<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219</atom:id><lastBuildDate>Tue, 08 Feb 2011 05:31:39 +0000</lastBuildDate><title>Mengharap Ridho الله swt.</title><description>Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah", (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka). (QS At Taubah : 59)</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>292</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-7576691953569988284</guid><pubDate>Mon, 31 Jan 2011 17:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:39.641-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>Ya Ukhti.. Izinkan Aku Mengentuk Pintu Hatimu</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUbqF8msosI/AAAAAAAAAOs/FoA6vSMP-wg/s1600/9998.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUbqF8msosI/AAAAAAAAAOs/FoA6vSMP-wg/s1600/9998.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Inilah goresan pena dari sang ikhwan yang mendambakan akhwat shalehah, yang bisa bersama untuk mencintai-Mu Ya Rabb...dan mencintai Rasulullah saw ( Nabi Muhammad saw )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku slalu teringat dalam setiap saat ku slalu berdo'a mengenai harapan yang ingin mendapatkan seseorang yang dapat mengisi ruang hampa dalam hatiku dan juga dapat menyempurnakan separuh Dien ku dalam sunnah Rasulullah saw yaitu Pernikahan yang dapat menghindarkanku akan fitnah wanita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin hal ini yang terkadang membuat orang lain mengejekku dengan berbagai sindiran "Udah gak tahan ya..??" dan lain sebagainya namun aku tidak peduli karna aku hanya mengharapkan keridhan dari Allah swt dan dapat diakui sebagai umat Nabi Muhammad saw, entah kenapa aku sangat tertarik dengan seorang muslimah yang mengenakan jilbab panjang bahkan aku lebih suka lagi jika dia mengenakan cadar juga sebagai pelengkap hijabnya agar terhindar dari fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dalam setiap sujud ku slalu meminta dalam do'a,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah……..&lt;br /&gt;Aku berdo'a untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku&lt;br /&gt;Seseorang yang sangat mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu&lt;br /&gt;Seorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau dan Rasulullah saw&lt;br /&gt;Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau&lt;br /&gt;Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baik-Mu ada pada pribadinya&lt;br /&gt;Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup&lt;br /&gt;Sehingga hidupnya tidak sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas&lt;br /&gt;Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku&lt;br /&gt;Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku&lt;br /&gt;Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi&lt;br /&gt;Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal&lt;br /&gt;Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa&lt;br /&gt;Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah……..&lt;br /&gt;Aku tak meminta seseorang yang sempurna&lt;br /&gt;Hingga aku dapat membuatnya sempurna di hadapan-Mu&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya&lt;br /&gt;Seorang yang membutuhkan do'aku untuk kehidupannya&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya&lt;br /&gt;Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah r.a., tidak setaqwa Aisyah r.a. ,juga tidak secantik Zainab r.a., apalagi sekaya Khadijah r.a.&lt;br /&gt;Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,&lt;br /&gt;Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,&lt;br /&gt;Membangun keturunan yang shaleh/shalehah,&lt;br /&gt;Membangun peradaban,&lt;br /&gt;dan membuat Rasulullah saw bangga di akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku sadar aku bukanlah&lt;br /&gt;orang yang semulia abu bakar Radhiyallahu'anhu,&lt;br /&gt;Atau setakwa umar Radhiyallahu'anhu, pun setabah Ustman Radhiyallahu'anhu,&lt;br /&gt;Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu'anhu&lt;br /&gt;Juga segagah Ali Radhiyallahu'anhu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu'anhu.&lt;br /&gt;Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman&lt;br /&gt;yang punya cita – cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah……..&lt;br /&gt;Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku&lt;br /&gt;Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga&lt;br /&gt;Berikan aku hati yang sungguh mencintai-Mu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dari-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya&lt;br /&gt;Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya&lt;br /&gt;Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,&lt;br /&gt;Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik&lt;br /&gt;Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat&lt;br /&gt;Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan&lt;br /&gt;Tapi awal sebuah langkah&lt;br /&gt;Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian&lt;br /&gt;Untuk belajar kesabaran &amp;amp; ridha-Mu, ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:&lt;br /&gt;” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang&lt;br /&gt;dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun pernah suatu ketika bertemu dengan seorang akhwat yang menarik perhatiaanku dan mulai ku coba untuk berta'aruf dengannya,beberapa hari telah berlalu dari pertemuan itu dan tanpa di sengaja aku bertemu kembali dengannya dan sungguh di luar dugaanku ternyata dia tidak sesuai dengan yang dibayangkan juga di harapkan seperti pertama kalinya aku bertemu dengan dia,perubahan yang sangat mengejutkan dan membuat hatiku kecewa dan sangat disayangkan serta membuat aku sangat sedih melihatnya,seorang muslimah yang dahulu ku kenal dengan jilbab panjang sekarang mengumbar AURAT nya, Astaghfirullah'aladzim.. dalam hatiku bertanya "Apa itu yang dinamakan seorang muslimah yang memamerkan keindahan tubuhnya..??" sungguh aku tak bisa menjawab tanya hatiku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUbqNixuZoI/AAAAAAAAAOw/f2nIzFKaZYk/s1600/mhiu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUbqNixuZoI/AAAAAAAAAOw/f2nIzFKaZYk/s320/mhiu.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;apakah ini adalah kehendak-Mu dalam mempertemukan aku denganya..??&lt;br /&gt;apakah ini amanah-Mu agar ku dapat menuntun dia untuk menuju keridhaan-Mu..?&lt;br /&gt;jika benar begitu aku akan berusaha menunaikan amanah-Mu ini Ya Rabb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau dengan rasa kecewa aku coba menghampiri dia dan tanpa basa-basi aku mulai bertanya ini itu dan dia pun menjawab dengan berbagai alasan yang sangat tidak pantas bagi seorang muslimah yang hanya ingin mengharapkan keridhaan-Nya bukan mengharapkan pujian-pujian dari kaum lelaki dengan kecantikan fisiknya itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku coba menyadarkan dia dengan berbagai cara agar dia kembali di jalan yang di ridhai Allah swt dan dengan hati yang kecewa juga aku tidak tau lagi apa yang harus aku perbuat,aku mencoba dengan satu kalimat yang aku harap dapat menyadarkan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ukhti.. Izinkan Aku Mengentuk Pintu Hatimu" , Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu Hilanglah cintaku padamu …"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;ampuni dosaku yang tak bisa menunaikan amanah yang telah Engkau berikan padaku&lt;br /&gt;semoga dengan hidayah dari-Mu dia dapat kembali kejalan yang Engkau ridhai..&lt;br /&gt;serta aku mohonkan ampunan atas kekhilafan dia yang terjebak dalam pergaulan yang bukan menjadi citra untuk seorang muslimah shalehah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah.., Wallahu’alam bisshowab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-7576691953569988284?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/ya-ukhti-izinkan-aku-mengentuk-pintu.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUbqF8msosI/AAAAAAAAAOs/FoA6vSMP-wg/s72-c/9998.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-7821471200206702316</guid><pubDate>Sun, 30 Jan 2011 10:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:39.739-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>CINTA DAN DO'A</category><title>CINTA &amp; DO’A</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUU5oKhr4oI/AAAAAAAAAOo/qKk3k4ZKyBU/s1600/hjg.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUU5oKhr4oI/AAAAAAAAAOo/qKk3k4ZKyBU/s1600/hjg.jpeg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menyukai seorang teman&lt;br /&gt;ingatkanlah aku bahwa akan sebuah akhir &lt;br /&gt;Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku merindukan seorang kekasih &lt;br /&gt;Rindukanlah aku kepada orang yang rindu cinta sejati-Mu &lt;br /&gt;Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku hendak mencintai seseorang &lt;br /&gt;Temukanlah aku dengan orang yang cinta kepada-Mu &lt;br /&gt;Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akuy sedang jatuh cinta &lt;br /&gt;Jagalah cintaku itu &lt;br /&gt;Agar tidak melebihi kadar cintaku pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berucap aku mencintaimu &lt;br /&gt;Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu &lt;br /&gt;Agar aku tak jatuh kedalam cinta yang bukan karena-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai seseorang bukanlah apa-apa &lt;br /&gt;Dicintai seseorang adalah suatu anugerah &lt;br /&gt;Dicintai oleh orang yang ku cintai sangatlah berarti bagiku &lt;br /&gt;Namun dicintai oleh Sang Pencipta Cinta adalah segala-galanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..&lt;br /&gt;kabulkanlah do’a ku ini.&amp;nbsp; AAMIIN.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-7821471200206702316?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/cinta-doa.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUU5oKhr4oI/AAAAAAAAAOo/qKk3k4ZKyBU/s72-c/hjg.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-8270002962907599716</guid><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:39.919-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Izinkan Aku Menikahimu</category><title>Izinkan Aku Menikahimu</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURZZCOI_gI/AAAAAAAAAOk/AfaZMtm0Xz8/s1600/112124.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURZZCOI_gI/AAAAAAAAAOk/AfaZMtm0Xz8/s320/112124.jpeg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menikah itu...&lt;br /&gt;* Menyelamatkan Perasaan&lt;br /&gt;* Menyelamatkan Harga Diri&lt;br /&gt;* Menyelamatkan Kehormatan&lt;br /&gt;* Menyelamatkan Pikiran&lt;br /&gt;* Memperjelas Nasab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا&lt;br /&gt;لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي&lt;br /&gt;ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum [30]: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pernikahan Menurut Islam&lt;br /&gt;# Memenuhi naluri untuk melanjutkan/melestarikan keturunan&lt;br /&gt;# Meningkatkan ibadah kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;# Menegakkan rumah tangga yang islami&lt;br /&gt;# Menyelamatkan akhlak&lt;br /&gt;# Mendapatkan keturunan yang shalih/shalihah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilakah Aku Jatuh Cinta&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;Aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;Aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu&lt;br /&gt;yang tak terbatas &lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihkan untukku seorang yang hatinya&lt;br /&gt;penuh dengan kasih dan cinta-Mu&lt;br /&gt;Dan membuatku makin menganggumi-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kami,&lt;br /&gt;Jodohkanlah kami,&lt;br /&gt;Satukanlah kami,&lt;br /&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih&lt;br /&gt;mendekati cinta-Mu,&lt;br /&gt;Dalam suasana yang sakinah, mawaddah dan rahmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi...&lt;br /&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;br /&gt;Izinkanlah aku untuk menemui kerinduan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari&lt;br /&gt;Seorang Teman yang Tak Kutahu Namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum “Nekat” Menikah, bekali diri dengan…&lt;br /&gt;&amp;gt; Jangan abaikan soal biaya&lt;br /&gt;&amp;gt; Poles mental supaya mantap&lt;br /&gt;&amp;gt; Tidak buta tentang ilmu seputar pernikahan&lt;br /&gt;&amp;gt; Komunikasikan dengan keluarga dan pihak terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan Mencintai&lt;br /&gt;Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat&lt;br /&gt;Cinta membutuhkan proses&lt;br /&gt;Cinta itu konstruktif&lt;br /&gt;Cinta cenderung konstan&lt;br /&gt;Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik&lt;br /&gt;Cinta berani melakukan hal menyakitkan (demi yang dicintai)&lt;br /&gt;Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi&lt;br /&gt;Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan&lt;br /&gt;Cinta tidak buta, tapi menerima&lt;br /&gt;Cinta tidak melenyapkan semua masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Keluarga “Samara”: Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah&lt;br /&gt;# Saling percaya&lt;br /&gt;# Saling peduli&lt;br /&gt;# Saling menguatkan&lt;br /&gt;# Saling mendukung&lt;br /&gt;# Perhatian&lt;br /&gt;# Menjalin komunikasi yang baik dan sehat&lt;br /&gt;# Semua dilandasai dengan keimanan kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ&lt;br /&gt;أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآَخِرَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah seseorang di antara kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang beriman yang menolong orang itu menggapai akhirat (HR. Ibnu Majah, no. 1846)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ&lt;br /&gt;إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ&lt;br /&gt;Maukah engkau aku beri tahu sesuatu yang (paling berguna) ditimbun oleh seseorang, wanita shalihah apabila ia (suami) memandangnya ia (isteri) menjadikannya senang, apabila memerintahkannya ia pun mentaatinya, dan apabila ia tidak ada maka ia (isteri) menjaganya (HR. Abu Daud, no. 1417)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالرَّجُلُ&lt;br /&gt;رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا&lt;br /&gt;وَهِيَ مَسْئُولَةٌ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ أَلاَ&lt;br /&gt;فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban. Imam adalah pemimpin, dia dimintai pertanggungjawaban. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia dimintai pertanggungjawaban. Isteri adalah pemimpin di rumah suaminya, ia dimintai pertanggungjawaban. Hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya, ia dimintai pertanggungjawaban. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian dimintai pertanggungjawaban (HR. Bukhari, no. 4789)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ َلأَََََحَدٍ لأَِمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ&lt;br /&gt;لِزَوْجِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud pada orang lain niscaya akan aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya (HR. Tirmidzi, no. 1079)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridlo kepadanya niscaya ia akan masuk sorga (HR. Tirmidzi, no. 1071)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran dari Orangtua dan Keluarga Besar :&lt;br /&gt;&amp;gt; Memberikan arahan dan bimbingan&lt;br /&gt;&amp;gt; Mendukung jika itu adalah kebenaran&lt;br /&gt;&amp;gt; Peduli tapi tidak mencampuri urusan&lt;br /&gt;&amp;gt; Perhatian tapi tidak mengatur terlalu jauh&lt;br /&gt;&amp;gt; Menyayangi, tetapi tidak memaksakan kehendak&lt;br /&gt;&amp;gt; Mendoakan dan membantu sekuat kemampuan. Baik solusi berupa ide maupun materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar nasihat sederhana...…&lt;br /&gt;"Dahulu Anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka Anda. Tetapi sejak pagi ini, bila Anda belum juga pulang setelah larut malam, di rumah Anda ada seorang wanita yang tak bisa tidur karena mencemaskan Anda.&lt;br /&gt;Kini, bila berhari-hari Anda tidak pulang tanpa berita, di kamar Anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu, bila Anda mendapat mushibah, Anda hanya akan mendapat ucapan, "Turut berduka cita" dari sahabat-sahabat Anda.&lt;br /&gt;Tetapi kini, seorang isteri akan bersedia mengorbankan apa saja agar Anda meraih kembali kebahagiaan Anda. Anda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk berbagi suka dan duka dengan Anda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melangkah sejengkal ke telaga kesabaran. UKHTI, MAAF ATAS SALAH. Sejenakku butuhkan rehat. Bersama merapuhkan kita. Untukmu, Ukhti Shalehah: kukirimkan do’a dalam sunyi”&lt;br /&gt;Kututup kembali rapat-rapat diary malam ini. Serapat hatiku melupakan kenangan itu. Serapat jauh ku tepis harapan itu. Serapat kuat ku alihkan semua nya. Hingga kau benar-benar pergi membawa seribu kepedihan yang menyisa. Untukmu, yang biasa kupanggil dengan sebutan ukhti shalehah…&lt;br /&gt;Tak mampuku tuk menyelami suara sepi itu. Sepatah keteguhanmu kini hanya menjadi penghias memori lamaku. Masih adakah kau ingat itu dari kejauhan sayup diseberang disana?? Aku merindukan semuanya. Dan disini masih kunantikan engkau kembali katakan, “mari kita rajut tali temali itu..”&lt;br /&gt;Keraguan melangkahkan kaki ini, membuatku semakin bimbang. Mendekatimu, semakin membuat engkau berlari menjauh. Dan, terdiam dalam seribu tanya, semakin memperkuat erat genggaman didalam angan membiruku. Ya, karena aku tak mampu menyelami suara sepi itu, hingga aku katakan padamu.. “biarlah kulepaskan semua……..”&lt;br /&gt;Ukhti shalehah.. hingga hari ini, aku masih menanti jawabmu. Sungguh, bukan kebencian yang hadir saat ini. Rajutan itu kini sudah semakin melonggar dari setiap benangnya. aku ingin menatapmu, dan mendengarkan semuanya. Semuanya………. Hingga benar-benar aku memiliki alasan ‘tuk melepaskanmu.&lt;br /&gt;Mungkin, tak guna juga kusesali semuanya. Ketidakmampuan menjadi teladan bagi sahabat-sahabatku, dan kesibukan akan dunia untuk keberhasilanku, kesemuanya seakan-akan menjelma menjadi hukuman akan perubahan yang terjadi. Hingga tanpa kusadari.&lt;br /&gt;Ya Allah, jika masih belum terlambat bagiku untuk menengadahkan dikedua tangan ini dihadapanMu. Masihkah ada waktu ‘tuk Kau beri kesempatan bagi kami merubah kembali semua ini???&lt;br /&gt;Karena Engkaulah yang Maha membolak balik hati setiap hambanya. Aku meminta dalam lirih do’a kesunyian, “Aku begitu mencintai saudariku. Seandainya Kau perkenankan mengembalikan hangatnya ukhuwah yang telah kami bingkai dulu, akan ku ubah semua salah dan khilafku. Aku akan menjaga kenikmatan dalam perjalanan hidup ini dengan penuh makna dari mengingatMu, hingga saudaraku pun juga semakin yakin dalam hatinya bahwa aku dari kejauhan ini juga selalu akan menguatkan langkah-langkahnya didalam butiran do’a ini.&lt;br /&gt;Aku ingin menggenggam erat semuanya. Hingga perubahan-perubahan ukiran pahatan itu kini tak mengalami perubahan sedikitpun. Bahkan, andaikan waktu dapat ku hentikan. Akan kutahan sejenak jarum jam itu, agar dapat ku memohon padanya ‘tuk menyampaikan sebuah janji itu sekali lagi. Agar semakin jelas kulihat bahasamu dari kesungguhan itu. Dan agar semakin kuat keistiqomahan itu turut memperkuat hatiku. Dalam menapaki kehidupan yang hanya sekali ini…………….&lt;br /&gt;Teruntuk padamu ukhti sholehah, aku masih menanti jawabmu. Perjalanan ini semakin memberikan arti akan peran seluruhnya. Belajar dari setiap kejadian. Agar disuatu hari, kau dapat merenungkan semua perubahan ini. Menjadikan suara hati yang kutuliskan hari ini untukmu, menjadi sebuah pertimbangan jika kau memutuskan untuk melangkah kebelakang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-8270002962907599716?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/izinkan-aku-menikahimu.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURZZCOI_gI/AAAAAAAAAOk/AfaZMtm0Xz8/s72-c/112124.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-6360953499679966920</guid><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 18:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.088-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Izinkan Aku mencintai Mu Semampu ku</category><title>Izinkan Aku mencintai Mu Semampu ku</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURVyFWLg0I/AAAAAAAAAOc/6kNMYJoQJw8/s1600/234.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURVyFWLg0I/AAAAAAAAAOc/6kNMYJoQJw8/s1600/234.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Lembar demi lembar kitab kupelajari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Untai demi untai kata para ustadz kuresapi&lt;br /&gt;Tentang cinta para nabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang kasih para sahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang mahabbah para sufi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang kerinduan para syuhada&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tapi Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu&lt;br /&gt;Aku makin merasakan gelisahku membadai&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dalam cita yang mengawang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan kegelapan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Wahai Ilahi,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menatap, memohon dan menghibaMu:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semampuku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebisaku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan segala kelemahanku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilaahi,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan kesabaran menanggung derita&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu izinkan aku mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas derita batin dan jasadku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas sakit dan ketakutanku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; taulan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berbagai permasalahan dunia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam desah napas kepasrahan tidurku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaa, Maha Rahmaan,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; seayat dua ayat hafalanku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaa Rahiim&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan mencintai manusia dan alam semesta.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tuhanku,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembar demi lembar kitab kupelajari&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Untai demi untai kata para ustadz kuresapi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tentang cinta para nabi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang kasih para sahabat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang mahabbah para sufi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tentang kerinduan para syuhada&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku makin merasakan gelisahku membadai&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dalam cita yang mengawang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga aku terhempas dalam jurang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dan kegelapan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Wahai Ilahi,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menatap, memohon dan menghibaMu:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semampuku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebisaku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan segala kelemahanku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilaahi,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan kesabaran menanggung derita&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu izinkan aku mencintaiMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas derita batin dan jasadku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atas sakit dan ketakutanku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rabbii,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; taulan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berbagai permasalahan dunia.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam desah napas kepasrahan tidurku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaa, Maha Rahmaan,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; seayat dua ayat hafalanku.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yaa Rahiim&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan mencintai manusia dan alam semesta.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURWqLp1KOI/AAAAAAAAAOg/oAinWf3MvS8/s1600/9998.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURWqLp1KOI/AAAAAAAAAOg/oAinWf3MvS8/s1600/9998.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ketika kau memilih rindu yang ku tawarkan&lt;br /&gt;senandung alam melepaskan riaknya&lt;br /&gt;menari-nari dengan wajah yang tenang nan sederhana&lt;br /&gt;bertaburan di dalamnya semburat cahaya keikhlasan&lt;br /&gt;bunga-bungapun saling menyapa&lt;br /&gt;membagikan wewangiannya selepas terjaga oleh keegoisannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyian kegelisahan perlahan terhapuskan&lt;br /&gt;betapa ruang indah ini terpenjara oleh kebahagiaan&lt;br /&gt;saling memapah kekurangan&lt;br /&gt;memadukan harapan-harapan keimanan di sudutnya&lt;br /&gt;karena Tuhan akan menaburkan pelita kesabaran&lt;br /&gt;di saat tirani keinginan tak mampu memberi jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh penyempurna alam ketika ayat-ayatNya dibacakan&lt;br /&gt;penyejuk dalam ketidakberdayaan&lt;br /&gt;penghilang isak tangis kepedihan&lt;br /&gt;yang akan terus menetaskan bulir-bulir cinta dan kasih sayang&lt;br /&gt;agar keduanya mampu memelihara dan melindungi semua mimpi-mimpinya&lt;br /&gt;untuk menikmati hidup&lt;br /&gt;memiliki cinta&lt;br /&gt;tersenyum, dan tetap tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Engkau penyempurna alam&lt;br /&gt;maka, izinkanlah aku untuk mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-6360953499679966920?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/izinkan-aku-mencintai-mu-semampu-ku.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURVyFWLg0I/AAAAAAAAAOc/6kNMYJoQJw8/s72-c/234.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-2629670488651358549</guid><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 17:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.295-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Allah yang Maha Pemurah...</category><title>Allah yang Maha Pemurah...</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURKu_P7fRI/AAAAAAAAAOY/fOHYaHL_EcQ/s1600/zihan.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURKu_P7fRI/AAAAAAAAAOY/fOHYaHL_EcQ/s1600/zihan.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam jiwa jika ada rasa yang di sampaikan ke akal tentang bayang seseorang lalu menjelma menjadi Impian dan terucap dalam lisan dalam doa-doa panjang serta kaki, tangan dan anggota tubuh lain bergerak bekerja dalam nama Ikhtiar itu semua demi satu kata ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pesona keindahan cinta ini tertutup kabut ketidaktahuan hingga jalan menuju kata ini begitu berat, begitu seram untuk kita bayangkan padahal islam datang memberikan panduan jatuh Cinta sama dengan harus menikah karena jika tidak….&lt;br /&gt;maka Cinta itu hanya membuat dirimu susah makan susah tidur susah berpikir sehat padahal hakikatnya Cinta itu harus membuat kita ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah Islam hadir mempermudah jalan merefleksikan cinta itu Kategori memilih pasangan sholeh di buat sangat jelas&lt;br /&gt;Mahar di buat Mudah dan Walimatul Ursy, di buat sederhana tapi barokah maka ungkapan mudah-mudahkanlah Pernikahan&lt;br /&gt;menemukan pembenarannya hanya saja kadang kita membuat sulit dan membekas dimata dan jiwa kita Menikah identik dengan kemahalan identik dengan biaya besar…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang sudah tak bisa di tahan Jika si dia selalu menggoda Kekhusyuanmu maka menikahlah….&lt;br /&gt;inilah penyelamatanmu jangan diam mulailah dialog dengan orang tua mulailah serius mencari penghasilan yang Halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu berdoalah katakan dalam hatimu “Cinta aku menunggumu, di Mahligai Indah itu….&lt;br /&gt;Siapapun dirimu, yang Allah Takdirkan untukku….&lt;br /&gt;Engkaulah yang Terbaik untukku……”&lt;br /&gt;“Ya Rabbi yang Maha Mendengar..dengarlah suara bathin hamba ini……”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha Pemurah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan aku dengannya.&lt;br /&gt;Terima kasih untuk saat-saat indah yang dapat kami nikmati bersama.&lt;br /&gt;Terima kasih untuk setiap pertemuan yang dapat kami lalui bersama.&lt;br /&gt;aku datang bersujud dihadapan-Mu...&lt;br /&gt;Sucikan hati ku ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan aku merindukan kehadirannya...&lt;br /&gt;janganlah biarkan aku, melabuhkan hati aku dihatinya..&lt;br /&gt;kikislah pesonanya dari pelupuk mata ku dan jauhkan dia dari relung hati ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-MU yang tulus, murni...&lt;br /&gt;dan tolonglah aku agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk aku...&lt;br /&gt;Ya Allah tolong satukan hati kami...&lt;br /&gt;bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...&lt;br /&gt;berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ridhai dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima aku dengan segala kelebihan dan kekurangan ku &lt;br /&gt;sebagaimana telah Engkau ciptakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka aku dengan dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa aku ini...&lt;br /&gt;lepaskanlah aku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendak-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Maha kekal, aku mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...&lt;br /&gt;luka dan keraguan yang aku alami, pasti ada hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergumulan ini mengajarkan aku untuk hidup makin dekat kepada-Mu untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing aku menuju terang-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan aku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah kehendak-Mu dan bukan kehendak ku yang menjadi dalam setiap bagian hidup aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amien ya rabbal'alamin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-2629670488651358549?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/allah-yang-maha-pemurah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TURKu_P7fRI/AAAAAAAAAOY/fOHYaHL_EcQ/s72-c/zihan.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-487690487150371982</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 17:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.373-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>Ketika Aku Harus Memilih</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGttC7lcxI/AAAAAAAAAN4/wAYTdG3Q6Xk/s1600/hjg.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGttC7lcxI/AAAAAAAAAN4/wAYTdG3Q6Xk/s1600/hjg.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. Kekasih yang akan terus&lt;br /&gt;bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka tak akan terpisahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena ternyata hanya amal sholeh-lah yang akan&lt;br /&gt;terus menemaniku, bersamaku, bahkan menemaniku dalam kuburku, kemudian amal sholehku pula lah yang&lt;br /&gt;menemaniku menghadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan manusia lain, sehingga wajar&lt;br /&gt;jika manusia memiliki musuh masing-masing.&amp;nbsp; Kini aku memilih menjadikan setan sebagai musuh utamaku,&lt;br /&gt;sehingga aku lebih&amp;nbsp; memilih melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati, dan permusuhanku dengan&lt;br /&gt;manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil dalam karir, atau kehidupan&lt;br /&gt;duniawinya. Sekarang aku mengganti kriteria kekagumanku&amp;nbsp; ketika aku menyadari bahwa manusia hebat&lt;br /&gt;dimata Allah, adalah hanya manusia yg bertaqwa. Manusia yg sanggup taat kpd aturan main Allah dlm&lt;br /&gt;menjalankan hidup n kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain berlaku zhalim padaku,&lt;br /&gt;menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat kalimat sindiran yg disengaja untuk menyakitiku.&lt;br /&gt;Sekarang aku memilih utk bersyukur dan berterima kasih, ketika meyakini bahwa akan ada transfer pahala&lt;br /&gt;dr mereka untukku jika aku mampu bersabar... Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri&lt;br /&gt;manusia hanyalah akan jatuh dimataNya, ketika dia rela menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku yakin, dgn hanya khatam Al Qur'an berkali kali maka jiwaku akan tercerahkan. Kini aku memilih&lt;br /&gt;untuk mengerti dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan&lt;br /&gt;mengamalkannya dalam keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku harus memilih, bantu aku Yaa Rabb, utk selalu memilih yg benar dimata-Mu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ (وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: فِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّي َاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan ke-Maha kuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang Maha Mengetahui yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (Tentang jodoh ku,rezeki ku dan hidup mati ku) lebih baik dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya terhadap diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘..di dunia atau akhirat) takdirkan (tetapkan)lah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah atasnya. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini membawa keburukan bagiku dalam agamaku, penghidupanku, dan akibatnya kepada diriku (atau Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘...di dunia atau akhirat’) maka singkirkanlah persoalan tersebut, dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkan (tetapkan)lah kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berikanlah keridhaan-Mu kepadaku.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-487690487150371982?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/ketika-aku-harus-memilih.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGttC7lcxI/AAAAAAAAAN4/wAYTdG3Q6Xk/s72-c/hjg.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-8572667444889783705</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 17:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.403-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Tentang Pernikahan</category><title>Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGo8xGDnnI/AAAAAAAAAN0/e8-hex-FInE/s1600/74.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGo8xGDnnI/AAAAAAAAAN0/e8-hex-FInE/s1600/74.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang&lt;br /&gt;akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau&lt;br /&gt;aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli&lt;br /&gt;ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat&lt;br /&gt;kita, hal ini tidak banyak diketahui orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara&lt;br /&gt;penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa&lt;br /&gt;sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang&lt;br /&gt;sesat (bid'ah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan&lt;br /&gt;di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini&lt;br /&gt;kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya&lt;br /&gt;Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari&lt;br /&gt;calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan.&lt;br /&gt;Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona.&lt;br /&gt;Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup&lt;br /&gt;setelah resmi menjadi sang penyejuk hati.&lt;br /&gt;Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut Islam&lt;br /&gt;secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Minta Pertimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting seorang&lt;br /&gt;wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga minta pertimbangan&lt;br /&gt;dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya. Mereka&lt;br /&gt;hendaknya orang yang tahu benar tentang hal ihwal wanita yang akan&lt;br /&gt;dilamar oleh lelaki tersebut, agar ia dapat memberikan pertimbangan&lt;br /&gt;dengan jujur dan adil. Begitu pula bagi wanita yang akan dilamar oleh&lt;br /&gt;seorang lelaki, sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya&lt;br /&gt;yang baik agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Shalat Istikharah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon isterinya,&lt;br /&gt;hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai hatinya diberi&lt;br /&gt;kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah Taala agar&lt;br /&gt;diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik untuknya. Shalat&lt;br /&gt;istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan mencari jodoh&lt;br /&gt;saja, akan tetapi dalam segala urusan jika seseorang mengalami rasa&lt;br /&gt;bimbang untuk mengambil suatu keputusan tentang urusan yang penting.&lt;br /&gt;Hal ini untuk menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada&lt;br /&gt;penderitaan hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam&lt;br /&gt;menetapkan suatu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Khithbah (peminangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita&lt;br /&gt;pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut&lt;br /&gt;harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk&lt;br /&gt;menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk&lt;br /&gt;menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana&lt;br /&gt;memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang&lt;br /&gt;menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti&lt;br /&gt;karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya&lt;br /&gt;(masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar&lt;br /&gt;dan lain-lain).&lt;br /&gt;2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan&lt;br /&gt;seseorang meminang pinangan saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu&lt;br /&gt;alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah saudara orang mukmin&lt;br /&gt;yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang&lt;br /&gt;sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang&lt;br /&gt;sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya. "&lt;br /&gt;(HR. Jamaah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi&lt;br /&gt;seorang laki-laki untuk meminangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Melihat Wanita yang Dipinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat&lt;br /&gt;wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk&lt;br /&gt;melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak&lt;br /&gt;benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan&lt;br /&gt;hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu&lt;br /&gt;alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka&lt;br /&gt;apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya&lt;br /&gt;untuk menikahinya. " Jabir berkata: "Maka aku meminang seorang budak&lt;br /&gt;wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku&lt;br /&gt;untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya. " (HR. Abu Daud dan dihasankan&lt;br /&gt;oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun&lt;br /&gt;ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinangan&lt;br /&gt;ini di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram.&lt;br /&gt;2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki&lt;br /&gt;yang meminangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Aqad Nikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.&lt;br /&gt;b. Adanya ijab qabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul&lt;br /&gt;artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan&lt;br /&gt;sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan&lt;br /&gt;menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud dengan "ijab qabul" adalah&lt;br /&gt;seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada&lt;br /&gt;calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya,&lt;br /&gt;untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut&lt;br /&gt;sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima&lt;br /&gt;pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa:&lt;br /&gt;Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi&lt;br /&gt;shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata:&lt;br /&gt;"Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk&lt;br /&gt;menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai&lt;br /&gt;Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat&lt;br /&gt;padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku&lt;br /&gt;kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari&lt;br /&gt;dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa&lt;br /&gt;sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada Sahl dengan mahar&lt;br /&gt;atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Adanya Mahar (mas kawin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak&lt;br /&gt;menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan&lt;br /&gt;batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatan&lt;br /&gt;kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih&lt;br /&gt;menyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidak&lt;br /&gt;berlebih-lebihan dalam memintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;"Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan." (HR. Al-Hakim dan Ibnu&lt;br /&gt;Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Adanya Wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam&lt;br /&gt;bersabda: "Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali." (HR. Abu Daud&lt;br /&gt;dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no.&lt;br /&gt;1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalian&lt;br /&gt;wali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada&lt;br /&gt;barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu&lt;br /&gt;atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah&lt;br /&gt;kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Adanya Saksi-Saksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi&lt;br /&gt;yang adil." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat&lt;br /&gt;Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah&lt;br /&gt;diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau&lt;br /&gt;khuthbatul-hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Walimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing." (HR.&lt;br /&gt;Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud&lt;br /&gt;no. 1854)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi undangan walimah hukumnya juga wajib."Jika kalian diundang&lt;br /&gt;walimah, sambutlah undangan itu (baik undangan perkawinan atau yang&lt;br /&gt;lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti ia&lt;br /&gt;telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari 9/198,&lt;br /&gt;Muslim 4/152, dan Ahmad no. 6337 dan Al-Baihaqi 7/262 dari Ibnu Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat&lt;br /&gt;maksiat kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, kecuali dengan maksud akan&lt;br /&gt;merubah atau menggagalkannya. Jika telah terlanjur hadir, tetapi tidak&lt;br /&gt;mampu untuk merubah atau menggagalkannya maka wajib meninggalkan&lt;br /&gt;tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ali berkata: "Saya membuat makanan maka aku mengundang Nabi&lt;br /&gt;shallallahu `alaihi wa sallam dan beliaupun datang. Beliau masuk dan&lt;br /&gt;melihat tirai yang bergambar maka beliau keluar dan bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya malaikat tidak masuk suatu rumah yang di dalamnya ada&lt;br /&gt;gambar." (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah, shahih, lihat Al-Jamius Shahih&lt;br /&gt;mimma Laisa fis Shahihain 4/318 oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sunnah yang harus diperhatikan ketika mengadakan walimah adalah&lt;br /&gt;sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dilakukan selama 3 (tiga) hari setelah hari dukhul (masuk- nya)&lt;br /&gt;seperti yang dibawakan oleh Anas radliallahu `anhu, katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas radliallahu `anhu, beliau berkata: "Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu` alaihi wa sallam telah menikahi Shafiyah dengan maskawin&lt;br /&gt;pembebasannya (sebagai tawanan perang Khaibar) dan mengadakan walimah&lt;br /&gt;selama tiga hari." (HR. Abu Yala, sanad hasan, seperti yang terdapat&lt;br /&gt;pada Al-Fath 9/199 dan terdapat di dalam Shahih Bukhari 7/387 dengan&lt;br /&gt;makna seperti itu. Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthaharah oleh&lt;br /&gt;Al-Albani hal. 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hendaklah mengundang orang-orang shalih, baik miskin atau kaya&lt;br /&gt;sesuai dengan wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan&lt;br /&gt;makananmu kecuali seorang yang bertaqwa." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi,&lt;br /&gt;Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Said Al-Khudri, hasan, lihat Shahih&lt;br /&gt;Al-Jamius Shaghir 7341 dan Misykah Al-Mashabih 5018).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sedapat mungkin memotong seekor kambing atau lebih, sesuai dengan&lt;br /&gt;taraf ekonominya. Keterangan ini terdapat dalam hadits Al-Bukhari,&lt;br /&gt;An-Nasai, Al-Baihaqi dan lain-lain dari Anas radliallahu `anhu.&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman&lt;br /&gt;bin Auf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud&lt;br /&gt;dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dari beberapa hadits yang shahih menunjukkan dibolehkan&lt;br /&gt;pula mengadakan walimah tanpa daging. Dibolehkan pula memeriahkan&lt;br /&gt;perkawinan dengan nyanyi-nyanyian dan menabuh rebana (bukan musik)&lt;br /&gt;dengan syarat lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan ahklaq&lt;br /&gt;seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini:&lt;br /&gt;Dari Aisyah bahwasanya ia mengarak seorang wanita menemui seorang pria&lt;br /&gt;Anshar. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Aisyah,&lt;br /&gt;mengapa kalian tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshar senang&lt;br /&gt;pada hiburan." (HR. Bukhari 9/184-185 dan Al-Hakim 2/184, dan&lt;br /&gt;Al-Baihaqi 7/288). Tuntunan Islam bagi para tamu undangan yang datang&lt;br /&gt;ke pesta perkawinan hendaknya mendoakan kedua mempelai dan&lt;br /&gt;keluarganya. Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah&lt;br /&gt;shallallahu alaih wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang&lt;br /&gt;mempelai, beliau mengucapkan doa: "Mudah-mudahan Allah memberimu&lt;br /&gt;berkah. Mudah-mudahahan Allah mencurahkan keberkahan kepadamu dan&lt;br /&gt;mudah - mudahan Dia mempersatukan kalian berdua dalam kebajikan." (HR.&lt;br /&gt;Said bin Manshur di dalam Sunannya 522, begitu pula Abu Dawud 1/332&lt;br /&gt;dan At-Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ucapan seperti "Semoga mempelai dapat murah rezeki dan banyak&lt;br /&gt;anak" sebagai ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah ucapan yang&lt;br /&gt;dilarang oleh Islam, karena hal itu adalah ucapan yang sering&lt;br /&gt;dikatakan oleh Kaum jahiliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Hasan bahwa Aqil bin Abi Thalib menikah dengan seorang wanita&lt;br /&gt;dari Jisyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyyah:&lt;br /&gt;"Bir rafa wal banin." Aqil bin Abi Thalib mencegahnya, katanya:&lt;br /&gt;"Jangan kalian mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya. "&lt;br /&gt;Para tamu bertanya: " Lalu apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?"&lt;br /&gt;Aqil menjelaskan, ucapkanlah: "Mudah- mudahan Allah memberi kalian&lt;br /&gt;berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan." Seperti itulah kami&lt;br /&gt;diperintahkan. (HR. Ibnu Abi Syaibah 7/52/2, An-Nasai 2/91, Ibnu Majah&lt;br /&gt;1/589 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tata cara pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Semoga&lt;br /&gt;Allah Taala memberikan kelapangan bagi orang- orang yang ikhlas untuk&lt;br /&gt;mengikuti petunjuk yang benar dalam memulai hidup berumah tangga&lt;br /&gt;dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaih wa sallam.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan mereka digolongkan ke dalam hamba-hamba yang dimaksudkan&lt;br /&gt;dalam firman-Nya: "Yaitu orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami,&lt;br /&gt;anugerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai&lt;br /&gt;penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang&lt;br /&gt;bertaqwa." (Al-Furqan: 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji:&lt;br /&gt;- Fiqhul Marah Al-Muslimah, Ibrahim Muhammad Al-Jamal.&lt;br /&gt;- Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthahharah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh&lt;br /&gt;manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya&lt;br /&gt;adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu&lt;br /&gt;wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang&lt;br /&gt;tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas&lt;br /&gt;yang engkau mampu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-8572667444889783705?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/hal-hal-yang-perlu-dilakukan-sebelum.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TUGo8xGDnnI/AAAAAAAAAN0/e8-hex-FInE/s72-c/74.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-5157441947826723696</guid><pubDate>Wed, 26 Jan 2011 14:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.449-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Rattib Al-Attas</category><title>Rattib Al-Attas</title><description>Assalamu'alaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat sahabat fillah yang suka membaca ratib disini vandi sengaja posting Ratib Al attas biar sahabat fillah tidak kesulitan mencarinya,Semoga bermanfaat :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْفَاتِحَةُ اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ, اَعُوذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ...) الخرسُوْرَةُ الْفَاتِحَة &lt;br /&gt;اَعُوْذُبِا للهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ (ثَلاَثًا)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;( لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ ) اَعُوْذُبِاللهِ السَّمِيْحِ اْلعَلِيْمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (ثلاثا) اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّا مَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (ثلاثا) بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُرُّمَعَ اسْمِهِ&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; شَىْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَفِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثلاثا) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (عَشْرًا) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ تَحَصَّنَّا بِاللهِ.بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْنَا بِاللهِ (ثَلاَثًا) بِسْمِ اللهِ آمَنَّابِاللهِ. وَمَنْ يُؤْ مِنْ بِاللهِ لاَخَوْفٌ عَلَيْهِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ عَزَّاللهِ. سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ.سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (ثَلاَثًا) سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُلِلَّهِ وَلآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ (اَرْبَعًا) يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ يَاعَلِيْمًا بِخَلْقِهِ يَاخَبِيْرًا بِخَلْقِهِ. اُلْطُفْ بِنَايَالَطِيْفُ,يَاعَلِيْمُ يَاخَبِيْرً (ثلاثا) يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَافِيْمَانَزَلْ اِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَاوَ الْمُسْلِمِيْنَ (ثَلاَثًا) لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ (اَرْبَعِيْنَ مَرَّةً) مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ. حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ (سبعا) اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (عَشْرًا)&amp;nbsp; اَسْتَغْفِرَاللهَ (اا مَرَّةً). تَائِبُوْنَ اِلَى اللهِ (ثَلاَثًا) يَااَللهُ بِهَا.يَااَللهُ بِهَا يَااَللهُ بِحُسْنِ اْلخَاتِمَةِ (ثَلاَثً) غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ اْلمَصِيْرُ لاَيُكَلِفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسُعَهَا لَهَا مَا اكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكَتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَا خِذْنَا اِنْ نَسِيْنَا اَوْاَخْطَأْ نَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَةَلَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَا فِرِيْنَ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kemudian membaca :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَاوَ حَبِيْبِنَاوَ شَفِيْعِنَ رَسُوْلِ اللهِ , مُحَمَّدِ بِنْ عَبْدِاللهِ , وَاَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ , اَنَّ اللهَ يُعْلىِ دَرَجَاتِهِمْ فِى اْلْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِ هِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآ خِرَةِ وَيَجْعَلُنَا مِنْ حِزْ بِهِمْ وَيَرْزُ قُنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَافِى زُمْرَ تِهِمْ . فِى خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ , بِسِرِ الْفَا تِحَةْ اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَا جِرْ اِلَى اللهِ اَحْمَدْ بِنْ عِيْسَى وَاِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَااْلاُ سْتَاذِ اْلاَعْظَمِ اَلْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ , مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيّ بَاعَلَوِيْ وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ , وَذَوِىْ الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ اَنَّ اللهَ يَغْفُرُ لَهُمْ وَيَرْ حَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ , وَيَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْ مِهِمْ فِى الدِّ يْنِ وَالدُّنْيَاوَاْلاَخِرَةِ . اَلْفَا تِحَةُ اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَبَرَكَاتِنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلاَنْفَاسِ اَلْحَبِيْبِ عُمَرْ بِنْ عَبْدِالرَّحْمَنِ الْعَطَّاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ الشَّيْخِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللهِ بَارَاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب عَبْدُالرَّحْمَنِ بِنْ عَقِيْل اَلْعَطَّاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب حُسَيْن بِنْ عُمَرْ اَلْعَطَّاسْ وَاِخْوَانِهِ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ عَقِيْل وَعَبْدِ اللهِ وَصَا لِحْ بِنْ عَبْدُالرَّحْمَنِ اَلْعَطَّاسْ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب عَلِيِّ بْنِ حَسَنْ اَلْعَطَّاسْ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب اَحْمَدْ بِنْ حَسَنْ اَلْعَطَّاسْ وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ اَنَّاللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْ حَمُهُمْ وَيُعْلِى دَرَجَا تِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْ مِهِمْ وَنَفَحَا تِهِمْ فِى الدِّ يِنِ وَالدُّ نْيَاوَاْلآخِرَةِ )اَلْفَا تِحَةْ(&lt;br /&gt;اَلْفَاتِحَةُ اِلَى اَرْوَحِ اْلاَوْالِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّا لِحِيْنَ . وَاْلاَ ئِمَّةِ الرَّاشِدِ يْنَ وَاِلَى اَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمَشَا يِخِنَا وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ , ثُمَّ اِلَى اَرْوَاحِ اَمْوَاتِ اَهْلِ هَذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَنَّ اللهَ يَغْفِرُلَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِى دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ اَسْرَ ارِهِمْ وَانْوَ ارِهِمْ وَعُلُوْ مِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِى الدِّ يْنِ وَالدُّ نْيَا وَاْلآ خِرَةِ . اَلْفَاتِحَةْ. &lt;br /&gt;اَلْفَاتِحَةُ بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَا هِرًا وَبَا طِنًافِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّجَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ , لَنَا وَلِوَ الِدِيْنَا وَاَوْلاَدِنَاوَاَحْبَا بِنَا وَمَشَا ئِخِنَا فِى الدِّ يْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَا فِيَةِ وَعَلَى نِيَّةِ اَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْ بَنَا وَقَوَ الِبَنَا مَعَ الْهُدَى وَالتَّقَى وَالْعَفَافِ وَالْغِنَى . وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ اْلاِسَلاَمِ وَاْلاِ يْمَانِ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ اِمْتِحَانٍ , بِحَقِّ سَيِّدِ نَاوَلَدِ عَدْ نَانِ , وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ .وَاِلَى حَضْرَةِ النَِّبيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ (اَلْفَاتِحَةْ)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kemudian membaca :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَا نِكْ, سُبْحَا نَكَ لاَ نُحْصِيْ ثَنَا ءً عَلَيْكَ اَنْتَ كَمَا اَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, فَلَكَ الْحَمْدُ حَتىَّ تَرْضَى, وَلَكَ الْحَمْدُ اِذَارَضِيْتَ, وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنّا مُحَمَّدٍ فِى اْلآ خِرِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلاَ عْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتىَّ تَرِثَ اْلاَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْ دِعُكَ اَدْيَا نَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَمْوَ الَنَا وَاَهْلَنَا وَكُلَّ ثَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَاِيَّا هُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ, مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِىْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كَلِّ ذِيْ شَرٍّ, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شّيْىءٍ قَدِيْرُ. اَللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَا فِيَةِ وَالسَّلاَ مَةِ, وَحَقِقْنَا بِااتَقْوَى وَاْلاِسْتِقَامَةِ وَاِعِذْنَا مِنْ مُوْ جِبَا تِ النَّدَا مَةِفِى اْلحَالِ وَاْلمَالِ, اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ بِجَلاَلِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْزُقْنَا كَمَالَ اْلمُتَا بَعَةِ لَهُ ظَا هِرًا وَبَا طِنًا يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمُ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-5157441947826723696?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/rattib-al-attas.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-6744571399949205154</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.591-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan</category><title>ANEKA UJIAN DI JALAN DAKWAH</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7ddu-ZO8I/AAAAAAAAAMw/jUW4D4tb8a4/s1600/00.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7ddu-ZO8I/AAAAAAAAAMw/jUW4D4tb8a4/s1600/00.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengenal tabiat jalan dakwah mutlak diperlukan oleh para du’at. sebab hal itu merupakan salah satu faktor pendukung kesiapan mental saat berhadapan dengan berbagai rintangan dan ujian. mengenal tabiat jalan dakwah juga akan membantu seseorang untuk menentukan perbekalan apa yang perlu dipersiapkan untuk menempuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan dakwah memang merupakan jalan yang penuh ujian, rintangan dan tantangan. betapa tidak sebagai manusia saja, tanpa di kaitkan dengan urusan keimanan tidak pula dengan urusan dakwah, seseorang pasti berhadapan dengan ujian dan tantangan, apalagi sebagai manusia mukmin. “apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya karena mereka mengatakan kami beriman, padahal mereka belum diuji..?” (QS. 29:1-2). apalagi bila orang mukmin itu berdakwah maka ujian nya pun akan lebih berat lagi sebab selain ujian atas keimanan nya Allah juga akan menguji nya dalam hal konsistensi di jalan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar ujian dakwah dapat dibagi dua: ujian berupa kesenangan, kebahagiaan, dan kenikmatan serta ujian dalam bentuk penderitaan, kenestapaan, dan kesulitan. Allah swt. telah mengingatkan hal ini dalam ayat-Nya, “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada Kami lah kamu di kembalikan.” (QS. 21:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kedua bentuk ujian ini tertera dalam firman-Nya, “Dan ingatlah (hai para muhajirin), ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan di jadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan Nya dan di beri-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.” (QS. 8:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat ini Allah swt menggambarkan bahwa kaum Muslimin semula di uji dengan intimidasi yang di lakukan oleh orang-orang kafir lalu, Allah menolong dan memberikan kemenangan kepada mereka. Allah juga memberi mereka rezeki. kemenangan dan rezeki itu adalah ujian untuk mengukur kemampuan syukur kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bentuk rintangan dan ujian yang di hadapi seorang da’iyah, di antara nya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Rongrongan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak, isteri, suami, ayah atau ibu bisa menjadi aspirasi atau penambah semangat berdakwah tetapi di saat yang sama mereka juga dapat menjadi batu sandungan bagi seorang da’i mereka berpotensi memalingkan garis dakwah, mengurangi intensitas interaksi seseorang dengan dakwah atau bahkan menghentikan sama sekali gerak dakwah seorang da’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisikan, tuntutan, atau ambisi-ambisi keluarga boleh jadi menyebabkan seseorang berat kaki untuk melangkah kaki untuk melaksanakan program-program dakwah begitu juga keadaan keluarga baik dalam sisi ekonomi, kesehatan, dan sebagai nya dapat juga menjadi faktor penghambat keterlibatan seseorang dalam aktifitas dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat perang tabuk, ada sahabat yang nyaris tidak turut serta dalam jihad karena ingin menikmati kehangatan bersama isteri nya akan tetapi dia kemudian tersadar akan kesulitan dan penderitaan yang di alami oleh Rasulullah saw. dan para sahabat nya dalam perjuangan untuk Allah swt mengingatkan kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 64:14-15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Kedengkian sesama muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Batu sandungan” juga bisa datang dari sesama Muslim atau bahkan da’i bentuknya, semisal sikap iri dan dengki atas keberhasilan yang di capai oleh seorang da’i. kata ‘batu sandungan’ sengaja saya beri tanda kutip karena hal itu tidak selalu berakibat buruk bagi orang yang di dengki sebalik nya bagi si pendengki belum tentu menjadi hal yang produktif dan mengantarkan kepada apa yang menjadi keinginan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits, yang meskipun saya belum dapat memastikan kesahihan nya, namun makna nya tidak keluar dari apa yang di sampaikan Quran dan Sunnah, yang mengatakan: “Seorang mukmin berada di antara lima ujian berat: sesama mukmin yang iri kepada nya; munafik yang membenci nya; kafir yang terus memerangi nya; hawa nafsu yang terus merintangi nya; dan syetan yang menyesatkan nya.” (Al-Firdaus Bima’tsuril-Khitab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Hadangan, kekejian, dan makar orang-orang Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal sejarah dakwah yang di gulirkan oleh nabi-nabi sebelum Rasulullah saw., orang-orang kafir selalu berdiri sebagai penghadang dakwah&amp;nbsp; untuk menghentikan laju dakwah, mereka melakukan berbagai upaya dari mulai rayuan hingga pembunuhan dalam Quran Allah swt. banyak mengingatkan kita, para da’i tentang makar orang-orang kafir ini salah satu hikmah nya adalah agar kita senantiasa memiliki kesiapan mental saat menghadapi nya dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguh nya kami mengingkari apa yang kamu di utus untuk menyampaikannya". (QS. 34:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat yang lain di nyatakan, mereka menjawab: "Sesungguh nya kami bernasib malang karena kamu, sesungguh nya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapatkan siksa yang pedih dari kami" (QS. 36:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk Rasulullah saw., Allah swt. menggambarkan ujian dalam bentuk makar orang-orang kafir dalam firman-Nya, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadap mu untuk menangkap dan memenjarakan mu, atau membunuh mu, atau mengusir mu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. 8:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga swt. menegaskan bahwa orang-orang kafir tidak akan pernah berhenti memusuhi dakwah. Firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka tidak henti-henti nya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama mu (kepada kekafiran), seandai nya mereka sanggup barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agama nya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalan nya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalam nya.” (QS. 2:217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa juga orang kafir membuat jebakan yang di kamuflase dengan kepentingan atau keuntungan dakwah ini pernah di alami oleh Rasulullah saw. sendiri. orang-orang kafir Quraisy menawarkan kepada Rasulullah saw. agar beliau bersedia mengusap-usap patung-patung mereka. mereka berjanji jika beliau berkenan melakukan nya mereka akan masuk islam dan mengikuti Rasulullah saw hampir saja beliau terpengaruh dan mengikuti tawaran mereka, jika saja Allah swt. tidak segera mengingatkan beliau dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya mereka hampir mamalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepada mu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan kepada mu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.” (QS. 17:73-75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Kekejaman Penguasa Zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa zalim juga memiliki andil dalam merintangi dakwah baik dia penguasa kafir maupun penguasa yang mengaku muslim dalam sejarah tercatat para ulama yang menjadi korban kekejaman penguasa zalim. sekedar menyebut contoh, Sa’id Bin Zubair sang ulama tabi’in, Imam Ahmad, Imam Ibnu Taimiyyah dan tidak perlu jauh-jauh, di negeri kita sendiri hal itu dapat kita saksikan dan rasakan di tahun 80-an tidak sedikit para da’i yang di jebloskan ke penjara dan di intimidasi saat mengingatkan khalayak terhadap bahaya kristenisasi atau saat menentang cara-cara paksa program Keluarga Berencana. bahkan hingga hari ini, masih terjadi penangkapan terhadap da’i yang oleh sebagian kalangan di namakan aksi pemberantasan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja masih banyak jenis dan bentuk rintangan dan ujian di jalan dakwah karena nya, ingin berdakwah tapi tidak mau berhadapan dengan kesulitan..? mimpi kali ya..? hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam bishowab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-6744571399949205154?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/aneka-ujian-di-jalan-dakwah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7ddu-ZO8I/AAAAAAAAAMw/jUW4D4tb8a4/s72-c/00.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-6886993178995714143</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 13:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.771-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>BI RASULILLAHI WAL BADAWI (بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْبَدَوِىْ)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7Ie7kAqRI/AAAAAAAAAMs/I4QeMF9SyJ0/s1600/0000.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7Ie7kAqRI/AAAAAAAAAMs/I4QeMF9SyJ0/s1600/0000.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;بِرَسُوْلِ اللهِ وَالْبَدَوِىْ وَرِجَالٍ مِنْ بَنِى عَلَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; سَلَكُوْافِى الْمَنْهَجِ النَّبَوِىْ بِرَسُوْلِ اللـهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; رَبِّ اِنِّى قَدْ مَدَدْتُ يَدِىْ مِنْكَ اَرْجُوْ فَائِضَى الْمَدَدِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; فَاَغِثْنِى اَنْتَ مُعْتَمَدِىْ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; قُمْتُ بِاْلاَعْتَابِ مُعـْتَرِفًا لِعَظِيْمِ الذَّنْبِ مُقْتَرِفًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; مِنْ بِحَارِالْفَضْلِ مُغْتَرِفًـا بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; جُوْدُكَ الْمَأْلُوْفُ اَطْمَعَنِىْ وَاِلى رَجْـوَاكَ اَرْجَعَنِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; رَبِّ فَاذْهِبْ مَايُرَوَّعُنِىْ بِرَسُوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; بَاسِطٌ كَفِّىْ وَلِىْ أَمَلٌ فِيْكَ لكِنْ لَيْسَ لِىْ عَمَلٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; اِعْتِقَارِ جِئْتُ اَبْتَهِلُ بِرَسُـوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; لَيْسَ لِىْ وَجْهٌ اُقَدِّ مُهُ غَيْرَ طه اَنْتَ تُكْرِمُهُ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; جُدْبِفَقْدٍ اَنْتَ تَعْلَمُهُ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; صَلَوَاتُ اللهِ ذِى الْكَرَمِ تَتَغَشّى صَفْوَةَ اْلاُمَمِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; مَاسَرى رَكْبٌ اِلَى الْحَرَمِ بِرَسُوْلِ اللّهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; وَعَلى الِ النَّبِى الْكُرَمَاءْ وَعَلى اَصْحَابِهِ الْحُكَمَاءْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; وَعَلى اَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءْ بِرَسُـوْلِ اللّـهِ وَالْبَدَوِىْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-6886993178995714143?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/bi-rasulillahi-wal-badawi.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7Ie7kAqRI/AAAAAAAAAMs/I4QeMF9SyJ0/s72-c/0000.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-3332402624124603903</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.838-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>Bi Fatimah</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِفَـاطِــمَـةْ قَـدْ صَــفَـا حَــاِلـي وَ نـِـلْـتُ الْـمَـرَ امْ&lt;br /&gt;بِــضْـعَــةْ مُـحَــمَّـدْ حَــبِـيْبُ اللهِ خَــيْـرُ ا لأَ نــَامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan Fathimah telah tersucikan keadaanku dan kudapatkan segala cita-cita luhurku,&lt;br /&gt;Belahan tubuh Muhammad Habibullah (SAW) sebaik-baik manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَعْــلَـى لــَــهَـا الُلهُ قَـدْرً ا فِـي اْلــعُـلا َ وَ الْــمَــقَـامْ&lt;br /&gt;نِــعْمَ الْــبَــتُـوْ لِ الرَّ ضِــيَّـةْ نُــوْرٌ كُـلِّ الــظُّـلا َمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah telah mengagungkan derajat Fathimah dengan Keluhuran dan Maqam Mulia,&lt;br /&gt;Albatul yang Suci dalam Samudra Keridhoan Ilahi, Cahaya segala Kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أُمُّ الْـحَـسَـنْ وَ الْـحُـسِـيـن أَهْـلُ الْــمَرَ قِـي الْــعِـظَـا مْ&lt;br /&gt;لــَـهُمْ عَـطَـايــَا مِنَ الْــمَـوْ لَـى كِــبَـارْ جُــسَـامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu Hasan dan Husein pemilik maqam puncak kemuliaan,&lt;br /&gt;Atas mereka limpahan Anugerah dari Sang Pencipta Pemilik Anugerah terbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُمْ سَـادَ ةُ أَهْــلُ الْـجِـنَـانِ الْــعَـالـِـيـَّةْ يـَـا غُــلا َمْ&lt;br /&gt;مَــنْ حُــبُّـهُمْ صَــدَ قْ بـَـا يـَـسْـكُــنْ بِــدَ ارِ الــسَّــــلا َمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merekalah pembesar ahli surga yang luhur wahai anak,&lt;br /&gt;Maka yang mencintai mereka dengan kesungguhan akan menghuni surga Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ مَـنْ تـَـــعَـلَّـقْ بِـــهِمْ يــَـظْــفَرْ بِـــنَــيْـلِ الْــمَرَ امْ&lt;br /&gt;أَكــرَ مْـتِ يـَـا بِــضْــعَـةْ أَحْــمَـدْ فَـانْــعِـمِـي بـِالـتَّـــمَـامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan yang berpegang dengan mereka akan beruntung mendapatkan cita-citanya,&lt;br /&gt;Mulialah engkau wahai belahan tubuh Ahmad maka limpahilah kami kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ امْــنَـحِــيْ عَــبْـدَ كُمْ فِـي الْــقُرْ بِ أَعْـلَـى وَ سَـــامْ&lt;br /&gt;نَــقُــو مُ بِـحَــمْـلِ الرَّ يـَـاتِ الْـحَــمْـدِ أَحْـسَـنْ قِــيَــامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah dengan lembut budakmu ini, dengan kedekatan sebagai anugerah agung,&lt;br /&gt;Agar kami tegak memegang Panji Dakwah Alhamd dengan tegak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;تَـــعُمُّ دَ عْــوَ تَـــةُ فِـي ا لأ َ كْــــوَ انِ كُــلَّ ا لأَ نَــامْ&lt;br /&gt;نــَـلْـــبَــسُ خَــلْـعِ إِرْثُ مَــا يــَصِـفْ سَــنَـاهَــا كَـــلا َمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hingga tersebar da`wahnya di seluruh dunia kepada seluruh manusia,&lt;br /&gt;Hingga kami memakai baju warisanmu yang bercahaya terang benderang tak tersifatkan oleh kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يـَـانُــوْ رُ قَــلْـبِـيْ وَ يــَا أُمِّـيْ عَــلَــيْـكَ الـسَّـــلا َمْ&lt;br /&gt;فِـيْ كُــلِّ حَــالٍ وَ شَــأْنٍ كُــلِّ لــَحْـظَــةٍ دَ وَ امْ&lt;/span&gt;Wahai cahaya hatiku, wahai ibuku kuucapkan salam,&lt;br /&gt;Setiap waktu, kejap dan saat dengan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَــلَــيـْكَ صَـلَّـى ِإ لـــهِـيْ مَــعَ أَبِــيْـكَ ا لإِ مَـــامْ&lt;br /&gt;ِإ مَـــامْ كُــلِّ الْــوَ رَ ى فِـي كُــلِّ خَــاصٍّ وَ عَــامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atasmu limpahan shalawat Tuhanku, juga atas Ayahmu Sang Imam,&lt;br /&gt;Pemuka semua pemuka dari semua golongan khusus dan awam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الــشَّــا فِــعُ الْــمَــبْـتَــغِ يَــوْ مُ الـلِّــقَـاءِ وَ الزِّ حَـــامْ&lt;br /&gt;يـَـوْ مُ الْــمَــلا َ ئِــكْ تُـــنَـادِ يْ جَــمْـعَ كُــلَّ ا لأَ نَــامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemilik Syafa’ah idaman dan tujuan di Hari Pertemuan dan Perkumpulan,&lt;br /&gt;Hari para malaikat berseru pada seluruh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;غُـضُّــوْ ا أَبـْـصَــارَ كُمْ تَــمُـرُّ بِــنْـتِ الـنَّـبِـيِّ بِـالـسَّــــلا َمْ&lt;br /&gt;وَ نــَكِّـسُـوْ ا رُ ؤُ وْ سَـكُـمْ مَــاأَعْــظَـمَـهُ وَ الله ُ مَــقَـامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tundukkan pandangan kalian untuk lewatnya Putri Nabi dengan Salam Sejahtera …..!&lt;br /&gt;Tundukkan kepala kalian…, Maqam yang alangkah Agungnya Demi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أتَــَـذْ كُـرِ يــْنِـي مَــعَـكِ أَعْـبُرْ وَ مَـنْ لَــهُ ذِ مَـــامْ&lt;br /&gt;حَـاشَـــاكِ يـَـا أُمُّـــنَـا تـَــنـْسِـيْنَ هَــذَا الْـغُــــلا َمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau mengingatku saat itu untuk masuk &amp;amp; lewati shirath bersamamu dan bersama mereka yang termuliakan,&lt;br /&gt;Alangkah sedih dan tak mungkin ….. wahai Ibu kami, Engkau lupakan anakmu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَـحْــسُـو بِــكُـمْ يـَـرْ تـَـجِــيْـهِ مِـنـْكُـمْ بِــهِ ا لإِ هْــتِـمَـامْ&lt;br /&gt;أَ نْـتُــمْ مَــرَ ا مُــهْ وَ مَـقْـصُـوْ دُهُ وَ نـِـعْمَ الْــمَـرَ امْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bocah kesayanganmu mengharapkan kasih sayang dan perhatianmu ini,&lt;br /&gt;Engkaulah cita-cita dan maksud, dan semulia-mulia cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يـَـا بِــنْـتَ طــهَ فَـــؤَ ادِ يْ فِـيْ مَـحَـــبَّــتِـكِ هَــــامْ&lt;br /&gt;وَ اللهِ أَ نْــتُـــمْ مُــرَ ادِ يْ فِي الــدُّ نــَا وَ الْــقِــــيَـامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahai Putri Tha Haa, sanubariku bergejolak dalam mahabbah padamu,&lt;br /&gt;Demi Allah, Engkau maksudku di dunia dan di hari kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ مَــا أَنــَا ِإ لاَّ بِــكُـمْ يـَـا سَـــادَ تِــيْ يـَـا كِــرَ امْ&lt;br /&gt;عَـــلَــيْـكِ مَـــعَ وَ الِـــدْكِ أَذْ كَـي الـصَّــــلا َةُ وَ الـسَّـــلا َمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan aku ini hanyalah karenamu Wahai Pembesarku, Wahai Imam mulia,&lt;br /&gt;Atasmu bersama ayahmu sesuci-suci shalawat dan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ أَهْـلُ الْـكِــسَـاءْ وَ اهْـلِ بَـــيـْتِـهِ عَــالِــيِـيْنَ الْــمَـــقَـامْ&lt;br /&gt;وَ الـصَّـحْـبِ أَجْــمَــعْ وَ مَـنْ عَــلَـى هُـدَ اهُ اسْــتَــقَـامْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan atas Ahlul Kisa serta Ahlul Baitnya para maqam yang luhur,Dan para Shahabat semua dan seluruh yang tegak deng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Maulid Nabi Muhammad S.A.W yang di sampaikan oleh Alwalid Alhabib Ali bin Abdurrahman Assegaf di kediaman mantunya Alhabib Soleh Bin Muhammad Baghir Al-Athas, Dijelaskan didalam Kitab Al-umdah karya seorang Waliallah dari Andalusia dimana sering kita membacanya yaitu 'Yarabbibil Musthafa Balig Maqo Sidana Wagfir lana Mamadho Ya waasi'al karomi - Huwal Habibulladzi Turja' Syafaatuhu Likulli haulin bina ahwalulilmuqtahimi'&lt;br /&gt;Dan kitabnya sudah disahkan atau di benarkan langsung oleh Baginda Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna dari bagian isi bacaan diatas, bahwa Baginda Nabi adalah yang diharapkan Syafaatnya dihari nanti yaitu yaumil mahsyar, dimana hari itu adalah hari banyak manusia yang kesusahan untuk minta pertolongan dan hanya Baginda Nabi Muhammad S.A.W yang mampu membantu di hari itu. Dan siapakah yang akan mendapatkan syafaat pada hari itu, yaitu dialah orang-orang yang senantiasa mencintai Rasulluah S.A.W. Dan dengan memperingati kelahirannya adalah salah satu bukti kecintaan kita kepada baginda nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk tergolong orang-orang yang dicintai Rasulluah S.A.W yang tentunya jika sudah di cintainya maka akan selamat dunia akherat. Amiin ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-3332402624124603903?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/bi-fatimah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-2287796873647538089</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:40.917-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>Yaa Dzakiri</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;يـَا ذَا كِــر ِ يـْنَ النـَّبِي ْ فُذْ تُمْ بِذِ كْــرِ الْحَبِـيْبْ&lt;br /&gt;حَبِـيْب ِ رَ بـِّيْ إِلى الرَّ حْمنِ أَقْرَبْ قَرِ يْبْ&lt;/span&gt;Wahai para pengingat Nabi (SAW) beruntunglah kalian dengan mengingat Sang Kekasih,&lt;br /&gt;Kekasih Penciptaku yang sangat teramat dekat dengan Yang Maha Pengasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حَبِـيْبِ قَدْرُ هْ لَدَ ي الْـمَــوْ لَى وَ ِسـيْعٌ رَ حِـيْبْ&lt;br /&gt;لَــهُ الْــوَ جَـا هَـات ِ فِي يَــوْ مِ اللِّـقَاءِ الـعَـصِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekasih yang derajatnya di sisi Tuhan sangat Luas dan Terhormat,&lt;br /&gt;Pemilik Kewibawaan di hari pertemuan yang sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ لـِلرُّ سْلِ أَجْـمَـعِيْنَ فِي الْــيَــوْمِ ذَاكَ الْـخَطِـيْبْ&lt;br /&gt;شَــمْـسِ الْـهُـدي مَـا بـَـدَ ا غَـا بـَتْ وَ لاَ بـَا تَــغِيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan di hadapan para Nabi dan Rasul di hari itu, Beliaulah yang akan menjadi juru bicara,&lt;br /&gt;Matahari Hidayah yang tak pernah terbenam dan tak akan sirna cahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَــلَــيْهِ صَلّى إِلــهِــي مَـا سَــجَــعْ عَـــنـْدَ لِـــيـْبْ&lt;br /&gt;يَـا ذَا كِرِ يـْنَ الــنَّــبـِيْ مَرْ بَــعْكُمْ أَمْس خَـصِيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atasnya Limpahan Shalawat Allah sebanyak riuhnya kicauan burung,&lt;br /&gt;Wahai para pengingat Nabi (SAW) amal pahala kalian akan sangat menguntungkan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِذِ كْرِ طـــهَ إِلـى الْــمَـــوْ لى أَنــَـابَ الْــمُـنِـيـْبْ&lt;br /&gt;بِذ ِ كْرِ طــهَ إِلـى الــدَّ عْــوَ هْ أ َجَـابَ الْمُجِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat Nabi Thahaa (SAW) terluhurkanlah hamba yang beribadah,&lt;br /&gt;Dengan mengingat Nabi Thahaa (SAW) maka seruan kemuliaan didengar oleh mereka yang terpilih menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ مَنْ تَــقَـبـَّضْ بـِحَــبـْلِــهِ قَـطْ مَــا بـَـا يَـخِـيْبْ&lt;br /&gt;هَــيَّـا اسْـتَـجِـيْـبُـو اوَ جِدْ وَ اسْـعَـفَ مَـنْ يَـسْـتَـجِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang berpegang dengan Tali Sunnahnya, tak akan dikecewakan,&lt;br /&gt;Marilah bersama-sama mendatangi seruannya, bersemangatlah dan bergegaslah pada Sang Penyeru !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَـقَدْ دَ عَــتْـكُمْ د َوَ ا عِيْ شَـانْــهَـا اَمْرٌ غَرِ يـْبْ&lt;br /&gt;تـُـفْـضِيْ بِـمَنْ قَدْ صَـدَ قْ إِلى الْــفَـــنَـاءِ الرَ حِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah menyeru kalian, seruan-seruan keluhuran yang mengandung rahasia agung,&lt;br /&gt;Barangsiapa yang bersungguh-sungguh akan tersucikan kepada keluhuran dan kemurnian yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حَــيْثُ الـتَّـجـَــلِّيْ مِـنَ الرَّ حْـمنِ نـِـعْمَ الْــقَرِ يـْبْ&lt;br /&gt;بِـعَـذْ بِ وَ دِّ هْ وَ اِحْـسَـا نٍ وَ فَـضْلٍ عَــجِـيْـبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika Arrahman memperlihatkan kenikmatan yang sudah menanti,&lt;br /&gt;Dengan manisnya Kelembutan Santunan Nya, Anugerah dan Pemberian yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِصْحَــبْـهُ بـِا لـذِّ كْرِ تُـصْـبِــحْ فِي الْـــبـَــقَـا لُــهْ صَـحِـيْـبْ&lt;br /&gt;فِي دَ ارِ احْـسـَــانِ مَـنْ يـَسْـمَــعْ لِـعَــبـْدِ هْ يُـجِـيْـبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bersahabatlah dengannya (SAW) dengan selalu mengingatnya,&lt;br /&gt;maka engkau akan mendapatkan teman yang abadi (Rasul SAW),&lt;br /&gt;Di Istana Anugerah, maka barangsiapa yang mendengar seruan ini, sepantasnya ia menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;طَـا بـَتْ لِــمَـنْ عَـاشَ خَـا ئِــفْ لـِلْمُــهَــيْـمِنْ رَ قِــيْـب&lt;br /&gt;الـذِّ كْرِ لـِلْـمُصـْـطَفى هُو شُرْ بـُــنـَا لاَ الذَّ بـِيـْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka terluhurkanlah mereka yang hidup dengan risau (tidak menganggap remeh) terhadap&lt;br /&gt;Yang Maha Memelihara yang selalui mengawasi,&lt;br /&gt;Mengingat Musthafa (SAW) itulah minuman kami yang sangat lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ فِّرْ لــَــنـَـا يـَـا إِلــهِـيْ مِـنْ وِ دَ ادِهْ نــَــصِـيْبْ&lt;br /&gt;وَ صَــلِّى مـَـاالْـــبَرْ قِ لَــعْـلَــعْ أَوْ أَ جَـابَ الْمُـجِيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka Anugerahilah kami Wahai Tuhanku, bagian dari kelembutan-kelembutan kasih sayangnya,&lt;br /&gt;Dan Limpahkan Shalawat sebagaimana kilauan kilat, dan saat (kami) menjawab seruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَـــلَــيْهِ وَ آلِــــهِ جَــمِـيْـعًـا ثُمَّ مَـنْ لُــهْ صَـحِـيْبْ&lt;br /&gt;وَ اجْــمَــعْ بِــهِ الــشَّــمْـلِ يـَـا رَ بِّ الـسَّــمَـا يـَـا مُـجِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atasnya dan semua keluarganya lalu semua yng bersahabat dengannya,&lt;br /&gt;Dan kumpulkanlah baginya kemuliaan Wahai Pemilik Langit, Wahai yang menjawab do’ a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَــلَى الْــــهَـــنَـا و َ الْــمَـــسَـرَّ هْ وَ الصَّـــفَـا الَـــعَـجِـيْـبْ&lt;br /&gt;نُـسْـقَـى بِـكَا سِـهْ كَـفَى و َاللهِ نــِـعْـمَ الْـحَـسِـيْبْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam limpahan kebahagiaan dan kegembiraan dan kesucian yang indah,&lt;br /&gt;Kami dilimpahi dengan cangkir-cangkir luhurnya, maka cukuplah bagi kami Allah semulia-mulia Pemberi kecukupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-2287796873647538089?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/yaa-dzakiri.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-1893153488974695813</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.006-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>Ya Rabbama</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;يـَـا رَ بَّ مَـكَّــة َ وَ الــصَّـــفَـا بِـمُـحَــــمَّـدٍ&lt;br /&gt;اِغْــفِـرْ لَـــنَـا يـَا سَــا مِــعًـا لِــدُعَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahai Pemilik Makkah dan Bukit Shafa, demi Muhammad,&lt;br /&gt;Ampuni dosa kami Wahai Yang Maha Mendengar do’a kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اُ كْـــتُمْ هَـــوَ انَ اِنْ أَرَ دْ تَ رِ ضَـــانَ&lt;br /&gt;وَ احْــذَرْ تُـــبِـيْــحُ بــِسِرِّ نَـا لِـسِـوَ انَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sembunyikanlah Kecintaan kepada kami apabila engkau menginginkan restu kami (para wali Allah),&lt;br /&gt;Dan jagalah agar kau tak sesumbarkan apa-apa yang kau ketahui dari Kemuliaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ اخْــضَـعْ لَــنـَـا إِنْ كُـــنـْتَ رَ اجِــيَ وَ صْــلِــنـَـا&lt;br /&gt;وَ اتْـرُ كْ مُـنــَـاكَ إِنْ أَرَ دْ تَ مُـنـَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tunduk dan panutlah kami apabila kau menginginkan bergabung dengan kami,&lt;br /&gt;Dan tinggalkanlah cita-cita kosongmu apabila engkau menginginkan apa yang kami cita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ اجْـــعَـلْ وُ قُــوْ فَــكَ مَــا بـَــقـِـــيْتَ بِــبَـابِــــنَـا&lt;br /&gt;فَـــلَـــعَــلَّ اَنْ تـُحْــظَـى بـِـــنَـا وَ تَـرَ انَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan jadikanlah sisa usiamu kini untuk berada di pintu-pintu kami,&lt;br /&gt;Maka semoga engkau akan mendapatkan anugerah dengan kedekatan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَ وَ مـَــا عَـــلِــمْـتَ بِـأَ نَّـــنـَـا أَهْـــلُ الْـــوَ فَـــا&lt;br /&gt;وَ مـُـحِــبــُّــــنَـا مَــا ذَ الَ تـَـحْــــتَ لِـــوَ انَــا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalian tidak mengetahui, bahwa kami selalu bermurah hati,&lt;br /&gt;Dan semua yang mencintai kami akan selalu di bawah panji kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَـــإِ ذَا قَـــضَـيْتَ حُــقُــوْ قَـــنَـا يـَـا مُــدَّ عِــى&lt;br /&gt;عَـــا يـَــنـْــتــَــــنَـا فِـى الْـكَــا ئــِــنـَـاتِ عِـيـَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila kalian jalankan permintaan kami ini, wahai yang menginginkan kemuliaan kami,&lt;br /&gt;Maka kalian pasti melihat di semua alam akan keluhuran dan kebesaran kami dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;نــَحْــنُ الْــكِـــرَ امُ فَـــمَــنْ أَتــَانَـا قَــاصِـــدً&lt;br /&gt;نَــالَ الــسَّـــعَـادَ ةَ عِـنـْدَ مـَـا يـَــلْــقَــانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kami adalah kaum dermawan, maka barangsiapa yang datang kepada kami dengan suatu kebutuhan,&lt;br /&gt;Maka ia akan mendapatkan keinginannya dan kebahagiaan ketika ia menemui kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَــانْـــهَــضْ بـِــعَـذِ مِ لا َ تـَـكُــوْ نُ مُــقَـــصِّـرً ا&lt;br /&gt;وَ انْــظُـرْ تـَـرَ ى الْـعُـــشَّـاقَ حَــوْلَ حِـمَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka bangkitlah dengan penuh semangat, dan janganlah bermalas-malasan,&lt;br /&gt;Lihatlah orang-orang yang mencintai dan merindukan kami, terayomi di dalam benteng-benteng kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُـسْــتَــبْـشِـرِ يـْنَ بِـــنَــيْـلِ مَـا قَــدْ أَ مَّــلــُــوْا&lt;br /&gt;فَــرِ حِــــيـْنَ مُـذْ نَــظَـرُ و ا الْـجَـــمَـالَ عِـــيَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendapat kebahagiaan dengan datangnya kabar gembira,&lt;br /&gt;bahwa mereka diberi segala yang mereka dambakan,&lt;br /&gt;Mereka dilimpahi kegembiraan sejak mereka memperdulikan keindahan yang sejelas-jelasnya (Muhammad SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هَـامُــوْ ا بِــعِـشْــقَــتِــهِـمْ سُــــكَـارَ ى عِــنْـدَ مَــا&lt;br /&gt;كُــشِـفَ الْـحِــجَــابَ وَ شَـاهَــدُوا مَـغْــنَـانَـا&lt;/span&gt;Maka pusatkanlah perhatianmu bersama apa yang menyibukkan mereka,&lt;br /&gt;dan dengan apa-apa yang mereka rindukan,&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa mereka itu telah terbuka baginya hijab ma’rifah dan mereka telah menyaksikan kemuliaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَـهُـــمُ الْــمُرَ ادُ وَ لاَ يــُرَ ادُ سِـــــوَ ا هُـمُ&lt;br /&gt;فَــالْـــقَــلْــبُ مُـشْـــتَـغِـلٌ بـِـــهِمْ وَ لْــهَــانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka adalah yang paling pantas untuk dituju, dan tiada lagi yang pantas dituju selain mereka,&lt;br /&gt;Dan hati yang sibuk dengan selain urusan mereka, adalah hati yang pasti terpenuhi kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;كَرِّ رْ لـِـسَــمْـعِـى ذِ كْـرَ ا هُمْ وَ حَــدِ يــْـثَــهُمْ&lt;br /&gt;تـَــعْـمَـلُ مَــعِـى بِــحَـــيـَـا تِـــهِـمْ إِحْـسَـــانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka ulang-ulanglah untuk selalu memenuhi pendengaranmu dengan mereka dan perkataan mereka,&lt;br /&gt;Dan sibuklah dengan beramal baik bersama-sama dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يـَـا رَ بَّ مَــكَّـــةَ وَ الــصَّـــفَـا بـِمُـحَـــمَّـدٍ&lt;br /&gt;اِ غْــفِـرْ لَــنـَـا يـَـا سَــا مِـعـًـا لِــدُ عَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka Wahai Pemilik Makkah dan Bukit Shafa, demi Muhammad,&lt;br /&gt;Ampuni dosa kami wahai yang selalu mendengar do’a kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ثــُــمَّ الــصَّـــــلا َةُ عَــلَـى الــنَّـــبِـى وَ آلــِــهِ&lt;br /&gt;مَــا حَــرَّ كَـــتْ رِ يـْـــحُ الـصَّــبـَـا أ َغْــصَـانَـا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lalu limpahan Shalawat atas Nabi dan Keluarganya,&lt;br /&gt;Sebanyak hembusan angin di pagi hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-1893153488974695813?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/ya-rabbama.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-7103978310037791713</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.043-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>Burdah Muhammadun</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ أَشْـــرَ فُ ا ْلأَ عْــرَ ابِ وَ الْـــعَـجَــــم&lt;br /&gt;مُحَــمَّـدٌ خَـــيْـرُ مَـنْ يـَمْــشِ عـَـلَـى قَـــدَمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW semulia-mulia manusia dari segala bangsa,&lt;br /&gt;Muhammad SAW sebaik-baik makhluk yang berjalan (menginjak bumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ تــَا جُ رُسْـــلِ اللهِ قَــــاطِــــبَـةً&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ صَـــا دِقُ اْلأَ قْــــوَ الِ وَ الْـــكَـلـِـمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW mahkota para rasul dan pemuka mereka,&lt;br /&gt;Muhammad SAW selalu jujur dalam ucapan dan perkataannya&lt;br /&gt;(ucapannya adalah Al Hadits, perkataannya adalah Al Qur ’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ حَــــا كِــمٌ بـِـالْـــعَـــدْ لِ ذُوْ شَــرَ فٍ&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ مَـعْــــدِ نُ اْلإِ نْـعَــــامِ وَ الْحِــكَــمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW hakim yang sangat adil dan pemilik kemuliaan,&lt;br /&gt;Muhammad SAW sumber kenikmatan hidup dan sumber hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ ذِ كْـــرُ هُ رَ وْ حٌ ِلأَ نْـفُـــسِـنَا&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ شُــكْـــرُ هُ فَـــرْ ضٌ عَـلَـى ْالأُ مـَـامِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW dengan mengingatkannya menenangkan hati kami,&lt;br /&gt;Muhammad SAW yang menyukurinya wajib bagi umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ ذِ يــْـــــنـَة ُ الــدُّ ْنــيـَا وَ بَــهْــجَــتـُــهَـا&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ كَــــا شِــــفُ الْـغُــــمَّـاتِ وَ الـظُّـــلَــمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW penghias bumi dan kemegahannya,&lt;br /&gt;Muhammad SAW pelebur bencana dan kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمَّـدٌ ضَــاحِـــك ٌ لـِلـضَّــيْـفِ مُـــكْـــرِ ُم ُه&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ جَـــــــــارُ هُ وَ الله ِ لَـــمْ يـُـــضَـمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW selalu tersenyum pada para tamunya dan memuliakan mereka,&lt;br /&gt;Muhammad SAW yang dekat padanya demi Allah takkan disia-siakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَـــمـَّدٌ يــَــــوْ مَ بـَعـْــثِ الـنـَّــاس ِ شَـــا فِـعُـــــنـَا&lt;br /&gt;مُحَـــمَّـدٌ نــُـوْ رُ هُ الْـهـــَـدِى مِــنَ الــظُّـــلَــمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW pada hari bangkitnya seluruh manusia pemberi kami syafaat,&lt;br /&gt;Muhammad SAW cahayanya merupakan petunjuk dari kegelapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-7103978310037791713?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/burdah-muhammadun.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-9211956765526663171</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.069-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kumpulan Shalawat</category><title>Sholatullahi Tagsya</title><description>&lt;span style="font-size: large;"&gt;صَـلاَ ةُ اللهِ تـَغْــــشَا كُـــــمْ حــَـــبـِـيـْـبِــي&lt;br /&gt;وَ اَلـِــــكُــمُ وَ يـَغْــــشَا كُـــــمْ سَــــلاَ مُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Limpahan Shalawat Allah selalu meliputi kalian (Wahai Nabi SAW dan para pencintanya dan pembelanya SAW)&lt;br /&gt;dan atas keluarga kalian dan salam sejahtera selalu melimpah pada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَــلَى قَــدْرِ الْـجَـــمَـالِ مَــعَ الْـــكَــمَـالِ&lt;br /&gt;وَمـَــا طَـرِ بَ الْــمُـحِــــبُّـوْ نَ وَهَـــامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak kadar segala keindahan dan kesempurnaan,&lt;br /&gt;dan sebanyak gejolak kerinduan dan kasih para pecinta Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لـِغـَـيْـرِ جَـــمَـا لـِـكُـــمْ نَــظَـرِ يْ حَـــرَ امُ&lt;br /&gt;وَ غَــيْـرِ كَــلا َ مِــكُـمْ عِــــنـْدِ يْ كَــلا َمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk selain memandang keindahan kalian, telah kuharamkan pandanganku,&lt;br /&gt;dan selain pembicaraan kalian dihadapanku umpama lantai tempat pijakan kaki (yaitu sangat hina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ عُــمْرٌ تَـسْـرِ يْ مِـنْـكُــمْ بـَـعْــضَ يـَـــوْ مٍ&lt;br /&gt;وَ سَـــا عَـةُ غَــــيْرِ كُـــمْ عَــامٌ فَــعَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan usiaku terlewatkan bersama kalian seakan beberapa hari (terasa sangat singkat),&lt;br /&gt;dan sesaat tanpa kalian bagaikan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَصَـبـْرِ يْ عَــنْـكُـــمُ شَـيْءٌ مُـحَــــالٌ&lt;br /&gt;وَ مـَـا لِـيْ قَــاتِـلٌ إِ لاَّ الـْـفِـــطَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan sabar dari merindukan kalian adalah hal yang mustahil,&lt;br /&gt;dan tak ada (yang kutakutkan) sebagai pembunuh, selain perpisahan dengan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;إِ ذَا عَــا يـَـنْـتُـــكُــمْ ذَا لَـتْ هُـمُــوْ مِــيْ&lt;br /&gt;وَ إِ نْ غِــبْـــتُـمْ دَ نَـى مِـنـِّـي الـْحِـــمَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila aku melihat kalian maka hilanglah kesedihanku,&lt;br /&gt;dan apabila kalian tiada maka telah dekatlah padaku kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَوَ دُّ بِــأَنْ أَ كُـــوْ نَ لَــــكُــمْ جَـــلِـيـْـــسًا&lt;br /&gt;وَ تـُنْـصَـبُ لـِي بِـرَ بـْعِـــكُــمُ خِــيَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat berhasrat untuk selalu menjadi pendamping kalian, dan dibuatkan kemah di halaman rumah kalian,&lt;br /&gt;(ungkapan hati dari besarnya hasrat untuk selalu tidak berpisah, apabila tidak mendapat tempat tinggal di rumah mereka, maka cukuplah di halaman rumah mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بــَدَاهُ بـِالـْـوِ صَــالِ مَــرِ يـْضَ هَجْـــرٍ&lt;br /&gt;يـَـهِــيـْــمُ بِــكُــمْ إِذَا سَــجَـعَ الْـحَـــمَـمُ&lt;/span&gt;Maka mulialah (mendekat padaku) dengan menyambung (pertemuan) setelah pedihnya perpisahan, (denganku)&lt;br /&gt;yang selalu mendambakan kalian setiap kali burung-burung merpati saling bersenandung&lt;br /&gt;(maksudnya tidak pernah ada berakhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حَـــدِ يـْثُ غَــــرَ ا مِـهِ فِـــيْــكُـــمْ قَـــدِ يـْـمٌ&lt;br /&gt;وَ مَـلـْـبَـسُـهُ مِــنَ الْـحُـــبِّ الــسِّــــقَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kabar tentang ia (diriku) tergila-gila pada kalian telah lama terdengar,&lt;br /&gt;dan pakaian (yang menutupiku) dari kecintaan adalah kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَـــأَنــْـتُـمْ فِي اْلأُ صُـوْ لِ أَجَــــلُّ أَصْـــلٍ&lt;br /&gt;إِ ذَا شِــئْـتُـمْ تَـحَـــصَّـلَ لِي الْـمَــرَ امُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan kalian dari segala sumber (kemuliaan) adalah sumber yang sangat kuat,&lt;br /&gt;apabila kalian menghendaki, maka akan tercapailah untukku segala keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بـِكُـــمْ صَـعْبُ اْلـلأُ مُـوْ رِ يـَعـُـوْ دُ سَــــهْـلا ً&lt;br /&gt;فَــبِا ْلإِ حْــــسَـانِ جُــوْ دُو ا يـَا كِــرَ امُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebab kalianlah segala permasalahan berbalik menjadi kemudahan,&lt;br /&gt;maka Demi Yang Maha Memiliki Kebaikan, bermurah hatilah wahai orang-orang yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فـَــلَـيْـسَ سِــوَ ا كُـــمُـوْ لـِلْـجُــوْ دِ أَهْـــــلا ً&lt;br /&gt;فَـكَــيْـفَ نَــذِ يــْدُ صُــوْ حِــيـْكُـــمُ يــُضَـامُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka tiadalah selain kalian orang yang lebih bermurah hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-9211956765526663171?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/sholatullahi-tagsya.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-2275211114921130304</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 12:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.090-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kisah</category><title>Hikayat dan Karamah Sulthanil Aulia Syech Abdul Qodir Jailani R.A</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7AAiZ9T8I/AAAAAAAAAMo/AJ2WsJsXcfI/s1600/Syech+Abdul+Qodir+Jailani+R.A.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7AAiZ9T8I/AAAAAAAAAMo/AJ2WsJsXcfI/s1600/Syech+Abdul+Qodir+Jailani+R.A.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Allahumma sholli wasallim ala sayyidina muhammadin Wa ala alihi wasohbihi ajmain.&lt;br /&gt;Bibarakati Sulthanil Aulia,Algausul A'zhom,Alquthbi Rabbani,Wal Haikalu Shomadani Syech Abdul Qodir Jailani R.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Syech menjadi Syaikhuts tsaqolain, yaitu syaikhnya Jin dan Manusia yang sempurna, juga wali yang penuh kewaspadan yang sempurna wusul kepada Allah dan mempunyai kedudukan luhur lagi mulya serta mempunyai martabat yang tetap dan derajat yang sempurna dan prilaku yang luhur serta kesempurnaan yang tinggi, juga menjadi Wali Quthub yang ahli ma'rifat kepada Allah, dan menjadi pemimpin pertolongan penerangan hati, yaitu putra Syaikh Abi Sholih Musa Janki Dausat.&lt;br /&gt;Janka Dausat putranya Syaikh Abdillah bin Yahya Azzahid Bin Musa Al juni bin Abdillah Al mahdi bin Al Hasan Almutsan bin Alhasan As Sibthi bin Ali Bin Abi Tholib. Dan putranya Syarifah Fathimah Az Zahro' putri dari junjungan kita Baginda Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Syech Abdul Qodir Jailani dilahirkan didusun Jilan, kota terpencil di luar kota Tobaristan, pada tanggal 1 Romadhon 471 H.&lt;br /&gt;Pada waktu beliau masih bayi, disiang hari bulan ramadhan, beliau tidak mau menetek(menyusu), karena inayah dari Allah kepada beliau. Dan ketika usianya mendekati baligh, Tuan syech gemar mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mengunjungi para ulama yang mulia lagi berpengetahuan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan syech belajar ilmu fiqh kepada Syaich Abil Wafa Ali bin Aqil, Syech Abil Khotob Al-Kalwadzani Mahfudz bin Ahmad Al-Jalil dan Syech AbilHusain Muhammad bin AlQodli Abi Ya'la.&lt;br /&gt;Di bidang Adab beliau belajar dengan Syech Abi Zakaria Yahya bin Ali Athibrizi. Kemudian Tuan Syech berbai'at belajar ilmu Thoriqoh kepada Guru yang Mursyid Arif Billah yaitu Syech Abil Khoiri Hammad bin Muslim Ad Dabbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karomah Beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seratus ulama Ahli Fikih Bagdad berkumpul masing-masing membawa masalah, kemudian dikumpulkan, dan menghadap Kanjeng Syaikh perlu menguji kemampuannya,setelah para Ulama itu duduk didalam majelis, Tuan Syechpun menundukan kepala,tiba-tiba keluarlah cahaya bersinar dari dalam dadanya menembus dada para Ulama itu,maka hilanglah apa yang ada pada hati mereka, sampai pada masalah-masalah yang sudah matang dipersiapkan hilang begitu saja, para ulama tadi menjadi kebingungan, gemetar dan seakan-akan tidak berdaya juga kesadarannya, menyobek-nyobek pakaian dan juga tutup kepalanya. Kemudian Tuan Syech naik ke kursinya seraya memberikan jawaban yang sudah tersimpan dari masing-masing Ulama tersebut,setelah lengkap memberikan jawaban masalah-masalah itu semua, para Ulama tadi baru mengakui akan kelebihan Tuan Syech, lalu mereka tunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat mengajar beliau duduk diatas kursi yang tinggi agar bisa dilihat dan dingar, ucapannya terang dan lantang. Kadang-kadang Tuan Syech bagaikan berjalan di angkasa,kemudian kembali lagi ke kursinya, hal itu disaksikan oleh jamaah yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Tuan Syech melihat seberkas cahaya berkilauan menerangi ufuk langit, tidak lama menampakkan diri seraya memanggil-manggil : Wahai Abdul Qodir ..Aku adalah Tuhanmu ..Sungguh aku perbolehkan untukmu semua yang diharamkan. Maka Tuan syech menjawab : A'udzu Billahi Minasy Syaithanirrojim, Seketika itu juga cahaya tadi berubah menjadi gelap dan menyerupai awan dengan bersuara keras: Wahai Abdul Qodir ...., selamatlah engkau dari ulah sesatku, sebab ilmumu tentang hukum Tuhanmu dan karena pemahamanmu tentang kedudukanmu sungguh aku sudah menyesatkan seperti kejadian ini dari tujuh puluh orang thoriqoh.Setelah beliau selamat dari godaan syetan, kemudian memuji kepada Allah dengan mengucapkan : Anugerah dan keselamatan hanya kepada Tuhanku. Maka ditanyakan kepada Syech: Bagaimana Tuan syech bisa tahu sesungguhnya itu adalah syaitan..?&lt;br /&gt;Tuan Syech menjawab: Dari Ucapannya, Telah aku perbolehkan bagimu apa yang diharamkan. Karena setahu saya sungguh Allah ta'ala tidak akan memerintahkan untuk berbuat jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Syech Berkata: Tidak boleh terjadi didalam majelis untuk menghadap kepada Allah ta'ala,kecuali membersihkan dirinya dari kotoran dosa. Dan tidak akan dibuka hatinya untuk ma'rifat kepada Allah,kecuali hatinya dikosongkan dari pengakuan mempunyai prilaku baik dan dari perbuatan yang meresahkan. Apabila kebiasaan manusia sudah berlumuran dosa dan tidak mau membersihkan, maka Allah ta'ala menurunkan berbagai macam penyakit lahir ataupun bathin kepada mereka sebagai tebusan dan pembersih dosa-dosanya, agar yang demikian itu sesuai majelis menghadap dan mendekat kepada Allah, baik mereka sadar maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Hamparkanlah bau harum keridhoanMu kepada Tuan Syech, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan Tuan Syech Abdul Qodir Jailani R.A.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-2275211114921130304?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/hikayat-dan-karamah-sulthanil-aulia.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT7AAiZ9T8I/AAAAAAAAAMo/AJ2WsJsXcfI/s72-c/Syech+Abdul+Qodir+Jailani+R.A.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-7509562823186831632</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 11:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.110-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Keutamaan Majelis Dzikir</category><title>Keutamaan Majelis Dzikir</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT62zZZBDgI/AAAAAAAAAMk/xs9xwEsojtM/s1600/Majelis+dzikir.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT62zZZBDgI/AAAAAAAAAMk/xs9xwEsojtM/s1600/Majelis+dzikir.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulallah saw.bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ،&lt;br /&gt;عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَ :إِنَّ للهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مَلاَئِكَةً سَيَّارَةً. فَضْلاً. يَتَّبِعُوْنَ مَجَالِسَ الذِّكْرِ. فَإِذَا وَجَدُوْا مَجْلِسًا فِيْهِ ذِكْرٌ قَعَدُوْا مَعَهُمْ. وَحَفَّ بَعْضُهُمْ بَعْضًا بِأَجْنِحَتِهِمْ. حَتَّى يَمْلَؤُا مَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا. فَإِذَا تَفَرَّقُوْا عَرَجُوْا وَصَعَدُوْا إِلَى السَّمَاءِ. قَالَ فَيَسْأَلُهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ: مِنْ أَيْنَ جِئْتُمْ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: جِئْنَا مِنْ عِنْدِ عِبَادٍ لَكَ فِي اْلأَرْضِ، يُسَبِّحُوْنَكَ وَيُكَبِّرُوْنَكَ وَيُهَلِّلُوْنَكَ وَيَحْمَدُوْنَكَ وَيَسْأَلُوْنَكَ. قَالَ: وَمَاذَا يَسْأَلُوْنِي؟ قَالُوْا: يَسْأَلُوْنَكَ جَنَّتَكَ. قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوْا: لاَ. أَيْ رَبِّ! قَالَ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا جَنَّتِي؟ قَالُوْا: وَيَسْتَجِيْرُوْنَكَ. قَالَ: وَمِمَّ يَسْتَجِيْرُوْنَنِي؟ قَالُوْا: مِنْ نَارِكَ. يَا رَبِّ! قَالَ: وَهَلْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوْا: لاَ. قَالَ: فَكَيْفَ لَوْ رَأَوْا نَارِي؟ قَالُوْا: وَيَسْتَغْفِرُوْنَكَ. قَالَ فَيَقُوْلُ: قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَأَعْطَيْتُهُمْ مَا سَأَلُوْا وَأَجَرْتُهُمْ مِمَّا اسْتَجَارُوْا. قَالَ فَيَقُوْلُوْنَ: رَبِّ! فِيْهِمْ فُلاَنٌ. عَبْدٌ خَطَّاءٌ. إِنَّمَا مَرَّ فَجَلَسَ مَعَهُمْ. قَالَ فَيَقُوْلُ: وَلَهُ غَفَرْتُ. هُمُ الْقَوْمُ لاَ يَشْقَىْ بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memilik sekelompok Malaikat yang berkeling dijalan-jalan sambil mencari orang-orang yang berdzikir. Apabila mereka menemukan sekolompok orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka saling menyeru: ‘Kemarilah kepada apa yang kamu semua hajatkan’. Lalu mereka mengelilingi orang-orang yang berdzikir itu dengan sayap-sayap mereka hingga kelangit. Apabila orang-orang itu telah berpisah (bubar dari majlis dzikir) maka para malaikat tersebut berpaling dan naik kelangit. Maka ber- tanyalah Allah swt. kepada mereka (padahal Dialah yang lebih mengetahui perihal mereka). Allah berfirman: ‘Darimana kalian semua’? Malaikat berkata: Kami datang dari sekelompok hamba-Mu dibumi. Mereka bertasbih, bertakbir dan bertahlil kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman; ‘Apakah mereka pernah melihatKu’? Malaikat berkata: Tidak pernah! Allah berfirman; ‘Seandainya mereka pernah melihatKu’? Malaikat berkata; Andai mereka pernah melihat-Mu niscaya mereka akan lebih meningkatkan ibadahnya kepada-Mu, lebih bersemangat memuji-Mu dan lebih banyak bertasbih pada-Mu. Allah berfirman; ‘Lalu apa yang mereka pinta pada-Ku’? Malaikat berkata; Mereka minta sorga kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman; ‘Apa mereka pernah melihat sorga’? Malaikat berkata; Tidak pernah! Allah berfirman; ‘Bagaimana kalau mereka pernah melihatnya’? Malikat berkata; Andai mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan ber- tambah semangat terhadapnya, lebih bergairah memintanya dan semakin besar keinginan untuk memasukinya. Allah berfirman; ‘Dari hal apa mereka minta perlindungan’? Malaikat berkata; Dari api neraka. Allah berfirman; ‘Apa mereka pernah melihat neraka’? Malaikat berkata; Tidak pernah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: ‘Bagaimana kalau mereka pernah melihat neraka’? Malaikat berkata; Kalau mereka pernah melihatnya niscaya mereka akan sekuat tenaga menghindarkan diri darinya. Allah berfirman; ‘Aku persaksikan kepadamu bahwasanya Aku telah mengampuni mereka’. Salah satu dari malaikat berkata; Disitu ada seseorang yang tidak termasuk dalam kelompok mereka, dia datang semata-mata karena ada satu keperluan (apakah dia akan diampuni juga?). Allah berfirman; ‘Mereka (termasuk seseorang ini) adalah satu kelompok dimana orang yang duduk bersama mereka tidak akan kecewa’ “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;? Dalam riwayat Muslim ada tambahan pada kalimat terakhir: ‘Aku ampunkan segala dosa mereka, dan Aku beri permintaan mereka’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-7509562823186831632?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/keutamaan-majelis-dzikir.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT62zZZBDgI/AAAAAAAAAMk/xs9xwEsojtM/s72-c/Majelis+dzikir.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-9021021308917083704</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 11:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.133-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Hizb An Nashr</category><title>Hizb An Nashr</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6us_YIvoI/AAAAAAAAAMg/NVjLF_cAvf8/s1600/Pic_Addhiyaullami2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6us_YIvoI/AAAAAAAAAMg/NVjLF_cAvf8/s1600/Pic_Addhiyaullami2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks Arab Dan Terjemahan Hizb An Nashr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujjatul Islam Wabarakatul’anam Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ&lt;br /&gt;( إِنَّا&amp;nbsp; فَتَحْنَا&amp;nbsp; لَكَ&amp;nbsp; فَتْحًا&amp;nbsp; مُبِينَا&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kami bukakan kemenangan bagimu dengan kemenangan yang seluas – luasnya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لِيَغْفِرَ&amp;nbsp; لَكَ&amp;nbsp; اللهُ مَا تَقَدَّ مَ مِنْ&amp;nbsp; ذَنْبِكَ&amp;nbsp; وَمَا&amp;nbsp; تَأَخَّرَ &lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Allah memberikan limpahan pengampunan untukmu dari dosa – dosamu yang terdahulu dan yang akan datang,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ يُتِمَّ&amp;nbsp;&amp;nbsp; نِعْمَتَهُ&amp;nbsp; عَلَيْكَ وَ يَهْدِ يَكَ&amp;nbsp; صِرَ اطًا&amp;nbsp; مُسْتَقِيمًا&lt;/span&gt;&amp;nbsp; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menyempurnakan kenikmatan Allah SWT, untukmu wahai Muhammad dan memberimu jalan yang sebenar – benarnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَ يَنْصُرَ كَ&amp;nbsp; اللهُ نَصْرً ا عَزِ&amp;nbsp; يزً ا )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dia Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَكَانَ عِنْدَ اللهِ وَجِيْهًا )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh engkau itu disisi Allah, dan milik Allah -lah segala kewibawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;وَجِيْهًا فىِ الدُّ نْيَا وَاْلأَ خِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّ بِيْنَ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewibawaan di dunia dan di akhirat dan kewibawaan yang ada pada hamba – hamba yang dekat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( َوجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَتِ وَاْلأَرْضَ )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuhadapkan jiwa hatiku kepada yang menciptakan langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya, dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;( نَصْرٌ مِّنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْ مِنِيْنَ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan dari Allah segera datang dan kemenangan sudah dekat waktunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beri kabar kepada orang – orang yang beriman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَأَ يُّهَا الَّذِ يْنَ ءَامَنُوْا كُوْنُوا أَنْصَارَ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang – orang yang menolong agama Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;كَمَا قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَ ارِيِّنَ مَنْ أَنْصَارِى إِلَى اللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana berkata Isa bin Maryam (as) kepada kaumnya yaitu kaum Hawari, Siapa yang menolong aku kejalan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قَالَ الْحَوَ ارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَار للهِ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka berkatalah kaum Hawari “kamilah yang akan menolong agama Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;( الله لآ اِلَهَ اِلاَّهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, tiada Tuhan selain Dia, Maha Hidup dan Maha berdiri sendiri dan Maha menegakkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لاَ تَاْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadalah Allah SWT itu lupa dan tiadalah Allah SWT itu tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وَمَافِى اْلاَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milik-Nya lah apa – apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَنْ ذَاالَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِإِذْنِهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang memiliki kekuatan memberi pertolongan di sisi Allah kecuali dengan izin –Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِ يْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang Maha tau apa – apa yang ada didepan mereka dan apa – apa yang dibelakang mereka (yang akan datang dan yang telah lalu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ اِلاَّبِمَا شَاءَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadalah seseorang itu bisa merangkul dan memahami segala sesuatu dari ilmu – ilmu Allah terkecuali dengan kehendak Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَسِعَ كُرْ سِيُّهُ السَّمَوَ اتِ وَاْلاَ رْضَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluas kursinya Allah itu seluas langit dan bumi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَاوَهُوَ اْلعَلِيُّ اْلعَلِيُّ اْلعَظِيْمُ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah yang maha melimpahkan kasih sayang kepada seluruh makhluknya dan kasih sayang kepada hambanya yang beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;( لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekiranya kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perumpamaan-perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah Yang Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُاْمجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّايُشْرِ كُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُوَاللهُ اْمخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُلَهُ اْلاَسْمَاءُ اْمحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْمحَكِيْمِ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah Yang Maha Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Yang mempunyai Nama – Nama yang paling baik, Bertasbih kepada –Nya apa yang ada di langit dan di bumi, Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اُعِيْذُ نَفْسِيْ بِاللهِ تَعَا لَى مِنْ كُلِّ مَايَسْمَعُ بِاُذُنَيْنِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memperlindungkan diriku dengan Allah ta’ala, Dari semua yang mendengar dengan dua telinga (yaitu manusia, jin dls)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَيُبْصِرُبِعَيْنَيْنِ وَيَمْشِيْ بِرِجْلَيْنِ وَيَبْطِشُ بِيَدَيْنِ وَيَتَكَّمُ بِشَفَتَيْنِ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan melihat dengan kedua mata, dan berjalan dengan dua kaki dan yang membela diri dan menyerang dengan kedua tangan, dan berbicara dengan dua bibirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِاللهِ الْخَالِقِ اْلاَ كْبَرِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memperlindungkan diriku dengan Allah Yang Maha pencipta, Yang&amp;nbsp; Maha agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مِنْ شَرِّمَااَخَافُ وَاَحْذَرُ . مِنَ الجِنِّ وَاْلاِنْسِ . وَاَنْ يَحْضُرُوْنِ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua keburukan – keburukan yang aku risaukan dan aku takutkan, Dari kaum jin dan kaum manusia, Dan dari kedatangan jin dan manusia musuh – musuh kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَزَّجَارُهُ وَجَلَّ ثَنَاؤُهُو&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah selalu membela hamba – hambanya yang dekat kepada – Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah itu Maha memuliakan orang – orang yang memuji –Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَتَقَدَّ سَتْ اَسْمَاؤُ هُ وَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Maha Agung dan suci nama – nama Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لاَاِلَهَ غَيْرُهُ اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِاَعْدَاِئِي&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada Tuhan Selain –Nya, Wahai Allah aku jadikan Kau mencengkram semua leher musuh – musuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ وَتَحَيُّلِهِمْ وَمَكْرِهِمْ وَمَكَا ئِدِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari semua fitnah – fitnah mereka, dan dari tipu daya mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa yang mereka rencanakan untuk mencelakakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَطْفِئْ نَارَمَنْ اَرَادَ.بِي عَدَاوَةً مِنَ الْجِنِّ وَاْلاِنْسِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padamkan api kemarahan mereka yang memusuhi aku dari kaum jin dan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَاحَافِظُ يَاحَفِيْظُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang Maha Menjaga, wahai yang Maha menguasai segala penjagaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَاكَافِى يَامُحِيْطُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang Maha mencukupi, wahai yang maha melindungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;سُبْحَانَكَ يَارَبِّ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau wahai Rabb, Yang Memiliki alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَااَعْظَمَ شَاْنَكَ وَاَعَزَّسُلْطَانَكَ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Agung Penciptaan –Mu dan betapa Dasyatnya Kerajaan –Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;تَحَصَّنْتُ بِاللهِ وَبِأْسْمَاءِ اللهِ وَبِاَيَاتِ اللهِ وَمَلاَ ئِكَةِ اللهِ وَاَنْبِيَاءِ اللهِ وَرُسُلِ اللهِ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَ دِاللهِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjadikan Allah sebagai bentengku, dengan nama – nama Allah sebagai bentengku, dengan ayat – ayat Allah sebagai bentengku dan malaikat – malaikat Allah sebagai bentengku, dan nabi – nabi Allah sebagai bentengku, dan Rasul – rasul Allah sebagai bentengku, dan sholihin sebagai bentengku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;حَصَّنْتُ نَفْسِيْ بِ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَاَلِهِ وَسَلَّم )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membentengi diriku dengan Laaillahaillahu muhammadarrasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَللَّهُمَّ اُحْرُسْنِيْ بِعَيْنِكَ الَّتِىْ لاَتَنَامُ ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Allah jagalah diriku dengan penglihatan -Mu yang tidak pernah tertidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاكْنُفْنِيْ بِكَنَفِكَ الَّذِ يْ لاَيُرَامُ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lindungilah aku dengan perlindungan -Mu yang tiada pernah terfikirkan kehebatan dan kesempurnaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَارْحَمْنِيْ بِقُدْرَتِكَ عَلَيَّ فَلاَ اَهْلِكُ وَاَنْتَ ثِقَتِيْ وَرَجَائِيْ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sayangilah aku dengan ketentuan – ketentuan –Mu atasku hingga tiadalah aku celaka selama aku berharap kepada -Mu dan berpegang teguh kepada –Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَاغِيَاثَ اْلمُسْتَغِيْثِيْنَ ( ثلاثا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang Maha mendengar semua yang memohon pertolongan 3x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَادَرَكَ الْهَا لِكِيْنَ ( ثلاثا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Yang Maha Menjawab semua orang – orang dalam kesulitan 3x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِكْفِنِيْ شَرَّكُلِّ طَارِقٍ يَطْرُقُ بِلَيْلٍ اَوْنَهَارٍ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukupkanlah segala kejahatan semua orang – orang yang akan datang menuju kepadaku diwaktu siang ataupun malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِلاَّطَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkecuali mereka yang datang dengan kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Engkau berkuasa atas segala sesuatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ اَرْ قِيْ نَفْسِيْ مِنْ كُلِّ مَا يُؤْذِيْ وَ مِنْ كُلِّ حَاسِدٍ ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah aku menjadikannya sebagai pelindung diriku dari semua yang menggangguku dan dari semua yang hasad dan iri kepadaku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اللهُ شِفَا ئِيْ ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang menyembuhkan aku dari segala apa yang mereka perbuat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;بِسْمِ اللهِ رُقِيْتُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nama Allah, aku menjadikannya azzimat pelindung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ . اَذْهِبِ الْبَأسَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّافِى وَعَافِ اَنْتَ اْلمُعَافِيْ , لاَشِفَاءَاِلاَّشِفَاؤُكَ , شِفَاءًلاَيُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَاَلَمًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai Allah singkirkanlah segala musibah dan berilah kesembuhan dan engkaulah yang Maha memberi kesembuhan dan berilah afiah dan Engkaulah yang memiliki afiah&amp;nbsp; dan tiada kesembuhan kecuali kesembuhan yang datang dari -Mu, kesembuhan yang tidak membawa penyakit lagi sesudahnya dan tidak membawa kepedihan sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَاكَافِي يَاوَافِي يَاحَمِيْدُ يَامَجِيْدُ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang Maha mencukupi, Wahai yang Maha melimpahkan, Wahai yang Maha terpuji, wahai yang Maha mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِرْفَعْ عَنِّيْ كُلَّ تَعَبٍ شَدِ يْدٍ ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkirkan dariku segala kelelahan yang dasyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاكْفِنِيْ مِنَ الْحَدِّ وَالْحَدِ يْدِ وَالْمَرَضِ الشَّدِيْدٍ , وَاْلجَيْشِ الْعَدِ يْدِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah aku dari pada serangan – serangan besi dan pedang dan penyakit yang dasyat, dan pasukan yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًامِنْ نُوْرِ كَ وَعِزًّامِنْ عِزِّكَ وَنَصْرًامِنْ نَصْرِكَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan aku cahaya dari cahaya -Mu, dan pertolongan dari pertolongan -Mu , dan perlindungan dari perlindungan -Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَبَهَاءً مِنْ بَهَاءِكَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keagungan kewibawaan dari kewibawaan –Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعَطَاءً مِنْ عَطَاءِكَ وَحِرَاسَةً مِنْ حِرَاسَتِكَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pemberian dari pemberian -Mu, dan penjagaan dari penjagaan –Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَتَأْ يِيْدِا مِنْ تَأْ يِيْدِكَ . يَاذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bimbingan dari bimbingan -Mu, Wahai Yang Maha agung keagungan –Nya dan Mulia ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالْمَوَا هِبِ الْعِظَامِ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha memiliki limpahan – limpahan anugrah yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَسْاَ لُكَ اَنْ تَكْفِيَنِي مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ ,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Kau jauhkan aku dari segala&amp;nbsp; yang jahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِنَّكَ اَنْتَ اللهُ الْخَا لِقُ اْلاَكْبَرُ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Engkaulah yang Maha menciptakan dan Maha besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ وَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dan shalawat tercurahkan pada Sayyidina Muhammad saw, dan keluarganya, sahabatnya salam dengan sebaik – baiknya salam, Shalawat dan salam yang membawa keberkahan, kemuliaan dan membawa keluhuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ ظَاهِرًا وَبَا طِنًا وَعَلَى كُلِّ حَالٍ .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Rabbul’alamin, dhohir dan bathin atas segala kejadian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-9021021308917083704?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/hizb-nashr.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6us_YIvoI/AAAAAAAAAMg/NVjLF_cAvf8/s72-c/Pic_Addhiyaullami2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-6653064378233469503</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 11:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.169-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Kitab Irsyad al-’Ibad</category><title>Kitab Irsyad al-’Ibad</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tzU2BCMI/AAAAAAAAAMc/czwe5rGVp3U/s1600/kitab_irsyad.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tzU2BCMI/AAAAAAAAAMc/czwe5rGVp3U/s1600/kitab_irsyad.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;kitab irsyad Irsyad al ’Ibad kitab ini mengajarkan pada setiap Mukallaf untuk menggapai kebenaran sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap Muslim menginginkan dirinya senantiasa berada di jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridlai Allah SWT. Dan bagi mereka yang dari awal hingga akhirnya berada di jalan lurus itu, maka balasannya adalah surga yang dijanjikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, untuk menggapai itu tidaklah mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang setiap saat siap menghadang. Tak jarang, tantangan dan rintangan itu benar-benar menjadi batu sandungan dan menyebabkan pelakunya jatuh atau berada di jalan yang salah. Jika tidak segera memperbaiki diri, maka dia akan tersesat dan balasannya adalah neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan hal ini, maka ulama asal Malabar, India, yang bernama Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin al-Malibari, menyusun sebuah kitab dalam menuju jalan yang lurus tersebut, yaitu Irsyadul Ibad Ila Sabili al-Rasyad (Petunjuk bagi seorang hamba menuju jalan yang lurus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Zainuddin mengawali kitabnya ini dengan mengajak setiap muslim untuk memulai segala perbuatan disertai dengan niat. Mengutip hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab RA, Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan seseorang akan mendapatkan bagiannya seperti yang diniatkannya. Bila dirinya niat hijrah karena taat pada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu benar-benar kepada Allah dan RasulNya. Dan siapa yang niat hijrah untuk keuntungan dunia atau wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah karenanya.” (HR Bukahri dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama dengan kitab-kitab fikih yang disusun para ulama, kitab yang disusun oleh Zainuddin Al-Malibari ini juga menitikberatkan pada masalah fikih. Hanya saja, bila ulama lainnya memulai pembahasan dari cara bersuci (taharah), maka Zainuddin Al-Malibari mengawalinya dengan pembahasan tentang Iman (beriman kepada Allah SWT). Tujuannya, agar setiap Muslim bisa mengingatkan pada dirinya sendiri tentang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat dijelaskan, ketika Rasulullah SAW sedang mengajarkan ilmu dan ayat-ayat Alquran pada para sahabatnya, tiba-tiba datanglah seseorang yang langsung bertanya pada beliau. Orang tersebut yag kemudian dijelaskan oleh Rasulullah sebagai Malaikat Jibril AS tersebut, menanyakan tentang makna Iman, Islam dan Ihsan. Nabi menjelaskan, iman itu adalah percaya kepada Allah yang tertanam dalam hati, kemudian diungkapkan dengan perkataan (lisan), dan dilaksanakan dengan amal perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan makna Islam, jelas Rasul, adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat, puasa, zakat dan melaksanakan haji bila mampu. Adapun makna Ihsan, menyembah Allah SWT dengan sebenar-benarnya seolah-olah kita sedang melihat-Nya dan apabila kita tidak melihat-Nya, yakinlah bahwa Allah SWT melihat dan mengetahui setiap gerak-gerik makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, maka Syekh Zainuddin memulai pembahasan kitabnya dengan bab Iman. Berikutnya baru kemudian dijelaskan, tentang bab bersuci, shalat, puasa dan zakat. Namun, diantara pembahasan masalah tersebut, Syekh Zainuddin menyelinginya dengan pembahasan tentang bagaimana caranya menjadi seorang mukmin yang baik. Seperti harapan, zuhud, sabar dan lain sebagainya. Karena itu, kitab ini menjadi semakin menarik untuk dipelajari. Sebab, didalamnya selain diterangkan tentang masalah ibadah, tetapi juga dibahas tentang masalah pernikahan, perceraian, membangun rumah tangga yang harmonis, cara mendidik anak dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bab shalat, ulama terkemuka India ini mengawalinya dengan penjelasan tentang keutamaan shalat fardhu. ”Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas setiap orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisaa ayat 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain Allah berfirman : ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kesibukan terhadap harta dan anak-anakmu, menyebabkan kamu lalai dalam mengingat Allah (Shalat, Red). Siapa yang berbuat demikian, merekalah orang-orang yang merugi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rasulullah bersabda : ”Pertama kali yang diwajibkan atas ummatku adalah shalat lima waktu, pertama yang terangkat dari amal mereka juga shalat lima waktu, dan yang akan ditanya dari amal mereka adalah shalat lima waktu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda : ”Perumpamaan shalat lima waktu itu bagaikan sungai yang lebar mengalir dimuka pintu salah satu rumah kamu, lalu ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. Apakah yang demikian itu masih ada kotoran yang tertinggal pada badannya?” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Az-zawajir karya Ahmad bin Hajar al-Haitami disebutkan, ”Siapa yang menjaga shalat lima waktu maka Allah akan memuliakannya dengan lima kemuliaan, yaitu dihindarkan kesempitan hidup, dijauhkan dari siksa kubur, diberi kitab amalnya dengan tangan kanannya, berjalan diatas shiratal mustaqim bagaikan kilat, dan masuk surga tanpa hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi mereka yang meremehkan atau meninggalkan shalat, maka mereka akan dihukum dengan 15 siksaan, masing-masing lima di dunia, lainnya disiksa ketika meninggal dunia, siksa alam kubur dan ketika keluar dari kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun siksa didunia itu antara lain, dicabut barokah umurnya, dihapus tanda orang shalih dari mukanya, tiap amal yang dikerjakan tidak diberi pahala oleh Allah, doanya tidak dinaikkan ke langit, dan dia tidak dapat bagian doa orang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hukuman yang diterima ketika mati, antara lain, matinya hina, mati kelaparan, dan mati haus. Dan andaikan diberi air samudera dunia maka hal itu tidak akan membuatnya puas, malah tetap akan merasakan kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hukuman yang menimpa dalam kubur, adalah disempitkan kubur sehingga hancur tulang-tulang rusuknya, dinyalakan api dalam kubur, maka ia bergelimpangan dalam api, siang dan malam dan didatangkan padanya ular yang matanya berapi. Ular itu bernama Syuja’ al-Aqra’. Itulah balasan bagi mereka yang enggan melaksanakan shalat. Wa Allahu A’lamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembahasan tentang masalah shalat, Syekh Zainuddin Al-malibari kemudian melanjutkan pembahasan lainnya. Diantaranya tentang harapan. Mengutip ayat Alquran surah Al-Zumar ayat 53, Syekh Zainuddin mengajak orang mukmin untuk menggantungkan segala sesuatunya hanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Katakanlah (Hai Muhammad) : Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. SAesungguhnya, Allah mengampuni segala dosa. Dan sesungguhnya Dia-lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan, ada seorang wanita Bani Israil telah datang kepada Nabi Musa AS dan berkata; ”Ya Nabiyallah, aku telah berbuat dosa besar dan kini aku akan bertaubat kepada Allah. Doakan aku semoga Allah mengampuniku dan menerima taubatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi Musa bertanya; ”Dosa apakah yang kamu lakukan?” Wanita itu menjawab : ”Ya Nabiyallah, aku telah berzina hingga melahirkan anak dan telah aku bunuh anakku itu.” Mendengar cerita wanita tersebut, Nabi Musa terus menghardiknya. ”Pergilah engkau dari sini wahai pelacur. Jangan kau bakar kami dengan apimu. Jangan sampai ada api turun dari langit dan membakar kami karena perbuatan sialmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pergilah wanita itu meninggalkan Nabi Musa AS dengan hati yang hancur dan patah harapan. Beberapa saat kemudian turunlah Malaikat Jibril dan berkata; ”Wahai Musa, Allah berkata kepadamu, mengapa engkau menolak orang yang datang untuk bertaubat? Hai Musa, apakah tidak ada orang yang lebih jahat daripadanya?” Nabi Musa malahan bertanya kepada Jibril; ”Siapakah orang yang lebih jahat daripadanya?” Lalu Malaikat Jibril menjawab : ”Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan diatas, mengharapkan agar setiap pribadi Muslim senantiasa bersikap optimis dan menggantungkan harapan besar pada Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-6653064378233469503?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/kitab-irsyad-al-ibad.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tzU2BCMI/AAAAAAAAAMc/czwe5rGVp3U/s72-c/kitab_irsyad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-1423533859159367112</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 11:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.234-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>DO’A</category><title>DO'A YANG MUSTAJAB</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tUUpIYiI/AAAAAAAAAMY/91e-yWiq_Io/s1600/777777.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tUUpIYiI/AAAAAAAAAMY/91e-yWiq_Io/s1600/777777.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;1. PADA WAKTU TENGAH MALAM ATAU AKHIR MALAM&lt;br /&gt;Rasullah bersabda: pada tiap malam, tuhan kita turun ke langit dunia ketika bersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman: “barangsiapa yang berdo’a kepada-ku, pasti akan ku-kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-ku, pasti akan ku-beri,dan siapa yang mohon ampun kepada-ku pasti akan ku ampuni”. (Hr.malik, bukhari, muslim, tirmidzi dan selainnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila telah lewat sebagian malam atau dua pertiganya, akan turun ke langit dunia Allah Yang Maha Memberkati dan Maha Tinggi, lalu berfirman: “tak seorang pun yang meminta pasti ia akan ku-beri, tak ada seorang pun yang berdoa pasti ia akan dikabulkan, tak ada seorang pun yang mohon ampun pasti ia akan Ku-ampuni”. Sehingga tiba waktu shubuh. (Hr. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedekat-dekat Allah (tuhan) dari hamba-nya ialah di tengah malam. maka dari itu, jika engkau mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka kerjakanlah, (Hr. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SESUDAH SHALAT FARDHU&lt;br /&gt;ditanyakan orang kepada Rasulullah: wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah? rasulullah menjawab: doa di tengah malam dan doa setelah shalat wajib (Hr. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. DI WAKTU LAPANG&lt;br /&gt;Barangsiapa yang menginginkan doanya dikabul Allah ketika ia dalam kesulitan, maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya (Hr. Thirmidzi dan Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah Azza wa Jalla daripada doa ketika dalam keadaan lapang. (Hr. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. DI WAKTU SUJUD&lt;br /&gt;Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah do’a (di waktu itu). (Hr. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. DI AWALI DENGAN ASMAUL HUSNA&lt;br /&gt;serulah Allah atau serulah Arrahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru (adalah boleh) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah merendahkannya, dan carilah jalan tengah diantara keduanya itu. (al isra,17 :110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DI AWALI DENGAN ISMUL A’ZHAM&lt;br /&gt;Nabi Saw lewat di depan seorang yang bernama Abu ‘Iyasy Zaid bin Shamit az Zuraqiy yang sedang shalat. Ia berdo’a: Ya Allah, aku memohon kepadaMu, karena sesungguhnya bagiMu puja dan puji, tiada Tuhan selainMu, wahai yang Maha Pemberi, yang menjadi harapan, Yang Mencipta langit dan bumi, yang Maha Luhur dan Maha Mulia. Kemudian rasulullah bersabda engkau telah memohon kepada Allah dengan menggunakan nama-namaNya yang Maha Agung yang bilamana dimohonkan dengan nama-namaNya itu akan dikabulkan dan jika dimintai dengannya juga akan diberi (Hr. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, Nasai dan lain-lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. DI AWALI DENGAN KALIMAT TAUHID&lt;br /&gt;Barangsiapa berdo’a dengan kalimat-kalimat yang lima, apa pun permintaannya akan diberi. Kalimat itu ialah:&lt;br /&gt;laa ilaaha illallahu wallaahu akbaru, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiirun, laa ilaaha illallaahu wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (Hr. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. DI AWALI DENGAN ARHAMARR RAAHIMIIN&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mewakili-Nya bagi barangsiapa yang berdo’a dengan berkata: Yaa arhamarraahimiin. Maka siapa saja yang menyebutnya 3 kali, maka menjawablah malaikat itu: Sesungguhnya Allah arhamarraahimiin telah (berkenan) mengabulkan permohonanmu. Maka mintalah kepadaNya. (Hr. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. YAKIN AKAN DI PENUHI&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdo’a kepadaKu.” (Hr. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. RENDAH HATI DENGAN SUARA LEMBUT&lt;br /&gt;Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampau batas. (Q.S, al A’raf, 7:55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. DENGAN RASA TAKUT DAN PENUH HARAP&lt;br /&gt;dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan dikabulkan) dan berharap (akan diterima). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. al A’raf, 7:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. MENDOAKAN ORANG LAIN TANPA DI KETAHUINYA&lt;br /&gt;Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan. (Hr. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. DOA ORANG YANG DI ZHALIMI&lt;br /&gt;Takutlah akan do’a orang yang dizhalimi, karena do’a itu akan diangkat ke atas dan Allah berfirman: Demi kemuliaan dan keagunganKu, Aku pasti menolongmu, walau sesudah beberapa saat. (Hr. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. DOA PEMIMPIN YANG ADIL DAN ORANG YANG BERPUASA&lt;br /&gt;Tiga golongan tidak akan ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa, pemimpin yang adil, dan orang yang teraaniaya. (Hr. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. DI ULANG 3 KALI&lt;br /&gt;Adalah Nabi as apabila ia berdo’a, ia berdo’a tiga kali, dan apabila ia meminta, juga meminta nya 3 kali. (Hr. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. DOA BUKAN UNTUK KECELAKAAN&lt;br /&gt;Janganlah kau berdo’a untuk kerusakan dirimu, anakmu, pembantumu, jangan minta kepada Allah kerusakan, karena mana tahu sewaktu kamu minta maka Allah mengabulkannya bagimu. (Hr.uslim, Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. BUKAN UNTUK DOSA, MEMUTUSKAN SILATURAHMI DAN JANGAN TERGESA-GESA&lt;br /&gt;Senantiasa diterima do’a seorang hamba Allah apabila ia tidak berdo’a untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi, asal saja tidak dilakukan dengan tergesa-gesa: ‘Apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’ Rasul menjawab: “Seseorang berkata:”Aku telah berulangkali berdo’a tetapi tidak juga kulihat dikabulkan’. Ia merasa rugi dan lesu sampai ia meninggalkan do’anya.” (Hr. Muslim dan Tirmizi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-1423533859159367112?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/do-yang-mustajab.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6tUUpIYiI/AAAAAAAAAMY/91e-yWiq_Io/s72-c/777777.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-4032718003368873872</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 10:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.296-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Al Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al Habsyi</category><title>Al Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al Habsyi</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6qI6P37xI/AAAAAAAAAMQ/vH24IEA7OcA/s1600/Maqam+Al+Habib+Ali+bin+Muhammad+Al+Habsyi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6qI6P37xI/AAAAAAAAAMQ/vH24IEA7OcA/s320/Maqam+Al+Habib+Ali+bin+Muhammad+Al+Habsyi.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Makam Al Habib Al Imam Al Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi dilahirkan pada hari Juma’at 24 Syawal 1259 H di Qasam, sebuah kota di negeri Hadhramaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dibesarkan di bawah asuhan dan pengawasan kedua orang tuanya; ayahandanya, Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan ibundanya; As-Syarifah Alawiyyah binti Husain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri, yang pada masa itu terkenal sebagai seorang wanita yang solihah yang amat bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia yang amat muda, Habib Ali Al-Habsyi telah mempelajari dan mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu. Oleh karenanya, sejak itu, beliau diizinkan oleh para guru dan pendidiknya untuk memberikan ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian di hadapan khalayak ramai, sehingga dengan cepat sekali, dia menjadi pusat perhatian dan kekaguman serta memperoleh tempat terhormat di hati setiap orang. Kepadanya diserahkan tampuk kepimpinan tiap majlis ilmu, lembaga pendidikan serta pertemuan-pertemuan besar yang diadakan pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau melaksanakan tugas-tugas suci yang dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan. Mengumpulkan, mengarahkan dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu, di samping membangkitkan semangat mereka dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menampung mereka, dibangunnya Masjid “Riyadh” di kota Seiwun (Hadhramaut), pondok-pondok dan asrama-asrama yang diperlengkapi dengan berbagai sarana untuk memenuhi keperluan mereka, termasuk soal makan-minum, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan tenteram, bebas dari segala pikiran yang mengganggu, khususnya yang bersangkutan dengan keperluan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6qOjOGIMI/AAAAAAAAAMU/Xb1ZcAzwL2I/s1600/Masjid+Al+Habib+Ali+bin+Muhammad+Al+Habsyi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6qOjOGIMI/AAAAAAAAAMU/Xb1ZcAzwL2I/s320/Masjid+Al+Habib+Ali+bin+Muhammad+Al+Habsyi.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Masjid Al Habib Ali Al Habsyi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya – di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan-pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan. Lembaga-lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi’ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bongsu; Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid “Riyadh” di kota Solo (Surakarta). Dia dikenal sebagai peribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan-santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan-pertemuan keagamaan. Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana, termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah kecil ini yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul “Simtud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama; Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipetik dari: Untaian Mutiara – Terjemahan Simtud Duror oleh Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-4032718003368873872?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/al-habib-ali-bin-muhammad-bin-husin-al.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TT6qI6P37xI/AAAAAAAAAMQ/vH24IEA7OcA/s72-c/Maqam+Al+Habib+Ali+bin+Muhammad+Al+Habsyi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-5697598377682780945</guid><pubDate>Wed, 19 Jan 2011 16:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.337-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>English version</category><title>Beautiful Love For Allah swt</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcMZscjGTI/AAAAAAAAAL8/xzfcQQVp4hM/s1600/8888888.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcMZscjGTI/AAAAAAAAAL8/xzfcQQVp4hM/s1600/8888888.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It is not one of you in saying faith, until he loves something for his sister as she loves anything for its own self."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reason lovers the world, how could we put someone else in compare ourselves? the human passions, how can we give something we love to our brother?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Questions can be answered by describing Daqiiqil Ibn 'Eid in his Sharh of the above hadith (complete details, see the Sharh Hadeeth an-Nawawiyah Arba'in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;("It is not someone believe" his intent was-pen). The scholars said, "that is not faithful with a perfect faith, for if not, faith is not in getting one's home except with this property."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The purpose of the word "something for his brother" is a form of obedience, and something that is kosher. this case as described in the hadeeth narrated by An-Nasa'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Until he loves for his brother as he loves a good if that happened to her self."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaykh Abu 'Amr Ibn Shalah said, "It is sometimes regarded as something difficult and impossible, but it is not so, because the meaning of this hadith is not perfect one's faith among you that he loves for the Islamic brother as he loves her for herself. enforce this affair can not be realized in a way like if her brother got what he got, so he would not participate in the crammed with his brother to feel pleasure and not reduce the enjoyment obtained his. It's easy and close to the hearts of the survivors, while it is difficult to occur in the damaged liver, may Allah Ta'ala forgive us and our brothers all over him. "Amiiin .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Zinad said, "At first glance this hadeeth shows the demand equation (in treating him and his brother), but in its essence is tafdhil (tendency to treat more), because people want if he became the most important person, so if he likes his brother like her self as a consequence is that he will be a loser in terms of its virtues. not you see that man likes for his rights fulfilled and crime upon her in return? So the location of the perfection of his faith is when he has a mortgage or any of his rights upon his brother so he hastened to restore her even if she feels fairly heavy. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Among the scholars say about this hadith, that a believer to each other is like a soul, then it is his sepantas she loves for his brother as her love for herself because of her like a second life as mentioned in another hadith:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The believers are like one body, if one limb pain, then the whole body also feel ill with fever and unable to sleep." (Narrated by Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brothers" is mentioned in the hadith is not just siblings or due to its similarities exist nasab / blood lineage, but "brothers" in a broader sense anymore. in Arabic, siblings called Ash-Asyaqiiq (الشقيق). Often we meet someone call her friend who also are Muslims as "Sister fillah" (my sister in Allah's way). mean, the good that we give is valid for all Muslims, because his real Muslims are brothers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If anyone asks, "How can we apply this now? Now his era is difficult. care of themselves alone is difficult, how might want to give priority to other people? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O my brothers and sisters may Allah Almighty always set our hearts upon faith, become a strong believer! its really strong believer is more loved by Allah swt. heavy as any difficulties that we face now, know that the life of the Muslims during the early message of Islam by the Prophet peace be upon him much more difficult. but their love for God and His Messenger, their sadness far beyond the difficulties of living in the world is only temporary. listen to the praise of God against them in Surat Al-Hasyr:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Also) for indigent persons who emigrated are expelled from their homes and their property (because) seeking bounty from Allah and to Him ridhaan and they are in the way of Allah Almighty and His Messenger. They are the ones who really (ash-shodiquun). and those who have occupied the city of Medina and have faith (Anshor) before (coming of) them (immigrants), they (Anshor) 'love' someone who emigrated to them (immigrants). and they (Anshor) there is no desire in their hearts set on anything that is given to them (immigrants). and they give priority to (those immigrants) over themselves, even if they are in distress. and who is looking after himself from his miserliness, they are the ones who are lucky. "(Surat al-Hasyr: 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In these verses Allah praises the immigrants who emigrated from Mecca to Medina to gain freedom in realizing their creed ashyadu la laa ilaha illallah wa anna ashyadu of Muhammad Apostle of Allah. They left their beloved homeland and property they have gathered with toil. all for the sake of Allah! hence, the muhajirin (people who emigrated) was also getting praise from God Rabbul 'alamin. so did the Ansar who was a resident of Medina. fillah my brothers and sisters, consider carefully how God teaches us the virtue of people who put their brother. itsar how amazing attitude (prioritizing others) them. in the letter that Al-Hasyr, praising Allah as the Ansar al-Muflihun (the lucky people in the world and the Hereafter), because the love of the Ansar against immigrants, and they put the immigrants on their own, even if they (the Ansar), he actually was in trouble as well. God Ta'aala praised the people of God to looking after his Ta'aala of stinginess themselves as people who are lucky. Thus it was not that done by the Ansar because of their faith but who is really sincere, that is the Essence of faith that has created man from clay and then refine his or her body shape and He is the Essence which provide sustenance to anyone who in his desire by and hinder the sustenance to anyone He wills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, remember fillah O my brothers and sisters, let us not be derailed by the cunning of Satan when they whisper into our chest "is preferred your brother in all things, even if your religion was at stake." Fillah my brothers and sisters, let someone struggling to provide the best for his religion. suppose that a man came to pray to the mosque, he was immediately taken place in the back rows, while in the front rows there is still an empty place, and he argued "I give the empty place for my other brother. suffice me in the back rows. "You know, it is the cunning of Satan! Let us always competing in the goodness of our religion. Allah Ta'ala says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"And the race-lombalah (in making) goodness. wherever you are surely Allah will gather you all (on the Day of Resurrection). Verily, Allah is his power over all things. "(Surat al-Baqoroh: 148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;was competing in making good of religion, not in world affairs. many people who argue with this paragraph to occupy themselves with world affairs, so as to learn about the meaning creed they no longer have the time at all. Wal iyadzu billah. may Allah keep ourselves so as not to be people like that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Make it happen brother's love of you Due To Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us together break down, what a simple example that we can do day-to-day as evidence of love something for our brothers who we love for ourselves ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saying Salam and Salam When Answering Meet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You will not enter Paradise until you believe, and you will not believe until you love each other. Will not you show me something if you do then you will love each other: greetings must prophesy of you. "(Narrated by Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In essence it is a prayer of greeting a person for others. within lafadz greetings "Assalaamu 'alaykum Warahmatullahi wabarakaatuh" there is a form of love for a Muslim to another Muslim. namely his desire to greet people in his greeting, can obtain salvation, grace, and blessing. Blessing was still his sense of his goodness and multiply him. surely someone happy when people are pray salvation, grace, and blessing for him. may Allah grant those prayers. fillah my brothers and sisters, let us think! how much happiness we share with our fellow Muslim brothers when each met with other Muslims that we know whether or not we know we always greet them with salam. we would not even want to if we get many such prayers! however, very good if a Muslim woman does not say hello to the man who is not her mahram if she was afraid would happen slander, then when on the road we met with a Muslim we do not know but he was hooded and we believe that the veil is a trait that he is a Muslim, say hello to her. Hopefully with these simple things, we can spread the love to a fellow Muslim brothers. Insha Allah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spoken word Exciting and Useful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In one day we can count how much time we spent together just be gathering and chatting with friends. Our conversation often leads to backbiting / gossip / gossip. how he lost us. Had it, talked it time we use to talk about things that he at least more useful, of course we will not regret it for example while eating lunch with our friend recalled, "That was my Fajr prayers in congregation with friends boarding. so my congregation. my friend who became the priest, reading the letter of Al-hearted. he said that the Sunnah. what the heck was his sunna? "another friend said," the Sunnah is your friend that his intent doctrine Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam. indeed in sunnahkan to read Surah Al-hearted in the second rak Fajr prayer on Friday. "Then, ask a friend who had also said," Ooo ... so, why did I just know ... "Subhanallah! a lunch that turned into a "knowledge council", fields reward, and the event gave each other advice and kindness to fellow Muslim brother.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We Invite You To Attend Assembly Together 'Science&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From the above brief chat, could have then continued, "By the way, if you know where Al-hearted read the letter in the second rak Fajr prayer on Friday was sunna?" His friend replied, "I know it from study. "Thank God if it turns out her friend was interested to participate in the study," If I can not participate? like also review its fun. "Her friend said," Alhamdulillah, God willing, we can go together. I'll pick you at the boarding house. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Advise each other, either by oral or written words&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One day 'Umar radi' anhu once asked about his disgrace to another friend. Companions it was replied that he had heard that 'Umar radi' anhu has a variety of side dishes at her dinner table. then 'Umar radi' anhu also said that his meaning: 'A true friend is not a lot of praise you, but that shows you disgrace to your (the mentor for people who can fix such disgrace. to be remembered, advised not done in front of people many. so that we do not belong to the people who spread disgrace others. there are some details in this issue). "shape that advice, not only verbally but also through writing may, either letters, articles, notes adaptations of the books of scholars , and others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutual Reminding About Death, Yaumil Hisab, At-Taghaabun (Day to looking his), Heaven and Hell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Very many people who just want to repent if life has almost been lost. then, among the forms of love for a Muslim to his brother, is another reminder about mortality. when her brother wanted to make a mistake, remind is that we never know when we die. and we certainly do not want to when we die in a state of sin to God Almighty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fillah my brothers and sisters, kindly sangkalah to your other Muslim sisters when he was advising you, give you the writings of religious knowledge, or ask you to follow the study. was thought kind enough that he really wants good for you. as he also wanted a way for her self. because, who the hell people who love to fall in pools of mistakes and no one held out his hand on her to withdraw from the pool which was dirty? of course we will be sad when we fell in a hole, dirty and the people around us just see it without our help ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was no loss if we put a lot of our brothers and sisters. as long as we try sincerely, the best reward from Allah Almighty awaits us. Do not worry because the promptings which invites us to "want to win themselves, want to be famous himself." O my brothers and sisters fillah, people will die! All God's creatures will die and return to God! While God is the Almighty Eternal Essence. So, do something for the Most Eternal Essence of course its more mainstream in comparison to do something just for human praise. is not it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The promise of Allah Ta'ala Definitely Right!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimah sister may Allah always keep us on the truth, you know! people who love each other because God will get glory in the afterlife. there are several Hadith Qudsi about it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From Abu Hurairah radi 'anhu, the Prophet sallallaahu' alaihi wa sallam said: Allah says in the Day of Judgement, "Where are the people who loved each other because of my greatness on this day? I'm going to overshadow them in my shade on the day that there is no shade except the shade of Me. "(Narrated by Muslim, Sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of Abu Muslim al-Khaulani radi 'anhu from Mu'adh ibn Jabal radi' anhu, he said: "I heard the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam told of his Lord, with his saying,' People who make love because God is in the on the pulpits of light in the shade 'Throne on the day that there is no shade except His shade.' "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Muslim radi 'anhu continued, "Then I went out to meet' Ubadah Saamit ash-bin, and then I mentioned to him the hadith Mu'adh ibn Jabal. So he said, 'I heard the Prophet sallallaahu' alaihi wa sallam told of his Lord, who said, 'Love me right to the people who loved each other because of me, love me right to the people who help each other- help for me, and love me right to the people who visit each other because of me. 'The people who make love because God is above the pulpits of light in the shade' Throne on the day there is no shade except His shade. "(Narrated by Ahmad, Saheeh with various road periwayatannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From Mu'adh ibn Jabal radi 'anhu, he said, I heard the Prophet sallallaahu' alaihi wa sallam said, "God said, 'People who make love because of my greatness, they get the pulpits of light so that the prophets and martyrs envious of them. "(Narrated by al-Tirmidhi, Sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmushshalihaat (meaning: "Praise be to Allah, with Him all the good pleasure to be perfect." Praying in the Holy Prophet say when he get a pleasant thing). Ta'aala God provides for us the reward is so much land. God Ta'aala provide it free of charge for us. in fact, so simple a way to get a reward. and its so easy to practice the teachings of Islam for people who believe that tomorrow he will meet Allah Rabbul 'alamin, looking all good and bad deeds he had done during the life of the world. prepared is the best lunch we headed in the Hereafter. may Allah gather us and those we love because God in heaven paradise of Al-A'laa with the prophets, martyrs', shiddiqin, and Righteous. That's the end of life's most beautiful ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-5697598377682780945?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/beautiful-love-for-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcMZscjGTI/AAAAAAAAAL8/xzfcQQVp4hM/s72-c/8888888.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-851162739735224104</guid><pubDate>Wed, 19 Jan 2011 15:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.360-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>English version</category><title>"This self is the vehicle of our own ...."</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcHsx-jGdI/AAAAAAAAAL4/zJbC1haHs8I/s1600/kjkjjkkjggh.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcHsx-jGdI/AAAAAAAAAL4/zJbC1haHs8I/s1600/kjkjjkkjggh.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Every man should have dreams, hopes and ideals in his life. if humans do not have dreams, hopes and ideals will certainly like the people who live without any direction or purpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Like myself this is a vehicle that we wheel to reach a place or destination. if we are not able to drive ourselves then of course this self purpose.if not get to where we are not able to drive yourself this then of course there will be others who drives this self. His matter whether we are ready to give confidence to people who will drive this self. and if such an incident it then we must really choose the people we can trust to steer this away and we are also ready to be a good passenger. it would be better it we own it so we drove her to feel pleasure at the destination of our operating results. means before we can steer ourselves this would require knowledge of driving. science that we can get from various sources such as its from people who can drive his vehicle, driving instructions from books and from various media that provide knowledge about driving.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;its like us who want to achieve dreams, hopes and ideals of this course must bring ourselves to achieve it. This would bring themselves to science. with science then we will understand how to bring this self dreams, hopes and ideals. knowledge that in the search must comply with the dreams, hopes and ideals. we can gain knowledge from people who could carry her self well, from Al Qur'an and Al-Hadith and the various references that provide the knowledge to achieve dreams, hopes and our ideals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the science driving that we've got so that we have understood then we must be willing to accept it. because science will be embedded in ourselves when the mind and heart in line. if science is only embedded in the mind just then happened that science is just as rote that at any time will be lost or even revoked. if science is only embedded in the hearts alone then we would just drive away, according to our prejudices without considering right or wrong. then we match between reason and the heart (to Relax) in receiving science. God willing, this self drive as part of worship is caused by the knowledge that in mind and get accepted by the liver in purely intended solely for seeking the pleasure of Allah SWT (the Relax).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also not enough we only accept the science driving with reason and heart alone. because the vehicle (self) needs to be run. science point of driving it will be really helpful if we feel in practice (in resume practicing). current science practice driving it so we need people who train and assist us to be able to drive a vehicle (self) this. of course that's his people who have experience and knowledge more than we do. we would not be embarrassed and reluctant to ask these people. as the saying goes astray on the road embarrassed to ask. Just try us daring to drive alone without the trained people more experienced and knowledgeable, that there would be confusion if we are in the sciences can be confronted with the real condition that happened on the streets. could then something happens that does not want the vehicle (self) us. His name certainly social human beings can not escape from the help of others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, we've not be able to run the vehicle (away) this. next stage of his means we must have sincerity (jihad) to bring vehicle (itself) is toward the dreams, hopes and ideals. lest they see something that turns us to continue driving on the road to dreams, hopes and ideals, we are willing to turn the steering wheel and even turn directions. where our sincerity?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just because the way in through the vehicle (self) is very steep, full of thistles, full of thorns, very long, wavy and her other as we are willing to turn direction?!? as a professional driver who was certainly no desire to be able to arrive at the desired destination path in the pass despite its not as good as what he thinks. its professional drivers will certainly enjoy the way of his. then as a driver for the vehicle (itself) is certainly as reasonable as it was already mentally and physically prepared for any sacrifice in achieving goals in the dream, the hope and aspire. if there is no sense of sacrifice that we will not be able to survive driving a vehicle (itself) is on the road full of thorns and thistles and the other as his to get to the dreams, hopes and our ideals. without sacrifice we are willing to look the other way more fun. whereas only one of his path-one that must go through if you want to dream, hope and aspiration that. This actually is pillihan us to continue moving backward or even turn directions due to not only our readiness to make sacrifices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It turned out that was in decided to continue driving on this road and ready to make sacrifices. then the next stage of her is that we obey all the rules and commands for the vehicle (itself) can be safely reached the destination that is expected. we no longer hesitate to rule and command it, whether such signs, laws, and even command the police officer (^ _ ^). regulations and orders it to guide the vehicle travel (self-) us. guidelines on the analogy like Al Qur'an and Al-Hadith. let me not stray / lost then we must be ready to obey him and be ready to obey those who called on him, whether the Holy Prophet, his companions and his followers who remain istiqomah bring his treatise. if not ready to obey means not ready to go to dreams, hopes and our ideals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obedience must be in selimuti with steadfast determination because otherwise we would not be strong to keep the rules and commands. and was in fear of vehicle (self) that we kemudikan will stop in the middle of the road. or even because of saturation of us then we will be breaking some rules and orders that can result in less well to the vehicle (self) us. when suddenly there was a policeman cause it ourselves then we will have a criminal record. then it was as good as we remain true to comply with existing regulations and constantly renew our determination.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persistence of the existing regulations and orders as the driver who proves we have a loyalty. and his usual there will be just reward that we get from the direction that is not in the thought-sangka.Ooo yes, when we drive a vehicle (self), we then we must know the meaning of brotherhood (ukhuwah). because the vehicle (self) we are big enough and wide to be brought somewhat mubadzir if the vehicle leave the bleachers (ourselves) we were empty. then we always invite our brothers the others to be able to join together our dreams, hopes and ideals of the same and mulia.Kita could also call upon other people who are carrying vehicles (self) to join his entourage heading into a dream , hopes and ideals are the same and noble. but meyerukan not mean to impose, just be aware that dreams, hopes and our ideals was very beautiful and noble.with shared dreams, hopes and ideals in the frame ukhuwah Islamiyah all obstacles and hurdles can be minimized. we can complement each other and understand the advantages and disadvantages which is owned by the vehicle (self), each of us. although vehicle (self) each brought our brothers of different but still one heart to be able to arrive at the beautiful and noble purpose. as we all know that stage Islamiyah ukhuwah it begins with a sense of each other (ta'aruf), understand (tafahum), helping each other (ta'awun) and mutual guarantees between one another (takaful). The most basic foundation in ukhuwah before to know each other well which is always biased (Husnu Dzon) and its highest level after the introduction of a mutual guarantee of the existence of his sense of mutual self-sacrifice for the sake of his brother (itsar). journey that we must go together will be wonderful if our brothers and sisters with one heart toward goals, dreams, hopes and noble ideals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And lastly, because of vehicle travel (ourselves) we are to reach the noble goals it was very long and winding then we and our brothers must always have a sense of mutual trust in the truth. when mutual trust is fading then let us renew it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How can we trust people who do not bring good to the vehicle (self) we ?....&lt;br /&gt;How can we trust the people we turn away from the road to dreams, hopes and ideals of beautiful and noble it? ...&lt;br /&gt;How can we trust the people who turned out to weaken us to get to the dreams, hopes and ideals of beautiful and noble it? ...&lt;br /&gt;How can we trust the people who turned out to abort the vehicle (away) from our trip we have right azzam (his determination) to go through? ...&lt;br /&gt;How can we trust those who offer the dreams, hopes and ideals that pseudo? ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O those who believe, do not you take a friend beliefs people outside your circle (because) they do not stop (cause harm to you. They liked what trouble you. Have a real hatred from their mouths, and what hidden by their hearts even more. really has us explain to you the verses (Us), if you understand it. "(QS.Ali Imran (3): 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You are the best people are born to humans, sent to the goodness, and prevent it from being unjust, and faith in God. Around his faithful scribe, it would have been better for them: among them there are who believe, and most they are the ones who rebel. "(QS.Ali Imron (3): 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O souls that carry vehicles (himself) his own haste to determine the dreams, hopes and ideals for which we can determine the way we choose to be ready to go through ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-851162739735224104?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/self-is-vehicle-of-our-own.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcHsx-jGdI/AAAAAAAAAL4/zJbC1haHs8I/s72-c/kjkjjkkjggh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-5573476716710580778</guid><pubDate>Wed, 19 Jan 2011 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.424-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>English version</category><title>"Generation Ghuroba ..."</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcCMFaCIJI/AAAAAAAAAL0/RfekAvZa2UI/s1600/77777.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcCMFaCIJI/AAAAAAAAAL0/RfekAvZa2UI/s1600/77777.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Messenger of Allah said (which means), "Verily, Islam first appeared in strange circumstances and will be returned as originally foreign. And blessed are those foreigners (alghuroba')."( saheeh hadeeth narrated by Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blessed are those who are strangers (alghuroba '). (They are) those who are righteous in the midst of people who behave badly. And people are more hostile than that followed them. "(Saheeh hadeeth narrated Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Blessed are those who are strangers (alghuroba '). Those who made repairs (for reconciliation) when human damage. "(Saheeh hadeeth narrated by Abu Amr Ad Dani and Al Ajurry)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghuroba came from the word 'ghurbah'. Ghurbah word split into three main groups namely ghain letters, ra'dan ba '.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghurbah word has several senses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. An bu'du wal-Nawa (distance and away)&lt;br /&gt;2. An-nuzuhu 'wal ightirab annealing Wathan (and flee into exile from the homeland).&lt;br /&gt;3. Al-ghareeb (foreigners).&lt;br /&gt;4. Al-ghumudhu khafa'u wal wa 'adamusy syuhrati (vagueness, hidden and not popular).&lt;br /&gt;5. Adh-dzihabu wat tanahhi 'aninnasi (avoid and turn away from others).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Being part Ghuroba generation is a dream, hope and ideals. because the number of generations Ghuroba tu slightly so lucky if I can be part Ghuroba generation though few in number but the quality is a thousand times as much (a bit too much time yes ..?!). Because Ghuroba generation has the willingness and ability to make improvements among the people a lot of damage the damage that occurs not only damage the forest alone, but to moral corruption (far from Islamic values.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, the role and presence of highly Ghuroba generation in his later-later, expected by the people. eitss .. .. but do not always feel so much a part of Ghuroba generation will be famous, have lots of money plus accounts at various banks, building terraced houses, private cars lined up in the trunk, each day eat five star food and when we are present in the community at the request of his signature (the artist was suddenly time yes ..). Ghuroba generation life far from luxury, very simple, always have enough with what is, many people who do not like him, maybe until someone said yes crazy times (Revelation. outrageous too, if comes to that), there is also a strange / Frick, and its other.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not give in to not be Ghuroba generation. I'll always be faced with trials and obstacles in his life because it always made repairs, but their hearts and souls are very peaceful and calm. because they always believe that Allah is always with and help them. lucky if could be Ghuroba generation because there is intrinsic happiness that Allah has prepared for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What sich that must be proud with this world??!? If it'll end the whole universe and its contents including the earth would be destroyed unless there is a place that would not be destroyed Heaven and Hell are places where it is not fantasy or fairy tales or a mirage but an eternal life where there was no grave and hospital (he.. he ..). His principal heaven and hell are real places we live. so the world is just a joke and a game (mortal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If in heaven it is always filled with happiness and prosperity exceed the happiness and prosperity in the world. there is no such thing as poor people, beggars or even legal mafia (he.. he ..). there was a lot of rivers and parks (try again viewed his Al Qur'an translations.) there is also no sense of grief, sadness, melancholy, injustice and others that clear heaven where back and shelter the most is the best. very sorry if anyone is not willing to let a message on his heart could to heaven. continue to do just wanted to heaven but no let his condition get there. His condition is in Al Qur'an and Al-Hadith just try think of it ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;if in Hell is always filled with torment and suffering. exceeding torment and suffering that we never feel in the world. not absent from the torment. if anyone tried to remove or truant from hell also can not (guard very, very tight). imagine we are never given time off or hours of rest from the torment and suffering his name every second is always in torment but there are no words to die again. so we'll continue forever in torment and suffering (indeed there is a willing ..?). there also was given food, beverages, clothing and place as well but do not imagine there are good drink pus that his name, his food embers of hell, her clothes too hot (it certainly uncomfortable ..) continues to exist in her hot spot very very hot (can not express with words.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For more details about the life of her heaven and hell we can figure out a way to open more love letters Allah is Al-Qur'an Al-Hadith plus but not quite in the open but in reading his verses plus his translation, understood / in reflection, and in resume practicing alone or in practice in everyday life ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-5573476716710580778?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/ghuroba.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcCMFaCIJI/AAAAAAAAAL0/RfekAvZa2UI/s72-c/77777.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-8823470372805315219.post-8032505956132364356</guid><pubDate>Wed, 19 Jan 2011 15:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T01:02:41.454-08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>English version</category><title>Akhi wa Ukhti fillah...</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcAn8fwH2I/AAAAAAAAALw/sXUgGAd0E64/s1600/155142_172955269393703_100000376944817_410435_3312045_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcAn8fwH2I/AAAAAAAAALw/sXUgGAd0E64/s200/155142_172955269393703_100000376944817_410435_3312045_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love the highest and most obliged and most helpful is the absolute love of Allah Ta'ala alone, accompanied by the formation of mental attitude divinize only Allah Ta'ala alone. Because the name of God is something that the human heart inclined to him with a sense of love with her adorable and raised, in total submission and surrender, and surrender his life fully to Him. God Almighty shall be loved for His own Essence, whereas the addition of Allaah be loved only as a consequence of the love of Allah, the Exalted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Sunan al-Tirmidhi and others, the Prophet Shalallaahu alaihi wasalam said:&lt;br /&gt;"The rope is the strongest faith is love for God and hatred for God." (HR.At Tirmidhi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In another narration, the Prophet also said:&lt;br /&gt;"Whoever loves for Allah, hates for Allah, gives for Allah and do not give because of God, then it really has perfect faith." (Narrated by Abu Dawood and At-Tirmidhi, he says hasan hadeeth)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of the two above hadith we can know that we must give our love and devotion to God Almighty alone. We have to love to something you love Allah, hate against all who hated God Almighty, what the blessed pleasure to God Almighty, no pleasure to those who are not blessed God Almighty, ordered to what is commanded of God Almighty, to prevent all that prevented God Almighty, God gives to people who love to give and not give to the person who God Almighty does not like if he was given.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In that sense according to the Shari'a, is meant by al-hubbu fillah (love for Allah swt) is devoted love and affection to those who believe and obey Allah ta'ala because of faith and obedience that they do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While the definition of al-bughdu fillah (hate for Allah) is devoted dislike and hatred to those who associate God and to people who out of obedience to Him because they have committed acts that elicit anger and hatred of God, even though they are the ones who close relationship with us.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Allah the Exalted:&lt;br /&gt;"You will not find a people who believe in Allah and the Last Day, mutual affection with those who oppose Allah and His Messenger, even if those people had fathers, children, brothers or sisters of their families." (Al -Mujadalah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah said: "Behold, a believer shall be poured out her love and affection even though persecuted and disturb you, and shall be poured out to him an infidel hatred and enmity, although always giving and doing good to you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In accordance with what was said by Syakhul Islam Ibn Taymiyyah, let us seek refuge in the Essence of tossing and turning the heart, so that our hearts are soldered with a love and hatred that is prescribed by Allah and His Messenger. Because sometimes the people who oppose God around us better attitude toward us from those who believe in Allah swt, that we forget and the more love the unbelievers from the people who believe. Naudzubilla dzalik min.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In view content ahlusunnah wal jama'ah love and hatred that must be expended divided into three groups:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. the people who poured out her love and affection in their entirety. They are people who believe in Allah Almighty and His Messenger, implement the teachings of Islam and its milestones with firm knowledge and belief. They are the ones who give up all the deeds and words to God Almighty alone. They are the ones who are subject to more obedient to the commandments of God and His Apostle and refrain from any yng forbidden by Allah and His Messenger. They are people who pour out love, kewala'an, hatred and enmity for Allah Ta'ala and the Prophet's words Shalallaahu precedence over the other alaihi wasalam anyone person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. the people who loved and hated from one side of the other side.&lt;br /&gt;They are the people who mencampuradukan between good deeds with bad deeds, then they are loved and pitied by the existing levels of goodness in themselves, and hated and despised in accordance with the level of ugliness that is in them. In this case we have to sort through, like muamalah Shalallaahu Prophet alaihi wasalam against a friend who named Abdullah bin Himar. At that Abdulllah bin Himar in a state of drinking wine then they brought him presented to the Prophet Shalallaahu alaihi wasalam, suddenly alone melaknatnya man then said: "how often he brought Shalallaahu alaihi wasalam presented to the Prophet in a drunken state." Messenger of Allah said: "Do not melaknatnya thee. Indeed he is a person who love Allah and His Messenger (Shohih Al-Bukhari book Al-Hudud). And akhi wa ukhti, narrated by Abu Dawud in the book of Al-Asyribah juz 4 that dishahihkan by Al-Bani in Saheeh Al-Jami Ash Shaghir hadith number 4967 n Messenger has cursed wine, people drink, people who sell it, people who squeeze and people who asked for the squeeze, people who took him and the people who brought wine to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. the people who poured out her hatred and hostility in their entirety.&lt;br /&gt;They are people who do not believe in the pillars of faith and those who deny the pillars of Islam either in part or whole with a sense of steady, people who deny asthma 'wa ta'ala nature of God, or people who merge with Ahlu bid ah perverse and misleading, or people who do things that cancel has become Muslim. Against this man must for us to hate a whole, because they are the enemies of Allah and His Messenger Shalallaahu alaihi wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are several factors that can strengthen the love in Allah swt, among others:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Notify the loved ones that we love because of Allah Ta'ala. It was narrated from Abu Dhar Radhiallaahu anhu, that he heard the Messenger of Shalallaahu alaihi wasalam said:&lt;br /&gt;"If any one of you love her let her go to her house and told her that he loves her (a friend did) because Allah, the Exalted." (HR.Ibnul Mubarok in the book of Az-Zuhdu, p. 712 with isnaad shohih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Give each other gifts&lt;br /&gt;Messenger of Allah said in the report of Abu Hurayrah Radhiallaahu anhu:&lt;br /&gt;"Mutual is a gift you give, you will undoubtedly love each other." (Narrated by al-Bukhari in the book Adabul Mufrod, p. 120 and Baihaqi 6 / 169 with a hasan chain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Visit each other&lt;br /&gt;Messenger of Allah said in the narration of Abu Hurairah.&lt;br /&gt;"O Abu Huraira! Have a look at you with a good not too often and too seldom, surely will grow something with love. "(HR.Thabrani and Bayhaqi with a saheeh isnaad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Distribute mutual greeting.&lt;br /&gt;"It is not you guys go to heaven so that you have faith, do not you believe that you love each other, Will you show me something if you do it will love each other? Scatter greeting among you. "(Narrated by Muslim, 2 / 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Leaving sins.&lt;br /&gt;In this case the Messenger of Allah said:&lt;br /&gt;"It is not two people who loved each other because of God or because Islam later split up unless one of the them had sinned." (Narrated by al-Bukhari in his book Al-Adab AlMufrad hal.84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Leaving act backbiting (talk something about his brother at the time did not exist, and if his brother is listening to him get angry or dislike). Allah Almighty says:&lt;br /&gt;"O ye who believe, avoid most of suspicion, indeed some suspicion is sinful and not some of you gossiping (backbiting), most of the others, like if one of you eat the flesh of his brother who is dead? Then of course you feel disgusted him. And be cautious is to Allah, indeed Allah Almighty Recipient repentance, Most Merciful. "(Al-Hujurat: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi wa ukhti fillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutual obligation in Allah's love is not a command that does not bring any results. But Allah ordered something there must be some fruit, and the results. May Allah make us as people who are submissive to God Almighty. May the love and hatred we are always in accordance with what has been prescribed by Allah and His Messenger. Moreover, we expect except get the love of God Almighty, get the glory of God, get a shade of 'Throne of God Almighty on the day there was no shade except His shade, reaching the sweetness of Iman, get the perfection of faith and enter into His Heaven&lt;br /&gt;high. May God always bless and have mercy on us. Aamiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8823470372805315219-8032505956132364356?l=vandipunyablog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://vandipunyablog.blogspot.com/2011/01/akhi-wa-ukhti-fillah.html</link><author>noreply@blogger.com (Zihan Khaerunissa)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mDt_QkdbWGI/TTcAn8fwH2I/AAAAAAAAALw/sXUgGAd0E64/s72-c/155142_172955269393703_100000376944817_410435_3312045_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>