<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794</id><updated>2024-11-01T18:52:13.680+07:00</updated><category term="Tulungagung 31 Desember 2011"/><title type='text'>Inspirasi Kita</title><subtitle type='html'>Waktu memang tak terbatas, namun waktu kita terbatas</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-5683365608225943006</id><published>2015-11-16T21:41:00.001+07:00</published><updated>2015-11-16T21:54:59.462+07:00</updated><title type='text'>REJEKI BANYAK BENTUKNYA</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya. Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti. Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang. Saya keluar memberikan air minum. “Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” “Masih banyak banget.” Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya. “Aamiin,” kataku. “Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku. “ Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum. “Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi. “Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum. “Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…” “ kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi. “Berarti rejeki saya bersabar, Bu... Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan. “Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak. “Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…” Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata. Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh...jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan. Semoga bermanfaat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Sumber: internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/5683365608225943006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2015/11/rejeki-banyak-bentuknya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/5683365608225943006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/5683365608225943006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2015/11/rejeki-banyak-bentuknya.html' title='REJEKI BANYAK BENTUKNYA'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-8261769339065619523</id><published>2014-06-17T08:59:00.003+07:00</published><updated>2014-06-17T09:01:29.657+07:00</updated><title type='text'>Menu Buka Puasa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berpuasa menahan lapar dan dahaga pada siang hari perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi makan bagi tubuh pada saat berbuka dan sahur. Saat berbuka maupun sahur tidak harus mahal dan mewah, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Selain mudah mengantuk dan badan menjadi lemas, menu berbuka dan sahur yang kurang sehat juga bisa membuat kadar kolesterol melonjak. Untuk menjaga agar tubuh tetap fit dan berstamina selama menjalani puasa, simak tip menu berbuka dan sahur dari dr.Phaidon L.Toruan, sport nutritionist berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips Saat sahur&lt;/b&gt;&amp;nbsp;- Utamakan air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah tanpa gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus baru dilanjutkan dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik. - Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis karbohidrat ini lebih &quot;tahan lama&quot; dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik. - Jangan lupakan serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah &quot;sapu alami&quot; yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus. - Pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau diasup minyak gorengan, baik dari makanan siap saji yang dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng langsung, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Akibatnya manfaat puasa secara fisiologis berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Tips Saat Berbuka&lt;/b&gt; - Minum yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik - Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20% - Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh menu sahur sehat - Masi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun dan buah pisang. - Bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang dengan 3 putih telur dan 1 kuning telur. Buah jeruk - Bubur oatmeal dengan telur rebus dan irisan tomat buah. - Sandwich, roti gandum dengan butter atau selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/8261769339065619523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2014/06/menu-buka-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8261769339065619523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8261769339065619523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2014/06/menu-buka-puasa.html' title='Menu Buka Puasa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-7400613172593367865</id><published>2013-06-19T08:53:00.002+07:00</published><updated>2013-06-19T08:53:49.065+07:00</updated><title type='text'>Kaya Miskin Semua Sama</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://abimurti.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://abimurti.files.wordpress.com/2011/06/3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: yellow; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bila Kau Miskin Janganlah Merasa Hina, dan Bila Engkau Kaya Janganlah Terlena&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kebanyakan diantara manusia menilai mulia dan hinanya seseorang diukur dari jumlah harta yang dimiliki. Maka jika ada seseorang yang melimpah hartanya semua orang menganggap mulia derajatnya, dan sebaliknya jika ada sebagian orang yang kurang beruntung dalam hartanya, orang sering menganggap mereka hina dan rendah derajatnya. Hal Ini sangat jelas tercermin dalam pergaulan sehari-hari, sehingga setiap orang berlomba-lomba untuk mencari harta dan kekayaan. Tak peduli harta yang didapat adalah hasil dari perbuatan yang tidak terpuji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: yellow; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Orang yang Miskin bukanlah Orang yang Hina&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kalau kita sadari, sebenarnya orang yang tidak memiliki harta tidaklah merasa hina dan rendah dimata orang lain, tidak perlu untuk merasa sedih dan selalu merenungi nasib dirinya, karena harta adalah hanya satu dari sekian juta nikmat yang telah diberikan kepada kita. Masih banyak nikmat-nikmat lain yang tak kalah pentingnya daripada sebuah harta. Yaitu nikmat sehat, nikmat yang tak bisa dibandingkan dengan apapun. Apalah artinya rumah megah kalau badan kita sendiri dalam keadaan sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: yellow; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kekayaan adalah Ujian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Persefsi orang yang berkembang di masyarakat adalah bahwa bila ada seseorang yang naik jabatan atau mendapatkan harta mendadak, sering kita menilai bahwa dia sedang beruntung, berbeda dengan jika seseorang mengalami kepailitan atau kebangkrutan, kita menganggap bahwa dia sedang diuji oleh yang Maha Kuasa. Padahal kalau kita pahami antara &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Kepailitan atau keberuntungan adalah sama&lt;/span&gt; pada hakekatnya adalah sebuah ujian. Yang miskin diuji dengan kefakirannya begitu juga dengan yang kaya, dia diuji dengan banyaknya harta. Kelak di akhirat nanti orang kaya akan diminta pertanggungan jawab terkait dengan harta yang dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Meskipun harta sebenarnya merupakan sebuah ujian. Kalaulah boleh memilih mungkin kita meminta untuk diuji dengan kekayaan daripada kemiskinan, karena kemiskinan lebih banyak menyajikan kesulitan-kesulitan yang membuat seseorang bersikap putus asa hingga cenderung untuk berbuat curang dan lari dari tanggung jawab. Nah, faktor kemiskinan ini juga adalah salah satu dari faktor yang menyebabkan angka kriminal di masyarakat kita semakin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Banyak orang yang memimpikan untuk mendapatkan harta dan kekayaan secara instan. Segala macam cara dilakukan, sikat kiri-hantam kanan, tak peduli saudara dan tak menghiraukan teman, tendang bawahan-jilat atasan, yang penting harta cepat berpindah tangan. Mereka lupa akan hakekat hartanya, padahal semakin banyak harta yang dikumpulkan, maka semakin banyak pula kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi untuk menjaga hartanya. Ibarat sebuah pepatah, menikmati harta bagaikan orang yang minum air laut, semakin banyak air laut diminum maka rasanya semakin haus saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Maka dari itu kita sebagai manusia sudah sepantasnya untuk bersyukur dengan apa yang sudah kita terima selama ini, Kaya harta tidaklah lebih mulia bila miskin hatinya, tetapi miskin harta adalah lebih baik asalkan kaya akan hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo ngece karo wong ora nduwe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Rojo brono yen mati ora digowo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bebasan urip mung mampir ngombe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ngono kui jare bini sepuh kae&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Numpak sepur asep&#39;e metu nduwur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tiwas ajur mumur yen awak ora diatur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nek numpak motor asep&#39;e metu ngisor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Urip neng alam ndonyo kudu sugih andhap asor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nek numpak becak asepe metu tengah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo ngguyu ngakak yen urip lagi kepenak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nek numpak andong asep e metu bokong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo banter-banter ngko mundak koyo grandong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dadi wong ojo rumongso biso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nanging uwong sing biso rumongso&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Wong sik becik sing keno kebecikane&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mulo kui jarene simbahku dewe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Rujak nanas pantes&#39;e wadahi gelas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tiwas adem panas sik digagas ora waras&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nek rujak dondong pantese wadahi lodong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo plenggang plenggong mengko mundak koyo grandong&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Nek rujak mayit lalapane rumah sakit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;bingung golek duit ngurusi barang gejepit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dadio wong sing becik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo do sirik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Opo opo marai mangkel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mengko, malah koe dadi nggrundel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tiwas ngalah malah podo ngeyel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mulane kowe manuto wong tuo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ojo pisan pisan koe neko-neko&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jaman saiki sithik-sithik metu ragat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Urip&#39;e ora tentrem malah kowe dadi jepat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mulakno mulakno, rasah do ngeyel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Tuwo-tuwo le ngandani angel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bola bali bola bali kowe nglarani ati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Wong tuwomu kegowo ati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ngalor ngidul ngulon wetan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Aku wis kenthir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Ora iso mikir&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kiwo kiwo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kluer kluer&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/7400613172593367865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2013/06/kaya-miskin-semua-sama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/7400613172593367865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/7400613172593367865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2013/06/kaya-miskin-semua-sama.html' title='Kaya Miskin Semua Sama'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-6201200078753184396</id><published>2013-05-18T07:18:00.004+07:00</published><updated>2013-05-18T07:18:38.825+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Yang Gratis Dalam kehidupan Ini</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWVM484J1TxfYGycjGszDapxiVk0sU-p-G1e1ioWkHwwvXh3OjqaED06mlr1YTsenjhCUee_G0wxd6lDZJzkzu6ZpXQN7Bf3vdHWzHJ26g4x5T6H63golb3RHdRIsAVD7bi501Vi0ja6dO/s1600/new.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;104&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWVM484J1TxfYGycjGszDapxiVk0sU-p-G1e1ioWkHwwvXh3OjqaED06mlr1YTsenjhCUee_G0wxd6lDZJzkzu6ZpXQN7Bf3vdHWzHJ26g4x5T6H63golb3RHdRIsAVD7bi501Vi0ja6dO/s320/new.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perhatikanlah, bagaimana saat ini banyak orang-orang mengeluh dengan keluhan yang “berparadoks”. Di satu sisi mereka mengeluh tentang kehidupan mereka yang kian sulit. Namun di sisi lain mereka tidak melakukan banyak hal untuk keluar dari kesulitan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perhatikanlah bagaimana sebagian anak bangsa ini hidup dalam kesulitan, namun masih dengan orang-orang yang sama, mereka terlalu banyak menghibur diri. Persentase waktu yang mereka habiskan untuk bekerja masih lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka gunakan untuk menghibur diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Itulah mengapa, stasiun-stasiun televisi menangguk untung berlipat. Karena mereka “menghidangkan” begitu banyak acara hiburan dan sedikit sekali acara yang membuat penontonnya “bekerja”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Perhatikanlah betapa banyak orang yang membuang waktunya dalam kesia-siaan. Padahal sebuah mimpi, cita-cita, harapan, dan keinginan harus diperoleh dengan kerja keras. TIDAK ADA YANG GRATIS DALAM KEHIDUPAN INI. Dan mungkin begitulah slogan yang tepat untuk membangunkan bangsa yang tertidur lelap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Anda malas, maka bersiaplah menderita akibat kemalasan anda. Anda bekerja keras, maka Insya Allah, Rahmat Allah SWT bersama anda selama anda ikhlas bekerja dan melakukannya sesuai ketentuan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Bangsa ini harus bangkit dari kelemahannya. Harus! Dan harus mereka sendiri yang melakukannya. Oleh karena itu, mulailah mematikan televisi manakala yang ditampilkan adalah sinetron yang menggambarkan mimpi-mimpi semu. Mimpi-mimpi yang terlalu ideal tapi seperti sulit dijangkau. Tentang anak manusia yang cantik-cantik dan tampan-tampan, hidup sudah dalam keadaan kaya dan sukses secara materi tapi tidak terlihat unsur perjuangan dalam mendapatkannya. Dan “kerjaan” mereka cuma bicara “cinta” yang sebenarnya cuma “nafsu” sesaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Mari selamatkan bangsa ini dengan mulai membuatnya bekerja mewujudkan mimpi. Saat ini keadaan seperti tak mendukung. Lihatlah sepanjang jalan yang anda lewati, mana yang lebih banyak, orang yang duduk-duduk, bercengkerama, santai, diam tak melakukan kegiatan produktif, atau mereka yang sedang bekerja keras mewujudkan mimpi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Kita harus menyadarkan semua orang bahwa mereka harus bekerja, berkeringat, menguras semua potensi yang ada pada otak dan jasad mereka. Berlelah-lelah dalam konsentrasi dan aktivitas fisik. Semua demi mimpi-mimpi kebahagiaan yang sedang kita bangun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jangan ada lagi penganggur-penganggur di bangsa ini. Sebab penganggur bukanlah orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Penganggur adalah mereka yang tidak bekerja. Perhatikanlah, betapa antara orang yang memiliki pekerjaan tetap dengan orang yang bekerja bisa sangat berbeda 180 derajat!.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Dan mari mulai dengan diri kita yang membaca tulisan ini. Evaluasilah diri kita. Mana di antara 24 jam ini yang kita habiskan dalam kesia-siaan. Mana waktu-waktu yang produktif. Setelah itu perbaikilah! Dan jadilah lebih produktif!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Pada bagian akhir, jadilah kita bagian dari solusi atas permasalahan bangsa ini. Dan bukannya justru menjadi masalah bangsa ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jadilah kita problem solver bagi bangsa ini. Dan bukannya sekedar menjadi problem speaker yang pada akhirnya hanya menjadi trouble maker bagi bangsa ini, sebagaimana pernah &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
disebutkan seorang ulama shalih, almarhum Ustadz Rahmat Abdullah (semoga Allah meridhai beliau).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Jadi, selesai membaca tulisan ini. Mulailah mengerjakan pekerjaan produktif yang bisa kita lakukan. Dan jangan berhenti sebelum lelah, ada hal lain yang lebih penting atau saat Allah SWT menjemput kita dalam kematian yang diridhai-Nya. Amiiin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/6201200078753184396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2013/05/tidak-ada-yang-gratis-dalam-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6201200078753184396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6201200078753184396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2013/05/tidak-ada-yang-gratis-dalam-kehidupan.html' title='Tidak Ada Yang Gratis Dalam kehidupan Ini'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWVM484J1TxfYGycjGszDapxiVk0sU-p-G1e1ioWkHwwvXh3OjqaED06mlr1YTsenjhCUee_G0wxd6lDZJzkzu6ZpXQN7Bf3vdHWzHJ26g4x5T6H63golb3RHdRIsAVD7bi501Vi0ja6dO/s72-c/new.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-7332912043155620848</id><published>2012-04-16T17:57:00.000+07:00</published><updated>2012-04-16T17:57:58.274+07:00</updated><title type='text'>Setan dan Nafsu</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://tomorrowneverknow.files.wordpress.com/2011/11/setan-malaikat.jpg?w=658&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://tomorrowneverknow.files.wordpress.com/2011/11/setan-malaikat.jpg?w=658&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh ustadz Drs. Syathori Abdurrouf&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(QS. al kahfi : 28)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sahabat sekalian setiap kita pasti telah berbuat dosa, berbuat makshiyat, berbuat salah dan khilaf. Kita sering menceritakan aib orang lain, kita juga sering memandang yang tak boleh, memegang yang tak boleh dan perbuatan-perbuatan lain yang sebenarnya dilarang Alloh. Penyebab semua itu adalah syetan dan nafsu. Syetan dan nafsu akan selalu mendorong kita untuk berbuat demikian. Namun kita tidak bisa menyalahkan syetan dan nafsu semata-mata. Kita sebenarnya yang paling bersalah. Mengapa kita membiarkan syetan dan nafsu menguasai kita. Mengapa kita membiarkan syetan dan nafsu menjerumuskan kita. Sedangkan kita tidak bisa minta tolong pada syetan untuk menghentikan aksinya, meskipun kita menyuapnya dengan uang satu trilyun. Kita juga tidak bisa mengiba-iba kepada nafsu untuk menghentikan ulahnya. “Hai nafsu kasihanilah saya, tolong jangan ganggu saya lagi”. Tidak bisa!.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu bagaiman agar nafsu dan syetan tidak menguasai kita?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sahabat sekalian, Alloh menciptakan syetan dan nafsu tidak sia-sia sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri atau  duduk atau dalam keadaan berbaring. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka”. (TQS. Ali Imron : 190-191)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebelum kita menginjak permasalahan upaya untuk menolak bisikan syetan dan nafsu ada baiknya kita mengetahui dulu mana yang termasuk bisikan syetan dan mana yang termasuk bisikan nafsu. Sehingga kita dapat melakukan perlawanan/penolakan dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pertama, bisikan syetan selalu berubah-ubah/bervariasi. Sedangkan bisikan nafsu cenderung tetap.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semisal kita berbuat dosa dengan telinga lalu pingin dengan mata, lalu pingin dengan tangan. Ini adalah bisikan syetan karena keinginannya berubah-ubah. Bila ada dorongan main play station setelah pulang pingin main lagi maka ini bisikan nafsu karena keinginannya tetap. Kita menggunjing orang lain lalu ingin menggunjing orang yang lainnya lagi itu juga bisikan nafsu. Karena keinginannya tetap yaitu menggunjing.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kedua, bisikan syetan menyangkut hal-hal yang pokok (bersifat ushuliyah).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bisikan ini bertujuan agar manusia terjerumus kedalam dosa besar, bila perlu berbuat syirik. Semisal meminta do’a/pertolongan pada orang yang telah meninggal, bukankah ini persoalan pokok yang dapat digolongkan sebagai perbuatan syirik. Dorongan syetan ini kadang muncul kadang hilang. Kadang dia ingin berbuat zina, kadang pingin membunuh. Ini jelas bisikan syetan. Bila pelakunya ketagihan dan pingin melakukan terus-menerus maka akan berubah alih dari bisikan syetan menjadi bisikan nafsu. Permisalan lain mula-mula ia tidak suka nonton lalu tergoda syetan untuk  nonton lalu pingin nonton terus maka nafsunya yang berganti mendorongnya. Itulah ahlinya syetan dalam menggoda manusia. Dan kita sering kali malah menurutinya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ketiga, bisikan syetan dapat diredakan dengan berdzikir.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Misal ada keinginan untuk memandang yang dilarang Alloh, kemudian membaca ta’awudz, insya Alloh syetan akan lari. Disaat kita sedang berduaan dengan lawan jenis kemudian kita sadar bahwa Alloh Melihat apa yang kita lakukan, insya Alloh kita akan segera sadar atas kelalaian kita. Sedangkan bisikan nafsu sangat sulit diredakan dengan berdzikir. Dia bisa diredakan dengan jihadun nafs (bersungguh-sungguh menolak nafsu). Semisal lagi nonton TV yang acaranya berbau makshiyat lalu kita membaca astaghfirullohkemungkinan besar kita masih ingin nonton terus. Namun bila kita berjuang dengan sungguh-sungguh untuk meninggalkannya insya Alloh kita bisa selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keempat, bisikan syetan menyebabkan pelakunya tidak banyak berpikir.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semisal ada keinginan nonton, tanpa banyak pikir ia langsung ke bioskop untuk nonton. Demikianlah syetan dan nafsu akan selaku membisiki kita menuju kesesatan dan memang demikianlah tugas syetan untuk mengumpulkan teman yang sebanyak-banyaknya untuk menemaninya di neraka kelak. Namun kita juga dibekali oleh Alloh untuk mengadakan perlawanan terhadap bisikan setan dan nafsu yang akan menjerumuskan kita. Berikut ini beberapa kiat yang bila kita melakukannya insya Alloh akan menyelamatkan kita dari bisikan syetan dan nafsu. Kiat-kiat tersebut diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Kita menyadari posisi kita di dunia ini di bumi Alloh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita di bumi ini ibarat orang yang sedang bertamu, karena bumi ini milik Alloh. Sahabat sekalian, ketika bertamu di rumah orang lain, sudah tentu kita bersikap santun. Ketika datang ke rumah orang lain tanpa tujuan bertamu boleh jadi kita akan berurusan dengan polisi. Saat bertamu kita harus mematuhi peraturan yang punya rumah. Tidak boleh mengobrak abrik isi lemari, merusakkan barang- barang tuan rumah. Kita harus duduk dengan santun sambil menunggu datangnya tuan rumah walaupun sudah tersedia makanan, kita tidak boleh mengambilnya tanpa siizin tuan rumah. Karena kita sadar kalau kita sedang bertamu, dan ingin agar tuan rumah berlaku baik kepada kita. Kita yakin bila kita bersikap ramah, maka tuan rumah akan ramah pula terhadap kita. Kita tidak bisa seenaknya sendiri. Makanan kita santap habis. Tempat duduk kita obrak-abrik, isi lemari kita ambili. Jika demikian yang kita lakukan, tentu tuan rumah akan sangat marah dan mengusir kita. Demikianlah kita di bumi ini. Kita sedang bertamu kepada Alloh kita harus menjadi tamu yang ramah, mematuhi segala aturan Alloh. Menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Kita menunggu dengan santun  kemunculan Alloh untuk menghampiri kita (saat kematian). Sehingga Dia akan menyuguhkan kepada kita kenikmatan yang berupa surga. Kita tidak bisa berbuat semaunya di bumi Alloh ini. Berbuat kerusakan dimana-mana, berbuat dosa, berbuat makshiyat. Bagaimana bila kita dibenci Alloh? Bahkan diusir?. Diusir orang kita bisa memperbaiki diri, tapi bila Alloh yang mengusir kita pada saat kita menemui-Nya apa yang bisa kita perbuat?. Paling seperti perkataan orang-orang kafir : “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah “. (TQS. an Nabaa’ : 40). Karena tanah memang tidak dimintai pertanggung jawaban.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;2. Muroqobah&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Muroqobah merupakan sikap yang merasa selalu diawasi Alloh. Kemampuan bermuroqobah dimiliki seseorang bahwa Alloh Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan lainnya. Tidak ada secuilpun dan serahasia apapun yang ia lakukan  kecuali ia yakin bahwa Alloh Maha Mengetahui. Kita yakin bahwa Alloh Maha Melihat yang tidak terhalangi oleh apapun dan oleh siapapun. Menurut ulama’ seorang muslim yang yakin Alloh tak melihat lalu berbuat makshiyat, maka dia telah kafir. Dan seorang muslim yang yakin bahwa Alloh Maha Melihat tapi masih juga berbuat makshiyat maka dia sungguh telah meremehkan Alloh. Seorang mahasiswapun jika menyontek lalu ketahuan oleh dosennya dia akan berhenti menyontek. Kita bisa bayangkan apa jadinya jika dia meneruskan menyontek. Tentu si dosen merasa dilecehkan. Dan sangat mungkin sekali dia akan mengusir si mahasiswa tadi. Lalu bagaimana dengan kita? Kita yakin Alloh Maha Melihat masihkah kita akan berani berbuat makshiyat? Semoga Alloh melindungi kita dari perbuatan yang dibenci-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita yakin bahwa kematian datang dengan tiba-tiba.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kematian adalah sebuah kepastian. Kita hidup di dunia ini hanya sebentar. Kita pasti akan pulang menuju tempat tinggal yang hakiki berjumpa dengan Alloh Azza wa Jalla. Dan perjumpaan dengan Alloh cuma ada dua keadaan yaitu huznul khotimah (mati dalam keadaan baik) atau suul khotimah (mati dalam keadaan buruk). Semisal kita sedang asyik berduaan  dengan seorang wanita di mobil, tiba-tiba mobil bertabrakan dan kita meninggal. Tentulah kita meninggal dalam kerugian (suul khotimah). Atau kita sedang naik pesawat dan asyik berduaan dengan pramugari, tiba-tiba pesawat menabrak gunung dan kita meninggal tentulah kita juga meninggal dalam kerugian. Kita semua pasti menghadap Alloh dan kita sangat ingin perjumpaan dengan Alloh adalah saat-saat yang paling membahagiakan bagi kita. Saat-saat yang paling indah bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita pikirkan akibat perbuatan dosa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sahabat sekalian, nafsu itu bawaannya santai dan yang enak-enak. Nafsu hanya memberikan kesenangan yang sedikit, sementara dan sebentar. Bukti nafsu itu hanya memberikan kesenangan yang sedikit. Pernah ada tamu ke rumah tiba-tiba minuman saya diminum anak yang masih berumur sekitar dua tahun. Ia meminumnya dengan sekali minum sampai habis. Akhirnya dia malah muntah. Contoh nafsu hanya memberikan kesenangan yang sebentar dan sementara bila kita dipuji mungkin awalnya kita merasa senang. Namun bila pujian itu terus menerus, tentu kita akan merasa sebal. Kenikmatan memandang juga demikian, awalnya mungkin kita merasa senang, tapi bila terus terusan memandang tentu kita akan merasa bosan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikianlah sahabat sekalian, syetan dan nafsu tidak akan pernah memberikan kesenangan yang nyata bagi kita. Kesenangan yang hakiki adalah bila hidup ini kita selalu dalam kasih sayang Alloh Azza wa Jalla. Bulan ramadhan seperti ini dapat kita jadikan tolak ukur bagi kita apakah selama ini kita telah terpedaya oleh syetan ataukah menuruti kemauan hawa nafsu. Pada bulan ramadhan syetan telah dibelenggu oleh Alloh. Bila kita masih suka berbuat dosa dan makshiyat, berarti kita memang telah terpedaya oleh nafsu. Kita telah dikuasai oleh nafsu. Marilah di bulan yang penuh dengan barokah  dan ampunan Alloh ini, kita tengok hari-hari yang telah kita lewati sehingga kita dapat mengadakan perbaikan diri. Semoga kita bisa mendapatkan keutamaan di bulan yang suci ini untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amiin ya Rabbal ‘alamiin. Wallohu a’lamu bishshowab was taghfirullohal azhiim.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/7332912043155620848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/04/setan-dan-nafsu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/7332912043155620848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/7332912043155620848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/04/setan-dan-nafsu.html' title='Setan dan Nafsu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-6599167220786312010</id><published>2012-04-14T15:52:00.001+07:00</published><updated>2012-04-14T15:55:19.101+07:00</updated><title type='text'>Sejenak</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06ELu9SPLGUH64Y9Vg07pYZKxGoYch-R2Hbr5p0aEAG3oPDlhRSk06i9WPKJihMb7Lrx43yXgcCWCW43FHyQXKf8xPgSJ83aJbFzSzEwN3J8b4U8FkvroSOCdM_R6VHQa0e60AAXEVt0/s320/animasi-1.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06ELu9SPLGUH64Y9Vg07pYZKxGoYch-R2Hbr5p0aEAG3oPDlhRSk06i9WPKJihMb7Lrx43yXgcCWCW43FHyQXKf8xPgSJ83aJbFzSzEwN3J8b4U8FkvroSOCdM_R6VHQa0e60AAXEVt0/s320/animasi-1.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejenak aku merenung,&lt;br /&gt;
Diantara waktu sibuk dan terburu buru dalam hidupku, aku merenung...&lt;br /&gt;
Berapa waktu yang aku pergunakan untuk bersyukur pada Illahi..&lt;br /&gt;
Berapa &amp;nbsp;banyak waktu yang aku gunakan untuk beribadah padaNya&lt;br /&gt;
Padahal,.. hanya diminta 5 waktu sehari semalam,.. tak lebih dari 25 menit.&lt;br /&gt;
Tetapi kadang selalu tertinggal, &amp;nbsp;kadang cuma 20 menit, kadang cuma bisa 5 menit.&lt;br /&gt;
Tapi, Dia tak pernah melupakan aku...&lt;br /&gt;
Dalam 24 jam selalu memantau dan memberiku rizki&lt;br /&gt;
Astangfirullahhaladzim....&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa istigfar dalam hati, sejenak...&lt;br /&gt;
Rasanya aku saja masih sulit meluangkan..&lt;br /&gt;
Ya Rabb, jangan biarkan aku lupa saat mata sudah menutup..&lt;br /&gt;
Saat nafas ini telah kau tarik kembali&lt;br /&gt;
Sejenak...&lt;br /&gt;
Aku ingin bisa meluangkannya, meluangkan waktu sejenak....&lt;br /&gt;
sejenak saja dalam hidupku, merenung dan intropeksi dalam diri&lt;br /&gt;
Bukan saat bencana itu datang, aku baru meluangkan waktu lebih dari sejenak&lt;br /&gt;
Bukan saaat kau ambil rasa bahagia dalam hati,&lt;br /&gt;
Bukan, Bukan Ya Rabb&lt;br /&gt;
Kuingin saat bahagia itu datang, saat anugrah itu datang&lt;br /&gt;
Aku ingin meluangkan waktu sejenak dalam perjalanan panjang hidup ini&lt;br /&gt;
Alhamdulillah .......&lt;br /&gt;
Semoga kesempatan itu tak aku sia-siakan.,&lt;br /&gt;
Meski nanti yag tersisa tak banyak, namun kuingin ada dalam keikhlasan hati hanya karenaMu meski hanya&lt;br /&gt;
SEJENAK.........!!!!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/6599167220786312010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/04/sejenak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6599167220786312010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6599167220786312010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/04/sejenak.html' title='Sejenak'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh06ELu9SPLGUH64Y9Vg07pYZKxGoYch-R2Hbr5p0aEAG3oPDlhRSk06i9WPKJihMb7Lrx43yXgcCWCW43FHyQXKf8xPgSJ83aJbFzSzEwN3J8b4U8FkvroSOCdM_R6VHQa0e60AAXEVt0/s72-c/animasi-1.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Malang, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.981894 112.62650299999996</georss:point><georss:box>-8.0377215 112.57637849999996 -7.9260664999999992 112.67662749999995</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-2258953095020310030</id><published>2012-03-25T17:41:00.000+07:00</published><updated>2012-03-25T17:41:25.862+07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Sedekah By Yusuf Mansyur</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.mediamuslim.org/wp-content/uploads/2011/09/keistimewaan-sedekah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://www.mediamuslim.org/wp-content/uploads/2011/09/keistimewaan-sedekah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan. Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam kesempatan tersebut, &lt;a href=&quot;http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html&quot;&gt;Ustadz Yusuf&lt;/a&gt;  memaparkan beberapa kisah yang Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah. Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya terlalu kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 1,5 juta!” ujar Ustadz Yusuf sambil duduk bersila di permadani.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan bijak, Ustadz Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al An’am 160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Supir itu lantas bertanya,”Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?” “Nah, inilah kelemahan orang kita,” potong Ustadz Yusuf sejenak, “Qur’an hanya untuk dibaca!”Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustadz Yusuf menyuruhnya segera berdiri. Kemudian ia bertanya, ”Maaf… boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya pribadi? ”Supir itu mengangguk. “Nggak bakal tersinggung?” Kembali supir itu mengangguk. “Bawa duit berapa di dompet?” desak Ustadz Yusuf. Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. Langsung Ustadz Yusuf mengambilnya. “Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk dengan terpaksa. “Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!” “Kalau nggak, Ustad?” “Uangnya saya kembaliin!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustadz Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 125 ribu rupiah, namun keselip.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada hari keempat supir itu diminta atasannya untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, “Ini hadiah istri kamu yang kesepian di rumah,” begitu katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah…. Jumlahnya 1,5 juta rupiah. Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian &lt;a href=&quot;http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html&quot;&gt;Ustadz Yusuf Mansur&lt;/a&gt;  bertanya, “Siapa yang belum nikah?” serentak hampir semua peserta mengacungkan tangan dengan semangat, seraya bergurau. “Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin…” “Kawin lagi???” jawab beberapa peserta, kompak! Ustadz Yusuf tertawa, “Yang udah kawin… makin sayang…”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga masjid itu, “Maaf, Pak… kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa bantu…” “Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 ribu…” Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu. Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,”Mudah-mudahan hajat saya terkabul…” harapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Subhanallah… Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat orang melamarnya! “Itulah sedekah!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ustadz Yusuf menantang mata peserta,”Sulit akan menjadi mudah, berat menjadi ringan… asal kita sedekah!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustadz Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan… mobil itu milik seorang tukang bubur keliling!Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya kejatuhan bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank. Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan hadiah mobil tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang Ustadz bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu milik tukang bubur.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang Ustadz yang mengatakan, kalau sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan uang yang ada, sebesar 100 ribu.Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat cepat lunas. “Dan… Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!” seru &lt;a href=&quot;http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html&quot;&gt;Ustadz Yusuf Mansyur&lt;/a&gt;  berapi-api.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak orang itu meninggal, sehingga si pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Nggak!” koreksi Ustadz &lt;a href=&quot;http://biografi.rumus.web.id/2011/12/biografi-yusuf-mansur.html&quot;&gt;Yusuf Mansur&lt;/a&gt;  cepat, “Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah… Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya. Selain memberikan materi tentang sedekah, Ustadz muda berkulit putih ini juga memberikan masukan dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience (baik di televisi ataupun di ruangan), di antaranya mengajarkan teknik memotong materi (untuk commercial break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan mengganti saluran dan tetap menunggu sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi audience, melibatkan orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah masbro, kisah nyata keajaiban sedekah dari Yusuf Mansur, semoga kita menjadi bagian dari para ahli sedekah yang ikhlas dan mengingat Allah saja dalam bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/2258953095020310030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/03/keajaiban-sedekah-by-yusuf-mansyur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/2258953095020310030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/2258953095020310030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2012/03/keajaiban-sedekah-by-yusuf-mansyur.html' title='Keajaiban Sedekah By Yusuf Mansyur'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-2988817694572475142</id><published>2011-12-31T19:46:00.003+07:00</published><updated>2011-12-31T20:09:11.386+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tulungagung 31 Desember 2011"/><title type='text'>Renungan Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ixtoED6dHm0/Tv8BsCDJeeI/AAAAAAAAAO0/_Uw7IWg9ZAA/s1600/305059_130762837021567_100002635553323_153006_1844971862_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ixtoED6dHm0/Tv8BsCDJeeI/AAAAAAAAAO0/_Uw7IWg9ZAA/s200/305059_130762837021567_100002635553323_153006_1844971862_n.jpg&quot; width=&quot;194&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Mari kita luangkan waktu sedikit saja untuk merenungi diri, bertafakur, muhasabah dan mengevaluasi diri kita. Sebelum Allah Yang Maha cermat perhitungan-Nya menghisab kita di yaumul akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&quot;Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, karena sungguh mudah hisab dihari kiamat bagi orang yang melakukan hisab di dunia. Maka berhias dirilah dengan amal sholeh untuk sebuah perhelatan akbar pada hari kiamat.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Kita tidak tahu, kapan Allah menghisab setiap lembar kehidupan kita. Bahkan kita tidak tahu kapan detak jantung kita berhenti. Setahun lagi, sebulan lagi, sejam lagi, atau mungkin setelah kita membaca catatan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&quot;Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&quot; (QS. Al Hasyr: 18)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&quot;Dan tidak seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya esok. Dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengatahui lagi Maha Mengenal.&quot; (QS. Lukman : 34)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Sangat banyak nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita, yang ternyata tidak berbanding lurus dengan kesyukuran dan ketaatan kita kepada-Nya. Padahal andai kita berani jujur. Apalah kelebihan kita? Apalah keunggulan kita dibanding yang lain.Seandainya dosa dan maksiat yang kita lakukan, menimbulkan bau busuk, maka sungguh tak seorang yang ingin duduk dan bergaul dengan kita, dan sungguh bumi tempat berpijak kita ini akan dipenuhi dengan berbagai macam bau busuk maksiat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: auto;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/rp-XSgdldMM?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tahukah kita bahwa pada hari kiamat nanti, mulut kita akan bungkam membisu? Tangan kita akan membuka kedok maksiat yang pernah kita lakukan semasa di dunia. Bahkan pikiran-pikiran kotor yang sering menari-nari dalam benak kita dan hayalan yang merasuki hati kita pun diketahui dan diawasi dengan cermat oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Pada hari kiamat ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan&quot;. (QS. Yasin: 65)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka akan berkata kepada kulit mereka: &quot;Mengapa kami menjadi saksi terhadap kami?&quot; Maka kulit mereka menjawab: &quot;Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nyalah kamu kembali.” (QS. Fushshilat: 20-21)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan jadikan diri kita sebagai bahan bakar api neraka. Gunakanlah segala nikmat Allah berupa anggota tubuh yang lengkap sesuai dengan fungsinya yang diperintahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingat firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak di pergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak di pergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai&quot;. (QS. Al A’raf: 179)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam masalah ibadah pun, kita sulit merasakan kenikmatannya. Membaca Al-Qur&#39;an semakin hambar saja. Penyebabnya bisa jadi karena hati kita yang penuh debu-debu kemaksiatan, terkontaminasi dengan segala macam polusi kebejatan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Utsman bin Affan ra berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Seandainya hati kalian bersih dan suci, maka tentulah hati itu tidak akan pernah merasa bosan oleh Kalam Tuhan.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Janganlah membayangkan yang jauh, sekedar, memahami bacaan sholat saja pun terkadang kita tidak mampu, sholat kerap kali tidak khusyuk. Kita sepertinya belum maksimal melaksanakan sholat-sholat wajib secara sempurna seperti yang diperintahkan. Apatah lagi dengan sholat-sholat sunnah, sholat lail, sholat rawatib, sholat dhuha atau sekedar witir sebelum tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukankah sholat ini yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, kalau sholat kita ini diterima maka seluruh amalan kita yang lain akan mudah perhitungannnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Yang paling pertama dihisab pada diri seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat, bila sholatnya baik maka seluruh amalan yang lain juga akan baik. Dan bila sholat ini tidak baik, maka seluruh amalan yang lain pun akan menjadi rusak.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ikhwati wa akhawati fillah! Jangan biarkan muhasabah ini kehilangan gaung, hanya menjadi deretan kata tanpa makna, bulatkan azam untuk meninggalkan segala maksit, singsingkan lengan baju untuk lebih meningkatkan kwalitas dan kwantitas ibadah.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/Row45JVFKsA?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/2988817694572475142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/12/renungan-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/2988817694572475142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/2988817694572475142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/12/renungan-akhir-tahun.html' title='Renungan Akhir Tahun'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ixtoED6dHm0/Tv8BsCDJeeI/AAAAAAAAAO0/_Uw7IWg9ZAA/s72-c/305059_130762837021567_100002635553323_153006_1844971862_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Rejoagung, Kedungwaru, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.047322 111.91924500000005</georss:point><georss:box>-8.0563139999999986 111.90838950000004 -8.03833 111.93010050000005</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-666282137297074507</id><published>2011-09-05T23:08:00.001+07:00</published><updated>2011-09-05T23:08:26.056+07:00</updated><title type='text'>Mensyukuri Nikmat Umur</title><content type='html'>Semakin bertambah umur kita setahun, semakin dekat kepada ajal.dan 
semakin dekat dengan ajal. Semakin dekat pula dengan liang kubur.

Karena itu hendaklahumur kita yang ada sekarang ini dapat kita 
pergunakan sebaik-baiknya sebelum datang ajal, sebelum umur kita 
bercerai dengan badan.. Jangan terlambat dan jangan kita terperdaya 
karena kekuatan kita, karena kekayaan, karena pengaruh besar, semuanya 
itu akan berakhir bila malaikat maut sudah menceraikan roh kita dari 
badan.
Marilah kita perhatikan sabda nabi; sebaik-baik manusia adalah orang 
yang diberi panjang umur dan umur yang panjang itu dipergunakan untuk 
membikin kebaikan sebanyak-banyaknya, dan sejahat-jahat manusia ialah 
orang yang di beri Tuhan umur panjang tetapi umur panjang itu 
dipergunakan untuk membikin kejahatan dan kerusuhan-kerusuhan saja.

Selanjutnya kita perhatikan pula sabda Nabi Muhammad SAW berikut: Siapa 
siapa yang sudah masuk umurnya empat puluh tahun tetapi kebaikannya 
belum dapat mengalahkan kejahatannya, maka lemparkanlah saja ke dalam 
api neraka jahanam. Dengan sabda Nabi tadi, itu dapatlah kita mengambil 
perhatian dan keainsyafan supaya kita dapat menggunakan umur kita yang 
berharga ini dengan sebaik-baiknya menurut apa yang telah di gariskan 
oleh agama kita serta diridhoi Allah SWT.

Umur yang yang kita pakai sekarang ini akan kita pertangggung jawabkan 
kepada Allah, untuk apa saja umur kita habiskan, untuk apa lagi umur 
kita pakai, semuanya diminta pertanggungjawaban olah Allah kepada kita. 
Baru saja selesai dikuburkannya jasad kita, belum lagi hilang jejak 
telapak kaki manusia yang mengantarkan ke kubur, pertama-tama yang 
ditanyakan Allah ialah mengenai umur, kemana dihabiskan dan untuk apa di
 gunakan.

Pada waktu itu tidak dapat berdusta sedikitpun, sebab seluruh anggota 
badan menjadi saksi tentang apa dan untuk apa dipergunakan umur yang 
sekian puluh tahun dipakai. Barulah pada hari itu timbul penyesalan yang
 mana penyesalan tidak berguna lagi sebab pintu rahmat dan ampunan sudah
 ditutup dan sesal kemudian tak ada gunanya lagi.

Menangislah, merataplah karena menyesali perbuatan-perbuatan pada waktu 
itu, namun tangis dan ratap tidak menolong sedikitpun. Umur akan 
melaporkan kepada Allah semua apa telah di perbuat dan di kerjakan 
didunia, dengan tidak dapat dikurangi dan ditambah sedikitpun. Umur akan
 menceritakan dihadapan Allah nantinya,bahwa aku selama berada di tubuh 
si anu sekian tahun lamanya, sekian kali dibawa bermaksiat, berjudi dan 
lain sebagainya.

Bagi manusia yang beriman kapada Allah pasti mempercayai bahwa pada 
suatu saat yang telah ditentukan umurnya akan bercerai dengan badan bila
 ajalnya sudah datang dan dia berpulang ke rahmatullah buat 
mempertanggungjawabkan umurnya kepada Allah. Bila kepercayaan ini sudah 
tumbuh dan sudah menjadi keyakinan yang kuat, masing-masing manusia 
tentu akan berhati-hati untuk sisa umurnya yang tinggal ini, yaitu 
penghabisan umur yang baik.

Sebagai penutup marilah kita gunakan kesempatan hidup kita untuk 
memperbaiki langkah kita yang lalu agar mencapai ke hidupan yang 
berbahagia dan sukses memperoleh kemenangan yang diridhoi oleh Allah 
SWT. Walllaahu a’lambissowab. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/666282137297074507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/09/mensyukuri-nikmat-umur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/666282137297074507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/666282137297074507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/09/mensyukuri-nikmat-umur.html' title='Mensyukuri Nikmat Umur'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-8678030873096982689</id><published>2011-03-28T21:51:00.002+07:00</published><updated>2011-03-28T21:51:55.562+07:00</updated><title type='text'>Darimana buruk sangka datang?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kebiasaan berburuk sangka telah ada sejak lama.  Di sekitar kita, bila dicermati, bertebaran sikap manusia yang  berprasangka buruk. Sebutlah pandangan mata curiga, sinis, ekspresi  kecut yang penuh apriori, sampai dalam bentuk sikap kasar yang tidak  bersahabat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Menurut para ahli, buruk sangka merupakan salah  satu mekanisme psikologis yang paling alamiah dalam diri manusia. Karena  itu, sulit sekali menghilangkan buruk sangka. Banyak faktor yang memicu  merebaknya prasangka-prasangka buruk:&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;1. Faktor lingkungan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Lingkungan memberi pengaruh yang cukup besar bagi  lahirnya sikap buruk sangka. Lingkungan dimaksud bisa keluarga,  masyarakat, tempat bekerja, sekolah, dan lain sebagainya. Lingkungan  yang kejam, kotor, dan tidak sehat seringkali memberi pengaruh kuat bagi  lahirnya kebiasaan buruk sangka. Bahkan, dalam budaya orang-orang  ‘primitif’, buruk sangka seringkali menjadi acuan utama kehidupan sosial  mereka, sebagai kompensasi timbal balik dari lingkungannya yang memang  buruk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Seperti yang terjadi pada suku Dobu di Melanesia.  Ideologi hidup mereka adalah sihir. Akibatnya, paradigma hidup mereka  pun banyak yang terjungkal. Setiap anak-anak Dobu meyakini bahwa  kehidupan mereka diatur oleh kekuatan sihir. Maka, begitu ada yang  terkena bencana atau musibah, muncullah aksi balas dendam dari  keluarganya kepada pihak-pihak yang diduga telah menyihir anggota  keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Setiap orang dari suku tersebut selalu takut kalau  diracun. Makanan dijaga ketat. Hanya dengan orang-orang tertentu saja  suku Dobu mau makan bersama. Sikap curiga, buruk sangka, tidak dapat  dipercaya, menjadi budaya hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Lingkungan hidup yang keras bisa menumbuhsuburkan  sikap cepat curiga. Ia identik dengan medan tempat setiap orang harus  bertarung mempertahankan hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Berjibaku mengejar apa yang bisa ia makan, meski  harus memangsa orang lain dengan jalan yang salah. Bagaimana dengan  lingkungan kita? Atau Bagaimana dengan lingkungan kerja kita?&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;2. Keyakinan yang salah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keyakinan yang salah bisa melahirkan buruk sangka.  Termasuk dalam kategori ini adalah ideologi atau aqidah yang salah.  Seperti berburuk sangka kepada Allah, dengan menuduh-Nya tidak adil.  Orang-orang jahiliyah sebelum Islam punya keyakinan yang terkait erat  dengan prasangka buruk. Setiap memasuki hari-hari yang baru, mereka  mengukur nasib dengan apa yang pertama kali mereka lihat. Bila pagi itu  mereka melihat ular, atau burung gagak, atau apa saja yang berwarna  hitam, pertanda hari buruk sedang menanti.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam Islam, perilaku seperti itu disebut dengan &lt;em&gt;tathayyur&lt;/em&gt;. Secara bahasa, &lt;em&gt;tathayyur&lt;/em&gt; artinya sebuah perilaku menyandarkan sikap kepada burung (&lt;em&gt;tha-ir&lt;/em&gt;). Tindakan seperti itu dilarang keras oleh Islam karena bisa merusak kemurnian akidah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Buruk sangka dengan kemasan keyakinan seperti itu  masih banyak menyebar dalam masyarakat. Terlebih bila masyarakat  tersebut dahulunya penganut paham animisme. Tetapi, dalam perkembangan  selanjutnya, masyarakat modern pun banyak yang masih terjerat perilaku  seperti itu. Banyak yang menggantungkan nasibnya kepada ramalan-ramalan  aneh.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;3. Kepentingan Politik&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kepentingan-kepentingan politik juga menjadi  pemicu lahirnya sikap buruk sangka. Definisi kepentingan politik yang  dimaksud tidak selalu harus dalam konteks kekuasaan di sebuah negara,  dari tingkat lurah sampai presiden. Bisa saja berbentuk politik  pencapaian jabatan di sebuah instansi, politik pencapaian tujuan  tertentu dalam sebuah organisasi, atau dalam sebuah komunitas  masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Di jaman Soeharto berkuasa, tak sedikit kebijakan  politik yang dijalankan berdasarkan buruk sangka. Kekhawatiran dan  ketakutan kepada umat Islam dalam kurun yang cukup lama telah menjadi  alasan untuk berlaku diskriminatif kepada anak bangsanya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tragedi Priok misalnya, telah banyak memakan  korban. Bahkan banyak orang yang sama sekali tak punya urusan dengan  peristiwa Priok juga terdzalimi dengan kejam.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pendek kata, kepentingan politik telah menjadikan  alasan sistem kewaspadaan nasional sebagai pembenaran tindakan-tindakan  brutal, yang dasarnya hanya prasangka buruk. Identifikasi bahwa semua  orang Islam yang nampak konsisten disebut bagian dari ekstrim kanan,  yang akan merongrong kewibawaan negara, menggulingkan pemerintahan yang  sah, adalah idiom-idiom buruk sangka yang terus dijadikan komoditas  politik Soeharto. Sayangnya, idiom ekstrim kanan juga masih didengungkan  oleh penguasa saat ini. Bahkan, muncul kebiasaan menyebarkan prasangka  dan keresahan dengan menyebut inisial, sebagai tertuduh dalam beberapa  kasus.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tentu semua orang tidak ingin, bila bangsa ini  terus menerus dipimpin oleh penguasa yang kebijakan politiknya hanya  berdasar buruk sangka, berpijak pada asumsi-asumsi buta, atau bahkan  hanya karena selera suka atau tidak suka.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;4. Estimasi Pertahanan Diri&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kadang, orang punya prasangka buruk demi  kepentingan mempertahankan diri. Rasa aman yang ingin diperoleh  seseorang sering kali diwujudkan dengan membuat lingkar pengaman secara  psikologis atas semua orang yang dihadapi. Kebiasaan ini bahkan telah  merambah ke sektor-sektor kehidupan harian. Ada penelitian unik (Baron  &amp;amp; Byrne,1997) tentang kecenderungan para perawat di rumah sakit yang  enggan merawat orang-orang gemuk, karena prasangka ringan (&lt;em&gt;mild prejudice&lt;/em&gt;)  yang tak berdasar. Mereka berprasangka bahwa orang gemuk umumnya sulit  diberi pelayanan perawatan. Tentu saja ini belum tentu benar. Tapi,  begitulah adanya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Estimasi pertahanan diri yang dasarnya buruk sangka sangat berbahaya. Ia bisa melahirkan &lt;em&gt;stereotipe&lt;/em&gt;.  Sebuah penyeragaman pandangan atas suatu obyek dengan totalitas.  Seperti sangkaan bahwa ‘laki-laki yang menuntun motor di tengah malam  itu pasti pencuri’, ‘orang yang berambut panjang itu pasti preman’, dan  lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Pengalaman unik seorang pemuda berikut bisa  menjadi pelajaran. Arman (24 tahun), sempat gemetar dan serta merta  menjauhi laki-laki berkulit gelap berminyak, berambut gondrong, berbadan  besar serta berpakaian lusuh yang menghampirinya. Malam itu, ia  terpaksa tidur di emperan toko. Arman bukan pengemis atau gelandangan,  melainkan pemuda ‘rumahan’ yang ‘terlunta-lunta’ di Jakarta. Dari  Surabaya, Arman memutuskan mendatangi teman lamanya di Jakarta. Ia  berencana menetap sementara di rumah temannya sambil mencari kerja,  berbekal ijazah SMA dan beberapa ijazah kursus. Di luar dugaannya,  sewaktu tiba di alamat yang dituju, temannya sudah pindah, dan -suatu  hal yang tidak aneh- para tetangga tidak tahu alamat barunya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Malam mulai tiba. Sementara Arman tidak ingin  mengeluarkan uang untuk menginap di losmen. Ia khawatir, uang  simpanannya keburu habis sebelum nasibnya jelas. Ketika malam semakin  larut, akhirnya ia memilih emperan toko untuk bermalam. Tapi segera ia  menyesali pilihannya, karena laki-laki gondrong itu sekonyong-konyong  menghampirinya. Di kepalanya sudah berkecamuk, orang seram seperti itu  pasti akan merampok, menganiaya atau bahkan membunuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Tapi laki-laki itu dengan ramah menegurnya, dan  mengajaknya berbincang. Akhirnya, Arman justru menceritakan masalah yang  menimpanya. Melihat ketulusan di sorot mata laki-laki itu, Arman  tiba-tiba yakin, ia orang baik-baik. Bahkan ia melihat, laki-laki itu  seperti iba padanya. Menurut pengakuan laki-laki itu, ia memiliki adik  yang sebaya Arman, dan sekarang tinggal di kampung halamannya, di daerah  Sumatera.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Akhirnya, malam itu Arman justru menginap di rumah  laki-laki itu, di daerah kumuh pinggiran kali Ciliwung. Dan orang yang  kemudian dipanggilnya Abang itu memberinya pekerjaan, sebagai kenek bis  yang dikemudikannya. Beberapa bulan Arman tinggal di rumah laki-laki  itu, yang ternyata benar-benar baik dan memperlakukan Arman seperti  adiknya. Ia juga heran, di jaman seperti ini, masih ada orang yang tulus  seperti itu. Kini Arman sudah bekerja sebagai pegawai di suatu kantor.  Tapi ia tidak pernah melupakan kebaikan sang Abang.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sikap &lt;em&gt;stereotipe&lt;/em&gt; menilai sesuatu secara  keseluruhan juga dialami oleh Musyarif (26). Ia mengisahkan pengalaman  yang tak akan ia lupakan. Suatu hari seperti biasa ia naik bis umum dari  tempat tinggalnya di Bekasi ke Jakarta untuk bekerja. Menjelang keluar  tol UKI, dilihatnya seorang laki-laki dengan kacamata hitam terus  mendekat-dekat kepada seorang wanita berjilbab. Musyarif yakin bahwa  seorang copet sedang siap-siap beraksi. Ia berusaha sedikit menghalangi  laki-laki itu. Begitu bus menurunkan penumpangnya di UKI, wanita  berjilbab itu menggamit laki-laki berkacamata hitam itu dan menuntunnya.  Ternyata laki-laki itu buta. Dari cara wanita itu membimbingnya, bisa  dipastikan ia suaminya, atau paling tidak salah satu keluarga dekatnya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Bila berlebihan, buruk sangka karena estimasi pertahanan diri bisa menjadi penyakit kepribadian seperti &lt;em&gt;paranoid&lt;/em&gt;.  Di mana orang punya rasa takut yang sangat berlebihan. Hingga  melahirkan anggapan secara konsisten bahwa orang lain berusaha menuntut,  merusak, atau mengancam. Bahkan, orang yang berpenyakit seperti itu  menolak menceritakan rahasia kepada orang lain karena takut kalau  informasi tersebut digunakan untuk melawan dirinya. Bisa juga berdampak  kepada gangguan kepribadian &lt;em&gt;skizotipal&lt;/em&gt;. Yaitu suatu sikap dan  penampilan ganjil, selalu curiga, dan kecemasan sosial yang luar biasa  terhadap orang yang tidak dikenal.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;5. Ilmu yang Pas-Pasan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Keterbatasan ilmu juga menjadi pemicu bagi  munculnya sikap buruk sangka. Minimnya pengetahuan akan berpengaruh pada  kemampuan seseorang untuk memandang masalah, menyimpulkan, serta  menentukan sikap atas berbagai peristiwa.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dalam beberapa disiplin ilmu, kata ‘prasangka’  secara definitif diartikan sebagai penguasaan masalah sebesar 50 persen  atau lebih tapi tidak sampai seratus persen. Ia sekaligus lawan dari  kata ‘faham’, yaitu penguasaan masalah hingga seratus persen. Maka,  orang yang tidak faham, sangat mungkin memaknai sesuatu dengan cara yang  salah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Setiap orang harus sadar, bahwa di atas yang tahu  masih ada yang lebih tahu. Di atas yang berilmu masih ada yang lebih  berilmu. Apalaqi hampir semua ilmu itu dinamis, berkembang, dan  memunculkan hal-hal baru.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Buruk sangka karena keterbatasan pengetahuan bisa  dihindari dengan mencari tahu. Dahulu, ketika Rasulullah memutuskan  menerima perjanjian damai dengan orang-orang Quraisy di Hudhaibiyah,  sebagian sahabat -termasuk Umar bin Khatab- memandang itu sebagai  kekalahan. Tetapi dikemudian hari ia menyadari kekeliruan dugaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dahulu, Musa menganggap Hidhir telah bertindak  aniaya. Membolongi perahu, membunuh anak, serta memperbaiki bangunan di  suatu kampung yang penduduknya pelit. Setelah dijelaskan alasannya  barulah ia menyadari bahwa dugaannya itu salah.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Disisi yang lain, ada juga hasil kesimpulan yang  akhirnya memberikan nilai minus/kurang atas diri seseorang, yang mana  instrumen penilaiannya benar-benar berdasarkan perangkat penilaian yang  obyektif (misalnya mengacu pada poin-poin &lt;a href=&quot;http://beranda.blogsome.com/go.php?u=http%3A%2F%2Fberanda.blogsome.com%2F2008%2F01%2F21%2Fsyakhsiyah-islamiyah-i%2F&amp;amp;i=0&amp;amp;c=a7c082990a6b871400469fa4fdfe97a04cc6b327&quot; target=&quot;_self&quot;&gt;&lt;em&gt;syakhsiyah Islamiyah&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;).  Namun ironisnya penilaian itu justru dianggap sebagai kesimpulan yang  dipenuhi oleh rasa buruk sangka. Akibatnya, orang yang ilmu-nya  pas-pas-an justru menaruh simpati kepada orang yang telah dinilai kurang  tersebut. Lebih parah lagi jika rasa simpati itu sudah bersemayam sejak  lama, sehingga melahirkan sikap proteksi atas semua penilaian yang  kurang atas orang yang dikaguminya. Inilah bentuk lain dari buruk sangka  terhadap suatu evaluasi yang obyektif. Wallahu’alam. Hanya orang yang  kuat dan berilmu, yang mampu memikul amanah. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;8. Diskriminasi ‘Besar-Kecil’&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Adanya diskriminasi atas ‘orang-orang kecil’ oleh  ‘orang-orang besar’ dalam berbagai bentuk juga merupakan salah satu  korban buruk sangka. Seringkali orang-orang kaya memenuhi pikirannya  dengan persepsi bahwa orang-orang miskin itu kumuh, udik, bodoh, bahkan  pencuri. Padahal, orang-orang ‘besar’ banyak juga yang profesinya  sebagai koruptor dan penjahat berkerah putih.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Seorang pembantu rumah tangga wanita, sebut saja  Tina, di kawasan Jakarta Selatan pernah pergi meninggalkan majikannya  karena tidak tahan dengan perlakuan diskriminatif yang ia terima.  Kedekatan anak-anak majikannya dengan dirinya akhirnya tak mampu  meluluhkan hatinya untuk pergi.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Kebetulan sekali saat ia pamit, baru saja ada  penghuni rumah itu yang kehilangan uang. Dan, dengan serempak dirinya  yang diperiksa. Tas kecil miliknya yang berisi pakaian pun tak urung  dibongkar dan diacak-acak. Tina berusaha tabah meski sebagai manusia  normal ia sebenarnya tidak rela diperlakukan kasar.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Diskriminasi ‘besar-kecil’ terjadi dalam banyak  bentuk. Budaya feodalisme yang merambah beragam sektor kehidupan turut  membudidayakan kebiasaan buruk sangka menjadi penyakit yang menyerang  kemana-mana. Seorang tentara mengira dirinya yang paling kuat, sedang  orang sipil itu lemah. Seorang dokter merasa dirinya yang paling punya  pengetahuan tentang kesehatan, sedang pasien itu bodoh dan tidak tahu  menahu soal penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Orang tua merasa dirinya paling tahu sedang  anak-anaknya yang mulai tumbuh dianggap anak bau kencur yang tak  mengerti apa-apa. Seorang kepala bagian, seorang manajer, seorang  direktur, seorang ketua, merasa bahwa orang-orang yang berada dibawahnya  lebih rendah dari dirinya. Rasialisme oleh rezim &lt;em&gt;apartheid&lt;/em&gt; di  Afrika juga bagian dari bentuk prasangka buruk, bahwa orang kulit putih  lebih mulia dari orang kulit hitam. Semua itu adalah perilaku buruk  sangka yang diskriminatif dan tidak semuanya benar.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Urat nadi buruk sangka masih sangat banyak. Dengan  menekan semaksimal mungkin sikap berprasangka buruk, setidaknya kita  telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi kelangsungan hidup  banyak orang. Ya, kita memang harus berpikir sebelum bertindak. Kita  harus berpengetahuan sebelum berkesimpulan. Sebuah pembiasaan diri yang  tidak ringang, memang. Agar kita tidak salah langkah lagi dikemudian  hari, karena hidup ini tidak mengenal siaran tunda. Wallahu’alam&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/8678030873096982689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/03/darimana-buruk-sangka-datang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8678030873096982689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8678030873096982689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2011/03/darimana-buruk-sangka-datang.html' title='Darimana buruk sangka datang?'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-6276956931809961032</id><published>2010-09-30T07:51:00.002+07:00</published><updated>2010-09-30T07:51:31.605+07:00</updated><title type='text'>HIDUP ADALAH ANUGERAH</title><content type='html'>Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya  sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri,  tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.&lt;br /&gt;
Kekasihnya  selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata  akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.&lt;br /&gt;
Suatu  hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu  Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya   itu .&lt;br /&gt;
Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , &quot; Sayangggg …  sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah  denganku?&quot; Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu  ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg  selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si  gadis itu buta matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dan akhirnya  si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian  menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, &quot;Sayangku,  tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.&quot;&lt;br /&gt;
*  * * * *&lt;br /&gt;
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia  berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang  ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang  ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan  menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.&lt;br /&gt;
Hari ini sebelum  engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan  seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;br /&gt;
Sebelum engkau mengeluh mengenai  cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun  untuk dimakan.&lt;br /&gt;
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan  seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan  sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.&lt;br /&gt;
Hari ini sebelum engkau  mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat  pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.&lt;br /&gt;
Sebelum  engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu  mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.&lt;br /&gt;
Dan  ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para  penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.&lt;br /&gt;
Dan  ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di  wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan  ada di dunia ini.&lt;br /&gt;
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah,  nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat  manusia.&lt;br /&gt;
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM  HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI  untuk waktumu selanjutnya  !!! &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/6276956931809961032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/hidup-adalah-anugerah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6276956931809961032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/6276956931809961032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/hidup-adalah-anugerah.html' title='HIDUP ADALAH ANUGERAH'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-1360425310595497095</id><published>2010-09-30T07:50:00.000+07:00</published><updated>2010-09-30T07:50:14.241+07:00</updated><title type='text'>Badai Pasti Berlalu</title><content type='html'>Pada suatu hari, seperti biasanya kami bekendaraan menuju ke suatu  tempat.&lt;br /&gt;
Dan aku yg mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer,  tiba-tiba awan hitam&lt;br /&gt;
datang bersama angin kencang. Langit menjadi  gelap. Kulihat beberapa kendaraan&lt;br /&gt;
mulai menepi &amp;amp; berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana  Ayah? Kita berhenti?&quot;, aku bertanya.&lt;br /&gt;
&quot;Teruslah mengemudi!&quot;, kata  Ayah.&lt;br /&gt;
Aku tetap menjalankan mobilku.&lt;br /&gt;
Langit makin gelap, angin  bertiup makin kencang. Hujanpun turun.&lt;br /&gt;
Beberapa pohon bertumbangan,  bahkan ada yg diterbangkan angin. Suasana sangat&lt;br /&gt;
menakutkan.Kulihat  kendaraan² besar juga mulai menepi &amp;amp; berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Ayah...?&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Teruslah mengemudi!&quot; kata Ayah  sambil terus melihat ke depan.&lt;br /&gt;
Aku tetap mengemudi dng bersusah  payah.&lt;br /&gt;
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak  beberapa meter saja.&lt;br /&gt;
Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku.&lt;br /&gt;
Aku  mulai takut.&lt;br /&gt;
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda  &amp;amp; angin&lt;br /&gt;
mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi,  sampailah kami pada daerah yang&lt;br /&gt;
kering &amp;amp; kami melihat matahari  bersinar muncul dari balik awan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Silakan kalau mau berhenti dan  keluarlah&quot;, kata Ayah tiba².&lt;br /&gt;
&quot;Kenapa sekarang?&quot;, tanyaku heran.&lt;br /&gt;
&quot;Agar  engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku  berhenti &amp;amp; keluar. Kulihat jauh di belakang sana badai masih  berlangsung.&lt;br /&gt;
Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa,  smg mereka selamat.&lt;br /&gt;
Dan aku mengerti bahwa &lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;jangan pernah berhenti di tengah  badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian &amp;amp; ketakutan kapan  badai akan berakhir serta apa yg akan terjadi selanjutnya.&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  kita sedang menghadapi &quot;badai&quot; kehidupan, teruslah berjalan, jangan  berhenti,&lt;br /&gt;
Jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan  yang terus kacau, menakutkan&lt;br /&gt;
&amp;amp; penuh ketidak-pastian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lakukan  saja apa yang dapat kita lakukan, &amp;amp; yakinkan diri bahwa BADAI PASTI  BERLALU.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/1360425310595497095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/badai-pasti-berlalu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/1360425310595497095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/1360425310595497095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/badai-pasti-berlalu.html' title='Badai Pasti Berlalu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-8510902318638943737</id><published>2010-09-29T21:53:00.004+07:00</published><updated>2010-09-30T07:57:30.078+07:00</updated><title type='text'>Membangun Rasa Percaya Diri dan Ketegasan</title><content type='html'>Membangun rasa percaya diri dan ketegasan mungkin jauh lebih mudah daripada yang Anda pikirkan. &#39;Orang-orang non-asertif&#39; atau tak tegas (dengan kata lain pada orang normal&#39;) umumnya tidak ingin berubah menjadi orang yang terlalu dominan. Ketika kebanyakan orang berbicara tentang keinginan untuk menjadi lebih tegas, apa yang mereka maksudkan biasanya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Bagaimana saya bisa menjadi lebih mampu menahan tekanan dan dominasi berlebihan orang dominan? &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Bagaimana saya bisa menghadapi para pengganggu (atau satu pengganggu pada khususnya)? &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bagaimana saya bisa lebih mampu mengendalikan situasi yang penting bagi saya? &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegasan Murni - dominasi semata demi menjadi dominan - bukanlah perilaku alami kebanyakan orang. Kebanyakan orang secara alami tidak tegas. Kebanyakan orang secara alami cenderung pasif. Perilaku asertif orang yang sangat dominan cenderung didorong oleh kepribadian mereka (dan sering ketidakamanan). Itu bukanlah sesuatu yang telah &#39;dilatih&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk siapa pun yang ingin meningkatkan ketegasan mereka, akan sangat membantu untuk memahami kepribadian dan motivasi khas dari orang-orang yang terlalu dominan, yang kadang menyebabkan kekhawatiran palin besar pada orang-orang tak-tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga akan membantu pada titik ini dalam menjelaskan perbedaan antara kepemimpinan dengan dominasi: kepemimpinan yang baik adalah inklusif, perkembangan, dan berupaya pada apa yang benar. Kepemimpinan yang bagus tidak &#39;mendominasi&#39; orang yang tak-tegas, melainkan melibatkan mereka. Dominasi sebagai gaya manajemen tidak baik dalam situasi apapun. Biasanya dominasi didasarkan pada imbalan jangka pendek dan hasil, terutama untuk kepentingan yang dominan, dan akan gagal sepenuhnya untuk memanfaatkan secara efektif kemampuan dan potensi anggota tim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya adalah bahwa orang yang dominan berlebihan biasanya penggertak. Para penggertak sebenarnya adalah orang yang sangat tidak aman. Mereka mendominasi karena mereka terlalu tidak aman untuk membiarkan orang lain memiliki tanggung jawab dan pengaruh, dan perilaku ini biasanya dikondisikan sejak kecil untuk satu atau alasan lain.Perilaku menggertak yang dominan menjadi efektif karena diperkuat oleh respon yang diberikan oleh para korban yang &#39;aman&#39; dan &#39;tak-tegas&#39;, sehingga penggertak mendapatkan jalannya. Perilaku penggertak yang dominan biasanya mendapatkan hasil, dan karenanya mereka eksis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang dominan, penggertak, biasanya dimulai sejak usia yang sangat muda, terkondisikan secara positif untuk perilaku menggertak, karena cara itu berjalan baik. Bagi mereka, menggertak pada umumnya berkaitan dengan memuaskan ego dan dorongan egois mereka untuk mendapatkan cara yang mereka maui, untuk mengontrol, untuk mencapai status (sering ditanamkan oleh orang tua yang ambisius), untuk memanipulasi, membuat keputusan, membangun kerajaan, untuk mengumpulkan tanda-tanda prestasi berupa material, kekayaan moneter, dan khususnya untuk membentuk mekanisme perlindungan, seperti pengikut &#39;yes man&#39; (&#39;tukang pukul&#39;), kekebalan dari tantangan dan gangguan, pengawasan, penilaian, dll. Pengalaman masa kanak-kanak memainkan peranan penting dalam menciptakan penggertak. Penggertak sebenarnya adalah korban sekaligus agresor. Dan meskipun ini tantangan yang cukup berat bagi siapa pun dalam menerima perilaku mereka, mereka benar-benar layak mendapat simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
N.B. Simpati tidak diusulkan di sini untuk menjadi satu-satunya taktik atau yang signifikan dalam melawan penggertakan. Sebaliknya, simpati dianjurkan sebagai cara (menangani penggertak) yang lebih konstruktif, kuat, perasaan alternatif dari rasa takut atau terintimidasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tak tegas biasanya tidak benar-benar bercita-cita menjadi orang dominan yang berlebihan, dan mereka pasti tidak biasanya ingin menjadi pengganggu. Ketika kebanyakan orang berbicara tentang keinginan untuk menjadi lebih tegas, apa yang mereka benar-benar maksudkan adalah &#39;Saya ingin lebih mampu menahan tekanan dan dominasi berlebihan dari orang yang dominan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang penting, orang non-tegas harus memahami di mana mereka sebenarnya - sebagai suatu titik awal yang benar: perilaku non-tegas biasanya adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan, dan sering itu adalah perilaku yang paling tepat untuk situasi sebagian besar - jangan tertipu berpikir bahwa Anda selalu harus lebih tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangatlah perlu untuk memahami seberapa tingkat ketegasan yang Anda inginkan. Mungkin sekedar untuk membela diri, mengendalikan pilihan Anda sendiri atau nasib (yang relatif mudah dengan menggunakan teknik-teknik di bawah), tetapi bukan untuk mengendalikan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi orang-orang yang dari sononya tidak tegas, sangat mungkin untuk mencapai tingkat ketegasan yang cocok melalui metode yang sederhana dan teknik tertentu, daripada mencoba untuk mengadopsi gaya pribadi orang-orang yang lebih tegas (yang bisa menjadi kontra-produktif dan stres, karena tidak alami). Orang-orang yang berusaha menjadi lebih tegas dapat secara dramatis meningkatkan pengaruh yang efektif dan kekuatan mereka dengan menggunakan hanya satu atau dua perilaku yakni ketika berhadapan dengan seorang tokoh yang lebih dominan atau berpengaruh, atau ketika berhadapan dengan situasi di mana mereka ingin menggunakan kontrol lebih banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah beberapa teknik dan metoda sederhana untuk mengembangkan kepercayaan diri dan perilaku lebih asertif:&lt;br /&gt;
Mengetahui fakta-fakta yang berkaitan dengan situasi dan memiliki detail siap ditangan. &lt;br /&gt;
Bersiaplah untuk - mengantisipasi - perilaku orang lain dan mempersiapkan respon Anda. &lt;br /&gt;
Menyiapkan dan menggunakan pertanyaan terbuka yang baik. &lt;br /&gt;
Re-kondisi dan praktek reaksi baru Anda terhadap sikap agresi &lt;br /&gt;
Percayalah bahwa kemampuan dan gaya Anda sendiri pada akhirnya akan bekerja jika Anda membiarkannya tumbuh. &lt;br /&gt;
Merasa simpati untuk penganiaya - mereka benar-benar membutuhkannya. &lt;br /&gt;
Baca hal-hal yang inspirasional untuk menguatkan iman Anda dalam nilai-nilai yang benar dan semua hal yang baik dalam gaya alami Anda sendiri.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/8510902318638943737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/membangun-rasa-percaya-diri-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8510902318638943737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8510902318638943737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/membangun-rasa-percaya-diri-dan.html' title='Membangun Rasa Percaya Diri dan Ketegasan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5032277623333638794.post-8383654971808192462</id><published>2010-09-29T21:50:00.000+07:00</published><updated>2010-09-29T21:50:03.267+07:00</updated><title type='text'>Orang Kaya dan Permata</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;Suatu saat ada seorang kaya yang serakah. Ia sangat menyukai dan memuja permata.&amp;nbsp;&lt;img src=&quot;http://wwwdelivery.superstock.com/WI/223/1558/PreviewComp/SuperStock_1558-04389.jpg&quot; style=&quot;float: right; height: 200px; margin: 10px; width: 250px;&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;Suatu hari seorang tamu datang untuk melihat-lihat permata-permata yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;Ia  lalu membawa permatanya keluar dan membukanya tetapi tetap dalam wadah  yang aman. Kedua orang itu memandang tajam kepada benda-benda yang indah  dan mahal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;Saat berjalan keluar untuk pulang, si tamu berkata, &quot;Terimakasih telah berbagi permata anda dengan saya.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;&quot;Lho, saya tidak memberikan kepadamu,&quot; protes si orang kaya, &quot;Permata-permata itu milikku.&quot;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 12px 0px;&quot;&gt;&quot;Oh,  tentu saja,&quot; jawab si tamu, &quot;Kita telah sama-sama menikmatinya, cuma  beda antara kita berdua adalah kesulitan anda dan pengeluaran anda untuk  membeli dan menjaganya.&quot; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/feeds/8383654971808192462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/orang-kaya-dan-permata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8383654971808192462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5032277623333638794/posts/default/8383654971808192462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://richowidiantoros.blogspot.com/2010/09/orang-kaya-dan-permata.html' title='Orang Kaya dan Permata'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>