dengan flens baja. Tutup penyaring harus dipasang dengan baut ke bodi Foot Valve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua bahan konstruksi harus disertifikasi secara tertulis sesuai dengan spesifikasi ASTM sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;&lt;td style="border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;&lt;p align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;Body&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;Material&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;Standarisasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Plug &amp;amp; Seat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Cast iron&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ASTM A48, Class 30&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Seat seal &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Bronze&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ASTM B584&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Strainer&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Buna-N&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Bolts&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Stainless steel&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;T302&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Exterior paint&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Steel&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;ASTM A307 GR B&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style="mso-yfti-irow: 6; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.1pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Plug &amp;amp; Seat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;Phenolic primer red oxide &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style="border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 132.15pt;" valign="top" width="176"&gt;
  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Calibri;"&gt;FDA approved &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID" style="mso-ansi-language: EN-ID;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGh8zxyjSCeYin_irt_Tyi2Ut9GIPEftrDmAprENk_Lp2b6O2cEZOzQHGnzbGZdJUHpKT1T80ykEDjJUjFWZwSHx3iaRCKtEtNgCmB5ilUJ9IoevlEyS9Vp_R0JYNOWPjcB-iSKQJrl6lLzWY-QiClSk8So4QoJhxJLhmLMGYFXa5XkX3EMe9U_2j8bvo/s72-c/0_Valve.jpg" width="72"/></item><item><title>Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Galian Tanah dan Pekerjaan Urugan Tanah</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/pekerjaan-tanah-pekerjaan-galian-tanah.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Wed, 22 Jan 2025 13:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-7650490995229372450</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhW4fjuoZJN4pX2zOsDsMk6ggJRIXJHKfzsluU-BooabphxMapqGlyChboTfswpNqtTJ1PHT6M8Gft8LhRZrSly9oNXQ10CHpQiggesG0VMoQQSHgk3PXHzZLhkiaJ-JbCY9LjWjy_07q8QSWQKyYcLnVc38IJ6gfgysA37zU_M46sDwA1nVodfJEr38/s700/Galian%20Tanah.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pekerjaan tanah" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhW4fjuoZJN4pX2zOsDsMk6ggJRIXJHKfzsluU-BooabphxMapqGlyChboTfswpNqtTJ1PHT6M8Gft8LhRZrSly9oNXQ10CHpQiggesG0VMoQQSHgk3PXHzZLhkiaJ-JbCY9LjWjy_07q8QSWQKyYcLnVc38IJ6gfgysA37zU_M46sDwA1nVodfJEr38/s16000/Galian%20Tanah.jpg" title="Pekerjaan Tanah" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pekerjaan tanah, pekerjaan galian tanah, pekerjaan urugan tanah dan pekerjaan sipil lainnya dalam pelaksanaanny wajib mematuhi peraturan- peraturan diantaranya : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;PBI (Peraturan Beton Indonesia) 2. NI-3-1970 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan umum untuk bahan bangunan Indonesia (PUBI) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gambar-gambar dan ketentuan spesifikasi yang ada didalamnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjelasan yang telah dan yang akan diberikan pada waktu rapat penjelasan (Aanwijzing). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjelasan yang telah dan yang akan diberikan oleh pemberi tugas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petunjuk-petunjuk dari pemberi tugas yang akan diberikan selama waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan-peraturan tentang keselamatan kerja SK Menteri Naker No. 11 5/KMK/01 1/81, tanggal 28-2-1981. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan Daerah yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan atau peraturan-peraturan pembangunan dari pemerintah Daerah setempat dimana dalam proses pembangunan tersebut harus ditaati. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan-perubahan peraturan yang terakhir dan lain sebagainya yang berhubungan dalam pelaksanaan konstruksi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;1. PEKERJAAN TANAH &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.1 Pengukuran Tapak Kembali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran bersama konsultan manajemen konstruksi dan penggambaran kembali lokasi pembangunan yang dilengkapi dengan keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah diterka kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika terjadi ketidaksesuaian gambar dengan keadaan lapangan yang sebenarnya, agar segera melaporkan kepada pemberi tugas atau konsultan manajemen konstruksi untuk ditindaklanjuti dan dibuat keputusan selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya boleh dilakukan dengan alat-alat TS yang ketepatannya dapat dipertanggung-jawabkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengukuran sudut siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui oleh pemberi tugas dan atau konsultan manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Segala bentuk pengerjaan pengukuran lahan menjadi tanggung jawab kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.2 Tugu Patokan Dasar (Reference Bench Mark) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tugu patokan dasar (BM) jumlah dan letak ditentukan oleh pemberi tugas atau konsultan manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tugu patokan dasar dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya 20x20 cm, tertancap kuat ke dalam tanah sedalam 1 meter   dengan bagian yang menonjol di atas muka tanah secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tugu patokan dasar harus dibuat permanen, tidak bisa diubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi tertulis dari pemberi tugas dan konsultan manajemen konstruksi untuk membongkarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan pembuatan tugu patokan dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.3 Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu dengan mutu setara meranti merah dengan ukuran kaso (5/7 cm), yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakan atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1,5 meter satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Papan dasar pelaksanaan (bouwplank) dibuat dari kayu meranti merah dengan ukuran tebal 2-3 cm, lebar 20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya (waterpass). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama yang satu dengan lainnya, kecuali dikehendaki lain oleh pemberi tugas dan konsultan manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemasangan papan dasar berjarak 100 cm dari sisi luar galian tanah pondasi atau sejauh jarak tertentu agar aman dari para pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan, kontraktor harus melaporkan kepada pemberi tugas dan atau konsultan manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan menjadi tanggungjawab kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;
2. PEKERJAAN GALIAN TANAH &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
2.1 Lingkup Pekerjaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan galian tanah harus didukung dengan penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan galian tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan galian tanah meliputi seluruh pekerjaan yang memerlukan galian misalnya seperti pekerjaan pondasi, drainase, pagar dan lainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Aspek keamanan menjadi prioritas terhadap pekerjaan galian yang dapat membahayakan bangunan eksisting (jika ada) dan pekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Area untuk pembuangan tanah akibat galian dapat diperoleh setelah mendapatkan persetujuan dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
2.2 Syarat-syarat pelaksanaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Galian tanah untuk support buliding, saluran air, pagar dan galian-galian lainnya harus sesuai dengan peil-peil yang tercantum di dalam gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon, dan lain- lain yang masih digunakan, maka pemborong harus secepatnya memberitahukan kepada konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas atau Instansi yang berwenang untuk mendapatkan petunjuk- petunjuk seperlunya. Kontraktor bertanggungjawab atas segala kerusakan- kerusakan dari pekerjaan galian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menjamin bahwa pekerjaan yang sedang   berlangsung   tersebut tidak terganggu. Sarana umum yang tidak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam area konstruksi pekerjaan harus dipindahkan keluar dan dipindahkan ke tempat yang disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas atas tanggungan kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan, maka kontraktor harus mengurug kembali daerah tersebut dengan bahan pondasi yang sejenis untuk area yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengurugan/pengisian kembali bekas galian harus dilakukan selapis demi selapis, dan dipadatkan. Pekerjaan pengurugan/pengisian kembali ini hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapatkan persetujuan tertulis dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika pada dasar galian masih terdapat akar-akar tanaman atau bagian- bagian tanah yang gembur, maka galian harus dibuang keluar sedangkan lubang-lubang diisi kembali dengan pasir, disiram dan dipadatkan. Pemadatan dilakukan secara berlapis-lapis dengan tebal tiap lapisan 15 cm, dengan cara pemadatan dan pengujian sesuai dengan spesifikasi struktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua tanah dari pekerjaan galian, setelah mencapai jumlah tertentu harus segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk galian yang berdekatan ternyata memiliki kedalama berbeda maka penggalian dilakukan pada bagian yang lebih dalam dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;
3. PEKERJAAN URUGAN TANAH &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
3.1 Pekerjaan Urugan Tanah dan Pemadatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan dan pemadatan kembali untuk pekerjaan substruktur yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Terlebih dahulu diadakan test kepadatan maksimum pada kadar air optimum dan hasilnya harus secara tertulis diserahkan kepada konsultan manajemen konstruksi. Konsultan manajemen konstruksi akan menolak material yang tidak memenuhi persyaratan diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal maksimum tiap-tiap lapisan 15 cm dan dipadatkan sampai mencapai kepadatan maksimum pada kadar air optimum, dan mencapai peil permukaan tanah yang direncanakan. Test kepadatan optimum harus mengikuti STM.D-1557-70. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lokasi pengurugan harus bebas dari lumpur atau kotoran, sampah dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika tidak ada persetujuan tertulis sebelumnya dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas maka pemadatan tersebut tidak boleh dengan dibasahi dengan air. Pemadatan urugan dilakukan dengan memakai alat stemper/compactor yang disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mencapai kepadatan yang optimal, bahan harus di test di laboratorium, untuk mendapatkan nilai standar proctor/kepadatan maksimum pada kadar air optimum. Laboratorium yang memeriksa harus laboratorium yang disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk bahan yang sama, untuk setiap lapis tanah tebal 20 cm yang sudah dipadatkan harus ditest juga di lapangan, yaitu 1 (satu) test untuk setiap 750 m2, yaitu dengan sand cone test dengan hasil kepadatan harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk lapisan yang dalamnya sampai 30 cm dari permukaan rencana, kepadatannya 95% dari standar proctor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk lapisan yang dalamnya lebih dari 30 cm dari permukaan rencana, kepadatannya 90% dari standar proctor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hasil test di lapangan harus tertulis dan diketahui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permukaan yang telah padat harus dilindungi dari basah oleh air hujan, panas matahari dan lainnya. Pekerjaan pemadatan dianggap cukup, setelah hasil test memenuhi syarat dan mendapat persetujuan tertulis dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kepadatan harus dibuat sama dengan cara menggemburkan gumpalan-gumpalan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapisan - lapisan ini dikerjakan berdasarkan dengan kepadatan yang dibutuhkan dan dicek melalui pengujian lapangan yang memadai, sebelum dimulai dengan lapisan berikutnya. Jadwal pengujian harus diajukan oleh kontraktor kepada konsultan manajemen konstruksi, konsultan perencana dan pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berikut cara / prosedur menentukan kepadatan:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;“Density of soil inplace by driven sand-cone method” AASHTO.T.191 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Density of soil inplace by driven sand-cone method” AASHTO.T.204 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;“Density of soil inplace by driven sand-cone method” AASHTO.T.205 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Setelah pemadatan selesai, sisa urugan tanah harus dipindahkan ke tempat tertentu yang disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
3.2 Pekerjaan Urugan Dengan Lapisan Pasir Urug/Sirtu Padat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sirtu kelas A yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam, bebas lumpur, tanah lempung dan lain sebagainya, seperti disyaratkan dalam NI-3 (PUBI tahun 1982) pasal 14 ayat 3. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk air siraman digunakan air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya, serta memenuhi syarat- syarat yang telah ditentukan dalam NI-3 pasal 10. Apabila dipandang perlu, konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas dapat minta kepada kontraktor agar air yang dipakai untuk keperluan ini diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas tanggungan kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi syarat –syarat yang ditentukan di atas dan harus dengan persetujuan tertulis dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap lapis sirtu harus diratakan, disiram air dan/atau dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. Pemadatan dilakukan hingga mencapai tidak kurang dari 95% dari kepadatan optimum dari hasil laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pertahankan kondisi galian selalu kering sampai pekerjaan pemadatannya selesai dilakukan. Pemadatan harus diulang kembali jika keadaan tersebut di atas tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebal lapisan sirtu minimum 15 cm padat atau sesuai dengan yang disyaratkan pada gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lapisan pekerjaan diatasnya, dapat dikerjakan bilamana sudah mendapat persetujuan tertulis dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
3.3 Pekerjaan Urugan Kembali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini meliputi semua pekerjaan urugan kembali bekas galian, yaitu bekas galian pile cap, tie beam, Septictank dan semua pekerjaan yang ditunjukkan dalam gambar struktur atau sesuai petunjuk dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengurugan tidak boleh dilaksanakan sebelum pondsi atau lain-lain yang dibangun yang akan ditutup atau tersembunyi oleh tanah urugan diperiksakan dahulu oleh konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kayu-kayu bekas bekisting atau yang lainya tidak boleh dibiarkan tertinggal pada waktu pengurugan dilaksanakan, kecuali jika ada persetujuan dari konsultan manajemen konstruksi atau pemberi tugas.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhW4fjuoZJN4pX2zOsDsMk6ggJRIXJHKfzsluU-BooabphxMapqGlyChboTfswpNqtTJ1PHT6M8Gft8LhRZrSly9oNXQ10CHpQiggesG0VMoQQSHgk3PXHzZLhkiaJ-JbCY9LjWjy_07q8QSWQKyYcLnVc38IJ6gfgysA37zU_M46sDwA1nVodfJEr38/s72-c/Galian%20Tanah.jpg" width="72"/></item><item><title>Panduan Teknis Membuat Gardu Distribusi Daya Listrik</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/panduan-teknis-membuat-gardu-distribusi.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 19 Jan 2025 14:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-1521358417875787554</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEB_hQvEVoVZqMn2CzARoG4AR8WN4F3oKKnTCRRIq9yP6CCLtDNXiIEo4qomNFAWJgJ2UdwZdVNeuFLCgfD9pGuc9ZrfyA50KE08ZZtQk7DBn2HxiKIsCb8gx4gYDM_BfIArtvH938Ndfa0pQUb6yEOQLa97xPR51Vp8PjXq7xHkkuWUSC5HuTF3tGaG4/s700/0_gardu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="gardu listrik" border="0" data-original-height="330" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEB_hQvEVoVZqMn2CzARoG4AR8WN4F3oKKnTCRRIq9yP6CCLtDNXiIEo4qomNFAWJgJ2UdwZdVNeuFLCgfD9pGuc9ZrfyA50KE08ZZtQk7DBn2HxiKIsCb8gx4gYDM_BfIArtvH938Ndfa0pQUb6yEOQLa97xPR51Vp8PjXq7xHkkuWUSC5HuTF3tGaG4/s16000/0_gardu.jpg" title="Gardu Listrik" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Artikel ini berisi ulasan panjang dan lengkap tentang panduan teknis membuat gardu distribusi daya listrik berdasarkan disiplin ilmu electric, civil, arsitek dan struktur. Penjelasannya meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
i. Pembangunan Gardu Distribusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
ii. Pengadaan, pemasangan dan pengaturan sistem kelistrikan Gardu Distribusi:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Panel tegangan menengah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformator &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panel tegangan rendah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengkabelan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pentanahan &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
iii. Pengadaan, pemasangan dan pengaturan dari peralatan dan bahan bantu, balk yang disebutkan maupun tidak didalam spesifikasi/gambar, namun secara teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistem yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
iv. Menyelenggarakan pengujian dan perijinan/pengesahan sistem tersebut oleh instansi yang berwenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
v. Menyerahkan sistem tersebut dalam keadaan sempurna, siap pakai, aman dan handal kepada Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pembuatan Bangunan Gardu Listrik &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.1 Peraturan, syarat-syarat dan standar yang berlaku : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Sebagai peraturan yang bersifat umum, berlaku peraturan umum pemeriksanaan bahan-bahan bangunan pada penyelenggaraan bangunan di Indonesia (P.U.B.B 1970). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan Beton Bertulang untuk Indonesia (P.B.i 1971). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan-peraturan setempat dan peraturan-peraturan pemerintah lainya yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
1.2 Peil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduga (peil) dari mana diukur, ukuran-ukuran tinggi adalah sisi atas lantai bangunan yang pada gambar ditandai + 0.80. Peil ini ditentukan oleh Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.3 Pekerjaan Bouwplank &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bouwplank harus kuat, siku dan water pas titik utama harus jelas dan tahan lama selama pelaksanaan. Dipasang 1.5 meter dari as dinding, kecuali apabila keadaan setempat tidak memungkinkan jarak tersebut dapat dikurangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.4 Pekerjaan Tanah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Galian tanah untuk fondasi, lantai dan saluran kabel dikerjakan sampai ukuran-ukuran dalam dan ukuran lebar sesuai dengan gambar, kecuali apabila keadaan setempat memerlukan lain dapat diubah seijin Pemberi Tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanah bekas galian yang baik dapat digunakan untuk mengurug bekas galian, setelah pekerjaan pondasi selesai. Galian tanah untuk saluran kabel sesuai dengan gambar yaitu dengan memperhatikan tebal lantai kerja dan pasir urug dibawahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.5 Pasir Urug &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Di dasar galian sebelum pasangan fondasi, lantai dan saluran kabel harus diurug dengan pasir urug masing-masing tebal 10 cm untuk dibawah pondasi, 10 cm dibawah lantai dalam gardu dan 10 cm dibawah saluran kabel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.6 Lantai Kerja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lantai kerja dibawah fondasi dibuat dari adukan PC, kerikil dan pasir dengan campuran K.175 dan tebal minimal 5 cm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.7 Pekerjaan Trasram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Trasram dari mulai atas sloof sampai dengan + 0.20 m di atas lantai. Trasram dari pasangan batu bata ½ batu dengan adukan 1PC:2Psr. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.8 Pekerjaan Dinding &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dinding bangunan dari pasangan batu bata 1/2 batu, dengan adukan 1 PC: 5 Psr dan plesteran tembok 1 PC : 6 Psr. Batu bata yang dipakai ukuran besar dan berkualitas baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.9. Rabat Beton &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rabat beton dibangun disekeliling bangunan, lebarnya disamakan dengan gambar dengan tebal minimal 8 cm. Campuran rabat beton adalah K.175. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.10 Beton Bertulang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh pekerjaan beton bertulang seperti sloff, kolom, balok, dan lantai saluran kabel, tebal ukuran seperti pada gambar. Beton tidak boleh dituangkan sebelum papan cetakan (bekisting) dan pemasangan besi-besinya disetujui Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semen (PC) yang digunakan untuk seluruh pekerjaan adalah semen yang berkualitas baik, tidak berbongkah-bongkah membatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pasir dan kerikil yang digunakan harus baik, sama sekali tidak berlumpur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum pekerjaan beton, Kontraktor diwajibkan membuat segala perhitungan konstruksi beton yang sesuai dengan PBI 1974 dan gambar - gambar untuk diberikan kepada Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pekerjaan beton bertulang tidak boleh dimulai sebelum Kontraktor menerima kernbali dengan lengkap semua perhitungan dan gambar- gambar yang sudah disetujui Pemberi Tugas. Persetujuan Pemberi Tugas tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab atas tepat dan kuatnya pekerjaan beton bertulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus mengusahakan agar pekerjaan beton bertulang selama seminggu sesudah selesai dituangkan harus senantiasa dibasahi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Toleransi pengukuran lurus untuk setiap panjang 30 cm ± 10 mm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus mengusahakan agar pembesian sesuai gambar, dalam hal dimana berdasarkan pengalaman kontraktor atau pendapatnya terdapat kesalahan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian maka kontaktor dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. Secepatnya hal ini diberitahukan pada pemberi tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mutu beton struktur K-225 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Toleransi diameter tulangan 0,3 mm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk saluran kabel, pengecoran harus sekaligus dengan lantai, bekisting harus dibuat rata dan siku sehngga waktu dibuka betonan sudah rapi. Bekisting dinding saluran kabel harus dibuat luar dan dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengurugan tanah sebelah luar didinding dilakukan setelah beton mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.11 Waterproofing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagian atas pelat dak termasuk bagian dalam listplank harus diberi lapisan waterproofing. Waterproofing coating harus dilaksanakan sebanyak 3 lapis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.12 Plesteran Trasram &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dinding trasram luar dan dalam diplester dengan adukan 1 PC 2 Psr, tebal 2 cm. Trasram dari mulai atas sloof sampai dengan 20 cm di atas lantai (-0.15 cm sampai dengan +0.20 m). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.13 Plesteran Dinding &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dinding bagian luar dan dalam diplester dengan adukan 1 PC : 6 PS, tebal 2 cm. Plester ini dimulai dari atas trasram sampai dengan plafond &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.14 Pekerjaan Besi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pintu dari besi plat tebal 3 mm dan besi siku L 50.50.5 diberi schoor seperlunya. Kusen pintu dari besi UNP 6.5 diberi angkur kiri kanan masing-masing 5 buah dan atau 6 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ventilasi dibuat dari besi plat 3 mm, bagian belakang dipasang kawat kasa 2 mm, ukuran 4 x 4 uap 1" persegi. Kawat kasa ini dijepit dengan plat strip dan dibaut, yang sewaktu-waktu dapat dibuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk saluran kabel TM saluran kabel TR dan saluran/dudukan panel TM dan TR yang terbuka harus ditutup dengan plat bordes 5 mm, plat bordes ini ditopang oleh besi UNP 5 dan pingiran saluran kabel dipasang besi siku 50.50.5 yang diangkur ke dinding saluran. Saluruh pekerjaan besi harus dicat anti karat yaitu dengan cat zinkchromate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.15 Pipa PVC &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pipa yang digunakan untuk saluran kabel dan talang harus dari jenis pipa PVC kelas AW. Khusus pipa-pipa PVC yang digunakan untuk saluran kabel cadangan, bagian luarnya harus ditutup kap dop dan pipa dengan ukuran sesuai, tanpa dilem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.16 Pekerjaan Talang dan Saluran Drainage &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jenis talang adalah dari jenis talang tanam, talang dipasang dari pipa PVC Ø 3" kelas AW. Talang dipasang pada tiap-tiap sudut bangunan (ditanam pada kolom- kolom sudut) masing-masing 2 buah, sehingga seluruhnya berjumlah 8 buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Air hujan dari talang disalurkan pada saluran drainage yang dipasang disekeliling rabat bangunan dan dibuang sampai saluran drainage yang berada di jalan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Saluran drainage sekeliling rabat bangunan dibuat dari buis beton ½ Ø 30 cm, sedang saluran air hujan mulai dari bangunan gardu ke saluran drainage jalan umum, menggunakan pipa PVC 6”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.17 Laburan dan Cat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dinding gardu luar dan dalam bangunan dilabur dengan cat tembok sejenis vinilex dan sebelumnya harus dipiamur sampai rata. Dinding luar bagian bawah, yaitu 25 cm di atas rabat beton, dicat dengan flinkote hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagian-bagian logam/besi, seperti pintu, kusen-kusen, ventilasi, plat borders dan lain-lain, setelah diberi cat dasar Zinkchroma dicat finishing dengan cat aluminium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dinding saluran kabel diberi warna semen. Bagian atas dak, luifel dan bagian dalam listplank diberi "waterproofing coating" 3 lapis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.18 Alat-Alat Pengunci &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pintu harus dipasang kunci gembok dengan kualitas baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.19 Pentanahan/Arde &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pentanahan dibuat dari kawat BC (Bare Copper) 70 mm2 dan pipa elektroda pentanahan yang dibuat dari pipa galvanis dia. 1” medium class dengan panjang minimal 6 m, yang berisi kawat BC 70 mm2. Kawat BC 70 mm2 dipasang sekeliling bangunan dan diletakkan dibawah pondasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pentanahan dari kawat BC 70 mm2 ini harus utuh, tidak boleh memakai kawat BC yang disambung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bagian-bagian logam yang tidak bertegangan dihubungkan pada terminal terminal pentanahan yang tersedia dengan menggunakan strip/round copper yang dipasang dengan baik menurut ketentuan. Besarannya tahanan pentanahan maximum 2 Ohm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.20 Pemasangan Lampu Penerangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lampu penerangan dipasang dibagian dalam dan diluar. Diluar dipasang dengan jenis lampu baret LED 14 Watt dan LED tipe E27 16 Watt, 220 V, 50Hz plafond fitting (ceiling rose). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dibagian dalam dipasang dengan jenis lampu TL-2x16 Watt dan LED tipe E27 16 Watt, 220 V, 50 Hz plafond fitting (ceiling rose). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lampu luar dan dalam dilayani melalui sakelar serie jenis inbouw yang dipasang dibagian dalam bangunan gardu dekat pintu. Dibagian dalam dipasang pula 1 (satu) buah stop kontak 2 pole, 16 A, 250 V, 50 Hz, jenis in-bouw. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tinggi pemasangan sakelar 1.50 m, dan stop kontak 0.30 m di atas lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Instalasi penerangan dan stop kontak ini diberi pengaman oleh Mini Circuit Breaker (MCB)- 1 pole 6A yang dipasang pada "box"nya (fuse box). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel yang digunakan untuk instalasi penerangan dan stop kontak pada bangunan gardu adalah dari jenis NYM 3x2,5 mm2 yang dipasang didalam pipa PVC Ø ¾”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.21 Fault Indicator &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemasangan lampu fault indicator harus jelas terlihat dari luar, sekeliling lampu diberi cat hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Trafo arus dipasang pada kabel keluar (sel PMT) sesudah kabel disuport, kemudian kabel di indicator ditarik dari trafo arus ke relay yang disupply dari tegangan listrik yang tersedia di rak TR. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Panel Tegangan Menengah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel Tegangan Menengah harus mengikuti peraturan dan petunjuk yang berlaku di Indonesia dan atau yang berlaku International &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel hubung bagi harus menggunakan gas SF-6 sebagai media pemutus dan pemadam busur api pada waktu switching. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel hubung bagi harus memiliki internal Arc Classification IAC : A-FLR, 16 kA 1 sec sebagai pengaman operator terhadap efek gangguan internal sesuai IEC 62271-200 Appendix A. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pintu panel harus mempunyai interlock dengan saklar utama dan saklar pembumian. Perlengkapan penguncian harus ada untuk saklar utama dan saklar pembumian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel harus memiliki indicator mekanik untuk posisi buka atau tutup pada saklar utama dan pembumian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tekanan gas SF6 didalam masing – masing unit rumah pole adalah 0,5 bar (500 hPa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel merupakan indoor, metal enclosed, free standing type. Kapasitas hantar arus busbar dan seluruh peralatan switching (LBS) adalah 630 A dengan kapasitas hubung singkat 500 MVA – 1 sec pada tegangan 20 KV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontruksi kubikel panel yang dipergunakan haruslah terbuat dari bahan plat baja setebal minimum 2.2 dengan rangka besi dan diproses anti karat dan dicat bakar warna abu-abu, serta dilengkapi dengan mimin diagram, pane ini hendaknya dilengkapi dengan 2 buah kunci yang sama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kubikel panel yang harus digunakan harus lah tipe free standing, harus bisa dilayani dari depan, pintu-pintunya dilemgkapi dengan tempat pengangkat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengaturan komponen didalam panel hendaknya dilakukan sedemikian rupa sehingga tak menyebabkan temperature kerja didalam panel melebihi batas 450 C &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kubikel tersebut dibuat dari plat baja/besi dengan tebal minimum 3 mm dengan rangka dari profil baja/besi, plat dan profil digavanisasi Kubikel dicat bakar warna abu-abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Spesifikasi Umum &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Tegangan kerja : 20 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nominal Insulation Voltage: 24 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated Insulation Level for 1 min: 50 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Implused Withstand Voltage: 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frequency 50 Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Busbar Normal Current Rating : 800 A &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Short Cir. Breaking Cap. (peak) : 25 kA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Short Circuit Rating 1 Second : 15 kA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;System Fault Level : 500 MVA&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Jenis kubilkel terdiri dari :&lt;br /&gt;a. Kubikel pengaman transformator terdiri dari, &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;1 set load break switch (LBS) 3 poles, 630 A - 1000 A, 24 kV, manual drive yang dilengkapi minimum. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;spring loaded auxiliry switch &lt;/li&gt;&lt;li&gt;auxiliary switch 4 poles &lt;/li&gt;&lt;li&gt;HRC Fuses 20/24 kV, 50 A &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set earthing manual drive 3 poles, 24 kV, mechanical inter-locked ke LBS dan pintu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 set induction type voltage indicator &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set heating resistor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set post insulator dan busbar system &lt;/li&gt;&lt;li&gt;shunt trip Coil. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
b. Kubikel incoming atau outgoing terdiri dari, &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;1 set load break switch (LBS) 3 poles, 630 A - 1000 A, 24 kV, manual drive yang dilengkapi minimum &lt;/li&gt;&lt;li&gt;spring loaded auxiliary switch &lt;/li&gt;&lt;li&gt;auxiliry switch 4 poles &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set earthing manual drive 3 poles, 24 kV, mechanical inter-locked ke LBS dan pintu. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 set induction type voltage indicator &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set heating resistor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 set post insulator dan busbar system &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Load Break Switch (LBS) yang digunakan jenis Air Load Break Switch dengan electrical operating mechanism : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Rated Voltage 24 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cos phi 0,8 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Breaking capacity 14 MVA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Breaking current 630 A &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated imp. Current 35 KA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated 25 KA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated imp. Voltage 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated pw. frg withst. 55 kV. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Untuk setiap kubikel dari panel TM harus dilengkapi dengan sistem interlock antara LBS, pintu panel dan earthing switch. LBS akan terbuka bila terjadi beban atau panas yang berlebihan pada transformator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap kubikel panel TM harus dilengkapi petunjuk kerja dan diagram pengkawatan yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas Lapangan/Pengawas PLN sebanyak min. 4 set, dimana 1 set ditempatkan didalam kubikel yang bersangkutan dan 3 set diserahkan kepada Pemberi Tugas/Pengawas PLN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pabrik pembuat harus mengadakan `factory test' seperti: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Dielectrict Test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Voltage withstand test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sequence Test &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Seluruh pengujian tersebut di atas harus dinyatakan didalam sertifikat pabrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah terpasang, harus dilakukan pemeriksanaan seperti: Peralatan yang terpasang apakah sesuai dengan yang dimaksud Pemeriksanaan peralatan interlock dan fungsi kerja handelnya Pemeriksanaan kontinuitas rangkaian. Pengujian dengan tegangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Harus dilampirkan Laporan Teknis hasil Pengujian dari PLN Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan Laboratorium Listrik yang meliputi: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pemeriksanaan visual &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran dimensi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian clearence &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran tahanan isolasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian kenaikan temperature &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tekanan impulse 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tegangan AC 50 kV/1 menit &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian kerja mekanis (50 kali) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian interlock &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tingkat pengaman. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; 
&lt;b&gt;3. Kabel Tegangan Menengah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel tegangan menengah dan perlengkapannya yang akan digunakan harus mengikuti peraturan dan petunjuk yang berlaku di Indonesia dan atau yang berlaku International. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel tegangan menengah (SUTM) harus mempunyai spesifikasi minimum, &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Jenis kabel: N2XSY &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah ukuran kabel: 3 (1 x 150 rnm2) atau 3(1 x 50 mm2) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan kerja ph-ph: 20 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekwensi: 50 hZ &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teg. uji AC (3x15 menit): 30 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teg. uji 1 menit: 70 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teg. Impulse: 125 kV &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Kabel tegangan menengah (SKTM) harus mempunyai spesifikasi minirrium,
&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Jenis kabel : NA2XSEYBY &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah &amp;amp; ukuran kabel: 3 x 240 rnm2 Rated Voltage Uo/V : 18/30 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekwensi: 50 hZ &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rated power short time current : 500 MVA Teg. Impulse: 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operating Voltage, Maximum Continuous Permissible operating voltage U : 24 kV &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
MV cable Sealing end/Cable Termination &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Voltage (phase to phase) 25 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impulse 1.2 x 50 Wave 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Corona Extinction voltage level 30 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Material : Metal Connector screw cable lug &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moulded Rubber Cap/Top seal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Non-tracking rubber module/Creepage current resistant, silicon rubber sheds. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cable insulation/active pressure &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ground Clamp/Lower creepage collector+ Ground eye &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moulded stress relief/Cold-flowing stress grading pad &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
MV. Cable Joint/junction Sleeves &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;System voltage 25 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impulse voltage 1.2 x 50 micro sec wave 150 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Corona Extinction voltage minimum 21.6 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;DC withstand &lt;/li&gt;&lt;li&gt;During installation 75 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;After installation 80 kV&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Material : Cable Armor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Core Metallic Tape Screen &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Compression Connector &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Core Joint Housing &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Metal screen Continuity Kit &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Inner Jacket Restoration Kit &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pengujian dan Pengukuran Kabel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
a. Factory test &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua kabel yang diajukan harus dilengkapi dengan sertifikat pengujian dan pengukuran kabel dan pihak pabrik sendiri maupun pihak ketiga yang berwenang untuk pengujian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Khusus untuk kabel produksi lokal, maka setiap kabel yang akan disupply perlu diuji oleh pihak pabrik (quality assurance) dan pengujian yang dilaksanakan oleh pihak PLN/Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
b. Pengujian bahan-bahan kabel &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pemeriksanaan dimensi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tegangan tarik dan perpanjangan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian daya tahan retak dalam berbagai temperature &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian penyusutan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian kehilangan berat karena penguapan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian perubahan bentuk karena tekanan pada suhu tinggi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian sifat-sifat kabel pada suhu tinggi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian stabilitas thermis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian daya tahan terhadap tegangan tinggi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran tahanan isolasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian bakar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
c. Pengujian bahan-baku kabel &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pemeriksanaan visuil &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tegangan tarik dan perpanjangan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian tahanan jenis (penghantar atau isolasi) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran melt index &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian kadar carbon black &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksanaan berat jenis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran kehilangan berat karena pemanasan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian kekerasan (hardness) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian perubahan bentukkarena tekanan pada suhu tinggi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian stabilitas thermis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian bakar &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian daya tahan terhadap seng &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
d. Pengujian kabel yang dalam proses &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Penarikan kawat (drawing) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isolasi (single core insulation) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Quadding &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drum twinster &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
e. Pengujian kabel setengah jadi dan kabel jadi, yang meliputi: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pengukuran tahanan hantaran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetesan dielektrik &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengukuran loss factor &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetesan tegangan impulse &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetesan mekanis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengetesan perambatan (creep test). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Kabel setelah tiba di site, yaitu sebelum kabel dipasang dan sesudah kabel terpasang, Kontraktor wajib melaksanakan pengetesan dan pengukuran dielektrik insulation test, yaitu dengan Meger &amp;amp; DC-Test (40 kV-15 menit). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum pemesanan dan pengiriman kabel dan perlengkapannya yang akan digunakan, Pelaksana harus mengajukan katalog/brosur, sertifikat pengujian dan contoh kepada Pemberi Tugas untuk mendapatkan persetujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Transformator &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tranformator harus baru dan dilengkapi sertifikat dari pabrik pembuat yang menyatakan tanggal pembuatan, pengujian dan pengesahan dari instansi berwenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
4.1 Jenis Transformator &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Transformator dari jenis oil immersed dengan rating sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Standard: IEC 60076 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah phasa 3 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekwensi: 50 Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kapasitas: 400 kVA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahan kumparan: CU-CU &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendinginan: Onan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan primer: 20 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan sekunder: 400/230 V &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tapping voltage: +1-2x2,5% &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Vector group: Dyn 5 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimensi Trafo 400 KVA: P=1495mm, L=900mm, T=1615mm Karakteristik Listrik &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Insulation class: 24 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Basic Impulse voltage: 50/1 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Test Voltage 1 minute: 125 kV &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isolasi: Klas A &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Kenaikan Temperatur Transformer&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pada winding oil, maks: 65/55 0 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;No load losses, maks: 0,5 % &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Full load losses, maks: 2.0 % &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impedance voltage: 4.0 % &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Noise level, 3 meter: 52 Db &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
4.2 Perlengkapan pada transformator minimal terdiri dari, &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Thermometer dengan kontak ganda &lt;/li&gt;&lt;li&gt;DGPT / RIS &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Roda &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lifting eyes &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Elastimold &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
4.3 Tanki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Strip tanki (fin type tank) untuk daya trafo sampai dengan 1.600 kVA terbentuk dari Corrugated tank, sehingga tercapai Total Integral Filling yaitu minyak trafo dapat terisi penuh sampai tutup tanki, dimana pemuatan minyak pada saat trafo beroperasi dan diakornodasikan dengan "pernapasan" dari sirip corrugated itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tanki trafo yang digunakan adalah dari jenis "Hermatically Sealed Tank" yang diisi dengan bantalan gas Nitrogen di atas permukaan minyak, yaitu untuk mencegah adanya 'kontak' antara minyak dengan udara luar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Badan tanki termasuk sirip-sirip tanki terbuat dari 'cold roll steel sheet sedangkan tutup atas dan bawah terbuat dari 'mild steel plate' dengan ketebalan-ketebalan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Packing/gaskets terbuat dari nitrit-rubber yang tahan temperature tinggi dan tahan minyak yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum memasuki proses pengecatan, tanki harus menjalani pengujian kebocoran untuk menjamin tidak terjadinya kebocoran minyak selama trafo dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Khusus pada pre-treatment process, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada permukaan pelat baja yang berupa lapisan minyak dan karat, harus dihilangkan dengan melalui proses "shot-blast, kemudian disusul dengan proses peredaman kedalaman larutan fosfat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada proses pengecatan yaitu setelah proses pre-treatment selesai, dimulai pengecatan dasar (base-coat) dan terakhir dengan proses pengecatan akhir (final-coat). Pengeringan cat dilakukan dengan cara pemanggangan. Cat yang dipilih adalah cat yang tahan cuaca untuk tanki bagian luar dan cat yang tahan korosi dan tahan minyak untuk tanki bagian dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
4.4 Pengujian Pabrik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum dikirimkan, trafo harus menjalani berbagai pengujian rutin sesuai dengan standar-standar yang berlaku, seperti: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Turn ratio test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Polarity test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Copper loss (load loss) test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Iron loss (no load loss) test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformer oil breakdown voltage test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Measurement of no load current (exiting current) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Measurement of impedance &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Applied voltage test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Induced voltage test &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Impulse voltage test. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;5. Panel Utama Tegangan Rendah (LVMDP) dan panel bagi tegangan rendah &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Panel Bagi Tegangan Rendah form 2B harus mengikuti peraturan dan petunjuk yang berlaku di Indonesia dan atau yang berlaku International. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
Panel Bagi Tegangan Rendah mempunyai ukuran sesuai dengan kebutuhan, namun mempunyai susunan busbar dan peralatan yang memungkinkan untuk pengembangan/penambahan dikemudian hari. Panel bagi TR dari jenis rak untuk pasangan dalam (indoor type). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pembuatan panel utama tegangan rendah harus memenuhi form 3B non type test berdasarkan standard IEC 61439 - 2 &amp;amp; 3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pembuatan panel kapasitor bank harus sesuai dengan standard IEC 60439-2 dan 3 dan memenuhi standard form 2B. Khusus untuk kapasitor bank kapasitas dan jumlah fan harus sesuai dengan desain perancangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pembuatan panel penerangan dan daya harus sesuai dengan standard IEC 60439-2 dan 3 dengan memenuhi standard form 2b. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Louvres ventilasi panel harus dibuat dibagian sisi panel atau dibagian belakang panel dan dilengkapi dengan pengaman screen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel utama harus memiliki dasar (base panel) dengan ketinggian 100mm dan dilengkapi lampu penerangan yang di operasikan oleh microswitch. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel – panel harus dibuat dari plat besi tebal 2mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus dizinchromat dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan cat bakar, warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak direksi/pengawas lapangan/manajemen konstruksi. Pintu dari panel – panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. KHUSUS KUBIKEL BEBAN KEBAKARAN HARUS DI CAT MERAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nama panel harus jelas, dengan jetinggian 75mm atau disesuaikan dengan ukuran panelnya. Detail nama dan bentuk huruf harus disetujui oleh direksi/pengawas lapangan/manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel ini harus sesuai dipergunakan di dalam ruangan (indoor service) pada tengan 400/230 V, 3 phase, 50 Hz dengan system pentanahan tersendiri dan mampu menahan electrical dan mechanical stresses yang ditimbulkan karna gangguan yang ekuivalen dengan minimum 50 kA pada 380 KV selama 3 detik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dan outoor type pakai double door dan topi miring dikedua sisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setiap panel harus mempunyai bus-bar netral (N) dengan kapasitas penuh sesuai dengan kapasitas bus-bar fasa dan pentanahan (G) dengan kapasitas setengah dari kapasitas busbar fasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
5.1 Spesifikasi Umum Form 2B Tegangan kerja 400/231 V &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Tebal Plat: 2mm &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frequency: 50 Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Main Busbar Current Rating: 2.000 A Derajat Proteksi: IP. 00 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimensi Panel: 1 Pintu Tinggi=1900mm, Lebar=800mm, Tebal=800mm &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pemesanan/pembuatan panel dapat dilaksanakan setelah shop drawing yang diajukan oleh Pelaksana disetujui oleh Pemberi Tugas Lapangan/ Pengawas PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat pengujian dari pabrik pembuat dan harus diserahkan kepada Pemberi Tugas Lapangan/Pengawas PLN sebelum dikirim untuk dipasang, pengiriman baru dapat dilakukan bila sertifikat pengujian tersebut telah dinyatakan diterima. Atas biaya Pelaksana, Pemberi Tugas Lapangan/Pengawas PLN diberi kesempatan untuk menyaksikan pembuatan dan pengujian panel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
5,2 Komponen Panel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
5.2.1 Busbar/rel penghantar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Rel penghantar terbuat dari bahan tembaga murni dengan konduktivitas tinggi (98%) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rel penghantar dipasang horizontal dibagian atas komponen panel (NH-fuse) dan rel pentanahan dipasang terpisah dengan rel penghantar, yaitu dipasang dibagian bawah panel. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rel penghantar dan rel pentanahan harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL, yaitu: Untuk phasa : merah, kuning dan hitam Netral     : biru. Pentanahan     : kuning-hijau &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rel penghantar utama harus mempunyai kemampuan hantar arus kontinu minimal 1.5 (satu setengah) kali dari rating Ampere Frame pemutus rangkaian utama. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Rel daya harus terbuat dari bahan tembaga jenis “hard drawn high conductivity” yang memenuhi standard B.S. 1433, dilapisi perak pada bagian luarnya secara menyeluruh dengan ukuran sesuai dengan kemampuan 150% dari arus beban terpasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran rel daya disesuaikan dengan ukuran yang tertera didalam gambar rencana dan kontraktor wajib untuk memeriksanya kembali apakah sudah tepat sesuai dengan peraturan PUIL 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
5.2.2 Pemutus rangkaian beban &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemutus rangkaian/beban utama, dilaksanakan secara manual, yaitu menggunakan "Load Break Swicth off Load type" 3 pole - 1600 ampere 500 V AC, dengan jenis drive-front atau rotary drive atau dari jenis side drive, yang dilengkpi spring type driving mechanism dan Are Chtes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemutus beban/pemutus arus yang disebabkan oleh over load (beban lebih) hubung singkat dan arus-arus listrik yang salah dan berskala besar dilaksanakan dengan menggunakan HRC-fuse (high Repture Capacity/High Breaking Capacity-fuse) yang mempunyai kelambatan kerja pada arus lebih dan cepat bereaksi (rapidresponse) bila terjadi hubung singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Karakteristiknya disesuaikan untuk thermal characteristic dari kabel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Breaking capacity lebih besar dari 100 kA pada tegangan 500 V AC atau 400 V DC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Konstruksi berupa "Quench Ribbon Cartridge Fuse with knife blade contact" yang mempunyai internal losses rendah, instrument temperature rise rendah, tidak terjadi bunga api pada waktu kerja, tidak terpengaruh temperature sekeliling, dapat bekerja selama waktu yang lama pada 20% beban lebih dari bekerja seketika bila terjadi arus salah yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
NH-Fuse ini lengkap dengan dudukannya (Fuse Holder) yang sesuai dengan ukuran (size) dari cartridgenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk memudahkan penggantian "cartridge" pada panel type rak ini disediakan fuse-puller (all size) sebanyak 2 buah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
5.2.3 Power meter (PM) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dipasang dipanel utama tegangan rendah. &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Aux.Supply : 100 – 400 VAC, 45-66 Hz atau 100 – 250 VDC &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tegangan masukan maksimum 690 VAC L-L &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arus masukan menggunakan CT/5A &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Touch screen KCD graphic display 128x122 pixels dengan pilihan 5 bahasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
4 slot untuk modul ekspansi, dapat menggunakahn modul ekspansi : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Komunikasi (RS232, RS485, Ethemet, USB) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Digital I/O (4 inputs, 4 static input, 2 inputs &amp;amp; static outputs, atau 2 relay) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Analog I/O (2 analog inpus, 2 analog output) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;memory (data memory + RTC, data memory + RTC + energy Quality) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pengukuran sekarang, terendah, tertinggi dan rata-rata tegangan, frekuensi, factor daya, dan daya ditambah kebutuhan maksimum untuk pengukuran arus. &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pengukuran terhadap tegangan dan arus netral terhadap ground &lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengukuran gangguan harmonic untuk teganga per fasa atau antar fasa dan arus per fasa sampai orde ke 68 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dapat melihat cacat gelombang yang ditimbulkan akibat gangguan harmonic &lt;/li&gt;&lt;li&gt;graphic bar yang menunjukan hasil pengukuran. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dapat melakukahn pengukuran 4 tarif &lt;/li&gt;&lt;li&gt;trend graph dari rata-rata tegangan, daya aktif, daya reaktif dan daya semu &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dapat mengukur lebih dari 590 parameter listrik memiliki standard IEC 61010-1, 61000-6-4, UL 508, dan CSA C22-2-No.14 &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
5.2.4 Current Transformator (CT) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;splitcore (dipasang dipanel utama dan panel genset serta panel dengan incoming kurang atau sama dengan 800 A) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;rating arus yang tersedia : 800, 1000, 1200, 1500, 1600, 20000, 2500, 3000, 4000, 5000 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;kelas akurasi : 1 (250 A ) dan 0,5 (sisanya) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;burden :2.5 – 20 VA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekuensi : 50/60 Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti standard IEC 60044-1 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelas Insulasi E &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
5.2.5 Window (Dipasang dipanel dengan incoming maksimal 630 A) &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;rating arus yang tersedia : 50, 75, 100, 150, 200, 200, 250, 300, 400, 500, 600A &lt;/li&gt;&lt;li&gt;kelas akurasi : 1 (50, 75, dan 100 A ) dan 0,5 (sisanya) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;burden :2.5 – 20 VA &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekuensi : 50/60 Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti standard IEC 60044-1 &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelas Insulasi E &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
5.2.6 Relay proteksi digital (RPD) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk incoming PHBUTR baik pada sisi masukan genset maupun PLN harus diberi relay proteksi digital yantg berfungsi sebagai proteksi untuk sisi trafo maupun sisi genset. &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;RPD mempunyai tampilan display LCD &lt;/li&gt;&lt;li&gt;memenuhi standard IEC &lt;/li&gt;&lt;li&gt;suhu operasi yang di ijinkan -25°C sampai dengan 70°C &lt;/li&gt;&lt;li&gt;tegangan kerja 24-250 Vdc &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dapat memonitor CB untuk perawatan : waktu operasi, waktu charging, supervise trip circuit (power supply, wiring, trip koil), operation counter, dan total kumulatif arus trip. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;RPD dapat memonitor temperature &lt;/li&gt;&lt;li&gt;RPD harus mampu dan memiliki protocol komunikasi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
5.2.7 Inverter (Variable Speed Drive) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
semua inverter harus bias mengurangi arus –arus harmonic yang dihasilkan oleh motor atau perlatan induksi lain nya. &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;tegangan supplai : 380V/3PH/50Hz/4 wires &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Frekwensi keluaran : 0.5 sampai dengan 200Hz &lt;/li&gt;&lt;li&gt;tipe kendali motor : Kn2 quadratic, sensorless flux vector control, voltage/frequency ratio, energy saving ratio. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;transient overtouque : transient overtouque : 110% dari arus drive nominal dalam 60 detik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;modul komunikasi : Modbusm pfofibus, Ethernet TCP/IP atau setara &lt;/li&gt;&lt;li&gt;mempunyai jumlah modul input atau output minimal 8 dan mempunyai inputan logic &lt;/li&gt;&lt;li&gt;standard : IEC 60947-2, EMC Class A dan B, UL &lt;/li&gt;&lt;li&gt;semua inverter mempunyai jenis sambungan in Line &lt;/li&gt;&lt;li&gt;dilengkapi dengan modul komunikasi Modbus/bacnet/lon work dapat disinkronkan dengan pekerjaan BAS. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Komponen –komponen pengaman yang dapat dipakai di antaranya adalah : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Air Circuit Breaker (ACB) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mini Curcuit Breaker (MCB) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
5.2.8 Alat-alat ukur dan lampu indikator &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Alat-alat ukur yang digunakan adalah meter-meter besaran listrik dari jenis "moving iron vane" type khusus untuk panel dengan scale sirkular. flush atau semi flush dalam kota tahan getaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran 96 x 96 mm, scale linier dari ketelitian 1 %. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Current transformer (CT) adalah type kering kolas 1/3 (rated- Burden) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selector swicth untuk monitoring tegangan merupakan heavy-duty swicth-7 potitions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lampu-lampu indicator harus sesuai dengan tegangan 220 V dan lampu ini dari jenis berlensa dari bahan hard glass. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kabel Tegangan Rendah &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kabel tegangan rendah harus mempunyai spesifikasi minimum Jenis kabel : NYFGBY, NYY 0.6/1.0 kV Frekwensi : 50 Hz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum pemesanan dan pengiriman kabel dan perlengkapannya yang akan digunakan, Pelaksana harus mengajukan katalog/brosur, sertifikat pengujian dan contoh kepada Pemberi Tugas Lapangan/Pengawas PLN untuk mendapatkan persetujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan minimum 0,6 kV dan 0,5 kV untuk kabel NYM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada prinsipnya kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah jenis NYFGbY dan NYY, untuk kabel penerangan dipergunakan kabel NYM dan NYFGbY atau NYY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lain nya harus dimintakan persetujuan dahulu pada direksi/pengawas lapangan/manajemen konstruksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penampang kabel minimum yang dapat dipakai adalah 2,5 mm2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan warna kabel NYY, NYM dan NYFGbY untuk tegangan fasa, netral dan nol harus mengikuti peraturan yang disebutkan oleh PUIL 2011, Yaitu : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Sistem tegangan 230/400 V, 3 fasa : Merah : Fasa R &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuning : Fasa S Hitam : Fasa T Biru : Netral (N) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sistem tegangan 230 V, 1 Fasa : Hitam : Fasa &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biri : Netral &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuning/Hijau : Pentanahan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEB_hQvEVoVZqMn2CzARoG4AR8WN4F3oKKnTCRRIq9yP6CCLtDNXiIEo4qomNFAWJgJ2UdwZdVNeuFLCgfD9pGuc9ZrfyA50KE08ZZtQk7DBn2HxiKIsCb8gx4gYDM_BfIArtvH938Ndfa0pQUb6yEOQLa97xPR51Vp8PjXq7xHkkuWUSC5HuTF3tGaG4/s72-c/0_gardu.jpg" width="72"/></item><item><title>Persyaratan Teknis Untuk Proyek Pekerjaan Sistem Jaringan Distribusi Daya Listrik</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/persyaratan-teknis-untuk-proyek.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Thu, 16 Jan 2025 22:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-913329200542167721</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2lA-PdX5yzojGeMPZVZDufo4A62rVuk5WBhMqmCjQZFBQ1MQwcsUFbot4No11c4lFNJUJ-cCm296U6l7ddWbkvqbSQzd_TtBm4cCI2TTCcecDM-oXrEk0Q0NpoFbwTCUETaMrGbezD_GujqCmVxWh5ZpU10uPQLB3ttwzw17k5XA4AEt2adHBI6aiW9E/s700/0_panel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="persyaratan teknis pekerjaan jaringan listrik" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2lA-PdX5yzojGeMPZVZDufo4A62rVuk5WBhMqmCjQZFBQ1MQwcsUFbot4No11c4lFNJUJ-cCm296U6l7ddWbkvqbSQzd_TtBm4cCI2TTCcecDM-oXrEk0Q0NpoFbwTCUETaMrGbezD_GujqCmVxWh5ZpU10uPQLB3ttwzw17k5XA4AEt2adHBI6aiW9E/s16000/0_panel.jpg" title="Panel Listrik" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lingkup pekerjaan sistem jaringan distribusi daya listrik pada sebuah proyek adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
a. Pengadaan dan pemasangan kabel feeder: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Dari Gardu PLN ke Powerhouse &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari Powerhouse ke Panel Utama Tegangan Rendah / Low Voltage Main Distribution Panel (PUTR/LVMDP). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari PUTR/LVMDP ke MDB/ Panel cabang dan kotak MCB di masing-masing bangunan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Termasuk pembuatan crossing bila diperlukan, penanaman kabel TR, pengurugan kembali dengan pasir, pemasangan batu pelindung dan batu peringatan PLN, pengurugan kembali tanah galian dengan pemadatan, menanam patok pengenal dan perbaikan trotoar seperti semula. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
b. Pengadaan dan pemasangan panel-panel PUTR/LVMDP, Panel cabang dan kotak MCB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
c. Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
d. Pengadaan dan pemasangan alat-alat bantu instalasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum memulai pekerjaan, pelaksana diwajibkan menghubungi terlebih dahulu Pengawas PLN Cabang yang telah ditunjuk untuk pengawasan pekerjaan dan sebagainya dan tidak dibenarkan melaksanakan pekerjaan tanpa pengawas PLN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berikut persyaratan teknis pada beberapa sistem jaringan distribusi daya listrik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Panel Listrik &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Panel Distribusi/Kotak Hubung Bagi Tegangan Rendah (KHB-TR) terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 2 mm di cat, dilengkapi dengan engsel minyak 2 buah dan satu buah pintu berjendela kaca untuk memperlihatkan lampu-lampu indikator penunjuk phasa, lampu pijar didalam  panel, lubang ventilasi di kedua sisi panel dan dilengkapi dengan kunci lips dan kunci gembok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bentuk Panel Distribusi /KHB-TR dari jenis yang berdiri sendiri sesuai  dengan ketentuan-ketentuan PLN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
KHB/PD-TR harus di arde dengan Bare Copper/BC dengan  tahanan arde tidak Iebih dari 2 ohm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pemasangan Jaringan Tegangan Rendah-Kabel Tanah (JTR-KT) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh instalasi yang ditanam dan berhubungan langsung dengan tanah, harus digunakan jenis kabel tanah NYFGbY 0.6/1 KV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan kabel di dalam tanah tidak diperkenankan tanpa persetujuan Pemberi Tugas/Pengawas PLN. Seandainya keadaan tidak memungkinkan dan telah ada ijin dari Pemberi Tugas, Kontraktor harus menggunakan sambungan dengan resin contohnya dari merk 3M atau setara. Patok tanda "MOF KABEL" harus dipasang tepat di atasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemasangan kabel di dalam tanah harus memperhatikan konstruksi dan karakteristik kabel tanah yang bersangkutan. Kabel harus terlindung dari kerusakan secara mekanis maupun secara kimiawi yang mungkin timbul di tempat kabel tanah yang terpasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perlindungan terhadap kerusakan mekanis dianggap cukup apabila kabel tanah ditanam minimal 0,7 meter di bawah permukaan tanah atau jalan yang tidak dilalui oleh kendaraan dan minimal 0,8 meter di bawah permukaan tanah atau jalan yang dilalui oleh kendaraan  atau di beri tambahan saluran kabel U-ditch dengan ukuran 40x60 cm dan 30x50 cm &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel tanah harus diletakkan didalam pasir atau tanah halus yang bebas dari batu-batuan, di atas galian tanah yang stabil, kuat, rata dan bebas dari batu-batuan, setinggi 20 cm disekeliling kabel tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan perlindungan, di atas urugan pasir harus dipasang batu pengaman dengan ukuran 4 x 30 x 45 cm atau pasir tersebut dimasukan di dalam saluran kabel U-Ditch. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada persilangan dengan jalan kendaraan bermotor yang dikeraskan dan jalan  kereta api, kabel tanah harus dipasang didalam pipa atau selubung baja atau bahan lain yang cukup kuat, tahan lama dan tahan api. Panjang dan garis tengah pipa atau selubung tersebut harus dipilih sedemikian rupa sehingga kabel tanah tersebut dapat dikeluarkan tanpa membongkar jalan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada persilangan antar berkas kabel tanah tenaga listrik yang tidak terletak didalam saluran kabel harus dipasang batu pengaman secara rapat. Pemasangan batu pengaman ini harus menjorok keiuar sekurang-kurangnya 0,5 meter dari berkas kabel yang terletak di atas diukur dari kabel sisi luar dan harus sekurang-kurangnya 5 cm lebih lebar dari berkas kabel yang terletak di bawah. Jarak antar berkas kabel minimal 20 cm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Umumnya kabel tanah untuk keperluan komunikasi atau isyarat yang dipasang sejajar dengan kabel tanah tenaga listrik harus dipasang dengan jarak sejauh mungkin, misalnya dengan memasang pada sisi-sisi yang berlainan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila kabel-kabel tersebut di atas terletak pada satu sisi, rnaka jarak antara kabel-kabel dimaksud adalah minimum 0,3 meter untuk kabel tegangan rendah dan sepanjang bagian yang berdekatan tersebut harus diselubungi dengan pipa belah, plat atau pipa yang terbuat dari bahan bangunan yang tidak dapat terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Letak kabel tanah tersebut harus ditandai dengan patok tanda kabel yang kuat, jelas dan tidak mudah.hilang pada setiap jarak 100 meter (maksimum) panjang kabel dan begitu juga pada setiap belokan serta sambungan (mof kabel). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Harus dihindari pekerjaan penanaman JTR pada malam hari. Apabila keadaan ini tidak dapat dihindarkan, maka pekerjaan pada malam hari harus mendapat ijin dari Pemberi Tugas serta mendapatkan penerangan yang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum disaksikan dan mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus mengembalikan daerah/jalur penanaman kabel menjadi seperti keadaan semula dengan biaya dari kontraktor sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Batasan Daya Pemasangan Sambungan Listrik Kabel Tanah (SLKT) &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sambungan listrik kabel tanah untuk sambungan-rumah (SR) dengan menggunakan kabel tegangan rendah yang menurut spesifikasi dan ketentuan teknis yang berlaku dan dapat digunakan dan dipasang di dalam tanah atau dipasang di dinding untuk pemasangan clipped on wall. Kabel SR adalah kabel yang terhubung dari KHB/PD-TR ke bangunan pelanggan.  Jenis kabel yang digunakan adalah NYFGbY 0.6/1 KV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Batasan daya untuk pemasangan kabel SR dalam sistem tegangan 230/400 volt ditetapkan sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1. NYFGbY (4 x 10) mm2: &lt;br /&gt;
Untuk Jaringan 1 phase dengan daya 900 VA s/d 4.400 VA dan persiapan tambahan daya 3 phase sampai dengan 10.600 VA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
2. NYFGbY (4 x 16) mm2: &lt;br /&gt;
Untuk Jaringan 3 phase dengan daya 4.401 VA s/d 13.200 VA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
3. NYFGbY (4 x 25) mm2: &lt;br /&gt;
Untuk Jaringan 3 phase dengan daya 16.500 VA s/d 33.000 VA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
4. Untuk SR dengan daya lebih dari 33.000 VA diperlukan jaringan khusus langsung dari Gardu Distribusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
SR kabel tanah disambung dari KHB/PD-TR dengan cara pemasangan ditanam di dalam tanah, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SR Kabel tanah tidak boleh menyeberang atau melintasi jalan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah SR yang tersambung dari 1 KHB/PD-TR dibatasi sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
i. Sistem SRKT 1 phase dibatasi maksimum 6 saluran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
ii. Sistem SRKT 3 phase dibatasi sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;6600 VA dibatasi maksimum 6 saluran. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;lt; 10.600 VA dibatasi maksimum 6 saluran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;lt; 13.200 VA dibatasi maksimum 4 saluran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;lt; 16.500 VA dibatasi maksimum 4 saluran &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;lt; 33.000 VA dibatasi maksimum 2 saluran &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Dalam 1 kavling tidak diperkenankan adanya penyambungan campuran, yaitu antara SR kabel tanah dan SR kabel udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, maka SR kabel tanah harus dilindungi dengan pipa PVC diameter 1½ " dalam tembok bangunan rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pentanahan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib membuat suatu sistem pentanahan yang baik sesuai dengan peraturan yang berlaku dan gambar perencanaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh panel-panel harus ditanahkan dengan menggunakan kawat Bare Copper atau BC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada penyambungan di panel-panel listrik, harus dilengkapi dengan kabel schoen atau kabel lug yang ukurannya sesuai dan dipres dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalamnya pentanahan sesuai dengan kebutuhan di daerah setempat (minimum 6 meter) dan ujungnya diberi spit tembaga ukuran ¾" panjang 50 cm dihubungkan dengan kawat tembaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hasil pengukuran tahanan tanah maximum 2 Ohm. Pengujian dilakukan oleh Kontraktor dengan disaksikan pihak Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pelaksanaan Pekerjaan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemasangan JTR harus mengikuti petunjuk yang telah ditentukan seperti tercantum di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penyambungan ke instalasi milik PT. PLN Persero harus memenuhi syarat- syarat dan ketentuan yang berlaku serta sepengetahuan petugas PT. PLN.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2lA-PdX5yzojGeMPZVZDufo4A62rVuk5WBhMqmCjQZFBQ1MQwcsUFbot4No11c4lFNJUJ-cCm296U6l7ddWbkvqbSQzd_TtBm4cCI2TTCcecDM-oXrEk0Q0NpoFbwTCUETaMrGbezD_GujqCmVxWh5ZpU10uPQLB3ttwzw17k5XA4AEt2adHBI6aiW9E/s72-c/0_panel.jpg" width="72"/></item><item><title>Kewajiban Kontraktor Setelah Mengikuti Tender Suatu Proyek</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2025/01/kewajiban-kontraktor-setelah-mengikuti.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Wed, 15 Jan 2025 20:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-5225591383555814684</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3TSrYnHEwYK46nmplhyphenhyphenodzfrupgt_4X2gvcDnVaY686eowlRMV-RvjkNdNZ50C9gUhAmxQlM9PYgdGhlC1hLaYVhmMmEUn9no1pid5i1EY31jPTn9g18CROHme7Ii7FJkiz_rswyThS1TMCBgtDGz_WIE5kC-Zi_PUr2_pDCy2rFslhN9ujaZzxReVB8/s700/0_Tender.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kewajiban kontraktor setelah mengikuti tender" border="0" data-original-height="320" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3TSrYnHEwYK46nmplhyphenhyphenodzfrupgt_4X2gvcDnVaY686eowlRMV-RvjkNdNZ50C9gUhAmxQlM9PYgdGhlC1hLaYVhmMmEUn9no1pid5i1EY31jPTn9g18CROHme7Ii7FJkiz_rswyThS1TMCBgtDGz_WIE5kC-Zi_PUr2_pDCy2rFslhN9ujaZzxReVB8/s16000/0_Tender.jpg" title="Tender Submission" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua dokumen proyek yang ditetapkan yang mencakup semua peraturan, persyaratan umum dan standar untuk memenuhi kewajibannya setelah mengikuti tender.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
Berikut kewajiban kontraktor berdasarkan beberapa dokumen proyek dan lainnya yang telah disepakati dan bisa dijadikan dasar pembuatan Rencana Kerja dan Syarat (RKS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Gambar Tender&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar Tender adalah gambar-gambar didalam ruang lingkup pekerjaan proyek. Gambar Tender diantaranya garnbar Arsitektur, Struktur, Lanscape dan MEP yang sangat berkaitan dalam gambar perencanaan ini, yaitu untuk membantu Kontraktor guna memperoleh gambaran yang jelas ketika membuat penawaran, mengadakan material, dan pelaksanaan pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila terdapat Gambar Tender dan gambar dari disiplin lain yang tidak disertakan didalam Dokumen Pelelangan, tetapi masih ada relevansinya, maka menjadi kewajiban Kontraktor untuk mempelajari dan menanyakan perihal tersebut pada saat Aanwijzing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib memeriksa Gambar Tender terhadap kemungkinan kesalahan, ketidak-cocokan atau ketidak-sesuaian dari segi besaran-besaran pekerjaan setiap bagian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila terdapat kesalahan/ketidak-cocokan harus diajukan secara tertulis  pada saat Aanwijzing, bila tidak dilakukan, dianggap secara keseluruhan sudah diketahui oleh Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Adanya koreksi atau penyesuaian-penyesuaian dikemudian hari oleh Pemberi Tugas terhadap kesalahan/ ketidakcocokan tersebut, maka menjadi kewajiban Kontraktor untuk mengadakan dan melaksanakannya tanpa  tambahan biaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan, walaupun tidak digambarkan atau disebut dalam spesifikasi ini, harus disediakan oleh Kontraktor, sehingga seluruh instansi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Gambar Kerja dan Gambar Akhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan terlebih dahulu  membuat gambar kerja dari bagian-bagian pekerjaan, terutama pekerjaan yang dianggap penting dan yang memerlukan perhatian khusus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar Kerja merupakan penggambaran yang lebih jelas, lebih teliti dan lebih detail dari setiap pemasangan peralatan, serta spesifikasi yang lebih teliti dari setiap komponennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar-gambar tersebut di atas harus dikoordinasikan dengan gambar atau bidang pekerjaan dari setiap disiplin dan harus disetujui Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib membuat gambar akhir yang merupakan gambar sebenarnya dari bagian-bagian pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan dan dibuat secara bertahap, sehingga sebelum pekerjaan selesai seluruhnya, keseluruhan gambar-gambar sudah terbentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah disetujui Pemberi Tugas. Kontraktor wajib menyerahkan kepada Pemberi Tugas sebanyak 3 set gambar HVS ukuran A3 dan file dalam softcopy. Kontraktor harus pula menyiapkan gambar-gambar lainnya, yaitu gambar-gambar yang diperlukan untuk pemeriksaan dan pengesahan oleh pihak berwenang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Buku Petunjuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib memperlihatkan dan melaksanakan instruksi-instruksi yang terdapat di dalam Buku Petunjuk, mulai dari cara pengangkutan, pembongkaran, pemasangan, cara-cara operasi, trial-run dan lain-- lain dari seluruh peralatan instalasi yang diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Standar dan Referensi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua material yang diajukan, termasuk cakupan produksi, pengetesan di pabrik, pengiriman, penerimaan di tempat, cara pemasangan, cara pengoperasian sampai dengan pengetesan di Instansi-instansi terkait maupun aturan-aturan setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Daftar Material&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib menyampaikan daftar material dari seluruh material yang akan dipasang, yaitu sebagai lampiran Surat Penawaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Di dalam daftar  material tersebut dicantumkan merek, type dan spesifikasi-spesifikasi tertentu dari masing-masing material. Seluruh ketentuan yang tercantum didalam daftar material tersebut adalah mengikat dan menjadi bahan evaluasi lelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat pelaksanaan, material yang tercantum di dalam daftar tersebut ternyata ada material yang sulit diperoleh atau sudah tidak ada lagi di pasaran,  maka Pemberi Tugas secara bersama-sama akan menentukan material pengganti dari merek lain tetapi dengan spesifikasi yang sama. Segala akibat pergantian ini adalah tanggung jawab Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila terdapat material yang tidak tercantum di dalam daftar material yang di ajukan Kontraktor, padahal menurut Pemberi Tugas material tersebut tergolong material yang cukup penting, maka selain dapat mempengaruhi evaluasi lelang, juga berarti bahwa Pemberi Tugas dapat menentukan material tersebut dengan tanggung jawab di Kontraktor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Material yang tidak dicantumkan di dalam daftar-material yang diajukan Kontraktor di dalam Surat Penawarannya, bukan berarti Kontraktor tersebut kemudian bebas menentukan merek dan spesifikasi material tertentu pada saat pelaksanaan. Penentuan sesuatu material pada waktu pelaksanaan ditentukan bersama oleh Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Brosur/Katalog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib melampirkan brosur/katalog pada Surat Penawaran Lelang. Disarankan melampirkan brosur/katalog aslinya. Brosur/katalog yang dilampirkan harus diberi cap Perusahaan Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam brosur/katalog tersebut harus dijelaskan type, rating dan spesifikasi lainya dari material yang ditawarkan. Pada brosur/katalog, material yang ditawarkan harus diberi tanda dengan jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Keseragaman Merek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan material suatu peralatan harus seragam dan dari satu merek yang sama dengan maksud memudahkan pemeliharan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan material dengan beberapa merek hanyalah kalau memang secara   pasti bahwa untuk material suatu peralatan tersebut tidak saling memiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penentuan sesuatu merek dalam spesifikasi ini lebih diarahkan untuk perhitungan perencanaan, baik dari segi kualitas teknis maupun biaya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Material dan peralatan Bantu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib melengkapi seluruh material dan peralatan bantu yang diperlukan, baik yang ada pada spesifikasi dan gambar ataupun tidak, sehingga sistem instalasi dan peralatan dapat beroperasi dengan baik, benar dan aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyediakan dan melengkapi alat-alat bantu, alat-alat pengatur, alat-alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Contoh Material&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib memperlihatkan contoh material yang akan dipasang kepada Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib memperlihatkan contoh material lain, apabila dianggap perlu oleh Pemberi Tugas, baik sebagai pengganti apabila material yang seharusnya sudah tidak diproduksi lagi/sulit diperoleh di pasaran ataupun dinyatakan oleh Pemberi Tugas untuk pembanding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Keterlambatan pemesanan material, material yang diajukan semula sudah tidak diproduksi lagi, sulit memperoleh material yang dimaksud dan pengadaan material pengganti adalah tanggung jawab Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Garansi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus memberikan garansi terhadap seluruh material dan peralatan yang dipasang dalam suatu sistem instalasi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Garansi diberikan minimal selama 1 tahun setelah Serah Terima Pekerjaan Tahap Pertama, yaitu sesudah material dan peralatan dipasang dan beroperasi dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Persyaratan-persyaratan lain perihal garansi ini dapat disebutkan didalam Aanwijzing atau dalam Surat Penawaran untuk diproses lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib mengganti atas biaya sendiri untuk setiap material dan peralatan yang cacat atau rusak, selama masa garansi berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Jangka Waktu Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangka waktu pemeliharaan adalah 12 bulan, terhitung mulai tanggal penyerahan pekerjaan Tahap I. Kontraktor harus dapat mengadakan perbaikan untuk segala kekurangan dan kerusakan yang terjadi karena kurang sempurnanya pelaksanaan atau peralatan jaringan yang diadakan oleh Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Permintaan perbaikan terhadap kekurangan dan kerusakan yang dalam masa pemeliharaan, akan disampaikan oleh Pemberi Tugas dengan surat perintah perbaikan. Apabila dalam batas waktu yang dijelaskan dalam surat perintah perbaikan tersebut, Kontraktor belum juga melaksanakan perbaikan dimaksud, maka Pemberi Tugas berhak menyuruh orang lain atau Kontraktor  lain untuk melaksanakan perbaikan tersebut atas biaya Kontraktor asal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Setelah jangka waktu pemeliharaan berakhir, pekerjaan harus diserahkan, untuk kedua kalinya dengan surat penyerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Claim dan Patent&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemberi Tugas adalah bebas sama sekali terhadap tuntutan-tuntutan pihak lain yang menyangkut pekerjaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tuntutan patent/claim adalah seperti : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Patent terhadap penggunaan atau cara pelaksanaan suatu pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah administrasi pengadaan material &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah perizinan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah ketenagakerjaan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah gangguan lingkungan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;13.  Peninjauan Lapangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib melakukan peninjauan lapangan sebelum atau sesudah Aanwijzing, baik secara bersama-sama ataupun tanpa Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Peninjauan lapangan berguna untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan/kondisi proyek, lapangan/lahan, lingkup kerja dan kaitannya terhadap pekerjaan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;14. Rencana Kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus membuat Rencana Kerja atau jadwal pelaksanaan yang teliti sebelum memulai pekerjaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rencana kerja tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rencana kerja harus disesuaikan dengan rencana kerja dari Main-contractor dan dibuat dengan baik dan benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila terdapat perubahan-perubahan, Kontraktor wajib memberitahukan ke Pemberi Tugas secara tertulis dan mengajukan saran-saran perubahan/perbaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus bertanggung jawab dan melakukan pengamatan secara ketat terhadap rencana kerjanya, sehingga tidak mengganggu/mempengaruhi kelancaran pekerjaan lain dan waktu penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus membuat catatan yang cermat untuk setiap langkah pelaksanaan pekerjaan seperti: &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Tanggal pemesanan, kedatangan, pemasangan dan pengujian material. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis/type, ukuran/kapasitas, merek, jumlah dari material utama, material bantu/pendukung, alat kerja dan lain-lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jumlah tenaga kerja, identitas pekerja, jabatan dan lain-lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alat-alat keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Langkah-langkah dari setiap bagian pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hambatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perubahan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keadaan cuaca/iklim. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;15. Gudang dan Penjagaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus mengadakan gudang untuk tempat penyimpanan material dan peralatan jaringan serta perlengkapan kerja yang harus diadakan oleh Kontraktor sebelum diangkut ke lokasi dan penjagaan untuk melindungi barang tersebut dari pencurian atau pengerusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada lokasi pekerjaan harus juga mengadakan tempat penyimpanan untuk material dan peralatan jaringan yang belum dipasang serta perlengkapan kerja yang akan dipakai dan penjagaan untuk melindungi dan menghindari dari pencurian atau pengerusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus melakukan penggantian dan perbaikan atas pencurian atau pengrusakan terhadap barang-barang yang harus dipasang apabila terjadi sebelum penyerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus melakukan penggantian dan perbaikan terhadap kerusakan dari peralatan kerja yang dipinjam Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Segala biaya untuk penggantian dan perbaikan dimaksud pada dua butir di atas, sepenuhnya menjadi tanggungan Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;16. Transportasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pengangkutan peralatan jaringan dan peralatan kerja dari gudang ke lokasi dan pemindahan di lokasi dilakukan oleh Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kerusakan atau pencurian dari peralatan yang terjadi dalam pengangkutan seluruhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;17. Koordinasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib melaksanakan koordinasi dengan pihak lain yang terkait demi kelancaran pelaksanaan proyek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa hasil pekerjaan pihak lain yang mungkin dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya. Apabila sampai terjadi gangguan, maka Kontraktor wajib memberitahukan ke semua pihak dan memberikan saran-saran untuk menanggulanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kerugian yang terjadi akibat kurang koordinasi dengan pihak lain, lalai atau kurang tanggap atas timbulnya permasalahan, tetap menjadi tanggung jawab Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk semua peralatan yang disediakan atau diselesaikan oleh pihak lain atau yang dibeli/disewa dari pihak lain. Kontraktor bertanggung jawab atas keamanannya, perawatan dan pemeliharaan dan cara-cara penggunaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;18. Perizinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus meminta izin-izin yang mungkin diperlukan untuk mengoperasikan sistem instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh pemeriksanaan, pengujian dan lain-lain, lengkap dengan keterangan/informasi resmi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan sistem instalasi ini haruslah dilakukan oleh Kontraktor atau pihak lain yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas, dengan beban biaya tanggungan Kontraktor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyerahkan seluruh perizinan atau dokumen-dokumen resmi dari instansi-instansi berwenang yang diperolehnya mengenai sistem instalasi ini kepada Pemberi Tugas atau pihak lain yang dituniuk untuk hal tersebut, sebelum Penyerahan Pekerjaan Kedua dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;19. Pekerjaan perbaikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh akibat dari pekerjaan instalasi ini, berupa kerusakan, gangguan- gangguan dan sisa-sisa material harus diganti, diperbaiki, dibersihkan dan dirapihkan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sisa-sisa material atau bekas bongkaran, bobokan din lain-lain harus dibuang ke tempat yang ditentukan oleh Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus menyiapkan, menyediakan atau membuat lubang-lubang, pipa-pipa sparing, bobokan-bobokan, gantungan-gantungan dan lain-lain untuk kelengkapan dan penunjang instalasinya, kecuali apabila sudah tersedia atau harus menambah jumlah atau besarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus merencanakan dengan baik dan benar seluruh pekerjaan seperti tersebut di atas dan hanya boleh dilakukan setelah ada izin tertulis dari Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;20. Pengujian dan Percobaan Instalasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Terhadap seluruh material, baik sebelum pemasangan maupun setelah pemasangan, yaitu sebelum material tersebut dioperasikan secara normal, maka Kontraktor perlu melakukan pengujian material dan instalasinya (trial run). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor bertanggung jawab terhadap seluruh biaya, peralatan, penyediaan tenaga listrik, tenaga kerja dan pekerjaannya sendiri, baik terhadap pihaknya maupun dengan pihak ketiga untuk melaksanakan pengujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua material utama yang diajukan harus diiengkapi dengan sertifikat pengetesan, baik oleh pihak pabrik pembuat maupun oleh pihak ketiga yang berwenang untuk pengetesan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Trial-run dari seluruh instalasi yang terpasang harus sesuai dengan prosedur pabrik, aturan dan prosedur instalasi terkait termasuk prosedur pengujian dengan beban (load-test). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;21. PAS Instalatir dan Tenaga Ahli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan ini harus Kontraktor yang berpengalaman, berprestasi dan bereputasi baik, bertanggung jawab dan mempunyai tenaga ahli yang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontraktor harus memobilisasi dari semua staf Supervisi Konstruksi dan semua pekerja yang diajukan untuk pelaksanaan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan struktur organisasi lapangan yang diajukan dan disetujui oleh Pemberi Tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selama pekerjaan berlangsung, Kontraktor harus menempatkan Petugas yang ahli untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan dilapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemberi Tugas, dapat menolak petugas yang akan ditempatkan dilapangan, apabila Petugas tersebut dinilai kurang cakap atau dapat menghambat kelancaran jalannya pelaksanaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;22. Klausal - Klausal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Klausal yang dimaksudkan dan kontradiksi : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Apabila ada hal-hal yang disebabkan kembali pada uraian-uraian, bagian, bab atau gambar-gambar yang lain, maka hal ini harus diartikan bukan pembatalan satu terhadap yang lain, tetapi untuk mempertegas permasalahan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila terjadi pertentangan antara gambar-gambar atau/dan terhadap spesifikasi teknis dengan dokumen lelang lainnya, maka yang diambil patokan adalah yang mempunyai bobot teknis tertinggi atau/dan yang mempunyai bobot biaya yang tertinggi dimana keputusan akhir akan ditentukan oleh Pemberi Tugas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk segala sesuai mengenai lingkup pekerjaan ini yang kurang jelas. Kontraktor dapat dan harus menanyakan lebih lanjut kepada Pemberi Tugas. Apabila sampai terjadi kelalaian dan kekurangan-kekurangan, maka Kontraktor bertanggung jawab atas kerugian-kerugian yang akan terjadi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Klausal Addendum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apabila dalam proses lelang dan saat pelaksanaan terjadi beberapa perubahan, adanya beberapa addendum, baik dalam spesifikasinya maupun gambar-gambar, maka Kontraktor wajib memeriksa keterkaitannya dengan hal-hal yang lain. Umpamanya terjadi konflik terhadap pekerjaan lain atau hilangnya butir-butir/item tertentu dari spesifikasi maupun tidak berlakunya gambar-gambar tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;23. Serah Terima Pekerjaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seluruh pekerjaan dianggap selesai apabila Kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, benar dan aman serta telah disetujui oleh Pemberi Tugas atau pihak-pihak lain yang ditunjuk untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat Serah Terima Pekerjaan yang Pertama, Kontraktor harus menyerahkan : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Berita Acara hasil pengujian/pengetesan dan trial-run seluruh pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Katalog yang sesuai dengan material dan peralatan yang dipasang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buku Petunjuk Operasional dan Perawatan dalam bahasa Indonesia dari peralatan dan sistem instalasi yang terpasang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sertifikat garansi untuk seluruh material dan pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;As built drawing seluruh instalasi sebanyak 3 (tiga) set gambar HVS ukuran A3 dan file softcopy. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Pada saat Serah Terima Pekerjaan yang Kedua, Kontraktor harus menyerahkan : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Berita Acara Serah Terima Pekerjaan yang Kedua/Masa Pemeliharaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melampirkan dan melaksanakan :Instruksi-instruksi dan penyempurnaan pekerjaan, Identifikasi peralatan, Demonstrasi dan cara kerja seluruh instalasi, Sertifikat training operator, Dokumen perijinan secara lengkap &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;24. Ketentuan dan Peraturan - Peraturan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pelaksanaan pekerjaan harus berdasarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan- peraturan di bawah ini dan berlaku menginkat, sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;AV 41/SU 41 sebagaimana yang telah diubah atau ditambah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;PUBB 1956 dan PUBI 1970, PBI 1971, PKKI 1961, PUIL 2000, Standar Kostruksi/Normalisasi PLN, SNI, SII. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Uraian dalam rencana kerja dan syarat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gambar-gambar dan ketentuan yang ada didalamnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjelasan yang telah dan yang akan diberikan pada waktu rapat penjelasan (Aanwijzing). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penjelasan yang telah dan yang akan diberikan oleh Pemberi Tugas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petunjuk-petunjuk dari Pemberi Tugas yang akan diberikan pada waktu pelaksanaan pekerjaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan-peraturan tentang keselamatan kerja SK Menteri Naker No. 11 5/KMK/01 1/81, tanggal 28-2-1981. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peraturan-peraturan Bouw Hygiene. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Demikian ulasan mengenai kewajiban kontraktor setelah mengikuti tender dan mungkin hal ini bisa dijadikan sebagai pelengkap pada Rencana Kerja dan Syarat (RKS)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3TSrYnHEwYK46nmplhyphenhyphenodzfrupgt_4X2gvcDnVaY686eowlRMV-RvjkNdNZ50C9gUhAmxQlM9PYgdGhlC1hLaYVhmMmEUn9no1pid5i1EY31jPTn9g18CROHme7Ii7FJkiz_rswyThS1TMCBgtDGz_WIE5kC-Zi_PUr2_pDCy2rFslhN9ujaZzxReVB8/s72-c/0_Tender.jpg" width="72"/></item><item><title>Menentukan Besarnya Daya Pompa Berdasarkan Tenaga Poros dan Laju Alir Massa</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/menentukan-besarnya-daya-pompa.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Tue, 24 Sep 2024 12:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-92699082583337554</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTRGnxp81msk9zMlU14KomljmApFN39-tF_3XlRpXET22RL6sLMHfAuSJP1vTZ1RQ5HBXJPFJVHap518Qx0G43uqWn2Wf7WjQdtt6xXr1JEU4vNj0EYWndKMWvEb7n8nXVyekePoRmHp2lDjw9Df1NC27nEQ9ZZKWAaawOn-WHp7YFTlrRctnFFYeCnU/s710/0_celup%20(1).jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="submersible pump" border="0" data-original-height="321" data-original-width="710" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTRGnxp81msk9zMlU14KomljmApFN39-tF_3XlRpXET22RL6sLMHfAuSJP1vTZ1RQ5HBXJPFJVHap518Qx0G43uqWn2Wf7WjQdtt6xXr1JEU4vNj0EYWndKMWvEb7n8nXVyekePoRmHp2lDjw9Df1NC27nEQ9ZZKWAaawOn-WHp7YFTlrRctnFFYeCnU/s16000/0_celup%20(1).jpg" title="Submersible Pump 5HP" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Pembahasan kali ini merupakan rangkaian akhir dari perancangan instalasi pengolahan air yang dimulai dari penentuan diameter dalam pipa sampai perhitungan head pompa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang kita masuk ke perhitungan daya pompa yang sesuai agar mendapatkan efektivitas, efisiensi dan proses pengolahan air berjalan optimal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Daya pompa adalah hasil perkalian antara laju alir massa dengan energi pompa dan dinyatakan dengan satuan Watt atau J/s.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;P = G x Wp&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G : Laju alir massa (kg/s). Untuk laju alir massa bisa juga disimbolkan dengan &#119898;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wp ; Energi pompa (J/kg)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langsung ke soal project untuk perhitungannya (soal yang sama dengan soal di artikel sebelumnya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proyek Bio Filter Tank 30M³ /day (0,000347 M³/s). Hitung daya pompa yang diperlukan dalam horse power (HP)!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemecahan:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah awal memecahkan soal ini dengan mengumpulkan data pendukungnya yaitu densitas (&#120646;) air untuk memperoleh nilai laju alir massa, yang besarnya&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120646; = 995,895 kg/M³&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Laju alir massa merupakan perkalian antara debit air (Q) dengan densitas air (&#120646;)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = Q x &#120646;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0,000347 M³/s x 995,895 kg/M³&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0,35 kg/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selanjutnya tinggal mencari nilai variabel Energi pompa (Wp). Energi pompa merupakan tenaga poros (-Ws) dibagi efisiensi (Ƞ).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wp = -Ws / Ƞ&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk nilai efisiensi kita ambil rata rata di angka 80% (range kerja normal 70% - 90%)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ƞ = 80%&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, serang yang harus dicari adalah tenaga poros (-Ws) agar bisa mendapatkan nilai energi pompa (Wp)&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9xLmm6IKoVMJlQWmJrrjLez1DLkbM2_VvaEqxhw1AmWGK1Ij2A9MjD0OKpiV_EmwqwgbzuZGzU8TC_HvTxDZKDFr0fACEwqboY2nrQgu0uPpbEWo4d0b5wzmVO0WZgApNywmfO1DYH_mk_REQQ_67Ic_yBnfxJERXTL0uI93OFudRfcGinoLHCskN7qk/s700/0_ws.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="tenaga poros pompa" border="0" data-original-height="88" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9xLmm6IKoVMJlQWmJrrjLez1DLkbM2_VvaEqxhw1AmWGK1Ij2A9MjD0OKpiV_EmwqwgbzuZGzU8TC_HvTxDZKDFr0fACEwqboY2nrQgu0uPpbEWo4d0b5wzmVO0WZgApNywmfO1DYH_mk_REQQ_67Ic_yBnfxJERXTL0uI93OFudRfcGinoLHCskN7qk/s16000/0_ws.jpg" title="Tenaga Poros" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Keterangan:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-Ws : Tenaga poros (J/kg)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;V1: Kecepatan fluida inlet pompa (M/s)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;V2 : Kecepatan fluida outlet pompa&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120746; : Faktor koreksi energi kinetik&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;g : Percepatan gravitasi (M/s²)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Z1 : Jarak permukaan kolam penampungan ke pompa (M)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Z2 : Tinggi pipa input pompa (M)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P1 : Tekanan inlet&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P2 : Tekanan outlet&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120646; : Densitas air&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120680;F : Head Pump (J/kg)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nilai - nilai variabel ini sudah berhasil dihitung dengan contoh soal yang sama dalam artikel &lt;a href="https://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menghitung-bilangan-reynold.html"&gt;cara menghitung bilangan Reynold&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menghitung-head-total-pada-pompa.html"&gt;cara menghitung Head pompa&lt;/a&gt; yaitu&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;v1 : 2,9 M/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;v2 : 2,9 M/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120688; : 1 (turbulent)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;g : 9,8 M/s²&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Z1 : 0&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Z2 :0&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P1 : 1 atm&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P2 : 1 atm&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&#120680;F : 5.689,8 J/kg&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sehingga setiap nilai variabel ini jika dimasukan ke daalam persamaan tenaga poros (-Ws) akan diperoleh nilai tenaga poros sebesar 5.689,8 J/kg&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;-Ws = 5.689,8 J/kg&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selanjutnya kembali ke persamaan Energi pompa (Wp) yaitu pembagian tenaga poros (-Ws) dengan efisiensinya sehingga diperoleh&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wp = 5.689,8 / 80%&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wp = 7.112,25 J/kg&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baru kemudian kembali ke persamaan daya pompa (P)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P = G x Wp&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P = 0,35 kg/s x 7.112,25 J/kg&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;P = 2.489 J/s atau 2.489 Watt atau 3,3 HP&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam pemilihan atau pembelian pompa dengan daya 3,3 HP perlu diperhatikan nilai HP pompa yang tersedia di pasaran.&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3jK8FGMnZmN3h85yeEyae8hZKw6g3K_ujCqcV-iZsUEF54QfH2Yj4rfsdFharJe-TEB8JyFYkJwuEtgog-S7hUnAOy39qCwrm8jJ8l0uMxZxhQi8fyBvocs3HtN6YUBL_K0feNVP_3KpafsqDpFj6jjX_RXRjsUeUc8NUOjRTQeY7lbxbXhILQc3MmA/s700/HP.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="tabel HP pompa" border="0" data-original-height="99" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3jK8FGMnZmN3h85yeEyae8hZKw6g3K_ujCqcV-iZsUEF54QfH2Yj4rfsdFharJe-TEB8JyFYkJwuEtgog-S7hUnAOy39qCwrm8jJ8l0uMxZxhQi8fyBvocs3HtN6YUBL_K0feNVP_3KpafsqDpFj6jjX_RXRjsUeUc8NUOjRTQeY7lbxbXhILQc3MmA/s16000/HP.jpg" title="HP Pompa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jadi, karena yang tersedia di pasaran tidak ada yang nilainya 3,3 HP maka dipilih range di atasnya yaitu pompa 5HP dan kita dapatkan jenis pompa submersible 5 HP seperti contoh di gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat running pompa sebaiknya perlu diperhatikan kondisinya normal atau tidak contohnya apakah terjadi kavitasi pada pompa atau tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kavitasi dalam bahasa dilapangannya dikenal dengan istilah "masuk angin" yaitu fenomena terbentuknya gelebung - gelembung uap atau gas di dalam fluida akibat turunnya tekanan uap hingga mencapai dibawah tekanan uap jenuh fluida pada temperature operasi pompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dan, mengenai perhitungan kavitasi ini akan dibahas di artikel berikutnya....</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqTRGnxp81msk9zMlU14KomljmApFN39-tF_3XlRpXET22RL6sLMHfAuSJP1vTZ1RQ5HBXJPFJVHap518Qx0G43uqWn2Wf7WjQdtt6xXr1JEU4vNj0EYWndKMWvEb7n8nXVyekePoRmHp2lDjw9Df1NC27nEQ9ZZKWAaawOn-WHp7YFTlrRctnFFYeCnU/s72-c/0_celup%20(1).jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Menghitung Head Total Pada Pompa </title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menghitung-head-total-pada-pompa.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Mon, 23 Sep 2024 14:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8952549348299819256</guid><description>Head pompa adalah total energi pompa untuk mengalirkan cairan setiap satuan massa. Besarnya head pompa merupakan penjumlahan dari Head Loss (H&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt;), Head Pressure (H&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;), Head Statis (H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;) dan Head velocity (H&lt;sub&gt;v&lt;/sub&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Head loss timbul dari friksi, Head pressure karena ada perubahan tekanan, Head statis karena ada perubahan ketinggian dan Head velocity karena ada perubahan kecepatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mulai perhitungannya, berikut contoh soal (soal yang sama di artikel lainnya) disertai gambar flow diagramnya. &lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;Sebuah proyek Bio Filter Tank dengan debit 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/day. Hitung Head pompa yang diperlukan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar Flow Diagram Bio Filter Tank&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNB5bKH66p21Dyg2r5xJmnJJcRZ5TWD3mqSz9Wql5rzZAuvxnqtxQWa1U3iAlfV-qZcKeOpwJ2lnoszBg8BYHwsMBlOoh6YjKJH3Qz3iZg_6GwcAqweRBsUF4cjDPR-HvdxsGgEDPBBJi_lWLuZ9bbaeONCovZE5UWjOJNdx7WG89TvXXmJkRkHlUt0k/s720/0_Biofilter.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="flow diagram" border="0" data-original-height="411" data-original-width="720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNB5bKH66p21Dyg2r5xJmnJJcRZ5TWD3mqSz9Wql5rzZAuvxnqtxQWa1U3iAlfV-qZcKeOpwJ2lnoszBg8BYHwsMBlOoh6YjKJH3Qz3iZg_6GwcAqweRBsUF4cjDPR-HvdxsGgEDPBBJi_lWLuZ9bbaeONCovZE5UWjOJNdx7WG89TvXXmJkRkHlUt0k/s16000/0_Biofilter.jpg" title="Flow Diagram" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style="background-color: #04ff00;"&gt;1. Menghitung Head Loss (H&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Friksi - friksi yang perlu diperhitungkan antara lain:&lt;br /&gt;
a. Friksi pada pipa lurus (F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;
b. Friksi pada Elbow (h&lt;sub&gt;&#119943;elbow&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;
c. Friksi pada valve (h&lt;sub&gt;&#119943;valve&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;
d. Friksi karena kontraksi kolam penampungan ke pipa (h&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;
e. Friksi karena ekspansi dari pipa ke tangki (h&lt;sub&gt;ex&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.a Friksi pada pipa lurus (F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidi9YrD0Chif8vvfM4kIXyFNy5HE8AzzRNJR1zpom3kzwxxRYs4NONjdhpEdqSl9e8B29pycpo9ww2Hm6SChRdr_89ytpykNz9AacOoCUUHYrZWx0a4g8QTbeUq3nwkRQIoYCwN9CZK7m0FqTQcthlCtyca5UALhAa3nOr3iGilHCNnzry3lVspK-Lm2I/s294/Ff.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="friksi pipa lurus" border="0" data-original-height="118" data-original-width="294" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidi9YrD0Chif8vvfM4kIXyFNy5HE8AzzRNJR1zpom3kzwxxRYs4NONjdhpEdqSl9e8B29pycpo9ww2Hm6SChRdr_89ytpykNz9AacOoCUUHYrZWx0a4g8QTbeUq3nwkRQIoYCwN9CZK7m0FqTQcthlCtyca5UALhAa3nOr3iGilHCNnzry3lVspK-Lm2I/s16000/Ff.jpg" title="Friksi Pipa Lurus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt; : Friksi pipa lurus&lt;br /&gt;
&#119943;  : Faktor gesekan fanning&lt;br /&gt;
ΔL : Total panjang pipa (M)&lt;br /&gt;
v  : Kecepatan fluida (M/s)&lt;br /&gt;
ID : Diameter dalam pipa (M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Faktor gesekan fanning untuk aliran turbulent dapat dihitung dengan rumus:&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5dJUYTBpKuIWBH9atX0behviE7DhZaqNIIr-19_fQposT-RFFrw_r738L9di8RYmRvd_fbIPqap70ru96iydTz9H74lBlksT0BaJZJ40kvv40SlZe35TN6hoNhklLP1Vze_5mrN8xiH-vHcmDIQwld9Rg9pQkOTQUuQnGJFLB8chbPwQUnW9n2XB5Sp0/s175/fanning.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumus faktor gesekan fanning untuk turbulent" border="0" data-original-height="54" data-original-width="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5dJUYTBpKuIWBH9atX0behviE7DhZaqNIIr-19_fQposT-RFFrw_r738L9di8RYmRvd_fbIPqap70ru96iydTz9H74lBlksT0BaJZJ40kvv40SlZe35TN6hoNhklLP1Vze_5mrN8xiH-vHcmDIQwld9Rg9pQkOTQUuQnGJFLB8chbPwQUnW9n2XB5Sp0/s16000/fanning.jpg" title="Rumus Fanning Turbulent" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Untuk nilai variabel diameter dalam pipa (ID), kecepatan fluida (v), bilangan Reynold (Re) dan faktor koreksi energi kinetik (&#120688;) sudah berhasil dihitung dengan soal yang sama di artikel mengenai &lt;a href="https://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menentukan-ukuran-pipa-optimum.html"&gt;cara menentukan ukuran diameter pipa&lt;/a&gt; dan &lt;a href="https://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menghitung-bilangan-reynold.html"&gt;cara menghitung bilangan Reynold&lt;/a&gt;, sehingga diketahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Re : 451.265 (aliran turbulent)&lt;br /&gt;
ID : 0,0125 M&lt;br /&gt;
v  : 2,9 M/s&lt;br /&gt;
&#120688;  : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika nilai ini dimasukan pada rumus di atas akan diperoleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&#119943; = 0,0033&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada gambar diagram flow Bio Filter dapat dihitung total panjang pipa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
ΔL = 16 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika nilai variabel ini dimasukan pada rumus Friksi pipa lurus (F&#119943;) maka diperoleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt; = 4 x 0,0033 x (16 M x 2,9² M/s / 0,0125² M x 2)&lt;br /&gt;
F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt; = 5.686 J/kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.b Friksi pada elbow (h&lt;sub&gt;&#119943;elbow&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTpboc4C_HGniOwmsPD0o7M8PSnOuccamHWIjMgg7l2kYVRwaseGx5Os7LaBe3iHH8Az_GZq03mxaJ5VcMh3J5rcn80KgRTBrrzyqGxPdB_WkKuXuwRxVhO7KZ1lWq0u98OYUoyqfFPDKEhCTQD97lJpUNwsefFxbjw78YfyW9ZX2MCfmhG-4bhn-npRs/s200/elbow.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumus friksi elbow" border="0" data-original-height="39" data-original-width="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTpboc4C_HGniOwmsPD0o7M8PSnOuccamHWIjMgg7l2kYVRwaseGx5Os7LaBe3iHH8Az_GZq03mxaJ5VcMh3J5rcn80KgRTBrrzyqGxPdB_WkKuXuwRxVhO7KZ1lWq0u98OYUoyqfFPDKEhCTQD97lJpUNwsefFxbjw78YfyW9ZX2MCfmhG-4bhn-npRs/s16000/elbow.jpg" title="Friksi Elbow" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Jumlah elbow (90°) : 2&lt;br /&gt;
K&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt; : 0,75 (Konstanta elbow, Geankoplis tabel 2.10-1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Maka jika setiap variabel dimasukan sesuai rumus friksi pada elbow :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
h&lt;sub&gt;&#119943;elbow&lt;/sub&gt; = 6,3 J/kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.c Friksi pada valve (h&lt;sub&gt;&#119943;valve&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL9ts1N5RLm9NcHKhbHViuWzlEZj4v-ycuxzuO9USill2Vl7JjGESfMABgP1mHq9dNfM8hI6A7BzPq73pu1Dr-hpRmE0L9OOQ6h1FQbupV-K1a5R8GcIUru257XjxWNizCbmwjiqPl5be6vY_AF53CQ6Nm9sHiyILkqcbTC0P8O6cpHze6iLDWtv8EcCc/s250/valve.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="friksi valve" border="0" data-original-height="62" data-original-width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL9ts1N5RLm9NcHKhbHViuWzlEZj4v-ycuxzuO9USill2Vl7JjGESfMABgP1mHq9dNfM8hI6A7BzPq73pu1Dr-hpRmE0L9OOQ6h1FQbupV-K1a5R8GcIUru257XjxWNizCbmwjiqPl5be6vY_AF53CQ6Nm9sHiyILkqcbTC0P8O6cpHze6iLDWtv8EcCc/s16000/valve.jpg" title="Friksi Valve" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Konstanta valve, contohnya jika memakai globe valve = 6. Tetapi dalam diagram flow Bio Filter tidak memakai valve maka nilai friksi valve adalah 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
h&lt;sub&gt;&#119943;valve&lt;/sub&gt; = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.d Friksi karena kontraksi kolam penampungan ke pipa (h&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNCZyQw0Ml-SrHFp4yX7CC_s4eFKlHgcUL-RKesF5UXJy2K7GSzfYN4wozHHGAaLH_wFmeRqf7KRcmWXeDkMVNBn_dqSLDERv8BeiRXSGnaQVsW-AYfv7-9hJaGEKTj4aQoYeSxVfnp6KvskcvLmvmM0K5Tyaq8mWKw467V6uDkcnv8BLCWmhfvh-k1Rg/s250/kolam.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="firksi dari kolam penampungan ke pipa" border="0" data-original-height="149" data-original-width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNCZyQw0Ml-SrHFp4yX7CC_s4eFKlHgcUL-RKesF5UXJy2K7GSzfYN4wozHHGAaLH_wFmeRqf7KRcmWXeDkMVNBn_dqSLDERv8BeiRXSGnaQVsW-AYfv7-9hJaGEKTj4aQoYeSxVfnp6KvskcvLmvmM0K5Tyaq8mWKw467V6uDkcnv8BLCWmhfvh-k1Rg/s16000/kolam.jpg" title="Friksi Kolam" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
A1: Luas penampang kolam penampungan&lt;br /&gt;
A2: Luas penampang pipa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada diagram flow Bio Filter, yang dirancang adalah penggunaan pompa submersible sehingga tidak ada pipa inlet yang dipasang. Anggap A2 tergantikan oleh suction pompa submersible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Luas penampang suction pompa submersible (A2) jauh lebih kecil dari luas penampang kolam penampungan (A1) sehingga bisa diasumsikan nilanya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
A2/A1 = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga jika dimasukan semua nilai variabel yang telah diketahui di atas ke dalam persamaan maka akan didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
h&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; = 2,31 J/kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.e Friksi karena ekpansi dari pipa ke tangki (h&lt;sub&gt;ex&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9azf0N1CcgHLH6RIZVyCXhH4B_PDtxWH89VGtWSOmSLoerb0Buo3vnbMoUpvJym2UXfPV2Z0oYRiAO0ii_Q_aaLjANIfro0PC-AabIJT8RXDbrYMq7lpvH07OJQVcdqQhKbCCvcqutvwObs-8ZHghEru4R2-Omi4i6UGpzrj05ECRQ4WY-E9tC7udBU0/s250/expansi.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="friksi karena ekspansi dari pipa ke tangki" border="0" data-original-height="179" data-original-width="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9azf0N1CcgHLH6RIZVyCXhH4B_PDtxWH89VGtWSOmSLoerb0Buo3vnbMoUpvJym2UXfPV2Z0oYRiAO0ii_Q_aaLjANIfro0PC-AabIJT8RXDbrYMq7lpvH07OJQVcdqQhKbCCvcqutvwObs-8ZHghEru4R2-Omi4i6UGpzrj05ECRQ4WY-E9tC7udBU0/s16000/expansi.jpg" title="Friksi Ekspansi" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
A1: Luas penampang pipa&lt;br /&gt;
A2: Luas penampang tangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Luas penampang pipa (A1) jauh lebih kecil dari luas penampang tangki (A2) sehingga bisa diasumsikan nilanya adalah 0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
A1/A2 = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga jika dimasukan semua nilai variabel yang telah diketahui di atas ke dalam persamaan maka akan didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
h&lt;sub&gt;ex&lt;/sub&gt; = 4,2 J/kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Total Head loss adalah jumlah keseluruhan dari 5 jenis friksi di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt; = F&lt;sub&gt;&#119943;&lt;/sub&gt; + h&lt;sub&gt;&#119943;elbow&lt;/sub&gt; + h&lt;sub&gt;&#119943;valve&lt;/sub&gt; + h&lt;sub&gt;c&lt;/sub&gt; + h&lt;sub&gt;ex&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #04ff00;"&gt;H&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt; = 5.698,8 J/kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="background-color: #04ff00;"&gt;2. Menghitung Head Statis (H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Persamaan untuk menghitung Head Statis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = g.(Z&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; - Z&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
g : 9,8 M/s (gaya gravitasi bumi)&lt;br /&gt;
Z&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;: 0 (Jarak kolam penampungan ke pompa)&lt;br /&gt;
Z&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; : 0 (Tinggi pipa input, diketahui pompa submersible tidak memakai pipa input)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga dapat dihitung Head Statis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = 9,8 M/s x 0&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #04ff00;"&gt;H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = 0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #04ff00;"&gt;&lt;b&gt;3. Menghitung Head velocity (H&lt;sub&gt;v&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;v&lt;/sub&gt; = v&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;² - v&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt;²&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Prinsip kerja pompa submersible sama dengan pompa sentrifugal sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
v1 = v2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;v&lt;/sub&gt; = 2,9² M/s - 2,9² M/s&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #04ff00;"&gt;Hv = 0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="background-color: #04ff00;"&gt;4. Menghitung Head pressure (H&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
H&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt; = p&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; - p&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; / &#120646;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Karena tekanannya sama nilainya p&lt;sub&gt;1&lt;/sub&gt; = p&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #04ff00;"&gt;H&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt; = 0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dan akhirnya bisa diperoleh nilai Head total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&#120680;F = H&lt;sub&gt;l&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;v&lt;/sub&gt; + H&lt;sub&gt;p&lt;/sub&gt;&lt;br /&gt;
&#120680;F = 5.698.8 J/kg + 0 + 0 + 0&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;&#120680;F = 5.689.8 J/kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Demikian tadi cara menghitung Head Pump yang terdiri dari beberapa jenis head dan banyak rumus yang digunakan. Semoga tidak menjadi pusing&#128513;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixNB5bKH66p21Dyg2r5xJmnJJcRZ5TWD3mqSz9Wql5rzZAuvxnqtxQWa1U3iAlfV-qZcKeOpwJ2lnoszBg8BYHwsMBlOoh6YjKJH3Qz3iZg_6GwcAqweRBsUF4cjDPR-HvdxsGgEDPBBJi_lWLuZ9bbaeONCovZE5UWjOJNdx7WG89TvXXmJkRkHlUt0k/s72-c/0_Biofilter.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Menghitung Bilangan Reynold</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menghitung-bilangan-reynold.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 22 Sep 2024 13:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-1370632757106152841</guid><description>&lt;p&gt;Bilangan Reynold merupakan salah satu variabel untuk menghitung head pump sebuah pompa yaitu sebagai variabel "faktor koreksi energi kinetik".&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Head pump adalah besarnya energi untuk mengalirkan fluida setiap satuan massa. Head pump terdiri dari Head Loss (Hl), Head Pressure (Hp), Head Statis (Hs) dan Head velocity (Hv). Faktor koreksi energi kinetik dari bilangan Reynold akan menentukan besarnya hasil dari setiap Head.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keempat head pump ini akan dibahas pada artikel terpisah.&lt;/p&gt;
Dalam menghitung bilangan Reynold, akan digunakan rumus cara menghitung bilangan Reynold berdasarkan referensi dari Geankoplis 3&lt;sup&gt;rd&lt;/sup&gt; Ed Pers. 2.5-1 yaitu:
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0eSaByZKnuNKbXpU09XDkBOTorbwnHP0gIBSD4lkJ-JpU-iTTJK9W0fAtdJBck2QrOwPL11bJOgJA5TgBRBWbkEYxDrNb3i2trpPYTtVMU1ja1Upc6CiD21OdkzvTfCm2CQSYamn6Mz3ifQrY14pU5jws5Qc5_v4DpZcXtIn-a3Non9PlV5l5xR6l4j8/s300/0_Re.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumus bilangan reynold" border="0" data-original-height="112" data-original-width="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0eSaByZKnuNKbXpU09XDkBOTorbwnHP0gIBSD4lkJ-JpU-iTTJK9W0fAtdJBck2QrOwPL11bJOgJA5TgBRBWbkEYxDrNb3i2trpPYTtVMU1ja1Upc6CiD21OdkzvTfCm2CQSYamn6Mz3ifQrY14pU5jws5Qc5_v4DpZcXtIn-a3Non9PlV5l5xR6l4j8/s16000/0_Re.jpg" title="Rumus Reynold" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
N&lt;sub&gt;Re&lt;/sub&gt; : Bilangan Reynold&lt;br /&gt;
⍴   : Densitas fluida (kg/M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;)&lt;br /&gt;
ID  : Diameter dalam pipa (M)&lt;br /&gt;
v   : Kecepatan fluida (M/s)&lt;br /&gt;
&#120757;   : Viskositas fluida (kg/M.s atau Pa.s)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Contoh soal (soal yang sama dengan artikel lainnya):&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;Sebuah proyek Bio Filter Tank membutuhkan debit air ke dalam tangki 30 M3/day. Tentukan berapa besarnya bilangan Reynold pada proyek ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tentunya data pada soal proyek di atas sangat minim sehingga untuk mendapatkan bilangan Reynold, harus diketahui nilai setiap variabelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada artikel sebelumnya mengenai &lt;a href="https://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menentukan-ukuran-pipa-optimum.html"&gt;cara menentuka ukuran pipa optimum&lt;/a&gt; dengan soal yang sama persis, sudah dapat ditentukan nilai variabel diameter dalam pipa (ID), Densitas air (⍴) dan viskositas air (&#120641;) yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
ID&lt;span&gt;  : 0.0125 M atau ½"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
⍴&lt;span&gt;   : 995.895 kg/M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&#120641;&lt;span&gt;   : 0.0008 kg/m.s atau 0.0008 pa.s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Variabel yang belum diketahui adalah kecepatan air (v) yang dapat dihitung dengan persamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;v = Q/A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Q = Debit air (M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/s)&lt;br /&gt;
A = Luas penampang pipa (M&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nilai debit air (Q) adalah 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/day seperti yang diinfokan pada soal. Kemudian dirubah satuannya dari per day menjadi per detik sehingga diperoleh nilai Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Q = 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/day&lt;br /&gt;
Q = 0.000347 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/s (1 hari = 86400 detik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nilai luas penampang pipa (A) dapat dihitung dengan rumus lingkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
A = πr&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;
A = 3.14 x 0.00625&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; (radius = setengah diameter)&lt;br /&gt;
A = 3.14 x 0.000039&lt;br /&gt;
A = 0.00012 M&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga dapat dihitung kecepatan fluida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
v = Q/A&lt;br /&gt;
v = 0.000347 / 0.00012&lt;br /&gt;
v = 2.9 M/s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Semua variabel untuk menghitung bilangan Reynold sudah didapatkan, selanjutnya tinggal memasukan pada rumus bilangan Reynold&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
N&lt;sub&gt;Re&lt;/sub&gt; = (995.895 kg/M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; x 0.125 M x 2.9 M/s) / 0.0008 kg/m.s&lt;br /&gt;
N&lt;sub&gt;Re&lt;/sub&gt; = 451265&lt;br /&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;Jadi bilangan Reynold untuk soal di atas sudah diketahui sebesar 451265&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Untuk nilai Reynold yang kurang dari 2000 disebut aliran laminar flow&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk nilai Reynold antara 2000 sampai 4000 disebut aliran transition&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk nilai Reynold lebih dari 4000 disebut aliran turbulent&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Hasil perhitungan bilangan Reynold di atas sebesar 451265 sehingga masuk pada kategori aliran turbulent dengan faktor koreksi energi kinetik &#120688; =1 (Geankoplis 1993 Hal.93). Sedangkan jika alirannya laminar flow maka faktor koreksi energi kinetiknya &#120688; = 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Faktor koreksi energi kinetik (&#120688;) dapat dijelaskan sebagai perbandingan antara energi kinetik setiap detik sesuai kecepatan aktual dibandingkan dengan energi kinetik setiap detik sesuai kecepatan rata-rata. Faktor koreksi energi kinetik ini nilainya harus selalu di atas 1 pada setiap perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Faktor koreksi energi kinetik ini seanjutnya digunakan pada perhitungan Head pump.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0eSaByZKnuNKbXpU09XDkBOTorbwnHP0gIBSD4lkJ-JpU-iTTJK9W0fAtdJBck2QrOwPL11bJOgJA5TgBRBWbkEYxDrNb3i2trpPYTtVMU1ja1Upc6CiD21OdkzvTfCm2CQSYamn6Mz3ifQrY14pU5jws5Qc5_v4DpZcXtIn-a3Non9PlV5l5xR6l4j8/s72-c/0_Re.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Menentukan Ukuran Pipa Optimum Pada Instalasi Air</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menentukan-ukuran-pipa-optimum.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Fri, 20 Sep 2024 21:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-9088534258972841763</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzEuKYP9TbkfeOaBF7sej9sV4r6FPjfn_lDiMs8ZRCEkS8DXT9PjSxWOfWzJsF5YWm17Cgrs-2OwASKqitMVLrX_cmzitjwSITkDw7-1GvJD2QLTEaDWxXD8jQpLKJzcirGySuX7F5Zv67Os03tWpXvm49yHn-5RnkJVVP5w7SGuA6us2UjATdC2BIIt8/s500/0_diameter%20pipa.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="ukuran pipa" border="0" data-original-height="296" data-original-width="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzEuKYP9TbkfeOaBF7sej9sV4r6FPjfn_lDiMs8ZRCEkS8DXT9PjSxWOfWzJsF5YWm17Cgrs-2OwASKqitMVLrX_cmzitjwSITkDw7-1GvJD2QLTEaDWxXD8jQpLKJzcirGySuX7F5Zv67Os03tWpXvm49yHn-5RnkJVVP5w7SGuA6us2UjATdC2BIIt8/s16000/0_diameter%20pipa.jpg" title="Diameter Pipa" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Ukuran pipa optimum yang dimaksud disini adalah ukuran diameter pipa yang paling baik atau sesuai untuk digunakan pada instalasi air yang akan dibuat, baik pipa PVC, pipa galvanis, pipa HDPE dan pipa instalasi air lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pemilihan ukuran pipa di awal perancangan sebuah instalasi pengolahan air adalah sangat penting terkait berhubungan dengan pemilihan kapasitas pompa maupun perancangan electrical dan instrument yang akan dipasang pada instalasi pengolahan air ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi mari kita cari diameter pipa optimum ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rumus menentukan ukuran pipa optimum (sb: Coulson, Vol.6 1&lt;sup&gt;st&lt;/sup&gt; Ed, 1983)&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = 226 x G&lt;sup&gt;0,5&lt;/sup&gt; x ⍴&lt;sup&gt;-0,35&lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Keterangan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = Diameter pipa optimum (mm)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G      = Laju alir massa (kg/s)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;⍴&lt;span&gt;      = Densitas larutan (kg/m3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Supaya lebih jelas, kita ambil sebuah contoh real proyek bio filter yang pernah saya tangani, kapasitas tangki bio filter 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/day atau 30000 liter per hari. Tentukan ukuran pipa optimum untuk instalasi airnya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jawaban&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari informasi soal di atas, kita hanya dapat info debit aliran saja sehingga langkah awal adalah menterjemahkan data ini dengan satuan yang akan dicari untuk mendapatkan nilai laju alir massa (G).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka untuk mencari laju alir massa (G) harus mengkonversinya terlebih dulu dengan persamaan:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = Q x ⍴&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Q adalah debit aliran yang direncanakan yaitu 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/day. Satuan debit aliran harus dirubah dulu dari per day menjadi per detik ( 1 hari = 86400 detik) agar bisa dimasukan pada rumus, sehingga&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Q = 30 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; /day&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Q = 0.000347 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nilai ⍴ merupakan densitas atau massa jenis maka untuk massa jenis air (sb: App. A.2-3 Geankoplis) adalah 995.895 kg/M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;⍴ = 995.895 kg/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sehingga laju alir massa&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = Q x ⍴&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0.000347 M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;/s x 995.895 kg/M&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0.35 kg/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang sudah diperoleh nilai laju alir massanya sebesar 0.35 kg/s. Biasanya pada perancangan awal akan dibuat over design untuk safety dengan nilai antara 10% - 20% . Pada saat ini ditetapkan over design paling rendah dulu pada angka 10% sehingga laju alir massa akan menjadi&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0.35 kg/s + 10%&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;G = 0.39 kg/s&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah diperoleh variabel - variabel persamaan dalam menentukan ukuran pipa optimum, langkah selanjutnya adalah memasukan variabel -variabel di atas sehingga akan diperoleh ukuran pipa optimum yaitu:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = 226 x G&lt;sup&gt;0.5&lt;/sup&gt; x ⍴&lt;sup&gt;-0.35&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = 226 x 0.39&lt;sup&gt;0.5&lt;/sup&gt; x 995.895&lt;sup&gt;-0.35&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = 226 x 0.624 x 0.089&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;D&lt;sub&gt;opt&lt;/sub&gt; = 12.55 mM atau ½"&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;Jadi ukuran pipa yang digunakan cukup memakai diameter ½".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apakah boleh menggunakan ukuran pipa di bawah atau diatas ukuran pipa optimum ini?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu boleh, tetapi efisiensi jadi rendah dari biaya bisa menjadi lebih mahal dan kecepatan aliran air menjadi berkurang karena kecepatan aliran air berbanding terbalik dengan luas penampang pipa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Catatan: Jika memakai pipa PVC maka yang digunakan pipa PVC tipe AW karena aliran air dalam pipa bertekanan, kecuali pada aliran yang tidak bertekanan dapat memakai pipa PVC tipe D.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzEuKYP9TbkfeOaBF7sej9sV4r6FPjfn_lDiMs8ZRCEkS8DXT9PjSxWOfWzJsF5YWm17Cgrs-2OwASKqitMVLrX_cmzitjwSITkDw7-1GvJD2QLTEaDWxXD8jQpLKJzcirGySuX7F5Zv67Os03tWpXvm49yHn-5RnkJVVP5w7SGuA6us2UjATdC2BIIt8/s72-c/0_diameter%20pipa.jpg" width="72"/></item><item><title>Jenis Pompa Untuk Pengolahan Air</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/jenis-pompa-untuk-pengolahan-air.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Thu, 19 Sep 2024 21:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-3262726010464033968</guid><description>&lt;p&gt;Jenis pompa yang digunakan untuk pengolahan air adalah pompa sentrifugal, submersible, booster, diafragma dan pompa dosing, baik dalam pengolahan air bersih maupun pengolahan air limbah&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Pompa Sentrifugal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisOb8okvf0nb5adyudZgto1HH_YKmfnZAYt81uB6WUMkdfYoSjSTRsfEsTO5ohCfBsGVA4H0ECEHa9AEIR1ql29znAGyhgrjswUgyzICUYYqWAjXK2s_xRz2WL0-3R9GUiYffyb-xqQuD6kshWG7cWgQyVUjQSQ5lQuFQa6VFtUPCXArFrG7OhkfoP4Yc/s450/0_sentrifugal.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pompa sentrifugal" border="0" data-original-height="275" data-original-width="450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisOb8okvf0nb5adyudZgto1HH_YKmfnZAYt81uB6WUMkdfYoSjSTRsfEsTO5ohCfBsGVA4H0ECEHa9AEIR1ql29znAGyhgrjswUgyzICUYYqWAjXK2s_xRz2WL0-3R9GUiYffyb-xqQuD6kshWG7cWgQyVUjQSQ5lQuFQa6VFtUPCXArFrG7OhkfoP4Yc/s16000/0_sentrifugal.jpg" title="Pompa Sentrifugal" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pompa sentrifugal berfungsi untuk mempercepat aliran air dengan cara memanfaatkan gaya sentrifugal dari impeller yang berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bentuk impeller yang digunakan antara lain impeller terbuka, impeller tertutup dan impeller semi terbuka. Putaran impeller menghasilkan energi kinetik yang memberikan tekanan pada air terhadap casing pompa sehingga terjadi aliran air dengan kecepatan sesuai gaya sentrifugal impeller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dengan gaya sentrifugal impeller menyebabkan air dari tengah impeller akan keluar diantara sudu - sudu impeller dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pompa Submersible&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg21cyYt4dQSB4mvxt0bMIID_YcYwYG8inJvPWaJF2IVy6Vj6lK_INFciPKx6zWZHog2ZHosE8MzEsU5AI9269JqKX00EBshgFgQti6kZbGGjCVbBSHDMJsaqcTvEkVx0_4_i7ONpWNOAZhvd2TXu-k-q4wPwvs7qtJ_Y4UFV2YBSeQBGuihIEJ5aUZPCc/s450/0_submersible.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pompa submersible" border="0" data-original-height="423" data-original-width="450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg21cyYt4dQSB4mvxt0bMIID_YcYwYG8inJvPWaJF2IVy6Vj6lK_INFciPKx6zWZHog2ZHosE8MzEsU5AI9269JqKX00EBshgFgQti6kZbGGjCVbBSHDMJsaqcTvEkVx0_4_i7ONpWNOAZhvd2TXu-k-q4wPwvs7qtJ_Y4UFV2YBSeQBGuihIEJ5aUZPCc/s16000/0_submersible.jpg" title="Pompa Submersible" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pompa submersible atau disebut juga dengan pompa celup digunakan untuk penyedotan air dalam dan pompa submersible dapat memompa air yang mengandung lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penempatan pompa submersible harus di dalam air sesuai dengan fungsinya agar tidak terjadi kerusakan pompa akibat dioperasikan tanpa adanya air terus menerus. Biasanya pada suatu kolam atau bak air, dibuatkan bak kontrol dengan kedalaman tertentu sesuai tinggi pompa submersible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya pompa submersible ini identik dengan pompa sentrifugal karena prinsip kerjanya mengubah energi kinetis air menjadi energi potensial melalui impeller yang berputar di dalam casing pompa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada bagian bawah pompa submersible dilengkapi dengan filter untuk menyaring kotoran agar tidak masuk ke dalam pompa, filter dapat diatur sesuai keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pompa Booster&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz37b2yJJgQy2CZd-k4aBa35kBZjooWuPwKvWe7U3le4NLk0S3Q0LbZ__o4zBgYLUYeNuWqFYaU45I48LYN4fIP-omW2_eLqG9-e3jq9Obt7_qVe2M6nBojbxOowOs8w2BHImsYCZFHlWcQsoH2e19ymiY9gV2Djmuh1FgKvSeEOetmd3OWWevTwvuYw0/s450/0_booster.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="booster pump" border="0" data-original-height="194" data-original-width="450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz37b2yJJgQy2CZd-k4aBa35kBZjooWuPwKvWe7U3le4NLk0S3Q0LbZ__o4zBgYLUYeNuWqFYaU45I48LYN4fIP-omW2_eLqG9-e3jq9Obt7_qVe2M6nBojbxOowOs8w2BHImsYCZFHlWcQsoH2e19ymiY9gV2Djmuh1FgKvSeEOetmd3OWWevTwvuYw0/s16000/0_booster.jpg" title="Pompa Booster" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pompa booster atau disebut juga pompa dorong, mampu mengalirkan air dari permukaan rendah menuju tempat yang lebih tinggi karena tekanan yang dihasilkan dari pompa booster jauh lebih besar dari pada jenis pompa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pompa booster dirancang untuk menambah tekanan air dari aliran permukaan tanah, karena tidak memiliki fungsi untuk menghisap tatapi hanya memiliki fungi untuk mendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pompa booster dapat dikombinasikan dengan pompa sentrifugal dan pompa submersible karena pompa sentrifugal dan submersible menghasilkan tekanan alir yang mengalir melalui sistem perpipaan yang dilanjutkan dengan pompa booster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pompa booster banyak digunakan pada aplikasi reverse osmosis seperti brackish dan sea water reverse osmosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pompa Diafragma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjriTCANN4QCFXdndXoD_6SFHaJl4vgZu1ThD8U7uA53NmFaovPfv3shgVFOac4ckl3cbEQd-cqOMmuih74T5mcBkdjH4EVK31tOE1t6N3gyuFrHjGuO7tGSxseD2a2_jDVn_brKDLXsjTsX4Uwhog-tdxcNxRSFP4lpTCRVuB8wqA0h7BNcF7cc75K0QY/s457/0_diaphragma.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="diaphragm pump" border="0" data-original-height="457" data-original-width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjriTCANN4QCFXdndXoD_6SFHaJl4vgZu1ThD8U7uA53NmFaovPfv3shgVFOac4ckl3cbEQd-cqOMmuih74T5mcBkdjH4EVK31tOE1t6N3gyuFrHjGuO7tGSxseD2a2_jDVn_brKDLXsjTsX4Uwhog-tdxcNxRSFP4lpTCRVuB8wqA0h7BNcF7cc75K0QY/s16000/0_diaphragma.jpg" title="Pompa Diaphragma" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pompa diafragma digunakan untuk memompa cairan yang sangat kental atau cairan terkontaminasi bahan kimia yang sangat korosif. Contohnya dalam WTP atau WWTP, pompa diafragma dipakai untuk mentransfer sludge atau slurry sebagai feed untuk mesin press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pompa diafragma digerakan dengan sistem pneumatik, bukan dengan energi listrik, sehingga harus tersedia kompressor untuk menjalankan pompa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Prinsip kerja pompa diafragma adalah pergerakan diafragma secara bolak-balik oleh sistem pneumatik sehingga cairan dapat dipompa menuju pembuangan dan akan ditarik masuk ke dalam melalui inlet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Beberapa kelebihan pompa diafragma adalah&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Mampu memompa berbagai jenis cairan, gas, dan bubur dengan kadar padatan yang tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu memompa cairan dengan viskositas kaustik dan abrasif&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada bagian berputar dan bentuknya portabel&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;5. Pompa Dosing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_vcaYRwYPaHN74XljclI0ZU24Vo177Bs_b9rkxfeonhT1mHvWUNpRhthn3-omRHIK4ci-Jg_2PVdvsFd15jQxTyx0_ziwPA7oSUKOp7lGH-_qrYRIcolj5a4Kuh0NnJr7c5NqxN0KQNqnpLkeNqzOAtyN-piFGOvb4oAuTVu6i-dcZriVXNd7PfXLl7g/s450/0_dosing.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="dosing pump" border="0" data-original-height="301" data-original-width="450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_vcaYRwYPaHN74XljclI0ZU24Vo177Bs_b9rkxfeonhT1mHvWUNpRhthn3-omRHIK4ci-Jg_2PVdvsFd15jQxTyx0_ziwPA7oSUKOp7lGH-_qrYRIcolj5a4Kuh0NnJr7c5NqxN0KQNqnpLkeNqzOAtyN-piFGOvb4oAuTVu6i-dcZriVXNd7PfXLl7g/s16000/0_dosing.jpg" title="Pompa Dosing" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pompa dosing digunakan untuk menginjeksikan bahan kimia dalam jumlah tertentu sesuai dengan kontrol level atau kontrol lainnya dan bahan kimia yang dipilih tidak mengandung debris atau lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jenis pompa dosing:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Lobe Type Pumps&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diaphragm Type Constant Injection&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diaphragm Type Pulse Injection&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peristaltic Pumps&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Hal yang perlu diperhatikan saat memilih pompa dosing diantaranya tekanan pembuangan, viskositas cairan, laju aliran, suhu dan jenis bahan jalur basah.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisOb8okvf0nb5adyudZgto1HH_YKmfnZAYt81uB6WUMkdfYoSjSTRsfEsTO5ohCfBsGVA4H0ECEHa9AEIR1ql29znAGyhgrjswUgyzICUYYqWAjXK2s_xRz2WL0-3R9GUiYffyb-xqQuD6kshWG7cWgQyVUjQSQ5lQuFQa6VFtUPCXArFrG7OhkfoP4Yc/s72-c/0_sentrifugal.jpg" width="72"/></item><item><title>Pipa PVC Tipe AW, D dan C Untuk Air Kotor</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/pipa-pvc-tipe-aw-d-dan-c-untuk-air-kotor.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Wed, 18 Sep 2024 20:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-6913653816507380791</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibO5uUxnUPh9KKRtQuQgAKbQbGK6rXjZ7CXl35sHPceWIrN3qJWDvmqhJ_zZUlMcup9_sk1D6u4Unu2JH-jBEKU9LfdIL_WOR9Spm5TwMJxc0SHjl2gjLwOoaPeoos9ya4ge-aJNmnF64GP4tle-7UB0QoMsm6wUxg7UmvL01v71y5FJpvn7-tN2LO5Io/s500/0_PVC.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="PVC" border="0" data-original-height="343" data-original-width="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibO5uUxnUPh9KKRtQuQgAKbQbGK6rXjZ7CXl35sHPceWIrN3qJWDvmqhJ_zZUlMcup9_sk1D6u4Unu2JH-jBEKU9LfdIL_WOR9Spm5TwMJxc0SHjl2gjLwOoaPeoos9ya4ge-aJNmnF64GP4tle-7UB0QoMsm6wUxg7UmvL01v71y5FJpvn7-tN2LO5Io/s16000/0_PVC.jpg" title="Tipe PVC" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Untuk instalasi air kotor pada perumahan atau untuk bio filter tank dan sejenisnya digunakan jenis pipa PVC dengan tipe AW, D dan C.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apakah perbedaan dari ketiga tipe pipa PVC ini?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Pipa PVC Tipe AW&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pipa PVC tipe AW biasanya digunakan untuk air bersih tetapi bisa juga untuk air kotor jika instalasi air kotor tersebut bertekanan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk mengetahui bahwa pipa PVC adalah tipe AW atau bukan dapat dilihat dengan adanya tulisan AW di badan luar pipa dan pada kondisi tertentu memiliki visual khusus contohnya strip biru memanjang pada pipa PVC merk Rucika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contoh penggunaan pipa PVC AW adalah untuk instalasi air kotor pada sistem Bio Filter Tank, aliran air kotor dalam pipa PVC memiliki tekanan dari pompa influent dan pompa effluent.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;2. Pipa PVC Tipe D&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pipa PVC tipe D paling banyak digunakan untuk instalasi air kotor sebagai saluran pembuangan rumah tangga yang tidak memerlukan tekanan karena air kotor akan mengalir dalam pipa sesuai gravitasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk mengetahui bahwa pipa PVC adalah tipe D atau bukan dapat dilihat dari tulisan "D" di badan luar pipa PVC dan pada merk tertentu contohnya Rucika untuk tipe D akan dilihat dengan strip merah memanjang sepanjang pipanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketebalan pipa PVC tipe D lebih tipis dari pipa PVC tipe AW dan harganya pun lebih murah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contoh penggunaan pipa PVC tipe D adalah untuk saluran pembuangan limpahan air hujan dan pembuangan air dari kamar mandi. Pemasangan pipa PVC tipe D tegak lurus di dalam dinding pada rumah bertingkat dengan diselubungi kawat ayam terlebih dulu agar menghindari retakan pada dinding.&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOX70q9a4LxK3z89Bmlz2UVE7OpwVa5MazHBftkaf1NDow43Y3Ho0c9gjO4YoswGCFw7Slj2dpz-iHQHNUYmyo3hKdUBc497UOOxCF3DoZ8W4UYTVkZq9VwS6cE0SEnGaGasjMCYU7wsGwNTpFD_ub_9sIyr6taKIrdIODixm-lIcSvlWOxGWWgFMk2aE/s720/0_Pipa%20D.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pemasangan pipa pvc tipe D" border="0" data-original-height="300" data-original-width="720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOX70q9a4LxK3z89Bmlz2UVE7OpwVa5MazHBftkaf1NDow43Y3Ho0c9gjO4YoswGCFw7Slj2dpz-iHQHNUYmyo3hKdUBc497UOOxCF3DoZ8W4UYTVkZq9VwS6cE0SEnGaGasjMCYU7wsGwNTpFD_ub_9sIyr6taKIrdIODixm-lIcSvlWOxGWWgFMk2aE/s16000/0_Pipa%20D.jpg" title="Pemasangan Pipa PVC D" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Tentunya yang banyak beredar di pasaran adalah pipa PVC tipe AW dan tipe D. Jika tidak ada tanda visual seperti identitas warna maupun tulisan tipenya pada pipa PVC maka acuannya adalah pada ketebalannya dengan catatan tipe D lebih tipis dari tipe AW.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sayangnya istilah "lebih tipis" artinya samar-samar kecuali ada pembandingnya. Berikut adalah tabel perbandingan ketebalan pipa PVC antara tipe AW dan tipe D yang saat ini dijumpai di pasaran.&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEh_n9cVgqQcaM8upvMRLwZsDYAm284ckHuRFHwrk9v4s4t0IRxlItxhcTsl04IrbqSS1A2q579B9PxH0Vz6zMqawbX55APCTFjKxgvBMOS1H43N17OjbU18xEKTZzle-KgvJhwVewkGCmTAq7wPQBt55gT22e8ZJpILl9-i42kW67R07Fi9d4VP0fmpA/s710/0_Tabel%20pipa.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="tabel ketebalan pipa pvc tipe aw dan tipe d" border="0" data-original-height="399" data-original-width="710" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEh_n9cVgqQcaM8upvMRLwZsDYAm284ckHuRFHwrk9v4s4t0IRxlItxhcTsl04IrbqSS1A2q579B9PxH0Vz6zMqawbX55APCTFjKxgvBMOS1H43N17OjbU18xEKTZzle-KgvJhwVewkGCmTAq7wPQBt55gT22e8ZJpILl9-i42kW67R07Fi9d4VP0fmpA/s16000/0_Tabel%20pipa.jpg" title="Perbandingan Ketebalan Pipa AW dan D" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Pipa PVC tipe D yang tersedia di pasaran mulai dari ukuran 1 1/4", dibawah ukuran ini belum tersedia saat ini.&lt;p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;3. Pipa PVC Tipe C&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pipa PVC tipe D ketebalannya lebih tipis dari pada tipe AW dan tipe D dan harganya pun paling murah dari 2 tipe pipa di atas. Warna pipa PVC tipe C adalah custom atau menyesuaikan permintaan tetapi di pasaran pada umumnya akan dijumpai lebih banyak warna abu-abu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contoh penggunaan pipa PVC tipe C adalah untuk saluran rembesan di batu - batu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena ketebalan pipa PVC tipe C sangat tipis maka pipa ini rawan sekali menjadi gepeng / meleot sehingga pada saat pemasangannya tidak ada tekanan berat pada pipa tersebut. Tetapi baru - baru ini sering dijumpai tipe C ketebalannya mirip dengan tipe D sehingga tidak mudah pecah atau retak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itulah sepintas bedanya tipe pipa PVC antara AW, D dan C yang berlaku pada semua merk pipa PVC contohnya merk Rucika, Maspion, Wavin, Vinilon, Champion, Alderon, Pacific, Supralon, Pipamas, Trilliun, Langgeng, Medalion, Power dan lainnya.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibO5uUxnUPh9KKRtQuQgAKbQbGK6rXjZ7CXl35sHPceWIrN3qJWDvmqhJ_zZUlMcup9_sk1D6u4Unu2JH-jBEKU9LfdIL_WOR9Spm5TwMJxc0SHjl2gjLwOoaPeoos9ya4ge-aJNmnF64GP4tle-7UB0QoMsm6wUxg7UmvL01v71y5FJpvn7-tN2LO5Io/s72-c/0_PVC.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Menetukan Kemampuan Hantar Arus dan Jenis Kabel </title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/cara-menetukan-kemampuan-hantar-arus.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 15 Sep 2024 18:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-5082098712139731332</guid><description>Kemampuan Hantar Arus (KHA) kabel dapat dicari dengan mengalikan antara arus nominal (In) dengan faktor safety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada pembahasan ini arus nominal (In) yang dicari hanya tertuju untuk motor induksi 3 phasa yang bekerja dengan tegangan 380V dan Cos φ 0.8 untuk contoh saja. Pada prakteknya bisa diterapkan untuk beban lainnya sesuai perancangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Arus nominal (In) dapat dicari dengan rumus persamaan daya In = P/✔3.V.Cos φ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Atau cara cepatnya dalam mencari arus nominal (In) dengan cara perkalian 1.9 x Daya (kW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Contoh proyek: Sebuah motor induksi 3 phasa 380V 55kW Cos φ 0.8, tentukan Kemampuan Hantar Arus kabel (KHA) dan jenis kabel yang digunakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Mencari Kemampuan Hantar Arus (KHA) kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
KHA = In x Faktor Safety&lt;br /&gt;
In = 1.9 x P (cara cepat mencari In)&lt;br /&gt;
In = 1.9 x 55 kW&lt;br /&gt;
In = 104.5 A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk faktor safety, mengikuti PUIL 2011 ditetapkan sebesar 125% sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
KHA = In x 125%&lt;br /&gt;
KHA = 130.6 A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mencari jenis kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam mencari jenis kabel harus sesuai dengan kemampuan hantar arus kabel tersebut sehingga akan ditemukan kesesuaian dengan luas penampang kabelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Caranya mudah, yaitu dengan melihat tabel KHA yang sudah ditentukan dalam PUIL 2011.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBccdVE8WUgxpDweIF1L6tauRw_jdNVWgnxcmO26yhrOj5l796FXGXtA1-OFfKVjfWaOFYC5Yw9eqs914QdNPb4X1NIthGb042wP1vRX2R5Ci9UJmf3hUa5xHavxNVtve7wQCY3gD5IXEy6_AcCrgi7mB4BMRosUV9s8_G0YEYQLqk_qZyQcOADPxGqd0/s589/0_Kabel.jpg"&gt;&lt;img alt="tabel kha" border="0" data-original-height="539" data-original-width="589" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBccdVE8WUgxpDweIF1L6tauRw_jdNVWgnxcmO26yhrOj5l796FXGXtA1-OFfKVjfWaOFYC5Yw9eqs914QdNPb4X1NIthGb042wP1vRX2R5Ci9UJmf3hUa5xHavxNVtve7wQCY3gD5IXEy6_AcCrgi7mB4BMRosUV9s8_G0YEYQLqk_qZyQcOADPxGqd0/s16000/0_Kabel.jpg" title="Tabel KHA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kemampuan Hantar Arus kabel seperti perhitungan sebelumnya untuk motor induksi 3 phasa 55 kW sebesar 130.6A. Selain itu, harus ditentukan bahwa pemasangan kabel kita tetapkan di atas tanah (di udara) dengan jumlah kabel ada 4 inti yaitu untuk phasa RST dan Netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Maka dari tabel KHA dapat ditetapkan bahwa yang digunakan adalah kabel NYCY 4 x 35 mm²&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Dalam tabel KHA terdapat beberapa jenis kabel yaitu NYY, NYBY, NYFGbY, NYRGbY, NYCY, NYCWY, NYSY, NYCEY, NYSEY, NYHSY, NYKY, NYKBY, NYKFGBY, NYKRGBY. Apa perbedaan dari jenis - jenis kabel ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kabel NYY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki inti tembaga dan dilapisi dengan 2 lapisan PVC. Kabel NYY bisa dipakai di dalam / luar ruangan, ditanam, bisa dipindah-pindahkan, di tempat basah dan kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran kabel NYY : 2 x 1.5 mm² sampai 4 x 10 mm²&lt;br /&gt;
Tegangan nominal kabel NYY : 0.6/1 kV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kode NYY:&lt;br /&gt;N = berinti tembaga&lt;br /&gt;Y = insulasi PVC bagian dalam&lt;br /&gt;Y = insulasi PVC bagian luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kabel NYBY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki inti tembaga dan isolasi PVC. Kabel NYBY mampu dipasang untuk instalasi di dalam dan luar ruangan serta di dalam tanah tanpa pelindung tambahan kecuali ditanam dibawah jalan raya harus menggunakan pipa PVC sebagai pelindung tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel NYBY dilindungi kawat baja bulat dan lilitan plat baja serta bahan isolasi PVC di bagian terluar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tegangan nominal kabel NYBY : 600/1000V &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kontruksi kabel NYBY :&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Annealed Copper Conductor&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Extruded PVC Insulated&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Extruded PVC Inner Sheath&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hellicaly Galvanized Steel Tape&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Extruded PVC Outer Sheated.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Kabel NYFGbY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki inti tembaga, pelindung bagian dalam PVC, pelat baja pipih atau dililit pelat baja dan isolasi bagian luar PVC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel NYFGbY mampu dipasang di dalam dan luar ruangan serta diletakan di tanah yang tidak beresiko kerusakan mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tegangan nominal Kabel NYFGbY :600/1000 V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kabel NYRGbY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Memiliki inti tembaga, isolasi PVC dan pelindung kawat baja bundar. Kabel NYRGbY mampu dipasang untuk instalasi bawah tanah atau instalasi yang membutuhkan perlindungan mekanis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Inti kabel kabel NYRGby adalah tembaga yang di-anil-kan (pemanasan kemudian didinginkan pelan-pelan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel NYRGbY dilindungi PVC baik bagian dalam maupun bagian luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kabel NYRGbY memiliki Armour (pelindung mekanis) berbentuk lidi sehingga kabel tidak menusuk sampai ke inti kabel jika dibengkokkan secara berlebihan dan berisiko patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tegangan nominal kabel NYRGbY : 600/1000V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bahasan untuk jenis kabel lainnya dapat dikunjugi dalam artikel terpisah...</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBccdVE8WUgxpDweIF1L6tauRw_jdNVWgnxcmO26yhrOj5l796FXGXtA1-OFfKVjfWaOFYC5Yw9eqs914QdNPb4X1NIthGb042wP1vRX2R5Ci9UJmf3hUa5xHavxNVtve7wQCY3gD5IXEy6_AcCrgi7mB4BMRosUV9s8_G0YEYQLqk_qZyQcOADPxGqd0/s72-c/0_Kabel.jpg" width="72"/></item><item><title>Perbedaan Cara Menentukan Ampere Kontaktor DOL Starter dan Star Delta</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/09/perbedaan-cara-menentukan-ampere.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sat, 7 Sep 2024 23:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8912664909901333825</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhVDgjqSx2uVYksMPlX2PyIE1kV4e6JJIWUQTQA8C-R7S2XprMg05JdBrJnEQbBWbm6x9z6IUr6PPxD49WxjCfnc9fQCekpX7RTKSyYW3iHy8UYrKACDG8XNV_Wiz26E7yvQwhSaHCYSxCZWBAUGFpeXUbN84DBXdBCItDCTbYkWuvkZXUAVAFaB6Bo18/s720/kontaktor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="magnetic contactor" border="0" data-original-height="245" data-original-width="720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhVDgjqSx2uVYksMPlX2PyIE1kV4e6JJIWUQTQA8C-R7S2XprMg05JdBrJnEQbBWbm6x9z6IUr6PPxD49WxjCfnc9fQCekpX7RTKSyYW3iHy8UYrKACDG8XNV_Wiz26E7yvQwhSaHCYSxCZWBAUGFpeXUbN84DBXdBCItDCTbYkWuvkZXUAVAFaB6Bo18/s16000/kontaktor.jpg" title="Kontaktor" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Menentukan berapa besarnya ampere kontaktor yang digunakan pada rangkaian DOL starter dan star delta bertujuan agar kontaktor yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas daya motor yang dipasang sehingga ampere kontaktor tidak terlalu kecil yang mengakibatkan kontaktor terbakar atau ampere kontaktor tidak terlalu besar yang mengakibatkan pemborosan biaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terdapat perbedaan pada cara menentukan ampere kontaktor antara rangkaian DOL starter dan rangkaian star delta tetapi keduanya sama - sama berdasarkan pada perhitungan arus nominal motor yang digunakan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. DOL Starter&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Motor induksi 3 phasa dibawah 5.5 kW biasanya menggunakan rangkaian DOL starter sedangkan jika di atas 5.5 kW biasanyan menggunakan rangkaian star delta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tetapi ini bukan rumus baku karena motor induksi 3 phasa diatas 100 kW pun pada kondisi tertentu bisa menggunakan rangkaian DOL starter ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;blockquote&gt;Contoh: Tentukan berapa ampere kontaktor pada motor induksi 3 phasa 5.5 kW dengan Cos φ 0.8 tegangan 380 Volt!&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Langkah pertama adalah menentukan berapa arus nominal motor (In) dengan persamaan:&lt;/p&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDIeQdaUeKSWWHn4PKU8_ryL-H7PoSjJTAPDw2n0bPt43aRC3NssFlpGBetJfdTt-m5iBGKrG8guQmFMBJue8qJOCg9Dy44wMuBNRciIMOt1DvxQ7TS8cnfCj55rs-L7aUq0Lb2U-D-2qPbFIRAKTaOpAqPbNCbN0j-MCKWa2FfVZeEyakuoc5H-MuKuI/s228/In.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumus ampere" border="0" data-original-height="77" data-original-width="228" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDIeQdaUeKSWWHn4PKU8_ryL-H7PoSjJTAPDw2n0bPt43aRC3NssFlpGBetJfdTt-m5iBGKrG8guQmFMBJue8qJOCg9Dy44wMuBNRciIMOt1DvxQ7TS8cnfCj55rs-L7aUq0Lb2U-D-2qPbFIRAKTaOpAqPbNCbN0j-MCKWa2FfVZeEyakuoc5H-MuKuI/s16000/In.jpg" title="Persamaan In" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dan akan diperoleh nilai In = 5500 Watt / 380V x 1.73 x 0.8 = 10.45 A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selanjutnya menentukan besarnya arus kontaktor yaitu dengan mengalikan arus nominal dengan faktor safety sebesar 125% sehingga didapatkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
I(kontaktor) = In x 125%&lt;br /&gt;
I(kontaktor) = 10.45A x 125% = 13.06A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jadi sudah bisa diperoleh bahwa kontaktor yang digunakan adalah kontaktor dengan kapasitas 13.06A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Masalahnya ketersediaan kontaktor di pasaran cukup terbatas sehingga harus melihat berapa saja kapasitas ampere kontaktor yang beredar di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berikut tabel kapasitas ampere kontaktor yang tersedia dipasaran:&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgLZMDuvNov5OYWJ5rPmXri-LYQJl2dru-17PCN5Ci7LNiwkvRFt6ivKolNkaERSPyAmv__Du3sotXk4ZkZrC7vahhqA1eJGLjKAQcpe_SiquJdtN-MeCHLl5nd7ZqETBSTT0wsT0Ga6RGIT5g2mkXWssHuFkPPosSt6YEYPZC4js4kJ2mmEZ_th7gSV4/s555/Arus.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kapasitas ampere kontaktor" border="0" data-original-height="555" data-original-width="231" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgLZMDuvNov5OYWJ5rPmXri-LYQJl2dru-17PCN5Ci7LNiwkvRFt6ivKolNkaERSPyAmv__Du3sotXk4ZkZrC7vahhqA1eJGLjKAQcpe_SiquJdtN-MeCHLl5nd7ZqETBSTT0wsT0Ga6RGIT5g2mkXWssHuFkPPosSt6YEYPZC4js4kJ2mmEZ_th7gSV4/s16000/Arus.jpg" title="Tabel kapasitas ampere kontaktor" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Arus kontaktor sebesar 13.06A dari hasil perhitungan sebelumnya, posisinya pada tabel di atas berada diantara 12A dan 16A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Maka pemilihan kontaktor, tidak boleh di bawah arus kontaktor 13.06A sehingga yang akan digunakan adalah kontaktor dengan kapasitas sebesar 16A untuk daya motor 5.5 kW 3 phasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Star Delta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhNQQ9BnURSQQBhailITeedLBXvw2fFsGIBgRSuP1p9pCnhPM2mCuOLmlyrGutN2i9SvNO_t4QldUra8UjXmoMLgB3SXCUkQB94uUPcPcO0xfew5Q4ytsO2RGFvi849NwOnf7xFdJE5gC3yz5V3Ld74p4NQKpAFvk_seayi9idswKqHx4_CBuAfvo2G5Y/s700/star%20delta.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="star delta motor induksi 3 phasa" border="0" data-original-height="329" data-original-width="700" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhNQQ9BnURSQQBhailITeedLBXvw2fFsGIBgRSuP1p9pCnhPM2mCuOLmlyrGutN2i9SvNO_t4QldUra8UjXmoMLgB3SXCUkQB94uUPcPcO0xfew5Q4ytsO2RGFvi849NwOnf7xFdJE5gC3yz5V3Ld74p4NQKpAFvk_seayi9idswKqHx4_CBuAfvo2G5Y/s16000/star%20delta.jpg" title="Diagram Star Delta" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;Contoh: Motor induksi 3 phasa 380V Cos φ 0.8 daya 55 kW. Tentukan ampere kontaktor utama, ampere kontaktor star dan ampere kontaktor delta!&lt;/blockquote&gt;
Langkah pertama sama seperti menentukan arus nominal rangkaian DOL starter yaitu dengan menggunakan rumus arus nominal di atas sehingga diperoleh&lt;br /&gt;
In = 55000 Watt / 380V x 1.73 x 0.8 = 105A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #fcff01;"&gt;Bedanya pada penentuan ampere kontaktor star delta adalah tidak menggunakan faktor safety 125% lagi seperti yang digunakan pada penentuan ampere kontaktor DOL starter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada rangkaian star delta terdapat 3 kontaktor yang digunakan yaitu kontaktor utama, kontaktor star dan kontaktor delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ampere kontaktor utama sama dengan ampere kontaktor delta sedangkan ampere kontaktor star berbeda dengan ampere kontaktor utama atau kontaktor delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cara menentukan besarnya ampere kontaktor utama dan ampere kontaktor delta adalah arus nominal dibagi ✔3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ikmain/delta = In / ✔3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga di dapatkan 105A / 1.73 = 60.69A untuk kontaktor utama dan kontaktor delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada tabel kapasitas ampere kontaktor yang tersedia di pasaran, maka pemilihan kontaktor yang memiliki kapasitas ampere sebesar 65A, baik untuk kontaktor utama maupun untuk kontaktor delta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tinggal sekarang mencari ampere kontaktor star menggunakan rumus arus nominal dibagi 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Ikstar = In / 3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga didapatkan 105A / 3 = 35A untuk kontaktor star.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan tabel kapasitas ampere kontaktor di atas maka pemilihan kontaktor star yang digunakan yang memiliki kapasitas 38A.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhVDgjqSx2uVYksMPlX2PyIE1kV4e6JJIWUQTQA8C-R7S2XprMg05JdBrJnEQbBWbm6x9z6IUr6PPxD49WxjCfnc9fQCekpX7RTKSyYW3iHy8UYrKACDG8XNV_Wiz26E7yvQwhSaHCYSxCZWBAUGFpeXUbN84DBXdBCItDCTbYkWuvkZXUAVAFaB6Bo18/s72-c/kontaktor.jpg" width="72"/></item><item><title>7 HACCP Principles</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/05/7-haccp-principles.html</link><category>En</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 19 May 2024 23:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8099985654357706979</guid><description>HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) is a system for identifying, evaluating and controlling significant hazards in the food production chain. HACCP can be applied at all stages of the food production process, including supporting industries such as the plastics and packaging industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnQc3nSzT5RWoz84-As9tlJ0DxtEBjo7Z4uq4nrfCrLPwNrq264vWaOQTbESIcR28mPh28Z4ckzWBwUBr1-rwv79Ed3Xxs1ESNX9PnokyT_iapzxwa3mHizvS2uY5-Wo5oeND5cyaYz1vCpdpk2nODPkvhLButP4ZNaDiTFtrKTB0Iz8WPkgwAJetcj6w/s500/0_Cup%20PP.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="haccp" border="0" data-original-height="250" data-original-width="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnQc3nSzT5RWoz84-As9tlJ0DxtEBjo7Z4uq4nrfCrLPwNrq264vWaOQTbESIcR28mPh28Z4ckzWBwUBr1-rwv79Ed3Xxs1ESNX9PnokyT_iapzxwa3mHizvS2uY5-Wo5oeND5cyaYz1vCpdpk2nODPkvhLButP4ZNaDiTFtrKTB0Iz8WPkgwAJetcj6w/s16000/0_Cup%20PP.jpeg" title="Plastics Industry" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
There are many points contained in HACCP but on this occasion we will get to know the 7 principles of HACCP first:&lt;br /&gt;
&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 1: Conduct Hazard Analysis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 2: Determining CCP (Critical Control Point)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 3: Establish Critical Limits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 4: Determine Monitoring Procedures&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 5: Determine Corrective Actions&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 6: Determine Documentation&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Principle 7: Determine Verification Procedures&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;HACCP Principle 1: Conduct Hazard Analysis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carry out hazard identification analysis at each stage based on the flow diagram stages.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note all hazards related to each process step, ingredients, product storage, distribution, serving preparation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next, carry out a hazard analysis (possible and real) based on safety concerns, not quality concerns, and brainstorm among team members&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Examples of potential sources of danger are raw materials, buildings, machinery and equipment, process design, workers, environment, storage, transportation equipment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So the completeness of this hazard analysis is after identifying the hazards in each process, then proceed to identifying the opportunity for each hazard to occur, identifying the level of risk for each hazard, determining the level of "significance" of each hazard and determining control measures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Examples of biological hazard control measures are pasteurization, fermentation, acidification, salting, drying, cooling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Examples of chemical hazard control measures are certification of analysis from suppliers, using food grade chemicals, antibiotic testing, controlling fertilizer use.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Examples of physical hazard control measures are magnetic traps, metal detectors, use of filters, use of plastic pallets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 2: Determining CCP (Critical Control Point)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apply the HACCP decision tree method at each process step to determine which CCPs have hazards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this condition, consider modifying the product/process if control is needed or no control action is available.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 3: Establish Critical Limits&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Establishing critical limits is a dividing criterion between acceptable and unacceptable, safe and unsafe factors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Establishing critical limits must be established for each CCP, must be justified, must be validated with internal research data or other reference data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Examples of sources for determining critical limits are scientific journal data, advice from experts, data from company experiments, regulations, "best practices" based on company experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 4: Determine Monitoring Procedures&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is monitoring each CCP so as to identify whether the CCP is still under control or identify problems before they occur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The principle:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Compare CCP with critical limits&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Must be able to find loss of control at CCP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Enough time to take corrective action&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Critical parameter testing is carried out quickly, both physical, chemical and sensory testing.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Use analytical questions, for example what is monitored, when monitoring is carried out, frequency of monitoring, who monitors, where the monitoring is carried out, how to observe/visual test/measure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 5: Determining Corrective Actions&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Determine corrective actions for deviations at each CCP and there must be corrective actions for each deviation from critical limits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corrective actions must ensure that the CCP is running effectively, including treatment of processes and products.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The following are 2 stages of corrective action:&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;"Immediate Action" for the short term is to adjust the process so that CCP is truly controlled and product disposition.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Preventive Action" for the long term is by identifying the root of the problem, taking preventive action and revising the HACCP system if necessary.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 6: Determine Documentation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Records are written evidence that the company has implemented the HACCP system according to standards and requirements. These notes include:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;CCP monitoring activity records&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Records deviations and related corrective actions&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Verification record&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Validation Notes&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Changes to the HACCP system&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HACCP Principle 7: Verification and Validation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Verification procedures to determine whether the HACCP system is running effectively by means of audits, procedure reviews, testing, random sampling and their frequency must be sufficient to ensure that the HACCP system is running effectively.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Verification procedure activities:&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Review the HACCP system&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HACCP Plan Validation&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internal audit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Product testing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Review monitoring results&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnQc3nSzT5RWoz84-As9tlJ0DxtEBjo7Z4uq4nrfCrLPwNrq264vWaOQTbESIcR28mPh28Z4ckzWBwUBr1-rwv79Ed3Xxs1ESNX9PnokyT_iapzxwa3mHizvS2uY5-Wo5oeND5cyaYz1vCpdpk2nODPkvhLButP4ZNaDiTFtrKTB0Iz8WPkgwAJetcj6w/s72-c/0_Cup%20PP.jpeg" width="72"/></item><item><title>How to Set the Polypropylene Regrind Composition for the Roll Sheet Production Process</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/05/how-to-set-polypropylene-regrind.html</link><category>En</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sun, 5 May 2024 07:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-4763843405575035279</guid><description>This discussion concerns the production process of polypropylene type plastic to produce cup, tray and lid variants, which includes 3 separate process parts&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;The process of making polypropylene roll sheets by an extruder machine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Polypropylene roll sheet printing process by thermoforming machine and vacuum machine&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cup printing process by printing machine. The production of trays and lids does not go to the printing process, including plain cup variant products according to buyers' requests.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
For a more detailed understanding, what will be described is only the process of making polypropylene roll sheets first.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgma7Ilk06Wuj-6cJI-j7D1axX65gZXhyphenhyphen0qG4bETngQsnL_sA2tTzgjqNEvFWGLVCFXgA-NkKipZAFl1YnOPEuJvbsuhM4sYg1jqAG2PKmR3SWmuXZYM01eBWsJKld-hmY61e9lbydhpjsBkrAG_FMK36rVvIpFH1jQzK6sLAXO1xsFtqca_nvpeDcOHdk/s500/0_roll%20sheet.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="natural roll sheet polypropylene" border="0" data-original-height="250" data-original-width="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgma7Ilk06Wuj-6cJI-j7D1axX65gZXhyphenhyphen0qG4bETngQsnL_sA2tTzgjqNEvFWGLVCFXgA-NkKipZAFl1YnOPEuJvbsuhM4sYg1jqAG2PKmR3SWmuXZYM01eBWsJKld-hmY61e9lbydhpjsBkrAG_FMK36rVvIpFH1jQzK6sLAXO1xsFtqca_nvpeDcOHdk/s16000/0_roll%20sheet.jpeg" title="Natural Roll Sheet Polypropylene" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Polypropylene roll sheet is a plastic sheet that has been rolled to a specified thickness and width with natural, white, brown and other colors as needed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Polypropylene sheet rolls have an average diameter of 100 cm according to the height of the unwinder in the thermoforming machine or vacuum machine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
The raw materials for making polypropylene roll sheets are:&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Polypropylene regrind&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Recycled plastic crusher results&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Supporting polypropylene regrind for example color polypropylene regrind, thickening propylene regrind, cold-resistant polypropylene regrind and semi-finished polypropylene regrind such as RK or RG..&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjXG73C5nEU7B83AkeUwPJF3ZfzEMA5qV1wFs1qUTOE2_2rb7xomNSieuMXMMN1UWT0sW72yZRhH4vbRre2L_h-6mNA_n382TeSXboeW9e-H3gN5kOznpWk55aWNgN_LIxbW3xGVUiIXdzwtCU9qKM9RQR3xFuyIWvjPh4r3t3cMYy5BFFjgX4mzZkl84/s500/0_resin%20pp.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="natural polypropylene regrind" border="0" data-original-height="250" data-original-width="500" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjXG73C5nEU7B83AkeUwPJF3ZfzEMA5qV1wFs1qUTOE2_2rb7xomNSieuMXMMN1UWT0sW72yZRhH4vbRre2L_h-6mNA_n382TeSXboeW9e-H3gN5kOznpWk55aWNgN_LIxbW3xGVUiIXdzwtCU9qKM9RQR3xFuyIWvjPh4r3t3cMYy5BFFjgX4mzZkl84/s16000/0_resin%20pp.jpeg" title="Natural Polypropylene Regrind" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Some examples of polypropylene regrind are as follows:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;PP He2.0TF&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bi 5.0Ga-P&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Elpro 400S&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Hy38Fy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Hy3.8Fy Near Prime (OG)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Petrovietnam NSY114G&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Moplen Hl400H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Polimaxx S1003&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Cosmoplene AW161&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Yuhwa Polypro 5014&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Masplene MAG2160&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Trilene Hl10HO OG (Off Grade)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Masplene MAG 2158&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Masplene MAG3352&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Trilene Bi 50Ga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Trilene Bi 50GN&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Masplene MAS3355&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Yarn Titanpro 6531&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Petrovietnam BSR 3034T&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP 510SCP400H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PP Masplene MAS2158&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Of the several examples of propylene regrind above, which one will be chosen depends on the standard product specifications desired so the examples above are not the same because each has different qualifications but will still produce polypropylene plastic. For this reason, before deciding to use one of the examples of polypropylene regrind above, you should read the specifications carefully or ask for advice from someone who already understands the composition of polypropylene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Furthermore, one of the most important things to get a polypropylene roll sheet that meets quality standards is to regulate the composition of the raw materials mentioned above.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
The following is an example of setting the material composition for a polypropylene roll sheet:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;100% natural propylene regrind to produce high quality natural color polypropylene roll sheets.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;50% natural polypropylene regrind and 50% natural polypropylene plastic recycling crusher results to produce second quality natural propylene roll sheets&lt;/li&gt;&lt;li&gt;40% natural polypropylene regrind, 10% natural class 2 polypropylene regrind and 50% natural Polyptopelene plastic recycling crusher results for third quality natural polypropylene roll sheets.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
The composition of this material is not a standard composition because it can be changed according to the quality of the roll sheet, so that the roll sheet is not blurry, yellow, brittle, spots, holes or stripes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the desired product needs to be tougher then the material composition can be added with LLDPE regrind (not polypropylene material) as much as 10% of the polypropylene regrind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
If the desired product must be cold-resistant, for example for ice cream containers that are stored in the freezer, cold-resistant regrind can be added with a composition of 50% of the total polypropylene regrind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
If the desired product has a certain color, for example white, then all materials must be white (white polypropylene regrind, white recycled plastic crusher) and the addition of white master bacht is around 2% of the total regrind.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgma7Ilk06Wuj-6cJI-j7D1axX65gZXhyphenhyphen0qG4bETngQsnL_sA2tTzgjqNEvFWGLVCFXgA-NkKipZAFl1YnOPEuJvbsuhM4sYg1jqAG2PKmR3SWmuXZYM01eBWsJKld-hmY61e9lbydhpjsBkrAG_FMK36rVvIpFH1jQzK6sLAXO1xsFtqca_nvpeDcOHdk/s72-c/0_roll%20sheet.jpeg" width="72"/></item><item><title>Menentukan Berapa Besarnya Ampere MCCB dan Penampang Kabel </title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/05/menentukan-berapa-besarnya-ampere-mccb.html</link><category>MEPI</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Sat, 4 May 2024 10:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-5248527648603056263</guid><description>Contoh soal untuk menentukan berapa besarnya ampere MCCB dan luas penampang kabel yang dibutuhkan sesuai dengan besar daya beban yang akan dipasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Soal: Pada sebuah WWTP akan dipasang blower 55 kW, tentukan ampere MCCB yang digunakan dan penampang kabelnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menentukan MCCB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menjawab soal ini, pertama yang diterapkan adalah rumus perhitungan Ampere pada tegangan 380V 3 phasa 55 kW dengan Cos φ motor 0.8&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbq3gMiJGZkT0PJiyKj3j5pFxia2fIWCUVtQwf8EVjatVkcIKtSjjaIDWzB3-MVggq8qe0fD06aVtHAy1XQ7yqcAacd4vom8-SHlWpnEPPEvGc6M-H7OlzPEtEuBYf4Yft6CIfM23VRYvyq0ye2A5OzEajpvYO7oM5DDZ69uVJQB_1HT7oNi6cWigSqhs/s207/Ampere.jpg" style="background-color: white; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="rumus ampere" border="0" data-original-height="89" data-original-width="207" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbq3gMiJGZkT0PJiyKj3j5pFxia2fIWCUVtQwf8EVjatVkcIKtSjjaIDWzB3-MVggq8qe0fD06aVtHAy1XQ7yqcAacd4vom8-SHlWpnEPPEvGc6M-H7OlzPEtEuBYf4Yft6CIfM23VRYvyq0ye2A5OzEajpvYO7oM5DDZ69uVJQB_1HT7oNi6cWigSqhs/s16000/Ampere.jpg" title="Rumus" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dan akan didapatkan nilai Ampere (I) = 55000 Watt / 525.92 Volt = 105 A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nilai Ampere yang di dapat ini biasanya tidak jauh beda dengan nilai ampere yang tertera pada nameplate motor sehingga ampere dari perhitungan ini bisa dikatakan juga sebagai arus nominal (In).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain dengan menggunakan rumus, ada cara cepat untuk menghitung ampere yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Jika daya motor dalam kW maka amperenya = nilai kW x 1.9. Contohnya daya motor 55kW maka arusnya adalah 55 x 1.9 = 105 A (tidak jauh beda dengan peritungan rumus).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika daya motor dalam kVA maka amperenya = nilai kVA x 1.52&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika daya motor dalam HP maka konversikan dulu HP menjadi kW&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
Setelah diperoleh nilai arusnya, selanjutnya mengalikan dengan "&lt;b&gt;Faktor Safety 1.2&lt;/b&gt;" sehingga akan diperoleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Arus Safety = I x 1.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Arus Safety = 105A x 1.2 = 126A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Arus Safety ini acuan untuk kapasitas arus MCCB yang akan digunakan tetapi aktualnya kita harus menyesuaikan dengan standar MCCB yang dijual dipasaran.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji6cItfBkjYDHMqNUqPo_XaSxT-BqaEpJrMtuETI7YZE8m5wFXrRsBxNIFTMoGqILdLbL4t-emTeOLq6YLDUb8JOeWFf7Mr9HX-nWPNlqEYF4GTc5izWhx7ff5vqa62N8CdsIyWDVY1F4GLnCYsYNUkK0j31AnBW1jahTrT0p60Cz0H35lw3QaMbD5xBI/s600/MCCB.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="MCCB" border="0" data-original-height="600" data-original-width="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji6cItfBkjYDHMqNUqPo_XaSxT-BqaEpJrMtuETI7YZE8m5wFXrRsBxNIFTMoGqILdLbL4t-emTeOLq6YLDUb8JOeWFf7Mr9HX-nWPNlqEYF4GTc5izWhx7ff5vqa62N8CdsIyWDVY1F4GLnCYsYNUkK0j31AnBW1jahTrT0p60Cz0H35lw3QaMbD5xBI/s16000/MCCB.jpg" title="MCCB yang ada di pasaran" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dari kapasitas arus MCCB yang ada di pasaran dapat dilihat bahwa nilai 126A berada diantara MCCB 125A dan MCCB 160A. Pemilihan MCCB tidak boleh berada dibawah nilai ampere hasil perhitungan tadi sehingga MCCB yang akan digunakan adalah MCCB dengan arus maximal (Imax) 160A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kesimpulannya bahwa MCCB yang digunakan untuk blower 55 kW adalah MCCB dengan kapasitas ampere 160A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Contoh MCCB 160A yang tersedia di pasaran diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;MCCB Schneider EasyPact CVS160F 3P 3d TM160D 160A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MCCB ABB TMAX XT4H 3P 160A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MCCB Chint NXM-250S 3P 160A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MCCB HIMEL 3P 160A&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MCCB Terasaki S160SF 3P 160A&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;2. Menentukan Penampang Kabel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jumlah arus yang menghantar pada kabel adalah 125% dari Imax yaitu 125% x 160A = 200A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA) kabel dibawah ini perhatikan untuk Imax 200A berada diantara 168A dan 207A&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK6mQgZN7aKwRGL_gbmi-W5D-epBhvXYqbwpQeEwfreeZS-lI_SklhYE3HJ5J2rOUnFn1JFAq5y6r2b12idSS_Ux_yXaiDdtTPZYoaNVBMr7TNvHKZnSjBE-9XqxSn4wQgSiT6dsF7EdqrWZjbS7jZMWEvm1iinxSBFntiuw_LK7oqluTcKigZkHHiXHM/s600/KHA.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="tabel kemampuan hantar arus" border="0" data-original-height="600" data-original-width="450" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK6mQgZN7aKwRGL_gbmi-W5D-epBhvXYqbwpQeEwfreeZS-lI_SklhYE3HJ5J2rOUnFn1JFAq5y6r2b12idSS_Ux_yXaiDdtTPZYoaNVBMr7TNvHKZnSjBE-9XqxSn4wQgSiT6dsF7EdqrWZjbS7jZMWEvm1iinxSBFntiuw_LK7oqluTcKigZkHHiXHM/s16000/KHA.jpg" title="Tabel KHA" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Seperti halnya pada pemilihan MCCB, menentukan arus pada penampang kabel tidak boleh dibawah Imax sehingga kabel yang digunakan memiliki luas penampang 70 mm².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jadi kesimpulannya untuk blower 55 kW harus menggunakan kabel dengan luas penampang 70 mm² contohnya kabel NYY 70 mm² supaya kabel tidak panas atau terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Metode penentuan penampang kabel diatas memiliki kelemahannya yaitu biaya pembelian kabel lebih besar walaupun hasilnya sangat safety, kabel tidak akan tebakar atau panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ada cara lainnya dalam penentuan penampang kabel yaitu mengacu pada PUIL 2011 dengan cara mengalikan In dengan faktor safety 125%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Sehingga akan diperoleh In x 125% dimana In dari perhitungan di atas sebesar 105A x 125% = 131.25 A. Dari tabel KHA dapat dilihat bahwa 131.25A akan merujuk pada 168A dengan luas penampang kabel 50 mm². Nah, lebih murah kan...</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbq3gMiJGZkT0PJiyKj3j5pFxia2fIWCUVtQwf8EVjatVkcIKtSjjaIDWzB3-MVggq8qe0fD06aVtHAy1XQ7yqcAacd4vom8-SHlWpnEPPEvGc6M-H7OlzPEtEuBYf4Yft6CIfM23VRYvyq0ye2A5OzEajpvYO7oM5DDZ69uVJQB_1HT7oNi6cWigSqhs/s72-c/Ampere.jpg" width="72"/></item><item><title>Cara Merawat Forklift</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2024/02/cara-merawat-forklift.html</link><category>Solar Industri</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Tue, 6 Feb 2024 23:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-8526889161476778335</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIgh9AwbFQEWZFvFaKO3_s8TnK-N-kLmDYtFPhrMLO2J7KaFhRGnMtZ1tFuwDURpJPMOpem6JKBemXXaWhEzRreRQdvaIga4bMKwGhbu5Nojs4sRO_Gw5J6pJwwDeHi0CPbHYkUKAPka6MKkCEQ76D2lJ_8V6vnQjpbrolVqtcZgKAVqvqI82JbniSKJ8/s720/0_forklift%20(1).jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="cara merawat forklift" border="0" data-original-height="330" data-original-width="720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIgh9AwbFQEWZFvFaKO3_s8TnK-N-kLmDYtFPhrMLO2J7KaFhRGnMtZ1tFuwDURpJPMOpem6JKBemXXaWhEzRreRQdvaIga4bMKwGhbu5Nojs4sRO_Gw5J6pJwwDeHi0CPbHYkUKAPka6MKkCEQ76D2lJ_8V6vnQjpbrolVqtcZgKAVqvqI82JbniSKJ8/s16000/0_forklift%20(1).jpg" title="Forklift" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagaimana cara merawat forklift agar umur forklift bisa lebih panjang karena forklift merupakan alat pengangkat dan pengangkut yang paling banyak digunakan, baik menggunakan bahan bakar solar industri maupun menggunakan energi listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan forklift industri berbahan bakar solar lebih tinggi dibandingkan menggunakan tenaga listrik karena variasi kapasitas dan dayanya besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Forklift berfungsi untuk mengangkat dan memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan kapasitas yang besar sehingga proses pemindahan barang tersebut akan lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Agar umur forklift khususnya forklift berbahan bakar solar industri lebih panjang, apapun merek produsen forklift dan seberapa besar kapasitas forklift tersebut, maka forklift perlu dirawat secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan data perbandingan hour meter antara forklift dengan alat berat lainnya seperti loader dan excavator selama sebulan di tempat kerja kami, diketahui bahwa jumlah hour meter forklift bisa sekitar 2 kali lipat dari jumlah hour meter alat berat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan forklift memang tinggi dan resiko kerusakannya juga tinggi, apalagi jika area kerja forklift di area tersebut banyak mengandung limbah B3 atau banyak mengandung bahan kimia yang menyebabkan peralatan forklift menjadi korosif dan abrasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Selain itu pada lapangan kerja forklift yang terdapat benda tajam seperti plat besi atau baja, maka perlu adanya modifikasi ban forklift sebelum dioperasikan ke lapangan, salah satunya dengan mengganti seluruh ban forklift dengan ban solid agar tidak bocor ketika tersandung benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mencegah tingginya resiko kerusakan tersebut maka perlu diterapkan Preventive Maintenance agar diperoleh umur pemakaian forklift yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan preventif merupakan strategi pemeliharaan terencana setiap interval waktu tertentu atau berdasarkan parameter penggunaan peralatan seperti hour meter dan kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan forklift bertujuan untuk mendeteksi kelainan pada peralatan secara dini dan kemudian dapat segera dilakukan perbaikan untuk mencegah terjadinya kerusakan parah dan perbaikan yang memakan waktu lama, misalnya karena menunggu suku cadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan preventif forklift merujuk pada standar buku manual alat dan kondisi di lapangan, terkait dengan seberapa keras bidang kerja forklift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pemeliharaan preventif forklift dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan jumlah hour meternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pemeliharaan preventif 200 jam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini dilakukan ketika hour meter forklift telah mencapai 200 jam, dihitung sejak pemeliharaan preventif terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Menurut buku manual, suku cadang penggantinya adalah filter assy, kit elemen, oli mesin, filter udara dan pelumas. Semua suku cadang ini akan diganti dalam 200 jam ke depan, sehingga perlu dilakukan pencadangan suku cadang jauh hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pemeliharaan preventif 1200 jam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan selama hour meter forklift sudah mencapai 1200 jam, dihitung sejak pemeliharaan preventif sebelumnya yang mencapai 1200 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Bentuk pemeliharaan preventif ini merupakan kelipatan 6 kali pemeliharaan preventif selama 200 jam. Menurut buku manual, penggantian suku cadang sama dengan perawatan preventif selama 200 jam, meliputi penggantian elemen assy, gasket, oring, oli transmisi, dan oli hidrolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pemeliharaan preventif 2400 jam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Perawatan selama hour meter forklift sudah mencapai 2400 jam. Ini merupakan kelipatan 2 kali pemeliharaan preventif 1200 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggantian suku cadang sama dengan perawatan preventif selama 1200 jam meliputi penggantian termostat, gasket, belt dan minyak rem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pastikan suku cadang pengganti tersebut merupakan suku cadang asli yang menunjukkan bahwa nomor suku cadang tersebut sesuai dengan suku cadang yang direkomendasikan oleh pembuat mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada setiap merk forklift, part numbernya mempunyai bentuk yang berbeda-beda walaupun komponennya sama, misalnya part number elemen filter udara akan berbeda-beda tergantung merk forkliftnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ada istilah part number yang setara, jangan terkecoh karena part number yang serupa bukanlah spare part asli melainkan buatan pabrik di luar merk forklift dan termasuk dalam spare part tipe kw2 dan tidak direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Cara merawat forklift diatas sebagai cara agar pemakaian forklift lebih lama, namun tidak menjamin 100% karena masih ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi umur forklift antara lain faktor dari operator forklift, medan / area kerja forklift seperti yang disebutkan diatas dan manajemen konsisten ingin menyediakan spare part. suku cadang berkualitas untuk kegiatan pemeliharaan preventif forklift termasuk perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Operator forklift harus benar-benar berpengalaman dan memiliki Surat Izin Operasional (SIO) untuk mencegah risiko kecelakaan kerja terkait penggunaan forklift. SIO tersebut diperoleh dari lembaga pelatihan eksternal pabrik yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada industri migas tertentu, selain SIO sebagai alat pengoperasian forklift, diperlukan sertifikat khusus migas mengenai pengoperasian forklift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Faktanya, operator forklift ini sering kali tidak hati-hati saat mengoperasikan forklift dan mengakibatkan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Seringkali juga ada pemikiran/paradigma bahwa operator forklift hanya tinggal tancap gas, sedangkan urusan kebersihan forklift atau perawatan ringan seperti pembersihan, pelumasan dan pengencangan cenderung diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Disini peran pengawasan dari bagian pemeliharaan dan bagian produksi bekerja sama untuk mewujudkan prinsip pemeliharaan mandiri sehingga dapat diterapkan pada pemeliharaan forklift baik oleh mekanik alat berat maupun operator forklift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kembali ke permasalahan lapangan/area kerja operasional forklift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada area kerja yang steril, kering, bebas hambatan dan bebas limbah B3 tentunya kondisi forklift akan lebih terjaga, berbeda halnya jika ditempat sebaliknya banyak terdapat limbah B3, bahan kimia dan benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan pengalaman penulis pada saat melaksanakan PM (Preventive Maintenance) perawatan forklift di pabrik pengolahan limbah B3 yang berlokasi di Majalengka, maka pelaksanaan Preventive Maintenance forklift harus disiplin tinggi, artinya pelaksanaan pemeliharaan forklift pasti akan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Penggunaan suku cadang mengikuti prosedur. Namun kerusakan tetap terjadi akibat efek korosif dan abrasif dari bahan yang diangkat dan diangkut. Rata-rata mesin forklift mati sekitar 2 kali dalam setahun dan setiap harinya terjadi kebocoran ban forklift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Solusinya adalah modifikasi ban forklift yaitu ban solid / ban buta / ban solid agar tidak bocor saat diinjak benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Terakhir adalah komitmen manajemen untuk selalu mengutamakan spare part original dibandingkan spare part bukan original/, walaupun nilainya lebih tinggi namun dalam jangka panjang investasi ini akan mencapai titik impas dan menjadi sebuah keuntungan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIgh9AwbFQEWZFvFaKO3_s8TnK-N-kLmDYtFPhrMLO2J7KaFhRGnMtZ1tFuwDURpJPMOpem6JKBemXXaWhEzRreRQdvaIga4bMKwGhbu5Nojs4sRO_Gw5J6pJwwDeHi0CPbHYkUKAPka6MKkCEQ76D2lJ_8V6vnQjpbrolVqtcZgKAVqvqI82JbniSKJ8/s72-c/0_forklift%20(1).jpg" width="72"/></item><item><title>Hati-hati Saat Menanda-tangani Surat Kontrak Kerja!</title><link>http://www.seputarpabrik.com/2023/10/hati-hati-saat-menanda-tangani-surat.html</link><category>Karir</category><author>noreply@blogger.com (seputarpabrik.com)</author><pubDate>Wed, 25 Oct 2023 14:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6529113000512288993.post-7091931234764455385</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmjWI-0p2qlS_sI6yq6CKHomLcEKfCsd-FL7Ri27tnkmeNED1aqK6n2qYAxgL6frnDuxwjcWH1GeEadn56riT45XyV5FV_cYwQvAQbLuSORyLkHNFVo4lqzK5PJ2pE-eI_gLGLZpym0eyMA9rdIIxJomWyiZvXTWyHsN-3vyMI0a2thkzloy-iin_LT0/s720/0_kontrak%20kerja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="hati-hati saat menandatangani surat kontrak kerja" border="0" data-original-height="330" data-original-width="720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmjWI-0p2qlS_sI6yq6CKHomLcEKfCsd-FL7Ri27tnkmeNED1aqK6n2qYAxgL6frnDuxwjcWH1GeEadn56riT45XyV5FV_cYwQvAQbLuSORyLkHNFVo4lqzK5PJ2pE-eI_gLGLZpym0eyMA9rdIIxJomWyiZvXTWyHsN-3vyMI0a2thkzloy-iin_LT0/s16000/0_kontrak%20kerja.jpg" title="Interview" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hati - hati ketika pada saat Anda menanda-tangani surat kontrak kerja, pastikan Anda sudah membaca secara cermat dan memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Ini adalah kisah teman saya yang diputuskan hubungan kerja oleh perusahaan sebelum masa kontrak kerjanya berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Rencananya teman saya mau menuntut perusahaan agar kena sanksi administrasi setelah diberitahukan oleh atasannya secara lisan bahwa hubungan kerjanya akan berakhir 3 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk membantu teman saya tadi agar langkah yang diambil adalah langkah yang tepat, maka saya meminta copy surat kontrak kerjanya pada saat awal bergabung dengan perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada surat kontrak kerja yang telah ditanda-tangani oleh kedua belah pihak, ternyata ada 1 poin yang menyatakan bahwa &lt;i&gt;sebelum masa kontrak kerja berakhir, perusahaan jika diperlukan akan melakukan evaluasi kinerja yang berdampak pada hubungan kerja yang bersangkutan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Nah inilah yang dijadikan senjata oleh perusahaan untuk mengakhiri hubungan kerja karyawan dan poin ini sangat kuat sehingga karyawan yang bersangkutan tidak akan bisa melakukan tuntutan terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Apalagi jika surat kontrak kerja tersebut dibubuhi dengan materai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Disini kita mengambil hikmahnya bahwa pada saat menandatangani surat kontrak kerja, jangan ditanda-tangani jika itu akan memberatkan karyawan misalnya terdapat poin evaluasi tersebut karena kita tidak tahu dalam perjalanan menyelesaikan masa kontrak kerja bisa saja dinilai kurang dan diakhiri hubungan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Banyak faktor yang menyebabkan penilaian kerja menjad kurang di mata atasan misalnya dinilai tidak bisa mengikuti atasan, kurang mampu, lambat, banyak masalah bahkan ada unsur kesengajaan atasan akan menggantikan dengan orang lain secara nepotisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Lantas, bukankah tidak ada pilihan lain selain menanda-tangani surat kontrak kerja tersebut karena kita ingin kerja atau terlanjur sudah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Disinilah antisipasinya yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat interview di awal dengan HRD, Anda harus bertanya tentang sistem kontrak kerja yang berlaku diperusahaan. Tanyakan dan pastikan apakah ada evaluasi sebelum masa kontrak kerja berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika tidak ada poin evaluasi sebelum masa kontrak kerja, buat note / catatan yang Anda tulis di depan HRD saat interview untuk merekam info yang disampaikan perusahaan melaui HRD. Catatan ini jangan sampai hilang selama Anda menjalani masa kontrak kerja Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Tetapi jika ternyata ada poin evaluasi sebelum masa kontrak kerja, yakinkan diri Anda sendiri untuk siap menerima segala akibatnya karena taruhannya Anda meninggalkan perusahaan lama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jangan hanya karena perbedaan gaji yang lebih tinggi, Anda mempertaruhkan apa yang sudah dibangun di perusahaan lama. Anda harus benar-benar mengukur power untuk bisa masuk ke sistem ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Jika saya yang mengalaminya, pasti tidak mau bergabung dengan perusahaan tersebut yang menerapkan aturan evaluasi sebelum masa kontrak kerja berakhir. Kenapa? Karena perusahaan berusaha mengakali peraturan tentang PKWT dari Undang-Undang Cipta Kerja.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmjWI-0p2qlS_sI6yq6CKHomLcEKfCsd-FL7Ri27tnkmeNED1aqK6n2qYAxgL6frnDuxwjcWH1GeEadn56riT45XyV5FV_cYwQvAQbLuSORyLkHNFVo4lqzK5PJ2pE-eI_gLGLZpym0eyMA9rdIIxJomWyiZvXTWyHsN-3vyMI0a2thkzloy-iin_LT0/s72-c/0_kontrak%20kerja.jpg" width="72"/></item></channel></rss>