<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4061313984812648034</id><updated>2024-09-12T17:45:37.225-07:00</updated><title type='text'>Islam itu indah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04215828861079049316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4061313984812648034.post-2327340988703306791</id><published>2017-10-11T12:52:00.000-07:00</published><updated>2017-10-11T12:52:02.421-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Assalamualaikum WR WB&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah saw adalah nabi yang sangat mulia diantara para nabi-nabi lainnya bliau tidak pernah berbuat dosa bahkan bliaulah yang dapat memberi syafaat (pertolongan)&amp;nbsp; dihari akhir, dan nabi Muhammad saw tidak pernah mementingkan diri sendiri yang dipikirnya adalah umatnya,maka dari itu kita perbanyak sholawat kepada nabi Muhammad saw agar kita mendapatkan syafaatnya. &lt;br /&gt;
Nabi Muhammad saw tidak akan mau masuk surga sebelum umatnya masuk kesurga semuanya,&amp;nbsp; itulah bukti bahwa nabi Muhammad saw tidak memikirkan diri sendiri melainkan memikirkan umat nya.&lt;br /&gt;
Pada zaman akhir waktu dimana manusia dibangkitkan disitu manusia smuanya sibuk mondar mandir menyelamatkan diri sendiri, padahal disitu mereka tahu bahwa itu ayahnya, ibunya, istrinya, anak-anaknya tapi mreka tidak memikirkan, yang dipikirkan adalah kslamatan dirinya, stlah dirinya slamat baru mreka memikirkan yang lainnya, pada saat&amp;nbsp; manusia dikumpulkan disitu nabi Muhammad saw mencari-cari umatnya ditanya satu persatu &quot;apakah kau umatku&quot; ktika mreka mnjawab iya langsung dipeluk sama rasulallah SAW, begitu bahagianya rasulullah saw bagaikan bertemu kekasih yang sudah lama tak berjumpa, ktika rasulullah tahu bahwa umatnya khausan, kpanasan rasulullah saw langsung menuju keares menemui Allah Swt rasulullah berkata &quot;wahai allah umatku kehausan kpanasan&quot; lalu allah menjawab &quot;wahai Muhammad ambillah air dari sungai kausar ktika umatmu meminum air itu tidak akan pernah merasakan haus dan panas&quot; rasulallah lasung memberikan air tersebut kepada umatnya, ktika dimana hari pembalasan tiba rasulullah menunggu umatnya diujung jembatan sirotol mustakim, satu persatu umatnya slamat, ktika sudah slesai rasulullah tahu bahwa umatnya banyak yang masuk neraka rasulullah langsung keares, sujud lama sambil mnangis, lalu ditanya sama allah &quot;mengapa engkau menangis Muhammad&quot;&amp;nbsp; rasulullah menjawap &quot;yaallah slamatkanlah umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji kurma&quot;&amp;nbsp; lalu allah berkata &quot;tempatmu bukan disini, tempatmu itu disurga firdaus, buat apa kamu memikirkan umatmu&quot;&amp;nbsp; lalu rasulullah menjawap &quot; tidak, yang aku inginkan adalah umatku&quot; lalu allah menjawab &quot;baiklah, silahkan bebaskan umatmu yang masih ada iman sebesar biji kurma&quot; lalu rasulullah kembali ke neraka, wahai malaikat bebaskan umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji kurma, ktika umatnya kluar dari neraka langsung dipeluk oleh rasulullah padahal tububuhnya hancur stelah disiksa di neraka, lalu rasulullah pergi lagi keares sujud lagi sambil mnangis lalu ditanya oleh allah &quot;mngapa engkau menangislagi Muhammad&quot;&amp;nbsp; lalu rasulullah menjawap&quot; yaallah bebaskanlah umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji jagung&quot; lalu allah menjawab &quot;silahkan bebaskan umatmu yang dihatinya ada iman sebesar biji jagung&quot; lalu rasulullah kembali lagi keneraka lalu berkata wahai malaikat bebaskan umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji jagung, lalu rasulullah pergi lagi keares sujud lagi sambil mnangis, lalu ditanya lagi sama allah &quot;apalagi yang enakau minta hai Muhammad&quot; lalu rasulullah menjawap &quot;yaallah bebaskanlah umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji zahrah&quot; lalu allah menjawab &quot;silahkan Muhammad bebaskanlah umatmu yang dihatinya ada iman sebesar biji zahrah&quot;&amp;nbsp; lalu rasulullah langsung kembali lagi keneraka dan berkata wahai malaikat bebaskanlah umatku yang dihatinya ada iman sebesar biji zahrah, lalu rasulullah pergi lagi keares lalu sujud lagi sambil menangis sangat lama, lalu allah menanyainya &quot;yamuhammad knapa kau mnangis lagi apa yang ingin kau minta&quot; lalu rasulullah menjawap &quot;yaallah ini yang trahir permintaan ku bebaskanlah umatku yang pernah mengucap dua kalimat syahadat&quot; lalu allah menjawab &quot;silahkan kau bebaskan lan Muhammad&quot; lalu rasulullah kembali lagi ke neraka lalu berkata kpada malaikat &quot;wahai malaikat bebaskanlah umatku yang pernah mengucapkan dua kalimat syahadat&quot; stlah umatnya habis, barulah rasulallah masuk kesurga.&lt;br /&gt;
Bgitulah perjuangan nabi muhamad dihari akhir, tidak ada nabi yang mengurusi umatnya slain nabi Muhammad saw...... </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/feeds/2327340988703306791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/assalamualaikum-wr-wb-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/2327340988703306791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/2327340988703306791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/assalamualaikum-wr-wb-rasulullah-saw.html' title=''/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04215828861079049316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4061313984812648034.post-4457295567893347881</id><published>2017-10-09T18:40:00.003-07:00</published><updated>2017-10-09T18:40:57.378-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;ASSALAMUALAIKUM WR WB&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #e69138;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;sbaik baiknya wanita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDy2Pa3E-7CnW5iKkUClWB1YqzVxCy3no33MbbRroPmgsffOiE-nMZ40rjyEO7PH_Xy8yrOT5gaI7py0EuuWKHHK7F6xaEYdmV2kVUg9h4lR6Blm057DY6LEJn3QEd9RZ92l2vx7wLoXF/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;185&quot; data-original-width=&quot;273&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDy2Pa3E-7CnW5iKkUClWB1YqzVxCy3no33MbbRroPmgsffOiE-nMZ40rjyEO7PH_Xy8yrOT5gaI7py0EuuWKHHK7F6xaEYdmV2kVUg9h4lR6Blm057DY6LEJn3QEd9RZ92l2vx7wLoXF/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang dapat menahan diri dari nafsu, tidang sering kluar dari rumah tanpa sebap yang manfaat, karna apabila sring kluar dari rumah sama saja anda mengumbar tubauhmu, bagi para kaum wanita janganlah engkau mengumbar auratmu, mengumbar aurat bukan hanya menggunakan busana yang tidaksopan tapi bisa saja lewat media sosial dengan cara ngeng upload foto walaupun menggunakan busana tertutup itu sama saja mengumbar aurat ,dikarnakan seluruh tubuhmu adalah aurot tanpa terkecuali, foto yang kalian upload dapat mengundang sahwat para kaum lelaki.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;wanita sholehah itu bagaikan mutiara yang didasar laut dan didalam kerang,tempatnya sangat tertutup sehingga harganya begitu mahal, banyak orang yang mencari dikarnakan sulit mencarinya, jangan lah engkau menjadi seperti barang obralan, yang diobral ksana kmari dan dijamah orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;wanita itu bagaikan kaca apabila sudah tergores tidak dapat dihilangkan goresan itu, apabila sampai pecah kaca tersebut tidak dapat disatukan kembali seperti semula&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/feeds/4457295567893347881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/assalamualaikum-wr-wb-sbaik-baiknya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/4457295567893347881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/4457295567893347881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/assalamualaikum-wr-wb-sbaik-baiknya.html' title=''/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04215828861079049316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRDy2Pa3E-7CnW5iKkUClWB1YqzVxCy3no33MbbRroPmgsffOiE-nMZ40rjyEO7PH_Xy8yrOT5gaI7py0EuuWKHHK7F6xaEYdmV2kVUg9h4lR6Blm057DY6LEJn3QEd9RZ92l2vx7wLoXF/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4061313984812648034.post-1544388167324538530</id><published>2017-10-08T23:43:00.004-07:00</published><updated>2017-10-08T23:44:28.634-07:00</updated><title type='text'>makalah lengkap tentang islam dimasa rasulallah SAW</title><content type='html'>&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
BAB&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/h1&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Latar Belakang Masalah&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Spesifikasi dalam pendidikan keislaman selain dibutuhkan ilmiah adalah ibadah simbol ketaatan kepada Allah. Sehingga kebutuhan ilmiah karena menyingkap ilmu-ilmu al-Qur’an dan Rasul membutuhkan kemampuan instink yang dibarengi dengan kekuatan akal. Sebagai ibadah, Allah tidak menghendaki orang-orang yang tidak mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi menjadi referensi wahyu-Nya.[1]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Persoalan ibadah kepada Allah SWT adalah suatu hal yang sangat urgen dalam kehidupan manusia. Namun tidak sedikit umat Islam yang terjebak dalam kehalusan dosa yang menggerogoti mereka. Karena pengetahuan tentang kebenaran hakiki tidak dipahami. Ditambah dengan persepsi yang salah yang berkembang dalam sejarah kehidupan umat Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dewasa ini membuktikan akar dari segala pemahaman yang salah, yaitu terdapat pada potret sejarah. Khususnya sejarah Islam pada periode awal (zaman Nabi), menjadi suatu hal yang wajib untuk diketahui. Dan yang terpenting bagaimana bisa meneropong kehidupan Nabi dikala itu. Karena banyak moralitas yang semestinya diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.&lt;span id=&quot;more-87&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Faktanya sekarang, moralitas tergadaikan oleh kehidupan yang rendah. Anak bangsa mempunyai akhlak yang sangat mengkhawatirkan, bahkan sampai kepada kalangan pendidik. Masalah ini bukanlah permasalahan individual, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Pepecahan umat kian hari semakin menjadi-jadi, di sana-sini saling mengkafirkan dan menganggap hanya dirinyalah yang benar. Apakah seperti itu yang dicontohkan oleh Nabi?. Nabi pernah tinggal di Madinah (periode Madinah)&amp;nbsp; selama 10 tahun hidup dalam fluralitas, di mana terdapat nonmuslim. Tapi, Nabi tidak pernah dipersalahkan oleh mereka yang nonmuslim, bahkan beliau sangat dihargai. Nabi pernah hidup di Makkah, tidak ada yang menafikan akhlak mulia yang terpancar dari wajah beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa bermanfaat di akhlak. Nabi bersabdah “&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”&lt;/i&gt;. Jangan yang sebaliknya, termasuk orang yang paling menyusahkan. Menzolimi orang, mengadu domba, menfitnah, dengki dan iri hati menjadi karakteristik. Ini sangat bertentangan dengan hakikat Muslim yang sesungguhnya.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumusan Masalah&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Berdasarkan latar belakng masalah yang telah kami utarakan di atas, maka dapat disusun rumusan masalah yang akan menjadi langkah awal untuk memulai penelitian. Adapun rumusan yang masalah yang akan kami tulis adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Bagaimana potret kehidupan Nabi di periode Madinah dan Makkah?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Akhlak Nabi terhadap kaum Muslimin dan nonmulim bagaimana?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kebijakan politik, ekonomi, sosial dan berbagai aspek lainnya di masa itu?&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hipotesis&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dalam periode Islam di masa Nabi tentunya berbeda di masa kini, selain&amp;nbsp; otoritas yang berbeda. Ulama-ulama banyak yang bermunculan umat begitu cepatnya berta’liq kepada orang yang dianggapnya alim. Kami tidak mengatakan itu salah, namun yang perlu diperhatikan adalah sikap ketelitian yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Penilaian utama tentang orang alim (ulama), kebanyakan hanya dilihat dari tampilan luar saja. Ketika berjubah, berpakaian rapi, murah senyum dan lembut bicaranya sudah dinilai sebagai seorang yang sangat alim. Pandangan kaca mata orang awam seperti itulah. Akan tetapi syarat-syarat tersebut tidaklah cukup, karena tidak sedikit ulama yang mendoktrin para pengikutnya menjadi sebuah serigala berbulu domba. Perilaku berutal sedang selogam anti kekerasan dan cinta damai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kenapa di masa Nabi Islam begitu cepat berkembang, hanya dalam&amp;nbsp; 23 tahun Islam sudah menyebar di mana-mana. Kami tidak ingin berbicara terlalu jauh, yang kami ingin fokuskan dalam pembahasan ini adalah Islam diperiode Makkah dan Madinah. Nabi ketika meletakkan sebuah nilai, penyalurannya penuh dengan hikmah. Sehingga dengan mudahnya masyarakat saat itu menerima. Tentunya hal ini sangat bertentangan dengan umat Islam saat ini. Islam tidak lagi diperkenalkan dengan cinta, akan tetapi lebih dominan benci.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Jika orang-orang salaf sering mengatakan bid’ah terhadap orang yang melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi. Maka kami juga berani mengatakan bahwa orang yang memperkenalkan Islam dengan cara menyalahkan, kekerasan dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya merupakan pelaku bid’ah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Islam sekarang banyak dibajak oleh orang-orang yang berkepentingan dan bertujuan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka sengaja mencerai-berai umat Islam. Dan ini harus disadari oleh setiap muslim, karena hal itu sangat melenceng dari ajaran Islam. Maka dari itu, mengenal karakter Nabi sangatlah urgen. Karena pelaku dosa tersebut hanya menjadi korban atas ketidaktahuannya tentang sejarah Islam.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tujuan Penulisan&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Hampir tidak ditemukan sebuah karya yang dikemas secara sederhana untuk mengenalkan sejarah Islam, terkhusus sejarah Nabi dan Islam di masa Nabi. Dengan keberadaan karya ilmiyah ini. Kami menginginkan khasanah keilmuan umat Mulim bertambah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Bukan hanya bisa sekadar menyalahkan, akan tetapi punya bukti otentik yang dapat memperkuat argument mereka. Sederhanya jiwa-jiwa fanatik tidak menjalar dalam kehidupannya.&amp;nbsp; Tentunya setiap Muslim tidak menginginkan Islam dipersepsikan salah. Inilah yang kami ingin capai dalam kemasan sederhana, namun penuh makna.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Selain beberapa tujuan tersebut di atas, diinginkan karya ilmiah yang dikemas dalam bentuk sederhana ini. Bukan hanya sekadar menjadi bahan bacaan dan diskusi, akan tetapi dapat dijadikan sebagai sumber referensi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Adapun perioritas yang kami targetkan adalah menjadikan karya ilmiah ini sebagai fasilitas proses pemanusiaan manusia. Yang dimaksudkan adalah mengenal diri dan mengenal Allah SWT, sehingga dapat selamat dunia dan akhirat.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
E.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Manfaat Penulisan&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Adapun manfaat yang akan diperoleh dari karya ilmiah ini adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memahami sejarah Islam di masa Nabi.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Mampu mengedintifikasi akhlak Nabi.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memahami strategi dakwah, politk, kemiliteran dan berbagai macam kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Nabi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
BAB II&lt;/h1&gt;
&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
ISLAM DI MASA NABI&lt;/h1&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periode Makkah&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Letak Kota Makkah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kota Mekkah terletak di perut lembah,yang dikelilingi oleh bukit-bukit dari segala arah, dari sebelah timur membentang bukit Abu Qubais (Jabal Abu Qubais) dan dari barat dibatasi oleh dua bukit (gunung) Qa’aiqa’ dan keduanya berbentuk bulan sabit mengelilingi perkampungan Mekkah. Dan dikenal bagian yang rendah dari lembah tersebut dengan Al-Bathhaa’ yang ada padanya Ka’bah dan dikelilingi oleh rumah-rumah orang Quraisy, sedangkan bagian yang tinggi dikenal dengan Al-Mu’alaah dan pada bagian ujung-ujung kedua bukit yang berbentuk bulan sabit tersebut dibangun rumah-rumah sederhana milik orang Quraisy Dzawaahir yaitu orang-orang pedalaman (A’rob) Quraisy yang miskin dan merupakan serdadu-serdadu perang. Akan tetapi mereka ini di bawah kaum Quraisy Bathhaa’ (yang tinggal di Bathhaa’) dalam kebudayaan, kekayaan dan martabatnya. (lihat As Siroh An Nabawiyah As Shahihah oleh Akrom Dhiya’ Al Umary hal: 1/77).&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Watak dan Perilaku Masyarakat Makkah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Makkah adalah lembah yang sangat tandus kondisi geografis seperti inilah berpengaruh besar dalam membentuk sikap dan watak masyarakatnya. Pada umumnya penduduk Makkah bertempramen buruk dan tidak mampu berpikir secara mendalam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Ditambah dengan sistem politik di Makkah, yang dilakukan oleh pemuka-pemuka kaum Qurays untuk mempertahankan jabatan, kedudukan atau kekuasaan mereka. Sehingga hal itu juga berpengaruh pada watak dan perilaku mereka yang cenderung lebih agresif, egois, keras kepala serta tidak mudah bagi mereka untuk dapat menerima pendapat atau keyakinan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Muhammad adalah Nabi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Nabi Muhammad menerima wahyu pertamanya menjelang usia beliau yang ke-40 tahun. Seperti biasanya yang Nabi lakukan, Nabi terbiasa pada setiap tahun menyisihkan sebagian waktunya untuk melakukan tahannus di Gua Hira, yang berjarak beberapa kilometer di utara kota Makkah. Dan pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M ( berdasar pendapat yang paling banyak digunakan ), seperti biasa Nabi melakukan tahannus di Gua Hira dan pada saat itulah muncul malaikat Jibril dan menyampaikan wahyu Allah yang pertama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dengan turunnya wahyu pertama itu juga sekaligus menunjukan bahwa Muhammad telah dipilih atau lebih tepatnya diangkat oleh Allah sebagai Nabi, namun dalam wahyu pertama ini ada perintah untuk mendakwahkan risalah yang didapatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak lagi muncul lagi untuk beberapa lama sementara nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke Gua Hira. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya, wahyu itu berbunyi sebagai berikut :&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;“ Hai orang yang berselimut, bangun dan beri ingatlah. Hendaknya engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu tinggalkanlah perbuatan dosa, dan janganlah engkau member&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;i&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&amp;nbsp;(dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu bersabarlah.” (al muddatstsir : 1-7).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Setelah turunnya wahyu itu, juga sekaligus menjadi perintah bagi Nabi untuk mulai berdakwah.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkembangan Islam di Periode Makkah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Sebelum masa masuknya Islam kebanyakan kaum Arab beribadat dengan cara melakukan penyembahan berhala dan mereka menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan mereka, hal tersebut bisa dikatakan sudah cukup lama berlangsung sampai akhirnya Nabi Muhammad datang dan membawa keyakinan lain yaitu ketauhidan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Tentunya hal tersebut tidak semerta-merta dapat dengan mudah diterima bahkan ditolak habis-habisan oleh kaum kafir Quraisy. Banyak alasan bagi mereka untuk menolak keyakinan yang dibawa oleh Nabi Muhammad tersebut, salah satunya adalah apa yang mereka yakini adalah sesuatu&amp;nbsp; yang telah lama mengakar dan menjadi keyakinan mereka serta nenek moyang mereka. Sehingga keyakinan tersebut sudah tertanam kuat dalam keyakinan mereka. Para pemahat serta penjual atau patung merasa datangnya Islam akan menghalangi mata pencaharian mereka. Karena tentunya jika Islam menyebar maka mereka akan kehilangan mata pencaharian mereka, yang mana sangat bergantung pada apa yang diyakini masyarakat pada masa itu. Kemudian kaum Quraisy juga tidak setuju dengan seruan Nabi Muhammad Saw. tentang persamaan hak antara hamba sahaya&amp;nbsp; dan bangsawan. Intinya Nabi Muhammad Saw. ingin menghapuskan sistem perbudakan yang telah lama berjalan kaum Quraisy juga menolak ajaran tentang kebangkitan dan pembalasan hari akhir.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Karena reaksi keras dari kaum Quraisy itulah yang tentunya menghambat dakwah nabi Muhammad Saw. karena tentunya akan beresiko sekali dan bahkan mengancam keselamatan dan nyawa Nabi sehingga pada akhirnya Nabi harus melakukan sistem dakwah yag lain. Dakwah&amp;nbsp; Nabi&amp;nbsp; Muhammad Saw. dilakukan dengan dua cara pertama yaitu dengan cara sembunyi-sembunyi dan terbatas.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periode Dakwah dengan Cara Rahasia dan Diam-diam&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Awalnya Rasulullah berdakwah secara diam-diam di lingkungan&amp;nbsp; sekitarnya sendiri dan dikalangan rekan-rekan, orang yang pertama kali manerima serta mengikuti dakwahnya. Mula-mula istri Rasul sayyidatina Khadijah kemudian disusul imam Ali yang sekaligus juga menjadi pemeluk agama Islam termuda, imam Ali memeluk agama Islam pada usianya yang ke-10 tahuN. Kemudian disusul oleh Abu Bakar , Zaid, Ummu Aiman&amp;nbsp; dan lain-lain. Dengan dakwah secara diam-diam ini belasan orang telah menyatakan diri memeluk agama Islam. Setelah beberapa lama dakwah tersebut dilaksanakan secara individual, turunlah perintah agar Nabi melakukan dakwah secara terang-terangan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periode Dakwah dengan Terang-terangan dan Terbuka&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Setelah&amp;nbsp; beberapa lama melakukan secara sembunyi-sembunyi turunlah perintah atau firman untuk melakukan dakwah secara terbuka dan terang-terangan:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;“Dan berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat.”(&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;A&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;sy&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;-S&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;yu’araa).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dengan datang atau turunnya perintah itu Nabi mulai berdakwah secara terang-terangan, mula-mulanya nabi mengundang dan menyeru pada kerabat karibnya dari Bani Abdul Muthalib, tapi mereka semua menolak kecuali Ali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Langkah berikutnya yang ditempuh Nabi adalah mulai menyeru pada masyarakat umum. Maka Rasulullah naik ke bukit Shafa dan memanggil orang Makkah, beliau bersabda “Bagaimana bila aku mengatakan pada kalian bahwa dilembah sana ada seekor kuda yang akan menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayai apa yang saya ucapkan?” mereka menjawab “ ya , kami percaya karena kami belum pernah mendapatkan engkau berdusta” maka Rasulullah bersabda “Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian tentang siksa yang sangat pedih”. Lalu Rasul mengajak mereka untuk beriman kepada Allah.[2]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Pada masa dakwah secara terang-terangan inilah Nabi mendapatkan perlakuan yang buruk dari umatnya. Karena setelah dakwah terang-terangan itu, pemimpin Quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah Rasul. Karena mereka juga melihat semakin bertambahnya jumlah pengikut Nabi, maka mereka pun semakin keras melancarkan serangan-serangan, baik pada Nabi ataupun pada para pengikut Nabi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Berbagai cara dilakukan oleh pemuka-pemuka kaum Quraisy agar Nabi menghentikan dakwahnya, saat itu mereka tidak berani melukai Nabi karena perlindungan dari pamanya Abi Thalib yang sangat disegani dikalangan masyarakat saat itu. Para pengikut Nabi yang juga termasuk kalangan bangsawan terselamatkan dari siksa kaum Quraisy saat itu, dan bagi mereka yang tidak memiliki perlindungan, harus menahan siksa yang pedih dari kaum Quraisy saat itu. Nabi juga mendapatkan jalan buntu dalam dakwahnya. Intinya Nabi dan para pengikutnya mendapat hambatan serta siksaan baik secara fisik dan mental dari kaum Quraisy saat itu. Sehingga kemudian Nabi memutuskan untuk menyebarkan dakwahnya di wilayah lain dengan harapan dakwahnya akan berkembang dengan pesat alasan lainnya adalah untuk menghindari serangan dari pemuka-pemuka Quraisy saat itu.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nabi Berdakwah ke Thaif&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Setelah penyiksaan dan semua perlakuan yang didapat oleh Nabi dari kaum Quraisy di Makkah, Nabi kemudian berusaha menyebarkan Islam ke luar kota dengan harapan dakwah Nabi akan mendapatkan reaksi yang berbeda dari yang diterima Nabi di kota Makkah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Namun ternyata harapan dan perkiraaan Nabi salah besar, ketika Nabi memutuskan untuk menyebarkan Islam di Thaif, reaksi yang didapat sama dengan reaksi yang biasa nabi dapat di Makkah. Di Thaif Nabi diejek, disoraki, dan dilempari batu, akhirnya Nabi memutuskan kembali ke Makkah. Sampai-sampai ketika Nabi berjalan kembali ke Makkah orang Thaif membuntuti Nabi sambil melemparinya dengan batu sampai terluka di bagian kepala dan badannya. Ternyata apa yang diharapkan dan perkirakan&amp;nbsp; Nabi tidak terwujud dan ini semakin menyurutkan semangat Nabi, karena Nabi juga telah mengalami peristiwa yang cukup menyedihkan yaitu meninggalnya dua sosok penting dalam hidupnya yaitu pamanya Abu Thalib dan juga istrinya sayyidatina Khadijah.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Periode Madinah&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Jibril datang menemui Rasulullah dan mengabarkan kepadanya tentang kesepakatan kaumnya. Dia menyuruh Rasulullah untuk segera hijrah. Orang-orang kafir berkumpul di sekeliling rumah rasulullah. Kemudian Rasulullah keluar sanmbil menebarkan debu di atas kepala mereka yang membuat mereka pingsan.[3]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Peristiwa pengepunan itulah yang menandai awal pergerakan (hijrah) Nabi menuju Madinah. Di kala kaumnya sudah benar-benar menentang dan ingin mebunuh Nabi, sebagi bukti tanda penolakan kan kebenaran yang dibawah oleh Nabi. Maka dimulailah hidup baru oleh umat Islam dengan harus hijrah.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aspek Sosial Kemasyarakatan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Berbeda dengan Makkah, Madinah senantiasa mengalami perubahan sosial yang meninggalkan bentuk kemasyarakatan absolut model badui. Kehidupan sosial Madinah secara berangsur-angsur diwarnai oleh unsur kedekatan ruang daripada oleh sistem kekerabatan. Madinah juga memiliki sejumlah warga Yahudi, yang mana sebagian besarnya lebih simpatik terhadap monotheisme.[4]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Penduduk Madinah yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, dan nonmuslim tersebut, merupakan sebuah keberagaman yang ada pada masa lalu dan sudah menjadi suatu hal yang tidak bisa lagi dipungkuri eksistensinya. Tapi bukan hal itu yang akan digaris bawahi, yang terpenting adalah jiwa sosialis masyarakat madinah sangat tinggi. Ini terbukti dari persaudaraan yang tinggi dan sangat kokoh. Tidak ditemukan konflik karena masalah perbedaan. Kalaupun ada masalah itu dengan cepat segara terselesaikan, karena nabi sangat bijak dalam hal itu dan sangat hati-hati terhadap peletakan sebuah nilai kemasyarakatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Nabi berhasil membentuk sistem yang luar biasa bagus. Masyarakat Madinah merasa bahwa dirinya itu satu. Maka dari itu, apabilah ada satu yang sakit maka yang lain turut merasakan. Hal ini lebih khusus lagi pada umat Muslim sendiri, di mana sudah menjadi kewajiban di setiap Muslim sebagaimana dalam riwayat Nabi seringkali memerintahkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Ada beberapa teradisi yang yang perlu digaris bawahi:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Silaturahim yang membudaya&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Gotongroyong sering diadakan demi kepentingan bersama&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Kepedulian yang tinggi, mengunjungi orang yang sedang sakit atau yang terkena musibah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aspek Politik Pemerintahan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Selain menjadi pemimpin agama Islam, Nabi Muhammad juga menjadi pemimpin pemerintahan. Kalau sekarang beliau selayaknya sebagai presiden. Nabi terkenal dengan kebijaksanaannya dalam menjalankan roda pemerintahan. Kepentingan umum lebih dikedepankan dari kepentingan-kepentingan yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Adapun sistem pemerintahan yang digunakan Nabi yaitu sistem musyawarah dan demokrasi dan yang terpenting adalah perkara diputuskan dengan seadil-adilnya. Sehingga Golongan yang berbeda merasa tenang karena tidak ada diskriminasi. Mereka bisa hidup berdampingan tanpa ada permusushan dengan yang lain. Keberagaman yang ada tidak menjadi persoalan, justru mengkokohkan solidaritas di antara mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Memang pada kebijakan politik yang pertama oleh Nabi adalah bagaimana menghapus prinsip kesukuan dan mempererat persatuan. Nabi benar-benar mencurahkan perhatiannya untuk masyarakat, sehingga berhasil mendamaikan antar suku Auz dan Khazraj.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Perlu diketahui ada beberapa strategi yang dilakukan Rasulullah, dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru yang telah terbentuk. Adapun strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembangunan masjid&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Masjid di zaman Nabi, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, juga sebagi tempat mempersatukan kaum Muslimin, musyawarah, bahkan menjadi pusat pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ukhuwah islamiyah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;persaudaraan sesama Muslim.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Hal ini dilakukan oleh Nabi, agar persaudaraan mereka kuat dan menjadikan gebrakan yang baru, bahwa persaudaraan itu tidak hanya terjadi karena ada hubungan darah. Akan tetapi antar agama dapat terjadi juga.&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam.[5]&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi mengadakan perjanjian dengan non-Muslim. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa masyarakat Madinah beragam, maka langkah iniloh yang dilakukan oleh Nabi, diharapkan tidak ada yang merasa diskriminasi. Dari sinilah kemudian muncul nama Piagam Madinah.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemiliteran&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Nabi adalah pemimpin negara tertinggi tentara Muslim. Beliau turut terjun dalam 26 atau 27 peperangan dalam ekspedisi. Bahkan Nabi sendiri yang memimpin beberapa peperangan yang besar misalnya, perang Badar, perang Uhud, perang Khandaq, perang Hunayn dan dalam penaklukkan kota Makkah. Adapun peperangan ekspedisi yang lebih kecil pimpinan diserahkan kepada para komandan yang ditunujuk oleh Nabi.[6]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Di kala itu, peraturan kemiliteran belum dikenal. Akan tetapi moralitas dan kedisiplinan yang tinggi membuat mereka tertata di bawah satu komando yaitu Nabi. Ketika ingin menghadapi peperangan Nabi kerapkali mengundang para sahabat (Tokoh-tokoh) untuk berdiskusi mengenai hal tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dalam perkembangannnya pasukan kemiliteran umat Islam makin meningkat. Pada awalnya pasukan umat Islam hanya berjumlah 313 pejuang. Hingga pada perang terakhir di Uhud, pasukan umat Islam sudah mencapai 30.00 pejuang. Para pejuang tersebut memiliki keahlian yang cukup baik dan disiplin yang tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dakwah&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Proses penyebaran agama Islam di Madinah tentunya memiliki perbedaan dengan sistem yang telah diterapkan oleh Nabi sebelumnya. Pada periode Madinah Nabi memiliki sedikit kemudahan dalam mengenalkan Islam. Itu dikarenakan masih banyak penduduk Madinah yang menganut agama samawi. Dapat kita lihat ketika Nabi memasuki Madinah, beliau mendapat penyambutan yang luar biasa dari masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Ada beberapa strategi dakwah yang dilakukan oleh Nabi, yaitu sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Membina masyarakat Islam melalui pertalian persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memellihara dan mempertahankan masyarakat Islam&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Meletakkan dasar-daar politik ekonomi dan sosial untuk masyarakat Islam.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dengan diletakannya dasar-dasar yang berkala ini masyarakat dan pemerintahan Islam dapat mewujudkan nagari “ Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur “ dan Madinah disebut “ Madinatul Munawwarah”.[7]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dari sistem yang telah diterapkan Nabi tersebut, hampir tidak mendapat penolakan dari masyarakat Madinah, karena nilai-nilai yang diletakkan Nabi bersifat universal, walau pada hakikatnya nilai-nilai tersebut termaktub dalam Islam. Contohnya berbuat adil, saling menolong, larangan curang dalam berdagang, dan lai-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Perkembangan Islam juga tidak terlepas dari peranan moral Nabi yang begitu mulia dan sangat bijak dalam memutuskan sebuah perkara. Sehingga tidak sedikit kasus yang telah diselesaikan. Bahkan ketika ada perselisihan antar suku, Nabi selalu mendapat undangan untuk memberikan jalan keluar.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kondisi Perekonomian Madinah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kekayaan Madinah nyaris secara keseluruahan terkonsentarasi di tangan orang-orang Yahudi. Jadinya orang-orang Arab (Anshar) hidup dalam kemiskinan dan kekurangan selama bertahun-tahun. Salah satu alasan mengapa mereka begitu miskin adalah dikarenakan harus memabayar bunga pinjaman mereka yang cukup tinggi kepada orang-orang yahudi.[8]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kaum Anshar memang berada dalam lembah kemiskinan, akan tetapi Kaum Muhajirin lebih miskin lagi. Karena mereka hijrah tanpa membawa harta benda, barang berharga ditinggalkan di Makkah. Semakin hari kehidupan kaum Muhajirin memprihatinkan. Pada perjanjian awal kaum Muhajirin harus membantu untuk bercocok tanam, namun mereka tidak berpengalaman dalam hal itu, sehingga mereka harus bekerja sebagai buruh kasar di kebun milik orang Yahudi dan Ansar. Misalnya menebang pohon, menyiram pohon, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Nabi kemudian memberikan solusi kepada kaum Muhajirin untuk dipersaudarakan dengan kaum Anshar. Mereka harus saling membantu dan bekerja sama. Peristiwa ini terjadi selang beberapa bulan kedatangan Nabi di Madinah. Ada beberapa orang yang dipersaudarakan, di anataranya sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Amar bin Yasir (Muhajirin) dengan Huzaifah al-yamani (Anshar)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Abu bakar dengan Kharjah bin Zaid&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Utsman bin Affan dengan ‘Aus bin Sabit&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Umar bin Khattab dengan Utbah bin Malik&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Abu Dzar al-Ghiffari dengan al Mundzir bin Amr&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Mus’ab bin Umair dengan Abu Ayyub&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Abu Ubaidah Amir al-Jarrah dengan Sa’ad bin Ma’az&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Zubair bin al-Awwam dengan Salam bin Waqash&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Abdurrahman bin ‘Auf dengan Sa’ad bin Rabi’&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Thalhah bin Ubaidillah dengan Ka’ab bin Malik&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Sementara itu Ali tidak dipersaudarakan dengan siapa pun, namun Ali patut berbangga, karena Nabi mengatakan engkau adalah saudaraku di dunia dan akhirat.[9]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Hingga akhirnya masalah perekonomian yang menyiksa bathin mereka telah terlewatkan. Berjalannya hari kaum Anshar dan Muhajirin menjadi makmur. Bahkan kekayaan Muhajirin melebihi kekayaan kaum Anshar. Hal ini bukanlah sesuatu yang buruk, namun&amp;nbsp; yang sangat menyedihkan setelah wafatnya Nabi Saw, kaum Muhajirin menaruh barisan kaum Anshar berada dibelakang barisan mereka. Ini karena adanya penyusut dari Bani Umayyah yang menyamar menjadi kaum Muhajirin. Sebagaimana telah diketahui kaum Anshar adalah musuh Bani Umayyah.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sumber-sumber Keuangan Negara&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Pada masa pra-Islam, masyarakat Arab tidak mengenal otoritas pemerintahan pusat. Mereka juga belum mengenal sistem pendapatan dan pembelanjaan pemeritahan. Nabi Muhammad Saw. adalah orang yang pertama kali memperkenalkan sistem ini di wilayah Arabiyah. Beliau mendirikan lembaga kejayaan masyarakat di Madinah. Terdapat lima sumber utama pendapatan Negara Islam, yaitu (i)&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Zakat&lt;/i&gt;, (ii)&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Jizyah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pajak perorangan), (iii)&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Khraj&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(pajak tanah), (iv)&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ghanimah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(hasil rampasana perang), (v)&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;al-fay’&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(hasil tanah negara.[10]&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Kewajiban mengeluarkan zakat sudah jelas dalam al-Qur’an. Baik zakat untuk binatang ternak, buah-buahan, biji-bijian, hasil pertanian, maupun perak dan emas. Adapun masa pengeluaran itu ketika sampai batas minimal (nishab).&amp;nbsp; Sedang&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;jizyah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah pajak yang harus dikeluarkan oleh non-Muslim sebagai biaya pengganti jaminan keaamanan bagi mereka. Dan biaya ini bisa dikembalikan apabilah jaminan itu tidak terlaksana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dan bagi non-Muslim yang mempunyai lahan atau tanah juga dikenakan kewajiban untuk mengeluarkan pajak.&amp;nbsp; Kebijakan ini sama dengan kebijakan yang ada di Persia dan Romawi. Nabi memberlakukannya setelah penaklukan Khibar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ghanimah&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang diperoleh dari hasil peperangan terbagi menjadi atas lima bagian (1/5). ¼ buat kas negara dan 4/5 dibagikan kepada pasukan muslimin yang ikut berperang. Barang rampasan itu meliputi senjata, kuda, dan harta bergerak lainnya. Dan sisa dari 1/5 tersebut, didistribusikan untuk keperluan keluarga Nabi, fakir miskin, anak yatim serta untuk keperluan Muslimin lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Tanah-tanah yang berada di wilayah negeri yang ditaklukkan oleh pasukan Muslim, maka itu termasuk kekayaan negara. Maka dari itu di zaman Nabi, tanah dan lahan negara cukup luas.&lt;/div&gt;
&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
BAB III&lt;/h1&gt;
&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
PENUTUP&lt;/h1&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KESIMPULAN&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Perkembangan Islam di masa Nabi sungguh sangat cepat, itu dikarenakan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam. Namun yang terpenting adalah perilaku Rasulullah yang sangat terpuji. Dan ini sebuah realitas yang ada saat itu sampai sekarang perilaku atau akhlak beliau masih terasa di dalam&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;qalbu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Nabi meletakkan nilai-nilai Islam dengan penuh hikmah dan sangat bijak dalam menyelesaikan masalah dikala ada persoalan. Baik itu persoalan kenegaraan, kemasyarakatan atau pun keagamaan. Tidak ada yang merasa diskriminasi oleh sikap-sikap Nabi. Keunggulan Nabi tidak hanya diakui oleh umat Islam, akan tetapi nonmuslim pun mengakui akan kecakapan&amp;nbsp; Nabi dalam berbagai hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Diperiode Makkah dan Madinah Nabi meletakkan nilai Islam berbeda. Posisi dan kondisi kemasyarakatan benar-benar dipahami. Hal itu terbukti dari strategi dakwah yang digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Yang akan menjadi penutup dari kesimpulan bahwa Nabi meletakkan Islam dengan cara yang benar. Hal ini merupakan sebuah keluarbiasaan. Tidak sedikit orang menyampaikan kebenaran tapi dianggap salah. Dan ironisnya banyak orang salah diannggap benar, walau kesalahan yang nyata adalah dia. Bukankah dari manusia terdapat kebenaran (fitrah) yang dibutuhkan hanyalah pembenaran.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SARAN&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Manusia berkembang dikala mereka mengadakan perubahan dan selalu intropeksi terhadap dirinya. Berangkat dari sebuah kenyataan yang menyelimuti langit dan bumi kini terbayang dalam setiap jiwa manusia. Kami pun mengharapkan kesempurnaan itu. Maka dari itu kami butuh kritikan yang membangun dan pastinya sangat mengapresiasi orang yang mau melakukannya untuk kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; margin-bottom: 24px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
Dengan pengenalan singkat tentang keislaman di masa Nabi, semoga menjadi gerakan awal dalam merevolusi diri kita masing-masing agar menjadi lebih baik. Agar bisa sampai kepada cahaya Ilahi. Siapakah gerangan yang tidak ingin sampai di hadapan yang Maha Kaya dan Maha Sempurna sembari mencicipi kenikmatan dari Sang Pemberi Nikmat, yaitu Allah SWT.&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Muhammad al-Ghazali.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memahami Islam.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Jakarta, PT RajaGrafindo Persada : Cet. Ke-2, 2002).&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;skimlinks-unlinked&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Hal.28&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ahmad al-Usairy.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sejarah Islam&lt;/i&gt;. (Jakarta, Akbar Media Eka Sarana : Cet. Ke-6, 2008). Hal. 87&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ahmad al-Usairy.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ibid.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Hal. 102&lt;ol style=&quot;background: transparent; border: 0px; list-style: upper-alpha; margin: 0px 0px 0px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ira M. Lapidus.&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sejarah Sosial Umat Islam&lt;/i&gt;. (Jakarta, PT RajaGrafindo Persada : Cet. I, 1999).&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;skimlinks-unlinked&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Hal.38&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Badri Yatim.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sejarah Peradaban Islam&lt;/i&gt;. (Jakarta, PT RajaGrafindo Persada : 2005). Hal. 26&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;K. Ali. Sejarah Islam. (Jakarta, PT RajaGrafindo Persada : Cet. Ke-4, 2003).&lt;span class=&quot;skimlinks-unlinked&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Hal.128&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://penulismudasukses.blogspot.com/search/label/dakwah&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; color: #743399; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;http://penulismudasukses.blogspot.com/search/label/dakwah&lt;/a&gt;kampus&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sayed Ali Asgher Razwy. Muhammad Rasulullah Saw. (Jakarta, Pustaka Zahra : Cet. I, 2004). Hal. 163&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sayed Ali Asgher Razwy.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ibid.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Hal. 164&lt;ol style=&quot;background: transparent; border: 0px; list-style: lower-roman; margin: 0px 0px 0px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;K. Ali.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Op.Cit&lt;/i&gt;. Hal. 126&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h1 align=&quot;center&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; clear: both; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-weight: normal; line-height: 1.5em; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;/h1&gt;
&lt;ul style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ali Asgher Razwy, Sayed. 2004.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Muhammad Rasulullah Saw&lt;/i&gt;. Jakarta: Pustaka Zahra&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Ali, K. 2003.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sejarah Islam&lt;/i&gt;. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Al-Ghazali, Muhammad. 2002.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Memahami Islam.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Jakarta: PT RajaGrafindo Persada&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Al-Usairy, Ahmad. 2008.&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sejarah Islam&lt;/i&gt;. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Lapidus , Ira M.&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sejarah Sosial Umat Islam&lt;/i&gt;. Jakarta, PT RajaGrafindo Persada&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;wpcnt&quot; style=&quot;background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; line-height: 0; margin: 0px; padding: 0px; text-align: center; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;wpa wpmrec wpmrec2x&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; display: inline-block !important; margin: 0px; max-width: 610px; min-width: 300px; padding: 0px; position: relative; text-align: left; transform: translate3d(0px, 0px, 0px); vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; background: rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #333333; font-family: Georgia, &amp;quot;Bitstream Charter&amp;quot;, serif; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; list-style: square; margin: 0px 0px 24px 1.5em; orphans: 2; padding: 0px; text-align: start; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; vertical-align: baseline; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Yatim, Badri. 2005.&amp;nbsp;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; font-style: italic; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Sejarah Peradaban Isl&lt;/i&gt;arta: PT RajaGrafindo Persada&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;background: transparent; border: 0px; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://penulismudasukses.blogspot.com/search/label/dakwah&quot; style=&quot;background: transparent; border: 0px; color: #743399; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;http://penulismudasukses.blogspot.com/search/label/d&lt;i style=&quot;background: transparent; border: 0px; color: #333333; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;am&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;color: #333333;&quot;&gt;. Jak&lt;/span&gt;akwah&lt;/a&gt;kampus&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/feeds/1544388167324538530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/makalah-lengkap-tentang-islam-dimasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/1544388167324538530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/1544388167324538530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/makalah-lengkap-tentang-islam-dimasa.html' title='makalah lengkap tentang islam dimasa rasulallah SAW'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04215828861079049316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4061313984812648034.post-5405591884367714434</id><published>2017-10-04T19:55:00.001-07:00</published><updated>2017-10-04T20:04:53.343-07:00</updated><title type='text'>mengenal islam lebih jauh</title><content type='html'>Sebuah Kenikmatan yang terbesar adalah 
ketika Allah menjadikan kita sebagai seorang yang beragama islam. Yang 
tidak ada kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengan memeluk agama 
islam, agama yang satu-satunya diridhai disisi Allah hanyalah islam yang
 tidak diterima selain dari agama islam.
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“ Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah islam “&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Qs. Ali Imran : 19)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;“ Pada hari ini telah ku sempurnkan 
untuk kamu agamamu, dan telah ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah 
ku ridhai islam sebagai agama bagimu “&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(Qs. Al Maidah : 3)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;أَفَغَيْرَ دِينِ اللهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“ Maka mengapa mereka mencari agama 
yang lain selain Agama Allah, padahal apa yang dilangit dan dibumi 
berserah diri kepada – Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan 
hanya kepada Nya mereka dikembalikan?&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;(Qs. Ali Imran : 83)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“&amp;nbsp;&lt;i&gt;Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima dan diakhirat dia termasuk orang yang merugi ”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Qs. Ali Imran : 85)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“ Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Qs. Ali Imran : 102)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah nikmat yang terbesar dan teragung 
yang Allah berikan kepada kita yang harus kita jaga, yaitu kita 
dijadikan sebagai seorang muslim. Yang tidak ada kebahagian didunia dan 
akhirat kecuali dengan memeluk agama islam. Maka wajib bagi kita untuk 
mengenal dan memahami agama islam dengan pemahaman yang benar. Bahkan 
hal itu sebuah kewajiban yang paling pokok dan mendasar bagi seorang 
muslim dan muslimah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Lalu apa itu pengertian islam ?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Islam adalah :&amp;nbsp;&lt;i&gt;“
 Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, tunduk kepada Allah 
dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya dan berlepas diri dari perbuatan 
syirik dan para pelakunya “&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Kitab Al Ushulus Tsalah, Syaikh Muhammad At Tamimi)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah pengertian islam yang harus kita pahami, yaitu mengandung tiga hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pertama : “ Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yaitu berserah diri kepada Allah dengan 
mentauhidkan Nya didalam rububiyahNya (penciptaan, pemberi rezeki dan 
pengaturan), didalam uluhiyahNya (menyerahkan seluruh ibadah hanya 
kepada Allah semata) dan didalam asma (nama-nama) dan sifatNya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah Subhanahu wata’ala berfirman memerintahkan kita untuk beribadah hanya kepada Allah semata&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Artinya :&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan memohon pertolongan”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS. Al-fatihah : 5)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Artinya :&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS. An-Nisaa : 36)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari pengertian diatas keluarlah dua kelompok manusia :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kelompok pertama&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;adalah Orang yang berserah diri kepada Allah dan juga berserah diri kepada selain Allah&lt;/b&gt;.
 Yaitu dia berserah diri kepada Allah disatu sisi dengan beribadah 
kepada Nya seperti sholat, puasa dan ibadah lainnya, tapi disisi lain 
dia juga beribadah kepada selain Allah dengan menyembah kuburan 
misalnya, atau berdoa kepada selain Allah, atau menyembelih hewan untuk 
bertaqarub (mendekatkan diri) kepada selain Allah. Maka orang seperti 
ini bukanlah orang islam akan tetapi orang musyrik. Allah Ta’ala 
berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;” Dan diadakanya&amp;nbsp;&lt;b&gt;sekutu-sekutu bagi Allah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Nya, katakanlah, “ bersenang-senanglah kamu dengan&amp;nbsp;&lt;b&gt;kekafiranmu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;itu untuk sementara waktu, sungguh kamu termasuk penghuni neraka.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;( Qs. Az-Zummar : 8 )&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;RTL&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ومَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;” Sesungguhnya barangsiapa yang 
mempersekutukkan ( sesuatu dengan ) Allah, maka sungguh, Allah 
mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah&amp;nbsp; neraka. Dan tidak ada 
seorang penolong pun bagi orang – orang dzolim itu.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;( Qs. Al Maidah : 72 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;إِنَّ الَّذِينَ 
كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ 
خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“ Sungguh orang – orang kafir dari 
golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk ) neraka 
jahannam, mereka kekal didalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk 
makhluk “&lt;/i&gt;&amp;nbsp;( Qs. Al Bayyinah : 6)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kelompok kedua&lt;/b&gt;&amp;nbsp;adalah 
Orang yang tidak berserah diri kepada Allah dan juga kepada selain 
Allah, meraka itu adalah orang – orang kafir, seperti fir’aun pada masa 
lalu dan atheis pada zaman sekarang.&amp;nbsp;&lt;b&gt;(silahkan lihat muqadimah duruus Nawaqid al-Islam, Syaikh Shlih al-Fauzan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun seorang Muslim adalah orang yang 
berserah diri hanya kepada Allah semata dengan beribadah hanya kepadaNya
 dan tidak kepada selainNya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kedua : Tunduk Kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada Nya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak cukup seseorang hanya mengatakan 
dirinya berserah diri kepada Allah tanpa ada ketaatan kepada Nya. Bahkan
 wajib bagi dia untuk tunduk kepada Allah dengan ketundukkan hati, lisan
 dan anggota badanya. Dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya, seperti 
melaksanakan sholat lima waktu, shaum (puasa) pada bulan Ramadhan, 
menunaikan zakat dan ketaatan lainnya. Para Ulama membagi ketundukkan 
menjadi dua macam :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berkata Asy Syaikh Ubaid Al Jabiri hafidzahullah :&amp;nbsp;&lt;i&gt;“
 Tunduk kepada Allah dan ketundukkan ini jika dengan dzhiran 
(lahiriah/anggota badan) dan ketundukkan bathin (hati) maka itu adalah 
amalan orang-orang yang beriman. Dan jika hanya tunduk dengan 
ketundukkan dzhair saja maka itu adalah perbuatan seorang munafik. Akan 
tetapi ketundukkan yang benar yaitu mencakup ketundukkan dzahir dan 
bathin.”&lt;/i&gt;&lt;b&gt;(Ithaful Uquul bi syarh ats – Tsalasatil Ushuul :95)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ketiga : Berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yaitu berlepas diri dari peribadatan 
kepada selain Allah dan para pelakunya. Dalam hal ini Allah Ta’ala 
berfirman tentang kisah Nabi Ibrahim alaihi wasallam :&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;right&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ
 أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا 
لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ 
اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ 
وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“ Sesungguhnya telah ada suri teladan
 yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan 
dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “ Sesunguhnya kami 
berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, 
kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kalian 
permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman 
kepada Allah saja.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(Qs. Al Mumtahanah : 4 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah penjelasan sederhana tentang 
kewajiban seorang hamba mengenal agamanya. Dengan&amp;nbsp; tujuan dari 
pengenalan tersebut yang membuahkan dari mengamalkan syariat islam. 
Karena islam adalah agama yang haq (benar) yang Allah meridhainya untuk 
kita, dan kita beribadah kepada Allah dengan menjalankan syariat islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ditulis oleh&amp;nbsp;&amp;nbsp;Abu Ibrahim ‘Abdullah Bin Mudakir&lt;/div&gt;
&lt;!-- Start of KomisiGRATIS.Com Script --&gt;
&lt;script src=&quot;http://komisigratis.com/ads.php?pub=47610&quot; type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- End of KomisiGRATIS.Com Script --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/feeds/5405591884367714434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/mengenal-islam-lebih-jauh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/5405591884367714434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/4061313984812648034/posts/default/5405591884367714434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://islamituindahlo.blogspot.com/2017/10/mengenal-islam-lebih-jauh.html' title='mengenal islam lebih jauh'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04215828861079049316</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>