<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552</id><updated>2025-02-09T14:17:39.978+07:00</updated><category term="Sampaikanlah"/><category term="Akhlak"/><category term="Motivasi"/><category term="Pegangan"/><category term="Sejarah Islam"/><category term="Ramadhan"/><category term="Halal - Haram"/><category term="akidah"/><category term="Politik"/><category term="Amalan Utama"/><category term="Sains dan Teknologi"/><title type='text'>Kehidupan Islam</title><subtitle type='html'>Syariah, Khilafah, Peradaban Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-476330235497832722</id><published>2014-10-12T10:22:00.001+07:00</published><updated>2014-10-12T10:29:25.829+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Amalan Utama"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pegangan"/><title type='text'>Tujuh Amalan dan Kiat Sukses Seorang Muslim!</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikkZxhyd2HHqP9eWDWZKROUls15NQgRKyYah2UWJplKpA4yRD0T38OreX1BWFpJ7sM-TnBdu-Ko83cw9CqFMiI2nTyTBpSFaeY_uHQxnOl81_LHN2e1SlJMvJZtGmFonphVLJxGS1kIqc/s1600/pengusaha+muslim.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt; Kita sepakati dulu arti sukses menurut Islam. Yang pasti sukses adalah tercapainya tujuan. Tujuan kita apa? jika tercapai maka jadilah kita orang sukses. Maka sebagai agama yang menjadikan nilai-nilai nya termasuk dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, tentulah Allah memberikan tips untuk hamba-Nya agar juga bisa sukses. Tentunya sukses dunia akhirat. sebagaimana doa yang selalu kita baca disetiap selesai solat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikkZxhyd2HHqP9eWDWZKROUls15NQgRKyYah2UWJplKpA4yRD0T38OreX1BWFpJ7sM-TnBdu-Ko83cw9CqFMiI2nTyTBpSFaeY_uHQxnOl81_LHN2e1SlJMvJZtGmFonphVLJxGS1kIqc/s1600/pengusaha+muslim.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikkZxhyd2HHqP9eWDWZKROUls15NQgRKyYah2UWJplKpA4yRD0T38OreX1BWFpJ7sM-TnBdu-Ko83cw9CqFMiI2nTyTBpSFaeY_uHQxnOl81_LHN2e1SlJMvJZtGmFonphVLJxGS1kIqc/s1600/pengusaha+muslim.jpg&quot; height=&quot;234&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bersegera Melakukannya.&lt;br /&gt;
Benar, jangan tunda lagi. Waktu Anda adalah sekarang. Jika kemaren adalah masa yang tak dapat Anda ulangi, maka masa depan adalah sesuatu yang bukan menjadi jaminan kita. Maka waktu yang menjadi milik kita adalah sekarang. Sebagaimana firman Allah untuk bersegera meraih ampunan dan kesuksesan di akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Ali Imran (3): 133)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Jangan Tunda Pekerjaan.&lt;br /&gt;
Tugas dan amanah sebagai seorang 
yang diberikan oleh Allah akal dan hati tentulah amat besar dan banyak. 
Allah mengingatkan hamba-Nya untuk tidak menunda pekerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (Al Insyirah : 7).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Bersabar, Jangan Mudah Berputus Asa.&lt;br /&gt;
Sungguh mulia perkara seorang muslim, apabila ia ditimpa kesenangan maka itu merupakan rahmat Allah dan bila bersyukur Allah akan tambah nikmatnya. Bila ia ditimpa musibah dan bersabar maka Allah hapus dosa dan Allah berserta orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Yusuf (12):87).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yakinlah karena,&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al Baqarah (2):286)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Bersedekah&lt;br /&gt;
Lah kok, mengapa harus sedekah? Tunggu dulu. Ada salah satu kunci dibukanya pintu rezeki dan kesuksesan kita melalui bersedekah. Dengan bersedekah kita telah melakukan tiga kebaikan sekaligus. Pertama menjalankan ajaran agama Islam, kedua berhubungan baik dengan sesama manusia, ketiga menunjukkan bahwa kita bukan orang yang kikir atau pelit. Luar biasa bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Tawakal Dan Tetap Berbaik Sangka&lt;br /&gt;
Allah Maha dan lebih Tahu apa yang 
terbaik untuk kita. Oleh karenanya berbaik sangka kepada apa yang Allah 
tetapkan merupakan salah satu bentuk iman seorang hamba karena ia 
percaya bahwa Allah selalu ada untuk dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Boleh 
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi 
(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah 
mengetahu, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Baqarah 2:216)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kita melakukan serangkaian diatas, maka selayaknya kita berserah diri kepada Allah. Menerima apapun keputusan Allah merupakan bentuk berbaik sangka kita kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Banyak Mengingat Allah, Mohon Ampun. &lt;br /&gt;
Dua hal ini adalah satu paket, tidak bisa dipisahkan. Mengingat Allah dan memohon ampun juga satu paket yang biasa kita temui dalam doa, khususnya solat. Karena dalam solat juga mengandung unsur keduanya. Memohon ampun alias beristighfar juga membuat rezeki lancar. Kok bisa? Nih dalilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Barang siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesusahan dan kesempitan, dan Allah juga akan mendatangkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Imam Ahmad)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Jauhi Perbuatan Dosa dan Maksiat&lt;br /&gt;
Nah ada lagi ini, apa hubungannya? Jelas ada! Perbuatan dosa dan maksiat senantiasa menuntun manusia menuju kegelapan hati. Karena setiap perbuatan dosa akan memberikan satu titik hitam yang menghalangi cahaya hidayah Allah kepada hati manusia. Jika kita jauh dari hidayah Allah, maka jauhlah penuntun kita menuju kesuksesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” &lt;br /&gt;(HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga dosa dapat&amp;nbsp; membuat hati mengeras. Itulah kenapa Allah berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan (Al-Baqarah(2): 74).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
wallahu a&#39;lam wa bish shawab.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/476330235497832722/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2014/10/tujuh-amalan-dan-kiat-sukses-seorang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/476330235497832722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/476330235497832722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2014/10/tujuh-amalan-dan-kiat-sukses-seorang.html' title='Tujuh Amalan dan Kiat Sukses Seorang Muslim!'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikkZxhyd2HHqP9eWDWZKROUls15NQgRKyYah2UWJplKpA4yRD0T38OreX1BWFpJ7sM-TnBdu-Ko83cw9CqFMiI2nTyTBpSFaeY_uHQxnOl81_LHN2e1SlJMvJZtGmFonphVLJxGS1kIqc/s72-c/pengusaha+muslim.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-2883802364472538789</id><published>2012-06-24T20:57:00.002+07:00</published><updated>2012-06-24T20:58:40.193+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Soal HAM Barat dan Toleransi yang Tidak Adil</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JzkH2Np35u7TFriBx8R9XkehQcrD20uMehPvZwDf6G_r2EUBUtLUPx9TFlrcg-QzdwNPdcZqFUGW3f9KebczEoNEkN5QJDa6URdTH3TPHKr9B3XcsEppEASJZE9PMpHGXkQkQ3vFpe4/s1600/toleransi4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JzkH2Np35u7TFriBx8R9XkehQcrD20uMehPvZwDf6G_r2EUBUtLUPx9TFlrcg-QzdwNPdcZqFUGW3f9KebczEoNEkN5QJDa6URdTH3TPHKr9B3XcsEppEASJZE9PMpHGXkQkQ3vFpe4/s1600/toleransi4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Meskipun Islam tidak memberi klaim keselamatan terhadap pemeluk agama 
lain, akan tetapi ajaran Islam tidak memperkenankan mengebiri dan 
menyerang pemeluk agama lain. Islam menilai agama lain tidak benar, 
namun bukan berarti klaim ini melegitimasi melakukan penyerangan tanpa 
sebab. Peperangan dalam Islam didudukkan sebagai usaha prefentif 
(tadafu’), tidak mendudukkannya sebagai konfik (shira’). Visi Islam 
menjaga harmonitas dan koeksistensi antar kelompok, melalui usaha 
preventif bukan konflik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam Islam, &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;toleransi &lt;/a&gt;(samahah) merupakan ciri khas dari ajaran. Islam 
menganjurkan umatnya untuk bersikap toleran, tolong-menolong, hidup yang
 harmonis, dan dinamis di antara umat manusia tanpa memandang agama, 
bahasa, dan ras mereka &lt;span style=&quot;color: lime;&quot;&gt;(QS. Al-Mumtahanah: 8-9).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Kontroversi HAM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada 10 Desember 1948 PBB mengesahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). DUHAM disusun sebagai usaha untuk mewujudkan dunia yang berkeadilan dan terbangunnya kerjasama yang berguna bagi manusia seluruh dunia tanpa memandang ras dan agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata deklarasi DUHAM sejak awal menui kontroversi. Konsep HAM lebih kecenderung kepada humanisme. Padahal humanisme selalu dibenturkan dengan agama-agama. Penyusunan deklarasi juga masih diskriminatif. PBB tidak melibatkan Negara-negara Afrika Asia. Justru deklarasi disusun oleh sejumlah Negara Barat adidaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa utusan agamawan dari berbagai Negara sempat meminta butir-butir DUHAM agar direvisi. Dan syarat-syaratnya dibuat lebih adil dengan memasukkan konsep-konsep yang berdasarkan agama baik spiritual maupun tangngung jawab. Pertemuan-pertemuan dalam Project on Religion and Human Right di New York pada Juli 2003 dan peringatan ulang tahun 50 tahun DUHAM di McGill Montreal Kanada dimanfaatkan oleh Negara-negara Islam. Pertemuan itu menghasilkan Universal Deklaration of Human Right by the World Religions. Namun tetap saja, konsep HAM masih meminggirkan agama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Tidak Ada Kompromi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hak-hak agama Islam belum mendapatkan tempat. Perwakilan Islam mempersoalkan pasal 16 dan 18. Tentang hak melaksanakan ajaran agama dan perkawinan beda agama.&amp;nbsp; Aspirasi umat Islam mentok. Ternyata ada pembatasan dan reduksi melaksankan ajaran secara penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang karena dasarnya adalah humanisme sekular, maka tidak ada tempat bebas bagi agama, khususnya Islam. Hak-hak mematuhi dan melaksanakan ajaran agama Islam terbatas. Yang membatasi adalah sekularisme. Ideologi humanis-sekular menurut Dr. Anis Malik Thoha adalah salah satu wajah dari tren pluralisme. Ideologi ini bercirikan antroposentris, yaitu menganggap manusia sebagai hakikat sentral kosmos. Secara epistemologis, manusia itu sumber kebenaran, kebenaran Tuhan tidak bisa dijangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spirit humanisme adalah pengingkaaran terhadap kebenaran metafisik absolute. Ia adalah ideologi kuno yang menilai manusia sebagai satu-satunya pengatur nilai. Cikal bakalnya dapat dilacak pada abad ke-5 SM. Dipopularkan oleh filosof Protagoras. Protagoras, yang juga tokoh Sophis Yunani mengatakan manusia adalah satu-satunya standar bagi segala sesuatu, bukan doktrin agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu idologi ini tidak pernah sukses berkompromi dengan agama. Maka tidak heran, jika sering kita temui diskriminasi Barat sekular terhadap Islam. Karena sejatinya, tidak tempat keadilan untuk agama, khususunya Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anehnya, yang dituduh intoleran oleh PBB justru muslim Indonesia. Seperti baru-baru ini ada laporan dari Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 23 Mei 2012, yang menulis bahwa Indonesia Negara muslim yang tidak toleran. Di sinilah letak tidak adilnya. Di Swiss menara dilarang. Adzan dilarang dikeraskan. Tapi Negara ini tidak pernah disebut Negara toleran. Justru di Indonesia, agama-agama non-Islam bebas hidup. Di Negara Barat tidak ada hari besar agama kaum minoritas menjadi hari libur nasional. Tapi di Indonesia hal itu tidak pernah diributkan. Gereja-gerja dan Vihara bebas, tidak diganggu. Siswa-siswa non-muslim masih bisa belajar agamanya di sekolah-sekolah negeri. Di Eropa belum ditemukan setoleran itu. Tapi kenapa tidak dipersoalkan? Jelas karena Eropa sekular, sedangkan Indonesia religius.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Catatan-catan intoleransi Barat, sudah banyak ditulis, tapi tidak pernah diproses hukum. pernah ditulis Washington Post pada 25 November 2006, seorang anggota Perlemen Inggris, Jack Straw, dengan arogan meminta kaum muslimah melepas cadarnya ketika masuk ke kantornya. Islam dan muslim masih dipandang rendah dan kelas bawah yang perlu dicurigai. Beberapa waktu lalu Syekh Yusuf Qardhawi dicekal dilarang&amp;nbsp; masuk Negara Prancis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta-fakta ini sesungguhnya menunjukkan peradaban Barat belum mampu belajar toleransi bergama. Faktornya adalah sekularisme — yang menjadi ideologi Barat — tidak mengajarkan toleransi terhadap agama-agama. Sekularisme dan liberalisme meminggirkan agama dan menindas doktrin-doktrin sentral agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, yang harus belajar&amp;nbsp; toleransi itu adalah Barat secular kepada Islam. Bukan kaum muslimin yang belajar toleransi kepada mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Kebenaran Toleransi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, klaim kebenaran sebenarnya tidak menghalangi pemeluk agama lain untuk menentapkan perkara mereka sesuai dengan apa yang terdapat dalam kitab suci mereka. Hal ini berbeda dengan ideologi sekularisme. Sekularisme membatasi hak-hak beragama di ruangan publik. Sedangkan Islam memberi izin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toleransi Islam seperti itu telah lama dipraktikkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Kemudian diteruskan oleh para khalifah di Baghdad dan Andalusia. Bernard Lewis mengakui toleransi Islam. Dalam The Jews of Islam ia mengatakan, bahwa orang-orang Yahudi merasa aman hidup di bawah naungan orang Islam selama berabad-abad. Mereka tidak ditindas atau dirampas hak-haknya, bahkan mendapat kesempatan untuk bersekolah di lembaga-lembaga kajian. Kaum Yahudi hanya dikecam karena kekufurannya, namun mereka tetap mendapatkan hak-hak hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sistem Islam ada konsep kafir dzimmi.Allah tidak melarang berbuat baik kepada kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang mengadakan perjanjian dengan umat Islam dalam menghindari peperangan dan tidak membantu orang kafir lainnya dalam memerangi umat Islam. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak melarang bersikap adil dalam bermuamalah dengan mereka. Kafir dzimmi itu dilindungi karena taat pada kepemimpinan Islam dan tidak menyebarkan kesesatan kepada umat Islam. Bahkan umat Islam dilarang mendzalimi ahl al-dzimmi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, jika ingin adil, Barat mestinya yang perlu belajar kepada Islam. Sementara kaum muslimin perlu mendalami sejarahnya secara benar – dimana toleransi itu begitu agung diamalkan tanpa ada diskriminasi. Kaum muslim tidak perlu minder dengan tawaran konsep-konsep HAM sekular. Karena sejatinya konsep Islam telah sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: purple; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;wallahu a&#39;lam bish shawab. ***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/2883802364472538789/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/06/soal-ham-barat-dan-toleransi-yang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/2883802364472538789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/2883802364472538789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/06/soal-ham-barat-dan-toleransi-yang-tidak.html' title='Soal HAM Barat dan Toleransi yang Tidak Adil'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8JzkH2Np35u7TFriBx8R9XkehQcrD20uMehPvZwDf6G_r2EUBUtLUPx9TFlrcg-QzdwNPdcZqFUGW3f9KebczEoNEkN5QJDa6URdTH3TPHKr9B3XcsEppEASJZE9PMpHGXkQkQ3vFpe4/s72-c/toleransi4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-1792862341969595724</id><published>2012-05-25T09:51:00.001+07:00</published><updated>2012-05-25T09:53:34.751+07:00</updated><title type='text'>Garis Pemimpin Dai Sebagai Dakwah Islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFeZXoAnNpk8zGhXRVHsyry-k5eqX7fLkyw9dQ4rJ6MpnWktrBYzt7O_h7w_zVn3FQXIXAtLm9YZg3aQMGUFmN-aLqcgR2m19Nny_NA6GSBkiniyKK5IQv_BnBjznsC3is_KLyzWHRU78/s1600/khulafaur-rasyidin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;149&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFeZXoAnNpk8zGhXRVHsyry-k5eqX7fLkyw9dQ4rJ6MpnWktrBYzt7O_h7w_zVn3FQXIXAtLm9YZg3aQMGUFmN-aLqcgR2m19Nny_NA6GSBkiniyKK5IQv_BnBjznsC3is_KLyzWHRU78/s200/khulafaur-rasyidin.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tidak seperti petarung, yang kemampuannya bisa dilatih sepuluh tahun. Tidak juga penulis dan pelukis, atau dokter dan desainer. Kepemimpinan dibangun atas formula yang rumit. Karena ia berarti mengelola manusia yang berkeinginan, manusia yang berobsesi luhur, atau manusia yang tidak sudi diatur. Kepemimpinan menyalurkan potensi dan mengarahkannya ke tujuan. Terlebih kepemimpinan yang ini, bukanlah pemimpin se-kampung dan se-kota, atau se-jazirah Arab, tapi pemimpin umat manusia di zamannya, hingga akhir dunia. Mengantar manusia dari pekatnya malam ke gerbang pagi menuju benderang siang. Dan itu butuh persiapan mental, pikiran dan fisik yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persiapan itu bukan dimulai di usia dewasa atau remaja, tapi sejak lahir, bahkan sebelum lahirnya. Tahun kelahiran Muhammad adalah ‘âmul fîl, tahun kesyukuran Arab Mekah yang selamat dari ancaman invasi pasukan Gajah. Ia lahir senin, 12 rabîul awwal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Abrahah menyerbu Mekah dengan enam puluh ribu pasukannya, ia meminta tim intelijennya untuk meneliti tokoh yang paling berpengaruh di Mekah. Dan ia adalah Abdul Muthallib, kakek Muhammad. Saat Abdul Muthallib menghadapi Abrahah yang agung di atas gajah terbesarnya, Abrahah gamang. Yang dihadapinya ternyata tidak hanya disegani Quraisy, tapi diseganinya juga. Ia yang biasanya percaya diri sekarang bingung, ia yang biasanya sombong sekarang tidak bisa tidak untuk menghormatinya. Tapi tidak mungkin mendudukkannya di atas gajah juga. Akhirnya ia sendiri yang turun dari gajahnya, wibawa raja luntur, ditelan kharisma lelaki di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abdullah anak lelakinya pun paling terhormat di sana yang kemudian menikah dengan wanita paling terjaga kesuciannya, Aminah. Setiap detik kehidupan Muhammad Sang Da’i penuh perencanaan Allah. Sempurna, agar umat setelahnya bisa mengkaji kesempurnaan alur pertumbuhan Muhammad bayi menuju dewasanya. ‘‘Allah memilih Kinânah di antara keturunan Ismâ’îl, dan memilih Quraisy dari Kinânah, dan memilih dari Quraisy itu bani Hâsyim, dan memilihku dari banî Hâsyim’’ kata Rasulullah suatu hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis keturunan ini penting, karena manusia pada fitrahnya menghormati silsilah yang terhormat. Di manapun itu, terlebih di Amerika Serikat saat ini. Mereka mencengkeram keyakinan blue blood atau darah biru. Merekalah yang dianggap lapisan paling luhur dari masyarakat, yaitu WASP [White, Anglo, Saxon, Protestant]. Mereka haruslah berkulit putih, berasal dari Inggris golongan Saxon, dan bermazhab Kristen Protestan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis keluhuran nasab pada dasarnya tidak menjadi ruang pertanggungjawaban muslim dalam Islam, karena ia bukan usaha manusia, tapi pilihan Allah. Namun manusia memang lebih menghormati jika seorang pemimpin mempunyai keluhuran nasab. Dan Muhammad, disiapkan untuk menjadi pemimpin para pemimpin, sehingga nasabnya bukan sekadar bersih, tapi garis luhur para pemimpin di kaumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin yang menjadi kaidah dakwah bahwa pencetakan generasi masa depan, generasi pemimpin bukanlah dimulai dari pendidikan anak, tapi dari keagungan orang tua, bahkan dari kesucian masa muda mereka. Mungkin generasi baru itu tumbuh dan memukau tetapi dalam beberapa kondisi rusaknya reputasi keluarga bisa menjadi fitnah besar dalam kehidupan dakwah seorang dai kecuali jika ia sudah maksimal dalam usaha perbaikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mental kepemimpinan Muhammad bahkan dibangun saat ia dalam gendongan kakeknya. Dalam rapat-rapat resmi tetua kaum, dalam momen-momen diplomasi politik. Saat beberapa pembesar Quraisy memprotes kebiasaan Abdul Muthallib membaca Muhammad kecil ke forum-forum resmi, dengan ringan ia beralasan “biarkan anakku ini, karena demi Allah, ia akan memikul urusan besar’’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman-pengalaman rutin ini membangun mental kepemimpinan seorang da’i. Ia melihat momen-momen para pembesar kaum itu berbicara dan berdebat, berdiplomasi dan bersiasat, menerima tamu dan merencanakan perang, berbisnis bahkan bertarung. Pengalaman-pengalaman itu hidup dalam darah dan daging, bukan sekadar visual seperti membaca, atau auditorial dalam mendengar cerita. Muhammad muda memahami sejak kecil bahwa ada urusan besar dalam hidup manusia, sehingga otaknya tidak disibukkan dengan bermain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akumulasi ini yang membangun mental kepemimpinan. Ia bukan pelajaran yang dihafal tapi motivasi yang terus ditiupkan dan disimulasikan dalam pengalaman harian. Seperti saat Mu’awiyyah kecil didoakan seseorang untuk menjadi pemimpin Quraisy, ibunya marah membentak ‘‘celakalah kamu, dia tidak dilahirkan untuk memimpin Arab, tapi dunia’’. Atau seperti Muhammad al-Fâtih kecil yang selalu dibacakan hadits Rasulullah ‘‘Kota Konstantinopel akan dibebaskan, pemimpin terbaik adalah pemimpin yang membebaskannya…’’. Dan tiba-tiba saja ide-ide di ruang pikiran itu mengejawantah di medan kenyataan di masa dewasa mereka. Daulah Umawiyyah yang didirikan Mu’awiyyah dan Daulah Ustmâniyyah yang akhirnya beribu kota Konstantinopel di zaman Muhammad al-Fâtih wilayahnya mencakup tiga benua dan menjadi imperium terkuat di zaman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini mengajari kita bahwa di balik para pemimpin besar, ada obsesi luhur yang membara sejak mereka kecil. Obsesi yang tidak rela dengan kondisi zamannya yang hina, obsesi yang ingin mengembalikan kemanusiaan manusia. Dan sejak kecil hingga remaja Muhammad merasakannya. Hanya saat itu ia belum tahu harus memulai dari mana. Dan terlebih ia tidak tahu, bahwa ada rencana Allah yang menanti untuk mendidiknya menjadi pemimpin umat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: purple; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: purple; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: purple; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: purple; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/1792862341969595724/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/05/garis-pemimpin-dai-sebagai-dakwah-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/1792862341969595724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/1792862341969595724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/05/garis-pemimpin-dai-sebagai-dakwah-islam.html' title='Garis Pemimpin Dai Sebagai Dakwah Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFeZXoAnNpk8zGhXRVHsyry-k5eqX7fLkyw9dQ4rJ6MpnWktrBYzt7O_h7w_zVn3FQXIXAtLm9YZg3aQMGUFmN-aLqcgR2m19Nny_NA6GSBkiniyKK5IQv_BnBjznsC3is_KLyzWHRU78/s72-c/khulafaur-rasyidin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-6928521274525799312</id><published>2012-03-14T05:33:00.004+07:00</published><updated>2012-03-14T05:50:30.920+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Bila Gagal, Bangkit Lalu Raih Kesuksesan !</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3c_rCxUGyPqqFSlSGc5QsmmoJOhUn1YOtndTM_GEHCF1NFRNwYo8jVGascfJDwk-pg3ROfhrrb4cQf8TImY7nNbuozfavO2aK0SRa5b_KR48rlElfPrDwNSwejkVOCW_huv-odYbaqTw/s1600/jangan+menyerah.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3c_rCxUGyPqqFSlSGc5QsmmoJOhUn1YOtndTM_GEHCF1NFRNwYo8jVGascfJDwk-pg3ROfhrrb4cQf8TImY7nNbuozfavO2aK0SRa5b_KR48rlElfPrDwNSwejkVOCW_huv-odYbaqTw/s200/jangan+menyerah.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5719517727451494402&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Mengukur Kualitas Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini panduan ini tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakat pun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusan pun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikan pun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk ke sekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dengan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bang­kit kembali.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Berhasil Dari Kegagalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab, ”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tunanetra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua or­ang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi Presiden, dan tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil,” Dr. Napoleon Hill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Lalu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah telah berfirman dalam kitab yang mulia, al quran al karim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Katakanlah: &quot;Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Az Zumar (39):53)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam tidaklah mengajarkan berputus asa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;{Al Insyirah (94): 5-6}&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah saatnya kita bangkit menjadi&lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/satukan-langkah-menjadi-umat-yang-kokoh.html&quot;&gt; satu umat yang kokoh&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish showab&lt;/span&gt;.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/6928521274525799312/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/03/bila-gagal-bangkit-lalu-raih-kesuksesan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6928521274525799312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6928521274525799312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/03/bila-gagal-bangkit-lalu-raih-kesuksesan.html' title='Bila Gagal, Bangkit Lalu Raih Kesuksesan !'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3c_rCxUGyPqqFSlSGc5QsmmoJOhUn1YOtndTM_GEHCF1NFRNwYo8jVGascfJDwk-pg3ROfhrrb4cQf8TImY7nNbuozfavO2aK0SRa5b_KR48rlElfPrDwNSwejkVOCW_huv-odYbaqTw/s72-c/jangan+menyerah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-6070525986475501092</id><published>2012-02-12T15:14:00.007+07:00</published><updated>2012-02-12T15:32:58.502+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Islam"/><title type='text'>Percintaan Remaja, Valentine Days : Syirik &amp; Zina</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_H5bhqN8RPna3ExzHtCIS2pMfzErdc_hHG49Ml4CW4pZM2th9CUfJVVP03_jgTNIuEbEbp3MgUe7ov0RFKjxyIQTUsdb_Q1KGcjHp6MY19hUiDMMVCt7_MPvUiN9lfKHpBCDze3v8n0k/s1600/indonesia-no-valentines-day.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_H5bhqN8RPna3ExzHtCIS2pMfzErdc_hHG49Ml4CW4pZM2th9CUfJVVP03_jgTNIuEbEbp3MgUe7ov0RFKjxyIQTUsdb_Q1KGcjHp6MY19hUiDMMVCt7_MPvUiN9lfKHpBCDze3v8n0k/s200/indonesia-no-valentines-day.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5708164234679640178&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Valentine’s Day memang tengah menjadi virus mengerikan yang menjangkiti  remaja Indonesia. Bukan karena tujuan perayaan ini yang berkaitan dengan  pengungkapan rasa kasih sayang ataupun suatu ritual keagamaan. Tapi  lebih kepada kebiasaan-kebiasaan buruk seperti &lt;em&gt;free sex&lt;/em&gt;, pesta  alkohol, narkoba, pemborosan dan kemudharatan lainnya. Maklum saja,  kebiasaan tersebut memang lumrah dilakukan oleh remaja-remaja Amerika  Serikat dan beberapa negara Barat. Mereka menganggap kencan di hari  Valentine merupakan permulaan dari suatu hubungan yang serius. Dengan  pesta mewah yang dilengkapi minuman beralkohol, setiap pasangan  diberikan kebebasan melakukan apapun sepanjang malam yang kemudian  diakhiri perzinaan. Ironisnya, budaya ini juga ditiru sebagian remaja  Indonesia. Entah berapa kegadisan yang terenggut pada malam itu.  Akhirnya, semangat kasih sayang dan ritual keagamaan yang sakral,  ternodai dengan perilaku amoral tersebut.&lt;div style=&quot;overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: left; text-decoration: none; border: medium none;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Terlepas berbagai keriuhannya, tahukah Mereka, pecinta hari Valentine, terhadap sejarah Pinky Day itu? Coba tanyakan kepada anak, adik, kakak ataupun sahabat Anda tentang arti Valentine’s Day. Hampir dipastikan, sebagian besar remaja Indonesia mengartikannya dengan tidak tepat. Kebanyakan mengartikannya sebagai hari kasih sayang. Benarkah? Bagaimana pula dengan asal mula munculnya hari valentine?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;Valentine’s Day Dalam Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul dari Valentine’s Day. Bahkan hingga kini, kontroversi ini terus berlanjut dan belum menemui titik terang. Akhirnya, kebanyakan remaja, terjebak kepada suatu perayaan yang bisa dikatakan sebagai khayalan, karena masih kontroversi hingga belum dianggap ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam The World Book Encyclopedia (1998) yang meyakini perayaan ini berawal dari perayaan Lupercalia di zaman Romawi kuno.  Lupercalia sendiri merupakan upacara pensucian di zaman itu yang dilaksanakan pada tanggal 13-18 februari. Pada hari itu, upacara pensucian dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love), Juno Februata. Di hari tersebut, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak yang kemudian para pemuda mengambilnya secara acak. Gadis yang terpilih, harus menjadi pasangan pemuda tersebut selama setahun untuk bersenang-senang mengunjungi tempat wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada tanggal 15 Februari, seluruh pasangan menggelar upacara meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara berlangsung, kaum muda melecut para gadis dengan kulit binatang dengan harapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ditulis berdasarkan beberapa sumber sejarah ini kemudian mencatat bahwa agama Kristen Katolik yang masuk ke Roma saat itu, mengadopsi dan memberikan nuansa kristiani di dalamnya. Salah satunya antara lain mengganti nama para pemuda/pemudi dengan Paus/Pastor. Bahkan, pada 496 M Paus Gelasius I, menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari. Siapa St Valentine itu? The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada tiga nama Valentine yang mati pada 14 Februari dan seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun sayangnya, tidak pernah ada penjelasan yang menyebutkan dengan jelas St. Valentine yang dimaksud. Bahkan kisahnya tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Akhirnya, nyawanya meregang di tiang gantungan. Versi lain menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan, lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dibandingkan orang yang telah menikah. Kaisar lalu membuat kebijakan melarang para pemuda untuk menikah. Namun, St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga kemudian ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M. Hingga saat ini, ’tokoh kasih-sayang’ tersebut masih abu-abu identitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Perayaan Budaya Syirik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the hunter” dewa matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka. Tak ada alasan bagi kita walaupun dengan alasan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Valentine&lt;/span&gt; Islami, yang jelas merupakan pemikiran tak logis liberal. Masihkah Anda ingin merayakannya, wahai orang-orang yang berfikir?? &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Naudzu billahi min zalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/6070525986475501092/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/02/percintaan-remaja-valentine-days-syirik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6070525986475501092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6070525986475501092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/02/percintaan-remaja-valentine-days-syirik.html' title='Percintaan Remaja, Valentine Days : Syirik &amp; Zina'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_H5bhqN8RPna3ExzHtCIS2pMfzErdc_hHG49Ml4CW4pZM2th9CUfJVVP03_jgTNIuEbEbp3MgUe7ov0RFKjxyIQTUsdb_Q1KGcjHp6MY19hUiDMMVCt7_MPvUiN9lfKHpBCDze3v8n0k/s72-c/indonesia-no-valentines-day.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-3890012906202132657</id><published>2012-02-02T21:56:00.005+07:00</published><updated>2012-02-02T22:14:12.860+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akhlak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><title type='text'>Persembahan Cinta Terbaik Hamba Shalih</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBwtyyRABCj-X-n8I4KQm-BWekdsT3hSAZpGiGYz27kEHm3iXNVVH4hyphenhyphenXNRM4bs9WIcgRmfeJX-3RZ0T2atK0WzuEzpD6izYnfyg8stUQP-wX-tBZKubn7XLJVFn2H6oHo_XzPj6nwQo4/s1600/i-love-islam-cm.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBwtyyRABCj-X-n8I4KQm-BWekdsT3hSAZpGiGYz27kEHm3iXNVVH4hyphenhyphenXNRM4bs9WIcgRmfeJX-3RZ0T2atK0WzuEzpD6izYnfyg8stUQP-wX-tBZKubn7XLJVFn2H6oHo_XzPj6nwQo4/s200/i-love-islam-cm.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5704556830424516258&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cinta menempati tempat tertinggi pada hati manusia. Jatuh cinta, adalah fitrah manusia yang tak akan bisa dihindari. Setiap orang pasti pernah merasakannya. Banyak hal yang ditimbulkan karena jatuh cinta. Jatuh cinta menurut Salim A Fillah, “Suatu hal yang lumrah, sesungguhnya kita sedang mengecek tanahnya layak atau tidak, untuk membangun sebuah pondasi lalu akan kita kokohkan dengan didirikannya sebuah bangunan di dalamnya (bangun cinta)”. Jika tanahnya tidak memenuhi syarat jangan dirikan sebuah pondasi apalagi bangunan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Pilar Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 pilar dalam membangun cinta. Agar cinta kita layak ditumbuhkan agar cinta kita tidak menuai bencana bagi kita ataupun orang lain. Agar cinta kita berbuah manis.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;1.Visi dalam membangun cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Cinta harus memiliki visi. Cinta harus memiliki tujuan. Cinta bukanlah sebuah penderitaan yang tak pernah berakhir. Kita harus menghijrahkan cinta agar penderitaan itu berakhir. Untuk itulah visi dalam membangun cinta harus kita bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Seperti cintanya seorang wanita yang sangat mulia, yang diuji dengan seorang suami yang sangat sewenang-wenang dan memaksa istrinya untuk keluar dari agama Islam. Dipaksa untuk menarik kembali kata-katanya ketika dia meyakini bahwasanya dia beriman kepada Allah SWT. Pada akhirnya wanita mulia ini digantung oleh suaminya sendiri demi mempertahankan ke&lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;islam&lt;/a&gt;annya. Namun wanita mulia ini tersenyum. Karena pada detik-detik terakhir, malaikat Jibril memperlihatkan bayangan yang indah untuknya sebuah rumah di syurga yang terbuat dari mutiara-mutiara indah yang khusus dipersembahkan untuknya. Asiyah binti Muzahim suami Firaun adalah wanita mulia itu. Asiyah memohon pada Allah. “Ya Allah, bangunkanlah sebuah rumah untukku di Syurga, karena aku tak bisa membangun cinta di dunia dikarenakan suamiku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Buatlah visi Anda dalam membangun cinta “Aku mencintaimu karena Allah, dengan cara yang diridhai ALLAH, dalam rangka menuju ridha Allah”&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;2. Emosi dalam membangun cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membangun visi dalam cinta. Yang harus dilakukan berikutnya adalah bagaimana mengelola emosi dalam cinta. Emosi adalah hal yang sulit dipisahkan dari cinta. Banyak yang bilang bahwasanya cemburu adalah tanda cinta. Bahkan perasaan benci pun menjadi pertanda cinta kepada seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Anda mencintai sesuatu, cintailah ia seperlunya saja, jika Anda membenci sesuatu bencilah seperlunya saja. Bisa jadi hal yang Anda benci akan Anda cintai suatu hari ataupun sebaliknya. Seorang mukmin yang sedang jatuh cinta akan menghasilkan 2 macam energi yakni energi positif dan energi negatif. Semuanya tergantung kita mau mengelola energi itu ke arah yang baik atau buruk. Jangan terjebak cinta lokasi, dunia ini begitu luas, yang terpenting tingkatkan kualitas diri untuk mendapat yang sesuai dengan kita. Seperti kisah ALI bin Abi Thalib yang mencintai Fatimah dalam diam. Cinta yang tersembunyi di dalam hati. Cinta yang menurutnya tak mungkin untuk terwujud mengingat Ali adalah sahabat yang paling kurang dari finansial dibanding sahabat yang lain. Namun Fatimah ternyata memilih Ali dibanding sahabat rasul yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;3. Spiritual /nurani dalam membangun cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak harus memiliki. Jika kita saat ini berada di sekitar orang-orang yang kita cintai sesungguhnya itu bukanlah kepemilikan kita, itu semua hanya amanah yang datangnya dari ALLAH SWT. Kita hanya diuji untuk memberikan cinta yang tulus dan terbaik untuk orang di sekitar kita. Seperti kisah seorang Salman Al-Farisi yang minta tolong pada Abu Darda untuk mengkhitbah wanita madinah. Namun wanita tersebut menyukai Abu Darda dibanding dengan Salman itu sendiri. Namun, Salman tidak pernah kecewa, Salman malah mendukung Abu Darda dengan memberikannya mahar yang telah disiapkannya untuk pernikahannya dengan wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Nurani, yang melihat segala macam keadaan dengan tenang dan tidak mengedepankan nafsu bahkan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);&quot;&gt;4. Disiplin dalam membangun cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disiplin dalam cinta adalah ketaatan yang terjaga. Menyingkirkan semua ego ketika ALLAH dan Rasul-Nya menurunkan titahnya. Seperti luluhnya sifat keras Umar tatkala perjanjian hudiabiyah,patuhnya Hudzaifah menyelusup ke kawanan Quraisy di tengah malam yang dingin.” (Jalan Cinta Para Pejuang, Salim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun cinta berarti kita telah siap mengelola rasa jatuh cinta untuk  dikelola dengan baik menuju ridha Allah SWT. Cinta yang tertinggi kepada  Sang Pemberi Cinta yakni Allah SWT. Cinta kepada Allah yang membuat  kita menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Cinta kepada  Rasulullah yang membuat kita menjalankan sunnah-sunnahnya. Dan cinta  kepada keluarga yang membuat kita terus ingin membuat mereka bangga.  Banyak hal yang dapat diubah oleh cinta. Maka belajarlah menghargai cinta yang telah Allah berikan kepada kita sesuai tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/3890012906202132657/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/02/persembahan-cinta-terbaik-hamba-shalih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3890012906202132657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3890012906202132657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2012/02/persembahan-cinta-terbaik-hamba-shalih.html' title='Persembahan Cinta Terbaik Hamba Shalih'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBwtyyRABCj-X-n8I4KQm-BWekdsT3hSAZpGiGYz27kEHm3iXNVVH4hyphenhyphenXNRM4bs9WIcgRmfeJX-3RZ0T2atK0WzuEzpD6izYnfyg8stUQP-wX-tBZKubn7XLJVFn2H6oHo_XzPj6nwQo4/s72-c/i-love-islam-cm.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-8403807961784354957</id><published>2011-12-01T09:50:00.004+07:00</published><updated>2011-12-01T10:00:33.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Islam"/><title type='text'>Urgensi Dakwah Mahasiswa Demi Tegaknya Syariat Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRDLEOBXyN7emvfqvNybeNb9UGEm0SIpNCF5QHgVbspyOjc5EXgieuhok3PqanYA4KivjW6mfgP9K8rzoIBgWfJ6kU5kDuIRGUXHXFtKhYtoTyFO5-cKxBH3PuBmyPie9lWdq-hxAHIXE/s1600/dakwah+kampus.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRDLEOBXyN7emvfqvNybeNb9UGEm0SIpNCF5QHgVbspyOjc5EXgieuhok3PqanYA4KivjW6mfgP9K8rzoIBgWfJ6kU5kDuIRGUXHXFtKhYtoTyFO5-cKxBH3PuBmyPie9lWdq-hxAHIXE/s200/dakwah+kampus.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5680989389897681266&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;Masyarakat Indonesia pasti tidak asing lagi dengan pemberitaan Negara Islam Indonesia (NII). NII sangat ramai dibicarakan dari mulut ke mulut, ditambah lagi pemberitaan dari media massa, baik media cetak maupun elektronik. Membuat masyarakat semakin akrab dengan isu NII. Setelah terungkap maraknya orang hilang,atau keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Ditambah pengakuan mereka yang pernah bergabung dengan gerakan ini. Isu ini mengarah kepada NII Komandemen Wilayah 9(NII KW 9). Selengkapnya akan dibahas dalam kajian berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Sejarah NII KW 09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, permasalahan gerakan NII ini bukanlah hal baru. NII sudah ada sejak  beberapa puluh tahun lalu. NII dikenalkan pada 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Ketika Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sebenarnya Kartosoewirjo sudah terlebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan sebuah negara Islam. Namun atas pertimbangan kebangsaan dan kesatuan ia mencabut kembali proklamasi tersebut dan bersedia turut menegakkan Republik Indonesia dengan syarat umat Islam Indonesia diberi kesempatan untuk menjalankan syariat Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sila pertama Piagam Jakarta yang kemudian dihapus sehingga hanya menyisakan kalimat “Ketuhanan yang Maha Esa” saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut merupakan awal retaknya hubungan Kartosoewirjo dan Soekarno, teman seperguruannya semasa masih dididik oleh HOS Tjokroaminoto. Keduanya memang menunjukkan sikap dan prinsip politik berbeda. Kartosoewirjo adalah seorang muslim taat yang mencita-citakan berdirinya negara berdasarkan syariat Islam, sedangkan Soekarno nasionalis sekuler yang lebih mementingkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan Pancasila-nya. Hal ini membuat Kartosoewirjo selalu berseberangan dengan pemerintah RI. Ia bahkan menolak jabatan menteri yang ditawarkan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wilayah Republik Indonesia hanya tinggal Yogyakarta dan beberapa karesidenan di Jawa Tengah sebagai hasil kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Kartosoewirjo melihat peluang untuk mendirikan negara Islam yang dicita-citakannya. Maka iapun memprokamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Malangbong, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. 27 Desember 1949 pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam negara federasi yang diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda itu, Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu dari 16 negara federal anggota RIS. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sedangkan jabatan presiden RI diserahkan pada Mr. Asa’at. Terbentuknya RIS secara otomatis membenturkan NII dengan RIS karena Negara Pasundan bentukan Belanda yang menguasai wilayah Jawa Barat merupakan anggota federasi RIS. Konfrontasi memperebutkan Jawa Baratpun meletus. RIS merasa berhak atas Jawa Barat berdasarkan hasil KMB, sedangkan NII bersikeras mereka lebih berhak karena telah lebih dulu memproklamasikan diri sebelum dibentuknya Negara Pasundan dan RIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang NII-RIS berlangsung selama 13 tahun. Dalam masa 13 tahun itu RIS berubah bentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Pasundan menjadi provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat NII semakin terpojok karena dengan bentuk baru RIS tersebut NII seperti negara dalam negara. Pada akhirnya tentara NKRI berhasil menghabisi perlawanan NII, ditandai dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo selaku Imam Besar (presiden) NII di wilayah Gunung Geber pada 4 Juni 1962. Mahkamah militer menyatakan Kartosoewirjo bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Mantan aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik itupun menghembuskan napas terakhirnya di depan regu tembak NKRI pada September 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riset MUI (2002) terungkap,menurut Raden Abdul fata Wirangganapati,mantan Kuasa Usaha Komandemen Tertinggi Angkatan Perang NII yang bertugas memilih dan mengangkat panglima komandemen wilayah, sejak juli 1962 secara organisasi NII sudah bubar. Sehingga keberadaan NII saat ini sangat didominasi oleh ide-ide yang sesat dan menyesatkan karena ide-ide yang diemban oleh kartosoewiryo terdahulu sudah tidak murni lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUI pun mendapat pengakuan dari mantan kepala Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin, sekarang Badan Intelijen Nasional/BIN) bahwa badan intelijen negara era Soeharto telah melakukan Operasi Khusus (Opsus) untuk pembusukan NII dengan membuat NII KW9 yang menyimpang jauh dari NII asli. Hal itu diungkap Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat H Aminuddin Yaqub dalam acara talkshow Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-30, Selasa (10/5) siang di Wisma Antara, Jakarta. NII KW 9 dinilai telah menyimpang,bahkan sesat dan menyesatkan. Diantara penyimpangan (hasil penelitian MUI 2002): mobilisasi dana mengatasnamakan ajaran islam yang diselewengkan, penafsiran ayat al-Qur’an yang menyimpang,mengkafirkan orang diluar kelompoknya,juga indikasi penyimpangan paham dalam masalah zakat dank urban yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mengapa NII KW 9 sesat menurut Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI)dalam fatwa tanggal 26/2/2002 karena NII menganggap:&lt;br /&gt;1.    Semua muslim diluar mereka disebut kafir dan halah darah beserta miliknya.&lt;br /&gt;2.   Dosa zina dan maksiat bisa ditebus dengan sejumlah uang yang ditetapkan.&lt;br /&gt;3.    Tidak ad kewajiban meng-qadha puasa tapi cukup dengan membayar sejumlah uang yang ditetapkan.&lt;br /&gt;4.   Dibenarkan menggalang dana untuk membangun sarana fisik dan operasional dengan menghalalkan dengan segala cara termasuk menipu dan mencuri.&lt;br /&gt;5.   Taubat hanya sah jika membayar sejumlah tertentu”shadaqah istighfar”.&lt;br /&gt;6.   Ayah kandung yang belum masuk kelompok mereka tidak sah menjadi wali nikah.&lt;br /&gt;7.   Tidak wajib berhaji kecuali telah jadi mas’ul. Bahkan dikatakan berhaji cukup ke ibu kotanya yaitu MAZ 9.&lt;br /&gt;8    Qonun Asasi (aturan dasar) gerakan dianggap lebih tinggi dari kitabullah,bahkan tidak berdosa dengan menginjak-injak mushaf al-Qur’an.&lt;br /&gt;9    Apa yang mereka sebut shalat aktivitas yaitu melaksanakan program gerakan dianggap lebih utama dari shalat fardhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas juga di ungkapkan oleh media massa, isu yang juga sering terdengar bahwa NII KW 9 pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas cuci otak, aksi penipuan, pemerasan, hipnotis, juga kasus orang hilang, termasuk banyak diantaranya mahasiswa. Mahasiswa merupakan target rekrutmen terbesar untuk penambahan anggota NII.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Kenapa mahasiswa??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir mahasiswa yang masih labil dan baru menjalani proses pencarian jati diri pada masa kuliah, membuat mahasiswa menjadi sasaran empuk bagi gerakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk merekrut pengikut atau anggota baru. Korban perekrutan NII dari insan pendidikan, khususnya mahasiswa terus bertambah. Kaum muda intelek yang masih dalam proses pembentukan karakter dan kematangan pribadi, ruang-ruang publik di kampus yang sangat terbuka, serta tidak bekerjanya saluran yang dapat menampung kreatifitas dan idealisme mahasiswa merupakan faktor utama gerakan NII tumbuh subur dikalangan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Direktorat Kemahasiswaan UPI Cecep Darmawan menuturkan “mahasiswa memang menjadi salah satu target dalam pergerakan NII karena merupakan kelompok yang rentan. Mahasiswa merupakan kelompok yang masih mencari jati diri dan rawan terhadap ajakan-ajakan kelompok radikal. &quot;Modus menyusup melalui kelompok pengajian yang disalahgunakan, sangat tertutup, dan sangat eksklusif dan terbagi dalam kelompok kecil. Biasanya yang menjadi korban adalah mahasiswa yang pengetahuan agamanya dangkal,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mahasiswa yang katanya agent of change (agen perubahan) bisa menjadi target rekrutmen NII?, yang telah jelas NII itu sesat menyesatkan, tidak membawa arus kebangkitan pada umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fakta yang harus kita nikmati saat ini, kini mayoritas mahasiswa tidak lagi pantas disebut sebagai agent of change. Kenapa? Karena mahasiswa saat ini tidak lagi memiliki tujuan sbagai arus perubahan. Mahasiswa saat ini telah dicekokki pemikiran-pemikiran asing yang membuat mereka terbuai dan menikmati kehidupan mereka yang hedonis, sekuler,  liberal, dan individualis yang hanya memikirkan masalah pribadi mereka. Sama sekali tidak memikirkan kondisi umat yang sedang sakit saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa memiliki potensi yang begitu besar sebagai agent of change (agen perubahan). Mahasiswa memiliki semangat luar biasa serta kemampuan intelektual. Mahasiswa disebut juga pemuda. Dengan semangat mudanya, mahasiswa atau pemuda  yang meyakini sebuah ideologi akan siap sedia dengan kewajiban dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Bung Karno dalam pidatonya berkata “Berikan kepadaku  10 pemuda, maka akan aku ubah dunia.” Itulah perumpamaan 10 mahasiswa atau pemuda yang  sungguh-sungguh dalam mencapai tujuannya, yaitu perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, mahasiswa atau pemuda mempunyai peran yang sangat penting.Dalam sejarah kehidupan bangsa di dunia, termasuk di Indonesia, peranan mahasiswa atau pemuda sebagai agent of change sangat penting. Karena itu, optimalisasi peran dakwah yang dilakukan oleh mahasiswa atau pemuda juga sangat penting. Para mahasiswa atau pemuda adalah penggerak nyata yang mempunyai nilai idealisme dan semangat juang tinggi yang begitu cepat merespon suasana hati dan kecemasan masyarakat terhadap isu dan tragedi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ditambah dengan adanya kisruh isu  NII membuat mahasiswa semakin enggan memikirkan umat. Karena NII yang katanya bertujuan untuk menerapkan syariat islam,  mampu melakukan aksi-aksi anarkis. Umat menjadi salah faham terhadap agamanya sendiri bahkan umat menjadi takut dan enggan dengan perjuangan syariat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, optimalisasi peranan dakwah dan penyadaran kepada umat akan pentingnya Islam berdiri sebagai jalan kehidupan harus segera direalisasikan dan ditumbuhkan. Peranan itu ada pada gerak mahasiswa atau pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa atau pemuda mengambil peranan memimpin perubahan, tentu mengangkat perubahan secara ideologis dan total. Sebab, permasalahan terjadi bukan hanya karena para pemimpinnya yang sudah menjauh dari Islam, tetapi sistem yang menaunginya pun sudah tak layak ditempatkan dalam kehidupan bernegara. Perubahan itu tak lain dengan melakukan wacana politik, penyadaran umat dan dakwah tanpa kekerasan yang harus dilakukan oleh para mahasiswa atau pemuda. Tentu kali ini perubahan itu bukan bersifat lokal, atau dalam lingkup nasional Indonesia, tetapi perubahan yang bersifat mendunia. Perubahan itu juga harus mengambil alih perhatian dunia dengan menegakan Islam sebagai jalan hidup Rasulullah saw. dalam bingkai Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perubahan dan optimalisasi gerak dakwah para mahasiswa atau pemuda dilakukan dengan beberapa cara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Melakukan dakwah secara berjamaah; ikatan yang dibentuk adalah ikatan ideologi dan akidah, dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi tuntas dalam permasalahan saat ini;&lt;br /&gt;(2) Melakukan gerak dakwah secara massif, dengan secara konsisten mengopinikan syariah dan Khilafah meski dengan menghadapi berbagai risiko;&lt;br /&gt;(3) Mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa berdoa agar kemenangan itu segera muncul;&lt;br /&gt;(4) Melakukan gerakan dakwah bersama-sama masyarakat, menyadarkan mereka dan berusaha memutus mata rantai kepercayaan umat terhadap pemimpin dan sistem yang ada, dengan menggantikannya dengan Islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hukum syariah Islam yang membutuhkan institusi politik yang sekarang disebut negara. Hukum syariah Islam yang berkaitan dengan hudud seperti potong tangan bagi pencuri,rajam bagi pezina, tentu membutuhkan institusi politik atau otoritas yang legal atau negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga menerapkan kebijakan mata uang yang didasarkan pada dinar dan dirham (berbasis emas dan perak), pendidikan dan kesehatan gratis, pengaturan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti barang tambang yang melimpah (emas, minyak, batu bara) harus dikelola negara , tidak boleh diberikan kepada swasta asing, dan hasilnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu membutuhkan keberadaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban membangun politik seperti inilah yang oleh para ulama disebut imamah atau khilafah, amirul mukminan yang makna sama. Syeikh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan Khilafah adalah imamah al-kubra (imamah yang agung). Disebut khilafah karena yang memegang dan yang menjadi penguasa yang agung atas kaum Muslim menggantikan Nabi SAW dalam mengatur urusan mereka. Disebut imamah karena khalifah itu disebut Imam. Karena ta’at padanya adalah wajib. Karena manusia berjalan di belakang imam tersebut layaknya mereka shalat dibelakang yang menjadi imam shalat mereka. &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Tarikh Al-madzahib Al-islamiyyah, juz I hal 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mendirikan negara Islam tentu bukan dengan cara-cara yang bertentang dengan syariah Islam seperti teror bom, mengkafirkan orang tua atau pihak lain , menganggap militer dan kepolisian sebagai ancaman atau kafir , cuci otak, penipuan atau perampokan. Semua itu jelas-jelas bertentangan dengan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara seperti itu justru memberikan gambaran negatif terhadap Islam ,  Kalau cara-cara seperti itu dibiarkan atau dipelihara, kita tentu wajar curiga kalau semua itu memang sengaja dan direkaya , untuk menyudutkan Islam. Tujuannya, agar umat jauh dari Syariah Islam, dan enggan memperjuangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Perjuangan mendirikan negara Islam sesungguhnya adalah perjuangan yang mulia. Sebab negara Islam, dalam pengertian negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban syar’i. Tanpa ada negara yang didasarkan kepada Islam, kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam, yang menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim, mustahil bisa dilakukan. Dan kita sebagai mahasiswa mempunyai peran yang sangat penting dalam menegakkan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu &#39;alam bish showab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/8403807961784354957/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/12/urgensi-dakwah-mahasiswa-demi-tegaknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8403807961784354957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8403807961784354957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/12/urgensi-dakwah-mahasiswa-demi-tegaknya.html' title='Urgensi Dakwah Mahasiswa Demi Tegaknya Syariat Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRDLEOBXyN7emvfqvNybeNb9UGEm0SIpNCF5QHgVbspyOjc5EXgieuhok3PqanYA4KivjW6mfgP9K8rzoIBgWfJ6kU5kDuIRGUXHXFtKhYtoTyFO5-cKxBH3PuBmyPie9lWdq-hxAHIXE/s72-c/dakwah+kampus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-8817497508051365594</id><published>2011-10-25T13:20:00.011+07:00</published><updated>2011-10-25T14:20:26.637+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akhlak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Amalan Utama"/><title type='text'>Apa Yang Salah Sehingga Doaku Belum Terkabulkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBBdZt1qL_8PEywGunOpc0nNqK9_H4UiotUiC3cvmCV5lRe6fbSJnOj1Xag43aqU1mj_LPMqUVmf3-SjfnD8AgcA3sjmJycnHXYJbji5HW-T0P_tjdUq-oyTSz7WCcjWW19R35iv3Kw2c/s1600/istighfar.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 140px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBBdZt1qL_8PEywGunOpc0nNqK9_H4UiotUiC3cvmCV5lRe6fbSJnOj1Xag43aqU1mj_LPMqUVmf3-SjfnD8AgcA3sjmJycnHXYJbji5HW-T0P_tjdUq-oyTSz7WCcjWW19R35iv3Kw2c/s200/istighfar.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5667326075325164914&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;excerpt&quot;&gt;&quot;Sekali lagi bukan doa&quot;, kata seorang pemuda kepada adiknya, &quot;Tapi usaha&quot;. &quot;Lalu mengapa kita diperintahkan untuk tetap berdoa?&quot; Adiknya dengan cepat membalas. &quot;Lalu, apakah permintaanmu kemarin sudah dikabulkan?&quot; Sahut pemuda itu. Adiknya pun terdiam, setengah bingung dan tak tau ingin menjawab apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya kedua insan itu, kita terkadang juga demikian. Bingung dan kecewa. Mengapa Allah lama atau bahkan seolah tak mengabulkan doa kita. Sehingga doa pun kian lama kian ditinggalkan oleh umat Islam dalam segala kehidupan mereka. Terbawa oleh pemikiran rasional yang liberalis. Lalu bagaimana kedudukan doa itu sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Sudah Patuhkah Kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi terkabulnya do’a tersebut tertunda.  Boleh jadi pula Allah mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan  pasti pilihan Allah adalah yang terbaik.&lt;/span&gt; Namun fitrah manusia selalu meminta kepada yang terbaik menurutnya, padahal belum tentu baik menurut Allah. Karena Allah-lah yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, mahluk hidup hingga bumi dan seisinya dengan langit-langit bertingkat-tingkat tanpa tiang. Allah pula yang menjadikan gunung-gunung sebagai pasak yang hidup. Tidak mungkin Sang Maha Pencipta tidak tahu apa yang ada pada mahluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Dan apabila  hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),  bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang  berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi  (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka  selalu berada dalam kebenaran.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS. Al Baqarah: 186).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menyebutkan, seolah-olah Allah akan mengabulkan doa bagi siapa pun dari hamba-Nya yang meminta. Namun kita lupa pada keterangan berikutnya yang selama ini jarang kita perhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya seorang muslim juga tetap beriman dan menjalankan perintah Allah sehingga tetap dalam jalan kebenaran, itulah yang luput. Maka janganlah lupa bahwa di samping berdoa, sebagai seorang muslim kita tetap harus kontinyu dalam ibadah kita. Bukan hanya ketika ingin doa kita dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Berdoa Dengan Sungguh-Sungguh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lisan berkata kadang tak senada dengan hati yang berkehendak. Tak semua kebaikan yang keluar dari mulut kita itu utusan murni dari niat yang suci. Kebanyakan kita lalai. Bahkan Rasulullah telah berpesan kepada umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak akan mengabulkan doa hambanya bila tidak diniatkan dengan sungguh-sungguh. Karena Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan Maha Kuasa membolak-balikkan hati. Bermula dari niat pun kebaikan bisa mendapat pahala walaupun belum terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Yakin dan Tawakal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kok belum dikabulkan, ya? Buang jauh-jauh anggapan itu. Hal ini juga menjadi hal yang bisa membuat doa tidak terkabul. Seolah-olah Allah tak mampu mengabulkan permohonan hamba-Nya atau pesimis. Hendaknya kita hilangkan kebiasaan kita meragukan dikabulkannya doa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berserah diri setelah usaha kita lakukan. Hanya kepada Allah tempat kembali segala urusan. Tak semua yang kita inginkan itu baik bagi Allah. Dan tak semua yang buruk bagi kita itu buruk bagi Allah. Konsekuensinya, apa pun yang terjadi kita harus menerima bila kita bersandar pada pilihan Allah sebagaimana dalam satu kitab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba-Nya)”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Lihat Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262 dan Al Bidaayah wan Nihaayah 8/39). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab. ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/8817497508051365594/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/10/apa-yang-salah-sehingga-doaku-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8817497508051365594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8817497508051365594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/10/apa-yang-salah-sehingga-doaku-belum.html' title='Apa Yang Salah Sehingga Doaku Belum Terkabulkan?'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBBdZt1qL_8PEywGunOpc0nNqK9_H4UiotUiC3cvmCV5lRe6fbSJnOj1Xag43aqU1mj_LPMqUVmf3-SjfnD8AgcA3sjmJycnHXYJbji5HW-T0P_tjdUq-oyTSz7WCcjWW19R35iv3Kw2c/s72-c/istighfar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-8980369883513972401</id><published>2011-10-05T20:54:00.002+07:00</published><updated>2011-10-05T20:55:07.925+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Islam"/><title type='text'>Fase Sukses Dakwah Rasulullah Muhammad Saw</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBHtqOdTRxEdN3fNrqidDhSYgQftxcs61GBig6aRcgfrTQJbPYoUU9I4WS6_OI0jZJM3A8vpjV0AveaSQwwF7x5HH82w-DKkh7HvF8E_fKULjJ9IseSkkCPU7GUTU4UumbkMAoynLqY0/s1600/dakwahprofessional.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 125px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBHtqOdTRxEdN3fNrqidDhSYgQftxcs61GBig6aRcgfrTQJbPYoUU9I4WS6_OI0jZJM3A8vpjV0AveaSQwwF7x5HH82w-DKkh7HvF8E_fKULjJ9IseSkkCPU7GUTU4UumbkMAoynLqY0/s200/dakwahprofessional.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5660004990361100274&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Muhammad Saw. melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi dan lebih banyak melakukan pendekatan pribadi karena ingin menjaga keutuhan dakwah yang baru bertunas ditengah-tengah masyarakat jahiliyah, dan juga untuk menjaga keamanan kaum muslimin yang didominasi orang-orang fakir dan lemah dari teror dan intimidasi kafir quraisy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fase Awal Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat fase ini Rasulullah lebih menitik beratkan pembinaan rutin dirumah Al-Arqam Bin Abu Al-Arqam. Liqo’ atau pertemuan ini jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota makkah sehingga kerahasian dakwah yang dilakukan Rasulullah tetap terjaga, mata-mata kafir quraisy hampir tidak mungkin dapat mengendus keberadaan gerakan ini dan strukturnya karena memang rasulullah pada fase ini sangat amniyah, yakni sangat menjaga kerahasian dan keamanan. Dakwah hanya baru berupa pertemuan atau liqo yang dihadiri secara terbatas pada waktu-waktu tertentu saja hal ini sangat efektif menjaga kemungkinan musuh mengendus dan menciptakan makar untuk menghabis tunas yang baru tumbuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase ini baru berhenti atau mansukh setelah Allah menurunkan &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;&quot;&gt;surat Asy-Syu’ara : 214 &lt;/span&gt;yang memerintahkan nabi untuk melakukan dakwah secara terbuka aatau terang-trangan, dalam ayat yang lain yakni &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;&quot;&gt;surat Al-Hijr : 94&lt;/span&gt;, Allah memerintahkan nabi untuk menyampaikan dengan terang-terang kepada masyarakat quraisy dakwah tauhid, padahal sebelumnya rasulullah diperintahkan agar meninggalkan orang-orang quraisy dengan cara yang baik,&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;&quot;&gt; Al-Hijr : 85&lt;/span&gt;. Ayat 85 tersebut dimansukh-kan, digantikan dengan ayat 94 yang menerangkan kewajiban berdakwah secara terang-terangan dan pada ayat 95 Allah menjamin keberlangsungan dan keamanan dakwah Rasulullah dari makar dan kejahatan kaum quraisy yang suka membuat fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dari uraian diatas dapat kita pahami dengan baik bahwa beralih kebijakan dakwah dari satu fase kepada fase yang lain atau selanjut ditentukan melalui kebijakan ijtihad kolektif yang dipimpin imam.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Ulasan diatas juga buka sebagai dalil qoth’I gerakan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;Islam&lt;/a&gt; dewasa ini harus memulai debutnya dengan dakwah tertutup tapi yang justru harus dilihat adalah mungkin tidaknya gerakan tersebut berdakwah secara terang-terangan atau berdakwah secara terang-terangan pada tataran yangn mungkin dilakukan dan meyembunyikan bagian-bagian tertentu demi kelangsungan benih yang baru tumbuh disemai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fase Jahriyatud Dakwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah secara terbuka, terang-terangan. Melalaui bimbingan Allah, Rasulullah melakukan dakwah kepada kerabat-kerabatnya dan para sahabatnya terlebih dahulu, karena fase ini dilakukan secara terbuka maka membuat peluang teror, kekerasan dan intimidasi dari pihak quraisy terbuka. Tapi karena adanya jaminan dari Allah yang akan menjaga keberlangsungan dakwah maka Rasulullah pun tak mundur selangkah pun dalam menyampaikan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sunnatullah&lt;/span&gt; yang mesti terjadi, setan-setan dari kalangan manusia dan jin akan menempatkan posisi mereka sebagai musuh dari dakwah tauhid, sehingga karena begitu beratnya dakwah difase ini dan sebelumnya maka embrio dari dakwah tauhid adalah orang-orang pilihan yang telah terseleksi secara ketat, maka kedudukan mereka pun berbeda dengan generasi selanjutnya. Fase ini berakhir pada tahun kesepuluh setelah kerasulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fase Iqomatud Daulah, Mendirikan Negara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini Rasulullah dan kaum muslimin ketika itu dibimbing Allah dengan diizinkan berhijrah dan bahkan selanjutnya diwajibkan berhijrah untuk mendapatkan mahjar, lahan baru yang tepat untuk menegakkan tauhid dan mengamalkannya, hijrah dan tholabun nusyrah, suaka politik diluar makkah ditempuh sebagai langkah awal penegakkan negara. Negara dan agama adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan dakwah Rasulullah, keduanya ibarat saudara kembar yang mesti ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengirimkan duta-dutanya Rasulullah pun melakukan kaderisasi dari luar makkah, tercatat pada bai’at aqabah yang pertama 12 orang laki-laki dari suku aus dan khazroj dan pada bai’at aqabah yang kedua 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan, setelah bai’at selesai Rasulullah meminta 12 orang perwakilan pemimpin yang mewakili kaumnya dari aus dan khazroj, dari 12 orang inilah nantinya menjadi embrio negara madinah mulai dibangun dan sampai akhirnya Rasulullah hijrah ke madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah Rasulullah hijrah ke madinah, selanjutnya pada fae ini ada lima hal paling tidak yang dilakukan Rasulullah dan kaum muslimin saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membangun masjid sebagai markas ibadah dan pembinaan iman.&lt;br /&gt;2. Menjalin ukhuwah diantara muhajirun dan anshor, karena begitu kuatnya ikatan diantara mereka sampai Allah menyinggungnya dalam surat Al-Hasyr “wa yu’tsiruna bi amfusihim walau kana bihi khosshoshoh”.&lt;br /&gt;3. Melakukan perjanjian kepada seluruh lapisan penduduk madinah dengan mengikrarkan piagam madinah, pada saat itu Rasulullah memprioritaskan permusuhan quraisy terhadap dakwah tauhid.&lt;br /&gt;4. Terlibat dalam perdagangan dipasar untuk membangun interaksi sosisal dengan masyarakat madinah dengan secara luas. Pada saat itu beliau juga memberikan perhatian kepada pemulihan ekonomi dan stabilitas keamanan.&lt;br /&gt;5. Mempertahankan eksistensi negara madinahdari serangan kaum musyrikin dan munafikin. Fase ini berakhir pada tahun kesepuluh hiriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fase Ad-Daulah Wa Tastbitu Da’aimiha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penetapan sendi-sendi negara dimulai setelah kaum muslimin memenangi perang khondak, kemudian selanjutnya fathu Makkah dan berakhir pada saat perjanjian hudaibiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita cermatin dengan mendalam, dua fase awal dan tiga fase selanjutnya memilki corak dakwah dan kebijakan yang berbeda. Dua fase awal bisa kita sebut dengan fase kenabian karena pengangkat nabi dimulai difase itu kemudian tiga fase selanjutnya bisa kita namakan fase hijrah. Kalau kita merujuk Ilmu Al-Qur’an, fase yang pertama disebut Makki dan yang kedua disebut Madani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase pertama memilki karekteristik pengukuhan inti dakwah Rasulullah yaitu seruan agar beridah hanya kepada Allah semata. Fase ini adalah fase titik tolak fase selanjutnya dan Rasulullah memulainya dengan seruan seluruh para Rasul sebelumnya “wahai kaumku sembahlah Allah saja, kalian tidak memilki Tuhan yang disembah selain Dia saja”. Beliau menyampaikan dan meletakkan kaidah-kaidah pokok secara general pada embrio masyarakat islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fase hijrah atau madani, embrio tadi disulap dan menetas menjadi masyarakat islam pertama, banguan itupun berhasil dibentuk dan disempurnakan pada fase ini, kaidah-kaidah pokok yang tadinya bersifat general akhirnya dijabarkan difase ini dan berhasil selesai dijabarkan secara menditail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fase Intisyarud Dakwah Fil Ardhi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menyebarnya dakwah secara meluas dipenjuru bumi. Tahap ini mapan dengan sempurna setelah wafatnya Rasulullah, dimana kekhilafahan Islam berhasil melumpuhkan dua negara adikuasa saat itu romawi dan persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/8980369883513972401/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/10/fase-sukses-dakwah-rasulullah-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8980369883513972401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8980369883513972401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/10/fase-sukses-dakwah-rasulullah-muhammad.html' title='Fase Sukses Dakwah Rasulullah Muhammad Saw'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaBHtqOdTRxEdN3fNrqidDhSYgQftxcs61GBig6aRcgfrTQJbPYoUU9I4WS6_OI0jZJM3A8vpjV0AveaSQwwF7x5HH82w-DKkh7HvF8E_fKULjJ9IseSkkCPU7GUTU4UumbkMAoynLqY0/s72-c/dakwahprofessional.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-3606666389263303670</id><published>2011-09-03T14:38:00.002+07:00</published><updated>2011-09-03T14:53:28.514+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><title type='text'>Di Akhir Jaman, Pertahankan Iman dan Tauhid!</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSto79LzcYevj-fCMHMeyiRwzpjUHTKBUc5JoUurDd8kH5UiOTm8UEZNF9FUGGNnQbMXzib1vVECFzwsDDeWILoWU4HJGMPD8LTV7CjYy-rFtepQy9V9YUP9RtbiCOxiaekLMIfeH8DXE/s1600/toleransi4.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 147px; height: 147px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSto79LzcYevj-fCMHMeyiRwzpjUHTKBUc5JoUurDd8kH5UiOTm8UEZNF9FUGGNnQbMXzib1vVECFzwsDDeWILoWU4HJGMPD8LTV7CjYy-rFtepQy9V9YUP9RtbiCOxiaekLMIfeH8DXE/s200/toleransi4.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5648038157588951058&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lima belas abad yang lalu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallammemperingatkan kita bakal datangnya suatu masa dimana badai fitnah menyelimuti dunia mengancam iman dan tauhid kaum muslimin. Badai fitnah itu menjadikan dunia sedemikian gelapnya sehingga kaum Muslimin tidak sekedar melakukan dosa-dosa kecil, bahkan tidak pula dosa-dosa besar. Namun melakukan puncak dosa, yaitu&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; riddah&lt;/span&gt; alias &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;murtad&lt;/span&gt;. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Wa na’udzubillaahi min dzaalika…!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti malam yang gelap gulita. Di pagi hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir di sore harinya. Di sore hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin, lalu kafir dipagi harinya. Dia menjual agamanya dengan barang kenikmatan dunia.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 169)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Dosa Yang Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dosa puncak ialah menjadi murtadnya seseorang setelah tadinya ia beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia  mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia  dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di  dalamnya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS. Al-Baqarah [2] : 217)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kian hari kian terasa betapa zaman yang sedang kita jalani dewasa ini  merupakan potongan zaman yang sarat dengan fitnah. Inilah zaman yang  telah di-&lt;em&gt;nubuwwah&lt;/em&gt;-kan oleh Rasulullah Muhammad :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;&quot;&gt;Nabi Saw besabda: “Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lobang biawak kalian pasti akan mengikutinya”. Kami bertanya; “Ya Rasulullah, apakah yang engkau maksud kaum Yahudi dan Nashrani?”. Beliau menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka).”&lt;/span&gt; (&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Hadits Shahih Riwayat Bukhari No. 3197)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Virus yang Berbahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan barat atas dunia modern dewasa ini jelas mencerminkan dominasi the Judeo-Christian Civilization (peradaban Yahudi-Nasrani) atas ummat manusia, termasuk ummat Islam di dalamnya. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin yang terjangkiti &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;virus&lt;/span&gt; ”taqlid” mengekor kepada tradisi dan jalan hidup mereka. Kita lihat betapa banyaknya muslim yang mengekor kepada mereka dalam berbagai tata kehidupan seperti sistem hukum, politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain sebagainya.  Allah bahkan memperingatkan kita bahwa inilah karakter dasar kaum Yahudi dan Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani sekali-kali tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (tradisi/jalan hidup/agama) mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS. Al-Baqarah [2] : 120)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin suatu ummat yang memiliki Kitabullah Al-Qur’an yang Allah jamin kebenaran dan keasliannya dapat diarahkan oleh ummat-ummat yang kitab sucinya yakni Taurat dan Injil telah mengalami kontaminasi dan manipulasi penyimpangan disegala sisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan the Judeo-Christian Civilization (peradaban Yahudi-Nasrani) atas ummat manusia berusaha menularkan nilai-nilai kekufuran yang ada dalam diri mereka kepada siapa saja, termasuk kaum muslimin yang asalnya beriman. Sehingga tidak sedikit kaum muslimin di berbagai belahan dunia mulai mengekor kepada pandangan hidup kaum kuffarpemimpin global dunia dewasa ini. Padahal Allah secara tegas melarang kita untuk memberikan loyalitas kepada mereka. Memberikan loyalitas maknanya adalah menjadikan mereka sebagai pemimpin yang  diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah mengancam bahwa siapa saja muslim yang memberikan loyalitas kepada kaum yahudi dan nasrani, berarti ia telah menjadi bahagian dari golongan mereka alias keluar dari golongan kaum muslimin. Barangsiapa yang ber-wala’ (memberikan loyalitas) kepada kaum kuffar berarti ia telah murtad dan ikut menjadi kafir, betapapun ia masih rajin mengerjakan sholat, berpuasa, bersedekah, pergi haji dan berbagai amal sholeh lainnya layaknya seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS. Al-Maidah [5] : 51)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/3606666389263303670/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/09/di-akhir-jaman-pertahankan-iman-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3606666389263303670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3606666389263303670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/09/di-akhir-jaman-pertahankan-iman-dan.html' title='Di Akhir Jaman, Pertahankan Iman dan Tauhid!'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSto79LzcYevj-fCMHMeyiRwzpjUHTKBUc5JoUurDd8kH5UiOTm8UEZNF9FUGGNnQbMXzib1vVECFzwsDDeWILoWU4HJGMPD8LTV7CjYy-rFtepQy9V9YUP9RtbiCOxiaekLMIfeH8DXE/s72-c/toleransi4.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-5215892138751202805</id><published>2011-08-02T10:09:00.002+07:00</published><updated>2011-10-06T09:20:56.066+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><title type='text'>Isu Terorrisme - Radikalisme Penjajah Barat, Palsu!</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP5ROvkK4afjxGctJmXxJPJU5oBK5k5Ogxi2S7ZDLr_-Q0pEKY7ENbm0YNJyU3hIN9P5rKqCG47iYKmLvKA47sKY8fn-3_PG5dn4Zi-qGfb7iFTmwpHK2BIDL57q3KLw9nYBSJd4kZYeM/s1600/terrorism.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP5ROvkK4afjxGctJmXxJPJU5oBK5k5Ogxi2S7ZDLr_-Q0pEKY7ENbm0YNJyU3hIN9P5rKqCG47iYKmLvKA47sKY8fn-3_PG5dn4Zi-qGfb7iFTmwpHK2BIDL57q3KLw9nYBSJd4kZYeM/s200/terrorism.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5636088407418378002&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Barat telah menghadapi ancaman kebangkrutan ideologi yang nyata akibat rusaknya nilai dan aturan yang mereka adopsi. Kemerosotan moral dan kerusakan tatanan sosial masyarakat Barat melahirkan jutaan aborsi setiap tahunnya. Paham feminisme mendorong wanita mengejar karir sedangkan pasangan umur produktif enggan memiliki anak. Sementara itu, pergaulan bebas dan pornografi tidak hanya menyuburkan perzinaan tetapi juga maraknya kawin sesama jenis yang tentu saja tidak mungkin menyebabkan kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, secara alami pertumbuhan penduduk Barat sangat minim dengan angka kelahiran di bawah ambang batas minimum bertahannya sebuah peradaban. Ke depan mayoritas penduduk negara-negara Barat adalah kaum jompo dengan jumlah umur produktif yang minim. Umur produktif yang minim juga berarti semakin minimnya pemuda yang dapat direkrut menjadi tentara dan polisi. Artinya ke depan kekuatan personil militer dan pertahanan Barat akan semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Barat juga menghadapi kehancuran ekonomi dengan krisis keuangan yang datang silih berganti. Krisis mengakibatkan semakin bengkaknya angka pengangguran dan kemiskinan di Barat. Kondisi ini menjadi faktor pendorong meningkatnya kriminalitas dan kejahatan. Masalah yang tidak kalah penting lainnya adalah semakin banyaknya pengangguran dan kemiskinan menciptakan bom waktu ketidakpuasan terhadap sistem dan pemerintahan negara-negara Barat. Ini menjadi pemicu kerusuhan dan krisis sosial-politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Perang Melawan Terorisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;War on terrorism (WOT) atau perang terhadap terorisme yang secara masif dicanangkan oleh Amerika sejak serangan WTC 11 September 2001 adalah sebuah dalih untuk mengongkosi kebangkrutan ekonomi Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui WOT Presiden AS George W Bush mengalihkan keresahan rakyat AS dari himpitan ekonomi dengan mengetuk semangat patriotisme/heroik rakyatnya. Dengan cara ini juga Bush memberikan kesempatan kepada para korporat pendukungnya dalam pemilu untuk meraih keuntungan finansial dari kontrak minyak, logistik perang, industri senjata, dan proyek rekonstruksi Irak. Tragis untuk mencapai hal ini Amerika Serikat mengobarkan perang dan membunuh jutaan rakyat Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping motif ekonomi, faktor fundamental yang melahirkan WOT adalah perang ideologi. Di tengah kebangkrutan ideologi Kapitalisme, kebangkitan Islam semakin nampak. Semakin banyak kaum Muslim yang menghendaki diterapkannya &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;syariah Islam&lt;/a&gt; dan persatuan umat dalam sistem Khilafah. Semakin intens penentangan dan pembongkaran atas makar dan penjajahan Barat di dunia Islam. Tidak aneh jika Presiden Bush pun mengatakan perang terhadap terorisme adalah lanjutan dari perang salib (the crusade).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin mengancam ideologi Kapitalisme dan eksistensi penjajahan Barat sedangkan penjajahan adalah metode Barat untuk mempertahankan ideologi dan kemakmuran negaranya. Barat menciptakan WOT yang sesungguhnya tidak didesain untuk memerangi teroris melainkan memerangi ulama dan kelompok yang membangkitkan kesadaran Islam di tengah umat untuk tegaknya syariah. Sebaliknya Barat menciptakan kelompok-kelompok teroris dan merekayasa berbagai serangan teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Ciptakan Propaganda dan Opini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Barat menciptakan propaganda dan opini terorisme untuk membenarkan tindakan mereka, sebagaimana dalih AS dalam invasi Irak untuk mencegah jatuhnya senjata pemusnah massal ke tangan teroris yang hingga sekarang tidak pernah terbukti. Presiden Bush menempatkan negara-negara di dunia pada 2 pilihan, apakah ikut bersama AS memerangi terorisme ataukah bersama teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pemimpin negara-negara Barat telah berganti, WOT tidak pernah berhenti. Barat secara kuat dan terus-menerus memobilisasi terciptanya opini terorisme sebagai musuh dunia, memaksa banyak negara melahirkan perangkat hukum dan organ negara yang secara khusus menindak terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat akan selalu mengkaitkan dan menjadikan radikalisme sebagai sumber terorisme dengan ciri utama:&lt;br /&gt;1) umat Islam yang berpegang teguh pada al-Qur’an,&lt;br /&gt;2) umat Islam yang berupaya mendakwahkan syariah Islam sebagai solusi dan aturan yang harus ditegakkan,&lt;br /&gt;3) umat Islam yang ingin bersatu dalam sistem yang diwariskan Nabi SAW yakni Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak ada kaitan sama sekali dengan terorisme karena ditempuh dengan cara damai dan intelektual, Barat pasti mempropagandakan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/11/waspada-perang-pemikiran-ghazwul-fikri.html&quot;&gt;opini&lt;/a&gt; bahwa umat yang melakukan tiga langkah tersebut sebagai teroris dan musuh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem khilafah merupakan bagian dari syariat Islam. Tanpa sistem ini syariah tidak dapat diterapkan. Dan tanpa syariah umat Islam tidak akan menjadi umat yang terbaik. Tanpa syariah kita tidak akan pernah dapat menuntaskan kriminalitas, korupsi, kebodohan, kemiskinan, dan ketimpangan. Tanpa syariah setiap waktu kita dihina, difitnah, dan dianiaya oleh Barat tanpa adanya pembelaan dan perlindungan dari penguasa negeri Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Syariah Islam, Ancaman!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun Syariah adalah ancaman bagi eksistensi penjajahan Barat atas dunia termasuk penjajahan mereka terhadap negeri kita Indonesia. Hal ini dengan jelas diungkapkan Menteri Dalam Negeri Inggris, Charles Clarke pada 6 Oktober 2005, &lt;blockquote&gt;“Tidak akan ada negosiasi mengenai pembentukan Khilafah; tidak akan ada negosiasi mengenai kewajiban menerapkan hukum syariah” &lt;/blockquote&gt;(www.heritage.org, 21/10/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam laporan terbaru yang berjudul Sharia a Danger to US, Security Pros Say, sebuah panel ahli keamanan nasional Amerika Serikat memberikan rekomendasi radikal kepada pemerintahan Obama bahwa syariah Islam adalah ancaman bagi negara tersebut. Panel ini juga menyampaikan sangat pentingnya keamanan AS dan peradaban Barat untuk mendukung tokoh dan kelompok Islam moderat (www.washingtontimes.com, 14/9/2010). Islam moderat adalah istilah yang digunakan Barat terhadap kelompok dan intelektual yang anti terhadap agamanya sendiri, anti al-qur’an, syariah dan khilafah. Istilah lainnya adalah Islam liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;visit page on:&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://arrahmah.com/&quot;&gt;Arrahmah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/5215892138751202805/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/08/isu-terorrisme-radikalisme-penjajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5215892138751202805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5215892138751202805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/08/isu-terorrisme-radikalisme-penjajah.html' title='Isu Terorrisme - Radikalisme Penjajah Barat, Palsu!'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP5ROvkK4afjxGctJmXxJPJU5oBK5k5Ogxi2S7ZDLr_-Q0pEKY7ENbm0YNJyU3hIN9P5rKqCG47iYKmLvKA47sKY8fn-3_PG5dn4Zi-qGfb7iFTmwpHK2BIDL57q3KLw9nYBSJd4kZYeM/s72-c/terrorism.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-7650306888501240380</id><published>2011-07-13T07:19:00.008+07:00</published><updated>2011-07-13T08:25:58.060+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Berpikir, Kemudian Lakukan Investasi Masa Depan !</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhapBUtqdPheY5erUaRu4bdv4yjJgu3HT11G79AlPwL6aYPZHKJFEJeO0t87ym9EUT0BZkXyC4NaXRHX4LjpZ-TclLXltLtJ92b6z1RVfJj0BP3z9g_mzSNoyi5sdtCs92fCie1qrZZvKA/s1600/sell_on_change.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhapBUtqdPheY5erUaRu4bdv4yjJgu3HT11G79AlPwL6aYPZHKJFEJeO0t87ym9EUT0BZkXyC4NaXRHX4LjpZ-TclLXltLtJ92b6z1RVfJj0BP3z9g_mzSNoyi5sdtCs92fCie1qrZZvKA/s200/sell_on_change.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5628641984558801634&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berpikir merupakan proses identifikasi seseorang terhadap permasalahan tertentu atau obyek yang dianggapnya penting untuk dibahas. Dapat dikatakan perlu, karena tanpa berpikir maka segala sesuatu yang ingin kita capai tidak akan mampu kita raih dengan baik dan sesuai dengan keinginan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#FF0000;&quot;&gt;Analogi Berpikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berpikir adalah dasar tindakan Anda. Disadari atau tidak, Anda bertindak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran Anda. Nah dari sinilah, jika Kita memiliki pikiran besar atau berpikir besar, maka  Kita akan melakukan tindakan yang besar dan tentu saja akan mendatangkan hasil yang lebih besar pula.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang dimaksud dengan besar disini, bukan hanya besar dalam kuantitas saja tetapi juga besar dalam hal kualitas. Keberanian, kecerdasan, kejelian, dan kepekaan terhadap peluang adalah ciri dari kualitas berpikir seseorang. Belum disebut bertindak besar jika hanya kerja keras dengan hasil yang kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Halangan dan rintangan ibarat sebuah batu yang ada di depan kita. Sementara pikiran ibarat kendaraan yang akan melalui batu tersebut. Jika kendaraan jauh lebih besar dibandingkan batu yang ada, maka kendaraan tersebut akan lebih mudah melalui batu tersebut. Namun, jika kendaraannya kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan dengan batu yang ada di hadapannya, maka akan sulit untuk melangkah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah analogi bagaimana peran berpikir besar dalam kehidupan kita. Seberapa besar pikiran kita bisa dilihat dari seberapa besar keberanian diri kita dalam menghadapi halangan dan rintangan yang didalamnya termasuk masalah dan resiko. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#FF0000;&quot;&gt;Kemudian?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lalu apa? Cukupkah berpikir? Apa yang kurang? Sungguh berpikir kita tak akan ada artinya bila kita hanya mengangan-angankan saja. Perlu realisasi untuk mewujudkannya untuk menjadi bangunan pencakar langit. Tentu para arsitek tidak tinggal diam, setelah ia memberikan gambaran detail fisik dan perhitungan bahkan perencanaan yang dianggapnya matang, tetapi kemudian ada pekerja bangunan yang harus membuat pondasi beton dengan mesin-mesin berat dan besar. Membangunnya dengan bertahap. Akhirnya ia bisa menjadi bangunan kokoh - pencakar langit.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian pula, dalam &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;Kehidupan Islam&lt;/a&gt; tidak mengajarkan diri kita untuk berdiam diri. Lakukan, bersegera, bangun dan bangkit, itulah yang kata-kata yang sering kita temukan dalam ayat-ayat Al Qur&#39;an. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibsQLvuBnrRI80w_C-w8zm4TzmqXSukL26OonxPqdgo6RSxEfuXE0hQcIjdyx7EjPZesAXVQnZzQZu9UBW7KFYVVLLKmwee-gbSMheqDzZfVHDQxm5DigaZ8Cr8QdsU85uHvLkHLM2Ic0/s1600/Al+quran.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 82px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibsQLvuBnrRI80w_C-w8zm4TzmqXSukL26OonxPqdgo6RSxEfuXE0hQcIjdyx7EjPZesAXVQnZzQZu9UBW7KFYVVLLKmwee-gbSMheqDzZfVHDQxm5DigaZ8Cr8QdsU85uHvLkHLM2Ic0/s400/Al+quran.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5628641564075919234&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;gen&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#3333FF;&quot;&gt;&quot;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan  bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, &quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#33CC00;&quot;&gt;(Ali Imran (3): 133).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#FF0000;&quot;&gt;Mengapa Takut?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menghadapi rasa yang timbul karena dari orang lain mungkin mudah dan dapat dirasakan. Bagaimana rasa takut yang tiba-tiba muncul dan membuat nyali kita kerdil untuk berbuat? Lalu bagaimana dengan Muhammad Al Fatih - Sang Pembebas Konstatinopel yang dengan gagah berani berhasil menaklukan kota megah di saat itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan. Cukuplah kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun semua ini tidak membuat semangat Sultan Muhammad Tsaniy menjadi surut. Beliau yakin mampu mewujudkan impian umat Islam untuk menaklukkan benteng itu. Selain berbekal doa dan tawakkal kepada Allah, beliau juga menyiapkan taktik-taktik pertempuran yang matang disertai angkatan perang dalam jumlah besar untuk menaklukkan Konstantinpel. Dan akhirnya ia berhasil menduduki kota besar itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnXfRtIzqb4RObgA5cKf6wewwKsksTANsdKsmx5wWiZgn4ehJ3dNJUlv613IWYilZ9fZYBy3zwlAm1oAF4LnzKotPTQYRoS9HnNY7iVVk8RpOw7UDIlhZf-GaLYRpt-Blwd8HxuwSG-Ts/s1600/Al+quran.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 143px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnXfRtIzqb4RObgA5cKf6wewwKsksTANsdKsmx5wWiZgn4ehJ3dNJUlv613IWYilZ9fZYBy3zwlAm1oAF4LnzKotPTQYRoS9HnNY7iVVk8RpOw7UDIlhZf-GaLYRpt-Blwd8HxuwSG-Ts/s400/Al+quran.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5628640939921939074&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#3333FF;&quot;&gt;&quot;Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil  Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke  arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang  yang zalim diantara mereka. Maka &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#3333FF;&quot;&gt;j&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#3333FF;&quot;&gt;janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku  (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.&quot; &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#33CC00;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;(Al Baqarah (2): 150).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#33CC00;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;font-style: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bukankah kita &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/satukan-langkah-menjadi-umat-yang-kokoh.html&quot;&gt;umat terbaik&lt;/a&gt;? Lalu apa yang kita tunggu? Mulai sekarang &lt;b&gt;Berpikir, Kemudian Lakukan Investasi Masa Depan !&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;color:#CC33CC;&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.**&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/7650306888501240380/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/07/berpikir-kemudian-lakukan-investasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/7650306888501240380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/7650306888501240380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/07/berpikir-kemudian-lakukan-investasi.html' title='Berpikir, Kemudian Lakukan Investasi Masa Depan !'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhapBUtqdPheY5erUaRu4bdv4yjJgu3HT11G79AlPwL6aYPZHKJFEJeO0t87ym9EUT0BZkXyC4NaXRHX4LjpZ-TclLXltLtJ92b6z1RVfJj0BP3z9g_mzSNoyi5sdtCs92fCie1qrZZvKA/s72-c/sell_on_change.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-7931605384150716275</id><published>2011-06-16T08:03:00.006+07:00</published><updated>2011-06-16T08:15:57.478+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><title type='text'>Kriteria Idola Yang Tepat Untuk Keluarga Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhunW_jOZPu50AOvDhyT_rnkamghv17Xwp3qVywyLQTTqwWbS0GQYe8F1jmtYURWh8njmw8Vn924ZuWUepssx3aFwzzDhd9q-vjwFIv3BECoCj-0mCwGCioRJQ4LkAM8gof-2XqDt4m71A/s1600/kelalaian.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 197px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhunW_jOZPu50AOvDhyT_rnkamghv17Xwp3qVywyLQTTqwWbS0GQYe8F1jmtYURWh8njmw8Vn924ZuWUepssx3aFwzzDhd9q-vjwFIv3BECoCj-0mCwGCioRJQ4LkAM8gof-2XqDt4m71A/s200/kelalaian.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5618619845800432546&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika kita memperhatikan kondisi mayoritas kaum muslimin, kita akan mendapati suatu kenyataan yang sangat memprihatikan, karena kebanyakan mereka justru mengagumi dan mengidolai orang-orang yang tingkah laku dan gaya hidup mereka sangat bertentangan dengan ajaran Islam, seperti para penyanyi, bintang film, pelawak dan bintang olah raga. Bahkan mereka lebih mengenal nama-nama idola mereka tersebut dari pada nama-nama para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam dan orang-orang yang bertakwa kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini tentu saja sangat buruk dan berakibat fatal, karena setiap pengidola, tentu akan membeo segala tingkah laku dan gaya hidup idolanya, tanpa menimbang lagi apakah hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama atau tidak, karena toh memang mereka mengidolakannya bukan karena agama, tapi karena pertimbangan dunia dan hawa nafsu semata-mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Membahayakan Akidah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih fatal lagi, jika pengidolaan ini berakibat mereka mengikuti sang idola meskipun dalam hal-hal yang merusak keimanan dan akidah Islam, dan lambat laun sampai pada tahapan mengikuti keyakinan kafir dan akidah sesat yang dianut sang idola tersebut. Karena merupakan watak bawaan dalam jiwa manusia, bahwa kesamaan dalam hal-hal yang lahir antara seorang manusia dengan manusia lainnya, lambat laun akan mewariskan kesamaan dalam batin antara keduanya, disadari atau tidak. Ini berarti jika seorang muslim suka meniru tingkah laku dan gaya hidup orang kafir, maka lambat laun hatinya akan menerima dan mengikuti keyakinan rusak orang kafir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dengan keras bahaya perbuatan ini dalam sabda beliau: &lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);&quot;&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR Ahmad (2/50) dan Abu Dawud (no. 4031)&lt;/span&gt;, dinyatakan hasan shahih oleh syaikh al-Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – berkata, “Sesungguhnya kesamaan dalam (penampilan) lahir (antara dua orang manusia) akan mewariskan kasih sayang, cinta dan loyalitas (antara keduanya) dalam batin/hati, sebagaimana kecintaan dalam hati akan mewariskan kesamaan dalam (penampilan) lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Memilih Teladan dan Idola yang Baik bagi Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tentu kita wajib memilih idola yang baik bagi keluarga kita, yang akan memberi manfaat bagi pembinaan rohani mereka. Dalam hal ini, idola terbaik bagi seorang muslim adalah Nabi mereka, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diutus oleh Allah Ta’ala untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);&quot;&gt; “Aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.&lt;/span&gt; HR Ahmad (2/381) dan al-Hakim (no. 4221), dishahihkan oleh al-Hakim dan  disetujui oleh adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani  dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; adalah orang yang paling kuat dan sempurna dalam menjalankan petunjuk Allah Ta’ala, mengamalkan isi al-Qur’an, menegakkan hukum-hukumnya dan menghiasi diri dengan adab-adabnya. Oleh karena itulah Allah Ta’ala sendiri yang memuji keluhuran budi pekerti beliau dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;{وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ}&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt; (QS al-Qalam:4).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok teladan dan idola yang sempurna bagi orang-orang yang beriman kepada Allah yang menginginkan kebaikan dan keutamaan dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS al-Ahzaab:21).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “teladan yang baik“, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu, idola yang utama bagi seorang mukmin adalah orang-orang yang teguh dalam menegakkan tauhid dan keimanan mereka, sehingga Allah Ta’ala sendiri yang memuji perbuatan mereka sebagai “suri teladan yang baik” dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri (nabi) Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya (yang mengikuti petunjuknya); ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata” (QS al-Mumtahanah:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengomentari ayat ini, syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Sesungguhnya keimanan dan pengharapan balasan pahala (dalam diri seorang muslim) akan memudahkan dan meringankan semua yang sulit baginya, serta mendorongnya untuk senantiasa meneladani hamba-hamba Allah yang shaleh, (utamanya) para Nabi dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dia memandang dirinya sangat membutuhkan semua itu” [9].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan shaleh yang utama bagi orang yang beriman, karena Allah memuji mereka dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para sahabat y) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi penyayang di antara sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS al-Fath:29).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk mengambil teladan dan petunjuk yang baik dari kisah-kisah para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam dalam al-Qur’an, serta memuliakan kita dengan dikumpulkan di surga kelak bersama para Nabi, para shidiq, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/7931605384150716275/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/06/kriteria-idola-yang-tepat-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/7931605384150716275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/7931605384150716275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/06/kriteria-idola-yang-tepat-untuk.html' title='Kriteria Idola Yang Tepat Untuk Keluarga Anda'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhunW_jOZPu50AOvDhyT_rnkamghv17Xwp3qVywyLQTTqwWbS0GQYe8F1jmtYURWh8njmw8Vn924ZuWUepssx3aFwzzDhd9q-vjwFIv3BECoCj-0mCwGCioRJQ4LkAM8gof-2XqDt4m71A/s72-c/kelalaian.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-6239193312271563587</id><published>2011-06-05T08:36:00.005+07:00</published><updated>2011-06-05T10:20:43.110+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><title type='text'>Bermuhasabah Dengan Nasehat Sesama Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrAdYwr_w_5qTXhAEj5QE1iA8AC4gLLlzNxbTTVCrekSYWzyhFbcGQeb6z7LQHW53cVMBUtuxUanQ8SiaP4tbbWoQsfFFGUlaXdDfbUrQa8n0RTw7dKZigTlvjZ6_eGPkiXHnTa3EusRw/s1600/cermin+Ok.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 169px; height: 143px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrAdYwr_w_5qTXhAEj5QE1iA8AC4gLLlzNxbTTVCrekSYWzyhFbcGQeb6z7LQHW53cVMBUtuxUanQ8SiaP4tbbWoQsfFFGUlaXdDfbUrQa8n0RTw7dKZigTlvjZ6_eGPkiXHnTa3EusRw/s200/cermin+Ok.png&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5614569990238320786&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menasehati adalah fitrah, panggilan jiwa dan kebutuhan manusia. Tanpa disuruhpun -secara langsung atau tidak- dengan cara yang baik atau tidak senang dan ringan hati akan selalu menasehati manusia lainnya yang diketahuinya melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasehati juga adalah fitrah, panggilan jiwa dan kebutuhan manusia. Namun tidak semua manusia -termasuk yang memberikan nasehat- senang dinasehati, serta bersedia mendengar, menerima dan menjalankan nasehat. Lebih dari itu, orang yang menjadi obyek nasehat bisa marah, menganggap orang yang memberikan nasehat ikut campur urusannya, dan mengganggap orang yang menasehatinya sebagai orang yang paling suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Cermin Bagi Saudaranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya dinasehati adalah menguntungkan. Selayaknya orang yang dinasehati tidak cukup sekadar mendengar dan menerima nasehat dengan senang dan ikhlas hati, tapi lebih dari itu seharusnya dia merasa beruntung, bersyukur kepada Allah swt. lalu berterima kasih kepada orang yang menasehatinya meskipun cara memberikan nasehat kurang berkenanan di hati. Mengapa demikian? Karena masih ada orang lain yang peduli pada dirinya, pada keselamatan dan kebahagiaan dirinya di dunia ini dan di kehidupan di akhirat kelak. Orang yang menasehatinya berarti telah menyelamatkan diri, kehidupan dan agamanya, serta membuat dirinya bahagia bukan hanya di kehidupan yang fana ini tapi juga di kehidupan yang kekal kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat yang diberikan orang lain ketika kita berniat akan berbuat salah bisa mencegah kita benar-benar jadi berbuat salah. Nasehat yang kita terima ketika kita telah berbuat salah menjadikan diri kita bisa mengetahui dan menyadari kesalahan kita, mencegah kita terus menerus melakukan perbuatan salah, serta bisa mendorong kita untuk bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda yang artinya:&lt;blockquote&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 102, 255);&quot;&gt;“Seorang mukmin adalah cermin  bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera  memperbaikinya.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw bahwa orang lain adalah layaknya cermin bagi diri kita. Kita membutuhkan cermin untuk melihat wajah dan diri kita apakah telah berpenampilan pantas. Kita tidak bisa melihat wajah, kepala, dan tubuh bagian belakang kita tanpa cermin. Ketika bercermin kita mendapati ada sesuatu yang tidak pantas pada wajah atau badan, kita tidak akan marah-marah pada cermin. Yang kita lakukan adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan orang lain untuk memberitahu sesuatu yang tidak pantas (aib) yang ada pada diri kita. Kita tidak bisa membaca dan melihat diri kita sendiri secara obyektif. Ketika “cermin” itu mendapati dan memberitahu aib kita, selayaknya kita tidak marah-marah pada “cermin” itu. Yang perlu kita lakukan adalah menghilangkan aib yang kita miliki. Selain itu kita seyogyanya berterima kasih padanya yang telah mau membaca dan memberitahu aib kita tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Awas Merugi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak deskripsi manusia merugi dalam al qur&#39;an. Salah satunya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJNBow3c7S9jeLBdJGOtj9dxGXZDNkMUXc7ZwJPpjdM3RZx-7r16ztr6nKnHa9eVxjanHTkjF-9q6uh3o9ywuMEdVzWZK9lQCyH44O4G946veRlJULfad83BdB4YsIX8LXY-KMajAbKug/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 481px; height: 71px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJNBow3c7S9jeLBdJGOtj9dxGXZDNkMUXc7ZwJPpjdM3RZx-7r16ztr6nKnHa9eVxjanHTkjF-9q6uh3o9ywuMEdVzWZK9lQCyH44O4G946veRlJULfad83BdB4YsIX8LXY-KMajAbKug/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5614570159754156578&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&quot;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.  Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&quot;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Al Ashr (103): ayat 1 - 4)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas juga mengisyaratkan dua hal: Pertama, manusia mengalami kerugian dalam kehidupannya jika memberikan dan atau menerima nasehat tidak didasari oleh iman, dan tidak diniatkan sebagai amal shaleh. Dan kedua, salah satu ciri orang beriman dan orang shaleh adalah senang meminta, memberikan, dan menerima nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendahulu kita yang shaleh (shalafus shaleh) telah memberikan teladan luar biasa dalam menerapkan budaya saling menasehati. Salah satu dari mereka adalah Umar bin al-Khattab ra. yang merupakan salah satu orang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, Beliau selalu sangat perhatian, ikhlas, dan senang terhadap setiap nasehat yang ditujukan kepadanya walaupun disampaikan oleh orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan ketika beliau berkumpul dengan beberapa sahabat tiba-tiba ada seorang berkata: “Ittaqillaha ya Umar!.” (Bertaqwalah/Takutlah kepada Allah, wahai Umar!). Para sahabat lain yang mengetahui kedudukan dan tingkat ketaqwaan beliau marah kepada orang itu. Beliau sendiri tidak marah tapi justru mencegah kemarahan mereka sambil berkata: “Biarkan dia berkata demikian, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mengatakannya, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau mendengarnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula para sahabat lain juga memberikan suri teladan dalam hal saling menasehati sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad Abduh ketika menafsirkan hadits pertemuan dan perpisahan dua sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Walahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/6239193312271563587/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/06/bermuhasabah-dengan-nasehat-sesama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6239193312271563587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6239193312271563587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/06/bermuhasabah-dengan-nasehat-sesama.html' title='Bermuhasabah Dengan Nasehat Sesama Muslim'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrAdYwr_w_5qTXhAEj5QE1iA8AC4gLLlzNxbTTVCrekSYWzyhFbcGQeb6z7LQHW53cVMBUtuxUanQ8SiaP4tbbWoQsfFFGUlaXdDfbUrQa8n0RTw7dKZigTlvjZ6_eGPkiXHnTa3EusRw/s72-c/cermin+Ok.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-3448853805686701320</id><published>2011-05-19T05:26:00.005+07:00</published><updated>2011-05-19T06:29:53.368+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akhlak"/><title type='text'>Tetangga Sebagai Orang Terdekat, Harus !</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilwzuWn5a9ztfcwS48demgI9W8OZlnyOm_4sZrHwnk8SrHTG6v-9oEj4pNhxzLrP0cSUQFzXcgIUNJDScsBJj-IzVi39oa6g8FWGa_7RlKN29h8QVD5UXPPU-KEAVgMUAEI8n-R1x8tbY/s1600/tetangga2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilwzuWn5a9ztfcwS48demgI9W8OZlnyOm_4sZrHwnk8SrHTG6v-9oEj4pNhxzLrP0cSUQFzXcgIUNJDScsBJj-IzVi39oa6g8FWGa_7RlKN29h8QVD5UXPPU-KEAVgMUAEI8n-R1x8tbY/s200/tetangga2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5608201808896111858&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Terdapat kisah menakjubkan dalam akhlak bertetangga yang ditampilkan oleh seorang Imam terkenal. Akhlak yang hampir tak terdengar semisalnya di umat manapun. Beliau adalah Imam Abu Hanifah, pendiri Mazhab fiqh Hanafi. Diceritakan, bahwa Imam yang satu ini hidup bertetangga dengan seorang Yahudi. Setiap subuh, ketika sang Imam keluar rumah menunaikan shalat subuh di Masjid, sang Imam menemukan sampah berserakan di depan pintu rumahnya. Untuk pertama kali, beliau agak terkejut, namun beliau tidak bercerita kepada siapapun tentang kasus ini. Tiap subuh ia mengumpul sampah yang berserakan itu lalu membuangnya, kemudian ia pergi ke Masjid. Begitulah tiap pagi kegiatan beliau. Namun tak ada yang mengetahui kejadian ini, karena sang Imam tidak memberitahukannya. Sekian lama hal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, sang tetangga, Yahudi itu berurusan dengan pegadilan karena sesuatu kasus, hingga menyeretnya ke penjara. Beberapa lama ia sempat mendekam di penjara. Abu Hanifah agak heran kenapa selama waktu itu tak ada lagi sampah yang berserakan di halamannya. Dalam kasus Yahudi itu Abu Hanifah diminta sebagai saksi atas dirinya, maka Imam Abu Hanifah baru mengetahui bahwa tetangganya di penjara, lalu ia meminta pengadilan untuk melepaskannya. Yahudi itupun dikeluarkan dari penjara atas referensi sang Imam. Ketika ditanya oleh Hakim, kenapa Anda meminta supaya orang ini dilepaskan, Imam menjawab, selama dia di tahanan, saya tidak dapat pahala, karena tak ada sampah yang berserakan di halaman saya. Yahudi itupun menyadari bahwa yang meminta supaya ia dilepaskan adalan tetangganya yang sering dizaliminya itu. Akhirnya sang Yahudi setelah keluar dari penjara, mendatangi Imam Abu Hanifah dan mengumumkan dirinya bersyahadat (masuk Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Siapa Saja Mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tetangga memiliki tingkatan, sebagiannya lebih tinggi dari sebagian yang lainnya, bertambah dan berkurang sesuai dengan kedekatan dan kejauhannya, kekerabatan, agama dan ketakwaannya serta yang sejenisnya. Sehingga diberikan hak tetangga tersebut sesuai dengan keadaan dan hak mereka.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Adapun batasannya masih diperselisihkan para ulama, diantara pendapat mereka adalah:&lt;br /&gt;1. Batasan tetangga yang mu’tabar adalah empat puluh rumah dari semua arah. Hal ini disampaikan oleh Aisyah Radhiallahu ‘anha, Az Zuhri dan Al Auzaa’i.&lt;br /&gt;2. Sepuluh rumah dari semua arah.&lt;br /&gt;3. Orang yang mendengar adzan adalah tetangga. Hal ini disampaikan oleh Imam Ali bin Abi Tholib Radhiallahu ‘anhu.&lt;br /&gt;4. Tetangga adalah yang menempel dan bersebelahan saja.&lt;br /&gt;5. Batasannya adalah mereka yang disatukan oleh satu masjid.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Wasiat Islam Terhadap Tetangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang bertauhid, harus berbuat baik kepada manusia.  Jika pun akhlaknya buruk, maka ia belum menjadi muslim bertahid yang ideal. Sebaliknya, berbuat baik kepada sesama juga mesti didasari dengan tauhid, keimanan, bukan yang lainnya. Inilah yang disebut muslim yang baik.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiajPs2eCsnuadC9d5i7hy8_4d4AlhecK-yxEsHmwSrgWa0WoP1y7cYD8YAwK0CgGg-bt1MXBaRrPlbLq5RVLgFRALHwyxLstTHZRv-NNLyGJesAo8f8AOXk2CgM6LloAnY-katoE-AEBw/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 143px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiajPs2eCsnuadC9d5i7hy8_4d4AlhecK-yxEsHmwSrgWa0WoP1y7cYD8YAwK0CgGg-bt1MXBaRrPlbLq5RVLgFRALHwyxLstTHZRv-NNLyGJesAo8f8AOXk2CgM6LloAnY-katoE-AEBw/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5608196879878899186&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&quot;Dan sembahlah Allah serta jangan menyekutukan sesuatu denganNya. Juga berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman seperjalanan, sepekerjaan, sesekolah dan lain-lain - orang yang dalam perjalanan dan - lalu kehabisan bekal -hamba sahaya yang menjadi milik tangan kananmu.&quot;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(An Nisa&#39; (4) :36).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, dalam etika bertetangga. Bahkan etika ini menjadi perhatian khusus oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Tidak henti-hentinya Jibril memberikan wasiat kepadaku supaya berbuat baik kepada tetangga, sehingga saya menyangka seolah-olah Jibril akan memasukkan tetangga sebagai ahli waris -yakni dapat menjadi ahli waris dan tetangganya.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Bukhari Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;display: block;&quot; id=&quot;formatbar_Buttons&quot;&gt;&lt;span onmouseover=&quot;ButtonHoverOn(this);&quot; onmouseout=&quot;ButtonHoverOff(this);&quot; onmouseup=&quot;&quot; onmousedown=&quot;CheckFormatting(event);FormatbarButton(&#39;richeditorframe&#39;, this, 8);ButtonMouseDown(this);&quot; class=&quot; down&quot; style=&quot;display: block;&quot; id=&quot;formatbar_CreateLink&quot; title=&quot;Link&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://www.blogger.com/img/blank.gif&quot; alt=&quot;Link&quot; class=&quot;gl_link&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar suatu &quot;wasiat&quot; yang sungguh luar biasa. Islam menjunjung tinggi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ukhuwah&lt;/span&gt; yang diwujudkan dalam hubungan baik dengan tetangga. Hal ini dikarena, pentingnya persaudaraan diantara umat Islam. &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/satukan-langkah-menjadi-umat-yang-kokoh.html&quot;&gt;Selengkapnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Yang Perlu Diperhatikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;, Tidak berkata, berbuat atau berprasangka yang tidak baik. Kalau mengeluarkan kata-kata yang baik, itulah yang sebagus-bagusnya untuk dijadikan bahan percakapan. Tetapi jika tidak dapat berbuat sedemikian, lebih baik berdiam diri saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Rasulullah SAW pernah ditanya: Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah Rasulullah menjawab: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;”Tidak ada kebaikan di dalamnya dan dia adalah penduduk neraka”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;, Berbagai makanan secukupnya, jika kita memiliki makanan lebih.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Dari Abu Zar r.a., katanya: &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Rasulullah s.a.w. bersabda: &quot;Hai Abu Zar, jikalau engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan saling berjanjilah dengan tetangga-tetanggamu - untuk saling beri-memberikan.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Muslim). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pun rizki itu tidak cukup dibagikan untuk tetangga, maka jangan sampai bau makanannya sampai kepada tetangga. Jangan sampi pula tetangga kelaparan sedangkan kita kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, Menjaga Tetangga. Rasulullah SAW member peringatan keras agar tidak menganggu tetangga. &lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Demi Allah, tidaklah beriman; demi Allah, tidaklah beriman; demi Allah, tidaklah beriman!&quot; Beliau s.a.w. ditanya: &quot;Siapakah, ya Rasulullah.&quot; Beliau s.a.w. menjawab: &quot;Yaitu orang yang tetangganya tidak aman akan kejahatannya – tipuannya.” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keempat&lt;/span&gt;, Menyapa, berperilaku baik dan sopan. Jika tetangga membutuhkan sesuatu untuk dirinya, kita jangan menghalanginya. Seperti yang pernah disabdakan Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&quot;Janganlah seseorang tetangga itu melarang tetangganya yang lain untuk menancapkan kayu di dindingnya -untuk pengukuh atap dan lain-lain.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR. Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita memuliakan tetangga? Jika belum, mulailah dari sekarang! Jangan sampai tetangga kita-lah yang memulai dahulu kepada kita. Bukankah berbuat kebaikan lebih dulu merupakan hal yang lebih utama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/3448853805686701320/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/05/tetangga-sebagai-orang-terdekat-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3448853805686701320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/3448853805686701320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/05/tetangga-sebagai-orang-terdekat-harus.html' title='Tetangga Sebagai Orang Terdekat, Harus !'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilwzuWn5a9ztfcwS48demgI9W8OZlnyOm_4sZrHwnk8SrHTG6v-9oEj4pNhxzLrP0cSUQFzXcgIUNJDScsBJj-IzVi39oa6g8FWGa_7RlKN29h8QVD5UXPPU-KEAVgMUAEI8n-R1x8tbY/s72-c/tetangga2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-4892011859443931468</id><published>2011-04-27T07:19:00.005+07:00</published><updated>2011-04-27T07:52:07.618+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><title type='text'>Ibu Rumah Tangga, Kemuliaan Dibalik Anggapan Jahiliyah</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdKAPVsj_IP9p1dIZ5LaTxKuSvLRajxo49tWfqSjjzE3auE794haJg6AEm6qSuJ0LKnl-pMZ_VJw-uabkldO5mMPJMz6RfxK3k42Mq-SB2CfT-iLI_NfZiWnSBlixQvi_5lpIUTIyDv0/s1600/wanita-muslim.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 172px; height: 129px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdKAPVsj_IP9p1dIZ5LaTxKuSvLRajxo49tWfqSjjzE3auE794haJg6AEm6qSuJ0LKnl-pMZ_VJw-uabkldO5mMPJMz6RfxK3k42Mq-SB2CfT-iLI_NfZiWnSBlixQvi_5lpIUTIyDv0/s200/wanita-muslim.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5600058719454838194&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah kepungan budaya Barat dan penjajahan media, kaum wanita hari ini telah meninggalkan identitas mulianya sebagai ‘benteng ummat’. Sebagian mereka menyibukkan diri dengan urusan-urusan kecil yang remeh, pernak-pernik perhiasan dan persaingan gaya hidup modern yang menjauhkan mereka dari keutamaan individu dan sosial. Seorang ibu dengan tampilan ‘wah’ yang bergelut mengejar materi dan status sosialnya akan lebih disegani dibandingkan ibu rumah tangga sederhana yang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan pembahasan sebelumnya, yakni &lt;a style=&quot;font-weight: bold;&quot; href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/10/islam-justru-mengangkat-derajat-dan.html&quot;&gt;Islam Justru Mengangkat Derajat Kaum Feminis.&lt;/a&gt; Sebenarnya Islam tidaklah menganggap remeh dan biasa kedudukan wanita dibanding kedudukan pria. Akan tetapi penghargaan yang diusungkan sekarang begitu tingginya hingga melebihi batas sewajarnya. Hingga cara berpakaian yang tidak sesuai agama atau syar&#39;i telah menjadi hak asasi fiktif belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Membantah Persepsi Jahiliyah Modern&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup di zaman ini membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Sebagai muslim, bekal ilmu dan keduniaan yang dikaruniai Allah Swt seharusnya meyakinkan mereka akan kebenaran petunjuk Allah yang menegaskan prinsip kesetaraan (gender equality), bahwa kaum ibu bermitra sejajar dengan kaum laki-laki, dalam posisi yang sangat istimewa. Yaitu sebagai pendidik generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan diri dan keluarganya. Mendidik diri dan keluarganya untuk selalu memahami dan mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Inilah investasi besar yang sering diremehkan oleh para ‘penikmat dunia’.&lt;br /&gt;Pesan Istimewa untuk Para Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pesan istimewa Allah Swt kepada kaum wanita diabadikan dalam ayat berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Al Ahzab 33:33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kemajuan di zaman ini banyak diilhami oleh ayat diatas. Allah Swt menghendaki kaum wanita agar berperilaku lemah lembut, pemalu dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya, tidak melakukan ucapan dan tindakan yang menimbulkan godaaan yang akan menjatuhkan martabat kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, kehalusan budi dan tingkah laku wanita adalah salah satu pilar utama kehidupan. Ibu-ibu yang shalih akan mendidik anak-anaknya untuk menjadi shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kaum ibu dahulu mampu membangun karakter pribadinya dan melakukan berbagai aktifitas keilmuan dibalik “tembok sunyi “ yang dapat menjaga sifat dan  rasa malu. Itulah kehendak Allah atas kaum wanita. Karakter dan psikis wanita tersebut selaras dengan kondisi fisik yang diciptakan  Allah Swt dalam bentuk yang berbeda dari kondisi yang dimiliki kaum laki-laki. Tubuh wanita diciptakan dalam bentuk yang sesuai benar dengan tugas keibuan, sebagaimana dengan jiwanya yang disiapkan untuk menjadi rumah tangga dan ratu keluarga. Secara umum, organ tubuh wanita, baik yang terlihat maupun yang tidak tersembunyi, otot-otot dan tulang-tulangnya serta sebagian besar fungsi organiknya hingga tingkat yang sangat jauh, berbeda dengan organ tubuh kaum laki-laki yang menjadi pasangannya. Perbedaan dalam struktur dan organ tubuh ini tidak lah sia-sia, sebab tidak ada satu pun benda, baik dalam tubuh manusia maupun yang ada di seluruh jagat raya ini yang tidak mempunyai hikmah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Fitrah Mulia Kaum Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbedaan struktur tubuh tersebut, kaum wanita memiliki perasaan dan emosi yang lebih sensitif. Abbas Mahmud al-‘Aqqad mengatakan. “Adalah sesuatu yang alami jika kaum wanita memiliki kondisi emosional yang khusus yang berbeda dengan kondisi yang dimiliki kaum laki-laki”. Keharusan melayani anak yang dilahirkannya tidak terbatas dengan memberi makan dan menyusui. Akan tetapi, dia harus selalu memiliki hubungan emosional yang menuntut banyak hal yang saling melengkapi antara apa yang ada pada dirinya dengan yang ada pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dirinya dalam suatu masalah harus berhadapan dengan pemahaman suaminya yang mungkin saja berbeda. Bahkan, antara tingkat emosinya dengan emosi suaminya harus benar-benar terjaga keseimbangannya. Seorang ibu yang mulia akan memahami betul saat gembira dan sedihnya anak-anak. Demikian halnya sang ibu akan mengajarkan dengan suka ria tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta, simpati  dan benci kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat mendasar dalam fungsi pengasahan dan bimbingan terhadap anak-anak ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kelembutan kewanitaan yang menyebabkan kaum wanita lebih sensitif dalam merespon perasaan. Sebaliknya, apa yang tampak mudah bagi kaum laki-laki bisa menjadi sulit bagi kaum wanita, misalnya dalam menggunakan rasio, menyusun pendapat dan mengerahkan kemauan. Itulah fitrah kaum ibu yang sesungguhnya mulia tetapi seringkali dipandang kelemahan yang memperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/4892011859443931468/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/04/ibu-rumah-tangga-kemuliaan-dibalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4892011859443931468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4892011859443931468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/04/ibu-rumah-tangga-kemuliaan-dibalik.html' title='Ibu Rumah Tangga, Kemuliaan Dibalik Anggapan Jahiliyah'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdKAPVsj_IP9p1dIZ5LaTxKuSvLRajxo49tWfqSjjzE3auE794haJg6AEm6qSuJ0LKnl-pMZ_VJw-uabkldO5mMPJMz6RfxK3k42Mq-SB2CfT-iLI_NfZiWnSBlixQvi_5lpIUTIyDv0/s72-c/wanita-muslim.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-442855525156136343</id><published>2011-03-30T06:28:00.005+07:00</published><updated>2011-03-30T06:50:50.295+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pegangan"/><title type='text'>Kesalahan Mendudukan Akal Dan Wahyu Menyebabkan Syirik</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi_vCIZoeLzuXLfyZ7n1mHCOMAN3qwjHHi2RLirofvmYDNelgNqf_9X8GseAcTrAN4mt-vV47EH78jJWpAPf-GZSoJc5Bgz7dZ7_70bnP4ILDLwtkeumR8mnGxMAoGYOh-Gj2PA-6xvCA/s1600/intelek.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 195px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi_vCIZoeLzuXLfyZ7n1mHCOMAN3qwjHHi2RLirofvmYDNelgNqf_9X8GseAcTrAN4mt-vV47EH78jJWpAPf-GZSoJc5Bgz7dZ7_70bnP4ILDLwtkeumR8mnGxMAoGYOh-Gj2PA-6xvCA/s200/intelek.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5589652337942789730&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Syirik yang secara terminologi berarti ‘mencampurkan’ ternyata di zaman postmo ini tidak hanya dalam segi spiritual, namun juga intelektual. Jika syirik spiritual mengindikasikan pelakunya melakukan perselingkuhan kepada Sang Pencipta terhadap ciptaan-Nya atau bertuhan lain di samping Tuhan yang sebenarnya, maka dalam syirik intelektual ini, maknanya tidak jauh berbeda yaitu menjadikan akal sejajar dengan wahyu, konteks sejajar dengan teks atau bahkan keduanya yang disebutkan pertama (akal dan konteks) lebih dikedepankan dari pada yang disebutkan terakhir (wahyu dan teks).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artian, sumber kebenaran yang menjadi tolak ukur pemikiran (intelektual) manusia bukan mengedepankan agama, namun justru melempar agama ke belakang dan menjadikannya pengekor yang selalu mengikuti kepentingan atas nama kemanusiaan. Ini kemudian berimbas pada pengakuan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak. Dan berakhir pada pengakuan terhadap yang plural dalam beragama atau sering dikenal dengan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/10/pluralisme-agama-dalam-islam-tidak-ada.html&quot;&gt;pluralisme&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;agama&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Atas nama kemanusiaan akhirnya agama dimanusiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Penyalahgunaan Akal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Syirik intelektual ini telah mewabah seperti halnya jamur di musim hujan, sampai kemudian berhasil menempati ruang di hati sebagian cendikiawan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih pembaharuan, kemanusiaan dan penuntasan permasalahan kehidupan, teks agama yang sudah jelas keabsahannya kemudian hanya dijadikan sebagai dogma yang harus ditafsirkan ulang sesuai kemauan dan kondisi zaman. Akhirnya tidak ada hukum yang bersifat tetap (tsawabit). Mereka memang mengimani &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/05/kembali-ke-al-quran-hadis-tegakkan.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;al-Qur’an dan As-Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, bahkan mereka menggembor-gemborkan untuk kembali kepada keduanya, namun harus dibarengi dengan penafsiran baru dan disesuaikan dengan konteks yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus-kasus yang bisa dimasukkan dalam kategori “syirik intelektual”. Seperti dalam jurnal Justicia fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, th. IX, 2003 tertulis bahwa &lt;blockquote style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Setelah Muhammad wafat, generasi pasca Muhammad terlihat tidak kreatif. Jangankan meniru kritisisme dan kreativitas Muhammad dalam memperjuangkan perubahan realitas zamannya, generasi pasca-Muhammad tampak kerdil dan hanya mem-bebek pada apa saja yang asalkan itu dikonstruk Muhammad.”&lt;/blockquote&gt;Kemudian satu tahun berikutnya, muncul lagi pemikiran bahwa “lesbian adalah fenomena rahmat Tuhan” (Jurnal Justisia Edisi 25 Tahun XI 2004, hlm. 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas, “syirik intelektual” ini menjadikan manusia yang merupakan makhluk sosial sebagai pusat segalanya (antroposentris) dan memarginalkan campur tangan Tuhan yang seharusnya menjadi pusat yang sebenarnya (teosentris). Jika ditelisik jauh ke belakang, syirik intelektual ini sebenarnya bukan tergolong barang baru, karena akarnya sudah ada semenjak tradisi filsafat Yunani. Yaitu dengan pernyataan Protagoras bahwa manusia adalah ukuran segalanya (man is the measure of everything). Allah telah berfirman dalam Al Quran surat &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Al Mu’min {40} ayat 83&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXmk0Uqu81QSCii8OZJTog3kOc8xOmSZysrx2PSAW_NdRtXPZLK_cGjqX9BSUePr1xJ-F1lLUHmdJ2QKw5qPKjBWPgn122pYnMJBtlKueNwSfBdrPySf2gbL3XuDUtMJweKiIbgt3Udys/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 388px; height: 62px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXmk0Uqu81QSCii8OZJTog3kOc8xOmSZysrx2PSAW_NdRtXPZLK_cGjqX9BSUePr1xJ-F1lLUHmdJ2QKw5qPKjBWPgn122pYnMJBtlKueNwSfBdrPySf2gbL3XuDUtMJweKiIbgt3Udys/s200/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5589649197037158530&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka  dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu perlu segera dilakukan pemurnian, sebagaimana syirik yang berasal dari kata syaraka, berarti lawan katanya khalasha yang artinya memurnikan. Maka &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/05/syirik-sedang-menyerang-akidah-kita.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;syirik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; intelektual ini harus dimurnikan dengan mereposisi al-Qur’an dan As-Sunnah yang mengajarkan tauhid sebagai sumber hukum yang utama melampaui hukum-hukum yang ada buatan manusia atau dalam bahasa yang lain teks dan naql (wahyu) harus selalu lebih didahulukan dan dikedepankan daripada konteks dan akal yang dapat menjadi &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/11/waspada-perang-pemikiran-ghazwul-fikri.html&quot;&gt;perang pemikiran&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/442855525156136343/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/03/kesalahan-mendudukan-akal-dan-wahyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/442855525156136343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/442855525156136343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/03/kesalahan-mendudukan-akal-dan-wahyu.html' title='Kesalahan Mendudukan Akal Dan Wahyu Menyebabkan Syirik'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi_vCIZoeLzuXLfyZ7n1mHCOMAN3qwjHHi2RLirofvmYDNelgNqf_9X8GseAcTrAN4mt-vV47EH78jJWpAPf-GZSoJc5Bgz7dZ7_70bnP4ILDLwtkeumR8mnGxMAoGYOh-Gj2PA-6xvCA/s72-c/intelek.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-2014338542242353370</id><published>2011-03-07T11:45:00.005+07:00</published><updated>2011-03-07T11:59:26.126+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Islam"/><title type='text'>Ideologi Islam Hadir Sebagai Solusi</title><content type='html'>Islam adalah agama sekaligus sebagai sebuah ideologi. Memisahkan Islam daripada ideology merupakan sebuah kekeliruan yang fatal. Islam dikatakan sebagai ideologi yang memiliki sifat komprehensif atau menyeluruh karena mengatur hubungan manusia secara totalitas baik itu menyangkut hubungan manusia dengan Allah (habluminallah), seperti; shalat, puasa, zakat, haji, jihad. Menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya (hablumminan nas), seperti; ekonomi, social, politik, pendidikan, dan sanksi. Serta mengatur hubungan dengan dirinya (habluminafsi), seperti akhlak, pakaian, makanan dan minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwAvBy4_um3wz8EQiGYUachJqvprj17SCChlZL7o1GOQuvzR5LOyVaBi6bO_Zk0jduc2M1Nq1lVG3Hi_pMA4xiOHEoTimxiECZeDKcMMkP2wVO3XcZZbq5OIQO7rgCmq6v_ZvphTT-iQ/s1600/islamIdeologi.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 81px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwAvBy4_um3wz8EQiGYUachJqvprj17SCChlZL7o1GOQuvzR5LOyVaBi6bO_Zk0jduc2M1Nq1lVG3Hi_pMA4xiOHEoTimxiECZeDKcMMkP2wVO3XcZZbq5OIQO7rgCmq6v_ZvphTT-iQ/s200/islamIdeologi.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5581197651363677682&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam berbeda dengan agama lain seperti agama Budha, Konghucu, Kristen, Hindu serta agama lainnya yang mana mereka tidak memiliki seperangkat aturan didalam agama mereka yang berfungsi mengatur hubungan antar mereka. Inilah yang membedakan Islam sebagai sebuah agama plus sebagai sebuah ideology disbanding agama lain yang tidak berfungsi sebagai sebuah ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaan Islam meliputi adanya system hidup dan system hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 102, 255);&quot;&gt;“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..”&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Surat An-Nahl [16]: 89)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti, perkara apapun ada hukumnya, dan problematika apa saja, atau apapun tantangan yang dihadapi kaum Muslim, akan dapat dipecahkan dan dijawab oleh Dinul Islam.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Ideologi Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Sejak diruntuhkan Khilafah oleh agen Inggris berdarah yahudi dari suku Dunamah yakni Mustafa kemal At-Tarturk pada tanggal 3 maret 1924 silam, Umat Islam memang menjadi seperti anak ayam kehilangan induknya. Negeri-negeri yang dulu menjadi satu tanpa ada sekat dibawah institusi daulah Khilafah Islam, kini negeri-negeri itu terpecah-pecah menjadi lebih dari 57 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan negeri Sudan adalah contoh teranyar yang baru saja terpisah menjadi 2 yakni Sudan Selatan yang didominasi oleh kaum Kristen dan Sudan Selatan yang didominasi oleh Kaum Muslim. Ini tidak terlepas dari konspirasi Negara barat yakni Amerika melalui Refrendum rakyat Sudan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, fajar kebangkitan Islam mulailah tampak, dan sinarnya semakin bercahaya. Ini ditandai dengan semakin tingginya kesadaran umat Islam akan kesatuan dan persatuan. Seruan penegakan daulah Khilafah sebagai institusi pemersatu umat semakin membahana diberbagai negeri yang tersebar di lima benua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dinegara pengemban ideology Kapitalisme yakni Amerika Serikat, seruan khilafah pun terdengar, bahkan pernah melakukan konfrensi khilafah disana untuk yang kali pertama, walaupun konfrensi khilafah yang kedua gagal karena pihak penyedia tempat konfrensi ditekan oleh Pemerintah Amerika agar membatalkan tempat tersebut sebagai tempat pelaksaan konfrensi Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di Negara yang baru saja terjadi pergolakan politik yakni Tunisia yang mengakibatkan Presiden Ben Ali mengundurkan diri setelah tidak mampu meredam konflik yang terjadi di pusat kota akibat aksi unjuk rasa dan penjarahan, seruan Khilafah pun masih dapat kita dengar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Khilafah yang dulu hanya bermula dari sudut Masjid al aqsa oleh Syaikh Taqiyudin an-Nabhani rahimullah kini telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Ide Khilafah telah berada di lebih dari 40 negara dan tersebar di lima Benua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbegai gerakan Islam pun telah menyuarakan kebangkitan umat ini dengan system Khilafah-nya. Kesadaran ini terus muncul dan tumbuh di tengah-tengah umat. Ide Khilafah telah menjadi wa’yul ‘am (kesadaran umum) setelah sebelumnya menjadi ro’yul ‘am (opini umum) ditengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tanpa Khilafah Islam, umat tidak bisa menjadi umat yang disebut al qur’an sebagai sebaik-baik umat (lihat Surat Ali Imran ayat 110). Inilah yang juga telah menjadi kesadaran masyarakat di dunia Islam. Mereka sadar dan yakin, bahwa semua persoalan dan permasalahan yang menimpa dunia dengan segala penderitaanya selain akibat dari system kapitalisme yang sekarang sedang “berkuasa” melainkan juga karena ketiadaan Khilafah Islam sebagai pengganti system Kapitalisme itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System Khilafah sudah pernah terbukti dalam rentan panjang sejarahnya yang telah menorehkan tinta emas peradaban yang gemilang, sejak bermula dari daulah Islam kali pertama di Madinah yang Rasulullah saw dirikan, kemudian mampu menyebar ke lebih 2/3 dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah, fajar kebangkitan sekaligus kemenangan itu akan muncul tidak lama lagi. Ini hanyalah persoalan waktu. Karena janji Allah pastilah akan terjadi, sebagimana pula janjiNya pada bisyarah khilafah jilid II melalui lisan rasulNya yang mulia yakni Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 102, 255);&quot;&gt;“…kemudian akan ada khilafah yang berada diatas manhaj kenabian. Kemudian beliau diam” &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Musnad Imam Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu A’lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/2014338542242353370/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/03/ideologi-islam-hadir-sebagai-solusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/2014338542242353370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/2014338542242353370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/03/ideologi-islam-hadir-sebagai-solusi.html' title='Ideologi Islam Hadir Sebagai Solusi'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwAvBy4_um3wz8EQiGYUachJqvprj17SCChlZL7o1GOQuvzR5LOyVaBi6bO_Zk0jduc2M1Nq1lVG3Hi_pMA4xiOHEoTimxiECZeDKcMMkP2wVO3XcZZbq5OIQO7rgCmq6v_ZvphTT-iQ/s72-c/islamIdeologi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-105147609945695866</id><published>2011-02-22T06:14:00.005+07:00</published><updated>2011-02-22T06:52:04.552+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Halal - Haram"/><title type='text'>Menyikapi Perayaan Lintas Agama Sejumlah Tokoh Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNStB1on6KYv5sqg95eTYrL6C1STLV6pGotFeHYCxaPGt_CZwKqW_fHK590fP3Mf6MAYMiygLKqfkPe7b6gr0ptVbKHG0-FlkM0YDmnF1EUrb319yOkzjLs1JbAm3Qil3c64VjSSCrrkU/s1600/tokoh-lintas-agama-2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 154px; height: 104px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNStB1on6KYv5sqg95eTYrL6C1STLV6pGotFeHYCxaPGt_CZwKqW_fHK590fP3Mf6MAYMiygLKqfkPe7b6gr0ptVbKHG0-FlkM0YDmnF1EUrb319yOkzjLs1JbAm3Qil3c64VjSSCrrkU/s200/tokoh-lintas-agama-2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5576293686159912418&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ahad (6/2/2011), Inter Religious Council Indonesia (IRC) yang dimotori oleh para tokoh lintas agama akan menggelar apa yang mereka sebut Pekan Kerukunan antar Umat Beragama se-Dunia (World Interfaith Harmony Week) di Istora Senayan, Jakarta, sejak pukul 09.30-12.00 WIB. Mereka menargetkan agar perayaan pluralisme ini akan dihadiri oleh sepuluh ribu umat dari berbagai agama.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Voa Islam memberitakan, akan diadakannya acara inti dijelaskan dalam jumpa pers, Senin (31/12011) pagi, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin didampingi oleh sejumlah tokoh lintas agama, di antaranya: Pdt. Andreas Yewangoe (Ketua Umum PGI), Mgr. Martinus Situmorang (Ketua KWI), Romo Beny Susetyo (Ketua Umum PGI), S Udayana (Hindu), Rusli (Walubi), dan Uung Sendana (Matakin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;Hukum Doa Lintas Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Shahih Ibni Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin dibawa ke mana Umat Islam yang bahkan tokoh-tokohnya ternyata menggelar acara perayaan lintas agama semacam itu. Betapa jauhnya dari tuntunan Islam. Dan betapa menyelisihinya. Karena dalam seluruh bidang kehidupan, Islam telah mengaturnya. Sedang Umat Islam tinggal mengikuti. Tidak perlu macam-macam apalagi menyelisihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cara bersikap terhadap agama lain sudah dijelaskan dan bahkan dipraktekkan dalam Islam oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Ini salah satu caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Dari &#39;Aisyah Bahwa Rasulullah SAW keluar menuju Badar, lalu seorang laki-laki musyrik mengikuti beliau, kemudian bertemulah di suatu tempat (bernama) Hirrah, seraya lelaki itu berkata: &quot;Sesungguhnya aku ingin ikut dan terluka (dalam perang) bersamamu.&quot; Rasulullah SAW bertanya: &quot;Berimankah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya?&quot; Laki-laki itu menjawab: &quot;Tidak.&quot; Kemudian Nabi SAW bersabda: &quot;Pulanglah kamu, sekali-kali aku tidak akan minta tolong kepada orang musyrik.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR Ahmad dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setegas itu dalam menghadapi orang musyrik (yang ingin bergabung dan menolong). Namun kini, orang-orang bahkan di antaranya para tokoh yang mengaku diri mereka pengikut Nabi Muhammad &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; bahkan ada yang ormasnya saja dinisbatkan kepada nama Nabi namun sangat menyelisihi Nabinya. Padahal menyelisihi Nabi itu menjadi tanda dari kehancuran umat.&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ  بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا  نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ  فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu &#39;alaihi wasallam, beliau bersabda: &quot;Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, hanya saja orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian.&quot;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(HR Al-Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam Al-Quran dan Hadits, do’a bersama antara mu’minin (Nabi dan ummat Islam) di satu pihak, dan Ahli Kitab ataupun musyrikin di lain pihak; justru merupakan do’a ancaman, saling melaknat untuk adu kebenaran, yang disebut &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mubahalah&lt;/span&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Mubahalah&lt;/span&gt; (atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mula’anah&lt;/span&gt;, saling melaknat) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yangberbeda pendapat, berdo’a kepadaAllah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran ber-&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mubahalah&lt;/span&gt; tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;.&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt; (Al-Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Do’a bersama antara Ummat Islam dan kaum ahli kitab, kafirin/musyrikin yang dibolehkan hanyalah mubahalah, saling melaknat bagi yang dusta. Sudah jelas, do’a adalah ibadah. Sedangdalam kaidah, ibadah itu tauqifi, tidak dibolehkan kecuali kalau ada contoh dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  atau ada dalil yang membolehkannya. Dalam hal do’a bersama antara Muslimin dan non Muslim, adanya hanyalah tentang mubahalah. Jadi, kalau mau diadakan do’a bersama antara umat Islam dan non Muslim, seharusnya yang sifatnya seperti itu, yakni mubahalah, sesuai aturan Al-Quran dan Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang mengadakan (terutama yang memprakarsai) do’a bersama antara muslim dan non-muslim seperti yang terjadi sekarang, berarti dia membuat syari’at baru, sekaligus melanggar aturan syari’ah yang sudah ada, dan itulah perusak agama (Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Dengan mengadakan doa bersama antar agama itu berarti merintis jalan kemusyrikan. Padahal banyak peringatan dari Rasulullah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt; kepada umat akhir zaman terhadap bencana syirik. Bahkan beliau tegaskan umatnya kelak ada yang mengekor kaum musyrikin hingga berhala pun disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/105147609945695866/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/menyikapi-perayaan-lintas-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/105147609945695866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/105147609945695866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/menyikapi-perayaan-lintas-agama.html' title='Menyikapi Perayaan Lintas Agama Sejumlah Tokoh Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNStB1on6KYv5sqg95eTYrL6C1STLV6pGotFeHYCxaPGt_CZwKqW_fHK590fP3Mf6MAYMiygLKqfkPe7b6gr0ptVbKHG0-FlkM0YDmnF1EUrb319yOkzjLs1JbAm3Qil3c64VjSSCrrkU/s72-c/tokoh-lintas-agama-2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-5106025731426684530</id><published>2011-02-15T07:18:00.006+07:00</published><updated>2011-02-16T09:45:48.478+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Islam"/><title type='text'>Kritik Islam Atas Ideologi Besar Dunia Selain Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_PT8HPJFH59QiOg40XvvqBUdyWnsmzZVZS8nr41uAZbc3XzL1SKLnDSHNvgiGl1HUeMQWDHVsAIrEc7mB8RgJ9ErDGwJIIt2bFaw5UI3XFnqp2piqj5WfizPbK4ugzCxko9ws1kdWX8/s1600/Untitled+%25282%2529.png&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 155px; height: 176px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_PT8HPJFH59QiOg40XvvqBUdyWnsmzZVZS8nr41uAZbc3XzL1SKLnDSHNvgiGl1HUeMQWDHVsAIrEc7mB8RgJ9ErDGwJIIt2bFaw5UI3XFnqp2piqj5WfizPbK4ugzCxko9ws1kdWX8/s200/Untitled+%25282%2529.png&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5574112656599642514&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agama Islam berbeda dengan agama lain seperti agama Budha, Konghucu, Kristen, Hindu serta agama lainnya yang mana mereka tidak memiliki seperangkat aturan didalam agama mereka yang berfungsi mengatur hubungan antar mereka. Inilah yang membedakan Islam sebagai sebuah agama plus sebagai sebuah ideologi disbanding agama lain yang tidak berfungsi sebagai sebuah ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Kritik atas ideology Sosialisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ideologi sosialisme tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab meskipun ideologi ini mengingkari adanya Allah dan ruh, akan tetapi ia tetap tidak mampu memusnahkan naluri beragama (gharizah tadayyun) sebagai fitrah manusia. Ideologi ini hanya bisa mengalihkan pandangan manusia kepada suatu kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya dan mengalihkan perasaan taqdis (mensucikan/mensakralkan) kepada kekuatan besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, kekuatan itu berada di dalam ideologi dan diri para pengikutnya. Mereka membatasi taqdis hanya pada kedua unsur itu. Berarti, mereka telah mengembalikan manusia ke masa silam, masa animisme; mengalihkan penyembahan kepada Allah ke penyembahan makhluk-makhluk-Nya; dari pengagungan terhadap ayat-ayat Allah kepada pengkultusan terhadap doktrin-doktrin yang diucapkan makhluk-makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini menyebabkan kemunduran manusia ke masa silam. Mereka tidak mampu memusnahkan fitrah beragama, melainkan hanya mengalihkan fitrah manusia secara keliru kepada kesesatan dengan mengembalikannya ke masa animisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, ideologi sosialisme telah gagal ditinjau dari fitrah manusia. Malah dengan berbagai tipu muslihat, mereka mengajak orang-orang untuk menerimanya; dengan mendramatisir kebutuhan perut mereka untuk menarik perhatian orang-orang yang lapar, pengecut, dan sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Ideologi ini dianut oleh orang-orang yang bermoral buruk, atau orang yang gagal dan benci terhadap kehidupan, termasuk juga orang-orang sinting yang tidak waras cara berpikirnya yang merasa bangga dengan ide-ide sosialisme yang menurut mereka itu dapat memasukkan mereka ke jajaran kaum pemikir.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Semua ini akan tampak tatkala mereka mendiskusikan dengan arogan tentang teori Dialektika Materialisme dan Historis Materialisme. Padahal kenyataannya, ide-ide ini paling terlihat kerusakan dan kebatilannya, dan dengan sangat mudah dapat dibuktikan oleh perasaan fitri dan akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya manusia tunduk pada ideologi ini, maka ideologi ini memerlukan paksaan melalui kekuatan fisik. Maka tekanan, intimidasi, revolusi, menggoyang, merobohkan, dan mengacaukan masyarakat merupakan sarana-sarana yang penting untuk mengembangkan ideologi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Kritik atas Ideologi Kapitalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ideologi kapitalisme juga bertentangan dengan fitrah manusia, yang terwujud secara menonjol pada naluri beragama. Naluri beragama tampak dalam aktivitas pen-taqdis-an (pensucian); di samping juga tampak dalam pengaturan manusia terhadap aktivitas hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tampak perbedaan dan pertentangan tatkala pengaturan itu berjalan. Hal ini menunjukkan tanda kelemahan manusia dalam mengatur aktivitasnya. Oleh karena itu, menjauhkan agama dari kehidupan jelas bertentangan dengan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti bahwa adanya agama dalam kehidupan menjadikan seluruh amal perbuatan manusia terbatas hanya pada aktivitas ibadah saja. Tetapi arti pentingnya agama dalam kehidupan adalah untuk mengatasi berbagai persoalan hidup manusia sesuai dengan peraturan yang Allah perintahkan. Peraturan dan sistem ini lahir dari aqidah yang mengakui apa yang terkandung dalam fitrah manusia, yaitu naluri beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhkan peraturan Allah dan mengambil peraturan yang lahir dari suatu aqidah yang tidak sesuai dengan naluri beragama adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Maka dari itu, kapitalisme telah gagal dilihat dari segi fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;&quot;&gt;Kapitalisme telah menjadikan masalah agama sebagai masalah pribadi (bukan masalah masyarakat), sekaligus menjauhkan peraturan yang Allah perintahkan dari problematika hidup manusia dan pemecahannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, ideologi ini juga melahirkan persoalan lain, yakni menyebabkan tumbuhnya ide kebebasan yang dikemudian disebut dengan ide demokrasi. Ini muncul dari pembatasan gereja hanya dalam wilayah privat dan bukan mengurusi publik mengakibatkan berbagai hal, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;a. Munculnya kebebasan beragama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agama merupakan urusan individu manusia dengan tuhannya. Orang lain tidak memiliki kewenangan untuk menentukan dan mengarahkan kedalam agama manapun. Sehingga merupakan hal yang sah-sah saja ketika orang dengan mudah keluar masuk agama karena kepentingan kepentigan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Martin Luther di Jerman merupakan bukti kongkrit bagaimana lembaga keagamaan menjadi hal yang provan dan tidak berarti sama sekali. Dikarenakan kepentingan duniawi (perkawinan pendeta katholik), menyebabkan berdirinya Agama baru yaitu Kristen Protestan. Kebebasan inilah yang akhirnya memunculkan faham Pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;b. Munculnya kebebasan Berpendapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendapat merupakan hak individu untuk mengemukakan gagasannya kepada siapapun. Agar manusia memiliki hak yang sama dalam mengemukakan pendapat inilah kemudian dibentuklah lembaga perwakilan dalam parlemen untuk menyalurkan aspirasi mereka. Tentunya dengan mekanisme politik. Oleh karena itulah demokrasi menjadi salah satu faham yang pokok dalam mabda Kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;c. Munculnya kebebasan berprilaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prilaku adalah hal yang asasi dalam mabda kapitalis. Seseorang tidak diperkenankan menganggu eksistensi prilaku seseorang yang lain. Pelanggaran terhadap kebebasan prilaku ini berarti melanggar HAM seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;d. Kebebasan dalam kepemilikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan menurut ideologi kapitalisme adalah tidak terbatas. Karena berhenti bagi mereka adalah kematian. Cukup adalah kegagalan. Sehingga sistem ekonomi kapitalis sangat mengerikan dalam implementasinya. Apalagi dengan ditemukannya Mesin Uap oleh James Watt di Inggris yang mendorong terjadinya Revolusi Industri. Akibatnya terjadilah perubahan yang sangat radikal, dari sistem feodalistik dengan faham Merkhanteisme menjadi Industri dengan sistem penjajahan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/5106025731426684530/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/kritik-islam-atas-ideologi-besar-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5106025731426684530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5106025731426684530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/kritik-islam-atas-ideologi-besar-dunia.html' title='Kritik Islam Atas Ideologi Besar Dunia Selain Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_PT8HPJFH59QiOg40XvvqBUdyWnsmzZVZS8nr41uAZbc3XzL1SKLnDSHNvgiGl1HUeMQWDHVsAIrEc7mB8RgJ9ErDGwJIIt2bFaw5UI3XFnqp2piqj5WfizPbK4ugzCxko9ws1kdWX8/s72-c/Untitled+%25282%2529.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-5242749742883166703</id><published>2011-02-06T22:51:00.001+07:00</published><updated>2011-02-06T22:52:17.013+07:00</updated><title type='text'>Satukan Langkah Menjadi Umat Yang Kokoh</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persatuan umat Islam-lah yang sekarang sedang diidam-idamkan. Bagaimana tidak, dengan sistem pemerintahan yang dinilai kurang dapat menyatukan bangsa yang mayoritas muslim ini dan berbagai kepentingan yang haus akan jabatan dan kekuasaan umat Islam-pun terkena dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah perdebatan sejumlah golongan umat Islam besar di Indonesia ini menambah daftar panjang konflik umat negeri ini. Tak jarang mereka mengatakan golongan lain adalah hal yang sesat hingga saling menghina dan menetapkan kafir bagi siapa saja yang tidak sesuai dengan &quot;golongannya&quot;. Apa langkah ke depan yang dapat kita ambil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Bersikap Terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Benar, mau menerima kebenaran syariah jika memang benar adanya. &lt;/span&gt;Dengan sikap terbuka inilah kita dapat berdiskusi dan duduk bersama untuk memecahkan permasalahan umat yang tidak kunjung usai. Setiap keputusan atau hasil diskusi yang telah ditetapkan dan disetujui, maka itulah suatu konsekuensi yang harus dipatuhi. Tanpa mempedulikan apakah sesuai dengan golongan lain atau golongannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada kritik atau saran, maka hendaknya diterima tanpa lekas emosi. Dan hendaknya kritik atau saran tersebut bersifat membangun, bukan dengan tujuan menghina atau menyudutkan posisi golongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;&quot;&gt;Mau Berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan harap bila tidak menginginkan perubahan maka akan timbul rasa persatuan yang kuat. Bila memang ingin adanya perubahan menjadi &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/04/ukhuwah-muslim-bersatulah-menuju.html&quot;&gt;umat terbaik&lt;/a&gt; sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah tiada lain harus melakukan perubahan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap golongan harus mau merubah &quot;ciri khasnya&quot; yang biasanya berkaitan dengan ibadah-ibadah tertentu apabila memang ada hukum atau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ijtima&lt;/span&gt; lain yang lebih kuat. Apalah artinya &quot;ciri khas&quot; tersebut bila syariat tidak dikedepankan yang justru menimbulkan perbedaan. Padahal umat Islam adalah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Merujuk Al Quran dan As Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal ini merupakan dasar pedoman hidup seorang muslim yang merupakan wasiat dari Rasullah saw agar umatnya tidak tersesat sepeninggal beliau. Karena begitu dahsyatnya huru-hara problematika hidup akhir jaman ini diperlukan suatu &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;buhul &lt;/span&gt;(tali) yang kuat. Itulah Al quran dan As sunnah. Selain kedua pedoman di atas jangan sampai ada pedoman lain yang digunakan untuk menetapkan perkara, kecuali ada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ijtima&lt;/span&gt; ulama dalam kondisi darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Muhasabah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melihat apakah kesalahan saya selama ini? Apa yang telah saya berbuat untuk umat dan agama Islam? Ketahuilah, tak ada gading yang tidak retak. Maka perlu adanya introspeksi kekurangan diri (golongan). Janganlah malu untuk menerima masukan atau merasa gengsi. Karena kita tidak memerlukan polularitas layaknya artis, tetapi kebenaran syariah dan persatuan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Tak Mudah Dihasut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang membenci Islam tidak akan pernah lelah untuk mencari celah walaupun sekecil jarum asalkan umat Islam dapat terpecah belah. Karena dengan demikian, mereka dapat berkuasa dan menindas pemeluk Islam yang lemah dan mudah terhasut. Dengan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/11/waspada-perang-pemikiran-ghazwul-fikri.html&quot;&gt;perang  pemikiran&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/06/waspada-skenario-barat-hancurkan-islam.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;skenario Barat untuk menghancurkan Islam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; lainnya akan memberikan ruang bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah Allah firmankan dalam al quran surat &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Al Hasyr {59}: 14&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjilTNLCDQ5AkOmbMgdkT2hpm4zKUETyu09MUiCOMtmjUrOXMxwyTv79IIsK7XR_aGSh_2UNPuCRig7N0E0KTiXQgdd8zF4iovNsWSh29yQIvclkyZRVwJugjRExBDVBqRmGhofa3S70qE/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 420px; height: 60px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjilTNLCDQ5AkOmbMgdkT2hpm4zKUETyu09MUiCOMtmjUrOXMxwyTv79IIsK7XR_aGSh_2UNPuCRig7N0E0KTiXQgdd8zF4iovNsWSh29yQIvclkyZRVwJugjRExBDVBqRmGhofa3S70qE/s200/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5570604094937973458&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu&lt;/span&gt;, kecuali dalam  kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama  mereka adalah sangat hebat. kamu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: rgb(51, 153, 255); font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt; kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah  belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak  mengerti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan jalan kepada hamba-Nya yang mau berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/5242749742883166703/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/satukan-langkah-menjadi-umat-yang-kokoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5242749742883166703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/5242749742883166703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/02/satukan-langkah-menjadi-umat-yang-kokoh.html' title='Satukan Langkah Menjadi Umat Yang Kokoh'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjilTNLCDQ5AkOmbMgdkT2hpm4zKUETyu09MUiCOMtmjUrOXMxwyTv79IIsK7XR_aGSh_2UNPuCRig7N0E0KTiXQgdd8zF4iovNsWSh29yQIvclkyZRVwJugjRExBDVBqRmGhofa3S70qE/s72-c/Al+quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-4798672149678289958</id><published>2011-01-31T21:49:00.010+07:00</published><updated>2011-02-01T05:22:20.282+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Kompetisi Politik, Kepentingan Umat  Atau  Pribadi?</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAccEcW07SthYG7pC_fgf4WabcikEr27gYDRT8SC4xLOdvDcsBaNFDiZW-6ROMZtsT-LRoi0SX3Ta3E91uI1yquXfxu1nkABbGx5hwB6j9pOy96pfNmCQJjuzzqmk4OMrBNxanhfqSVDQ/s1600/competition1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 114px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAccEcW07SthYG7pC_fgf4WabcikEr27gYDRT8SC4xLOdvDcsBaNFDiZW-6ROMZtsT-LRoi0SX3Ta3E91uI1yquXfxu1nkABbGx5hwB6j9pOy96pfNmCQJjuzzqmk4OMrBNxanhfqSVDQ/s200/competition1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5568376886101897330&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ambisi akan kemenangan dalam sebuah kompetisi merebut kursi  kepemimpinan, tidak jarang pula membuat seseorang mulai dengan kasak  kusuk menebar seribu prasangka, mengorek-ngorek aib atau cela sesama  saudara, dan mengobral kesalahan lawan saingan.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bila cara-cara tercela saling mencari aib dan kesalahan ini dilakukan  dan dibudayakan, dikhawatirkan wacana demokrasi, berupa pilkada  langsung, akan ditinggalkan oleh masyarakat yang bermartabat. Boleh jadi  masyarakat akan antipati dan memandang proses pemilihan sebagai  permainan demokrasi belaka, karena mereka hanya ditawarkan seseorang  calon pemimpin yang jelek di antara yang terjelek, tidak pernah  ditawarkan calon pemimpin yang terbaik di antara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Islam Berpolitik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memandang sebelah mata, mampukah Islam terjun dalam dunia politik. Sedangkan yang terlanjur &quot;akrab&quot; dikenal masyarakat pada umumnya, Islam itu, ya ibadah, shalat, puasa dan yang penting berpahala dan mati masuk surga. Lalu siapa yang mengatur segala urusan kehidupan bernegara jika bukan dari pemiliknya sendiri yang mayoritas Islam? Yakinkah Anda dapat khusuk beribadah jika menyaksikan realita konflik politik yang &quot;carut-marut&quot;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, politik dan kekuasaan bukan barang terlarang, melainkan dianjurkan sejauh sejalan dengan dan untuk menjalankan visi-misi kehambaan dan kekhalifahan. Dengan politik dan kekuasaan, tugas khilafah dapat dijalankan lebih kongkret dan efektif. Bahkan politik dan kekuasaan, demikian ideal islaminya, merupakan instrumen atau media paling efektif untuk mendakwahkan dan menegakkan pesan-pesan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sendiri, kenyataan sejarah, berhasil gemilang menyebarkan dan menegakkan supremasi Islam setelah beliau membangun dan memegang kekuasaan politik bersama Negara Khilafah Islam al-Madinah al-Munawwarah. Tepat sekali apa yang dikatakan oleh Ibn Khaldun bahwa umat atau masyarakat itu cenderung mengikuti agama pemimpinnya. Betapa kekuasaan dan figur penguasa sangat penting dan memainkan peran strategis di dalam Islam. Islam maju dan kuat, demikian kenyataan historis, tidak terlepas dari dukungan kekuasaan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa umat Islam dianjurkan berpolitik dan harus memegang kekuasaan  dengan &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/03/kesanggupan-memikul-amanah.html&quot;&gt;amanah&lt;/a&gt; adalah pasti. Namun, bagaimana kekuasaan itu diraih sesuai dengan etika islami dan harus dijalankan sesuai dengan visi-misi kehambaan dan keislaman, adalah sesuatu yang perlu bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam aqidah tauhidiah islamiah, Allah adalah Penguasa Mutlak, segala kekuasaan ada dalam genggeman-Nya. Allah bebas memberikan atau mencabut kembali kekuasaan dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dengan kekuasaan yang dianugerahkan seseorang menjadi mulia, dan dengan kekuasaan itu pula seseorang dapat tercampak hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtGns9TjI_UkX4Yw075VteDrxtjaZuzXYUbdX0iMj6BTMSSCVZW-9SNkpk_ZyJ5kCPgiAun_FmIOq0A-uAzXp0woXUCEYXG4qeBrtZK4Y9yFEyP1D0fscfoCpIcS-TY59_WzP5a5GTBk/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 505px; height: 86px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOtGns9TjI_UkX4Yw075VteDrxtjaZuzXYUbdX0iMj6BTMSSCVZW-9SNkpk_ZyJ5kCPgiAun_FmIOq0A-uAzXp0woXUCEYXG4qeBrtZK4Y9yFEyP1D0fscfoCpIcS-TY59_WzP5a5GTBk/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5568373634620832418&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Katakanlah: &quot;Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Ali Imran {3}:26).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan adalah nikmat yang dapat membuat seseorang menjadi mulia dan terbuka jalan menuju surga. Tetapi nikmat ini dapat berubah menjadi niqmat, bala, yang dapat membuat seseorang menjadi hina dina dan dalam ancaman kawah neraka. Kekuasaan yang lekat dengan suatu jabatan - demikian realitas kekinian - bagaikan jalan tol menuju kaya dan mulia, sekaligus jalan tol menuju pintu penjara dan terhina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teologis islami, seseorang diperintahkan memohon dan meminta suatu kekuasaan atau kedudukan hanya kepada Allah, bukan meminta kepada sesuatu atau seseorang yang salah. Berdoa dan berusahalah dengan tekun, jangan meminta kepada para dukun. Si dukun atau paranormal tidak akan pernah menghantarkan seseorang kepada kekuasaan, melainkan dapat berakibat fatal menyeret seseorang kepada kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping tekun tidak bosan berdoa, manusia yang bercita-cita meraih kekuasaan wajib berusaha sesuai nilai-nilai etika Islami. Modal utama dan paling mendasar untuk menjadi pemimpin adalah kualitas dan integritas individual. Pemimpin islami sejati tidak akan pernah meminta-minta apalagi mengemis untuk dipilih atau diangkat menjadi pemimpin. Kalau terpilih, itu karena memang yang layak dipilih. Rasulullah menjadi pemimpin dan penguasa politik semata-mata karena kualitas dan integritas individualnya yang tiada bandingnya. Seorang pemimpin atau penguasa Islami lebih berjanji kepada diri sendiri untuk komit melaksanakan amanat, bukan mengobral seribu janji kepada masyarakat. Umar Ibn al-Khattab misalnya, ketika dibaiat menjadi &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/07/khulafaur-rasyidin-cermin-pemimpin.html&quot;&gt;khalifah Islam&lt;/a&gt;, bertekad untuk menjalankan amanah sesuai dengan hukum Allah, lalu dia meminta kepada umat untuk selalu mengingatkan bahkan menghukum dirinya apabila ternyata kelak ia menyimpang dari hukum Ilahi dalam menjalankan roda kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Sebuah Konsekuensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau ingin dipilih menjadi pemimpin atau penguasa, tunjukkan kemuliaan dan jati diri serta perlihatkan seribu prestasi. Jangan menjajakan seribu janji bagai menumpahkan air di daun keladi. Bangun sillaturrahim, perkenalkan dan sosialisasikan rencana perbaikan yang akan diperjuangkan. Yakinkan umat bahwa Anda adalah calon pemimpin yang jujur, amanah, dan komit menepati janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat jabatan kepemimpinan sangat diminati, maka semangat kompetisi pasti tinggi, kemungkinan menang dan kalah pasti terjadi. Dalam suasana kompetisi penuh ambisi ini, persaingan tidak sehat dan tidak bersahabat sangat mungkin terjadi, lalu seseorang menempuh seribu cara, merancang sejuta muslihat untuk menjatuhkan lawan yang dianggap saingan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Pemimpin Yang Menang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkuasa atau tidaknya seseorang tergantung kepada qudrah dan iradah Allah. Oleh sebab itu, siapa pun yang sukses meraih kekuasaan, jangan takabur dan lupa bersukur. Sebaliknya, siapa pun yang gagal dalam kompetisi meraih kekuasaan tidak usah merasa hina dan putus asa, tetap berlapang dada seraya tidak alpa memetik hikmah dari kegagalannya. Sangat mungkin, ada seribu ujian di hadapan kesuksesan dan ada seribu kebaikan di balik kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pemenang dalam persaingan, karena keutamaan dan kemuliaan, bukan karena kelicikan mencari-cari dan mengobral kelemahan lawan saingan. Jadilah terpilih karena paling amanah, bukan karena paling lihai menebar fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dan kepada kepada Allah segala kekuasaan akan dikembalikan dan dipertanggungjawabkan. Bila suara rakyat sudah didapatkan, maka hak mereka harus diberikan. Tugas dan amanat hendaklah ditunaikan, janji dan ucapan simpati ketika berkampanye haruslah ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;status action&quot;&gt;&lt;b&gt;995QVFNZSEKB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/4798672149678289958/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/01/kompetisi-politik-kepentingan-umat-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4798672149678289958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4798672149678289958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/01/kompetisi-politik-kepentingan-umat-atau.html' title='Kompetisi Politik, Kepentingan Umat  Atau  Pribadi?'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAccEcW07SthYG7pC_fgf4WabcikEr27gYDRT8SC4xLOdvDcsBaNFDiZW-6ROMZtsT-LRoi0SX3Ta3E91uI1yquXfxu1nkABbGx5hwB6j9pOy96pfNmCQJjuzzqmk4OMrBNxanhfqSVDQ/s72-c/competition1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-4322785185123629493</id><published>2011-01-19T06:59:00.010+07:00</published><updated>2011-01-20T08:56:17.770+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivasi"/><title type='text'>Tuntutan Patriotisme Islam Generasi Salafus Shalih</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQLV9uczGCHN1JdfGOY8EAOLCIwunYf6NdlLaB-uSOHiHxm4zk3ad-R00tiUZp0Ss8sySUPLfz-5DESf3T0lLBl_c_nCyTCpcWwcGEgxY-3OCCIP8lCuyKLiWZ8s0IViNKie4quEwJNKM/s1600/kepemimpinan.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 156px; height: 117px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQLV9uczGCHN1JdfGOY8EAOLCIwunYf6NdlLaB-uSOHiHxm4zk3ad-R00tiUZp0Ss8sySUPLfz-5DESf3T0lLBl_c_nCyTCpcWwcGEgxY-3OCCIP8lCuyKLiWZ8s0IViNKie4quEwJNKM/s200/kepemimpinan.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5564080756247958114&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika seseorang memproklamasikan dirinya sebagai seorang Muslim, pada saat yang bersamaan ia dituntut sebagai muhajir (berhijrah secara maknawi – spiritual – dan atau makani –teritorial  – dari lingkungan social yang gelap menuju cahaya iman - dan mujahid (memperjuangkan kesadaran barunya). Hijrah dan jihad merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan. Allah SWT akan menurunkan pertolongan-Nya berupa bonus (pahala) berbanding lurus dengan kualitas kelelahan kita (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;al Ujratu ‘ala qadril masyaqqati&lt;/span&gt;). Bahkan, kenikmatan Islam yang kita rasakan hari ini merupakan hasil dari tetesan darah dan air mata pendahulu kita (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;salafus shalih&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menengok ke belakang, sesungguhnya madrasatul Islam telah meluluskan para pahlawan dalam berbagai aspek kehidupan. Pahlawan ilmu, pahlawan spiritual, pahlawan harta dan pahlawan di medan laga. Mengerahkan pikiran &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(ijtihad)&lt;/span&gt;, hati &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(mujahadah)&lt;/span&gt; dan fisik &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(jihad) &lt;/span&gt;untuk mengharumkan nama Allah SWT memiliki nilai yang sama pentingnya dalam timbangan Islam. Bahkan, indicator penting generasi sahabat adalah mereka laksana pendeta di malam hari dan singa di siang hari &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(rahibun fillail wa farisun finnahar)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Penghambaan Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan monumental yang diperagakan oleh Ibrahim as dan Ismail as merupakan uswah dan qudwah bagi kita wujud kongkrit kecintaan dan ketaatan sejati dan kesiapan berkorban untuk Allah SWT. Berkorban disini tidak sekedar menyembelih hewan korban, tetapi berkorban dalam arti yang luas.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG2qkd36kDz9bhVg4w1pKsAft5xqfEVelO9fxxImkGHgoUJMuQHLrb_hqqaM8q5Nbr4wGDWD3LbXf79-vmYlcXugO8O26OHknShnx32LvQZnjqjofK94lzuSG8weakFmffbpPOu687j4g/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 94px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG2qkd36kDz9bhVg4w1pKsAft5xqfEVelO9fxxImkGHgoUJMuQHLrb_hqqaM8q5Nbr4wGDWD3LbXf79-vmYlcXugO8O26OHknShnx32LvQZnjqjofK94lzuSG8weakFmffbpPOu687j4g/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5563914255754451026&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Katakanlah, Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, Dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang fasik.”&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(QS. At Taubah (9) : 24).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengandung pelajaran yang cukup penting, yaitu menomorsatukan kecintaan kita hanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Di saat pengorbanan harta, ilmu, jiwa dan seluruh potensi diminta untuk kepentingan Allah dan Rasul-Nya, maka kita mengedepankan sikap sami’na wa ‘atha’na, tanpa ada rasa keberatan dan pertimbangan. Disinilah kunci pembuka pertolongan, kemenangan, dan kemuliaan citra diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNrZuc1aDvnRl6Xky8li6himU6C9clEEct2ZIbMt31-LoDjz6UpHVVCNmzQ0NCcUJe4Lp65OAWRTTikAnIG63L6AiZ7dzdLS8-bNLrbiGFNLrIF0TeO_9CK-q-P5vW5nMB6Dr9Taf0tEs/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 459px; height: 77px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNrZuc1aDvnRl6Xky8li6himU6C9clEEct2ZIbMt31-LoDjz6UpHVVCNmzQ0NCcUJe4Lp65OAWRTTikAnIG63L6AiZ7dzdLS8-bNLrbiGFNLrIF0TeO_9CK-q-P5vW5nMB6Dr9Taf0tEs/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5564080297446889362&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah SWT bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang beriman&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Al Munafiqun (36) : 8).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan sekedar rumusan abstrak yang mengendap di otak, tetapi menuntut bukti perjuangan, pengorbanan pemeluknya. Islam bukan sebatas kaya serimonial tetapi miskin aplikasi. Islam adalah gabungan iman dan amal shalih. Iman bagaikan pohon, amal shalih adalah buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekamlah kehidupan perjuangan para nabi dan rasul hingga junjungan kita Rasulullah SAW para sahabat, para syuhada, mujahidin dan shalihin. Tak seorangpun diantara mereka yang sepi dari perjuangan dan pengorbanan, baik dalam bentuk moril maupun material, spiritual dan finansial, jiwa dan harta. Mereka telah menyerahkan secara all out seluruh potensi yang mereka miliki untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Patriot Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Khadijah mengorbankan jiwa dan hartanya untuk mensupport misi suaminya, Abu Bakar menyerahkan seluruh hartanya untuk Islam, Ali bin Abi Thalib berani mempertaruhkan nyawanya untuk meniduri ranjang Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah. Pada malam harinya dikeluarkan keputusan akan membunuh Nabi SAW oleh para pemuda pilihan dari setiap kabilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik dipenjara, diikat, dan dicambuk oleh penguasa yang zhalim hingga ruas-ruas tulangnya nyaris putus. Imam Syafii dimasukkan di balik jeruji karena fitnah ulama jahat, bahkan beliau diperintah berjalan kaki diterik padang pasir dua bulan lamanya, dari Yaman ke Baghdad. Imam Nawawi penyusun kitab hadits Arbain dan Riyadhus Shalihin diusir dari tanah kelahirannya Syam, karena berpegang teguh pada aturan Allah dan menentang kebijakan penguasa yang serakah dan represif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah tewas karena dipaksa minum racun, setelah sebelumnya dipenjara dalam keadaan dirantai besi yang berat pada lehernya. Imam Ahmad Ibnu Hambal disiksa dan dipenjara bertahun-tahun lamanya karena keteguhan sikapnya dalam mempertahankan aqidah, beliau menolak Al Quran disebut makhluk (ciptaan) karena firman Allah Al Khaliq adalah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al Banna yang membentuk milisi Mujahidin yang memerangi Yahudi dan penjajah Inggris di Mesir, syahid diberondong peluru. Sayid Qutub yang terkenal di Indonesia dengan karya spektakulernya “Tafsir Fi Zhilalil Quran” dan Abdul Aziz Badri yang terkenal karyanya ‘Ulama dan Penguasa’ keduanya syahid di tiang gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Muhasabah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keteladanan yang dipentaskan oleh wali-wali Allah SWT dalam berjuang dan berkorban. Sangat kontradiktif dengan kondisi kaum Muslimin sekarang. Misalnya, bila memasukkan uang di kotak masjid, tangannya tidak seringan mengeluarkan uang untuk membeli karcis sepak bola. Ke pusat perbelanjaan dan tempat-tempat rekreasi. Ummat Islam kurang tertarik pergi ke majlis ilmu dan majlis shalat jamaah, tetapi semangat pergi ke matahari shopping center. Hadiah-hadiah untuk berbagai hiburan, konser musik mencapai ratusan juta rupiah, sedangkan dana untuk para pengungsi dan relawan, guru ngaji, muballigh, berjumlah sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengorbankan sedikit saja dari apa yang kita anggap milik kita, rasanya berat untuk Allah SWT semata. Kita perlu berbagai kiat dan rekayasa dalam memotivasi diri kita hanya untuk sekedar merelakan sebagian kecil ‘milik’ kita. Untuk berkorban kita terlalu mempertimbangkannya dari berbagai sudut, terutama dari sisi ekonomi, dari aspek untung-rugi. Seringkali setelah pertimbangan yang njelimet, akhirnya tidak jadi berkorban. Kalaupun terpaksa berkorban, kita memasang harapan pahala yang berlipat-ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita mempertaruhkan kehidupan kita di jalan Allah SWT secara &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;all out&lt;/span&gt; ? Jika sudah, berapa bagian harta yang telah kita nafkahkan di jalan-Nya, dibandingkan yang kita keluarkan untuk anggaran BBM dan belanja rokok setiap harinya ? Berapa banyak waktu, tenaga, pikiran yang telah kita habiskan di jalan Allah dibandingkan dengan yang telah kita habiskan di jalan syetan dan hawa nafsu demi untuk memenuhi syahwat perut dan syahwat farji ?  Sudahkah kita membalas kebaikan Allah SWT yang tidak terhitung dengan balasan yang setimpal ? Nikmat Allah SWT mana lagi yang engkau dustakan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Hassan al Banna pernah mengatakan, &lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Jadilah engkau mangga, ketika engkau melempar, ia menjatuhkan dirinya kepada yang melempar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/4322785185123629493/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/01/tuntutan-patriotisme-islam-generasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4322785185123629493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/4322785185123629493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2011/01/tuntutan-patriotisme-islam-generasi.html' title='Tuntutan Patriotisme Islam Generasi Salafus Shalih'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQLV9uczGCHN1JdfGOY8EAOLCIwunYf6NdlLaB-uSOHiHxm4zk3ad-R00tiUZp0Ss8sySUPLfz-5DESf3T0lLBl_c_nCyTCpcWwcGEgxY-3OCCIP8lCuyKLiWZ8s0IViNKie4quEwJNKM/s72-c/kepemimpinan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-6711914760481981372</id><published>2010-12-26T15:55:00.008+07:00</published><updated>2011-01-02T14:03:08.315+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akidah"/><title type='text'>Konsep Ketuhanan Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi24LcjcoEawQ3lmP6qLXn5m2vMAKLyeWHwae36QyHPpBp6tYgz0Quma9TAQks7O7vN0P6wC1TkAmBxiXDIBpNqbsL-_ZRed5vS6KjzoOWeYmwAeRy7WGYhlxjgs0nshkB6Xf7DTvyHh0/s1600/ramadhan.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi24LcjcoEawQ3lmP6qLXn5m2vMAKLyeWHwae36QyHPpBp6tYgz0Quma9TAQks7O7vN0P6wC1TkAmBxiXDIBpNqbsL-_ZRed5vS6KjzoOWeYmwAeRy7WGYhlxjgs0nshkB6Xf7DTvyHh0/s200/ramadhan.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5557480412762446354&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kecintaan kepada Allah, ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan, kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang, “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar, pikir dan akal budi mereka”, maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Bila ini terjadi, maka perlu segera diambil tindakan, agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Pemaknaan Ilahiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ilah, yang diterjemahkan “Tuhan”, dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya dalam potongan Al quran surat &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Al-Jatsiiyah{45}: 23&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgocynM-PRI49tyx9x8h6Anxmpq7FCi5SI0vZQgPl0qJrN-tbnk-DXmi7jZRgS-lKOIrlii_9mI4GinY9KD6kPGJ1FDhsghGDF8pL56nVsd03KriDivOk-EcIya6n0GOcAy9GyszisEokQ/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 237px; height: 48px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgocynM-PRI49tyx9x8h6Anxmpq7FCi5SI0vZQgPl0qJrN-tbnk-DXmi7jZRgS-lKOIrlii_9mI4GinY9KD6kPGJ1FDhsghGDF8pL56nVsd03KriDivOk-EcIya6n0GOcAy9GyszisEokQ/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5557474390752677074&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam potongan al quran surat &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;Al-Qashash{28}:38&lt;/span&gt;, perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri:&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtHSgZyzL_5INRYFc0GYh3QOCDdJTlbrD-N9DBWiX7GMtfT3LmTCOz1R2dRJdYWk2SG7ZeifDhQnfmdQNYOwtpt5zovTc8QTzldmVsr5ivRmUa5QADYmFHmLsnFBpY6cBCWge4gfWItfs/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 42px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtHSgZyzL_5INRYFc0GYh3QOCDdJTlbrD-N9DBWiX7GMtfT3LmTCOz1R2dRJdYWk2SG7ZeifDhQnfmdQNYOwtpt5zovTc8QTzldmVsr5ivRmUa5QADYmFHmLsnFBpY6cBCWge4gfWItfs/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5557475828678143314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;“Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun), ganda (mutsanna:ilaahaini), dan banyak (jama’: aalihatun). Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat, berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa,  rasa cinta yang amat sangat sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. Tercakup di dalamnya yang dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan, dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri di hadapannya, takut, dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdoa, dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt; &lt;/span&gt;(M.Imaduddin, 1989:56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar definisi ini, Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan manusia. Yang pasti, manusia tidak mungkin ateis, tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Berdasarkan logika Al-Quran, setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Dengan begitu, orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan, yaitu “tidak ada Tuhan”, kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu, sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/6711914760481981372/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2010/12/konsep-ketuhanan-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6711914760481981372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/6711914760481981372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2010/12/konsep-ketuhanan-dalam-islam.html' title='Konsep Ketuhanan Dalam Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgi24LcjcoEawQ3lmP6qLXn5m2vMAKLyeWHwae36QyHPpBp6tYgz0Quma9TAQks7O7vN0P6wC1TkAmBxiXDIBpNqbsL-_ZRed5vS6KjzoOWeYmwAeRy7WGYhlxjgs0nshkB6Xf7DTvyHh0/s72-c/ramadhan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5730397531634826552.post-8202554904228519212</id><published>2010-12-19T16:11:00.023+07:00</published><updated>2010-12-19T17:13:09.902+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sampaikanlah"/><title type='text'>Menuai Untung, Mencegah Rugi Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29dV_p-uxh4JLYoUUDwmb8AkPTy7kbWr_My7yOlwiQVGDGEBgSq2GDKBe0jUNlpta4Pfss6lxOX6MuuqibFzdloA_Vea_f8dMbCZGIfx2ZVToGbzh3hpueSWgOZTwDOZnCMy-MIbPrSg/s1600/money.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 153px; height: 143px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29dV_p-uxh4JLYoUUDwmb8AkPTy7kbWr_My7yOlwiQVGDGEBgSq2GDKBe0jUNlpta4Pfss6lxOX6MuuqibFzdloA_Vea_f8dMbCZGIfx2ZVToGbzh3hpueSWgOZTwDOZnCMy-MIbPrSg/s200/money.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5552333650038776914&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika Anda adalah seorang pebisnis, maka Anda akan dituntut untuk siap rugi disamping keuntungan yang akan Anda dapatkan. Begitupula dalam beragama Islam, terdapat istilah untung dan rugi. Jika rugi dalam pasar bisnis dapat kita tutupi dengan keuntungan yang akan datang dikemudian hari. Namun jika rugi dalam akhirat, adakah kesempatan lagi bagi kita untuk mendapatkan keuntungan? Hal inilah yang perlu kita cermati. Selengkapnya, simak ulasan berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Orang Yang Bangkrut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat hadist shahih, Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat Beliau mengenai definisi orang yang bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;&quot;&gt;Siapakah orang yang bangkrut?&quot; tanya Rasulullah di hadapan para sahabat. Para sahabat menjawab, &quot;Mereka adalah orang yang tak mempunyai uang dan perhiasan.&quot; &quot;Bukan,&quot; timpal Rasulullah. Beliau kemudian melanjutkan, &quot;Orang yang bangkrut di antara umat ku adalah yang datang pada hari kiamat dengan puasanya, shalatnya dan zakatnya. Dia datang dan pernah menghina kehormatan si fulan, menuduh fulan dan memakan harta fulan. Maka diambillah untuk menebus kesalahan itu dari kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum menyelesaikan tanggunan kesalahannya, diambilah dari kesalahan orang (yang dizaliminya) itu dan dilemparkan kepadanya, kemudian akhirnya ia dimasukkan ke dalam neraka.&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt; (HR. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda tangkap dari perbincangan antara Rasulullah dengan para sahabatnya di atas? Pertama kali, kita pasti memperoleh informasi yang bertolak belakang dengan apa yang saat ini beredar dan banyak diyakini oleh masyarakat, bahkan mungkin oleh kita sendiri. Neraca untung rugi dalam hadits di atas, dijelaskan oleh Rasulullah bukan bertolak dari hitung-hitungan materialistik. Bukan diukur dari timbangan harta duniawi. Bukan juga ditimbang melalui keberhasilan yang dicapai dalam berniaga di dunia. Rasul membuka cakrawala pandangan para sahabatnya, tentu saja kita juga sebagai umatnya, agar segala kesuksesan dan kegagalan, keuntungan dan kerugian, keberhasilan dan keterpurukan, kesuksesan dan kebangkrutan, diukur dari kehidupan hakiki atau kaca mata akhirat (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ukhrawi&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, para sahabatpun memandang pertanyaan Rasulullah saw tentang kebangkrutan dari aspek kehidupan dunia. Makannya mereka menjawab bahwa orang yang bangkrut itu adalah orang yang tak memiliki harta benda, uang maupun perhiasan. Tapi ternyata Rasulullah menjabarkan sudut pandang yang lain. Kehidupan di dunia, bagaimanapun hanya terminal sementara. Ia berada di antara terminal rahim dan terminal alam &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;barzakh&lt;/span&gt;. Tujuan akhir kehidupan manusia sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. Di sanalah segala prestasi akan dilihat, berhasil atau gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);&quot;&gt;Untung Atau Rugi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang mengkristal dan mendarah daging dalam pikiran manusia saat ini ternyata juga hinggap dalam pikiran para sahabat. Namun setelah penjelasan Rasulullah itu mereka segera sadar akan hakikat kerugian dan mereka segera meraih keuntungan dengan iman dan amal shalih. Bagaimana kebangkrutan orang yang mulanya memiliki modal amal yang banyak, namun akhirnya habis termakan oleh dosa-dosanya? Bagaimana orang yang menyangka telah membawa bekal kesolehan yang banyak, harus lumat oleh kesalahannya sendiri. Bahkan ia justru memperoleh kehidupan yang penuh kesengsaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari hadits ini. Bahwa tak ada satupun di antara kita yang layak bangga atas prestasi kebaikan yang telah kita ukir di dunia. Sebab bukan mustahil, kebaikan-kebaikan itu akan termakan oleh kesalahan dan dosa kita yang lain. Dan karenanya, kita harus selalu berusaha menekan kadar kesalahan dan dosa yang kita lakukan, sambil terus menanam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lainnya, itulah ajaran Islam tentang untung dan rugi. Bisa saja, mereka yang merugi di dunia adalah para konglomerat sukses atau para hartawan. Tapi di akhirat mereka benar-benar merugi, karena akan menjalani siksaan di neraka karena dosa-dosanya.  Sementara mereka yang beruntung adalah orang orang yang karena iman dan amal shalihnya dimasukkan ke dalam surga dan terhindar dari neraka. Allah telah berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVx0jzQd-jFXuhn0f9bt-pOZwf9fEpPnf4sUIe8BRJwLNPswNnkSTAvMGWz_L-4HW0ZRvyNXcN9-ZOp0dxEL4nQqqdFDrSKqCErfcziZq747py5XKCC6P9LVb_sPh5YDSZmck9OlNojvc/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 457px; height: 72px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVx0jzQd-jFXuhn0f9bt-pOZwf9fEpPnf4sUIe8BRJwLNPswNnkSTAvMGWz_L-4HW0ZRvyNXcN9-ZOp0dxEL4nQqqdFDrSKqCErfcziZq747py5XKCC6P9LVb_sPh5YDSZmck9OlNojvc/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5552331395875217234&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt; (Al Qariah {101}:6-9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&lt;/span&gt;Mereka yang beruntung juga mereka yang menyerahkan jiwa raga serta hartanya kepada (jalan) Allah, untuk ditukar dengan surga. Artikel selenkapnya, klik &lt;a href=&quot;http://firmanazka.blogspot.com/2010/03/tawaran-allah-kepada-orang-mukmin.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOr0EtAZ2A6Z6FPrEaGatRuHnX68btK8pcqg0c_kwU-x2kz0c-6S9pPZbhMM0a03axdHDGqxFv0cxm3fuWLPgaiYeqBwqMwrh31dgFIl0o9eD7fKQeHIFv9SIJCjkbZXmjDXxa0KI50tk/s1600/Al+quran.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 443px; height: 72px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOr0EtAZ2A6Z6FPrEaGatRuHnX68btK8pcqg0c_kwU-x2kz0c-6S9pPZbhMM0a03axdHDGqxFv0cxm3fuWLPgaiYeqBwqMwrh31dgFIl0o9eD7fKQeHIFv9SIJCjkbZXmjDXxa0KI50tk/s400/Al+quran.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5552331905906079554&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);&quot;&gt;&quot;Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari Azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jaalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.&quot;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: rgb(51, 255, 51);&quot;&gt;(Ash-Shaff {61} : 10-11) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah diantara pembaca sekalian yang ingin untung dalam jual beli ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(204, 51, 204);&quot;&gt;Wallahu a&#39;lam bish shawab.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firmanazka.blogspot.com/feeds/8202554904228519212/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2010/12/menuai-untung-mencegah-rugi-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8202554904228519212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5730397531634826552/posts/default/8202554904228519212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firmanazka.blogspot.com/2010/12/menuai-untung-mencegah-rugi-dalam-islam.html' title='Menuai Untung, Mencegah Rugi Dalam Islam'/><author><name>Firman Azka&#39;s Blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06082601316024186746</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_mZliW7SBnRo/S3fxLWBgE6I/AAAAAAAAAA0/bs2hU6W8EZo/S220/Firman+Azka.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi29dV_p-uxh4JLYoUUDwmb8AkPTy7kbWr_My7yOlwiQVGDGEBgSq2GDKBe0jUNlpta4Pfss6lxOX6MuuqibFzdloA_Vea_f8dMbCZGIfx2ZVToGbzh3hpueSWgOZTwDOZnCMy-MIbPrSg/s72-c/money.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>