<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DUMDSHc7fyp7ImA9WhRaE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121</id><updated>2012-02-16T08:57:59.907+07:00</updated><category term="olahraga" /><category term="akhir pekan" /><category term="sedekah" /><category term="Download" /><category term="rohani" /><category term="Hotel Dan Penginapan bandung" /><category term="Lain-Lain" /><category term="Article" /><category term="kaukah" /><category term="Pendidikan" /><category term="ikhlas" /><category term="kisah" /><category term="citarum" /><category term="KESEHATAN" /><category term="alun-alun" /><category term="tatarucingan" /><category term="home" /><category term="kuliner" /><category term="Produk" /><category term="wisata" /><category term="wudhu" /><category term="PERSIB" /><category term="muslim" /><category term="Travel Bandung" /><category term="Tata Bahasa" /><category term="EVENT" /><category term="catatan" /><category term="agama" /><category term="gadis-cantik" /><category term="Paris Van Java" /><category term="flaskdisk" /><category term="Berita" /><category term="Chatting" /><category term="makanan" /><category term="hotel bandung" /><category term="sejarah" /><category term="penginapan" /><category term="LIGA CHAMPIONS" /><category term="islam" /><category term="lirik" /><category term="bandung" /><category term="adat" /><category term="carita sunda" /><category term="sunda" /><category term="Kawih/Tembang" /><category term="bodor" /><category term="Recovery" /><category term="Tokoh" /><category term="keluarga" /><category term="belanja" /><category term="Dongeng" /><category term="Rumah Sakit" /><category term="mingguan" /><category term="Furniture" /><category term="kumpulan" /><category term="Kota Kembang" /><category term="cerpen" /><category term="mall" /><category term="ibadah" /><category term="GUYONAN" /><category term="bola" /><category term="Seni Tradisional" /><title>Bandung Kota Kembang</title><subtitle type="html">Wilujeng Sumping Di Blog Kota Bandung Jawabarat Indonesia</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>2388</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/pMXpf" /><feedburner:info uri="blogspot/pmxpf" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEUCQXw-cSp7ImA9WhRaE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-870047211855723147</id><published>2012-02-16T07:31:00.000+07:00</published><updated>2012-02-16T07:31:00.259+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-16T07:31:00.259+07:00</app:edited><title>Rasul Pun Menangis</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Tangisan bagi seorang Muslim adalah rasa harap dan cemas sebagaimana diekspresikannya ketika dia berdoa dan berzikir memohon perlindungan Allah SWT. Kita saksikan tetesan air mata orang-orang saleh pada waktu shalat. Kita saksikan air mata yang membasahi muka para jamaah haji di Padang Arafah. Dan, memang menangis adalah bagian dari akhlak yang baik. Dalam Alquran Allah berfirman, “Dan mereka tundukkan dagu dan mukanya seraya menangis dan mereka bertambah khusyuk.” (QS [17]: 109, [19]: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubaid bin Umar dan ‘Atha’ bertanya kepada Siti Aisyah radhiyallahu anha (RA). ”Ceritakanlah kepada kami hal yang paling menakjubkanmu yang engkau lihat dari Rasulullah SAW.” Kemudian, sambil terisak Siti Aisyah menjawab, “Kana kullu amrihi ‘ajaba, Sungguh semua ikhwal Rasululullah SAW sangat menakjubkan.” Siti Aisyah melanjutkan, “Pada suatu malam beliau datang kepadaku sehingga kulit kami saling bersentuhan. Beliau berbisik, “Ya Khumaira (panggilan Rasulullah kepada Aisyah, wahai yang bewarna kemerah-merahan), izinkanlah aku beribadah kepada Tuhanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, beliau meninggalkanku dan mengambil gharibah air untuk berwudhu. Tidak lama setelah beliau takbir, aku dengar beliau terisak-isak. Dadanya bagaikan terguncang. Rasulullah terus-menerus menangis, sehingga air matanya membasahi janggut dan bertetesan ke tanah. Rasulullah larut dalam tangisan sampai dikumandangkan azan Subuh. Dan, Bilal memberi tahu waktu shalat Subuh telah masuk. Bilal menyaksikan keadaan Nabi yang masih terisak dan dia berkata, “Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis? Padahal, dosa-dosamu telah diampuni Allah. Engkau adalah kekasih Allah yang paling utama?” kata Bilal. Maka,&amp;nbsp; Rasul menjawab, “Sungguh besar kasih sayang-Nya, tetapi betapa aku belum menjadi hamba yang bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin as-Syikhir berkata, “Saya datang kepada Rasulullah SAW, sedangkan beliau sedang shalat maka terdengarlah isak tangis beliau yang bergemuruh di dalam dadanya, bagaikan suara air mendidih dalam bejana.” (Diriwayatkan oleh Dawud dan Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis ini dapat kita ambil hikmah, betapa Nabiyullah Muhammad SAW masih menangis dan merasakan belum menjadi hamba yang bersyukur. Padahal, beliau adalah hamba yang ma’shum, yakni bersih dari dosa. Selain itu, Allah SWT juga memuliakannya melebihi siapa pun makhluk ciptaan-Nya. Rasulullah adalah al-Musthafa (manusia pilihan) yang pertama kali memasuki surga sebelum yang lain memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah dijamin masuk surga? Apakah keislaman kita diterima oleh Allah SWT? Adakah kita masih tetap tertawa dan tidak menangis menghadapi akhirat yang setia menunggu untuk kita datangi?Ataukah, kita tetap tertawa menikmati dunia yang tidak pernah setia menemani ketika kita pergi? Apakah kita masih tetap tertawa dan lalai pada perjalanan akhir, sedangkan dunia itu bakal lenyap dan tenggelam ditelan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan di dunia ini hanya sesaat dan pasti akan sirna. Mengapa air mata kita enggan menetes? Apakah hati kita telah beku sehingga mata enggan mengeluarkan air mata ketika menyaksikan orang-orang kecil sedang kelaparan? Ke manakah nurani kita? Apakah kita sudah bersyukur dengan yang telah kita raih atau sebaliknya kita makin kufur? &lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Ustaz Toto Tasmara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-870047211855723147?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/JyD6RzclkMk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/870047211855723147/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/rasul-pun-menangis.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/870047211855723147?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/870047211855723147?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/JyD6RzclkMk/rasul-pun-menangis.html" title="Rasul Pun Menangis" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/rasul-pun-menangis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUCQX8zeCp7ImA9WhRaEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-376836170789613074</id><published>2012-02-15T08:11:00.000+07:00</published><updated>2012-02-15T08:11:00.180+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-15T08:11:00.180+07:00</app:edited><title>Pemimpin yang Bijaksana</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Suatu ketika, Rasulullah SAW dengan para sahabatnya hendak memasak kambing. Sebagai komando, beliau dengan cekatan melimpahkan pembagian tugas kerja. Sebagian sahabat menawarkan diri untuk mengerjakan tugas-tugas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menawarkan diri untuk menjadi penyembelih kambing dan yang lain siap menguliti. Ada juga yang bersedia memasaknya, sedangkan lainnya lagi siap mengambil air, menyiapkan tungku, dan sebagainya. “Saya sendiri akan mencari dan mengumpulkan kayu bakarnya,” ujar beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan ini, sontak saja para sahabatnya protes terkejut. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tidakkah engkau lebih baik duduk-duduk saja dan kami yang mencari kayu bakarnya?” sergah sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat ingin tugas-tugas lapangan biarlah dikerjakan oleh mereka dan Muhammad SAW sebagai pemimpin tak perlu repot-repot turut melakukannya. Barang kali dalam bayangan mereka, komando tidak seharusnya terlibat kerja lapangan. Namun, tampaknya hal ini tidak berlaku bagi Muhammad SAW. “Saya tahu kalian bisa menyelesaikan pekerjaan ini, tapi saya tidak suka diistimewakan. Sesungguhnya Allah SWT tidak suka melihat salah seorang hamba-Nya diistimewakan dari kawan-kawannya,” kata Rasul SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dituliskan oleh Abdul Mun’im al-Hasyimi dalam Akhlak Rasul Menurut Bukhari Muslim, (hal 24-25). Inilah kunci kepemimpinan Rasulullah yang tidak ingin ada pengistimewaan. Sebab, beliau ingin melakukan segala sesuatunya selama perbuatan itu bisa dikerjakan sendiri, termasuk mencari kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ingin ikut kotor tangannya ketika sahabat yang lain juga kotor tangannya. Beliau ingin berkeringat ketika sahabat yang lain juga berkeringat. Beliau tidak ingin hanya duduk-duduk manis, ongkang-ongkang kaki, tunjuk sana tunjuk sini, perintah sana perintah sini, tanpa ikut terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keteladanan agung Nabi Muhammad SAW yang kepemimpinnya tidak dibangun di atas telunjuk dan sabdanya, melainkan dengan keringat dan kebersamaan. Inilah sang teladan sejati, pemimpin yang keringatnya terus mengucur karena tak pernah berhenti melayani umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang teladan sejati, kepemimpinan tidak melulu urusan dunia. Lebih penting lagi, kepemimpinan menyangkut pertanggungjawaban dengan Allah SWT di akhirat kelak. Karena itu, dalam menentukan kebijakan apa pun, pertimbangan pemimpin tidak seharusnya&lt;br /&gt;duniawi atau politis. Tujuannya, supaya pemimpin benar-benar mampu menegakkan kemaslahatan bagi rakyat, karena semua tindak-tanduknya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT (LPJ yang tentu saja paling berat dan mustahil dimanipulasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Nabi Muhammad SAW sedari awal mewanti-wanti melalui sabdanya; “Tiap-tiap kalian adalah pemimpin dan tiap-tiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, masih adakah di negeri ini, pemimpin yang keringatnya terus mengucur memikirkan nasib rakyatnya, karena adanya kesadaran bahwa kelak kepemimpinannya akan diaudit oleh Allah SWT? Kita memang butuh pemimpin yang berkeringat untuk memperbaiki negeri ini.&lt;br /&gt;
Oleh: &lt;b&gt;Nurul H Maarif MA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-376836170789613074?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/tHXzag0jMjU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/376836170789613074/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/pemimpin-yang-bijaksana.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/376836170789613074?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/376836170789613074?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/tHXzag0jMjU/pemimpin-yang-bijaksana.html" title="Pemimpin yang Bijaksana" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/pemimpin-yang-bijaksana.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcEQX86eip7ImA9WhRaEUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-6018262299492892467</id><published>2012-02-14T07:40:00.000+07:00</published><updated>2012-02-14T07:40:00.112+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-14T07:40:00.112+07:00</app:edited><title>Beribadah Itu Mudah</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Ada seorang pemuda yang dirundung kemasygulan dan kegundahan. Pasalnya, setelah ia tekun melakukan tafakur (perenungan diri), diam-diam suatu kesadaran menyelinap ke relung kalbunya. Ia merasa bahwa sepanjang hidupnya sering sekali menggunakan sesuatu yang bukan haknya. Ia teringat pada kelakuannya sendiri yang kerap melirik jam tangan yang melingkar di lengan orang lain, karena ia ingin mengetahui waktu. Tanpa permisi lagi, ia telah mengambil suatu kemanfaatan tertentu dari barang yang dimiliki orang lain. Kemasygulan yang sama juga muncul manakala memorinya teringat pada kebiasaannya menggunakan penerangan listrik seseorang— untuk membaca suatu catatan, misalnya, tanpa ia meminta izin dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan anak muda itu pun menjadi-jadi: ikhlaskah orang-orang yang barangnya pernah diambil manfaaatnya itu? Namun, di tengah kegundahannya itu, suatu kearifan baru menghiburnya. Ia harus berbaik sangka (husnuzhan) kepada para pemilik barang-barang itu. Karena, mereka bukan hanya ikhlas, tapi juga senang jika ada orang lain yang memanfaatkan barang miliknya, lantaran mereka sudah meniatkannya untuk dimanfaatkan oleh umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkisah tentang muraqabah —suatu kesadaran seseorang yang merasa bahwa Allah selalu mengawasi dan memantau dirinya-- narasi di atas juga memberikan pelajaran bahwa ternyata ibadah itu amat mudah dan bisa dilakukan sambil lalu. Bahkan, tak hanya banyak ragamnya, tapi juga nyaris tak perlu pengorbanan apa pun dari pelakunya dengan penuh keyakinan untuk ibadah sehingga tercatat sebagai amal kebajikan. (QS az-Zalzalah: 7-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat ibadah itu bisa dilakukan, misalnya, oleh seseorang yang atap rumahnya digunakan untuk berteduh para pejalan atau pengendara sepeda motor saat hujan atau panas yang terik. Bisa pula seorang pengendara motor atau mobil pribadi yang joknya masih kosong lalu memberikan tumpangan. Bukankah bisa dijadikan wahana untuk melakukan amal baik, yaitu dengan mempersilakan naik orang yang sedang berjejalan antre di halte, yang tujuannya kebetulan searah dengannya? Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempunyai kelebihan tempat pada kendaraannya, hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak punya tempat. Dan, barang siapa yang mempunyai kelebihan perbekalan hendaklah dia memberikannya kepada orang yang tidak mempunyai perbekalan.” (HR Muslim dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan memang merupakan karakter agama Islam. “Sesungguhnya agama itu mudah.” (HR Bukhari). Islam disebut mudah karena ia berbeda dengan agama-agama sebelumnya, di mana Allah telah melenyapkan beragam kesulitan yang dibebankan kepada umat sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi akidah, pokoknya adalah tauhid, yaitu suatu keyakinan yang sejalan dengan fitrah insani, menenteramkan hati, dan memuaskan akal. Dalam hal ibadah, shalat hanya dilakukan lima kali sehari semalam, tak seperti umat sebelumnya yang sampai puluhan kali dalam sehari dan dalam jangka yang lama pula. Puasa juga mudah. Ia hanya dari fajar hingga matahari terbenam, juga hanya sebulan dalam setahun. Zakat dan haji juga demikian, di mana dua kewajiban ini hanya ditunaikan oleh yang mampu.&lt;br /&gt;
Oleh &lt;b&gt;Ustaz Makmun Nawawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-6018262299492892467?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/QGmqVaydT0Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/6018262299492892467/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/beribadah-itu-mudah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/6018262299492892467?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/6018262299492892467?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/QGmqVaydT0Q/beribadah-itu-mudah.html" title="Beribadah Itu Mudah" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/beribadah-itu-mudah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIAQXg-cCp7ImA9WhRaEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-243602260233759624</id><published>2012-02-13T07:39:00.000+07:00</published><updated>2012-02-13T07:39:00.658+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-13T07:39:00.658+07:00</app:edited><title>Jangan Seperti Firaun</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Umumnya manusia di manapun dan kapan pun selalu melihat harta dunia sebagai sumber kebahagiaan. Hal itu mungkin wajar mengingat manusia tidak bisa menafikan materi dalam kehidupannya. Namun demikian, tidak sedikit manusia yang terseret dan terjerembab pada aspek materi, sehingga dengan sengaja melawan aturan Allah SWT. Manusia seperti itu akan semakin jauh meninggalkan eksistensi dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akan terus terobsesi mengumpulkan harta yang banyak setiap harinya. Akibatnya, agama, norma, dan aturan menjadi tak berguna. Sejauh keinginannya bisa dicapai, apa pun cara harus dilakukan. Inilah manusia yang telah mati hatinya, yang tak akan pernah sadar akan kekeliruannya hingga ajal tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini bisa menimpa siapa saja, baik penguasa, pegawai, pengusaha, cendekiawan, termasuk juga ulama. Itulah mengapa dalam sebuah hadis Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk berhati-hati pada ulama, khususnya ulama suu’ (ulama yang tidak mengamalkan ilmunya sesuai syariah Allah SWT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa ambisi materi pada pemimpin jauh lebih berdampak serius dan masif dibanding yang lain. Alquran memberi bukti akan hal tersebut. Lihatlah kisah Firaun, seorang raja diktator yang dengan kekuasaannya menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan secara terbuka menyatakan perang terhadap Nabi Musa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta benda dan kekuasaan yang dimiliki Firaun semakin membuatnya gelap mata, hingga harta benda yang mestinya berguna untuk kehidupan justru menjadi pelicin menuju kebinasaan. Semua itu karena Firaun lupa bahwa apa yang dimiliknya itu tak lebih dari titipan Allah SWT kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa yang mendapat mandat dari Allah agar memberikan peringatan kepada Firaun pun tak lagi mampu berbuat banyak. "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami,&amp;nbsp; akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka dan kunci matilah hati mereka maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (QS Yunus : 88).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita saksikan saat ini, kasus korupsi hampir terjadi setiap hari. Ada dugaan dilakukan secara kolektif. Kemudian, para penguasa tidak begitu peduli dengan kasus tersebut. Akibatnya, praktik korupsi itu hampir terjadi di mana-mana di seluruh penjuru Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, tahanlah dirimu dari berbuat curang, jahat, ataupun kriminal. Jangan sampai kita termasuk orang yang dibutakan mata hati kita oleh gemerlap harta benda. Kemudian, sengsara untuk selama-lamanya di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jangan sampai menjadi manusia berwatak Firaun, yang pikiran dan seluruh perilakunya justru mengundang kemurkaan Allah SWT. Ingat saudaraku, Firaun bukannya bahagia, ia bahkan sengsara dan mati dalam keadaan yang sangat nista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Pelajarilah Alquran dengan baik dan amalkan, jika kita benar-benar mendambakan kebahagiaan hakiki. Jangan seperti Firaun yang gagal menjadikan harta dan takhtanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. &lt;i&gt;Wallahu a’lam. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Oleh &lt;b&gt;Ustaz Dr Abdul Mannan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-243602260233759624?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/SPbWbjjwEqQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/243602260233759624/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/jangan-seperti-firaun.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/243602260233759624?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/243602260233759624?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/SPbWbjjwEqQ/jangan-seperti-firaun.html" title="Jangan Seperti Firaun" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/jangan-seperti-firaun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcMQXc-fip7ImA9WhRaEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5488646515814884114</id><published>2012-02-12T07:38:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T07:38:00.956+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-12T07:38:00.956+07:00</app:edited><title>Ummu Umarah: Kisah Prajurit Muslimah yang Gagah Berani</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Bukit Uhud, 7 Syawal 3 H/ 22 Maret 625 M.&amp;nbsp; Sekitar 700 pasukan tentara Muslim yang dipimpin Rasulullah SAW bertempur melawan 3.000 tentara kafir di bawah komando Abu Sufyan. Kemenangan yang hampir diraih umat Islam, berubah menjadi kekalahan, setelah pasukan Muslim mengabaikan perintah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan kafir pun memukul balik serangan tentara Muslim.&amp;nbsp; Mereka berniat untuk membunuh Rasulullah SAW. Melihat pasukan Muslim yang terjepit, seorang prajurit Muslimah bernama Ummu Umarah atau Nasibah binti Ka'ab al-Anshariyah justru tampil mengangkat pedang. Dengan penuh keberanian, Ummu Umarah menghadang laju tentara kafir yang berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Siang itu, sambil membawa sekendi air, saya keluar menuju Uhud untuk menyaksikan pertempuran kaum Muslimin.&amp;nbsp; Awalnya, tentara Muslim memenangkan pertempuran.&amp;nbsp; Namun, ketika pasukan Islam mulai kalah, saya langsung terjun ke medan laga. Saya halau segala serangan yang datang ke arah Rasulullah dengan pedang saya,'' kisah Ummu Umarah seperti dituturkan Ibnu Sa'ad dalam &lt;i&gt;Thabaqat&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Umarah adalah sosok Muslimah yang ikut berjihad dan pemberani, dan tidak takut mati di jalan Allah. Keberanian wanita dari Bani Mazim An-Najar itu membuat Rasulullah SAW bangga. ''Siapakah yang sanggup melakukan seperti yang engkau lakukan, wahai Ummu Umarah?” ujar Rasulullah memuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia salah satu dari wanita Madinah yang bersegera masuk Islam. Mujahidah yang satu ini juga tercatat sebagai satu dari dua Muslimah yang pergi bersama generasi Anshar ke Makkah untuk berbai’at kepada Rasulullah. Keluarga Ummu Umarah dikenal sangat pemberani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW memimpin pasukannya menuju bukit Uhud, ia bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr serta dua buah hatinya, Abdullah dan Hubaib tutur bergabung. Awalnya, Ummu Umarah bertugas sebagai perawat tentara yang terluka serta menyediakan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Umarah tak gentar saat menghadapi&amp;nbsp; Ibnu Qumai'ah yang penuh amarah hendak membunuh Rasulullah. Serangan demi serangan, ia halau dengan pedangnya. Hingga, ia mengalami luka pada bagian pundaknya.&amp;nbsp; Ummu Umarah mengisahkan peristiwa heroik yang dialaminya pada Perang Uhud dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku melihat banyak di antara kaum Muslimin yang lari kocar-kacir dan menginggalkan Rasulullah. Hingga tinggal tersissa beberapa orang yang melindungi beliau termasuk aku, kedua anakku, sedangkan suamiku berada di depan beliau untuk melindunginya. Dan Rasulullah melihat aku tidak bersenjata,'' ungkap Ummu Umarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat&amp;nbsp; melihat seorang tentara Muslim yang mundur, Rasulullah pun berkata,''Berikan senjatamu kepada orang yang sedang berperang.”&amp;nbsp; Ummu Umarah pun lalu mengambil pedang yang dilembaprkan tentara yang lari tersebut dan segera melindungi Nabi SAW dari gempuran musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Umarah adalah teladan bagi para Muslimah. Ia telah mengorbankan dirinya&amp;nbsp; di jalan&amp;nbsp; jihad membela agama Islam. Ia telah menunaikan kewajibannya sesuai dengan kemampuannya, baik di waktu perperang maupun di waktu aman. Ia telah turut serta bersama Rasulullah SAW&amp;nbsp; dalam Bai’atur Ridwan di Hudaibiyah, yaitu bai’at perjanjian untuk membela agama Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya berjuang di Perang Uhud, Ummu Umarah pun tampil mengangkat panji-panji pasukan Muslim Perang Hunain. Tak lama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,&amp;nbsp; sebagian kabilah yang dipimpin Usailamah al-Kadzab murtad. Bahkan, Usailamah mengaku sebagai nabi. Khalifah pertama Abu Bakar ash-Shidiq pun memutuskan untuk memerangi nabi palsu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kabar itu, Ummu Umarah pun segera&amp;nbsp; mendatangi Abu Bakar Ash-Shidiq. Ia mohon izin untuk turut berjuang ke medan perang bersama pasukan Muslim yang akan memerangi orang-orang murtad dari Islam. Mendenfar permohonan itu, Abu Bakar pun berkata, ''Sungguh kami telah menyaksikan pengorbananmu di medan jihad, maka keluarlah (untuk berperang) dengan menyebut nama Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus, Rasulullah SAW pun mendoakan Ummu Umarah. Ketika sang mujahidah terluka,&amp;nbsp; Rasulullah SAW berkata kepada putra Ummu Umarah, ''Ibumu! Ibumu! Balutlah lukanya.&amp;nbsp; Ya Allah, jadikanlah mereka teman-temanku di surga.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Umarah adalah seorang sahabat Rasul yang senantiasa mengaplikasikan keislamannya dalam amal nyata.&amp;nbsp; Keberaniannya dalam setiap situasi menjadikannya sosok pahlawan sejati.&amp;nbsp; Obsesi hidupnya begitu mulia, yakni mencari kemuliaan dunia dan kebahagiaan akhirat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5488646515814884114?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/5QecIQ-C_4Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5488646515814884114/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/ummu-umarah-kisah-prajurit-muslimah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5488646515814884114?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5488646515814884114?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/5QecIQ-C_4Y/ummu-umarah-kisah-prajurit-muslimah.html" title="Ummu Umarah: Kisah Prajurit Muslimah yang Gagah Berani" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/ummu-umarah-kisah-prajurit-muslimah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcEQngyeCp7ImA9WhRbGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-3816073665430064742</id><published>2012-02-11T08:00:00.000+07:00</published><updated>2012-02-11T08:00:03.690+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-11T08:00:03.690+07:00</app:edited><title>Bersahabat Karakter Utama Muslim Sejati</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Manusia adalah mahluk sosial. Di manapun berada, seorang manusia akan membutuhkan kehadiran dan bantuan orang lain. Di antara bentuk hubungan itu adalah terciptanya persahabatan. Ajaran Islam sangat menekankan keutamaan menjalin serta membina persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang memupuk persahabatan dalam ajaran Islam menjadi salah satu ciri orang beriman. Ia bergaul dengan orang lain dan orang lain merasakan tenang bersamanya. Rasulullah SAW, mengungkapkan,&amp;nbsp; salah satu ciri orang yang memahami ajaran agama adalah mereka yang lembut, penuh persahabatan, serta menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadis yang memuji orang yang gemar menjalin persahabatan. Dalam sebuah hadis Nabi SAW bersabda, ''Maukah aku katakan kepadamu siapa di antara kamu yang sangat aku cintai dan menjadi orang terdekat denganku pada hari kebangkitan?'' Beliau mengulanginya dua atau tiga kali dan mereka berkata, ''Ya, wahai Rasulullah.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ''Mereka yang di antara kamu memiliki sikap dan karakter terbaik.'' Beberapa riwayat menambahkan, ''Orang-orang yang menundukkan kepala di bumi dan rendah hati, yang bersama dengan orang lain dan yang dengannya orang lain merasa senang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menafsir hadis&amp;nbsp; tersebut,&amp;nbsp; Dr Muhammad al-Hasyimi, mengutarakan, bahwa seseorang seperti itu, merupakan salah satu dari orang-orang terpilih dan dicintai Rasulullah. Ia menyukai orang lain dan mereka menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis buku Hidup Saleh dengan Nilai-nilai Spiritual Islam itu,&amp;nbsp; hendaknya dalam menjalani kehidupan, umat Muslim bisa saling bergaul dan bersahabat. Sesama umat Muslim harus senantiasa menjaga hubungan sekaligus mendapatkan kepercayaan.&amp;nbsp; Sebab, itulah salah satu ciri karakter utama Muslim sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Persahabatan akan menjadi sarana efektif dalam menyebarkan pesan-pesan kebenaran kepada mereka, dan menunjukkan pada mereka nilai-nilai moralnya,'' papar al-Hasyimi. Menurut dia,&amp;nbsp; manusia biasanya hanya mau mendengar ucapan orang-orang yang mereka suka dan percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, apabila tidak saling bersahabat, sudah pasti ia tidak akan mampu menyampaikan pesan dan mencapai sesuatu yang penting. Padahal menyampaikan kebaikan adalah kewajiban seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ''Orang beriman (bergaul) bersama dengan manusia dan mereka merasa tenang bersamanya. Tidak ada suatu kebaikan pada orang yang tidak (bergaul) bersama manusia dan dengannya mereka tidak merasa tenang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalin pergaulan, umat hendaknya mencontoh apa-apa yang dilakukan Nabi SAW dengan berperilaku yang baik kepada sesama. Nabi amat ahli melembutkan hati mereka dan mengajak mereka mengikuti dakwahnya&amp;nbsp; dalam kata maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang patut menjadi teladan, antara lain bersikap ramah, memudahkan persoalan, memperlakukan tiap orang dengan sama, rendah hati dan sebagainya. Dr Muhammad menambahkan ada empat sikap yang tidak pernah dilakukan&amp;nbsp; Rasulullah SAW dalam berhubungan dengan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat karakter itu antara lain: tidak suka berdebat, tidak suka bicara terlalu banyak serta tidak suka turut campur persoalan yang bukan urusannya. ''Rasulullah juga tidak pernah mencela seseorang,'' ujar al-Hasyimi menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Hasyimi, satu hal lagi yang&amp;nbsp; perlu diperhatikan dalam pergaulan atau menjalin persahabatan adalah mengedepankan saling tolong menolong. Nabi menganjurkan agar seorang Muslim tidak segan membantu sahabatnya yang membutuhkan bantuan. Muslim sejati, lanjut Dr Muhammad, akan mengikuti tuntunan Nabi dalam menjalin hubungan antarsesama, apakah mereka baik atau jahat, sehingga ia bisa diterima semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan yang akan saling menyebarkan rasa kasih sayang juga ditekankan dalam Alquran. Seperti tertera dalam surah Ali Imran ayat 103, ''Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sejati bukan terbina atas dasar kepentingan semu, melainkan yang bisa saling memahami. Ia ada dalam suka dan duka. Pepatah menyatakan, lebih mudah mencari musuh ketimbang sahabat sejati.&lt;br /&gt;
Oleh: Yusuf Assidiqsumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-3816073665430064742?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/kjaki_WtR3g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/3816073665430064742/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/bersahabat-karakter-utama-muslim-sejati.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3816073665430064742?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3816073665430064742?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/kjaki_WtR3g/bersahabat-karakter-utama-muslim-sejati.html" title="Bersahabat Karakter Utama Muslim Sejati" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/bersahabat-karakter-utama-muslim-sejati.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0EERH0yfyp7ImA9WhRbGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-4654582157623890834</id><published>2012-02-10T08:00:00.000+07:00</published><updated>2012-02-10T08:00:05.397+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-10T08:00:05.397+07:00</app:edited><title>Menjaga "Tawanan" Bernama Rahasia</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Saat Rasulullah SAW terbaring sakit, para istri beliau berkumpul. Tak satupun dari mereka yang meninggalkan tempatnya. Hingga Fatimah, putri Rasulullah datang menjenguk dengan berjalan kaki. Kedatangannya pun disambut oleh Aisyah, kemudian diterima dengan hangat oleh Ayahnya. Putri yang berjuluk Az Zahra, itupun duduk di dekat Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berselang lama, Rasulullah membisikkan sesuatu kepada Fatimah, kemudian ia menangis sekeras-kerasnya. Melihat kecemasan muncul dari wajah putrinya itu, Beliau lantas kembali menyampaikan sesuatu kepadanya. Seketika itu pula, tangisnya berganti riang senyum dan tawa. Pemandangan itu terlihat jelas di mata Aisyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan bergelar Ummul Mu’minin (Ibu Kaum Mukmin) itu pun penasaran dan bergegas bertanya ke Fatimah,&amp;nbsp; apa gerangan yang dibisikkan oleh Rasulullah kepada putrinya tersebut. Namun, permintaan itu ditolak oleh Fatimah. “Aku tidak akan membuka rahasia Rasulullah,” katanya menampik. Rahasia itu akhirnya dibeberkan sepeninggal Rasulullah. Isinya meliputi dua hal yaitu ajal Rasulullah yang kian dekat dan apresiasi beliau kepada anaknya itu berupa gelar pemimpin perempuan mukiman atau pemimpin perempuan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah lainnya juga pernah dinukil. Ketika tengah bermain bersama anak-anak, Anas bin Malik RA pernah didatangi oleh Rasululllah SAW. Setelah mengucapkan salam, beliau, mengutusku untuk suatu keperluan sehingga ia terlambat pulang untuk menemui ibunya, Ummu Salim. Setibanya di rumah, sahabat yang mendapat julukan Khadim ar Rasul (Pelayan Rasulullah), langsung mendapat pertanyaan dari ibunya&amp;nbsp; perihal sebab keterlambatannya itu. ”Apakah yang menahanmu hingga terlambat pulang?,” Tanya Sang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat yang berasal dari suku Khazraj itu pun enggan menjawab. Cukup mengatakan bahwa ia terlambat sebab keperluan yang disuruh Rasulullah. Keperluan apa yang dimaksud? “Itu rahasia,”katanya mengelak. Ummu Salim, memahami dan meminta agar ia tetap menjaga rahasia itu. “Janganlah kamu sekali-kali membuka rahasia Rasulullah SAW kepada siapapun,” pintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia, dalam bahasa Arab disebut sirr. Informasi apapun yang diperoleh seseorang dari koleganya ataupun institusi tempat ia bekerja, contohnya, adalah benda berharga yang harus tetap disimpan. Islam mengajarkan agar tidak membuka dan mengumbar-umbar rahasia. Anjuran ini berlaku untuk semua dan dimanapun ia memegang fungsi. Seorang suami contohnya, berkewajiban menyimpan rahasia istri, anak, dan keluarganya. Demikian sebaliknya. Pada intinya, tiap anggota keluarga memiliki kewajiban sama yaitu menutup rapat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap karyawan, bertanggung jawab mengamankan rahasia perusahaan tempat ia mencari nafkah. Perkara yang dianggap rahasia dan tidak boleh terbongkar oleh pihak lain, wajib dijaga. Hal ini mengingat, persaingan di dunia bisnis, terkadang menafikan batas etika. Bisa jadi, di dunia industri misalnya, perusahaan tertentu mencoba mencuri formula dan temuan teranyar dari sebuah pabrik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Al Mishri, dalam bukunya Mausu’ah in Akhlaq Ar Rasul, mengatakan menjaga rahasia yang sifatnya terpuji merupakan salah satu bentuk amanah, salah satu jenis memenuhi janji, dan tanda perilaku yang tenang. Menjaga rahasia yang terpuji adalah menyembunyikan rahasia atau aib orang lain yang dipercayakan kepada seseorang untuk menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurutnya, pemilik rahasa semestinya berhati-hati menempatkan rahasia pribadinya. Pasalnya, orang-orang yang meminta amanat atau kepercayaan biasanya akan berlaku khianat. Rahasia yang kurang terjaga dengan baik, akan mudah tersebar. Ada beberapa faktor penyebanya antara lain banyaknya orang yang mengetahui rahasia tersebut. Sekali saja rahasia itu disebarkan pada lebih dari satu hingga tiga orang, maka tak lagi dianggap rahasia.&amp;nbsp; Ali bin Abi Thalib berkata, “Rahasiamu adalah tawananmu. Jika kamu telah membicarakannya kepada orang lain, berarti kamu telah melepaskannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud menambahkan dampak yang bisa muncul akibat rahasia tersebar luas sangat luarbiasa, diantaranya menyebarkan rahasia berarti menghinati amanah dan merusak perjanjian, membuka rahasia dapat menghapus muruah, merusak persaudaraan, dan memicu pertikaian. Sebaliknya, dengan mengunci erat rahasia, akan menempatkannya dalam derajat manusia yang sempurna. Termasuk memberikan banyak faedah dunia ataupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Boleh dibuka, asal?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Baththal mengatakan mayoritas ulama berpendapat bahwa apabila si pemilik rahasia sudah meninggal, tidak ada keharusan menyembunyikan rahasianya. Kecuali rahasia tersebut adalah cacat atau aibnya. Ibnu Hajar menyebut tiga klasifikasi hukum menyebarluaskan rahasia yaitu haram jika rahasia itu tak kalin ialah aib, makruh secara mutlak, boleh, dan dianjurkan. Untuk kategori yang terakhir ini misalnya membuka rahasia meskipun pemilik rahasia kurang senang, seperti mengungkap kebersihan hati atau perilaku baik yang ia miliki.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Imam Ghazali, hukum membuka rahasia haram dan sangat dilarang. Hikmah di balik pelarangan itu yaitu, terdapat unsur menyakiti dan meremehkan hak-hak teman apalagi hingga dapat membayakan pemilik rahasia. Bila tidak terdapat unsur membahayakan, maka termasuk kategori tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Pakar Ushul Fikih dari kalangan salaf, Izz bin Abd As Salam, secara garis besar menutup aib manusia adalah tabiat manusia yang menjadi kekasih Allah. Namun, dalam beberapa kondisi, adakalanya rahasia ataupun aib itu boleh dibeberkan. Terutama jika ada maslahat atau menghilangkan bahaya. Argumentasi dalilnya merujuk pada kisah Nabi Yusuf, saat menceritakan ajakan istri Aziz untuk berbuat mesum dan melanggar larangan-Nya. &lt;br /&gt;
Oleh &lt;b&gt;Nashih Nashrullah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-4654582157623890834?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/s5QtZQbdstM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/4654582157623890834/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/menjaga-tawanan-bernama-rahasia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4654582157623890834?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4654582157623890834?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/s5QtZQbdstM/menjaga-tawanan-bernama-rahasia.html" title="Menjaga &quot;Tawanan&quot; Bernama Rahasia" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/menjaga-tawanan-bernama-rahasia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQAQX0yeip7ImA9WhRbF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-3437417141192971577</id><published>2012-02-09T08:19:00.000+07:00</published><updated>2012-02-09T08:19:00.392+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T08:19:00.392+07:00</app:edited><title>Rumah, Madrasah Rohaniah</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Bukalah jendela hatimu, biarkan cahaya Ilahi menerpa seluruh sudut kehidupanmu. Engkau bersuka cita di bawah semburat cahaya mentari. Rumahmu, tempat engkau tinggal, bukanlah kuburan kelompok tertentu. Indah bangunannya, mahal harganya, luas tempatnya, tetapi hanya sekadar membungkus seonggok daging dan tulang, baunya busuk, keabadiannya sirna, peti yang kukuh semakin rapuh, dan kemudian berdebu, lalu tubuhmu sirna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumahmu yang sebenarnya bukanlah wujud keindahan yang hanya bisa dipandang dengan mata telanjang. Rumahmu adalah jiwamu yang wibawanya kau pantulkan dari cara memandang dengan mata hatimu yang memancarkan rasa iba kepada saudara-saudaramu.&lt;br /&gt;
Sukma tak akan pernah sirna, tetapi menjulang ke langit, karena di sanalah ia berawal. Sedangkan raga yang kosong dari cinta dan diliputi keserakahan akan tenggelam memasuki tanah-tanah busuk yang hitam berlumpur, bergabung dengan rayap yang bersembunyi dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab itu, hiasilah rumahmu dengan roh yang memancarkan kemuliaan akhlak. Poleskan cahaya persaudaraan penuh cinta. Karena kelak, para penduduk di rumahmu akan bergabung di surga Aden. Mereka saling bertegur sapa dalam damai. Duduk bertelekan bangku-bangku panjang, dibalur wewangian bunga-bunga teratai yang tak pernah layu, wanginya membuat seluruh anggota keluargamu terbang menari dengan sayap-sayap para malaikat. Zikir dan rintihan harapan yang kau gemakan selama hidupmu akan berubah menjadi musik surgawi yang memeluk kemesraan. Itulah hari yang dijanjikan, suatu perhelatan reuni abadi yang diperuntukkan bagi mereka yang hatinya dipenuhi tamu-tamu cinta. (QS [13]: 23).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhlak para penghuni rumah yang senantiasa membuka mata hati melebarkan jiwa kedermawanan, akan menjadi gelas-gelas berisi penuh air mahabbah (cinta). Rumahmu adalah miniatur dari rumah keabadian. Rumah yang para penghuninya merasa damai sejahtera berlimpah cinta, itulah surga. Baiti jannati-(rumahku surgaku).&lt;br /&gt;
Rumah bukan hanya sekadar berteduh. Ia adalah pelabuhan hati, di mana para pengembara akan berangkat dan berlabuh melepas desah lelah perantauannya. Ia adalah saksi bisu yang merekam keluh kesah para penghuninya. Jadikanlah shalat adalah tiangnya, zikir sebagai fondasinya, dan bacaan Alquran adalah cahaya yang akan menerangi setiap pori-pori para penghuninya.&lt;br /&gt;
Inilah cara dan ciri orang-orang mukmin menjawab seruan Ilahi. "&lt;i&gt;Quu anfusakum wa ahlikum naran&lt;/i&gt;.” Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS at-Tahrim [66]: 6). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam badai kehidupan yang bertuhankan materi, masyarakat dajjalis yang kehilangan hidayah Ilahi. Masyarakat yang dilanda oleh defisit kejujuran dan inflasi kebohongan. Benteng terakhir yang tidak boleh runtuh adalah rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, jadikanlah rumahmu sebagai madrasah rohaniah yang akan melahirkan generasi baru pewaris cita-cita risalah. Generasi Rabbaniyah, generasi yang menjunjung akhlakul karimah. Bertindak cerdas penuh integritas dan tangkas menundukkan dunianya. Generasi yang mampu menancapkan panji-panji keteladanan. Menyuntikkan serum kejujuran dan menggapai bintang-bintang prestasi. Ini semua diawali dari rumah. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Oleh: Ustaz Toto Tasmara&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-3437417141192971577?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/eOGncMNkHjc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/3437417141192971577/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/rumah-madrasah-rohaniah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3437417141192971577?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3437417141192971577?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/eOGncMNkHjc/rumah-madrasah-rohaniah.html" title="Rumah, Madrasah Rohaniah" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/rumah-madrasah-rohaniah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEAQX84fSp7ImA9WhRbFks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5159680381640008040</id><published>2012-02-08T08:14:00.000+07:00</published><updated>2012-02-08T08:14:00.135+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-08T08:14:00.135+07:00</app:edited><title>Ashabul Qaryah</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Alquran sebagai kitab petunjuk dari Allah SWT, salah satu pelajarannya disampaikan melalui kisah. Ada banyak kisah yang dimuat Alquran, seperti kisah para nabi, kaum ‘Ad, Tsamud, dan Ashabul Kahfi, yang salah satu tujuannya sebagai i’tibar. (QS Yusuf [12]: 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah dalam Alquran yang kurang mendapatkan perhatian masyarakat, tetapi ayatnya menjadi bacaan favorit bagi hampir seluruh masyarakat Islam. Kisah tersebut termuat dalam surah Yasin [36]: 13-32. Intinya ialah, Nabi (Isa) mengirim dua orang utusan kepada kaum (Antioch), tapi kedua orang tersebut gagal dalam mengemban tugas dan justru disiksa dan dimasukkan penjara. (Zamakhsyari: Tafsir al-Kasysyaf).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, diutus orang ketiga untuk menyelamatkan kedua utusan yang telah dipenjara dan sekaligus menyampaikan agama yang benar. Utusan yang ketiga berhasil mendekat ke penguasa serta membebaskan keduanya dari penjara. Akan tetapi, karena sikap egoisme dari raja dan kaumnya, ketiga utusan tersebut dianggap salah dan akhirnya di hukum sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah, datang seseorang (Habib al-Najar) yang mengatakan bahwa utusan tersebut benar dan harus diikuti. Alasannya, para utusan tidak meminta upah dalam menyebarkan agamanya. Namun, Habib al-Najar juga menemui nasib yang sama seperti ketiga utusan yang ia bela. Karena pembelaan tersebut, Allah SWT memasukkannya ke dalam surga. Kaum Antioch ini akhirnya dimusnahkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Pertama, setiap pendakwah agama hendaknya mencari strategi yang tepat sehingga dakwahnya dapat diterima. Jangan seperti dua utusan yang bersifat gegabah, tetapi seperti yang ketiga yang bersifat bijak dan bersahabat dengan masyarakat dan penguasa. Dua utusan tersebut pernah langsung berteriak Allah akbar ketika sang raja keluar, sehingga raja menjadi tersinggung, dan menghukum keduanya. Berbeda dengan utusan ketiga yang datang menghadap raja dengan cara menyamar, sehingga dapat menyelamatkan kedua temannya. (Tafsir Khazin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, setiap menjalankan dakwah hendaknya disertai dengan keikhlasan dan tidak meminta imbalan sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat. (QS Yasin [36]:21). Ketiga, ketika masyarakat tidak mau diajak pada kebaikan maka sikap pendakwah adalah mendoakannya agar diberi hidayah. Sikap ini seperti yang dilakukan oleh Habib al-Najar, padahal ia sedang dihukum oleh kaumnya, “Ya Allah berilah petunjuk kaumku,” dan sikap Nabi Muhammad SAW yang mendoakan kaumnya kendati beliau dilempari batu oleh kaum Quraisy. (Hamami Zadah: Tafsir Yasin). Sedangkan sikap putus asa merupakan sikapnya orang kafir. (QS Yusuf [12]:87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, jika menyampaikan kebenaran kepada seorang penguasa maka sikap yang diambil adalah damai, bukan menentang secara frontal, sehingga mereka juga dapat memahami isi ajaran dengan hati nurani. Kelima, kebenaran hendaknya disampaikan dengan pelan dan penuh strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah bagi masyarakat adalah semua kejadian yang tidak baik bagi masyarakat bukan karena kesalahan para utusan yang mengajak kebaikan, tapi semata-mata kesalahan masyarakat tersebut.&lt;br /&gt;
Oleh Dr Samsul Ma'arif MA&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5159680381640008040?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/zj68d1fV-C4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5159680381640008040/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/ashabul-qaryah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5159680381640008040?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5159680381640008040?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/zj68d1fV-C4/ashabul-qaryah.html" title="Ashabul Qaryah" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/ashabul-qaryah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYMQX05cSp7ImA9WhRbFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-8502583478273121494</id><published>2012-02-07T08:13:00.000+07:00</published><updated>2012-02-07T08:13:00.329+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T08:13:00.329+07:00</app:edited><title>Keutamaan Memuliakan Ulama</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Ulama adalah pewaris para Nabi. Para ulama memiliki peran penting sebagai pemimpin umat untuk melanjutkan dan memelihara syiar dan kemuliaan Islam. Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk menghormati&amp;nbsp; dan memuliakan para ulama. Bahkan, satu dari tiga hal yang dikhawatirkan&amp;nbsp; Nabi Muhammad SAW adalah umat Islam akan menelantarkan dan tak mempedulikan alim ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran Rasulullah SAW itu tampaknya sudah mulai terjadi. Tak sedikit umat yang mulai mengabaikan, melecehkan, menghina dan menentang alim ulama. Betapa tidak.&amp;nbsp; Tak sedikit orang yang memperolok-olok dan mentertawakan fatwa-fatwa para ulama. Padahal, sesungguhnya, fatwa itu ditetapkan untuk melindungi kehidupan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Menurut ajaran Islam, perbuatan seperti itu sangat berbahaya,'' papar Maulana Muhammad Zakariya al-Kandahlawi dalam kitabnya Himpunan Fadilah Amal. Diakuinya, dalam setiap kalangan selalu ada yang baik dan buruk. Begitu pula di kalangan ulama. Syekh al-Kandahlawi menegaskan, ulama yang baik lebih banyak dibandingkan ulama yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana membedakan ulama suu'(buruk) dengan ulama rasyad (diberi petunjuk)? Menurut&amp;nbsp; Syekh al-Kandahlawi, tak&amp;nbsp; ada batasan tertentu dalam hal ini. Untuk itu, ada dua hal&amp;nbsp; yang perlu diperhatikan umat terkait masalah ini. Pertama,&amp;nbsp; jika seorang ulama belum dipastikan sebagai ulama &lt;i&gt;suu',&lt;i&gt; jangan sekali-kali kita membuat&amp;nbsp; keputusan apapun terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jika hanya karena berprasangka&amp;nbsp; buruk bahwa si pembicara adalah ulama suu', janganlah sekali-kali membantah ucapannya begitu saja tanpa diselidiki terlebih dahulu, karena sikap seperti itu merupakan kezaliman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-Israa ayat 36: ''Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan serta hati, semuanya akan ditanya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syekh al-Kandahlawi, Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya bersikap hati-hati, yakni tak menolak atau membenarkan sesuatu begitu saja, sebelum kita mengetahuinya dengan pasti. ''Namun, yang terjadi sekarang adalah sebaliknya. Apabila ada orang yang mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan pendapat kita, bukan saja menolaknya, bahkan menentangnya,'' ungkap dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh al-Kandahlawi mengingatkan, ulama Haqqani, ulama Rusydi (yang benar) dan ulama Khairi yang baik adalah manusia juga. ''Yang ma'sum hanyalah para Nabi. Oleh sebab itu, jika ada kesalahan, kelemehan dan kekurangan pada diri mereka, tanggung jawabnya kembali kepada diri mereka sendiri,'' papar Syekh al-Kandahlawi.&lt;br /&gt;Menurut dia, hanya Allah SWT yang berhak menentukan apakah azab atau ampunan bagi mereka.&amp;nbsp; Syekh al-Kandandahlawi mengungkapkan, orang-orang yang&amp;nbsp; mengajak untuk berburuk sangka, membenci dan berusaha menjauhkan alim ulama dari umat termasuk penyebab kerusakan agama.&amp;nbsp; Orang yang seperti itu, kata Syekh al-Kandahlawi, akan mendapat siksa yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya sebagian dari mengagungkan Allah adalah; memuliakan orang tua Muslim, memuliakan hafiz Alquran yang tak melewati batas dan memuliakan pemimpin yang adil.'' (HR Abu Dawud). Bahkan, Rasulullah SAW menyatakan, mereka yang tak memuliakan alim ulama bukanlah bagian dari umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bukan termasuk umatku orang yang tak menghormati orang tua, tidak menyayangi anak-anak dan tidak memuliakan alim ulama.'' (HR Ahmad, Thabrani, Hakim).&amp;nbsp; Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW sempat mengkhawatirkan tiga hal yang akan terjadi pada umatnya.&amp;nbsp; ''Aku tidak mengkhawatirkan umatku kecuali tiga hal,'' sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Pertama, keduniaan berlimpah, sehingga manusia saling mendengki. Kedua, orang-orang jahil yang berusaha menafsirkan Alquran dan mencari-cari ta'wilnya, padahal tak ada yang mengetahui ta'wilnya kecuali Allah. Ketiga, alim ulama ditelantarkan dan tidak akan dipedulikan oleh umatku.'' (HR Thabrani). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dewasa ini, berbagai ucapan buruk telah dilontarkan kepada alim ulama,'' papar Syekh al-Kandahlawi.&amp;nbsp; Untuk itu, papar dia, umat perlu berhati-hati dalam membicarakan ulama. ''Jika di dunia ini tidak ada alim ulama yang benar dan jujur dan yang ada hanyalah orang-orang jahil dan ulama suu', kita tetap tak boleh menuduh seorang ulama itu suu'hanya berdasarkan ucapan orang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, seluruh Muslim&amp;nbsp; di dunia wajib mewujudkan masyarakat Islam yang dapat melahirkan alim ulama yang hakiki. Sebab, keberadaan ulama di tengah-tengah umat merupakan fardu kifayah. ''Apabila suatu jamaah sudah mewujudkannya, maka tuntutan hukum darfu gugur dari semuanya. Jika kita lalaikan usaha mewujudkan ulama yang hakiki, maka kita semua berdosa,'' papar al-Kandahlawi&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;sumber : www.republika.co.id &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-8502583478273121494?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/EuVPaD5Dp8M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/8502583478273121494/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/keutamaan-memuliakan-ulama.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8502583478273121494?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8502583478273121494?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/EuVPaD5Dp8M/keutamaan-memuliakan-ulama.html" title="Keutamaan Memuliakan Ulama" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/keutamaan-memuliakan-ulama.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IGQXg-fip7ImA9WhRbFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5747511003284254782</id><published>2012-02-06T11:12:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T11:12:00.656+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-06T11:12:00.656+07:00</app:edited><title>Rahasia Kotak Infak</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Sudah menjadi tradisi di Tanah Air kita, umumnya masjid-masjid dan mushala menyediakan kotak infak. Sebuah kotak infak berukuran besar di letakkan secara permanen di bagian yang dianggap strategis, bisa di teras sebelum pintu masuk, atau di bagian dalam langsung setelah pintu masuk.&lt;br /&gt;
Jika ada pengajian, kotak infak diedarkan keliling. Begitu juga waktu penyelenggaraan shalat Jumat, tidak lupa beberapa kotak infak diedarkan dari shaf depan hingga paling belakang. Biasanya jumlah infak pada hari Jumat lebih banyak dibanding dengan infak waktu pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu jugalah yang terjadi pada sebuah masjid di salah satu kota/kabupaten di Jawa Tengah. Setiap selesai rangkaian ibadah Jumat, beberapa orang takmir, kadang-kadang dibantu oleh jamaah mulai membuka kotak infak dan menghitungnya. Isi kotak infak didominasi uang recehan Rp 500, Rp 1.000, dan Rp 2.000. Sesekali terdapat uang Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 10 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang menarik perhatian, pada setiap Jumat selalu ada satu lembar uang Rp 50 ribu. Lembaran uang tersebut selalu tampil sendirian, kesepian, tidak ada temannya. Berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun selalu ada uang lembaran Rp 50 ribu sendirian. Siapa dermawan itu, tak seorang pun tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dermawan tidak pernah sekalipun memperlihatkan uang Rp 50 ribuan tersebut, baik sengaja ataupun tidak kepada jamaah di sampingnya. Barangkali uang itu memang sudah disiapkannya sedemikian rupa dari rumah, dilipat kecil-kecil, di letakkan di kantong baju, sehingga tidak terlihat orang lain. Begitu kotak infak lewat di depannya, maka tangan kanannya langsung memasukkan uang tersebut ke dalam kotak sambil ditutup dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
Bukan berarti menutupi tangan itu karena yang disumbangkan lebih kecil, lebih besar atau malu karena terlihat orang di sampingnya. Ia berinfak ikhlas karena Allah. Orang yang berinfak dan tidak diketahui oleh yang lain, maka dia akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat nanti. (Shahih Muslim No 1712).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, selama bertahun-tahun tidak ada seorang pun yang tahu siapa dermawan itu.&amp;nbsp; Pada suatu Jumat, tiba-tiba petugas infak tak menemukan lagi uang Rp 50 ribu itu. Para penghitung saling berpandangan dan bertanya-tanya. Pada Jumat berikutnya mereka tak menemukan uang serupa. Begitu seterusnya. Para penghitung, termasuk takmir masjid jadi penasaran. Mulailah pengurus serius menyelidikinya. Akhirnya pertanyaan itu terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sehabis mengisi pengajian di masjid tersebut, saya diajak oleh pengurus masjid makan di sebuah rumah makan tidak jauh dari masjid. Sewaktu makan-makan itulah seorang pengurus menceritakan kisah uang tersebut. “Ustaz tahu, siapa dermawan itu?” tanya seorang pengurus dengan serius. Dengan antusias saya menunggu jawabannya. Pengurus itu meneruskan ucapannya: “Dermawan itu adalah Pak Haji pemilik rumah makan ini.” Saya menyelidik, “Dari mana Anda tahu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebab, uang Rp 50 ribu itu menghilang persis dua hari setelah Pak Haji pemilik rumah makan ini meninggal dunia. Sejak itulah, uang tersebut tak pernah lagi ditemukan.” Semoga Allah SWT memberi ganjaran berlipat ganda akan kedermawanan dan keikhlasan Pak Haji tersebut.&lt;br /&gt;
Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5747511003284254782?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/CLOpBX8ezv0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5747511003284254782/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/rahasia-kotak-infak.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5747511003284254782?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5747511003284254782?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/CLOpBX8ezv0/rahasia-kotak-infak.html" title="Rahasia Kotak Infak" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/rahasia-kotak-infak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0ACQXszfyp7ImA9WhRbFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-8976507232559892776</id><published>2012-02-06T07:56:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T07:56:00.587+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-06T07:56:00.587+07:00</app:edited><title>Gunung Selok Jadi Objek Wisata Spiritual</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
CILACAP, (PRLM). Hutan Gunung Selok terletak di Desa Karangbenda Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hutan itu berada pada ketinggian 300 meter di atas pemukaan laut (dpl), sekitar 20 km sebelah tenggara Kota Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ada Gunung Selok yang kental dengan kharisma mistiknya. Gunung kecil sekitar 10 km dari Kecamatan Adipala yang berhadapan langsung dengan Pantai Selatan Jawa, kini menjadi wisata spiritual yang dikelola Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas Gunung Selok, juga dapat melihat keindahan Samudera Hindia yang membentang di sebelah selatan. Kawasan itu sudah puluhan tahun menjadi pusat spiritual kejawen sekaligus beberapa kepercayaan. Tidak hanya itu saja, di sana juga ada petilasan seorang Syeh untuk penganut Islam-Kejawen, agama Hindu, dan Budha. Meski beragam kepercayaan dan idiologi, para jemaatnya bisa hidup berdampingan secara damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki pintu gerbang arah Gunung Selok, dijumpai sebuah bangunan Pura “Mandala Giri” untuk tempat persembahyangan penganut Hindu. Kemudian menyusur jalan beraspal menembus hutan, dengan kemiringan yang cukup tajam. Sampai pada tanah datar terdapat lima pohon pinang (jambe). Di sebelahnya pohon jambe ada bangunan, dikenal sebagai Pedepokan Jambe Lima atau Cemara Seta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlam bangunan padepokan, ada dua makam, yang sangat dirawat, lengkap dengan kelambu, karpet merah untuk duduk orang-orang yang akan ngalap berkah. Di belakang makam terdapat lukisan cukup lebar, gambar, seorang wanita cantik mengenakan kemben pakaian adat Jawa berselendang dengan rambut terurai. Wanita tersebut konon adalah Nyi Roro Kidul sedang berdiri di atas Laut Jawa. Dupa yang masih mengepul makin menguatkan nuansa mistis dan angker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang datang bukan hanya masyarakat Cilacap, tapi juga dari sejumlah wilayah di Jateng, Kebumen, Semarang hingga warga Tasikmalaya, dan Ciamis Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang pengunjung Darsep (52) warga Ciamis mengaku, datang ke Jambe Lima karena ada keinginan."Minta penglaris, biar daganganannya laku," katanya malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedagang barang barang rumah tangga kelilingan hampir setiap tahun datang ke Gunung Selok. Maklum persaingan pedagang serupa sekarang samakin ketat sehingga harus punya 'pegangan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan petilasan Jambe Lima terdapat bangunan komplek persembahyangan atau Vihara untuk penganut Budha. Dikenal sebagai Vihara Agung Shang Yang Jati, yang dipimpin seorang biksu Banthe Dharma Teja asal Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedepokan Agung tersebut berupa komplek bangunan yang didirikan di atas ketinggian 200 mdpl. Ada lima bangunan untuk persembahyangan, sebagai simbol rumah dewa. Seperti rumah Dewa Brahma Ci Men Fu lengkap dengan patungnya. Dewa&lt;br /&gt;Bumi, Dewi Kwan Im dan Dewa Kwan Kong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pelayan Bante, Tikun (43), pada Jumat atau Selasa Kliwon pejiarah dari berbagai kota datang ke Vihara, termasuk para Biksu. Bahkan Biksu dari Thailand pernah mengenjungi Bante. "Pada Jumat Kliwon yang datang hingga 20 - 100 orang untuk bersembahyang di sini (Vihara)," kata Tikun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di komplek tersebut ada tempat ziarah makam Kiai Mahfud Abdurachman (Kiai Somalangu). Untuk ngalap berkah penganut Islam Kejawen Gunung Selok juga ada padepokan yang sengat terkenal, yakni padepokan Jambe Pitu atau pertapaan Ampel Gading, berada di atas petilasan Jambe Lima, menempati puncak paling tinggi di Gunung Selok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan roda empat sulit menembus jalan ke sana, jalannya berkelok-kelok dan naik tajam, di samping itu jalannya rusak. Setelah turun dari kendaraan perjalanan dilajutkan dengan jalan kaki, karena melewati jalan setapak, berupa undak-undakan cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski disebut jambe pitu namun di sana tidak ada pinang berjumlah pitu (tujuh). Tempat tersebut salah satu tempat yang digunakan melestarikan aliran kejawen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cucu juru kunci padepokan, Mbah Tomo Wiharjo di komplek Jambe Pitu ada tiga petilasan yang dianggap keramat, yang dikunjungi ribuan peziarah. Petilasan menjadi keramat ada pusakanya seperti Petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dengan dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung Kusuma serta Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.(A-99/A-147)***&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat Kamis, 19/01/2012 - 15:19 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-8976507232559892776?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/0aOLCm_KgTQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/8976507232559892776/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/gunung-selok-jadi-objek-wisata.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8976507232559892776?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8976507232559892776?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/0aOLCm_KgTQ/gunung-selok-jadi-objek-wisata.html" title="Gunung Selok Jadi Objek Wisata Spiritual" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/gunung-selok-jadi-objek-wisata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEAQXw_eSp7ImA9WhRbFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5323818114845917725</id><published>2012-02-05T11:54:00.000+07:00</published><updated>2012-02-05T11:54:00.241+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-05T11:54:00.241+07:00</app:edited><title>Jabar Masih Jadi Daerah Tujuan Wisata</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
BANDUNG, (PRLM).- Jawa Barat masih menjadi daerah tujuan utama wisata di Indonesia karena berbagai keunikan potensi objek wisata maupun sarana akomodasinya. Namun demikian perlu dilakukan terobosan maupun inovasi baru untuk lebih mengembangkan potensi sektor pariwisata dengan perbaikan infrastruktur serta promosi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf dalam sambutannya pada Rapat Kerja Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Rakerda PHRI) Jawa Barat, bertempat di Hotel Horison Bandung, Jumat (27/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hingga saat ini pemerintah (Pemprov Jabar) secara terus menerus membangun serta melakukan peningkatan infrastruktur ke pelosok daerah, yang memiliki potensi pariwisata serta sektor lainnnya,” ujar Dede Yusuf dihadapan perwakilan pengurus PHRI se Jawa Barat pada Rakerda PHRI Jabar 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meningkatkan sarana dan prasarana penunjang, menurut Dede, pemerintah mendukung berbagai upaya kegiatan promosi pariwisata di dalam maupun di luar negeri. “Jawa Barat memiliki berbagai event yang dapat dijadikan penunjang promosi pariwisata, selain itu juga ada event Jabar Travel Expo, terhadap penyelenggarakan kegiatan-kegiatan tersebut Pemda akan senantiasa memberikan dukungan,” ujar Dede Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ketua DPD PHRI Jabar, Herman Muhtar menyoroti permasalahan masih banyaknya hotel-hotel berbintang yang belum mengantongi sertifikasi klasifikasi hotel. “Sangat memprihatinkan, dari 1.600 hotel di Jabar hanya 32 hotel yang baru mengantongi sertifikasi klasifikasi sebagai hotel berbintang, jadi selebihnya tidak jelas statusnya,” ujar Herman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak kalah memprihatinkan, menurut Herman, banyak hotel dengan status hotel berbintang, tetapi dalam hal pelayanan kalah dengan hotel melati. Tidak sedikit hotel berbintang lima, namun pelayanan sekelas hotel bintang tiga dan hotel bintang tiga ke bawah memberikan pelayanan tidak beda jauh dengan hotel kelas melati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyaknya hotel berbintang yang belum mengantongi sertifikasi menurut Herman akibat birokrasi yang terlalu panjang dan berbelit. “Selain itu, masalah otonomi daerah dengan kebijakan yang tidak jelas, juga menjadi pemicu hingga banyak pengelola hotel yang hanya mengantongi ijin dari pemerintah daerah setempat,” ujar Herman seraya menambahkan perinjinan yang seharusnya ditempuh harus berdasarkan rekomendasi dari PHRI Jabar dan ditandatangani Gubernur Jabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Rakerda PHRI Jabar tahun 2012 ini selain membahas mengenai permasalahan perijinan, sertifikasi dan klasifikasi hotel di Jabar yang terus mengalami penambahan, juga dibahas rencana kerja pengurus. Tidak ketinggalan sejumlah agenda dan program promosi yang akan dilaksanakan di dalam maupun luar negeri setahun kedepan.(A-87/A-26).***&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat Sabtu, 28/01/2012 - 08:24&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5323818114845917725?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/U-yVQ82dMfQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5323818114845917725/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/jabar-masih-jadi-daerah-tujuan-wisata.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5323818114845917725?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5323818114845917725?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/U-yVQ82dMfQ/jabar-masih-jadi-daerah-tujuan-wisata.html" title="Jabar Masih Jadi Daerah Tujuan Wisata" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/jabar-masih-jadi-daerah-tujuan-wisata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMGQX4zfSp7ImA9WhRbFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-4680152873913367063</id><published>2012-02-05T07:57:00.000+07:00</published><updated>2012-02-05T07:57:00.085+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-05T07:57:00.085+07:00</app:edited><title>Menjalin Silaturahmi</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
IDULFITRI 1432 H baru saja berakhir, kaum muslimin dan muslimat banyak yang menggelar silaturahmi yang dikemas dengan berbagai kegiatan, seperti halalbihalal, reunian, kumpul bersama, dan diisi berbagai kegiatan keagamaan atau siraman rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat yang menjadi dasar bersilaturahmi ada pada Alquran Surat Annisa ayat 1, "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna silaturahmi bisa sebatas mengadakan pertemuan keluarga atau pertemuan warga dan satu sama lainnya, serta saling mengenalkan hubungan kekerabatan. Kegiatan atau cara seperti itu mempunyai nilai positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang disebut silaturahmi tidak sebatas itu saja. Bukan hanya memperkuat hubungan kekerabatan semata. Tetapi yang lebih esensial adalah bagaimana memperkuat hubungan keimanan, ketakwaan pada lingkungan keluarga masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ibnu Katsir ada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Jarir, Rasulullah SAW, bersabda, "Nanti di hari kiamat di antara hamba-hamba Allah ada sekelompok orang yang mendapat tempat istimewa di surga. Mereka itu bukan para nabi juga bukan syuhada, malah para nabi dan syuhada tertarik dengan kedudukan mereka di sisi Allah pada hari kiamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pernyataan itu, para sahabat semangat untuk bertanya, "Ya Rasulullah, manusia macam apakah yang akan mendapat tempat istimewa di surga?" Nabi tidak menyebut nama juga kelompok, tapi menyebutkan sifat, mereka yang akan mendapatkan tempat istimewa di surga adalah yang ketika hidupnya di dunia saling mencintai, menyayangi dengan dasar karena Allah (keimanan, keislaman, dan ketakwaan) bukan karena ikatan harta atau keturunan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, putra Nabi Nuh yang bernama Kan'an oleh Allah ditenggelamkan di lautan banjir besar. Ketika Nabi Nuh meminta pertolongan kepada Allah untuk menyelamatkan anaknya, Allah menjawab, "Wahai Nuh, dia (Kan'an) bukan keluargamu!". Ahli tafsir memaknai karena dia (Kan'an) tidak beramal saleh seperti bapaknya (Nuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah ini tentu kita dapat belajar, bahwa makna silaturahmi tidak hanya sebatas bersalaman dan mengadakan pertemuan. Namun yang paling penting adalah bagaimana memperkokoh kualitas keimanan, keislaman, dan ketakwaan dalam lingkungan keluarga, sehingga menjadi manusia yang bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Alquran Surat Ath-Thuur ayat 21 yang artinya: "Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga dan memelihara silaturahmi, khususnya di lingkungan keluarga masing-masing. Wallahualam bi shawab.&lt;br /&gt;(Penulis adalah Kepala Seksi Urusan Agama Islam pada Kementerian Agama Kota Bandung)**&lt;br /&gt;
Galamedia jumat, 09 september 2011
&lt;br /&gt;
Oleh : Drs. H. Ali Abdul Latief, M.Si.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-4680152873913367063?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/92Ek1ZUjcOE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/4680152873913367063/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/menjalin-silaturahmi.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4680152873913367063?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4680152873913367063?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/92Ek1ZUjcOE/menjalin-silaturahmi.html" title="Menjalin Silaturahmi" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/menjalin-silaturahmi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cCQX4_eyp7ImA9WhRbE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-8368274618308301157</id><published>2012-02-04T11:51:00.000+07:00</published><updated>2012-02-04T11:51:00.043+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T11:51:00.043+07:00</app:edited><title>Bertahan Walau Tergilas Zaman</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Demi tetap melestarikan seni wayang golek di Tatar Sunda, Ishak Suhendra (52), pemilik sanggar kerajinan wayang golek di Jalan Raya Andir Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur ini tetap setia menggeluti kerajinan pembuatan wayang golek meski peminatnya semakin menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak terlihat tengah mengamplas kepala wayang golek buatannya di depan Sanggar Kerajinan Wayang Golek Sang Putra Cianjur. Semua proses pembuatan wayang golek hampir ia lakukan sendiri. Dari pembuatan pola wayang pada kayu hingga proses akhir pewarnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak terpampang wayang golek hasil karyanya sepertiPandawa Lima, Semar, Si Cepot dan lainnya. Kerajinan terseut pun sudah ditekuni sejak berusia 11 tahun, Pasang surut keberadaan kerajinan pun sudah dialaminya. "Meski permintaan semakin hari semakin menurun, saya ingin wayang golek tetap ada,katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengamplas, Ishak megatakan membuat wayang golek sangat sederhana. Bahan utama yang digunakan adalah kayu jenis Jen-jen atau kayu Lawe. Lalu dihaluskan melalui hamplas, dan dibentuk sesuai dengan tokoh-tokoh pewayangan, dan diamplas lagi. Kemudian, di cat dan di persis serta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua tokoh wayang golek pernah saya buat. Sementara hal yang sulit membuat wayang golek adalah membentuk wajah atau muka salah satu tokoh wayang golek setelah itu paling pakainnya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita awal mulanya ia menekuni seni wayang golek, dari mulai hobi nonton wayang golek. Kemudian, mulai tertarik untuk mencoba membuat tokoh-tokoh wayang golek sendiri, tanpa ada bantuan dari orang lain. “Sampai saat ini saya terus menekuni seni ini, dan belum pernah tersentuh oleh pemerintah, baik daerah dan pusat,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak memaparkan, kebudayaan daerah, termasuk wayang golek merupakan aset yang penting, karena kebudayaan daerah yang menjadi ciri khas suatu daearah. “Karena itu, saya akan terus melestarikan dan mengembangkan kesenian ini sampai kapan pun,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasa bangga dengan hasil karyanya sendiri, meski sampai saat ini belum tersentuh oleh pemerintah. Menjadi pengrajin kesenian merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Apalagi kerajinan yang telah ditekuninya sudah terjual ke mana-mana.&lt;br /&gt;“Biasanya Wayang Golek hasil karya, terjual di berbagai kota di luar Cianjur, seperti Bandung, Jakarta, Bogor, Sukabumi. Meski begitu, pembeli dari orang Cianjur juga ada, tapi jumlahnya sedikit,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Ishak hanya mengharagai satu wayang golek kecil dengan hargarp 25ribu hingga Rp 50 ribu. "Kalau pesan dengan ukuran tertentu harganya bisa smapi Rp 100ribu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak menuturkan sebenarnya usaha yang digeluti ada keinginan lebih dikembangkan. Namun hal itu urung dilakukan, karena terbentur dengan permodalan. “Ya beginilah kalau modal kurang, jadi semuanya serba kurang,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan sebenarnya keberadaan pengrajin seni dan budaya di Cianjur kalau mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, akan meningkat. “Jika ada yang mendukung, terutama dari pemerintah, kebudayaan akan senantiasa terjaga dengan baik,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishak menerangkan, kelangsungan potensi kebudayaan daerah di seluruh kabupaten Cianjur juga harus ditingkatkan. Yaitu dari mulai pembenahan manajemen dan inovasi. Dengan cara inilah kemungkinan taraf hidup masyarakat di sekitar sentra pengrajin kesenian dan budaya yang mempunyai modal kecil akan ikut terangkat. (Wilujeng Kharisma/"PRLM")***&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat Senin, 30/01/2012 - 00:34 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-8368274618308301157?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/D3Iue-_OiLU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/8368274618308301157/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/bertahan-walau-tergilas-zaman.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8368274618308301157?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8368274618308301157?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/D3Iue-_OiLU/bertahan-walau-tergilas-zaman.html" title="Bertahan Walau Tergilas Zaman" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/bertahan-walau-tergilas-zaman.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUEQXc9fip7ImA9WhRbE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-4534938078220061753</id><published>2012-02-04T08:00:00.000+07:00</published><updated>2012-02-04T08:00:00.966+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-04T08:00:00.966+07:00</app:edited><title>Doa yang tak Didengar</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;img height="15" src="/files/images/text01.jpg" width="15" /&gt; &lt;br /&gt;
, Oleh: Habib Nabiel al-Musawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu doa Nabi Muhammad SAW yang amat indah. “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak lagi didengar.” (Jami’us Shaghir, hadis sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini singkat, padat, tetapi maknanya amatlah mendalam. Hadis ini mengupas tuntas empat pangkal masalah utama manusia. Masalah yang pertama dan utama adalah jika hatinya sudah tidak bisa lagi khusyuk, sehingga tak ada lagi rasa takut kepada Allah SWT, maka amaliah ibadahnya menjadi rutinitas yang menjemukan dan kering tanpa kenikmatan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi ini sudah menguasainya maka ia akan dikenai penyakit berikutnya, yaitu ilmunya menjadi tidak lagi bermanfaat bagi akhiratnya. Semua cara akan dikerahkan untuk menghalalkan segala cara demi mencapai tujuannya, yakni dunia semata. Lalu, jika ia sudah dihinggapi penyakit kedua tersebut, maka jika dibiarkan ia akan melangkah pada stadium ketiga, yaitu nafsu yang tidak akan bisa kenyang, tak pernah mengenal puas, apa pun akan diterabas demi memuaskan keinginan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika ia telah mengalami tingkat ini maka ia akan terkena stadium terakhir yang mematikan, yakni doanya tak lagi didengar oleh Allah. Jika ini yang terjadi maka mau tinggal di mana lagi kita ini. Bumi mana yang akan kita injak, langit mana tempat kita berteduh, jika doa kita sudah tidak lagi didengar oleh Allah SWT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia semacam ini persis seperti yang digambarkan oleh Allah SWT: “Atau, seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi&amp;nbsp; oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-menindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS an-Nuur: 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, saya menasihati diri saya sendiri dan kita sekalian untuk selalu merasa takut kepada Allah SWT dari kemaksiatan. Jika beribadah, maka lakukanlah dengan khusyuk, teteskan air mata saat menghadap Allah, karena dari-Nya kita berasal dan kepada-Nya kita akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap, ilmu yang dimiliki dapat menjadi cahaya yang selalu menuntun kita pada kebenaran, menjauhi kemaksiatan dan kemungkaran, agar doa kita layak didengar dan dikabulkan Allah SWT. “Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat-(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat per¬umpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS an-Nuur:35). &lt;i&gt;Wallahu a’lam. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-4534938078220061753?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/pQz3WEgQ6E4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/4534938078220061753/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/doa-yang-tak-didengar.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4534938078220061753?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4534938078220061753?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/pQz3WEgQ6E4/doa-yang-tak-didengar.html" title="Doa yang tak Didengar" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/doa-yang-tak-didengar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk4EQX86fCp7ImA9WhRbEkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-7270121120153564769</id><published>2012-02-03T11:55:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T11:55:00.114+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-03T11:55:00.114+07:00</app:edited><title>Sifat Ragu</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
KERAGUAN adalah keadaan tidak tetap hati (dalam mengambil keputusan, menentukan pilihan, dan sebagainya); bimbang; sangsi (kurang percaya); syak. Setiap orang pernah merasakan keraguan terhadap sesuatu hal dalam hidupnya, baik dalam masalah jodoh, sekolah, pekerjaan atau bahkan sesuatu yang berkaitan dengan masalah agama. Keraguan merupakan sifat yang kerap hinggap dalam diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan ini muncul ketika seseorang kurang atau tidak memiliki pengetahuan terhadap sesuatu hal dan ketika seseorang kurang percaya atas kemampuan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ragu merupakan sifat yang tercela. Bahaya dari sifat ragu akan berdampak sistemik dalam kehidupan kita. Orang yang selalu dihinggapi keraguan bukan hanya akan membahayakan dirinya, tetapi juga orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan terhadap sesuatu yang berkaitan dengan masalah duniawi hanya membuat manusia menderita di dunia. Namun jika kita ragu terhadap masalah-masalah agama, bukan hanya menyebabkan penderitaan di dunia, tapi juga di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alquran, Allah SWT dengan tegas melarang kita menjadi orang yang ragu, sebagaimana firman- Nya, "Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekalikali kamu termasuk orang-orang yang ragu" (Q.S. Al-Baqarah: 147).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sabda Rasulullah SAW. Beliau memerintahkan kita untuk mengusir sifat ragu. Sebagaimana sabdanya, "Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu" (H.R. Tirmidzi dan An-Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan yang meragukan ini berlaku secara umum, baik dalam ibadah, muamalah, pernikahan, juga dalam setiap disiplin ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat buruk dan besarnya bahaya sifat ragu, kita harus berusaha menjauhi sifat ini. Caranya, pertama dengan memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama dan senantiasa meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Sebab orang yang beriman tidak akan dihinggapi keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul- Nya, kemudian mereka tidak raguragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar" (Q.S. Al-Hujurat: 15). (Penulis, Ketua DKM Al-Hikmah RW 07 Sarijadi Bandung, anggota Komisi Pendidikan danDakwah MUI Kel. Sarijadi, Kec. Sukasari, Kota Bandung)&lt;br /&gt;
Galamedia jumat, 27 januari 2012&lt;br /&gt;

Oleh : H. Moch. Hisyam, S.Ag.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-7270121120153564769?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/SoQtw5aA22I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/7270121120153564769/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/sifat-ragu.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/7270121120153564769?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/7270121120153564769?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/SoQtw5aA22I/sifat-ragu.html" title="Sifat Ragu" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/sifat-ragu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQMQX09fyp7ImA9WhRbEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-6729375649446651862</id><published>2012-02-03T07:53:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T07:53:00.367+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-03T07:53:00.367+07:00</app:edited><title>Toilet Wisata</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
KOTA Bandung dalam beberapa tahun ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata. Ribuan bahkan sampai puluhan ribu, wisatawan lokal dan asing datang ke Bandung hanya untuk menghambur-hamburkan uang di kota yang dikenal Parijs van Java ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan factory outlet (FO) dan aneka kuliner khasnya yang menjadi daya tarik para wisatawan datang ke Bandung. Bandung pun dikenal sebagai pusat mode dan kiblat mode Indonesia setelah munculnya pusat jeans dan FO hingga sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu daerah yang menjadi tujuan wisatawan lokal dan asing adalah Jalan Cihampelas yang sejak era tahun 1990-an dikenal sebagai pusat pakaian dan celana jeans. Tak heran di hampir sepanjanh Jalan Cihampelas bermunculan toko yang menjual aneka pakaian dan celana terbuat dari kain jeans dengan harga yang terjangkau. Belakangan di Jalan Cihampelas pun muncul FO-FO yang menjual aneka pakaian dan celana dengan model terbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model yang terbaru dan harga yang murah menjadikan Jalan Cihampelas sebagai buruan pencinta mode yang murah. Hampir setiap hari, Jalan Cihampelas dipenuhi penggila mode. Bahkan pada week end dan hari libur nasional maupun liburan sekolah, jalan yang dulunya dipenuhi pepohonan ini menjadi sesak. Kemacetan tak terhindarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipenuhinya Jalan Cihampelas oleh para wisatawan, ternyata tidak cukup untuk membuka mata pemerintah dan pengusaha. Jika kita berjalan-jalan dan belanja di Jalan Cihampelas dipastikan tidak akan menemui fasilitas umum maupun sosial, seperti toilet wisata, tempat parkir, tempat istirahat, tempat ibadah dan sebagainya. Selain itu, tidak adanya trotoar untuk pejalan kaki menjadikan kawasan Cihampelas ini kumuh dan tak beraturan. Jika dilihat ini merupakan cerminan pimpinan Kota yang atak beraturan dan senang hidup kumuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya di Jalan Cihampelas, tetapi di semua tempat yang dijadikan pusat perbelanjaan di Kota Bandung, seperti di Jalan H Juanda (Dago), Jalan Merdeka, Jalan Junjunan, Jalan Setiabudhi, Jalan Ahmad Yani, Pasar Baru, dan banyak lagi. Coba perhatikan, apakah sudah ada fasilitas umum maupun fasilitas sosial bagi para wisatawan (pengunjung). Padahal sudah menjadi suatu keharusan, sebuah destinasi wisata harus dilengkapi dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Semua itu untuk memberikan kenyamanan kepada para wisatawan. Kan ada pepatah "Tamu adalah Raja". Tapi yang didapatkan raja ketika menginjakan kaki di Kota Bandung. Inilah cerminan kota yang tidak ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal dari sektor pariwisata ini, Pemkot Bandung berhasil meraup untung yang sangat besar sekitar 65 persen atau sekitar Rp 165 miliar setiap tahunnya. Bahkan keuntungan itu dijadikan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung terbesar dibandingkan dari sektor lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa daya, Pemkot Bandung acuh tak acuh terhadap sektor pariwisata terutama untuk penyediaan fasilitas umum maupu fasilitas sosial. Jadi, uang rakyat ini lebih banyak digunakan untuk sektor lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepedulian Pemkot Bandung pada sektor pariwisata memang sangat kecil. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan para wisatawan akan meninggalkan Kota Bandung. Mereka beranggapan buat apa datang ke Kota Bandung tanpa kenyamanan. Justru yang didapat adalah rasa takut tertabrak kendaraan, takut tidak bisa buang hajat dan kencing karena tidak ada toilet wisata, takut dicopet atau dirampok karena tidak adanya kenyamanan dan keamanan, serta rasa takut lainnya. Apakah hal ini dirasakan oleh pemerintah Kota Bandung? Jawabannya duka teuing, emutan we!&lt;br /&gt;
senin, 02 januari 2012&lt;br /&gt;
Oleh : KIKI KURNIA&lt;br /&gt;
(Wartawan Galamedia)**&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-6729375649446651862?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/4bYWxz30Cdw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/6729375649446651862/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/toilet-wisata.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/6729375649446651862?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/6729375649446651862?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/4bYWxz30Cdw/toilet-wisata.html" title="Toilet Wisata" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/toilet-wisata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YGQX0zeip7ImA9WhRbEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5873417003423752232</id><published>2012-02-02T14:52:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T14:52:00.382+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T14:52:00.382+07:00</app:edited><title>Prung Geura Tarung!</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
JIKA tidak ada perubahan jadwal, tim "Si Jalak Harupat" Persikab Kabupaten Bandung akan mengawali kiprahnya di Kompetisi Divisi Utama 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LIS) pada Sabtu (17/12) ini. Berdasarkan jadwal yang diterima dari PT. LPIS, tim Persikab akan menjamu Persiku Kudus di Stadion si Jalak Harupat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan perdana di musim ini sangat ditunggu-tunggu pecinta Persikab. Rasa penasaran untuk melihat sepak terjang tim yang dibesut Encang Ibrahim ini muncul di benak publik sepakbola Kabupaten Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja rasa kepenasaran itu muncul karena pada musim ini, Persikab hampir 95 % menggunakan para pemain lokal Kabupaten Bandung dan mayoritas berusia di bawah 23 Tahun. Dari 25 pemain yang ada, hanya penjaga gawang Deni Sopandi dan Edwin Barlianto yang usianya kepala 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pemain lokal, namun kualitas dan teknik mereka jangan disepelekan dan dipandang sebelah mata. Motivasi dan loyalitas tinggi akan menjadi modal yang sangat berharga bagi tim Persikab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pemain lokal, tim Persikab juga menggunakan jasa pelatih lokal, Encang Ibrahim. Mantan pemain Persikab dan pelatih Porda Kabupaten Bandung 2010 ini, dipercaya untuk menukangi Persikab musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Encang, kesempatan menjadi pelatih kepala merupakan pengalaman kali pertama. Sebelumnya, mantan kapten tim Persikab di era 90-an ini pernah beberapa kali menjadi asisten pelatih saat Persikab masih berjuang di divisi II dan divisi I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Encang Ibrahim akan dibantu tiga asistennya yakni Heri Rafni Kotari, Drs. Entang Hermanu, dan Jajang Sinar Surya. Sangat menarik untuk dinantikan kolaborasi para pemain muda dengan pelatih muda di tubuh Persikab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski persiapan Persikab sangat mepet, namun tim pelatih dan pemain Persikab menatap musim kompetisi 2011/201 dengan optimistis. Hanya mengandalkan pemain lokal, tidak menyurutkan semangat tim Persikab untuk mampu berbicara banyak di kompetisi musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Performa para pemain Persikab terus menunjukkan tren positif baik dalam latihan rutin maupun saat menggelat uji coba. Momentum ini harus dipertahankan bahkan harus ditingkatkan untuk bisa tampil maksimal di kompetisi musim ini dan membanggakan masyarakat sepakbola Kabupaten Bandung. Kendang geus dipadungdungkeun. Prung, geura tarung!&lt;br /&gt;
kamis, 15 desember 2011&lt;br /&gt;
Oleh : Andri Ridwan Fauzi&lt;br /&gt;
(Wartawan HU Galamedia)**&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5873417003423752232?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/Jk_L3dBgM4M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5873417003423752232/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/prung-geura-tarung.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5873417003423752232?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5873417003423752232?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/Jk_L3dBgM4M/prung-geura-tarung.html" title="Prung Geura Tarung!" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/prung-geura-tarung.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYAQXo_fyp7ImA9WhRbEUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-3843720381776566860</id><published>2012-02-02T11:49:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T11:49:00.447+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T11:49:00.447+07:00</app:edited><title>Nama Asing</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
GELIAT Kota Bandung sebagai Kota Pariwisata benar-benar sangat dirasakan hampir seluruh masyarakat kota. Walaupun ada sebagian masyarakat yang tidak merasakan manfaat dari kota pariwisata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang berubah pada wajah Kota Bandung, setelah kota ini semakin banyak dikunjungi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Infrastruktur pun serta fasilitas semakin bertambah, walaupun banyak yang masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan para wisatawan ini, sedikit demi sedikit banyak mempengaruhi sejumlah nama daerah. Perubahan ini pun setidaknya bisa memengaruhi jati diri daerah itu. Bahkan, daerah yang sebelumnya bukan kawasan komersil menjadi kawasan komersial. Tidak hanya itu, para pemilik toko berlomba-lomba mengubah nama toko mereka dari bahasa Indonesia menjadi bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, sepanjang Jalan Dago hampir 75 persen toko yang ada di Dago menggunakan nama asing. Tentunya hal ini tidak hanya di kawasan Dago saja. Kawasan yang menjadi daerah komersial, terutama yang terdapat pusat perbelanjaan (mal) dan apartemen, penamaan menggunakan nama asing menjadi suatu keharusan. Benarkah? Akibatnya, masyarakat sekitar pun menjadi terasing di daerahnya. Mereka menjadi tamu dan bukan menjadi tuan rumah di negerinya. Yang jadi tuan rumah mereka yang punya uang dan mereka yang mendapat jaminan usaha dari pemerintah.Pemerintah Kota Bandung seolah tutup mata dengan masalah ini. Yang penting ada uang, pengusaha jadi tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat pada zaman Orde Baru ketika negara dipimpin Soeharto (Pak Harto). Pak Harto dengan tegas menginstruksikan, nama-nama yang berbau asing harus diganti menggunakan nama bahasa Indonesia. Bukan hanya pada nama seseorang, tetapi nama perusahaan, toko, maupun lainnya harus menggunakan nama Indonesia. Intinya, Pak Harto ingin mengindonesiakan apapun yang berbau asing, agar bahasa Indonesia semakin diakui di dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang? Semua orang ingin kembali menggunakan bahasa asing. Jangankan nama perusahaan, toko maupu lainnya, nama seseorang pun banyak menggunakan bahasa asing. Keren katanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sejumlah perguruan tinggi, hotel dan sebagainya merubah nama Indonesia diasingkan menggunakan bahasa asing, contoh Universitas Pendidikan Indonesia diubah menjadi The Educational University of Indonesia dan banyak lagi. Di Kota Bandung, nama-nama asing banyak ditemui baik di toko, mal, hotel, rumah sakit, distro, dan sebagainya. Ini menandakan tidak percaya dirinya bangsa dan masyarakat Indonesia pada nama dan bahasa Indonesia. Mereka seolah malu menggunakan nama dan bahasa Indonesia, padahal mereka hidup di negara Indonesia. Sementara bahasa Indonesia sudah dipelajari dihampir 40 negara di dunia, dan tengah diupayakan menjadi bahasa ASEAN (bahasa internasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tempat umum yang konsisten menggunakan bahasa Indonesia di Indonesia, adalah bandara (bandar udara) yang dikelola PT Angkasa Pura. Setiap ruangan dan penunjuk jalan menggunakan nama berbahasa Indonesia dengan huruf besar dan jelas, sedangkan bagian bawahnya bahasa asing. Selama itu tak ada komplain dari wisatawan penumpang pesawat dari luar negeri mengenai hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak percaya dirinya pada bahasa Indonesia dan nama Indonesia berdampak pada bahasa daerah. Bahasa ibu ini kian hari kian ditinggalkan oleh penuturnya. Jangankan di ruang publik, di sekolah maupun di rumah, bahasa ibu ini sudah jarang diajarkan dan semakin hari semakin berkurang penuturnya. Penggunaan bahasa dan nama asing pun semakin marak di sekolah maupun di keluarga. Jika demikian salah siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan jika kedepan untuk belajar bahasa Indonesia dan bahasa daerah kita harus berangkat ke luar negeri. Sebab mereka sangat mengerti dan paham, untuk menjajah bangsa Indonesia cukup mempajari bahasa dan budayanya, kemudian dikembangkan di negaranya. Ini yang luput dari perhatian kita maupun pemerintah kita. Tah mun geus kitu rek kumaha ketakna?&lt;br /&gt;
senin, 30 januari 2012
&lt;br /&gt;
Oleh : KIKI KURNIA
&lt;br /&gt;(Wartawan Galamedia)**&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-3843720381776566860?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/KvhMXZMf0Jc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/3843720381776566860/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/nama-asing.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3843720381776566860?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/3843720381776566860?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/KvhMXZMf0Jc/nama-asing.html" title="Nama Asing" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/nama-asing.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QEQXY7eCp7ImA9WhRbEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-8361041423027227460</id><published>2012-02-02T08:15:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T08:15:00.800+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T08:15:00.800+07:00</app:edited><title>Islam dari Cina Menyebar ke Indonesia</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
SAAT ini umat Islam di Cina lebih dari seratus juta jiwa, sumber resmi hanya menyebut 30 Juta jiwa. Tak kurang 42.000 masjid melengkapi aktivitas peribadatan. Penduduk dunia biasanya mengenal Islam dianut oleh suku Hui, tapi yang sebenarnya tersebar sebagai jumlah mayoritas di suku: Xinjiang, Gansu, Hubel, Qinghai dan Yunan. Juga menyebar di suku: Uyghur, Kazak, Tartar, Salar, Dongxiang, Tajik, Uzbek dan Baoan. Pastinya suku Han. Begitulah penuturan An Wan Seng dalam Rahasia Sukses Muslim Cina (Hikmah, 2008).&lt;br /&gt;
An Wan Seng menjelaskan, ketika terjadi Revolusi Kebudayaan di tahun 1960-an sewaktu komunis berkuasa, penguasa komunis mengintimidasi para pemeluk umat beragama di Cina. Islam melawan pengaruh komunis. Islam bukan agama baru di Cina. Tetapi sudah ribuan tahun dan berbaur dengan kebudayaan setempat jauh sebelum pengusung paham komunis memerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih merujuk literatur yang sama, kita bisa jumpai pembeberan dua teori mengenai masuknya Islam di Cina. Pertama, Islam sudah ada di Cina sewaktu Muhamad Rasulullah masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kerja sama dalam perniagaan sudah jauh terjalin sebelum masa Islam. Nabi Saw mengirimkan para sahabat untuk berdakwah. Bergerak dari barat Cina, yang kelak dikenal sebagai jalur sutra dan Marcopolo melintasi rute ini saat berkunjung ke Kubilai Khan. Sampai sekarang makam para sahabat bisa dilihat di jaluri barat Cina ini. Kedua, Islam masuk ketika Dinasti Tang berkuasa. Dibawah komando khalifah Utsman bin Affan telah menjalin kerja sama di bidang perekonomian yang dikepalai oleh Sa'ad bin Abi Waqas bersama 15 sahabat lainnya. Bahkan komunitas muslim sudah terbentuk di Kanton wilayah Dinasti Tang pada awal abad ke-7 Selain catatan resmi Dinasti Tang yang menyatakan kedatangan Sa'ad bin Abi Waqas, ada pendapat yang beredar Islam masuk dibawah pimpinan Abu Hamzah bin Hamzah bin Abi Thalib. Selain utusan dari Madinah, dinasti Tang juga menjalin perdagangan dengan Kamboja dan Annam (Vietnam).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjalin perniagaan dengan Dinasti Tang, kaum muslim juga berlajut membangun komunikasi sosial dengan Dinasti Song dan Dinasti-dinasti berikutnya. Turut membantu memadamkan pemberontakan yang pernah bergolak semisal pada kasus pemberontakan An Xi (755 M). Berdakwah selain melalui media perniagaan, juga dilakukan dengan jalur pernikahan. Gelombang imigrasi dari semenanjung Arabia turut menyuburkan Islamisasi lewat pendekatan budaya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cheng Ho&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tahun 1244 Kubilai Khan mengangkat sejumlah tokoh penting dari kaum muslim dipemerintahannya. Diantaranya, Abdurrahman sebagai ketua Keuangan, Syekh Ajjal dan Umar Shamsuddin dua tokoh ini diamanahi Ketua Keuangan dan Gubenur di Yunnan. Ketika Dinasti Ming berkuasa pengaruh umat Islam makin maksimal. Dipercaya menjadi bagian terpenting dari penentu kebijakan politik luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu tokoh legendaris bernama Laksamana Cheng Ho alias Zheng He alias Ma Sanbao, karena memang punya kemampuan menjalankan tugas kepemerintahan yang diamanahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam buku tebal Cheng Ho Penyebar Islam dari China ke Nusantara (Kompas, 2010), Dr. Tan Ta Sen mengurai misi kebijakan politik luar negeri Ming Cina yang dimotori Cheng Ho, guna melayari lautan samudra di Asia, Afrika dan Eropa dari 1405-1433 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 33 negara di Asia Tenggara yang dikunjungi antara lain, Champa, Zhenla, siam, Malaka, Jawa, Palembang, Samudra, Aru, Naguer, Lambri, Pahang, Kelantan, Lidai, dan Sulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut tujuan yang hendak dicapai serta membutuhkan 27 tahun mengarungi lautan dan menggunakan 42 kapal, 30.000 0rang, 180 dokter, dan sejumlah ahli diberbagai bidang termasuk penulis dan penerjemah. Pertama, pelayaran-pelayaran bermotif politik. Kedua, diplomatis untuk menjaga dan melindungi wilayah yang menjalin kerjasama. Ketiga, memajukan perdagangan. Keempat, menawarkan kebudayaan dan menjalin pertukaran budaya. Kelima, mempelajari dunia maritim yang petanya belum terpecahkan. Keenam, kerjasama militer dengan Timur dan negeri-negeri Islam yang sudah muslim seperti negeri-negeri di Semenanjung Arabia maupun yang sudah Islam tapi belum berbentuk kekuatan kerajaan Islam, seperti yang terjadi di Samudra Pasai kerajaan Malaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuh dari Wali Songo Keturunan Cina?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan ke tanah Jawa, Cheng Ho menjumpai satusatunya perkampungan Cina muslim di lingkungan wilayah Majapahit. Perkembangan Cina muslim perantauan di Tuban sebagai pelabuhan dan basis perniagaan semakin menemukan bentuk terbaiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maju pesat. Sehingga, timbul inisiatif dari Cheng Ho untuk memindahkan kantor pusat perdagangan Cina perantauan Muslim dari Manila (Philipina) ke Tuban, Jawa Timur pada tahun 1420-an. Sejumlah masjid dibangun Cheng Ho di wilayah Jawa Timur, juga daerah-daerah yang dilaluinya. Tentu dengan gaya khas arsitektur ala Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar perkumpulan saudagar Cina yang organisasinya diremajakan, Cheng Ho juga berhasil menempatkan orang kepercayaannya menjadi bagian penguasa Majapahit. Pada perkembangannya, aroma budaya Cina turut mewarnai tata pemerintahan Majapahit. Misalnya pada gelar administratif kerajaan Su King Ta buat gelar Suhita, A Lu Ya buat gelar Arya, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merujuk kesimpulan Slamet Mulyana yang meneliti Babad Tanah Jawi, Serat Kanda dan dokumen MASC (The Malay Annals of Semarang and Cirebon), Dr. Tan Ta Sen cenderung berpendapat, dari Sembilan dewan dakwah yang tergabung dalam Wali Songo hanya dua ulama yang bukan keturunan Cina, yakni Sunan Giri dan Sunan Kudus (dari Arab).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis tuliskan lagi hasil identifikasi anggota Wali Songo:&lt;br /&gt;
1. Sunan Ampel alias Raden Rahmat alias Bong Swi Hoo.&lt;br /&gt;
2. Sunan Bonang alias Raden Makhdum Ibrahim (putra tertua Sunan Ampel).&lt;br /&gt;
3. Sunan Giri alias Raden Paku.&lt;br /&gt;
4. Sunan Drajad alias Raden Qasim (adik Sunan Bonang).&lt;br /&gt;
5. Sunan Kalijaga alias Raden Said alias Gan Si Cang.&lt;br /&gt;
6. Sunan Kudus alias Ja'- far Sadik. 7. Sunan Muria alias Raden Umar Sain (putra Sunan Kalijaga). 8. Sunan Gunung Jati alias Syarif Hidayat Fatahillah alias Toh A Bo.&lt;br /&gt;
9. Raden Patah alias Jin Boon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan di atas berbeda dengan penilaian sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara sebagaimana termuat dalam Api Sejarah (Salamadani, 2009). Beliau berpendapat, sudah jadi kebiasaan orangorang Cina menyebut nama-nama di Nusantara Indonesia segala sesuatunya dibahasakan dengan bahasa Cina. Dicinakan. Sama halnya orang Jawa menjawakan J.P. Coen menjadi Mur Jangkung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nederland diindonesiakan menjadi Belanda. Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan dua ulama pendiri NU dan Muhammadiyah namanya bahasa Arab, tapi keduanya asli Indonesia. Simpulan Ahmad Mansur, penulisan Bong Swi Hoo bagi Sunan Ampel, Gan Si Cang bagi Sunan Kalijaga, Toh A Bo bagi Sunan Gunung Djati yang tertulis di Kronik Kelenteng Sam Po Kong di Semarang diartikan sebagai penyebutan versi Cina saja. Wallahu a'alam.&lt;br /&gt;
(Penulis lepas tinggal di Bandung)**&lt;br /&gt;
jumat, 27 januari 2012&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh : M.L. Nihwan Sumuranje&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-8361041423027227460?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/LWDFX_UHfLg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/8361041423027227460/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/islam-dari-cina-menyebar-ke-indonesia.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8361041423027227460?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/8361041423027227460?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/LWDFX_UHfLg/islam-dari-cina-menyebar-ke-indonesia.html" title="Islam dari Cina Menyebar ke Indonesia" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/islam-dari-cina-menyebar-ke-indonesia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAGQXozeip7ImA9WhRbEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-1787312169063022499</id><published>2012-02-01T08:12:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T08:12:00.482+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T08:12:00.482+07:00</app:edited><title>Fenomena Fiksimini Sunda</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
MELALUI media facebook yang diprakarsai Nazarudin Azhar, sastrawan Sunda sekarang sedang bersemangat menulis fiksimini. Sebut di antaranya Godi Suwarna, Acep Zamzam Noor, Hadi AKS, Taufik Faturahman, Tatang Soemarsono, Etty R.S., Cecep Burdansyah, Soni Farid Maluana, Dadan Sutisna, Darpan, Deden A. Aziz, Nana Sukmana, Dipa Galuh Purba, Oom, Sarabunis, Lugiana, dan Toni Lesmana. Atau yang sebelumnya dikenal sangat concern terhadap kesundaan semisal Kang Ganjar Kurnia, Ahda, Gibson, Mang Jamal, Asep Ruhimat, Tisna Sanjaya, Kyai Matdon, Ahmad Fauzi Imran, Is Tuning, Rudi, Iwan. Masih banyak nama lainnya yang tidak mungkin disebut satu persatu dengan kualitas terjaga, imajinasi auratik dan nalar yang menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sastra Indonesia wacana fiksimini sudah ramai diperbincangkan terutama sejak Agus Noor menerbitkan "Anjing &amp;amp; Fiksi Mini Lainnya" atau "35 Cerita untuk Seorang Wanita" (2009) lengkap dengan kerangka epistemologi yang dibangunnya. Disimpulkannya karakter fiksimini itu: (1) menceritakan seluas mungkin dunia, seminim mungkin kata; (2) laksana dalam tinju, fiksimini serupa satu pukulan telak; (3) jika cerpen menata kepingan dunia, maka fiksimini mengganggunya; (4), fiksimini yang kuat ibarat granat yang meledak dalam kepala (5) ia bisa berupa kisah sederhana, tetapi selalu terasa ada yang tidak sederhana di dalamnya. Tandi Skober, budayawan dari Indaramyu, mengibaratkannya dengan "orgasme yang tuntas" walaupun tidak harus melalui pemanasan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan disebut-sebut juga fiksimini memiliki tautan geneologisnya bukan saja sejak 1920 ketika Hemingway menuliskan fiksi mininya itu "For Sale: Baby Shoes", "Never Worn", beberapa tulisan Kawabata, Kafka, Chekov, O Henry, dan Calvino, malah jauh ke belakang dalam fabel-fabel pendeknya Aesop (620-560 SM) atau kisah-kisah sufi dari Timur tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anekdot-anekdot Nasrudin Khoja seperti dapat ditelusuri dalam beberapa ontologinya yang ditulis Almaqrizi, Alqalqasyandi, Annuwairi, Alqazwini, Addumairi, Alfaraj Alisfahani, Aljahiz, Alashma'i, Abdullah ibn Almuqaffa, Alashri, Ibn Abdu Rabbahi, atau kitab "Natsr Addurar" dan kitab "Majma Alamtsal", juga berbicara dalam nafas yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anekdot-anekdot ini jangan dimaknai sebatas humor ringan tapi memiliki interaksi simbolik yang luas. Objek pembicaraannya berkelindan dengan persoalan sosial, politik, ekonomi termasuk tentu mistisisme. Kata Idris Shah dalam "The Sufies," "Humor-humor yang dapat mengantarkan seseorang menemukan jatidirnya, pulang pergi antara dunia fisik dan alam metafisik dalam kesadaran yang utuh". Makna pun menjadi serupa jigsaw puzzles, baik dalam tataran paradigmatis (hubungan tingkatan bahasa) maupun sintagmatis (gabungan kata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tradisi Sunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang sering dipadungdengkeun, termasuk tempo hari di UNPAD. Bukan hanya namanya yang dipersoalkan namun histopriografinya. Ada yang menyebut fiksi kilat, sudden fiction atau micro fiction meski akhirnya lebih populer menggunakan fiksimini. Dari sisi historiografinya, ada yang menisbahkannya serupa dengan ruang-ruang humor dalam majalah Sunda. Ini sebanding lurus dengan dosis syahwat orang Sunda yang suka banyol sehingga kalau dimaknai seperti ini maka seluruh komunikasi orang Sunda memiliki tendensi ke arah fiksimini. Tentu ini kesimpulan simplistis sebab tidak semua fiksimini berisi humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang masih terus mencari relasi akademisnya. Bagi kelompok ini apa pun genre sastra harus memenuhi unsur epistemologi, aksiologi, dan ontologisnya. Baru dianggap sahih sebagai ilmu. Jika tidak? Hanya sebatas pengetahuan saja. Khas orang timur yang infrastruktur kognitifnya lama dijajah: merasa terpuaskan dahaga nalarnya kalau ada rujukan teorinya dari barat, tipikal politik sastra postkolonial. Ada puisi pendek, dengan cepat mengatakan oh di Jepang juga ada yang model seperti ini, Haiku. Ada puisi jeprut, oh di Barat juga sudah lama berkembang; ada sastra religi, terus dicarikan kebenaran korespondensinya dengan atmosfer mistik yang sama di belahan dunia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping ada juga yang "tidak menganggapnya" karena dipandang tidak memenuhi seluruh konstruski estetika sastra. Karena semula mempunyai mazhab bahwa estetika itu bersifat universal, bukan partikular. Berasumsi bahwa yang baru adalah residu, dan yang lama harus dipiara. Yang baru sebagai bidah, yang lama adalah sunnah. Kata kawan saya dari pesantren, faham seperti ini di NU sudah lama ditinggalkan dengan alasan kaidah Almuhafadhah 'alal qadimish sholih wal akhdu 'alal-jadidil ashlah (memelilaihara tradisi yang baik, dan mengambil inovasi yang lebih baik). Kalau begitu, fiksimini itu ideologinya NU banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipologi fiksimini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat seluruh tulisan fiksimini yang dalam pengakuan Nazarudin Azhar dalam sebulan saja dari "peluncurannya" sudah menjaring 348 anggota , sekarang sudah mencapai ribuan kata Dadan Sutisna yang telah membuatkannya dalam bentuk web. Maka saya dapat memilahnya dalam empat tipologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, berisi bobodoran bahkan ada yang copy-paste baik dari majalah Sunda atau dari humor Indonesia yang sudah diadaptasi sebelumnya karena mungkin beranggapan bahwa cerita itu sudah menjadi "folklore" yang bisa diambil siapapun. Tentu menulis humor genuine itu tidak gampang, dan lebih tidak gampang lagi humor yang "serius". Humor yang tidak merupakan reflika harfiah dari relitas peristiwa empiric tapi disublimkan, humor yang membuat --meminjam Kang Acep-- "bulu kuduk kita berdiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tendensi melakukan kritik terhadap fenomena sosial-budaya yang berlangsung di sekitar kita. Kritik tentu vitamin, namun jika kritik itu dilakukan dengan telanjang maka akan kalah bersaing dengan headline koran harian atau majalah berita mingguan yang tidak kalah galak tiap hari mewartakan kebobrokan. Dalam konteks ini kritik fisikmini itu seumpama watak "rok mini", mendayuh antara dua karang: rasa penasaran dan tuntunan untuk memberikan masukan agar tetap dalam balutan kewajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bermuatan cawokah dan lebih menjurus pada area "rumah tangga" khas "masyarakat huma." Cawokah berbeda dengan jorang. Yang pertama memberikan pencerahan, yang kedua membikin kita "tegang" dan bisa jadi mengakibatkan diberhentikan dari status anggota dewan tak ubahnya yang menimpa salah satu wakil rakyat ketika sidang paripurna (diplesetkan pariporno) kebetulan dari daerah pemilihan Ciamis, kampung halamannya penggagas fiksimini Sunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu orang Yunani, menulis dan membicarakan seks cawokah sama pentingnya dengan mendiskusikan politik, sastra dan filsafat. Fiksimini cawokah, meminjam Baudrillard, berpusat sebagai bahan baku (raw material), sistem pertukaran tanda (sign exchange) dalam rangka mengembangkan nilai tanda (sign value) menuju manusia yang sehat jiwa dan raganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, kritik terhadap fenomena keberagamaan yang dianggap masih berkutat pada persoalan formalitas dan atau memperhadapkannya dengan tradisi lokal. Semacam fiksimini dengan tendensi teo-kultural. Seumpama hikayat menyingkirnya "bedug" tergerus pengeras suara dalam fiksi mini yang dibuat Godi yang kalau dalam novel memerlukan ratusan lembar seperti "Robohnya Surau Kami" atau dalam pencarian iman yang rusuh menghajatkan berlembar-lembarnya Akhdiat membuat Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nana Sukmana juga dengan menarik menulis fiksimini pola ini namun lebih "ke dalam", realitas keagamaan ditarik dalam sebuah pembacaan (qiroat) atas fakta sosial yang acapkali jatuh dalam --istilah HHM-- kenca kaiblisan namun batin selalu merindu terdekap katuhu kamalaikatan. Kita simak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Geura gugah!" Bayati ririh ngageuing. Batin ngan ukur ngulisik. Pikiran beunta meueusan. Samar-samar aya imut. Leleb. Anteb. Ngajak reureuh dina lahunan Tresna, dina liuh-liuh Heman nu mangkak na saban mangsa. "Geura gugah!" Gumalindeng lagu Shoba. Hate anggur morongkol, pikiran kalahka tibra. Neruskeun sakotret ngimpi nu bieu paragat ku gentra Quflah. Lelembutan mangprung beuki jauh, najan lengkah geus ramohpoy. "Geura gugah, Bageur! Geura gugah!" Nahawand carindakdak, bari ngageubig-geubig batin nu angger teu lilir-lilir. Ngipyak ngigelan durja. Ngengklak dina tarahalna mangsa. "Jungjunaaan!" Bayati Husaini jerit jempling nyeungceurikan raga. Ngajepat dirurub kebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat tipologi (takdir tipologi adalah reduksi!) dibangun dalam tiga model: realis, surealis , atau kombinasi keduanya. Mengangkat tema fisik ada yang metafisik atau berada dalam dunia panca tengah. Tema-tema seperti ini bagi orang Sunda bukanlah hal yang luar biasa selaras dengan kosmologi kala-nya yang mengenal sangkala (alam dunia), buana niskala (dunia gaib), dan buana jatiniskala (kemahagaiban sejati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari karakter maknanya, ada yang mudah diraba, banyak juga yang membiarkan pembaca menerka. Bahkan di tangan Deden A. Aziz fenomena syair Ayu Ting Ting menjadi fiksimini dengan diberi muatan makna safar kultural:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke mana ke mana ke mana, kuharus mencari ke mana..." Sora Ayu Tingting alewoh jeroeun sirahna. Leumpang sakaparan-paran. Apay-apayan. Mapay-mapay beuteung beurang. Neangan alamat. Bari leungeun nyekel pageuh keresek dieusi sendal capit, manehna tatanya taya reureuhna. Nanyakeun nu geus mangtaun-taun lunta taya iberna. "Di mana di mana di mana, tinggalnya sekarang di mana..." Gero Ayu Tingting beuki mijah dina dadana. Indit ngiciprit. Ngagidig. Ngagedig. Mipir-mipir birit peuting. Bari panon neuteup keukeuh unggal jalan nu kasaba, manehna talete taya kacape nalengteng nu geus mangalam-alam indit taya mulangna. Ka mana? "Nung, Engkang angkat heula ka payun ngagaleuh roko. Bade nitip naon?" cenah. Ti harita, nepika ayeuna, teu beja teu carita. "Ke sana kemari membawa alamat. Namun yang kutemui bukan dirinya, sayaaaang..." Ayu Tingting ngocoblak sorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sosiologis fiksimini juga adalah ekspresi dari elan vital zaman yang meminta kita untuk melipat berbagai hal. Dunia menjadi mini (globalisasi), format koran mengecil (rerubrikasi), obrolan dipadatkan (SMS), malah nikah juga bisa dibatasi waktunya (mut'ah) atau malah ada yang hanya semalam, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diksi mini dalam konteks fiksi tentu pada gilirannya menyisakan dua kemungkinan. Pertama, gagasan yang direduksi dan supaya mendapat pahala tersebutlah kata silaturahmi. Dalam politik kebahasaan sebut saja sebagai siasat melestarikan bahasa Sunda yang konon sedang sakaratul maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemadatan gagasan dan penghayatan alam sastrawi yang diikhtisarkan dengan ujung cerita yang membuat kita "terjengkang" dan atau mempertanyakan kembali hal ihwal termasuk mempertanyakan kiblat diri yang boleh jadi kerap bertindak anomali. Fiksimini yang kedua memberikan ruang bagi pembaca seluas-luasnya menyelesaikan ceritanya sendiri kemana pun arahnya diselaraskan dengan konteks sosial dan psikologi sang pembaca. Maknanya menjadi heterogen diacukan kepada imajinasi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihannya hanya dua: fiksimini atau mini mini juga fiksi! Dan cakrawala kebudayaan Sunda memungkinkan untuk mewadahi keduanya. Selamat merayakan fiksimini. (Penulis, Pemerhati Kebudayaan Sunda/Wakil Rektor IAILM Pesantren Suryalaya)&lt;br /&gt;
Galamedia kamis, 26 januari 2012
&lt;br /&gt;
Oleh : ASEP SALAHUDIN&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-1787312169063022499?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/6DBlUmY1Bes" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/1787312169063022499/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/fenomena-fiksimini-sunda.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/1787312169063022499?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/1787312169063022499?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/6DBlUmY1Bes/fenomena-fiksimini-sunda.html" title="Fenomena Fiksimini Sunda" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/fenomena-fiksimini-sunda.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMGRn48eyp7ImA9WhRbEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-4768152843556141567</id><published>2012-02-01T07:46:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T19:47:07.073+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T19:47:07.073+07:00</app:edited><title>Saling Memuliakan</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Diceritakan, Zaid ibn Tsabit, seusai pemimpin shalat jenazah, langsung menuju kendaraan (bighal)-nya yang diparkir tak jauh dari masjid. Tiba-tiba datang Abdullah ibn Abbas, memegang kendali bighal dan mengemudikannya. Zaid mencegahnya, tetapi Abdullah terus mengemudikannya sambil berkata: “Demikian aku diperintah (oleh Rasul) untuk menghormati ulama.” Zaid lantas meminta Abdullah menjulurkan tangannya. Ia pun memberikannya, lalu Zaid memegang dan menciumnya berkali-kali. Katanya, “Demikian aku diperintah (oleh Rasul) untuk menghormati dan mencintai keluarga Nabi.” (HR Hakim dalam al-Mustadark).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik apa yang diperlihatkan oleh dua orang tokoh sahabat Nabi itu. Abdullah tidak ragu-ragu memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Zaid, teman dan senior-nya yang dikenal sebagai ulama. Seperti diketahui, Zaid adalah penulis wahyu pada masa Nabi. Ia juga ketua Tim Sembilan yang ditunjuk oleh Khalifah Utsman untuk merampungkan tugas kodifikasi Alquran. Zaid juga merupakan salah seorang imam bacaan Alquran (imam al-qira’ah) di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan Abdullah kepada Zaid dapat dipandang sebagai penghormatan karena ilmu. Seperti dimaklumi, Islam adalah agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan dan memuliakan orang-orang yang berilmu (ulama). Nabi Adam AS, seperti dikisahkan dalam Alquran, dinobatkan sebagai khalifah, mengalahkan kompetitor terberatnya, yaitu para malaikat, adalah karena ilmu atau potensi intelektualitasnya. (QS al-Baqarah [2]: 30). Allah SWT sendiri memberikan kemuliaan kepada para ulama beberapa derajat. (QS al-Mujadilah [58]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dimuliakan sebagai ulama, Zaid ibn Tsabit tidak lantas membusungkan dada. Ia tetap rendah hati (tawadhu`). Ia mencium tangan Abdullah berkali-kali sebagai penghormatan dan ekspresi cinta kepada keluarga Nabi. Seperti diketahui, Abdullah adalah sepupu Nabi, anak pamannya, Abbas ibn Abd al-Muthtalib. Nabi SAW sangat mencintai Abdullah. Sewaktu kecil, Abdullah pernah didoakan oleh Nabi agar pandai dalam agama dan tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan Zaid kepada Abdullah dapat dipandang sebagai penghormatan kepada keluarga Nabi. Setiap Muslim sudah sepatutnya menghormati dan mencintai keluarga Nabi. Dalam shalat kita diperintahkan agar berselawat kepada Nabi SAW dan kepada keluarganya, “Allahumma shalli `ala Muhaammad wa `ala ali Muhammad.” Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kelurga Nabi. “Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, Hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." (QS Hud [11]: 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kita sekarang, adab saling mencintai dan menghormati ini dirasakan semakin langka dan semakin menjauh dari kehidupan kita. Pasalnya, dalam banyak hal, kita bukan saling menghormati, melainkan saling merendahkan. Ironisnya lagi, para pemimpin, tokoh, dan pemuka masyarakat justru saling bertengkar, saling menghujat, dan saling merendahkan satu dengan yang lain. Maka itu, kita perlu belajar lebih banyak lagi dari teladan Nabi SAW dan para sahabat-nya. Wallahu a`lam&lt;br /&gt;
Oleh Dr A Ilyas Ismail&lt;br /&gt;
sumber : www.republika.co.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-4768152843556141567?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/WQgoy-N5NZo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/4768152843556141567/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/02/saling-memuliakan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4768152843556141567?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/4768152843556141567?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/WQgoy-N5NZo/saling-memuliakan.html" title="Saling Memuliakan" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/02/saling-memuliakan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMEQXgzfip7ImA9WhRUGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-5691857990943441300</id><published>2012-01-31T14:20:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T14:20:00.686+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-31T14:20:00.686+07:00</app:edited><title>Memasyarakatkan Tahun Hijriah</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
BAGI umat Islam kalender Hijriah tampaknya belum memasyarakat secara luas dibandingkan dengan kalender Masehi. Contohnya, bila ingin mengetahui hari ini tanggal berapa dan bulan apa pada tahun Hijriah, masih banyak yang tidak bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan awal perhitungan hari pada kalender Masehi dimulai pada pukul 00.00, maka puncak peringatan tahun baru Masehi biasanya dilakukan pada pukul 00.00, bertepatan dengan tanggal 1 Januari, sedangkan awal perhitungan hari pada kalender Hijriah dimulai pada waktu terbenam matahari. Makanya, setiap bulan Ramadan dan tarawih hari pertama dilakukan pada malam tanggal 1 Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum datang agama Islam, masyarakat Arab sudah menggunakan nama-nama bula Hijriah ini, namun disesuaikan dengan kalender Masehi, bulan pertama adalah September disebut Muharam sebab pada bulan tersebut semua suku (kabila) di semenanjung Arabia sepakat untuk mengharamkan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan kedua Oktober, daun-daun sedang menguning disebut bulan Safar (kuning), bulan November dan Desember musim gugur (Rabi'), disebut Rabi'u awal dan Rabi'ul Tsani, Januari dan Februari adalah musim dingin (Jumad=beku) disebut Jumadil Awal dan Jumadil Tsani, kemudian salju mencair (Rajab) pada bulan Maret. April adalah musim semi, saat turun ke lembah untuk mengolah lahan pertanian atau mengembala ternak, disebut bula Sya'ban (Syi'b=lembah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada bulan Mei suhu mulai panas membakar kulit disebut bulan Ramadhan (membakar) dan pada bulan Juni suhunya meningkat lebih panas disebut bulan Syawal (meningkat), pada bulan Juni puncaknya panas membuat orang suka duduk di rumah tidak berpergian disebut bulan Zulqaidah (qaid-duduk), pada bulan Agustus orang Arab biasanya menunaikan ibadah haji, disebut bulan Zulhijjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masyarakat Arab memeluk Islam dan bersatu di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW, turun perintah Allah SWT agar umat Islam menggunakan kalender Qamariah secara murni. Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam Surat At Taubah ayat 36 dan 37.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmahnya adalah bulan-bulan Hijriah selalu bergeser setiap tahun, umat Islam melakukan saum Ramadan tidak selalu pada musim panas. Islam adalah untuk semua umat manusia di seluruh penjuru dunia yang letak geografisnya berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kalender Hijriah mulai dipergunakan pada masa pemerintahan Umar Bin Khatab atas usul Ali Bin Abi Thalib dengan berbagai alasan diantaranya Al-quran sangat menghargai orang-orang yang berhijrah, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah hijrah, dan umat Islam sepanjang zaman diharapkan memiliki semangat hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya, pergantian Tahun Baru Masehi yang selalu dilakukan untuk berhura-hura. Namun, bagi setiap muslim sebaiknya menjadi bahan introspeksi diri apa yang telah dikerjakann baik perbuatan baik dan buruk.&lt;br /&gt;(Penulis adalah Kasi Penerangan Agama Islam di Kantor Kementerian Agama Kota Bandung)**&lt;br /&gt;
Galamedia jumat, 16 desember 2011&lt;br /&gt;

Oleh : Mimin Sutisna, S.Ag.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-5691857990943441300?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/7ZiX4mqceQA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/5691857990943441300/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/01/memasyarakatkan-tahun-hijriah.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5691857990943441300?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/5691857990943441300?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/7ZiX4mqceQA/memasyarakatkan-tahun-hijriah.html" title="Memasyarakatkan Tahun Hijriah" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/01/memasyarakatkan-tahun-hijriah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUAMQX4zfSp7ImA9WhRUGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-5203121.post-7722140064368228058</id><published>2012-01-31T11:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T11:23:00.085+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-31T11:23:00.085+07:00</app:edited><title>Jiwa yang Hidup</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
KEBERADAAN manusia di dunia ini tidak hanya untuk dapat hidup secara fisik seperti bernapas, tetapi harus diikuti dan disertai dengan jiwa yang hidup. Jiwa yang hidup dapat menentukan kualitas pribadi seseorang. Dalam arti kata, baik buruknya seseorang dipengaruhi jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ini yang mengatur gerak langkah seseorang, apakah akan berbuat amal saleh dan kebajikan, atau melakukan hal-hal yang keji dan kemungkaran. Fisik atau tubuh hanyalah pelaksana dalam melakukan suatu perbuatan, sedangkan penentu kebijaksanaan adalah jiwa. Jika jiwanya mati, maka apa yang diperbuat tidak akan terarah dan hidupnya akan kesasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mempunyai jiwa yang hidup dalam menjalankan atau menjalani kehidupannya penuh dengan dinamika, yaitu berlomba dalam berbuat kebaikan dan amal saleh. Hidupnya senantiasa diisi dengan ketakwaan dan menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat mengotori kesucian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita perlu mengetahui dan memahami tanda dan bukti jiwa yang hidup. Dengan memahami tanda dan bukti jiwa yang hidup tersebut, diharapkan menjadi motivasi atau pendorong untuk menjaga dan memupuk agar jiwa kita tetap hidup. Jiwa yang hidup tentu saja bersifat dinamis. Setiap saat bergerak dan berusaha untuk senantiasa berbuat amal saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda dan bukti jiwa yang hidup, pertama, mematuhi perintah dan larangan Allah dengan rasa cinta kepada-Nya dan dengan kesungguhan hati. Karena kita percaya kepada Allah, kita wajib menaati atau mematuhi segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan firman Allah, "Maka bersegeralah kembali kepada (menaati) Allah, sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu." (Q.S. Adz-Dzaariyaat : 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya, adalah orang yang bertakwa. Kadar ketakwaan seseorang dapat menetukan mulia tidaknya di antara sesama manusia. Semakin bertakwa kepada Allah, maka akan semakin mulia seseorang di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diterangkan dalam firman Allah, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antaramu sisi Allah, ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu." (Q.S. Al Hujurat : 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita telah bertakwa dengan sebenar-benarnya, berarti kita telah melaksanakan tugas hidup, yaitu ibadah. Ketakwaan kepada Allah akan diikuti dengan rasa cinta kepada yang dicintainya (Allah), maka apabila disebut nama Allah hatinya gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini digambarkan dalam firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal." (Q.S. Al-Anfaal : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berusaha memperoleh pengampunan dan rida Allah. Orang baik itu bukan orang yang tidak pernah berbuat dosa, tapi orang baik itu adalah orang yang apabila berbuat dosa cepat bertobat. Ada dosa yang disadari dan ada dosa yang tidak disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan memohon ampunan ini, sebagaimana dalam firman Allah, "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." (Q.S. An Nashr : 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam ayat lain, Allah berfirman, "Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Q.S. An-Nisaa : 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat berikutnya Allah telah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (Q.S. At-Tahrim : 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, membenarkan seluruh ajaran (risalah) yang dibawa Rasulullah SAW sebagai manusia yang beriman, harus menaati dan membenarkan seluruh ajaran yang disampaikan atau dibawa oleh Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Dalam kaitannya dengan hal ini, Allah telah berfirman, "Kami tidak mengutus seseorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah." (Q.S. An-Nisaa : 64).&lt;br /&gt;(Penulis, jemaah Masjid Baiturrahim Kompleks Riung Bandung, Jln. Saluyu C XI No. 221/ I M Kav. 9 Bandung)**&lt;br /&gt;
Galamedia jumat, 23 september 2011
&lt;br /&gt;
Oleh : Drs. H. Sukmana&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=AKHPkdK%2FCQ8%3D&amp;cid=1mKE6FR8OXo%3D&amp;chan=Cj%2BDda5%2B90w%3D&amp;type=2&amp;title=000000&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=FFFFFF&amp;url=000000" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5203121-7722140064368228058?l=bandung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/pMXpf/~4/LdQ7cuM0q7Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://bandung.blogspot.com/feeds/7722140064368228058/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://bandung.blogspot.com/2012/01/jiwa-yang-hidup.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/7722140064368228058?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/5203121/posts/default/7722140064368228058?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/pMXpf/~3/LdQ7cuM0q7Y/jiwa-yang-hidup.html" title="Jiwa yang Hidup" /><author><name>ANSOR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11060757352769075493</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://bandung.blogspot.com/2012/01/jiwa-yang-hidup.html</feedburner:origLink></entry></feed>

