<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Rukun Bukit 2</title><description>Rukun RT 06, Rukun Indonesia!</description><managingEditor>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 04:23:27 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Rukun RT 06, Rukun Indonesia!</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Hujan yang Baik Hati</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2015/06/hujan-yang-baik-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Wed, 17 Jun 2015 03:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-1283833707536939924</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOk_1ks8cr8RTn_EbglxDwn5T_AuTaHExnLWf_GIwqCo1LbnV91j7eJl9NtvQqbwPefUDALrd5PLI3JDF1s1uFSZCDeDlW0nL-2Ulj2n1CuSb9KLtZtip_yDyGUmfEKzNjT7T0h3llOs/s1600/nono+harga.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOk_1ks8cr8RTn_EbglxDwn5T_AuTaHExnLWf_GIwqCo1LbnV91j7eJl9NtvQqbwPefUDALrd5PLI3JDF1s1uFSZCDeDlW0nL-2Ulj2n1CuSb9KLtZtip_yDyGUmfEKzNjT7T0h3llOs/s400/nono+harga.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Hujan yang ini Tidak Menyenangkan by Non-O&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;Oleh&lt;b&gt; V Kirjito&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini muncul dari perjumpaan dengan masyarakat lereng Merapi Timur, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, 500 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Selama ratusan tahun, mereka hidup dari air hujan untuk masak, minum, mandi, mencuci, dan memelihara ternak sapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, rasa rendah diri membuat mereka harus berbohong kepada tamu mahasiswa di desa itu. Ketika mahasiswa bertanya apakah teh yang disajikan berasal dari air hujan, tuan rumah menjawab, ”Bukan, untuk minum beli air galon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Keadaan seperti itu tidak layak dibiarkan. Bukankah ini sebentuk peminggiran budaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga pengalaman hebat berkait dengan hujan. Di lereng Merapi Barat, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Pada 3 November 2010 Merapi erupsibesar. Awan panas hitam bergulung-gulung ke arah barat. Namun, hujan deras datang dan awan panas larut dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Baru kali ini ada air hujan keruh sekali. Bayangkan, betapa gelapnya jika abu tebal itu tidak disapu hujan. Betapa sesaknya bernapas mengirup butiran-butiran abu dan pasir Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dalam bahasa ilmu pengetahuan, air hujan menetralisasi udara yang tercemar abu letusan Merapi. Muncullah ungkapan masyarakat, ”hujan itu baik hati”. Generasi ilmiah menggunakan kata yang keren, Rain Plus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hujan yang baik&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Kita tahu sekali datang hujan, turun air jutaan liter jumlahnya. Timbul pertanyaan, apakah masalah yang kita hadapi semata-mata karena sebagian air hujan sekarang bersifat asam, atau karena jumlahnya yang terlalu banyak dan serentak dalam waktu relatif singkat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Jika hujan cuma rintik-rintik, tentu tidak akan menimbulkan masalah. Bahkan jika tiap hari hujan rintik-rintik, udara menjadi segar, tidak panas, oksigen dan ion negatif berlimpah.&lt;br /&gt;Celakanya belum ada teknologi yang bisa mengatur besarnya curah hujan, kapan,berapa lama, dan di mana. Mau tidak mau kita pasrah menerima hujan. Akan menjadi lebih baik lagi bila kita bersikap arif sehingga kita layak menyebutnyaRain Plus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita maumembiasakan peka rasa saat waktu hujan datang. Pasti udara terasa dingin dan segar. Tubuh pun terasa lebih sehat. Ini karena polusi udara disapu bersih oleh hujan, tepatnya dinetralkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Maka, menjadi terang mengapa hujan menit-menit awal, jika diukur jumlah mineral terlarut menggunakan TDSmeter (Todal Dissolved Solid) angkanya bisa mencapai 20-30 miligram/liter parts per million (ppm). Tetapi, waktu-waktu selanjutnya angka TDS akan turun. Jika hujan sangat deras disertai petir dan durasinya lama, TDS bisa nol ppm, alias air murni atau H2O. Diukurkeasamannya dengan derajat keasaman (pH) tester, di atas angka 7. Bukankah itu air sangat jernih, bahkan melebihi kaca bening!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Lalu apa peran air hujan di darat? Sebelum sampai ke jawaban, kita tahu Indonesia punya begitu banyak sampah, bahkan di selokan dan sungai. Bahkan, lagu dolanan anak-anak di Jawa pun menyuruh membuang anjing mati di kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa sadar tidak sadar, masyarakat mempunyai pandangan bahwa sungai itu tempat membuang sampah. Memang di sungai besar, seperti Sungai Progo atau Bengawan Solo, bangkai anjing atau sampah bisa segera hanyut dan terurai, akhirnya menjadi mineral yang menyuburkan tanah-tanah di kiri kanan sungai. Namun, kenyataannya sampah dibuang di semua tempat yang mengalirkan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Perlulah disebut kasus Kota Jakarta dan kota-kota lain yang rutin menjadi langganan banjir. Sementara kemampuan air hujan menetralkan racun di darat juga terbatas. Yang bisa terurai oleh air hujan mungkin terlarut sampai kedalaman tanah 10-20 meter. Yang tidak terurai tetap menjadi sampah bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Air tanah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya masyarakat umum beranggapan bahwa air di dalam tanah itu lebih bersih dari pada air hujan. Padahal, bukankah di tanah terlarut segala racun dan kotoran sampah baik yang ada di darat maupun dari udara ketika hujan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ada benarnya bahwa air tanah pada kedalaman 10-20 meter tercemar. Buktikan saja dengan TDS meter, sulit menjumpai air tanah yang angkanya di bawah 50 mg/l. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mematok standar air layak konsumsi maksimal 50 mg/l. Bandingkan dengan air hujan yang hanya 20-30 mg/l!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Demi membela masyarakat yang sepanjang tahun menggunakan air hujan, kami meneliti masyarakat Bunder-Jarakan, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten.&lt;br /&gt;Senjatanya cuma dua tester, yaitu TDS dan pH. Ditambah satu alat buatan sendiri, yaitu bejana elektrolisis air yang sudah diajarkan di SMP dan SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Apa yang kemudian membuka mata warga desa itu? Ternyata air hujan adalah air yang rendah mineral. Dari hujan ke hujan, dari bak yang satu ke bak yang lain, bahkan air hujan yang ditampung dalam kedung, tidak ada yang kandungan mineralnya melebih standar WHO, 50 ppm, meskipun warna air coklat atau hijau berlumut. Bahkan, tidak ditemukan air hujan yang asam, baik yang sudah disimpan dalam bak maupun dalam botol tertutup. Semua pH-nya 8 lebih. Malah ada air dalam bak tandon ber-pH 10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dari data itu, warga pun menjadi lebih tahu bahwa air hujan memenuhi standar WHO sebagai sumber air bersih dan layak konsumsi. Warga tidak perlu lagi merasa rendah diri, malah sebaliknya bangga pada air hujan sebagai sumber air paling bersih. Soal bakteri jika ada, cukup dimasak hingga mendidih. Namun, air hujan sebenarnya tidak disukai bakteri karena bersih, murni, dan rendah mineral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Selanjutnya masyarakat kami ajak belajar ”mengionisasi” dengan ilmu elektrolisis. Cukup menggunakan dua bejana berhubungan buatan sendiri, kemudian dialiri listrik searah atau DC. Maka, molekul air diurai menjadi ion bermuatan negatif yang bersifat basa (OH-) dan ion bermuatan positif yang bersifat asam (OH+).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Air basa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan percobaan ionisasi didiskusikan. Termasuk mencoba meminumnya, terutama yang basa, karena sangat jernih. Tidak hanya enak di lidah, air basa ini membuat masyarakat merasa lebih sehat dan stamina meningkat. Bahkan keringat, urine, tinja, dan mulut menjadi tidak berbau. Berarti sisa-sisa metabolisme tubuh tidak sampai membusuk di dalam tubuh sudah dikeluarkan.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ajaran ibu guru di sekolah dasar dulu, yaitu ”kebersihan pangkal kesehatan” sungguh bisa dibuktikan. Gurau warga pun berkembang. Tidak hanya tubuh manusia yang harus bersih. Negara ini juga perlu dibersihkan dari ”sampah-sampah” budaya yang tidak jujur, korupsi, dan anggaran siluman, agar negara sehat. Itulah sebabnya mereka mendirikan KPK, Komunitas Pemberantas Kotoran, menggunakan Rain Plus itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Selanjutnya, kami mengajak pembaca yang ingin tahu lebih jauh untuk hadir di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Selasa (31/3) sampai Kamis (2/4). Kami membuat acara dengan topik ”Displai Titik Balik Budaya Air Hujan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V Kirjito, Rohaniwan, Tinggal di Desa Jagalan, Muntilan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas edisi 31 Maret 2015&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiOk_1ks8cr8RTn_EbglxDwn5T_AuTaHExnLWf_GIwqCo1LbnV91j7eJl9NtvQqbwPefUDALrd5PLI3JDF1s1uFSZCDeDlW0nL-2Ulj2n1CuSb9KLtZtip_yDyGUmfEKzNjT7T0h3llOs/s72-c/nono+harga.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa yang Anda Tahu tentang Kota Semarang?</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2012/05/apa-yang-anda-tahu-tentang-kota.html</link><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Wed, 16 May 2012 16:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-7664023511444959779</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlODbLZtbRr_Rr-JpB55ZpANIHybBvXv2e7mwp4TN6OZCOtCmyxFswBpi4SWxC02dGWPRYo27Tc5YvO7CnnSgfahRM4Fmbf2DfXr_KPshbURObnc8SOjqXiQT5EhAU1l0r40v52X6gils/s1600/tukul-toni-hariyanto.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlODbLZtbRr_Rr-JpB55ZpANIHybBvXv2e7mwp4TN6OZCOtCmyxFswBpi4SWxC02dGWPRYo27Tc5YvO7CnnSgfahRM4Fmbf2DfXr_KPshbURObnc8SOjqXiQT5EhAU1l0r40v52X6gils/s320/tukul-toni-hariyanto.jpg" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tukul Arwana&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan kota yang dipimpin oleh wali kota Drs. H. Soemarmo HS, MSi dan wakil wali kota Hendrar Prihadi, SE, MM. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 624 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[3] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Geografi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati,Tembalang dan Banyumanik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSXGZGXlZa1ZI_0oauc_UCns5YCTTxb4lMi9ASO2qpGMGUXPz4PfFRn9tf8JZlCP8BfxDuujyO2sRTw0ihE9gcSy1_2fphUbgraQDJbi-uPlLeEYR3A6miqeD_nSeBlE4OkZyANFoTqDY/s1600/Gereja-Blenduk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="247" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSXGZGXlZa1ZI_0oauc_UCns5YCTTxb4lMi9ASO2qpGMGUXPz4PfFRn9tf8JZlCP8BfxDuujyO2sRTw0ihE9gcSy1_2fphUbgraQDJbi-uPlLeEYR3A6miqeD_nSeBlE4OkZyANFoTqDY/s320/Gereja-Blenduk.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gereja Blenduk&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejarah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT0LG5szlWouYVGRVcJsFaq3pa03QPQhtyB-De-fy9hoItGA_h1Hnga-Pl2Qa4KKupV_r6De1fyKaGyiNECGmSPXJHd2Z0x1NtkY9sZIN8nk4z50RMcTV-zXb5x9HDeQV-bn5QJBitXYE/s1600/Tugu-Muda-dengan-latar-bela.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT0LG5szlWouYVGRVcJsFaq3pa03QPQhtyB-De-fy9hoItGA_h1Hnga-Pl2Qa4KKupV_r6De1fyKaGyiNECGmSPXJHd2Z0x1NtkY9sZIN8nk4z50RMcTV-zXb5x9HDeQV-bn5QJBitXYE/s320/Tugu-Muda-dengan-latar-bela.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tugu Muda dan Gedung Lawang Sewu&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaran atau Sunan Pandanaran saja). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.&lt;br /&gt;
Kemudian pada tahun 1678 Amangkurat II dari Mataram, berjanji kepada VOC untuk memberikan Semarang sebagai pembayaran hutangnya, dia mengklaim daerah Priangan dan pajak dari pelabuhan pesisir sampai hutangnya lunas. Pada tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang kepada VOC sebagai bagian dari perjanjiannya karena telah dibantu untuk merebut Kartasura. Sejak saat itu Semarang resmi menjadi kota milik VOC dan kemudian Pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1906 dengan Stanblat Nomor 120 tahun 1906 dibentuklah Pemerintah Gemeente. Pemerintah kota besar ini dikepalai oleh seorang Burgemeester (Wali kota). Sistem Pemerintahan ini dipegang oleh orang-orang Belanda berakhir pada tahun 1942 dengan datangya pemerintahan pendudukan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa Jepang terbentuklah pemerintah daerah Semarang yang dikepalai Militer (Shico) dari Jepang. Didampingi oleh dua orang wakil (Fuku Shico) yang masing-masing dari Jepang dan seorang bangsa Indonesia. Tidak lama sesudah kemerdekaan, yaitu tanggal 15 sampai 20 Oktober 1945 terjadilah peristiwa kepahlawanan pemuda-pemuda Semarang yang bertempur melawan balatentara Jepang yang bersikeras tidak bersedia menyerahkan diri kepada Pasukan Republik. Perjuangan ini dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Daftar wali kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Sejak 1945 - 2012&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Sejak tahun 1945 para wali kota yang memimpin kota besar Semarang yang kemudian menjadi Kota Praja dan akhirnya menjadi Kota Semarang adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mr. Moch.lchsan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mr. Koesoebiyono (1949–1 Juli 1951)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RM. Hadisoebeno Sosrowerdoyo (1 Juli 1951–1 Januari 1958)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958–1 Januari 1960)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961–26 April 1964)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mr. Wuryanto (25 April 1964–1 September 1966)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Letkol. Soeparno (1 September 1966–6 Maret 1967)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Letkol. R.Warsito Soegiarto (6 Maret 1967–2 Januari 1973)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kolonel Hadijanto (2 Januari 1973–15 Januari 1980)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kol. H. Iman Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980–19 Januari 1990)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kolonel H. Soetrisno Suharto (19 Januari 1990–19 Januari 2000)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; H. Sukawi Sutarip SH. (19 Januari 2000–2010)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Drs.H.Soemarmo HS, MSi / Hendrar Prihadi, SE, MM. (2010–sekarang)&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Daftar penguasa Semarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Di bawah Kerajaan Demak&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kin San/Raden Kusen (1478-1529)[4]&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ki Ageng Pandan Arang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sunan Bayat (Sunan Pandan Arang II)&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Di bawah Kesultanan Pajang dan Kesultanan Mataram&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pangeran Kanoman atau Pandan Arang III (1553-1586)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mas R.Tumenggung Tambi (1657-1659)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mas Tumenggung Wongsorejo (1659 - 1666)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mas Tumenggung Prawiroprojo (1666-1670)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mas Tumenggung Alap-alap (1670-1674)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kyai Mertonoyo, Kyai Tumenggung Yudonegoro atau Kyai Adipati Suromenggolo (1674 -1701)&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Di bawah VOC&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Raden Martoyudo atau Raden Sumoningrat (1743-1751)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Marmowijoyo atau Sumowijoyo atau Sumonegoro atau Surohadimenggolo (1751-1773)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Surohadimenggolo IV (1773-?)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Adipati Surohadimenggolo V atau kanjeng Terboyo (?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Pemerintahan Hindia Belanda&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Raden Tumenggung Surohadiningrat (?-1841)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Putro Surohadimenggolo (1841-1855)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mas Ngabehi Reksonegoro (1855-1860)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RTP Suryokusurno (1860-1887)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RTP Reksodirjo (1887-1891)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RMTA Purbaningrat (1891-?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintahan kemudian dibagi 2 : Kota Praja dan Kabupaten. Penguasa pribumi kemudian menjadi Bupati Semarang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Raden Cokrodipuro (?-1927)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RM Soebiyono (1897-1927)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RM Amin Suyitno (1927-1942)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RMAA Sukarman Mertohadinegoro (1942-1945)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan Republik Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; R. Soediyono Taruna Kusumo (1945-1945), hanya berlangsung satu bulan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; M. Soemardjito Priyohadisubroto (tahun 1946)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pemerintahan Republik Indonesia Serikat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; RM. Condronegoro hingga tahun 1949&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pengakuan kedaulatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; M. Soemardjito Priyohadisubroto (1946-1952)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; R. Oetoyo Koesoemo (1952-1956).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotamadya Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 
tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dalam lingkungan 
Provinsi Jawa Tengah. Tentang kabupaten akan dijelaskan pada sesi yang 
lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pembagian administratif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kota Semarang terdiri atas 16 kecamatan dan 177 kelurahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lihat Daftar Tabel di Bawah&lt;/b&gt;.Klik dua kali jika ingin melihat tampilan utuh.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdmLXVfvKBXeukk9-dSoLwuJ1kZMNgkK6KshqeTAxDOhsop7_4SMt3sGqscGJtwKXaZ973rLVCVDOvTe-Qr8QjaW4lTcb0NGohprvoEidJMQl6qnmMFYGZ-sy39SwoT45coWeS_23SvT8/s1600/tabel-kel-semarang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdmLXVfvKBXeukk9-dSoLwuJ1kZMNgkK6KshqeTAxDOhsop7_4SMt3sGqscGJtwKXaZ973rLVCVDOvTe-Qr8QjaW4lTcb0NGohprvoEidJMQl6qnmMFYGZ-sy39SwoT45coWeS_23SvT8/s320/tabel-kel-semarang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Add caption&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penduduk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penduduk Semarang umumnya adalah suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Agama mayoritas yang dianut adalah Islam. Semarang memiliki komunitas Tionghoa yang besar. Seperti di daerah lainnya di Jawa, terutama di Jawa Tengah, mereka sudah berbaur erat dengan penduduk setempat dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun silam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Olahraga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
PSIS Semarang merupakan satu-satunya klub sepak bola profesional di Kota Semarang. Pada musim 1999, PSIS berhasil menjadi juara Liga Indonesia, namun pada musim kompetisi 2000 terdegradasi ke Divisi I. Pada musim 2006 bermain di Divisi Utama Liga Djarum Wilayah 1 dan meraih juara kedua setelah dalam final kalah 0–1 oleh Persik Kediri Pada tahun ini PSIS kembali berlaga di Indonesia Super League tanpa dana bantuan APBD sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semarang United FC merupakan klub sepak bola yang mengikuti turnamen dalam ajang Liga Primer Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pariwisata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Wisata Alam&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pulau Tirangcawang, di Kelurahan Tugu&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pantai Tirang, di Kelurahan Tambak Harjo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pantai Marina, di Kelurahan Tawangsari&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pantai Maron, di Kelurahan Tambak Harjo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Goa Kreo, di Kelurahan Kandri&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waduk Taman Lele, di Kelurahan Tambakaji&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Wisata Sejarah&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Museum MURI, di Kelurahan Tegalsari&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Museum Jamu Nyonya Meneer, di Kelurahan Muktiharjo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Museum Jawa Tengah, di Kelurahan Gisikdrono&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lawang Sewu, di Kelurahan Pindrikan Kidul&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tugu Muda, di Kelurahan Pindrikan Kidul&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Wisata Religi&lt;/u&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Masjid Agung Jawa Tengah, di Kelurahan Sambirejo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gereja Blenduk, di Kelurahan ....&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Candi Tugu, di Kelurahan Tugurejo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pagoda Buddhagaya, di Kelurahan ...&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Klenteng Sampoo Kong, di Kelurahan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;Wisata Keluarga&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wonderia, di Kelurahan Tegalsari&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bonbin Tinjomoyo, di Kelurahan Sukorejo&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mariokoco, di Kelurahan Tawangsari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWgg6Vj85Oay6bIQUdDF9ttfvLgQZ__iVBINi0sDZhxrKLRQ3Y2KjXm5tUP0nFuJCMtYbgPITUdfvzPOd9JI8TF2ugAiLge9ERqrPKAQXziEQwBBsOV3d0lndLfZ2V3n1I2SRJEyRw72I/s1600/Java-Mall.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWgg6Vj85Oay6bIQUdDF9ttfvLgQZ__iVBINi0sDZhxrKLRQ3Y2KjXm5tUP0nFuJCMtYbgPITUdfvzPOd9JI8TF2ugAiLge9ERqrPKAQXziEQwBBsOV3d0lndLfZ2V3n1I2SRJEyRw72I/s320/Java-Mall.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Java Mall di Peterongan, Semarang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJE5p-3-dLSLsBzVZd6yoBW6FcSW5QLTDbri9gXNb8xgeWKa3TQfKXxbPIF7oCVi8XVsNDUEYwcVUF04V9HXY-0HY6g_YbMrn_oIXtiN5p3yN5Uup4ivcPWUcx-hgzQumUCMX9J3hpqpY/s1600/Peta-Jawa-Tengah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJE5p-3-dLSLsBzVZd6yoBW6FcSW5QLTDbri9gXNb8xgeWKa3TQfKXxbPIF7oCVi8XVsNDUEYwcVUF04V9HXY-0HY6g_YbMrn_oIXtiN5p3yN5Uup4ivcPWUcx-hgzQumUCMX9J3hpqpY/s320/Peta-Jawa-Tengah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Peta Jawa Tengah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;u&gt;&lt;br /&gt;Wisata Belanja&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pasar Johar, di Kelurahan Kauman&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Citra Land Mall, di Kelurahan Karang Kidul&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Java Mall, di Kelurahan Karang Kidul&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Matahari Paragon, di Kelurahan Karang Kidul&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Acara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dugderan, di Kelurahan Kauman&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semarang Expo, di Kelurahan Pindrikan Kidul&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Makanan Khas Semarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Makanan khas Semarang antara lain adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lunpia Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wingko Babat&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bandeng presto&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bakpia&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tahu Gimbal&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Soto Bangkong "Soto Semarang"&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Blanggem&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mentho&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Timus&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sega becak&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gilo-gilo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Transportasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kota Semarang dapat ditempuh dengan perjalanan darat, laut, dan udara. Semarang dilalui jalur pantura yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di pantai utara Pulau Jawa. Saat ini sedang dibangun jalan tol yang menghubungkan Semarang dengan Solo, kota terbesar kedua di Jawa Tengah. Angkutan bus antarkota dipusatkan di Terminal Terboyo. Angkutan dalam kota dilayani oleh bus kota, angkot, dan becak. Pada tahun 2009 mulai beroperasi Bus Rapid Transit (BRT),sebuah moda angkutan massal meskipun tidak menggunakan jalur khusus seperti busway di Jakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semarang memiliki peranan penting dalam sejarah kereta api Indonesia. Di sinilah tonggak pertama pembangunan kereta api Hindia Belanda dimulai, dengan pembangunan jalan kereta api yang dimulai dari desa Kemijen menuju desa Tanggung sepanjang 26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Pencangkulan pertama dilakukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van den Beele, Jumat 17 Juni 1864. Jalan kereta api ini mulai dioperasikan untuk umum Sabtu, 10 Agustus 1867.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembangunan jalan KA ini diprakarsai sebuah perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) (terjemahan: Perseroan tak bernama Perusahaan Kereta Api Nederland-Indonesia) yang dipimpin oleh Ir JP de Bordes. Kemudian, setelah ruas rel Kemijen - Tanggung, dilanjutkan pembangunan rel yang dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), pada 10 Februari 1870. Semarang memiliki dua stasiun kereta api: Stasiun Semarang Tawang untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif, serta Stasiun Semarang Poncol untuk kereta api kelas ekonomi dan angkutan barang. Kereta api di antaranya jurusan Semarang-Jakarta, Semarang-Bandung, Semarang-Surabaya, Jakarta-Semarang-Jombang, Jakarta-Semarang-Malang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angkutan udara dilayani di Bandara Ahmad Yani, menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota besar Indonesia setiap harinya. Sejak tahun 2008 Bandara Ahmad Yani menjadi bandara Internasional dengan adanya penerbangan langsung ke luar negri, contohnya ke Singapura. Pelabuhan Tanjung Mas menghubungkan Semarang dengan sejumlah kota-kota pelabuhan Indonesia; pelabuhan ini juga terdapat terminal peti kemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama baik negeri maupun swasta. Berdasarkan data dari DAPODIK Kota Semarang 2010/2011, perguruan tinggi di Kota Semarang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Universitas: Universitas Diponegoro (Negeri) • Universitas Negeri Semarang (Negeri) • Universitas 17 Agustus 1945 • Universitas Aki • Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman • Universitas Dian Nuswantoro • Universitas Islam Sultan Agung • Universitas Katolik Soegijapranata • Universitas Muhammadiyah Semarang • Universitas Pandanaran • Universitas Semarang • Universitas Stikubank • Universitas Wahid Hasyim&lt;br /&gt;
Institut: Ikip Pgri Semarang • Ikip Veteran Jawa Tengah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah: Sekolah Tinggi Bahasa 17 Agustus 1945 Semarang • Sekolah Tinggi Elektronika Dan Komputer Pat • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Anindyaguna • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bank BPD Jawa Tengah • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Nusantara • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Stikubank • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Totalwin • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Manggala • Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada •&lt;br /&gt;
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi • Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming • Sekolah Tinggi Manajemen Transpor Amni • STIKES Karya Husada Semarang • STIKES Telogorejo Semarang • STIMIK Pro Visi • STMIK Himsya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Politeknik: Politeknik Negeri Semarang (Negeri) • Politeknik Jawa Dwipa • Politeknik Stibisnis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi: Akademi Akuntansi Dian Kartika • Akademi Akuntansi Effendiharahap • Akademi Bahasa 17 Agustus 1945 Semarang • Akademi Bahasa Asing IEC Semarang • Akademi Kebidanan Abdi Husada • Akademi Kebidanan Karsa Mulia • Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo • Akademi Kebidanan Panti Wilasa • Akademi Keperawatan Asih Husada • Akademi Keperawatan Islam Sultan Agung Semarang • Akademi Keperawatan St Elizabeth Semarang • Akademi Kesejahteraan Sosial Ibu Kartini • Akademi Keuangan Dan Akuntansi Wika Jasa • Akademi Keuangan Perbankan Widya Buana • Akademi Kimia Industri Santo Paulus Semarang • Akademi Manajemen Indonesia Semarang • Akademi Maritim Nasional Indonesia • Akademi Pelayaran Niaga Indonesia • Akademi Perdagangan Tjendekia Puruhita • Akademi Sekretari Marsudirini Santa Maria • Akademi Statistika Muhammadiyah Semarang • Akademi Teknik Perkapalan Veteran • Akademi Teknik Prasetya 28 • Akademi Teknik Wacana Manunggal Semarang • Akademi Teknologi Arie Lasut • Akademi Teknologi Industri Veteran Semarang • Akademi Teknologi Semarang • AMIK Jakarta Teknologi Cipta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu di Semarang juga terdapat beberapa Sekolah Menengah Atas sangat baik dan unggul ,swasta maupun negeri terkemuka,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah Menengah Negeri Tersebut antara lain:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 1 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 2 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 3 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 4 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 5 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 6 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Negeri 11 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMK Negeri 4 Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMK Negeri 7 (STM PEMBANGUNAN) Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMK Negeri 9 (SMEA 2 Pembina) Semarang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah Menengah Swasta Tersebut antara lain:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Kolese Loyola&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA PL Don Bosko Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Sedes Sapientiae Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMK Texmaco Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Semesta&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Karangturi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Terang Bangsa&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Tri Tunggal&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Kebon Dalem Semarang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMA Kesatrian 2 Semarang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Media&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Surat kabar yang terbit di Semarang antara lain: Harian Semarang (HarSem), Radar Semarang dan Meteor (Grup Jawa Pos), Suara Merdeka, Wawasan (Suara Merdeka Grup). Televisi lokal di Semarang adalah Semarang TV, TV Borobudur, Pro TV, dan TVKU. Radio di kota Semarang banyak diantaranya adalah Gajah Mada, Pop FM, CFM, 90.2 Trax FM, RCT, IBC, Smart FM, Sindo Radio FM, PAS FM, 92.6 FM Radio Idola, 88.6 ( Rhema FM) dan 102 FM Prambors Radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Lain-lain &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semarang memiliki slogan sebagai Kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di antara rumah sakit besar di Semarang antara lain: RSUP Dr. Karyadi, RSUD Kota Semarang, RSU Rumah Sakit Tlogorejo, Rumah Sakit Elizabeth, Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto, RSU PKU Muhammadiyah Roemani, RSB Bunda,RSB Hermina Rumah Sakit William Both dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa pasar besar a.l: ps.Johar, ps.Peterongan, ps.Jatingaleh, ps.Banyumanik, ps.Kobong, ps.Karangayu, ps.Bulu, ps.Gang Baru dll.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perusahaan Farmasi antara lain Phapros, Saka Farma, DGPharm, Zenith&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pabrik Jamu antara lain Jamu Jago, Sido Muncul, Nyonya Meneer, Jamu Leo dll&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pernah populer penggunaan bahasa pergaulan yang disebut bahasa Walikan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tempat salah satu Ambalan terkenal di Indonesia Ambalan Soeringgit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artis/penyanyi/Seniman/Grup Musik asal Kota Semarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tukul Arwana, Pelawak sekaligu Presenter talkshow Bukan Empat Mata Di stasiun televisi Trans 7.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ki Joko Hadiwijoyo, Dalang Wayang Kulit asal Kota Semarang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ki Narto Sabdho, Dalang Wayang Kulit asal Kota Semarang kelahiran Klaten yang meninggal pada tahun 1985 lalu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tradisi Gila, grup musik Punk Rock asal Kota Semarang yang menjadi grup band indie terbesar dikota semarang yang namanya melambung lewat lagu "Tattonesia".&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anne Avantie.Desainer kondang&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asty Ananta.Penyanyi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tia AFI,pemenang AFI indosiar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlODbLZtbRr_Rr-JpB55ZpANIHybBvXv2e7mwp4TN6OZCOtCmyxFswBpi4SWxC02dGWPRYo27Tc5YvO7CnnSgfahRM4Fmbf2DfXr_KPshbURObnc8SOjqXiQT5EhAU1l0r40v52X6gils/s72-c/tukul-toni-hariyanto.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Santai Sejenak</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2012/02/santai-sejenak.html</link><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Wed, 1 Feb 2012 05:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-853495856796145469</guid><description>Sambil menunggu bahan-bahan penting yang mungkin bakal hadir di masa  mendatang, tak ada salahnya menghibur diri sejenak dengan menengok  Majalah HumOr versi online; majalah ini diterbitkan lagi sejak  pertengahan Januari 2012 lalu. Sejenak bersantai sambil menengok  berbagai rentetan peristiwa penting yang pernah terjadi di negeri ini.  Para kartunis dengan perspektifnya sendiri, mencoba "memotret" itu semua  dengan goresan-goresan yang nakal namun juga komikal. Selamat  menikmati, semoga ada manfaatnya buat kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Edisi 001&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmWN9A5i9RqhXAUTpTO4vkAt_Ou7gkJbW_X7eYSYwnoqKWbKulenJZk0EQF8xl0HFHLriNhzSAZfJgpsxVYtQl-xeqD5WsIOO2HAXbFDVdJOnO0ICECBuwpgX81nGZDW2vfYFNha6uNKFZ/s1600/Cover-onlen-Humor-jpeg.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmWN9A5i9RqhXAUTpTO4vkAt_Ou7gkJbW_X7eYSYwnoqKWbKulenJZk0EQF8xl0HFHLriNhzSAZfJgpsxVYtQl-xeqD5WsIOO2HAXbFDVdJOnO0ICECBuwpgX81nGZDW2vfYFNha6uNKFZ/s400/Cover-onlen-Humor-jpeg.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://majalahumor.blogspot.com/2012/01/telah-terbit-majalah-20-miliar_24.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Klik di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Edisi 002&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglk5hRBXOgip1L2x0MVHCQmoiJuEG4NkgEmu4dRNAucoSabn0earfJoT-gh7al0O6l9Xe20gR1LaNF9teO-LcJgDB0BwQrzQ4xToHGM4ki3BZXn1DyXL6A3fJCuIi4agp2grusE_HNPL8L/s1600/Cover-HumorFeb-jpeg.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglk5hRBXOgip1L2x0MVHCQmoiJuEG4NkgEmu4dRNAucoSabn0earfJoT-gh7al0O6l9Xe20gR1LaNF9teO-LcJgDB0BwQrzQ4xToHGM4ki3BZXn1DyXL6A3fJCuIi4agp2grusE_HNPL8L/s400/Cover-HumorFeb-jpeg.jpg" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://majalahumor.blogspot.com/2012/01/no-002-edisi-februari-2012.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Klik di Sini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmWN9A5i9RqhXAUTpTO4vkAt_Ou7gkJbW_X7eYSYwnoqKWbKulenJZk0EQF8xl0HFHLriNhzSAZfJgpsxVYtQl-xeqD5WsIOO2HAXbFDVdJOnO0ICECBuwpgX81nGZDW2vfYFNha6uNKFZ/s72-c/Cover-onlen-Humor-jpeg.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>SENI TARI DI JAWA TENGAH</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2011/01/seni-tari-di-jawa-tengah.html</link><category>jawa tengah</category><category>seni tari</category><category>www.blogster.com</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Sun, 16 Jan 2011 09:35:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-8313408032756289715</guid><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG1JSHW2dAaPeWka6OSF99ju9dbRlE1nnIrhHyUEt65lXTQu9Cq7E-9ih73VGWGaEHQ6T5p4nR86gDwjyTM0WznK5JkwYKM4jl1yweTFoRZtbkVYPocK6dhsc7YtPJCBFb9KnDwQErzQk/s1600/tari-khusus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG1JSHW2dAaPeWka6OSF99ju9dbRlE1nnIrhHyUEt65lXTQu9Cq7E-9ih73VGWGaEHQ6T5p4nR86gDwjyTM0WznK5JkwYKM4jl1yweTFoRZtbkVYPocK6dhsc7YtPJCBFb9KnDwQErzQk/s200/tari-khusus.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saat Ibu Catur mempersiapkan Tari Kreasi Baru&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tari sering disebut juga ”beksa”, kata  “beksa” berarti “ambeg” dan “esa”, kata tersebut mempunyai maksud dan  pengertian bahwa orang yang akan menari haruslah benar-benar menuju satu  tujuan, yaitu menyatu jiwanya dengan pengungkapan wujud gerak yang  luluh.&lt;br /&gt;
Seni tari adalah ungkapan yang disalurkan / diekspresikan  melalui gerak-gerak organ tubuh yang ritmis, indah mengandung kesusilaan  dan selaras dengan gending sebagai iringannya. Seni tari yang merupakan  bagian budaya bangsa sebenarnya sudah ada sejak jaman primitif, Hindu  sampai masuknya agama Islam dan kemudian berkembang. Bahkan tari tidak  dapat dilepaskan dengan kepentingan upacara adat sebagai sarana  persembahan. Tari mengalami kejayaan yang berangkat dari kerajaan  Kediri, Singosari, Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam  Wuruk.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Surakarta merupakan pusat seni tari. Sumber utamanya terdapat  di Keraton Surakarta dan di Pura Mangkunegaran. Dari kedua tempat inilah  kemudian meluas ke daerah Surakarta seluruhnya dan akhirnya meluas lagi  hingga meliputi daerah Jawa Tengah, terus sampai jauh di luar Jawa  Tengah. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu sudah ada sejak  berdirinya Kraton Surakarta dan telah mempunyai ahli-ahli yang dapat  dipertanggungjawabkan. Tokoh-tokoh tersebut umumnya masih keluarga Sri  Susuhunan atau kerabat kraton yang berkedudukan. Seni tari yang berpusat  di Kraton Surakarta itu kemudian terkenal dengan Tari Gaya Surakarta.  Macam-macam tariannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Srimpi, Bedaya, Gambyong, Wireng,  Prawirayuda, Wayang-Purwa Mahabarata-Ramayana. Yang khusus di  Mangkunegaran disebut Tari Langendriyan, yang mengambil ceritera  Damarwulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangannya timbullah tari kreasi baru yang  mendapat tempat dalam dunia tari gaya Surakarta. Selain tari yang  bertaraf kraton (Hofdans), yang termasuk seni tari bermutu tinggi, di  daerah Jawa Tengah terdapat pula bermacam-macam tari daerah setempat.  Tari semacam itu termasuk jenis kesenian tradisional, seperti :&lt;br /&gt;
-- Dadung Ngawuk, Kuda Kepang, Incling, Dolalak, Tayuban, Jelantur, Ebeg,&lt;br /&gt;
Ketek Ogleng, Barongan, Sintren, Lengger, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedoman  tari tradisional itu sebagian besar mengutamakan gerak yang ritmis dan  tempo yang tetap sehingga ketentuan-ketentuan geraknya tidaklah begitu  ditentukan sekali. Jadi lebih bebas, lebih perseorangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam seni tari dapat dibedakan menjadi klasik, tradisional dan garapan baru. Beberapa jenis tari yang ada antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Tari Klasik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-- Tari Bedhaya :&lt;br /&gt;
Budaya  Islam ikut mempengaruhi bentuk-bentuk tari yang berangkat pada jaman  Majapahit. Seperti tari Bedhaya 7 penari berubah menjadi 9 penari  disesuaikan dengan jumlah Wali Sanga. Ide Sunan Kalijaga tentang Bedhaya  dengan 9 penari ini akhirnya sampai pada Mataram Islam, tepatnya sejak  perjanjian Giyanti pada tahun 1755 oleh Pangeran Purbaya, Tumenggung  Alap-alap dan Ki Panjang Mas, maka disusunlah Bedhaya dengan penari  berjumlah 9 orang. Hal ini kemudian dibawa ke Kraton Kasunanan  Surakarta. Oleh Sunan Pakubuwono I dinamakan Bedhaya Ketawang, termasuk  jenis Bedhaya Suci dan Sakral, dengan nama peranan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Endhel Pojok&lt;br /&gt;
b. Batak&lt;br /&gt;
c. Gulu&lt;br /&gt;
d. Dhada&lt;br /&gt;
e. Buncit&lt;br /&gt;
f. Endhel Apit Ngajeng&lt;br /&gt;
g. Endhel Apit Wuri&lt;br /&gt;
h. Endhel Weton Ngajeng&lt;br /&gt;
i. Endhel Weton Wuri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai jenis tari Bedhaya yang belum mengalami perubahan :&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Ketawang lama tarian 130 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Pangkur lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Duradasih lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Mangunkarya lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Sinom lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Endhol-endhol lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Gandrungmanis lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Kabor lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Tejanata lama tarian 60 menit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada  umumnya berbagai jenis Bedhaya tersebut berfungsi menjamu tamu raja dan  menghormat serta menyambut Nyi Roro Kidul, khususnya Bedhaya Ketawang  yang jarang disajikan di luar Kraton, juga sering disajikan pada upacara  keperluan jahat di lingkungan Istana. Di samping itu ada juga  Bedhaya-bedhaya yang mempunyai tema kepahlawanan dan bersifat  monumental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lamanya penyajian tari Bedhaya (juga Srimpi)  maka untuk konsumsi masa kini perlu adanya inovasi secara matang, dengan  tidak mengurangi ciri dan bobotnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Bedhaya garapan baru :&lt;br /&gt;
-- Bedhaya La la lama tarian 15 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya To lu lama tarian 12 menit&lt;br /&gt;
-- Bedhaya Alok lama tarian 15 menit&lt;br /&gt;
dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-- Tari Srimpi&lt;br /&gt;
Tari  Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat  perhatian pula. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat  sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan  terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang  nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat  yang melambangkan tiang Pendopo. Seperti Bedhaya, tari Srimpipun ada  yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung. Juga karena lamanya  penyajian (60 menit) maka untuk konsumsi masa kini diadakan inovasi.  Contoh Srimpi hasil garapan baru :&lt;br /&gt;
Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit&lt;br /&gt;
Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit&lt;br /&gt;
dll.&lt;br /&gt;
Beberapa contoh tari klasik yang tumbuh dari Bedhaya dan Srimpi :&lt;br /&gt;
a.  Beksan Gambyong : berasal dari tari Glondrong yang ditarikan oleh Nyi  Mas Ajeng Gambyong. Menarinya sangat indah ditambah kecantikan dan modal  suaranya yang baik, akhirnya Nyi Mas itu dipanggil oleh Bangsawan  Kasunanan Surakarta untuk menari di Istana sambil memberi pelajaran  kepada para putra/I Raja. Oleh Istana tari itu diubah menjadi tari  Gambyong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sebagai hiburan, tari ini sering juga ditarikan  untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan.  Adapun ciri-ciri Tari ini :&lt;br /&gt;
-- Jumlah penari seorang putri atau lebih&lt;br /&gt;
-- Memakai jarit wiron&lt;br /&gt;
-- Tanpa baju melainkan memakai kemben atau bangkin&lt;br /&gt;
-- Tanpa jamang melainkan memakai sanggul/gelung&lt;br /&gt;
-- Dalam menari boleh dengan sindenan (menyanyi) atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.  Beksan Wireng : berasal dari kata Wira (perwira) dan 'Aeng' yaitu  prajurit yang unggul, yang 'aeng', yang 'linuwih'. Tari ini diciptakan  pada jaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra  beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata  perang. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang  dengan menggunakan alat perang. Ciri-ciri tarian ini :&lt;br /&gt;
-- Ditarikan oleh dua orang putra/i&lt;br /&gt;
-- Bentuk tariannya sama&lt;br /&gt;
-- Tidak mengambil suatu cerita&lt;br /&gt;
-- Tidak menggunakan ontowacono (dialog)&lt;br /&gt;
-- Bentuk pakaiannya sama&lt;br /&gt;
-- Perangnya tanding, artinya tidak menggunakan gending&lt;br /&gt;
sampak/srepeg, hanya iramanya/temponya kendho/kenceng&lt;br /&gt;
-- Gending satu atau dua, artinya gendhing ladrang kemudian&lt;br /&gt;
diteruskan gendhing ketawang&lt;br /&gt;
-- Tidak ada yang kalah/menang atau mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Tari Pethilan : hampir sama dengan Tari Wireng. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan / bagian dari ceritera pewayangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-cirinya :&lt;br /&gt;
-- Tari boleh sama, boleh tidak&lt;br /&gt;
-- Menggunakan ontowacono (dialog)&lt;br /&gt;
-- Pakaian tidak sama, kecuali pada lakon kembar&lt;br /&gt;
-- Ada yang kalah/menang atau mati&lt;br /&gt;
-- Perang mengguanakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran&lt;br /&gt;
-- Memetik dari suatu cerita lakon.&lt;br /&gt;
Contoh dari Pethilan :&lt;br /&gt;
-- Bambangan Cakil&lt;br /&gt;
-- Hanila&lt;br /&gt;
-- Prahasta, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d.  Tari Golek : Tari ini berasal dari Yogyakarta. Pertama dipentaskan di  Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu  Angger tahun 1910. Selanjutnya mengalami persesuaian dengan gaya  Surakarta. Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis  yang baru menginjak masa akhil baliq, agar lebih cantik dan menarik.  Macam-macamnya :&lt;br /&gt;
-- Golek Clunthang iringan Gendhing Clunthang&lt;br /&gt;
-- Golek Montro iringan Gendhing Montro&lt;br /&gt;
-- Golek Surungdayung iringan Gendhing Ladrang Surungdayung, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Tari Bondan : Tari ini dibagi menjadi :&lt;br /&gt;
-- Bondan Cindogo&lt;br /&gt;
-- Bondan Mardisiwi&lt;br /&gt;
-- Bondan Pegunungan/Tani.&lt;br /&gt;
Tari  Bondan Cindogo dan Mardisiwi merupakan tari gembira, mengungkapkan rasa  kasih sayang kepada putranya yang baru lahir. Tapi Bondan Cindogo  satu-satunya anak yang ditimang-timang akhirnya meninggal dunia. Sedang  pada Bondan Mardisiwi tidak, serta perlengakapan tarinya sering tanpa  menggunakan kendhi seperti pada Bondan Cindogo. Ciri pakaiannya :&lt;br /&gt;
-- Memakai kain Wiron&lt;br /&gt;
-- Memakai Jamang&lt;br /&gt;
-- Memakai baju kotang&lt;br /&gt;
-- Menggendong boneka, memanggul payung&lt;br /&gt;
-- Membawa kendhi (dahulu), sekarang jarang.&lt;br /&gt;
Untuk  gendhing iringannya Ayak-ayakan diteruskan Ladrang Ginonjing. Tapi  sekarang ini menurut kemampuan guru/pelatih tarinya. Sedangkan Bondan  Pegunungan, melukiskan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang  asyik menggarap ladang, sawah, tegal pertanian. Dulu hanya diiringi  lagu-lagu dolanan tapi sekarang diiringi gendhing-gendhing lengkap. Ciri  pakaiannya :&lt;br /&gt;
-- mengenakan pakaian seperti gadis desa, menggendong tenggok, memakai caping&lt;br /&gt;
dan membawa alat pertanian.&lt;br /&gt;
--  Di bagian dalam sudah mengenakan pakaian seperti Bondan biasa, hanya  tidak memakai jamang tetapi memakai sanggul/gelungan. Kecuali jika  memakai jamang maka klat bahu, sumping, sampur, dll sebelum dipakai  dimasukkan tenggok.&lt;br /&gt;
Bentuk tariannya ; pertama melukiskan kehidupan  petani kemudian pakaian bagian luar yang menggambarkan gadis pegunungan  dilepas satu demi satu dengan membelakangi penonton. Selanjutnya menari  seperti gerak tari Bondan Cindogo / Mardisiwi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Tari Topeng :&lt;br /&gt;
Tari  ini sebenarnya berasal dari Wayang Wong atau drama. Tari Topeng yang  pernah mengalami kejayaan pada jaman Majapahit, topengnya dibuat dari  kayu dipoles dan disungging sesuai dengan perwatakan tokoh/perannya yang  diambil dari Wayang Gedhog, Menak Panji. Tari ini semakin pesat  pertumbuhannya sejak Islam masuk terutama oleh Sunan Kalijaga yang  menggunakannya sebagai penyebaran agama. Beliau menciptakan 9 jenis  topeng, yaitu topeng Panji Ksatrian, Condrokirono, Gunung sari, Handoko,  Raton, Klono, Denowo, Benco(Tembem), Turas (Penthul). Pakaiannya dahulu  memakai ikat kepala dengan topeng yang diikat pada kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tari Tradisional&lt;br /&gt;
Selain  tari-tari klasik, di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional  yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Kesenian  tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai  keunikan-keunikan tersendiri. Beberapa contoh kesenian tradisional :&lt;br /&gt;
a. Tari Dolalak, di Purworejo.&lt;br /&gt;
Pertunjukan  ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai  pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan  alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung, rebana, kendang, kencer,  dllnya. Menurut cerita, kesenian ini timbul pada masa berkobarnya perang  Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Patolan (Prisenan), di Rembang.&lt;br /&gt;
Sejenis  olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin  oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masing-masing pihak. Pertunjukan  ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang  pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama.  Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Seni  gulat rakyat ini berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai  antara kecamatan Pandagan, Kragan, Bulu sampai ke Tuban, Jawa Timur.&lt;br /&gt;
c. Blora.&lt;br /&gt;
Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang, Barongan dan Wayang Krucil(sejenis wayang kulit terbuat dari kayu).&lt;br /&gt;
d. Pekalongan&lt;br /&gt;
Di  daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. Kuntulan  adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan  bunyi-bunyian seperti bedug, terbang, dllnya. Sedangkan Sintren adalah  sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan  juga di Batang dan Tegal. Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang  menari dalam keadaan tidak sadarkan diri, sebelum tarian dimulai gadis  menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat  tertutup bersama peralatan bersolek, kemudian selang beberapa lama ia  telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Atraksi ini dapat  disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.&lt;br /&gt;
e. Obeg dan Begalan.&lt;br /&gt;
Kesenian  ini berkembang di Cilacap. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang  wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu  (kepang), serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Pertunjukan ini  dipimpin oleh seorang pawang (dukun) yang dapat membuat pemain dalam  keadaan tidak sadar.&lt;br /&gt;
Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian  upacara perkawinan adat Banyumas. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas  pada umumnya juga terdapat di Cilacap, Purbalingga maupun di daerah di  luar Kabupaten Banyumas. Yang bersifat khas Banyumas antara lain Calung,  Begalan dan Dalang Jemblung.&lt;br /&gt;
f. Calung dari Banyumas&lt;br /&gt;
Calung  adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi- bunyian  semacam gambang yang terbuat dari bambu, lagu-lagu yang dibawakan  merupakan gending Jawa khas Banyumas. Juga dapat untuk mengiringi tarian  yang diperagakan oleh beberapa penari wanita. Sedangkan untuk Begalan  biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang baru pertama kalinya  mengawinkan anaknya. Yang mengadakan upacara ini adalah dari pihak orang  tua mempelai wanita.&lt;br /&gt;
g. Kuda Lumping (Jaran Kepang) dari Temanggung&lt;br /&gt;
Kesenian  ini diperagakan secara massal, sering dipentaskan untuk menyambut tamu  -tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacara&lt;br /&gt;
h. Lengger dari Wonosobo&lt;br /&gt;
Kesenian  khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang masing-masing  berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. Diiringi dengan  bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. Tarian ini  mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya  yang pergi tanpa pamit. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa  yang digambarkan memakai topeng. Pada puncak tarian penari mencapai  keadaan tidak sadar.&lt;br /&gt;
i. Jatilan dari Magelang&lt;br /&gt;
Pertunjukan ini  biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang  yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende, kenong dll. Dan pada  puncaknya pemain dapat mencapai tak sadar.&lt;br /&gt;
j. Tarian Jlantur dari Boyolali&lt;br /&gt;
Sebuah  tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala  gaya turki. Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan  senjata tombak dan pedang. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan  berangkat ke medan perang, dahulu merupakan tarian penyalur semangat  kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro.&lt;br /&gt;
k. Ketek Ogleng dari Wonogiri&lt;br /&gt;
Kesenian  yang diangkat dari ceritera Panji, mengisahkan cinta kasih klasik pada  jaman kerajaan Kediri. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera  rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang  mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng.  Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera  (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera  seperti wayang orang. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan  di atas seutas tali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tari Garapan Baru (Kreasi Baru)&lt;br /&gt;
Meskipun  namanya 'baru' tetapi semua tari yang termasuk jenis ini tidak  meninggalkan unsur-unsur yang ada dari jenis tari klasik maupun  tradisional. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;
a. Tari Prawiroguno&lt;br /&gt;
Tari ini  menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan  perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng  sebagai alat untuk melindungi diri.&lt;br /&gt;
b. Tari Tepak-Tepak Putri&lt;br /&gt;
Tari  yang menggambarkan kelincahan gerak remaja-remaja putri sedang bersuka  ria memainkan rebana, dengan iringan pujian atau syair yang bernafas  Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Source: http://www.blogster.com/anjjateng/seni-tari-jawa-tengah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG1JSHW2dAaPeWka6OSF99ju9dbRlE1nnIrhHyUEt65lXTQu9Cq7E-9ih73VGWGaEHQ6T5p4nR86gDwjyTM0WznK5JkwYKM4jl1yweTFoRZtbkVYPocK6dhsc7YtPJCBFb9KnDwQErzQk/s72-c/tari-khusus.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bob Sadino: Mau Sukses? Jadilah Goblok Seperti Saya!</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/bob-sadino-mau-sukses-jadilah-goblok.html</link><category>Bob Sadino</category><category>Goblok</category><category>pewirausaha</category><category>SUKSES</category><category>www.dexton.adexindo.com</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-3377312472103250876</guid><description>Menurut &lt;b&gt;Bob Sadino&lt;/b&gt;, goblok adalah sikap dasar kalau mau belajar menjadi seorang pewirausaha. Karena, nantinya akan banyak ditemui fenomena, kejadian, pengetahuan, atau ilmu baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Seseorang yang sudah merasa pandai, menurut Bob, sebenarnya telah memenggal kepalanya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Beruntung saya goblok seperti ini. Kalau saya pinter, saya makin tidak berani menjadi entrepreneur. Karena semakin tahu risikonya, semakin saya takut untuk mencobanya. Dus, yang menjadi pembeda dan ciri sukses seorang entrepreneur adalah keberanian menantang risiko," cetus Bob.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bob mengingatkan untuk selalu berusaha membangun keberanian menantang risiko. Cobalah apa yang menurut anda dapat dilakukan dan bisa dilakukan. Jangan sampai menunggu sampai kesempatan hilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan sangat adil memberikan kesempatan kepada semua manusia. "Yang berhasil dan sukses adalah mereka yang berani mengambil kesempatan," ujarnya. (Sumber: majalah Wirausaha dan Keuangan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Formula Orang Berhasil</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/formula-orang-berhasil.html</link><category>Formula</category><category>orang berhasil</category><category>www.dexton.adexindo.com</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-5863654775199072355</guid><description>Ketika datang ke suatu pertemuan, saya terkesan terhadap salah satu orang yang berprestasi di bisnis makanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menegakkan tubuh saya agar bisa memperhatikan kira kira apa yang membuatnya bisa menjadi berhasil seperti ini. Bayangkan saja, dalam waktu sekitar 3 tahunan, dengan menggunakan sistem franchise, dia sekarang paling tidak memiliki penghasilan Rp 200 juta rupiah setiap bulan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selidik punya selidik, rahasianya persis seperti orang sukses yang pernah saya baca. Formulanya cuma dibuat sederhana saja dengan kata kata “saya gak kapok”. Itulah  rahasianya. Semenjak kuliah, dia terus berupaya menjalankan berbagai bisnis hingga gagal berkali kali, jahe, garmen, jamu, dan lain lain. menurut pengakuannya, dia sudah mengalami 7 kali kegagalan telak. Termasuk satu kali kena tipu habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan survey, orang yang berhasil memiliki bisnis yang oke, akan selalu diawali dengan 10 kegagalan terlebih dahulu. Haah, 10 kali frustrasi? Inilah kenapa orang yang “gak kapok” ini bisa berhasil. Saya berpikir, Orang ini sepertinya telah membayar harganya dengan formula “gak kapok” nya sampai hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga anda “gak kapok”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : www.kepribadian-malwa.com   (pengembangan diri fokus hari ini) info November (mensikapi kegagalan oleh Art Mortell, artikel penulis "Teman untuk Anda". new tip instant).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenali Karakter Orang-orang SUKSES</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/kenali-karakter-orang-orang-sukses.html</link><category>Albert E. Gray</category><category>Karakter</category><category>SUKSES</category><category>www.dexton.adexindo.com</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-4866722898094170347</guid><description>Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda , sebenarnya kegagalan dan kesuksesan hanyalah sebuah pilihan dan hanya kitalah yang berhak untuk menentukan apa terbaik bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang ingin sukses? Kelihatannya ini adalah pertanyaan yang mudah dijawab tetapi sangat sukar dilaksanakan. Secara umum sukses dapat diartikan sebagai level  tertentu dari suatu status sosial, atau pencapaian dari suatu tujuan, lawan dari kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak semua orang sukses sehingga banyak yang percaya bahwa orang sukses adalah orang yang memang dilahirkan untuk berhasil. Sudah garis tangannya untuk berhasil sehingga apapun yang dikerjakan memberikan hasil yang luar biasa. Orang yang memang digariskan untuk gagal apapun yang dikerjakan tidak akan berhasil. Padahal hal seperti itu adalah mitos yang salah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albert E. Gray, memiliki kata-kata motivational yang sangat terkenal. &lt;br /&gt;
Pertama, semua orang sukses punya kebiasaan melakukan hal-hal yang enggan dilakukan oleh mereka yang gagal. Sebenarnya orang sukses merasakan pula keengganan itu, tetapi kekuatan tekad mereka mampu mengalahkannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, orang-orang sukses memiliki sikap dan cara berfikir berbeda dengan orang kebanyakan. Inilah yang membuat mereka mampu bersaing. Sebenarnya pada saat seseorang dilahirkan, tidak ada yang langsung menjadi orang sukses atau pemimpin. Jadi pada awalnya semua bayi memiliki hal-hal yang sama yang dimiliki oleh yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, orang-orang sukses memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan dunia yang baru, dan cepat-cepat belajar mengenal sesuatu yang baru. Bedanya, orang sukses dengan konsisten melakukannya tetapi orang yang gagal cenderung tidak memelihara apalagi mengasah sehingga lama-kelamaan potensi tersebut menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah sukses dapat diraih semua orang ? Tidak seorangpun yang langsung tiba di puncak tangga sukses tanpa melalui posisi seperti apa yang kebanyakan orang atau anda dan saya mungkin sedang hadapi saat ini.Sukses itu bisa diraih oleh semua orang. Lidya T, Vibiznews (sumber: majalah wirausaha dan keuangan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa itu Internet Marketing?</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/apa-itu-internet-marketing.html</link><category>bisnis</category><category>Internet Marketing</category><category>www.dexton.adexindo.com</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-3547634695699685754</guid><description>Internet marketing sebenarnya sama saja dengan marketing pada umumnya. Yang membedakan adalah kita menggunakan internet untuk memasarkan produk. Misalnya, anda menjual produk dengan memakai website sebagai "toko" online anda. Atau bisa juga anda pasarkan lewat mailing list dan forum-forum di internet.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih efektif mana? Dengan internet atau cara konvensional? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap cara pemasaran punya kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan sifat medianya. Efektif atau tidak, lebih banyak ditentukan oleh bagaimana cara kita memaksimalkan kelebihan dan meminimalkan kekurangan cara pemasaran yang dipilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pada internet marketing, misalnya. Internet punya kelebihan terutama di segi modal awal dan biaya operasional yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan cara konvensional. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelemahannya, orang lebih berhati-hati untuk membeli karena mereka hanya bisa melihat tampilan produk tanpa bisa "merasakannya".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan ini. Salah satunya dengan penggunaan domain berbayar (.com, .co.id, dll) untuk meningkatkan kredibilitas bisnis anda. Untuk memperlihatkan kualitas produk, tampilkan testimoni pembeli-pembeli yang puas dengan produk anda.  Mudah kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kadar Kolesterol dalam Makanan</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/kadar-kolesterol-dalam-makanan.html</link><category>Kolesterol</category><category>Makanan</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Thu, 3 Jun 2010 06:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-7406900173973233772</guid><description>&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtD13A6ycfgYh6XUn-3jJUwdOytbBi7IbB0acdi9p7NB__gXTbcjBUwknQ4ulw1xp9REYaRfqwk3HyFwYcmtT48PHSfAJXufbssC3UxLE87j7Vaz9-nOqk1A04ik8iG8WNJuMQvzP3Hyg/s1600/kor-smirnov.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478540579039759938" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtD13A6ycfgYh6XUn-3jJUwdOytbBi7IbB0acdi9p7NB__gXTbcjBUwknQ4ulw1xp9REYaRfqwk3HyFwYcmtT48PHSfAJXufbssC3UxLE87j7Vaz9-nOqk1A04ik8iG8WNJuMQvzP3Hyg/s320/kor-smirnov.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 218px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #cc6600; font-weight: bold;"&gt;Jenis Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolestrol(mg/10 gr) Kategori&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis makanan yg AMAN dikonsumsi krn kadar kolestrol yg rendah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Putih telur ayam 0&lt;br /&gt;
-Teripang 0&lt;br /&gt;
-Susu sapi non fat 0&lt;br /&gt;
-Daging ayam/daging bebek pilihan tanpa kulit. 50&lt;br /&gt;
-Ikan air tawar 55&lt;br /&gt;
-Daging sapi/daging babi pilihan tanpa lemak. 60&lt;br /&gt;
-Daging kelinci 65&lt;br /&gt;
-Daging kambing tanpa lemak. 70&lt;br /&gt;
-Ikan ekor kuning 85&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis makanan yg boleh dikonsumsi SEKALI-KALI:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
-Daging asap (ham/smoke beef). 98&lt;br /&gt;
-Iga sapi 100&lt;br /&gt;
-Iga babi 105&lt;br /&gt;
-Daging sapi 105&lt;br /&gt;
-Burung dara. 120&lt;br /&gt;
-Ikan bawal. 120&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis makanan yg perlu  (HATI-HATI) utk dikonsumsi krn kadar kolestrol yg cukup tinggi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
-Daging sapi berlemak&lt;br /&gt;
125&lt;br /&gt;
-Gajih sapi 130&lt;br /&gt;
-Gajih kambing 130&lt;br /&gt;
-Daging babi berlemak&lt;br /&gt;
130&lt;br /&gt;
-Keju 140&lt;br /&gt;
-Sosis daging 150&lt;br /&gt;
-Kepiting 150&lt;br /&gt;
-Udang 160&lt;br /&gt;
-Kerang 160&lt;br /&gt;
-Siput 160&lt;br /&gt;
-Belut 185&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis makanan yg BERBAHAYA utk dikonsumsi krn kandungan kolestrol yg tinggi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
-Santan 185&lt;br /&gt;
-Gajih babi 200&lt;br /&gt;
-Susu sapi 250&lt;br /&gt;
-Susu sapi cream 280&lt;br /&gt;
-Coklat 290&lt;br /&gt;
-Margarin/Mentega. 300&lt;br /&gt;
-Jeroan sapi 380&lt;br /&gt;
-Jeroan babi 420&lt;br /&gt;
-Kerang putih/tiram. 450&lt;br /&gt;
-Jeroan kambing. 610&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jenis makanan yg PANTANG utk dikonsumsi krn kandungan kolestrol yg sangat tingg&lt;/span&gt;i:&lt;br /&gt;
-Cumi-cumi 1170&lt;br /&gt;
-Kuning telur ayam. 2000&lt;br /&gt;
-Otak sapi 2300&lt;br /&gt;
-Otak babi 3100&lt;br /&gt;
-Telur burung puyuh. 3640&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga informasi ini bermanfaat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtD13A6ycfgYh6XUn-3jJUwdOytbBi7IbB0acdi9p7NB__gXTbcjBUwknQ4ulw1xp9REYaRfqwk3HyFwYcmtT48PHSfAJXufbssC3UxLE87j7Vaz9-nOqk1A04ik8iG8WNJuMQvzP3Hyg/s72-c/kor-smirnov.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ternyata Benar Benua Atlantis Itu Indonesia</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/ternyata-benar-benua-atlantis-itu.html</link><category>Benua Atlantis</category><category>Indonesia</category><category>Prof. Arysio Nunes Dos Santos</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Thu, 3 Jun 2010 04:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-1840755777429677715</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg90CPmBbmaodeyIJ6HAnG88KcjqSKe1AI7IgiHXnWTGvsooRmjeaV3JBVBNmf5GqGMrWm0Mm1HH8x_MEEQ9v5JnC3j7Z48PazFrsx0zDdroWgLST8WDwxIcOGxnf21m5i7PUcq0TIAOw/s1600/gbr-atlantis.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478514253820580434" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg90CPmBbmaodeyIJ6HAnG88KcjqSKe1AI7IgiHXnWTGvsooRmjeaV3JBVBNmf5GqGMrWm0Mm1HH8x_MEEQ9v5JnC3j7Z48PazFrsx0zDdroWgLST8WDwxIcOGxnf21m5i7PUcq0TIAOw/s200/gbr-atlantis.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 200px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 137px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CTOPGUN%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CTOPGUN%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CTOPGUN%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
 &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Cambria Math";  panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;  mso-font-charset:1;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-format:other;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face  {font-family:Calibri;  panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:swiss;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-unhide:no;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  margin-top:0cm;  margin-right:0cm;  margin-bottom:10.0pt;  margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault  {mso-style-type:export-only;  mso-default-props:yes;  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:Calibri;  mso-fareast-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;  mso-ansi-language:EN-US;  mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault  {mso-style-type:export-only;  margin-bottom:10.0pt;  line-height:115%;} @page Section1  {size:612.0pt 792.0pt;  margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; 
&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Prof. Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku yang menggemparkan : “Atlantis The Lost Continents Finally Found”. Dimana ditemukannya ? Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia (?!). Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai hukuman dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas dari m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;asa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencarian dilakukan di Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah. Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya.. &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Prof. Santos mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology. Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi sebanyak 2.500.000 visitors. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen pun dari Pemerintah RI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJYWHCTwn6hjfIJD1ND3jEOayesfonF3XZVfpcO41ecp0ftz9nm3HEOB8tGxCCI_McmWwGgZA1FRV-s0tbgktK1qM9D0Q5zOaP4jzfyQeRlbSs7dZOuN4o8ePxZtGGrm9w8vybq0My5Zo/s1600/Ross-Thompson.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478515013696651362" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJYWHCTwn6hjfIJD1ND3jEOayesfonF3XZVfpcO41ecp0ftz9nm3HEOB8tGxCCI_McmWwGgZA1FRV-s0tbgktK1qM9D0Q5zOaP4jzfyQeRlbSs7dZOuN4o8ePxZtGGrm9w8vybq0My5Zo/s320/Ross-Thompson.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 270px;" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;br /&gt;
Plato pernah menulis tentang Atlantis pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat (Western World). Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah realitas absolut ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik, dan olahraga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat hebat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan Cro-Magnon. &lt;br /&gt;
Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung Rinjani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa. &lt;br /&gt;
Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) . &lt;br /&gt;
Abu ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan abu tersebut. &lt;br /&gt;
Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia. Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”. Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas Laut China Selatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain. &lt;br /&gt;
Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama. &lt;br /&gt;
Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu, yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan Amerika. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara. &lt;br /&gt;
Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura, dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia. Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution. &lt;br /&gt;
Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang integral dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari sepuluh ribu tahun. Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer tentang orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di depan kita. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini memang dipergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan sebaliknya. Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di dasar laut di Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ? Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian kutipan dari Catatan Bang Ferdy Dailami Firdaus tentang Teori Santos secara ringkas. Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke website Profesor Arysio Nunes Dos Santos – Atlantis The Lost Continent Finally Found.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg90CPmBbmaodeyIJ6HAnG88KcjqSKe1AI7IgiHXnWTGvsooRmjeaV3JBVBNmf5GqGMrWm0Mm1HH8x_MEEQ9v5JnC3j7Z48PazFrsx0zDdroWgLST8WDwxIcOGxnf21m5i7PUcq0TIAOw/s72-c/gbr-atlantis.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sedikit Tentang Sastra Priyayi Sebagai Bagian Sastra Jawa</title><link>http://erte6bukittt.blogspot.com/2010/06/sedikit-tentang-sastra-priyayi-sebagai.html</link><category>Rachmat Budi Muliawan</category><category>Sastra Jawa</category><category>Sastra Priyayi</category><author>noreply@blogger.com (RT 06 Bukit Kencana)</author><pubDate>Thu, 3 Jun 2010 04:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5590354322532294041.post-527319433215229560</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-EBJV3xlOG2_VgdmkyD0klzPl411eMUfJebcHuCMrAeYlt6-ZbFVZ-T6V67B9ShD5Zf-3HwmYeX40YUTOvUwNdXC4GY35e8bdMok0APZT4WmwKXjFK8RwjQnjUHkNyT67xrbwTCGCTHU/s1600/non-o-godzila.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478506058413646866" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-EBJV3xlOG2_VgdmkyD0klzPl411eMUfJebcHuCMrAeYlt6-ZbFVZ-T6V67B9ShD5Zf-3HwmYeX40YUTOvUwNdXC4GY35e8bdMok0APZT4WmwKXjFK8RwjQnjUHkNyT67xrbwTCGCTHU/s200/non-o-godzila.gif" style="cursor: pointer; float: right; height: 145px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Rachmat Budi Muliawan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada peralihan abad 19 dan awal abad ke 20 terjadi perubahan penting dalam masyarakat Jawa, termasuk masyarakat Kejawen di Surakarta dan Yogyakarta, yaitu menurunnya peranan kaum bangsawan dan naiknya kaum priyayi.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dalam sistem simbol, priyayi dari luar Kejawen sudah lebih dahulu dalam membebaskan diri dari dominasi budaya Jawa Klasik yang dikuasai oleh kraton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sastra Priyayi muncul di daerah Kejawen, baru kemudian disusul oleh daerah-daerah lainnya. Kejawen, terutama Surakarta, mempunyai keunggulan komparatif dalam perkembangan sastra, karena ia mempunyai peranan besar dalam kelangsungan tradisi besar sastra Jawa serta mempunyai kelembagaan pujangga kraton. Demikian juga di surakarta telah didirikan Institut Voor de Javaansche Taal oleh pemeritah Hindia Belanda yang mempunyai peranan penting dalam dokumentasi, inventarisasi dan memajukan sastra Jawa. Sejak pertengahan abad ke 19 di Surakarta sudah ada majalah Bramartani. yang memungkinkan adanya perkembangan sastra di luar Kraton. Perlu ditambahkan juga adanya penerbit-penerbit swasta di Surakarta yang bergerak di bidang jurnalistik dan sastra, sebelum adanya Balai Pustaka. Pada waktu kepujanggaan kraton dinyatakan berakhir dengan mangkatnya Ranggawarsita (1874) peranan dari sastra luar kraton menjadi semakin penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini akan diuraikan secara sekilas perbedaan antara sastra kraton dan sastra priyayi, serta sastra priyayi dengan sastra Jawa baru sesudahnya. Dan akan sedikit disuguhkan contoh dari sastra priyayi, terutama tentang pandangan priyayi yang diutarakan lewat karya-karya sastra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembagian sastra ke dalam tiga jenis ini tentu saja agak tidak konsisten, karena memakai ukuran-ukuran non literer di satu pihak, seperti ukuran basis sosial dan pandangan hidup untuk sastra kraton dan sastra priyayi, dan memakai ukuran yang sama untuk sastra Jawa baru tetapi menyebutnya dengan istilah "baru". Sastra kraton adalah sastra bangsawan, sastra priyayi iyalah sastra priyayi, dan sastra baru adalah sastra wong cilik. Kita menyebut "baru" semata-mata karena sastra ini kemudian menjadi milik bersama, setelah sistem status ditinggalkan oleh masyarakat Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sastra kraton mencerminkan pandangan hidup kaum bangsawan. Klo kita percaya pada sosiologi pengetahuan, maka sastra kraton pasti mengandung ajaran-ajaran kaum bangsawan feodal yang memberi prioritas pada teologi dan etika. Sastra kraton ditandai dengan serat-serat wulang dalam dua bidang itu. Serat Wirid Hidayat Jati dari Ranggawarsita berisi ajaran suluk dalam arti sebagaimana guru tarekat akan mengajarkan ilmu tarekat kepada sulik. Dr. Simuh thn 1988 telah membuat studi yang lengkap tentang buku itu, terutama dalam kaitannya dengan ajaran-ajaran mistik Islam Kejawen. Ajaran tentang Tuhan, manusia, budi luhur, rahasia ghaib, makrifat, dan hubungan guru-murid. Dalam riwayat hidupnya, Ranggawarsita memang dikenal sebagai pujangga yang juga berguru pada tradisi pesantren dan melalui karangan-karangannya tradisi pesantren masuk istana raja. Pihak istana rupanya menyetujui masuknya mistik semacam itu, sebab para priyayi Jawa tidak tertarik pada ajaran Syariat. Dalam serat Wedhatama, Mangkunegara IV menyatakan bahwa menghadap raja lebih penting dari pada menghadap Tuhan, politik lebih penting dari pada agama. Sebagia putra priyayi, dikatakannya, adalah hina untuk menjadi rais yang memimpin kenduri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serat kraton lainnya, dapat diwakili oleh Trapama Mangkunegara IV dan Wulang Reh Pakubuwono IV. Tripama rupanya lebih ditujukan kepada prajurit, barang kali untuk pedoman hidup anggota Legiun Mangkunegara, lebih dari pada untuk penduduk sipil pada umumnya. Cita - cita untuk nuhoni trah utama bagi kaum bangsawan adalah kewajiban, sedangkan bagi abdi dalem nggayuh utama merupakan cita - cita yang terpuji. Contoh - contoh Tripama juga diambil dari mitologi wayang, terutama para tokoh yang gugur di medan perang untuk tujuan-tujuan terpuji, seperti tokoh Kumbakarna pada saat labuh nagari, membela negara. Etika prajurit seperti itu seperti etika prajurit profesional. Ajaran dalam Tripama tentu saja sesuai dengan kepentingan kelangsungan hidup dari kerajaan-kerajaan kejawen waktu itu. Cita - cita yang sama juga tercatat dalm Wulang Reh. Kitab Wulang Reh menekankan pentingnya perbedaan status sosial antara wong agung dan wong asor, tidak dalam artian etika, tetapi dalam artian derajad sosial. Kedudukan raja yang mutlak dinyatakan dengan ungkapan mapan ratu kinarya wakil Hyang Agung . Kedudukan raja yang dapat memberikan apa saja kepada siapa saja, kehormatan, kekayaan, pangkat, ditekankan dalam Wulang Reh. Semua golongan lainnya hanyalah ngawulang ratu. Konsep raja-dewa ini nampaknya menjadi lebih penting lagi untuk disebar luaskan, karena pada abad ke 18 dan ke 19 kedudukan raja-raja Jawa sudah mengalami kemerosotan. Kemerosotan politik raja, rupanya juga menyebabkan merosotnya moral masyarakat. Wulangreh menyatakan betapa masyarakat tidak lagi berupaya mencari kebenaran, dikatakan bahwa dahulu murid ngupoyo guru, tetapi pada zaman Pakubuwana IV zaman sudah berubah, sehingga kiai guru naruthuk ngupoyo murid. Dapat diduga bahwa akibat merosotnya wibawa raja, masyarakat tidak lagi memegang nilai-nilai, sehingga perilaku mereka melewati batas, adigang adigung adi guna. Tidak ragu-ragu lagi, lepasnya daerah mancanegara dan pesisir ke tangan Gubernemen dan dipakainya aturan-aturan legal rasional di daerah-daerah itu, telah memilukan hati raja-raja kejawen. Nanti, Pakubuana X menjadi raja yang terkenal dengan kunjungan ke daerah-daerah Gubenemen pada awal abad ke 20, barangkali untuk menyebarkan pengaruh Kejawen dan moralitas Jawa. Dan semua itu terjadi setelah Kalatidha menyatakan zamannya sebagai zaman edan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang diramalkan oleh Ranggawarsita sebagai Zaman Edan barangkali ialah munculnya kelas sosial baru, yaitu priyayi. Sekalipun bahkan Tripama sudah menyebut istilah priyayi untuk keturunan bangsawan, tetapi priyayi baru muncul akibat masuknya kekuasaan pemerintah Kolonial. Itulalah yang dimaksud oleh Ranggawarsita dalam Jaka Lodhang dengan wong agung nis gungira, wong kang cilik tan toleh ing cilikira. Ranggawarsita yang mewakili sensibilitas bangsawan merasa sedih melihat campurtangan kolonial dalam pemberian gelar, terutama untuk mereka yang bekerja di bawah Gubernemen. Akhir abad ke 19 campur tangan kolonial sudah meliputi soal-soal seperti pengangkatan patih , organisasi keamanan, anggaran belanja Mangkunegaran, penghapusan sistem apanse dengan sistem gaji. Sekalipun dalam hal ini Mangkunegaran lebih banyak mendapat campurtangan dari pada Kasunanan, wibawa dua kerajaan Jawa itu sudah turun sama sekali. Bahwa tidak ada lagi pujangga menunjukkan hilangnya kraton sebagai pusat kebijaksanaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munculnya sastra priyayi nampak dalam suasana seperti itu. Padmasusastra semula adalah juga abdi dalem yang mengakhiri kariernya sebagai jaksa pada umur 42 tahun, dan memaklumkan diri menjadi orang merdeka. Dengan kata lain, ketika Ngabei Kartipradata berubah menjadi Ki Padmasusastra, ia mengganti statusnya dari abdi dalem menjadi priyayi, ketika ia mendapatkan pekerjaan baru sebagai juru tulis dan guru bahasa Jawa di Meester Cornelis. Pernyataannya sebagai tiyang merdika ingkang marsudi kasusastran Jawi disadari atau tidak telah membuka babak baru dalam sejarah sastra Jawa. Babak baru ini -kita sebut saja- adalah sastra priyayi. Sastra priyayi dapat dilihat dari latar sosial pengarang, yaitu kemandiriannya atau terlepasnya pengarang dari patronase kraton. Mistisisme tidak lagi dominan, etika satria digantikan etika priyayi, cita-cita nggayuh utami dalam artian nilai-nilai sosial kraton digantikan dengan cita-cita mobilitas sosial dalam arti mencari tempat dalam masyarakat baru. Apabila sastra priyayi itu memuat petuah-petuah, maka pada umumnya ialah petuah bagaimana orang dapat mendapatkan kedudukan sebagai priyayi, sekalipun ia berasal dari wong cilik. Kesadaran tentang perubahan sosial, adanya mobilitas vertikal, sangat disadari oleh para pengarang sastra priyayi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapan munculnya sastra priyayi secara kronologis sulit ditetapkan. Dari beberapa tulisan, bahwa yang di sebut JJ. Ras sebagai Sastra Jawa Modern ialah sastra priyayi. Sememtara pengetahuan sastra dan penelitian tentang sastra akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 belum begitu banyak, dan beberapa ahli menyebut periode itu dan ganre sastra yang lahir pada kurun itu sebagai Sastra Priyayi. Sebelum sampai pada sedikit contoh, beberapa buku akan disebut di bagian ini. Kunci dari jenis sastra ini ialah adanya sensibilitas kepriyayian, dalam arti ada kepekaan priyayi mengenai kemasyarakatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya masalah kemajuan bangsa Jawa menjadi cita-cita dasar dari sastra priyayi. Dalam penerbitan terjemahan Serat Pamoring Jaler Estri yang dibuat untuk warga perkumpulan kaum priyayi Abipraya, disebutkan secara khusus bahwa usaha terjemahan buku-buku Belanda penting untuk jalaraning kemajenganipun bangsa kulo tetiyang Jawi. Buku yang diterjemahkan bertanggal 11 Robiulawal, Alip,1835 atau 15 Juni 1905 itu memuat lukisan etnografis mengenai hubungan laki-laki dan perempuan pada banyak suku, seperti Bali, Seram, Maori, Jepang, Mentawai, Dayak, Batak, Philipina, Tahiti, Indian Amerika. Rupanya maksud buku, selain untuk mengantarkan soal pengetahuan etnografi, juga untuk menumbuhkan rasa kesopanan (a sense of decency) dalam hubungan suami istri yang orang Jawa ternyata mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik dibanding banyak suku-suku lainnya. Dalam tema yg sama sebuah buku yang ditulis oleh seorang dengan nama samaran Suwarta Bab Alaki Rabi : Wayuh Kaliyan Mboten (1912), mencoba menganjurkan monogami bagi para priyayi. Rupanya kritik buku ini ditujukan kepada kebiasaan kaum bangsawan yang mempunyai lembaga selir dalam perkawinan dan juga kepada para " kyai haji " yang suka kawin lebih dari satu. Seluruh buku ini dijejali contoh contoh orang yang sengsara karena mempunyai selir atau berpolygami. Etika baru, monogami, akan menjamin kehidupan suami-istri yang berbahagia. Cita cita akan kesetiaan suami - istri dan jodoh atas pilihan sendiri, juga menjadi isi dari novel pendek Mas Wiryaasmara yang menulis Rara Rarasati 1916 . Buku ini ditulis oleh seorang mantri guru, contoh khas bagi priyayi alit. Dalam cerita yang hampir naif itu diceritakan tentang kemenangan cinta sejati Rarasati pada suaminya , Sabar, orang-orang kecil di pedesaan. Idealisasi tentang gadis desa yang sangat cantik dan pemuda desa yang cakap di luar imajinasi orang desa, terasa seperti mitos arkadian dari orang-orang kecil yang mulai tercabut dari akar pedesaannya. Kebudayaan kraton dengan kebiasaan mengambil perempuan desa sebagai klangenan, akhirnya dikalahkan oleh cinta sejati Rarasati dan Sabar. Sabar akhirnya bahkan menjadi raja menggantikan raja lalim yang mempunyai istri sebagai klangenan, dan mereka berdua hidup sebagai raja dan permaisuri, setelah melalui kepandaian Rarasati, raja lalim itu terbunuh. Dan tanpa sedikitpun raja berhasil menyentuh kulit Rarasati. Novel pendek Rara Rarasati yang ditambah dengan subjudul "katresnan kang andadeake kamulyan" itu jelas merupakan tulisan dari orang kecil yang mengalami mobilitas sosial. Menjadi mantri guru atau menjadi mantri bookhouder klas III, rupanya menjadi kepuasan tersendiri, dan merekapun mencari identitas tersendiri sebagai klas sosial baru. Cita-cita tentang mobilitas sosial masih berkembang sebagai muatan sastra priyayi hingga tahun 1925-1930. Kisah-kisah itu semua memberikan petuah atau wulang tentang perilaku yang baik supaya orang dapat naik ke atas dalam jenjang sosial. Rupanya mereka masih begitu percaya bahwa kejujuran, cinta, kerja keras , keuletan, memberikan jalan terbuka bagi orang kecil untuk naik ke kelas priyayi . Sastra priyayi dapat kita anggap berakhir, ketika tahun-tahun 1930 an, kedudukan priyayi sudah menjadi semakin kuat dengan kemenangan pergerakan nasional atas budaya-budaya lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, Sastra Baru dalam sastra Jawa sudah sepenuhnya mulai. Tokoh-tokoh dari orang kecil tidak lagi dibayang-bayangi oleh kelas sosial di atasnya. Mereka sudah sibuk dengan mengurus masalah-masalah yang muncul dari dalam kelas sosial itu. Sastra wulang tidak lagi menjadi bagian penting dari sastra Jawa. Tema-tema baru seperti novel detektif sudah mulai nampak, dan pengaruh dari sastra Indonesia dan sastra asing sudah kelihatan. Tulisan ini tidak akan melanjutkan pembicaraan tentang Sastra Baru, karena tentang hal ini sudah banyak tulisan dan dokumen-dokumen yang sangat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jogya, 06 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;http://feeds.feedburner.com/feedburner/zoUM&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-EBJV3xlOG2_VgdmkyD0klzPl411eMUfJebcHuCMrAeYlt6-ZbFVZ-T6V67B9ShD5Zf-3HwmYeX40YUTOvUwNdXC4GY35e8bdMok0APZT4WmwKXjFK8RwjQnjUHkNyT67xrbwTCGCTHU/s72-c/non-o-godzila.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>