<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484</id><updated>2024-12-19T10:25:42.954+07:00</updated><category term="Headline"/><category term="Kisah"/><category term="Internasional"/><category term="Fiqih"/><category term="Nasional"/><category term="Muslimah"/><category term="Pernikahan"/><category term="Motivasi"/><category term="Puisi Dan Syair"/><category term="Teladan"/><category term="Tips"/><category term="Video"/><category term="Birrul Walidain"/><category term="Renungan"/><category term="Belajar Islam"/><category term="Cerpen"/><category term="Infaq Cinta Hakiki"/><category term="Konsultasi"/><title type='text'>Cinta Hakiki</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>255</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-7501957531892434242</id><published>2012-11-30T15:16:00.000+07:00</published><updated>2012-11-30T15:16:13.645+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah"/><title type='text'>Keajaiban-Keajaiban di Jalur Gaza </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMz6uYedm2yPCdlwdDiBbI4SSzHCScr4-QplCN4QPguHem8IKpISTP_-PuxTdXvC7wYa1Bsb3lPnGrj5plcwl0eUV3VXGzNHDiveCH4wTW86UYCUhPHWy7xfBdlx16WNb9Auh7DChdIdI/s1600/Kejadian+%E2%80%93+Kejadian+Aneh+Dan+Misterius+Seputar+Perang+Gaza.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;202&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMz6uYedm2yPCdlwdDiBbI4SSzHCScr4-QplCN4QPguHem8IKpISTP_-PuxTdXvC7wYa1Bsb3lPnGrj5plcwl0eUV3VXGzNHDiveCH4wTW86UYCUhPHWy7xfBdlx16WNb9Auh7DChdIdI/s320/Kejadian+%E2%80%93+Kejadian+Aneh+Dan+Misterius+Seputar+Perang+Gaza.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTt3L9SXCWBcaxe1-mnXej6T_7rTJqS6whS2QbxhvcnM3wOxKkqpYSB0rFokdoJtNDrrFnXU7q55Tyb4skKbIK_d8_niB-0_AJP__P4_sNGfLvYR7RkFh166Z3HKMwVp2dwGwxT6v_yPct/s1600/Kejadian+%E2%80%93+Kejadian+Aneh+Dan+Misterius+Seputar+Perang+Gaza.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: #6fa8dc;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6fa8dc;&quot;&gt;CINTA&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: orange;&quot;&gt;HAKIKI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;- Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan. &lt;br /&gt; Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka “mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata kuno.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa “peristiwa aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnalis, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Berikut ini adalah rangkuman “kisah-kisah ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza ... &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!” &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya,  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis.” Kenapa kalian menangis?” tanyanya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Saksi Serdadu Israel ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan,  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apakah pasukan berbaju putih itu adalah MALAIKAT bantuan Allah, sebagaimana Allah telah membantu dalam perang Badar dalam Al-Qur’an?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: &quot;Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut&quot;. (QS. 8 : 9)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Suara Tak Bersumber ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesuatu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga tidak memiliki kesempatan serupa.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa, “Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.” &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para mujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Merpati dan Anjing ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Seorang mujahid Palestina menuturkan “kisah aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Begitu merpati itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Adalagi “cerita keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Kabut pun Ikut Membantu ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu telah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Karena kekejaman zionis yahudi, semua makhluk Allah melawannya, Maha benar sabda Rasulullah SAW dalam haditsnya:  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, &quot;Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.&quot; (HR Muslim dalam Shahih Jami&#39; Ash-shaghir no. 7427) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; “Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu&#39;min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.” (QS 8: 17-18) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Selamat Dengan Al-Qur’an ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengetahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf Al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al-Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Abu Ahid, imam Masjid An-Nur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al-Qur’an tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,’ (Al-Baqarah [2]: 155-156).”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Harum Jasad Para Syuhada ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo.com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan,  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal Al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) Al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Terbunuh 1.000, Lahir 3.000 ...  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; “Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.”  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; - Dari berbagai sumber - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;  *** &lt;br /&gt; Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ...  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  (Cinta Hakiki / &lt;a href=&quot;http://www.islamedia.web.id/2012/11/keajaiban-keajaiban-di-jalur-gaza.html&quot;&gt;Islamedia&lt;/a&gt; )</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7501957531892434242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7501957531892434242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/11/keajaiban-keajaiban-di-jalur-gaza.html' title='Keajaiban-Keajaiban di Jalur Gaza '/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMz6uYedm2yPCdlwdDiBbI4SSzHCScr4-QplCN4QPguHem8IKpISTP_-PuxTdXvC7wYa1Bsb3lPnGrj5plcwl0eUV3VXGzNHDiveCH4wTW86UYCUhPHWy7xfBdlx16WNb9Auh7DChdIdI/s72-c/Kejadian+%E2%80%93+Kejadian+Aneh+Dan+Misterius+Seputar+Perang+Gaza.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-6026839083327828665</id><published>2012-11-23T19:50:00.000+07:00</published><updated>2012-11-23T19:50:28.070+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Belajar Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Kelakuan sesat syiah di hari asyura</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOvIWFIyPBNXhZZnO3QAbQ-FPxl6aMbTF9jXLEMNMP4zvUYYgEmdnntn9OwZo7ZfYBmzuY76ty-sB-5gdyuCY5aANLwx_jPYbI51gknxTFawTLct6pCCNzEjI-8N5pArZIyuIEKMQP1A/s1600/asyura_syiah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOvIWFIyPBNXhZZnO3QAbQ-FPxl6aMbTF9jXLEMNMP4zvUYYgEmdnntn9OwZo7ZfYBmzuY76ty-sB-5gdyuCY5aANLwx_jPYbI51gknxTFawTLct6pCCNzEjI-8N5pArZIyuIEKMQP1A/s320/asyura_syiah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;kelakuan sesat Rafidhah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; (baca: &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Syi’ah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;)
 adalah memukul dada, menampar pipi, memukul bahu, mengiris-ngiris 
kepala mereka dengan pedang sampai menumpahkan darah. Semua ini 
dilakukan pada &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;hari ‘Asyura, 10 Muharram&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Hal ini dilatarbelakangi karena kecintaan mereka pada &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Husain bin ‘Ali bin Abi Tholib&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Mereka sedih atas kematian Husain, cucu Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;yang mati terbunuh&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt; 



&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Kenapa Kelakuan Mereka Dikatakan Sesat? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Karena setiap perkara &lt;strong&gt;&lt;em&gt;muhdats&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang tidak 
pernah dicontohkan dalam Islam, tentu saja sesat. Hal-hal semacam di 
atas jelas suatu kemungkaran dan telah dilarang oleh Nabi kita Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.
 Karena dalam Islam tidak boleh melakukan semacam itu baik karena 
kematian seorang yang dianggap mulia atau kematian seorang yang &lt;em&gt;syahid&lt;/em&gt; di jalan Allah. Kita tahu bahwa di masa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;banyak di antara para sahabat yang mendapati &lt;em&gt;syahid&lt;/em&gt; seperti Hamzah bin Abdul Muthollib (paman Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;),
 Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Tholib, ‘Abdullah bin Rowahah. Namun 
tidak pernah di masa beliau melakukan seperti yang dilakukan oleh 
Rafidhah. &lt;em&gt;Law kaana khoiron, la-sabaqunaa ilaih&lt;/em&gt;, seandainya perkara tersebut baik, tentu Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang lebih dahulu melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Coba lihat pula bagaimana ketika Nabi Ya’qub ‘&lt;em&gt;alaihis salam&lt;/em&gt; tertimpa musibah dengan hilangnya Yusuf &lt;em&gt;‘alaihis salam&lt;/em&gt;,
 apakah beliau sampai memukul-mukul dada? Apakah Nabi Ya’qub sampai 
menampar wajahnya sendiri? Apakah sampai ingin menumpahkan darahnya 
sendiri dengan mengores-ngores badan? Apakah sampai dijadikan ‘ied 
(perayaan) atau hari berduka seperti yang dilakukan Rafidhah? Amalan 
yang dilakukan Rafidhah tidak lain hanyalah warisan dari Jahiliyah, masa
 suram sebelum Islam. Islam dengan sangat jelas telah melarangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Hadits yang Membicarakan Tentang Berduka yang Terlarang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, ia berkata, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu &#39;alaihi wa sallam &lt;/em&gt;bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div align=&quot;center&quot; dir=&quot;RTL&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 14pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).&lt;br /&gt;

Namun lihatlah bagaimana yang dilakukan oleh Rafidhah di hari ‘Asyura. Yang mereka lakukan jelas bukan ajaran Islam. Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; begitu pula para sahabat &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/em&gt; tidak pernah melakukannya. Mereka tidak pernah melakukannya ketika ada yang meninggal dunia. Padahal wafatnya Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; lebih daripada kematian Husain &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;Kesesatan_Syiah_di_Hari_Asyura_Rumaysho.com&quot; height=&quot;380&quot; src=&quot;http://rumaysho.com/images/stories/Kesesatan_Syiah_di_Hari_Asyura_Rumaysho.com.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Sedih Atas Kematian Husain …&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

Al Hafizh Ibnu Katsir &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;berkata,&lt;br /&gt;

“Setiap muslim seharusnya bersedih atas terbunuhnya Husain &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu &lt;/em&gt;karena ia adalah sayyid-nya (penghulunya) kaum muslimin, ulamanya para sahabat dan anak dari putri Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/em&gt;yaitu
 Fathimah yang merupakan puteri terbaik beliau. Husain adalah seorang 
ahli ibadah, pemberani dan orang yang murah hati. Akan tetapi kesedihan 
yang ada janganlah dipertontokan seperti yang dilakukan oleh Syi’ah 
dengan tidak sabar dan bersedih yang semata-mata dibuat-buat dan dengan 
tujuan riya’ (cari pujian, tidak ikhlas). Padahal ‘Ali bin Abi Tholib 
lebih utama dari Husain. ‘Ali pun mati terbunuh, namun ia tidak 
diperlakukan dengan dibuatkan &lt;em&gt;ma’tam&lt;/em&gt; (hari duka) sebagaimana 
hari kematian Husain. ‘Ali terbenuh pada hari Jum’at ketika akan pergi 
shalat Shubuh pada hari ke-17 Ramadhan tahun 40 H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Begitu pula ‘Utsman, ia lebih utama daripada ‘Ali bin Abi Tholib 
menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah. ‘Utsman terbunuh ketika ia dikepung di
 rumahnya pada hari tasyriq dari bulan Dzulhijjah pada tahun 36 H. 
Walaupun demikian, kematian ‘Utsman tidak dijadikan &lt;em&gt;ma’tam&lt;/em&gt; 
(hari duka). Begitu pula ‘Umar bin Al Khottob, ia lebih utama daripada 
‘Utsman dan ‘Ali. Ia mati terbunuh ketika ia sedang shalat Shubuh di 
mihrab ketika sedang membaca Al Qur’an. Namun, tidak ada yang mengenang 
hari kematian beliau dengan &lt;em&gt;ma’tam&lt;/em&gt; (hari duka). Begitu pula Abu Bakar Ash Shiddiq, ia lebih utama daripada ‘Umar. Kematiannya tidaklah dijadikan &lt;em&gt;ma’tam&lt;/em&gt; (hari duka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Lebih daripada itu Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,
 beliau adalah sayyid (penghulu) cucu Adam di dunia dan akhirat. Allah 
telah mencabut nyawa beliau sebagaimana para nabi sebelumnya juga mati. 
Namun tidak ada pun yang menjadikan hari kematian beliau sebagai &lt;em&gt;ma’tam&lt;/em&gt;
 (hari kesedihan). Kematian beliau tidaklah pernah dirayakan sebagaimana
 yang dirayakan pada kematin Husain seperti yang dilakukan oleh Rafidhah
 (baca: Syi’ah) yang jahil. Yang terbaik diucapkan ketika terjadi 
musibah semacam ini adalah sebagaimana diriwayatkan dari ‘Ali bin Al 
Husain, dari kakeknya Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, ia bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div align=&quot;center&quot; dir=&quot;RTL&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 14pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;ما من مسلم يصاب بمصيبة فيتذكرها وإن تقادم عهدها فيحدث لها استرجاعا إلا أعطاه الله من الأجر مثل يوم أصيب بها&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;em&gt;Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya 
dan mengucapkan kalimat istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi rooji’un) 
melainkan Allah akan memberinya pahala semisal hari ia tertimpa musibah&lt;/em&gt;” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Demikian nukilan dari Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah, 8: 221.&lt;br /&gt;

Demikian kesesatan Syi’ah pada hari ‘Asyura. Kematian seseorang 
tidaklah dengan perayaan sesat seperti yang dilakukan oleh orang Syi’ah.
 Moga kita terlindung dari kesesatan semacam itu.&lt;br /&gt;

&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;em&gt;Wallahul muwaffiq.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;: &lt;a href=&quot;http://www.islamhouse.com/p/74449&quot;&gt;Fatwa Syaikh Sholih Al Munajjid dalam Al Islam Sual Jawab no. 74449&lt;/a&gt;.</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6026839083327828665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6026839083327828665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/11/kelakuan-sesat-syiah-di-hari-asyura.html' title='Kelakuan sesat syiah di hari asyura'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOvIWFIyPBNXhZZnO3QAbQ-FPxl6aMbTF9jXLEMNMP4zvUYYgEmdnntn9OwZo7ZfYBmzuY76ty-sB-5gdyuCY5aANLwx_jPYbI51gknxTFawTLct6pCCNzEjI-8N5pArZIyuIEKMQP1A/s72-c/asyura_syiah.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-5466284067656045502</id><published>2012-11-23T19:46:00.000+07:00</published><updated>2012-11-23T19:46:12.720+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasional"/><title type='text'>Israel Diserang Hacker Indonesia, Indonesia Antisipasi Serangan Balasan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq3kcjxFHn0OGcFhgzcy7uPIdqvboXog05Qrfvmu6sUD_wThR0cyrgXbia1HPk_QiAVeg1l3iCVwNAZMgOhPXQbiLDcUVj0CUEyIA1IN2EvGH39LlJSZmzdxoNY4CBwutgioZ8Df1v0k/s1600/cuplikan-horadot-co-il.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;262&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq3kcjxFHn0OGcFhgzcy7uPIdqvboXog05Qrfvmu6sUD_wThR0cyrgXbia1HPk_QiAVeg1l3iCVwNAZMgOhPXQbiLDcUVj0CUEyIA1IN2EvGH39LlJSZmzdxoNY4CBwutgioZ8Df1v0k/s320/cuplikan-horadot-co-il.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak pekan lalu Israel menginvasi kawasan Jalur Gaza, Palestina, yang dikuasai Hamas. Perang di dunia nyata pun berlanjut ke dunia maya. Didorong sentimen solidaritas sebagai sesama negara muslim, beberapa hacker Indonesia langsung menyerang beberapa server dan situs milik Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, kemarin otoritas keamanan Internet Indonesia (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/ID-SIRTII) mengabarkan ada pemberitahuan dari otoritas Internet Israel, bahwa mereka bakal dilakukan serangan balasan terhadap DNS server Indonesia. Serangan ini rencananya menyasar domain-domain berakhiran .id.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Andy Budimansyah mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun dari hasil pemeriksaan sementara, belum ada serangan dilancarkan hacker Israel ke domain Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejauh ini belum ada serangan (ke domain-domain .id), tapi kemarin memang ada notifikasi dari First Org, itu lembaga semacam ID-SIRTII-nya Israel,” ujarnya, sebagaimana diberitakan oleh merdeka.com, Kamis (23/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebut hacker Indonesia sudah berhenti menyerang situs-situs Israel. Meski demikian, untuk berjaga-jaga PANDI langsung berkoordinasi dengan operator DNS untuk meningkatkan pengawasan dan mengawasi bila kemungkinan buruk terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita monitor karena DNS kita tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri, kita koordinasi dengan DNS yang dikelola Indosat, di GPN, di Australia, kita minta mereka membantu pemantauan, jika terjadi serangan kita usahakan ditutup (DNS server itu) sementara,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andy menegaskan langkah hati-hati harus dipersiapkan. Walau lokasi DNS sudah tersebar, jika hacker Israel benar-benar menyerang balik akibatnya tetap merugikan. Karena DNS-lah yang menghubungkan pengguna internet dengan domain .id. Jika server ini mati, tentu situs-situs dengan nama domain khas Indonesia itu tak bisa diakses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau server banking atau website-website yang melayani masyarakat tiba-tiba tidak bisa diakses, kan kasihan,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNS Server yang mengelola domain .id tersebar di pelbagai kota dan dikelola swasta. Namun titik lokasi terbanyak berada di Jakarta. Andy berharap serangan balasan itu nantinya sama sekali tidak terjadi. (noe/merdeka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.dakwatuna.com/2012/11/24552/israel-diserang-hacker-indonesia-indonesia-antisipasi-serangan-balasan/#ixzz2D36ryy5x&quot;&gt;http://www.dakwatuna.com/2012/11/24552/israel-diserang-hacker-indonesia-indonesia-antisipasi-serangan-balasan/#ixzz2D36ryy5x&lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/5466284067656045502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/5466284067656045502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/11/israel-diserang-hacker-indonesia.html' title='Israel Diserang Hacker Indonesia, Indonesia Antisipasi Serangan Balasan'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbq3kcjxFHn0OGcFhgzcy7uPIdqvboXog05Qrfvmu6sUD_wThR0cyrgXbia1HPk_QiAVeg1l3iCVwNAZMgOhPXQbiLDcUVj0CUEyIA1IN2EvGH39LlJSZmzdxoNY4CBwutgioZ8Df1v0k/s72-c/cuplikan-horadot-co-il.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-238385867234958902</id><published>2012-10-23T22:26:00.000+07:00</published><updated>2012-10-23T22:26:01.222+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiqih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Fadhilah puasa Tarwiyah dan Arofah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiepUR8Nu2RoKqgoZ-d0ldjpjf6QHMjHqskCY9AHQ9AZiiiOEhgoD6MdK8NiUCifd9gT1NNE_Cce5T8BezrVtRdmaHJbBc0jKhgzuIupi_dnKWRKaqOPdO-ietFkcJVCt6h_LxzcLrMJnc/s1600/tumblr_lr31rfmHwJ1qlkvnho1_500.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiepUR8Nu2RoKqgoZ-d0ldjpjf6QHMjHqskCY9AHQ9AZiiiOEhgoD6MdK8NiUCifd9gT1NNE_Cce5T8BezrVtRdmaHJbBc0jKhgzuIupi_dnKWRKaqOPdO-ietFkcJVCt6h_LxzcLrMJnc/s400/tumblr_lr31rfmHwJ1qlkvnho1_500.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah 
yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah..&lt;br /&gt; Puasa ini sangat dianjurkan bagi kaum Muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Kesunnahan puasa Arafah tidak didasarkan adanya wukuf di Arafah oleh 
jamaah haji, tetapi karena datangnya hari Arafah tanggal 9 Dzulhi&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
jjah..&lt;br /&gt; Maka bisa jadi hari Arafah di Indonesia tidak sama dengan di Saudi Arabia yang hanya berlainan waktu 4-5 jam..&lt;br /&gt;
 Ini tentu berbeda dengan kelompok umat Islam yang menghendaki adanya &quot; 
rukyat global &quot;, atau kelompok yang ingin mendirikan khilafah islamiyah,
 dimana penanggalan Islam disamaratakan seluruh dunia, dan Saudi Arabia 
menjadi acuan utamanya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Keinginan menyamaratakan penanggalan 
Islam itu sangat bagus dalam rangka menyatukan hari raya umat Islam, 
namun menurut ahli falak, keinginan ini tidak sesuai dengan kehendak 
alam atau prinsip-prinsip keilmuan..&lt;br /&gt; Rukyatul hilal atau observasi 
bulan sabit yang dilakukan untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau 
Hijriyah berlaku secara nasional, yakni rukyat yang diselenggarakan di 
dalam negeri masing-masing dan berlaku satu wilayah hukum..&lt;br /&gt; Ini juga berdasarkan petunjuk Nabi Muhammad SAW sendiri..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Penentuan hari arafah itu juga ditegaskan dalam Bahtsul Masa&#39;il Diniyah
 Maudluiyyah pada Muktamar Nahdlatul Ulama XXX di Pondok Pesantren 
Lirboyo, akhir 1999..&lt;br /&gt; Ditegaskan bahwa yaumu arafah atau hari Arafah
 yaitu tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan kalender negara setempat yang 
berdasarkan pada rukyatul hilal..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُوْرَاَء يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Artinya : Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun 
yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun 
yang telah lewat..&lt;br /&gt; (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Para ulama menambahkan adanya kesunnahan puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah..&lt;br /&gt;
 Ini didasarkan pada satu redaksi hadits lain, bahwa Puasa pada hari 
Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah 
menghapuskan (dosa) dua tahun..&lt;br /&gt; Dikatakan bahwa hadits ini dloif 
(tidak kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan 
hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka 
fadla’ilul a&#39;mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud 
tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Selain itu, 
memang pada hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah 
hari-hari yang istimewa untuk menjalankan ibadah seperti puasa..&lt;br /&gt; Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ 
هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ 
اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ 
فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ 
يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Artinya : Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;
 &quot; Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada 
perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan 
Dzulhijjah..&lt;br /&gt; Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di
 jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali 
seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian 
tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid..&lt;br /&gt; (HR Bukhari)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan bagi yang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci..&lt;br /&gt; Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa Ramadhan..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Bagi kaum Muslimin yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan juga 
disarankan untuk mengerjakannya pada hari Arafah ini, atau hari-hari 
lain yang disunnahkan untuk berpuasa..&lt;br /&gt; Maka ia akan mendapatkan dua 
pahala sekaligus, yakni pahala puasa wajib (qadha puasa Ramadhan) dan 
pahala puasa sunnah. Demikian ini seperti pernah dibahas dalam Muktamar 
NU X di Surakarta tahun 1935, dengan mengutip fatwa dari kitab Fatawa 
al-Kubra pada bab tentang puasa:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ 
لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ 
وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Diketahui 
bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga 
berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa,
 tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah 
punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia
 akan memperoleh apa yang diniatkannya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Niat Puasa Bulan Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah &amp;amp; &#39;Arafah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; نويت صوم ترويه سنة لله تعالى&lt;br /&gt; NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA&#39;ALAH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Artinya : &quot; Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta&#39;ala &quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; نويت صوم عرفة سنة لله تعالى&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Artinya : &quot; Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta&#39;ala &quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
(&lt;a href=&quot;http://basaudan.wordpress.com/&quot;&gt;http://basaudan.wordpress.com&lt;/a&gt; /&lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot;&gt; http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/238385867234958902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/238385867234958902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/fadhilah-puasa-tarwiyah-dan-arofah.html' title='Fadhilah puasa Tarwiyah dan Arofah'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiepUR8Nu2RoKqgoZ-d0ldjpjf6QHMjHqskCY9AHQ9AZiiiOEhgoD6MdK8NiUCifd9gT1NNE_Cce5T8BezrVtRdmaHJbBc0jKhgzuIupi_dnKWRKaqOPdO-ietFkcJVCt6h_LxzcLrMJnc/s72-c/tumblr_lr31rfmHwJ1qlkvnho1_500.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-8598652563637335874</id><published>2012-10-23T20:49:00.001+07:00</published><updated>2012-10-23T20:54:50.322+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Konsultasi"/><title type='text'>Hukum Ber Qurban Dengan Cara Berhutang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaDQCFq8ehq2ulFsdv7BWxFvRGflScatf7N1fh5fxcazXjk4SOrRfbZeTwOQBVGsS5WJrN5E2wM7nLQOIXoM8BISzym6SGrxp7LGP7bVMPG2udWDAwRVOZMa_ioq63Xzlu3B4GxVyaIJ8/s1600/QurbanNaim.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaDQCFq8ehq2ulFsdv7BWxFvRGflScatf7N1fh5fxcazXjk4SOrRfbZeTwOQBVGsS5WJrN5E2wM7nLQOIXoM8BISzym6SGrxp7LGP7bVMPG2udWDAwRVOZMa_ioq63Xzlu3B4GxVyaIJ8/s320/QurbanNaim.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bolehkah berhutang untuk berqurban ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Bagaimana dengan arisan qurban&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;? &lt;b&gt;&lt;br /&gt;(beberapa SMS)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Jawaban:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa
Ba’d:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Kami akan jawab menjadi dua bagian sesuai pertanyaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;. Berqurban dengan
biaya dari hutang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Tidak ada larangan dalam nash, tentang melakukan amal shalih yang
sifatnya &lt;i&gt;maaliyah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;(harta) seperti qurban, aqiqah, dan haji, yang
pembiayaannya berasal dari hutang. Dengan catatan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 15px; line-height: 17px;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 15px; line-height: 17px;&quot;&gt;Ketika dia berhutang mesti dalam keadaan yakin
mampu membayarnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 15px; line-height: 17px;&quot;&gt;Hutang tersebut tidak
menambah beban berat hutang lama yang masih banyak dan belum dilunaskan, sebab,
semua ibadah ini memang dianjurkan bagi mereka yang sedang dalam keadaan lapang
rezeki dan &lt;i&gt;istitha’ah&lt;/i&gt; (mampu).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Para ulama salaf pun
melakukannya, dan mereka tidak memandang masalah dengan berhutang untuk
berqurban (atau aqiqah). Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah menceritakan dari Al
Haarits tentang dialog antara &lt;b&gt;Imam Ahmad bin Hambal &lt;/b&gt;&amp;nbsp;dan &lt;b&gt;Shalih&lt;/b&gt; (anaknya), katanya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;وقال له صالح ابنه الرجل يولد له وليس عنده
ما يعق أحب إليك أن يستقرض ويعق عنه أم يؤخر ذلك حتى يوسر قال أشد ما سمعنا في العقيقة
حديث الحسن عن سمرة عن النبي كل غلام رهينة بعقيقته وإني لأرجو إن استقرض أن يعجل الله
الخلف لأنه أحيا سنة من سنن رسول الله واتبع ما جاء عنه انتهى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Shalih –anak
laki-laki Imam Ahmad- berkata kepadanya bahwa dia kelahiran seorang anak tetapi
tidak memiliki sesuatu buat aqiqah, mana yang engkau sukai berhutang untuk
aqiqah ataukah menundanya sampai lapang keadaan finansialnya. Imam Ahmad
menjawab: “Sejauh yang aku dengar, hadits yang paling kuat anjurannya tentang
aqiqah adalah hadits Al Hasan dari Samurah, dari Nabi bahwa, “Semua bayi&amp;nbsp; tergadaikan oleh aqiqahnya,” aku berharap
jika berhutang untuk aqiqah semoga Allah segera menggantinya karena dia telah
menghidupkan sunah di antara sunah-sunah Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam &lt;/i&gt;dan telah mengikuti apa-apa yang Beliau bawa. Selesai. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Tuhfatul
Maudud fi Ahkamil Maulud&lt;/i&gt;, Hal. 64. Cet. 1, 1971M-1391H. Maktabah Darul
Bayan)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Dalam &lt;i&gt;Tafsir&lt;/i&gt;-nya,
Imam Ibnu Katsir menceritakan dari Imam Sufyan Ats Tsauri tentang Imam Abu
Hatim (riwayat lain menyebut Imam Abu Hazim) yang berhutang untuk membeli Unta
buat qurban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify; text-indent: .5in;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;direction: rtl; line-height: 115%; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; unicode-bidi: embed;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;color: black; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;وقال سفيان الثوري: كان أبو
حاتم &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot; lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;color: black; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span dir=&quot;LTR&quot;&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;AR-SA&quot; style=&quot;color: black; font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;يستدين ويسوق البُدْن، فقيل
له: تستدين وتسوق البدن؟ فقال: إني سمعت الله يقول: { لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ }&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berkata Sufyan Ats
Tsauri: Dahulu Abu Hatim berhutang untuk membeli Unta qurban, lalu ada yang
bertanya kepadanya: “Anda berhutang untuk membeli unta? Beliau menjawab: Saya
mendengar Allah Ta’ala berfirman: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kamu memperoleh
kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;(Q.s. Al
Hajj:36). &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Tafsir Al Quran Al ‘Azhim&lt;/i&gt;, 5/426)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Demikianlah kebolehan
berhutang untuk berqurban, namun “boleh” bukan berarti lebih utama, sebab lebih
utamanya adalah justru membayar hutang dahulu, bukan menambah dengan hutang
baru. Membayar hutang adalah wajib, dan tidak ada khilafiyah atas kewajibannya,
sedangkan berqurban adalah &lt;i&gt;sunah muakadah&lt;/i&gt; bagi yang sedang lapang rezeki
menurut jumhur ulama, kecuali Imam Abu Hanifah yang mengatakan wajib. Maka,
wajar jika sebagian ulama justru menganjurkan untuk melunaskan hutang dulu
barulah dia berqurban juga sudah lunas hutangnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Bagaimana dengan
hutang yang jangka waktunya panjang, seperti cicilan mobil atau rumah yang
mencapai belasan tahun? Apakah orang seperti ini harus menunggu belasan tahun
untuk berqurban?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Tidak juga demikian,
dia bisa dan boleh saja berhutang untuk qurban selama memang dia mampu untuk
melunasinya dan tidak mengganggu cicilan lainnya. Tetapi, bukan pilihan yang
bijak jika dia tetap ngotot berhutang tetapi keluarganya sendiri sangat merana
hidupnya, atau ada kebutuhan mendesak seperti biaya sekolah yang besar, rumah
sakit, dan semisalnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Wallahu A’lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;. Arisan untuk Qurban. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Arisan adalah
beberapa orang mengumpulkan uang, lalu diundi atau dengan menggunakan nomor
urut, maka siapa yang keluar namanya atau namanya lebih dahulu dalam urutan,
maka dialah yang mendapatkan uang tersebut untuk membeli hewan qurban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Ini bukanlah judi,
karena semua peserta akan mendapatkan gilirannya, dan tidak ada yang dirugikan.
Ada pun judi, bisa jadi ada orang yang menang berkali-kali, sementara yang lain
sama sekali tidak dapat undian sampai judi itu selesai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Nah, arisan secara
substansi adalah SAMA dengan berhutang, karena uang yang dia dapatkan merupakan
hasil kumpulan dari uang peserta lainnya, sehingga dia memiliki hutang kepada
peserta lainnya. Jika demikian, maka&amp;nbsp;
boleh-boleh saja arisan qurban sebagaimana hutang untuk berqurban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;Wallahu A’lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-family: Georgia, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;(&lt;a href=&quot;http://www.ustadzfarid.com/2012/09/mau-qurban-pakai-ngutang-segala.html&quot;&gt;www.ustadzfarid.com&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot;&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/a&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/8598652563637335874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/8598652563637335874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/hukum-ber-qurban-dengan-cara-berhutang.html' title='Hukum Ber Qurban Dengan Cara Berhutang'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaDQCFq8ehq2ulFsdv7BWxFvRGflScatf7N1fh5fxcazXjk4SOrRfbZeTwOQBVGsS5WJrN5E2wM7nLQOIXoM8BISzym6SGrxp7LGP7bVMPG2udWDAwRVOZMa_ioq63Xzlu3B4GxVyaIJ8/s72-c/QurbanNaim.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-7048720843825488485</id><published>2012-10-19T03:23:00.000+07:00</published><updated>2012-10-19T03:23:48.222+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiqih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Tata Cara Mandi Haid</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdH8eESw69kuNwSw3X6FEWDv5tasIMOD4f3K5EzIJM7btJMBQGXU2E-ggKcu-or0mQ79wIlJ4yt3UkiGGZyLOdMgMUaQRK-3uujcB63XBAZii9ytbAkJAtGE8yRT1dpvn78VmbO53QI7c/s1600/red-rose2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdH8eESw69kuNwSw3X6FEWDv5tasIMOD4f3K5EzIJM7btJMBQGXU2E-ggKcu-or0mQ79wIlJ4yt3UkiGGZyLOdMgMUaQRK-3uujcB63XBAZii9ytbAkJAtGE8yRT1dpvn78VmbO53QI7c/s320/red-rose2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Haid atau menstruasi adalah hal yang tak terpisahkan dari diri 
perempuan, selama kondisinya masih subur.&amp;nbsp;Haid adalah salah satu najis 
yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa. Oleh
 karena itu, Islam telah mensyariatkan tata cara bersuci, yang mana tak 
ada hal sekecil apapun yang tak dijelaskan sebab Islam adalah agama yang
 sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sebagian dari kita menganggap hal ini sepele, namun tidak 
dalam aturan Islam. Bersuci dari najis adalah hal yang sangat penting, 
sebab syarat diterimanya ritual ibadah kita, seperti sholat dan puasa, 
adalah harus dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Agar ibadah kita diterima, salah satu syaratnya adalah dengan mengikuti tuntunan Nabi tercinta Muhammad&lt;em&gt; shalalahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Lantas bagaimana tata cara mandi untuk bersuci setelah haid yang benar?&lt;br /&gt;

Rasulullah telah menjelaskan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim &lt;em&gt;rahimahulla&lt;/em&gt;h.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari ‘Aisyah &lt;em&gt;radhiallahu ‘anha&lt;/em&gt; bahwa Asma’ binti Syakal &lt;em&gt;radhiallahu ‘anha&lt;/em&gt; bertanya kepada Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; tentang mandi haid, beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا
 فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ 
تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى 
تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ 
تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ 
أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ 
عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan 
sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr 
seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan
 bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu 
menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit 
kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu 
mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, 
kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku 
bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah 
berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan 
kain/kapas itu).”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dan, diriwayatkan dari ‘Aisyah r&lt;em&gt;adhiallahu ‘anha&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi s&lt;em&gt;hallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, sabda beliau:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ 
بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ 
اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي 
بِهَاأَثَرَا لدَّمِ&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi 
minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: 
“Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci 
Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: 
“Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya (potongan 
kain/kapas).”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(HR. Muslim: 332)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Apakah yang dimaksud bekas darah itu?&lt;br /&gt;

Imam An-Nawawi&amp;nbsp;&lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berkata (1/628):&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Beliau berkata (1/627):&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Diantara
 sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi 
kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya
 ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi 
wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(Dinukil dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jami’ Ahkaam an-Nisaa’&lt;/em&gt;: 117 juz: 1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Jadi, sunah bagi wanita untuk mengusap kemaluan dengan kapas yang 
telah dituangkan wewangian (minyak wangi) setelah selesai tahap-tahap 
awal mandi hingga mengguyur seluruh badan dengan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Berusahalah memastikan air yang diguyur sampai ke kulit kepala kita. Sebagaimana Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata:&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Wajib
 bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada 
waktu mandinya dari haid baik dengan menguraikan jalinan rambut atau 
tidak. Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan
 menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) 
menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah 
wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(Dinukil dari&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jami’ Ahkaam An-Nisaa’&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi 
dengan membersihkan seluruh anggota badan, minimal dengan menyiramkan 
air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya.&lt;br /&gt;

Berikut adalah ringkasan dari penjelasan di atas:&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ambil air dan sabun, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyiramkan air ke atas kepalan lalu menggosok-gosokkannya dengan 
kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal 
ini tidak wajib untuk menguraikan jalinan rambut kecuali jika dengan 
menguraikan rambut akan dapat membantu sampainya air ke kulit kepala.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siram air ke seluruh badan tanpa terkecuali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambil secarik kain atau kapas (atau semisalnya) lalu diberi minyak 
wangi kasturi atau semisalnya kemudian diusapkan ke bekas darah 
(kemaluan) dengannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

(muslimahzone.com/cintahakikiindonesia.blogspot.com)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7048720843825488485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7048720843825488485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/tata-cara-mandi-haid.html' title='Tata Cara Mandi Haid'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdH8eESw69kuNwSw3X6FEWDv5tasIMOD4f3K5EzIJM7btJMBQGXU2E-ggKcu-or0mQ79wIlJ4yt3UkiGGZyLOdMgMUaQRK-3uujcB63XBAZii9ytbAkJAtGE8yRT1dpvn78VmbO53QI7c/s72-c/red-rose2.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-80716152840353884</id><published>2012-10-19T03:13:00.002+07:00</published><updated>2012-10-19T03:13:55.714+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiqih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Tata Cara Mandi Junub bagi Wanita</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwHEtggoZxYHNqfffTQPgK2BYoVJ0VKvEvOwXnL-v6bFem-Q-ZoengMG0dJEDKBExsG1FC0XojEhr8InK_Zz1dzVrn_se5mlkxYF7kxsJXLIeFPsdGUrGQuTVAXQ3OErmTS-7mA2HhBFc/s1600/pink-bathrooms.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;223&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwHEtggoZxYHNqfffTQPgK2BYoVJ0VKvEvOwXnL-v6bFem-Q-ZoengMG0dJEDKBExsG1FC0XojEhr8InK_Zz1dzVrn_se5mlkxYF7kxsJXLIeFPsdGUrGQuTVAXQ3OErmTS-7mA2HhBFc/s320/pink-bathrooms.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mandi junub atau yang sering disebut sebagai mandi wajib dari hadas 
besar (mandi besar), wajib dilakukan oleh seorang Muslim ketika memang 
dirinya masuk dalam persyaratan wajib mandi junub, baik laki-laki maupun
 perempuan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seseorang harus mandi besar biasanya ketika suci dari haid dan nifas 
(bagi wanita), jima atau berhubungan suami istri, mengeluarkan air mani 
(walaupun tidak dengan melakukan jima), masuk Islam bagi orang kafir, 
dan disaat mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita telah membahas tata cara mandi setelah suci dari haid dan nifas sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan berikut adalah pembahasan tentang tata cara mandi bagi wanita yang junub.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang pertama-tama adalah niat. Sebab segala sesuatu dilihat atau 
dicatat sebagai amal ibadah tergantung apa yang diniatkan. Dari ‘Umar 
bin Al Khattab &lt;em&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, bahwa Nabi&amp;nbsp;&lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;bersabda,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“&lt;em&gt;Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah itu, &amp;nbsp;’Aisyah dan Maimunah &lt;em&gt;radhiallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;&amp;nbsp;telah mengabarkan hadits Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; terkait tata cara mandi junub, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ –
 صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ 
إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ 
يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ 
فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى 
رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى 
جِلْدِهِ كُلِّهِ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em&gt;“Dari&amp;nbsp;‘Aisyah, bahwa jika Nabi&amp;nbsp;shallallahu ‘alaihi wa 
sallam&amp;nbsp;mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak 
tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk&amp;nbsp;shalat. Lalu
 beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke 
kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan 
cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau 
mengalirkan air ke seluruh kulitnya.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Dan ‘Aisyah r&lt;em&gt;adhiyallahu ‘anha&amp;nbsp;&lt;/em&gt;berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ 
بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى 
شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em&gt;“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami 
junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali
 lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air 
dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan 
dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(HR. &amp;nbsp;Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;rtl&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ 
وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ،
 فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ 
ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ 
مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ 
وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ 
ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ
 فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;credit&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;credit&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa&amp;nbsp;Maimunah&amp;nbsp;mengatakan,&lt;em&gt; 
“Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah&amp;nbsp;shallallahu ‘alaihi 
wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci 
keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya 
beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau 
mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah.
 Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu
 beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh 
kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau 
bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di 
tempat yang berbeda).”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;credit&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari hadits tersebut, ringkasan tata cara mandi junub yang disunnahkan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Niat (Menurut para ulama niat itu tempatnya di hati).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4.&amp;nbsp;Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah (atau lantai) atau dengan menggunakan sabun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5.&amp;nbsp;Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak&amp;nbsp;shalat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6.&amp;nbsp;Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7.&amp;nbsp;Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke 
pangkal rambut atau kulit kepala dengan menggosok-gosokkannya dan 
menyela-nyelanya (Tidak wajib bagi wanita untuk mengurai ikatan 
rambutnya).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8. &amp;nbsp;Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikianlah apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah &lt;em&gt;shalallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/em&gt;Sungguh dalam Islam tak ada hal sekecil apapun &amp;nbsp;yang tertinggal penjelasannya. Semua telah dijelaskan secara sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun perlu diketahui tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah 
wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits 
Rasululllah s&lt;em&gt;hallallahu ‘Alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Jika seseorang 
mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, tetapi dengan 
syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah 
mencukupinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Catatan: &lt;em&gt;tata cara mandi junub bagi wanita sama saja dengan tata cara mandi laki-laki.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;em&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(muslimahzone.com/cintahakikiindonesia.blogspot.com)&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/80716152840353884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/80716152840353884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/tata-cara-mandi-junub-bagi-wanita.html' title='Tata Cara Mandi Junub bagi Wanita'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwHEtggoZxYHNqfffTQPgK2BYoVJ0VKvEvOwXnL-v6bFem-Q-ZoengMG0dJEDKBExsG1FC0XojEhr8InK_Zz1dzVrn_se5mlkxYF7kxsJXLIeFPsdGUrGQuTVAXQ3OErmTS-7mA2HhBFc/s72-c/pink-bathrooms.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-7875500831442058534</id><published>2012-10-19T02:45:00.001+07:00</published><updated>2012-10-19T02:45:34.368+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teladan"/><title type='text'>Wanita Pertama Penghuni Surga, Dialah Mutiah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKDF7NvlNEL1s8_2AvED3_PNEd-vhsw6blHS_O0luR0D8h-LOSCJQ_0oop6vqNf1-LmHAuK4En2TNMbMjunCE84-XRps76rhAd5DVIS1MxVgl2glrfnn3f2_-RT0rHmU2hPnuQAQvywXI/s1600/taman-indah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;207&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKDF7NvlNEL1s8_2AvED3_PNEd-vhsw6blHS_O0luR0D8h-LOSCJQ_0oop6vqNf1-LmHAuK4En2TNMbMjunCE84-XRps76rhAd5DVIS1MxVgl2glrfnn3f2_-RT0rHmU2hPnuQAQvywXI/s320/taman-indah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada 
Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelah&lt;em&gt;Ummahatul Mukminin&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;setelah istri-istri Nabi SAW.?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari 
tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh 
Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, 
Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran 
kota Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan 
mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi 
hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar 
segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban
 seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya 
bertanya. Fatimah menjawab, “Saya Fatimah putri Muhammad SAW.” Mutiah 
menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi 
junjungan alam semesta.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah 
melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam 
riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu 
rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW 
kepada Mutiah dari balik pintu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu 
rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan 
bersilaturahim kepadamu?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, 
bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu 
bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah 
tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya 
ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun 
anakmu Hasan&amp;nbsp;masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku 
dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku 
nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia 
ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan 
ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang 
bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, 
Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut 
ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan 
Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya 
atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa 
Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada 
Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari 
pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan 
oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum 
meminta ijin suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini 
menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu’ 
kepada suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang 
ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian
 yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan 
sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau 
yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa 
suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap 
menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu 
ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah
 mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap 
menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah 
penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti 
Mutiah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi 
kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke 
rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di 
rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat 
Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari 
kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh 
Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang
 jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari 
pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, 
sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai 
melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar 
mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. 
Subhanallah… Tsumma Subhanallah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun 
suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan 
dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah
 disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk
 sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang 
ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas 
masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan 
oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga 
setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan 
jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri 
Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu 
memasuki surga Allah SWT.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wallahu a’lam bish shawab&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh: Silmi Nurdini Kamilah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(muslimahzone.com/cintahakikiindonesia.blogspot.com)&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7875500831442058534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7875500831442058534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/wanita-pertama-penghuni-surga-dialah.html' title='Wanita Pertama Penghuni Surga, Dialah Mutiah'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKDF7NvlNEL1s8_2AvED3_PNEd-vhsw6blHS_O0luR0D8h-LOSCJQ_0oop6vqNf1-LmHAuK4En2TNMbMjunCE84-XRps76rhAd5DVIS1MxVgl2glrfnn3f2_-RT0rHmU2hPnuQAQvywXI/s72-c/taman-indah.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-6031366838546747208</id><published>2012-10-17T16:04:00.000+07:00</published><updated>2012-10-17T16:04:52.522+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Kalau Cinta Jangan Maksiat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi956khMJ2C3til0-rUETSxty8scT3F6lBmBuAgAziEss-wgse2FJge788DfyXk_okZMAG_xMMXHiS5aGOT-aGdibsDdnlVD45YiHETTrEnr5p6AW9pVQvjLf6vQmRFiEn-2ldYzqcQ8CU/s1600/tumblr_mafacvRrXJ1rou9p1o1_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi956khMJ2C3til0-rUETSxty8scT3F6lBmBuAgAziEss-wgse2FJge788DfyXk_okZMAG_xMMXHiS5aGOT-aGdibsDdnlVD45YiHETTrEnr5p6AW9pVQvjLf6vQmRFiEn-2ldYzqcQ8CU/s320/tumblr_mafacvRrXJ1rou9p1o1_1280.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cinta tak pernah meminta untuk menanti..&lt;br /&gt; Ia mempersilakan..&lt;br /&gt; Atau mengambil kesempatan..&lt;br /&gt; Yang pertama adalah pengorbanan..&lt;br /&gt; Yang kedua adalah keberanian..&lt;br /&gt; (Jalan Cinta Para Pejuang_ Salim A Fillah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jamaah ini bukan jamaah malaikat tanpa hasrat..&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;text_exposed_show&quot;&gt;
 Meski tiap pertemuan ada sekat dan hijab, tetap saja fitnah bersiap siaga menjerat..&lt;br /&gt; Suatu fitrah nan indah dari Sang Pencipta..&lt;br /&gt; Tentu saja tak layak diumbar tanpa ikatan yang sah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot; Nantikan ku di batas waktu, ya ukhti &quot; jelas bukanlah risalah yang dibenarkan syariat, yaa Akhi..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Belajarlah dari kisah romansa &#39;Ali dan Fatimah..&lt;br /&gt; Yang sebenarnya saling memendam rasa begitu lama..&lt;br /&gt; Namun tak jua Sang Pria memberanikan diri memulainya walau lamaran Abu Bakar dan Umar al Khattab telah bermula..&lt;br /&gt; Apalah aku ini, pikir sang pemuda, hanya seorang pemuda yang tak berpunya bahkan sekadar mahar seadanya..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tapi lihatlah ketika Allah berkehendak..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot; Aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja..&lt;br /&gt; Aku puas menerima barang itu dari tanganmu..&lt;br /&gt;
 Hai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah &#39;Azza wa jalla sebenarnya 
sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan 
engkau di bumi! &quot;&lt;br /&gt; Demikian perkataan Sang Rasul dalam riwayat yang diceritakan Ummu Salmah RA..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sungguh, sebuah Romansa cinta penuh gairah ketaatan pada Robb nya yang syetan pun tak mereka kabari gejolaknya..&lt;br /&gt; Dan cinta pun bersemi indah hingga ke surga..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka mencinta lah sejantan &#39;Ali..&lt;br /&gt; Menyimpan rapat di hati atau persilakan sang pujaan meniti mencari ridha Illaahi tanpa engkau temani..&lt;br /&gt; Materi bukan halangan berarti, ya Akhi..&lt;br /&gt; Cukuplah janji Allah engkau yakini..&lt;br /&gt; Maka Bismillaah…mantapkan hati..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot; Nikahkan aku dengan nya, Yaa Abi… &quot; atau &quot; Ta&#39;aruf-kan Ana dengan si ikhwan, Wahai Murabbi…&quot;&lt;br /&gt; Begitu syariat mengajarkan kita, Yaa Ukhti..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot; Tapi kan, kita ini akhwat..&lt;br /&gt; Masa iya kita yang memulai?, &quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ohoho...terlupakah kita kekasih sang Rasulullah, Bunda Khadijah?,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Dengan selisih umur yang tak sedikit, dengan status janda dan bujang, 
dengan strata sosial yang tak sepadan, cinta mereka pun menjadi kisah 
cinta mengagumkan..&lt;br /&gt; Cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah tak lagi di sisi..&lt;br /&gt;
 Bahkan Sang Rasul menangis ketika ditanya kesediaannya untuk kembali 
menikah sembari berkata, &quot; Masih adakah orang lain setelah Khadijah?, &quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;
 Sejarah telah mencatat, tak berkurang izzahnya sang muslimah ketika 
mengutarakan isi hatinya agar bisa terjaga dalam bingkai yang sah..&lt;br /&gt; Lantas, apa yang engkau khawatirkan, wahai Muslimah?,&lt;br /&gt; Tak khawatirkah dirimu syetan merajai benak mu hingga berzina-lah hati mu sepanjang masa menunggu pangeran impian mu itu?,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Di Jalan Cinta Para pejuang, kita belajar untuk bertanggung jawab atas perasaan kita..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Maka bertanggung jawablah atas apa yang engkau rasa..&lt;br /&gt; Mengutarakannya dengan cara syariat jelas bukanlah dosa..&lt;br /&gt; Bermain-main dengan gejolak hati justru memancing datangnya syetan penggoda..&lt;br /&gt; Tanyakan hati mu seberapa kuat diri mu menahannya..&lt;br /&gt; Ingat juga syetan tak kenal putus asa..&lt;br /&gt; Dan kita bukanlah pribadi terjaga bak &#39;Ali dan Fatimah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tak selalu cinta bersemi di taman cinta hingga abadi..&lt;br /&gt; Penerimaannya memekarkan benih di hati..&lt;br /&gt; Tentu penolakan bukanlah tanda berakhirnya hari-hari..&lt;br /&gt; Ia adalah jalan yang dipilih ALLAH..&lt;br /&gt; Mungkin juga pertanda belum siapnya melangkah..&lt;br /&gt; Hingga perlu berbenah hingga yang terbaik menurut-NYA menyapa..&lt;br /&gt; Yakinlah IA Maha Tahu yang terbaik untuk kita..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kau dan aku telah memilih langkah..&lt;br /&gt; Dan di jalan juang lah kita berada..&lt;br /&gt; Sebuah jalan yang tak ada pertolongan selain kekuatan NYA..&lt;br /&gt; Dan pertolongan kan sirna ketika kita hiasi jalan juang ini dengan maksiat atas sucinya fitrah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span&gt; (Dakwatuna/&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class=&quot;word_break&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cintahakikiindonesia.blogspot.c&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;/wbr&gt;&lt;span class=&quot;word_break&quot;&gt;&lt;/span&gt;om)&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6031366838546747208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6031366838546747208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/kalau-cinta-jangan-maksiat.html' title='Kalau Cinta Jangan Maksiat'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi956khMJ2C3til0-rUETSxty8scT3F6lBmBuAgAziEss-wgse2FJge788DfyXk_okZMAG_xMMXHiS5aGOT-aGdibsDdnlVD45YiHETTrEnr5p6AW9pVQvjLf6vQmRFiEn-2ldYzqcQ8CU/s72-c/tumblr_mafacvRrXJ1rou9p1o1_1280.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-4256420790272686972</id><published>2012-10-11T15:24:00.001+07:00</published><updated>2012-10-11T15:24:56.865+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNMz0Ma_G9PXVKmWmWKvwiTTPPTbjYQo4LUZUQVAnBPgubw3q8crLy0m17r_jsFTmEGWkiLLbFzjvJ-qov4Dea_Ews2gEgJS9X6iXALhX7ygxDHElb8Br3WlEICFmbEKhxSux4VRVuz7g/s1600/kesulitan-hidup.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;198&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNMz0Ma_G9PXVKmWmWKvwiTTPPTbjYQo4LUZUQVAnBPgubw3q8crLy0m17r_jsFTmEGWkiLLbFzjvJ-qov4Dea_Ews2gEgJS9X6iXALhX7ygxDHElb8Br3WlEICFmbEKhxSux4VRVuz7g/s320/kesulitan-hidup.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup seorang manusia tidak akan pernah lepas dari kesusahan, 
kesempitan hidup, kesedihan, musibah dan cobaan. Dalam kondisi sempit 
seperti itu, tiada tempat yang lebih baik untuk mengadu dan meminta 
selain Allah Subhanahu wa Ta&#39;ala, Rabb yang menurunkan ujian kepada 
hamba-Nya untuk hikmah tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa salam telah mengajarkan kepada kita
 untuk kembali kepada Allah Ta&#39;ala saat berbagai kesusahan dan 
kesempitan hidup mendera kita. Kita harus kembali kepada Allah Ta&#39;ala 
dengan memuji-Nya, mengagungkan-Nya dan mengesakan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu &#39;anhuma berkata: &quot;Jika sedang 
menghadapi sebuah kesusahan, Nabi Shallallahu &#39;alaihi wa salam biasa 
membaca doa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;div dir=&quot;RTL&quot;&gt;
«لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَلِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ 
إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ
 السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ رَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ»&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;&lt;em&gt;Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha 
Mengetahui lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain 
Allah Pemilik &#39;arsy yang agung. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain 
Allah pemilik langit, pemilik bumi dan pemilik &#39;arsy yang mulia&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;(HR. Bukhari no. 7426 dan Muslim no. 2730)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Imam Yahya bin Syaraf An-Nawawi &lt;/strong&gt;berkata: &quot;Ini adalah
 sebuah hadits yang agung, wajib diperhatikan dan harus sering dibaca 
saat menghadapi kesusahan hidup dan perkara-perkara yang berat.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Imam Muhammad bin Jarir Ath-Thabari &lt;/strong&gt;berkata: &quot;Generasi salaf (sahabat) sering membaca doa ini dan mereka menyebutnya doa kesusahan hidup.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

(&lt;a href=&quot;http://arrahmah.com/read/2012/10/05/23723-doa-saat-menghadapi-kesusahan-dan-kesempitan-hidup.html&quot; rel=&quot;content&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;arrahmah.com&lt;/a&gt;/cintahakikiindonesia)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/4256420790272686972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/4256420790272686972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/doa-saat-menghadapi-kesusahan-dan.html' title='Doa saat menghadapi kesusahan dan kesempitan hidup'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNMz0Ma_G9PXVKmWmWKvwiTTPPTbjYQo4LUZUQVAnBPgubw3q8crLy0m17r_jsFTmEGWkiLLbFzjvJ-qov4Dea_Ews2gEgJS9X6iXALhX7ygxDHElb8Br3WlEICFmbEKhxSux4VRVuz7g/s72-c/kesulitan-hidup.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-2544960395708185321</id><published>2012-10-11T14:59:00.000+07:00</published><updated>2012-10-11T15:00:21.753+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Muslimah"/><title type='text'>Lelaki Dapat Bidadari di Surga, Lalu Perempuan Dapat Apa?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDeaOfY4BEV3QuPj6GmBRt21mUIoy0qXZAGsIWdgJejLwP3h-SZ-dehaJTFzHtCr6SxYsiaohahQn9b_bxkjfMVKi_GROT0L6K7taQhMeJ58J0ZLneCv4llt1k7wXp_btMI14hWyLR9qU/s1600/muslim-wedding_64.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDeaOfY4BEV3QuPj6GmBRt21mUIoy0qXZAGsIWdgJejLwP3h-SZ-dehaJTFzHtCr6SxYsiaohahQn9b_bxkjfMVKi_GROT0L6K7taQhMeJ58J0ZLneCv4llt1k7wXp_btMI14hWyLR9qU/s1600/muslim-wedding_64.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan dan tujuan hidup setiap manusia di dunia ini adalah, untuk 
memperoleh tempat terindah setelah kematiannya kelak, mendapatkan 
kenikmatan dan kebahagian hakiki, surga Allah SWT yang penuh keindahan 
disana.&amp;nbsp; Karena itu merupakan tujuan utama kehidupan manusia di alam 
fana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang manusiapun yang ingin terjerumus kedalam siksaan 
pedih api neraka. Namun sangat disayangkan, tujuan utama itu terkadang 
hanya dijadikan angan-angan dan hayalan belaka oleh mayoritas manusia 
tanpa menempuh jalan dan beramal saleh yang membawa dirinya masuk ke 
dalam Surga. Tentu tindakan dan sikap seperti ini merupakan hal yang 
lucu bahkan termasuk golongan yang tidak tahu diri. Naudzubillahi 
mindzalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surga hanya diperuntukkan sebagai ganjaran bagi hamba-hamba Allah 
yang saleh, yang taat terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala 
larangan-Nya. Allah swt menceritakan berbagai macam fasilitas dan 
kenikmatan yang didapatkan di dalam surga agar manusia tertarik dan 
termotivasi untuk beramal saleh, bergegas untuk beribadah dan berlomba 
dalam kebaikan. Ketika kita membuka lembaran-lembaran ayat suci al 
Quran, kita menemukan bahwa Allah SWT ketika menyebut amalan shaleh, Dia
 mengiringinya dengan menyebut ganjaran pahala dan perolehan surga yang 
dihiasai dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, berbagaimacam 
buah-buahan kesukaan manusia, kebun yang indah, istana megah yang 
terbuat dari emas dan mutiara, tempat tidur, permadani dan bantal&amp;nbsp; dari 
emas&amp;nbsp; dan permata. Tak ada kehidupan yang paling indah selain di alam 
surga sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, Allah SWT juga menceritakan bahwa di dalamnya terdapat 
bidadari-bidadari cantik bermata jeli yang menjadi isteri bagi kaum Adam
 yang berada di Surga.&amp;nbsp;Dalilnya adalah firman Allah SWT dalam surat Ar 
rahman, ayat 46-54. dan surat al Waaqi’ah, ayat 11-40.&lt;br /&gt;
Allah juga berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (40)
 أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (41) فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ 
(42) فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (43) عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (44) 
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (45) بَيْضَاءَ لَذَّةٍ 
لِلشَّارِبِينَ (46) لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ 
(47) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ (48) كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ 
مَكْنُونٌ (49)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Mereka itu
 memperoleh rezki yang tertentu, yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah 
orang-rang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh nikmat, di 
atas tahta tahta kebesaran berhadap-hadapan. Diedarkan kepada mereka 
gelas yang berisi khamer dari sungai yang mengalir. Warnanya putih 
bersih, sedap rasanya bagi orang orang yang minum. Tidak ada dalam 
khamer itu al kohol dan mereka tiada mabuk karenanya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disisi mereka ada 
bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya, 
seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan 
baik. ( QS : Ash Shaaffaat, 40-49).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa Allah SWT menceritakan Bidadari bermata jeli yang merupakan 
isteri untuk kaum lelaki surga dan tidak menceritakan suami-suami untuk 
kaum wanita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah menciptakan putera-putera Adam dengan tabiat yang unik, yaitu 
sangat tertarik dan senang terhadap wanita yang cantik. Anak Adam ini 
sanggup berkorban dan melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita yang 
disukainya, Maka Allah swt menyebut para bidadari yang cantik, bermata 
jeli sebagai ganjaran bagi mereka yang beriman. Dengan tujuan, agar anak
 Adam yang penuh ego ini tertarik dan berlomba-lomba beribadah kepada 
Allah, antusias beramal shaleh, dan berbuat baik terhadap sesama dan 
lingkungan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan perempuan yang memiliki sifat pemalu, bahkan sangat 
malu sekali. Tabiat wanita sekalipun suka terhadap lelaki namun perasaan
 malu yang dimilikinya dapat menahan dirinya untuk menampakan rasa suka 
itu. Dengan demikian Allah SWT tidak mendorong dan memotivasi kaum hawa 
untuk beramal shaleh dengan cara menceritakan ganjaran yang membuat 
mereka malu ketika dibaca atau didengar. Misalnya, dengan menceritakan 
keperkasaan, ketampanan, keanggunan, dan keshalehan pasangan yang mereka
 dapatkan di surga kelak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT tidak memotiviasi mereka dengan hal seperti itu. Namun 
dengan tidak menyebut pasangan yang mereka dapatkan, bukan berarti Allah
 SWT tidak memberikan pasangan di surga. Wanita shalehah yang tidak 
menikah di dunia atau wanita shalehah yang sudah menikah di dunia tetapi
 suaminya kelak masuk nereka, mereka akan mendapatkan pasangan lelaki 
perkasa, tampan, penuh romantis dari golongan manusia yang menyejukan 
hati dan pandangan mata mereka di dalam surga. Bagaimanapun cantik 
jelitanya bidadari di Surga sana, namun tetap lebih cantik dan mulia 
wanita shalehah yang pernah hidup di dunia. Disebabkan ibadah dan 
ketaatan yang mereka lakukan semasa hidup di dunia. Mereka tidak akan 
mengalami rasa letih, tidak akan tua dan mereka akan tetap perawan 
selama-lamanya. Subhanallah…&lt;br /&gt;
Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الجنة لا يدخلها عجوز إن الله إذا أدخلهن الجنة&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
حولهن أبكارًا.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu anha, rasulullah saw bersabda : Sungguh 
surga itu tidak dimasuki oleh perempuan tua, sesungguh Allah apabila 
memasukan mereka kedalam surga Dia akan merubahnya menjadi 
perawan-perawan. ( HR Ath Thabrani )&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadis ini dhaif, karena di dalam sanadnya terdapat perawi bernama 
Mus’idah Bin al Yasa’, dia adalah perawi lemah. Begitu penuturan Ibnu 
Hajr al Haitsami dalam kitab Majmauz zawaidnya.&lt;br /&gt;
Di dalam surga tidak ada seorangpun manusia yang tidak memperoleh 
pasangan, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana hadis Rasulullah 
saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu 
Hurairah radhiallahu ‘ahu beliau bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
,وَمَا فِى الْجَنَّةِ أَعْزَبُ&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tidak ada seorang pun di dalam surga itu yang sendirian (tidak mempunyai pasangan).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Jadi baik laki-laki atau perempan penghuni surga yang tidak 
mendapatkan pasangan di dunia, Allah akan menikahkan mereka di surga 
kelak dengan pasangan penghuni surga. Tidak usah merasa terzolimi karena
 sekedar Allah tidak menyebutkan pasangan bagi kaum perempuan di Surga 
kelak. Allah SWT Maha Adil terhadap hamba Nya, tak ada seorang hambapun 
yang dizolimi Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Oleh, Bohri Rahman, Lc.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Penulis adalah Alumnus Universitas Al Azhar Kairo dan kontributor ISCO (Islamic Studies Center Online)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(muslimahzone.com/cintahakikiindonesia.blogspot.com)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2544960395708185321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2544960395708185321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/10/lelaki-dapat-bidadari-di-surga-lalu.html' title='Lelaki Dapat Bidadari di Surga, Lalu Perempuan Dapat Apa?'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDeaOfY4BEV3QuPj6GmBRt21mUIoy0qXZAGsIWdgJejLwP3h-SZ-dehaJTFzHtCr6SxYsiaohahQn9b_bxkjfMVKi_GROT0L6K7taQhMeJ58J0ZLneCv4llt1k7wXp_btMI14hWyLR9qU/s72-c/muslim-wedding_64.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3812917982082345355</id><published>2012-09-25T12:07:00.002+07:00</published><updated>2012-09-25T12:07:22.797+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah"/><title type='text'>Kisah Mualaf Cilik Yang Menyentuh</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYmWDWjdO3IjfJC_LRYGYAzcIRC36YEy9jEhP4U2TQzxQQTdCbSYs6SXhAppY2hoZPm9sbhrHBueRZnInbyDmwAil0CkDVzfT_vLt3_wwcrUyCg6xNLW9GT5JxAovN8wyk7h1FeNBY5FQ/s1600/jalanhidayah-allah-300x199.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYmWDWjdO3IjfJC_LRYGYAzcIRC36YEy9jEhP4U2TQzxQQTdCbSYs6SXhAppY2hoZPm9sbhrHBueRZnInbyDmwAil0CkDVzfT_vLt3_wwcrUyCg6xNLW9GT5JxAovN8wyk7h1FeNBY5FQ/s1600/jalanhidayah-allah-300x199.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta 
keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes 
dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia 
mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman 
Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya 
orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa 
menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan 
pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes 
beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu 
kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa 
lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk 
kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja 
Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain 
juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, 
sebagaikepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama 
beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga 
sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah 
yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak 
melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi 
bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan 
ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari 
keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. 
Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh 
sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera 
melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah 
utara Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat 
itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih 
saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak 
kunjung membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, 
meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada
 di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes 
ihwal permintaan putra bungsunya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.&lt;br /&gt;
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran 
yang masih menggelayut dalam benak. Di dalam, Rio berucap, “Tapi 
udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana 
nggak ada batasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah 
hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat 
kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.&lt;br /&gt;
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,”
 jawab Martono. “Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio 
tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.&lt;br /&gt;

Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan 
yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia
 kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, 
membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. 
Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan 
maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, 
mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis 
saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas 
terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. 
Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan 
berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih
 aja.” Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio 
ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio
 kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian 
dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap 
harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di 
Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;Sepeninggal Rio&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia 
mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, 
“Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada
 saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK 
dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik
 adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah. Saat itu 
Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga 
dikasih?” “Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya 
untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang 
dibutuhkan Rp. 17.850.000. Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka
 dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak 
lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari 
Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di 
rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes 
via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu 
Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan, 
“Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. 
Kalo Mama kangen, berdoa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes 
mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari 
seorang Psikolog selama 6 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang 
berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu 
tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam 
mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Alquran
 dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak 
mendapat jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis 
tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang,
 dan spontan berucap “Astaghfirullah.” Tak lama kemudian, akhirnya Agnes
 menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap
 umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat 
mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes 
berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita 
penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai 
orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan 
shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. 
Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai 
alasan.&lt;br /&gt;

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis 
seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya
 Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan 
menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono. “Maafkan saya, Pah. Saya 
duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala
 resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.&lt;br /&gt;

Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di 
persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra 
pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia Agustus-an 
di lingkungan tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa 
hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di
 SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena 
perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di 
kantor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog
 Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk 
orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” 
ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, 
mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga 
bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang 
Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia 
pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta 
lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan 
lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes 
terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun
 spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono
 langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air 
mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”&lt;br /&gt;

Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.&lt;br /&gt;
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya
 memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, 
esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sumber: &lt;a href=&quot;http://mualaf.com/&quot;&gt;mualaf.com&lt;/a&gt;)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3812917982082345355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3812917982082345355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/kisah-mualaf-cilik-yang-menyentuh.html' title='Kisah Mualaf Cilik Yang Menyentuh'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYmWDWjdO3IjfJC_LRYGYAzcIRC36YEy9jEhP4U2TQzxQQTdCbSYs6SXhAppY2hoZPm9sbhrHBueRZnInbyDmwAil0CkDVzfT_vLt3_wwcrUyCg6xNLW9GT5JxAovN8wyk7h1FeNBY5FQ/s72-c/jalanhidayah-allah-300x199.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3239614034626412866</id><published>2012-09-25T09:56:00.003+07:00</published><updated>2012-09-25T09:56:59.649+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'> Debat 1 Da’i VS 20 Pendeta Dihadiri 10.000 Orang = 144 Masuk Islam, Termasuk 3 Pendeta</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT0Z8CWoYIXK_6mQrvon8z1OyidBYs9BZWd6VrnYQyE9TJsFjgX0ABUJuf4Ep0VImE_CTCIs_87Lo50spqwvAeP38a9CJSGQstfx2zGCuM5yYP7UN62cwhUFbTOpNXyBvNSkRTBJ5Djnc/s1600/36407_408186341285_3295549_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT0Z8CWoYIXK_6mQrvon8z1OyidBYs9BZWd6VrnYQyE9TJsFjgX0ABUJuf4Ep0VImE_CTCIs_87Lo50spqwvAeP38a9CJSGQstfx2zGCuM5yYP7UN62cwhUFbTOpNXyBvNSkRTBJ5Djnc/s400/36407_408186341285_3295549_n.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kabar gembira datang dari Ethiopia seputar perkembangan dakwah terbaru di sana Allahu Akbar.

&lt;br /&gt;

  Direktur pelaksana Dewan Internasional Untuk Pengenalan Islam (DIUPI),
 yang merupakan subordinat dari lembaga Islam Internasional, Rabithah 
Alam Islami, Syaikh Shalih bin Muhammad bin Abdul Wahid memuji kerja 
keras yang diupayakan kerajaan Arab Saudi di bidang dakwah kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Syaikh Shalih Abdul Wahid dalam keterangan persnya kepada kantor 
berita Saudi (WAS) melaporkan, buah pertama yang telah dipetik dari 
proyek ini adalah debat yang diselenggarakan di Ethiopia oleh salah 
seorang Da’i DIUPI di sana, yaitu Syaikh Qamar Husain, pengarang dua 
buah buku tentang Islam, Injil dan Taurat. Kedua bukunya itu laku keras,
 sampai-sampai kebanyakan pendeta di sana tergerak untuk membacanya. Hal
 itu mendorong mereka untuk meminta bertemu langsung dengan Syaikh 
Qamar. Jumlah mereka ada 20 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Syaikh Shalih menjelaskan, setelah pertemuan itu, para pendeta itu 
meminta diadakannya debat terbuka di hadapan publik. Tak ayal, sekitar 
10.000 orang yang terdiri dari umat Islam dan umat Nasrani hadir dalam 
debat terbuka yang bersejarah itu. Debat yang berlangsung selama 6 jam 
itu terfokus pada tiga tema. Hasilnya sungguh amat mencengangkan 
sekaligus menggembirakan kubu Islam di mana setelah debat itu usai, 144 
orang yang terdiri dari laki-laki dan wanita masuk Islam dalam satu 
waktu, di antara mereka terdapat 3 orang pendeta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Lebih lanjut Syaikh Shalih menambahkan, ketiga pendeta itu merasakan 
nikmatnya Islam dan setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat mereka 
bercita-cita untuk melaksanakan ibadah Haji. Cita-cita tersebut diamini 
oleh pihak DIUPI yang menyatakan kesediaannya menanggung ongkos haji 
ketiga muallaf tersebut bersama sejumlah Da’i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Salah satu tema yang sangat menonjol sehingga menggugah hati para 
muallaf itu untuk masuk Islam dalam debat itu, seperti yang disiratkan 
Syaikh Shalih adalah apa yang dilakukan sang Da’i, Qamar Husain yang 
mengajak mereka berdiskusi seputar syubhat yang terdapat dalam kedua 
buku karyanya tersebut, terlebih karena beliau sudah hafal di luar 
kepala isi kedua bukunya itu. Ditambah lagi dengan diadakannya dialog 
bersama para pendeta itu di lokasi kiblat yang penyebutannya terdapat 
dalam Taurat mereka. Dalam hal ini, Da’i Islam itu membantah pendapat 
mereka melalui teks-teks Taurat yang menyatakan bahwa Nabi Isa AS 
menyebutkan agar mereka menghadap kiblat selain Baitul Maqdis 
sepeninggal beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Informasi yang terdapat dalam teks Taurat tersebut menurut Syaik 
Qamar, tidak berani diotak-atik oleh para pendeta maupun 
diinterpretasikan. Karenanya, beliau mengingatkan mereka terkait hal itu
 dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah yang berbunyi 
(artinya),“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, 
maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu 
berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang 
(Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang 
mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari 
Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka 
kerjakan.” (QS.al-Baqarah:144)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Syaikh Shalih, direktur pelaksana DIUPI menjelaskan, misi DIUPI adalah
 memperkenalkan Islam, dengan target memperkenalkan keindahan-keindahan 
Islam, mempublikasikan gambaran yang benar tentang masyarakat Islam 
dalam beragam bahasa, membela Islam di seluruh medan kehidupan serta 
bekerja untuk merealisasikan risalah Islam dalam menyebarkan keamanan, 
kedamaian, pembangunan peradaban, menjaga hak-hak Islam dan menyebarkan 
risalah Islam yang abadi ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;


  Ia menyebutkan, DIUP memiliki 10 proyek saat ini, di antaranya Kafalah
 Du’at (Menanggung biaya hidup para Da’i) dan mereka yang mengenalkan 
Islam kepada umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Alsofwah </content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3239614034626412866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3239614034626412866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/debat-1-dai-vs-20-pendeta-dihadiri.html' title=' Debat 1 Da’i VS 20 Pendeta Dihadiri 10.000 Orang = 144 Masuk Islam, Termasuk 3 Pendeta'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT0Z8CWoYIXK_6mQrvon8z1OyidBYs9BZWd6VrnYQyE9TJsFjgX0ABUJuf4Ep0VImE_CTCIs_87Lo50spqwvAeP38a9CJSGQstfx2zGCuM5yYP7UN62cwhUFbTOpNXyBvNSkRTBJ5Djnc/s72-c/36407_408186341285_3295549_n.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-5270513755882238718</id><published>2012-09-25T09:33:00.001+07:00</published><updated>2012-09-25T09:33:16.104+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ajal Menjemput Setelah Sholat Dalam Posisi Sujud (Terekam CCTV)</title><content type='html'>&lt;embed allowfullscreen=&quot;true&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; flashvars=&quot;&amp;amp;file=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DmhXdsVTYfQA&amp;amp;image=http%3A%2F%2Fstatic.arrahmah.net%2Fimg%2Fplaceholder%2F650x375_990000_FFFFFF.png&amp;amp;mute=true&amp;amp;plugins=viral-2d&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://static.arrahmah.net/player/player.swf&quot; width=&quot;600&quot;&gt;&lt;/embed&gt;
   
   
    &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix5bllts7DPbl9TmBvOBxPnHsYgr0bU6UDr3ULPvLF3hqMz10BEzaMLx_2zOPbbzuLC_bcnpzaQzo4gC8qpeFah9w_yaOGgj7T6rPiHSB1u0uGHkMECcqQLeZIQr9PFkqyFpUOqqFyRPo/s1600/untitled.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix5bllts7DPbl9TmBvOBxPnHsYgr0bU6UDr3ULPvLF3hqMz10BEzaMLx_2zOPbbzuLC_bcnpzaQzo4gC8qpeFah9w_yaOGgj7T6rPiHSB1u0uGHkMECcqQLeZIQr9PFkqyFpUOqqFyRPo/s320/untitled.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tiada impian pun yang sangat indah di dunia ini bagi muslim tuk wafat dalam keadaan sholat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Malaikat Maut datang menghampiri untuk menjemput seseorang 
karena ajalnya telah tiba, maka orang itu tidak akan luput dari padanya,
 kemanapun ia akan berlari untuk bersembunyi, meskipun ia dirawat dan 
dikelilingi oleh team dokter yang paling ahli sekalipun, dengan 
peralatan tekhnologi medis yang paling canggih dan mutakhir sekalipun. 
Semua itu tidak akan dapat menolong dan menghindar daripada kematiannya.
 Sebagaimana ditegaskan dalam Quran :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katakanlah: &quot;Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka 
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan 
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, 
lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan&quot;.&lt;br /&gt;
( QS. 
Al-Jumuah : 8 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatikan khutbah Rasulullah saw. Berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah sebelum kamu sekalian mati, 
dan bersegeralah memperbanyak amal salih sebelum kamu sibuk ( tidak 
punya kesempatan ), jalinlah komunikasi antara kamu dengan Tuhanmu 
dengan memperbanyak dzikir ( mengingat ) kepadaNya, perbanyaklah sedekah
 baik secara terang-terangan maupun rahasia, maka kamu akan dianugerahi 
rezeki, pertolongan dan diberi ganti yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorangpun yang tahu, kapan kematian itu akan datang 
menghampiri dan menjemputnya. Yang pasti apabila saat itu telah tiba, 
maka tidak dapat dimajukan dan tidak pula dimundurkan walaupun hanya 
sedetik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot; Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, 
maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak 
(pula) mendahulukan (nya).&lt;br /&gt;
( QS. Yunus : 49 ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika seseorang berada dalam situasi tekanan kematian(sakaratul maut)
 dan nyawa sudah sampai pada kerongkongannya, maka diperlihatkanlah 
tempat yang dihuninya kelak, apakah tempat itu indah dan membahagiakan 
ataukah sebaliknya tempat itu menyeramkan atau menakutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat,&lt;br /&gt;
(QS.Al-Waqiah : 83-84).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana halnya yang disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya ruh orang mumin itu tidaklah keluar( mati ), sehingga ia 
melihat tempatnya di surga. Dan ruh orang kafir itu tidaklah akan 
keluar(mati), sehingga ia melihat tempatnya di neraka. Tiap-tiap yang 
berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah 
disempurnakan pahalamu&lt;br /&gt;
( QS. Ali Imran : 185 )</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/5270513755882238718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/5270513755882238718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/ajal-menjemput-setelah-sholat-dalam.html' title='Ajal Menjemput Setelah Sholat Dalam Posisi Sujud (Terekam CCTV)'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix5bllts7DPbl9TmBvOBxPnHsYgr0bU6UDr3ULPvLF3hqMz10BEzaMLx_2zOPbbzuLC_bcnpzaQzo4gC8qpeFah9w_yaOGgj7T6rPiHSB1u0uGHkMECcqQLeZIQr9PFkqyFpUOqqFyRPo/s72-c/untitled.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-7851556936032005417</id><published>2012-09-24T10:51:00.001+07:00</published><updated>2012-09-24T10:53:48.432+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>Alhamdulillah, Kampus Katolik Filipina Akhirnya Hapus Larangan Jilbab</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;entry-content&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR0IiDBj7dLgY-Y2ArnqQwMkiibX6f1iiYRMsJdkVOO0c1XIYKSMlMgJgafPUvswZDdJTdN27RaxkWKAWZ2whREjadIXp67jnhd3l-AIU114Ktw8xaRLZ3VszGMk0O-kDVJF_zgGljyRg/s1600/muslimah-filipina.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;236&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR0IiDBj7dLgY-Y2ArnqQwMkiibX6f1iiYRMsJdkVOO0c1XIYKSMlMgJgafPUvswZDdJTdN27RaxkWKAWZ2whREjadIXp67jnhd3l-AIU114Ktw8xaRLZ3VszGMk0O-kDVJF_zgGljyRg/s400/muslimah-filipina.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Pilar 
College soal larangan berjilbab bagi mahasiswi Muslim melunak. Kampus 
Katolik tertua di Mindanao itu, akhirnya memutuskan mencabut larangan 
jilbab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal serupa juga dikuti sekolah Katolik lainnya, yakni sekolah Bisnis 
Administrasi Mindanao. Perwakilan Religious of the Virgin Mary, Suster 
Ma Fe Gerodias membenarkan keputusan tersebut. Namun, sebelum keputusan 
diberlakukan pihak kampus tetap memberlakukan aturan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aturan efektif dicabut 13 Juni 2013 mendatang,” kata dia seperti dikutip &lt;i&gt;Philipina Daily&lt;/i&gt;, Selasa (18/9/2012).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerodias menjelaskan pihaknya telah berbicara dengan berbagai pihak. 
Pada pertemuan itu, pihaknya memutuskan mencabut aturan tersebut. “Yang 
perlu Anda ketahui, aturan ini baru kami berlakukan satu bulan,” 
katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakannya, pimpinan kampus juga berencana menggelar dialog dengan 
seluruh elemen kampus. Ini dilakukan karena pihaknya menyadari butuh 
penyesuaian guna menghindari sentimen dan prasangka.&lt;br /&gt;
“Kami telah berbicara dengan Komisi Nasional Muslim Filipina. Mereka 
setuju ambil bagian dalam memberikan pemahaman budaya Islam,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihak kampus, masih kata Gerodias, juga berencana memberikan materi 
khusus hubungan Islam-Kristen. Harapannya, materi khusus ini akan 
mendorong dialog antar keyakinan di kalangan umat Islam dan Kristen.&lt;br /&gt;
Sementara sekolah Bisnis Administrasi sempat melarang mahasiswinya 
mengenakan jilbab. Namun, atas alasan menghormati kebebasan beragama, 
maka aturan itu segera dicabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami telah memikirkan ini. Jadi, bukan keputusan yang ditetapkan semalam,” ungkap Anne Piccio, Dekan kampus Katolik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, seluruh elemen kampus menyatakan setuju dengan keputusan 
tersebut. Mereka juga mendukung upaya pimpinan kampus menggelar dialog 
lanjutan dengan harapan masalah tersebut tuntas tanpa menyisakan perkara
 di masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;a href=&quot;http://muslimahzone.com/&quot;&gt;Muslimahzone.com&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot;&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7851556936032005417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/7851556936032005417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/alhamdulillah-kampus-katolik-filipina.html' title='Alhamdulillah, Kampus Katolik Filipina Akhirnya Hapus Larangan Jilbab'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR0IiDBj7dLgY-Y2ArnqQwMkiibX6f1iiYRMsJdkVOO0c1XIYKSMlMgJgafPUvswZDdJTdN27RaxkWKAWZ2whREjadIXp67jnhd3l-AIU114Ktw8xaRLZ3VszGMk0O-kDVJF_zgGljyRg/s72-c/muslimah-filipina.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-845048985243393166</id><published>2012-09-24T10:42:00.001+07:00</published><updated>2012-09-24T10:54:02.801+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nasional"/><title type='text'> Ribuan Pelajar Rohis gelar aksi tuntut Metro TV minta maaf atas stigma teroris</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirVQHJ0WcNZRzHo1wgQtpFPIfsYyp3qSZKRFtcTL9M2Ki-KLsQrsjNyaWrmkXZ3vxedsdFqWt5eLsVP5Rn2y5zFIOwzAGUk7UuZpHrKwB8CoKYp77MaZh87VGvz7QWnio3WrT0i3iorec/s1600/aksi_rohis_lawan_metrotv.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirVQHJ0WcNZRzHo1wgQtpFPIfsYyp3qSZKRFtcTL9M2Ki-KLsQrsjNyaWrmkXZ3vxedsdFqWt5eLsVP5Rn2y5zFIOwzAGUk7UuZpHrKwB8CoKYp77MaZh87VGvz7QWnio3WrT0i3iorec/s400/aksi_rohis_lawan_metrotv.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan
 pelajar Muslim yang tergabung dalam Rohani Islam se Jabodetabek 
menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi itu 
merupakan bentuk protes atas pemberitaan di sejumlah media yang 
menyebutkan kegiatan ekstrakulikuler kerohanian Islam (rohis) di sekolah
 adalah sarang teroris dan menuntut Metro TV untuk meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami di sini karena dilandasi rasa keprihatinan yang mendalam 
terhadap pemberitaan di media yang menyudutkan kegiatan rohis di tingkat
 sekolah, baik SMP dan SMA. Seolah-olah kegiatan kami berbau teroris, 
padahal itu tidak benar,&quot; kata koordinator aksi, Fauzan Hakim dikutip 
dari &lt;i&gt;viva.co.id&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, beberapa berita media telah memberikan citra buruk 
terhadap kegiatan rohis, bahkan ketidakberimbangan dalam penyampaikan 
berita tersebut telah membentuk opini publik yang mengiring masyarakat 
untuk mewaspadai kegiatan rohis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami menyampaikan ajaran Islam dengan benar dan kegiatan rohis ini 
hanya ekstrakulikuler sekolah jadi tidak ada hubungannya dengan 
teroris,&quot; ujarnya&lt;br /&gt;
Dia berharap aksi ini dapat mengubah stigma masyarakat, sehingga 
kegiatan pelajar yang tergabung dalam ikatan rohis dapat kembali seperti
 semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Setelah ada berita itu, kami jadi agak susah melakukan perekrutan anggota baru, tapi semoga ke depan kembali normal,&quot; ucap dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksi damai ini diikuti oleh 3000 siswa ikatan rohis se-Jabodetabek. 
Mereka memulai aksi pukul 06.30 dan berakhir pukul 9.00. Mereka juga 
melakukan long march dari Sarinah ke Bundaran HI. Sebelum memulai 
aksinya mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan itu tidak 
mengakibatkan kemacetan karena bertepatan dengan &lt;i&gt;car free day.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam aksinya mereka membawa sejumlah poster. Poster-poster itu 
antara lain bertuliskan &#39;I love Rohis&#39; dan &#39;Smart = Sosial Media Aktivis
 Rohis Teladan&#39; dan &#39;Rohis bukan Teroris&#39;.&lt;br /&gt;
Seperti diberitakan, sebuah tayangan Metro TV yang menampilkan &amp;nbsp;pola 
rekruitmen terduga &#39;teroris&#39; muda. Dalam tanyangan tersebut, sasaran 
rekruitment teroris muda dari siswa SMP dan SMA di sekolah umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka
 yang masuk target rekruitmen adalah siswa yang masuk organisasi di 
masjid-masjid sekolah. Metro TV sendiri, menyebut tayangannya tersebut 
bersumber dari penelitian Bambang Pranowo dari UIN Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;a href=&quot;http://arrahmah.com/read/2012/09/23/23408-ribuan-pelajar-rohis-gelar-aksi-tuntut-metro-tv-minta-maaf-atas-stigma-teroris.html&quot; rel=&quot;content&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;arrahmah.com&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;cintahakikiindonesia&lt;/a&gt;)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/845048985243393166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/845048985243393166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/ribuan-pelajar-rohis-gelar-aksi-tuntut.html' title=' Ribuan Pelajar Rohis gelar aksi tuntut Metro TV minta maaf atas stigma teroris'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirVQHJ0WcNZRzHo1wgQtpFPIfsYyp3qSZKRFtcTL9M2Ki-KLsQrsjNyaWrmkXZ3vxedsdFqWt5eLsVP5Rn2y5zFIOwzAGUk7UuZpHrKwB8CoKYp77MaZh87VGvz7QWnio3WrT0i3iorec/s72-c/aksi_rohis_lawan_metrotv.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3423057303290607583</id><published>2012-09-24T10:03:00.001+07:00</published><updated>2012-09-24T10:54:46.459+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>Majalah Jerman ingin picu kemarahan umat Islam, akan terbitkan edisi yang menghina Nabi Muhammad</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmmnSLu3LI-FShvvoB8U3l8yhAx08ORZP2eWKf1CVRtYsupid5TPpdyuW_eUEiceBeAbjPFSHyeBTIFHPvBGbyLDCrOr9E4MsK0yiszcHVqXb2Ygzu2vh7AbcAlqSKjAhVqr3y2BRcNg/s1600/titanic-majalah-terlaknat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmmnSLu3LI-FShvvoB8U3l8yhAx08ORZP2eWKf1CVRtYsupid5TPpdyuW_eUEiceBeAbjPFSHyeBTIFHPvBGbyLDCrOr9E4MsK0yiszcHVqXb2Ygzu2vh7AbcAlqSKjAhVqr3y2BRcNg/s400/titanic-majalah-terlaknat.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang kafir benar-benar sengaja menyulut api kemarahan umat 
Islam melalui tindakan tak bermoral dengan melecehkan Nabi Muhammad 
(shalallahu &#39;alaihi wa sallam).
&lt;br /&gt;
Setelah tabloid Prancis&lt;i&gt; Charlie Hebdo&lt;/i&gt; dengan sengaja menerbitkan kartun yang menistakan Nabi Muhammad, sebuah majalah Jerman hendak mengkuti jejak.&lt;br /&gt;
Bulan ini, 28 September 2012, majalah &lt;i&gt;Titanic&lt;/i&gt; berencana akan menerbitkan edisi bulan Oktober dengan mencetak foto di &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt;
 depan yang menunjukkan Bettina Wulff, seorang istri mantan Presiden 
Jerman Christian Wulff, dirangkul dari belakang oleh pria berpakaian ala
 orang Arab dengan mengacungkan pisau belati di tangan kirinya.&lt;br /&gt;
Di &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; itu tertulis, yang artinya, &quot;Barat Bangkit: Bettina Wulff Menggarap Film Tentang Muhammad.&quot;&lt;br /&gt;
Majalah yang mencetak 100.000 eksemplar per bulan ini, awalnya 
menjadi terkenal pada bulan Juli lalu setelah mencetak gambar seorang 
Paus dengan noda kuning di jubahnya. Nampaknya &lt;i&gt;Titanic&lt;/i&gt; juga ingin mendapatkan &quot;keuntungan&quot; dengan melecehkan Rasulullah (shalallahu &#39;alaihi wa sallam).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&quot;Sekarang Muhammad menjadi buah bibir setiap orang dan kami bereaksi,&quot; kata editor majalah &lt;i&gt;Titanic&lt;/i&gt; Leo Fischer, dalam sebuah wawancara dengan mingguan Der Spiegel.&lt;br /&gt;
Fischer juga mengatakan bahwa kartun yang diterbitkan &lt;i&gt;Charlie Hebdo&lt;/i&gt; adalah respon terhadap dunia Islam yang memprotes film &lt;i&gt;&quot;Innocence of Muslims&lt;/i&gt;.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Pelecehan seperti ini diizinkan dan tidak ada batasannya. Saya belum
 bisa memprediksikan apakah majalah kami edisi selanjutnya akan 
menimbulkan protes lebih besar daripada yang terjadi saat ini,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Benar-benar memprovokasi kerusuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Membantah memanfaatkan propaganda sayap-kanan, Fischer mengklaim 
bahwa, &quot;Bettina Wulff bisa memberikan dorongan lebih jauh untuk 
kerusuhan dunia Muslim saat ini.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Provokasi yang murah sebagaimana film&amp;nbsp;&lt;i&gt;&quot;Innocence of Muslims&quot;&lt;/i&gt;
 membuat marah orang-orang di seluruh dunia - kita bisa bayangkan bahwa 
dalam situasi seperti itu Bettina Wulff juga mencoba untuk menarik 
dukungan dengan kritik murah terhadap Islam,&quot; kata Ficher.&lt;br /&gt;
&quot;Kami tahu itu tidak menyenangkan (bagi Muslim).&quot;&lt;br /&gt;
Fischer tidak menganggap Muslim di Eripa sebagai &quot;ekstrimis&quot;, dia 
bahkan mencela Muslim Eropa dengan mengatakan, &quot;Saya menganggap 
pandangan Muslim Eropa tidak lebih dari orang yang tergila-gila 
mengayunkan pedang untuk menjadi rasis.&quot;&lt;br /&gt;
&quot;Saya mengandalkan pemahaman mereka, dan ketidakacuhan mereka.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan keamanan karena takut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sama halnya dengan pemerintah Prancis yang segera memutuskan untuk 
menutup kedubesnya di negara-negara Muslim karena takut diserbu akibat 
ulah &lt;i&gt;Charlie Hebdo&lt;/i&gt;, pemerintah Jerman juga takut dan meningkatkan keamanan.&lt;br /&gt;
&quot;Kami telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di seluruh wilayah 
serta sejumlah personil keamanan,&quot; kata Menteri Luar Negeri Jerman Guido
 Westerwelle lepada para wartawan di Berlin, dikutip &lt;i&gt;Deutsche Welle&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Dia menambahkan bahwa instruksi penutupan kedubes dan&lt;i&gt; office&lt;/i&gt; Jerman lainnya layak dipertimbangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(&lt;a href=&quot;http://arrahmah.com/&quot;&gt;A&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7840391031553722484&quot; rel=&quot;content&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;rrahmah.com&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cinta Hakiki&lt;/a&gt;)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3423057303290607583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3423057303290607583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/majalah-jerman-ingin-picu-kemarahan.html' title='Majalah Jerman ingin picu kemarahan umat Islam, akan terbitkan edisi yang menghina Nabi Muhammad'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcmmnSLu3LI-FShvvoB8U3l8yhAx08ORZP2eWKf1CVRtYsupid5TPpdyuW_eUEiceBeAbjPFSHyeBTIFHPvBGbyLDCrOr9E4MsK0yiszcHVqXb2Ygzu2vh7AbcAlqSKjAhVqr3y2BRcNg/s72-c/titanic-majalah-terlaknat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-2738294398461891562</id><published>2012-09-24T01:33:00.004+07:00</published><updated>2012-09-24T01:33:58.419+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Beginikah Cinta?,</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh72B3-zEwOAQrkXLY2DQERi2oUoznqSlXRCVcgyDY_iw65p5Od0n8qosjHQ5RAqA-VfDxdfnKZ5cj9zzfl-X5215sol7pxN52LAihnoTEM-iQ1vYLKyDKQhRKFcd8Rr3-H0fxOjEUw72s/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh72B3-zEwOAQrkXLY2DQERi2oUoznqSlXRCVcgyDY_iw65p5Od0n8qosjHQ5RAqA-VfDxdfnKZ5cj9zzfl-X5215sol7pxN52LAihnoTEM-iQ1vYLKyDKQhRKFcd8Rr3-H0fxOjEUw72s/s400/1.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari dengan nafas memburu..&lt;br /&gt;

Otakku seakan berhenti berpikir,  dada sesak, penuh, semua sesal dan sedih berkecamuk jadi satu..&lt;br /&gt;

Kususuri  jalanan kampus yang masih sedikit basah karena hujan kemarin malam..&lt;br /&gt;

Aku  benar-benar kalut..&lt;br /&gt;

Bingung..&lt;br /&gt;

Pikiranku mulai bergumam sendiri dengan  batinku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Beginikah jadinya? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beginikah rasanya mengakhirkan harapan?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beginikah rasanya menghentikan cinta yang sudah terlanjur dalam?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku harus berkata apa? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Bertanya pada siapa? &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Jalanan  ini tentu saja takkan memberi jawab..&lt;br /&gt;

Sore menuju senja yang selalu  indah ini tentu saja takkan menenangkanku..&lt;br /&gt;

Aku tak bisa berbuat apa-apa  selain kekalutan yang luar biasa menghinggapi dada..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Haruskah melepasmu cinta? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Melepas segala rasa yang tumbuh subur merekah hingga kini dan entah kapan berakhirnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah ku bunga jauh-jauh penggal harap yang entah kenapa masih membuatku sesak ketika kutahu aku tak bisa memilikimu cinta?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah aku membalikkan semua waktu agar perasaan ini tidak pernah ada di dalam diri? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Atau setidaknya…&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Ahh…  Allah… mungkinkah kau izinkan aku mengembalikan kekosongan jiwa agar  yang terisi hanya KAMU? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Hanya KAMU ya Rabb… Hanya KAMU… hanya KAMU yang  kucinta..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Mungkinkah ya Rabb? &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Dadaku semakin sesak..&lt;br /&gt;

Air mata  lagi-lagi dengan tak sopannya keluar tanpa pernah mau kuperintahkan..&lt;br /&gt;

Aku  laki-laki, dan kini aku menangis..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Aku benci dengan perasaan ini..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Benci dengan keadaan ini..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku sadar aku harus bangkit..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Tak boleh lemah hanya karena kehilangan kesempatan merealisasikan harapku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku  tak boleh kalah, hanya karena imaji yang sedari dulu kubangun akhirnya  pergi dan menghilang tanpa bekas..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku benci dengan semua perasaan yang  telah porak-poranda ini..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku harus bangkit..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Tak boleh seperti ini &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Kukuat-kuatkan  hatiku agar tetap seperti dulu..&lt;br /&gt;

Tenang dan segar..&lt;br /&gt;

Namun percuma..&lt;br /&gt;

Setiap  larian kecilku mengelilingi kampus hijau ini, membuatku semakin  tergugu..&lt;br /&gt;

Pikiranku tak bisa untuk kuhentikan dalam mengingat sang  permata jiwa..&lt;br /&gt;

Semua kenangan seperti tergambar jelas di benakku..&lt;br /&gt;

Kenangan tentangnya semua menyeruak tanpa tahu betapa aku sakit ketika  mulai mengingatnya..&lt;br /&gt;

Cinta… atau entah apa namanya..&lt;br /&gt;

Kenapa begitu  mempengaruhiku hingga semua alam rasionalku pergi entah kenapa..&lt;br /&gt;

Ukhti, sosok itu..&lt;br /&gt;

Yang mengisi penggal harapku hingga detik ini terus  saja berkeliling di alam pikirku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Sedalam inikah perasaanku? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Separah inikah aku tenggelam dalam cinta yang semu?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika memilikimu bukanlah takdirku, maka tolong berilah aku kesempatan untuk pergi darimu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sejenak melupakan apapun tentangmu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku  ingin amnesia sejenak, tak pernah mengenal siapapun terutama kamu dari  hidupku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Ini terlalu menghempaskan. Merebut semua rasaku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku mati, mati rasa..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Dalam  kekakuan, kebekuan, namamu masih saja ada..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Harus ku kata apa, jika  memang segalanya begitu dalam terasa? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Harus kubilang apa cinta?&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Aku  membodoh-bodohkan diriku sendiri setelah melewati lebih dari 3  kilometer..&lt;br /&gt;

Berlari tanpa arah..&lt;br /&gt;

Pikiranku tertuju kembali mengenang kisah  usaha untuk melamar dia selama 2 pekan ini..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Mohon maaf, apakah ukhti bisa membantuku mencari tahu perihal ukhti syakila? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Bukankah dia sahabatmu sejak SMA? &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Sapaku  kepada ukhti Zahra, sahabat dekat ukhti syakila semenjak SMA..&lt;br /&gt;

Setahuku mereka memang  masih dekat hingga sama-sama melanjutkan kuliah di Universitas  Indonesia (UI)..&lt;br /&gt;

Kukirim email singkat ini kepadanya..&lt;br /&gt;

Jangan Tanya  degupan jantungku saat itu..&lt;br /&gt;

Aku begitu tegang tak terkira..&lt;br /&gt;

Ini adalah  momen yang sudah kutunggu sejak lama..&lt;br /&gt;

Sudah 9 tahun, aku mengagumi sosok  bernama Maryam Syakila..&lt;br /&gt;

Dia sederhana, tak banyak bicara, namun cerdas  dan mempesona..&lt;br /&gt;

Apalagi yang mau kukata jika dia telah menjadi yang  pertama dalam 
perasaanku, dan entah kapan lagi aku bisa mengakhirkan  segala rasa 
ini..&lt;br /&gt;

Perasaanku semakin dibuat tak karuan ketika mengetahui  keshalihannya..&lt;br /&gt;

Semenjak SMA, baju seragamnya yang panjang ditutupi  dengan jilbab 
yang terurai indah sampai ke dadanya membuat jantungku  semakin berdetak
 kencang setiap kali bertemu dengannya..&lt;br /&gt;

Aku harus  berkata apa, jika cinta telah merenggut habis semua perasaanku?&lt;br /&gt;

Aku  hendak menghentikan segalanya, namun segala tentangnya telah merebut  habis setiap sisi hatiku..&lt;br /&gt;

Aku juga hendak menghentikan segala pengaruh  tentangnya, tapi apa 
lagi yang mampu ku buat, ketika penantian hampir 10  tahun ini, akhirnya
 datang juga..&lt;br /&gt;

Ini kesempatan terbaikku untuk  merealisasikan imaji, harap, dan doa yang sudah kusimpan erat sejak  dulu..&lt;br /&gt;

Aku harus melamarnya dan menjadikannya istimewa dalam nyata..&lt;br /&gt;

Itu  saja..&lt;br /&gt;

Tak ada yang lain yang aku siapkan dan pikirkan selain  merealisasikan segala rencana untuk menikah dengannya..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Oh ya… Alhamdulillah saya masih sering berkomunikasi dengannya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Ada apa ya?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Zahra membalas emailku melalui YM yang kuhidupkan sejak tadi..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“ Hmmm…  Saya hendak menjalankan salah satu sunnah Rasul..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Saya ingin tahu apakah  Maryam Syakila sedang proses Ta’aruf atau telah di khitbah oleh  seseorang? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika tidak, saya ingin melamarnya…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Jawabku tanpa pikir panjang..&lt;br /&gt;

Buatku ini melegakan..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“ Oalah…&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Jawab Zahra sedikit kaget..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“&amp;nbsp; :) &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Aku membalasnya dengan icon tersenyum, memahami kekagetannya..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“ Baiklah Rangga..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Tunggu aja ya kabarnya dalam 1-2 hari ini..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Insya Allah akan saya beritahukan informasinya…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Tutup Zahra..&lt;br /&gt;

Sudah  2 pekan ini, malam-malamku adalah malam-malam penghambaan penuh khusyu  kepada Allah..&lt;br /&gt;

Aku mengirimkan doa terindah kepada-Nya, berharap DIA  berkenan mempertemukanku dengan Maryam..&lt;br /&gt;

Berharap segala daya dan usaha  yang kulakukan hingga saat ini 
diberkahi dengan sebuah momen terindah  yang telah kupatrikan dalam 
do’a-do’aku selama 9 tahun ini..&lt;br /&gt;

Aku hanya  berharap memilikinya, itu saja..&lt;br /&gt;

Esoknya, aku menerima sms singkat dari Zahra yang memberitahukan info lengkap soal Maryam ada di inbox emailku..&lt;br /&gt;

Aku  buru-buru membuka emailku berharap ada berita yang melapangkan 
jiwaku.  Namun betapa kagetnya, ternyata isi email yang dikirimkan Zahra
 kepadaku  sungguh berbeda dengan yang kukira..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“ Mohon maaf Rangga… &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Saya  sudah mengecek kondisi Maryam, terkait kesempatanmu untuk melamarnya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Saat ini, dia sudah di khitbah oleh seorang ikhwan dan Insya Allah akan  melangsungkan akad dan walim&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;hannya bulan Desember tahun ini…”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Hilang  sudah… Pecah… Semua harapan itu sirna..&lt;br /&gt;

Aku terlambat, sangat terlambat..&lt;br /&gt;

Tubuhku bergetar seketika, hatiku tak bisa berkata apa-apa selain  merasai kekalutan yang luar biasa..&lt;br /&gt;

Aku terdiam, dan tak sadar, air  mataku dengan sendirinya mengalir..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Habis sudah… kering… tak ada  lagi harapan yang ku bangun bertahun-tahun..&lt;br /&gt;

Aku memang lambat, aku  memang bodoh, aku memang kerdil..&lt;br /&gt;

Kenapa sedari dulu aku tidak memulai  duluan untuk melamarnya?&lt;br /&gt;

Kenapa dari dulu aku tidak berani  merealisasikan segala macam perasaan ini agar mampu bersama dengannya?&lt;br /&gt;

Kenapa?&lt;br /&gt;

Beribu pertanyaan berkecamuk di dada..&lt;br /&gt;

Lebih dari itu, aku  menyesal, begitu menyesal..&lt;br /&gt;

Kenapa aku begitu terlambat membuat keinginan  yang kubangun sejak 9 tahun ini menjadi nyata..&lt;br /&gt;

Kenapa?&lt;br /&gt;

Aku  membodoh-bodohi diriku sendiri karena terlalu lama dalam beraksi..&lt;br /&gt;

Jika  aku cinta, harusnya aku lebih berani dari siapapun..&lt;br /&gt;

Jika aku cinta,  harusnya aku tak menunggu lama..&lt;br /&gt;

Dan jika ini gagal, harusnya aku tak  sesedih ini, aku tak sehancur ini..&lt;br /&gt;

Tapi kenapa?&lt;br /&gt;

Perasaan yang tak karu-karuan itu aku larikan hingga sore ini..&lt;br /&gt;

Jalanan di sekitar kampus masih kususuri sembari mengingat kegagalan melamar Maryam Syakila..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Andai pesonamu hanya sesederhana bunga jalanan..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Maka mungkin sedari dulu telah kulupa..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Tapi pesonamu adalah pesona edelweiss yang sulit tuk kugapai dan kupetik tangkainya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Pesonamu adalah pesona menggetarkan yang terpancar dari kecintaanmu pada Allah bersama orang-orang yang mencintai-Nya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika sebegitu kuat pesonamu menarikku, apa lagi yang harus kukata jika memang padamu, segala cinta ini telah terenggut? &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Aku  menangis lagi, mengingat puisi sederhana itu kutulis beberapa saat  setelah menerima email dari Zahra..&lt;br /&gt;

Sungguh ini begitu berat terasa..&lt;br /&gt;

Aku  sungguh idiot, sungguh tolol, bagaimana bisa aku mengingatnya dalam  ingatannya yang begitu sulit untuk kulupa..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;&quot; Jika GAGAL, maka lupakan… &quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;

Teringat nasihat dari seorang sahabatku..&lt;br /&gt;

Aku harusnya mampu melupakannya..&lt;br /&gt;

Melupakan Maryam Syakila dalam setiap sisi hatiku..&lt;br /&gt;

Lagi-lagi  kukuatkan diriku agar mampu melewatinya..&lt;br /&gt;

Keringatku mulai bercucuran  ketika mendekati gedung Fakultas Teknik, menuju labku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Aku harus tenang… Sabar…&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;Kucoba menguatkan hatiku walau pikiranku masih kalut..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

***&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Sejak  ba&#39;da Isya tadi, aku sudah rebahan..&lt;br /&gt;

Sepertinya tubuhku lelah karena  menangis..&lt;br /&gt;

Sebeginikah parahkah?&lt;br /&gt;

Aku bahkan tak mampu memikirkan  sebelumnya kalau efeknya akan begitu hebatnya..&lt;br /&gt;

Mataku baru terpejam  beberapa jam kemudian..&lt;br /&gt;

Samar-samar aku terbangun, di kamar  kos-kosanku yang sederhana..&lt;br /&gt;

Lampu masih kumatikan semenjak istirahat  tadi, gelap di sekeliling ruangan..&lt;br /&gt;

Kuhidupkan &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt;-ku  melihat jika ada pesan penting yang masuk sekalian melirik jam berapa  sekarang..&lt;br /&gt;

Sudah 04.00 dini hari rupanya..&lt;br /&gt;

Aku tertidur cukup lama..&lt;br /&gt;

Kubuka  selimut yang menghangatkan tidurku sejak semalam, kemudian menuju kamar  mandi dan mengambil wudhu..&lt;br /&gt;

Apalagi kini yang tersisa, selain Allah  sebagai zat terbaik untuk mengadu?&lt;br /&gt;

4 raka&#39;at awal kulewati dengan luruh air mata yang tak terbendung..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Allah..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beginikah  jadinya jika aku berani bermain hati? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beginikah jadinya jika aku  menyisihkan cinta-Mu yang agung dan begitu purna? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beginikah akibatnya?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Ampuni  aku, dalam khilafku akibat salah di masa lalu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Beri aku waktu untuk  menyembuhkan segala kotoran di hati ini agar yang ada hanya KAMU ya  Rabb…&quot; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Doa itu terus ku ulang-ulang..&lt;br /&gt;

Memasuki Rakaat ke-6 Tahajjudku..&lt;br /&gt;

Air mataku semakin tak tertahankan..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Apa  lagi Rangga… Apa lagi yang mau kau katakan kepada Allah? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Bentuk protes  apa lagi yang hendak kau kirimkan kepada-Nya jika Allah telah memberi  segalanya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Allah telah memudahkan studi S1-mu, meski tanpa biaya orang  tua,
 Allah memudahkan jalanmu untuk meraih prestasi membanggakan selama  
studimu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Allah mudahkan hidupmu dengan pertemuan bersama orang-orang  
shalih yang menenangkan dan penuh nasihat, Allah mencelupkanmu dalam  
balutan kasih sayang-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya, Allah memberimu
  nikmat yang tak terhitung jumlahnya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Lalu kini? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika  hanya seorang Maryam Syakila yang tak bisa kau miliki..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah kau  hentikan rasa syukurmu? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah kau habiskan harimu dengan sederetan  pelarian dari jalan Allah sebagai bentuk betapa kecewanya dirimu kepada  Allah? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah Rangga? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Haruskah..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sedang mencintai Allah itu  membahagiakan..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Memiliki Allah itu adalah kenikmatan yang tiada duanya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Makhluk-Nya? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Mengharap mereka adalah sebuah kebodohan, mencintai mereka dengan penuh  seluruh adalah kejahiliyahan..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Apa lagi Rangga? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Apalagi yang tersisa  selain ini adalah akibat dari kesalahanmu memelihara rasa..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika berani,  seharusnya sedari dulu kamu mulai berusaha untuk memilikinya dalam  balutan ikatan suci yang indah..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Tapi jika tak sanggup, seharusnya kamu  TEGAS dengan hatimu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;TEGAS dengan rasamu..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Jika ia bukan untuk cinta yang  halal, maka takkan kurasakan..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Seharusnya begitu Rangga..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;seharusnya  begitu &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Aku semakin tergugu hingga di akhir witirku..&lt;br /&gt;

Tubuhku  bergetar hebat..&lt;br /&gt;

Rasa malu begitu terasa di dalam jiwaku..&lt;br /&gt;

Sungguh betapa  hinanya aku menangisi seorang Maryam Syakila hanya 
karena sebuah  penolakan dan keadaan yang sebenarnya begitu sederhana 
saja..&lt;br /&gt;

Tidak  seharusnya aku larut dalam kesedihan yang sebagian besar karena ulahku..&lt;br /&gt;

Kenapa aku sebegini terlukanya, sedang Allah telah menyediakan begitu  banyak hikmah dan nikmat yang ada di tiap lembar hariku..&lt;br /&gt;

Kenapa aku se  sedih ini sedang Allah telah banyak memberiku 
kesempatan untuk melejit,  melangkah, dan berbuat banyak hal untuk 
dunia..&lt;br /&gt;

Ahh..aku kalah, kalah  dengan godaan syetan yang memabukkan rasa di dalam dada..&lt;br /&gt;

Kukuatkan diriku ketika muhasabahku terhenti dengan lantunan azan subuh di Masjid dekat kos-kosanku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Aku  harus memulai hariku yang baru..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Penuh semangat..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Penuh Antusias..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Aku  harus menghapus semua kenangan tentang Maryam..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sekecil apapun aku harus  menghapusnya &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt; &lt;/em&gt;Sahutku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Subuh itu..&lt;br /&gt;

Adalah subuh penghambaan penuh kekhusyuan yang pernah kurasa dalam hidupku..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;&quot; Allah… Jika dia memang bukan yang terbaik bagiku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Maka gantikanlah yang lebih darinya..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l&lt;/em&gt;&lt;em&gt;i&lt;/em&gt;&lt;em&gt;hkan diriku hingga aku mampu memiliki seorang permata jiwa yang juga sesh&lt;/em&gt;&lt;em&gt;a&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l&lt;/em&gt;&lt;em&gt;i&lt;/em&gt;&lt;em&gt;h  diriku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Sempurnakan agamaku dengan seseorang yang akan kucintai sepenuh  
jiwaku Dan akan kujadikan ia sebagai belahan hati terindah di dunia..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Namun jagalah agar hati ini selalu ada KAMU ya Rabb..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Hanya ada KAMU..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Bukan yang lain… &quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

Kuseka air mataku yang masih mengalir di ujung doa ku subuh ini..&lt;br /&gt;

Mencoba menguati hati agar mampu melangkah..&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&quot; Jika tak hari ini, maka aku akan kalah selamanya…&quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.dakwatuna.com/2012/01/17889/beginikah-cinta/&quot;&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot;&gt;Cinta Hakiki &lt;/a&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2738294398461891562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2738294398461891562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/beginikah-cinta.html' title='Beginikah Cinta?,'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh72B3-zEwOAQrkXLY2DQERi2oUoznqSlXRCVcgyDY_iw65p5Od0n8qosjHQ5RAqA-VfDxdfnKZ5cj9zzfl-X5215sol7pxN52LAihnoTEM-iQ1vYLKyDKQhRKFcd8Rr3-H0fxOjEUw72s/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3983200781799173477</id><published>2012-09-03T13:34:00.000+07:00</published><updated>2012-09-16T01:13:47.426+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiqih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Hukum Gambar Dan Hukum Menggambar</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtKPDkCdVv9nr1pfZIMvAoNW7zDrth_4ry6WTMxZ26kNk3QqqN3IBwkDjKUacuX6Mq6oY62TwNARAHaorEk_NiaWykK2FUDqG4Zs5W1qjsHNL5vWkeeFIdG6o-xpEDutQ5cuq0bvFDB4/s1600/insinyur,+technical+engineering+drawing,+tehnik+menggambar,+cara+menggamvar,+perspektif,+menggambar+tehnik,+tehnik+sipil,+tehnik+mesin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtKPDkCdVv9nr1pfZIMvAoNW7zDrth_4ry6WTMxZ26kNk3QqqN3IBwkDjKUacuX6Mq6oY62TwNARAHaorEk_NiaWykK2FUDqG4Zs5W1qjsHNL5vWkeeFIdG6o-xpEDutQ5cuq0bvFDB4/s320/insinyur,+technical+engineering+drawing,+tehnik+menggambar,+cara+menggamvar,+perspektif,+menggambar+tehnik,+tehnik+sipil,+tehnik+mesin.jpg&quot; width=&quot;254&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ilustrasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Bismillahirahmanirrahim,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Dimulai dari keseringan saya ditanya tentang hukum menggambar makhluk
 hidup, lalu beberapa saat yang lalu saya juga pernah mengisi materi di 
KISR-ITB tentang hal ini, tapi seperti yang telah kawan-kawan ketahui, 
penjelasan dari saya suka kemana-mana dan garingan-garingannya sudah 
tidak bisa dimaafkan lagi. Oleh karena itu, saya mau berbagi ilmu dari 
salah satu guru besar Persatuan Islam yaitu Ahmad Hassan (alm) tentang 
tema ini, yang insya Allah penjelasannya lebih terstruktur dan 
terorganisir dengan baik.&lt;br /&gt;
Dalam buku Soal-Jawab tetang berbagai masalah agama yang diterbitkan 
CV. Dipenogoro Bandung 1968 buku pertama, A. Hassan menjelaskan dengan 
judul “Dari hal gambar” pada halaman 347-363. Pada buku aslinya, A. 
Hassan dan penyusun buku menggunakan bahasa Indonesia yang sedikit 
kekunoan, tapi disini saya akan coba alih bahasakan ke bahasa kekinian 
tanpa mengurangi makna yang hendak disampaikan, dengan tujuan agar para 
pembaca bisa lebih cepat memahami penjelasan karena bahasanya coba saya 
reka agar lebih komunikatif, dan saya pun mencoba memberikan beberapa 
permasalahan untuk jadi bahan diskusi dan renungan. Jadi, apabila ada 
kesalahan dalam pengalihbahasaan apalagi dari penambahan saya pribadi, 
saya harapkan krtitik dan sarannya, dan semoga para pembaca bisa 
memahami bahwa dalam perihal gambar ini ulama memiliki pendapat dan 
ijtihad yang berbeda-beda yang diharapkan kita sebagai umat Islam bisa 
saling memahami dan menghargai silang pendapat tersebut agar tidak 
terjadi permusuhan antar sesama muslim yang tidak diharapkan. Dan ilmu 
hanya milik Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;SOAL:&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukum menggantungkan gambar manusia atau binatang di dinding rumah, 
dan apa hukum belajar-mengajar gambar manusia atau binatang, dan apa 
hukum menggambar&amp;nbsp; untuk dijadikan mata pencaharian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;JAWAB:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelumnya, terlebih dahulu kita harus mengetahui beberapa istilah di bawah ini:&lt;br /&gt;
Shurah (&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;صورة&lt;/span&gt;) dan Tashwier (&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;تصوير&lt;/span&gt;): Rupa, Gambar, Patung dsb, dari manusia ataupun yang lainnya.&lt;br /&gt;
Mushawwir (&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;مصوّر&lt;/span&gt;): Orang yang membuat Shurah atau Tashwier tadi.&lt;br /&gt;
Hadits-hadits yang melarang dan melaknat mushawwir dengan tanpa 
terkecuali itu sangat banyak sekali, oleh sebab itu, sebagian ulama 
mengambil keputusan sekalian saja berbagai macam gambar dan patung, 
walaupun yang ada di kain atau di kertas, terlarang. Namun, ada sebagian
 juga yang berpendapat yang terlarang itu adalah patung saja, bukan 
gambar di atas kain dan sebagainya, dengan alasan hadits berikut, bahwa 
Busr bin Sa`id dan `Ubaidillah Al-Khaulani pernah mendengar Zaid bin 
Khalid meriwayatkan dari Abi Thalhah, bahwasanya Rasulullah s.a.w. telah
 bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;إن الملإئكة لاتدخل بيتا فيه صورة. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Bahwasanya malaikat tidak akan masuk ke rumah yang ada gambarnya (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sesudah itu Busr dan `Ubaidillah melawat Zaid yang sedang sakit. Di 
rumah Zaid itu ada tabir (tirai) dari kain yang bergambar. Lalu Busr 
berkata pada `Ubaidillah: Bukankah dulu Zaid meriwayatkan kepada kita 
tentang gambar? `Ubaidillah pun menjawab: Betul, ia meriwayatkan bahwa 
Nabi s.a.w. melarang gambar, tetapi apakah tuan mendengar ia pun 
berkata:&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;إلا رقما فى ثوب. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Melainkan gambar di kain (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Selain itu, ada pula ulama yang berpendapat bahwa yang terlarang itu 
adalah patung-patung dan gambar-gambar yang dijadikan perhiasan. Adapun 
yang dihina, seperti gambar-gambar yang dipijak, diduduki, dijadikan 
bantal dan sebagainya, itu tidak terlarang, karena telah berkata 
`Aisyah: Saya memiliki satu tabir (tirai) bergambar dan saya 
menggantungkannya di dinding rumah, maka Rasulullah s.a.w. mencabut 
tirai tersebut seraya berkata:&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;اشدّ الناس عذابا الذين يضاهون بخلق الله. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Orang yang paling pedih siksaannya adalah orang yang meniru makhluk Allah. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sesudah itu, kata `Aisyah:&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;فجعلناه وسادتين. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Kemudian kami menjadikannya (tirai) dua bantal sandaran. (H.S.R&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ز&lt;/i&gt;&lt;i&gt; Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Adapun beberapa ulama dalam menanggapi hadits tersebut diatas 
berpendapat bahwa Rasulullah s.a.w. mencabut kain bergambar di dinding 
tadi bukan karena gambarnya tetapi karena kain tadi dijadikan pakaian 
untuk dinding, karena riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah s.a.w. 
mencabut kain itu sambil berkata:&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;إنّ الله لم يأمرنا ان نكسو الحجارة و الطين. (ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Bahwasanya Allah tidak menyu&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ruh kita memakaikan pakaian pada batu dan tanah (H.S.R. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Selain pendapat-pendapat ulama tentang gambar tadi diatas, ada pula 
ulama berpendapat bahwa yang terlarang itu adalah patung-patung dan 
gambar-gambar yang sempurna rupanya. Adapun gambar yang dipotong 
kepalanya atau badannya hanya separuh, maka itu tidak terlarang, dengan 
hadits sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;من صوّر صورة كلّف يوم القيامة ان ينفخ فيها الرّوح و ليس بالنافخ. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Barangsiapa membuat satu shurah, maka di hari Kiamat ia akan 
dipaksa untuk memberikan ruh kepadanya, padahal ia tidak bisa. (H.S.R. 
Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Dari hadits diatas mereka memahami bahwa gambar yang tidak sempurna 
badannya tidak akan dipaksa agar memberi nyawa padanya, jadi tidak akan 
disiksa.&lt;br /&gt;
Maka, sedikitnya ada lima paham tentang hukum gambar:&lt;br /&gt;
1. Haram semua jenis gambar dan patung&lt;br /&gt;
2. Haram patung saja, bukan gambar diatas kain dan sebagainya&lt;br /&gt;
3. Haram patung dan gambar yang dijadikan perhiasan, bukan&amp;nbsp; gambar yang diinjak, diduduki, dijadikan bantal dan sebagainya&lt;br /&gt;
4. Haram patung dan gambar yang cukup rupa badannya, dan tidak haram yang dipotong kepala atau separuh badannya&lt;br /&gt;
5. Karena keterangan dalam masalah ini banyak pertentangannya, maka 
segolongan ulama menganggap bahwa patung dan gambar yang diharamkan itu 
adalah yang disembah dan atau yang kemungkinan bisa dijadikan 
sesembahan. Dan yang selain itu tidak dilarang.&lt;br /&gt;
Pendapat kelima memahami bahwa, penyebab Rasulullah s.a.w. terlalu 
keras di dalam hal ini tidak lain karena pengikutnya di waktu itu baru 
saja meninggalkan berhala. Karena kalau tidak dikerasi seperti itu, 
kemungkinan akan terjadi lagi penyembahan kepada berhala. Maka, menurut 
pendapat golongan ini, membuat gambar atau patung yang tujuannya tidak 
untuk disembah tentu saja tidak salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;PEMAPARAN LEBIH LANJUT!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Terlalu banyak pertanyaan yang telah datang kepada saya (A. Hassan) 
tentang gambar, datang beberapa surat yang menjelaskan bahwa kebanyakan 
pembaca belum puas dengan jawaban tersebut diatas. Diantara tuan-tuan 
yang mengirimkan surat-surat itu adalah Tuan Abdul Hamid Thaha, guru 
sekolah Serendah, pembantu “Pembela Islam” di Serendah. Tuan ini 
mengirimkan sebuah risalah yang menerangkan masalah gambar. Di mulai 
dari pendapat ulama-ulama lalu disertakan Hadits. Dan pada akhirnya 
disebutkan sebuah keputusan bahwa menaruh gambar-gambar yang tergantung 
itu tidak boleh, tetapi tidak mengapa kalau dipotong-potong atau 
dihinakan. Risalah tersebut beliau (Tuan Abul Hamid) susun dan salin 
dari kitab karangan yang terhormat Tuan Guru Haji Abdurrahman Kurinci.&lt;br /&gt;
Di bulan Februari yang lalu ini, saya menerima sebuah surat dari yang
 terhormat Tuan Jamaluddin Basyir, Padang Panjang. Beliau terlihat 
mengharamkan orang bergambar, beralasan dengan sepuluh Hadits dari 
Bukhari, Muslim dan lainnya (pada hadits-hadits yang akan disebutkan 
selanjutnya, juga termasuk sekalian hadits-hadits yang disertakan oleh 
Tuan Jamaluddin Basyir tersebut).&lt;br /&gt;
Di bawah ini, saya akan menerangkan beberapa hadits yang berhubungan 
dengan shurah. Pada beberapa hadits yang akan datang saya akan 
membiarkan kata “shurah” tidak disalin kedalam bahasa Indonesia, karena 
kata tersebut berarti termasuk gambar, patung, arca dan sebagainya. 
Tetapi jika ada kata yang memang bermakna gambar, maka saya terjemahkan 
menjadi “gambar”. Misalnya sabda Rasulullah s.a.w.: “Allah melaknat 
pembuat shurah.” Maka disini bisa diartikan dengan macam-macam arti 
tersebut diatas. Adapun kata shurah yang berhubungan dengan kain atau 
tabir, sudah tentu itu disebut gambar, bukan patung atau lainnya.&lt;br /&gt;
Disini saya akan menerangkan pendapat-pendapat para ulama dengan 
alasan masing-masing. Sesudah itu, saya akan menjelaskan pendapat saya 
pribadi. Agar tidak tercampur.&lt;br /&gt;
Golongan pertama berkata, bahwa segala jenis shurah itu haram: yaitu 
semua macam arca, patung dan gambar, walaupun yang sudah dipotong 
umpamanya kepalanya, tetap haram hukumnya. Alasan bagi golongan pertama 
ini adalah hadits-hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 1:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;لاتدخل الملائكة بيتا فيه كلب ولاتصاوير. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Malaikat tidak akan memasuki rumah yang padanya ada anjing atau shurah-shurah (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 2:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;إنّ البيت الذي فيه الصورة لاتدخله الملائكة. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya rumah yang padanya terdapat shurah tidak akan dimasuki Malaikat (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 3:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: إنّ النبيّ ص. لم يكن يترك في بيته شيئا فيه تصاليب إلاّنقضه. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Sesungguhnya Nabi s.a.w. tidak pernah 
membiarkan di rumahnya ada suatu barang yang padanya palang-palang salib
 melainkan ia menghapuskannya. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 4:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;ايّكم ينطلق إلى المدينة 
فلا يدع بها وثبا إلاّ كسره ولاصورة إلاّلطخها… من عاد إلى صنعة شيئ من هذا
 فقد كفر بما انزل على محمّد. (ح.ر. أحمد&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Siapakah diantara kalian yang hendak pergi ke Madinah untuk 
memecahkan setiap berhala dan menghapuskan setiap shurah? … Barangsiapa 
yang kembali membuat sesuatu dari hal tersebut, sesungguhnya kufurlah ia
 kepada (perintah) yang diturunkan atas Muhammad. (H.R. Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 5:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قال النبيّ ص.: قال الله تعالى: ومن اظلم ممّن ذهب يخلق كخلقي! فليخلقوا حبّة وليخلقوا ذرّة. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah bersabda Nabi s.a.w.: Allah ta`ala telah berfirman: Dan 
siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang hendak membuat (sesuatu) 
seperti ciptaan-Ku! Cobalah mereka membuat sebiji (gandum)! Cobalah 
mereka membuat seekor semut! (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 6:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;اشدّ الناس عذابا عند الله المصوّرون. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Orang yang paling berat siksaannya di sisi Allah adalah pembuat shurah. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 7:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;إنّ الذين يصنعون هذه الصّور يعذبون يوم القيّامة. يقال لهم: احيوا ماخلقتم. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang membuat shurah-shurah ini akan 
diadzab pada Hari Kiamat. Dikatakan kepada mereka: Hidupkanlah apa yang 
telah kamu ciptakan. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 8:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قال انس: كان قرام لعائشة سترت به جانب بيتها. فقال لها النبيّ ص.: اميطي عني فإنه لاتزال تصاويره تعرض لي في صلاتي. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Anas: Aisyah memiliki sebuah tabir yang ia tutupkan
 kepada sebagian rumahnya, maka Rasulullah s.a.w. bersabda: 
“Hilangkanlah ia daripadaku, karena gambar-gambarnya selalu menggangguku
 dalam shalatku. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Golongan yang kedua berkata, bahwa semua jenis shurah itu haram 
kecuali gambar di atas kain dan semisalnya, alasan bagi golongan ini 
adalah hadits berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 9:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;روى بسر بن سعيد عن زيد بن
 خالد عن أبي طلحة صاحب رسول الله ص. قال: إنّ رسول الله ص. قال: إنّ 
الملائكة لاتدخل بيتا فيه صورة. قال بسر: ثمّ اشتكى زيد فعدناه فإذا على 
بابه ستر فيه صورة فقلت لعبيد الله الخولانيّ ربيب ميمونة زوج النبيّ ص.: 
الم يخبرنا زيد عن الصّور يوم الاوّل؟ فقال عبيد الله: الم تسمعه حين قال: 
إلاّ رقما في ثوب؟ (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah diriwayatkan oleh Busr bin Sa`id dari Zaid bin Khalid, dari
 Abu Thalhah, seorang sahabat Rasulullah s.a.w. ia berkata: Sesungguhnya
 Rasulullah s.a.w. telah bersabda: “Sesungguhnya malaikat tidak akan 
memasuki suatu rumah yang padanya terdapat shurah.” Busr berkata: 
Kemudian setelah itu Zaid sakit, maka kami pergi untuk melawatnya. 
Tiba-tiba di pintunya ada sebuah tabir yang bergambar, maka saya berkata
 kepada Ubaidillah Al-Khaulani, anak angkatnya Maimunah istri Nabi 
s.a.w.: Bukankah kemarin Zaid mengabarkan kepada kita tentang shurah? 
Maka Ubaidillah berkata: Tidakkah tuan mendengar ia berkata: Kecuali 
tulisan di kain? (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Golongan ketiga berkata, bahwa gambar, patung, arca yang dijadikan 
perhiasanlah yang diharamkan, jika tidak dijadikan perhiasan, yaitu yang
 diinjak-injak, diduduki atau disandari, tidaklah haram. Alasan bagi 
golongan ini adalah hadits dari Aisyah dengan berbagai riwayat sebagai 
berikut:&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 10:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: كان لي ثوب فيه تصاوير ممدود إلى سهوة فكان النبيّ ص. يصلّي إليه فقال: اخّريه عنّي. فأخّرته فجعلته وسائد. (ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Saya memiliki selembar kain bergambar yang 
tersangkut di sebuah rak, dan kedaan Nabi s.a.w. sembahyang 
menghadapnya. Maka sabda Nabi s.a.w.: “Jauhkanlah ia dari hadapanku!” 
Lalu saya menjauhkannya dan menjadikannya beberapa bantal. (H.S.R. 
Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 11:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: دخل النبيّ ص. عليّ وقد سترت نمطا فيه تصاوير فنحّاه فاتخذت منه وسادتين. (ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Rasulullah s.a.w. datang kepada saya, dan 
saya telah memasang sebuah tabir yang bergambar, lalu ia 
menyingkirkannya, maka saya menjadikannya dua buah bantal. (H.S.R. 
Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 12:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: إني نصبت سترا فيه تصاوير فدخل رسول الله ص. فنزعه فقطعته وسادتين فكان رسول الله ص. يرتفق عليهما. (ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Sesungguhnya saya pernah menggunakan sebuah
 tabir bergambar, lalu Rasulullah s.a.w. masuk dan menurunkannya, maka 
saya menjadikannya dua buah bantal yang Rasulullah s.a.w. biasa 
bersandar padanya. (H.S.R. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 13:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: قدم رسول الله
 ص. من سفر وقد سترت بقرام لي على شهوة لي فيها تماثيل فلمّا راه رسول الله
 ص. هتكه. وقال: اشدّ الناس عذابا يوم القيامة الذين يضاهون بخلق الله. 
قالت عائشة: فجعلناه وسادة او وسادتين. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Rasulullah s.a.w. pernah kembali dari 
pelayaran, dan saya telah menutupi sebuah rak dengan selembar kain 
bergambar. Tatkala Rasulullah s.a.w. melihatnya, ia mencabutnya dan 
bersabda: “Manusia yang paling pedih adzabnya pada Hari Kiamat adalah 
mereka yang menyerupai ciptaan Allah.” Aisyah berkata: Lalu kami 
menjadikannya satu bantal atau dua bantal. (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 14:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: اشتريت نمرقة 
فيها تصاوير فقام النبيّ ص. بالباب فلم يدخل فقلت: اتوب إلى الله ممّا 
اذنبت. قال: ما هذه النموقة؟ قلت: لتجلس عليها وتوسّدها. قال: إنّ اصحاب 
هذه الصّور يعذبون يوم القيامة. يقال لهم: احيوا ما خلقتم! (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Saya pernah membeli sebuah bantal yang 
bergambar, maka Rasulullah s.a.w. tidak mau masuk, hanya berdiri di 
pintu, lalu saya berkata kepadanya: Saya bertaubat kepada Allah daripada
 dosa yang telah saya perbuat. Rasulullah s.a.w. bertanya: “Untuk apa 
bantal ini?” Saya menjawab: Untuk engkau duduki atasnya dan bersandar, 
Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang membuat 
gambar ini akan disiksa pada Hari Kiamat, dikatakan pada mereka: 
Hidupkanlah apa-apa yang telah kau buat!” (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 15:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: خرج رسول الله
 ص. في غزاة فاخذت نمطا فسترته على الباب فلمّا قدم فراى النمط عرفة 
الكراهية في وجحه فجذبه حتى هتكه وقال: إنّ الله لم يأمرنا ان نكسوالحجارة 
والطين. فقطعنا منه الوسادتين وحشوتهما ليفا فلم يعب ذلك عليّ. (ح.ص.ر. 
مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Rasulullah s.a.w. pernah pergi untuk 
berperang. Maka saya mengambil satu hamparan (yang bergambar), lalu saya
 menggantungkannya pada pintu. Setelah Rasulullah s.a.w. kembali dan 
melihat hamparan itu, terlihatlah di mukanya rasa tidak suka, kemudian 
ia menariknya sampai tercabut, lalu ia bersabda: “Sesungguhnya Allah 
tidak memerintahkan kita untuk memakaikan pakaian pada batu dan tanah.” 
Kemudian kami menjadikannya dua bantal dan saya memenuhi(mengisi)nya 
dengan sabut korma. Maka Rasulullah s.a.w. tidak mencela saya berbuat 
demikian. (H.S.R. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Golongan keempat berkata, bahwa yang haram itu adalah gambar-gambar 
dan patung-patung yang cukup sifatnya; dan yang tidak cukup sifatnya 
seperti gambar sekerat dan yang dipotong kepalanya dan gambar 
pohon-pohon, rumah, gunung dan sebaginya itu tidak haram. Alasan bagi 
golongan ini adalah hadits ke-16 dan ke-17 di bawah ini. Dari 
hadits-hadits tersebut mereka memahami bahwa kalau seseorang membuat 
sebuah gambar yang tidak cukup sifatnya yang bisa membuat mereka hidup 
atau suatu gambar yang tidak bernyawa, maka tidak akan dipaksa untuk 
memberinya ruh pada hari Kiamat kelak. Tidak akan dipaksa berarti tidak 
akan disiksa, dan orang yang tidak disiksa itu berarti tidak berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 16:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;من صوّر صورة في الدّنيا كلف يوم القيامة ان ينفخ فيها الرّوح وليس بنافخ. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Barangsiapa membuat suatu shurah di dunia, maka ia akan dipaksa 
memberi ruh kepadanya pada Hari Kiamat, padahal dia ia tidak dapat 
memberi padanya (ruh). (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 17:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قال سعيد بن ابي الحسن: 
جاء رجل إلى ابن عبّاس فقال: إني رجل اصوّر هذه الصّور فافتني فيها فقال: 
سمعت رسول الله ص. يقول: كلّ مصوّر في النار يجعل له بكلّ صورة صوّرها نفسا
 فتعذبه في جهنم.وقال: إن كنت لابدّ فاعلا فاصنع الشجر ومالانفس له. 
(ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Sa`id bin Abi Hasan: Telah datang seseorang kepada 
Ibnu Abbas, lalu ia berkata: Saya adalah pembuat shurah-shurah ini, saya
 harap Anda memberi fatwa kepada saya tentang hal ini. Maka Ibnu Abbas 
berkata: Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiap-tiap 
pembuat shurah (tempatnya) di neraka. Untuk setiap shurah yang ia buat, 
Allah akan menjadikan satu badan yang menyiksa ia di Jahannam”. Dan kata
 Ibnu Abbas: Kalau engkau terpaksa mengerjakannya, buatlah shurah-shurah
 pohon dan barang-barang yang tidak bernyawa. (H.S.R. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Golongan kelima berkata, bahwa yang haram adalah gambar-gambar dan 
patung-patung yang dihawatirkan akan disembah. Adapun yang lain daripada
 itu tidak haram. Alasan bagi golongan ini adalah hadits ke-18 dan ke-19
 dibawah, dengan beberapa pandangan dan bantahan atas hadits-hadits yang
 telah diajukan oleh golongan-golongan sebelumnya diatas. Di dalam 
masalah ini, pendapat saya (A. Hassan) setuju dengan golongan kelima 
ini. Adapun bantahan-bantahan yang akan disertakan nanti, sebagiannya 
adalah dari saya dan sebagian yang lain dari golongan yang kelima 
tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 18:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: إنّ أمّ حبيبة
 وأمّ سلمة ذكرتا لرسول الله ص. كنيسة راتاها بالحبشة فيها تصاوير. فقال 
رسول الله ص.: إنّ اولئك إذا كان فيهم الرّجل الصّالح فمات بنوا على قبره 
مسجدا وصوّروا فيه تلك الصّور أولئك شرار الخلق عند الله عزّ وجلّ يوم 
القيامة. (ح.ص.ر. مسلم&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Sesungguhnya Ummu Habibah dan Ummu Salamah 
menceritakan kepada Rasulullah s.a.w. satu gereja yang mereka lihat di 
negeri Habasyah, yang di dalamnya ada shurah-shurah. Maka sabda 
Rasulullah s.a.w.: “Sesungguhnya mereka itu, apabila ada diantara mereka
 seseorang yang shaleh, lalu ia mati, maka mereka membuat tempat 
sembahyang di atas kuburannya, dan mereka membuat padanya shurah-shurah 
tersebut. Mereka itu orang-orang yang jahat dipandangan Allah pada Hari 
Kiamat.” (H.S.R. Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: navy;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Hadits 19:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: green;&quot;&gt;قالت عائشة: كنت العب بالبنات عند النبيّ ص. (ح.ص.ر. البخاري&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;i&gt;Telah berkata Aisyah: Saya biasa bermain boneka (anak-anak patung) di hadapan Nabi s.a.w.&amp;nbsp; (H.S.R. Bukhari)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bantahan bagi alasan golongan pertama:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Keterangan hadits ke-1 sampai hadits ke-7 itu mengharamkan orang 
menyimpan shurah dan membuatnya, tetapi keterangan hadits ke-9 
membolehkan gambar diatas kain, dan keterangan hadits ke-10 sampai 
hadits ke-15 membolehkan gambar di bantal sandar dan bantal duduk, dan 
keterangan hadits ke-19 membolehkan patung-patung (boneka) untuk 
permainan. Oleh karena itu, terpaksa kita berkata bahwa yang diharamkan 
oleh keterangan hadits ke-1 sampai hadits ke-7 itu bukan gambar diatas 
kain atau bantal dan bukan patung-patung permainan. Sehingga gambar dan 
patung tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kategori:
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Gambar-gambar yang tergantung,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar-gambar yang dikhawatirkan akan dijadikan persembahan,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar-gambar yang disembah orang,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung-patung yang tidak dibuat sesembahan,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung-patung yang dikhawatirkan akan disembah orang, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung-patung yang disembah orang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Sekarang mari kita coba jadikan pertanyaan: Apakah semua macam gambar
 yang tergantung di tembok yang tersebut diatas itu hukumnya haram? Pada
 pandangan saya, tidak semua gambar biasa yang digantung itu haram. Yang
 haram itu hanya gambar-gambar yang disembah orang atau yang 
dikhawatirkan akan disembah; karena kalau semua macam gambar itu haram, 
tentulah Rasulullah s.a.w. tidak akan membiarkan dan menggunakan 
bantal-bantal yang bergambar, sebagaimana yang dijelaskan hadits ke-10 
sampai hadits ke-15, dan tentulah beliau tidak akan membiarkan 
patung-patung (boneka) untuk permainan di hadits ke-19. Gambar dan 
patung yang tersebut di poin: b, c, e, dan f sudah tentu haram, karena 
disembah dan khawatir akan disembah. Adapun patung-patung biasa, yaitu 
yang tidak dibuat sesembahan tersebut di poin d, tak dapat dikatakan 
haram, karena tidak ada kekhawatiran akan disembah orang.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Keterangan hadits ke-3 tidak menunjukkan haramnya gambar, tetapi 
menunjukkan bahwa tanda-tanda agama lain, seperti kayu palang Nashrani 
(salib:kruis), benda tersebut tidak boleh kelihatan di rumah kita. Dari 
sana kita dapat memahami bahwa gambar-gambar, patung-patung dan lain 
sebagainya yang digunakan untuk ibadah agama lain tidak boleh terlihat 
di rumah kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keterangan hadits ke-8 menunjukkan bahwa Rasulullah s.a.w. menyuruh 
untuk menjauhkan tabir karena beliau merasa terganggu oleh gambar yang 
ada padanya. Hal ini tidak menunjukkan kepada haram.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bantahan bagi alasan golongan kedua:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dari keterangan hadits ke-9 kita memahami bahwa semua macam shurah 
itu haram kecuali gambar diatas kain. Pendapat ini betul, karena kalau 
semua jenis patung dan gambar itu tidak boleh, tentunya Rasulullah 
s.a.w. tidak akan membenarkan Aisyah bermain patung-patung (hadits 
ke-19) dan tentunya beliau tidak akan membiarkan dan tidak akan 
bersandar dengan bantal bergambar (hadits ke10 sampai ke-15). Adapun 
perkataan “kecuali tulisan diatas kain.” Bisa jadi dari Nabi s.a.w dan 
bisa jadi Zaid bin Khalid sendiri yang memahami seperti itu. Dan walapun
 dari siapa, artinya tetap saja sama, bahwa yang boleh itu adalah yang 
tidak dikhawatirkan akan jadi pujaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bantahan bagi alasan golongan ketiga:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan beralasan keterangan hadits ke-10 sampai hadits ke-15, 
golongan ini berkata bahwa gambar-gambar yang tergantug itu berarti 
dihormati; dan kalau yang dijadikan bantal duduk atau bantal sandar 
tidak termasuk terhormat lagi; dan gambar yang tidak dihormati itulah 
yang tidak haram. Pendapat ini memiliki sedikit perbedaan dengan 
pendapat kami, yaitu yang jadi sebab haramnya gambar pada pandangan 
golongan ini adalah dalam hal “menghormati”, sedangkan pada pandangan 
kami adalah “khawatir akan dijadikan sesembahan”.&lt;br /&gt;
Menggantung tabir di hadits ke-10 sampai ke-15 itu dipandang oleh 
golongan ini sebagai penghormatan dan jika dijadikan bantal maka itu 
dipandang menghina. Pandangan ini tidak betul, karena kalau kita pikir 
lebih dalam, pastilah kedapatan, bahwa barang yang dijadikan bantal itu 
bisa jadi lebih mulia daripada yang dijadikan tabir, karena bantal itu 
berhubungan dengan badan kita dan selalu bersih, sedangkan tabir tidak 
begitu. Dan lagi jika kita melihat hadits ke-19 Rasulullah s.a.w. 
membenarkan Aisyah bermain patung-patung, sedangkan yang namanya bermain
 tidak dapat dikatakan menghina.&lt;br /&gt;
Disini nanti orang-orang akan bertanya; Apakah gambar-gambar yang ada
 di tabir pada hadits ke-10 sampai ke-15 itu semuanya adalah gambar yang
 dikhawatirkan akan disembah orang? Kita jawab: Kita percaya bahwa 
gambar-gambar tersebut adalah gambar-gambar yang dikhawatirkan akan 
disembah orang, karena pada jaman itu penuh dengan penyembahan berhala, 
sedangkan orang-orang Islamnya sendiri baru saja meninggalkan 
peribadatan kepada berhala.&lt;br /&gt;
Nanti ditanya lagi: Kalau begitu, apa perbedaan antara gambar-gambar 
tersebut di tabir dan di bantal? Kita jawab: Gambar-gambar di tabir yang
 disangkutkan misalnya di pintu, mudah tertarik untuk disembah karena 
selalu terlihat dan di tempat yang tinggi yang memang selalu menarik 
perhatian, adapun gambar yang misalnya di bantal itu jauh dari hal 
demikian.&lt;br /&gt;
Keterangan hadits ke-14 disebutkan bahwa Aisyah membeli bantal&amp;nbsp; 
bergambar itu untuk diduduki oleh Rasulullah s.a.w., tapi jelas terlihat
 beliau marah dan bersabda bahwa orang yang membuat gambar yang seperti 
itu akan disiksa di Hari Kiamat.&lt;br /&gt;
Keterangan hadits ke-12 menunjukkan Rasulullah s.a.w. menggunakan 
bantal yang bergambar, sedangkan keterangan yang ke-14 menunjukkan 
kemarahan tentang bantal yang bergambar. Jadi, antara bantal yang ini 
dan yang itu tentulah ada perbedaan. Apakah perbedaannya? Pada pandangan
 saya, bahwa bantal di hadits ke-12 itu gambar asal adalah gambar yang 
dikhawatirkan akan disembah orang, tetapi kekhawatirkan itu hilang 
ketika dijadikan bantal. Adapun bantal pada hadits ke-14 itu bergambar 
dengan gambar yang memang disembah orang-orang pada jaman itu. Maka 
gambar seperti ini perlu dihilangkan sebagaimana menghilangkan “tanda 
palang/kruis” pada hadits ke-3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bantahan bagi alasan golongan keempat:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dengan beralasan hadits ke-16 dan ke-17, golongan ini berkata bahwa 
yang haram itu adalah gambar makhluk yang bernyawa, seperti gambar 
malaikat, manusia dan binatang. Adapun gambar pohon dan lain-lain yang 
tidak bernyawa juga gambar sekerat atau gambar yang tidak berkepala itu 
tidak haram. Pendapat ini tidak betul. Sebenarnya yang dimaksud oleh 
hadits ke-16 itu adalah orang yang membuat gambar yang disembah atau 
yang dikhawatirkan akan disembah, meskipun gambar itu sekerat, hilang 
kepala atau gambar barang-barang yang tidak bernyawa. Karena ada 
segolongan manusia yang juga menyembah barang-barang yang tidak 
bernyawa. Kalaulah sekiranya gambar sekerat dan gambar-gambar yang tidak
 bernyawa itu dikatakan tidak haram secara umum, berarti membuat 
gambar-gambar dan patung-patung pohon, matahari, bintang dan sebagainya 
yang disembah orang tidak haram?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ringkasan dan pemandangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum membuat ringkasan dan pandangan tentang gambar dan patung, 
perlu kita jelaskan terlebih dahulu kategori gambar dan patung, agar 
waktu membaca ringkasan dan pandangan di bawah ini Anda dapat lebih 
cepat dipahami: Gambar dan patung itu ringkasnya ada enam macam:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Gambar yang tidak dikhawatirkan akan disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar yang dikhawatirkan akan disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar yang memang disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung yang tidak dikhawatirkan akan disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung yang dikhawatirkan akan disembah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patung yang memang disembah&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Agar cepat dipahami, kita buat soal jawab antara A dan B.&lt;br /&gt;
A: Gambar yang tidak dikhawatirkan akan disembah itu apakah haram atau tidak?&lt;br /&gt;
B: Tidak haram! Karena kalau haram, tentunya Rasulullah s.a.w. tidak 
akan membiarkan Aisyah membuat bantal dari kain yang bergambar (hadits 
ke-10 sampai ke-15) dan tentuya tidak akan bersandar padanya (hadits 
ke-12)&lt;br /&gt;
A: Apa hukum gambar yang dikhawatirkan akan disembah?&lt;br /&gt;
B: Hukumnya haram! Karena kalau tidak haram, tentunya Rasulullah s.a.w. 
tidak perlu mencabut dan menurunkan tabir-tabir yang bergambar di rumah 
Aisyah (hadits ke10 sampai ke-15) sambil berkata bahwa orang yang 
membuat gambar itu akan mendapat siksa yang pedih.&lt;br /&gt;
A: Baiklah! Apakah dengan sebab dicabut dan diturunkan tabir yang 
bergambar itu bisa menghilangkan kekhawatiran akan terjadi penyembahan 
padanya?&lt;br /&gt;
B: Saya yakin bisa hilang, karena kalau tidak, tentunya Rasulullah 
s.a.w. tidak akan melakukan hal demikian. (Rasul mencabut agar hilang 
kekhawatiran)&lt;br /&gt;
A: Apa hukum gambar yang memang disembah?&lt;br /&gt;
B: Gambar yang dikhawatirkan akan disembah saja hukumnya haram, apalagi yang memang sudah menjadi sesembahan.&lt;br /&gt;
A: Apa hukum patung yang tidak dikhawatirkan akan disembah?&lt;br /&gt;
B: Tidak haram! Kalau haram, tentulah Rasulullah s.a.w. tidak akan 
membiarkan Aisyah bermain patung-patung (boneka) di hadits ke-19&lt;br /&gt;
A: Apa hukum patung yang dikhawatirkan akan disembah?&lt;br /&gt;
B: Sama saja seperti gambar, sekurangnya sama hukunya, haram.&lt;br /&gt;
A: Apa hukum patung yang memang disembah?&lt;br /&gt;
B: Tentu tidak diragukan lagi, hukumnya haram.&lt;br /&gt;
Dari soal jawab diatas dapat kita simpulkan bahwa yang haram itu 
adalah gambar dan patung yang memang disembah orang dan yang khawatir 
akan disembah. Maka dari itu, tiap-tiap hadits yang mengharamkan shurah 
(gambar atau patung) wajib ditakhsiskan (ditentukan) yaitu yang disembah
 dan yang khawatir akan disembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Beberapa pertanyaan penting:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
A: Ada orang berkata bahwa gambar-gambar diatas kertas dan semisalnya
 itu tidak haram, yang haram itu adalah patung yang berbayang.&lt;br /&gt;
B: Tidak betul! Karena tabir yang Rasulullah s.a.w. cabut dan turunkan 
itu tiada lain adalah tabir yang bergambar, tidak berbayang (hadits 
ke-10 sampai ke-15) dan kalau berbayang itu haram, mengapa beliau 
membiarkan Aisyah bermain anak patung (hadits ke-19)?&lt;br /&gt;
A: Siapakah yang patut dikhawatirkan akan disembah?&lt;br /&gt;
B: Biasanya orang-orang yang dijadikan sesembahan itu adalah Nabi, 
orang-orang shaleh dan ketua-ketua agama. Karena itulah Nabi s.a.w. 
mencela perbuatan kaum seperti itu pada hadits ke-18&lt;br /&gt;
A: Gambar atau patung yang sudah tetap haramnya itu, apakah haramnya karena terlihat atau karena ada di rumah kita?&lt;br /&gt;
B: Kalau kita perhatikan hadits ke-10 sampai ke-15 dan juga yang 
lainnya, dapat kita pahami bahwa gambar dan patung yang dikhawatirkan 
akan disembah itu boleh ada di rumah kita tapi tidak boleh di 
tempat-tempat yang menarik perhatian, seperti di pintu, tembok yang 
selalu terlihat di hadapan tempat shalat dan lain sebagainya. Adapun 
gambar, patung dan lainnya yang memang disembah orang menurut hadits 
ke-3 dan ke-4 tidak boleh kelihatan, walaupun sudah dipecahkan, diputus,
 dipadamkan atau sebagainya.&lt;br /&gt;
A: Apa hukum membuat gambar dan patung?&lt;br /&gt;
B: Membuat gambar itu hukumnya ada tiga macam:&lt;br /&gt;
1. Tidak haram membuat gambar dan patung yang tidak haram kelihatan di 
rumah kita, karena suatu barang yang halal kita gunakan tidak bisa jadi 
haram untuk membuatnya.&lt;br /&gt;
2. Menurut hadits ke-13 dan lainnya, pembuat gambar yang dikhawatirkan 
akan disembah orang itu haram hukumnya, karena pada hadits tersebut 
dijanjikan siksaan bagi pembuat gambar. Begitu pun dengan pembuat 
patung.&lt;br /&gt;
3. Membuat gambar dan patung yang dikhawatirkan akan disembah saja sudah
 haram, sudah tidak diragukan lagi, haram hukumnya membuat shurah yang 
memang jadi sesembahan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: maroon;&quot;&gt;&lt;b&gt;Beberapa pandangan untuk menguatkan golongan kelima:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pada hadits ke-18 Rasulullah s.a.w. mencela orang Nashrani yang 
membuat shurah (gambar atau patung) orang-orang shaleh yang mati 
diantara mereka, tapi beliau tidak mencela mereka membuat gambar dan 
patung raja-raja dan para pahlawan mereka, padahal pada jaman itu banyak
 orang-orang yang membuat gambar patung raja dan panglima perang. Dari 
sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa orang-orang `alim dan shaleh itu 
dari jaman dahulu kala sudah dianggap sebagai kepala agama; dan 
kebanyakan berhala yang disembah orang di muka bumi ini asalnya adalah 
orang-orang shaleh dan `alim dari masing-masing kaum. Oleh sebab itu, 
sepatutnya diharamkan gambar atau patung orang-orang atau barang yang 
dikhawatirkan akan jadi barang pujaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada hadits ke-6 Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa pembuat gambar 
akan mendapat siksa yang paling berat. Siska yang paling pedih itu 
biasanya dijanjikan untuk orang kafir. Kalau pun ditujukan untuk orang 
Islam, tentunya mereka yang mengerjakan dosa yang hampir kepada kufur 
(*musyrik). Dalam hal membuat gambar, orang yang bisa dikatakan hampir 
kepada kufur itu tidak lain adalah mereka yang membuat gambar dan patung
 untuk disembah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada beberapa hadits tersebut diatas tadi, Disebutkan Rasulullah 
s.a.w. menurunkan tabir yang bergambar. Sesudah itu dengan tanpa 
bertanya lagi Aisyah menjadikannya bantal dan beliau pun diam, malah ada
 yang dijadikan sandaran beliau. Dari sini dapat kita pahami bahwa 
penyebab haramnya gambar oleh Aisyah adalah “khawatir akan disembah”. 
Karena kalau sekiranya dari gambar itu haram tanpa sebab, tentulah tidak
 jadi halal kalaupun jadi bantal.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.pkesinteraktif.com/edukasi/sosok/375-ahmad-hasan-ulama-dan-guru-besar-persis-1887-1958-.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;Ahmad Hassan&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;(disalin dan dialihbahasakan: &lt;a href=&quot;http://pipiriyai.wordpress.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pipiriyai.wordpress.com&lt;/a&gt;)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Alhamdulillah.&lt;/i&gt; Setelah membaca penjelasan diatas tadi, insya
 Allah sudah kita pahami dimana letak perselisihan berbagai pendapat dan
 ijtihad para ulama tentang shurah (gambar, patung dsb), karena 
alasan-alasan dalam menentukan hukum bagi shurah ini dipaparkan sejelas 
mungkin oleh Ustadz A. Hassan (alm). Harapan saya dengan pemaparan ke 
lima golongan yang berselisih tersebut, kita bisa saling menghargai, 
karena tentunya setiap golongan memiliki ulama masing-masing yang 
memperdalam ilmunya, saya yang bukan siapa-siapa ini tidaklah patut 
menjatuhkan dan berprasangka buruk terhadap ijtihad `alim ulama.&lt;br /&gt;
Berikutnya saya disini ingin berbagi permasalahan yang tentu saja 
semakin bertambah seiring perkembangan jaman, karena pemaparan diatas 
ditulis sekitar 50 tahun silam, tentu semakin kesini, jaman semakin 
berubah, terkhusus lagi tentang permasalahan shurah yang kini menjadi 
makanan sehari-hari, kita dapat menyaksikannya dimana-mana.&lt;br /&gt;
Mungkin saya hanya akan menawarkan soal dan keterangan saja, 
jawabannya mari kita renungi dan diskusikan bersama `alim ulama 
disekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mungkin ini pertanyaan untuk golongan pertama, bukankah kita 
diperintahkan untuk tholabul `ilmi? Mencari ilmu? Karena menggambar 
(Seni Rupa dan Desain) pun adalah sebuah ilmu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan (H.R 
Muslim)”. Mengapa diharamkan sesuatu yang Allah cintai? Karena seni rupa
 pun mempelajari dan mengajarkan keindahan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lalu, menanggapi pendapat golongan yang mengatakan gambar dan patung
 yang boleh itu adalah yang tidak cukup sifatnya yang membuat ia tampak 
hidup sehingga di Hari Kiamat nanti tidak akan dipaksa untuk ditiupkan 
ruh padanya. Nah, seandainya kita membuat gambar atau patung manusia 
yang lengkap satu tubuh luarnya saja, bukannya belum cukup sifatnya 
untuk hidup karena tidak ada organ dalamnya? Bagaimana bisa hidup kalau 
tidak ada jantungnya? Bukankah lebih kuat pandangan yang akan dipaksa 
ditiupkan ruh kepadanya adalah ketika si pembuat gambar atau patung 
membuatnya karena dimaksudkan untuk disembah, dalam arti lain, yang 
namanya disembah berarti merasa bahwa bikinannya itu hidup, kan? Maka 
dari itu, di Hari Kiamat para pembuatnya akan dipaksa untuk 
menghidupkannya, kan? Nah, mungkinkah akan dipaksa memasukkan ruh 
padahal tidak ada perasaan kalau yang dibuat itu bisa hidup?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memperkuat persoalan golongan keempat, jika melihat hadits ke-6, 7 
dan 16, dikatakan bahwa yang akan mendapat siksa pedih di Hari Kiamat 
adalah pembuat shurah dan mereka akan diminta untuk memberikan ruh pada 
setiap shurah. Lalu di hadits ke-17 ada pengecualian, bahwa pohon dan 
benda mati itu tidak haram. Nah, sekarang jika ada segolongan manusia 
yang menyembah benda mati seperti matahari, gunung, termasuk sebatang 
pohon, lalu mereka menggambar tuhan-tuhan mereka, apakah mereka juga 
akan diminta memasukan ruh kepada shurah tuhan-tuhan mereka yang benda 
mati itu?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian, ketika hadits ke-17 ada pengecualian bahwa gambar “pohon 
dan benda mati” itu tidak haram, tapi di hadits ke-5 berisi tantangan 
untuk membuat “sebiji gandum” dan menghukum mereka sebagai orang zhalim?
 Bukankah kedua hadits tersebut bertentangan? Yang satu membolehkan, 
tapi yang satu menghukum zhalim? Atau mungkin hadits ke-5 memang tidak 
berbicara tentang shurah?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita renungi terjemahan ayat Al-Qur`an ini: “Apakah berhala-berhala 
mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan 
yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang
 dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia 
dapat mendengar? Katakanlah (Muhammad), Panggilah (berhala-berhalamu) 
yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk 
mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi” (Q.S. Al-A`raf, 7:197). 
Disana jelas sekali Al-Qur`an menggambarkan sesuatu yang dianggap oleh 
manusia hidup itu adalah berhala (shurah yang disembah), kan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kita melihat pada sejarah Nabi Sulaiman a.s., jin membuat 
patung sebagai pekerjaan mereka, bukan sebagai sesembahan (lihat Q.S. 
Saba’, 34:13). Memanglah kita manusia umat Nabi Muhammad s.a.w., bukan 
jin dan bukan umat Nabi Sulaiman a.s. atau Daud a.s., tapi bukankah 
kisah tersebut dijelaskan dalam Al-Qur`an? Sedangkan jika Al-Qur`an 
menceritakan kisah sejarah berarti kita mesti mengambil ibrah 
(pelajaran) dan hikmah dari kisah tersebut?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan jika menelusuri kembali sejarah, bahwa gambar adalah merupakan 
bahasa, kita lihat manusia purbakala yang berkomunikasi dengan gambar di
 goa-goa, gunung dan sekitarnya. Lalu bangsa Yunani, Mesir kuno dan 
sebagainya pun berkomunikasi dengan gambar (relief) yang walaupun 
beberapa dibuat sebagai bentuk penyembahan, namun sebagian yang lain 
dimaksudkan untuk menginformasikan kisah dan sejarah. Dan sampai saat 
ini pun gambar masih dijadikan bahasa komunikasi dan informasi (bahasa 
visual). Bukankah kita berdakwah pun selayaknya dengan bahasa umat? Lalu
 bagaimana jika umat termasuk umat berbahasa rupa?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau Aisyah yang bermain boneka (patung untuk permainan) itu 
dibenarkan, berarti senasib kah jika gambar pun dijadikan mainan? 
Misalnya dijadikan kartu mainan, puzzle dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sama juga kah nasibnya dengan gambar untuk bacaan dan 
pertunjukan/tontonan? Misalnya buku bergambar, komik, animasi kartun dan
 sebagainya. Karena boneka yang dimainkan pun juga bisa dijadikan 
pertunjukan/tontonan, misalnya boneka Si Unyil, Si Cepot dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebenarnya kalau kita ingin membicarakan hal yang menyerupai makhluk
 Allah, ada gambar dan patung yang lebih cocok dikatakan hampir dan 
malahan berusaha menyerupai makhluk Allah. Yaitu gambar dan patung pada 
pelajaran ilmu pengetahuan alam. Misalnya gambar lengkap pembuluh 
jantung, patung manusia beserta organ dalamnya. Dan kalau kita pikir 
lebih jauh lagi, sekarang ada yang namanya robot, itu bukan hanya 
sekedar patung, tapi patung yang bisa “bergerak/hidup”. Sepertinya 
hal-hal tersebut lebih mendekati permasalahan berusaha untuk menyerupai 
makhuk Allah. Jika kita beralasan kalau hal-hal itu digunakan untuk 
kepentingan ilmu pengetahuan dan memudahkan pekerjaan, berarti betulkah 
pendapat golongan kelima, bahwa membuat gambar dan patung yang tidak 
untuk disembah adalah tidak haram?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada lagi nih, kalau tau film kartun “Cars” atau “Wall-E”. Nah itu malahan benda mati yang hidup? Apakah yang seperti itu …&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Satu hal yang mungkin belum dijelaskan diatas, Ustadz A. 
Hassan/golongan kelima mengkategorikan shurah atas dasar 
&amp;nbsp;penyembahan/pujaan saja. Lalu bagaimana jika dihadapkan dengan masalah 
karakter/sifatnya? Contoh kasus; &amp;nbsp;antara gambar pornografi dengan gambar
 anatomi tubuh manusia untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sepertinya 
hal seperti ini tidak usah terlalu diperdalam lagi, karena tanpa 
dijelaskan pun, bukankah fitrah hati kita sudah lebih dahulu 
menjawabnya? Walau demikian, inilah tantangan dan persoalan bagi 
golongan kelima, mewaspadai celah-celah setan yang dapat menjerumuskan 
kepada dosa, kebanyakan berasal dari pernyataan “Ah cuma gini doank 
kok…”, “Ah ini kan seni…”, “Ah ini kan bukan buat disembah…”dsb. Jika 
dibiarkan celah-celah tersebut, hasilnya adalah kebebasan berekspresi 
atas nama seni “hawa nafsu” yang melampaui batas?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika telah membaca berbagai pandangan diatas, bukankah selayaknya 
kita menentukan sikap atas masalah shurah ini? Agar segera meninggalkan 
perkara syubhat yang menimbulkan keraguan serta meneguhkan hati untuk 
meyakini ijtihad yang kita dapati pemahamannya?&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Bila pembaca disini merasa ada kata-kata saya yang menyeleweng 
sehingga seolah mencari-cari alasan sebagai pembenaran belaka, saya 
serahkan semuanya pada pemilik ilmu, Allah s.w.t. Saya hanya berusaha 
tidak jumud pandangan terhadap masalah ini, saya mencoba mengasosiasikan
 tema ini dengan ibrah dari sejarah masa lalu dan permasalahan yang kita
 jumpai saat ini dan masa yang akan datang, dimana ilmu pengetahuan 
semakin melaju pesat, dan shurah (gambar, patung dsb.) telah menjadi 
salah satu poin penting untuk memajukan ilmu pengetahuan. Yang dengan 
perantaraan shurah tersebut, ilmu-ilmu di bumi Allah ini dapat 
berinovasi sebagai tanda syukur. Karena bagaimanapun juga, ada manusia 
yang diberi bakat dan kelebihan oleh Allah dalam bidang seni rupa ini, 
bukankah semestinya mereka mensyukuri anugerah kemampuan tersebut?&lt;br /&gt;
Golongan kelima yang berpendapat diatas tidaklah tentu para seniman, 
mereka adalah ulama-ulama yang mendalami ilmunya, sehingga tidak serta 
merta berpendapat menurut hawa-nafsu apalagi mencari alasan untuk 
pembenaran belaka. Contohnya Ustadz Ahmad Hassan diatas yang terlebih 
dahulu mengumpulkan berbagai pendapat dari berbagai golongan, lalu 
dipertemukan semuanya, dikaji ulang, dirumuskan, sehingga jelaslah 
dimana letak perselisihannya. Tidak lain semua pendapat pun insya Allah 
berniat sama, yaitu untuk kemashlahatan umat manusia terkhusus lagi umat
 Islam yang berpedoman pada Al-Qur`an dan As-Sunnah. Dan kita yang sudah
 paham tentang pertentangan diatas, sepatutunya bisa saling menghargai, 
karena tiadalah penghargaan jika kita tidak saling memahami. &lt;i&gt;Wallahu a`lam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Walhamdulillahirabbil`alaimin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(&lt;a href=&quot;http://pipiriyai.wordpress.com/2012/08/28/menghukum-gambar-hukum-menggambar/&quot;&gt;http://pipiriyai.wordpress.com/2012/08/28/menghukum-gambar-hukum-menggambar/&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot;&gt;cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/a&gt;) &lt;/i&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3983200781799173477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3983200781799173477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/09/menghukum-gambar-hukum-menggambar.html' title='Hukum Gambar Dan Hukum Menggambar'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZtKPDkCdVv9nr1pfZIMvAoNW7zDrth_4ry6WTMxZ26kNk3QqqN3IBwkDjKUacuX6Mq6oY62TwNARAHaorEk_NiaWykK2FUDqG4Zs5W1qjsHNL5vWkeeFIdG6o-xpEDutQ5cuq0bvFDB4/s72-c/insinyur,+technical+engineering+drawing,+tehnik+menggambar,+cara+menggamvar,+perspektif,+menggambar+tehnik,+tehnik+sipil,+tehnik+mesin.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-6892469188456511812</id><published>2012-08-17T20:32:00.001+07:00</published><updated>2012-08-17T20:32:02.900+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><title type='text'>Cintai Siapa yang Menikahimu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9eH9axCzoGuwDieHFbyDkgzg-ePFynvCyftKcaY45bOzvbi_iw5VY6tMRrwl459YcEGnUqbhLePVVfMQ-zYKug2LCpI8Yn2UJKABoYY9zF9B4vNQLxpcKJHVbFE_gAXt5Zar7A8peG58/s1600/tumblr_m4tourBKJH1r4h3qno1_1280.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;267&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9eH9axCzoGuwDieHFbyDkgzg-ePFynvCyftKcaY45bOzvbi_iw5VY6tMRrwl459YcEGnUqbhLePVVfMQ-zYKug2LCpI8Yn2UJKABoYY9zF9B4vNQLxpcKJHVbFE_gAXt5Zar7A8peG58/s400/tumblr_m4tourBKJH1r4h3qno1_1280.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/b&gt; - Sore hari itu aku sedang berada di rumah, dengan kebiasaanku untuk membaca buku disela waktu senggangku. &lt;br /&gt;Nada SMS terdengar dari HP ku, sms dari Mbak Vira, ku baca isi pesan singkat tersebut “Na, ikutan belajar Fiqih yuk, besok pagi di rumah akh Farid. &lt;br /&gt;Ikut ya!!.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kujawab “siapa yang ngajar mbak?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Liat aja besok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya mbak, insya Allah”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, aku bersiap-siap untuk memenuhi janjiku mengikuti belajar Fiqih. &lt;br /&gt;Sesampainya di rumah akh Farid banyak wajah orang yang tidak ku kenal, karena memang aku orang baru di kota ini. &lt;br /&gt;Ustadz Yusran yang mengajar sangat bagus menurutku, beliau menguasai ilmu Fiqih dengan baik. &lt;br /&gt;Aku mengikuti proses belajar saat ini dengan baik, semua berjalan apa adanya. &lt;br /&gt;Setelah selesai belajar aku pun langsung pulang ke rumah. &lt;br /&gt;Pada sore harinya, sms mbak Vira masuk kembali ke HP ku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana tadi dek?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun membalas “apanya mbak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana ustadznya tadi?” balasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus koq mbak, beliau sangat menguasainya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak vira menjawab “Jadi bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda tanya besar ada di kepalaku, lirih dalam hatiku “apa maksudnya??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku termenung dan teringat dengan pernyataan mbak Vira beberapa hari lalu yang ingin menjodohkanku dengan seorang ustadz. &lt;br /&gt;Aku pun mulai mengerti arah pikiran mbak Vira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pun terus berjalan, aktivitas belajar Fiqih tersebut pun terus berjalan dengan lancar walau aku merasa gak safe karena proses perjodohan itu tidak berjalan semestinya, hanya ada wacana kemauan untuk menikah tapi selalu tidak jelas apa yang membuat kemauan itu berakhir dengan kata ketidaksiapan. &lt;br /&gt;Semua ini berjalan dalam waktu yang relatif lama, hingga aku pun enjoy dengan semua ini. &lt;br /&gt;Interaksi kami sebagai satu tim belajar begitu dekat dan akhirnya rasa cinta itu lahir pada diriku, cinta yang tak tepat karena ia lahir sebelum adanya komitmen kami di depan Allah. &lt;br /&gt;Mbak Vira dan suaminya pun terus mengusahakan perjodohan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tersadar akan adanya rasa tersebut, aku pun merasa sangat bersalah. &lt;br /&gt;Aku hanya ingin kepastian. &lt;br /&gt;Aku sungguh-sungguh berdoa, meminta kepadaNya agar menghadirkan jawaban untuk kepastian akan semua hal ini. Akhirnya satu jawaban dari Allah aku dapatkan, walau berat dari banyak sisi hidupku. &lt;br /&gt;Pagi itu aku di panggil atasanku untuk menghadapnya, aku sempat bingung apa salah yang ku perbuat. &lt;br /&gt;Pada saat itu atasanku menyampaikan bahwa Aku dipromosikan naik menjadi Kepala Divisi di perusahaanku tapi untuk kantor cabang yang jauh dari kota ini. &lt;br /&gt;Aku cukup terkejut dengan hal ini, setelah ku pertimbangkan bersama keluarga besarku aku pun mengambil keputusan untuk menerima Promosi ini, walau berat harus berpisah dengan keluarga dan banyak hal yang telah ku tekuni selama ini. &lt;br /&gt;Dan inilah yang ku anggap sebagai Jawaban terbaik dariNya, untuk ketidakpastian yang terjadi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari baru ku jalani di tempat baru ini, semua ku usahakan dari awal karena aku sendirian di sini. &lt;br /&gt;Banyak orang baru yang ku temui, ku coba satu persatu aku jadikan sebagai saudara dan sahabatku karena aku tak memiliki siapapun di sini. &lt;br /&gt;Sahabat pun aku dapatkan namanya mbak Siska, baik dan shalih dua sifat yang ku andalkan tuk ku jadikan alasan memilihnya sebagai sahabatku. &lt;br /&gt;Ia baik dan sangat mengerti cara berpikirku. &lt;br /&gt;Suatu hari mbak Siska menawarkan aku untuk berkenalan (ta’aruf) dengan seorang ikhwan, beliau berharap aku bisa menikah dan menetap di kota ini seterusnya. &lt;br /&gt;Aku menanggapi baik niat mbak Siska tersebut. &lt;br /&gt;Aku pun di pertemukan dengan ikhwan tersebut, perkenalan pun berjalan sebagaimana mestinya. &lt;br /&gt;Namun apa yang kupikirkan di luar prediksi mbak Siska. &lt;br /&gt;Ia bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana nana? Cocok?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf mbak, nana kurang sreg”, jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak sreg apanya?”, tanya mbak Siska.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terdiam tak bisa menjawab pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah aku pun terus berpikir dan mencoba merenungi apa yang sebenarnya terjadi. &lt;br /&gt;Mengapa aku menjadi susah mengambil keputusan. &lt;br /&gt;Mengapa selalu saja wajah dan kepribadian Ustadz Yusran yang menjadi pembanding ketika aku ingin mengambil keputusan lebih jauh. &lt;br /&gt;Aku pun mulai menyadari penyakit hati masih terus bersemayam dalam hatiku, rasa yang harusnya ku redam dan hilangkan karena ia merupakan rasa yang tepat. &lt;br /&gt;Aku pun terus memohon ampun kepada Allah dan aku pun meminta jalan keluar dari masalah ini. &lt;br /&gt;Aku tak ingin terus berada ‘keterpurukan’, karena aku pahami tak selamanya manusia hidup atas kemauannya tapi kehendak Allah adalah kepastian dan hal yang terbaik untuk hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun menjawab gundah hatiku, tiba-tiba suatu pagi aku dipanggil untuk bertemu Pimpinan Kantor cabang, beliau menyatakan karena di Kantor Pusat kekurangan tenaga Kepala Divisi, aku diminta kembali lagi ke Kantor Pusat untuk mengisi kekosongan tersebut. &lt;br /&gt;Betapa senangnya aku mendapatkan kabar gembira ini, aku bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat-sahabatku lagi, menekuni banyak kegiatan yang telah ku rintis dulu. &lt;br /&gt;Senang rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba aku termenung bagaimana proses ta’arufku bersama ihsan? &lt;br /&gt;Apakah ini jalan untuk mempertemukan aku lagi dengan Ustadz Yusran? &lt;br /&gt;Apa yang sedang Allah rekayasa untuk hidupku? &lt;br /&gt;Semua pertanyaan tersebut hadir dalam pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku bertemu mbak Siska, aku sampaikan tentang rencana kepindahanku dan bagaimana dengan Ihsan karena aku bersedia untuk melanjutkan proses ta’aruf ini. &lt;br /&gt;Mbak Siska pun menanyakan ke suaminya untuk mengetahui bagaimana keputusan ihsan. &lt;br /&gt;Hasilnya Ihsan yang menyatakan ketidaksiapan, karena di kota ini dia memiliki amanah yang banyak, amanah dakwah dan keluarga, ia tidak siap untuk pindah dan tak mau menghalangiku berkumpul dengan semua keluargaku di kota tersebut. &lt;br /&gt;Finally, satu jawaban ku dapatkan dari pertanyaan yang selalu hadir di pikiranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu pun tiba, aku kembali. Aku kembali menekuni begitu banyak aktivitas ku bersama keluarga dan sahabatku. &lt;br /&gt;Termasuk komunitas Fiqih yang pernah ku tinggalkan. &lt;br /&gt;Entah apa yang ku pikirkan, ingin kembali pada masalah yang sama atau mau mencari masalah baru lagi, ketika aku kembali berinteraksi dengan Ustadz Yusran. &lt;br /&gt;Ternyata Mbak Vira tak menyerah, masih saja ingin menjodohkan aku dengan Ustadz Yusran. &lt;br /&gt;Tapi kali ini aku tak meresponnya. &lt;br /&gt;Aku ingin penyakit hati yang sudah ku redam dan hapus itu tidak kambuh dan datang lagi. &lt;br /&gt;Hanya itu, walau rasanya semua begitu berat. &lt;br /&gt;Aku hanya memohon rahmatNya untuk memberikan aku jalan keluar terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah pun membahagiakanku, dengan rencanaNya yang sangat indah. &lt;br /&gt;Pagi itu aku ke kantor seperti biasa, tiba-tiba aku bertemu Alfan teman kecilku yang sudah lama tak bertemu dan dipertemukan lagi di kota ini. &lt;br /&gt;Senang rasanya, bersama sahabatku Desy, aku ajak Alfan makan dan bernostalgia masa kecil kami. &lt;br /&gt;Senang rasanya, hari itu begitu menyenangkan. &lt;br /&gt;Sebulan pun berlalu tanpa adanya komunikasi antara aku dan Alfan. &lt;br /&gt;Tiba-tiba Alfan datang ke orang tuaku mengutarakan maksudnya untuk melamarku, Ayah pun bertanya bagaimana pendapatku. &lt;br /&gt;Aku tak siap untuk berpikir panjang, karena aku takut tiba-tiba aku membandingkan Alfan dengan Ustadz Yusran lagi. &lt;br /&gt;Aku pun hanya mengatakan “Ayah, seorang suami itu akan menggantikan tanggungjawab seorang ayah bagi anak perempuannya. &lt;br /&gt;Kalau ayah yakin bahwa dia adalah laki-laki baik yang siap pundaknya menanggung tanggungjawab ayah selama ini atas Nana, maka terimalah lamarannya. &lt;br /&gt;Insya Allah Nana pun yakin Allah dan Ayah memilihkan suami yang terbaik buat Nana, suami yang siap menjaga Nana dan membersamai Nana menuju Ridha dan CintaNya” ayah pun tersenyum. &lt;br /&gt;Dan pertemuan keluarga pun terjadi dengan melibatkan para Ustadz dan Ustadzah yang dekat denganku dan Alfan, aku pun di khitbah oleh Alfan. &lt;br /&gt;Hasil rapat keluarga pernikahan kami akan dilangsungkan 2 minggu setelah proses khitbah ini. &lt;br /&gt;Begitu cepat rasanya, tapi inilah kemudahan dari Allah pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun ke rumah mbak Vira untuk silaturahim dan memberikan undangan pernikahanku untuk beliau dan keluarganya serta undangan untuk Ustadz Yusran, karena semua begitu cepat aku pun tak pernah menceritakan perihal pernikahanku kepada mbak Vira. &lt;br /&gt;Sebelum aku mengutarakan maksudku, mbak Vira sudah berceloteh panjang, termasuk masalah ustadz Yusran “Na, berbahagialah kamu. &lt;br /&gt;Tadi malam mbak dan suami menanyakan kembali tentang kesiapan Ustadz Yusran untuk menikahimu adikku, ya dia bilang siap Insya Allah. &lt;br /&gt;Malah si Ustadz bilang atur saja kapan kita akan silaturahim ke rumahnya, untuk bertemu keluarganya” dengan wajah berseri-seri mbak Vira bercerita. &lt;br /&gt;Aku pun hanya terdiam, berpikir apakah semua ini benar. &lt;br /&gt;Rasa yang pernah ada dulu terjawab dengan niatnya untuk menikahiku. &lt;br /&gt;Tiba-tiba aku begitu pusing, bagaimana dengan ini semua? Tiba-tiba aku teringat bahwa aku menyadari rasa cintaku yang dulu pernah ada itu adalah sebuah kesalahan. &lt;br /&gt;Komitmenku sekarang “Mencintai siapa yang menikahiku bukan menikah karena mencintai seseorang” Karena mencintai seseorang sebelum adanya Ijab Qabul adalah kesalahan. &lt;br /&gt;Ku yakinkan diri, Alfan adalah Pilihan terbaik dari Allah untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Na, koq diam?” mbak Vira memecah lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum aku katakan “Nggak apa-apa, koq mbak”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun langsung mengutarakan maksud kedatanganku “Mbak maaf ya aku nggak sempat cerita apa-apa, insya Allah ahad ini Nana nikah mbak. &lt;br /&gt;Ini undangan buat Mbak dan keluarga, Nana juga nitip ini yah, undangan buat Ustadz Yusran dan teman-teman komunitas Fiqih lainnya, salam ya mbak untuk teman-teman semua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Vira begitu terkejut. &lt;br /&gt;Aku menyalami dan memeluknya, kubisikkan ia sesuatu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Jazakillah khairan atas semuanya, selalu doakan Nana ya mbak. Semoga ini adalah yang terbaik bagi Nana dan semua.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa air mataku mengalir dan seberkas senyum pun aku sampaikan. &lt;br /&gt;Aku pamit dari rumah mbak Vira, meninggalkannya dengan wajah yang bingung. &lt;br /&gt;Dalam hatiku berkata “Tak perlu bingung, inilah Keputusan Allah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;a href=&quot;http://www.dakwatuna.com/2012/08/22355/cintai-siapa-yang-menikahimu/?utm_source=feedburner&amp;amp;utm_medium=feed&amp;amp;utm_campaign=Feed%3A+dakwatunacom+%28dakwatuna.com%29&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;/&lt;a href=&quot;http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;CintaHakiki&lt;/a&gt;)</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6892469188456511812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/6892469188456511812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/08/cintai-siapa-yang-menikahimu.html' title='Cintai Siapa yang Menikahimu'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9eH9axCzoGuwDieHFbyDkgzg-ePFynvCyftKcaY45bOzvbi_iw5VY6tMRrwl459YcEGnUqbhLePVVfMQ-zYKug2LCpI8Yn2UJKABoYY9zF9B4vNQLxpcKJHVbFE_gAXt5Zar7A8peG58/s72-c/tumblr_m4tourBKJH1r4h3qno1_1280.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-2250893969378796257</id><published>2012-08-17T05:07:00.003+07:00</published><updated>2012-08-17T05:07:46.164+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>19 Tahun Dikubur, Jasad Syuhada’ Palestina Masih Utuh</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKojv9mXutdmlPJ-H-ZfPFDUZYu__dq-YhPvapQYiShSJN-k_Wp6xJ7N5LaJhqnLRuYS_XWNU5ladVrk0zZz8hfuC3Czq1ueRcPhRqL-X0hpghAOB1634aMylXB3xG9taLitpkEE3k-rw/s1600/23_8710131100_L600.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKojv9mXutdmlPJ-H-ZfPFDUZYu__dq-YhPvapQYiShSJN-k_Wp6xJ7N5LaJhqnLRuYS_XWNU5ladVrk0zZz8hfuC3Czq1ueRcPhRqL-X0hpghAOB1634aMylXB3xG9taLitpkEE3k-rw/s400/23_8710131100_L600.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/b&gt; - Entitas Zionis Israel menyerahkan puluhan jasad syuhada kepada rakyat
 Palestina yang digali dari pemakaman Palestina. Subhanallah, satu dari 
puluhan jasad yang sudah lama dikubur tersebut ternyata masih utuh 
tubuhnya, layaknya baru meninggal beberapa menit saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jasad syahid tersebut bernama Syahib Ahmad Muhammad. Demikian dilansir Islammemo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Jasad Ahmad tersebut telah dikebumikan sejak 19 tahun silam di Tel 
Aviv. Namun hingga sekarang, jasad tersebut masih utuh sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Menurut salah seorang pemuda yang turut serta dalam pengurusan 
jenazah para syuhada tersebut, ketika dia membuka tutup peti jenazah, 
dia menemukan jasad Syahib masih utuh seperti adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Tercatat, Syahib telah syahid pada tanggal 24 April 1993 dalam sebuah
 operasi perlawanan militer di kota Eilat yang dijajah Israel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Fimadani/CintaHakiki) </content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2250893969378796257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/2250893969378796257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/08/19-tahun-dikubur-jasad-syuhada.html' title='19 Tahun Dikubur, Jasad Syuhada’ Palestina Masih Utuh'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKojv9mXutdmlPJ-H-ZfPFDUZYu__dq-YhPvapQYiShSJN-k_Wp6xJ7N5LaJhqnLRuYS_XWNU5ladVrk0zZz8hfuC3Czq1ueRcPhRqL-X0hpghAOB1634aMylXB3xG9taLitpkEE3k-rw/s72-c/23_8710131100_L600.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-172596813947572783</id><published>2012-08-16T23:37:00.000+07:00</published><updated>2012-08-16T23:37:55.204+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi Dan Syair"/><title type='text'>Antara Kau &amp; Aku</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; orphans: 2; text-align: -webkit-auto; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSI1QnZhV45-0bVelTQK6imrrXno-DucwFSPgrzJK1Wt7vqptBWr97qC_6KMGCnkfotQijO_n9k0PRNeTEpn3N84M8QLYVPPTxxIPNoswtFsamvTZg4pxIn_EQcy9WGg67YxRrz5nO4AQ/s1600/malay_wedding_by_cektembb.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;267&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSI1QnZhV45-0bVelTQK6imrrXno-DucwFSPgrzJK1Wt7vqptBWr97qC_6KMGCnkfotQijO_n9k0PRNeTEpn3N84M8QLYVPPTxxIPNoswtFsamvTZg4pxIn_EQcy9WGg67YxRrz5nO4AQ/s400/malay_wedding_by_cektembb.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com - &lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;fbPhotoCaptionText&quot;&gt;kau tanya : oleh sebab apa kau mencintaiku?&lt;br /&gt;
aku bilang : karena ketaatanmu kepada Allah dan ketaqwaanmu kepada Allah dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : tapi wajahku tidak begitu tampan&lt;br /&gt;
aku bilang : aku menyukai ukiran kesederhanaan wajahmu yang bercahaya dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : tapi kulit tubuhku tidak begitu putih&lt;br /&gt;
aku bilang : kulit tubuhmu memancarkan cahaya karena seringnya kau berwudhu dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : aku bukan lelaki kaya raya&lt;br /&gt;
aku bilang : tapi kau bekerja untuk menjemput rejeki Allah dengan mengharap ridho Allah dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : aku belum bisa membelikanmu rumah yang besar dan lapang&lt;br /&gt;
aku bilang : kau punya hati dan jiwa yang lapang dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : kelak bila kau kepanasan di rumah aku belum bisa membelikanmu pendingin ruangan&lt;br /&gt;
aku bilang : wajahmu teduh, tatapan matamu sejuk dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : mungkin aku belum mampu membelikanmu televisi dan radio hingga rumah kita sepi&lt;br /&gt;
aku bilang : kau memiliki suara yang merdu ketika membaca Al Qur&#39;an, aku tidak akan pernah bosan mendengar suaramu dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : aku tidak mempunyai kendaraan yang bagus untuk membawamu kemana-mana&lt;br /&gt;
aku bilang : kau lelaki yang penuh rasa syukur dengan semua yang kau miliki dan kau penuh percaya diri dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
katamu : aku belum mampu membawamu ke tempat-tempat yang indah bila kau sedang jenuh di rumah&lt;br /&gt;
aku bilang : bagiku kehadiran dan keberadaanmu di sisiku lebih indah dan itu sudah lebih dari cukup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
taukah kau, bila aku ditawarkan dunia dan seisinya untuk ditukar dengan dirimu, maka aku tidak akan pernah menukarnya. tidak akan pernah. karena dunia dan seisinya meski ditambah lagi dengan dunia dan seisinya yang baru tidak akan pernah bisa menyamai nilai dari ketaatanmu kepada Allah dan ketaqwaanmu kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kau diam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemudian..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kau tanya : mau kah kau menikah denganku?&lt;br /&gt;
aku bilang : tentu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
karena..&lt;br /&gt;
aku mencintaimu apa adanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/172596813947572783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/172596813947572783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/04/antara-kau-aku.html' title='Antara Kau &amp; Aku'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSI1QnZhV45-0bVelTQK6imrrXno-DucwFSPgrzJK1Wt7vqptBWr97qC_6KMGCnkfotQijO_n9k0PRNeTEpn3N84M8QLYVPPTxxIPNoswtFsamvTZg4pxIn_EQcy9WGg67YxRrz5nO4AQ/s72-c/malay_wedding_by_cektembb.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-221076820086512341</id><published>2012-08-16T23:26:00.000+07:00</published><updated>2012-08-16T23:26:33.089+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips"/><title type='text'>Doa Seorang Calon Ayah: Rabbi Habli Minash Sholihin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD1vJxOxRqduaymLw5UUASTNqTSAOQKrtFpnP6n5R9d4xvyeECVEeDNQ2U1VwDNsLAgzhovoVC-vNWBJf-3qPq-MuCF76qBfq0gXfvjOGx87k57b___4AcKl5QDJv2Hs7f2puENReHtCY/s1600/doa-munajat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;327&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD1vJxOxRqduaymLw5UUASTNqTSAOQKrtFpnP6n5R9d4xvyeECVEeDNQ2U1VwDNsLAgzhovoVC-vNWBJf-3qPq-MuCF76qBfq0gXfvjOGx87k57b___4AcKl5QDJv2Hs7f2puENReHtCY/s400/doa-munajat.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com – &lt;/b&gt;Dan apa saja yang diberikan kepada 
kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang 
apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah 
kamu tidak memahaminya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Allahu Akbar… Allahu Akbar..” Suara adzan
 menggema di seantero jagad raya saat masuk waktu Zhuhur di hari Jum’at 
itu. Sepasang suami istri masih berada di motornya. Mereka gelisah saat 
harus mencari masjid di daerah itu. Akhirnya ditemukanlah sebuah masjid 
di pinggir jalan meski harus memutar arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alhamdulillah, Allah 
sayang kita karena dipertemukan masjid saat adzan berkumandang. Ini 
menjawab doa dari harap cemas sedari tadi apakah bisa ketemu masjid di 
sepanjang jalan ini,” jelas sang istri ingin menenangkan sang suami yang
 sudah gusar tidak bertemu masjid sejak 30 menit sebelum adzan 
berkumandang tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah motor diparkirkan di halaman masjid 
yang cukup luas. Sang istri menunggu di luar masjid, dan suaminya pun 
bergegas masuk ke dalam masjid. Hari itu hari libur maka terlihat 
lengang seisi masjid. Hanya terlihat beberapa orang saja, mungkin tak 
lebih dari 50 orang yang sudah duduk di dalam masjid itu. Ruang utama 
masjid yang besar seakan mengecilkan jumlah jamaah yang hadir di majelis
 jumat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai shalat Jum’at, sang suami langsung menghampiri
 istrinya agar bisa bergantian shalat dan menjaga barang-barang yang 
kami bawa. Sekilas terlihat awan hitam menggumpal tebal di atas langit 
masjid, pertanda akan turun hujan lebat. Air yang jatuh pun tak ayal 
turun dari langit sebagai karunia dari Allah Ta’ala untuk seluruh alam. 
Meski hanya rintik hujan, tapi sudah mampu membuat sejuk udara kota yang
 panas dan terik di siang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Astaghfirullah…” gumam sang suami 
tatkala hadir seorang bapak tua yang menggunakan baju koko lusuh, celana
 mengatung, dan peci putih kusam, mengucapkan salam padanya. 
“Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,” tukas lelaki itu 
bermaksud menjawab salam dari bapak tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Boleh saya duduk di sini. Sambil nunggu hujan..,” terang sang bapak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silakan
 pak duduk di sini, tidak basah kok, karena terlindungi dari air hujan,”
 jawab sang suami sambil mempersilakan duduk bapak tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlibatlah
 mereka dalam satu pembicaraan santai. Sampai bapak tua itu mengutarakan
 kisah tentang dirinya bisa sampai di masjid itu. “Saya mencari anak 
saya ke Beji Depok pakai kereta karena saya cuma punya uang 20 ribu buat
 bolak balik. Rumah saya di Mauk Tangerang. Saya cari anak saya cuma 
pengin dia pulang, ibunya sakit-sakitan tambah parah. 3 bulan lalu anak 
saya pamit mau kerja kuli bangunan di Beji Depok. Bulan pertama, bulan 
kedua masih ngirim uang buat berobat. Cuma kok sekarang dah bulan 
keempat gak ada kabar juga dari dia. Makanya saya beranikan diri cari 
dia ke Beji Depok walaupun hanya berbekal alamat dari surat yang pernah 
dia kirim ke rumah,” jelas bapak tua itu mengisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak tahan 
jua bapak tua itu menahan air mata, akhirnya jatuh jua. Namun 
cepat-cepat ia seka agar tak terlihat lawan bicaranya. Lalu dia bertanya
 balik, hendak ke mana, dari mana, bersama siapa, dan naik apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu 
harapannya, dia berharap ada orang yang mau menolong untuk pulang ke 
Mauk dengan kendaraan karena ia sudah letih berjalan dari Beji Depok 
hingga masjid ini karena kehabisan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bapak sudah makan?” 
tanya sang lelaki itu, yang tak lain adalah suami dari wanita tadi yang 
sedang shalat Zhuhur, memecah kebisuan suasana yang terbangun seraya 
mengeluarkan nasi kotak dan satu botol air mineral yang baru saja ia 
dapat dari mengisi pengajian di jumat pagi itu. “Ini untuk bapak, 
silakan dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya punya dua kotak lagi kok…” jelas lelaki itu agar 
bapak tua tak bermaksud menolak makanan yang diberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langsung
 saja, dia pergi ke tempat wudhu untuk mencuci tangan lalu memakan nasi 
dalam kotak itu dengan lahap. Tak sampai 10 menit, nasi kotak itu sudah 
habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa laparnya bapak ini…” lirihnya dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mas sudah punya istri?” tanya bapak tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alhamdulillah, sudah Pak. Sekarang sedang shalat Zhuhur di dalam,” jawab lelaki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah berapa putranya?” tanya bapak tua itu lagi menimpali jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya
 belum punya Pak. Masih muda umur pernikahannya, belum satu tahun. Mohon
 doanya agar bisa segera diberi keturunan,” jawabnya dengan penuh 
harapan dan mata berbinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak yang sedang saya cari ini juga 
dikasih Allah setelah 5 tahun menikah. Saat itu saya sudah putus asa, 
sampai-sampai keluarga istri menganggap saya mandul. Akhirnya kita 
periksa ke dokter, ternyata kita berdua baik-baik saja. Saya coba buat 
datang ke masjid terus. Ikut pengajian tiap malam kamis. Nah di situ 
saya dapat ilmu buat dapatin anak. Saya diminta untuk shalat taubat dan 
shalat tahajjud yang rutin. Baru 5 bulan saya jalanin, alhamdulillah 
istri saya hamil. Baru lahiran anak pertama, ga sampai 1 tahun sudah 
hamil lagi. Sekarang anak saya tiga,” terang bapak tua itu dengan sangat
 menggugah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rabbi, terima kasih kau kirimkan hamba bapak tua
 ini yang telah memberikan ilmu pada hamba. Engkau sungguh adil dan 
lebih tahu tentang kebutuhan hamba…” doa lelaki itu dalam hati. Doanya 
terhenti ketika terdengar ucapan salam dari suara wanita yang tak lain 
adalah istri dari lelaki itu yang telah kembali dari shalat Zhuhur. 
Mereka pun bergegas berpamitan pada bapak tua itu untuk kembali 
melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lupa mereka menitipkan sedikit rezeki untuk 
istrinya yang sakit dan cukup untuk perjalanan pulang bapak tua itu 
dengan kendaraan umum atau kereta api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di motor, sang suami 
mengisahkan seluruh pelajaran yang didapatkan dari bapak tua tadi. Tak 
terelakkan sang istri pun menitikkan air mata di pundak suaminya. Meski 
tak terdengar tangis, tetapi basah di pundak menjadi tanda bahwa sang 
istri begitu merindukan buah hati. Bahkan sudah menyiapkan nama 
untuknya, kelak ia lahir nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hari setelah kejadian 
itu, sebelum sampai rumah, pelajaran itu pun datang kembali. Saat 
keduanya naik motor dan sang istri berkeinginan membeli segelas es 
pisang hijau. Penjualnya yang seorang ibu paruh baya bertanya pada sang 
istri, “Ibu lagi hamil ya? Ibu enak, saya aja baru setelah 10 tahun 
nikah dikasih anak sama Allah, dijaga bu ya. Hamil pertama ya bu?” tanya
 ibu itu dengan rentetan fakta yang membuat suami istri terdiam sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal
 baru 3 bulan lalu, sang istri keguguran. Sang suami mencoba menenangkan
 istrinya, dengan mengelus punggungnya dan mencoba menghibur dengan 
senda gurau yang mengundang tawa. “Alhamdulillah kalau hamil. Semoga ibu
 ga salah liat karena perut saya juga seperti orang hamil…hehehe…” canda
 sang suami ke ibu penjual itu agar suasana renyah dan tak menimbulkan 
sedih di hati istrinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesampainya di rumah, pelajaran itu pun 
masih datang dari Allah. Ibu mertua mereka entah mengapa tiba-tiba 
membicarakan hal yang sama. “Ibu dulu waktu hamil kamu itu juga lama. 
Ibu nunggu 4 tahun baru kamu ada di perut ibu. 4 tahun itu ibu ga putus 
minta sama Allah pas tahajjud. Ibu minta biar dikasih anak biar jadi ibu
 yang sempurna,” jelas sang ibu mertua kepada mereka hingga membuat 
mereka terdiam seribu bahasa tak mampu berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhwatil iman…&lt;br /&gt;
Setiap
 orang yang telah berumah tangga pasti menginginkan si buah hati. Buah 
hati yang menjadi titipan Allah Ta’ala kepada suami istri yang telah 
mengikatkan jalinan suci di hadapan Allah untuk menyeberangi samudera 
kehidupan dengan kapal keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Buah hati 
yang mampu menjadi pelipur lara orang tuanya kala duka itu hadir. Buah 
hati yang memberikan semangat kerja keras pantang menyerah kepada 
seluruh ayah di muka bumi ini. Mereka senantiasa berjuang agar 
keluarganya bisa menjadi keluarga yang tercukupi dan menjadi anak-anak 
yang berprestasi dan shalih-shalihah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku, ikhwatil iman rahimakumulloh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujian
 ini telah dialami pula oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria AS. Beliau
 berdua mendapatkan ujian yang sama, yaitu di masa tua belum memiliki 
keturunan yang menjadi penerus risalah kenabian dan menjaga 
keberlanjutan nasab. Hingga Nabi Zakaria AS berdoa, “Rabbi hablii min 
ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka sami’ud du’aa’.” (Ya Tuhanku, 
berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya Engkau
 Maha Pendengar doa). Allah pun mengabulkan doa Nabi Zakaria melalui 
malaikat Jibril AS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu pula dengan Nabi Ibrahim AS. Beliau pun
 berdoa kepada Allah, “Rabbi habli minash sholihiin (Ya Tuhanku, 
anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang 
shalih).” Lalu Allah mengabulkan doa beliau dengan memberi kabar 
kehamilan dari istrinya, Sarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhwatil iman…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpuluh-puluh
 tahun dua orang nabi kecintaan Allah diberikan ujian itu. 
Berpuluh-puluh tahun pula pastinya mereka berdoa kepada Allah agar 
diberikan keturunan. Hingga akhirnya di masa tua mereka barulah 
diberikan kebahagiaan dengan kabar adanya keturunan. Di masa sekarang, 
saya juga pernah jaulah dengan seorang ustadz di salah satu daerah di 
jawa barat yang sudah menikah 21 tahun belum juga dikaruniai anak. 
Mereka terus berusaha dan berdoa hingga Allah mengabulkan doa mereka 
nanti. Mereka adalah orang-orang beriman dan shalih yang Allah berikan 
ujian dan mereka bersabar dengan ujian itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikhwatil iman…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudara-saudaraku
 yang Allah rahmati karena kecintaan kita kepada-Nya, usahlah kita gusar
 dan gelisah bila Allah belum menitipkan buah hati di tahun ini. 
Teruslah berusaha dan tawakal agar Allah melihat setiap amalan shalih 
yang kita perbuat. Hingga Allah Ta’ala ridha atas segala yang kita 
usahakan dan doa kita dikabulkan Allah Ta’ala. Entah kapan, mungkin sama
 seperti Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakaria AS di hari tua, mungkin juga 
lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saudaraku, dari kisah di atas ada ibrah yang bisa 
diambil sebagai salah satu usaha untuk mempercepat datangnya buah hati. 
Pertama, dari bapak tua yang memberikan pelajaran bahwa beliau 
mendapatkan anak pertamanya setelah 5 tahun dengan cara shalat taubat 
dan shalat tahajjud. Kedua, pelajaran dari ibu mertua yang mengisahkan 
kehamilan pertamanya baru pada tahun keempat pernikahan setelah 
membiasakan diri shalat tahajjud meminta karunia buah hati yang shalih 
shalihah. Ketiga, bersabar dengan berusaha dan tawakal kepada Allah 
adalah pelajaran terbaik dari orang-orang beriman, bertaqwa, dan 
dicintai umat ini.&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ini menjadi pelipur lara hati 
yang gundah atas datangnya sang buah hati selama bertahun-tahun. Saat 
buah hati itu hadir, ujian itu lebih real kita rasakan untuk bisa 
menjadikan mereka anak-anak yang berprestasi, shalih, dan berakhlaq. 
Kesabaran dengan berusaha dan tawakal tetap menjadi kunci dalam mendidik
 buah hati. Betapa banyak hari ini orangtua yang mendidik anaknya tanpa 
hati. Mereka hanya mengandalkan fisik dan otak belaka hingga anak-anak 
berubah seperti robot dan mesin hitung, tanpa memiliki keshalihan dan 
akhlaqul karimah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, kehadiran buah hati yang dipercepat 
atau diperlambat oleh Allah Ta’ala tetap memiliki persamaan. Allah telah
 mengaturnya terkait hal itu. Kedekatan kepada Allah Ta’ala sebagai 
Pencipta dan Pemilik Hati menjadi kunci utama. Semoga Allah berikan 
kebahagiaan pada kita semua di akhir masa nanti, melihat anak-anak kita 
tumbuh menjadi pemimpin umat yang shalih, adil, dan menyejahterakan 
umat.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:  &lt;a href=&quot;http://www.dakwatuna.com/2012/06/21070/doa-seorang-calon-ayah-rabbi-habli-minash-sholihin/#ixzz1xo9I0Q4R&quot; style=&quot;color: #003399;&quot;&gt;http://www.dakwatuna.com/2012/06/21070/doa-seorang-calon-ayah-rabbi-habli-minash-sholihin/#ixzz1xo9I0Q4R&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/221076820086512341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/221076820086512341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/06/doa-seorang-calon-ayah-rabbi-habli.html' title='Doa Seorang Calon Ayah: Rabbi Habli Minash Sholihin'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhD1vJxOxRqduaymLw5UUASTNqTSAOQKrtFpnP6n5R9d4xvyeECVEeDNQ2U1VwDNsLAgzhovoVC-vNWBJf-3qPq-MuCF76qBfq0gXfvjOGx87k57b___4AcKl5QDJv2Hs7f2puENReHtCY/s72-c/doa-munajat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3150543415180266796</id><published>2012-08-16T23:23:00.000+07:00</published><updated>2012-09-03T14:54:57.291+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Jauh Di Mata Dekat Di Hati</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; color: black; font-family: inherit; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px; orphans: 2; text-align: center; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD_q89VplvznNpxCDo8JYauY0PKwlBibFRhSCnsVY9rBnLQHgtLBx0wPKfCxI63JMtphApplk8rZEoyS6DVjGVrXMIqHQxsQkvC8ADUIz3V5azfl5s1tqiUBbi350OcvjAEnleMJSHsX4/s1600/423802_382982615052832_199217383429357_1397056_1190903051_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;257&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD_q89VplvznNpxCDo8JYauY0PKwlBibFRhSCnsVY9rBnLQHgtLBx0wPKfCxI63JMtphApplk8rZEoyS6DVjGVrXMIqHQxsQkvC8ADUIz3V5azfl5s1tqiUBbi350OcvjAEnleMJSHsX4/s400/423802_382982615052832_199217383429357_1397056_1190903051_n.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Assalamu&#39;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com - &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot; Tak ada yang lebih indah bagi laki-laki dan wanita yang sedang saling jatuh cinta namun takut kepada Allah untuk bermaksiat, yang penuh ketaatan kepada Allah, yang menjaga diri dan kehormatan karena Allah dan yang menahan diri dari mengikuti hawa nafsu karena Allah Dengan memban&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;gun Indahnya Mahligai pernikahan &quot;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; margin: 0px; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;text_exposed_show&quot; style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ya Ukhti...&lt;br /&gt;
Bahkan jarak yang jauh yang memisahkan kita, tak lantas membuat kesetiaanku untuk menunggumu luntur begitu saja, antum bahkan lebih menjaga hati lebih dari anaa menjaga hati sendiri..&lt;br /&gt;
Ini bukan pengharapan, ini adalah satu ikatan iman, betapa kesetiaan kepada ALLAH membuat anaa mengikhlaskan hati untuk mengukir satu nama kecil diatas Nama besar Selain Nama ALLAH Di dalam hati..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Ukhti..&lt;br /&gt;
Namun ku ingin kau percaya bahwa anaa adalah Ikhwan setia, semua anaa lakukan karena ALLAH, karena ingin mengharap ridho ALLAH SWT..&lt;br /&gt;
Maka benar dari Awal tak akan pernah ada jalinan apapun antara kita sebelum halal..&lt;br /&gt;
Ya Ukhti, setiap malam kupanjatkan do&#39;a penuh harap hanya kepada Allah untuk apa yang anaa inginkan yaitu mendapat istri shalihah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Rabbku..&lt;br /&gt;
Berikanlah anaa pendamping hidup yang shalihah, agar kami berdua lebih banyak ingat kepada-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu, sesungguhnya Engkau maha mengawasi segala sesuatu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Ukhti..&lt;br /&gt;
Betapa indah dan tenang hari-hari penantian yang kita jalani, karena kita letakkan semua harapan kita hanya kepada ALLAH &#39;azza wa jalla, Rabb yang memegang kendali langit dan bumi..&lt;br /&gt;
Ya kita letakkan harapan itu secara penuh ikhlas dan berserah diri hanya pada Allah semata..&lt;br /&gt;
anaa &amp;amp;amp; antum tau, sangat tau, tak satupun mahkluk yang bisa menjadi tempat pengharapan, bahkan kita tidak bisa menentukan takdir di masa depan, ALLAH lah pemegang segala keputusan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Ukhti..&lt;br /&gt;
maafkan aku yang tiada punya daya sedikitpun selain kekuatan dari ALLAH, karena sebab Anaa &amp;amp;amp; antum sama&quot; masih menanti maka semua ini menjadi terasa lama..&lt;br /&gt;
maafkan anaa ya ukhti yang kadang tak kuasa dalam kesabaran &amp;amp;amp; keikhlasan..&lt;br /&gt;
Ku pilih engkau sebab engkau menjaga betul apa syariat ALLAH (insya ALLAH ), Dan karena aku tak mengenalmu banyak ^_^&lt;br /&gt;
sungguh ku tak ingin jauh lebih mengenalimu lebih sebelum Ridho ALLAH Menyampaikan semua tentangku &amp;amp;amp; tentangmu..&lt;br /&gt;
Yang pasti penuh kelebihan &amp;amp;amp; kekurangan, sama seperti Anaa..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Ukhti..&lt;br /&gt;
seandainya detik ini ku bisa menemuimu di seberang sana maka akan segera kulakukan namun Antum telah paham bahwa masih ada amanah yang harus Anaa selesaikan disamping berusaha memenuhi syarat yang ada pada Agama kita..&lt;br /&gt;
Dan syariat yang harus selalu kita pegang teguh..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Ukhti..&lt;br /&gt;
Namun kita berdua tetap tidak akan pernah tau nama siapakah yang telah tertulis di dalam Lauh Mahfuzh sebagai pendamping hidup kita, hingga kelak saatnya tiba Allah akan memperlihatkan ke kita keputusan dan takdir yang telah IA tetapkan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Anaa ingat kalimah yang pernah anaa utarakan bahwa Kalimah &quot; Bissmilahirohmanirohim &quot; telah membuat anaa mengawali itu semua dengan bertawakkal pada ALLAH tentang apa yang akan menimpa kita berdua, berikhtiar tentang apa saja yang akan kita tempuh, baik buruknya telah anaa serahkan pada ALLAH..&lt;br /&gt;
Sebuah Awal bahwa anaa sudah mematri satu nama Seorang Akhwat, hanya ALLAH yang tau, dan ketika itu pula hanya ALLAH sebagai satu - satunya tempat terpercaya meminta &amp;amp;amp; memohon Atas keindahan Rasa yang telah tercipta..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Man ghaba &#39; anil &#39;ain sallahul qalb..&lt;br /&gt;
&quot; Jauh dimata, dekat di hati &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya jodoh kita jauh Dari pandangan kita karena ALLAH belum memperlihatkan kepada kita untuk saat ini, namun begitu dekat ketika keimanan &amp;amp;amp; ketaatan yang kita perjuangkan demi mempersiapkan bekal bertemunya Anaa &amp;amp;amp; Antum..&lt;br /&gt;
Dalam Cinta yang sebenarnya &quot; Ridho ALLAH dalam mahligai Pernikahan &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal Lagi Ukhti..&lt;br /&gt;
anaa harap, jika terlalu lama ini terjadi, sebuah hubungan yang sungguh tak akan pernah kita anggap ada jalinan ini, karena memang tak pernah ada jalinan sebelum halal, maka suatu saat ketika tekad telah terpatri maka anaa ingin anaa &amp;amp;amp; antum segera memberi tanda bahwa Harusnya Sudah saatnya kita gapai Mahligai ridho ALLAH itu..&lt;br /&gt;
Karena Anaa ingat Pribahasa &quot; ketika Anaa Menjadi Emas, Antum mau Menjadi Perak &quot; Dan Sebaliknya &quot; ketika Antum Menjadi Emas, Anaa Yang akan menjadi perak &quot;&lt;br /&gt;
Mau Berbicara ketika Salah Satu terdiam, Demi Kebaikan Insya ALLAH Dalam Lingkup tetap ridho ALLAH.. ^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Ingat Ini Wahai Ukhti :&lt;br /&gt;
&quot; fa idzaa &#39;azamta fatawakkal &#39;alallaahi.. &quot;&lt;br /&gt;
Dan apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah..&lt;br /&gt;
(Ali &#39;imran 159)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
^^ + :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot; Cintailah Anaa Wahai Jodohku Yang telah tertulis Di Lauh Mahfuzh..&lt;br /&gt;
Dengan Cara apapun Asalkan Cara Yang Di Ridhoi ALLAH &quot;&lt;br /&gt;
Jaga Selalu Imanmu.. ^^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari : Jodohmu Yang Kini Jauh Di pelupuk Mata, Namun Dekat Di hati Suatu Saat Nanti..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamu&#39;alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3150543415180266796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3150543415180266796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/04/jauh-di-mata-dekat-di-hati.html' title='Jauh Di Mata Dekat Di Hati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD_q89VplvznNpxCDo8JYauY0PKwlBibFRhSCnsVY9rBnLQHgtLBx0wPKfCxI63JMtphApplk8rZEoyS6DVjGVrXMIqHQxsQkvC8ADUIz3V5azfl5s1tqiUBbi350OcvjAEnleMJSHsX4/s72-c/423802_382982615052832_199217383429357_1397056_1190903051_n.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7840391031553722484.post-3029535730429930727</id><published>2012-08-16T23:04:00.000+07:00</published><updated>2012-08-16T23:04:41.443+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Headline"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Muslimah"/><title type='text'>Tipe-tipe Wanita Dalam Al-Quran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj4I0ygCAYN4fDP8BPEU-7BnMum9qER6LyUpGS9Ja0Q9a-lxYdBZyHpHNxfKwLTcBCKgmjGKQV4EIChg3fNlgTHwbO-obTA7SoIOobBwXJSN4EIxMxd1K7pMjv7ecM1hVjkwkd8SY7ch4/s1600/muslimah-bercadar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj4I0ygCAYN4fDP8BPEU-7BnMum9qER6LyUpGS9Ja0Q9a-lxYdBZyHpHNxfKwLTcBCKgmjGKQV4EIChg3fNlgTHwbO-obTA7SoIOobBwXJSN4EIxMxd1K7pMjv7ecM1hVjkwkd8SY7ch4/s320/muslimah-bercadar.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Cintahakikiindonesia.blogspot.com&lt;/strong&gt; -&amp;nbsp;Ketika memasuki sebuah showroom, 
butik, atau toko yang menjual pakaian wanita, kita akan mendapatkan 
pakaian dengan berbagai bentuk, corak, dan ragamnya. Mau pilih yang 
mana? Semuanya terserah kita. Sebab kita sendiri yang akan memakainya. 
Kita pula yang akan menerima konsekuensi dari memakai pakaian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Pakaian dapat kita analogikan dengan kepribadian. Seperti halnya 
pakaian, kepribadian wanita pun memiliki beragam jenis dan corak. Kita 
diberi kebebasan untuk memilih tipe mana saja yang paling disukainya. 
Namun ingat, dalam setiap pilihan ada tanggung jawab yang harus dipikul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, Al-Qur’an memberi 
tuntunan kepada orang orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak 
salah dalam memilih kepribadian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an, yakni, pertama, tipe
 pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani 
menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya 
dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, 
istri&amp;nbsp;Fir’aun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah 
dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana 
di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Allah SWT mengabadikan do’anya, &lt;em&gt;“Dan Allah menjadikan perempuan 
Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a :&amp;nbsp;Ya Tuhanku, 
bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah 
aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang 
dzalim.”&lt;/em&gt; (QS. At-Tahriim: 11).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini 
diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada 
Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak 
pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang 
pezina!”&lt;/em&gt; demikian ungkap Maryam (QS. Maryam: 20).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama 
salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi
 untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. 
Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena 
kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini 
diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai 
“pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah.&amp;nbsp;Dalam istilah sekarang, 
wanita penyiram bensin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. 
demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali 
dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu 
menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan 
kezaliman. Isu yang&amp;nbsp;awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan 
Hindun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat 
menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda 
Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu,
 seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung 
kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan 
baik.”&amp;nbsp;Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.”&lt;/em&gt; (QS. Yusuf: 23).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah 
SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti 
dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim: 11). Namun, pada saat 
bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada&amp;nbsp;suaminya 
(yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat 
suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat 
dakwah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Difirmankan,&lt;em&gt; “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan 
bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang 
hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu 
berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat 
membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada 
keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”&lt;/em&gt; (QS. At-Tahriim: 10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. 
Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe 
pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam 
ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, 
penggoda, dan pengkhianat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan 
kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan
 bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan 
akhiratlah akan kita rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang 
memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu 
sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. 
An-Nuur: 34). &lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Wallaahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(IslamPos/CintaHakiki) </content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3029535730429930727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7840391031553722484/posts/default/3029535730429930727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintahakikiindonesia.blogspot.com/2012/08/tipe-tipe-wanita-dalam-al-quran.html' title='Tipe-tipe Wanita Dalam Al-Quran'/><author><name>Vertical Network</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04551666360949909004</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgj4I0ygCAYN4fDP8BPEU-7BnMum9qER6LyUpGS9Ja0Q9a-lxYdBZyHpHNxfKwLTcBCKgmjGKQV4EIChg3fNlgTHwbO-obTA7SoIOobBwXJSN4EIxMxd1K7pMjv7ecM1hVjkwkd8SY7ch4/s72-c/muslimah-bercadar.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>