<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' gd:etag='W/&quot;CUMDQ3g9eSp7ImA9WhZREUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156</id><updated>2011-04-07T01:04:32.661-07:00</updated><title>TREE</title><subtitle type='html'>Welcome to Eugenia Tan's blog
It's about what's really important in this life: Love, longing, gratitude, happiness, truth, consciousness,  presence, n letting go
Enjoy!
Inspirational stories for our daily thought... :)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default?redirect=false&amp;v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry gd:etag='W/&quot;D08DSXs6eyp7ImA9Wx9aEEQ.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-5614314423232850668</id><published>2011-03-02T11:48:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T11:57:58.513-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-03-02T11:57:58.513-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KTP'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KDRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kejahatan perkawinan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KSK'/><title>Aku Adalah korban KDRT (Yang Belum Ada Pasalnya) Dan Kejahatan Perkawinan</title><content type='html'>Aku Adalah Korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)...  Ada 3 kategori KDRT menurut UU KDRT Indonesia. Kekerasan Fisik, Kekeraan Psikis dan Kekerasan Ekonomi. Aku, selain masuk dalam KDRT Ekonomi, KDRT psikis, dan marital crime... Juga KDRT surat-surat identitas diri, milik negara.... KSK (Kartu Sususnan Keluarga) dan KTP (Kartu Tanda Penduduk), yang belum ada pasalnya (undang-undangnya) di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini tanggal 2 Maret 2011, Hampir 9 (sembilan) bulan, aku mengalami KDRT ekonomi, dan tepat 5 (lima) bulan aku tak berKTP. Saat itu tanggal 1 Oktober 2010, ketika aku melepaskan KTP dan KSKku ke Kelurahan tempatku berdomisili di Surabaya. Aku tinggalkan KTP dan KSKku guna mendapatkan surat  mutasi pindah dari Surabaya ke Jakarta dari DISPENDUK Surabaya mengikuti suamiku yang telah tak mengirimiku gaji bulanannya selama 3 bulan terakhir ke Surabaya. Berat juga kakiku melangkah ke Jakarta, krn aku tak tahu apa rencana suamiku sesampaiku di Jakarta saat itu. Singkat cerita, sesampainya aku di Jakarta, aku mengurus kepindahanku ke RT/RW setempat hingga ke kelurahan Cideng, tempat suamiku bermukim. Kira-kira 10 hari pengurusan (saat itu tgl 8 Nov 2010) pak RT memanggilku, mengatakan bahwa ibu mertuaku tak setuju aku alamat domisili dirumahnya...Bapak RT menyarankan untuk memakai alamat rumahnya, akupun menyetujuinya. Anehnya, ibu lurah bersikeras tak mau membuatkannya... Aku mulai bingung... ada apa dengan ibu lurah? Aku mulai mencari jawaban, beberapa staff bu Lurah mulai kasak kusuk melalui pak RT. Ada yang bilang, bu lurah sudah mengantongi surat wasiat dari ibu mertuaku beserta uang 30 juta rupiah guna menjegalku agar tak berKTP Cideng-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, hubunganku dg suami smakin memburuk, dia melarikan diri dariku dan rumah ibu mertuaku. Sas sus, suamiku berada di rumah pacar barunya, orang Bali yg bermukim di Jakarta. Sementara uang tabunganku di ATM smakin lama smakin menipis. Akhirnya aku terlunta lunta di Jakarta. Makan seadanya, untuk menahan lapar, tanpa asupan gizi yg cukup, hanya indomie dan mie sedap, menjadi teman makan nasiku agar ASIku kluar dan dapat menyusui bayi 6bulanku.. Beruntung aku mendapat sepetak kamar ukuran 3x3 dengan teras 3x1, tanpa bayar oleh pemiliknya aku diperbolehkan tinggal hingga akhir tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku terlunta-lunta, pak RT mulai cemas. Dengan diantar oleh pak RT aku melaporkan kasusku ke PPA Polres Jakarta Pusat, dan ditangani oleh ibu Lastri, sebagai penyidik dan ibu Sinteke sebagai Kanit PPAnya. Selesainya aku di BAP dan 2 orang saksiku juga di BAP, aku menunggu kira-kira sebulan untuk dipertemukan dengan suamiku. Awal Desember 2010, aku bertemu dengan suamiku di Polres Jakarta Pusat, namun mediasi saat itu gagal... Atas saran peyidik, aku dibawa ke Rumah Perlindungan (Rumah Aman) dibawah Departemen/Kementerian Sosial RI agar selain terbebas dari preman dan teror dari suamiku juga menguatkan aku secara mental dan psikisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sebulan lamanya aku menghuni Rumah Perlindungan. Semua kegiatan pemulihan mental di Rumah Perlindungan   aku ikuti Ada test psykologi, ada bina mental oleh pemuka agama, dan terapi-terapi lainnya. Sementara kasus KDRTku ditangani oleh PPA Polres Jakarta Pusat, dan aku menjadi penghuni Rumah Aman membuat kegiatan surat menyuratku ke beberapa instansi terkait proses pembuatan KSK dan KTPku menjadi terhenti.Aku s yang ebelum menjadi penghuni Rumah Aman saat itu, sudah bersurat ke Gubernur Jakarta Raya Fauzi Bowo  dan Pemkot/Walikota Jakarta Pusat beserta dispenduknya guna pengurusan KSK dan KTPku. Namun hingga saat Note ini aku tulis aku belum memiliki KSK dan KTP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, aku telah pulang kembali ke kotaku, Surabaya guna menghadapi sidang perdata perceraian dengan suamiku, dan sebulan lagi putusan sidang akan dijatuhkan. Sementara kasus KDRTku di Jakarta di tahap P-21. Tanggal 9 Feb 2010 yll aku diberitahu oleh penyidikku bahwa suamiku akan di hadapkan ke kejaksaan pada tanggal 16 February 2011. Namun hingga Rabu kemarin, tanggal 25 February, suamiku belum juga dibawa ke Kejaksaan. Aku tak tahu ada apa lagi hingga detik ini kasus suamiku belum juga sampai pada Pengadilan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang aku tulis dalam awal cerita diatas, aku selain korban KDRT ekonomi dan surat-surat,aku juga korban kejahatan perkawinan. Mengapa aku sebut kejahatan perkawinan?Jauh hari sebelum aku kenal dengan suamiku, sebelum aku pacaran denganya, aku mempunyai kasus di Polrestabes Surabaya. Aku tadinya adalah seorang kontraktor. Aku tersandung pada proyek terakhirku.. Saat itu teman baikku memintaku untuk merenovasikan rumahnya. Singkat cerita, setelah rumah selesai aku renovasi, aku dipidanakan oleh teman baikku yg sekarang menjadi lawanku. Namun kasus itu berhasil diredam oleh pengacaraku, karena tak cukup bukti bahwa aku terpidana.  Persoalannya menjadi lain ketika dengan berbagai cara, suamiku berusaha untuk memidanakan aku. Suamiku memberikan seorang pengacara pada lawanku, hingga kasusku dibuka kembali dan ada olah TKP atas kasus proyekku itu. Suatu kejahatan perkawinan buakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ditanya, APA MAUMU?  Aku tak menuntut banyak, kemabalikan KSK dan KTPku serta hormatilah Lembaga Perkawinan. Itu saja.... Hukum ada, untuk suatu KEBENARAN, bukan untuk dijaikan kambing hitam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-5614314423232850668?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/5614314423232850668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=5614314423232850668' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5614314423232850668?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5614314423232850668?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/03/aku-adalah-korban-kdrt-yang-yelum-ada.html' title='Aku Adalah korban KDRT (Yang Belum Ada Pasalnya) Dan Kejahatan Perkawinan'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CUMDQ3gzfyp7ImA9WhZREUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-1879915147934794661</id><published>2011-03-01T11:48:00.000-08:00</published><updated>2011-04-07T01:04:32.687-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-04-07T01:04:32.687-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OB'/><title>Luar biasa..! Seorang OB Menjadi Vice President City Bank.</title><content type='html'>Salam Amazing…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa menemukan kisah inspiratif ini di sebuah Web Koran.baru.com, hati ini terketuk untuk mensharingkan kembali kepada Sahabat2 Amazing, dan semoga ini bisa menjadi lecutan bagi kita untuk terus berusaha dan Semangat meraih Cita2 di kehidupan ini. ialah seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA. Wah..menakjubkan, bukan?&lt;br /&gt;So, yuk kita teruskan ceritanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, ya.. hanya lulusan SMA.&lt;br /&gt;Pekerjaanpun tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca kisah lanjutannya ya... &lt;a href="http://adf.ly/16wwv"&gt;di sini&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi inspirasi bagi pembaca semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-1879915147934794661?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/1879915147934794661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=1879915147934794661' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1879915147934794661?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1879915147934794661?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/03/luar-biasa-seorang-ob-menjadi-vice.html' title='Luar biasa..! Seorang OB Menjadi Vice President City Bank.'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CE4DRH0-eSp7ImA9WhZREUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-5941927937997549762</id><published>2011-02-14T21:51:00.000-08:00</published><updated>2011-04-07T00:56:15.351-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-04-07T00:56:15.351-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air mata. mutiara'/><title>Air Mata Kerang...</title><content type='html'>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu terdiam sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu jangan teralu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu karena hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kerangpun melakukan nasihat ibunya. Ada hasilnya tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun lamanya tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya dan makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sesudah sekian tahun sebutir mutiara besar, utuh mengkilap dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************************&lt;br /&gt;Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan coboaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi “kerang biasa” yang disantap morang atau menjadi “kerang yang menghasilkan mutiara”Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang sukses lebih sedikit dari orang yang “biasa-biasa saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu maka cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut dan sambil katakan di dalam hatimu ………………………….&lt;br /&gt;“Airmataku diperhitungkan Tuhan……….dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.” by Fortigate&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-5941927937997549762?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/5941927937997549762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=5941927937997549762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5941927937997549762?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5941927937997549762?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/02/air-mata-kerang.html' title='Air Mata Kerang...'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkcCQHg8eyp7ImA9WhZSFE0.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-5875462133421646999</id><published>2011-01-29T04:16:00.002-08:00</published><updated>2011-03-29T05:01:01.673-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-03-29T05:01:01.673-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bayi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih ibu'/><title>Renungan – Percakapan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Dilahirkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-1exVXCkRJfA/TZHHjMlh2DI/AAAAAAAAA7o/bn5p3wLtKGM/s1600/aiko-crop.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 257px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-1exVXCkRJfA/TZHHjMlh2DI/AAAAAAAAA7o/bn5p3wLtKGM/s320/aiko-crop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589468020031477810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia,menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat,siapa yang akan melindungi saya”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaku, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenanglah ibu yang menyayangimu..&lt;br /&gt;Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…&lt;br /&gt;Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatkah engkau..ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?&lt;br /&gt;Dan ingatkan engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah…mohon maaf…pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan kau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang,ketika ibu telah tiada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi di depan pintu yang menyambut kita…,tak ada lagi senyuman indah…tanda bahagia..&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya..yang ada hanyalah baju yang digantung di lemarinya..&lt;br /&gt;Tak ada lagi..dan tak akan ada lagi.. Yang akan meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya..&lt;br /&gt;Pulang..dan kembalilah segera…peluklah ibu yang selalu menyayangimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sources:&lt;br /&gt;text : &lt;a href="http://adf.ly/1125B"&gt;suatu renungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Picture: Aiko&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-5875462133421646999?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/5875462133421646999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=5875462133421646999' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5875462133421646999?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/5875462133421646999?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/01/renungan-percakapan-bayi-dengan-tuhan.html' title='Renungan – Percakapan Bayi Dengan Tuhan Sebelum Dilahirkan'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-1exVXCkRJfA/TZHHjMlh2DI/AAAAAAAAA7o/bn5p3wLtKGM/s72-c/aiko-crop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;AkEHRXkyfCp7ImA9Wx9VEEo.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-4688030974538208825</id><published>2011-01-26T12:06:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T13:50:34.794-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-01-26T13:50:34.794-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KDRT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perlindungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kekerasan'/><title>Kemana Aku Meminta Perlindungan dan Pertolongan?</title><content type='html'>Nasib malang terkadang bertubi-tubi datang pada para wanita tanpa mereka tahu harus berlindung kepada siapa. Jerit tangis rasanya sudah habis, air mata pun sudah bukan lagi menjadi senjata, namun siapakah yang mau maju untuk membela kepentingan para wanita yang seringkali menjadi korban dari kekejaman kaum laki-laki yang tidak beriman, yang dengan semena-mena melepaskan tanggung jawab, bahkan bukan menjadi pelindung namun menjadi penyerang. Lalu kepada siapa para wanita ini meminta perlindungan dan pertolongan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama kali membaca kata demi kata paragraf itu disuatu site di dunia maya ini  (dikutip dari http://adf.ly/N2oZ), aku hanya tersenyum. Dalam hatiku aku hanya berucap, kasihan ... Tetapi beberapa bulan kemudian, ketika aku mengalaminya, mataku sembab, tubuhku gemetar, karena aku tak tahu lagi harus kemana kulangkahkan kakiku meminta perlindungan? Siapakah yang mau maju untuk membela kepentinganku dari kekejaman laki-laki yang dengan semena-mena melepaskan tanggungjawabnya senagai suami? Bahkan saat ini bersekongkol dengan rivalku menyerangku n berusaha mem-bui-kanku?? Kepada siapa aku meminta perlindungan dan pertolongan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepolisian Resort kota Jakarta Pusat, dan Departmen  Hukum dan Hak Azazi manusia untuk Perempuan Surabaya,sudah aku datangi dan aku lapori, Rumah Perlindungan sudah aku diami, Gubernur DKI, bapak Fauzi Bowo dan jajaran aparatnya di tingkat pemerintahan Kota hingga kecamatan dan kelurahan sudah aku surati, Menteri Hukum dan HAM, Bapak Patrialis Akbar, sudah aku emal-i, tak kurang dari 10 orang sahabat dibidang hukum dan HAM serta polisi dan jurnalis juga kru media televisi aku mintai pendapat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah asa-ku terhenti di sini... Menerima apa adanya? Ataukah aku harus tetap berjuang, berusaha mencari kebenaran hukum dan keadilan dan berjuang mempertahankan  hak-hakku sebagai perempuan di negeri yang aku cintai ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pandangan nanar aku hanya bisa menjerit.... Tuhan Tolonglah aku... Kuatkanlah aku... aku tahu Kau tak akan memberikan beban yang tak kuat kupikul...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-4688030974538208825?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/4688030974538208825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=4688030974538208825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/4688030974538208825?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/4688030974538208825?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/01/nasib-malang-terkadang-bertubi-tubi.html' title='Kemana Aku Meminta Perlindungan dan Pertolongan?'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DUQEQHk8fSp7ImA9Wx9WFUk.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-1393823377142948515</id><published>2011-01-20T08:08:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T10:15:01.775-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-01-20T10:15:01.775-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='thank you power'/><title>The power of saying "thank you"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TThpPkIu2wI/AAAAAAAAA0w/vhdawLW0Rlk/s1600/92967.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height:160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TThpPkIu2wI/AAAAAAAAA0w/vhdawLW0Rlk/s320/92967.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564313055735503618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;by Melcrum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thank you" – probably two of the most powerful words no matter what&lt;br /&gt;your language. My grandson is two years old and the other day I watched&lt;br /&gt;the smile that came to a waiter’s eyes when he said, "thank you" after the&lt;br /&gt;waiter brought his food. I then watched as the waiter went back and shared&lt;br /&gt;the story with a co-worker. The magic that occurred in that moment was&lt;br /&gt;quite striking for me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When we're young, most of our parents insist that we say "please" and&lt;br /&gt;"thank you" on a regular basis. It's interesting that as we grow to be adults&lt;br /&gt;and achieve success in our careers, we sometimes forget the power of those&lt;br /&gt;words.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Feeling valued and appreciated" has been a driver of employee&lt;br /&gt;engagement on just about every engagement survey I've seen – yet few&lt;br /&gt;companies receive high scores in this area. On a past occasion while&lt;br /&gt;discussing low employee scores in the "feeling valued and appreciated"&lt;br /&gt;category with an executive team, one of them looked at me and said,&lt;br /&gt;"What does that look like?" and I simply said, "Thank you.” It doesn’t&lt;br /&gt;necessarily take cars, trips and monetary gifts to make people feel valued.&lt;br /&gt;It can be accomplished with simple words that let people know you&lt;br /&gt;appreciate them and the work they do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here's a simple three-step recognition process:&lt;br /&gt;1] This is what I saw&lt;br /&gt;2] This is the impact it had&lt;br /&gt;3] Thank you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try using this once or twice a day with colleagues. You'll find it only takes&lt;br /&gt;seconds and probably has a greater return on investment than anything&lt;br /&gt;else you can do in such a short time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some other fun and easy methods that companies use to recognize&lt;br /&gt;employees include:&lt;br /&gt;-Writing a thank you note on the back of their business cards&lt;br /&gt;-Giving people an "I got caught" (doing something good) award that's&lt;br /&gt;good for admission to a pizza lunch with an executive&lt;br /&gt;-Giving out magnets that can be attached to a picture frame that the&lt;br /&gt;company gives as a gift&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About Melcrum&lt;br /&gt;Melcrum is a research and&lt;br /&gt;training business, expert in all&lt;br /&gt;aspects of internal&lt;br /&gt;communication. Through our&lt;br /&gt;global networks, we connect&lt;br /&gt;more than 18,000 professional&lt;br /&gt;communicators in sharing what&lt;br /&gt;works. We produce&lt;br /&gt;benchmarking research,&lt;br /&gt;periodicals, reports,&lt;br /&gt;membership websites and CDROMs&lt;br /&gt;and run training courses,&lt;br /&gt;conferences and workshops.&lt;br /&gt;www.melcrum.com&lt;br /&gt;Melcrum's Employee Engagement Newsletter is a free monthly resource for internal communicators.&lt;br /&gt;Melcrum Publishing Ltd, The Glassmills, 322B King Street, London, W6 0AX, UK&lt;br /&gt;Melcrum Publishing, 70 West Hubbard St, Suite 403, Chicago, IL 60610, USA&lt;br /&gt;Copyright Melcrum Publishing Limited 2007.&lt;br /&gt;If you have been forwarded this e-mail and want to subscribe, click here.&lt;br /&gt;To unsubscribe from this newsletter, click here.&lt;br /&gt;To contact the list owner, send your message to newsletters@melcrum.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-1393823377142948515?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/1393823377142948515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=1393823377142948515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1393823377142948515?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1393823377142948515?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/01/power-of-saying-thank-you.html' title='The power of saying &quot;thank you&quot;'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TThpPkIu2wI/AAAAAAAAA0w/vhdawLW0Rlk/s72-c/92967.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;A0QCRX48eyp7ImA9Wx9WFU4.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-6034224413686808040</id><published>2011-01-16T14:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T08:02:44.073-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-01-20T08:02:44.073-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='finery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='culture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='money'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='time'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='brains'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='health'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='falling in love'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='home'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='happiness'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='respect'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beauty'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='knowledge'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skill'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luxury'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='justice'/><title>What Money Can't Buy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TTNxJC6OAfI/AAAAAAAAA0o/fqVdJOZ_8B8/s1600/duwit_final.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TTNxJC6OAfI/AAAAAAAAA0o/fqVdJOZ_8B8/s320/duwit_final.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562914364946514418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A bed but not sleep&lt;br /&gt;Computer but not brains&lt;br /&gt;Food but not appetite&lt;br /&gt;Finery but not beauty&lt;br /&gt;A house but not a home&lt;br /&gt;Medicine but not a health&lt;br /&gt;Luxuries but not culture&lt;br /&gt;Amusements but not happiness&lt;br /&gt;Sex but not Love&lt;br /&gt;A clock but not time&lt;br /&gt;A book but not knowledge&lt;br /&gt;A position but not respect&lt;br /&gt;A blood but not life&lt;br /&gt;a judge but not justice&lt;br /&gt;an education but not skills&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Last,&lt;br /&gt;Money can buy you a friend but not friendship&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://klikbelajar.com/cerita-motivasi/what-money-can-buy-and-cannot/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-6034224413686808040?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/6034224413686808040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=6034224413686808040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6034224413686808040?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6034224413686808040?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/01/what-money-can-buy.html' title='What Money Can&apos;t Buy'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TTNxJC6OAfI/AAAAAAAAA0o/fqVdJOZ_8B8/s72-c/duwit_final.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkQMR349eyp7ImA9Wx9XF00.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-8711615178321846293</id><published>2011-01-10T14:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T14:59:46.063-08:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-01-10T14:59:46.063-08:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sorrow'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='affirmation'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lose someone'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='grief'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prayers'/><title>Grieving</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TSuNO8IyilI/AAAAAAAAA0U/q5-9Jee6fhY/s1600/funeral_final.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TSuNO8IyilI/AAAAAAAAA0U/q5-9Jee6fhY/s320/funeral_final.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;There is no cure for grief and there is no substitute for grieving, but to understand the process and to understand the transition from living in the material world to living in the spiritual world may lighten the load of grief.&lt;br /&gt;
It is normal to believe that you have lost someone you love when that person’s physical body ceases to function. However, we never “lose” anyone because we never cease to exist. A person does not have a soul, a person is the soul, and the soul is immortal.&lt;br /&gt;
Many times after the death of a loved one, the survivors are searching for answers and means of coping with the loss. These resources offer some direction and advice. Perhaps in some small way this may help you on your journey through grief:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/positive-ways-of-coping-with-grief/" title="Bereaved Resources | Positive Ways of Coping with Grief"&gt;POSITIVE WAYS OF COPING WITH GRIEF&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;describes various coping strategies to help you process and endure your grief. While not an exhaustive list, it can lead you in the right direction on the road to healing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/the-immortality-of-the-soul" title="Bereaved Resources | The Immortality of the Soul"&gt;&lt;b&gt;THE IMMORTALITY OF THE SOUL&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; gives a brief overview of how the different religions of the world view the immortality of the soul. For thousands of years people of faith have studied what happens when we die. The conclusion is that life is everlasting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/spirit-contact-as-a-tool-in-healing-grief" title="Bereaved Resources | Spirit Contact as a Tool in Healing Grief"&gt;&lt;b&gt;SPIRIT CONTACT AS A TOOL IN HEALING FROM GRIEF&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; explains some of the benefits of making contact with the soul of someone who is on the Other Side. Spirit Contact can validate your belief system that life is everlasting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/prayers-for-help/" title="Bereaved Resources | Prayers for Help"&gt;&lt;b&gt;PRAYERS FOR HELP&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; are a means of asking God’s help during difficult times.&lt;br /&gt;
How you believe in God, how you pray and what prayers you utilize are personal decisions. These examples are just a few prayers suggested by Mark Anthony.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://[www.healgriefwithbelief.com]/bereaved-resources/affirmations/" target="_blank" title="Bereaved Resources | Affirmations"&gt;&lt;b&gt;AFFIRMATIONS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;are a means of taking feelings and thoughts of sadness and replacing them with more positive thoughts and feelings. The journey through grief is a long and painful road, yet an affirmation may help you take a step in the right direction.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/the-worst-things-to-say-to-someone-in-grief/"&gt;&lt;b&gt;THE WORST THINGS TO SAY TO SOMEONE IN GRIEF.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; When someone you know has lost a loved one, it is natural to want to comfort and offer words of consolation. However, you must be careful what you say because sometimes what you may think are words of consolation may actually be hurtful to the bereaved person.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taken from:&lt;br /&gt;
http://www.healgriefwithbelief.com/bereaved-resources/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-8711615178321846293?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/8711615178321846293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=8711615178321846293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8711615178321846293?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8711615178321846293?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2011/01/there-is-no-cure-for-grief-and-there-is.html' title='Grieving'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TSuNO8IyilI/AAAAAAAAA0U/q5-9Jee6fhY/s72-c/funeral_final.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEMGRn4-cCp7ImA9WhZREUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-7598049802632033849</id><published>2010-10-24T10:21:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T00:47:07.058-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2011-04-07T00:47:07.058-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vice President'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bank'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Office Boy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Houtman Zainal Arifin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bank asing'/><title>Luar biasa..! Seorang OB Menjadi Vice President City Bank.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu kisah sukses yang sayang untuk dilewatkan... Seorang OB (Office Boy) bisa menjadi Vice President suatu bank, Bank asing lagi....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a class="pathway" href="http://www.andhykasedyawan.com/" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="small"&gt;Written by dr.Andhyka P Sedyawan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;/td&gt;        &lt;td align="right" class="buttonheading" width="100%"&gt;&lt;a href="http://www.andhykasedyawan.com/index.php?option=com_mailto&amp;amp;tmpl=component&amp;amp;link=aHR0cDovL3d3dy5hbmRoeWthc2VkeWF3YW4uY29tL2luZGV4LnBocD9vcHRpb249Y29tX2NvbnRlbnQmdmlldz1hcnRpY2xlJmlkPTIyNDpsdWFyLWJpYXNhLXNlb3Jhbmctb2ItbWVuamFkaS12aWNlLXByZXNpZGVudC1jaXR5LWJhbmsmY2F0aWQ9NDU6YW1hemluZy1ub3RlcyZJdGVtaWQ9NzI=" title="E-mail"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="font-family: Verdana,sans-serif;" valign="top"&gt;Salam Amazing… &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh sebuah karunia yang luar biasa bagi saya bisa menemukan kisah inspiratif ini di sebuah Web Koran.baru.com, hati ini terketuk untuk mensharingkan kembali kepada Sahabat2 Amazing, dan semoga ini bisa menjadi lecutan bagi kita untuk terus berusaha dan Semangat meraih Cita2 di kehidupan ini. ialah seorang yang memiliki pribadi dan kisah menakjubkan. Dialah Houtman Zainal Arifin, seorang pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy yang kemudian menjadi Vice President Citibank di Indonesia. Sebuah jabatan Nomor 1 di Indonesia karena Presiden Direktur Citibank sendiri berada di USA. Wah..menakjubkan, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;So, yuk kita teruskan ceritanya,&lt;input align="right" border="1" hspace="10" src="http://www.andhykasedyawan.com/images/stories/ob.jpg" type="image" vspace="10" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekitar tahun 60an Houtman memulai karirnya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Merantau dari kampung dengan penuh impian dan harapan, Houtman remaja berangkat ke Jakarta. Di Jakarta ternyata Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan ibukota ternyata sangat keras dan tidak mudah. Tidak ada pilihan bagi seorang lulusan SMA di Jakarta, ya.. hanya lulusan SMA.&lt;/div&gt;Pekerjaanpun tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-family: Verdana,sans-serif;" valign="top"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-family: Verdana,sans-serif;" valign="top"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="font-family: Verdana,sans-serif;" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Baca kisah lanjutannya ya... &lt;a href="http://www.andhykasedyawan.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=224:luar-biasa-seorang-ob-menjadi-vice-president-city-bank&amp;amp;catid=45:amazing-notes&amp;amp;Itemid=72"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga menjadi inspirasi bagi pembaca semua... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Thanks to&lt;/span&gt;: &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1069084932"&gt;:&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Andhyka P Sedyawan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-7598049802632033849?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/7598049802632033849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=7598049802632033849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7598049802632033849?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7598049802632033849?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/luar-biasa-seorang-ob-menjadi-vice.html' title='Luar biasa..! Seorang OB Menjadi Vice President City Bank.'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkYBQ386eip7ImA9Wx5UGEQ.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-6225001247682417515</id><published>2010-10-23T16:37:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T20:15:52.112-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-23T20:15:52.112-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='William James Sidis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak-anak  karbitan'/><title>ANAK-ANAK KARBITAN - Oleh Dewi Utama Faizah*)</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;*) Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation. &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMOkolt9cYI/AAAAAAAAAuU/5WfIF-K17IA/s1600/anak2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMOkolt9cYI/AAAAAAAAAuU/5WfIF-K17IA/s200/anak2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #274e13; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Anak-anak yang digegas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #274e13; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menjadi cepat mekar&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #274e13; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cepat matang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #274e13; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cepat layu...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Di mana mana orangtua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Captive Market I &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kondisi di atas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Di samping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidaktahuannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Anak-Anak Yang Digegas...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Di antaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnva bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik&amp;nbsp;di dalam dan di luar sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/William_James_Sidis"&gt;William James Sidis, &lt;/a&gt;putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka, pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, di mana seorang ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 tahun ia menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bermakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasanmya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang di mana-mana, di Indonesia...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;"Early Ripe, Early Rot...!" &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak Kanak (pra sekolah). Taman Kanak-Kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal " The Process of Education" pada lahun 1960. Ia menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development". Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang disalahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk... Early ripe, early rot!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep "kesiapan-readiness" dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological limitations on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan intelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak-anak menjadi cepat mekar. Anak-anak menjadi "miniature orang dewasa ".&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;form action="/ajax/ufi/modify.php" ajaxify="1" class="commentable_item autoexpand_mode comment_form_454393764379" id="commentable_item_711078497" method="POST" name="add_comment"&gt;&lt;input name="charset_test" type="hidden" value="€,´,€,´,水,Д,Є" /&gt;&lt;input autocomplete="off" name="fb_dtsg" type="hidden" value="EfUu0" /&gt;&lt;input autocomplete="off" id="feedback_params" name="feedback_params" type="hidden" value="{&amp;quot;actor&amp;quot;:&amp;quot;1543337738&amp;quot;,&amp;quot;target_fbid&amp;quot;:&amp;quot;454393764379&amp;quot;,&amp;quot;target_profile_id&amp;quot;:&amp;quot;1543337738&amp;quot;,&amp;quot;type_id&amp;quot;:&amp;quot;14&amp;quot;,&amp;quot;source&amp;quot;:&amp;quot;2&amp;quot;,&amp;quot;assoc_obj_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;source_app_id&amp;quot;:&amp;quot;&amp;quot;,&amp;quot;extra_story_params&amp;quot;:[],&amp;quot;check_hash&amp;quot;:&amp;quot;9a304757b3bc218f&amp;quot;}" /&gt;&lt;input autocomplete="off" id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="3d8338d833fce036041024a229e687dd" /&gt;&lt;label class="mts commentBtn stat_elem uiButton uiButtonConfirm uiButtonMedium"&gt;&lt;input name="comment" type="submit" value="Comment" /&gt;&lt;/label&gt;&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;action&amp;quot;}"&gt; · &lt;button class="like_link stat_elem as_link" name="like" onclick="fc_click(this, false); return true;" title="Like this item" type="submit"&gt;&lt;span class="default_message"&gt;Like&lt;/span&gt;&lt;span class="saving_message"&gt;Unlike&lt;/span&gt;&lt;/button&gt; · &lt;a href="http://www.facebook.com/ajax/share_dialog.php?s=4&amp;amp;appid=2347471856&amp;amp;p[]=1543337738&amp;amp;p[]=454393764379" rel="dialog"&gt;Share&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/form&gt;&lt;form action="/ajax/ufi/modify.php" ajaxify="1" class="commentable_item autoexpand_mode comment_form_454393764379" id="commentable_item_711078497" method="POST" name="add_comment"&gt;&lt;label class="mts commentBtn stat_elem uiButton uiButtonConfirm uiButtonMedium"&gt;&lt;/label&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="UIActionLinks UIActionLinks_bottom" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;action&amp;quot;}"&gt;Thanks to : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/notes.php?id=1543337738#%21/notes.php?id=1543337738"&gt;NONIK DAHLIA&lt;/a&gt;&lt;/form&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-6225001247682417515?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/6225001247682417515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=6225001247682417515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6225001247682417515?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6225001247682417515?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/anak-anak-karbitan-oleh-dewi-utama.html' title='ANAK-ANAK KARBITAN - Oleh Dewi Utama Faizah*)'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMOkolt9cYI/AAAAAAAAAuU/5WfIF-K17IA/s72-c/anak2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DkYHSXozfCp7ImA9Wx5UGEo.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-8764855729767818542</id><published>2010-10-23T15:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T15:48:58.484-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-23T15:48:58.484-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Romo Mangun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EQ'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah'/><title>Definisi Sukses/ Cerdas (bacaan bagus buat para ortu)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMNl_Js4tII/AAAAAAAAAuQ/xVKeQk_p5iM/s1600/emotional-intelligence-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMNl_Js4tII/AAAAAAAAAuQ/xVKeQk_p5iM/s320/emotional-intelligence-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ingat waktu di SMA dulu, kami (murid) harus menjalani test IQ untuk penjurusan. Sekolah saya menetapkan bahwa murid-murid dengan IQ tinggi bisa masuk ke jurusan IPA/Science. Murid dengan IQ sedang hanya bisa masuk jurusan Sosial dan yang paling rendah IQnya hanya diijinkan untuk masuk ke jurusan Bahasa. Aturan di sekolah saya ternyata berlawanan dengan aturan dari SMA swasta terkenal di Yogyakarta yang mengarahkan anak-anak yang ber IQ paling tinggi justru ke jurusan Bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sewaktu saya diskusi dengan Romo Mangun Wijaya (Alm) tentang kurikulum sekolah, Beliau mengatakan bahwa &lt;a href="http://www.facebook.com/notes.php?id=1543337738#%21/note.php?note_id=454405219379"&gt;pendidikan di Indonesia&lt;/a&gt; (klik untuk melanjutkan membaca artikel ini)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, mungkin definisi SUKSES/CERDAS adalah... ada baiknya jika anda membaca artikel berikut : &lt;a href="http://umum.kompasiana.com/2009/01/11/iq-eq-sq-dan/"&gt;IQ, EQ, SQ dan...&lt;/a&gt; dan sebagai penutup, meminjam kata- kata  dari Howard Gardner, yang PENTING bahwa : “BUKAN SEBERAPA CERDAS ANDA TETAPI BAGAIMANA ANDA MENJADI CERDAS ! ”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber artikel : unknown and &lt;a href="http://www.kompasiana.com/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Thanks to &lt;a href="http://www.kompasiana.com/msujaianhar"&gt;Msujaianhar&lt;/a&gt; and&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#%21/notes.php?id=1543337738"&gt;Nonik Dahlia's note&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sumber Gambar : http://empathyinsight.com/spiritual-intelligence'.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-8764855729767818542?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/8764855729767818542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=8764855729767818542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8764855729767818542?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8764855729767818542?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/definisi-sukses-cerdas-bacaan-bagus.html' title='Definisi Sukses/ Cerdas (bacaan bagus buat para ortu)'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TMNl_Js4tII/AAAAAAAAAuQ/xVKeQk_p5iM/s72-c/emotional-intelligence-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;AkQNRHoyfip7ImA9Wx5UEUw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-1432231327396110354</id><published>2010-10-14T21:51:00.003-07:00</published><updated>2010-10-14T21:53:15.496-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-14T21:53:15.496-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='air mata. mutiara'/><title>Air Mata Kerang...</title><content type='html'>Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tanganpun, sehingga ibu tidak bisa menolongmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si ibu terdiam sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu jangan teralu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu karena hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak kerangpun melakukan nasihat ibunya. Ada hasilnya tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun lamanya tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya dan makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya sesudah sekian tahun sebutir mutiara besar, utuh mengkilap dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga.Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*******************************&lt;br /&gt;
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan coboaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi “kerang biasa” yang disantap morang atau menjadi “kerang yang menghasilkan mutiara”Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang sukses lebih sedikit dari orang yang “biasa-biasa saja”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu maka cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut dan sambil katakan di dalam hatimu ………………………….&lt;br /&gt;
“Airmataku diperhitungkan Tuhan……….dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.” by Fortigate&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disadur dari &lt;a href="http://www.facebook.com/home.php?#%21/note.php?note_id=441471392361"&gt;Bunda Maria Santa Perawan Suci Facebook group &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-1432231327396110354?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/1432231327396110354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=1432231327396110354' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1432231327396110354?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/1432231327396110354?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/air-mata-kerang.html' title='Air Mata Kerang...'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;D0IMRH4ycCp7ImA9Wx5UEUs.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-101762269401664664</id><published>2010-10-14T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T10:59:45.098-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-15T10:59:45.098-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjuangan seorang ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih ibu'/><title>Perjuangan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TLiWPsFvNQI/AAAAAAAAAuI/-o24a97GwvI/s1600/cinta+mama.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TLiWPsFvNQI/AAAAAAAAAuI/-o24a97GwvI/s1600/cinta+mama.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TLiWPsFvNQI/AAAAAAAAAuI/-o24a97GwvI/s200/cinta+mama.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ada kalanya sesuatu yang tidak bisa di beli dengan uang, berikut ini adalah sebuah kisa&amp;nbsp;nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggallah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.Dan kemudian berkata kepada ibunya: " Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata : "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: "Masih dengan beras yang sama".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya" .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara seiman dalam Kristus : " ingatlah akan hal ini Kasih ibu&amp;nbsp;sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: " Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. .. selamanya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah disadur dari book of&amp;nbsp; love pada&lt;a href="http://www.facebook.com/notes.php?id=100086358708"&gt; Bunda Maria Santa Perawan Suci's Notes&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-101762269401664664?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/101762269401664664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=101762269401664664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/101762269401664664?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/101762269401664664?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/perjuangan-seorang-ibu.html' title='Perjuangan Seorang Ibu'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TLiWPsFvNQI/AAAAAAAAAuI/-o24a97GwvI/s72-c/cinta+mama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;C0QBQHY8cCp7ImA9Wx5UEE8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-7457579624000335437</id><published>2010-10-13T18:55:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T18:55:51.878-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-13T18:55:51.878-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penerimaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dorongan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='permusuhan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membesarkan anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyesali diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketakutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pujian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleransi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iri hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menyenangi diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olok-olok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasa takut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dukungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang'/><title>Bagaimana Membesarkan Anak...</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan,&amp;nbsp; ia belajar merasa bersalah&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan&lt;br /&gt;
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorothy Law Nolte.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-7457579624000335437?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/7457579624000335437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=7457579624000335437' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7457579624000335437?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7457579624000335437?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/bagaimana-membesarkan-anak.html' title='Bagaimana Membesarkan Anak...'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Ak4BRHkycCp7ImA9Wx5VGEg.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-6559135560868696376</id><published>2010-10-11T21:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-11T21:49:15.798-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-10-11T21:49:15.798-07:00</app:edited><title>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.&lt;br /&gt;
Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa aku tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-6559135560868696376?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/6559135560868696376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=6559135560868696376' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6559135560868696376?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6559135560868696376?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/10/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEEDQ3s5fip7ImA9Wx5WE0s.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-6799438931812829667</id><published>2010-09-24T13:59:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T14:11:12.526-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-09-24T14:11:12.526-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari  Non-kekerasan Internasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahatma Gandhi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalah untuk menang'/><title>Kalah Untuk Menang</title><content type='html'>&lt;div style="color: #741b47; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk memperingati Hari Kelahiran Mahatma Gandhi. Hari lahirnya tanggal 2 Oktober, diperingati sebagai Gandhi Jayanthi dengan doa-doa dan semangat patriotisme seluruh India,  bahkan oleh PBB dijadikan “Hari Non-Kekerasan Internasional”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=aansetia.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Faansetia.files.wordpress.com%2F2009%2F12%2Fmahatma-gandhi.jpg&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Faansetia.wordpress.com%2F2009%2F12%2F05%2Fjejak-pemikiran-mahatma-gandhi%2F" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;amp;site=aansetia.wordpress.com&amp;amp;url=http%3A%2F%2Faansetia.files.wordpress.com%2F2009%2F12%2Fmahatma-gandhi.jpg&amp;amp;sref=http%3A%2F%2Faansetia.wordpress.com%2F2009%2F12%2F05%2Fjejak-pemikiran-mahatma-gandhi%2F" width="271" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Suatu hari Mahatma Gandhi yang sudah tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Lalu pintu tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yang terlepas tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang.sebelah dan melemparkannya keluar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, "Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan Pak. Mengapa Anda melempakan sepatu Anda yang sebelah juga ?" Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dalam cerita di atas Mahatma Gandhi memahami filosofi dasar dalam hidup - jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik. Ini semua dapat diartikan : supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi. Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya si bapak tua nantinya bisa mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkan. Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi,setiap pemikiran dan tindakan kita dalam hidup ini, mempunyai cara untuk kembali kepada kita, cepat atau lambat, ia akan seperti gema, untuk mengganjar perbuatan baik. Hukum alam tentang reaksi adalah pedang bermata dua. Jika perbuatan kita manis, murah hati, ikhlas dan baik hati, maka gema yang kembali cenderung mengangkat, mendukung dan memuaskan hidup kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taken from :&lt;br /&gt;
Writing :&lt;a href="http://www.andhykasedyawan.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=161:kalah-untuk-menang-yeaa&amp;amp;catid=45:amazing-notes&amp;amp;Itemid=72"&gt;Sahabat Yang Amazing&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Image: &lt;a href="http://aansetia.wordpress.com/2009/12/05/jejak-pemikiran-mahatma-gandhi/"&gt;Mahatma Gandhi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-6799438931812829667?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/6799438931812829667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=6799438931812829667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6799438931812829667?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/6799438931812829667?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/09/kalah-untuk-menang.html' title='Kalah Untuk Menang'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CEINQXc_eCp7ImA9Wx5WEkU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-2179642243299079817</id><published>2010-09-23T15:56:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T15:56:30.940-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-09-23T15:56:30.940-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CINTA'/><title>Cinta yang Besar</title><content type='html'>Suatu pagi yang sunyi, di suatu desa kecil di Korea, ada sebuah bangunan kayu mungil yang atapnya ditutupi oleh seng-seng. Itu adalah rumah yatim piatu di mana banyak anak tinggal akibat orang tua mereka meninggal dalam perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, kesunyian pagi itu dipecahkan oleh bunyi mortir yang jatuh di atas rumah yatim piatu itu. Atapnya hancur oleh ledakan, dan kepingan-kepingan seng mental ke seluruh ruangan sehingga membuat banyak anak yatim piatu terluka. Ada seorang gadis kecil yang terluka di bagian kaki oleh kepingan seng tersebut, dan kakinya hampir putus. Ia terbaring di atas puing-puing ketika ditemukan, P3K segera dilakukan dan seseorang dikirim dengan segera ke rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para dokter dan perawat tiba, mereka mulai memeriksa anak-anak yang terluka. Ketika dokter melihat gadis kecil itu, ia menyadari bahwa pertolongan yang paling dibutuhkan oleh gadis itu secepatnya adalah darah. Ia segera melihat arsip yatim piatu untuk mengetahui apakah ada orang yang memiliki golongan darah yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perawat yang bisa berbicara bahasa Korea mulai memanggil nama-nama anak yang memiliki golongan darah yang sama dengan gadis kecil itu. Kemudian beberapa menit kemudian, setelah terkumpul anak-anak yang memiliki golongan darah yang sama, dokter berbicara kepada kelompok anak-anak itu dan perawat menerjemahkan, “Apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya utk gadis kecil ini?" Anak-anak tersebut tampak ketakutan, tetapi tidak ada yang berbicara. Sekali lagi dokter itu memohon, "Tolong, apakah ada di antara kalian yang bersedia memberikan darahnya untuk teman kalian? Karena jika tidak ia akan meninggal!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ada seorang bocah laki-laki di belakang mengangkat tangannya dan perawat membaringkannya di ranjang untuk mempersiapkan proses transfusi darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika perawat mengangkat lengan bocah untuk membersihkannya, bocah itu mulai gelisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tenang saja," kata perawat itu, "Tidak akan sakit kok."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dokter mulai memasukan jarum, ia mulai menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah sakit?" tanya dokter itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bocah itu malah menangis lebih kencang. "Aku telah menyakiti bocah ini!" kata dokter itu dalam hati dan mencoba untuk meringankan sakit bocah itu dengan menenangkannya, tetapi tidak ada gunanya. Setelah beberapa lama, proses transfusi telah selesai dan dokter itu minta perawat untuk bertanya kepada bocah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah sakit?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bocah itu menjawab, "Tidak, tidak sakit."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Lalu kenapa kamu menangis?" tanya dokter itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Karena aku sangat takut untuk meninggal" jawab bocah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter itu tercengang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kenapa kamu berpikir bahwa kamu akan meninggal?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan air mata di pipinya, bocah itu menjawab, "Karena aku kira untuk menyelamatkan gadis itu aku harus menyerahkan seluruh darahku…"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter itu tidak bisa berkata apa-apa, kemudian ia bertanya, "Lalu jika kamu pikir kamu akan meninggal, kenapa kamu bersedia untuk memberikan darahmu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terisak ia berkata, "Karena dia adalah temanku, dan aku mengasihinya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bisakah kita memiliki cinta sedemikian besar dan tulus terhadap sesama?*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Repost from ChrisTsaiyg Jw&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-2179642243299079817?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/2179642243299079817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=2179642243299079817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2179642243299079817?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2179642243299079817?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/09/cinta-yang-besar.html' title='Cinta yang Besar'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;A0EGQHk5fCp7ImA9Wx5WEUw.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-7792539108083341481</id><published>2010-09-21T18:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T18:40:21.724-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-09-21T18:40:21.724-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati sebesar cawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menikmati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolam'/><title>Hati Sebesar Cawan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TJla0Kx4iPI/AAAAAAAAAt4/m8W_OBuivlc/s1600/org+di+bwh+phn.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TJla0Kx4iPI/AAAAAAAAAt4/m8W_OBuivlc/s200/org+di+bwh+phn.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;" Waduh, Kenapa hidupku selalu dirundung malang begini setiap hari ?" lelaki itu berkeluh kesah. selam hidupnya dia tidak pernah merasakan ketenangan yang sebenarnya. Hatinya tidak pernah sepi dari kerisauan. Pikirnya Tuhan tidak pernah sudi memberikan kedamaian hati kepadanya. Dia sangat cemburu apabila dia memandang sekelilingnya. Mereka bebas tertawa dan mudah tersenyum. Tapi dia ? Dia hanya mampu tenggelam dalam kesepian dan keresahannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hatinya tidak mampu mengisi segala masalah yang menghimpit jiwanya. lalu setelah lelah dan puas berpikir. Suatu hari dia berjalan lunglai ke ujung suatu kampung. Niatnya untuk menemui seorang lelaki tua yang setiap hari wajahnya kelihatan sejuk,&amp;nbsp; tersenyum, dan penuh kedamaian. Dia ingin sekali mengetahui apa yang menjadi rahasia dari lelaki tua tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bertemu dengan lelaki tua tersebut, dia menceritakan semua masalah, keluh kesah serta keriasauan yang sering dia alami. Lelaki tua itu mendengarnya sambil tersenyum. Lalu lelaki tua itu mengajaknya ke sebuah kolam yang besar dan jernih serta membawa sebuah cawan. pemuda itu mengikutinya sambil merasa keheranan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Anak muda..." Lelaki tua itu bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
" Isi cawan itu dengan air dan masukan sebungkus garan ke dalamnya." ujarnya lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sekarang kamu minumlah air tersebut" dengan keheranan pemuda itu mengikuti kata2 lelaki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa rasanya ?" tanya lelaki tua itu ketika melihat muka si pemuda itu berkerut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Asin !" jawab si pemuda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sekarang kamu masukan sebungkus garam ke dalam kolam itu, dan kamu minum airnya" Pemuda itu mengikuti tanpa berani membantahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa rasanya, anakku?" tanya lelaki tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tawar, tidak asin seperti tadi." pemuda itu menjawab sambil melap mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Anakku, apa kamu mengerti, mengapa aku menyuruhmu berbuat begitu ?" tanya lelaki tua itu sambil memandang pemuda tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Anakku, beginilah perumpamaan kita dan masalah. Garam itu umpamanya masalah. cawan dan kolam itu seumpama hati kita. Setiap orang mempunyai masalah, ditimpa oleh masalah dan diuji dengan masalah. Tetapi, kalo hati kita sebesar cawan, maka kita akan merasakan pahiitnya masalah itu, pedihnya hati kita dan keresahan kita. Tetapi kalo hati kita sebesar kolam, masalah tidak akan menggangu kita. Kita masih boleh tersenyum, sebab kita akan mengerti masalah, bukan hadir untuk menyusahkan kita. Masalah dianugerahkan untuk kita berpikir, untuk kita belajar bersabar.Masalah akan memberi hikmah kepada kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anakku, itulah rahasiaku. Aku senantiasa berlapang dada, aku senantiasa membesarkan jiwaku, supaya aku boleh berpikir tentang perkara-perkara lain yang masih boleh memberi kebahagiaan kepadaku. Aku tidak akan sesekali membiarkan hatiku menjadi sekecil cawan, sehingga aku tidak mampu menanggung diriku sendiri."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka pada petang itu juga, pemuda itu pulang dengan senyum terukir di wajahnya. Dalam hati dia berjanji untuk senantiasa membesarkan jiwanya dan berlapang dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat sekalian, janganlah kita membiarkan kita lemas dalam masalah. Tetapi nikmatilah masalah itu. Sesungguhnya ada hikmah sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taken from : &lt;a href="http://www.facebook.com/notes/bunda-penolong-abadi/hati-sebesar-cawan/466333045585"&gt;Bunda-Penolong Abadi &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-7792539108083341481?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/7792539108083341481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=7792539108083341481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7792539108083341481?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7792539108083341481?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/09/hati-sebesar-cawan.html' title='Hati Sebesar Cawan'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TJla0Kx4iPI/AAAAAAAAAt4/m8W_OBuivlc/s72-c/org+di+bwh+phn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CkUGQXw5eip7ImA9Wx5QF0s.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-8816782709149506173</id><published>2010-09-06T01:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T01:03:40.222-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-09-06T01:03:40.222-07:00</app:edited><title>Couples</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=187414&amp;amp;id=541207583" target=""&gt;Couples&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;There are 12 Letters Separating I and U&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There are twelve letters of the alphabet&lt;br /&gt;
K&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;eeping I and U separated and apart&lt;br /&gt;
For I to get to U, stand next to each other&lt;br /&gt;
I journey past the other twelve letters on the way&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
You are the thirteenth letter in the journey&lt;br /&gt;
My lucky sign, the luckiest of numbers&lt;br /&gt;
Connecting I to the Divine Goddess of the moon above&lt;br /&gt;
Thirteen moons revolving around the Globe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The thirteenth letter I meet is my lucky one&lt;br /&gt;
Just like the thirteen planets around our Sun&lt;br /&gt;
Completing our Solar system we dance around each other&lt;br /&gt;
Creating a UNIversal symphony inside our Galaxy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The journey in the beginning may seem long&lt;br /&gt;
Filled with many imagined dangers along the path&lt;br /&gt;
Eventually after passing through the 12 astrology signs&lt;br /&gt;
We meet and face each other I next to U at last&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I thought I would never get to U&lt;br /&gt;
That by the time I reached the end of the journey&lt;br /&gt;
The alphabet would cease to exist, vanish&lt;br /&gt;
And with it so would U my love&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Finally here I AM right next to U&lt;br /&gt;
U look so beautiful and so inviting&lt;br /&gt;
A cup to I’s connected together by a simple line&lt;br /&gt;
I love U, speechless, no words to describe my devotion&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shocked into silence by your beauty&lt;br /&gt;
I want to slide into your cupped open arms&lt;br /&gt;
Melt away like a dark chocolate&lt;br /&gt;
Consumed in the heat, evaporate up to the sky above&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Freed at last from human bondage&lt;br /&gt;
Only a small blue feather floating down to earth&lt;br /&gt;
Marking the spot where I was last seen&lt;br /&gt;
As I joined U and become invisible Star-dust&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I come to U with Grateful tears of Love&lt;br /&gt;
Joyful for your gracious invitation&lt;br /&gt;
I have yearned for U for so long&lt;br /&gt;
Waiting with baited breath for this ecstasy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I Love U, yearn to be enveloped in your embrace&lt;br /&gt;
Only U and no other can make me feel this way&lt;br /&gt;
I cry the tears of joy I held back so long&lt;br /&gt;
I am so overwhelmed with Love for U, my love&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The letters and signposts all around me&lt;br /&gt;
Every-one of them were guiding what path to follow&lt;br /&gt;
It was the road which led me back to U&lt;br /&gt;
Finally I AM here HOME and we are ONE at LUST&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Copyright Lola Theodora September 6th 2010.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-8816782709149506173?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/8816782709149506173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=8816782709149506173' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8816782709149506173?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/8816782709149506173?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/09/couples.html' title='Couples'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;A0UDQHY_fCp7ImA9Wx5QEU8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-600286619474117739</id><published>2010-08-29T17:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T17:47:51.844-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-29T17:47:51.844-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leukemia'/><title>Kisah Kehidupan...  Sembuh Dari Liukemia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.klinikrohani.com/2008/06/perjuangan-natarini-perangi-leukimia.html"&gt;Perjuangan Natarini Perangi Leukimia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;span class="post-comment-link" style="float: right;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-author vcard" style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: transparent url() no-repeat scroll 0% 0%; padding-left: 0px;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr_Kvg6YrI/AAAAAAAAAso/5A16_3Rd9Gg/s1600/setetes+darah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr_Kvg6YrI/AAAAAAAAAso/5A16_3Rd9Gg/s320/setetes+darah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: center;"&gt;Eugenia Susy Tan minta tolong bagi yg punya teman2 berada di Singapore. Ini ada yang butuh donor darahgolongan O. Nama anaknya PATRICK dan dia sakit leukimia plus DB. Dan dia pendarahan terus.Stok darah di RS hanya sampai hari Senin tgl 30Augt 2010. Dia di opname di NUH Singapore. Yang bersedia bantu telp dr.Iwan Djuanda Sp.OG (papa patrick) di 83065992 (no singapore). Inibroadcast serius, mohon bantuannya teman2.Thanks&lt;/h6&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr-w9_ieDI/AAAAAAAAAsg/a95s7z6R-JU/s1600/golongan+darah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr-w9_ieDI/AAAAAAAAAsg/a95s7z6R-JU/s320/golongan+darah.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
OPTIMIS BEKAL AWAL KESEMBUHAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Divonis menderita leukemia, Natarini (22) langsung dibayangi kematian. Akan tetapi, gadis kelahiran Pandeglang, Banten, ini, kembali bersemangat hidup dan berjuang melawan penyakitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjuangan tak semudah perkataan. Ikuti pengakuan Natarini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aku masih terdaftar sebagai mahasiswa FISIP Universitas Tirta Yasa di Serang, Banten. Aku merasa fit dan bergairah untuk menyusun skripsi berjudul Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Derajad Kesehatan Masyarakat. Aneh ya, kuliahnya di FISIP tapi skripsinya tentang kesehatan. Sengaja aku menulis hal yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebab, berkat pelayanan yang primalah aku sembuh dari leukemia.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, aku memang lama mengidap leukemia. Namun, aku berhasil melawannya sehingga mendapatkan kesembuhan. Siapa bilang kanker darah atau bahasa mediknya leukemia, tak bisa disembuhkan? Asal tidak putus asa, mau berobat sebelum terlambat , Insya Allah, masih bisa disembuhkan. Modal utama melawan penyakit adalah optimis. Penyakit akan keok begitu kita mau melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang betul, perjuangan tak semudah perkataan. Pengalamanku menyatakan, ada masa terseok-seok saat penyakit menyerang bertubi- tubi. Atau saat kebosanan berobat datang menyergap. Tapi, jangan menyerah! Baiklah, aku akan mengisahkan penggalan hidup yang mesti kulalui tanpa menyerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KEMATIAN MEMBAYANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah melewati masa-masa perjuangan melawan leukemia sejak tahun 1996, ketika aku masih SMP. Sebelum tahu menderita leukimia, aku lebih dulu sering sakit-sakitan.&lt;br /&gt;
Biasanya, aku demam selama satu minggu. Setelah dibawa ke dokter, aku memang sembuh. Tapi baru tiga hari, demam datang lagi. Kata dokter cuma pilek, namun kenapa selalu berulang-ulang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, aku diajak Mama yang berprofesi sebagai guru, menjenguk muridnya yang sakit leukemia. Kebetulan murid itu masih saudara jauh kami. Kondisinya sungguh menyedihkan. Wajahnya begitu pucat dan rambutnya rontok. Awalnya, dia juga mengalami demam dan cepat lelah seperti aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah karena pernah membesuk muridnya itu atau memang merisaukan penyakitku, begitu aku demam lagi, Mama cepat-cepat membawaku ke dokter spesialis penyakit dalam. Kali ini, Pak Dokter menyarankan agar aku cek darah di Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo (RSCM).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba di RSCM aku langsung cek darah dan diopname. Meski hasil laboratorium baru diketahui seminggu kemudian, Mama menangis sejadi- jadinya. Mama menebak-nebak dan khawatir aku terkena leukemia. Seminggu pasca cek darah merupakan masa awal penderitaan. Rupanya dugaan kuat Mama memang benar. Hasil cek darah di laboratorium menunjukkan aku menderita leukemia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Rin, kamu sakit seperti mereka," kata Mama sembari menunjuk teman- teman satu bangsal di RSCM. Aku yang masih kecil dan lugu waktu itu, cuma bisa terdiam. Aku memang berada satu ruangan dengan anak-anak penderita leukemia. Aku merasa sedih melihat rekan sebayaku yang mukanya pucat akibat sel darah merahnya dimakan sel darah putih di tubuh sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelan tapi pasti, kematian langsung membayang di mataku. Wajah tembem dan pucat, rambut rontok sampai botak seperti teman-teman sebangsal, akankah kualami juga? Apakah nasibku akan seperti murid ibuku yang kemudian meninggal? Aku bergidik takut. "Enggak apa-apa. Bisa sembuh kok. Kamu belum terlambat berobat," kata dokter Jayadiman yang&lt;br /&gt;
merawatku. Ungkapannya memberi cahaya harapan.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;MOGOK MINUM OBAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari berikutnya terasa suram. Masih kuingat betul, aku diopname pertama kali tanggal 23 Oktober 1996. Artinya tiga hari kemudian aku berulang tahun ke-12. Tak ada pesta ulang tahun. Yang ada hanyalah kesakitan. Aku membayangkan hari-hari ke depanku yang buram dan tak pasti. Namun, setiap kali terngiang kata-kata Dr. Jayadiman tentang peluang sembuh, semangatku timbul kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya, aku rajin minum obat. Padahal usai minum obat, biasanya rasa sakit di tubuh seakan malah menjadi-jadi. Kadang terasa capek yang tak kepalang. Atau sebagian tubuhku seperti ditusuk-tusuk. Masih ditambah lagi, aku seminggu sekali dikemoterapi. Bukan main sakitnya usai dikemo yang bertujuan mematikan sel kanker. Dampaknya adalah rasa mual yang bukan main kuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama diopname, aku terus-menerus dikemoterapi. Secara tak sadar aku telah mematikan rasa sakit di tubuhku. Jadi, setiap kali harus menjalani pengobatan, aku sudah kebal. Akhirnya, setelah 2,5 bulan dirawat, aku diizinkan pulang. Selama itu, aku sudah ditransfusi darah sebanyak 56 kantong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sudah diizinkan pulang, bukan berarti aku sudah sembuh. Aku masih harus kontrol seminggu sekali. Hidupku masih bergantung pada obat dan terkadang transfusi darah. Bisa dibayangkan betapa kerasnya perjuangan Mama mempertahankan hidupku. Betapa tidak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu sekali kami harus ke RSCM. Padahal, kami tinggal di Kampung Pabrik Pandeglang, tak memiliki alat transportasi pribadi untuk ke Jakarta. Untuk kepentingan ke RS, kami harus seharian di angkutam umum. Selama di jalan, sering aku mesti menahan sakit. Kesehatanku memang belum baik betul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga tak pernah lagi bermain bersama teman-teman sebayaku. Sekian tahun aku melewati hari-hariku di dalam rumah. Begitu membosankan. Karena bosan pula, sesekali aku mogok minum obat. Tapi Mama tak pernah jera menyodorkan obat padaku. "Masak kita sudah berjuang sejauh ini, mau dilepas?" kata Mama menyemangatiku. Dilepas, artinya aku berhenti hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh tidak. Aku tak mau menyerah! Aku harus sembuh!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TESTIMONI DI DEPAN PRESIDEN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terus rajin minum obat. Sampai akhirnya terdengar kabar bahagia, tahun 1999 dokter di RSCM menyatakan tubuhku bebas dari leukemia.Aku dinyatakan berhenti minum obat. Horeee aku menang! Hilangnya penyakitku membuatku bersemangat sekolah lagi. Lulus SMP, aku bergairah masuk SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kendati tidak minum obat lagi, dokter bilang, aku harus menunggu masa lima tahun ke depan untuk dinyatakan benar-benar sembuh. Siapa tahu penyakit itu datang lagi kalau tak hati-hati menjaga pola makan dan pola hidup sehat. Maka itu, aku masih harus kontrol ke rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan itu tak urung sempat membuatku waswas. Aku trauma dirawat inap lagi. Akhirnya aku memilih menjaga pola makan. Aku benar-benar menjauhi makanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna. Aku tak mau yang serba instan. Juga tidak minum es. Makanan-makanan seperti itulah yang aku konsumsi di masa kecil. Bisa jadi jajanan anak-anak di sekolah yang tak sehat itu, ikut andil mendatangkan leukimia di tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menjaga pola makan dan hidup yang sehat, hingga sekarang aku tetap sehat. Kesehatan yang kumiliki juga kutopang dengan aktif ikut latihan pernapasan di Perguruan Persaudaraan Caliagra Suci, Pandeglang. Betapa aku sangat bersyukur karena Allah telah menolongku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, aku sering sedih bila mendengar orang mengatakan, leukemia atau kanker pada umumnya, tidak bisa disembuhkan. Lebih sedih lagi, aku pernah mendengar pernyataan seperti ini, dari salah satu pelayan kesehatan di daerahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya, beberapa waktu lalu bersama Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) dan pemerintah provinsi Banten, aku mengadakan seminar dan penyuluhan di daerahku itu. Aku selalu bilang, leukemia bisa sembuh. Atas usaha keras dan rida Allah, nyatanya aku bisa sembuh, kan? Karena itulah pengalamanku ini dengan senang hati kubagi kepada siapa pun yang membutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatanku di YOAI awalnya atas arahan Dr. Jaya yang dulu merawatku. Ceritanya, suatu kali aku melihat acara interaktif di televisi tentang penderita leukimia. Waktu itu, anak yang diwawancarai tidak bisa menceritakan secara rinci betapa sakitnya menderita leukimia. Mungkin karena masih anak-anak, ya. Aku tergerak ingin menceritakan tapi tak bisa terhubung di siaran interaktif itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya tahun lalu aku menemui Dr. Jaya. Beliau begitu surprise melihat kehadiranku. Beliau nyaris tidak mengenaliku lagi. Maklum, dulu aku masih mungil, kemudian muncul setelah menjelma menjadi gadis dewasa. Dokter Jaya menyarankan aku agar bergabung dengan YOAI. Di sana aku bisa jadi penyuluh untuk masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga, aku diterima YOAI dengan baik. Bahkan beberapa waktu lalu aku diajak testimoni di hadapan presiden. Hampir tiga bulan, aku juga diajak ke berbagai tempat melakukan penyuluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai perempuan normal dan sudah dewasa, kelak aku juga ingin menikah. Sempat terlintas kekhawatiran bagaimana dengan keturunanku kelak. Sungguh lega ketika dokter mengatakan aku boleh menikah kapan saja. "Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penyakit yang pernah bersarang di tubuhmu," kata Dr. Jaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah, di balik kesulitan selalu ada kemudahan . Tentu selagi kita mau berusaha keras keluar dari kesulitan itu. Allah pasti akan menolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BISA SEMBUH ASAL.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit leukemia yang mudah tumbuh pada anak menurut Dr. Pustika Amalia,SpA, 85 persen berasal dari sel limposit, sisanya yang 15 persen berasal dari nonlimposit. Leukemia pada anak ini bisa disembuhkan, asal mau berobat dan rajin kontrol ke dokter bila sudah dinyatakan berhenti dari obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pengobatannya biasanya dilakukan dengan kemoterapi. Bila sampai dua tahun pertama setelah pengobatan awal dinyatakan bersih dari leukemia, anak itu boleh berhenti minum obat. Meski demikian, si penderita harus tetap waspada untuk masa lima tahun ke depan," kata Amalia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya, lanjut Amalia, enam bulan sekali selama dua tahun, pasien harus periksa tulang sungsum. "Kemudian tiga tahun berikutnya, setahun sekali kontrol tulang sungsum. Setelah lepas lima tahun, diusahakan tujuh atau sepuluh tahun ke depan kontrol lagi."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa selama lima tahun ke depan harus patuh kontrol? "Dikhawatirkan ada kemungkinan penyakitnya kambuh lagi dengan sel yang sama atau sel yang berbeda," kata Amalia seraya mengatakan, hingga saat ini penyebab leukemia masih terbatas pada dugaan. "Bisa jadi karena polusi udara, bisa juga dikarenakan makanan yang mengandung zat pengawet atau pewarna pada makanan yang tidak semestinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="post-labels"&gt;link: &lt;a href="http://www.klinikrohani.com/search/label/Kisah%20Kehidupan" rel="tag"&gt;Kisah Kehidupan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.klinikrohani.com/search/label/Motivasi" rel="tag"&gt;Motivasi&lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-1807338274"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4881732987602145410&amp;amp;postID=3437015339089385549" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" height="18" src="img/icon18_edit_allbkg.gif" width="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;iimage by: aozora-luph.blogspot.com n chabib.blogspot.com &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber: KCM - Jumat, 17 Maret 2006 www.kompas.co.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-600286619474117739?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/600286619474117739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=600286619474117739' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/600286619474117739?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/600286619474117739?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/kisah-khidupan.html' title='Kisah Kehidupan...  Sembuh Dari Liukemia'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr_Kvg6YrI/AAAAAAAAAso/5A16_3Rd9Gg/s72-c/setetes+darah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;Ak8FRXw-cCp7ImA9Wx5QEU8.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-2315724883038542138</id><published>2010-08-29T16:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T17:40:14.258-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-29T17:40:14.258-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah gadis kecil'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leukimia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yu yuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='darah'/><title>Ketulusan Seorang Anak Penderita Leukimia Ganas!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;Minta tolong bagiyg punya teman2 berada di Singapore. Ini ada yang butuh donor darahgolongan O. Nama anaknya PATRICK dan dia sakit leukimia plus DB. Dandia pendarahan terus.Stok darah di RS hanya sampai hari Senin tgl 30Augt 2010. Dia di opname di NUH Singapore. Yang bersedia bantu telp dr.Iwan Djuanda Sp.OG (papa patrick) di 83065992 (no singapore). Inibroadcast serius, mohon bantuannya teman2.Thanks (August 29th,2010)&lt;/h6&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr8XDTr_YI/AAAAAAAAAsQ/AH7-r5PNTzE/s1600/kegiatan+donor+darah.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr8XDTr_YI/AAAAAAAAAsQ/AH7-r5PNTzE/s200/kegiatan+donor+darah.jpeg" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Dua kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut. Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya diceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik- bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut.Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,..... .. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula-mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekurangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Taken from ...http://www.rileks.com/community/artikelmu/kampusiana/7960-jurnalisme-air-mata-ketulusan-seorang-anak-penderita-leukimia-ganas.htm&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image by: http://acehforum.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-2315724883038542138?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/2315724883038542138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=2315724883038542138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2315724883038542138?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2315724883038542138?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/ketulusan-seorang-anak-penderita.html' title='Ketulusan Seorang Anak Penderita Leukimia Ganas!'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/THr8XDTr_YI/AAAAAAAAAsQ/AH7-r5PNTzE/s72-c/kegiatan+donor+darah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DUYHRHc_fyp7ImA9Wx5SFk0.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-2297698689909762865</id><published>2010-08-12T02:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T02:58:55.947-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-12T02:58:55.947-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emas dan kuningan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pasangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencari pasangan'/><title>EMAS DAN KUNINGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TGPFr3qu80I/AAAAAAAAAlY/7B0IGS6K1hc/s1600/gamb_King_crown.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TGPFr3qu80I/AAAAAAAAAlY/7B0IGS6K1hc/s320/gamb_King_crown.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504460527045112642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN dan TELAH MENIKAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah seorang raja yg kaya raya &amp;amp; sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas &amp;amp; kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas &amp;amp; kuningan tercampur menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas &amp;amp; kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas &amp;amp; mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat &amp;amp; mana yg emasnya hanya 1 karat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH &amp;amp; MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja &amp;amp; merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH &amp;amp; MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN &amp;amp; SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu prajurit itu berkeliling &amp;amp; ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas &amp;amp; mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan, emas &amp;amp; kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas &amp;amp; mana yg kuningan, mana yg 1 karat &amp;amp; mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain &amp;amp; menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya prajurit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja &amp;amp; merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar &amp;amp; berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata, "Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah raja yg baik hati &amp;amp; bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari: "When We Have to Choice" / Kumpulan Sharing &amp;amp; Cerpen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)&lt;br /&gt;MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)&lt;br /&gt;Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN &amp;amp; KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI Anda bersamanya. Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG" Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN &amp;amp; CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)&lt;br /&gt;Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal&lt;br /&gt;dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi &amp;amp; bercerai lagi?? Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Single Katolik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-2297698689909762865?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/2297698689909762865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=2297698689909762865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2297698689909762865?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/2297698689909762865?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/emas-dan-kuningan.html' title='EMAS DAN KUNINGAN'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TGPFr3qu80I/AAAAAAAAAlY/7B0IGS6K1hc/s72-c/gamb_King_crown.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;CUEBQ3g-cSp7ImA9Wx5SEUk.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-3326459744940246199</id><published>2010-08-06T18:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T18:14:12.659-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-06T18:14:12.659-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dear John Letter'/><title>For You Couple</title><content type='html'>&lt;table id="yiv1093806783INCREDIMAINTABLE" width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td id="yiv1093806783INCREDITEXTREGION" style="font-size: 12pt; cursor: auto; font-family: Arial;" width="100%"&gt;         &lt;div class="yiv1093806783Section1"&gt;         &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:130%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: black; font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;Dear-John          Letter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;         &lt;div align="center"&gt;         &lt;table class="yiv1093806783MsoNormalTable" style="border: 2.25pt outset ; background: rgb(255, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; width: 95%;color:#ffffcc;" width="95%" bg border="1" cellpadding="0"&gt;           &lt;tbody&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="padding: 7.5pt 7.5pt 7.5pt 0cm;"&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Dear Husband:                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;I'm writing you                this letter to tell you that I'm leaving you for good. I've been a                good woman to you for seven years and I have nothing to show for                it. These last two weeks have been hell. Your boss called me this                morning to tell me that you had quit your job today. That was the                last straw! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Last week you                came home and didn't even notice that I had gotten my hair and                nails done, cooked your favorite meal and even wore a brand new                negligee. You came home and ate in two minutes, and went straight                to sleep after watching the game. You don't tell me you love me                anymore, you don't touch me or anything. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Either you're                cheating or you don't love me anymore, whatever the case, I'm                gone. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;P.S. If you're                trying to find me, don't bother. Your BROTHER and I are moving                away to West Virginia together! Have a great life!                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Your Ex-Wife                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;         &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:130%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; color: black; font-family: 'Comic Sans MS';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; font-family: 'Comic Sans MS';"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;div align="center"&gt;         &lt;table class="yiv1093806783MsoNormalTable" style="border: 2.25pt outset ; background: rgb(204, 255, 204) none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; width: 95%;color:#ccffcc;" width="95%" bg border="1" cellpadding="0"&gt;           &lt;tbody&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td style="padding: 7.5pt 7.5pt 7.5pt 0cm;"&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Dear Ex-Wife                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Nothing has                made my day more than receiving your letter. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;It's true that                you and I have been married for seven years, although a good woman                is a far cry from what you've been. I watch sports so much to try                to drown out your constant nagging. Too bad it doesn't work.                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;I did notice                when you cut off all of your hair last week; the first thing that                came to mind was &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;You look just                like a man!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt; My mother raised me to not say                anything if you can't say something nice. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;When you cooked                my "favorite meal," you must have gotten me confused with MY                BROTHER, because I stopped eating pork seven years ago.                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;I went to sleep                on you when you had on that new negligee because the price tag was                still on it. I prayed that it was just a coincidence that my                brother had just borrowed fifty dollars from me that morning and                your negligee was $49.99. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;After all of                this, I still loved you and felt that we could work it out. So                when I discovered this morning that I had hit the lotto for ten                million dollars, I quit my job and bought us two tickets to                Jamaica. But when I got home you were gone. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Everything                happens for a reason I guess. I hope you have the fulfilling life                you always wanted. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;My lawyer said                that with the letter you wrote me, you won't get a red cent from                me. So take care. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;Signed,               &lt;br /&gt;Rich As Hell and Free! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: black;"&gt;P.S. I don't                know if I ever told you this, but Carl, my brother, was born                Carla. I hope that's not a problem.            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;         &lt;p class="yiv1093806783MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;         &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td id="yiv1093806783INCREDIFOOTER" width="100%"&gt;         &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;           &lt;tbody&gt;           &lt;tr&gt;             &lt;td width="100%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td id="yiv1093806783INCREDISOUND" valign="bottom" align="middle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;             &lt;td id="yiv1093806783INCREDIANIM" valign="bottom" align="middle"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span id="yiv1093806783IncrediStamp"&gt;&lt;span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.incredimail.com/index.asp?id=409&amp;amp;lang=9"&gt;&lt;img alt="" align="baseline" border="0" hspace="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-3326459744940246199?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/3326459744940246199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=3326459744940246199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/3326459744940246199?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/3326459744940246199?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/for-you-couple.html' title='For You Couple'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;DEIHSH84eip7ImA9Wx5SEEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-7013043076345967921</id><published>2010-08-06T02:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T02:22:19.132-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-06T02:22:19.132-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LOVE'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the meaning of love'/><title>The Meaning of LOVE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvSfN6mR3I/AAAAAAAAAlQ/pv9n8GiQxv4/s1600/hug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 263px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvSfN6mR3I/AAAAAAAAAlQ/pv9n8GiQxv4/s320/hug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502222803516409714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My wife said to me who was reading the paper, "How long before you read the newspaper? Can you come here and help my dear daughter to eat. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I put the newspaper and see my daughter satu2nya, named Sindu, looked frightened tears. In front there is a bowl of rice containing rice sour cream / yogurt (Indian rice = curd rice). Sindu is a sweet child and includes a new smart in her eight years. He was not like to eat this rice curd. Mother and my wife is still old-fashioned, they believe that eating curd rice once there was a "cooling effect".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I took the bowl and said:&lt;br /&gt;"Sindu, darling, for the father, would you eat a few spoonfuls of this curd rice? If not, then your mother will teriak2 same father. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I could feel my wife's scowl behind my back. Sindu sobs subsided and she wiped tears with his hand and said:&lt;br /&gt;"Can a father would I eat curd rice is not just a few spoons, but all will I spend, but I'll ask ..." rather ragu2 a moment ... "....'ll Get something similar when dad finished all the rice. Is the father would promise to meet my request? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I replied: "Oh, sure honey."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu: "Yes father?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeah sure .." My hand holding the container mudaan and gentle as a sign of approval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu also urged his mother to promise the same thing, my wife patted his hand.&lt;br /&gt;Sindu a whimper as he said without emotion, "promise" said my wife.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm a bit worried and said:&lt;br /&gt;"Sindu, do not ask for a computer or other expensive barang2 well, because fathers do not currently have any money."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu: "Do not worry, do not ask barang2 Sindu expensive anyway."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu Then slowly and seems very miserable, he's determined to spend all the rice milk is sour. In my heart I was angry at his wife and mother who forced Sindu to eat something that does not like ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After Sindu through his suffering, he approached me with eyes full of hope and all the attention (I, my wife and also my mother), directed to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu apparently going head digundulin on Sunday!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My wife spontaneously said: "Demand crazy, dibotakin daughter, no way!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also my mother grumbled do not happen in our family, she's too much TV. And program2 TV ruined our culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I try to persuade: "Sindu, why do not you ask for something else we would all be sad to see you bald."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Sindu remain with the choice: - "There's no 'well, nobody else wants."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I try to appeal to Sindu:&lt;br /&gt;- "Please, why do not you try to understand our feelings!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu, with tears, said:&lt;br /&gt;- "You've seen how miserable I spent the rice milk is sour and the father had promised to meet the demand of me. Why are fathers now want to withdraw my own words? Daddy Was not teach moral lessons,&lt;br /&gt;that we must fulfill our promises no matter what happens against someone like Raja Harishchandra (Indian king of ancient times) to fulfill his promise to give real king of the throne, his power, even his own son's life. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I decided to fulfill my request: - "The promise we have kept .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simultaneously wife and my mother said: - "Am I mad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Me: "No, if we're licking their own saliva, she will never learn how to value herself. Sindu your request we will meet. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With a bald head, round face and her eyes seem Sindu big and nice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Monday I drove to school, I caught a glimpse bald Sindu walking into her classroom and waved to me with a smile I waved back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki2 tiba2 a child out of the car, shouting, "Sindu, please wait for me."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To my surprise it turned out laki2 child's head bald, I'm thinking maybe "bald" model today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without introducing herself, a woman came out of the car and said:&lt;br /&gt;"Your child, Sindu, benar2 great. Children laki2 the road with him now, Harish, is my child, she suffered from cancer, leukemia. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The woman stopped talking, for a moment I see the tears started welling melt:&lt;br /&gt;"Last month Harish absent from school due to chemotherapy become bald head, so he will not go to school afraid of being ridiculed by classmates teman2. Well, last week Sindu came to the house and promised my son to cope with taunts that might occur. Only, I think if Sindu betul2 not want to sacrifice her beautiful hair for my son Harish. Mr and wife truly blessed lord God, have a good-hearted girl. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stood transfixed and tears do not seem to melt. My little angels, please teach me about the MEANING OF LOVE!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-7013043076345967921?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/7013043076345967921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=7013043076345967921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7013043076345967921?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/7013043076345967921?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/meaning-of-love.html' title='The Meaning of LOVE'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvSfN6mR3I/AAAAAAAAAlQ/pv9n8GiQxv4/s72-c/hug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag='W/&quot;D0ABSHs5fCp7ImA9Wx5SEEU.&quot;'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4700608642129952156.post-3813133328892949418</id><published>2010-08-06T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T02:09:19.524-07:00</updated><app:edited xmlns:app='http://www.w3.org/2007/app'>2010-08-06T02:09:19.524-07:00</app:edited><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan tentang kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arti kasih'/><title>Arti Sebuah Kasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvQ_gsU_wI/AAAAAAAAAlA/jgD8KxlTcJE/s1600/hug.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 263px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvQ_gsU_wI/AAAAAAAAAlA/jgD8KxlTcJE/s320/hug.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502221159289388802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengambil mangkok dan berkata:&lt;br /&gt;“Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata:&lt;br /&gt;“Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta…” agak ragu2 sejenak… “….akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab: “Oh, pasti sayang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu: “Betul ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah pasti..” sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan.&lt;br /&gt;Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, “janji” kata istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit khawatir dan berkata:&lt;br /&gt;“Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu: “Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku spontan berkata: “Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba membujuk: “Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sindu tetap dengan pilihannya: - “Tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba memohon kepada Sindu:&lt;br /&gt;- “Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindu, dengan menangis, berkata:&lt;br /&gt;- “Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral,&lt;br /&gt;bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku: - “Janji kita harus ditepati..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara serentak istri dan ibuku berkata: - “Apakah aku sudah gila?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku: “Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak: “Sindu, tolong tunggu saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin “botak” model jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata:&lt;br /&gt;“Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya:&lt;br /&gt;“Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkan aku tentang &lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;arti sebuah kasih!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4700608642129952156-3813133328892949418?l=jean-tan-stories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/feeds/3813133328892949418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=4700608642129952156&amp;postID=3813133328892949418' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/3813133328892949418?v=2'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4700608642129952156/posts/default/3813133328892949418?v=2'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jean-tan-stories.blogspot.com/2010/08/arti-sebuah-kasih.html' title='Arti Sebuah Kasih'/><author><name>Eugenia Tan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11514217460118629094</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name='OpenSocialUserId' value='09651655610962858253'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qhqP7lXqTCA/TFvQ_gsU_wI/AAAAAAAAAlA/jgD8KxlTcJE/s72-c/hug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>