<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Ranah Galamai</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</managingEditor><pubDate>Tue, 5 Nov 2024 18:59:50 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Hambat Keganasan Hama Tikus Dengan Pupuk Organik</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/hambat-keganasan-hama-tikus-dengan.html</link><category>pertanian</category><category>pupuk organik</category><category>tikus</category><author>noreply@blogger.com (salingka luak)</author><pubDate>Sat, 23 Sep 2017 12:23:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-343307443836645247</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgJ6jsdTgLjBW2HBJeg_cy2tOfoZi9-JrZQeplSz6eb_yo-SLEvhi9uDDqB1GWPZ4yOqpgL7FiXfG3Y2fBlT5JuIVJb7fFdHKdgnYJkf1yv3lQC3EeESdvtCfFt1eHAd1i5GZEjmSUuEw_/s1600/organik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="300" data-original-width="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgJ6jsdTgLjBW2HBJeg_cy2tOfoZi9-JrZQeplSz6eb_yo-SLEvhi9uDDqB1GWPZ4yOqpgL7FiXfG3Y2fBlT5JuIVJb7fFdHKdgnYJkf1yv3lQC3EeESdvtCfFt1eHAd1i5GZEjmSUuEw_/s1600/organik.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Takut padi diserang tikus para petani mengeringkan padi yang mulai 
terbit. Dengan harapan ular dan kucing bisa masuk ke dalam sawah 
memusnahkan tikus. Ini dilakukan hampir semua petani padi di seluruh 
Sumatera Barat. Bila sawah diberi pupuk kimia buatan maka tanah sawah 
akan berbau terasi. Bila sawah sempat kering sedikit uapnya menguapkan 
ke udara lalu tercium oleh tikus gunung. Tikus gunung akan turun kebawah
 dalam jumlah banyak mencari makanan. Dalam kenyataannya tikus tidak 
memakan padi tapi mengerat batang, seakan disana ada makanan. Selama 
sawah diberi pupuk kimia buatan sama dengan mengundang tikus. Bila 
diberi pupuk organik majemuk lengkap NT 45 maka tanah akan berbau harum,
 tikus gunung tidak turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tadi pagi bersama Pak BK (buyuang Karapai) pergi keswah miliknya di 
Kampuang Tangah Nagari Kapalo Ilalang. Pak BK telah memberi sawahnya 
dengan poml. Sawahnya kering. sawah tetangga sudah dikeringkan karena 
sudah terbit padinya. Pak BK menanam agak terlambat. Walau kering 
setelah diinjak kaki kita akan terbenan rata-rata 30 cm. Tanahnya sudah 
memenuhi syarat untuk tanam padi. Sayangnya Pak BK masih penganut pola 
konvensional, jarak tanam 15 cm, tiap rumpun ditanam 8-12 batang dan 
belum beranak walau sudah 1,5 bulan. dalam kepala Pak BK banyak ditana 
banyak batang akan banyak hasil. Padahal bila ditanam sebatang jarak 
tanak 30 cm maka akan tumbuh dari akar rata-rata 36 anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa belum beranak ? Jawabnya nasi satu piring dimakan 8-12 orang, 
kalaupun beranak maka anak kecil-kecil. Panjang malai 10-15 cm. Bijo 
100-150/malai. Kondisi tanah sawah Pak BK lebih baik ketimbang tanah 
sawah Mak Itam dibelakang RM Uni Evi Sicincin. Humus sawah Mak Itam 
rata-rata 5 cm. Humus tanah Pak Lim rata-rata 15 cm.Perlu waktu satu 
tahun untuk reklamasi lahan sawah dengan Metoda NT 45. Dalam ilmu 
pertanian bisa disehatkan 70 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat mengeringkan padi mulai terbit. hasilnya akan banyak ‘ampo 
barek’. Ibarat seorang anak sedang ASI banyak lalu diputuskan maka anak 
akan merana. Mengeringkan padi sebaiknya 10 hari menjelang panen. 
Sehingga buah padi terisi sampai ke pangkal malai.&lt;br /&gt;
informasi by:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pusat Pendidikan Pelatihan &amp;amp; Pengembangan Bioteknologi NT 45 Konsultan (economic &amp;amp; Enginnering)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kilometer 50 Jl Raya Padang – Bukittinggi di Nagari Kapalo Ilalang Kab Padang Pariaman Sumatera Barat Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;










&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Ahmad Gazali ( Program Arranger) Kp 081266928936. Penemu 
Bioteknologi NT 45 Darmansyah, Muhammad Yunus Yusuf, Yudis Kudu 
(Muhardi), Siska Adelya Ramadhani,&amp;nbsp; Pebryansyah, Taufik Syafe’i. Ahmad 
Faisal, Ustadz Yasrizal,Zul Doni Putra Ajo Bahar, Asrarulhaq, Asnul 
Chan, Nasirman Chan, Alif Adelyadi, Suhatri ( Buyuang Karapai), Linda 
Lin, Ani Rizani, Fauzan Zakir. Robby.&lt;/strong&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgJ6jsdTgLjBW2HBJeg_cy2tOfoZi9-JrZQeplSz6eb_yo-SLEvhi9uDDqB1GWPZ4yOqpgL7FiXfG3Y2fBlT5JuIVJb7fFdHKdgnYJkf1yv3lQC3EeESdvtCfFt1eHAd1i5GZEjmSUuEw_/s72-c/organik.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gubuk Coffe tempat nongkrong dengan menu kopi Nusantara</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/gubuk-coffe-tempat-nongkrong-dengan.html</link><category>gubuk coffee</category><category>kopi</category><category>payakumbuh</category><author>noreply@blogger.com (salingka luak)</author><pubDate>Sat, 23 Sep 2017 12:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-6802422402449770224</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU9MhGlxuZCMqaPpKPX8BCMR6sppPRQJQcw4IoF0GPxpG38468uUZ95MSm1Zc1nuQZp4r40Fn5Ks49Me7qjKnrCNpNZ7GmepDVK_TgDc1EToh3cmBjH6rNfT6eacZYfo303UfgXBpi5Wf6/s1600/gubuk-coffee-manajemen.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="281" data-original-width="500" height="179" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU9MhGlxuZCMqaPpKPX8BCMR6sppPRQJQcw4IoF0GPxpG38468uUZ95MSm1Zc1nuQZp4r40Fn5Ks49Me7qjKnrCNpNZ7GmepDVK_TgDc1EToh3cmBjH6rNfT6eacZYfo303UfgXBpi5Wf6/s320/gubuk-coffee-manajemen.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeliatnya usaha kuliner saat ini menjadi pemotivator Deni Atmam SH
 banting stir dari profesi yang berbasis pendidikan yang di miliki&amp;nbsp; ke 
usaha kopi. Apalagi di dukung dengan adanya perkebunan kopi yang di 
kelola bersama keluarga di Solok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi tradisi minum kopi di daerah ini cukup melendaris. Setiap 
sudut baik warung ataupun yang sudah berkelas cafe pasti menyediakan 
menu kopi dengan beragam racikan. Dengan tekad bulat dua tahun lalu 
Pengusaha muda yang juga pernah aktif sebagai aktifis ini membuka usaha 
kopi dengan label Gubuk Coffee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha cafe yang di beri nama Gubuk Coffee ini mengutamakan kopi kopi 
Nusantara khususnya dari Sumatera Barat. Dengan di backup dari ladang 
ladang petani lokal. Tujuan tak lain untuk meningkatkan pendapatan 
petani lokal dan mempromosikan kopi Nusantara yang sudah mendunia 
semenjak zaman penjajah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belanda dengan sistem tanam paksa dulu bisa membangun negrinya dengan
 hasil kopi Indonesia. Sekarang dengan kemerdekaan bangsa kenapa tidak 
bisa petani kopi negeri ini yang menikmati lansung hasil keringat 
mereka. Hal ini memacu semangat aktifis muda ini mengembangkan usaha 
kopi nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berawal dari sebuah cafe di Jalan Sudirman Payakumbuh Utara tepatnya 
depan Kampus STIT Payakumbuh Deni Atmam memulai usaha Gubuk Coffee ini. 
Dengan stay tongkrongan anak muda dan tayangan lansung bola&amp;nbsp; full wifi 
gratis .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain membuka usaha di jalan Sudirman yang menjadi Gubuk Coffee juga
 membuka sistem franchisee. Bagi yang ingin membuka usaha cafe dengan 
sajian kopi nusantara racikan ala Gubuk Coffee Deni Atmam SH memberi 
peluang kerja sama dengan sistem franchisee.&lt;br /&gt;
Saat ini tujuh kerja sama sistem franchisee sudah berjalan di wilayah
 Sumbar,Riau dan jambi. Untuk jakarta sedang pemakatang kerjasama di 
tiga lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paket Franchisee Gubuk Coffee menggunakan kerjasama dengan ketetapan 
hukum jelas di depan notaris.Dengan mengedepankan semangat 
kebersamaan,kekeluargaan dan Silaturahmi dalam memberdayakan pribadi dan
 umat secara profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihak Gubuk Coffee tidak menerapkan sistem bagi hasil dalam 
perjalanan kerja sama.Pihak kedua hanya membeli bahan baku yang sudah di
 sediakan oleh Gubuk Coffee dan itupun dengan harga pasaran. Dalam 
perjalanan kerjasama Gubuk Coffee selaku pemegang merek akan memantau 
secara rutin pelayanan di lokasi. Kontrak akan di putus jika pihak kedua
 melanggar perjanjian awal dan neon box di cabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;













&lt;br /&gt;
bagi yang berminat bekerjasama untuk buka usaha kopi dengan CV Gubuk 
Coffee bisa menghubungi&amp;nbsp; di : Nomor handphone/wa/line: 085271007886. (bagian promosi ) atau datang lansung ke Gubuk Coffee Jalan 
Jendral Sudirman no 71 Payakumbuh tepatnya depan kampus STIT Payakumbuh.
 1km dari Pusat kota Payakumbuh arah ke Pekanbaru.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU9MhGlxuZCMqaPpKPX8BCMR6sppPRQJQcw4IoF0GPxpG38468uUZ95MSm1Zc1nuQZp4r40Fn5Ks49Me7qjKnrCNpNZ7GmepDVK_TgDc1EToh3cmBjH6rNfT6eacZYfo303UfgXBpi5Wf6/s72-c/gubuk-coffee-manajemen.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lapau Ajang Diskusi terbuka di Ranah Minang</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/lapau-ajang-diskusi-terbuka-di-ranah.html</link><category>limapuluh kota</category><category>luak limopuluah</category><category>minangkabau</category><category>otalapau</category><category>syafrizal ambo</category><author>noreply@blogger.com (salingka luak)</author><pubDate>Wed, 20 Sep 2017 11:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-8011669126893289945</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIXnYuHcfZk7_OcdPc0M2hdasr1WJME1jLoD_H_su3FpjP7iVEzXhpZ93ge8G-qvxZwFd4yJ30XLZ2u0YK81FdNUrb50U38OGSDgY1jSnkhLYJzUjje69fLvlfm7LQFdxV68Uj8br3M8md/s1600/R.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIXnYuHcfZk7_OcdPc0M2hdasr1WJME1jLoD_H_su3FpjP7iVEzXhpZ93ge8G-qvxZwFd4yJ30XLZ2u0YK81FdNUrb50U38OGSDgY1jSnkhLYJzUjje69fLvlfm7LQFdxV68Uj8br3M8md/s320/R.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Orang minang dan lapau sulit di pisahkan. Lapau di sini yaitu lapau kopi atau tempat sarapan. Laki laki di Minangkabau pada umumnya memiliki jadwal rutin nongkrong alias duduak di lapau kopi. Bagi yang tidak suka ke warung kopi sering jadi korban bully kawan kawan. Jika sudah bekeluarga di anggap laki laki takut sama bini. Jika lajangan di anggap anak babe atau anak manja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Palapau Bukan tidak menghargai istri atau keluarga di rumah yang siap sedia selalu menyajikan kopi atau minuman lain buat kaum laki di Ranah Minang. Tapi sudah merupakan kebiasan,ada yang tidak bisa di dapat di rumah sambil mangopi,yaitu ota lapau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ota lapau ini interaksi dengan masyarakat bisa terjalin. Apalagi berdomisili di kampung istri,untuk menjalin keakraban dengan masyarakat sekitar di warung kopi inilah salah satu tempatnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lapau kopi inilah interaksi antar warga paling tinggi. Karena yang sering datang dan belanja di kadai kopi rata rata yang suka diskusi atau maota. beragam cerita di olah dalam ota lapau di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari urusan agama,ekonomi sampai politik tata negara bahkan hukumpun di bahas. Apapun persoalan yang menajdi trending topik media akan menjadi konsumsi para pecandu ota lapau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau kadang hanya di temani kopi kental dan gorengan ala kadar, obrolan pun akan tetap mengalir. Tidak peduli basic ilmu,semua di ramu dalam satu ota lapau. mau hoax atau curito ombuih ombuih dalam bahasa lokal tidak peduli. yang penting di bahas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tak jarang jua wal;au selalub di cap ota, hasil diskusi lapau banyak berdampak di masyarakat. Baik itu dalam segi positif maupun negatif. Segi positif nya banyak pembangunan atau kegiatan kegiatan kemasyarakatan berawal dari ota lapau ini. Dibahas dan di realisasikan, karena yang hadir di lapau itu dari semua kalangan. Baik kuli,pegawai pejabat maupun pengangguran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga dalam sisi negatif banyak juga, telinga tipis dalam gurauan lapau bisa memutus silaturahim atau penerjemahaan yang gagal. Hoax atau ota bisa di anggap nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilapau jika sudah membahas satu topik tak ubah laksana sidang paripurnanya para wakil rakyat di rumah bagonjong sana. Debat dari sudut ke sudut saling timpal tidak akan terelakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena lapau merupakan salah satu penghubung dengan lapisan masyarakat terendah,para elite politik saat ini lebih suka memanfaatkan lapau sebagai sarana kampanye atau propaganda politik. Dari menggalang massa sampai menjemput aspirasi bahkan menebar pencintraan. Sehingga Lapau sering di sebut &lt;b&gt;DPRD Tingkat tiganya Sumatera Barat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau saat ini pesona cafe dan lesehan mulai merambah sampai ke daerah daerah di Ranah Minang,namun pesona lapau masih sulit di hilangkan dari kalangan pengopi dan pecandu ota lapau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIXnYuHcfZk7_OcdPc0M2hdasr1WJME1jLoD_H_su3FpjP7iVEzXhpZ93ge8G-qvxZwFd4yJ30XLZ2u0YK81FdNUrb50U38OGSDgY1jSnkhLYJzUjje69fLvlfm7LQFdxV68Uj8br3M8md/s72-c/R.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kata Kata Kias Dalam Bahasa Minangkabau</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/kata-kata-kias-dalam-bahasa-minangkabau.html</link><category>bahasa</category><category>kata kias</category><category>limapuluh kota</category><category>minangkabau</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (salingka luak)</author><pubDate>Sat, 16 Sep 2017 11:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-9053619669585956900</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghKK5p4WtQ-IHVrLJ_QZmN6n3CS8kfSPs3pRAXCR0QfQoMv81atg9sNCop4Ss_CuDfFUITLAL0ZM2QHfSBuzSQuZiZkmmhyphenhyphenGBvvR_VzT_VzjBfcfc6qlY11_2-fJ3xwK_IjjrRG0yPNx8q/s1600/ranah+galamai+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="100" data-original-width="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghKK5p4WtQ-IHVrLJ_QZmN6n3CS8kfSPs3pRAXCR0QfQoMv81atg9sNCop4Ss_CuDfFUITLAL0ZM2QHfSBuzSQuZiZkmmhyphenhyphenGBvvR_VzT_VzjBfcfc6qlY11_2-fJ3xwK_IjjrRG0yPNx8q/s1600/ranah+galamai+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu orang orang Minangkabau seperti di Luak Limopuluah sekarang Payakumbuh dan Limapuluh Kota,terbiasa berbicara dengan bahasa kias. Bahasa kias yaitu mengatakan sesuatu secara tidak lansung. Kalau orang sekarang lebih banyak menyebut dengan pribahasa atau pantun.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tergambar betapa halusnya orang orang dahulu berbahasa dalam percakapan sehari hari. Dan juga memiliki nilai seni yang tinggi. Apapun yang di bicarakan baik dalam suasana santai,marah,memuji tetap dipakai bahasa kias. Atau menggambarkan sesuatu kejadian atau sifat seseorang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut beberapa bahasa kias yang bisa penulis rangkum di sini:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tatumpang Biduak Ilia&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara bahasa artinya menumpang sampan yang menuju hilir, Sampan yang menuju hilir biasanya tidak begitu membutuhkan energi atau usaha dalam menggerakan sampan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna lainnya "seseorang yang melakukan usaha atau kegiatan yang sudah di pastikan jadi atau bisa tercapai tampa melakukan apapun. Duduk manis saja yang akan di tuju sudah bisa didapat. Seperti orang akan menuju hilir sungai lalu menumpang dengan sampan yang juga akan hiliri sungai tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mandorong Kureta Api Manurun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong kereta api yang lagi melaju di turunan. Secara kasat mata ini sudah bisa di artikan pekerjaan yang percuma dilakukan. karena tidak didorongpun kereta api akan tetap melaju di turunan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;nbsp;arti lain pertolongan yang percuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bakandak Sisiak Ka Limbek&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memintak sisik kepada ikan limbek. Ikan Limbek itu sejenis lele tapi tidak mempunyai senjata layaknya lele. Dan juga tidak bersisik seperti ikan lain. Makna tersimpan dalam kata kata ini adalah berharap kepada yang tidak mungkin. Sudah jelas tidaknya kita masih berharap. Pekerjaan sia sia jadinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bak Cando Rambai Di Hampehan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Rambai di hempaskan. rambai adalah sejenis tanaman buah yang tangkai satu tangkai itu memiliki banyak buah. Jika di pegang ujung tangkai dan di hempaskan kelantai maka akan berserakan buah tersebut kemana mana. Kata kata ini sering terucap dalam menggambarkan penebaran sebuah keluarga atau kaum yang cukup banyak. laksana buah rampai yang di hempaskan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bantuak Mancik Manggiriak Labu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti tikus melubangi buah labu. Tikus yang melubangi buah labu biasanya terperangkap dalam buah labu tersebut. Tikus itu akan sulit menemukan jalan keluar lagi.&lt;br /&gt;
Jika kita mendengar ada orang yang menyebut bantuak mancik manggiriak labu berarti menyindir orang yang terperangkap dalam suatu pekerjaan yang tidak ada hasil dan bahkan merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Labu Indak Bagiriak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah labu tua yang tidak di lobangi. Kata kata ini sering terlontar dikala emosi. Biasanya terucap apabila yang di suruh atau yang di beri pelajaran tidak juga mau mengerti apa yang di sampaikan. Laksana Buah labu yang di benamkan ke air ujungnya menyembul lagi,karena tidak ada lobang tempat air untuk masuk. Sehingga sulit di benamkan di air. bahasa kasarnya sekarang tuli,bodoh,atau tidak bisa di ajari. Itu maksud dari Labu Indak Bagiriak Tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ambacang Buruak Kulik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah Embacang yang kulitnya sangat jelek. seakan menggambarkan isi yang tidak bagus. tapi sebenarnya tidak seperti ini. Yang jelek hanya kulitnya sedangkan isi bagus dan manis.Makna dari ini jangan terkecoh oleh bungkusnya. Kemasan jelek belum tentu isi jelek. kemasan bagus belum tentu isinya bagus, teliti terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(bersambung)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghKK5p4WtQ-IHVrLJ_QZmN6n3CS8kfSPs3pRAXCR0QfQoMv81atg9sNCop4Ss_CuDfFUITLAL0ZM2QHfSBuzSQuZiZkmmhyphenhyphenGBvvR_VzT_VzjBfcfc6qlY11_2-fJ3xwK_IjjrRG0yPNx8q/s72-c/ranah+galamai+1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Alur Adat Penyelesaian Sengketa di Minangkabau</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/alur-adat-penyelesaian-sengketa-di.html</link><category>adat</category><category>limapuluh kota</category><category>luak limopuluah</category><category>minangkabau</category><category>musyawarah</category><category>payakumbuh</category><category>sengketa</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Fri, 15 Sep 2017 13:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-8705068540923010220</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmYrjV1BNq5J8YGrzhc0_miS6MEpireW07zD-zIM6dY4ceckChyphenhyphen0cgzW4__WvtGLYkmyscnCjPvpULLJPWjlWgM4AVo_iee7faOh3LvsI8_94Irearw56p2wxi-SCt5xqWZqXp6M9RVIU/s1600/ranah+galamai.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="202" data-original-width="500" height="129" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmYrjV1BNq5J8YGrzhc0_miS6MEpireW07zD-zIM6dY4ceckChyphenhyphen0cgzW4__WvtGLYkmyscnCjPvpULLJPWjlWgM4AVo_iee7faOh3LvsI8_94Irearw56p2wxi-SCt5xqWZqXp6M9RVIU/s320/ranah+galamai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Aturan aturan hukum di Minangkabau dari dahulu tidak ada yang di wariskan tertulis. Hukum dalam menyelesaikan sengketa selalu atas musyawarah. Jika terjadi sengketa dalam atau antar nagari penyelesaiannya dengan rapat yang di pimpin oleh penghulu/ninik mamak kepala suku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai pepatah adat yang berlaku "Bajanjang Naiak Batanggo turun" Dimulai dari pengusutan masalah. Kok Koruah di joniahkan, Jikok Kusuik Disalosaikan(jika keruh di jernihkan ,jika kusut di selesaikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mamak Saparuik wajib mengusut dari bawah akar persoalan yang menjadi awal sengketa. Maksud Mamak Saparuik yang itu yang satu garis dari ibu atau juga sering di sebut satu atap,atau satu rumpun. Jika tidak juga selesai baru di bawa ke penghulu suku atau Ninik mamak kepala suku masing masing&amp;nbsp; kaum tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JIka tidak ada juga titik temu damai disaat rapat dua Niniak Mamak kaum yang bersengketa baru di bawa kebalai adat. Disini di kumpulkan petinggi atau Niniak Mamak kedua kaum,cadiak pandai,Manti serta dubalang. Dibalai adat ini sudah ada hakim atau lazim di sebut qadi. yang akan mengambil keputusan setelah mendengar curah paparan akan sengketa kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya masalah akan panjang jika, 1. kedua belah pihak tidak mau di damaikan, 2. tidak dapat memberikan hukuman ilmu dan 3. Hakim itu tidak bisa dengan segera mengetahui siapa yang salah. Untuk ini hakimperlu menilai keluar. Dipakai pepatah sudi siasat di lihat hilir dan mudik.&lt;br /&gt;
Maksudnya Hakim harus keluar dari kerapatan untuk meneliti dan mempelajari awal mula atau sebab perkara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun yang di teliti keluar oleh hakim yaitu:&lt;br /&gt;
Jika berselisih adat sama adat akan di lihat kepada pusaka&lt;br /&gt;
jika berselisih pusaka dengan pusaka akan dilihat kepada limbago&lt;br /&gt;
jika limbago yang berselisih akan dibawa kelukisan&lt;br /&gt;
jika berselisih banang sama banang akan dibawa ke mufti&lt;br /&gt;
Kalau mufti tidak dapat menjelaskan akan di lihat kekitab Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya gelar perkara yang dirunut keluar kerapatan sebelum di putus ini sengketa pusaka. baik itu dalam bentuk harta maupun gelar adat/pusaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sengketa waris harta maka akan di telusuri mulai dari yang sejari sampai yang sedepa. Maksudnya mulai dari keluarga terdekat sampai yang sudah agak jauh. Yang terdekat itu menurut garis ibu yang paling dekat,&amp;nbsp; Begitu juga yang terjauh, biasanya di sebut dunsanak jauah.&amp;nbsp; Begitu juga dengan urusan waris gelar pusaka adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini dilakukan agar sesuai peruntukan yang di terima,tempat di huni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak jarang dari dulu sengketa seperti ini muncul di Minangkabau. Baik karena harta maupun gelar pusaka. Yang cukup rumit di saat ada sengketa terjadi antar nagari. Biasanya disebab oleh perbatasan tanah ulayat atau tanah pusaka kaum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masing masing suku di Minangkabau ini memiliki tanah yang kepemilikan atas bersama satu kaum atau suku. Baik itu sawah,ladang maupun hutan. Makanya di Ranah Minang tidak ada yang namanya tanah tidak bertuan. Rumpuik Sahalai,tanah Sajangka bananpunyo (Rumput selembar,tanah sejengkal ada yang punya). Ini berlaku di seluruh Minangkabau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batas batas hunian,sawah,ladang atau hutan suatu kaum biasanya di sebut jirek atau mantolak. Bahkan batas tanah kaum ini jadi patokan batas Nagari di Minangkabau. Jika ada silang sengketa di batas tanah,kalau antar kaum satu nagari maka puncak terakhir selesai di balai adat nagari tersebut. Dimana duduk satu kerapatan Niniak mamak,cadiak pandai,Manti dan Dubalang. Di telisik dimana batas batasnya yang jadi sengketa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu orang Minang memakai sistem air. aliran air sering jadi tanda wilayah kepemilikan kaum. Jika bukit akan di lihat kemana air mengalir. Sungai atau anak air sering menjadi batas utama. Jika tidak biasanya dengan parit atau pohon bambu yang berbaris. Hal ini terjadi karena dahulu belum ada yang memetakan tanah masing masing kaum. hanya kesepakatan antar kaum menjadi tolak ukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terjadi silang sengketa di antar kaum dua nagari yang berbeda maka dua kerapatn nagari akan bertemu dalam satu sidang kerapatan. Biasanya para niniak mamak dua kamum dalam dua nagari yang beda ini sama sama meninjau kelapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru di sini Karuah bisa janiah Kusuik bisa salasai. Serumit rumit titik batas biasanya di pilih jalan tengah. Apalagi titik batas biasanya masing masing kamu dari dahulu kala sudah ada khasnya. Baik dalam bentuk tanaman tua maupun benda mati seperti batu ataub aliran air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya setiap permasalahan di Minangkabau dari dahulu sudah di wariskna menyelesaikannya dengan musyawarah. Duduk bersama Tungku tigo sajorangan dalam mengusut mengurai setiap permasalahan yang terjadi. Keaarifan dan keilmuan penghulu di sini di tuntut agar tidak terjadi ketimpangan dalam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penghulu atau niniak mamak harus menguasai yang tasirek maupun tasurek (tersirat ataupun tersurat) Sesuai dengan pepatah :&lt;br /&gt;
Mancampak tibo ka hulu&lt;br /&gt;
Kanailah anak sigarundang&lt;br /&gt;
apolah tumpak dek pangulu&lt;br /&gt;
Tagak maian jo undang undang&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;melempar sampai ke hulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;kena lah anak si garundang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Apalah tempat buat penghulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Berdiri dengan undang undang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Saat ini sengeketa adat di Minangkabau sulit untuk dibawa keranah Hukum negara Indonesia. karena perkaranya memiliki keunikan yang rumit di pecahkan dengan hukum yang berlaku di negara ini. Jika ada sengketa naik keranah hukum sering rancu dalam penyelesaiannya dan ujungnya di selesaikan secara adat. atau hakim negara menghadirkan orang orang yang tahu dan paham akan alur aturan adat yang berlaku di daerah yang ada sengketa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;(tulisan ini disadur dari buku Tambo adat alam minangkabau terbitan 1930 oleh percetakan Limbago karya Dt tuah basango dan analisa penulis dalam menerjemahkan setiap tulisan. jika ada yang rasanya tidak pada tempatnya penulis mohon saran dan kritikan juga untuk memperbaiki atau melengkapi tulisan serta dalam berbagi ilmu.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sikaduduak di tapi banda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jikok rabah tolong tagakkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;dek kareh hati badan baraja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;jikok salah tolong tunjuakkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;saran dan kritikan bisa di alamatkan ke &lt;/i&gt;salingkaluak@gmail.com)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmYrjV1BNq5J8YGrzhc0_miS6MEpireW07zD-zIM6dY4ceckChyphenhyphen0cgzW4__WvtGLYkmyscnCjPvpULLJPWjlWgM4AVo_iee7faOh3LvsI8_94Irearw56p2wxi-SCt5xqWZqXp6M9RVIU/s72-c/ranah+galamai.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Undang Undang Dalam Nagari di Minangkabau</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/undang-undang-dalam-nagari-di.html</link><category>minangkabau</category><category>nagari</category><category>sumbar</category><category>undang undang</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 14 Sep 2017 02:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-484468866623283231</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq-BDYJqjUu91KtvIBQmdzl_GHLZry512cv_0Gglr8wujXis5tGZ6BlZO6UKOha5alk6pr6bFuuQFGSpmSZsru6Yyz6tnKwCnFzTl-AYKMy35WyPAGUtgPpLxmxwPBlcd7tBFW8gQSVBc/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq-BDYJqjUu91KtvIBQmdzl_GHLZry512cv_0Gglr8wujXis5tGZ6BlZO6UKOha5alk6pr6bFuuQFGSpmSZsru6Yyz6tnKwCnFzTl-AYKMy35WyPAGUtgPpLxmxwPBlcd7tBFW8gQSVBc/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Minangkabau merupakan suku bangsa yang telah mempunyai sistem yang sudah sistematis yang mempunyai konstitusi serta perangkat pemerintahan yang baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Konstitusi yang berlaku di Minangkabau ada empat macam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;1. undang undang dalam Nagari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;2. undang undang orang dalam nagari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;3. undang undang dalam Luhak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;4. undang undang Duo Puluah (Dua Puluh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Sedikit penjabaran dari masing masing undang undang di atas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;1. Undang undang dalam Nagari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Inggerih Mangarek Kuku&lt;br /&gt;Dikarek dengan Sirauik&lt;br /&gt;Akan pangorek botuang Tuo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Tuonyo Kagonti Lantai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Elok Nagori Bakaompek Suku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Suku Nan Babuah Poruik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Kampuang nan batuo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;apo cupak di nantuo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;elok di pakai di nagori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;Tersirat dari bait demi bait pantun di atas bahwa sebuah nagari akan dengan adanya struktur rapi dan lengkap, serta saling mengisi. Maksud dari nan tuo adalah kaum cerdik pandai yang di tinggikan seranting didahulukan selangkah dalam nagari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px rgb(255 , 255 , 255); border: 0px; color: #5e5e5e; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0s ease; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b&gt;Adapun Undang Undang Orang dalam Nagari&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah cancang mambari pampeh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah bunuah mambari diat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah makan mamuntahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah ambil mangambalikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah kapado Allah minta tobat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gawa mangubah cabua dibuang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adia dipakai , batua dibayia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Basalahan yang patuik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Gaib bakalam Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Barabuik dikatangahkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Surang diagiah sakutu dibalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Maambiak mangambalikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Maminjam diantakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Utang dibayia piutang ditarimo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jauh baimbouan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dakek batunjuakan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Barek samo dipikua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ringan samo dijinjiang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kaba elok bahimbauan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kaba buruak bahamburan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Mati janguak manjanguak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Baso-basi ereng jo gendeng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Alek bapanggia mati takajuik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nan kayo tampek maminjam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nan pandai tampek baguru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nan cadiak lawan baio&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nan tuo dihormati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nan ketek disayangi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Samo gadang diajak bakawan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;" /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Undang undang dalam Luak&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Mancampak Tibo Kahulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Kanailah Pantau dalam kaco&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Dicampak batang cubadak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;talang di patah patah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Sikujur dalam parahu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Luak Nan Bapangulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Rantau Nan Barajo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Tagak indak tasundak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Malenggang Indak Tapampeh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Tabalintang Patah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Tabujua Lalu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Salah Karajo babunuah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Salah kapangulu bahutang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Adapun di Minangkabau Luak ada tiga, Yaitu Luak Tanah Datar, Luak Agam dan Luak Ranah Limopuluah. Wilayah Minangkabau Diluar Luak yang tiga tersebut disebut dengan rantau.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Undang undang nan duo puluah&lt;/b&gt; (dua puluh) terbagi dua&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;undang undang nan salapan(delapan) dan undang undang duo baleh(dua belas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang undang nan salapan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;1. Tikam Bunuah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2. Upeh Racun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;3. Siar-bakar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;4. Maliang Curi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;5. Rabuik rampeh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;6. Samun sakar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;7. Dago Dagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;8. Sumbang Salah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;Undang Undang Nan Duo Baleh merupakan proses pembuktian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq-BDYJqjUu91KtvIBQmdzl_GHLZry512cv_0Gglr8wujXis5tGZ6BlZO6UKOha5alk6pr6bFuuQFGSpmSZsru6Yyz6tnKwCnFzTl-AYKMy35WyPAGUtgPpLxmxwPBlcd7tBFW8gQSVBc/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sekilas Akan Nagari Di Minangkabau</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/sekilas-akan-nagari-di-minangkabau.html</link><category>luak limopuluah</category><category>minangkabau</category><category>nagari</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 14 Sep 2017 01:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-4784411381887772923</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ_qWh_V22vw3o5pK0UwBXSDTUpWkzfdiASS5DvKjdFKnfqeHDwvGGQe0Q-dDN5SPz9A9F51Tv-B_VMkk73PLhGemyAbxsOfeGANyojRWvuz0vK656ow09uQWqN-pkOKLo8nHx2z4NGac/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ_qWh_V22vw3o5pK0UwBXSDTUpWkzfdiASS5DvKjdFKnfqeHDwvGGQe0Q-dDN5SPz9A9F51Tv-B_VMkk73PLhGemyAbxsOfeGANyojRWvuz0vK656ow09uQWqN-pkOKLo8nHx2z4NGac/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Wujud sesungguhnya dari kekuasaan Minangkabau telah
diungkapkan oleh pepatah adat yang berbunyi&amp;nbsp;&lt;i&gt;luak bapangulu rantau&amp;nbsp;&lt;/i&gt;barajo&amp;nbsp;&amp;nbsp;maksudnya
bahwa kekuasaan di daerah luak adalah ditangan penghulu-penghulu dan di daerah
rantau berada ditangan raja-raja kecil artinya luak terdiri dari nagari-nagari
yang mewakili pemerintahannya sendiri-sendiri dan banyak peneliti menganggap
bahwa struktur sosial dan politik Minangkabau mirip dengan&lt;i&gt;&amp;nbsp;negara kota&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di
Yunani kuno.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt;"&gt;Nagari di Minangkabau merupakan persekutuan hukum yang
ada di daerah Sumatera Tengah yang sekarang disebut Propinsi Sumatera
Barat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Minangkabau terdiri dari 3 Luhak dan selebihnya daerah
Rantau. Daerah Luhak dan Rantau tersebut terdiri dari nagari-nagari yang
bersifat otonom. Nagari-nagari di Luhak di pimpin oleh Penghulu-Penghulu dan
daerah Rantau dipimpin Rajo&amp;nbsp;&lt;i&gt;(luak bapangulu, rantau barajo).&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Minangkabau
merupakan suku bangsa yang telah mempunyai sistem yang sudah sistematis yang
mempunyai konstitusi serta perangkat pemerintahan yang baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Konstitusi yang berlaku di Minangkabau :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Undang-undang dalam nagari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Undang-undang orang dalam
     nagari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Undang-undang dalam Luhak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Undang-undang Nan Duo Puluah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 12pt;" /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;Nagari-nagari yang merupakan daerah bagian dari Minangkabau yang bersifat
otonom tunduk terhadap konstitusi tersebut dan menjalankan aktifitas kehidupan
dengan Undang-undangnnya sesuai dengan masing-masing Nagari. Nagari yang
terdiri dari suku-suku yang mempunyai pemimpin masing-masing. Perangkat dari
pemimpin suku tersebut terdiri :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penghulu Kaampek Suku yang
     bertugas mengadakan musyawarah di dalam suku untuk menentukan / mengambil
     keputusan di dalam suatu suku dan membawahi Penghulu Andiko dan Dubalang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penghulu Mintolak yang
     merupakan juru penerang di dalam suku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penghulu carano yang bertugas
     sebagai keprotokoleran di dalam suku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penghulu Naraco yang bertugas
     untuk mengadili serta untuk memberikan fatwa hukum di dalam suku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Penghulu Pucuak yaitu penghulu
     yang memimpin suatu suku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Dubalang merupakan pembantu
     penghulu dibidang keamanan.&lt;br /&gt;
     &lt;br /&gt;
     &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;
     &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 12pt;" /&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJ_qWh_V22vw3o5pK0UwBXSDTUpWkzfdiASS5DvKjdFKnfqeHDwvGGQe0Q-dDN5SPz9A9F51Tv-B_VMkk73PLhGemyAbxsOfeGANyojRWvuz0vK656ow09uQWqN-pkOKLo8nHx2z4NGac/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ota Lapau "Wilayah Rajo Disondi" Luak Limopuluah</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/ota-lapau-wilayah-rajo-disondi-luak.html</link><category>limapuluh kota</category><category>otalapau</category><category>rajo disondi</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Tue, 12 Sep 2017 09:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-6475931166357665828</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW4amc4uQopQgJJVDixUy26RloI5sOqoLHy0RslURUDsx1ZzVB3ZK1JHu57PDlnVRTjA1gfZx1E_JVkNoWHYr6VYQ1zll1DrM0_KCmWkilpY1l_g7Gk53LbA8pgqCIe1nV8QeAYROFQvM/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW4amc4uQopQgJJVDixUy26RloI5sOqoLHy0RslURUDsx1ZzVB3ZK1JHu57PDlnVRTjA1gfZx1E_JVkNoWHYr6VYQ1zll1DrM0_KCmWkilpY1l_g7Gk53LbA8pgqCIe1nV8QeAYROFQvM/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menikmati segelas kopi sajian Gubuk Coffee obrolan santai mengalir bersama rekan rekan pecandu kopi. Walau topik terkesan agak kuno alias cerita masa lalu,namun menarik untuk menjadi ulasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari seputar nagari,Koto Nan Gadang nama kampung disini . Bermula Balai adat pindah dari pinggiran batang agam yang di kenal dengan nama balai tobiang ke dekat jalan utama sekarang. Konon menurut Dt Bijo Nan Hitam salah seorang Niniak Mamak dari Pasukuan Kampai Koto Nan Gadang ini di pindahkan antara tahun 1717 M sampai 1730 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita yang kita dapat dari para tetua kita seperti itu ujar sang datuk, Pastinya tidak tidak tahu karena tidak ada pesan tertulis. Dan angak tahun yang ada di dinding Balai Adat tersebut 1916 merupakan tahun dimana Balai tersebut di pugar. Pada masa itu Belanda bersama perangkat nagari memugar Balai Adat yang sudah lapuk dengan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat obrolan sampai ke Rajo Disondi yang merupakan salah satu dari rajo nan limo di Luak Limopuluah,Datuk ini memberi sedikit ulasan wilayah yang masuk dalam lingkup Rajo Disondi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada namanya Duo Koto Didalam,Enam Koto Dimudiak,Tigo Koto Di ilia dan Badindiang Tigo, Serta nagari jajakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duo *Koto Didalam, yaitu Koto Nan gadang dan Koto Nan Ampek. Enam Koto Di Mudik yaitu Koto Tangah dengan Batu Hampar, Durian Gadang dengan Sariak Laweh, Suayan dan Sungai Balantiak. Yang tigo Koto di Hilir(ilia) Koto Tuo,Sarilamak dan Tarantang. &amp;nbsp;Badindiang Tigo Yaitu Batubalang, Bukik Limbuku dan taram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh Nagari tersebut diatas merupakan ruang lingkup pengawasan Rajo Disondi yang berpusat di Koto Nan Gadang. Jika terjadi silang sengketa dalam urusan adat di nagari nagari tersebut Balai Gadang Koto Nan Gadang jadi kerapatan terakhir. Disini Biang tambuak Gantiang Putuih untuk setiap permasalan adat Luak Limopuluah apalagi yang dibawa marawa Rajo Disondi,ujar Dt Bijo Nan Hitam sembari menghirup kopi susunya.(bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW4amc4uQopQgJJVDixUy26RloI5sOqoLHy0RslURUDsx1ZzVB3ZK1JHu57PDlnVRTjA1gfZx1E_JVkNoWHYr6VYQ1zll1DrM0_KCmWkilpY1l_g7Gk53LbA8pgqCIe1nV8QeAYROFQvM/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aktifitas Tambang Manggilang Tuai Reaksi Tokoh Masyarakat Limapuluh Kota</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/aktifitas-tambang-manggilang-tuai.html</link><category>bencana</category><category>limapuluh kota</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 7 Sep 2017 06:04:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-2129360195245550749</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiYwFXnDm-OaqbF18Odlk2BnamU64nhHOFXLbPw-F5ug6lAs2nMIViTpCZHhvE_hnMB2t_2Ey3tIx2Bn57HDg8AP4LzSSLg7Yr9zihkpviJNeuPKQbN5J6iCkH0XBXqPBMi9k8yedVbAI/s1600/tambang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="681" data-original-width="1024" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiYwFXnDm-OaqbF18Odlk2BnamU64nhHOFXLbPw-F5ug6lAs2nMIViTpCZHhvE_hnMB2t_2Ey3tIx2Bn57HDg8AP4LzSSLg7Yr9zihkpviJNeuPKQbN5J6iCkH0XBXqPBMi9k8yedVbAI/s320/tambang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Limapuluh Kota,Seringnya bencana melanda Nagari Manggilang kecamatan pangkalan jika musim hujan memancing reaksi banyak pihak. Mereka menilai keberadaan tambang di nagari ini pemicu bencana.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Berdasarkan
 data yang diterima awak media dari perangkat Nagari Manggilang, setidaknya 
saat ini ada 3 perusahaan tambang yang masih beroperasi untuk ekspoitasi
 bongkahan batu perbukitan setempat dengan menggunakan dinamit &amp;nbsp;menjadi 
pecahan batu kecil berupa batu split.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Batu
 split dari hasil ledakan dinamit &amp;nbsp;itu untuk memenuhi kebutuhan 
pembangunan infrastruktur di Sumbar dan luar Sumbar. Ketiga perusahaan 
tersebut, yakni PT ATC, PT DSP dan PT Koral Kampar yang memproduksi 
sampai 8000 ton batu split setiap bulannya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Tahun
 ini saja, setidaknya sudah dua kali bencana alam melanda Nagari 
Manggilang. Tanah longsor dan banjir pada Maret lalu hingga menewaskan 8
 orang dan luapan air sungai hingga merendam puluhan rumah warga 
setempat pada akhir Agustus kemarin.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Bencana
 alam yang rutin menimpa Nagari Manggilang, &amp;nbsp;banyak yang menduga 
kejadian tersebut &amp;nbsp;akibat pengaruh dari &amp;nbsp;aktifitas tambang. Sejumlah 
pihak meminta kepada pemerintah untuk segera mencabut seluruh izin 
tambang &amp;nbsp;yang beraktifitas di Nagari Manggilang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
“Hentikan
 lah tambang di nagari kami. Baik itu perusahaan tambang berizin atau 
pun yang illegal. Ini demi keselamatan warga Nagari Manggilang, demi 
keselamatan anak cucu kami,”terang Afrizal Abbas Ketua Forum Komunikasi 
Peduli Nagari Manggilang baru-baru ini.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Dikatakan
 Abbas, hampir setiap hari terutama memasuki musim hujan, warga 
Manggilang selalu dihantui rasa ketakutan terhadap bencana alam yang 
seakan-akan menimpa mereka. “Ini sebenarnya yang ditakuti. Karena itu 
kita meminta hentikan lah tambang ini,”tegas Afrizal Abbas.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Sering terjadinya bencana di daerah ini tidak hanya membuat cemas warga setempat. Tapi juga para pemakai jalan lintas Sumbar-Riau ini.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
“Setiap
 ke Pekanbaru atau kembali ke Sumbar, pasti kami was-was apabila 
memasuki kawasan Manggilang terutama saat musim hujan. Diperjalanan, 
tebing-tebing terasa hendak runtuh dan menimpa kami. Ini seperti 
kejadian beberapa bulan lau yang menewaskan beberapa pengendara di 
Manggilang yang dihantam tanah longsor ke dalam jurang,”ucap Andi (35) &amp;nbsp;sopir &amp;nbsp;pick up yang rutin menempuh &amp;nbsp;jalan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Secara
 terpisah Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Rakyat, Syawaluddin 
mendukung untuk dihentikannya aktifitas tambang di Nagari Manggilang 
demi keselamatan warga &amp;nbsp;setempat dari bencana alam.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
“
 &amp;nbsp;Kita mendukung pemerintah untuk menghentikan dan menutup aktifitas 
tambang di Manggilang. Baik itu perusahaan yang memiliki izin atapun 
memiliki dokumen lengkap.&amp;nbsp; Ini demi keselamatan masyarakat,”ucap 
Syawaluddin. Menurutnya, kalau tidak bisa dicabut , pemerintah sebaiknya
 meninjau kembali Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dari perusahaan 
tambang yang beroperasi Manggilang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Diterangkan
 Syawaluddin, bencana yang terjadi di Manggilang selama ini, sedikit 
banyaknya &amp;nbsp;pasti ada pengaruh dari aktifitas tambang. “Atau juga Amdal 
nya perlu di kaji ulang oleh pemerintah. Kalau bisa izin dicabut demi 
masyarakat. Kegiatan tambang pasti ada pengaruhnya terhadap 
bencana,”ucapnya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Hal
 yang sama juga dikatakan Forum Peduli Luak Limopuluah Yudilfan Habib. 
Habib menilai, seharusnya sudah sejak lama terutama pasca bencana alam 
Maret lalu, seluruh aktifitas tambang sudah dihentikan oleh pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Tetapi,
 itu malah &amp;nbsp;tidak dilakukan Pemprov Sumbar ataupun pemerintah pusat. 
Pemerintah terkesan mendukung kegiatan tambang di Nagari Manggilang 
sampai merusak alam nagari setempat. Buktinya, aktifitas tambang terus 
berjalan walaupun sudah ada bencana yang terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&amp;nbsp;“Seharusnya
 aktifitas tambang sudah dihentikan. Kita tidak ingin bencana alam 
menimpa Nagari Manggilang. Salah satu upayanya, tambang dihentikan. Kita
 sangat mendukung ini,”tegas Yudilfan Habib.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Selama
 ini, terang Habib, ledakan dinamit di Nagari Manggilang, getarannya 
sampai ke rumah-rumah warga sekitar sana. Apalagi jarak tambang di 
Manggilang tergolong dekat dengan pemukiman masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Dukungan
 untuk dihentikan nya aktifitas tambang di Nagari Manggilang, juga 
didukung sejumlah pemerhati lingkungan hidup. Salah satunya, Aktifis 
Lingkungan Hidup &amp;nbsp;Sumbar Pebryansah. Menurutnya, aktiftas tambang di 
Nagari Manggilang, sejauh ini sudah merusak lingkungan dan alam 
setempat.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
“Seperti
 contoh, bisa dilihat langsung dari pinggir jalan Sumbar-Riau Nagari 
Manggilang, ada aktifitas tambang sampai merusak alam perbukitan 
setempat. Kita mendukung, &amp;nbsp;segera aktifitas tambang dihentikan atau 
Amdal ditinjau lagi,”ucap Pebryansah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="auto" style="font-family: sans-serif; font-size: 13.696px;"&gt;
Karena
 itu, aktifis lingkungan hidup tersebut mengajak rekan-rekan sesama 
pemerhati lingkungan lainnya yang ada di Sumbar untuk mendorong 
pemerintah meninjau ulang Amdal kegiatan tambang oleh 
perusahaan-perusahaan pertambangan di Nagari Manggilang. “Kalau bisa 
tambang segera dihentikan,”tegas Pebryansah. Selengkapnya (&lt;a href="http://beritasumbar.com/"&gt;http://beritasumbar.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;)&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiYwFXnDm-OaqbF18Odlk2BnamU64nhHOFXLbPw-F5ug6lAs2nMIViTpCZHhvE_hnMB2t_2Ey3tIx2Bn57HDg8AP4LzSSLg7Yr9zihkpviJNeuPKQbN5J6iCkH0XBXqPBMi9k8yedVbAI/s72-c/tambang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Resiko Pembukaan Perkebunan Sawit</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/resiko-pembukaan-perkebunan-sawit.html</link><category>kelapa sawit</category><category>limapuluh kota</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Wed, 6 Sep 2017 11:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-2906859056393023744</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhejqWJWMmsevh-Kpj803JiAHHDiknv5IyAhhx1owUL-Kk2ET4k75AuJhf8zyV2MaoyLKnGkL5fRL8E7Qxy4p-JMFMZQEnYo9dT_seGuFXXoJY0XjqkdEn5MHDeB9GKuKqzhoHABdqKJ5c/s1600/Elaeis_guineensis_-_K%25C3%25B6hler%25E2%2580%2593s_Medizinal-Pflanzen-056.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="333" data-original-width="240" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhejqWJWMmsevh-Kpj803JiAHHDiknv5IyAhhx1owUL-Kk2ET4k75AuJhf8zyV2MaoyLKnGkL5fRL8E7Qxy4p-JMFMZQEnYo9dT_seGuFXXoJY0XjqkdEn5MHDeB9GKuKqzhoHABdqKJ5c/s320/Elaeis_guineensis_-_K%25C3%25B6hler%25E2%2580%2593s_Medizinal-Pflanzen-056.jpg" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;foto wilkipedia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Kelapa Sawit,tanaman yang berakar serabut layaknya kelapa yang banyak tumbuh di negeri ini. Tanaman ini pertaman kali di bawa ke Indonesia pada tahun 1848 oleh Pemerintah Hindia Belanda. dan di tanam di Kebun raya Bogor sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1870 di tanam di pinggir jalan di Deli Sumatera Utara sebagai tanaman hias.Baru pada tahun 1911 di tanam untuk komersil di daerah Sumatera Utara,Aceh dan bahkan sampai ke Himalaya,seperti i tulis wilkipedia tentang kelapa sawit ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak kelapa sawit mulai tumbuh di negeri ini Sumatera merukan tapakan awal perkebunan buah yang menghasilkan minyak ini. Sampai hari ini sudah tidak terhitung lagi hektarnya lahan sawit di Sumatera. Tiap provinsi sudah memiliki nkebun sawit. Baik yang di kelola masyarakat,swasta atau pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hutan hutanpun mulai beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Jika kita melihat di provinsi Riau akan terbentang hamparan perkebunan sawit. Saati ini sudah mulai merambah ke Limapuluh Kota daerah tetangga Riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hutan dan lahan tidur di Limapuluh Kota mulai di tanami sawit. Bahkan salah satu PTP Nusantara yang ada di daerah ini beralih dari karet ke sawit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik maraknya pembukaan kebun sawit,ternyata tanaman ini memiliki dampak negatif yang cukup tinggi.&lt;br /&gt;
Dampak negatif yang terungkap dari aktivitas perkebunan kelapa sawit diantaranyai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Persoalan tata ruang, dimana monokultur, homogenitas dan overloads konversi. Hilangnya keaneka ragaman hayati ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai &amp;nbsp;erosi, hama dan penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembukaan lahan sering kali dilakukan dengan cara tebang habis dan land clearing dengan cara pembakaran demi efesiensi biaya dan waktu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerakusan unsur hara dan air tanaman monokultur seperti sawit, dimana dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter (hasil peneliti lingkungan dari Universitas Riau) T. Ariful Amri MSc Pekanbaru/ Riau Online). &amp;nbsp; Di samping itu pertumbuhan kelapa sawit mesti dirangsang oleh berbagai macam zat fertilizer sejenis pestisida dan bahan kimia lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Munculnya hama migran baru yang sangat ganas karena jenis hama baru ini akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan fauna lainnya. Ini disebabkan &amp;nbsp;karena keterbatasan lahan dan jenis tanaman akibat monokulturasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pencemaran yang diakibatkan oleh asap hasil dari pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan &amp;nbsp;pembuangan limbah, merupakan cara-cara perkebunan yang meracuni makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama. &amp;nbsp;Hal ini semakin merajalela karena sangat terbatasnya lembaga (ornop) kemanusiaan yang melakukan kegiatan tanggap darurat kebakaran hutan dan penanganan Limbah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terjadinya konflik horiziontal dan vertikal akibat masuknya perkebunan kelapa sawit. sebut saja konflik antar warga yang menolak dan menerima masuknya perkebunan sawit dan bentrokan yang terjadi antara masyarakat dengan aparat pemerintah akibat sistem perijinan perkebunan sawit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak negatif terhadap lingkungan menjadi bertambah serius karena dalam prakteknya pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak hanya terjadi pada kawasan hutan konversi, melainkan juga dibangun pada kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan bahkan di kawasan konservasi yang memiliki ekosistem yang unik dan mempunyai nilai keanekaragaman hayati yang tinggi (Manurung, 2000; Potter and Lee, 1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masihkan kita membutuhkan konversi hutan untuk menjadi kebun sawit mengingat dampak negatif yang munculkannya begitu banyak bahaya dan jelas-jelas mengancam keberlangsungan lingkungan hidup? Sebuah pertanyaan untuk kita permenungkan &amp;nbsp;demi kelangsungan dan keseimbangan alam serta penghuninya. (&amp;nbsp;&lt;a href="https://adekrawie.wordpress.com/2007/07/27/dampak-ekologi-dan-lingkungan-akibat-perkebunan-sawit-skala-besar/"&gt;https://adekrawie.wordpress.com/2007/07/27/dampak-ekologi-dan-lingkungan-akibat-perkebunan-sawit-skala-besar/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sementara itu &amp;nbsp;dampak negatif lainnya dari pembukaan sawit yang pernah di alnsir media online nasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
1. Kerusakan ekosistem hayat&lt;br /&gt;
Kelapa sawit bukan merupakan ekosistem hayati sebagaimana hutan. Hewan-hewan yang bisa hidup di perkebunan kelapa sawit pun rata-rata hanya hewan perusak tanaman, seperti babi, ular, dan tikus. Dibanding, kelapa sawit, hutan jauh lebih penting keberadaanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;"&gt;2. Pembukaan lahan dengan cara dibakar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;"&gt;Meskipun sudah dilarang, faktanya pembukaan lahan seringkal dilakukan dengan cara tebang habis atau (land clearing). Seperti yang terjadi di Jambi sekarang ini, kabut asap yang menyelimuti kota, akibat pembakaran hutan untuk alih fungsi lahan kelapa sawit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;"&gt;3. Kerusakan unsur hara dan air dalam tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px;"&gt;Peneliti lingkungan dari Universitas Riau, Ariful Amri Msc, pernah meneliti kerusakan tanah karena perkebunan kelapa sawit. Penelitian itu menyimpulkan bahwa, dalam satu hari satu batang pohon sawit bisa menyerap 12 liter unsur hara dan air dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
&lt;span style="color: #4a4a4a; font-family: &amp;quot;acuminpro&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;4. Munculnya hama migran baru yang sangat ganas&lt;br /&gt;
Hama migran ini, muncul karena ekosistem yang terganggu. Jenis hama baru ini akan mencari habitat baru akibat kompetisi yang keras dengan fauna lainnya. Ini disebabkan &amp;nbsp;karena keterbatasan lahan dan jenis tanaman akibat monokulturasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
5. Terjadinya konflik horiziontal dan vertikal antarwarga&lt;br /&gt;
Medio 2014 silam, beberapa warga di Kalimantan bentrok dengan aparat lantaran tanah mereka akan dialihfungsikan menjadi perkebenunan sawit. Selain itu ada pula konflik antarwarga yang menolak dan yang menerima masuknya perkebunan sawit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
6. Bencana banjir dan kekeringan&lt;br /&gt;
Selanjutnya, praktek konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Bahkan di musim kemarau tak ayal wilayah itu akan mengalami kekeringan, karena sifat dari pohon sawit yag menyerap banyak unsur hara dan air dalam tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; box-sizing: border-box;"&gt;
Demikian banyaknya dampak buruk dengan adanya kelapa sawit bagi Indonesia. Lalu, yang jadi pertanyaan, mengapa pemerintah Indonesia masih dengan gampang memberikan perijinan bagi perusahaan-perusahaan baik luar maupun dalam negeri untuk membuka lahan perekebunan kelapa sawit. (&amp;nbsp;&lt;a href="http://citizen6.liputan6.com/read/2335106/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit"&gt;http://citizen6.liputan6.com/read/2335106/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhejqWJWMmsevh-Kpj803JiAHHDiknv5IyAhhx1owUL-Kk2ET4k75AuJhf8zyV2MaoyLKnGkL5fRL8E7Qxy4p-JMFMZQEnYo9dT_seGuFXXoJY0XjqkdEn5MHDeB9GKuKqzhoHABdqKJ5c/s72-c/Elaeis_guineensis_-_K%25C3%25B6hler%25E2%2580%2593s_Medizinal-Pflanzen-056.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lembah Harau Butuh Penataan Yang tepat Guna</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/lembah-harau-butuh-penataan-yang-tepat.html</link><category>harau</category><category>lembah harau</category><category>limapuluh kota</category><category>marzul veri</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Sun, 3 Sep 2017 07:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-5990411450126537682</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_3i4x-g3reVGO40V4a8TUUOTrpMSn93ew7tMBElkGzXSuoztyyk2fDd48DOqOxZ_GpwqrYgR-zSEZ9d0kITz5MkCA8n6kPqjVKYjj539Ix2jtcPwQ0sU_mRbmVI0cyhXaULb1acQpKD4/s1600/IMG-20170830-WA0034.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="864" data-original-width="1152" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_3i4x-g3reVGO40V4a8TUUOTrpMSn93ew7tMBElkGzXSuoztyyk2fDd48DOqOxZ_GpwqrYgR-zSEZ9d0kITz5MkCA8n6kPqjVKYjj539Ix2jtcPwQ0sU_mRbmVI0cyhXaULb1acQpKD4/s320/IMG-20170830-WA0034.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Limapuluh Kota,-Lembah yang di hiasi dengan tebing curam dan hamparan sawah menghijau ini tidak akan bisa di lupakan setiap pengunjungnya. Harau orang disini menyembut nama lembah tersebut.&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Lembah Harau ini terletak lebih kurang 17 km dari pusat kota Payakumbuh. 7 km dari pusat Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota. Sepanjang jalan menuju lembah Harau kita akan di hidangkan dengan pemandangan persawahan dan tebing bukit.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tebing terjal mengundang andrenaline para penggemar pemanjat tebing untuk bisa menaklukkannya. Belum lagi air terjun yang menghiasi dinding bukit Lembah Harau yang tidak terbilang jumlahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Hamparan rerumputan siap menanti para camping mania untuk bermalam dalam tenda di lembah Harau ini. Saat ini berbagai sarana pendukung pariwisata sudah mulai di adakan di area ini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Mulai dari arena bermain sampai peningapan sekelas homestay sudah mulai ada. Dibalik itu penataan dan &amp;nbsp;kondisi jalan menuju lembah ini butuh perhatian pemerintah setempat. Jalan terlalu kecil untuk sebuah objek wisata dan perkampungan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Disaat hari libur macet biasa menghiasi karena sulitnya kendaraan keluar masuk. Soal penataan lokasi lembah Harau sudah di peruntukan untuk lokasi wisata. Sayang didalam perjalanan pengembangan wisata daerah ini,sebuah sekolah berdiri kokoh di Lembah Harau.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Banyak timbul pertanyaan pengunjung dengan berdirinya sekolah swasta di lokasi wisata. Kok bisa,Apa tidak ada aturan rencana tata ruang dan wilayah daerah ini ujar marzul Veri saat jalan jalan sore bersama rombongan ke lembah Harau.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sayang kita kalau tidak ada penataan yang rapi dalam membangun daerah,apalagi Pemkab sekarang sedang gencar gencarnya promosi wisata daerah. Dan bahkan menjadi salah satu misi pasangan kepala daerah ini ujar Marzul sembari menghirup kopi panas di salah satu warung Kopi di Lembah Harau.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_3i4x-g3reVGO40V4a8TUUOTrpMSn93ew7tMBElkGzXSuoztyyk2fDd48DOqOxZ_GpwqrYgR-zSEZ9d0kITz5MkCA8n6kPqjVKYjj539Ix2jtcPwQ0sU_mRbmVI0cyhXaULb1acQpKD4/s72-c/IMG-20170830-WA0034.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BMKG Rilis ada Aktifitas Sismik Tak Lazim Yang Berpusat Di Korea Utara</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/bmkg-rilis-ada-aktifitaqs-sismik-tak.html</link><category>BMKG</category><category>korea utara</category><category>nasional</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Sun, 3 Sep 2017 06:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-5890373742615705497</guid><description>BMKG MENCATAT AKTIVITAS SEISMIK TAK LAZIM YANG BERPUSAT DI KOREA UTARA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcpcBtiZcZ8lS_wPmqn7TbzzveotCHscrwn2P4XhxbxQ6dNG7dZvti9hIPA7msk2QyqLC_hcMlxKLDcHdEoqHlj75wuwdUALmnnLMWbd416mS7rtXui9nYC71nmjFX3wqCEZ8N-LGYGDU/s1600/gempa-korea-20170903-a.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="475" data-original-width="761" height="199" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcpcBtiZcZ8lS_wPmqn7TbzzveotCHscrwn2P4XhxbxQ6dNG7dZvti9hIPA7msk2QyqLC_hcMlxKLDcHdEoqHlj75wuwdUALmnnLMWbd416mS7rtXui9nYC71nmjFX3wqCEZ8N-LGYGDU/s320/gempa-korea-20170903-a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu tanggal 3 September 2017 pukul 10.30.04 WIB, jejaring gempabumi BMKG mencatat aktivitas seismik yang tak lazim.&lt;br /&gt;
Sebanyak 166 sensor seismik yang digunakan BMKG dalam menganalisis parameter kegempaan menunjukkan adanya sebuah “pusat gempa” dengan kekuatan M=6,2 terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman 1 km tepatnya di wilayah Negara Korea Utara.&lt;br /&gt;
Tidak hanya BMKG, sejumlah lembaga pemantau gempabumi dunia lainnya, seperti Amerika Serikat (USGS), Jerman (GFZ), dan Eropa (EMSC) juga mencatat aktivitas seismik yang tak lazim ini yang juga berpusat di Korea utara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil perhitungan USGS menunjukkan kekuatan mencapai M=6,3 sementara GFZ M=6,0 dan EMSC M=5,9. Berdasarkan karakteristik rekaman seismogramnya diketahui bahwa gelombang seismik yang terekam diperkirakan bersumber dari sebuah ledakan besar di kedalaman dangkal.&lt;br /&gt;
Ini didasarkan pada kesamaan pola dari sebagian besar rekaman gelombang seismik yang menunjukkan gerakan awal berupa kompresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Data seismik yang terekam di BMKG menunjukkan adanya compressional source dengan amplitudo gelombang P relatif lebih besar dari gelombang S-nya, maka cukup beralasan jika kita meyakini bahwa telah terjadi sebuah aktivitas ledakan besar bawah permukaan. Karena zona ini secara tektonik bukan zona sumber gempa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam website resmi USGS menyebutkan bahwa pusat ledakan terletak pada lokasi ujicoba ledakan nuklir masa lalu.&lt;br /&gt;
Namun demikian untuk memastikan jenis sumber ledakan yang sesungguhnya perlu kajian komprehensif lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peta shake map menunjukkan bahwa dampak ledakan ini menimbulkan guncangan cukup kuat hinga skala intensitas VI MMI di Kota Cho Dong, Soman, dan Nampyo Dong yang lokasinya paling dekat pusat ledakan.&lt;br /&gt;
Guncangan ini diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan ringan seperti retakan pada bangunan tembok sederhana.*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jakarta, 3 September 2017&lt;br /&gt;
Kepala Pusat Gempabumi dan&lt;br /&gt;
Drs. MOCH. RIYADI, M.Si&lt;br /&gt;
http://www.bmkg.go.id</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcpcBtiZcZ8lS_wPmqn7TbzzveotCHscrwn2P4XhxbxQ6dNG7dZvti9hIPA7msk2QyqLC_hcMlxKLDcHdEoqHlj75wuwdUALmnnLMWbd416mS7rtXui9nYC71nmjFX3wqCEZ8N-LGYGDU/s72-c/gempa-korea-20170903-a.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Luak Limopuluah Dan Wisata</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/09/luak-limopuluah-dan-wisata.html</link><category>limapuluh kota</category><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Fri, 1 Sep 2017 03:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-1941999449008234092</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL2xOvQmiDDRH1Kua_VSAJyJrEarNbY37khMKErSSQewNblWN4OAzlHbZ5s0FEP_L3V4uqI4VIHW1w6RIJVV0HiiU3zcai2u_m70K60jJ2-7lj7W423RyJOhE_tfbTGt9UCWFoga2TpTo/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL2xOvQmiDDRH1Kua_VSAJyJrEarNbY37khMKErSSQewNblWN4OAzlHbZ5s0FEP_L3V4uqI4VIHW1w6RIJVV0HiiU3zcai2u_m70K60jJ2-7lj7W423RyJOhE_tfbTGt9UCWFoga2TpTo/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Luak Limopuluah yang terdiri dari Kota Payakumbuh dan Limapuluh Kota mempunyai daya tarik tersendiri dalam mengundang para wisatawan. Dua daerah yang terpisah karena administrasi pemerintahan tapi satu dalam kultur adat dan budaya ini saling mendukung dalam hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Limapuluh Kota dengan keindahan alam. Bukit barisan,hamparan sawah dan air terjun yang tidak terbilang jumlahnya. Suasana ini akan mampu memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke sini. Belum lagi kuliner yang bertebaran sepanjang jalan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kota Payakumbuh yang menjadi pusat daerah ini semenjak dahulu kala sedang menggeliat dengan kuliner malamnya. Jangan ragu akan kelaparan malam hari jika berkunjung ke Luak Limopuluah. Kota Payakumbuh siap menghidangkan beragam menu pengganjal perut dimalam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun minim dalam hal peningapan. Walau ada hotel atau homestay masih belum mampu mendukung full.Saat puncak kunjungan selalu tidak tertampung wisatawan untuk menginap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini solusi masyarakat sadar wisata sangat di perlukan. Bagaimana pemda atau pemkab bisa membina masyarakat sekitar lokasi wisata mampu menyediakan penginapan berstandar hotel. Satu rumah bisa menyediakan satu atau dua kamar bagi tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sistem ini masyarakat sekitar bisa terbantu perekonomian mereka. Dan wisatawan pun bisa menikmati nuansa kehidupan masyarakat sekitar saat berkunjung kedaerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa ini terealisasi butuh uluran tangan pemerintah bersama organisasi atau komunitas penggiat wisata daerah ini.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL2xOvQmiDDRH1Kua_VSAJyJrEarNbY37khMKErSSQewNblWN4OAzlHbZ5s0FEP_L3V4uqI4VIHW1w6RIJVV0HiiU3zcai2u_m70K60jJ2-7lj7W423RyJOhE_tfbTGt9UCWFoga2TpTo/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Minangkabau Daerah Yang Unik Di Nusantara</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/minangkabau-daerah-yang-unik-di.html</link><category>minangkabau</category><category>nusantara</category><category>unik</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 31 Aug 2017 13:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-1131147141961454539</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwjruio6SxK6_Y8fOfdk2ljuyp1Nko3Im6yXEdyQAbfgBMSpp9tRxYkrn-kNF-Frzekrkqai286B3CXGhgz58iSoJoGFtf0EQxUJSojbJsiCxAuy4nzqDB2tBNmoW60fix1ef9GLhnFDo/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwjruio6SxK6_Y8fOfdk2ljuyp1Nko3Im6yXEdyQAbfgBMSpp9tRxYkrn-kNF-Frzekrkqai286B3CXGhgz58iSoJoGFtf0EQxUJSojbJsiCxAuy4nzqDB2tBNmoW60fix1ef9GLhnFDo/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Minangkabau,nama yang akrab bagi provinsi Sumatera Barat saat ini. Dahulu sebelum negeri ini bernama Indonesia Minangkabaulah negeri ini bernama. Sebuah daerah yang memilikin tatanan unik di Nusantara ini.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kenapa di bilang unik? Adat yang berlaku di daerah ini dalam menentukan garis keturunan di ambil dari ibu. Sementara di daerah lain dari bapak. Sistem pemerintahan dalam bentuk nagari. Yang konon hanya dua di dunia yang memiliki sistem seperti ini,yaitu Minangkabau dan Yunani Kuno.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Yang mana sistem pemerintahannya sudah terstruktur dan memiliki undang undang organik, Yang hanya berlaku di nagari masing masing. Sehingga sering di juluki dengan republik mini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pengambilan keputusan dengan mufakat merupakan cirikhas undang undang tidak tertulis di nagari. Selain itu masyarakat Minangkabau juga terkelompok oleh suku atau kaum yang di kepalai oleh kepala suku yang lazim di sebut Niniak Mamak. Niniak Mamak ini mengomandoi kemenakan dalam kaum mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam urusan tanah Minangkabau juga memilikin keunikan. Setiap jengkal tanah di daerah ini ada yang memiliki. Yaitu kaum atau suku yang ada di sekitar sana. Sehingga tidak ada yang namanya tanah tidak bertuan di Ranah Minang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kepemilikan kaum atau suku ini menjadi benteng dari penguasaan lahan oleh para pemilik modal untuk menguasai tanah yang ada di ranah minang. Sehingga para investor saat ini berpikir dua kali utuk menanamkan modal di daerah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sulit untuk mendapatkan lahan bagi pemilik modal berinvestasi karena harus berurusan dengan banyak orang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwjruio6SxK6_Y8fOfdk2ljuyp1Nko3Im6yXEdyQAbfgBMSpp9tRxYkrn-kNF-Frzekrkqai286B3CXGhgz58iSoJoGFtf0EQxUJSojbJsiCxAuy4nzqDB2tBNmoW60fix1ef9GLhnFDo/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Obor Sarana Penerangan Masa Lalu Jika Berjalan Diwaktu Malam</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/obor-sarana-penerangan-masa-lalu-jika.html</link><category>idul adha</category><category>obor</category><category>pawai</category><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><category>takbiran</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 31 Aug 2017 13:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-1576019273523430112</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj45NyTtyGNHEp97QUAOAesxfU42jMfCOFACgygDZ3GiAbh9vaJK5aAedvmFq7wNWEDzu528LlNPXagjZEYfOtbtBojTtS83kqSFcbE15-2LiQReYI9dNMEkpDHBuRsfJITH28BlKEJqwc/s1600/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+02.44.28.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="780" data-original-width="1040" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj45NyTtyGNHEp97QUAOAesxfU42jMfCOFACgygDZ3GiAbh9vaJK5aAedvmFq7wNWEDzu528LlNPXagjZEYfOtbtBojTtS83kqSFcbE15-2LiQReYI9dNMEkpDHBuRsfJITH28BlKEJqwc/s320/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+02.44.28.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Remaja Masjid dan Msyarakat Tigo Koto Dibaruah pawai Obor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Payakumbuh,Penerangan dari bambu yang di beri sumbu dengan bahan kain
 dan minyak tanah dahulu menjadi salah satu sarana penerangan tempo 
dulu. Secara nasional di sebut obor. Kalau orang payakumbuh menyebutnya 
dengan pusuang atau suluah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hendak berjalan 
malam,kesurau atau lapau orang Minang dahulu selalu menggunakan pusuang 
(obor) sebagai penerangan jalan. Saat ini pusuang sudah boleh dikatakan 
tidak lagi di gunakan. Sudah berganti dengan senter atau lampu cas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obor
 zaman dahulu sangan besar kegunaannya di tengah masyarakat. terutama 
dan menunjang pendidikan agama bagi anak anak generasi muda. Dahulu 
belajar agama atau mengaji selalu di Masjid atau Surau yang di lakukan 
sesudah Sholat Maghrib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak aliran Listrik sudah boleh dikatakan hampir merata dan kemajuan eletronik untuk lampu penerangan berjalan banyak,Obor sudah tidak terpakai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dengan alasan mengenang jasa Obor dalam penerangan jalan ke tempat mengaji banyak remaja masjid setiap malam takbiran saat ini mengadakan arak arakan obor. Obor bambu yang menyala di arak bersama dendang takbir yang diiringi dengan beduk sepanjang jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang jika kita melihat pawai obor ini kita akan larut dalam nuansa kampung. Seakan kita terbawa suasana masa lalu di saat belum ada listrik dan lampu lampu cas seperti sekarang ini. Tepat malam ini,malam Idul Idha 1438 H/2017M di beberapa kelurahan yang ada di kota Payakumbuh gelar takbir keliling dengan obor dan beduk.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj45NyTtyGNHEp97QUAOAesxfU42jMfCOFACgygDZ3GiAbh9vaJK5aAedvmFq7wNWEDzu528LlNPXagjZEYfOtbtBojTtS83kqSFcbE15-2LiQReYI9dNMEkpDHBuRsfJITH28BlKEJqwc/s72-c/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+02.44.28.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pawai Obor Meriahkan Malam Idul; Adha Di Tigo Koto Dibaruah</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/pawai-obor-meriahkan-malam-idul-adha-di.html</link><category>idul adha</category><category>obor</category><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 31 Aug 2017 11:15:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-6851780958031138212</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4CNBT_7pqnvLnLYfKkdaHdQeQLXjMIeGag6PNSimwJVpcLUpBPIKLm2lX12w2UTXwwbp4W3kX5jVMipOJPTeg3NbiKGzvVDBmpxQ0QnvJk5kvSVYi0lLvV-trQw1FbOuvP7Ebmtz-FoM/s1600/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+01.14.06.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1051" data-original-width="1280" height="262" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4CNBT_7pqnvLnLYfKkdaHdQeQLXjMIeGag6PNSimwJVpcLUpBPIKLm2lX12w2UTXwwbp4W3kX5jVMipOJPTeg3NbiKGzvVDBmpxQ0QnvJk5kvSVYi0lLvV-trQw1FbOuvP7Ebmtz-FoM/s320/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+01.14.06.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Payakumbuh,-Meriahkan Malam takbiran idul adha 1438 H/2017M anak anak TPA yang ada di kelurahan Tigo Koto Di Baruah Koto Nan Gadang Payakumbuh gelar pawai obor (pusuang). Kamis 31/8 malam Usai sholat Isya anak anak sudah ramai berkumpul di halaman masjid Arsyad Nankodok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya anak TPA Nankodok,Juga bergabung dari Kaniang Bukik dan Payolinyam. Dua kelurahan lama yang sudah bergabung bersama Nankodok Jadi Kelurahan Tigo Koto Di baruah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan di koordinir pengurus majid,TPA,dan tokoh masyarakat anak anak berbaris dengan membawa obor yang sudah di nyalakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang jalan irama beduk dan takbir mengiringi arakan keliling kampung Anam Kabaruah Nagari Koto Nan Gadang ini. di selingi himbauan Sholat Idul Idha dan waktu pembantaian ternak qurban di kelurahan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang jalan nampak kecerian warga bersama anak anak dengan arakan obor yang oleh masyarakat lebih di kenal dengan nama pusuang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mamacik pusuang ko raso maingek an kami kasurau maso maso PLN alun ado di kampuang ko&lt;/b&gt; ujar salah seorang tua kampung sini ( memegang obor ini serasa mengingatkan kami kesurau sebelum kampung ini belum ada listrik)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4CNBT_7pqnvLnLYfKkdaHdQeQLXjMIeGag6PNSimwJVpcLUpBPIKLm2lX12w2UTXwwbp4W3kX5jVMipOJPTeg3NbiKGzvVDBmpxQ0QnvJk5kvSVYi0lLvV-trQw1FbOuvP7Ebmtz-FoM/s72-c/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+01.14.06.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Malam Takbiran Idul Adha 1438 H Sumbar di Guncang gempa</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/malam-takbiran-idul-adha-1438-h-sumbar.html</link><category>gempa</category><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><category>takbiran</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 31 Aug 2017 10:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-652454424042102964</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDogPgNpJ6qTER5wShBaIfH7WeKPPiyG5-aP0i8xVZVV-_qA3l8V46t4dsS5iV1HTS_22G5saDwJx_8My3W_uNvuY1uuhcS8JB1ij6goNAw2UoMGPeDEfO7dTMZjWc_2uDLt6f4VGyT4/s1600/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+00.14.52.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="858" data-original-width="1063" height="258" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDogPgNpJ6qTER5wShBaIfH7WeKPPiyG5-aP0i8xVZVV-_qA3l8V46t4dsS5iV1HTS_22G5saDwJx_8My3W_uNvuY1uuhcS8JB1ij6goNAw2UoMGPeDEfO7dTMZjWc_2uDLt6f4VGyT4/s320/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+00.14.52.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Payakumbuh,Malam Takbiran menyambut Idul Adha 1438 H di Sumatera Barat di kagetkan dengan terjadinya Gempa Bumi. Di Payakumbuh warga berhamburan keluar rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di salah satu warung kopi yang cukup ramai pengunjung berhamburan ke jalan saat bumi terasa berayun ayun tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menurut infomasi BMKG yang banyak beredar di medsos gempa berpusat di Mentawai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terjadi gempa bumi dengan parameter sbb:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan &amp;nbsp; &amp;nbsp;6.2 SR&lt;br /&gt;
Tanggal &amp;nbsp; &amp;nbsp; 01-Sep-17&lt;br /&gt;
Waktu Gempa 00:06:54 WIB&lt;br /&gt;
Lintang &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.30 LS&lt;br /&gt;
Bujur &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 99.66 BT&lt;br /&gt;
Kedalaman &amp;nbsp; 10 Km&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi:&lt;br /&gt;
Southern Sumatra, Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
80 km TimurLaut KEP-MENTAWAI-SUMBAR&lt;br /&gt;
86 km BaratDaya PASAMANBARAT-SUMBAR&lt;br /&gt;
87 km BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR&lt;br /&gt;
113 km BaratDaya PADANG-SUMBAR&lt;br /&gt;
962 km BaratLaut JAKARTA-INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Evaluasi:&lt;br /&gt;
Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
data dan foto dari Grup WA</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZDogPgNpJ6qTER5wShBaIfH7WeKPPiyG5-aP0i8xVZVV-_qA3l8V46t4dsS5iV1HTS_22G5saDwJx_8My3W_uNvuY1uuhcS8JB1ij6goNAw2UoMGPeDEfO7dTMZjWc_2uDLt6f4VGyT4/s72-c/WhatsApp+Image+2017-09-01+at+00.14.52.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membangkit Tradisi Dalam Membina Generasi Muda Ala Minangkabau Dahulu</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/membangkit-tradisi-dalam-membina.html</link><category>minangkabau</category><category>tempo dulu</category><category>tradisi</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Tue, 29 Aug 2017 12:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-5858636020025895298</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAcJkHPYrrf3io5HB_D9LpGeNAhhyphenhyphenAwIcFZ1IbDXibhkkSg_g-nQxfsqiuyLGLqHIgyuw358gUsRA9p8z-L6gMqRxd05r8smu7fAZfRzzNWSjAjN0N_ZXn0-Y2mFIRHYnQu8nwqMly2Rw/s1600/birthday.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="576" data-original-width="1024" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAcJkHPYrrf3io5HB_D9LpGeNAhhyphenhyphenAwIcFZ1IbDXibhkkSg_g-nQxfsqiuyLGLqHIgyuw358gUsRA9p8z-L6gMqRxd05r8smu7fAZfRzzNWSjAjN0N_ZXn0-Y2mFIRHYnQu8nwqMly2Rw/s320/birthday.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seni dan Budaya di Ranah Minang dahulu sudah menjadi bahan kegiatan sehari hari. Hal yang di sebut saat ini dengan tradisi dan budaya merupakan perilaku kehidupan harian masyarakat Minangkabau tempo dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Silat,saat ini silat menjadi salah satu olah raga beladiri. Yang selalu tampil di setiap kompetisi baik lokal,nasional bahkan internasional. Dulu Silat merupakan pembelajaran penting bagi generasi muda Minangkabau dalam menempa kepribadian dan fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surau merupakan sasaran silat/tempat berlatih silat.Generasi muda Minang tempo dulu identik dengan surau tempat menimba ilmu. Dari mengaji,bersilat sampai belajar seni pantun dan tata cara melakoni kehidupan sehari hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain surau lapau juga bagian terpenting dalam perjalanan penempaaan kejiwaan generasi ranah bundo ini. Sebelum memulai aktifitas sehari hari,rata rata sarapan pagi masyarakat Minangkabau di lapau. Segelas Kopi,teh manis atau yang khas dengan teh telur menjadi menu utama. Makanan berat berupa nasi ketan dan lontong sayur pengganjal perut sebelum menuju ladang,sawah atau lokasi dimana mereka mencari nafkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana usai subuh sebelum matahari beranjak naik lapau menjadi sasaran tempat mengganjal perut sebelum bertebaran di muka bumi mengais rezeki buat keluarga.Sambil menikmati seduhan minum pagi,lapau menjadi ajang diskusi berbagai hal. Mulai dari soal pekerjaan sampai perkembangan zaman yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sarapan usai yang petani menuju sawah atau ladang. Pedagang menuju pasar atau tempat mereka berjualan,juga yang berprofesi lain akan mulai beraktifitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi petani disini kita akan menjumpai sebuah tradisi yang saat ini terbilang unik,yaitu minum kawa. Dahulu minum kawa ini adalah waktu jedah kerja. Saat istirahat pertengahan waktu pagi dan siang atau siang dan sore. Kalau di kira dengan jam sekira jam 10,00 wib dan sorenya jam 15,00 wib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah minum kawa ini bermula dengan nama minuman yang di sediakan buat pekerja baik di ladang,disawah atau tempat lainnya berasal dari air daun kawa. Daun kawa itu adalah daun kopi yang di keringkan dan di rebus. Mengeringkannyapun di sangrai di bawah pagu(temapt menyimpan kayu bakar di dapur).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkonsumsi daun kawa alias daun kopi konon dimulai zaman VOC. Dimana buah kopi dikuasai kompeni dagang Belanda. Hanya daun jadi pelepas candu kopi bisa di nikmati masyarakat waktu itu. Dan saat ini kembali membooming dengan label tradisi dan budaya leluhur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air rebusan daun kawa dahulunya di masak dengan periuk tanah. Disimpan di dalam tabung dari labu yang sudah tua dan di hidangkan dengan tempurung kelapa. Hal ini mungkin dulu itu baru adanya media buat masak sampai terhidang. Saat ini sudah banyak periuk besi,teko dan gelas kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selepas beraktifitas seharian,sebelum maghrib menjelang masyarakat minang sudah mulai merapat menuju surau atau masjid untuk bersiap beribadah berjamaah. Tidak lupa sebelum menuju Surau atau masjid makan dahulu. Hal ini di buktikan dengan istilah makan ka surau. Sekitaran jam 17.00 wib porsi makan sudah siap disantap. Tidak ada yang namanya makan malam di rumah. Sekarang cara ini menjadi salah satu cara diet kalangan elite. Padahal dahulu sudah berlaku di Ranah Minang dengan sebutan makan kasurau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program maghrib mengaji saat ini juga terinisiatif dari hal maghrib ka surau tempo dulu. Usai Sholat Maghrib,anak muda atau anak jolong gadang akan belajar tulis baca Alquran. yang tua tua akan belajar mengaji agama dengan ulama atau buya yang menjadi tuo surau/masjid. Ini berjalan sampai waktu Isya masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai Isya,turun kehalaman buat berlatih silat. Berlatih silat selain buat pertahanan diri,juga melatih disiplin dalam berkehidupan. Anak muda Minang tempo dulu rata rata yang mengenyam pendidikan surau sudah pasti menguasai ilmu silat. Sumber dari surau inilah yang melahirkan filosofi silat itu "dilahia mancari kawan di bhatin mancari Tuhan" Lahiriahnya buat memperbanyak teman. Didalam hati mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai latihan silat sebelum amata mengantuk mereka biasa latihan berbalas pantun. Berbalas pantun merupakan seni berkata kata tradisi daerah ini semenjak dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring perjalanan waktu dan perubahan zaman,hal ini sudah sulit di temukan lagi di Minangkabau. Anak laki laki sudah tidur di rumah orang tua. Mengaji di MDA dengan jam siang. Faktor sekolah umum pun ikut andil dalam menghabisi tradisi ini. Karena jam belajar sudah menyita waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silat sudah kalah gengsi dengan beladiri import. Minum kawa berganti dengan minum kopi ndi coffeeshop. Tidak ada lagi tradisi maanta minum kawa kelokasi kerja. Jika capek atau haus cukup cari warung kopi terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran jika melihat atraksi silat seakan melihat film di tv. Jadi tontonan umum. Bahkan minum kawa daun pun sudah menjadi ajang di pagelarans eni atau festival. Seakan ini hanya seni,bukan bagian dari perjalanan kehidupan masyarakat Minangkabau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silat yang dahulu buat berthan bukan mencari lawan,sekarang masuk ranah pertandingan. Hingga ada istilah silat tuo dan silat kompetisi. Mungkin karena silat tuo dari dahulu tidak kenal kompetisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Filosofi berlatih silat bukan untuk pamer atau unjuk kebolehan membuat para pesilat terdahulu tidak mau tampil di gelanggang ramai. Dilahi mancari kawan di bhatin mancari Tuhan. piyuah ini yang mengekang pesilat terdahulu sehingga sulit untuk bisa jadi ajang kompetisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk tampil di gelanggang ramai mereka hanya menggunakan yang namanya pencak atau seni bersilat. Seni silat dipadukan untuk gerak tari seperti tari gelombang dalam penyambutan tamu atau randai tradisi bertutur dan riak silat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini gerakan baliak kasurau mulai di gencarkan.Secara lahiriah mungkin banyak yang menafsirkan Setiap anak muda laki laki Minagkabau kembali tidur di surau, "tidak". Babaliak kasurau itu bagaimana tradisi dari maghrib,isya dan subuh bisa berjamaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari maghrib sampai isya waktu dimana berdiam dimasjid atau surau. TPA Surau maupun masjid di hidupkan. Selain tempat belajar Alquran juga salah satu cara membiasakan hadir di masjid atau surau setiap malam bagi anak anak generasi penerus bangsa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hal ini bisa di kondisikan dengan baik,pembinaan generasi muda yang berakhlak dan bermoral bisa terlaksana dengan baik.Tingkat kenakalan dan kriminalisasi remaja bisa di tekan sekecil mungkin. Rasanya tidaklah menyita waktu dalam aktifitas lain jika melakukan hal ini. Apalagi anak anak yang sekolahnya di sekolah umum. Selain di sekolah belajar agama di rumah dengan didika TPA surau dan masjid mereka juga mendapat bekal ilmu agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua masyarakat mampu menyekolahkan anak mereka di bording school yang saat ini banyak tumbuh.(jika ada yang kurang pada tempatnya tulisan ini mohon saran dan kritikan buat yang lebih baik dari pembaca. Tidak ada yang sempurna di muka bumi ini. Kesempurnaan hanya milik penuh sang Pencipta.)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAcJkHPYrrf3io5HB_D9LpGeNAhhyphenhyphenAwIcFZ1IbDXibhkkSg_g-nQxfsqiuyLGLqHIgyuw358gUsRA9p8z-L6gMqRxd05r8smu7fAZfRzzNWSjAjN0N_ZXn0-Y2mFIRHYnQu8nwqMly2Rw/s72-c/birthday.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dendeng Batokok Menggugah Selera Makan</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2017/08/dendeng-batokok-menggugah-selera-makan.html</link><category>dendeng batokok</category><category>kuliner</category><category>limapuluh kota</category><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Tue, 29 Aug 2017 00:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-1495066855593871082</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dendeng batotok, menu rumah makan padang yang saat ini cukup di gandrungi pecintah kuliner ranah minang. Banyak rumah makan di Sumatera Barat menyajikan menu ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon asal usul denden batokok ini adalah produk gagal bikin dendeng asli. Dendeng asli merupakan daging yang di sayat tipis dan melalui proses pengeringan dengan pengasapan. Akibat salah sayat sehingga dendeng ini ketebalan. Dijadikan rendang kurang ukurannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Timbul ide kreatif tukang dapur mengolah biar dendeng bisa tipis. Akhirnya daging yang sudah di sayat sayat di pukuli biar menipis. Inilah cerita asal asul dendeng batokok. Dan bumbu tetap memakai gaya dendeng asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penasaran dengan rasa dendeng batokok ini sambil memanfaatkan moment makan siang sambil mencoba dendeng batokok nan kabarnya lamak bana itu . Penulis bersama rombongan yang beranggotakan Marzul Veri,Irwandy ST, dan Budi Febriandi mencoba makan siang di salah satu rumah makan di jalur Sumbar Riau. Rumah makan padi salibu namanya di Jorong Hulu air yang saat ini sedang dalam pemekaran menjadi Nagari dalam kecamatan Harau Limapuluh Kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai makan siang yang di lengkapi dengan khas kopi steng. Marzul Veri sumando Luak Limopuluah ini mengatakan terkesima dengan rasa dendeng batokok plus Lado hijau minyak kelapa lokal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi Irwandy dan Budi Febriandi yang sempat pasang double pesan dendeng batokok.. Sampai pulang di atas mobil riuh dalam canda karena rebutan dendeng batokok di kadai nasi ajo padi salibu tersebut.. Maklum empat orang dengan porsi 10 potong dendeng batokok...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2014/01/ciloteh-tanpa-suara-kemaren-siang-saat.html</link><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 16 Jan 2014 16:20:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-8543765869696939511</guid><description>&lt;div class="_5k3v _5k3w clearfix"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;CILOTEH TANPA SUARA-Kemaren siang saat saya singgah disebuah lapau (kedai) untuk minum kopi, tidak seperti biasanya&amp;nbsp; dalam kedai&amp;nbsp; tersebut dimana seluruh dindingnya telah dipenuhi oleh berbagai poster para caleg tahun 2014.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kemudian saya bertanya pada orang yang hadir dalam kedai&amp;nbsp; tanpa mengarah kepada sebuah nama “ nan sebanyak ko , calon wakie awak sia nan ka dipiliah ? “ ujar saya bertanya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“
 kalau kini awak tarimo sajo dulu baru pak, dek semuanya kawan-kawan 
sakampuang, kito caliak mainnyo “ ujar salah seorang yang bernama 
Masnono.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Saya jawab “ kalau begitu samo bana sifat dengan onde-onde “ Ujar saya sambil tertawa hehehhehe.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“
 saroman jo onde-onde, baa pak ?. Dek kami karena semuanya teman- teman 
yang akan maju menjadi Caleg terpaksa dibantu “ Ujar Masnono menimpali.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“itulah yang saya maksud semuanya dibantu, sama dengan onde-onde kama manggolek mandapek karambie (kelapa)” jawab saya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“
 kan alah pituah pak saiful juo, harus berbuat baik dengan banyak 
orang... dan siapa yang akan kita pilih nanti juga telah pak sampaikan 
harus orang yang TAKAH dan TOKOH&amp;nbsp; dalam masyarakat supaya kita tidak menyesal nanti “ ujar Masnono.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“Memang
 kondisi sekarang kita harus bersikap ondeh-ondeh untuk menyenangkan 
banyak orang, namun dalam menjaga hati teman-teman kita perlu hati-hati 
juga MENJAGA LIDAH, ibaratkan kita makan onde-onde.. kalau tidak 
hati-hati dan terlalu bersemangat bisa-bisa muka atau baju terkena 
muncrat dari manisan yang ada di dalam onde-onde itu sendiri, makanya 
jaga lidah dan mulut jangan sampai keluar “ tambah saya. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“
 dalam menelannya itupun butuh perjuangan dan kehati-hatian... terhadap 
memakan onde-onde kalau tidak hati-hati bisa juga tercekik dan 
batuk-batuk akibat kelapa yang kesat diterima kerongkongan. Artinya 
kegembiraan sesaat dapat berubah menjadi siksaan, jika kita terlalu gembira menyikapinya “ tukuk saya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Makanya
 ,pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu 
menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang 
itupula. JANGAN SAMPAI KASADAKAN DEK MAKAN ONDE-ONDE. Ibaratkat 
kata-kata yang kita ucapkan, terhadap teman-teman yang manjadi caleg 
tersebut dimana :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut kemarahan dan perselisihan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan persahabatan dan kehidupan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kata-kata
 yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan mungkin 
memberikan semangat buat teman-teman dan keluarga kita.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi semua aktifitas hidup.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Coba perhatikan onde-onde itu dengan seksama. Bentuknya bulat, berwarna hijau pandan, dan berisi manisan yang&amp;nbsp; berasal dari gula enau yang manis.Begitu tinggi nilai seni onde-onde ini.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bahannya beraneka rupa, dan entah darimana saja asalnya..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Tepung Beras dan Ketan bisa datang dari pabrik di Jawa.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gula enau mungkin datang dari Taeh Bukik -Gunung Bungsu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Garam-nya dari madura.. dan pandan dengan kelapanya dari sini&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Semesta bekerjasama, mempertemukan mereka di sebuah dapur di Pulutan .Dan di kedai ini kita dapat merasakannya kelezatannya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Keberagaman
 inilah yang akan kita tentukan pada tanggal 9 April 2014 nanti... 
jangan salah pilih dalam mengaduk bahan... bisa-bisa onde-onde tidak 
dapat diolah menjadi makanan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ohya , jangan sampai 
baduto (berbohong) kepada pemilik kedai saat mau pulang nanti terutama 
nan punya sisunguik taba (kumis tebal) , lupa menghitungnya berapa 
jumlah ondeh-ondeh yang dimakan, padahal pemilik warung&amp;nbsp; dia tau bahwa ada kelapa parut menempel di kumis ... HEHEHE&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Makanya
 dalam hidup diwaktu BADUTO jan LUPO, diwaktu LUPO jan BADUTO hehehe, 
disampaikan kakawan nan caleg nan bapitih di wilayah ambo... aman 
bapihak ka kawan sadonyo.... nyato-nyatonyo 11 orang nan mamiliah, bekoh
 diambiaknyo LAPIAK SAMBAYANG nan alah diberikan oleh&amp;nbsp; teman-teman mu itu.. seperti yang terjadi&amp;nbsp;&amp;nbsp; setiap kali Pemilu . Ujar saya yang disambut gelak tawa seluruh yang hadir di kedai kopi itu.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pesan moral :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbuat baiklah kepada banyak orang;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jagalah lidah dan mulut apabila kita telah dipercayakan oleh orang;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenali lingkungan di kantor dan dilingkungan ditempat tingggal; dan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Janganlah berbohong, karena kebohongan ini akan terbongkar dengan sendirinya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(saifulguci@yahoo.co.id , Pulutan &amp;nbsp;Januari 2014)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="photo "&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1/1016231_10200997413089613_1913304743_n.jpg" title="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>“INDAK NAMPAK LAKUAK BADANNYO”</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2014/01/indak-nampak-lakuak-badannyo.html</link><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 16 Jan 2014 16:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-9136443930779160729</guid><description>&lt;div class="_5k3v _5k3w clearfix"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;CILOTEH TANPA SUARA-Kemaren 
siang, selesai mengikuti upacara peristiwa Situjuah di nagari Situjuah 
Batua dalam rangkaian sejarah PDRI, saya melihat dua orang perempuan 
yang memakai “baju kuruang basiba” . Kedua perempuan itu saya panggil 
bundo Riswan Syaikani dan Bundo Efmar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“ Anyang-anyang bana ragi baju kuruang bundo , serasi bana ambo caliak dari jauh “ sapa saya untuk membuka pembicaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“
 inilah baju kuruang basiba yang sudah langka di pakai perempuan 
sehari-hari, berlengan panjang yang ukurannya lapang yang melambangkan 
perempuan minangkabau yang beralam lapang, yang berfungsi untuk 
“palampok tubuah panutuik aurat” banyak perempuan sekarang yang memakai 
baju hanya sekedar pelapis tubuh saja transparan sehingga bentuk 
tubuhnya tercetak dan bahkan auratnya kelihatan , kalau pakaian untuk &lt;em&gt;palampok&lt;/em&gt; tubuh lekuk-lekuk tubuh perempuan tidak kelihatan “ujar bundo Riswan Syaikani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“ bagaimana pula dengan tengkuluaknya bundo ? ” tanya saya kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“
 tengkuluak mempunyai dua ujung yang perlambang sebelah kanan menghadap 
ke Mesjid untuk tujuan akhirat, dan sebelah kanan menghadap ke adat 
minangkabau untuk tujuan dunia, sehingga perempuan minang harus 
mengetahui adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” ujar Riswan 
Syaikani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“ jika sandang ini apa pula artinya bundo ?” kembali saya bertanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“
 Sandang mempunyai dua ujung yang satu menghadap kedepan dan yang satu 
menghadap kebelakang yang disebut juga perempuan minang “jikok&amp;nbsp; bajalan kamuko mahadok suruik &amp;nbsp;(berjalan
 kedepan menghadap kebelakang) artinya dalam hidup apapun kejadian yang 
telah kita lalui merupakan pedoman bagi kita “ nan elok ditariak, nan 
buruak dibuang. Lihat lah baju kuruang yang dipakai dengan lambak 
(kodek) yang serasi dan&amp;nbsp; melambang­kan bahwa perempuan 
adalah seorang yang jauhari. Seorang tahu menempatkan sesu­atu pada 
tempatnya. Hal ini se­perti terungkap da­lam kata-kata adat, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;jiko mamakan habih-habih, jiko manyuruak ilang-ilang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; (jika memakan ha­bis-habis, jika bersembunyi hil­ang-hilang)&lt;/em&gt;. De­ngan sifat ini maka Perempuan tidak akan terhindar dari berbagai fitnah “ tukuk Riswan Syaikani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“Jika
 perempuan selalu mamakai baju kuruang basiba ini dalam kesehariannya, 
tentu tidak terjadi pelecehan terhadap perempuan dan perkosaan , dimana 
dengan memakai baju kuruang dilihat secara keseluruhan INDAK NAMPAK 
LAKUAK BADANNYO atau bentuk tumbuh tidak akan terlihat bagi orang yang 
melihatnya , begitu harapan kita ya bundo “ ujar saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“ tapi 
bagaimana pula bundo, istri saya kemana pergi selalu memakai baju mini, 
rok mini dan tidak mau dia memakai baju orang lain “ ujar saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“ 
hahahahaha alah lain pulo kato pak saiful ko, tantu sajo iyo.. urang 
rumah namonyo Rusmini dengan panggilannya mini “ kami pun tertawa 
bersama sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;“Tapi bundo, saya dengan kacamata ini bisa melihat 
orang dengan tembus pandang... nanti saya beritahu rahasianya apabila 
ada orang yang bertanya “ kembali kami tertawa yang kemudian dilanjutkan
 makan ketan durian dan pulang bersama ke Payakumbuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Jangan lupa baca Ragam Pakaian Perempuan&lt;a href="https://www.facebook.com/notes/saiful-guci/ragam-pakaian-perempuan-di-luhak-limopuluah-oleh-saifulsp/501981499820175"&gt;https://www.facebook.com/notes/saiful-guci/ragam-pakaian-perempuan-di-luhak-limopuluah-oleh-saifulsp/501981499820175&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pesan Moral :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagaimana perempuan minang kembali mengerakan memakai baju kuruang basiba yang dapat mengurangi pelecehan terhadap perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagaimana kita mengetahui falsafah, fungsi dan tujuan pakaian yang kita pakai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;(saifulguci@yahoo.co.id , Pulutan 16 Januari 2014 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="photo "&gt;&lt;img alt="" class="photo_img img" src="https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/t1/1551730_10201012109337010_316544656_n.jpg" title="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KOTO NAN GODANG DI MASA PDRI</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2013/06/koto-nan-godang-di-masa-pdri.html</link><category>payakumbuh</category><category>sumbar</category><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Thu, 13 Jun 2013 09:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-7410210553305558042</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s1600/Online+News+Today%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="500" data-original-width="500" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s320/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat penjajah Belanda melakukan agresi militernya kedua di akhir tahun 1948 Payakumbuh dan 50 kota tak luput dari serangan mereka. Untuk mengantisipasi serangan Belanda Agar tidak memakan korban maka di perintahkanlah masyarakat Koto Nan Godang mengungsi ke Nagari Batu bolang. dan aset yang ada di koto Nan Godang di bumi hanguskan agar tak dapat di pergunakan oleh Belanda. Tengah malam turun perintah dari komandan pasukan mobil teras(PMT) Mardisoen kepada dua orang anggotanya untuk membakar rumah kecuali sarana ibadah. berangkatlah dua orang anggota PMT malam itu melaksanakan tugas komandannya. namun hanya satu orang yang kembali kekesatuan dengan selamat karena&amp;nbsp; salah satu tewas di sergapan Belanda paginya. jembatan batang Lampasi dan tembok jua di payolinyam di putus untuk menghambat laju Belanda menuju arah Tanjung Pati. Disini juga sempat terjadi kontak senjata antara Belanda dan tentara Marapi dengan bantuan pejuang PMT. Belanda di sergap dari tiga penjuru,hanya satu orang tentara Belanda yang selamat dari serangan ini. &lt;br /&gt;
Daerah ini menjadi daerah yang sering terjadi kontak senjata antara pejuang dan tentara Belanda. dan di beberapa sudut kampung di Koto Nan Godang juga terjadi peristiwa tragis akibat pengkhianatan anak bangsa ini. di masjid Balai jariang pejuang di tembak Belanda di masjid Taruko siap subuh delapan orang pemuda di eksekusi Belanda di batas Koto Baru Payobasuang. Jembatan Ratapan Ibu menjadi saksi tragis pejuang bangsa ini menjadi korban penghianatan anak bangsa juga.Namun sayang sekarang seakan hilang di telan bumi seiring mulai berpulangnya para saksi sejarah di panggil menghadap Illahi.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdrOnw8dRJJlzJtA0_wYw8BrCv0SV05eY_a9IdFilrvzslR-2mTl5zgxvPPSj3CogXssSemMxjP00GnTxtJmFQ-yUfZUtVDz8wVumg1EH02u4XgNRhTVtJ8jmQ9rLt2jpDPECi-hBmUig/s72-c/Online+News+Today%25281%2529.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Goro Turun Kesawah Bukti Kebersamaan</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2013/04/syafrizal-ambo-2110-publik-masyarakat.html</link><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Tue, 2 Apr 2013 07:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-1131616039904583564</guid><description>&lt;div class="Jst8Q MI"&gt;
Masyarakat
 Nankodok Kecamatan Payakumbuh Utara pada hari Minggu 31 Maret 2013 
kemaren mengadakan goro pembersihan jalur irigasi sawah situa dalam 
rangka turun kesawah.Goro di hadiri oleh anggota kelompok tani di 
sekitar sawah sintua.Di sini nampak semangat dan jiwa kegotong royongan 
masyarakat masih tinggi di kalangan petani.Tak sampai setengah hari 
jalur irigasi yang membentang dari Kelurahan Tambago sampai batas 
Payolinyam bersih dari semak dan sampah oleh masyarakat. Laki laki dan 
perempuan turun tangan melaksanakan goro ini. Walau panas matahari 
menyengat tak mengurangi semangat para petani untuk membersihkan jalur 
irigasi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="Yj Fg wV" style="height: 165px; width: 165px;"&gt;
&lt;a class="Mn" href="https://plus.google.com/photos/110203094871056066894/albums/5862249585789624385/5862249588138152178?authkey=CNqL6pOMmOOYeQ" target="_blank"&gt;&lt;img class="ev aG" src="https://lh6.googleusercontent.com/-GNgBldttOtg/UVrk8N2nkPI/AAAAAAAAANU/ulemDVh72CM/w165-h165-p/DSC_0000084.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="Yj Fg wV" style="height: 165px; width: 165px;"&gt;
&lt;a class="Mn" href="https://plus.google.com/photos/110203094871056066894/albums/5862249585789624385/5862249588269236642?authkey=CNqL6pOMmOOYeQ" target="_blank"&gt;&lt;img class="ev aG" src="https://lh6.googleusercontent.com/-7rRl3ggctzs/UVrk8OV3waI/AAAAAAAAANY/T8l6B2W2cpc/w165-h165-p/DSC_0000085.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="Yj Fg wV yV" style="height: 165px; width: 165px;"&gt;
&lt;a class="Mn" href="https://plus.google.com/photos/110203094871056066894/albums/5862249585789624385/5862249591368705458?authkey=CNqL6pOMmOOYeQ" target="_blank"&gt;&lt;img class="ev aG" src="https://lh5.googleusercontent.com/-Jy5e-uP1z7A/UVrk8Z415bI/AAAAAAAAANg/xmv4OFCPvqM/w165-h165-p/DSC_0000087.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://lh6.googleusercontent.com/-GNgBldttOtg/UVrk8N2nkPI/AAAAAAAAANU/ulemDVh72CM/s72-w165-h165-c-p/DSC_0000084.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peresmian surau Khalilullah</title><link>https://ranahgalamai.blogspot.com/2013/03/peresmian-surau-khalilullah.html</link><author>noreply@blogger.com (syafrizal ambo)</author><pubDate>Mon, 25 Mar 2013 09:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7943899819175645467.post-6316580328372325393</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4zYyDTal8uqFMLDY1xv9Z8ElM9YUIOP5vyCZMSOk39Da9TYx200OEJbfJcZoBnD1zQy9CGiv_ednqfWOmZIYTnd85KMlEx3AztT4z2QIPEATB7iKpoYBNZ7Q1B7zY6miioOLcoAT197w/s1600/Foto0714.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4zYyDTal8uqFMLDY1xv9Z8ElM9YUIOP5vyCZMSOk39Da9TYx200OEJbfJcZoBnD1zQy9CGiv_ednqfWOmZIYTnd85KMlEx3AztT4z2QIPEATB7iKpoYBNZ7Q1B7zY6miioOLcoAT197w/s1600/Foto0714.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr3AiWC6kfH6K80FCdBehkust1a_Aow-fQ0TLUMysRdE-Y5hSBzc1KRjECtQlher6xI0tmal6dPEe8na-4-VOauc8JY6UYjLUDHKFfp-eCD9E7OBmZiKaJASou5A2Z4XCOLlT1kpvX9Qk/s1600/Foto0718.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr3AiWC6kfH6K80FCdBehkust1a_Aow-fQ0TLUMysRdE-Y5hSBzc1KRjECtQlher6xI0tmal6dPEe8na-4-VOauc8JY6UYjLUDHKFfp-eCD9E7OBmZiKaJASou5A2Z4XCOLlT1kpvX9Qk/s1600/Foto0718.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWU-pi5m_qxajLlCCq-IZhUDclZ5s40iuCQgSPwgAXJtdA26nmVfMw9Dm7-0m7lKzNiS5E0HftYHaw1WIEbnJ_4KAgDaI_eh3UAUKHXJuM3AKhwOYDeOSFFoY-WQdNREUX6dI1apZX-nU/s1600/Foto0721.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWU-pi5m_qxajLlCCq-IZhUDclZ5s40iuCQgSPwgAXJtdA26nmVfMw9Dm7-0m7lKzNiS5E0HftYHaw1WIEbnJ_4KAgDaI_eh3UAUKHXJuM3AKhwOYDeOSFFoY-WQdNREUX6dI1apZX-nU/s1600/Foto0721.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN1bjFFFFTIEbC_KgADNW5IItEXjbTQNpnwGysMkYtY2Z0DUKUXLNoPXDIF5YORSEbizzoaejviGiNHQGpd1gXtQUTRPK9EOsRSUZMbPY1OOYbQ3khw75jNlhaE9MrC06jwP_Ni1vkVNQ/s1600/Foto0720.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN1bjFFFFTIEbC_KgADNW5IItEXjbTQNpnwGysMkYtY2Z0DUKUXLNoPXDIF5YORSEbizzoaejviGiNHQGpd1gXtQUTRPK9EOsRSUZMbPY1OOYbQ3khw75jNlhaE9MrC06jwP_Ni1vkVNQ/s1600/Foto0720.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCFHSR9OvA8SQWLB19hmTob_Q7PEP_IF7FruFIaFDg0m9FFhoHDD3YgEuaHnDm4L8573USZuELO8BKsQdsenfjnDIBo_yE_cKMNyR9yN1hyxzZLaCusZs7GxYczY1k9ZH24hyjiIMusdY/s1600/Foto0724.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCFHSR9OvA8SQWLB19hmTob_Q7PEP_IF7FruFIaFDg0m9FFhoHDD3YgEuaHnDm4L8573USZuELO8BKsQdsenfjnDIBo_yE_cKMNyR9yN1hyxzZLaCusZs7GxYczY1k9ZH24hyjiIMusdY/s1600/Foto0724.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFOXyuUyP4y-xYRPMwdqd6c8NBJoy4w7k_uRugY_VGcqmd3qaFDyeduq6J9b6a_fzBGGFe9uJvXgkgoqmfZ5DuyKKKd4xmfQ-CroaMw9Ojpx0uZwYeRJey_FvRUn5WtB2w0VhoUPYpLY/s1600/Foto0725.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKFOXyuUyP4y-xYRPMwdqd6c8NBJoy4w7k_uRugY_VGcqmd3qaFDyeduq6J9b6a_fzBGGFe9uJvXgkgoqmfZ5DuyKKKd4xmfQ-CroaMw9Ojpx0uZwYeRJey_FvRUn5WtB2w0VhoUPYpLY/s1600/Foto0725.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Minggu tanggal 24 maret 2013 di jorong Ketinggian Nagari Sarilamak di resmikan sebuah surau tempat terapi kejiwaan,narkoba,TPA,dan belajar seni nuansa Islami. serta tauziah,&lt;br /&gt;
Surau Khalilullah di pimpin buya Edison Kasim dan di bantu beberapa orang murid murid beliau dalam menjalani kegiatan sehari hari.&lt;br /&gt;
Peresmian Surau yang berlokasi di bukit Mandah Ketinggian Sarilamak Km13 kecamatan Harau kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat ini di hadiri dari Instasi Pemkab 50 kota dan Polres 50 kota serta dari DPRD kab 50 Kota , pemuka masyarakat dan jamaah wirid TAriqoh Mutabaroh Kota Payakumbuh/kabupaten Lima Puluh Kota,Satria Muda Indonesia.&lt;br /&gt;
Tujuan dari pendirian dari surau ini ini adalah untuk meningkatkan Aqidah dan memperdalam ilmu agama Islam.Memberikan pendidikan baca Alqur'an bagi anak2 dan orang dewasa .Serta dapat membatu mengobati saudara kita yang mendapat gangguan kejiwaan dan beragam penyakit dengan metode Zikir dan obat obat herbal yang tak terkontaminasi kimia.Di surau juga di adakan pelatihan seni bernuansa Islami dan Ilmu bela diri Tradisional yang berguna bagi generasi muda untuk menghadang pengaruh globalisasi sekarang ini.Buya Edison Kasim beserta murid dan beberapa orang Ulama di surau ini mengatakan prihatin dengan kondisi di masyarakat ini,terutama banyak yang mengalami gangguan kejiwaan dan ketergantungan dengan Narkoba. dengan ini menambah semangat beliau utuk memberikan terapi atau pengobatan untuk penyakit ini. Serta merosotnya moral generasi muda karena pengaruh globalisasi sekarang ini. Beliau ingin mengembangangkan ilmu agama yang beliau miliki untuk di abdikan bagi masyarakat.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4zYyDTal8uqFMLDY1xv9Z8ElM9YUIOP5vyCZMSOk39Da9TYx200OEJbfJcZoBnD1zQy9CGiv_ednqfWOmZIYTnd85KMlEx3AztT4z2QIPEATB7iKpoYBNZ7Q1B7zY6miioOLcoAT197w/s72-c/Foto0714.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>