<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CUADQHw6fip7ImA9WxNUF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003</id><updated>2009-11-09T08:22:51.216-08:00</updated><title>Kisah Imani</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://kisahimani.blogspot.com/" /><link rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>204</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/tvQP" type="application/atom+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><entry gd:etag="W/&quot;A04MQnc8eCp7ImA9WxNSE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4821434729737203281</id><published>2009-05-29T06:03:00.002-07:00</published><updated>2009-08-27T06:33:03.970-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-27T06:33:03.970-07:00</app:edited><title>KH. Muhammad Kholil</title><content type="html">&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; KH. Muhammad Kholil dilahirkan pada 11 Jamadilakhir 1235 Hijrahatau 27 Januari 1820 Masihi di Kampung Senenan, Desa Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur. Beliau berasal dari keluarga Ulama dan digembleng langasung oleh ayah Beliau menginjak dewasa beliau ta’lim diberbagai pondok pesantren. Sekitar 1850-an, ketika usianya menjelang tiga puluh, Kiyai Muhammad Khalil belajar kepada Kiyai Muhammad Nur di Pondok-pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Dari Langitan beliau pindah ke Pondok-pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke Pondok-pesantren Keboncandi. Selama belajar di pondok-pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiyai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 kilometer dari Keboncandi. Kiyai Nur Hasan ini, sesungguhnya, masih mempunyai pertalian keluarga dengannya. Sewaktu menjadi Santri KH Muhammad Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti Matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab). disamping itu juga beliau juga seorang hafiz al-Quran . Belia mampu membaca alqur’an dalam Qira’at Sab’ah (tujuh cara membaca al-Quran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1276 Hijrah/1859 Masihi, KHMuhammad Khalil Belajar di Mekah. Di Mekah KH Muhammad Khalil al-Maduri belajar dengan Syeikh Nawawi al-Bantani(Guru Ulama Indonesia dari Banten). Di antara gurunya di Mekah ialah Syeikh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi, Saiyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani i. Beberapa sanad hadis yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail al-Bimawi (Bima, Sumbawa). Kh.Muhammad Kholil Sewaktu Belajar di Mekkah Seangkatan dengan KH.Hasym Asy’ari,Kh.Wahab Hasbullah dan KH.Muhammad Dahlan namum Ulama-ulama Dahulu punya kebiasaan Memanggil Guru sesama Rekannya, Dan Kh.Muhammad KHolil yang Dituakan dan dimuliakan diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu berada di Mekah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Kh.Muhammad Khalil bekerja mengambil upah sebagai penyalin kitab-kitab yang diperlukan oleh para pelajar. Diriwayatkan bahwa pada waktu itulah timbul ilham antara mereka bertiga, yaitu: Syeikh Nawawi al-Bantani, Kiyai Muhammad Khalil al-Maduri dan Syeikh Saleh as-Samarani (Semarang) menyusun kaedah penulisan huruf Pegon. Huruf Pegon ialah tulisan Arab yang digunakan untuk tulisan dalam bahasa Jawa, Madura dan Sunda. Huruf Pegon tidak ubahnya tulisan Melayu/Jawi yang digunakan untuk penulisan bahasa Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena Kiyai Muhammad Khalil cukup lama belajar di beberapa pondok-pesantren di Jawa dan Mekah, maka sewaktu pulang dari Mekah, beliau terkenal sebagai ahli/pakar nahwu, fiqih, thariqat ilmu-ilmu lainnya. Untuk mengembangkan pengetahuan keislaman yang telah diperolehnya, Kiyai Muhammad Khalil selanjutnya mendirikan pondok-pesantren di Desa Cengkebuan, sekitar 1 kilometer arah Barat Laut dari desa kelahirannya. Kh. Muhammad Khalil al-Maduri adalah seorang ulama yang bertanggungjawab terhadap pertahanan, kekukuhan dan maju-mundurnya agama Islam dan bangsanya. Beliau sedar benar bahwa pada zamannya, bangsanya adalah dalam suasana terjajah oleh bangsa asing yang tidak seagama dengan yang dianutnya. Beliau dan keseluruhan suku bangsa Madura seratus peratus memeluk agama Islam, sedangkan bangsa Belanda, bangsa yang menjajah itu memeluk agama Kristian. Sesuai dengan keadaan beliau sewaktu pulang dari Mekah telah berumur lanjut, tentunya Kiyai Muhammad Khalil tidak melibatkan diri dalam medan perang, memberontak dengan senjata tetapi mengkaderkan pemuda di pondok pesantren yang diasaskannya. Kiyai Muhammad Khalil sendiri pernah ditahan oleh penjajah Belanda kerana dituduh melindungi beberapa orang yang terlibat melawan Belanda di pondok pesantrennya. beberapa tokoh ulama maupun tokoh-tokoh kebangsaana lainnya yang terlibat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak sedikit yang pernah mendapat pendidikan dari Kiyai Muhammad Khalil al-Maduri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh.Ghozi menambahkan, dalam peristiwa 10 November, Mbah Kholil bersama kiai-kiai besar seperti Bisri Syansuri, Hasyim Asy’ari, Wahab Chasbullah dan Mbah Abas Buntet Cirebon, menge-rahkan semua kekuatan gaibnya untuk melawan tentara Sekutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizib-hizib yang mereka miliki, dikerahkan semua untuk menghadapi lawan yang bersenjatakan lengkap dan modern. Sebutir kerikil atau jagung pun, di tangan kiai-kiai itu bisa difungsikan menjadi bom berdaya ledak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan, Mbah Kholil mengacau konsentrasi tentara Sekutu dengan mengerahkan pasukan lebah gaib piaraannya. Di saat ribuan ekor lebah menyerang, konsentrasi lawan buyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat konsentrasi lawan buyar itulah, pejuang kita gantian menghantam lawan. ”Hasilnya terbukti, dengan peralatan sederhana, kita bisa mengusir tentara lawan yang senjatanya super modern. Tapi sayang, peran ulama yang mengerahkan kekuatan gaibnya itu, tak banyak dipublikasikan,” papar Kiai Ghozi, cucu KH Wahab Chasbullah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaktian lain dari Mbah Kholil, adalah kemampuannya membelah diri. Dia bisa berada di beberapa tempat dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada peristiwa aneh saat beliau mengajar di pesantren. Saat berceramah, Mbah Kholil melakukan sesuatu yang tak terpantau mata. ”Tiba-tiba baju dan sarung beliau basah kuyub,” cerita kh Ghozi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri heran. Sedangkan beliau sendiri cuek, tak mau menceritakan apa-apa. Langsung ngloyor masuk rumah, ganti baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-teki itu baru terjawab setengah bulan kemudian. Ada seorang nelayan sowan Mbah Kholil. Dia mengucapkan terimakasih, karena saat perahunya pecah di tengah laut, langsung ditolong Mbah Kholil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kedatangan nelayan itu membuka tabir. Ternyata saat memberi pengajian, Mbah Kholil dapat pesan agar segera ke pantai untuk menyelamatkan nelayan yang perahunya pecah. Dengan karomah yang dimiliki, dalam sekejap beliau bisa sampai laut dan membantu si nelayan itu,” papar kh Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di antara sekian banyak murid Kh Muhammad Khalil al-Maduri yang cukup menonjol dalam sejarah perkembangan agama Islam dan bangsa Indonesia ialah Kh Hasyim Asy’ari (pendiri Pondok-pesantren Tebuireng, Jombang, dan pengasas Nahdhatul Ulama / NU) Kiyai Haji Abdul Wahhab Hasbullah (pendiri Pondok-pesantren Tambakberas, Jombang); Kiyai Haji Bisri Syansuri (pendiri Pondok-pesantren Denanyar); Kiyai Haji Ma’shum (pendiri Pondok-pesantren Lasem, Rembang, adalah ayahanda Kiyai Haji Ali Ma’shum), Kiyai Haji Bisri Mustofa (pendiri Pondok-pesantren Rembang); dan Kiyai Haji As’ad Syamsul `Arifin (pengasuh Pondok-pesantren Asembagus, Situbondo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kh. Muhammad Khalil al-Maduri, wafat dalam usia yang lanjut 106 tahun, pada 29 Ramadan 1341 Hijrah/14 Mei 1923 Masihi.  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4821434729737203281?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/UVYNXTyUh2M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4821434729737203281/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4821434729737203281&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4821434729737203281?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4821434729737203281?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/UVYNXTyUh2M/kh-muhammad-kholil.html" title="KH. Muhammad Kholil" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/kh-muhammad-kholil.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcHQXY8fyp7ImA9WxNSE0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-6126634115115852230</id><published>2009-05-29T06:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-27T06:33:50.877-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-27T06:33:50.877-07:00</app:edited><title>Ibrahim DASUKI (pengikut tariqah sejak balita)</title><content type="html">&lt;table id="post56835737" class="tborder" align="center" border="0" cellpadding="6" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td class="alt1" id="td_post_56835737" style="border-right: 1px solid rgb(209, 209, 225);"&gt;&lt;div id="post_message_56835737"&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; Ibrahim Dasuki dilahirkan di Mesir tahun 623 H di desa Dasuk. Ia tumbuh besar di lingkungan jamaah ahli wara’ dan taqwa. ketika dewasapun beliau tumbuh dalam suasana senang beribadah seperti Syekh Muhammad bin Harun, seorang sufi yang alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Dasuk sebagaimana yang tercantum di dalam kitab “Qawanin Ibn Mamati“ adalah sebuah daerah ramai di Mesir, dari daerah sinilah Syekh Ibrahim yang makamnya terletak disana diambil. Pada tahun 1841 di wilayah Propinsi Gharbiyah didirikan sebuah kantor pemerintahan dengan nama Sektor Mandurah yang berpusat di Dasuk, karena merupakan daerah paling luas kemudian pada tahun 1896 dinamai Kabupaten Dasuk sebagai ganti dari Mandurah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manuskrip Taufiqiyah ada keterangan, bahwa pada abad ketiga Hijriah di Dasuk ada tiga buah istana, pertama milik Sayid Abd Ali, yang kedua milik Imam Qashabi guru di Masjid Sayid Ahmad Badawi dan yang ketiga milik Sayid Basuni Far, semua bangunan istana ini disediakan untuk menyambut para tamu yang datang ke Dasuk sewaktu peringatan Maulid Sayid Ibrahim Dasuki disamping juga menyediakan makanan bagi fakir miskin yang ikut datang ke perayaan itu.&lt;br /&gt;Di antara tokoh-tokoh terkenal dari daerah ini adalah Syekh Ibrahim Dasuki bin Abd Aziz Abu al-Majd yang nasabnya berujung ke Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib. Ibu Syekh Ibrahim Dasuki ini adalah Fatimah binti Abdullah bin Abd Jabar, saudari sekandung tokoh sufi terkenal Abu Hasan Syadzili. Syekh Ibrahim Dasuki ini juga masih punya silsilah satu nasab dengan Wali Qutb kota Thanta Ahmad Badawi pada kakek kesepuluh Ja’far al-Turki bin Ali al-Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengikuti jejak pamannya dari ibu, Abu Hasan Syadzili pendiri Tarekat Syadziliyah. Beliau belajar ilmu bahasa dan agama juga menghafal Al Qur’an dan hadits juga ushul fiqh berdasarkan madzhab Syafii sementara ia masih kecil. Ada suatu keterangan yang mengatakan beliau mulai ber-khalwat sejak usia lima tahun. Dan sewaktu memasuki usia remaja dan semakin rajin ber-khalwat (kontemplasi) maka kemudian mulailah datang kepada beliau beberapa orang untuk belajar tariqah, di antara mereka yang ternama adalah Sayid Abu Nasr yang makamnya dikenal dengan namanya di Dasuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Dasuki ini selalu berada di tempat khalwat-nya sampai ayahnya meninggal, kemudian turunlah beliau dari tempatnya itu, yang saat itu beliau masih berusia 23 tahun, murid-muridnya mengharapkan supaya beliau meninggalkan tempat khalwat-nya itu, sehingga bisa konsentrasi mengajar mereka, kemudian dibuatkanlah suatu tempat di samping tempat khalwat beliau.&lt;br /&gt;Tariqah beliau ini dikenal dengan nama Tariqah Burhaniyah, yang diambil dari namanya atau Tariqah Dasukiyah, diambil dari nama daerahnya. Ibrahim Dasuki dan para pengikutnya ini memakai sorban warna hijau sementara sorban yang dipakai oleh Sayid Badawi dan para pengikutnya berwarna merah, sedangkan para pengikut Tariqah Rifaiyah berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Sultan Dzahir mendengar tentang keilmuan Ibrahim Dasuki juga banyak pengikut yang dipimpinnya, segera dia mengeluarkan maklumat yang mengangkatnya sebagai Syekh Islam, maka beliau pun menerima jabatan itu dan melaksanakan tugasnya tanpa mengambil gajinya, tapi membagikan gaji dari jabatan ini kepada pada fakir miskin dari kalangan muslimin. Sultan kemudian juga membangun sebuah tempat pertemuan untuk Syekh dan para muridnya dalam belajar memahami agama, jabatan ini tetap dipegang oleh Syekh Ibrahim sampai meninggalnya Sultan kemudian setelah sultan meninggal, beliau mengundurkan diri, meluangkan waktunya bagi para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Dasuki ini adalah seorang yang pemberani tidak mendekat kepada penguasa dan tidak takut akan celaan orang-orang yang mencela di dalam menyebarkan agama Allah. Syekh Jalaludin Karki bercerita; bahwasannya Syekh Dasuki ini pernah berkirim surat kepada Sultan Asyraf Khalil bin Qalawun yang berisi kritikan pedas padanya, karena perbuatan dhalim yang dilakukan kepada rakyat. Maka Sultan pun murka dan memanggil Syekh, tapi Syekh Dasuki ini menolak untuk mendatangi panggilan ini dan berkata: ”Aku tetap di sini, siapa yang ingin bertemu saya, maka dialah yang harus menemuiku”. Dan Sultan pun tidak bisa berbuat banyak terhadap Syekh karena dia tahu posisinya di mata masyarakat, maka diapun datang kepadanya dan minta maaf. Dan Syekh pun menyambutnya dengan baik dan memberi kabar gembira akan kemenangannya dalam peperangan melawan tentara salib, dan memang terbuktilah kemudian kemenangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Dasuki ini adalah seorang perjaka yang tidak kimpoi, beliau mencurahkan semua waktunya untuk tasawuf, ibadah dan meditasi. Perlu dicatat di sini bahwa Syekh Itris yang dimakamkan di samping Sayidah Zaenab di Kairo adalah saudara dari Syekh Dasuki. Syekh Dasuki ini di samping menguasai bahasa arab juga menguasai bahasa asing lain seperti bahasa Suryaniyah dan Ibriyah, karena beliau telah menulis sejumlah buku dan risalah dalam bahasa Suryaniyah. Syekh Dasuki meninggalkan banyak kitab dalam bidang fiqih, tauhid, dan tafsir. yang paling terkenal adalah kitab yang masyhur di sebut “Al-Jawahir” atau “Al-Haqaiq”, beliau juga punya Qasidah-qasidah dan Mauidzoh-mauidzoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau wafat kurang lebih tahun 676 H dalam umur 43 di kota Dasuk, dan dimakamkan di zawiyyah-nya (musolla), persisnya di kamar, dimana beliau selalu beribadah di dalamnya. di samping makam Syekh Ibrahim, ada makam saudara sekaligus penggantinya yaitu Sayyid Musa, di antara keduanya ada makam ibunya berdua, Sayyidah Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- / message --&gt;                       &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;  &lt;td class="alt2" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225); border-width: 0px 1px 1px;"&gt;   &lt;img title="lumba2terbang is offline" class="inlineimg" src="http://www.kaskus.us/images/statusicon/user_offline.gif" alt="lumba2terbang is offline" border="0"&gt;                         &lt;/td&gt;    &lt;td class="alt1" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225) -moz-use-text-color; border-width: 0px 1px 1px 0px; font-size: 10px; font-weight: bold;" align="right"&gt;     &lt;!-- controls --&gt;                &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-6126634115115852230?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/rEH8B62sQXQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/6126634115115852230/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=6126634115115852230&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6126634115115852230?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6126634115115852230?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/rEH8B62sQXQ/ibrahim-dasuki-pengikut-tariqah-sejak.html" title="Ibrahim DASUKI (pengikut tariqah sejak balita)" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/ibrahim-dasuki-pengikut-tariqah-sejak.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEYMQHo8cSp7ImA9WxNRFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-2548805394090818388</id><published>2009-05-29T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T09:23:01.479-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-11T09:23:01.479-07:00</app:edited><title>Muhammad Amin al-Kurdi ( Perintis Thariqah al-Naqsabandiyah Mesir)</title><content type="html">Muhammad Amin al-Kurdi adalah seorang sufi besar yang hidup pada pertengahan abad ke tiga belas hijriah. Ia lahir di kota Irbil dekat kota Mosul. Irbil adalah salah satu kota di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Amin dan bimbingan tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Amin kecil tumbuh di bawah asuhan ayahnya sendiri yang bernama Syaikh al-'ârif billah Fathullah. Fathullah adalah seorang ulama tasawwuf yang berpegang pada Thariqah Qâdiriyyah. Bahkan beliau adalah seorang mursyid dari Thariqah yang dinisbat-kan kepada Syaikh Abd al-Qadir al-Jailâni itu. Dari ayahnya itulah Muhammad Amin belajar Alquran dan ilmu-ilmu lainnya. Setelah menimba ilmu dari ayahnya, ia lantas berguru pada seorang Syaikh dari Thariqah Naqsabandiyyah yang bernama Syaikh al-'ârif billah Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bimbingan Syaikh Umar, Muhammad Amin selama bertahun-tahun sangat menjaga adab, sopan-santun dan tata krama dalam berkhidmah mencari ilmu. Di samping itu ia juga senantiasa ber-mujahadah untuk membersihkan dan menjaga hati dari segala penyakit serta menghiasinya dengan akhlak yang mulia sehingga beliau mendapat anugerah dari Allah yang tiada kira. Karena syarat dalam menuntut ilmu tasawwuf akan terpenuhi, jika ada mursyid yang ma'rifat dan kesiapan diri, dalam arti selalu ber-mujâhadah dan patuh terhadap perintah mursyid. Amin muda juga dipercaya oleh gurunya sebagai mursyid Thariqah al-Naqshabandiyah. Namun kemudian ia minta izin untuk berkhalwat dan ziarah ke makam para ulama yang salih.&lt;br /&gt;Perjalanan ruhaniyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Amin, dengan bekal do`a dari gurunya, tawakal dan rasa percaya kepada Allah SWT pergi meninggalkan Iraq, dan menempuh perjalanan jauh untuk melaksanakan ibadah haji, ziarah ke Masjid al-Haram dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Iraq sufi besar ini menempuh jalan darat sampai ke Bashrah. Kemudian dari Bashrah melanjutkan dengan jalan laut untuk sampai ke tanah suci. Mula-mula Syekh Amin bermukim di Makkah al-Mukarramah selama setahun. Di sanalah Imam kita ini banyak mendapat futuhât, waridât ilahiyyah dan banyak hal-hal kejadian aneh atas diri beliau. Kemudian ia pindah ke Madinah al-Munawwarah. Selama beberapa tahun di Madinah, ia lebih banyak tinggal di Jabal Uhud dan Baqî`. Syekh Amin juga sempat belajar di Madrasah al-Mahmûdiyyah, yang syarat masuknya harus mengusai bahasa Turki. Setelah lulus sufi besar ini sempat mengajar di Masjid Nabawi serta mempersunting perempuan dari Turki. Meskipun sibuk Syekh Amin selalu melaksanakan ibadah haji tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Amin tiba di Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Amin berkata: "Cinta kepada Ahli Bait telah membaur dalam hatiku, seperti membaurnya cahaya dan air mata. Sungguh aku telah tenggelam dalam cinta, biarkanlah aku sibuk menyebut mereka". Cinta kepada Ahli Bait telah membawa Muhammad Amin untuk pergi ke Mesir. Karena memang banyak keturunan Rasulullah SAW yang hijrah dan menetap di Mesir sebab peristiwa Karbalâ. Di antara keturunan Rasulullah yang ada di Mesir adalah makam kepala Sayyidina Husain bin Ali (cucu Rasulullah SAW), Sayyidah Zainab binti Sayyidah Fatimah (saudari Sayyidina Hasan dan Husain), Sayyidah Sukainah binti Sayyidina Husain, Sayyidah Fatimah binti Sayyidina Husain (saudari dari Sayyidah Sukainah), Sayyidah Nafisah binti Hasan al-Anwar, Sayyidah Ruqayyah binti Ali Ridha, Sayyidah Aisyah binti Sayyidina Ja'far Shadiq dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu di Mesir juga terdapat makam kepala Sayyidina Muhammad bin Abu Bakr al-Shidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di Mesir Muhammad Amin memperdalam ilmu-ilmu agama di al-Azhar al-Syarîf, masuk dalam Ruwâq Akrâd. Syekh Amin memperdalam ilmu hadîs dari Syaikh Muhammad al-Asmuni al-Manufi, dan memperdalam ilmu fikih dari Syaikh Musthafa. Selama belajar, sufi agung ini tidak melupakan adab sebagai seorang murid dan menjaga hak-hak guru. Di samping memperdalam ilmu-ilmu lahir ia tidak melupakan ilmu batin dengan terus ber-mujahadah untuk men-takhalî (membersihkan diri dari sifat tercela) dan men-tahalî (menghias diri dengan sifat keutamaan) hati, sesuai petunjuk Thariqah al-Naqsabandiyyah. Sehingga terkumpul dalam diri perintis Thariqah Naqsabandiyah di Mesir ini dua ilmu, Syari'at dan Hakikat. Dan itulah seorang sufi sejati; menggabungkan antara Syari'at dan Hakikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Mesir Muhammad Amin tinggal di Embaba yang merupakan salah satu kota di Cairo. Setiap hari sebelum terbit fajar, ia selalu pergi ke Kairo untuk menatap mentari pagi untuk kemudian berziarah ke makam Sayyidina Husain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Bulaq inilah beliau Syekh Amin sibuk berdakwah mengajarkan tajwîd, quran, hadîs, fikih, ilmu kalâm, ilmu tasawwuf dan tentunya juga menyebarkan ajaran Thariqah al-Naqsabandiyyah kepada yang cinta Thariqah dan serius dalam menekuninya. Seiring merayapnya waktu pengikut thariqah ini bertambah banyak. Dan ketika Imam Masjid al-Sananiyyah di Bulaq meninggal, Syekh Amin dipercaya untuk menggantikannya. Di tengah-tengah kesibukan berdakwah dan mengajarkan ilmu agama, Syekh kita ini mempunyai hobi mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran dari orang lain walaupun orang awwam. Dalam hal ini Syekh Amin al-Kurdi mengatur waktu kumpul di masjid al-Sananiyyah untuk tadarrus dan tadabbur Alquran al-Karim. Dan sudah menjadi kebiasaan, ketika selesai tadarrus sang alim nan dermawan ini membagikan makanan dan minuman ala kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karomah Syekh Amin al-Kurdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari terjadi keanehan yang di luar kemampuan manusia. Seperti biasanya sehabis tadarrus dan tasmî' Quran Syaikh Muhammad Amin membagikan roti ala kadarnya. Roti yang dipersiapkan tidak mencukupi jumlah hadirin yang begitu banyak. Akhirnya al-'arif billah ini meletakkan roti itu disebuah nampan dan menyuruh muridnya untuk membagikannya. Dan anehnya, setiap kali dibagikan, roti dalam tempat itu tidak berkurang; tetapi tetap seperti semula sampai semua hadirin mendapatkan bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Amin wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Amin al-Kurdi wafat dan dimakamkan di Kairo tahun 1332 H/ 1914 M. Makam Syekh Amin terletak di dekat Perpustakaan Al-Azhar dan Dâr al-Ifta, dekat jalan Sultan Ahmad Kitbai dan jalan Akâbir. Selain makam beliau, di situ juga terdapat beberapa makam tokoh sufi, antara lain: makam Syaikh Mahmud Abu 'Alyan (mujaddid Tasawwuf), Al-Sayyid Ibrahim al-Khalil al-Syadzily (keduanya termasuk Ahli Bait). Makam keduanya terletak di Masjid 'Asyîrah Muhammadiyah; pusat tarekat Syadziliyah Muhammadiyah di Kairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tokoh sufi, di dekat makam beliau juga terdapat makam ulama' terkemuka Mesir antara lain: makam Syaikh Al-Bajuri (Syaikh al-Azhar), makam Syaikh Abdullah al-Syarqâwi (Syaikh al-Azhar), makam Syaikh Muhammad al-Embâby (Syaikh al-Azhar), makam Syaikh Al-Ahmadi al-Dhawâhiri (Syaikh al-Azhar), makam Syaikh Hasûnah al-Nawâwi (Syaikh al-Azhar) Di sana juga terdapat makam Syaikh Muhammad Abduh (Mujaddid al-Azhar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar makam beliau juga terdapat makam wali besar. Diantaranya: makam Syaikh Musthafa al-Bakri al-Khalwati, makam Syaikh al-Hafani al-Khalwaty, makam Syaikh al-Haddad al-Khalwaty, makam Syaikh al-Marzûqy al-Syadzily, makam Syaikh Ali al-Waqâd al-Syadzily, makam Syaikh al-Bâbî al-Halaby al-Naqsyabandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara peninggalan beliau antara lain adalah kitab Mursyid al-'awaam, Al-Hakikat al-'Âliyyah, Tanwîr al-Qulûb fii al-Tasawwuf, Irsyad al-Muhtâj ilâ Huqûq al-Azwâj, Dîwân Khatab, Al-'Uhûd al-Watsîq fî al-Tamasuk bi al-Syarîah wa al-Haqîqah, fî Manâqib al-Naqsybandiyyah, Sa'adah al-Mubtadiin fi 'ilmi al-Dîn dan lain-lain.Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-2548805394090818388?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/AF6H4AUfVBI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/2548805394090818388/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=2548805394090818388&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/2548805394090818388?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/2548805394090818388?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/AF6H4AUfVBI/muhammad-amin-al-kurdi-perintis.html" title="Muhammad Amin al-Kurdi ( Perintis Thariqah al-Naqsabandiyah Mesir)" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/muhammad-amin-al-kurdi-perintis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkICRXwzfyp7ImA9WxJXFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-7231282733773769391</id><published>2009-05-29T05:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T07:16:04.287-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-08T07:16:04.287-07:00</app:edited><title>Habib Kuncung Kalibata</title><content type="html">Tak jauh dari Mall Kalibata terdapat maqom Seorang waliyulloh, Habib Ahmad Bin alwi Al hadad yang dikenal dengan Habib Kuncung. Beliau adalah seorang ulama yang memilki prilaku ganjil (khoriqul a’dah) yaitu diluar kebiasaan manusia umumnya.beliau adalah waliyullah yang sengaja ditutup kewaliannya agar orang biasa tidak menyadari kelebihannya karena di kawatirkan umat nabi Muhammad terlalu mencintainya dan agar tidak terlena dengan karamah nya tersebut maka allah swt menutup karamahnya tersebut dan hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat semua karomah Beliau.Habib Kuncung juga terkenal sebagai ahli Darkah maksudnya disaat sesorang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan beliau muncul dengan tiba - tiba .Lahir di Gurfha HadroMaut Tarim tanggal 26 sya’ban Tahun 1254 H, beliau berguru kepada Ayahandanya sendiri Habib alwi Al Hadad dan juga belajar kepada Al A’lamah Habib Ali bin Husein Al Hadad, Habib Abdurrahman Bin Abdulloh Al Habsyi dan Habib Abdulloh bin Muchsin al athos. Sebagaimana kebiasaan Ulama-ulama dari Hadromaut untuk melakukan perjalanan Ritual Dakwah ke berbagai negara termasuk ke Indonesia. Habib ahmad bin Alwi al hadad melakukan ritual dakwah ke Indonesia pertama kali singgah di Kupang dan menurut cerita Beliau Menetap beberapa tahun disana dan menikah dengan wanita bernama Syarifah Raguan Al Habsyi dan di karunai anak bernama Habib Muhammad Bin Ahmad Al Hadad. Selanjutnya Habib Ahmad bin Alwi al hadad melanjutkan dakwahnya ke pulau jawa dan menetap di Kali Bata hingga wafatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Habib Kuncung yang diberikan kepada Habib Ahmad bin Alwi Al hadad yang saya tahu karena kebiasaan Beliau mengenakan Kopiah yang menjulang keatas (Muncung), dan Prilaku beliau yang terlihat aneh dari kebiasaan orang pada umumnya terutama dalam hal berpakaian. Habib Kuncung Wafat dalam usia 93 tahun tepatnya tanggal 29 sya,ban 1345 H atau sekitar tahun 1926 M dan di Maqomkan di Pemakaman Keluarga Al Hadad di Kalibata jakarta selatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-7231282733773769391?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/IkBxYqvJDqM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/7231282733773769391/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=7231282733773769391&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7231282733773769391?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7231282733773769391?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/IkBxYqvJDqM/habib-kuncung-kalibata.html" title="Habib Kuncung Kalibata" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/habib-kuncung-kalibata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAASHg9cSp7ImA9WxJXGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-7100071660858837552</id><published>2009-05-29T05:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T06:55:49.669-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-14T06:55:49.669-07:00</app:edited><title>Abu al-Abbas al-Mursi (khalifah terbesar thariqah syadziliyah)</title><content type="html">Abu al-Abbas al-Mursi (khalifah terbesar thariqah syadziliyah)&lt;br /&gt;Nama dan Nasabnya :&lt;br /&gt;Wali Qutb kita ini adalah al-Imam Syihabuddin Abu al-Abbas, Ahmad bin Umar al-Anshory, al-Mursi radiallahu 'anhu. sebagian ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa nasab beliau sampai pada sahabat Sa'ad bin Ubadah radiallahu 'anhu pemimpin suku Khazraj. Al-Mursi dilahirkan tahun 616 H (1219 M) di kota Marsiyyah, salah satu kota di Andalus Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Masa kanak-kanak al-Mursi&lt;br /&gt;Al-Mursi melewatkan masa kecilnya yang penuh berkah di tanah kelahirannya itu. Lazimnya seorang alim dan pendidik, ayahnya mengirim al-Mursi kecil kepada salah satu waliyullah untuk membimbing menghapal Alquran dan mengajarinya ilmu-ilmu agama. Secepat kilat ia terlihat kehebatan dan kecerdasannya. Lebih dari itu ia yang masih sekecil itu&lt;br /&gt;kilat ia terlihat kehebatan dan kecerdasannya. Lebih dari itu ia yang masih sekecil itu telah memperoleh anugrah Allah berupa cahaya ilahi yang merasuk dalam kalbunya. Suatu ketika al-Mursi bercerita : "Ketika aku masih usia kanak-kanak aku mengaji pada seorang guru. Aku menorehkan coretan pada papan. Lalu guru tadi mengatakan :" seorang sufi tidak pantas menghitamkan yang putih". Seketika aku menjawab : "permasalahannya bukan seperti yang Tuan sangka. Tapi yang benar adalah seorang sufi tidak pantas menghitamkan putihnya lembaran hidup dengan noda dan dosa”.&lt;br /&gt;Al-Mursi kecil juga mengatakan: "ketika aku masih kanak-kanak, di sebelah rumahku ada tukang penguak rahasia (peramal) lalu aku mendekatinya. Besoknya aku datang ke guruku yang termasuk waliyullah. Maka guruku itu mengatakan padaku satu syair: “Wahai orang yang melihat peramal sembari terkesima. Dia sendiri sebetulnya peramal, kalau dia merasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Masa muda&lt;br /&gt;Al-Mursi meneruskan hidupnya pada jalan cahaya ilahi sampai menginjak dewasa. Semakin hari semakin tambah ketakwaan dan keimanannya. Ayahnya melihatnya sebagai kebanggaan tersendiri. Maka dia dipercaya oleh ayahnya untuk mengelola perdagangannya bersama saudaranya Muhammad Jalaluddin. Dengan begitu, ia telah mengikuti jejak orang-orang saleh dalam hal menggabungkan antara ibadah dan mencari rizqi. Demi menjaga amanat ini ia rela berpindah-pindah tempat dari kota Marsiyah ke kota lainnya untuk berniaga, sambil hatinya berdetak mengingat Allah SWT.&lt;br /&gt;Pada tahun 640 H kedua orang tuanya bersama seluruh keluarga berkeinginan menunaikan ibadah haji. Tapi sayang, takdir berbicara lain. Sesampainya di pesisir Barnih, kapal mereka terkena gelombang. Banyak penumpang kapal yang meningal termasuk kedua orang tuanya. Singkat cerita al-Mursi muda dan saudaranya melanjutkan perjalannya ke Tunis untuk berdagang, meneruskan usaha ayahya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pertemuan dengan al-Syadziliy&lt;br /&gt;Al-Mursi menceritakan perjumpaannya dengan Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzily sebagai berikut: "Ketika aku tiba di Tunis, waktu itu aku masih muda, aku mendengar akan kebesaran Syaikh Abu al-Hasan. Lalu ada seseorang yang mengajakku menghadap beliau. Maka aku jawab : "aku mau beristikharah dulu"! Setelah itu aku tertidur dan bermimpi melihat seorang lelaki yang mengenakan jubah (Burnus) hijau sambil duduk bersila. Di samping kanannya ada seorang laki-laki begitu juga di samping kirinya. Aku memandangi lelaki nan berwibawa itu. sejurus kemudian lelaki itu berkata : "aku telah menemukan penggantiku sekarang"! Di saat itulah aku terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menunaikan sholat subuh, seseorang yang mengajakku mengunjungi Syaikh Abu al-Hasan datang lagi. Maka kami berdua pergi ke kediaman Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili. Aku heran begitu melihatnya. Syekh yang ada di hadapanku inilah yang aku lihat dalam mimpi. Dan keherananku semakin menjadi ketika Syekh Abul Hasan berkata padaku: "Telah aku temukan penggantiku sekarang". Persis seperti dalam mimpiku. Selanjutnya beliau bilang : "siapa namamu ?" Lalu aku sebutkan namaku. Dengan tenang dan penuh kewibawaan beliau berujar : "Engkau telah ditunjukkan padaku semenjak 20 tahun yang lalu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kejadian itu al-Mursi terus mendapatkan wejangan-wejangan dari gurunya Syaikh Abu al-Hasan ini. Mereka berdua membangun pondok (Zawiyyah) Zaghwan di daerah Tunis, di mana as-Syadzili menyebarkan ilmu kepada murid-murid-muridnya yang beraneka ragam latar belakang dan profesinya. Ada dari kalangan ulama', pedagang juga orang awam.&lt;br /&gt;Syaikh al-Syadzili sebetulnya sudah lama meninggalkan Tunis. Ia pergi ke Iskandariyah kemudian ke Mekkah. Kembalinya ke Tunis lagi ini membuat orang bertanya-tanya. Dalam hal ini dia menjawab : "Yang membuatku kembali lagi ke Tunis tidak lain adalah laki-laki muda ini (maksudnya Abul 'Abbas al-Mursi)". Setelah itu Al-Syadzily kembali lagi ke Iskandariah, karena ada perintah dari Nabi Muhammad SAW dalam mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita dari al-Mursi tentang perjalanan ke Iskandariah ini : "Ketika aku menemani Syaikh dalam perjalanan menuju ke Iskandariah, aku merasa sangat susah sehingga aku tidak mampu menanggungnya. Lalu aku menghadap Syaikh. Ketika beliau melihat penderitaanku ini, beliau berkata: "Hai Ahmad…!", aku menjawab: "Iya tuanku", Beliau berkata: "Allah telah menciptakan Adam alaihis salam dengan tangan-Nya, dan memerintahkan malaikat-Nya untuk bersujud padanya. Allah kemudian menempatkannya di dalam surga, lalu menurunkannya ke bumi,. Demi Allah… Allah tidak menurunkannya ke bumi untuk mengurangi derajatnya, tapi justru untuk menyempurnakannya. Allah telah menggariskan penurunannya ke bumi sebelum Dia menciptakannya, sebagaimana firmannya "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".. (QS. 2:30). Allah tidak mengatakan di langit atau di surga. Maka turunnya Adam ke bumi adalah untuk memuliakannya bukan untuk merendahkannya, karena Adam menyembah Allah di surga dengan di beri tahu (Ta'rif) lalu diturunkan ke bumi supaya beribadah pada Allah dengan kewajiban (Taklif), ketika dia telah mendapatkan kedua ibadah tadi, maka pantaslah dia menyandang gelar pengganti (Khalifah). Engkau ini juga punya kemiripan dengan Adam. Mula-mula kamu ada di langit ruh, di surga pemberitahuan (Ta'rif) lalu engkau diturunkan ke bumi nafsu supaya engkau menyembah dengan kewajiban (Taklif). Ketika engkau telah sempurna dalam kedua ibadah itu pantaslah engkau menyandang gelar pengganti (Khalifah)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Syaikh Al-Syadzili mengantarkan Al-Mursi menuju ke jalan Allah demi memenuhi hatinya dengan rahasia-rahasia ilahiyah supaya kelak bisa menggantikannya, bahkan bisa dikatakan supaya dia jadi Abu al-Hasan itu sendiri. Sebagaimana Al-Syadzili sendiri pernah mengatakan : "Wahai Abu al-Abbas… demi Allah., aku tidak mengangkatmu sebagai teman kecuali supaya kamu itu adalah saya, dan saya adalah kamu. Wahai Abu al-Abbas.. demi Allah, apa yang ada dalam diri para wali itu ada dalam dirimu, tapi yang ada pada dirimu itu tidak ada dalam diri para wali lainnya".&lt;br /&gt;Persatuan antara keduanya ini di jelaskan oleh Ibn Atho'illah al-Askandari: "Suatu ketika Syaikh al-Syadzili ada di rumah Zaki al-Sarroj, sedang mengajar kitab al-Mawaqif karangan al-Nafari, lalu beliau bertanya: "Kemana Abu al-Abbas?" Ketika Syaikh al-Mursi datang, beliau berkata: "Wahai anakku… bicaralah! Semoga Allah memberkahimu… bicaralah ! jangan diam", maka Syaikh Abu al-Abbas mengatakan: "Lalu aku di beri lidah Syaikh mulai saat itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada banyak kesempatan Syaikh al-Syadzili memuji ketinggian kedudukan Syaikh al-Mursi, beliau mengatakan: "Inilah Abu al-Abbas, semenjak dia sampai pada ma'rifatullah tidak ada halangan antara dirinya dan Allah SWT. Kalau saja dia meminta untuk ditutupi, pasti permintaan itu tidak akan dikabulkan.&lt;br /&gt;Ketika ada perselisihan antara Syaikh al-Mursi dengan Syaikh Zakiyyuddin al-Aswani, Syaikh al-Syadzili bekata: "Wahai Zaki… berpeganglah pada Abu al-Abbas, karena demi Allah, semua wali telah ditunjukkan oleh Allah akan diri Abu al-Abbas ini. Hai Zaki… Abu al-Abbas itu seorang laki-laki yang sempurna".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terjadi ketika ada perselisihan antara Syaikh al-Mursi dengan Nadli bin Sulton. Syaikh al-Syadzily mengatakan: "Wahai Nadli… tetaplah bersopan santun pada Abu al-Abbas! Demi Allah, dia itu lebih tahu lorong-lorong langit, dibanding pengetahuanmu akan lorong-lorong kota Iskandariah"! As-Syadzili juga mengatakan: "Kalau aku mati, maka ambillah al-Mursi, karena dia adalah penggantiku, dia akan mempunyai kedudukan tinggi di hadapan kalian, dan dia adalah salah satu pintu Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ilmu al-Mursi&lt;br /&gt;Imam Sya'roni menceritakan bahwa suatu ketika ada seseorang yang mengingkari keilmuan Syaikh al-Mursi. Orang tersebut mengatakan: "berbicara tentang ilmu yang ada itu hanya ilmu lahir, tetapi mereka, orang-orang sufi itu mengaku mengetahui hal-hal yang diingkari oleh syara'". Di kesempatan yang lain orang ini menghadiri majlis Syaikh al-Mursi. Tiba-tiba dia jadi bingung hilang kepintarannya. Seketika itu juga ia tidak mengingkari adanya ilmu batin. Dengan sadar dan penuh sesal ia berkata : "Laki-laki ini sungguh telah mengambil lautan ilmu Tuhan dan tangan Tuhan". Akhirnya dia menjadi salah satu murid dekat al-Mursi. Abu al-Abbas mengatakan : "Kami orang-orang sufi mengkaji dan mendalami bersama ulama' fiqih bidang spesialisai mereka, tapi mereka tidak pernah masuk dalam bidang spesialis kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya kealiman al-Mursi tidak terbatas pada ilmu fiqh dan tasawuf. Ibnu Atho'illah menceritakan dari Syaikh Najmuddin al-Asfahani : “Syaikh Abu al-Abbas berkata padaku: "Apa namanya ini dan itu dalam bahasa asing?" Tersirat dalam hatiku bahwa Syaikh ingin mengetahui bahasa ajam maka aku ambilkan kamus terjemah. Beliau bertanya: " Kitab apa ini?", Aku jawab : "Ini kitab kamusnya". Lalu Syaikh tersenyum dan berkata: " Tanyakan padaku apa saja, terseserah kamu, nanti aku jawab dengan bahasa arab, atau sebaliknya". Lalu aku bertanya dengan bahasa asing dan beliau menjawab dengan memakai bahasa Arab. Kemudian aku bertanya dengan bahasa Arab, beliau menjawab dengan bahasa asing. Beliau berkata: " Wahai Abdullah… ketika aku bertanya seperti itu tidak lain adalah sekedar basa-basi bukan bertanya sesungguhnya. Bagi wali tidak ada yang sulit, bahasa apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penafsiran ayat "Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada-Mulah kami mohon pertolongan. "(QS. 1:5), al-Mursi menafsiri sebagai berikut, "Hanya Engkaulah yang kami sembah maksudnya adalah Syariah, dan hanya kepada-Mulah kami memohon adalah Haqiqoh. Hanya Engkaulah yang kami sembah adalah Islam, dan hanya kepada-Mulah kami mohon pertolongan adalah Ihsan. Hanya Engkaulah yang kami sembah adalah Ibadah, dan hanya kepada-Mulah kami mohon pertolongan adalah Ubudiyyah. Hanya Engkaulah yang kami sembah adalah Farq, dan hanya kepada-Mulah kami mohon pertolongan adalah Jam'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Karomah Kedekatannya dengan Yang Maha Kuasa menyebabkan ia banyak mempunyai karomah, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Mursi telah mengabarkan siapa penggantinya setelah ia meninggal. Orang itu adalah Syaikh Yaqut al-Arsyi yang lahir di negeri Habasyah. Suatu ketika ia meminta murid-muridnya agar membuat A'sidah (sejenis makanan). Iskandariah pada saat itu tengah musim panas. Karena heran ada seseorang yang bertanya : "Bukankah A'sidah itu untuk musim dingin ?". Dengan tenang al-Mursi menjawab : " A'sidah ini untuk saudara kalian Yaqut orang Habasyah. Dia akan Tunjukan semua datang kesini ".&lt;br /&gt;* Ada seseorang yang datang menghadap al-Mursi dengan membawa makanan syubhah (tidak jelas halal-haramnya) untuk mengujinya. Begitu melihat makanan itu al-Mursi langsung mengembalikannya pada orang tersebut sambil berkata: "Kalau al-Muhasibi hendak mengambil makanan syubhah otot tangannya bergetar, maka 60 otot tanganku akan bergetar" .&lt;br /&gt;* Pada suatu masa perang, penduduk Iskandariah semua mengangkat senjata untuk berjaga-jaga menghadapi serangan musuh. Demi melihat hal ini, Syaikh al-Mursi mengatakan: " Selama aku ada ditengah-tengah kalian, maka musuh tidak akan masuk". Dan memang musuh tidak masuk ke Iskandariah sampai Abu-al Abbas al-Mursi meninggal dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-7100071660858837552?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/U9aZPgnOlcg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/7100071660858837552/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=7100071660858837552&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7100071660858837552?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7100071660858837552?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/U9aZPgnOlcg/abu-al-abbas-al-mursi-khalifah-terbesar.html" title="Abu al-Abbas al-Mursi (khalifah terbesar thariqah syadziliyah)" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/abu-al-abbas-al-mursi-khalifah-terbesar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEUBRHk-cCp7ImA9WxJXEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-6978026449112505919</id><published>2009-05-29T05:36:00.001-07:00</published><updated>2009-06-04T06:30:55.758-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-04T06:30:55.758-07:00</app:edited><title>DZUNNUN al-Misry (Sang wali yang haus hikmah)</title><content type="html">Sufi agung yang memberikan kontribusi besar terhadap dunia pemahaman dan pengamalan hidup dan kehidupan secara mendalam antara makhluk dengan sang pencipta, makhluk dan sesama ini mempunyai nama lengkap al-Imam al-A'rif al-Sufy al-Wasil Abu al-Faidl Tsauban bin Ibrahim, dan terkenal dengan Dzunnun al-Misry. Kendati demikian besar nama yang disandangnya namun tidak ada catatan sejarah tentang kapan kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Perjalanan menuju Mesir&lt;br /&gt;Waliyullah yang bangga dan dibanggakan oleh Mesir ini berasal dari Nubay (satu suku di selatan Mesir) kemudian menetap di kota Akhmim (sebuah kota di propinsi Suhaj). Kota Akhmin ini rupanya bukan tempat tinggal terakhirnya. Sebagaimana lazimnya para sufi, ia selalu menjelajah bumi mensyiarkan agama Allah mencari jati diri, menggapai cinta dan ma'rifatulah yang hakiki.&lt;br /&gt;Suatu ketika dalam perjalanan yang dilalui kekasih Allah ini, ia mendengar suara genderang berima rancak diiringi nyanyi-nyanyian dan siulan khas acara pesta. Karena ingin tahu apa yang terjadi ia bertanya pada orang di sampingnya : "ada apa ini?". Orang tersebut menjawab : Itu sebuah pesta perkimpoian. Mereka merayakannya dengan nyanyi-nyanyian dan tari-tarian yang diiringi musik ". Tidak jauh dari situ terdengar suara memilu seperti ratapan dan jeritan orang yang sedang dirundung duka. "Fenomena apa lagi ini ?" begitu pikir sang wali. Iapun bertanya pada orang tadi. Dengan santai orang tersebut menjawab : "Oh ya, itu jeritan orang yang salah satu anggota keluarganya meningal. Mereka biasa meratapinya dengan jeritan yang memekakkan telinga ". Di sana ada suka yang dimeriahkan dengan warna yang tiada tara. Di sini ada duka yang diratapi habis tak bersisa. Dengan suara lirih, ia mengadu : "Ya Allah aku tidak mampu mengatasi ini. Aku tidak sanggup berlama-lama tinggal di sini. Mereka diberi anugerah tidak pandai bersyukur. Di sisi lain mereka diberi cobaan tapi tidak bersabar ". Dan dengan hati yang pedih ia tinggalkan kota itu menuju ke Mesir (sekarang Kairo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Perjalanan ke dunia tasawuf&lt;br /&gt;Banyak cara kalau Allah berkehendak menjadikan hambanya menjadi kekasihnya. Kadang berliku penuh onak dan duri. Kadang lurus bak jalan bebas hambatan. Kadang melewati genangan lumpur dan limbah dosa. Tak dikecualikan apa yang terjadi pada Dzunnun al-Misri. Bukan wali yang mengajaknya ke dunia tasawuf. Bukan pula seorang alim yang mewejangnya mencebur ke alam hakikat. Tapi seekor burung lemah tiada daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang kitab al-Risalah al-Qusyairiyyah bercerita bahwa Salim al-Maghriby menghadap Dzunnun dan bertanya "Wahai Abu al-Faidl !" begitu ia memanggil demi menghormatinya "Apa yang menyebabkan Tuan bertaubat dan menyerahkan diri sepenuhnya pada Allah SWT ? ". "Sesuatu yang menakjubkan, dan aku kira kamu tidak akan mampu". Begitu jawab al-Misri seperti sedang berteka-teki. Al-Maghriby semakin penasaran "Demi Dzat yang engkau sembah, ceritakan padaku" lalu Dzunnun berkata : "Suatu ketika aku hendak keluar dari Mesir menuju salah satu desa lalu aku tertidur di padang pasir. Ketika aku membuka mata, aku melihat ada seekor anak burung yang buta jatuh dari sangkarnya. Coba bayangkan, apa yang bisa dilakukan burung itu. Dia terpisah dari induk dan saudaranya. Dia buta tidak mungkin terbang apalagi mencari sebutir biji. Tiba-tiba bumi terbelah. Perlahan-lahan dari dalam muncul dua mangkuk, yang satu dari emas satunya lagi dari perak. Satu mangkum berisi biji-bijian Simsim, dan yang satunya lagi berisi air. Dari situ dia bisa makan dan minum dengan puas. Tiba-tiba ada kekuatan besar yang mendorongku untuk bertekad : "Cukup… aku sekarang bertaubat dan total menyerahkan diri pada Allah SWT. Akupun terus bersimpuh di depan pintu taubat-Nya, sampai Dia Yang Maha Asih berkenan menerimaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Perjalanan ruhaniah&lt;br /&gt;Ketika si kaya tak juga kenyang dengan bertumpuknya harta. Ketika politisi tak jua puas dengan indahnya kursi. Maka kaum sufipun selalu haus dengan kedekatan lebih dekat dengan Sang Kekasih sejati. Selalu ada kenyamanan yang berbeda. Selalu ada kebahagiaan yang tak sama.&lt;br /&gt;Maka demikianlah, Dzunnun al-Misri tidak puas dengan hikmah yang ia dapatkan dari burung kecil tak berdaya itu. Baginya semuanya adalah media hikmah. Batu, tumbuhan, wejangan para wali, hardikan pendosa, jeritan kemiskinan, rintihan orang hina semua adalah hikmah.&lt;br /&gt;Suatu malam, tatkala Dzunnun bersiap-siap menuju tempat untuk ber-munajat ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang nampaknya baru saja mengarungi samudera kegundahan menuju ke tepi pantai kesesatan. Dalam senyap laki-laki itu berdoa "Ya Allah Engkau mengetahui bahwa aku tahu ber-istighfar dari dosa tapi tetap melakukannya adalah dicerca. Sungguh aku telah meninggalkan istighfar, sementara aku tahu kelapangan rahmatmu. Tuhanku… Engkaulah yang memberi keistimewaan pada hamba-hamba pilihan-Mu dengan kesucian ikhlas. Engkaulah Zat yang menjaga dan menyelamatkan hati para auliya' dari datangnya kebimbangan. Engkaulah yang menentramkan para wali, Engkau berikan kepada mereka kecukupan dengan adanya seseorang yang bertawakkal. Engkau jaga mereka dalam pembaringan mereka, Engkau mengetahui rahasia hati mereka. Rahasiaku telah terkuak di hadapan-Mu. Aku di hadapan-Mu adalah orang lara tiada asa ". Dengan khusyu' Dzunnun menyimak kata demi kata rintihan orang tersebut. Ketika dia kembali memasang telinga untuk mengambil hikmah di balik ratapan lelaki itu, suara itu perlahan menghilang sampai akhirnya hilang sama sekali di telan gulitanya sang malam namun menyisakan goresan yang mendalam di hati sang wali ini.&lt;br /&gt;Di saat yang lain ia bercerita pernah mendengar seorang ahli hikmah di lereng gunung Muqottom. " Aku harus menemuinya " begitu ia bertekad kemudian. Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan iapun bisa menemukan kediaman lelaki misterius. Selama 40 hari mereka bersama, merenungi hidup dan kehidupan, memaknai ibadah yang berkualitas dan saling tukar pengetahuan. Suatu ketika Dzunnun bertanya : "Apakah keselamatan itu?". Orang tersebut menjawab "Keselamatan ada dalam ketakwaan dan al-Muroqobah (mengevaluasi diri)". "Selain itu ?". pinta Dzunnun seperti kurang puas. "Menyingkirlah dari makhluk dan jangan merasa tentram bersama mereka!". "Selain itu ?" pinta Dzunnun lagi. "Ketahuilah Allah mempunyai hamba-hamba yang mencintai-Nya. Maka Allah memberikan segelas minuman kecintaan. Mereka itu adalah orang-orang yang merasa dahaga ketika minum, dan merasa segar ketika sedang haus". Lalu orang tersebut meninggalkan Dzunnun al-Misri dalam kedahagaan yang selalu mencari kesegaran cinta Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kealiman Dzunnun al-Misri&lt;br /&gt;Betapa indahnya ketika ilmu berhiaskan tasawuf. Betapa mahalnya ketika tasawuf berlandaskan ilmu. Dan betapa agungnya Dzunnun al-Misri yang dalam dirinya tertata apik kedalaman ilmu dan keindahan tasawuf. Nalar siapa yang mampu membanyah hujjahnya. Hati mana yang mampu berpaling dari untaian mutiara hikmahnya. Dialah orang Mesir pertama yang berbicara tentang urutan-urutan al-Ahwal dan al-Maqomaat para wali Allah.&lt;br /&gt;Maslamah bin Qasim mengatakan "Dzunnun adalah seorang yang alim, zuhud wara', mampu memberikan fatwa dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau termasuk perawi Hadits ". Hal senada diungkapkan Al-Hafidz Abu Nu'aim dalam Hilyah-nya dan al-Dzahabi dalam Tarikh-nya bahwasannya Dzunnun telah meriwayatkan hadits dari Imam Malik, Imam Laits, Ibn Luha'iah, Fudail ibn Iyadl, Ibn Uyainah, Muslim al-Khowwas dan lain-lain. Adapun orang yang meriwayatkan hadis dari beliau adalah al-Hasan bin Mus'ab al-Nakha'i, Ahmad bin Sobah al-Fayyumy, al-Tho'i dan lain-lain. Imam Abu Abdurrahman al-Sulamy menyebutkan dalam Tobaqoh-nya bahwa Dzunnun telah meriwayatkan hadis Nabi dari Ibn Umar yang berbunyi " Dunia adalah penjara orang mu'min dan surga bagi orang kafir".&lt;br /&gt;Di samping lihai dalam ilmu-ilmu Syara', sufi Mesir ini terkenal dengan ilmu lain yang tidak digoreskan dalam lembaran kertas, dan datangnya tanpa sebab. Ilmu itu adalah ilmu Ladunni yang oleh Allah hanya khusus diberikan pada kekasih-kekasih-Nya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian tinggi dan luasnya ilmu sang wali ini, suatu ketika ia memaparkan suatu masalah pada orang di sekitarnya dengan bahasa Isyarat dan Ahwal yang menawan. Seketika itu para ahli ilmu fiqih dan ilmu 'dhahir' timbul rasa iri dan dan tidak senang karena Dzunnun telah berani masuk dalam wilayah (ilmu fiqih) mereka. Lebih-lebih ternyata Dzunnun mempunyai kelebihan ilmu Robbany yang tidak mereka punyai. Tanpa pikir panjang mereka mengadukannya pada Khalifah al-Mutawakkil di Baghdad dengan tuduhan sebagai orang Zindiq yang memporak-porandakan syari'at. Dengan tangan dirantai sufi besar ini dipanggil oleh Khalifah bersama murid-muridnya. "Benarkah engkau ini zahidnya negeri Mesir?". Tanya khalifah kemudian. "Begitulah mereka mengatakan". Salah satu pegawai raja menyela : " Amir al-Mu'minin senang mendengarkan perkataan orang yang zuhud, kalau engkau memang zuhud ayo bicaralah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzunnun menundukkan muka sebentar lalu berkata "Wahai amiirul mukminin…. Sungguh Allah mempunyai hamba-hamba yang menyembahnya dengan cara yang rahasia, tulus hanya karena-Nya. Kemudian Allah memuliakan mereka dengan balasan rasa syukur yang tulus pula. Mereka adalah orang-orang yang buku catatan amal baiknya kosong tanpa diisi oleh malaikat. Ketika buku tadi sampai ke hadirat Allah SWT, Allah akan mengisinya dengan rahasia yang diberikan langsung pada mereka. Badan mereka adalah duniawi, tapi hati adalah samawi…….".&lt;br /&gt;Dzunnun meneruskan mauidzoh-nya sementara air mata Khalifah terus mengalir. Setelah selesai berceramah, hati Khalifah telah terpenuhi oleh rasa hormat yang mendalam terhadap Dzunnun. Dengan wibawa khalifah berkata pada orang-orang datang menghadiri mahkamah ini : "Kalau mereka ini orang-orang Zindiq maka tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini". Sejak saat itu Khalifah al-Mutawaakil ketika disebutkan padanya orang yang Wara' maka dia akan menangis dan berkata "Ketika disebut orang yang Wara' maka marilah kita menyebut Dzunnun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pujian para ulama' terhadap Dzunnun&lt;br /&gt;Tidak ada maksud paparan berikut ini supaya Dzunnun al-Misri menjadi lebih terpuji. Sebab apa yang dia harapkan dari pujian makhluk sendiri ketika Yang Maha Sempurna sudah memujinya. Apa artinya sanjungan berjuta manusia dibanding belaian kasih Yang Maha Penyayang ?. Dan hanya dengan harapan semoga semua menjadi hikmah dan manfaat bagi semua paparan berikut ini hadir.&lt;br /&gt;Imam Qusyairy dalam kitab Risalah-nya mengatakan "Dzunnun adalah orang yang tinggi dalam ilmu ini (Tasawwuf) dan tidak ada bandingannya. Ia sempurna dalam Wara', Haal, dan adab". Tak kurang Abu Abdillah Ahmad bin Yahya al-Jalak mengatakan "Saya telah menemui 600 guru dan aku tidak menemukan seperti keempat orang ini : Dzunnun al-Misry, ayahku, Abu Turob, dan Abu Abid al-Basry". Seperti berlomba memujinya sufi terbesar dan ternama Syaikh Muhiddin ibn Araby Sulton al-Arifin dalam hal ini mengatakan "Dzunnun telah menjadi Imam, bahkan Imam kita".&lt;br /&gt;Pujian dan penghormatan pada Dzunnun bukan hanya diungkapkan dengan kata-kata. Imam al-Munawi dalam Tobaqoh-nya bercerita : “Sahl al-Tustari (salah satu Imam tasawwuf yang besar) dalam beberapa tahun tidak duduk maupun berdiri bersandar pada mihrab. Ia juga seperti tidak berani berbicara. Suatu ketika ia menangis, bersandar dan bicara tentang makna-makna yang tinggi dan Isyaraat yang menakjubkan. Ketika ditanya tentang ini, ia menjawab "Dulu waktu Dzunnun al-Misri masih hidup, aku tidak berani berbicara tidak berani bersandar pada mihrab karena menghormati beliau. Sekarang beliau telah wafat, dan seseorang berkata padaku padaku : berbicaralah!! Engkau telah diberi izin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Cinta dan ma'rifat&lt;br /&gt;Suatu ketika Dzunnun ditanya seseorang : "Dengan apa Tuan mengetahui Tuhan?". "Aku mengetahui Tuhanku dengan Tuhanku ",jawab Dzunnun. "kalau tidak ada Tuhanku maka aku tidak akan tahu Tuhanku". Lebih jauh tentang ma'rifat ia memaparkan : "Orang yang paling tahu akan Allah adalah yang paling bingung tentang-Nya". "Ma'rifat bisa didapat dengan tiga cara: dengan melihat pada sesuatu bagaimana Dia mengaturnya, dengan melihat keputusan-keputusan-Nya, bagaimana Allah telah memastikannya. Dengan merenungkan makhluq, bagaimana Allah menjadikannya".&lt;br /&gt;Tentang cinta ia berkata : "Katakan pada orang yang memperlihatkan kecintaannya pada Allah, katakan supaya ia berhati-hati, jangan sampai merendah pada selain Allah!. Salah satu tanda orang yang cinta pada Allah adalah dia tidak punya kebutuhan pada selain Allah". "Salah satu tanda orang yang cinta pada Allah adalah mengikuti kekasih Allah Nabi Muhammad SAW dalam akhlak, perbuatan, perintah dan sunnah-sunnahnya". "Pangkal dari jalan (Islam) ini ada pada empat perkara: “cinta pada Yang Agung, benci kepada yang Fana, mengikuti pada Alquran yang diturunkan, dan takut akan tergelincir (dalam kesesatan)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Karomah Dzunnun al-Misri&lt;br /&gt;Imam al-Nabhani dalam kitabnya “Jami' al-karamaat “ mengatakan: “Diceritakan dari Ahmad bin Muhammad al-Sulami: “Suatu ketika aku menghadap pada Dzunnun, lalu aku melihat di depan beliau ada mangkuk dari emas dan di sekitarnya ada kayu menyan dan minyak Ambar. Lalu beliau berkata padaku "engkau adalah orang yang biasa datang ke hadapan para raja ketika dalam keadaan bergembira". Menjelang aku pamit beliau memberiku satu dirham. Dengan izin Allah uang yang hanya satu dirham itu bisa aku jadikan bekal sampai kota Balkh (kota di Iran).&lt;br /&gt;Suatu hari Abu Ja'far ada di samping Dzunnun. Lalu mereka berbicara tentang ketundukan benda-benda pada wali-wali Allah. Dzunnun mengatakan "Termasuk ketundukan adalah ketika aku mengatakan pada ranjang tidur ini supaya berjalan di penjuru empat rumah lalu kembali pada tempat asalnya". Maka ranjang itu berputar pada penjuru rumah dan kembali ke tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abdul Wahhab al-Sya'roni mengatakan: “Suatu hari ada perempuan yang datang pada Dzunnun lalu berkata "Anakku telah dimangsa buaya". Ketika melihat duka yang mendalam dari perempuan tadi, Dzunnun datang ke sungai Nil sambil berkata "Ya Allah… keluarkan buaya itu". Lalu keluarlah buaya, Dzunnun membedah perutnya dan mengeluarkan bayi perempuan tadi, dalam keadaan hidup dan sehat. Kemudian perempuan tadi mengambilnya dan berkata "Maafkanlah aku, karena dulu ketika aku melihatmu selalu aku merendahkanmu. Sekarang aku bertaubat kepada Allah SWT".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit kisah perjalanan hidup waliyullah, sufi besar Dzun Nun al-Misri yang wafat pada tahun 245 H. semoga Allah me-ridlai-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-6978026449112505919?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/HdahKNJhpu4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/6978026449112505919/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=6978026449112505919&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6978026449112505919?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6978026449112505919?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/HdahKNJhpu4/dzunnun-al-misry-sang-wali-yang-haus.html" title="DZUNNUN al-Misry (Sang wali yang haus hikmah)" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/dzunnun-al-misry-sang-wali-yang-haus.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUINR3Y6fyp7ImA9WxNUFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-6084143628886588405</id><published>2009-05-29T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-11-05T05:26:36.817-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-05T05:26:36.817-08:00</app:edited><title>Sekilas tentang Syekh Ahmad al-Tijani</title><content type="html">&lt;table id="post55072018" class="tborder" align="center" border="0" cellpadding="6" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td class="alt1" id="td_post_55072018" style="border-right: 1px solid rgb(209, 209, 225);"&gt;&lt;div id="post_message_55072018"&gt;&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt;   DR. KH. Ikyan Badruzzaman&lt;br /&gt;Sekilas tentang Syekh Ahmad al-Tijani&lt;br /&gt;Syekh Ahmad al-Tijani, dilahirkan pada tahun 1150 H. (1737 M.) di `Ain Madi, sebuah desa di Al-Jazair.&lt;br /&gt;Secara geneologis Syekh Ahmad al-Tijani memiliki nasab sampai kepada Rasulullah saw. lengkapnya adalah Abu al-Abbas Ahmad Ibn Muhammad Ibn Mukhtar Ibn Ahmab Ibn Muhammad Ibn Salam Ibn Abi al-Id Ibn Salim Ibn Ahmad al-`Alawi Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abd Jabbar Ibn Idris Ibn Ishak Ibn Zainal Abidin Ibn Ahmad Ibn Muhammad al-Nafs al-Zakiyyah Ibn Abdullah al-Kamil Ibn Hasan al-Musana Ibn Hasan al-Sibti Ibn Ali Ibn Abi Thalib, dari Sayyidah Fatimah al-Zahra putri Rasuluullah saw. Beliau wafat pada hari Kamis, tanggal 17 Syawal tahun 1230 H., dan dimakamkan di kota Fez Maroko.&lt;br /&gt;Biografi Syekh Ahmad al-Tijani&lt;br /&gt;• Fase menuntut Ilmu&lt;br /&gt;Sejak umur tujuh tahun Syekh Ahmad al-Tijani telah hafal al-Qur’an dan sejak kecil beliau telah mempelajari berbagai cabang ilmu seperti ilmu Usul, Fiqh, dan sastra. Dikatakan, sejak usia remaja, Syekh Ahmad al-Tijani telah menguasai dengan mahir berbagai cabang ilmu agama Islam, sehingga pada usia dibawah 20 tahun beliau telah mengajar dan memberi fatwa tentang berbagai masalah agama.&lt;br /&gt;• Fase Menuntut Ilmu Tasawuf&lt;br /&gt;Pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1171 H. Syekh Ahmad al-Tijani pindah ke kota Fez Maroko. untuk memperdalam ilmu tasawuf. Selama di Fez beliau menekuni ilmu tasawuf melalui kitab Futuhat al-Makiyyah, di bawah bimbingan al-Tayyib Ibn Muhammad al-Yamhalidan Muhammad Ibn al-Hasan al-Wanjali. Al-Wanjali mengatakan kepada Syekh Ahmad al-Tijani : اَنَّكَ تُدْرِكَ مَقَامَ الشَّاذِلِى “Engkau akan mencapai maqam kewalian sebagaimana maqam al-Syazili”” . Selanjutnya beliau menjumpai Syekh Abdullah Ibn Arabi al-Andusia, dan kepadanya dikatakan : “الله ُ يَأخُذُ بِـيَدِكَ. (Allah yang membimbingmu); “Kata-kata ini di ulang sampai tiga kali”. Kemudian beliau berguru kepada Syekh Ahmad al-Tawwasi, dan mendapat bimbingan untuk persiapan masa lanjut. Ia menyarankan kepada Syekh Ahmad al-Tijani untuk berkhalwat (menyendiri) dan berzikir (zikr) sampai Allah memberi keterbukaan (futuh). Kemudian ia mengatakan : “Engkau akan memperoleh kedudukan yang agung (maqam ‘azim)”.&lt;br /&gt;• Fase Pengidentifikasian Diri&lt;br /&gt;Ketika Syekh Ahmad al-Tijani memasuki usia 31 tahun, beliau mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah swt., melalui amalan beberapa thariqat. Thariqat pertama yang beliau amalkan adalah thariqat Qadiriyah, kemudian pindah mengamalkan thariqat Nasiriyah yang diambil dari Abi Abdillah Muhammad Ibn Abdillah, selanjutnya mengamalkan thariqat Ahmad al-Habib Ibn Muhammaddan kemudian mengamalkan thariqat Tawwasiyah. Setelah beliau mengamalkan beberapa thariqat tadi, kemudian beliau pindah ke Zawiyah (pesantren sufi) Syekh Abd al-Qadir Ibn Muhammad al-Abyadh.&lt;br /&gt;Pada tahun 1186 H. Beliau berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Ketika beliau tiba di Aljazair, beliau menjumpai Sayyid Ahmad Ibn Abd al-Rahman al-Azhari seorang tokoh thariqat Khalwatiah, dan beliau mendalami ajaran thariqat ini. Kemudian beliau berangkat ke Tunise dan menjumpai seorang Wali bernama Syekh Abd al-Samad al-Rahawi. Di kota ini beliau belajar thariqat sambil mengajar tasawuf. Diantara buku yang diajarkannya adalah kitab al-Hikam. Kemudian beliau pergi ke Mesir. Di negeri ini beliau menjumpai seorang sufi yang sangat terkenal pada waktu itu yakni Syekh Mahmud al-Kurdi, ia seorang tokoh thariqat khalwatiyah. Dari tokoh ini Syekh Ahmad al-Tijani menyempurnakan ajaran thariqat Kholwatiyahnya. Dalam perjumpaan pertama dengan Syekh Mahmud al-Kurdi, kepada Syekh ahmad al-Tijani dikatakan: (أنت محبوب عندالله في الدنيا والاخرة ) Engkau kekasih Allah di dunia dan di akherat” lalu ia Al-Tijani bertanya (من اين لك هدا ) “Dari mana pengetahuan ini ?” Jawab Al-Kurdi ( من الله ) “Dari Allah”.&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari Syekh Mahmud al-Kurdy bertanya kepada Syekh Ahmad : “(مامطلبك ؟) Apa cita-citamu ?” Jawab Syekh Ahmad Al-Tijani (مطلبي القطبانـية لعظمى) “Cita-cita saya menduduki maqam al-Qutbaniyah al-‘Udzma”. Jawab al-Kurdi (لك اكثرمنها ) “Bagimu lebih dari itu” Berkata Syekh Ahmad Al-Tijani (عليك) “Engkau yang menanggungnya ?” Jawab al-Kurdi (نعم) “Ya”. Pada bulan Syawwal tahun 1187 H. Sampailah beliau ke Makkah pada waktu itu di Makkah ada seorang wali bernama Syekh al-Imam Abi al-Abbas Sayyid Muhammad Ibn Abdillah al-Hindi. Sewaktu Syekh Ahmad al-Tijani berkunjung kepadanya, ia mengungkapkan kepada Syekh Ahmad al-Tijani melalui surat lewat khadamnya yang berbunyi :&lt;br /&gt;أنت وارث علمي واسرارى وموا هبي وانوارى Artinya : “Engkau pewaris ilmuku, rahasia-rahasiaku, karunia-karuniaku dan cahaya-cahayaku”&lt;br /&gt;Selesai melaksanakan ibadah haji, Syekh Ahmad al-Tijani terus berziarah ke makam Rasulullah saw., di Madinah. Di kota ini beliau menjumpai seorang wali Quthb Syekh Muhammad Ibn Abd al-Karim al-Saman. Dalam salah satu pertemuannya, dikatakan bahwa Syekh Ahmad al-Tijani akan mencapai maqam kewalian al-Quthb’ al-Jami’. Pertemuan Syekh Ahmad al-Tijani dengan para wali sebagaimana disebutkan di atas, menunjukan hampir semua wali yang dikunjunginya melihat dan meyakini bahwa Syekh Ahmad al-Tijani akan mencapai maqam kewalian yang tinggi lebih dari apa yang dicita-citakannya.&lt;br /&gt;Pada tahun 1196 H., tepatnya ketika Syekh Ahmad al-Tijani berusia 46 tahun, beliau pergi ke pedalaman Aljazair, yaitu Abu Samghun, yang terletak di padang Sahara. Disitu beliau melakukan khalwat (kehidupan menyendiri). Di tempat inilah beliau mengalami pembukaan besar (al-Fath al-Akbar), beliau bertemu dengan Rasulullah saw., dalam keadaan jaga (yaqzhah). Selanjutnya Syekh Ahmad al-Tijani ditalqin (dibimbing) istighfar 100 kali dan shalawat 100 kali, selanjutnya Rasulullah saw. bersabda kepada Syekh Ahmad Al-Tijani :&lt;br /&gt;لامنة لمخلوق عليك من مشايخ الطريق فانا واسطتك وممدك على التخقيق. فاترك عنك جميع ما احذت من جميع الطريق. الزم هذه الطريقة من غير خلوة ولااعتزال عن الخلق حتى تصل مقامك الذى وعدت به وانت على حالك من غير ضيق ولاحرج ولاكثرة مجاهدة واترك عنك جميع الاولياء.&lt;br /&gt;Artinya : “Tak ada karunia bagi seorang makhlukpun dari guru-guru thariqat atas kamu. Maka akulah wasithah (perantaramu) dan pemberi dan atau pembimbingmu dengan sebenar-benarnya (oleh karena itu), tinggalkanlah apa yang kamu telah ambil dari semua thariqat. Tekunilah thariqat ini tanpa khalwat dan tidak menjauh dari manusia sampai kamu mencapai kedudukan yang telah dijanjikannya padamu, dan kamu tetap di atas perihalmu ini tanpa kesempitan, tanpa susah-susah dan tidak banyak berpayah-payah, dan tinggalkanlah semua para Wali.”&lt;br /&gt;Dua macam wirid sebagaiman telah disebutkan di atas, yaitu : Istighfar 100 kali dan Shalawat 100 kali berjalan selama 4 tahun dan pada tahun 1200 H., wirid itu disempurnakan Rasulullah saw., dengan ditambah Hailallah (la Ilaha Illa Allah) 100 kali. Pada bulan Muharram tahun 1214 H. Syekh Ahmad al-Tijani mencapai maqam kewalian yang pernah dicita-citakannya yakni maqam al-Quthbaniyyat al-‘Udhma. Dan pada tanggal 18 Safar pada tahun yang sama Syekh Ahmad al-Tijani mendapat karunia dari Allah swt., memperoleh maqam tertinggi kewalian ummat Nabi Muhammad yakni maqam al-Khatm wal-Katm atau al-Qutb al-Maktum dan Khatm al-Muhammadiyy al-Ma’lum.&lt;br /&gt;Dan setiap tanggal dan bulan tersebut murid-murid Syekh Ahmad al-Tijani, di Indonesia misalnya mensyukuri melalui peringatan ‘Idul Khatmi Lil Qutbil Maktum Syekh Ahmad al-Tijani Ra. Seperti halnya kita berkumpul disini.&lt;br /&gt;• Fase Pengembangan Dakwah&lt;br /&gt;Di Maroko, Syekh Ahmad al-Tijani dan Maulay Sulaiman (penguasa Maroko) bekerjasama dalam memerangi khurafat yang menimbulkan kebodohan, kejumudan, dan kemalasan, sampai beliau dilantik sebagai anggota “Dewan Ulama”.&lt;br /&gt;Dalam keadaan masyarakat yang demikian rusak baik secara moral maupun akidah Syekh Ahmad al-Tijani menyatakan bahwa : “Pada umumnya masyarakat pada waktu itu melakukan ziarah kepada wali-wali Allah hanyalah untuk tujuan yang rusak (agrad fasidat) yakni hanya untuk mengharapkan kesenangan dan syahwat duniawi.” Dalam posisi inilah Syekh Ahmad al-Tijani menetapkan batasan yang sangat ketat kepada murid-muridnya dalam melakukan ziarah kepada wali-wali Allah swt., hal ini dimaksudkan untuk memelihara kemurnian akidah dan kelurusan ibadah.&lt;br /&gt;Upaya Syekh Ahmad al-Tijani dalam melakukan dakwah-dakwah Islam, selain melaksanakan kerjasama dengan Maulay Sulaiman, beliau juga aktif memimpin Zawiyah di kota Fez Maroko, sampai wafatnya pada Hari Kamis tanggal 17 bulan Syawwal tahun 1230 H. Di Kota ini beliau sering dikunjungi orang-orang dari seluruh Maroko ataupun negara-negara tetangganya, dan membina orang yang berminat mendalami ajarannya, sampai melantiknya sebagai pemuka Thariqat Tijaniyah (muqaddam) di daerah masing-masing. Sampai saat menjelang wafatnya Syekh Ahmad al-Tijani tidak pernah lalai dalam melaksanakan tugas dakwahnya, beliau selalu aktif memberi petunjuk dan bimbingan kepada ummat Islam, terutama dalam membina dan mengarahkan murid beliau melalui Zawiyah yang beliau dirikan maupun melalui surat-surat yang beliau kirim keberbagai lapisan masyarakat (fukoro, masakin, agniya, pedagang, fuqaha dan umaro).&lt;br /&gt;Berikut sebagian kutipan surat dakwah syekh Ahmad al-Tijani:&lt;br /&gt;“Saya berwasiat pada sendiri dan kalian semua dengan perkara yang telah diwasiatkan dan diperintahkan oleh Allah swt. Yaitu menjaga batas-batas agama, melaksanakan perintah ilahiyah dengan segenap kemampuan dan kekuatan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada jaman sekarang, sendi-sendi pokok agama ilahi telah rapuh dan ambruk. Baik secara langsung dan global ataupun secara perlahan-lahan dan rinci. Manusia lebih banyak tenggelam dalam urusan yang mengkhawatirkan, secara ukhrawi dan duniawinya. Mereka tersesat tidak kembali dan tertidur pulas tidak terjaga. Hal ini dikarenakan berbagai persoalan yang telah memalingkan hati dari Allah swt., dan aturan-aturan (perintah dan larangannya). Pada masa dan waktu kini sudah tidak ada seorangpun yang peduli untuk mejalankan dan memenuhi perintah-perintah Allah dan persoalan-persoalan agama yang lainnya. Kecuali orang yang benar-benar ma’rifat kepada-Nya paling tidak orang yang mendekati sifat tersebut.&lt;br /&gt;Wasiat ini dilatarbelakangi atas keprihatinan terhadap kemunduran ummat Islam, baik secara akidah maupun ibadah. Sikap ini menunjukan kepedulian Syekh Ahmad al-Tijani sebagai shahibut thariqah terhadap problematika ummat Islam.&lt;br /&gt;Pada bagian lain dikatakan : Hendaklah kamu sekalian berusaha membiasakan bersedekah setiap hari jika mampu. Meskipun sekedar uang recehan ataupun sesuap makanan, disamping tetap menjaga pelaksaan perkara-perkara fardu yang di wajibkan dalam harta benda, seperti zakat. Sesungguhnya pertolongan Allah swt., lebih dekat kepada mereka yang selalu mengerjakan dan menjaga kewajiban-kewajiban yang bersifat umum/kemasyarakatan.&lt;br /&gt;Pada bagian lain Syekh Ahmad al-Tijani mengatakan :&lt;br /&gt;“Hendaknya kamu sekalian selalu menjaga silaturahim/menyambung tali persaudaraan dengan norma-norma yang dapat membuat hati menjadi lapang dan menimbulkan rasa kasih sayang. Meskipun hanya menyediakan waktu luang dan memberikan salam. Jauhilah sebab-sebab yang menjadikan kebencian dan permusuhan di antara sanak saudara, atau perpecahan orang tua dan segala hal yang menyulut api dendam dalam relung hati sanak saudara”.&lt;br /&gt;“Hendaklah menjauhi segala pembicaraan yang mengorek aib dan kekurangan sesama muslim. Mereka yang gemar melakukan itu, Allah swt., akan membuka aib/cacat kekurangannya dan mengoyak kekurangan-kekurangan generasi setelahnya”. Wasiat ini menegaskan pentingnya membangun kepedulian sosial dan membangun keutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Pada dasarnya, Syekh Ahmad al-Tijani tidak menginginkan seorang sufi yang hanya memusatkan perhatiannya pada kontemplasi dan zikir, dan mengabaikan masalah kemasyarakatan. Sufi, sebagaimana ditegaskan dalam pengamalan thariqat tijaniyah, harus senantiasa aktif berjuang bersama masyarakat.&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas peran dakwah Syekh Ahmad al-Tijani. Lewat ajarannya, dapat dilihat bagaimana beliau memandang penting arti tampilnya seorang sufi/wali di tengah masyarakat, hal ini merupakan bentuk lain dari ketaatannya pada Allah dan Rasul-Nya. Pada masa modern ini, murid tarikat tijaniyah terus aktif melakukan dakwah Islam, di berbagai kawasan Afrika dan mereka mendirikan Zawiyah (Pesantren Sufi). Sampai sekarang mereka aktif mengembangkan dakwah Islam di Amerika, Perancis, dan Cina.&lt;br /&gt;Pada tahun 1987 , Syekh Idris al-‘Iraqi, (muqaddam zawiyah thariqat tijaniyah Fez, Maroko) berkunjung ke Indonesia, menurut pengakuannya sampai saat ini di Perancis, terdapat puluhan zawiyah (pesantren sufi) thariqat tijaniyah.&lt;br /&gt;Pada tahun 1985/1406 H., di Kota Fez, Maroko diselenggarakan muktamar thariqat tijaniyah dan dihadiri utusan dari 18 negara, seperti : Kerajaan Maroko, Pakistan, Tunisia, Mali, Mesir, Mauritania, Nigeria, Gana, Gambia, Gina, Pantai Gading, Sudan Senegal, Cina, Amerika Serikat, Perancis dan Indonesia. Utusan dari Indonesia adalah KH. Umar Baidhowi dan KH. Badri Masduqi. Pada pembukaan muktamar tersebut, Raja Hasan II (Raja Maroko) berkenan memberikan sambutan.&lt;br /&gt;Gambaran di atas menunjukan efektifitas metoda tarikat dalam pengembangan dakwah Islam.&lt;br /&gt;Demikianlah sekilas riwayat hidup Syekh Ahmad al-Tijani, semoga bermanfaat.  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- / message --&gt;                       &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;  &lt;td class="alt2" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225); border-width: 0px 1px 1px;"&gt;   &lt;img title="lumba2terbang is offline" class="inlineimg" src="http://www.kaskus.us/images/statusicon/user_offline.gif" alt="lumba2terbang is offline" border="0"&gt;                         &lt;/td&gt;    &lt;td class="alt1" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225) -moz-use-text-color; border-width: 0px 1px 1px 0px; font-size: 10px; font-weight: bold;" align="right"&gt;     &lt;!-- controls --&gt;                &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-6084143628886588405?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/kO0VJg2nA6k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/6084143628886588405/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=6084143628886588405&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6084143628886588405?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6084143628886588405?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/kO0VJg2nA6k/sekilas-tentang-syekh-ahmad-al-tijani.html" title="Sekilas tentang Syekh Ahmad al-Tijani" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/sekilas-tentang-syekh-ahmad-al-tijani.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMEQng-fyp7ImA9WxJREk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-7035596903177780815</id><published>2009-05-13T08:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T08:10:03.657-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-05-13T08:10:03.657-07:00</app:edited><title>Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi</title><content type="html">Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, namanya telah terpateri di hati sanubari pejuang Muslim yang memiliki jiwa patriotik dan heroik, telah terlanjur terpahat dalam sejarah perjuangan umat Islam karena telah mampu menyapu bersih, menghancurleburkan tentara salib yang merupakan gabungan pilihan dari seluruh benua Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon guna membangkitkan kembali ruh jihad atau semangat di kalangan Islam yang saat itu telah tidur nyenyak dan telah lupa akan tongkat estafet yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad saw., maka Salahuddinlah yang mencetuskan ide dirayakannya kelahiran Nabi Muhammad saw. Melalui media peringatan itu dibeberkanlah sikap ksatria dan kepahlawanan pantang menyerah yang ditunjukkan melalui "Siratun Nabawiyah". Hingga kini peringatan itu menjadi tradisi dan membudaya di kalangan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang sekali dunia menyaksikan sikap patriotik dan heroik bergabung menyatu dengan sifat perikemanusian seperti yang terdapat dalam diri pejuang besar itu. Rasa tanggung jawab terhadap agama (Islam) telah ia baktikan dan buktikan dalam menghadapi serbuan tentara ke tanah suci Palestina selama dua puluh tahun, dan akhirnya dengan kegigihan, keampuhan dan kemampuannya dapat memukul mundur tentara Eropa di bawah pimpinan Richard Lionheart dari Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah diingat, bahwa Perang Salib adalah peperangan yang paling panjang dan dahsyat penuh kekejaman dan kebuasan dalam sejarah umat manusia, memakan korban ratusan ribu jiwa, di mana topan kefanatikan membabi buta dari Kristen Eropa menyerbu secara menggebu-gebu ke daerah Asia Barat yang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Barat berkata, "Perang Salib merupakan salah satu bagian sejarah yang paling gila dalam riwayat kemanusiaan. Umat Nasrani menyerbu kaum Muslimin dalam ekspedisi bergelombang selama hampir tiga ratus tahun sehingga akhirnya berkat kegigihan umat Islam mereka mengalami kegagalan, berakibat kelelahan dan keputusasaan. Seluruh Eropa sering kehabisan manusia, daya dan dana serta mengalami kebangkrutan sosial, bila bukan kehancuran total. Berjuta-juta manusia yang tewas dalam medan perang, sedangkan bahaya kelaparan, penyakit dan segala bentuk malapetaka yang dapat dibayangkan berkecamuk sebagai noda yang melekat pada muka tentara Salib. Dunia Nasrani Barat saat itu memang dirangsang ke arah rasa fanatik agama yang membabi buta oleh Peter The Hermit dan para pengikutnya guna membebaskan tanah suci Palestina dari tangan kaum Muslimin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap cara dan jalan ditempuh", kata Hallam guna membangkitkan kefanatikan itu. Selagi seorang tentara Salib masih menyandang lambang Salib, mereka berada di bawah lindungan gereja serta dibebaskan dari segala macam pajak dan juga untuk berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter The Hermit sendiri memimpin gelombang serbuan yang kedua terdiri dari empat puluh ribu orang. Setelah mereka sampai ke kota Malleville mereka menebus kekalahan gelombang serbuan pertama dengan menghancurkan kota itu, membunuh tujuh ribu orang penduduknya yang tak bersalah, dan melampiaskan nafsu angkaranya dengan segala macam kekejaman yang tak terkendali. Gerombolan manusia fanatik yang menamakan dirinya tentara Salib itu mengubah tanah Hongaria dan Bulgaria menjadi daerah-daerah yang tandus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilamana mereka telah sampai ke Asia Kecil, mereka melakukan kejahatan-kejahatan dan kebuasan-kebuasan yang membuat alam semesta menggeletar" demikian tulis pengarang Perancis Michaud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang serbuan tentara Salib ketiga yang dipimpin oeh seorang Rahib Jerman, menurut pengarang Gibbon terdiri dari sampah masyarakat Eropa yang paling rendah dan paling dungu. Bercampur dengan kefanatikan dan kedunguan mereka itu izin diberikan guna melakukan perampokan, perzinaan dan bermabuk-mabukan. Mereka melupakan Konstantin dan Darussalam dalam kemeriahan pesta cara gila-gilaan dan perampokan, pengrusakan dan pembunuhan yang merupakan peninggalan jelek dari mereka atas setiap daerah yang mereka lalui" kata Marbaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang serbuan tentara Salib keempat yang diambil dari Eropa Barat, menurut keterangan penulis Mill "terdiri dari gerombolan yang nekat dan ganas. Massa yang membabi buta itu menyerbu dengan segala keganasannya menjalankan pekerjaan rutinnya merampok dan membunuh. Tetapi akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh tentara Hongaria yang naik pitam dan telah mengenal kegila-gilaan tentara Salib sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara Salib telah mendapat sukses sementara dengan menguasai sebagian besar daerah Syria dan Palestina termasuk kota suci Yerusalem. Tetapi Kemenangan-kemenangan mereka ini telah disusul dengan keganasan dan pembunuhan terhadap kaum Muslimin yang tak bersalah yang melebihi kekejaman Jengis Khan dan Hulagu Khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Stuart Mill ahli sejarah Inggris kenamaan, mengakui pembunuhan-pembunuhan massal penduduk Muslim ini pada waktu jatuhnya kota Antioch. Mill menulis: "Keluruhan usia lanjut, ketidakberdayaan anak-anak dan kelemahan kaum wanita tidak dihiraukan sama sekali oleh tentara Latin yang fanatik itu. Rumah kediaman tidak diakui sebagai tempat berlindung dan pandangan sebuah masjid merupakan pembangkit nafsu angkara untuk melakukan kekejaman. Tentara Salib menghancurleburkan kota-kota Syria, membunuh penduduknya dengan tangan dingin, dan membakar habis perbendaharaan kesenian dan ilmu pengetahuan yang sangat berharga, termasuk "Kutub Khanah" (Perpustakaan) Tripolis yang termasyhur itu. "Jalan raya penuh aliran darah, sehingga keganasan itu kehabisan tenaga," kata Stuart Mill. Mereka yang cantik rupawan disisihkan untuk pasaran budak belian di Antioch. Tetapi yang tua dan yang lemah dikorbankan di atas panggung pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat pertengahan abad ke-12 Masehi ketika tentara Salib mencapai puncak kemenangannya dan Kaisar Jerman, Perancis serta Richard Lionheart Raja Inggris telah turun ke medan pertempuran untuk turut merebut tanah suci Baitul Maqdis, gabungan tentara Salib ini disambut oleh Sultan Shalahuddin al Ayyubi (biasa disebut Saladin), seorang Panglima Besar Muslim yang menghalau kembali gelombang serbuan umat Nasrani yang datang untuk maksud menguasai tanah suci. Dia tidak saja sanggup untuk menghalau serbuan tentara Salib itu, akan tetapi yang dihadapi mereka sekarang ialah seorang yang berkemauan baja serta keberanian yang luar biasa yang sanggup menerima tantangan dari Nasrani Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Shalahuddin? Bagaimana latar belakang kehidupannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin dilahirkan pada tahun 1137 Masehi. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri yang namanya cukup tersohor, yakni Najamuddin al-Ayyubi. Di samping itu pamannya yang terkenal gagah berani juga memberi andil yang tidak kecil dalam membentuk kepribadian Shalahuddin, yakni Asaduddin Sherkoh. Kedua-duanya adalah pembantu dekat Raja Syria Nuruddin Mahmud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asaduddin Sherkoh, seorang jenderal yang gagah berani, adalah komandan Angkatan Perang Syria yang telah memukul mundur tentara Salib baik di Syria maupun di Mesir. Sherkoh memasuki Mesir dalam bulan Februari 1167 Masehi untuk menghadapi perlawanan Shawer seorang menteri khalifah Fathimiyah yang menggabungkan diri dengan tentara Perancis. Serbuan Sherkoh yang gagah berani itu serta kemenangan akhir yang direbutnya dari Babain atas gabungan tentara Perancis dan Mesir itu menurut Michaud memperlihatkan kehebatan strategi tentara yang bernilai tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Aziz Al Athir menulis tentang serbuan panglima Sherkoh ini sebagai berikut: "Belum pernah sejarah mencatat suatu peristiwa yang lebih dahsyat dari penghancuran tentara gabungan Mesir dan Perancis dari pantai Mesir, oleh hanya seribu pasukan berkuda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 Januari 1169 M Sherkoh sampai di Kairo dan diangkat oleh Khalifah Fathimiyah sebagai Menteri dan Panglima Angkatan Perang Mesir. Tetapi sayang, Sherkoh tidak ditakdirkan untuk lama menikmati hasil perjuangannya. Dua bulan setelah pengangkatannya itu, dia berpulang ke rahmatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Sherkoh, keponakannya Shalahuddin al-Ayyubi diangkat jadi Perdana Menteri Mesir. Tak seberapa lama ia telah disenangi oleh rakyat Mesir karena sifat-sifatnya yang pemurah dan adil bijaksana itu. Pada saat khalifah berpulang ke rahmatullah, Shalahuddin telah menjadi penguasa yang sesungguhnya di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Syria, Nuruddin Mahmud yang termasyhur itu meninggal dunia pada tahun 1174 Masehi dan digantikan oleh putranya yang berumur 11 tahun bernama Malikus Saleh. Sultan muda ini diperalat oleh pejabat tinggi yang mengelilinginya terutama (khususnya) Gumushtagin. Shalahuddin mengirimkan utusan kepada Malikus Saleh dengan menawarkan jasa baktinya dan ketaatannya. Shalahuddin bahkan melanjutkan untuk menyebutkan nama raja itu dalam khotbah-khotbah Jumatnya dan mata uangnya. Tetapi segala macam bentuk perhatian ini tidak mendapat tanggapan dari raja muda itu berserta segenap pejabat di sekelilingnya yang penuh ambisi itu. Suasana yang meliputi kerajaan ini sekali lagi memberi angin kepada tentara Salib, yang selama ini dapat ditahan oleh Nuruddin Mahmud dan panglimanya yang gagah berani, Jenderal Sherkoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nasihat Gumushtagin, Malikus Saleh mengundurkan diri ke kota Aleppo, dengan meninggalkan Damaskus diserbu oleh tentara Perancis. Tentara Salib dengan segera menduduki ibukota kerajaan itu, dan hanya bersedia untuk menghancurkan kota itu setelah menerima uang tebusan yang sangat besar. Peristiwa itu menimbulkan amarah Shalahuddin al-Ayyubi yang segera ke Damaskus dengan suatu pasukan yang kecil dan merebut kembali kota itu. Sultan Shalahuddin memanjatkan syukur yang dalam atas kegemilangan tersebut. Ia merebut salib yang mereka klaim sebagai salib Nabi Isa. Salib besar itu berhias emas, mutiara, dan permata. Dia bangun tenda besar dan dipasang di dalamnya singgasana raja berhias bunga-bunga di kedua sisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin mendudukkan para raja terbesar Salibis disamping kanan kirinya sesuai nomor urut mereka. Ia memberikan air es sebagai minum raja-raja tersebut. Namun saat raja Perancis Bernas merebut air itu dan hendak meminumnya, Shalahuddin naik darah dan berteriak lantang, “Aku tidak memberi minum kepadanya!! Karena aku tidak punya perjanjian dengannya!!” Karena kelaliman Bernas selama ini, Shalahuddin tidak memberi grasi kepadanya. Ditawarkannya untuk masuk Islam agar terhindar dari hukuman, namun Bernas menolaknya. Hingga akhirnya Shalahuddin memancung raja besar tersebut sambil berkata, “Aku adalah duta Rasulullah SAW untuk menolong umatnya.” Kepala Bernas dikirim ke setiap tenda tawanan musuh dan dikatakan pada mereka, “Ini sebab karena dulu ia melecehkan Rasulullah SAW.” Sebelumnya, saat mencegat dan menganiaya rombongan haji, Bernas pernah berkata, “Suruh Nabi kalian datang ke sini agar menolong kalian!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia berhasil menduduki Damaskus dia tidak terus memasuki istana rajanya Nuruddin Mahmud, melainkan bertempat di rumah orang tuanya. Umat Islam sebaliknya sangat kecewa akan tingkah laku Malikus Saleh dan mengajukan tuntutan kepada Shalahuddin untuk memerintah daerah mereka. Tetapi Shalahuddin hanya mau memerintah atas nama raja muda Malikus Saleh. Ketika Malikus Saleh meninggal dunia pada tahun 1182 Masehi, kekuasaan Shalahuddin telah diakui oleh semua raja-raja di Asia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadakanlah gencatan senjata antara Sultan Shalahuddin dan tentara Perancis di Palestina, tetapi menurut ahli sejarah Perancis Michaud: "Kaum Muslimin memegang teguh perjanjiannya, sedangkan golongan Nasrani memberi isyarat untuk memulai lagi peperangan." Berlawanan dengan syarat-syarat gencatan senjata, penguasa Nasrani Renanud atau Reginald dari Castillon menyerang suatu kafilah Muslim yang lewat di dekat istananya, membunuh sejumlah anggotanya dan merampas harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran peristiwa itu Sultan sekarang bebas untuk bertindak. Dengan siasat perang yang tangkas Sultan Shalahuddin mengurung pasukan musuh yang kuat itu di dekat bukit Hittin pada tahun 1187 M serta menghancurkannya dengan kerugian yang amat besar. Sultan tidak memberikan kesempatan lagi kepada tentara Nasrani untuk menyusun kekuatan kembali dan melanjutkan serangannya setelah kemenangan di bukit Hittin. Dalam waktu yang sangat singkat dia telah dapat merebut kembali sejumlah kota yang diduduki kaum Nasrani, termasuk kota-kota Naplus, Jericho, Ramlah, Caosorea, Arsuf, Jaffa dan Beirut. Demikian juga Ascalon telah dapat diduduki Shalahuddin sehabis pertempuran yang singkat yang diselesaikan dengan syarat-syarat yang sangat ringan oleh Sultan yang berhati mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Shalahuddin menghadapkan perhatian sepenuhnya terhadap kota Jerusalem yang diduduki tentara Salib dengan kekuatan melebihi enam puluh ribu prajurit. Ternyata tentara salib ini tidak sanggup menahan serbuan pasukan Sultan dan menyerah pada tahun 1193. Sikap penuh perikemanusiaan Sultan Shalahuddin dalam memperlakukan tentara Nasrani itu merupakan suatu gambaran yang berbeda seperti langit dan bumi, dengan perlakuan dan pembunuhan secara besar-besaran yang dialami kaum Muslimin ketika dikalahkan oleh tentara Salib sekitar satu abad sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan ahli sejarah Michaud, pada waktu Jerusalem direbut oleh tentara Salib pada tahun 1099 Masehi, kaum Muslimin dibunuh secara besar-besaran di jalan-jalan raya dan di rumah-rumah kediaman. Jerusalem tidak memiliki tempat berlindung bagi umat Islam yang menderita kekalahan itu. Ada yang melarikan diri dari cengkeraman musuh dengan menjatuhkan diri dari tembok-tembok yang tinggi, ada yang lari masuk istana, menara-menara, dan tak kurang pula yang masuk masjid. Tetapi mereka tidak terlepas dari kejaran tentara Salib. Tentara Salib yang menduduki masjid Umar di mana kaum Muslimin dapat bertahan untuk waktu yang singkat, mengulangl lagi tindakan-tindakan yang penuh kekejaman. Pasukan infanteri dan kavaleri menyerbu kaum pengungsi yang lari tunggang langgang. Di tengah-tengah kekacaubalauan kaum penyerbu itu yang terdengar hanyalah erangan dan teriakan maut. Pahlawan Salib yang berjasa itu berjalan menginjak-injak tumpukan mayat Muslimin, mengejar mereka yang masih berusaha dengan sia-sia melarikan diri. Raymond d' Angiles yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan bahwa di serambi masjid mengalir darah sampai setinggi lutut, dan sampai ke tali tukang kuda prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembelihan manusia biadab ini berhenti sejenak, ketika tentara Salib berkumpul untuk melakukan misa syukur atas kemenangan yang telah mereka peroleh. Tetapi setelah beribadah itu, mereka melanjutkan kebiadaban dengan keganasan. Semua tawanan kata Michaud, yang tertolong nasibnya karena kelelahan tentara Salib yang semula tertolong karena mengharapkan diganti dengan uang tebusan yang besar, semua dibunuh dengan tanpa ampun. Kaum Muslimin terpaksa menjatuhkan diri mereka dari menara dan rumah kediaman; mereka dibakar hidup-hidup, mereka diseret dari tempat persembunyiannya di bawah tanah; mereka dipancing dari tempat perlindungannya agar keluar untuk dibunuh di atas timbunan mayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cucuran air mata kaum wanita, pekikan anak-anak yang tak bersalah, bahkan juga kenangan dari tempat di mana Nabi lsa memaafkan algojo-algojonya, tidak dapat meredakan nafsu angkara tentara yang menang itu. Penyembelihan kejam itu berlangsung selama seminggu. Dan sejumlah kecil yang dapat melarikan diri dari pembunuhan jatuh menjadi budak yang hina dina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli sejarah Barat, Mill menambahkan pula: Telah diputuskan, bahwa kaum Muslimin tidak boleh diberi ampun. Rakyat yang ditaklukkan oleh karena itu harus diseret ke tempat-tempat umum untuk dibunuh hidup-hidup. Ibu-ibu dengan anak yang melengket pada buah dadanya, anak-anak laki-laki dan perempuan, seluruhnya disembelih. Lapangan-lapangan kota, jalan-jalan raya, bahkan pelosok-pelosok Jerusalem yang sepi telah dipenuhi oleh bangkai-bangkai mayat laki-laki dan perempuan, dan anggota tubuh anak-anak. Tiada hati yang menaruh belas kasih atau teringat untuk berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rangkaian riwayat pembantaian secara masal kaum Muslimin di Jerusalem sekira satu abad sebelum Sultan Shalahuddin merebut kembali kota suci, di mana lebih dari tujuh puluh ribu umat Islam yang tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ketika Sultan Shalahuddin merebut kembali kota Jerusalem pada tahun 1193 M, dia memberi pengampunan umum kepada penduduk Nasrani untuk tinggal di kota itu. Hanya para prajurit Salib yang diharuskan meninggalkan kota dengan pembayaran uang tebusan yang ringan. Bahkan sering terjadi bahwa Sultan Shalahuddin yang mengeluarkan uang tebusan itu dari kantongnya sendiri dan diberikannya pula kemudian alat pengangkutan. Sejumlah kaum wanita Nasrani dengan mendukung anak-anak mereka datang menjumpai Sultan dengan penuh tangis seraya berkata: Tuan saksikan kami berjalan kaki, para istri serta anak-anak perempuan para prajurit yang telah menjadi tawanan Tuan, kami ingin meninggalkan negeri ini untuk selama-lamanya. Para prajurit itu adalah tumpuan hidup kami. Bila kami kehilangan mereka akan hilang pulalah harapan kami. Bilamana Tuan serahkan mereka kepada kami mereka akan dapat meringankan penderitaan kami dan kami akan mempunyai sandaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Shalahuddin sangat tergerak hatinya dengan permohonan mereka itu dan dibebaskannya para suami kaum wanita Nasrani itu. Mereka yang berangkat meninggalkan kota, diperkenankan membawa seluruh harta bendanya. Sikap dan tindakan Sultan Shalahuddin yang penuh kemanusiaan serta dari jiwa yang mulia ini memperlihatkan suasana kontras yang sangat mencolok dengan penyembelihan kaum Muslimin di kota Jerusalem dalam tangan tentara Salib satu abad sebe1umnya. Para komandan pasukan tentara Shalahuddin saling berlomba dalam memberikan pertolongan kepada tentara Salib yang telah dikalahkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelarian Nasrani dari kota Jerusalem itu tidaklah mendapat perlindungan oleh kota-kota yang dikuasai kaum Nasrani. Banyak kaum Nasrani yang meninggalkan Jerusalem, kata Mill, pergi menuju Antioch, tetapi panglima Nasrani Bohcmond tidak saja menolak memberikan perlindungan kepada mereka, bahkan merampasi harta benda mereka. Maka pergilah mereka menuju ke tanah kaum Muslimin dan diterima di sana dengan baik. Michaud mcmberikan keterangan yang panjang lebar tentang sikap kaum Nasrani yang tak berperikemanusiaan ini terhadap para pelarian Nasrani dari Jerusalem. Tripoli menutup pintu kotanya dari pengungsi ini, kata Michaud. Seorang wanita karena putus asa melemparkan anak bayinya ke dalam laut sambil menyumpahi kaum Nasrani yang menolak untuk memberikan pertolongan kepadanya, kata Michaud. Sebaliknya Sultan Shalahuddin bersikap penuh timbang rasa terhadap kaum Nasrani yang ditaklukkan itu. Sebagai pertimbangan terhadap perasaan mereka, dia tidak memasuki Jerusalem sebelum mereka meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jerusalem Sultan Shalahuddin mengarahkan pasukannya ke kota Tyre, di mana tentara Salib yang tidak tahu berterima kasih terhadap Sultan Shalahuddin yang telah mengampuninya di Jerusalem, menyusun kekuatan kembali untuk melawan Sultan. Sultan Shalahuddin menaklukkan sejumlah kota yang diduduki oleh tentara Salib di pinggir pantai, termasuk kota Laodicea, Jabala, Saihun, Becas, dan Debersak. Sultan telah melepas hulu balang Perancis bernama Guy de Lusignan dengan perjanjian, bahwa dia harus segera pulang ke Eropa. Tetapi tidak lama setelah pangeran Nasrani yang tak tahu berterima kasih ini mendapatkan kebebasannya, dia mengingkari janjinya dan mengumpulkan suatu pasukan yang cukup besar dan mengepung kota Ptolemais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuhnya Jerusalem ke tangan kaum Muslimin menimbulkan kegusaran besar di kalangan dunia Nasrani. Sehingga mereka segera mengirimkan bala bantuan dari seluruh pelosok Eropa. Kaisar Jerman dan Perancis serta raja Inggris Richard Lion Heart segera berangkat dengan pasukan yang besar untuk merebut tanah suci dari tangan kaum Muslimin. Mereka mengepung kota Akkra yang tidak dapat direbut selama berapa bulan. Dalam sejumlah pertempuran terbuka, tentara Salib mengalami kekalahan dengan meninggalkan korban yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang harus dihadapi Sultan Shalahuddin ialah berupa pasukan gabungan dari Eropa. Bala bantuan tentara Salib mengalir ke arah kota suci tanpa putus-putusnya, dan sungguh pun kekalahan dialami mereka secara bertubi-tubi, namun demikian tentara Salib ini jumlah semakin besar juga. Kota Akkra yang dibela tentara Islam berbulan-bulan lamanya menghadapi tentara pilihan dari Eropa, akhirnya karena kehabisan bahan makanan terpaksa menyerah kepada musuh dengan syarat yang disetujui bersama secara khidmat, bahwa tidak akan dilakukan pembunuhan-pembunuhan dan bahwa mereka diharuskan membayar uang tebusan sejumlah 200.000 emas kepada pimpinan pasukan Salib. Karena kelambatan dalam suatu penyelesaian uang tebusan ini, Raja Richard Lionheart menyuruh membunuh kaum Muslimin yang tak berdaya itu dengan dan hati yang dingin di hadapan pandangan mata saudara sesama kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Raja Inggris ini tentu saja sangat menusuk perasaan hati Sultan Shalahuddin. Dia bernadzar untuk menuntut bela atas darah kaum Muslimin yang tak bersalah itu. Dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang 150 mil garis pantai, Sultan Shalahuddin memberikan pukulan-pukulan yang berat terhadap tentara Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Richard Raja Inggris yang berhati singa itu mengajukan permintaan damai di Ramla yang diterima oleh Sultan, di mana Jerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka kepada para peziarah Kristen. Raja itu merasakan bahwa yang dihadapinya adalah seorang yang berkemauan baja dan tenaga yang tak terbatas serta menyadari betapa sia-sianya melanjutkan perjuangan terhadap orang yang demikian itu. Dalam bulan September 1192 Masehi dibuatlah perjanjian perdamaian. Tentara Salib itu meninggalkan tanah suci dengan ransel dengan barang-barangnya kembali menuju Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berakhirlah dengan demikian serbuan tentara Salib itu tulis Michaud di mana gabungan pasukan pilihan dari Barat merebut kemenangan tidak lebih daripada kejatuhan kota Akkra dan kehancuran kota Askalon. Dalam pertempuran itu Jerman kehilangan seorang kaisarnya yang besar beserta kehancuran tentara pilihannya. Lebih dari enam ratus ribu orang pasukan Salib mendarat di depan kota Akkra dan yang kembali pulang ke negerinya tidak lebih dari seratus ribu orang. Dapatlah dipahami mengapa Eropa dengan penuh kesedihan menerima hasil perjuangan tentara Salib itu, oleh karena yang turut dalam pertempuran terakhir adalah tentara pilihan. Bunga kesatria Barat yang menjadi kebanggaan Eropa telah turut dalam pertempuran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Shalahuddin mengakhiri sisa-sisa hidupnya dengan kegiatan-kegiatan bagi kesejahteraan masyarakat dengan membangun rumah sakit, sekolah-sekolah, perguruan-perguruan tinggi serta masjid-masjid di seluruh daerah yang diperintahnya. Dalam kemiliteran Sholahuddin dikagumi ketika Richard cedera, Shalahuddin menawarkan pengobatan di saat perang di mana pada saat itu ilmu kedokteran kaum Muslim sudah maju dan dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sayang, dia tidaklah ditakdirkan untuk lama merasakan nikmat perdamaian. Beberapa bulan kemudian dia pulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Maret tahun 1193. "Hari itu merupakan hari musibah besar, yang belum pernah dirasakan oleh dunia Islam dan kaum Muslimin, semenjak mereka kehilangan Khulafa Ar-Rasyidin" demikian tulis seorang penulis Islam. Kalangan Istana seluruh daerah kerajaan berikut seluruh umat Islam tenggelam dalam lautan duka nestapa. Seluruh isi kota mengikuti usungan jenazahnya ke kuburan dengan penuh kesedihan dan tangisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah berakhirnya kehidupan Sultan Shalahuddin, seorang raja yang sangat dalam perikemanusiaannya dan tak ada tolok bandingannya, jiwa kepahlawanan yang dimilikinya dalam sejarah kemanusiaan. Dalam pribadinya, Allah telah melimpahkan hati seorang Muslim yang penuh kasih sayang terhadap kemanusiaan dicampur dengan sangat harmonis dengan keperkasaan seorang genius dalam medan pertempuran. Utusan yang menyampaikan berita kematiannnya itu ke Baghdad membawa serta baju perangnya, kudanya, uang sebanyak satu dinar dan 36 dirham sebagai milik pribadinya yang masih ketinggalan. Orang yang hidup satu zaman dengannya, serta segenap ahli sejarah sama sependapat bahwa Sultan Shalahuddin adalah seorang yang sangat lemah lembut hatinya, ramah tamah, sabar, seorang sahabat yang baik dari kaum cendekiawan dan golongan ulama yang diperlakukannya dengan rasa hormat yang mendalam serta dengan penuh kebajikan. "Di Eropa" tulis Philip K Hitti, dia telah menyentuh alam khayalan para penyanyi maupun para penulis novel zaman sekarang, dan masih tetap dinilai sebagai suri teladan kaum kesatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melapangkan kuburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalahuddin al-Ayyubi, oleh Kwaja Jamil Ahmad (Lihat: Suara Masjid No. 91, Jumadil Akhir-Rajab 1402 H/April 1982 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Preaching of Islam, oleh Thomas W. Arnold.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-7035596903177780815?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/B4AcHR0YrR4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="related" href="http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=624" title="Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/7035596903177780815/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=7035596903177780815&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7035596903177780815?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7035596903177780815?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/B4AcHR0YrR4/sultan-shalahuddin-al-ayyubi.html" title="Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/05/sultan-shalahuddin-al-ayyubi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQFRHs6cCp7ImA9WxVXFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-9207263475252228144</id><published>2009-02-14T23:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T23:35:15.518-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-02-14T23:35:15.518-08:00</app:edited><title>Hikmah: Rendahkan Hati, Tinggikan Harga Diri</title><content type="html">Seharusnya seorang mukmin itu ibarat padi. Makin berisi makin merunduk. alam itu Umar bin Abdul Aziz sedang berada di kediamannya. Khalifah kaum Muslimin yang keadilannya dikenal hingga kini itu, sedang menulis. Tiba-tiba terdengar pintu diketuk. Seorang tamu masuk dan berbincang dengan sang khalifah. Saat itulah lampu yang berada di atas meja Umar redup dan sepertinya kehabisan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang tamu buru-buru bangkit dari duduknya dan berkata, “Biar saya yang memperbaikinya.” Maksudnya, mengisi ulang minyak bakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menyuruh tamu, bukanlah perbuatan mulia,” ujar Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, kubangunkan pembantumu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia baru saja tidur,” jawab Umar. Ia pun segera bangkit dari duduknya dan mengisi minyak lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau sendiri melakukannya, wahai &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1234683178_1"&gt;Amirul&lt;/span&gt; Mukminin?” tanya sang tamu heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku melakukannya atau tidak, tetap saja aku Umar. Tak ada yang berkurang dariku. Sebaik-baik orang adalah yang tawadhu di sisi Allah,” jawab Umar.&lt;br /&gt;Penggalan kisah itu hanyalah salah satu episode dari kehidupan Umar bib Abdul Aziz. Selain dikenal adil, ia juga mengajarkan dan mempraktikkan sikap tawadhu. Seperti kisah di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang Mukmin, sikap tawadhu menjadi modal merengkuh kesuksesan: dunia dan akhirat. Al-Qur’an banyak merekam nasib sosok-sosok sombong yang akhir hayatnya terjerumus pada kehinaan. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1234683178_2"&gt;Iblis&lt;/span&gt; adalah contoh konkret dari sosok yang memiliki sifat takabbur. Dengan sombongnya ia mengaku di hadapan Allah bahwa dia lebih baik dari Adam. Ia mengatakan bahwa api lebih baik daripada tanah. Dengah demikian, ia menganggap dirinya lebih mulia, dan akhirnya merendahkan orang lain. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1234683178_3"&gt;Sikap&lt;/span&gt; iblis inilah yang mengundang murka Allah dan akhirnya mengenyahkannya dari surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah manusia, Fir’aun adalah sosok yang sangat sombong. Ia pernah memerintahkan teknokrat pribadinya, Haman, untuk membuat bangunan tinggi agar sampai ke pintu-pintu langit dan dapat melihat Tuhan Musa. Allah berfirman, “Dan berkatalah Fir’aun, ‘Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta,” (QS al-Mukmin: 36-37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadhu’ berarti menghargai orang lain. Sikap menghargai orang lain merupakan sifat terpuji. Kita menganggap bahwa orang lain lebih baik, lebih benar dan lebih mulia. Tentu, penghargaan dan pengagungan yang proporsional. Bukan taklid buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah orang yang sangat menghargai prestasi dan pendapat para sahabat dan pengikutnya. Menjelang &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1234683178_4"&gt;Perang Badar&lt;/span&gt;, ia mengalahkan pendapatnya dan menerima ide Hubbab bin Mundzir untuk menentukan strategi perang. Pada &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1234683178_5"&gt;Perang Uhud&lt;/span&gt;, ia menerima pendapat para sahabatnya yang ingin menyongsong lawan di medan perang, berlawanan dengan pendapatnya sendiri yang ingin menanti musuh di dalam kota. Usul Salman al-Farisi untuk menggali parit dalam Perang Khandaq, diterima dengan baik oleh Rasulullah saw. Dengan rendah hati Nabi saw menerima pendapat para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurahman bin Auf, seorang sahabat Rasulullah saw yang kaya sehingga para sejarawan menjulukinya dengan Si Tangan Emas, tak pernah membedakan dirinya dengan budak. Ketika ia sedang berada di tengah para sahayanya, orang-orang sulit membedakan, mana Abdurahman dan mana budaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah sangat suka terhadap orang yang merendah di hadapan-Nya, sehingga diangkatlah derajat kemuliaannya ke tingkat yang sangat tinggi di hadapan semua makhluk. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk,” (QS al-Bayyinah: 7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya betapa Allah sangat murka terhadap orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS an-Nisa: 36). &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1234683178_6"&gt;Surga&lt;/span&gt; pun mengharamkan dirinya untuk dimasuki oleh orang-orang yang di qalbunya terdapat kesombongan walau hanya sebesar debu. Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, walaupun seberat biji sawi,” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia hidup sukses atau hina, tidak terlepas dari seberapa mampu seseorang menempatkan dirinya sendiri di hadapan Allah SWT. Tawadhu, inilah kunci bagi siapa saja yang ingin memiliki pribadi unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan lebih cepat berhasil jika ia mempunyai sifat tawadhu. Kunci terpenting untuk sukses adalah kesanggupan menyerap ilmu dan kemampuan mendengar serta menimba ilmu dari orang lain. Hal ini akan membuat kita semakin cepat melesat dibandingkan dengan orang-orang sombong, merasa pandai sendiri, mengganggap cukup dengan ilmu yang dimilikinya. Biasanya, orang seperti ini akan merasa dirinya tak lagi membutuhkan pendapat, pandangan, dan visi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, makhluk serba terbatas. Bahkan, hanya untuk melihat kotoran di mata atau hidung sendiri, kita tak mampu. Kita membutuhkan cermin dan alat bantu agar bisa menguji semua yang kita miliki atau melengkapi yang belum kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus menjadi orang yang “tamak” terhadap ilmu, serakah terhadap pengalaman dan wawasan. Setiap bertemu dengan orang lain, lihatlah kelebihannya, simaklah kemampuannya, ambillah ilmunya. Hal ini takkan menjadikan orang tersebut bangkrut dan tidak memiliki kelebihan lagi. Sebaliknya, kemampuan orang yang kita mintai ilmunya akan semakin berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tawadhu sangat erat kaitannya dengan sifat ikhlas. Rangkuman keikhlasan seorang hamba ada pada ketawadhuan. Orang yang tawadhu, menanamkan keikhlasan dan bersarang di hatinya. Karena, ketawadhu’an lebih berfungsi horisontal. Tawadhu’ banyak berhubungan dengan manusia secara sosial. Sedangkan ikhlas, lebih bersifat vertikal, langsung pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang belum dikatakan tawadhu kecuali jika telah melenyapkan kesombongan yang ada dalam dirinya. Semakin kecil sifat kesombongan dalam diri seseorang, semakin sempurnalah ketawadhuannya. Allah berfirman, “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-Ku, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya,” (QS al-A’raaf: 146).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawadhu adalah salah satu akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang bersikap tawadhu karena mencari ridha Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barangsiapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya. Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi,” (HR al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, kini kesombongan menjadi “pakaian” yang dikenakan banyak orang. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1234683178_7"&gt;Suka&lt;/span&gt; membanggakan diri, merasa tinggi melebihi orang di sekitarnya, merasa orang lain membutuhkannya, suka memamerkan apa yang dimilikinya, dan tidak mau menyapa lebih dahulu menjadi fenomena yang mudah dilihat di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepi Andi [sabili]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-9207263475252228144?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/BIlN4B7CLrc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/9207263475252228144/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=9207263475252228144&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/9207263475252228144?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/9207263475252228144?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/BIlN4B7CLrc/hikmah-rendahkan-hati-tinggikan-harga.html" title="Hikmah: Rendahkan Hati, Tinggikan Harga Diri" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/02/hikmah-rendahkan-hati-tinggikan-harga.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0IEQHk7fip7ImA9WxVQEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4546302209123307521</id><published>2009-01-29T17:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T17:38:21.706-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-29T17:38:21.706-08:00</app:edited><title>Dosa 5 Thn sekali</title><content type="html">INTERMEZO       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Dipagi itu Si Mui ketemu Si Dul diwarung kopi. Kemudian mereka&lt;br /&gt;             berbincang-bincang dengan hangat.&lt;br /&gt;             "Dul, tahukah kamu dosa yang 5 thn sekali itu?Tanya Si mui.&lt;br /&gt;             "Aku tidak tahu. Emang apa itu Mui? Kata Si Dul&lt;br /&gt;             "Yaitu GOLPUT Dul". Jawab Si Mui.&lt;br /&gt;             Si Dul terdiam sejenak kemudian bicara sama Si Mui&lt;br /&gt;             " Jangankan yang 5 thn sekali, dosa yang setiap hari saja&lt;br /&gt;             tidak pernah aku pikirin". Kata Si DUl dengan Enteng.&lt;br /&gt;             Si Mui cuman melongo kaya sapi ompong mendengar&lt;br /&gt;             ucapan Si Dul.&lt;br /&gt;             Kemudian ada yang menyela omongan Si Mui.&lt;br /&gt;             "Bener Dul. Lha wong si GISLATIF  aja yang banyak korupsinya&lt;br /&gt;             tenang-tenang saja." Kok Si Mui tidak ceramah saja di gedung maksiat&lt;br /&gt;             di DPR_MPR saja?".&lt;br /&gt;             Lagi-lagi Si Mui cuman diem seribu hadist.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4546302209123307521?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/Lm17NaB4wEc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4546302209123307521/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4546302209123307521&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4546302209123307521?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4546302209123307521?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/Lm17NaB4wEc/dosa-5-thn-sekali.html" title="Dosa 5 Thn sekali" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/01/dosa-5-thn-sekali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDSXcyfSp7ImA9WxVQEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-8975097651070661597</id><published>2009-01-24T23:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T17:41:18.995-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-29T17:41:18.995-08:00</app:edited><title>Sholat orang Islam dan Sembahyang orang Hindu dan Budha</title><content type="html">Seringkali aku mendengar ucapan seseorang tentang sholat yang mengatakan "sholatlah seakan akan tuhan di depan" Astagfirullah. Ucapan semacam ini mungkin banyak yang kita di dengar di sekeliling kita. Ucapan yang tidak berlandaskan tauhid. Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tauhid, Allah itu dzat bukan sifat. Sedangkan dzat tidak memerlukan tempat. sedangkan sifat memerlukan tempat.&lt;br /&gt;Sesuatu yang memerlukan tempat adalah makhluk.&lt;br /&gt;Kalau tuhan seakan-akan di depan, berarti akal pikiran kita bisa menjangkau seberapa besar dzat Allah karena kita bisa membayangkan tuhan ada didepan kita.&lt;br /&gt;Jagad raya ini saja yang masih makhluk tidak bisa di jangkau akal pikiran manusia, apalagi yang membuat jagad raya ini.&lt;br /&gt;Allah Maha Besar atas segala sesuatu yang ada termasuk jagad raya ini. Jadi sangat mustahil Allah Yang Maha Besar menempati jagad raya yang kecil.&lt;br /&gt;Lihatlah cara sembahyangnya orang hindu dan budha, mereka menyembah tuhan yang ada didepan mereka yang mereka wujudkan dalam patung. Mustahil bagi mereka menyembah yang di belakang, samping kiri dan kanan mereka.&lt;br /&gt;Sedangka sholat yang seakan akan tuhan di depan itu sama saja dengan mereka, sebab kita telah mewujudkan dalam pikiran dan khayalan.&lt;br /&gt; Apakah kita akan sama dengan sholat sebagaimana sembahyang orang hindu dan budha tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sholatlah seakan-akan kita melihat Allah, ataupun kita tidak bisa melihat Allah yakinlah Allah melihat kita"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-8975097651070661597?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/ajS6fPWLk_w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/8975097651070661597/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=8975097651070661597&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/8975097651070661597?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/8975097651070661597?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/ajS6fPWLk_w/sholat.html" title="Sholat orang Islam dan Sembahyang orang Hindu dan Budha" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2009/01/sholat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYFR3c_eCp7ImA9WxRWGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4840990604282176078</id><published>2008-11-05T20:01:00.001-08:00</published><updated>2008-11-05T20:01:56.940-08:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-05T20:01:56.940-08:00</app:edited><title>Masuk sorga dan neraka karena seekor lalat</title><content type="html">Al kisah jaman dahulu ada dua orang yang suka berkelana. Hingga suatu hari mereka sampai pada suatu daerah yang mana mereka harus mempersembahkan korban untuk berhala mereka untuk melanjutkan perjalanan. Kalau tidak mempersembahkan korban mereka akan di bunuh sebagai korban untuk berhala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari mereka adalah orang yang takut sekali dengan kematian. Sedangkan yang satunya tidak. Karena kebingungan untuk mendapatkan korban persembahan untuk berhala, akhirnya yang takut mati itu menangkap seekor lalat untuk di persembahkan. Setelah itu kaum tersebut mengijinkannya untuk melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang satunya tetap pada pendiriannya tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun meski seekor lalat untuk berhala mereka. Karena meskipun hanya dengan seekor lalat itu sudah termasuk menyekutukan Allah. Akhirnya kaum tersebut membunuh orang yang tidak mempersembahkan sesuatu kepada berhala mereka. Orang tadi akhirnya syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temannya yang melanjutkan perjalanan tadipun akhirnya mati di tengah jalan karena di patuk ular. Sedangkan kematiannya itu dalam keaadaan musyrik. Naudzubillah min dzalik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4840990604282176078?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/qQsHVGNhufQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4840990604282176078/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4840990604282176078&amp;isPopup=true" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4840990604282176078?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4840990604282176078?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/qQsHVGNhufQ/masuk-sorga-dan-neraka-karena-seekor.html" title="Masuk sorga dan neraka karena seekor lalat" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/11/masuk-sorga-dan-neraka-karena-seekor.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8AQH0-fSp7ImA9WxdbGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-5008779634095739198</id><published>2008-08-16T00:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-16T01:04:01.355-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-16T01:04:01.355-07:00</app:edited><title>Hikmah: Kuku, Gigi, dan Cinta Seorang Perempuan</title><content type="html">eramuslim - “Cinta laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan (sayangnya) rentan, sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan di atas terilhami melalui sebuah dialog dalam adegan film “Bulan Tertusuk Ilalang” karya Garin Nugroho. Betapa menakjubkan. Dan kalimat itu mengingatkan saya pada kenangan tentang sahabat saya dan mamanya ketika masa-masa SMP-SMU dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, nyaris setiap hari saya main ke rumahnya yang jauh di selatan kota. Saya tahu dia anak orang kaya. Papanya, pimpinan sebuah instansi pemerintah terkemuka di kota saya dan mamanya adalah ibu rumah tangga biasa. Saya tak heran mendapati barang-barang bagus dan bermerk di rumahnya yang masih dalam tahap renovasi. Sofa yang empuk, televisi yang besar. Saya hanya bisa berdecak kagum sekaligus iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, lama-lama saya menyadari bahwa isi rumah itu makin kosong dari hari ke hari. Perabotan yang satu per satu lenyap dan televisi yang ‘mengkerut’ dari 29 inchi ke 14 inchi. Perubahan paling mencolok adalah wajah mama sahabat saya. Suatu saat ketika ia berbicara, tak sengaja saya dapati suatu kenyataan bahwa mama sahabat saya itu kini ompong! Kira-kira 2-3 gigi depannya hilang entah kemana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak berani –lebih tepatnya tak tega – untuk bertanya. Saya juga tak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan sendiri. Yang jelas, sebuah suara, jauh di lubuk hati saya bergema : “Sesuatu yang buruk telah terjadi di rumah itu!”&lt;br /&gt;Benarlah, tanpa diminta akhirnya sahabat saya datang berkunjung ke rumah saya. Setengah berbisik, ia bercerita bahwa papanya selingkuh dengan perempuan lain dan karenanya, nyaris tak pernah pulang ke rumah. Dan ini bukan main-main, perempuan itu hamil dan menuntut pertanggung jawaban papanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan emosi ia bercerita bahwa papanya mengajaknya ke rumah perempuan itu dan meminta sahabat saya untuk memanggilnya dengan sebutan “Mama”. Sebuah permintaan menyakitkan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh sahabat saya. “Mamaku cuma satu” tangkisnya tegar saat itu. Dan misteri tentang gigi mamanya yang tiba-tiba ompong, barang-barang mewah dan perabot yang satu per satu menghilang dari rumahnya pun terkuak sudah. Semuanya adalah akibat ulah papanya jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setengah frustasi ia mengadu pada saya bahwa ia harus menanggung semua beban berat itu sendirian karena kakak satu-satunya yang kuliah di luar kota tak peduli dan tak mau memikirkan masalah itu. Mamanya pun –yang lemah lembut— tak bisa berbuat banyak dengan kelakuan suaminya. Ia cuma bisa pasrah, gigi yang ompong itu buktinya. Dan saya? Hanya doa dan motivasi yang bisa saya berikan agar sahabat saya itu tabah dan tak putus berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh sekarang, setelah lama peristiwa itu berlalu, doa sahabat saya pun dijawab oleh Tuhan. Ketika itu menjelang kelulusan SMU, ia bercerita pada saya bahwa papanya sudah ‘sembuh’, bertobat, dan kembali ke pangkuan istri dan anak-anaknya. Nasib the other women itu entah bagaimana. Sampai di sini persoalan beres. Dan saya takjub mendengarnya, senang sekaligus heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin masalah pelik ini bisa selesai semudah itu? Nurani keadilan saya berontak. Saya tak habis pikir, betapa mudahnya mama sahabat saya itu memaafkan dan menerima kembali suaminya setelah semua yang dilakukannya. Lelaki itu tak cuma berkhianat, tapi juga menyakiti fisiknya, merontokkan gigi-gigi depannya, tak menafkahi anak-anaknya dan nyaris mengosongkan isi rumahnya. Dan ia memaafkannya begitu saja. Sebuah kenyataan yang ternyata banyak juga saya temui di masyarakat kita. Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan mudah, hanya dengan kata maaf. Mungkin inilah yang disebut orang sebagai “CINTA”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa sahabat saya adalah laki-laki dengan cinta sebesar gunung, dan ketika ia meletus, laharnya meluap kemana-mana, menghanguskan apa saja, melukai fisik dan terutama hati dan jiwa istri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama sahabat saya adalah perempuan dengan cinta sebesar kuku. Memang cuma seujung jari, tapi cinta itu terus tumbuh, tak peduli jika kuku itu dipotong, bahkan jika jari itu cantengan dan sang kuku terpaksa harus dicabut, meski sakitnya tak terkira, kuku itu akan tetap tumbuh dan tumbuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cinta yang mengagumkan dari seorang perempuan yang saya yakin tak cuma dimiliki oleh mama sahabat saya itu. Cinta yang terwujud dalam sebuah tindakan agung : “Memaafkan”. Sebuah tindakan yang butuh kekuatan besar, butuh energi banyak, yang anehnya banyak dimiliki oleh makhluk (yang katanya) lemah bernama perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-5008779634095739198?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/dzGIhiikUBY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/5008779634095739198/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=5008779634095739198&amp;isPopup=true" title="5 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/5008779634095739198?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/5008779634095739198?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/dzGIhiikUBY/hikmah-kuku-gigi-dan-cinta-seorang.html" title="Hikmah: Kuku, Gigi, dan Cinta Seorang Perempuan" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/08/hikmah-kuku-gigi-dan-cinta-seorang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0IMQXk6cCp7ImA9WxdQGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-1595631933615946455</id><published>2008-06-19T17:12:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T17:26:20.718-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-19T17:26:20.718-07:00</app:edited><title>IKHLAS</title><content type="html">Bismillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al kisah ada seorang wali yang berkunjung ke sahabatnya disuatu daerah. Pada saat berkunjung itu sahabatnya sedang mengajar para muridnya. Kemudian wali tersebut menunggunya. ketika sedang menunggu, sang wali melihat ke LAUH MAHFUDz. Wajah wali tersebut berubah menjadi sedih dan menangis. Saat sahabatnya selesai mengajar, sang wali bercerita kepada sahabatnya tentang apa yang ia lihat itu. Bahwa ternyata di catatan Lauh Mahfuz itu sahabatnya tercatat sebagai ahli neraka. Sahabatnya itu kemudian tersenyum. Ia pun berbicara bahwa  sorga dan neraka itu adalah hak Allah, yang terpenting ia sudah melaksanakan kewajibannya kepada Allah dan Rasul-Nya salah satunya adalah mengajar tentang agama kepada para muridnya.&lt;br /&gt;Setelah berkata demikian wali itupun bergembira karena wali tersebut  melihat lagi  catatan di Lauh Mahfuz tentang catatan  sahabatnya yang telah berubah dari seorang ahli neraka menjadi seorang ahli sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah ada lagu yang mengatakan&lt;br /&gt;"Jika sorga dan neraka tak pernah ada, masihkan kau bersujud kepada-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa berbuat ikhlas seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassallam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-1595631933615946455?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/prnsO0cfHsI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/1595631933615946455/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=1595631933615946455&amp;isPopup=true" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/1595631933615946455?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/1595631933615946455?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/prnsO0cfHsI/ikhlas.html" title="IKHLAS" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/ikhlas.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08GSH8_eCp7ImA9WxdQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-3308514946554708873</id><published>2008-06-19T16:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T16:57:09.140-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-19T16:57:09.140-07:00</app:edited><title>Berita:</title><content type="html">Berita: KH. Hasyim Muzadi: “Trisula” yang Hancurkan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konflik dan kerusuhan yang ada di Indonesia yang sebagian besar dihuni oleh umat Islam ini diduga didalangi oleh aktor-aktor yang bermain di belakang layar untuk mengamankan kepentingan mereka atas sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang Islam dilumpuhkan, sumber dayanya diambil. Orang Indonesia dibuat tak produktif diatas tanah yang produktif, aneh kan. Tanah begini subur kita lapar,” kata KH Hasyim Muzadi dikutip NU Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penganggu kedamaian ini didefinisikan sebagai kelompok trisula yang terdiri dari golongan liberalis, fundamentalis dan sinkretis yang dibuat untuk menghancurkan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini dimainin, dibikinlah Islam Liberal dan mereka juga dikasih duit. Diem-diem yang kelompok garis keras juga dikasih duit, tentunya melalui tangan ke seribu. Ditengah- tengah itu, budaya klenik juga berkembang seperti adanya nabi baru, akhirnya Islam jadi kacau,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penyelamatan Islam dan Indonesia ini bisa dilakukan jika golongan Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah dapat bekerjasama secara lebih konkrit dalam pengembangan ilmu, budaya, peningkatan kesejahtaraan dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita harus mengabaikan seluruh masalah khilafiyah, nga usah dibicarakan. Sekarang berfikir kepentingan agama dan negera masalah hukum, kesejahteraan masyarakat, dan kebodohan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak asing, menurutnya selalu menggunakan jargon demokrasi, free market, cabut subsidi dan yang sejenisnya, sementara mereka sendiri menaikkan proteksi terhadap produk luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini diterima oleh intelektual yang bermental inlander. Jadi yang inlander bukan rakyat, tapi intelektual dan penguasanya,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bepergian ke luar negeri, Hasyim merasa malu karena tidak ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari Indonesia kepada bangsa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita malu kalau ke luar negeri, nga ada orang hormat.bayangannya TKW dipancung, sementara kita disini bertengkar terus,” ujarnya. [&lt;a target="_blank" href="http://hidayatullah.com/"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1213919733_1"&gt;hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-3308514946554708873?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/2dAm9semJBI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/3308514946554708873/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=3308514946554708873&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3308514946554708873?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3308514946554708873?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/2dAm9semJBI/berita.html" title="Berita:" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/berita.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0ANRn49fyp7ImA9WxdQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-6633225553907805190</id><published>2008-06-19T16:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T16:56:37.067-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-19T16:56:37.067-07:00</app:edited><title>Berita: Pengamat Intelijen</title><content type="html">Hidden Agenda kasus Monas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat intelijen, Soeripto memperingatkan umat Islam untuk tidak terjebak dengan silang-pendapat dalam kasus Monas, 1 Juni 2008 yang telah melahirkan polemik dan saling serang antar kelompok-kelompok Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat intelijen lulusan AMN Magelang 1960 ini menegaskan, kasus bentrokan AKKBB dan FPI yang belakangan telah memancing konflik horisontal antar kelompok Islam sudah dinilai telah keluar dari konteks awalnya dan ada pembelokan isu. Karena itu, dia berharap umat Islam mewaspadai adanya unsur-unsur tersembunyi (hidden agenda) agar tidak merugikan umat Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umat Islam harus bisa paham, apakah gerakan ini sudah mulai ada hidden agenda yang bisa merugikan umat, “ ujarnya kepada www.hidayatullah.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas, ia merasakan sudah mulai ada agenda tersembunyi terhadap peristiwa yang belakangan ini telah membuat konflik antar ormas Islam. Menurut Soeripto, tanda-tanda jika masalah ini sudah mengarah kepada sebuah hidden agenda yakni di mana target nya adalah konflik horisontal. ”Targetnya adalah saling tuding dan saling menyerang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, target besar yang dimaksudkan adalah keamanan dan citra umat Islam. “Ada usaha untuk membuat citra kekerasan pada umat Islam atau violent behavior, “tambah Soeripto. Citra (image) itulah yang kini sedang dimunculkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha-usaha seperti ini, menurut Soeripto, tidak tertutup kemungkinan dilakukan oleh intelijen asing. Karenanya, ia meminta kepada seluruh komponen umat Islam untuk melakukan kewaspadaan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Sekjen Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) ini menambahkan, sebenarnya di tengah silang pendapat yang telah membuat konflik antar umat ini adalah menemukan siapa dalang yang telah memecah-belah ummat. “Yang lebih penting itu menemukan siapa “si hasad” dan “si hasut””, katanya menyudahi. [hidayatullah.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-6633225553907805190?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/2xl5oExC4BI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/6633225553907805190/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=6633225553907805190&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6633225553907805190?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6633225553907805190?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/2xl5oExC4BI/berita-pengamat-intelijen.html" title="Berita: Pengamat Intelijen" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/berita-pengamat-intelijen.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0ECQ38yeip7ImA9WxdQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-5968609251203156520</id><published>2008-06-19T16:53:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T16:54:22.192-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-19T16:54:22.192-07:00</app:edited><title>Kisah Kehidupan: Catatan harian seorang ayah</title><content type="html">source: milist DT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan, 15 Juni 1975&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_1"&gt;Hari ini&lt;/span&gt; engkau terlahir ke dunia, anakku. Meski tidak seperti harapanku bertahun- tahun merindukan kehadiran seorang anak laki-laki, aku tetap bersyukur engkau lahir dengan selamat setelah melalui jalan divakum. Telah kupersiapkan sebuah nama untukmu; Qaulan Syadida.Aku sangat terkesan dengan janji Allah dalam surat Al Ahzab ayat tujuh puluh, maknanya perkataan yang benar. Harapanku engkau kelak menjadi seorang yang kaya iman dan memperoleh telah dijanjikan Allah dalam &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_2"&gt;Al-Quran&lt;/span&gt;. Sungguh kelahiranmu telah mengajarkanku makna bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1981&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini engkau memasuki sekolah dasar. Usiamu belum genap enam tahun. Tetapi engkau terus merengek minta disekolahkan seperti saudarimu. Engkau berbeda dari keempat kakakmu terdahulu. Bagaimana engkau dengan gagah tanpa ragu atau malu-malu melangkah memasuki ruang kelasmu. Bahkan engkau tak minta dijemput. Saat ini aku mulai menyadari sifat keberanian yang tumbuh dalam dirimu yang tak kutemukan dalam diri saudarimu yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1987&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, sungguh aku pantas bangga padamu. Tahun ini engkau ikut &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_3"&gt;Cerdas&lt;/span&gt; Cermat tingkat nasional di TVRI. Dengan bangga aku menyaksikan engkau tampil penuh percaya diri di layar kaca dan aku pun bisa berkata pada teman-temanku; itu anakku Qaulan...Meski tidak juara pertama, aku tetap bangga padamu. Namun di balik rasa banggaku padamu selalu terbesit satu kekhawatiran akan sikapmu yang agak aneh dalam pengamatanku. Tidak seperti keempat kakakmu yang kalem dan cenderung memiliki sifat-sifat perempuan, engkau justru sangat angresif, pemberani, agak keras kepala, meski tetap santun padaku dan selalu juara kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hari Ahad tiba, engkau lebih suka membantuku membersihkan taman, mengecat pagar, atau memegangi tangga bila aku memanjat membetulkan bocor. Engkau lebih sering mendampingiku dan bertanya tentang alat-alat pertukangan ketimbang membantu ibumu memasak di dapur seperti saudarimu yang lain. Kebersamaan dan kedekatanmu denganku, membuatku sering meperlakukanmu sebagai anak lelakiku, dengan senang hati aku menjawab pertanyaan-pertanyaanmu, membekalimu dengan pengatahuan dan permainan untuk anak lelaki. Tak jarang kita berdua pergi memancing atau sekedar menaikkan layang-layang sore hari di lapangan madrasah tempat aku mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, sungguh kekhawatiranku berbuah juga. Engkau menolak bersekolah di tsanawiyah seperti saudarimu. Diam-diam tanpa sepengetahuanku engkau telah mendaftar di sebuah SMP negeri. Bukan kepalang kemarahanku. Untunglah ibumu datang membelamu, jika tidak mungkin tangan ini sudah berpindah ke pipimu yang putih mulus. Tegarnya watakmu, bahkan tak setetes airmata jatuh dari kedua matamu yang tajam menatapku. Putriku, jika aku marah padamu semata-mata karena aku khawatir engkau larut dalam pola pergaulan yang tak benar, anakku. Terlebih-lebih saat engkau menolak mengenakan jilbab seperti keempat kakakmu. Betapa sedih dan kecewa hatiku melihatmu, Nak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini engkau menamatkan SMAmu. Engaku tumbuh menjadi &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_4"&gt;gadis cantik&lt;/span&gt;, periang, pemberani, dan banyak teman. Temanmu mulai dari tukang kebun  sampai tukang becak, wartawan, bahkan menurut ibumu pernah anggota kopassus datang mencarimu. Putriku, disetiap bangun pagiku, aku seolah tak percaya engkau adalah putriku, putri seorang yang sering dipanggil Ustadz, putri seorang kepala madrasah, putri seorang pendiri perguruan Islam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, entah mengapa aku merasa seperti kehilanganmu. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_5"&gt;Sedih&lt;/span&gt; rasanya berlama-lama menatapmu dengan potongan rambut hanya berbeda beberapa senti dengan rambutku. Biar praktis dan sehat; berkali-kali itu alasan yang kau kabarkan lewat ibumu. Jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada dirimu selama melewati usia remajamu, putriku maka akulah orang yang paling bertanggung jawab atas kesalahan itu. Aku tidak behasil mendidikmu dengan cara yang Islami. Dalam doa-doa malamku selalu kebermohon pada Rabbul 'Izzati agar engkau dipelihara olehNya ketika lepas dari pengawasan dan pandangan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan makin bertambah takkala diam-diam engkau ikut UMPTN dan lulus di fakultas teknik. Fakultas teknik, putriku? Ya Rabbana, aku tak sanggup membayangkan engkau menuntut ilmu berbaur dengan ratusan anak laki-laki dan bukan satupun mahrommu? Dalam silsilah keluarga kita tidak satupun anak perempuan belajar ilmu teknik, anakku. Keempat kakakmu menimba ilmu di institut agama dan ilmu keguruan. Ya, silsilah keluarga kita adalah keluarga guru, anakku. Engkau kemukakan sejumlah alasan, bahwa Islam juga butuh arsitek, butuh teknokrat, Islam bukan tentang ibadah melulu...Baiklah, aku sudah terlalu lelah menghadapimu, aku terima segala argumen dan pemikiranmu, putriku..Dan aku akan lebih bisa menerima seandainya engau juga mengenakan busana Muslimah saat memulai masa kuliahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini tidak akan pernah kulupan. Akan kucatat baik-baik...Engkau putriku, yang selalu kusebut namamu dalam doa-doaku, kiranya Allah swt mendengar dan mengabulkan pintaku. Ketika engkau pulang dari kuliahmu;  subhannalah! Engkau sangat cantik dengan jilbab dan baju panjangmu, aku sampai tidak mengenalimu, putriku. Engkau telah berubah, putriku. Apa sesungguhnya yang engkau dapati di luar sana. Bertahun-tahun aku mengajarkan padamu tentang kewajiban Muslimah menutup aurat, tak sekalipun engkau cela perkataanku meski tak sekalipun juga engkau indahkan anjuranku. Dua tahun di bangku kuliah, tiba-tiba engkau mengenakan busana takwa itu? Apa pula yang telah membuatmu begitu mudah menerima kebenaran ini? Putriku, setelah sekian lamanya waktu berlalu, kembali engkau mengajarkan padaku tentang hakikat dan makna bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1997&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, kini aku menulis dengan suasana yang lain. Ada begitu banyak asa tersimpan di hatiku melihat perubahan yang terjadi dalam dirimu. Engkau menjadi sangat santun, bahkan terlihat lebih dewasa dari keempat saudarimu yang kini telah berumah tangga semuanya. Kini, hanya engkau aku dan ibumu yang mendiami rumah ini. Kurasakan rumah kita seolah-olah berpendar cahaya setiap saat dilantuni tilawah panjangmu. Gemercik suara air tengah malam menjadi irama yang kuhafal dan pantas kurenungi. Putriku, jika aku pernah merasa bahagia, maka saat paling bahagia yang pernah kurasakan di dunia adalah saat ketika diam-diam aku memergokimu tengah menangis dalam sujud malammu....Selalu kuyakinkan diriku bahwa akulah si pemilik mutiara cahaya hati itu, yaitu engkau putriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, kalau saat ini aku merasa sangat bangga padamu, maka itu amat beralasan. Engkau telah lulus menjadi sarjana dengan predikat cum laude. Keharuan yang menyesak dadaku mengalahkan puluhan tanya ibumu, diantaranya; mengapa engkau tidak punya teman pendamping pria seperti kakak-kakakmu terdahulu? Engkau begitu sederhana, putriku, tanpa polesan apapun seperti lazimnya mereka yang akan berangkat wisuda, semua itu justru membuatku semakin bangga padamu. Entah darimana engkau bisa belajar begitu banyak tentang kebenaran, anakku...Jika hari ini aku meneteskan airmata saat melihatmu dilantik, itu adalah airmata kekaguman melihat kesungguhan, ketegaran, serta prinsip yang engkau pegan teguh. Dalam hal ini akupun mesti belajar darimu, putriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Agustus 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku, bulan ini usiaku memasuki bilangan enampuluh tiga. Aku teringat Rasulullah mengakhiri masa dakwahnya didunia pada usia yang sama. Akhir-akhir ini tubuhku terasa semakin melemah. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919535_6"&gt;Penyakit jantung&lt;/span&gt; yang kuderita selama bertahun-tahun kemarin mendadak kumat, saat kudapati jawaban diluar dugaan dari keempat saudarimu. Tidak satu pun dari mereka bersedia meneruskan perguruan yang telah kubina selama puluhan tahun. Aku sangat maklum, mereka tentu mempunyai pertimbangan yang lain, yaitu para suami mereka. Sedih hatiku melihat mereka yang telah kudidik sesuai dengan keinginanku kini seolah-oleh bersekutu menjauhiku. Jika aku menulis diatas tempat tidur rumah sakit ini, itu dengan kondisi sangat lemah, putriku. Aku tak tahu pasti kapan Allah memanggilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putriku....kutitipkan buku harianku ini pada ibumu agar diserahkan padamu. Aku percaya padamu...Jika aku memberikan buku ini padamu, itu karena aku ingin engkau mengetahui betapa besar cintaku padamu, mengapa dulu aku sering memarahimu..maafkan buya, putriku... Kini hanya engkau satu-satunya harapanku...Aku percaya perguruan yang telah kubangun dengan tanganku sendiri ini padamu. Aku bercita-cita mengembangkannya menjadi sebuah pesantren. Engkau masih ingat lapangan tempat kita dulu menaikkan layangan? Itu adalah tanah warisan almarhum kakekmu. Di lapangan itulah kurencanakan berdiri bangunan asrama tempat para santri bermukim. Engkau seorang arsitek, anakku, tentu lebih memahami bangunan macam apa yang sesuai untuk kebutuhan sebuah asrama pesantren...Kuserahkan sepenuhnya kepadamu, juga untuk mengelolanya nanti. Sebab aku yakin, dari tanganmu, dari hatimu yang jernih, dari perkataan dan tindakanmu yang selalu sejalan dengan kebenaran akan terlahir sebuah  fauzan'adzima, kemenangan yang besar, seperti yang telah Allah janjikan, yakinlah, putriku... Dalam diri dan jiwamu kini terhimpun beragam kapasitas keilmuan dunia dan akhirat. Kini kusadari engkau bukan saja sekedar terlahir dari rahim ibumu, tetapi juga lahir dari rahim bernama Hidayah. Semoga Allah menyertai dan memudahkan jalan yang akan engkau lalui, putriku. Amien Ya Rabbal 'Alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Agustus 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, jika airmata ini bukan tumpah, bukan karena aku tidak mengikhlaskan buyaku Engkau panggil, tapi sebab aku belum mengenali buyaku selama ini, seutuhnya. Sebab hanya seujung kuku baktiku padanya. Rabbi, perkenankan aku menjalankan amanah Buya dengan segenap radhi-Mu. hanya Engkau..ya Mujib...&lt;br /&gt;      Happy Birthday to Buya&lt;br /&gt;      I Love you so much&lt;br /&gt;      14 September 1999&lt;br /&gt;Take from Annida November-Desember 1999 by Aisyah Shihab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-5968609251203156520?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/QA7REjjVEzU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/5968609251203156520/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=5968609251203156520&amp;isPopup=true" title="1 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/5968609251203156520?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/5968609251203156520?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/QA7REjjVEzU/kisah-kehidupan-catatan-harian-seorang.html" title="Kisah Kehidupan: Catatan harian seorang ayah" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/kisah-kehidupan-catatan-harian-seorang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EFR3k4eyp7ImA9WxdQGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-3504841067799331098</id><published>2008-06-19T16:52:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T16:53:36.733-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-19T16:53:36.733-07:00</app:edited><title>Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun</title><content type="html">Oleh: Ihsan Tandjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya didunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baikucapan maupun perbuatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919531_1"&gt;Nabi Muhammad&lt;/span&gt; shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi...?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketikaterlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelumakhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah...! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919531_2"&gt;Rasulullah&lt;/span&gt; saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNyapada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkinke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itusedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wata’aala bagi orang beriman pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1213919531_3"&gt;Sahabat&lt;/span&gt; bertanya kepada Rasulullah saw: ”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda: ”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendekdaripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi rabbil 'aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-3504841067799331098?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/QnQLQX9XkW4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/3504841067799331098/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=3504841067799331098&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3504841067799331098?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3504841067799331098?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/QnQLQX9XkW4/hari-yang-lamanya-lima-puluh-ribu-tahun.html" title="Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/hari-yang-lamanya-lima-puluh-ribu-tahun.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcBQ3o6cCp7ImA9WxdRGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-7294645832551478132</id><published>2008-06-06T17:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T17:54:12.418-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-06-06T17:54:12.418-07:00</app:edited><title>Nasruddin Hikayat si Tukang Banyol</title><content type="html">&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;           &lt;table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="0%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td&gt; Nama Nasruddin Hoja sudah tidak asing lagi bagi penggemar humor sufi. Membaca lelucon-leluconnya, kita akan menemui banyak hikmah. Hidupnya bak legenda yang syarat akan keunikan. Sampai-sampai orang meragukan apakah Nasruddin pernah ada atau hanya sekedar cerita belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jagat sufisme, nama Nasruddin Hoja hanya tersaingi oleh Abu Nawas. Tokoh yang kedua itu dikenal sebagai raja humor dinasti Abbasyiah. Sedangkan Nasruddin diyakini hidup pada masa Timur Lenk, atau akhir kekuasaan Abbasyiah. Riwayat hidupnyapun unik. Ada tiga versi yang menyatakan bahwa Hoja lahir dan hidup dengan tahun yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Arab, Turki dan Mesir menyatakan bahwa Nasruddin Hoja adalah tokoh yang pernah hidup dan besar di negerinya. Bahkan ada pula yang menyatakan ada dua Nasruddin Hoja. Yang satu seorang ahli hadits. Sedangkan yang satunya ahli bikin lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwal kehidupan memang sangat jarang ditulis. Tetapi dalam kitab Lataif Nasruddin karangan Ceilak Tevfik Beik disebutkan bahwa Nasruddin mempunyai ketinggian ilmu agama. Kenyataan ini merupakan sesuatau lain. Selama ini yang sering dilupakan orang adalah tentang Nasruddin adalah kedalaman ilmunya. Orang mengenalnya hanya sebagai tukang humor. Padahal gelar khwaja atau “Hoja” merupakan bukti akan ketingggian ilmu agama dan tasawuf. Ia mempunyai banyak murid dan sebagai ahli fiqih, khususnya madzhab Hanafi. Anak didiknya lebih dari tiga ratus orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tidak percaya kalau Nasrudddin pernah hidup. Diantaranya Rene Basset, M. Harthman, dan A. Waslesky. Dalam bukunya Recherche sur de Juha, keduanya berpendapat,” Kisah-kisah aneh dan jenaka Turki ini merupakan terjemahan dari anekdot-anekdot Arab lama yang mulai tersebar pada akhir abad keempat hijrah”. Sedangkan H. Kraimsk menyatakan bahwa cerita Nasruddin hanyalah sebuah cerita rakyat semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan paling meyakini bahwa Nasruddin pernah ada adalah Sastrawan Turki Hassan Affandy. Dalam karyanya Masju’ah al Maarif, disebutkan bahwa Nasrudddin adalah tokoh yang pernah hidup dan besar. Mufti kota Suri Hisar ini menulis bahwa bahwa Hoja lahir di desa Khortu, Suri Hisar tahun 605 H/1208M. Hoja tumbuh besar di desanya sampai menggantikan ayahnya sebagai imam. Pada tahun 635H atau sekitar 1237-1238 pindah ke kota Ak Shehir. Di sinilah korta ini Nasrudddin meninggal pada tahun 683H atau1285M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Satu Riwayat dalam Tiga Versi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga versi yang menyebutkan kehidupan Nasruddin. Pertama, versi yang hidup di wilayah Mesir. Kedua kisah hidup Nasruddin adalam versi bangsa Arab. Sedangkan yang terakhir riwayat hidup sana Mullah dalam pandangan orang-orang Turki. Masing-masing mempunyai kesamaan, yaitu rasa humor Nasruddin yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasruddin versi Mesir Perjalanan Nasruddin sebagai tokoh humor Mesir tidak kalah unik. Tidak jauh beda dengan versi Turki dan Arab, Nasruddin tetap dipandang sebagai orang bego dan tolol. Kalau ditelusuri kisahnya seiring dengan perkembangan Islam. Seperti halnya di Turki cerita-cerita aneh dan lucu muncul disaat terjadinya masa transisi. Peralihan kekuasaan memunculkan perubahan yang cepat. Begitupun di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak mempunyai akar sejarah, namanya melambung tinggi di negeri piramid itu. Ia adalah simbol seni yang melekat dalam masyarakat Mesir. Pribadi Nasruddin yang suka menyentil, menyindir dan penuh humor sangat sesuai dengan karakter orang-orang Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bergaya Nasruddin tumbuh dengan cepat di masa Dinasti Fathimi sampai Al Ayyubi. Bahkan di zaman Salahuddin Al Ayyubi muncul kitab yang isinya humor politik. Buku yang berjudul al Fasyusy fi Hukm Qaraqusy ini disusun oleh al As’ad ibn Mamaty al Mishri. Puncak dari kisah jenaka di Mesir mencapai puncaknya pada masa Dinasti Mamluk. Di zaman itu cerita-cerita Nasruddin tenar di semua kalangan. Hal tersebut tersimbolkan pada diri In Sudun atau Abu Hasan Ali Nuruddin Ibn Saudun al Yasybaghawi. Ia sering diatributkan dengan Nasruddin versi Mesir. Diwan Nuzhah al Nufus wa Mudhi al Ubus adalah karyanya anekdotnya yang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa kitab klasik Arab, ia termasuk generasi tabi’in.Tetapi riwayat hidupnya masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa Nasruddin bernama Dajin bin Tsabit. Sementara yang lain mengatakan Abu Gushn al Yarbu’i al Basri. Banyak juga yang memanggilnya Juha. Ibn An Dadzim yang menyusun kitab al Fihrits an Nawadir Juha mengatakan bahwa Nasruddin biasa dipanggil Abu Gushn. Sedangkan dalam manuskrip Natsr ad Durar fi al Muhadharat karya Al ‘Abi ditulis,” Nama Nasruddin adalah Nuh. Sedangkan nama pangilannya al Ghusnh. Ia tinggal di Kufah pada 100 H di masa Khalifah Ja’far al Mansur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tingkah lakunya, banyak yang menggolongkan sebagai orang yang lalai. Sehingga hadits-hadits yang diriwayatkan banyak yang meragukan. Sebuah kitab abad ke VII yang berjudul ‘Uyun at Tawarikh menyatakan Dajin bin Ghushn meriwayatkan beberapa Hadits. Tetapi hal tersebut diragukan kesahihannya. Diantara yang meragukan adalah an Nasai. Sedang al Bukhori mengakui Dajin Bin Tasbit ia lah Abu Ghusnh yang dikenal sebagai periwayat hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kitab karangan Syakir al Kurtubi ini bahkan menulis nama akrab Dajin adalah Juha. Tetapi hal tersebut dibantah oleh Asy Syirazi. Ia bahkan menyebutnya sebagai pemuda yang pintar. Dalam perkerkembangannya munculah sosok baru Nasruddin. Sebagian akar sejarahnya dari Arab yaitu Abu Dajin al Fazari. Sebagian lagi dari Turki sebagai simbol seni masyarakat. Nasruddin tetaplah menyimpan kelucuan. Lepas dari sifatnya, ia meninggalkan jejak yang luar biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih unik lagi cerita Nasruddin versi Turki. Seperti halnya versi Arab, Nasruddin made in Turki ini mempunyai kesamaan. Ia dikenal sebagai ilmuwan yang berpikiran sehat, sufi dan jago humor. Tidak hanya itu pandai mengkritik adalah keunggulannnya yang lain. Dalam Ensiclopedia of Islam disebutkan bahwa Nasruddin hidup di zaman pemerintahan Harun al Rasyid. Sedangkan versi lain menulisnya hidup di zaman Sultan Alauddin A Thalis raja Khawarism. Ada juga yang mengatakan hidup sezaman dengan Timur Lenk, Bayazid I sampai Qarmenid II ‘Alauddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari keimpangsiurannya Nasruddin diyakini pernah hidup. Sepak terjangnya terdapat dalam kisah-kisah Hikmat Syarif Talabirizi. Diceritakan di dalam bab Nawadir Juha al Kubro bahwa tokoh ini menghabiskan sebagian hidupnya belajar di Konya dan Ak Shehir Turki. Setelah tamat diangkat menjadi hakim dan imam di Suri Hisar. Ia juga dikenal sebagai tokoh pendidikan di kota tersebut.Di dalam kitab ini juga memuat jasa Nasruddin. Disebutkan ia berhasil menyelamatkan kota Suri Hisar dari gempuran Timur Lenk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme sangat mempengaruhi pergulatan Nasruddin. Pada abad ke tujun hijrah di wilayah Turki banyak bermunculan zawiyah. Perang dan kekerasan mempunyai andil besar lahirnya gerakan asketik ini. Disebutkan Nasruddin tumbuh di Asia Kecil yang banyak sekali aliran darwish. Tidak jarang kondisi ini sangat berpengaruh dalam beberapa anekdot atau jalan hidupnya. Sejarawan Al ‘Aqqad mengatakan, ”Diantara meraka ada yang berperilaku seperti halnya orang-orang yang sedang dalam keadaan ektase. Ada pula yang memberi fatwa, seperti halnya ahli hukum Islam. Dan ada pula yang berperilaku aneh, guna menghindarkan diri dari kebrutalan para penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini banyak diikuti orang awam yang mempercayai kekeramatan meraka., agar dilindungi dari kekejaman dan penindasa. Para darwishpun dalam upaya mengambil hati , atau bergaul dangan para penguasa yang bobrok, menciptakan anekdot, saran yang mengena di hati,atau bergaul dengan para penguasa tersebut untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tetapi pada saat yang sama mereka juga mampu menanamkan ketakwaan dan rasa takut kepada Allah, disamping kegembiraan dan kejenakaan.”&lt;br /&gt;Waallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yang Aneh dan Lucu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang percaya, karomah Nasruddin banyak sekali. Tidak sedikit orang meminta berkah padanya. Di Turki kisah-kisah aneh sangat dominan perihal Nasruddin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti para sufi lainnya, kekeramatannya masih dipercaya hingga kini. Orang Turki percaya, nasib malang akan menimpa pada semua orang harus tersenyum atau tertawa di makam Nasruddin. Kebiasaan masyarakat kalau lewat makam Nasruddin membaca surat Fatihah dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari serombongan keuarga lewat di makam Nasrudddin di Anatolia dengan kereta. Dianatara penumpangnya memandang remeh makamnya. Dengan sombong ia berkata, “Aku tidak akan tersnyum.” Tidak lama kemudian kereta yang ditumpanginya menabrak pohon. Semua penumpangnya terpental dari kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk kota Ak Shehir mempunyai adat kebiasaan. Apabila merka akan menikah sebaiknya pergi ke makam Nasruddin. Dan kemudian mengundangnya ke perkawinan mereka. Cara mengundangnyapun unik. Dua sejoli itu harus mengatakan,” Merupakan kehormatan bagi kami menjadi salah seorang muridmu.” Penduduk mempunyai keyakinan, apabila tidak dilaksanakan perkawinan tidak langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkunjung ke makamnya orang akan tersenyum. Di dinding makamnya terukir sajak maupun prosa. Tidak hanya itu, gantungan rajah banyak guna mengharapkan berkahnya. Apa yang dikemukakan seorang penulis Turki Ziya Beik ada benarnya. Ia mengatakan,” Suatu sat aku mengunjungi makam Mulla Nasruddin Hoja di Ak Sheir. Pada nsian Makamnya terdapat tulisan, “ Ini makam bagi seorang yang mengharap rahmat Tuhannya, Nasruddin Afandi. Bacaan Fatihah baginya. Ia meninggal pada tahun 386H.” Aku terheran dengan tahun kematiannya . Sebab setahuku ia meninggal setelah tahun 386 H. Tetapi akhirnya aku tahu, tahun kewafatan tersebut harus dibaca secara terbalik. Jadi benar ia meninggal tahun 683 H. Aku tidak tahu apakah hal ini terjadi karena ketololan seorang penulisnya atau kesengajaaan untuk melucu.”&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-7294645832551478132?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/d_LVXYJhUGM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/7294645832551478132/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=7294645832551478132&amp;isPopup=true" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7294645832551478132?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/7294645832551478132?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/d_LVXYJhUGM/nasruddin-hikayat-si-tukang-banyol.html" title="Nasruddin Hikayat si Tukang Banyol" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/06/nasruddin-hikayat-si-tukang-banyol.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUEARHc8eyp7ImA9WxdSGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-556448561655033055</id><published>2008-05-27T22:51:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T23:54:05.973-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-27T23:54:05.973-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah humor sufi" /><title>Susu dan Garam</title><content type="html">&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/2008/05/susu-dan-garam.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;p&gt;Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ali : “kamu minum dulu setengah gelas,Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.”&lt;br /&gt;Ali : "Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini."&lt;/p&gt; Ali :"???????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-author vcard"&gt;Diposting oleh &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Indra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-556448561655033055?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/PFUvswkmXfg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/556448561655033055/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=556448561655033055&amp;isPopup=true" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/556448561655033055?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/556448561655033055?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/PFUvswkmXfg/susu-dan-garam.html" title="Susu dan Garam" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/susu-dan-garam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUMSXYzcSp7ImA9WxdSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4519509610827303143</id><published>2008-05-27T22:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T01:28:08.889-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-28T01:28:08.889-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah humor sufi" /><title>teka-teki Imam Ghazali</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya ( Teka Teki ) :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Orang tua"&lt;br /&gt;Murid 2: "Guru"&lt;br /&gt;Murid 3: "Teman"&lt;br /&gt;Murid 4: "Kaum kerabat"&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid 1: " Negeri Cina "&lt;br /&gt;Murid 2: "Bulan"&lt;br /&gt;Murid 3: "Matahari"&lt;br /&gt;Murid 4: "Bintang-bintang"&lt;br /&gt;Iman Ghazali: "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Ghazali: "Apa yang paling besar didunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Gunung"&lt;br /&gt;Murid 2: "Matahari"&lt;br /&gt;Murid 3: "Bumi"&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A"raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Apa yang paling berat didunia?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Baja"&lt;br /&gt;Murid 2: "Besi"&lt;br /&gt;Murid 3: "Gajah"&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Apa yang paling ringan di dunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Kapas"&lt;br /&gt;Murid 2: "Angin "&lt;br /&gt;Murid 3: "Debu"&lt;br /&gt;Murid 4: "Daun-daun"&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali: "Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab: " Pedang "&lt;br /&gt;Imam Ghazali: " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasan saudaranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Indra&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4519509610827303143?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/qf6GaeFf5S8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4519509610827303143/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4519509610827303143&amp;isPopup=true" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4519509610827303143?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4519509610827303143?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/qf6GaeFf5S8/teka-teki-imam-ghazali.html" title="teka-teki Imam Ghazali" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/teka-teki-imam-ghazali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUMDRXYzcSp7ImA9WxdSGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4307231110437615511</id><published>2008-05-27T22:43:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T23:51:14.889-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-27T23:51:14.889-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah humor sufi" /><title>orang yang memiliki mimpi terindah</title><content type="html">Nasruddin mengenakan jubah sufinya dan memutuskan untuk melakukan sebuah pengembaraan suci. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang yogi dan seorang pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertiga sepakat membentuk tim. Ketika sampai di sebuah perkampungan, kedua teman seperjalanan meminta Nasruddin untuk mencari dana, sementara mereka berdua berdakwah. Nasruddin berhasil mengumpulkan uang yang kemudian dibelanjakannya untuk halwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasruddin menyarankan agar makanan itu segera dibagi, tapi yang lain merasa belum terlalu lapar sehingga diputuskan untuk membaginya pada malam harinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertiga melanjutkan perjalanan. Dan ketika malam tiba, Nasruddin langsung meminta porsinya "karena akulah alat untuk memperoleh makanan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, yang lain tidak setuju. Sang pendeta mengajukan alasan. Karena bentuk tubuhnya yang paling bagus, maka pantaslah kalau ia yang makan lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang yogi juga menyampaikan keadaan dirinya bahwa ia hanya makan sekali dalam tiga hari terakhir ini. Karenanya harus mendapat bagian yang lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka putuskan untuk tidur dengan sebuah janji bahwa yang malamnya bermimpi paling bagus, boleh makan halwa lebih dulu. Begitu bangun, sang pendeta bilang: "Dalam mimpi aku melihat pendiri agamaku membuat tanda salib. Itu berarti aku telah memperoleh berkah istimewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain merasa amat terkesan, tapi kemudian sang yogi menyambung: "Aku mimpi pergi ke Nirwana, tapi tidak menemukan apa-apa."Sekarang giliran Nasruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mimpi bertemu seorang guru Sufi, Nabi Khidir, yang hanya muncul di depan orang yang paling suci. Ia berkata: 'Nasruddin, makanlah halwa itu sekarang juga!' Dan, tentu saja, aku harus mematuhinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Indra&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4307231110437615511?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/dTzu3XqZUVU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4307231110437615511/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4307231110437615511&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4307231110437615511?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4307231110437615511?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/dTzu3XqZUVU/orang-yang-memiliki-mimpi-terindah.html" title="orang yang memiliki mimpi terindah" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/orang-yang-memiliki-mimpi-terindah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUIGQXk8fSp7ImA9WxdSGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-6586520228509791511</id><published>2008-05-27T22:35:00.001-07:00</published><updated>2008-05-27T23:52:00.775-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-27T23:52:00.775-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah humor sufi" /><title>Aku rasa kau benar</title><content type="html">Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku rasa engkau benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku rasa engkau benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku rasa engkau benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Indra&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-6586520228509791511?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/fc17ZOasHM0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/6586520228509791511/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=6586520228509791511&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6586520228509791511?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/6586520228509791511?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/fc17ZOasHM0/aku-rasa-kau-benar.html" title="Aku rasa kau benar" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/aku-rasa-kau-benar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUICQX0zeyp7ImA9WxdSGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-4455125346605616752</id><published>2008-05-27T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T23:52:40.383-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-27T23:52:40.383-07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah humor sufi" /><title>Nasrudin dan tiga orang bijak</title><content type="html">Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, "Di mana sebenarnya pusat bumi ini?"&lt;br /&gt;Nasrudin menjawab, "Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara."&lt;br /&gt;"Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?" tanya orang bijak pertama tadi.&lt;br /&gt;"Kalau tidak percaya," jawab Nasrudin, "Ukur saja sendiri."&lt;br /&gt;Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. "Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?"&lt;br /&gt;Nasrudin menjawab, "Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini."&lt;br /&gt;"Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?"&lt;br /&gt;Nasrudin menjawab, "Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya."&lt;br /&gt;"Itu sih bicara goblok-goblokan," tanya orang bijak kedua, "Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai."&lt;br /&gt;Nasrudin pun menjawab, "Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?"&lt;br /&gt;Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, "Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu." "Saya tahu jumlahnya," jawab Nasrudin, "Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara."&lt;br /&gt;"Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?" tanyanya lagi. "Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diposting oleh &lt;a href="http://jampistres.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Indra&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-4455125346605616752?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/6igoQhDb0Os" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/4455125346605616752/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=4455125346605616752&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4455125346605616752?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/4455125346605616752?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/6igoQhDb0Os/kumpulan-humor-sufi.html" title="Nasrudin dan tiga orang bijak" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/kumpulan-humor-sufi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQCSH89eyp7ImA9WxdSGUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8862064812066916003.post-3739593900575233564</id><published>2008-05-27T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-27T23:32:49.163-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-27T23:32:49.163-07:00</app:edited><title>About Bloggerwave</title><content type="html">This site advertsing media from Europe. This site can give you job and of course give you alot of some money if you register your site or blog. And then, you can waiting your blog or site to be approve. It's very interesting site to make a money or to grow together. So, why you  should be waiting for longer  to join Bloggerwave?. No risk to join member site Bloggerwave, just fun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.bloggerwave.com/blog_ClickTrack.php?OpportunityId=31&amp;amp;BlogId=13124&amp;amp;LinkId=0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bloggerwave.com/" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://bloggerwave.com/blogviewcount.php?pic=sponsorlogo.gif&amp;amp;OpportunityId=31&amp;amp;BlogId=13124" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8862064812066916003-3739593900575233564?l=kisahimani.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/tvQP/~4/Us8oQEx20TU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kisahimani.blogspot.com/feeds/3739593900575233564/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8862064812066916003&amp;postID=3739593900575233564&amp;isPopup=true" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3739593900575233564?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8862064812066916003/posts/default/3739593900575233564?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/tvQP/~3/Us8oQEx20TU/about-bloggerwave.html" title="About Bloggerwave" /><author><name>MY Je_BLOGGER</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="16710396539751849044" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://kisahimani.blogspot.com/2008/05/about-bloggerwave.html</feedburner:origLink></entry></feed>
