<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546</atom:id><lastBuildDate>Sun, 05 Apr 2026 23:59:05 +0000</lastBuildDate><category>Motivasi</category><category>Dunia kerja</category><category>Healthy life</category><category>Lifehacks</category><category>Sains dan Bioteknologi</category><title>biosains community 2005</title><description></description><link>http://bi05cience.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-1926010525868876955</guid><pubDate>Sun, 19 Feb 2012 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T10:53:19.322+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lifehacks</category><title>Niat Untuk Mengubah Masa Depan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pernahkah kalian merasa bahwa di tahun  2011 yang baru berlalu tersebut, banyak kesalahan atau sikap yang ingin  kalian perbaiki? Kalau jawabannya ya, berarti kalian merupakan salah  satu dari banyak orang yang melakukan hal demikian. Memang sih,  saat-saat seperti awal tahun dipercaya banyak orang mampu meningkatkan  motivasi untuk memulai sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Namun sering kali niat  mulia tersebut terkikis saking banyaknya hal yang ingin diubah  sekaligus. Ingin mengubah kebiasaan marah-marah, malas, bangun siang,  dan masih banyak lagi. Kalau ini dibiarkan, bisa-bisa tahun ini akan  sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jadi daripada mubazir, simak  kiat-kiat berikut supaya niat baik kalian bisa kesampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. Tidak perlu mencoba semuanya dengan sekaligus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setiap  pergantian tahun selalu saja ada godaan untuk mengubah nyaris semua  hal, tapi jangan terpancing! Kalian akan lebih memperoleh tingkat  keberhasilan lebih tinggi dalam satu atau dua hal dibandingkan dengan  daftar dosa yang bisa mencapai puluhan. Lakukan satu-persatu, toh  belakangan kalian masih bisa menambah kalau satu-dua perubahan tersebut  sukses dijalani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Ucapkan dengan hati-hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jangan  paksa diri (secara tidak sadar)untuk mematuhi resolusi tersebut, karena  hal Itu hanya kan menjadi pemicu stres yang pada akhirnya akan membuat  niat memulai sesuatu yang baru gagal total. Kita misalkan niat kalian  tahun ini adalah berusaha lebih bersikap sabar pada orang lain. Jangan  berpikir, &quot;Tahun ini saya harus menjadi orang yang sabar&quot; karena hal itu  seolah kalian memaksakan diri untuk sesabar mungkin. Mungkin akan lebih  baik bila pendekatan kalian menjadi, &quot;Tahun ini saya akan berusaha  menggunakan beberapa cara yang ampuh untuk melatih kesabaran.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. Lakukan perencanaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bila  telah mendapatkan resolusi mana yang ingin kalian lakukan tahun ini,  coba untuk mendeskripsikannya dengan terperinci. Tidak ada orang yang  berhasil menjalankan Sesuatu dengan melakukan semuanya sekaligus, yang  terjadi nanti malah kalian kecewa dan membatalkan niat untuk berubah  tersebut. Rencana tersebut tidak harus rumit, yang penting niat kalian  bias menjadi lebih kuat untuk menjalankannya. Untuk relaksasi, kalian  bias mencoba cara-cara berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   Buka-buka majalah atau situs internet untuk mengetahui berbagai teknik relaksasi yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   Buat daftar teknik-teknik relaksasi yang kalian ketahui dan ingin mencoba.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   Pilih salah satu dari teknik tersebut -meditasi atau hipnotis diri sebagai contoh dan coba satu untuk setiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;   Mencoba teknik-teknik berbeda setiap bulan sampai menemukan yang kalian sukai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;4. Tulis di kertas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Agar  dapat selalu mengingatnya setiap saat, tuliskan hal-hal apa saja yang  ingin kalian lakukan di tahun mendatang (dan sebelumnya belum pernah  dilakukan) serta langkah-langkah konkretnya. Kalau perlu taruh di  tempat-tempat yang mudah terlihat supaya anda selalu ingat, missal nya  di pintu lemari es. Hal itujuga akan memudahkan kalain bila  sewaktu-waktu ingin mengubah resolusi tersebut seiring dengan berlalunya  waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Nah, tunggu apa lagi? Jalankan sekarang dan buat hidup kalian lebih baik :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2012/02/niat-untuk-mengubah-masa-depan_19.html</link><author>noreply@blogger.com (Hdhe16)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-3598702228650062555</guid><pubDate>Wed, 28 Jan 2009 10:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T10:56:45.201+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dunia kerja</category><title>Lulus S1 langsung kerja, ngambil S2, atau kerja sambil sekolah</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya menjawab masalah di atas gampang-gampang susah, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan selulus S1 apakah sebaiknya langsung kerja, nerusin sekolah S2/S3, atau kerja sambil sekolah : 1. Berapa IPK anda ? 2. Apakah anda harus membiayai hidup orang tua atau adik2 anda ? 3. Apakah anda sudah mempersiapkan diri melanjutkan sekolah S2/S3 ? 4. Apakah anda punya pacar yang ngajak nikah negera ? 5। Apakah anda sudah survey tentang beasiswa sekolah di LN atau mengontak seorang professor di department universitas yang anda tuju ? 6. Apakah anda sudah survey tentang beasiswa sambil kerja di LN ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi yang perlu diingat, “&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Opportunity rarely knocks twice&lt;/span&gt;”..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;, jika anda lulus S1 dengan IPK yang bagus misalnya &amp;gt; 3.00 apalagi kalau &amp;gt; 3.50 maka sebaiknya anda memutuskan sekolah lagi minimal ke S2. Jika anda punya IPK &amp;gt; 3.50 (cum laude atau honor) mestinya andapun layak langsung sekolah ke S3 tanpa melalui S2..Sayang sekali kalau IPK anda bagus anda langsung kerja.. Langsung kerja mestinya cocok bagi seseorang yang IPK-nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;, jika anda harus membiayai hidup orangtua atau adik2 anda selepas lulus S1, maka langsung bekerja adalah pilihan yang masuk akal. Jika anda harus sekolah S2 dulu, maka resource yang anda punya sudah habis untuk membiayai keluarga, kecuali anda memperoleh beasiswa termasuk uang saku (stipend) yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, jika anda sudah mempersiapkan diri untuk melanjutkan sekolah ke S2/S3 seperti nilai TPA yang bagus, nilai TOEFL &amp;gt;= 600 (atau IELTS &amp;gt;= 7.5), nilai GRE &amp;gt;= 1800 maka anda sudah membuktikan diri bahwa anda siang sekolah lagi, tidak hanya di DN tapi juga di LN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keempat&lt;/span&gt;, jika anda sudah punya pacar yang mau ngajak nikah segera dan pacar anda kebelet nikah begitupun anda, maka lebih baik anda menikah dulu dan untuk membiayai keluarga baru anda sebaiknya anda memutuskan langsung bekerja dan menunda keinginan melanjutkan ke S2/S3..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kelima&lt;/span&gt;, kalau anda sudah mengontak seorang professor di department universitas yang anda tuju dan dia memberikan tanggapan dan harapan yang besar, apalagi jika dia menginformasikan disediakan beasiswa pula, maka sebaiknya anda melanjutkan ke S2/S3 dan melupakan bekerja mengingat ini kesempatan jarang (..ingat opportunity rarely knocks twice…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keenam&lt;/span&gt;, jika anda sudah survey mengenai melanjutkan Master’s atau Ph.D. ke luar negeri sambil bekerja (anda mendapat loan untuk kuliah tapi untuk membayar loan tersebut anda harus sambil bekerja), maka sebaiknya pilihan ini yang diambil karena pilihan keenam ini menjawab semua masalah yaitu bekerja ya melanjutkan studi ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan saya mempunyai tiga orang keponakan, sebut saja namanya A, L, dan N yang masing-masing menempuh jalannya masing-masing dan saat ini sudah happy dengan pilihannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si A adalah lulusan S1 bidang IT dari PTN ternama di Jawa dengan IPK &amp;gt; 3.00 tapi masih di bawah &amp;lt;&amp;gt; 3.00 tapi masih &amp;lt;&amp;gt; 3.7, selepas wisuda S1 beberapa bulan yang lalu N ditawari beasiswa untuk melanjutkan S2 di institut tempat ia kuliah S1 dulu. Saat ini N sedang menempuh kuliah semester pertama dari program 2 tahun untuk menyelesaikan S2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah saat ini (Januari 2009) di antara A, L dan N yang paling mantap dengan pilihannya ? Mestinya kalau pilihan apakah langsung bekerja, meneruskan sekolah, atau meneruskan sekolah sambil bekerja itu dijalani dengan sepenuh hati dan penuh keyakinan, tentulah masing-masing mereka merasa mantap dengan pilihannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah 5 tahun lagi (Januari 2014) di antara A, L dan N yang paling bahagia dengan pilihan yang dipilihnya 5 tahun yang lalu (Januari 2009) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;I can not tell for sure&lt;/span&gt;….tergantung kepada masing-masing untuk memahami bahwa apa yang dipilihnya pada hari ini adalah yang terbaik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Opportunitu rarely knocks twice&lt;/span&gt;”.. yang namanya kesempatan itu tidak pernah datang dua kali. Jadi, baik A, L atau N bila ketemu kesempatan yang baik sebaiknya langsung diambil saja karena kalau sekarang tidak diambil siapa tahu kesempatan itu tidak pernah datang lagi.. Sekarang tergantung dengan apa yang didefinisikan dengan “kesempatan” itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang punya cita-cita, seperti misalnya cita-cita saya adalah “muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga”. Maka untuk mengejar cita-cita saya tersebut sewaktu muda saya harus bekerja keras (sehingga bisa foya-foya), mulai mengambil pendidikan lanjutan (S2/S3) dan barangkali memulai bisnis ataupun berinvestasi (agar tua bisa kaya raya), dan tentunya juga mengingat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kita kehidupan, rezeki, berkah, dan rahmah, sehingga sayapun perlu sering-sering “menghadap”Nya dalam bentuk sembahyang, dzikir, puasa, dan sedekah (sehingga mati nanti bisa masuk surga)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That’s my two cents… (inilah nasihat saya yang barangkali ada gunanya bagi Anda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://is.gd/43Dt5h&quot;&gt;http://is.gd/43Dt5h&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2009/01/lulus-s1-langsung-kerja-ngambil-s2-atau.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-7898243750189487461</guid><pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T10:58:25.927+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dunia kerja</category><title>Tips menjawab 18 pertanyaan tersulit wawancara pekerjaan</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah bukan rahasia lagi kalau &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal&lt;/span&gt; untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan. Karena itu, tentu kita tahu bahwa kita harus mempersiapkan diri kita seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi kita tips untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. Beritahukan kami tentang diri Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti &quot;Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini&quot;. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;5. Mengapa kami harus merekrut Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;9. Berapa lama Anda akan bersama kami?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;16. Berapa gaji yang Anda minta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;17. Apa target jangka panjang Anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.(ketok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://is.gd/ARtc3K&quot;&gt;http://is.gd/ARtc3K&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/11/tips-menjawab-18-pertanyaan-tersulit.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-628512025316586755</guid><pubDate>Fri, 14 Nov 2008 01:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T10:59:26.503+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Healthy life</category><title>Minum Kopi Setiap Hari Melindungi Otak</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dapat postngan di milist, diposting oleh Yudhi R, asal postingannya gak tau darimana hanya linknya ada di BBC News&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset menunjukkan bahwa kopi bisa mengurangi risiko kena penyakit &lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Alzheimer&lt;/span&gt; (pikun) di usia tua karena memblokir kerusakan di otak yang disebabkan kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi sudah dikaitkan dengan frekuensi penyakit Alzheimer yang lebih rendah, dan sebuah studi oleh peneliti AS yang diterbitkan di Journal of Neuroinflammation (Jurnal Inflamasi Otak) bisa menjelaskan kenapa. Di otak ada yang disebut &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;blood brain barrier&lt;/span&gt; (sawar darah otak). Fungsinya adalah untuk melindungi otak dari zat-zat di dalam darah yang berbahaya. Di dalam percobaan, sawar darah otak lebih kuat di dalam kelinci yang diberikan kuantitas kopi yang setara dengan satu cangkir per hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ternyata, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;kafein merupakan obat yang paling aman untuk memperkuat sawar darah otak&lt;/span&gt;. Sebagian studi yang lain menunjukkan bahwa kolesterol bisa membuat sawar darah otak agak “bocor” dan kondisi ini bisa membantu timbulnya penyakit Alzheimer. Di dalam tes, kelinci yang diberikan diet kolesterol tinggi selama 12 minggu dan sekaligus minum kopi, punya sawar darah otak yang jauh lebih kuat dibandingkan kelinci yang tidak minum kopi. Kolesterol tinggi juga merupakan salah satu indikator akan timbul Alzheimer, mungkin karena kolesterol merusak sawar darah otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kesimpulannya:&lt;/span&gt; kalau mau punya otak yang sehat, tidak ada pilihan selain minum kopi setiap hari. Kafein juga ada dalam coklat, jadi jangan takut makan coklat juga ya. Dan kalau iortu marah karena kamu pulang malam setelah ngopi sama teman-teman , bilang saja habis berobat! Hehehe&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/11/minum-kopi-setiap-hari-melindungi-otak.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-7609458066327113045</guid><pubDate>Wed, 11 Jun 2008 02:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-17T21:20:09.373+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Healthy life</category><title>Air Putih Baik Bagi Kesehatan Jantung</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ingin turunkan resiko sakit jantung? Minum saja air putih. Mungkin ungkapan tersebut terbilang sangat sederhana, tapi begitulah hasil studi yang dilakukan para peneliti dari Loma Linda University di California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset tersebut mengemukakan orang yang minum minimal lima gelas air perhari lebih jarang meninggal dunia akibat serangan jantung dibandingkan yang minum air kurang dari dua gelas setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebaliknya orang yang mengkonsumsi minuman selain air putih beresiko meninggal akibat serangan jantung dibandingkan yang minum lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisi ini didasarkan pada studi yang melibatkan 8.280 pria dan 12.017 wanita dengan kisaran usia 38 tahun. Studi selama enam tahun yang dipimpin oleh Jacqueline Chan, DrPH bersama rekannya Synnove Knutsen, MD, PhD, ini mencatat kejadian dan perkembangan penyakit jantung koroner. Dari jumlah tersebut 246 responden meninggal akibat sakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology ini menyebutkan risiko serangan jantung pada responden yang minum lebih dari 5 gelas perhari berkurang sampai 41 persen. Sementara pada pria risiko kondisi yang mengkonsumsi minuman lain termasuk teh, kopi, jus, susu dan alkohol tetap beresiko tinggi terkena serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chan air yang diminum akan diserap masuk ke dalam aliran darah, hal ini bisa menurunkan ketebalan pembuluh darah, jadi resiko terkena serangan jantung yang dipicu bekuan darah pun akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya minuman lain akan mempertebal pembuluh darah, pasalnya setelah dicerna bahan ini akan mengandung konsentrasi yang sama dengan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan aspirin dan alkohol yang bisa menurunkan risiko serangan jantung tapi disertai problem kesehatan lain, sementara air tergolong murah, mudah diperoleh dan tak membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href=&quot;http://is.gd/Eb0PDR&quot;&gt;http://is.gd/Eb0PDR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/06/air-putih-baik-bagi-kesehatan-jantung.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-4623419838392416567</guid><pubDate>Wed, 14 May 2008 05:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T11:00:08.155+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sains dan Bioteknologi</category><title>DNA fingerprint, Metode Analisis Kejahatan pada Forensik</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin banyak mahasiswa kimia, sekarang ini yang bercita-cita untuk menjadi seorang ahli forensik. Bekerja membuktikan suatu kejahatan dengan cara-cara ilmiah dan khas seorang kimiawan (terdapat sampel, peralatan laboratorium dan metode analisis) tentunya adalah suatu pekerjaan yang menarik dan tak lupa pula gaji yang lumayan besar. Tetapi sebelum sampai ke benar-benar bekerja di forensik, penulis akan menginformasikan salah satu metode analisis kejahatan di forensik yakni &lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);&quot;&gt;&lt;/span&gt;DNA fingerprint.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di Indonesia, DNA fingerprint mencuat namanya sebagai cara identifikasi kejahatan dan korban yang telah hancur setelah terjadi peristiwa peledakan bom di tanah air seperti kasus bom Bali, bom Marriot, peledakan bom di depan Kedubes Australia dan lain-lain. Pengunaan informasi DNA fingerprint di Indonesia boleh dibilang masih sangat baru sedangkan di negara-negara maju, hal ini telah biasa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;DNA fingerprint&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Asam deoksiribonukleat (DNA) adalah salah satu jenis asam nukleat. Asam nukleat merupakan senyawa-senyawa polimer yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Penemuan tehnik Polymerase Chain Reaction (PCR) menyebabkan perubahan yang cukup revolusioner di berbagai bidang. Hasil aplikasi dari tehnik PCR ini disebut dengan DNA fingerprint yang merupakan gambaran pola potongan DNA dari setiap individu. Karena setiap individu mempunyai DNA fingerprint yang berbeda maka dalam kasus forensik, informasi ini bisa digunakan sebagai bukti kuat kejahatan di pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DNA yang biasa digunakan dalam tes adalah DNA mitokondria dan DNA inti sel. DNA yang paling akurat untuk tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah sedangkan DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu, yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Dalam kasus-kasus kriminal, penggunaan kedua tes DNA diatas, bergantung pada barang bukti apa yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seperti jika ditemukan puntung rokok, maka yang diperiksa adalah DNA inti sel yang terdapat dalam epitel bibir karena ketika rokok dihisap dalam mulut, epitel dalam bibir ada yang tertinggal di puntung rokok. Epitel ini masih menggandung unsur DNA yang dapat dilacak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus pemerkosaan diperiksa spermanya tetapi yang lebih utama adalah kepala spermatozoanya yang terdapat DNA inti sel didalamnya. Sedangkan jika di TKP ditemukan satu helai rambut maka sampel ini dapat diperiksa asal ada akarnya. Namun untuk DNA mitokondria tidak harus ada akar, cukup potongan rambut karena diketahui bahwa pada ujung rambut terdapat DNA mitokondria sedangkan akar rambut terdapat DNA inti sel. Bagian-bagian tubuh lainnya yang dapat diperiksa selain epitel bibir, sperma dan rambut adalah darah, daging, tulang dan kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Metode analisis DNA fingerprint&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sistematika analisis DNA fingerprint sama dengan metode analisis ilmiah yang biasa dilakukan di laboratorium kimia. Sistematika ini dimulai dari proses pengambilan sampel sampai ke analisis dengan PCR. Pada pengambilan sampel dibutuhkan kehati-hatian dan kesterilan peralatan yang digunakan. Setelah didapat sampel dari bagian tubuh tertentu, maka dilakukan isolasi untuk mendapatkan sampel DNA. Bahan kimia yang digunakan untuk isolasi adalah Phenolchloroform dan Chilex. Phenolchloroform biasa digunakan untuk isolasi darah yang berbentuk cairan sedangkan Chilex digunakan untuk mengisolasi barang bukti berupa rambut. Lama waktu proses tergantung dari kemudahan suatu sampel di isolasi, bisa saja hanya beberapa hari atau bahkan bisa berbulan-bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya adalah sampel DNA dimasukkan kedalam mesin PCR. Langkah dasar penyusunan DNA fingerprint dengan PCR yaitu dengan amplifikasi (pembesaran) sebuah set potongan DNA yang urutannya belum diketahui. Prosedur ini dimulai dengan mencampur sebuah primer amplifikasi dengan sampel genomik DNA. Satu nanogram DNA sudah cukup untuk membuat plate reaksi. Jumlah sebesar itu dapat diperoleh dari isolasi satu tetes darah kering, dari sel-sel yang melekat pada pangkal rambut atau dari sampel jaringan apa saja yang ditemukan di TKP. Kemudian primer amplifikasi tersebut digunakan untuk penjiplakan pada sampel DNA yang mempunyai urutan basa yang cocok. Hasil akhirnya berupa kopi urutan DNA lengkap hasil amplifikasi dari DNA Sampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kopi urutan DNA akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang dimaksud DNA fingerprint. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola pita bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Finishing dari metode ini adalah mencocokkan tipe-tipe DNA fingerprint dengan pemilik sampel jaringan (tersangka pelaku kejahatan).&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kemampuan ahli forensik dalam mengendus jejak kejahatan melalui metode analisis DNA fingerprint merupakan suatu langkah maju dalam proses pengungkapan kejahatan di Indonesia. Keakuratan hasil yang hampir mencapai 100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju dibandingkan proses biometri (identifikasi menggunakan sidik jari, retina mata, susunan gigi, bentuk tengkorak kepala serta bagian tubuh lainnya) yang telah lama digunakan kepolisian untuk identifikasi. Terlepas dari keuntungannya itu, penerapan DNA fingerprint masih terbatas di Indonesia dikarenakan dana yang dibutuhkan sangat mahal dan SDM forensik yang kurang, sehingga kepolisian RI biasanya menerapkan standar prioritas untuk analisis ini, prioritas utama analisis biasanya menyangkut kasus-kasus nasional seperti peristiwa peledakan bom atau untuk potongan tubuh korban yang telah hancur, yang tidak dapat diidentifikasi lagi dengan proses biometri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/05/dna-fingerprint-metode-analisis.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-1900737574545444245</guid><pubDate>Sun, 04 May 2008 10:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T11:00:33.607+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Berfokus Pada Kelebihan Diri</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu,” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, pak guru”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya : “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya : “Tiga saja, pak guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab pak guru. Anak tadi langsung menyambung : “Pak guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Baru-baru ini, saya dan istri saya menyaksikan di sebuah televisi swasta pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Kami benar-benar terharu. Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya. “Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?”, kata istri saya terkagum-kagum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata, “Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/05/berfokus-pada-kelebihan-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-4733539678003808870</guid><pubDate>Sun, 04 May 2008 10:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T11:00:50.588+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Jangan Pernah Berhenti</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Penulis: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Gede Prama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tidak bisa tidur beberapa minggu, stress atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : “never give up.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : “jangan pernah berhenti.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental “never give up” yang lebih mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental “never give up” semakin kuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/05/jangan-pernah-berhenti.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-4034646996128987218</guid><pubDate>Sun, 04 May 2008 10:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-19T11:01:12.324+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Batu Rubi yang Retak</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;membuat raja yang dicintainya berbahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot; class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2008/05/batu-rubi-yang-retak.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1494111846448803546.post-6192238257444147187</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 13:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T07:29:51.831+07:00</atom:updated><title>bi05cience&#39;s crew</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=kin.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/kin.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ibnu Sholikhin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Debegan, Rt.01/VI, Mojosongo (57123)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=afr.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/afr.jpg&quot; alt=&quot;Me&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Afrida Puji Nugroho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Perum. Jongkang, Rt.08/V, Buran, Tasik madu, Karanganyar (57761)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Amin.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Amin.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Amin Wahyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Mulur, Bendosari, Sukoharjo&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=fauzi2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/fauzi2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Shafi Fauzi Rahman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. KH. Ridwan No.4, Sukolilo, Pati&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Himawan.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Himawan.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Himawan Budhi Nugroho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Donorojo, Pacitan&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Azwan.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Azwan.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;M. Azwan Novebrianto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Rinjani Timur III, Mojosongo, Solo&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Yeni.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Yeni.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Yeni Priyatmoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Gombong Rt.03/IV, Puring, Kebumen&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=lina2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/lina2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Karlina Purbasari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Raya Solo Kd Galar-Ngawi: Jl. Petir No.13, Solo&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Jenny2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Jenny2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jenny Virganita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Semuli Raya Rt.03/I, Transkim TNI-AU, Lampung Utara (34581)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Zarra.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Zarra.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Markantia Zarra Peritika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Asoka No.6, Jaten Permai, Karanganyar (577771)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=rere.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/rere.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Diani Mentari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Malangjiwan Rt.06/II, Colomadu, Karanganyar (57177)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=puri.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/puri.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Puri Elyana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Kayuapak, Rt.01/VI, Polokarto, Sukoharjo (57555)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=doddy2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/doddy2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Doddy Zakaria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. RM. SAID 106, punggawan, Rt.01/II (57132)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=tiwi.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/tiwi.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Auronita Puspa Pratiwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Batin Tikal 177, sungailiat, Bangka (33214)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Devi.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Devi.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Satyarani Devi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl.Perintis Kemerdekaan Gg. Kemuning, Rt.01/IV, Watesalit, Batang (51216)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Diar.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Diar.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pramastuti Adiar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Combong, Rt.05/I, Kadipiro, Solo (57136)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=aziza2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/aziza2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Fadhila Nasron Aziza&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Swadaya No. 11, Gas Alam, Cimanggis, Depok (16953)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=sitri.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/sitri.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sitrianingsih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Nglombo, Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Rt.06/II&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=liss2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/liss2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Lisdyah DA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Melati Rt.06/84, Palur (57772)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Sinta.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Sinta.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sinta Natalia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jln. Sersan Idris Rt.04/III No.28, Bekasi Selatan (17141)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=tari2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/tari2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sri Lestari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Gado Kidul Rt.02/III, Kebonagung, Sidoharjo, Wonogiri (57682)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Opie.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Opie.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sofia Noor Affiati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Siliwangi komplek kehutanan Sukasari No. 2413, Rt.01/III, Bogor (16142)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Siti.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Siti.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Siti Nur Qotimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Dr. Soetomo 157, Karanganon, Klaten Utara, Klaten&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Mill.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Mill.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Milla Hapsari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Wonorejo Rt.05/II, polokarto, Sukoharjo (57555)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=indri2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/indri2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Indriyani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Salbun Rt.12/IV, No.1, Kel. Susukan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur (13750)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=ti2n.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/ti2n.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Titin Nuraeni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Rc. Sunyaragi, Rt.05/VI, Karangsari, Weru, Cirebon (45154)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=tahan.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/tahan.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tahan Ristiningsih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Sanggrahan, Rt.03/VI, Joho, Sukoharjo&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Yustin.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Yustin.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yustin Nur Khoiriyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Temulus, Rt.01/VII, Pondok, Grogol, Sukoharjo (57552)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=anis2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/anis2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Anis kurlillah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Jl. Shuhada No.04, Rt.02/I, Ngunut, Babadan, ponorogo, Jatim (63491)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Septina.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Septina.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Septina Dyah S&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah : Bandung, Rt.20/V, Playe, Gunung Kidul, Yogjakarta (55861)&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Lita.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Lita.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;APRILITA CRESI WIDYANINGRUM &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Cyntia.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Cyntia.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;CYNTHIA PERMATA SARI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=cici2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/cici2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;DIAN INDAH PRATIWI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=eni.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/eni.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;ENI ROKHAYATI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=kelik.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/kelik.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;KELIK WIJAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=Rina.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/Rina.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;RINA HENDRAWATI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=septyan2.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/septyan2.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;SEPTIAN EKO WARDOYO &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://s246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/?action=view&amp;amp;current=yanuar.jpg&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i246.photobucket.com/albums/gg119/Hdhe16/yanuar.jpg&quot; alt=&quot;Photobucket&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;YANUAR MAARIF &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rumah :</description><link>http://bi05cience.blogspot.com/2007/12/bi05ciences-crew.html</link><author>noreply@blogger.com (Afrida Puji Nugroho)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>