<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>for better life</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Wed, 6 Nov 2024 10:10:54 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://bumialfatih.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title> Pelajar Kita Mesum, Para Ibu Ayo Turun Tangan</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/11/pelajar-kita-mesum-para-ibu-ayo-turun.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 7 Nov 2013 14:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-1163885966751941588</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYldwBIAgX6zmbQ_y7I5_ybACVsnfxleRXqetdAo6yzUbXAlovz8g0RC-h3nH932m5VlLGvBneWTLbITgnSAVTpFp8v-3oEUVZIxX8osi1beLyBsiw1Fw63ik53fTnUqQCFYb0g65PvL8/s1600/88tr5x.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYldwBIAgX6zmbQ_y7I5_ybACVsnfxleRXqetdAo6yzUbXAlovz8g0RC-h3nH932m5VlLGvBneWTLbITgnSAVTpFp8v-3oEUVZIxX8osi1beLyBsiw1Fw63ik53fTnUqQCFYb0g65PvL8/s320/88tr5x.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh: Zuhroh Astie WieAstie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEREDARNYA video mesum siswa SMP 4 Jakarta yang tadinya diduga merupakan kejadian berdasarkan suka sama suka kini ternyata karena sebuah paksaan. Hal ini dari pernyataan klarifikasi sang ayah dari wanita pelaku video mesum yang melaporkan kepada polisi. Menurut Sang ayah, video itu adalah tindakan bullying(Tribunnews.com/29/10/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini menambah fakta panjang mengenai gambaran kerusakan moral anak-anak bangsa.Tahun 2008, jumlah anak yang tertayang sebagai subyek dan obyek porno sebanyak 4.000 orang. Namun, tahun 2011, jumlahnya meningkat empat kali lipat menjadi 16.000 orang. Sejak tahun 2005, Indonesia masuk dalam 10 negara yang paling banyak mengakses situs porno. Pada tahun 2005, Indonesia berada di &lt;br /&gt;posisi ke-7, tahun 2007 di posisi ke-5, dan tahun 2009 berada di ke-3. Peringkat Indonesia cenderung meningkat seiring dengan pesatnya pengguna internet yang mencapai 55,2 juta orang, data tahun 2011 (Kompas.com/16/032012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komnas Anak juga melansir, 97% anak pernah nonton pornografi, 97% anak SD pernah mengakses pornografi (2009) dan 30% dari 2-2,6 juta kasus aborsi dilakukan oleh remaja usia 15-24 tahun. Berdasarkan data Depkomfino pada tahun 2007 , ada 25 juta pengakses internet di Indonesia. Konsumen terbesar 90% adalah anak usia 8-16 tahun, 30% adalah pelaku sekaligus korban prnografi adalah anak .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ironi lagi, Seperti dikutip dari mediaindonesia.com, sebelumnya Indonesia ada di peringkat ke 3 pada pertengahan Januari lalu setelah China dan Turki. Namun data terbaru kini Indonesia berada dalam peringkat pertama. Mayoritas pengunduh berusia remaja, 2012 (Metrotvnews.com/15/06/2012).Remaja Kita, Asset Bangsa Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja adalah pemuda yang mampu membawa bangsa menuju masa depan gemilang, namun jika para pemudanya mengalami krisis moral, mau dibawa kemana negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut World Population Prospect United Nations Departeman of Economic and Social Affair, sebanyak 1,2 miliar penduduk dunia atau hampir satu dari lima orang di dunia adalah berusia 10-19 tahun. Adapun 900 juta orang dianataranya tinggal di Negara berkembang. Di Indonesia sendiri hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa satu dari empat orang penduduk&amp;nbsp; Indonesia merupakan kaum muda berusia 10-24 tahun (Kompas.com, /08/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah mereka yang memiliki keistimewaan lebih dari pada yang lain. Seperti, akal, tenaganya yang prima, dan ilmunya. Dari ketiga rangkaian keistimewaan tersebut maka pemuda mampu menjadi motor penggerak perubahan bangsa menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 , adanya ikrar Sumpah Pemuda 28/10/1928, diproklamisakannya indoneisa menjdai negeri yang merdeka 17/8/1945 , dan pergantian orde baru menjadi reformasi dikarenakan gerakan pemuda. Pemudalah yang memotori perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berkualitas lahir dari rahim ibu yang cerdas. Banyak tokoh Islam yang berhasil dan melukiskan prestasi yang gemilang melalui didikan tangan orangtuanya, terutama ibunya. Seperti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam syafi’I yang dibesarkan tanpa seorang ayah.Ummu Sulaim ra., sosok ibunda yang sholeh dan cerdas melahirkan Anas bin Malik, salah satu dari tujuh sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. Anas bin Malik ra. bahkan telah banyak ‘meluluskan’ ulama-ulama hebat dalam sejarah.&amp;nbsp; Tidak aneh karena Anas adalah seorang mufti, qari’, muhaddits dan perawi.Anas bin Malik ra. banyak mencetak sejumlah ulama dan orang-orang penting di antaranya adalah Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin, Asy Sya’bi, Abu Kilabah, Makhul, Umar bin Abdul Aziz, Tsabit al-Banani, Bakar bin Abdillah al-Mazani, az-Zuhri, Qatadah, Ibn al-Munkadir, dan masih banyak nama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Imran ketika mengandung Maryam, digambarkan al-Quran, mendoakan putrinya agar menjadi wanita salehah. Sejarah kemudian membuktikan bahwa Maryam adalah wanita pilihan Allah yang dari rahimnya lahir Nabi Isa AS. “Ingatlah ketika istri Imran berdo’a, “Tuhanku, sungguh aku memohon kapada-Mu, agar anak yang ada dalam kandunganku ini menjadi anak yang saleh dan berkhidmat.”(QS. Ali Imran:35) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting Peran Ibu Menangani Krisis Moral RemajaPendidikan remaja tak terlepas dari peran keluarga, pendidikan pertama dan utama yang dilalui oleh anak. Terutama pendidikan ibunya. Ibu tak cukup hanya menjadi sesorang yang mampu memberikan kebutuhan secara materi kepada anak-anaknya. Namun ia &lt;br /&gt;juga menjadi ibu yang mampu mendidik anak, mengawasi anak, dan memperhatikan anak untuk menjadi penerus bangsa yang cerdas dan bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kesibukan orangtua dalam bekerja hingga melalaikan dari memperhatikan anak adalah salah satu faktor yang menumbuh kembangkan anak berperilaku amoral dan jauh dari nilai-nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengahnya orangtua terutama ibu akan memberikan kesempatan luas kepada media, televisi, internet dan handpohone untuk mendidik anak tanpa pantauan dari orangtua. Hingga anak bebas mengakses segala informasi yang ada dalam media,&amp;nbsp; pengaruh buruk sangat mudah merasuki pemikiran dan perilaku anak seiring mudahnya penyebaran informasi melalui digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ibu harus berani mengambil sikap untuk mau menjadi ibu yang peduli dengan perkembangan anak. Dengan menjadi ibu yang fokus mendidik anak tanpa lalai. Islam mendudukkan wanita pada posisi yang mulia yaitu pendidik dan pencetak generasi berkualitas. Dengan menanamkan akidah Islam sejak dini kepada anak-anak, memberikan pemahaman dan pengertian mengenai bagaimana islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan, serta mengawasi anak dalam belajar terutama saat mengakses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ibu juga harus berusaha memberikan fasilitas kepada anaknya dengan layanan internet di rumah agar anak tidak terlalu bebas ke luar, seperti ke warnet dengan alasan mengerjakan tugas. Dengan begitu ibu lebih mudah mengawasi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentengi anak dengan akhlak dan ajaran agama, menjalin komunikasi yang dekat dengan anak, memberikan koneksi internet yang mudah , sehat dan aman di rumah, mengarahkan dan memberikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh penggunaan internet sehat adalah beberapa langkah preventif yang mampu dilakukan oleh ibu (Kabarit.com/22/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua adalah salah satu dari beberapa komponen yang berperan dalam keberhasilan mendidik anak. Karena dalam pendidikan anak tak terlepas dari keluarga, teman, lingkungan sekolah, masyarakat dan pemerintah. Maka membutuhkan sebuah visi yang sama antara komponen-komponen tersebut untuk menjadikan anak menjadi generasi yang berkepribadian islam dan memiliki intelektualitas tinggi. Hingga ia, para generasi muda mampu memanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan ummat, membawa bangsa menjadi yang lebih baik.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminat masalah-masalah kewanitaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;voa-islam.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYldwBIAgX6zmbQ_y7I5_ybACVsnfxleRXqetdAo6yzUbXAlovz8g0RC-h3nH932m5VlLGvBneWTLbITgnSAVTpFp8v-3oEUVZIxX8osi1beLyBsiw1Fw63ik53fTnUqQCFYb0g65PvL8/s72-c/88tr5x.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Negara Brunei Darussalam Melaksanakan Hukum Syariah Islam</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/10/negara-brunei-darussalam-melaksanakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Oct 2013 15:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-6873363327668472986</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5kOSAxvbzA40RCFgsxY2A1jMGm7l8YL9Ic8SRVa3nKQeWFnYBTB0RqL76RZoJykw9LYa4dpQkJIr6aIToEw4eYpoQiyCsaQv6-aOpabGK9Ke0v_mxxGJS0oO9ANQtw8_ViYBo9A6WY20/s1600/flagge-brunei-darussalam.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5kOSAxvbzA40RCFgsxY2A1jMGm7l8YL9Ic8SRVa3nKQeWFnYBTB0RqL76RZoJykw9LYa4dpQkJIr6aIToEw4eYpoQiyCsaQv6-aOpabGK9Ke0v_mxxGJS0oO9ANQtw8_ViYBo9A6WY20/s1600/flagge-brunei-darussalam.gif" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei introducing sharia law"&gt;Barangkali Sultan Brunai Mohamad Bolkiah yang pernah mendatangkan 
penyanyai terkenal Amerika Michael Jackson ke negara saat ulang tahun 
anaknya, kini sudah mulai sadar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei introducing sharia law"&gt;Dengan
 kekayaan yang tak terhingga dan melimpah dari hasil minyak itu, tetapi 
kehidupan negeri kecil itu semakin terancam, akibat kekayaan dan 
kehidupan modern, dan berkembang biaknya kejahatan dan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei introducing sharia law"&gt;Sultan 
Bolkiah yang memiliki istana yang sangat megah, dan penuh dengan b 
erbagai ornamen, dan memiliki kamar yang lebih dari tuju puluh, dan 
berbagai mobil mewah itu, tak tahan melihat kehidupan rakyatnya yang 
semakin rapuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei introducing sharia law"&gt; Di mana 
kemaksiatan terus berkembang biak. Penyakit sosial yang menghempa&amp;nbsp; 
negaranya, kemudian Sultan Bokiah menyebabkannya memilih menegakkan 
hukum Syariah Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="The Sultan of Brunei announced that the country would enforce sharia criminal law next year."&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Brunei will enforce sharia criminal law next year, the Islamic kingdom's sultan announced on Tuesday, with possible punishments including stoning to death for adultery and flogging for drinking alcohol."&gt;Brunei
  yang berpenduduk tidak sampai 500 ribu jiwa itu, mengumumkan secara 
resmi, bahwa Sultan Mohamad Bolkiah bertekad menegakkan hukum Syariah 
Islam tahun depan (2014).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei will enforce sharia criminal law next year, the Islamic kingdom's sultan announced on Tuesday, with possible punishments including stoning to death for adultery and flogging for drinking alcohol."&gt;Sultan
 Bolkiah yang memimpin kesultanan Brunai itu, hari Selasa (22/10/2013), 
mengumumkan dan&amp;nbsp; bertekad menegakkan hukum Syariah Islam, secara penuh  
termasuk rajam sampai mati bagi para pelaku zinah dan hukuman cambuk 
bagi mereka yang kedapatan&amp;nbsp;  minum alkohol .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="The law would be enforced from April, said the 67-year-old sovereign, Hassanal Bolkiah."&gt;"Hukum
 Syariah Islam akan ditegakkan sejak dari April 2014", tegas Hassanal 
Bolkiah, pemimpin negara yang berdaulat sejak tahun l967.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;"Hal
 ini karena kebutuhan kita bahwa Allah yang Mahakuasa , dalam segala  
kemurahan hatinya&amp;nbsp; telah menciptakan hukum bagi kita. Sehingga kita  
bisa memanfaatkan mereka untuk mendapatkan keadilan", kata Sultan yang 
merangkap jabatan perdana menteri .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Many crimes under the new code have a high burden of proof and sharia court judges would have discretion over punishments, which could also include amputations for theft."&gt;Banyak
  kejahatan baru yang menghancurkan masyarakat dan akan berdampak 
terhadap negara, dan syariah  hakim pengadilan akan memiliki diskresi 
atas hukuman yang maksimum atas&amp;nbsp; semua kejahatan&amp;nbsp; yang juga dapat  
mencakup hukum potong tangan bagi pencuri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="The tiny kingdom, which has Southeast Asia's highest per-capita income after Singapore, has been preparing to introduce the sharia penal code for years."&gt;Kerajaan
  kecil , yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi - Asia Tenggara 
 setelah Singapura , telah mempersiapkan untuk memperkenalkan hukum  
pidana syariah selama bertahun-tahun. &lt;/span&gt;&lt;span title="In the past, the sultan has said that sharia criminal law should be established to work alongside the country's civil law more prominently."&gt;Di
  masa lalu , sultan telah mengatakan bahwa hukum pidana syariah harus  
dibentuk untuk bekerja bersama hukum perdata negara lebih menonjol .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="Brunei, which neighbours two Malaysian states on Borneo island and has a population of just over 400,000, already enforces Islamic teachings more sternly than Malaysia and Indonesia, the other majority Muslim countries in Southeast Asia."&gt;Brunei,
  yang bertetangga dua negara Malaysia, berada di pulau Kalimantan dan 
memiliki  penduduk lebih dari 400.000 jiwa, memberlakukan ajaran Islam 
lebih  tegas dibanding Malaysia dan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei, which neighbours two Malaysian states on Borneo island and has a population of just over 400,000, already enforces Islamic teachings more sternly than Malaysia and Indonesia, the other majority Muslim countries in Southeast Asia."&gt;Negara-negara
 mayoritas Muslim  lain di Asia Tenggara, kebanyakan mereka masih ragu, 
dan cenderung phobi, dan bahkan mengadopsi hukum sekuler yang menjadi 
warisan panjajah. Justru negara-negara Brunei itu, banyak yang 
mengeliminir nilai-nilai Islam, dan menggantikan dengan aturan dan hukum
 jahiliyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei, which neighbours two Malaysian states on Borneo island and has a population of just over 400,000, already enforces Islamic teachings more sternly than Malaysia and Indonesia, the other majority Muslim countries in Southeast Asia."&gt;
 Seperti Indonesia yang sampai hari ini masih menggunakan pidana yang 
bersumber dari penjajah Belanda. Karena itu, negara-negara Muslim di 
Asia Tenggara mengalami kekacauan karena tidak mempraktekkan hukum 
Syariah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei, which neighbours two Malaysian states on Borneo island and has a population of just over 400,000, already enforces Islamic teachings more sternly than Malaysia and Indonesia, the other majority Muslim countries in Southeast Asia."&gt;
 Ini terbukti dengan tingkat kejahatan yang tinggi di seluruh 
negara-negara Asia Tenggara. Tak heran kalau negara Indonesia sekarang 
ini diamuk oleh bencana korupsi yang sudah merasuk ke tulangsumsum 
rakyatnya. Karena tak menegakkan Syariah Islam. Bahakn nyaris tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="Brunei, which neighbours two Malaysian states on Borneo island and has a population of just over 400,000, already enforces Islamic teachings more sternly than Malaysia and Indonesia, the other majority Muslim countries in Southeast Asia."&gt; &lt;/span&gt;&lt;span title="The sale of alcohol is banned and evangelism by other religions is strictly forbidden."&gt;Selanjutnya,
 di Brunei Darussalam&amp;nbsp; penjualan alkohol dilarang dan penginjilan 
(kristenisasi)&amp;nbsp; oleh agama lain dilarang keras. Di Indonesia setiap hari
 orang bebas minum minuman keras, dan bahkan banyak yang mati. Sementara
 itu, orang-orang kristen merajalela mengkristenkan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title="The sultan added that the government's overall policies would not be affected by the legal change, in a possible nod to foreign investors."&gt;Sultan
  menambahkan bahwa kebijakan pemerintah Brunei secara keseluruhan tidak
 akan  terpengaruh oleh asing. Asing tidak akan dapat mempengaruhi 
negaranya. Brunei akan meneggakan Syariah Islam. Barat suka atau tidak 
suka. Brunei Darussalam sebagai negara berdaulat berhak menentukan 
nasibnya dan masa depannya sendiri. Ahlan wa sahlan. Wallahu'alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;span title="The sultan added that the government's overall policies would not be affected by the legal change, in a possible nod to foreign investors."&gt;sumber: voa-islam.com &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5kOSAxvbzA40RCFgsxY2A1jMGm7l8YL9Ic8SRVa3nKQeWFnYBTB0RqL76RZoJykw9LYa4dpQkJIr6aIToEw4eYpoQiyCsaQv6-aOpabGK9Ke0v_mxxGJS0oO9ANQtw8_ViYBo9A6WY20/s72-c/flagge-brunei-darussalam.gif" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bahaya Faham Inklusivisme, Pluralisme Agama, dan Multikulturalisme</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/10/bahaya-faham-inklusivisme-pluralisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 23 Oct 2013 15:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-3754398153393375412</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Umat
 Islam Indonesia sedang menghadapi penghancuran aqidah dan keyakinan 
mereka. Di mana sekarang melalui berbagai lembaga yang ada, media massa,
 dan tokoh-tokoh, termasuk tokoh Islam yang menjadi bagian dari 
konspirasi penghancuran, secara konsisten dan terus-menerus mengajak 
umat Islam kepada faham baru yang disebut dengan inklusivisme.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNom8b2DnLTKmeZmR5BoMktSPXHCfrfdLPTpadHv-OZW1W56bcGktBYCO5mKKo7h5vFgFlMRtu8KUP-A8_DzvUPFwsH76gGUfcGmUC6OXxCqBiT02mo9nZoRPY9j_U_MPLKRvUOZyaZ9g/s1600/pluralisme+agama+haram.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNom8b2DnLTKmeZmR5BoMktSPXHCfrfdLPTpadHv-OZW1W56bcGktBYCO5mKKo7h5vFgFlMRtu8KUP-A8_DzvUPFwsH76gGUfcGmUC6OXxCqBiT02mo9nZoRPY9j_U_MPLKRvUOZyaZ9g/s1600/pluralisme+agama+haram.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Apa itu inklusivisme?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inklusivisme itu adalah faham yang 
berbahaya bagi Islam. Apa itu inklusivisme? Berikut ini penjelasan dari 
pihak mereka sendiri:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang dikembangkan dalam Islam Liberal adalah inklusivisme dan pluralisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sedang paradigma plural (pluralisme): Setiap agama adalah jalan keselamatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Perbedaan agama satu dengan yang lain, hanyalah masalah teknis, tidak&lt;br /&gt; prinsipil. Pandangan Plural ini tidak hanya berhenti pada sikap terbuka,&lt;br /&gt; melainkan juga sikap paralelisme. Yaitu sikap yang memandang semua agama sebagai jalan-jalan yang sejajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Dengan itu, klaim kristianitas bahwa
 ia adalah satu-satunya jalan (paradigma eksklusif) atau yang melengkapi
 jalan yang lain (paradigma inklusif) harus ditolak demi alasan-alasan 
teologis dan fenomenologis (Rahman: 1996).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Dari Islam yang tercatat sebagai 
tokoh pluralis adalah Gus Dur, Fazlurrahman (guru Nurcholish Madjid, 
Syafi’I Ma’arif dll di Chicago Amerika, pen), Masdar F Mas’udi, dan 
Djohan Effendi. (Abdul Moqsith Ghazali, Mahasiswa Pascasarjana IAIN 
Jakarta,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Media Indonesia,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Jum’at 26 Mei 2000, hal 8). (Lihat Hartono Ahmad Jaiz,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Tasawuf, Pluralisme dan Pemurtadan,&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Pustaka Al-Kautsar, Jakrta, cetakan pertama, 2001, hal 116-117).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inklusivisme itu menganggap&amp;nbsp;&lt;em&gt;ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, dan sebaliknya terdapat&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;kekeliruan pada agama yang kita anut&lt;/em&gt;.
 Itu jelas meragukan benarnya Islam, maka di situlah rusaknya keislaman 
seseorang ketika sudah meragukan benarnya Islam; berarti dia telah 
keluar dari Islam alias murtad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagaimana bisa terjadi, MUI Bali kok 
pernah mengundang orang (yakni Eep Sefulloh Fatah) untuk diangsu 
(diambil) ilmunya, padahal anjuran darinya justru mengandung masalah 
yang sangat berbahaya bagi Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ada ungkapan-ungkapan Eep yang berbahaya di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;MUI yang telah berfatwa Juli 2005 tentang haramnya faham sepilis (sekulerisme, pluralisme agama alias menyamakan semua&lt;br /&gt;
 agama, dan liberalisme) –yang di antara dedengkotnya adalah Ulil— malah
 Eep menyarankan agar MUI menghormati Ulil. Ini sama dengan membiarkan 
MUI pusat mengeluarkan fatwanya, namun Eep cukup menggerilya MUI daerah 
seperti yang ia lakukan terhadap MUI Bali itu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. &amp;nbsp;Eep menganjurkan bersikap 
inklusif, dengan menagatakan:&amp;nbsp;“Jadi menurut saya yang terpenting adalah 
bersikap inklusif dengan ketegasan tertentu yang kita yakini, jangan 
bersikap eksklusif dengan ketegasan yang kita yakini.” Perkataannya itu 
berbahaya, karena&amp;nbsp;inklusivisme itu adalah faham yang berbahaya bagi 
Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div align="center"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Inti faham inklusivisme: tidak 
menutup kemungkinan ada kebenaran pada agama lain yang tidak kita anut, 
dan sebaliknya terdapat&amp;nbsp;&amp;nbsp;kekeliruan pada agama yang kita anut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bagi Islam, faham itu adalah faham 
kufur alias ingkar terhadap Islam, pelakunya disebut kafir. Karena telah
 mengingkari mutlak benarnya Islam yang telah ditegaskan dalam 
Al-Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (QS Al-Baqarah:2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Lebih dari itu, ketika inklusivisme 
meningkat jadi faham pluralism agama maka jelas sangat bertentangan 
dengan Islam. Karena menurut faham pluralisme agama, klaim bahwa ia 
(suatu agama, bagi muslim ya Islam) adalah satu-satunya jalan (paradigma
 eksklusif) atau yang melengkapi jalan yang lain (paradigma inklusif) 
harus ditolak demi alasan-alasan teologis dan fenomenologis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penolakan (terhadap aqidah Islam yang
 menegaskan Islam adalah satu-satunya jalan yang benar) itu sama dengan 
menolak Islam. Karena dalam Islam telah jelas&amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ 
دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} 
[آل عمران: 85] {وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ 
يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ} [آل عمران: 85]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;85. Barangsiapa mencari agama selain 
agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) 
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS Ali 
‘Imran/3&amp;nbsp;: 85).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menolak Islam itu sendiri adalah 
kufur, orangnya disebut kafir. Nasib orang kafir telah dijelaskan, kekal
 di neraka Jahannam selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ
 الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا 
أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ } [البينة: 6]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;6. Sesungguhnya orang-orang yang 
kafir yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke 
neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah 
seburuk-buruk makhluk. (QS Al-Bayyinah/ 98&amp;nbsp;: 6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Jadi faham inklusivisme dan 
pluralisme agama itu adalah faham kufur yang sangat berbahaya bagi 
Islam. Menjadikan keyakinan Tauhid diganti dengan kekufuran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bahkan masih ditingkatkan lagi dengan
 faham yang mereka sebut multikulturalisme, yang itu sama dengan 
pluralism agama, hanya saja semua kultur dianggap sejajar, parallel, dan
 tidak boleh ada yang mengklaim bahwa hanya kulturnya sendiri saja yang 
benar. Ketika demikian maka dianggap sumber konflik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Padahal, agama (Islam) hanya 
dianggap sebagai sub kultur, bagian dari kultur atau bagian dari budaya.
 Sehingga ketika Islam jelas-jelas ajarannya mengklaim sebagai 
satu-satunya yang benar (mereka sebut eksklusivisme itu tadi) maka 
dianggapnya sumber konflik, maka dianggap sebagai musuh bersama. Itulah 
jahatnya faham multikulturalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kata multikulturalisme ini digunakan
 kelompok liberal sebagai usaha untuk tetap menyesatkan umat Islam yang 
mulai mengerti sesatnya pluralism dan pernah difatwakan sesat oleh 
Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dan faham pluralism agama itu ditolak 
ormas-ormas Islam.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Celakanya multikulturalisme ini sudah masuk ke kurikulum pendidikan agama Islam dari SD, SMP hingga SMA.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yang cukup mencengangkan, pihak 
Kementerian Agama (Kemenag) sendiri justru sudah menerbitkan buku 
mengenai multikulturalisme ini. Salah satu judul buku Kemenag ini 
adalah“Panduan Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam 
Pada SMA dan SMK.” (lihat Multikulturalisme Sama Bahayanya dengan 
Pluralisme).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Apa bahayanya&amp;nbsp;?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bahayanya, tiga faham tersebut 
(inklusivisme, pluralisme agama, dan multikulturalisme) itu adalah semua
 menolak Islam yang menegaskan hanya Islam lah yang benar, yang diterima
 oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yang pemeluknya yang beriman dan 
beramal shalih ikhlas untuk Allah maka dijanjikan surga oleh Allah 
Ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Penolakan itu adalah kekafiran. 
Bahkan kemusyrikan. Karena dalam riwayatnya, orang Majusi yang menolak 
haramnya bangkai lalu dibisikkan kepada kafir Quraisy agar membantah 
Islam tentang itu, kemudian dijawab oleh Allah Ta’ala&amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;{وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ} [الأنعام: 121]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;..dan jika kamu menuruti mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (QS Al-An’am&amp;nbsp;: 121).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketika yang dibantah itu hanya satu 
bagian dari hukum Islam yakni haramnya bangkai saja ternyata bila 
diikuti maka menjadi orang-orang musyrik&amp;nbsp;; apalagi kalau yang dibantah 
itu seluruh Islam, disamakan dengan agama lain, maka jelas-jelas lebih 
nyata jadi orang musyrik. Dan itulah yang dilakukan oleh faham 
inklusivisame, pluralisme agama, dan multikulturalisme.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Jadi tidak lain hanyalah kemusyrikan
 baru yang sangat dahsyat, namun karena istilahnya bukan dari Islam, 
maka Umat Islam banyak yang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa 
inklusivisme, pluralisme agama, dan mukltikulturalisme itu adalah 
kemusyrikan baru..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ketika yang dikembangkan di 
pendidikan tinggi Islam se-Indonesia, bahkan kini ementerian Agama telah
 membuat panduan buku mutikulturalisme dalam apa yang disebut “Panduan 
Integrasi Nilai Multikultur Dalam Pendidikan Agama Islam Pada SMA dan 
SMK.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maka sebenarnya yang dilakukan oleh 
Kementerian Agama dan juga perguruan tinggi Islam se-Indonesia adalah 
pemusyrikan. Maka benarlah buku Hartono Ahmad Jaiz berjudul Ada 
Pemurtadan di IAIN. Maksudnya adalah di perguruan-perguruan tinggi Islam
 di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Bahkan kini Kementerian Agama sudah 
menggarap sampai tingkat SMA dan SMK. Sehingga, namanya pendidikan 
(Islam) namun sejatinya pemusyrikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maka tidak mengherankan, di antara 
tokohnya seperti Azyumardi Azra yang kini jadi Kepala Sekolah Pasca 
Sarjana UIN Jakarta telah bangga dengan biografinya yang jelas-jelas 
menuturkan pembelaannya terhadap agama musuh Islam yakni 
Ahmadiyah.(lihat Azra “Jawara” Pembela Ahmadiyah Agama Nabi Palsu &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://www.nahimunkar.com/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu/"&gt;nahimunkar.com/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Betapa memprihatinkannya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Kenapa? Karena pemusyrikan baru yang 
dilancarkan di dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan nama 
inklusivisme, pluralism agama, dan multikulturalisme itu menurut 
Al-Qur’an adalah lebih dahsyat bahayanya dibanding pembunuhan fisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Karena kalau seseorang itu yang dibunuh badannya, sedang hatinya masih beriman (bertauhid), maka insya Allah masuk surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; Tetapi kalau yang dibunuh itu 
imannya, dari Tauhid diganti dengan kemusyrikan baru yakni inklusivisme 
ataupun pluralism agama, ataupun multikulturalisme, maka masuk kubur 
sudah kosong iman tauhidnya berganti dengan kemusyrikan; maka masuk 
neraka. Hingga ditegaskan dalam Al-Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ&amp;nbsp;وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan.&amp;nbsp;(QS Al-Baqarah: 191)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.&amp;nbsp;(QS Al-Baqarah: 217).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Arti fitnah dalam ayat ini adalah 
pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu 
dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل.&amp;nbsp;–تفسير الطبري – (ج&amp;nbsp;3&amp;nbsp;/ ص&amp;nbsp;565)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari Mujahid mengenai firman 
Allah&amp;nbsp;وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ&amp;nbsp;ia berkata:&amp;nbsp;mengembalikan 
(memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya 
atasnya daripada pembunuhan.&amp;nbsp;(Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Itulah betapa dahsyatnya pemusyrikan 
yang kini justru digalakkan secara intensip dan sistematis di perguruan 
tinggi Islam se-Indonesia, bahkan sudah dilancarkan pula ke 
sekolah-sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Relakah generasi Muslim yang menjadi 
mayoritas penduduk Indonesia bahkan merupakan penduduk yang jumlah 
Muslimnya terbesar di dunia ini dibunuhi imannya secara sistematis 
dijadikan pelaku-pelaku kemusyrikan baru dengan sebutan inklusivismer, 
pluralism agama, dan multikulturalisme itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Relakah generasi dan anak-anak Muslim se-Indonesia ini dijerumusukan oleh para pembawa ajaran kemusyrikan baru itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dan relakah negeri ini menyedot uang 
dari rakyat (ingat, 70 persen penghasilan Negara adalah dari pajak, dan 
itu tentu disedot dari penduduk) yang mayoritas Muslim namun justru 
untuk membiayai perusakan iman Umat Islam diganti dengan kemusyrikan 
baru yang akan menjerumuskan ke neraka kekal selama-lamanya? Relakah 
wahai saudara-sauadara? &lt;em&gt;Hartono Ahmad Jaiz&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;em&gt;sumber:voa-islam.com &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNom8b2DnLTKmeZmR5BoMktSPXHCfrfdLPTpadHv-OZW1W56bcGktBYCO5mKKo7h5vFgFlMRtu8KUP-A8_DzvUPFwsH76gGUfcGmUC6OXxCqBiT02mo9nZoRPY9j_U_MPLKRvUOZyaZ9g/s72-c/pluralisme+agama+haram.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/10/ramai-ramai-menjual-gereja-katolik-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Oct 2013 11:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-8614732765582837406</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiiak2irvQ4DA1xXOFEcjXI6qe-UrbyEVEctqHUr3x3OxVRy1-AkqycOQdlDSgVDiAvnaGYvZBMxzQ0bSL2EPKngAsKAJhhWVX7oB7wfiY5WJWhUcuU48iPtYcQmirx9xzy9_h42MigcA/s1600/brent-mosque2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiiak2irvQ4DA1xXOFEcjXI6qe-UrbyEVEctqHUr3x3OxVRy1-AkqycOQdlDSgVDiAvnaGYvZBMxzQ0bSL2EPKngAsKAJhhWVX7oB7wfiY5WJWhUcuU48iPtYcQmirx9xzy9_h42MigcA/s320/brent-mosque2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ramai-Ramai Menjual Gereja Katolik di Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Eropa ramai-ramai meninggalkan gereja. Mereka tidak lagi pergi ke gereja. Mereka menjadi sangat sekuler, dan bahkan cenderung athies. Karena ajaran gereja tidak logis, dan tidak mampu menjawab rasionalis masyarakatnya.&lt;br /&gt;Dunia Bulletin / News Desk&lt;br /&gt;Santo Petrus Gereja Katolik di Stoke -on - Trent di Inggris dijual kepada umat Islam setelah menutup pintu karena jemaat menyusut .&lt;br /&gt;Muslim membeli gereja setelah penutupannya , menurut laporan berita di pers Inggris .&lt;br /&gt;Para pemimpin gereja menyatakan Kristen di daerah sekarang bisa menghadiri gereja lain di dekatnya dan uang dari penjualan akan digunakan untuk kepentingan umat .&lt;br /&gt;Meskipun identitas pembeli yang tersisa dirahasiakan , juru bicara gereja mengatakan sejumlah kecil penawaran telah diterima namun komunitas Muslim lokal membuat penawaran terbaik.&lt;br /&gt;" Jumlah umat Katolik yang tinggal di daerah tersebut telah menyusut baru , " kata jurubicara itu , menambahkan , " Keuskupan Agung Birmingham memiliki lebih dari 200 gereja paroki dan umat Katolik diperkirakan lebih dari 285.000 . "&lt;br /&gt;Sebuah survei di Inggris 2007 menemukan bahwa hanya 15 persen warga Inggris pergi ke gereja setidaknya sekali sebulan. Penelitian lain mengungkapkan Inggris memiliki salah satu tingkat terendah kehadiran di gereja di Eropa .London (voa-islam.com) Bukan hal baru. Di mana gereja di jual kepada Muslim. Di daratan Eropa dan Barat umumnya, kecenderungan masyarakat sudah tidak tertarik lagi pergi ke gereja. Misa di gereja dikunjungi hanya beberapa orang. Banyak gereja yang kosong ditinggalkan jemaatnyaMasyarakat di Barat semakin tidak tertarik lagi terhadap gereja dan agama Kristen atau Katolik. Karena agama Kristen dan Katolik, sangat tidak logis. Apalagi, dikalangan gereja belangsusng praktik menyimpang, seperti pelecehan sek terhadap anak-anak dibawah umur alias praktik pedopeli. Baru-baru ini, Gereja Katolik Santo Petrus di Stoke di Inggris dijual kepada umat Islam setelah gereja itu bangkrut dan menutup kegiatan misa mereka,&amp;nbsp; karena jemaatnya terus&amp;nbsp; menyusut. Para pastor hanya ditemani beberapa orang jemaat, dan tidak lagi menarik bagi masyarakat, khutbah-khutbah yang disampaikan para pendeta atau pastor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, banyak&amp;nbsp; jemaat yang sudah tidak lagi tertarik dengan misa di gereja, kemudian gereja itu bangkrut dan dijual kepada Muslim. Ini bukan pertama kalinya, Muslim membeli gereja setelah penutupan gereja aitu, ungkap di pers Inggris, Minggu, 20/10/2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin gereja menyatakan umat Kristen atau Katolik bisa melakukan misa di daerah saling berdekatan. Banyaknya gereja yang sudah tidak berfungsi, kemudian dijual. Inilah ironi masyarakat Eropa yang sekarang sudah tidak lagi percaya kepada tuhan yesus. Akhirnya mereka menjadi sekuler dan cenderung atheis. Kemudian, gereja yang dijual itu, dibagikan dan diguanakan keperluan jemaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun identitas pembeli yang tersisa dirahasiakan , juru bicara gereja mengatakan sejumlah kecil penawaran telah diterima namun komunitas Muslim lokal membuat penawaran terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah umat Katolik yang tinggal di Stoke terus&amp;nbsp; menyusut secara drastis",&amp;nbsp; kata jurubicara itu. Selanjutnya, juru bicara itu , menambahkan, "Keuskupan Agung Birmingham memiliki lebih dari 200 gereja paroki dan umat Katolik diperkirakan lebih dari 285.000", tambahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei di Inggris 2007 menemukan bahwa hanya 15 persen warga Inggris pergi ke gereja sebulan sekali. Penelitian lain mengungkapkan Inggris salah satu negara, di mana tingkat kehadiran masyarakatnya paling rendah kehadiran di gereja di Eropa. Selamat tinggal gereja, dan selamat datang Islam di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja di jual bukan lagi hal baru, di Belanda, Perancis, Belgia, dan sejumlah negara di Eropa, kejadian penjualan gereja itu, terus berlangsung. Banyak diantara gereja yang dibeli oleh imigan Turki, dan kemudian diubah menjadi masjid.f/hh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(voa-islam.com)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiiak2irvQ4DA1xXOFEcjXI6qe-UrbyEVEctqHUr3x3OxVRy1-AkqycOQdlDSgVDiAvnaGYvZBMxzQ0bSL2EPKngAsKAJhhWVX7oB7wfiY5WJWhUcuU48iPtYcQmirx9xzy9_h42MigcA/s72-c/brent-mosque2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Yakin Bisa</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/10/yakin-bisa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 22 Oct 2013 11:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-9202969344172640791</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85BLFCtNsCoS6nrxtHGOnBrZ2J9Hi6kYR7ITvVqrjHdc2KFjDl3iGzpcduHonpAb-HTeb8b-0IHQJdP_ZIg5O0b7R4EtosOdHQK3d1viYIjwthO_sHuicrOpbHbzTlZJDej6C7eTb9PU/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85BLFCtNsCoS6nrxtHGOnBrZ2J9Hi6kYR7ITvVqrjHdc2KFjDl3iGzpcduHonpAb-HTeb8b-0IHQJdP_ZIg5O0b7R4EtosOdHQK3d1viYIjwthO_sHuicrOpbHbzTlZJDej6C7eTb9PU/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh Muhbib Abdul Wahab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendarat di benua Eropa, semua perahu yang digunakan untuk menyeberangi selat Gibraltar (Jabal Thariq) dibakar oleh panglima Thariq bin Ziyad. Lalu ia berdiri dan berpidato di hadapan para pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai pasukanku, ke mana kalian hendak pergi melarikan diri? Di belakang kalian ada lautan, sedangkan di depan kalian ada pasukan musuh. Yang kalian miliki, demi Allah, hanyalah kejujuran dan kesabaran,'' kata Thariq bin Ziyad mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Ketahuilah, kalian di pulau (benua) ini lebih sia-sia daripada anak-anak yatim. Padahal kalian sudah “disambut” oleh musuh-musuh kalian dengan bala tentara dan senjata mereka. Logistik mereka cukup melimpah.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Sementara itu, kalian tidak memiliki tempat berlindung! Kalian hanya memiliki pedang-pedang. Kalian tidak memiliki logistik kecuali yang dapat kalian peroleh dari tangan musuh-musuh kalian!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Jika penderitaan kalian berlangsung lama sedangkan kalian tidak berhasil mengalahkan mereka, maka kekuatan kalian akan hilang.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Rasa takut dalam hati musuh akan berubah menjadi rasa berani dalam melawan kalian. Karena itu, pertahankan baik-baik diri kalian dengan mengalahkan dampak yang ditimbulkan oleh perang ini dengan memerangi kesewenang-wenangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan diri sang panglima yang demikian tinggi, bahwa lautan bisa disebrangi, rasa takut bisa dieliminasi, dan musuh yang gagah perkasa bisa ditaklukkan membuat pasukan umat Islam mampu menaklukkan Andalusia pada tahun 92 H/710 M.&amp;nbsp; Yakin bisa merupakan awal keberhasilan dalam segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orasi heroik Thariq bin Ziyad tersebut menginspirasi kita semua bahwa hidup harus dimodali semangat juang yang tinggi. Masalah harus dihadapi, bukan dihindari. Musuh harus dilawan, bukan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur harus menjadi kekayaan pribadi yang selalu dijunjung tinggi. Sabar menghadapi, sabar menanti, sabar meraih prestasi harus menjadi etos perjuangan. Bermental baja dan tahan menderita demi menggapai cita-cita mulia perlu ditanamkan sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keyakinan diri yang kuat plus keyakinan terhadap pertolongan dan janji-janji Allah, kita akan mampu mewujudkan visi dan misi Islam, termasuk berprestasi dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa iman, rasa yakin dan mulia diri, seseorang itu akan lemah terkulai setiap kali hendak melakukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan (dengan yakin): "Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka tetap istiqamah (teguh pendirian), maka tidak ada kekhatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) bersedih hati.” (QS. Al-Ahqaf/46: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin bisa yang dilandasi keimanan yang mantap membuat segala kerja yang berat dan sukar akan menjadi ringan dan mudah dilaksanakan.&amp;nbsp; Karena itu, yakin bisa perlu dilatih dan dikembangkan dengan kiat-kiat berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menanamkan rasa percaya diri dengan selalu mengingat dan memosisikan Allah sebagai sumber kekuatan, kemauan, dan keberhasilan. Allah SWT itu sandaran hidup kita (QS. al-Ikhlash/112: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memaksimalkan segala daya dan upaya untuk mewujudkan kebaikan dan kesejahteraan mental spiritual dan material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya kita tidak mudah mengambing-hitamkan atau menyalahkan orang lain atau keadaan, sehingga lebih jujur dan objektif dalam melihat diri sendiri.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, melakukan perubahan ke arah yang lebih baik secara terus-menerus.&amp;nbsp; Dan perubahan itu dimulai dari diri sendiri dan selalu berusaha melakukan evaluasi diri setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan diri berupa niat, sikap, mindset, dan perilaku positif merupakan kunci keberhasilan dan kemajuan (QS. al-Ra’d/13: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat,&amp;nbsp; fokus pada potensi dan kelebihan diri, agar kita mampu melejitkan prestasi yang kita cita-citakan, sambil membangun dan mengembangkan rasa optimisme bahwa kita pasti berhasil dan mampu meraih cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mengawal usaha serius dan etos perjuangan dengan selalu berdoa dan bertawakkal kepada Allah SWT. Hanya orang beriman yang selalu berdoa dan berserah diri kepada-Nya kapanpun dan di manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad, semangat, usaha, dan kinerja baru lengkap jika diperkaya dengan doa dan tawakkal.&lt;br /&gt;Dengan demikian, Islam mendidik kita untuk memiliki tekad yang kuat dan yakin bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seluruh ibadah harus dimulai dengan niat yang tulus untuk memenuhi panggilan Ilahi, memiliki etos juang yang tinggi, melawan hawa nafsu dan mengatasi segala rintangan, sehingga kita harus berdisiplin dalam meraih prestasi tinggi (bertaqwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya semua ibadah dalam Islam itu merupakan oase spiritual yang dapat membangun keyakinan diri dan yakin bisa menuju prestasi kerja dan prestasi hidup yang baik dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:republika.co.id</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85BLFCtNsCoS6nrxtHGOnBrZ2J9Hi6kYR7ITvVqrjHdc2KFjDl3iGzpcduHonpAb-HTeb8b-0IHQJdP_ZIg5O0b7R4EtosOdHQK3d1viYIjwthO_sHuicrOpbHbzTlZJDej6C7eTb9PU/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dibalik Insiden CT tunjuk SBY : Persembahan Terakhir Untuk VOC &amp; Obama</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/dibalik-insiden-ct-tunjuk-sby.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 28 Sep 2013 14:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-8110424304739109978</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigmCTOGINDJ2Uhkmw3hj99pwb1D9xLg8BQGu00kbLNhlgMtuR4eefYCco0YyM7A0LwgcVbJmctYpHVwDZH6aZuBaK1vTcmB7x96ITYFk50z2xGxuv3myf5iebGulB-D9xffKFOAHTgqgs/s1600/chairul-tanjung_presiden-sby_ani-yudhoyono.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigmCTOGINDJ2Uhkmw3hj99pwb1D9xLg8BQGu00kbLNhlgMtuR4eefYCco0YyM7A0LwgcVbJmctYpHVwDZH6aZuBaK1vTcmB7x96ITYFk50z2xGxuv3myf5iebGulB-D9xffKFOAHTgqgs/s1600/chairul-tanjung_presiden-sby_ani-yudhoyono.jpg" height="198" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ramai diberitakan di jejaring sosial terkait foto Chairul Tanjung menunjuk dengan tangan kirinya pada SBY, namun ada yang lebih menarik daripada insiden foto tersebut, apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengulas fakta dibalik berita, kami ulas mengenai foto yang ramai diperbincangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai foto, jejaring sosial dan media nasional memberitakan foto dalam sebuah ruangan, dimana Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung alias CT, yang tengah menunjuk dengan tangan kirinya ke arah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara, Presiden SBY berdiri di dekat pintu masuk, didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan pejabat terkait lain. Kapasitasnya saat itu CT menjadi salah satu panitia acara KTT APEC Foto tersebut beredar di media sosial, Rabu (25/9/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatapan mata Presiden, Ibu Negara, dan sebagian anggota rombongan tampak mengarah ke CT, yang menunjuk menggunakan tangan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, foto tersebut diambil ketika CT mendampingi Kepala Negara, meninjau ruang yang akan digunakan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-8 Negara-Negara Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC di Nusa Dua, Bali, Selasa (24/9/2013) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang menarik dibalik Insiden CT tunjuk SBY? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut narasumber kami di Pertamina, salah satu agenda penting dalam pertemuan APEC di Bali awal Oktober 2013 nanti adalah penandatanganan perpanjangan kembali Kontrak Karya Freeport, yang akan disaksikan Presiden AS Barrack Obama dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Persembahan terakhir atau memang mencari dukungan dan restu Obama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa manfaatnya buat Trah SBY?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, ketika SBY menjabat sebagai Mentamben (Menteri Pertambangan &amp;amp; Energi) ia mendirikan 20 perusahaan Migas, dari total 30 perusahaan migas di Indonesia. Akibatnya pengelolaan minyak dan gas di Tanah Air sangat merugikan bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan, pengelolaan dikuasai oleh asing dan dominasi keluarga SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Undang-undang Migas kita 89 persen memberikan kewenangan penuh pengelolaan Migas kepada asing. Ini sangat merugikan bangsa Indonesia," jelas Din dalam ceramah Koordinasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jabar, DKI Jakarta, dan Banten, di Cirebon, Jumat (23/3/2012). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dahulu, ketika SBY menjabat sebagai Mentamben (Menteri Pertambangan &amp;amp; Energi) ia mendirikan 20 perusahaan Migas, dari total 30 perusahaan migas di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang salah dengan kontrak karya Freeport tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. RENEGOSIASI kontrak pertambangan adalah tugas konstitusional negara agar keuangan negara bisa dipertanggungjawabkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan hak menguasai negara atas kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Renegosiasi kontrak karya Freeport salah satu yang berlangsung alot. Padahal menurut Wamen ESDM, Susilo Siswoutomo, renegosiasi KK PTFI adalah prioritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemerintah harusnya tak perlu gentar karena materi renegosiasi adalah mandat konstitusi dan hukum di mana Freeport telah melakukan pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terkait luas dan jangka waktu pertambangan. Putusan Mahkamah Konstitusi atas Permohonan Uji Materi UU Penanaman Modal menyatakan "tidak boleh terlalu luas dan terlalu lama" karena berpotensi hilangnya kedaulatan negara dan kedaulatan termasuk di dalamnya adalah tidak boleh perpanjangan di muka sebagaimana KK PT.FI yang bisa otomatis diperpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terkait royalti. Royalti emas PTFI sebesar 1% bertentangan dengan PP 45 Tahun 2003 dan PP 9 Tahun 2002. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Terkait smelter. Jika PTFI enggan membikin smelter maka merupakan pelanggaran terhadap kontrak karya dan pelanggaran terhadap UU Minerba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Terkait divestasi. Dengan adanya mandat pasal 33 UUD 45 yaitu Hak Menguasai Negara guna melindungi tujuan sebesar-besar kemakmuran rakyat, maka seharusnya pemerintah, Pemkab dan atau BUMN memiliki saham yang signifikan&amp;nbsp; di PTFI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Suku Amungme dan Suku Komoro sebagai pemilik tanah adat yang dipakai penambangan PTFI sebagai bentuk rekognisi sebagaimana diakui PTFI dalam MoU Tahun 2000 antara PTFI dengan Lemasa (Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme) dan Lemasko (Lembaga Masyarakat Adat Suku Komoro)&amp;nbsp; seharusnya dilibatkan dalam renegosiasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gugatan IHCS untuk pembatalan KK PTFI kini masih menunggu putusan Banding di PN Jaksel. Pada tahun 2009-2010 perwakilan 4 wilayah adat suku Amungme mempersoalkan pelaksanaan MoU Tahun 2000 dengan gugatan intervensi di PN Jaksel dan mengadu ke Komnas HAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dan Fakta : Kontrak Karya PT. Freeport Indonesia Bentuk Penjajahan ‘VOC Modern’ (1967-2041)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kontrak karya : 1936 – Jacques Dozy menemukan cadangan ‘Ertsberg’. 1960 – Ekspedisi Forbes Wilson untuk menemukan kembali ‘Ertsberg’. 1967 – Kontrak Karya I (Freeport Indonesia Inc.) berlaku selama 30 tahun sejak mulai beroperasi tahun 1973. 1988 – Freeport menemukan cadangan Grasberg. Investasi yang besar dan risiko tinggi, sehingga memerlukan jaminan investasi jangka panjang. 1991 – Kontrak Karya II (PT Freeport Indonesia) berlaku 30 tahun dengan periode produksi akan berakhir di tahun 2021, serta kemungkinan perpanjangan 2x10 tahun (sampai tahun 2041).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kritik dari Kontrak Karya Freeport?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik utama atas KK Freeport adalah kecilnya royalty yang diterima oleh Indonesia. Untuk tembaga, royalty sebesar 1,5% dari harga jual (jika harga tembaga kurang dari US$ 0.9/pound) sampai 3.5% dari harga jual (jika harga US$ 1.1/pound). Sedangkan untuk emas dan perak ditetapkan sebesar 1% dari harga jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, KK pertama Freeport mendapatkan kritik karena bertentangan dengan UU No 5/1960 tentang Ketentuan Pokok Agraria. Dalam UU tersebut, Negara mengakui hak adat sedangkan KK I Freeport, memberikan konsesi yang terletak di atas tanah adat. Bahkan dalam satu klausul KK nya, Freeport diperkenankan untuk memindahkan penduduk yang berada dalam area KK nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lingkungan adalah masalah yang paling sering disorot. Dikutip dari situs http://www.jatam.org, “tanah adat 7 suku, diantaranya amungme, diambil dan dihancurkan pada saat awal beroperasi PTFI. Limbah tailing PT FI telah meniumbun sekitar 110 km2 wilayah estuari tercemar, sedangkan 20 – 40 km bentang sungai Ajkwa beracun dan 133 km2 lahan subur terkubur. Saat periode banjir datang, kawasan-kawasan suburpun tercemar Perubahan arah sungai Ajkwa menyebabkan banjir, kehancuran hutan hujan tropis (21 km2), dan menyebabkan daerah yang semula kering menjadi rawa. Para ibu tak lagi bisa mencari siput di sekitar sungai yang merupakan sumber protein bagi keluarga. Gangguan kesehatan juga terjadi akibat masuknya orang luar ke Papua. Timika, kota tambang PT.FI, adalah kota dengan penderita HIV AIDS tertinggi di Indonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Timika, kota tambang PT.FI, adalah kota dengan penderita HIV AIDS tertinggi di Indonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain adalah masalah HAM. Banyak kasus pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah kerja Freeport yang ditengarai dilakukan untuk menjamin keberlangsungan operasional perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain royalty yang besarnya kurang dari zakat 2,5% tersebut, apa ada royalty lain yang diberikan ke pemerintah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain royalty yang besarnya sudah diatur dalam KK, Freeport memberikan royalty tambahan (mulai 1998) yang besarnya sama dengan royalty yang diatur dalam KK (untuk tembaga)dan dua kali untuk emas dan perak. Royalti tersebut diberikan untuk sebagai upaya dukungan bagi pemerintah dan masyarakat local. Royalti tambahan ini diberikan apabila kapasitas milling beroperasi diatas 200.000 metric ton/hari. Pada tahun 2009, kapasitas mill mencapai 235 ribu metric ton/hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa total royalty yang sudah dibayarkan oleh Freeport?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan keuangan Freport McMoran 2009, total royalty (royalty KK dan additional royalty) sebesar US$ 147 juta (2009), US$ 113 juta (2008) dan US$ 133 juta (2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKILAS FREEPORT MCMORAN COPPER &amp;amp; GOLD INC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa itu Freeport McMoRan Copper &amp;amp; Gold Inc ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Freeport McMoRan adalah induk dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Freeport McMoRan menguasai 90.64% saham PT. FI dimana sisanya dikuasai oleh pemerintah Indonesia. Penguasaan saham tersebut sebesar 81.28% secara langsung dan 9.36% melalui anak perusahaan, PT Indocopper Investama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar Freeport McMoRan di USA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survey majalah Fortune, Freeport McMoRan berada pada posisi 154 untuk perusahaan dengan pendapatan terbesar. Pendapatan Freeport McMoRan sebesar US$ 15,040 juta dan Laba sebesar US$ 2,749 juta. Posisi pertama dipegang oleh Wall Mart dengan nilai penjualan sebesar US$ 408,214 juta dan keuntungan sebesar US$ 14,335 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berdasarkan profit margin (rasio laba dibagi pendapatan), posisi Freeport McMoRan melonjak tajam dari 154 ke posisi 32 dengan rasio laba terhadap penjualan sebesar 18%. Posisi ini nomor dua di kelompok pertambangan setelah Occidental Petroleum (19%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, Freeport McMoRan adalah perusahaan raksasa yang sangat menguntungkan. Total aset Freeport McMoran per Desember 2009 sebesar US$ 25 Milyar (atau Rp 225 Triliun, hampir 1/4 APBN kita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa penting tambang PT.FI (di Papua) bagi keuntungan Freeport McMoRan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Laporan Keuangan 2009, Freeport McMoRan melaporkan penjualan tembaga sebesar 4,1 Milyar pound (sekitar 1.8 Milyar kg) dan penjualan emas sebesar 2.6 juta ounces (sekitar 74 ribu kg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari penjualan tersebut, tambang di Papua menyumbangkan sekitar 34% untuk tembaga dan 96% untuk penjualan emas. Dengan hasil ini, PTFI merupakan “primadona bagi Freeport McMoRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar cadangan tambang PTFI (di Papua) dibandingkan cadangan Freeport McMoRan di lokasi lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Laporan Keuangan 2009, Freeport McMoRan melaporkan cadangan tembaga sebesar 104.2 Milyar pound (sekitar 47.2 Milyar kg) dan cadangan emas sebesar 37 juta ounces (sekitar 1 juta kg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cadangan tersebut, tambang di Papua menyumbangkan cadangan sekitar 33% untuk tembaga dan 96% untuk cadangan emas. Tanpa PTFI, Freeport McMoRan akan kehilangan 1/3 penjualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data penjualan diatas kan dalam pound/ounce. Jika dinilai dalam US$ menjadi berapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah nilai penjualan dalam US$ yang dibukukan selama tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari table diatas, terlihat bahwa penjualan dari Indonesia, mencapai hamper 39% dari keseluruhan penjualan dalam US$. Jika dinilai dalam rupiah (dengan kurs 9 ribu), maka penjualan dari PT.FI mencapai Rp 53 Triliun!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain data diatas yang menunjukkan PT.FI sebagai primadona Freeport McMoRan, data apalagi yang menunjukkan bahwa operasional di PT.FI sangat menguntungkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data diatas adalah data dilihat dari penjualan dan produksi. Dari kedua data diatas, terlihat sumbangan besar PTFI bagi “kemakmuran Freeport McMoRan”. Jika dilihat dari data cost per pound tambang yang diperoleh (semuanya termasuk tembaga/emas/perak/myolebdenum) maka unit cost tambang di Papua adalah terendah di antara semua tambang Freeport McMoRan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit cost per pound berkisar US$ 0.49. Bandingkan dengan North America yang mencapai US$ 1.11/pound dan South America yang berkisar US$ 1.12/pound. Untuk tahun 2010, unit cost di Indonesia bahkan mencapai US$ 0,1 per pound.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tambang di Papua (Grassberg) sangat-sangat menguntungkan Freeport McMoRan. Sudah cadangannya paling besar, ada kandungan emas (yang nilainya sangat besar) ditambah lagi unit cost nya yang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu buat Indonesia? lagi-lagi pemimpin kita tunduk pada Amerika sang VOC modern dengan dukungan agenda zionist internasional. Inikah persembahan terakhir beliau ataukah melanggengkan kekuasaan Trah SBY? Ironis (ikhlas/voa-islam/dbs)&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigmCTOGINDJ2Uhkmw3hj99pwb1D9xLg8BQGu00kbLNhlgMtuR4eefYCco0YyM7A0LwgcVbJmctYpHVwDZH6aZuBaK1vTcmB7x96ITYFk50z2xGxuv3myf5iebGulB-D9xffKFOAHTgqgs/s72-c/chairul-tanjung_presiden-sby_ani-yudhoyono.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Amien Rais : Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/amien-rais-jangan-menjadikan-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 28 Sep 2013 14:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-8486914744037673829</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWyrypLW1HzshkFoS4uqEkLZOi8utayx7082vXye8UQE_bHllb3zfeNBVdtQP6_bzMjn2CukgWZKR4zNwpFZ__SF34BtVugP92Rxr9SihWBS0t3tn_iG1SsFFGMEvtzL9cf_Teu4YAe5A/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWyrypLW1HzshkFoS4uqEkLZOi8utayx7082vXye8UQE_bHllb3zfeNBVdtQP6_bzMjn2CukgWZKR4zNwpFZ__SF34BtVugP92Rxr9SihWBS0t3tn_iG1SsFFGMEvtzL9cf_Teu4YAe5A/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini banyak aktivis Islam menilai Amien Rais sudah tamat, sudah gagal secara politik, terjerumus dalam pluralisme, dituduh mencari aman di balik punggung rezim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagai kader Muhammadiyah, sebagai mantan Ketua PP Muhammadiyah, ternyata Amien Rais masih punya taji, resistensi, dan militansi. Itu terbukti dari isi ceramahnya yang cukup “radikal” di hadapan kader-kader Muhammadiyah Yogya, dalam acara “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” tanggal 23-24 Februari 2013.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceramah yang kemudian ditranskrip itu dimuat di sebuah media internal milik Muhammadiyah. Dalam ceramahnya Pak Amien sempat bilang, “Nah, ini cuma sekedar cerita, ini tidak boleh keluar di wartawan.” Pembaca bisa baca sendiri kira-kira apa isi ceramah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena isinya sangat penting, kami para jurnalis minta maaf ke Pak Amien, kalau ceramahnya akhirnya keluar juga ke tengah publik. Bukan tak menghargai privasi Prof. Amien, tapi kayaknya Umat perlu tahu gagasan-gagasan beliau.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kami kutipkan pernyataan-pernyataan Prof. Dr. H. Amien Rais dari ceramah yang ditranskrip menjadi tulisan berjudul, Kader Muhammadiyah di Pentas Politik. Karena panjangnya artikel, hanya dikutip bagian-bagian tertentu saja yang dipandang sangat urgen diketahui Umat Islam. Selamat menyimak, semoga mencerahkan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;1. FONDASI AKIDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan membicarakan masalah yang mendasar terlebih dulu, bahwa kita ini sebagai orang beriman diperintahkan di dunia ini, hanyalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. “Tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan orang Islam, hidup kita ini adalah bulat, tidak terbagi-bagi. Misalnya ini yang sekuler dan itu yang non sekuler, ini yang transenden dan itu yang intransenden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan, kita sudah memproklamasi&amp;nbsp; dan mendeklarasikan, bahwa shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, aku persembahkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Ini sudah jelas sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena the core of our lives must be based on tauhid.&amp;nbsp; Nabi kita itu pelanjut dari millah, agama, tradisi, keyakinan, dari nabi-nabi sebelumnya. (Kutipan hal. 18-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp; ANTI PLURALISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini saya wanti-wanti, karena kelompok non Muslim pandai sekali mencari istilah, yang enak dan sejuk didengar, yaitu pluralism atau kemajemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita terseret gara-gara istilah kemajemukan itu kemudian menyangka semua agama itu seperti madzhab-madzhab yang mencari kebenaran di puncak gunung, dan boleh melewati lereng utara, lereng selatan atau barat, yang akhirnya akan sampai juga ke puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang keblinger itu seolah-olah menyatakan, bahwa semua agama itu sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu digarisbawahi adalah, dari bacaan kita di koran, internet, dan sebagainya, ada semacam angin yang menyapu berbagai negeri Muslim yaitu angin pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedihnya kemudian sebagian intelektualnya seperti kerbau tercocok hidungnya, tanpa menggunakan daya kritis ikut melambungkan paham pluralisme itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sekali kita menerima pluralisme tanpa kaca mata yang kritis, seperti kita mengerek agama Allah yang kaffah, yang diridai Allah itu, turun dari tingkat yang tinggi, seolah-olah agama kita sama dengan agama-agama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita tidak sadari, bahwa dengan ikut paham kemajemukan itu, kita justru sedang menurunkan martabat level agama Allah yang sempurna ini turun ke bawah, sama dengan Hindu, Budha, Kristen, Protestan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau Allah mengatakan, kita harus mengimani wahyu yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan lain-lain, itu bukan berarti agama lain itu sama dengan agama kita. Karena Allah juga mengatakan, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al Baqarah: 120) (Kutipan hal. 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ini tak boleh gegabah. Kalau anda dipuji-puji oleh orang “walan tardho” (Yahudi-Nashrani) itu jangan malah bangga. “Wah, aku pluralis.” Jangan, itu beracun. Saya punya seorang teman dekan dulu (dia dipuji sebagai Muslim pluralis). Saya jawab, “Loh, anda itu dipuji-puji begitu berarti kan Islamnya tipis, jadi komitmennya juga tipis to? Lha itulah, mereka senang dengan anda, karena anda tidak mungkin macam-macam.” (Kutipan hal. 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; KERISAUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah telah berumur satu abad. Alhamdulillah masih segar, tetapi kalau kita mau jujur, kita ini telah mengalami kekalahan. Tahun 1950-an jumlah umat Islam itu 92 % dan sekarang tahun 2000-2013 sekitar 86 %. Sehingga ada kemerosotan sekitar 6 %. Maka jika kemerosotan ini berlanjut, jangan-jangan 200 tahun lagi umat Islam akan tinggal 70 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sesungguhnya sudah ada indikator kekalahan kita dalam perlombaan dakwah, yakni melakukan perebutan wilayah keagamaan di dalam wilayah bangsa besar yang kita cintai ini. Pendidikan dan hal-hal lain kita memang semakin bertambah, tetapi sesungguhnya secara komparatif, baik quality ataupun quantity, kita itu masih kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah sekolah Islam dan sekolah Kristen, masih banyak sekolah Kristen. Jumlah RS MUhammadiyah dan rumah sakit mereka (Kristen), juga masih banyak mereka. Dan jumlah per kepala pun mereka terus bertambah, sedangkan kita turun dalam kurun waktu beberapa waktu ini. (Kutipan hal. 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; MENGABAIKAN SYIAR JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan saya sering mengatakan, bahwa Muhammadiyah itu diam-diam juga mempraktikkan bid’ah. Kita sering mengatakan NU bid’ah, tapi kita kadang-kadang tidak terasa juga bid’ah, cuma bid’ah mengurangi (al ibdtida’u bil nuqshan). Dimana pengurangannya? Kita tidak sadar, kita tidak tahu, karena kita merasa tidak pernah melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihat dalam training-training Muhammadiyah atau Aisyiyah, atau di beberapa even Muhammadiyah, hampir jarang dibahas atau didorong tentang konsep Al Qur’an yang namanya Al Jihad. Kita itu sepertinya dengan konsep jihad, kalau alergi tidak, cuma sudah cukupkah jihad itu dengan teologi Al Ma’un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saya kecil Al Ma’un, saya di IMM Al Ma’un, saya jadi ketua PP Muhammadiyah Al Ma’un, dan sampai sekarang Alhamdulillah juga masih tetap Al Ma’un. Itu betul dan tidak salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Al Ma’un itu tetap, tapi harus kita tambah lagi, karena yang namanya jihad itu jumlahnya sebanyak kata zakat. Kenapa kita berani membicarakan soal zakat dan lain-lain, tetapi soal jihad itu tidak pernah kita ucapkan. (Kutipan, hal. 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; IKHWANUL MUSLIMIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan pengagum Al Ikhwan, tapi saya kira Al Ikhwan itu betul. Misalnya, (semboyan mereka): Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami), Ar Rasulu Qudwatuna (Rasulullah teladan kami), Al Quran Dusturuna (Al Qur’an landasan hukum kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad jalan kami), Syahid fi Sabilillah Asma Amanina (mati Syahid di jalan Allah, cita-cita kami yang tertinggi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengapa Al Ikhwan seperti bergerak terus sampai ke Yordania, Eropa, Amerika, dan seterusnya. Mungkin karena kata jihad itu tidak dijauhi. Jadi kritik kita ke dalam, tiap kali kita baca Al Qur’an, jihad tidak pernah dibahas. Mungkin ini untuk para kader juga perlu dipahami. (Kutipan hal. 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp; PARTISIPASI POLITIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Bung Karno dulu politik adalah panglima. Jika kita berbicara di tingkat realitas, justru memang politik itu adalah panglima. Definisi politik itu sebenarnya: politics is who gets what, when, and how (politik itu siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma karena kita orang beriman, kita tambah dengan why. Karena hal ini merupakan niat, innamal a’malu bin niyat. Politik itu sebenarnya adalah alokator dari segenap keperluan hidup manusia, dengan keputusan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun itu bukan keputusan ekonomi, itu keputusan politik. Kita biarkan atau kita awasi kegiatan Zending (Kristenisasi) orang-orang asing, itu politik. Kita mau meminjam uang IMF atau Bank Dunia, itu politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa HPH yang sekian ratus hektar itu kita berikan si fulan dan bukan si fulan? Sekarang Papua ingin merdeka, itu juga merupakan political decision. Menghadapinya bukan dengan Tahlilan atau doa bersama; tapi juga dengan liku-liku aksi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu reformasi, hanya dengan dua atau tiga partai yang mulai berbicara di tingkat power sharing, kita bisa mendudukkan tiga anggota Muhammadiyah menjadi Menteri Pendidikan, Pak Yahya Muhaimin, Malik Fadjar, dan Bambang Soedibyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekarang untuk mendapatkan uang ratusan juta saja, kita ini berat? Karena apa? Karena politik itu alokasi, alokasi APBN, alokasi apapun itu namanya politik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengatakan, bahwa di lembar abad kedua ini kita perlu menambah wawasan kita. Apa yang sudah kita warisi dalam hal education and health terus kita tambah, tapi kita juga harus melakukan pencak silat politik, karena Islam itu kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diberi Allah untuk memperkuat dunia kita ini, supaya kita di waktu mendatang bisa bersyukur dan berbahagia, bahwa Muhammadiyah itu semakin kuat, tidak lagi pinggiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin Muhammadiyah tidak lagi marginal, tidak di peran pinggiran, tidak lagi menjadi penonton, tapi harus di tengah. Bukan hanya penonton, tetapi Muhammadiyah itu harus memegang kanvas, ikut melukis masa depan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ikut melukiskan, paling tidak kalau terlalu merah bisa ikut kita mudakan (warnanya), terlalu kuning bisa kita agak dekatkan ke hijau warna Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kalau memegang pahat, bisa ikut mengukir bersama anak bangsa yang lain, untuk masa depan negeri kita ini. Tetapi jika hanya menonton, maaf hanya plonga-plongo, maka akan sangat menyakitkan. (Kutipan hal. 20-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp; MENGAMBIL ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, kita harus mencamkan, bahwa kita ini anak-cucunya Nabi Ibrahim, anak cucunya Nabi Adam, dan sebagai pewarisnya, (kita) jangan sampai tidak punya keinginan untuk memegang imamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pemimpin umat manusia yang beragama Kristen, Katolik, Kong Hu Chu, Nasrani, Zoroaster, PKI, dan lain sebagainya itu; pemimpinnya seharusnya orang beriman. Tetapi (janji Allah tentang imamah pada Surat Al Baqarah 124) tidak pernah sampai, tidak pernah mengenai orang-orang yang masih zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang zalim itu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri, sudah tahu korupsi itu tidak boleh, malah nekat; sudah tahu bohong itu gak boleh, malah nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kepemimpinan ini amat sangat penting. Kalau menurut saya, dari Al Qur’an itu orang beriman menjadi imaman lil muttaqin dan imaman lin naas (lihat Surat Al Furqan: 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang saya beritahu, kesalahan fatal umat Islam di muka bumi, kesalahan fatal UII (Umat Islam Indonesia), kesalahan fatal umat Muhammadiyah, barangkali karena tidak memperhatikan pesan-pesan Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maa’idah: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jangan menjadikan Yahudi dan Nasrani) tempat berlabuhmu, tempat bersandarmu, tempat referensimu. Yahudi dan Nasrani itu sokong-menyokong untuk menggencet orang Islam. Itu sudah jelas untuk menghancurkan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah menjelajah dunia Islam ini, saya sudah dari Malaysia sampai Merauke, dari Thailand sampai Uzbekistan, kesalahannya mereka juga tidak menyimak pesan Al Qur’an itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi itu masih adem ayem kalau sama Amerika. “Itulah sekutu kami.” Padahal itu kan Yahudi dan Nasrani, sehingga ini yang menyebabkan kita tidak bisa kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukulan telak dan kesalahan fatal, yaitu ketika Jokowi dan Ahok itu menang menjadi Gubernur DKI. Ini membuat saya agak resah, sampai mungkin tidak bisa tidur dua atau tiga malam. Karena saya tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. (Kutipan hal. 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;8.&amp;nbsp; TANGGUNG-JAWAB KEBANGSAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat Al Qur’an, kita tidak boleh menjadi pupuk bawang, jadilah lokomotif. Syuhada ‘alannaas. Syuhada itu orang di depan, jadi referensi, jadi teladan, jadi contoh, di depan. Sebab tidak mungkin syuhada kok di kanan atau di kiri. Syuhada itu selalu di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun seandainya kalian tahu jeroan-nya Indonesia ini, umat Islam itu betul-betul hanya hanya jadi penonton. Perbankan, pertambangan, perkebunan, pertanian, kehutanan, dikuasai dan digenggam oleh mereka (orang kafir). Umat Islam ini hanya diberi remah-remah kecil, tapi yang the big goal, the biggest share, itu mereka yang genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ini di samping sebagai kader yang memiliki kadar Islam dan niat yang mendalam, tapi sebagai orang yang hidup di suatu bangsa, tidak ada salahnya kita juga punya semangat wathoniyah, kebangsaan, atau ketanahairan. Pandu kita bernama Hizbul Wathan, partainya tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Hasan Al Bana, wathoniyah itu sesuatu panggilan yang sangat alami. Wathoniyah itu adalah sesuatu yang naluriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi itu ketika hijrah ke Madinah, betul-betul ingin kembali ke tumpah darahnya, kembali ke Mekkah. Kembali ke masa muda, kembali ke masa kecil, itu sesuatu yang sangat alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya berbeda dengan orang-orang ekstrim itu, bahwa “kebangsaan itu taghut, Islam itu menyeluruh, tidak usah ada kebangsaan. Jadi negara bubarkan saja, tidak perlu ada negara, Khilafah Islamiyah saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu kan hanya dalam imagination, kenyataannya tidak ada. Tapi dalam kebangsaan ini, saya wanti-wanti, bahwa kebangsaan itu sesuatu yang alami acceptable, dapat kita terima; tetapi dalam hal kepemimpinan bangsa, kita tidak boleh main-main. Apalagi kemudian kita serahkan (kepemimpinan) kepada orang-orang yang laisa min hum (bukan golongan Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan teman kepercayaanmu orang-orang dari luar kalanganmu, (karena) mereka tak henti-hentinya menimbulkan kemadharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka, adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Ali Imran: 118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi masalah leadership itu sesuatu yang sentral. Kita cinta negeri ini, kita cinta bangsa kita, kita cinta tanah air kita. Kemudian yang penting adalah mengupayakan, bagaimana agar pimpinan itu ada pada kita, sehingga bangsa ini enlighten, disinari oleh agama Islam. (Kutipan hal. 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp; MISSI MENEGAKKAN KEADILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian yang menyukai politik, yang memang terampil, biarlah masuk ke sana. Diharapkan mereka tidak kagetan, tidak gumunan, dan tidak gampang terjungkal hanya karena gebyar kilau dunia. Dalam hal ini ada cerita ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar itu dulu anak didiknya Pak Harto, jadi teman-teman Golkar dengan KKN itu lumayan dekat. Tapi Golkar itu mengelus dada melihat partai Islam (?) yang lebih pintar dan lebih ngawur dalam korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lima tahun di MPR, teman-teman (Golkar) berkata, “Pak Amin, kami kalah Pak. Jam terbang kami sudah tiga dasawarsa, ini baru tiga tahun sudah luar biasa.” (Orang Golkar 30 tahunan korupsi dengan cara-cara yang “sopan”, tapi orang zaman reformasi baru 3 tahun memimpin cara korupsinya seperti orang kesetanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kebangsaan yang harus kita kembangkan jadi kepemimpinan. Jangan lupa, dalam kebangsaan itu pun seluruh nilai Islam harus dimasukkan. Kita ini punya semboyan Amar Makruf Nahi Munkar. Itu bagus, tapi belum cukup. It is just good, but not good&amp;nbsp; enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping Amar Makruf Nahi Munkar, kita juga (perlu) mengembangkan Ya’muru bil ‘Adli wa Nahyu ‘aniz Zulmi (memerintahkan berbuat adil, mencegah kezhaliman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samakah orang yang jadi budak tadi itu, yang tergantung pada bangsanya itu dengan orang yang menegakkan keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Allah SWT memerintahkan orang beriman menegakkan keadilan, tentu sisi yang lain, adalah mencegah kezaliman. Syirik sendiri disebut kezaliman yang teramat besar.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah yang besar ini (perlu) memantau dari Papua sampai Aceh, kira-kira mana saja yang ada potongan jahitan yang bisa masuk ke gelanggang politik. Karena itu penting jangan jangan sampai ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tidak masuk ke situ, kita seperti anak yatim piatu. Kita mau buat apapun, kalau payung politiknya tidak ramah, serba tidak bisa. Seperti Muhammadiyah di Bangkalan itu, tidak pernah bisa mengadakan Isra’ Mi’raj bersama-sama di gedung, karena (diganjal) bupati, sekda, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah ada menteri (pendidikan) namanya Daoed Joesoef. Waktu itu ada ratusan dosen yang mau (sekolah) ke luar negeri. Asal namanya Islam, dicoret. Walaupun tidak shalat, minum arak, kalau namanya Islam ya dihabisi. Seperti salah seorang kawan saya bernama Amirudin.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu karena kita tidak punya kekuatan politik, siswa SMA negeri yang memakai jilbab diundang kepala sekolahnya, disuruh lepas jilbab atau keluar. Sekarang kalau ada seperti itu, tentu kepala sekolahnya yang disuruh keluar, karena sudah tidak zamannya lagi (melarang siswi sekolah memakai jilbab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kebangsaan itu, memang harus cerdas dan selalu berpegang kepada Al Qur’an. Dan kita menghadapinya dengan optimis. Semoga Muhammadiyah abad kedua ini tidak lagi di pinggir, tapi di mainstream. Tidak lagi tangan di bawah, tetapi tangan di atas. Kalau kita kuat, kita akan menghidupi banyak orang. SELESAI. (Kutipan hal. 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penyunting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pernyataan dikutip, karena teks aslinya cukup panjang dan mempertimbangkan urgensinya. Tanda kurung dan judul tematik dari penyunting, biar lebih mudah memahami. Bagian-bagian yang isinya satu tema disatukan meski posisi agak berjauhan. Bentuk percakapan bahasa daerah dan font Arabic ditiadakan, agar lebih praktis. Tulisan asli berjudul: Dialog Bersama Amien Rais, Kader Muhammadiyah di Pentas Politik; sumber ceramah Prof.Dr. H. Amien Rais dalam acara dialog kader bertema “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” di Yogyakarta pada 23-24 Februari 2013. Teks asli disusun berdasarkan transkrip ceramah oleh redaksi media, NS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyunting: Abdul Hanif Fadhli, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:voa-islam.com&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWyrypLW1HzshkFoS4uqEkLZOi8utayx7082vXye8UQE_bHllb3zfeNBVdtQP6_bzMjn2CukgWZKR4zNwpFZ__SF34BtVugP92Rxr9SihWBS0t3tn_iG1SsFFGMEvtzL9cf_Teu4YAe5A/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mencegah Sebelum Parah</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/mencegah-sebelum-parah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 19 Sep 2013 14:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-7030351886694037825</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPucjsb7UsIC6q5tU7Pf4AGb35H31S8ziFQ7s5aSczj_hb4dAT8IhzddIORy5zc4ENWyVP4umspMReE6vmQBQnsIJh_h3Z14VDpWi10y9csED8Vq5ZI2UYVBmS3PLEL1Mt-po_XKl-_0g/s1600/video-games121009c.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPucjsb7UsIC6q5tU7Pf4AGb35H31S8ziFQ7s5aSczj_hb4dAT8IhzddIORy5zc4ENWyVP4umspMReE6vmQBQnsIJh_h3Z14VDpWi10y9csED8Vq5ZI2UYVBmS3PLEL1Mt-po_XKl-_0g/s1600/video-games121009c.jpg" height="177" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN remehkan yang tampaknya sepele. Bermula dari yang kecil, dapat berkembang menjadi besar dan menakutkan. Bermula dari permainan game elektronik yang ada di HP, jika dibiarkan, dapat menjadi kecanduan game online beserta segala dampak buruknya. Ada dampak terkait dengan jenis game yang dimainkan, ada yang terkait dengan kegiatan bermain game itu sendiri. Berawal dari game online, seseorang dapat menjadi obsesif, agresif, tertantang berjudi, atau penyakit mental lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecanduan sendiri bertingkat-tingkat, tetapi semuanya membawa madharat dan menyingkirkan maslahat. Pada tingkat paling ringan, anak (bahkan orang dewasa) akan banyak membuang waktu yang bermanfaat untuk memburu keasyikan dan menuruti fantasi. Pada tingkat yang lebih berat, banyak cerita yang dapat saya sampaikan betapa anak yang sangat cemerlang kecerdasannya pun bisa berubah 180 derajat. Pun seorang suami yang penuh tanggung-jawab dapat kehilangan perhatiannya. Ia hanya sibuk menuruti keasyikannya bermain game online, lupa anak lupa istri. Dalam keadaan seperti itu, jangan tanya ibadah sunnah kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perlu sampaikan ini karena belakangan kasus kecanduan game online semakin merebak dimana-mana. Tak sedikit yang justru menimpa keluarga orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap agama. Saya juga merasa amat perlu menulis ini agar kita tidak merasa tenang hanya karena yang mulai asyik bermain game itu anak yang sudah kuliah atau remaja putri. Kecanduan game dapat menimpa siapa saja, laki-laki maupun perempuan. Dalam sebuah kasus, seorang mahasiswi terbengkalai skripsinya karena kecanduan game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berbicara secara rinci tentang berbagai kondisi kecanduan. Mudah-mudahan lain waktu saya dapat membahasnya. Saya hanya ingin menunjukkan sebagian keadaan. Pada tingkat yang cukup parah, kecanduan game dapat memicu sikap ofensif, yakni kecenderungan untuk menyerang orang lain. Lebih-lebih jika ia merasa terganggu, baik karena dinasehati atau karena ia merasa tidak nyaman saja dengan kegiatan orang lain, meskipun itu saudara kandungnya. Anaknya yang sebelumnya manis, lembut perangainya dan suka membantu, dapat sontak berubah menjadi kasar dan ringan lidah untuk membentak, meski terhadap ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak akan muncul sikap ofensif kecuali apabila selfish (hanya sibuk dengan dirinya sendiri, mirip egoisme) menguat. Membentak dan menyerang secara lisan merupakan bentuk perilaku ofensif yang masih relatif ringan. Yang lebih parah adalah tindakan fisik. Dan karena yang bersangkutan sedang kehilangan kendali bersebab pikiran dan emosinya dikuasai game, maka perilaku ofensif ini dapat ditujukan kepada siapa saja, termasuk orangtua. Padahal dalam kondisi normal, dia tidakakan melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak segera memperoleh penanganan, anak dapat memiliki kecenderungan destruktif (merusak, menghancurkan). Terlebih jika jenis game online yang ia sukai termasuk jenis ini, semisal perang. Jika perilaku ofensif ditujukan kepada siapa pun yang membuatnya merasa terganggu, meskipun orang itu sebenarnya tidak mengganggu dia, maka kecenderungan destruktif ini mendorong dia untuk merusak atau bahkan menghancurkan (milik) orang lain. Boleh jadi ia menujukan tindakan tersebut kepada orang yang tidak disukainya, atau ia rasa mengganggu. Boleh jadi ia berlaku destruktif kepada siapa pun disebabkan ia sudah dikendalikan oleh waham akibat game. Inilah yang disebut obsesif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengkhawatirkan adalah tingkatan kecanduan game online yang menyebabkan seseorang terputus secara mental dari lingkungan sosialnya. Ia bersikap asosial. Ia tak lagi dapat bergaul secara wajar dengan orang lain, kehilangan kepekaan, tak peduli orang lain terganggu oleh keadaan dirinya dan bahkan ia lupa diri sendiri. Ada orang yang mampu berhari-hari bermain game non stop di Warnet (tidak mandi dan tentu saja tidak shalat), tapi masih dapat berinteraksi dengan orang lain secara relatif wajar. Tetapi anak –bahkan orang dewasa— yang sudah sampai pada tingkat asosial, ia dapat berminggu-minggu tidak mandi karena tenggelam dalam game online maupun fantasi saat ia sedang tidak bermain game. Anak yang sudah mengalami gejala asosial bersebab kecanduan game, saat bersama orang lain pun tidak dapat berinteraksi secara wajar. Sebagian bahkan nyaris tak dapat berinteraksi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu saja sangat tidak kita kehendaki. Alangkah sia-sia mendidik mereka bertahun-tahun jika harus hancur oleh game online dalam waktu beberapa bulan saja. Tak ada artinya kecerdasan mereka yang cemerlang, prestasi mereka yang menakjubkan dan berbagai keunggulan lainnya jika harus musnah oleh permainan yang kita beli sendiri alatnya. Karena itu, justru sebagai bentuk kasih-sayang terhadap anak, kita harus mencegah mereka dari berdekat-dekat dengan game online yang dapat menjadikan mereka kecanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa kasus yang saya temui, kecanduan game online yang sampai pada tingkat sangat parah, umumnya terjadi karena orangtua tidak sigap mencegah saat anak sudah mulai menunjukkan gejala bermasalah, serta tidak ada ketegasan orangtua dalam melarang. Tak ada konsistensi sikap. Mungkin orangtua marah, meledak-ledak sesaat, tetapi sesudah itu aturannya dapat ditawar oleh anak. Sementara ketika anak sudah benar-benar kecanduan, rasa kasihan orangtua terhadap anak kadang salah sasaran. Seharusnya rasa kasihan terhadap masa depannya dapat membuat ibu mengambil sikap tegas tanpa kompromi, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Ia memberi kesempatan lagi, lagi dan lagi karena tidak tega melihat anaknya menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, cukuplah orangtua dianggap tega dan kejam apabila ia membiasakan anaknya hidup mudah serta membiarkan anak menikmati kesenangan yang merusak masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus anak sudah benar-benar kecanduan, terlebih sampai tingkat destruktif atau asosial, salah satu fase yang dilalui dalam proses terapi oleh profesional maupun penghentian kecanduan oleh pihak keluar memang sakauw. Anak terlihat sangat menderita karena ia dijauhkan dari apa yang membuatnya asyik. Anak tampak sangat linglung, frustrasi, teriak-teriak atau menangsi sendiri merupakan hal yang wajar. Obatnya adalah didampingi atau dibiarkan dulu dengan pengawasan. Bukan diberi kesempatan untuk bermain game lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase sakauw ini bisa sebentar bisa lama, tergantung tingkat kecanduannya dan kondisi lingkungan saat anak menjadi pemulihan. Setelah fase sakauw berlalu, anak akan berusaha untuk menerima kenyataan berupa hidup tanpa game. Tapi pada fase ini anak masih rentan kambuh kecanduannya, sehingga tetap perlu dijauhkan dari perangkat yang dapat memancing ia untuk bermain game lagi, meski itu hanya berupa HP yang ada game-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berpanjang-panjang tentang ini. Saya hanya ingin mengajak Anda semua, juga diri saya sendiri, untuk berhati-hati. Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobatinya sesudah parah.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dimuat di majalah Hidayatullah edisi September 2013</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPucjsb7UsIC6q5tU7Pf4AGb35H31S8ziFQ7s5aSczj_hb4dAT8IhzddIORy5zc4ENWyVP4umspMReE6vmQBQnsIJh_h3Z14VDpWi10y9csED8Vq5ZI2UYVBmS3PLEL1Mt-po_XKl-_0g/s72-c/video-games121009c.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kenapa Harus Tauhid Dahulu ?</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/kenapa-harus-tauhid-dahulu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Sep 2013 13:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-7477209422249933372</guid><description>&lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class="post-entry"&gt;
      &lt;a href="http://an-nashihah.com/wp-content/uploads/2013/08/tawhid.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="tawhid" class="alignleft size-full wp-image-552" height="212" src="http://an-nashihah.com/wp-content/uploads/2013/08/tawhid.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam terhadap Rasulullah, pengikut dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;

Waba’du :&lt;br /&gt;
Seorang penelpon telah meminta kepadaku (sebuah nasehat) dengan judul “Mengapa Tauhid Dahulu?”&lt;br /&gt;
Ini menunjukkan bahwa si penelpon mengetahui bahwa sesungguhnya tauhid 
adalah pokok akidah Islam dan dasarnya serta syarat sah dan diterimanya.&lt;br /&gt;
Dia menyampaikan usulan tersebut untuk memahamkan orang yang belum 
memahami bahwa inilah kedudukan tauhid dalam Islam. Yaitu bahwa tauhid 
ulûhiyah (memurnikan ibadah hanya kepada Allah) merupakan perintah 
seluruh Rasul -dari (Rasul) pertama Nuh ‘alaihis shalâtu was salâm 
sampai (Rasul) terakhir Muhammad shollallâhu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
(Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap 
umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah 
Thaghut”.” [An-Nahl : 36]&lt;br /&gt;

Dan (Allah) Subhânahu berfirman,&lt;br /&gt;

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan 
Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) 
melainkan Aku, maka beribadahlah kalian (hanya) kepada-Ku”.” [Al-Anbiyâ`
 :25]&lt;br /&gt;

Dan tidak ada seorang Nabi pun yang diutus kepada kaumnya, melainkan pasti ia menyerukan,&lt;br /&gt;

“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada sesembahan bagi kalian (yang berhak disembah) selain-Nya.” [Al-A’râf : 59]&lt;br /&gt;
Ketika Allah mengutus Nabi kita, Muhammad shollallâhu ‘alaihi wa sallam 
kepada kaumnya, beliau berlalu selama 10 tahun tiada lain hanya menyeru 
kepada tauhid. Setelah itu, disyariatkanlah shalat. Dan beliau tetap 
tinggal 3 tahun di Makkah (di atas hal tersebut), kemudian hijrah ke 
Madinah. Dan pada tahun ke-2 Hijriyah, disyariatkan zakat dan puasa.&lt;br /&gt;
(Tampaklah) bahwa tauhid adalah pokok agama dan dasarnya serta 
landasannya yang (agama itu) dibangun di atasnya. Karena itu, 
barangsiapa merusak tauhidnya dengan beribadah kepada sesembahan lain 
bersama Allah, maka dia telah merusak agamanya secara keseluruhan dan 
keluar dari Islam sehingga menjadi murtad serta hancurlah seluruh amal 
perbuatannya. (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (wahai Muhammad) dan 
kepada (Nabi-Nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan Allah, 
niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang 
yang merugi”.” [Az-Zumar : 65]&lt;br /&gt;
Dan (Nabi) ‘Isa ‘alaihis shalâtu was salâm berkata,&lt;br /&gt;

“Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian. 
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka 
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, 
tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” 
[Al-Mâ`idah : 72]&lt;br /&gt;

Dan pokok dasar yang sangat agung ini (juga) terkandung pada 
(kalimat) syahadat “Lâ Ilâha Illallâhu” dan “Anna Muhammadan Rasulullâh”
 yang (kalimat syahadat itu) terdiri dari dua bagian; “Lâ Ilâha” dan 
“Illallâhu”.&lt;br /&gt;
Bagian pertama : Penafian peribadatan dari siapa yang selain Allah ‘Azza
 wa Jalla pada ucapan “Asyhâdu an Lâ Ilâha” yang bermakna tidak ada 
sesembahan apapun di wujud ini yang berhak diibadahi kecuali Allah.&lt;br /&gt;
Bagian kedua : Pada ucapan “Illallâhu” terdapat penetapan peribadatan 
hanya untuk Allah semata tanpa selain-Nya, karena Dia-lah yang telah 
menciptakan alam semesta ini. (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kalian kafir kepada Yang 
menciptakan bumi dalam dua hari dan kalian mengadakan sekutu-sekutu 
bagi-Nya?. (Yang bersifat) demikian itulah Rabb semesta alam”.” 
[Fushshilat : 9] dan beberapa ayat setelahnya.&lt;br /&gt;
Dan (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kalian sebagai tempat menetap 
dan langit sebagai atap, dan membentuk kalian lalu membaguskan bentuk 
kalian serta memberi kalian rezki dengan yang baik-baik. Itulah Allah 
Rabb Kalian. Maha Berkah Allah, Rabb semesta alam. Dialah Yang Maha 
hidup kekal, tiada sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka
 sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi 
Allah Rabb semesta alam. Katakanlah (ya Muhammad), “Sesungguhnya aku 
dilarang untuk menyembah sesembahan yang kalian sembah selain Allah 
setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Rabbku; dan aku 
diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Rabb semesta alam.” [Ghâfir : 
64– 66]&lt;br /&gt;
Sangat banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa tauhid peribadatan hanya 
milik Allah. Maka barangsiapa yang mengucapkan (kalimat) syahadat ini; 
yaitu syahadat “Lâ Ilâha Illallâhu” dan “Anna Muhammadan Rasulullâh”, 
maka ia telah meraih keberuntungan dan telah selamat dari kerugian. 
(Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling 
menasehati dalam mentaati kebenaran dan saling menasehati dalam menetapi
 kesabaran.” [Al-Ashr : 1-3]&lt;br /&gt;
Dan (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka 
dengan kezhaliman (kesyirikan), mereka itulah yang mendapat keamanan dan
 mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” [Al-An’âm : 82]&lt;br /&gt;
Barangsiapa mengucapkannya dengan meyakini maknanya dan mengamalkan 
kandungannya, maka dia mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ia 
adalah kalimat yang dengannya Allah mengutus para Rasul dan menurunkan 
kitab-kitab-Nya. Dan karenanya, dunia dan akhirat, surga dan neraka 
diciptakan. Dan pada perkara inilah ketentuan kebahagiaan dan 
kesengsaraan.&lt;br /&gt;
Orang yang mengucapkan dan meyakininya akan diberi catatan amalnya 
dengan tangan kanannya, akan berat timbangan kebaikannya, akan 
(berhasil) melalui Ash-Shirâth dan masuk ke dalam surga serta selamat 
dari neraka.&lt;br /&gt;
Dan tentangnyalah, diadakan pertanyaan. (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus 
rasul-rasul itu kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula)
 para rasul.” [Al-A’râf : 6]&lt;br /&gt;
Dan (Allah) Ta’âlâ berfirman,&lt;br /&gt;

“Dan (ingatlah) di hari Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Apakah
 jawaban kalian kepada para rasul?” Maka tertutuplah bagi mereka segala 
macam alasan pada hari itu, kemudian mereka tidak bisa saling bertanya. 
Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang 
shaleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.” [Al-Qashash : 
65-67]&lt;br /&gt;

Syaikh kami, Hâfizh bin Ahmad Al-Hakami rahimahullâh dalam kitab Ma’ârijul Qabûl (2/510) berkata,&lt;br /&gt;
“Kalimat (tauhid) ini merupakan seagung-agung nikmat yang Allah 
anugerahkan kepada segenap hamba-Nya, (yaitu) dengan membimbing mereka 
kepada-Nya. Sebab itu, Allah menyebutkan (kalimat tersebut) dalam surat 
An-Nahl -yang (disebut juga) Surah An-Ni’am- sebagai nikmat pertama 
sebelum nikmat-nikmat lainnya. (Allah) berfirman,&lt;br /&gt;

“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dari 
perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, 
yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada sesembahan 
(yang berhak disembah) melainkan Aku, maka bertakwalah kalian 
kepada-Ku.” [An-Nahl : 2]&lt;br /&gt;
Kalimat ini adalah kalimat syahadat dan kunci negeri kebahagiaan. Dia 
adalah pokok dan asas agama. (Dia merupakan) inti, tonggak dan penyangga
 agama ini. Sedangkan rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban (Islam) 
lainnya (hanya) bercabang dan berpecah darinya dan (hanya) sebagai 
penyempurnanya. Dan (rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban Islam itu) 
terikat dengan makna (kalimat tersebut) dan pengamalan terhadap 
konsekwensinya. Itulah Al-Urwah Al-Wutsqâ yang Allah ‘Azza wa Jalla 
berfirman (tentangnya),&lt;br /&gt;

“Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, 
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada Al-Urwah Al-Wutsqâ (ikatan 
tali yang amat kuat) lagi tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar 
lagi Maha Mengetahui.” [Al-Baqarah : 256]&lt;br /&gt;
Dia adalah perjanjian yang Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (tentangnya),&lt;br /&gt;

“Mereka tidak berhak mendapatkan syafa’at kecuali orang yang telah 
mengadakan perjanjian di sisi (Allah) yang Maha Pemurah.” [Maryam : 87]&lt;br /&gt;
Berkata Abdullah bin Abbâs radhiyallâhu ‘anhumâ dalam menafsirkan 
“perjanjian” (dalam ayat tersebut), “Dia adalah syahadat “Lâ Ilâha 
Illallâhu” dan berlepas dari segala daya dan upaya selain dari Allah.”&lt;br /&gt;
Dia adalah Al-Husnâ yang Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (tentangnya),&lt;br /&gt;

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,
 dan membenarkan Al-Husnâ, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan
 yang mudah.” [Al-Lail :5-7]&lt;br /&gt;
Dia adalah Kalimat Al-Haq yang Allah ‘Azza wa Jalla sebutkan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;

“Kecuali orang yang bersaksi dengan Al-Haq seraya mereka meyakini(nya).” [Az-Zukhruf : 86]&lt;br /&gt;
Dan dia adalah Kalimatut-Taqwa yang Allah ‘Azza wa Jalla sebutkan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;

“Allah mewajibkan kepada mereka Kalimatut-Taqwa dan merekalah yang 
paling berhak dengan (Kalimatut-Taqwa itu) dan paling patut 
memilikinya.” [Al Fath : 26]” Selesai apa yang kuhendaki penukilannya 
dengan ada perubahan.&lt;br /&gt;

Dari sini kita ketahui, mengapa tauhid adalah yang paling pertama 
dalam kewajiban dan yang paling pertama dalam berdakwah. Dan (mengapa) 
dia adalah pokok agama, dasar dan pondasinya. Maka Islam tanpa tauhid 
bagaikan bangunan tanpa pondasi.&lt;br /&gt;
Dan kita ketahui juga kesesatan orang-orang yang berdakwah kepada 
khilafah dan mereka merasa sedang berdakwah untuk mengembalikan khilafah
 yang hilang.&lt;br /&gt;
Kita katakan : Sesungguhnya Allah memerintahkan kita (berpegang) 
terhadap tauhid yang seluruh para Rasul berdakwah kepadanya. Dan Allah 
akan bertanya kepada kita : “Apa yang kalian ibadahi dahulu?”, “Apakah 
jawaban kalian kepada para rasul?”&lt;br /&gt;
Alangkah meruginya, orang yang menghabiskan umurnya untuk berdakwah 
kepada khilafah. Alangkah meruginya orang yang menyambut dan 
mengikutinya di atas kebatilan tersebut.&lt;br /&gt;
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا&lt;br /&gt;
[Ditulis oleh Syaikh kami, Mufti Kerajaan Saudi Arabia bagian selatan, 
Asy-Syaikh Al-Musnid Al-Muhaddits Al-Faqîh Al-‘Allâmah Ahmad bin Yahya 
An-Najmi hafizhohullâh pada 17/04/1426H. Alih Bahasa oleh Ustadz 
Muhammad Cahyo.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber: an-nashihah.com&lt;br /&gt;

    
     &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dialog Kiai dan Sangidi tentang Miss World</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/dialog-kiai-dan-sangidi-tentang-miss.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Sep 2013 13:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-4215592420156754396</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfr_VHVbBkWww9i6n6nRGxvDtBY_yF9wE3y_S52vQRbA26W0PMuNERkVs47jVR_4GhuiYKBjh13iCWnP5O615oZEloiZZZB_X4ZK1zBDKEtNH06iyIpEYc141mZkvDebJjX5JqhRZSG5I/s1600/Kafilah.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfr_VHVbBkWww9i6n6nRGxvDtBY_yF9wE3y_S52vQRbA26W0PMuNERkVs47jVR_4GhuiYKBjh13iCWnP5O615oZEloiZZZB_X4ZK1zBDKEtNH06iyIpEYc141mZkvDebJjX5JqhRZSG5I/s1600/Kafilah.JPG" height="204" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALKISAH, di suatu waktu, di sebuah pondok pesantren, di pelosok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukabumi, Jawa Barat, Kiai Marwan Syarifin tampak sedang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlibat dialog serius dengan seorang mantan santrinya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi Riawan, sang mantan santri itu sengaja datang dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta menemui gurunya. Ia dilanda kegelisahan mendalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang situasi umat Islam akhir-akhir ini, terkait dengan isu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World. Di kampusnya, mahasiswa terbelah dua:&amp;nbsp; yang pro dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontra terhadap penyelenggaraan kontes Miss World. Bahkan, di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalangan aktivis mahasiswa Islam, ada juga yang secara terbuka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendukung kontes Miss World.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi gelisah. Gurunya, Kiai Marwan, dilihatnya tergabung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam demonstrasi menentang kontes Miss World. Di mata Sangidi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyelenggara Miss World telah melakukan upaya mulia untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemajuan bangsa, karena telah mengubah konsep Miss World &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi kontes tanpa bikini. Budaya dan pariwisata Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun diharapkan dapat makin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sempat mengenyam pendidikan pesantren, di bawah asuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai mumpuni pula,&amp;nbsp; pergaulan hidup dan informasi global telah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengubah pola pikirnya. Sangidi kini dikenal sebagai aktivis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mahasiswa. Latar belakangnya sebagai lulusan pesantren terkenal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun menambah daya tarik tersendiri. Lidahnya fasih melafalkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbagai hujjah, dilengkapi dengan hiasan istilah-istilah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris dan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sangat tidak lazim bagi seorang santri untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmengkritisi pendapat atau tindakan Kiai, kali ini, Sangidi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaksakan diri bertanya dan jika&amp;nbsp; perlu mengkritisi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendapat-pendapat gurunya. Tekadnya sudah bulat untuk – jika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin – membawa gurunya itu ke kubu pendukung kontes Miss &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World. Sekurangnya, tidak aktif menentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak Kiai, saya mohon dijelaskan, kenapa Pak Kiai ikut-ikutan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demo menentang kontes Miss World?”&amp;nbsp; Sangidi memberanikan diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggugat Kiainya. Jantungnya berdegup cukup kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak ikut-ikutan, Sangidi! Saya sangat sadar dengan apa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya lakukan. Ini kewajiban kita sebagai Muslim,” jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Marwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kewajiban yang mana, Pak Kiai?”&amp;nbsp; tanya Sangidi, sambil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memandang wajah Kiainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harusnya sebagai lulusan pesantren kamu tahu. Ini kan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kewajiban al-amaru bil-ma’ruf wal-nahyu ‘anil munkar.&amp;nbsp; Kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wajib menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.&amp;nbsp; Itu salah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu pilar ajaran agama kita. Bahkan, kata Imam al-Ghazali, itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menentukan hidup matinya umat Islam.&amp;nbsp; Kata Nabi kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shallallahu ‘alaihi Wassalam, siapa yang melihat kemungkaran, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka hendaknya ia berusaha mengubah dengan kekuatannya. Jika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak mampu, dengan kata-kata atau pikirannya; dan jika tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mampu juga, cukup dengan hati. Jadi, minimal, ingkar dan tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ridho terhadap kemungkaran.&amp;nbsp; Kamu kan paham akan hadis Nabi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, Sangidi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi terdiam.&amp;nbsp; Ia tampak gelisah. Kiai Marwan seperti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memahami kondisi pemikiran mantan santrinya itu.&amp;nbsp; Ia menduga, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mantan santrinya telah menjadi korban propaganda jaringan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendukung Miss World. Dengan kekuatan uang, media massa, dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lobi-lobi politik yang dimilikinya,&amp;nbsp; panitia Miss World cukup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mampu membangun citra mulia atas tindakannya di tengah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat.&amp;nbsp; Karena itu, Kiai Marwan pun tak heran jika ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagian organisasi Islam bahkan oknum ulama yang berselingkuh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendukung kontes Miss World. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memandangi wajah dan gerak-gerik anggota tubuh Sangidi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Marwan mencoba membaca pemikiran salah satu santri yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu sempat dibanggakannya itu. Dibiarkannya saja Sangidi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergulat dengan pemikirannya, sampai Sangidi sendiri buka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Maaf Pak Kiai, apa yang Pak Kiai maksud dengan ‘mungkar’. Apa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontes Miss World ini termasuk mungkar? Dimana letak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkarannya?”&amp;nbsp; Sangidi buka mulut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Sangidi! Justru kontes Miss World dan sejenisnya ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkaran yang sangat canggih, terencana dengan rapi. Bahkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih parah lagi, kemungkaran ini dibungkus dengan propaganda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hebat, sehingga tercitrakan sebagai sebuah kebaikan bagi bangsa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita. Bukan hanya kontesnya yang bermasalah, tapi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengkampanyekan, bahwa bentuk maksiat seperti itu adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebaikan bagi bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, melacur itu dosa; korupsi itu dosa. Tapi mengatakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa melacur itu adalah amal sholeh. Itu lebih besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejahatannya. Coba kamu baca tafsir QS at-Taubah ayat 31.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya masih belum mengerti jalan pikiran Pak Kiai. Bukankah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka sudah tampil dengan sangat&amp;nbsp; sopan dan tidak melanggar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;etika dan norma budaya kita?” kata Sangidi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Marwan tersenyum simpul mendengar pertanyaan sang murid.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi pun menyela, “Mengapa Pak Kiai senyum-senyum?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangidi... Sangidi…!&amp;nbsp; Kamu itu santri cerdas, yang mestinya&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah memahami masalah seperti ini. Mengapa kamu sampai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termakan propaganda-propaganda dengan logika yang dangkal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti itu? Harusnya kamu paham tentang kiat-kiat setan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menipu dan menyesatkan manusia, sebagaimana disebutkan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak ayat al-Quran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi masih terdiam. Wajah Kiai Marwan dipandanginya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diam-diam. Tetap saja wajah itu menyungging senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini Sangidi…. Saya maklum, kamu bisa terjebak.&amp;nbsp; Ada juga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pejabat yang kuliahnya di Timur Tengah pun ikut menyarankan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agar peserta kontes Miss World&amp;nbsp; itu mengenakan kebaya. Ia tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tegas menolak kontesnya. Hanya bajunya yang dia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;persoalkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah itu saran yang bagus Pak Kiai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saran itu tidak cukup dan tidak mendasar. Yang mendasar pada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah kontes Miss World ini adalah konsep dan cara pandang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap manusia dan martabatnya. Ini kontes tubuh manusia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikut kontes itu manusia; bukan anjing atau kucing. Kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Muslim punya cara pandang yang khas terhadap manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia disebut manusia karena akalnya, karena jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memberikan nilai tinggi kepada manusia juga karena &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketinggian iman, akhlak, dan amalnya. Kata Nabi saw: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaik-baik manusia adalah yang memberikan kemanfaatan kepada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia. Pada dasarnya, orang cantik, jelek, normal, cacat, itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehendak Allah.&amp;nbsp; Itu bukan prestasi. Kecantikan itu anugerah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sekaligus ujian dari Allah. Karena itu, tidak patut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilombakan! Jangan kamu buat, misalnya, kontes mulut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termonyong, lomba bibir terlebar, dan sebagainya! ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi, Pak Kiai, bukankah yang dinilai dalam Miss World bukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya kecantikannya, tapi juga kecerdasan dan perilakunya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha… ha... ha… Sangidi… Sangidi…!&amp;nbsp; Cobalah pikir! Sederhana&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saja! Di Indonesia ini, perempuan yang memiliki prestasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecerdasan tinggi itu berjubel; ribuan jumlahnya. Mereka-mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah mengharumkan nama bangsa di berbagai forum ilmiah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;internasional. Mereka melakukan riset-riset ilmiah dan sukses &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat temuan-temuan hebat di bidang ilmu pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi intelektualnya jauh di atas perempuan yang terpilih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi miss Indonesia itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peserta Miss World ini juga harus punya proyek sosial, Pak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai, bukan kecantikan saja yang dinilai?” Sangidi masih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berusaha meyakinkan gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu juga bukan hal yang inti, Sangidi! Kalau mau cari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan Indonesia yang sangat mulia, yang berjasa besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada keluarga dan masyarakatnya, terlalu banyak di negeri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini. Bukan sekedar buat proyek insidental. Bukan sekedar show &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;amal, tapi kehidupan mereka sehari-hari sudah bergelut dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerja-kerja mulia untuk kemanusiaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi terdiam. Ia sebenarnya memahami logika Kiainya. Tapi ia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum bisa menerima logika itu sampai harus membatalkan Miss &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World di Indonesia. Sebab, faktanya, Miss World memang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendatangkan manfaat. Indonesia jadi lebih dikenal dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Miss World pun ikut mempromosikan budaya Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kecantikan punya nilai tambah tersendiri. Cukup lama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi merenung di depan Sang Kiai. Hatinya bergolak. Ia sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlanjur menulis dalam blog-nya, bahwa kontes Miss World di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kali ini benar-benar membawa manfaat bagi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini Pak Kiai…. Indonesia ini kan bukan negara Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Pak Kiai selalu bawa-bawa Islam untuk menilai kontes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World? Ini kan masalah bangsa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang mengatakan Indonesia bukan negara Islam? Kalau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan negara Islam, lalu Indonesia negara apa?&amp;nbsp; Apa negara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kafir?&amp;nbsp; Kamu mikir,&amp;nbsp; Sangidi! Jangan hanya ikut-ikutan buat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernyataan seperti orang-orang yang kurang memahami sejarah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa kita!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho apa memangnya, Indonesia ini negara Islam, Pak Kiai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar baik-baik ya, Sangidi! Indonesia ini negara berdasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan sudah ditegaskan oleh para &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perumusnya, bahwa Tuhan Yang Maha Esa&amp;nbsp; itu adalah Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanahu Wata’ala, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1945 alinea ketiga. Juga latar belakang rumusan Ketuhanan Yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Esa itu adalah sebagai ganti dari tujuh kata yang dihapus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam Piagam Jakarta. Ringkasnya, Indonesia ini Negara berdasar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas Tauhid, sebagaimana konsep Islam. Itu ditegaskan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas Alim Ulama NU tahun 1983 di Situbondo!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi Pak Kiai, itu kan menurut Pak Kiai yang Islam. Bagaimana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan warga Indonesia yang beragama lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu itu orang Islam atau bukan!? Bukankah seharusnya kamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikiran semacam itu, sebagai orang Islam. Kalau soal orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;non-Muslim, itu urusan mereka. Kita hormati cara berpikir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya benar. Hanya saja, Pak Kiai… kita ini kan warga Negara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang plural, tidak bisa memaksakan nilai-nilai Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita kepada yang lain?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang memaksakan itu siapa?&amp;nbsp; Kita tidak memaksa siapa-siapa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu buktinya, Kiai memaksakan kontes Miss World dibatalkan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyelenggara yang memaksakan kontes munkar itu diadakan di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia. Mereka tidak sensitif dengan aspirasi umat Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia. Di Masa Pak Harto, mengirimkan wakil ke Miss-miss-an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti itu saja dilarang. Apalagi jadi tuan rumahnya! Ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat keterlaluan, mentang-mentang punya uang dan media!&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini juga sangat mudah memicu prasangka dan konflik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bernuansa ras dan agama. Ini yang tidak kita kehendaki. Karena &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, jauh-jauh sebelum acara ini berlangsung, saya sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingatkan penyelenggara, baik lewat tulisan atau pun lobi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan teruskan acara ini! Jangan merusak dan memecah belah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa kita dengan cara-cara yang akan memunculkan kontroversi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kami para pimpinan pesantren,&amp;nbsp; tidak tinggal diam! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu makanya saya turun langsung berdemonstrasi memprotes acara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World ini!!!!!”&amp;nbsp; suara Kiai Marwan agak meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Pak Kiai mau memaksakan untuk dibatalkan, padahal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemerintah pun sudah melokalisasi acara ini di Bali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang seperti saya ini tidak punya kuasa. Bagaimana mau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memaksakan? Yang memaksakan itu yang punya uang, yang punya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;televisi, yang punya keberanian menantang Tuhan! Yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertanggung jawab dunia akhirat itu ya Pak SBY dan para pejabat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawahnya.&amp;nbsp; Saya hanya menyampaikan aspirasi sekuat tenaga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pikiran. Terserah pemerintah dan panitia penyelenggara mau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengar atau tidak!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Pak Kiai, apa tidak sebaiknya Pak Kiai menerima &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenyataan, bahwa masyarakat kita sekarang sangat sulit menerima &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemahaman seperti Pak Kiai ini. Pak Kiai akan dianggap makhluk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh, karena pada umumnya manusia senang melihat tontonan yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melibatkan orang-orang cantik.&amp;nbsp; Bahkan, sekarang, artis-artis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jauh lebih popular daripada ulama. Apa Pak Kiai tidak bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkompromi sedikit?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebenaran itu, Sangidi, tidak bisa dikompromikan.&amp;nbsp; Kita harus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyatakan yang haq itu haq, yang benar itu benar. Katakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saja, meskipun itu pahit; begitu pesan Nabi kita, Nabi Muhammad &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saw. Dan saya yakin, kebenaran itu pasti ada pendukungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak banyak. Tapi, yang sedikit itu, jika serius, akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mampu memimpin yang banyak. Anak babi itu banyak; anak singa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit. Tapi, anak singa makan babi… he he he….”&amp;nbsp; Kiai Marwan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertawa lirih sambil senyum-senyum memandangi Sangidi yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu kenapa sih Sangidi…. Kok kelihatan gelisah. Kamu kan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada hubungan apa-apa dengan panitia Miss World?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf… maaf… Pak Kiai, benar-benar saya minta maaf ya Pak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai…. Saya ke sini sebenarnya ada maksud membawa amanah dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang yang meminta saya melunakkan pendapat Pak Kiai soal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, saya sudah menduga… tidak biasa-biasanya kamu datang ke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sini, sejak lulus pesantren dua tahun lalu…saya menduga pasti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu membawa misi sesuatu! Terus, … kamu sendiri bagaimana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sikapmu terhadap kontes Miss World ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Saya coba pikir-pikir Pak Kiai. Saya baru mendengar hujjah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang agak jelas tentang masalah ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini Sangidi, kuncinya ada di hatimu; kuncinya pada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejujuranmu. Apa kamu jujur?&amp;nbsp; Apa kamu jujur kalau kamu Muslim? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kamu jujur dengan ikrarmu, dengan syahadatmu; bahwa Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu Tuhanmu, bukan cukong penyandang danamu; bukan hawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nafsumu! Apa kamu masih jujur dengan ikrarmu. Apa kamu masih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengakui Nabi Muhammad saw itu suri tauladan dan idolamu; apa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;idolamu sudah berubah menjadi Che Guevara atau Hartawijaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Pak Kiai, saya jujur insyaAllah! Tapi, kan ini masalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bangsa Pak Kiai? Bukan sekedar masalah agama saja! Ada yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bilang, secara hukum positif di Indonesia, tidak ada yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilanggar dalam kontes Miss World. Bagaimana itu Pak Kiai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak habis pikir, jika yang ngomong seperti itu orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam.&amp;nbsp; Di Indonesia ini, menurut hukum positif, berzina saja – &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asal suka sama suka dan sama-sama dewasa – tidak melanggar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hukum positif. Apa lalu orang boleh berzina, karena tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melanggar hukum positif? Cari pasal dalam KUHP, apa ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;larangan masuk masjid dengan mengenakan bikini!!! Sudahlah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi… kamu harusnya sering-sering silaturrahim ke sini. Kamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah terlalu banyak bergaul dengan orang-orag liberal, sampai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiranmu mulai rusak; tidak bisa lagi membedakan mana yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah dan mana yang benar.&amp;nbsp; Hati-hati, kamu sepertinya sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai terbuai dengan pujian dan sedikit popularitas yang kamu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nikmati sekarang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangidi terdiam. Ia tak sanggup lagi menatap wajah gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Kiai Marwan seperti menyayat-nyayat perasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doakan saya Pak Kiai, semoga saya masih bisa istiqamah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya selalu mendoakan. Tapi, kamu sendiri harus punya niat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk tidak sesat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, Pak Kiai… saya mohon ijin untuk pamit,”&amp;nbsp; Sangidi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengakhiri ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, jaga diri. Ingat orang tuamu, berharap kamu jadi anak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shalih!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, sebuah sedan hitam metalik, membawa Sangidi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meninggalkan pesantren.*/Depok, 16 September 2013&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama yang disebut dalam tulisan ini hanya fiktif belaka</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfr_VHVbBkWww9i6n6nRGxvDtBY_yF9wE3y_S52vQRbA26W0PMuNERkVs47jVR_4GhuiYKBjh13iCWnP5O615oZEloiZZZB_X4ZK1zBDKEtNH06iyIpEYc141mZkvDebJjX5JqhRZSG5I/s72-c/Kafilah.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Demokrasi Sistem Iblis, dan Tidak Akan Pernah Memberi Keadilan</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/demokrasi-sistem-iblis-dan-tidak-akan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 11 Sep 2013 16:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-3761378941724140107</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioVTHqmVAxLSu4ritahsDa3xMt-NnXARcMPViJ9ZK1mb7pGJe_26KFvSeuHtGcrzZ0Vr6rJ9ENNPTXuHGwK-_K2N1TSeTqh5qUqQaj_EOTiL-g6ZpCyQ5fYgj0-a1JfY5PFKx71a7s3L4/s1600/10x65xi-jpg.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioVTHqmVAxLSu4ritahsDa3xMt-NnXARcMPViJ9ZK1mb7pGJe_26KFvSeuHtGcrzZ0Vr6rJ9ENNPTXuHGwK-_K2N1TSeTqh5qUqQaj_EOTiL-g6ZpCyQ5fYgj0-a1JfY5PFKx71a7s3L4/s1600/10x65xi-jpg.png" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Beberapa pekan terakhir ini, manusia yang masih memiliki hati nurani, disuguhi tontonan yang sangat menyakitkan. Menyakitkan bagi semua orang yang masih memiliki akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana dua&amp;nbsp; orang Amerika, yaitu Sersan Robert Bales dan Sersan Hassan Nadal, di depan juri mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam hukum. Ini menunjukkan wajah asli demokrasi di Amerika. Di mana adanya bentuk ketidak adilan dan kesataraan secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang Amerika, yaitu Sersan Robert Bales dan Sersan Hassan Nadal melakukan pembunuah, dan keduanya mengakui kejahatan mereka di depan juri (pengadilan) Amerika. Tetapi, pengadilan menyelamatkan salah satu dari mereka dari hukuman mati, dan hukuman mati ditimpakan kepada orang yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert Bales seorang prajurit Amerika di Afghanistan telah membunuh 16 Muslim Afghan. Tetapi, pengadilan Amerika tidak menghukum mati Bales, dan hanya dengan hukuman seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Hassan Nadal, anggota militer Amerika, membunuh tentara yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan Bales, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.&amp;nbsp; Jadi ada diskriminasi, ketidakadilan, dan tidak adanya kesataraan dalam hukum diantara keduanya yang sama melakukan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan Amerika memutuskan memberikan kesempatan hidup kepada&amp;nbsp; Sersan Robert Bales. Padahal, Bales telah membunuh anak-anak kecil, perempuan dan orang tua, di tengah kegelapan malam, di mana mereka lelap tidur dalam rumah mereka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilukiskan seakan Bales tidak mempunyai niat membunuh atau menyakiti siapa pun. Sementara itu,&amp;nbsp; Hassan Nadal di vonis hukuman mati, karena dia seorang Muslim, tindakannya membunuh tentara di siang&amp;nbsp; hari di dalam pangkalan militer, dinilai sebagai tindakan yang menyiksa, dan membunuh orang-orang tak berdosa, serta mereka memiliki kemampuan membela diri. Hassan Nadal juga dikaitkan dengan jaringan al-Qaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan Nadal semata membunuh para prajurit, tidak merusak tubuh mereka, dan meninggalkan mereka, serta tanpa ada tindakan yang berlebihan lainnya. Tetapi, Hassan Nadal divonis hukuman mati oleh juri Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Robert Bales yang sudah membunuhi anak-anak, perempuan dan orang tua, kemudian&amp;nbsp; setelah membunuh mereka, mengumpulkan tubuh (mayat) mereka, ditempat yang berbeda ke dalam satu ruangan dan membakarnya, justeru dianggap sebagai tindakan yang layak, dan tetap dipertahankan hak hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan pengadilan di Amerika benar-benar melawan akal sehat dan waras, bahwa orang yang terlibat dalam penumpahan darah terhadap anak-anak, perempuan, dan orang tua, yang tak berdosa, seharusnya dihukum mati. Robert Bales masih tidak puas dengan membunuh mereka saja, tetapi membakar mayat mereka setelah membantai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, pengadilan Amerika melakukan keputusan sebaliknya, karena Hassan Nadal membunuh orang Amerika, sebaliknya Robert Bales membunuh warga Muslim Afghanistan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut aturan dan hukum yang bersandar kepada&amp;nbsp; demokrasi Amerika, kehidupan bagi Amerika memiliki nilai yang mulia dan sangat dihargai. Sebaliknya kehidupan bagi orang lain, yang bukan orang Amerika,tidak memiliki arti dan nilai apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan Nadal mengatakan dalam pengakuannya bahwa dia membunuh tentara Amerika yang sudah menyiksa dan membunuh Muslim di Irak dan Afghanistan. Nadal melihat dengan mata kepalanya, bagiamana tentara Amerika membunuh begitu banyak Muslim Irak dan Afghanistan. Sebaliknya Robert Bales merasa lega tidak dijatuhi hukuman mati, karena dia hanya membunuh anak-anak kecil, perempuan dan orang tua, semata-mata hanya untuk kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islam yang melindungi&amp;nbsp; hak-hak asasi semua manusia. Semua manusia,&amp;nbsp; setiap ras, suku, kelompok,&amp;nbsp; golongan dengan berbagai keyakinan, di dalam Islam memiliki hak yang sama (equality before by the law). Demokrasi Barat hanya untuk bangsa Barat. Sementara bagi bangsa non-Barat, berlaku standar yang tidak sama dengan yang berlaku di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat tidak memiliki perhatian terhadap anak-anak, perempuan, dan orangtua, dan dibiarkan dengan penuh&amp;nbsp; ketidak adilan. Seperti yang sekarang sedang berlangsung di Barat, eksploiti terhadap anak-anak, perempuan, dan orangtua yang dibiarkan sendirian menjelang hari kematian mereka di apartemen atau panti jompo, menjelang kematian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat tidak memiliki perhatian ketika sebuah junta militer di Mesir dan Aljazair membantai ribuan rakyatnya dengan penuh kekejaman, dan Barat tidak memiliki kepedulian dan keberatan apapun. Kelompok Islam di Mesir, Ikhwanul Muslimin yang sudah ikut pemilu, menang, dan kemudian dihancurkan. Di Aljazair, kelompok Islam FIS, yang juga ikut pemilu, tahun l992, menang kemudian oleh&amp;nbsp; militer dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat, khususnya Amerika Serikat mendukung penjajah dan perampok rakyat Palestina, secara parmanen yaitu Zionis-Israel. Satu-satunya penjajah di muka bumi, sampai sekarang yang mendapatkan perlindungan dengan permanen oleh Amerika hanyalah Zionis-Israel. Amerika Serikat harus bertanggung jawab, karena mendukung sebuah rezim yang terus menerus membunuhi rakyat Palestina secara keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hakikatnya sistem kufur demokrasi itu sistem iblis, dan tidak akan pernah bisa memberikan keadilan, kedamaian, kebahagian, serta kesejahteraan. Demokrasi hanya cocok dipraktikan bagi rakyat di Barat, tetapi tidak di dunia Islam. Demokrasi hanyalah akan menghancurkan kehidupan Muslim selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru demokrasi menjadi alat penjajahan dan perbudakan oleh kaum kapitalis (kafi musyrik - yahudi/nasrani). Muslim harus melakukan gerakan pembebasan atas negeri mereka yang sekarang dijajah dan rakyat diperbudak oleh kafir musyrik. Seperti yang dipesankan oleh Rasulullah Shallahu alaihi wassalam untuk memerangi kafir musyrik. Wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: voa-islam.com&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioVTHqmVAxLSu4ritahsDa3xMt-NnXARcMPViJ9ZK1mb7pGJe_26KFvSeuHtGcrzZ0Vr6rJ9ENNPTXuHGwK-_K2N1TSeTqh5qUqQaj_EOTiL-g6ZpCyQ5fYgj0-a1JfY5PFKx71a7s3L4/s72-c/10x65xi-jpg.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Membongkar Rahasia Cowok Piktor (Penting buat para cewek)!</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/membongkar-rahasia-cowok-piktor-penting.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 11 Sep 2013 16:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-2486071817233901887</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCEZKb3s1_Or7MKh-RqqbYwcDwC7ShuZofxHP0pY31KxH_2vVTd_1Je7JOb_SJuOoDFDnQZVkJT9qIgrbBtTK5yRTSsg8Nnxz5miGQM1hF7GLujCzwF1sTjcJYGn6aTtS54qdbcpRMERY/s1600/pikiran+kotor.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCEZKb3s1_Or7MKh-RqqbYwcDwC7ShuZofxHP0pY31KxH_2vVTd_1Je7JOb_SJuOoDFDnQZVkJT9qIgrbBtTK5yRTSsg8Nnxz5miGQM1hF7GLujCzwF1sTjcJYGn6aTtS54qdbcpRMERY/s1600/pikiran+kotor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ngedenger berita, ngeliat kiri kanan, kok rasanya makin hari makin banyak cewek yang "kebuang sia-sia", ya? Bener- bener miris!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah gimana nggak ngerasa kebuang, mereka ditinggalin gitu aja sama cowok-cowok piktor (pikiran kotor), setelah kehormatan mereka di ambil. Dan gimana nggak sia- sia, karena justru nggak jarang si cewek sendiri yang serahin kehormatan mereka sama cowok model beginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modusnya sih lagi- lagi karena cinta. Yeah, cinta dan pembuktiannya yang katanya nih membutuhkan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak sedikit akhirnya cewek- cewek itu yang ngerasa frustasi soal masa depan mereka, bahkan banyak juga yang nekat mengakhiri hidup mereka sendiri. Naudzubillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, biar kamu semua nggak ikutan jadi korban, dan terjebak dalam pesona si piktor yang berbahaya. Kenali beberapa rahasia mereka berikut ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Playboy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaps, bukan rahasia lagi kalau kebanyakan para cowok piktor juga berprofesi ganda sebagai playboy. Mereka punya seribu satu aksi dan jebakan buat ngegaet cewek- cewek gebetannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan asal kamu tahu girls, saat seorang cowok memutuskan menjadi seorang playboy, dia bukan mau ngajak kamu main congklak atau petak umpet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dia cuma satu, yaitu main- main sama hati kamu. Dan jangan lupa juga, poin dia yang utama adalah juga ngedapetin kamu berikut properti kamu yang paling berharga, yaitu kehormatanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua selesai, da-da, bye bye deh. Kalau udah gitu siapa yang rugi? ya kamu sendiri, lah. Jadi masih mau deketan sama cowok playboy nan piktor?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Perayu Ulung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain playboy, si piktor juga kudu jadi jago ulung dalam ngerayu targetnya. Kalau nggak gitu, gimana mungkin si cewek bakal terpesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka nggak heran kalau kadang sumpah serapah pun sampai dia sampein buat membuktikan kalau memang dia serius dengan ucapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu cumanlah bohong, karena seperti yang kita semua tahu, tujuan dia akhirnya adalah ngegaet kamu dan seterusnya adalah bisa ngelakuin seks bebas. Jadi, hati- hati deh! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buru-buru Ngajak Pacaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ketemu sama cowok yang baru kenal kamu sebulan, trus langsung ngajak pacaran? kalau iya, buru-buru deh jauhin dia. Karena eh karena cowok tipe ini akan menyebarkan virus nggak sehat ke kamu. Mau tau isi kepala mereka? sekali lagi, nggak jauh- jauh pastinya dari seks bebas atau zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So pasti lah girls, ngapain dia ngebet banget ngajak pacaran kalau nggak buat begituan?. kalau kamu pikir dia udah emergency banget butuh temen curhat,... ah nggak juga, toh dia bisa aja cari teman selain kamu kan?. atau mungkin tujuan dia biar bisa gandeng tangan berdua, atau biar malam minggu ada temen nonton?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. buat dia itu mungkin pemanasan aja. Dan yakin deh, nggak bakal selesai sampai disitu!. Pacaran akhirnya bakal ngasih dia jalan buat berbuat lebih sama kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rutin Ngebahas Fisik Kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah kodratnya, kalau cowok memang suka sama cewek. Tapi kalau si cowok udah mulai rutin kepo banget sama tubuh cewek, pastinya bakal risih abies kan ngedengernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tujuan dari obrolan itu, pastinya sih nggak jelas, dan nggak penting. So, hargain diri kita girls, nggak usah repot-repot presentasi tentang kehormatan kamu sendiri didepan dia, sehingga kamu kelihatan terlalu murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan main api deh buat deket sama cowok, apalagi tipe yang begini. Waduh, bisa bahaya siaga satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Suka Banget Mojok Berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cewek sama cowok berduaan, maka yang ketiga adalah setan. Nah, kalimat yang katanya klise tapi penting ini sering kali nggak nyantol dikuping orang yang lagi pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal girls, kerugian terbesar justru bakal diderita sama kamunya loh. Gimana nggak, saat sepasang cewek dan cowok berduaan, apalagi ditempat sepi, saat itulah insting cowok gampang nyasar ke area piktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mereka udah ambil tindak lanjut, akhirnya kamu cuma bisa nangis karena nyesel diakhir acara. Gimana tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nggak Tertarik Ngomongin Iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua cewek kelak pasti berharap mendapatkan pasangan yang bisa ngebimbing dia kejalan yang lebih baik. Nah, hal yang kaya' gini mustahil banget didapat dari cowok-cowok piktor tersebut sodara-sodara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana nggak, surga ama neraka pasti juga udah beda, iman dan dosa nggak mungkin jadi sohib. Secara kita semua tahu, kurikulum di otak para cowok- cowok piktor nggak jauh- jauh dari yang namanya hal porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, susah nyampur sama hal yang baik- baik. Dan mereka juga paling anti ngomongin soal ilmu dan iman. So, apa untungnya bergaul sama species beginian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Girls, udah waktunya kita stop untuk menjadi cewek naif yang mau melakukan semuanya cuma karena alasan pengorbanan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang dia bener- bener sayang sama kamu, pasti dia akan ngejaga kamu dengan sebaik-baiknya, terutama dari pikiran kotornya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hubungan yang paling baik buat dua orang yang saling menyayangi, nggak lain nggak bukan cuman lah pernikahan, dan bukan pacaran. Udah banyak korban berjatuhan karena piktornya para cowok-cowok pengecut begini. Dan jangan sampai kamu menjadi yang selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak perlu pake acara kontroversi hati, langkah yang kamu ambil kudu tegas, yaitu jauh- jauh dari mereka, biar kamu selamat dunia akherat deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan supaya fair juga, kita sebagai cewek juga kudu pinter pake hijab biar nggak ngundang pikiran kotor dari cowok- cowok itu. Jaga diri baik-baik girls, karena setiap kamu adalah berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(NayMa/voa-islam.com)</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCEZKb3s1_Or7MKh-RqqbYwcDwC7ShuZofxHP0pY31KxH_2vVTd_1Je7JOb_SJuOoDFDnQZVkJT9qIgrbBtTK5yRTSsg8Nnxz5miGQM1hF7GLujCzwF1sTjcJYGn6aTtS54qdbcpRMERY/s72-c/pikiran+kotor.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bukan Hanya Tentang “Miss World”</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/bukan-hanya-tentang-miss-world.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 7 Sep 2013 13:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-4293713243144248266</guid><description>
      
        

&lt;br /&gt;
&lt;div id="breadcrumbs"&gt;
&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/" rel="v:url"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong class="breadcrumb_last"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="content text  clearfix"&gt;


          &lt;div align="center"&gt;
&lt;a class="fancybox" href="http://img.eramuslim.com/media/2013/06/miss-world.jpeg" rel="fancybox" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="miss world" class="alignleft size-full wp-image-56269" height="173" src="http://img.eramuslim.com/media/2013/06/miss-world.jpeg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Oleh : Ummu Dhiya Khanun ( Ibu Rumah Tangga )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;

Lagi-lagi, ketika kemaksiatan ada di hadapan mata, apalagi yang 
dilegitimasi oleh negara, rakyat negeri ini tak bisa berbuat banyak. 
Sama persis seperti kenaikan BBM. Banyak pihak, mahasiswa, ormas dan 
masyarakat yang keberatan dengan kenaikan harga BBM, namun pemerintah 
jalan terus, dan tak peduli dengan jeritan rakyatnya. Sebab, pemerintah 
tahu, rakyat tak bisa apa-apa selain demo, protes, aksi, mengumpulkan 
banyak tanda tangan para tokoh dan bersuara secara lisan dan tulisan. 
Pemerintah tahu, ia lah yang berkuasa mengambil keputusan, bukan rakyat.
 Kedaulatan di tangan rakyat yang menjadi slogan negeri ini dapat dibeli
 dari anggota dewan yang terhormat yang katanya adalah wakil rakyat. Dan
 ini memang benar-benar terbukti dari kasus kenaikan harga BBM beberapa 
waktu lalu. Setelah harga BBM benar-benar dinaikkan, rakyat tak bisa 
berbuat apa-apa. Suara-suara penentangnya hilang ditiup angin. Tak ada 
lagi pergolakan setelah Pemerintah mengambil keputusan.&lt;br /&gt;

Demikian juga dengan hal yang sedang marak saat ini. Tentang 
penyelenggaraan miss world di Indonesia beberapa saat lagi. Sesungguhnya
 rakyat hanya bisa bergolak lewat lisan saja. Itupun hanya sebagian 
kecil rakyat khususnya umat Islam yang mau peduli. Sebagian besar rakyat
 justru mendukung ajang kontes ratu dunia yang katanya mengusung 3B, 
brain, beauty dan behavior alias kecerdasan, kecantikan dan kepribadian.
 Kontes yang seolah adalah suatu agenda penting negara yang dipoles atas
 nama meningkatkan pariwisata negara peserta. Meski secara logika 
anggapan ini bisa dimentahkan dengan sebuah fakta yang terjadi dengan 
Venezuela, Jepang dan Kanada saat dutanya berhasil memenangkan gelar 
ratu sejagat. Venezuela (2008 dan 2009) pertumbuhan turis mancanegaranya
 MINUS 3%, Jepang (2007) pertumbuhan turisnya hanya NOL SEKIAN PERSEN 
saja, dan di tahun 2005 kunjungan turis ke Kanada setelah memenangkan 
salah satu kontes kecantikan mengalami penurunan drastis dari 18 juta 
orang menjadi 17 juta orang.&lt;br /&gt;

Pemerintah yang notabene banyak orang Islamnya, sangat memahami 
dengan apa yang sedang dilakukan umat Islam saat ini yang berupaya 
menolak dan menggagalkan terselenggaranya miss world. Ummat Islam sedang
 menjalankan kewajibannya sebagai hamba Alloh untuk ammar ma’ruf nahi 
munkar. Mengamalkan sebuah sunnah, bila kemungkaran ada di hadapan mata,
 maka lawanlah dengan hatimu, lisanmu dan tanganmu dan doa adalah 
selemah-lemahnya iman. Pemerintah juga tahu betul dengan watak sebagian 
besar umat Islam negeri ini yang lembut, yang ketika apa yang dilisankan
 gagal dipenuhi mereka kembali pada doa dan lebih memilih mengalah serta
 pantang dengan kekerasan. Apalagi pemerintah juga tahu benar ada sebuah
 ormas yang begitu lantang dan berani di mulut tapi tidak di perbuatan 
karena slogannya yang non kekerasan. Berkali-kali bahkan bertahun-tahun 
pemerintah tak mengindahkan “suara mereka” meski besar-besaran menggelar
 ajang konferensi, muktamar, dan sejenisnya, tak mendengarkan lisan 
mereka yang hebat berorasi saat aksi/demo, tak memperhatikan 
kunjungan-kunjungan mereka kecuali sebatas sambutan ramah, namun ormas 
ini tak berubah. Tetap sabar melakukan hal yang sama, berorasi lantang 
menentang pemerintah, mengumpulkan ribuan tanda tangan tanda tak setuju 
dengan langkah pemerintah, bahkan mengirimkan surat cinta dan sms dalam 
jumlah yang tak terhitung. Tak lebih dari itu. Tak ada perubahan 
strategi yang patut diperhitungkan. Hal ini bisa dimengerti karena 
sesungguhnya kelompok ini bergerak dengan memanfaatkan momen isu yang 
ada saja dan memang masih dalam level target hanya untuk opini dan 
menunjukkan eksistensi kelompok.&lt;br /&gt;

Kekuatan ummat Islam yang pemberani dan memilih menggerakkan “tangan”
 mereka, melawan kemungkaran dengan seluruh jiwa raga mereka masih 
terlalu kecil. Masih amat sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah umat
 Islam secara keseluruhan. Tak mungkin mampu melawan kekuatan 
pemerintah. Setidaknya ini yang terlihat jika dipandang dari kacamata 
manusia.&lt;br /&gt;

Miss world diselenggatakan di Indonesia, rakyat bisa apa. Ketika 
ribuan pasukan terlatih telah disiapkan untuk mengamankan Bali, tempat 
terpilih diselenggatakannya kontes ini. Kekuatan pasukan ini jelas tidak
 bisa dilawan dengan orasi. Lisan hanya akan menjadi seperti pepatah ” 
anjing menggonggong kafilah berlalu”.&lt;br /&gt;

Miss world memang harus ditolak umat Islam. Slogan 3B nya bukan 
berasal dari penilaian syara, tapi hanya dari sudut pandang manusia yang
 memperturutkan hawa nafsu. Wanita hanya dinilai sebagai makhluk yang 
punya potensi besar mendatangkan keuntungan materi dalam dunia 
kapitalisme. Berbeda dengan Islam yang memandang individu cerdas ( &lt;i&gt;Brain ) &lt;/i&gt;adalah
 individu yang memikirkan kehidupan setelah kematian. Yang berarti 
menyandarkan segala perbuatan dan pemikiran hanya pada aturan Islam yang
 akan membawanya pada keselamatan setelah mati. Jadi tak mungkin orang 
cerdas dalam Islam mau mengikuti ajang ratu-ratuan yang perilakunya 
menyimpang dari aturan, mulai dari membuka aurat, mewangikan tubuh 
hingga berlenggak-lenggok di hadapan pria bukan muhrim. Kecantikan ( 
Beauty ) dalam Islam juga bukan hanya tentang tampilan fisik. Tapi lebih
 pada hati yang tunduk pada seluruh aturan Alloh tanpa syarat. 
Kecantikan fisik bukanlah prestasi, karena itu semata pemberian dari 
Alloh. Sunnatulloh, Alloh menciptakan wanita ada yang cantik, maupun 
tidak cantik secara fisik. Ada yang sempurna, ada juga yang cacat. 
Sedangkan Kepribadian ( Behavior ) dalam Islam, bukan hanya dinilai 
berdasar seperangkat pertanyaan yang hanya dijawab secara lisan. Tapi 
perlu pembuktian dengan berbagai ujian dan cobaan hidup. Individu yang 
berkepribadian dalam Islam adalah manusia yang pemikiran dan perilakunya
 sesuai dengan apa-apa yang diperintahkan Alloh. Jadi tak mungkin wanita
 berkepribadian Islam sudi mengikuti kontes kecantikan dan semacamnya 
yang justru merendahkan dirinya sendiri di hadapan Alloh. Wanita Islam 
akan selalu ingat, bahwa Alloh memandang manusia berdasarkan taqwanya 
bukan yang lain.&lt;br /&gt;

Namun, bukan hanya ajang Miss World yang perlu ditolak. Apalagi 
faktanya, bukan hanya ajang Miss World yang melihat prestasi dan 
penghormatan perempuan pada kecantikan wajah dan seluruh tubuh. Di 
negara Indonesia ajang sejenis tingkat nasional pun telah sering 
dilakukan. Hampir semua daerah dari ujung timur hingga ujung barat 
menyelanggarakan kontes sejenis dengan dalih mendongkrak pariwisata. Pun
 dengan fakta lainnya ” tentang wanita” negeri ini yang penampilannya 
sama bahkan lebih seronok dan vulgar daripada ajang kontes kecantikan. 
Lihatlah goyangan penyanyi dangdut wanita dari mulai artis ibukota 
hingga artis kampung, begitu erotis dan amat menonjolkan keindahan fisik
 wanita. Bermacam-macam nama pun disematkan untuk berbagai goyangan 
tersebut, mulai dari goyang ngebor, gergaji, palu, garpu dan segala 
perlengkapan pertukangan.&lt;br /&gt;

Miss World adalah ajang dunia, yang melibatkan hubungan bilateral 
antar negara. Tak cukup sekedar lisan yang bersuara dan tangan yang 
menulis untuk menggagalkannya. Pemerintah Indonesia juga tak punya nyali
 untuk membatalkannya dengan segala konsekuensi berat yang tidak siap 
untuk diterima seperti embargo dan semacamnya. Ke depan kiranya perlu 
dibangun sebuah strategi melawan kemungkaran yang bisa dan mampu 
diperhitungkan oleh pemerintah bahkan siapapun. Sebuah metode yang tidak
 hanya untuk pembesaran opini saja, sehingga tidak hanya cukup sekedar 
berbicara dan terbawa arus retorika dalam “zona aman”. Tapi diperlukan 
sebuah taktik yang efektif mencapai sasaran dan tujuan demi hilangnya 
kemungkaran dari muka bumi, digantikan dengan penerapan hukum-hukum 
Alloh. Manakala masih ada kedholiman, kemaksiatan dan kemungkaran di 
hadapan mata, tak lagi sekedar kembali pada “doa dalam hati” dan berkata
 : ormas, rakyat “bisa apa selain hanya bicara”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber :eramuslim.com &lt;br /&gt;



          &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Buya Hamka tentang Bahaya Kontes Kecantikan Miss World</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/buya-hamka-tentang-bahaya-kontes.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 6 Sep 2013 14:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-970514860270940483</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFncGVBxJgx1plpx6Gn1fzal-2X-mlAm9Xwz1z2JMU5HzgwhBg7DN6wqSKSp9g2vgHfAsW2SOQkuVaGGoULP2ZL_a2vv74B3-8Rp0fgsUvjwuOXzN2K1fgeSSriQ2gUlzOUHUvWbg2S2E/s1600/1369706914238719738_300x424.86772486772.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFncGVBxJgx1plpx6Gn1fzal-2X-mlAm9Xwz1z2JMU5HzgwhBg7DN6wqSKSp9g2vgHfAsW2SOQkuVaGGoULP2ZL_a2vv74B3-8Rp0fgsUvjwuOXzN2K1fgeSSriQ2gUlzOUHUvWbg2S2E/s1600/1369706914238719738_300x424.86772486772.jpg" height="320" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh : Beggy – Pegiat JIB (Jejak Islam untuk Bangsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Yang Pindah agama itu telah banyak, tetapi lebih banyak lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang lepas lolos dari ikatan Islam, tersapu habis pandangan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta Islam dari dalam hatinya.”-Buya Hamka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Miss World tahun 2013, yang sebentar lagi akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlangsung nampaknya akan terus melaju. Meskipun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyelenggaraan itu menuai kecaman dari umat Islam di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia. Pendapat kontra sudah kita sering dengar gaungnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulai dari umbar aurat, pelecehan terhadap martabat perempuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga bau kapitalisasi perempuan. Bahkan sejarah mencatat di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat sana pun, penyelenggaraan Miss America telah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikecam puluhan tahun silam oleh pegiat feminis.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World yang akan singgah dalam tanah air kita ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya bukan barang baru. Kecaman ulama terhadap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontes-kontes semacam ini juga bukan sesuatu aneh dikolong &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit nusantara. Ulama besar Buya Hamka pernah mengecam kontes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semacam ini. Ia bertutur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang perempuan maju kemuka berlomba merebut kehidupan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga alat-alat penghias diri, alat-alat kecantikan lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melebihi mahalnya. Kemudian muncullah lomba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecantikan,memperagakan diri, lomba ratu-ratuan. Perempuan muda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang cantik tampil ke muka mendedahkan (memamerkan) dada, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pinggul, dan pahanya,di tonton bersama dan diputuskan oleh juri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang lebih cantik tampil ke muka mendedahkan. Maka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ratu-ratu kecantikan itu jangan sampai menurun. Dan ini pun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghendaki perbelanjaan banyak dan mewah. Macam-macam nama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diberi bagi ratu-ratu itu; Ratu Personality, Ratu luwes, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu daerah, Ratu Propinsi, Ratu Nasional, dan Ratu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;internasional.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat sekali ucapan Buya Hamka. Miss World hanyalah satu dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian banyak ajang eksploitasi perempuan. Kontes semacam ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya berganti-ganti kulitnya. Beribu nama bisa tercetus, namun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esensinya tetap sama. Bahkan pencitraan perempuan dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mitos-mitos tertentu tentang kecantikan, sudah membanjiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiran terdalam kita. Melalui, iklan, sinetron, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mengenaskannya lagi, mulai dari penyelenggara, peserta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga penikmatnya adalah orang Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu akar dari kerusakan ini adalah lenyapnya pengetahuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di masyarakat akan kedudukan perempuan dalam Islam. Orang Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lagi memahami kedudukan perempuan dalam agama mereka, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga mereka mengamini tatkala ajang seperti Miss World &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebut promosi kebudayaan, ekspresi wanita atau lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenaskan lagi penghargaan pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang Islam saat ini sampai meraba-raba dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kegelapan pengetahuan, bagaimana cara menghargai perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jebakan Kontes ratu-ratuan hingga mitos kecantikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijadikan pegangan. Sementara kedudukan perempuan yang telah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;digariskan Islam digugat dan diseret ke muka umum. Diskriminasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dijadikan senapan untuk membidik ajaran Islam.&amp;nbsp; Orang Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang hendak mencari penghargaan diluar Islam, sejatinya tak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paham bahwa mereka makin terperosok jauh ke dalam lembah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerancuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kita resapi nasehat dari Buya Hamka tatkala berbicara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penghargaan perempuan dalam Islam. Menurutnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Mereka (perempuan) dipandang sebagai bagian yang sama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pentingnya dengan laki-laki dalam memikul tanggung jawab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beragama, mengokohkan aqidah dan ibadat, sehingga timbullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harga diri yang setinggi-tingginya pada mereka, timbul ilham &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjuangan.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpahaman juga seringkali dialamatkan kepada pembagian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tugas laki-laki (suami) dan perempuan (istri).&amp;nbsp; Ajaran Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenai pembagian tugas kepada istri sebagai pemelihara rumah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangga dianggap rantai yang membelenggu. Dihakimi ramai-ramai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam tuduhan diskriminasi. Insyaflah kita ketika dalam hal ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika mengingat keterangan Buya Hamka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hanya perempuan yang kurang sehat jiwanyalah yang akan ingkar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada pembagian tugas seperti ini. Atau perempuan yang gagal di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam rumah tangga lalu dia ‘kasak-kusuk’ menontonkan diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluar minta persamaan hak dengan laki-laki, namun dia tak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenal lagi di mana batas hak itu.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal pembagian peranan dalam rumah tangga, Buya Hamka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingatkan, “Pengorbanan! Itulah yang selalu diminta dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua belah pihak. Yang laki-laki sampai putih rambut di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepala, mencarikan keperluan rumah tangga. Yang perempuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;habis; tenaga, memelihara rumah tangga, menyelenggarakan suami, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendidik anak-anak. Keduanya sama-sama berkurban!”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja kita semua sebagai umat Islam memahami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedudukan perempuan dalam Islam, niscaya kita tidak akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertipu dalam kemasan kosong kontes ratu-ratuan atau pencitraan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rapuh tentang perempuan. Namun tantangan tak berhenti di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontes ratu-ratuan ala Miss World juga menggunakan promosi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebudayaan sebagai topeng. Kita yang menentang Miss World &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin akan&amp;nbsp; dianggap tak berbudaya atau anti budaya. Batin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini tentu bertanya-tanya, kebudayaan macam apa yang hendak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diusung Miss World?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam di Indonesia sudah seringkali disudutkan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibenturkan dengan persoalan budaya. Umat semakin terjerembab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika tak mampu untuk menafsirkan, kebudayaan apa yang sesuai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan Islam di Indonesia ini? Padahal hanya dengan memahami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hakekat budaya itu sendiri umat Islam akan mampu menepis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beragam gelombang tantangan budaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu usaha menafsirkan kebudayaan ini juga datang puluhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun yang silam oleh Buya Hamka. Menurut Buya Hamka penting &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi generasi muda Islam untuk memperdalam pengetahuan ajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan mempelajari sejarah umatnya di Indonesia dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diluarnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...sehingga dia insyaf bahwa kebudayaan Islam itu universil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sifatnya. Dan kebudayaan yang universil itulah tujuan terakhir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia di zaman ini. Dan Nasionalisme sempit, tidaklah panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usianya.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budayawan Islam diingatkan Buya Hamka untuk kembali mengambil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagian dalam perkembangan kebudayaan, serta melakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;risalah-nya (tugasnya) yang suci itu untuk mengisi kebudayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia. Karena terlihat di Indonesia -mengutip istilah Buya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka- ‘gejala pancaroba kebudayaan.’ Seperti budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materialistis, kebudayaan menuhankan manusia. Kebudayaan yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lagi melihat manfaat dan mudharat, yang tak kenal lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halal dan haram. Umat Islam hendaknya jeli untuk menafsirkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mewarnai kebudayaan, karena ada berbagai upaya untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memasukkan agama menjadi bagian dari budaya. Padahal budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah hasi kegiatan manusia. Sedangkan agama adalah wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya atau kebudayaan dapat dipahami sebagai usaha dan hasil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;usaha-usaha manusia menyelesaikan kehendaknya buat hidup dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam yang ada di kelilingnya. [7] Menurut Buya Hamka semua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia yang berakal-budi adalah berbudaya, sebab budaya adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil akal budi yang dipengaruhi ruang dan waktu, serta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat yang mengelilinginya. Maka bagi Islam, kebudayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haruslah diterangi oleh iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka adalah iman sebagai pemberi cahaya bagi akal budi dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daya-upaya dalam hidup, hendaklah menjadi amalnya yang saleh!”, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terang Buya Hamka.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam masyarakat telah dipahami bahwa kebudayaan terdiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari tiga hal, pengetahuan, filsafat dan seni, maka hal-hal itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu diterangi cahaya Iman. Buya Hamka kembali mengingatkan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Islam mengajarkan bahwasanya di dalam mencari ilmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengetahuan,atau filsafat atau seni, satu hal perlu diingat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu betapa nilainya bagi jiwa. “ Kemudian beliau melanjutkan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Disamping mencari yang benar dan mengelakkan yang salah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau mencari yang baik dan menjauhi yang jahat, haruslah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperhatikan yang manfaat dan yang mudharat itu.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejarah telah mencatat, baik di dunia dan di Indonesia, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cahaya Islam telah menerangi berbagai aspek kebudayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam-lah yang memberi kita budaya yang lebih beradab. Islamlah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang memberikan pakaian keindahan. Memakaikan pakaian dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menutupkan aurat bagi orang-orang yang sebelumnya telanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam pula yang mewarnai bahasa lisan dan tulisan di nusantara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan huruf arab-jawi atau huruf Pegon. Sebelum semuanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilindas secara tragis oleh huruf latin yang dibawa oleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjajah. Terlebih dalam bahasa, Bahasa Indonesia demikian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jernih terlihat diwarnai oleh bahasa melayu yang diterangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kosa-kata berjiwa islam, seperti adil, wilayah, hikmah, dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lainnya. Karya sastra klasik juga diwarnai jiwa Islam, baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Raja Ali Haji atau Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Betapa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak hikayat dan syair berjiwa jihad yang membakar semangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perang melawan penjajah. Sebut Hikayat Perang Sabi dari tanah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh sebagai salah satu contohnya.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut Buya Hamka, “Hindu telah meninggalkan pusaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berupa candi-candi yang sekarang dijadikan barang antik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bernilai sejarah, untuk opbyek turis, untuk mencari riwayat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama pada batu-batu. Tetapi Islam telah meninggalkan Mesjid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang hidup setiap hari dan ramai setiap Jumat.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika kita sebagai muslim patut berbangga dengan Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang telah mewarnai kebudayaan Indonesia. Dan tak patut kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa rendah diri dengan Islam jika berbicara kebudayaan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang Buya Hamka berani dengan lantang berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan tegas dan berani mempertanggung-jawabkan, dapatlah saya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katakan bahwa modal yang diberikan Islam yang paling terbanyak, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diberikan untuk membangun kebudayaan Indonesia.[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan ibarat air sungai yang mengalir, ia memberi dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menerima. Sudah menjadi tanggung jawab kita mengaliri air itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kejernihan Tauhid Islam. Dan salah satu cara memandang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebudayaan adalah dengan meresapi nasehat dari Buya Hamka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perihal kebudayaan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah angkatan Muda Islam memperdalam pengetahuan dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengertian ajaran Islam, dituruti dengan amal, sehingga menjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pandangan hidup yang sebenarnya, dan dapat membanding ‘mana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang punya kita dan mana yang kepunyaan orang lain’.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun pembunuh bangsa bernama Miss World ini hanyalah satu dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian banyak kerusakan yang hendak disuntikkan perlahan kepada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;generasi kita dan penerus kita. Ketika penyelenggara Miss World &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesumbar berkata mendompleng kuda troya Kebudayaan, maka kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat bertanya lantang, kebudayaan mana yang hendak mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maksud? Medan perjuangan begitu lapang terbentang, termasuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam bidang budaya. Dan seperti hendak Buya Hamka pesankan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Modal menghadapi perjuangan kebudayaan masih amat terbatas dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerdil, sebab itu maka, ‘dengan kail panjang sejengkal, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidaklah ada daya upaya menduga lautan’.”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; J. Dow, Bonnie. Feminism, Miss America, and Media &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mythology. Rethoric &amp;amp; Public Affairs. Vol 6, No.1. 2003.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HAMKA. Racun Pemusnah Bangsa dalam Dari Hati ke Hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka Panjimas. 2005. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HAMKA, Perempuan Juga Dimuliakan dalam Kedudukan Perempuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam Islam. Pustaka Panjimas. 1986. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HAMKA, Pembagian Tugas dalam Kedudukan Perempuan dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam. Pustaka Panjimas. 1986. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HAMKA. Kebudayaan Dipandang Dari Segi Ajaran Islam dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Hidup Muslim. Bulan Bintang. 1992. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alfian, Ibrahim. Sastra Perang, Sebuah Pembicaraan Mengenai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikayat Perang Sabil. Balai Pustaka. 1992. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; HAMKA. Kebudayaan Dipandang Dari Segi Ajaran Islam dalam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Hidup Muslim. Bulan Bintang. 1992. Jakarta.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: voa-islam.com&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFncGVBxJgx1plpx6Gn1fzal-2X-mlAm9Xwz1z2JMU5HzgwhBg7DN6wqSKSp9g2vgHfAsW2SOQkuVaGGoULP2ZL_a2vv74B3-8Rp0fgsUvjwuOXzN2K1fgeSSriQ2gUlzOUHUvWbg2S2E/s72-c/1369706914238719738_300x424.86772486772.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Memajukan Wisata Tanpa “Menjual” Perempuan!</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/memajukan-wisata-tanpa-menjual-perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 6 Sep 2013 10:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-4373412700040147192</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0QkckBNT4oIcwBRaIbWyUyagPs0NlIp8DyTNkXJ53PDQaBa23htjZCdeAaD08Bnvs0HtYiiPyY7BpqnIcY6ODbgJ3TwnN4BTV3s8X18Rbtiik0-miKK59eoBlj-Bu9Dp3qNHRfLvEZsI/s1600/miss_world-tolak-_20130827_184319.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0QkckBNT4oIcwBRaIbWyUyagPs0NlIp8DyTNkXJ53PDQaBa23htjZCdeAaD08Bnvs0HtYiiPyY7BpqnIcY6ODbgJ3TwnN4BTV3s8X18Rbtiik0-miKK59eoBlj-Bu9Dp3qNHRfLvEZsI/s1600/miss_world-tolak-_20130827_184319.jpg" height="208" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
oleh: Zuhroh Astie WieAstie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH laporan pernah dibacakan pada Pertemuan Tingkat Tinggi Sektor Wisata ASEAN 2012 di Bangkok menganalisa kekuatan sektor pariwisata negara-negara ASEAN, sekaligus rekomendasi mengenai cara mengembangkan sektor tersebut agar lebih menguntungkan bagi negara-negara di kawasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu juga sekaligus memberikan peringkat yang didasarkan pada penilaian yang mencakup beberapa faktor yaitu kebijakan dan peraturan negara bersangkutan, pelestarian lingkungan, keselamatan dan keamanan, kesehatan dan kebersihan, prioritas pariwisata, infrastruktur transportasi udara, infrastruktur transportasi darat, infrastruktur pariwisata, infrastruktur Informasi dan Teknologi (ICT), daya saing harga, sumber daya manusia, afinitas untuk sektor pariwisata, sumber daya alam dan sumber daya budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan itu, Singapura menempati urutan pertama negara ASEAN dengan sektor pariwisata yang paling menarik bagi investor, disusul Malaysia dan Thailand di tempat kedua dan ketiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang negara ASEAN lain seperti Brunei Darussalam, Indonesia, dan Vietnam dikategorikan sebagai negara “yang memiliki potensi di bidang wisata”, namun masih memiliki berbagai kelemahan. Sementara itu, Filipina dan Kamboja dikategorikan sebagai negara ASEAN yang memiliki banyak kelemahan di sektor ini. (“Ukuran ASEAN, Pariwisata Indonesia Tak Dianggap. Memalukan!!!”, Suarapembaruan.com,&amp;nbsp; Rabu, 30 Mei 2012)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermati bai-baik, Indonesia yang begitu kayanya ini, dianggap baru memiliki potensi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelemahan sektor wisata negara-negara ASEAN yang disorot dalam laporan tahun itu adalah infrastruktur kurang memadai dan perhatian terhadap lingkungan yang masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini menekankan peran penting sektor pariwisata dalam mempercepat pembentukan komunitas ASEAN. Laporan mengulas tentang upaya dan inisiatif negara-negara anggota ASEAN untuk bersama-sama mengembangkan sektor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi tanpa Miss-miss-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, apa hebatnya Malaysia dengan Indonesia? Sehingga faktanya banyak orang suka sekolah, berobat dan anjang-sana&amp;nbsp; ke sana ketimbang di dalam negeri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafiq Basri Assegaff, seorang konsultan komunikasi dan Ketua Bidang Pengembangan Cabang Perhumas menulis artikel berjudul “Komunikasi Malaysia” (dimuat Inilah.com, 31 Januari 2013) masalah ini. Menurut Syafiq Basri,&amp;nbsp; data yang ada menunjukkan industri pariwisata Malaysia selama 2011-2013 tumbuh sekitar delapan prosen, sehingga meningkatkan perolehan devisa negara itu pada 2013 mencapai lebih dari US$ 22,4 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia dan Singapura, turis berdatangan dari China, India dan Timur Tengah, termasuk dari Iran yang hingga kini masih diboikot Barat. Dari Iran itu saja, Malaysia menerima tidak kurang dari 180 ribu turis selama tahun 2011 lalu, sementara pada tahun yang sama (2011) jumlah turis dari Iran ke Indonesia hanya 18 ribu orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya semua tidak lepas dari gencarnya promosi pemerintah Malaysia sendiri, selain meningkatnya reputasi (brand) negeri itu sebagai hub pusat belanja (shoping) yang menarik di dunia. Dan promosi itu adalah soal komunikasi, bagian penting pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut catatan Syafiq Basri, peristiwa hari besar pun dikomunikasikan secara serius oleh pemerintah Malaysia kepada khalayak ramai di dunia. Negeri itu rupanya sengaja merancang banyak libur nasional yang bisa menjadi daya tarik bagi turis asing juga. Pada bulan Januari-Februari ini saja, setidaknya ada tiga libur besar yang menjadikan atraksi tersendiri bagi turis manca negara di Malaysia: pertama Hari Raya Maulidur Rasul saw, disusul dengan liburan panjang Thaipusam (agama Hindu), dan Tahun Baru China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halal Travel – Indonesia vs Malaysia: branding menentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2009 Malaysia berhasil menjaring 23,6 juta turis mancanegara, meningkat 7 % dibanding tahun sebelumnya. Sebagai pembanding, jumlah turis asing ke Indonesia tahun 2009, 2010 dan 2011 menurut data Badan Pusat Statistik adalah 6.323.730, 7.002.944 dan 7.649.731.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya pelancong biasa, Malaysia rupanya juga menggenjot wisata kesehatan alias ‘medical tourism’. Menurut laporan, “Malaysia Medical Tourism Outlook 2012”, perolehan dari industri medical tourism itu tumbuh sebesar 21 % selama jangka waktu 2011-2014. Lagi-lagi ini semarak berkat promosi gencar yang dikerjasamakan secara apik antara sektor kesehatan pemerintah dan swasta Malaysia bersama institusi terkait lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara yang ‘dibanggakan’ dalam promosi itu adalah bahwa pasien asing bisa memperoleh layanan terapi sekelas negara maju tetapi ‘dengan harga jauh lebih murah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang di atas kunci utamanya adalah cara Malaysia ’berkomunikasi’ kepada dunia di berbagai media dan tempat. Termasuk, salah satunya komunikasi di (dan tentang) bandara ibukota negara Kuala Lumpur International Airport (KLIA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, di salah satu sudut airport KLIA itu tertulis promosi lain, ‘Selamat datang di salah satu negara paling aman di Asia.” Promosi atau pengumuman yang kelihatan sepele itu sesungguhnya amat penting: mau tidak mau ia sekaligus bisa memberi pesan dan kesan bahwa para turis yang baru datang itu lebih baik tinggal di Malaysia saja, ketimbang pergi ke negara tetangga yang ‘tidak seaman’ Malaysia. Dan bukankah komunikasi itu adalah menyampaikan ‘pesan’ dan ‘kesan’? (“Komunikasi Malaysia”, Syafiq Basri Assegaff, Inilah.com, Kamis, 31 Januari 2013)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, cara Malaysia mengkomunikasikan negaranya kepada dunia tanpa acara miss-miss-an seperti Miss World atau harus mendatangkan produk asing seperti Metallica. Malaysia bahkan lebih memiliki keberanian melarang budaya-budaya asing. Bulan ini, negeri tetangga Indonesia ini melarang grup Band Metal Lamb of God dilarang pentas di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 negara ini juga pernah melarang melarang konser Erykah Badu, juga melarang konser penyanyi dunia Elton John. Bahkan untuk Elton John, alasannya lebih jelas dan lebih berani dari Indonesia, karena alasan agama.&amp;nbsp; Gerakan masyarakat di sana menilai penyanyi pop Inggris itu secara terbuka menyatakan dirinya sebagai gay (homo). Sementara Indonesia justru mendatangkan penulis lesbian Irshad Manji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup begitu. Di tengah Kuala Lumpur, kawasan Bukit Bintang disulap sedemikian rupa sehingga menjadi semacam ’surga’ yang bersih bagi para turis, khususnya yang datang dari Timur Tengah. Lalu, ketika taksi Anda – yang sopirnya tidak berani membawa penumpang lebih dari empat (karena law enforcement yang ketat) – mengisi bensin, di pompa bensin Anda akan melihat komunikasi lain berupa sebuah pengumuman yang menjelaskan: sekian Ringgit harga asli bensin atau solar, sekian Ringgit yang disubsidi Negara, dan berapa Ringgit sisanya yang dibayar konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Branding dan Kreatifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Branding sebuah negara besar berperannya dalam memengaruhi banyak orang. Ia dapat mengubah dan memperkuat persepsi khalayak. Karena branding di dalam benak adalah mengenai penciptaan koneksi-koneksi dan asosiasi dengan orang dan berbagai benda bergerak ataupun benda mati.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh heran jika panitia penyelenggara Miss World yang kukuh atas keberatan masyarakat berdalih acaranya ini untuk menaikkan pariwisata. Benarkah dengan Miss World lantas Indonesia kebanjiran kunjungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butktinya, Malaysia tanpa acara mengeksploitas wanita, Indonesia tetap kalah dengan Negara kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kota-kota Indah di Indonesia tidak hanya di Bali. Hanya karena pemerintah yang tidak pintar mengelola seperti Malaysia menjadi tidak dikenal dunia. Seolah-olah Indonesia hanya Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, alasa memajukan pariwisata&amp;nbsp; hanyalah sebuah alasan untuk memberi celah agar Miss World disetujui untuk diselenggarakan di Indonesia.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, tak ada jaminan dengan kontes Miss World wisata Indonesia bisa lebih maju. Memangnya tak ada jalan lain lebih kreatif untuk menarik para wisatawan agar mau berkunjung ke Indonesia selain Miss World?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura memiliki daya tarik menjadi objek wisata karena beragam produk belanja yang mampu menarik hati wisatwan. Jepang menjadi objek wisata karena kemajuan teknologinya. Dan semua karena manajemen yang baik dan pelayanan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Itulah cara meningkatkan wisatwan dengan cara modern, bukan dengan eksploitasi tubuh wanita. Kepuasan pelanggan akan memberikan kesan untuk meningkatkan wisatawan di Indonesia. Ketika wisatawan asing kembali ke Negara asalnya maka ia akan menjadi jalan promosi melaluli pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan, terpenuhinya fasilitas dan sarana prasarana adalah cara professional untuk memajukan wisata di Indonesia. Sedangkan keindahan pariwisata di Indonesia tak kalah jika bersaing ke kancah internasional.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pemerhati sosial-keagamaan, tinggal di Semarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : hidayatullah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0QkckBNT4oIcwBRaIbWyUyagPs0NlIp8DyTNkXJ53PDQaBa23htjZCdeAaD08Bnvs0HtYiiPyY7BpqnIcY6ODbgJ3TwnN4BTV3s8X18Rbtiik0-miKK59eoBlj-Bu9Dp3qNHRfLvEZsI/s72-c/miss_world-tolak-_20130827_184319.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Miss World Tumbuhkan Kemarahan, SBY Diminta Menghentikan</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/miss-world-tumbuhkan-kemarahan-sby.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 6 Sep 2013 10:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-6104596988012807446</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAezVCy7r4_4B-2ZRHJVoWLg7UZOt4lKLjVXvc0RSqTEworjmJfGRQSMi2ITGRvi2msJ_qUtxsTcMSgq0sa8pv8TQ1atovhhLvuVP7axFLPSjqPxcFdafaVTTfgeLwd8zfZxfcXRhZE0/s1600/go-tehe-la.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAezVCy7r4_4B-2ZRHJVoWLg7UZOt4lKLjVXvc0RSqTEworjmJfGRQSMi2ITGRvi2msJ_qUtxsTcMSgq0sa8pv8TQ1atovhhLvuVP7axFLPSjqPxcFdafaVTTfgeLwd8zfZxfcXRhZE0/s1600/go-tehe-la.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Sebagai pihak yang mengusung perhelatan Miss World di Indonesia, panitia dan pihak-pihak yang bertanggungjawab atas kegiatan itu, sadar telah menyebabkan kemarahan di berbagai kota dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemarahan ini sangat wajar karena mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam sangat memiliki hak untuk membendung budaya-budaya asing yang dikhawatirkan bisa merusak moral dan akidah generasi muda," demikian kata Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI PKS Jawa Tengah V nomor urut 4, Mustofa B. Nahrawardaya kepada hidayatullah.com, Kamis (05/09/2013.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara, imbuh analis pakar soal terorisme ini, semestinya mengerti bahwa dengan berbagai pertimbangan, penyelenggaraan ini tidak akan berdampak positif apabila dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlu saya sampaikan bahwa, bentuk-bentuk ekspresi seni dalam negeri sendiri sebenarnya banyak yang susah untuk diatur sehingga sebagian dari mereka, kini tidak lagi menghormati budaya santun dan budaya religius adat ketimuran yang kita miliki," tukas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, sambung dia, pihak swasta kini malah mencoba menambah babak baru dengan membobardir persoalan budaya dalam negeri melalui budaya asing yang dinilai oleh tokoh-tokoh ormas Islam khususnya, tidak akan menambah baik kondisi bangsa dari sisi moral budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu, saya menyarankan agar pihak penyelenggara, dalam hal ini RCTI, supaya dengan legowo menghentikan Miss World. Baik yang diselenggarakan di Bali maupun di Sentul Jawa Barat," lanjut dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menerangkan, apabila pihak penyelenggara tidak pula mendengar saran-saran para tokoh masyarakat agar menghentikan prosesi Miss World ini, maka dia menyarankan Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Presiden SBY untuk menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Ini, red) demi menghormati Pancasila dan UUD 1945, serta menghormati ajaran agama Islam yang mayoritas dipeluk penduduk yang dipimpinnya," tandasnya.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:hidayatullah.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAezVCy7r4_4B-2ZRHJVoWLg7UZOt4lKLjVXvc0RSqTEworjmJfGRQSMi2ITGRvi2msJ_qUtxsTcMSgq0sa8pv8TQ1atovhhLvuVP7axFLPSjqPxcFdafaVTTfgeLwd8zfZxfcXRhZE0/s72-c/go-tehe-la.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Ada Misi di Balik Miss World?</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/ada-misi-di-balik-miss-world.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 4 Sep 2013 16:34:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-738193752389783601</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN2aC2BLWB-40jqrvtLtYmD25UEK684bnlNllVNf_B5UV-gqqqcHVsft8ajdl-Eba_0G-tQ1tj5TKbMvAJpfm4sxIlKgHP4Aue-YW9XgHf51EhgwA13kv1b-q1Nq_SkY6rmWdBbJUUlrE/s1600/tolak-miss-world.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN2aC2BLWB-40jqrvtLtYmD25UEK684bnlNllVNf_B5UV-gqqqcHVsft8ajdl-Eba_0G-tQ1tj5TKbMvAJpfm4sxIlKgHP4Aue-YW9XgHf51EhgwA13kv1b-q1Nq_SkY6rmWdBbJUUlrE/s1600/tolak-miss-world.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh Imanda Amalia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 2013 ini, Indonesia menjadi tuan rumah kontes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kecantikan internasional yang bertitel Miss World. Meski sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak penolakan dari berbagai elemen masyarakat di Tanah Air, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah tampaknya tetap mengijinkan kontes ‘pamer aurat’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tingkat dunia tersebut. Jika benar-benar terselenggara, tentu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saja ini amat ironis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, berarti untuk pertama kalinya Miss World &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diselenggarakan di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini. Padahal Miss World yang dirintis oleh Eric Morley di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris pada tahun 1952, awalnya adalah kontes perempuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbikini. Seiring perkembangan, Miss World kemudian mengalami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedikit modifikasi meski ‘ruh’-nya tetap sama: pamer aurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamer aurat jelas diharamkan dalam Islam sebagai agama yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipeluk oleh mayoritas rakyat negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Miss World dan berbagai kontes kecantikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenis sebetulnya tidak semata-mata sekadar pamer aurat. Lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari itu, ia sudah menjadi ‘ikon’ budaya Barat yang serba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bebas. Miss World telah dijadikan alat oleh para kapitalis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia setidaknya untuk dua tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: memperomosikan budaya Barat yang liberal ke seluruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dunia, termasuk ke negeri-negeri Muslim seperti Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: ajang para kapitalis lokal maupun internasional untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereguk keuntungan finansial yang berlimpah. Pasalnya, Miss &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World benar-benar telah menjadi ajang bisnis yang dikelola &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara profesional dengan sistem waralaba di lebih 130 negara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan keuntungan jutaan dَlar bagi pihak penyelenggara. Itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum termasuk sejumlah perusahaan yang menjadi sponsor acara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berskala internasional tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terbukti saat salah seorang Miss World asal Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni&amp;nbsp; Kamidia Radisti yang mengikuti acara penyelanggaraan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World 2007 di China, saat acara Gesture di salah satu TV &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swasta di tanah air ia mengatakan bahwa ia merasa tidak menjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;objek komoditi acara miss world tersebut. Namun ketika ditanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh host alasan kenapa ia ikut ajang miss world tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah untuk dirinya sendiri, keluarga dan sebagainya yang ia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katakan telah ia dapatkan, tentu yang dimaksud di sini adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari segi materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib Ditolak&lt;br /&gt;Setiap segala aktivitas kemaksiatan itu adalah pelanggaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap hukum syara’ dan berdiam diri dari kemaksiatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan sebuah dosa. Oleh karenanya, secara keimanan, wajib &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hukumnya seorang muslim untuk menolak kontes ajang maksiat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pamer aurat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah SWT melalui lisan nabi yang mulia yakni Rasulullah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAW mengancam akan menimpakan adzab kepada mereka yang melihat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkaran tersebut namun tidak mau menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak akan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukannya, niscaya Allah akan mengadzab orang yang melakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh.” [HR. Imam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian ketika adzab tersebut telah ditimpakan kepada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka secara keseluruhan, kemudian mereka yang tidak mau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan amar makruf nahiy mungkar itu berdo’a maka do’a &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka tidak dikabulkan. Ini sebagaimana penegasan dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW dalam hadits lain yang berbunyi : “Demi Dzat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’ala tidak mengabulkan do’a kalian.”&amp;nbsp; (HR Ahmad dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at-Tirmidzi dan dihasankan oleh al-Albâni dalam Shahîhul Jâmi’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ancaman terhadap orang-orang yang melihat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaksiatan/kemungkaran namun tidak mau mengubahnya dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah siksaan/adzab memberikan pemahaman bahwa aktivitas amar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makruf nahiy mungkar adalah sebuah kewajiban yang harus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditegakkan. Bukan persoalan percuma atau tidak percuma &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan aksi penolakan terhadap kontes tersebut yakni dimana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipastikan akan tetap berjalan, namun penolakan tersebut adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukti keimanan kita kepada Allah dan rasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiam Diri Dari Kemaksiatan Adalah Setan Bisu&lt;br /&gt;Disamping itu, jika tetap berdiam diri terhadap kemungkaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut, maka bisa-bisa kita disebut sebagai sosok setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Ar-Risalah al-Qusyairiyyah disebutkan, “Yang tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyuarakan kebenaran adalah syaitan bisu.” (Lihat hlm 62 bab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as-shumti). Ungkapan ini bukan hadis, tapi dikutip oleh banyak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulama dalam fatwa dan kitab-kitab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah menyebutkannya dalam Majmu ‘fatawa. Ibnu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Qayyim juga menukilnya. Imam an-Nawawi dalam Syarah Muslim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga mengutipnya dari Abi al-Qasim al-Qusyairy yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meriwayatkan dari Abu ‘Ali Ad-Daqqaq an-Naisaburi as-Syafie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau malah menjadi syaithan yang bisa berbicara yakni ketika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang disampaikan adalah perkara yang bathil. Assakitu ‘anil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;haqqi syaitahonun akhros, wal mutakallimu bil bathili &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syaithonun nathiqu (Orang yang diam dari menyampaikan kebenaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah syaitan yang bisu, dan orang yang berbicara kebathilan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adahlah syaitan yang bisa bicara) [Abu 'Ali Ad-Daqqaq &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;an-Naisaburi as-Syafie]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana para pendukung acara miss world mengatakan bahwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara ini tidak ada busana bikini dan sudah disesuaikan dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adat kebiasaan di Indonesia, serta akan mendongkrak pariwisata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Indonesia. Disamping itu mereka juga mengatakan bahwa ajang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini bukan hanya masalah beauty (kecantikan) namun brain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kecerdasan) dan behavior (sikap), namun menurut jubir HTI, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria kecerdasan, kebaikan tingkah laku hanya lips service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana mengukur semua hanya dalam beberapa hari? Dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miss World, Indonesia ingin dijadikan pusat liberalisasi budaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di dunia Islam,” ungkapnya dalam konferensi Pers tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beliau menambahkan bahwa Indonesia menjadi target &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liberalisasi mulai dari Irsyad Manji, Lady Gaga, sekarang Miss &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World. Artinya, ini liberalisasi Indonesia sebagai negeri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim terbesar di dunia terencana dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan, menurut sebagian ulama, berasal dari kata syathana; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maknanya adalah ba’uda, yakni jauh. Maksudnya, setan adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosok yang jauh dari segala kebajikan (Ibn Katsir, I/115, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zamakhsyari, I/39). Setan juga berarti sosok yang jauh dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpaling dari kebenaran. Karena itu, siapa saja yang berpaling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menentang (kebenaran), baik dari golongan jin ataupun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia, adalah setan (Al-Qurthubi, I/90, al-Alusi, I/166).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana gambaran yang bisa kita lihat pada Surat al-An’am &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayat 112 yang berbunyi : “Kami mengadakan bagi tiap-tiap Nabi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu musuh, syaitan-syaitan daripada manusia dan jin, yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk menipu; dan sekiranya Pemelihara kamu menghendaki, tentu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka tidak membuatnya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka mengada-adakan.” (TQS Al-An’am: 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korelasi Dakwah Fikriyah&lt;br /&gt;Kita tentu memahami bahwa sikap mereka yang mendukung kontes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;miss world tersebut berasal dari pola fikir sekuler liberalis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan sekuler karena mereka mengatakan Indonesia adalah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;negara demokrasi, bukan negara Islam maka tidak bisa hukum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agama dibawa ke hukum positif yang diadopsi negara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan mereka liberal karena mereka memahami bahwa apa yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka lakukan adalah sebuah kebebasan yang diatur oleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;undang-undang selama tidak merugikan orang lain kebebasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut. Maka mereka merasa bebas untuk menampilkan lekuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tubuhnya di hadapan semua orang. Mereka menilai bahwa hal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut adalah baik selama tidak merugikan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disinilah pentingnya secara massif untuk terjun ke &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat, hadir ditengah-tengah umat untuk berdakwah. Dakwah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merupakan aktivitas untuk memberikan penyadaran di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tengah-tengah umat, sadar akan “penyakit” yang mendera umat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini, sehingga kemudian mereka juga tahu apa “obatnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesadaran tersebutlah yang nantinya akan memberikan pemahaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditengah-tengah masyarakat akan bagaimana pola fikir yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar, meletakan bagaimana harus mensikapi sesuatu berdasarkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik buruk dengan standar Islam bukan perasaan saja, serta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memahami peraturan yang baik itu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa dakwah, bisa jadi umat ini tidak tahu kalau mereka sedang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sakit”. maka jika tidak ada dakwah maka mereka tidak tahu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sedang “sakit” dan merasa baik-baik saja. ini sangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama berbahanya sebagaimana salah satu karakter/type manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang di buat oleh Imam al Ghazali bahwa ada manusia yang TIDAK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHU kalau ia TIDAK TAHU. ini sangat berbahaya. masih mending &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia itu TAHU kalau ia TIDAK TAHU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah untuk merubah pola fikir masyarakat. mengubah pola &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fikir masyarakat yang tidak berfikir secara Islam menjadi pola &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fikir secara Islami. Karena pemikiran hanya bisa diubah&amp;nbsp; dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan pemikiran yang baru karena faktanya pemikiran hanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa diubah dengan pemikiran pula, bukan dengan aktivitas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merubah perasaan masyarakat yakni mengubah perasaan masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hal baik dan buruk berdasarkan perasaan manusia menjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perasaan baik dan buruk berdasarkan baik dan buruk menurut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketentuan syara’. Merubah peraturan yang ada ditengah-tengah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat, dimana sekarang aturan yang diterapkan sekarang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditengah-tengah masyarakat adalah aturan dari akal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia,menjadi aturan dari yang membuat akal manusia yakni &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah tersebutlah nanti lah yang akan mejadikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;individu-individu di masyarakat nanti menjadi pemikiran yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama, perasaan yang sama dan peraturan yang sama, maka insya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah kehidupan Islam akan tegak. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tetap berani menyuarakan kebenaran, agar tidak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkategori syaithan yang bisu ataupun syaithan yang bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicara. Qul al-haqqa walau kāna murra” (katakanlah kebanaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu walaupun pahit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:REPUBLIKA.CO.ID</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhN2aC2BLWB-40jqrvtLtYmD25UEK684bnlNllVNf_B5UV-gqqqcHVsft8ajdl-Eba_0G-tQ1tj5TKbMvAJpfm4sxIlKgHP4Aue-YW9XgHf51EhgwA13kv1b-q1Nq_SkY6rmWdBbJUUlrE/s72-c/tolak-miss-world.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Islam, Barat, dan Cara Kita Memandang Fashion</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/islam-barat-dan-cara-kita-memandang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 4 Sep 2013 15:19:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-8517277889909919975</guid><description>Oleh: Aditya Abdurrahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUTU Setia, seorang redaktur senior di Majalah TEMPO. Dalam tulisan&amp;nbsp; berjudul, “Kolom Cari Angin: Miss World” (Edisi 01 September 2013) ia seolah menyindir Menteri Agama Suryadharma Ali, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta mayoritas umat Islam yang paling getol menolak acara Miss World di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pak Menteri Agama, saya dan mungkin seluruh pendeta di kalangan Hindu sejatinya tak ada urusan dengan perhelatan Miss World itu. Jangankan ikut jadi panitia, diundang pun ogah. Betapapun cantiknya wanita-wanita yang datang dari penjuru dunia, pasti tetap lebih cantik jika cucu saya didandani. Itu urusan duniawi, bukan urusan agama. Kalau kita menekuni spiritual dan setiap hari bergelut dengan ayat-ayat suci, rasanya aneh jika masih mengurusi atau tergiur atau tergoda oleh kecantikan visual. Ini ranah budaya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika urusan budaya, kenapa agama dibawa-bawa? Miss World digelar di Bali, yang konon penduduknya mayoritas Hindu. Lha, kenapa fatwa MUI harus diperhatikan? Mestinya fatwa Parisada Hindu Dharma Indonesia--dan pasti mustahil ada fatwa seperti itu untuk acara budaya yang tidak melanggar agama. Kalau saran Pak Menteri kebablasan, nanti setiap acara apa pun di Bali--termasuk main layang-layang atau pesta ogoh-ogoh--jangan-jangan disuruh memperhatikan fatwa MUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Budaya itu beragam di Nusantara ini, dan NKRI dengan empat pilarnya--kayak menceramahi murid SD--menjamin keberagaman itu. Miss World dipadukan dengan budaya Bali, pembukaannya dengan tari kecak yang pemainnya bertelanjang dada--padahal peserta Miss World akan pakai kebaya. Mereka mengunjungi obyek wisata dengan pakaian adat Bali, karena ada obyek yang sekaligus menyatu dengan tempat suci. Apakah budaya lokal ini bertentangan dengan budaya nasional? Atau, budaya nasional harus menutup seluruh tubuh seperti budaya di Timur Tengah? Lalu, apakah budaya harus diseragamkan?,” demikian tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak kurang mengerti, apa benar masyarakat Hindu Bali sepikiran dengan si Putu, bahwa ajang pamer-pameran tubuh ini adalah budaya lokal mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan ketika suatu hari nanti di Bali menjadi tempat ajang (maaf) sebuah kontes pemilihan vagina terindah, “The Most Beautiful Miss V Contest”, sebagaimana pernah diselenggarakan oleh sebuah klub di Portland, Oregon tahun 2011,&amp;nbsp; si Putu juga mengklaim sebagai budaya lokal lagi, sebagaimana dia menulis di TEMPO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estetika dan cara pandang Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan Barat masuk melalui seluruh aspek kehidupan manusia diseluruh dunia. Hal-hal yang berkembang di Barat, saat ini, menjadi panutan bagi seluruh umat manusia diseluruh dunia. Menurut pakar sosiologi Islam, Ibnu Khaldun , hal ini merupakan suatu keniscayaan di mana peradaban yang sedang menang, jaya, dan maju, akan selalu menjadi panutan bagi peradaban-peradaban lain yang kalah. Dalam arti lain, peradaban yang saat ini kalah, sedang berada dibawah, atau mengalami stagnasi bahkan kemunduran, pasti menjadi pihak yang mengekor kepada peradaban yang saat ini sedang jaya: peradaban Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang mengalami perubahan adalah dalam aspek fashion. Cara berpakaian Barat yang saat ini ada, dianggap oleh Barat sendiri sebagai bentuk ‘perkembangan’. Gaya berdandan dan berpakaian yang mengikuti era modernisme dan postmodernisme secara cepat menyebar keseluruh penjuru dunia dengan image yang ‘cool’ dan ‘up to date’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam termasuk yang menjadi sasaran sekaligus di sisi lain sebagai penikmat fashion Barat. Mayoritas umat Islam yang tinggal di negara-negara Islam bukan hanya sudah lupa dengan kewajiban-kewajiban dalam menutup aurat sehingga kaidah-kaidah berpakaiannya jauh dari kaidah-kaidah berpakaian ala Islam, tapi lebih parah lagi, mereka menganggap fashion yang terbaik adalah apa yang sedang trend di Barat. Tingkat ketergantungan umat Islam melihat dunia fashion Barat sangat tinggi, hingga busana-busana Muslim dan Muslimah yang seharusnya lebih mengedepankan nilai-nilai syariat harus mengalami ‘akulturasi’ dengan gaya-gaya desain Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berbicara tentang dunia fashion di Barat, maka pembahasannya akan masuk dalam ranah seni dan desain. Kehadirannya di Barat sangat terkait dengan berbagai permasalahan yang ada dalam masyarakat (konsumen) seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, seni, lingkungan sekitar, dan berbagai faktor lainnya. Sebagaimana yang pernah dikatakan Gini Stephen Frings, seorang ahli fashion Barat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Because fashion reflects the way the consumer thinks and lives, it is influenced by the same social, economic, technological, and other enviromental forces, that influence all other aspects of people lives. Executives on all level of fashion industry must be aware of these environmental conditions if they are to make informed decision about styling and merchandising.”(Stephen F, Gini, “Fashion From Concept to Consumer")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda dengan pendapat Umberto Eco (1976) yang mengatakan bahwa fashion merupakan alat semiotika, yang didalamnya penuh dengan makna-makna. Seperti mesin yang dapat mengkomunikasikan pesan dari sang pemakai kepada orang lain yang melihat. Lalu apa yang hendak dikomunikasikan? Tentu tidak lepas dari identitas dari pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dari sudut pandang kelas sosial, ekonomi, budaya, bahkan tingkat pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika fashion berada dalam ranah seni dan desain ala Barat, maka pembahasan fashion di Barat akan menggunakan paradigma Barat dalam melihat apa itu seni dan desain. Tentu hal ini menuntut pandangan tentang bagaimana Barat mendefinisikan estetika dan etika didalam seni dan desain fashion itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang harus dimengerti tentang seni menurut Barat, yaitu tentang pemahaman mereka terhadap kedudukan estetika dan etika. Kedua aspek inilah yang nantinya akan memberikan pembeda paling kontras antara desain/seni fashion di Barat dengan fashion Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah estetik biasanya dikaitkan dengan arti 'citarasa yang baik’, ‘keindahan’ dan ‘artistik’. Estetika merupakan kajian yang menjadikan estetik sebagai objeknya. Dalam tradisi intelektual, biasanya estetika dipahami sebagai satu dari banyak cabang ilmu filsafat yang membahas tentang seni dan objek lainnya yang memiliki nilai estetik (baca: keindahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Barat, seni merupakan bagian dari kebudayaan modern yang mengedepankan rasionalisme dan materialisme.Kebudayaan yang demikian itu berusaha membuang aspek spiritualitas dan religiositas sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, tidak ada batasan apapun, termasuk agama, yang mereka gunakan dalam mengembangkan karya-karya seni dan desain di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan di Barat, seperti dalam tradisi modern, berakar pada realisme dan naturalisme. Hal ini yang menjadi alasan mengapa di Barat, fashion-fashion yang dianggap modern adalah yang mampu memberikan kesan natural dan apa adanya. Bahkan jika diterjemahkan dalam cara pandang mereka terhadap keindahan, maka bentuk tubuh manusia dianggap sebagai estetika seni tersediri, sehingga tidak menjadi masalah di Barat ketika tubuh telanjang dipamerkan di catwalk-catwalk pentas desain fashion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi Ruhiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam Islam, jika cara pandang umat Islam terhadap fashion sudah tidak lagi menggunakan cara pandang Islam, maka aktifitas berpakaian bukan lagi bernilai ibadah sebagaimana Allah Subhanahu Wata'ala memerintahkan kita untuk menutup aurat, berpakaian rapi, bersih dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat fashion tidak pada aspek ruhiyah-nya, sebagaimana yang diisyaratkan dalam ajaran-ajaran Islam, maka sudah pasti kita akan melihat fashion hanya dari dimensi fisiknya saja. Sebagaimana Barat ‘mengajarkan’ fashion sebagai trend dan gaya, kita akan melulu memperhatikan cara berpakaian dari dimensi-dimensi yang materialistis alias duniawi. Motif berpakaian kita hanya sampai pada tataran agar kita dianggap memiliki kelas sosial tertentu, status cantik atau ganteng, berpendidikan atau tidak, norak atau tidak, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah jika seseorang berpakaian dengan maksud ingin terlihat cantik. Tapi jika tujuan itu mengalahkan aturan-aturan tata berpakaian yang disyariatkan olh agama yang masing-masing kita bawah (baik Islam atau budaya lokal yang sering dibanggaan sebagaian orang) maka sesungguhnya cara berpikir Barat-lah yang kita pakai di mana estetika itu dilihat dari dimensi fisiknya. Bukan dimensi ruhiyahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, cara pandang dangkal ini sudah menjangkiti kita semua. Bahkan, pada mereka yang juga sok sering mengaku mempertahankan budaya lokal sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam sendiri, cara pandang sangat penting artinya. Yang mana yang kita pakai akan mempengaruhi bagaimana hasil yang akan kita terima di akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang, saatnya memilih, cara pandang Barat atau cara pandang kita sendiri? Silakan dipilih. Semua ada ditangan kita masing-masing. Wallahu a’lam.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah seorang pengajar di Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya dan salah satu anggota MIUMI Jatim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:hidayatullah.com</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Miss World: Sebuah Penipuan!</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/09/miss-world-sebuah-penipuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 4 Sep 2013 15:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-4179336427184912797</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ1tMBmiFQ8y-y6tB0RQifKyDMVmNhr67GIm9nk3kftn1eZZQuyXNRcXi0TCkvXy_YAcS_n7TYrfyQPzdcgR5AlSD_gB1xcUMUigHM7zj7-eYkyWWQf45RIbVUFNIkHJ97Asxi45LqvUU/s1600/TOLAK+MISS+WORLD+2013.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ1tMBmiFQ8y-y6tB0RQifKyDMVmNhr67GIm9nk3kftn1eZZQuyXNRcXi0TCkvXy_YAcS_n7TYrfyQPzdcgR5AlSD_gB1xcUMUigHM7zj7-eYkyWWQf45RIbVUFNIkHJ97Asxi45LqvUU/s1600/TOLAK+MISS+WORLD+2013.jpg" height="320" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh: Dr. Adian Husaini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PADA 5 September 2012 lalu, sebuah kontes kecantikan di China menuai kontroversi. Pasalnya, juri dianggap menetapkan kriteria fisik yang ‘terlalu ketat’.&amp;nbsp; Kontes yang diselenggarakan oleh “The Chinese website Model Net (mtw.cc), antara lain mensyaratkan: mulai babak semifinal dan seterusnya, jarak antara dua puting payudara harus di atas 7,8 inci (20 cm). Menurut panitia, kriteria ‘cantik’ itu berdasar pada standar China klasik dipadukan dengan hasil riset ilmiah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak mengkritik krtiteria “cantik” dalam kontes ini. Tapi, dalam kontes kecantikan,&amp;nbsp; yang dinilai dan diukur memang fisik kontestan. Mata, alis, jidat, hidung, bibir, leher, pipi, rambut, payudara, perut, pantat, dan kaki kontestan harus tampak cantik!&amp;nbsp; Semua anggota tubuh itu harus bisa dilihat dengan jelas dan bisa ‘diukur’ oleh dewan juri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011, sebuah situs perempuan memberitakan adanya sebuah kontes pemilihan vagina terindah di AS. Kontes itu diberi nama “The Most Beautiful Miss V Contest”, yang diselenggarakan oleh sebuah klub di Portland, Oregon. Kononnya, juri dalam kontes itu terdiri atas enam orang selebriti setempat.&amp;nbsp; Untuk menentukan pemenangnya, si juri dibekali dengan alat kaca pembesar. Akhirnya, setelah melakukan penelitian dengan cermat, terpilihlah seorang juara yang dianugerahi mahkota dan gelar sebagai “Miss Beautiful Vagina 2011”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, para pelaku ini berprinsip “Senin untuk seni!” Tidak ada nilai agama dilibatkan. Toh, kontes-kontes semacam ini menghibur, tidak mengganggu orang lain, bahkan menyedot banyak pengunjung. Dus, sangat menguntungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 15 November 2012, sebuah situs hiburan di Indonesia menampilkan judul berita: “Kriteria Miss Indonesia 2013 Ikuti Standar Miss World”.&amp;nbsp; Salah satu anggota tim juri audisi Miss Indonesia 2013 menyatakan: "Karena ini ajang kecantikan, bagaimanapun yang paling penting adalah fisik perlu diperhatikan, seperti wajah, tinggi badan dan proposional berat tubuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kontes kecantikan! Agar kontes semacam ini tidak menampakkan eksploitasi tubuh perempuan yang terlalu vulgar – mirip-mirip seleksi ‘binatang sembelihan’ -- maka dibuatlah kriteria ‘tambahan’ dengan memasukkan aspek intelektual, seperti wawasan sejarah, pengetahuan umum, dan kemampuan bahasa. Dalam sebuah acara konferensi pers di Jakarta, (19/2/213),&amp;nbsp;&amp;nbsp; Julia Morley, Chairwoman of Miss World Organization mengatakan: "Mereka semua yang mengikuti ajang Miss World adalah wanita-wanita cantik. Mereka semua bisa menjadi Miss World. Tapi kami memilih peraih gelar Miss World tidak hanya dari wajah cantik saja, tapi sangat penting bagi kami melihat satu di antara mereka yang benar-benar memiliki jiwa sosial yang tinggi."&amp;nbsp; (www.okezone.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ini kontes kecantikan! Sehebat apa pun seorang perempuan; mungkin ia juara olimpiade matematika, pakar ilmu pengetahuan, pekerja sosial hebat, pembela kaum tertindas, penemu vaksin AIDS, dan sebagainya&amp;nbsp; -- tapi tidak cantik, muka cacat bekas luka, ukuran cebol&amp;nbsp; – harus tahu diri. Menyingkirlah dari kontes ini! Sebab, Anda tidak cantik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penipuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya!” Konon, pemerintahan Bapak SBY saat ini sedang menggalakkan pendidikan karakter bangsa. Trilyunan rupiah digelontorkan dan ribuan guru dikerahkan untuk mewujudkan generasi berkarakter. Kurikulum baru sedang disusun. Katanya, tujuan Pendidikan membentuk manusia beriman dan bartaqwa dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul “Pribadi” (Jakarta: Bulan Bintang. 1982, cet. Ke-10), Prof. Hamka menulis:&amp;nbsp; “Dua puluh ekor kerbau pedati, yang sama gemuknya dan sama kuatnya, sama pula kepandaiannya menghela pedati, tentu harganya tidak pula berlebih kurang. Tetapi 20 orang manusia yang sama tingginya, sama kuatnya, belum tentu sama “harganya”, sebab bagi kerbau tubuhnya yang berharga. Bagi manusia, pribadinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamka, pribadi bukanlah semata-mata terkait dengan kehebatan fisik. Kondisi fisik tentu sangat penting, sebab seorang sulit merealisasikan pribadinya, tanpa fisik yang sehat dan kuat. Dalam bukunya, Hamka menyebut sebelas perkara yang membentuk kepribadian seseorang, yaitu (1) daya penarik, (2) cerdik,&amp;nbsp; (3) timbang rasa, (4) berani, (5) bijaksana, (6) baik pandangan, (7) tahu diri, (8) kesehatan badan, (9), bijak, (10) percaya pada diri sendiri, dan (12) tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. Daoed Joesoef, dalam memoarnya, Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran (Jakarta: Kompas, 2006) tercatat sebagai seorang pengkritik keras berbagai praktik ”kontes kecantikan”.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis:&amp;nbsp;&amp;nbsp; ”Pemilihan ratu-ratuan seperti yang dilakukan sampai sekarang adalah suatu penipuan, disamping pelecehan terhadap hakikat keperempuanan dari makhluk (manusia) perempuan. Tujuan kegiatan ini adalah tak lain dari meraup keuntungan berbisnis, bisnis tertentu; perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan, insting primitif dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk bisa hidup mewah. Sebagai ekonom aku tidak a priori&amp;nbsp; anti kegiatan bisnis. Adalah normal mencari keuntungan dalam berbisnis, namun bisnis tidak boleh mengenyampingkan begitu saja etika. Janganlah menutup-nutupi target keuntungan bisnis itu dengan dalih muluk-muluk, sampai-sampai mengatasnamakan bangsa dan negara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Daoed Joesoef, wanita yang terjebak ke dalam kontes ratu-ratuan, tidak menyadari dirinya telah terlena, terbius, tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya. Itu ibarat perokok atau pemadat yang melupakan begitu saja nikotin atau candu yang jelas merusak kesehatannya. ”Pendek kata kalau di zaman dahulu para penguasa (raja) saling mengirim hadiah berupa perempuan, zaman sekarang pebisnis yang berkedok lembaga kecantikan, dengan dukungan pemerintah dan restu publik, mengirim perempuan pilihan untuk turut ”meramaikan” pesta kecantikan perempuan di forum internasional.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2013 ini, Indonesia dipilih sebagai tuan rumah kontes Miss World. Acara puncak akan digelar di Sentul, Bogor, 28 September 2013. Berbagai kalangan masyarakat telah menyampaikan keberatan.&amp;nbsp; Umat Islam diajar oleh Nabi Muhammad SAW: berantaslah kemungkaran dengan tangan! Jika tidak mampu, dengan lisan. Jika tidak mampu juga, ingkarlah dengan hati; bencilah pada kemungkaran! Yang terakhir ini adalah selemah-lemahnya iman! Wallahu a’lam. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Ketua Program Doktor Pendidikan Islam —Universitas Ibn Khaldun Bogor. Artikel telah dimuat di Republika dan diedit ulang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:hidayatullah.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ1tMBmiFQ8y-y6tB0RQifKyDMVmNhr67GIm9nk3kftn1eZZQuyXNRcXi0TCkvXy_YAcS_n7TYrfyQPzdcgR5AlSD_gB1xcUMUigHM7zj7-eYkyWWQf45RIbVUFNIkHJ97Asxi45LqvUU/s72-c/TOLAK+MISS+WORLD+2013.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi (Bagian 2)</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/penyimpangan-di-sekitar-teks-proklamasi_20.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 20 Aug 2013 14:07:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-5504714157656480770</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpe_XMq-BY5RDhmwt7Hb7yLfhi94kDbIlPin5Yd0yVHew030kznZF9Nv8ROgoK1Gzd8lXL0mCS1T359RRTSFoyv3ThzGIFyfGxYcAH6VjWp0R0slgNcKMzOCJHRzKXd9Yusl9cdVMCQA/s1600/Proklamasi_Klad.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpe_XMq-BY5RDhmwt7Hb7yLfhi94kDbIlPin5Yd0yVHew030kznZF9Nv8ROgoK1Gzd8lXL0mCS1T359RRTSFoyv3ThzGIFyfGxYcAH6VjWp0R0slgNcKMzOCJHRzKXd9Yusl9cdVMCQA/s1600/Proklamasi_Klad.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bandingkan antara teks proklamasi yang sudah dipersiapkan bahkan seharusnya dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan teks proklamasi hasil corat-coret Bung Karno, maka setidaknya ada dua masalah mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dalam teks proklamasi otentik terdapat kalimat ”Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.” Sedangkan dalam teks teks proklamasi hasil corat-coret Bung Karno kalimat ini tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dalam teks proklamasi otentik terdapat kalimat ”…berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya”. Sedangkan dalam teks proklamasi hasil corat-coret Bung Karno kalimat ini tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua catatan di atas merupakan masalah mendasar, terutama bagi ummat Islam. Dihapusnya kalimat yang mencantumkan nama Allah subhaanahu wa ta’aala menyiratkan bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil jerih payah tangan manusia semata. Seolah bangsa Indonesia tidak pernah membutuhkan Allah ta’aala dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Padahal sejarah jelas mencatat bahwa semenjak para penjajah kafir Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang menginjakkan kaki di bumi Nusantara yang menjadi tulang punggung utama perlawanan terhadap mereka ialah para santri dan para kyai alias ummat Islam. Merekalah para mujahidin fi sabilillah yang dengan gagah berani memerdekakan negeri ini dari kehadiran para penjajah kafir tersebut. Dan selama mereka berjuang ratusan tahun seruan mereka tidak lain hanyalah ALLAH AKBAR…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendahulu kita menyadari bahwa satu-satunya tempat memohon pertolongan dalam mengusir para penjajah hanyalah Allah subhaanahu wa ta’aala. Ini berlaku sejak perjuangan Fatahillah, Imam Bonjol, Diponegoro hingga Bung Tomo di Surabaya. Dan ini pula yang telah menginspirasi para founding fathers dalam BPUPKI ketika merumuskan teks Proklamasi dan mukaddimah Undang-undang Dasar 1945. Sehingga dengan penuh ke-tawadhu-an mereka mencantumkan kalimat ”Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa”. Sebab mereka menyadari bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat diraih tanpa bantuan dan pertolongan Allah ta’aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa haula wa laa quwwata illa billah (Tiada daya dan tiada kekuatan selain bersama Allah ta’aala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Islam juga mengajarkan hal ini. Ketika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memasuki kota Makkah dalam peristiwa fenomenal Fathu Makkah tercatat wajah beliau hampir menyentuh leher untanya karena tawadhu merendahkan diri di hadapan pemberi kemenangan sebenarnya, yakni Allah ta’aala. Berbeda dengan para pemimpin dunia yang biasanya saat merayakan kemenangan mereka membusungkan dada dan mengangkat kepala tinggi seolah ingin menunjukkan bahwa dirinyalah penyebab kemenangan yang diraihnya. Mereka tidak ingat kepada Allah ta’aala samasekali…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah ta’aala dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS AnNashr ayat 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para founding fathers dalam BPUPKI memandang tidak cukup hanya mencantumkan asma Allah di dalam teks Proklamasi. Mereka malah kemudian mencantumkan jalan hidup seperti apa yang semestinya ditempuh ummat Islam di negeri ini agar tercermin rasa syukur semestinya kepada Allah ta’aala Yang memberikan kemerdekaan sebenarnya. Oleh karena itu tercantumlah di dalamnya kalimat ”…berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendahulu di negeri ini sadar bahwa sekedar menyatakan Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai tuhan tidaklah cukup. Namun lebih jauh lagi harus ditegaskan bahwa jalan hidup komponen terbesar bangsa harus diikat dengan syari’at Islam yang digariskan tuhan Allah subhaanahu wa ta’aala. Hanya dengan mengikatkan diri kepada tali agama Allah ta’aala sajalah ummat Islam di negeri ini bakal terpelihara kesatuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (QS Ali Imran ayat 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Firdaus AN menulis di dalam catatannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tanpa disadari, mereka telah memperlihatkan belangnya sebagai nasionalis sekuler dan kolaborator penjajah yang anti Islam, yang membawa masyarakat dan negara ke arah yang dimurkai Allah, yaitu deIslamisasi (baca: menjauhkan diri dari Islam). Jelaslah, kaum nasionalis sekuler tidak tahu arti bersyukur, dan tidak tahu arti syukur nikmat kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih perlukah kita merasa heran mengapa bangsa ini tidak kunjung selesai dirundung malang bila sejak hari-hari awal kemerdekaannya saja para pemimpinnya telah terlibat dalam pengkhianatan yang begitu fundamental…? Wallahu a’lam bish-showwaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:eramuslim.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpe_XMq-BY5RDhmwt7Hb7yLfhi94kDbIlPin5Yd0yVHew030kznZF9Nv8ROgoK1Gzd8lXL0mCS1T359RRTSFoyv3ThzGIFyfGxYcAH6VjWp0R0slgNcKMzOCJHRzKXd9Yusl9cdVMCQA/s72-c/Proklamasi_Klad.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penyimpangan di Sekitar Teks Proklamasi (1)</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/penyimpangan-di-sekitar-teks-proklamasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 20 Aug 2013 14:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-3272187603856455908</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDLWLwyT1IrQlILMSTV2TKF4uDMNtMf2TuWLPwzadC6H0F76qHXEmcSNUFTY8wJUZGw6hoZPw3yylcsxxvRYxrfirO7sefaG3hyphenhyphenLASGLZh6ofsUvTsjtBQdLiPZ1-5XKWaeXzmct2MGc/s1600/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDLWLwyT1IrQlILMSTV2TKF4uDMNtMf2TuWLPwzadC6H0F76qHXEmcSNUFTY8wJUZGw6hoZPw3yylcsxxvRYxrfirO7sefaG3hyphenhyphenLASGLZh6ofsUvTsjtBQdLiPZ1-5XKWaeXzmct2MGc/s1600/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tidak banyak di antara generasi muda di Indonesia yang mengetahui bahwa sebenarnya ada problem mendasar di sekitar peristiwa proklamasi Republik Indonesia. Adalah seorang tokoh sejarah bernama KH Firdaus AN yang menyingkap terjadinya pengkhianatan terhadap Islam menjelang, saat, dan setelah kemerdekaan. Menurut beliau semestinya ada sebuah koreksi sejarah yang dilakukan oleh ummat Islam. Koreksi sejarah tersebut menyangkut pembacaan teks proklamasi yang setiap tahun dibacakan dalam upacara kenegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan ensiklopedia bebas wikipedia, naskah proklamasi ditulis tahun 05 karena sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605. Berikut isi teks proklamasi yang disusun oleh duet Soekarno-Hatta:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks tersebut merupakan hasil ketikan Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proklamasi kemerdekaan itu diumumkan di Rumah Bung Karno, jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, pada 17 Agustus 1945, hari Jum’at, bulan Ramadhan, pukul 10.00 pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik KH Firdaus AN terhadap teks Proklamasi diatas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teks Proklamasi seperti tersebut diatas jelas melanggar konsensus, atau kesepakatan bersama yang telah ditetapkan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 22 Juni 1945.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang ditetapkan pada 22 Juni 1945 itu ialah, bahwa teks Piagam Jakarta harus dijadikan sebagai Teks Proklamasi atau Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Alasan atau dalih Bung Hatta seperti diceritakan dalam bukunya Sekitar Proklamasi hal. 49, bahwa pada malam tanggal 16 Agustus 1945 itu, ‘Tidak seorang di antara kami yang mempunyai teks yang resmi yang dibuat pada tanggal 22 Juni 1945, yang sekarang disebut Piagam Jakarta, ‘ tidak dapat diterima, karena telah melanggar kaidah-kaidah sejarah yang harus dijunjung tinggi. Mengapa mereka tidak mengambil teks yang resmi itu di rumah beliau di Jl. Diponegoro yang jaraknya cukup dekat, tidak sampai dua menit perjalanan? Mengapa mereka bisa ke rumah Mayjend. Nisimura, penguasa Jepang yang telah menyerah dan menyempatkan diri untuk bicara cukup lama malam itu, tapi untuk mengambil teks Proklamasi yang resmi dan telah disiapkan sejak dua bulan sebelumnya mereka tidak mau? Sungguh tidak masuk akal jika esok pagi Proklamasi akan diumumkan, jam dua malam masih belum ada teksnya. Dan akhirnya teks itu harus dibuat terburu-buru, ditulis tangan dan penuh dengan coretan, seolah-olah Proklamasi yang amat penting bagi sejarah suatu bangsa itu dibuat terburu-buru tanpa persiapan yang matang!&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teks Proklamasi itu bukan hanya ditandatangani oleh 2 (dua) orang tokoh nasional (Soekarno-Hatta), tetapi harus ditanda-tangani oleh 9 (sembilan) orang tokoh seperti dicantum dalam Piagam Jakarta. Keluar dan menyimpang dari ketentuan tersebut tadi adalah manipulasi dan penyimpangan sejarah yang mestinya harus dihindari. Teks itu tidak otentik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Deklarasi Kemerdekaan Amerika saja ditandatangani oleh lebih dari 5 (lima) orang tokoh.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teks Proklamasi itu terlalu pendek, hanya terdiri dari dua alinea yang sangat ringkas dan hampa, tidak aspiratif. Ya, tidak mencerminkan aspirasi bangsa Indonesia; tidak mencerminkan cita-cita yang dianut oleh golongan terbesar bangsa ini, yakni para penganut agama Islam. Tak heran banyak pemuda yang menolak teks Proklamasi yang dipandang gegabah itu. Tak ada di dunia, teks Proklamasi atau deklarasi kemerdekaan yang tidak mencerminkan aspirasi bangsanya. Teks Proklamasi itu manipulatif dan merupakan distorsi sejarah, karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dalam sejarah tak ada kata maaf, karena itu harus diluruskan kembali teks Proklamasi yang asli. Adapun teks Proklamasi yang otentik, yang telah disepakati bersama oleh BPUPKI pada 22 Juni 1945 itu sesuai dengan teks atau lafal Piagam Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelasnya, teks proklamasi itu haruslah berbunyi seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; PROKLAMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, dan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemudian dari pada itu, untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasarkan kepada ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jakarta, 22 Juni 1945&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr. Ahmad Soebardjo, Abikusno Tjokrosujoso, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, KH. Wahid Hasjim, Mr. Muh Yamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Firdaus AN mengusulkan supaya dilakukan koreksi sejarah. Untuk selanjutnya, demi menghormati musyawarah BPUPKI yang telah bekerja keras mempersiapkan usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, maka semestinya pada setiap peringatan kemerdekaan RI tidak lagi dibacakan teks proklamasi “darurat” susunan BK-Hatta. Hendaknya kembali kepada orisinalitas teks proklamasi yang otentik seperti tercantum dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945 diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang mensinyalir bahwa dekadensi ummat terjadi secara gradual. Didahului pertama kali oleh terurainya ikatan Islam berupa simpul hukum (aspek kehidupan sosial-kenegaraan). Tanpa kecuali ini pula yang menimpa negeri ini. Semenjak sebagian founding fathers negeri ini tidak berlaku “amanah” sejak hari pertama memproklamirkan kemerdekaan maka diikuti dengan terurainya ikatan Islam lainnya sehingga dewasa ini kita lihat begitu banyak orang bahkan terang-terangan meninggalkan kewajiban sholat. Mereka telah mencoret kata-kata “syariat Islam” dari teks proklamasi. Bahkan dalam teks proklamasi “darurat” tersebut nama Allah ta’aala saja tidak dicantumkan, padahal dibacakan di bulan suci Ramadhan! Seolah kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia tidak ada kaitan dengan pertolongan Allah ta’aala…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah sholat.” (HR. Ahmad 45/134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:eramuslim.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDDLWLwyT1IrQlILMSTV2TKF4uDMNtMf2TuWLPwzadC6H0F76qHXEmcSNUFTY8wJUZGw6hoZPw3yylcsxxvRYxrfirO7sefaG3hyphenhyphenLASGLZh6ofsUvTsjtBQdLiPZ1-5XKWaeXzmct2MGc/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keluarga yang Berkumpul di Surga</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/keluarga-yang-berkumpul-di-surga.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 3 Aug 2013 09:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-4984386160021555191</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzQArt16CHYAR-rcVQlMpPJNaEJeF8WH3LFx29WU2QxOk9PMs7SHuKE19zOlys8WXWKMEunMZXoisNQhfeXSu0zvvCs_l73AGfe4nuZMNMI_Lw0s18G0dVVnmdhpn2yFzFXzZLP8jA0FY/s1600/family.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzQArt16CHYAR-rcVQlMpPJNaEJeF8WH3LFx29WU2QxOk9PMs7SHuKE19zOlys8WXWKMEunMZXoisNQhfeXSu0zvvCs_l73AGfe4nuZMNMI_Lw0s18G0dVVnmdhpn2yFzFXzZLP8jA0FY/s1600/family.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Oleh: Tiffatul Sembiring (Menkominfo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikutinya dalam keimanan, kami akan kumpulkan (di Surga) bersama anak-cucu mereka" QS At-Thuur : 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kesempatan, Nabi saw menasihati putri kesayangan beliau yang bernama Fathimah. "Wahai Fathimah binti Muhammad, beramallah untuk bekal (akhirat)-mu. Karena aku (Nabi saw) tidak akan bisa menolong engkau sedikitpun di akhirat nanti," tegas Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhaanallah," begitulah nasihat Nabi saw untuk Fathimah. Dan memang orangtua tidak dapat memberikan garansi kepada anak-anaknya, kecuali sang anak mau berupaya menggapai surga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah apa yang terjadi pada Nabi Nuh as. Beliau berpisah dengan sang anak, lantaran si anak tidak mau mengikutinya beriman. Bahkan ketika air banjir bandang datang, ketika sang anak timbul tenggelam dipermainkan gelombang air bah, sebagai ayah, Nuh as tidak tega melihatnya. Dan diapun berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rabbi, itu anakku adalah keluargaku. Sungguh janji Engkau benar, dan hanya Engkau Hakim yang Maha Adil," pinta Nuh as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt menjawab: "Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah tergolong keluargamu, karena dia tidak beramal sholeh. Maka janganlah engkau meminta kepadaKu sesuatu yang engkau tidak mengetahuinya,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, sekalipun itu adalah anak kandung nabi Nuh as, namun jika dia tidak beriman, maka Allah swt mengatakan bahwa anak itu bukanlah termasuk anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping usaha keras untuk mendidik dan mengarahkan tanggung jawab kita, anak-anak tercinta bersama isteri, agar kelak dapat berkumpul di surga Allah, maka janganlah lupa berdoa untuk meraih kebahagiaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya kebahagiaan hakiki itu adalah, tatkala kita bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan beriman dan bertakwa saat di dunia, kemudian berhasil pula berkumpul kembali di surga Allah swt kelak. Semoga saja kita bisa meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ingatlah akan Hadits Nabis saw: "Nanti di hari Kiamat, seseorang suami diseret ke tengah-tengah Padang Mahsyar. Bergelayutan isteri dan anak-anaknya di lengan kanan dan lengan kirinya,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dihisab, ternyata sang suami bisa masuk surga, lantaran amalnya cukup. Sementara sang isteri dan anak-anaknya dinyatakan masuk neraka, lantaran kurang amal saat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang isteri berkata: "Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinikahi dan dipergauli, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari laki-laki ini," ujar isterinya sambil menunjuk-nunjuk suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu anak-anaknyapun protes: "Ya Allah, demi keadilan Engkau. Saya dinafkahi dan diberi harta, tapi saya tidak diajari Islam yang saya tidak mengerti. Ambil hak kami dari ayah kami ini," ujar anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua keluarga itu dimasukkan ke dalam neraka. "Nau’dzubillahi min dzalik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika.co.id </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzQArt16CHYAR-rcVQlMpPJNaEJeF8WH3LFx29WU2QxOk9PMs7SHuKE19zOlys8WXWKMEunMZXoisNQhfeXSu0zvvCs_l73AGfe4nuZMNMI_Lw0s18G0dVVnmdhpn2yFzFXzZLP8jA0FY/s72-c/family.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kita Adalah Raja !</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/kita-adalah-raja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 3 Aug 2013 09:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-5147667212806821352</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE0Nn1q5OfY6uPNV2NNq1PBmDKjTXK0J2YBGFJqY2RRpmbxHm7sA4IQMV6UMaf5zf4HNJlKCL0yuwbG_upuOOhL66oyB3QrbnjUU1H1Izt4Ojxq1Xoo0RWc3noQpDU_2NOIZfpPvXc_Yk/s1600/muhammad+alfatih.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE0Nn1q5OfY6uPNV2NNq1PBmDKjTXK0J2YBGFJqY2RRpmbxHm7sA4IQMV6UMaf5zf4HNJlKCL0yuwbG_upuOOhL66oyB3QrbnjUU1H1Izt4Ojxq1Xoo0RWc3noQpDU_2NOIZfpPvXc_Yk/s1600/muhammad+alfatih.png" height="132" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kisah yang akan saya ceritakan ini saya peroleh dari sebuah khutbah shalat Jum’at di suatu masjid di Jakarta. Dahulu ada satu negeri muslim yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Hal ini karena negeri itu diperintah oleh seorang Raja yang adil, bijak dan tidak korup. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Dia senantiasa bertanya kepada Para Mentrinya mengenai keadaan rakyatnya dan selalu diterima laporan bahwa rakyatnya makmur, sehat dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam Sang Raja ingin keliling negeri melihat langsung kondisi&lt;br /&gt;rakyatnya. Dengan ditemani beberapa orang Mentri dan Pembantunya, Sang Raja secara diam-diam pergi keliling negeri. Di suatu rumah Sang Raja mendengar rintihan seorang pemuda yang kelaparan. Si Ibu dengan suara lemah mengatakan kepada anaknya bahwa dia sudah tidak memiliki lagi persediaan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja mendengar itu langsung bertanya kepada Mentrinya bagaimana hal ini bisa terjadi? Setelah tanya jawab dengan Para Mentri dan Pembantunya, mereka sepakat untuk secara diam-diam membawa sang anak ke istana malam itu juga dan mengangkatnya menjadi Raja selama sehari besok saja. Mereka menunggu hingga si anak tertidur, setelah itu secara diam-diam beberapa Pembantu Istana membawa si anak yang masih tertidur, tanpa diketahui oleh si Ibu maupun anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di istana si anak di tidurkan dalam kamar tidur yang besar dan mewah. Pagi harinya ketika terbangun dari tidurnya si anak heran, dimanakah dia berada? Segera beberapa pembantu istana menjelaskan bahwa dia saat ini di istana kerajaan dan diangkat menjadi Raja. Para Pembantu istana sibuk melayaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di tempat terpisah si ibu kebingungan dan cemas karena dia mendapati anaknya hilang dari rumahnya. Di carinya kemana-mana tapi sang anak pujaan hati tetap tak ditemukannya. Siang harinya sambil menangis dan bercucuran air mata si ibu pergi ke istana Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya ke pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gerbang istana si ibu tertahan oleh Para Penjaga istana dan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Raja. Namun demikian, seorang Penjaga itu masuk ke dalam dan memberi tahu kepada Sang Raja (Pemuda yang baru diangkat jadi raja) bahwa di luar istana ada seorang ibu tua lusuh dan kelaparan yang sedang mencari anaknya yang hilang. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk mensedekahkan satu karung beras kepada ibu tua miskin tersebut. Malam harinya Sang Raja tidur kembali di kamarnya yang megah dan mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Sang Raja yang asli dengan Para Pembantunya secara diam-diam kembali memindahkan pemuda yang sedang tidur lelap itu kembali ke rumah ibunya. Esok pagi si ibu sangat gembira karena telah menemukan kembali anaknya yang hilang kemarin. Sebaliknya si Pemuda heran kenapa dia ada disini kembali. Si ibu bercerita bahwa kemarin dia mencarinya kesana-kemari hingga pergi ke istana untuk minta bantuan, dan pulangnya dia diberi oleh Raja sekarung beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Anak segera menyadari bahwa dia kemarin yang memberi sekarung beras itu. Kemudian bergegas dia pergi ke istana dan menghadap Raja, minta diangkat kembali menjadi raja. Sang Raja segera menolak dengan mengatakan bahwa waktu/kesempatannya menjadi raja sudah habis. Si Pemuda tetap memohon, bahkan kalau perlu diangkat menjadi raja setengah hari saja. Jika dia menjadi raja, dia ingin mengirim beras ke ibunya lebih banyak lagi, tidak hanya sekarung seperti kemarin. Sang Raja tetap menolak permohonan pemudam itu. Sambil menghiba-hiba Pemuda itu minta hanya sejam saja bahkan beberapa menit saja, tetapi Sang Raja tetap menolak dengan alasan waktumu menjadi raja sudah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan sangat menyesal dan menangis si Pemuda pulang kembali ke rumah gubuknya dan melihat hanya ada sekarung beras di rumahnya, yang sebentar lagi juga habis dimakan mereka berdua. Dia sangat menyesal mengapa waktu dia menjadi raja dia tidak mengirim beras banyak-banyak ke ibunya itu. Kini kesempatan itu telah hilang dan tak akan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kisah yang menganalogikan bagaimana nanti orang-orang kafir dan orang-orang berdosa lainnya menyesal di yaumil akhir. Mereka menghiba-hiba kepada Allah swt “…dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” (Al A’raaf:53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Allah tetap menolak dengan alasan waktumu telah habis. Para pendosa itu sangat menyesali hidupnya di dunia dulu. Kenapa dia sangat kikir dulu, seandainya dia dermawan maka tidak hanya sekarung beras yang dia kirim tetapi mungkin berton-ton beras yang dia kirim. Karena kiriman beras itu bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Allah swt mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri”(Muhammad:38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beras itulah pahala, oleh karena itu gunakanlah waktu kita saat hidup di dunia ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup kita di yaumil akhir kelak. Mumpung kita masih hidup di dunia yang diibaratkan kisah diatas kita saat ini masih menjadi Raja yang tinggal di istana. Anda saat ini adalah seorang Raja!! Gunakan kesempatan ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya. Jangan sia-siakan waktu anda untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt telah memperingatkan kita untuk menggunakan waktu ini&lt;br /&gt;sebaik-baiknya dalam Surat Al Ashr: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pernah ditanya siapakah orang yang paling pintar itu? Beliau menjawab bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang banyak mengingat kematian dan dia mempersiapkan kematiannya itu sebaik-baiknya. Orang kafir adalah “orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka” (Al-A’raaf : 51).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwansyah Johan Al Taqiyyan&lt;br /&gt;
sumber: eramuslim.com</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiE0Nn1q5OfY6uPNV2NNq1PBmDKjTXK0J2YBGFJqY2RRpmbxHm7sA4IQMV6UMaf5zf4HNJlKCL0yuwbG_upuOOhL66oyB3QrbnjUU1H1Izt4Ojxq1Xoo0RWc3noQpDU_2NOIZfpPvXc_Yk/s72-c/muhammad+alfatih.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bersujudlah</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/bersujudlah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 3 Aug 2013 09:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-95127707083614918</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLHV_YAk_niZuP9rL5kaVuKeahUMPOryb37wBdFVYZdiKJJgMNcfq4LxHqGPC1n8MRECFS4HA3QL_VEpRskiYIHfQQ5wGwsivoQ3r0Jsw1oyZS7Who2KExrKAMMWE-z8-Q1rsFRRXEkQE/s1600/kaki.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLHV_YAk_niZuP9rL5kaVuKeahUMPOryb37wBdFVYZdiKJJgMNcfq4LxHqGPC1n8MRECFS4HA3QL_VEpRskiYIHfQQ5wGwsivoQ3r0Jsw1oyZS7Who2KExrKAMMWE-z8-Q1rsFRRXEkQE/s1600/kaki.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Ada orang yang beranggapan ibadah adalah urusan orang-orang tua, bahkan ada yang shalat cepat sekali sehingga mengabaikan bacaan-bacaan shalat yang seharusnya dibaca dengan baik termasuk ketika bersujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan-akan tidak membaca do’a sedikitpun ketika bersujud. Padahal saat itulah kita merasa kecil di hadapan Allah SWT. Saat bersujud, kita meletakkan anggota tubuh di tempat yang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tanggalkan semua atribut keduniaan, kita copot gelar kebangsawanan, kita letakkan semua gelar kehormatan. Semuanya kecil ketika bersujud di hadapan Allah SWT. Saat itulah kita banyak membaca do’a.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Kalian harus memperbanyak sujud kepada Allah SWT. Ketika kalian bersujud, Allah akan angkat derajat kalian, dan Allah akan menghapus satu dosa kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal penting yang patut kita garisbawahi dari hadis di atas. Perintah sujud yang disampaikan Rasulullah SAW memberikan dua manfaat yang sangat berguna bagi kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan banyak bersujud, Allah SWt akan angkat derajat kita. Derajat yang akan Allah berikan kepada kita bisa berupa derajat di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia bisa berupa kehidupan sakinah, berupa jabatan, bisa berupa mendapatkan jodoh yang ideal, bisa juga keinginan-keinginan lain yang dikabulkan. Semuanya itu merupakan dampak positif dari banyak bersujud kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkat derajat di akhirat hanyalah Allah SWT yang Maha Mengetahui. Tidak seorangpun manusia yang mengetahui akan hal itu, karena itu menjadi rahasia Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan bersujud Allah SWT akan menghapus satu dosa. Sebagai manusia tentu saja banyak perbuatan dosa yang kita lakukan, disengaja ataupun tidak. Perbuatan dosa tersebut tidak kita ketahui jumlahnya, kecuali nanti di yaumil hisab (Hari perhitungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran Rasulullah SAW banyak bersujud agar dosa kita satu persatu dihapus. Semakin banyak kita bersujud, semakin banyak dosa kita yang dihapus. Semakin banyak kita melaksanakan shalat tentu semakin banyak sujud yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam satu raka’at shalat kita bersujud sebanyak dua kali, dalam 17 raka’at sehari semalam kita sudah bersujud sebanyak 34 kali. Bagaimana dengan shalat sunat lainnya yang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh, shalat taraweh yang kita laksanakan di bulan Ramadhan. Ada yang melaksanakan 11 raka’at, ada juga yang melaksanakan 23 raka’at. Bisa kita hitung 23 raka’at berarti 46 kali sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dijumlahkan shalat wajib dan shalat taraweh berarti kita sehari-semalam, kita bersujud kepada Allah 34 + 46 = 80 kali sujud. Itu berarti kalau Allah SWT menjanjikan satu kali sujud menghapus satu dosa, sehari semalam di bulan Ramadhan terhapus 80 dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dosa yang kita perbuat dalam sehari banyak sekali lebih dari 80 perbuatan dosa. Rasanya dengan bersujud sebanyak 80 kali sehari masih belum dapat menghapus dosa-dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bersujudlah kepada Allah SWT sebanyak-banyaknya. Tidak perlu dihitung-hitung. Setiap kali ada waktu luang bersujudlah, karena memang Allah menciptakan kita manusia tidak lain untuk beribadah kepadaNya. Wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ustaz Ahmad Dzaki&lt;br /&gt;sumber: REPUBLIKA.CO.ID</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLHV_YAk_niZuP9rL5kaVuKeahUMPOryb37wBdFVYZdiKJJgMNcfq4LxHqGPC1n8MRECFS4HA3QL_VEpRskiYIHfQQ5wGwsivoQ3r0Jsw1oyZS7Who2KExrKAMMWE-z8-Q1rsFRRXEkQE/s72-c/kaki.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Engkau Benar, Sepertiga Malam Terakhir adalah Waktu Yang Ajib !</title><link>http://bumialfatih.blogspot.com/2013/08/engkau-benar-sepertiga-malam-terakhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 2 Aug 2013 16:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2399695244442369532.post-369198239328295536</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM879al2qXbgTQpU7lIKHZaTR1WwADmbKCxSs3mBi-RiIaGL-lMdB912cdpmwzWDt2PU1wrWw7JIQpG6QBt_hJW9zIjxbXZtz2Tqrl02l8S5hc5QexjUbdQev5MdVDbnbgYZA4ubjlWPQ/s1600/keutamaan-shalat-malam.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM879al2qXbgTQpU7lIKHZaTR1WwADmbKCxSs3mBi-RiIaGL-lMdB912cdpmwzWDt2PU1wrWw7JIQpG6QBt_hJW9zIjxbXZtz2Tqrl02l8S5hc5QexjUbdQev5MdVDbnbgYZA4ubjlWPQ/s1600/keutamaan-shalat-malam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Seorang menteri di Baghdad telah berlaku lalim terhadap kekayaan seorang wanita tua. Hartanya dirampas dan semua hak wanita itu dirampok. Tapi si wanita itu dengan berani mengadukan kelaliman itu kepada menteri dimaksud sambil menangis dan memprotes kekejamannya. Sang menteri sama sekali bergeming dan tak menyadari kekejamannya terhadap si wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu kemudian mengancam, “Jika engkau tidak menyadarinya juga, aku akan memohon kepada Allah agar engkau celaka.” Menteri itu malah tertawa terkekeh-kekeh dan mengejek wanita itu seraya berkata dengan angkuh, “Berdoalah di sepertiga akhir malam.” Wanita itupun pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, pada sepertiga malam terakhir, ia selalu berdoa. Tak berapa lama kemudian, menteri itu dimakzulkan, dan seluruh hartanya disita. Ia diikat di tengah pasar dan dicambuk sebagai hukuman ta’zir atas kejahatannya kepada rakyat. Pada saat itu si wanita tua lewat, dan melihat siapa yang diikat. Katanya, “Engkau benar. Engkau telah menganjurkan kepadaku untuk berdoa di sepertiga malam terakhir, dan terbukti sepertiga terakhir malam itu memang waktu paling baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertiga malam itu sangat mahal dalam kehidupan kita, sangat berharga. Sebab itulah Rabb Yang maha Mulia berfirman. “Adakah seseorang yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan apa yang dia minta, adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku sehingga aku ampuni dia, dan adakah orang yang berdoa kepada-Ku lalu Aku kabulkan doanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari remaja, dan dari sekian banyak cerita yang pernah saya dengar, ada sebuah peristiwa yang sangat membekas dalam hidupku yang tidak mungkin saya lupakan. Yang saya rasakan saat itu adalah bahwa tak ada yang lebih dekat daripada Dzat Yang Maha Dekat, yang memiliki jalan keluar, pertolongan, dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini, waktu itu saya bersama sejumlah penumpang lainnya terbang dari Abha menuju Riyadh, bertepatan dengan pecahnya Krisis Teluk. Di dalam pesawat yang sedang terbang itu, dikabarkan kepada seluruh penumpang bahwa pesawat akan kembali ke bandara Abha karena ada kerusakan. Kamipun kembali ke Abha, dan kru memperbaiki pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kerusakan diperbaiki, kami terbang lagi. Namun ketika kami sudah mendekati Riyadh, roda pesawat tak mau turun. Selama satu jam, pesawat hanya berputar-putar di atas kota Riyadh. Pilot telah berusaha melakukan pendaratan sebanyak sepuluh kali namun setiap kali sudah dekat ke landasan dan berusaha mendarat selalu gagal, dan pesawatpun terbang lagi. Saat itu kami panik, dan banyak diantara kami yang sudah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penumpang wanita menangis. Saya lihat air mata mengalir deras di pipi. Kini kami berada di antara langit dan bumi menunggu kematian yang bisa lebih cepat dari kerdipan mata. Teringat olehku segalanya, namun tak ada yang lebih baik dari amal shaleh. Hati saya segera tertuju kepada Allah dan alam akhirat. Dan, dunia menjadi sangat tidak berharga. Saat itu, yang selalu keluar dari bibir kami adalah, Laa Ilaaha ilallallaah wahduhu laa syariikalah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa’alaa kulli syai’in qadiir (Tidak ada Ilah selain Allah, satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya semuau kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini meluncur dengan jujur dari bibir kami. Seorang Syaikh yang sudah berumur berdiri dan berseru kepada seluruh penumpang untuk meminta perlindungan kepada Allah, berdo’a kepada-Nya, memohon ampunan-Nya, dan bertobat atas segala kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sendiri telah menjelaskan tentang sifat manusia, Maka tatkala mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (QS Al-’Ankabut: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun berdoa kepada Dzat Yang Mengabulkan doa orang yang dalam keadaan terjepit, seperti yang dilakukan oleh orang yang terjepit. Kami betul-betul khusyu’ dalam doa kami. Tak berapa lama, pada usaha yang kesebelas dan keduabelas kami bisa mendarat dengan selamat. Ketika turun dari pesawat kami seperti baru saja keluar dari kuburan. Jiwa kami kembali seperti sedia kala, air mata sudah mengering, dan senyuman kembali mengembang. Sungguh agung kebaikan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak kita memohon kepada Allah saat bahaya menimpa, tatkala bencana itu hilang kita melupakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lautan kita berdoa kepada-Nya agar kapal kita selamat, namun ketika sudah kembali ke darat kita durhaka kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menaiki angkasa dengan aman dan santai, tidak jatuh karena Yang menjaga adalah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah kebaikan dan bantuan Yang Maha Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Laa Tahzan, karya Dr. Aidh Al-Qarni,&lt;br /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM879al2qXbgTQpU7lIKHZaTR1WwADmbKCxSs3mBi-RiIaGL-lMdB912cdpmwzWDt2PU1wrWw7JIQpG6QBt_hJW9zIjxbXZtz2Tqrl02l8S5hc5QexjUbdQev5MdVDbnbgYZA4ubjlWPQ/s72-c/keutamaan-shalat-malam.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>