<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742</id><updated>2024-09-08T00:38:45.163-07:00</updated><category term="certita dewasa"/><title type='text'>cerita dewasa</title><subtitle type='html'>cerita sex&#xa;cerita dewasa&#xa;17 tahun ke atas&#xa;memek&#xa;pepek</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-6766693216079935549</id><published>2011-01-10T00:57:00.001-08:00</published><updated>2011-01-10T00:57:12.415-08:00</updated><title type='text'>Tips untuk wanita yang pertama kali melakukan sex</title><content type='html'>Tips untuk wanita yang pertama kali melakukannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Berbaringlah dengan tenang, meskipun Anda pasti akan merasa tegang dan grogi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Dia akan mendekat dan menanyakan apakah Anda takut. Kalau dia bertanya demikian, gelengkanlah kepala Anda dengan penuh keberanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Lalu dia akan mulai memasukan “Perkakas”-nya. Mungkin suhu badan Anda akan meningkat. Tapi tenang saja, karena dia akan melakukannya dengan gentle..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Dia akan memandang mata Anda dalam- dalam, dan meminta Anda untuk percaya padanya. Jangan kuatir, dia sudah punya banyak pengalaman dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Senyumnya yang menawan akan membuat Anda sedikit rileks, dan dia akan meminta Anda untuk membuka lebih lebar agar dia dapat masuk dengan mudah. Saat ini mungkin Anda akan memintanya agar melakukan apa yang ingin dia lakukan dengan cepat. Tapi dia tak mau terburu-buru. Dia tidak ingin Anda kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Dia juga akan menanyakan kalau- kalau Anda merasa sakit. Meskipun berlinang air mata, tetaplah gelengkan kepala Anda, dan meminta dia untuk meneruskannya. Pada moment ini mungkin Anda juga akan merasa sedikit mati rasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Setelah beberapa saat, Anda akan merasakan suatu kelegaan yang luar biasa, dan dia akan menarik “Perkakas”- nya keluar. Dia akan tersenyum hangat, dan memuji betapa hebatnya Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Tersenyumlah sepuas-puasnya, Karena bagaimanapun juga, ini adalah pengalaman pertama Anda yaitu….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CABUT GIGI”</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/6766693216079935549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/tips-untuk-wanita-yang-pertama-kali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6766693216079935549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6766693216079935549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/tips-untuk-wanita-yang-pertama-kali.html' title='Tips untuk wanita yang pertama kali melakukan sex'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-1104886518596430834</id><published>2011-01-10T00:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T00:56:10.607-08:00</updated><title type='text'>Kisah Malam Pertama</title><content type='html'>Ada sepasang pengantin baru berada di kamar pengantin, di malam pertama.&lt;br /&gt;
Pada tengah malam itu, tiba-tiba isterinya mengerang, &quot;Adoi.. Sakitnya bang...! Macam mana ni bang..?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-8131871508510851&quot;;
/* 336x280, created 12/31/10 */
google_ad_slot = &quot;8828480829&quot;;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
//--&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Suaminya lantas menenangkan isterinya, &quot;Jangan nangis sayang.. Nanti emak&lt;br /&gt;
ayah dengar.. Mereka mungkin belum tidur lagi tu..&quot; Kebetulan bilik mertua&lt;br /&gt;
hanya bersebelahan kamar tidur pengantin. Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang. Mahu tidak mahu, si suami pun berkata, kali ini kuat sedikit suaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sabar Sayang! Tahan saja.. Esok baru cabut.&quot;&lt;br /&gt;
Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar&lt;br /&gt;
anak perempuannya mengerang, tadi dia tidak peduli, biasalah malam&lt;br /&gt;
pengantin, fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar. Dia bangun,&lt;br /&gt;
pergi ke bilik sebelah lantas menendang pintu kamar pengantin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan rasa geram bapa mertua berteriak: &quot;Ni apa kena ni? Tak faham ke?&lt;br /&gt;
anak aku boleh mati kalau besok baru kau nak cabut! CABUT SEKARANG JUGA!&quot;&lt;br /&gt;
Terkejut besarlah kedua pengantin tu. Sambil tersipu-sipu pengantin&lt;br /&gt;
perempuan pun berkata kepada ayahnya: &quot;Abah, takkan sakit gigi pun nak kena cabut malam ni&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/1104886518596430834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/kisah-malam-pertama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1104886518596430834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1104886518596430834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/kisah-malam-pertama.html' title='Kisah Malam Pertama'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-1516547723910161339</id><published>2011-01-10T00:45:00.001-08:00</published><updated>2011-01-10T00:45:58.627-08:00</updated><title type='text'>Posisi Seks Favorit Wanita</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-8131871508510851&quot;;
/* 336x280, created 12/31/10 */
google_ad_slot = &quot;8828480829&quot;;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
//--&gt;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;Kebahagiaan di atas ranjang dengan istri Anda akan lebih baik jika ada rasa saling mengerti. Tahukah Anda posisi seks yang paling disukai oleh wanita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktifitas seks yang tak diisi dengan suasana fresh akan terdengar sangat membosankan. Posisi bercinta yang bervariasi ada baiknya Anda coba. Setiap wanita pasti punya posisi favorit yang sangat mereka sukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini dia pengakuan langsung dari para pria bagaimana cara membuat Anda tergila-gila dan terus menginginkan seks, seperti dilansir detikhot dari Ask Men, Senin (27/3/2006). Jika Anda kehilangan akal untuk membuat istri bergairah. Coba jurus andalan ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doggy Style Dengan Kaki Terangkat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mencoba posisi doggy style, lakukan sedikit inovasi untuk lebih memuaskan pasangan. Perlahan angkat kaki istri dan jepit keduanya di antara paha Anda. Dengan cara ini Anda bisa mempenetrasi istri lebih dasyat dan testikel akan semakin lihai menyentuh klitoris. Anda bisa menambahkan pijatan lembut pada klitoris istri dan membuatnya semakin bergairah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermain Dengan Bantal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baringkan istri di ranjang, tekuk lututnya dan biarkan kaki memijak kasur. Letakkan sepasang bantal di bawah bokongnya. Dengan posisi ini wanita akan lebih terpenetrasi dan klitoris akan semakin terstimulasi. Jika Anda melakukan dengan tepat, pasangan yang melakukan gaya ini bisa orgasme dalam waktu yang bersamaan. Seru bukan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya Sendok Terpisah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita paling suka gaya ini karena suami terlihat perhatian ketika sedang bercinta. Lewat gaya ini Anda bisa melakukan manuver pada istri dengan lebih leluasa. Lain kali jika Anda menggunakan gaya sendok (tubuh pria berada di belakang wanita, namun letak wanita menghadap ke atas sedangkan pria ke samping) putar sedikit tubuh istri dan Anda akan mendapatkan akses menuju payudaranya. Angkat salah satu kakinya dan apit ke atas. Atau letakkan kaki istri di sela paha Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penunggang Jongkok&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya ini adalah dasar dari gaya tunggang wanita yang biasa dilakukan. Ketika Anda dalam posisi duduk dan istri berada di atas, atur posisi istri seperti setengah jongkok. Lipat lutut ke belakang dan atur pola gerakan penis sesuai kehendak. Jika istri merasa tak kuat menahan, tumpukan tangannya ke belakang. Dengan demikian Anda akan melihat pemandangan indah tubuh istri yang membuat seks makin memuncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irama Berdiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika lain kali Anda bercinta dengan posisi berdiri, coba gaya yang satu ini. Berdirilah di depan kaca dan nikmati pemandangan Anda yang sedang bercinta dengan pasangan. Berikan irama yang rutin. Turunkan lutut istri hingga tubuhnya membentuk sudut 90 derajat, usahakan posisi kaki selurus mungkin. Berdirilah di belakang istri dan mainkan penis Anda. Perlahan, mainkan pinggul ketika Anda melakukan gerakan maju mundur. Nikmati pemandangan tubuh istri Anda, mainkan sedikit suara dan tatap matanya. Akhirnya, berikan istri sedikit pukulan manis di bokong dan sentuh bokongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
69 + 1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi 69 ini adalah kegiatan oral seks. Tapi dari pada Anda hanya melakukan oral biasa, tambahkan sedikit tehnik. Jika biasanya salah satu pasangan akan berada di atas dan satunya di bawah, kini tak perlu pusing menentukan siapa yang di atas. Lakukan gaya 69 dengan kedua pasangan saling berhadapan dan sejajar di ranjang. Dengan ini pasangan akan lebih mundah melakukan manuver. Gunakan jari Anda untuk melakuan oral. Sentuh klitorisnya dan penetrasi dia. Lakukan apapun agar membuat ia kehilangan kendali. Tapi jangan berlebihan, bisa-bisa istri berhenti memainkan penis Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seks bisa membuat hidup berubah terlebih lagi jika Anda dan pasangan menambahkan kesenangan yang lebih. Jadi lain kali jika Anda berencana untuk bercinta dengan istri, coba beberapa terobosan baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/1516547723910161339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/posisi-seks-favorit-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1516547723910161339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1516547723910161339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/posisi-seks-favorit-wanita.html' title='Posisi Seks Favorit Wanita'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-1757200519197809374</id><published>2011-01-07T11:32:00.003-08:00</published><updated>2011-01-07T11:32:48.135-08:00</updated><title type='text'>Oil drops 2 pct as dollar rises; awaits jobs data</title><content type='html'>NEW YORK - Oil prices tumbled more than 2 percent on Thursday to below $89 a barrel as a stronger dollar and weaker U.S. equities deterred buyers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oil markets fell back as Wall Street dipped on disappointing retail sales and investors turned cautious ahead of Friday&#39;s U.S. employment report for December.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oil&#39;s losses added to a volatile start to trading in the New Year, with crude extending December&#39;s gains and touching a 27-month high on Monday before investors began to reassess the optimistic outlook for commodities in 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thursday saw further pressure on oil from gains in the dollar against the euro which weighed on dollar-denominated commodities. Recent U.S. data has painted a rosier economic picture in contrast to worries about the euro zone&#39;s sovereign debt crisis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
U.S. crude for February delivery settled down $1.92 at $88.38 a barrel in a second straight day of heavy volume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prices hit $92.58 on Monday, the first trading day of the year.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As of 3:25 p.m. EST (2035 GMT), crude oil volume on the New York Mercantile Exchange hit 972,774 lots, 6.7 percent above Wednesday&#39;s level and 74 percent above the 30-day average, according to preliminary Reuters data.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In London, ICE Brent crude for February ended 98 cents lower at $94.52.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brent&#39;s premium to U.S. crude touched $6.55 , the widest level since it hit $6.57 on May 13, 2010. If the spread pierces that seven-month high, it would be the widest spread since Feb. 12, 2009, when it dropped below $10 on an intraday basis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brent&#39;s strength has been spurred by continued strong Asian demand and robust European product markets, while U.S. crude has been pressured by an extended build in stockpiles at the key delivery hub in Cushing, Oklahoma, despite a drop in national stocks over the last five weeks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;An influx of Canadian crude is finding its way into the Cushing region and is likely to translate to a record supply at the futures delivery point with next week&#39;s data release,&quot; said Jim Ritterbusch, president of Ritterbusch &amp; Associates in Galena, Illinois.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Concerns about the Eurozone economy have undermined the single European currency which fell 1 percent to a five-week low against the dollar on Thursday. Across the Atlantic, there is renewed optimism amid recent signs that the U.S. recovery is moving at a faster pace.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In late trading, the U.S. dollar was up 0.74 percent against a basket of currencies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;It&#39;s all about the dollar strength and if the dollar keeps rising you could see more profit-taking up here at these levels,&quot; said Richard Ilczyszyn, senior market strategist at Lind-Waldock in Chicago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dollar-denominated commodities become more or less expensive for nondollar buyers depending on the relative strength of the U.S. currency.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Revised forecasts in a Reuters poll showed expectations that nonfarm payrolls jumped 175,000 after November&#39;s small gain of just 39,000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unemployment was forecast to have edged down to 9.7 percent last month, from 9.8 percent in November.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the face of that forecast, uncertainty dogged financial and commodity markets as the day&#39;s report of a rise in new jobless benefit claims contrasted with Wednesday&#39;s data showing a surprisingly big jump in private sector jobs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
U.S. claims for unemployment benefits rose more than expected last week, adding to bearish sentiment, even though the four-week average, considered a better gauge of underlying labor trends, declined to a 2-1/2 year low.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analysts said there could be some price distortion this week as the big investment indexes rebalance their crude futures weightings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The rebalancing period is well flagged and as such, some of the recent moves in the market are likely to reflect the anticipated rebalancing to some extent,&quot; said James Zhang, an analyst at Standard Bank Commodities Research.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/1757200519197809374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/oil-drops-2-pct-as-dollar-rises-awaits.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1757200519197809374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1757200519197809374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/oil-drops-2-pct-as-dollar-rises-awaits.html' title='Oil drops 2 pct as dollar rises; awaits jobs data'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5197611922588319815</id><published>2011-01-07T11:32:00.001-08:00</published><updated>2011-01-07T11:32:08.757-08:00</updated><title type='text'>Banks lift Oman to 38-wk high ahead of govt spend</title><content type='html'>DUBAI - Banks helped Oman&#39;s index touch a 38-week high on Thursday as volumes also surged, with investors betting on a windfall for lenders from increased government spending.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bank Muscat rose 1.3 percent, Bank Sohar added 2.5 percent and Bank Dhofar climbed 0.7 percent.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On Sunday, Oman said it will spend 30 billion rials ($77.92 billion) in a five-year economic plan to 2015.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Banking and construction stocks are seen as the likely main beneficiaries of increased government spending,&quot; said Adel Nasr, United Securities brokerage manager.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The index rose 0.4 percent to its highest finish since April 15. More than 21 million shares were traded, the highest total for four months.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The first couple of weeks of the year are usually very good on the Oman market as local asset managers and long-term investors build new positions, while there was also good buying from foreigners,&quot; said Nasr. &quot;Volumes were very strong, but we expect these to fall next week ahead of Q4 results - earnings will determine market direction for the next two months.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dubai&#39;s index rose 1.2 percent to a three-week high as real estate-related stocks rallied. Emaar Properties climbed 1.7 percent and Union Properties added 1.6 percent.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dubai house prices have fallen about 60 percent from 2008 peaks as oversupply and a liquidity crunch sent valuations tumbling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The pace of property price declines has slowed and over the next couple of years there will probably be stability rather than a recovery -- there is a lot of supply on the sidelines which will come on the market at the first signs of demand recovery,&quot; said Majed Azzam, AlembicHC real estate analyst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;This isn&#39;t such a bad thing and helps give Dubai a cost advantage, with neighbouring GCC countries (e.g. Qatar and Saudi Arabia) seeing high levels of inflation. So this should stimulate more investment in the UAE to take advantage of cost benefits and better infrastructure.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Builder Arabtec climbed 2 percent, recouping most of Wednesday&#39;s losses that were sparked by its chief executive being banned from trading on UAE markets for six months.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The Arabtec news was a dampener in terms of sentiment, but it doesn&#39;t affect the company operationally,&quot; said Tarik Lotfy, Arqaam Capital Head of MENA equities.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dubai volumes fell to a 2011 low, while the index was the worst regional performer last year, falling 9.6 percent.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;There isn&#39;t much interest from institutions in UAE markets, especially Dubai, because there is still a lot of uncertainty and many unanswered questions,&quot; said Samer al-Jaouni, General Manager of Middle East Financial Brokerage Co.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Qatar&#39;s National Leasing Co fell 7.4 percent to a four-week low after it reported a 19-percent decline in fourth quarter profit, although the stock remains up 14.2 percent over the past two months. The firm made a net profit of 30.7 million riyals ($8.44 million) in the fourth quarter, down from 37.9 million riyals in the year-earlier period.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It has proposed a dividend of 3 riyals per share, with some investors expecting a bigger a payout, analysts say.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TRADING HIGHLIGHTS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Dubai index rose 1.2 percent to 1,669 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Abu Dhabi benchmark slipped 0.2 percent 2,752 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Kuwait benchmark fell 0.3 percent to 6,976 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Egypt index slipped 0.1 percent to 7,203 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Qatar measure climbed 0.2 percent to 9,019 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Oman index climbed 0.4 percent to 6,926 points.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Bahrain measure rose 0.5 percent to 1,430 points.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5197611922588319815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/banks-lift-oman-to-38-wk-high-ahead-of.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5197611922588319815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5197611922588319815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/banks-lift-oman-to-38-wk-high-ahead-of.html' title='Banks lift Oman to 38-wk high ahead of govt spend'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-6073165676844430876</id><published>2011-01-07T11:31:00.001-08:00</published><updated>2011-01-07T11:31:28.451-08:00</updated><title type='text'>Batman has battled many enemies but now has to face the anger of rightwing US bloggers furious that the comic book caped crusader has recruited a Muslim to run his crime-fighting franchise in Paris.</title><content type='html'>PARIS - Batman has battled many enemies but now has to face the anger of rightwing US bloggers furious that the comic book caped crusader has recruited a Muslim to run his crime-fighting franchise in Paris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The character’s name is Bilal Asselah and he is an Algerian Sunni Muslim and an immigrant that is physically fit and adept at the gymnastic sport parkour,&quot; wrote Warner Todd Huston on his site Publius Forum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apparently Batman couldn&#39;t find any actual Frenchman to be the &#39;French saviour&#39;,&quot; wrote the rightwinger, apparently discounting the millions of French citizens of North African descent from his definition of &quot;actual&quot; French.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the December issues of DC Comics Detective Comics Annual and Batman Annual, the caped crusader has set up Batman Incorporated and wants to install a superhero in cities around the world to fight crime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The hero he picks in France is called Nightrunner, the alter ego of a 22-year-old from Clichy-sous-Bois, a tough Paris suburb where urban unrest sparked riots in immigrant districts across France in 2005.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilal Asselah, a Frenchman of Algerian origin, was caught up in that unrest and at one point he and his friend got beaten up by police who mistook them for rioters.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bilal&#39;s friend reacted by later burning down a police station and ended up being killed by police.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But Bilal, thanks largely to the influence of his pious Muslim mother, rejects hate and fear.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He concentrates on learning parkour, the form of acrobatics where practitioners jump from buildings and leap over walls and street furniture, as spectacularly seen at the start of the 2006 James Bond film &quot;Casino Royale.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When riots again threaten to engulf his neighbourhood, Bilal puts on a mask and, using his parkour skills, becomes Nightrunner and sets out to set things right again.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nightrunner&#39;s integrity, athletic prowess, and triumph over personal adversity made him Bruce Wayne&#39;s obvious choice to represent Batman in Paris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But rightwing bloggers in the United States, who are also upset over plans for a black actor to play the Norse God Thor in an upcoming blockbuster movie, are incensed that DC Comics chose to make their new superhero a Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
They see it as pandering to political correctness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Unfortunately, readers of Batman will not be helped to understand what troubles are really besetting France,&quot; wrote Huston on Publius Forum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;In this age when Muslim youths are terrorizing the entire country, heck in this age of international Muslim terrorism assaulting the whole world, Batman’s readers will be confused by what is really going on in the world.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Through it all DC makes a Muslim in France a hero when French Muslims are at the center of some of the worst violence in the country’s recent memory,&quot; he wrote.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Angry White Dude blog, which described Islam as the &quot;religion of murder,&quot; mocked that &quot;Nightrunner the Muslim sidekick will have strange new powers to bury women to their waists and bash their heads in with large rocks.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
US comic book creator Bosch Fawstin, who wrote on his blog that &quot;DC Comics has submitted to Islam,&quot; is coming up with his own antidote.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;If you’re as sick and tired of this IslamiCrap as I am, be on the lookout for my upcoming graphic novel, The Infidel, which features Pigman, an ex-Muslim superhero who is the jihadist’s worst nightmare,&quot; he blogged.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DC comics did not respond to an AFP request for an interview with David Hine, the writer of the album featuring Nightrunner, and declined to comment on the controversy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But the British-born author told a US website that he had tried to &quot;come up with the kind of hero I would want to see in a comic book if I were French.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;The urban unrest and problems of the ethnic minorities under (President Nicolas) Sarkozy’s government dominate the news from France and it became inevitable that the hero should come from a French Algerian background,&quot; he told the Death and Taxes site.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The mini-storm on the English-language blogosphere -- where left-leaning or pro-Islam sites are attacking the rightwingers for their hostility to a Muslim superhero -- has so far only sparked a tiny number of reactions on French-language websites.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The albums went on sale here last month but the small numbers stocked were quickly sold out, book stores said.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/6073165676844430876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/batman-has-battled-many-enemies-but-now.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6073165676844430876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6073165676844430876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/batman-has-battled-many-enemies-but-now.html' title='Batman has battled many enemies but now has to face the anger of rightwing US bloggers furious that the comic book caped crusader has recruited a Muslim to run his crime-fighting franchise in Paris.'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-7410133966697761759</id><published>2011-01-07T11:30:00.001-08:00</published><updated>2011-01-07T11:30:24.297-08:00</updated><title type='text'>Christina Aguilera Tinggal Seatap Bareng Pacar &amp; Mantan Suami</title><content type='html'>Usai bercerai, penyanyi Christina Aguilera melanjutkan hidupnya dan bertemu pria baru. Namun sang mantan suami tidak juga pergi dari rumahnya. Christina, mantan suami dan kekasih barunya kini tinggal satu atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengajukan gugatan cerai pada Oktober 2010, Christina tinggal di hotel Los Angeles bersama anaknya, Max yang baru berusia 2 tahun. Namun ia akhirnya kembali tinggal ke kediamannya di Beverly Hills dan Jordan Bratman masih berada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu pelantun hits ‘Reflection’ tersebut sudah menjalin hubungan dengan Matt Rutler. Christina pun akhirnya mengajak Matt untuk tinggal bersamanya. Sejak pekan lalu Matt resmi tinggal seatap dengan pasangan mantan suami istri tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersyukur pada Tuhan, Jordan mau keluar. Semuanya sangat aneh, tapi Christina mengizinkan Jordan tinggal untuk kebaikan Max,” ujar sumber dilansir TMZ, Jumat (7/1/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Christina membantah perceraiannya dikarenakan kehadiran Matt. Ia mulai membuka hati untuk Matt setelah mengajukan gugatan cerai dan menurut Christina hal tersebut sangatlah wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah saya ajukan cerai, kami mulai berkencan. Saya tidak mencari pelarian. Saya meninggalkan pernikahan lima tahun. Saya berjalan pelan-pelan dan mencoba bahagia. Saya bersenang-senang, saya berkencan dan itu sesuatu yang tidak saya lakukan sejak lama,” jelas Christina</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/7410133966697761759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/christina-aguilera-tinggal-seatap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/7410133966697761759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/7410133966697761759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/christina-aguilera-tinggal-seatap.html' title='Christina Aguilera Tinggal Seatap Bareng Pacar &amp; Mantan Suami'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-8168022127042638420</id><published>2011-01-02T21:55:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:55:09.716-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>betina untuk bruno</title><content type='html'>Kehidupan bersama Beni memang membosankan, secara seksual maksudnya. Beni sebenarnya seorang yang baik dan bertanggung jawab. Semua kebutuhan rumah tangga telah dipenuhi olehnya sehingga aku tak perlu bekerja. Kenyataannya, itu justru menjadi bagian dari masalahku. Sebagai seorang wanita berusia 22 tahun tanpa anak, yang menikah dengan seorang pria pekerja yang konservatif berusia 35 tahun, membuatku mempunyai sangat banyak waktu untuk berkhayal macam-macam. Aku juga mempunyai sangat banyak waktu untuk bermasturbasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mau berusaha, mungkin aku bisa saja mencari seorang kekasih gelap. Aku memiliki wajah dan tubuh yang lebih dari cukup untuk kupakai guna menarik lelaki mana pun yang kumau, tapi aku tak pernah melakukannya. Alasan utama untuk tidak melakukan hal semacam itu adalah karena pendidikan moral yang sangat ketat yang kuterima sejak kecil. Aku menjalani masa kecilku dalam sebuah keluarga **** (edited) yang taat di pedalaman Jawa Tengah. Walaupun ibuku orang Belanda, namun beliau sangatlah puritan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keadaan di tempat tinggalku sekarang tidak lebih baik, tapi paling tidak tak ada seorang pun yang mengenalku di sini. Kami tinggal di daerah yang asalnya direncanakan sebagai kota baru di luar kota Jakarta. Krisis moneter menyebabkan pembangunan kota baru ini terhenti total. Perusahaan pengembangnya pun telah bangkrut, padahal pembangunannya belum mencapai 15% dari rencana semula. Rumah mungil kami terletak di lingkungan yang terpencil dekat sebuah pabrik. Hanya sedikit orang di sini yang berhubungan dengan tetangganya. Kebanyakan tetangga kami bekerja di pabrik itu, sedangkan suamiku bekerja di Jakarta. Mereka tak bersosialisasi dengan orang luar seperti kami. Rumah-rumah di sini terpisah cukup jauh satu sama lainnya. Hanya ada satu rumah yang terletak tepat di seberang rumah kami. Rumah itu pun sudah lama kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika rumah itu akhirnya ditempati oleh sepasang suami isteri, aku merasa kegirangan. Kuputuskan untuk melakukan usaha supaya dapat bertemu mereka. Mereka adalah pasangan tua. Usia mereka sekitar 50-an, tapi aku selalu dapat bergaul dengan orang-orang yang lebih tua. Nampaknya mereka baik dan ramah. Mungkin mereka ingin menghabiskan masa pensiunnya di tempat yang terpencil ini. Kupikir mereka bisa menjadi sahabat yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah suamiku berangkat ke kantor, aku berdandan dan mengenakan gaun satu potong yang berukuran mini. Udara di sini memang panas. Setelah mengumpulkan segenap keberanian, kuambil sekeranjang buah-buahan yang telah kusiapkan dan menuju rumah mereka. Bawaanku lumayan berat sehingga aku harus memegangnya dengan kedua tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si suami membukakan pintu, kuucapkan salam dan kuperkenalkan diriku. Lelaki itu memintaku menunggu sebentar lalu menutup pintu persis di depanku. Aku berdiri tertegun mendapatkan sambutan seperti itu dan merasa sedikit tersinggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu beberapa menit. Baru saja aku hendak beranjak pergi, ketika pintu kembali terbuka dan mereka berdua berdiri di sana mempersilakanku untuk masuk. Aku tersenyum sambil melangkah masuk, berharap seseorang mengambil keranjang buah dari tanganku. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu masuk ke dalam rokku dari arah belakang. Sesuatu yang basah menyentuh paha bagian dalamku, dekat selangkangan. Ketika jilatan hangat dari lidah yang basah menjalari selangkanganku, barulah aku sadar kalau mereka memiliki seekor anjing. Anjing yang besar. Anjing yang besar dan cabul. Aku tak habis pikir, mengapa mereka tak menempatkan hewan yang nakal seperti itu di luar sebelum mengundang seorang wanita masuk ke dalam rumah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha untuk tidak gelagapan dengan harapan si istri melihat apa yang terjadi dan menolongku. Sayangnya ia tampaknya malah sibuk mengagumi buah-buahan yang kubawa. Akhirnya aku menggeserkan sedikit badanku sehingga seharusnya ia dapat melihat di mana anjing miliknya meletakkan kepalanya. Akan tetapi ternyata ia bersikap seolah-olah tidak melihatnya, dan kenyataan itu benar-benar menggangguku. Sementara itu, tanganku mulai terasa pegal dan lututku terasa lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si anjing pindah ke hadapanku dan mulai mengendus-endus ke dalam rokku lagi. Kali ini ia menempelkan moncongnya ke klitorisku yang terasa membara dan menjilatinya dengan lebih keras lagi. Kali ini aku benar-benar yakin, pasangan ini mengetahui tingkah laku anjingnya, karena mereka justru memberi ruang bagi si anjing untuk mengakses diriku. Selama tanganku memegang keranjang, aku tak dapat berbuat apa-apa dan sepenuhnya berada di dalam kendali anjing mereka, dan mereka sengaja membiarkan itu terjadi. Kenyataan itu serasa menyiramkan aliran listrik yang menggetarkan seluruh urat syarafku. Mereka membiarkanku menyesuaikan diri dengan jilatan-jilatan cabul anjing mereka dengan mengajakku ngobrol sekedar berbasa-basi, dan aku pun melayaninya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit berlalu sudah. Ketika mereka melihat bahwa aku tidak menunjukkan tanda-tanda akan kabur ke arah pintu, si istri mengambil keranjang buah itu dari tanganku. Tinggallah aku berdiri di hadapan mereka dengan kepala anjing mereka bergerak-gerak dengan kencangnya di dalam rokku. Saat itu juga aku menginginkan keranjang buah itu kembali karena aku tak tahu apa yang harus kuperbuat dengan kedua tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus melakukan sesuatu, maka kudorong kepala anjing yang sedang birahi itu. Sedikit menunjukkan penolakan rasanya merupakan tindakan yang tepat dalam situasi seperti itu. Usaha itu sia-sia. Aku tahu wajahku sudah seperti udang rebus, namun pertolongan dari pasangan itu tak kunjung datang. Aku bahkan bisa melihat mata mereka terfokus pada selangkanganku dengan seringai gembira ketika ujung rokku terlempar ke atas pada setiap sentakan kepala anjing mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu harus berbuat apa. Perlahan, aku berhenti melawan. Lidah anjing itu membuatku gila. Sentakan-sentakan dari daging lembut panjang yang basah dan hangat itu membawaku ke puncak kenikmatan. Aku tak ingin jilatan-jilatan yang nikmat itu berhenti. Sandra dan Parulian **** (edited), pasangan suami istri itu terus mengajakku ngobrol seolah-olah tak ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi. Aku pun tetap melayani mereka. Situasi ini menambah rangsangan pada diriku. Mereka memainkan semacam permainan denganku dan aku mulai menyukai permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas ngobrol, Sandra mendekatiku dan menawariku untuk duduk. Dia memeluk pundakku dan membimbingku ke sofa. Aku melangkah dengan hati-hati supaya tak mengganggu aktifitas anjing mereka. Ketika aku terduduk, anjing itu segera membuatku terkejut. Anjing labrador hitam yang besar itu mencengkeram paha kananku yang terbuka dan mulai memompa kemaluannya seolah-olah sedang bersetubuh dengan seekor betina. Aku dapat merasakan kontolnya yang panjang dan tebal bergerak menggesek-gesek kaki mulusku yang telanjang. Sandra dan Parulian duduk mengapitku sementara anjing mereka terus mengunci kakiku dan memompanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala anjing itu berada tepat di atas payudara kananku, air liurnya menetes ke atas dadaku yang terbuka. Sekilas aku menengok ke bawah dan melihat batang kelamin yang besar dan merah menyala bergesekan dengan kaki bagian dalamku. Batang kelaminnya terasa begitu panas, licin dan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Parulian menepuk-nepuk kepala anjing itu. Dia sebenarnya mengarahkan kepala anjingnya sehingga lidahnya terus-menerus meneteskan air liur tepat di antara belahan dadaku. Posisi wajahku berada sangat dekat dengan mulut anjing itu. Aku dapat merasakan hembusan nafas anjingnya menerpa wajahku. Air liurnya pun kadang terpercik ke wajahku. Kejadian ini benar-benar porno dan cabul, tapi sekaligus juga merangsang birahiku. Aku berusaha keras menahan keinginan untuk mengisap lidah anjing itu yang tergantung-gantung. Akhirnya anjing itu menyemprotkan air maninya dalam jumlah yang besar ke sekujur kaki kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anjing itu menjilati wajahku sementara otot-otot mulutku mengendur. Lidahnya menyusup masuk ke dalam mulutku, membuatku terkejut. Ia berulang-ulang menjilati bagian dalam mulutku, sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh seekor anjing pun terhadapku. Aku membiarkannya melakukan apa pun yang diinginkannya. Dengan sadar kubiarkan mulutku tetap terbuka untuk meneruskan french kiss yang tak lazim ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandra berkata, &quot;Menyenangkan ya, Sayang? Bruno kini memiliki seorang teman wanita.&quot; Bruno, anjing itu, lalu melepaskan kakiku yang basah kuyup karena air maninya. Suami istri itu terus mengajakku ngobrol sementara air mani anjing mereka bergerak turun menelusuri kakiku yang terekspos sampai ke selangkangan. Aku berusaha tetap bersikap normal walaupun mata mereka hampir-hampir tak lepas menatap kakiku. Aku tak merasa perlu untuk merapikan rokku yang berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami sangat menghargaimu karena mau melayani anjing kami yang berperilaku buruk. Kebanyakan wanita tak mau melakukan hal itu. Kami khususnya menghargaimu karena mengizinkan Bruno untuk melepaskan birahinya pada kakimu yang indah. Bukankah kaki Maria indah, Sayang?&quot; kata Sandra.&lt;br /&gt;
&quot;Sangat indah. Aku yakin Bruno sangat terpuaskan dengannya&quot;, jawab Parulian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka menolongku berdiri dan membimbingku ke pintu. Masih dengan penampilan yang berantakan dan birahi yang bergejolak, aku melangkah melewati pintu. Saat itu Sandra berkata, &quot;Kembalilah kapan saja ada waktu. Aku yakin Bruno akan senang menemuimu lagi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu pintu pun tertutup dan sayup-sayup dapat kudengar tawa senang mereka di baliknya. Aku menyeberangi jalan dengan setengah berlari. Aku benar-benar merasa shock. Setibanya di rumah aku bermasturbasi sambil mandi di pancuran, lalu di atas tempat tidur setelah mandi, ketika memasak makan malam dan dua kali lagi sebelum akhirnya aku beristirahat. Kejadian pagi itu benar-benar membangkitkan fantasi yang luar biasa bagi diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua hari kemudian, aku kembali ke rumah pasangan tersebut. Ketika melihatku, mereka tahu persis maksud kedatanganku. Aku yakin mereka tahu. Mereka tak perlu lagi penjelasan. Parulian mempersilakanku untuk masuk sementara Sandra pergi ke belakang untuk memanggil anjing mereka. Hal yang sama kembali terulang, hanya kali ini aku jauh lebih siap. Aku tak mengenakan pakaian dalam sama sekali di balik gaun satu potong ketat dan mini yang kupakai. Aku telah kehilangan rasa malu yang menghambatku. Pasangan suami istri tetanggaku tersebut tampak kaget dan senang mengetahui hal ini. Apalagi ketika Bruno mengalami orgasme dan semprotan air maninya sampai ke liang senggamaku dan membasahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku semakin berani. Kami meneruskan acara dengan berdiri dan berjalan mengelilingi seisi rumah. Sementara Bruno dengan setia mengikutiku. Kepalanya senantiasa menyusup ke dalam rokku yang sangat pendek. Kami semua bersikap seolah mengabaikan anjing itu. Dengan gaun satu potong yang sangat ketat menempel di badan, sodokan moncong Bruno yang terus-menerus dari depan maupun belakang mengakibatkan terdorongnya rokku sampai ke pinggul. Aku tak pernah merapikannya kembali dan terus membiarkan Bruno menelanjangi dan menjilati selangkanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali-sekali mereka memberikan komentar seperti, &quot;Aku tak dapat mengatakan betapa senangnya kami menemukan seorang wanita yang mau melayani anjing kami&quot;, atau yang sejenisnya. Aku membiarkan mereka tahu kalau aku menikmati pernyataan-pernyataan yang kasar dan cabul itu.&lt;br /&gt;
Sandra kemudian berkata, &quot;Ya begitu. Apa lidah si Bruno masuk ke dalam memekmu, Maria?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya, langsung ke dalam rahimku, kurasa&quot;, jawabku.&lt;br /&gt;
Ia tersenyum dan berkata, &quot;Kau benar-benar manis mau melakukan itu untuknya. Aku tak tahu ada wanita sepertimu di sini. Kami tadinya sudah siap-siap untuk menyewa seorang wanita profesional, tapi di mana kau bisa temukan wanita yang mau menyewakan tubuhnya sendiri sebagai betina untuk memuaskan birahi seekor anjing piaraan?&quot;&lt;br /&gt;
Aku menyukainya. Aku mengatakan padanya bahwa aku dengan senang hati mau bertindak sebagai betina untuk anjing jantan mereka dengan gratis.&lt;br /&gt;
Sandra berkata, &quot;Maria, kupikir Bruno lebih senang jika kau melakukan pelayanan ini dengan bugil. Seekor betina tidak mengenakan pakaian, bukan?&quot; Aku pun melucuti pakaianku. Sejak itu, mereka menyebutku sebagai betina, atau betina si Bruno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keintiman antara aku dan Bruno semakin bertambah. Aku dapat mengetahui bahwa sandra dan Parulian sangat senang melihat kami berperilaku sebagai sepasang kekasih. Karena itu aku pun berperilaku sesuai sudut pandang itu. Kami membiasakan diri untuk bercumbu seperti yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. Membuat Bruno untuk menciumku sangatlah mudah. Aku tak tahu, kadang aku berpikir anjing itu benar-benar mencintaiku sebagai kekasihnya. Bruno dapat mencium mulutku dalam-dalam, sementara aku memegang kepalanya dan mencium balik, kadang sambil mengisap lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena seks oral adalah bagian dari cumbuan dan permainan pembuka yang biasa dilakukan oleh manusia, dan Bruno telah melakukannya padaku, aku merasa berkewajiban untuk memberinya pelayanan intim yang sama. Mengisap dan menjilati alat kelamin seekor anjing benar-benar merupakan hal paling cabul dan tak bermoral yang pernah kulakukan sampai saat ini. Anehnya kecabulan itu benar-benar membawaku pada suatu birahi tertinggi yang pernah kualami. Sementara itu Sandra dan Parulian terus menyaksikan dengan seksama adegan demi adegan percintaan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyenangkan pasangan Sandra dan Parulian sekarang merupakan urutan tertinggi dalam daftar prioritasku. Aku mencintai pasangan ini. Sandra khususnya, sudah seperti seorang ibu bagiku. Sedangkan Parulian tak pernah memanfaatkan keintiman yang kami bagi bersama, walaupun sebenarnya aku sudah tidak keberatan dan berharap ia melakukannya. Dalam waktu yang singkat ini, telah tumbuh cinta di antara kami bertiga. Melihat mereka senang atas semua perbuatanku selama ini adalah satu-satunya yang kubutuhkan untuk melakukan yang lebih lagi. Karena itu aku langsung mengikut apa yang mereka inginkan ketika suatu saat akhirnya Sandra menegurku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kau belum melakukannya dengan baik, Maria. Kau belum belajar bagaimana melayani Bruno dengan benar. Kupikir kau mengerti apa yang kumaksud kan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kau ingin agar ia menyetubuhiku dan mengawiniku serta mengisi rahimku dengan benih anjingnya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tepat sekali, Maria. Itulah pelayanan yang kami harapkan dari seorang betina manusia. Dan bukankah itu perananmu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya, Nyonya Sandra. Aku adalah betina untuk anjing Anda.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kau bukanlah betina yang baik kalau ia tak dapat mengawinimu dan menyemprotkan air mani anjingnya ke dalam memekmu, tempat semestinya ia berada.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nyonya Sandra, Bruno adalah kekasihku, dan aku adalah betinanya. Ia kini berhak atas memekku, dan aku tak memiliki hak untuk menolaknya mengakses milikku yang paling pribadi itu. Sperma anjing anda tempatnya adalah di dalam rahimku. Bahkan ia kini lebih berhak daripada suamiku sendiri. Hubunganku dengan suamiku semata-mata hanyalah karena ikatan pernikahan, sedangkan anjing Anda adalah kekasihku.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya, itu sangat penting. Kebutuhan Bruno harus dilayani lebih dulu, selalu. Akan lebih baik kalau suaminya mengetahui kenyataan ini&quot;, Parulian menimpali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana seandainya aku menyuruh Beni untuk selalu terlebih dulu meminta konfirmasi kepada Anda kalau-kalau Bruno ingin menyetubuhiku sebelum ia melakukan hal yang sama terhadap diriku? Apakah itu cukup memuaskan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Akankah suamimu melakukan hal itu?&quot; Tanya Parulian.&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kau yakin?&quot; Sandra ikut bertanya.&lt;br /&gt;
&quot;Aku tak akan memberikan tawaran jika aku tak dapat memenuhinya. Aku akan menceritakan semuanya kepada suamiku. Aku akan membuatnya mengerti bahwa Bruno adalah kekasihku dan kebutuhannya harus dipenuhi lebih dulu. Aku akan mengatakan pada Beni bahwa ia hanya dapat menyetubuhiku setelah Bruno melakukannya terhadapku terlebih dahulu. Dia akan selalu mendapatkan tubuhku yang habis pakai, dan memekku yang masih bersih dan wangi hanya disediakan bagi Bruno. Aku akan menyuruhnya menelepon Anda untuk mengatakan langsung secara pribadi bahwa ia dapat memahami keadaan yang berlaku mulai sekarang. Sekarang bolehkah aku bersetubuh dengan anjing Anda?&quot; aku memohon.&lt;br /&gt;
&quot;Oh tidak secepat itu&quot;, kata Sandra, &quot;Apakah kau sudah memasuki masa suburmu saat ini?&quot;&lt;br /&gt;
Aku menggeleng karena aku memang baru akan memasukinya sebentar lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Nah, kau kembalilah lagi ke sini kalau sudah memasuki masa suburmu, sehingga sel-sel telur di dalam rahimmu sudah matang dan siap untuk menerima benih-benih dari anjing kami.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku seperti tersetrum oleh aliran listrik mendengar ide itu. Gairahku meledak-ledak. Walaupun kecewa karena tak dapat bersetubuh dengan anjing mereka hari ini, aku setuju untuk mengikuti kehendaknya.&lt;br /&gt;
&quot;Baiklah, Nyonya Sandra. Aku akan kembali lagi pada saat tubuhku sudah benar-benar siap untuk dibuahi oleh benih anjing Anda dan pada saat birahiku sedang mengalami puncaknya. Untuk itu, mulai sekarang aku akan menghentikan pemakaian pil kontrasepsiku.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bagus, tapi jangan lupa. Sampai masa suburmu habis bulan ini, jangan sekali-kali kau bersetubuh dengan suamimu, dan selama masa suburmu berlangsung, kau boleh datang ke mari tiap hari untuk menemui kekasihmu dan kawin dengannya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih, Nyonya Sandra. Mulai sekarang, setiap datang masa suburku tempatku adalah di sini bersama Bruno. Beni tidak berhak menyentuhku selama itu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sebelum kau pulang, bawalah ini dan minumlah secara teratur. Ini adalah jamu yang manjur untuk meningkatkan kesuburan wanita&quot;, Parulian memberiku sekotak jamu yang diambilnya dari dalam lemari.&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih. Aku berharap aku dapat mengandung dan melahirkan anak-anak Bruno&quot;, aku tersenyum.&lt;br /&gt;
&quot;Nah, sekarang pulanglah. Bawalah pakaian dan sepatumu, tapi kau tak boleh mengenakannya. Pulanglah dalam keadaan bugil&quot;, kata Sandra, &quot;Begitu pula lain kali kau datang kemari, tak perlu mengenakan pakaian apa pun juga. Mengerti?&quot;&lt;br /&gt;
Bukan main, pasangan ini selalu memiliki ide-ide yang mengejutkanku. Bagaimanapun, aku setuju untuk mengikuti aturannya. Aku pun tersenyum dan mengangguk. &quot;Ya, Nyonya Sandra.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyeberangi jalan dengan jantung yang berdebar kencang sekali. Selain rumahku dan rumah keluarga Parulian yang berseberangan, rumah-rumah yang lain terletak cukup jauh. Bagaimanapun, setidaknya ada lima rumah di sekitar situ yang dari dalamnya penghuninya dapat melihat adanya seorang wanita bugil sedang menyeberang jalan di tempat terbuka pada siang hari bolong. Tentu saja jika mereka kebetulan memperhatikannya. Yang jelas jarak ke rumahku yang tak sampai sepuluh meter serasa jauh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu tiba di pekarangan rumah, tiba-tiba terdengar suara mobil mendekat. Bulu kudukku segera berdiri? Aku belum lagi membuka pintu rumah ketika mobil itu melewatiku. Aku hanya bisa berdiri terpaku tanpa bergerak sedikit pun. Setelah mobil itu berlalu, barulah aku menengok ke belakang dan menyadari bahwa pasangan yang ada di dalam mobil itu bahkan tak melihat sedikit pun ke arahku. Perasaan lega dan luapan gairah segera membanjiri diriku. Aku pun segera masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua hari kemudian, aku telah memasuki masa suburku. Sampai saat itu aku sama sekali tidak pernah melayani Beni. Sementara pil-pil kontrasepsi tak pernah lagi kutelan. Sebaliknya jamu pemberian Parulian kuminum teratur tiga kali sehari. Setelah membuat janji dengan keluarga Sandra dan Parulian, dengan hati yang mantap aku keluar rumah dalam keadaan bugil. Rasa takut terlihat oleh orang lain telah menguap bersamaan dengan panasnya cuaca di sini. Aku tak lagi peduli. Gairah karena berjalan bugil menyeberangi jalan di siang hari bolong dengan keluarga Parulian memperhatikannya membuat tubuhku bergetar senang bercampur tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalananku terinterupsi oleh sebuah mobil yang lewat ketika aku hampir mencapai pintu rumah keluarga Sandra dan Parulian. Aku yakin si pria pengemudi mobil melihatku. Mobilnya melambat di depanku. Ketika satu mobil lagi lewat, aku merunduk di balik semak-semak. Lingkungan rumahku yang sepi tiba-tiba menjadi ramai. Saat itulah aku sadar bahwa sekarang adalah waktu penggantian shift di pabrik. Para buruh mulai keluar ke jalan. Begitu pintu rumah keluarga Parulian terbuka, aku pun segera menyelinap masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membawaku ke meja makan untuk pemeriksaan. Mereka membaringkanku seperti bahan percobaan di laboratorium dan menggunakan pena cahaya untuk melihat ke dalam celah kewanitaanku. Sandra menyatakan semuanya kelihatan bagus dan bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bruno mencakar-cakarkan kedua kaki depannya pada pintu kaca meminta masuk, seolah tak sabar untuk memenuhi hasratnya mendapatkan diriku. Sandra memutar tubuhku sehingga memekku langsung menghadap ke arah anjing itu. Sambil memainkan jari-jemarinya di memekku, ia berkata, &quot;Lihat Bruno, kami membawakanmu memek untuk kau setubuhi. Dia akan jadi betina yang baik mulai saat ini dan akan mengizinkanmu memompa kontolmu ke dalam memeknya. Kau bisa kosongkan semua air mani yang kau punya ke dalam rahim pelacur betina yang cabul ini kapan saja kau mau, sayang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayolah, sayang. Kita sudah memisahkan dua kekasih ini cukup lama. Tidakkah kau lihat keduanya sudah sangat ingin kawin? Lihat denyutan memeknya yang kencang tandanya sudah siap untuk menerima kontol anjing kita. Dan lihat cairan yang keluar itu, memeknya sudah ngiler untuk dimasuki kontol anjing. Kau menginginkan kontol anjing itu kan, pelacur betina?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya, ya! Aku sangat ingin merasakan kontol anjing itu di dalam memekku. Aku butuh disetubuhi oleh seekor hewan. Memekku akan mengisap kontolnya sampai kering&quot;, balasku bernafsu.&lt;br /&gt;
&quot;Oh, tidak, sebelum mulutmu membuat kontol anjing kami mengeras dan tegang&quot;, kata Sandra. Ia membuka pintu kaca sementara suaminya membantuku berdiri. Bruno melonjak-lonjak kegirangan dan memakan memekku sementara aku membukakan bibir memekku untuknya, sambil berkata, &quot;O ya, sayang. Itu milikmu sepenuhnya sekarang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bruno tampak lebih kegirangan daripada hari-hari sebelumnya, dan alat kelaminnya yang panjang menjuntai keluar dari dalam sarungnya yang berbulu sementara ia mengelilingiku. Ketika Sandra merasa kami berdua sudah siap, ia mengangkat kedua kaki depan Bruno. Anjing itu berdiri di hadapanku dengan kedua kaki belakangnya, kontolnya yang menegang menjulur ke depan. Aku segera berlutut di hadapannya dan mulai mengisap kontolnya dengan rakus, menelan seluruhnya sampai masuk ke tenggorokanku sementara kedua tanganku memijati kedua biji zakarnya. Ternyata alat kelamin Bruno semakin lama semakin tumbuh berkembang di dalam mulutku. Aku takjub mengamati besarnya yang jauh melebihi batang kemaluan Beni. Bentuknya pun tampak gemuk dengan warna pun merah menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar merasa direndahkan serendah-rendahnya dan dipermalukan dengan berada dalam keadaan bugil bersimpuh di hadapan seekor anjing, memberinya pelayanan seks oral sambil diperhatikan oleh pasangan Sandra dan Parulian. Sepertinya aku benar-benar menghambakan diriku kepada mereka dan anjingnya. Dan aku menyukainya?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandra berkata, &quot;Aku seharusnya membiarkan dia berejakulasi di dalam mulutmu.&quot;&lt;br /&gt;
Aku mendongakkan wajahku dengan penuh harap untuk berkata, &quot;Anda harus. Ya, Anda harus membiarkan anjing Anda melakukan itu?!&lt;br /&gt;
Suami istri itu saling tersenyum. Sandra berkata, &quot;Baiklah, betina yang cabul. Kalau kau memang ingin meminum dan mandi dengan air mani kekasihmu, aku mengizinkannya.&quot;&lt;br /&gt;
Aku tersenyum senang dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, Bruno menyiramkan spermanya ke dalam mulutku. Dengan lahap aku menelannya. Sebagian lagi mengucur keluar dari mulutku dan jatuh melalui daguku ke dadaku yang telanjang. Semprotan air mani yang encer tapi pekat itu tersebar ke rambut dan seluruh wajahku, bahkan sampai ke bahu dan kedua payudaraku. Aku merasa puas sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Parulian sejak awal mengabadikan adegan percintaan kami dengan sebuah handycam. Setelah selesai, dengan wajah dan badan yang berantakan karena basah kuyup oleh air mani anjing, aku tersenyum dengan manis ke arah handycam Parulian. Lidahku sesekali masih menjilati alat kelamin Bruno maupun air maninya yang membasahi jari-jariku. Sementara itu Parulian meng-close up wajahku selama beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir aku harus menunggu beberapa lama untuk memulai ronde berikutnya. Yang kutahu, seorang manusia lelaki bila telah mengalami orgasme akan menjadi lemas. Ternyata tidak demikian dengan kekasih hewanku. Kontolnya masih cukup keras. Sandra menyuruhku untuk menambah keras lagi kontol Bruno dengan mulutku. Aku melakukannya, dan dalam waktu singkat alat kelamin itu telah kembali ke ukuran maksimalnya. Aku merasa takjub dan senang memiliki kekasih yang perkasa seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagus. Nah, sekarang kita harus membuatmu dibuahi oleh sperma anjing&quot;, kata Sandra yang merasa puas dengan pekerjaanku. Ia membimbingku ke sofa dan mendudukkan diriku di antara mereka berdua. Aku segera mengangkat kedua kakiku tinggi-tinggi dan mereka mengambil kakiku masing-masing satu dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar, menawarkan memekku kepada Bruno. Bruno melompat menaiki tubuhku dan memegangiku dengan kedua kaki depannya tepat di bahuku. Tanganku menggapai ke bawah dan meraih kontolnya yang keras, serta membimbing ujungnya ke dalam lubang senggamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goyangan pinggul Bruno segera memompa kontolnya yang panjangnya hampir mencapai 16 cm ke dalam tempatnya, yaitu lubang memekku. Aku merintih-rintih kenikmatan dibuatnya. Aku kehilangan kontrol. Tak kusadari aku menjeritkan kata-kata kotor yang hanya pantas diucapkan oleh pelacur murahan yang tak bermoral. &quot;Oh, ya.. Rasanya enak sekali.. Aaah, enak sekali dikawini anjing.. Ya, ya.. setubuhi aku terus. Pompa.. ya, pompa lagi anjingku.. kekasihku.. Oooh. Aku milikmu, setubuhi terus betinamu.. Oooh, hamili aku.. Hamili aku!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anjing itu terus memompaku dengan keras dan cepat selama sepuluh menit sebelum menyemprotkan air maninya yang banyak sekali ke dalam diriku. Aku dapat merasakan air maninya yang hangat menghujani rahimku. Aku baru menyadari kalau air mani anjing terasa lebih panas daripada air mani manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bruno berusaha menarik kontolnya dari dalam memekku setelah puas melampiaskan nafsunya terhadap diriku, tetapi ia tak bisa melakukannya. Kami telah terikat bersama. Kedua alat kelamin kami tak bisa dipisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seekor anjing jantan memiliki buhul atau gumpalan yang besar di sekitar pangkal kelaminnya. Buhul itu dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa kontol si anjing jantan tetap berada di dalam memek betinanya dalam waktu yang cukup lama ketika mereka bersetubuh. Dengan demikian sperma si anjing jantan mempunyai cukup waktu untuk mencapai sel-sel telur betinanya. Tanpa mekanisme itu, sebagian besar air mani yang masuk ke dalam memek si betina akan langsung keluar lagi sehingga memperkecil kemungkinan si betina untuk hamil. Kedua sejoli ini baru bisa terpisah setelah kelamin si jantan mengerut kembali, dan ini memakan waktu antara 15 sampai 45 menit. Paling tidak demikianlah menurut berbagai literatur tentang perkawinan anjing yang sempat kubaca dalam rangka menghadapi perkawinanku dengan Bruno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian aku sama sekali tak terkejut ketika kami tak terpisahkan setelah selesai bersetubuh. Justru peristiwa inilah yang kuharap-harapkan. Aku benar-benar menikmati saat-saat yang sangat intim tersebut. Belum pernah sebelumnya aku merasa begitu dimiliki dan dikuasai. Belum pernah juga sebelumnya aku merasa begitu pasrah menyerahkan diriku untuk dihamili, apalagi oleh seekor anjing. Pikiran-pikiran itu saja membuatku mengalami orgasme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sandra meletakkan kedua kaki depan Bruno di pundakku selama kami menunggu. Sementara aku mengelus-elus tubuh kekasih hewanku yang berbulu dan kami pun berciuman dengan mesra dan intim. Pasangan Sandra dan Parulian dapat melihat dengan jelas kedua alat kelamin kami yang saling terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami berdua terpisah setengah jam kemudian, Parulian bertanya kepadaku, &quot;Maria, apakah kamu benar-benar bisa mengatur suamimu supaya ia tak mendahului Bruno jika ingin menyetubuhimu?&quot;&lt;br /&gt;
Aku memandang Parulian dan berkata, &quot;Itu bisa membuat Anda terangsang, ya kan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya. Itu membuat kami berdua terangsang.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku merasa senang jika memang demikian. Ya, aku percaya dapat melakukannya. Apa yang sebenarnya Anda inginkan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Oke, kami akan sangat menyukainya jika kamu dapat menetapkan bahwa suamimu tak dapat mengintimimu sebelum Bruno mengintimimu. Dengan sepengetahuan kami tentunya.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ada lagi. Kami ingin ada jaminan bahwa kau tak akan melanggar aturan itu. Kami tak dapat menerima jika kau berbohong dan berselingkuh terhadap anjing kami&quot;, Sandra menambahkan.&lt;br /&gt;
&quot;Tentu saja tidak. Apa usulan Anda untuk itu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sabuk kesucian, dengan kuncinya kami sendiri yang memegang.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sabuk kesucian! Kedengarannya ide yang sangat bagus. Apakah Anda memilikinya?&quot;&lt;br /&gt;
Sandra tersenyum dan berkata, &quot;Tunggu sebentar.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kembali dengan sebuah alat yang aneh. Aku berdiri untuk memeriksa alat itu. Nampaknya seperti bagian bawah dari bikini tali, hanya saja terbuat dari kombinasi sabuk metal dan rantai besar yang terbentang di tengah-tengah sabuk itu. Sandra memakaikan sabuk itu di sekeliling pinggulku dengan erat dan melewatkan rantai itu dari bagian belakang sabuk melalui celah pantatku, terus menutupi lubang kemaluanku di bagian depan, lalu mengaitkannya kembali ke sabuk bagian depan dengan ketat dan menguncinya. Dengan kondisi seperti itu, aku benar-benar tak dapat lagi disetubuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nah, begitulah. Kau tetap bisa pipis dan besar dengan sabuk itu terpasang pada tubuhmu. Hanya saja kau harus bekerja ekstra untuk membersihkannya. Kau selalu bisa datang kemari dan kami akan membukakan kuncinya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera pulang ke rumah setelah itu. Beni belum lama tiba di rumah dan baru saja hendak menonton TV sambil membawa beberapa kaleng bir dan sepiring cemilan. Ia terpaku di tempatnya dan memandangi sekujur tubuhku. Hampir saja kaleng-kaleng bir itu terlepas dari tangannya. &quot;Sayang, apa yang terjadi?&quot;&lt;br /&gt;
Aku berjalan ke arahnya. Pandangan kedua mata suamiku tertuju pada alat yang terpasang pada selangkanganku, lalu pada cairan yang mengalir menuruni kedua kakiku.&lt;br /&gt;
&quot;Ini air mani anjing, Beni. Aku baru saja bersetubuh dengan anjing tetangga kita.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera berlalu dari hadapannya menuju pancuran untuk mandi membersihkan diriku. Beni mengikutiku persis seperti yang kuharapkan. Sementara itu aku menyalakan kran air dan mulai mandi di bawahnya.&lt;br /&gt;
&quot;Maukah kau memperjelas apa yang kau katakan barusan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kata-kata apa yang tidak kau mengerti?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kau bersetubuh dengan seekor anjing?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bagus, Beni. Kurasa kau mengerti maksudku.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mengapa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Karena ia menyetubuhiku lebih baik dan lebih lama daripada kamu. Ia adalah pemain seks yang hebat. Aku adalah betinanya. Ia adalah kekasihku. Ada pertanyaan yang lain?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apakah tetangga kita tahu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Justru merekalah yang merencanakannya. Tugasku adalah melayani anjing mereka. Dan aku mengerjakan tugasku dengan sungguh-sungguh.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lalu alat apa itu dan kenapa kamu berkeliaran bugil di luar?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku tidak bugil. Aku mengenakan sabuk kesucian.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sabuk kesucian? Itu kan untuk perawan-perawan di zaman dulu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bukan, sabuk ini untuk mencegah kontol yang tak berhak mengakses memek dan lubang pantat yang sudah dimiliki secara pribadi.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Siapa yang memegang kuncinya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Keluarga Sandra dan Parulian, tentu saja.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lalu bagaimana caranya kalau aku ingin menyetubuhimu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Yah, itulah masalahnya. Tetangga kita mempunyai aturan. Bruno, anjing mereka, akan selalu mendapat jatah pertama. Kau baru boleh menyetubuhiku setelah itu. Mereka bilang mereka mau saja mengizinkanmu untuk menyetubuhiku selama kamu mau mengikuti aturan ini dan aku sudah menjamin mereka dan mengatakan pada mereka bahwa mereka tak perlu khawatir.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sebetulnya agak terkejut (sekaligus gembira) ketika Beni ternyata tidak bereaksi negatif. Pandangan matanya tak terlepas sedikit pun dari sabuk kesucianku. Ia memintaku untuk menjelaskan secara rinci kejadiannya. Birahinya yang menggebu mengkhianati perasaannya yang seharusnya timbul akibat perbuatanku mengambil seekor anjing sebagai kekasih. Aku pun memberinya penjelasan secara rinci tentang semua peristiwa yang terjadi dan efeknya terhadap diriku. Ia hampir saja berejakulasi di celananya ketika kusebutkan bahwa Bruno akan selalu mendapatkan jatah memek yang segar dan bersih, sedangkan ia akan selalu mendapatkan bagian sesudahnya hanya jika pasangan Sandra dan Parulian merasa puas dengan penerimaannya yang total dan sungguh-sungguh atas aturan yang berlaku ini. Malamnya, ia sudah sangat siap untuk menelepon keluarga Sandra dan Parulian dan menjelaskan bahwa ia sudah memahami peranannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hampir-hampir mengalami orgasme hanya mendengarkan suamiku memberi tahu mereka bahwa ia akan selalu mendahulukan Bruno dan bahwa aku adalah kekasih dan betina si Bruno yang nomor satu. Mereka lalu menyuruh Beni untuk membawaku ke sana untuk dikawini lagi oleh Bruno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beni pada awalnya tak suka berjalan bersamaku yang hanya mengenakan sabuk kesucian, tapi aku tak memberinya pilihan lain. Selesai berkenalan dengan suamiku, pasangan Sandra dan Parulian melepaskan sabuk kesucianku dan menyuruhku merendahkan diriku dalam posisi merangkak untuk memberikan pelayanan seks oral kepada anjing mereka di depan suamiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Bruno menyetubuhiku dari belakang dengan gaya anjing dan mengisi peranakanku dengan benih-benihnya. Seperti sebelumnya, setelah usai aku terikat dengan Bruno selama sekitar setengah jam. Beni sepenuhnya menikmati, menontonku kawin dengan hewan liar itu. Begitu aku dan Bruno terpisah, pasangan Sandra dan Parulian menyerahkan sebuah kalung anjing kepada Beni yang langsung memasangkannya di leherku. Mereka menyuruh Beni supaya aku selalu mengenakan kalung anjing itu. Kalung itu mempunyai sebuah tempat nama yang menggantung dengan tulisan &quot;Betina si Bruno&quot; yang tertulis di kedua sisinya dengan huruf-huruf besar yang mudah dibaca dari jarak beberapa meter. Aku mengenakan kalung itu dengan bangga dan bermaksud untuk memakainya terus setiap saat. Parulian mengaitkan seutas tali ke kalung anjingku dan menyerahkan ujungnya kepada Beni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Beni tak pernah menyetubuhiku sebelum Bruno mendapatkan bagiannya. Jika masa suburku tiba, minimal selama tiga hari aku selalu menginap di rumah keluarga Sandra dan Parulian supaya bisa kawin setiap saat dengan anjing mereka. Juga untuk meyakinkan bahwa tak ada benih suamiku yang bisa menghamiliku selama masa itu. Aku mencintai suamiku, aku senang menjadi istrinya dan sama sekali tak mempunyai keinginan untuk bercerai dengannya, tapi aku juga sudah tak ingin lagi memiliki anak darinya karena aku sudah mempunyai kekasih baru, Bruno. Jika aku harus hamil, biarlah itu berasal dari benih anjing kekasihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama aku menginap di rumah keluarga Sandra dan Parulian, aku tak pernah mengenakan pakaian apa pun kecuali kalung anjingku. Bahkan ketika pergi ke rumah mereka pun aku tak membawa pakaian secuil pun. Demikian pula ketika aku pulang kembali ke rumah suamiku setelah masa suburku lewat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beni tampak senang menjalani kehidupan seperti itu. Kami mulai memiliki segudang koleksi foto dan video tentang kehidupan cintaku bersama Bruno, kebanyakan berisi adegan-adegan percintaan seksual secara eksplisit. Kadang-kadang Beni serta pasangan Sandra dan Parulian membawaku dan Bruno ke hutan kecil dekat rumah kami untuk berjalan-jalan. Kami pergi bermobil ke sana dan memarkir mobil di pinggiran hutan, lalu berjalan kaki masuk ke dalamnya. Tentu saja aku tak mengenakan apa-apa kecuali kalung anjingku dan seutas tali kekang yang terkait padanya. Lalu mereka bertiga berjalan-jalan mengelilingi hutan sambil memegang tali-tali yang terikat pada leherku dan leher Bruno. Aku diperlakukan sama seperti anjing karena aku adalah betina Bruno. Jika Bruno tiba-tiba muncul birahinya maka ia akan segera mengawiniku saat itu juga tanpa mempedulikan tempatnya. Sementara itu suamiku serta pasangan Sandra dan Parulian pun akan berhenti sejenak dan mengabadikan seluruh adegan itu dengan kamera dan handycam mereka.&lt;br /&gt;
Yah, begitulah kehidupan seekor anjing. Dan aku sangat menikmatinya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/8168022127042638420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/betina-untuk-bruno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8168022127042638420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8168022127042638420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/betina-untuk-bruno.html' title='betina untuk bruno'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5553981166302591912</id><published>2011-01-02T21:54:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:54:34.085-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>bercinta di atas meja sekolah</title><content type='html'>Aku seorang gadis bersekolah di SMA, namaku Shinta. Aku anggota cheerleader PCT. Pada suatu hari, ada pertandingan basket antara anak melawan anak SMA 8 di sekolahku. Aku sebagai anggota tim cheerleader PCT, berpakaian minim, memberi support kepada tim sekolahku ... pada tengah2 pertandingan, salah satu pemain cadangan tim SMA 8 tersenyum padaku .... dia bukannya melihat teman2nya bermain, melainkan memandangiku terus. Ketika babak pertama usai, dia datang menghampiriku, dan kami berkenalan ... sebut saja namanya Indra. Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap2 sebentar di kantin sma.&lt;br /&gt;
Setelah tidak berapa lama ... tiba2 dia berbisik di telingaku, katanya ,&quot; Kamu cantik sekali deh Shinta ..&quot; sambil matanya tertuju pada belahan dadaku ... mukaku langsung merah ... kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba2 terdengar suara &quot;PRITTTTTTTT....!!!&quot; tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai ... aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas2 kosong ... tiba2 dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1 ... lalu dia langsung menutup pintu ... aku langsung bertanya padanya,&quot; ada apa indra ... babak ke-2 udah mau mulai nih ... kamu gak takut dicariin pelatih kamu ??&quot;. Dia tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaku,&quot;Badan kamu bagus ya sekali ya Shin ..&quot; Aaaahhhh. aku tak bisa berbuat apa2 selain berbalik badan dan menatap matanya .... dan tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia langsung mencium bibirku dan aku yang belum pernah berciuman dengan cowo, tidak bisa berbuat apa2 selain membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Setelah kira2 5 menit bercumbu, mulai tangannya meraba dan meremas dadaku...aku pasrah saja padanya, karena terus terang aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk kedalam baju cheers no.3 ku itu, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu dia menyingkapkan bajuku dan memeloroti rokku hingga aku tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia membuka baju basket dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak jelas padaku bahwa &quot;burung&quot;-nya sudah tegang dibaik celana dalamnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku kedalam celana dalamnya. Aku merasakan &quot;burung&quot;-nya yang besar dan tegang itu dan ia memintaku untuk meremas-remas burungnya itu. Ia memaksaku untuk membuka celana dalamnya, setelah aku membuka celana dalamnya, tampak jelas burungnya yang sudah ereksi ... besar juga pikirku ... hampir sejengkal tanganku kira2 panjangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru sekali itu aku melihat kemaluan cowo secara langsung, biasanya aku hanya meihat dari &quot;Blue&quot; film saja kalau aku diajak nonton bersama teman2 dekatku. Ketika aku masih terpana melihat burungnya, dia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja dengan sedikit bantuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia menyingkirkan pakaian dalamku, badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku diatas meja kelas dan ia mulai menjilati puting payudaraku sampai aku benar2 menggeliat keeenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, aku baru tau bahwa inilah yang akan terjadi padaku kalau aku benar2 terangsang. Lalu tangannya yang kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan klitorisku sambil sesekali mencubitnya. Aku yang benar2 terangsang tidak bisa berbuat apa2 selain mendesah dan menggeliat di atas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup lama ia memainkan tangannya pada kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan klitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, aku merasakan darahku naik ke ubun2 dan aku merasakan sesuatu kenikmatan yang amat sangat nikmat, badanku meregang dan aku merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku itu, Indra tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai hanya air liurnya sajalah yang membasahi kemaluanku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badanku terasa lemas sekali ... lalu Indra duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat. Ia berkata padaku sambil tersenyum,&quot; Kamu tampak cape banget ya Shin ...&quot; Aku hanya tersenyum. Dia mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, aku benar2 kagum padanya, &quot;Baik banget nih cowo&quot; pikirku ... Seperti sudah mengerti, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus ngelus burungnya, sambil sesekali menjilati dan menciuminya, aku juga tak tau bagaimana aku bisa bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku hanya membalas perbuatannya padaku, dan cara yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indra hanya meregankan badannya ke belakang sambil mengeluarkan suara2 yang malah makin membuatku ingin memasukkan burungnya ke dalam mulutku, tak berapa lama kemudian aku memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk kedalam mulutku, terasa benar ujung burungnya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang kemaluannya masuk kedalam mulutku, lalu aku mulai memainkan burungnya didalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi tanda kalau aku sudah benar2 terangsang padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira2 5 menit aku melakukan oral sex pada Indra, tiba2 badan Indra yang sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang goyang keras sambil ia berkata.&quot; aaaaarghhh.....aku udah gak tahan lagi nih Shin.. aku mau keluarr...&quot; aku yang tidak benar2 memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan burungnya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih dan rada asin muncrat dari lubang kemaluan Indra, aku langsung mengeluarkan burungnya itu dan seperti kesetanan, aku malah menelan cairan spermanya, dan malah menghisap burungnya sampai cairan spermanya benar2 habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Indra yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan irama nafasnya yang terengah-engah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya tersenyum padanya, lalu Indra bangun dan menghampiriku. Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat. &quot;Kamu cantik dan baik banget ya Shin&quot; katanya tiba2 aku hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Indra membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya kedalam lubang kemaluanku cukup lama kami bercumbu, lalu ia berkata,&quot; Shin boleh nggak aku emm itu&quot; &quot;itu apa Ndra ??&quot; tanyaku. &quot;Itu .. masa kamu gak tau sih ??&quot; balasnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku menjawab aku merasakan kepala batang kemaluanya sudah menyentuh bibir kemaluanku cresttt creest terasa ada yang terobek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar kemudian indra berkata &quot; shin kamu ternyata masih perawan !!!&quot; aku hanya bisa tersenyum dan merasakan sedikit perihi kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluanya masuk ke vaginaku. digerak-gerakan perlahan batang kemaluanya yang besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan yang ada hanya ada rasa geli, enak dan nikmat ketika indra menggoyangkan badannya maju mundur pelan pelan aku tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan..kemudian semakin cepat saja indra memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya kekiri kekanan.dan dipuntir- puntir putingku yang pink yang semakin membuatku menggelepar gelepar seperti ikan yang dilempar kedaratan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat sudah membasahi badan kita berdua aku sadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tapi aku rasa kemungkinanya kecil karena kelas itu agak terpencil .ahhhh ahhhh ahhh aku mendesah dengan suara kecil karena takut kedengarann orang lain ..kullihat tampang indra yang menutup matanya dan terenggah- engah nafasnya. cukup lama juga indra bermain denganku memang benar kata orang kalau atlit itu kuat dalam bersenggama ..ahhhhh awww..awwww geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan tiba-tiba kurasakan seuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan muncrat dari dalam vaginaku .oh itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku..badanku terasa rileks sekali dan mengejang. ditutup mulutku oleh indrap mungkin ia takut kalu aku mendesah kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meja kelas yang agak tua itu bergoyang goyang karena ulah kita berdua .aku masih merasakan bagimana indra berusaha untuk mencapai puncak organsmenya iya lalu duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluan nya .aku menurut saja dan pelan-pelan aku duduk di kemaluannya . Indra memegang pinggulku dan menaik turunkan diriku .aku merasakan belum pernah aku merasakan kenikmatan yg seperti ini .aku mendesah desah dan indra semakin semangat menaik turunkan diriku .lalu badan indra mengejang dan berkata,&quot;shin aku mau keluarrrrrr &quot; sekarang malah giliranku yg semangat memacu gerakan tubuhku agar indra bisa juga mencapai klimaks nya .tapi lama indra mengeluarkan burungnyna dan terdengar ia mendesah panjang, &quot;Ahhhhhh shin ..aku keluar .ku liat air maninya kececeran di lantai dan sebagian ada yg ke meja .lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. ia berkata, &quot;kamu nyesel yah shin?&quot; aku menggeleng sambil berkata, &quot;ngak koq ndra .sekalian buat pengalaman bagiku .&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kalo orang orang di luar kelas sangat banyak yg menonton pertandingan lalu aku buru buru mengenakan pakaianku dan menyuruh indra juga untuk memasang pakainnya .sebelum keluar iya bertanya padaku, &quot;shin kapan kita bisa &#39;begituan&#39; lagi? Dan aku menjawab terserah kamu ndra .tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu aku yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan..&quot; Ia tersenyum dan mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah pengalamanku, tak kusadarai ternyata melakukan hubungan seks itu sangatlah nikmat dan aku berniat untuk merasakannya lagi..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5553981166302591912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-di-atas-meja-sekolah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5553981166302591912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5553981166302591912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-di-atas-meja-sekolah.html' title='bercinta di atas meja sekolah'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5479729195674727855</id><published>2011-01-02T21:52:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:52:58.513-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>Bercinta dengan tetangga idaman</title><content type='html'>Kurasa tidak perlu aku ceritakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku sekarang sudah mendekati empat puluh tahun, kalau dipikir-pikir seharusnya aku sudah punya anak, karena aku sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun aku tidak begitu ganteng, aku cukup beruntung karena mendapat isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan dapat dikatakan dia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menimbulkan kecemburuan para tetanggaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isteriku bernama Resty. Ada satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi. Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik, usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, woow busyet.., selain masih muda juga cantik dan yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah ke sini karena tugas baru suaminya yang ditempatkan perusahaannya yang baru membuka cabang di kota tempatku. Aku dan isteriku biasa memanggil mereka Mas Agus dan Mbak Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak karena selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waduh, gimana ini Gus..? Nggak enak nih..!”&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak bisa dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian.” katanya menyebut isteriku.&lt;br /&gt;
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..?” kata isteriku ketika kuajak.&lt;br /&gt;
Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya aku tidak bertemu Agus, karena sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga aku langsung saja tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang sejak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Resty kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty langsung memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu. Sungguh, tidak dapat kuceritakan.&lt;br /&gt;
“Mas.., sekarang Mas..!” pinta isteriku memelas.&lt;br /&gt;
Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, “Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?”&lt;br /&gt;
Aku diam saja karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorenya Agus datang ke rumahku, “Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..?” tanyanya setelah kami berbasa-basi.&lt;br /&gt;
“Maksudmu apa Gus..?” tanyaku heran.&lt;br /&gt;
“Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi dia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat setelah ngobrol dengannya.”&lt;br /&gt;
Loh, aku heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.&lt;br /&gt;
Agus langsung menambahkan, “Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas.” katanya tanpa malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begini saja Mas,” tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?”&lt;br /&gt;
“Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;
“Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?”&lt;br /&gt;
“Pesta apaan..? Gila kamu.”&lt;br /&gt;
“Pokoknya tenang aja Mas, kamu cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol tentang masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tidak dapat menjelaskan perasaan apa ini, mungkin pengaruh minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, aku mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Tidak berapa lama Resty sudah telanjang bulat, entah kapan aku menelanjanginya. Sesaat aku merasa bersalah, kenapa aku melakukan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini dapat terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya aku sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul setelah penutupnya terbuka.&lt;br /&gt;
“Kegilaan apa lagi ini..?” batinku.&lt;br /&gt;
Seolah-olah Agus mengerti, karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan badan yang sedikit gemetar karena memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya aku lah yang melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Rini. Kuelus bagian itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan wanita sudah terasa, dan bagian tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bagian yang berada di antara kedua paha Rini ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..!” erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
Tetapi aku tidak melakukannya. Aku ingin memberikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bagian tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi dapat menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, mulut kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.&lt;br /&gt;
“Sshh.., akh..!” Rini menggelinjang nikmat.&lt;br /&gt;
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan menggunakan dua jari, Rini mendesis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bagian putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini sekarang berbaring miring, sementara aku berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan dia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku sekarang yang bergetar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir aku tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku seperti membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seolah-olah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, dia melenguh hebat hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya aku segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat-cepat kurengkuh kedua pahanya dan menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya dan kubuka pahanya lebar-lebar supaya aku dapat memasukkan kemaluanku sambil berjongkok. Perlahan-lahan kuarahkan senjataku menuju lubang milik Rini.&lt;br /&gt;
Ketika kepala kemaluanku memasuki lubang itu, Rini mendesis, “Ssshh.., aahhk.., aduh enaknya..! Terus Mas, masukkan lagi akhh..!”&lt;br /&gt;
Dengan pasti kumasukkan lebih dalam sambil sesekali menarik sedikit dan mendorongnya lagi. Ada kenikmatan luar biasa yang kurasakan ketika aku melakukannya. Mungkin karena selama ini aku hanya melakukannya dengan isteriku, kali ini ada sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku sekarang sudah meremas payudara Rini dengan lembut sambil mengusapnya. Mulut Rini pun seperti megap-megap kenikmatan, segera kulumat bibir itu hingga Rini nyaris tidak dapat bernapas, kutindih dan kudekap sekuat-kuatnya hingga Rini berontak. Pelukanku semakin kuperketat, seolah-olah tidak akan lepas lagi. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh kami. Agus dan isteriku tidak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Pantatku masih naik turun di antara kedua paha Rini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luar biasa kemaluan Rini ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seolah tertarik ke dalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Rini merem melek menikmati permainan ini. Erangannya tidak pernah putus, sementara helaan napasnya memburu terengah-engah.Posisi sekarang berubah, Rini sekarang membungkuk menghadap meja sambil memegang kedua sisi meja yang tadi tempat dia berbaring, sementara saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku. Hal ini cukup sulit, karena selain ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Rini juga semakin ketat karena membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukangkangkan kaki Rini dengan cara melebarkan jarak antara kedua kakinya. Perlahan kucoba memasukkan senjataku. Kali ini berhasil, tapi Rini melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil sesekali menariknya. Lubangnya terasa sempit sekali. Beberapa saat, tiba-tiba ada cairan milik Rini membasahi lubang dan kemaluanku hingga terasa nikmat sekarang. Kembali kudorong senjataku dan kutarik sedikit. Goyanganku semakin lincah, pantatku maju mundur beraturan. Sepertinya Rini pun menikmati gaya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah dada Rini bergoyang-goyang juga maju-mundur mengikuti irama yang berasal dari pantatku. Kuremas buah dada itu, kulihat Rini sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang tidak kumengerti apa itu. Erangannya semakin panjang. Kecepatan pun kutambah, goyangan pinggul Rini semakin kuat. Tubuhku terasa semakin panas. Ada sesuatu yang terdorong dari dalam yang tidak kuasa aku menahannya. Sepertinya menjalar menuju kemaluanku. Aku masih berusaha menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera aku mencabut kemaluanku dan membopong tubuh Rini ke tempat yang lebih luas dan menyuruh Rini telentang di bentangan karpet. Secepatnya aku menindihnya sambil menekuk kedua kakinya sampai kedua ujung lututnya menempel ke perut, sehingga kini tampak kemaluan Rini menyembul mendongak ke atas menantangku. Segera kumasukkan senjataku kembali ke dalam lubang kemaluan Rini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku kembali naik turun berirama, tapi kali ini lebih kencang seperti akan mencapai finis saja. Suara yang terdengar dari mulut Rini semakin tidak karuan, seolah menikmati setiap sesuatu yang kulakukan padanya. Tiba-tiba Rini memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku pun semakin menjadi. Aku pun berteriak sejadinya, terasa ada sesuatu keluar dari kemaluanku. Rini menggigit leherku sekuat-kuatnya, segera kurebut bibirnya dan menggigitnya sekuatnya, Rini menjerit kesakitan sambil bergetar hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutku terasa asin, ternyata bibir Rini berdarah, tapi seolah kami tidak memperdulikannya, kami seolah terikat kuat dan berguling-guling di lantai. Di atas sofa Agus dan isteriku ternyata juga sudah mencapai puncaknya. Kulihat Resty tersenyum puas. Sementara Rini tidak mau melepaskan kemaluanku dari dalam kemaluannya, kedua ujung tumit kakinya masih menekan kedua pantatku. Tidak kusadari seluruh cairan yang keluar dari kemaluanku masuk ke liang milik Rini. Kulihat Rini tidak memperdulikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan otot-ototku mengendur, dan akhirnya kemaluanku terlepas dari kemaluan Rini. Rini tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Resty juga tersenyum, hanya nampak malu-malu. Kemudian memunguti pakaiannya dan menuju kamar mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga saat ini peristiwa itu masih jelas dalam ingatanku. Agus dan Rini sekarang sudah pindah dan kembali ke Jakarta. Sesekali kami masih berhubungan lewat telepon. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan peristiwa itu. Pernah suatu waktu Rini berkunjung ke rumah kami, kebetulan aku tidak ada di rumah. Dia hanya ketemu dengan isteriku. Seandainya saja..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tamatr &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5479729195674727855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-dengan-tetangga-idaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5479729195674727855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5479729195674727855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-dengan-tetangga-idaman.html' title='Bercinta dengan tetangga idaman'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5304310822153771539</id><published>2011-01-02T21:51:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T21:51:16.938-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>bercinta dengan perawan</title><content type='html'>Shanti baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Ia berjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Tuti sedang membenahi peralatan dapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliran Shanti yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutup dan buka kembali jam 7 malam. Shanti tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harus bekerja merapihkan tempat itu bersama Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 17 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Shanti bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Shanti mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Shanti membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Shanti memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Shanti seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Tuti bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Tuti bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Tuti sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. Kulit Tuti berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen. Tuti dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Tuti dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Tuti terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Tuti besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. Tuti juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta.. Tubuh Tuti sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Shan, kamu sudah punya pacar belum?&quot; Tiba Tuti berjongkok didepan Shanti dan mulai membantu gadis itu mencuci piriong-piring kotor. Shanti terkikik dan menggeleng.&lt;br /&gt;
&quot;Belum tuh&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir&quot; kata Tuti sambil memandang Shanti. Shanti tertawa lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu&quot; Jawab Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Memang.?? laki-laki itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe&quot; kata Tuti tanpa merasa risih berkata kasar.&lt;br /&gt;
&quot;Ah Mbak, jangan suka ngomong gitu ah&quot; timpal Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Kan nggak ada yang dengar ini&quot; Jawab Tuti. Mereka terdiam lama.&lt;br /&gt;
&quot;Mbak.. &quot; suara Shanti menggantung. Tuti terus mencuci.&lt;br /&gt;
&quot;Mmm?&quot; Jawab wanita itu.&lt;br /&gt;
&quot;Ngg..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ngomong aja susah banget sih&quot; Tuti mulai hilang sabar. Shanti menunduk.&lt;br /&gt;
&quot;Ngg.. Anu.. Ngewe itu enak nggak sih?&quot; Akhirnya keluar juga. Tuti memandang gadis itu.&lt;br /&gt;
&quot;Yaa.. Enaak banget Shan, apalagi kalo yang ngewein kita pinter&quot; jawab Tuti seenaknya.&lt;br /&gt;
&quot;Maksud Mbak?&quot; Shanti penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Iya pinter.. Bisa macam-macam dan punya kontol yang keras!&quot; kata Tuti sambil terkikik. Shanti merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Bisa macam-macam apa sih, Mbak?&quot; tanya Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti memandangnya sambil menimbang. Ah.. Toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Shanti sungguh cantik sekali, sekilas mata Tuti tertumbuk pada posisi Shanti yang sedang berjongkok. Tuti melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Macam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai mau ngemut tempik kita lohh..&quot; jawab Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa Tuti merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidih melihat selangkangan Shanti yang bersih serta mulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Idiih.. Jorok ihh.. Kok ada yang mau sih?&quot; Shanti sekarang melotot tak percaya.&lt;br /&gt;
&quot;Lho.. Banyak yang doyan ngemut memek Shan. Ngemut kontol juga enak banget kok&quot; jawab Tuti masih terus melihat selangkangan Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Astaga.. Masak anunya lelaki diemut?&quot; Shanti merasa aneh dan jantungnya berdebar, ia merasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya. Gadis itu tidak mengerti bahwa ia terangsang.&lt;br /&gt;
&quot;Oh enak banget Shan, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm.. Ehmm.. &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kalo apa Mbak?&quot; Shanti makin penasaran. Tuti merasa melihat bagian memek Shanti yang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Tuti tidak yakin.&lt;br /&gt;
&quot;Yaa.. Malu ahh..!&quot; Tuti sengaja membuat Shanti penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Ayo doong Mbak&quot; rengek Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti sekarang yakin bahwa memek gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelap di celana dalamnya. Tuti sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enak banget!&quot; bisik Tuti didekat telinga Shanti. Shanti membelalakkan matanya.&lt;br /&gt;
&quot;Apa itu pejuh?&quot; tanyanya. Tuti merasa tidak tahan.&lt;br /&gt;
&quot;Pejuh itu seperti santan yang sering bikin memek kita basah lho&quot; Jawab Tuti. Ia melihat bagian memek Shanti makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Idiihh amit-amit, jorok banget sih&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memek kita harum, tidak bau terasi&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Idiihh Mbak saru ah!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tapi aku yakin memek kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Udah ah, lama-lama jadi saru nih&quot; kata Shanti. Tuti tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu udah banjir yaa?&quot; goda Tuti. Shanti memerah, buru-buru ia merapatkan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.. Mbaakk!!&quot; Tuti tersenyum melihat Shanti melotot.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak usah malu, aku sendiri juga basah nih&quot; Kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membuka kakinya sehingga Shanti bisa melihat celana dalam putih dengan bercak gelap di tengah, Shanti terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Tuti yang mencuat keluar dari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ihh.. Mbak jorok nih&quot; desis Shanti. Tuti terkekeh.&lt;br /&gt;
&quot;Mau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?&quot; bisik Tuti. Shanti berdebar.&lt;br /&gt;
&quot;Ngaco ah!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku mau emutin punya kamu, Shan?&quot; Tuti mendekat. Shanti buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Tuti tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu akan bisa pingsan merasakannya&quot; bisik Tuti lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Ogah ah.. Udah deh.. Jangan nakut-nakutin akhh&quot; Shanti mundur mendekati pintu kamar mandi dan Tuti makin maju.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa kok.. Cuman diemut aja kok takut?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Masak Mbak yang ngemut?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Supaya kamu tahu rasanya&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Malu ahh..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apaa..&quot; Tuti mendekat dan Shanti terpojok sampai akhirnya pantatnya menyentuh bibir bak mandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Tuti sudah meraba pahanya. Shanti merinding dan roknya terangkat ke atas, Shanti memejamkan matanya. Tuti sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memek Shanti yang tertutup celana dalam. Tuti mencium bau memek Shanti, dan Tuti puas sekali dengan harumnya memek Shanti. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malah pernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Shanti gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhu tubuhnya meningkat dan perasaannya aneh. Tuti mulai menciumi memek Shanti yang masih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Shanti dan Tuti terangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalam gadis itu ketika ditarik turun. Tuti menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itu dan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. Memek Shanti sungguh indah sekali, tidak terlihat bibir kemaluannya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti mencium dan mulai melumat memek Shanti. Gadis itu mengerang dan menggeliat-liat ketika lidah Tuti menjalar membelai liang memeknya. Shanti benar-benar shock dengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaan nikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Tuti menyapu dinding memeknya, Shanti menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawah perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aahh.. Mbak.. Uuuhh.. Ssshh.. Ja.. Jangan mb.. Mbbak! Ji.. Jijikhh.. Aahh&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti tidak memperdulikan rintihan dan erangan Shanti. Lidahnya bergumul dan menembus liang memek Shanti dengan lembut, Tuti tahu Shanti masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Shanti, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Tuti sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Tuti mengendus-endus bau khas memek Shanti dengan sangat menikmatinya. Tuti perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Shanti, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Shanti, dan Shanti sedikit tersentak tapi kemudian menggelinjang geli, tapi Shanti membiarkan dirinya pasrah terhadap Tuti. Ia percaya sepenuhnya pada Tuti dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enak Shan?&quot; desah Tuti dengan mulut berlumuran lendir Shanti. Shanti memandang ke bawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yang dinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Tuti merasakan liang memeknya berdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memeknya dan merasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk di selangkangan Shanti, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Shanti dan membuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yang tidak pernah dibayangkannya. Shanti merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh benda lunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget bercampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana awalnya, tapi kenyataannya Shanti dan Tuti telah saling memeluk dalam keadaan telanjang bulat dilantai kamar mandi. Tuti mencium mulut Shanti, mulanya gadis itu menolak tapi permainan jari-jemari Tuti diitilnya membuat gadis itu mabuk kepayang dan kepalanya dipenuhi nafsu berahi yang memuncak dashyat. Tuti melumat mulut Shanti dengan penuh nafsu, Shanti membalasnya dengan malu-malu tapi mereka berdua memang saling melumat juga akhirnya. Terdengar bunyi mulut mereka ketika lidah mereka saling mengait dan saling menghisap. Shanti berkelojotan berkali-kali dan Tuti merasakan memeknya berdenyut-denyut nikmat, ia membayangkan Shanti menjilati dan mengemuti kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan Tuti mulai menjilati leher gadis itu dan terus menciumi ketiak Shanti, gadis itu menggelinjang kenikmatan dan makin mengerang keras ketika Tuti mulai menghisap puting tetek Shanti. Perlahan Tuti menggeser posisinya sehingga Shanti dapat membelai memeknya, tapi gadis itu hanya menggeliat saja. Tuti tidak sabar, diambilnya tangan Shanti dan ditaruhnya di memeknya, Shanti mulai membelai dengan canggung. Ketika jarinya tidak sengaja masuk keliang memek Tuti, segera saja wanita itu memajukan pinggulnya dan memompa jari Shanti. Shanti mulai mengerti dan ia mulai memainkan itil Tuti dan membuat wanita itu terlonjak-lonjak nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu perlahan Tuti sudah mengangkangi Shanti dan ia menciumi memek Shanti kembali, lidahnya kembali menggumuli liang kemaluan gadis itu. Shanti kembali merasakan terjangan gelombang kenikmatan manakala memeknya digumuli Tuti, Shanti membiarkan wajahnya basah karena cairan memek Tuti berjatuhan, menetes dan membentuk lendir panjang, tapi Shanti tidak berani menjilat lendir yang jatuh dibibirnya. Ia memandang liang memek wanita itu dengan heran. Memek Tuti dengan bibir tebal kehitaman, bulu kemaluan yang lebat bukan main tapi tidak menutupi liang itu. Shanti melihat memek Tuti lain dengan miliknya. Dan memek itu makin turun sehingga nyaris menyentuh hidungnya. Shanti mencium bau memek Tuti dan dirasakannya sama baunya dengan memeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti menjerit tertahan ketika mencapai klimak, tanpa sadar ia menarik bokong Tuti sehingga wajahnya terbenam dalam memek wanita itu, Shanti gelap mata, ia menjulurkan lidahnya dan menggumuli liang penuh lendir bening itu. Shanti bahkan menghisap lendir itu seperti kelaparan. Shanti mengemut itil Tuti yang besar dan menonjol. Tubuh Tuti kaku seperti kayu dan bergetar hebat, pinggulnya kejang-kejang merasakan orgasme yang luar biasa ketika itilnya dihisap dan dijilat Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti menjerit keras dan ia menekan memeknya sehingga ia dapat merasakan hidung Shanti terselip dibelahan liang memeknya dan ia menggoyang-goyangkan pinggulnya maju mundur dan dirasakannya itilnya bergesekan dengan hidung Shanti dan gadis itu malah menambahkan kenikmatan Tuti dengan menjulurkan lidahnya sehingga setiap kali Tuti memajukan atau memundurkan pinggulnya selalu bergesekan dengan lidah serta hidung Shanti. Tuti berkelojotan hebat sekali, ia meliuk-liuk seperti menahan nyeri, matanya berputar sehingga menampakan putihnya saja dan mulutnya mengeluarkan desahan kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Shantii!! Aaarrgghh!!&quot; Tuti merasakan bagian bawah perutnya nyeri dan ngilu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orgasme yang ternikmat yang pernah dirasakannya sejak ia meninggalkan dunia hitamnya. Shanti merasa puas karena berhasil membuat Tuti menjerit-jerit minta ampun karena kenikmatan. Shanti merasa, ternyata ia suka sekali dengan rasa dan bau memek Tuti. Ia berpikir apakah memeknya juga seenak itu. Ia merasakan hangatnya liang memek Tuti dan ia merasakan kasarnya bulu-bulu kemaluan Tuti kala menggesek diwajahnya. Shanti tersenyum lemah karena lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti ambruk diatas tubuhnya dan Shanti membiarkan, dan gadis itu iseng membuka pantat Tuti dan memperhatikan liang anus Tuti. Shanti melihat liang dubur Tuti seperti bintang berwarna kehitaman dan sangat indah. Shanti penasaran, ia mencium serta mengendus liang itu.. Tidak berbau apa-apa. Tuti diam saja membiarkan Shanti berbuat sesukanya. Shanti menjulurkan lidahnya dan menyentuh liang dubur Tuti dengan perlahan, kemudian ia menempelkan hidungnya lagi dan merasakan kehangatan liang itu. Dan Shanti mulai menekan-nekan lidahnya ke liang itu dan membuat Tuti menggelinjang geli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh Shan, enak.. Terus Shan.. Jilat.. Jilat terus.. Ya.. Ya.. Aaakkhh..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti merasakan lidah Shanti kaku menusuk liang duburnya. Tuti bangkit lalu berjongkok diatas wajah Shanti dan ia mulai menurun naikkan bokongnya sehingga lidah Shanti yang kaku dirasakannya menembus sedikit kedalam liang duburnya. Tuti menggeram pelan.. Shanti merasakan perasaan aneh ketika lidahnya melesak masuk kedalam liang dubur Tuti, ia menyukai permainannya itu dan merasa senang dengan apa yang diperbuatnya. Lidahnya tidak merasakan apa-apa, yang dirasakan cuma perasaan anehnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti tidak ingin Shanti terus melakukan untuknya. Ia menggulingkan Shanti sehingga gadis itu terlentang, lalu kedua kakinya diangkat oleh Tuti sehingga liang dubur gadis itu mencuat keatas wajahnya. Dijilatnya liang dubur Shanti dengan rakus, lalu setelah licin oleh air liurnya dimasukkannya jarinya kedalam liang itu. Shanti menggigit bibir, ia merasa mulas tapi sekaligus nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dilihatnya Tuti mengeluarmasukkan jarinya lalu setelah beberapa lama Tuti menjilati jari itu dengan nikmat, bahkan lidahnya terbenam jauh kedalam liang duburnya. Shanti mengeluh, belum pernah itu membayangkan apalagi merasakan perbuatan seperti itu, gadis itu mabuk kepayang dan sangat terangsang dengan perbuatan Tuti. Ia merasa seolah-olah Tuti adalah pembersihnya, Shanti memejamkan mata dan merasakan memeknya berdenyut mengeluarkan cairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti benar-benar tergila-gila dengan perbuatannya itu, ia tidak pernah menjilat liang dubur pria dan ia tak pernah ingin, tapi liang dubur Shanti begitu merangsang, begitu lembut dan begitu nikmat. Tuti tidak mau membayangkan apa yang biasa keluar dari lubang itu, ia cuma ingin merasakan lidahnya terjepit diliang itu dan bagaimana rasanya. Ia tahu Shanti gadis yang sangat bersih, sama dengan dirinya. Tuti tidak kuatir dengan hal itu. Yang diinginkannya saat ini hanyalah membuat Shanti betul-betul puas dan dewasa. Tuti kemudian memompa liang memek Shanti dengan lidahnya dan membuat gadis itu meraung-raung serta kejang-kejang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.. Sudah mbaakk.. Ampuunn.. Ooohh!!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti sudah tidak kuat lagi menanggung kenikmatan yang datangnya bertubi-tubi melanda tubuh dan perasaannya. Ia menjambak rambut Tuti dan berusaha membuat wajah itu jauh dari memeknya. Dan akhirnya mereka berbaring lelah dilantai kamar mandi. Tuti memandang Shanti..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana? Sudah mau pingsan keenakan belum?&quot; tanya Tuti. Shanti membuka matanya dan memandang wanita itu.&lt;br /&gt;
&quot;Bisa gila aku Mbak.. Aahh benar-benar bisa gila!&quot; Desah Shanti. Tuti tersenyum.&lt;br /&gt;
&quot;Mau lagi?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jangan! Bisa semaput benaran aku nanti.. &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya sudah tak mandikan yuk!&quot; Kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bangkit dan kemudian saling memandikan. Sejak itu Shanti mengetahui apa yang harus dilakukannya jika berahinya datang melanda. Kejadian pertama itu membuatnya tahu apa sebenarnya yang dapat membuatnya nikmat dan puas. Shanti belajar banyak dari Tuti. Dan ia memuja wanita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu Shanti tidak dapat memejamkan matanya, ia teringat perbuatannya dengan Tuti. Terbayang olehnya perbuatan Tuti terhadap dirinya, Shanti merasa seluruh bulu ditubuhnya berdiri dan ia merasa agak demam. Ia mengeluh karena merasa ingin sekali mengulangi lagi dengan wanita itu. Shanti bangun dan berjalan kemeja kecil tempat ia biasa merias diri. Dikamar sebelah terdengar suara-suara aneh, itu kamar Supriati, teman sesama kostnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti mencoba mendengar, antara kamar dengan kamar hanya dibatasi dinding papan tipis. Shanti kadang suka kesal dengan Supriati yang bekerja di pabrik karena wanita itu suka menendang-nendang dalam tidurnya dan itu membuat Shanti kaget setengah mati ditengah malam. Tapi suara sekarang lain, bukan suara yang keras, suara yang samar-samar dan sepertinya ada suara lain, Shanti menempelkan telinganya dan ia mendengar suara rintihan Supriati. Shanti berdebar, ini malam minggu.. Biasanya pacar wanita itu suka datang menginap. Sedang apa mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti berjingkat keluar kamar. Di luar sepi sekali, sekarang sudah jam 1 pagi, pasti Supriati sedang berasyik-asyik dengan pacarnya. Shanti tegang, ia berjalan k ebalik kamar Supriati yang bersebelahan dengan ruang televisi. Shanti tahu disana dindingnya tidak sampai atas dan dinding itu yang menyekat kamar Supriati. Pelan-pelan Shanti naik keatas bangku, lalu naik lagi keatas lemari pendek dan ia berjongkok disana. Ia ragu hendak berdiri, takut terlihat, tapi keingin tahuannya membuatnya nekad. Dan pelan-pelan kepalanya menyembul dan pandangannya menatap ke dalam kamar Supriati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerangan kamar itu agak redup tapi Shanti bisa melihat dengan jelas Supriati sedang ditindih oleh pacarnya! Supriati mengerang sambil menggeliat-geliat menggoyang pinggulnya, kedua kakinya terlipat dan menekan pantat pacarnya. Pacarnya menggenjot Supriati dengan cepat. Shanti merasa meriang, matanya terbelalak dan tubuhnya gemetar. Laki-laki itu sedang meremas buah dada Supriati dan wajah mereka menempel satu sama lainnya. Mereka sedang berciuman dengan liar. Supriati menggumam dan melihat tangan Supriati meremas-remas pantat pacarnya dengan keras. Shanti terangsang sekali, belum pernah ia melihat pemandangan orang yang sedang bersetubuh dan sekarang ia merasa aneh, ia merasa perutnya ngilu dan dengkulnya gemetar tak keruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pacar Supriati berteriak tertahan dan mengangkat bokongnya. Shanti melihat tangan Supriati masuk kebawah dan terlihatlah kontol yang besar sekali didalam genggaman Supriati dan kontol itu menyemburkan cairan putih ke perut Supriati. Supriati mengocok kontol pacarnya dengan cepat dan laki-laki itu nafasnya mendengus-dengus hebat dengan tubuh bergetar. Shanti merinding melihat benda yang besar dan panjang seperti itu, Shanti ngeri melihat kontol yang begitu besar, ia tahu bahwa itu besar sekali karena sebelumnya Shanti belum pernah membayangkan kontol dapat membesar dan sepanjang itu! Shanti merosot turun dengan lutut lemas, ia berjingkat kembali masuk kedalam kamarnya lalu merebahkan diri diranjang. Mengerikan sekali kontol lelaki, pikirnya. Mana mungkin benda sebesar itu muat dimemeknya? Shanti merinding membayangkan lubang memek Supriati yang pasti luar biasa besar. Dan Shanti akhirnya terlelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seminggu lewat sudah dan Shanti bingung memikirkan Tuti. Wanita itu tidak masuk seminggu sejak pergumulan mereka. Nanti sore ia akan menanyakan pada pemilik warung mengapa Tuti tidak masuk. Selama seminggu ini Shanti tidak bergairan dalam pekerjaan, memeknya basah terus kalau mengingat Tuti atau mengingat pemandangan adegan Supriati dengan pacarnya. Shanti tidak bersemangat, apalagi sehari-hari teman-temannya selalu bergunjing mengenai laki-laki dan mereka tidak segan-segan membicarakan hal-hal yang paling pribadi dan selalu berakhir dengan cekikikan panjang. Shanti merasa terkucil karena teman-taman lainnya semua sudah menikah dan usia mereka jauh diatasnya, sehingga mereka selalu terdiam kalau Shanti mendekat, padahal ia ingin sekali turut mendengar gunjingan mereka. Shanti lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menyibukkan diri didapur membantu pemilik restoran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu Shanti merasa tidak bersemangat bekerja, hatinya sedih memikirkan Tuti. Ia sudah menanyakan pada majikannya dan ternyata Tuti telah berhenti bekerja karena mendapatkan pekerjaan di Jakarta. Shanti diam-diam menangis memikirkan Tuti yang tega meninggalkannya tanpa pesan sedikitpun. Akhirnya Shanti hanya pasrah dan menjelang tutup restoran ia pulang kekostnya yang berada tidak jauh dari tempatnya bekerja lalu masuk kedalam kamarnya dan menangis kembali memikirkan Tuti. Ia menangis sampai akhirnya terlelap dan bermimpi bertemu dengan Tuti dan wanita itu membelai rambutnya dengan sayang, Shanti menyusup dalam ketiak Tuti dan menangis sesunggukan, wanita itu mengucapkan kata-kata hiburan padanya dan gadis itu menangis makin keras..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terbayangkan oleh Shanti ketika memandang wajah wanita itu didepan pintu restoran. Tubuh Shanti bergetar dan jantungnya berdebar keras sekali. Air mata mengambang dipelupuk matanya yang indah. Bibir Shanti terbuka dengan mata terbuka seolah melihat hantu. Wanita itu berjalan masuk dan tersenyum padanya.. Sudah setahun lewat sejak kepergiannya dan Shanti merasa waktu setahun berlalu seperti siput, tiada malam tanpa tangisan dan tiada hari ceria lagi selama setahun itu baginya dan kini wanita itu berdiri dihadapannya dan sungguh cantik bukan main!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu mendekat dan Shanti tiba-tiba saja sudah menghambur dalam pelukannya. Semerbak wangi tercium oleh Shanti, wanita itu membelai rambutnya sambil memeluk erat tubuhnya. Shanti merasakan debar jantungnya menghantam dada wanita itu. Tangisan sedih terdengar dari dalam pelukan Tuti. Wanita itu merasakan aliran hangat jatuh dari matanya. Ia berusaha menahan air matanya tapi mengalir juga setetes dan jatuh dirambut Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbak.. Oh..&quot; Shanti tak kuasa berbicara. Ia menyusupkan wajahnya makin dalam dipelukan Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Shan, sudah lama sekali yaa..&quot; Bisik Tuti. Shanti mengangguk-angguk. Shanti merasakan lembutnya buah dada Tuti dan ia tidak ingin melepaskan pelukannya.&lt;br /&gt;
&quot;Aku rindu sekali Mbak.. Ja.. Jangan pergi lagi..&quot; Suara tercekat dari Shanti membuat Tuti sangat terharu. Dadanya terasa sesak dan ia ingin menjerit tapi kedewasaannya membuatnya bertahan.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga rindu Shan, sudah, sudah..&quot; Wanita itu mendorong Shanti pelan dan membawanya duduk disalah satu kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Restoran itu sedang sepi sekali dan Tuti memang sudah mengamatinya sejak satu jam yang lalu. Ia tidak ingin ada orang yang dikenalnya melihatnya datang dengan penampilan seperti itu, apalagi bermobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbak cantik sekali..&quot; Bisik Shanti, ia menatap Tuti kagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti memang terlihat cantik dan menawan, make up wajahnya tipis sehingga kehalusan kulitnya terlihat nyata, matanya masih seperti dulu, bersinar nakal dan genit, bibirnya yang penuh juga makin terlihat merangsang. Shanti menelan ludah, ia melihat pakaian Tuti yang sangat indah, ia melihat potongan tubuh Tuti yang juga tidak berubah, montok dan kencang. Hidung peseknya tidak terlihat lagi dan penampilan keseluruhan wanita itu membuat Shanti rindu bukan main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kelihatan makin cantik dan matang Shan..&quot; Bisik Tuti lalu dibelainya pipi Shanti yang kemerahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gadis itu masih betul-betul halus sekali, jari Tuti merayap menyentuh bibir Shanti, Shanti membiarkan jari Tuti menyentuh bibirnya, ia membuka mulutnya dan menjilat jari itu, jantungnya berdegup, Tuti membiarkan jarinya dihisap oleh Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku rindu sekali Shan dan aku kesini untuk mengajak kamu ikut aku&quot; Kata Tuti. Shanti terkejut.&lt;br /&gt;
&quot;Kemana?&quot; Tanya Shanti. Tuti tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Ikut saja aku, pokoknya kamu akan hidup enak denganku&quot; Kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti memandang wanita itu, hatinya gundah, apa yang harus dilakukannya? Apakah memang ia akan hidup lebih enak? Tapi kalau sekali ini ia tidak ikut dengan Tuti maka kemungkinan wanita itu tidak akan menemuinya kembali, Shanti sungguh bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jangan kuatir Shan, aku nggak bakalan menelantarkan kamu. Justru aku selalu ingat sama kamu, makanya aku nggak tahan lagi untuk mengajak kamu ikut denganku&quot; Kata Tuti sambil membelai tangan Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Lagipula kamu dan aku sudah seperti.. Seperti.. Kekasih..&quot; Suara Tuti berbisik dan bibirnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti ingin sekali memangut bibir wanita itu tapi ia agak jengah. Ia menunduk saja. Kemudian dirasakannya belaian tangan Tuti dibawah meja menjamah pahanya dan mengelus serta meremas lembut pahanya, Shanti merinding, ia ingin merintih tapi ia hanya menatap saja wanita itu. Tuti memandangnya sendu dan bibirnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baiklah Mbak.. Ka.. Kapan kita berangkat?&quot; Bisik Shanti bergetar.&lt;br /&gt;
&quot;Besok kamu temui aku dihotel M, malam ini aku tinggal disana&quot; Jawab Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Jangan membawa barang terlalu banyak, nanti aku belikan disana&quot; Shanti mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu memandang Tuti, ia haus sekali akan belaian wanita itu, tapi Shanti tahu Tuti tidak dapat berlama-lama, lagipula sepertinya wanita itu bukan lagi Tuti yang dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jaga diri kamu baik-baik, Shan.. Sampai besok&quot; Bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti merasa pahanya diremas oleh Tuti dan wanita itu bangkit sambil tersenyum. Shanti memandang kepergian Tuti dan ia merasa ada sesuatu yang terbang meninggalkan jiwanya. Tuti menghilang dalam mobil dan pergi meninggalkan halaman restoran itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti memandang pemilik restoran, seorang pria berusia pertengahan. Restoran sudah sepi karena sudah agak malam dan teman-teman Shanti juga sudah pulang, beberapa yang tinggal dibelakang restoran telah masuk dan mungkin sudah tidur. Shanti sengaja memilih waktu setelah semuanya telah sepi, karena ia ingin pamit dan meminta upahnya selama bekerja disana pada sang pemilik restoran. Perjanjiannya memang begitu, semua karyawan wanita hanya dapat mengambil upahnya enam bulan sekali atau sewaktu ia ingin berhenti. Dan sekarang Shanti hendak berhenti karena besok ia sudah akan di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mengapa kamu tolol sekali hendak ikut dengan sundal itu?&quot; Sergah Pak Mohan dengan wajah mengeras dan kelihatannya marah betul. Shanti membisu, tubuhnya tegang karena takut.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu tidak tahu dia itu jadi lonte disana? Hah?&quot; Desis laki laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang Shanti dan terus memandang gadis yang menunduk diam itu. Matanya tertumbuk pada seonggok daging yang membusung di dada Shanti yang ditutupi kaus tipis kumuh berwarna putih kekuningan. Pak Mohan terkesiap merasakan berahinya tiba-tiba memuncak melihat keremajaan gadis itu, laki-laki itu menahan napas dan menelan ludah, matanya tidak lepas dari dada Shanti dan mulutnya terkunci. Shanti tidak tahu majikannya memandangnya seperti seekor serigala yang sedang menatap domba yang tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Baik, kamu boleh keluar dari sini dan sekarang kamu ikut aku untuk mengambil uangmu!&quot; Suara serak Pak Mohan terdengar aneh di telinga Shanti, tapi gadis itu merasa lega karena tidak ada lagi nada kemarahan dalam suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengikuti laki-laki itu menuju kebelakang terus kebelakang berlawanan dengan mess tempat tinggal para karyawan restoran. Shanti tahu ia menuju kantor Pak Mohan, atau tepatnya tempat biasa Pak Mohan membereskan bon-bon dan beristirahat kalau sedang capek. Rumah majikannya itu jauh dari sini jadi ia suka berleha-leha diruang itu kalau sedang capek melayani tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Mohan menyalakan lampu kamar dan Shanti disuruh duduk di dipan yang biasa ditiduri oleh laki-laki itu. Shanti duduk dan Pak Mohan berjalan mendekatinya, tiba-tiba tangan laki-laki setengah baya itu terjulur dan meremas teteknya dengan keras, Shanti menjerit tertahan dan beringsut kesudut, ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu mau uang kamu khan? Kamu akan ke Jakarta khan? Dan kamu toh akan jadi lonte juga nanti, sekarang kamu layani aku dululah, dan kamu akan menjadi lebih pengalaman nanti&quot; bisik Pak Mohan dekat sekali dengan wajahnya. Shanti mencium bau rokok menyembur dari mulut laki-laki itu, sehingga membuatnya ia ingin muntah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Saya akan menjerit pak.. Jangan pak.. Malu!&quot; bisik Shanti. Pak Mohan menerkam Shanti dengan tiba-tiba dan Shanti terhimpit oleh tubuh laki-laki itu, Shanti membuka mulutnya hendak menjerit, tapi tangan Pak Mohan dengan sigap menutup mulutnya. Shanti terbelalak, ia benar-benar kalah tenaga dengan laki-laki itu, yang ternyata kuat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sekali kamu bersuara, maka kamu tidak akan bisa menemui sanak saudaramu lagi, kamu bisa tunggu mereka semua di neraka!&quot; Desis Pak Mohan, wajahnya sungguh kejam sekali, membuat gadis itu merasa takut setengah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaannya mengatakan percuma melawan laki-laki itu, ia akan sangat menyesal nanti. Lagi pula siapa yang tidak takut dengan Pak Mohan? Hanya sang isteri yang baik pada karyawan, sedangkan laki-laki ini sudah terkenal suka judi dan membuat onar. Shanti menangis tanpa suara, ia takut sekali, dan sekarang ia merasakan tubuhnya digerayangi oleh tangan lelaki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ikuti apa yang aku suruh, maka kamu akan mendapatkan uangmu dan yang penting kamu akan selamat dan bisa jadi lonte di Jakarta, mengerti?&quot; Ancam Pak Mohan, Shanti menggigit bibir menahan sakit ketika teteknya kembali diremas oleh laki-laki itu, ia cepat-cepat menganggukkan kepalanya dalam bisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Mohan menarik kaki Shanti sehingga gadis itu terlentang di dipan kayu yang beralaskan tikar. Kemudian Shanti melihat Pak Mohan dengan gugup melepaskan pakaiannya. Shanti memejamkan matanya ketika melihat kontol Pak Mohan bergoyang-goyang seperti ketimun. Ketika ia membuka matanya kembali, Shanti melihat Pak Mohan sudah duduk disampingnya dan tangannya mulai menarik kaus Shanti, gadis itu tidak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pipinya ditampar oleh Pak Mohan, Shanti menjerit pelan merasakan pipinya panas, tamparan yang tidak begitu keras tapi sangat menyakitkan hatinya. Shanti mengangkat tubuhnya membiarkan kausnya lolos begitu saja dan kemudian membiarkan juga roknya diloloskan dengan mudah oleh Pak Mohan. Shanti bisa merasakan napas panas membara dari hidung laki-laki itu, Pak Mohan berusaha menciumnya tapi Shanti memalingkan wajah, tapi laki-laki itu memaksa dan Shanti terpaksa membiarkan bibirnya dikulum mulut laki-laki itu, Shanti merasa mual..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pegang ini, awas jangan macam-macam kamu!&quot; bentak Pak Mohan. Tangan Shanti dituntun untuk menggenggam kontol Pak Mohan. Shanti merasa jijik, kontol yang tidak begitu besar dan dalam keadaan layu, keriput dan hitam.&lt;br /&gt;
&quot;Kocok!&quot; perintah Pak Mohan. Shanti belum pernah melakukannya. Ia meremas-remas pelan, kenyal dan licin seperti berlendir, Shanti merasa jijik.&lt;br /&gt;
&quot;Kocok seperti ini goblok!&quot; desis laki-laki itu sambil mengocok kontolnya sendiri. Shanti berusaha menurutinya dan Shanti sedikit terkejut mendapati kontol itu bangun perlahan. Pak Mohan tidak sabar, ia harus cepat-cepat karena sang isteri menantinya dirumah. Ia menyodorkan kontolnya kemulut Shanti, gadis itu menghindar.&lt;br /&gt;
&quot;Sialan kamu! Cepat hisap dan jilat! Atau kubunuh kau!&quot; bentak Pak Mohan seperti kalap. Shanti menggenggam kontol laki-laki itu dengan tangan gemetar, dipandangnya benda yang lembek dan setengah tegang, ia memejamkan matanya dan sebelum sempat berbuat sesuatu, dirasakannya benda itu menerobos masuk kedalam mulutnya dan bergerak maju mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti ingin muntah tapi ia ketakutan. Laki-laki itu memompa mulut Shanti dengan tergesa-gesa, dari mulutnya keluar lengkuhan-lengkuhan aneh dan tiba-tiba Shanti mendengar Pak Mohan mengerang tertahan lalu mulutnya tiba-tiba terasa asin dan penuh dengan cairan lengket dan berbau aneh. Shanti menahannya supaya tidak tertelan, ia mual sekali, ia berpikir itu pasti yang dikatakan Tuti sebagai pejuh. Jijik sekali, pikirnya. Shanti memejamkan matanya erat-erat dan membiarkan kontol Pak Mohan terus bergerak maju mundur dan makin pelan. Lalu benda itu ditarik keluar dari mulutnya. Dan Shanti segera memuntahkan cairan kental itu, ia memandang Pak Mohan yang kelelahan dengan perasaan benci bukan main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hhh.. Bagus.. Memang punya bakat lonte kau! Ini uangmu dan ini bayaran pertama buat seorang lonte!&quot; Desis Pak Mohan lalu melemparkan lembaran-lembaran uang kewajah Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti terkulai tak berdaya dan Pak Mohan bergegas hendak keluar tapi sebelumnya sekali lagi laki-laki itu meremas teteknya dan Shanti terbelalak kesakitan. Sekejab kemudian bayangan laki-laki tua itu sudah lenyap dari pandangannya. Shanti menangis pelan, ia tidak berani lebih keras, ia malu dan takut terdengar oleh teman-teman yang tinggal di seberang tempat ini. Lalu pelan-pelan gadis itu bangun, ia meraba teteknya dan meringis nyeri, lalu ia memungut uang-uang yang jatuh berserakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihitungnya dan ia merasa senang juga menerima lebih dari yang diperkirakannya, ia menerima kelebihan dua puluh ribu rupuah! Jumlah yang lumayan untuknya. Shanti dengan jijik mengusap cairan mani yang menempel di dadanya dengan BHnya. Ia melepaskan benda itu dan memutuskan tidak akan memakainya. Ia memakai rok dan kausnya lalu berjingkat-jingkat keluar dari kamar itu. Diluar gelap dan kelam, sunyi, entah sudah jam berapa sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti berjingkat masuk kedalam kamar mandi, rumah kostnya sudah sepi dan ia tidak ingin membangunkan semua penghuninya. Ia mulai membersihkan badannya dan ia menggosok teteknya kuat-kuat, ia tak peduli nyeri yang ditimbulkan, ia hendak melenyapkan jejak remasan Pak Mohan. Shanti menangis tanpa suara, ia tidak menyangka malam terakhir merupakan malam jahanam baginya. Ia berkumur dan menusuk-nusuk kerongkongannya sampai muntah, ia tak peduli mulutnya terasa pahit dan ia terus hendak mengeluarkan semuanya, ia tak yakin apakah tadi cairan Pak Mohan tertelan atau tidak dan ia tidak ingin cairan itu berada diperutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti menggosok giginya berkali-kali dan akhirnya dengan pelan ia masuk kedalam kamarnya. Ia telah mencuci bersih BHnya dan pakaiannya juga, ia akan meninggalkan pakaian itu disini saja. Lalu Shanti berbaring berusaha untuk tidur.. Diam-diam ia bersyukur dirinya masih perawan, entah mengapa laki-laki keparat itu tidak menyetubuhinya, Shanti menghela napas dalam lelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ini kamar kamu Shan, suka?&quot; bisik Tuti sambil memandang gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti ter-nganga tidak dapat berkata apa-apa. Keletihan berjam-jam dalam perjalanannya dengan Tuti seakan lenyap begitu saja. Kamar yang untuknya sangat luas, ia membadingkan mungkin 3 kali dari kamar kostnya di kampung. Luar biasa, ranjangnya besar dengan sprei putih bersih, ada radio kaset disamping ranjang lalu ada meja rias dan Shanti heran melihat ada kamar mandi dalam kamar tidur, ia belum pernah tahu mengapa ada orang yang membuat kamar mandi dalam kamar tidur. Sangat membuang uang sekali, pikirnya. Tapi gadis itu sudah dapat membayangkan betapa nikmatnya dengan fasilitas seperti itu, kapan saja ia ingin mandi, ia tidak usah lagi mengantri sambil menimba air, oh menyenangkan sekali, batinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ada air panasnya lho Shan..&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti memandang wanita itu dengan penuh sayang. Ia memeluk Tuti dan berterima kasih padanya dengan air mata mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu berhak mendapatkannya sayang..&quot; bisik wanita itu.&lt;br /&gt;
&quot;Indah sekali Mbak! Bagaimana aku harus membalas semua ini?&quot; kata Shanti dengan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti tersenyum, lalu ia memanggil supir yang membawa mereka tadi untuk memasukkan barang-barang Shanti. Shanti sangat kagum dengan rumah Tuti. Besar, bersih, mewah dan berkesan anggun sekali. Tembok-temboknya dicat dengan warna kuning beras, indah bukan main. Ruang tamu yang besar dengan lantai marmer dan perabotan yang menurut gadis itu tentu sangat mahal harganya, lalu ruang makan dengan meja makan yang besar lengkap dengan kursi-kursi berderet, tirai-tirai yang mewah seperti membuang-buang kain saja. Kemudian Shanti melihat ruang keluarga yang luar biasa besarnya, dengan TV yang juga seperti layar bioskop, seprangkat sofa yang besar pula menghias ruangan itu. Ada kolam renang dipekarangan belakang, kolam yang besar bukan main, Shanti tidak dapat membayangkan berenang di kolam itu, ia belum pernah berenang dikolam renang, ia hanya pernah berenang disungai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu istirahat saja dulu Shan. Nanti sore baru kita ngobrol-ngobrol lagi&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berjalan keluar kamar meninggalkan Shanti. Gadis itu duduk di atas ranjang, wah empuk sekali! Ia tersenyum sendiri membayangkan nasibnya, sungguh beruntung sekali ia disayangi seperti itu oleh Tuti. Ia merebahkan dirinya lalu dalam sekejab ia sudah terlelap..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti terbangun oleh belaian Tuti. Jari-jemari Tuti membelai pipinya, Shanti memegang tangan Tuti kemudian menciumnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih Mbak&quot; bisiknya. Tuti tersenyum.&lt;br /&gt;
&quot;Ah tidak apa-apa sayang, aku memang selalu teringat akan kamu dan akhirnya aku nggak tahan lagi. Aku berkata pada suamiku bahwa aku tidak dapat merasakan keriangan tanpa kamu Shan&quot; kata Tuti. Shanti mengecup lagi tangan yang membelainya.&lt;br /&gt;
&quot;Kok Mbak kawin nggak bilang-bilang sih?&quot; tanya Shanti. Tuti tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir gadis itu dengan lembut. Tuti rindu sekali dengan hembusan napas Shanti dan ia sudah tidak tahan ingin merasakan lidah serta mulut gadis itu. Sudah lama ia rindu pada Shanti, selama ini ia selalu melayani &#39;suami&#39;nya dengan baik. Dan sang &#39;suami&#39; juga kelihatan sangat sayang padanya, maka itu ia memberanikan diri untuk meminta ijin mengajak gadis itu tinggal dengannya. Tuti menceritakan semuanya kepada &#39;suaminya&#39; dan tak disangka &#39;suaminya&#39; sangat menyetujui..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jadi kamu suka bermain dengan cewek juga?&quot; tanya &#39;suaminya&#39;, yang sebetulnya adalah laki-laki yang bernama Rahman dan selama ini memelihara hidup Tuti dan diam-diam mereka melangsungkan pernikahan tanpa sepengetahuan isteri pertama laki-laki itu. Tuti mengangguk, ia pasrah jika Rahman meledak marah dan mendampratnya. Tapi yang ia lihat hanya pandangan terpesona saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya Mas, aku selalu teringat kepadanya, aku sangat mencintainya Mas&quot; Jawab Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Jadi selama ini kamu tidak cinta padaku?&quot; Tanya Rahman menyelidik.&lt;br /&gt;
&quot;Aku mencintaimu melebihi segalanya, semuanya kuberikan dan semuanya kulakukan. Tapi selama Mas tidak denganku, aku sering merasa sepi dan..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Dan apa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Dan membayangkan gadis itu&quot; Tuti menjawab terus terang.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh saja kamu ajak gadis itu, aku akan sangat senang sekali kalau..&quot; Rahman tidak meneruskan kata-katanya. Tuti tersenyum. Ia tahu apa yang dipikirkan Rahman.&lt;br /&gt;
&quot;Aku akan mencobanya sayy.. Aku juga ingin sekali kalau kamu bisa menikmati keperawanan gadis itu&quot; bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman lega dan merasa tegang sendiri membayangkan ia digumuli oleh dua wanita, wah tentu lebih luar biasa, selama ini saja ia sudah sangat puas dengan pelayanan Tuti yang sampai kemanapun belum pernah dirasakannya. Tutinya yang begitu hebat diatas ranjang, didalam kamar mandi, dimanapun dan kapanpun ia membutuhkannya, wanita itu selalu akan membuatnya terkulai dalam lautan kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbak.. Kok melamun?&quot; bisikan Shanti menyadarkan lamunan Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya dekat sekali dengan Shanti dan gadis itu rupanya menanti dari tadi. Tuti tertawa geli lalu tiba-tiba ia memangut bibir Shanti dan melumatnya. Shanti terengah-engah membalas lumatan gadis itu. Ia merasa tangan Tuti mengelus-elus buah dadanya dan ia pun membalas, ia meremas-remas tetek Tuti dengan gemas dan membuat wanita itu merintih-rintih, tak dibutuhkan waktu lama untuk membuat mereka berdua berbugil ria dalam pergumulan panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti tidak tahu bahwa dilangit-langit kamar ada sebuah bintik hitam sebesar uang logam. Dan semua kejadian di kamar itu dapat disaksikan dari lantai dua rumah itu. Diruang kerja Rahman! Dan sekarang Rahman sedang menahan napas memandang kearah layar besar didalam ruang kerjanya. Tubuhnya tegang dan dirasakan daging dicelananya membengkak. Ia bisa melihat Tuti melucuti pakaian Shanti dan ia bisa melihat bagaimana wanita itu menggerayangi tubuh Shanti dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman tersengal-sengal menahan nafsu, ia melihat Shanti memangut tetek Tuti dan menyedotnya seperti bayi, dan Tuti dengan kalap menyuruk keselangkangan Shanti dan mulai menggumuli memek gadis itu dengan mulutnya. Rahman tak kuasa menahannya, ia juga ingin merasakan bau memek gadis itu dan bagaimana lendir gadis itu lumer dalam mulutnya, lendir perawan! Ia mengendap-endap turun dan menghampiri kamar Shanti, ruangan sepi sekali dan dibukanya pintu itu, dilihatnya wajah Shanti sedang ditindih oleh bagian bawah tubuh Tuti dan Tuti asyik menjilat-jilat memek Shanti, Rahman dapat melihat dengan jelas bagian dalam memek gadis itu yang kemerahan dan berkilat karena lendir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merangkak masuk dan dengan sebelah tangannya ia mengambil celana dalam Shanti yang tergeletak diujung ranjang. Rahman membawa benda itu kewajahnya dan menciumnya, oohh.. Nikmat sekali baunya, bau pesing bercampur dengan bau khas memek seperti punya Tuti, Rahman menjilat bercak kuning dicelana dalam itu dan merasakan rasa asin, ia menjilat terus sampai bercak itu menjadi licin dan berubah menjadi lendir. Tapi ia takut ketahuan, ia segera melemparkan benda itu dan merangkak mundur keluar dari ruangan. Semuanya dilakukan tanpa mereka mengetahuinya, Rahman berdebar-debar membayangkan kapan Tuti dan Shanti akan siap melayaninya bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh Mbaakk, aku keluar lagi Mbak.. Aduh duh..&quot; Shanti berkelojotan, memeknya terangkat dan menekan-nekan wajah Tuti, Tuti tidak mau kalah dan mengulek memeknya dengan goyangan yang membuatnya merasa hendak kencing.&lt;br /&gt;
&quot;Shaan.. Mati aku Shan.. Ooohh.. Terus Shan, terus!&quot; desah Tuti dan Shanti mempercepat tusukan lidahnya dalam memek Tuti, ia menghujamkan mulutnya dan lidahnya menjulur dalam sekali, berkelana disekitar dinding memek wanita itu dan Shanti merasakan cairan masuk ke dalam mulutnya dengan mudah, Shanti tidak peduli bahwa itu adalah air kencing yang keluar sedikit dari memek Tuti karena gadis itu membuatnya seperti gila dan entah mengapa ia merasa ingin kencing terus setiap Shanti menjalarkan lidahnya didalam memeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti merasa pinggangnya nyeri karena menahan nikmat yang membuatnya tanpa sadar meliuk-liuk seperti ular, apalagi dirasakannya lubang anusnya ditusuk-tusuk juga oleh jari-jemari gadis itu, ternyata gadis itu sekarang pandai sekali memuaskan dirinya. Tuti juga tidak mau kalah dan ia membuat Shanti berguling sehingga gadis itu sekarang yang berada diatasnya dan dengan leluasa Tuti menjilati cairan bening yang jatuh dari liang memek Shanti, cairan lengket dan hangat terasa asin itulah yang selalu dirindukan Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enak bukan main rasanya dan Tuti seperti gila menghisap lubang memek gadis itu, lidahnya dengan kaku memasuk kedalam memek Shanti dan membuat gadis itu mengerang, kadang malah Shanti tersentak kesakitan karena lidah Tuti masuk terlalu dalam dan Tuti cepat-cepat mengeluarkan lidahnya, ia lupa bahwa gadis itu masih perawan dan ia ingin Rahman yang memerawani gadis ini, kalau bisa nanti malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbakhh.. Aah.. Enak sekali Mbak.. Aaa.. Keluar lagi Mbak.. Aduuhh&quot; Shanti mengerang panjang dan Tuti merasakan cairan bening makin banyak masuk kedalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti menggosok-gosokkan hidungnya di lubang anus Shanti, ia merasa terangsang sekali melihat liang itu dan dijilatinya lubang anus Shanti, Tuti memasukkan jari telunjuknya, membuat Shanti mengerang lagi. Lalu dikocok-kocoknya telunjuk itu di dalam anus Shanti. Gadis itu tersentak-sentak sambil merintih, Shanti merasa mulas tapi ada perasaan nikmatnya juga. Ia mengejan agar jari Tuti lebih mudah masuk kedalam anusnya, Shanti merasa enak sekali dan ia merasa memeknya banjir besar. Sedangkan Tuti dengan lahap menjilati lubang anus Shanti dan bahkan ia menjilati jarinya yang baru keluar dari dalam anus Shanti, ia mencium bau yang baginya enak sekali dan ia menghisap jari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti melakukan hal serupa, ia memasukkan jarinya dan buat Tuti yang sudah terbiasa, kocokkan jari-jari Shanti di dalam anusnya membuatnya orgasme. Apalagi Shanti dengan tanpa jijik menjilat anusnya dan menusuk-nusuk lubang itu dengan lidahnya, Tuti merasakan kenikmatan yang membuat tubuhnya panas dan gemetar. Dengan rintihan panjang Tuti mencapai orgasme lagi dan terkulai lemas. Shanti juga lemas diatas tubuh Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka merasa rindu mereka telah terobati sementara dan Shanti diam-diam memohon agar kejadian seperti ini terus akan terjadi, ia tak ingin kehilangan Tuti lagi, ia tak akan kuasa hidup tanpa wanita yang dapat membuatnya merasakan kenikmatan seperti ini. Shanti menyusukkan kepalanya disela-sela ketiak Tuti, ia sangat merindukan kejadian seperti ini dimana ia merasa terlindungi dan Shanti sangat suka sekali bau ketiak Tuti yang sedang berkeringat dan dengan bernafsu Shanti menjilati keringat yang membasahi bulu-bulu ketiak wanita itu. Shanti mengendus dalam dan menikmati bau khas yang sangat disukainnya, bau khas ketiak wanita kampung, tapi baginya bau ketiak Tuti sungguh merangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti cekikikan kegelian karena jilatan lidah Shanti tapi ia merasa nafsunya bangkit kembali. Tuti memandang lidah Shanti membelai ketiaknya dan menjilati keringatnya dengan lahap, ia terangsang sekali melihat bagaimana gadis itu menghisap-hisap bulu ketiaknya yang lebat, seperti dikeramas saja, pikirnya. Tuti menarik wajah Shanti dan melumat mulutnya, dirasakan bau ketiaknya ada dimulut Shanti dan Tuti melumat habis mulut Shanti, gadis itu pasrah membiarkan lidah Tuti menjalar dan menyelusup kemana suka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa jari-jari Tuti mengocok-ngocok didalam liang memeknya dan memeknya licin sekali karena banjir, wanita itu tidak menusuk terlalu dalam dan Shanti merasa nyaman sekali. Tuti membawa jari-jarinya yang berlumuran lendir itu kemulutnya dan kemulut Shanti dan mereka menjilati lendir itu dengan lahap seolah-olah itu adalah tajin yang biasa dimakan bayi. Mereka saling berpelukan dengan mesra dan terlelap dalam rengkuhan kenikmatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bangun, hari sudah senja dan mereka mandi sama-sama dalam kamar Shanti. Tuti mengangumi tubuh Shanti yang benar-benar sedang ranum, matang dan sangat indah, semuanya mulus tanpa cacat. Bulu kemaluannya yang halus, buah dadanya dengan puting merah muda sangat kontras dengan tubuhnya. Tubuhnya sendiri memang masih padat dan serba kencang, tapi ia tak dapat menghindari kegemukan di perutnya, padahal ia sudah senam mati-matian, mungkin inilah karena umur, pikirnya. Sebaliknya Shanti sangat iri melihat tetek Tuti yang begitu besar dan kenyal, walaupun puting susunya juga besar dan kehitaman tapi Shanti tahu banyak sekali laki-laki dikampungnya yang tergila-gila ingin menikmati tubuh Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbak teteknya besar sekali, kapan aku bisa punya tetek sebesar itu?&quot; Kata Shanti, Tuti tertawa terkekeh-kekeh.&lt;br /&gt;
&quot;Ini dulu salah urus, sebenarnya tetekku dulu tidak sebesar ini, tapi ada gara-gara digosok dengan minyak bulus jadi gede kayak gini&quot; Jawab Tuti. Ia tak memberitahu Shanti bahwa dulu germonyalah yang menyuruhnya menggosok teteknya dengan minyak itu.&lt;br /&gt;
&quot;Memang bisa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Entahlah, tapi kupikir gara-gara itu sih&quot; mereka terkikik.&lt;br /&gt;
&quot;Selesai mandi nanti kita kekamarku yuk&quot; ajak Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Ah nanti ada suami Mbak&quot; jawab Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Ah mungkin dia pulang malam hari ini&quot; jawab Tuti. Ia tak mau Shanti mengetahui rencananya.&lt;br /&gt;
&quot;Wah kamar Mbak hebat sekali!&quot; seru Shanti kagum melihat kemewahan kamar Tuti. Tuti tertawa dan mengajak gadis itu duduk diatas ranjang besar.&lt;br /&gt;
&quot;Heh kamu mau nonton film?&quot; tanya Tuti. Shanti menggeleng.&lt;br /&gt;
&quot;Film?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya film yang hebat deh&quot; kata Tuti lalu berjalan ke lemari TV yang terletak pas dikaki ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti memasukkan sesuatu ke dalam kotak alat dan kembali duduk bersama Shanti. Ia memeluk Shanti dan gadis itu membalas pelukannya. Tiba-tiba Shanti melotot ketika melihat adegan dalam film itu. Ia melihat dua wanita sedang disetubuhi oleh beberapa lelaki. Ia melihat kedua wanita itu sedang disetubuhi sambil menghisap kontol pria lainnya. Shanti menahan napas, jantungnya berdebar kencang, tubuhnya meriang dan hangat. Tuti merasa gadis itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lho.. Kok.. Kok.. Ih Mbak! Idiihh besar sekali Mbak!&quot; desis Shanti. Tuti diam.&lt;br /&gt;
&quot;Jijik Mbak.. Aduh jijik sekali!&quot; seru gadis itu tatkala melihat salah seorang pria itu menyemprotkan air mani kedalam mulut sang wanita dan wanita itu dengan lahap menjilatnya sambil merengek-rengek manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti teringat malam jahanamnya dengan Pak Mohan, ternyata ada wanita yang suka sekali dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh enak sekali Shan, wah rasanya luar biasa!&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membelai tengkuk Shanti. Shanti bergidik melihat wanita itu kembali menjilati kontol yang baru keluar dari memeknya dan kontol itu dengan ganas menyemburkan cairan kental kedalam mulutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuhh.. Geli amat. Kok mau sih.. &quot; Suara Shanti bergetar, diam-diam ia merasa ada perasaan aneh merambati tubuhnya. Ia merasa berahinya naik dengan cepat, apalagi Tuti membelai-belai tengkuknya.&lt;br /&gt;
&quot;Mbak! Gila ihh!&quot; Shanti melotot melihat laki-laki lain menusuk lubang pantat wanita itu dan laki-laki lainnya lagi menusuk dari bawah dan dimulut wanita itu tetap tertusuk sebuah kontol hitam. Semua lubang ditubuh wanita itu telah terisi.&lt;br /&gt;
&quot;Wah itu yang paling enak Shan, kamu harusnya merasakan bagaimana memek kamu dimasuki kontol Shan.. Enaknya luar biasa!&quot; Desis Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu juga merasa terangsang. Ia melirik ke pintu yang dibiarkan tidak terkunci. Di televisi terlihat adegan dua wanita itu saling memangut kontol hitam dan mereka saling menjilat dan menyuapi satu sama lain. Shanti mendesah, ia merasa meriang sekali dan memeknya banjir besar, Shanti merasa terangsang bukan main melihat bagaimana kedua wanita itu saling membagi air mani laki-laki itu dan laki-laki itu bergantian memompa mulut wanita-wanita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.. Aduh Mbak.. Nggak tahan aku&quot; Bisik Shanti manja sambil menatap Tuti. Tuti melumat bibir gadis itu.&lt;br /&gt;
&quot;Nafsu yaa..?&quot; Bisiknya. Shanti mengangguk lalu menyurukkan wajahnya ke ketiak Tuti lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pintu terbuka dan.., &quot;Wah ada tamu nih?&quot; Suara besar dan berat menyengat Shanti. Ia melompat berdiri dan membenahi roknya yang tersingkap. Tuti tersenyum manis pada laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&quot;Oh Mas, lho kok sudah pulang? Ini kenalkan keponakanku Shanti&quot; Kata Tuti sambil mendorong Shanti mendekat kepada laki-laki tinggi besar itu. Laki-laki yang bertampang seram dengan brewok di wajahnya.&lt;br /&gt;
&quot;Ini suamiku Shan, kamu panggil saja Oom Rahman&quot; Kata Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Oh Haloo! Wah aku tidak menyangka keponakan kamu cantik begini&quot; Kata Rahman sambil menjabat tangan Shanti. Shanti tersipu menundukkan wajahnya. Rahman duduk diatas ranjang dan membuka sepatunya, matanya menatap televisi.&lt;br /&gt;
&quot;Lho kok putar film begitu?&quot; Tanyanya berpura-pura. Tuti tersenyum, Shanti tidak berani memandang, ia malu bukan main.&lt;br /&gt;
&quot;Ya iseng saja, lagian aku ingin kasih tahu Shanti bagaimana punya laki-laki itu lho!&quot; Kata Tuti manja sambil membantu melepaskan dasi Rahman.&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.. &quot; Shanti melotot.&lt;br /&gt;
&quot;Lho? Nggak apa-apa kok Shan. Mas Rahman orangnya sangat terbuka kok. Lagian kami sudah biasa dengan adegan-adegan seperti di film itu&quot; kata Tuti sambil menarik Shanti supaya mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia memeluk Shanti dan mencium mulutnya. Shanti merasa malu dengan perlakuan Tuti tapi ia juga tak ingin menghindar, ia takut Tuti marah. Malah sekarang Tuti meremas buah dadanya dengan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.. Malu ah&quot; rengek Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Ah tidak apa-apa kok Shan, Oom sudah biasa kok&quot; kata Rahman sambil menelan ludah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa lidahnya kaku dan sepertinya ia sudah merasakan cairan memek Shanti lumer dimulutnya. Lalu Tuti membuka celana Rahman dan sekaligus memelorotkan celana dalamnya, maka meloncat keluar kontol yang sudah agak tegang. Shanti menutup mulutnya melihat kontol yang lumayan besar dan panjang itu. Wajahnya bersemu merah, ia tidak dapat berkata apa karena malu, ia ingin lari tapi ia takut Tuti tersinggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nih lihat ini Shan. Ini yang namanya kontol enak..&quot; bisik Tuti sambil mengocok pelan kontol Rahman dan Shanti bisa melihat ada lendir bening di kepala kontol itu seperti lendir memeknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia terbelalak melihat Tuti dengan lahap mengulum kontol itu, bahkan Shanti bingung melihat kontol itu lenyap dalam mulut Tuti. Dan Rahman mendengus-dengus sambil memompanya dalam mulut wanita itu. Shanti gemetar menyaksikan pemandangan yang tidak pernah dibayangkannya. Sungguh mengerikan, pikirnya. Apakah begitu enaknya sampai Tuti mau menghisap kontol itu demikian dengan lahapnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mau cobain Shan? Enak banget..&quot; Tuti menarik gadis itu supaya berlutut juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman berdiri dan tersenyum pada Shanti. Ia menyodorkan kontolnya yang sudah agak keras itu. Tuti mengambil tangan Shanti dan dipaksanya tangan itu menjamah kontol suaminya. Shanti berusaha menahan tangannya dengan setengah hati. Ia bingung dan gundah, ia merasa memeknya seperti hendak meledak karena berahi yang memuncak tapi ia juga malu dan ia tak ingin berselingkuh dengan suami Tuti, tapi sekarang malah Tuti memaksanya menjamah daging yang seperti dodol itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Shan, suamiku milik kamu juga kok..&quot; bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Shanti merasakan daging itu di tangannya, lumayan besar dan kenyal, ada lendir bening keluar dari ujung kontol Rahman, dan Tuti mengusap lendir itu dan memasukkannya ke mulut Shanti, Shanti merasa jijik, tapi ia hanya merasakan asin seperti pejuh Pak Mohan. Lalu Tuti mendekatkan mulut Shanti sambil menekan kepalanya supaya mendekati kontol Rahman. Dan entah bagaimana Shanti pasrah saja ketika kontol itu sudah dalam mulutnya dan bergerak maju mundur. Shanti merasa daging itu hangat dalam mulutnya dan memang kalau dirasa-rasakan enak sekali, seperti mengemut es krim tapi tidak dingin melainkan hangat, hanya sesekali lidahnya merasakan asinnya lendir yang jatuh dalam mulutnya. Tuti juga ikut mengemut kontol Rahman dan sesekali kedua wanita itu saling melumat dan meremas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mmhh.. Enak sekali Mas.. Ayo.. Cepat keluarkan.. Aku sudah tak tahan lagi Mas!&quot; Desah Tuti, tangannya dan tangan Shanti berebut mengocok kontol Rahman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola mata Rahman terbalik dan mulutnya meleguh nikmat seperti kerbau. Kontolnya sungguh keras bukan main dalam maianan kedua perempuan itu. Ia merasakan bagaimanapun jilatan dan kocokan Tuti jauh lebih luar biasa daripada Shanti. Memang ia tak salah memilih gundik, Tuti memang sungguh luar biasa. Dan Rahman menyadari selama ini ia belum pernah bisa tahan lebih dari 3 menit kalau Tuti sudah mengeluarkan keahlian mulut dan tangannya, apalagi kalau kontolnya sudah dalam cengkraman memek wanita itu, maka tak ayal lagi ia akan menyerah sebelum hitungan kedua puluh, padahal dengan isteri tuanya ia tidak pernah bisa keluar dan benar-benar tidak pernah bisa ejakulasi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau bagaimanapun sang isteri melayaninya tetap saja ia tidak dapat puas, bahkan kadang-kadang kontolnya menciut kembali sehingga harus dirangsang lagi. Tapi kalau dengan Tuti, dipegang sebentar saja kontolnya sudah seperti paku baja, terus digoyang sebentar saja, kontolnya sudah meletuskan lahar panasnya, tapi Tuti dapat dengan cepat membangunkan kembali meriamnya walaupun baru meledak. Rahman bersyukur dengan Tuti, ia tak merasa sayang sedikitpun mengeluarkan uang luar biasa besarnya untuk membuat wanita itu mencintainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oouughh.. Aku.. Aku.. Mau keluar sayy!!&quot; seru Rahman sambil berkelojotan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontolnya dikemot oleh Tuti sedemikian rupa sehingga membuat seluruh otot tubuhnya ngilu menahan gelombang nikmat yang akan segera melanda. Tuti mengeluarkan kontol Rahman dan segera dimasukkannya ke dalam mulut Shanti, gadis itu membiarkan kontol itu menerobos masuk kedalam mulutnya dan ia mengocoknya dengan bibirnya, lidahnya berusaha menjilat kontol yang keluar masuk dalam mulutnya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Tuti mengemuti pelir Rahman dengan keahliannya, tiba-tiba Rahman mengeluarkan leguhan keras, tubuhnya kaku dan wajahnya tegang bukan main, mulutnya ternganga sedangkan matanya terbelalak dan berputar ketika kontolnya menyemburkan cairan pejuh panas ke dalam mulut Shanti, tubuhnya kejang dan ia membiarkan kontolnya diam dalam mulut gadis itu, Tuti dengan sigap mengurut dan mengocok batang kontolnya, biasanya Tuti akan terus mengocok kontol itu dengan mulutnya sampai Rahman berkelojotan seperti orang sekarat, tapi ia tahu Shanti baru pertama kali dan belum tahu bagaimana membuat seorang laki-laki mengalami ejakulasi dashyat yang dapat membuatnya mati kaku. Jadi Tuti membantu dengan mengurut batang kontol Rahman dan membuat laki-laki itu menggeram dashyat seperti singa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti merasa mulutnya penuh dengan cairan lengket, ia tak ingin menelannya jadi ia mengeluarkan dari sela-sela bibirnya walaupun ia tahu sebagian sudah tersembur masuk ke dalam kerongkongannya. Jantungnya berdebar melihat Tuti dengan lahap menjilati setiap lelehan pejuh yang keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Telan Shan.. Enak kok.. Mmhh.. Sllrrpp.. Mmmhh..&quot; Tuti menjilati cairan kental keputihan itu. Dan Tuti dengan cepat menelanjangi Shanti, sehingga Shanti benar-benar berlutut tanpa selembar benangpun ditubuhnya dan wanita itu juga sudah telanjang bulat dan bahkan kini Tuti berdiri dan menyodorkan memeknya pada Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti hendak berpindah menggumuli memek Tuti tapi Rahman masih membiarkan kontolnya dalam mulut gadis itu. Shanti mengeluarkan kontol Rahman dan menjilati pejuh yang menempel disana, ia mengemut kontol Rahman, sekarang ia merasa suka dengan rasanya, ternyata untuk menjadi biasa cepat sekali apalagi kalau memang ternyata enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memek Tuti digesek-gesek di wajah Shanti dan Shanti menyelipkan hidungnya di memek Tuti serta mengendusnya, hhmm nikmat sekali baunya, pikir Shanti. Ia menjulurkan lidahnya dan mengorek-ngorek liang memek Tuti yang sudah licin dan banjir. Tangan kanan Shanti sibuk mengocok kontol Rahman, tapi kontol itu lemas tidak bangun kembali. Rahman meringis kesakitan karena kocokan Shanti yang tidak berpengalaman, mulutnya sedang dilumat oleh Tuti, ia tidak mau melepaskan lumatan Tuti hanya untuk meringis, karena semua yang diberikan Tuti padanya adalah istimewa, dan belum pernah seumur hidupnya Rahman mendapatkan wanita seperti Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelan-pelan mereka beringsut dan akhirnya mereka bertiga bergumul di ranjang. Rahman sibuk melumat mulut Shanti, ternyata gadis itu masih tidak berpengalaman sama sekali, lumatan bibirnya masih jauh dibanding Tuti. Tapi kontolnya sudah tegang seperti baja kembali karena Tuti yang mengocoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mau cobain rasanya memek Shanti Mas?&quot; desis Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman mengangguk, ia mengidam-idamkannya dan dari tadi sore serta ia juga memimpikannya. Tuti menyuruh Shanti memberikan memeknya tapi Shanti malu, Tuti menariknya sehingga pelan-pelan Shanti bergeser sampai tubuhnya di atas Rahman dan ia menungging diatas wajah Rahman. Tuti mendorong pantat Shanti supaya turun dan pelan-pelan Shanti menurunkan pantatnya, tiba-tiba ia mengerang ketika lidah kasar Rahman dan berewoknya menyapu memeknya yang sempit menimbulkan sensasi yang tidak terkirakan nikmatnya. Shanti merasa orgasme padahal belum diapa-apakan. Sekarang ia meliuk-liuk seperti penari ular ketika lidah Rahman menjelajahi bibir memeknya dan menyapu itilnya dengan kasar. Geli dan nikmat bukan main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti melihat lendir memek Shanti berjatuhan seperti tirai air terjun dan ia bersama Rahman menjilati lendir itu, sesekali ia meludah kedalam mulut Rahman dan laki-laki itu segera menikmati air liurnya. Tuti menjilati liang anus Shanti dari atas dan lidahnya menusuk-nusuk lubang itu dengan ganas. Shanti mengerang, merintih, menjerit histeris karena gelombang orgasme melandanya tanpa ampun membuat perutnya mulas serta membuatnya ingin kencing. Shanti merasakan memeknya benar-benar disedot oleh Rahman sehingga mengeluarkan suara keras, lalu ia merasa air kencingnya keluar sedikit, ia malu dan berharap Rahman tidak menyadarinya. Tapi Rahman tahu, Tuti pun tahu bahwa Shanti sampai terkencing-kencing saking nikmatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayo Shan kencing saja Shan.. Mmmhh.. Enak sekali kencing kamu&quot; gerang Rahman sambil memainkan itil Shanti dengan lidahnya. Shanti tidak berdaya, dan ia tak kuasa menahannya lagi, ia hanya punya pilihan menderita karena menahan kencing atau menerima kenikmatan yang sedang diambang perasaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh nggak kuat! Aaakkhh.. Mbaakk!&quot; Shanti merengek sambil mengocok kontol Rahman yang licin karena lendir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air seninya menyemprot keluar dari lubang kencingnya, memancar menyemprot wajah Rahman dan Tuti. Panas dan berbau pesing, Tuti memejamkan matanya dan membuka mulutnya sehingga air kencing Shanti masuk kedalam mulutnya dan keluar lagi jatuh kedalam mulut Rahman. Mereka meminum air kencing Shanti yang masih perawan, air kencing yang tidak banyak dan kekuningan tapi sensasinya membuat Rahman melayang, ia merasakan asin dan pahit ketika air kencing gadis itu membasahi tenggorokannya. Tuti malah dengan liar dan lahap meminum dan menjilati air kencing yang jatuh membasahi wajah Rahman kemudian membasahi ranjang mereka, untung Tuti sudah menjaga-jaga, tadi sore ia sudah memasang karpet karet dalam sprei, ia yakin akan terjadi permainan dashyat malam ini dan sekarang terbukti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman sangat menyukai cairan memek Shanti, ada bau khas seperti punya Tuti tapi ia tetap berpendapat cairan memek Tuti lebih enak dan lebih asin serta kental dan baunya-pun lebih keras daripada punya perawan ini. Rahman merasa kontolnya sudah tak sabar lagi ingin mencari korban, Tuti ingin mengulumnya tapi ia menghindar, ia tidak akan bertahan lama jika dikulum oleh Tuti dan itu membuat Tuti terkikik kegelian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Takut? Hi hi hi..&quot; Rahman tersenyum kecut dengan brewok yang berlumuran lendir memek Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menarik Tuti agar menggantikan Shanti. Tuti beringsut. Ia berbisik pada Shanti, gadis itu menggeleng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Coba saja Shan, enak bukan main. Memang pertama-tama akan perih tapi kamu akan segera merasa enak..&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti diam dan ia pasrah ketika Tuti pelan-pelan membaringkannya terlentang diatas ranjang yang besar itu. Rahman bangun dan menggumulinya, teteknya dikulum oleh laki-laki itu, tapi remasan Rahman ternyata lembut dan menimbulkan berahi. Padahal tadi Shanti melihat bagaimana laki-laki itu mengulum tetek Tuti, membuat wanita itu meringis. Tapi terhadap dirinya Rahman lembut sekali bahkan Shanti merasa enak sekali teteknya disedot-sedot seperti itu. Lalu ia melihat kebawah dan dilihatnya Tuti merenggangkan pahanya lalu memegang kontol Rahman yang sudah keras seperti kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan kontol itu turun, tapi sebelum menyentuh memeknya ia melihat Tuti menyelomoti kontol itu sebentar dan itu membuat Rahman menjerit seperti tersentak, wanita itu terkekeh-kekeh senang, lalu Tuti mulai menempelkan kepala kontol Rahman kebibir memek Shanti yang sudah banjir hebat. Pelan-pelan kontol itu mulai masuk sesenti demi sesenti sampai terdengar raungan Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaakkhh.. Sakiitt.. Uuuhh Mbaakk.. Ampuunn..&quot; Shanti merintih keras ketika kontol Rahman mendesak terus, ia berkelojotan sambil berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia merasa lega ketika kontol itu diam dan pelan-pelan memompa tapi tidak turun lagi, gadis itu meriang mendapati kenikmatan melandanya dengan pompaan yang diberikan Rahman. Shanti mendesis-desis seperti orang kepedasan. Tuti memainkan itil Shanti membuat Shanti kejang-kejang, lalu Rahman kembali menusuk, kali ini dengan cepat dan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuhh.. Ampuunn!! Sakiitt!! Mati aku mbaakk!!&quot; teriak Shanti histeris ketika merasakan lubang memeknya seolah-olah robek dan meledak, perih bukan main dan panas merayapi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbelalak, keringatnya keluar sebesar butian jagung. Jari-jarinya mencakar punggung Rahman, tapi sang kontol sudah tertanam dalam memek Shanti dan Rahman mulai mengangkat perlahan diiringi jeritan Shanti, gadis itu hendak pingsan, sakit sekali, setiap kali laki-laki itu menusuk atau mencabut dirasakannya kenyerian disekeliling memek dan perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tahan Shan, nanti kamu akan keenakan&quot; bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, apa yang dikatakan Tuti ternyata benar. Shanti merintih dan mengerang karena kenikmatan. Rahman merasakan hal yang sama pada kontolnya. Ia merasa kontolnya seperti diremas dan dicengkram oleh gadis itu, Rahman benar-benar merasa beruntung, setua ini ia masih mendapatkan perawan! Rahman menghisapi tetek Shanti bergantian dan ia merasakan pentil kecil itu keras dalam mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman merasa menang karena ia membuat Shanti menjerit dan berteriak histeris terus menerus tatkala gadis itu mendapatkan orgasmenya, dengan Tuti ia tidak pernah menang, memang dulu pertama kali Tuti menjerit-jerit seolah-olah orgasme tapi akhirnya Rahman tahu itu hanya pura-pura saja, Tuti hanya bisa orgasme kalau memek dan liang anusnya dijilati atau dikocok dengan sesuatu, seperti kontol-kontolan yang bergetar atau dildo karet yang berbuku-buku dan Rahman melarang Tuti memberikan rintihan palsu sewaktu mereka sedang bersetubuh, ia tak ingin kepalsuan dan dengan ksatria ia mengakui tidak dapat mengalahkan Tuti, selalu saja ia yang terjerambab kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oommhh.. Aduh Mbak, aku nggak sanggup lagi Mbaak!&quot; Shanti mengeluh, tubuhnya bersimbah peluh dan ia merasa melayang karena lautan kenikmatan yang terus melandanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti tidak mau mendengarkannya karena wanita itu juga sedang dilanda nafsu yang luar biasa, ia menyurukkan kepalanya dan menjilati liang anus Rahman lalu beberapa saat jika ingin keluar ia mencabut kontolnya dan Tuti segera menyelomotinya dengan kasar supaya laki-laki itu tidak orgasme lalu Tuti akan menyuruk kememek Shanti dan menjilati cairan yang menggenang bercampur dengan darah perawan gadis itu sampai bersih, ia juga menjilati cairan yang mengalir ke liang anus Shanti, ia menghisap dan menelan cairan itu dengan penuh nafsu, baru Rahman memasukkan kembali kontolnya dan memompa Shanti kembali. Tuti juga mencapai orgasme karena merasa terangsang dengan ulahnya, ia merasa seperti binatang, ia merasa seperti budak yang harus membersihkan semua cairan berahi Rahman dan Shanti dan itu membuatnya sangat terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Tuti mengatur posisi Shanti, ia menyuruh gadis itu menungging dan Rahman menyetubuhinya dari belakang, sedangkan Tuti menyurukkan tubuhnya kebawah Shanti dan mengemut itil gadis itu sementara Rahman memompa dengan irama pelan. Kali ini Shanti terbelalak dan gemetaran karena kenikmatan yang datang jauh lebih dashyat daripada tadi. Mulut Shanti keluar erangan, ia merasakan itilnya diputar-putar didalam mulut Tuti dan ia merasakan daging yang menyesakkan liang memeknya seperti membuatnya ingin kencing lagi, ia menjerit-jerit histeris dengan tubuh berkelojotan seperti gadis yang tengah sekarat. Dan Shanti seperti gila membenamkan wajahnya keselangkangan Tuti, lidahnya dengan liar mengorek-ngorek liang memek wanita itu dan menjilati cairan kental yang berlumuran disana. Mulut Shanti terasa asin dan tubuhnya terasa lengket oleh keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sudah Oom.. Ampun.. Aduh.. Nggak kuat lagi akuu!&quot; jerit Shanti dan ia terkulai menindih tubuh Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman mencabut kontolnya dan dari dalam memek Shanti mengalir cairan encer bening banyak sekali. Tuti dengan lahap menjilati cairan itu bahkan Rahman tak segan-segan menjilati liang anus Shanti dengan penuh nafsu. Kontolnya yang keras bagi baja itu masih tegak perkasa menunggu sesuatu yang dapat dipasaknya. Tuti meremas kontol Rahman sambil menghisap memek Shanti. Kemudian Tuti cepat-cepat mencegah Rahman ketika laki-laki itu hendak mengarahkan kontolnya keliang anus Shanti. Rahman sadar dan buru-buru mengurungkan niatnya. Tuti tidak dapat membayangkan bagaimana Shanti menerima tusukan kontol Rahman diliang duburnya, pasti gadis itu akan meraung-raung kesakitan luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sekarang giliran aku manis..&quot; desis Tuti. Lalu ia tidur terlentang dan mengangkat kedua kakinya terlipat ke wajahnya sehingga memek dan liang anusnya menghadap keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti segera menyelomoti liang memek Tuti dengan rakus. Ia mengocok memek Tuti dengan jarinya dan membuat wanita itu berkelojotan, Tuti dapat orgasme bila dengan Shanti karena ia sangat menikmati waktunya dengan gadis itu. Shanti mulai menjilati liang anus Tuti sedangkan wanita itu menyelomoti kontol Rahman. Tuti menyelomoti dengan kasar, ia membiarkan sesekali kontol Rahman mengenai giginya dan Rahman senang karena wanita itu tidak akan membuatnya keluar dengan cepat. Ia tahu keinginan Tuti, ia tahu Tuti ingin dipompa dan Rahman senang sekali. Kontolnya tidak lemas karena ia sangat terangsang melihat keliaran Shanti melumat liang anus Tuti dengan rakus, Rahman sekarang makin bersyukur mendapatkan dua perempuan yang punya nafsu besar, semula ia tidak menyangka gadis muda itu akan mudah didapatkan, ternyata memang Tutilah yang memegang peranan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jilat dalamnya Shan, .. Oooh bersihkan.. Terus.. Aduh enak sekali Shan.. Emut terus Shan&quot; desis Tuti, Shanti menusuk-nusukan lidahnya di liang anus wanita itu dan sesekali lidahnya terjepit sampai dalam, kemudian ditusuk-tusukannya dan membuat Tuti tersentak-sentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Shanti melihat Rahman mendekati dan mengarahkan kontolnya. Tapi Shanti kaget ketika kontol Rahman pelan-pelan menusuk keliang anus Tuti. Shanti memandang Tuti, dan wanita itu mengedipkan matanya. Tuti mengejan sedikit dan blup! Kontol Rahman melesak masuk kedalam liang itu. Shanti terpana ketika melihat Rahman mengayun maju mundur memompa liang anus Tuti, pompaan yang berirama dan ada lendir yang keluar bersama pompaan kontol Rahman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Shan, jilat Shan.. Ooohh.. Terus.. Aaakkhh..&quot; Tuti merasa orgasme ketika melihat dengan tanpa merasa jijik Shanti menjilati lendir yang keluar dari liang anusnya dan bahkan Rahman mencabut kontolnya dan Shanti seperti sudah tahu langsung menghisap dan menyelomoti kontol itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti sama sekali tidak jijik karena kalau itu liang anus Tuti, apapun diminta Tuti ia akan melakukannya karena Shanti sadar bahwa yang dikatakan Tuti selalu benar. Shanti merasakan cairan asin dan berbau tapi ia menikmatinya. Bahkan beberapa kali ia memaksa kontol Rahman dicabut supaya ia bisa menghisap dan membersihkan cairan lengket keputihan itu. Rahman beberapa kali sudah ingin meledak karena berahi yang mencapai puncak tapi untung setiap kali ada Shanti yang membuatnya mengurungkan ledakan laharnya dan ia tersenyum senang pada Tuti, sedangkan Tuti sudah lebih dari dua kali orgasme karena perbuatan Shanti didepan matanya daripada pompaan kontol Rahman di duburnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menarik Shanti dan memaksa melumat mulut gadis itu, Shanti membuka mulutnya dan membiarkan cairan keputihan yang baru saja dijilat di liang anus Tuti mengalir jatuh kedalam mulut Tuti. Tuti merintih dan menikmati cairan itu, kemudian mereka saling membelit dan melumat. Tuti menggoyang berirama dan membuat Rahman menggerung seperti binatang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaarrgghh.. Gilaa!!&quot; teriak Rahman.&lt;br /&gt;
&quot;Cepat, cepat!&quot; teriak Tuti sambil mendorong Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya Shanti segera menyurukkan wajahnya dan sedikit terlambat ketika Rahman memuntahkan pejuhnya didalam anus Tuti tapi laki-laki itu memaksa mencabutnya dan Shanti segera menangkap dengan mulutnya. Rahman memompanya dalam mulut Shanti seperti orang kesetanan dan cairan yang keluar seperti tidak ada habis-habisnya, Shanti kali ini menelan cairan itu, sebagian disekanya dengan tangannya kemudian disodorkan kepada Tuti dan wanita itu menjilat cairan itu dengan lahap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman berkelojotan seperti akan putus nyawanya, mulutnya mengeluarkan suara seperti orang sekarat. Ia benar-benar puas. Shanti menyelomoti kontolnya dengan ahli sekarang. Ia bisa merasakan jalaran lidah gadis itu menyapu permukaan topi bajanya dan keleher kontolnya yang paling peka, membuatnya melayang-layang dalam perasaan aneh yang membuat tubuhnya panas meriang. Setelah agak lama Rahman tumbang diatas ranjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku bisa gila..&quot; desahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman memandang Shanti yang sedang menjilati cairan pejuh di anus Tuti, ia bahkan mengorek-ngorek liang anus Tuti dengan lidahnya dan itu membuat Tuti menjerit-jerit kenikmatan dan kegelian, tapi Shanti seperti kesetanan dengan perbuatan joroknya. Shanti tidak peduli apa yang dijilatnya, ia hanya merasa ada sensasi aneh dengan melakukannya, ia merasa hebat dan ia merasa terangsang bukan main dengan apa yang diperbuatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti betul-betul pembersih, ia membuat liang memek dan anus Tuti berkilat karena jilatannya. Tak ada setetes-pun lendir disana kecuali bekas jilatan-jilatan lidahnya. Shanti puas dengan pekerjaannya. Ia memandang Tuti dengan penuh cinta ketika wanita itu menurunkan kakinya. Tuti merasa kakinya hendak copot karena pegal dan perutnya keram, tapi ia tersenyum letih pada Shanti. Ia membelai kepala gadis itu kemudian mereka saling melumat dan berpelukan dalam senyap, sementara Rahman dengan mulut ter-nganga mendengkur seperti babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku cinta sama Mbak&quot; bisik Shanti. Tuti tersenyum lembut.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga mencintaimu Shan, kamu segalanya buatku&quot; bisiknya.&lt;br /&gt;
&quot;Jangan tinggalkan saya Mbak&quot; Tuti menggeleng dalam diam. Tidak akan, pikirnya. Tidak akan pernah! Shanti menyusupkan kepalanya di payudara Tuti dan tidur lelap dalam kelelahan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah segar sekali kamu kelihatannya?&quot; kata Tuti sambil duduk disamping Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu sedang melamun diteras belakang rumah Tuti sambil memandang kolam renang. Shanti terkejut sebentar tapi tersenyum manis. Wajahnya bersih dan segar, rambutnya yang panjang dibiarkan terurai dan pagi itu Shanti benar-benar cantik sekali. Ia memakai daster warna kuning dengan bunga-bunga kecil di bagian dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Wah Mbak juga kelihatan cantik sekali!&quot; seru Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian seorang wanita tua yang dikenal dengan mbok Iyem menaruh kopi susu dan roti panggang di meja kecil dihadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Melamunin semalam ya?&quot; bisik Tuti setelah pembantunya pergi. Shanti mencubit perut Tuti, membuat wanita itu tekikik geli.&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh Mbak! Malu nih..&quot; rengek Shanti. Tuti tertawa lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Kok malu? Itu biasa kok, semua orang juga pasti melakukannya&quot; kata Tuti sambil menyerahkan kopi susu kepada gadis itu.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi kan nggak kayak semalam Mbak. Aku malu dan risih sama Mbak..&quot; kata Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menghirup kopi susunya. Tuti tersenyum sambil minum juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku kan sudah bilang, buat aku sama sekali nggak apa-apa. Malah aku senang sekali kamu juga merasakan kesenangan denganku&quot; jawab Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Tetap aku merasa malu, sebab itu kan suami Mbak&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jangan berkata seperti itu, yang aku inginkan cuma kebahagiaan dan kesenangan kita berdua Shan. Rahman memang sangat mencintaiku, dan aku juga sangat mencintainya, tapi aku juga sangat mencintaimu, kamu kan tahu itu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tapii.. Ah pokoknya entah bagaimana aku nanti kata orang. Bersetubuh dengan suami orang dan bersama pula!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ah mana orang yang tahu? Sudahlah, pokoknya aku merasa sangat bahagia&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti membelai rambut Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apakah kamu tidak bahagia?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku bukan main bahagianya Mbak dan aku juga bingung bagaimana aku harus berterima kasih pada semua kebaikan Mbak&quot; jawab Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Jangan berkata begitu sayang, aku malah takut kamu menjadi marah padaku karena kejadian semalam keperawananmu hilang&quot; kata Tuti sambil memandang Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Ah buatku tidak masalah Mbak, yang penting enaakk.. Hi hi hi&quot; Shanti merasa lucu sendiri, ia sama sekali tidak peduli dengan keperawanannya, masa bodo, pikirnya. Aku malah merasa aneh dan sangat ketagihan..&lt;br /&gt;
&quot;Masih sakit?&quot; tanya Tuti. Shanti menggeleng.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak, cuma tadi pagi perih waktu mau kencing. Mbak tidurnya enak sekali ya, tapi kok Oom Rahman udah menghilang sepagi itu?&quot; tanya Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Oh itu mah biasa Shan. Bisnisnya terlalu banyak dan seringnya malah jam dua pagi sudah pergi kalau mau keluar negeri&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Wah enak dong ya, Mbak pasti sudah sering keluar negeri&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Yah hanya ke Singapura dan Malaysia saja, lainnya belum ada kesempatan&quot; jawab Tuti tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Nanti juga pada saatnya kita akan bisa pergi bersama-sama&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;
&quot;Wah tadi pagi mulutku baunya bukan main Mbak! Semalam ketiduran padahal belum gosok gigi&quot; kata Shanti sambil cekikikan. Tuti tertawa juga.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga! Uekh, aku pengen muntah saja tadi pagi, hi hi hi..&quot; Tuti membuat wajahnya terlihat lucu.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi sekarang sudah nggak lagi kan?&quot; lanjutnya sambil membuka mulutnya dan mendekatkan pada Shanti. Shanti mencium mulut Tuti dan melumatnya.&lt;br /&gt;
&quot;Mmmhh.. Sedaapp..&quot; desisnya.&lt;br /&gt;
&quot;Udah ah, ntar kelihatan sama si Mbok bisa pingsan dia melihat kita ciuman begini&quot; kata Tuti. Mereka tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Apakah kamu nggak merasa jijik dengan perbuatan kita semalam?&quot; tanya Tuti ingin tahu. Shanti memandangnya sambil menggeleng.&lt;br /&gt;
&quot;Entahlah, aku malah kepengen lagi Mbak. Padahal tadi pagi aku berpikir betapa menjijikkannya perbuatan kita semalam, tapi mengapa aku merasa aneh dan terangsang setiap kali membayangkannya?&quot; Shanti memang merasa bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadi pagi ia merasa risih dan malu sekali mendapati dirinya bangun dari tidur dengan tubuh telanjang bulat diatas tubuh Tuti. Dan ia ingin muntah mendapati mulutnya bau sekali, tubuhnya berbercak-bercak putih seperti kerak dan ia yakin itu pejuh atau lendir Tuti atau bahkan miliknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi anehnya ia malah tersenyum waktu itu dan merasa jantungnya berdebar ketika membersihkan kerak-kerak itu dan merasakan kerak itu menjadi lendir kembali sewaktu kena air. Ia malah mencicipinya lagi sambil membayangkan apa yang dilakukannya semalam. Mungkin kalau menurut adat kampung perbuatannya semalam sudah termasuk katagori gila atau perempuan laknat, bersetubuh dengan suami orang, menciumi anus sesama jenis bahkan menjilatinya, oh itu sungguh bisa menimbulkan masalah yang luar biasa besarnya jika diketahui orang tuanya. Untung orang tuanya berada jauh sekali dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Heh! Melamun lagi!&quot; seru Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Oh eh.. Ih Mbak ngagetin melulu!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mikirin apa lagi?&quot; tanya Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Mikirin semalam kok Mbak mau saja sih ditusuk di pantat?&quot; tanya Shanti. Tuti mengerling pura-pura marah.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu ini jorok ya, pagi-pagi sudah ngomong gituan..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.. Ayo dong Mbak&quot; rengek Shanti. Tuti mencubit pipi gadis itu.&lt;br /&gt;
&quot;Ya mau saja, wong buatku enak sekali kok&quot; jawab Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Lho? Kan sakit Mbak?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ndak lagi, malah aku sering sekali ngecret kalo dientot pantatku&quot; jawab Tuti seenaknya.&lt;br /&gt;
&quot;Dulu pertama kali memang sakit, tapi lama-lama malah enak, seperti mau berak rasanya. Rasanya mulas sewaktu kontol masuk kedalam sana&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Astaga! Mbak ih, jorok..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Enaakk.. Kan kamu dulu yang mulaiin ngomong jorok&quot; Tuti tersenyum genit.&lt;br /&gt;
&quot;Sekali-kali aku pengen juga dientot di sana Mbak&quot; kata Shanti tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&quot;Nanti juga kesampaian, dan kamu bisa ketagihan nanti. Apalagi kalau kita dientot dari depan dan belakang, wah rasanya semua laki-laki jadi budak nafsu kita. Kita bisa mati keenakan Shan!&quot; kata Tuti. Shanti melotot.&lt;br /&gt;
&quot;Gila! Masak ditusuk dari depan dan belakang?&quot; Tuti baru mendengarnya lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Iya, dulu sekali aku pernah dientot 6 laki-laki Shan. Satu menusuk pantatku sambil nungging, sedangkan aku mengentoti kontol laki-laki dibawahku dengan memekku dan mulutku dientot dua kontol, dan dua kontol lagi mengentoti ketekku, wah aku merasa seperti mesin pejuh Shan, mereka semua menyemburkannya dimulutku, dipantatku, di memekku, di ketekku, di tetekku, di perut, di kaki, di paha, di wajah serta di rambutku!&quot; Cerita Tuti kebablasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti tegang sekali sehingga napasnya memburu. Ia terkejut mendapati Tuti begitu berpengalaman dengan laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Emang dulu Mbak.. &quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya aku dulu pelacur Shan. Pelacur idaman setiap laki-laki, bukan sombong, tapi penghasilanku dulu besar sekali. Karena aku selalu memuaskan setiap laki-laki dan aku selalu menuruti apa yang mereka inginkan. Kamu akan tahu laki-laki itu punya fantasi yang gila Shan. Mereka kebanyakan membayangkan kita-kita ini seperti binatang peliharaan mereka..&quot; cerita Tuti lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti tegang mendengarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan kebetulan aku juga maniak seks, jadi aku juga merasa enak sekali, nafsu berahiku besar sekali Shan. Dulu aku begitu menghayati pekerjaanku, bayangkan saja, sudah dientot enak dapat uang pula!&quot; lanjut Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Mbak hebat sekali! Aku tidak pernah membayangkan Mbak jadi pelacur lho!&quot; seru Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Ssstt.. Pelan-pelan dong, kedengaran orang mati aku!&quot; desis Tuti. Mereka tertawa.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi ada juga nggak enaknya, tapi umumnya aku puas dengan apa yang kuhasilkan dulu dan sekarang lebih enak lagi. Mendapatkan suami kaya dan gadis cantik seperti kamu yang..&quot; Tuti menggantung kalimatnya.&lt;br /&gt;
&quot;Yang apa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ah nggak jadi deh..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh ayo doongg..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Yang siap dientot dan mengentot!&quot; bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti menjerit sambil mencubiti Tuti, mereka saling cubit mencubit sambil cekikikan. Tuti memang merasa bersyukur bukan main dengan keadaannya sekarang, tapi Shanti juga sangat bersyukur dengan apa yang didapatnya sekarang. Jadi kurang apa lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ehh Mbak, nanti malam kalo Oom Rahman pulang kita lakukan hal yang semalam yuukk..?&quot; kata Shanti memecahkan lamunan Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh.. Kamu masa sih tadi malam belum puas??&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.. Ayo doongg.. Mbak khan Shanti mau ngobain dientot lewat anus, seperti Mbak semalam?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Memangnya kamu udah siap dientot di pantat?? tanya Tuti meragukan perkataan Shanti.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku khan mau nyobain Mbak, abis Shanti lihat semalam Mbak sangat keenakkan sihh..?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Shan apa kamu engga takut sama kontolnya Oom Rahman? Khan kontolnya Oom Rahman besar sekali. Nanti anusmu bisa jebol lohh..!!?&quot; kata Tuti meyakinkan kesungguhan Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Engga aku sama sekali engga takut, masa kontol itu di anus Mbak bisa masuk di anus Shanti engga bisa??&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Yaa bisa sihh.., tapi pertama-tama musti sedikit dipaksakan, dan lagi waktu pertama kali masuk wahh.. Sakitnya bukan main lohh..?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tapi abis itu enak khan Mbak??&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya sih, yaa kurang lebih sama lah waktu kamu kesakitan semalam, malahan bisa lebih sakit ke anus?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Pokoknya Shanti mau nyoba, tapi Mbak ajarin yaa..!!&quot; Shanti memohon ke Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Yaa udah bersiaplah nanti malam?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu terus berlalu, akhirnya malam-pun tiba. Shanti dan Tuti keduanya menunggui Rahman di ruang tamu. Mereka duduk-duduk disana sambil makan kue-kue kecil. Akhirnya pada jam 9.20 terdengar suara klakson mobil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Shan itu Oom Rahman pulang?&quot; teriak Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Ayu Mbak kita kedepan membukakan pintu?&quot; kata Shanti sambil beranjak dari duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Tuti pun mengikutinya dari belakang. Setelah Rahman memarkir mobilnya di garasi, Tuti menutup pagar, lalu mereka bertiga masuk kedalam. Ketiganya langsung menuju ke kamar yang sudah disiapkan oleh Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya disana Rahman langsung mencopot pakaiannya, terus ia beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Sementara itu Shanti menunggunya dengan hati berdebar-debar. Sambil menunggu Rahman mandi, Tuti menyetel film biru. Shanti semakin terangsang melihat adegan-adegan pada film tersebut. Ia merasakan itilnya berdenyut-denyut, puting susunya mengeras. Melihat perubahan wajah dari gadis tersebut, Tuti yang sangat berpengalaman langsung saja melumat bibir gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan-lahan Tuti mulai melepaskan pakaian Shanti. Gadis itu malah ikut membantu mengangkat pantatnya ketika Tuti melepaskan pakaiannya. Lalu setelah ia melepaskan pakaian gadis itu, ia-pun segera melepaskan pakaiannya. Akhirnya mereka berdua telanjang diatas ranjang tanpa mengenakan sehelai benang-pun. Bibir mereka saling melumat, tangan mereka saling meraba bagian-bagian sensitif, sehingga membuat mereka lebih terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat rangsangan mereka mencapai puncaknya, tiba-tiba Rahman keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk yang menutupi kemaluannya. Segera saja kedua perempuan tersebut menyambut Rahman, mereka melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya, lalu Shanti dengan rakus langsung mengemut kontol laki-laki tersebut. Sementara itu Tuti sibut menjilati buah zakarnya. Lalu Tuti mengajak mereka semua pindah keranjang. Kemudian Rahman mencium belakang telinga Shanti dan lidahnya bermain-main di dalam kupingnya. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan Shanti mengeliat-geliat. Mulut Rahman berpindah dan melumat bibir Shanti dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut gadis itu dan menggelitik-gelitik lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.., hmm.., hhmm&quot;, terdengar suara menggumam dari mulut Shanti yang tersumbat oleh mulut Rahman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Rahman sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu Shanti turun ke leher, kepala gadis belia itu tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Rahman, payudaranya yang kecil mungil tapi bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki setengah baya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laki-laki itu langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah payudara gadis tersebut, mulutnya menciumi dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya buah dada Shanti yang sebelah kanan menjadi sasaran mulutnya. Buah dada Shanti yang kecil mungil itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Rahman yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting buah dada Shanti yang segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak napas Shanti menerima permainan Rahman yang lihai itu. Badan Shanti terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ssshh.., sshh.., aahh.., aahh.., sshh.., sshh.., aduh Mbak aku engga kuat, sshh.., enaak.. Oom&quot;, mulut Rahman terus berpindah-pindah dari buah dada yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan menjilat-jilat kedua puting buah dadanya secara bergantian. Badan Shanti benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Sementara itu Tuti terus bermain-main di paha Shanti yang mulus itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas dan, tiba-tiba jarinya menyentuh bibir kemaluan Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera badan Shanti tersentak dan, &quot;Aaahh.., oohh.., Mbaak..!&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Tuti yang mengelus-elus bibir kemaluannya. Muka Shanti yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar. Kedua tangan Tuti memegang kedua kaki gadis itu, bahkan dengan gemas ia mementangkan kedua belah pahanya lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan Shanti yang telah terbuka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafas perempuan itu terdengar mendengus-dengus memburu. Shanti merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang mengila, apalagi melihat tubuh Rahman yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang ditumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu. Sambil memegang kedua paha Shanti dan merentangkannya lebar-lebar, Tuti membenamkan kepalanya di antara kedua paha Shanti. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar kemaluan gadis belia tersebut yang yang masih rapat, tertutup rambut halus dan tipis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti hanya bisa memejamkan mata, &quot;Ooohh.., nikmatnya.., oohh!&quot;, Shanti menguman dalam hati, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.., hhmm!&quot;, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.., aku tak tahan lagi..!&quot;, Shanti memelas sambil menggigit bibir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh Shanti tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi, perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Tuti dan Rahman yang telah bepengalaman itu. Namun rupanya mereka berdua itu tidak peduli dengan keadaan Shanti yang telah orgasme beberapa kali itu, bahkan mereka terlihat amat senang melihat Shanti mengalami hal itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Shanti, kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua payudara Shanti dengan sangat bernafsu. Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Rahman dan Tuti ini, Shanti benar-benar sangat kewalahan dan kamaluannya telah sangat basah kuyup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mbaakk.., aakkhh.., aakkhh!&quot;, Shanti mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Tuti untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Tuti keras-keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ayu yang lemah lembut ini benar-benar telah ditaklukan oleh permainan Tuti dan laki-laki setengah baya yang dapat sangat membangkitkan gairahnya. Tiba-tiba Tuti melepaskan diri, kemudian bangkit di depan Shanti yang masih tertidur di tepi ranjang, ditariknya Shanti dari atas ranjang dan kemudian Rahman disuruhnya duduk ditepi ranjang. Kemudian kedua tangan Tuti menekan bahu Shanti ke bawah, sehingga sekarang posisi Shanti berjongkok di antara kedua kaki berbulu lelaki tersebut dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti sudah tahu apa yang diinginkan kedua orang tersebut, namun tanpa sempat berpikir lagi, tangan Rahman telah meraih belakang kepalanya dan dibawa mendekati kontol laki-laki tersebut. Tanpa melawan sedikitpun Shanti memasukkan kepala penis Rahman ke dalam mulutnya sehingga kontol tersebut terjepit di antara kedua bibir mungil Shanti, yang dengan terpaksa dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Shanti mulai mengulum alat vital Rahman dalam mulutnya, hingga membuat lelaki itu merem melek keenakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut Shanti yang kecil, itupun sudah terasa penuh benar. Shanti hampir sesak nafas dibuatnya. Kelihatan ia bekerja keras, menghisap, mengulum serta mempermainkan batang itu keluar masuk ke dalam mulutnya. Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah Shanti menyapu kepalanya. Sementara itu Tuti sibuk menjilati buah peler laki-laki tersebut. Kadang lidahnya menyapu anus suaminya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian Rahman melepaskan diri, ia mengangkat badan Shanti yang terasa sangat ringan itu dan membaringkan di atas ranjang dengan pantat Shanti terletak di tepi ranjang, kaki kiri Shanti diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Rahman mulai berusaha memasuki tubuh Shanti. Tangan kanan Rahman menggenggam batang penisnya yang besar itu dan kepala penisnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada klitoris dan bibir kemaluan Shanti, hingga Shanti merintih-rintih kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Rahman terus berusaha menekan kontolnya ke dalam kemaluan Shanti yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran penis Rahman yang besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelahan-lahan kepala penis Rahman itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan Shanti. Ketika kepala penis lelaki setengah baya itu menempel pada bibir kemaluannya, Shanti merasa kaget ketika menyadari saluran vaginanya ternyata panas dan basah. Kemudian Rahman memainkan kepala penisnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan seperti itu, dengan perlahan Rahman menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Shanti, rambut lebat pada pangkal penis lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Shanti yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang penisnya amblas ke dalam liang vagina Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tak kuasa menahan diri, dari mulut Shanti terdengar jeritan halus tertahan, &quot;Aduuh!, oohh.., aahh&quot;, disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Shanti mencengkeram dengan kuat pinggang Rahman. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai diri Shanti, hingga badannya mengejang beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan itu, dengan sigap Tuti langsung menuju ke payudara gadis itu. Dikulumnya payudara Shanti yang sebelah kiri dengan mulutnya, lidahnya sibuk menyentik-yentik putingnya yang telah keras dan runcing itu. Sementara tangannya yang kanan sibuk memilin-milin puting susu yang sebelah kiri. Shanti semakin menggeliat. Kemudian Tuti pun berpindah ke puting sebelahnya. Perasaannya campur aduk, antara pedih dan nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman cukup mengerti keadaan Shanti, ketika dia selesai memasukkan seluruh batang penisnya, dia memberi kesempatan kemaluan Shanti untuk bisa menyesuaikan dengan penisnya yang besar itu. Shanti mulai bisa menguasai dirinya. Beberapa saat kemudian Rahman mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki setengah baya itu bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan penis lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas ranjang. Shanti mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajah lelaki itu yang sedang menatapnya, dengan takjub. Shanti berusaha bernafas dan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooomm.., aahh.., oohh.., sshh&quot;, erangnya sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Rahman menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding liang vaginanya, sungguh membuatnya melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kali Rahman menarik penisnya keluar, Shanti merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Rahman menekan masuk penisnya ke dalam vaginanya, maka clitoris Shanti terjepit pada batang penis lelaki itu dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang penis lelaki tersebut yang berurat itu. Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan Shanti menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelaki tersebut terus menyetubuhi Shanti dengan cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian vagina Tuti dan menarik-narik klitorisnya, sehingga membuatnya menggeliat-geliat menahan nikmat. Shanti bisa melihat bagaimana batang penis yang hitam besar dari lelaki itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Shanti selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran penis Rahman yang super besar itu. Shanti menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Rahman terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu tiba-tiba Shanti merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. Shanti merasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dengan gleiser di dalam vaginanya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu dia tahu dengan pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jarinya dengan keras mencengkeram sprei ranjang, ia menggigit bibirnya, dan kemudian terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, &quot;Oooh.., ooh.., aahhmm.., sstthh!&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan.., akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Shanti terkulai lemas tak berdaya di atas ranjang dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana penis hitam besar Rahman tetap terjepit di dalam liang vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama proses orgasme yang dialami Shanti ini berlangsung, memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Rahman, dimana penisnya yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang vagina Shanti dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang penisnya serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut keseluruhan penisnya, terlebih-lebih pada bagian kepala penisnya setiap terjadi kontraksi pada dinding vagina Shanti, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. Perasaan Rahman seakan-akan menggila melihat Shanti yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kemerahan mungil itu menjepit dengan ketat batang penisnya yang hitam besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sampai di situ, beberapa menit kemudian Rahman membalik tubuh Shanti yang telah lemas itu hingga sekarang Shanti setengah berdiri tertelungkup di pinggir ranjang dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah lelaki tersebut. Kemudian Shanti merasakan Rahman menjilati liang anusnya dari atas dan lidahnya menusuk-nusuk lubang itu dengan ganas. Shanti mengerang, merintih, menjerit histeris karena gelombang orgasme melandanya tanpa ampun membuat perutnya mulas. Payudara Shanti yang menggantung itu tidak didiamkan. Segera saja Tuti tidur dibawah Shanti kemudian menyusu pada payudara gadis itu. Gadis itu semakin merasakan nikmat yang tak terbayangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahman melanjutkan kegiatannya itu dan sekarang dia melihat pantat gadis itu dan bagian anus Shanti sudah basah dengan ludahnya, sementara dengan ibu jarinya yang telah basah dengan ludah, mulai ditekan masuk ke dalam lobang anus Shanti dan diputar-putar di sana. Shanti terus mengeliat-geliat dan mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jaannggaann jaannggaan.. Aaadduuhh.. Aadduuhh.. Saakiitt.. Saakiitt..!&quot; akan tetapi Rahman tidak menanggapinya dan terus melanjutkan kegiatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang sesaat setelah merasa cukup membasahinya, Rahman sambil memegang dengan tangan kiri penisnya yang telah tegang itu, menempatkan kepala penisnya tepat di tengah liang masuk anus Shanti yang telah basah dan licin itu. Kemudian Rahman membuka belahan pantat Shanti lebar-lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaaduhh, janggaann! Sakkiit! Aaammpuunn, aammppuunn! Aagkkh.., Sakiitt.. Mbaakk..&quot; Rahman mulai mendorong masuk, kemudian ia berhenti dan membiarkan kontol itu terjepit dalam anus Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Tahan Shan, nanti kamu akan keenakan&quot; bisik Tuti.&lt;br /&gt;
&quot;Memang pertama-tama sakit, tapi nanti akan enak, tahan yaa.. Sayang..!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Shanti menjerit-jerit dan menggelepar-gelepar kesakitan. Segera saja Tuti beralih ke klitoris gadis itu, lalu diemutnya klitoris gadis itu, sementara tangannya ia gunakan untuk mengocok di vagina Shanti agar rasa sakitnya hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuh.. Sakkiit.. Oomm..&quot; ketika kontol itu mulai masuk lagi anusnya.&lt;br /&gt;
&quot;Tenang sayang nanti juga enggak sakit&quot; jawab Rahman sambil terus melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantat Shanti.&lt;br /&gt;
&quot;Aduuhh.. Sakiitt..&quot; jerit Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan itu kontol Rahman amblas dalam lobang anusnya yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tenang Shan, nanti enak deh.. Aku jadi ketagihan sekarang&quot; kata Tuti sambil mengelus rambut kemaluannya dan menggosok klitorisnya.&lt;br /&gt;
&quot;Tuuh.. Kan sudah masuk tuh.. Enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini&quot; kata Tuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti diam saja. Ternyata sakit kalo dimasukan melalui anus, pikirnya. Rahman mulai mengocok kontolnya di pantat Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Pelan-pelan, Oomm.. Masih sakit&quot; kata Shanti pada Rahman.&lt;br /&gt;
&quot;Iya sayang enaakk.. Niihh.. Seempiitt..&quot; kata Rahman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti yang berada di bawah sibuk menyedot klitorisnya dengan mulutnya dan mengocok liang vaginanya dengan tangannya, sehingga membuat Shanti semakin menggelinjang nikmat. Shanti meronta-ronta, sehingga semakin menambah gairah Rahman untuk terus mengocok di anusnya. Shanti terus menjerit, ketika perlahan seluruh penis hitam besar Rahman masuk ke anusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaauugghh..! Saakkiit..!&quot; jerit Shanti ketika Rahman mulai bergerak pelan-pelan keluar masuk anus Shanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dengan tubuh berkeringat menahan sakit, Shanti terkulai lemas tertelungkup di atas badan Tuti kelelahan. Secara berirama Rahman menekan dan menarik penisnya dari lobang anus Shanti, dimana setiap kali Rahman menekan ke bawah, penisnya semakin terbenam ke dalam lobang anus gadis itu. Benar-benar sangat menyesakkan melihat penis besar hitam itu keluar masuk di anus Shanti. Terlihat kedua kaki Shanti yang terkangkang itu bergetar-getar lemah setiap kali Rahman menekan masuk penisnya ke dalam lobang anusnya. Dalam kesakitan itu, Shanti telah pasrah menerima perlakuan lelaki tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian mereka bertukar posisi, sekarang Rahman duduk melonjor di ranjang dengan penisnya tetap berada dalam lobang anus Shanti, sehingga badan Shanti tertidur terlentang di atas badan Rahman dengan kedua kakinya terpentang lebar ditarik melebar oleh kedua kaki Rahman dari bawah dan Tuti mengambil posisi di atas Shanti untuk menjilati vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuti mulai mengocok tangannya keluar masuk kemaluan Shanti, yang sekarang semakin basah saja, cairan pelumas yang keluar dari dalam kemaluan Shanti mengalir ke bawah, sehingga membasahi dan melicinkan lobang anusnya, hal ini membuat penis Rahman yang sedang bekerja pada lobang anusnya menjadi licin dan lancar, sehingga dengan perlahan-lahan perasaan sakit yang dirasakan Shanti berangsur-angsur hilang diganti dengan perasaan nikmat yang merambat ke seluruh badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shanti mulai dapat menikmati penis besar laki-laki tersebut yang sedang menggarap lobang anusnya. Perlahan-lahan perasaan nikmat yang dirasakannya melingkupi segenap kesadarannya, menjalar dengan deras tak terbendung seperti air terjun yang tumpah deras ke dalam danau penampungan, menimbulkan getaran hebat pada seluruh bagian tubuhnya, tak terkendali dan meletup menjadi suatu orgasme yang spektakuler melandanya. Setelah itu badannya terkulai lemas, Shanti terlentang pasrah seakan-akan pingsan dengan kedua matanya terkatup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan Shanti itu semakin membangkitkan nafsu Rahman, lelaki tersebut menjadi sangat kasar dan kedua tangan Rahman memegang pinggul Shanti dan lelaki tersebut menarik pinggulnya keras-keras ke belakang dan &quot;Aduuh.. Aaauugghh..!&quot; keluh Shanti merasakan seakan-akan anusnya terbelah dua diterobos penis laki-laki itu yang besar itu. Kedua mata Shanti terbelalak, kakinya menggelepar-gelepar dengan kuatnya diikuti badannya yang meliuk-liuk menahan gempuran penis Rahman pada anusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan buasnya Rahman menggerakkan penisnya keatas bawah dengan cepat dan keras, sehingga penisnya keluar masuk pada anus Shanti yang sempit itu. Rahman merasa penisnya seperti dijepit dan dipijit-pijit sedangkan Shanti merasakan penis lelaki tersebut seakan-akan sampai pada dadanya, mengaduk-aduk di dalamnya, di samping itu suatu perasaan yang sangat aneh mulai terasa menjalar dari bagian bawah tubuhnya bersumber dari anusnya, terus ke seluruh badannya terasa sampai pada ujung-ujung jari-jarinya. Shanti tidak bisa menggambarkan perasaan yang sedang menyelimutinya, akan tetapi badannya kembali serasa mulai melayang-layang dan suatu perasaan nikmat yang tidak dapat dilukiskan terasa menyelimuti seluruh badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang dapat dilakukannya pada saat itu hanya mengerang-erang, &quot;Aaahh.. Ssshh oouusshh!&quot; sampai suatu saat perasaan nikmatnya itu tidak dapat dikendalikan lagi serasa menjalar dan menguasai seluruh tubuhnya dan tiba-tiba meledak membajiri keluar berupa suatu orgasme yang dasyat yang mengakibatkan seluruh tubuhnya bergetar tak terkendali disertai tangannya yang menggapai-gapai seakan-akan orang yang mau tenggelam mencari pegangan. Kedua kakinya berkelejotan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mulut Shanti keluar suatu erangan, &quot;Aaaduhh.. Laagii.. Laagii.. Oohh.. Ooohh..&quot; Hal ini berlangsung kurang lebih 20 detik terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu lelaki itu terus melakukan aktivitasnya, dengan memompa penisnya keluar masuk anus. Tuti yang sedari tadi mengocok kemaluan gadis itu menjadi sangat terangsang melihat ekspresi muka Shanti dan tiba-tiba Tuti merasakan bagian dalam vagina Shanti mulai bergerak-gerak melakukan pijitan-pijitan kuat pada jari-jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan kaki Shanti disertai goyangan pinggulnya mendatangkan suatu kenikmatan pada penis lelaki tersebut, terasa seperti diurut-urut dan diputar-putar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Rahman merasakan sesuatu gelombang yang melanda dari di dalam tubuhnya, mencari jalan keluar melalui penisnya yang besar itu, dan terasa suatu ledakan yang tiba-tiba mendorong keluar, sehingga penisnya terasa membengkak seakan-akan mau pecah dan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaaduuh..!&quot; secara tidak sadar tangannya mencengkram erat badan Shanti dan pinggul Rahman terangkat ke atas, pinggulnya mendorong masuk penis terbenam habis ke dalam lobang anus Shanti, sambil menyemburkan cairan kental panas ke dalam lobang anus gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima semburan cairan kental panas pada lobang anusnya, Shanti merasakan suatu sensasi yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya reaksi badannya yang bergetar-getar dan ekspresi mukanya yang seakan-akan merasakan suatu kengiluan yang tak terbayangkan, diikuti badannya yang tergolek lemas, tanpa dapat bergerak. Shanti terlena oleh kedahsyatan orgasme yang dialami dan diterimanya dari mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5304310822153771539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-dengan-perawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5304310822153771539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5304310822153771539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/bercinta-dengan-perawan.html' title='bercinta dengan perawan'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5539537071744339525</id><published>2011-01-02T21:50:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:50:31.352-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>belenggu rindu yang tertahan</title><content type='html'>Siang itu di sebuah rumah yang cukup asri, seorang gadis yang berambut panjang terurai dengan raut wajah yang manis terlihat sedang menanti kedatangan seseorang. Tiba-tiba datang seorang pemuda yang mengenakan kaos biru di padu dengan jeans warna serupa. Dia berjalan menuju kerumah gadis yang sedang asyik duduk di depan rumahnya, si gadis sesekali mengawasi depan rumahnya kalau-kalau yang di tunggu sudah datang atau belum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum yang manis kemudian gadis itu menyapa sang pemuda yang kelihatan rapi, harum dan segar siang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hallo Mas Adietya sayang..&quot; sapanya dengan panggilan khas yang mesra ke padaku.&lt;br /&gt;
&quot;Hallo juga.. Sayang,&quot; balasku pendek.&lt;br /&gt;
&quot;Sudah lama yah nunggunya,&quot; lanjutku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Antara aku dan si gadis memang terlihat mesra di setiap kesempatan apa aja. Baik itu melalui panggilan ataupun sikap terhadap masing-masing. Seperti halnya siang itu, yang kebetulan keadaan di rumah sang gadis nampaknya sedang sepi, dia bilang ortunya lagi ke rumah saudaranya yang pulangnya nanti sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan masih menyimpan rasa rindu yang tertahan, aku memeluk gadis pujaanku dengan mesra, sambil membisikan kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adiet kangen banget nih sayang,&quot; bisikku di telinga nya sambil mencumbu daun telinganya.&lt;br /&gt;
&quot;aku juga kangen Mas sayang..&quot; jawabnya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kita terlibat perbincangan sesaat, yang selanjutnya aku merengkuh bahu si gadis dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan tamu. Di sofa kita duduk sangat dekat sekali, sampai-sampai kita bisa merasakan hembusan nafas masing-masing, saat kita bertatapan wajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu cantik sekali siang ini sayang..&quot; kataku lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari tanganku meremas kedua tangannya dan kemudian aku lanjutkan untuk menarik tubuhnya lebih rapat. Si gadis tak menjawab hanya tersipu raut wajahnya, yang di ekspresikan dengan memelukku erat. Tanganku kemudian memegang kedua pipinya dan tak lama bibirku sudah mengulum bibirnya yang terbuka sedikit dan bentuknya yang ranum, sembari dia memejamkan kedua bola matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidahku bermain di rongga mulutnya untuk memberikan perasaan yang membuat nya mendesah sesaat setelahnya. Di balik punggungnya jemari tanganku dengan lembut masuk ke dalam kaos warna putihnya dan mencoba membuka kaitan bra dari belakang punggungnya. Dengan dua kali gerakan, terbukalah kaitan bra hitamnya yang berukuran 36b itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jemari tanganku langsung mengelus tepian payudaranya yang begitu kenyal dan menggairahkan itu. Dan tak lama setelah itu jariku sudah memilin putingnya yang mulai keras, yang nampaknya dia mulai menikmati dan sudah terangsang diiringi dengan desahannya yang sensual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang..&quot; desahnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memilin, bibirku tak lepas dari bibirnya dan menyeruak lebih ke dalam yang sesekali mulutku menghisap lidahnya keluar masuk. Selanjutnya dengan gerakan pelan aku membuka kaos putihnya dan langsung mulutku menelusuri payudaranya dan berakhir di putingnya yang menonjol kecil. Aku menjulurkan lidahku tepat di ujung payudaranya, yang membuat dia menggelinjang dan mendesah kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang.. Enak sekali.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat aku menghentikan cumbuanku kepadanya dan memegang kedua pipinya kembali sambil membisikkan kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sayang.. Payudara kamu sungguh indah bentukya,&quot; bisikku lirih di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis hanya mengulum senyumnya yang manis sembari kembali memelukku mesra. Dengan mesra aku mengajak si gadis berjalan ke arah kamarnya yang lumayan besar dan bersih. Layaknya kamar seorang gadis yang tertata rapi dan aroma segar wangi bunga-bunga yang ada ditaman depan kamarnya terhirup olehku saat memasukinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak berselang lama kemudian, aku mengangkat tubuh sexy sang gadis dan meletakkannya di atas meja belajar yang ada di kamarnya. Sang gadis masih mengenakan celana jeansnya, kecuali bagian atasnya yang sudah terbuka saat kita berasyik masyuk di ruang tamu. Perlahan aku memeluk tubuh sang gadis kembali, yang aku lanjutkan dengan menjelajahi leher jenjangnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirku mencumbui setiap senti permukaan kulitnya dan berpindah sesaat ketika lidahku mencapai belakang telinganya dan membuat tubuh sang gadis kembali bergetar pelan. Desahan dan getaran tubuhnya menandakan kalau sang gadis sudah sangat terangsang oleh setiap cumbuanku. Tanganku tak tinggal diam sementara bibirku mencumbui setiap titik sensitif yang ada di tubuh sang gadis. Jemariku mulai mengarah kebawah menuju celana jeans nya dan tanpa kesulitan aku menurunkan resliting celananya yang nampak olehku pinggiran celana dalam warna hitamnya yang sexy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku melemparkan celana jeansnya ke lantai dan seketika tanganku dengan lembut merengkuh bongkahan pantatnya yang padat berisi. Aku mengelus kedua bongkahannya pelan dan sesekali jariku menyelip di antara tepian celana dalamnya yag membuat bibirnya kembali bergetar mendesah lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. Mas sayang..&quot; desahnya parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirku yang sejak tadi bermain di atas, kemudian berpindah setelah aku merasakan cukup untuk merangsangnya di bagian itu. Lidahku menjulur lembut ketika mencapai permukaan kulit perutnya yang berakhir di pusarnya dan bermain sejenak yang mengakibatkan tubuhnya menggelinjang kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ssshh..&quot; desisnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan kemudian aku mulai menurunkan celana dalamnya dan aku membiarkan menggantung di lututnya yang sexy. Kembali aku melanjutkan cumbuan yang mengarah ke tepian pangkal pahanya dengan lembut dan sesekali aku mendengar sang gadis mendesah lagi. Aku mencium aroma khas setelah lidahku mencapai bukitnya yang berbulu hitam dan lebat sekali, namun cukup terawat terlihat olehku sekilas dari bentuk bulu vaginanya yang menyerupai garis segitiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tak lama lidahku sudah menjilati bibir luar vaginanya dengan memutar ujung lidahku lembut. Kemudian aku lanjutkan dengan menjulurkan lebih ke dalam lagi untuk mencapai bibir dalamnya yang sudah sangat basah oleh lendir kenikmatan yang di keluarkan dari lubang vaginanya. Tubuh sang gadis mengelinjang perlahan bersamaan dengan tersentuhnya benjolan kecil di atas vagina miliknya oleh ujung lidahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang&quot; jeritnya tertahan.&lt;br /&gt;
&quot;Aku nggak kuat Mas..&quot; tambahnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang aku lanjutkan dengan menghentikan tindakanku sesaat. Aku menurunkan tubuh sang gadis dari atas meja, kemudian aku berdiri tepat di hadapanya yang sudah berjongkok sambil menatap penisku yang sudah berdiri tegang sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gerakan lincah bibir sang gadis langsung mengulum kepala penisku dengan lembut dan memutar lidahnya di dalam mulutnya yang mungil dan memilin kepala penisku yang mengkilat. Tubuhku bergetar hebat ketika menerima semua gerakan erotis mulai dari jemari tangannya yang lembut mengelus batang penisku serta bibir dan lidahnya yang lincah menelusuri buah zakarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Sayang&quot; desahku pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya yang hitam panjang ku remas sebagai expresi dari kenikmatan yang mengalir di sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat sang gadis menjelajahi organ sensitifku, aku merengkuh bahunya serta memintanya berdiri dan kembali aku mendudukkan pantatnya yang padat berisi di tepian meja sementara salah satu kaki jenjangnya menjuntai ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gerakan lembut aku mengangkat paha kirinya dan bertumpu pada lenganku, di saat selanjutnya tangan kiriku memegang batang penisku yang sudah sangat tegang sekali menahan rangsangan yang menggelora dan mengarahkannya tepat di bibir vaginanya yang sudah basah oleh lendir birahi. Pada saat bersamaan ujung telunjukku juga mengelus belahan antara anus dan bibir bawah vaginyanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. Mas sayang.. Please.. Aku enggak kuat&quot; jeritnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih belum merespon atas jeritan lirihnya, sebaliknya aku menundukkan kepala untuk kembali menjilati kedua payudaranya bergantian dan berakhir di puting payudara yang sebelah kiri. Gerakanku membuatnya menggelinjang dan semakin keras desahannya terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang.. Sekarang yah&quot; pintanya lirih, dengan mata yang sayup penuh nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku mengarahkan batang penisku tepat di belahan vaginanya dan mendorongnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Slepp..&quot; irama yang di timbulkan ketika penisku sudah menyeruak bibir vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali bibir sang gadis mengeluarkan desahan sexynya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hekk.. Mmm..&quot; gumamnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah dari batang penisku sudah masuk ke dalam vaginanya, yang aku padukan dengan gerakan bibirku mengulum bibirnya yang ranum serta memilin dan memutar ujung lidahnya lembut. Untuk menambah kenikmatan buat dirinya, aku mulai memajukan sedikit demi sedikit sisa batang penisku ke rongga vaginanya yang paling dalam dan aku mengarahkan ujung penisku menyentuh G-spotnya. Mulut sang gadis menggumam lirih karena mulutku juga masih mengulum bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mmm.. Mmm&quot; gumamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menahan nikmat, tangan sang gadis menyentuh buah zakarku dan memijitnya lembut yang membuat tubuhku ikut mengelinjang menahan kenikmatan yang sama. Pinggulku membuat gerakan maju mundur untuk kesekian kalinya dan sepertinya sang gadis akan mendapatkan orgasme pertamanya ditandai dengan gerakan tangannya yang merengkuh bahuku erat dan menggigit bibir bawahnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayangg..&quot; jeritnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan aliran hangat yang kurasakan di dalam, rongga vaginanya menjepit erat batang penisku. Tangannya merengkuh bongkahan pantatku serta menariknya lebih erat lagi. Tak lama berselang sang gadis kemudian tersenyum manis dan mengecup bibirku kembali sambil mengucapkan kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Thanks yah.. Mas sayang&quot;ucapnya mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalasnya dengan memberikan senyum dan mengatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku bahagia.. kalau sayang bisa menikmati semua ini&quot; ucapku kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya beberapa saat setelah sang gadis mendapatkan orgasmenya, aku membalikkan tubuhnya membelakangiku sembari kedua tanganya berpegang pada pingiran meja. Dengan pelan kutarik pinggangnya sambil memintanya menunduk, maka nampaklah di depanku bongkahan pantatnya yang sexy dengan belahan vaginanya yang menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku memajukan tubuhku sambil memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di bibir vaginanya, sementara kaki kananku mengeser kaki kanannya untuk membuka pahanya sedikit melebar. Dengan gerakan mantap penisku menyeruak sedikit demi sedikit membelah vaginanya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Slepp..&quot; masuklah setengah batang penisku ke dalam rongga vaginanya.&lt;br /&gt;
&quot;Sss..&quot; sang gadis mendesah menerima desakan penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku perlahan meremas payudaranya dari belakang mulai dari yang sebelah kiri dan dilanjutkan dengan yang sebelah kanan secara bergantian. Sementara pinggulku memulai gerakan maju mundur untuk kembali menyeruak rongga vaginanya lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi ini menimbulkan sensasi tersendiri dimana seluruh batang penisku dapat menyentuh G-spotnya, sementara tanganku dengan bebas menjelajahi seluruh organ sensitifnya mulai dari kedua payudara berikut putingnya dan belahan anus dan bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang&quot; desahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung jemariku menyentuh lubang anusnya sambil aku berkonsentrasi memaju mundurkan penisku. Setelah cukup beberapa saat aku menggerakan pinggulku memompa belahan vaginanya. Dengan gerakan lembut aku menarik wajahnya mendekat, masih dalam posisi membelakangiku aku mengulum bibirnya dan meremas kedua payudaranya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sayang aku mau keluar nih,&quot; bisiku lirih.&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas sayang aku juga mau&quot; sahutnya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempercepat gerakanku memompa vaginanya dari belakang tanpa melepas ciumanku di bibirnya dan remasan ku di kedua payudaranya. Pada saat terakhir aku mencengkeram kedua pinggulnya erat dan memajukan penisku lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Creett.. Ohh.. Sayang,&quot; jeritku kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyemburlah spermaku yang cukup banyak ke dalam rongga vaginanya dan beberapa tetes meleleh keluar mengalir di kedua pahanya. Untuk beberapa saat aku mendiamkan kejadian ini sampai akhirnya penisku mengecil dengan sendirinya di dalam vaginanya yang telah memberikan kenikmatan yang tak bisa aku ungkapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah rasa rinduku terhadap kekasihku setelah beberapa lamanya tidak saling bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5539537071744339525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/belenggu-rindu-yang-tertahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5539537071744339525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5539537071744339525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/belenggu-rindu-yang-tertahan.html' title='belenggu rindu yang tertahan'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5210277964918160161</id><published>2011-01-02T21:49:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:49:34.257-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>ayu dan efi</title><content type='html'>Didalam cerita pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul &quot;Masa kecil saya di Palembang&quot;, saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan &quot;kulup&quot; saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang Ayu juga minta &quot;main&quot; walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, &quot;Ibu main kancitan, iya..?&quot; (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hayo, ibu main kancitan,&quot; katanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?&quot; kata Ayu lemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,&quot; kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Efi juga mau kancitan,&quot; kata Efi tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;E-eh, Efi masih kecil..&quot; kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Efi mau kancitan,&quot; Efi membandel. &quot;Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi.&quot; Ayu berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang &quot;main kancitan&quot; segala?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sini, biar Efi lihat.&quot; Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ibu, Efi malu ah..&quot; kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayo, Efi mau kancitan, ndak?&quot; kata Ayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Uh, mambu pesing.&quot; Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya &quot;keju&quot; yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tunggu sebentar,&quot; kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, &quot;Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh, sakit bu..,&quot; Efi hampir menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Johan, pelan-pelan masuknya.&quot; Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sakit, ibu.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayu bangkit kembali dan berkata,&quot;Johan tunggu sebentar,&quot; lalu dia pergi keluar dari kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, &quot;Aduuh..!&quot; Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Cabut dulu,&quot; kata Ayu tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. &quot;Alangkah lemaknyoo..!&quot; saya berteriak dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ugh, ibu kentut,&quot; kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari apakah itu salah atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5210277964918160161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/ayu-dan-efi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5210277964918160161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5210277964918160161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/ayu-dan-efi.html' title='ayu dan efi'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-8448910605587531391</id><published>2011-01-02T21:48:00.003-08:00</published><updated>2011-01-02T21:48:52.945-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>awal sebuah ketulusan</title><content type='html'>Pada mulanya aku tidak begitu tertarik dengan namanya chatting. Tetapi lama kelamaan aku jadi ketagihan dan setiap hari aku selalu meluangkan waktu Untuk beberapa saat lamanya sembari mengerjakan tugas harian di kantor. Baik itu melalui MIRC ataupun di YM. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu dunia cyber. Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname Jingga yang kebetulan aku suka banget dengan warna purple.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga sampailah aku di pertemukan dengan cewek yang berumur 17 tahun yang mempunyai nama asli Adinda. Adinda yang masih berstatus pelajar di salah satu SMU negeri di Jakarta dan tinggal di sekitar Jakarta Barat. Dengan paras yang cantik serta bentuk tubuh yang sexy di dukung penampilannya yang selalu mengenakan rok abu-abunya di atas lutut. Menjadikan dirinya patut untuk di kagumi oleh setiap lelaki. Apalagi dengan hem putihnya yang sedikit transparan setiap Adinda berangkat ke sekolah. Begitu menerawang terbentuk segaris Bra 36 warna hitam kesukaannya menjadikan setiap mata yang memandangnya tak akan berkedip sedetikpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adinda adalah anak tunggal dari keluarga yang cukup terpandang di Jakarta. Kesibukan papanya sebagai seorang pengusaha, menjadikan Adinda selalu merasa kesepian. Demikian juga dengan Mamanya yang selalu sibuk dengan urusan arisan, shopping, senam, salon dan banyak lagi kesibukan yang datang tak pernah habisnya. Karena merasa kesepian setiap pulang dari sekolah ataupun saat libur sekolah, menjadikan Adinda tumbuh tanpa seorang figur dari keluarganya. Kalau melihat kepribadiannya Adinda sebenarnya mempunyai kepribadian yang periang dan ramah.Semua itu bisa di lihat dengan kesehariannya yang selalu tersenyum kepada semua orang yang di jumpainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga saat bertemu denganku lewat Chatting. Setiap perjumpaan selalu diakhiri dengan kesan yang baik, bagaimanapun juga aku sangat menghargai. Kejujurannya yang menceritakan masalah keluarganya yang super sibuk dan mantan cowoknya yang berpaling darinya, karena tidak bisa bersabar menghadapi Adinda yang belakangan menjadi pemurung. Sifatnya yang pemurung itu disebabkan oleh suasana keluarganya yang mulai tidak harmonis lagi dan menjadikan sosok Adinda menjadi minder di sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga pada satu kesempatan dia memutuskan ingin bertemu secara langsung denganku. Hari itu setelah kita chatting beberapa saat, tiba-tiba dia menangis dan butuh teman untuk curhat secara langsung dan alasannya, karena dia sudah akrab dan percaya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menentukan tempat yang cukup aman, sejuk udaranya dan tidak bising akhirnya aku sepakat menemuinya. Dengan perasaan deg-degan, sepanjang perjalanan aku berpikir ada masalah apa dengan Adinda. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku benar-benar ketemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Aku terkagum-kagum melihat penampilannya hari itu. Berbeda dengan kesehariannya yang selalu mengenakan seragam sekolah. Hari itu Adinda mengenakan stelan celana jeans agak belel warna biru di padu dengan kaos putih ketat yang menonjol di bagian dadanya. Rambut panjangnya di biarkannya tergerai menyentuh bahunya melewati leher jenjangnya yang putih bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari penampilannya yang mengagumkan aku sempat menelan ludah sesaat. Adinda adalah sosok cewek idolaku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan lekukan Pantatnya yang sexy tecetak jelas di celananya yang ketat juga. Membuat aku menelan terdiam sesaat, sambil membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah cafe yang suasananya pada siang itu tidak begitu ramai, dengan hanya beberapa pengunjung, menjadikan pertemuanku dengan nya akan sangat berkesan tentunya. Selama pembicaraan di cafe, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Adinda yang cantik dan manis sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang merekah. Untuk menghilangkan rasa cemasku, aku berusaha membuka pembicaraan dengan menanyakan bagaimana kesannya setelah bertemu dan ada masalah apa sampai dia memintaku datang menemuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan itu sebenarnya hanya sekedar alasannya aja agar bisa ngobrol denganku dan mengenal lebih dekat siapa diriku sebenarnya. Hal itu aku ketahui setelah kami terlibat perbincangan serius di cafe dan dia berterima kasih, kalau selama ini aku bisa dengan penuh kesabaran mendengarkan semua masalah yang di hadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Boleh aku mengatakan sesuatu?&quot; tanya Adinda tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh.. Ada apa emangnya?&quot; tanyaku balik.&lt;br /&gt;
&quot;Aku mulai merasakan semua kasih sayang kamu selama ini,&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;
&quot;Dan aku juga ingin memberikan hal yang sama buat kamu,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasannya, dengan lembut aku memeluk tubuhnya untuk meyakinkan bahwa semua yang kulakukan tulus adanya. Dan dengan pelan aku genggam jemari tangannya yang halus serta aku pegang dagunya dengan lembut bibirku menyentuh bibirnya yang terbuka sedikit. Yang tak lama aku telah menciumi leher Adinda yang terlihat sangat bersih dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adinda aku sayang kamu..,&quot; bisikku di telinganya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adinda semakin erat memelukku sebagai ungkapan kebahagiaannya atas sikapku. Setelah perbincangan di cafe selesai, Adinda mengajakku untuk bersantai sejenak sambil beristirahat dengan memesan sebuah kamar di sebuah hotel yang tak jauh letaknya dari cafe tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Ohh..,&quot; desah Adinda ketika aku mencumbu lehernya setelah kita sampai di kamar. Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Adinda yang jenjang.&lt;br /&gt;
&quot;Akhh Diet..&quot; tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Adinda yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. Diet..&quot; desahnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adinda mulai terangang ketika ujung lidahku menjilati bukit payudaranya yang berukuran 36 itu. Aku semakin berani untuk melakukan yang Iebih jauh.. Dengan meremas payudara yang satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adinda.. Sayang, aku buka baju kamu yah..&quot;? bisiku di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adinda hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk melepaskan pakaiannya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan Bra warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terbuka, kembali aku mengulum bibirnya yang merekah. Lidahku menjelajahi rongga di langit-langit mulutnya dan sesekali menghisap lidah Adinda yang mulai terangsang dengan ciumanku. Tanganku yang nakal mulai melepas Bra warna hitam miliknya. Dan.. Wow.. Tersembullah puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Adinda untuk kemudian mulai menjilati puting Adinda yang berwarna kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat putingnya berdiri dengan kencang.. Sedangkan tangan kananku memilin puting yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh Diet.. Enak sekali sayang..,&quot; rintih Adinda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat aku mulai menegang.. Adinda berusaha bangkit dari tempat tidur, tapi aku tidak memberikan kesempatan Adinda untuk bangkit dari pinggir ranjang. Parfum Adinda yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku beranikan diri untuk mulai membuka celana jeans serta CD hitam berenda yang dipakainya. Dan darahku mendesir saat melihat gundukan yang ditumbuhi dengan rambut yang hitam lebat. Tanpa berpikir panjang, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Adinda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oohh.. Diet.. Nikmat.. Sayang,&quot; Adinda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&quot;Akhh.. Kamu pintar sekali sayaang..&quot; Desah Adinda disaat jilatanku semakin cepat, Adinda sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda mau orgasme dan sesaat kemudian..&lt;br /&gt;
&quot;Mass Adiet.. Sayang.. Aku nggak tahan.. Oohh.. Mass aku mau..&quot; Adinda menggelinjang hebat sambil menjepit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa semakin terbenam di selangkangannya.&lt;br /&gt;
&quot;Maass.. Ookkhh.. Aakuu keluaarr..&quot; Jeritnya lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adinda merintih panjang saat mencapai orgasmenya yang pertama, dia tersenyum puas. Aku biarkan dia terlentang menikmati orgasmenya, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan. Aku memperhatikan Adinda begitu puas dengan pemanasan tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran lumayan besar, langsung menghujam celah kenikmatan Adinda sembari bibirku mengulum payudaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaakhh.. Diet..,&quot; desah Adinda, saat penisku melesak ke dalam lubang vaginanya.&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Penis kamu ohh..&quot; desahnya kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan setiap jepitan bibir vaginanya yang begitu ketat, sampai terasa begitu nikmat lubang senggama Adinda. Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Adinda yang pertama kalinya merasakan nikmatnya bercinta. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Adinda menggelinjang hebat karena dia mulai bisa merasakan dan menikmati permainan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Sudah.. Sayang.. Akhh..&quot; sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina Adinda menjepit batang penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Adinda. Aku tidak mempedulikan desahan Adinda yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tiba-tiba Adinda mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan.. Sesaat kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Aku.. Mau.. Keluarr lagi.. Aaakk.. Sayang, aku.. Nggak tahan..&quot;&lt;br /&gt;
Seiring jeritan itu, aku merasakan cairan hangat kembali meleleh disepanjang batang penisku.&lt;br /&gt;
&quot;Aaakhh.. Sayang.. Enak sekali.. Ooohh..,&quot; rintih Adinda lirih.&lt;br /&gt;
Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, diatas tubuh Adinda. Disaat aku mulai mencapai klimaks, aku meminta Adinda berganti posisi diatas.&lt;br /&gt;
&quot;Adinda.. Sayang kamu diatas yah..&quot;Pintaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Adinda bangkit dan langsung menancapkan penisku dalam-dalam di lubang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&quot;Akhh gila, penis kamu enak banget Maas.. Ooohh..&quot; Adinda merintih sambil terus menggoyangkan pinggulnya.&lt;br /&gt;
&quot;Aduhh enak Diet..&quot; desahnya lagi.&lt;br /&gt;
Goyangan pinggul Adinda membuat gelitikan halus di penisku..&lt;br /&gt;
&quot;Adinda.. Sayang.. Akh..,&quot; aku mengerang kenikmatan saat Adinda menggoyang pinggulnya.&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Aku mau keluar nih..,&quot; sambil merintih panjang, Adinda menekankan dalam-dalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya hingga penisku amblas ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan tanda-tanda akan mencapai orgasme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.. Ahh.. Ohh,&quot; teriakku&lt;br /&gt;
&quot;Crott..&quot; bersamaan dengan menyemburnya spermaku. Aku biarkan spermaku menyembur di dalam vaginanya. Sebagian dari spermaku langsung meleleh di sekujur pahanya yang mulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Adinda berjalan menuju ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dari vaginanya. Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru pertama kalinya Adinda bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Diet.. Kapan kamu ada waktu lagi untuk melakukan semua ini sayang,&quot; tanya Adinda.&lt;br /&gt;
Aku menjawab lirih, &quot;Terserah Kamu deh, aku akan selalu sediakan waktu untuk kamu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Makasih sayang.. Kamu telah memberikan apa yang selama ini belum aku rasakan,&quot; kata Adinda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku mengecup kembali Bibirnya yang merekah sebagai tanda kasih sayangku kepada Adinda yang tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/8448910605587531391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/awal-sebuah-ketulusan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8448910605587531391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8448910605587531391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/awal-sebuah-ketulusan.html' title='awal sebuah ketulusan'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5925416148210861423</id><published>2011-01-02T21:48:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:48:22.026-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>asiknya berpesta</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita, seorang karyawati perusahaan computer yang lumayan besar. Postur badannya biasa saja, cenderung tergolong mungil, dengan bra yang kira-kira berukuran 34A serta celana dalam S.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam itu Rita pulang agak terlambat dari tempat kerjanya. Sekitar jam 8 malam Rita menunggu bis sendirian di halte seberang kantornya. Tanpa diketahuinya, sebuah mobil van berkaca gelap telah mengamat-amati dirinya dari jauh. Tiba-tiba Van tersebut berhenti didepan halte dan hanya dengan beberapa detik saja Rita sudah berada didalam Van yang didalamnya ada enam orang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita dibawa menuju puncak oleh orang-orang tersebut. Dan sepanjang perjalanan Rita sudah mulai dikerjain oleh mereka. Rita duduk di kursi bagian tengah dimana ia diapit oleh dua orang, dan tanpa basa-basi lagi mereka bergantian menggerayangi serta meremas-remas tubuh Rita dengan nafsunya. Selangkangan Rita merupakan sasaran utama mereka untuk diremas-remas, tanpa ragu-ragu mereka bergantian memasukkan tangannya dibalik rok Rita yang panjang, memaksa Rita membuka pahanya lebar-lebar dan mengusap-ngusap vagina Rita yang masih dibalut celana dalam berwarna putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lainnya membuka beberapa kancing blous Rita dan menyusupkan tangan mereka dibalik blous tersebut sambil mengusap dan meremas kedua gunung kembar Rita yang masih kencang itu. Tak terbayangkan betapa ereksinya batang kemaluan mereka ketika mereka bergantian menjamah tubuh Rita, meremas-remas paha dan dadanya, dan tentunya mereka ingin cepat-cepat sampai untuk menyetubuhi Rita sampai puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disepanjang perjalanan kedua mata Rita ditutup dengan sapu tangan, bahkan mulutnya pun disumpal dengan handuk kecil, hingga Rita tak berkutik sedikitpun.&lt;br /&gt;
Setelah dua jam diperjalanan, sampai juga mobil yang mereka tumpangi di daerah puncak, di villa terpencil dan sepi. Mobil langsung masuk kedalam garasi, dan pintu rolling door pun ditutup cepat-cepat, dan Rita pun langsung diboyong masuk kedalam rumah tersebut, dan betapa kagetnya Rita yang ternyata disana sudah menunggu kurang lebih 20 orang lagi yang siap mengerjainya. Rita pun langsung terlihat pucat tak berdaya menyaksikan keadaan dirumah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita didudukkan dikursi sofa diantara mereka duduk dan diajak ngobrol seperti layaknya teman mereka sendiri. bahkan Rita dipersilahkan minum teh hangat manis dengan sopannya. Lima belas menit sudah mereka mengajak Rita berbicara, dan satu persatu dari mereka sudah tidak sabar, bahkan beberapa orang sudah melepaskan celana mereka didepan Rita yang hanya bisa melongo saja melihat penis yang sudah pada ereksi tersebut, dan permainanpun dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang yang bernama Amir mengambil gunting dari dapur dan yang lainnya memaksa Rita untuk berdiri didepan mereka, dan Amir pun mulai menggunting rok Rita yang panjang itu dari arah bawah, kemudian digunting melintang dari arah depan terus melingkar kebelakang, sementara Ritapun gemetaran melihat roknya digunting begitu rupa, hingga akhirnya bagian bawah rok tersebut lepas, dan hanya tersisa sebatas 15 senti diatas pahanya.&lt;br /&gt;
Dan yang lainnya tanpa dikomando langsung mengobok-ngobok paha Rita hingga kepangkal pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita dipaksa membuka kancing bajunya sendiri hingga akhirnya blus Rita yang berwarna biru tua itu dilepaskan dari badannya, sementara yang lainnya mengobok-ngobok selangkangan Rita sambil menaikkan rok Rita keatas hingga celana dalamnya terlihat jelas.Tiga orang dari mereka membetot-betot celana dalam Rita, dan berusaha untuk menyelipkan jari mereka diselangkangan Rita, yang pada akhirnya beberapa orang mendapat giliran mengusap-ngusap vagina Rita, sambil melumurinya dengan baby oil. Gunung kembar Rita pun menjadi bulan-bulanan mereka. Tangan demi tangan bergantian meremas payudaranya yang masih dibalut bra bermerek Wacoal itu, bahkan mereka bergantian mengisap-ngisap puting susu Rita dengan napsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita dipaksa duduk mengangkang diatas batang penis yang sudah ereksi, yang secara otomatis batang penis tersebut langsung masuk kedalam vagina Rita, dan mereka pun memaksa Rita bergerak turun naik, hingga batang kemaluan bergerak keluar masuk vaginanya. Sementara itu yang lainnya dengan brutal memaksa Rita untuk mengulum-ngulum batang kejantanan mereka, sambil menekan-nekan wajah Rita keselangkangan mereka. Kepala Rita digerakkan dengan paksa maju dan mundur hingga batang kemaluan mereka terkocok-kocok keluar masuk dengan licinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kop BH Rita dibetot kebawah hingga payudaranya tersembul keluar, lalu mereka bergantian menjepitkan batang penis mereka di belahan gunung kembar Rita dan mengocoknya turun naik. Bosan dengan gaya duduk, Rita dipaksa nungging, bagian selangkangan celana dalam Rita dikesampingkan dan langsung saja salah seorang dari mereka menyetubuhi Rita dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penis yang panjangnya 20 senti itu dilumuri pelicin sejenis baby oil, kemudian dimasukkan kevagina Rita dan dikocoknya maju mundur dengan santainya, dan masing-masing mendapat giliran kurang lebih 5 menit untuk menikmati kencangnya jepitan vagina Rita. Rita pun sudah tidak bisa berteriak dan bersuara lagi, karena mulutnya sibuk dipaksa mengisap penis mereka satu persatu, bahkan tak jarang dari mereka menampar-namparkan batang kemaluannya diwajah Rita hingga ereksi sangat keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tidak sabarnya salah seorang memegang rambut dan kepala Rita hingga tidak dapat bergerak, ia mengarahkan batang penisnya kewajah Rita dan menampar-namparkannya dimuka Rita hingga ngaceng keras, kemudian memaksa Rita untuk segera mengulumnya dalam-dalam hingga ketenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah hampir dua jam mereka bergantian menyetubuhi dan memaksa Rita ber-oral, kini tiba saat yang dinanti-nantikan, yaitu memaksa Rita meminum sperma mereka. Sebagai pembukaan, salah seorang mengambil minuman dan sepotong puding coklat dari kulkas, yang ternyata minuman tersebut adalah satu gelas air mani kental hasil pengocokan penis dari beberapa mereka, yang disimpan dikulkas selama beberapa hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puding coklat tersebut dituangi satu gelas sperma, dan beberapa orang bergantian menyuapi puding tersebut kemulut Rita. Melihat kejadian itu beberapa orang sudah tidak tahan lagi bahkan sampai mengocok-ngocok penis mereka sendiri. Dalam keadaan penis yang ereksi sangat keras, mereka terus bergantian mencekoki Rita dengan puding sperma tersebut, hingga akhirnya habis tak bersisa. Mereka tak peduli dengan Rita yang merasa jijik dengan puding tersebut dan mual-mual, bahkan sebaliknya mereka sangat puas sekali melihat Rita memakan sperma mereka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu tanpa dikomando lagi mereka antri didepan muka Rita sambil mengocok-ngocok penis mereka, dan Rita pun kembali dipaksa mengulum serta mengisap batang kemaluan mereka, hingga akhirnya satu persatu mulai berejakulasi diwajah dan mulut Rita. Garis-garis putih kental cairan sperma bermuncratan diwajah Rita mulai dari dahi hingga lehernya, bahakan bertetesan hingga ke gunung kembarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa dari mereka mengarahkan lobang penisnya kewajah Rita, bahkan ada yang memukul-mukulkan batang kemaluannya dimuka Rita hingga airmaninya berhamburan diwajah Rita. Sebagian lagi bergantian menekan-nekan muka Rita keselangkangan mereka hingga mereka ejakulasi dan airmaninya berantakan dimuka Rita. Sebagian dari mereka bergantian memaksa Rita mengisap penis mereka dalam-dalam hingga mentok dan buah sakar mereka bergelantungan didepan bibir Rita dan mereka memuncrati air maninya didalam mulut Rita dan kembali Rita dipaksa menelan semua airmani yang keluar, bahkan hingga menetes keluar dari sudut mulut Rita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian lagi menyuruh Rita membuka mulutnya dan mereka mengarahkan penis mereka kearah mulut Rita kemudian menyemprotkan airmaninya kemulut Rita hingga berantakan didepan bibir Rita. Beberapa orang dari mereka muncrat sangat banyak hingga membuat garis airpeju putih kental dari dahi hingga kebibir Rita. Setelah dua puluh enam orang selesai berejakulasi, salah seorang mengambil sendok kecil lalu menyendoki air peju yang berantakan dimuka dan gunung kembar Rita dan kemudian dipaksa menelan air mani tersebut hingga bersih tak bersisa.&lt;br /&gt;
Selesai diperkosa dan &quot;mandi sperma&quot;, Rita dimandikan dan dibersihkan oleh dua orang, dan dikamar mandipun Rita lagi-lagi kembali dikerjain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak disetubuhi, namun Rita dipaksa mengocok dan mengoral kedua batang penis tersebut. Sambil disabuni tubuhnya, Rita terus dipaksa mengocok, bahkan salah seorang menjepitkan batang penisnya diketiak Rita yang sudah dilumuri sabun cair, sehingga dengan licinnya batang penis tersebut bergerak maju mundur dengan lancar. Permainan dikamar mandi itu diakhiri dengan pemaksaan terhadap Rita untuk menelan dua porsi sperma tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok paginya sekitar jam 10 pagi, setelah diberi sarapan, Rita kembali sudah dipersiapkan diruang tamu dalam keadaan bersih, dan hanya memakai bra dan celana dalamnya yang terlihat sudah agak kotor karena bercak-bercak sperma kering yang menempel. Dan permainanpun kembali dilanjuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang mengambil sebuah gelas berkaki yang agak besar dan mulailah mereka mengocok rame-rame didepan muka Rita. Rita kembali dipaksa ngulum penis mereka dan disetubuhi bergantian. Muka Rita bergantian ditekan-tekan kearah selangkangan mereka hingga penis mereka terjepit diantara selangkangan dan muka Rita.&lt;br /&gt;
Ketika air mani mereka ingin muncrat keluar mereka mengumpulkannya digelas tersebut. Dua puluh enam porsi airmani terkumpul didalam segelas penuh, dan dengan napsunya mereka memaksa Rita meminum air mani tersebut seteguk demi seteguk, bahkan Rita dipaksa berkumur sperma lalu menelannya. Dan lima menit kemudian air mani sebanyak segelas itu sudah pindah kedalam perut Rita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rita dipaksa duduk dikursi dengan rileks, kop BH Rita di turunkan kebawah hingga toketnya tersembul keluar.&lt;br /&gt;
Beberapa orang mengambil celana dalam mereka masing-masing, kemudian duduk disamping kiri dan kanan Rita. Dari bawah kursi mereka menarik sebuah baskom berukuran sedang yang ternyata isinya air mani basi yang sudah dicampur dengan air sagu kurang lebih setengah liter, yang sudah mereka kumpulkan berhari-hari sebelumnya. Salah seorang mencelupkan celana dalamnya kebaskom berisi air mani basi tersebut lalu Rita dipaksa membuka mulutnya dan langsung saja celana dalam yang sudah bermandikan sperma tersebut disumpalkan kedalam mulut Rita hingga melesak semua kedalam sambil ditekan-tekan supaya air mani tersebut meresap ketenggorokan Rita. Secara bergantian mereka berbuat hal yang sama hingga sperma didalam baskom habis, bahkan salah seorang memaksa Rita memasukkan sendiri kolor bersperma tersebut kedalam mulutnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas menyumpalkan celana dalam ke mulut Rita, mereka kembali memandikannya, dan memakaikannya daster, karena pakaiannya sendiri sudah terkoyak-koyak akibat pemerkosaan tadi malam. Bra dan celana dalam Rita diambil mereka untuk koleksi, sehingga Rita pulang hanya dengan daster polos saja, dan Rita dipulangkan ke Jakarta dan diturunkan di halte tempat dia diculik dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5925416148210861423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/asiknya-berpesta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5925416148210861423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5925416148210861423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/asiknya-berpesta.html' title='asiknya berpesta'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-2860540782030753072</id><published>2011-01-02T21:47:00.002-08:00</published><updated>2011-01-02T21:47:41.729-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>Angin sejuk kintamani</title><content type='html'>Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di Denpasar sangat hiruk-pikuk oleh ramainya pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta. Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu dengan rambut panjang ikut berjubel diantara kerumunan murid-murid lainnya. Dia bernama Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus berada di kerumunan terdepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udiyani adalah pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel agent di Bali, sebelum aku pindah ke Lombok untuk menjadi pemain musik di cafe. Dengan senyum kemenangan dia mendatangi aku yang sedang berdiri tak jauh dari tempat parkir sepeda motor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas Adiet.. Aku lulus..,&quot; teriaknya sembari memeluk aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang aku sambut dengan mengulurkan tangan dan mendekapnya erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Syukur deh.. Sayang kamu bisa lulus&quot; ujarku ikut gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai rencana sebelum acara pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani apabila dia lulus. Sebagai ungkapan kegembiraannya atas berhasilnya dia menyelesaikan masa SMU dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata yang menawarkan pemandangan alam pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi menjelang senja dinginnya sampai menusuk tulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengendarai motor, aku menjalankannya tanpa perlu terburu-buru, karena aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani memeluk pinggangku erat, sesekali dia mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak kelakianku mulai tergoda dengan adanya cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan ke Kintamani melewati jalan yang berkelok-kelok, dikanan jalan ada pemandangan danau bedugul yang sangat indah dengan airnya yang jernih, tapi sayang sore itu udaranya agak berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Udiyani memutuskan untuk berhenti sesaat, sambil menikmati udara sore itu di Sebuah cafe kecil di tepian jalan yang pemandangannya langsung menghadap ke Danau Bedugul. Sambil memesan minuman hangat, aku mengeluarkan sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya sesaat, sebelum aku menghisapnya dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Udiyani Duduk memilih duduk di tempat yang agak ke pojok, karena kebetulan juga tempatnya cukup menguntungkan buat menikmati pemandangan ke Danau. Setelah menunggu beberapa saat minuman pesanan kita pun datang. Tanpa menunggu beberapa saat, sebelum pelayan pergi Udiyani sudah terlebih dulu meminumnya hal ini di karenakan udara pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa menusuk tulang belulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku memeluk Udiyani yang nampaknya mulai kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kedinginan sayang?&quot; Tanyaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iyah nih Mas..&quot; katanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil memeluk Udiyani aku membisikan kata-kata mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Adiet hangatkan yah sayang..!&quot; kataku lembut di belakang telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udiyani hanya tersenyum manis, tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya tanda setuju. Udara sepertinya sangat mendukung sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat berpelukan. Ketika ada keheningan sesaat diantara obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa terpoles lisptick.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas..&quot; desahnya ketika kecupan lembutku mengantarkannya melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama, dikarenakan hari mulai menjelang senja. Setelah membayar minuman yang kita pesan, aku menggandeng tangan Udiyani dengan mesra untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat dari cafe tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama berselang aku menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu cocok menurut kita berdua.&lt;br /&gt;
Di Hotel itu tersedia restaurant yang pada malam harinya menyajikan acara live accustic musik.&lt;br /&gt;
Sengaja aku memilih Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, karena aku juga pemain musik di cafe yang posisiku di band pemegang rythm sekaligus vokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah urusan dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani berjalan ke arah kamar. Kamar kami sangat romantis, di depan ada taman dan pancuran air kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan ada tempat duduknya yang di hiasi lampu temaram. Di dalam kamar aku langsung rebahan di tempat tidur, karena perjalanan kita dari denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal di persendian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas.. Aku mau mandi dulu yah,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ntar keburu kedinginan, sekarang aja mulai terasa nih udaranya,&quot; sahutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kalau begitu kita sekalian aja mandi bareng,&quot; godaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Boleh.. Siapa takut..&quot; tantangnya kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang sudah sampai di depan kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi, aku langsung membuka kaosku dan hanya mengenakan celana pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sayang.. Ini kan hari bahagia kamu setelah kamu lulus&quot; kataku kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;iya aku tahu itu.. Lantas kenapa sayang?&quot;tanya Udiyani mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku ingin memanjakan kamu dengan cara memandikan kamu mulai dari menggosok seluruh tubuh kamu, menyabuninya dan menyirami dengan shower,&quot; kataku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Muachh..&quot; seketika Udiyani mengecup bibirku lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Makasih sayang.. Kamu sudah manjain aku,&quot; sahutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku mulai membuka seragam SMU Udiyani yang masih dikenakan saat itu. Di mulai dari hemnya aku buka kancing atasnya secara perlahan, sambil aku memandangi wajahnya yang manis serta dengan senyumnya yang penuh pesona. Setelah kancing kedua aku buka, maka terpampanglah keindahan bukit payudaranya yang berukuran 36b itu mencuat keluar kontras dengan branya yang berwarna hitam. Aku menyelesaikannya dengan kancing terakhir, sembari aku mengecup kecil bukit payudaranya yang lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggallah rok abu-abunya yang belum aku sentuh. Sesaat aku mengecup kembali bibirnya yang menantang dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali dengan perlahan aku membuka rok Udiyani, yang aku awali dengan menurunkan ziper di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Srett..&quot; bunyi ziper roknya ketika aku turunkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sekali rengkuh, terlepaslah rok Udiyani menyentuh lantai. Udiyani saat itu mengenakan CD warna hitam juga, yang dikombinasikan renda di pinggir dan di bagian tengahnya, sehingga terpampanglah dengan transparan rerumputan hitam lebat melalui renda Cdnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tangan aku melanjutkam menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah pemandangan yang membuat aku menelan ludah beberapa saat dan membuat kelakianku tergoda. Celana pendek yang aku kenakan telah menonjol sebelum aku melucuti pakaiannya, ditambah lagi sekarang dia sudah telanjang bulat di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut aku mulai menyiramkan air dari shower ke seluruh tubuhnya. Yang aku lanjutkan dengan mulai menyabuni punggungnya, pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang jenjang. Yang membuat Udiyani menggelinjang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas..&quot; desahnya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bagian belakang selesai aku sabuni, tinggallah bagian depan yang membuat kelakianku semakin menggelegak. Aku mulai menggosok bagian lehernya terlebih dahulu, karena aku tahu, bagian ini merupakan bagian yang cukup sensitif di samping bagian sensitif yang lainnya yang ada di tubuh Udiyani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan tanganku mulai meraba sedikit demi sedikit leher jenjang nan mulus miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh dengan busa sabun. Terkadang terdengar desahan lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan tanganku yang menelusuri permukaan kulit halusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas,&quot; desahnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian tanganku bergerak turun ke arah dadanya yang membusung dan licin sembari kembali menuangkan sabun cair di sekitar payudaranya sekaligus ke putingnya yang mulai menonjol keras. Sengaja gerakan tanganku di dadanya sedikit melambat, hal ini aku lakukan sekaligus menyabuni dan merangsang payudaranya secara lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali desahan lembut terdengar olehku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas.. Teruskan&quot;desahnya dengan mata terpejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang datar yang hanya beberapa saat lamanya. Dan berakhir di daerah yang berbulu lebat nan hitam, tapi tertata dengan rapi menyerupai bentuk CD. Aku menuangkan sedikit shampoo ke tanganku, kemudian aku lanjutkan dengan menggosok bukit vaginanya dengan lembut. Sesekali tanganku menyentuh clitorisnya lembut yang menimbulkan sensasi tersendiri buat Udiyani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ssshshshshsh..&quot; desisnya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama aku lanjutkan untuk menggosok untuk lebih ke bawah lagi yaitu di bagian pangkal pahanya yang mulus dan aku menyelesaikan tugas terakhir memandikannya di bagian betisnya yang bak bulir padi itu. Setelah semua bagian tubuh Udiyani penuh dengan busa sabun, kembali aku menyiraminya dengan gagang shower ke seluruh permukaan tubunya untuk tahap akhir, sebelum aku mencumbu tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Thanks ya.. Mas.. sudah di manjain,&quot; katanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dengan senang hati kok sayang.. Aku lakukan buat kamu,&quot; jawabku mesra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari membimbingya untuk duduk di pinggiran bathtub.&lt;br /&gt;
Dan selanjutnya aku nyalakan kran airnya. Sembari menunggu airnya penuh, aku jongkok di depannya yang lagi duduk sembari menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub. Lidahku mencumbu seluruh permukaan kakinya yang kemudian aku lanjutkan dengan menghisap lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udiyani terpejam menerima perlakuanku yang begitu lembut, sehingga melambungkan nafsunya yang memang sudah sangat terangsang sejak awal. Lidahku begerak naik menelusuri betisnya yang jenjang dan berakhir di pahanya yang mulus. Gerakan lidahku semakin liar namun lembut, setelah sampai di pangkal pahanya. Aku menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan pangkal pahanya dan hal ini berpengaruh sekali untuk tubuh Udiyani menerima rangsangan dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tanganku aku mulai menyibak vaginanya yang aromanya khas sekali, dan kemudian aku julurkan lidahku yang basah ke permukaan clitorisnya yang mulai menonjol pelan. Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh kenikmatan menerima perlakuan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hekk.. Sshh.. Mas,&quot; desahnya tak teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu kalau Udiyani begitu menikmati dan suaranya parau namun terdengar cukup sensual. Selanjutnya dengan gerakan mantap aku julurkan lidaku menerobos liang vaginanya yang mulai basah oleh lendir kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih dalam ke permukaan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mas.. Aku mau keluar,&quot; teriaknya kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti gerakan lidahku terus menerobos semakin ke dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Mass..&quot; Udiyani mendesah lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mencapai orgasmenya yang kesekian kalinya, aku memberikan kesempatan buatnya untuk istirahat sejenak, sambil aku berdiri menutup kran air yang ternyata sudah penuh. Kemudian aku berjalan ke pinggiran bathtub dan duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya kembali. Perlahan tubuh Udiyani merosot ke bawah ke arah selangkanganku dan dengan gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku yang memang sudah sangat keras dari permainan awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidahnya bermain dengan perpaduan hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut miliknya yang mungil. Aku mendesah lembut menerima perlakuannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Sayang.. Enak sekali,&quot; desahku dengan nafas tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya dengan lembut aku angkat tubuhnya dan memeluk pinggangnya untuk membelakangiku. Dengan lembut tanganku meremas payudaranya dari belakang dan menarik tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani melebarkan kakinya sembari jemari tangannya yang lentik memegang batang penisku dan mengarahkannya tepat di lubang vaginanya yang sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani menurunkan pinggulnya secara lembut, maka melesaklah seluruh batang penisku yang sudah mencapai ereksi maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ohh.. Shhss,&quot; desah kami berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penisku menembus bagian dalam vaginanya. Tanganku kembali meremas kedua payudaranya dari belakang dan lidahku menjilati punggungnya yang penuh dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri memilin ujung putingnya yang keras dan ini membuat bibirnya mendesah pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ssshh..&quot; desahnya penuh erotis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara tangan kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Aku mengulum bibirnya yang masih terbuka menahan nikmat dengan lembut. Udiyani tak tinggal diam dengan menggerakkan pinggulnya memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang menghujam vaginanya lebih dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahan dan teriakan kecil diantara percintaan kami sesekali terdengar. Dan ini menimbulkan kesan erotis tersendiri buat kita. Setelah beberapa saat lamanya adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mas.. Aku mau keluar,&quot; teriaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kita keluarkan bersama sayang..&quot; sahutku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga mau keluar nih,&quot; timpalku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali tanganku menarik wajahnya dan mengulum bibirnya dengan lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung puting payudaranya. Dengan erat aku memeluk tubuhnya begitu aku merasakan cairan hangat menyirami batang penisku. Dan tak berlangsung lama penisku juga menyemburkan sperma ke dalam rongga vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;ohh.. Mass.. Aku keluar,&quot; teriaknya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga.. Sayangg..&quot; dengan nafas tak teratur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan posisi aku memeluk tubuhnya dari belakang aku mengulum bibirnya kembali sampai tetes terakhir spermaku dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di dalam vagina Udiayani. Percintaanku dan Udiyani berlangsung kembali setelah acara makan malam di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup ramai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama makan malam berlangsung aku memilih meja yang meghadap langsung ke panggung dan ada di deretan tengah agak di ujung. Di atas meja aku nyalakan sebatang lilin untuk menemani makan malam kami. Malam itu semakin berkesan buat Udiyani, karena aku menyumbangkan sebuah lagu karanganku di acara live musik di cafe tersebut untuk dirinya yang sengaja khusus buat dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah kisah cintaku yang sampai saat ini aku masih menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan yang manis di dalam hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/2860540782030753072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/angin-sejuk-kintamani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/2860540782030753072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/2860540782030753072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/angin-sejuk-kintamani.html' title='Angin sejuk kintamani'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-2049915215129140147</id><published>2011-01-02T21:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T21:47:09.941-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>Angela</title><content type='html'>Aku punya seorang teman baik. Dia punya 2 orang adik perempuan. Yang paling kecil berumur 22 tahun. Namanya Angela, tingginya sekitar 170 cm, dengan badan yang langsing, sepasang kaki yang panjang, dan dada yang tidak terlalu besar. Wajahnya bagaikan bidadari dalam mimpi semua pria. Aku tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari aku ke rumah temanku utk berangkat ke kantor bersama. Ketika itu aku melihat Angela sedang sarapan di ruang makan sendirian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hi..&quot; sapaku.&lt;br /&gt;
&quot;Ko Adi sedang mandi, mungkin sebentar lagi selesai.&quot; Katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dia bangkit dan merapikan piring dan sendoknya dan langsung pamit untuk pergi ke kampus. Ketika Angella berdiri, aku bisa melihat seluruh tubuhnya. Dia memakai baju kemeja putih lengan pendek, rok coklat selutut, kemudian penis ku rasanya ingin meletus saat itu juga. Tidak kusangka dia memakai pantyhose berbahan transparan (ultra sheer) ditambah lagi sepatu talinya yang berwarna hitam membuat kakinya lebih indah dan seksi sekali. Terjadi peperangan batin yang sangat hebat di dalam diriku. Di satu pihak, hasrat penisku yang sangat berkobar-kobar untuk bercinta dengan kakinya kemudian menyetubuhinya berkali-kali. Di pihak lain, otakku mengatakan itu tidak baik, dan tidak mungkin aku melakukannya di saat ini. Sayang dia sudah punya pacar kalau tidak, pasti akan kujadikan miliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Angella sudah menghilang dari belakang pintu, dengan cepat aku naik ke lantai 2 dan mencoba untuk memasuki kamarnya. Beruntung sekali karena tidak dikunci. Aku segera menghampiri lemari pakaiannya dan mencari harta karun fantasi sex-ku. Tetapi aku mengalami kekecewaan karena dia hanya punya 3 pasang pantyhose, sehingga aku tidak mungkin mengambilnya. Untuk mengobati kekecewaanku, aku mencari keranjang cucian yang ada di kamar mandinya. Aku cari celana dalamnya. Aku menemukannya di antara pakaian tidurnya. Dengan cepat aku mengambil celana dalamnya yang terbuat dari bahan satin yang halus dan menempelkannya di hidung dan menarik nafas dalam-dalam. Pikiranku langsung melayang dan penisku semakin mengeras dan panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celana dalamnya masih menyimpan aroma yang khas dari vagina seorang wanita. Tapi aku buru-buru menyimpannya ke dalam kantong celanaku dan meninggalkan kamarnya. Aku kembali ke lantai 1 dan masuk ke kamar mandi. Aku buka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari kurungan celana dalamku dan segera aku balutkan celana dalam Angela ke batang penisku dan langsung masturbasi sambil membayangkan bercinta dengan seorang bidadari perawan yang cantik yang mengenakan pantyhose dengan sepatu tali yang seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubayangkan penisku masuk dan keluar, memompa vaginanya dengan cepat dan keras. Hanya dalam hitungan beberapa detik kemudian, aku mengalami ejakulasi yang hebat. Dengan sisa-sisa tenaga aku arahkan penisku ke jambannya, dan 3 semprotan panjang mengawali puncak orgasme ku dan diakhiri dengan beberapa tetes spermaku. Nafasku memburu dan berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Indra! Kamu lagi di WC ya?&quot; terdengar teriakan dari Adi.&lt;br /&gt;
&quot;Iya, bentar, gue lagi kencing nih.&quot; Dengan cepat aku keluarkan tissueku dan membersihkan kepala penisku yang tersayang, kemudian ku tarik flush yang ada di jamban dan hilanglah bukti dari hasrat ku yang membara. Ku simpan kembali harta karun ku dan keluar dari WC dan bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang hari aku selalu teringat akan Angela, setiap kali aku ke WC aku selalu mengeluarkan celana dalam Angela dan menghirupnya dalam-dalam. Ternyata aroma wangi dari vagina Angela sangat memikat dan merangsang. Malamnya aku kembali bermasturbasi sambil membayangkan Angela, adik dari teman baikku yang sekarang menjadi objek fantasi sexual-ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak kusangka keberuntungan berpihak kepadaku. Tidak lama kemudian Adi keluar dari kantor karena mendapatkan tawaran yang lebih bagus. Angela, bidadariku, yang mengambil alih pekerjaannya. Indahnya lagi, Adi memintaku untuk mengantarnya pulang karena tidak ada yang menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama Angela masuk kerja merupakan surga dan neraka bagiku. Angela mengenakan terusan dengan model smart suit setinggi lutut yang berwarna coklat pastel muda dan ultra sheer pantyhose dan sepatu tali putih dengan hak sedang. Aku selalu mencari cara dan alasan untuk selalu berdekatan dengannya dan melahap kakinya yang menggiurkan dengan mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang aku mempunyai fetish terhadap pantyhose sejak masih kecil. Semua ini karena adik terkecil dari ibu ku. Secara tidak sengaja aku menyentuh kakinya yang sedang dibalut oleh stocking dan aku telah jatuh cinta terhadap perasaan itu sampai sekarang. Sekarang umurku 26 tahun. Aku mengoleksi berbagai macam pantyhose dan stocking, namun sayang sedikit sekali yang berkualitas bagus di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu, aku bermasturbasi di WC kantor. Sorenya, aku dan Angela sedang dalam perjalanan pulang. Kami ngobrol tentang pekerjaan. Jalanan lumayan padat sehingga tidak bisa cepat-cepat dan sering berhenti. Aku memberanikan diri untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela, boleh aku bertanya sesuatu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apa?&quot; jawabnya dengan ringan sambil melihatku.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi jangan marah atau tersinggung ya.&quot; Angela mengangguk kecil.&lt;br /&gt;
&quot;Apakah kamu suka pakai pantyhose?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Koq kamu tahu aku pake pantyhose?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Cuma nebak-nebak aja.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Aku baru mulai pake sih, belum lama.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apa kamu suka?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya, rasanya gimana gitu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Keliatannya halus.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya, rasanya halus juga.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menelan ludah dan mengumpulkan segenap keberanian untuk bertanya, &quot;Apakah aku boleh megang? Maksudku aku cuma ingin tahu gimana rasanya.&quot; padahal aku sudah punya beberapa koleksi dan sudah tahu.&lt;br /&gt;
Tanpa ragu-ragu Angela menjawab, &quot;Boleh.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perlahan-lahan kutaruh jar-jari tangan kiri ku di atas lutut kanannya. Ku elus-elus lututnya pelan-pelan. Seluruh badanku dipenuhi oleh sensasi erotis yang ditimbulkan oleh kelembutan pantyhose dan kaki Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gimana rasanya?&quot; tanya angela.&lt;br /&gt;
&quot;Benar-benar halus.&quot; aku senyum kecil sambil memandang wajahnya yang cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku sudah dalam keadaan siaga satu dan dari luar terlihat sedikit menonjol. Untung mobilku mempunyai transmisi automatis sehingga aku tidak perlu mengganti-ganti gigi dan melepaskan tangan kiriku dari lututnya. Karena jalanan sangat macet, tidak lama kemudian Angela tertidur. Kuberanikan diriku untuk menjelajah lebih dalam lagi ke pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela tidak memberikan reaksi penolakan atau keberatan atas tindakanku, atau mungkin dia tidak merasakannya karena sedang tertidur. Aku tidak perduli, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Pelan-pelan tangan kiriku makin ke atas dan telah sampai di tengah-tengah pahanya. Ku belai pahanya yang lembut dan halus. Kulihat wajahnya, Angela tertidur dengan sangat tenang. Saat ini, roknya sudah tersingkap setengah paha. Untung roknya tidak terlalu ketat, jika tidak, aku akan mengalami kesulitan untuk menjelajah lebih dalam. Kuteruskan aksiku sampai pada paha bagian atas. Akhirnya aku sampai pada pusat segala kenikmatan sexual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tengahku menelusuri celah yang terbentuk dari ke dua pangkal pahanya. Jari tengah ku merasakan kehangatan dan kelembaban. Dengan perlahan kutelusuri garis cekungan yang terbentuk dari celah vaginanya. Tiba-tiba terasa basah dan licin. Penis ku bertambah keras dan kencang, ternyata Angela secara sadar atau pun tidak, terangsang dengan belaian tanganku yang nakal. Aku tidak tahu apakah dia sadar ataukah masih tertidur. Saat ini arus lalu lintas mulai lancar, aku langsung masuk ke pintu tol. Dengan cepat aku mengeluarkan uang pas dari asbak mobil dan dengan cepat pula memberikannya kepada petugas tol dan aku langsung tancap gas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa puluh meter, aku pelankan laju mobilku dan jari tengahku mulai memberikan tekanan-tekanan ringan pada selangkangannya. Bahan pantyhose yang halus bercampur dengan cairan manis yang di hasilkan oleh Angela membuat darahku makin mendidih dan sangat horny. Ku alihkan pandanganku dari jalan dan dengan cepat mengamati Angela. Rok nya sudah tersingkap sampai atas. Pahanya yang mulus terbungkus oleh pantyhose yang sexy. Wajahnya masih tidak menunjukan reaksi penolakan ataupun reaksi lainnya. Ku percepat gerakan jariku dengan tujuan membuatnya semakin terangsang dan orgasme. Kemudian kuselipkan jari manisku dan bersama-sama dengan jari tengahku, dan kumainkan vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, ku putuskan untuk fokus pada klitorisnya. Gerakan jariku kupercepat namun tetap lembut dan tidak kasar. Samar-samar aku mendengar desahan halus yang berasal dari nafas Angela. Expresinya sedikit berubah. Kelihatannya Angela sangat menikmatinya. Cairan halus dan licin itu semakin membasahi celana dalam dan pantyhose Angela. Demikian pula dengan penisku, sudah membasahi celana dalamku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit pikiranku melayangkan imaginasi nikmatnya bersetubuh dengan adik teman baikku yang masih perawan ini, tiba-tiba aku dikagetkan dengan sebuah mobil truck besar yang langsung memotong tepat di depanku. Dengan reflek kuinjak rem untuk menghindari tabrakan, dan tangan kiriku sempat terhenti sejenak karena kekagetan itu. Aku dikejutkan lagi oleh tangan Angela yang menekan tangan kiri ku dengan kencang ke selangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung melanjutkkan memberikan rangsangan kepada klitorisnya dengan cepat dan sedikit lebih kuat. Pinggangnya mulai bergerak, aku bisa merasakan kontraksi otot pada selangkangannya. Kemudian terdengar desahan kenikmatan yang tertahan di dalam vaginanya. Angelaku yang manis mengalami orgasme pertamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah orgasmenya reda, ia membuka matanya dan menatapku dengan senyuman yang malu dan manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra nakal..&quot; itulah kalimat pertama yang keluar dari mulutnya yang sexy.&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana rasanya?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya tetap menahan tangan kiriku di vaginanya, tangan kanannya membelai sayang pipiku. Tangannya yang halus dan lembut membuatku semakin terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Enak sekali.. Aku tidak tahu akan begitu enak.. Apa itu orgasme?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Itu belum seberapa, apa mau yang lebih enak lagi?&quot; dengan berani aku menanyakan.&lt;br /&gt;
&quot;Sex langsung?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya&quot; jawabku.&lt;br /&gt;
&quot;Apakah benar akan lebih enak dari ini?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tentu saja.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela melihat jam pada dashboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apakah masih sempat? Sudah terlalu malam nanti aku di cariin sama orang-orang rumah.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bilang aja lagi ada acara ulang tahun teman.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ide yang bagus.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Terus pacarnya gimana?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Biarin aja, aku juga tidak begitu suka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesempatan emas yang tidak boleh kulewatkan. Tetap saja aku tidak menyangka akan semudah ini, dan Angela yang begitu berani. Apakah dia sudah pernah melakukannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuparkir mobilku disebuah hotel yang terletak di tengah keramaian kota. Langsung saja aku memesan sebuah kamar yang VIP dengan ranjang yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah pintu kamar ditutup, aku duduk di atas kasur yang empuk dan menarik tangan Angela dan menyuruhnya duduk di atas pangkuanku. Posisi badannya menghadap ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa Angela yakin mau melakukan ini denganku?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kalau memang orgasme terasa seindah dan senikmat itu, aku rela melakukannya.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apa setelah ini Angela akan melakukannya dengan orang lain juga?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ya tidak lah Ko Indra ku sayang. Aku bukan pelacur seperti itu. Aku hanya ingin melakukannya dengan Ko Indra.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Benarkah?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia merangkul leherku dan kusambut dengan ciuman yang basah di bibirnya. Angela memejamkan matanya, ku julurkan lidahku ke dalam mulutnya. Dengan sedikit kaku dan kikuk bidadariku menyambut tarian lidahku. Tidak lama kemudian Irama cumbuan kami semakin meningkat dan cepat dan panas penuh dengan nafsu. Tangan kiriku menelusuri semua bagian dari punggungnya dan tangan kananku menelusuri paha dan betisnya yang terbalut oleh pantyhose.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cumbuan kami bertambah liar, kutelusuri lehernya sambil menarikan lidahku. Terdengar desahan nikmat bercampur geli dari bibirnya. Angela membelai rambut dan punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. Ko Indra..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini tangan kiriku berhasil meraih payudara kirinya dari belakang. Ku pijat-pijat dengan lembut dan ku remas-remas. Tangan kananku dengan cepat melepaskan kancing-kancing bajunya. Angela pun mengikuti tindakanku dan melepaskan kancing bajuku, dan celanaku. Kusuruh Angela berdiri. Aku pun ikut berdiri dan langsung saja celana panjangku jatuh ke bawah. Ku tarik tangan kiri Angela dan meletakannya di penisku yang masih terbungkus celana dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Keras sekali dan basah.. Ngompol ya?&quot; ejek Angela.&lt;br /&gt;
&quot;Angela juga basah.&quot; Ku elus-elus selangkangannya. Kemudian dia tersipu malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubuka BH nya dan di depan mataku adalah sepasang payudara yang berukuran sedang dan ranum. Bajunya sengaja tidak kulepaskan, karena dia terlihat sangat cocok dan cantik dengan baju itu. Ku lihat celana dalamnya yang berwarna kulit menutupi vaginanya. Kuturunkan pantyhosenya sedikit dan kurobek celana dalamnya dan menariknya keluar. Kubetulkan kembali pantyhosenya, dan ku hirup aroma dari cairan vaginanya dan kujilat. Angela melihat dengan tatapan sedikit terkejut. Kutempelkan celana dalamnya ke hidung Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana aromanya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan tidak percaya, ia menghirupnya beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aromanya seakan-akan menggetarkan seluruh tubuhku..&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja aku merasakan tangan kirinya dengan penuh nafsu meremas-remas penisku. Kuturunkan celana dalam ku dan penisku berdiri dengan keras dan panjang. Mulutnya sedikit terbuka melihat penisku yang berukuran sedang namun keras seperti batu. Jarinya yang mungil menyentuh ujung kepala penisku. Tidak terbayangkan nikmatnya sentuhan Angela pada penis ku. Perlahan-lahan ia mulai memegang dan mengelus-elus seluruh batang penisku, akibatnya penisku benar-benar basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku suruh Angela tidur di atas ranjang. Ku jelajahi seluruh bagian dari kakinya yang panjang dan seksi. Aku habiskan lebih dari 30 menit hanya mengelus-elus dan memijat-mijat kecil seluruh bagian kakinya. Setiap kali aku melihat kaki dan sepatu talinya, rasanya ingin ku kulum. Akhirnya ku angkat kaki kanannya dan kuserbu dengan kuluman dan ciuman pada jari-jari kakinya tanpa melepas sepatunya. Setelah puas ku lanjutkan dengan mengulum vaginanya. Tanpa melepas pantyhosenya, aku mainkan tarian erotis dengan lidahku. Angela terus mendesah nikmat tanpa henti. Setelah beberapa saat, aku merasakan otot-otot pinggulnya mulai menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela mengalami orgasme kecil. Kubuat sebuah lubang kecil dengan bantuan gigi dan jari ku. Lidah ku langsung menerobos masuk dan menyerbu klitoris Angela. Nafas Angela semakin memburu dan dari bibirnya terus mengalir alunan desahan kenikmtan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko.. Indra.. Enak banget..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku arahkan pandanganku sedikit ke atas, bidadariku terlihat sangat menikmati oral yang ku berikan. Ku dorong lidahku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Cairan cinta Angela terus mengalir tanpa henti. Aku ingin angela merasakan nikmatnya bercinta, dan betapa mengagumkannya multi orgasme. Ku masukan jari tengah ku ke dalam vaginanya. Jariku masuk dengan mulus tanpa menemui hambatan apa pun. Ku coba untuk mencari titik G spot yang menjadi puncak kenikmatan sexual Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahan yang keluar dari mulutnya semakin kencang. Ada beberapa tempat yang mencurigakan, akhirnya aku berexperimen satu per satu. Memang makan waktu, tetapi setelah beberapa kali mencoba, akhirnya kutemukan. Aku tidak begitu yakin, tetapi semakin lama aku memberikan rangsangan pada titik tersebut, semakin kuat Angela menggeliat dan akhirnya orgasme. Kurasakan otot-otot vaginanya menjepit jariku dengan kuat. Setelah orgasmenya reda, aku memposisikan diriku di atas badan Angela. Kukulum bibir dan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sayang.. Aku akan memberikan kenikmatan yang tiada bandingannya, apa kamu sudah siap?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela melihatku dengan nafsu yang membara dan menganggukan kepalanya. Kuberikan senyum manisku dan memposisikan penis ku di depan pantyhose yang sudah ku robek sedikit. Pelan-pelan ku masukan penis ku. Dinding vaginanya yang ketat dan kencang menyambut kedatangan penisku dengan hangat. Ketika kepala penisku tenggelam di dalam vaginanya, Angela memejamkan matanya dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudorong lagi perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku berada di dalam vaginanya. Hangat, basah dan kencang, itulah yang kurasakan ketika meluncur masuk. Pelan-pelan ku tarik sedikit dan masuk lagi. Setelah beberapa tarikan Angela membuka matanya dan menatapku dengan penuh kepatuhan. Dia sudah mulai terbiasa dengan penisku, kupercepat gerakan memompa ku dalam posisi misionaris. Angela mendesah nikmat. Makin lama makin cepat, kembali Angela hilang dalam orgasmenya yang kuat dan panjang. Titik G spot yang kutemukan berada disebelah bawah dinding vaginanya. Sulit untuk merangsangnya dalam posisi misionaris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kusuruh Angela membalikan badannya. Darah keperawanannya membekas di atas ranjang hotel. Begitu pula dengan penis ku, tertempel darah segar dari Angela. Kuarahkan Angela membentuk posisi doggy style. Aku sendiri juga sudah tidak dapat bertahan lama lagi. Aku ingin menyelesaikannya dengan memberikan multiple orgasme. Ku posisikan penisku ke daerah G spot Angela. Saat itu pula angela mendesah dengan kencang, karena vaginanya sudah terlalu sensitif. Kupompa Angela dari belakang, pertama-tama pelan kemudian semakin cepat dan cepat. Tidak sampai 5 menit, badan Angela kembali berkontraksi. Kontraksinya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kurasakan otot-otot vaginanya meremas-remas penisku. Benar-benar sensasi yang tidak ada bandingannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dapat merasakan cairan madu Angela terus mengalir keluar membasahi paha kami. Badan Angela berkontraksi dan menggeliat dengan hebat bagaikan gempa bumi. Orgasme yang ia rasakan tak kunjung habis. Ku pelankan gerakanku, dan membiarkan Angela menikmati keseluruhan orgasmenya. Kucabut penisku dari vaginanya dan menyuruhnya tidur dengan terlentang. Kuposisikan penisku di depan bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela, buka mulutnya.. Anggap aja lolipop.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela menuruti kata-kataku dan menyambut &#39;lolipop&#39; yang basah dengan ejakulasinya. Angela dengan kaku mengulum penisku. Namun rupanya dia mempunyai bakat alami dalam memberikan oral pada penis ku. Tidak lama kemudian, orgasme ku datang bagaikan petir. Seluruh badanku bergetar. Angela kaget ketika sperma ku meluncur dengan cepat dan kuat. Tidak terhitung berapa banyak spermaku yang keluar. Angela hampir tersedak, namun dengan cepat ia telan spermaku dan membersihkan sisa-sisanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela sudah kehabisan tenaga, aku berbaring disebelahnya. Ia menatapku dengan tatapan puas dan sayang. Bidadariku.. Akhirnya aku berhasil bercinta dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbaring selama beberapa saat, aku mengajak Angela untuk mandi bersama. Terpaksa Angela harus melepaskan pantyhosenya. Kami saling membersihkan satu sama lain, tidak lama kemudian aku kembali memasukan penisku yang masih keras dan horny ke dalam vagina Angela. Dibawah pancuran shower yang hangat aku kembali bercinta dengan Angela. Ku angkat dan kutahan kaki kirinya dengan tangan kananku dan kusandarkan dia pada dinding kamar mandi. Ku pompa vaginanya dengan penisku, lembut namun mantap. Angela menarikan tarian lidahnya pada leherku. Tanpa disengaja dia menemukan tempat yang sensitif pada leher bagian kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Di sini.. Terus..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela memfokuskan tariannya pada titik tersebut. Tak pernah kuduga betapa sensitifnya tempat itu, aliran-aliran listrik kecil seolah-olah berjalan di seluruh tubuhku, menambah sensasi yang luar biasa pada penisku. Aku terus mendesah dan sedikit mempercepat gerakan penisku, kadang-kadang aku mendorongnya sedalam mungkin dan mempertahankannya dalam posisi seperti itu dan kugoyangkan pinggangku dengan gerakan melingkar. Angela mendesah dan menghentikan tariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulanjutkan lagi proses percintaanku. Dia merangkulku dengan kuat. Desahannya semakin cepat dan kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko.. Indra..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah pancuran shower yang hangat, Angela mengalami orgasme yang kesekian kalinya. Badannya bergetar kuat. Otot-otot dinding vaginanya meremas-remas batang penisku dan membawaku ke ujung kenikmatan yang tak terbayangkan. Aku berusaha untuk menahannya selama mungkin, paling tidak sampai orgasme Angella mereda. Setelah reda, langsung ku keluarkan penisku, dengan tanggap Angela berlutut di depanku dan melahap penisku dengan mulutnya. Separuh penisku hilang didalam mulutnya. Lidahnya dengan cekatan menari-nari di penisku. Benar-benar tidak terlukiskan rasanya. Kupegang kepala Angela dengan kedua tanganku, pelan-pelan ku dorong masuk penisku sampai habis. Angela hampir tersedak dan dengan cepat menyesuaikan rongga kerongkongannya untuk menyambut penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutarik lagi dan kumasukan lagi. Lidahnya tak pernah berhenti sedikitpun menarikan tarian erotis pada penisku. Rangsangan ini benar-benar membuat penisku meledak dengan orgasme yang kuat dan menggetarkan. Karena aku terus menarik dan mendorong penisku akibatnya spermaku ada yang mengalir keluar dari mulutnya. Spermaku yang mengalir keluar dari sudut bibirnya membuat Angela semakin cantik dan menggairahkan. Angela terus menjilat dan menelan sperma dari penisku sampai bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Suka ya?&quot; Kutanya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa melepaskan kulumannya, ia tersenyum dan mengangguk. Bidadariku ternyata sungguh luar biasa, ini benar-benar mimpi menjadi kenyataan. Seorang gadis cantik memberikan oral dan menelan sperma dari penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami terpaksa menyudahi percintaan kami, karena sudah larut malam. Ku antar Angela pulang ke rumahnya. Sebelum keluar dari pintu mobil, kami bercumbu dengan penuh nafsu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malamnya kutelepon Angela. Kami setuju untuk pergi ke mall untuk berjalan-jalan. Angela mengenakan terusan model babydoll dengan panjang sampai 10 cm di atas lutut. Bahannya halus dan lembut. Pantyhose berwarna putih, ultra sheer, ditambah dengan sepatu tali berwarna putih yang melingkar sampai ke pertengahan betisnya, membangunkan penisku yang sedang tidur. Rambutnya terurai rapi, make up berwarna natural dan tipis, lipstick merah muda yang paling muda dengan wet look. Ketika masuk ke dalam mobil, dia menyapaku dengan manis dan manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sabar ya Ko Indra sayang..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela mengatakan hal itu seolah-olah ia mengetahui apa yang sedang kupikirkan saat ini, yaitu berhubungan sex dengannya saat ini juga. Dengan tampang kecewa yang kubuat komikal aku mengeluh. Namun hal ini mengundang tawa bahak dari Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa tidak ada yang tahu kalau kita pergi bersama?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&quot;Tidak ada, aku cuma bilang mau bantu-bantu temanku yang mau married, jadi aku punya alasan untuk pulang sampai malam.&quot; jawab Angela sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;
&quot;Angela, kamu benar-benar cantik, manis dan seksi sekali.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra bisa aja, kan aku dandan seperti ini cuma untuk Ko Indra.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Memangnya kamu tidak pernah dandan untuk cowok kamu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Cowok yang mana ya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kemarin katanya sudah punya?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Oh yang itu.. Sudah putus tuh..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Kapan?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tadi malam.&quot; Angela menjawab dengan tenang.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh tahu kenapa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra lucu deh, pake acara nanya segala.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menduga bahwa akulah yang menjadi alasan dari putusnya hubungan antara Angela dengan pacarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gara-gara aku ya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja Angela mencium pipi kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Cuma Ko Indra yang bisa membahagiakanku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya jantungku hendak meloncat keluar mendengar pernyataannya. Kuelus-elus pahanya yang dengan manis terbungkus oleh ultra sheer pantyhose berwarna putih sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, kami tiba di Plaza Senayan. Sambil bergandengan tangan kami memasuki pintu samping Plaza. Kami masuk ke Metro dan langsung menuju ke bagian pakaian dalam. Angela melihatku dengan senyumnya yang nakal. Kami mulai dari lantai dasar yang banyak menjual sepatu-sepatu wanita. Aku menyodorkan beberapa pasang sepatu tali yang sexy dan bagus. Ternyata Angela juga menyukainya dan aku membeli 2 pasang sepatu tali yang ber-hak tinggi dan sedang untuk Angela. Kemudian kami naik ke lantai atas untuk melihat-lihat stocking dan pantyhose yang dipajang pada counternya dan sibuk membahasnya. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli semua merk yang ada dalam beberapa warna. Namun kali ini Angela yang memaksa untuk membayar. Setelah itu kami makan siang di sebuah cafe di lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sengaja memilih tempat yang terletak disudut ruangan. Kami duduk di sofa yang menempel pada kedua sisi ruangan. Kami memesan dua piring spagheti, dan jus untuk makan siang kami. Setelah pelayan yang mencatat pesanan kami pergi, aku sibuk memeriksa sekeliling kami. Suasana masih sepi dan tidak ada yang memperhatikan kami, yang terpenting adalah taplak meja yang panjangnya sampai ke lantai. Benar-benar cocok untuk melaksanakan rencanaku. Dengan sekejap aku masuk ke bawah meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra..&quot; Angela berusaha menyingkap kain yang menutupiku.&lt;br /&gt;
&quot;Ssst.. Jangan keras-keras, nanti ketahuan..&quot; Bisikku.&lt;br /&gt;
&quot;Mau ngapain sih?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ada deh..&quot; Jawabku dengan senyum nakal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurapikan kain penutup meja itu sehingga menutupi seluruh bagian pinggang Angela. Kemudian kubuka kedua kaki Angela yang menutupi selangkangannya. Lalu aku belai-belai vaginanya yang terbalut oleh pantyhose putih yang seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra.. Jangan di sini nanti ada yang melihat..&quot; Bisiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengacuhkan bisikannya, karena aku merasakan bahwa Angela tidak memakai celana dalam dan pantyhose yang dikenakannya adalah yang &#39;sheer to waist&#39;. Langsung saja kukulum vaginanya sambil membelai-belai kakinya yang panjang dan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dapat merasakan sensasi nikmat yang menghanyutkan bersamaan dengan perasaan takut begitu pula dengan Angela. Kujilati seluruh bagian dari selangkangan Angela. Tidak lama kemudian aku dapat merasakan cairan manis yang khas mengalir dari vaginanya dan bercampur dengan kulumanku yang basah. Aku menjadi semakin bersemangat dan horny. Kupercepat kuluman dan tarian erotis lidahku. Sensasi yang menggelitik dan eksotis membuat tubuh Angela bergetar-getar. Aku yakin Angela pasti sedang berusaha keras untuk menahan ekspresinya dan menahan desahannya. Penisku meronta-ronta untuk keluar dari dekapan celana dalamku. Aku terus melahap Angela dengan penuh nafsu, dan tanganku tidak henti-hentinya membelai dan mengelus-elus kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Silahkan Minumnya.&quot; Terdengar suara dari seorang pelayan wanita yang mengantarkan minuman.&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih..&quot; jawab Angela dengan suara yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dapat merasakan Angela sedang menyedot jus yang baru saja di antar. Tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam taplak meja dan mengelus-ngelus kepalaku. Tidak lama kemudian terdengar lagi suara dari pelayan wanita yang sama, membawakan pesanan kami. Setelah meletakan pesanan kami, pelayan itu meninggalkan Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sayang ayo dimakan dulu.&quot; Bisikku dari bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela dengan kikuk mencoba memakan spagheti yang telah kami pesan. Dia berusaha untuk tenang dan mencoba menikmati makanannya. Aku tahu dengan pasti sensasi yang dihasilkan oleh vaginanya (dengan pertolongan lidahku yang nakal) telah mengambil alih kesadarannya. Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki yang mendekat, bersamaan dengan itu pula kedua kaki Angela menjepit kepalaku dengan kencang. Akhirnya aku merasakan otot-otot pinggul dan kakinya berkontraksi dengan keras. Cairan orgasmenya mengalir makin banyak, kulahap semua sampai tak tersisa. Badan Angela sedikit berguncang dan mengeluarkan suara seperti tersedak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa Ibu tidak apa-apa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. Tidak.. Cuma sedikit tersedak..&quot; Jawabnya dengan gugup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak kusangka Angela masih dapat berbicara menutupi keadaannya yang sedang orgasme. Setelah beberapa saat, Angela mulai mengendorkan jepitan kakinya, otot-otot pinggulnyapun mulai rileks. Aku mengintip dari belakang kain untuk melihat keadaan dan langsung aku keluar dari kolong meja dan duduk di sebelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Batuk ya?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra! Hampir saja tadi ketahuan!&quot; Serunya sambil mencubit kecil pahaku.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi seru kan?&quot; jawabku sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Tapi sekarang waktunya pembalasan!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat Angela memeriksa keadaan dan langsung turun ke bawah meja. Dengan cekatan Angela membuka resleting celanaku dan membebaskan penisku dari kurungan celana dalamku. Langsung saja penisku berdiri dengan tegak. Tanpa mengulur waktu Angela mulai menjilati ujungkepala penisku, menikmati cairan pra orgasme yang telah membasahi kepala penisku. Lidahnya yang lembut dan hangat menari-nari indah, diselingi dengan kuluman yang dalam. Gerakan Angela sangat agresif seakan-akan ingin membuatk meledak saat itu juga. Aku tentu saja tenggelam dalam kenikmatan eksotis dan erotis yang diberikan oleh Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya Angela, aku tidak dapat berkonsentrasi menikmati makananku. Untung saja porsinya sedikit. Seluruh badanku dipenuhi oleh listrik-listrik kecil yang semuanya menyerbu pusat saraf sensorikku. Tinggal suapan terakhir, oral yang diberikan oleh Angela membawaku ke puncak kenikmatan duniawi, yaitu orgasme. Badanku ikut bergetar dan menimbulkan suara. Aku berhasil menahan desahan nikmatku dalam-dalam. Seorang pelayan wanita datang untuk menawarkan tambahan minuman atau makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tidak.. Sudah cukup..&quot; dengan seluruh kesadaran yang tersisa aku menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang demi gelombang orgasme melanda penisku. Dengan setia Angela menampung semua itu di dalam mulutnya dan kemudian menelan madu murni yang keluar dari penisku. Setelah reda, dia masih saja menjilati dan menghisap penisku sampai kering, sampai semua madu yang melekat di penisku dihabiskannya, baru penisku yang masih setengah berdiri disimpan kembali ke dalam celanaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memberinya isyarat untuk keluar. Dengan Senyum nakal yang manis, Angela berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Benar nih nggak mau tambah lagi?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tertawa terbahak-bahak sambil berpelukan. Setelah menghabiskan minuman kami, aku memanggil pelayan dan meminta bon.&lt;br /&gt;
Setelah membayar, kami berdiri, menenteng belanjaan kami, pada saat itu juga manajer cafe datang menghampiri kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih atas kedatangannya. Apakah rasa makanannya cocok?&quot;&lt;br /&gt;
Dengan spontan kujawab, &quot;Dessertnya enak sekali.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Appetizernya juga enak.&quot; sambung Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan senyum nakal kami meninggalkan manajer yang sedang kebingungan karena jelas-jelas kami tidak memesan makanan pembuka maupun pencuci mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petualangan yang menegangkan di cafe tersebut ternyata makin membangkitkan nafsu horny kami. Akhirnya kami memutuskan untuk nonton film di bioskop. Ternyata cara ini tidak banyak membantu. Film tidak kami gubris sama sekali selama hampir satu setengah jam kami bercumbu dengan liar. Leher dan kuping tidak luput dari kuluman kami. Jari-jari mungil Angela berkelana ke selangkanganku dan masuk ke dalam celanaku dan bermain-main dengan penisku. Jarinya yang halus dan lembut membelai-belai kejantananku, kadang-kadang membuat lingkaran-lingkaran kecil pada ujung kepala penisku. Benar-benar kenikmatan tiada tara. Tanganku tidak dapat menjangkau selangkangannya karena posisi duduk yang tidak memungkinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah film selesai, kami masuk ke kamar kecil untuk merapikan diri. Aku tidak mengalami orgasme, meskipun demikian itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Aku juga yakin pasangan yang duduk tidak jauh dari kami juga melakukan hal yang sama karena kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu kami langsung menuju ke sebuah hotel yang telah kubooking pada waktu pagi tadi. Ketika pintu kamar ditutup dan dikunci, aku langsung menarik lengan Angela dan memeluknya dengan erat. Barang-barang belanjaan kami jatuh berceceran di lantai. Ku kulum bibir dan lidahnya yang lembut dan hangat. Aku tidak tahu Darimana asalnya french kiss, namun aku yakin orang pertama yang menemukannya akan langsung horny melihat adegan french kiss kami yang dipenuhi dengan hasrat dan nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebelah pintu masuk terdapat sebuah lemari baju dengan kaca yang panjang. Posisi kami tepat di depan kaca tersebut. Aku melihat bayangan kami yang sedang bercumbu. Benar-benar pemandangan yang sangat erotis dan indah. Mulut kami terbuka lebar, bibir saling beradu. Lidahku dengan lincah menelusuri bagian luar dari mulut dan dagu Angela. Lidah bidadariku pun tidak kalah lincah dan agresifnya. Semua dagu dan mulutku, bahkan sampai ke pipi ku basah semua. Setiap kali lidahnya menyapu permukaan kulitku, kurasakan api hasrat liarku makin membesar. Lidah kami akhirnya bertemu. Angela makin bertambah semangat dan terus mendesah nikmat. Tangannya menelusuri seluruh bagian dari punggungku. Kubelai kepalanya sambil meremas-remas rambutnya yang lembut, tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang bulat dan kenyal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kohh.. In.. Dra..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba saja Angela menghentikan cumbuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aku punya sesuatu untuk Ko Indra.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Apa itu?&quot; jawabku dengan tergesa-gesa, karena akuingin secepat mungkin bersetubuh dengannya.&lt;br /&gt;
&quot;Lepas semua pakaian dan duduk di ranjang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ikuti permainannya dan melakukan apa yang ia minta. Penisku mencuat bagaikan tiang bendera. Angela menghampiriku dan berlutut dihadapanku. Bibirnya langsung mengecup kebanggaanku yang telah membuatnya tenggelam dalam lembah kenikmatan duniawi yang indah. Lidahnya menjilati kepala penisku, tepatnya menjilati cairan bening yang keluar dari celah penisku, kemudian mulutnya melahap selurh kepala penisku dan disedotnya sampai kering, tidak lupa lidahnya yang lembut dan basah menari-nari dengan sensual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubelai rambut dan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihatku dan tersenyum, kemudian bangkit dan mengulum bibir dan lidahku. Aku masih dapat merasakan aroma memabukan dari cairan pra orgasmeku yang bercampur dengan ludahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra duduk di sini dan nikmati pertunjukannya, tapi tidak boleh dalam bentuk atau cara apapun merangsang atau menyentuh penis milikku.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela mengatakan itu disebelah telinga kiriku, sambil mengelus-elus kejantananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana Ko..?&quot; angela menjulurkan lidahnya dan menjilat rahang dan kupingku.&lt;br /&gt;
&quot;Ok.&quot; jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum nakal dan genit. Sepertinya aku telah membangkitkan sisi nafsunya yang terpendam. Angela mengambil barang-barang belanjaan kami dan menaruhnya di depanku. Ia mengambil sebuah pantyhose berwarna hitam transparan dan mengeluarkan isinya. Angela menarik bangku meja rias dan menaruhnya di hadapanku, kemudian ia duduk menghadap ke kanan, sehingga sisi kanan tubuhnya ada di hadapanku. Kaki kanannya diletakan sedikit lebih maju dari kaki kirinya. Dengan perlahan ia menunduk dan tangannya membelai dan mengelus-elus betisnya yang ramping dan padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara gesekan halus yang terjadi karena gesekan antara tangannya dengan pantyhose yang ia kenakan. Suara ini bagaikan musik eksotis yang luar biasa, hingga cairan beningku kembali menetes keluar. Ia melihat ke arahku dan tersenyum manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Apa Ko Indra suka?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya dapat mengagguk. Angela kembali mengelus-elus betis, pergelangan kaki, sampai jari-jari kakinya. Benar-benar pemandangan yang tidak ada bandingannya. Dia sengaja merangsangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perlahan-lahan dan anggun jari-jari mungilnya menarik simpul tali sepatunya yang terletak di tengah-tengah betisnya. Tali tersebut diletakan dengan lembut olehnya. Ujung kakinya ia kuncupkan dan perlahan-lahan ditarik mundur dari sepatunya. Ujung kakinya di daratkan di lantai dan kedua tangannya membelai dan memijat-mijat kecil tumit dan telapak kakinya. Kembali ia melihatku sambil tersenyum nakal. Ia berbalik ke arah kiri dan hal yang sama ia ulangi sekali lagi untuk kaki kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku makin bertambah keras dan basah melihat pertunjukan erotis angela. Ia berdiri, baju baby doll putihnya ia angkat setinggi pinggang. Pantyhose putih transparannya yang sexy membuat mataku berkunang-kunang dan penisku meronta-ronta untuk dapat masuk ke dalam vagina Angela dan bersetubuh dengannya habis-habisan. Itulah rencana balas dendam ku karena angela telah dengan sengaja menggoda dan membuatku demikian terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela membelakangiku dan membungkuk sehingga pantatnya tepat di depan mataku. Ia turunkan pantyhose putihnya pelan-pelan. Ketika Pantyhosenya telah melewati selangkangannya, dengan jelas dapat kulihat vaginanya yang berwarna merah muda diseliputi oleh cairan hornynya yang membuatku ketagihan, dan mekar Dengan indah. Aku yakin Angela juga merasa terangsang dengan pertunjukan solonya. Satu persatu Kakinya diangkat dan keluar dari lapisan pantyhosenya. Setelah itu Angela melemparkannya ke ranjang di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil Pantyhose berwarna hitam transparan (ultra sheer) dan memasukan tangannya ke kaki bagian kanan pantyhose tersebut, ia raih ujungnya dan ia tarik ke atas. Angela kembali duduk di ujung bangku. Ia masukan ujung kaki kanannya ke dalam pantyhose dan tanganya menarik pantyhose itu ke atas mengikuti lekuk tumit dan betisnya sampai lutut. Dengan cara yang sama ia lakukan lagi dengan kaki kirinya sambil melihat kudengan tatapan penuh dengan nafsu. Pantyhose di tarik ke atas sampai ke pinggangnya. Angela merapikan pantyhosenya mulai dari ujung kaki sampai ke pangkal pahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku rasanya ingin meledak saat itu juga. Setelah rapi ia mengambil sepatu tali hitam dengan tumit tinggi dan memakainya dengan sensual. Ia jilat bibirnya untuk menggoda ku. Entah sudah berapa banyak cairan kenikmatanku mengalir. Baju babydoll nya ia rapikan kemudian dengan gaya seperti seorang peragawati Angela berjalan lenggak-lenggok di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela memang pernah menjadi model dan masuk TV. Warna hitam pantyhosenya tipis sekali sehingga hanya meninggalkan aksen hitam pada kakinya yang panjang. Dua pasang, tiga pasang.. Yang ketiga adalah sebuah stocking berwarna kulit sangat transparan yang terbuat dari bahan yang halus sekali. Saat ini juga, Angela telah telanjang bulat. Penis dan selangkanganku sudah basah total. Pikiranku hanya terfokus pada Angela bidadariku. Kuperhatikan wajahnya yang cantik dan manis seperti sedang menahan sesuatu. Setiap pasang pantyhose yang telah ia pakai semuanya meninggalkan bercak basah pada selangkangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stocking yang ia kenakan tidak dapat menahan cairan manisnya sehingga dengan sinar matahari sore aku dapat melihat dengan jelas ujung stocking bagian atas berwarna lebih gelap seperti terkena air. Tidak lain dapat kusimpulkan cairan itu berasal dari vagina Angela yang sudah sangat sensitif dan horny.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia datang menghampiriku. Langsung kudekap dan kutidurkan Angela di atas ranjang. Kucumbu dengan penuh nafsu pelampiasan dan tangan kiriku mendarat di selangkangannya yang sudah banjir. Kuelus-elus bibir-bibir vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela mendesah dan bergetar. Kukonsentrasikan jari tengahku pada klitorisnya. Kutekan dengan sedikit kencang dan kugetarkan tanganku. Angela mendesah dengan kencang dan dalam hitungan detik seluruh tubuh Angela menggeliat hebat dan otot-otot pinggulnya bergetar dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra..!&quot; Angela meneriakan namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang demi gelombang orgasme klitoris Angela membuktikan betapa nikmatnya kenikmatan seksual. Setelah hampir satu menit, orgasmenya mulai mereda. Ia menatapku dengan penuh kasih. Kumasukan jariku ke dalam vaginanya dan mencari titik G spotnya. Badannya kembali menggeliat dan desahan yang keluar bagaikan musik erotis di telingaku. Dengan variasi tekanan kurangsang daerah G spotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai pada akhirnya meledaklah orgasmenya. Kukulum payudaranya dan kuhisap kencang-kencang. Otot-otot dinding vaginanya berkontraksi kencang sekali mendorong jariku. Kupertahankan posisiku dan Angela meronta-ronta dalam kenikmatan orgasme yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Cairan yang hangat mengalir keluar dari dalam vaginanya. Aku berpindah posisi dan mengulum vaginanya dan madu murni yang keluar dari dalam. Lidahku kujulurkan dan merangsang kembali G spotnya. Angela kembali bergetar tiada henti. Cairan hangat itu kembali keluar tiada habis. Kuhisap dan kutelan semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas, aku mengangkat kedua kakinya yang sudah lemas ke pundakku. Kepalaku berada di tengah-tengah kakinya. Kumasukan penisku. Mulutnya terbuka lebar namun tidak ada suara. Penisku menemukan surga didalam vaginanya. Kutarik keluar dan masuk lagi dengan lembut dan stabil. Ku belai dan elus kedua kakinya yang terbungkus stocking yang lembut dan seksi. Angela dengan pasrah menikmati percintaan ini. Matanya terpejam dan nafasnya pendek dan cepat. Aku juga tidak akan dapat bertahan lama setelah semua rangsangan visual yang ia berikan, namun aku mencoba untuk bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vaginanya yang sudah terlalu sensitif langsung meledak lagi. Aku sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, karena dinding-dinding vaginanya meremas-remas penisku. Ku tarik penisku dan memasukannya ke dalam mulut Angela. Dengan setia ia menerima semua semburan orgasme ku dan menghabiskan madu ku. Badanku bergetar dan mendesah nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela membuka matanya dan menatapku dengan manis. Aku tahu dia pasti kelelahan karena mengalami orgasme kuat secara berturut-turut. Setelah bersih kukeluarkan penisku, namun Angela menolaknya. Dengan segenap tenaganya ia berbalik dan membaringkan aku di atas ranjang. Bidadariku terus memberikan oral pada kejantananku yang tetap keras. Lidahnya menelusuri seluruh bagian dari batang penisku. Makin lama Angela semakin fasih meng-oral seks penisku. Kuganjal kepalaku dengan beberapa buah bantal agar dapat melihat pemandangan yang indah ini. Bidadari cantik ku benar-benar sangat menikmati dan menyukainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin sensasi dan waktu ini berlalu. Aku benar-benar laki-laki yang beruntung. Menit-menitpun berlalu tanpa terasa. Orgasme kuat kembali mengambil alih tubuh dan pikiranku. Kali ini Angela sengaja mengumpulkan madu orgasmeku di dalam mulutnya, kemudian ia bermain-main dengan penisku dan spermaku. Hasilnya penisku berlumuran madu putihku. Sambil tersenyum dan memandangku ia menjilat dan menghisap habis semua madu yang berceceran. Meskipun telah berorgasme dan ejakulasi berkali-kali kejantananku masih menolak untuk istirahat dan tetap horny. Aku tidak mungkin melanjutkannya lagi karena Angela sudah lelah. Dia tertidur dengan senyum puas di dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berselang beberapa menit,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Iya sayang..&quot; jawabku sambil membelai rambut dan pipinya.&lt;br /&gt;
&quot;Cerita dong..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Cerita apa?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Cerita kenapa Ko Indra suka sekali sama pantyhose.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Wah kalau diinget-inget sih sudah lumayan lama juga. Yang pasti pertama kali aku merasakan yang namanya stocking itu waktu aku masih SD, kira-kira kelas satu atau dua. Adik terkecil dari ibuku yang tinggal di medan sedang berkujung ke Jakarta. Dia menginap di rumahku. Suatu hari kami sedang berada di dalam mobil, aku duduk di sebelahnya. Secara tidak sengaja kakiku menyenggol betisnya. Sentuhan pertama itu bagaikan perkenalan dengan sebuah sensasi yang tidak dapat kulupakan. Tanteku memakai stocking berwarna kulit. Sepanjang perjalanan kakiku selalu menempel dengan kakinya dan sesekali mengelus-elusnya. Dia tidak mengatakan apa-apa mungkin karena aku masih kecil dan iseng. Setelah itu aku tidak pernah dapat melupakan perasaan itu.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Terus..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ketika aku tumbuh makin besar aku mulai suka memperhatikan perempuan-perempuan yang memakai stocking dan pantyhose, dan penisku langsung berdiri dengan tegak. Rasa nafsu dan horny menguasai pikiranku. Ketika sampai di rumah dan tidak ada yang memperhatikan, aku bermain-main dengan penisku sambil membayangkan bercinta dengan perempuan yang memakai pantyhose/stocking tadi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela tersenyum dan tangannya bermain-main dengan penisku yang masih keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Semakin lama aku semakin kecanduan, akhirnya dengan menahan malu aku nekat membeli sepasang pantyhose di supermarket terdekat. Kubawa pulang dan langsung kukenakan. Penisku menjulang tinggi, ketika kakiku saling bersentuhan, rasanya aku langsung mabuk kepayang. Benar-benar sensual. Kukeluarkan penisku dan aku bermasturbasi.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela membuka matanya dan menatap wajahku dengan penuh rasa ingin tahu, sambil me-masturbasikan penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Seperti ini?&quot; tanya Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakinya digosok-gosokkan ke kakiku. Setiap gesekan menimbulkan gelombang-gelombang listrik kenikmatan ke seluruh badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Akhirnya aku mempunyai banyak koleksi pantyhose dan stocking namun yang benar-benar bagus dan enak dipakai hanya beberapa merk. Aku juga suka mencari gambar-gambar model yang memakai pantyhose maupun stocking atau lingerie di internet. Aku selalu bermasturbasi dengan koleksi-koleksiku. Kelihatannya ceritaku membuat Angela horny. Sekarang ini ia sedang menjilati putingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Semua teman wanita yang kukenal tidak ada yang suka memakai pantyhose atau stocking. Aku suka sekali pergi ke pameran mobil berskala besar karena SPG nya cantik-cantik dan hampir semuanya memakai pantyhose. Sampai akhirnya aku melihat kamu memakai kemeja lengan pendek putih, rok coklat dan pantyhose. Rasanya aku ingin langsung bercinta dengan Adik teman baikku ini.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela meninggalkan putingku dan mengulum mulutku, tangannya semakin agresif memainkan penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana dengan Angela, kelihatannya kamu juga suka.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sama seperti Ko Indra.. Pertamanya aku tidak begitu suka, namun karena iseng maka aku membeli sepasang. Ketika aku memakainya, rasanya aku sedang terbang dan tubuhku terbuai. Vaginaku rasanya seperti sedang bergetar. Akhirnya aku beli lagi beberapa pasang dan aku sangat menyukainya. Bekas cowoku yang tolol itu tidak suka. Aku tahu Ko Indra melihat aku dengan penuh nafsu, dan entah kenapa aku tidak merasa aneh atau takut. Ketika Ko Indra memegang pahaku, rasanya seluruh badanku menjadi lemas dan nyaman. Akhirnya aku sadar kalau aku juga menyukai pantyhose. Apa Ko Indra sudah sering melakukan ini?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Belum, percaya atau tidak Angela adalah yang pertama.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lebih enak mana sama masturbasi?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tentu saja lebih enak bercinta dengan Angela.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Angela bangkit dan mencari sesuatu di lantai. Semua pantyhose yang ada di taruh di atas tubuhku. Tubuhku bergetar merasakan sentuhan lembut dari pantyhose yang lembut. Angela mengambil sebuah stocking berwarna putih transparan, kemudian menyarungkannya ke penisku. Getaran-getaran erotis menghujani kejantananku ketika stocking tersebut bergesekan dengan penisku. Sekarang celah kecil pada ujung kejantananku bertemu dengan garis jahitan pada ujung kaki stocking. Garis itu dengan lembut membelah celah kepala penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Stocking kondom.&quot; seru Angela dengan senyumnya yang manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stocking tersebut ditarik agak kencang sehingga membaluti seluruh bagian penisku seperti sebuah kondom. Lidah Angela terjulur dan menjilati kepala penisku yang terbalut dengan kondom stocking. Rasanya beda dengan biasanya. Tidak lama kemudian kepala penisku pun hilang di dalam mulutnya yang seksi. Aku benar-benar tersesat dalam jalan kenikmatan duniawi yang tak terbayangkan. Permainan mulut dan lidah angela tetap tidak berkurang nikmatnya, malah bertambah nikmat. Aku terus mengerang nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuarahkan Angela pada posisi doggy style. Sambil memegang ujung Stocking pada pangkal penisku, ku masukan kejantananku ke dalam liang cintanya. Vaginanya yang sudah kebanjiran menerima penisku tanpa gesekan yang berarti. Namun, tetap saja terasa berbeda. Aku tidak dapat menenggelamkan seluruh batang penisku, karena terhalang tanganku yang memegangi kondom stocking agar tidak lepas. Tidak kusangka Angela mengalami orgasme secepat ini. Badannya bergetar hebat dan otot-otot vaginanya menjepit erat kejantananku. Kutarik keluar penisku dan stocking kondomku benar-benar basah akan cairan cinta Angela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuposisikan Angela sehingga dia yang berada di atas dan mulai bercumbu. Setelah beberapa saat, aku arahkan penisku ke dalam vaginanya. Angela memejamkan matanya dan merasakan kejantananku memenuhi seluruh ruangan di dalam lembah kenikmatannya. Angela mengulum telinga dan leher bagian kiriku yang sensitif. Kupegang pinggulnya dan kuangkat naik-turun. Setelah beberapa kali, Angela langsung melakukan gerakan memompa itu sendiri. Lama-lama makin cepat. Ia mengangkat pundaknya dan bertumpu pada kedua tangannya. Ia merasakan rangsangan yang luar biasa karena dalam posisi ini ia dapat dengan mudah merangsang G spotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuputuskan untuk membantu Angela mempercepat prosesnya. Ku tarik dan kutekan pinggulku ke bawah saat pinggul Angela terangkat dan ketika pinggulnya turun, langsung ku sodok ke atas. Angela mendesah tiada hentinya. Angela benar-benar mendapatkan rangsangan ganda, karena batang penisku menggesek-gesek klitorisnya dan kepala penisku memberikan tekanan yang mantap pada daerah G spotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh.. Ko Indra..&quot; kutatap wajahnya yang manis yang sedang merasakan getaran-getaran ekstasi yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi &#39;plak-plak&#39; terdengar nyaring setiap kali selangkangan kami bertemu. Penisku tertarik keluar sampai ke ujungnya, kemudian langsung melesat ke dalam dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko.. Indra.. Nanti.. Keluarin.. Di dalam ya..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nanti kalau hamil bagaimana?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Lagi masa.. tidak subur..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku semakin terpacu dan bersemangat, Bidadariku menginginkan aku ejakulasi di dalam vaginanya. Saat ini penisku pun sudah benar-benar dalam keadaan yang sangat sensitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra.. Aku sudah.. nggak tahan lagi..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar ya.. Tahan sedikit lagi..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menginginkan kami mencapai orgasme bersama-sama. Beberapa saat kemudian,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra.. Argh..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Angela..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara bersamaan kami mencapai puncak kenikmatan duniawi bersama-sama. Pinggulku terangkat ke atas dan pinggulnya menekan ke bawah dengan sepenuh tenaga, sehingga kejantananku tertanam dalam lembah cintanya dalam-dalam. Sebuah gelombang orgasme yang panjang mengawali puncak kenikmatan kami. Angela berteriak seiring dengan gelombang pasang naik orgasmenya yang dahsyat. Orgasme yang kami rasakan serasa tiada habis-habisnya. Penisku mengeluarkan madu putihku terus menerus karena diperah oleh otot-otot vaginanya yang terus berkontraksi. Angela pun merasakan hal yang sama, orgasmenya serasa tiada akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Angela roboh kehabisan tenaga dan jatuh di dalam pelukanku. Nafasnya masih memburu dan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Kami saling berpelukan tanpa memisahkan diri. Kubelai-belai punggung dan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela.. Kamu benar-benar hebat.. Tidak kusangka kita bisa berorgasme sepanjang dan selama ini..&quot; pujiku.&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra yang hebat.. Aku benar-benar beruntung.. Ini adalah pengalaman seks ku yang paling hebat..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kubelai Angeladengan penuh kasih sayang. Tidak lama kemudian kami masuk kamar mandi bersama-sama. Air pancuran yang hangat membawa kesegaran yang menenangkan. Ku gosok tubuh Angela yang mungil dengan sabun. Ia pun melakukan hal yang sama. Tanganku meluncur di atas tubuhnya yang licin dan basah. Payudaranya tidak dapat kuremas karena licinnya sabun. Tubuhku kembali diselimuti dengan perasaan erotis yang sensual. Tidak dapat dihindari lagi, kejantananku langsung terpanggil dan menyahut dengan siaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ko Indra..&quot; seru Angela dengan nada yang takjub.&lt;br /&gt;
&quot;Masa Ko Indra terangsang lagi? Padahal kan tadi kita sudah ML begitu lama, dan Ko Indra pun sudah orgasme beberapa kali. Masa sekarang sudah ereksi lagi?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angeka membelai-belai penisku yang masih diselimuti oleh sabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Angela sayang, ini semua gara-gara Angela. Siapa suruh Angela begitu cantik dan seksi, sampai Adik kecil pun tidak dapat menahan nafsu. Apa Angela suka?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tentu saja aku sayang sekali dengan si kecil yang perkasa, yang sudah membuatku orgasme berkali-kali dan merasakan kenikmatan yang tidak ada bandingannya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angela segera membersihkan sabun yang ada pada kejantananku. Tanganku meremas-remas vaginanya sambil membersihkan sisa-sisa sabun. Raut wajah Angela terlihat penuh dengan antisipasi atas apa yang akan berikutnya terjadi. Setelah bersih, Angela langsung mengarahkan penisku ke vaginanya. Kejantananku berada di dalam kenikmatan duniawi yang hangat dan basah. Di bawah siraman air hangat kembali kami bersetubuh dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desahan manja dan kenimatan bercampur menciptakan rangsangan exotis. Irama persetubuhan kami makin lama makin cepat. Angela memeluk tubuhku erat-erat supaya tidak jatuh lemas. Dengan kaki kanannya yang kutahan dengan lenganku, penisku meluncur jauh ke dalam dan keluar sampai ke ujungnya. bagaikan koreografi pada sebuah film yang berkualitas, kami mengalami puncak kenikmatan secara bersama-sama. Suara desahan meluncur keluar, tubuhku bergetar dengan hebat. Seperti yang telah Angela antisipasi sebelumnya, kenikmatan orgasmenya menguasai semua akal sehatnya. Di dalam hatinya, ia telah menyerahkan tubuhnya, perasaannya, semuanya untuk kenikmatan yang telah kuberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat-saatku bersama dengan Angela adalah romantika yang indah penuh dengan nafsu. Kami masih sering bertemu dan bersetubuh dengan hebat dan liar. Entah kenapa, kami tidak pernah memutuskan untuk menikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/2049915215129140147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/angela.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/2049915215129140147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/2049915215129140147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/angela.html' title='Angela'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-5401541911288841205</id><published>2011-01-02T21:46:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:46:23.220-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>anak gelandangan</title><content type='html'>Nama saya Tiyo, umur 34 tahun dan saya bertempat tinggal dekat kampus sebuah PTS di Jogja. Saya mengirim cerita ini untuk membagi pengalaman saya sehingga bisa menjadi referensi dalam mengarungi kehidupan para pembaca. Cerita ini sungguh nyata, akan tetapi nama-nama yang terlibat disini saya samarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah seorang karyawan di sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang beverage. Posisiku sudah lumayan tinggi, yaitu sebagai General Manager sehingga aku mendapatkan fasilitas perumahan dan sebuah mobil sedan. Aku masih lajang sehingga sehabis pulang kerja hobiku jalan-jalan cari pengalaman dan refresing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita ini berawal saat aku pulang kerja sekitar jam 11 malam, mobilku menabrak seorang anak yang digandeng ibunya sedang menyeberang jalan. Untung saja aku cepat menginjak rem sehingga anak itu lukanya tidak parah hanya sedikit saja dibagian pahanya. Ketika aku tawarkan untuk ke rumah sakit, Ibu itu menolak dan katanya lukanya tidak parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ya udah bu, sekarang aku antar Ibu pulang, dimana rumah Ibu?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Nggak usah den, si Mbok nggak usah diantar&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa Mbok, inikan sudah malam, nggak apa-apa Mbok aku antar ya?&quot;&lt;br /&gt;
Si mbok ini tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk lesu dan ketika dia mau menjawab, dari arah ujung trotoar mencul anak kecil sambil membawa bekicot.&lt;br /&gt;
&quot;Ini Mbok bekicotnya, biar luka Mbak Tika cepat sembuh&quot;.&lt;br /&gt;
Ibu itu menerima bekicot dari gadis itu, memecahnya dibagian ujung dan mengoleskannya diluka gadis yang ternyata namanya Tika. Tapi, Setelah selesai mengoleskan, simbok itu mengandeng Tika dan adiknya mau pergi. Sebelum melangkah jauh, aku hadang dan berusaha untuk mengantarnya pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Simbok mau pulang.., aku antar ya Mbok, kasihan Tika jalannya pincang&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Ngaak usah den, simbok..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa Mbok, nggak sungkan-sungkan, ini kan sudah malam, kasihan Tika Mbok..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Simbok ini nggak punya rumah den, sombok cuma gelandangan&quot;.&lt;br /&gt;
Aku sempat benggong mendengar jawaban simbok ini, akhirnya aku putuskan untuk mengajaknya ke rumahku walaupun hanya untuk malam ini saja. Terus terang aku kasihan kepada mereka.&lt;br /&gt;
&quot;Ya sudah Mbok, kamu dan kedua anakmu itu malam ini boleh tidur dirumahku&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tapi ndoroo..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Sudahlah Mbok, ini juga kan untuk menebus kesalahanku karena menabrak Tika&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari informasi yang aku dapatkan didalam mobil selama perjalanan pulangp, simbok ini ternyata ditinggak suaminya saat mengandung adiknya Tika, yang akhirnya aku ketahui namanya Intan. Simbok ini yang ternyata namanya Inem, usianya sekitar 42 tahun, dan anaknya si Tika umurnya 14 tahun sedangkan Intan baru 11 tahun. Tika sempat lulus SD, sedangkan Intan hanya sempat menikmati bangku SD kelas 4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai dirumah, Mbok Inem dan kedua anaknya langsung aku suruh mandi dan makan malam. Ternyata simbok, Tika dan Intan tidak membawa baju ganti sehingga setelah mandi baju yang dipakainya ya tetap yang tadi. Padahal baju yang dipakai ketigany sudah tidak layak untuk dipakai lagi. Simbok memakai daster yang lusuh dan sobek disana-sini sedangkan Tika dan Intan sama saja lusuh dan penuh jahitan disana sini. Besok yang kebetulan hari minggu, aku memang mempunyai rencana membelikan baju untuk mereka bertiga. Aku memang tipe orang yang nggak bisa melihat ada orang lain menderita. Kata temen-temen sih, aku termasuk orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tika dan juga kamu Intan makan yang banyak ya.. biar cepet gede..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Inggih Ndoro.., boleh nggak kalau Intan habiskan semuanya, karena Intan sudah 2 hari nggak makan&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh nduuk.., Intan dan Tika boleh makan sepuasnya disini&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sinilah awal dari petualangan seksku. Setelah acara makan malam selesai, ketiganya aku suruh tidur di kamar belakang. Sekitar jam 1 malam setelah aku selesai nonton acara TV yang membosankan, aku menuju kekamar belakang untuk meneggok keadaan mereka. Ketika aku masuk kekamar mereka, jantungku langsung berdeguk cepat dan keras saat aku melihat daster Mbok Inem yang tersingkap sampai ke pinggang. Ternyata dibalik daster itu, Mbok inemku ini memiliki paha yang betul-betul mulus dan dibalik CD nya yang lusuh dan sobek dibagian depannya terlihat dengan jelas jembutnya yang tebal dan hitam. Pikiranku langsung melayang dan kontolku yang masih perjaka ini langsung berontak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah agak tenang, tanganku langsung bergerilnya mengelus paha mulus Mbok inemku ini. Setelah puas mengelus pahanya, aku mulai menjilati ujung paha dan berakhir dipangkal pahanya. Aku sempat mau muntah ketika mulai menjilati klitorisnya. Di depan tadi kan aku sudah bilang kalau CD Mbok ku ini sobek dibagian depan.., jadi clitnya terlihat dengan jelas. Sedangkan yang bikin aku mau muntah adalah bau CDnya. Ya.. mungkin sudah berhari-hari tidak dicuci. Setelah sekitar 13 menit aku jilati clitnya dan ternyata Mbok inemku ini tidak ada reaksi.. ya mungkin terlalu capek shingga tidurnya pulas banget, aku mulai keluarkan kontolku dan mulai aku gesek-gesekkan di clitnya. Aku tidak berani melapas CDnya takut dia bangun. Ya.. aku hanya berani mengocok kontolku sambil memandangi clit dan juga teteknya. Ternyata Mbok inemku ini tidak memakai BH sehingga puting payudaranya sempat menonjol di balik dasternya. Aku tidak berani untuk memeras teteknya karena takut Mbok Inem akan bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedang asyik-asyiknya aku mengocok kontolku, si Tika bangun dan melihat ke arahku. Tika sempat mau teriak dan untung saja aku cepat menutup mulutnya dan memimta Tika untuk diam. Setelah Tika diam, berhubung aku sudah tanggung, terus saja aku kocok kontolku. Tika yang masih terduduk lemas karena ngantuk, tetap saja melihat tangan kiriku yang mengocok kontolku dan tangan kananku mengusap-usap paha mulus ibunya. Sambil melakukan aktivitasku, aku pandangi si Tika, gadis kecil yang benar-benar polos, dan aku lihat sesekali Tika melihat mataku terus berpindah ke paha ibunya yang sedang aku elus-elus berulangkali. Setelah sekitar 8 menit berlalu, aku tidak tahan lagi, dan akhirnya &quot;.. croot.. crrott.. croot..&quot; ada 6 kali aku menembakkan pejuhku ke arah clit Mbok inemku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku keluarkan pejuhku, si Tika menutup matanya sambil memeluk kedua kakinya. Pada saat itulah aku tanpa sengaja melihat pangkal pahanya dan ternyata.., tikaku ini tidak memakai CD. Saat aku sedang melihat memeknya Tika, dia bilang..&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. kenapa pipis di memeknya simbok&quot;. aku sendiri sempat kaget mendengarnya.&lt;br /&gt;
&quot;Nduuk.. itu biar ibumu tidur nyenyak..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoroo.. Tika kedingingan.., Tika mau pipis.. tapi Tika takut ke kamar mandi..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Ya.. sudah Nduk.. ayo aku antar ke kamar mandi&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tika kemudian aku ajak pipis ke toilet di kamar tidurku. Aku sendiri juga pengen pipis, terus Tika aku suruh jongkok didepanku. Tika kemudian mengangkat roknya dan.. suur.. banyak sekali air seni yang keluar dari memeknya. Aku sendiri hanya sedikit sekali kencingku. Setelah acara pipisnya selesai, Tika aku gendong dan aku dudukkan di pinggir ranjangku. Lalu aku peluk dan aku belai lembut rambut panjangnya yang sampai ke pinggang.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. Tika belum cebok.. nanti memeknya Tika bau lho.. Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. biar nanti Ndoro yang bersihin memeknya Tika.. Tika bobok disini ya.. sama ndoromu ini..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Tika aku angkat dan mulai aku baringkan di ranjang empukku ini. Tangganku mulai aktif membelai rambutnya, pipinya, bibirnya.. dan juga payudaranya yang lumayan montok. Pada saat tanganku mengelus pahanya..&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. kenapa mengusap-usap kaki Tika yang lecet..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Oh iya Nduk.. Ndoro lupa..&quot;.&lt;br /&gt;
Tahu sendirilah, aku memang benar-benar sudah horny untuk mencicipi Tika, gadis kecilku ini. Bayangkan pembaca, disebelahku ada gadis 14 tahun yang begitu polos, dan dia diam saja ketika tanganku mengelus-elus seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca.. gimana udah belum ngebayanginya.. udah belum..! udah yaa.. aku terusin ceritanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku jongkok diantara kakinya dan mulailah aku singkap rok yang dipakai Tika sampai ke pinggang. Sekarang terpampanglah dihadapanku seorang gadis kecil usia 14 tahun denga bibir kemaluan yang masih belum ditumbuhi bulu. Setelah pahanya aku kangkangkan, terpangpanglah segaris bibir memek yang dikanan-kirinya agak mengelembung.., eh maksudku tembem. Dengan jari telunjuk dan Ibu jari aku berusaha untuk menguak isi didalamnya. Dan ternyata.. isinya merah muda, basah karena ada sisa pipisnya yang tadi itu lho dan juga agak mengkilap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangankupun mulai mengelus memek keperawanannya, dan sesekali aku pijit, pelintir dan aku tarik-tarik clitorisnya. Ake sendiri heran clitnya tikaku ini ukurannya nggak kalah sama ibunya.&lt;br /&gt;
&quot;Aduuh.. Ndoro.. memeknya Tika diapain.. Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Tenang Nduk.. nggak apa-apa.. Ndoro mau nyembuhin luka kamu kok.. Tika diam saja yaa..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Inggiih.. Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
Setelah Tika tenang, akupun mulai menjilati memeknya dan memang ada rasa dan bau pipisnya Tika.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. jangaan.. Tika malu ndoroo.. memek Tika kan bau..&quot;.&lt;br /&gt;
Aku bahkan sempat memasukkan jariku ke liang perawannya dan mulai aku kocok-kocok dengan pelan. Tikapun mulai menggelinjang dan mengangkat-angkat pantatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mulai menyedot memeknya Tika dengan kuat dan aku lihat Tika menggigit bibir bawahnya sambil kepalanya digoyang kekanan kiri.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoroo.. geli Ndoro.. memeknya Tika diapain sih ndoroo..&quot;.&lt;br /&gt;
Akupun tidak peduli dengan keadaan Tika yang kakinya menendang-nendang dan tangannya mencengkeram seprei ranjangku sampai sobek disana sini. Dan akhirnya..&lt;br /&gt;
&quot;Ndoroo.. sudah Ndoro.. Tika mau pii.. piis dulu Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
Dan tidak lama kemudian &quot;Ssuur.. suur.. suur..&quot;&lt;br /&gt;
Banyak sekali cairan hangatnya membanjiri mulutku. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menelan semua cairan memeknya yang mungkin baru pertama kali ini dikeluarkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kujilati dan kuhisap sampai bersih, akupun tiduran disebelahnya dan kurangkul tikaku ini.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. maafin Tika ya.. Tika tadi pipis di mulutnya Ndoro.. pipis Tika bau ya Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. tapi Tika harus dihukum.. karena udah pipis dimulut Ndoro..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tika mau dihukum apa saja Ndoro.. asalkan Ndoro nggak marahin Tika..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Hukumannya, Tika gantian minum pipisnya Ndoro.. mau nggak..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Iya Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku keluarkan kontolku yang sudah tegang. Begitu kontolku sudah aku keluarkan dari CDku, Tika yang masih terlalu polos itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku lihat wajah Tika agak memerah. Setelah aku lepaskan kedua tangannya, aku sodorkan kontolku kedepan wajahnya dan aku suruh Tika untuk memegangnya.&lt;br /&gt;
&quot;Nduk.. ayo dipegang dan dielus-elus..!&lt;br /&gt;
&quot;Inggih Ndoro.. tapi Tika malu Ndoro.. Tika takut Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. ini nggak nggigit kok.. ini namanya kontol Nduk..&quot;.&lt;br /&gt;
Kemudian gadis kecilku ini mulai memegang, mengurut, meremas dan kadang-kadang diurut.&lt;br /&gt;
&quot;Nduk.. kontolnya ndoromu ini diemut ya..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Tapi Ndoro.. Tika takut Ndoro.. Tika jijik Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. diemut saja seperti saat Tika ngemut es krim.. ayo nanti Tika Ndoro kasih es krim.. mau ya..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Benar Ndoro.. nanti Tika dikasih es krim..&quot;.&quot;Iya Nduk..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tika pun jongkok diantara pahaku dan mulai memasukkan kontolku ke mulutnya yang mungil. Agak susah sih, bahkan kadang-kadang kontolku mengenai giginya.&lt;br /&gt;
&quot;Nah gitu nduuk.. diisep ya.. yaa.. ya gituu.. nduuk..&quot;.&lt;br /&gt;
Sambil Tika mengoral kontolku, kaos lusuhnya Tika pun aku angkat dan aku lepaskan dari tubuh mungilnya. Aku elus-elus teteknya dan kadang aku remas dengan keras.&lt;br /&gt;
&quot;Aku gemes banget sih sama payudaranya yang bentuknya agak meruncing itu&quot;.&lt;br /&gt;
Sekitar 12 menit kemudian, aku rasakan kontolku sudah berdenyut-denyut. Aku tarik kepala Tika dan aku kocok kontolku dimulut mungilnya.. dan.. aku tekan sampai menyentuh kerongkongannya dan akhirnya &quot;.. croot.. croot.. croot.. cruut..!&quot;&lt;br /&gt;
Cairan pejuhku sebagian besar tertelan oleh Tika dan hanya sedikit yang menetes keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ndoroo.. pipisnya banyak banget.. Tika sampai mau muntah..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;He.. eh.. nduuk.. tapi enak kan.. pipisnya Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Inggih Ndoro.. pipis Ndoro kental banget.. Tika sampai nggak bisa telan.. agak amis Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
Aku memang termasuk laki-laki yang suka merawat tubuhku. Hampir setiap hari aku fitnes. Menuku setiap hari: susu khusus lelaki, madu, 6 butir telur mentah, dan juga suplemen protein produk Amerika. Jadi ya wajar kalau spermaku kental dan agak amis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku peluk bidadariku kecilku ini dan sesuai janjiku dia aku kasih es krim rasa vanilla. Setelah habis Tika memakan es krimnya, dia aku telentangkan lagi diranjangku. Terus aku kangkangkan lagi pahanya dan aku mulai lagi menjilati memek tembemnya. terus terang saja aku penasaran sebelum membobol selaput daranya.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. mau ngapain lagi.. nanti Tika pipis lagi lho Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. pipis lagi aja Nduk.. Tika mau lagi khan es krim..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Mau Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku siap, pahanya aku kangkangkan lagi lebih lebar, dan aku mulai memasukkan kepala kontolku ke lubang surgawinya. Baru masuk sedikit, tikaku meringgis.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.. memek Tika diapain.. kok sakit..&quot;&lt;br /&gt;
Aku sempat tarik ulur kontolku di liang memeknya. Dan setelah kurasa mantap, aku tekan dengan keras. Aku rasakan ujung kontolku merobek selaput tipis, yang aku yakin itu adalah selaput daranya.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoorroo.. sakiit..&quot; Langsung aku peluk Tika, kuciumi wajah dan bibir mungilnya.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. nanti enak kok.. Tika tenang saja ya..&quot;.&lt;br /&gt;
Setelah kudiamkan beberapa saat, aku mulai lagi memompa memeknya dan aku lihat masih meringis sambil menggigit bibir bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oohh.. ahh.. auuhh.. geli Ndoro.. ahh..&quot; itulah yang keluar dari mulutnya Tika.&lt;br /&gt;
&quot;Auuhh.. oohh.., Ndoro.., periih.., aahh.. gelii Ndoro.. aahh..,&quot;.&lt;br /&gt;
SAmbil aku terus meusuk-nusuk memeknya, aku selalu perhatikan wajah imutnya Tika. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Wajahnya memerah, bibirnyapun kadang-kadang menggigit bibir bawahnya dan kalau aku lihatnya matanya terkadang hanya terlihat putihnya saja. Kedua kaki Tika pun sudah tidak beraturan menendang kesana-kesini dan juga kedua tangannya menarik-narik seprei kasurku hingga terlepas dari kaitannya.&lt;br /&gt;
&quot;Auuhh.. oohh.., ndoroo.., aahh.. ooh.. aahh, ndoroo..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai rasakan ada denyutan-denyutan vaginanya di kontolku, pertanda tikaku sebentar lagi orgasme. Kepala Tika pun mulai menengadah ke atas dan kadang-kadang badannya melengkung. Sungguh pemandangan yang sensasional, gadis 14 tahun yang masih begitu polos, tubuhnya mengelinjang dengan desahan-desahan yang betul-betul erotis. Aku yakin para pembaca setuju dengan pendapatku, tapi tangannya pembaca kok megang-megang &quot;itu&quot; nya sendiri, hayo udah terangsang ya. Aku tahu kok, nggak usah malu-malu, terusin aja sambil membaca ceritaku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oohh.. ahh.. auuhh.. geli ndoroo.. ahh..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Ndoroo.. Tika mau pipiiss.. ndoroo..&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Seerr.. suurr.. suurr.., kontolku seperti disiram air hangat..&quot;.&lt;br /&gt;
Aku peluk sebentar tikaku untuk memberikan kesempatan gadis kecilku menuntaskan orgamesme. Setelah agak reda, aku lumat-lumat bibir mungilnya.&lt;br /&gt;
&quot;Maapin Tika ya Ndoro.. Tika pipis dikasurnya Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Tika malu Ndoro.. udah gede masih ngompol di kasur..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak apa-apa Nduk.. (lugu sekali gadisku ini).. Ndoro juga mau pipis di kasur kok..&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sendiri sudah nggak tahan. Kakinya aku angkat, lalu kuletakkan di pundakku. Dengan posisi ini kurasakan kontolku menyentuh dinding rahimnya. Memeknya jadi becek banget, dan aku mulai mempercepat sodokan kontolku.&lt;br /&gt;
&quot;Ndooro.. Tika capek.. Tika mau bobok.. ndooroo..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Iya nduuk.. Tika bobok saja yaa..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Memeek Tika periih.. ndooroo..&quot;.&lt;br /&gt;
Kutekan keras-keras kontolku ke liang kenikmatannya dan kutarik pantatnya dan &quot;croot.. cruut.. croot.. croot.. cruut.. croot..!&quot;. Aku muntahkan pejuhku kedalam rahimnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku cabut kontolku dari memek tembemnya, terlihat lendir putih bercampur dengan darah segar mengalir keluar dari liang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&quot;Ndoro.., kenapa Ndoro pipis diperutnya Tika.., perut Tika jadi hangat Ndoro..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Iya nduuk.., biar kamu nggak kedinginan.., ayo sekarang Tika bobok ya.., sini Ndoro kelonin..&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Inggih Ndoro.., sekarang Tika capek.., Tika pengen bobok..&quot;.&lt;br /&gt;
Aku perhatikan memeknya sudah mulai melebar dan agak membelah dibandingkan sebelum aku perawanin. Aku peluk dia dan aku cium dengan mesra Tika, si gadis kecilku. Aku dan tikapun akhirnya tertidur dengan pulas. Nikmaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/5401541911288841205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/anak-gelandangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5401541911288841205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/5401541911288841205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/anak-gelandangan.html' title='anak gelandangan'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-8268284454686762029</id><published>2011-01-02T21:45:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:45:48.557-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>aku korban pleki</title><content type='html'>Pada waktu bulan mei kemarin ada liburan sekolah selama 2 minggu. Saat itu orang tuaku sedang ada acara pesta di luar kota yaitu perkawinan teman ayahku saat SMP. Bulan Juni aku ada test Ulangan Umum Cawu 3, sehingga aku tidak boleh ikut ke pesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku di rumah sendirian bersama anjing peliharaanku namanya pleki. Hari pertama aku di rumah sendirian perasaanku biasa-biasa saja.Pada hari ke 2, saat aku bangun tidur aku rasanya males banget di rumah(bete). Karena di rumah tidak ada seorangpun, setelah selesai mandi aku tidak mengenakan sehelai benang apapun karena aku merasa males untuk pake baju, apalagi di rumah sendirian. Nah, setelah mandi aku memberi makan anjingku, aku memanggilnya &quot;pleki, pleki..&quot; lalu dia datang menghampiriku soalnya dia tahu kalau dia akan aku beri makan, sambil menggonggong dia melihat makanan yang sedang aku buatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat dia jongkok entah kenapa aku melihat batang kemaluannya yang besar berwarna merah menjulur keluar dari sarungnya. Tiba- tiba birahiku naik dan kutaruh makanannya di lantai, lalu aku masuk ke kamarku dan masturbasi sambil membayangkan seandainya aku berhubunganungan seks dengan pleki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat aku sedang terbaring di ranjang sambil meremas payudaraku, pleki datang dan menggonggong meminta makan lagi, aku lalu mengambil mentega dan kembali berbaring di ranjangku lagi sambil mengoleskannya pada bibir vagina ku yang sudah basah. Lalu aku menyuruhnya menjilatnya, pleki pun datang dan menjilati mentega yang aku oleskan, sehingga aku klimaks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia selesai menjilat mentega yang bercampur cairan kewanitaanku, dia ingin keluar dari kamarku, tetapi aku cepat-cepat menutup pintu kamarku sehingga dia tidak bisa keluar. Lalu aku bergaya doggi style dan menarik pleki yang berbadan besar ke punggungku, aku menggesek - gesekan kemaluanku ke kemaluannya. Dia pun mengerti apa yang diinginkan majikannya, lalu dia mencoba menucukan batang kemaluannya ke vaginaku. Karena gagal masuk, lalu aku membantu memasukannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah masuk ah..ah..ah. Rasa perih karena kemaluanya yang besar bercampur rasa geli membuatku nikmat, lalu setelah beberapa saat aku merasa ada cairan hangat yang menyembur dalam liang vaginaku. Akhirnya aku klimaks dan rasanya benar nikmat, tetapi saat klimaks kemaluan pleki masih tertanam dalam kemaluanku yang basah, karena kemaluannya yang membesar seperti kacang yang besar sehingga tidak dapat keluar. Aku dan pleki bergesek-gesekan pantat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai aku mandi dan membersihkan tubuhku, sedangkan pleki menjilati kemaluannya yang basah karena cairanku. Saat ini aku masih sering melakukan hubungan seks dengan anjingku saat aku sendirian di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/8268284454686762029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-korban-pleki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8268284454686762029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8268284454686762029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-korban-pleki.html' title='aku korban pleki'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-1977465820707976829</id><published>2011-01-02T21:27:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:27:34.855-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>aku korban birahi anjingku</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Namaku Marni, aku berumur 30 tahun, suamiku bernama Ferry, berumur 35 tahun, dia bekerja sebagai tenaga ahli pada sebuah perusahaan pengeboran minyak lepas pantai. Kebanyakan waktu kerjanya berada di atas Riq, yaitu suatu tempat yang dibangun di tengah laut, untuk pengeboran mencari sumber minyak baru. Waktu kerjanya adalah 2 minggu di atas Riq, diikuti 1 minggu cuti di darat, demikian berkelanjutan. Sehingga kalau Mas Ferry sedang bertugas, maka aku tinggal sendirian di rumah ditemani oleh pembantu kami, Mbok Minah yang telah berumur 55 tahun dan telah mengikuti kami sejak kami menikah, serta seekor anjing herder jantan besar dan galak sebagai penjaga rumah. Anjing herder ini diberikan oleh seorang expatriate yang berasal dari Italy, yang telah kembali ke negerinya karena telah habis kontrak. Pada waktu bertugas di Indonesia, expatriate Italy tersebut tinggal di rumah besar kontrakannya di daerah Cipete berdua dengan istrinya yang berumur 27 tahun. Istrinya mempunyai tubuh yang sangat seksi dan aku telah mengenalnya cukup akrab, karena setiap suami-suami kita sedang bertugas, kami sering saling mengunjungi untuk berbagi waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalamanku yang berhubungan dengan lelaki, tidak terlalu banyak dan sebelum bertemu dengan Mas Ferry, aku tidak terlalu banyak bergaul dengan lelaki lain, karena biarpun aku termasuk wanita yang berparas cantik dengan badan yang menurut teman-teman dekatku termasuk seksi, akan tetapi entah mengapa, setiap kali ada cowok yang bermaksud lebih dari sekedar teman, aku langsung mengambil jarak. Aku tidak tahu bagaimana mula-mula bisa dekat dengan Mas Ferry yang kebetulan adalah teman abangku, biarpun memang setiap kali Mas Ferry tidak bertugas di Riq, dia selalu bermain di rumahku, tapi toh hubungan kami biasa-biasa saja. Hanya saja tiba-tiba sekitar 5 tahun lalu, Mas Ferry mengemukakan maksudnya untuk menikahiku kepada kedua orang tuaku dan entah karena bujukan orang tua dan kakakku, ataupun karena memang aku juga telah menaruh simpati kepada Mas Ferry selama ini, akhirnya aku menyetujui dan kami segera melangsungkan pernikahan kami. Pada waktu malam pertama kami itu, aku mulai tahu bagaimana enaknya hubungan kelamin antara pria dan wanita, setelah selesai resepsi pernikahanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuingat pada hari itu setelah selesai resepsi pernikahan kami, yang dilakukan pada siang hari, kami berdua beserta rombongan keluarga kembali ke rumah baru kami. Rombongan keluarga kami, pada jam 8 malam kembali ke rumah mereka masing-masing, sehingga akhirnya aku dan Mas Ferry hanya tinggal berdua saja di rumah kami itu. Pada saat itu Mbok Minah, pembantu rumah kami itu belum ada, karena kupikir apa-apa di rumah dapat dikerjakan sendiri. Aku mandi duluan sebab badanku sudah merasa gerah setelah seharian sibuk dengan acara pesta yang padat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai mandi dengan mengenakan daster, aku duduk di ruang keluarga sambil menonton TV. Kemudian Mas Ferry yang pada saat itu hanya bercelana pendek, kusuruh mandi. Mas Ferry untuk ukuran umum dapat dikatakan termasuk tampan. Warna kulitnya agak gelap kehitaman, pada wajahnya ada tumbuh rambut halus di dagu dan dadanya cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 cm, otot-ototnya menonjol kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai mandi Mas Ferry dengan santai duduk di sebelahku sambil ikut mengawasi televisi yang remotenya masih di tanganku, &quot;Mar, apakah kamu capai?&quot; tanya Mas Ferry. &quot;Tidak Mas, memangnya ada apa?&quot; jawabku lugu, karena memang aku sesungguhnya tidak menyadari apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang pengantin baru. Rupanya Mas Ferry yang telah sangat bernafsu, mendengar jawabanku itu, tanpa ba bi Bu segera menarik badanku dan membekapku erat-erat dan sebelum aku menyadari benar apa yang sedang terjadi, kedua tangan Mas Ferry dengan cepat segera menguak dasterku dan sekalian ditariknya lepas BH-ku sehingga kedua buah dadaku yang ranum segera seolah-olah melompat keluar. Mas Ferry terpesona melihat bentuk buah dadaku yang indah, yang warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan, serta puting kecil menantang di ujungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mula-mula mencoba memberontak, akan tetapi aku segera sadar bahwa sekarang aku adalah istri dari Mas Ferry. Badanku segera dipeluknya dan disandarkan pada sandaran sofa, mulutnya langsung menuju puting susuku, kurasakan lidahnya lincah bergerak menjilat-jilat puting susuku, menimbulkan suatu perasaan aneh, geli yang tidak dapat kulukiskan, yang menjalar keseluruhan badanku. Hal ini membuat aliran darahku bertambah cepat dan badanku tiba-tiba merasa panas, puting susuku terasa semakin mengeras, sesekali kurasakan gigitan kecil gigi Mas Ferry menggores putingku. Pada bagian perutku kurasakan ada benda yang membonggol besar mendesak dan menekan hebat. Bibirku juga tak luput dari lumatannya, terasa habis dilumat bibirku, sampai aku tak bisa bernafas, aku mulai berkeringat dan tiba-tiba tangan kanannya mulai meluncur ke bawah menuju ke arah kemaluanku yang masih tertutup dengan CD, diselipkan tangannya di antara pahaku. Aku agak terkejut, sehingga otomatis kedua pahaku kututup rapat-rapat dan kedua tanganku memeluk Mas Ferry erat-erat, Mas Ferry semakin gencar saja melakukan aktivitasnya, kemudian ditarik dasterku sampai terlepas dan perlahan-lahan celana dalamku dilucuti juga sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu dengan sigap direnggangkannya kedua pahaku, sehingga dengan leluasa Mas Ferry dapat melihat kemaluanku yang padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek kemaluanku yang sudah agak basah itu dengan halus, kemudian dimasukkannya jari tengah perlahan-lahan ke dalam lubang kemaluanku, sedangkan ibu jari dan jari jempolnya menekan bibir-bibir kemaluanku, membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klitorisku terasa kaku, sambil jari-jarinya bermain-main di kemaluanku, mulutnya menjilat dan menyedot buah dadaku sampai aku kegelian dan tiba-tiba dia berhenti menyedot buah dadaku dan badannya melongsor ke lantai dan kini Mas Ferry jongkok diantara kedua pahaku, yang dengan perlahan-lahan dikuakkan, sehingga terbuka dan kepalanya dimajukan kearah pangkal pahaku dan kurasakan mulutnya sudah menempel pada kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan lidahnya yang basah dan hembusan nafasnya pada pangkal pahaku membuatku menggelinjang kegelian, lebih-lebih ketika kurasakan lidahnya menyapu bersih ruang dalam kemaluanku yang telah basah itu, sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan klitorisku. &quot;Aaagghh.. Maass.. aduuh..!&quot; aku mengerang-erang dan mengeliat-geliat kegelian, tapi dia tidak mempedulikannya, diteruskan aktivitasnya mempermainkan klitorisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang sesaat, aku disuruhnya duduk di lantai, diantara kedua kaki Mas Ferry yang duduk di atas sofa dan aku sangat kaget melihat benda bulat besar yang terletak diantara kedua paha Mas Ferry yang tegak menghadap ke atas, batang kemaluan Mas Ferry sungguh dahsyat, seperti batang kemaluan pemain blue film yang pernah dahulu satu kali kulihat di video yang diputar di rumah seorang teman wanitaku. Panjangnya kurang lebih 17 cm dengan kepalanya batang kemaluannya bulat besar seperti topi baja tentara dan batang batang kemaluannya berdiameter 3 cm, dilingkari oleh urat-urat yang menonjol. Mas Ferry hanya tersenyum saat melihat mataku yang terbelalak itu, sambil memegang batang kejantanannya dan digerak-gerakkan dengan tangannya, dia mengambil tanganku dan disuruhnya aku memegang batang kemaluannya. Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada batang kemaluannya yang besar dan panjang itu. Dalam posisi Mas Ferry duduk seperti itu, batang kemaluannya memanjang di atas perutnya sampai mencapai pusarnya. Aku merinding dan takut juga melihatnya benda panjang, bulat berwarna hitam mengkilap mendongak seperti belut besar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar badanku menggelinjang dan terasa ngilu pada perut bagian bawahku, membayangkan benda tersebut menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit itu. &quot;Kenapa kok diplototin seperti itu!&quot; tanyanya. &quot;Eh.. aku heran kok, kayak gini besarnya ya? apa cukup nggak ya ini masuk ke dalam punyaku nanti?&quot; jawabku sambil tetap memegangnya. Belum selesai aku melanjutkan omonganku, ditekan kepalaku ke arah perutnya dan disorongkan ujung batang kemaluannya ke mulutku, dan.. eehmm, mulutku tak muat menampung semua batang kemaluannya ke dalam. Kurasakan aneh juga seperti sedang mengulum es cream horn saja, aku mencoba melakukan seperti apa yang pernah kulihat pada VCD porno itu, aku mencoba memainkan lidahku dan mulutku maju mundur, sehingga batang kemaluannya menyembul tenggelam dalam mulutku. Tangannya juga tidak tinggal diam menggapai semua bagian tubuhku yang sensitif, sehingga aku semakin terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba menjilat-jilat pula buah zakarnya, pada ujung batang kemaluannya, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan agak asin terus kuhisap sambil mencoba memasukkan kepala batang kemaluan Mas Ferry ke dalam mulutku, sampai mulutku tak mampu lagi menahan besarnya batang kemaluan Mas Ferry itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas aku mencium batang kemaluannya dan mengisap-isap kepala batang kemaluannya, sampai mulutku terasa capek, kemudian.. &quot;Mar, coba kamu tengkurap di pinggir sofa dan pegangi ujung sofa itu&quot;, perintahnya. Aku tidak mengerti maunya Mas Ferry, tapi kulakukan saja perintahnya, badanku setengah tengkurap di sofa dan kedua lututku berlutut di lantai sehingga pantatku terbuka, agak menungging ke atas. Tiba-tiba kurasakan batang kemaluan Mas Ferry dipukul-pukulkan pada pantatku sehingga aku kegelian, kemudian Mas Ferry menempatkan kepala batang kemaluannya menempel pada bibir kemaluanku dari belakang, rupanya Mas Ferry sudah akan melakukan penetrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mass.. pelan-pelan yaa! jangan sampai sakit.. itunya Mas kan sangat besar!&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Jangan takut yaangg..&quot; dengan perlahan-lahan Mas Ferry mendorong batang kemaluannya, sehingga terasa kepala batang kemaluannya masuk sebagian dan terjepit oleh kedua bibir liang kewanitaanku yang masih ketat itu. Perutku tertekan pada pinggir sofa dan kedua tangan Mas Ferry memegang pinggulku dengan erat-erat, sehingga pantatku tidak dapat digerakan untuk menghindari tekanan batang kemaluannya pada liang senggamaku, Mas Ferry melanjutkan tekanannya ke lubang kemaluanku sehingga terasa lubang kemaluanku terkuak dan dipenuhi oleh benda besar, kepala batang kemaluannya tertahan oleh sempitnya lubang kemaluanku, dia mencoba mendorong lagi dan gagal untuk menerobos masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaah.. seret sekali ya, untuk menembus ke dalam.. susah juga kalo perawan&quot;, omongnya, akan tetapi Mas Ferry tidak kehilangan akal diambilnya hand &amp; body lotion dan dioleskan pada kepala kemaluannya yang besar itu dan ke seluruh batangnya, kemudian dia mencoba lagi menekan secara perlahan-lahan sambil tangan satunya memegang batang kemaluannya dan tangannya yang lain membuka belahan pantatku. Perlahan-lahan tapi pasti kepala batang kemaluannya mulai menerobos masuk ke dalam liang kewanitaanku yang kecil dan masih sempit, aku agak panik sebab kurasakan agak pedih pada bagian dalam kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maass, udah ah.. nggak bisa masuk.. terlalu besar sih&quot;, pintaku.&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar.. tahan dulu ya.. ini udah nyampe sepertiga lho!&quot; jawabnya sambil dengan tiba-tiba kedua tangannya memeluk bagian perutku dan menariknya ke atas dan seluruh berat badannya menekan punggungku serta pantatnya didorong ke depan menempel pada pantatku. Akibatnya seluruh batang kemaluannya mendesak masuk ke dalam lubang kemaluanku dan, &quot;Ssreet.. sret.. sreett.&quot; Aku pun menjerit lirih, &quot;Aaauu.. aduuhh!&quot; aku menjerit dengan keras karena, kurasakan bagian bawahku seakan-akan terbelah dan batang kemaluan Mas Ferry terasa tembus ke perutku hingga terasa di kerongkonganku. Kedua tangan Mas Ferry tetap mendekap perutku dengan kuat, sehingga biarpun aku menggelepar-gelepar dengan kuat tetap saja batang kemaluannya bisa menerobos keluar masuk liang kewanitaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pasti dan teratur Mas Ferry menggerak-gerakan pantatnya maju mundur sehingga lama-kelamaan batang kemaluannya mulai lancar keluar masuk pada kemaluanku. Aku mulai merasa kegelian yang tak tertahan, karena setiap kali batang kemaluannya ditekan ke dalam lubang kemaluanku, klitorisku ikut tertekan masuk, sehingga terasa sangat nikmat tergesek batang batang kemaluannya yang berurat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduhh.. eengg.. eennaak.. aahh.. aduuhh.. Mass.. teeruuskaan.. Mass!&quot;. Terasa lubang kemaluanku terisi penuh sehingga napasku menjadi ngos-ngosan. Akhirnya seluruh badanku bergetar dengan hebat sehingga tersentak-sentak, aku mencapai orgasme dengan dahsyat dan cairan licin membanjir dari dalam liang kewanitaanku, &quot;Ooohh.. oohh.. aaduuhh.. eenaakk&quot; dan kurasakan kenikmatan itu menyambung terus saat batang kemaluan Mas Ferry maju mundur di celah liang kewanitaanku. Setelah kenikmatan yang dahsyat itu melandaku, aku terkapar dengan lemas di sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Mas Ferry menepuk pantatku dan membalikkan badanku menghadap padanya, sehingga sekarang aku telentang di atas sofa dengan pantatku terletak di pinggir sofa dan kedua kakiku terjulur di lantai. Mas Ferry menguak kedua kaki lebar-lebar dan jongkok diantara kedua pahaku. Tangan kirinya menekan pinggulku dan ibu jari dan jari telunjukya menguak bibir kemaluanku, sedangkan tangan kanannya memegang batang kemaluannya yang ditempatkan pada bibir kemaluanku. Kepala batang kemaluannya digosok-gosokan sebentar pada bibir kemaluanku, juga pada klitorisku, sehingga aku mulai terangsang lagi dan badanku mulai menggelinjang. Melihat itu Mas Ferry mulai menekan masuk batang kemaluannya ke dalam kemaluanku, setelah itu Mas Ferry menggenjot batang kemaluannya keluar masuk, buah dadaku dibiarkan bergerak bebas mengikuti irama dorongan pantat Mas Ferry, sementara tangan Mas Ferry memegang pinggulku dan menariknya ke atas, pantatnya tetap bekerja maju mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat batang kemaluan masuk, badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali juga Mas Ferry menciumi buah dadaku sambil batang kemaluannya terus bergerak keluar masuk kemaluanku. Aku mulai merespon lagi dan berusaha dengan menggerakkan pantatku memutar ke kiri dan kanan. Batang kemaluan Mas Ferry terjepit dan terpelintir mengikuti gerakan pantatku, dia pun mulai mengerang dengan kuat. Dipegangnya kedua buah dadaku kuat-kuat dan ditarik masukkan batang kemaluan besarnya berulang-ulang sampai aku mulai kewalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh.. Maarr.. aku mau keluar niihh!&quot; erangnya, kupercepat menggoyang pantatku karena aku tak mau menyia-nyiakan keadaan ini, aku ingin juga memberikan pada Mas Ferry kepuasan maksimal dan, &quot;Aaahh.. aduuhh.. oohh!&quot;, diikuti oleh, &quot;Ssreet.. sreett.. sreet.. croott.. croott..&quot; Mas Ferry menekan kuat-kuat pantatnya, sehingga seluruh batang kemaluannya terbenam ke dalam kemaluanku dan buah pelernya menempel ketat pada lubang anusku. Aku merasa sangat geli dan terangsang dan kurasakan semprotan hangat air mani Mas Ferry menyemprot ke dalam liang kewanitaanku dan saking banyaknya terasa penuh liang kewanitaanku sehingga sebagian terasa mengalir keluar membasahi anusku dan menetes di sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mas Ferry masih mengerang hebat dengan tubuhnya bergetar-getar kenikmatan dan aku gigit pentil dadanya, sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan di batang kemaluan Mas Ferry. Setelah itu kami pun terkulai lemas dan tidur sambil batang kemaluan Mas Ferry masih menancap di memekku. Begitulah hampir selama 2 minggu kami melakukan hubungan seks dan tiba saatnya ketika Mas Ferry harus berlayar karena masa cutinya sudah habis. Aku mengantar kepergian suamiku sampai di pelabuhan. Demikian sejak itu, aku harus membiasakan hidupku dengan jadwal tugas Mas Ferry selang seling pergi bertugas di Riq dan tinggal di darat, di mana keadaan ini kami jalani hampir 5 (lima) tahun sampai sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini Mas Ferry sedang bertugas di Riq, sudah hampir 2 minggu aku ditinggal Mas Ferry, besok Mas Ferry akan kembali ke rumah dan tinggal selama 1 minggu, sudah terbayang dalam benakku, hari-hari mendatang selama 1 minggu, dimana kami berdua akan berenang dalam madu kenikmatan untuk memuaskan hasrat pemenuhan kebutuhan seksual kami yang mengalami puasa selama 2 minggu. Dengan jadwal tugas Mas Ferry seperti ini, maka hubungan seks kami selalu saja menggebu-gebu, disebabkan setiap kali kami harus berpuasa selama 2 minggu untuk bertemu dan saling memuaskan selama 1 minggu. Membayangkan hari esok dan bagaimana gumulan Mas Ferry, benar-benar telah membuatku sangat terangsang, memang setiap kepergian Mas Fery, aku benar-benar bertahan untuk tidak menyalurkan keinginan seksku yang tinggi dengan lelaki lain, karena aku benar-benar hanya berkeinginan memberikan tubuh dan gairahku pada Mas Ferry seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang sore hari, setelah menyediakan makan malam di atas meja, yang pada saat ini harus kusiapkan sendiri, sebab Mbok Minah, pembantu setiaku sedang pulang kampung, karena mendadak ada keluarga dekatnya di kampung yang sakit berat. Aku memberi makan Tarzan anjing herder kami itu. Telah hampir satu bulan Tarzan tinggal bersama kami, setelah tuannya yang lama kembali ke Italy. Setelah selesai memberi makan Tarzan, aku mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk mandi. Letak kamar mandi tempat aku mandi, nyambung dengan kamar tidur kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku dan dengan hanya membungkus tubuhku dengan handuk mandi, aku membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam kamar tidur. Di dalam kamar tidur terlihat Tarzan sedang tiduran di sudut kamar, rupanya dia telah selesai makan dan masuk ke kamarku untuk tiduran, memang dia senang tidur di dalam kamar kami yang lantainya dilapisi karpet tebal dan udaranya dingin oleh AC. Dengan masih dililit handuk, aku duduk di depan meja rias untuk mengeringkan dan bersisir rambut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu Tarzan mendadak bangkit dari tidurannya dan berjalan mondar mandir di dalam ruangan kamar dengan lidahnya terjulur keluar sambil hidungnya mendengus-dengus, terlihat malam ini Tarzan agak gelisah, tidak seperti biasa yang selalu tenang tidur di sudut kamar, malam ini dia mondar mandir dan sekali-sekali matanya yang hitam kecoklatan melihat ke arahku yang sedang duduk menyisir rambut. Melihat Tarzan seperti itu, kupikir lebih baik menyuruh Tarzan ke dapur karena mungkin dia sedang kehausan, jadi aku bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu sambil berkata, &quot;Tarzan! ayoo.. keluar!&quot; pada saat aku melintas di depan Tarzan, tiba-tiba tanpa aba-aba, kedua kaki depan Tarzan menggapai dan dengan bertumpu pada kedua kaki belakangnya, kedua kaki depan Tarzan menekan bagian punggungku, aku mencoba berbalik dan karena beratnya badan Tarzan, aku terhuyung-huyung dan jatuh telentang di lantai yang dilapisi karpet tebal. Kedua kaki terpentang lebar, sehingga handuk yang tadinya menutupi bagian bawahku terbuka, yang mengakibatkan bagian bawahku terbuka polos di mana kemaluanku dan bagian pahaku yang putih mulus masih agak basah karena belum sempat kukeringi dengan betul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tarzan dengan cepat berjalan ke arahku yang sedang telentang di lantai dan sekarang berdiri diantara kedua kakiku yang terbuka lebar itu. Dengan cepat kepalanya telah berada diantara pangkal pahaku dan tiba-tiba terasa lidahnya yang kasar dan basah itu mulai menjilati pahaku, hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli. Aku mencoba menarik badanku ke atas untuk menghindari jilatan lidahnya pada pahaku, akan tetapi terdengar suara geraman keluar dari mulutnya dan dengan masih terus menjilat pahaku. Tarzan menunjukan gigi-giginya yang runcing, yang membuatku sangat ketakutan sehingga badanku terdiam dengan kaku. Kedua mataku melotot dengan ngeri melihat ke arah anjing herder tersebut yang kepalanya berada diantara kedua pahaku. Jilatannya makin naik ke atas dan tiba-tiba badanku menjadi kejang ketika lidahnya yang kasar itu terasa menjilat belahan bibir kemaluanku dari bawah terus naik ke atas dan akhirnya badanku terasa meriang ketika lidahnya yang besar basah dan kasar itu menyentuh klitorisku dan meggesek dengan suatu jilatan yang panjang, yang membuatku terasa terbang melayang-layang bagaikan layang-layang putus ditiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuhh!&quot; tak terasa keluar keluhan panjang dari mulutku. Badanku terus bergetar-getar seperti orang kena setrum dan mataku terus melotot melihat kearah lidah Tarzan yang bolak balik menyapu belahan bibir kemaluanku dan dengan tak sadar kedua pahaku makin terbuka lebar, memberikan peluang yang makin besar pada lidah Tarzan bermain-main pada belahan kemaluanku. Dengan tak dapat kutahan lagi, cairan pelumas mulai membanjiri keluar dari dalam kemaluanku dan bau serta rasa dari cairan ini makin membuat Tarzan makin giat memainkan lidahnya terus menyapu dari bawah ke atas, mulai dari permukaan lubang anusku naik terus menyapu belahan bibir kemaluanku sampai pada puncaknya yaitu pada klitorisku. Ohh.. dengan cepat kemaluanku menjadi basah kuyup oleh cairan nafsu yang keluar terus menerus dari dalam kemaluanku. Sejenak aku seakan-akan lupa akan diriku, terbawa oleh nafsu birahi yang melandaku..akan tetapi pada saat berikut aku sadar akan situasi yang menimpaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduuhh benar-benar gila ini, aku terbuai oleh nafsu karena sentuhan seekor anjing.. aahh.. tidak.. tidak bisa ini terjadi!&quot;, dengan cepat aku menarik badanku dan mencoba bergulir membalik badanku untuk bisa meloloskan diri dari Tarzan. Dengan membalik badanku, sekarang aku merangkak dengan kedua tangan dan lututku dan rupanya ini suatu gerakan yang salah yang berakibat sangat sangat fatal bagiku, karena dengan tiba-tiba terasa sesuatu beban yang berat menimpa punggungku dan ketika masih dalam keadaan merangkak itu aku menoleh kepalaku ke belakang, terlihat Tarzan dengan kedua kaki depannya telah menekan punggungku dan kuku-kuku kaki depannya nyangkut pada handuk yang melilit badanku, badannya yang berat itu menekan badanku. Untung badanku dililit handuk tebal, kalau tidak pasti punggungku luka-luka terkena cakaran kuku Tarzan yang tajam dan kuat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba merangkak maju dan berpegang pada tepi tempat tidur untuk mencoba berdiri, akan tetapi tiba-tiba Tarzan menekan badannya yang beratnya hampir 60 Kg itu sehingga posisiku yang sudah setengah berlutut, karena beratnya badan Tarzan, akhirnya aku tersungkur ke tempat tidur dengan posisi berlutut di pinggir tempat tidur dan separuh badanku tertelungkup di atas tempat tidur, di mana badan Tarzan menidih badanku. Kedua kaki belakang Tarzan bertumpu di lantai diantara kedua pahaku yang agak terkangkang dan karena posisi badanku yang tertelungkup itu, maka handuk yang melilit dan menutupi badanku agak terangkat ke atas, sehingga bagian pantat aku ke bawah terbuka dengan lebar. Badan anjing herder tersebut terasa berat menidih badanku. Karena kuku kaki depannya tersangkut pada handuk, maka kedua kaki belakangnya mendorong ke depan, sehingga terasa pantatku tertekan oleh kedua paha berbulu dari anjing tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam usaha melepaskan kedua kakinya yang tersangkut pada handuk, badan Tarzan bergerak-gerak di atas punggungku dan tanpa dapat dihindari bagian bawah perut Tarzan tergesek-gesek pada belahan pantatku yang tidak tertutup handuk. Aduh gila ini, sekarang aku benar-benar terjebak dalam posisi yang sulit. &quot;Tarzan! ayoo! turun!&quot; aku mencoba menghardik anjing tersebut, kedua tanganku tidak dapat digerakkan karena terhimpit diantara badanku dan kedua kaki depan Tarzan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba aku merasakan ada suatu benda kenyal, bulat panas terhimpit pada belahan pantatku dan tiba-tiba aku menyadari akan bahaya yang akan menimpaku, anjing herder tersebut rupanya sudah mulai terangsang dengan tergesek-geseknya batang kemaluannya pada belahan kenyal pantatku. &quot;Ayoo.. Tarsan.. stop! turun dari punggungku.. ayoo!&quot; dengan panik aku mencoba menyuruhnya turun dari punggungku, akan tetapi seruanku itu tidak dipedulikan oleh Tarzan, malahan sekarang terasa gerakan-gerakan mencucuk benda tersebut pada pantatku mula-mula perlahan dan semakin lama semakin gencar saja. Aku menoleh ke kanan, ke arah kaca besar lemari yang persis berada di samping kanan tempat tidur, terlihat batang kemaluan anjing herder tersebut telah keluar dari pembungkusnya dan terlihat batang kemaluannya yang berupa daging merah bulat dengan ujungnya berbentuk agak meruncing sedang mencocol-cocol bagian pantatku akibat gerakan pantat anjing tersebut yang makin cepat saja. Mulut anjing tersebut setengah terbuka dan lidahnya terjulur keluar dan terdengar dengusan keluar dari hidungnya. Rupanya anjing herder tersebut telah sangat terangsang dan sekarang dia sedang berusaha memperkosaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar menjadi panik, bagaimana tidak, aku dalam posisi terjepit dan sedang akan disetubuhi oleh seekor anjing herder yang kelihatan sedang kesetanan oleh nafsu birahinya. Oh.. memang sudah hampir 2 minggu aku tidak berhubungan seks dan sejak siang aku berada dalam keadaan bernafsu membayangkan besok Mas Ferry akan kembali dan kita akan menikmati permainan seks yang seru sepanjang 1 minggu kedepan, akan tetapi.. disetubuhi oleh seekor anjing herder? benar-benar tidak terbayangkan selama ini olehku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa kusadari sodokan-sodokan batang kemaluan Tarzan semakin gencar saja, sehingga aku yang melihat gerakan pantat anjing tersebut melalui cermin, benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke depan pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang serangan-serangan kepala batang kemaluan anjing tersebut mulai menimbulkan perasaan geli pada belahan pantat aku dan kadang-kadang ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat lubang anusku, menimbulkan perasaan geli yang amat sangat. Terlihat kedua kaki belakangnya melangkah ke depan, sehingga sekarang kedua paha anjing tersebut memepeti kedua paha belakangku dan gerakan tekanan dan cocolan-cocolan kepala batang kemaluannya mulai terarah menyentuh bibir kemaluanku, aku menjadi bertambah panik, disamping perasaanku yang mulai terasa tidak menentu, karena sodokan-sodokan kepala batang kemaluan Tarzan tersebut menimbulkan perasaan geli dan .. harus kuakui enak juga dan mulai membangkitkan kembali nafsu birahiku yang tertunda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berpaling lagi ke kaca, terlihat sekarang batang kemaluan anjing herder tersebut sudah keluar sepenuhnya dari bagian pembungkusnya dan sudah mulai membesar secara perlahan-lahan, centimeter demi centimeter terlihat gumpalan daging merah tersebut membesar sehingga tak lama kemudian terlihat batang kemaluan herder tersebut berupa sebatang daging merah, bulat panjang mencapai kurang lebih 25 cm dengan lingkaran kurang lebih 4 cm. Oh.. mungkin sebesar lingkaran tanganku, benar-benar sangat mengerikan melihat batang kemaluan yang sangat besar itu mencuat dengan tegang di bawah perut anjing herder yang berbulu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Degup jantungku terasa memukul dengan kencang, aku mencoba berontak untuk meloloskan diri dari bawah tekanan kedua kaki depan Tarzan, akan tetapi mendadak gerakanku terhenti dengan tiba-tiba dan tubuhku menjadi kaku ketika, &quot;Gggeerr..!&quot; terdengar geraman yang keluar dari mulut Tarzan dan terasa kedua kaki depannya makin mencengkeram dengan kuat pada handuk yang menutupi punggungku, serta tekanan badannya pada punggungku terasa semakin berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba mataku terbelalak dan tubuhku menjadi kaku tegang ketika merasakan kepala batang kemaluan yang dahsyat dari anjing tersebut menyentuh dengan tepat belahan bibir kemaluanku, &quot;Ooohh.. oohh.. aku akan disetubuhi oleh seekor anjing!&quot; keluhku terengah-engah. Aku semakin terengah-engah ketika merasakan kepala batang kemaluan herder tersebut terasa terjepit diantara kedua bibir kemaluanku dan terasa mulai menekan untuk mencari jalan masuk ke dalam. &quot;Ooohh.. benar-benar Tarzan akan segera membuatku sebagai anjing betinanya!&quot; Tarzan, ketika merasakan batang kemaluannya dijepit sesuatu yang lembut tapi kenyal, segera bereaksi dengan cepat dan mulai memompa batang kemaluannya dengan asyik untuk segera menerobos masuk benda yang menjepit batang kemaluannya itu, sambil mengeram setiap kali aku mencoba bergerak menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang cepat, Tarzan mendorong pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang kemaluannya yang telah terjepit diantara bibir kemaluanku yang memang telah basah kuyup dan licin itu, akhirnya terdorong masuk dengan kuat dan terbenam ke dalam kemaluanku, diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari mulutku. &quot;Aaduuhh!&quot; sempat terlintas di dalam otakku, &quot;Ooohh gila.. betapa besarnya!&quot; kepalaku tertengadah ke atas dengan mata yang melotot serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua tanganku mencengkeram dengan kuat pada kasur. Akan tetapi Tarzan, tanpa memberikan kesempatan padaku untuk berpikir dan menyadari keadaan yang sedang terjadi, dengan cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan gerakan-gerakan yang buas, tanpa mengenal kasihan pada nyonyanya yang baru pertama kali ini menerima batang kemaluan yang sedemikian besarnya dalam kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batang kemaluannya dengan cepat keluar masuk mengaduk-aduk lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang kemaluannya dibandingkan dengan daya tampung kemaluanku, setiap gerakan masuk batang kemaluannya, terasa keseluruhan bibir kemaluan dan klitorisku tertekan masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang batang kemaluannya, sehingga menimbulkan perasaan geli dan nikmat yang tak terlukiskan yang belum pernah kualami selama ini dan pada waktu batang kemaluannya ditarik keluar, terasa seluruh bagian dalam kemaluanku seakan-akan tertarik keluar menempel dan mengikuti batang kemaluannya, sehingga badanku bergerak terdorong ke belakang, dimana sebelum aku sempat menyadarinya batang kemaluannya telah mendorong maju lagi dan menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang senggamaku, menimbulkan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata, aku benar-benar terbuai dan karena posisiku yang sedang bertumpu pada kasur tempat tidur, maka kedua buah dadaku yang tergantung bergerak-gerak terayun-ayun ke depan ke belakang mengikuti dorongan dan tarikan batang kemaluan Tarzan pada kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. ini tak mungkin terjadi!&quot; pikirku setengah sadar. &quot;Aku sedang disetubuhi oleh seekor anjing? gila!&quot; sementara persetubuhan liar itu terus berlangsung, desiran darahku terasa mengalir semakin cepat, pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda tubuhku, perasaanku seakan-akan terasa melayang-layang di awan-awan dan dari bagian bawah badanku terasa mengalir suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian badanku, membuat perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis, membuat mataku terbeliak dan terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan Tarzan yang dahsyat mengaduk-aduk seluruh yang sensitif pada bagian dalam kemaluanku tanpa ada yang tersisa, keseluruhan bagian yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam kemaluanku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan batang kemaluan Tarzan yang benar-benar besar itu, rasanya paling kurang dua kali besarnya dari batang kemaluannya Mas Ferry dan cara gerakan bagian belakang anjing herder tersebut bergerak memompakan batang kemaluannya keluar masuk ke dalam kemaluanku, benar-benar sangat cepat, membuatku tak sempat mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa geli-geli nikmat yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat secara perlahan-lahan aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan yang sedang menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung tubuhku akibat sodokan-sodokan batang kemaluan seekor anjing dalam kemaluanku dan membuatku sangat terkejut, &quot;Aaahh.. tidak! setan sedang mencoba kesetiaanku saat ini! Ini sesuatu hal yang sangat tidak wajar! ini benar-benar salah! tapi ohh salah? Aahh.. sshh aku seharusnya tidak menyerah pada cengkeraman tangan-tangan setan!&quot; tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang besar, benar-benar besar sedang mulai memaksa masuk ke dalam kemaluanku, memaksa bibir kemaluanku membuka sebesar-besarnya, rasanya sampai sebatas kemampuan yang bisa ditolerir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat apa yang sedang memaksa masuk ke dalam kemaluanku itu dan.., &quot;Aaaduuhh.. gila.. ini benar-benar gila!&quot; keluhku, terlihat bagian pangkal batang kemaluan Tarzan sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti bola dan bagian tersebut sedang mulai dipaksakan masuk, menekan bibir-bibir kemaluan dan secara perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku. &quot;&#39;Ooohh.. aampun.. jangan Tarzan.. aku akan mati kalau engkau memaksakan benda itu masuk ke dalamku!&quot; keluhku memelas tak berdaya seakan-akan Tarzan akan mengerti, akan tetapi sia-sia saja, dengan mata melotot aku melihat benda tersebut mulai menghilang ke dalam kemaluanku dan terasa seperti bagian bawahku akan terbelah dua, kepalaku tertengadah ke atas dan mataku terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan, dan sekujur badanku mengejang, bongkahan tersebut terus menerobos masuk ke dalam lubang sorgaku, sampai akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala, batang kemaluan dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan anjing tersebut. Oh.. benar-benar terasa sesak dan penuh lubang kemaluanku oleh seluruh batang kemaluan Tarzan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan itu Tarzan terus melanjutkan menekan-nekan pantatnya dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak karena batang kemaluannya telah terganjal di dalam lubang kemaluanku akibat bongkahan pada pangkal batang kemaluannya. Pantat anjing tersebut terus bergerak-gerak dengan liarnya, sambil mulutnya dengan lidahnya yang terjulur keluar sehingga air liurnya menetes ke pundakku yang ditutupi handuk, terengah-engah, mendengus-dengus dan menggeram-geram dengan keras, hal ini mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan tersebut mengesek-gesek pada dinding-dinding kemaluanku yang sudah sangat kencang dan sensitif, yang menimbulkan perasaan geli dan nikmat sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri dan ke kanan dengan tak terkendali dan dengan tak sadar pantatku kutekan ke belakang merespon perasaan nikmat yang diberikan oleh Tarzan, yang tak pernah kualami selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. tidak..&quot; pikirku, &quot;Aku tak pantas mengalami ini.. aku bukan seorang maniak seks! Aku selama ini tidak pernah beselingkuh dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. oohh seekor anjing? aduuhh! Tapii.. oohh.. enaaknya.. aghh.. akuu.. tak dapat menahan ini.. agghh.. betapa.. nikmaatnya!&quot; Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan diriku, rasa bersalahku kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh tubuhku dari perasaan nikmat yang diberikan Tarzan padaku, dengan tak sadar lagi aku mengguman, &quot;Ooohh.. enaakk.. aaggh! teruuss.. puasin aku.. Tarzan!&quot; aku benar-benar sekarang telah menjadi seekor anjing betina, betinanya Tarzan tapi aku tidak mempedulikan lagi, pokoknya pada saat ini aku benar-benar telah ditaklukkan oleh Tarzan. Pada saat ini yang kuinginkan adalah disetubuhi oleh Tarzan, biarlah aku jadi bahan permainan Tarzan, aku tidak peduli lagi, benar-benar suatu kenikmatan yang liar sedang merasukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agghh.. biarlah aku disebut apa saja, aku tidak peduli lagi, aku adalah seorang perempuan jalang, seorang perempuan jalang yang keenakan diperkosa dan disetubuhi oleh seekor anjing herder besar, herder dengan alat kejantanannya yang dahsyat, panjang, keras dan besar. Aku memandang ke bawah antara kedua kakiku yang terpentang dan terlihat bibir kemaluanku yang terpentang lebar dengan batang kemaluan yang besar dari herder tersebut terbenam di sela-sela rambut hitam keriting kemaluanku. Melihat pemandangan itu, tiba-tiba suatu perasaan kenikmatan yang dahsyat melandaku, yang membuat badanku bergetar dengan hebat dan aku mengalami orgasmeku yang pertama yang benar-benar dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin aku Tarzan! Ooohh.. setubuhi aku dengan batang kemaluanmu yang besar! agghh!&quot; terasa cairan hangat terus keluar dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam lubang kemaluanku. &quot;Aaagghh.. oohh.. benar-benar nikmat!&quot; keluhku, terasa badanku melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan. &quot;Aaagghh!&quot; gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme itu agaknya membuat Tarzan merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku berdenyut-denyut dengan kuat menjepit batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini adalah betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat liar, batang kemaluan Tarzan yang besar itu mulai membengkak, sementara gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, kelihatan Tarzan sedang akan mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang liar dari Tarzan ini menimbulkan perasaan ngilu dan nikmat pada bagian dalam kemaluanku, membuatku kehilangan kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku, pantatku kugerak-gerakkan ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan Tarzan yang makin cepat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. aaduuh.. aaghh!&quot; lenguhan panjang keluar dari mulutku mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku meliuk-liuk dan bergetar dengan hebat, kepalaku tertengadah ke atas dengan mulut yang terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan kedua otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat pada Tarzan yang mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan terasa cairan hangat dan kental yang keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental dari punya Mas Ferry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, air mani Tarzan serasa dipompakan, tak henti-hentinya ke dalam kemaluanku, rasanya langsung ke dalam kandunganku. Dalam menikmati orgasmeku, aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya Tarzan dan hal ini makin memberikan perasaan nikmat yang hebat. Tarzan terus memompakan benihnya ke dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan anjing betina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang sesaat akhirnya aku menjadi agak tenang dan tiba-tiba aku kembali menyadari sedang berada dimana dan apa yang sedang terjadi padaku dengan anjing herderku, aku mencoba bergerak keluar dari bawah badan Tarzan, sambil menyuruh Tarzan mencabut batang kemaluannya yang masih terbenam dalam kemaluanku, akan tetapi aku benar-benar shock ketika merasakan Tarzan melepaskan kedua kaki depannya dari punggungku dan memutar badannya membelakangiku, sehingga sekarang bagian pantat kami bertolak belakang, akan tetapi batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap terbenam dan terkunci dengan rapat di dalam lubang kemaluanku. Rupanya bagian pangkal dari batang kemaluannya yang membesar itu terganjel pada bagian dalam bibir kemaluanku, sehingga batang kemaluannya tidak dapat lepas dari dalam kemaluanku. Aku mengeluh, &quot;Ooohh.. gila.. apa yang sedang terjadi ini?! punyanya terganjel di dalamku.. Aaagghh.. ini benar-benar hukuman buatku, karena membiarkan seekor anjing menyetubuhiku!&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Tarzan berjalan maju sehingga aku terseret ke belakang mengikutinya dan sekarang aku merangkak di atas karpet, sehingga aku sekarang benar-benar seperti seekor anjing betina yang sedang disetubuhi oleh jantannya dan harus berjalan mundur mengikuti ke mana akan dibawa oleh jantannya. Aku mencoba bertahan akan tetapi kemaluanku terasa ngilu. Untung Tarzan berhenti berjalan dan aku dapat mengistirahatkan kepalaku dengan menundukkan dan meletakkan kepalaku pada karpet dengan perasaan tak menentu, sedangkan pantatku tetap tertungging ke atas karena tertarik oleh batang kemaluannya Tarzan yang masih terbenam dengan ketat dalam lubang kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil merenung, aku mempertimbangkan akibat dari kecerobohanku itu yang telah membiarkan seekor anjing mengerjaiku dan akibatnya ini sekarang aku tertelungkup di lantai setengah merangkak dengan kedua tangan dan lututku, di mana kemaluanku dipenuhi dengan batang kemaluan seekor anjing. &quot;Aaagghh.. bagaimana kalau Mas Ferry melihat keadaanku ini? Melihat istri tercintanya menghianatinya dan beselingkuh dengan.. yaahh.. dengan seekor anjing, tidak lebih dari itu!, sedang merangkak dengan kedua tangan dan lututnya dan batang kemaluan yang besar.. yang dua kali lebih besar dari punyanya sedang terbenam di dalam kemaluan yang sempit.. oohh.. aaggh&quot; memikirkan hal itu membuatku, entah bagaimana mendadak membuat badanku serasa panas dan darahku serasa mengalir dengan cepat disertai nafsu birahiku yang mendadak meningkat dan akhirnya badanku mulai bergetar dan aku mengalami orgasme lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. aduuhh!&quot; kemaluanku benar-benar sudah sangat sensitif, terasa agak ngilu sehingga setiap gerakan yang dibuat oleh Tarzan mengakibatkan badanku tergetar dan pantatku terangkat-angkat. Kadang-kadang Tarzan berjalan maju dan dengan terpaksa aku harus merangkak mundur mengikutinya, benar-benar seperti sepasang anjing jantan dan betina yang lagi bersetubuh. Keadaan ini berlangsung kurang lebih setengah jam dan tiba-tiba terasa bagian yang membengkak pada pangkal batang kemaluannya mulai mengecil dan.., &quot;Bleepp..&quot; diikuti dengan tercabutnya batang kemaluan Tarzan dari dalam kemaluanku. Tarzan berjalan ke sudut ruangan sambil menjilat-jilat batang kemaluannya yang berlepotan air maninya dan aku tertelungkup lemas di atas karpet sementara dari kemaluanku mengalir keluar air mani Tarzan yang sangat banyak memenuhi lubang kemaluanku. Dalam posisi ini aku tertidur dengan nyenyaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari sendi-sendinya, akan tetapi perasaanku terasa sangat lega. Setelah mandi dan membersikan seluruh tubuhku, terutama bagian bawahku yang berlepotan air mani yang telah mengering, aku merasa perut keroncongan dan sangat lapar, rupanya kejadian semalam benar-benar menguras seluruh tenagaku. Aku mengambil makanan yang tersedia di dalam lemari es dan setelah membagikan sebagian dengan Tarzan, kami berdua menikmati makan yang ada dengan lahap. Rupanya Tarzan sudah sangat lapar juga setelah semalam menghabiskan seluruh persediaan air maninya yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat sedang makan itu akan mencoba memikirkan apa yang telah terjadi semalam dan bagaimana cara Tarzan yang dengan cepat bisa menguasai dan mengerjaiku, seakan-akan dia sudah benar-benar terlatih untuk itu dan tiba-tiba kusadari, sepertinya dia sudah sering melakukan ini sebelumnya, tak salah lagi rupanya dia sudah berpengalaman dan sering melakukannya dengan nyonya Italy-nya dulu, itu sebabnya dia menyerang dan menyetubuhiku, karena sudah cukup lama puasa sejak nyonya Italy-nya pergi lebih sebulan lalu. Apakah ini merupakan malapetaka bagiku atau apa?, bingung aku memikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjelang sore hari Mas Ferry tiba di rumah dan sambil menciumku, Mas Ferry bertanya padaku, &quot;Halo sayang.. tentu kau sudah sangat rindu padaku yahh! Ntar lagi aku akan puasin kamu sayang!&quot; aku hanya tersenyum tersipu-sipu saja sambil melirik ke arah Tarzan yang sedang memandang kami berdua dengan matanya yang bulat coklat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/1977465820707976829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-korban-birahi-anjingku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1977465820707976829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/1977465820707976829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-korban-birahi-anjingku.html' title='aku korban birahi anjingku'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-8710587167997957283</id><published>2011-01-02T21:26:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:26:49.899-08:00</updated><title type='text'>ngentot dengan binatang</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Namaku Natalia, panggilanku Lia namun banyak juga yang menyapaku Nat. Usiaku 28 tahun dengan tinggi badan 170 cm. Sehari-hari aku magang di Kebun Binatang Surabaya (KBS) sesuai dengan statusku sebagai dokter hewan lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukanlah satu-satunya dokter hewan di KBS, masih ada empat orang dokter hewan lainnya dan aku termasuk yang paling muda di antara mereka. Hanya ada seorang dokter hewan cowok di KBS, dan aku paling cantik di antara ketiga dokter hewan cewek yang bertugas di KBS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau usiaku paling muda di antara mereka namun aku tetap masih kalah lincah bila dibandingkan dengan mereka. Bukannya karena fisikku cacat namun dikarenakan busana yang kukenakan sehari-hari membuatku tidak selincah mereka yang menggunakan celana panjang selama bertugas sehari-hari. Aku tidak terbiasa memakai celana panjang sehingga penampilanku memang jadi terkesan feminin sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari-hari aku terbiasa memakai rok mini yang bawahannya lebar sedangkan bagian atasan aku lebih suka memakai T Shirt tanpa lengan yang lebih cocok disebut singlet. Namun kalau saat bertugas aku lebih suka memakai hem longgar lengan pendek, karena kalau aku menggunakan T Shirt tanpa lengan waktu bekerja, selain terlihat kurang sopan, juga bisa membuat orang lain khususnya cowok rekan kerjaku tidak bisa bekerja dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegemaranku berpakaian ini disebabkan karena keseharianku yang selalu tampil tanpa BH. Memang sejak kecil aku tidak terbiasa dan tidak suka memakai BH hingga saat ini kebiasaan tersebut masih terbawa-bawa, dan jangan heran kalau sampai dengan saat ini pun aku sendiri tidak mengetahui ukuran payudaraku yang montok dan sintal, karena aku memang tidak pernah membeli BH. Bentuk payudaraku memang indah dan ranum walaupun ukurannya sedang-sedang saja. Warna puting susuku yang merah muda dan sedikit kecoklatan ini membuatku lebih percaya diri walau tidak pernah mengenakan BH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koleksi CD-ku cukup banyak dengan aneka warna, namun modelnya hanya dua macam, yaitu model G String dan model berenda yang mini sekali. Antara kedua model itu bentuknya sama satu sama lain, hanya saja yang satu terbuat dari seutas tali nylon dan yang yang satu lagi terbuat dari renda yang lebarnya tak lebih dari sebuah jari saja. Cara mengenakannya cukup dilingkarkan di pinggangku, kecuali yang G String ada ikatannya di sisi kanan kiri pinggangku. Selebihnya tersambung di bagian belakang pinggang terus turun ke bawah melalui celah belahan pantatku, melilit melewati selangkanganku, terus ke depan dan tersambung dengan secarik kain sutera tipis berbentuk segi tiga yang hanya berfungsi menutupi liang vaginaku hingga bulu-bulu kemaluanku tidak mampu tertampung semua. Ujung-ujungnya yang lembut tersembul keluar dan terkadang menimbulkan rasa geli saat aku melangkah karena ujung-ujung bulu kemaluanku itu tadi menggesek-gesek lipatan pangkal pahaku. Tak jarang aku juga merasakan kalau lipatan ujung CD-ku agar tergesek ke samping saat kukenakan dan akibatnya sebelah bibir vaginaku jadi tersembul keluar, untung saja masih ada rok miniku yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan model penampilanku yang demikian, aku tidak bisa berkeliling area KBS naik sepeda seperti rekan-rekanku lainnya. Saat mengontrol dari satu kandang ke kandang lainnya, aku terpaksa harus tetap berjalan kaki saja, sekalian agar sehat, pikirku. Namun apa bila ada panggilan yang bersifat emergency, dari kandang yang agak jauh dari klinik apa bila ada hewan yang sakit maka mau tidak mau aku harus bergegas juga dengan menggunakan sepeda yang memang telah disediakan untuk transportasi petugas di dalam KBS. Tentunya yang senang adalah para pengasuh hewan (keeper) yang berjaga di kandang-kandang yang kulewati, termasuk para pengunjung dan pemilik kios dimana aku lewat, karena mereka dapat tontonan gratis melihat pahaku yang mulus terbuka lebar saat aku mengayuh sepeda melintasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sedikit ilustrasi tentang diriku, yang kuceritakan kembali untuk mengawali kisahku yang baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah tiga bulan ini aku mendapat tugas mengasuh dua ekor anak singa yang baru saja melahirkan tapi induknya enggan mengasuh anaknya sehingga kami para tim medis memutuskan agar anak singa tersebut segera dipisah dari induknya dan dirawat di ruang karantina yang letaknya berhadap-hadapan dengan klinik kesehatan hewan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dianggap paling yunior di antara mereka, maka oleh para dokter hewan senior aku ditugaskan mengasuh dan memberikan susu pada kedua bayi singa tersebut. Tugasku adalah memberikan susu setiap dua jam sekali, termasuk menggendongnya keluar untuk berjemur setiap pagi. Maka tak heranlah kedua anak singa ini menjadi sangat manja dan jinak sekali denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini kedua anak singa tersebut usianya sudah tiga bulan dan frekwensiku memberikan susu pun jaraknya sudah mulai berkurang, sekarang sudah menjadi setiap empat jam sekali tetapi volume susu yang diminumnya juga sudah lebih banyak lagi. Keduanya tumbuh sehat dan juga sudah bisa meloncat sana sini sambil berlari kecil dengan riangnya. Waktuku belakangan ini jadi lebih banyak tersita untuk berada di ruang karantina merawat kedua bayi singa yang lucu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pada awal-awalnya aku harus memangku mereka dan memberikan minum susu dari dot, kini mereka sudah bisa minum sendiri dari mangkuk yang kusodorkan. Keduanya langsung menjilati isi mangkuk dengan rakusnya, tak butuh waktu lama untuk menghabiskan semangkuk susu yang kuberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini aku seperti biasanya begitu sampai di KBS langsung datang ke ruang karantina untuk mengunjungi dua ekor singa anak asuhku. Mereka meloncat kesana kemari dengan gembiranya menyambut kedatanganku. Langsung saja kubuatkan susu yang kuseduh dengan air hangat dan kuletakkan dalam mangkuk kemudian kusodorkan pada mereka. Sambil berjongkok di hadapan mereka, kuperhatikan keduanya melalap habis susu dalam mangkuk yang kuberikan, dan dalam waktu sekejap saja mereka telah menjilat habis susu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu keduanya memandangku seakan ingin minta tambah. Dan matanya kemudian memandang heran ke selangkanganku yang terbuka saat aku berjongkok. Mungkin mereka terheran-heran melihat gundukan daging yang tersembul di tengah-tengah pangkal pahaku. Naluri ingin tahunya sangat kuat hingga mereka merangkak maju dan mengenduskan hidungnya di selangkanganku. Hidungnya mendekati dan mencium bagian luar vaginaku hingga dapat kurasakan hembusan napasnya yang menerpa lipatan pangkal pahaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sedikit ragu dan ingin segera berdiri, namun niatku segera kuurungkan saat terasa ada sesuatu yang kasar dan lunak mengelus bagian luar vaginaku. Rupanya si anak singa tadi menjilati CD-ku sebagai perwujudan rasa ingin tahunya. Hal ini membuatku terangsang karena jilatan tadi ternyata menyentuh sebelah bibir vaginaku yang kebetulan menyembul keluar dari ujung lipatan secarik kain sutera yang menutupi bagian liang vaginaku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelan-pelan tanganku memasuki rok miniku untuk melepas ikatan CD di samping kiri kanan pinggangku. Rok miniku dengan bawahan longgar itu terbuka lebar saat aku berjongkok sehingga tidak menyulitkanku untuk melakukan aktifitas tersebut. Dengan sekali tarik maka terlepaslah sudah dan penutup vaginaku pun tertanggal begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ekor anak singa itu tetap berebutan menjilati sekitar selangkanganku. Secara bergantian mereka menjilati pangkal pahaku, dan yang paling disukainya adalah menjilati bagian vaginaku yang langsung membasah karena aku begitu terangsang oleh jilatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah tidak mampu untuk berjongkok lebih lama lagi hingga aku pun terjengkang duduk di lantai. Lama kelamaan aku pun sedikit merebahkan badanku. Pinggangku kujadikan tumpuan untuk menumpu tubuhku, kakiku kuangkat dengan bantuan tanganku di pangkal lutut. Kukangkangkan selebar mungkin untuk memberikan sedikit ruang gerak agar kedua ekor anak singa ini lebih leluasa lagi menjilati sekitar selangkanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan bening yang terus mengalir keluar dari dalam liang vaginaku membuat keduanya lebih rakus lagi menjilati bagian luar vaginaku, mungkin karena rasanya yang sedikit asin hingga membuat mereka berdua lebih bergairah, karena secara teoretis semua hewan suka merasakan sesuatu yang rasanya sedikit asin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuletakkan kedua kakiku di lantai dengan posisi tetap mengangkang sedangkan tangan kiriku menopang ke lantai agar badanku tidak terjengkang di lantai sementara tangan kananku membuka kancing bagian atas hemku yang longgar. Tanganku kususupkan ke dalam hemku meraih dan meremas payudaraku yang sudah mengeras pertanda birahiku sudah mencapai puncaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupilin-pilin puting susuku dengan jari sehingga aku menggelinjang dan bulu kuduk di belakang leherku seakan berdiri semua rasanya. Sementara itu kedua ekor anak singa ini terus menerus secara bergantian menjilati vaginaku yang sudah sejak tadi tanpa ditutupi oleh sehelai benang pun. Lidahnya yang kasar tetapi lunak itu menjilati bibir-bibir vaginaku dari bawah hingga ke atas secara teratur. Tak jarang jilatannya yang mengandung sedikit tekanan ke vaginaku ini mengenai ujung-ujung klitorisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hzz.. Zzt! Hzz.. Zzt! Hzz.. Zzt!&quot; Hanya suara itu yang bisa keluar dari mulutku berulang-ulang menahan gejolak kenikmatan yang mengalir dari pangkal pahaku, terus mengalir ke atas sampai ke ubun-ubun kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sudah pernah mendapatkan jilatan di vaginaku, namun jilatan yang kurasakan kali ini lain dari pada yang lain. Lidah-lidah anak singa ini lemas, lunak dan sedikit kasar saat menyentuh bibir vagina dan ujung klitorisku. Tiba-tiba ada semacam ledakan dahsyat di bagian pangkal pahaku. Badanku tiba-tiba menggigil dan sedikit kejang, diiringi tumpahnya lahar pelumasku keluar dari dalam rahim menuju ke liang vaginaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tzee.. Eerrt! Tzee.. Eerrt! Tzee.. Eerrt! Aku dapat merasakan semburan lahar hangat yang deras sekali hingga merembes keluar menembus melalui lubang vaginaku. Cairan lendir pelumasku serta merta langsung saja dijilat oleh kedua ekor anak singa ini bergantian. Dengan rakusnya mereka menjilati vaginaku hingga tetes terakhir hingga vaginaku menjadi bersih dan kering kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas panjang melepas sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kualami. Aku tanpa sengaja mendapatkan suatu pengalaman baru dalam menyalurkan hasrat sex-ku, mungkin tidak semua wanita di dunia ini beruntung dapat mengalami dan merasakan hal-hal yang pernah kualami dalam dunia kenikmatan sex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun tahu bahwa seandainya pengalamanku ini kuceritakan di situs cerita dewasa pasti banyak pembaca yang tidak akan percaya begitu saja dengan pengalamanku yang satu ini. Namun bagiku itu tidak penting, yang penting bagiku adalah bagaimana aku bisa berbagi dengan menceritakan pengalamanku dengan apa adanya lewat situs ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun tidak berani mencoba-coba untuk mengulangi peristiwa itu lagi, karena kedua anak singa ini walau bagaimanapun juga mereka tetap termasuk dalam golongan binatang buas pemakan daging. Aku khawatir bahwa pada suatu saat kelak tanpa kusadari akan ada bagian di selangkanganku yang iritasi karena jilatannya. Hal ini akan berbahaya sekali karena biasanya binatang buas paling tidak tahan mencium bau darah, mereka akan jadi beringas dan penciuman mereka cukup tajam untuk hal yang satu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah salah satu pengalaman dan petualangan seks unikku dalam menyalurkan hasrat saat berada di tempat kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/8710587167997957283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/ngentot-dengan-binatang.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8710587167997957283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8710587167997957283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/ngentot-dengan-binatang.html' title='ngentot dengan binatang'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-8765976737068265443</id><published>2011-01-02T21:16:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:16:29.270-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>aku dan teman adikku</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Pertama kali aku mengenal hubungan sexual yang sebenarnya terjadi pada saat adik perempuanku memperkenalkan kepadaku seorang teman wanitanya. Sejak pertama kali aku melihat, memang aku sangat tertarik pada wanita ini, sebut saja namanya Nuke. Suatu saat Nuke datang ke rumahku untuk bertemu dengan adikku yang kebetulan tidak berada di rumah. Karena sudah akrab dengan keluargaku, meskipun di rumah aku sedang seorang diri, kupersilakan Nuke masuk dan menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tiba-tiba ada pikiran nakal di otakku untuk nekat mendekati Nuke, meskipun rasanya sangat tidak mungkin. Setelah berbasa-basi seperlunya, kutawarkan dia untuk kuputarkan Blue Film. Mulanya dia menolak karena malu, tapi penolakannya kupikir hanya basa-basi saja. Dengan sedikit ketakutan akan datangnya orang lain ke rumahku, aku putarkan sebuah blue film, lalu kutinggalkan dia menonton seorang diri dengan suatu harapan dia akan terangsang. Benar saja pada saat aku keluar dari kamar, kulihat wajah Nuke merah dan seperti menahan getaran. Aku mulai ikut duduk di lantai dan menonton blue film tersebut. Jantungku berdegup sangat keras, bukan karena menonton film tersebut, tapi karena aku sudah mulai nekat untuk melakukannya, apapun resikonya kalau ditolak.&lt;br /&gt;
Kubilang pada Nuke, &quot;Pegang dadaku.., rasanya deg-degan banget&quot;, sambil kutarik tangannya untuk memegang dadaku. Dalam hitungan detik, tanpa kami sadari, kami telah berciuman dengan penuh nafsu. Ini pengalaman pertamaku berciuman dengan seorang perempuan, meskipun adegan seks telah lama aku tahu (dan kuinginkan) dari berbagai film yang pernah kutonton. Mulutnya yang kecil kukulum dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan penuh rasa takut, tanganku mulai merayap ke bagian dadanya. Ternyata Nuke tidak marah, malah kelihatan dia sangat menikmatinya. Akhirnya kuremas-remas buah dadanya dengan lembut dan sedikit menekan. Tanpa terasa kami sudah telanjang bulat berdua di tengah rumah. Setelah puas aku mengulum puting susu dan meremas-remas buah dadanya, mulutku kembali ke atas untuk mencium dan mengulum lidahnya. Sebentar kemudian malah Nuke yang turun menciumi leher kemudian dadaku. Tapi sesuatu yang tak pernah kubayangkan akan dilakukan seorang Nuke yang usianya relatif masih sangat muda, ia terus turun menciumi perut sambil mulai meremas-remas kemaluanku. Aku sudah sangat terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian mataku hampir saja keluar ketika mulutnya sampai pada batang kemaluanku. Rasanya nikmat sekali. Belum pernah aku merasakan kenikmatan yang sedemikian dahsyat. Ujung kemaluanku kemudian dikulum dengan penuh nafsu. Nampak luwes sekali dia menciumi kemaluanku, aku tidak berpikir lain selain terus menikmati hangatnya mulut Nuke di kemaluanku. Kupegang rambutnya mengikuti turun naik dan memutarnya kepala Nuke dengan poros batang kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekian lama kemaluanku di lumatnya, aku merasakan sesuatu yang sangat mendesak keluar dari kemaluanku tanpa mampu kutakah lagi. Kutahan kepalanya agar tak diangkat pada saat spermaku keluar dan dengan menahan napas aku mengeluarkan spermaku di mulutnya. Sebagian langsung tertelan pada saat aku ejakulasi, selebihnya ditelan sebagian-sebagian seiring dengan keluarnya spermaku tetes demi tetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tertidur pulas tanpa ingat lagi bumi alam. Kurang lebih sepuluh menit kemudian aku terbangun. Aku sangat kaget begitu kulihat tepat dimukaku ternyata kemaluan Nuke. Rupanya pada saat aku tertidur, Nuke terus menjilati kemaluanku sambil menggesek-gesekan kemaluannya pada mulutku. Meskipun awalnya aku takut untuk mencoba menjilati kemaluannya, tapi karena akupun terangsang lagi, maka kulumat kemaluannya dengan penuh nafsu. Aku segera terangsang kembali karena pada saat aku menciumi kemaluan Nuke, dia dengan ganas mencium dan menyedot kemaluanku dengan kerasnya. Aku juga kadang merasakan Nuke menggigit kemaluanku dengan keras sekali, sampai aku khawatir kemaluanku terpotong karenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah puas aku menjilati kemaluannya, aku mulai mengubah posisiku untuk memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Tapi dia menolak dengan keras. Ternyata dia masih perawan dan minta tolong padaku untuk tidak membimbingnya supaya aku memasukkan kemaluanku pada kemaluannya. Terpaksa aku menjepitkan kemaluanku di payudaranya yang besar dan ranum. Sambil kugerakkan pantatku, ujung kemaluanku di kulum dan dilepas oleh Nuke. Aku tidak mampu menahan aliran spermaku dan menyemprot pada muka dan rambutnya. Aku melihat seberkas kekecewaan pada raut wajahnya. Saat itu aku berpikir bahwa dia takut tidak mencapai kepuasan dengan keluarnya spermaku yang kedua. Tanpa pikir panjang aku terus turun ke arah kemaluannya dan menjilati dengan cepatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah tidak bernafsu lagi, kujilati kemaluannya sambil berhitung untuk supaya aku terus mampu menjilati dalam keadaan tidak bernafsu sama sekali. Pada hitungan ke 143 lidahku menjilati kemaluannya (terakhir clitorisnya), dia mengerang dan menekan kepalaku dengan keras dan menjerit. Dia langsung tertidur sampai aku merasa ketakutan kalau-kalau ada orang datang. Kugendong Nuke ke tempat adikku dalam keadaan tertidur dan kupakaikan baju, lalu kututup selimut, lantas aku pergi ke rumah temanku untuk menghindari kecurigaan keluargaku. Inilah pengalaman pertamaku yang tak akan pernah aku lupakan. Aku tidak yakin apakah akan kualami kenikmatan ini lagi dalam hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/8765976737068265443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-dan-teman-adikku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8765976737068265443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/8765976737068265443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-dan-teman-adikku.html' title='aku dan teman adikku'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-6214187858834802953</id><published>2011-01-02T21:14:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:14:28.487-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>aku dan 3 cewek cantik</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Entah mengapa, semakin sering aku melakukan making love dengan seseorang, membuat kehidupan sex aku semakin baik aja. Dan entah semuanya itu semakin bisa aku nikmati. Mungkin semua ini adalah dampak dari terlalu tingginya libiloku sehingga saat aku mood, tidak jarang setelah pulang kerja aku melakukan dengan teman kantorku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku selalu bersyukur mempunyai kelebihan dalam urusan bercinta. Ditambah Pengetahuan sex aku yang aku dapatkan dari film bf, buku-buku sampai obrolan-obrolan dengan teman di kantorku, membuat aku semakin bisa menyelami tentang apa itu sex. Sehingga aku benar-benar fasih dalam menerjemahkan apa yang aku dapat dari pengetahuan tentang sex. Itu terbukti dengan keluarnya banyak pujian dari para teman making love aku. Rata-rata mereka sangat puas saat bercinta denganku, dan mereka menemukan, merasakan dan menikmati sesuatu yang sebelumnya belum pernah mereka rasakan dalam masalah sex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir, yang entah bagaimana ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon lineku berbunyi dan ternyata operator memberitau saya kalau ada telepon dari seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya dan setelah kau angkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hallo, selamat siang joko,&quot; suara wanita yang sangat manja terdengar.&lt;br /&gt;
&quot;Helo juga, siapa ya ini?&quot; tanyaku serius.&lt;br /&gt;
&quot;Namaku Karina,&quot; kata wanita tersebut mengenalkan diri.&lt;br /&gt;
&quot;Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?&quot; tanyaku menyelidiki.&lt;br /&gt;
&quot;Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu,&quot; jelasnya.&lt;br /&gt;
&quot;Ooo.. Yanti,&quot; kataku datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti adalah seorang wanita karir yang juga &#39;mewarnai&#39; kehidupan sex aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&quot;Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu,&quot; jelas Karina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Hallo.. Joko, kamu masih disitu?&quot; tanya Karina.&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Iya Mbak..&quot; kataku gugup.&lt;br /&gt;
&quot;Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaa?&quot; tanyanya menggodaku.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh,&quot; celetukku.&lt;br /&gt;
&quot;Masa sih.. Aku jadi GR deh&quot; dengan nada yang sangat menggoda.&lt;br /&gt;
&quot;Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?&quot; tanya Karina.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh aja Mbak.. Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu,&quot; jawabanku semangat&lt;br /&gt;
&quot;Oke deh, kita ketemuan dimana nih?&quot; tanyanya semangat.&lt;br /&gt;
&quot;Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?&quot; jawabku pasrah.&lt;br /&gt;
&quot;Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&quot;Oke, sampai nanti joko.. Aku tunggu kamu jam 18.30,&quot; sambil berkata demikian, aku pun langsung menutup teleponku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan aku menjadi nggak pede dengan hal seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea pertokaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun. Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal, berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa lagi abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaf apakah kamu Joko?&quot; tanyanya sambil menatapku.&lt;br /&gt;
&quot;Iy.. Iyaa.. Kamu pasti Karina,&quot; tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesr ketika tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Silahkan duduk Karina,&quot; kataku sambil menarik satu kursi di depanku.&lt;br /&gt;
&quot;Terima kasih,&quot; kata Karina sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&quot;Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&quot;Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko,&quot; jelasnya.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?&quot; kataku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang &#39;menyerempet&#39; ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang wanita yang sedang bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Karin, kamu kenal Yanti dimana?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih,&quot; tanyaku penuh penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu kamu sebelumnya,&quot; Jawabnya penuh pengertian.&lt;br /&gt;
&quot;Ooo, begitu..&quot; kataku sambil manggut-manggut.&lt;br /&gt;
&quot;Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan kantorku selesai,&quot; jelasnya tanpa aku tanya.&lt;br /&gt;
&quot;Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan dia akan datang besok harinya dia bisa dateng,&quot; jelasnya kembali.&lt;br /&gt;
&quot;Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?&quot; tanyaku penasaran.&lt;br /&gt;
&quot;Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H..&quot;jelasnya.&lt;br /&gt;
&quot;Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?&quot; tanyaku menyelidik.&lt;br /&gt;
&quot;Ya sendirilah, Joko.. Makanya saat itu aku tanya Yanti,&quot; katanya&lt;br /&gt;
&quot;Tanya apa?&quot; tanyaku mengejar.&lt;br /&gt;
&quot;Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&quot;Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jok.. Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?&quot; tanyanya.&lt;br /&gt;
&quot;Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian,&quot; kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi ternyata dia nggak sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b) sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama besarnya bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera bangun dari tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah mereka telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina pun langsung menciumku dengan garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh enak Mir, terus Mir hisap terus, aahh..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina dengan lembut dan perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium bibir Karina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati vaginanya terasa badannya mulai menegang dan dia pun mendesah.&lt;br /&gt;
&quot;Jok.. Akuu mauu keeluuarr.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan dan Karina pun mulai mendesah nggak karuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aahh, sstt..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aahh..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku untuk memasuki vaginanya Miranda dan serentak langsung masuk. Bless.. Terasa sekali kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina mencium bibir Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh enak Mir.. Terus Mir.. Goyang terus Mir.. Lebih dalam lagi Mir.. Aaahh sstt&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Mir.. Aku.. ingiin keeluuaarr&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu juga tubuhnya mulai menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang berebutan makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. Joko.. Geelli..&quot; desah Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara mereka. Setelah aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan 2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi dan dia medesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aaahh enak sekali Jok.. Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aahh sstt..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke pusar dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya. Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan kepermukaan bibir vagina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ssstt.. Jok.. Nikmat sekali.. Ughh,&quot; rintihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya. Gerak tubuh Dahlia yang terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Gila banget lidah kamu..&quot; rintihnya&lt;br /&gt;
&quot;Terus.. Sayang.. Jangan lepaskan..&quot; pintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oohh.. Joko, aku nggak tahan.. Ugh..&quot; rintihnya.&lt;br /&gt;
&quot;Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih,&quot; pintanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali hentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bleest..&quot; kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia.&lt;br /&gt;
&quot;Aowww.. Gila besar sekali Jok.. Punya kamu,&quot; Dahlia merintih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Jangan berhenti sayang.. Oogghh,&quot; pinta Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk berputar-putar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh,&quot; kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti orang triping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Terus.. Sayang.. Jangan berhenti..&quot; Dahlia meminta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Aakuu.. Kelluuaarr.. Aaakkhh.. Goyang sayang,&quot; rintih Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jok.. Ooo.. Aaammpuunn,&quot; rintihnya panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ooohh.. Joko.. Kamu.. Memang.. Ahli..&quot; katanya sambil merintih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dahlia.. Vagina kamu memang enak banget,&quot; pujiku.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu suka minum jamu yaa kok seret?&quot; tanyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahlia hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijiti oleh vagina Dahlia dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa. Permainan sexku diterima Dahlia karena ternyata wanita tersebut bisa mengimbangi permainan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dahlia.. Aku mau.. Keluar..&quot;kataku mendesah.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga sayang.. Ooohh.. Nikmat terus.. Terus..&quot; Dahlia merintih.&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasakan semprotan.. Kamu..&quot; pintanya.&lt;br /&gt;
&quot;Iya sudah.. Ooogh.. Aaakhh..&quot; rintihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerekan maju mundur dibelakang tubuh Dahlia semakin kencang, semakin cepat dan semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko.. Aku.. Aku.. Ngaak kkuuaatt.. Aaakhh&quot; rintih Dahlia.&lt;br /&gt;
&quot;Aku juga sudah.. Ooogh.. Dahh,&quot; aku merintih.&lt;br /&gt;
&quot;Crut.. Crut.. Crut..&quot; spermaku muncrat membanjiri vaginanya Dahlia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena begitu banyak spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar dicelah vagina Dahlia. Setelah beberapa saat kemudian Dahlia membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Joko, ternyata Yanti benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa&quot; kata Dahlia merintih.&lt;br /&gt;
&quot;Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja,&quot; kataku merendah.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu luar biasa..&quot; Dahlia tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera aku palingkan wajahku ke arah Karina dan Miranda, ternyata mereka sudah tertidur pulas mungkin karena sudah terlalu lelah, dan akupun tak kuasa menahan lelah dan akhirnya akupun tertidur pulas. Dan setelah 4 jam aku tertidur aku pun terbangun karena ada sesuatu yang sedang mengulum batang kemaluanku dan ternyata Miranda sudah bangun dan aku pun menikmatinya sambil menggigit bibir bawahku. Dan kuraih tubuhnya dan kucium bibirnya penuh dengan gairah dan akhirnya kami pun mengulang kembali sampai besok harinya. Dengan terpaksa aku menginap karena pertarunganku dengan mereka semakin seru aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pagi telah tiba akupun langsung ke kamar mandi di ikuti oleh mereka dan akupun mandi bareng dan permainan dimulai kembali didetik-detik ronde terakhir. Tanpa terasa kami berempat sudah naik didalam bathup, kami mandi bersama. Guyuran air dipancurkan shower membuat tubuh mereka yang molek bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan tersebut. Dengan halus, mereka menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag shop punya mereka. Aku mengosok keseluruh tubuh mereka satu persatu, sesekali jariku yang nakal memilih punting mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ughh.. Joko..&quot; mereka merintih dan bergerak saat aku permainkan puntignya yang memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku meinggalkan mereka, kami berempat berburu kenikmatan. Dan entah sudah berapa kali mereka yang sedang membutuhkan kehangatan mendapatkan orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berempat memburu birahinya yang tidak kenyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, dimana aku harus berangkat kerja dan pada jam seperti ini jalanan macet akupun mempercepat jalannya agar tidak terkena macet yang berkepanjangan. Aku meninggalkan Hotel H.. Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang sudah ditinggalkan oleh permainan tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E N D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/6214187858834802953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-dan-3-cewek-cantik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6214187858834802953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6214187858834802953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/aku-dan-3-cewek-cantik.html' title='aku dan 3 cewek cantik'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-3657944473219303090</id><published>2011-01-02T21:13:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:13:33.756-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>adik tante ku yang lugu</title><content type='html'>Sudah menjadi cita-citanya sejak kecil untuk bisa duduk di bangku perguruan tinggi. Apalagi kenyataan yang ada di kampungnya, masih dengan mudah dihitung dengan jari orang-orang yang telah duduk di bangku perguruan tinggi. Bukan karena tidak ada kemauan, tetapi dari semua itu dikarenakan kebanyakan dari mereka keluarga yang sangat sederhana dan rata-rata berada digaris kemiskinan. Selain itu jarak antara perguruan tinggi yang ada sangat jauh, sehingga bila ada yang berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi harus berganti mobil angkot minimal lima kali, itu juga dengan bantuan kendaraan roda dua yaitu ojeg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat beruntung bagi Arie bisa sampai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Tapi lepas dari SMA kebingungan menyertainya, karena tidak tahu harus bagaimana lagi setelah menyelesaikan pendidikan SMA. Keinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tetap besar. Namun semua itu tentunya sangat berhubungan dengan biaya. Apalagi kalau kuliahnya harus pulang pergi, tentunya biaya akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya kuliahnya. Dengan segala kegelisahan yang ada, akhirnya semuanya diceritakan di hadapan kedua orang tuanya. Mereka dengan penuh bijaksana menerangkan semua kemungkinan yang akan terjadi dari kemungkinan kekurangan uang dengan akan menjual sepetak sawah. Sampai dengan alternatif untuk tinggal di rumah kakak ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar antusiasnya kedua orang tuanya, membuat semangat Arie bertambah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Memang keluarganya bisa dikatakan mapan untuk ukuran orang-orang yang ada di kampung itu. Kedua orang tuanya memiliki beberapa petak sawah dan menjadi salah satu tokoh di kampung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Arie..&quot; sapa ibunya ketika Arie sedang merapikan beberapa pakaian untuk dibawa ke kota. Ini ada surat dari ayahmu untuk Oom di kota nanti. Sebuah surat yang mungkin penegasan dari ayah Arie untuk menyakinkan bahwa anaknya akan tinggal untuk sementara waktu di rumah Oomnya. Sebetulnya orang tua Arie sudah menelepon Tuan Budiman tetapi karena Tuan Budiman dan Arie sangat jarang sekali bertemu maka orang tua Arie memberikan surat penegasan bahwa anaknya akan tinggal di Bandung, di rumah Oomnya untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oomnya yang bernama Budiman memang paling kaya dari keluarga ibunya yang terdiri dari empat keluarga. Oomnya yang tinggal di Bandung dan mempunyai beberapa usaha dibidang jasa, percetakan sampai dengan sebuah surat kabar mingguan dan juga bisnis lainnya yang sangat berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hubungan antara Oomnya yang bernama Budiman dan kedua orang tua Arie sebetulnya tidak ada masalah, hanya karena kedua orang tua Arie yang sering memberikan nasehat karena kelakuan Oomnya yang sering berganti-ganti istri dan akibat dari berganti-ganti istri itu sehingga anak-anaknya tercecer di mana-mana. Menurut ibu Arie, Oomnya telah berganti istri sampai dengan empat kali dan sekarang ia sedang menduda. Dari keempat istri tersebut Budiman dianugerahi empat anak, dua dari istri yang pertama dan duanya lagi dari istri-istri yang kedua dan ketiga sedang dari istri yang keempat Om Budiman tidak mempunyai anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak Om Budiman yang paling bungsu di bawah Arie dua tahun dan ia masih SMA di Bandung. Jadi usia Om Budiman kira-kira sekarang berada diatas limapuluh tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di kota Bandung yang begitu banyak aktivitas manusia, Arie langsung masuk ke sebuah kantor yang bertingkat tiga. Kedatangannya ke kantor itu disambut oleh kedua satpam yang menyambutnya dengan ramah. Belakangan diketahui namannya Asep dari papan nama yang dikenakan di bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Selamat siang Pak,&quot; Tegur Arie kepada salah satu satpam yang ada dua orang.&lt;br /&gt;
&quot;Selamat siang Dik, ada yang bisa dibantu,&quot; jawab satpam yang bernama Asep.&lt;br /&gt;
&quot;Anu Pak, apa Bapak Budiman ada?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Bapak Budiman yang mana Dik,&quot; tegas satpam Asep, karena melihat suatu keraguan bahwa tidak mungkin bosnya ada bisnis dengan anak kecil yang baru berumur dua puluh tahunan.&lt;br /&gt;
&quot;Anu Pak, apa ini PT. Rido,&quot; tanya Arie menyusul keraguan satpam. Karena sebetulnya Arie juga belum pernah tahu di mana kantor-kantor Oomnya itu, apalagi bisnis yang digelutinya.&lt;br /&gt;
&quot;Iya.. Benar Dik, dan Bapak Budiman itu adalah pemilik perusahaan ini,&quot; tegas satpam Asep menjelaskan tentang keberadaan PT.Rido dan siapa pemiliknya.&lt;br /&gt;
&quot;Adik ini siapa,&quot; tanya satpam kepada Arie, sambil mempersilakan duduk di meja lobby bawah.&lt;br /&gt;
&quot;Saya Arie Pak, keponakan dari Bapak Budiman dari desa Gunung Heulang.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Keponakan,&quot; tegas satpam, sambil terus mengangkat telepon menghubungi Pak Dadi kepercayaan Tuan Budiman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit kemudian Pak Dadi datang menghampiri Arie sambil memberikan selamat datang di kota Bandung. &quot;Arie.. Apa masih ingat sama Bapak,&quot; kata Pak Dadi sambil duduk seperti teman lama yang baru ketemu.&lt;br /&gt;
Mimik Arie jadi bingung karena orang yang datang ini ternyata sudah mengenalnya.&lt;br /&gt;
&quot;Maaf Pak, Arie Sudah lupa dengan Bapak,&quot; kata Arie sambil terus mengigat-ingat.&lt;br /&gt;
Pak Dadi terus menerangkan dirinya, &quot;Saya yang dulu sering mancing bersama Tuan Budiman ketika Arie berumur kurang lebih lima tahun.&quot;&lt;br /&gt;
Arie jadi bingung, &quot;Wah, Bapak bisa saja.. mana saya ingat Pak, itu kan sudah bertahun-tahun.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya obrolan dengan Pak Dadi yang belakangan ini diketahui selain kepercayaan di kantor, ia juga sebagai tangan kanan Tuan Budiman. Bapak Dadi mengetahui apa pun tentang Tuan Budiman. Kadangkala anak Om Budiman sering minta uang pada Pak Dadi bila ternyata Om Budiman sedang keluar kota. Malah belakangan ini Om Budiman membeli sebuah rumah dan di belakangnya dibuat lagi rumah yang tidak kalah besarnya untuk Pak Dadi dan istrinya sedangkan yang depan dipakai oleh istri mudanya yang kurang lebih baru berumur 35 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh Dik Arie, Bapak tadi dapat perintah dari Tuan Budiman bahwa ia tidak dapat menemani Dik Arie karena harus pergi ke Semarang untuk urusan bisnis. Dan saya diperintahkan untuk mencukupi keperluan Dik Arie. Nah, sekarang kamu mau langsung pulang atau kita jalan-jalan dulu,&quot; sambung Pak Dadi melihat ekpresi Arie yang sedikit kecewa karena ketakutan akan tempat tinggal. Melihat gelagat itu Pak Dadi langsung berkomentar, &quot;Jangan takut Dik Arie pokoknya kamu tidak akan ada masalah,&quot; tegur Pak Dadi sambil menegaskan akan tidur dimana dan akan kuliah dimana, itu semunya telah diaturnya karena mempunyai uang dan uang sangat berkuasa dibidang apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu Arie menjadi tersenyum, sambil melihat-lihat orang yang berlalu lalang di depanya. Kebetulan pada saat itu jam masuk karyawan sudah dimulai. Begitu banyak karyawati yang cantik-cantik ditambah lagi dengan penampilannya yang mengunakan rok mini. Keberadaan Arie sebagai keponakan dari pemilik perusahan itu sudah tersebar dengan cepatnya. Ditambah lagi dengan postur badan Arie yang atletis dan wajah yang gagah membuat para karyawati semakin banyak yang tersenyum bila melewati Arie dan Pak Dadi yang sedang asyik ngobrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tersenyum ketika bertatap wajah dengan Arie dan ia segaja duduk di lobby depan, meskipun tawaran untuk pindah ke lobby tengah terus dilontarkan oleh Pak Dadi karena takut dimarahi oleh Tuan Budiman. Memang tempat lobby itu banyak orang lalu lalang keluar masuk perusahaan, dan semua itu membuat Arie menjadi betah sampai-sampai lupa waktu karena keasyikan cuci mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keasyikan cuci mata terhenti ketika Pak Dadi mengajaknya pulang dengan mengendarai sebuah mobil sedan dengan merek Mesri terbaru, melaju ke sebuah kawasan villa yang terletak di pinggiran kota Bandung. Sebuah pemukiman elit yang terletak di pinggiran Kota Bandung yang berjarak kurang lebih 17 Km dari pusat kota. Sebuah kompleks yang sangat mengah dan dijaga oleh satpam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laju mobil terhenti di depan rumah biru yang berlantai dua dengan halaman yang luas dan di belakangnya terdapat satu rumah yang sama megahnya, kolam renang yang cantik menghiasi rumah itu dan sebagai pembatas antara rumah yang sering didiami Om Budiman dan rumah yang didiami Pak Dadi dan Istrinya. Sedangkan pos satpam dan rumah kecil ada di samping pintu masuk yang diisi oleh Mang Ade penjaga rumah dan istrinya Bi Enung yang selalu menyiapkan makanan untuk Nyonya Budiman. Ketika mobil telah berhenti, dengan sigap Mang Ade membawa semua barang-barang yang ada di bagasi mobil. Satu tas penuh dibawa oleh Mang Ade dan itulah barang-barang yang dibawa Arie. Bi Enung membawa ke ruang tamu sambil menyuruhnya duduk untuk bertemu dengan majikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pak Dadi yang sejak tadi menemaninya, langsung pergi ke rumahnya yang ada di belakang rumah Om Budiman tetapi masih satu pagar dengan rumah Om Budiman. Pak Dadi meninggalkan Arie, sedangkan Arie ditemani oleh Bi Enung menuju ruang tengah. Setelah Tante Rani datang sambil tersenyum menyapa Arie, Bi Enung pun meninggalkan Arie sambil terlebih dahulu menyuruh menyiapkan air minum untuk Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tante sudah menunggu dari tadi Arie,&quot; bisiknya sambil menggenggam tangan Arie tanda mengucapkan selamat datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sampai-sampai Tante ketiduran di sofa&quot;, lanjut Tante Rani yang pada waktu itu menggunakan rok mini warna Merah. Wajah Tante Rani yang cantik dengan uraian rambut sebahu menampakkan sifatnya yang ramah dan penuh perhatian.&lt;br /&gt;
&quot;Tante sudah tahu bahwa Arie akan datang sekarang dan Tante juga tahu bahwa Om Budiman tidak dapat menemanimu karena dia sedang sibuk.&quot;&lt;br /&gt;
Obrolan pun mengalir dengan punuh kekeluargaan, seolah-olah mereka telah lama saling mengenal. Tante Rani dengan penuh antusias menjawab segala pertanyaan Arie. Gerakan-gerakan tubuh Tante Rani yang pada saat itu memakai rok mini dan duduk berhadapan dengan Arie membuat Arie salah tingkah karena celana dalam yang berwarna biru terlihat dengan jelas dan gumpalan-gumpalan bulu hitam terlihat indah dan menantang dari balik CD-nya. Paha yang putih dan pinggulnya yang besar membuat kepala Arie pusing tujuh keliling. Meskipun Tante Rani telah yang berumur Kira-kira 35 tahun tapi kelihatan masih seperti gadis remaja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Nah, itu Yuni,&quot; kata Tante Rani sambil membawa Arie ke ruang tengah. Terlihat gadis dengan seragam sekolah SMP. Memang ruangan tengah rumah itu dekat dengan garasi mobil yang jumlah mobilnya ada empat buah. Sambil tersenyum, Tante Rani memperkenalkan Arie kepada Yuni. Mendapat teman baru dalam rumah itu Yuni langsung bergembira karena nantinya ada teman untuk ngobrol atau untuk mengerjakan PR-nya bila tidak dapat dikerjakan sendiri. &quot;Nanti Kak Arie tidurnya sama Yuni ya Kak.&quot; Mendapat pertanyaan itu Arie dibuatnya kaget juga karena yang memberikan penawaran tidur itu gadis yang tingginya hampir sama dengan Arie. Adik kakak yang sama-sama mempunyai badan sangat bangus dan paras yang sangat cantik. Lalu Tante Rani menerangkan kelakuan Yuni yang meskipun sudah besar karena badannya yang bongsor padahal baru kelas dua SMP. Mendengar keterangan itu, Arie hanya tersenyum dan sedikit heran dengan postur badannya padahal dalam pikiran Arie, ia sudah menaruh hati pada Yuni yang mempunyai wajah yang cantik dam putih bersih itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai berkeliling di rumah Om Budiman dengan ditemani oleh Tante Rani, Arie masuk ke kamarnya yang berdekatan dengan kamar Yuni. Memang di lantai dua itu ada empat kamar dan tiap kamar terdapat kamar mandi. Tante Rani menempati kamar yang paling depan sedangkan Arie memilih kamar yang paling belakang, sedangkan kamar Yuni berhadapan dengan kamar Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membuka baju yang penuh keringat, Arie melihat-lihat pemandangan belakang rumah. Tanpa sengaja terlihat dengan jelas Pak Dadi sedang memeluk istrinya sambil nonton TV. Tangan kanannya memeluk istrinya yang bermana Astri. Sedangkan tangan kirinya menempel sebatang rokok. Keluarga Pak Dadi dari dulu memang sangat rukun tetapi sampai sekarang belum dikeruniai anak dan menurut salah satu dokter pribadi Om Budiman, Pak Dadi divonis tidak akan mempunyai anak karena di dalam spermanya tidak terdapat bibit yang mampu membuahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari-hari selanjutnya Arie semakin kerasan tinggal di rumah Om Budiman karena selain Tante Rani Yang ramah dan seksi, juga kelakuaan Yuni yang menggemaskan dan kadang-kadang membuat batang kemaluan Arie berdiri. Arie semakin tahu tentang keadaan Tante Rani yang sebetulnya sangat kesepian. Kenyataan itu ia ketahui ketika ia dan tantenya berbelanja di suatu toko di pusat kota Bandung yang bernama BIP. Tante Rani dengan mesranya menggandeng Arie, tapi Arie tidak risih karena kebiasaan itu sudah dianggap hal wajar apalagi di depan banyak orang. Tapi yang membuat kaget Arie ketika di dalam mobil, Tante Rani mengatakan bahwa ia sebetulnya tidak bahagia secara batin. Mendengar itu Arie kaget setengah mati karena tidak tahu apa yang harus ia katakan. Tante Rani menceritakan bahwa Om Budiman sekarang itu sudah loyo saat bercinta dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie tambah bingung dengan apa yang harus ia lontarkan karena ia tidak mungkin memberikan kebutuhan itu meskipun selama ini ia sering menghanyalkan bila ia mampu memasukkan burungnya yang besar ke dalam kemaluan Tante Rani. Ketika mobil berhenti di lampu merah, Tante Rani dengan berani tiduran di atas paha Arie sambil terus bercerita tentang kegundahan hatinya selama ini dan dia pun bercerita bahwa cerita ini baru Arie yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bercerita, lipatan paha Tante Rani yang telentang di atas jok mobil agak terbuka sehingga rok mininya merosot ke bawah. Arie dengan jelas dapat melihat gundukan hitam yang tumbuh di sekitar kemaluan Tante Rani yang terbungkus CD nilon yang sangat transparan itu. Arie menelah ludah sambil terus berusaha menenangkan tantenya yang birahinya mulai tinggi. Ketika Arie akan memindahkan gigi perseneling, secara tidak segaja dia memegang buah dada tantenya yang telah mengeras dan saat itu pula bibir tantenya yang merekah meminta Arie untuk terus merabanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie menghentikan mobilnya di pinggir jalan menuju rumahnya sambil berkata, &quot;Aku tidak mungkin bisa melakukan itu Tante,&quot; Tante Rani hanya berkata, &quot;Arie, Tolong dong.. Tante sudah tidak kuat lagi ingin gituan, masa Arie tidak kasihan sama Tante.&quot; Tangan Tante Rani dengan berani membuka baju bagian atas dan memperlihatkan buah dadanya yang besar. Terlihat buah dada yang besar yang masih ditutupi oleh BH warna ungu menantang untuk disantap. Melihat Arie yang tidak ada perlawanan, akhirnya Tante Rani memakai kembali bajunya dan duduk seperti semula sambil diam seperti patung sampai tiba di rumah. Perjalanan itu membuat Arie jadi salah tingkah dengan kelakuan tantenya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedekatan Arie dengan Yuni semakin menjadi karena bila ada PR yang sulit Yuni selalu meminta bantuan Arie. Pada saat itu Yuni mendapatkan kesulitan PR matematika. Dengan sekonyong-konyong masuk ke kamar Arie. Pada saat itu Ari baru keluar dari kamar mandi sambil merenungkan tentang kelakuannya tadi siang dengan Tante Rani yang menolak melakukan itu. Arie keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benang pun yang menutupinya. Dengan jelas Yuni melihat batang kemaluan Arie yang mengerut kedinginan. Sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, Yuni membalikkan badannya. Arie hanya tersenyum sambil berkata, &quot;Mangkanya, kalau masuk kamar ketok pintu dulu,&quot; goda Arie sambil menggunakan celana pendek tanpa celana dalam. Kebiasaan itu dilakukan agar batang kemaluannya dapat bergerak dengan nyaman dan bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie bergerak mendekati Yuni dan mencium pundaknya yang sangat putih dan berbulu-bulu kecil. &quot;Ahh, geli Kak Arie.. Kak Arie sudah pake celana yah,&quot; tanya Yuni.&lt;br /&gt;
&quot;Belum,&quot; jawab Arie menggoda Yuni.&lt;br /&gt;
&quot;Ahh, cepet dong pake celananya. Yuni mau minta tolong Kak Arie mengerjakan PR,&quot; rengek Yuni sambil tangan kirinya meraba belakang Arie.&lt;br /&gt;
Melihat rabaan itu, Arie segaja memberikan batang kemaluannya untuk diraba. Yuni hanya meraba-raba sambil berkata, &quot;Ini apa Kak, kok kenyal.&quot; Mendapat rabaan itu batang kemaluan Arie semakin menengang dan dalam pikirannya kalau dengan Yuni aku mau tapi kalau dengan kakakmu meskipun sama-sama cantiknya tapi aku juga masih punya pikiran yang betul, masa tenteku digarap olehku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rabaan Yuni berhenti ketika batang kemaluan Arie sudah menegang setengahnya dan ia melepaskan rabaannya dan langsung membalikkan badannya. Arie kaget dan hampir saja tali kolornya yang terbuat dari karet, menjepit batang kemaluannya yang sudah menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan yang tadi digunakan meraba batang kemaluan Arie kembali digunakan menutup wajahnya dan perlahan Yuni membuka tangannya yang menutupi wajahnya dan terlihat Arie sudah memakai celana pendek. &quot;Nah, gitu dong pake celana,&quot; kata Yuni sambil mencubit dada Arie yang menempel di susu kecil Yuni. &quot;Udah dong meluknya,&quot; rintih Yuni sambil memberikan buku Matematikanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saling memeluk antara Arie dan Yuni sudah merupakan hal yang biasa tetapi ketika Arie merasakan kenikmatan dalam memeluk Yuni, Yuni tidak merasakan apa-apa mungkin karena Yuni masih anak ingusan yang badannya saja yang bongsor. Arie langsung naik ke atas ranjang besarnya dan bersandar di bantal pojok ruangan kamar itu. Meskipun ada meja belajar tapi Arie segaja memilih itu karena Yuni sering menindihnya dengan pantatnya sehingga batang kemaluan Arie terasa hangat dibuatnya. Dan memang seperti dugaan Arie, Yuni tiduran di dada Arie. Pada saat itu Yuni menggunakan daster yang sangat tipis dan di atas paha sehingga celana dalam berwarna putih dan BH juga yang warna putih terlihat dengan jelas. Yuni tidak merasa risih dengan kedaan itu karena memang sudah seperti itu hari-hari yang dilakukan bersama Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengerjakan PR, pikiran Arie melayang-layang bagaimana caranya agar ia dapat mengatakan kepada Yuni bahwa dirinya sekarang berubah hati menjadi cinta pada Yuni. Tapi apakah dia sudah mengenal cinta soalnya bila orang sudah mengenal cinta biasanya syahwatnya juga pasti bergejolak bila diperlakukan seperti yang sering dilakukan oleh Arie dan Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PR pertama telah diselesaikan dengan cepat, Yuni terseyum gembira. Terlihat dengan jelas payudara Yuni yang kecil. Pikiran Arie meliuk-liuk membayangkan seandainya ia mampu meraba susu itu tentunya sangat nikmat dan sangat hangat. Ketegangan Arie semakin menjadi ketika batang kemaluannya yang tanpa celana dalam itu tersentuh oleh pinggul Yuni yang berteriak karena masih ada PR-nya yang belum terisi. Memang posisi Arie menerangkan tersebut ada di bawah Yuni dan pinggul Yuni sering bergerak-gerak karena sifatnya yang agresif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan badan Yuni yang agresif itu membuat paha putihnya terlihat dengan jelas dan kadangkala gumpalan kemaluannya terlihat dengan jelas hanya terhalang oleh CD yang berwarna putih. Hal itu membuat nafas Arie naik turun. Yuni tidak peduli dengan apa yang terjadi pada batang kemaluan Arie, malah Yuni semakin terus bermanja-manja dengan Arie yang terlihat bermalas-malasan dalam mengerjakan PR-nya itu. Pikiran Arie semakin kalang kabut ketika Yuni mengerak-gerakkan badan ke belakang yang membuat batang kemaluannya semakin berdiri menegang. Dengan pura-pura tidak sadar Arie meraba gundukan kemaluan Yuni yang terbungkus oleh CD putih. Bukit kemaluan Yuni yang hangat membuat Arie semakin bernafsu dan membuat nafasnya semakin terengah-engah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kak cepat dong kerjakan PR yang satunya lagi. Yang ini, yang nomor sepuluh susah.&quot;&lt;br /&gt;
Arie membalikkan badannya sehingga bukit kemaluan Yuni tepat menempel di batang kemaluan Arie. Dalam keadaan itu Yuni hanya mendekap Arie sambil terus berkata, &quot;Tolong ya Kak, nomor sepuluhnya.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Boleh, tapi ada syaratnya,&quot; kata Arie sambil terus merapatkan batang kemaluannya ke bukit kemaluan Yuni yang masih terbungkus CD warna Putih. Pantat Yuni terlihat dengan jelas dan mulai merekah membentuk sebuah badan seorang gadis yang sempurna, pinggul yang putih membuat Arie semakin panas dingin dibuatnya. Yuni hanya bertanya apa syaratnya kata Yuni sambil mengangkat wajahnya ke hadapanya Arie. Dalam posisi seperti itu batang kemaluan Arie yang sudah menegang seakan digencet oleh bukit kemaluan Yuni yang terasa hangat. Arie tidak kuat lagi dengan semua itu, ia langsung mencium mulut Yuni. Yuni hanya diam dan terus menghidar ciuman itu. &quot;Kaak.. apa dong syaratnya&quot;, kata Yuni manja agresif menggerak-gerakkan badannya sehingga bukit kemaluannya terus menyentuh-nyentuh batang kemaluan Arie. Gila anak ini belum tahu apa- apa tentang masalah seks. Memang Yuni tidak merasakan apa-apa dan ia seakan-akan bermain dengan teman wanitanya tidak ada rasa apa pun. &quot;Syaratnya kamu nanti akan kakak peluk sepuasnya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu Yuni hanya tertawa, suatu syarat yang mudah, dikirain harus pus-up 1000 kali. Konsenterasi Arie dibagi dua yang satu terus mendekatkan batang kemaluannya agar tetap berada di bawah bukit kemaluan Yuni yang sering terlepas karena Yuni yang banyak bergerak dan satunya lagi berusaha menyelesaikan PR-matematikanya. Yuni terus mendekap badan Arie sambil kadang-kadang menggerakkan lipatan pahanya yang menyetuh paha Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai mengerjakan PR-nya, Arie menggerak-gerakkan pantatnya sehingga berada tepat di atas bukit kemaluan Yuni. Arie semakin tidak tahan dengan kedaan itu dan langsung meraba-raba pantat Yuni. Ketika Arie akan meraba payudara Yuni. Yuni bangkit dan terus melihat ke wajah Arie, sambil berkata, &quot;PR-nya sudah Kaak.. Arie,&quot; sambil Menguap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat PR-nya yang sudah dikerjakan Arie, Yuni langsung memeluk Arie erat-erat seperti memeluk bantal guling karena syaratnya itu. Kesempatan itu tidak dilewatkan oleh Arie begitu saja, Arie langsung memeluk Yuni berguling-guling sehingga Yuni sekarang berada di bawah Arie. Mendapat perlakuan yang kasar dalam memeluk itu Yuni berkata, &quot;Masa Kakak meluk Yuni nggak bosan-bosan.&quot; Berbagai alasan Arie lontarkan agar Yuni tetap mau di peluk dan akhirnya akibat gesekan-gesekan batang kemaluan Arie bergerak-gerak seperti akan ada yang keluar, dan pada saat itu Yuni berhasil lepas dari pelukan Arie sambil pergi dan tidak lupa melenggokkan pantatnnya yang besar sambil mencibirkan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh, Gila si Yuni masih tidak merasakan apa-apa dengan apa yang barusan saya lakukan,&quot; guman Arie dalam hati sambil terus memengang batang kemaluannya. Arie berusaha menetralisir batang kemaluannya agar tidak terlalu tegang. &quot;Tenang ya jago, nanti kamu juga akan menikmati kepunyaan Yuni cuma tinggal waktu saja. Nanti saya akan pura-pura memberikan pelajaran Biologi tentang anatomi badan dan di sanalah akan saya suruh buka baju. Masa kalau sudah dibuka baju masih belum terangsang.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie memang punya prinsip kalau dalam berhubungan badan ia tidak mau enak sediri tapi harus enak kedua-duanya. Itulah pola pikir Arie yang terus ia pertahankan. Seandainya ia mau tentunya dengan gampang ia memperkosa Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegangan batang kemaluan Arie terus bertambah besar tidak mau mengecil meskipun sudah diguyur oleh air. Untuk menghilangkan kepenatan Arie keluar kamar sambil membakar sebatang rokok. Ternyata Tante Rani masih ada di ruang tengah sambil melihat TV dan meminum susu yang dibuatnya sendiri. Tante Rani yang menggunakan daster warna biru dengan rambut yang dibiarkan terurai tampak sangat cantik malam itu. Lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas dan kedua payuadaranya pun terlihat dengan jelas tanpa BH, juga pahanya yang putih dan mulus terpampang indah di hadapannya. Keadaan itu terlihat karena Tante Rani duduk di sofa yang panjang dengan kaki yang putih menjulur ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketenganan Arie semakin memuncak melihat keidahan tubuh Tante Rani yang sangat seksi dan mulus itu.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kenapa belum tidur Ari,&quot; kata Tante Rani sambil menuangkan segelas air susu untuk Arie.&lt;br /&gt;
&quot;Anu Tante, tidak bisa tidur,&quot; balas Arie dengan gugup.&lt;br /&gt;
Memang Tante Rani yang cantik itu tidak merasa canggung dengan keberadaan Arie, ia tidak peduli dengan keberaan Ari malah ia segaja memperlihatkan keindahan tubuhnya di hadapan Arie yang sudah sangat terangsang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maaf ya, Tante tadi siang telah berlaku kurang sopan terhadap Arie.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Tidak apa-apa Tante, Arie mengerti tentang hal itu,&quot; jawab Arie sambil terus menahan gejolak nafsunya yang sudah diluar batas normal ditambah lagi dengan perlakuan Yuni yang membuat batang kemaluannya semakin menegang tidak tentu arah.&lt;br /&gt;
&quot;Oom ke mana Tante, kok tidak kelihatan,&quot; tanya Arie mengisi perbincangan.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu tidak tahu, Oom kan sedang ke Bali mengurus proyek yang baru,&quot; jawab Tante Rani.&lt;br /&gt;
Memang Om Budiman sangat jarang sekali ada di rumah dan itu membuat Ari semakin tahu akan kebutuhan batin Tante Rani, tapi itu tidak mungkin dilakukannya dengan tantenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie dan Tante Rani duduk di sofa yang besar sambil sesekali tubuhnya digerak-gerakkan seperti cacing kepanasan. Tak diduga sebelumnya oleh Arie, Tante Rani membuka dasternya yang menutupi paha putihnya yang putih bersih sambil menggaruk-garukkan tangannya di seputar gundukan kemaluannya. Mata Arie melongo tidak percaya. Dua kali dalam satu hari ia melihat paha Tante Rani, tapi yang ini lebih parah dari yang tadi siang di dalam mobil, sekarang Tante Rani tidak menggunakan celana dalam. Kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu yang hitam tersingkap dengan jelas dan tangan Tante Rani terus menggaruk-garuk di seputar kemaluannya itu karena merasa ada yang gatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu Arie semakin gelisah dan tidak enak badan ditambah lagi dengan ketegangan di batang kemaluannya yang semakin menegang.&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kenapa Arie,&quot; tanya Tante Rani yang melihat wajah Arie keluar keringat dingin.&lt;br /&gt;
&quot;Nggak Tante, Arie cuma mungkin capek,&quot; balas Arie sambil terus sekali-kali melihat ke pangkal paha putih milik Tante Rani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah merasa agak baikan di sekitar kemaluannya, Tante Rani segaja tidak menutup pahanya, malah ia duduk bersilang sehingga terlihat dengan jelas pangkal pahanya dan kemaluannya yang merekah. Melihat Arie semakin menegang, Tante Rani tersenyum dan mempersilakan Arie untuk meminum susu yang dituangkan di dalam gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegangan Arie semakin memuncak dan Arie tidak berani kurang ajar pada tantenya meskipun tahu bahwa tantenya segaja memperlihatkan kemulusan pahanya itu. &quot;Tante, saya mau ke paviliun belakang untuk mencari udara segar.&quot; Melihat Arie yang sangat tegang itu Tante Rani hanya tersenyum, dalam pikirannya sebentar lagi kamu akan tunduk padaku dan akan meminta untuk tidur denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum sampai ke paviliun belakang Arie jalan-jalan dulu di pinggiran kolam lalu ia duduk sambil melihat kolam di depannya. Sambil terus berusaha menahan gejolaknya antara menyetubuhi tantenya atau tidak. Sambil terus berpikir tentang kejadian itu. Tidak segaja ia mendegar rintihan dari belakang yang kebetulan kamar Pak Dadi. Arie terus mendekati kamar Pak Dadi yang kebetulan dekat dengan Paviliun. Arie mengendus-endus mendekati jendela dan ternyata jendelanya tidak dikunci dan dengan mudah Arie dapat melihat adegan suami istri yang sedang bermesraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kamar yang berukuran cukup besar itu, Arie melihatnya leluasa karena hanya terhalang oleh tumpukan pakaian yang digantung dekat jendela itu. Di dalamnya ternyata Pak Dadi dengan istrinya sedang bermesraan. Istri Pak Dadi yang bernama Astri sedang asyik mengulum batang kejantanan Pak Dadi dengan lahapnya. Dengan penuh birahi Astri terus melahap dan mengulum batang kemaluan Pak Dadi yang ukurannya lebih kecil dari ukuran yang dimiliki Arie. Astri terus mengulum batang kemaluan Pak Dadi. Posisi Pak Dadi yang masih menggunakan pakaian dan celananya yang telah merosot ada di lantai dengan posisi duduk terus mengerang-erang kenikmatan yang tiada bandingnya sedangkan Astri jongkok di lantai. Terlihat Astri menggunakan CD warna hitam dan BH warna hitam. Erangan-erangan Pak Dadi membuat batang kemaluan Pak Dadi semakin mesra di kulum oleh Astri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu gerakan Astri membuka daster yang dipakainya karena melihat suaminya sudah kewalahan dengan kulumannya. Terlihat dengan jelas buah dada yang besar masih ditutupi BH hitamnya. Pak Dadi membantu membuka BH-nya dan dilanjutkan dengan membuka CD hitam Astri. Astri yang masih melekat di bandan Pak Dadi meminta Pak Dadi supaya duduk di samping ranjang. Lalu Pak Dadi menyuruh Astri telentang di atas ranjang dan pantatnya diganjal oleh bantal sehingga dengan jelas terlihat bibir kemaluan Astri yang merah merekah menantang kejantanan Pak Dadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memasukkan batang kemaluannya, Pak Dadi mengoleskan air ludahnya di permukaan bukit kemaluan Astri. Dengan kaki yang ada di pinggul Pak Dadi, Astri tersenyum melihat hasil karyanya yaitu batang kemaluan suaminya tercinta telah mampu bangkit dan siap bertempur. Dengan perlahan batang kemaluan Pak Dadi dimasukkan ke dalam liang kemaluan Astri, terlihat Astri merintih saat merasakan kenikmatan yang tiada tara, kepala Astri dibolak-balikkan tanpa arah dan tangannya terus meraba-raba dada Pak Dadi dan sekali-kali meraba buah dadanya. Memang beradunya batang kemaluan Pak Dadi dengan liang senggama Astri terasa cukup lancar karena ukurannya sudah pas dan kegiatan itu sering dilakukannya. Erangan-erangan Astri dan Pak Dadi membuat tubuh Arie semakin Panas dingin, entah sudah berapa menit lamanya Tante Rani memainkan kemaluan Arie yang sudah menegang, ia tersenyum ketika tahu bahwa di belakangnya ada orang yang sedang memegang kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tante, kapan Tante datang&quot;, suara Arie perlahan karena takut ketahuan oleh Pak Dadi sambil berusaha menjauh dari tempat tidur Pak Dadi. Tangan Tante Rani terus menggandeng Arie menuju ruang tengah sambil tangannya menyusup pada kemaluan Arie yang sudah menegang sejak tadi. Sesampainya di ruang tengah, Arie duduk di tempat yang tadi diduduki Tante Rani, sementara Tante Rani tiduran telentang sambil kepalanya ada seputar pangkal paha Arie dengan posisi pipi kanannya menyentuh batang kemaluan Arie yang sudah menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kok orang yang sedang begituan kamu intip, nanti kamu jadi panas dingin dan kalau sudah panas dingin susah untuk mengobatinya. Untung saja kamu tadi tidak ketahuan oleh Pak Dadi kalau kamu ketahuan kamu kan jadi malu. Apalagi kalau ketahuan sama Oommu bisa-bisa Tante ini, juga kena marah.&quot; Tante Rani memberikan nasehat-nasehat yang bijak sambil kepalanya yang ada diantara kedua selangkangan Arie terus digesek-gesek ke batang kemaluan Arie. &quot;Tante tahu kamu sekarang sudah besar dan kamu juga tahu tentang kehidupan seks. Tapi kamu pura-pura tidak mau,&quot; goda Tante Rani, &quot;Dan kamu sudah tahu keinginan Tantemu ini, kamu malah mengintip kemesraan Pak Dadi,&quot; nasehat-nasehat itu terus terlontar dari bibir yang merah merekah, dilain pihak pipi kirinya digesek-gesekkan pada batang kemaluan Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie semakin tidak dapat lagi menahan gejolak yang sangat tinggi dengan tekanan voltage yang berada diluar batas kemanusiaan. &quot;Tante jangan gitu dong, nanti saya jadi malu sama Tante apalagi nanti kalau oom sampai tahu.&quot; Mendengar elakan Arie, Tante Rani malah tersenyum, &quot;Dari mana Oommu tahu kalau kamu tidak memberitahunya.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gila, dalam pikiraanku mana mungkin aku memberitahu Oomku. Gerakan kepala Tante Rani semakin menjadi ditambah lagi kaki kirinya diangkat sehingga daster yang menutupi kakinya tersingkap dan gundukan hitam yang terawat dengan bersih terlihat merekah. Bukit kemaluan Tante Rani terlihat dengan jelas dengan ditumbuhi bulu-bulu yang sudah dicukur rapi sehingga terlihat seperti kemaluan gadis seumur Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie sebetulnya sudah tahu akan keinginan Tante Rani. Tapi batinnya mengatakan bahwa dia tidak berhak untuk melakukannya dengan tantenya yang selama ini baik dan selalu memberikan kebutuhan hidupnya. Tanpa disadari tantenya sudah menaikkan celana pendeknya yang longgar sehingga kepala batang kemaluan Arie terangkat dengan bebas dan menyentuh pipi kirinya yang lebut dan putih itu. Melihat Keberhasilanya itu Tante Rani membalikkan badan dan sekarang Tante Rani telungkup di atas sofa dengan kemaluannya yang merekah segaja diganjal oleh bantal sofa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Tante Rani terus memainkan batang kemaluan Arie dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. &quot;Aduh punya kamu ternyata besar juga,&quot; bisik Tante Rani mesra sambil terus memainkan batang kejantanan Arie dengan kedua tangannya. &quot;Masa kamu tega sama Tante dengan tidak memberikan reaksi apa pun Riee,&quot; bisik Tante Rani dengan nafas yang berat. Mendengar ejekan itu hati Arie semakin berontak dan rasanya ingin menelan tubuh molek di depannya bulat-bulat dan membuktikan pada tantenya itu bahwa saya sebetulnya bisa lebih mampu dari Pak Dadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Tante Rani yang merekah telah mengulum batang kemaluan Arie dengan liarnya dan terlihat badan Tante Rani seperti orang yang tersengat setrum ribuan volt. &quot;Ayoo doong Riee, masa kamu akan menyiksa Tante dengan begini.. ayo dong gerakin tanganmu.&quot; Kata-kata itu terlontar sebanyak tiga kali. Sehingga tangan Arie semakin berani menyentuh pantatnya yang terbuka. Dengan sedikit malu-malu tapi ingin karena sudah sejak tadi batang kemaluan Ari menegang. Arie mulai meraba-saba pantatnya dengan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapakan perlakuan seperti itu, Tante Rani terus semakin menggila dan terus mengulum kepuyaan Arie dengan penuh nafsu yang sudah lama dipendam. Sedotan bibir Tante Rani yang merekah itu seperti mencari sesuatu di dalam batang kemaluan Arie. Mendapat serangan yang sangat berapi-api itu akhirnya Arie memutar kaki kirinya ke atas sehingga posisi Arie dan tantenya seperti huruf T.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Arie semakin berani mengusap-usap pinggul tantenya yang tersingkap dengan jelas. Daster tantenya yang sudah berada di atas pinggulnya dan kemaluan tantenya dengan lincah menjepit bantal kecil sofa itu. &quot;Ahkk, nikmat..&quot; Tantenya mengerang sambil terus merapatkan bibir kemaluannya ke bantal kecil itu sambil menghentikan sementara waktu kulumannya. Ketika ia merasakan akan orgasme. &quot;Arie.. Tante sudah tidak tahan lagi nich..&quot; diiringi dengan sedotan yang dilakukan oleh tantenya itu karena tantenya ternyata sangat mahir dalam mengulum batang kemaluannya sementara tangannya dengan aktif mempermainkan sisi-sisi batang kemaluan Arie sehingga Arie dibuatnya tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh. aduh.. Tante nikmat sekalii..&quot; erang tantenya semakin menjadi-jadi. Hampir tiga kali Tante Rani merintih sambil mengerang. &quot;Aduuh Riee.. terus tekan-tekan pantat Tante..&quot; desah Tante Rani sambil terus menggesek-gesekkan bibir kemaluannya ke bantal kecil itu. Arie meraba kemaluan tantenya, ternyata kemaluan Tante Rani sudah basah oleh cairan-cairan yang keluar dari liang kewanitaannya. &quot;Ariee.. nah itu terus Riee.. terus..&quot; erang Tante Rani sambil tidak henti-hentinya mengulum batang kemaluan Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu kok kuat sekali Riee,&quot; bisik tante rRni dengan nafas yang terengah-engah sambil terus mengulum batang kemaluan Arie. Tante Rani setengah tidak percaya dengan kuluman yang dilakukannya karena belum mampu membuat Arie keluar sperma. Arie berguman, &quot;Belum tahu dia, ini belum seberapa. Tante pasti sudah keluar lebih dari empat kali terbukti dengan bantal yang digunakan untuk mengganjal liang kewanitaannya basah dengan cairan yang keluar seperti air hujan yang sangat deras.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat batang kemaluan Arie yang masih tegak Tante Rani semakin bernafsu, ia langsung bangkit dari posisi telungkup dengan berdiri sambil berusaha membuka baju Arie yang masih melekat di badannya. &quot;Buka yaa Sayang bajunya,&quot; pinta Tante Rani sambil membuka baju Arie perlahan namun pasti. Setelah baju Arie terbuka, Tante Rani membuka juga celana pendek Arie agar posisinya tidak terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Tante Rani membuka dasternya dengan kedua tangannya, ia sengaja memperlihatkan keindahan tubuhnya di depan Arie. Melihat dua gunung yang telah merekah oleh gesekan sofa dan liang kewanitaan tantenya yang merah ranum akibat gesekan bantal sofa, Ari menelan ludah. Ia tidak membayangkan ternyata tantenya mempunyai tubuh yang indah. Ditambah lagi ia sangat terampil dalam memainkan batang kemaluan laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan posisi duduk, tantenya sekarang ada di atas permadani dan ia langsung menghisap kembali batang kemaluan Arie sambil tangannya bergantian meraba-raba sisi batang kemaluan Arie dan terus mengulumnya seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen dengan penuh gairah. Dengan bantuan payudaranya yang besar, Tante Rani menggesek-gesek payudaranya di belahan batang kemaluan Arie. Dengan keadaan itu Arie mengerang kuat sambil berkata, &quot;Aduh Tante.. terus Tante..&quot; Mendengar erangan Arie, Tante Rani tersenyum dan langsung mempercepat gesekannya. Melihat Arie yang akan keluar, Tante Rani dengan cepat merubah posisi semula dengan mengulum batang kemaluan dengan sangat liar. Sehingga warna batang kemaluan Arie menjadi kemerah-merahan dan di dalam batang kemaluannya ada denyutan-denyutan yang sangat tidak teratur. Arie menahan nikmat yang tiada tara sambil berkata, &quot;Terus Tante.. terus Tante..&quot;, Dan Arie pun mendekap kepala tantenya agar masuk ke dalam batang kemaluannya dan semprotan yang maha dahsyat keluar di dalam mulut Tante Rani yang merekah. Mendapatkan semburan lahar panas itu, Tante Rani kegirangan dan langsung menelannya dan menjilat semua yang ada di dalam batang kemaluan Arie yang membuat Arie meraung-raung kenikmatan. Terlihat dengan jelas tantenya memang sudah berpengalaman karena bila sperma sudah keluar dan batang kemaluan itu tetap disedotnya maka akan semakin nikmat dan semakin membuat badan menggigil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat itu Tante Rani semakin menjadi-jadi dengan terus menyedot batang kemaluan Arie sampai keluar bunyi slurp.., slurp.., akibat sedotannya. Setelah puas menjilat sisa-sisa mani yang menempel di batang kemaluan Arie, lalu Tante Rani kembali mengulum batang kejantanan Arie dengan mulutnya yang seksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat batang kemaluan Arie yang masih memberikan perlawanan, Tante Rani bangkit sambil berkata, &quot;Gila kamu Riee.. kamu masih menantang tantemu ini yaah.. Tante sudah keluar hampir empat kali kamu masih menantangnya.&quot; Mendengar tantangan itu, Arie hanya tersenyum saja dan terlihat Tante Rani mendekat ke hadapan Arie sambil mengarahkan liang kewanitaannya untuk melahap batang kemaluan Arie. Sebelum memasukkan batang kemaluan Arie ke liang kewanitaannya, Tante Rani terlebih dahulu memberikan ciuman yang sangat mesra dan Arie pun membalasnya dengan hangat. Saling pagut terjadi untuk yang kedua kalinya, lidah mereka saling bersatu dan saling menyedot. Tante Rani semakin tergila-gila sehingga liang kewanitaannya yang tadinya menempel di atas batang kemaluan Arie sekarang tergeser ke belangkang sehingga batang kemaluan Arie tergesek-gesek oleh liang kewanitaannya yang telah basah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapat perlakuan itu Arie mengerang kenikmatan. &quot;Aduuh Tante..&quot; sambil melepaskan pagutan yang telah berjalan cukup lama. &quot;Clepp..&quot; suara yang keluar dari beradunya dua surga dunia itu, perlahan namun pasti Tante Rani mendorongnya masuk ke lembah surganya. Dorongan itu perlahan-lahan membuat seluruh urat nadi Arie bergetar. Mata Tante Rani dipejamkan sambil terus mendorong pantatnya ke bawah sehingga liang kewanitaan Tante Rani telah berhasil menelan semua batang kemaluan Arie. Tante Rani pun terlihat menahan nikmat yang tiada tara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ariee..&quot; rintihan Tante Rani semakin menjadi ketika liang senggamanya telah melahap semua batang kemaluan Arie. Tante Rani diam untuk beberapa saat sambil menikmati batang kemaluan Arie yang sudah terkubur di dalam liang kewanitaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Riee, Tante sudah tidak kuat lagi.. Sayang..&quot; desah Tante Rani sambil menggerakan-gerakkan pantatnya ke samping kiri dan kanan. Mulut tantenya terus mengaduh, mengomel sambil terus pantatnya digeser ke kiri dan ke kanan. Mendapatkan permainan itu Arie mendesir, &quot;Aduh Tante.. terus Tante..&quot; mendengar itu Tante Rani terus menggeser-geserkan pantatnya. Di dalam liang senggama tantenya ada tarik-menarik antara batang kemaluan Arie dan liang kewanitaan tantenya yang sangat kuat, mengikat batang kemaluan Arie dengan liang senggama Tante Rani. Kuatnya tarikan itu dimungkinkan karena ukuran batang kemaluan Arie jauh lebih besar bila dibandingkan dengan milik Om Budiman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goyangan pantatnya semakin liar dan Arie mendekap tubuh tantenya dengan mengikuti gerakannya yang sangat liar itu. Kucuran keringat telah berhamburan dan beradunya pantat Tante Rani dengan paha Arie menimbulkan bunyi yang sangat menggairahkan, &quot;Prut.. prat.. pret..&quot; Tangan Arie merangkul tantenya dengan erat. Pergerakan mereka semakin liar dan semakin membuat saling mengerang kenikmatan entah berapa kali Tante Rani mengucurkan cairan di dalam liang kewanitaannya yang terhalang oleh batang kemaluan Arie. Tante Rani mengerang kenikmatan yang tiada taranya dan puncak dari kenikmatan itu kami rasakan ketika Tante Rani berkata di dekat telingan Arie. &quot;Ariee..&quot; suara Tante Rani bergetar, &quot;Kamu kalau mau keluar, kita keluarnya bareng-bareng yaah&quot;. &quot;Iya Tante..&quot; jawab Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit Arie merasakan akan keluar dan tantenya mengetahui, &quot;Kamu mau keluar yaa.&quot; Arie merangkul Tante Rani dengan kuatnya tetapi kedua pantatnya masih terus menusuk-nusuk liang kewanitaan Tantenya, begitu juga dengan Tante Rani rangkulanya tidak membuat ia melupakan gigitannya terhadap batang kemaluan Arie. Sambil terus merapatkan rangkulan. Suara Arie keluar dengan keras, &quot;Tantee.. Tantee..&quot; dan begitu juga Tante Rani mengerang keras, &quot;Riee..&quot;. Sambil keduanya berusaha mengencangkan rangkulannya dan merapatkan batang kemaluan dan liang kewanitaannya sehingga betul-betul rapat membuat hampir biji batang kemaluan Arie masuk ke dalam liang senggama Tante Rani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Arie dan Tante Rani diam sesaat menikmati semburan lahar panas yang beradu di dalam liang sorga Tante Rani. Masih dalam posisi Tante Rani duduk di pangkuan Arie. Tante Rani tersenyum, &quot;Kamu hebat Arie seperti kuda binal dan ternyata kepunyaan kamu lebih besar dari suaminya dan sangat menggairahkan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kamu sebetulnya sudah tahu keinginan Tante dari dulu ya, tapi kamu berusaha mengelaknya yaa..&quot; goda Tante Rani. Arie hanya tersenyum di goda begitu. Tante Rani lalu mencium kening Arie. Kurang lebih Lima menit batang kemaluan Arie yang sudah mengeluarkan lahar panas bersemayam di liang kewanitaan Tante Rani, lalu Tante Rani bangkit sambil melihat batang kemaluan Arie. Melihat batang kemaluan Arie yang mengecil, Tante Rani tersenyum gembira karena dalam pikirannya bila batang kemaluannya masih berdiri maka ia harus terus berusaha membuat batang kemaluan Arie tidak berdiri lagi. Untuk menyakinkannya itu, tangan Tante Rani meraba-raba batang kemaluan Arie dan menijit-mijitnya dan ternyata setelah dipijit-pijit batang kemaluan Arie tidak mau berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh untung batang kemaluanmu Riee.. tidak hidup lagi,&quot; bisik Tante Rani mesra sambil berdiri di hadapan Arie, &quot;Soalnya kalau masih berdiri, Tante sudah tidak kuat Riee&quot; lanjutnya sambil tersenyum dan Duduk di sebelah Arie. Sesudah Tante Rani dan Arie berpanutan mereka pun naik ke atas dan masuk kamar-masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi-pagi sekali Arie bangun dari tempat tidur karena mungkin sudah kebiasaannya bangun pagi, meskipun badannya ingin tidur tapi matanya terus saja melek. Akhirnya Arie jalan-jalan di taman untuk mengisi kegiatan agar badannya sedikit segar dan selanjutnya badannya dapat diajak untuk tidur kembali karena pada hari itu Arie tidak ada kuliah. Kebiasaan lari pagi yang sering dilakukan diwaktu pagi pada saat itu tidak dilakukannya karena badannya terasa masih lemas akibat pertarungan tadi malam dengan tantenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Arie pun berjalan menuju kolam, tidak dibanyangkan sebelumnya ternyata Tante Rani ada di kolam sedang berenang. Tante Rani mengenakan celana renang warna merah dan BH warna merah pula. Melihat kedatangan Arie. Tante Rani mengajaknya berenang. Arie hanya tersenyum dan berkata, &quot;Nggak ah Tante, Saya malas ke atasnya.&quot; Mendapat jawaban itu, Tante Rani hanya tersenyum, soalnya Tante Rani mengetahui Arie tidak menggunakan celana renang. &quot;Sudahlah pakai celana dalam aja,&quot; pinta Tante Rani. Tantenya yang terus meminta Arie untuk berenang. Akhirnya iapun membuka baju dan celana pendeknya yang tinggal melekat hanya celana dalamnya yang berwarna biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celana dalam warna biru menempel rapat menutupi batang kemaluan Arie yang kedinginan. Loncatan yang sangat indah diperlihatkan oleh Arie sambil mendekati Tante Rani, yang malah menjauh dan mengguyurkan air ke wajah Arie. Sehingga di dalam kolam renang itu Tante Rani menjadi kejaran Arie yang ingin membalasnya. Mereka saling mengejar dan saling mencipratkan air seperti anak kecil. Karena kecapaian, akhinya Tante Rani dapat juga tertangkap. Arie langsung memeluknya erat-erat, pelukan Arie membuat Tante Rani tidak dapat lagi menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Udah akh Arie.. Tante capek,&quot; seru mesra Tante Rani sambil membalikkan badannya. Arie dan Tante Rani masih berada di dalam genangan kolam renang. &quot;Kamu tidak kuliah Riee,&quot; tanya Tante Rani. &quot;Tidak,&quot; jawab Arie pendek sambil meraba bukit kemaluan Tante Rani. Terkena rabaan itu Tante Rani malah tersenyum sambil memberikan ciuman yang sangat cepat dan nakal lalu dengan cepatnya ia melepaskan ciuman itu dan pergi menjauhi Arie. Mendapatkan perlakuan itu Arie menjadi semakin menjadi bernafsu dan terus memburu tantenya. Dan pada akhirnya tantenya tertangkap juga. &quot;Sudah ah.. Tante sekarang mau ke kantor dulu,&quot; kata Tante Rani sambil sedikit menjauh dari Arie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jaraknya lebih dari satu meter Tante Rani tertawa geli melihat Arie yang celana dalamnya telah merosot di antara kedua kakinya dengan batang kemaluannya yang sudah bangkit dari tidurnya. &quot;Kamu tidak sadar Arie, celana dalammu sudah ada di bawah lutut..&quot; Mendengar itu Arie langsung mendekati Tante Rani sambil mendekapnya. Tante Rani hanya tersenyum. &quot;Kasihan kamu, adikmu sudah bangun lagi, tapi Tante tidak bisa membantumu karena Tante harus sudah pergi,&quot; kata Tante Rani sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah menegang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu Arie hanya melongo kaget. &quot;Akhh, Tante masa tidak punya waktu hanya beberapa menit saja,&quot; kata Arie sambil tangannya berusaha membuka celana renang Tante Rani yang berwarna merah. Mendapat perlakuan itu Tante Rani hanya diam dan ia terus mencium Arie sambiil berkata, &quot;Iyaa deh.. tapi cepat, yaa.. jangan lama-lama, nanti ketahuan orang lain bisa gawat.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tante Rani membuka celana renangnya dan memegangnya sambil merangkul Arie. Batang kemaluan Arie langsung masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Rani yang sudah dibuka lebar-lebar dengan posisi kedua kakinya menempel di pundak Arie. Beberapa detik kemudian, setelah liang kewanitaan Tante Rani telah melahap semua batang kemaluan Arie dan dirasakannya batang kemaluan Arie sudah menegang. Tante Rani menciumnya dengan cepat dan langsung mendorong Arie sambil pergi dan terseyum manis meninggalkan Arie yang tampak kebingungan dengan batang kemaluannya yang sedang menegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapat perlakuan itu Arie menjadi tambah bernafsu kepada Tante Rani, dan ia berjanji kalau ada kesempatan lagi ia akan menghabisinya sampai ia merasa kelelahan. Lalu Arie langsung pergi meninggalkan kolam itu untuk membersihkan badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah di kamar, Arie langsung membuka semua bajunya yang menjadi basah itu, ia langsung masuk kamar mandi dan menggosok badan dengan sabun. Ketika akan membersihkan badannya, air yang ada di kamar mandinya ternyata tidak berjalan seperti biasanya. Dan langsung Arie teringat akan keberadaan kamar Yuni. Arie lalu pergi keluar kamar dengan lilitan handuk yang menempel di tubuhnya. Wajahnya penuh dengan sabun mandi. &quot;Yuni.. Yuni.. Yuni..&quot; teriak Arie sambil mengetuk pintu kamar Yuni. &quot;Masuk Kak Ariee, tidak dikunci.&quot; balas Yuni dari dalam kamar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didapatinya ternyata Yuni masih melilitkan badan dengan selimut dengan tangannya yang sedang asyik memainkan kemaluannya. Permainan ini baru didapatkannya ketika ia melihat adegan tadi malam antara kakaknya dengan Arie dan kejadian itu membuat ia merasakan tentang sesuatu yang selama ini diidam-idamkan oleh setiap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ada apa Kak Arie,&quot; kata Yuni sambil terus berpura-pura menutup badannya dengan selimut karena takut ketahuan bahwa dirinya sedang asyik memainkan kemaluannya yang sudah membasah sejak tadi malam karena melihat kejadiaan yang dilakukan kakaknya dengan Arie. &quot;Anu Yuni.. Kakak mau ikut mandi karena kamar mandi Arie airnya tidak keluar.&quot; Memang Yuni melihat dengan jelas bahwa badan Arie dipenuhi oleh sabun tapi yang diperhatikan Yuni bukannya badan tapi Yuni memperhatikan diantara selangkangannya yang kelihatan mencuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iseng-iseng Yuni menanyakan tentang apa yang mengganjalnya dalam lilitan handuk itu. Mendengar pertanyaan itu niat Arie yang akan menerangkan tentang biologi ternyata langsung kesampaian dan Arie pun langsung memperlihatkannya sambil memengang batang kemaluannya, &quot;Ini namanya penis.. Sayang,&quot; kata Arie yang langsung menuju kamar mandi karena melihat Yuni menutup wajahnya dengan selimut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat batang kemaluan Arie yang sedang menegang itu Yuni membayangkan bila ia mengulumnya seperti yang dilakukan kakaknya. Keringat dingin keluar di sekujur tubuh Yuni yang membayangkan batang kemaluan Arie dan ia ingin sekali seperti yang dilakukan oleh kakaknya juga ia melakukannya. Mata Yuni terus memandang Arie yang sedang mandi sambil tangan terus bergerak mengusap-usap kemaluannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya karena Yuni sudah dipuncak kenikmatan, ia mengerang akibat dari permainan tangannya itu telah berhasil dirasakannya .Dengan beraninya Yuni pergi memasuki kamar mandi untuk ikut mandi bersama Arie. Melihat kedatangan Yuni ke kamar mandi, Arie hanya tersenyum. &quot;Kamu juga mau mandi Yun,&quot; kata Arie sambil mencubit pinggang Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuni yang sudah dipuncak kenikmatan itu hanya tersenyum sambil melihat batang kemaluan Arie yang masih mengeras. &quot;Kak boleh nggak Yuni mengelus-elus barang itu,&quot; bisik Yuni sambil menunjuknya dengan jari manisnya. Mendengar permintaan itu Arie langsung tersenyum nakal, ternyata selama ini apa yang diidam-idamkannya akan mendapatkan hasilnya. Dalam pikiran Arie, Yuni sekarang mungkin telah mengetahui akan kenikmatan dunia. Tanpa diperintah lagi Arie langsung mendekatkan batang kemaluannya ke tangan Yuni dan menuntun cara mengelus-elusnya. Tangan Yuni yang baru pertama kali meraba kepunyaan laki-laki itu sedikit canggung, tapi ia berusaha meremasnya seperti meremas pisang dengan tenaga yang sangat kuat hingga membuat Arie kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Aduh.. jangan keras-keras dong Yuni, nanti batang kemaluannya patah.&quot; Mendengar itu Yuni menjadi sedikit kaget lalu Ari membatunya untuk memainkan batang kemaluannya dengan lembut. Tangan Yuni dituntunnya untuk meraba batang kemaluan Arie dengan halus lalu batang kemaluan Arie didekatkan ke wajah Yuni agar mengulumnya. Yuni hanya menatapnya tanpa tahu harus berbuat apa. Lalu Arie memerintahkan untuk mengulumnya seperti mengulum ice crem, atau mengulumnya seperti mengulum permen karet. Diperintah tersebut Yuni langsung menurut, mula-mula ia mengulum kepala batang kemaluan Arie lalu Yuni memasukkan semua batang kemaluan Arie ke dalam mulutnya. Tapi belum juga berapa detik Yuni terbatuk-batuk karena kehabisan nafas dan mungkin juga karena nafsunya terlalu besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sedikit tenang, Yuni mengulum lagi batang kemaluan Arie tanpa diperintah sambil pinggul Yuni bergoyang menyentuh kaki Arie. Melihat kejadian itu Arie akhirnya menghentikan kuluman Yuni dan langsung mengangkat Yuni dan membawanya ke ranjang yang ada di samping kamar mandi. Sesampainya di pinggir ranjang, dengan hangat Yuni dipeluk oleh Arie dan Yuni pun membalas pelukan Arie. Bibir Yuni yang polos tanpa liptik dicium Arie dengan penuh kehangatan dan kelembutan. Dicium dengan penuh kehangatan itu Yuni untuk beberapa saat terdiam seperti patung tapi akhirnya naluri seksnya keluar juga, ia mengikuti apa yang dicium oleh Arie. Bila Arie menjulurkan lidahnya maka Yuni pun sama menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Arie. Dengan permainan itu Yuni sangat menikmatinya apalagi Arie yang bisa dikatakan telah dilatih oleh kakaknya yang telah berpengalaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecupan Yuni kadang kala keluar suara yang keras karena kehabisan nafas. &quot;Pek.. pek..&quot; suara bibir Yuni mengeluarkan suara yang membuat Arie semakin terangsang. Mendengar suara itu Arie tersenyum sambil terus memagutnya. Tangan Arie dengan terampil telah membuka daster putih yang dipakai Yuni. Dengan gerakan yang sangat halus, Arie menuntun Yuni agar duduk di pinggir ranjang dan Yuni pun mengetahui keinginan Arie itu. Bibir Yuni yang telah berubah warna menjadi merah terus dipagut Arie dengan posisi Yuni tertindih oleh Arie. Tangan Yuni terus merangkul Arie sambil bukit kemaluannya menggesek-gesekkan sekenanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga kini Yuni berada di atas tubuh Arie, dengan perlahan tangan Arie membuka BH putih yang masih melekat di tubuh Yuni. Setelah berhasil membuka BH yang dikenakan Yuni, Arie pun membuka CD putih yang membungkus bukit kemaluan Yuni dilanjutkan menggesek-gesekkan sekenanya. Erangan panjang keluar dari mulut Yuni. &quot;Auu..&quot; sambil mendekap Arie keras-keras. Melihat itu Arie semakin bersemangat. Setelah Arie berhasil membuka semua pakaian yang dikenakan Yuni, terlihat Yuni sedikit tenang iapun kembali membalikkan Yuni sehingga ia sekarang berada di atas tubuh Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie menghentikan pagutan bibirnya ia melanjutkan pagutannya ke bukit kemaluan Yuni yang telah terbuka dengan bebas. Dipandanginya bukit kemaluan Yuni yang kecil tapi penuh tantangan yang baru ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang kecil-kecil. Kaki Yuni direnggangkan oleh Arie. Pagutan Arie beganti pada bibir kecil kepunyaan Yuni. Pantat Yuni terangkat dengan sendirinya ketika bibir Arie mengulum bukit kemaluan kecilnya yang telah basah oleh cairan. Harum bukit kemaluan perawan membuat batang kemaluan Arie semakin ingin langsung masuk ke sarangnya tapi Arie kasihan melihat Yuni karena kemaluannya belum juga merekah. Jilatan bibir Arie yang mengenai klitoris Yuni membuat Yuni menjepit wajah Arie. Semburan panas keluar dari bibir bukit kemaluan Yuni. Yuni hanya menggeliat dan menahan rasa nikmat yang baru pertama kali didapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Arie merasa yakin bahwa ini sudah waktunya, ditambah lagi batang kemaluannya yang sudah telalu lama menengang. Arie menarik tubuh Yuni agar pantatnya pas tepat di pinggir ranjang. Kaki Yuni menyentuh lantai dan Arie berdiri diantara kedua paha Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kondisi tubuh Yuni yang sudah tidak menggunakan apa-apa lagi ditambah dengan pemandangan bukit kemaluan Yuni yang sempit tapi basah oleh cairan yang keluar dari bibir kecilnya membuat Arie menahan nafas. Arie berdiri, dan batang kemaluannya yang besar itu diarahkan ke bukit kemaluan Yuni. Melihat itu Yuni sedikit kaget dan merasa takut Yuni menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Melihat gejala itu Arie hanya tersenyum dan ia sedikit lebih melebarkan paha Yuni sehingga klitorisnya terlihat dengan jelas. Ia menggesek-gesekkan batang kemaluannya di bibir kemaluan Yuni. Sambil menggesek-gesek batang kemaluan, Arie kembali mendekap Yuni sambil membuka tangannya yang menutupi wajahnya. Melihat Arie yang membuka tangannya, Yuni langsung merangkulnya dan mencium bibir Arie. Pagutan pun kembali terjadi, bibir Yuni dengan lahapnya terus memagut bibir Arie. Suara erangan kembali keluar lagi dari mulut Yuni. &quot;Aduhh.. Kaak..&quot; erang Yuni sambil merangkul tubuh Arie dengan keras. Arie meraba-raba bukit kemaluan Yuni dengan batang kemaluannya setelah yakin akan lubang kemaluan Yuni, Arie mendorongnya perlahan dan ketika kepala kejantanan Arie masuk ke liang senggama Yuni. Yuni mengerang kesakitan, &quot;Kak.. aduh sakit, Kak..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar rintihan itu, Arie membiarkan kepala kemaluannya ada di dalam liang senggama Yuni dan Arie terus memberikan pagutannya. Kuluman bibir Yuni dan Arie pun berjalan lagi. Dada Arie yang besar terus digesek-gesekkan ke payudara Yuni yang sudah mengeras. Yuni yang menahan rasa sakit yang telah bercampur dengan rasa nikmat akhirnya mengangkat kakinya tinggi-tinggi untuk menghilangkan rasa sakit di liang senggamanya dan itu ternyata membantunya dan sekarang menjadi tambah nikmat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala kemaluan Arie yang besar baru masuk ke liang kewanitaan Yuni, tapi jepitan liang kemaluan Yuni begitu keras dirasakan oleh batang kemaluan Arie. Sambil mencium telinga kiri Yuni, Arie kembali berusaha memasukkan batang kemaluannya ke liang senggama Yuni. &quot;Aduh.. aduh.. aduh.. Kak,&quot; Mendengar rintihan itu Arie berkata kepada Yuni. &quot;Kamu sakit Yuni,&quot; bisik Arie di telinga Yuni. &quot;Nggak tahu Kaak ini bukan seperti sakit biasa, sakit tapi nikmat..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar penjelasan itu, Arie terus memasukkan batang kemaluannya sehingga sekarang kepala kemaluannya sudah masuk semua ke dalam liang senggama Yuni. Batang kemaluan Arie sudah masuk ke liang senggama Yuni hampir setengahnya. Batang kemaluannya sudah ditelan oleh liang kemaluan Yuni, kaki Yuni semakin diangkat dan tertumpang di punggung Arie. Tiba-tiba tubuh Yuni bergetar sambil merangkul Arie dengan kuat. &quot;Aduhh..&quot; dan cairan hangat keluar dari bibir kemaluan Yuni, Arie dapat merasakan hal itu melalui kepala kemaluannya yang tertancap di bukit kemaluan Yuni. Lipatan paha Yuni telah terguyur oleh keringat yang keluar dari tubuh mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendapat guyuran air di dalam bukit kemaluan itu, Arie lalu memasukkan semua batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Yuni. Dengan satu kali hentakan. &quot;Preet..&quot; Yuni melotot menahan kesakitan yang bercampur dengan kenikmatan yang tidak mungkin didapatkan selain dengan Arie. &quot;Auh.. auh.. auh..&quot; suara itu keluar dari mulut kecil Yuni setelah seluruh batang kejantanan Arie berada di dalam lembah kenikmatan Yuni. &quot;Kak, Badan Yuni sesak, sulit bernafas,&quot; kata Yuni sambil menahan rasa nikmat yang tiada taranya. Mendengar itu lalu Arie membalikkan tubuh Yuni agar ia berada di atas Ari. Mendapatkan posisi itu Yuni seperti pasrah dan tidak melakukan gerakan apapun selain mendekap tubuh Arie sambil meraung-raung kenikmatan yang tiada taranya yang baru kali ini dirasakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuni dan Arie terdiam kurang lebih lima menit. &quot;Yuni, sekarang bagaimana badanmu,&quot; kata Arie yang melihat Yuni sekarang sudah mulai menggoyang-goyangkan pantatnya dengan pelan-pelan. &quot;Udah agak enakan Kak,&quot; balas Yuni sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Mendapatkan serangan itu Arie langsung mengikuti gerakan goyangan itu dan goyangan Arie dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lipantan-lipatan kehangatan tercipta di antara selangkangan Yuni dan Arie. Sambil menggoyangkan pantatnya, mulut Yuni tetap mengaduh, &quot;Aduhh..&quot; Merasakan nikmat yang telah menyebar ke seluruh badannya. Tanpa disadari sebelumnya oleh Arie. Yuni dengan ganasnya menggoyang-gonyangkan pantatnya ke samping dan ke kiri membuat Arie kewalahan ditambah lagi kuatnya jepitan bukit kemaluan Yuni yang semakin menjepit seperti tang yang sedang mencepit paku agar paku itu putus. Beberapa menit kemudian Arie memeluk badan Yuni dengan eratnya dan batang kemaluannya berusaha ditekan ke atas membuat pantat Yuni terangkat. Semburan panas pun masuk ke bukit kemaluan Yuni yang kecil itu. Mendapat semburan panas yang sangat kencang, Yuni mendesis kenikmatan sambil mengeram, &quot;Aduhh.. aduh.. Kak..&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang beberapa menit Arie diam sambil memeluk Yuni yang masih dengan aktif menggerak-gerakkan pantatnya ke kiri dan ke kanan dengan tempo yang sangat lambat. Setelah badannya merasa sudah agak baik, Arie membalikkan tubuh Yuni sehingga sekarang tubuh Yuni berada di bawah Arie. Batang kemaluan Arie masih menancap keras di lembah kemaluan Yuni meskipun sudah mengeluarkan sperma yang banyak. Lalu kaki Yuni diangkat oleh Arie dan disilangkan di pinggul. Arie mengeluarkan batang kemaluannya yang ada di dalam liang senggama Yuni. Mendapat hal itu mata Yuni tertutup sambil membolak-balikkan kepala ke kiri dan ke kanan lalu dengan perlahan memasukkan lagi batang kemaluannya ke dalam liang senggama Yuni, turun naik batang kemaluan Arie di dalam liang perawan Yuni membuat Yuni beberapa kali mengerang dan menahan rasa sakit yang bercampur dengan nikmatnya dunia. Tarikan bukit kemaluan Yuni yang tadinya kencang pelan- pelan berkurang seiring dengan berkurangnya tenaga yang terkuras habis dan selanjutnya Arie mengerang-erang sambil memeluk tubuh Yuni dan Yuni pun sama mengeluarkan erangan yang begitu panjang, keduanya sedang mendapatkan kenikmatan yang tiada taranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie mendekap Yuni sambil menikmati semburan lahar panas dan keluarnya sperma dalam batang kemaluan Arie dan Yuni pun sama menikmati lahar panas yang ada dilembah kenikmatannya. Kurang lebih lima menit, Arie memeluk Yuni tanpa adanya gerakan begitu juga Yuni hanya memeluk Arie. Dirasakan oleh Arie bahwa batang kemaluannya mengecil di dalam liang kemaluan Yuni dan setelah merasa batang kemaluannya betul-betul mengecil Arie menjatuhkan tubuhnya di samping Yuni. Arie mencium kening Yuni. Yuni membalasnya dengan rintihan penyesalan, seharusnya Arie bertanggung jawab atas hilangnya perawan yang dimiliki Yuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu Arie hanya tersenyum karena memang selama ini Arie mendambakan istri seperti Yuni ditambah lagi ia mengetahui bila hidup dengan Yuni maka ia akan mendapatkan segalanya. Arie mengucapkan selamat bobo kepada Yuni yang langsung tertidur kecapaian dan Arie langsung keluar dari kamar Yuni setelah Arie menggunakan pakaiannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arie masuk ke dapur, didapatnya tantenya sedang dalam keadaan menungging mengambil sesuatu. Terlihat dengan jelas celana merah muda yang dipakai tantenya. Tante Rani dibuat kaget karena Arie langsung meraba liang kewanitaannya yang terbungkus CD merah muda sambil menegurnya. &quot;Tante sudah pulang,&quot; tanya Arie. Sambil melepaskan rabaan tangannya di liang kewanitaan tantenya. Lalu Arie membuka kulkas untuk mencari air putih. &quot;Iya, Tante hanya sebentar kok. Soalnya Tante kasihan dengan burung kamu yang tadi Tante tinggalkan dalam keadaan menantang,&quot; jawab Tante Rani sambil tersenyum. &quot;Bagaimana sekarang Arie burungnya, sudah mendapatkan sarang yang baru ya..&quot; Mendapat ejekan itu, Arie langsung kaget. &quot;Ah Tante, mau cari sangkar di mana,&quot; jawab Arie mengelak. &quot;Arie kamu jangan mengelak, Tante tau kok.. kamu sudah mendapatkan sarang yang baru jadi kamu harus bertanggung jawab. Kalau tidak kamu akan Tante laporkan sama Oom dan kedua orang tuanmu bahwa kamu telah bermain gila bersama Yuni dan Tante.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Arie langsung diam dan ia akan menikahi Yuni seperti yang dijanjikanya. Mendengar hal itu Tante Rani tersenyum dan memberikan kecupan yang mesra kepada Arie sambil meraba batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat untuk berdiri. Melihat batang kemaluan Arie yang sudah tidak kuat berdiri itu Tante Rani tersenyum. &quot;Pasti adikku dibuatnya KO sama kamu yaa.. Buktinya burung kamu tidak mau berdiri,&quot; goda Tante Rani. &quot;Ahh nggak Tante, biasa saja kok.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tante Rani meninggalkan Arie, sambil mewanti-wanti agar menikahi adiknya. Akhirnya pernikahan Yuni dengan Arie dilakukan dengan pernikahan dibawah tangan atau pernikahan secara agama tetapi dengan tanpa melalui KUA karena Yuni masih dibawah umur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/3657944473219303090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/adik-tante-ku-yang-lugu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/3657944473219303090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/3657944473219303090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/adik-tante-ku-yang-lugu.html' title='adik tante ku yang lugu'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5903475450077368742.post-6955695597019570011</id><published>2011-01-02T21:12:00.001-08:00</published><updated>2011-01-02T21:12:33.111-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="certita dewasa"/><title type='text'>adik kecilkue</title><content type='html'>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. Aku bergetar lemas melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Melda bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Melda.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Melda kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu, &quot;Ahh.., ahh&quot;, Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, &quot;Oohh.., ohh.., ahh&quot;, tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, &quot;Ahh.., ahh.., ahh&quot;, rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi &quot;ON&quot;. Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, &quot;Akhh&quot;, aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melda yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, &quot;Alaamaak&quot;, Melda memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. &quot;Ohh.., glekk&quot;, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat penisku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk. Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Melda benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dalamnya dan melihat vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Huaa&quot;, aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melda, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Melda bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar telanjang bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melda ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang indah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Melda masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Melda, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Melda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang Melda tertidur pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Melda saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, &quot;sleepp.., slesepp&quot;, kepala penisku yang gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Melda yang hangat nikmat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat, &quot;Ehhss.., ehh.., ss&quot;, seperti orang ngigau. Lalu kucabut lagi penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, &quot;Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu Melda, betapa seretnya lubangmu sayang&quot;. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melda, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, &quot;Bleess.., blessess&quot;, &quot;Akhh.., akhh&quot;, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih milik Melda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melda agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa melda pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. &quot;Ohh.., ohh&quot;, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, takut Melda terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Melda keluar dan tersenyum padaku.&lt;br /&gt;
&quot;Mau berangkat Pak?&quot;, tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.&lt;br /&gt;
&quot;Kok Melda nggak sekolah?&quot;.&lt;br /&gt;
&quot;Nanti Pak, Melda giliran masuk siang&quot;, akupun tersenyum dan Meldapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
   var infolink_pid = 61974;
   var infolink_wsid = 1;
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/feeds/6955695597019570011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/adik-kecilkue.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6955695597019570011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5903475450077368742/posts/default/6955695597019570011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaluarnegeri-doen.blogspot.com/2011/01/adik-kecilkue.html' title='adik kecilkue'/><author><name>doen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10447298341245300185</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>