<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237</atom:id><lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 02:45:41 +0000</lastBuildDate><category>Tips dan Trik Pendakian</category><category>Pendakian Gunung Jawa Barat</category><category>Backpaking</category><category>Wisata dan Rekreasi</category><category>Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><category>Artikel Pendakian</category><category>Pendakian Gunung Sumatera</category><category>Pendakian Gunung Jawa Timur</category><category>Pendakian Gunung Bali dan Nusa Tenggara</category><category>Pendakian Gunung Jawa Tengah</category><title>Mount  In Black</title><description>Kematian tidak dapat dipercepat dengan naik gunung.. Juga tidak dapat diperlambat dengan tidak naik gunung...</description><link>http://mountinblack.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (blackmamba)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/mountinblack" /><feedburner:info uri="blogspot/mountinblack" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:keywords>hiking,backpacking,mountaineering</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Sports &amp; Recreation/Outdoor</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>hiking,backpacking,mountaineering</itunes:keywords><itunes:subtitle>berita alam bebas</itunes:subtitle><itunes:summary>berita seputar kegiatan alam bebas</itunes:summary><itunes:category text="Sports &amp; Recreation"><itunes:category text="Outdoor" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-1823634081750025688</guid><pubDate>Thu, 13 May 2010 04:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-13T11:47:20.893+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan Ditutup Sementara</title><description>Sabtu (8 Mei 2010) kemarin saya mengunjungi basecamp pendakian gunung slamet di Bambangan. Rencananya adalah untuk melakukan pendakian gunung slamet. Sayangnya, setelah menempuh perjalanan jauh dari jakarta, harapan saya untuk bisa melakukan pendakian mesti saya kubur dalam - dalam. Mas Sugeng, petugas basecamp di bambangan mengatakan bahwa jalur pendakian ke gunung slamet ditutup untuk sementara sampai waktu yang belum di tentukan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Alasan ditutupnya gunung slamet untuk pendakian adalah karena statusnya yang sedang waspada. Penutupan tersebut menurut mas sugeng atas instruksi langsung dari badan vulkanologi setempat. Biasanya, dengan alasan tertentu, dia bisa saja membuat kebijaksanaan sendiri untuk mengizinkan pendaki yang telah datang jauh - jauh untuk bisa melakukan pendakian. tapi, menurut beliau pula, untuk saat ini, dia tidak bisa memberi izin tersebut, dikarenakan kondisi gunung slamet yang memang sedang berbahaya untuk didaki.&lt;br /&gt;
Jadi untuk rekan - rekan yang ingin melakukan pendakian ke gunung slamet, sebaiknya anda menghubungi basecamp terlebih dahulu sebelum berangkat. Daripada nanti harus kecewa setelah datang jauh - jauh dari lokasi anda. anda bisa menghubungi basecamp bambangan di nomor : 0857 26000 335 dengan mas Sugeng Riyadi atau HT : 14,278 MHz. Alternatif Nomor lain yang bisa dihubungi : &lt;br /&gt;
SLAMET : 085727444495 - 081391329999&lt;br /&gt;
MULYANTO : 081542764742&lt;br /&gt;
Untuk Jalur - Jalur Pendakian Gunung slamet lainnya, masih dalam proses konfirmasi, tapi menurut saya, mengingat kondisi gunung slamet yang sedang dalam status waspada, tidaklah memungkinkan untuk melakukan pendakian ke gunung slamet dari jalur manapun.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-1823634081750025688?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/ujMuv80Jb_I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/ujMuv80Jb_I/jalur-pendakian-gunung-slamet-via.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>8</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/05/jalur-pendakian-gunung-slamet-via.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-7420008714840256393</guid><pubDate>Wed, 14 Apr 2010 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-14T20:15:51.411+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata dan Rekreasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendakian Gunung Bali dan Nusa Tenggara</category><title>Menikmati Sunrise di Puncak Gunung Batur</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S8W_S14T41I/AAAAAAAAAfA/tfu7yDIFE5Q/s1600/mount-batur-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="105" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S8W_S14T41I/AAAAAAAAAfA/tfu7yDIFE5Q/s200/mount-batur-1.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bali memang identik dengan kuta, sanur, tanah lot, dan ubud. Tapi tahukah anda, Bali punya pilihan tempat wisata yang amat beragam. Karena itu, jika suatu kali anda bertandang ke Pulau Dewata, cobalah nikmati sesuatu yang lain. Bagaimana kalau mendaki Gunung Batur, cukup menantang? Kalau mendaki Gunung Batur telah dipilih sebagai tantangan terbaru anda di Pulau Bali, maka bersiaplah untuk begadang. Sebab, pendakian mesti dilakukan pada dini hari. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Tujuannya tak lain, agar anda bisa sampai di puncak saat fajar sehingga bisa menikmati panorama matahari terbit (sunrise) dari puncak Gunung Batur. Seperti apa panoramanya? Sangat indah, pastinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat promosi yang gencar, saat ini mendaki sudah menjadi maskot wisata Gunung Batur. Dan tak hanya mendaki ke puncak Gunung Batur, belakangan banyak pula wisatawan yang melakukan aktivitas tracking di kawasan itu. Tracking mereka lakukan dengan melingkari Danau Batur atau Kaldera Batur.&lt;br /&gt;
Karena itu, aktivitas ini dikenal dengan sebutan Kaldera Batur Tracking. Ini merupakan lokasi pendakian paling baru, yang jauh lebih menantang dibanding lokasi sebelumnya karena di sepanjang lokasi pendakian juga terdapat sejumlah objek wisata, seperti memanjat tebing dan pemakaman umat Hindu di Trunyan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S8W_PTk0dhI/AAAAAAAAAew/rdjuusURD-U/s1600/photo-11366-22-04-07-11-29-30.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S8W_PTk0dhI/AAAAAAAAAew/rdjuusURD-U/s200/photo-11366-22-04-07-11-29-30.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Batur terletak sekitar 64 kilometer sebelah timur laut Kota Denpasar, dan masuk dalam wilayah Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Ada beberapa versi tentang gunung itu dan kalderanya, namun beberapa sumber menyatakan bahwa Gunung Batur berasal dari gunung purba yang sangat besar dan sempat beberapa kali meletus, kemudian membentuk dua kaldera. Nah, Gunung Batur muncul di tengah kaldera itu. Gunung Batur sendiri sempat meletus pada 1849, 1888, 1904, 1927, 1963, 1968, 1974 dan 1994, dengan letusan terbesar pada 1927.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Kaldera Batur menjadi kawasan paling populer sebagai objek pendakian. Menurut catatan sejumlah pengusaha hotel di Toyabungkah, tempat dimulainya pendakian, dulu hampir semua wisatawan yang menginap di Toyabungkah melakukan pendakian ke Gunung Batur. Hanya sedikit saja (lima persen) saja yang tidak mendaki. Sementara kini, 90 persen wisatawan mendaki Kaldera Gunung Batur, hanya lima persen yang mendaki Gunung Batur, dan sisanya tidak mendaki&lt;br /&gt;
Mendaki Gunung Batur, apa sih istimewanya? Begitu mungkin pertanyaan yang muncul di benak banyak orang. Menurut para turis asing yang sudah berkali-kali mendaki gunung ini, Gunung Batur punya sejumlah keistimewaan yang tak dimiliki banyak gunung lainnya, termasuk gunung yang ada di negeri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Batur sudah dikenal sejak lama sebagai tempat mendaki. Dulu, sekitar tahun 1980-an, para pelajar dan mahasiswa pecinta alam, kerap melakukan pendakian ke puncak gunung ini. Pada mulanya, para mahasiswa mendaki Gunung Batur di siang hari. Itu pun mereka lakukan sekadar hobi untuk mencari bunga edelweis sebagai oleh-oleh. Tapi kemudian, mereka 'ganti haluan' dengan mendaki Gunung Batur pada dini hari untuk menikmati indahnya sunrise.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu wisatawan kerap merasa khawatir bakal kesulitan mendapatkan tempat menginap di Desa Toyabungkah. Kini, kekhawatiran itu tak perlu ada. Di sana, tersedia belasan hotel melati dengan fasilitas yang lumayan. Biaya sewa kamarnya lumayan murah, tak lebih dari Rp 200 ribu per malam dengan kamar yang bisa dihuni dua orang. Bagi anda yang menginginkan suasana yang 'alami', sewa saja tenda dari hotel setempat. Anda bisa mendirikan kemah di area hotel, yang memang menyediakan lokasi untuk berkemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-7420008714840256393?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/A0UwxEP2su4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/A0UwxEP2su4/menikmati-sunrise-di-puncak-gunung.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S8W_S14T41I/AAAAAAAAAfA/tfu7yDIFE5Q/s72-c/mount-batur-1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/04/menikmati-sunrise-di-puncak-gunung.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-4187434264952895719</guid><pubDate>Sun, 04 Apr 2010 15:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-04T22:52:26.409+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips dan Trik Pendakian</category><title>Tips Memilih Tenda</title><description>Dewasa ini di Indonesia banyak sekali beredar tenda-tenda entah itu dijual secara perseorangan dan dijual di toko-toko outdoor, rata-rata dengan konstrusi dome tent atau pengembangan dari tunnel tent dan single hope tent. Namun dari semua tenda yang dijual dipasaran dewasa ini sebenarnya tidak semuanya cocok dipakai untuk &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;pendakian gunung&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, ada tenda yang hanya cocok dipakai camping di kaki gunung atau bahkan cocok hanya dipakai untuk camping di halaman belakang rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah bagaimana mengetahui ciri-ciri tenda yang cocok untuk mendaki gunung? berikut mudah-mudahan tips ini bisa membantu teman-teman dalam memilih tenda yang cocok untuk pendakian gunung.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Tinggi Tenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tenda untuk pendakian gunung cenderung konstruksinya lebih rendah dari pada tenda untuk camping, ini dikarenakan untuk lebih tahan terhadap tiupan angin yang lebih kencang didaerah ketinggian gunung ketimbang lokasi camping yang berada lebih rendah di kaki gunung. Pilihlah tenda yang lebih rendah konstruksinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Bahan tenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perhatikan bahan tenda pilihlah yang dari nylon jangan pilih tenda yang terbuat dari kain katun bahan bagian dalamnya (inner) terbuat dari katun, jika tenda ini dipakai digunung yang tinggi yang bersuhu lembab akan sangat dingin sekali, tenda ini tidak bisa memberikan isolasi yang baik bagi penghuninya. Tenda dengan bahan jenis ini hanya cocok dipakai untuk camping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Lembar Flysheet&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tenda untuk pendakian gunung harus mempunyai lembar flysheet nya, kecuali tenda yang single tent yang terbuat dari bahan breathable garmen yang bisa menahan air tapi kondensasi dalam tenda bisa keluar. seperti tenda keluaran merek Bibler akan tetapi harga tenda dengan bahan jenis seperti ini mahal sekali, dan kebanyakan tenda Bibler ini dipakainya di gunung-gunung tinggi bersalju. Di Indonesia banyak&lt;br /&gt;
sekali tenda camping yang dijual tenda ini umumnya tidak memiliki flysheet, kalaupun ada pendek sekali bahkan cenderung hanya seperti hiasan, seperti misalnya tenda merek bestway yang banyak dijual di beberapa toko di jakarta. Flysheet sangat berguna untuk melindungi tenda bagian dalam dari hujan, flysheet yang bagus adalah yang menutup tenda hingga kebawahnya. Hindari memakai tenda &lt;b&gt;camping&lt;/b&gt; yang tidak mempunyai flysheet karena sewaktu dipakai di gunung dengan cuaca yang lembab saja tenda tersebut cenderung bagian dalamnya akan menjadi lembab dan sangat buruk untuk kesehatan pendaki didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Jarak flysheet dan bagian dalam tenda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perhatikan juga jarak antara flysheet dan diding tenda, jarak yang bagus adalah satu jengkal karena dengan begitu bagian dalam tenda tidak menempel dengan flysheet dan jika hujan lebat bagian dalam tenda tidak ikut basah oleh flysheet, yang bisa menyebabkan kebocoran juga, jarak yang bagus antara flysheet dan bagian dalam tenda akan memungkinkan uap kondensasi dari dalam tenda hilng tertiup angin sehingga tidak tertampung di bagian dalam flysheet yang water proof, Jika tertampung dibagian dalam flysheet akan berubah menjadi titik air dan kembali jatuh kebagian dalam tenda. Kadan inilah yang kita sangka tenda bocor sewaktu hujan, padahal tendanya tidak bocor atau bolong sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Guylines atau tali pengencang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
tenda pendakian gunung pasti akan mempunyai tali-tali pengencang dibagian tertentu yang berguna untuk ketahanan tenda dalam menghadapi angin di gunung. tali-tali ini umumnya oleh pabrik tenda ditempatkan pada titik-titik frame konstruksi tenda yang berguna memberikan kekuatan tambahan pda frame agar tidak patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. ruang penyimpanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Teras atau istilah kerennya vestibule tenda, adalah bonus istimewa untuk tenda pendakian gunung, karena selain bisa dijadikan tempat penyimpanan barang, vestibule bisa dijadikan dapur saat cuaca jelek dan tidak memungkinkan untuk memasak di luar tenda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah enam titik penting yang perlu kita perhatikan saat memilih tenda untuk kegiatan &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;pendakian gunung&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. mengenai hal lainnya tergantung selera dan type gunung yang akan kita daki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber : milis highcamp&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-4187434264952895719?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/MIGkVIT1j9I" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/MIGkVIT1j9I/tips-memilih-tenda.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/04/tips-memilih-tenda.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-2008801897962028463</guid><pubDate>Sun, 28 Mar 2010 03:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-04T23:09:44.631+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips dan Trik Pendakian</category><title>Membaca Peta</title><description>&lt;b&gt;1. ORIENTASI PETA &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;gunung&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, bukit, sungai, atau tanda-tanda medan lainnya, atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta, untuk keperluan praktis, utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya, tanpa memperhitungkan adanya deklinasi.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Langkah-langkah orientasi peta :&lt;br /&gt;
a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok;&lt;br /&gt;
b) Letakkan peta pada bidang datar;&lt;br /&gt;
c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara magnetis/utara kompas, dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi.&lt;br /&gt;
d) Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan.&lt;br /&gt;
e) Ingat tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. AZIMUTH DAN BACK-AZIMUTH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tiga macam azimuth yaitu :&lt;br /&gt;
a) Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran;&lt;br /&gt;
b) Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran;&lt;br /&gt;
c) Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara menghitungnya :&lt;br /&gt;
bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat atau 360 derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. RESECTION&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah resection :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a) Lakukan orientasi peta;&lt;br /&gt;
b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah;&lt;br /&gt;
c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu;&lt;br /&gt;
d)Bidik dengan kompas tanda-tanda medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth;&lt;br /&gt;
e) pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta, dan hitung sudut pelurusnya;&lt;br /&gt;
f) perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita di peta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. INTERSECTION&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah-langkah melakukan intersection :&lt;br /&gt;
a) lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita;&lt;br /&gt;
b)bidik obyek yang kita amati;&lt;br /&gt;
c) pindahkan sudut yang kita dapat dipeta;&lt;br /&gt;
d) bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut di peta, lakukan langkah b dan c; e) perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. KOREKSI SUDUT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. Hal ini sebetulnya tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil, akan tetapi pada beberapa tempat, selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari kompas(azimuth)yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/- (DM +/- VM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/- (DM +/- VM)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
Tanda +/- diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis)&lt;br /&gt;
= dari K ke P: DM ke timur tanda (+), DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-), DM ke barat tanda (+)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda +/- di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis)&lt;br /&gt;
=tanda (+) untuk increase/naik; tanda (-) untuk decrease/turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Perhitungan:&lt;br /&gt;
Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat, pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit ketimur, VM 2 menit increase, lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
P= K=+/- (DM +/- VM) ingat! kompas ke peta, DM ke timur VM increase&lt;br /&gt;
besar VM sekarang (2002)= (2002-1942)x 2 menit&lt;br /&gt;
= 120 menit= 2 derajat (1 derajat=60 menit)&lt;br /&gt;
sudut P= 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat)&lt;br /&gt;
= 123 derajat 30 menit, jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. ANALISA PERJALANAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui, dengan mempelajari peta yang akan dipakai. Yang perlu di analisa adalah jarak, waktu dan tanda medan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Jarak&lt;br /&gt;
Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta, yang perlu diperhatikan adalah jarak yang sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan) lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan, kemudian mengalihkannya dengan skala untuk memperoleh jarak sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Waktu&lt;br /&gt;
Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi pedoman dalam menempuh perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Medan Tidak Sesuai Peta&lt;br /&gt;
Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang banyak sungai-sungai kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau. Ada kampung yang sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/2010/03/membaca-peta.html"&gt;&lt;b&gt;peta&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan kondisi lapangan, baca kembali peta dengan lebih teliti, lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat dianalisa akan terlupakan. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah (mengikuti punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection). Peta 1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;sumber : kaskus.us&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-2008801897962028463?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/AoAzoGjPPn4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/AoAzoGjPPn4/membaca-peta.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/03/membaca-peta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-8266469109198146436</guid><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-03T01:19:36.704+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>REINHOLD MESSNER, GURU BESAR PARA PENDAKI</title><description>Namanya memang tidak tampak Italiano, sehingga banyak orang mengira dirinya berasal dari Austria atau Jerman, tetapi Reinhold Messner ternyata adalah seorang Italiano sejati, dia lahir pada tanggal 17 September 1944, di sebuah desa yang dikelilingi pegunungan Dolomite, Tyrol, Italia Utara. Ayahnya Joseph Messner adalah seorang kepala sekolah di desa Vilnes yang terletak pada sebuah lembah di kawasan Tyrol, Italia Selatan. Mereka merupakan keluarga sederhana, sebagaimana penduduk lain di daerah mereka yang kebanyakan hidup sebagai petani dengan berbagai aneka khas kesederhanaan masyarakat desa. Tetapi ayah Reinhold Messner adalah seorang idealis, menurutnya kesederhanaan bukan berarti penghalang untuk menikmati hidup, dan mendaki gunung merupakan sarana bagi keluarga Messner untuk menikmati hidup, dimana setiap ada waktu, terutama pada saat libur sekolah, keluarga Messner menyempatkan diri untuk mendaki gunung. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Sejak kecil Reinhold Messner memang telah dididik dan diperkenalkan secara mendalam dengan jalanan terjal dan tebing-tebing tinggi pegunungan. Pada usia lima tahun, bersama adiknya yang bernama Gunther, Messner telah diajak mendaki oleh ayahnya di daerah Saas Rigais, sebuah daerah pegunungan di Alpen. Sebagaimana karakterisitik pegunugan Alpen yang harus didaki dengan banyak menggunakan teknik rock climbing, maka dapat dibayangkan jari-jari mungil Messner kecil sejak dini telah memegang batu-batu cadas pegunungan dan badannya telah merasakan bergelantungan di atas tebing yang tingginya ratusan meter. Di usia dininya itu Reinhold memang telah diasah untuk mengendalikan adrenalin dan mengelola rasa takutnya. &lt;br /&gt;
Semua pendaki mengetahui bahwa Reinhold Messner merupakan pendaki yang anti teori, “kegilaannya” ini telah dimulai sejak usia 14 tahun, saat dirinya menjajal Castiglioni Route yang dikenal sulit, tanpa menggunakan peralatan panjat, bahkan tidak menggunakan tali pengaman, artinya dirinya melakukan free soloing dalam mendaki rute yang terletak di Kleine-Ferda ini dan “kegilaannya” membuahkan hasil manis, saat dirinya berhasil mencapai puncak di rute ini. Keberhasilan Messner melewati rute sulit ini telah membuktikan pada dirinya bahwa dia bisa mengatasi rasa takutnya dan menumbuhkan kepercayaan diri yang semakin tinggi. &lt;br /&gt;
Ketika masa usia sekolah telah dilaluinya dan Reinhold terdaftar sebagai mahasiswa jurusan arsitektur di Universitas Padua, hobinya untuk mendaki gunung tetap menggelora di dadanya, meskipun beban kuliah yang berat dengan tugas-tugas gambarnya dan ketiadaan gunung di kota kecil tempat tinggalnya. Kerinduan akan pendakian diaktualisasikannya dengan rajin memanjat bukit kapur di luar kota yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya. &lt;br /&gt;
Sekitar tahun 1970an, Reinhold meninggalkan profesinya sebagai seorang guru, bersama adiknya ia mulai mengukir sejarah dengan memulai ekspedisi menziarahi puncak-puncak 14 tertinggi di dunia. Dimulai dengan pendakian Nanga-Parbat (8.125 m) melalui sisi Rupal Pakistan yang merupakan rute tersulit di puncak itu. Keduanya berhasil mencapai atap Nanga Parbat, tetapi malang, dalam menuruni puncak ini, Gunther Messner, sang adik, tersapu longsoran salju saat badai salju menyerang mereka. Kejadian ini sangat memukul Reinhold, sehingga membuatnya cukup trauma setelah kejadian itu. Tetapi keinginannya mencetak sejarah dengan menggapai puncak-puncak 14 membuat dirinya terpanggil untuk kembali melakukan pendakian. &lt;br /&gt;
Tahun 1972, Reinhold mendaki puncak Manaslu (8.163 m) lewat jalur Nepal dan di tahun ini pula dia tertantang untuk mendaki Cho Oyu (8.201 m), kemudian pada tahun 1974, puncak Makalu (8.462 m) berhasil digapainya. Pada akhirnya mekkah-nya para pendaki yang merupakan impian para petualang sejati, puncak Everest (8.848 m), berhasil diziarahinya pada tanggal 8 Mei 1978 dengan jalur south-east ridge, sebuah jalur yang paling banyak diserbu para pendaki Everest, bersama tim Australia dibawah pimpinan Wolfgang Nairz, yang mengundangnya sebagai salah satu staf ahli ekspedisi. Tetapi berbeda dengan para pendaki tim ini yang menggunakan tabung oksigen sebagai salah satu safety equipment, Reinhold Messner menciptakan sensasi bersama rekannya Peter Habeler dengan menolak menggunakannya dan bersikeras mereka akan tetap berhasil mencapai puncak Everest tanpa bantuan oksigen, dan memang terbukti. &lt;br /&gt;
Puncak tertinggi kedua di dunia, K2, atau sering pula disebut sebagai puncak Godwin-Austen (8.611 m) berhasil diziarahinya pada tahun 1979. Puncak Shisapangma (8.047 m) di Tibet berhasil digapainya pada tahun 1981 dan tahun 1982, dia mendaki Broad Peak (8.047 m), diteruskan dengan mendaki Gasherbaum II (8.035 m) dan Kanchengjunga (8.586 m). Gasherbaum I (8.068 m ) juga dapat didakinya pada tahun 1984, menyusul kemudian Annapurna (8.091 m) dan Dhaulagiri (8.167 m) di Nepal. Dan akhirnya seluruh puncak 14 berhasil didakinya saat Reinhold Messner menjejakkan kakinya di puncak Lhotse (8.586 m) pada tanggal 16 Oktober 1986, hanya 20 hari setelah dia kembali dari puncak Makalu yang kedua kalinya dan menjadikannya sebagai satu-satunya pendaki yang berhasil mendaki seluruh puncak-puncak tertinggi di dunia (puncak 14). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prestasi Reinhold Messner lainnya &lt;br /&gt;
Sebagaimana dikenal dunia, Reinhold Messner merupakan pendaki yang anti-teori, dia melakukan pendakian di pegunungan yang tingginya di atas 6.000 m dengan menerapkan Alpine Tactic dan menganggap bahwa aklimatisasi tidak perlu dilakukan lama, cukup melakukan sekali pendakian dan apabila tiba di base terakhir langsung melakukan summit attack. Dia juga mengesampingkan VO2 Max seseorang dalam mempengaruhi pendakian. Semua ini dibuktikan dengan digapainya puncak Everest seorang diri tanpa sherpa dan dengan mempergunakan teknik pendakian Alpine Tactic serta tanpa bantuan tabung oksigen di zona kematian (death zone) pada tanggal 20 Agusus 1980, yang merupakan pendakian keduanya tanpa oksigen di Everest. Satu hal yang lebih mengagumkan lagi sekaligus mengharumkan namanya, dalam pendakian kedua kalinya ke Everest ini, Reihold menciptakan jalur baru yang merupakan jalur kedelapan dalam upayanya menziarahi Everest, yaitu dari jalur utama North Col melalui North Face dan akhirnya summit attack melewati Norton Couloir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penutup &lt;br /&gt;
Jika Alexander III dari Macedonia digelari Alexander Agung karena keberhasilannya mengalahkan begitu banyak bangsa, dan terkadang dilakukan dengan melakukan ekspedisi besar yang tak masuk akal dan dapat dinilai sebagai ekspedisi gagal, seperti yang dilakukannya pada sekitar 327 SM, dimana dia memilih puncak Hindu Kush yang mempunyai ketinggian 5.500 m sebagai jalan untuk menyerbu India, atau melewati puncak-puncak pegunungan Alpen yang ganas dalam upayanya menaklukan Eropa, merupakan sebuah alternatif ekspedisi yang tidak memungkinkan dan tidak masuk akal, karena kedua daerah ini adalah daerah yang berbahaya dengan perbukitan terjal serta bersalju, ditambah udara dingin yang menyengat tulang, maka Reinhold Messner merupakan Syeikh-nya pendaki gunung dengan keberhasilannya sebagai satu-satunya orang yang telah 18 kali menggapai 14 puncak tertinggi di dunia, dengan cara-cara sulit dan tak masuk akal, yang sering disebut oleh para ahli sebagai ekspedisi bunuh diri. &lt;br /&gt;
Tetapi pada dasarnya, kegemarannya mendaki gunung dilakukan karena Reinhold Messner memang mencintainya, sehingga berbagai puncak lain yang ada di dunia juga disambanginya, seperti : Cartensz Pyramid, Papua, yang didatanginya dua kali pada tahun 1971 atau gunung-gunung lain di belahan dunia lain yang ketinggiannya jauh berada di bawahnya (the Seven Summits). Hal ini merupakan satu learning point yang dapat dipetik bahwa kunci keberhasilan seorang penampil kekuatan terletak pada kecintaannya terhadap apa yang benar-benar ingin mereka kerjakan. Reinhold Messner yang dapat dikategorikan sebagai seorang penampil kekuatan, telah memilih takdirnya sebagai seorang pendaki, dia belajar untuk mencintai kegiatannya dan dia suka cita melakukannya, karena dengan sadar dia telah menetapkan pilihannya, sehingga dia tidak membiarkan orang lain memanipulasi atau merendahkan dirinya untuk menghentikan langkahnya dalam mewujudkan impiannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka : &lt;br /&gt;
• DR. Nasir Tamara Dkk, Di Puncak Himalaya Merah Putih Kukibarkan, Jakarta : 1998 &lt;br /&gt;
• Lorus J. Milne dan Margery Milne, Gunung, Tiara Pustaka : 1983 &lt;br /&gt;
• Roger Dawson, The 13 Secret of Power Performance, Prenhallindo : 1997 &lt;br /&gt;
• Hai, Edisi XIV Oktober 1990 dan XV April 1991 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis : Khumaidi Tohar &lt;br /&gt;
Organisasi : KMPA Eka Citra UNJ &lt;br /&gt;
Alamat : Jl. Mabes Hankam Gg. Sawo No. 50 &lt;br /&gt;
Rt. 001 / Rw. 005, Kel. Setu &lt;br /&gt;
Jakarta Timur 13880 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-8266469109198146436?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/2HVHsPq7RUU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/2HVHsPq7RUU/reinhold-messner-guru-besar-para.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/03/reinhold-messner-guru-besar-para.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-6115095401817926843</guid><pubDate>Sun, 31 Jan 2010 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-31T20:25:16.624+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>Gunung tertinggi didunia (yang sebenarnya)?</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S2WEbgjQDyI/AAAAAAAAAZo/9UIEoTPyBAo/s1600-h/biodiversity.parks-chimborazo5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S2WEbgjQDyI/AAAAAAAAAZo/9UIEoTPyBAo/s200/biodiversity.parks-chimborazo5.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Dari Angkasa, Everest Bukan Titik Tertinggi di Dunia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dilihat dari angkasa, atau dari bulan. Ternyata Gunung Everest bukan menjadi titik tertinggi di dunia. Chimborazo di Ecuador jawabannya.&lt;br /&gt;
Seperti kita tahu, Gunung Everest di Himalaya dengan ketinggian 8.818 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan puncak tertinggi yang ada di bumi. Namun, bila kita melihatnya dari angkasa, predikat gunung tertinggi tersebut jadi berubah arah.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Masalahnya begini, bumi ternyata tak sepenuhnya bulat. Kaum matematikawan menyebut fenomena ini oblate spheroid, yang kira-kira berarti gelembung di seputar khatulistiwa. Karena pepatan berat di kutub, bumi menjadi mirip bola yang ditekan dua sisi. Jadi orang-orang yang tinggal di garis khatulistiwa, sebenarnya sudah berdiri lebih “tinggi”, daripada pulau lain. Ini berarti pula, lebih dekat ke angkasa, daripada orang-orang yang tidak tinggal di dekat gelembung khatulistiwa.&lt;br /&gt;
Negara-negara seperti Ekuador, Kenya, dan Indonesia terbilang paling mendekati bulan dengan teori ini. Kalau dihitung, orang-orang di khatulistiwa berada lebih dekat 13 mil ke angkasa, daripada orang-orang yang tinggal di kutub utara atau selatan.&lt;br /&gt;
Lalu kalau begitu, puncak tertinggi di mana yang paling dekat dengan angkasa di garis khatulistiwa tersebut. Paling tidak ada tiga gunung tinggi di wilayah ini. Gunung Kenya di Kenya, gunung Kilimanjaro di Tanzania dan deretan gunung salju di Andes. Dus, kalau kita mendaki salah satu gunung itu saja, berarti kita berada lebih dekat ke angkasa dan bulan, ketimbang mendaki Everest.&lt;br /&gt;
Joseph Senne, seorang insinyur yang juga surveyor, pernah mengkalkulasi berapa jauh sisa jarak dari deretan gunung khatulistiwa tersebut ke angkasa, khususnya bulan. Joseph dalam melakukan analisa tersebut, kemudian juga dibantu Neil deGresse Tyson, pengarang buku ilmu pengetahuan. Beberapa karyanya banyak mengupas mengenai sains dan kosmos. Buku-bukunya yang terkenal adalah Death by Black Hole, dan Other Cosmic Quandaries.&lt;br /&gt;
Sebetulnya hal ini sudah menjadi pengetahuan umum pada masa abad 18. Ketika Everest masih belum diketahui surveyor Britania, Chimborazo dianggap gunung tertinggi. Dan ketika telah ditemukan pun kenyataan cembungnya bagian katulistiwa telah dikemukan oleh geograf terkemuka Jerman abad 18, von Humboldt.&lt;br /&gt;
“Ketika kami selesai menghitung,” lanjut Joseph, “Kami pikir kami telah menemukan sebuah titik baru di dunia yang terdekat ke bulan dan angkasa luar,” tuturnya, kepada Robert Krulwich, reporter radio nasional publik (NPR)-AS, akhir minggu lalu.&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah gunung Chimborazo di Ecuador. Gunung Chimborazo merupakan gunung di dataran tinggi Andes. Yang menurut ukuran Joseph, ternyata memiliki tinggi 1,5 mil lebih dekat ke angkasa dibandingkan Everest.&lt;br /&gt;
Namun tetap saja, kalau melihat titik tertinggi dari patokan garis laut, Everest tetap menjadi rajanya. Namun bila kita berdiri di bulan, dan mencari titik terdekat yang ada dibumi. Puncak Chimborazo, jawabannya.&lt;br /&gt;
(sulung prasetyo)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : sinarharapan.co.id&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-6115095401817926843?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/2ZKbLWQhd2o" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/2ZKbLWQhd2o/gunung-tertinggi-didunia-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S2WEbgjQDyI/AAAAAAAAAZo/9UIEoTPyBAo/s72-c/biodiversity.parks-chimborazo5.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/01/gunung-tertinggi-didunia-yang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-5236860216919288197</guid><pubDate>Wed, 20 Jan 2010 19:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-04T23:00:24.070+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Macan Tutul Jawa Tertangkap Kamera TNGHS</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S1dcvwdeg3I/AAAAAAAAAZA/BGsm00aWHxs/s1600-h/3652434p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: auto; margin-right: 0.5em;"&gt;&lt;img border="1" height="115" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S1dcvwdeg3I/AAAAAAAAAZA/BGsm00aWHxs/s200/3652434p.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dua ekor macan tutul jawa (Panthera padus melas) dewasa tertangkap kamera yang dipasang tim pemantau macan Balai &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Taman Nasional Gunung Halimun Salak&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Hasil cetak foto dari kamera tersebut juga mengungkap jalur jelajah satwa langka tersebut dilintasi oleh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
”Untuk mengetahui populasi dan penyebaran macan tutul jawa, kami melakukan monitoring dengan memasang kamera pengintai (camera trap) pada 17 Desember 2009 hingga 5 Januari 2010. Hasilnya, antara lain, dua ekor macan tutul jawa dewasa terfoto oleh kamera itu,” kata Kepala Balai TNGHS Bambang Supriyanto di Bogor, Sabtu (16/1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi pemantauan macan di lakukan di dua titik di kawasan resor Gunung Kendeng sekitar 1.165 meter di atas permukaan laut dan 1.011 di atas permukaan laut. Metode yang dipakai adalah pemasangan kamera pengintai serta pengamatan langsung terhadap tanda berupa bekas cakaran (marking), jejak tapak kaki (footprint), kotoran (faeces), dan identifikasi jenis pakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain memastikan keberadaan dua ekor macan dewasa itu, hasil pemantauan juga menunjukkan ketersediaan pakan bagi macan mencukupi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekas cakaran dan jejak tapak kaki yang ditemukan di areal pemantauan menunjukkan kawasan itu memang kawasan jelajah dan teritorial macan tutul jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kotorannya yang ditemukan jelas sekali bahwa satwa itu memangsa babi, musang, dan primata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Kawasan TNGHS memang habitat terbaik bagi macan jawa. Satwa ini pemangsa puncak pada rantai makanan di kawasan hutan TNGHS. Mereka mengendalikan hama babi dan musang di hutan &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;taman nasional&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sehingga tidak menjadi hama bagi petani yang bertani atau berkebun di sekitar kawasan,” ujar Bambang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawasan TNGHS terletak di Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan Lebak seluas 113,357 hektar. Saat ini populasi macan tutul jawa berkisar 41-45 ekor. (RTS)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: &lt;br /&gt;
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/18/03131958/macan.tutul.jawa.tertangkap.kamera.tnghs&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-5236860216919288197?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/6z-yQjchUhY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/6z-yQjchUhY/macan-tutul-jawa-tertangkap-kamera.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/S1dcvwdeg3I/AAAAAAAAAZA/BGsm00aWHxs/s72-c/3652434p.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/01/macan-tutul-jawa-tertangkap-kamera.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-7365256128109517321</guid><pubDate>Fri, 15 Jan 2010 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-15T15:05:30.566+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Pendaki Gunung Hilang di Gunung Cikuray</title><description>GARUT--MI: Seratusan personil Polres Garut, Jawa Barat dan kelompok pecinta alam setempat 'Jenggala' sejak Jumat (15/1) pagi melakukan penyisiran di kawasan Gunung Cikuray, Garut, mencari keberadaan Reni Komalasari, 18, yang menghilang di gunung itu.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Komalasari, warga Jl Maulana Hasanudin Rt.04/03 Kecamatan Cipondoh Makmur, Tanggerang, Banten, sejak 20 Desember 2009 hingga saat ini selama 26 hari, menghilang di belantara hutan Gunung Cikuray.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, korban melakukan pendakian bersama 13 rekan lainnya, namun saat turun gunung melintasi jalur menuju Kecamatan Bayongbong, Reni sempat duduk kelelahan kemudian ditinggalkan tiga rekan lainnya mencari air, namun ketika kembali, Reni tidak ada lagi di tempat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua Reni baru melapor ke polisi Kamis (14/1), sedangkan berdasarkan pengakuan rekannya selama ini terus-menerus melakukan pencarian, yang sebelumnya pun tidak pernah melapor ke aparat manapun untuk mendaki gunung berketinggian sekitar 2.800 mdpl tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melakukan pencarian, jajaran Polres Garut, membentuk tim internal dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian, termasuk menjalin koordinasi dengan pecinta alam Jenggala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat personil Jenggala sejak Kamis sore berangkat ke lokasi untuk membuka jalur pencarian oleh Tim internal mulai Jumat dini hari (15/1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperoleh informasi, Reni Komalasari baru pertama kali melakukan pendakian gunung setinggi ribuan meter di atas permukaan laut itu. Bahkan kedua orang tuanya di kampung, sebelumnya tidak menyetujui putrinya itu melakukan pendakian. (Ant/OL-01) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sunber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/15/117179/123/101/Seorang-Pendaki-Hilang-di-Gunung-Cikuray&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-7365256128109517321?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/JUKoQysDCIE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/JUKoQysDCIE/pendaki-gunung-hilang-di-gunung-cikuray.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2010/01/pendaki-gunung-hilang-di-gunung-cikuray.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-2516585543598650715</guid><pubDate>Wed, 30 Dec 2009 17:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-31T00:53:34.416+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sementara</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SzuS54sdchI/AAAAAAAAAWs/IjsRBxqZcdI/s1600-h/Gede-Logo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SzuS54sdchI/AAAAAAAAAWs/IjsRBxqZcdI/s200/Gede-Logo.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Aparat Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) akan menutup jalur pendakian ke puncak Gunung Gede yang memiliki ketinggian 2.958 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan puncak Gunung Pangrango 3.019 mdpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Penutupan dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem di kawasan konservasi selama tiga bulan mulai 1 Januari-31 Maret 2010," kata Kepala Balai Besar TNGGP Sumarto Suharno, di Sukabumi, Senin (21/12/2009).&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Selain untuk pemulihan ekosistem di dalam kawasan konservasi, juga untuk mengantisipasi musim hujan disertai angin kencang yang akan membahayakan para pendaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Penutupan pendakian gunung tersebut sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Diharapkan dengan adanya penutupan khusus wisata pendakian gunung kawasan dapat pulih dengan sendirinya," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengantisipasi adanya pendaki tak berizin, menurut Sumarto, pihaknya menerjunkan sebanyak 134 orang petugas, yang terdiri dari polisi hutan (polhut) sebanyak 42 orang, SAR 30 orang, Forum Interpreter dan Sukarelawan (volunteer) 36 orang, dan Pam Swakarsa sebanyak 26 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Para petugas akan melakukan pengawasan di setiap jalur pendakian. Bagi pendaki yang membandel akan dikenakan sanksi," tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sanksinya, berdasarkan Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 1990 tentang Kawasan Konservasi, berupa ancaman pidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Sumarto, kawasan konservasi Gede Pangrango merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis pegunungan terbaik di Pulau Jawa dan merupakan salah satu dari lima taman nasional (TN) tertua di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu fungsi ekosistem taman nasional ini, kata dia, adalah sebagai sistem penyangga kehidupan, antara lain, sebagai pengatur tata air bagi daerah di sekitar kawasan hingga daerah hilir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelestarian fungsi dari ekosistem mutlak dijaga karena secara langsung ataupun tidak langsung akan sangat berpengaruh bagi kehidupan di kawasan sekitarnya, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Cianjur, dan Sukabumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kegiatan rekreasi harian dan berkemah di bumi perkemahan (buper) dapat dilakukan sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan, antara lain, Resor Cibodas, Resor Gunung Putri, Resor Selabintana, Resor Situgunung, Resor Bodogol, dan Resor Cisarua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/21/20023733/Jalur.Pendakian.Gunung.Gede.Ditutup" target=_blank&gt;Regional.compas.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-2516585543598650715?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/i0BeRRV6Zk0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/i0BeRRV6Zk0/jalur-pendakian-gunung-gede-pangrango.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SzuS54sdchI/AAAAAAAAAWs/IjsRBxqZcdI/s72-c/Gede-Logo.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/12/jalur-pendakian-gunung-gede-pangrango.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-5085467698875324402</guid><pubDate>Tue, 08 Dec 2009 17:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T00:27:34.981+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>Catper Kiriman : Pendakian Gunung Raung</title><description>&lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DxVXFbuI/AAAAAAAAAWM/fhX_N2CBgrQ/s1600-h/puncak+sejati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DxVXFbuI/AAAAAAAAAWM/fhX_N2CBgrQ/s200/puncak+sejati.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Raung, gunung berketinggian 3332mdpl terletak di kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung ini berada dalam kawasan komplek pegunungan ijen bersama Gn.Suket (2.950mdpl), Gn.Pendil (2.338), Gn.Rante (2.664), Gn.Merapi (2.800), Gn.Remuk (2.092), dan Kawah Ijen. Salah satu yang menarik dari gunung raung adalah puncak sejatinya, meski belum banyak yang pendaki yang berhasil menjejakkan kakinya di puncak sejati ini. Salah seorang kawan kita, Dipurnama, yang beberapa waktu lalu berkesempatan melakukan pendakian ke gunung Raung melalui jalur normal, sumber wringin, berbaik hati mengisahkan catatan perjalanannya untuk berbagi bersama kita, selamat menikmati..&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catper Pendakian Gunung Raung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Oleh : Dipurnama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DcDiO7pI/AAAAAAAAAU8/oWPMEUdEJDw/s1600-h/2647_1101972116122_1431275660_30279.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="116" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DcDiO7pI/AAAAAAAAAU8/oWPMEUdEJDw/s200/2647_1101972116122_1431275660_30279.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;Baru sehari datang dari Kalimantan, seorang teman mengajakku naik ke Gunung Raung. Yah meski rasa capek itu belum hilang sepenuhnya, saya ikuti saja ajakan dia. Siang itu sepulang kuliah saya persiapkan segala macam perlengkapan yang akan saya bawa ke raung. Karena di sepanjang jalur pendakian Gunung Raung tidak tersedia sumber air, maka disarankan masing-masing pendaki untuk membawa 5 liter air. Setelah semuanya fix, akhirnya kami berempat yaitu saya, candra, yoga dan mat lim akhirnya yang berangkat ke Gunung Raung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dm_nK94I/AAAAAAAAAVk/GLucjI7D-RU/s1600-h/istirahat.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dm_nK94I/AAAAAAAAAVk/GLucjI7D-RU/s200/istirahat.jpg" width="174" /&gt;&lt;/a&gt;Rencana awal yang berangkat jam 5 sore molor hingga selepas maghrib kami baru berangkat dari Jember. Sekitar jam 8 malam kami sampai di kecamatan Sumber Wringin, disana kami harus mengurus ijin pendakian di sebuah rumah peninggalan Belanda yang terlihat antik. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke desa terakhir. Setelah menitipkan sepeda motor, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Pondok Motor. Sepanjang perjalanan kami tidak dapat melihat apapun karena gelap. Sekitar jam ½ 11 malam kami tiba di pertigaan sebelum Pondok Motor. Dari pertigaan itu untuk ke pondok motor masih sekitar 45 menit lagi. Sekitar jam ½ 12 kami sampai di Pondok Motor (sekitar 1100 mdpl). Istirahat sejenak lalu perjalanan kami lanjutkan kembali. Karena malam sudah semakin larut, kami putuskan untuk mendirikan tenda (jarak dari pondok motor sekitar ½ jam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jum’at  20 maret 2009&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dy7IaE1I/AAAAAAAAAWU/hs_bbbg5idE/s1600-h/summit+attack.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="104" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dy7IaE1I/AAAAAAAAAWU/hs_bbbg5idE/s200/summit+attack.jpg" width="169" /&gt;&lt;/a&gt;Bangun pagi, packing perlengkapan, tenaga telah pulih kembali. Pagi yang cerah membuat puncak gunung raung terlihat dari kejauhan. Jam 5 kami mulai pendakian melewati semak belukar setinggi dada orang dewasa. Tak lama kemudian kami mulai memasuki kawasan hutan hujan lereng raung yang sangat lebat. Setelah berjalan beberapa saat, kami tiba di persimpangan, ke kiri untuk ke Gunung Suket dan ke kanan untuk ke Gunung Raung. Semakin masuk ke hutan jalur semakin lebat oleh semak belukar dan pohon-pohon tumbang, sehingga kami terkadang harus merangkak untuk melewatinya. Sempat istirahat beberapa kali untuk memulihkan tenaga dan nafas. Sampai di daerah agak terbuka, kami masak makanan untuk sarapan pagi. Nasi + sarden cukup mengembalikan stamina kami yang agak terkuras habis. Panjangnya jalur membuat kami sempat putus asa karena tidak kunjung menemukan pondok sumur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DhJkU_kI/AAAAAAAAAVU/kjeZaomMLTw/s1600-h/hutan+lebat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DhJkU_kI/AAAAAAAAAVU/kjeZaomMLTw/s200/hutan+lebat.jpg" width="168" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi sekitar jam 11.50 kami tiba di pondok sumur (sekitar 1800 mdpl). Huffh,….kabut sudah mulai turun, hujan gerimis serta stamina yang sudah hampir habis membuat saya tidak kuat untuk berjalan lagi. Karena hujan semakin lebat dan kabut sudah turun, kami memutuskan untuk mendirikan tenda di jalur antara pondok sumur dengan pondok tonyok. Tempatnya cukup datar meski tidak terlalu luas. Dirikan tenda, menyiapkan roti dan susu untuk mengganjal perut. Saya yang sudah terlalu capek karena belum sempat istirahat setelah tiba dari kalimantan tertidur hingga menjelang jam 7 malam. Setelah makan malam, kami briefing apakah perjalanan dilanjutkan malam ini atau besok pagi. Karena senter yang ada tidak cukup terang, maka diputuskan bahwa perjalanan dilanjutkan besok pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sabtu 21 maret 2009&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DuM7PXGI/AAAAAAAAAV8/CoM7Zb9ZN_Y/s1600-h/narsis+lagi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DuM7PXGI/AAAAAAAAAV8/CoM7Zb9ZN_Y/s200/narsis+lagi.jpg" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;Jam 4 pagi kami mulai membereskan tenda dan segala perlengkapan ke dalam tas untuk melanjutkan perjalanan kembali. Setelah matahari agak menyingsing perjalanan kami lanjutkan. Jalur masih berupa hutan yang lebat dengan jalur yang semakin menanjak. Setelah berjalan sekitar 1 ½ jam, tibalah kami di pondok tonyok. Pondok tonyok adalah tanah agak lapang dengan pohon agak besar di pinggirnya. Istirahat dulu sebentar disini. Setelah capeknya agak berkurang, perjalanan kami lanjutkan kembali. Dari sini puncak gunung raung sudah mulai terlihat semakin dekat. Semakin menambah semangat kami untuk mencapainya. Dari pondok tonyok ke pondok demit jalannya semakin menanjak dan lebat dengan semak belukar dan pohon-pohon tumbang. Jarak pondok tonyok ke pondok demit relatif dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DwCgP4nI/AAAAAAAAAWE/O9q7qocOMcY/s1600-h/narsisme.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="109" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DwCgP4nI/AAAAAAAAAWE/O9q7qocOMcY/s200/narsisme.jpg" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;Hanya sekitar 1 jam, kami sampai di pondok demit sekitar jam 7. Istirahat sebentar disini sambil minum 3 sloki air. Pondok demit merupakan tanah agak lapang dengan gubuk reyot diatasnya. Setelah dirasa cukup, perjalanan kami lanjutkan kembali ke pondok mayit. Dari pondok demit jalurnya semakin menanjak dan menguras tenaga. Kami yang menghemat air menggunakan kanebo untuk meresap air embun dari dedaunan yang nantinya dapat kami minum. Keluar dari hutan hujan, kami disambut dengan hutan cemara yang tanaman disekitarnya telah terbakar (entah karena ulah manusia atau tersambar petir). Jalur di hutan cemara ini antara 30-45 derajat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6D1ab0pwI/AAAAAAAAAWc/7rZ3cQDzbJ4/s1600-h/tanpa+bonus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6D1ab0pwI/AAAAAAAAAWc/7rZ3cQDzbJ4/s200/tanpa+bonus.jpg" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan yang melelahkan sehingga mengharuskan kami untuk sering beristirahat. Seperti kata ibu penjaga pos pendaftaran di bawah, dimana jalur ke pondok mayit tertutup pohon tumbang karena badai maka kami harus berjalan memutar dan tidak mampir ke pondok mayit, langsung ke pondok angin. Kabut yang turun membuat kami terbuai dan mengantuk. Setelah berjalan selama 3 jam, sampailah kami di pos terakhir sebelum puncak, Pondok angin (2900 mdpl). Di pondok angin kami mendirikan tenda untuk bermalam, karena kami akan naik ke puncak besok pagi jam 4. Seperti biasa, di pondok angin kami masak nasi, mi, sarden untuk bahan makan kami. Mengembalikan stamina wajib buat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minggu 22 maret 2009&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dj3gj4PI/AAAAAAAAAVc/8wU2cA5Mb-w/s1600-h/in+memoriam.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6Dj3gj4PI/AAAAAAAAAVc/8wU2cA5Mb-w/s200/in+memoriam.jpg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah menyiapkan bawaan yang akan kami bawa ke puncak, kami mulai meninggalkan tenda dan barang lainnya di pondok angin. Sesaat setelah melewati batas vegetasi, kami berdoa di memorial saudara kami deden hidayat. Beberapa saat kemudian jalur semakin ekstrim dengan jurang puluhan di kiri dan kanan serta jalan yang sempit, menanjak dan gelap. Menjelang puncak jalur semakin sempit dan mengharuskan kami harus merangkak dengan hati-hati agar tidak terpeleset. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DdD042wI/AAAAAAAAAVE/3Gi00mg0F5M/s1600-h/argopuro+di+kejauhan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DdD042wI/AAAAAAAAAVE/3Gi00mg0F5M/s200/argopuro+di+kejauhan.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya jam 5 ¼ kami telah mencapai puncak raung (3100 mdpl). Sangat mengagumkan!! Puncak raung dengan kalderanya yang seluas hampir 1 km persegi dan kedalamannya sekitar 100 m dari tempat yang kami pijak. Di tengah kaldera terdapat kawah yang mengeluarkan asap putih. Arti raung sendiri adalah suara dari dalam kawah yang terdengar seperti meraung-raung. Pagi yang cerah dan tidak panas membuat kami puas berada di puncak di atas awan ini. Setelah puas jeprat-jepret foto, kami pun bersiap untuk turun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DrC-sJcI/AAAAAAAAAVs/384fP3ArFqk/s1600-h/jalur+turun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DrC-sJcI/AAAAAAAAAVs/384fP3ArFqk/s200/jalur+turun.jpg" width="168" /&gt;&lt;/a&gt;Beban yang telah berkurang membuat perjalanan turun ini menjadi cepat. Jam 8 kami tiba kembali di pondok angin dan memasak nasi untuk sarapan. Setelah membereskan semuanya, jam ½ 10 kami memulai perjalanan turun kembali. Gerimis mulai turun saat kami tiba di pondok tonyok dan semakin lebat saat kami melewati pondok sumur. Setelah berjalan sekitar 5 jam dari puncak, akhirnya kami sampai di pondok motor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DeNJ3HxI/AAAAAAAAAVM/gBzVt6Zjf-s/s1600-h/diufuk+timur.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DeNJ3HxI/AAAAAAAAAVM/gBzVt6Zjf-s/s200/diufuk+timur.jpg" width="167" /&gt;&lt;/a&gt;Dari pondok motor ke desa terakhir tempat kami menitipkan sepeda motor, kami menumpang mobil pengangkut sayur. Setelah pamit ke ibu penjaga pendaftaran, kami melanjutkan perjalanan kembali ke kota jember......PUAS SETELAH MENCAPAI PUNCAK PERTAMA SAYA!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-5085467698875324402?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/HYSLqrpBzIU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/HYSLqrpBzIU/catper-kiriman-pendakian-gunung-raung.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sx6DxVXFbuI/AAAAAAAAAWM/fhX_N2CBgrQ/s72-c/puncak+sejati.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/12/catper-kiriman-pendakian-gunung-raung.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-9074227444581285576</guid><pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-07T17:50:57.430+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>Catper Kiriman : Camping Ceria Curug Cilember</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY04h1PZI/AAAAAAAAATk/qe-hgpXYzvs/s1600-h/cc7-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY04h1PZI/AAAAAAAAATk/qe-hgpXYzvs/s200/cc7-300x225.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;Udah pernah ke curug Cilember..? udah..? baguuss… saya belom soalnya.. &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/20.gif" width="22" /&gt;&lt;br /&gt;
Parah ya,, masak ke curug cilember aja belom pernah.. &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" width="18" /&gt;&lt;br /&gt;
Tapi tenang aja, teman saya, mbak Ichaelmago, udah pernah kesana,  and good for us, dia rela berbagi cerita perjalanannya buat kita. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, baca – baca dulu yuk gan… &lt;a href="http://s626.photobucket.com/albums/tt350/blackmamba21_2009/?action=view&amp;amp;current=bacadulugan.gif" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Photobucket" border="0" src="http://i626.photobucket.com/albums/tt350/blackmamba21_2009/bacadulugan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYtCSlDzI/AAAAAAAAAS8/ogFDlLMpj3M/s1600-h/cc2-225x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYtCSlDzI/AAAAAAAAAS8/ogFDlLMpj3M/s200/cc2-225x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu yang lalu..saya dan beberapa teman saya memutuskan untuk berkemah di Curug Cilember. Kami kesana dengan menggunakan transportasi umum, yaitu bis dari Kampung Rambutan. Perjalanan kesana membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Sesampainya disana, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Menurut info yang kami dapat, dari jalan raya sampai ke Curug Cilember adalah sekitar 3 km. Sebenarnya tersedia ojek, tapi kami memilih untuk berjalan kaki. Selain sehat, juga hemat uang  Di tengah perjalanan kami berhenti sebentar untuk shalat. Setelah selesai, kebetulan sekali sebuah angkot lewat. Maka kami pun menyetop angkot tersebut. Tapi sayangnya angkot tersebut tidak kuat menanjak, maka lagi-lagi kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampainya disana, kami ke loket dan melihat daftar harga. Untuk berkemah semalam hanya dikenakan tarif Rp. 12.500. Maka kami membayar, sebelumnya kami diperingatkan oleh penjaga loket agar mendirikan tenda yang terpisah antara wanita dan laki-laki, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;
Setelah itu, kami langsung mendirikan tenda. Ternyata, teman saya membawa tenda yang kecil! Padahal sebelumnya dia menjamin bahwa tenda yang ia bawa cukup untuk kami semua. Kami terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan. Dan nyatanya tenda yang ia bawa hanya cukup untuk 2 orang. Kami pun sepakat untuk menyewa tenda disana. Menyewa tenda yang cukup untuk 4 orang hanya dikenakan biaya sekitar Rp. 80.000. Sudah termasuk 4 sleeping bag dan 1 lampion. Sebenarnya hanya disediakan 2 sleeping bag, tapi karena penjaga-nya berbaik hati, maka kami diberikan 4.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYxwhJ2DI/AAAAAAAAATc/mKNDv_PuXJc/s1600-h/cc6-225x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYxwhJ2DI/AAAAAAAAATc/mKNDv_PuXJc/s200/cc6-225x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kami memilih lokasi tenda di dekat Curug 7. Sekedar informasi, disini terdapat 7 curug. Antara curug satu dan lainnya, ada yang berdekatan, ada pula yang harus menempuh berjam-jam perjalanan. Curug 1 sampai 3 adalah curug yang jarang dikunjungi, karena untuk menempuhnya agak sedikit sulit. Terutama bila tidak ada persiapan. Namun warga sekitar sering kesana untuk mengumpulkan kayu.&lt;br /&gt;
Alasan kami memilih lokasi di Curug 7 adalah karena dekat dengan mushalla, toilet, pintu masuk, warung warga, dan air terjun. Di mushalla, tersedia 2 buah mukena dan beberapa sajadah serta Al-Qur’an. Air untuk wudhu bukan dari keran, melainkan langsung terpancar dari dinding yang berupa batu-batuan. Di dekat mushalla, terdapat sekitar 7 toilet (saya agak lupa, antara 7 atau 6).&lt;br /&gt;
Setelah selesai mendirikan tenda, kami pun bermain ke Curug 7. Disana kami mendapati sekumpulan orang Arab yang sedang berfoto dan juga ada wanita yang berfoto untuk pre-wedding. Kami pun ikut foto-foto disana. Setelah puas berfoto, kami pulang sambil mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun malam harinya. &lt;br /&gt;
Saat maghrib tiba, kami pun ke mushalla dan duduk-duduk disana sampai Isya tiba. Setelah itu kami makan-makan dan menghabiskan waktu untuk bermain UNO  Langit malam itu sangat cerah sehingga kami bisa melihat bintang-bintang dengan jelas.&lt;br /&gt;
Tengah malam, saya terbangun sekitar jam 2 karena perut keroncongan. Ternyata ada teman saya yang terbangun juga. Jadilah kami keluar tenda dan memasak. Udara sangat dingin. Sampai-sampai saya membawa sleeping bag keluar tenda. Saya pun memasak mie rebus sambil menunggu fajar terbit. Kami merasakan sejuknya angin malam sambil sesekali diiringi suara jangkrik dan anjing.&lt;br /&gt;
Pagi harinya, setelah melaksanakan ibadah shalat, kami langsung berjalan-jalan sekitar tenda dan menuju ke warung terdekat untuk sekedar minum teh hangat. Kami juga sempat melihat taman kupu-kupu, dimana di dalamnya saya melihat beberapa kupu-kupu yang sedang hinggap di atapnya.&lt;br /&gt;
Setelah puas bermain di Curug 7, kami meneruskan perjalanan ke Curug diatasnya. Tidak lupa kami mengunci tenda, lalu membawa sarapan pagi kami. Ya, kami akan makan pagi di Curug. Setelah melalui jalan yang terjal dan licin, sampailah kami di Curug 4, yang tempatnya amat strategis untuk makan-makan. Kami pun menhabiskan sarapan pagi kami, yang walaupun hanya nasi dan secuil ayam, tapi terasa nikmat sekali.&lt;br /&gt;
Selesai makan, kami kembali ke tenda dengan menggunakan rute yang berbeda. Ternyata lebih enak rute yang kedua ini, karena sudah diberi batu-batuan sebagai tangga. Rute ini pula yang biasa dipakai warga setempat untuk mencari kayu sampai ke curug 3.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY-cwLerI/AAAAAAAAAUs/-hEmUUa1V1M/s1600-h/cc16-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY-cwLerI/AAAAAAAAAUs/-hEmUUa1V1M/s200/cc16-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kami kembali lagi ke curug 7, kali ini untuk mandi, alias basah-basahan. Kami melihat masih banyak orang Arab berseliweran. Mereka berkelompok-kelompok, sepertinya keluarga besar. Ini menunjukkan bahwa tempat wisata ini sudah terkenal dikalangan mereka. Mereka menikmati Curug 7 sambil sesekali berfoto dan bermain air.&lt;br /&gt;
Setelah puas bermain air, kami kembali ke tenda lalu mandi dan membereskan tenda. Kami selesai sekitar pukul 10 lalu pulang ke Jakarta. Rute pulang selalu lebih mudah dari rute berangkat. Sebelumnya kami bertanya rute terdekat menuju jalan raya, dan benar saja, rute itu memang agak lebih dekat disbanding rute yang kami ambil saat berangkat. Pemandangan di sepanjang jalannya pun tidak kalah indah. Maka sampailah kami di jalan raya, dan tidak lama kemudian bis menuju Jakarta datang. Kami naik ke dalam bus, lalu sampailah kami di Jakarta. Liburan yang menyenangkan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ini foto - fotonya  &lt;img border="0" height="18" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/25.gif" width="30" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYsHUXBZI/AAAAAAAAAS0/n8U2zBg7Ra8/s1600-h/cc1-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYsHUXBZI/AAAAAAAAAS0/n8U2zBg7Ra8/s320/cc1-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Istirahat sejenak di perjalanan&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYvO39C9I/AAAAAAAAATM/wIsZQfW1Ero/s1600-h/cc4-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYvO39C9I/AAAAAAAAATM/wIsZQfW1Ero/s320/cc4-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Papan selamat datangnya&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYwehTaaI/AAAAAAAAATU/oMC2kPZ62v0/s1600-h/cc5-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzYwehTaaI/AAAAAAAAATU/oMC2kPZ62v0/s320/cc5-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Mencari kayu untuk api unggun&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY3O3TiQI/AAAAAAAAAT0/49gMR5Bqo5w/s1600-h/cc9-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY3O3TiQI/AAAAAAAAAT0/49gMR5Bqo5w/s320/cc9-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Bebatuan disekitar curug 7&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY4FXjvyI/AAAAAAAAAT8/IWrq-H0sxJ4/s1600-h/cc10-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY4FXjvyI/AAAAAAAAAT8/IWrq-H0sxJ4/s320/cc10-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Wanita arab sedang berkumpul&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY8Me9dfI/AAAAAAAAAUc/Yc9xIEPTWnY/s1600-h/cc14-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY8Me9dfI/AAAAAAAAAUc/Yc9xIEPTWnY/s320/cc14-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Uno adalah permainan favorite kami&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY2OZW7GI/AAAAAAAAATs/EjDrrfyY4qw/s1600-h/cc8-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY2OZW7GI/AAAAAAAAATs/EjDrrfyY4qw/s320/cc8-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY_Sf4jZI/AAAAAAAAAU0/zdbOidi0CKo/s1600-h/cc17-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Curug&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY9dAVkCI/AAAAAAAAAUk/DVEGtMrqgRs/s1600-h/cc15-225x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY9dAVkCI/AAAAAAAAAUk/DVEGtMrqgRs/s320/cc15-225x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ada kupu lho didalam&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY6Dzj2ZI/AAAAAAAAAUM/PvO0TKZIc2U/s1600-h/cc12-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY6Dzj2ZI/AAAAAAAAAUM/PvO0TKZIc2U/s320/cc12-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Iseng mengumpulkan biji - bijian&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY_Sf4jZI/AAAAAAAAAU0/zdbOidi0CKo/s1600-h/cc17-300x225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY_Sf4jZI/AAAAAAAAAU0/zdbOidi0CKo/s320/cc17-300x225.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;sarapan pagi di curug 4&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Gimana,,, asik kan.? &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, kalo mau kenalan sama mbak yang punya catper, maen - maen aja ke blognya..&lt;br /&gt;
klik &lt;a href="http://mockingbirds.blogdetik.com/" target=_blank&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-9074227444581285576?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/hnV-t8PCVkk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/hnV-t8PCVkk/catper-kiriman-camping-ceria-curug.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxzY04h1PZI/AAAAAAAAATk/qe-hgpXYzvs/s72-c/cc7-300x225.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/12/catper-kiriman-camping-ceria-curug.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-4172693796599797914</guid><pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-06T14:22:03.022+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Napak Tilas Soe Hok Gie 1969-2009</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxtYYIl5OhI/AAAAAAAAASs/NkkWx7fQ128/s1600-h/semerukecil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxtYYIl5OhI/AAAAAAAAASs/NkkWx7fQ128/s200/semerukecil.jpg" width="106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: cyan; color: black;"&gt;Description&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Napak Tilas Soe Hok Gie 1969-2009&lt;br /&gt;
Cintailah Kehidupan: Satu pikiran, ucapan, dan perbuatan.&lt;br /&gt;
Kami komunitas pencinta alam se-Malang dan Mapala UI mengundang rekan-rekan sekalian untuk turut berpartisipasi dalam peringatan Napak Tilas Soe Hok Gie 1969-2009 'Cintailah kehidupan: Satu pikiran, ucapan, dan perbuatan'.&lt;br /&gt;
Napak Tilas Soe Hok Gie 1969-2009&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Start Time: Monday, December 7, 2009 at 8:00am&lt;br /&gt;
End Time : Sunday, December 20, 2009 at 1:00pm&lt;br /&gt;
Location : Kota Malang dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;Prolog:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat nanti, Desember 2009, tepat 40 tahun meninggalnya Soe Hok&lt;br /&gt;
Gie, kami –kelompok dan individu penggiat alam bebas, yang beratensi&lt;br /&gt;
terhadap ide dan pemikiran Hok Gie– berniat berkumpul mengenang dan&lt;br /&gt;
menyoba memahami lebih dalam ide dan pemikiran Soe Hok Gie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen tersebut penting, karena selain semangat Soe Hok Gie masih&lt;br /&gt;
relevan di era sekarang ini, kami menyakini bahwa ada satu pesan dari&lt;br /&gt;
semangat Hok Gie tersebut yang saat ini bisa diaplikasi secara bersama&lt;br /&gt;
untuk menjadi gerakan sosial (social movement).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan ini akan dilaksanakan di wilayah Malang, tepatnya di pinggir&lt;br /&gt;
Danau Ranu Regulo, Desa Ranu Pani, di kaki Gunung Semeru. Pemilihan&lt;br /&gt;
lokasi yang spesifik ini didasarkan pada karakteristik yang unik dari kota&lt;br /&gt;
Malang yang dikelilingi oleh gunung-gunung, sehingga banyak tokoh dan&lt;br /&gt;
kelompok penggiat alam bebas yang lahir di Malang.&lt;br /&gt;
untuk informasi bisa menghubungi MAPALA UI di (021) 78884872 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxtYYIl5OhI/AAAAAAAAASs/NkkWx7fQ128/s1600-h/semerukecil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxtYYIl5OhI/AAAAAAAAASs/NkkWx7fQ128/s400/semerukecil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-4172693796599797914?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/_fETaVJHXZo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/_fETaVJHXZo/napak-tilas-soe-hok-gie-1969-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SxtYYIl5OhI/AAAAAAAAASs/NkkWx7fQ128/s72-c/semerukecil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/12/napak-tilas-soe-hok-gie-1969-2009.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-3287688304122339976</guid><pubDate>Tue, 24 Nov 2009 22:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-25T08:36:25.012+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>Gambar Gunung Via Google Earth</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR0Gg2dzI/AAAAAAAAARU/UnT7xXfHMT0/s1600/cikuray.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="101" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR0Gg2dzI/AAAAAAAAARU/UnT7xXfHMT0/s200/cikuray.jpg" width="159" /&gt;&lt;/a&gt;Salah seorang temen saya, sebut saja ngguh, jangan mawar atau melati &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/21.gif" width=18 height=18 border=0&gt;, membuat sebuah thread di subforum pendakian gunung di Kaskus. isinya menarik, screenshot dari &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/2009/11/gambar-gunung-via-google-map.html"&gt;gambar2 gunung di Indonesia&lt;/a&gt; yang di ambil dari google Earth. Lalu, terinspirasi dari keisengan temen saya itu, saya juga iseng2 pasang gambarnya disini &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" width=18 height=18 border=0&gt;. Lumayan lah, buat yang gak bisa melakukan &lt;a href"http://mountinblack.blogspot.com"&gt;pendakian Gunung&lt;/a&gt; karena cuaca yang kurang bersahabat akhir2 ini, anda masih bisa menghibur diri melihat image gunung favorite anda berkat keisengan temen saya, saudara ngguh. &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/16.gif" width=18 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Ya udah lah, daripada malah kebablasan basa basinya. Mending langsung liat aja deh..&lt;br /&gt;
Kalo suka ya comment, kalo gak suka ya………………….&lt;br /&gt;
Tak bilangin om ngguh nanti, dia agak2 maho lho… &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/24.gif" width=30 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;
Piss…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monggo dilihat &lt;img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/6.gif" width=42 height=18 border=0&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Rinjani - NTB&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="auto" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR9YsXgkI/AAAAAAAAARc/pXB0ifI5zVQ/s320/rinjani.jpg" width="auto" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Gede Pangrango&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxSDQ2IahI/AAAAAAAAARk/ZI1rlIdas7I/s1600/Gepang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxSDQ2IahI/AAAAAAAAARk/ZI1rlIdas7I/s320/Gepang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Krakatau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxSFlt3k6I/AAAAAAAAARs/ggV_2P7_28U/s1600/krakatau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxSFlt3k6I/AAAAAAAAARs/ggV_2P7_28U/s320/krakatau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Lawu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTJGr5ZAI/AAAAAAAAAR0/uUFHHbpRSLc/s1600/lawu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTJGr5ZAI/AAAAAAAAAR0/uUFHHbpRSLc/s320/lawu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Mahameru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTKu-0AaI/AAAAAAAAAR8/GQBZg6h-qVQ/s1600/mahameru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTKu-0AaI/AAAAAAAAAR8/GQBZg6h-qVQ/s320/mahameru.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Slamet&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTMNGpyEI/AAAAAAAAASE/Ga1DjUdkIUI/s1600/slamet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTMNGpyEI/AAAAAAAAASE/Ga1DjUdkIUI/s320/slamet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Kerinci&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTRWfH7DI/AAAAAAAAASM/Q2iPweHW_1Q/s1600/kerinci.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxTRWfH7DI/AAAAAAAAASM/Q2iPweHW_1Q/s320/kerinci.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Cikuray&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR0Gg2dzI/AAAAAAAAARU/UnT7xXfHMT0/s1600/cikuray.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR0Gg2dzI/AAAAAAAAARU/UnT7xXfHMT0/s320/cikuray.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Arjuno&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYVaYZtoI/AAAAAAAAASU/-WL_-CK-Cgo/s1600/arjuno.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYVaYZtoI/AAAAAAAAASU/-WL_-CK-Cgo/s320/arjuno.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Agung&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYY-OK6xI/AAAAAAAAASc/EJuvtSwBBlQ/s1600/agung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYY-OK6xI/AAAAAAAAASc/EJuvtSwBBlQ/s320/agung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;Argopuro&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYcaiUeGI/AAAAAAAAASk/90C73AeLsuc/s1600/argopuro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxYcaiUeGI/AAAAAAAAASk/90C73AeLsuc/s320/argopuro.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
bagus kan.?&lt;br /&gt;
Emang gak terlalu jernih sih, maklum, kata yang bersangkutan, itu diambil dari googlemap yang gratisan. Mungkin kalo pake yang pro, alias yang gak gratis, bisa lebih bagus ya gambarnya..&lt;br /&gt;
gak semua gambar saya copy kesini. kalo mau lihat lebih lengkapnya, silahkan klik &lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2108629" target=_blank&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-3287688304122339976?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/qnjLLBIm9JE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/qnjLLBIm9JE/gambar-gunung-via-google-map.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwxR0Gg2dzI/AAAAAAAAARU/UnT7xXfHMT0/s72-c/cikuray.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/11/gambar-gunung-via-google-map.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-4048569812419225341</guid><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-20T18:27:55.723+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Pelatihan Gunung-Hutan Eiger (MJC East) 2009</title><description>Untuk ketujuh kalinya PT. Eigerindo MPI melalui Eiger Adventure Service Team&lt;br /&gt;
(EAST) kembali akan menggelar pelatihan gunung hutan, atau yang biasa dikenal&lt;br /&gt;
dengan nama Mountain and Jungle Course (MJC) – EAST 2009. Lokasi yang dipilih&lt;br /&gt;
kali ini adalah kawasan Gn. Merapi, Yogyakarta, tanggal 18 s/d 24 Desember 2009.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Tema yang akan diangkat pada MJC kali ini yaitu : Land Navigation For Disaster&lt;br /&gt;
Management&lt;br /&gt;
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
1. Menyampaikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan kegiatan di&lt;br /&gt;
alam terbuka, khususnya dalam bidang pendakian gunung dan penjelajahan hutan&lt;br /&gt;
2. Memberikan gambaran umum mengenai pemahaman karakteristik bencana bagi para&lt;br /&gt;
penggiat kegiatan di alam terbuka / pencinta alam yang sering terlibat dalam&lt;br /&gt;
upaya mitigasi dan penanganan tanggap darurat bencana [pra bencana, ketika&lt;br /&gt;
bencana dan pasca bencana]&lt;br /&gt;
3. Panduan praktis bagi para penggiat kegiatan di alam terbuka dalam membaca dan&lt;br /&gt;
menggunakan peta-kompas untuk memetakan daerah yang terkena bencana&lt;br /&gt;
4. Memberikan gambaran tentang pengetahuan Medical First Rescue dengan&lt;br /&gt;
pokok-pokok substansi ; gambaran umum MFR, penyebab serta penanggulangan secara&lt;br /&gt;
praktis&lt;br /&gt;
5. Mempererat tali silaturahmi dan kerja sama para penggiat kegiatan di alam&lt;br /&gt;
terbuka baik dari kalangan perhimpunan atau kelompok pencinta alam dan pendaki&lt;br /&gt;
gunung, maupun perorangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tiga aspek yang akan disampaikan sebagai materi pelatihan dalam MJC – EAST&lt;br /&gt;
2009, yaitu :&lt;br /&gt;
1. Aspek mental, antara lain membangun sifat berani, jujur, tabah, ulet, setia&lt;br /&gt;
kawan, rendah hati dan cinta alam serta cinta tanah air.&lt;br /&gt;
2. Aspek fisik, antara lain pembinaan ketangguhan fisik, bukan saja pada saat&lt;br /&gt;
kondisi yang normal, tetapi juga pada kondisi yang minimal sesuai dengan&lt;br /&gt;
kebutuhan gerak di alam terbuka.&lt;br /&gt;
3. Aspek keterampilan, antara lain pengajaran dan latihan penguasaan berbagai&lt;br /&gt;
ilmu pokok serta kecakapan untuk melakukan penjelajahan sebagai modal dasar&lt;br /&gt;
untuk mampu melakukan kegiatan di alam terbuka, khususnya pendakian gunung dan&lt;br /&gt;
penjelajahan hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peserta terbuka untuk seluruh anggota organisasi Pencita Alam atau organisasi&lt;br /&gt;
umum lainnya, instansi pemerintah, umum dan perorangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biaya pendaftaran sebesar Rp. 300.000,- per orang, tidak termasuk konsumsi&lt;br /&gt;
selama kegiatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendaftaran mulai tgl. 23 November s/d 12 Desember 2009 mulai pukul 09.00 s/d 16&lt;br /&gt;
WIB&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :&lt;br /&gt;
EAST [Eiger Adventure Service Team]&lt;br /&gt;
Jl. Cihampelas 22 Bandung 40116 Jawa Barat&lt;br /&gt;
Telp. 022-4231668 [jam kerja], Fax. 022-4232173&lt;br /&gt;
Email : east@eigeradventure.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-4048569812419225341?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/nRUpCYkKD30" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/nRUpCYkKD30/pelatihan-gunung-hutan-eiger-mjc-east.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/11/pelatihan-gunung-hutan-eiger-mjc-east.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-1493368516426614128</guid><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-17T19:51:19.399+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Sekolah Esar Wanadri 2009</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKb8GK11DI/AAAAAAAAAQs/quijoGHAwls/s1600/n172166607721_1089.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="98" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKb8GK11DI/AAAAAAAAAQs/quijoGHAwls/s320/n172166607721_1089.jpg" width="111" /&gt;&lt;/a&gt;Kejadian-kejadian hilangnya para pendaki gunung di Indonesia sudah bukan hal yang baru lagi bagi wajah salah satu jenis kegiatan alam terbuka yang memang paling banyak penggiatnya di Indonesia ini. Hal ini terjadi kebanyakan akibat kecerobohan-kecerobohan yang dilakukan oleh para penggiatnya (Subjective danger).&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Terlepas dari sebab-sebab kecelakaan terjadi, ada satu kegiatan yang tidak kalah pentingnya untuk dicermati, yaitu penanggulangan untuk menyelamatkan para pendaki yang mengalami musibah tersebut. Sering kita mendengar terjadinya kegagalan-kegalan dalam operasi SAR yang dilakukan (gagal menyelamatkan survivor dalam keadaan hidup) yang diakibatkan oleh keterlambatan informasi yang diberikan, kacaunya sistem pencarian yang dilakukan, dan kadang keterbatasan SDM (baik secara kualitas maupun kuantitas) yang terlibat serta keterbatasan peralatan penunjang yang dibutuhkan dalam operasi SAR yang diadakan. Hal-hal tersebut diperparah dengan kurangnya tingkat kesadaran “rasa kemanusiaan’ dan “ego” para penolong .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita-berita kehilangan yang sering menghiasi koran-koran harian di Indonesia (yang menjadi salah satu media pemberitaan informasi adanya kecelakaan gunung) kerap (sudah) terlambat pemberitaannya. Penanganan operasi SAR pertama kali kadang dilakukan tanpa sistem yang jelas dan terarah, sehingga daerah pencarian yang seharusnya dijaga (untuk keperluan pencarian/jejak-jejak) menjadi kacau. Orang-orang lapangan (SRU) yang terlibat dalam Operasi SAR kadang tidak ditunjang kemampuan yang sesuai untuk kualifikasi seorang SRU. Sehingga operasi yang seharusnya berjalan cepat (mengingat prinsip 3C dalam operasi SAR), menjadi berjalan lambat. Memang dalam suatu operasi SAR tidak dibatasi keinginan seseorang untuk turut membantu dalam pencarian, tetapi harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tiap orang, agar operasi pencarian tidak diperparah oleh kejadian ‘kecelakaan kedua’ yang terjadi pada regu pencari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat dari beberapa faktor kegagalan operasi SAR yang terjadi mengakibatkan Survivor (bila ditemukan ) sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sehingga operasi SAR yang digelar merupakan upaya untuk mencari mayat, bukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menekan kegagalan yang terjadi dalam suatu Operasi SAR, Wanadri melaui Badan Diklat Wanadri berupaya untuk menyediakan tenaga-tenaga yang memiliki kualifikasi untuk seorang SRU operasi SAR Gunung Hutan dengan menggelar Sekolah ESAR. Kurikulum yang digunakan untuk Sekolah ESAR 09 ini mengacu kepada kejadian-kejadian yang sering terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
waktu : senin, 28 december 2009 at 7:00am - , rabu 6 januari 2010 at 4:30pm&lt;br /&gt;
Lokasi : Taman Nasional Gn Gede - Pangrango&lt;br /&gt;
pendaftaran 15 nov s/d 20 des 2009.&lt;br /&gt;
Biaya Rp. 500 rb.&lt;br /&gt;
Lokasi pendaftaran: Sekretariat Wanadri Jl. Aceh 155 Bandung (022) 4206440,&lt;br /&gt;
Jl. Pahlawan 12A, Kalibata, Jakarta (021) 79184012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-1493368516426614128?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/f9uHTs7IRGA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/f9uHTs7IRGA/sekolah-esar-wanadri-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKb8GK11DI/AAAAAAAAAQs/quijoGHAwls/s72-c/n172166607721_1089.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/11/sekolah-esar-wanadri-2009.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-4444980524443258504</guid><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T05:16:09.943+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jadwal Event dan Berita Terbaru</category><title>Extreme Journey 2</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKaz9aTe5I/AAAAAAAAAQk/ARg38_sJ_oc/s1600/ekstreme+chalenge.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKaz9aTe5I/AAAAAAAAAQk/ARg38_sJ_oc/s200/ekstreme+chalenge.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;Buat kawan - kawan yang suka memacu adrenalin dan tantangan alam bebas, ada sebuah event yang di selenggarakan oleh calderaindonesia.com&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan baca hasil copas dari situs nya dibawah ini untuk info selengkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KONSEP&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah perjalanan panjang penuh tantangan bagi para&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PETUALANG SEJATI&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjalanan dan petualangan dimulai sejak para petualang ini mendaftarkan diri mengikuti tantangan Orienteering agar dapat mengikuti tahapan selanjutnya. jika lolos tahapan Orienteering berikutnya adalah Eco Challenge yang sangat mendebarkan mesti dihadapi selama 48 jam nonstop agar dapat memasuki babak final untuk mendapatkan tiket TO EXPLORE THE WORLD&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
lombanya terdiri dari 3 babak:&lt;br /&gt;
1. Orienteering&lt;br /&gt;
tujuan pengenalan teknik orientasi. mengukur kemampuan anda&lt;br /&gt;
dibandingkan team lain&lt;br /&gt;
2. Eco Challenge&lt;br /&gt;
berikut beberapa tantangan yang harus dhadapi setiap team, yang harus&lt;br /&gt;
mereka atasi dalam 48 jam nonstop&lt;br /&gt;
- Trekking&lt;br /&gt;
- Rafting&lt;br /&gt;
- Ascending&lt;br /&gt;
- Mountain Biking&lt;br /&gt;
- River Crossing&lt;br /&gt;
3. Final Challenge&lt;br /&gt;
- Sea Kayaking&lt;br /&gt;
- Mountain Biking&lt;br /&gt;
- Dune Driving&lt;br /&gt;
- Camel Race&lt;br /&gt;
- Rock Climbing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
satu team terdiri dari 3 orang&lt;br /&gt;
biaya 500 ribu/ team&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk selengkapnya dapat langsung kunjungi link di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.calderaindonesia.com/adventure/index.html" target="_blank"&gt;calderaindonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-4444980524443258504?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/eEh7xHEuthI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/eEh7xHEuthI/extreme-journey-2.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwKaz9aTe5I/AAAAAAAAAQk/ARg38_sJ_oc/s72-c/ekstreme+chalenge.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/11/extreme-journey-2.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-3900697727681260785</guid><pubDate>Thu, 15 Oct 2009 12:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-17T01:34:07.696+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel Pendakian</category><title>Daftar Gunung Tertinggi Dunia</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwGameQx9_I/AAAAAAAAAQc/03fSjFZiAGg/s1600/EverestRoute.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwGameQx9_I/AAAAAAAAAQc/03fSjFZiAGg/s200/EverestRoute.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut adalah daftar puncak gunung tertinggi di dunia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Everest, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 29,035 ft / 8,850 m.&lt;br /&gt;
2. K2 (Godwin Austen), pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 28,250 ft / 8,611 m.&lt;br /&gt;
3. Kangchenjunga, pegunungan Himalaya, India/Nepal, 28,169 ft / 8,586 m.&lt;br /&gt;
4. Lhotse I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,940 ft / 8,516 m.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
5. Makalu I, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 27,766 ft / 8,463 m.&lt;br /&gt;
6. Cho Oyu, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 26,906 ft / 8,201 m.&lt;br /&gt;
7. Dhaulagiri, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,795 ft / 8,167 m.&lt;br /&gt;
8. Manaslu I, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,781 ft / 8,163 m.&lt;br /&gt;
9. Nanga Parbat, pegunungan Himalaya, Pakistan, 26,660 ft / 8,125 m.&lt;br /&gt;
10. Annapurna, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,545 ft / 8,091 m.&lt;br /&gt;
11. Gasherbrum I, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,470 ft / 8,068 m.&lt;br /&gt;
12. Puncak Broad, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,400 ft / 8,047 m.&lt;br /&gt;
13. Gasherbrum II, pegunungan Karakoram, Pakistan/China, 26,360 ft / 8,035 m.&lt;br /&gt;
14. Shishapangma (Gosainthan), pegunungan Himalaya, Tibet, 26,289 ft / 8,013 m.&lt;br /&gt;
15. Annapurna II, pegunungan Himalaya, Nepal, 26,041 ft / 7,937 m.&lt;br /&gt;
16. Gyachung Kang, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,910 ft / 7,897 m.&lt;br /&gt;
17. Distaghil Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,858 ft / 7,882 m.&lt;br /&gt;
18. Himalchuli, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,801 ft / 7,864 m.&lt;br /&gt;
19. Nuptse, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,726 ft / 7,841 m.&lt;br /&gt;
20. Nanda Devi, pegunungan Himalaya, India, 25,663 ft / 7,824 m.&lt;br /&gt;
21. Masherbrum, pegunungan Karakoram, Kashmir, 25,660 ft / 7,821 m.&lt;br /&gt;
22. Rakaposhi, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,551 ft / 7,788 m.&lt;br /&gt;
23. Kanjut Sar, pegunungan Karakoram, Pakistan, 25,461 ft / 7,761 m.&lt;br /&gt;
24. Kamet, pegunungan Himalaya, India/Tibet, 25,446 ft / 7,756 m.&lt;br /&gt;
25. Namcha Barwa, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,445 ft / 7,756 m.&lt;br /&gt;
26. Gurla Mandhata, pegunungan Himalaya, Tibet, 25,355 ft / 7,728 m.&lt;br /&gt;
27. Ulugh Muztagh, Kunlun, Tibet, 25,340 ft / 7,723 m.&lt;br /&gt;
28. Kungur, Muztagh Ata, China, 25,325 ft / 7,719 m.&lt;br /&gt;
29. Tirich Mir, Hindu Kush, Pakistan, 25,230 ft / 7,690 m.&lt;br /&gt;
30. Saser Kangri, pegunungan Karakoram, India, 25,172 ft / 7,672 m.&lt;br /&gt;
31. Makalu II, pegunungan Himalaya, Nepal, 25,120 ft / 7,657 m.&lt;br /&gt;
32. Minya Konka (Gongga Shan), pegunungan Daxue, China, 24,900 ft / 7,590 m.&lt;br /&gt;
33. Kula Kangri, pegunungan Himalaya, Bhutan, 24,783 ft / 7,554 m.&lt;br /&gt;
34. Chang-tzu, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,780 ft / 7,553 m.&lt;br /&gt;
35. Muztagh Ata, pegununganMuztagh Ata, China, 24,757 ft / 7,546 m.&lt;br /&gt;
36. Skyang Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,750 ft / 7,544 m.&lt;br /&gt;
37. Puncak Ismail Samani (dulu Puncak Stalin dan Puncak Komunis), pegunungan Pamir Tajikistan, 24,590 ft / 7,495 m.&lt;br /&gt;
38. Puncak Jongsong, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,472 ft / 7,459 m.&lt;br /&gt;
39. Puncak Pobeda, Tien Shan, Kyrgyzstan, 24,406 ft/ 7,439 m.&lt;br /&gt;
40. Sia Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 24,350 ft / 7,422 m.&lt;br /&gt;
41. Puncak Haramosh, pegunungan Karakoram, Pakistan, 24,270 ft / 7,397 m.&lt;br /&gt;
42. Istoro Nal, pegunungan Hindu Kush, Pakistan, 24,240 ft / 7,388 m.&lt;br /&gt;
43. Puncak Tent, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,165 ft / 7,365 m.&lt;br /&gt;
44. Chomo Lhari, pegunungan Himalaya, Tibet/Bhutan, 24,040 ft / 7,327 m.&lt;br /&gt;
45. Chamlang, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,012 ft / 7,319 m.&lt;br /&gt;
46. Kabru, pegunungan Himalaya, Nepal, 24,002 ft / 7,316 m.&lt;br /&gt;
47. Alung Gangri, pegunungan Himalaya, Tibet, 24,000 ft / 7,315 m.&lt;br /&gt;
48. Baltoro Kangri, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,990 ft / 7,312 m.&lt;br /&gt;
49. Muztagh Ata (K-5), pegununganKunlun, China, 23,890 ft / 7,282 m.&lt;br /&gt;
50. Mana, pegunungan Himalaya, India, 23,860 ft / 7,273 m.&lt;br /&gt;
51. Baruntse, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,688 ft / 7,220 m.&lt;br /&gt;
52. Puncak Nepal, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,500 ft / 7,163 m.&lt;br /&gt;
53. Amne Machin, pegununganKunlun, China, 23,490 ft / 7,160 m.&lt;br /&gt;
54. Gauri Sankar, pegunungan Himalaya, Nepal/Tibet, 23,440 ft / 7,145 m.&lt;br /&gt;
55. Badrinath, pegunungan Himalaya, India, 23,420 ft / 7,138 m.&lt;br /&gt;
56. Nunkun, pegunungan Himalaya, Kashmir, 23,410 ft / 7,135 m.&lt;br /&gt;
57. Puncak Lenin, pegunungan Pamir, Tajikistan/Kyrgyzstan, 23,405 ft / 7,134 m.&lt;br /&gt;
58. Pyramid, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,400 ft / 7,132 m.&lt;br /&gt;
59. Api, pegunungan Himalaya, Nepal, 23,399 ft / 7,132 m.&lt;br /&gt;
60. Pauhunri, pegunungan Himalaya, India/China, 23,385 ft / 7,128 m.&lt;br /&gt;
61. Trisul, pegunungan Himalaya, India, 23,360 ft / 7,120 m.&lt;br /&gt;
62. Puncak Korzhenevski, pegunungan Pamir, Tajikistan, 23,310 ft / 7,105 m.&lt;br /&gt;
63. Kangto, pegunungan Himalaya, Tibet, 23,260 ft / 7,090 m.&lt;br /&gt;
64. Nyainqentanglha, Nyainqentanglha Shan, China, 23,255 ft / 7,088 m.&lt;br /&gt;
65. Trisuli, pegunungan Himalaya, India, 23,210 ft / 7,074 m.&lt;br /&gt;
66. Dunagiri, pegunungan Himalaya, India, 23,184 ft / 7,066 m.&lt;br /&gt;
67. Puncak Revolution, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,880 ft / 6,974 m.&lt;br /&gt;
68. Aconcagua, pegunungan Andes, Argentina, 22,834 ft / 6,960 m.&lt;br /&gt;
69. Ojos del Salado, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,664 ft / 6,908 m.&lt;br /&gt;
70. Bonete, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,546 ft / 6,872 m.&lt;br /&gt;
71. Ama Dablam, pegunungan Himalaya, Nepal, 22,494 ft / 6,856 m.&lt;br /&gt;
72. Tupungato, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,310 ft / 6,800 m.&lt;br /&gt;
73. Puncak Moscow, pegunungan Pamir, Tajikistan, 22,260 ft / 6,785 m.&lt;br /&gt;
74. Pissis, pegunungan Andes, Argentina, 22,241 ft / 6,779 m.&lt;br /&gt;
75. Mercedario, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,211 ft / 6,770 m.&lt;br /&gt;
76. Huascarán, pegunungan Andes, Peru, 22,205 ft / 6,768 m.&lt;br /&gt;
77. Llullaillaco, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 22,057 ft / 6,723 m.&lt;br /&gt;
78. El Libertador, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.&lt;br /&gt;
79. Cachi, pegunungan Andes, Argentina, 22,047 ft / 6,720 m.&lt;br /&gt;
80. Kailas, pegunungan Himalaya, Tibet, 22,027 ft / 6,714 m.&lt;br /&gt;
81. Incahuasi, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,720 ft / 6,620 m.&lt;br /&gt;
82. Yerupaja, pegunungan Andes, Peru, 21,709 ft / 6,617 m.&lt;br /&gt;
83. Kurumda, pegunungan Pamir, Tajikistan, 21,686 ft / 6,610 m.&lt;br /&gt;
84. Galan, pegunungan Andes, Argentina, 21,654 ft / 6,600 m.&lt;br /&gt;
85. El Muerto, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 21,463 ft / 6,542 m.&lt;br /&gt;
86. Sajama, pegunungan Andes, Bolivia, 21,391 ft / 6,520 m.&lt;br /&gt;
87. Nacimiento, pegunungan Andes, Argentina, 21,302 ft / 6,493 m.&lt;br /&gt;
88. Illampu, pegunungan Andes, Bolivia, 21,276 ft / 6,485 m.&lt;br /&gt;
89. Illimani, pegunungan Andes, Bolivia, 21,201 ft / 6,462 m.&lt;br /&gt;
90. Coropuna, pegunungan Andes, Peru, 21,083 ft / 6,426 m.&lt;br /&gt;
91. Laudo, pegunungan Andes, Argentina, 20,997 ft / 6,400 m.&lt;br /&gt;
92. Ancohuma, pegunungan Andes, Bolivia, 20,958 ft / 6,388 m.&lt;br /&gt;
93. Cuzco, pegunungan Andes, Peru, 20,945 ft / 6,384 m.&lt;br /&gt;
94. Ausangate (Toro), pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,932 ft / 6,380 m.&lt;br /&gt;
95. Tres Cruces, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,853 ft / 6,356 m.&lt;br /&gt;
96. Huandoy, pegunungan Andes, Peru, 20,852 ft / 6,356 m.&lt;br /&gt;
97. Parinacota, pegunungan Andes, Bolivia/Chili, 20,768 ft / 6,330 m.&lt;br /&gt;
98. Tortolas, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,745 ft / 6,323 m.&lt;br /&gt;
99. Chimborazo, pegunungan Andes, Ecuador, 20,702 ft / 6,310 m.&lt;br /&gt;
100. Ampato, pegunungan Andes, Peru, 20,702 ft 6,310 m.&lt;br /&gt;
101. El Condor, pegunungan Andes, Argentina, 20,669 ft / 6,300 m.&lt;br /&gt;
102. Salcantay, pegunungan Andes, Peru, 20,574 ft / 6,271 m.&lt;br /&gt;
103. Huancarhuas, pegunungan Andes, Peru, 20,531 ft / 6,258 m.&lt;br /&gt;
104. Famatina, pegunungan Andes, Argentina, 20,505 ft / 6,250 m.&lt;br /&gt;
105. Pumasillo, pegunungan Andes, Peru, 20,492 ft / 6,246 m.&lt;br /&gt;
106. Solo, pegunungan Andes, Argentina, 20,492 ft / 6,246 m.&lt;br /&gt;
107. Polleras, pegunungan Andes, Argentina, 20,456 ft / 6,235 m.&lt;br /&gt;
108. Pular, pegunungan Andes, Chili, 20,423 ft / 6,225 m.&lt;br /&gt;
109. Chañi, pegunungan Andes, Argentina, 20,341 ft / 6,200 m.&lt;br /&gt;
110. McKinley (Denali), pegununganAlaska, Alaska, 20,320 ft / 6,194 m.&lt;br /&gt;
111. Aucanquilcha, pegunungan Andes, Chili, 20,295 ft / 6,186 m.&lt;br /&gt;
112. Juncal, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,276 ft / 6,180 m.&lt;br /&gt;
113. Negro, pegunungan Andes, Argentina, 20,184 ft / 6,152 m.&lt;br /&gt;
114. Quela, pegunungan Andes, Argentina, 20,128 ft / 6,135 m.&lt;br /&gt;
115. Condoriri, pegunungan Andes, Bolivia, 20,095 ft / 6,125 m.&lt;br /&gt;
116. Palermo, pegunungan Andes, Argentina, 20,079 ft / 6,120 m.&lt;br /&gt;
117. Solimana, pegunungan Andes, Peru, 20,068 ft / 6,117 m.&lt;br /&gt;
118. San Juan, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,049 ft / 6,111 m.&lt;br /&gt;
119. Sierra Nevada, pegunungan Andes, Argentina, 20,023 ft / 6,103 m.&lt;br /&gt;
120. Antofalla, pegunungan Andes, Argentina, 20,013 ft / 6,100 m.&lt;br /&gt;
121. Marmolejo, pegunungan Andes, Argentina/Chili, 20,013 ft / 6,100 m.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : http://ariesta-ryan.blogspot.com/2009/07/daftar-gunung-tertinggi-dunia.html&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-3900697727681260785?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/2Vb20f1teGM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/2Vb20f1teGM/daftar-gunung-tertinggi-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SwGameQx9_I/AAAAAAAAAQc/03fSjFZiAGg/s72-c/EverestRoute.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/10/daftar-gunung-tertinggi-dunia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-8444066959640550175</guid><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 20:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-20T18:33:11.942+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendakian Gunung Jawa Tengah</category><title>Jalur Pendakian Gunung Merapi</title><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s1600-h/merapi4.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="110" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373840815997792498" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s200/merapi4.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;Gunung Merapi (2.968 m.dpl) terletak di 2 provinsi, di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Gunung merapi terletak berdampingan dengan &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/ini-pendakian-pertama-saya.html"&gt;Gunung Merbabu&lt;/a&gt;. Gunung merapi adalah salah satu gunung api yang mempunyai daya rusak yang tinggi dan paling aktif diantara sekian banyak gunung api yang terletak di Indonesia serta merupakan salah satu gunung terganas di dunia. Nama puncaknya adalah puncak Garuda, yang merupakan bongkahan batu besar dengan bentuk mirip burung garuda. &lt;span class="fullpost"&gt;Salah satu ciri khas dari Gunung Merapi adalah pada saat terjadi letusan menghasilkan awan panas (glowing avalanches), yang oleh penduduk setempat disebut Wedus Gembel (sejenis kambing Jawa), awan panas ini mempunyai suhu sekitar 1.000 °C yang turun berbentuk bulatan keriting mirip kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4LI2vKvI/AAAAAAAAAKw/I8D_yNfM8Yg/s1600-h/wedhus+gembel.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373841281878272754" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4LI2vKvI/AAAAAAAAAKw/I8D_yNfM8Yg/s200/wedhus+gembel.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 144px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 223px;" /&gt;&lt;/a&gt;Ciri khas lain dari Gunung Merapi ini adalah pembentukan kubah lava yang bisa mencapai ratusan meter kubik perhari, yang terbesar jumlahnya sepanjang sejarah terjadinya letusan gunung berapi didunia. Letusan besar terakhir terjadi pada akhir tahun 1993 yang menyebabkan puluhan penduduk disekitar lereng meninggal karena diterjang lahar panas dan awan Panas.&lt;br /&gt;
Walau begitu, gunung ini hampir tidak pernah sepi dari pendaki, bahkan pada hari minggu banyak sekali pendaki yang datang. Untuk mencapai puncak Gunung Merapi kita bisa melewati dua jalur utama, lewat Kinaharjo/Kaliurang dan lewat Selo/Boyolali, tetapi Jalur pendakian Kaliurang di tutup sementara sejak Bulan Nopember 1995.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jalur Selo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mencapai Desa Selo, kita bisa naik bus atau kereta dari daerah anda menuju Jogja atau Solo. Anda yang berdomisili di Jakarta bisa naik kereta dari stasiun senen, tanah abang, atau gambir. Untuk kereta, ada kereta progo dengan tarif 35.000 rupiah menuju stasiun lempuyangan, Jogja. atau kereta senja utama dengan tarif 120.000 sampai Solo. Atau jika memilih menggunakan bus, kita bisa naik bus jurusan Solo dengan tarif 75.000- 120.000, turun di terminal boyolali. lalu naik bus mini jurusan selo di depan terminal, dengan tarif sekitar 3000 rupiah (tahun 2009) sampai pasar cepogo. dari pasar cepogo dilanjutkan lagi dengan bus mini menuju desa selo dengan tarif sama.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4oKXmxmI/AAAAAAAAAK4/1saOmV1Dr4c/s1600-h/pasar-cepogo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373841780500776546" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO4oKXmxmI/AAAAAAAAAK4/1saOmV1Dr4c/s200/pasar-cepogo.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 140px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 219px;" /&gt;&lt;/a&gt;Jika dari Kota Yogyakarta kita naik bus menuju ke Magelang, turun di Desa Blabak, dan dilanjutkan naik minibus atau kendaraan barang ke jurusan Selo. Sebaiknya diperhatikan, diatas pukul 17.00 WIB kendaraan dari Blabak ke Selo mulai jarang beroperasi. Sebenarnya Selo lebih mudah dicapai dari arah Solo-Boyolali, karena dari Boyolali, ada angkutan yang langsung menuju Selo.&lt;br /&gt;
Desa Selo (1.560 m.dpl) saat ini menjadi gerbang pendakian utama. Desa Selo terletak dipelana Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Desa ini mempunyai panorama alam yang indah karena letaknya yang strategis. Penduduk desa ini sebagian besar bertani sayuran dan tembakau. Di desa ini juga terdapat tempat wisata gua yang mempunyai tempat pertapaan, terletak 300 meter dari Pos Polisi Selo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO5Bbv0K9I/AAAAAAAAALA/8onZHy7P13g/s1600-h/gerbang-selo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373842214662450130" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO5Bbv0K9I/AAAAAAAAALA/8onZHy7P13g/s200/gerbang-selo.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 146px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah tiba di gerbang desa selo, kita meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Basecamp pendaki di dusun Plalangan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. jalan yang kita lalui berupa jalan aspal yang cukup menanjak. lumayan, sebagai pamanasan sebelum pendakian yang sebenarnya. Ditengah perjalanan anda akan melewati sebuah pos kecil mirip pos hansip, dimana anda bisa melaporkan pendakian anda dengan biaya retribusi pendakian gunung merapi sebesar 2500 rupiah. Sepanjang perjalanan kita akan melewati rumah2 dan ladang penduduk. Saya selalu terkesan setiap kali melewati perkampungan di kaki gunung, terutama di jawa tengah.  Saya selalu menyebutnya keramahan Khas Jawa tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1HT1y64I/AAAAAAAAAKA/Jqw2WWmxPhs/s1600-h/basa-camp.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837917572754306" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1HT1y64I/AAAAAAAAAKA/Jqw2WWmxPhs/s200/basa-camp.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 141px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;Basecamp atau Pondok pendaki, adalah sebuah rumah dimana terdapat ruang aula yang cukup luas untuk menampung pendaki yang ingin beristirahat, baik sebelum atau setelah melakukan pendakian. Tempat ini dapat menampung sekitar 30 0rang pendaki dan bisa dikenali dengan sebuah plang bertuliskan BASECAMP PENDAKIAN GUNUNG MERAPI dan sebuah toko suvenir didepannya. Menurut keterangan penghuninya, ini adalah basecamp baru, pindahan dari basecamp lama yang berada dibawahnya. ditempat ini anda bisa beristirahat sejenak dan packing ulang perlengkapan pendakian. Selain itu, anda juga bisa membeli suvenir berupa pernak - pernik gunung merapi, seperti Stiker, Gantungan Kunci, Pin, kaos bergambar gunung merapi, dan sebagainya dengan harga 3000 - 50.000 rupiah. Anda bisa mempersiapkan perbekalan air dari sini, karena sepanjang pendakian, anda tidak akan menemukan mata air.&lt;br /&gt;
Dari basecamp, perjalanan dilanjutkan menuju Joglo dengan jalur masih berupa jalan aspal yang menanjak dengan waktu tempuh kira-kira 10 menit. Joglo adalah sebuah bangunan berbentuk rumah joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk menikmati pemandangan sekitar. Anda bisa memandangi eloknya &lt;a href="http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/ini-pendakian-pertama-saya.html"&gt;gunung merbabu&lt;/a&gt; dengan jelas dari tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1H0dyJ8I/AAAAAAAAAKI/b4SY8YQH62o/s1600-h/new-selo.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837926330410946" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1H0dyJ8I/AAAAAAAAAKI/b4SY8YQH62o/s200/new-selo.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 140px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 232px;" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat ini sudah terlihat dari jalan raya karena terdapat sebuah baliho atau tulisan besar yang bertuliskan NEW SELO. sekilas tampak seperti lambang Hollywood di Amerika sana. saya sempat tersenyum saat melihat baliho tersebut, kreatifitas yang tinggi dari pembuatnya. Disini juga terdapat tempat parkir yang dapat menampung hingga 6 buah mobil, dan beberapa buah warung yang menjual makanan dan minuman ringan. warung2 ini hanya buka sampai sore hari, terkecuali pada saat musim pendakian.&lt;br /&gt;
Dari Joglo, anda bisa melanjutkan perjalanan jalan setapak kecil yang berada disamping tempat ini menuju pos Tugu I. jalur yang akan anda lewati masih didominasi ladang penduduk dengan medan batuan kecil dan tanah yang pada musim kemarau akan sangat berdebu. Jika anda melakukan pendakian pada musim kemarau, sebaiknya anda menggunakan masker dan baju berlengan panjang.  Banyak terdapat percabangan jalur di sepanjang trek pendakian, tapi berujung pada jalur yang sama. terserah anda memilih mana jalur yang kira2 nyaman untuk dilewati. Di Pos Tugu I ini terdapat sebuah tugu yang letaknya berada di sebuah punggungan, tingginya sekitar 1,5 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IWKZmXI/AAAAAAAAAKQ/YNEoexNzFDY/s1600-h/jalur-ke-pasar-bubrah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837935375915378" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IWKZmXI/AAAAAAAAAKQ/YNEoexNzFDY/s200/jalur-ke-pasar-bubrah.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 159px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dari Pos I Perjalanan dilanjutkan menuju Pos  Tugu II, dengan jalur yang curam dan penuh bebatuan besar. perjalanan menuju pos ini memerlukan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Di pos ini juga terdapat sebuah tugu, sama seperti di pos sebelumnya. dari sini anda tinggal memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk menuju pasar bubrah.  medan pendakian masih serupa dengan medan pendakian sebelumnya. menjelang pasar bubrah anda akan melewati sebuah beberapa memoriam yang berada pada sebuah dataran yang menjadi puncak sebuah punggungan. dari sini anda tinggal turun menuju pasar bubrah.Pasar bubrah berada pada sebuah lembahan yang dipenuhi batu - batu besar yang berserakan. dari sini terlihat 2 buah puncak. disebelah kiri anda adalah jalur menuju kawah woro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IxqiZtI/AAAAAAAAAKY/ngxEYEQSKIo/s1600-h/di-pasar-bubrah.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837942758467282" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1IxqiZtI/AAAAAAAAAKY/ngxEYEQSKIo/s200/di-pasar-bubrah.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 166px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;Dan di hadapan anda adalah jalur yang menuju ke puncak garuda. dari pasar bubrah menuju puncak garuda memerlukan waktu sekitar 1 jam dengan jalur yang sangat curam. medan yang anda hadapi adalah batuan vulkanis yang mudah longsor. sebaiknya anda berhati - hati karena angin kencang bisa datang setiap waktu. begitu juga dengan bahaya longsoran batu yang mungkin terinjak oleh pendaki diatas anda.&lt;br /&gt;
pendakian dari selo menuju ke puncak gunung merapi memakan waktu 5-6 jam dan turunnya membutuhkan waktu 3 - 4 jam per jalanan.&lt;br /&gt;
Pemandangan di Puncak Garuda sangat menakjubkan sekaligus mengerikan, gemuruh kawah dan asapnya serta tebing batu di sekitar kawah nampak menyeramkan. Tetapi dari puncak ini kita bisa saksikan kota-kota di kaki-kaki gunung seperti Yogyakarta, Boyolali dan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1JfKclBI/AAAAAAAAAKg/QsoFD_sit3k/s1600-h/sunrise.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373837954971898898" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO1JfKclBI/AAAAAAAAAKg/QsoFD_sit3k/s200/sunrise.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 159px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;Magelang, pesisir Lautan Hindia di kaki langit. Kalau beruntung, kita bisa menyaksikan matahari terbit yang kemerahan diufuk timur yang merupakan panorama alam yang sungguh menakjubkan.&lt;br /&gt;
Untuk pendakian 2 (dua) gunung sekaligus (Climbing party), biasanya jalur yang dipakai adalah Kopeng - Puncak Merbabu - Selo - Puncak Merapi dan kembali ke Selo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila terjadi keadaan darurat leat Jalur Selo, kita bisa menghubungi petugas Vulkanologi dan Polsek Selo, juga perangkat desa setempat dan diJalur Kaliurang kita bisa menghubungi pos Vulkanologi di Plawangan atau Pak Christian Awuy di Vogel Hostel yang merupakan Pos SAR Gunung Merapi, perlu dihubungi juga MAPAGAMA dan PALAPSI di kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta.&lt;br /&gt;
Untuk Info contact akan saya update secepatnya, termasuk nomor kontak beberapa pemandu jika anda ingin menggunakan jasa guide yang bisa mengantar anda mencapai puncak gunung merapi.&lt;br /&gt;
Selamat Mendaki, dan tetap ingat 3 perkara.&lt;br /&gt;
Leave nothing but trace..&lt;br /&gt;
Kill nothing but time..&lt;br /&gt;
take nothing but picture..&lt;br /&gt;
Salam Pendaki..&lt;br /&gt;
Salam Pemuda Indonesia..&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-8444066959640550175?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/yEuWRZVWPx8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/yEuWRZVWPx8/jalur-pendakian-gunung-merapi.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpO3wBULMPI/AAAAAAAAAKo/pakwLvFduU4/s72-c/merapi4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>14</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/jalur-pendakian-gunung-merapi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-8157768794176856236</guid><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 06:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-20T18:33:48.524+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Backpaking</category><title>Kepulauan Karimun Jawa</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRNrQTiSzI/AAAAAAAAAUQ/VJi4_lg1BQM/s1600-h/cemara+kecil.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="124" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369502061239094066" src="http://2.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRNrQTiSzI/AAAAAAAAAUQ/VJi4_lg1BQM/s320/cemara+kecil.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="202" /&gt;&lt;/a&gt;Entah kenapa kemarin tiba - tiba saya jadi pengen banget jalan2 ke daerah pantai. Mungkin rasa penat yang masih terasa setelah melakukan pendakian ke gunung merapi kemarin membuat saya ingin sedikit ber leha – leha di tempat yang kondisi geografisnya berbeda 180 derajat dari daerah pegunungan. Yaaa.. kemana lagi kalo bukan ke pantai. Hehehe..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iseng – iseng saya coba browcing di…… alagh.. sok imut..!!. maksud saya, browsing di internet untuk mencari info destinasi wisata pantai yang bisa saya kunjungi. Sampai akhirnya mouse saya tertahan pada artikel tentang karimun jawa hasil postingan seorang teman di Kaskus. Wow.. what a fantastic place to come.. itu kata2 pertama yang keluar dari mulut saya. Yaa.. sebenernya sih aslinya ,“wah, bagus banget nih tempat, harus kesana nih gw", Cuma biar keren, saya translate pake google, hasilnya ya itu tadi.. hahaha..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sementara menunggu uang saya terkumpul buat ongkos kesana, saya pikir kayaknya oke juga kalo sekalian nulis tentang Karimun Jawa buat sharing sama temen2 semua.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sapa tau aja kalo nanti ada yang tertarik kesana bakalan ngajak2 saya.. (ngarep mode : ON). Akhirnya, setelah minta izin sama sang penulis artikel untuk mengutip sebagian artikelnya, plus cari2 info tambahan di mbah google. mulai deh nulis2 seadanya..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRUvSKRJmI/AAAAAAAAAHo/T1XJzQaLzNU/s1600-h/peta+karimun+ocean+park.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369509827037963874" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRUvSKRJmI/AAAAAAAAAHo/T1XJzQaLzNU/s320/peta+karimun+ocean+park.jpg" style="height: 165px; width: 259px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karimun Jawa terletak di perairan laut Jawa. Berjarak sekitar 83 km di utara kota Jepara, Jawa Tengah. Kawasan ini merupakan sebuah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 27 buah, dengan total luas daratan1.500 Ha dan luas perairan kira2 110.000 Ha.  Dari total 27 pulau tersebut, hanya 5 pulau yang berpenghuni. Yaitu Karimun Jawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting. Sejak tahun 2001, kawasan ini sudah di tetapkan sebagai Taman Nasional oleh pemerintah daerah Jepara. Karimun Jawa adalah rumah bagi sekitar 400 satwa laut, 242 diantaranya adalah jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah elang laut dada putih, penyu sisik, dan penyu hijau. Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah. Pantai-pantai di Karimunjawa sebagian besar berpasir putih, oleh karena itu cocok untuk kegiatan berjemur, menyelam dan memancing.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRRb3nSt8I/AAAAAAAAAHg/yBfzViw9WNA/s1600-h/peta.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369506194959546306" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRRb3nSt8I/AAAAAAAAAHg/yBfzViw9WNA/s320/peta.JPG" style="cursor: pointer; height: 174px; width: 277px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal yang bisa anda lakukan di kawasan kepulauan Karimunjawa, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Olah raga selam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mandi di Pantai dan Berjemur, cocok dilakukan di Pulau Menjangan Besar yang berpasir putih dan Pulau Cemara Kecil.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Snorkeling, di berbagai spot yang memberikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memancing, para hobiist mancing dapat menyalurkan hobinya dengan menyewa kapal.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Glass bottom boat, bag i yang tidak bisa berenang bisa menikmati keindahan bawah laut dng glass bottom boat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Jetski dan banana boat, bagi yang menyukai olah raga air ini, dapat melakukannya di karimunjawa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Penangkaran ikan hiu, mencoba merasakan fear factor disini, bercanda dengan hiu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Berperahu mengunjungi pulau-pulau, banyaknya pulau-pulau yang indah, dapat anda kunjungi dengan menggunakan perahu.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Ziarah dimakam Sunan Nyamplungan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Menyelami kehidupan tradisi nelayan Bugis dan Madura dengan rumah khas panggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang pasti trip wisata menuju kepulauan karimun jawa tidak akan cukup hanya dengan 1 atau 2 hari, jadi sebaiknya anda memiliki waktu liburan cukup panjang untuk dapat menikmati keceriaan dan sensasi berlibur yang menyenangkan di kepulauan Karimun Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beberapa pulau yang terdapat di Kepulauan Karimun Jawa :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Cemara Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgVQQLvbI/AAAAAAAAAH4/zEO9wO0_9zY/s1600-h/cemara+kecil.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369522573988838834" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgVQQLvbI/AAAAAAAAAH4/zEO9wO0_9zY/s320/cemara+kecil.jpg" style="height: 183px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Kumbang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRka1ybBxI/AAAAAAAAAJA/VZBm8_pMk0c/s1600-h/pulau+kumbang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369527068010415890" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRka1ybBxI/AAAAAAAAAJA/VZBm8_pMk0c/s320/pulau+kumbang.jpg" style="cursor: pointer; height: 182px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Krakal Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkach398I/AAAAAAAAAI4/uMNlfzWBynM/s1600-h/pulau+krakal+besar.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369527061230122946" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkach398I/AAAAAAAAAI4/uMNlfzWBynM/s320/pulau+krakal+besar.jpg" style="cursor: pointer; height: 183px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Bengkoang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgVkXlFyI/AAAAAAAAAIA/peKMoRdtetY/s1600-h/pulau+bengkoang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369522579388569378" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgVkXlFyI/AAAAAAAAAIA/peKMoRdtetY/s320/pulau+bengkoang.jpg" style="cursor: pointer; height: 182px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Kembar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkaIhkONI/AAAAAAAAAIw/7bbGHykS3jk/s1600-h/pulau+kembar.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369527055860119762" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkaIhkONI/AAAAAAAAAIw/7bbGHykS3jk/s320/pulau+kembar.jpg" style="cursor: pointer; height: 183px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Katang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkZA7utDI/AAAAAAAAAIg/TgU6sk6t0pQ/s1600-h/pulau+katang.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369527036642505778" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkZA7utDI/AAAAAAAAAIg/TgU6sk6t0pQ/s320/pulau+katang.jpg" style="cursor: pointer; height: 182px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkZojK93I/AAAAAAAAAIo/P4M7dRECL2o/s1600-h/pulau+kecil.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369527047276918642" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRkZojK93I/AAAAAAAAAIo/P4M7dRECL2o/s320/pulau+kecil.jpg" style="height: 184px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Karang Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgXItul8I/AAAAAAAAAIY/Df-q_zxVOxs/s1600-h/pulau+karang+kecil.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369522606325012418" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgXItul8I/AAAAAAAAAIY/Df-q_zxVOxs/s320/pulau+karang+kecil.jpg" style="cursor: pointer; height: 183px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Cendekian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgWoYxrUI/AAAAAAAAAIQ/arUViL3Ci_s/s1600-h/pulau+cendekian.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369522597647199554" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgWoYxrUI/AAAAAAAAAIQ/arUViL3Ci_s/s320/pulau+cendekian.jpg" style="cursor: pointer; height: 183px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Burung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgWIu3UhI/AAAAAAAAAII/TUySo_hCIho/s1600-h/pulau+burung.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369522589149909522" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SoRgWIu3UhI/AAAAAAAAAII/TUySo_hCIho/s320/pulau+burung.jpg" style="height: 185px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How To Get There?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menuju kesana, anda bisa melalui kota Jepara atau Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ada beberapa model transportasi yang bisa anda gunakan untuk menuju kesana. Bisa dengan menumpang kapal ferry, Kapal Motor Cepat, bahkan untuk anda yang memiliki dana berlebih, bisa menggunakan transportasi udara, alias pesawat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk para backpacker, yang biasanya lebih mengutamakan kepuasan perjalanan dengan biaya seminim mungkin, bisa menggunakan kapal ferry KM Muria.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KM Muria&lt;/span&gt; ( kapal Ferry)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SnKUOnJWmQI/AAAAAAAAAGo/KU80Zwturn8/s1600-h/km_muria.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364513084898973954" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SnKUOnJWmQI/AAAAAAAAAGo/KU80Zwturn8/s200/km_muria.jpg" style="cursor: pointer; height: 160px; width: 301px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tarifnya untuk kelas ekonomi sebesar Rp. 30.500 dan untuk kelas VIP sebesar Rp. 60.250&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk penumpang yang membawa sepeda motor, dikenakan tarif tambahan sebesar Rp. 27.500. Dengan lama perjalanan sekitar 5 - 6 jam. Bergantung pada kondisi ombak pada saat perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No. Telepon yang bisa di hubungi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0291-59104820&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadwal Keberangkatan KM Muria:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sabtu (Jepara - Karimunjawa) : 09.00-15.00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%;"&gt;Senin (Karimunjawa - Jepara) : 09.00-15.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%;"&gt; Rabu (Jepara - Karimunjawa) :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%;"&gt; 09.00-15.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;; font-size: 100%;"&gt; Kamis (Karimunjawa - Jepara) : 09.00-15.00&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxy4m8lI/AAAAAAAAAUA/ecdmhGtiMV4/s1600-h/KMKartini1resize.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369499974577353298" src="http://4.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxy4m8lI/AAAAAAAAAUA/ecdmhGtiMV4/s320/KMKartini1resize.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 137px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 243px;" /&gt;&lt;/a&gt;Atau, jika kenyamanan adalah prioritas utama anda dan besar ongkos berada di urutan kesekian, anda bisa menumpang kapal motor cepat (KMC) Kartini. yang satu ini bertarif Rp. 110.000 untuk kelas bisnis, dan Rp. 135.000 untuk kelas eksekutif. Dengan menggunakan kapal jenis ini, anda bisa menghemat waktu perjalanan. waktu yang diperlukan untuk menuju kepulauan Karimun Jawa adalah sekitar 3 - 4 jam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadwal keberangkatan KMC Kartini :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sabtu (Semarang - Karimunjawa) : 09.00-12.30&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu (Karimunjawa - Semarang) : 14.00-17.30&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarif :&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisnis = Rp. 110.000,-&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eksekutif = Rp. 135.000,-&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senin (Semarang - Jepara - Karimunjawa) : 07.00-10.00-12.30 *&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasa (Karimunjawa - Jepara-Semarang) : 11.00-13.30-16.30 *&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;:::: * 2 minggu 1 kali&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;No. telepon yang bisa di hubungi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- 024 7400010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- 08156627808 - bpk. purwanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRNq5Gz0vI/AAAAAAAAAUI/Kc4Gmd33bZg/s1600-h/kmkartini2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369502055011701490" src="http://1.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRNq5Gz0vI/AAAAAAAAAUI/Kc4Gmd33bZg/s320/kmkartini2.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 165px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 270px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan, untuk anda yang mungkin lebih senang membayar dengan hitungan dollar, (lebay), dan terbiasa berwisata dengan fasilitas VIP, yang dibawah ini mungkin bisa jadi pertimbangan buat anda.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pesawat terbang Kura - Kura Aviation.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxDwV6rI/AAAAAAAAATw/hW2LOZVTxdg/s1600-h/3seat+plane.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369499961926216370" src="http://4.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxDwV6rI/AAAAAAAAATw/hW2LOZVTxdg/s320/3seat+plane.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 124px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 188px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxZ2KvsI/AAAAAAAAAT4/OMuNYICH_VY/s1600-h/6seat+plane.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369499967856230082" src="http://2.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRLxZ2KvsI/AAAAAAAAAT4/OMuNYICH_VY/s320/6seat+plane.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 124px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 186px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Layanan eksklusif ini dapat anda nikmati dengan merogoh kocek sebesar US$412,5 per jamnya untuk pesawat dengan 3 seat  dan US$1.155 per jam untuk pesawat dengan jumlah seat 6. sewa minimal adalah 2 jam. dan untuk perjalanan menginap di Karimun Jawa, dikenakan charge sebesar  3 jam. Buat backpaker seperti saya, opsi ini mungkin gak mungkin ada dalam daftar. ongkosnya saja bisa buat biaya berlibur disana selama berminggu - minggu, hehehe. Memang yang biasa menggunakan transportasi jenis ini adalah para wisatawan mancanegara.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk semua transportasi diatas, ada baiknya jika sebelum melakukan perjalanan, anda menghubungi penyedia layanan transportasi tersebut untuk melakukan konfirmasi ketersediaan dan jadwal armada pada saat keberangkatan anda. ini untuk menghindari masalah2 yang mungkin dapat mengganggu liburan anda. seperti habisnya tiket, kondisi perairan laut jawa, dan sebagainya. hal ini juga berlaku untuk hotel dan wisma2 yang tersedia di Kepulauan Karimun Jawa. karena biasanya, apalagi pada saat musim liburan, kebanyakan hotel atau homestay telah dibooking dari jauh - jauh hari.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa hotel dan homestay di Kepulauan Karimun Jawa yang bisa anda jadikan tempat menginap. Harganya pun masih cukup terjangkau. Untuk anda yang mungkin kehabisan stock penginapan, bisa mendirikan tenda di pinggir pantai. Makanan yang tersedia pun harganya cukup terjangkau. atau jika anda hobi memancing, anda bisa memancing, lalu menikmati hasil pancingan anda dengan cara dibakar di tepi pantai. wew, makan ikan bakar ditemani deburan ombak yang memecah ditepi pantai.. ah, saya mah sering,, Piss... hahaha..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;soal kegiatan apa saja yang bisa anda lakukan disini, itu terserah anda. ada banyak hal yang bisa anda lakukan untuk mengisi liburan anda di kepulauan Karimun Jawa. Menyelam, Memancing, bahkan Hiking bisa anda lakukan di kawasan ini. Semua terserah anda. Yang pasti, sensasi liburan tak terlupakan akan anda rasakan di kepulauan karimun jawa. itu sih kata yang pernah kesana.. hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya.. menurut informasi yang saya dapat, di kawasan karimun jawa hanya tersedia Bank BRI yang buka pada hari senin, jadi pastikan anda membawa uang cash agar tidak mengalami kesulitan selama berada disana. Untuk anda yang membawa laptop, anda bisa menggunakan fasilitas hotspot yang ada di Mainland, tepatnya di pusat hotspot di kecamatan. Anda bisa browsing selama 24 jam disini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk anda yang mungkin memiliki dana ekstra, dan tidak punya waktu untuk mengurus segala hal untuk persiapan liburan anda, anda bisa menggunakan layanan travel dan wisata yang menyediakan paket liburan kesana. Ada beberapa layanan paket wisata yang bisa anda pilih. beberapa penyedia layanan paket ini menawarkan fasilitas yang berbeda satu sama lain. Untuk informasi seputar penyedia layanan wisata ini masih dalam proses konfirmasi. Ditunggu ajah ya..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: cyan; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penginapan di karimun Jawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOMESTAY &lt;/span&gt;: all in mainland, tidak terlalu jauh dari pasar dan dermaga rakyat&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mulya Indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312106&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 55rb per kamar per malam (untuk 2 orang), ada kipas angin.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: luar&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: pesan, 17.500 per porsi per orang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Karimun Indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312114&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 60rb per kamar per malam (untuk 2 orang). 100rb per kamar per malam (untuk 4 orang). Ada kipas angin.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: luar&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: pesan. bisa menyediakan tempat dan paket untuk barbeque juga di halaman rumahnya. minimal 10 orang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kalimasada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312224&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 60rb per kamar per malam (untuk 2 orang).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: dalam.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: pesan. 20rb per porsi per orang.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;others: bisa beli rumput laut kering kiloan di sini. Lumayan buat oleh2.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Hamfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312125&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 75rb per kamar per malam (untuk 2 orang). Gaya rumah jaman dulu (belanda), adem kayanya walopun ga ada kipas angin. Kamar Ok.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: luar.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: pesan. harga kurang tau ^^&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;others: menyediakan paket tour di karimun. 3 hari 2 malam harganya 365 ribu termasuk makan dan kamar, minimal 7 org.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HOTEL:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Escape Romantic Beach Hotel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312277&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 200rb per kamar per malam (untuk 2 orang), AC, spring bed. Suite room: 275rb per kamar per malam (untuk 2 orang). Extra bed: 50rb per malam (termasuk extra breakfast juga). Kamarnya ok lah&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: dalam, with shower dan air panas.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: harga include breakfast, biasanya nasi goreng, boleh pesan teh atau kopi salah satunya. Free air panas di termos buat yang pengen.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;others: lokasi dekat dari dermaga ferry dan dewadaru resort, agak jauh dari pasar/lapangan kota/dermaga rakyat. ada pantai kecil. kamarnya ok lah.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Duta Karimunjawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telepon: (0297) 312207&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;harga kamar: 150rb per kamar per malam (untuk 2 orang), AC.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kamar mandi: dalam, no shower.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;makanan: harga include breakfast, tergantung masakan, kadang cukup berat (ada lauk).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;others: lokasi cukup dekat dengan pasar/lapangan kota/dermaga rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk info lengkap, atau bagi anda yang ingin mencari informasi lebih banyak soal Kepaulauan Karimun Jawa, anda bisa masuk ke sub forum Karimun Jawa di &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2070006" style="font-weight: bold;" target="_blank&amp;quot;"&gt;&lt;span style="color: #00cccc;"&gt;Kas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #ff9900;"&gt;Kus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, jangan lupa register kalo anda belum menjadi member. atau anda bisa join di &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/indah.ramadhan?ref=ts#/group.php?gid=62039589111&amp;amp;ref=mf" style="color: #000099; font-weight: bold;" target="_blank&amp;quot;"&gt;group karimun jawa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; di Facebook.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau anda bisa comment di bawah artikel ini, atau langsung email saya di catur_4884@merbabu.com. Sebisa mungkin saya bantu carikan informasi yang anda butuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat Berwisata.........&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-8157768794176856236?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/9cMX-rZblDI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/9cMX-rZblDI/kepulauan-karimun-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_vHZV5Lcl_s4/SoRNrQTiSzI/AAAAAAAAAUQ/VJi4_lg1BQM/s72-c/cemara+kecil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/07/kepulauan-karimun-jawa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-3669456875677837840</guid><pubDate>Sun, 23 Aug 2009 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-26T19:06:34.775+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips dan Trik Pendakian</category><title>Survival Praktis</title><description>Kiat hidup darurat ini penting, soalnya alam kerap sulit diprediksi perilakunya, walaupun sejak awal Anda telah mempersiapkan segala sesuatu secermat mungkin. Misalnya peta lokasi, kompas, global positioning system (alat untuk mengetahui posisi sesaat dengan bantuan satelit), alat komunikasi (HT, HP), bekal, dan obat-obatan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;TUMBUHAN SURVIVAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengetahuan survival yang andal, Anda seperti mempunyai jurus pamungkas yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan di saat posisi terjepit. Sebagian dari ilmu survival itu adalah pengetahuan tentang aneka tumbuhan liar yang layak dan aman untuk dimakan. Menurut para ahli, 10% dari keseluruhan jenis tumbuhan berbunga di dunia ada di Indonesia. Artinya kita memiliki kurang lebih 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Jika ditambah dengan tumbuhan tak berbunga dan jamur, maka jumlahnya akan berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan jenis tumbuhan itu ada yang beracun, ada yang bisa dimakan, dan ada yang disarankan untuk dimakan. Tak beracun = di dimakan satwa makan Untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan di hutan aman atau tidak untuk dimakan, ada beberapa kunci yang bisa dijadikan pegangan. Tumbuhan yang daun, bunga, buah, atau umbinya biasa dimakan oleh satwa liar, adalah tumbuhan yang tidak beracun. Jadi kita bisa mengkonsumsinya. Sementara, tumbuhan yang berbau tidak sedap dan bisa membuat pusing, serta tidak disentuh oleh binatang liar, sebaiknya jangan disentuh. Juga tumbuhan bergetah yang membikin kulit gatal, dianjurkan untuk dihindari. Buah senggani ( Melastoma sp.) boleh dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan lain yang perlu disingkirkan adalah tanaman yang daunnya bergetah pekat, berwarna mencolok, berbulu, atau permukaannya kasar. Tanaman dengan daun yang keras atau liat juga jangan dikonsumsi. Jika mendapatkan tumbuhan kemaduh ( Laportea stimulans) waspadalah lantaran bulu pada daunnya membuat kulit gatal dan panas. Sementara itu beberapa jenis tumbuhan yang mungkin ditemui di hutan dan dapat dimakan meliputi beragam jenis. Di antaranya keluarga palem-paleman, misalnya kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, aren, dan siwalan. Bukan hanya bagian umbutnya (bagian ujung batang muda dan berwarna putih) yang bisa dimakan, tapi juga buahnya (seperti kelapa dan siwalan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis jambu-jambuan yang masuk dalam keluarga Myrtaceae juga banyak dijumpai di hutan. Ciri-ciri Myrtaceae adalah daunnya berbau agak manis jika diremas. Bunganya memiliki banyak sekali benang sari dengan buah yang enak dimakan. Tumbuhan semak dari keluarga begonia juga bisa jadi penyelamat dalam keadaan darurat.Daun begonia umumnya berbentuk jantung tidak simetris. Beberapa jenis dijadikan tanaman hias. Bila tangkai daunnya yang masih muda dikupas dan dimakan, rasanya masam dan sedikit pahit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis keladi umbinya bisa dimakan, meski pada jenis lain umbinya menyebabkan gatal di mulut dan bibir. Untuk itu dianjurkan untuk tidak sembarangan melahap keladi hutan. Sebaiknya dicoba dulu dalam jumlah kecil. Hindari makan iles-iles ( Amorphophallus sp.) Tumbuhan merambat dan melilit di pohon lain, bisa dimakan jika lilitan batang ke arah kanan (searah dengan jarum jam). Di antaranya gembili ( Dioscorea aculeata), gembolo ( Dioscorea bulbifera), ubi rambat. Tapi bila arah lilitannya ke kiri (berlawanan arah jarum jam) dan batangnya berduri, harus ekstrahati-hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis yang kedua ini misalnya gadung( Dioscorea hispida), yang beracun, walau tetap dapat dimakan setelah melalui proses pengolahan khusus. Sementara keluarga rumput-rumputan seperti tebu dan beberapa jenis bambu, rebungnya enak dimakan. Demikian pula pisang hutan bisa langsung dikonsumsi. Di tempat yang lembap dan tinggi, jenis paku-pakuan tunas dan daun mudanya enak dimakan. Tumbuhan lain yang buahnya juga bisa dimakan misalnya markisa ( Passiflora sp.). Markisa ini adalah tumbuhan merambat dengan bunga khas. Beberapa anggota keluarga sirsak ( Annonaceae), misalnya Annona muricata, daging buahnya segar. Buah lainnya semisal senggani ( Melastoma sp.), arbei hutan ( Rubus), dan anggur hutan. Hindari warna mencolok Selain tumbuhan di atas, jamur juga bisa menjadi dewa penyelamat bila tersesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut literatur, sudah ditemukan 38.000 jenis jamur di seantero dunia. Di antaranya ada yang enak dimakan, tapi sayang, yang tidak boleh dimakan karena beracun lebih banyak lagi. Tidak heran bila budaya makan jamur yang layak konsumsi konon sudah ada sejak jaman Mesir Kuno. Untuk mengetahui jamur itu beracun atau tidak, bisa dilihat dari bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya. Sementara di laboratorium, bisa dilakukan analisis secara kimiawi maupun dengan hewan percobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika sedang dihadapkan pada masalah mendesak survival di hutan belantara, mustahil bisa pergi ke laboratorium dulu untuk memastikan apakah jamur yang ditemukan itu beracun atau tidak. Karena itu kita perlu mengenal jamur-jamur yang biasa dikonsumsi masyarakat. Untuk menghindari makan jamur liar beracun, perlu diketahui ciri-cirinya. Yaitu, warna payungnya gelap atau mencolok misalnya biru, kuning, jingga, merah. Perkecualian untuk jamur kuping dengan payung coklat yang toh juga dapat dimakan. Bau tidak sedap lantaran kandungan asam sulfida atau amonia juga sekaligus menunjukkan jamur tersebut tak layak konsumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda, beberapa jenis jamur ada yang memiliki cincin atau cawan pada tangkainya, misalnya jenis Amanita muscaria, dalam bahasa Jawa disebut supa-upas. Bentuknya seperti payung putih kekuningan, bagian payungnya warna merah bintik-bintik putih. Awas, racun pada jamur ini tergolong racun kuat. Beda dengan jamur merang ( Volvariella volvacea), meski mempunyai cincin tetapi bisa dimakan. Jamur beracun umumnya tumbuh di tempat kotor, misalnya pada kotoran hewan dsb. Mereka dapat berubah warna jika dipanasi. Jika diiris dengan pisau perak atau digoreskan pada perkakas perak akan meninggalkan warna biru. Warna biru ini disebabkan kandungan sianida atau sulfida, yang beracun. Sementara nasi akan berwarna kuning jika dicampur jamur beracun. Petunjuk lain, ia juga tidak dimakan oleh hewan liar. Repotnya jenis jamur ini juga berbahaya kalau sampai sporanya menempel pada kulit, karena dapat menyebabkan kulit gatal, bahkan melepuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiamana ciri-ciri orang yang keracunan jamur? Selidikilah, apakah ia pusing, perut sakit terutama ulu hati, mual, sering buang air kecil, tubuh lemas, pucat? Jika ia muntah, adakah darah pada muntahannya? Racun akibat jamur cukup ganas juga, kalau tidak tertolong korban bisa meninggal setelah 3 - 7 hari. Sebelum dimakan, tumbuhan liar di hutan sebaiknya dimasak dulu untuk mengurangi dampak buruk seperti diare dan alergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau sedang coba-coba makan tumbuhan hutan lantas keracunan? Masih ada upaya menetraliskan. Upayakan untuk memuntahkannya dengan jalan “dipancing-pancing”. Jika sudah muntah minumlah air kelapa. Pil norit mungkin bisa juga membantu mengurangi kadar racun, kalau ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan Tumbuhan yang dapat dimakan Dari batangnya : &lt;br /&gt;&gt; Batang pohon pisang (putihnya) &lt;br /&gt;&gt; Bambu yang masih muda (rebung) &lt;br /&gt;&gt; Pakis dalamnya berwarna putih &lt;br /&gt;&gt; Sagu dalamnya berwarna putih &lt;br /&gt;&gt; Tebu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Daunnya : &lt;br /&gt;&gt; Selada air &lt;br /&gt;&gt; Rasamala (yang masih muda) &lt;br /&gt;&gt; Daun mlinjo &lt;br /&gt;&gt; Singkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Akar dan umbinya : &gt; Ubi jalar, talas, singkong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buahnya : &gt; Arbei, asam jawa, juwet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya : &gt; Jamur merang, jamur kayu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri Ciri-ciri jamur beracun :&lt;br /&gt;&gt; Mempunyai warna mencolok&lt;br /&gt;&gt; Baunya tidak sedap&lt;br /&gt;&gt; Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning&lt;br /&gt;&gt; Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan&lt;br /&gt;&gt; Bila diraba mudah hancur&lt;br /&gt;&gt; Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya&lt;br /&gt;&gt; Tumbuh dari kotoran hewan&lt;br /&gt;&gt; Mengeluarkan getah putih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOTANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. BUNGA ORKID, Orchidaceae ialah famili bunga bungaan yang mempunyai banyak perbedaan dari segi bentuk dan rupa pokok. Terdapat lebih dari 111 genus dan 808 spesis orkid di Malaysia. Genus dan varieti dapat di kenalpasti melalui bunga. Secara umum, orkid komersil boleh dikelaskan kepada dua kumpulan yang besar, iaitu orkid simpodiun dan monopodium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga orkid terdiri dari sepal, petal, stamen dan pistil. Gabungan stamen dan pistil di namakan kolum. Di bahagian luar sepusar bunga terdapat tiga kelopak sepal manakala di sebelah dalamnya pula terdapat dua kelopak petal. Kelopak petal ketiga berubah bentuk menjadi labelum atau bibir. Kolum mengandungi cepu debunga di bahagian atas, stigma di bahagian tengah dan benang sari di bahagin bawah. Debunga terletak dalam pundi yang dipanggil polinia yang terdapat dalam bilangan yang genap 2-12. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ovari terletak bawah sepal dan berfungsi sebagai tangkai bunga atau pedisel. Setelah persenyawaan , ovari akan membesar menjadi buah orkid yang mengandungi biji benih. Daun Pokok orkid mempunyai urat daun yang selari seperti monokotilidon yang lain. Terdapat juga jenis orkid yang mempunyai urat daun yang tidak begitu terang kecuali urat tengahnya. Ada orkid yang berdaun tebal dan ada juga yang berdaun nipis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimanapun kebanyakan orkid komersil yang terdapat di Malaysia berdaun tebal dan sukulen/lendair, kecuali sebilangan orkid jenis Oncidium sahaja yang berdaun nipis dan lembut. Akar Orkid jenis simpodium seperti Oncidium dan Dendrobium mempumyai hanya akar serabut sahaja sementara orkid jenis monopodium seperti Vanda mempunyai akar serabut di bahagian bawah tanah dan akar udara di bahagian atasnya. Orkid tidak mempunyai akar rerambut. Batang Bentuk batang orkid berkait rapat dengan cara pertumbuhan pokok orkid sama ada orkid simpodium atau orkid monopodium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertumbuhan orkid juga digunakan sebagai satu ciri yang dilihat untuk menentukan genus orkid. Orkid simpodium boleh tumbuh sama ada di atas pokok (epifit) atau atas tanah (terestrial). Batang pokoknya berbentuk seperti bebawang semu, menjalar dan mempunyai pertumbuhan dua atau berbagai hala. Bebawang semunya panjang beruas-ruas atau pendek tanpa ruas. Akar dan daun akan terbit daripada bebawang semu manakala tunas baru pula akan mengeluarkan bunga apabila matang. Bebawang semu tua akan mengeluarkan tunas baru di pangkal rumpun sebelum mengecut dan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus-genus orkid komersil yang terdapat di dalam kumpulan simpodium ialah Oncidium, Cattleya dan Dendr Dendrobium. obium. Orkid monopodium mempunyai batang yang kecil dan di liputi oleh upih-upih daun. Akar udara yang keluar daripada batang terpaksa menembusi upih daun. Batang orkid monopodium tidak bercabang dan boleh mengeluarkan tunas-tunas baru setelah dipotong. Keratan batang kemudiannya ditanam di dalam pasu di atas tanah yang tidak lembap. Genus-genus orkid komersil yang terdapat dalam kumpulan monopodium ialah Vanda, Arachnis, Renanthera, Aranda, Phalaenopsis, Holttumara dan Mokara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan obat dapat dikelompokan jd 2 bagian : &lt;br /&gt;1. dimakan atau diminuma. &lt;br /&gt;a. Bratawali ( anamitra cocculus ) tumbuhan merayap, terdapat dihutan atau dikampung, Batangnya direbus dan airnya diminum, dan rasanya pahit, Kegunaanya untuk anti demam, anti malaria, pembersih luka dan penambah nafsu makan.&lt;br /&gt;b. keci beling/ngokilo ( strobiateses ) tumbuhan semak dihutan, ambil daunya dan masak untuk obat pinggang, infeksi dan keracunan pada pencernaan. &lt;br /&gt;c. sembung/sembung manis( blumen balsmifira ) jenis rumput-rumpuan yang terdapat dipadang rumput &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. tumbuhan obat luar ( untuk luka )&lt;br /&gt;a. getah pohon kamboja untuk menghilangkan bengkak,gosok pd bagian yg bemgkak dan biarkan 24 jam, bersihkan dgn minyak kelapa dan air hangat,baik jg untuk terkilir.&lt;br /&gt;b. Air rebusan bratawali, untuk mencuci luka dan jg air batang pohon randu ( kapuk hutan ) &lt;br /&gt;c. Daun sambilioto atau daun ploso ditumbuk halus untuk anti sengatan kalajengking. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihutan ada banyak tumbuhan yang mengandung racun. Untuk itu ada beberapa pedoman untuk terhindar dari keracunan, prinsip yang harus dipegang adalah “ lebih tidak makan daripada keracunan “ dan ada juga tumbuhan yang dapat dimakan secara mentah tetapi adapula yang harus direbus dahulu. Maka agar aman, rebuslah terlebih dahulu makanan yang akan dikonsumsi bila masih asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZOOLOGI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zoologi adalah disiplin ilmu dari biologi yang secara khusus mempelajari hewan. Secara garis besar, hewan hewan- hewan dihutan yang dapat dimakan dapat digolongkan atas : &lt;br /&gt;a. golongan mamalia : kucing hutan, anjing hutan, kelelawar, bangsa kera, kambing hutan, rusa, babi hutan, bajing dan kelinci.&lt;br /&gt;b. Golongan hewan melata ( reptile ): Kadal, toke bunglon, cicak, ular dan amfibi( katak pohon dan katak hijuau )&lt;br /&gt;c. Golongan burung ( hampir semua jenis burung dapat dimakan )&lt;br /&gt;d. Golongan serangga : Belalang, jangkrik, laron, lebah, larva, madu&lt;br /&gt;e. Golongan hewan lunak : Siput, cacing,keong, ulat pohon ( ulat sundari ) ular ( 1/3 bagian tengah tubuhnya ) kadal ( bagian belakang dan ekor )ikan, dan binatang besar lainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang tidak bisa dimakan:&lt;br /&gt;a. Binatang Mengandung bisa : lipan dan kalajengking&lt;br /&gt;b. Mengandung racun : penyu laut&lt;br /&gt;c. Mengandung bau yang khas : sigung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat Hewan &lt;br /&gt;Habitat dapat diartikan sebagai tempat tinggal makhluk hidup Misalnya : ikan dapat dijumpai diair( sungai, danau dan laut ). Semakin tinggi permukaan tanah maka jenis hewan yang ada makin sedikit. Jadi kalau tersesat digunung dan ingin cari makan jangan terus naik kepuncak gunung, lebih baik turun. Prilaku hewanPrilaku tiap jenis hewan adalah khas, kapan kita akan menghindarinya dan kapan akan kita menangkapnya.pada musim kimpoi adalah yg paling tepat untuk menangkap mereka karena mereka biasanya mereka kurang peka terhadap lingkungan.burung yang pindah dari daerah dingin ke panas. Ular yg sedang menjaga telur atau anaknya akan lebih ganas. &lt;br /&gt;Sumber Tulisan : dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-3669456875677837840?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/PbIDTF9BJq8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/PbIDTF9BJq8/survival-praktis.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/08/survival-praktis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-6273804918636269594</guid><pubDate>Wed, 05 Aug 2009 13:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-24T01:48:42.601+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Backpaking</category><title>Wisata Pantai Ujung Genteng dan Curug Cikaso</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpGOLL5f4_I/AAAAAAAAAJI/9HeJeK8HXUc/s1600-h/ujung-genteng3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpGOLL5f4_I/AAAAAAAAAJI/9HeJeK8HXUc/s320/ujung-genteng3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373232153253372914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Udah ada yang pernah ke Ujung Genteng? udah..? ya bagus lah kalo gitu, saya sih belum&lt;br /&gt;heehehehe..&lt;br /&gt;buat yang udah, anggap aja ini ajang nostalgia anda..&lt;br /&gt;nah buat yang belum kayak saya, ini ada artikel tulisan seorang teman sesama blogger yang kebetulan dah pernah kesana. yang ternyata berbaik hati mengizinkan tulisannya saya copy paste. thanks to bro Fariz a.k.a Talijemuran. Kebetulan banget, soalnya dah beberapa hari ini saya sendiri lagi males banget nulis. sedikit ingatan tentang masa lalu menghancurkan Mood saya.. Alagh.. Curcol nih yee.. (Curhat Colongan). hehehe..&lt;br /&gt;back to topic yuk..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini berupa laporan perjalanan lengkap dengan foto2nya. mudah - mudahan berguna buat anda yang berencana ingin kesana..&lt;br /&gt;sebagai penghargaan terhadap penulis, artikel ini masih merupakan naskah asli, tanpa ada penambahan atau pengurangan sedikitpun pada isi, foto, dan lain sebagainya..&lt;br /&gt;artikel aslinya bisa anda lihat &lt;a href="http://www.fariz.org/2009/07/wisata-pantai-ujung-genteng-dan-curug.html" target="_blank&amp;quot;"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huahaahahaaa... udah lama banget gak posting lagi.. hehehe.. maklum, kesibukan demi kesibukan membatasi diriku untuk blogging sementara waktu.. mulai dari kepanitiaan ISEE, Jurnalistic Fair, sampai LES (Leadership and Entrepreneurship School).. belom lagi setelah UAS kemarin disibukkan dengan pindahan dari asrama TPB ke kontrakan baru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan ini gue alih profesi, dari seorang mahasiswa rajin dengan tas selempang berisikan alkitab kalkulus 1 menjadi BOLANG alias backpacker kampungan dengan backpack idaman yg dibeli karena hasil diskonan.. beberapa tempat menarik ane kunjungin selama liburan nan singkat ini.. Pantai ujung genteng, curug cikaso, selo, puncak gunung merapi, wisata malam di bandung, kawah putih, situ patenggang, pemandian air panas cimanggu, cibodas, curug cibereum.. sedikit sekali bukan? heuheuheu.. sebenernya mau keliling jawa, tapi apa boleh buat.. abis dibohongin dalam sebuah kerjasama bisnis.. duit tujuh dijit melayang.. heuehueheu.. (curhat mode: ON)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dahh lah, buat yang pertama gue pengen laporan dulu perjalanan pertama di liburan ini.. ujung genteng menjadi satu-satunya alternatif tujuan (kok alternatif cuma satu ya? hehe).. perjalanan ke ujung genteng ini direncanakan dengan sangat matang, cukup setengah jam nangkring di forum travellers kaskus udah cukup buat gue memperkirakan budget dan jadwal kegiatan disana.. thanx kaskus.. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari rumah sekitar jam 9 pagi.. setelah nyontreng tentunya.. berangkat lewat tol jagorawi (masuk pintu tol cibubur) langsung mengarah ke selatan dengan kecepatan tinggi, meski mobil agak ogel-ogel sedikit karena dah lama banget gak di balancing (kata bokap).. enjoy aja lah, think positive bisa sampai rumah lg dengan selamat.. hehe.. Di jalan sempet kena macet karena penyempitan jalur, ternyata karena ini nih..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6427.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6427.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi jatuh crane nya anehhhh.. Okkeeeehh, lanjooooottt.. setelah keluar jagorawi perjalanan lancar sampe cidahu, agak kesendat dikit di pertigaan ke arah javana spa.. lalu lancar lagi sampai cibadak.. di pasar cibadak kena macet kurang lebih 45 menit.. penyebabnya cuma karena penyempitan jalur dan angkot-angkot lokal yang maen serobot aja.. bikin jalur dari arah berlawanan jadi mampet dahhh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas pasar cibadak kami langsung mengarah ke pelabuhan ratu lewat jalur umum (bukan via cikidang).. sampai pelabuhan ratu sekitar jam 1 siang, haha pas banget jam makan.. seperti yang ditunggu-tunggu, nyokap ngajakin makan di rumah makan pinggir pantai.. kita telusurin deh kota pelabuhan ratu ke arah cisolok sampai nemuin rumah makan yang rada rame..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6450.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6450.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siaaap santaaappp!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6466.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6466.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut perjalanan ke arah kiara dua, melewati jalan berliuk-liuk dan kebon teh.. sebelum kebon teh ada bagian jalan yang rusak, kurang lebih sepanjang 1 kilometer.. disini pengendara motor dan sedan kudu waspada, lobang-lobangnya cukup dalem..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6483.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6483.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kiara dua kita ambil arah kanan ke surade lewat jampangkulon.. disini kami isi bensin fulltank lagi buat antisipasi.. setelah surade kita mengarah ke barat menyusuri pinggir pantai.. sepanjang kurang lebuh 5 kilometer sampai akhirnya tiba di pendaratan kapal nelayan ujung genteng sekitar jam 5 sore.. suasana pelabuhan sangat sepi, tidak ada aktivitas nelayan sama sekali, di pasar pelelangan ikan juga tidak ada siapa-siapa..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6491.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6491.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari pelabuhan langsung mengarah ke Pondok Hexa.. menurut beberapa referensi tempat ini sangat recommended karena nyaman dan murah.. jalan menuju pondok hexa sangat sempit, berundak-undak dan berpasir.. (pasti becek di musim hujan)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6502.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6502.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sampai Pondok Hexa kami langsung booking ojek buat nganterin kita ke tempat penangkaran penyu.. jam 8 malam habis makan kami dijemput oleh pasukan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6581.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6581.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai di tempat penangkaran kita harus membayar biaya administrasi sebesar lima ribu rupiah saja.. kita akan dibimbing menuju tempat bertelurnya penyu oleh petugas yang ada disana.. Kita harus menunggu dulu di pos penangkaran sampai penyu yang bertelur siap diganggu oleh kami.. hehehe..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6590.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6590.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6597.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6597.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman bermain..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6628.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6628.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya kala menikmati pagi hari di pantai depan Pondok Hexa, gue menemukan pemandangan ganjil..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6653.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6653.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maen ke pantai deket pelabuhan.. Pasir putih nan lembut membentang.. Jadi alay pantai dahhhh...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6703.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6703.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siangnya sekitar jam sembilan, sehabis sarapan kami sekeluarga touring kembali dengan abang-abang ojek yang semalam mengunjungi pantai-pantai sekitar ujung genteng..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6736.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6736.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantaranya pantai cibuaya..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6771.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6771.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pantai akuarium.. (bisa liat terumbu karang dan hewan-hewan lautnya kalo lagi surut !!)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6791.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6791.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istirahat makan siang dulu di warung..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6854.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6854.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai deh di muara sungai cipanarikan..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6876.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6876.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di muara sungai cipanarikan ini pantai dan sungai terletak sejajar.. pemandangan yang gak ditemukan di tempat lain.. :D&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6884.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN6884.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasir pantai cipanarikan pasirnya sangat bersih dan halus.. pokoknya empukk banget dahh.. mao gelinding2 juga serasa dikasur.. hahaha..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7030.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7030.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sorenya kita menuju pantai pangumbahan melepas tukik-tukik yang baru menetas..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7049.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7049.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini tempat penangkaran telurnya..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7074.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7074.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan si tukik kecil siap menuju kehidupan penuh tantangan..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7105.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7105.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelahh usai touring kami menikmati sunset di pantai depan Pondok Hexa..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7117.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 384px; height: 512px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7117.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan malam di rumah makan anugrah indah.. walo harus menunggu sampai setengah jam, sajian ikan bakarnya sangat manstaff.. enak bgt !!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7161.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7161.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto sunset lagi nihhh..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7137.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7137.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esok paginya kita pulang, tapi tidak lupa mampir ke curug cikaso dolo.. ini pertigaan kalo dari arah sukabumi sebelum surade.. bikin rancu (di penunjuk tulisannya "tegal beleud" bukan "cikaso"&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7170.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7170.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai di dermaga langsung bayar tiket.. 60ribu untuk satu perahu.. dan kita ditungguin selama bermain air di curug..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7209.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7209.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini dia air terjunnya.. lagi musim kemarau, debitnya lagi kecil..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7215.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7215.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ade gue nampang narsis..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7222.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7222.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;backpacker kampungan.. stay cool baybehhh..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7235.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7235.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh ya, waktu naek perahu kita nemuin pohon kelapa yang bentuknya kayak gini nihhh..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7339.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 512px; height: 384px;" src="http://i612.photobucket.com/albums/tt204/talijemuran/DSCN7339.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian catetan perjalanan gue ke Ujung Genteng.. mohon maaf atas segala ucapan dan perbuatan yang berkenan...... ??&lt;br /&gt;oh ya, kalo mau liat foto-foto yang lebih banyak lagi mampir ke MP gue aja, &lt;a href="http://indonesiantraveller.multiply.com/" target="_blank&amp;quot;"&gt;indonesiantraveller.multiply.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-6273804918636269594?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/1dI9dXEmWwQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/1dI9dXEmWwQ/wisata-pantai-ujung-genteng-dan-curug.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SpGOLL5f4_I/AAAAAAAAAJI/9HeJeK8HXUc/s72-c/ujung-genteng3.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/08/wisata-pantai-ujung-genteng-dan-curug.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-2628488240366557271</guid><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 08:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-18T06:40:27.504+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata dan Rekreasi</category><title>Snow Bay TMII</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-4rPmcRI/AAAAAAAAAGI/VKvSaSOAC-E/s1600-h/snowbay-tmii.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="126" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363434087134949650" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-4rPmcRI/AAAAAAAAAGI/VKvSaSOAC-E/s200/snowbay-tmii.JPG" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="179" /&gt;&lt;/a&gt; Salam semua…&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udah pada tau belom, ada wahana baru lho di TMII Jakarta, namanya Snowbay. Keren ya namanya. Wahana ini bisa jadi alternative liburan anda, terutama anda yang berdomisili di kawasan Jabodetabek. Selain lokasinya yang dekat, banyak hal unik yang di tawarkan Snowbay dibandingkan waterpark – waterpark lain yang sudah ada.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Pembangunan wahana ini secara khusus sebagai Taman Rekreasi Petualangan Air kelas dunia dengan konsep yang didominasi 70% nuansa pegunungan salju yang luar biasa. Selain itu di dalamnya juga terdapat aneka ragam kuliner dari berbagai belahan dunia yang ditangani langsung oleh dua orang Executive Chef.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Snow Park TMII&lt;/span&gt; menghadirkan kolam renang umum yang saat ini sudah ada di Water Park lainnya se-Jabodetabek. Keutamaan dari Snow Bay memiliki Hurricane dan Flush Bowl yang hadir pertama kali di Asia Tenggara. Selain itu, Kolam Ombak menawarkan tujuh jenis ombak dengan ketinggian 3m, Kolam Arus atau Thypoon River.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-5cFbSfI/AAAAAAAAAGY/hwSs76xAGGA/s1600-h/snowbay.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363434100245613042" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-5cFbSfI/AAAAAAAAAGY/hwSs76xAGGA/s200/snowbay.jpg" style="height: 150px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun Boomblaster (ember terbesar di Jakarta sebesar 2 ton air) sebagai pengguyur para pengunjung dengan durasi 15 menit dan kecepatan 50km/ jam di area Kolam Moby, Zone, Tube Coaster dan Cool Running.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa faktor pendukung berada di Snow Bay Water park TMII adalah Cafe Polaris, Captains Jack Cuisine Food Court, VIP Cabana yang dilengkapi LCD TV, Wi-Fi, personal Butler, personal Safe Deposit Box, Gazebo, Locker serta kelengkapan lainnya di Souvenir Shop mereka.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda lelah bermain air dan ingin bersantai sambil menunggu seseorang, kunjungilah area Captain Jack's Cuisine, VIP Cabana dan Snack Shack Snow Bay Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Area berbeda dari Snow Bay ini bisa dijadikan area makan Anda bersama teman ataupun keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-5JpVG6I/AAAAAAAAAGQ/86NSrtq-tJE/s1600-h/hotspatmii1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363434095295929250" src="http://2.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-5JpVG6I/AAAAAAAAAGQ/86NSrtq-tJE/s200/hotspatmii1.jpg" style="height: 134px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Captain Jack's Cuisine selalu menawarkan petualangan kuliner tersendiri untuk Anda. Perpaduan antara masakan khas timur dan barat selalu disajikan secara profesional, baik makanan ataupun minuman yang cukup variatif.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedang VIP Cabana merupakan area private yang menawarkan makanan lezat dengan keahlian executive chef. Kelengkapan area ini, tentu difasilitasi hiburan seperti; TV Kabel dan extra free WI-FI.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Anda yang ingin menikmati makanan ringan setelah bermain ombak, Snack Shack juga pantas disinggahi. Bentuknya yang unik, berupa outlet kecil menjadi daya tarik dan memudahkan Anda untuk memesan makanan siap saji yang tersedia cukup banyak.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berendam di dalam kolam, tentu aktivitas yang disukai hampir setiap orang. Apalagi jika Anda berada di Snow Bay Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur ini, berbagai wahana selalu menawarkan keistimewaannya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimulai dari Hurricane, Flush Bowl, Cool Running, Giant Bucket, VIP Cabana, Captain Jack's Cuisine, Snack Shack hingga Spa and Jacuzzi. Di sana Anda akan terkagum melihat kualitas yang dimiliki Snow Bay tersebut. Wajar saja jika tempat wisata air terlengkap ini selalu diburu banyak pengunjung.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk soal Spa and Jacuzzi, di sana terdapat 5 tempat spa untuk membuat Anda lebih relax dari sebelumnya. Berrendamlah di dalam air yang hangat  sambil merebahkan tubuh sebelum Anda melakukan atraksi yang lebih menantang di wahana lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ajaklah keluarga atau teman Anda ke dalam kolam Spa and Jacuzzi Snow Bay agar tidak terjadi keram akibat tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu. Di kolam Spa inilah tempat Anda lebih santai sambil menikmati area di sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hana Tot's Pool&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu yang tepat mengajak keluarga Anda berlibur ke Snow Bay Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Selain memiliki kelengkapan wahana, lokasinya pun tak sulit dijangkau. Sangat dekat dengan pintu tol Jagorawi dan Mall Taman Mini Square, memudahkan Anda berekreasi lebih lama lagi. Sebagian besar wahananya belum pernah ada di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BagiAnda yang sudah berkeluarga atau membawa anak yang masih kecil, ajaklah ke wahana Tot's Pool. Dirancang dengan ukuran mini berukuran 30 m dan difasilitasi raft slides, aqua play system, aqua climbing serta aqua rope.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm7AH_goOsI/AAAAAAAAAGg/yPv68498iFo/s1600-h/2009_07_02_10_49_50_Tot2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363435449784744642" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm7AH_goOsI/AAAAAAAAAGg/yPv68498iFo/s200/2009_07_02_10_49_50_Tot2.jpg" style="cursor: pointer; height: 160px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dijamin setelah menikmati wahana Tot's Pool, anak Anda akan selalu merasa senang bermain di kiddies pool tersebut. Sebagai informasi tambahan, anak-anak perlu dalam pengawasan lebih.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup meenggunakan fasilitas Debit Mandiri saja, Anda sudah mendapat 1 tiket gratis. Dengan paket libur Buy 1 Get 1, Anda sudah bisa menikmati semua wahana yang ada di Snow Bay TMII. Meski harga di luar paket adalah Rp. 120.000,-, tempat ini selalu dikunjungi banyak orang dari kalangan manapun.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buy 1 Get 1 Snow Bay dengan Debit Mandiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingin ke Snow Bay saat liburan, tapi 'kantong kering'! Kini Anda tak perlu khawatir lagi berkunjung ke Snow Bay. Cukup memiliki Kartu Debit Mandiri, beli 1 tiket maka Anda akan dapat 1 tiket gratis.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Program Buy 1 Get 1 tersebut merupakan salah satu bentuk promo Snow Bay dan Bank Mandiri untuk memudahkan Anda serta keluarga berlibur. Selain itu para pengunjung juga dapat berpetualang dengan beberapa wahana yang dimiliki Snow Bay Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur di saat liburan sekolah ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersama Snow Park TMII, Anda dijamin puas. Keutamaannya adalah menghadirkan kolam renang umum yang saat ini sudah ada di Water Park lainnya se-Jabodetabek. Keutamaan dari Snow Bay memiliki Hurricane dan Flush Bowlyang hadir pertama kali di Asia Tenggara. Selain itu, Kolam Ombak menawarkan tujuh jenis ombak dengan ketinggian 3m, Kolam Arus atau Thypoon River.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya paket Buy 1 Get, harga masuk Snow Bay yang tadinya Rp. 120.000,- per orang, otomatis berubah menjadi Rp. 60.000,- per orangnya. Saya belun tau apakah promosi ini masih berlaku sampai sekarang atau sudah berakhir.  kalo gak salah sih cuma sampai 31 july. mudah2an diperpanjang yah.  oh iya, Harga diatas belum termasuk tiket masuk TMII nya ya. Sedikit info, kalau kesana tidak diperkenankan bawa makanan dari luar, mungkin ada baiknya bawa makanan disimpan di dalam tas. soalnya menurut informasi dari teman2, harga makanan disana cukup mahal. Tapi kalo yang budgetnya gak abis - abis sih gak masalah. Lagipula, restorannya sangat nyaman kok..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalo ada informasi lebih lanjut, nanti saya update lagi.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan YM aja..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tertarik bukan?! Segeralah bersenang-senang ke Snow Bay bersama teman dan keluarga sekarang juga.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan lupa ajak2 saya ya. Hehehehe.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat berlibur..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-2628488240366557271?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/ZRwhFrd6s2s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/ZRwhFrd6s2s/snow-bay-tmii.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/Sm6-4rPmcRI/AAAAAAAAAGI/VKvSaSOAC-E/s72-c/snowbay-tmii.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>11</thr:total><georss:featurename>Unknown location</georss:featurename><georss:point>-8.557851030021755 110.89453160762787</georss:point><georss:box>-48.43186403002176 51.12890660762787 31.316161969978243 170.66015660762787</georss:box><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/07/snow-bay-tmii.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-7379124265843767281</guid><pubDate>Sat, 04 Jul 2009 03:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-20T18:35:48.511+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Backpaking</category><title>Wisata Laut Pulau Pramuka</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgVJHNtMyI/AAAAAAAAALI/p0K4pMeAZOY/s1600/DSC09026.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgVJHNtMyI/AAAAAAAAALI/p0K4pMeAZOY/s200/DSC09026.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;Pulau pramuka berada pada bagian tengah gugusan kepulauan seribu. Memiliki luas sekitar 9 Ha. Secara administratif, pulau pramuka berada di kelurahan pulau panggang, kecamatan kepulauan seribu utara, provinsi DKI Jakarta, dengan jumlah penduduk sekitar 1.004 jiwa. Sebagai pusat pemerintahan kepulauan seribu, pulau pramuka memiliki bermacam fasilitas yang lebih lengkap dibanding pulau2 disekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Di pulau ini tersedia sekolah2 mulai dari tingkat SD sampai SMA, rumah sakit, kantor kelurahan, pusat pelestarian penyu sisik, dan lain lain. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgVoWcHOyI/AAAAAAAAALY/ABNon9Lu6ek/s1600-h/DSC08944.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgVoWcHOyI/AAAAAAAAALY/ABNon9Lu6ek/s200/DSC08944.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini pulau pramuka menjadi salah satu lokasi tujuan wisata favorit di kepulauan seribu, selain pulau untung jawa, pulau puteri dan pulau bidadari. Kondisi pulau dan laut yang masih sangat terjaga serta pemandangan laut yang indah merupakan pengalaman yang tidak akan mudah terlupakan bagi wisatawan yang berkunjung kesana. Ditambah keramahan penduduk yang menghuni pulau pramuka memberikan kesan aman dan nyaman bagi para wisatawan. Selain itu, letaknya yang strategis membuat pulau pramuka dapat dijadikan lokasi homestay yang ideal untuk mengunjungi pulau2 lain yang berada di kawasan kepulauan seribu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgW8g0r-YI/AAAAAAAAALg/Uw89Wo2HNM0/s1600-h/DSC09054.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgW8g0r-YI/AAAAAAAAALg/Uw89Wo2HNM0/s200/DSC09054.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk mengisi liburan anda disini, seperti snorkeling, diving, memancing, kayaking, atau sekedar menikmati sunset di dermaga pulau pramuka bersama pasangan. Untuk snorkeling, anda cukup merogoh kocek sebesar 20 – 40 ribu rupiah untuk 6 jam. Lokasinya, anda bisa memilih untuk snorkling di sisi dermaga pulau pramuka, atau ikut paket trip yang disediakan untuk snorkeling di lokasi yang mereka anda mau. Sedangkan untuk scuba set, anda bisa menyewanya dengan harga 350 ribu rupiah untuk 2 kali diving. Perairan sekitar pulau pramuka memang sangat bagus untuk dijadikan lokasi snorkeling dan scuba diving. Selain karena kejernihan air dan arus yang bersahabat, kawasan ini mempunyai kekayaan ekosistem bawah laut yang masih terjaga kelestariannya. Itulah sebabnya mengapa banyak instruktur dan operator scuba diving di wilayah jabodetabek menggunakan kawasan pulau pramuka sebagai lokasi latihan penyelaman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXRk5T8GI/AAAAAAAAALo/YILGgWEN-YQ/s1600-h/DSC09133.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="104" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXRk5T8GI/AAAAAAAAALo/YILGgWEN-YQ/s200/DSC09133.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk anda yang mempunyai hobi memancing, anda bisa menyalurkan hobi anda di dermaga pulau pramuka yang terletak dibagian depan pulau. Atau jika anda ingin hasil yang lebih memuaskan, anda bisa menyewa kapal nelayan yang banyak tersedia untuk memancing di spot2 mancing yang banyak di huni ikan2 besar. Untuk menyewa kapal mincing ini, anda tinggal merogoh kocek sekitar 350 – 450 ribu rupiah per trip. Jauh lebih murah dibandingkan lokasi – lokasi lain seperti tanjung pasir dan tanjung kait di tangerang. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXieE_P3I/AAAAAAAAAL4/gFteKnzHm7U/s1600-h/DSC08837.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="114" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXieE_P3I/AAAAAAAAAL4/gFteKnzHm7U/s200/DSC08837.jpg" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;Ingin berdayung santai sambil menikmati matahari tenggelam bersama pasangan anda? Silahkan coba menyewa kayak yang tersedia disana.  Harga sewanya sekitar 50 ribu rupiah untuk satu jam. Anda bisa mencoba mengetes kekompakan anda dan si dia dalam mendayung sampan. Sambil menikmati semburat jingga matahari senja yang perlahan kembali ke peraduannya. Lalu mintalah seseorang mengambil gambar silhouette anda bersama pasangan saat matahari sudah separuh menghilang. Owh… sungguh sebuah pengalaman yang tidak akan anda lupakan sepanjang hidup anda bersama si dia. (lebay gak ya..? gak kali… )&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgZ_fvAQhI/AAAAAAAAAMg/wK4FSOV9P9o/s1600-h/DSC09215.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgZ_fvAQhI/AAAAAAAAAMg/wK4FSOV9P9o/s320/DSC09215.jpg" width="274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;How To Get There&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgX6RHNzGI/AAAAAAAAAMI/2DHeMASKK5k/s1600-h/DSC08811.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="122" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgX6RHNzGI/AAAAAAAAAMI/2DHeMASKK5k/s200/DSC08811.jpg" width="174" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk menuju pulau pramuka anda bisa melalui pelabuhan Muara angke atau Marina di ancol. Jika memilih melalui Muara angke, anda bisa menumpang kapal penumpang berukuran sedang yang hanya ada dua kali dalam sehari. Yaitu pada pukul 7 pagi dan pukul 1 siang. Tarifnya sekitar 30 ribu rupiah untuk sekali jalan. Pastikan anda datang setidaknya 30 menit menjelang keberangkatan. Karena terutama pada akhir pecan atau saat liburan, anda harus berebut tempat dengan penumpang lain. Karena di kapal ini, anda tidak akan menemukan satu kursi pun selain kursi nahkoda kapal di bagian depan, alias lesehan. Waktu tempuh menuju pulau pramuka sekitar 2,5 sampai 3 jam. Tergantung kondisi kapal dan gelombang di perairan laut jawa.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk anda yang mempunyai kocek lebih dan lebih mengutamakan kenyamanan, anda bisa menumapang speedboat dari marina dengan tariff bervariasi. Antara 150 sampai 400 ribu per orang sekali jalan. Waktu tempuhnya sekitar 90 menit. Sepengetahuan kami, kapal dari marina hanya ada pada akhir pecan. Jadi untuk keamanan dan kenyamanan anda, sebaiknya anda terlebih dahulu menghubungi penyedia layanan transportasi tersebut di marina.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Homestay&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgYwP8QWDI/AAAAAAAAAMQ/_R10Iy4qdFo/s1600-h/DSC09007.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="109" src="http://3.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgYwP8QWDI/AAAAAAAAAMQ/_R10Iy4qdFo/s200/DSC09007.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;Di pulau pramuka, ada banyak tempat yang bisa anda sewa untuk tempat menginap. Harganya bervarisasi, antara 350 – 500 ribu rupiah permalam. Jika beruntung masih kebagian tempat, anda bisa menginap di villa delima yang terletak tepat di pinggir pantai di bagian depan. Harga sewanya berkisar 350 ribu rupiah permalam. Atau anda bisa juga menyewa rumah2 yang di sediakan penduduk untuk anda sewa. Sebagian ada yang ber AC. Anda juga bisa memesan catering kepada pemilik wisma dengan kisaran harga 10 – 20 ribu rupiah perorang. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa Penginapan di Pulau Pramuka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt;: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;villa deLima  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP : (021) 54373149 , 08161324118 , 081319551955 (Mas Untung)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibrahim (021) 33837071&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi di dekat dermaga pulau pramuka&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Homestay Laylad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP Bu Wakil 70591444&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi sederetan sama vila 5, di depan deket dermaga&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Homestay putih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP Pak Mail 08176405654&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi sebelah homestay laylad&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Homestay Pak Maing&lt;/b&gt;, : 021-32437733&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi dekat taman di depan kantor kabupaten, agak jauh dari dermaga&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Villa dermaga&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP Pak Mail : 08176405654&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi agak di tengah, dekat lapangan bola&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Homestay Bang Buloh&lt;/b&gt; (021-70138303)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi di sisi belakang pulau pramuka, jauh dari dermaga, tapi di sisi pantai belakang, jadi bisa liat laut juga...&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Wisma TNKpS  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;CP kantor Taman Nasional di Salemba (021-3519773)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;lokasi di belakang pulau, dekat penangkaran penyu&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mega Home stay&lt;/b&gt; : (021) 23725638, 0815 9675 584 (Pak syaiful).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXzZupnII/AAAAAAAAAMA/GvgQ40Ur0Ys/s1600-h/DSC08975.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://1.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgXzZupnII/AAAAAAAAAMA/GvgQ40Ur0Ys/s200/DSC08975.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;untuk anda yang mungkin punya waktu liburan yang panjang, anda bisa sekaligus mengunjungi pulau - pulau lain yang berada di sekitar pulau pramuka. seperti misalnya pulau panggang yang berada berhadapan dengan pulau pramuka. atau pulau air dan pulau semak daun yang menawarkan pemandangan yang tak kalah spektakuler. untuk menuju pulau panggang, anda bisa menumpang ojek kapal, dengan tarif 3 ribu rupiah sekali jalan. untuk mengunjungi pulau air dan semak daun, anda harus menyarter kapal dengan biaya 250 ribu rupiah. gak mahal kok, anda bisa patungan dengan orang lain yang kebetulan hendak ke pulau yang sama. Kapal yang di sewakan bisa menampung 10 - 15 penumpang, jadi gak mahal kan..?&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk tambahan informasi mengenai akomodasi dan transportasi di Pulau Pramuka, silahkan menghubungi pusat informasi wisata pulau pramuka di nomor 021 - 70317235. Anda juga bisa menghubungi kami melalui email, atau mengisi kotak komentar dibawah artikel ini.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;selamat berlibur.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-7379124265843767281?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/mMSY4q6fbVo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/mMSY4q6fbVo/wisata-laut-pulau-pramuka.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_TuTkgnXxAQs/SsgVJHNtMyI/AAAAAAAAALI/p0K4pMeAZOY/s72-c/DSC09026.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Unknown location</georss:featurename><georss:point>-8.557851030021755 112.30078160762787</georss:point><georss:box>-48.43186403002176 52.53515660762787 31.316161969978243 172.06640660762787</georss:box><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/10/wisata-laut-pulau-pramuka.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-8415551772695168903</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 23:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-29T06:57:07.548+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendakian Gunung Sumatera</category><title>Jalur pendakian Gunung Dempo</title><description>Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang.Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam, salah satunya dengan menggunakan bus Dharma Karya. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi barisan pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari. Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen atau motel. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar. &lt;br /&gt;Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 KM dari terminal. Di Pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau. &lt;br /&gt;Dusun VI, biasa disebut, dari sini anda harus melaporkan diri/bersilahturahmi dengan kepala keamanan desa, Wamin namanya. Di desa ini pula ada baiknya terlebih dahulu beristirahat sambil mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Hanya sayang, jangan berharap kebutuhan logistik anda dapat dipenuhi disini, warung yang ada sangat kecil, itupun cuma satu. Maklum rata-rata yang tinggal di sini adalah buruh pemetik teh, yang rata-rata berasal dari pulau Jawa. Kalau boleh anda tahu, ketinggian altitude disini mencapai 1200 mdpl. Jadi anda tinggal mendaki 1900 meter lagi untuk mencapai puncak Dempo. &lt;br /&gt;Pendakian yang baik, sekitar jam 10 pagi, selain anda dapat menikmati indahnya susunan bukit barisan, perjalanan akan sedikit santai, tidak dikejar waktu. Satu jam pertama, hanya kebun teh dan kebun perdu yang dijumpai sebelum memasuki pintu hutan. Jalur sangat terjal dan licin bila hujan. Hutan yang dilewati sangat lebat dan padat sampai puncak Dempo. Tiga jam dari mulut hutan, puncak pertama dapat dicapai. Dempo memiliki dua puncak, yang satunya lagi dinamakan puncak Api. &lt;br /&gt;Anda bisa mendirikan kemah diantara dua puncak itu, karena disana tersedia mata air dan cukup terlindung bila ada badai. Lagi pula sayang bila anda tidak menikmati sunrise dari sana. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana. &lt;br /&gt;Gunung Dempo seperti merupakan salah satu target pendakian. khusus orang sumatera (palembang, bengkulu, lampung dan sekitarnya) mendaki gunung ini sudah hal yang biasa karena gunung ini memang ramai dikunjungi oleh para pendaki yang berasal dari daerah sekitarnya. &lt;br /&gt;Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking ria. gunung ini memang cukup tinggi tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Tetapi karena jalannya yang lembab di gunung ini seperti juga gunung kaba terdapat banyak pacet yang dijumpai di perjalanan menuju puncak sehingga pendaki harus berhati-hati dan selalu memeriksa keadaan badan. &lt;br /&gt;Pendakian Gn.Dempo dimulai dari ibukota Kecamatan Pagar Alam dari sini pendakian diteruskan menuju PTPN III yang juga menjadi salah satu titik awal pendakian dengan menggunakan angkutan lokal carteran atau dengan berjalan kaki langsung selama sekitar 2 jam sampai di pintu masuk PTPN-III.&lt;br /&gt;Dari kawasan perkebunan ini pendaki dapat bertanya ke penduduk setempat tentang jalur tunggal menuju ke puncak Dempo. setelah sekitar 8 - 10 jam perjalanan pendaki dapat mencapai puncak dempo dan dapat juga bermalam di puncak karena kawasan puncak gunung ini cukup baik untuk melakukan point (camp). untuk tambahan bahwa kondisi puncak Dempo sedikit identik dengan Gn.Gede-Pangrango dimana terdapat mata air dan Gn.Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama puncak api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-8415551772695168903?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/5AKOe92XlzA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/5AKOe92XlzA/jalur-pendakian-gunung-dempo.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/jalur-pendakian-gunung-dempo.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4893322591281143237.post-9191661972764013547</guid><pubDate>Sun, 28 Jun 2009 23:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-29T06:57:07.551+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendakian Gunung Sumatera</category><title>Jalur Pendakian Gunung Kerinci</title><description>Gunung kerinci termasuk gunung berapi yang masih aktif, dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini menjadi gunung tertinggi di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh. Di tengah taman terdapat celah lembah kota sungaipenuh, perkebunan kopi, dan danau Kerinci. &lt;br /&gt;Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi. &lt;br /&gt;Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat di temui mulai dari dataran rendah hingga puncak gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo. &lt;br /&gt;Tumbuhan dataran rendah di dominasi oleh beberapa jenis mahoni, terdapat juga tumbuhan raksasa bunga raflesia rafflesia arnoldi dan suweg raksasa Amorphophallus titanum. Dengan taman nasional Leuser, taman ini terhalang oleh danau toba dan ngarai Sihanok. Sehingga beberapa binatang yang tidak terdapat di taman Leuser ada di sini seperti tapir (Tapirus indicus) dan kus-kus (Tarsius bancanus). &lt;br /&gt;Banyak terdapat binatang khas sumatera seperti gajah, badak sumatera, harimau, beruang madu, macan tutul, kecuali orang utan. Berbagai primata seperti siamang, gibbon, monyet ekor panjang dan Presbytis melapophos. Terdapat juga 140 jenis burung. &lt;br /&gt;Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh. &lt;br /&gt;Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.&lt;br /&gt;Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau. &lt;br /&gt;Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajad.&lt;br /&gt;Di Pos 1 terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat Pos ini berada di ketinggian 2.225 mdpl. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadangkala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.&lt;br /&gt;Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.&lt;br /&gt;Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam. &lt;br /&gt;Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3351 mdpl tempat ini cukup lapang bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir, batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati. &lt;br /&gt;Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, di sini kita dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4893322591281143237-9191661972764013547?l=mountinblack.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/mountinblack/~4/UYseTH3reNc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/mountinblack/~3/UYseTH3reNc/jalur-pendakian-gunung-kerinci.html</link><author>noreply@blogger.com (blackmamba)</author><thr:total>23</thr:total><feedburner:origLink>http://mountinblack.blogspot.com/2009/06/jalur-pendakian-gunung-kerinci.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">berita alam bebas</media:description></channel></rss>

