<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-11662781</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:25:28 +0000</lastBuildDate><category>sports</category><category>National Politics</category><category>People</category><category>Soccer World Cup photos</category><category>Greater Jakarta</category><category>Notes</category><category>business</category><category>SEA Games</category><category>Pictures</category><category>Art</category><category>entertainment</category><category>Song</category><category>music</category><category>2010 Guangzhou Asian Games</category><category>East Timor</category><category>My Poems</category><category>environment</category><category>Health</category><category>Rote</category><category>Feature story</category><category>Soccer World Cup news</category><category>Journalism</category><category>Soccer</category><category>heritage</category><category>history</category><category>Education</category><category>Odd</category><category>Media</category><category>Military</category><category>Culture</category><category>religion</category><category>PhotoJournalism</category><category>Microcredit</category><category>Review</category><category>exhibition</category><category>Children</category><category>Peranakan</category><category>Poll</category><category>creative industry</category><category>disaster</category><category>Bird Flu</category><category>Know How</category><category>Kupang</category><category>Science</category><category>Film</category><category>Maps</category><category>Migrant Worker</category><category>My sketches</category><category>Obituary</category><category>Opini</category><category>Research</category><category>Sabu</category><category>Unpublished</category><title>Tuahopo.com</title><description>One afternoon, on a visit to his family, he had summoned up the courage to tell his father that he didn&#39;t want to become a priest. That he wanted to travel.</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>613</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-9219157988037860528</guid><pubDate>Wed, 12 Feb 2014 16:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-12T17:57:30.819+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Mengapa Orang Menjadi Fundamentalis?</title><description>&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Kata &#39;fundamentalisme&#39; aslinya digunakan untuk sebuah trend khusus dalam Protestantisme Amerika yang di dalam berhadapan dengan segala adaptasi-adaptasi modern dan liberal dari gereja, mencoba kembali ke dasar-dasar (fundamentals) alkitabiah dari iman Kristen:yaitu kepada dasar-dasar iman yang diinterpretasikan dalam cara yang sangat lepas atau sewenang-wenang. Dalam perkembangan selanjutnya, sympton fundamentalis ini dan perkembangan -perkembangan yang mirip-mirip seperti gerakan di dalam Protestantisme ini kemudian dapat ditemukan juga di dalam gereja Katholik dan Ortodox Timur. Kemudian kata ini juga telah ditransfer ke dalam kecendrungan-kecendrungan reaksioner dalam Islam dan Yudaisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Menurut theolog Protestant dan Katholik asal Jerman,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Jurgen Moltman&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Hans Kung&lt;/strong&gt;, meluasnya fundamentalisme dalam berbagai agama ini menjadi alasan yang cukup untuk melihat dimensi ekumenikal dari masalah ini secara lebih serius dan mendalam. (&lt;strong&gt;Moltman&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Kung&lt;/strong&gt;,&lt;em&gt;Fundamentalism as an Ecumenical Challenge&lt;/em&gt;,SCM London, 1992, hl.vii, 106-115).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Fundamentalisme bisa dipandang dari berbagai segi: theologis, psikologi sosial, psikiatrik, sosial. Fundamentalisme dalam setiap agama juga punya karakterisitik tersendiri sesuai dengan perkembangan sejarah dan unsur-unsur yang mempertautkannya. Fundamentalisme Kristen protestan tidak bisa dibahas sama dengan fundamentalisme katholik,Islam atau Yahudi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Yang menarik adalah bahwa dari segi psikologi sosial fundamentalisme dilihat sebagai konsekwensi dari alienasi atau keterasingan [&lt;strong&gt;C.Jaggi&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;and&amp;nbsp;&lt;strong&gt;D Krieger&lt;/strong&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Fundamentalism: A Phenomenon of the Present, Zurich, 1991&lt;/em&gt;]. Buku ini membicarakan antara yang dimaksudkan dengan alienasi adalah &#39;isolasi personal&#39;, &#39;marjinalisasi sosial&#39;, &#39;kehilangan akar etis dan kultural&#39; atau bahkan secara lebih umum kehilangan keberlanjutan historis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Pengalaman-pengalaman ini kemudian bertemu atau bertabrakan dengan hasrat akan kepastian, dengan hasrat akan kebenaran &#39;yang sejati&#39;, dengan hasrat akan gambaran yang lebih stabil tentang dunia. Dengan hasrat-hasrat ini orang merindukan figur-figur pemimpin yang mengetahui jalan yang benar dan dengan demikian mempunyai hak penuh untuk memerintahkan penolakan total.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Jadi fundamentalisme dimengerti sebagai usaha untuk mengatasi sebuah kegelisahan existensial yang mendalam dan sebuah &quot;kekuatiran akan konflik&quot;. Di sini kategori psikologis sperti &quot;regresi&quot; atau konseptualitas &#39;Ego/Superego&#39; nya kaum Freudian berlaku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Jika kita ingin melihat fundamentalisme secara lebih kritis, kita tidak bisa menghindar untuk menekankan pentingnya dasar-dasar untuk kehidupan manusia. Kita membutuhkan dasar-dasar untuk bisa hidup secara lebih kreatif. Tanpa keamanan dan perlindungan dari orang tua dan rumah, perkembangan yang sehat dari emosi-emosi dan kapasitas kita menjadi terhambat. Kekuatan fisik, intelektual dan emosional kita didasarkan pada dasar-dasar cinta, perhatian dan kepercayaan (trust).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Hal ini juga berlaku dalam sebuah pengertian yang lebih trans-personal. Komunitas-komunitas, klan-klan dan masyarakat membutuhkan sejarah mereka - dalam hal ini tradisi-tradisi, ritus, pemujaan-pemujaan,- agar dapat exist secara lebih creative dan lebih kondisi yang lebih berimbang dan untuk melihat ke masa depan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Ada satu dimensi yang lebih jauh yaitu kemampuan atau kepercayaan diri manusia untuk berhadapan dengan ketidakekalan dunia. Ada sebuah peribahasa China berbunyi: &quot;negara dan pemerintahan datang dan pergi tetapi gunung-gunung tetap&quot;. Ini adalah sebuah expresi keyakinan akan stabilitas bumi dan waktu. Ekspresi ini juga terdapat dalam Kitab Kejadian 8: 22 : &quot;Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Keyakinan mendasar ini adalah cara paling alami darai manusia untuk berhadapan dengan masalah yang paling menggelisahkan dari keberadaan manusia, yaitu kematian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Hidup yang kreatif dalam segala bentuknya dikembangkan di atas dasar keyakinan akan bumi dan waktu ini. Kreatifitas adalah identitas dalam transisi, sebuah pemberian masa lalu dan transfomasinya ke dalam sesuatu yang baru. Masyarakat-masyarakat, kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama dan singkatnya semua sistem yang hidup, menunjukkan kehidupan mereka dengan cara memampukan diri untuk penerimaan dan transformasi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Tapi apa jadinya jika kepercayaan fundamental terhadap bumi dan waktu menjadi hilang? Apa jadinya jika sebuah proses traumatik mengaburkan penerimaan kreatif akan masa lalu dan menghalangi transformasi atas apa yang telah diwarisi ke dalam sebuah masa depan yang terbuka?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Bilamana kehancuran dalam penerimaan dan transformasi terjadi, di mana seakan &#39;dunia telah berakhir&#39; tanpa ada tatanan baru yang muncul -maka reaksi-reaksi fundamentalisme akan bermunculan. Dengan demikian kita memahami fundamentalisme sebagai sebuah reaksi pathologis terhadap pengalaman berakhirnya dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Butuh contoh?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Fundamentalisme Islam di Indonesia adalah contoh yang bagus untuk dibahas dalam kerangka psikologi sosial di atas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Kita ambil saja contoh FPI atau kelompok-kelompok fundamentalisme Islam yang seakan telah menjadi polisi moral dan mau memaksakan segala aturan menurut ukuran mereka di negara ini. Coba teliti ke dalam organisais mereka, anda akan mendapatkan hard core mereka sebagai orang-orang yang gelisah akan masa depan tetapi sekaligus tidak bisa melihat keberlajutan masa lalu mereka ke masa sekarang. Di alam bawah sadar mereka, mereka merasa Islam sudah gagal, nilai-nilai Islam sedang diserbu oleh nilai modern dan Barat yang mereka anggap kafir sementara mereka tidak bisa menawarkan nilai-nilai Islam untuk diterima secara sukarela oleh semua orang bahkan oleh orang Islam sendiri.Ini konflik yang luar biasa, dan reaksi mereka adalah adalah berusaha menghilangkan konflik itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Itulah jawabannya mengapa mereka begitu aggresive dalam tindakan mereka, dan memaksakan nilai-nilai mereka sendiri. Itu jugalah mengapa mereka membentengi diri mereka dengan cara-cara yang artifisial seperti pakaian dan aturan-aturan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Kalau dilihat komposisi FPI di Jakarta misalnya, kebanyakan adalah kelas bawah dan sedikit kelas menengah. Ada juga sejumlah kalangan atas tapi biasanya special case. Apa artinya ini? artinya memang kelompok inilah yang paling dipinggirkan dalam semua proses modernisasi dan pembangunan yang timpang. Itu jugalah yang menjawab pertanyaan mengapa kelompok fundamentalis ini umumnya muncul dan berkembang pesat di daerah perkotaan. Karena memang isolasi personal, marjinalisasi sosial, kehilangan akar-akar etis dan kultural itu lebih dirasakan dan nampak diperkotaan atau bahkan lebih sering terjadi di perkotaan. Itu juga menjawab pertanyaan mengapa figur prominen dalam FPI adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Arab&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;[kehilangan ke-Arab-an nya setelah sekian lama di Indonesia],&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Betawi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;[mearasa pemilik Jakarta tetapi termajinalisasi dari pembangunan dan modernisasi Jakarta; jadi ingat &quot;Si Doel Anak sekolahan&quot;],&amp;nbsp;&lt;strong&gt;preman, tukang parkir, pengangguran&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;dsb. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Tentu ada variabel-variabel lain yang kait mengait dalam menciptakan atau membuat orang menjadi begitu fundamentalis seperti pendidikan, indoktrinasi agama, kekecewaan akan tatanan sosial yang tidak adil dsb. Itu sebabnya tidak semua preman, tukang parkir, penggangguran, Betawi, Arab di Jakarta adalah fundamentalis. Tetapi pada dasarnya fundamentalisme muncul dari perasaan keterasingan dan alienasi, terputusnya akar-akar historis dan ketidakpastian masa depan. Ini lahan yang paling subur untuk para opportunis untuk menyuburkan fundamentalisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Orang-orang ini -para fundamentalis - sebenarnya adalah orang-orang yang rindu akan kepastian karean hidup mereka sendiri dipenuhi dengan ketidakpastian. Ada satu dua (mungkin die hard-nya) adalah orang-orang yang punya hasrat untuk &#39;kebenaran sejati&#39;. Dan biasanya orang-orang ini akan berbalik 360 derajat kalau mereka menemukan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran yang bertentangan dengan apa yang mereka pegang sekarang. Orang-orang seperti ini biasanya akan membelakangi atau bahkan melawan orang-orang dan organisasi mereka sendiri. Dalam sejarah salah satu contoh orang seperti ini adalah Rasul Paulus. Dia bukan orang jahat pada dasarnya, dia hanya rang yang ingin menegakkan apa yang dia anggap benar tanpa pengetahuan akann sisi lain dari kebenaran. Dan karena iru begitu ia melihat sisi lain, ia berpaling. Contoh lain dalam sejarah gereja di Indonesia adalah KAM Jusuf Roni yang mirip Paulus juga sngat membencio Kristen tapi kemudian berbalik menjadi Kristen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Karena perasaan ketidakpastian yang mendalam, orang-orang ini juga sangat mengaungkan figur pemimpin yang kuat dan mereka anggap punya klaim kebenaran. Itu sebabnya mereka tak akan melihat sisi buruk dari apa yang dilakukan pemimpin mereka. Mereka akan menjustifikasi apapun yang dilakukannya dalam kerangka pengetahuan kebenaran yang mereka miliki. Mereka akan sangat gampang memaki, menuduh dan menyalahkan orang lain yang menghalangi jalan mereka untuk memaksakan nilai-nilai mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;Helvetica Neue&#39;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13.63636302947998px; line-height: 20px;&quot;&gt;
Sebagai bagian dari masayarakat yang teralienasi, prasangka sosial mereka juga sangat tinggi. Tetapi biasanya unsur agamanya lebih menonjol. Itulah sebabnya mengapa FPI dan kelompok-kelompok fundamentalis selalu menciptakan musuh bersama; kalau bukan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Amerika,&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;pasti&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Barat,&lt;/strong&gt;atau&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Kristen&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;atau&lt;strong&gt;&amp;nbsp; China&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2014/02/mengapa-orang-menjadi-fundamentalis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-6915384234902111057</guid><pubDate>Mon, 15 Jul 2013 01:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-15T03:05:05.563+02:00</atom:updated><title>Research Topics for Anthropology</title><description>&lt;a href=&quot;http://classroom.synonym.com/research-topics-anthropology-2580.html&quot;&gt;Research Topics for Anthropology&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/07/research-topics-for-anthropology.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-4584041124854721779</guid><pubDate>Sat, 01 Jun 2013 15:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-01T17:39:05.447+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Cerita tentang manuscript “Potong Kepala” diselamatkan di Bi Naus, Timor</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr0lwUpVgSpvq97aOzFmEf3-LHqeZ4qOdaOrdnn429VFIUU8P-l-bbPixz2QOOpLzczr21soPx-o3jII2I-IBIsn4v2mZaXrGXFQOT0fTxNfVyKlyJjhFHlL_cmrElpBHK3pkH/s1600/DSC_0832.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr0lwUpVgSpvq97aOzFmEf3-LHqeZ4qOdaOrdnn429VFIUU8P-l-bbPixz2QOOpLzczr21soPx-o3jII2I-IBIsn4v2mZaXrGXFQOT0fTxNfVyKlyJjhFHlL_cmrElpBHK3pkH/s400/DSC_0832.JPG&quot; width=&quot;342&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Naskah yang terselamatkan, dan beberapa catatan P Middelkoop.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Tidak banyak orang menulis
tentang bagaimana pratek berburu kepala (&lt;i&gt;headhunting&lt;/i&gt;)
dulu dilakukan oleh orang Timor. Pieter Middelkoop &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;adalah salah satu dari sedikit orang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; yang telah melakukan pencatatan-pencatatan tentang
bagaimana latar belakang dan bagaimana praktek ini dilakukan. Cerita tentang
bagaimana pr&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;ktek ini dilakukan akan saya bahas dalam sebuah paper
yang akan keluar beberapa saat lagi, namun &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;dalam
artikel ini &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;saya hanya ingin
menceritakan sebuah kisah unik bagaimana bahan-bahan yang sangat langka mengenai
praktek ini bisa diselamatkan oleh orang-orang Timor pada zaman pendudukan
Jepang. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Misionaris Pieter Middelkoop yang
sangat di kenal masyarakat Timor Tengah Selatan melakukan melakukan wawancara
terhadap orang-orang yang masih hidup yang pernah melakukan praktek ini sebelum
Perang Dunia Kedua. Sayangnya, Jepang mendarat. Middelkoop ditangkap bersama
keluarganya dan dimasukkan ke Kamp Penahanan Jepang di Pare-Pare, Sulawesi pada
bulan September 1943. Pada bulan Oktober 1944 mereka dipindahkan ke Botjo dan
pada bulan Mei 1945 ke Bolong dekat Makale. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Untunglah sebelum ditangkap di
Timor, Middelkoop telah mengumpulkan semua naskah pentingnya bersama dengan
naskah-naskah tentang “berburu kepala” ini kemudian ia masukan ke dalam kaleng
minyak. Ia percayakan naskah-naskah kepada teman-temannya, orang Kristen di
desa Bi Naus pada 1 Maret 1942. Ia melakukan hal ini karena rumor beredar bahwa
para tentara Jepang akan datang mencari barang-barang berharga yang
ditinggalkan oleh para ‘Oranda’, sebutan terhadap orang Belanda oleh orang
Jepang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Kabar tentang bahan-bahan penting
ini akhirnya sampai juga ke telinga para serdadu Jepang lewat para kolaborator.
Karena ketakutan, para penduduk &amp;nbsp;Bi Naus membuang
sebagian isi dari bahan-bahan ini pada bulan Juni 1945. Ternyata benar, pada
bulan Juli para serdadu Jepang datang mencari. Untung mereka tak menemukan
apa-apa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Pada bulan Agustus 1945 Middelkoop
dilepaskan dan dibawa ke Makasar. Sebenarnya Middelkoop punya kesempatan untuk
memulihkan kesehatan dan kekuataannya di Australia, tapi ia memilih pulang ke
Timor. “We were too eager to go back to Timor to find out whether the contents
of the oil cans had been kept safe,” kata Middelkoop.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Akhirnya Middelkoop dan istrinya mendapatkan penerbangan pertama dari Makasar ke Balikpapan
dan dari sana mereka ke Timor. Mereka tiba di So&#39;e pada tanggal 4 November 1945 dan keesokkan harinya sahabat-sahabatnya dari Bi Naus itupun datang menemuinya.
Mereka mengatakan bahwa arena ketakutan kepada pihak Jepang, mereka telah
membuang isi kaleng itu di suatu tempat. Middelkoop memohon kepada mereka untuk
mencari kembali bahan-bahan sebisa yang mereka temukan. Mereka melakukannya dan
menemukan kembali beberapa bahan yang yang telah bercampur dengan tanah.
Beberapa minggu kemudian hujan turun untuk pertama kalinya di tahun itu, dan
menurut Middelkoop ia dan istrinya telah datang pada saat yang tepat untuk
menyelematkan bahan-bahan itu. Jika seandainya mereka ke Australia untuk
memulihkan kesehatan mereka terlebih dahulu, mungkin bahan-bahan yang telah
dibuang itu tidak terselamatkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Bahan-bahan ini kemudian
diterbitkan oleh Universitas Sydney pada tahun 1963 dalam tiga jilid monograf dengan
judul ‘Head Hunting in Timor and its Historical Implications’. Dalam monograf
yang telah menjadi klasik dalam penelitian tentang Timor ini hanya ada tambahan
satu bahan (Text E) yang dicatat oleh Middelkoop setelah Perang Dunia Kedua. Bahan-bahan
yang lengkap dan bahasa Timor dan terjemahan Inggrisnya ini kemudian secara luas
digunakan oleh para ahli yang pernah menulis tentang Timor seperti Henk Schulte
Nordholt atau Andrew McWilliam dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Dalam pengantar untuk terbitan itu
Middelkoop menulis demikian: “Tak akan pernah saya lupakan bagaimana, pada saat
terkahir saya menuliskan dan membaca kembali naskah pada Text B yang berasal
dari Bi Naus, pada sebuah Minggu sore kami semua terdiam dalam kesunyian.
Walaupun echo dari kepuasan kemenangan terdengar dalam penuturan kembali
pekik-perang dan kesuksesan perburuan kepala yang mengikutinya, seorang tetua,
Noch Na’u berbicara dalam emosi yang sangat jujur. Ia bilang: ‘Pak, di masa
lalu kami bangga akan kebenaran pekik perang kami dan kepala yang kami
dapatkan, tapi sekarang kami tahu bahwa itu dosa.’ Semua yang hadir terdiam.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Lebih dari enam puluh tahun
kemudian, saya membaca terbitan yang bahan-bahan terbuang yang diselamatkan itu
untuk kepentingan study saya. Terima kasih bapa, mama di Bi Naus yang telah
jujur menceritakan masa lalunya. Terima kasih untuk opa Pieter Middelkoop, anthropolog
generasi pertama Timor yang meninggalkan bahan-bahan yang cukup bersejarah.
Tanpa kalian, kami mungkin tak akan tahu masa lalu para leluhur kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Antroplog terkenal Malinowski
berkata: “We cannot possibly reach the final Socratic wisdom of knowing
ourselves if we never leave the narrow confinement of the customs, beliefs and
prejudices into which every man is born.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Smaragdlaan 136&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Garamond&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Leiden, 1 Juni 2013.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/06/cerita-tentang-manuscript-tentang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr0lwUpVgSpvq97aOzFmEf3-LHqeZ4qOdaOrdnn429VFIUU8P-l-bbPixz2QOOpLzczr21soPx-o3jII2I-IBIsn4v2mZaXrGXFQOT0fTxNfVyKlyJjhFHlL_cmrElpBHK3pkH/s72-c/DSC_0832.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-5032802346190743118</guid><pubDate>Wed, 01 May 2013 23:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T02:00:59.085+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Surat dari susi Ana kepada ta&#39;e koa yang sakola di Kupang</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJVuZyfFeo913qHtYUKSN2ciLTebBMo7kvd0obekEKbeDMRJhwtIZprMwZyk0cm6ORpg3Cl3VSNWpp9gQgtDHZ47DPv1r5EkgeOfEeHaS1cNzN7hDntgBOZYhldx066Y9k0Hk4/s1600/Bemo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJVuZyfFeo913qHtYUKSN2ciLTebBMo7kvd0obekEKbeDMRJhwtIZprMwZyk0cm6ORpg3Cl3VSNWpp9gQgtDHZ47DPv1r5EkgeOfEeHaS1cNzN7hDntgBOZYhldx066Y9k0Hk4/s400/Bemo.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kupang, 15 Januari 2013&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minggus, beta tulis ini surat karena beta sonde pernah bisa katumu lu lai. Biar lu mara dengan beta ju, beta musti omong karena beta rasa lu su lupa diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Bagini Minggus,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Beta tahu lu sekarang su sonde suka masuk sakolah lai. Lu lebe suka naik oto dudu di muka kaliling kota Kupang. Lu pung guru su barapa kali katumu beta ko dia kastau. Oo, beta ju dengar lu pung nama sekarang su sonde minggus lai te su Dominggo. Lu pung facebook hanya ponu dengan nona-nona manis sa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Anak e, bapa dengan mama kerja susah payah di Rote sana untuk kasi sekolah sang lu di Kupang, ko lu pung kerja hanya bagaya naik oto pasiar makan puji dengan nona-nona dong sa. Lu pikir lu su batul tu? Dari dulu belom pernah liat orang tukang pasiar oto jadi orang bae. Lu tanda beta pung mulut sa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Lu pung papa naik turun pohon tuak puluhan bahkan ratusan kali sehari, bangun pagi-pagi jam 3 iris tuak sampe jam 9. Istirahat sedikit iris lagi dari jam 3 sore sampe jam 9 malam, hanya untuk bisa jual gual aer ko kasi lu sekolah.&amp;nbsp;Lu pung mama bongko-bongko pikul kayu api, pikul gula, masak gula sampe sonde kenal dia pung muka lai. Itu samua hanya untuk lu bisa sekolah supaya lu pung nasib sonde sama ke dong. Tapi lu sia-siakan itu semua. Lu sonde anggap orang tua pung susah payah dan keringat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tiap hari lu pung bapa pertaruhkan nyawa untuk lu, lu pung mama sonde pikir dia pung diri demi lu. Apa yang lu buat untuk dong?&amp;nbsp;Musim ujan, bapatua dengan mamtua pi kerja sawah di orang pung tanah. Baptua luruk sawah dengan orang pung karbo, mamtua tanam orang pung swah ko biar panen dapat bagi sadikit sa ju bae. Lu pikir semua kiriman yang lu dapat itu turun dari langit?Hanya suru lu pi sekolah sa lu lebih banyak bolos ikut ana-ana kota dan anak-anak orang kaya dong.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Lu pung saudara perempuan pikul gula aer kasi lu dan sonde sekolah karena orang tua sonde sanggup bayar. Hanya lu yang dikasi kesempatan, itu pun lu sonde hargai sedikit juga. Lu manyasal satu saat te su terlambat. Kalau lu sekolah bae-bae, lu pung upah su tersedia, tapi lu sia-siakan orang tau pung air mata dan keringat nanti lu pung air mata dan keringat akan ganti itu semua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Bagitu dulu Minggus, kalau lu pikir karmana-karmana na pulang rumah sa. Jangan lu bagaya tinggal di orang pung rumah te biar kotong pung rumah ini sonde mewah ma ini kotong pung rumah sandiri. Papa pernah bilang &quot;lebe bae kotong puas dengan apa yang ktong punya sendiri darimana bagaya tapi dengan orang pung barang.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
dari Susi&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/05/surat-dari-susi-ana-kepada-tae-koa-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJVuZyfFeo913qHtYUKSN2ciLTebBMo7kvd0obekEKbeDMRJhwtIZprMwZyk0cm6ORpg3Cl3VSNWpp9gQgtDHZ47DPv1r5EkgeOfEeHaS1cNzN7hDntgBOZYhldx066Y9k0Hk4/s72-c/Bemo.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-5011860865955911618</guid><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 23:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T01:59:23.256+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Poems</category><title>Kereta api masa kecilku</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9cEfPKdAwAdCNwvC-xGGEVm18TYR5LyX7IlwxadXs_AImoPxFj9TTRwln3QGM9UdauD-KUxHFggKtjmYz2RqnwFpVvH2_4YYLNDLnWnalcsc-681s6um5Vj66Ptu1cfr5x17Q/s1600/timbangan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9cEfPKdAwAdCNwvC-xGGEVm18TYR5LyX7IlwxadXs_AImoPxFj9TTRwln3QGM9UdauD-KUxHFggKtjmYz2RqnwFpVvH2_4YYLNDLnWnalcsc-681s6um5Vj66Ptu1cfr5x17Q/s320/timbangan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ke dalam pasar aku selalu datang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Melihat kereta kesayanganku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun ada yang tak kusukai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Keretaku selalu ditindih wadah besar tak layak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku ingin memindahkan wadah itu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun hijau dan merah warnamu bukan milikku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jendela-jendela kecil itu milik pedagang-pedagang itu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Entah darimana mereka datang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ada yang bilang dari Baá, ada yang bilang dari Papela&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ada juga yang bilang dari Oenggae&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Oh kereta kecil di pasar Lalao&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kunantikan kamu setiap pasar senin&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku ke sana menantimu di tengah keramaian pasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tempat jeep tua paman Halem diparkir&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku suka jendela-jendela kecilmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun aku tak suka logam-logam berat berbeda ukuran itu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Terlalu berat mereka bagimu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku ingin membuang besi-besi itu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun ’bibi-bibi’ itu selalun menaruh logam-logam itu ke atasmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Manakala orang membeli sesuatu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Oh kereta kecilku yang cantik&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku ingin selalu melihatmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Walaupun hanya dari kejauhan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Sehari, dua kali aku kesana&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku tak takut mobil baru milik Baba Ce&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Walau kata anak-anak kelas enam mobil itu punya magnet&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Yang bisa menarik anak-anak kecil seperti aku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Setiap kali mobil itu menderu dari arah barat, aku ikut bersemunyi ke semak-semak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
namun aku akan keluar lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
karena aku ingin melihatmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Oh kereta merah di pasar Lalao&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jam istirahat aku akan mencarimu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Di pasar ramai belakang sekolah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi mengapa ada wadah besar di atasmu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku dengar kereta api tak punya ban,&amp;nbsp;&amp;nbsp;itu tak soal bagiku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi aku tak suka wadah besar itu,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kereta api menjadi buruk bila memikul wadah sebesar itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Suatu saat, akan kubuang wadah buruk itu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Atau kuhadiahkan ke pedagang-pedagang Papela&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Mereka boleh memakai beribu wadah dan berjuta pemberat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi jangan di atas keretaku…&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Leiden, 29 April 2013&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/05/kereta-api-masa-kecilku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9cEfPKdAwAdCNwvC-xGGEVm18TYR5LyX7IlwxadXs_AImoPxFj9TTRwln3QGM9UdauD-KUxHFggKtjmYz2RqnwFpVvH2_4YYLNDLnWnalcsc-681s6um5Vj66Ptu1cfr5x17Q/s72-c/timbangan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-6854316852770342825</guid><pubDate>Sun, 07 Apr 2013 23:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T01:59:42.741+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Memaki Aparat tapi Isi Otak Persis Seperti Aparat</title><description>&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;HEGEMONI NEGARA dalam cara berpikir itu banyak sekali terjadi di Indonesia. Bahkan terjadi di antara mereka yang tertindas dan menjadi korban. Yang tertindaspun menggunakan bahasa yang digunakan oleh penindas dan penguasa. Bukti yang paling jelas terlihat dalam komentar-komentar terhadap peristiwa Cebongan dan kasus korupsi polisi Bali yang tertangkap kamera wartawan Belanda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;DALAM peristiwa Cebongan, banyak orang marah karena merasa senasib, merasa merupakan bagian dari korban, tetapi bahasa kemarahan mereka menunjukkan dengan jelas bahwa cara berpikir mereka sama persis dengan cara berpikir penguasa. Itu yang disebut Antonio Gramsci dengan &quot;HEGEMONI&quot;. Kalau tunduk dibawah todongan senjata itu wajar, tapi kalau tanpa todongan senjata pun orang tunduk itu patut diprihatinkan. Tunduk dalam cara berpikir itu subtil dan susah sekali menyembuhkannya. Marah-marah polisi dan tentara tapi cara berpikir persis seperti polisi dan tentara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;Contohnya dalam kasus POLISI MINTA SOGOK DI BALI. Banyak orang memaki-maki polisi tapi memakai kata OKNUM. Itu bahasa aparat. Kata &quot;OKNUM&quot; itu bagian dari eufimisme untuk menghaluskan sebuah tindakan yang patut dikecam. Dengan mengatakan OKNUM orang ingin mengatakan bahwa tindakan korupsi itu dilakukan atas inisiatif perorangan dan tidak ada hubungannya dengan sistem yang bobrok. Bagaimana bisa mengatakan OKNUM kalau tindakan korupsi itu adalah bagian dari sistem yang buruk? Korupsi di Indonesia itu sistematik dan struktural. Itu terbukti dengan itu polisi itu saat membeli bir untuk turis itu mengatakan demikian: &quot;this is for beer, this is for my goverment&quot;. &quot;For my goverment&quot; artinya setoran ke atas, ke atasannya. Bukankah telah menjadi rahasia umum bahwa korupsi kecil-kecilan (petty corruption) adalah ekor dari gurita korupsi yang lebih besar? Jadi kalau memakai kata OKNUM seakan-akan hanya polisi itu yang bersalah, padahal ia adalah bagian dari mata rantai korupsi yang panjang. Darimanakah isi REKENING GENDUT PARA JENDRAL -- yang diliput majalah TEMPO beberapa kali, kalau bukan dari setoran-setoran kelas jalan raya seperti itu?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;Jadi lebih baik kita tidak usah ikutan-ikutan pakai kata OKNUM. Korupsi ya korupsi, tidak ada okunum-oknum. Kalau korupsi dilakukan beramai-ramai, tapi kalau ketangkap dibilang OKNUM. Itu bahasa state yang oppresive. Itu bagian dari usaha mengeleminir kesalahan supaya hanya satu dua orang saja yang disalahkan. Pendek kalau ada masalah cari KAMBING HITAM. Sebaliknya kalau satu polisi diapakan-apakan masyarakat, maka semua turun untuk melakukan kekerasan kepada masyarakat atas nama semangat korps. Itu persis peristiwa CEBONGAN. Betapa ironisnya. Kalau ketangkap, cuma satu yang salah. Kalau satu dikenai kekerasan (dipukuli misalnya) maka semua yang sakit, lalu angkat senjata (yang dibeli dengan uang rakyat) untuk membalas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya tak usahlah kita termakan bahasa aparat (&lt;i&gt;state apparatus&lt;/i&gt;) yang ada apa-apa langsung bilang itu OKNUM padahal hasil dari kejahatan yang dilakukan dimakan beramai-ramai. ANTONIO GRAMSCI bilang kalau kita memakai bahasa yang digunakan oppersor maka itu bukan kekerasan fisik yang telah menundukkan kita terhadap si penindas tapi HEGEMONI PIKIRAN yang telah menundukkan kita. Dan hegemoni yang demikian lebih jahat dan halus. Kekerasan dibawah todongan senjata yang kelihatan masih bisa cepat diidentfikasi dan dirubah, tapi kekerasan dalam bentuk dominasi pikiran itu susah sekali merubahnya. Tidak heran banyak pemikir besar saat tubuhnya teraniaya, mengatakan: &quot;engkau bisa menghancurkan raga, tetapi engkau tidak bisa menundukkan pikiran&quot;. Kalau tubuh dan raga ditundukkan, jangan biarkan pikiran ditundukkan. Penindas biasanya lebih takut kepada pikiran yang bebas daripada kepada benda mati seperti senjata. Karena itu dalam banyak kasus aparat negera suka mencari &quot;Oknum Provokator&quot;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot; /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDLy_BVCZiV0hWfOUWuPWROZc5r0Cij-x3ThxLMiMJAw2TbrKtRdT1jtxMurByGcZEhnd7p5ZHDfwCYvMy9K7pfbph-vLSwXzhxGh4eau9yH-_4bHpLU_fhvwjRJGM3Buu7rtb/s1600/otak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDLy_BVCZiV0hWfOUWuPWROZc5r0Cij-x3ThxLMiMJAw2TbrKtRdT1jtxMurByGcZEhnd7p5ZHDfwCYvMy9K7pfbph-vLSwXzhxGh4eau9yH-_4bHpLU_fhvwjRJGM3Buu7rtb/s400/otak.jpg&quot; width=&quot;348&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
8 April 2013&lt;br /&gt;
SALAM&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/05/memaki-aparat-tapi-isi-otak-persis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDLy_BVCZiV0hWfOUWuPWROZc5r0Cij-x3ThxLMiMJAw2TbrKtRdT1jtxMurByGcZEhnd7p5ZHDfwCYvMy9K7pfbph-vLSwXzhxGh4eau9yH-_4bHpLU_fhvwjRJGM3Buu7rtb/s72-c/otak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-1061188575942084844</guid><pubDate>Thu, 28 Mar 2013 00:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T01:59:54.431+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Dong su datang serang!</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq1teeK5LIweZ0CNAurPNrGOr0zzPQ_DPBwQjUPsuDfsyU3dZesfDzPQEAAYRIe_XAgF330aKXmf49TW6e3a3eDBaQT8DRqxHw74cGWoQIg2ZO_jeKo59bF_fCZxyUqVmvAI5j/s1600/pedang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq1teeK5LIweZ0CNAurPNrGOr0zzPQ_DPBwQjUPsuDfsyU3dZesfDzPQEAAYRIe_XAgF330aKXmf49TW6e3a3eDBaQT8DRqxHw74cGWoQIg2ZO_jeKo59bF_fCZxyUqVmvAI5j/s1600/pedang.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Bukan di Lapas, bukan di Gereja.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Tapi dong su datang ko mau tanggap baptua. Tiap hari dong bakatumu balia muka satu dengan lain ma dong sonde tangkap. Sekarang dong su dapa alasan untuk tangkap. Dong su dapat alasan. Kejahatan itu pung butuh alasan: entah balas dendam (seperti di Cebongan), entah alasan legalitas (seperti di Bekasi), yang jelas harus ada alasan. Tukang suanggi sa butuh alasan untuk suanggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Di pihak yang diserang ada yang marah, ada yang&amp;nbsp;ingin balas. Seperti salah satu murid, ada yang cabut pedang dan potong bikin putus telinga pesuruh (yang kerjanya kena suru-suru, ikut arus). Tapi baptua bilang &quot;sarungkan pedang itu&quot;. Talinga yang putus disambung kembali. Cuma yang datang serang sonde lihat semua keajaiban itu. Dong pung mata su tatutup. Entah tatutup dengan spanduk, syal, sorban, ataupun dengan topeng. Mungkin juga tertutup oleh kebencian dan ketakutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Lalu majulah om Yudas. Beliau datang dengan ciuman. Manis sekali. Jangan mencibir, karena banyak juga yang mencium seperti Yudas.&amp;nbsp;Di muka mulut dan sikap manis, tapi di belakang jual dan tikam. Jangan kasi salah Yudas, karena kotong ju seringkali begitu. Kalau buka daftar nama yang datang tanggap bisa saja ketemu MATHEOS, MARKUS, LUKAS dan YOHANES. Kotong samua bisa jadi Yudas kapan saja dan di mana saja. Kotong semua bisa saja melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Yudas: jual baptua karena satu dan lain hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jadi lebih baik kotong berdoa minta ampun sa.&amp;nbsp;Hayati ini Jumat Agung dengan sedalam-dalamnya. Ingatlah sengsaranya di Getsemani. &quot;Sio Bapa-sio Bapa, cawan ini lepas saja, tapi biar kehendakMu jadilah&quot;. Dalam banyak hal dalam perjalanan hidup kita, kita harus juga berkata &quot;biar kehendakMu jadilah&quot; bagaimana pun itu sakitnya dan beratnya. Jangan membalas, pedang selalu harus disarungkan, karena tidak ada pedang yang menyelesaikan masalah. Hanya kayu tua pada satu bukit jauh dari sini. Di situlah tergantung Dia yang mengalahkan kelam di atas segala kekelaman. Kelamnya dosa anak manusia. Selamat merayakan Jumat Agung bagi semua saudara-saudara ku di mana saja berada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kalau boleh mari kita ingat beberapa hal ketika merayakan Jumat Agung dan Paskah:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jangan suka ikut arus dan euforia dalam segala bentuk. Karena semua orang menyambut Tuhan Yesus ketika dia masuk Yerusalem, sampai-sampai ada yang buka pakaian kasi baptua jalan di atas. Mereka jugalah yang berteriak “salibkan dia! Salibkan dia!” ketika dong pung keinginan sonde tercapai, dan kemauan sonde diikuti. Dong kecewa dengan Yesus yang tidak membawa misi mesianisme politis untuk membebaskan Israel dari penjajahan Romawi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Janganlah sekali-kali jadi seperti itu karena satu saat kita akan menangis dan menyesal telah turut dalam euforia, entah menjual kebenaran, melawan nurani sendiri, atau bahkan menjual Yesus. Yang suka jadi&amp;nbsp;&lt;em&gt;abeát&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan tukang suru politik dong pikir bae-bae sudah apa yang sudah dilakukan selama ini. Yang suka masuk kaluar agama, suka ganti-ganti nama, sebentar memuji, sebenatar menghina itu adalah mereka yang suka euforia sesaat. Mereka bukan cari Tuhan tapi cari diri sendiri, sehingga ketika kepuasan diri tidak didapatkan mereka marah dan berbalik haluan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jangan suka salahkan Yudas saja, karena dalam banyak hal kita juga bertindak seperti Yudas. Kita memuji-muji dengan manis di depan orang, tapi menikam dari belakang. Kita mencium dengan manis tapi menghina dan menghasut di belakang. Tentu kita tidak ingin menyesal dan gantung diri seperti Yudas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jangan suka main hakim sendiri dan reaktif seperti salah satu murid Tuhan Yesus yang memotong telinga hamba imam besar. Sesama kaki tangan, pesuruh dilarang saling baku hantam. Biasanya yang paling semangat itu barisan pion-pion garis depan dong. Kalau suru bunuh, ini hari ju dong bunuh. Tapi Yesus punya pesan jelas lewat tindakanNya maupun kata-katanya: “sarungkanlah pedang itu!” Pedang tidak akan menyelesaikan masalah, kekerasan hanya akan menghasilkan kekerasan yang lain (sehingga dikenallah istilah lingkaran setan kekerasan, ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi). Yesus datang untuk menggenapi hukum perjanjian lama dan membawa perjanjian baru yaitu Kasih dan Pengampunan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Berjagalah dan berdoalah, karena Roh memang penurut tetapi daging lemah. Berdoa selalu, itu yang diinginkan Yesus. Baru beberapa saat tiga murid kesayangan (kalau bahasa sekarang “orang-orang VIP”, atau “ring satu” atau “pembisik”atau “tim sukses”) su mangantok. Baptua bilang “tidak bisakah kamu berjaga sebentar saja denganku?”. Mari kotong berdoa selalu untuk kebaikan negeri, bangsa dan negara kita. Salah satu panggilan orang Kristen adalah mendoakan kota atau tempat di mana mereka berada. Dan dalam setiap doa kita biarlah apa yang digumuli Yesus juga berlaku: tidak ada pergumulan yang ringan, setiap orang punya salib sendiri. Tetapi biarlah kita selalu berkata “biar kehendakMu yang jadi”. Itulah kepasrahkan yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;tiada terkira. Mempasrahkan diri di dalam kehendak Tuhan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Selamat Merayakan Jumat Agung dan Paskah!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Leiden, 28 Maret 2013&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/05/dong-su-datang-serang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq1teeK5LIweZ0CNAurPNrGOr0zzPQ_DPBwQjUPsuDfsyU3dZesfDzPQEAAYRIe_XAgF330aKXmf49TW6e3a3eDBaQT8DRqxHw74cGWoQIg2ZO_jeKo59bF_fCZxyUqVmvAI5j/s72-c/pedang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Leiden, The Netherlands</georss:featurename><georss:point>52.158494 4.4961989999999332</georss:point><georss:box>52.080552 4.3348374999999333 52.236436 4.6575604999999332</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-4144359927271679024</guid><pubDate>Wed, 27 Feb 2013 00:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-16T01:58:50.066+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Poems</category><title>Andaikan aku bisa bertanya</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Burung laut putih berkejar-kejaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Sesekali hinggap di kolam dingin&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Beringsut malas bebek tak peduli&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
berendam kolam bagai yakuzi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Bergegas tupai di&amp;nbsp;dahan tua&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Lamban melintas orang bersepeda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Andaikan aku bisa bertanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ingin kudengarkan cerita mereka&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adakah hati bertanggung duka&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
mencari sebab yang tak berpenghujung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ingin kutahu tebalnya perkara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Agar kupahami makna keadilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Andaikan aku bisa bertanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ku ingin tahu beban di hati&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adakah harap semakin jauh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
menyusur keadilan yang tak kunjung tiba&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kan kutuliskan kesah kesewenangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Agar kumengerti sakitnya dikhianati&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Andaikan aku bisa bertanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ingin kutahu hangatnya airmata&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adakah beban menimbun di raga&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Dipisah oleh kewajiban dan keharusan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kan kusimpan catatan hati&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Agar kupahami sulitnya pilihan hidup&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Burung-burung laut putih terus berkejaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Sekali-sekali hinggap di danau beku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Bebek-bebek masih mengepakkan sayap di air&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tupai-tupai tak hilang jenaka&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Orang bersepeda terus melintas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Andaikan aku bisa bertanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Leiden, 27 Februari 2013 &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/05/andaikan-aku-bisa-bertanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-1323533169769301032</guid><pubDate>Mon, 18 Feb 2013 09:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-19T21:46:22.106+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sabu</category><title>Kisah Nyata Bocah Yatim Petualang Asal Sabu</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdh-2_PX0kUg-m5CrP76Y_SGV4JdwGq2q6oZmQM4Gv5KxYc3ow94NpJ_kKvhoUD8dLSMTaTVZ9b0enApf5GJRBAFGylhfY1_4LVBySO9PH6UYR1uE9tnihBTi6UmXIc123ioVY/s1600/bas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdh-2_PX0kUg-m5CrP76Y_SGV4JdwGq2q6oZmQM4Gv5KxYc3ow94NpJ_kKvhoUD8dLSMTaTVZ9b0enApf5GJRBAFGylhfY1_4LVBySO9PH6UYR1uE9tnihBTi6UmXIc123ioVY/s640/bas.jpg&quot; width=&quot;420&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bas Wie duduk &amp;nbsp;di ban DC3 pada tahun 1992 (cowbird.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Kisah ini terjadi tahun 1946, ketika seorang anak berusia 12 tahun melakukan aksi nekad menyelinap ke dalam kompartement roda pesawat &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Douglas_DC-3&quot;&gt;C-47&lt;/a&gt; milik Angkatan Udara Belanda yang akan berangkat dari Kupang ke Darwin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Pada tahun itu sebuah kontingen khusus militer Australia yang disebut
Tim Force sedang berada di Kupang, Timor dalam rangka sebuah operasi pembersihan
pasca perang dunia Kedua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://cowbird.com/story/33637/Great_Escape_To_Adventure_Unforeseen/&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bas Wie&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;, anak itu, adalah seorang anak yatim yang meliwati masa sulit pendudukan Jepang dan akhirnya bekerja sebagai pekerja kasar pada dapur bandara Kupang waktu itu. Tak ada yang menginginkan anak Sabu ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Namun ia juga
mengingat masa-masa indah sebagai seorang anak bekerja di dapur bandara itu
dimana para prajurit Australia biasa memberinya gula-gula, daging, membawanya di
jeep atau truck mereka atau bahkan mendapat bola dari mereka. Sebuah perhatian
yang dibutuhkan seorang anak yang berusia sekitar 12 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada satu malam di bulan Agustus 1946 saat ia sedang merawat memar di perutnya,–karena ia sering ditendang oleh koki bandara, ia mendengar sebuah percakapan di hall bandara bahwa pesawat Angkatan Udara Belanda C-47 yang sedang parkir di luar akan berangkat ke Australia. Ia mencoba menyelinap ke pesawat tersebut tapi pintu pesawat terkunci. Saat mengintari pesawat mencari tempat bersembunyi ia menemukan dua rongga nacelle yang menutup ban pesawat jika pesawat telah tinggal landas. Ia memanjat, berjongkok di atas salah satu rongga itu, berharap tidak ditemukan oleh petugas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beberapa menit kemudian para crew kembali dan pesawat itu pun berangkat lagi. Saat pesawat menyapu landasan pacu, mimpi buruk Bas dimulai. Di dekatanya pipa knalpot menyemburkan api orange. Pendingin baling-baling menghantam baju kemeja tipisnya, tapi kemungkinan ini menyelamatkannya dari asap mesin. Berjuang dalam kepanikan, ia merayap ke satu-satunya tempat di mana ia bisa selamat - sebuah ruang berukuran 10 x 20 inchi antara tangki bahan bakar dan pipa knalpot.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam keadaan panik ia melingkar dirinya, ban pesawat yang mulai masuk menghantam dirinya dan sebuah besi memotong bahunya menyebabkan luka besar. Berdarah, hangus oleh api dan kedinginan oleh prop pencuci, untungnya ia kehilangan kesadaran. &amp;nbsp;Selama tiga jam tubuhnya terjepit dalam struk itu dan bahkan tubuhnya tidak jatuh ketiga ban keluar lagi saat pesawat mendarat. Ketika para crew menemukannya ia “tergantung di sana” dan tampaknya hampir mati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada tahun 2004 saat di wawancarai Murray McLaughlin dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.abc.net.au/7.30/content/2004/s1149010.htm&quot;&gt;Australian Broadcasting Corporation (ABC)&lt;/a&gt;, Bas Wie mengaku bahkan tak tahu ke mana pesawat itu akan berangkat. “I didn’t know there was any other country out there, really, at my age, you know,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Nobody looking, I just climb up there and hang on,” Bas menjelaskan bagaimana ia bisa naik ke roda pesawat. “They took off and the wheel start to come up and I’m running out of room, the room is getting smaller and smaller — nothing there. And I was was trying to scream and I thought it a waste of time because they can’t hear me anyway.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Menurut pilot Angkatan Udara Belanda, Jan Sjouw, yang menerbangkan pesawat DC3 itu, mereka mengalami masalah selama penerbangan. Pemanas kabin tidak akan bekerja tapi ia terus melaju dengan pesawatnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Menurut Jan, yang kemudian bertemu kembali dengan Bas di tahun 1978, sebelum mendarat di Darwin pesawat ini harus menunggu giliran untuk mendarat. Roda pesawat telah diturunkan sebelum waktunya pada ketinggian sekitar 1500 kaki. Untunglah anak ini tak jatuh.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hari telah gelap ketika pesawat C-47 itu mendarat di landasan RAAF (Royal Australian Air Force)] di Darwin. Petugas jaga malam itu Jim Fleming mengecek pesawat yang singgah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“I just put the torch up and had a look and there was a body, pushed up against the bulk head,” kata Jim Fleming yang sekarang adalah pensiunan Vice Marshal Angkatan Udara. “He’d been burnt very badly on one side around his back from the exhaust of the aeroplane where he was, and frozen on the other side. But he was completely unconscious. His eyes had rolled back so they were two white orbs looking at us, and I thought he was dead.”&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam keadaan tak sadarkan diri, sebagian tubuhnya terbakar dan luka besar menganga, Bas dilarikan ke rumah sakit. Selama kurang lebih tiga bulan para dokter dan perawat di Rumah sakit Darwin merawat anak yang kemudian dikenal oleh semua orang dengan “the Kupang Kid.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Namun, selamat dari maut di roda pesawat bukan akhir dari semua duka si anak yatim ini. Kepastian tinggalnya di Australia menjadi persoalan. Pemerintah Australia saat itu yang mempunyai kebijakan “keep Australia white” yang membatasi imigran Asia, segera mengumumkan bahwa segera setelah anak ini sembuh ia akan dikirim pulang ke Kupang. Warga Darwin membombardir Mentri Imigrasi dengan protes. “A kid with guts like that,” kata salah satu pemrotes, “needs encouragement.” Karena tekanan ini, pemerintah memberikan bocah ini sertifikat pengeculaian selama setahun yang disebut Permit of Entry. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Departemen Imigrasi ini harus diperbaharui tiap tahun dan kapan saja bisa dibatalkan oleh Kementrian Imigrasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Nasib Bas tergantung pada tangan Mentri Imigrasi saat itu Arthur Calwell. Walaupun kemudian Calwell dikenal sebagai arsitek dari program migrasi pemerintah Australia pasca perang, Calwell punya reputasi sebagai kelompok garis keras dalam parlemen Australia karena kegigihannya untuk mendeportasi orang Indonesia yang mencari suaka di Australia selama perang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Rupanya ketika Bas berada di rumah sakit, Administratur Darwin saat itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Arthur_Driver&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Arthur R Driver&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;telah bernegosiasi dengan Mentri Calwell agar Bas tetap diperbolehkan tinggal di Darwin. Calwell setuju asalkan Bas berada dibawah pengawasan Driver. Driver sendiri memberinya tinggal di sebuah rumah penginapan milik pemerintah (Goverment House) dan ia disekolahkan. Sebagai balasanya, Bas bekerja di sekitar kediaman resmi sang administratur dan setiap hari Natal ia menghadiahi sang administratur dengan sebuah miniatur kapal laut yang ia ukir sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“I was looked after like their own child, kids, and to me they like my own parents — very good”, kata Bas mengenang masa-masa bekerja di rumah Driver.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bas kemudian juga bekerja pada Eric Izod pemilik Izod Motor dan ia membawar sewa perumahan milik pemerintah itu dengan gajinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Keberanian bocah 12 tahun dari Kupang ini menjadi headline di berbagai media saat itu, bahkan sampai beberapa tahun setelah kejadian itu. Pada tgl 20 Juli 1951 ketika Arthur R Driver telah meninggal, koran&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://trove.nla.gov.au/ndp/del/article/49473156&quot;&gt;Northen Standard&lt;/a&gt;&amp;nbsp;melaporkan tentang Bas yang diperkirakan berusia 16 tahun pada saat itu. Karena ketiadaan dokumen, usianya ditentukan dengan perkiraan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Majalah&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,863557,00.html&quot;&gt;&lt;em&gt;Time&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;pun melaporkan tentang kisah ini pada&lt;a href=&quot;http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,863557,00.html&quot;&gt;&amp;nbsp;edisi 7 Juli 1958&lt;/a&gt;. Pada tahun 1978, Bas dan keluarganya menjadi topik utama dalam program TV&lt;em&gt;&amp;nbsp;This Is Your Life&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ketika&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Northen Standard&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;melaporkan tentang Bas di tahun 1952 sehubungan dengan ketidakpastian tinggalnya, ia saat itu telah bekerja pada toko milik RAAF. Ketidakpastian tinggalnya Bas ini menjadi topik di Australia dan Arsip Nasional Australia sekarang menyimpan ratusan halaman dokumen berkaitan dengan kasus Bas ini. Sejumlah dokumen ini, terutama pemberitaan koran, bisa diakses secara online.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada saat terjadi pergantian administratur, sepasang suami istri dari Darwin mengadopsi Bas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; line-height: 115%;&quot;&gt;Orang
Inggris yang mengadopsinya itu menikah dengan seorang perempuan native
Australia dari Larrakia bernama Bertha Cubillo. Bertha adalah keturunan
campuran Aboriginal dan Filipina.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ia kemudian mendapat pekerjaan sebagai klerk pada Commonwealth Works Department. Di sanalah pada usia 24 tahun ia bertemu seorang gadis cantik dari Perth bernama Margaret. Mereka bertemu pertama kali pada bulan Februari 1956 ketika Margaret bekerja sebagai seorang&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;junior draftwoman&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;pada bagian surat-surat masuk pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;the Department of Works and Housing&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUD4_kXRS93P1VHkZ6RrAXmQTf7CzYLbGABQBzLUAw1INwtuUDz8SgNuKnezZE3Rn7D21K3-L1Gk3Py6OPXEUzp-MC-p2YGsYf3PF_U2FbrUcqW7DBbStw2DgwGLwSRvGvqE1L/s1600/4kupangkid.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUD4_kXRS93P1VHkZ6RrAXmQTf7CzYLbGABQBzLUAw1INwtuUDz8SgNuKnezZE3Rn7D21K3-L1Gk3Py6OPXEUzp-MC-p2YGsYf3PF_U2FbrUcqW7DBbStw2DgwGLwSRvGvqE1L/s400/4kupangkid.jpg&quot; width=&quot;285&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kupang Kid dan istrinya Margaret (www.ntnews.com.au)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent; font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;He brought my mail to my desk - personal delivery,&quot; Kata Margaret. &quot;I suppose it was a bit like love at first sight.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setelah 18 bulan berpacaran, keduanya menikah di sebuah Gereja Katholik di Smith Street di mana Bas pernah bekerja sebagai seorang anak altar. Upacara pernikahan di gereja kecil ini, diikuti oleh resepsi terang bulan di halaman belakang rumah seorang kerabat di Fannie Bay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beberapa bulan setelah pernikahan mereka, tepatnya pada bulan July 1958, saat&amp;nbsp;majalah&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;Time&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;melaporkan tentang Bas, sebuah keberuntungan lagi menghampiri hidup pemuda ini: ia akhirnya menerima permanent residence yang telah lama ia tunggu. Penerimaan ini merupakan sesuatu yang sangat langka dalam kebijakan imigrasi Australia saat itu yang sangat anti Asia. The Kupang Kid akhirnya menerima surat-surat naturalisasinya. &amp;nbsp;&quot;We&#39;re proud,&quot; kata salah seorang pejabat seperti yang dilaporkan majalah&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;Time&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;, &quot;to have him as an Australian.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bas dan istrinya kini telah pensiun dan mereka mempunyai lima anak dan telah mendapatkan tujuh orang cucu. Pada ulang tahun perkawinan mereka yang ke 70 pada tanggal 8 Desember 2007, wartawan Australia Daniel Bourchier menulis tentang pasangan ini dengan judul : &quot;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ntnews.com.au/article/2007/12/08/2795_ntnews.html&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kupang Kid marks a marriage half centur&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;y.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: transparent; font-family: inherit;&quot;&gt;Sejarah hidup Bas Wie kini tertulis dalam sejarah Northern Territory. Cerita hidupnya adalah cerita seorang survivor yang hebat. Seperti katanya istrinya, Margaret: &quot;He had a certain amount of determination to do something he set his mind on, and a bit of a gambling spirit, to take a risk.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Anak laki-laki Bas,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://cowbird.com/story/33637/Great_Escape_To_Adventure_Unforeseen/&quot;&gt;Trevor&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;, mengenang bagaimana Bas menjawab jika orang menanyakan luka besar di punggungnya. Trevor mengingat di tahun 1960s di mana Darwin adalah tempat yang enak untuk bermain bola sambil bertelanjang dada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat bermain di
lapangan Trevor biasa mendengar anak-anak bertanya, “Mr Wie, Mr Wie. What&#39;s
that mark on your back?&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;Oh, a
butterfly landed there.&quot;, adalah jawaban satu-satunya jawaban yang biasa
ia berikan, kenang Trevor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“That&#39;s Dad for
you” kenang Trevor. “Hit by a spinning wheel. Blessed by fortunes. Cooked on
one side, frozen on the other. Always magnanimous.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“I never heard
him ever say one negative thing about anybody. Good people fought for him to be
able to stay in Darwin.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut Trevor
sikap Bas ini adalah bagian dari penghargaan Bas terhadap orang-orang baik yang
telah berani melawan kebijakan &#39;Keep Australia White&#39; pada masa itu untuk
membela ayahnya agar tidak dideportasi. &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ya, hanya mereka yang pernah merasakan kemurahan Allah yang begitu nyata dan besarlah yang selalu mensyukuri apa yang mereka punya tanpa mengeluh. Benar, sebuah
kupu-kupu telah hinggap di pundakmu om Bas, dan itulah yang telah membuatmu
menjadi seorang ayah, suami, kakek yang membanggakan. “Always magnanimous”
seperti kata anakmu.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;em style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;Dirangkum dari berbagai sumber&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-align: justify;&quot;&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/02/kisah-nyata-seorang-bocah-sabu-petualang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdh-2_PX0kUg-m5CrP76Y_SGV4JdwGq2q6oZmQM4Gv5KxYc3ow94NpJ_kKvhoUD8dLSMTaTVZ9b0enApf5GJRBAFGylhfY1_4LVBySO9PH6UYR1uE9tnihBTi6UmXIc123ioVY/s72-c/bas.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-8990471057445583658</guid><pubDate>Wed, 13 Feb 2013 18:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-14T17:50:57.829+01:00</atom:updated><title>Ingat Regime, ingat Resimen Mahasiswa</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOPcWsFYbUoGS2WtTV6FPm_VuHfTa4JritYHfNJrRv053f2jDVk3GrrX7ztSyLP-aiMIKqvXjZWVpEG6G6nATpLadaExXH9fvohM5jx1rZNI45EbC6PqrdgFjEGQ3y86N4Ww8c/s1600/menwa-ui-1979-800x525-longmarch-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOPcWsFYbUoGS2WtTV6FPm_VuHfTa4JritYHfNJrRv053f2jDVk3GrrX7ztSyLP-aiMIKqvXjZWVpEG6G6nATpLadaExXH9fvohM5jx1rZNI45EbC6PqrdgFjEGQ3y86N4Ww8c/s320/menwa-ui-1979-800x525-longmarch-2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://exmenwa-ui.talk-forums.com/&quot;&gt;http://exmenwa-ui.talk-forums.com/&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Masih ingat orang sering bicara &quot;regime Orde Baru&quot;? Apa sebenarnya pengertian &quot;regime&quot;itu? Menurut Kamus &lt;a href=&quot;http://www.merriam-webster.com/dictionary/regimen&quot;&gt;Merriam Webster&lt;/a&gt;, &quot;regime&quot; berarti:&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;a. systematic plan (as of diet, therapy, or medication) especially when designed to improve and maintain the health of a patient [rencana sistematik (seperti diet, therapy atau pengobatan) khususnya bila dirancang untuk meningkatkan&amp;nbsp;dan mempertahankan kesehatan seorang pasien.&lt;span class=&quot;ssens&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;break&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;i style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;sn&quot;&gt;b.&lt;/span&gt; a regular course of action and especially of strenuous training &lt;span class=&quot;vi&quot;&gt;&lt;the daily=&quot;&quot; em=&quot;&quot;&gt;regimen&lt;/the&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&lt;i&gt;of athletes;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;(serangkaian tindakan reguler dan khususnya menyangkut latihan yang ketat &lt;misalnya atlit=&quot;&quot; harian=&quot;&quot; latihan=&quot;&quot; nbsp=&quot;&quot; para=&quot;&quot;&gt;)&lt;/misalnya&gt;&lt;br /&gt;
Regime juga bisa berarti pemerintahan atau kekuasaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu apa hubungan Regime Orde Baru&amp;nbsp;dengan resimen mahasiswa? Yang satunya bapaknya kekuasaan militer, yang satu kaki tangan atau anaknya kekuasaan militeristik itu.&amp;nbsp;keduanya&amp;nbsp;mempunyai kesamaan asal-usul kata, juga punya kesamaan perilaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;border: 0px currentColor !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/02/ingat-regime-ingat-resimen-mahasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOPcWsFYbUoGS2WtTV6FPm_VuHfTa4JritYHfNJrRv053f2jDVk3GrrX7ztSyLP-aiMIKqvXjZWVpEG6G6nATpLadaExXH9fvohM5jx1rZNI45EbC6PqrdgFjEGQ3y86N4Ww8c/s72-c/menwa-ui-1979-800x525-longmarch-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-4020450401041869620</guid><pubDate>Mon, 28 Jan 2013 21:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-29T12:34:00.099+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>PNS adalah Profesi Mulia</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-6oUpwIxGLhf_W3o6_CPgpDq6jsqQTrz7ysQ9EOW4vV2UVi2xTzGSbIa2RWhWsSv_DTAu1XzBVvNqccoegHJvDifa9Bx7vjPodHYIqnV0Q0CqfKR3NGpNZbU2AEdriY5IIT3/s1600/sumpah+jabatan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-6oUpwIxGLhf_W3o6_CPgpDq6jsqQTrz7ysQ9EOW4vV2UVi2xTzGSbIa2RWhWsSv_DTAu1XzBVvNqccoegHJvDifa9Bx7vjPodHYIqnV0Q0CqfKR3NGpNZbU2AEdriY5IIT3/s400/sumpah+jabatan.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sumpah Jabatan. (Sumber: fosgambir.blogspot.com)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
“PNS itu profesi
ka?” tulis adik saya seorang PNS di status facebooknya. Saya tak tahu apa latar belakang ia menulis status itu tapi saya merespon: “lalu
apa?”. Kemudian kakak sulung saya merespon juga: “Tergantung, kalau masuk, mengisi
absen dan pulang maka jangan mengaku itu profesi. Tapi kalau kerja
sungguh-sungguh baru boleh mengaku itu profesi”.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tapi ini
sebenarnya bukan urusan kakak beradik semata. Ini urusan fundamental jati diri
manusia Indonesia sekarang. Sudah sejak jaman kakek Max Weber istilah profesi
ini menjadi bahasan. Pada tahun 1917, Max Weber atas undangan &lt;i&gt;the Association of Free Students&lt;/i&gt; memberikan
kuliah “Science as Profession“ di Munich, yang kemudian diterbitkan pada tahun 1919,
setahun sebelum ia meninggal. &lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Profesi%20adalah%20profesi%20yang%20mulia.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Thema “vocation”
atau “calling” memang memegang peran central dalam karya-karya Weber terutama
di dalam &lt;i&gt;The Protestant Ethic and the
Spirit of Capitalism&lt;/i&gt;. Seseorang dapat digambarkan sebagai mempunyai
vocation (Jerman:&lt;i&gt; beruf&lt;/i&gt;) jika individu tersebut mempunyai rasa tujuan yang kuat
(&lt;i&gt;strong sense of purpose&lt;/i&gt;) akan
pekerjaannya. Argumen sentral dalam &lt;i&gt;The
Protestant Ethic&lt;/i&gt; ialah bahwa gagasan tentang panggilan pertama-tama berkembang
dalam Protestantisme dan kemudian menjadi bagian dari semangat kapitalisme.
Dengan kata lain, semula panggilan itu mempunyai makna relijius kemudian
kehilangan makna relijiusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJdGznjOVlB3TMWPZZtJvTproKdefDc1O7PT76SmY1eDvTbir92OHpVtyqLWei-fN9xzOSFafbNnbMF8qg0Qg4EHanlKnxdGzvDeXTy37zg5IPfhwaJ7Ld4W3K3oY31JkcrDI_/s1600/pnask.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJdGznjOVlB3TMWPZZtJvTproKdefDc1O7PT76SmY1eDvTbir92OHpVtyqLWei-fN9xzOSFafbNnbMF8qg0Qg4EHanlKnxdGzvDeXTy37zg5IPfhwaJ7Ld4W3K3oY31JkcrDI_/s320/pnask.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;[sumber:salingsilang.com]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dalam &lt;i&gt;The Protestant Ethic&lt;/i&gt; Weber menguraikan
bahwa menurut kaum Protestan, sebuah panggilan merepresentasikan “serangkaian
tugas yang disediakan oleh Allah” yang harus dipenuhi (PE. 79). &lt;i&gt;Beruf&lt;/i&gt; menjadi sebuah
pengertian sekuler ketika dipandang sebagai “sebuah kewajiban yang seharusnya
dirasakan seseorang terhadap isi dari aktifitas profesionalnya, tanpa memandang
dimanapun kewajiban itu itu terkandung, atau lebih khusus lagi tanpa memandang bagaimanapun
tampaknya di permukaan sebagai sebuah pemanfaatan dari kuasa-kuasa personalnya,
atau bahkan hanya pemanfaatan dari harta bendanya.” Weber berargumen bahwa
pengertian dari “tugas seseorang di dalam sebuah panggilan adalah kharakter mendasar etika sosial dari budaya kapitalistik, dan dengan demikian adalah basis
fundamental dari budaya kapitalistik.” (PE.79)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dengan melihat
kerja sebagai panggilan, kaum Protestan telah membantu untuk memunculkan
kapitalisme modern dengan menciptakan sebuah gaya hidup yang mengandung
semangat kapitalisme baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Singkatnya, asal usul konsep panggilan (&lt;i&gt;beruf&lt;/i&gt;), menurut Weber, berasal dari tugas-tugas
relijius yang diatur oleh Allah kemudian diperluas oleh Marthin Luther ke dunia
sekuler melalui terjemahan Alkitabnya. (Sirach II:20-21, PE, 79, 204.) Menurut
Harvey Goldman, walaupun &lt;i&gt;beruf&lt;/i&gt;&amp;nbsp;awalnya berarti “panggilan”, sekarang berarti “pekerjaan” atau “profesi”.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Profesi%20adalah%20profesi%20yang%20mulia.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Menurut
&lt;a href=&quot;http://www.merriam-webster.com/dictionary/profession&quot;&gt;Merriam-Webster online&lt;/a&gt;, kata &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; mempunyai beberapa arti antara lain:
(1) the act of taking the vows of a religious community, (2) an act of openly
declaring or publicly claiming a belief, faith, or opinion : protestation, (3) an
avowed religious faith; (4) a : a calling; requiring specialized knowledge and
often long and intensive academic preparation; b : a principal calling,
vocation, or employment, c : the whole body of persons engaged in a calling. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kata &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; yang mulai dikenal sekitar
abad 13 Masehi ini berasal dari bahasa Middle English: &lt;i&gt;professioun&lt;/i&gt;, dari Anglo-French: &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt;,
dari Latin: &lt;i&gt;profession-, professio&lt;/i&gt;, atau
dari &amp;nbsp;&lt;i&gt;profitēri&lt;/i&gt;
yang berarti deklarasi publik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Dari uraian di
atas bisa ditarik sedikit kesimpulan bahwa apapun yang kita lakukan adalah
profesi, sejauh kita memandang itu sebagai tugas yang diserahkan oleh Allah
kepada kita. Apa yang kita lakukan bukan &amp;nbsp;sekedar “pekerjaan” tapi “panggilan”
Allah bagi kita untuk melanjutkan missiNya di dunia. Bagi semua orang Kristen, pekerjaa adalah panggilan. Dengan melakukan pekerjaan kita dengan baik berarti kita
telah mendeklerasikan kepada publik bahwa kita adalah utusan Allah dalam
pekerjaan kita. Kita dipanggil oleh Allah untuk melaksanakan amat agung
memberitakan keselamatan dan kasihnya kepada dunia dimana kita bekerja. Tak
heran kata profesi berhubungan dengan kata &lt;i&gt;prophet&lt;/i&gt; yang berarti nabi. Kita seharusnya menjadi nabi dalam pekerjaan kita, memberikan kebenaran dan melanjutkan
kasih Allah.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
Dari kata profesi lahir pula kata &quot;profesional&quot;. Menjadi seorang profesional bukan hanya berhubungan dengan kecakapan (&lt;i&gt;capacity&lt;/i&gt;) atau keahliannya (&lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;), tetapi terutama berhubungan dengan kesungguhan (&lt;i&gt;motive&lt;/i&gt;) &amp;nbsp;menjalankan apa yang baik dan benar menurut ukuran nilai yang dipegang oleh sang profesional itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzA8Tem2u-8jlZw0qzlgMwFFOjtJNbgKGqwDE48r1eH-LyUQtA0YcikHsspSSwqsl9WZ5TEOq95b0JQv7yCnpGhhvliJpApTMChslOwQBfqi6ORbMUqpWBJKyeu131y2qzn4Lu/s1600/bro.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;281&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzA8Tem2u-8jlZw0qzlgMwFFOjtJNbgKGqwDE48r1eH-LyUQtA0YcikHsspSSwqsl9WZ5TEOq95b0JQv7yCnpGhhvliJpApTMChslOwQBfqi6ORbMUqpWBJKyeu131y2qzn4Lu/s400/bro.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Persoalannya, apakah nilai kerja itu berbeda atau terpisah dari nilai moral atau religius yang kita pegang? Ada yang mungkin memandangnya terpisah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang memandang nilai kerjanya adalah pekerjaannya itu sendiri, tidak lebih tidak kurang. Nilai lain diluar dipandang bukan bagian dari nilai dalam pekerjaannya. Karena itu tak heran ada orang yang bisa memisahkan dengan jelas antara dunia kerjanya dan dunia pribadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh yang paling ekstrim adalah: pembunuh bayaran yang sekaligus seorang ayah yang baik. Atau pelacur profesional, pemain film porno sekaligus ibu atau ayah yang baik di rumah. Contoh yang kurang ekstrim tapi umum terjadi adalah: PNS yang curang tapi sekaligus majelis gereja yang rajin. Bisnisman yang curang tapi sekaligus donatur sosial yang murah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi orang-orang ini, nilai kerja dipandang sebagai intrinsik dalam pekerjaan itu dan tak ada hubungannya dengan nilai yang lain, bahkan dengan nilai agama yang mereka anut. Di tempat kerja menindas orang, di tempat ibadah duduk paling depan. Dengan kata lain: &quot;Kalau mau jadi pengacara, jadilah pengacara yang hebat yang kalau bisa menangkan semua kasus yang dibela tanpa peduli nilai lain di luar dunia kepengacaraan.&quot; Mereka tak akan peduli dengan airmata janda atau anak yatim yang digusur gubuknya. Yang penting adalah memenangkan perkara dan mendapat nama sebagai pengacara hebat. Atau dengan kata lain: &quot;kalau mau jadi seniman, jadilah seniman yang berkarya secara hebat tanpa peduli nilai diluar dunia seni.&quot; dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apakah benar nilai-nilai yang ada dalam diri manusia itu bisa dipilah-pilah seperti itu? Bukankah sering terjadi konflik nilai? Banyak orang bisa membuka mata lebar-lebar terhadap nilai yang satu tapi menutup mata terhadap nilai yang lain. Mungkin ada yang sehebat itu memilah nilai dalam hidupnya, yang &amp;nbsp;bisa sangat piawai membuat &lt;i&gt;clear-cut&lt;/i&gt; antara nilai yang satu dengan nilai yang lain, tapi banyak juga yang sebenarnya menipu orang lain dan menipu diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, ada juga yang memandang nilai kerja seseorang tak boleh dipisahkan dari nilai yang lain seperti nilai agama yang dipegang. Dengan kata lain: &quot;Kalau menjadi pengacara, jadilah pengacara Kristen yang hebat, yang mengasah kemampuan kepengacaraan dengan paripurna tetapi tetap mendasarkan semuanya di atas nilai kekristenan&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pandangan ini, nilai profesi tak independen dan terisolasi dari nilai-nilai lain yang dianut. Orang tak bisa menjadi pengacara yang jahat sekaligus menjadi anggota gereja yang baik. Orang tak bisa menjadi PNS yang korup sekaligus menjadi anggota majelis jemaat yang baik. Itu kemunafikan namanya. Menjadi profesional berarti menjadi mampu dan terlatih dalam pekerjaan sekaligus menjunjung nilai kerja yang baik dan pada saat yang bersamaan menjunjung nilai dasar moral dan agama yang dianut. Itulah profesionalisme yang utuh. Kita tinggal memilih apakah ingin menjunjung profesionalisme dalam pengertian tehnis dan prosedur semata, dalam pengertian dunia kerja semata, atau profesionalisme dalam pengertian intergritas yang utuh sebagai manusia yang beragama: yang cakap dalam kerja sekaligus menjunjung nilai-nilai agama dan moral. Lagu sekolah minggu mengingatkan kita: &quot;Di dalam dunia, ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ada dua type manusia pekerja dalam memandang nilai kerja mereka: pertama, yang tidur nyenyak dengan segala kecurangan mereka karena mereka bisa merasionalisasi perbuatan mereka, dan kedua, yang tidak bisa tidur malam-malam berhadapan dengan konflik nilai. Ada yang bangga dengan keberhasilan yang didapatkan dengan kecurangan, ada yang memilih menjadi kalah dan tidak menjadi apa-apa, memilih menjadi miskin demi sebuah kebenaran yang mungkin tak terlihat. Syukurlah kalau masih ada yang punya nurani kemanusiaan dan bukan semangat kaku profesionalisme atau bahkan keberhasilan yang dimanipulasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9zq4GZUP5O7GGJhW9NvkY-tJfciiN4z-N4qV03U52h4iOmezHaNySYWJD0Gi6ink2zaRfxExFDlgD9PgKOn_Rc0jOEZTVooR9MznA9wf2-6_v39ZuELoThB1iMMVRBn7iO5-L/s1600/modus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;608&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9zq4GZUP5O7GGJhW9NvkY-tJfciiN4z-N4qV03U52h4iOmezHaNySYWJD0Gi6ink2zaRfxExFDlgD9PgKOn_Rc0jOEZTVooR9MznA9wf2-6_v39ZuELoThB1iMMVRBn7iO5-L/s640/modus.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;[sumber:padangekspres.co.id]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kembali ke
pertanyaan adik saya di atas: “apakah PNS itu profesi?”. Jawabnya tentu saja
PNS itu profesi. Karena dengan menjadi PNS orang menjalankan tugas untuk melayani kepentingan orang banyak. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah makna profesi itu ditempatkan
dalam makna relijius sebagai “panggilan” Allah justru sebagai sekedar “pekerjaan”
saja, tergantung kepada siapa yang melakoninya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Apalagi jika status sebagai
pegawai negeri itu didapatkan dengan cara yang kurang terpuji seperti
menyogok, mengambil jatah dan posisi orang lain dsb. Apa yang bisa dibanggakan
dari profesi seperti itu? Apa yang bisa dibanggakan ketika seumur hidup
menghidupi keluarga dengan sebuah pekerjaan yang didapatkan secara tidak
terpuji? Kita semua tahu bagaimana ribuan orang akan antri dalam pintu loket penerimaan jika lowongan menjadi PNS dibuka. Tes PNS pun harus dilakukan di stadion sepakbola atau lapangan terbuka. Belum lagi banyak joki. Belum lagi banyak main bawah tangan dengan par pengambil keputusan. Itu semua sekana menjadi rahasia umum bagi kita. Kita sudah maklum kalau menjadi PNS berarti membayar, bukan karena seleksi kemampuan. Kita sudah tahu tarif standar dan tarif tambahan jika ingin menjadi PNS. Itu sudah biasa dan tak ada yang akan malu membicarakannya. Separah itulah permainan kotor dalam rekrutmen PNS dan separah itu jugalah moralitas kita menanggapinya. Kecurangan dan permainan kotor tergambar di wajah banyak orang sampai tidak ada yang malu lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruk lagi, &amp;nbsp;ketika diangkat menjadi PNS melakukan berbagai pekerjaan
tidak terpuji. Apa yang didapatkan dengan kecurangan, bukan dengan kemampuan (&lt;i&gt;merit&lt;/i&gt;) sangat mungkin akan dimanfaatkan
secara salah pula. Jangan heran banyak yang tidak &lt;i&gt;capable&lt;/i&gt; dalam menjalankan
tugasnya. Hukum mekanis berlaku: &lt;i&gt;garbage in, garbage out&lt;/i&gt;. Kalau sampah yang dimasukan dalam proses sebuah mesin, maka sampah pula yang akan keluar. Syukur-syukur kalau keluarnya emas. Tidak heran beredar di internet lelucon yang menyepelekan PNS
misalnya lelucon soal penyakit-penyakit yang sering mendera PNS sbb:&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kudis = Kurang
disiplin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;TBC = Tidak Bisa
Computer &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Asma = Asal
Mengisi Absen &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kram = Kurang
Terampil &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Asam Urat = Asal
sampai kantor terus tidur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ginjal = Gaji ingin
naik tapi kerjanya lamban &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pucat = Pulang Cepat,
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Magh = Makan Gaji
Buta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tipes&amp;nbsp; = Tim Pengejar Sertifikasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Sebuah joke tidak
lahir dari dunia hampa. Dan karena itu kita akan tersenyum mendengarnya, karena
kita pasti pernah melihatnya di sana-sini, jika tidak di suatu situasi
sekaligus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhke6j1JyNcNywxaF5vQhbASGxVh8NEWM3aCJcJQp3AKE_6qShhGS7cpp2aqHrSvGDA2hhkbZzoJda4hrXwP4JNiwEZ8WdZ4IvXZruykdN6RE2yfUQKIOtJoivg6SSgXiHmU1DU/s1600/abdi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhke6j1JyNcNywxaF5vQhbASGxVh8NEWM3aCJcJQp3AKE_6qShhGS7cpp2aqHrSvGDA2hhkbZzoJda4hrXwP4JNiwEZ8WdZ4IvXZruykdN6RE2yfUQKIOtJoivg6SSgXiHmU1DU/s320/abdi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;[Sumber: intisari-online.com]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Banyak PNS sangat
berdedikasi dan bekerja keras, banyak yang tak mempedulikan apa yang dilakukan
sesamanya dan tekun mengerjakan apa yang menjadi tugasnya. Banyak orang bangga
menjadi PNS dan menjalani tugas sebagai PNS dengan baik dan benar, dengan
semangat dan pengabdian yang benar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Namun banyak juga yang memulai karir
sebagai PNS dengan cara yang tidak benar dan mengakhirinya pun dengan cara yang
tidak benar. “&lt;i&gt;What comes around, goes around&lt;/i&gt;” kata peribahasa. Padahal ketika menjadi pejabat publik misalnya PNS disumpah dengan kitab suci. Tidak takutkah mereka akan sumpah yang mereka ucapkan? Atau tidak sungguh-sungguh mereka mengucapkan sumpah? Apapun yang terjadi, mereka telah membuka mulut mereka tanpa paksa dibawah kitab suci. Resikonya akan mereka tanggung sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Jika anda ingin
menjadi PNS atau menginginkan anak anda menjadi PNS, lalu ada yang meminta
sogokan akankah anda mengikuti permintaannya? Inginkah anda memulai karir anda yang
mungkin akan berlangsung selama sisa hidup anda dengan kecurangan pada awalnya?
Pikirkanlah itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; /&gt;
&lt;hr align=&quot;left&quot; size=&quot;1&quot; width=&quot;33%&quot; /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;ftn1&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Profesi%20adalah%20profesi%20yang%20mulia.docx#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://www.science-softcon.de/gkhartmann/714-ex-weber-93-40126-w.pdf&quot;&gt;http://www.science-softcon.de/gkhartmann/714-ex-weber-93-40126-w.pdf&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; [access 28 Januari 2013]; Richard
Swedberg,Ola Agevall, &lt;i&gt;The Max Weber
Dictionary: Key Words and Central Concepts&lt;/i&gt;. California: Stanford University
Press, 2005: hal. 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn2&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Profesi%20adalah%20profesi%20yang%20mulia.docx#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Max
Weber and Thomas Ma&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;nn,
1988, hal. 3; lihat juga &lt;a href=&quot;http://books.google.co.id/books?id=_c3Mcnh8hCgC&amp;amp;pg=PA295&amp;amp;lpg=PA295&amp;amp;dq=Max+Weber+on+profession&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=35NxXnFQE-&amp;amp;sig=uv-hRXftO1qDARh2jTjwfas5kGw&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=HrcGUdToOseLhQfupYGYDg&amp;amp;ved=0CF0Q6AEwBQ#v=onepage&amp;amp;q=Max%20Weber%20on%20profession&amp;amp;f=false&quot;&gt;http://books.google.co.id/books?id=_c3Mcnh8hCgC&amp;amp;pg=PA295&amp;amp;lpg=PA295&amp;amp;dq=Max+Weber+on+profession&amp;amp;source=bl&amp;amp;ots=35NxXnFQE-&amp;amp;sig=uv-hRXftO1qDARh2jTjwfas5kGw&amp;amp;hl=id&amp;amp;sa=X&amp;amp;ei=HrcGUdToOseLhQfupYGYDg&amp;amp;ved=0CF0Q6AEwBQ#v=onepage&amp;amp;q=Max%20Weber%20on%20profession&amp;amp;f=false&lt;/a&gt;.
hal 295.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/profesi-adalah-profesi-yang-mulia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW-6oUpwIxGLhf_W3o6_CPgpDq6jsqQTrz7ysQ9EOW4vV2UVi2xTzGSbIa2RWhWsSv_DTAu1XzBVvNqccoegHJvDifa9Bx7vjPodHYIqnV0Q0CqfKR3NGpNZbU2AEdriY5IIT3/s72-c/sumpah+jabatan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-4821425793172033467</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2013 10:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T11:23:39.467+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><title>Rumah di sebuah sudut jalan</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvgaHZf7KO5hbdl16OFpdSDNb1eh2F_P8ZDvbpEQSrAfryLtWdunk7vxtdA5_uY0_D50oiwS1WTOHxAW-Ph6qibzYstzSjGwCVFFoAfjX0-gXsY7dGTUDBJUU4Q0KJmgzzJ26S/s1600/large_5f+sm+dining+table+next+to+kitchen+old+english+oak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvgaHZf7KO5hbdl16OFpdSDNb1eh2F_P8ZDvbpEQSrAfryLtWdunk7vxtdA5_uY0_D50oiwS1WTOHxAW-Ph6qibzYstzSjGwCVFFoAfjX0-gXsY7dGTUDBJUU4Q0KJmgzzJ26S/s1600/large_5f+sm+dining+table+next+to+kitchen+old+english+oak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;246&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvgaHZf7KO5hbdl16OFpdSDNb1eh2F_P8ZDvbpEQSrAfryLtWdunk7vxtdA5_uY0_D50oiwS1WTOHxAW-Ph6qibzYstzSjGwCVFFoAfjX0-gXsY7dGTUDBJUU4Q0KJmgzzJ26S/s400/large_5f+sm+dining+table+next+to+kitchen+old+english+oak.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi, 26 Januari 2010 kakak tertuaku menelpon: “At, papa su sonde ada lai, kasi kuat hati ko pulang su.” Dunia seakan tidak ada lagi bagiku. Diriku pun seakan bukan aku lagi. Istriku memelukku dan aku menangis berjam-jam. Kami menangis sambil memandang &amp;nbsp;anak kami yang baru hampir berumur satu tahun. Menangis di sebuah negeri asing di mana tidak ada yang akan mengerti tangisanmu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Di sebuah pavillon di mana anak kami Tiadea Radakaran Isaiah lahir. Tiadea Radakaran adalah sebuah nama Rote yang berarti &quot;bersandar dan berharap pada Tuhan&quot;. Sebuah nama yang indah yang diberikan oleh kakeknya. Dan karena itu aku harus kuat. Harus kuat untuk bisa pulang. Kutenangkan diriku seakan tak terjadi apa-apa, keluar membeli apa yang perlu untuk kubawa pulang ke rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ya pulang. Pulang ke sebuah rumah tua di sebuah kampung&amp;nbsp; yang indah. Di rumah di mana seorang laki-laki berperawakan kecil biasa bersuara dengan suaranya yang tegas namun hangat: “anak-anak, siap ke sekolah”. Di sebuah rumah dimana ia mengawasi kami memberi makan ayam-ayam, babi piaraan kami. Di rumah tua di mana ada kalanya protes tidak ditoleransi. Tapi ada saatnya kasih di atas segalanya. Di rumah tua itu, laki-laki itu berpaling padaku kalau ia ingin menyetrika bajunya, menyemir sepatunya atau minta dipijatkan kakinya. Di ruang tamu rumah itulah laki-laki itu akan bergiliran membaca sebuah koran bersama anak-anaknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Di sebuah rumah tua di mana bunyi gong Rote menjadi kebangggan. Di sebuah rumah tua di sudut jalan dimana disiplin tidak punya mata. Di sebuah rumah dimana kerabat datang silih berganti, namun hukum tetap sama. Di rumah itulah, perabotan di sebuah meja makan tua selalu bergemerincing karena enam orang anak laki-laki kampung duduk di sekitar meja makan tua. Bersama ibu mereka dan seorang laki-laki bersarung, membaca Alkitab, bergilir berdoa sebelum makan malam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Ke rumah di sudut jalan itulah, aku akan selalu pulang walau sebentar saja. Di kala senja, akan kudengar suara laki-laki itu memanggil anak-anaknya duduk disebuah meja makan tua. Ia memimpin doa atau kadang ia menunjuk salah seorang di antara mereka untuk berdoa. Di meja itulah segala macam cerita muncul. Mulai dari &quot;sayur pintar&quot;, cerita pekerjaan, sampai keputusan tentang sekolah. Ke rumah itulah aku akan selalu pulang. Rumah sebagaimana sejatinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leiden, 26 Januari 2013&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/rumah-di-sebuah-sudut-jalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvgaHZf7KO5hbdl16OFpdSDNb1eh2F_P8ZDvbpEQSrAfryLtWdunk7vxtdA5_uY0_D50oiwS1WTOHxAW-Ph6qibzYstzSjGwCVFFoAfjX0-gXsY7dGTUDBJUU4Q0KJmgzzJ26S/s72-c/large_5f+sm+dining+table+next+to+kitchen+old+english+oak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-7591682713022486474</guid><pubDate>Fri, 25 Jan 2013 11:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-25T20:21:40.049+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Poems</category><title>Hari ini Tiga Tahun yang Lalu</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrwoIHXifkK_YbxzcVnwHk3bajX9xQ0Z8WHf3aSHeJMnc6rqYJ64sYJkaaQeZYBgTsTKTyqwCPcj4jp7CbW9Ltk5m-WBDDcNguk7gfu5MVTzj2IfXTPu5dsDMh0uTO5iwzilZp/s1600/leiden+first+203.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrwoIHXifkK_YbxzcVnwHk3bajX9xQ0Z8WHf3aSHeJMnc6rqYJ64sYJkaaQeZYBgTsTKTyqwCPcj4jp7CbW9Ltk5m-WBDDcNguk7gfu5MVTzj2IfXTPu5dsDMh0uTO5iwzilZp/s400/leiden+first+203.JPG&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 19.5px; text-align: left;&quot;&gt;Benjamin Messakh &lt;br /&gt;Lahir: Oebatu, Pulau Rote, 6 Juli 1946 &lt;br /&gt;Meninggal: Batuplat, Kupang, 26 Januari 2010&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
HARI ini tiga tahun lalu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tiada kata perpisahan bagiku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tiada yang mendengar tangisku di negeri asing&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Langit membisu pada doaku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau pergi untuk selamanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Dan aku tidak ada di sampingmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Sekedar membisikan aku sayang padamu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku memang telah mengambil jalanku sendiri&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun aku masih bagian dari duniamu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Kepada siapa aku berpaling untuk bertanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jika hidup menjadi tak masuk akal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Hari itu takkan pernah kulupakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku&amp;nbsp;tak sepenuhnya aku lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Sakitnya masih sama kini&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adalah engkau jika aku berpaling ke cermin&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adalah engkau jika aku melihat tapak hidupku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Adalah engkau ketika aku melihat anak-anakku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku memang bukanlah yang terbaik&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Bersalah dalam pengabaian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi engkau tahu papa tersayang,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku hormat dan kagum padamu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau yang mengajarkan aku segalanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engku yang membuat jari ini tak pernah lelah menulis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkaulah semangat aku mengambil resiko hidup&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau alasan aku bangga akan siapa aku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkaulah topangan ku tengadahkan kepala&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkaulah keberanian aku melanglangbuana&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkaulah alasan orang menganggukkan kepala kepadaku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau memang tak pernah berhenti&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tak ada yang bisa menghentikanmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Pun jika kuminta akulah yang mengepal jemariku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Menggantikan kepalanmu yang dimakan usia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Namun engkau tak akan berhenti&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Karena engkau pejuang sejati, sejak dalam kandungan ibumu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkaulah Benjamin yang sulung&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau mungkin berpikir aku tak melihat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Atau mengira aku tak mendengar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Pelajaran kehidupan yang kau ajarkan kepadaku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi aku mengingat setiap kata, papa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Mungkin engkau berpikir aku tak menyimak&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
dan kita berdua berbeda haluan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tapi aku menyimpan semuanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tertulis dalam hatiku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Tanpa engkau aku bukan laki-laki yang sekarang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau membangun dasar yang kuat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
tak ada yang bisa mengambilnya dariku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku hidup dengan nilai-nilaimu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
dan aku bangga jadi anakmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jadi inilah aku, anak laki-lakimu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Puku dou&lt;/em&gt;-mu yang berterima kasih padamu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Hari itu, engkau pulang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Hari itu akulah yang tersesat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh dari rumah, jauh dari kehangatan kasihmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh bukan karena bentangan laut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh bukan karena luasnya daratan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh karena aku tak menemukan jalan pulang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh karena pulangku tak akan sama lagi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Jauh karena pulangku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
adalah pulang seorang anak yatim&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Inikah harganya kembara di jalan iman?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Inikah hidup dalam tenda dimana patoknya siap dicabut kapanpun?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Inikah pengembaraan tanpa akhir?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Inikah jalannya mengharapkan janji kudus?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Aku tak tahu dan tak ingin menjawabnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Karena satu hari nanti akupun akan mengerti&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Engkau akan datang menjemput aku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Seperti ayahmu datang menjemput engkau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Karena engkau mencintaiku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
Serpong, 25 Januari 2012; Leiden, 25 Januari 2013&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0cuW6Lnrz4G2G2gO59JXYa1s4Iu5WbMTqTflhHgWOkL38NrfvjOk3oOmxB3ttKenekc802JoXqH1O7bgJAltOwViyYdZ_NxrCejAkCh-PBd2rlecc1BgfIKOdkddhB_BzqCV/s1600/di+tepi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju0cuW6Lnrz4G2G2gO59JXYa1s4Iu5WbMTqTflhHgWOkL38NrfvjOk3oOmxB3ttKenekc802JoXqH1O7bgJAltOwViyYdZ_NxrCejAkCh-PBd2rlecc1BgfIKOdkddhB_BzqCV/s640/di+tepi.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 1.5em; margin-bottom: 20px; padding: 15px 15px 0px; text-align: left; word-wrap: break-word; zoom: 1;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;caption&quot;&gt;
Dulu, enam orang bocah biasa duduk di sekeliling meja makan, bersama papa dan mama. Kini, enam orang laki-laki dewasa menemani mama di pinggir peti jenazah papa. Selamat jalan, sampai ketemu lagi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 19.5px;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/hari-ini-tiga-tahun-yang-lalu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrwoIHXifkK_YbxzcVnwHk3bajX9xQ0Z8WHf3aSHeJMnc6rqYJ64sYJkaaQeZYBgTsTKTyqwCPcj4jp7CbW9Ltk5m-WBDDcNguk7gfu5MVTzj2IfXTPu5dsDMh0uTO5iwzilZp/s72-c/leiden+first+203.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-3692486546923491160</guid><pubDate>Mon, 21 Jan 2013 21:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-25T13:43:43.152+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><title>Gerson Poyk: &quot;Masa kecilku adalah kuda tunggang, tambur gembala, jalan setapak yang berliku, rumah lalang bepagar batu&quot;</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAGpzw0htxrUDiDNFJQDyzsv3OeY0mPmR2im6XkNVdhI88tZr0RJ78CP43r6Hb10KgFL7kKpusxcASPgM9iJx_5JNRXcJEJgJjSASPi74B9-upxFjqPs8qCiwutU2zI8Zt5MKh/s1600/DSC_0057.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAGpzw0htxrUDiDNFJQDyzsv3OeY0mPmR2im6XkNVdhI88tZr0RJ78CP43r6Hb10KgFL7kKpusxcASPgM9iJx_5JNRXcJEJgJjSASPi74B9-upxFjqPs8qCiwutU2zI8Zt5MKh/s640/DSC_0057.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gerson Poyk [PTKarya Unipress]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;SAAT menerima
Southeast Asian Write Award di Bangkok pada tahun 1989, ia mengenakan pakaian
adat Rote lengkap dengan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ti’ilangga&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;. Sebagai
seorang pemenang dari Indonesia, ia ingin menunjukkan bahwa ia adalah orang
Rote. Hal yang sama ia lakukan ketika menghadiri Konferensi tentang Nationalism
and Ethnicity in Southeast Asia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKjBr2VEFkxEa-D1kMsuFdbNRTdHCBO8w3TdJ_DkRSWHRO3ET9ddYfTmB5VODfmPmyFKkH7Ef0tyXLjGspWGBPzNLSLMJg29BmL1mNPSOVZUittQkK8HUDxtOmEZ-CULbvxlu4/s1600/DSC_0050.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFK6eourd819h0g4U8c2Q7N2NYlpYG5gSrjcE2vo7YGVuUiuv0IdXqYUhfmV3M44snBFn9m-EZOdhe-JnPESGvqLX3351cG5AP0AV1Ae1Jnz73h-5cnKOlCek2qTza7Hc2uUfr/s1600/DSC_0045.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dialah Gerson
Poyk, satu diantara sedikit sastrawan Indonesia dari Nusa Tenggara Timur, dan
satu di antara beberapa sastrawan Indonesia yang pernah memenangkan award
pretigious untuk para sastrawan Asia Tenggara. Karya-karyanya sudah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa dan banyak sudah telaah ilmiah
tentang karya-karyanya di dalam maupun luar negeri. Novelnya &lt;i&gt;Sang Guru&lt;/i&gt;, adalah satu dari tiga novel Indonesia yang pernah memenangkan SEA Write Award. Dua novel yang lain adalah &lt;i&gt;Ladang Perminus&lt;/i&gt; karya Ramadhan K.H. dan &lt;i&gt;Bekisar Merah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;karya Ahmad Tohari. Saat saya mencoba mencari
di katalog Universitas Leiden, Negeri Belanda ternyata sebagian besar&amp;nbsp; karyanya ada disana, juga karya orang lain
tentang dirinya. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kritikus sastra
Indonesia berkebangsaan Belanda A. Teeuw menggolongkannya ke dalam &lt;i&gt;Angkatan Terbaru&lt;/i&gt;, yaitu generasi
sastrawan Indonesia di era 1950-an yang sangat peduli dengan aspek regional
dalam karya sastra mereka. Generasi sastrawan ini adalah generasi pertama
sastrawan Indonesia yang terdidik dalam sejarah sebagai warga negara Indonesia
dalam bahasa dan budaya Indonesia. Mereka tetap menjaga daerah mereka sebagai “rumah”
mereka sambil pada saat yang sama menjadi orang Indonesia. Aspek-aspek regional
dapat ditelusuri di dalam karya-karya mereka dalam pengertian “daerah”, sastra
untuk wilayah daerah. [need citation] Walaupun Paus Sastra Indonesia H.B.Jassin
menggolongkan Gerson Poyk ke dalam Angkatan 66, tapi Ernst Kratz, menggolongkan
Gerson Poyk ke Angkatan 1950-an karena karya-karyanya telah muncul pada tahun
1950-an.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftn1&quot; name=&quot;_ftnref1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Lahir di
Namodale, Ba’a, pulau Rote pada 16 Juni 1931. Ibunya bernama Yuliana Manu dari
klan Nalefeo di Thie. Ayahnya Johanes Laurens Poyk seorang mantan tentara Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang
pernah juga menulis artikel dan puisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Gerson dilahirkan
di Rote, ia tidak pernah dibesarkan di Rote. Ia lahir saat ayahnya bekerja sebagai mantri Belanda di Ba&#39;a. Karena krisis ekonomi yang sebut orang saat itu zaman meleset (&lt;i&gt;malaise&lt;/i&gt;) maka ayahnya diberhentikan sementara. Sang ayah kemudian memboyong istrinya, Gerson, dan Dina kakak perempuan Gerson dari perkawinan ibunya sebelumnya ke kampung ayahnya di Ringgou. Di sana mereka bertani menanam tembakau untuk dijual. Tak berapa lama, ayahnya dipekerjakan lagi, sebagai mantri di Bilba, di Rote Timur, kemudian di Pulau Semau, di Langgaliru di Sumba dan kemudian ke Bajawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sebentar ia dibawa ke Rote setelah sebuah kesalahan membuat ayahnya dipecat sebagai pegawai Belanda di Bajawa. Masa kecilnya lebih banyak dihabiskan di beberapa tempat Flores, terutama di Ruteng, kemudian ia mengikuti ayahnya ke Alor, bersekolah di SoE dan Surabaya dan memulai karir kerjanya sebagai guru di Ternate. Inilah yang juga membentuk
dirinya dan terpancar dalam karya-karyanya. Kehidupan keluarganya yang berpindah-pindah dan naik turun karir ayahnya serta kehidupan keluarganya terangkum apik dalam tragedy dan komedi karya-karyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tulisannya &lt;i&gt;Nostalgia Flobamora&lt;/i&gt; ia menceritkan dengan apik kenangan masa kecil dan masa remajanya sampai ia bersekolah di Surabaya. Cara berceritanya lugas dan enak, kadang kita dibuat tertawa, kadang harus menahan napas bahkan menitikkan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ayah dan Ibu Gerson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
Darah pertualangan rupanya turun dari ayahnya. Ayahnya memasuki sekolah &quot;angka loro&quot; di Rote namun sebelum menamatkan sekolahnya ia sudah ingin merantau. Kakek dari Gerson akhirnya menjual beberapa ekor kambing untuk mengirim ayah Gerson ke Kupang. Di Kupang ia tinggal bersama guru Lanu, yang juga berasal dari kampung ayahnya. Karena kakeknya tak mampu mengirim uang tiap bulan maka ayahnya disebut sebagai &quot;anak piara&quot; dari keluarga Lanu. Gerson menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Biasanya anak yang dipiara oleh orang Rote yang bergaji,
bekerja serabutan mulai dari mencari kayu bakar, memikul air mandi dan minum,
mencuci piring, momong anak majikan dan sebagainya. Imbalannya adalah makan,
pakai dan tidur gratis dan di atas segalanya, anak piara itu dimasukkan ke
sekolah. Itulah cara penduduk sebuah pulau yang mayoritas penduduknya tidak
punya uang kontan, memajukan generasi mudanya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Belum sempat rampung pendidikan ayahnya, seorang guru dari Rote bernama guru They pindah ke Takalar dan mengajak serta ayahnya yang saat itu duduk di kelas terakhir sekolah gubernemen atau sekolah &#39;angka loro&quot;. Di Takalar tugas ayahnya adalah membantu urusan rumah tangga sang guru sambil bersekolah. &quot;Ia hars berlari pulang ke rumah untuk masak nasi, sayur dan ikan sehingga guru They pulang, makanan hangat-hangat sudah tersedia,&quot; kenang Gerson akan cerita ayahnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBlWhHpXHyf2H-upae0PbahwuPokRnC6ZzUaPtH-Hf0OlR8myh7BZWKlz4Xcw_cZ6qPN1wi-85zmizTB03WziEnEX8pWHUfBW1RncG9q4kfEEFwB2wBL7sn_iy74G3D7qPvcXi/s1600/DSC_0053.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; display: inline !important; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBlWhHpXHyf2H-upae0PbahwuPokRnC6ZzUaPtH-Hf0OlR8myh7BZWKlz4Xcw_cZ6qPN1wi-85zmizTB03WziEnEX8pWHUfBW1RncG9q4kfEEFwB2wBL7sn_iy74G3D7qPvcXi/s640/DSC_0053.JPG&quot; width=&quot;448&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Setelah tamat ayahnya langsung mendapatkan pekerjaans sebagai kepala halte stasiun kereta api yang menghubungkan Makassar dan Takalar, tapi kemudian ia masuk Sekolah Angkatan Laut Kerajaan Belanda. Setelah menamatkan sekolah ia ditugaskan di atas Kapal Perang Sumba. Namun ayahnya di pecat karena suka berkelahi. Setelah itu ia bekerja lagi di pabrik binatu besar milik seorang Belanda. Lagi-lagi ia dipecat lantaran menghanguskan pakaian putih-putih sang meneer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Gerson kemudian&amp;nbsp;pulang ke Rote. Tak lama kemudian ia mendapatkan pekerjaan sebagai mantri rumah sakit (&lt;i&gt;verpleger&lt;/i&gt;) dan menikah dengan seorang perempuan Rote. Namun karena keduanya tidak mempunyai anak, sang istri mengijinkan ayah Gerson menikah lagi. Kemudian ayah Gerson menikah dengan ibu Gerson yang sebelumnya menikah dengan seorang raja Thie. Dalam &lt;i&gt;Nostalgia Flobamora&lt;/i&gt; ia menulis:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;&quot;Setelah bercerai dengannya, ayahku kawin dengan ibuku dan lahirlah aku, pada suatu subuh tanggal 16 Juni 1931, di sebuah rumah di tepi pantai, tidak jauh dari mercusuar satu-satunya di pulau Rote.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Suami pertama ibu Gerson adalah seorang raja dari kerajaan Thie yang dibuang oleh Belanda ke Sumbawa dan Flores, karena terlibat dalam perang dengan kerajaan tetangga Dengka. Sang raja itu kemudian menikah lagi di tempat pembuangannya walaupun dari perkawinan mereka telah lahir dua orang anak, Benjamin B. Messakh dan Mariana Messakh. Setelah ditinggal suaminya, ibu Gerson menikah lagi dengan raja berikutnya bernama Thobias Messakh, dan melahirkan dua orang anak yaitu Dina dan Benyamin. Raja itu meninggal tiba-tiba, sehingga ibu Gerson akhirnya menikah dengan ayah Gerson. Dari perkawinan itu lahirlah Gerson dan adik perempuannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
“Di pulau Rote, tepatnya di Nusak (Kerajaan) Ti ada empat saudara tiriku
yang memakai nama marga (fam) Messakh. Si sulung bernama Benjamin B. Messakh,
nomor dua bernama Mariana Messakh, yang ketiga bernama Dina Messakh dan keempat
bernama Benyamin Messakh. Nenekku dari ibu memang dari keluarga Messakh, kawin
dengan ayah ibuku dari keluarga Manu yang tergabung dalam leo (suku-suku)
Nalefeo yang pada gilirannya sub subsuku Nalefeo masih berkerabat dengan
suku-suku Ndanafeo, Todafeo dan Mesafeo. Semua leo tersebut menurut adat Rote
menyediakan isteri-isteri bagi para raja di kerajaan Ti (ejaan Belanda Thie).&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Aku dilahirkan di pulau Rote seperti halnya keempat kakakku dan
adikku lahir di pulau Semau, sebuah kecil di depan teluk Kupang. Semua itu aku
dengar dari ibuku. Ibuku juga bercerita bahwa kakekku dari pihak ayah adalah
seorang &lt;i&gt;temukung besar&lt;/i&gt; kepala
beberapa desa yang terkenal karena memperoleh beberapa bintang dari pemerintah
karena jasanya selama tiga puluh tahun mengumpulkan pajak dan satu sen pun
tidak dikorup”.&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftn2&quot; name=&quot;_ftnref2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Ayah Gerson kemudian dipindahkan ke&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sumba, memimpin klinik di sebuah dusun bernama Langgaliru, terletak diantara Waingapu dan Waikabubak. Kemudian ayah Gerson dipindahkan lagi ke&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;Bajawa,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kabupaten Ngada,&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;line-height: 18px;&quot;&gt;untuk menjabat sebagai kepala rumah klinik kabupaten (&lt;i&gt;hoofdt mantri&lt;/i&gt;) di sana. Saat pindah ke Sumba dan Flores, ayahnya memboyong serta Dina, saudara Gerson dari lain ayah, sedangkan Benyamin besar, Benyamin kecil dan Mariana tinggal bersama kakek-nenek mereka di Rote.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;b&gt;Masa Kecil di Bajawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerson memulai
pendidikan formalnya di HIS kemudian dilanjutkan SD di Bajawa. Tentang Bajawa ia menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bajawa,
sebuahkota kecil di Kabupaten Ngada (Pulau Flores) adalah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;kota
kesadaran pertama seorang anak kecil yang lahir di pulau Rote.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Kota Bajawa di masa kecilku terdiri dari sebuah tangsi
polisi, sebuah rumahsakit, sebuah Sekolah Rakyat, sebuah Gereja Katolik yang
indah dan besar sekaligus rumah-rumah untuk pastor dan suster dan beberapa
rumah pembesar pemerintah serta beberapa to&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;k&lt;/span&gt;o milik orang Tionghoa dan sebuah pasar terbuka (lapangan).
Lapangan rumputnya hijau subur terpotong rapi, mungkin oleh orang-orang strapan (narapidana). Aku tak ingat di mana letak penjara, kecuali jalan menuju kuburan
karena rumah dinas kami nomor dua dari pojok jalanan menuju tempat itu.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ayahku seorang mantri yang mengepalai rumah sakit di
kabupaten itu. Masa itu dokter tinggal di ibukota keresidenan (di Endeh) dan
sekali-sekali ia datang mengunjungi rumahsakit yang dipimpin oleh ayahku.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKjBr2VEFkxEa-D1kMsuFdbNRTdHCBO8w3TdJ_DkRSWHRO3ET9ddYfTmB5VODfmPmyFKkH7Ef0tyXLjGspWGBPzNLSLMJg29BmL1mNPSOVZUittQkK8HUDxtOmEZ-CULbvxlu4/s1600/DSC_0050.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKjBr2VEFkxEa-D1kMsuFdbNRTdHCBO8w3TdJ_DkRSWHRO3ET9ddYfTmB5VODfmPmyFKkH7Ef0tyXLjGspWGBPzNLSLMJg29BmL1mNPSOVZUittQkK8HUDxtOmEZ-CULbvxlu4/s640/DSC_0050.JPG&quot; width=&quot;420&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Keluarganya kemudian pindah ke Ruteng, Kabupaten Manggarai, dimana ia menamatkan
SD di sana tahun 1945. Keluarga kemudian pindah lagi ke Maumere, Kabupaten
Sikka. Sejumlah karya sastranya mengandung unsur masa kecilnya ini antara lain &lt;i&gt;Pati Wolo&lt;/i&gt; (1988) yang secara ironi menceritakan
sebuah mahluk berkaki satu dan berkuku seperti kuda yang merupakan legenda yang
akrab di telinganya ketika ia tinggal di Manggarai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerson memang piawai menceritakan masa kecilnya. Ia menyebut &quot;naluri melarikan diri&quot; atau &quot;naluri menyelamatkan diri&quot; adalah bawaan masa kecilnya yang tak pernah hilang. Di masa kecil, naluri ini tidak membawa akibat, tetapi ketika dewas naluri melarikan diri ini membuatnya membuatnya menemui serba kesulitan dan kelucuan hidup. &quot;Penuh tragedy dan komik&quot;, katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentang pertama kali masuk sekolah, misalnya, ia menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Suatu pagi aku berontak mati-matian karena ibu ingin
membawaku ke sekolah. Ibu menggendong aku di pinggangnya dan aku menangis
terus, menangis terus meronta-ronta sampai ke sekolah... Sampai disana aku berhenti menangis
karena aku melihat banyak anak-anak sebayaku.&lt;br /&gt;
Aku turun dari pinggang ibu dan guru menyambutku, mengangkat
tanganku lewat kepala, menyuruh aku meraba telingaku. Sudah itu aku didaftarkan
sebagai murid kelas satu tetapi boleh pulang. Sekolah baru mulai besoknya. Aku
berkeliling sekolah itu. Aku melihat ada beberapa kantong terbuat dari anyaman
daun pandan, berisi sesuatu, tergantung
di tembok sekolah, di pohon dan di tiang lonceng.&lt;br /&gt;
...aku memanjat tiang lonceng tetapi tiba-tiba aku memanjat tiang
lonceng untuk melihat apa yang berada dalam kresek anyaman daun pandan itu. Aku
merogoh salah satu kantong dan ternyata isinya jagung kering goreng yang
kerasnya seperti batu. Tetapi rahang anak Bajawa dapat menghancurkannya.
Anak-anak yang membawa jagung goreng kering (tanpa minyak) itu datang dari
kampung yang jauh. Makan pagi mereka dari jagung, ubi dan sebagainya, begitu
juga makan siang mereka. Tak ada satu pun yang membawa uang jajan.&lt;br /&gt;
Pulang ke rumah, entah bagaimana, aku malas ke sekolah.
Ibuku membongkar aku dari keasyikan nyenyak pagi, menyuruh aku mandi tetapi aku
menolak semuanya. Aku menangis sejadi-jadinya menolak ke sekolah. Setelah
menakut-nakuti aku dengan oto-pos (mobil pos) dan tuan inspektur Belanda,
barulah aku mau berjalan bersama ibu ke sekolah. Anak-anak kelas satu telah duduk
tenang-tenang di kelas. Ibu langsung mengantarkan aku ke dalam kelas lalu guru
mendudukkan aku di bangku paling depan.&lt;br /&gt;
Begitu ibuku keluar, sang guru (Tuan Riberu) yang kulitnya
hitam membelalakkan matanya kepadaku lalu menggerutu. Jantungku berdebur
ketakutan tetapi mataku melihat ke jendela dan ada sedikit rencana kilat muncul
di benakku. Kalau dia menyeringai dan bangun mendekatiku, bangun dari kursinya
dan menerkam aku maka aku akan lari ke jendela dan melompat lalu lari ke rumah
dan takkan kembali lagi selama-lamanya, selama-lamanya! Hanya itu yang kuingat
benar ketika masuk sekolah di Bajawa.&quot;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
Konteks sosial dari karya-karyanya juga diuraikan dengan gamblang. Ia misalnya menggambarkan stratifikasi sosial masyarakat Hindia Belanda di Flores secara deskriptif jernih menurut kacamata seorang bocah:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Di Bajawa, seperti juga di semua kabupaten di Flores,
kontrolir dan aspiran kontrolir, kemudian inspektur, semuanya Belanda. Di bawah
mereka seperti klerk dan Bestuur Assisten adalah orang Rote. Kepala tangsi
polisi juga seorang yang berasal dar&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;i&lt;/span&gt; Rote. Dia pamanku, To’o Hormu. Celakanya, opas-opasnya pun
berasala dari Rote. Pakaian opas seperti polisi, memakai kelewang panjang dan
topi bambu. Kumisnya terputar bagaikan tanduk kecil di bibirnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
Di Flores karir ayahnya melejit dan diangkat menjadi &lt;i&gt;hoofdt mantri&lt;/i&gt;, namun sebuah tragedy menimpa. Ayahnya berselingkuh dengan seorang perempuan Jawa, istri seorang polisi. Saudara perempuan ayahnya sendiri, yang adalah istri seorang kepala tangsi polisi di Bajawa, melaporkan hal itu dan ayahnya dipecat. Ibu Gerson sangat marah kepada ipar perempuannya yang melaporkan suaminya sehingga ia menggigit telinga iparnya itu. Gerson tak tahu apa-apa soal kejadian itu, ia hanya tahu ketika mereka telah keluar dari rumah dinas mereka dan menumpang pada kerabat di kota Ende.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Pada suatu malam aku dan adikku dibangunkan lalu dibawa ke
mobil dan begitu bangun tidur aku, adikku dan ibuku telah berada di sebuah
rumah berlantai tanah dikota pelabuhan Endeh. Ayahku tidak kelihatan ketika aku
bangun pagi. Rumah itu terletak di seberang jalan dari rumah Bung Karno, di
kampung Tiang Radio... Tidak lama kemudian ayahku kembali, membawa uang logam cukup banyak dan
ibu belanja makanan yang cukup enak seperti halnya di Bajawa.&lt;br /&gt;
Rumah itu milik seorang bernama Manafe, asal Rote. Begitu
ayahku muncul ia membawa kami ke sebuah rumah di samping katedral, di kaki
bukit kecil, di sebelah kuburan Tionghoa. Malam pertama telingaku disengat
kalajengking sehingga aku terkaing-kaing menangis memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
Kemudian ayah menggali sebidang tanah lereng, meratakannya
dan membangun sebuah gubuk. Maka kami lega memiliki rumah sendiri, tanpa
menumpang di rumah orang. Semuanya dibuat oleh tangan ayah. Aku ingat, ia juga
membuat sebuah kursi malas lalu duduklah dia sambil makan sirih.&lt;br /&gt;
Kemudian ayah menghilang lagi. Aku dengar cerita ibu tentang
pekerjaan ayah. Pekerjaan baru. Ayah tidak lagi menjadi Hoofd Mantri. Ayah
mengikuti Tuan Lauwoie, seorang pembela perkara.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
Hidup berubah begitu cepat. Dari anak pegawai menjadi anak pembela
perkara amatiran. Namun Gerson ingat bahwa setiap hari ia bisa makan. Hanya satu kali,
ingatnya bahwa ia dan saudara-suadaranya tidur malam setelah mengunyah cuma kue bendera.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Aku masih ingat, uang yang ditinggalkan ayah terbatas
sehingga pada suatu malam ibu memanggil adikku dan aku untuk makan malam. Di
sebuah dulang tersedia beberapa potong kue bendera dan teh manis. Kami mengunyah
kue itu lalu minum teh manis dan tidur lelap karena lelah bermain sehari
suntuk. Sungguh, sebuah kenangan yang halus mengiris jiwaku.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFK6eourd819h0g4U8c2Q7N2NYlpYG5gSrjcE2vo7YGVuUiuv0IdXqYUhfmV3M44snBFn9m-EZOdhe-JnPESGvqLX3351cG5AP0AV1Ae1Jnz73h-5cnKOlCek2qTza7Hc2uUfr/s1600/DSC_0045.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFK6eourd819h0g4U8c2Q7N2NYlpYG5gSrjcE2vo7YGVuUiuv0IdXqYUhfmV3M44snBFn9m-EZOdhe-JnPESGvqLX3351cG5AP0AV1Ae1Jnz73h-5cnKOlCek2qTza7Hc2uUfr/s640/DSC_0045.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Di Endeh, Gerson masuk sekolah Protestan, dan seingatnya ia tidak pernah belajar berhitung dan membaca, hanya solmisasi. Ia ingat gurunya adalah Pendeta Samuel Muda, ayah dari Laksamana Samuel Muda, pahlawan Laut Aru. Ia juga ingat bagaimana ibunya mengajarkan membuat rampai untuk ditaburkan ke laut :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ibu berkata, bunga rampai itu dikirim kepada nenek, kepada
paman dan sebagainya. Lalu kami bertiga ke jembatan laut menghamburkannya ke
laut. Peristiwa itu sangat mengesankan aku. Terasa sangat indah. Terasa bunga
itu akan sampai ke suatu tempat rahasia tempat Mama Be’a (Nenek) dan Papa Be’a
(kakek) dan sanak saudara bermukim. Ibu telah mengajarkan aku tentang bahasa
kerja menanami kebun dan simbol-simbol cinta kasih kepada yang berada di
seberangsana , di dalam dan dibalik kehidupan nyata dan fana ini.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Pulang ke Rote&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena beban hidup semakin berat, Gerson dan adiknya Matilda dibawa oleh ibunya pulang ke Rote, sementara ayahnya tetap berusaha sebagai pengacara amatiran di Flores. Gerson mengingat bagaimana mereka pulang:&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Tiba-tiba saja, kami bertiga...telah berada di atas sebuah kapal yang berlayar dari Endeh menuju Rote dan
Kupang. Aku ingat betul, di kapal kami makan nasi dan ikan asin goreng
sepuas-puasnya. Sehabis makan, masih ada tersisa banyak ikan dan nasi. Ibu
tidak membuangnya. Aku mengikuti ibu ke atas dek dan membawa nasi itu lalu
dijemurnya. Itulah yang kuingat, bagaimana seorang ibu diterpa tekanan hidup,
menjaga baik-baik nasi pemberian Tuhan. Seterusnya entah jadi apa nasi itu, aku
tak ingat lagi. Aku hanya ingat bahwa kami turun di pelabuhan Ba’a dan menginap
di rumah seorang sanak yang aku tak ingat siapa namanya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
Setibanya di Rote, mereka dijemput oleh abang tertua dari lain ayah, Benyamin J. Messakh. Mereka dibawa ke Oetefu dengan kuda. Ingatan Gerson sangat vivid dan detail, ia ingat hal-hal kecil yang menjadi bumbu cerita-ceritanya. Saat tiba di Oetefu ia menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Beberapa tanteku menyambut aku dengan ciuman sedang yang
satu lagi yang dipanggil Te’o Pokek (Tante Buta) meraba-raba aku mulai dari
kaki sampai ke kepala. Kemudian aku dibawa ke rumah utama sebuah rumah panggung
dan diberi uang logam beberapa keping lalu membiarkan aku tidur siang di sebuah
ranjang berseprei putih dan berkelambu. Aku sendiri yang tidur di rumah itu.
Kamar-kamarnya kosong. [...]&lt;br /&gt;
Begitu bangun sore, aku sendirian di rumah panggung itu.
Kakak Usi, Susi Mariana entah di mana. Aku berdiri di beranda depan memandang
pohon kelapa dan lontar. Bunyi burung tekukur dan udara panas sore hari membuat
aku rindu pada ibu. Maka kerinduan itu membuat aku menangis sendiri, sambil
memanggil-manggil, &quot;mama... mama...” Mama tak menjawab, mama tidak
muncul-muncul walaupun abang sulungku telah berkuda ke Ba’a yang jaraknya dua
puluhlima kilometer.&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terpikir atau teringat, kata guru Sekolah Minggu,
bahwa apa yang kita minta dari Tuhan maka Tuhan akan memenuhi permintaan kita.
Aku pun menutup mata dan berdoa kepad Tuhan. &quot;Tuhan, saya minta mama saya
cepat datang. Saya kesepian. Tuhan, saya minta kalau saya membuka mata maka
mama saya sudah ada di depan saya,” begitulah doaku. Sungguh lucu. Sia-sia.
Naif. Begitu aku membuka mata ibu tiada.&lt;br /&gt;
Akan tetapi aku sama sekali tidak mengomeli Tuhan. Aku
bergerak entah ke mana, lupa, tidak teringat oleh khazanah kenangan masa
kecilku. Terlalu banyak detik dan jam yang kulupakan. Aku hanya ingat,
tiba-tiba saja ibuku dan adikku datang dibawa oleh abangku dan oleh Tuhan. Aku
ingat, kami bertiga ditempatkan di rumah besar di samping kiri rumah utama di
kamar depan yang berdinding setengah sehingga pandangan ke halaman tidak
terhalang.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
Tidak lama kemudian ibu Gerson membawa mereka pindah ke Oekahendak, sebuah dusun
kecil yang terdiri dari tiga buah rumah dan sebuah mata air kecil. Disana mereka bergabung dengan kedua kakaknya, Dina dan Min kecil yang tinggal
bersama &lt;i&gt;papa to’o&lt;/i&gt; (saudara ibu)nya dan &lt;i&gt;te’o&lt;/i&gt; Fia kakak perempuan ibunya yang
tidak menikah.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Deskripsi Gerson tentang orang-orangpun sangat jelas, kadang membuat kita tersenyum karena ia memakai kacamata anak-anak saat menuliskannya. Tentang saudara laki-laki ibunya yang ia panggil papa to&#39;o dan beberapa kerabat lain ia menulis:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Aku masih ingat wajah Papa To’o, pamanku. Kulitnya kuning
seperti ibuku. Badannya kekar. Wajahnya ganteng seperti wajah Hemingway. Ia
sangat eksentrik. Sangat eksentrik bagi penduduk sekitarnya karena ia suka
memaki dengan bahasa jorok.&lt;br /&gt;
Aku sayang betul pada Papa To’o pamanku. Ia suka tertawa
keras memperlihatkan giginya yang bagus. Paling kurang senyumnya yang ramah.
Pakaiannya celana pendek dan baju tangan pendek. Ia tidak memakai sepatu atau sandal.
Aku ingat sekali pada Te’o Fia, tanteku yang tidak banyak bicara tetapi selalu
sibuk, menumbuk padi, memberi makan ternak dan sibuk di sawah dan ladang.&lt;span style=&quot;font-family: Calibri, sans-serif; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Abangku Benyamin (Min Kecil) tak pernah diam. Hampir tiap hari
ia pulang membawa tekukur, burung pipit dan udang kecil. Aku sibuk membakar
burung-burung itu untuk dimakan. Abangku Benyamin adalah tarsan kecil, spartan.
Dia pelempar tepat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika mau makan daging tekukur yang merupakan wabah bagi
tanaman padi dan kacang ijo. Min Kecil tinggal memungut batu dan melemparkan ke
kerumunan tekukur itu. Lemparannya sangat kuat. Batu yang meluncur sampai
berbunyi, mendesing membelah udara. Tekukur yang mati lebih dari satu ekor. Aku
sangat gembira bila abangku membawa setumpuk tekukur. Dia lalu mencabut
bulunya, membuang usus dan kotorannya dan mencucinya kemudian membubuhkan garam
dan memanggang burung itu di halaman.&lt;br /&gt;
Kalau tidak tekukur, dia membawa sekeranjang burung pipit
yang paruhnya merah dan kuat. Aku mengunyah pipit panggang itu. Dagingnya,
tulangnya, sampai ke kepalanya yang berisi otak. Enak sekali dimakan dengan
nasi. Ketika musim hujan tiba, parit kecil yang berasal dari mata air itu
meluap. Air dipakai untuk mengaliri sawah di sekitarnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Dia tidak takut pada ular berbisa. Pada suatu hari, kami,
anak-anak yang lebih kecil darinya sedang mengerubungi dan menonton seekor ular
ijo yang berbisa, melingkar di ketiak akar pohon kesambi sambil memagut-magut.
Tiba-tiba abangku muncul. “Mundur, mundur, mundur,” katanya lalu meraup leher
ular itu dan melenggang pergi.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDrh5_BscRnkle3qut5S5WLVpXF8sojIOkX28F0_ZAg_ppmJBTHhBBfe76nDdzEy3vb2NfZ3aaXNq2LfaF-LWtEknRZx6INp-0PuX8Qb5cBmO-RWneG805_qELI5eTUORP3-SC/s1600/DSC_0049.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDrh5_BscRnkle3qut5S5WLVpXF8sojIOkX28F0_ZAg_ppmJBTHhBBfe76nDdzEy3vb2NfZ3aaXNq2LfaF-LWtEknRZx6INp-0PuX8Qb5cBmO-RWneG805_qELI5eTUORP3-SC/s400/DSC_0049.JPG&quot; width=&quot;270&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Gerson juga ingat sekolah tempat abangnya Min Kecil bersekolah yaitu Tudameda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Sekolah itu terbuat dari &lt;i&gt;bebak&lt;/i&gt; (pelepah gebang) yang
bercelah-celah mudah diintip dari luar dan dari dalam. Atapnya terdiri dari
daun lontar. Tampaknya seperti kandang kambing, tetapi dari sekolah itu
beberapa sarjana dan orang terkenal Indonesia lahir dan bekerja di luar pulau,
terutama di Jawa, tak pulang-pulang membangun kampungnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ketika Gerson mengunjungi Rote di tahun 1997, lokasi sekolah itu sudah jadi kebun. Menurutnya dulu
di seberang Jalan Raya Sirtu, ada rumah Guru Pah, famili ibunya, seorang maestro senandu
biola. Adik guru Pah, Eduard Pah juga adalah seorang guru, dan maestro sesandu biola. Eduard Pah ini mendapat
Anugerah Seni dari pemerintah RepublikIndonesia dan profil tentang seniman ini
dimuat di &lt;i&gt;The New York Times&lt;/i&gt;. Satu-satunya seniman musik Rote yang mendapat publisitas
internasional lewat &lt;i&gt;New York Times&lt;/i&gt;. Jarang juga seniman Indonesia dipublikasi
lewat sebuah artikel yang dimuat di koran internasional itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Oekahendak, Gerson dititipkan kepada famili di Lalukoen. Sebagai anak-anak, Gerson tak mengerti mengapa ibunya meninggalkannya di keluarga itu, ia menangis dan meronta sejadi-jadinya saat itu, namun kemudian ia punya rasionalisasi sendiri:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;Sampai
sekarang, aku berpikir, mungin usiaku sudah mencapai usia sekolah sehingga ibu
mau menitipkan aku di rumah famili yang dekat dengan sekolah, sekaligus
meringankan beban saudara-saudaranya yang telah menampung kakak perempuanku,
kakak lelakiku dan adik perempuanku serta ibuku sendiri. Soalnya paman dan
saudara ibu hanya hidup dari kebun dan sawah serta sejumlah pohon lontar dan
binatang ternak. Biasanya mereka minum gula dan sayuran serta ikan serta daging
sekadarnya, tidak biasa masak nasi setiap hari seperti orangkota . Setiap hari
aku harus makan nasi, sayur, daging burung dan sebagainya. Aku tidak seperti
kakak-kakakku dan ibuku. Barangkali karena itu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kemudian ibunya menitipkannya lagi ke rumah pendeta Hidalilo, seorang pendeta yang berasal dari Sabu. Pendeta ini tinggal di Tudameda, &quot;di rumah yang di depannya ada kolam berair kuning&quot;.&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;Gerson mengenang bagaimana ia dititipkan di situ:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;Aku
senang sekali bermain dengan anak-anak itu di bawah benderang lampu tekan
sehingga ketika ditanya apakah aku mau tinggal di rumah itu, aku mengangguk
setuju....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Malam itu seingatku; ibu tidak membawa tas pakaian. Ibu
melepaskan aku dengan pakaian di badan. Seingatku tidak ada acara makan pagi
sebelum berangkat ke sekolah. Aku masih ingat pada suatu malam Ibu Pendeta
membagi-bagikan biskuit. Juga masih segar dalam ingatan Ibu Pendeta membawa
kami untuk mandi di sungai. Aku masih ingat pula pada suatu malam, ketika Mama
Nyora Hidalilo (istri pendeta dan guru dipanggil nyora) membagi-bagi nasi dan
lauk, kepada tiap anak ia bertanya mau tambah atau tidak. Anak-anak pendeta
mengatakan tidak sedangkan aku mau tambah. Aku lihat nasiku hanya setengah dari
nasi anak-anak yang tak mau tambah. Kami hanya makan sekali, makan malam.
Tampaknya gaji pendeta itu kecil sedangkan kami hampir sepuluh orang di rumah
itu.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
Selama tinggal dengan keluarga pendeta ini, Gerson ingat seorang tokoh unik masa kecilnya bernama Karaba, seorang pemarah nanum tak pernah marah kepada Gerson. Gerson suka duduk di depan Karaba yang sedang mengupas kelapa tua dan memungut serpihan kelapa untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. Karaba tidak marah. Saat bermain-main sendirian di sekitar gedung sekolah, Gerson pernah usil mengambil sebuah lidi dan menusukannya ke celah dinding sekolah yang terbuat dari pelepah gewang itu. Ternyata mengenai pantat Karaba. Karaba mengejar dan melemparnya saat itu, namun kemudian baik lagi. Ia malah menyalahkan temannya yang lain, seorang anak angkat pendeta juga yang dibawa dari Sabu, Nara&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;. Gerson mengenang kata-kata Karaba kepadanya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;&quot;Bapa
Pendeta sudah mengutuk si Nara karena ia menulis-nulisi Kitab Suci,&quot; kata
Karaba. Sejak itu aku takut sekali dikutuk oleh Bapa Pendeta, terutama takut
dimarahi Tuhan kalau salah memegang atau menyia-nyiakan Kitab Suci. Sampai aku
bersekolah di Sekolah Standar, kalau aku melihat lembaran Kitab Suci yang
tersobek dan terbuang, aku memungutnya dan menyimpannya baik-baik. Aku selalu
mengingat anak itu. Si Karaba itu.&quot;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
Karaba ini kemudian masuk Heiho dan setelah usai Perang Dunia kedua sempat berpapasan dengan Gerson di Kupang, dalam barisan Heiho.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Badannya tambah hitam dan kurus, tinggi. Aku menegurnya dan
dia membalas teguranku sambil berjalan terapung-apung, lurus, dagu terangkat.
Aku memandang punggungnya ketika ia menjauh, sambil menarik napas dan desah
nostalgia.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Dijemput Sang Ayah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah pendeta Hidalilo itulah kerinduan seorang anak akan ayahnya terbayar. Sang ayah datang menjemput anak-anaknya yang sudah lama berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain karena kesalahan yang ia buat sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Tiba-tiba, pada suatu hari ketika aku berjalan menunduk
menuju kolam kemarau kuning kesayanganku, ada sesosok tubuh di depanku. ”Papa!”
seruku bahagia. Aku disuruh berdiri menunggu di jalan dan ayahku masuk ke dalam
untuk memberitahukan bahwa aku diambil kembali. Tidak lama kemudian ayah keluar
dan kami berjalan meninggalkan rumah pendeta itu tanpa tas pakaian, kecuali
baju monyet di badan. Walaupun aku sendiri tidak bertemu dengan pendeta dan
istrinya untuk mengucapkan terima kasih, walaupun tidak ada acara perpisahan,
aku masih ingat jasa keluarga pendeta itu memberi tumpangan, tempat tidur dan
makanan untuk beberapa lamanya. Kepada
orang-orang yang ditemuinya di Oekahendak, ayah menceritakan kesedihannya
melihat anaknya yang sudah hitam tak terurus dan pakaiannya yang cuma satu
melekat di badan, tidak pernah dicuci.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwAnpu-cq8AqjWSgCC8mxowueuz1E_mFcHEeCeZjx-qyq73Va1Lo-a5Du9YGfqcvKhNPXR-K3rWdCPVo1LjZWTYYUYDp_2qsHdDSeysEROJdA6HHMMnglFs-YVlQC5IQ71Db-I/s1600/DSC_0055.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwAnpu-cq8AqjWSgCC8mxowueuz1E_mFcHEeCeZjx-qyq73Va1Lo-a5Du9YGfqcvKhNPXR-K3rWdCPVo1LjZWTYYUYDp_2qsHdDSeysEROJdA6HHMMnglFs-YVlQC5IQ71Db-I/s320/DSC_0055.JPG&quot; width=&quot;227&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Usaha ayah Gerson untuk menjadi peng&lt;br /&gt;
acara amatiran macet. Lalu ia menjual rumahnya di Ende dan barang-barangnya agar bisa mendapatkan ongkos kapal untuk menemui anak-anaknya. &quot;Untung, naluri kebapakannya menggerakkan dia mencari anak-anaknya yang terombang-ambing di bawah kepak ibu yang kurang berdaya,&quot; kenang Gerson. Bagi Gerson, pengalaman masa kecil ini adalah sumber kepekaannya yang dituangkan dalam karya-karyanya.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Pengalaman seorang anak sepertiku sangat menyedihkan,
mengharukan dan semuanya menjadi sumber kepekaan, sumber inspirasi ketika aku
menjadi dewasa. Tidak dapat disangkal pengalaman menjadi bahanbaku untuk
kesusasteraanku, untuk karya-karyaku, baik berupa prosa maupun puisi dan
lain-lain. Aku memasuki kesusasteraanIndonesia melalui puisi. Sajak-sajak
pertamaku dimuat di koran dan majalah Surabaya kemudian Mimbar Indonesia,
Jakarta yang ditulis tahun 1955 ketika aku duduk di bangku Sekolah Guru Atas
Kristen di Jalan Pringadi, Bubutan, Surabaya, dan ketika mengikuti
International Writing Program, sebuah program creative writing di bawah
bimbingan Prof. Paul Engle, Ph.D (penyair) di Iowa University, Iowa City,
Amerika Serikat.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
Bagi Gerson, masa kecilnya telah berubah menjad&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
i puisi. Ia menulis sebuah sajak ketika pengalaman masa kecilnya telah mengendap jauh dalam jiwanya. Masa kecil baginya &quot;adalah kuda tunggang, tambur gembala, jalan setapak yang berliku, rumah lalang bepagar batu.&quot; Tentang masa kecilnya ia menulis sebuah puisi:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gambar Keluarga&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;Begini kuda tunggang dan dadaku diterik tangis padang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;lewat
jalan liku menuju rumah lalang berpagar batu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;bila dulu aku datang aku tak tahu
ciumanmu tengik tersaar&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;bibirmu yang hambar memperdengarkan tambur
gembala&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;pandanganmu mengharu usia dewasa sejak itu m&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;engobar&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;dalam mataku bundar
segar seorang anak yang belum sadar&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;kau tinggalkan aku bermain di tepi kolam
kemarau kuning&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;tak sampai sesiang yang indah berenang rian&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;dengan hidup
telanjang memandang kuda tunggang yang tegap&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;airnya makin kering mengabur ke
bibir nasib kemarau&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;aku pulang ke rumah lalang berpagar bagu, lingkar kasih
yang buntu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;nyenyak malam membenam dalam lapar dalam lupa masa kanak kelakar,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dan sindiran yang menyembur senja kemarau kuning&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;sebagai tuntutan atas budi
yang tumbuh menjadi hutan&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;belum terbayar oleh anak yang lapar mengejar
belalang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;hingga sekali kelak aku berdiri di atas nyanyian hidup yang manis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;kau
datang kembali dengan bawaan beserba&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;i&gt;untung aku belum lesu terpenggal oleh dosa
dan hilang sesal&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyKH1awEH_hOI5tkFURa2UrqGGuTUhQRnpMl1acwi_XMd3YqkFcUV8jyloTr1NC3e83hRBp7P27qGl-JsqVLjC95g8uTAInoJoCtyqZIKoC2BsovbwM9Y0eDAYEbpZipiuw74r/s1600/gerson+poyk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyKH1awEH_hOI5tkFURa2UrqGGuTUhQRnpMl1acwi_XMd3YqkFcUV8jyloTr1NC3e83hRBp7P27qGl-JsqVLjC95g8uTAInoJoCtyqZIKoC2BsovbwM9Y0eDAYEbpZipiuw74r/s400/gerson+poyk.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gerson Poyk &amp;nbsp;[SP/Ignatius Liliek&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Gerson mengakui bahwa kepekaannya memang adalah bagian dari masa kecilnya. Ia menulis: &quot;Terasa oleh si kecil itu (si aku puitis itu) bahwa pandangan yang mengharukan dia di masa dewasa nanti telah bertumbuh, telah mengobar dalam mata seorang anak kecil yang belum sadar akan segi-segi hambar dalam kehidupannya.&quot; Tafsiran terhadap sajak di atas yang ia tulis sekitar tahun 1965 ini patut dikutip secara langsung:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Ayahku
(kau) telah meninggalkan aku bermain di tepi kolam kemarau kuning, hanya
sebentar berenang riang dengan hidup telanjang memandang kuda tunggang yang
tegap. Air di kolam tempat aku bermain makin kering, mengabur ke bibir nasib
kemarau lalu aku pun pulang ke rumah lalang berpagar batu, lingkar kasih yang
buntu, lalu tidur dalam lapar dalam lupa masa kanak. Bagaimana pun, kehidupan
ini penuh dengan kelakar dan sindiran dan ini merupakan hutang budi yang belum
bisa dibayar oleh seorang anak kecil yang lapar mengejar belalang. Kelak
semuanya akan terbayar bila telah sampai pada nyanyian hidup yang manis.Ayahku
datang dengan bawaan beserba. Beruntunglah, aku belum terkapar…&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
Gerson mengakui bahwa gambaran tentang kehidupannya di Rote, tentang pohon-pohon kom dan kosambi, tentang jalan sirtu, tentang orang-orang menjadi inspirasi dalam cerpen-cerpen dan novelnya, terutama novel &lt;i&gt;Meredam Dendam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ayahnya menjemput mereka di Tudameda, mereka pindah ke Ba&#39;a, di mana mereka &quot;menumpang di sebuah rumah dekat jembatan Lete Langgak, di pinggir jalan, di kaki bukit yang gundul.&quot; Pada suatu hari mereka pindah ke sebuah rumah di punggung bukit dan ayah Gerson meninggalkan mereka ke Ringgou. Setelah beberapa lama sang ayah pulang membawa seekor kerbau. Kerbau itu dibawa ke rumah jagal dan mereka punya banyak uang dan daging. Gerson mengatakan ibunya pintar memasak sebab di masa gadisnya ia tinggal dengan keluarga domine (pendeta) Belanda bernama Domine de Vries.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjual daging kerbau itu, ayah Gerson membangun sebuah gubuk darurat di pinggir jalan dekat Gerej Menggelama. Tak lama setelah itu ayahnya berangkat ke Kupang lagi untuk mencari pekerjaan. Gerson ingat benar waktu itu bulan Desember. &quot;Aku ingat betul karena pernah
merayakan Natal ketika ayah tiada.
Hadiah Natalku hanya sebuah buku tulis tipis karena setoranku juga kecil,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang ayah berada di Kupang, datang seorang nenek dari Sabu yang tinggal di Ba’a ke gubuk mereka &amp;nbsp;dan meramal dengan daun sirih.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Ia menggenggam-genggam daun
sirih di tangannya kemudian melemparkannya ke atas tikar. Daun sirih yang
terlepas dari gengamannya terbuka, bergerak pelan-pelan dan diam. Lalu ia
berkata, ”Bapak kalian sudah mendapat pekerjaan di Kupang,” katanya. Aku dan
adikku bahagia sekali. Sudah tentu ibuku juga. Aku sudah lupa nama nenek asal
Pulau Sabu itu. Menurut cerita nenek itu, ia pernah meninggal (berapa lama, aku
tak ingat lagi) dan di surga ia melihat banyak sekali makanan yang dibuang
sia-sia oleh manusia.&quot;&lt;/blockquote&gt;
Benar, ayahnya mendapat pekerjaan di perusahaan Singer Sewing
Machine, buatan Amerika. Pada saat yang bersamaan kakak sulung Gerson, Benyamin J. Messakh lulus dalam tes
masuk tentara.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Kami bahagia karena itu. Ibu pun mengikhlaskan anak tertuanya
masuk tentara. Kami mengantarkannya ke pelabuhan. Ia naik kapal, berlayar
menuju Jawa dan akan masuk sekolah militer (KNIL) di Purworejo.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;b&gt;Ke Kupang dan ke Flores lagi, kali ini Ruteng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehabis merayakan natal, ibu Gerson membawa keempat anaknya menyusul sang ayah di Kupang. Hanya kakaknya Mariana yang tinggal di Rote. Di Kupang ayahnya telah menyewa sebuah kamar di rumah keluarga Pandy di Fatufeto. Gerson masukkelas satu Volksschool (Sekolah Rakyat tiga
tahun) di Bonipoi dan abangnya Min Kecil duduk di kelas empat Vervolkschool
(Sekolah Standar) di Desa Airmata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW-Q8Yi_4_gZPC7PDw3-JSl4m-4Jp9knqjMNZ_rBge30EHgcaYzQeCKBdNtlP2uTKjhvY1_uQ6cugBjHLguiFfLJazeBElukpmC5g9atn8a0V9kM29UgXB4ySF3KxJMGS0j7_X/s1600/DSC_0046.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW-Q8Yi_4_gZPC7PDw3-JSl4m-4Jp9knqjMNZ_rBge30EHgcaYzQeCKBdNtlP2uTKjhvY1_uQ6cugBjHLguiFfLJazeBElukpmC5g9atn8a0V9kM29UgXB4ySF3KxJMGS0j7_X/s640/DSC_0046.JPG&quot; width=&quot;432&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tak lama kemudian ayahnya dipindahkan ke Ruteng, ibukota Manggarai. Di sana, Min Kecil dimasukkan ke Sekolah Standar. Di&amp;nbsp;seluruh Onderafdeling (kabupaten) Manggarai, ada puluhan Sekolah
Rakyat tiga tahun namun hanya ada satu Sekolah Standar yang cuma terdiri dari
kelas empat dan kelas lima . Dari sana
anak-anak yang lulus dapat masuk seminari dan sekolah guru yang disebut Normal School. Gerson dimasukkan ke &amp;nbsp;sebuah sekolah Belanda swasta yang
dipimpin oleh Meneer Suprapto&amp;nbsp;yang beristrikan seorang wanita Bangsawan Rote bernama Maria Giri. Tentang Maria Giri ini, Gerson menuliskannya dalam karyanya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Maria Giri, Bunga Kecil dari Padang Sabana&lt;/i&gt;, dalam antologi
&lt;i&gt;Baktiku Pada Pertiwi&lt;/i&gt;. Namun tak lama kemudian sekolah liar itu bubar karena Suprapto ditahan Belanda. Gerson dimasukkan Ke Sekolah Rendah tiga tahun, duduk&amp;nbsp;di kelas dua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun nestapa lain menghampiri. Ayah Gerson divonis 3 tahun penjara karena uang perusahaan tekor seratus gulden. Gerson mendengar kabar ini dari ibunya ketika ia baru saja pulang sekolah:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Aku diam. Murung. Gelombang duka dalam batinku membikin aku
diam. Aku sedih tetapi apa mau dikata. Ibu memasak nasi dan ikan untukku lalu
aku makan. Entah di mana saudara-saudaraku. Aku ingat aku makan sendiri di meja
kecil di kamar depan yang telah kosong.&lt;br /&gt;
Sejumlah mesin jahit yang tersisa sudah diangkut entah ke
mana. ...membuat aku
tambah sedih dan berusaha seumur hidup untuk merejam dendamku. Jika dendam itu
timbul, aku berusaha sekuat tenaga batinku untuk menghancurkannya. Pengalaman
(sensasi) absurd di rumah itu melahirkan novelku Merejam Dendam.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Setelah ayahnya dipenjara, mereka berpindah dari satu rumah ke rumah yang lain. Awalnya di rumah seseorang, di mana Gerson dan saudara-saudaranya masih bisa bersekolah. Kemudian mereka ditampung di rumah seorang janda. Dari situ mereka pindah lagi ke sebuah pondok ilalang berlantai tanah yang terdiri atas dua kamar. Sejak di rumah kedua Min, Gerson dan adiknya sudah putus sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Aku ingat di pondok itu kami masih
bisa makan teratur karena sumbangan beras dari orang-orang yang prihatin pada
kami. Di antaranya seorang polisi profesional yang kami sapa dengan Bung Meler
(Meuller).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Abangnya Min termasuk anak yang pintar dan Kepala Standar School datang mencarinya namun ia telah menghilang ke kampung Karot untuk menjaga kuda-kuda pacuan di sebuah panggung pacuan kuda. Tidak lama kemudian, ia terkenal sebagai joki ulung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Kudanya
yang ditunggangnya selalu menang dan begitu menang, ia berdiri di atas punggung
kuda.&amp;nbsp;Ketika penonton bertepuk tangan, ia terjatuh dari punggung
kuda tetapi tidak sampai terlempar ke tanah. Ia hanya tergantung di leher kuda
ketika kuda sedang berlari kencang. Jadi tiga kejutan sekaligus dilakukannya.
Pertama, kudanya nomor satu. Kedua, berdiri di punggung kuda tanpa pelana. Ketiga, anak yang putus sekolah di kelas
empat Sekolah Rakyat (Standardschool) itu, tergantung seperti monyet di leher
kuda.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dalam keadaan mesra dalam penderitaan hidup bersama ibu dan
ketiga saudaranya tanpa ayah, datang seorang pegawai kantor pos,
seorang klerk yang bernama David Kaha, melamar kakaknya Dina. Gerson marah betul dan ia mengungkapkan kemarahannya dalam cara anak-anak. Ia pergi ke sekolah tanpa makan pagi. Pulang sekolah, ia melempar
mangga muda dan mengunyahnya, menelan sekenyang-kenyangnya. Kemudian ia memanjat murbai dan terong belanda yang pohonnya tinggi. Di rumah,
ketika kakaknya Dina berada di dapur, ia lalu masuk ke kolong tempat tidur dan
tidur di lantai tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Perbuatan demikian konyol itu kulakukan sebagai protes. Aku
tak setuju kalau kakakku kawin dengan klerk itu. Tidak. Ketika kakakku
memanggil aku dengan suara lembut, membujukku, barulah aku keluar dari kolong
tempat tidur kemudian mengunyah makanan yang diberikannya. Akan tetapi
tiba-tiba ia si klerk itu datang lagi. Aku keluar, bermain di halaman tetapi
tiba-tiba aku memungut sebuah batu besar dan kulempar ke pintu. Gedebuk! Seisi
rumah berteriak memanggil namaku. Mereka menegurku.&lt;br /&gt;
Kalau sekarang kulihat para
cucu kakakku Dina yang kini telah menjadi sarjana dan dosen, aku tersenyum
sendiri. Akan tetapi memang aku sedih dan marah betul ketika kakakku kawin
dengan klerk itu. Sedih bercampur marah. Aku tetap konsisten dengan
ketidaksetujuanku ketika diajak ke rumahnya. Hanya abangku Min dan adikku Nona
yang ikut dengan kakak Dina ke rumahnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Setelah Dina menikah, seorang guru Injil asal Rote, om Malole, memberikan sebidang tanah
di Hambal kepada mereka. Lalu Gerson dan ibunya pindah ke sebuah pondok di tanah kebun itu. Raja Manggarai yang beragama Katolik memberikan kawasan Hombal untuk
para pendatang yang pada umumnya Protestan. Guru Injil Malole menjadi
koordinator. Hanya ia dan ibunya yang tinggal di kebun itu, di sebuah gubuk
milik om Tampati, seorang polisi yang berasal dari Manado .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Kami pindah ke pondok itu hanya
dengan beberapa ikat jagung kering yang ibu peroleh entah dari mana. Tanpa
minyak aku goreng jagung itu. Kerasnya seperti batu tetapi gigi-ku kuat bak
tang layaknya sehingga butir-butir jagung itu hancur dan memasuki perutku,
kemudian aku menuju tabung bambu betung yang besar yang tergantung di tiang
berisi air yang diambil dari mata air bening di tepi kebun. Aku mengangkat
dasar bambu itu ke atas dan airnya muncul di mulut bambu lalu aku meminum air
yang tak dimasak itu sepuas-puasnya.&lt;br /&gt;
Ibuku mengontrol anak-anaknya yang tinggal di rumah gedongan
sedangkan aku tinggal sendiri di gubukku sambil bernyanyi-nyanyi dan membaca
buku riwayat hidup Napoleon. Malam-malam ibu pulang ke pondok ilalang kami.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Untuk membersihkan ilalang dan semak di kebun itu, seorang kakek dari desa Tenda serta anaknya Karaeng Ramut membantu mereka. &amp;nbsp;Bapak tua itu, yang biasa dipanggil Ema Tu&#39;a, anaknya Karaeng Ramut dan seorang anak perempuannya yang lain kemudian menjadi teman baik bagi Gerson dan ibunya. Mereka bahkan membantu menanam padi tanpa bayaran. Ayah Gerson pun kadang pulang membantu mengerjakan kebun dan kembali ke penjara pada sore harinya. Jika padi, jagung dan singkong mulai menghijau, Gerson menjadi &#39;baby sitter&#39; dua orang gadis kecil. Seorang sudah bisa berjalan dan seorang masih merangkak. Tahun 1979 Gerson ke Ruteng dan bertemu Karaeng Ramut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dia langsung bertanya mengenai ibu dan ketika
aku mengatakan ibu sudah meninggal, matanya berkaca-kaca, diam se-saat lalu
berkata, &quot;Ibu mengajar saya memasak sayur&quot;.&amp;nbsp;Karaeng Ramut, masih sehat, awet muda, karena
banyak makan sayur.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Gerson juga bertemu dengan kedua balita kecil yang ia jagai di tahun 1997. Keduanya sudah menjadi ibu guru. Malah
keduanya sudah menjadi kepala sekolah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Kedua gadis Rote itu kawin dengan orang
baik-baik sehingga dapat mempunyai rumah besar, semuanya, semua lantainya
terdiri atas keramik putih, jendela dan pin-tu kayu jati dan sudah punya anak
dan cucu tetapi aku tak akan menceritakan pengalamanku kepada keduanya. Biarlah
mereka bahagia. Aku tidak akan menyanyikan lagu duka mereka. Mereka tak tahu bahwa aku seorang
yang tidak punya rumah, pekerjaan tetap, mobil dan harta lainnya. Mereka berdua
hanya tahu bahwa aku seorang pengarang dan wartawan freelance.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Di tengah serba kesederhanaan di Ruteng ini pulalah, Gerson menyaksikan kedatangan bala tentara Jepang. Saat konvoi tentara Jepang tiba, semua berlutut dan menyembah. Gerson merasakan ada yang dilemparkan kepadanya dan ia mengira itu bom. Ia gemetaran dan berdoa agar bom itu tidak meledak. Ternyata setelah konvoi lewat, yang dikira bom itu adalah biskuit dan permen dan anak-anak berebutan.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Tentara Jepang yang gundul-gundul itu masih muda-muda. Topi
mereka seperti topi yang banyak dijual di toko-toko sekarang tetapi di kiri
kanan dan belakang topi ada pita-pita lebar bergantungan. Mereka berhenti di
samping pasar. Di tepi kebun kopi yang rimbun. Ada yang turun lalu langsung
menimba air parit dan memasak nasi dan sebagainya. Aku diberikan uang Jepang
logam dari aluminium. Puas menonton
tentara gundul yang pendek-pendek itu, kami anak-anak berjalan ke rumah
kontrolir (bupati Belanda) yang kulihat kedua tangannya sudah diikatkan ke
tiang bendera mulai dari pagi sampai malam. Aku terharu, aku tidak bisa
mengerti, bagaimana sehingga keadaan begitu berbalik seratus delapan puluh
derajat.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim1pOMMbgXw45frwhsx3aLrKMeb9QZzAYDBZVFO9cjKPO_gbWfkg87cFFiMtQ4qtvVEHoJxMYSAUfVXatjS2mxyZndn7EKRF0Kj9X7rgrpCFxfic9-VekIasj0ffd9XNcofVmU/s1600/DSC_0051.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEim1pOMMbgXw45frwhsx3aLrKMeb9QZzAYDBZVFO9cjKPO_gbWfkg87cFFiMtQ4qtvVEHoJxMYSAUfVXatjS2mxyZndn7EKRF0Kj9X7rgrpCFxfic9-VekIasj0ffd9XNcofVmU/s400/DSC_0051.JPG&quot; width=&quot;280&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ayahnya hanya beberapa
bulan di penjara. Menurut Gerson, mungkin karena
perusahaan Singer Sewing Machine adalah perusahaan Amerika, musuh Jepang. Gerson kemudian disekolahkan lagi. Di sekolah ini banyak cerita dikenang Gerson termasuk kenakalan masa kecilnya menjatuhkan kacamata guru sehingga dipukul sampai kepalanya pecah, membasahi baju anak perempuan, berkelahi, membuat pesawat terbang dari kayu waru, menonton stomwalls, menonton pertunjukkan jalanan dst. Namun satu ingatan yang tak pernah ia lupakan adalah guru kelas lima, Tuan Sintus de Rodriques,
seorang Larantuqueros (orang Larantuka). Tentang guru Sintus ia mengenang:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Selain senang
pada pelajaran berhitung terutama hitungan-hitungan yang hanya memakai angka,
tanpa kata-kata, untuk pertama kali aku mendapat ‘hadiah sastra’. Aku membuat
sebuah esei di batu tulis. Ia membacanya. Tiba-tiba ia menyuruh kami diam dan
ia membacakan eseiku di depan kelas. Rasanya dialah, Guru Sintus itulah yang
mengantarkankan aku menjadi seorang sastrawan Indonesia. Aku selalu
mengingatnya sehingga berita kematiannya di Jakarta karena sakit, sangat
menyedihkan aku karena aku ingin sekali bertemu dengannya untuk memberitahukan
bahwa aku telah menjadi seorang sastrawan di negeri ini.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Seorang guru yang lain yang juga diingatnya adalah guru kelas enam bernama Tuan Tjangkung, asli Manggarai. Di kelas enam, pertama kali Gerson mendapat pelajaran sejarah. Sejarah tempo dulu Manggarai diceritakan dengan
bahasa yang sangat menarik, kata Gerson. Gerson masih ingat cerita guru itu tentang sopi:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dahulu, orang
Manggarai tidak mengenal sopi atau arak.” Lalu datang seorang raja dari Pulau
Rote, yaitu raja kerajaan Ti. Raja Ti ini, dibantu oleh opas Feosau, juga orang
dari Rote, membuat periuk tanah yang besar, lalu menyuling tuak dari sirup
aren.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Gerson juga ingat seorang adik kelas &quot;yang badannya bundar
boncel&quot; dan pintar bermain bola. Anak itu adalah Ben Mboi yang kemudian menjadi
gubernur NTT.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Di tahun 1945, ketika Jepang kalah, kelas enam dibubarkan
dan tinggal dua kelas saja seperti Sekolah Standar sebelum Jepang. Gerson tak pernah menerima ijasah SD, hanya sepotong surat tulisan tangan
yang ditandatangani Tuan Tjangkung bahwa dirinya sudah menamatkan Sekolah Rendah
enam tahun. Menurut Gerson, sejak ayahnya keluar penjara, mereka berpindah-pindah temapt tinggal sebanyak enam kali. Kali keenam mereka menempati rumah sendiri di dekat Mataair Mabumuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Gerson kemudian bekerja pada Tsubono. Sebagai anak-anak Gerson ingat mereka berkelimpahan makanan. Ia ingat seorang pencuri baik hati yang ia sebut &#39;Robin Hood&#39; bernama Daniel Jacob, atau anak kecil yang meraup susu bubuk dan memasukkan ke dalam mulutnya. Anak itu adalah Adi Bu Amalo yang kemudian menjadi Walikota Kupang. Ia juga mengingat para Heiho ke rumahnya membawa sekitar 20 kg bongkah perak dari Reo yang dibom Sekutu, namun ibunya kemudian mengembalikan perak-perak itu karea begitu logam mulia itu di simpan di rumah, petir dan halilintar menyambar pohon bambu di samping rumah mereka. Ia juga ingat adiknya membuang intan yang belum diasah dalam sebuah amplop ke sungai karena dikira sampah. Ia juga bercerita tentang para &lt;i&gt;jugun ianfu&lt;/i&gt; yang banyak dibawa dari Jawa. Atau hadiah sepeda dari seorang tentara Jepang kepada abangnya Min Kecil. Gerson rupanya sangat mengagumi abangnya yang selama pendudukan Jepang tinggal dengan para tentara Jepang:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Selama tinggal dengan opsir Jepang itu pada suatu hari orang
melihat abangku membawa truk Jepang. Karena kecil ia menaruh bantal besar
pantatnya. Akan tetapi yang paling nakal adalah pada suatu sore ketika ia
sedang berkeliling kota di atas kudanya yang menderap lembut (tel). Tiba-tiba,
ketika ia melewati depan kompleks yogun ianfu, ada seorang perempuan cantik
menahannya dan meminta dibonceng. Ketika itu akusedang berdiri di deplan toko
Tionghoa.&lt;br /&gt;
Aku lihat kudanya memacu kencang (halop) dan perempuan yang
berbadan tinggi itu memeluk erat anak kecil Benyamin yang memboncengnya.
Bajunya melayang sehingga pahanya yang pucat menjadi tontonan banyak manusia di
tokok itu. Perempuan itu menangis, meringis-ringis, berteriak, &quot;Sudah,
Min, sudah, Min, cukup, pantat saya luka sakit,&quot; tetapi si Benja
(panggilan ibuku ketika marah padanya) terus memacu kuda itu sambil
tertawa-tawa.&quot;&lt;/blockquote&gt;
Pada kesempatan lain ia bercerita tentang kebengalan kakaknya, mencuri anjing untuk dibuat RW atau membual bahwa ia adalah turunan bangsawan Manggarai. Gerson memang mengagumi kakaknya itu yang disebutnya Spartan atau Tarzan kecil:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Abangku, mungkin karena dia joki ulung di seluruh Manggarai
maka banyak orang yang mengaguminya, menyebut-nyebut namanya. Di antara yang
mengaguminya itu adalah seorang gadis kuning bening. Nama gadis itu aku lupa.
Keduanya bersahabat akrab, sebutlah berpacaran. Akan tetapi pada suatu malam,
ketika purnama raya, aku lihat ada makhluk berselubung kain kalas (tenunan
Manggarai) yang berjalan. Tubuhnya satu tetapi kakinya empat. Dua hitam, satu
putih. Pastilah itu abangku Benyamin dan pacar putihnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tentang cita-cita masa kecilnya Gerson mengaku tak pernah bermimpi menjadi penulis atau wartawan. Ia memang suka membaca tapi tak pernah terpikir menjadi penulis, ia malah ingin menjadi sopir atau menjadi aktor. Semua berangkat dari pengalaman masa kecilnya menonton stomwalls dan sandiwara keliling:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Aku selalu asyik menonton stomwals. Besi yang besar itu menggiling
jalan raya dan aku berkata kepada diriku, bahwa kalau aku besar aku ingin jadi
sopir kendaraan besi. Memang banyak hal yang menarik di kota Ruteng. Begitu
banyak permainan dan perbutan yang menyengkan. Permainan-permainan seperti
membuat kuda dari pelepah pisang lalu berlari, tidak melontarkan aku ke masa
depan. Aku tidak ingin menjadi joki. Membuat perahu, mobil-mobil dari kulit
jeruk Bali, tidak melontarkan aku ke cita-cita untuk menjadi montir. Begitu
pula ketika aku membuat kapal terbang. Tidak ada impian untuk menjadi montir
pesawat terbang, kecuali bermimpi indah untuk menjadi pilot. ...Biasanya kalau aku sedang bermain bola di lapangan, ada saja
kertas koran atau sobekan beberapa halaman buku yang terbang ke tengah
lapangan. Aku segera berhenti, membongkok lalu membaca. Tetapi aku tidak pernah
ingin menjadi pengarang buku atau wartawan. Impianku hanyalah yang dua itu.
Menjadi sopir stomwals yang beratnya entah berapa ton itu dan kemudian menjadi
bintang panggung. Menjadi aktor. Keinginanku hampir tercapai ketika duduk di
kelas tiga sekolah Guru Atas di Surabaya. Aku menjadi terbaik pada festival
Seni Drama di tahun 1956. Aku ingat Jetty Sumali, kakak Tatiek Maliyati
Sihombing menjadi sutradara terbaik. Grup teater mereka menjadai pemenang
pertama. Tapi akhirnya aku tidak menjadi aktor. Aku menghadapi pekerjaan yang
lebih berat daripada sopir stomwals. Aku menjadi pengarang cerpen, dan novel-novel.
Aku membaca setiap hari, menulis setiap hari. Ini lebih berat daripada menjadi
sopir stomwals.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWSSHnbTFwxBVkpmOEnl2w7qW2aIcxzttY3iNV9TLVvDuQjP4IayQ5M0OqhNy05P5MEwgadK1K3OpSntHsgCQFN1GAD_j3cml_yvWpv1PFmBHu3Ac90HPcmFmWiV42Aa5hLEHo/s1600/DSC_0044.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWSSHnbTFwxBVkpmOEnl2w7qW2aIcxzttY3iNV9TLVvDuQjP4IayQ5M0OqhNy05P5MEwgadK1K3OpSntHsgCQFN1GAD_j3cml_yvWpv1PFmBHu3Ac90HPcmFmWiV42Aa5hLEHo/s640/DSC_0044.JPG&quot; width=&quot;406&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Semua kenangan Gerson seperti tersimpan rapi dalam ingatannya, termasuk perkelahiannya dengan anak polisi yang membuat ayahnya anak itu marah, bersama ayahnya berjualan parang untuk mendapatkan padi di &amp;nbsp;tempat bernama Cancar, menjadi pedagang keliling (&lt;i&gt;papalele&lt;/i&gt;) selepas SR, atau cinta monyetnya dengan putri raja Manggarai. &amp;nbsp;Ia juga ingat cerita sebuah desa yang disebut paling bersih karena semua rumah punya kakus. Seorang bangsawan bernama Kraeng Mboi yang disebut Mantri Kakus Mboi sangat rajin meneliti kakus, jika kurang bersih pemiliknya akan kena bogem.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Dia memakai gala yang panjang dan menusuk-nusuk tinja di
dasar kakus. Kalau tinjanya kurang tebal, dia panggil pemiliknya lalu tos,
bogem mentah dikirim ke tubuh pemilik itu. Rakyat tidak dendam karena sadar
bangsawan Manggarai itu bekerja keras untuk menghindarkan rakyat dari El Maut,
dari penyakit.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Ayah Gerson kemudian diangkat lagi menjadi pegawai negeri Negara Indonesia Timur (NIT) dan di pindahkan ke Maumere. Sebelum berangkat ayahnya membuat bunga rampai lalu disebarkan
di sebuah perempatan sambil berkata, ”Selamat Tinggal Kota Penderitaan!”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Gerson mengingat dengan detail &#39;perjalanan&#39; hidupnya. Menurutnya mereka meninggalkan Ruteng dengan sebuah truk, menginap semalam di rumah iparnya David Kaha yang sudah pindah lebih dahulu ke Bajawa. Besoknya
truk meneruskan perjalanan ke Endeh dan tiba di kota itu malam hari. Mereka menumpang di rumah om Eka dan besoknya meneruskan perjalanan ke Maumere.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Malam hari tiba di Nita, kami dibawa ke ‘hutan’ kelapa dan dalam hutan kelapa
itu ada desa buatan Jepang yang disebut Weru Oret. Ada kantor pos, ada
rumah-rumah darurat dan kami dibawa ke rumah yang pernah didiami perwira tinggi
Jepang. Rumah itu didiami oleh Commies Loudoe yang akan menjadi bos ayahku. Di
situ telah ada klerk Blantaran de Rosarie menempati satu kamar, tidur di atas
tikar. Dua keluarga satu kamar, termasuk Paul Leiloh. Setiap hari para pegawai
dibawa dengan truk dari Weru Oret ke kota pelabuhan dan perkantoran Kabupaten
Sikka, Maumere.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tak berapa lama rumah para pegawai pemerintah selesai dibangun dan mereka pindah ke Maumere di mana mereka tinggal persis di belakang rumah Raja Sikka. Di Maumere inilah ia mengikuti kursus tertulis jarak jauh bahasa Inggris dan stenografi dari Surabaya setelah membaca sebuah prospektus yang dibawah ayahnya dari kantor. Ayahnya memang menginginkannya menjadi wartawan, menyetujui idenya dan membiayainya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Abangnya Benyamin juga menemukan keasikan baru sehingga
ia tak pulang-pulang. Di sebelah utara Seminari Ledalero ada tumpukan
mobil-mobil dan tank-tank dan peswat bekas peninggalan Jepang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Di samping tumpukan bekas mesin perang Jepang itu, ada pohon-pohon mangga,
pisang dan singkong. Ada juga barak yang atapnya masih bagus. Di sanalah
abangku tinggal bersama ular, tikus dan serangga lainnya. Ia membuat api
unggun, membakar ubi, merebus air dengan topi-topi baja. Bukan saja air tetapi
singkong, nasi dan jagung direbus dengan topi-topi yang pemakainya sudah
menjadi debu dan tulang. Berkali-kali aku mengomeli dia, pulang, pulang, tetapi
ia tak mau pulang. Ia tak mau memberatkan ekonomi ibu. Pertanyaan makan apa
yang kulontarkan ia menunjuk pohon-pohon mangga yang besar, buahnya bermatangan
dan berjatuhan. Ia menunjuk pisang, singkong dan kelapa!&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tidak lama kemudian Benjamin, yang kemudian menjadi polisi ini, muncul dengan pakaian baru dan
bungkusan onderdil truk-truk untuk dibawa ke toko Tionghoa yang memesannya.
Pedagang Tionghoa mulai sibuk menghidupkan ekonomi dengan truk pengangkut
kopra, truk tua yang membutuhkan onderdil. Benjamin telah menemukan barang
bekas yang bisa diumpamakan sebagai tambang emas. &quot;Tinggal di timbunan mobil bekas, membuat dia menjadi montir,&quot; kenang Gerson.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Di Maumere ini pulalah untuk pertama kalinya Gerson tahu kalau ayahnya bisa menulis, setelah memergok ayanya menulis puisi dalam bahasa Latin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Tiba-tiba ayahku sibuk. Di malam hari, ia duduk di meja
kamar depan, membakar lampu taplak, mengambil botol tinta dan pena serta kertas
dan kamus lalu menulis berjam-jam sampai larut malam. Di hari minggu pun,
karena Mumere tak ada gereja Protestan, maka ayah tak keluar. Ia menulis terus,
menulis terus. Ketika aku mencuri-curi membacanya ketika ayah pergi, aku lihat
ada sebuah sajak panjang berjudul &lt;i&gt;Te Deum Laudamus&lt;/i&gt;. Entah apa artinya dalam
bahasa Latin.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sajak itu kemudian dikirimkan ke tabloid Bentara di Endeh, namun tidak dimuat. Saat pemimpin redaksi tabloid itu mampir ke
Maumere ia menyempatkan diri mencari ayah Gerson di kantor kontrolir dan mengatakan
bahwa sajak atau lebih tepat disebut syair karya ayahnya itu terlalu berat dan
tidak cocok untuk pembaca Flores yang belum bisa mencerna dengan baik karya
yang demikian. Atasan ayahnya, Commies Loudu sendiri pernah berkata tentang tulisan ayahnya pada seorang tamu di rumahnya dan aku mendengarkannya. &quot;Dulu, sebelum
perang, Nani menulis sebuah artikel berjudul Allah, Manusia, dan Wet. Wah,
Belanda-Belanda baca artikel itu dan mereka m&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;a&lt;/span&gt;rah,&quot; kata Gerson menirukan Commies Loudu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Kalabahi, SoE dan Surabaya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Maumere, ayah Gerson kemudian dipindahkan ke Alor pada tahun 1948. Untuk ke Alor, mereka harus ke Kupang dulu. Ketika mendengar mereka sedang berada di Kupang, kakak tirinya Mariana datang menengok mereka ke Kupang. Ayahnya memutuskan untuk membawa Mariana ke Alor. Ia mencoba meminjam uang sana-sini untuk biaya Mariana ke Alor namun gagal. Ia mencoba menjual sebuah weker ke toko-toko China namun gagal juga. Akhirnya ia mendapat pinjaman dari keluarga Joosten. &quot;Maka berlayarlah kami bersama kakak perempuanku yang telah lama berpisah dengan ibunya, dengan ibu kami.&quot;&lt;br /&gt;
Di Alor, Gerson yang sudah tidak bersekolah empat tahun, iseng bertanya kepada satu-satunya guru di sebuah sekolah yang disebut &lt;i&gt;Opleiding Voor Volksonderwijzer&lt;/i&gt; (OVVO). Ia diterima hanya dengan persetujuan lisan dari sang guru, Tuan Sirituka. OVVO adalah Sekolah Guru Desa dua tahun di Kalabahi. Di kelas ia paling tua, untunglah badannya kecil jadi tak terlalu kelihatan. Ia tidak malu, sambil mengingat sebuah pepatah dalam kursus bahasa Inggris yang ia ikuti sebelumnya &quot;Better late than never&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1953 ia melanjutkan ke Sekolah
Guru Bawah (SGB) yang semula disebut &lt;i&gt;Normaal
School&lt;/i&gt; di So’E, Timor Tengah Selatan. [more details to come]&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Baik di OVVO
maupun SGB ia selalu nomor satu sehingga ia dipilih untuk melanjutkan ke
Sekolah Guru Atas (SGA) Kristen yang semula disebut &lt;i&gt;Kweek School&lt;/i&gt; di Surabaya yang ditamatkannya pada tahun 1956. Di
Surabaya ia tidak peduli dengan pendidikan formalnya dan lebih suka bolos
karena asyik dengan kegiatan keseniaan dan kewartawanannya. Karena minatnya
yang besar terhadap kewartawanan ini, selain belajar di SGA, ia juga belajar
bahasa Inggris secara otodidak dan ikut kursus stenografi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Selama duduk di
bangku SGA ia menjadi pengasuh ruang seni budaya di koran dan juga berteater.
Aktifitas berteater membawanya memperoleh trophy Aktor Terbaik dalam Festival
Seni Drama Surabaya. Selama di SGA ini pulalah ia memasuki sejarah sastra
Indonesia dengan puisi-puisinya yang pertama kali di mulai dimuat di Mimbar
Indonesia yang digawangi oleh Hans Bague Jassin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Namun karena ia
menerima beasiswa pemerintah, ia harus bekerja pada pemerintah. Ia menjadi guru
tetap SMP Negeri di Ternate dan guru honorer di sebuah SMA yang menginspirasi
sejumlah karyanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Ternate ia dipindahkan ke Bima, Nusa Tenggara Barat di
mana ia menjadi guru tetap SMP di Bima dan guru honorer di SGA. Kepindahannya ke Bima tidak terjadi secara wajar. Ia melarikan diri dari Ternate saat timbul pemberontakan Permesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Begitu ada kapal di pelabuhan, aku segera naik ke atas
dengan pakaian di badan dan kemudian terdampar di Bali . Dengan ”mengemis”sana ”mengemis” sini aku mendapat ongkos
untuk keJakarta . Di Jakarta, pembesar pendidikan menengah marah-marah lalu
memindahkan aku ke Bima. Dua tahun lamanya aku tak menerima gaji. Bayangkan aku
masih hidup dan mengajar terus dalam kebaikan orang-orang di Bima . Aku masih
ingat pada haji Achmad seorang saudagar yang pernah membantu aku. Aku de&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;g&lt;/span&gt;ngar saudagar yang baik itu
mewariskan usahanya kepada anak-anaknya yang pernah aku didik.&quot;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkZaD7LhiF7OQWw4lOcJsCIhVmtkuGKtfYsLlobh7H7mYh54qeRW56I-Ujpha9cE9vCFU5QFEIu8DPCCNcf3eyTu5UmYFww0pKPGOaQH83dW9bDFsywTVF6LIuxX332kweZ1fH/s1600/DSC_0052.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkZaD7LhiF7OQWw4lOcJsCIhVmtkuGKtfYsLlobh7H7mYh54qeRW56I-Ujpha9cE9vCFU5QFEIu8DPCCNcf3eyTu5UmYFww0pKPGOaQH83dW9bDFsywTVF6LIuxX332kweZ1fH/s640/DSC_0052.JPG&quot; width=&quot;433&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Karirnya
sebagai guru ia jalani dari tahun 1956 sampai 1963 dimana muncul beberapa
karyanya&amp;nbsp; antara lain cerita pendek
&lt;i&gt;Mutiara di Tengah Sawah&lt;/i&gt; mendapat hadiah hiburan majalah Sastra tahun 1961. Kehidupan sebagai guru ini juga mengilhami salah satu novelnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sang Guru&lt;/i&gt;. Karena novel inilah ia menerima Penghargaan Sastra ASEAN untuk novelnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sang Guru &lt;/i&gt;pada tahun 1972.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Setelah bekerja sebagai
guru selama tujuh tahun, pada tahun 1963 ia pindah ke Jakarta dan menjadi
wartawan Harian &lt;i&gt;Sinar Harapan&lt;/i&gt;.
Setelah tujuh tahun ‘menyabung nyawa’ di atas sepeda motor berkeliling menjadi
berita, ia minta berhenti pada tahun 1974. Tentang pekerjaan sebagai wartawan
ini ia menulis: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;“Setelah menjadi wartawan Sinar Harapan, aku mulai menjadi manusia yang
suka keluar rumah [...]. Di Jakarta kebiasaan bergadang makin menjadi. Aku
kuasai seluruh kota dengan sepeda motor. Bukan saja di Jakarta, tetapi karena
aku mulai kenal kapal terbang maka radius bergadanganku sejauh Sumatera,
Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Aku menjadi nomad modern (nomaden) dan
teman-temanku yang jadi manusia sedenter (sedentary) sering aku kunjungi.”&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftn3&quot; name=&quot;_ftnref3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Pasca karirnya di
Sinar Harapan, Gerson menjadi koresponden berbagai media dan ikut mendirikan
beberapa media antara lain Harian &lt;i&gt;Kami&lt;/i&gt;
dan Majalah Bahasa Inggris &lt;i&gt;Bali Courier&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun
1970-1971 ia diundang pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti &lt;i&gt;International Creative Writing Program&lt;/i&gt;
di Universits Iowa. Dua puluh tahun kemudian ia diundang lagi sebagai
Internasional Visitor pada program yang sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Pada tahun 1982
diundang pemerintah India untuk mengikuti Konferensi Pengarang Asia-Afrika. Pada
tahun 1985 dan 1986 berturut-turut ia mendapat Hadiah Adinegoro, hadiah tertinggi di bidang Jurnalistik yang diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ia juga menerima Lifetime Achievement Award dari harian Kompas. Pada tahun 2011 ia menerima Anugerah Kebudayaan dari Presiden SBY untuk jasa-jasanya di bidang sastra dan kebudayaan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Gerson Poyk tak pernah lupa
memasukan unsur daerah dalam karya-karya sastranya, terutama Sunda Kecil di
mana ia banyak menghabiskan hidupnya sebagai anak-anak maupun sebagai guru.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Gerson menyebut
dirinya mengamati bangsa ini dari “pinggiran” di mana menjadi suara dari mereka
yang terhimpit secara sosial, suara dari Flobamora yang penuh kekayaan dan
kebanggaan budaya. &lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftn4&quot; name=&quot;_ftnref4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karya-karya sastra Gerson juga tersebar di berbagai kumpulan cerpen maupun novel. Karya dalam bentuk buku dapat disebutkan, antara lain:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hari-Hari Pertama (1968),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Matias Akankari (1972),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sang Guru (novel, 1972),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Oleng-Kemoleng &amp;amp; Surat-Surat Cinta Aleksander Rajagukguk (cerpen, Nusa Indah, Ende, 1974), Nostalgia Nusa Tenggara (cerpen, Nusa Indah, Ende, 1975),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jerat (cerpen, Nusa Indah, Ende, 1978),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cumbuan Sabana (novel, Nusa Indah, Ende, 1979),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Petualangan Dino (novel anak-anak, Nusa Indah, Ende, 1979),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Giring-Giring (1982),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di Bawah Matahari Bali (1982),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Seutas Benang Cinta (1982),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Requem untuk Seorang Perempuan (1983),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;La Tirka Tar (1983),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mutiara di Tengah Sawah (cerpen, 1985),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Anak Karang (1985),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Puber Kedua di Sebuah Teluk (1985),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Doa Perkabungan (1987),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Impian Nyoman Sulastri dan Hanibal (1988),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Poti Wolo (1988),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sang Sutradara dan Wartawati Burung (2009)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;dan Keliling Indonesia, dari Era Bung Karno Sampai SBY (2011).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karya-karya orang lain tentang Gerson Poyk antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; line-height: 20px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;1. B. Trisman, Prih Suharto, Widodo Djati, Tiga Novel Penerima Hadiah Sastra SEA Write Award: Sang Guru karya Gerson Poyk, Ladang Perminus karya Ramadhan K.H., dan Bekisar Merah karya Ahmad Tohari, (Pusat Bahasa, Depdiknas, 2003).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;b&gt;[bersambung]&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;ftn1&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftnref1&quot; name=&quot;_ftn1&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Ernst Urlich Kratz, &lt;i&gt;A Bibliography of Indonesian Literature in Journals, Drama, Prose,
Poetry&lt;/i&gt;, (London: SOAS, 1988) hal. 2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn2&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftnref2&quot; name=&quot;_ftn2&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://ebook.mw.lt/txt/nostalgiaflobamora.txt&quot;&gt;http://ebook.mw.lt/txt/nostalgiaflobamora.txt&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt; {access tgl 21 Januari}&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn3&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftnref3&quot; name=&quot;_ftn3&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Gerson Poyk, “Aku dan Surabaya” dalam &lt;i&gt;Surabaya Post&lt;/i&gt;, 1989, Th.37, No. 211-246.
(29 bagian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ftn4&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoFootnoteText&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;file:///C:/Users/Matheos/Documents/Notes/Gerson%20Poyk.docx#_ftnref4&quot; name=&quot;_ftn4&quot; title=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class=&quot;MsoFootnoteReference&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;&quot;&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Gerson Poyk, “FLOBAMOR yang punya pamor
budaya”, dalam &lt;i&gt;Bina&lt;/i&gt;. Th. 19, Minggu
IV, Maret 1991. Hal 11.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;border: 0px !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/beberapa-buku-gerson-poyk.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAGpzw0htxrUDiDNFJQDyzsv3OeY0mPmR2im6XkNVdhI88tZr0RJ78CP43r6Hb10KgFL7kKpusxcASPgM9iJx_5JNRXcJEJgJjSASPi74B9-upxFjqPs8qCiwutU2zI8Zt5MKh/s72-c/DSC_0057.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-7270928181582397123</guid><pubDate>Mon, 14 Jan 2013 17:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-14T19:05:49.324+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><title>Tebe Ona Na</title><description>Lagu dari Kabupaten Belu, Tebe Ona Na, dan lagu Amazing Grace dinyanyikan oleh Inggit Wakano dengan iringan Sasando Rote dalam Lomba Sasando di Taman Budaya Propinsi NTT pada tanggal 28 Nopember 2012. Para pemain Sasando adalah Reinold Edon dan Cheetah Dilak, sedangkan pemain perkusi adalah Rian Lulan. Mereka adalah binaan Edon Sasando.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/K8cI3TbPUa8?feature=player_embedded&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;border: 0px !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/tebe-ona-na.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/K8cI3TbPUa8/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-5922110507579267445</guid><pubDate>Fri, 11 Jan 2013 15:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T12:00:42.482+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">history</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kupang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><title>Gara-gara Buah Sukun, &quot;Mel Gibson mengirim Anhony Hopkins ke Kupang&quot;</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxd-JvCppCDuVGbZmwdZZE_3ruyyP61Hm1WjaSrkX4pGvaC8zpUw_yWlE0Wd471rCR4ZP3Na69EEtQAAHeCR4YoWR4CYYjO3UXFRjrO-orAnpEeRLY6DlteA5q3CAIeQc3ZqJy/s1600/DSC_0394.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxd-JvCppCDuVGbZmwdZZE_3ruyyP61Hm1WjaSrkX4pGvaC8zpUw_yWlE0Wd471rCR4ZP3Na69EEtQAAHeCR4YoWR4CYYjO3UXFRjrO-orAnpEeRLY6DlteA5q3CAIeQc3ZqJy/s320/DSC_0394.JPG&quot; width=&quot;241&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Beberapa minggu
lalu saya ke sebuah toko buku second hand. Salah satu buku saya ambil secara random bukan karena membaca judulnya
tapi karena bentuknya yang unik, kumal dan tebal. Ternyata isi buku itu bukan dalam bentuk huruf cetakan tetapi tulisan tangan.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Manuscript apa lagi ini&quot;, pikir
saya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;alu mata saya jatuh pada
sebuah kata yang tertera di bagian atas salah satu halaman:
&quot;COUPANG&quot;. Insting saya mengatakan ini tentang Kupang. Ternyata
benar, buku itu ada hubungannya dengan kota Kupang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Judul buku itu
adalah &quot;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Mutiny_on_the_Bounty&quot;&gt;The Mutiny on Board H.M.S. Bounty&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&quot; ditulis oleh &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/William_Bligh&quot;&gt;William Bligh&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Buku bersampul kulit seharga 2 Euro itu saya bawa pulang.
Sepertinya saya pernah membaca cerita pemberontakan itu tapi saya lupa di mana. Akhirnya saya cari di Internet dan saya menemukan
banyak informasi tentang pemberontakan itu. Inti ceritanya: Dalam pelayaran pulang dari sebuah misi di Tahiti pada tahun 1789, kapal HMS Bounty milik Kerajaan Inggris diambil alih oleh sejumlah anak buah kapal dibawah pimpinan Wakil Kapten Christian Fletcher. Sang Kapten, Letnan William Bligh, dan pengikut setianya dinaikkan ke sebuah sekoci, diberikan bekal seperlunya dan dipisahkan dari kapal tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Setelah kapal H.M.S. Bounty diambilalih, para pemberontak mencari route sendiri untuk menghindar dari armada Inggris yang bisa saja menangkap mereka, sedangkan Kapten Bligh dan pengikutnya terus mendayung mencari pertolongan, hampir terbunuh di pulau Tofua dan akhirnya mendarat di Kupang.&amp;nbsp;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Setelah 47 hari di lautan, rombongan ini akhirnya tiba di Kupang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Itulah sebabnya dalam bagian atas dari catatan hariannya yang diterbitkan dalam buku di atas, terdapat kata &quot;Coupang&quot;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif93UbPqHQMnpyP5JaaF-1rI4bQsQA-UsqqoYyHbaP7Q1OM0u6klBYR2gEW7xW1aTfCSM6hDtvjPpCcUZ7IZRh0lNmivBvunc8qic3WenNB2Fs8zPST_Jjl7HLEQpzrVnwYCqz/s1600/Bounty_Voyages_Map.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;465&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif93UbPqHQMnpyP5JaaF-1rI4bQsQA-UsqqoYyHbaP7Q1OM0u6klBYR2gEW7xW1aTfCSM6hDtvjPpCcUZ7IZRh0lNmivBvunc8qic3WenNB2Fs8zPST_Jjl7HLEQpzrVnwYCqz/s640/Bounty_Voyages_Map.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Rute perjalanan HMS Bounty. Garis merah menandakan rute H.M.S Bounty ke Tahiti. Garis Kuning menunjukan rute H.M.S Bounty setelah diambil alih Christian Fletcher dan pengikutnya, sedangkan Haris Hijau menandakan perjalanan Kapten Bligh dengan perahu ke Kupang setelah kapalnya diambilalih. [Sumber: Wikipedia]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Sudah banyak buku dan novel, komik, film bahkan puisi yang menulis
tentang kisah ini atau sekedar mengutip bagian-bagian tertentu. Lebih menarik
lagi sudah ada lima film yang didasarkan pada kisah ini. Film pertama adalah
film bisu yang di buat di Australia pada tahun 1916. Film yang kelima dibuat
tahun 1984 dan diperankan oleh &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Anthony_Hopkins&quot;&gt;Anthony Hopkins&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Mel_Gibson&quot;&gt;Mel Gibson&lt;/a&gt;. Hopkins
memerangkan Kapten Bligh sedangkan Gibson memerangkan Fletcher Christian
sahabat Bligh yang kemudian memimpin pemberontakan melawan Bligh. Beruntung
sekali film itu secara utuh bisa anda &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=eUTlQE98QnM&quot;&gt;dowload di YouTube.&lt;/a&gt; Bagian tentang Kupang bisa anda
lihat di durasi 2.01.10 &amp;nbsp;dari film itu di mana Anthony Hopkins yang awutan-awutan melapor ke
official Belanda di Kupang. Coba anda beri penilaian apakah gambaran di film
cukup mendekati topografi Kupang. Menurut saya cukup lumayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/eUTlQE98QnM?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Yang menarik bagi
saya selain film itu, adalah &lt;a href=&quot;http://law2.umkc.edu/faculty/projects/ftrials/bounty/blighnarrative.html&quot;&gt;Catatan Harian Kapten Bligh&lt;/a&gt;. Ia menuliskan segala
hal dalam pengamatannya dan pengalaman mereka selama 47 hari di lautan dan bahkan sampai ia tiba di Inggris setahun kemudian. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Pada hari Sabtu, 13 Juni ia mencatat bahwa mereka mendekati sebuah pulau namun mereka tidak buru-buru berlabuh. Mereka hanya terapung-apung di perairan lepas pantai sampai hari makin terang. Bligh menulis:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;On examining the coast, and not seeing any sign of a
settlement, we bore away to the westward, having a strong gale, against a
weather current, which occasioned much sea. I.. stood towards the outer land, and found it to be the island
Roti.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Jadi tanggal 13
Juni, mereka berada di sekitar pulau Rote. Namun mereka tidak mendarat.
Beberapa awak ingin mendarat di Rote untuk mencari bekal namuan Kapten Bligh
tidak mengizinkan. Mungkin karena pengalaman mereka hampir di bunuh di sebuah
Pulau di Pasifik sebelumnya. Mereka cuma mengawasi Rote dari lepas pantai.
Mereka sempat melihat kepulan asap yang menurut Bligh, itu adalah asap dari
orang-orang pribumi yang sedang membersihkan lahan mereka. Bligh menggambarkan
Rote sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;We had a view of
a beautiful-looking country, as if formed by art into lawns and parks. The
coast is low, and covered with woods, in which are innumerable fan palm-trees,
that look like cocoanut walks. The interior part is high land, but very
different from the more eastern parts of the island, where it is exceedingly
mountainous, and to appearance the soil better.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiidl3TCJ9Kv5UVg9FjlXxDBuCIF1ssynpbVn6ijMKDrZbzcITp5HmULqIM4ProvmOi_H5zZDqOdTe8zHpc-wAec3xv8fd9TbetM3PdUnbARxDzsInUugpRHNjyPsMeXacyogYU/s1600/DSC_0398.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;201&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiidl3TCJ9Kv5UVg9FjlXxDBuCIF1ssynpbVn6ijMKDrZbzcITp5HmULqIM4ProvmOi_H5zZDqOdTe8zHpc-wAec3xv8fd9TbetM3PdUnbARxDzsInUugpRHNjyPsMeXacyogYU/s320/DSC_0398.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Mereka terus
berlayar dan pada Minggu, 14 Juni, Bligh menggambarkan bahwa mereka menemukan
sebuah teluk yang tenang, setelah melewati sebuah selat yang sangat berbahaya.
Menurutnya bahayanya selat itu &quot;disebabkan oleh arus dan angin yang keras
dan dangkalnya air.&quot; Dengan nampaknya teluk itu, Bligh menduga kemungkinan
ada orang Eropa di situ, dan ia mengirimkan dua orang untuk mencaritahu. Ia menulis:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&quot;I therefore came
to a grapnel near the east side of the entrance, in a small sandy bay, where we
saw a hut, a dog, and some cattle; and I immediately sent the boatswain and
gunner away to the hut, to discover the inhabitants.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kedua utusan itu
kembali dengan selamat. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Mereka berhasil membawa lima orang penduduk asli dan kedua utusan itu melaporkan kepada Bligh bahwa mereka juga bertemu dengan dua keluarga, dimana para memperlakukan dengan “keramah-tamahan orang Eropa”. Orang-orang inilah memberitahukan bahwa sang gubernur tinggal di sebuah tempat bernama Coupang, yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bligh menggambarkan bagaimana ciri-ciri orang-orang itu&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;These people were
of a dark tawny color, and had long black hair; they chewed a great deal of
beetle, and wore a square piece of cloth round their hips, in the folds of
which was stuck a large knife. They had a handkerchief wrapped round their
heads, and at their shoulders hung another tied by the four corners, which
served as a bag for their beetle equipage.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSokUMUjHqjEM0J8ghh2O5r8Ty9jY5mJpQmJscF9WW7Y6fvZLuqUtVJfwGT9ATOeU24SfDf8hWdjfxpajdLcHjmXO6O49ngHyiurdJno3Oxq3B8oivIv8asRQ8IJCeUI7tbX1W/s1600/DSC_0400.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSokUMUjHqjEM0J8ghh2O5r8Ty9jY5mJpQmJscF9WW7Y6fvZLuqUtVJfwGT9ATOeU24SfDf8hWdjfxpajdLcHjmXO6O49ngHyiurdJno3Oxq3B8oivIv8asRQ8IJCeUI7tbX1W/s320/DSC_0400.JPG&quot; width=&quot;274&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Orang-orang ini
kemudian memberi mereka makan daging penyu kering dan jagung. Bligh mengaku
sangat senang dengan jagungnya namun daging penyunya sangat keras sehingga
harus dicelupkan di air sebelum dimakan. Salah satu dari para penduduk asli ini
kemudian mengantarkan mereka ke Kupang. Mereka berangkat sekitar pukul 4.30
sore dan sekitar pukul satu malam mereka meliwati &quot;Pulo Samow&quot; nama
yang beritahukan oleh sang pemandu kepada Bligh. Ini lebih menguatkan dugaan kalau orang-orang yang menolong Kapten Bligh dan kru-nya adalah orang Rote.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
Di tengah perlayaran mereka
mendengarkan dua kali tembakan meriam yang membuat mereka bersemangat lagi.
Mereka juga melihat beberapa kapal yang memberi harapan kepada mereka bahwa ada
orang Eropa di tempat ini. Mereka terus &quot;mendayung&quot; sampai jam empat
pagi dimana mereka makan roti dan minum anggur mereka yang tersisa. Setelah
beristirahat sebentar, mereka mendayung lagi dan tiba di Kupang saat matahari
terbit. Bligh menulis bahwa ia sendiri turun ke pantai. Ia melambaikan bendera
Union Jack kecil sebagai tanda kelelahan.&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Setelah hari mulai terang, seorang prajurit memanggil Bligh ke darat. Bligh turun ke daratan. Di sana ia ternyata bertemu dengan seorang pelaut Inggris yang kapalnya sedang berlabuh di Kupang. Bligh menulis:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;His captain, he told me, was the
second person in the town; I therefore desired to be conducted to him, as I was
informed the governor was ill, and could not then be spoken with.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Captain Spikerman
received me with great humanity. I informed him of our miserable situation; and
requested that care might be taken of those who were with me, without delay. On
which he gave directions for their immediate reception at his own house, and
went himself to the governor, to know at what time I could be permitted to see
him; which was fixed to be at eleven o&#39;clock.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Setelah semuanya
jelas, Kapten Bligh mengajak anak buahnya turun ke daratan. Mereka diterima
dengan baik, bahkan mendapatkan penginapan dan disiapkan makanan pagi berupa
roti dan teh. Bligh menggambarkan kondisi para awak sbb:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;An indifferent spectator
would have been at a loss which most to admire; the eyes of famine sparkling at
immediate relief, or the horror of their preservers at the sight of so many
spectres, whose ghastly countenances, if the cause had been unknown, would
rather have excited terror than pity. Our bodies were nothing but skin and
bones, our limbs were full of sores, and we were clothed in rags; in this condition,
with the tears of joy and gratitude flowing down our cheeks, the people of
Timor beheld us with a mixture of horror, surprise, and pity.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pejabat Belanda
yang ada di Kupang waktu itu adalah Gubernur William Adrian van Este, yang
menurut Hans Hagerdaal (2011) pernah menjabat sementara tahun 1766-1767 dan
kemudian menjabat lagi tahun 1777-1789 kemudian meninggal pada tahun yang sama.
Van Este yang sedang sakit keras saat itu menerima mereka dengan ramah dan
Bligh menggambarkan keramahan Van Este sbb: &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&quot;The governor, Mr.
William Adrian Van Este, notwithstanding his extreme ill health, became so
anxious about us, that I saw him before the appointed time. He received me with
great affection, and gave me the fullest proofs that he was possessed of every
feeling of a humane and good man. Sorry as he was, he said, that such a
calamity could ever have happened to us, yet he considered it as the greatest
blessing of his life that we had fallen under his protection; and, though his
infirmity was so great that he could not do the office of a friend himself, he
would give such orders as I might be certain would procure me every supply I
wanted.&quot;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Van Este menyewa sebuah rumah untuk Bligh, sedangkan anah buahnya di tempatkan di rumah sakit atau di kapal Kapten Spikerman yang berlabuh di dekat jalan. Gubernur Van Este juga menyatakan ketidaknyamanannya karena tidak bisa menampung seluruh awak di sebuah rumah. Rumah yang disediakan untuk Bligh adalah satu-satunya rumah yang tak berpenghuni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Van Este
sedang sakit, segala urusan dengan Bligh dan anak buahnya diserahkan kepada
wakilnya Timotheus Wanjon yang sekaligus adalah menantu Van Este. Mereka
diperlakukan dengan sangat mewah di sini sebagaimana digambarkan Bligh dalam
catatan-catatannya. Untuk memastikan bahwa rombongan pelaut ini bisa sampai
Batavia sebelum Oktober, Bligh membeli sebuah kapal kecil yang berukuran
panjang 34 kaki seharga 1000 rix-dollar. Kapal itu dibelinya pada tanggal 1
Juli dan diberi nama His Majesty Resource. Mereka ingin tiba di Batavia sebelum
bulan Oktober karena di bulan Oktober ada pelayaran ke Eropa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Namun pada
tanggal 20 July salah seorang anak buah Bligh, David Nelson meninggal karena
demam. Keesokan hatinya Nelson dikuburkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Kemungkinan besar David Nelson dikuburkan di pekuburan yang sekarang disebut Kuburan Nunhila. Sayang Bligh tak bisa membuat batu nisan untuknya. Entahlah kemudian kuburannya diberi batu nisan atau tidak oleh oleh pejabat Belanda waktu itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Bligh menulis:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&quot;The corpse was
carried by twelve soldiers drest in black, preceded by the minister; next
followed myself and second governor; then ten gentlemen of the town and the
officers of the ships in the harbor; and after them my own officers and people.
After reading our burial-service, the body was interred behind the chapel, in
the burying-ground appropriated to the Europeans of the town. I was sorry I
could get no tombstone to place over his remains.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Menurut
Bligh, Nelson baru dua kali berlayar ke Asia. Pelayaran pertama adalah bersama
Kapten Cook dalam pelayaran pertamanya. Waktu itu Nelson diutus oleh Sir Joseph
Banks untuk mengumpulkan sampel tumbuhan dan benih dalam pelayaran itu. Sir
Joseph Banks inilah yang pernah singgah di Sabu dan membuat catatan tentang
Sabu. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tanggal 20
Agustus mereka berlayar meninggalkan Kupang. Bligh sangat sedih dan berterima
kasih kepada orang-orang di Kupang. Ia menulis: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;I left the
governor, Mr. Van Este, at the point of death. To this gentleman our most
grateful thanks are due, for the humane and friendly treatment that we have
received from him. His ill state of health only prevented him from showing us
more particular marks of attention. Unhappily, it is to his memory only that I
now pay this tribute. It was a fortunate circumstance for us, that Mr. Wanjon,
the next in place to the governor, was equally humane and ready to relieve us.
His attention was unremitting, and, when there was a doubt about supplying me
with money, on government account, to enable me to purchase a vessel, he
cheerfully took it upon himself; without which, it was evident, I should have
been too late at Batavia to have sailed for Europe with the October fleet. I
can only return such services by ever retaining a grateful remembrance of them.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirtQtvhTsDSST33oCyrfg8EEMQm1zN4OvevKcm93I_Mnw9dhAZuL9mQYvNjhMpaGLhxt1wGRsKyHTdwvWxexw2YU5gS-Mvw9X4QQC_ycXPwVuaFscQHnLl1Bx6lPGHdlqlJBH0/s1600/sukun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;484&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirtQtvhTsDSST33oCyrfg8EEMQm1zN4OvevKcm93I_Mnw9dhAZuL9mQYvNjhMpaGLhxt1wGRsKyHTdwvWxexw2YU5gS-Mvw9X4QQC_ycXPwVuaFscQHnLl1Bx6lPGHdlqlJBH0/s640/sukun.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lukisan karya Robert Dood menggambarkan saat-saat pemberontak menurunkan Kapten Bligh dan anak buahnya di sekoci. Perhatikan gambar tanaman di belakang kapal. Kemungkinan besar Dood mencoba menggambarkan anakan sukun yang dibawa oleh kapal HMS Bounty ini. Misi HMS Bounty ke Haiti adalah untuk membawa anakan Sukun ke Jamaica. (Sumber: Wikipedia).&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Pada tanggal 29
Agustus mereka melewati Pulau Flores, terus ke Sumbawa, Lombok, Bali dan
akhirnya Jawa yang nampak kepada mereka pada tanggal 6 September. Pada tanggal
10 September mereka berlabuh di &quot;Passourwang&quot; (Pasuruan), di latitude
7° 36&#39; S, and 1 ° 44&#39; sebelah barat Tanjung Sandana, sebelah tiur laut Jawa.
Mereka melanjutkan keesokkan harinya dan tiba di &quot;Sourabya&quot;
(Surabaya) pada 13 Septemnber. Pada 17 September mereka berangkat dari Surabaya
dan pada hari yang sama mereka berlabuh selama dua jam di &quot;Crissey&quot;
dan dari sana mereka berangkat ke &quot;Samarang&quot;. Mereka mendarat di
&quot;Samarang&quot; pada 22 September. Pada tanggal 26 September mereka
berlayar ke Batavia dan tiba pada 1 Oktober. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH0A2sXyHcie1FL9iT4DWg2t3VTke94yvc8ZRpCzQjMqWiFDzYTXA60w8fN1uGrsyk6JyVZCv4dkVSFVXU-irW2g0QBglUvZ1t5bg5Ls5d9ytoMq6gjEw2EKGEbp_YgeqyngCn/s1600/The_Great_South_Land_1770_page.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjH0A2sXyHcie1FL9iT4DWg2t3VTke94yvc8ZRpCzQjMqWiFDzYTXA60w8fN1uGrsyk6JyVZCv4dkVSFVXU-irW2g0QBglUvZ1t5bg5Ls5d9ytoMq6gjEw2EKGEbp_YgeqyngCn/s320/The_Great_South_Land_1770_page.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar buah sukun yang digambarkan oleh Sidney &lt;br /&gt;
Parkinson, Juru gambar Joseph Banks. Joseph Bank&lt;br /&gt;
adalah botanist yang menemani Captain Cook dalam perjanan&lt;br /&gt;
pertama captain Cook dimana mereka singgah di Sabu.&lt;br /&gt;
Banks juga pernah berlayar bersama Bligh.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Saat mereka tiba,
Bligh jatuh sakit. Demam. Tanggal 7 Oktober ia dibawa ke rumah sakit umum,
dimana ia dianjurkan oleh gubernur jendral untuk rawat inap. Namun ia sekali
untuk berangkat sehingga akhirnya gubernur jendral memutuskan bahwa ia bisa
berangkat bersama dua orang anak buahnya yang lain dalam rombongan yang segera
berangkat. Gubernr juga berjanji bahwa anak buahnya yang lain akan berangkat
bersama rombongan berikutnya sebelum akhir bulan. Akhirnya Bligh berangkat
dengan rombongan Vlydt walaupun dalam keadaan sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Tanggal 16
Desember mereka tiba di Tanjung Harapan dan Bligh merasa sudah agak sembuh.
Bligh mencatat bahwa ia diperlakukan dengan baik oleh gubernur jendral di
Batavia dan juga disambut dengan bersahabat oleh gubernur M. Van de Graaf di
Tanjung Harapan. Pada 2 January 1790 mereka bertolak dari Tanjung Harapan ke
Eropa dan pada tanggal 14 Maret Bligh tiba di Portsmouth dengan sebuah sampan
dari Isle of Wight.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Demikianlah
perjalanan pulang Kapten Bligh yang kemudian dalam sidang pengadilan di London dinyatakan
turut bersalah dalam hal tidak bertindak tegas sehingga anak buahnya mengadakan
pemberontakan. Sidang itu digambarkan dengan jelas pada bagian awal film yang
diperankan Anthony Hopkins.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Yang menarik dari
film itu, di bagian awal dalam flash back percakapan antara Bligh and Fletcher
terungkap bahwa tujuan mereka berlayar ke Tahiti adalah untuk membawa anakan sukun untuk ditanam di Jamaika. Sukun akan ditanam untuk memberi
makan para budak di sana karena pisang sangat mahal di sana. Ketidakjujuran mereka tergambar dalam bagaimana mereka menipu Raja Tahiti saat mereka tiba
di sana. Bligh mengatakan Kapten James Cook masih hidup dan menitip salam untuk
Raja Tahiti walaupun sebenarnya Cook terlah terbunuh di Hawaii beberapa tahun
sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1QAphQvlLEz74AoIW9N0cX1b1-nsVaru7fOKlZfNczAeCF6_VlVG5QUWMK19CBWqSgHktTNm0_XnTU6eaN5eHVyzieoUbrCONnL4qzmOsuU73ZMEBihjmkzGSqfe92PgPGXU-/s1600/DSC_0399.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;412&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1QAphQvlLEz74AoIW9N0cX1b1-nsVaru7fOKlZfNczAeCF6_VlVG5QUWMK19CBWqSgHktTNm0_XnTU6eaN5eHVyzieoUbrCONnL4qzmOsuU73ZMEBihjmkzGSqfe92PgPGXU-/s640/DSC_0399.JPG&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #333333; font-family: &#39;lucida grande&#39;, tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16.5px; text-align: left;&quot;&gt;Perhatikan dalam bagian akhir catatan tgl 26 Juni 1789 disebutkan Bligh ke kebun Gubernur Jendral dan menemukan buah-buahan spt: &quot;Nanka atau Sosak, Blimbing, Karungbola, Boabidarah, Syboak, Jambolang dan Jambo.&quot; Juga disebutkan bahwa nangka dan sosak banyak terdapat di &quot;Bakenese.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Bligh mengajak
Fletcher untuk menjadi wakilnya walaupun sudah ada orang lain yang
diperintahkan secara resmi untuk menemani Bligh dalam ekpedisi ini. Mungkin
Bligh terkesan dengan kepribadian Fletcher dalam beberapa pelayaran sebelumnya.
Namun Bligh jujur kepada Fletcher bahwa ia &quot;ingin membuat dirinya terkenal
sebelum terlalu tua&quot;. Cerita persahabatan keduanya berakhir tragis dengan
pemberontakan itu. Fletcher dan sejumlah pemberontak kemudian mendarat di
&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Pitcairn&quot;&gt;Pitcairn Island &lt;/a&gt;pada bulan September 1789, membakar kapal yang diambil
alih&amp;nbsp; dan menetap di sana. Mereka kawin-mawin dengan beberapa perempuan lokal yang dibawa dari Tahiti sebelumnya.
Sampai sekarang keturunan mereka masih ada di sana dan beberapa di antaranya
sudah kembali ke Inggris.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Gara-gara buah
sukun, Kapten Bligh terdampar di Kupang. Dan di Kupang pula ia menemui buah
sukun di Bakunase, yang ia gambarkan dalam catatannya agak berbeda dari sukun di
Tahiti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Bagi Kupang,
sekedar kita tahu sedikit sejarah dan juga sekedar tahu bahwa cerita tentang
Kupang pernah masuk dalam film Hollywood walaupun hanya beberapa menit dan itu
gara-gara buah sukun.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Georgia, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Leiden, 11
Januari 2013.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/mel-gisbon-dan-anhony-hopkins-di-kupang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxd-JvCppCDuVGbZmwdZZE_3ruyyP61Hm1WjaSrkX4pGvaC8zpUw_yWlE0Wd471rCR4ZP3Na69EEtQAAHeCR4YoWR4CYYjO3UXFRjrO-orAnpEeRLY6DlteA5q3CAIeQc3ZqJy/s72-c/DSC_0394.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-4831932205229424702</guid><pubDate>Fri, 04 Jan 2013 19:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-04T21:52:08.866+01:00</atom:updated><title>Surat dari Mama dan Papa</title><description>Jangan menangis sehabis menonton video ini. Menangislah kalau kamu sudah terlambat membalas semua yang diberikan papa dan mamamu kepadamu. Selamat Menikmati:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Anakku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjadi tua, Aku berharap engkau mengerti&lt;br /&gt;
dan bersabar terhadap aku.&lt;br /&gt;
Jika aku memecahkan sebuah piring,&lt;br /&gt;
atau menumpahkan sup di meja karena aku mulai rabun,&lt;br /&gt;
Semoga engkau tidak berteriak padaku.&lt;br /&gt;
Orang tua biasanya sensitif...&lt;br /&gt;
selalu mengasihani diri mereka jika engkau membentak mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika pendengaranku menjadi buruk&lt;br /&gt;
dan aku tak bisa mendengar apa yang kamu katakan,&lt;br /&gt;
Semoga kamu tidak memanggilku &quot;tuli!&quot;.&lt;br /&gt;
Tolong ulangi apa yang kamu katakan atau tuliskanlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan aku anakku....Aku bertambah tua.&lt;br /&gt;
Jika lutut-lututku menjadi lemah,&lt;br /&gt;
ku berharap engkau sabar menolongku bangun.&lt;br /&gt;
Sebagaimana aku biasa menolongmu&lt;br /&gt;
ketika kamu masih kecil, belajar untuk berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tolonglah bersabar terhadapku.&lt;br /&gt;
Ketika aku mengulang-ulang seperti rekaman yang rusak,&lt;br /&gt;
kuharap engkau terus mendengarkanku.&lt;br /&gt;
Tolong jangan menertawakan aku&lt;br /&gt;
atau bosan mendengarkan aku.&lt;br /&gt;
Ingatkah engkau ketika engkau masih kecil dan menginginkan sebuah balon?&lt;br /&gt;
Engkau terus mengulang-ulang&lt;br /&gt;
sampai engkau mendapatkan apa yang kamu inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...juga tolong maafkan bau ku.&lt;br /&gt;
Aku berbau sebagaimana orang tua.&lt;br /&gt;
Tolong jangan memaksa aku untuk mandi.&lt;br /&gt;
Tubuhku lemah.&lt;br /&gt;
Orang tua sangat mudah menjadi sakit jika mereka kedinginan.&lt;br /&gt;
Aku berharap aku tidak memuakkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatkan engkau ketika engkau masih kecil?&lt;br /&gt;
Aku harus mengejarmu ke mana-mana karena engkau tidak mau mandi.&lt;br /&gt;
Kuharap engkau bisa bersabar denganku ketika aku suka menolak.&lt;br /&gt;
Semua itu bagian dari menjadi tua.&lt;br /&gt;
Engkau akan mengerti ketika engaku menjadi tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And jika engkau punya sedikit waktu,&lt;br /&gt;
Kuharap kita bisa bicara. Bahkan jika hanya untuk beberapa menit.&lt;br /&gt;
Aku selalu sendiri setiap saat.&lt;br /&gt;
Dan tak seorangpun yang bisa kuajak bicara.&lt;br /&gt;
Aku tahu engkau sibuk dengan pekerjaan.&lt;br /&gt;
Bahkan jika kamu tak tertarik dengan ceritaku,&lt;br /&gt;
tolonglah luangkan waktumu untukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatkah engkau ketika engkau masih kecil?&lt;br /&gt;
Aku selalu mendengarkan ceritamu tentang boneka beruangmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika saatnya tiba&lt;br /&gt;
dan aku jatuh sakit dan tergeletak di tempat tidur,&lt;br /&gt;
Kuharap engkau bersabar mengurusku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MAAFKANLAH AKU&lt;br /&gt;
Jika aku tak sengaja mengompol atau mengacaukan segalanya&lt;br /&gt;
Aku berharap engkau bersabar untuk merawat aku selama saat-saat terakhir dari hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tak akan hidup lama.&lt;br /&gt;
Jika saat kematianku tiba,&lt;br /&gt;
Aku berharap engkau memegang tanganku&lt;br /&gt;
dan memberiku kekuatan untuk menghadapi kematian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tak usalah engkau ragu..&lt;br /&gt;
Saat aku bertemu Pencipta kita pada akhirnya...&lt;br /&gt;
akan kubisikkan di telinganya untuk MEMBERKATI engkau&lt;br /&gt;
Karena engkau mencintai Mama dan Papamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih banyak untuk perhatianmu.&lt;br /&gt;
Kami mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;banyak sayang untukmu,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Mama dan Papa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/g0sihX98mAw?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/jaga-papa-dengan-mama-bae-bae.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/g0sihX98mAw/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-506956923143775664</guid><pubDate>Thu, 03 Jan 2013 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-03T12:34:13.941+01:00</atom:updated><title>United Nations News Centre - Former Timorese president José Ramos-Horta appointed UN envoy to Guinea-Bissau</title><description>&lt;a href=&quot;http://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=43867&amp;amp;Cr=bissau&amp;amp;Cr1=#.UOVsrOqeftV.blogger&quot;&gt;United Nations News Centre - Former Timorese president José Ramos-Horta appointed UN envoy to Guinea-Bissau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2013/01/united-nations-news-centre-former.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-3330246478618389878</guid><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 16:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-05T15:20:19.195+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Song</category><title>Ia tak berat, ia saudaraku</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&quot;He ain&#39;t heavy, he&#39;s my brother.&quot;&lt;br /&gt;
Apa yang pikirkan ketika
anda selesai membaca kalimat di atas?&amp;nbsp;Kalimat di atas adalah judul sebuah lagu, dan banyak orang setelah membaca judul itu atau mendengarkan lagu tersebut, biasanya menginterpretasi secara berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHPbaA3sgS1lvSjycSio1p8wjZjz2qXf2yjAYDFBmpaFj84E5bMJmEIQndiP5o5GoIQvCwR_GWuoI8ntml7wbu1B1U1C3BnIDEJewx3gEAy5HE6RnFFVwrXjtmbpIXN2sA7Hqd/s1600/guatemala.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;420&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHPbaA3sgS1lvSjycSio1p8wjZjz2qXf2yjAYDFBmpaFj84E5bMJmEIQndiP5o5GoIQvCwR_GWuoI8ntml7wbu1B1U1C3BnIDEJewx3gEAy5HE6RnFFVwrXjtmbpIXN2sA7Hqd/s640/guatemala.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Para bocah mengusung peti jenazah teman mereka Delvis Vasquez dalam pemakaman 10 anggota keluarga Vasquez yang meninggal ketika sebuah gempa bumi berkekuatan 7.4 skala richter menimpa San Cristobal Cucho, Guatemala pada Jumat, 9 November 2012. Gempa yang berlansung dua hari sebelumnya itu menewaskan 52 orang dan ratusan orang masih dinyatakan hilang. (AP/Moises Castillo)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Ada yang menghubungkan lagu ini dengan seseorang yang mengangkat peti jenazah
saudaranya. Ada yang mengatakan lagu terinspirasi dari kata-kata seorang
prajurit yang menggendong temannya yang mati di punggungnya dan ketika Santo
Petrus bertanya: “tidakkah lelaki di punggungmu itu berat?”, ia menjawab: “Ia
tidak berat, Ia saudaraku”. Ada juga yang menghubungkan lagu ini dengan “saudara”
dalam pengertian metaforikal di mana kita menolong seseorang bukan karena
kewajiban tetapi karena rasa cinta kita kepada orang itu. Ada pula yang
menghubungkan dengan dukungan terhadap seorang teman di masa-masa sulit. Anda bisa membuktikan ke mana arah interpretasi orang sehubungan dengan lagu itu, cukup dengan mengetik judul lagu ini di mesin pencari Google dan buktikan gambar apa yang anda temukan. Hampir semua behubungan dengan pengasuhan anak oleh saudaranya, brotherhood dalam situasi perang, brotherhood dalam situasi normal atau memanggul peti jenazah. &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD62kDSJqLExPv_B1g1f0MnxD0AUzTzQdA5-8-l7q4ZPWc8xn6GzC9JQ0ErSxAy50fRv7Pg3uhDTNg2e92b6oLyEwRdbWHF96P2Bz7iEPEUD-eGlqnZ_TKZb7GG4WadYjzjMS6/s1600/hollies.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD62kDSJqLExPv_B1g1f0MnxD0AUzTzQdA5-8-l7q4ZPWc8xn6GzC9JQ0ErSxAy50fRv7Pg3uhDTNg2e92b6oLyEwRdbWHF96P2Bz7iEPEUD-eGlqnZ_TKZb7GG4WadYjzjMS6/s1600/hollies.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hits album The Hollies&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;He Ain&#39;t Heavy...
He&#39;s My Brother&quot; adalah sebuah lagu ballad yang ditulis &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Bobby_Scott_(musician)&quot;&gt;Bobby Scott&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Bob_Russell_(songwriter)&quot;&gt;Bob Russell&lt;/a&gt;. Awalnya direkam
oleh Kelly Gordon di tahun 1969, namun setahun kemudian lagu ini menjadi
worldwide hit bagi kelompok The Hollies, dan kemudian menjadi hits lagi setelah
dinyanyikan oleh Neil Diamond in 1970.&amp;nbsp;Scott dan Russell diperkenalkan
satu sama lain oleh Johnny Mercer, di sebuah nightclub di California. Walaupun Russell
sedang menderita kanker lympa and bahwa keduanya hanya bertemu tiga kali,
mereka bisa bekerjasama untuk menyelesaikan penulisan lagu ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa event yang
sering dihubungan dengan judul lagu ini. Pertama, sebuah terbitan di tahun 1918
oleh Ralph Waldo Trine yang berjudul &quot;The Higher Powers of Mind and
Spirit&quot; dimana ia menghubungkan anekdot-anekdot berikut ini: &quot;Do you
know that incident in connection with the little Scottish girl? She was
trudging along, carrying as best she could a boy younger, but it seemed almost
as big as she herself, when one remarked to her how heavy he must be for her to
carry, when instantly came the reply: &#39;He&#39;s na heavy. He&#39;s mi brither.&#39;&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa lain adalah judul
sebuah kolom. Editor Kiwanis magazine, Roe Fulkerson, menerbitkan sebuah kolom
di bulan September 1924 dengan judul &quot;He Ain&#39;t Heavy, He&#39;s My
Brother&quot;; yang merupakan variasi dari kata-kata yang telah muncul dalam
sebuah buku sekitar tahun 1884. Dalam halaman 163 dari buku berjudul &lt;a href=&quot;http://books.google.nl/books?id=41kHAAAAQAAJ&amp;amp;pg=PA163&amp;amp;dq=%22he%27s+not+heavy%22&amp;amp;hl=en&amp;amp;ei=KO5FTObJCYT68AaMuZmQBQ&amp;amp;sa=X&amp;amp;oi=book_result&amp;amp;ct=result&amp;amp;redir_esc=y#v=onepage&amp;amp;q=%22he&#39;s%20not%20heavy%22&amp;amp;f=false&quot;&gt;The Parablesof Jesus&lt;/a&gt;, James Wells menulis &amp;nbsp;“No: he’s
not heavy; he’s my brother.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_4iisOuw91kW11hobeh00E7Wi5IMHmLQsSekp2Y2bsFvsIRAvtwASG59JUfzyOpt_FOn3hAfdFxPhRE54v6XCYgxlSgQRtZWbGSdLL3sHXQogtyg7WuwsFWmIjOFoqsr6cHQ/s1600/ftaher.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX_4iisOuw91kW11hobeh00E7Wi5IMHmLQsSekp2Y2bsFvsIRAvtwASG59JUfzyOpt_FOn3hAfdFxPhRE54v6XCYgxlSgQRtZWbGSdLL3sHXQogtyg7WuwsFWmIjOFoqsr6cHQ/s1600/ftaher.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Father Edward J. Flanagan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Namun yang paling punya
cerita adalah hubungan antara frasa ini dengan pastor katholik &lt;a href=&quot;http://www.roscommonhistory.ie/People/FrFlanagan/flanagan1.htm&quot;&gt;Father Edward J.Flanagan&lt;/a&gt;, yang mendirikan &lt;a href=&quot;http://www.boystown.org/&quot;&gt;Boys Town&lt;/a&gt;, sebuah komunitas untuk anak-anak terlantar
di Omaha, Nebraska pada tahun 1917. Flanagan menemukan gambar seorang anak yang
menggendong suadaranya pada majalah &lt;i&gt;Louis Allis Messenger &lt;/i&gt;edisi Natal 1941
dengan keterangan gambar: &quot;He ain&#39;t heavy Mr., he&#39;s my brother!&quot; Gambar
itu dibuat oleh Mr. Van B. Hooper &amp;nbsp;yang
kemudian menjadi editor &lt;i&gt;Ideals&lt;/i&gt;. Gambar itu dicetak lagi pada edisi perdana &lt;i&gt;Ideals&lt;/i&gt;
di bulan Desember 1944. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Flanagan berpikir bahwa
gambar itu menggambarkan semangat dari apa yang dilakukan di Boys Town kemudian
ia mendapatkan izin di bulan August 1943 untuk mereproduksi gambar itu dalam
bentuk berwarna dengan caption: &quot;He ain&#39;t heavy, Father . . . he&#39;s m&#39;
brother.&quot; &amp;nbsp;&amp;nbsp;Flanagan untuk mendapat izin untuk membuat
patung dari gambar itu. Patung dan frasa itu kemudian menjadi logi dan motto Boys
Town. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
Kehidupan Father Flanagan difilmkan pada tahun 1938 dengan judul Boys Town dan Spencer Tracy yang memerankan Flanagan memenangkan Academy Award untuk kategori Aktor Terbaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbo0oFtsx18_G-S9EXeUCoFKF8TjjO3b3_gVYi4InXcfLdoRQS3g5s8DpL4bWnAjTN__ACQFmm3_0me7urVGPkjaPhgbbfedgnSblHvrs7rFm2zdknsb6TqL6Scw4COGoo9Ami/s1600/brother.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbo0oFtsx18_G-S9EXeUCoFKF8TjjO3b3_gVYi4InXcfLdoRQS3g5s8DpL4bWnAjTN__ACQFmm3_0me7urVGPkjaPhgbbfedgnSblHvrs7rFm2zdknsb6TqL6Scw4COGoo9Ami/s1600/brother.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Media massa US juga
pernah menghubungkan frasa ini dengan veteran perang Vietnam. Konon, sang prajurit
dan kompinya memasuki sebuah desa yang baru saja dibombardir. Seorang anak
kecil sedang menggendong jenazah seorang anak yang lebih kecil menjauh dari
desa yang sedang terbakar. Seorang prajurit bertanya kenapa anak itu apakah
jenazah itu tidak berat. Anak itu menjawab: &quot;Ia tidak berat, ia adalah
saudaraku.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Mengapa lagu ini
menimbulkan banyak interpretasi? Bahkan judulnya saja akan menimbulkan beragam
tafsiran. Walaupun tafsiran-tafsiran itu sah saja, pertanyaannya adalah
mengapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Frasa itu sebenarnya adalah
sebuah&lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Paraprosdokian&quot;&gt; figure of speech&lt;/a&gt; yang disebut &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Paraprosdokian&quot;&gt;paraprosdokian&lt;/a&gt;. Dalam figure of speech ini
bagian kedua dari statement adalah sebuah kejutan yang&amp;nbsp; tak terduga sehingga membuat pendengar untuk
menafsirkan kembali bagian pertama dari statement itu. Tehnik ini biasanya
digunakan dalam effect dramatisasi atau efek lelucon, kejutan yang membuat
orang tertawa karena tak mengira maknanya akan begitu. Karena itulah, tehnik
ini sangat populer di kalangan para komedian atau satirist. Kalau ada sering
mendengar mob Papua yang selalu membuat kejutan di akhir cerita, akan akan
mengerti maksudnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Dalam konteks frasa di
atas, jelas bagian kedua tak diharapkan. Kita berpikir bahwa jika bagian
pertama berbunyi “Ia tidak berat” maka bagian kedua akan dengan sendirinya berbunyi
“ia ringan” atau “ia sedikit berat” atau “berat sekali”. Namun yang muncul
adalah “ia (adalah) saudaraku”. Dalam konteks lelucon orang juga akan tertawa
mendengar bagian kedua yang tak terduga. Tapi sayang ini bukan lelucon, ini
cerita universal yang membuat semua orang berpikir. Entah tentang kesusahan dia
yang menggendong, entah tentang derita dia yang digendong. Lagu ini membuat saya teringat sebuah peristiwa di tahun 2009 di mana seorang ayah di &lt;a href=&quot;http://umum.kompasiana.com/2009/02/14/tragedi-si-miskin-di-kupang/&quot;&gt;Kupang&lt;/a&gt; yang berjalan 10 kilometer menggendong jenazah anaknya karena tak punya uang. Peristiwa serupa juga pernah terjad di &lt;a href=&quot;http://biografi.rumus.web.id/supriono-menggendong-mayat-khaerunisa-rscm-bogor/&quot;&gt;Bogor&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan orang &amp;nbsp;akan menempatkan diri mereka pada situasi itu
atau setidaknya mencoba mengerti situasi itu. Imajinasi kita akan beranjak ke
banyak hal yang bisa berhubungan dengan seorang yang mengendong saudaranya.
Entah mengendongnya dalam keadaan mati atau hidup, entah menggendongnya karena cacat,
sakit atau lapar. Entah menggendongnya karena lelah berjalan dan tak ada
tumpangan bagi mereka, entah sedang kelaparan atau kedinginan. Entah menggedong
peti jenazah orang yang dikasihi, entah menggendong dalam pengertian
metaforikal. Itulah kekuatan dari paraprosdokian ini.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1OrZB7hwOn7sDLg35MC5zmosRBXT9gLBGwKMg2PUSNU96Z-uSi-2351fk9nns1oZt_A79Kk-mTQw9wPk3gclrF1xtOe7KeAXF1QTA9xH4x3U1SWlDx-D3PIhR7J-1SQhVZDF2/s1600/liverpool.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1OrZB7hwOn7sDLg35MC5zmosRBXT9gLBGwKMg2PUSNU96Z-uSi-2351fk9nns1oZt_A79Kk-mTQw9wPk3gclrF1xtOe7KeAXF1QTA9xH4x3U1SWlDx-D3PIhR7J-1SQhVZDF2/s320/liverpool.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kembali ke cerita lagu di atas. Selain versi yang dinyanyikan &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=Jl5vi9ir49g&quot;&gt;The Hollies&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=wBuNDl_sCvk&quot;&gt;Neil Diamond&lt;/a&gt;, beberapa minggu lalu sekelompok musisi dan celebriti yang tergabung dalam &lt;i&gt;The Justice Collective&lt;/i&gt; merekam sebuah versi lagu ini untuk beragam charity group yang berkaitan dengan &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/Hillsborough_disaster&quot;&gt;Hillsborough disaster&lt;/a&gt;, sebuah bencana sepakbola di tahun 1989 yang kemudian merubah wajah manajemen keamanan dalam sepakbola Inggris selamanya. Para celebriti itu antara lain Robbie Williams, Paul McCartney, Paul Heaton dan mantan pelatih Liverpool Kenny Dalglish. Sampai notes ini saya tuliskan, lagu ini yang direlease 17 Desember 2012 ini masih menempati &lt;a href=&quot;http://www.telegraph.co.uk/culture/culturevideo/musicvideo/9698337/Hillsborough-charity-single-featuring-Paul-McCartney-and-Robbie-Williams-is-tipped-for-Christmas-No-1.html&quot;&gt;puncak tangga lagu di UK&lt;/a&gt;. Dalam pengertian tertentu, bagian terkahir dari tulisan ini adalah sebuah &quot;paraprosdokian&quot;. Anda mengira saya bicara tentang sebuah lagu lama yang tak relevan lagi, namun sebenarnya lagu ini tetap relevan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Selamat Natal dan Tahun baru, selamat menikmati versi Robbie William cs di bawah ini. Perhatikan bahwa di akhir video ini ada nama-nama mereka yang menjadi korban pada Hillsborough disaster. Masih ingatkah kita akan nama dua orang yang meninggal di Gelora Bung Karno pada saat SEA Games November 2011? Mungkin kita terbiasa melupakan sejarah, dan karena itu kita sering dihukum untuk mengulanginya: &amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/svOX9dy0hyw?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;The road is long&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;With many a winding turn&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;That leads us to who knows where&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Who knows when&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;But I&#39;m strong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Strong enough to carry him&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He ain&#39;t heavy, he&#39;s my brother&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;So on we go&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;His welfare is of my concern&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;No burden is he to bear&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;We&#39;ll get there&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;For I know&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He would not encumber me&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He ain&#39;t heavy, he&#39;s my brother&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;If I&#39;m laden at all&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;I&#39;m laden with sadness&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;That everyone&#39;s heart&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Isn&#39;t filled with the gladness&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Of love for one another&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;It&#39;s a long, long road&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;From which there is no return&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;While we&#39;re on the way to there&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Why not share&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;And the load&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Doesn&#39;t weigh me down at all&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He ain&#39;t heavy, he&#39;s my brother&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He&#39;s my brother&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;He ain&#39;t heavy, he&#39;s my brother..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/ia-tidak-berat-ia-saudaraku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHPbaA3sgS1lvSjycSio1p8wjZjz2qXf2yjAYDFBmpaFj84E5bMJmEIQndiP5o5GoIQvCwR_GWuoI8ntml7wbu1B1U1C3BnIDEJewx3gEAy5HE6RnFFVwrXjtmbpIXN2sA7Hqd/s72-c/guatemala.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-531066865529645268</guid><pubDate>Thu, 27 Dec 2012 16:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-31T18:58:43.441+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">heritage</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">history</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kupang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>“Turun di Ikaf ko?”</title><description>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsovve10eQYU5MC2YFarwnrGb289kg0WYcei0p_dcZL6YqmDtQYKK6R0u6j2YrqkUvJ6MfebzhrIEXTw8M4_eDmKHEkbdiktDbGMkPUY0g7wKML15bEaaM8tJXLpZtJKhpTjom/s1600/DSC_0383.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsovve10eQYU5MC2YFarwnrGb289kg0WYcei0p_dcZL6YqmDtQYKK6R0u6j2YrqkUvJ6MfebzhrIEXTw8M4_eDmKHEkbdiktDbGMkPUY0g7wKML15bEaaM8tJXLpZtJKhpTjom/s640/DSC_0383.JPG&quot; width=&quot;548&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Aktifitas dalam sebuah pabrik daging kalengan di Kupang sekitar tahun 1950-an. (Sumber: Tanah Air Kita: a Pictorial Introduction to Indonesia.&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pernahkah anda mendengar
orang menyebut nama sebuah tempat di Kota Kupang dengan “Ikaf”? Memang sekarang
sudah sangat jarang orang menyebut tempat itu dengan nama Ikaf. Di mana sebenarnya
tempat itu dan mengapa dinamai demikian?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tempat itu sebenarnya hanya berjarak
beberapa meter dari perempatan dekat kantor Polda NTT yang sering disebut
sebagai perempatan Komdak menunjuk kepada nama lama dari institusi kepolisian “Komando
Militer Daerah Kepolisian”. Beberapa meter dari arah Komdak ke arah Airnona anda
akan melihat sebuah rumah mewah yang berdiri di antara Kantor Penggadaian dan
sebuah lapangan volleyball. Di tempat di mana rumah mewah dan lapangan volloeyball berdiri itulah pernah berdiri sebuah pabrik yang
disebut ICAFF singkatan dari &lt;i&gt;Indonesia
Canning and Freezing Factory&lt;/i&gt;. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Itulah
sebabnya setiap penumpang angkot yang hendak turun di pertigaan ke arah SMP/SMA
(Sekarang SMP Lentera) biasa mengatakan kepada sopir angkot: “turun di Ikaf e”.
Permintaan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang tua yang pernah mengetahui
akan parbrik itu. Seingat saya, gedung tua dari pabrik
itu masih berdiri sekitar tahun 1980-an semasa saya di bangku SMP. Waktu itu, gedungnya sudah sangat tidak terawat. Seingat saya, dinding-dinding bagian luarnya ditempeli dengan seng. Pernah juga dipakai sebagai gedung sebuah sekolah swasta, namun kemudian dirobohkan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Menurut&amp;nbsp;&lt;/span&gt;penulis Peter Apollonius Rohi,&amp;nbsp;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Icaff itu kebanggaan orang Kupang tahun
1950-an. Pemegang sahamnya kebany&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;kan pedagang besar di Kupang dan raja-raja serta para pemimpin
pergerakan. Gedung pabrik itu didirikan di atas tanah raja Kupang, Don Alfonsus Nisnoni. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&quot;Ini memang cita-cita para pemimpin
pergerakan. Makanya sebagian pemegang saham adalah para anggota koperasi &lt;i&gt;Timor Verbond&lt;/i&gt; yug berfusi dengan Partai
Indonesia Raya (Parindra) di Surabaya,&quot; kata anggota marinir yang memutuskan untuk menjadi wartawan ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&quot;Partai ini diketuai langsung oleh Dr
Soetomo. Para pedagang yang bergabung dalam Icaff antara lain Lie Tie Pau, eksportir ternak
terbesar di Kupang, Umar Bakhtiar, para raja-raja dan pegawai kerajaan, serta para pemimpin
pergerakan. Papa saya dulu menyimpan buku yang berisi daftar nama-nama para pemegang saham
Icaff&quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Menurut Peter di sekitar tempat berdirinya pabrik tersebut tinggal beberapa keluarga antara lain keluarga Neppa, keluarga Bano, dan keluarga Rona. Di belakang pabrik itu tinggal adik Peter, tepatnya di sebelah barat rumah &quot;pak Daulima, Direktur SGB&quot;. Di dekat pabrik itu juga tinggal pak Dillak, direktur SMP Kristen. Di sebelah rumah keluarga Dillak adalah rumah Ang Hoo Lang, seorang China yang menurut Peter sangat berjasa dalam sejarah pergerakan nasional. Dari beberapa keluarga ini, setahu saya yang masih berdiri di tempatnya adalah rumah keluarga Dillak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Leopold Nisnoni menegaskan hubungan antara keluarga Nisnoni dengan perusahaan ini dalam wawancaranya dengan Steve Farram pada 17-19 Novemver 2002 (&lt;i&gt;From &#39;Timor Koepang&#39; to &#39;Timor NTT&#39;: A Political History of West Timor 1901-1967&lt;/i&gt;). Farram menulis:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&quot;Leopold Nisnoni, the son of Raja Kupang, managed two major enterprises in Kupang, a printery and a canning factory, and later went into business.&quot; (341-42).&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
Namun harus ditelusuri lebih jauh kepastian kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut mempertimbangkan informasi yang diberikan Peter Rohi bahwa kepemilikan perusahaan itu mempunyai hubungan dengan agenda politik pada waktu itu dan bahwa kepemilikannya bukan oleh pihak keluarga Nisnoni semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut I.H. Doko dalam bukunya &lt;i&gt;Timor, Pulau Gunung Fatuleu&lt;/i&gt; (Balai Pustaka, 1982, hal. 44-45), p&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;abrik pengolahan daging dalam kaleng ini
didirikan tahun 1952&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;. Pada waktu berproduksi perusahaan ini membutuhkan 16-20 ekor sapi
sehari. Kesulitan transportasi dan harga &lt;i&gt;tin
plate&lt;/i&gt; (bahan baku untuk kaleng) yang tinggi membuat pabrik ini berhenti
berproduksi. Tahun 1963 sudah tidak berproduksi lagi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
Sebagian besar notes ini telah saya tulis sebagai
draft sekitar tahun 2006 namun beberapa hari lalu seorang teman saya berkunjung
ke rumah sebuah keluarga Belanda. Di sana ia diberikan sebuah buku fotografi
tentang Indonesia berjudul “&lt;i&gt;Tanah Air Kita: A pictorial introduction to
Indonesia&lt;/i&gt;.&quot; Teman saya ini memilih buku ini untuk saya karena dia tahu saya sangat berminat tentang sejarah Timor. Buku yang tidak mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan
itu diterbitkan oleh penerbit W. Van Hoeve N.V. The Hegue dan Bandung. &amp;nbsp;Pada halaman 196 terdapat sebuah foto dengan
caption: &lt;i&gt;Picture of a meat canning factory at Kupang, also called Timor Kupang&lt;/i&gt;.
Sudah sejak lama saya ingin mengoleksi foto-foto bersejarah kota Kupang dan
rupanya saya telah menemukan salah satu diantaranya. Selamat menikmati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNoSpacing&quot;&gt;
Leiden, 27 Desember
2012.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/turun-di-ikaf-ko.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsovve10eQYU5MC2YFarwnrGb289kg0WYcei0p_dcZL6YqmDtQYKK6R0u6j2YrqkUvJ6MfebzhrIEXTw8M4_eDmKHEkbdiktDbGMkPUY0g7wKML15bEaaM8tJXLpZtJKhpTjom/s72-c/DSC_0383.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-5038035176071076873</guid><pubDate>Tue, 25 Dec 2012 14:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-25T18:48:32.759+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Poems</category><title>Teringat seorang ayah dari Nazareth</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLds62QHw6i8qVSLk3RfYOmNXTW0NgMyzOPlmyYG9vkqVv6fquRPZkmW6A8917puTUWOy9PNnm84K2At4ibaY5owdC_suLcpkPLu9l1dmrLxE_vut9W-lQtSrq2DhGE0knKHS8/s1600/leiden4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLds62QHw6i8qVSLk3RfYOmNXTW0NgMyzOPlmyYG9vkqVv6fquRPZkmW6A8917puTUWOy9PNnm84K2At4ibaY5owdC_suLcpkPLu9l1dmrLxE_vut9W-lQtSrq2DhGE0knKHS8/s640/leiden4.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lonceng-lonceng
gereja bergenta bersahutan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Angin bergemericik di
atas sungai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Badai menyeruak di atas langit
pekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pucuk-pucuk cemara
bergemuruh menakutkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;Sepeda perlahan dikayuh&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Malam berhias lampu
temaram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Aku berdiri di atas
jembatan tua ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Memandang dunia sejauh
pandang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Menguatkan hati sebisa
raga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Teringat orang-orang
terkasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lebih &amp;nbsp;baik engkau
daripada saya, Yusuf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tak ada yang tahu
beratnya pilihan yang kau ambil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tak ada yang bisa
menimang beban yang kau pikul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kau pikul sendiri ke
hadapan Dia yang kau pilih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;Di malam-malam pengungsianmu&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lonceng gereja terus
bergenta bersahutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Angin masih menakutkan&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Para penjaga bar
tersenyum menyambut para pelanggan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Gerbang-gerbang gereja
masih tertutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Aku tak layak
untukmu, bayi Natal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Leiden, malam, 24 Desember 2012&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/teringat-seorang-ayah-dari-nazareth.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLds62QHw6i8qVSLk3RfYOmNXTW0NgMyzOPlmyYG9vkqVv6fquRPZkmW6A8917puTUWOy9PNnm84K2At4ibaY5owdC_suLcpkPLu9l1dmrLxE_vut9W-lQtSrq2DhGE0knKHS8/s72-c/leiden4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-7170338467150855306</guid><pubDate>Sun, 23 Dec 2012 23:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-24T12:27:08.269+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Song</category><title>Yusuf, lebih baik kamu daripada saya</title><description>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXH2toIfcwgCbrS85lgv3xK9g-SDzN1K2VJNvNT7xPNALzPMfu0hfMhY3JMPQ5wcBKRMmiCmLD_4HgFV1WAcwbV9DoMV8ruxuzqUQCYAEhTDiQqx_rf2nZZG4TrZb9M5WL8-9v/s1600/mesir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXH2toIfcwgCbrS85lgv3xK9g-SDzN1K2VJNvNT7xPNALzPMfu0hfMhY3JMPQ5wcBKRMmiCmLD_4HgFV1WAcwbV9DoMV8ruxuzqUQCYAEhTDiQqx_rf2nZZG4TrZb9M5WL8-9v/s640/mesir.jpg&quot; width=&quot;555&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Flight into Egypt by Rembrandt&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Yusuf namanya, seorang
tukang kayu. Bukan Yusuf sang Perdana Mentri Firaun. Bukan Yusuf si tukang mimpi dengan gagasan-gagasan besar. Yusuf ini adalah Yusuf yang sederhana, seorang tukang
kayu. Ia juga punya mimpi, namun mimpinya bukan miliknya, melainkan mimpi yang diberikan Allah kepadanya. Ia harus menanggung mimpi itu. Di bahu lelaki sederhana inilah Allah menaruh sebuah tugas yang
berat, sangat berat. Tidak seperti Yusuf anak Yakub yang mimpinya berakhir dalam keagungan dan kebesaran. Tidak. Mimpinya adalah menanggung beban dari Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia harus memikul beban, beban yang tidak ringan mengingat
semangat zamannya. Ia diminta mengakui anak dalam kandungan Maria, kekasihnya
sebagai anaknya. Padahal ia belum menghampiri perempuan itu. Hukuman untuk
pezinah pada waktu itu sangat berat: dirajam sampai mati. &amp;nbsp;Bahkan pada zaman di mana hamil di luar nikah
bukan hal yang luar biasa inipun, laki-laki siapa yang mau menanggung anak yang
bukan anaknya?&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Akankah ia lari dari
beban yang bahkan bukan tanggungjawabnya itu? Akan dia malu menanggung apa yang
dianggap aib itu? Akankah dia tak ingin merusak nama baiknya sehingga meninggalkan Maria? Akankah dia bersembunyi? Kita semua tahu jawabannya melalui Alkitab.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang sama
ditujukan kepada kita. Akankah kita melakukan hal yang sama seperti Yusuf jika
kita ada dalam posisinya? Akan kita mengambil resiko dan berpihak pada bayi
kecil dalam kandungan itu? Bayi kecil yang bahkan belum kita lihat wajahnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah sebuah thema dari
lagu natal ‘&lt;i&gt;Joseph, Better You than Me&lt;/i&gt;’ yang dinyanyikan oleh kelompok &lt;i&gt;The Killers&lt;/i&gt;
bersama Elton John dan Neil Tennant. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGSFljWl2DGOo8TEz-5Kf2UUp2YpOB9ga7J6k-QtmRZQMKZ_xWXfZZQXQSgNcDQzpO4UFbwjpZpSsnGo_rvYc6L3RR18k2zGBBk5NMLpAq9ENh_EgfR_PHboI6Ame72BWVMqP8/s1600/The-Killers.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGSFljWl2DGOo8TEz-5Kf2UUp2YpOB9ga7J6k-QtmRZQMKZ_xWXfZZQXQSgNcDQzpO4UFbwjpZpSsnGo_rvYc6L3RR18k2zGBBk5NMLpAq9ENh_EgfR_PHboI6Ame72BWVMqP8/s1600/The-Killers.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;The Killers&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan apa yang
didapatkan Yusuf. Tak ada satu janjipun, imbalanpun dari malaikat. Tidak ada
janji kalau kamu melakukan ini, kamu akan mendapatkan itu dst. Namun Yusuf
melakukan seperti apa yang diperintahkan malaikat, mengambil Maria sebagai
istrinya (Matius 1: 24-25). Ia tidak melarikan diri, seperti Yunus atau Yakub
dan Ia pun tak menolak atau berdalih seperti Yesaya atau Yeremia. Yusuf sesungguhnya adalah seorang
pencipta, bukan sekedar ayah dari seorang anak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti bunyi syair lagu ini, “dari
tembok-tembok Kuil ke malam-malam New
York, keputusan-keputusan kita berakhir pada seorang bayi.” Bayi natal itu.
Dalam setiap langkah hidup kita, dari tempat-temapt paling suci seperti gereja, Bait Allah, gedung-gedung kebaktian ke tempat-tempat yang paling dianggap paling najis, semua keputusan yang kita ambil berhubungan
dengan bayi itu. Segala jenis keputusan dalam hidup kita menentukan apakah kita
berada di sisi bayi Yesus itu atau di sisi lain. &amp;nbsp;Dan
itu jugalah keputusan-keputusan yang dibuat Yusuf sejak saat itu dan sepanjang
hidupnya. Apakah lari ke Mesir menghindari Herodes yang kejam, kembali ke
Nazaret, memutuskan untuk membaptiskan anak sulungnya, bahkan sampai menerima
kenyataan anaknya mati di kayu salib. Itulah keputusan-keputusan yang diambil
oleh Yusuf, untuk menerima, menolak atau melarikan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbGTpw44zqhyuY7eBSzSTnMCzmGFh2ltMmFCLtQ8DcXykGNUjusNX_jeo9WHezly3A8eZosCA8GBF3qyTZ-XDZg1rFQMbHmX3-81BUinbffxhzkQ3JXAYKvDW7yUdz41moYi0j/s1600/killers.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbGTpw44zqhyuY7eBSzSTnMCzmGFh2ltMmFCLtQ8DcXykGNUjusNX_jeo9WHezly3A8eZosCA8GBF3qyTZ-XDZg1rFQMbHmX3-81BUinbffxhzkQ3JXAYKvDW7yUdz41moYi0j/s200/killers.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ya, Allah telah memilih orang yang
tepat. Yusuf si tukang kayu. Yang membesarkan seorang anak yang akan menjadi
pertentangan bagi banyak orang, tapi tidak bagi dirinya. Ia menerima bayi mungil
itu apa adanya, menanggung apa yang seharusnya ia tanggung, bahkan malu sekalipun,walaupun
harus menjadi pengungsi di negeri asing. Banyak dari kita tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi pengungsi. Yusuf melakukan apa yang bisa ia lakukan
untuk menjadi ayah dari seorang anak yang bukan darah dagingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa pilihan Allah jatuh pada Yusuf bukan pada orang lain? Mengapa bukan seorang hebat dan ternama sehingga Yesus bisa dididik dengan baik? Mengapa bukan dalam istana seperti Musa? Mengapa bukan di rumah seorang kaya atau pembesar sehingga terjamin kesejahtraan dan masa depannya? Kadang kita tak pernah mengerti alasan Allah memilih seseorang dalam misinya. Segala sesuatu tidak terjadi tanpa alasan. Bahkan seorang pembunuh seperti Saulus sekalipun dipilih menjadi Rasul Allah, menjadi pembawa kabar keselamatan dari Allah. Kita tidak pernah tahu. Allahlah yang memilih, bukan kita yang memilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan Allah pada keluarga sederhana ini membuat kita memikirkan lagi ideal-ideal jaman modern dalam hal pendidikan anak-anak kita. Banyak kali kita berpikir bahwa agar supaya anak-anak kita mempunyai masa depan yang baik, mereka harus difasilitasi atau dijejali dengan kepenuhan material ini dan itu. Fasilitas ini dan itu. Tetapi bukankah banyak kasus membuktikan bahwa anak-anak yang hidup dalam serba keterbatasan justru tumbuh menjadi anak-anak yang mandiri dan hebat? Asalnya mereka diajarkan untuk menerima keterbatasan itu tanpa mengeluh. Bersyukur sekaligus berusaha. Sebaliknya, bukankah sejarah membuktikan bahwa mereka yang dibesarkan dalam serba kecukupan dan kemewahan justru menjadi manja dan hancur ketika berhadapan dengan hidup yang sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9IG6iwoz-QZYrirSV_LsM73Ozk6tXzrgCeJsJyShJwXlC0yHBYAFEY3UY4SoEPRnI4MGM2q_N-7p9PW7rExYhfHmscL4Lo38O0KnWFntiVAsGFbvrQ_kXvuJjBlggJ29klDMz/s1600/coin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9IG6iwoz-QZYrirSV_LsM73Ozk6tXzrgCeJsJyShJwXlC0yHBYAFEY3UY4SoEPRnI4MGM2q_N-7p9PW7rExYhfHmscL4Lo38O0KnWFntiVAsGFbvrQ_kXvuJjBlggJ29klDMz/s320/coin.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pentingnya peran keluarga membuat Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1994 menetapkan tahun itu sebagai tahun Keluarga.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Mereka yang dididik dalam keterbatasan, telah belajar mendisiplinkan dirinya dan membatasi dirinya dengan apa adanya. Bersyukur dengan apa adanya dan belajar memanfaatkan apa yang ada pada dirinya. Bukankah itu yang diajarkan oleh Yesus? Bukankah prinsip kemandirian dan keswadayaan ini juga yang didengung-dengungkan para ideolog modern jaman sekarang? Sebaliknya mereka yang dididik dalam serba kemewahan akan cenderung menjadi tukang mengeluh, bahkan terhadap hal yang tidak seharusnya dikeluhkan. Mereka yang &#39;lahir dengan sendok perak di mulutnya&#39; kadang tak tahu bagaimana menggunakan sendok itu. Dengan mengatakan ini saya tidak bermaksud memandang kekayaan dan kemiskinan secara hitam putih berhubungan dengan moralitas seseorang. Banyak juga orang kaya yang mendidik anaknya secara benar, dan banyak juga orang miskin yang mendidik anaknya secara salah. Yang ingin saya tekankan adalah bahwa kemudahan sering membuat orang lupa akan penderitaan hidup orang lain bahkan lupa akan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Dalam kesulitan, selalu ada jalan bagi mereka yang optimis dan bersyukur. Dan Tuhan tidak pernah tidur, kata orang Jawa. Yesus tidak dibesarkan di istana, di rumah mewah dengan segala fasilitas mewah. Yesus bukan anak manja yang diberi segala kemewahan dan kemudahan. Dari keluarga sederhana itu ia sadar akan siapa dirinya, ia membantu ayahnya sebagai tukang kayu, sampai saatnya Ia harus keluar meneruskan pendidikanNya sebagai rabi dan memilih murid-muridNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Ky9YWFu2tnAACGQMqlXBlLx0Yv6Vrl1sult0Nt5dHxmVu-SdkENVhBCsoH-DGibjhmC4rI89gwQ4jsvBDkgUvjVl_7HQzlJfe-5TNY6YCE4LXTQ4dVERDxufTjicFDrteA50/s1600/Georges_de_La_Tour_St_Joseph_the_Carpenter_400.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Ky9YWFu2tnAACGQMqlXBlLx0Yv6Vrl1sult0Nt5dHxmVu-SdkENVhBCsoH-DGibjhmC4rI89gwQ4jsvBDkgUvjVl_7HQzlJfe-5TNY6YCE4LXTQ4dVERDxufTjicFDrteA50/s400/Georges_de_La_Tour_St_Joseph_the_Carpenter_400.jpg&quot; width=&quot;283&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Joseph, the Carpenter by Georges de La Tour&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Pilihan Allah pada keluarga sederhana ini juga membuka mata kita bahwa peletakan dasar pendidikan moral dalam keluarga tidak membutuhkan orang tua dengan pendidikan formal yang tinggi. Setiap manusia punya hati dan punya kasih sayang untuk membenarkan anaknya secara benar. Banyak generasi memberontak karena pendidikan keluarga yang salah. Dan banyak pemberontakan itu datang dari keluarga menengah ke atas, bukan dari keluarga yang sangat sederhana. Banyak generasi hancur karena dasar pendidikan moral dalam rumah tangga yang amburadul. Jika ingin melihat bagaimana pendidikan dalam keluarga lihat saja bagaimana sikap seorang anak. Jadi sangatlah munafik jika saat muncul sebuah kasus hukum atau moral yang memalukan lalu ada orang tua atau kerabat yang berkata: &quot;Ah, anak saya tidak begitu kok. Dia anak baik, itu hanya karena pengaruh teman-temannya saja.&quot; Atau &quot;itu dia dijebak saja, dia tidak seperti itu.&quot; Pendidikan keluarga adalah dasar bagi pembangunan masyarakat secara lebih luas. Kegelisahan dan pemberontakkan setiap generasi selalu punya hubungan dengan pendidikan keluarga yang tidak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita kembali kepada Yusuf si ayah dan si tukang kayu. Kehadiran
Yesus dalam hidupnya sungguh merubah segalanya. Mungkin kita berkata “enak dong mendapat privilege menjadi ayah dari Yesus, dari Anak Allah.” Ya memang membanggakan, tapi kita
tak pernah tahu bagaimana penerimaan Yusuf saat itu. Kita tak pernah tahu bagaimana pergumulan batin Yusuf. Privilege itu&amp;nbsp;hanya terjadi dalam
drama natal abad modern. Kan asyik jadi pemeran utama dalam drama Natal? Dalam kenyataan sebenarnya Yusuf dan Maria tidak berada di atas panggung yang ditontong banyak orang. Mereka tidak sedang ber-&lt;i&gt;acting&lt;/i&gt; untuk mendapatkan pujian dan apresiasi. Mereka sedang menjalani hidup senyata-nyatanya. Hidup yang penuh peluh dan airmata. Peneritaan mereka tidak ada yang tahu. Mereka menaggungnya sendiri di hadapan Allah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita benar-benar menaruh diri kita dalam posisi
Yusuf, belum tentu kita dengan gembira menerima tugas itu. Bukankah dalam banyak tugas dan kewajiban moral dari Allah yang lebih ringan saja, banyak dari antara kita yang tidak merasa nyaman? Bukankah banyak yang menolak? Bukankah banyak yang &quot;melarikan diri&quot;? baik dalam pengertian mental maupun dalam pengertian harfiah. Sebagai pribadi saya berharap bukan sayalah yang ditunjuk Allah untuk menanggung beban seperti yang ditanggung Yusuf. Beban yang membuat kita bukan duduk di singgasana kehormatan, di tempat
terhormat, tapi yang membuat kita harus menanggung banyak derita. Dan itu
ditanggungnya tanpa mengeluh. Jika kupikirkan lagi betapa besarnya tugas, aku
merasa sungguh tak layak. Yusuf ternyata bukan orang kecil, seperti ukuran dunia. Dia sangat besar. Lebih besar dari siapapun. Seorang tukang kayu yang lebih besar dari diriku. Aku tak layak berada di posisinya. Allahlah yang memilih dan melayakkan dia. Aku hanya bisa berkata: “lebih baik kamu Yusuf, daripada
saya” seperti yang dinyanyikan &lt;i&gt;The Killers&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/uW8oEWfuEIg?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Well, your eyes just haven&#39;t been the same, Joseph&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Are you bad at dealing with the fame, Joseph?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;There&#39;s a pale moonshine above you&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Do you see both sides? Do they shove you around?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Is the touchstone forcing you to hide, Joseph?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Are the rumors eating you alive, Joseph?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;When the holy night is upon you&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Will you do what&#39;s right, the position is yours&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;From the temple walls to the New York night&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Our decisions rest on a child&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;When she took her stand did she hold your hand?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Will your faith stand still or run away, run away?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;When they&#39;ve driven you so far that you think you&#39;re
gonna drop&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Do you wish you were back there at the carpenter shop?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;With the plane and the lathe, the work never drove you
mad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;You&#39;re a maker, a creator, not just somebody&#39;s dad&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;From the temple walls to the New York night&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Our decisions rest on a man&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;When I take the stand will he hold my hand?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Will my faith stand still or run away, run away?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;And the desert, it&#39;s a hell of a place to find heaven&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Forty years lost in the wilderness looking for God&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;And you climb to the top of the mountain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Looking down on the city where you were born&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;All the years since you left gave you time to sit back
and reflect&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better you than me, better you than me&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better you than me, yes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;When the holy night is upon you&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better you, better you&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Do you see both sides? Do they shove you around?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better you than me, Joseph&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better than you than me, better you than me&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Joseph, Joseph, Joseph, Joseph&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Than me, better you than me&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Better you, better you, better you than me&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;&lt;i&gt;Well, your eyes just haven&#39;t been the same, Joseph&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/yusuf-lebih-baik-kamu-daripada-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXH2toIfcwgCbrS85lgv3xK9g-SDzN1K2VJNvNT7xPNALzPMfu0hfMhY3JMPQ5wcBKRMmiCmLD_4HgFV1WAcwbV9DoMV8ruxuzqUQCYAEhTDiQqx_rf2nZZG4TrZb9M5WL8-9v/s72-c/mesir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-1022998645800107340</guid><pubDate>Wed, 19 Dec 2012 14:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-11T12:15:55.264+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Song</category><title>Cerita Lagu Ofa Langga</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNSFWWvZFAZ0R4_uKXR7Dgo-_pxga3Nx1j4kCYwHzJ5WcnuF_puA14hjc17qUsr6uO8NhK9tcZoxzjnKAuQl710f8r1fGxV_5tnq0zR_ZJjtsE9bVQUPi0YTHHL34ZqstaQ9h6/s1600/ofa+langga.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNSFWWvZFAZ0R4_uKXR7Dgo-_pxga3Nx1j4kCYwHzJ5WcnuF_puA14hjc17qUsr6uO8NhK9tcZoxzjnKAuQl710f8r1fGxV_5tnq0zR_ZJjtsE9bVQUPi0YTHHL34ZqstaQ9h6/s400/ofa+langga.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setiap orang Rote pasti mengenal lagu &lt;i&gt;Ofa langga&lt;/i&gt;. Tapi tentang apa sebenarnya lagu itu? Sekilas dilihat dari liriknya lagu itu seakan berkisah soal suka duka orang Rote dalam pelayaran melewati selat antara pulau Timor, pulau Semau dan Pulau Rote, yaitu selat&lt;i&gt; Pukuafu&lt;/i&gt;, atau juga sering disebut &lt;i&gt;Lolok&lt;/i&gt; oleh sebagian orang Rote. Bahkan ada yang menyebut selat berbahaya itu sebagai &quot;kuburan orang Rote&quot;. Namun sebenarnya lagu itu punya konteks personal dan politis yang membuatnya menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon lagu ini berkisah tentang dilema sepasang &amp;nbsp;muda-mudi Rote di masa pendudukan Jepang. Penulis&amp;nbsp;populer masyarakat Rote, Paul A Haning,&amp;nbsp;menyebut konteks penciptaan lagu ini sekitar tahun 1943, dimana banyak pemuda Rote, oleh Jepang dikirim secara paksa (&lt;i&gt;forced migration&lt;/i&gt;) ke Kupang dan beberapa tempat lain untuk kepentingan &lt;i&gt;romusha&lt;/i&gt;. Jarak Kupang dan Rote seorang mungkin bukanlah sebuah jarak bagi bagi orang dengan kemudahan transportasi yang nama, namun Kupang dan Rote di tahun 1940-an tentu berbeda, apalagi kepergian sang pemuda bukalah untuk wisata atau mengunjungi keluarga, melainkan untuk kerja paksa bagi kepetingan balatentara Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Paul A. Haning, sebuah kapal pengangkut menunggu di Pelabuhan Pantai Baru untuk mengangkut romongan &lt;i&gt;romusha&lt;/i&gt; ke Kupang. Para &lt;i&gt;romusha&lt;/i&gt; datang dari berbagai wilayah di Rote. Bisa anda tebak sendiri bagaimana kisah perpisahan antara sang pemuda dan tunangannya.&amp;nbsp;Dalam rombongan &lt;i&gt;romusha&lt;/i&gt; itu ada seorang pemuda lain yang pandai menyanyi dan mencipta lagu. Kisah sepasang muda-mudi ini kemudian dituliskan dalam lagu &lt;i&gt;Ofa Langga Soba-soba&lt;/i&gt; atau sering disingkat Ofa Langga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat menarik jika bisa kita dapatkan dokumentasi (deskripsi dan statistik) pengangkutan&lt;i&gt; romusha&lt;/i&gt; dari Rote ke Kupang pada masa pendudukan Jepang. Ini akan memberi sedikit gambaran yang lebih jelas soal konteks lagu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari segi syair, ada sejumlah hal yang bisa diinterpretasi. Walaupun ada berbagai versi dengan perbedaan di sana sini, saya mengutip versi yang dituliskan&amp;nbsp;oleh Paul A. Haning bersama Ena Hayer Pah.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Ofa langga adinda soba-soba &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Haluan perahu mencoba-coba&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ofa langga adinda soba-soba &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Haluan perahu mencoba-coba&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Soba nita adinda tasi anin &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Mencoba akan laut dan angin&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Soba nita adinda tasi anin &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Mencoba akan laut dan angin&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Soba sayang kasian susi ana &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/i&gt;&amp;nbsp; Mencoba sayang, kasihan &lt;i&gt;susi &lt;/i&gt;ana&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lu reme adinda susi matan &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Airmata menetes dari mata &lt;i&gt;susi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Se tanggon pinu rembe &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Siapa yang menanggung ingus dan airmata&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;bu bo&#39;i susa hati &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bu&lt;/i&gt; sayang bersusah hati&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ref: Se nae dae ki, dae ki tua meko &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;Konon di negeri (sebelah) utara, sebelah utara tua meko&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Se nae dae kona, kola de&#39;a Pante Baru &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Konon di negeri selatan, merangkai kata, Pantai Baru&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nae lena seri tadadi lena seri &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/i&gt;Ingin&amp;nbsp;menyebrang tak bisa menyebrang&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nae nasafali tadadi nasafali. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; Ingin berbalik tak bisa berbalik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/s_iYFKgaC-E?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata &lt;i&gt;adinda&lt;/i&gt; yang dipakai adalah kata bahasa Melayu adinda yang sangat mungkin menunjuk kepada sang gadis. Pemakaiannya di tengah kalimat jika diterjemahkan akan mengganggu pengertian syairnya, namun harus dipahami kata ini dipakai sebagai rhima dalam lagu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata &lt;i&gt;bu&lt;/i&gt; adalah sebutan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Rote yang sangat mungkin adalah pengaruh dari kata &lt;i&gt;bung&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam bahasa Melayu. Sedangkan kata &lt;i&gt;susi&lt;/i&gt; adalah sebutan untuk kakak atau saudara perempuan dalam bahasa Rote yang sangat mungkin dipengaruhi oleh kata bahasa Belanda &lt;i&gt;zusje&lt;/i&gt;&amp;nbsp;artinya saudara perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau Rote adalah pulau yang membujur timur barat sehingga &lt;i&gt;dae ki &lt;/i&gt;menunjuk kepada pantai utara Rote yang biasanya banyak digunakan sebagai jalur pelayaran ke Kupang, juga di mana sepanjang pantai utara ini terdapat sejumlah pelabuhan seperti Oelua di nusak Dengka (sekarang Kecamatan Rote Barat Laut), pelabuhan Baa di Nusak Baa (sekarang masuk ke dalam Kecamatan Lobalain), pelabuhan Pantai Baru di Nusak Korbafo (sekarang termasuk dalam kecamatan Pantai Baru), dan pelabuhan Papela di Nusak Ronggou (sekarang bagian dari kecamatan Rote Timur).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, &lt;i&gt;dae kona&lt;/i&gt; menunjuk kepada wilayah dan pantai selatan pulau Rote. Nusak Thie yang berada di bagian selatan, dikenal dengan nama lain &lt;i&gt;Rene Kona&lt;/i&gt; yang berarti sawah (di sebelah) selatan. Jadi si pencipta lagu kemungkinan berusaha mengungkapkan luasnya dampak atau jangkauan rekruitmen untuk romusha yang meliputi berbagai &lt;i&gt;nusak&lt;/i&gt;/kerajaan di Rote. Sang penyair juga berusaha mengambarkan dilema sepasang muda-mudi ini dengan gambaran &quot;maju tak maju, mundur tak mundur&quot; bagaikan kapal yang terombang ambing.&amp;nbsp;Dan dalam kenyataannya sang pemuda berangkat dalam kapal serupa.&amp;nbsp;Kalimat&amp;nbsp;&quot;&lt;i&gt;kola de&#39;a, Pantai Baru&lt;/i&gt;&quot; menunjukkan terjadinya sebuah pembicaraan yang maju dan mundur seakan tak kunjung selesai di (pelabuhan) Pantai Baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna dan perlambangan dimainkan dengan cantik di sini. Bukan hanya hati kedua insan yang terombang ambing, tetapi sang kapal pun akan terombang ambing menghadang angin dan gelombang. Sekarang ini, dengan ada moda transportasi modern seperti ferry, jarak Kupang dan Rote hanya ditempuh dalam waktu dua sampai empat jam. Bukan jarak yang luar biasa. Juga terpaaan gelombang relatif lebih ringan jika dibanding menggunakan perahu layar. Walaupun ferry pun pernah tenggelam di selat yang bernama Pukuafu itu. Apalagi dulu, dimana perlayaran Rote-Kupang dapat ditempuh lebih dari sehari, bahkan bisa berminggu jika berhadapan dengan angin dan gelombang. Pada saat itu Kupang dan Rote bukanlah jarak yang dekat. Itulah sebabnya dalam lagu yang lain dengan judul yang sama, Fridel Eduard Lango memasukan dalam syairnya: &quot;Kota nai kota de, Lote nai Lote de&quot; (Kupang adalah di Kupang dan Rote adalah di Rote).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pencipta lagu ini tidak dikenal, Paul A Haning menyatakan bahwa bagian ini sedikit mengungkapkan identitas sang penyair. Haning (dalam bukunya &lt;i&gt;Sasando, alat Musik Tradisional Masyarakat Rote Ndao, 2009&lt;/i&gt;) menyatakan bahwa penulis lagu ini adalah orang Thie dengan mengacu kepada pengunaan kata&lt;i&gt; bo&#39;i&lt;/i&gt; yang menurutnya di masa lalu hanya terdapat dalam dialek Thie, walaupun kita telah dipakai dalam beberapa dialek Rote yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bo&#39;i&lt;/i&gt; dalam dialek Thie adalah bentuk pendek dari kata &lt;i&gt;bonggi&lt;/i&gt; yang berarti &lt;i&gt;beranak&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;kandung&lt;/i&gt;. Ungkapan ini biasa dipakai untuk mengungkapkan kedekatan hubungan atau afeksi dan penghormatan kepada seseorang, dalam pengertian persaudaraan. Jika seorang Rote menyebut anda sebagai &lt;i&gt;mama bo&#39;i&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;papa bo&#39;i&lt;/i&gt;, tidak dimaksudkan secara harfiah bahwa anda adalah ibu kandung/ibu yang mengandung atau ayah kandungnya, melainkan ia sedang mengungkapkan afeksi dan kedekatan hubungan personal dengan anda, seakan menyatakan bahwa kasih sayangnya kepada anda adalah sama dengan kasih sayangnya kepada ayah atau ibu kandungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang di Rote bagian timur, antara lain di Landu dan Ringgou, kata &lt;i&gt;bo&#39;i&lt;/i&gt; juga eksis namun mempunyai arti yang lain yaitu &lt;i&gt;payudara&lt;/i&gt;. Jadi kesimpulan tentang identitas pencipta lagu ini bisa mendekati kebenaran jika dilihat dari penggunaan kata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai lagu rakyat, lagu ini punya beberapa versi yang berkembang di masyarakat. Ada sebuah versi mempunyai judul yang sama namun berbeda dalam irama dan syair yaitu versi penyair kenamaan Rote,&amp;nbsp;Fridel Eduard Lango. Versi F.E. Lango adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ofa langga soba-soba&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Soba nita tasi anin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Soba sayang kasian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lu leme susi matan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;i&gt;Nae lena seli tadadi lena seli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Nae nasafali tadadi nasafali&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Adu kasian, adu kasian mama boi ee&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rote nai Rote dei&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kota nai Kota dei&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mama boi ee, Dandi daen tou daen&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sopa oen tou oen&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lamatuak ifa au&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;(&lt;b&gt;bersambung&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border: 0px !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/cerita-lagu-ofa-langga.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNSFWWvZFAZ0R4_uKXR7Dgo-_pxga3Nx1j4kCYwHzJ5WcnuF_puA14hjc17qUsr6uO8NhK9tcZoxzjnKAuQl710f8r1fGxV_5tnq0zR_ZJjtsE9bVQUPi0YTHHL34ZqstaQ9h6/s72-c/ofa+langga.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-5905639229634549650</guid><pubDate>Wed, 19 Dec 2012 14:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-24T09:41:44.751+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pictures</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Rote</category><title>Rumah di Nemberala, Rote</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOdPjH1yodjyOBU-BNuPVvkEkEnU1Ze03jKIy1hArDjAoqv2nGrl0O6azfde60Cpj8UYYJqikkyl7EezTf4M0Rl4HciztRL_7rA1kiCeIMDPzWDyxC3yekB8MrPxQIPH8umJCX/s1600/rote-house-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOdPjH1yodjyOBU-BNuPVvkEkEnU1Ze03jKIy1hArDjAoqv2nGrl0O6azfde60Cpj8UYYJqikkyl7EezTf4M0Rl4HciztRL_7rA1kiCeIMDPzWDyxC3yekB8MrPxQIPH8umJCX/s400/rote-house-2.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Mau bikin rumah di Kupang atau di Rote, boleh juga seperti ini....pingin punya rumah seperti ini di tepi pantai..&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.tripadvisor.com.sg/LocationPhotos-g2301837-Rote_Island_West_Timor_East_Nusa_Tenggara.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rote Island Images&quot; src=&quot;http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/02/a8/80/25/nemberala-beach-resort.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
This photo of &lt;a href=&quot;http://www.tripadvisor.com.sg/Tourism-g2301837-Rote_Island_West_Timor_East_Nusa_Tenggara-Vacations.html&quot;&gt;Rote Island&lt;/a&gt; is courtesy of TripAdvisor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.tripadvisor.com.sg/LocationPhotos-g2301837-Rote_Island_West_Timor_East_Nusa_Tenggara.html&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Rote Island Pictures&quot; src=&quot;http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/02/a8/80/24/nemberala-beach-resort.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
This photo of &lt;a href=&quot;http://www.tripadvisor.com.sg/Tourism-g2301837-Rote_Island_West_Timor_East_Nusa_Tenggara-Vacations.html&quot;&gt;Rote Island&lt;/a&gt; is courtesy of TripAdvisor&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/rumah-di-nemberala-rote.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOdPjH1yodjyOBU-BNuPVvkEkEnU1Ze03jKIy1hArDjAoqv2nGrl0O6azfde60Cpj8UYYJqikkyl7EezTf4M0Rl4HciztRL_7rA1kiCeIMDPzWDyxC3yekB8MrPxQIPH8umJCX/s72-c/rote-house-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-11662781.post-1426693465959824818</guid><pubDate>Sun, 16 Dec 2012 19:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-16T21:03:57.222+01:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>“Aku seorang penjual Alkitab”: Ryan Gosling dalam Gangster Squad</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKK_XOxHn2-VwjMqFmbYBRW3HRI-uRA3_KkEaJ142kpI8eeO-WQDKnsV1UMAq2j2YvBk0LpTfmuhPPqScb8HVKBmy735JqXGlj8jIBbzNHU41eAMYrIhvEwTk2kIcpsEplyABj/s1600/gangster.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKK_XOxHn2-VwjMqFmbYBRW3HRI-uRA3_KkEaJ142kpI8eeO-WQDKnsV1UMAq2j2YvBk0LpTfmuhPPqScb8HVKBmy735JqXGlj8jIBbzNHU41eAMYrIhvEwTk2kIcpsEplyABj/s640/gangster.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Minggu lalu, saya
menemukan sebuah trailer “Gangster Squad” film baru yang diperankan Sean Penn (Mickey
Cohen) yang baru akan diluncurkan tahun depan. Dalam film yang dasarkan pada
buku dengan judul yang sama karya Paul Lieberman, Sersan Jerry Wooters (Ryan
Gosling) mengucapkan satu kalimat yang menarik. Wooters berkata “I am a Bible
salesman” ketika ditanya Grace Faraday (Emma Stone) tentang apa pekerjaannya. &amp;nbsp;Saya suka jawaban itu dan kalimat itu saya
posting di status facebook saya. Ternyata statemen itu menarik perhatian
beberapa teman.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Film yang diinspirasi
oleh kisah nyata ini, adalah kisah dua orang detektif LAPD yang berusaha
membebaskan LA dari gangster di tahun 1940an and 1950an. LA waktu itu dikuasai
raja bandit Mickey Cohen yang menguasai semua penghasilan dunia kejahatan mulai
dari drugs, senjata, dan prostitusi. Ia tidak hanya menguasai orang-orangnya
tetapi para polisi dan politisi dibawah kontrolnya. Semua orang takut, kecuali
agen LAPD dipimpin oleh sersan John O&#39;Mara (Josh Brolin) dan Jerry Wooters
(Ryan Gosling), yang bersatu untuk melawan Cohen.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Film ini direncanakan
untuk diluncurkan pada 7 September 7, 2012, tetapi terjadi bebeapa penundaan
dan karena terjadi Aurora shooting, oleh Warner Bros. Pictures peluncurannya
dimundurkan ke 11 January 2013.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXg7ZpbYTgqUKMWSbs7M860hR9uKpzwBmXTMlWY5a51cFCS2hKpYqEmNffBxc6Uu77cOxcU-coLs-jyI29FZWVJ1M3cwI4J8bMYy9sEf4zP-W0FO_OimtC0RRfsQYQ7g9riwFz/s1600/Ryan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;401&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXg7ZpbYTgqUKMWSbs7M860hR9uKpzwBmXTMlWY5a51cFCS2hKpYqEmNffBxc6Uu77cOxcU-coLs-jyI29FZWVJ1M3cwI4J8bMYy9sEf4zP-W0FO_OimtC0RRfsQYQ7g9riwFz/s640/Ryan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penasaran dengan asal
usul statement itu, saya menelusuri dunia maya. Akhirnya saya sampai kepada
sebuah novel karya Clyde Edgerton berjudul &lt;a href=&quot;http://mostlyfiction.com/humor/edgerton.htm&quot;&gt;“The Bible Salesman”&lt;/a&gt;. Novel yang
diterbitkan tahun 2008 itu menceritakan tentang Henry Dampier, pemuda berusia
20 tahun yang bergumul dengan dilema moral dan pekerjaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Diceritakan bahwa saat
dia sedang berkeliling menjual Alkitab yang semula ia maksudkan untuk dibagikan
secara gratis, Henry bertemu seorang penipu: Preston Clearwater. Kalau
Henry adalah penipu bernuansa religius dengan menjual Alkitab, Clearwater
adalah penipu yang sekuler. Clearwater mengaku bahwa ia adalah
seorang agen FBI padahal ia adalah anggota sindikat pencuri mobil. Ia mengaku
kepada Henry bahwa sebagai agen FBI ia sedang mencoba menyusup ke jaringan
pencuri mobil dan membutuhkan seorang rekan. Henry bisa menjual Alkitabnya
kapan saja ketika ia tidak sedang membantu Clearwater (and FBI) mencuri mobil
sebagai bagian dari aksi penyusupan, kata Clearwater.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrXPe8Fu58Ypo4QNKOUTzC39kqmnSVcpoVTLpm5AReMxAOMUeayY5CsAfiUEwxGG0ZhndLFxezY44VbpQt-C1mU_tjtj5BNcQ5q8OKrGOmADD9Y0KC7JSXCz_4M2fLJpEZKdgt/s1600/bible+salesman.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrXPe8Fu58Ypo4QNKOUTzC39kqmnSVcpoVTLpm5AReMxAOMUeayY5CsAfiUEwxGG0ZhndLFxezY44VbpQt-C1mU_tjtj5BNcQ5q8OKrGOmADD9Y0KC7JSXCz_4M2fLJpEZKdgt/s400/bible+salesman.JPG&quot; width=&quot;261&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam bab-bab yang
berjudul “Genesis” dan “Exodus”, dan kemudian“Revelation”, Henry bergumul dengan kesimpulan-kesimpulan theologis sementara kejahatan Clearwater,
yang tidak diketahui olehnya, makin menjadi-jadi. Alkitab dan
hormone adalah dua kekuatan yang luar biasa namun Henry berhasil untuk tidak
memperdayai keduanya. Sebagai seorang penganut Baptist yang teguh, ia tidak
menyesal menipu dalam menjual Alkitab, namun ia berat menerima inkonsistensi
dalam Injil. Misalnya: Kalau Allah itu berkuasa, mengapa ia perlu beristirahat
pada hari ketujuh?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebaiknya Clearwater
adalah seorang penggoda, yang percaya bahwa dunia tak lebih hanyalah sebuah
tempat bagi terjadinya sesuatu. Bahkan sebelum Henry bertemu Marleen
Green, seorang gadis yang kemudian mengambil keperjakaan Henry, Clearwater
telah merasionalisasi seruan Alkitab yang mengutuk sex di luar perkawinan. Jika
orang seperti Abraham “si orang baik” melakukannya tanpa ganjaran, mengapa saya
tidak”, kata Henry kepada dirinya kemudian.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Alegory menjadi dewasa yang
sangat longgar dari Henry, dari Taman Eden milik Marleen ke konfrontasinya
dengan iblis, membuatnya berhenti dari kelas-kelas Sekolah Minggu (dalam tradisi
gereja Baptis di Amerika selain kebaktian minggu, ada juga kelas-kelas untuk
pendalaman Alkitab yang disebut Sunday Schools) ke ambiguitas moral Alkitab.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“I’ve changed my ideas
about a lot of things,” Henry berkata kepada sepupunya setelah janji untuk
menjaga keperjakaannya luluh di hadapan Marleen Green. Sang sepupu menanyakan
apa yang terjadi. “I started reading the Bible,” katanya. Ia baru benar-benar membaca Alkitab ketika diperhadapkan dengan pergumulan eksistensial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;allowfullscreen&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/S0G1HDB-BK0?feature=player_detailpage&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bukankah hidup kita
seringkali seperti Henry Dampier?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kita menyangka kita telah
berada di jalan yang benar, kita telah bekerja pada orang yang benar, kita
telah membela orang yang benar, kita telah memegang ideologi yang benar, kita
telah melakukan yang benar, tetapi sebenarnya kita bersandar pada tiang yang
salah. Banyak kali tanpa kita sadari kita sebenarnya sedang membela para
penjahat, dan penipu, dan pembunuh dan kita menyangka kita sedang melayani
Tuhan lewat apa yang kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Seperti Henry kita
menyangka kita sedang bekerja sebagai abdi negara, yang membolehkan kita untuk
melanggarkan sejumlah prinsip moral dan etis, tetapi sesungguhnya kita sedang
mengabdi pada para penipu yang memperalat kita untuk kepentingan mereka saja.
Kita begitu naive untuk tidak mengetahui ke mana, dari mana dan untuk apa kerja
yang kita lakukan. &amp;nbsp;Ada juga yang sadar
namun tidak berdaya untuk melepaskan diri, atau sudah merasa nyaman dalam
kejahatan sehingga dan berusaha merasionalisasi apa yang sedang dijalani.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ketika kita tidak sadar
akan apa yang kita lakukan kita akan berkata “kita hanyalah penjual Alkitab”, Cuma
sebuah buku, sebuah barang yang sedang kita jual, seperti halnya barang-barang
dan buku lainnya. Tetapi ketika kita diperhadapkan dengan dilema-dilema moral dan
etis dalam pekerjaan kita maka kita, seperti Henry, akan bilang “saya mulai
membaca Alkitab”. Bukan sebuah buku lagi yang sedang kita perjualbelikan namun
sebuah kuasa yang sedang kita hadapi, kuasa yang menggoncang iman kita, yang
mengganggu kesadaran dan nurani kita. Sebelumnya kita hanya “menjual Alkitab”,
kini kita mulai “membaca Alkitab”.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kembali ke film Gangster
Squad, kita mengerti sekarang mengapa sersan Jerry Wooters (Ryan Gosling)
mengaku kepada Grace Faraday (Emma Stone) bahwa ia adalah seorang penjual
Alkitab. Para polisi sedang melakukan sesuatu yang mereka tahu salah: main
hakim sendiri melawan para bandit, membantai para bandit tanpa jalur hukum. Sersan
John O&#39;Mara bahkan berkata: “We are not solved any case here, we are going to
war!”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mereka tahu tugas mereka sebagai polisi adalah melindungi tetapi karena
para gangster sudah tak bisa diatasi lagi, mereka mengatasinya dengan cara
mereka sendiri. Dan mereka sadar itu salah tapi mereka tak punya pilihan. Jerry
Wooters saat hendak menembak seorang musuh yang terjatuh, sang musuh berkata: “kamu
tak mungkin melakukan ini, kamu seorang polisi.” Wooters berkata: “tidak lagi,”
lalu menembak orang itu. &amp;nbsp;Tulisan dalam trailer
itu berbunyi: “To save the law, break it!”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Itulah para penjual
Alkitab yang merasa tak ada hubungan antara apa yang mereka lakukan dan apa
yang tertulis dalam Alkitab. Menjual Alkitab adalah satu hal, membaca dan
menaati Alkitab adalah hal yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.mylivesignature.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://signatures.mylivesignature.com/54487/238/206DA5CDCD7ED18959209DB197486456.png&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0 !important;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://matheosmessakh.blogspot.com/2012/12/aku-seorang-penjual-alkitab-ryan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKK_XOxHn2-VwjMqFmbYBRW3HRI-uRA3_KkEaJ142kpI8eeO-WQDKnsV1UMAq2j2YvBk0LpTfmuhPPqScb8HVKBmy735JqXGlj8jIBbzNHU41eAMYrIhvEwTk2kIcpsEplyABj/s72-c/gangster.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>