<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' gd:etag='W/&quot;DkMBR3w8eSp7ImA9WhdSGU8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870</id><updated>2011-07-29T00:27:36.271-07:00</updated><title>hidupku, ceritaku</title><subtitle type='html'>yesterday, today, tomorrow</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default?redirect=false&amp;v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry gd:etag='W/&quot;DEcBQXw4cSp7ImA9WhdSGE8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-918631445917044258</id><published>2011-07-27T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T21:07:30.239-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-27T21:07:30.239-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah kecil'/><title>An Encounter: the way back</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-snsepjsL4gc/TjB3TwD4PEI/AAAAAAAAAkY/-bwOWzkv6q4/s1600/Scotland+209.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-snsepjsL4gc/TjB3TwD4PEI/AAAAAAAAAkY/-bwOWzkv6q4/s320/Scotland+209.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejenak ku menatap ke arah jendela. Bayangan rumah-rumah berlarian menjauh ke belakang, menyusul kemudian deretan bangunan yang terlihat seperti pabrik; juga berlari menjauh ke belakang. Ku alihkan pandangan ku dari jendela. Bola mata ku perlahan menyisir kompartemen kecil ini. Raungan kipas angin berputar di atas kepalaku. Di depanku duduklah seorang tua yang tertidur lelap dengan buku kecil masih terbuka di tangannya. Di sebelah kanannya tergeletak sebuah koper dan tas kulit kecil. Ku menghela napas, bosan. Entah sudah berapa lama kereta ini membawa ku pergi. Ku terdiam sejenak.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ke mana pula aku akan pergi?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku coba merogoh saku-saku jaket yang sedang ku pakai. Tak ku temukan apa yang ingin ku temukan. Kemudian saku celana &lt;i&gt;jeans&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pun tak luput ku rogoh. Sebuah karton persegi kecil berwarna biru ada dalam genggaman. Ku baca apa yang tertulis di karton kecil tersebut. &lt;i&gt;Ah ya&lt;/i&gt;, aku teringat kemana aku akan pergi. Sambil tersenyum kecil aku membayangkan tempat tujuan ku. Sepertinya rasa jenuh akibat terlalu lama di kereta sedikit membuyarkan ingatan ku kemana kereta ini akan membawa ku pergi. Sedikit ku angkat tangan kiri ku, ku tatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan. 15:42. Entah berapa lama lagi aku akan tiba di sana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesekali aku melirik seorang tua yang tertidur di depan ku ini. Betapa lelap dan damainya ia dalam tidurnya. Waktu berlalu begitu cepat ketika kita tertidur dan orang tua ini telah melakukan hal yang sangat brilian untuk menghindarkan diri dari kebosanan selama di perjalanan. Aku sedikit iri padanya, telah berkali-kali aku mencoba membuat mata ini terlelap, namun apa daya aku tak mampu seakan-akan kedua mata ku ini memiliki nyawa sendiri untuk memberontak dari keinginanku. Ketika bosan, banyak hal-hal kecil yang mengusikku. Aku sangat penasaran dengan buku yang di baca oleh kakek di depanku. Buku apa gerangan yang ia baca sampai ia bisa tertidur pulas seperti itu? Bahkan sampai ia tertidur dengan bukunya yang masih terbuka di tangannya, seakan-akan saat tidur pun ia masih membaca buku itu. Sempat aku berpikir jahil, &lt;i&gt;meminjam&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebentar buku tersebut saat ia tertidur, hanya sekedar untuk membunuh rasa jenuhku. Namun sebelum aku melakukan itu, aku pun mengurungkan niatku. Lagi-lagi aku menghela napas dalam-dalam untuk yang kesekian kalinya. Kembali terdiam sambil sesekali menatap jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam kemudian, suara lembut mengalun dari pengeras suara yang ada di setiap kompartemen. Sebuah suara milik seorang wanita memberitahukan bahwa sepuluh menit lagi kereta akan berhenti di sebuah stasiun. Setelah ia menyebutkan nama stasiun tersebut, ku lihat karton biru kecil yang ada di saku celana ku tadi. &lt;i&gt;Akhirnya&lt;/i&gt;, ucap ku dalam hati. Aku pun bersiap-siap, menurunkan&amp;nbsp;&lt;i&gt;traveller's bag&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari laci atas, mengecek ruangan kompartemen beberapa kali jikalau aku meninggalkan sesuatu. Kursi di depanku telah kosong. Kakek yang tidur hampir selama perjalanan tadi telah turun di tiga stasiun sebelumnya. Sesaat sebelum ia turun, ia berterima kasih padaku atas entah apa yang telah ku lakukan padanya dan memberikan padaku buku kecil yang tadi ia biarkan terbuka dalam genggamannya saat ia tertidur. Saking kagetnya atas pemberian itu aku bahkan sampai tak sempat mengucapkan terima kasih. Ku tatap lagi sampul buku kecil itu. Ku baca judul yang tertera di sampulnya, lalu ku lihat gambar di atas judulnya. Ada beberapa rumah berdiri di tepian pantai. &lt;i&gt;Sebuah novel asing&lt;/i&gt;. Sempat ku baca buku itu sedikit sepeninggal kakek baik hati tadi, memang menarik isinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vVbkIpE4YYY/TjBxn0-yx_I/AAAAAAAAAkU/7X-k_xXAmNM/s1600/1231846984_kumo-no-muke-yakusoku-no-basho-05egf.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://1.bp.blogspot.com/-vVbkIpE4YYY/TjBxn0-yx_I/AAAAAAAAAkU/7X-k_xXAmNM/s320/1231846984_kumo-no-muke-yakusoku-no-basho-05egf.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Kereta perlahan masuk ke area stasiun dan berhenti di jalur 2. Aku pun bergegas keluar dari kompartemen dan segera menuju ke pintu keluar. Setelah aku menginjakkan kaki ku turun dari kereta, aku langsung membawa kaki-kaki ku ini melangkah menuju peron sambil kepala ini menoleh ke sana-kemari seperti mencari sesuatu. Aku memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah kursi panjang kosong yang baru saja ku temukan. Tak ingin terburu-buru keluar dari stasiun. Ku melihat sekelilingku, di jalur 2 kereta yang tadi aku tumpangi tampaknya akan segera melanjutkan perjalanannya. Orang-orang berlalu-lalang di depanku, suasana stasiun kecil ini sungguh lah hidup. Ku ambil botol air di tas ranselku, ku teguk air di dalamnya, lalu sedikit ku siram kepalaku. Panas yang ku rasa di kepalaku sedikit berkurang. Beberapa saat kemudian, seseorang menepuk pundak ku. Aku pun segera menoleh ke belakang, ku temukan wajah seorang gadis tersenyum manis padaku dan kemudian berkata pelan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;selamat datang kembali&lt;/i&gt;".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;sumber gambar:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;a blog by Annie Meyer:&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_rPIP6CFl1k/TeV83sw0h_I/AAAAAAAAAF8/mA61dp7kyI4/s1600/Scotland+209.jpg"&gt;http://bit.ly/qvoNcj&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;a scene from Makoto Shinkai's film: "The Place Promised in Our Early Days"&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-918631445917044258?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/918631445917044258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/encounter-way-back.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/918631445917044258?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/918631445917044258?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/encounter-way-back.html' title='An Encounter: the way back'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-snsepjsL4gc/TjB3TwD4PEI/AAAAAAAAAkY/-bwOWzkv6q4/s72-c/Scotland+209.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DEcAQHs_eCp7ImA9WhdSE0Q.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-2855277302488309837</id><published>2011-07-22T21:40:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T21:40:41.540-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-22T21:40:41.540-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title>home sweet home</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TERNc9QR5TQ/Tim4_NLAFyI/AAAAAAAAAiQ/t1p_zRKTQzA/s1600/home-sweet-home.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://4.bp.blogspot.com/-TERNc9QR5TQ/Tim4_NLAFyI/AAAAAAAAAiQ/t1p_zRKTQzA/s200/home-sweet-home.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada yang hampir selalu terbayang di pikiranku saat ku termenung. Saat itu, sesaat batinku pun melayang dari kota Xinzheng ini melintasi langit Henan, terbang ke arah selatan melewati Yunan, terus ke Thailand; lalu berbelok sedikit ke arah tenggara mengarungi langit Laut Cina Selatan. Lanjut terus ke tenggara, sampailah di langit tanah air tercinta. Batinku pun segera menjangkau pulau berbentuk kerang di selatan. Pulau Bali. Pulau dimana orangtua dan adik-adikku tinggal. Ada tempat yang selalu kurindukan, ada tempat yang selalu ku nanti untuk kembali ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Rumah&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang tak ada yang lebih nyaman dari rumah sendiri; masakan Ibu setiap hari selalu tersedia, kulkas yang selalu penuh dengan &lt;i&gt;camilan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan minuman dingin, pakaian yang selalu siap pakai sudah tersimpan dengan rapi di lemari dan yang terutama adalah senda gurau, tawa canda dengan anggota keluarga lain. Poin terakhir adalah hal yang paling tak tergantikan. Walaupun aku tinggal di tempat lain yang lebih &lt;i&gt;wah&lt;/i&gt;, penuh fasilitas yang selama ini ku impikan dan menjamin aku bisa hidup enak; tak ada yang bisa menggantikan kebersamaan dengan keluarga di rumah.&amp;nbsp;Sedari kecil memang telah beberapa kali ku tinggal jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Namun jika ku termenung, rasa rindu selalu ada, tak peduli betapa seringnya ku tinggal jauh dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ku tarik batinku kembali ke Xinzheng. Ada tempat lain yang harus ku anggap sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;rumah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di sini. Kamar berukuran 4x7 yang juga digunakan oleh 2 orang lain selain diriku. Di sini lah tempat ku beristirahat melepas lelah; di sini pula lah tempat ku kembali setelah mengikuti pelajaran di kelas, setelah bermain di luar, ataupun sepulang dari &lt;i&gt;travelling&lt;/i&gt;. Di sini tak ada kulkas berisi &lt;i&gt;camilan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan minuman dingin. Untuk minum sehari-hari saja harus berbagi dengan teman sekamar, bahkan dengan &lt;i&gt;tetangga&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kamar.&amp;nbsp;Tak ada pula masakan ibu yang selalu tersedia di meja makan. Ingin makan harus ke luar kamar, menuju berbagai &lt;i&gt;warung&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ataupun restoran. Harus beli. Kasur di tempat tidurku pun tak seempuk di rumah; dengan &lt;i&gt;sprai&lt;/i&gt;, sarung bantal dan selimut&amp;nbsp;putih polos. Tak seperti di rumah yang beraneka warna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski begitu, kamar inilah rumah ku sekarang. Tawa canda dengan keluarga untuk sementara digantikan dengan keberadaan teman sekamar. Jika rindu dengan keluarga, internet di &lt;i&gt;laptop&lt;/i&gt;&amp;nbsp;selalu tersedia 24 jam dan bisa digunakan untuk &lt;i&gt;webcam chat&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan mereka. Semua keterbatasan menjadi nikmat selama tempat ini adalah satu-satunya tempat bagiku untuk kembali. Inilah rumahku sekarang, &lt;i&gt;my home sweet home&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Home sweet home&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memang bukan selalu tempat mewah dengan segala fasilitasnya. Bukan pula selalu tempat dengan kehangatan akan kebersamaan keluarga di dalamnya. Walau tempat itu hanyalah rumah bertiang bambu, ataupun hanya seorang diri sebatang kara yang tinggal di dalamnya; selama penghuninya menganggapnya sebagai tempat kembali, itulah &lt;i&gt;home sweet home&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sumber gambar:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://donnaisra.files.wordpress.com/2006/10/home-sweet-home.jpg?w=380&amp;amp;h=378"&gt;http://donnaisra.files.wordpress.com/2006/10/home-sweet-home.jpg?w=380&amp;amp;h=378&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-2855277302488309837?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/2855277302488309837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/home-sweet-home.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/2855277302488309837?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/2855277302488309837?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/home-sweet-home.html' title='home sweet home'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TERNc9QR5TQ/Tim4_NLAFyI/AAAAAAAAAiQ/t1p_zRKTQzA/s72-c/home-sweet-home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Ak4ESHY-fyp7ImA9WhdSEkk.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-1369413057179035589</id><published>2011-07-21T04:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T04:48:29.857-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-21T04:48:29.857-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku dan cina'/><title>Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 3-habis)</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YYsvwBZEeTA/TigKSHUeHyI/AAAAAAAAAhk/RrB8koYa3kc/s1600/35e940df7187462c495403d3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://1.bp.blogspot.com/-YYsvwBZEeTA/TigKSHUeHyI/AAAAAAAAAhk/RrB8koYa3kc/s320/35e940df7187462c495403d3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Daya tarik Xinzheng ternyata tak hanya ada di dalam kotanya. Pergi ke terminal kota Xinzheng, cari bus nomor 4. Maka sederet bus yang memajang papan kecil bertuliskan "4" di kaca depan berbaris rapi di salah satu sudut terminal. Lihat papan rute bus tersebut, maka akan diketahui kemana bus tersebut akan pergi ke pemberhentian terakhirnya. "始祖山" (&lt;i&gt;shi zu shan~Gunung Shi Zu&lt;/i&gt;). Gunung yang bisa terlihat dari kota Xinzheng di saat cuaca cerah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kaisar Kuning bukan hanya milik &lt;i&gt;alun-alun Huang Di Gu Li;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Shi Zu Shan &lt;/i&gt;pun menyimpan cerita tersendiri mengenai leluhur bangsa Cina ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Shi Zu Shan &lt;/i&gt;adalah tempat di mana sang Kaisar dilahirkan ribuan tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lySghvgsgtU/TigM1ID7T7I/AAAAAAAAAhs/NoVl-b4r2tM/s1600/100_0184.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-lySghvgsgtU/TigM1ID7T7I/AAAAAAAAAhs/NoVl-b4r2tM/s400/100_0184.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Bus nomor 4 bergerak ke arah barat daya keluar kota Xinzheng. Untuk sampai ke &lt;i&gt;Shi Zu Shan &lt;/i&gt;ditempuh jarak 15 kilometer dalam waktu rata-rata 45 menit, dengan harga tiket bus 3 RMB (sekitar Rp 3,900,-). &lt;i&gt;Bukan lagi di kota Xinzheng?&lt;/i&gt; Ya, memang bukan. Namun secara geografis &lt;i&gt;Shi Zu Shan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sendiri adalah bagian dari Xinzheng yang merupakan wilayah &lt;i&gt;county-level city&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari ibukota Zhengzhou. Penduduk setempat sendiri pun menganggap&amp;nbsp;gunung setinggi 793 meter (dpl) ini&amp;nbsp;adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari kota Xinzheng. Faktor sang Kaisar mungkin berpengaruh di sini.&amp;nbsp;Sampai di tujuan, pengunjung masih harus berjalan mendaki kira-kira sejauh 200 meter menuju loket pengunjung dan pintu masuk. Harga tiket masuk normal adalah 10 RMB (sekitar Rp13,000,-). Bagi pelajar yang menunjukkan kartu pelajarnya akan mendapat diskon dan hanya akan membayar sejumlah 6 RMB (sekitar Rp7,900,-). Waktu aku kesana aku membayar dengan harga normal, dikarenakan aku belum memiliki kartu pelajar (lumayan diskonnya &lt;i&gt;*hiks&lt;/i&gt;). Untuk mencapai puncak gunung, ada 2 opsi yang bisa diambil, bisa menggunakan jalur ber-&lt;i&gt;paving&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan bisa menggunakan jalur alam menyusuri lebatnya semak dan pepohonan. Saat itu aku menggunakan jalur alam, karena teman-temanku memilih menggunakan jalur tersebut. Medannya lebih sulit dan untuk diriku yang jarang olahraga ini, sedikit-sedikit kami terpaksa berhenti karena aku sering meminta istirahat.&amp;nbsp;Saat aku ke sana juga banyak jalur pendakian yang masih dalam tahap konstruksi sehingga kenyamanan perjalanan terasa sedikit terganggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-rKeG-C8yZl8/TigNUEQT8oI/AAAAAAAAAhw/2qStXFQzMSo/s1600/100_0195.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-rKeG-C8yZl8/TigNUEQT8oI/AAAAAAAAAhw/2qStXFQzMSo/s400/100_0195.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tKody3_Q1tI/TigOIReXEUI/AAAAAAAAAh0/vO1S8C5_MsU/s1600/100_0250.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-tKody3_Q1tI/TigOIReXEUI/AAAAAAAAAh0/vO1S8C5_MsU/s400/100_0250.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;Di sepanjang perjalanan ku melihat gunung ini bukanlah sekedar gunung pendakian biasa. Di setiap titik tertentu terdapat sebuah bangunan kuil yang berkaitan dengan sejarah Kaisar Kuning. Bahkan kalau tidak salah ada salah satu kuil yang dibangun untuk menghormati salah satu istri sang Kaisar, yang dipercaya masyarakat Cina sebagai manusia pertama di dunia yang menggunakan dan mengajarkan manfaat benang ulat sutera sebagai bahan tenunan kain. Setelah sampai di puncak gunung ada bangunan utama yang dibangun sebagai istana musim panas sang Kaisar. Dari sini, pemandangan yang bisa dilihat sangat luar biasa. Berdiri di puncak gunung yang memiliki sejarah 5000 tahun bagi salah satu peradaban besar dunia merupakan pengalaman yang tak tergantikan. Di sekitar bangunan utama, terdapat beberapa bangunan kuil yang digunakan untuk para pengunjung untuk berdo'a. Banyak orang percaya berdo'a di tempat ini akan melancarkan keuntungan datang pada mereka. Di setiap bulan ketiga kalender bulan Cina (农历 &lt;i&gt;nong li&lt;/i&gt;) para peziarah banyak berdatangan dari seluruh penjuru negeri. Bahkan banyak peziarah dari Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Indonesia sekalipun juga berdatangan. &lt;i&gt;Shi Zu Shan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;selain dianggap sebagai tempat kelahiran sang Kaisar, juga dianggap sebagai tempat sang Kaisar menjalankan aktivitasnya sebagai pemimpin, mengatur taktik dan strategi perang dan membentuk budaya peradaban bangsa Cina keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YrdEzt0wgYI/TigOo01FUmI/AAAAAAAAAh4/Q7dhJy0qRiI/s1600/100_0279.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://4.bp.blogspot.com/-YrdEzt0wgYI/TigOo01FUmI/AAAAAAAAAh4/Q7dhJy0qRiI/s400/100_0279.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-T5JPZ8xcLEo/TigO-3li_wI/AAAAAAAAAh8/uMmQ7E9B0d4/s1600/100_0267.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://2.bp.blogspot.com/-T5JPZ8xcLEo/TigO-3li_wI/AAAAAAAAAh8/uMmQ7E9B0d4/s400/100_0267.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-QbC0LXAKjjU/TigPX8X7k1I/AAAAAAAAAiA/_p4jaJJN3dU/s1600/100_0281.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://4.bp.blogspot.com/-QbC0LXAKjjU/TigPX8X7k1I/AAAAAAAAAiA/_p4jaJJN3dU/s400/100_0281.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi gunung yang lain, terdapat sebuah bukit yang di puncaknya di bangun sebuah patung naga raksasa dari batu marmer yang rencananya dibangun setinggi 29.9 meter dan membentang sepanjang 21 kilometer di tepian &lt;i&gt;Shi Zu Shan&lt;/i&gt;. Namun sayangnya konstruksi luar biasa itu pun terbengkalai tak selesai. Rencananya naga raksasa tersebut akan selesai pada 2009, namun karena kurangnya dana dan minat dari investor memaksa mimpi besar itu terkubur dalam-dalam untuk saat ini. Jika ke sana sekarang yang bisa dilihat dari patung naga tersebut hanyalah kepala dan sebagian kecil badan yang mengikutinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-v-pGS86r9OI/TigPxPgioaI/AAAAAAAAAiE/2fzdEt34X18/s1600/100_0334.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://4.bp.blogspot.com/-v-pGS86r9OI/TigPxPgioaI/AAAAAAAAAiE/2fzdEt34X18/s400/100_0334.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NoaxERaWW3A/TigP6flztfI/AAAAAAAAAiI/IazQqzGEgoQ/s1600/DSCN4059.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="331" src="http://2.bp.blogspot.com/-NoaxERaWW3A/TigP6flztfI/AAAAAAAAAiI/IazQqzGEgoQ/s400/DSCN4059.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak daya tarik sejarah Cina lain yang bisa ditemukan di kota Xinzheng yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;pelosok&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini. Jika membuka sedikit halaman lain buku sejarah peradaban Cina, terdapat informasi lain yang tak kalah pentingnya. Xinzheng ternyata juga pernah menjadi ibukota negara bagian&amp;nbsp;&lt;i&gt;Zheng&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pada masa pemerintahan Dinasti Zhou yang berkuasa di tahun 1401-221 SM (akhir zaman perunggu). Pada masa Dinasti Qin berkuasa (221-207 SM), Xinzheng bahkan menjadi kota pusat pemerintahan. Dinasti Qin sendiri adalah dinasti Cina pertama yang berkuasa di zaman&amp;nbsp;&lt;i&gt;Imperial&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Cina,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;tepat setelah zaman perunggu berakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-nWzazt228ng/TigQgua-4EI/AAAAAAAAAiM/y3fRsjXYMOw/s1600/Xinzheng_Pagoda.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="337" src="http://3.bp.blogspot.com/-nWzazt228ng/TigQgua-4EI/AAAAAAAAAiM/y3fRsjXYMOw/s400/Xinzheng_Pagoda.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengetahui semua itu ada di Xinzheng, maka rasanya tak salah jika mengatakan Xinzheng layaknya sebuah museum berwujud kota kecil. Mulai dari melihat replika dunia di&amp;nbsp;&lt;i&gt;SIAS International University&lt;/i&gt;, sampai dengan mengenang kembali awal peradaban Cina di&amp;nbsp;&lt;i&gt;Huang Di Gu Li&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Shi Zu Shan&lt;/i&gt;. Semua bisa di lihat dengan menjelajahi Xinzheng, bagaikan penjelajahan di dalam museum. Walaupun letaknya di&amp;nbsp;&lt;i&gt;"pelosok"&lt;/i&gt;&amp;nbsp;daratan tengah Cina, Xinzheng adalah kota yang pantas untuk dikunjungi; jika bosan dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;keangkuhan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pencakar-pencakar langit dan gemerlap&amp;nbsp;&lt;i&gt;mall-mall&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di kota-kota metropolitan seperti Beijing, Hongkong, dan Shanghai.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tertarik kemari?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;sumber-sumber dan tambahan referensi:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.xinzheng.gov.cn/html/20080620/437307.html"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://www.xinzheng.gov.cn/&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Xinzheng"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Xinzheng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://en.sias.edu.cn/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.sias.edu.cn/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Huangdi"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Huangdi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wu_Xing"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Wu_Xing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Sovereigns_and_Five_Emperors"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Three_Sovereigns_and_Five_Emperors&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://baike.baidu.com/view/27080.htm"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://baike.baidu.com/view/27080.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zheng_(state)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zheng_(state)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zhou_Dynasty"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zhou_Dynasty&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Qin_Dynasty"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Qin_Dynasty&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_China#Imperial_era"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_China#Imperial_era&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Warring_States_Period"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Warring_States_Period&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;gambar-gambar:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.chinahighlights.com/image/map/province/henan-s.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://www.chinahighlights.com/image/map/province/henan-s.jpg&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.map-china.com/henan-s-ow-600x600.gif"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://www.map-china.com/henan-s-ow-600x600.gif&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://matakin.or.id/content/gallery/0056/HuangDi.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://matakin.or.id/content/gallery/0056/HuangDi.jpg&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://imgsrc.baidu.com/baike/pic/item/35e940df7187462c495403d3.jpg"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://imgsrc.baidu.com/baike/pic/item/35e940df7187462c495403d3.jpg&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/ab/Xinzheng_Pagoda.jpg"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/ab/Xinzheng_Pagoda&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;.jpg&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;koleksi pribadiku&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-1369413057179035589?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/1369413057179035589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil_1403.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/1369413057179035589?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/1369413057179035589?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil_1403.html' title='Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 3-habis)'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YYsvwBZEeTA/TigKSHUeHyI/AAAAAAAAAhk/RrB8koYa3kc/s72-c/35e940df7187462c495403d3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0cARX0zfSp7ImA9WhdSEkk.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-4048173542881146006</id><published>2011-07-21T01:26:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T02:37:24.385-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-21T02:37:24.385-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku dan cina'/><title>Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cyibfkq3nUU/TiffIJJu5qI/AAAAAAAAAhQ/mUe56XeL4cc/s1600/HuangDi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-cyibfkq3nUU/TiffIJJu5qI/AAAAAAAAAhQ/mUe56XeL4cc/s200/HuangDi.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di kota mana pun di Cina, sepertinya keberadaan&amp;nbsp;&lt;i&gt;alun-alun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;merupakan suatu keharusan, tak terkecuali di kota ini. Sekitar 3 kilometer di sebelah barat SIAS terdapat sebuah &lt;i&gt;alun-alun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;besar.&amp;nbsp;Mungkin sekilas hanyalah sebuah arena terbuka biasa yang setiap sorenya dikunjungi banyak orang untuk melakukan berbagai aktivitas. Tak berbeda dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;alun-alun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lainnya. Namun siapa sangka,&amp;nbsp;&lt;i&gt;alun-alun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini berkaitan erat dengan sejarah peradaban bangsa Cina. Ya, bangsa Cina secara keseluruhan, tak peduli suku&amp;nbsp;&lt;i&gt;Han&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Hui&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Zhuang&lt;/i&gt;, ataupun suku-suku lainnya di Cina. Disinilah peradaban bangsa Cina yang kita lihat saat ini berawal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: italic; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8sr5u80zg3E/TifgBaOHdPI/AAAAAAAAAhU/jdRE2GdP2W8/s1600/DSCN0547.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-8sr5u80zg3E/TifgBaOHdPI/AAAAAAAAAhU/jdRE2GdP2W8/s400/DSCN0547.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;Alun-alun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;ini dikenal dengan nama&amp;nbsp;&lt;i&gt;Huang Di Gu Li&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="ZH-CN" style="font-family: 宋体; line-height: 115%;"&gt;黄帝故里&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;), yang berarti&amp;nbsp;&lt;i&gt;"Kampung Halaman Kaisar Kuning"&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;Kaisar Kuning yang dimaksud adalah seorang yang bernama&amp;nbsp;&lt;i&gt;Gongsun Xuanyuan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="ZH-CN" style="font-family: 宋体; line-height: 115%;"&gt;公孙轩辕&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;), seorang kaisar yang memerintah di daerah yang saat ini kita sebut dengan Cina pada masa 2696-2598 SM. Kaisar Kuning merupakan salah satu raja di masa&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tiga Penguasa Lima Kaisar&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="ZH-CN" style="font-family: 宋体; line-height: 115%;"&gt;三皇五帝&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;san huang wu di&lt;/i&gt;); masa yang diyakini sebagai masa paling kuno dalam sejarah peradaban Cina. Kaisar Kuning sendiri mendapatkan gelar&amp;nbsp;Kuning&amp;nbsp;dikarenakan pada masa ia berkuasa, unsur tanah dari lima unsur utama (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span lang="ZH-CN" style="font-family: 宋体; line-height: 115%;"&gt;五行&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;wu xing&amp;nbsp;~&amp;nbsp;kayu, api, tanah, besi, air&amp;nbsp;dalam konsep Taoisme&lt;/i&gt;) merupakan yang paling dominan, dan unsur tanah lekat dengan warna kuning. Setiap tahunnya saat musim semi, kota Xinzheng menjadi tuan rumah dari acara penghormatan bagi sang Kaisar sebagai pendiri peradaban bangsa Cina. Dan tepat di&amp;nbsp;&lt;i&gt;alun-alun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini akan penuh sesak oleh lautan manusia dikarenakan acara tersebut akan dihadiri oleh para pejabat teras Republik Rakyat Cina, masyarakat Cina dari berbagai penjuru negeri, bahkan ada pula &lt;i&gt;chinese overseas&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang sengaja&amp;nbsp;pulang kampung&amp;nbsp;hanya untuk menghadiri acara ini. Lebih lagi, seluruh stasiun TV utama di Cina akan menyiarkan secara langsung acara ini. Melihat ini membuatku berpikir, betapa pentingnya peran sang Kaisar sebagai&amp;nbsp;leluhur&amp;nbsp;bagi bangsa Cina. Aku pun bertanya pada diriku sendiri, &lt;i&gt;siapakah leluhur orang Indonesia?&lt;/i&gt; Aku pun tak pernah tahu siapa. Namun jika kita bertanya pada orang Cina, mereka dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;mantap&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan menjawab: "&lt;i&gt;Huang Di!&lt;/i&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0OUG8oGhd58/Tifgg2pSmMI/AAAAAAAAAhY/rOn2DZXcc_8/s1600/DSCN0593.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-0OUG8oGhd58/Tifgg2pSmMI/AAAAAAAAAhY/rOn2DZXcc_8/s400/DSCN0593.JPG" width="287" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-47fA3gjHlyc/TifhDbHbGLI/AAAAAAAAAhc/dCzOYuN1ekQ/s1600/DSCN0622.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-47fA3gjHlyc/TifhDbHbGLI/AAAAAAAAAhc/dCzOYuN1ekQ/s400/DSCN0622.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;Tahun 2011 ini, acara penghormatan tersebut jatuh pada tanggal 5 April, dan aku pun berkesempatan untuk datang ke sana, walaupun tak mengikuti acara penghormatan resminya dikarenakan acara tersebut hanya untuk undangan terbatas. Alhasil, setelah acara resmi selesai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Huang Di Gu Li&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menjadi penuh sesak oleh manusia. Banyak orang yang ingin naik ke panggung utama, tempat dimana patung Kaisar berada untuk berdo'a memuja sang Kaisar. Di tengah-tengah arena acara berdirilah replika pohon berdaun lebat yang keseluruhannya berwarna kuning emas sebagai lambang sang Kaisar dalam membangun peradaban Cina. Sayangnya saat pergi ke acara ini salah seorang teman yang pergi bersamaku&amp;nbsp;&lt;i&gt;kecopetan&lt;/i&gt;, namun&amp;nbsp;&lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sekitar seminggu setelahnya seorang ibu berbaik hati mengembalikannya pada teman ku. Ibu tersebut mengatakan bahwa ia menemukan dompet temanku di depan tokonya di hari acara penghormatan. Walau sejumlah uang tunai raib, namun surat-surat penting~&lt;i&gt;terutama paspor~&lt;/i&gt;kembali dengan selamat.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Alhamdulillah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4cBWJIn9mWc/TifhpjkqmOI/AAAAAAAAAhg/2Nf8qXLYSbE/s1600/DSCN0607.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-4cBWJIn9mWc/TifhpjkqmOI/AAAAAAAAAhg/2Nf8qXLYSbE/s400/DSCN0607.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(bersambung)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-4048173542881146006?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/4048173542881146006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil_21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/4048173542881146006?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/4048173542881146006?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil_21.html' title='Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 2)'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cyibfkq3nUU/TiffIJJu5qI/AAAAAAAAAhQ/mUe56XeL4cc/s72-c/HuangDi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0cGQHY-fyp7ImA9WhdSEkk.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-4790704732559626457</id><published>2011-07-21T00:57:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T02:37:01.857-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-21T02:37:01.857-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku dan cina'/><title>Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-v2wee6-ftgg/TifLCAK3jKI/AAAAAAAAAgo/Pz7oGyxevFk/s1600/DSCN0060.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-v2wee6-ftgg/TifLCAK3jKI/AAAAAAAAAgo/Pz7oGyxevFk/s320/DSCN0060.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cina. Mendengar atau melihat kata itu, yang terbayang di pikiran mungkin Tembok Besar Cina, kota Beijing, Shanghai, Hongkong, kota judi Makau; atau mungkin terbersit Jackie Chan, Jet Li, Andy Lau, dan bintang-bintang laga top lainnya. Aku pun memiliki pikiran dan membayangkan hal serupa sebelumya. 6 bulan lalu tersiarlah pengumuman di kampus bahwa aku lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa belajar bahasa Mandarin selama 2 semester ke Cina. 3 bulan setelahnya aku pun berangkat bersama kedua temanku sesama penerima beasiswa. Sebelum sampai di kota tujuan kami, pesawat kami transit di kota Guangzhou. Aku sering mendengar kabar tentang kota ini. Nama kota ini sering disebut di koran ataupun media-media lainnya di tanah air. Setahuku Guangzhou juga termasuk salah satu kota besar dan modern di Cina. Saat menunggu di Baiyun Int'l Airport Guangzhou, aku berpikir, seperti apakah Xinzheng, kota tempatku nanti tinggal dan belajar? Dan 2 jam setelah &lt;i&gt;take off&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari Guangzhou, kami pun tiba di Zhengzhou Xinzheng Int'l Airport. Sekitar 30 menit perjalanan dengan mobil, sampailah kami di kota tujuan kami, kota Xinzheng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Xinzheng? Di bagian Cina manakah kota ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1G5soDS7KZY/TifSK6Ml-EI/AAAAAAAAAg0/O6Sq4tM5E9o/s1600/DSCN0061.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://3.bp.blogspot.com/-1G5soDS7KZY/TifSK6Ml-EI/AAAAAAAAAg0/O6Sq4tM5E9o/s320/DSCN0061.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Xinzheng merupakan kota kecil setingkat kota-kabupaten yang merupakan bagian dari wilayah Zhengzhou di provinsi Henan, Republik Rakyat Cina. Kalau di misalkan dengan kota di Indonesia, Xinzheng mungkin seperti Bantul di Yogyakarta, Banyuwangi di Jawa Timur, ataupun Tabanan di Bali. Sebuah kota kecil yang tak pernah aku dengar gaungnya. Kota yang biasa saja, tak banyak ada gedung menjulang tinggi, pencakar langit nihil disini. &lt;i&gt;Mall&lt;/i&gt;? Seingatku cuma ada 2 tempat di Xinzheng yang bisa di sebut &lt;i&gt;mall&lt;/i&gt;. Itupun salah satunya lebih suka ku menyebutnya dengan swalayan. Restoran cepat saji sekelas &lt;i&gt;KFC&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saja pun baru membuka satu &lt;i&gt;outlet&lt;/i&gt;-nya di Xinzheng akhir bulan lalu. Lalu apa daya tariknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eeNidqNQmjI/TifR0bwx5jI/AAAAAAAAAgw/uY53SOFOkX4/s1600/henan-s-ow-600x600.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-eeNidqNQmjI/TifR0bwx5jI/AAAAAAAAAgw/uY53SOFOkX4/s320/henan-s-ow-600x600.gif" width="296" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6XitBzhfL90/TifRy_f6yTI/AAAAAAAAAgs/jGr2BS5e7Yk/s1600/henan-s.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="280" src="http://2.bp.blogspot.com/-6XitBzhfL90/TifRy_f6yTI/AAAAAAAAAgs/jGr2BS5e7Yk/s320/henan-s.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--0HNTg_3e4Q/TifWMWh5HQI/AAAAAAAAAg4/u8VUPQkAjjo/s1600/DSCN0306.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/--0HNTg_3e4Q/TifWMWh5HQI/AAAAAAAAAg4/u8VUPQkAjjo/s320/DSCN0306.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DJIQy77_FYE/TifW3lqGlTI/AAAAAAAAAhA/wHViNLtnjOw/s1600/DSCN0259.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://2.bp.blogspot.com/-DJIQy77_FYE/TifW3lqGlTI/AAAAAAAAAhA/wHViNLtnjOw/s320/DSCN0259.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Di kota ini berdiri &lt;i&gt;SIAS International University&lt;/i&gt;. Di universitas ini pula lah tempatku tinggal dan menuntut ilmu. &lt;i&gt;Hanya universitas? Apa menariknya? Banyak universitas di luar sana. &lt;/i&gt;Tunggu dulu.&amp;nbsp;Berdiri di tengah kampus SIAS serasa berdiri di berbagai tempat dunia. Melalui proyek ambisius sang &lt;i&gt;founder&lt;/i&gt;, universitas ini mencoba membawa dunia ke tengah-tengah keheningan kota Xinzheng yang sehening wilayah pedesaan. Saat aku berada di sini untuk pertama kalinya, aku sendiri pun takjub. Banyak bangunan kampus yang dibangun dengan gaya arsitektur dunia. Di sini bisa kita temukan asrama mahasiswa berwujud seperti bangunan di &lt;i&gt;Moscow Red Square&lt;/i&gt;;&amp;nbsp;ada juga asrama lainnya yang dibangun dengan gaya arsitektur Spanyol, lengkap dengan &lt;i&gt;plaza&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan kolam patungnya. Ada gedung administrasi kampus yang dibangun dengan gaya berbeda di sisi depan dan belakangnya, sisi depan yang menghadap kota dibangun menyerupai bangunan di Lapangan Tiananmen Beijing, dan sisi lainnya yang menghadap ke dalam kampus dibangun menyerupai Gedung Putih di kota Washington D.C. Di sisi lain kampus juga terdapat &lt;i&gt;pedestrian street&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bernama &lt;i&gt;European street&lt;/i&gt;, dengan pertokoan di kanan-kiri jalan seperti layaknya suasana pertokoan di negara-negara Eropa. Di dekatnya terdapat &lt;i&gt;Italian Square&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang dibangun layaknya &lt;i&gt;piazza&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di Italia, lengkap dengan patung-patung &lt;i&gt;Hellenism&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di sekelilingnya. Tak jauh dari &lt;i&gt;Italian Square&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dibangun arena panggung pertunjukan terbuka layaknya &lt;i&gt;amphitheatre&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di zaman Romawi. Di universitas ini pula lah konsentrasi tenaga pengajar asing termasuk yang terbanyak di Cina. Setiap tahunnya kira-kira lebih dari 100 &lt;i&gt;foreign teacher&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mengajar di SIAS. Jujur saja aku heran melihat bendera RRC dan Amerika Serikat dengan damai disandingkan dan dibanggakan satu sama lain di sini jika mengingat &lt;i&gt;background&lt;/i&gt;&amp;nbsp;masing-masing negara. Bahkan saat acara-acara besar berlangsung lagu kebangsaan RRC dan Amerika Serikat saling diperdengarkan. Karena itulah setiap sore hari, terutama di hari-hari libur, SIAS menjadi ramai oleh pengunjung seakan-akan SIAS adalah sebuah obyek wisata. Dan bagi warga Xinzheng mungkin berlaku seperti ini: &lt;i&gt;"Ingin melihat dunia, datanglah ke SIAS!"&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n9PSJ1P5bqY/TifZO5EzEPI/AAAAAAAAAhE/NHW1NCYd7M4/s1600/DSCN0152.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/-n9PSJ1P5bqY/TifZO5EzEPI/AAAAAAAAAhE/NHW1NCYd7M4/s320/DSCN0152.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bqZ5erRnYJw/TifaarbAaaI/AAAAAAAAAhI/5gEH_k6bC5M/s1600/DSCN0229.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-bqZ5erRnYJw/TifaarbAaaI/AAAAAAAAAhI/5gEH_k6bC5M/s320/DSCN0229.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-O8udpQId7JU/TifbKqjPp7I/AAAAAAAAAhM/OSzqOuJF8CY/s1600/DSCN0213.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-O8udpQId7JU/TifbKqjPp7I/AAAAAAAAAhM/OSzqOuJF8CY/s320/DSCN0213.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;(bersambung)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-4790704732559626457?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/4790704732559626457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/4790704732559626457?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/4790704732559626457?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/xinzheng-museum-berwujud-kota-kecil.html' title='Xinzheng: Museum Berwujud Kota Kecil (bagian 1)'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v2wee6-ftgg/TifLCAK3jKI/AAAAAAAAAgo/Pz7oGyxevFk/s72-c/DSCN0060.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkEERHcyeSp7ImA9WhdSE0g.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-5990268072390763398</id><published>2011-07-20T05:09:00.000-07:00</published><updated>2011-07-22T09:03:25.991-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-22T09:03:25.991-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah kecil'/><title>Sebuah Awal? ~Ibukota Negara, Atlas dan Pilot~</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Al8HJ9y_lWE/TibDYAyg7LI/AAAAAAAAAgc/BLyXlo-IdFQ/s1600/atlas3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Al8HJ9y_lWE/TibDYAyg7LI/AAAAAAAAAgc/BLyXlo-IdFQ/s320/atlas3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manusia pastilah mempunyai cita-cita, entah sekecil apa pun bentuk cita-cita tersebut. Aku pun tak luput dari hal itu. Cita-citaku di masa kecil (mungkin bisa disebut dengan cita-cita pertama) adalah menjadi seorang pilot. Ya, pilot; pilot pesawat terbang. Biasa saja mungkin, karena menjadi pilot adalah cita-cita yang lazim diucapkan oleh anak-anak sepertiku. Namun bukan tanpa alasan aku bercita-cita seperti itu. Menjadi pilot pesawat terbang berarti memiliki kesempatan menerbangkan pesawatnya ke mana saja dengan pesawat yang dikemudikannya. Itukah alasannya? Semua anak yang bercita-cita menjadi pilot sepertinya memiliki alasan yang sama. Lalu adakah alasan khusus aku bercita-cita seperti itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke masa dimana aku masih berumur 6 tahun. Saat itu aku masih tinggal di sebuah kota kecil di kawasan Indonesia timur, sebuah kota pelabuhan yang menjadi ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur: kota Kupang. Tempat di mana aku dilahirkan; kota yang sederhana, tak banyak hingar-bingar kehidupan mewah disini. Gedung-gedung tinggi pun jarang, dan saat itu gedung yang paling tinggi yang pernah ku temui hanyalah Gedung Keuangan Negara (GKN) setinggi 5-6 lantai (aku agak lupa), dan di gedung tersebut juga lah pertama kalinya aku merasakan naik&amp;nbsp;&lt;i&gt;elevator/lift&lt;/i&gt;. Naik&amp;nbsp;&lt;i&gt;lift&lt;/i&gt;, salah satu bentuk kemewahan yang hanya bisa aku lihat lewat serial&amp;nbsp;&lt;i&gt;Si Doel Anak Sekolahan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang populer di layar kaca saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, pamanku yang saat itu tinggal di Bali mengunjungi kami di Kupang. Beliau pribadi yang baik dan menjadi favorit para keponakannya, karena di setiap kunjungannya selalu membawa banyak oleh-oleh dan &lt;i&gt;royal &lt;/i&gt;dalam memberikan kami uang &lt;i&gt;sangu&lt;/i&gt;&amp;nbsp;:p. Saat itu, di antara banyak oleh-oleh yang dibawanya, ada satu yang menarik perhatianku. Beberapa lembar karton yang masing-masing memiliki warna yang berbeda dan di &lt;i&gt;jepret&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan &lt;i&gt;staples&lt;/i&gt;&amp;nbsp;menjadi satu. Di setiap lembarannya memiliki berbagai bacaan yang saat itu belum aku pahami, bahkan ada lembaran yang bergambar tengkorak manusia yang menurutku mengerikan (waktu itu suka nonton film horor China di TV). “Ini apa?" dengan polosnya ku bertanya, "Oh, itu bacaan ringan, beli di kereta api waktu pulang ke Jawa (beliau memang orang Jawa). Itu rangkuman pelajaran buat anak kelas 6 SD, bagus itu, kalau kamu mau, baca &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;" jawab pamanku. Saat itu aku memang sudah bisa membaca, namun saat itu aku masih duduk di bangku kelas 1 SD. Namun karena penasaran, tetap saja aku ambil "lembaran-lembaran karton" itu sambil bertanya lagi pada pamanku, "Ini buatku &lt;i&gt;aja ya&lt;/i&gt;!". &amp;nbsp;Pamanku menjawab, "Ambil &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku coba-coba membaca lembar demi lembar, ada angka-angka matematika yang ku kenal, namun bersamaan dengan itu ada simbol-simbol aneh lain yang di kemudian hari aku kenal dengan rumus luas-keliling lingkaran, prisma dan sebagainya. Lalu ada gambar tengkorak dan bagian-bagiannya, yang kelak aku pelajari dalam biologi di bangku SMP. Ada juga lembaran khusus yang memuat bahasa Inggris, ada beberapa kata yang aku kenal sedikit-sedikit, karena waktu itu aku sudah hafal di luar kepala tembang&amp;nbsp;&lt;i&gt;My Heart Will Go On &lt;/i&gt;milik &lt;i&gt;Celine Dion&lt;/i&gt;. Kenapa bisa? Karena waktu itu entah mengapa aku lupa, ada &lt;i&gt;CD&lt;/i&gt; penyanyi-penyanyi barat di rumah dan sering iseng ku putar. Entah mengapa juga aku menyukai lagu nomor 2 di &lt;i&gt;list&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;ya &lt;/i&gt;lagu &lt;i&gt;Celine Dion &lt;/i&gt;tadi, dan mulai ku sering mengikuti alunan suara merdu&amp;nbsp;&lt;i&gt;mbak Celine&lt;/i&gt; melalui &lt;i&gt;lyric cover-&lt;/i&gt;nya walaupun tak tahu artinya, dan pada akhirnya menjadi &lt;i&gt;hafidz &lt;/i&gt;(lol).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke "lembaran-lembaran karton" tadi, ada satu lembar biru yang menarik perhatianku. Di judulnya tertulis "&lt;i&gt;Daftar Ibukota Negara-negara di Dunia&lt;/i&gt;". Saat itu, aku hanya tahu ibukota negara tempat aku dilahirkan adalah Jakarta. Serial &lt;i&gt;Si Doel Anak Sekolahan kan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di Jakarta, begitu pikir ku.&amp;nbsp;Dengan membatin ku membaca satu per satu, banyak kata yang sulit aku lafalkan. Walau begitu, setiap kali ada waktu aku suka membaca kembali daftar panjang itu, hingga pada akhirnya saat aku kelas 2 SD, aku sudah menghapal seluruh ibukota negara di benua Australia (karena cuma ada satu negara) dan Amerika, serta sebagian besar ibukota negara di benua Eropa dan Asia. Waktu itu aku masih kesulitan menghafal ibukota-ibukota negara di benua Afrika. Membingungkan nama-nama ibukotanya, begitu pikirku. Setelah itu, timbul pertanyaan: "&lt;i&gt;Di mana negara-negara ini berada?&lt;/i&gt;". Suatu ketika aku bertanya pada ayahku dimana letak negara-negara ini, beliau hanya menjawab kalau Indonesia bertetangga dengan Malaysia, Singapura, dan Australia. Yang lainnya beliau tak begitu tahu dimana. Namun beliau berjanji ia akan menunjukkan ku sesuatu esok harinya. Aku pun hanya mengangguk tanda setuju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Esok harinya sepulang kerja, selain membawakan majalah anak-anak favoritku (aku memang suka membaca salah satu majalah anak-anak waktu itu), beliau juga membawa buku lebar berwarna hijau dan bergambar bola bumi di sampulnya: "Atlas Indonesia dan Dunia". Itulah yang tertulis di sampulnya. Ayahku memberikan buku itu padaku dan berkata, "Di sinilah jawaban pertanyaanmu yang kemarin". Setelah beliau mandi dan menikmati makan malam, beliau mendekatiku yang sedang asyik memandangi gambar &lt;i&gt;7 Keajaiban Dunia&lt;/i&gt; di salah satu halaman atlas tadi, dan beliau memintaku membuka dari awal halaman. Di salah satu awal halaman beliau menunjukkan inilah negara dimana kita tinggal. Indonesia. Sudah sering ku lihat gambar ini tergantung di dinding kelas, walau tak terlalu ku perhatikan. Beliau menunjukkan padaku letak ibukota Jakarta, dan kota Kupang. Letaknya berjauhan di gambar ini, pikirku. Saat aku mengutarakannya pada ayah beliau pun tersenyum dan berkata, "tentu saja, bisa 5 hari naik kapal dari pelabuhan Tenau (nama pelabuhan laut di Kupang-red)". Dalam batin ku berpikir, "jauh &lt;i&gt;banget&lt;/i&gt;!" Kami pun melanjutkan &lt;i&gt;petualangan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kami di atas lembaran atlas, dan beliau pun menunjukkan letak negara-negara tetangga Indonesia, dan kami pun mencari letak negara-negara yang kuingat dari hafalan ku di halaman lainnya. Setelah malam semakin larut dan kantuk sudah sangat membebani mata, kami pun mengakhiri acara &lt;i&gt;jalan-jalan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah selimut, kantukku hilang entah kemana. Aku mulai membayangkan atlas yang kubuka bersama ayah tadi. Lalu aku teringat lagi gambar-gambar di halaman &lt;i&gt;7 Keajaiban Dunia&lt;/i&gt;. Di suatu tempat di bumi ini terdapat tempat-tempat menarik minatku seperti Menara Miring Pisa, Tembok Besar China, Piramida Mesir, dan sebagainya seperti yang tercantum di halaman tersebut. Ingin sekali ku pergi ke sana, menikmati keindahannya dengan kelima panca indera-ku secara langsung. Tiba-tiba aku teringat dengan profesi seorang pilot pesawat terbang. Alangkah beruntungnya bila menjadi pilot, pikirku. Bisa kemana saja, bisa pergi ke negara-negara lain dan bisa mengunjungi 7 Keajaiban Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu pula, sebelum ku terlelap tidur, aku memutuskan untuk bercita-cita menjadi seorang pilot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sumber gambar:&amp;nbsp;http://www.dicts.info/img/ud/atlas3.jpg&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-5990268072390763398?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/5990268072390763398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/sebuah-awal-ibukota-negara-atlas-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/5990268072390763398?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/5990268072390763398?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/sebuah-awal-ibukota-negara-atlas-dan.html' title='Sebuah Awal? ~Ibukota Negara, Atlas dan Pilot~'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Al8HJ9y_lWE/TibDYAyg7LI/AAAAAAAAAgc/BLyXlo-IdFQ/s72-c/atlas3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;A0IAR346eyp7ImA9WhdSEU4.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6670094747298044870.post-8397944439759589361</id><published>2011-07-19T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-19T22:25:46.013-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-07-19T22:25:46.013-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buah pikiran'/><title>sekapur sirih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis"&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bO0LZee98dM/TiZkM7yLpSI/AAAAAAAAAgE/TnwI-BLLc80/s1600/writing-pencil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://2.bp.blogspot.com/-bO0LZee98dM/TiZkM7yLpSI/AAAAAAAAAgE/TnwI-BLLc80/s200/writing-pencil.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah kutipan dari ulama besar Islam, Imam al-Ghazali yang menyentak batinku saat aku iseng&amp;nbsp;&lt;i&gt;browsing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di internet. Sebuah kalimat yang sederhana, namun dalam maknanya. Ku sadari, aku bukanlah anak seorang raja atau ulama, atau mungkin bukanlah seorang anak pejabat atau pengusaha; aku juga bukanlah anak dari keluarga yang berada. Lalu apa hubungannya dengan menjadi seorang penulis?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Lagi-lagi hal ini memaksaku untuk berpikir; seringkali waktuku ku gunakan untuk berpikir, berpikir dengan keras, dan terkadang aku tak menyadari banyak hal yang lebih penting untuk aku pikirkan. Bukan menjadi anak seorang raja, ulama, atau orang-orang 'teras' lainnya berarti hidupku ke depannya masih belum jelas. Mengapa? Apa berarti menjadi anak seorang raja ataupun ulama tujuan hidupmu menjadi jelas? Memang itu bukan menjadi ukuran mutlak, dan aku juga yakin belum tentu menjadi seorang anak raja tujuan hidupmu menjadi jelas. Namun jika kita lihat dari sisi yang lain, seorang raja kelak akan mewariskankan tahtanya kepada anaknya, begitu pula ulama besar yang senantiasa mendidik anaknya dengan baik sehingga kelak anaknya dapat meneruskan perjuangannya menegakkan agama (ini konteks ulama di masa lalu, khususnya pada zaman al-Ghazali; sekarang sudah tak terlalu relevan lagi). Begitu pula jika aku anak seorang pejabat ataupun pengusaha kaya, walaupun aku cuma &lt;i&gt;berleha-leha&lt;/i&gt; namun aku juga bakal 'kecipratan' nikmat kerja keras orang tua ku; walaupun dalam jangka panjang hal ini juga tak menjamin terus begitu keadaannya. Nah, bagaimana dengan ku yang anak dari keluarga biasa dan juga anak dari orang tua yang bukanlah seorang terkenal lagi terpandang, bukanlah seorang kaya lagi ternama?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ciptakan sendiri jalan hidup. Ya, sepertinya itulah yang sebaiknya ku lakukan. Tak ada yang menjamin jalan hidupku selain diriku sendiri. Mungkin itulah yang ingin disampaikan Imam al-Ghazali. Jadilah seorang 'penulis'. Penulis jalan hidupmu sendiri, bukan hanya menjadi 'pembaca' yang hanya menikmati 'karya' orang lain. Dan aku disini, di blog ini, aku ingin benar-benar menulis sembari menggoreskan pena lain di tanganku untuk 'menulis' jalan hidupku. Menulis apa saja yang ada di batinku, menumpahkan apa saja yang tak mampu ku ungkapkan dengan barisan kalimat, entah itu pengalaman atau mungkin hanya sekadar curahan pikiran. Mungkin saja dengan menjadi seorang penulis, walau hanya di sebuah blog yang belum tentu nantinya populer lagi belum tentu sering di-&lt;i&gt;update, &lt;/i&gt;belum lagi dengan &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ku yang naik-turun,&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ku harap aku mampu 'menuliskan' jalan hidupku. &lt;i&gt;Bismillah&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi kutipan, kali ini anonim, yang menguatkan keinginanku:&lt;br /&gt;
"&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Jika kau ingin bermanfaat bagi satu generasi jadilah guru, tapi bila kau ingin bermanfaat bagi banyak generasi jadilah penulis.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak nama-nama di luar sana yang menjadi besar setelah menjadi penulis. Apa aku ingin menjadi seperti mereka? Jawabannya bisa 'Ya' dan bisa juga 'Tidak'. Aku hanya ingin menulis. Menyampaikan apa yang ada di benakku melalui tulisan. Itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;sumber gambar:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.buylocaltoner.com/Images/writing-pencil.jpg"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;http://www.buylocaltoner.com/Images/writing-pencil.jpg&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6670094747298044870-8397944439759589361?l=oddlifes.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oddlifes.blogspot.com/feeds/8397944439759589361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/sekapur-sirih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/8397944439759589361?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6670094747298044870/posts/default/8397944439759589361?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oddlifes.blogspot.com/2011/07/sekapur-sirih.html' title='sekapur sirih'/><author><name>fuyufahri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03446370476770195036</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='10045261992031265772'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-bO0LZee98dM/TiZkM7yLpSI/AAAAAAAAAgE/TnwI-BLLc80/s72-c/writing-pencil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>