<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;AkMAQXc8cSp7ImA9WxNUEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268</id><updated>2009-11-02T20:27:20.979+07:00</updated><title>MASDO BLOG</title><subtitle type="html">a Blog and  Citizen Journalism Indonesian by Fajar Widodo</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/tSCj" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;Dk4FQ305cSp7ImA9WxNRE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-255609377453787593</id><published>2009-09-08T11:32:00.003+07:00</published><updated>2009-09-08T11:41:52.329+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-08T11:41:52.329+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Keluarga" /><title>Selamat Ulang Tahun Nak!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SqXfBj0-IWI/AAAAAAAAAGw/zHjplXtfvDw/s1600-h/anindya2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SqXfBj0-IWI/AAAAAAAAAGw/zHjplXtfvDw/s200/anindya2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378950547854205282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini, selasa (08/09) puteriku Anindya Elvaretta Ramadhani genap berusia satu tahun. Rasanya baru kemaren aku mengantar isteri ke rumah sakit, menjalani prosesi detik demi detik kelahirannya. Kini ia mulai tumbuh, setidaknya beberapa tanda fisik seperti, giginya telah ada dua buah, bisa berjalan meski sesekali masih terjatuh, bertepuk tangan, dan menggoyangkan badan bila ada suara musik. Kemaren sore kita terkejut ketika sehabis pulang kantor dan menyapanya, ia dengan jelas memanggil nama “ayah”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan puasa ini ia seperti tidak pernah absen ikut buka puasa dan santap sahur. Semalam sebagai salah satu tanda syukur kita berdo’a bersama, ada pula kue tart yang kita beli sore harinya. Sederhana saja, namun kita menjadi lebih mengerti makna kelahiran dan kehidupan yang musti disyukuri. Dan itulah pesan yang kita kirim ke anak kami, bahwa ritual ultah hanyalah hal biasa, namun rasa syukur itulah yang musti kita tingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga telah punya rencana sebelumnya, kalau momentumnya tepat dan memang kita punya rezeki kita akan berbagi bersama tetangga sekitar. Maka tadi pagi bersama Bunda ia berkeliling membagikan paket ultahnya. Mudah-mudahan dengan cara itu juga membiasakan suka memberi dan berbagi bila kita dianugerahi kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak…selamat ulang tahun…nikmati masa anak-anakmu…remaja dan orang tua….dan dewasalah….bersahabatlah dengan alam raya; angin, air, tanah dan api… jadilah anak yang sholehah…berbakti kepada orangtuamu, berguna untuk Negara dan Agama...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-255609377453787593?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/6caGVU0nt1M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/255609377453787593/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/09/selamat-ulang-tahun-nak.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/255609377453787593?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/255609377453787593?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/6caGVU0nt1M/selamat-ulang-tahun-nak.html" title="Selamat Ulang Tahun Nak!" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SqXfBj0-IWI/AAAAAAAAAGw/zHjplXtfvDw/s72-c/anindya2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/09/selamat-ulang-tahun-nak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cEQX0_cCp7ImA9WxJXGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-2067571073945979764</id><published>2009-06-14T21:02:00.003+07:00</published><updated>2009-06-14T21:16:40.348+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-14T21:16:40.348+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Peradilan" /><title>Membaca Kembali Buku Cetak Biru Pembaruan MA</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SjUDPTjEW5I/AAAAAAAAAGo/X-O_Q6iTWuk/s1600-h/ma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SjUDPTjEW5I/AAAAAAAAAGo/X-O_Q6iTWuk/s200/ma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347183694052613010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberadaan lembaga penegak hukum yang kuat dan terpercaya merupakan keniscayaan dalam negara demokratis. Lembaga penegak hukum menjadi salah satu pilar demokrasi yang tertuang dalam prinsip trias politika. Momentum reformasi 1998 ikut mendorong agar lembaga penegak hukum atau peradilan berbenah dan berubah. Untuk itu pada tahun 2003 Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi, yang juga membawahi secara administrasi dan keuangan 4 lingkungan peradilan yang ada di Indonesia mengeluarkan buku dengan judul Cetak Biru Pembaruan Mahkamah Agung RI.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bagir Manan, ketua MA pada saat itu menyatakan bahwa buku Cetak Biru (blueprint) Pembaruan Mahkamah Agung RI merupakan sebuah pedoman/arah dan pendekatan yang akan ditempuh oleh Mahkamah Agung sebagai lembaga yang terhormat dan dihormati oleh masyarakat dan lembaga Negara lainnya. Hal itu dilakukan karena tuntutan reformasi juga Mahkamah Agung kerap mendapat sorotan negatif dari berbagai kalangan, walau tidak seluruhnya benar. Integritas, kualitas dan kinerja sebagian Hakim dan Hakim Agung serta pegawai yang bekerja di Mahkamah Agung dipertanyakan oleh sebagian pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku cetak biru ini disusun dari studi mendalam yang berisikan diagnostik atas suatu lingkup permasalahan dan sumber permasalahan tertentu yang dihadapi Mahkamah Agung selama ini. Rekomendasi teknis dan upaya memperbaikinya, kerangka waktu pelaksanaan serta indikator-indikator yang dapatb dipergunakan untuk mengukur keberhasilan disajikan secara komprehensif. Adapun ruang lingkup isu (permasalahan) yang menjadi sorotan cetak biru ini adalah: Visi dan Misi, Independensi, Organisasi dan kultur kerja, Sumber Daya Manusia, Manajemen Perkara, Akuntabilitas, Transparansi dan manajemen Informasi, Pengawasan dan Pendisiplinan, dan Dukungan Sumber Daya Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku cetak biru MA berisi 10 Bab dan 281 Halaman disusun oleh Tim Penelitian yang terdiri dari Mahkamah Agung dan Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP) yang diterbitkan bekerjasama dengan  The Asia Foundation, USAID, dan Partnership. Buku ini cocok dibaca bagi mereka pemerhati penegakan hukum di Indonesia dan khusunya para Hakim dan Pegawai di lingkungan Mahkamah Agung di era Reformasi Birokarsi yang sedang berjalan saat ini. Ibarat kata buku ini seharusnya menjadi semacam “Kitab Suci” pembaruan di Mahkamah Agung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-2067571073945979764?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/9URGRCl9Dhs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/2067571073945979764/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/06/membaca-kembali-buku-cetak-biru.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2067571073945979764?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2067571073945979764?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/9URGRCl9Dhs/membaca-kembali-buku-cetak-biru.html" title="Membaca Kembali Buku Cetak Biru Pembaruan MA" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SjUDPTjEW5I/AAAAAAAAAGo/X-O_Q6iTWuk/s72-c/ma.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/06/membaca-kembali-buku-cetak-biru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEARnc_eSp7ImA9WxJRGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-1173677997601744863</id><published>2009-05-21T12:08:00.005+07:00</published><updated>2009-05-21T13:17:27.941+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-21T13:17:27.941+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Keluarga" /><title>Puteriku Mulai Belajar Berdiri... tapi belum tumbuh Gigi..</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShTvg4ASs4I/AAAAAAAAAGg/aT_ICNuZsps/s1600-h/aku+dah+bisa+berdiri+nih...jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShTvg4ASs4I/AAAAAAAAAGg/aT_ICNuZsps/s200/aku+dah+bisa+berdiri+nih...jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338154806409343874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usia puteriku "Anindya" kini telah masuk  delapan bulan jalan. Seperti umumnya anak usia tersebut ia lagi asyik belajar berdiri dan mengatur keseimbangan kaki dan tubuhnya. Memang, aku selalu memantau setiap perkembangannya, untuk itu setiap temen-temen yang udah punya anak selalu aku ajak diskusi soal tersebut. Kalau sekedar berdiri tegak berpegangan tangan dengan bantuan kursi dan meja ruang tamu, atau ketika saya lagi Sholat ia sudah biasa. Ketika berdiri tanpa bantuan ia telah kuat berdiri 1-2 menit lalu ambruk dan berusaha bangkit lagi, demikian kebiasaannya paling sering saat ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun Gigi-Giginya belum tumbuh, hanya gejala mau tumbuh memang telah terlihat. Anak temen sekantor yang punya selisih lahir seminggu sebelumnya telah tumbuh dua gigi bawahnya. Berbagai referensi tentang itu menyebutkan bahwa perkembangan berjalan dan tumbuh giginya tiap anak berbeda-beda, ada yang cepat dan ada pula yang  lambat rentangnya antara usia 6-12 bulan. Jadi bagi keluarga yang mempunyai Anak bayi seperti kami perlu pemahaman yang baik agar tetap memberi perhatian setiap perkembangannya dan tidak terjebak pada mitos-mitos yang sering belum tentu kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik dari salah satu temen saya yang saat ini tinggal di Magelang. Saat ini kedua anak laki-lakinya satu di atas dan satu di bawah balita. Ia mengatakan bahwa salah satu yang membuat pusing dan penatnya seketika hilang tatkala kedua anaknya secara bersamaan minta duit jajan ketika tiap ada tukang jajanan lewat "kepala ini rasnya makpyarrrr....dan penat hilang dengan hiburan anak-anak...biarlah mereka tidak perlu tahu pusingnya orang tua..." ujarnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Anaku belum minta jajan seperti kedua anak temenku di atas, justeru dia selalu memberikan senyum lepas ketika ia lagi seneng tapi cukup senyum simpul kalau lagi bete tiap kali Ayahnya berangkat dan pulang kantor. Seperti halnya mereka aku-pun merasa hilang penat dan pusing cukup dengan menatap dan menyambut senyuman buah hatiku. Makpyarrrr....dan Makyessssss....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering bertanya, apakah ini yang disebut salah satu kebahagiaan Batiniah itu. Sebuah kebahagiaan yang begitu dalam terasa dalam hati, serta mampu memberikan rasa cerah dalam wajah. Entahlah, karena aku bukan seperti mereka yang puitis dan mampu merangkai kata indah, tapi yang jelas saya merasa bahagia dengan hadirnya buah hatiku, bahagia dengan senyumannya. Jadi, teruslah tersenyum sayangku...karena dengan senyumanmu...duniapun akan tersenyum untukmu.....:)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-1173677997601744863?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/b7TuwpccmpM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/1173677997601744863/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/05/puteriku-mulai-belajar-berdiri-tapi.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/1173677997601744863?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/1173677997601744863?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/b7TuwpccmpM/puteriku-mulai-belajar-berdiri-tapi.html" title="Puteriku Mulai Belajar Berdiri... tapi belum tumbuh Gigi.." /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShTvg4ASs4I/AAAAAAAAAGg/aT_ICNuZsps/s72-c/aku+dah+bisa+berdiri+nih...jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/05/puteriku-mulai-belajar-berdiri-tapi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4FSXk_cSp7ImA9WxJRGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-574274167572827841</id><published>2009-05-20T22:37:00.008+07:00</published><updated>2009-05-21T13:21:58.749+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-21T13:21:58.749+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Peradilan" /><title>Integritas Keteladanan daripada Paradigma Lama dan Baru</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQz_i1JgMI/AAAAAAAAAGQ/iiPZcyw1yh0/s1600-h/birokrat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQz_i1JgMI/AAAAAAAAAGQ/iiPZcyw1yh0/s200/birokrat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337948625115381954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencari figur pemimpin yang katakanlah reformis di era reformasi birokrasi ini sepertinya tetap saja tidak mudah. Termasuk menentukan kriteria pemimpin reformis itu sendiri perlu pemilahan dari aneka sudut pandang. Sampai disini, kelihatan sudah mulai berkompromi. Sepertinya birokrasi kita memang masih serba kompromi dan sangat "permisifif'. Namun, dalam kacamata pengamatan saya masih ada beberapa pemimpin di lembaga yang bisa kita teladani. Indikatornya, ucapan dan tindakannya masih selaras.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Contoh kecil daripada keselarasan tersebut adalah, setelah ada edaran bahwa Pejabat yang turun ke bawah dalam rangka apapun termasuk pemeriksaan dilarang menerima semacam amplop diapun berkomitmen seperti edaran itu. Maka, ketika dia konsisten dengan ucapan dan tindaknnya tersebut dia menjadi seorang penjabat bukan saja berwibawa tapi disegani sebagai pribadi dan pemimpin yang memberikan keteladanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak sedikit pejabat yang seperti enggan beranjak dari paradigma lama. Paradigma bahwa pejabat tersebut adalah priyayi mesti segalanya tercukupi oleh sambutan dan suguhan anak buahnya. Tipikal pejabat seperti kelihatanya dihormati, tapi sesungguhnya ia mendapat kehormatan semu semata. Sesudahnya, ia hanya sekedar bahan obrolan dari contoh pemimpin yang tidak mencerminkan integritas daripada keteladanan yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya seperti mata rantai yang terkonstruk dalam budaya. Tapi, saya tidak sependapat kalau hal itu adalah cerminan budaya bangsa. Perilaku seperti contoh di atas bisa dibentuk bisa pula dirubah. Karena sebuah perubahan tergantung pada setiap pribadi bagaimana ia memposisikan dalam perubahan tersebut. Pilihannya adalah apakah kita masuk dalam arus paradigma dan budaya masa lalu atau membentuk, menciptakan, dan melaksanakan budaya dan paradigma baru?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-574274167572827841?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/B6KXXB-ZhnU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/574274167572827841/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/05/integritas-daripada-paradigma-lama-dan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/574274167572827841?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/574274167572827841?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/B6KXXB-ZhnU/integritas-daripada-paradigma-lama-dan.html" title="Integritas Keteladanan daripada Paradigma Lama dan Baru" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQz_i1JgMI/AAAAAAAAAGQ/iiPZcyw1yh0/s72-c/birokrat.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2009/05/integritas-daripada-paradigma-lama-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkADQXY9cCp7ImA9WxJRGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-8846441202417676419</id><published>2008-11-10T17:01:00.004+07:00</published><updated>2009-05-20T23:59:30.868+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-20T23:59:30.868+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Keluarga" /><title>Anindya Elvaretta Ramadhani</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQ25HVB-3I/AAAAAAAAAGY/LtAJPZdzQ8I/s1600-h/elvaretta+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQ25HVB-3I/AAAAAAAAAGY/LtAJPZdzQ8I/s200/elvaretta+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337951813188582258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Filsafat atau kebijaksanaan yang sempurna di Bulan Ramadhan. Itulah arti menurut 3 bahasa, Jawa, Yunani dan Arab. Meski seorang temen pernah sms, "wuihh..namanya camera face..bangetttt...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya dengan nama itu telah menggugurkan kewajiban sebagai orang tua yakni, memberi nama yang baik. Setelahnya, tinggal memberi pendidikan setinggi atau semampu mungkin dan terakhir menikahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepatlah besar nak...Do'a kami selalu menyertaimu..."Rabbanan Hablana min azwajina wa dzuriyatinna qurrota a'yunin...jadilah anak sholihah yang berguna bagi nusa, bangsa, negara, dan agama...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-8846441202417676419?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/4hHPyB1mRBY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/8846441202417676419/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/11/anindya-elvaretta-ramadhani.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8846441202417676419?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8846441202417676419?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/4hHPyB1mRBY/anindya-elvaretta-ramadhani.html" title="Anindya Elvaretta Ramadhani" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/ShQ25HVB-3I/AAAAAAAAAGY/LtAJPZdzQ8I/s72-c/elvaretta+1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/11/anindya-elvaretta-ramadhani.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQNR308eyp7ImA9WxRSFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-6845626816794618477</id><published>2008-09-11T14:11:00.001+07:00</published><updated>2008-09-15T11:36:36.373+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-09-15T11:36:36.373+07:00</app:edited><title>Lahirnya Puteri Pertama Kami</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SM3mNAB7QrI/AAAAAAAAADw/B3yqf7-fHOQ/s1600-h/CIMG0603.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246102251977261746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SM3mNAB7QrI/AAAAAAAAADw/B3yqf7-fHOQ/s200/CIMG0603.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara perhitungan “hisab dan rukyat” (USG) Hari Perkiraan Lahir atau yang biasa populer dengan sebutan HPL isteri saya jatuh pada Selasa, (9/9) bertepatan dengan ulang tahun Presiden SBY. Namun manusia hanya bisa merencanakan, berusaha dan berdo’a, soal hasil akhir Kekuasaan absolute Tuhan tidak bisa ditawar. Setelah melalui proses yang panjang dengan iringan Takbir, tahlil dan tahmid akhirnya isteri saya melahirkan di RS Wirosaban, Senin Wage, (8/9), berat 3200 Gram, Panjang 49 cm, maju sehari dari prediksi tim dokter Kerumah sakitan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Sabtu, (6/9) perut isteri sudah mulai mulas, beberapa tanda umumnya Ibu Hamil yang hendak melahirkan telah tampak. Sebelumnya kami memang berencana kontrol rutin tiap Sabtu di RS Wirosaban yang jaraknya kira-kira 1 KM dari kontrakan. Kesimpulan Dokter menyatakan isteri saya telah memasuki fase pembukaan 1, fase pembukaan katanya ber-grade dari 1 sampai 10. Menurutnya bila mau langsung opname bisa saat itu juga tapi kami sepakat menundanya hingga ada fase pembukaan lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya tanda kelahiran semakin terlihat hingga kami tidak lagi berspekulasi. Dengan tekad, semangat dan Basmalah kita berdua berangkat ke RS menunggu fase per fase hingga akhirnya melahirkan. Hingga malam Senin pembukaan masih tetap diangka 1, beberapa Bidan dan atas petunjuk Dokter mencoba menengkan kami bahwa untuk kelahiran anak pertama fase pembukaan biasa lebih lambat, 2-3 hari itu biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi saya pulang mengambil perlengkapan. Sebelum berangkat saya Sholat Duha dan memohon agar semua berjalan lancar. Sesampainya di RS, Isteri saya sudah didatangi Dokter dan beberapa Bidan katanya sudah masuk pembukaan 8, rasa senang seketika mucul seiring degup jantung yang lebih kencang dari biasanya, mungkin tanpa berlebihan mirip Bass Sound di Soundrenaline beberapa waktu yang lalu, Dug, Dug, Dug.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 8 Dokter mulai bergerak, memimpin komando proses persalinan. Proses persalinan mirip derap maju demonstran yang terorganisir, maju dua langkah lalu berhenti, ambil nafas, maju lagi kadang lima langkah tergantung situasi lapangan. Meski ada pula demonstrasi yang anarkis inginya langsung menjebol pertahanan berikade. Saat itulah takbir, tahlil, tahmid nyaris tanpa henti, yang akhirnya keluarlah puteri pertama kami dengan selamat ke dunia tepat pada pukul 09.10 WIB, Alhamdulillah!!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat saya mengajukan beberapa permintaan ke Dokter, agar anak saya dilakukan Inisiasi Dini (Proses peletakan bayi di dada ibunya setelah dilahirkan dan pemberian ASI pertama), namun sayangnya proses itu tidak maksimal dan hanya berjalan kurang dari 30 menit karena saat itu ASI belum langsung keluar. Selanjutnya saya melakukan prosesi Sunnah rasulullah yakni Sujud syukur, Adzan, Iqamah di telinga kanan dan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika prosesi persalinan selesai hampir semua kerabat dekat dan jauh langsung saya hubungi tentang kabar berita gembira tersebut. Balasan selamat bertubi-tubi, ada yang puitis seperti” Semoga semesta damai berkelopak bunga kesejahteraan,begitupula kebahagiaan bermekaraan,kurnia rejeki menambah daya hidup, amin. (Plengeh). Ada yang langsung menasihati “Kewajiban ortu, 1.mmberikan nama yang baik. 2. mendidik anak setinggi-tingginya (semampunya), 2. menikahkannya. (Alung). Ada yang langsung masuk dunia primbon” Selamat, wetonya senin wage, sama dengan saya, pasti cerdas” (lik sito). Bahkan ada dari Australia “Alhamdulillah, dari negeri seberang kita ikut berbahagia”. (zaenal&amp;amp;yunes).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sms balasan mendo’akan, ikut bahagia, agar puteri kami menjadi anak sholeh berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa, bangsa, Negara dan agama, begitu kira-kira kesimpulannya. Kami juga sangat berterima kasih kepada seluruh temen, kawan, sahabat, rekan kerja, dan siapapun yang mendo’akan proses kelahiran puteri kami berjalan dengan lancar. Jazakumullah khairul jazza.*(Masdo)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-6845626816794618477?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/yrB0vKVfFRQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/6845626816794618477/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/09/lahirnya-puteri-pertama-kami.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6845626816794618477?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6845626816794618477?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/yrB0vKVfFRQ/lahirnya-puteri-pertama-kami.html" title="Lahirnya Puteri Pertama Kami" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SM3mNAB7QrI/AAAAAAAAADw/B3yqf7-fHOQ/s72-c/CIMG0603.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/09/lahirnya-puteri-pertama-kami.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4GR306eCp7ImA9WxdbFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-3362189634482333149</id><published>2008-08-13T14:28:00.004+07:00</published><updated>2008-08-13T14:35:26.310+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-13T14:35:26.310+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Analisis Musik" /><title>Nonton Soundrenaline 2008 di Prambanan</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SKKN4Ynh5xI/AAAAAAAAADg/HB_czOe8Jj0/s1600-h/masdo4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233901716778379026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SKKN4Ynh5xI/AAAAAAAAADg/HB_czOe8Jj0/s200/masdo4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang itu cuaca Jogja tidak terlalu panas, bahkan pagi harinya gerimis sempat datang meski hanya sebentar. Meski Isteri lagi Hamil 8 Bulan kami sekeluarga sepakat kalau Pekan 10/8/2008 ini mau nonton Musik yang katanya terbesar di Indonesia. Maka selepas Dzuhur kami berangkat ke Prambanan tempat Festival Musik Soundrenaline 2008 diselenggarakan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat kami tiba ribuan orang mulai membanjiri arena, ada yang berjalan kaki dan tidak sedikit yang memakai kendaraan bermotor. Di tempat acara telah berdiri 4 Panggung besar, dan sebuah panggung untuk partisipasi band indie. Saat itu J-Rock membakar penonton, berjingkrak dan berteriak sembari mengibarkan nuansa nasionalisme melalui pengibaran bendera dan ajakan-ajakan anti pembajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang di Acara ini sungguh bikin puas. Bukan hanya terhibur dengan Band dan artis papan atas semata. Tapi, suasana taman Prambanan yang adem, aneka game, dan bazaar membuat kami betah 9 Jam di sana. Hampir tiap Band dan artis membuat penampilan khusus saat mereka manggung. Beberapa yang mendapat Apresiasi bagus dari penonton misalnya J-Rock, Pas Band, dan Nidji.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SKKOODbRSlI/AAAAAAAAADo/BrtfUfjp1fQ/s1600-h/masdo2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233902089046936146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SKKOODbRSlI/AAAAAAAAADo/BrtfUfjp1fQ/s200/masdo2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagelaran Soundrenaline 2008 di Prambanan lebih heboh dan enjoy di banding tahun 2003 yang mengambil tempat di Alun-alun Utara. Dari segi jumlah penonton dan suasana taman sangat bagus untuk pagelaran musik akbar semacam ini. Salah satu yang membuat kami salut adalah para penonton di saat Ashar dan Maghrib banyak yang tetap Sholat di Mushola-mushola kecil maupun berjamaah di tanah rumput yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pukul 23, ketika GIGI sebagai band terakhir tinggal beberapa lagu kami pulang, karena kondisi yang sudah sangat payah. Belum lagi esok harus kembali ke rutinitas berangkat pagi pulang petang. Yang penting kami puas dan isteri yang ingin melihat Bunga Citra lestari dan Afgan terlaksana. Meski Band Idola saya SLANK tidak ikut manggung di Prambanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-3362189634482333149?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/_IUjC-OjMAI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/3362189634482333149/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/08/nonton-soundrenaline-2008-di-prambanan.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/3362189634482333149?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/3362189634482333149?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/_IUjC-OjMAI/nonton-soundrenaline-2008-di-prambanan.html" title="Nonton Soundrenaline 2008 di Prambanan" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SKKN4Ynh5xI/AAAAAAAAADg/HB_czOe8Jj0/s72-c/masdo4.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/08/nonton-soundrenaline-2008-di-prambanan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIAQ3s8eyp7ImA9WxdUEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-8659759676778821600</id><published>2008-07-28T12:52:00.004+07:00</published><updated>2008-07-28T13:45:42.573+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-07-28T13:45:42.573+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Peradilan" /><title>Setelah Remunerasi, lalu Apa?</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SI1qBeArTTI/AAAAAAAAADY/0cJgcIkr2cc/s1600-h/reformasi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227951315915328818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SI1qBeArTTI/AAAAAAAAADY/0cJgcIkr2cc/s200/reformasi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sore itu langit Kota Wonosari masih memancarkan teriknya mentari. Maklum musim kemarau, udara bukan saja panas tapi juga kering. Dari balik jendela kantor tampak beberapa anak muda telah beraktivitas di Alun-alun, main bola, Jogging, dan ada juga yang sudah menghirup kentalnya teh angkringan. Sembari menunggu jam pulang kantor yang saat ini jatuh pukul 16.30 WIB, seorang teman kerja mengajak diskusi seputar kinerja ditengah tuntutan reformasi Birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya bahasa sedikit intelektual, sang calon Doktor itu mulai bertanya. "Bagi saya harus ada parameter reformasi birokrasi, kalau bicara aturan dari dulu semua sudah ada, yang lebih penting implementasinya, lalu sebenarnya yang diinginkan dengan kata reformasi itu apa?. Ungkapnya, sembari berfilsafat ketika bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bulan ini para aparatur Peradilan telah menerima apa disebut tunjangan kinerja atau yang sering disebut Remunerasi. Besarnya tunjangan hampir mendekati 2X lipat dari gaji pokok. Tunjangan itu terkait pelaksanan reformasi birokrasi.Menurut Menpan, bahwa tunjangan serupa juga akan diberikan mulai tahun depan kepada lembaga/kementerian yang lain seperti, BKN, Kepolisian, Kejaksaan, LAN, dll. Tentunya setelah Uji coba reformasi terhadap tiga lembaga Seperti, Depkeu, BPK, dan MA dinyatakan lulus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rupanya rekan kerja saya itu tidak cukup puas bila kata Reformasi sekedar masuk pukul 08.00-16.30 WIB, panjar perkara dibayar di Bank, atau membuat website. Menurutnya yang lebih penting adalah mentalitas yang harus direformasi. Disamping itu harus ada ukuran dan capaian yang harus dimilki tiap pegawai ataupun institusi dalam bekerja. Menegakan aturan tidak harus bergaji tinggi, karena bila itu yang jadi alasan, lembaga lain bisa saja berdalih tidak menegakan aturan karena gajinya keci. Reward and Punishmen-nya mana? setelah remunerasi lalu apa?. Usambil terus berfilsafat.  Rupanya ia tengah mempraktekan Filsafat sebagai ilmu kritis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-8659759676778821600?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/jlnk74bOnNc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/8659759676778821600/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/07/setelah-remunerasi-lalu-apa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8659759676778821600?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8659759676778821600?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/jlnk74bOnNc/setelah-remunerasi-lalu-apa.html" title="Setelah Remunerasi, lalu Apa?" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SI1qBeArTTI/AAAAAAAAADY/0cJgcIkr2cc/s72-c/reformasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/07/setelah-remunerasi-lalu-apa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D08AQnozcSp7ImA9WxdWF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-8023775947914238528</id><published>2008-07-11T15:02:00.005+07:00</published><updated>2008-07-11T15:44:03.489+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-07-11T15:44:03.489+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjadi Abdi Negara" /><title>Oleh-oleh dari Semarang (2-Habis)</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SHccAjphjgI/AAAAAAAAADQ/IBEoo75Uzo8/s1600-h/fajar+pantai2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221673088854363650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SHccAjphjgI/AAAAAAAAADQ/IBEoo75Uzo8/s200/fajar+pantai2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usai sudah pelatihan PPKAP III di Semarang selama 21 hari sebagaimana udah aku ceritakan tempo hari. Semua peserta berharap ilmu yang diperoleh dapat dipergunakan dengan baik di kantor masing-masing. Hal itu terutama tampak pada peserta "baru" yang di kantor sehari-harinya  belum melaksanakan seperti materi yang didapat. Para peserta itu merasa mendapat ilmu baru yang sangat bermanfaat di bidang pengelolaan keuangan dan aset negara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya di kantor beberapa pekerjaan udah menanti untuk segera dikerjakan. Karena dirasa masih fresh pimpinan saya langsung menyuruh mempraktekan beberapa ilmu yang didapat itu dengan harapan tidak cepat lupa mengingat ilmu-ilmu yang di dapat di PPAKP adalah ilmu aplikatif. Maka segera saja laporan keuangan semesteran, yakni semester I 2008 yang terdiri dari Neraca, Laporan realisasi Anggaran, dan Catatan Atas Laporan keuangan disusun mengejar dead line dari KPPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang suasana dan atmosfir pelatihan PPAKP tidak sekental sewaktu Prajab dulu mengingat para peserta adalah umumnya para Orang tua yang tentunya "Gojek-gojek" nya adalah canda dan tawa orang dewasa. Namun demikian suasana hangat tetap terbangun, saling mengenal, berbagi pengalaman antar Satker adalah pengantar pelepas lelah ataupun dikala waktu makan bersama. Lebih lagi mereka sangat bersemangat untuk ber-reformasi birokrasi seperti yang diajari Depkeu sewaktu pelatihan, minimal berusaha Laporan Keuangan tidak lagi Disclaimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-8023775947914238528?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/gt4MJp7ORwE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/8023775947914238528/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/07/oleh-oleh-dari-semarang-2-habis.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8023775947914238528?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8023775947914238528?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/gt4MJp7ORwE/oleh-oleh-dari-semarang-2-habis.html" title="Oleh-oleh dari Semarang (2-Habis)" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SHccAjphjgI/AAAAAAAAADQ/IBEoo75Uzo8/s72-c/fajar+pantai2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/07/oleh-oleh-dari-semarang-2-habis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UGQHo6eSp7ImA9WxdWFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-3208126693185967032</id><published>2008-06-24T22:01:00.005+07:00</published><updated>2008-07-08T13:40:21.411+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-07-08T13:40:21.411+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Menjadi Abdi Negara" /><title>Oleh-oleh dari Semarang (1)</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SGEfE54GaDI/AAAAAAAAADI/IM5Nmkf8jUk/s1600-h/fajar+widodo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5215484012587804722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SGEfE54GaDI/AAAAAAAAADI/IM5Nmkf8jUk/s200/fajar+widodo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam rangka mempercepat Reformasi Birokrasi, Departemen Keuangan (Depkeu) memberikan pelatihan Program Percepatan Akuntabilitas Keuangan Pemerintah (PPAKP)bagi setiap Satuan Kerja (Satker)di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali Satker tempat saya bekerja yakni PA Wonosari mendelegasikan saya untuk ikut pelatihan itu. Maka selama 21 hari, 12 Juni- 2 Juli 2008, saya berada di Semarang bersama 80 peserta lainya dari angkatan III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai lembaga yang memimpin Reformasi Birokrasi, Depkeu seolah punya tanggungjawab moral terhadap lembaga dan kementrian lainnya. Peran Depkeu sangat diharapkan mampu menyebarkan virus reformasi. Secara tidak langsung para pengelola keuangan di setiap satker bisa dikatakan adalah wakil depkeu yang notabene nya adalah pengelola keuangan negara. Maka mau tidak mau dalam rangka reformasi itu depkeu punya tanggungjawab pada setiap kemampuan SDM para pengelola keuangan di tiap satker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Belum lagi opini disclaimer (tidak memberikan pendapat)atas laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP)semenjak 2004-2007 oleh BPK, salah satu sebabnya adalah karena lemahnya kemampuan pengelola keuangan di tiap satker dalam memberikan laporan tahunannya. Untuk itulah para pengelola di tiap satker di beri pelatihan seperti akuntansi, pemanfaatan aplikasi teknologi keuangan, Inventarisasi aset negara, dan tentunya kinerja yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apabila hasil pelatihan ini menjadikan para pengelola keuangan mampu mengelola keuangan dengan benar, diharapkan tahun-tahun berikutnya BPK memeberikan opini wajar tanpa pengecualian. Artinya setiap rupiah dari anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana rencana dan pelaksanaanya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-3208126693185967032?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/4V5da6U2rz0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/3208126693185967032/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/06/oleh-oleh-dari-semarang-1.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/3208126693185967032?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/3208126693185967032?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/4V5da6U2rz0/oleh-oleh-dari-semarang-1.html" title="Oleh-oleh dari Semarang (1)" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SGEfE54GaDI/AAAAAAAAADI/IM5Nmkf8jUk/s72-c/fajar+widodo.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/06/oleh-oleh-dari-semarang-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8CRH47fip7ImA9WxdRE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-4194149824058889632</id><published>2008-06-02T12:47:00.004+07:00</published><updated>2008-06-02T13:24:25.006+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-02T13:24:25.006+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gerakan mahasiswa" /><title>Paradoks Demo (Keras) i</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SEOQ2zKN4HI/AAAAAAAAAC4/ZhiCP2zvIL4/s1600-h/singa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207164865290821746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SEOQ2zKN4HI/AAAAAAAAAC4/ZhiCP2zvIL4/s200/singa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keputusan pemerintah menaikan Harga BBM mulai 24 Mei 2008 menuai gelombang demonstrasi dari berbagai kalangan Masyarakat. Hingga tulisan ini dibuat, protes dalam bentuk demonstrasi paling besar masih ditempati Mahasiswa. Namun, sebagaimana yang kita saksikan di layar TV atau Berita Koran yang kita baca terlihat bahwa aksi yang digalang mahasiswa itu secara kualitas tidak beranjak sebagai upaya pembelajaran demokrasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu tidak meragukan bahwa perjuangan mahasiswa itu adalah demi rakyat. Atas nama rakyat pula mereka tampil dalam garda terdepan dalam aksi protes dengan tujuan pemerintah tidak menaikan atau membatalkan sama sekali kenaikan BBM yang dampaknya sangat menyengsarakan rakyat. Namun, tujuan yang mulia seringkali berliku dan kadangkala dengan cara yang terlihat seperti memakai jalan pintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era demokrasi seperti sekarang siapapun bisa melakukan aksi protes demonstrasi. Selama demo itu sesuai UU dan tertib tentu tidak ada alasan siapapun yang dapat melarangnya bahkan polisi sekalipun. Pada awal-awal dapat kita lihat Polisi sudah dalam posisi defensif dalam menjaga aksi demo. Mereka masih diam saja ketika diserang, dilempari dan di Provokasi. Namun pertahanan yang semula terlihat sabar akhirnya jebol juga tepatnya di Kampus Unas. Ibarat nila setitik rusaklah susu segelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah yang terlihat kukuh dengan pendirianya seolah membuat frustasi Para demonstran. Akhirnya terlihat aksi-aksi bakar ban, Penutupan Jalan, dan penyerangan terhadap Polisi seolah memebnarkan rasa frustasi itu. Maka kesimpulannya adalah Gerakan mahasiswa tidak memeberikan pembelajaran Demokrasi bagi masyarakat. Selanjutnya, Kekerasan dan mungkin anarkisme menjadi sesuatu yang sah demi sebuah perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Kekerasan dan anarkisme menjadi alat bagi sebuah tujuan maka kehidupan demokrasi terncam tidak akan berkembang dan bisa-bisa mati. Masing-masing kelompok akan mengedepankan cara itu asal tujuan yang diperjuangkan tercapai. Bagi kelompok agama akan melakukan cara itu dan kelompok mahasiswa pun demikian maka keduanya tidak ada bedanya. Maka kekerasan apapun bentuknya, apapun alasanya adalah sesuatu yang sangat aku benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-4194149824058889632?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/NfIkwITuEfs" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/4194149824058889632/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/06/paradoks-demo-keras-i.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4194149824058889632?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4194149824058889632?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/NfIkwITuEfs/paradoks-demo-keras-i.html" title="Paradoks Demo (Keras) i" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/SEOQ2zKN4HI/AAAAAAAAAC4/ZhiCP2zvIL4/s72-c/singa.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/06/paradoks-demo-keras-i.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MAQ3Y5fyp7ImA9WxZbEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-5424469532249522615</id><published>2008-04-10T14:54:00.005+07:00</published><updated>2008-04-14T17:37:22.827+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-14T17:37:22.827+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Analisis Musik" /><title>Impian Slank Masih Bersama Kita</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_3R6rmp5_I/AAAAAAAAACs/dQt182prIic/s1600-h/slank.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187533151868151794" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_3R6rmp5_I/AAAAAAAAACs/dQt182prIic/s200/slank.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa Slank kemudian menjadi group band idola saya. Saat mereka pertama kali mengeluarkan album tahun 1990 saya belum masuk SD. Namun, lirik-lirik lagu mereka yang seperti tanpa pakem musik kebanyakan, justeru seperti menjadi kekuatan band itu. Lirik lagu Mereka seakan mewakili suara anak muda, yakni jiwa pemberontak dan apa adanya. Lagu-lagu yang mereka bawakan bukan hanya sekedar bicara soal cinta semata, namun banyak pula menyuarakan kritik sosial, kerusakan lingkungan, dan birokrasi. Sebagaimana harusnya anak muda, mereka senantiasa gelisah melihat situasi kondisi yang tidak wajar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu-lagu itu misalnya terekam dalam judul "Hey Bung", "Feodalisme", "Alam gak perawan lagi, "Birokrasi Kompleks" dan lain-lain, yang secara jelas memeperlihatkan idealisme mereka dalam bermusik. Belum lagi konsistensi mereka yang hampir setiap tahun mengeluarkan album hingga sekarang telah layak disebut Band legendaris. Soal komersialisasi penjualan album memang standar, paling-paling diantara 300-500 ribu copy, kecuali "album tujuh" yang katanya menembus angka 1 juta copy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu dan sikap yang mencerminkan gaya anak muda telah melahirkan fans fanatik yang bernama Slanker's. Penggemar Slank laksana umat berjumlah jutaan yang tersebar di tiap kota. Mereka mendirikan paguyuban Slanker's lengkap dengan perangkat organisasinya. Berbagai kegiatan sosial seringkali mereka selenggarakan. Mereka siap memadati tiap konser Slank dimanapun mereka manggung. Sebagai contoh, kabarnya di Jakarta saja telah ada 50 Ribu anggota resmi slank. Guna menjembatani komunikasi, managemen Slank membuat media tabloid bernama "korans Slank", yang menurut saya baru Slank group band yang bisa melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka raih saat ini bukan datang dalam sekejap namun telah melaui proses panjang yang bukan saja tanpa hambatan. Mereka pernah nyaris hancur dan bubar karena persoalan internal narkoba. Namun, usaha kerja keras guna membangun kembali eksistensi telah menui hasil yang mereka citakan. Meraka berkomitmen selama Indonesia belum bubar Slank pun tidak ingin bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal nasionalisme group band itu pun tidak perlu diragukan. Hampir setiap konser bendera merah putih dan bendera Slank beriringan berkibar-kibar. Tidak heran bila WWF NGO's bidang lingkungan pernah menunjuknya menjadi duta. Terakhir sejak tahun 2007 Group itu di tunjuk KPK menjadi duta anti Korupsi. Mereka geram dengan perilaku korupsi yang telah menjadi penyakit bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-5424469532249522615?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/GsHvYN_lhQE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/5424469532249522615/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/04/impian-mereka-masih-bersama-kita.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/5424469532249522615?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/5424469532249522615?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/GsHvYN_lhQE/impian-mereka-masih-bersama-kita.html" title="Impian Slank Masih Bersama Kita" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_3R6rmp5_I/AAAAAAAAACs/dQt182prIic/s72-c/slank.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/04/impian-mereka-masih-bersama-kita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcBQn44eyp7ImA9WxZVGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-4682925494672886772</id><published>2008-03-31T15:01:00.002+07:00</published><updated>2008-03-31T15:27:33.033+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-03-31T15:27:33.033+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Hidup" /><title>Koran Murah dan Budaya Baca</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_CgOEmYe_I/AAAAAAAAACk/XNYP4Y94148/s1600-h/kompas.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183819334716783602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_CgOEmYe_I/AAAAAAAAACk/XNYP4Y94148/s200/kompas.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini harga koran bisa didapat hanya dengan seribu rupiah. Koran yang ditawarkan itu misalnya Kompas dan koran Tempo. Kalau Kompas baru bisa didapat setelah jam 12 siang dengan bonus beberapa berita up-date, sedangkan Koran Tempo sejak pagi hari. Namun, harga koran yang murah dan kurang lebih hanya sepuluh persennya uang rokok yang kita beli itu sudahkah berbanding lurus dengan merebaknya budaya baca di masyarakat kita?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuan saya budaya baca belum meningkat pesat meski harga koran sudah sangat murah. Budaya baca kita masih harus belajar dari Bangsa Jepang yang mana mereka selalu membaca di tiap sudut ruang manapun. Bus dan kereta yang kita tumpangi serta waktu senggang belum kita isi dengan membaca. Kita masih lebih suka menjadi penonton dibanding pembaca. Lebih parah yang ditonton adalah sinetron ecek-ecek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita budayakan bangsa ini menjadi bangsa yang gemar membaca. Media cetak telah berbaik hati menjual korannya dengan harga murah. Saat ini tinggal mental dan kemauan kita untuk berubah memanfaatkan apa yang ada menjadi peluang berguna. Tinggalkan budaya tutur dan gosip tak berguna. Belikanlah anak-anak kita bacaan yang bermanfaat biar tumbuh jadi anak-anak pintar. Sisihkan sepuluh persen uang rokok kita untuk beli koran dan kata isteri saya harusnya juga tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-4682925494672886772?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/lVcdysW4wo4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/4682925494672886772/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/koran-murah-dan-budaya-baca.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4682925494672886772?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4682925494672886772?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/lVcdysW4wo4/koran-murah-dan-budaya-baca.html" title="Koran Murah dan Budaya Baca" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R_CgOEmYe_I/AAAAAAAAACk/XNYP4Y94148/s72-c/kompas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/koran-murah-dan-budaya-baca.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0INSH4_fCp7ImA9WxdQE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-1984377642992307559</id><published>2008-03-21T16:40:00.006+07:00</published><updated>2008-06-13T22:06:39.044+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-13T22:06:39.044+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Apresiasi Film" /><title>Belajar Menghargai Karya Cipta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R-OH0EmYe-I/AAAAAAAAACU/jm43cWfbRzc/s1600-h/ayat-ayat+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180133325063879650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R-OH0EmYe-I/AAAAAAAAACU/jm43cWfbRzc/s200/ayat-ayat+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Demam dan Booming film Ayat-Ayat Cinta (AAC) berbanding lurus dengan beredarnya CD/DVD Bajakannya. CD/DVD Bajakan itu katanya direkam dari Bioskop. Beberapa teman berkali-kali menawarkan tontonan gratis itu. Namun saya telah berucap dalam hati untuk tidak menonton dalam versi bajakan karena hal itu bukan saja pelanggaran, tapi juga mengandaikan bila saya menjadi sutradara ataupun produser tentu akan sangat sedih dan kecewa. Mereka telah mengeluarkan ide, gagasan, waktu dan biaya untuk menghasilkan karya namun dengan mudahnya ide dan karya cipta itu dibajak tanpa kita memberi kompensasi apapun dari hasil yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Baru kali ini, Kamis (20/03/2008) saya melihat Ibu-ibu berkerudung dan banyak pria berjenggot yang mungkin dari suatu majelis taklim mana berbondong-bondong memasuki gedung bioskop studio 21 Plaza Ambarukmo. Mereka adalah orang-orang yang mau berapresiasi dengan film fenomenal AAC yang berita terakhir ketika tulisan ini dibuat telah ditonton 3 Juta orang. Suatu angka jumlah penonton yang fantastis bagi film Indonesia. Bila data itu benar maka akan tercipta jumlah penonton terbesar dalam sejarah Perfilman Indonesia. Dan hal itu tentu adalah atmosfir bagus bagi perkembangan film Indonesia yang bisa saja menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dalam bidang musik kita telah mampu melakukannya, tentu bukan hal yang mustahil pula terjadi dalam dunia film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan cerita adalah faktor utama film ini banyak menyedot perhatian penonton. Belum lagi racikan tangan sutradara Hanung Bramantyo seakan setiap filmnya terasa berkelas. Sewaktu mahasiswa kurun waktu 1999-2000 an kami dari UKM Jama'ah Cinema Mahasiswa (JCM) IAIN Sunan Kalijaga pernah mengundang Hanung Bramantyo guna apresiasi karya FTV Produksi RCTI berjudul Gelas-gelas Berdenting. Saat itu ketika banyak mahasiswa kritis bertanya seputar karyanya belum tampak Hanung seperti sekarang yang mampu menjawab dengan penuh idealisme. Jawabnya singkat, karya saya ya begini soal hasil terserah penonton. Tapi sekarang dia mampu memberikan pemaparan-pemaparan dari tiap karya yang ia buat sebagai pertanggungjawaban seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali soal pembajakan sebenarnya sederhana, ketika saya coba berselencar atau jalan-jalan ke para blogger banyak yang tidak rela dan mengecam apabila tulisan mereka di copy paste. Maka tidak heran apabila Musik yang kita dengar dan film yang kita tonton bila hasil dari pembajakan tentu mereka tidak rela terlebih telah banyak biaya yang mereka keluarkan. Penegakan hukum akan berjalan bila tiap individu juga merasakan pentingnya kesadaran untuk tidak melanggar hukum. Karena hukum yang dipaksakan hanya akan melahirkan perlawanan yang mana pelaksanaan hukum menjadi tidak efektif. Maka, mari kita bersama menjadi masyarakat yang sadar hukum dengan tidak mendengar, memakai dan menonton barang bajakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-1984377642992307559?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/_KK8NsInaCE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/1984377642992307559/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/belajar-menghargai-karya-cipta.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/1984377642992307559?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/1984377642992307559?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/_KK8NsInaCE/belajar-menghargai-karya-cipta.html" title="Belajar Menghargai Karya Cipta" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R-OH0EmYe-I/AAAAAAAAACU/jm43cWfbRzc/s72-c/ayat-ayat+cinta.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/belajar-menghargai-karya-cipta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0ICRnw4cCp7ImA9WxZUE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-966794044310819621</id><published>2008-03-14T13:40:00.009+07:00</published><updated>2008-04-05T14:46:07.238+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-04-05T14:46:07.238+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Peradilan" /><title>Yang Tersisa dari Prajab Surabaya (2-Habis)</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R9ovoe09n8I/AAAAAAAAACM/nGVTsgp7lt0/s1600-h/A+(78).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177503094132285378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R9ovoe09n8I/AAAAAAAAACM/nGVTsgp7lt0/s200/A+(78).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Saya Tidak tahu Padahal saya Tahu"&lt;br /&gt;Salah satu materi dalam ruangan yang paling berkesan adalah ketika pemandunya (Widyaiswara)yang bergelar Profesor itu melontar tesis "saya tidak tahu, padahal saya tahu". Dia bercerita pada mulanya tidak bisa menulis namun suatu ketika setelah kuliah dia bisa lancar sekali menulis. Dia merasa tidak tahu padahal tahu. Pengalaman itu persis sebagaimana yang saya alami ketika waktu SMP-SMA. Waktu itu bikin surat untuk orang yang saya senangi aja masih minta bantuan. Namun setelah mencoba, dan dukungan lingkungan teman-teman Pers Mahasiswa, maka mulailah menulis setiap kata demi kata hingga sekarang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Diskusi Kelompok yang mengasyikan"&lt;br /&gt;Sangat disayangkan forum diskusi yang disampaikan widyaiswara tidak termanfaatkan secara maksimal seluruh peserta. Padahal forum-forum itu sangat baik sekali sebagai sarana latihan terlebih bagi para Calon Hakim. Bukankah Hakim itu senang bertanya sama para pihak atau terdakwa? bila di forum seperti itu saja sudah takut bertanya dan berargumentasi maka sungguh sangat disayangkan. Mereka yang dominan bicara atau banyak berperan di Prajab adalah para peserta yang memang di masa kuliah dulu punya background/ latar belakang berorganisasi. Itulah pentingnya belajar berorganisasi sewaktu kuliah, besar sekali manfaatnya dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan 55&lt;br /&gt;Sebuah sandi yang di ajari komandan tentara yang melatih Baris-berbaris dari Kodam V Brawijaya. Menurutnya bila diserukan; "Kekuatan!!!" Maka Jawab serempak; "55", adalah kekuatan maksimal dari kesiapsiagaan. Begitu pula para peserta prajab telah berkomitmen untuk terus berkuatan 55 sekembalinya ke instansinya masing-masing untuk melakukan perubahan. Bila mimpi perubahan hanya dilakukan satu orang maka itu hanyalah mimpi belaka, tapi bila mimpi itu dilakukan oleh banyak orang maka mimpi itu segera jadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orasi Yang Menggelegar&lt;br /&gt;Setiap kelompok mendapat giliran menjadi petugas Apel pagi. Salah satunya adalah menjadi pembina apel. Pada hari ke 13, satu hari menjelang penutupan giliran Kelas A mendapat jatah itu. Kesempatan apel pagi saya gunakan menjadi pembina dimana saya dapat berbicara apa saja tanpa interupsi. Tanpa terduga meluncurlah orasi yang katanya lantang dan menggugah atmosfir audien. Ada 3 point yang saya sampaikan pada kesempatan itu yakni; (1) agar semua peserta menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan yang telah terbangun. (2) Agar Peserta mengamalkan ilmu yang telah didapat baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitar. (3) Bagi peserta yang belum tuntas konsolidasi perasaannya segera dituntaskan setidaknya sampai malam Inagurasi agar tidak ada kekecewaan dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-966794044310819621?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/pK4pJ7wM_hI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/966794044310819621/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/yang-tersisa-dari-parajab-surabaya-2.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/966794044310819621?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/966794044310819621?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/pK4pJ7wM_hI/yang-tersisa-dari-parajab-surabaya-2.html" title="Yang Tersisa dari Prajab Surabaya (2-Habis)" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R9ovoe09n8I/AAAAAAAAACM/nGVTsgp7lt0/s72-c/A+(78).JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/yang-tersisa-dari-parajab-surabaya-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QARno4eip7ImA9WxdQE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-5507229248176427447</id><published>2008-03-01T14:33:00.005+07:00</published><updated>2008-06-13T22:02:27.432+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-13T22:02:27.432+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Peradilan" /><title>Yang Tersisa dari Prajab Surabaya</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R8kHGT46ZaI/AAAAAAAAAB4/368zuOiN33Q/s1600-h/A+(11).JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172673452011316642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R8kHGT46ZaI/AAAAAAAAAB4/368zuOiN33Q/s200/A+(11).JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setengah bulan saya berada di Surabaya tepatnya mulai 15-28 Januari 2008 guna mengikuti Diklat Prajab Golongan III Mahkamah Agung. Serasa OSPeK zaman mahasiswa adalah kesan pertama yang menancap dalam ingatan ketika memakai seragam warna putih dengan celana dan dasi hitam. Begitu pula suasana dan emosi yang ada didalamnya. Ketika hari pertama tampak seperti orang asing tapi di hari kedua telah berubah menjadi sebuah keluarga besar yang mengharu biru. Waktu lima belas hari seakan tidak terasa ketika hari terakhir kita harus berpisah kembali ke instansi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara Diklat merupakan acara wajib bagi setiap CPNS yang hendak diangkat menjadi PNS. Maka selembar sertifakat kelulusan sangat dinantikan setiap peserta sehingga harus sekali saja mengikutinya. Namun yang lebih penting sebenarnya ilmu yang didapat mampu terserap dan kemudian ditransformasikan ke dalam kehidupan nyata dalam dunia birokrasi pemerintahan. Disamping itu idealisasi acara tersebut diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kepemimpinan, sikap displin dan pelayan masyarakat yang prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, koq serius sekali. Disini saya mau cerita yang asyik-asyik saja. Seputar kebersamaan dan persaudaraan yang terbagun di acara itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar No 20, kamar canda tawa…&lt;br /&gt;Saya menempati kamar 20 berisi lima orang yakni, saya (PA Wonosari), Falcon (PN Sampit), Udin (PN Yogya), Halim (PN Buntok), dan Arif (PA Kuala Kapuas). Meski secara religi kami berbeda namun sikap toleransi terbangun dengan baik, kami selalu saling mengingatkan kalau Setan bertanduk mulai menggoda untuk bermalas-malas beribadah. Joke-joke penghilang stress selalu terlempar satu sama lain bahkan dikala ada yang sedih ditinggal pacarnya kawin sekalipun. Sukses selalu untuk kalian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu bernama Kaharudin…&lt;br /&gt;Inilah bintang Kelas A bahkan mungkin acara Prajab itu sendiri dari sisi Entertainment. Memiliki postur tubuh gemulai layaknya ivan Gunawan atau Rubben dan bekal menyanyi dangdut dengan suara merdu seolah suasana baginya adalah panggung untuk menghibur. Maka ketika panggilan Madam disematkan kepadanya dia justeru semakin mengocol dan membuat forum kehilangan rasa kantuk. Kahar…kalau kamu maen ke Jogja pintu rumahku selalu terbuka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas A Is The Best…&lt;br /&gt;Ketika ada lomba yel-yel antar kelas spontan pula teman satu kamarku bernama Halim langsung menciptakan sebauh yel-yel dengan gubahan lagu Mars Slank. Maklum sebagian besar kelas A adalah Slanker’s Mania…sebagai seorang composer Halim dengan mudah melakukannya bahkan acara perpisahan Inagurasi pun ia yang mengiringi dengan Organ Tunggal nya.&lt;br /&gt;Bukan subyektifitas tapi melihat kretifitas, kelas A adalah yang terbaik, hal ini menurut pengakuan beberapa panitia yang saya temui. Warga kelas A saling melengkapi namun tidak ada yang sempurna dalam hidup ini karena kita kalah disemua pertandingan Olahraga. Seperti halnya lagu Rini Idol; Sejauh apapun Aku melangkah Kalian adalah yang terbaik…dan sahabatku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hodry dan Reta…&lt;br /&gt;Keduanya mengaku masih belum punya pasangan definitive, masing-masing merasa ada getar-getar perasaan yang perlu di tuntaskan. Kami bahagia bila kalian bisa terus bersama hingga undangan itu sampai ke kami…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jogja hingga Lewoleba&lt;br /&gt;Ini adalah dua kota paling sering disebut selama diklat khusunya di kelas A. Cara menuturkannya seperti sebuah iklan rokok di Tv…Jogjaaaa….jogjaaaaaa. Hal ini karena banyaknya peserta dari Jogja atau alumni yang begitu mewarnai suasana Prajab. Kedua, Lewoleba sebuah kota di NTT cara menuturkanya seperti salam khas bila sesama peserta salim bertemu; Lewoleba!!! Tegas. Terkenal karena namanya unik dan salah seorang pesertanya juga unik.&lt;br /&gt;(Bersambung...)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-5507229248176427447?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/NesjPDYLnuc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/5507229248176427447/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/yang-tersisa-dari-prajab-surabaya_01.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/5507229248176427447?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/5507229248176427447?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/NesjPDYLnuc/yang-tersisa-dari-prajab-surabaya_01.html" title="Yang Tersisa dari Prajab Surabaya" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R8kHGT46ZaI/AAAAAAAAAB4/368zuOiN33Q/s72-c/A+(11).JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/03/yang-tersisa-dari-prajab-surabaya_01.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkMHSXg_fip7ImA9WxZRGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-2947704403785366132</id><published>2008-02-14T15:42:00.005+07:00</published><updated>2008-02-14T16:13:58.646+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-02-14T16:13:58.646+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Hidup" /><title>Valentine yang Kosong, Valentine yang Bohong</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R7QF0Z9vk8I/AAAAAAAAABg/T0JhLm6wXsE/s1600-h/valentine.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166761070381994946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R7QF0Z9vk8I/AAAAAAAAABg/T0JhLm6wXsE/s200/valentine.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami tiap hari itu cinta dan kasih sayang. Kalau kasih sayang dan cinta yang di khususkan katanya jatuh tiap 14 Februari itu cuma bikinan pihak tertentu yang mau cari untung saja. Buktinya, spanduk di tiap perempatan jalan itu yang mengadakan acara sayang-sayangan kebanyakan cuma Mall, klub malam, dan dunia hiburan lainya. &lt;em&gt;Lha&lt;/em&gt; yang lain mana, tampaknya biasa-biasa saja. Mereka itu bikin-bikin acara biar kita datang, padahal kita bisa bikin acara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih kami, soal bercinta dan bersayang-sayangan hampir setiap saat di kala bersama. Bercinta dan bersayang-sayang bagi kami tak mengenal tanggal ini dan itu. Hanya kami heran, orang-orang itu lho mau bercinta dan bersayangan saja harus setahun sekali. Kalau kami tentu mana tahan, setahun sekali harus bercinta dan bersayang-sayangan. Pendek kata, kalau bisa setiap saat mengapa harus setahun se-x bercinta bersayangan itu dirayakan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-2947704403785366132?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/AOQpuHq10nM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/2947704403785366132/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/02/valentine-yang-kosong-valentine-yang.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2947704403785366132?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2947704403785366132?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/AOQpuHq10nM/valentine-yang-kosong-valentine-yang.html" title="Valentine yang Kosong, Valentine yang Bohong" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R7QF0Z9vk8I/AAAAAAAAABg/T0JhLm6wXsE/s72-c/valentine.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/02/valentine-yang-kosong-valentine-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMDQno4fip7ImA9WxZTGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-2794685542027746147</id><published>2008-01-22T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-01-22T14:54:33.436+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-22T14:54:33.436+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Hidup" /><title>Tes USG dan Pindahan Rumah</title><content type="html">&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R5WhHpjOucI/AAAAAAAAABY/dT0Ji4zra2g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R5WhHpjOucI/AAAAAAAAABY/dT0Ji4zra2g/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158206101007546818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam itu isteri merasa daerah seputar perut tidak seperti biasanya, sedikit kaku dan sering minta ke toilet. Awalnya saya merasa itu adalah hal wajar atau biasa terjadi pada perempuan. Namun gejala itu berlangsung hampir seminggu dan bertepatan hari-hari seharusnya isteri mendapat tamu bulanan (baca; menstruasi). Karena itu saya sudah mulai curiga, ini dia, jangan-jangan…Akhirnya saya memutuskan beli alat tes urine dan hasilnya, Alhamdulillah…ada II garis strip di alat itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian kami memeriksakan ke dokter guna memperkuat hasil uji praktek di rumah. Persis, diagnosis dokter dengan praktek kami hasilnya sama. Sungguh salah satu kebahagiaan dalam rumah tangga telah Allah berikan dengan di awal ini. Selanjutnya do’a kami agar semua berjalan lancar, senantiasa dalam lindungannya. Begitu pula kami mohon do’a kawan-kawan agar calon generasi penerus kami itu dapat menjadi generasi sholeh, berbakti ke orang tua, berguna bagi nusa, bangsa dan agama.Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan itu launchinglah Buku seri ke-7 Harry Potter yang telah dinanti-nantikan peredarannya. Sebelumnya jauh hari memang telah memesannya lewat toko online, khatulistiwa.net . Setelah 3 hari datanglah si pengantar membawa buku itu. Semuanya terasa lebih mudah dengan adanya kemajuan tekhnologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah Rumah&lt;br /&gt;Selama ini kami menjadi kontraktor, selalu berganti rumah di setiap tahunya. Pada  akhir Januari ini kontrakan yang telah kami huni setahun pun habis sudah. Beberapa hari sebelumnya saya sempat hunting kesan-kemari, hampir puluhan kontrakan telah datangi namun belum ada yang cocok. Akhirnya tidak jauh dari rumah kontrakan kami justeru ada yang cocok. Tempatnya di kawasan Jotawang Jl. Imogiri Barat, sebelah selatan pasar Telo Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi pindahan tidak memakan waktu lama karena memang barang-barangnya tidak teralalu banyak. Bantuan kawan Salim dan Utun lebih mempercepat lagi prosesi itu. Menurut mereka rumah kali ini lebih representatif terlebih untuk sidang pleno II, sidang yang menurutnya untuk membahas masa depan pernikahan mereka. Memang secara fisik bangunanya lebih besar dan mempunyai beberapa kamar, terdapat pula halaman yang bisa menyalurkan hoby bertanam hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-2794685542027746147?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/sik5GvVqMes" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/2794685542027746147/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/01/tes-usg-dan-pindahan-rumah.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2794685542027746147?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2794685542027746147?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/sik5GvVqMes/tes-usg-dan-pindahan-rumah.html" title="Tes USG dan Pindahan Rumah" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R5WhHpjOucI/AAAAAAAAABY/dT0Ji4zra2g/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/01/tes-usg-dan-pindahan-rumah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQASXc9fyp7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-4612873494734237422</id><published>2008-01-06T09:02:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T14:45:48.967+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T14:45:48.967+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Hidup" /><title>Skil, Kecepatan, dan Visi Bermain</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MqHpjOuXI/AAAAAAAAAAw/izRWfgoHtPY/s1600-h/Kaka"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153008709543049586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MqHpjOuXI/AAAAAAAAAAw/izRWfgoHtPY/s200/Kaka%27.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang diraih Kaka’ sebagai pemain terbaik Eropa dan Dunia seakan menjadi pembuka bagi generasi yang lahir tahun 1980-an memasuki tahun 2008 dengan penuh optimisme. Banyak kalangan meyakini bahwa tahun ini merupakan era awal bagi generasi itu untuk memulai meraih banyak prestasi dalam berbagai bidang. Lihatlah bidang Olahraga khusunya Sepakbola, Kaka’, Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau bahkan Wayne Rooney, adalah simbol generasi yang memiliki skil, kecepatan dan visi bermain yang baik.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Prestasi yang mereka dapatkan harusnya menjadi inspirasi bagi siapapun dalam mengarungi kompetisi kehidupan ini bila ingin menjadi pemenang. Tidak ada kata terlambat untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Begitu halnya pemuda generasi yang lahir 1980-an mestinya tidak kehilangan momentum karena inilah saatnya melahirkan tradisi-tradisi baru yang energik, pemenang dan penuh terobosan guna mencapai satu puncak terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, tidak ada kata terlambat. Selamat Tahun baru 2008 dan tahun baru 1929 Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-4612873494734237422?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/EH10MXL9RW0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/4612873494734237422/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/01/skil-kecepatan-dan-visi-bermain.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4612873494734237422?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4612873494734237422?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/EH10MXL9RW0/skil-kecepatan-dan-visi-bermain.html" title="Skil, Kecepatan, dan Visi Bermain" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MqHpjOuXI/AAAAAAAAAAw/izRWfgoHtPY/s72-c/Kaka%27.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2008/01/skil-kecepatan-dan-visi-bermain.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IBQ3g4fip7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-6170860156323926348</id><published>2007-12-30T15:08:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T15:05:52.636+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T15:05:52.636+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Kuliner" /><title>Kopi Joss dan Teh Kental Panas</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuzpjOubI/AAAAAAAAABQ/ySGaPQrEeJg/s1600-h/kopi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153013863503804850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuzpjOubI/AAAAAAAAABQ/ySGaPQrEeJg/s200/kopi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Belum lengkap rasanya bila anda tinggal di Jogja belum mampir di Angkringan yang terkenal dengan sebutan angkringan Tugu. Mungkin karena letaknnya di sebalah utara pintu utama masuk stasiun Tugu Jogja, para pelanggannya lebih mudah menyebutnya angkringan Tugu disamping tidak ada penanda seperti spanduk nama dari angkringan itu. Menu favorit disana adalah Kopi Joss dan Teh kental panas, bila mau ditambah Jadah bakar sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keunikan Kopi Joss adalah setelah diseduh dengan air panas lalu dikasih arang yang membara dari tunggku kemudian kemudian mengeluarkan bunyi jossssss... Bila anda lelah dan suntuk menyeruput kopi itu langsung terasa Mak Pyarrrr...Segerrrr. Begitu pula tehnya, memiliki citarasa yang sedap sebagai peneman obrolan bersama teman-teman dalam lingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendatang terutama alumni Jogja rata-rata menyempatkan mampir di sana guna sembari mengingat nostalgia. Harga yang murah dan meriah dengan suasana sangat jogja menjadikan alternatif tempat anda nongkrong terlebih bila anda penikmat kopi dan teh sejati. Pokoke Mak Pyarrrrr....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-6170860156323926348?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/WMAdtzszpP0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/6170860156323926348/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/kopi-joss-dan-teh-kental-panas.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6170860156323926348?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6170860156323926348?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/WMAdtzszpP0/kopi-joss-dan-teh-kental-panas.html" title="Kopi Joss dan Teh Kental Panas" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuzpjOubI/AAAAAAAAABQ/ySGaPQrEeJg/s72-c/kopi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/kopi-joss-dan-teh-kental-panas.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YHSHczfSp7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-8907469427962260230</id><published>2007-12-26T13:04:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T14:58:59.985+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T14:58:59.985+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gerakan mahasiswa" /><title>Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MtKpjOuZI/AAAAAAAAABA/AJMHgAdgOcM/s1600-h/lembaga+kemasiswaan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153012059617540498" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MtKpjOuZI/AAAAAAAAABA/AJMHgAdgOcM/s200/lembaga+kemasiswaan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Pada masa-masa 1970-an bisa dikatakan sebagai masa keemasan kiprah dan peran lembaga kemahasiswaan. Pada masa itu lembaga kemahasiswaan merupakan alat mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan koreksi terhadap birokrasi kampus dan menjadi model gerakan protes terhadap negara atas kebijakan-kebijakannya yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Lembaga kemahasiswaan atau pemerintahan mahasiswa yang pada saat itu dikenal dengan nama Dewan Mahasiswa (DEMA) bisa dikatakan wakil utama gerakan mahasiswa pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini keberadaan lembaga kemahasiswaan meski telah berganti nama seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Keluarga Besar Mahasiswa (KM), Senat Mahasiswa (SM) dan lain-lain, namun perannya tidak lagi segarang dan sepenting dulu dalam membela hak-hak mahasiswa dan masyarakat. Banyak yang mengatakan lembaga kemahasiswan saat ini hanyalah sekelompok elit mahasiswa yang menjadi kepanjangan tangan birokrasi dan mendapat fasilitas enak dibanding mahasiswa biasa lainnya. Lembaga tersebut bukan lagi tempat advokasi mahasiswa dan masyarakat tetapi hanya sekedar menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang tidak “bermutu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menilik sejarah terbentuknya, lembaga kemahasiwaan telah mengalami banyak hal yang penuh liku-liku dan dinamika sehingga mampu menunjukan peran yang begitu dikagumi. Meski kemunculannya merupakan buah kontradiksi yang terjadi antar mahasiswa pasca fenomena KAMI (kesatuan aksi mahasiswa Indonesia), yang menjadi pelopor gerakan mahasiswa 1966 dimana sebagian aktivisnya dilanda “mabuk kemenangan” sehinga mereka masuk dalam lingkar kekuasan. Sementara mereka yang tetap memegang “idealisme” kembali kekampus dengan membuat format lembaga kemahasiswan sebagai alat untuk berorganisasi dan melakukan “perlawanan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, mereka yang kembali kekampus dengan idealisme dan berorganisasi jumlahnya sangat sedikit dibanding mereka yang enjoy duduk dikursi empuk menjadi anggota DPR maupun yang menjadi asisten menteri atau semacamnya. Sehingga banyak yang mengatakan bahwa meletusnya peristiwa Malari 1974 pada masa awal pemerintahan Orde baru merupakan pecahnya “bulan madu politik” mahasiswa dengan pemerintah. Sehingga dengan peristiwa ini gerakan mahasiwa yang terwakili dalam lemabaga kemahasiswaan menemukan kontekstualisanya dalam perjanan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peran penting lembaga kemahasiswaan disamping mempu memobilisir massa mahasiswa dalam jumlah yang besar untuk melakukan protes terhadap kebijakan negara adalah keberadaanya dilingkungan kampus dapat menjadi penyeimbang birokrasi terutama pihak rektorat. Hampir tidak ada kebijakan-kebijakan rektorat pada masa itu yang berkenaan langsung dengan mahasiswa tanpa terlebih dahulu di bicarakan bersama lembaga kemahasiswan. Saat itu Kedudukan lembaga kemahasiswaan sebagai wakil mahasiswa adalah menjadi mitra sejajar dengan birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Meletusnya peristiwa Malari dan perlawanan yang tiada henti atas kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Orde Baru seperti penolakan pembangunan TMII, fenomena ASPRI Presiden, dan penolakan terhadap pencalonan kembali Soeharto menjadi presiden berimbas pada di keluarkannya NKK/BKK (normalisasi dan koordinasi kampus/badan kordinasi kampus) pada 1978 oleh Menteri Pendidikan dan kebudayaan, Prof. Dr. Daoed Joesoef. Hal ini kemudian menjadi dasar dibubarkannya Dema atau lembaga kemahasiswaan di tingkat kampus, diterapkannya sistem SKS dan pembentukan PUREK III yang bertugas mengontrol sepenuhnya aktivitas kemahasiswaan secara ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas NKK/BKK inilah yang kemudian membuat gerakan mahasiswa menerapkan model baru tidak lagi melalui lembaga kemahasiswaan seperti Dema tetapi melalui gerakan seperti Pers mahasiswa (Persmawa), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kelompok Studi dan Diskusi. Namun demikian, upaya menghidupkan kembali lembaga kemahasiswaan pernah dilakukan pada awal 1990-an tetapi dengan format dan model yang berbeda tidak seperti Dema sebelumnya, yakni dengan sistem SMPT (senat mahasiswa perguruan tinggi). Sehingga pun demikian model ini akhirnya tidak cukup efektif menjadi wahana kritis dan berperan selayaknya gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang menjadikan tidak berfungsinya sistem SMPT adalah tidak adanya kemandirian dalam mengelola lembaga tersebut. Hal ini akibat peran yang sangat besar pada PUREK III dalam mengontrol dan membatasi ruang geraknya. Disamping itu kemandirian mengelola keuangan, kemitraan dan beberapa persoalan sistem yang sama pada tingkat fakultas yang sengaja diciptakan birokrasi membuat lembaga ini rentan konflik internal di tingkat mahasiswa. Akhirnya kebersamaan mahasiswa dalam satu wadah dalam mengelola isu dan gagasan serta mobilisasi sulit diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikian masih saja terjadi hingga saat ini. Keberadaan lembaga kemahasiswan tidak lagi cukup diminati menjadi wadah untuk berorganisasi dan beraktualisasi penuangan ide dan gagasan. Hampir tidak tampak peran signifikan yang muncul dari lembaga kemahasiswaan saat ini. Sehingga pada masa reformasi 1998 yang bisa dikatakan sebagai booming gerakan mahasiswa pun mereka tidak menunjukan perannya. Pada saat itu justeru orang-orang yang lahir dari dunia pers mahasiswa dan kelompok studi yang banyak berperan dalam kepanitiaan-kepantiaan aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sebab mengecilnya peran lembaga kemahasiswaan diantaranya adalah karena lembaga kemahasiswaan hanya menjadi kepanjangan organisasi-organisasi ekstra kampus. Organisasi yang menguasi kampus dalam pengertian kadernya banyak dan dominan merekalah yang akan menguasi lembaga-lembaga itu. Sehingga sektarianisme yang cukup menonjol menjadi halangan atas apapun kegiatan yang dilakukannya untuk mendapat dukungan oleh mahasiswa selain dari kelompoknya. Disamping itu kegiatannya justeru bukan yang berperan untuk mencuptakan atmosfir kampus yang penuh dengan idealisme dan kritisisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lain “kemandulan” lembaga kemahaswaan adalah tidak adanya kemandirian akibat kontrol ketat PUREK III atas keuangan dan penentuan-penentuan kegiatan yang akan dilakukan. Bagaimana mau berani kritis terhadap kebijakan kampus apabila sebelumnya sudah diancam dengan serangkaian peraturan dan pemutusan angggaran, padahal sebelumnya hal-hal semacam itu dikelola mandiri dan peraturan dibicarakan secara bersama. Sehingga kegiatan mereka hanya berkisar pada seputar Ospek dan pentas musik, meskipun demikian materi masih harus dari pikak rektorat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya harus ada upaya memaksimalkan peran dan potensi lembaga kemahasiswaan sehingga mampu menjadi ruang kritisisme atas kebijakan-kebijakan minimal ditingkat kampus sebelum berbicara pada konteks negara. Karena mahasiwa sebagai pemuda adalah merupakan salah satu tenaga yang tersedia ketika PKL, buruh dan tani belum seluruhnya menemukan kawan. Sebelum pendampingan masyarakat dilakukan tentu adalah lebih bijak membenahi sistem lembaga kemahsiswaan itu sendiri sehingga dapat menjadi mitra yang sejajar dengan birokrasi dalam kebijakan-kebijakan kampus dan pada akhirnya dapat menjadi tempat advokasi mahasiswa dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar Widodo, Mantan Menteri Luar Negeri Dewan Mahasiswa (DEMA) IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini pernah di muat&lt;br /&gt;Suara Merdeka, 24 Maret 2005&lt;br /&gt;dengan Judul "Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-8907469427962260230?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/nBv4dd7MG-0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/8907469427962260230/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/quo-vadis-lembaga-kemahasiswaan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8907469427962260230?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/8907469427962260230?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/nBv4dd7MG-0/quo-vadis-lembaga-kemahasiswaan.html" title="Quo Vadis Lembaga Kemahasiswaan" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MtKpjOuZI/AAAAAAAAABA/AJMHgAdgOcM/s72-c/lembaga+kemasiswaan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/quo-vadis-lembaga-kemahasiswaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MHQHszeSp7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-6426745703744801108</id><published>2007-12-26T12:47:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T15:03:51.581+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T15:03:51.581+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan" /><title>Pendidikan Gratis Bukan Utopia</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuVpjOuaI/AAAAAAAAABI/DJIrAckh-cQ/s1600-h/sekolah+gratis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153013348107729314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuVpjOuaI/AAAAAAAAABI/DJIrAckh-cQ/s200/sekolah+gratis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;“orang tua kami tidak punya tanah untuk digarap. Mereka tidak bisa membiayai kami sekolah”. Begitulah yang diucapkan Sumaeni, 14 tahun, perempuan dari tiga bersaudara yang tinggal di Desa Bayan, Lombok, sekitar 20 KM dari kota Mataram. Demikian kutipan dari salah satu media cetak beberapa waktu yang lalu. Dalam situasi yang masih seperti sekarang, krisis belum berakhir dan biaya hidup masih tinggi, barangkali masih banyak Sumaeni-Sumaeni yang lain. Yakni persoalan tidak mampu melanjutkan sekolah karena terbentur biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tahun ajaran baru sekarang, persoalan yang ramai dibicarakan dimasyarakat adalah naiknya biaya pendidikan disegala jenjang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Mahalnya biaya yang dirasakan oleh masyarakat terutama pada jenjang SD sampai SLTP sangat bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah tentang kewajiban belajar sembilan tahun. Disatu sisi pemerintah mewajibkan semua anak Indonesia bisa mengenyam pendidikan minimal SLTP. Disisi yang lain pendidikan tersebut membatasi akses bagi semua anak dari lapisan sosial ekonomi dengan mematok biaya diatas rata-rata. Tentu ini adalah sikap yang tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada salah satu rubrik Majalah pernah dipaparkan mengenai biaya sekolah yang sangat mahal. Menurutnya mahal dan murahnya biaya pendidikan sifatnya relatif. Karena ukuran mahal dapat ditolerir apabila dibarengi dengan mutu kualitas yang baik. Biaya pendidikan tersebut akan kembali dalam operasional untuk menghasilkan pendewasaan, pertumbuhan dan perkembangan siswa. Kemudian mencontohkan, buat apa bayar murah namun kualitasnya jelek, siswanya tukang tawur dan konsumen NARKOBA. Singkatnya dia tidak masalah dengan biaya mahal asal bermutu. Meskipun ukuran mutu juga relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas penulis sepakat dengan pendapat Majalah tadi. Namun hal itu bisa dilaksanakan apabila situasi ekonomi dan sosial masyarakat kita telah baik, kesejahteraan telah merata. Sedangkan kenyataan saat ini adalah jumlah yang tidak mampu dari sisi ekonomi lebih banyak. Apakah konsep pendidikan mahal itu akan tetap dipaksakan? Bila keadaan masih seperti sekarang, dimana pendidikan menjadi sulit terjangkau, maka jumlah anak yang tidak bersekolah akan terus bertambah. Berarti target pemerintah untuk menyekolahkan semua anak bangsa minimal SLTP pada tahun 2008 sekedar ungkapan politis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas Neoliberalisme&lt;br /&gt;Fenomena pendidikan mahal tidak bisa dilepaskan dari peran Neoliberalisme, yakni ideologi baru kapitalisme (Umi Latifah, Prokon, 22/8/’03). Neoliberalisme adalah sebagai paham yang mempromosikan pasar bebas dan anti subsidi. Target yang ingin diwujudkan adalah kesetaraan individu, perwujudan maximalisasi provit, privatisasi dan minimalisasi public spending. Dalam pendidikan yang paling bisa kita lihat adalah pengurangan subsidi sebagaimana diperintahkan IMF. Padahal pemerintah punya kewajiban menanggung biaya pendidikan 20 persen sesuai amanat UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tidak banyak yang mempersoalkan ketika pemerintah tidak merealisasikan anggaran 20 persen. Barangkali persoalan pendidikan bukan komoditi yang menarik bagi elit politik, Mahasiswa, LSM dll, untuk diangkat dan dipersoalkan. Sangat berbeda dengan persoalan Sukhoi, Bulog, BBM, Listrik, dan lainnya. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran bersama akan pentingnya pendidikan belum terwujud di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sampai saat ini belum menganggap pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Padahal bila kita ingin SDM yang handal, mampu mengejar ketertinggalan, menjadi bangsa yang maju, tentu yang harus kita persiapkan dan kita benahi adalah sektor pendidikanya. Persiapan dalam rangka itu salah satunya adalah dengan membuka akses semudah-mudahnya bagi seluruh anak bangsa mengenyam pendidikan. Namun pendidikan saat ini belum menjadi prioritas utama, 60 persen keuangan negara dipergunakan untuk membayar cicilan hutang luar negeri dan dana perimbangan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini menarik untuk menjadi refleksi bersama, yakni dengan mencontoh pemimpin Jepang sewaktu negaranya dihancurkan Bom oleh sekutu, yang pertamakali dia tanyakan adalah masih ada berapa guru yang tersisa. Dia sadar bahwa untuk membangun kembali negaranya yang hancur adalah dengan mempersiapkan SDM yang handal. Hasilnya bisa kita saksikan sekarang, negara tersebut telah berubah menjadi negara paling maju di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis Bukan Utopia&lt;br /&gt;Melihat upaya pemerintah dalam membiayai pendidikan belum serius, kita tidak lantas pesimis. Segala usaha harus kita upayakan agar seluruh rakyat Indonesia bisa mengenyam pendidikan dengan tidak dikriminasi, anak kaya dan miskin bisa sekolah. Dalam rangka itu perlu upaya pembenahan yang dilakukan dalam segala hal. Diantaranya adalah melawan yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan baik dari dalam maupun dari luar. Dari luar seperti, Neoliberalisme, karena ini merupakan salah satu penghambat kemandirian bangsa Indonesia untuk mengatur dirinya sendiri. Sedangkan dari dalam adalah memperbaiki perilaku mental bangsa kita yang masih rendah seperti KKN. Karena tidak sedikit anggaran biaya pendidikan banyak disunat/diselewengkan sebelum sampai pada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya lain adalah menggerakan ekonomi rakyat dengan pemberian kredit usaha kecil, kredit usaha tani, dan sebagainya. Sehingga dengan semakin baiknya perekonomian berarti persoalan biaya pendidikan akan semakin mudah diatasi. Partisipasi lain juga bisa menjadi alternatif, semacam memberdayakan zakat umat Islam untuk subsidi pendidikan. Kerena selama ini zakat hanya bernilai konsumtif namun belum dimaksimalkan pada hal yang produktif dan investatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya bisa berharap dan terus mengupayakan dari apa yang kita bisa lakukan agar persoalan pendidikan bisa selesai. Kewajiban negara dalam soal pembiayaan itu pasti, sehingga ketika mewajibkan masyarakat untuk wajib belajar minimal 9 tahun bukan retorika semata. Tetapi harus diberengi dengan usaha nyata yang mendukung atas suksesnya program tersebut. Namun apabila anggaran yang 20 persen saja masih jauh dari harapan untuk bisa diterapkan. Maka pemberian sekolah gratis masih menjadi mimpi bagi Sumaeni dan kawan-kawannya untuk kita perjuangkan.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fajar Widodo, Mantan Aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Jogjakarta (FKMJ) &amp;amp; Menteri Luar Negeri Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini pernah di muat di;&lt;br /&gt;Jawa Pos, 25 Agustus 2003&lt;br /&gt;dengan Judul "Pendidikan Gratis Bukan Utopia"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-6426745703744801108?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/DSr0BI4H4c4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/6426745703744801108/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/pendidikan-gratis-bukan-utopia.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6426745703744801108?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/6426745703744801108?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/DSr0BI4H4c4/pendidikan-gratis-bukan-utopia.html" title="Pendidikan Gratis Bukan Utopia" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MuVpjOuaI/AAAAAAAAABI/DJIrAckh-cQ/s72-c/sekolah+gratis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/pendidikan-gratis-bukan-utopia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUCQX8_eSp7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-2968028175610085184</id><published>2007-12-17T13:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T14:44:20.141+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T14:44:20.141+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sepak Bola Dunia" /><title>Forza Milan!</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4Mpu5jOuWI/AAAAAAAAAAo/I7mIHKuR_iY/s1600-h/ac+milan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153008284341287266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4Mpu5jOuWI/AAAAAAAAAAo/I7mIHKuR_iY/s200/ac+milan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Klub sepakbola Ac Milan membuktikan sebagai klub terbaik dunia setelah membungkam Boca Junior dengan skor 4-2 di Jepang kemaren. Kemenangan ini merupakan revans atas kekalahan empat tahun sebelumnya di ajang dan klub yang sama. Sebagai Milanisti sejati saya ikut menikmati dan puas dengan apa yang diraih klub itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski saat ini terpuruk di kompetisi domestik tapi di ajang yang berbeda Milan mampu berbicara lain. Sudah sering terdengar kalau skuad yang dimiliknya telah usang dengan rata-rata pemain diatas usia 30 tahun, terlebih Maldini idola saya telah berumur 39 tahun. Namun kematangan, pengalaman dan visi bermain dalam sepakbola mengantarnya meraih banyak piala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian saya berharap ini adalah masa terakhir generasi tua di skuad Milan seperti Cafu, Seedorf, Dida, Ronaldo, Emerson dan Inzaghi. Revolusi harus terjadi, generasi tua harus minggir, pintu regenerasi harus di buka bagi anak-anak muda, tentu asas kompetisi harus tetap berlaku siap yang terbaik itulah yang dipakai. Tidak terkecuali maskot tim Paolo Maldini harus bijak dan tahun ini adalah momen terbaik bila ia harus pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya anak-anak muda seperti Yoan Gourchuff, Bonera, dan yang terbaru Alexander Pato tampil mengisi posisi generasi lama. Jangan menunggu generasi muda itu melakukan gerakan destruktif yang justeru merusak harapan. Karena orang tua yang bijak pasti memahami kapan harus turun dari panggung dan memberi kesempatan kepada yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anak-anak muda juga harus memerlihatkan kemampuannya, bukan sekedar merengek posisi tanpa kerja keras. Karena agama sekalipun mengajarkan bahwa pemuda pemberani bukanlah yang mengatakan inilah Bapaku tetapi tunjukanlah inilah dadaku! Bila ini terjadi di Milan tentu saya akan terus setia mendukung klub ini di jagat persepakbolaan dunia sebagai hiburan pengusir penat aktivitas harian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-2968028175610085184?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/mztcJNKjviY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/2968028175610085184/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/klub-sepakbola-ac-milan-membuktikan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2968028175610085184?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/2968028175610085184?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/mztcJNKjviY/klub-sepakbola-ac-milan-membuktikan.html" title="Forza Milan!" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4Mpu5jOuWI/AAAAAAAAAAo/I7mIHKuR_iY/s72-c/ac+milan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/klub-sepakbola-ac-milan-membuktikan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8AQHk_cCp7ImA9WB9UGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-4347762325813118080</id><published>2007-12-17T13:21:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T13:27:21.748+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2007-12-17T13:27:21.748+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Kuliner" /><title>Nasi Merah dan Sayur Lombok Ijo</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Apabila suatu waktu anda berkunjung ke Gunungkidul sempatkanlah istirahat dan nikmati makan siang dengan menu nasi merah dan sayur lombok ijo yang banyak terdapat di warung-warung pinggir jalan. Menu itu biasanya lebih cocok bila lauk pendampingnya adalah empal, babat, iso atau ayam kampung. Harga yang murah dan dijamin sedap merupakan alternatif kuliner yang patut anda coba.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seringkali menu tradisional lebih menggugah rasa ketimbang menu reguler yang itu-itu saja. Maka bila anda orang yang suka bepergian carilah informasi menu tradisional plus warung makan yang menyedikannya. Warung-warung legendaris biasanya akan ramai dikunjungi karena punya pelanggan setia dan orang seperti anda pun akan menyempatkan mampir bila berkunjung kembali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demikian pula menu tradisonal nasi merah dan sayur lombok ijo. Ia akan meninggalkan memori yang kuat di benak para penikmat kuliner yang pasti &lt;em&gt;Uhhhhhhhhh.... Maknyyuuuuusssssssss......&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-4347762325813118080?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/QvFioHXLbIA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/4347762325813118080/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/nasi-merah-dan-sayur-lombok-ijo.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4347762325813118080?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/4347762325813118080?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/QvFioHXLbIA/nasi-merah-dan-sayur-lombok-ijo.html" title="Nasi Merah dan Sayur Lombok Ijo" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/nasi-merah-dan-sayur-lombok-ijo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8FRnk-fCp7ImA9WB9aF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-2513084832813935268.post-9100408608659576342</id><published>2007-12-13T13:41:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T14:53:37.754+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-01-08T14:53:37.754+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gerakan mahasiswa" /><title>Robohnya Tangga Demokrasi UIN Suka</title><content type="html">&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MrqpjOuYI/AAAAAAAAAA4/-Tpfm164vbM/s1600-h/UIN+Suka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153010410350098818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MrqpjOuYI/AAAAAAAAAA4/-Tpfm164vbM/s200/UIN+Suka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sewaktu lewat Jalan Timoho tempo hari saya menoleh ke Almamater tercinta yakni Kampus UIN Sunan Kalijaga dengan gedung baru yang kelihatan begitu megah. Kemegahan itu ternyata merobohkan Masjid berikut tangga utama yang pada masa lalu merupakan tempat paling strategis untuk melangsungkan unjuk rasa, mimbar bebas, dan happening art sebagai penyaluran aspirasi mahasiswa. Karena itulah kemudian populer dengan sebutan tangga demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kini tangga itu tinggalah kenangan karena buldoser telah meratakannya seiring berubahnya status IAIN menjadi UIN. Entah apakah nantinya ada tangga lain yang bisa digunakan sebagi tempat belajar berdemokrasi di kampus itu. Namun, melihat atmosfir dinamika kemahasiswaan yang tidak tampak gaungnya harapan itu seakan jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada zaman itu pula banyak orang luar mengatakan bahwa kampus IAIN merupakan miniatur demokrasi. Maraknya kegiatan, keberanian mengungkap pendapat dan banyaknya para penulis para mahasiswanya, minimal menulis selebaran dan pamflet menjadi indikasi penilaian itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Zaman memang telah berubah dan IAIN pun kini berubah. Tiap zaman punya cara berfikir, bertindak dan berefleksi sesuai dengan zamannya. Mudah-mudahan perubahan itu adalah perubahan yang lebih baik dari zaman sebelumnya. Selamat berubah IAIN...eh. UIN...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2513084832813935268-9100408608659576342?l=fajarwidodo.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tSCj/~4/aM-mylxWUw0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/feeds/9100408608659576342/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/robohnya-tangga-demokrasi-uin-suka.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/9100408608659576342?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/2513084832813935268/posts/default/9100408608659576342?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tSCj/~3/aM-mylxWUw0/robohnya-tangga-demokrasi-uin-suka.html" title="Robohnya Tangga Demokrasi UIN Suka" /><author><name>fajar widodo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09932533638890702481</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="05030451744483498892" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_qJ3hcB2loKg/R4MrqpjOuYI/AAAAAAAAAA4/-Tpfm164vbM/s72-c/UIN+Suka.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://fajarwidodo.blogspot.com/2007/12/robohnya-tangga-demokrasi-uin-suka.html</feedburner:origLink></entry></feed>
