<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Media-Pembelajaran</title><description>`мєđια ρємвєĻαĵαяαη υηĵα -ƒιѕιкα`</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 1 Nov 2024 04:16:08 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>`мєđια ρємвєĻαĵαяαη υηĵα -ƒιѕιкα`</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/pemerataan-pendidikan-masyarakat-miskin_3154.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-4636118930362939605</guid><description>
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
BAB I
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.1             Latar Belakang 
Penididikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memlihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan.
Pada dasarnya setiap kegiatan yang dilakukan akan menimbulkan dua macam dampak yang saling bertentangan. Kedua dampak itu adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif adalah segala sesuatu yang merupakan harapan  dari pelaksanaan kegiatan tersebut, dengan kata lain dapat disebut sebagai ’Tujuan’. Sedangkan dampak negatif adalah segala sesuatu yang bukan merupakan harapan dalam pelaksanaan kegitan tersebut, sehingga dapat disebut sebagai hambatan atau masalah yang ditimbulkan.
Jika peristiwa di atas dihubungkan dengan pendidikan, maka pelaksanaan pendidikan akan menimbulkan dampak negatif yang disebut sebagai masalah dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan lebih tepat bila disebut sebagai permasalahan Pendidikan.
Pembangunan pendidikan merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Pembangunan pendidikan sangat penting karena perannya yang signifikan dalam mencapai kemajuan di berbagai bidang kehidupan: sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Karena itu, pemerintah berkewajiban untuk memenuhi hak setiap warga negara dalam memperoleh layanan pendidikan guna meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, yang mewajibkan pemerintah bertanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan umum.
Semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran tanpa terkecuali, baik ”yang kaya” maupun ”yang miskin” dan masyarakat perkotaan maupun pedesaan (terpencil). Kurang meratanya pendidikan di Indonesia terutama akses memperoleh pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil menjadi suatu masalah klasik yang hingga kini belum ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menanganinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.2             Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka yang menjadi permasalahan dan diungkapkan dalam makalah ini adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bagaimana pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?&lt;br /&gt;
2.    Apa saja permasalahan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?&lt;br /&gt;
3. Bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.3              Batasan Masalah
Agar masalah yang dikemukakan terarah pada sasaran maka perlu pembatasan pada makalah ini, yaitu hanya membahas tentang pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.4              Tujuan Penulisan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;a.    Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :
 Untuk mengetahui bagaimana pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;b.     Untuk mengetahui apa saja permasalahan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;c.     Untuk mengetahui bagaimana upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;BAB II
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.1 Pemerataan Pendidikan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pemerataan berasal dari kata dasar rata, yang berarti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1) meliputi seluruh bagian,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2) tersebar kesegala penjuru, dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama.&lt;br /&gt;
Sedangkan kata pemerataan berarti proses, cara, dan perbutan melakukan pemerataan. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses, cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.
Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah  pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama unutk memperoleh pendidikan. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut  jenis kelamin, status sosial, agama, amupun letak lokasi geografis.&lt;br /&gt;
Dalam propernas tahun 2000-2004 yang mengacu kepada GBHN 1999-2004 mengenai kebijakan pembangunan pendidikan pada poin pertama menyebutkan:
“Mengupayakan perluasan dan pemeraatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya Manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peninggakatan anggaran pendidikan secara berarti“. Dan pada salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan Indonesia adalah untuk  pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan bagi setiap warga negara. 
Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa Pemerataan Pendidikan merupakan tujuan pokok yang akan diwujudkan. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi, maka pelaksanaan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. Hal inilah yang menyebabkan masalah pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk ditanggulangi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan, hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah, tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.&lt;br /&gt;
Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 5 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;dan pasal 11, ayat (1) menyatakan “Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”bagian.&lt;br /&gt;
Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya. Para pendiri bangsa meyakini bahwa peningkatan taraf pendidikan merupakan salah satu kunci utama mencapai tujuan negara yakni bukan saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menciptakan kesejahteraan umum dan melaksanakan ketertiban dunia.
Pendidikan mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan
bangsa serta memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Pendidikan akan menciptakan masyarakat terpelajar (educated people) yang menjadi prasyarat terbentuknya masyarakat yang maju, mandiri, demokratis, sejahtera, dan bebas dari kemiskinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.2     Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Era global ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan industri, kompetisi dalam semua aspek kehidupan ekonomi, serta perubahan kebutuhan yang cepat didorong oleh kemajuan ilmu dan teknologi.&lt;br /&gt;
Untuk memenuhi perkembangan ilmu dan teknologi, diperlukan SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia perlu ditingkatkan hingga ke pelosok negeri dan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Mereka yang paling memerlukan layanan pendidikan dalam mengantisipasi persaingan global di samping penyandang buta huruf adalah masyarakat miskin di tempat-tempat yang jauh dan tersebar. Guna mengatasi hal yang tidak mungkin diselenggarakan pendidikan konvensional atau tatap muka ini perlu ditempuh strategi yang memanfaatkan potensi dan kemajuan teknologi baru.
Untuk itu, agenda penting yang harus menjadi prioritas adalah peningkatan pemerataan pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat miskin yang berjumlah sekitar 38,4 juta atau 17,6 persen dari total penduduk Indonesia (berdasarkan data Badan Pusat Statistik : 2007).&lt;br /&gt;
Problem mereka, kemiskinan menjadi hambatan utama dalam mendapatkan akses pendidikan. Selain itu, daerah-daerah di luar Jawa yang masih tertinggal juga harus mendapat perhatian guna mencegah munculnya kecemburuan sosial.
Di Indonesia, yang paling memerlukan pendidikan adalah mereka yang berada di daerah miskin dan terpencil. Untuk mengatasi kebutuhan pendidikan bagi mereka adalah upaya penerapan cara non konvensional. Cara lain itu adalah memanfaatkan potensi, kemajuan serta keluwesan teknologi baru. Sekalipun teknologi baru seperti teknologi komunikasi, informasi dan adi-marga menawarkan pemerataan pendidikan dengan biaya yang relatif rendah (Ono Purbo, 1996), penggunaannya masih merupakan jurang pemisah antara ‘yang kaya’ dan ‘yang miskin’.
Di samping itu, sekalipun teknologi dapat menjangkau yang tak terjangkau serta dapat menghadirkan pendidikan kepada warga belajar, mereka yang terlupakan tetap dirugikan karena bukan hanya tetap buta teknologi tetapi tertinggal dalam hal ilmu pengetahuan. Mayoritas kaum miskin di Indonesia tinggal di tempat-tempat jauh yang terpencil. Mereka praktis kekurangan segalanya: fasilitas, alat-alat transportasi dan komunikasi di samping rendahnya pengetahuan mereka terhadap teknologi.
Bila pendidikan ingin menjangkau mereka yang kurang beruntung ini – bila perbaikan hidup masyarakat yang lebih banyak ini yang menjadi sasaran kita dengan menyediakan pendidikan yang lebih berkualitas; lebih efektif dan cepat – kondisi yang proporsional harus diciptakan dengan memobilisasi sumber-sumber lokal dan nasional. Ketimpangan pemerataan pendidikan juga terjadi antarwilayah geografis yaitu antara perkotaan dan perdesaan, serta antara kawasan timur Indonesia (KTI) dan kawasan barat Indonesia (KBI), dan antartingkat pendapatan penduduk ataupun antargender.
Pemerataan pendidikan masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia, dapat dibagi menjadi pemerataan pendidikan formal dan pemerataan pendidikan non formal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.2.1     Pemerataan Pendidikan Formal
Pada jenjang pendidikan formal, secara umum perluasan akses dan peningkatan pemerataan pendidikan masih menjadi masalah utama, terutama bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil. Pemerataan pendidikan formal terdiri dari pemertaaan pendidikan di tingkat prasekolah, sekolah dasar, menengah, perguruan tinggi.
Pendidikan prasekolah merupakan pendidikan pada anak usia dini, semisal : playgroup dan taman kanak-kanak. Pada daerah perkotaan pendidikan prasekolah secara formal sudah sering ditemukan, tetapi untuk daerah terpencil seperti di pedesaan, masih sangat jarang. Pendidikan sekolah dasar memang sudah cukup dirasakan pemerataannya di berbagai daerah, hal ini sejalan dengan program wajib belajar 9 tahun, tetapi mutu dari pendidikan tersebut masih sangat berbeda antara daerah perkotaan dengan pedesaan.
Pada pendidikan menengah, saat ini banyak bermunculan sekolah-sekolah unggul. Dalam pelaksanaannya model sekolah ini hanya diperuntukkan untuk kalangan borjuis, elit, dan berduit yang ingin mempertahankan eksistensinya sebagai kalangan atas. Kalaupun ada peserta didik yang masuk ke sekolah dengan sistem subsidi silang itu hanya akal-akalan saja dari pihak sekolah untuk menghindari “image” di masyarakat sebagai sekolah mahal dan berkualitas,  sekolah plus, sekolah unggulan, sekolah alam, sekolah terpadu, sekolah eksperimen (laboratorium), sekolah full day, dan label-label lain yang melekat pada sekolah yang diasumsikan dengan “unggul”.
Untuk pendidikan tinggi persoalannya menyangkut pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi bagi warga negara dalam kelompok usia 19-24 tahun.&lt;br /&gt;
Biaya yang diperlukan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi memang sangat besar, sehingga hanya anak-anak yang berasal dari keluarga mampu saja yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Kebutuhan biaya baik langsung maupun tak langsung yang cukup besar inilah yang menyebabkan rendahnya partisipasi pendidikan pada jenjang perguruan tinggi.
Selain itu, penyebaran geografis lembaga pendidikan tinggi unggulan di Indonesia juga tidak merata. Berbagai universitas terkemuka dipusatkan berada di pulau Jawa, sehingga masyarakat yang berada di pulau lain harus meninggalkan kampung halamannya demi melanjutkan pendidikan tinggi. Kritik kini mulai bermunculan atas pelaksanaan Badan Hukum Milik Negara (BHMN) bagi beberapa universitas dan institut, seperti: UI, UGM, USU, UPI, ITB, dan IPB. BHMN dinilai telah mengarah ke komersialisasi pendidikan, yang bertentangan dengan misi utama sebuah lembaga pendidikan tinggi.
Untuk bisa kuliah di universitas dan institut terpandang itu, orangtua mahasiswa harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;
Ada beberapa argument yang menyebabkan muncul gerakan protes atas gejala komersialisasi pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;pendidikan tinggi yang selama ini bersifat elitis akan semakin bertambah elitis. Perguruan tinggi bertarif mahal akan makin mengentalkan watak elitisme dan kian mereduksi jiwa egalitarianisme. Gejala ini jelas bertentangan dengan prinsip pemerataan pendidikan seperti diamanatkan di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional.
Prinsip dasar pemerataan ini sangat penting guna memberikan kesempatan bagi semua golongan masyarakat, untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;ada alasan ideologis di balik gerakan protes itu. Selama ini, yang bisa menikmati pendidikan tinggi adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kelas menengah. Bagi orang-orang yang berasal dari kelas bawah (keluarga miskin) mengalami kesulitan mendapatkan akses pendidikan tinggi dengan biaya yang mahal itu (Eka, R. 2007.&lt;br /&gt;
Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.2.2    Pemerataan Pendidikan Nonformal
Di samping menghadapi permasalahan dalam meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan di jalur formal, pembangunan pendidikan juga menghadapi permasalahan dalam peningkatan akses dan pemerataan pendidikan non formal. Pada jalur pendidikan non formal juga menghadapi permasalahan dalam hal perluasan dan pemerataan akses pendidikan bagi setiap warga masyarakat.
Sampai dengan tahun 2006, pendidikan non formal yang berfungsi baik sebagai transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja (transition from school to work) maupun sebagai bentuk pendidikan sepanjang hayat belum dapat diakses secara luas oleh masyarakat. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat khususnya yang berusia dewasa untuk terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya masih sangat rendah. Apalagi pendidikan non formal, pada umumnya membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga tidak dapat terangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.3    Permasalahan Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4% (28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta siswa).
      Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Berbagai permasalahan dan tantangan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan baik pada pendidikan prasekolah dan pendidikian dasar, secara ringkas diuraikan berikut;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;a. Pendidikan prasekolah,
Beberapa permasalahan yang masih dihadapi terkait dengan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1) Sebagian besar pendirian lembaga-lembaga pendidikan prasekolah yang diprakarsai oleh masyarakat masih berorientsi di wilayah perkotaan, sedangkan untuk wilayah-wilayah di pedesaan atau daerah terpencil dirasakan masih sangat kurang. Hal ini berakibat pada kurang adanya pemerataan kesempatan untuk pendidikan prasekolah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2) Kondisi sosial ekonomi masyarakat di pedesaan dan daerah terpencil yang sebagian besar miskin telah menyebabkan kualitas gizi anak kurang dapat mendukung aktivitas anak didik dalam bermain sambil belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Pendidikan dasar
Beberapa permasalahan yang masih dihadapi terkait dengan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin maupun masyarakat di daerah terpencil, kaitannya dengan perluasan dan pemerataan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, wajib belajar belum memiliki makna “compulsory” karena ketidakmampuan subsidi pemerintah untuk menjangkau masyarakat marjinal ke bawah yang jumlahnya cukup besar dan secara ekonomi tidak mampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.4     Perkembangan Pemerataan Pendidikan di Indonesia
Selama ini, pembangunan pendidikan telah membuahkan hasil yang cukup baik. Pencapaian pembangunan pendidikan antara lain dapat dilihat pada peningkatan angka partisipasi kasar (APK) di setiap jenjang pendidikan. Menurut data Susenas 2004, APK pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs masing-masing telah mencapai 107,13 persen dan 82,24 persen, sedangkan APK pada jenjang SMA/SMK/MA telah mencapai 54,38 persen.
Meskipun demikian, angka partisipasi pendidikan penduduk Indonesia perlu terus-menerus ditingkatkan, mengingat sampai dengan tahun 2003 jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan jenjang sekolah menengah pertama atau jenjang yang lebih tinggi baru mencapai 45,8 persen.
Sementara itu, pada tahun 2004 rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas baru mencapai 7,24 tahun. Meskipun pada tahun 2004 angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7–12 tahun sudah hampir 100 persen, angka partisipasi sekolah penduduk usia 13–15 tahun dan penduduk usia 16–18 tahun masing-masing baru mencapai 83,5 persen dan 53,5 persen (Susenas 2004). Untuk itu, diperlukan upaya sungguh-sungguh baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan penduduk Indonesia. Dalam hal ini, pada tahun 2006, pencapaian APS diperkirakan masih sebesar 83,2 persen pada kelompok usia 13–15 tahun dan 56,0 persen pada kelompok usia 16–18 tahun sesuai sasaran RKP 2006.
Meskipun demikian, pembangunan pendidikan masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan terutama berkaitan dengan perluasan akses dan pemerataan pendidikan pada jalur formal. Menurut data Susenas 2004, dari penduduk usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76,0 juta orang, yang tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai 41,5 juta orang atau sebesar 55 persen.
Sementara itu, menurut data Balitbang Depdiknas 2004, angka putus sekolah atau drop-out di tingkat SD/MI tercatat sebanyak 685.967 anak, yang berhasil lulus SD/MI tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dan putus sekolah di tingkat SMP/MTs sebanyak 759.054 orang. Masalah putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar merupakan persoalan serius yang dapat mempengaruhi keberhasilan penuntasan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.&lt;br /&gt;
Menurut data Susenas 2003, masih tingginya angka putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan itu lebih banyak bersumber pada persoalan ekonomi, karena banyak di antara anak-anak usia sekolah dasar itu berasal dari keluarga miskin. Untuk menekan angka putus sekolah, pemerintah menyediakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Khusus Sekolah (BKS), dan Bantuan Khusus Murid (BKM) atau beasiswa.
2.5     Upaya Pemerintah dalam Pemerataan Pendidikan Masyarakat Miskin dan Terpencil di Indonesia
Untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan berbagai langkah akan diambil seperti peningkatan jumlah anak yang ikut merasakan pendidikan, akses terhadap pendidikan ini dihitung berdasarkan angka partisipasi mulai tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Umum. Selain itu pemerintah akan mengurangi tingkat disparitas atau ketidakmerataan akses baik spasial kota non kota dan yang bersifat gender.&amp;nbsp;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.5.1     Wajib Belajar
Dalam sektor pendidikan, kewajiban belajar tingkat dasar perlu diperluas dari 6 ke 9 tahun, yaitu dengan tambahan 3 tahun pendidikan setingkat SLTP seperti dimandatkan oleh Peraturan Pemerintah 2 Mei 1994. Hal ini segaris dengan semangat “Pendidikan untuk Semua” yang dideklarasikan di konferensi Jomtien di Muangthai tahun 1990 dan Deklarasi Hak-Hak Azasi Manusia Sedunia Artikel 29 yang berbunyi: “Tujuan pendidikan yang benar bukanlah mempertahankan ‘sistem’ tetapi memperkaya kehidupan manusia dengan memberikan pendidikan lebih berkualitas, lebih efektif, lebih cepat dan dengan dukungan biaya negara yang menanggungnya”
Berbagai upaya telah dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan taraf pendidikan penduduk Indonesia termasuk pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang diharapkan tuntas pada tahun 2008 yang dapat diukur antara lain dengan peningkatan angka partisipasi kasar jenjang pendidikan sekolah menengah pertama dan yang sederajat menjadi 95 persen. Namun demikian sampai dengan tahun 2006 belum seluruh rakyat dapat menyelesaikan jenjang pendidikan dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.5.2     Bidang Teknologi
Kemajuan teknologi menawarakan solusi untuk menyediakan akses pendidikan dan pemerataan pendidikan kepada masyarakat belajar yang tinggal di daerah terpencil. Pendidikan harus dapat memenuhi kebutuhan belajar orang-orang yang kurang beruntung ini secara ekonomi ketimbang menyediakan akses yang tak terjangkau oleh daya beli mereka. Televisi saat ini digunakan sebagai sarana pemerataan pendidikan di Indonesia karena fungsinya yang dapat menginformasikan suatu pesan dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu yang bersamaan.
Eksistensi televisi sebagai media komunikasi pada prinsipnya, bertujuan untuk dapat menginformasikan segala bentuk acaranya kepada masyarakat luas. Hendaknya, televisi mempunyai kewajiban moral untuk ikut serta berpartisipasi dalam menginformasikan, mendidik, dan menghibur masyarakat yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan pendidikan masyarakat melalui tayangan-tayangan yang disiarkannya. Sebagai media yang memanfaatkan luasnya daerah liputan satelit, televisi menjadi sarana pemersatu wilayah yang efektif bagi pemerintah.
Pemerintah melalui TVRI menyampaikan program-program pembangunan dan kebijaksanaan ke seluruh pelosok tanpa hambatan geografis yang berarti. Saat ini juga telah dirintis Televisi Edukasi (TV-E), media elektronik untuk pendidikan itu dirintis oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), lembaga yang berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Ini untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas yang dapat menunjang tujuan pendidikan nasional.
Tugasnya mengkaji, merancang, mengembangkan, menyebarluaskan, mengevaluasi, dan membina kegiatan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan jarak jauh/terbuka. Ini dalam rangka peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan sesuai dengan prinsip teknologi pendidikan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan Nasional.
Siaran Radio Pendidikan untuk Murid Sekolah Dasar (SRPM-SD) adalah suatu sistem atau model pemanfaatan program media audio interaktif untuk siswa SD yang dikembangkan oleh Pustekkom sejak tahun 1991/1992. SRPM-SD lahir dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Produk media audio lain yang dihasilkan oleh Pustekkom antara lain Radio Pelangi, audio integrated, dan audio SLTP Terbuka. Tentu saja, itu tadi, termasuk TV-E yang akan berfungsi sebagai media pembelajaran bagi peserta didik, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil dalam rangka pemerataan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;BAB III
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3.1    Kesimpulan
Pemerataan pendidikan yang ada saat ini masih kurang terealisasikan dengan baik. Permasalahannya yaitu karena pendidikan itu sendiri masih berorientsi di wilayah perkotaan dan subsidi dari pemerintah itu pun masih belum mencukupi untuk masyarakat yang tidak mampu yang jumlahnya cukup besar. Upaya yang dilakukan pemerintah dalam melakukan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan terpencil di Indonesia yaitu dengan adanya program wajib belajar 9 tahun dan pengadaan teknologi informasi seperti televisi dan radio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3.2 SARAN
Upaya-upaya peningkatan pemerataan pendidikan bagi masyarakat miskin dan masyarakat terpencil yang disarankan oleh penulis adalah :&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;a. Pendidikan tidak harus dibangun dengan biaya yang mahal, tetapi sekolah bisa membuat badan amal usaha yang menjadi ruh/biaya operasional pendidikan lebih-lebih tanpa melibatkan pembiayaan kepada siswa. Kalaupun siswa dikenai biaya itupun harus disesuaikan dengan tingkat pendapatan orang tua.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;b. Bagaimana pemerintah dapat membuat regulasi tentang standar Biaya Operasional Pendidikan. Kebijakan BOS telah ditelurkan oleh pemerintah, namun pada kenyatannya di lapangan masih banyak sekolah-sekolah yang mencari lahan untuk menarik pungutan kepada siswa (orang tua) dengan embel-embel program tertentu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;c. Pemerintah hendaknya mempunyai komitmen untuk mendistribusikan bantuan pendidikan (Imbal Swadaya, Block Grant, dll) kepada sekolah sesuai dengan kuintasi yang dicairkan dan jangan sampai bantuan yang diberikan oleh pemerintah terhenti di tingkat birokrasi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;d. Pemerintah memberikan reward yang menarik agar memotivasi para guru yang profesional untuk dapat mengaar di daerah-daerah terpencil.&amp;nbsp;

&lt;br /&gt;
Perlu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA

T. Sulistyono, Drs. M.Pd.,MM. 2003. Wawasan Pendidikan. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
http://www.google.com
(Eka, R. 2007. Kondisi Pemerataan Pendidikan di Indonesia, (http://edu-articles.com, diakses 9 Maret 2009)).



&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Makalah Arti Pendidikan dan Tujuan Pendidikan di Indonesia</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/makalah-arti-pendidikan-dan-tujuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:34:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-3076507502509134060</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
BAB I
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.1 Latar Belakang


Secara faktual,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;kegiatan pendidikan merupakan kegiatan antar manusia, oleh manusia dan untuk manusia. Oleh karena itu pembicaraan tentang pendidikan tidak pernah lepas dari unsure manusia.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dari beberapa pendapat tentang pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli pendidikan pada umumnya sepakat bahwa pendidikan itu diberikan atau diselenggarakan dalam rangka mengembangkan seluruh potensi manusia ke arah yang positif.
Pendidikan, pada dasarnya adalah proses kumunikasi yang didalamnya mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat (life long process), dan generasi ke generasi.&lt;br /&gt;
Pendidikan sebagai gejala manusiawi dan sekaligus usaha sadar, didalamnya tidak lepas dari keterbatsan-keterbatasan yang dapat melekat pada peserta didik, pendidik, interaksi pendidik, serta pada lingkungan dan sarana pendidikan. 
Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju. Dengan keyakinan bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan disegala bidang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Oleh sebab itu perlu adanya pemahaman tentang arti dan tujuan pendidikan secara mendalam. Apabila kita telah memamahami arti dan tujuan penulis yakin bahwa kita bisa memajukan pendidikan secara nasional.
Arti dan tujuan pendidikan merupakan masalah yang fundamental dalam pelaksanaan pendidikan, karena dasar pendidikan itu akan menentukan corak dan isi pendidikan. Tujuan pendidikan itupun akan menentukan kearah mana anak didik akan dibawa. Untuk itu maka kita harus benar benar memahami apa saja arti pendidikan dan tujuan yang nantinya bisa dicapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.2  Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1) Mengemukakan tentang arti pendidikan  menurut para ahli.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2) Memaparkan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;BAB II&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.1. Arti Pendidikan&lt;br /&gt;
Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia , karena selain pendidikan sebagai gejala, juga sebagai upaya memanusiakan manusia. Berikut ini akan dikemukakam beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1.      Menurut  Carter V. Good ( dalam buku Dasar Konsep Pendidikan Moral, 1977 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1 ) mengemukakan bahwa :Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakatnya. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu lingkungan yang terpimpin (khususnya di sekolah) sehingga ia dapat mencapai kecakapan social dan mengembangkan kepribadiaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.   Menurut: Frederick J. Mc Donald 
Pendidkan adalah suatu proses atau kegiatan yang diarahkan untuk merubah tabiat (behavior) manusia. Yang dimaksud dengan behavior adalah setiap tanggapan atau perbuatan seseorang, sesuatu yang dilakukan seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3.      Menurut KI Hajar Dewantara 
Pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4.   Menurut S.A. Bratanata dkk ( dalam buku Ilmu Pendidikan, 1991 : 69 )
Pendidikan adalah usaha yang sengaja diadakan baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Selanjutnya menurut UU No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk emmiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Jadi dapat disimpulkan, pendidikan adalah proses sepanjang hayat dan perwujudan pembentukan diri secara utuh dalam pengembangan segenap potensi dalam rangka pemenuhan semua komitmen manusia sebagai individu, makhluk sosial dan sebagai makhluk Tuhan.&lt;br /&gt;
Dalam pendidikan, secara implicit terjalin hubungan antara dua pihak, yaitu pihak pendidik dan pihak peserta didik yang di dalam hubungan itu berlainan kedudukan dan peranan setiap pihak, akan tetapi sama dalam hal dayanya yaitu salling mempengaruhi guna terlaksananya proses pendidikan (transformasi pendidikan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan yang tertuju kepada tujuan-tujuan yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2.2 Tujuan Pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan pendidikan menurut UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, bab II pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Adalah suatu yang logis bahwa pendidikan itu harus dimulai dengan tujuan, yang diasumsikan sebagai nilai. Tanpa dasar tujuan, maka dalam praktek pendidikan tidak ada artinya (Moore, T.W, 1974:86).
Kini mari kita kaitkan pandangan para ahli di atas dengan tujuan pendidikan kita. Tujuan pendidikan di Indonesia seperti telah dibahas sebelunya, ialah untuk membentuk manusia seutuhnya, dalam arti berkembangnya potensi-potensi individu secara harmonis, berimbang dan terintegrasi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Bila hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, sudah tentu harapan-harapan para ahli yang dilukiskan di atas bisa tercapai. Sebab tujuan pendidikan ini pun mengembangkan potensi-potensi individu seperti apa adanya.kalaupun ada kebijakan tertentu yang agak berbeda arah dengan tujuan ini dengan maksud-maksud tertentu, diharapkan kebijakan itu tidak terlalu lama dipertahankan. Dengan demikian secara konsep atau dokumen tujuan pendidikan Indonesia tidak berbeda secara berarti dengan tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh para ahli pendidikan di dunia.Oleh karena itu mencapai tujuan pendidikan, dibutuhkan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi. 
Pendidikan adalah suatu modal penting dalam hidup manusia apalagi genarasi bangsa, dengan pendidikan yang cukup, wawasan, pengetahuan yang luas akan mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas yang mampu membangun bangsa dan negara ini lebih baik.
Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan  perlu ditingkatkan.
Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.
 Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; BAB III&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;P E N U T U P&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3.1 Kesimpulan
Kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi oleh pendidikan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dengan demikian, bidang/dunia pendidikan adalah bidang menjadi tulang punggung pelaksanaan pembangunan nasional. Tujuan pendidikan, khususnya di Indonesia adalah membentuk manusia seutuhnya yang pancasilais, dimotori oleh pembangunan afeksi. Tujuan khusus ini hanya bisa ditangani dengan ilmu pendidikan bercorak Indonesia sesuai dengan kondisi Indonesia, dan dengan penyelenggaraan pendidikan yang memakai konsep system.
System pendidikan di Indonesia diselenggarakan dengan mengandalkan empat kompetensi yang harus dikuasai/dimiliki oleh tenaga pengajar.&lt;br /&gt;
Empat kompetensi itu adalah kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi pedagogic. Oleh sebab itu, keempat kompetensi ini merupakan hal yang paling utama untuk dikuasai oleh tenaga pengajar demi mencapai tujuan pendidikan di Indonesia.
 Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;DAFTAR PUSTAKA


Siswoyo, Dwi, dkk. 2007. Ilmu Pendidikan. UNY Press. Yogyakarta 
UU Sikdiknas. 2006.&lt;br /&gt;
Pustaka Pelajar. Yogyakarta 
UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003.
UU Guru dan Dosen. 2005. Pustaka Pelajar. Yogyakarta 
Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007, tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan
Peraturan Menteri Nomor 11 Tahun 2005, tentang Buku Teks Pelajaran
Pidarta, Dr. Made. 2000. Landasan Kependidikan. Rineka Cipta. Jakarta 
Peraturan Menteri No. 16 / 18.
www.google.com



&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Perubahan Perilaku Karena Hasil Balajar Menurut Para Ahli</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/perubahan-perilaku-karena-hasil-balajar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-1952849581287179460</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Setiap perilaku belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. menurut Surya (1982), disebut juga sebagai prinsip-prinsip belajar. Di antara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku belajar yang terpenting adalah : &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;
1. Perubahan itu intensional&lt;br /&gt;
2. Perubahan itu positif dan aktif, dan&lt;br /&gt;
3. Perubahan itu efektif dan fungsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  
     a.      Karakteristik peruybahan hasil belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

•    Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•  Perubahan yang berkesinambutngan (kontinyu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•       Perubahan yang fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•       Perubahan yang bersifat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•        Perubahan yang bersifat aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•        Perubahan yang bersifat pemanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•        Perubahan yang bertujuan dan terarah.&lt;br /&gt;&lt; br /&gt;

Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•        Perubahan perilaku secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


     2.       Menurut Gagne (Abin Syamsuddin Makmun, 2003)
Perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat berbentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

•       Informasi verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Yaitu penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan, misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

•   Kecakapan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;

Yaitu keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika. Termasuk dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan (discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum. Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

• Strategi kognitif&lt;br /&gt;&lt;br&gt;

Kecakapan individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya. Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran, sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.&lt;brv/&gt;&lt;br /&gt;

• Sikap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Yaitu hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

• Kecakapan motorik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Yaitu hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

3.  Menurut Moh. Surya (1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

• •           Kebiasaan&lt;br /&gt;
seperti : peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan penggunaan bahasa secara baik dan benar.&lt;br /&gt;
• •           Keterampilan&lt;br /&gt;
seperti : menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik, keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan kesadaran yang tinggi.&lt;br /&gt;
• •           Pengamatan&lt;br &gt;
 yakni proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian yang benar.&lt;br /&gt;
• •           Berfikir asosiatif&lt;br /&gt;
yakni berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan daya ingat.&lt;br /&gt;
• •           Berfikir rasional dan kritis&lt;br /&gt;
yakni menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).&lt;br &gt;
• •           Sikap&lt;br /&gt;
yakni kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan.&lt;br /&gt;
•           Inhibisi (menghindari hal yang mubazir).&lt;br /&gt;
•           Apresiasi (menghargai karya-karya bermutu).&lt;br /&gt;
• •           Perilaku afektif&lt;br /&gt;
yakni perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira, kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya&lt;br /&gt;
•           menetap sebagai hasil dari pengalaman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;




Perubahan Perilaku Bukan Hasil Belajar&lt;br /&gt;
•         Belajar merupakan proses mencapai tujuan, dan bukan hasil atau tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


Proses terjadi melalui interaksi dengan lingkungan.&lt;br /&gt;
Dalam belajar diperlukan tujuan, bahan pelajaran, perencanaan yang matang, dan kegiatan, di mana guru banyak terlibat langsung.&lt;br /&gt;
Perubahan harus menunjukkan perubahan tingkah laku.&lt;br /&gt;
•         Dengan demikian perubahan-perubahan yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak dapat dikatakan sebagai belajar. Contoh perubahan yang bukan merupakan belajar adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;


•         Perubahan karena pertumbuhan jasmanai.&lt;br /&gt;
Perubahan akibat kelelahan fisik.
Perubahan karena menggunakan obat.
Perubahan akibat penyakit parah atau trauma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
       

•         Salah satu contoh perubahan tingkah laku yang bukan merupakan hasil belajar Yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;



*Kematangan adalah perubahan prilaku akibat proses pengembangan dan pertumbuhan organ fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Contoh: seorang balita yang belajar merangkak dan berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Seseorang yang sudah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, perilakunya akan berubah seperti jadi pemarah,  cepat tersinggung, dan lemah berfikirnya.&lt;br &gt;




&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Macam-Macam Bentuk Pergerakan Lempeng Bumi</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/macam-macam-bentuk-pergerakan-lempeng.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:16:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-4710069615183580544</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
a. Konvergensi
Konvergensi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antarlempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua dengan benua atau antara lempeng benua dengan lempeng dasar samudera.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Zone atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dengan benua disebut Zone Konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dengan lempeng Benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya yang merupakan pegunungan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, yaitu Mount Everest. Contoh lainnya, tumbukan lempeng Italia dengan Benua Eropa yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Alpen.

Zone berupa jalur tumbukan antarlempeng benua dengan lempeng dasar samudera, disebut Zone Subduksi atau zone tunjam, contohnya tumbukan antara lempeng benua Amerika dengan lempeng dasar Samudera Pasifik yang menghasilkan terbentuknya Pegunungan Rocky dan Pegunungan Andes. Fenomana yang dihasilkannya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1) lempeng samudera menghujam ke bawah lempeng benua;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2) terbentuk palung laut di tempat tu&lt;br /&gt;
mbukan tersebut;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3) pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4) terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi dan ekstrusi&lt;br /&gt;
;
5) daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;6) penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;7) timbunan sedimen campuran atau melange.


 &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuRSy-qn2TVhWiqDqzSaWfPPFaxEPZ2yHoJfqrJiW2VULOR78l4gFaQC7V4k3grZt3K9kz91gwLiv5yy_yrAsntyI5qPCQ1_INGunBgKuhzaq8icVlMcD_y8BoxE8M5as4qLmemZXEdLQ/s1600/eiy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuRSy-qn2TVhWiqDqzSaWfPPFaxEPZ2yHoJfqrJiW2VULOR78l4gFaQC7V4k3grZt3K9kz91gwLiv5yy_yrAsntyI5qPCQ1_INGunBgKuhzaq8icVlMcD_y8BoxE8M5as4qLmemZXEdLQ/s320/eiy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Gambar 2.9 Daerah tumbukan dua lempeng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;b. Divergensi
Divergensi&lt;br /&gt;
yaitu gerakan saling menjauh antarlempeng tektonik contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dengan Amerika bagian selatan. Zone berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut Zone Divergen (zone sebar pisah). Fenomena yang terjadi, sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1) Perenggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepinya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2) Pembentukan tanggul dasar samudera (med ocean ridge) di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3) Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal (lava bantal) dan hamparan leleran lava encer, dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4) Aktivitas gempa.


&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJVMngBK2tmCl0WmJY-U5jB6vIWzBeeRb1ouDL5WFdx39GQtff-Vp8Ad0FI4LHBmajc_QsRcYE5RrrbMb4JQbw2nLZyZOfIERQVsLjuTNudn4riRZpV7WYN6P5z7RVAZN2i0jKptInVak/s1600/cgfch.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJVMngBK2tmCl0WmJY-U5jB6vIWzBeeRb1ouDL5WFdx39GQtff-Vp8Ad0FI4LHBmajc_QsRcYE5RrrbMb4JQbw2nLZyZOfIERQVsLjuTNudn4riRZpV7WYN6P5z7RVAZN2i0jKptInVak/s320/cgfch.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Gambar 2.10 Dua lempeng saling menjauh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;c. Sesar mendatar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Sesar mendatar (Transform), yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya, gesekan antara lempeng Samudera Pasifik dengan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang lebih 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zone berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zone Sesar Mendatar (Zone Transform). Bentukan alam yang dihasilkan antara lain patahan atau sesar mendatar. Gerak patahan atau sesar ini dapat menimbulkan gempa bumi. Contoh: Sesar Sam Andreas di California.
 
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwPfxNR8nJk4ekQ6dn1_Ubw_urZvX70bEyxVO4f-GMGXJKEQ6iBSPTff8W7z5fd6PSo-By7fOaHd9oNYvVki55GONAe3hn1R6p1J_bwCCkqPkrcSEiU_2WOdAEdnGagyDFRKF8chjl0Os/s1600/g.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwPfxNR8nJk4ekQ6dn1_Ubw_urZvX70bEyxVO4f-GMGXJKEQ6iBSPTff8W7z5fd6PSo-By7fOaHd9oNYvVki55GONAe3hn1R6p1J_bwCCkqPkrcSEiU_2WOdAEdnGagyDFRKF8chjl0Os/s320/g.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tenaga endogen yang telah mengakibatkan adanya variasi bentuk muka bumi, tidak hanya terjadi di daratan melainkan juga di dasar laut.




&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuRSy-qn2TVhWiqDqzSaWfPPFaxEPZ2yHoJfqrJiW2VULOR78l4gFaQC7V4k3grZt3K9kz91gwLiv5yy_yrAsntyI5qPCQ1_INGunBgKuhzaq8icVlMcD_y8BoxE8M5as4qLmemZXEdLQ/s72-c/eiy.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Teori- Teori Pembentukan Bumi</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/teori-teori-pembentukan-bumi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-1554392561621313993</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
1.      Teori kontraksi (Contraction theory)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Descrates (1596-1650). Ia menyatakan bahwa bumi semakin lama semakin susut dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di bagian permukaannya&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.
Teori kontraksi didukung pula oleh James Dana (1847) dan Elie de Baumant (1852). Mereka berpendapat bahwa bumi mengalami pengerutan karena terjadi proses pendinginan di bagian dalam bumi yang mengakibatkan bagian permukaan bumi mengerut membentuk pegunungan dan lembah-lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2. Teori dua benua (Laurasia-Gondwana theory)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Teori ini menyatakan bahwa pada awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia di sekitar kutub utara dan Gondwana di sekitar kutub selatan bumi. Kedua benua tersebut kemudian bergerak perlahan ke arah equator bumi, sehingga akhirnya terpecah-pecah menjadi benua benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa dan Amerika Utara, sedangkan Gondwana terpecah menjadi Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Teori Laurasia-Gondwana kali pertama dikemukakan oleh Edward Zuess pada 1884.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Teori pengapungan benua (Continental drift theory)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Teori pengapungan benua dikemukakan oleh Alfred Wegener pada 1912. Ia menyatakan bahwa pada awalnya di bumi hanya ada satu benua maha besar yang disebut Pangea. Menurutnya benua tersebut kemudian terpecah-pecah dan terus bergerak melalui dasar laut. Gerakan rotasi bumi yang sentripugal, mengakibatkan pecahan benua tersebut bergerak ke arah barat menuju equator. Teori ini didukung oleh bukti-bukti berupa kesamaan garis pantai Afrika bagian barat dengan Amerika Selatan bagian timur, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4. Teori konveksi (Convection theory)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Menurut teori konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz, menyatakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit bumi yang berada di atasnya, sehingga ketika arus konveksi yang membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Bukti kebenaran teori konveksi adalah terdapatnya tanggul dasar samudera (Mid Oceanic Ridge), seperti Mid Atlantic Ridge dan Pasific-Atlantic Ridge. Bukti lainnya didasarkan pada penelitian umur dasar laut yang membuktikan bahwa semakin jauh dari punggung tengah samudera, umur batuan semakin tua. Artinya terdapat gerakan yang berasal dari Mid Oceanic Ridge ke arah berlawanan yang disebabkan oleh adanya arus konveksi dari lapisan di bawah kulit bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;5. Teori lempeng tektonik (Plate Tectonic theory)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa planet bumi terdiri atas sejumlah lapisan. Lapisan bagian atas bumi merupakan bagian yang tegar dan kaku berada pada suatu lapisan yang plastik atau cair. Hal ini mengakibatkan lapisan permukaaan bumi bagian atas menjadi tidak stabil dan selalu bergerak sesuai dengan gerakan yang berada di bawahnya. Keadaan inilah yang melatarbelakangi lahirnya teori Lempeng Tektonik. Lahirnya teori lempeng tektonik (tectonic Plate theory) pada tahun 1968 merupakan kenyataan mutakhir dalam geologi yang menunjukkan terjadinya evolusi bentuk permukaan bumi.

Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilso. Berdasarkan teori ini, kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer, Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer yang berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.




&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hukum-Hukum Kepler</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/hukum-hukum-kepler.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-4904420626471147394</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Karya Keppler sebagian di hasilkan dari data – data hasil pengamatan yang di kumpulkan Ticho Brahe mengenai posisi planet
 – planet dalam geraknya di luar angkasa .&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Hukum ini telah di cetuskan Keppler setengah abad sebelum Newton&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mengajukan ketiga hukumnya tentang gerak dan hukum gravitasi universal . Penerapan hukum gravitasi Newton dapat diterapkan untuk menjelaskan gerak benda-benda angkasa. Salah seorang yang memiliki  perhatian besar pada astronomi adalah Johannes Kepler. Dia terkenal dengan tiga hukumnya tentang pergerakan benda-benda angkasa, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1. Hukum I&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepler

Semua planet bergerak pada lintasan elips mengitari matahari dengan matahari berada di salah satu fokus elips.
  
 Hukum I ini dapat menjelaskan akan lintasan planet yang berbentuk elips, namun belum dapat menjelaskan kedudukan planet terhadap matahari, maka muncullah hukum II Kepler.

Keplpler tidak mengetahui alasan mengapa planet bergerak dengan cara demikian . Ketika mulai tertarik dengan gerak planet – planet , Newton menemukan bahwa
 ternyata hukum – hukum Keppler ini bisa diturunkan secara matematis dari hukum gravitasi universal dan hukum gerak Newton . Newton juga menunjukkan bahwa di antara kemungkinan yang masuk akal mengenai hukum gravitasi , hany satu yang berbnding terbalik dengan kuadrat jarak yng konsisten dengan Hukum Keppler.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;2        Hukum II&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepler
  
 Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengan planet, menyapu luas juring yang sama dalam selang waktu yang sama. Hal yang paling utama dalam hukum II Keppler adalah kecepaan sektor mempunyai harga yang sama pada semua titik sepnjang orbit yang berbemtuk elips.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;3    Hukum III&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepler

Perbandingan kuadrat periode terhadap pangkat tiga dari setengah sumbu panjang elips adalah sama untuk semua planet.

Data planet yang digunakan pada hukum III Keppler
Planet Jarak rata – rata dari matahari ,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;r
(x 106 km) Periode ,&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;T
(Tahun) r3/T2
(1024 km3/th2)
Merkurius 57,9 0,241 3,34&lt;br /&gt;
Venus 108,2 0,615 3,35&lt;br /&gt;
Bumi 149,6 1,0 3,35&lt;br /&gt;
Mars 227,9 1,88 3,35&lt;br /&gt;
Jupiter 778,3 11,86 3,35&lt;br /&gt;
Saturnus 1.427 29,5 3,34&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Newton menunjukkan bahwa hukum III Keppler juga bisa diturunkan secara matematis dari hukum Gravitasi Universal dan hukum Newton tentang gerak dan gerak melingkar .




&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dampak Radio Aktif</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/dampak-radio-aktif.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-3930921744201276508</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Limbah radioaktif berasal dari setiap pemanfaatan tenaga nuklir, baik pemanfaatan untuk pembangkitan daya listrik menggunakan reaktor nuklir, maupun pemanfaatan tenaga nuklir untuk keperluan industri dan rumah sakit.&lt;br /&gt;
Pengertian atau arti definisi pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya.&lt;br /&gt;
Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya.&lt;br /&gt;
Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pusing-pusing&lt;br /&gt;
2. Nafsu makan berkurang atau hilang&lt;br /&gt;
3. Terjadi diare&lt;br /&gt;
4. Badan panas atau demam&lt;br /&gt;
5. Berat badan turun&lt;br /&gt;
6. Kanker darah atau leukimia&lt;br /&gt;
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi&lt;br /&gt;
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih   yang jumlahnya berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Walaupun energi yang ditumpuk sinar radioaktif pada makhluk hidup relatif kecil tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang serius. Hal ini karena sinar radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Perubahan yang terjadi pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat mengakibatkan kelainan genetik, kanker dll.
 
Pengaruh radiasi pada manusia atau makhluk hidup juga bergantung pada waktu paparan. Suatu dosis yang diterima pada sekali paparan akan lebih berbahaya daripada bila dosis yang sama diterima pada waktu yang lebih lama.
 
Secara alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar kosmis atau radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, dari berbagai kegiatan seperti diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotop. Orang yang tinggal di sekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih dalam batas aman.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.



&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Penyimpanan Magnet</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/cara-penyimpanan-magnet.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 07:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-5948580904022760924</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Kekuatan suatu magnet dapat hilang atau melemah sejalan dengan berjalannya waktu. Anda harus dapat memelihara magnet dengan benar agar magnet dapat dipergunakan dalam  waktu relatif lama. Untuk itu Anda harus&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mengetahui faktor-faktor yang dapat mempercepat melemahnya kekuatan magnet. Magnet akan mudah kehilangan kekuatannya apabila dipanasi.&lt;br /&gt;
Panas yang mengenai batang magnet akan menyebabkan magnet elelmenter bergerak lebih cepat, sehingga lebih cepat membalik atau berubah arah. Magnet juga akan melemah kekuatannya akibat getaran yang kuat misalnya dengan cara memukul mukulkannya.
Agar magnet batang atau magnet U tidak mudah menjadi lemah karena adanya pengaruh-pengaruh dari luar, maka cara menyimpannya hendaklah diberi penguat.&lt;br /&gt;
Penguat itu berupa jangkar (angker) dari besi lunak dan diletakkan sebagai penutup pada kutub-kutub magnet, seperti pada gambar berikut
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO4ongHdqWEkmRYceiXiOm6vIdybzbn5w8BNEP2Zb5kRFjFA9XRASLea50FSssIErkaEsFXH4a3MjWYOEnY-ovsm32DpqgD2i3V_2MfyYejdFqrMdsGnSoqjtA-Z1qgQKgCLMy9kIn-SA/s1600/magnet.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO4ongHdqWEkmRYceiXiOm6vIdybzbn5w8BNEP2Zb5kRFjFA9XRASLea50FSssIErkaEsFXH4a3MjWYOEnY-ovsm32DpqgD2i3V_2MfyYejdFqrMdsGnSoqjtA-Z1qgQKgCLMy9kIn-SA/s320/magnet.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dengan cara ini, garis-garis gaya magnet yang keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan magnet akan melalui jangkar (angker), dan hampir tidak ada yang melalui udara. Selain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menggunakan jangkar penyearah garis gaya magnet, pengamanan magnet juga dilakukan dengan cara menjauhkan magnet dari benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet. Induksi magnetik terhadap bendabenda yang berada pada arah yang acak akan menyebabkan kurang teraturnya posisi magnet elementer dalam magnet. Dengan demikian kekuatan magnet pun menjadi melemah.



&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO4ongHdqWEkmRYceiXiOm6vIdybzbn5w8BNEP2Zb5kRFjFA9XRASLea50FSssIErkaEsFXH4a3MjWYOEnY-ovsm32DpqgD2i3V_2MfyYejdFqrMdsGnSoqjtA-Z1qgQKgCLMy9kIn-SA/s72-c/magnet.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gaya Gravitasi Newton</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/gaya-gravitasi-newton.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 6 Jan 2014 06:57:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-962645054514539229</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfBZjhGKcrkenahNVdOWDlcpK4LYHLWgP1zXSYt4QBJleCsZ47u8zOI1SRTZmTUa5hQ_57rqok66OIFp-doMCFacorSXgxFHntzDuk2k2_zKyjCX-POdpt0rN8E-EDhYAfBWq-q9AtMzQ/s1600/gaya+gravitasi.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfBZjhGKcrkenahNVdOWDlcpK4LYHLWgP1zXSYt4QBJleCsZ47u8zOI1SRTZmTUa5hQ_57rqok66OIFp-doMCFacorSXgxFHntzDuk2k2_zKyjCX-POdpt0rN8E-EDhYAfBWq-q9AtMzQ/s320/gaya+gravitasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;
      Gravitasi menarik segala benda yang berada di atmosfir bumi untuk jatuh kembali ke tanah dengan akselerasi (g) rata-rata 9.8 m/s².&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Dengan gravitasi itu semua benda di permukaan bumi bisa diam di tempatnya masing-masing dan dengan itu pula lah kita&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bisa berdiri stabil di tempat kita berada. 
      Ada 2 cara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara yang pertama adalah dengan tidak mempunyai massa, karena gravitasi hanya memberikan efek pada benda yang mempunyai bobot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara kedua ini kelihatannya lebih mudah dan sudah banyak diaplikasikan. Manusia bisa meluncurkan roket, mendisain pesawat bahkan mengorbitkan satelit selama berbulan-bulan.&lt;br /&gt;
Perlu diketahui bahwa persoalan yang dipikirkan Newton ini telah ada sejak zaman yunani kuno. Ada dua persoalan dasar yang telah diselidiki oleh orang yunani, jauh sebelum Newton lahir. Persoalan yang selalu dipertanyakan adalah mengapa benda-benda selalu jatuh ke permukaan bumi dan bagaimana gerakan planet-planet, termasuk matahari dan bulan (matahari dan bulan pada waktu itu digolongkan menjadi planet-planet).&lt;br /&gt;
Orang-orang Yunani pada waktu itu melihat kedua persoalan di atas (benda yang jatuh dan gerakan planet) sebagai dua hal yang berbeda. 
      Demikian hal itu berlanjut hingga zaman Newton. Jadi apa yang dihasilkan oleh dibangun di atas hasil karya orang-orang sebelum dirinya.&lt;br /&gt;
Yang membedakan Newton dan orang-orang sebelumnya adalah bahwa Newton memandang kedua persoalan dasar di atas (gerak jatuh benda dan gerakan planet) disebabkan oleh satu hal saja dan pasti mematuhi hukum yang sama. Pada abad ke-17, menemukan bahwa ada interaksi yang sama yang menjadi penyebab jatuhnya buah apel dari pohon dan membuat planet tetap berada pada orbitnya ketika mengelilingi matahari. Demikian juga bulan, satu-satunya satelit alam kesayangan bumi tetap berada pada orbitnya.



&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
Ell
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfBZjhGKcrkenahNVdOWDlcpK4LYHLWgP1zXSYt4QBJleCsZ47u8zOI1SRTZmTUa5hQ_57rqok66OIFp-doMCFacorSXgxFHntzDuk2k2_zKyjCX-POdpt0rN8E-EDhYAfBWq-q9AtMzQ/s72-c/gaya+gravitasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Islam dan Pranata Sosial</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/islam-dan-pranata-sosial_2078.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 2 Jan 2014 00:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-8563284817769079634</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;big&gt;BAB I&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;
&lt;big&gt;
PENDAHULUAN&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~~~~1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agama dan nilai-nilai agama
merupakan fakta yang konstan yang ada
pada setiap masyarakat manusia
sepanjang masa. Agama dan nilai-nilai
agama bersatu dengan unsur-unsur
budaya membentuk system dan
struktural yang membina dan yang
memunculkan arah kehidupan manusia
yang secara nyata telah membedakaan
kehidupan dan kualitas kehidupan
manusia dari makhluk lainnya
dibandingkan dengan faktor-faktor sosial
budaya, maka faktor agama itulah yang
sangat berpengaruh pada semua segi
kehidupan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Dari segi ajaran agama dapat dikatakan
bahwa agama merupakan sumber
motivasi perilaku masyarakat dan
bangsa. Keinginan untuk meningkatkan
kualitas pribadi dan kesejahteraan
sesama warga bangsa akan lebih berhasil
bila pula disertai motivasi keagamaan.
Pranata sosial adalah norma-
norma yang mengatur kehidupan
sekelompok manusia atau disebut
masyarakat. Masyarakat yang dimaksud
disni adalah sekelompok orang yang
saling berhubungan yang berpusat pada
berbagai aktifitas guna memenuhi
kebutuhan hajat hidup manusia secara
kompleks, dengan kata lain pranata
sosial disini adalah lembaga-lembaga
kemasyarakatan yang ada di masyarakat.
Kemudian, permasalahannya yang akan
dibahas nanti adalah, mengapa manusia
perlu lembaga-lembaga tersebut. ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini
membuktikan, bahwa manusia itu adalah
makhluk sosial yang memerlukan
bantuan orang lain, walaupun ia sendiri
dilahirkan sendirian tetapi ketika
berinteraksi dengan lingkungan ia
memerlukan banyak orang untuk saling
mengenal bekerjasama dan saling tolong
menolong.&lt;br /&gt;
Hal ini telah digariskan oleh
Allah SWT dalam Surah al-Hujurat ayat
13:&lt;br /&gt;
Artinya: “Hai manusia, Sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan
menjadikan kamu berbangsa - bangsa
dan bersuku-suku supaya kamu saling
kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling taqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Kemudian firman Allah SWT yang lain:
Artinya: “ Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah , dan jangan melanggar
kehormatan bulan-bulan haram , jangan
(mengganggu) binatang-binatang had-
nya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan
jangan (pula) mengganggu orang-orang
yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan
dari Tuhannya dan apabila kamu telah
menyelesaikan ibadah haji, Maka
bolehlah berburu. dan janganlah sekali-
kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum
karena mereka menghalang-halangi
kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka). dan
tolong-menolonglah kamu dalam
(mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat
dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah
Amat berat siksa-Nya.”&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Oleh karena, manusia itu selalu
berinteraksi satu dengan yang lainya
Maka terjadilah perubahan social.
Perubahan tersebut disebabkan
perubahan fungsi dan perilaku manusia
dari keadaan tertentu kepada keadaan
lain. &lt;br /&gt;
Contoh tentang perubahan social
inilah adalah semakin majunya
pendidikan, maka semakin kuat arus
perubahan sosial. Kemudian, timbulnya
kebudayaan dan penemuan baru
Agar perubahan tersebut terjadi
sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan
taqwa sesuai dengan wahyu Allah maka,
empat belas abad yang lalu Rasulullah
telah mengajarkan pada kita khususnya
Umat Islam, bahwa Islam mengajarkan
pada kita untuk bersilaturrahmi diantara
sesama muslim sebab dengan
bersilaturrahmi tercipta sikap toleransi
yang tercermin dengan ibadah haji yang
berpusat di Mekkah dan sholat
berjama'ah yang berpusat di mesjid-
mesjid.
Sebagaimana Sabda Nabi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ﺣﺪّﺛﻨﺎﻋﺒﺪﺍﻟﻠﺔ ﺑﻦ ﻳﺴﻒ ﻗﺎﻝ ﺃﺧﺒﺮﻧﺎﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﺔ ﺑﻦ
ﻋﻤﺮ ﺍﻥّ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﺔ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﺔ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺬ ﺑﺴﺒﻊ
ﻭ ﻋﺸﺮﻳﻦ ﺩﺭﺟﺔ .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya: “ Telah menceritakan pada saya
Abdullah ibn Yusuf, beliau berkata telah
menceritakan pada kami dari malik, dari
nafi’ dari Abdullah ibn Umar
Bahwasanya Rasulullah SAW berkata:
Shalat berjama’ah lebih utama dari
shalat sendirian dengan perbandingan
dua puluh tujuh derajat.&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Sholat berjama’ah, secara
langsung atau tidak langsung
mengajarkan pada kita nilai-nilai filosofi
dari ibadah formal tersebut sebagai pusat
pertemuan Umat Islam agar tercipta
kekuatan dan persaudaraan dalam
membangun masyarakat Islam yang
harmonis aman dan bersahabat baik
dengan agama lain, terlebih lagi sesama
muslim. Kemudian, untuk mencegah
terjadi kesenjangan antara yang miskin
dan kaya RasulullahSAW melalui Wahyu-
Nya mewajibkan kita membayar zakat
fitrah bagi yang mampu dan zakat harta
(maal) bagi yang kaya untuk diberikan
pada orang yang memerlukannya.&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Dahulu Nabi Muhammad SAW
membentuk penggurus zakat pada masa
itu yang dikenal dengan 'amil zakat,
begitu juga dengan perlindungan dan
pemeliharan anak-anak yatim menjadi
prioritas utama Syari'at Islam. Inilah
sebenarnya wujud pranata sosial yang
dibentuk oleh Rasululluh SAW pada
masyarakat muslim terdahulu. Sebelum
Orang Barat mengenal konsep pranata
sosial sebagaimana yang kita pahami
sekarang, sebab sebelumnya mereka
hanya mengenal “Hukum Rimba” artinya
siapa yang kuat menindas yang lemah
yang disponsori oleh Penjajah Belanda
terhadap Indonesia, termasuk pada
perang dunia pertama dan kedua. Pada
masa itu, wajar saja jika suatu bangsa
yang kuat menjajah bangsa lain yang
lemah sebab bagi mereka siapa yang
kuat menguasai yang lemah.&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Ibnu khaldun menyatakan
manusia adalah mahluk yang
bermasyarakat hayawan al-ijtima'i
artinya manusia memerlukan bantuan
orang lain mulai dari kelompok
masyarakat terkecil sampai keluarga dan
komunitas terbesar skala wilayah. Naluri
untuk hidup bersama manusia
melahirkan suatu lembaga tertentu yang
diikat dengan kaidah-kaidah hukum
berupa aturan yang dibuat oleh manusia
sebagai wadah aspirasinya, sedangkan
kaidah-kaidah hukum yang diatur oleh
Wahyu Allah SWT kepada manusia
hubungan sesamanya, hubungan dengan
alam dan dengan Tuhannya adalah
aturan bersifat mutlak yang harus
dipatuhi umatnya agar terwujud
kemaslahatan. Oleh sebab itu, manusia
selain mahluk sosial ia juga mahluk yang
berketuhanan (akan dibahas pada materi
berikutnya).&lt;br /&gt;
▶▶▶▶▶Ibnu khaldun menyatakan
manusia adalah mahluk yang
bermasyarakat hayawan al-ijtima'i
artinya manusia memerlukan bantuan
orang lain mulai dari kelompok
masyarakat terkecil sampai keluarga dan
komunitas terbesar skala wilayah. Naluri
untuk hidup bersama manusia
melahirkan suatu lembaga tertentu yang
diikat dengan kaidah-kaidah hukum
berupa aturan yang dibuat oleh manusia
sebagai wadah aspirasinya, sedangkan
kaidah-kaidah hukum yang diatur oleh
Wahyu Allah SWT kepada manusia
hubungan sesamanya, hubungan dengan
alam dan dengan Tuhannya adalah
aturan bersifat mutlak yang harus
dipatuhi umatnya agar terwujud
kemaslahatan. &lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, manusia
selain mahluk sosial ia juga mahluk yang
berketuhanan (akan dibahas pada materi
berikutnya). pengaruh dari luar dan
pemakaian teknologi, ciri khas
masyarakat ini adalah: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama,&lt;br /&gt;
```terdapat&lt;br /&gt;
banyak pekerjaan tidak hanya terikat
mayoritas satu bidang pekerjaan,
kemudian setiap pekerjaan tersebut
beroreantasi keuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua,&lt;br /&gt;
```masuknya berbagai teknologi canggih,
termasuk teknologi komunikasi tidak
langsung berupa telpon, internet, televisi
dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga,&lt;br /&gt;
```berkembangnya industrisasi berupa
pabrik-pabrik yang menghasilkan
berbagai produk barang agar tercukupi
hajat hidup masyarakat tersebut dan
mobilisasi masa dimana setiap individu
berusaha untuk terus menerus
meningkat karir dan profesionalisme
agar dapat mempertahankan eksistensi
dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat,&lt;br /&gt;
```gaya kepemimpinan
bersifat formal dan profesional dengan
berpola pikir rasional, analisis selalu
bersikap inovatif.
Sedangkan, masyarakat primitf
adalah kelompok sosial (masyarakat)
memiliki pola hidup tertumpu pada adat
istiadat, dan lingkungan menjadikan
alam sebagai sarana mistik yang
dianggap sebagai sumber penolong dan
kebahagian. &lt;br /&gt;
ciri kusus masyarakat ini
ialah sangat tertutup dari pengaruh luar.
Untuk inilah, ajaran Islam sangat
menekankan pada umatnya agar tidak
menjadi masyarakat yang primitif
(jumud) tetapi sebaliknya, maka wajar
saja pada beberapa Hadits Nabi SAW dan
Wahyu Tuhan agar selalu menyuruh
umatnya untuk maju, berpikir dan
berahlak mulia, sebab intelektual yang
dijiwai dengan ke-imanan akan
melahirkan masyarakat madani dan
beradap.&lt;br /&gt;
Melihat realita diatas yang
menunjukan betapa pentingnya agama
terhadap kehidupan masyarakat. Dari itu
kami akan sedikit membahas tentang
hubungan Hukum Islam dengan Pranata
Sosial dimakalah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~~~~1.2 Tujuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dalam makalah ini adalah
memperkenalkan segi-segi kehidupan
umat islam ang berkisar pada masalah
sosial-politik . Dengan ini diharapkan
mahasiswa dapat memahami secara
komprehensif segi-segi kehidupan dari
pranata sosial islam, yang dapat
melahirkan cara pandang yang terbuka
dan toleran namun kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 .3 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;
▶▶▶▶1. Apa itu pranata sosial?&lt;br /&gt;
▶▶▶▶2. Masalah sosial-politik yang terjadi
dalam kehidupan umat islam?&lt;br /&gt;
▶▶▶▶3. Peran masjid dalam pembinaan umat? &lt;br /&gt;
▶▶▶▶4. Peran islam dalam politik?&lt;br /&gt;
▶▶▶▶5. Konsep keluarga sakinah,mawaddah
dan rahmah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;big&gt;BAB II&lt;/big&gt;&lt;br/&gt;&lt;big&gt;ISI&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br/&gt;&lt;br&gt;

~~~~~2.1 Keluarga sakinah,mawaddah dan
rahmah&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Keluarga adalah unut terkecil
dari sebuah komunitas,biasanya terdiri
dari ayah,ibu dan anak. Sebagai unit
terkecil, pembinaan keluarga menjadai
sangat penting karena disitulah pondasi
awal pembangunan sebuah bangsa.Oleh
karena itu, sudah lumrah bahwa salah
satu harapan dan cita-cita setiap insan
adalah mendapatkan sebuah keluarga
yang skinah,mawaddah dan rahmah.&lt;br/&gt;
▶▶▶▶▶Konsep keluarga yang
sakinah,mawaddah dan rahmah
sebetulnya merupakan konsep tatanan
dan hubungan sosial yang harmonis
dalam wujudnya yang paling kecil .
Menurut Quraish shihab,kata “litaskunu”
yang diambil dari kata dasar “sakana”
yang artinya “diam”, tenang setelah
sebelunya goncang. &lt;br/&gt;Dari sini , rumah
dalam bahasa arab dinamakan sakan
karena dia merupakan tempat
memperoleh ketenangan-ketenangan
batin karena hidup baru sempurna
setelah bergabungnya masing-masing
pasangan dengan pasangan nya.Allah
SWT menciptakan dalam diri setiap
makhluk dorongan untuk menyatu
dengan pasangannya apalagi masing-
masing ingin mempertahankan eksistensi
jenisnya. Dari sisi Allah SWT
menciptakan pada diri mereka naluri
seksual. Bila naluri ini tidak dipenuhi
maka biasanya secara alamiyah jiwa
akan terus begejolak .Karena itu Allah
SWT mensyari’atkan bagi manusia
perkawinan ,agar kekacauan pikiran dan
gejolak jiwa itu mereda dan masing-
masing memperoleh
ketenangan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
▶▶▶▶▶Demikian antara lain ,makna
dari liitaskunu ilaiha Kata
mawaddah mengandung arti cinta dan
harapan. Dan juga bisa berarti
kelapangan dan kekosongan. Ia adalah
kelapangan dada dan kekosongan jiwa
dari kehendak buruk . Sehingga kata ini
bermakna cinta , tetapi ia adalah cinta
plus. Menurut al-Biqa’i, ia adalah “cinta
yang tampak buahnya dalam sikap dan
perlakuan,serupa dengan kepatuhan
sebagai hasil rasa kepada seseorang”.
Firman Allah SWT QS: al-Baqarah
ayat 221-222&lt;br/&gt;
``Artinya: “ Dan janganlah kamu menikahi
wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya wanita budak
yang mukmin lebih baik dari wanita
musyrik, walaupun Dia menarik hatimu.
dan janganlah kamu menikahkan orang-
orang musyrik (dengan wanita-wanita
mukmin) sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya budak yang mukmin lebih
baik dari orang musyrik, walaupun Dia
menarik hatimu. mereka mengajak ke
neraka, sedang Allah mengajak ke surga
dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-
perintah-Nya) kepada manusia supaya
mereka mengambil pelajaran.``&lt;br/&gt;
Makna yang hampir serupa
▶▶▶▶▶dengan makna mawaddah adalah
rahmah (sehingga disebut mawaddah wa
rahmah), hanya saja rahmah tertuju
kepada orang yang membutuhkan atau
orang yang lemahsedangkan mawaddah
tidak demikian halnya.Cinta yang
dilukiskan dengan kata mawaddah harus
terbukti dalam sikap dan tingkah
laku,sedangkan rahmah tidak harus
demikian. Orang yang dihiasi dengan
mawaddah harus terbuki dalam sikap
dan tingkah rela melakukan apa saja
demi kebaikan orang yang dicintainya,
sehingga siapa saja yang dihiasi dengan
perasaain ini tidak akan pernah
memutuskan hubungan , apapun yang
terjadi.&lt;br/&gt;
Kesediaan seorang suami untuk
membela istri sungguh merupakan suatu
keajaiban. Kesediaan seorang wanita
untuk hidup bersama seorang lelaki,
meninggalkan orang tua dan keluarga
yang membesarkanya dan mengganti
semua itu dengan penu8h kerelaan
untuk hidup bersama seorang lelaki yang
menjadi suaminya, serta bersedia
membuka rahasia yang paling dalam ,
semua itu adalah hal-hal yang tidak akan
mudah dapat terlaksana tanpa adanya
kuasa Allah SWT dalam hati suami istri
yang hidup harmonis, kapan dan dimana
manusia berada.&lt;br/&gt;
▶▶▶▶▶Pentingnya membina keluarga
yang skinah,mawaddah dan rahmah
tidak bisa dilepaskan dari peranan islam
sebagai agama sosial . Sebuah negara
baru akan menjadi baik manakah ia
ditopang oleh unit-unit keluarga yang
sehat yangditandai dengan kehidupan
yang harmonis.Maka dari itu, perhatian
islam terhadap kesempurnaan sebuah
keluarga pada dasarnya dapat diartikan
sebagai perhatian islam terhadap sebuah
tatanan masyarakat yang ideal dan
bertamadun.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~2.2 Peran Masjid Dalam Pembinaan Umat&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶Masjid seperti yang dijelaskan
pada bagian awal merupakan pusat
pembinaan umat dan bahkan menjadi
pusat peradaban Islam.&lt;br/&gt;
Dalam perspektif Al-Qur’an, signifikansi
masjid melakukan pembinaan kepada
umat yang didasarkan pada penjelasan
al-Qur’an bahwa umat Islam perlu
mencontoh generasi Ashab al-Kahfi
dalam mempersiapkan generasi muda.
Mereka adalah generasi yang memiliki
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah
serta mampu mempertahankan
keyakinannya di hadapan penguasa yang
ingin merusak keimanannya. Selain itu,
Al-Qur’an juga mengingatkan kepada
umat Islam agar hendaklah takut kepada
Allah orang-orang yang seandainya
meninggalkan di belakang mereka
generasi yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan)
mereka (QS. 4:9).&lt;br/&gt;
Di dalam hadits juga dijelaskan
betapa pemuda ini perlu diberikan bekal
pengetahuan dan pengalaman hidup agar
pemuda tersebut tumbuh dewasa dan
senantiasa mengabdi kepada Allah swt.
Pemuda inilah yang nantinya
mendapatkan perlindungan di hari
kiamat&lt;br/&gt;
Akhir-akhir ini terdapat usaha di
kalangan umat islam yang terdorong
untuk menghidupkan kembali fungsi
mesjid seperti di zaman nabi muhammad
SAW. Fenomena yang cukup untuk
menggembirakan ini bahkan menyebar
ke seluruh dunia islam dengan kegiatan
yang mungkin berbeda-beda. Bahkan
dikalangan Muslim Barat sudah terdapat
gagasan tentang fungsi mesjid sebagai
pusat peradabanyang disebut”islamic
center”.&lt;br/&gt;
Karena sebagai pusat peradaban ,
maka sebuah mesjid tidak cukup hanya
sebagai tempat menyelanggarakan
kegiatan ibadah semata,seperti shalat,
melainkan diarahkan pada fungsi yang
lebih luas. Hal ini mengingatkan kita
dimasa nabi SAW , dimana beliau
menggunakan mesjid untuk seluruh
kegiatan ,mulai dari pengajaran,latihan
militer, diplomasi, tempat musyawarah
dan sebagainya.Setelah hijrah
kemadinah, beliau membangun sebuah
mesjid yang diberi nama Masjid Nabawi
yang kemudian menjadi tonggak sejarah
yang amat penting bagi umat islam,
melaikan juga bagi seluruh umat
manusia.&lt;br/&gt;
Sebelum hijrah, Madinah dulunya
bernama Yatsrib. Nabi SAW
mengubahnya menjadi al-Madinah atau
Madinah al-Nabi, yang artinya Kota atau
Kota Nabi. Perkataan Arab Madinah
secara kebahasaan berarti tempat
peradaban , sehingga peradaban sendiri
dalam bahasa arab juga disebut
madaniyah atau tamadun. Jadi,
penggantian nama yatsrib oleh Nabi SAW
dapat diartikan sebagai isyarat bahwa
beliau , dengan titik tolak kota itu , akan
membangun sebuah masyarakat yang
beradab atau masyarakat madani.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶Masjid sebagai “rumah Allah
SWT” (Bait Allah ) yang memiliki ruh
kemuliaan, semestinya memiliki peran
yang semakin luas dan bermanfaat bagi
umat, disamping peran utamanya sebagai
srana ibadah dan pusat syiar bagi umat
islam . Masjid dijadikan sebagai tempat
shalat , mengisi pengajian, tadarus Al-
Quran dan lain-lain, yang sering disebut
dengan istilah menghidupkan atau
memakmurkan masjid. Umat islam
diharapkan memakmurkan masjid dan
mencintai masjid , dengan menjadikan
masjid sebagai pusat dan tujuan hatinya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~2.3 Ukhuwah Islamiyah&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Kata ukhuwah berakar dari kata
kerja akha, misalnya dalam kalimat
“akha fulanun shalihan”, (Fulan
menjadikan Shalih sebagai saudara).
Makna ukhuwah menurut Imam Hasan
Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah
keterikatan hati dan jiwa satu sama lain
dengan ikatan aqidah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Hakekat Ukhuwah Islamiyah:&lt;br/&gt;
○○1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103)&lt;br/&gt;
○○2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)&lt;br/&gt;
○○3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63)&lt;br/&gt;
○○4.Merupakan cermin kekuatan iman
(Q.S.49:10&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Perbedaan Ukhuwah Islamiyah dan
Ukhuwah Jahiliyah:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan
universal karena berdasarkan akidah dan
syariat Islam&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer
(terbatas waktu dan tempat), yaitu ikatan
selain ikatan akidah (missal:ikatan
keturunan orang tua-anak, perkawinan,
nasionalisme, kesukuan, kebangsaan,
dan kepentingan pribadi)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

MANFAAT UKHUWAH ISLAMIYAH&lt;br/&gt;
○○○1. Merasakan lezatnya iman&lt;br/&gt;
○○○2. Mendapatkan perlindungan Allah di
hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan
yang dilindungi)&lt;br/&gt;
○○○3. Mendapatkan tempat khusus di surga
(Q.S. 15:45-48)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Hal-hal yang menguatkan ukhuwah&lt;br/&gt;
islamiyah:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶1. Memberitahukan kecintaan kepada
yang kita cintai
Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin
Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada
seseorang berada di samping Rasulullah
lalu salah seorang sahabat berlalu di
depannya. Orang yang disamping&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai
dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
‘Apakah kamu telah memberitahukan
kepadanya?’ &lt;br/&gt;
Orang tersebut menjawab:
‘Belum.’ &lt;br/&gt;
Kemudian Rasulullah bersabda:
‘Beritahukan kepadanya.’&lt;br/&gt;
 Lalu orang
tersebut memberitahukan kepadanya
seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku
mencintaimu karena Allah.’ &lt;br/&gt;
Kemudian
orang yang dicintai itu menjawab:
‘Semoga Allah mencintaimu karena
engkau mencintaiku karena-Nya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶◀2. Memohon didoakan bila berpisah
“Tidak seorang hamba mukmin berdo’a
untuk saudaranya dari kejauhan
melainkan malaikat berkata: ‘Dan
bagimu juga seperti itu” (H.R. Muslim)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶3. Menunjukkan kegembiraan dan
senyuman bila berjumpa
“Janganlah engkau meremehkan
kebaikan (apa saja yang dating dari
saudaramu), dan jika kamu berjumpa
dengan saudaramu maka berikan dia
senyum kegembiraan.” (H.R. Muslim)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali
non muhrim)&lt;br/&gt;
“Tidak ada dua orang mukmin yang
berjumpa lalu berjabatan tangan
melainkan keduanya diampuni dosanya
sebelum berpisah.” (H.R Abu Daud dari
Barra’)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi
saudara)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶6. Memberikan hadiah pada waktu-
waktu tertentu&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶7. Memperhatikan saudaranya dan
membantu keperluannya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

▶▶▶▶▶9. Mengucapkan selamat berkenaan
dengan saat-saat keberhasilan&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Kata ukhuwah berarti
persaudaraan, maksudnya perasaan
simpati dan empati antara dua orang
atau lebih. Masing-masing pihak
memiliki satu kondisi atau perasaan yang
sama, baiksuka maupun duka, baik
senang maupun susah. Jalinan perasaan
itu menimbulkan sikap timbal balik
untuk saling membantu bila pihak yang
lain mengalami kesulitan, dan sikap
untuk saling berbagi kesenangan kepada
pihak lain bila salah satu pihak
menemukan kesenangan .&lt;br/&gt;
Quraish Shihab menyebutkan
klasifikasi dan tingkatan ukhuwah atau
persaudaraan itu kepada beberapa
macam;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○1. Ukhuwah islamiyah , yakni
persaudaraan berlaku sesama umat
islam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○2. Ukhuwah Wathoniyah, yakni
persaudaraan sesama warga negara
dalam satu negara , apapun asal
agamanya, suku, ras, dan adat
istiadatnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○3. Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah,
yakni persaudaraan yang berlaku bagi
semua umat manusia secara universal,
tanpa membedakan lingkungan , negara,
agama, suku, dan aspek-aspek
kekhususan lainnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○4. Ukhuwah Uluhiyyah, yakni
persaudaraan sesama makhluk Tuhan,
ini dimaksudkan bahwa manusia tidak
hanya harus menjaga ikatan sebagai
sesama umat islam, sesama warga
negara, sesama umat manusia, tetapi
juga harus meletakan kerangka
persaudaraan tersebut dengan sesama
makhluk tuhan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Persaudaraan sesama muslim
berarti, hendaklah sesama muslim yang
satu dengan yang lain, saling
menghormati, saling membantu, saling
menghargai relativitas masing-masing
sebagai sifat dasar kemanusiaan , seperti
perbedaan pemikiran, sehingga tidak
menjadi penghalang untuk saling
membantu dan menolong , karena
diantara mereka diikat oleh satu
keyakinan dan jalan hidup yaitu islam.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Agama islam memberikan
petunjuk yang jelas untuk menjaga agar
persaudaraan sesama muslim itu dapat
terjalin dengan kokoh, sebagaimana
firman Allah dalam &lt;b&gt;surat Al-Hujuraat
10-12 &lt;/b&gt;, yang merupakan landasan dasar
dalam menerapkan nilai-nilai ukhuwah
islamiyah di twngah-tengah umat.&lt;br/&gt;
Jalinan persaudaraan dan kasih
sayang antara sesama Muslim ini, sangat
banyak dan sering digambarkan oleh
Rasulullah SAW dalam Hadistnya,
bagaimana Rasulullah SAW
mengambarkan antara Muslim yang satu
dengan Muslim yang lainnya ibarat satu
buah bangunan ,bagian bangunan yang
satu saling menguatkan dengan bagian
bangunan yang lainnya, tanpa
kebersamaan dalam menopang berdiri
kokohnya bangunan tersebut, niscahya
bangunan akan rapuh, mudah roboh dan
mudah pula dihancurkan.&lt;br/&gt;
Disaat yang lain, Rasulullah
mengibaratkan ikatan persaudaraan
antara sesama Muslim itu dengan satu
tubuh, yang apabila bagian tubuh yang
satu merasakan sakit, maka bagian
tubuh yang lain ikt merasakan dan
secara bersama-sama untuk mengatasi
dan menghilangkan rasa sakit tersebut.
Oleh karena itu bagi setiap pribadi
Muslim, wajib hukumnya ia menjaga
nilai-nilai ukhuwah yang kokoh dalam
ikatan kasih sayang dengan sesama
muslim,yang dengan demikianakan
semakin menunjukkan islam sebagai
rahmat pemersatu bagi seluruh umat
nya. &lt;br/&gt;
Fanatisme dan syu’ubiyyah tersebut
seharusnya tetap dalam koridor yang
positif dalam upayah meninggikan panji-
panji kebesaran Allah SWT , tanpa
melakukan perbuatan-perbuatan yang
bersifat destruktif apalagi merugikan
pihak-pihak lain atau penganut agam-
agama lain.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~2. 4 Kebersamaan dalam pluralitas agama&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Pluralitas agama, atau boleh
diterjemahkan bahwa keberadaan
berbagai agam, banyak agama-agama
yang eksis di ats bumi ini , baik agama
samawi maupun agama ardhi, yang di
indonesia diakui oleh negara sebanyak 6
agama, memunculkan kemungkinan-
kemungkinan atau dampak-dampak yang
dalam bentuk nya , akan positif ( seperti
terjalinya hubungan kerja sama) apabila
kemajemukan agaa tersebut dapat
disikapi secara benar dan positif, dan
akan negatif ( seperti pertentangan dan
permusuhan) apabila kemajemukan itu
tidak disikapi secara arif dan benar .
Kedua keungkinan tersebut dapat saja
terjadi mengingat pluralitas agama
merupakan suatau keniscayaan, tinggal
lagi bagaimana umat masing-masing
agama mengolah keniscayaan tersebut
sesuai dengan noorma-norma yang ada.
Konsep persaudaraan sesama
manusia, didalam islam, sebenarnya
memberikan rambu-rambu dalam upaya
mewujudkan kerukunan dan
kebersamaan antarumat manusia yang
berlainan agama. Dasar memikiran
umata hal ini , tentu saja keyakinan
bahwa semua umat manusia adalah
makhluk Allah SWT.&lt;br/&gt; Sekalipun Allah
SWT memberikan petunjuk kebenaran
melaluiajaran islam , tetapi Dia juga
memberikan kebebasan kepadasetiap
manusia untuk memilih jalan hidup
sesuai dengan rasionya. Karena itu sejak
awal pnciptaanya, Allah SWT tidak
menetapkan manusia sebagai satu umat,
padahal AllahSWT kuasa bila Dia
menghendaki. Itulah fitrah manusia ,.
Dalam prakteknya, ketegangan
yang sering timbul dalam hubungan
untern umat beragama, antar umat
beragama dan antara umat beragama
dengan pemerintah , disebabkan antara
lain oleh;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○1. Sifat dari masing-masing agama
yang mengandung dakwah dan misi.&lt;br/&gt;
○○○2. Kurangnya pengetahuan para
pemeluk agama akan agamanya sendiri
dan agama lain.&lt;br/&gt;
○○○3. Para pemeluk agama tidak mampu
menahan diri, sehingga kurang
menghormati bahkan merendahkan
agama lain.&lt;br/&gt;
○○○4. Kaburnya batas antara sikap
memegang teguh keyakinan agama dan
toleransi dalam kehidupan
bermasyarakat.&lt;br/&gt;
○○○5. Kecurigaan masing -masing akan
kejujuran pihak lain , baik intern umat
beragama, antar umat beragama dan
antar umat beragama dengan
pemerintah .&lt;br/&gt;
○○○6. Kurangnya sling pengertian dalam
menghadapi masalah perbedaan
pendapat.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Dalam perjalanan sosial historis
islam, benih-benih kebersamaan dalam
pluralitas telah ditanam sejak masa awal
Rasulullah SAW dan “ negara islam”
madnah sebagai tonggak sejarah atau
contoh utama yang diperlihatkan&lt;br/&gt;
Rasullah SAW dalam menganyomi
kemajemukan dan pluralitas rakyat
madinah yang terdiri dari bermacam-
macam agama , berbagai suku dan
kabilah dapat hidup aman dan tentram
berdampingan dibawah panji-panji
islam , sehigga mungkin,dan memang
relavan,untuk mengingat kembali bahwa
islam memiliki pengalaman-pengalaman
sejarah berkaitan dengan persoalan
pluralitas dan telah menemukan cara
untuk menjawabnya secara kreatif dan
adpat pula membuka kembali lembaran
sejarah peradaban yang mengagumkan
bagi masyarakat muslim, baik dimasa-
masa Rasulullah maupun masa&lt;br/&gt;
perjalanan islam hingga saat ini.
Dalam Islam al-Qur’an dan hadits
adalah sumber hukum yang harus
dipatuhi dan serta harus adil dalam
menetapkan suatu hukum berdasarkan
wahyu Allah sebagaimana firman Allah
SWT:&lt;br/&gt;
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah
menurunkan kitab kepadamu dengan
membawa kebenaran, supaya kamu
mengadili antara manusia dengan apa
yang telah Allah wahyukan kepadamu,
dan janganlah kamu menjadi penantang
(orang yang tidak bersalah), karena
(membela) orang-orang yang khianat&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Islam sangat menekakan aspek
spritual keagamaan dimana Wahyu
Tuhan sebagai pedoman hidup Umat
Islam, agar Islam yang kita pahami
sekarang tidaklah sama seperti zaman
dahulu, karena adanya perubahan zaman
dan waktu.&lt;br/&gt;
Oleh sebab itu, pintu ijtihad tetap selalu
terbuka dengan berdasarkan moralitas
dan fitrah kemanusiaan sehingga
eksistensi Ajaran Islam berkembang
dengan baik, maka Islam dapat bertahan
hingga kini. Sebagaimana sabda Nabi
Muhammad SAW:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

ﺍﺫﺍﺣﻜﻢ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﺎﺟﺘﻬﺪﺛﻢّ ﺍﺻﺎﺏ ﻓﻠـﻪ ﺍﺟﺮﺍﻥ ﻭﺍﺫﺍ ﺣﻜﻢ ﻓﺎﺟﺘﻬﺪ ﺛﻢّ
ﺍﺧﻄﺄ ﻓﻠﻪ ﺍﺟﺮ&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Artinya: Jika seorang hakim berijtihad
memutuskan suatu perkara maka
baginya ada dua pahala dan apabila
ijtihadnya salah maka baginya
mendapatkan satu pahala”.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Hubungan Agama Islam dengan
agama-agama lainnya di Indonesia
harmonis sebab nilai-nilai moralita yang
ditanamkan dalam Islam adalah
kerukunan antar umat beragama
sebagaimana yang termuat dalam nilai-
nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.
Terdapat beberapa alasan terciptanya
kerukunan umat ber-agama di Indonesia
ini, yaitu: &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Pertama,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~aspek sejarah,
berdasarkan sejarah perjuangan Bangsa
Indonesia mengalami rasa senasib dan
seperjungan, yaitu sama-sama sebagai
anak jajahan penajajah dan kaum
imprealis. &lt;br/&gt;
Kemudian berjuang bersama-
sama membebaskan diri dari belenggu
penjajah, akhirnya berkat karuna Tuhan
Yang Maha Esa kita dapat menang dan
mengusir penjajah di bumi nusantara.
Maka sudah sepantasnya kita untuk
saling rukun antar umat beragama.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Kedua, &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~aspek sosiologi, bahwa
Masyarakat Indonesia mendiami wilayah
kesatuan Republik Indonesia dari Sabang
sampai Merauke yang diikat oleh
semboyan “Bhineka Tunggal Ika” artinya
walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu
yaitu Bangsa Indonesia. Ketiga, aspek
hukum yaitu, di Indonesia hanya diakui
beberapa agama; Islam, Kristen, Hindu,
Budha dan Thiongha yang diikat oleh
Pancasila dan UUD 1945 tentang
kerukunan antar umat beragama.&lt;br/&gt;
Selanjutnya, menurut Tajul Arifin
menyatakan bahwa antara agama (Islam,
Katolik, Protestan, Hindu dan Budha
serta aliran kepercayaan lain Khong hu
Chu) dan masyarakat dalam
perkembangannya saling mempengaruhi
sehingga terjadi interaksi yang dinamis
di Indonesia. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;
Contoh, Bangsa Indonesia
yang penduduknya mayoritas muslim
maka budaya yang terjadi pada
masyarakat ini bernuansa Islam sehingga
banyak terdapat bangunan mesjid, Bank
Syari`ah dan tempat-tempat pengajian'
arsitektur Islam, banyak terdapat
gerakan dakwah secara langsung dan
tidak langsung termasuk pengaturan tata
aturan kehidupan yang termuat dalam
Kompilasi Hukum Islam dan fatwa MUI.
Oleh sebab itulah, Islam
menyuruh umatnya untuk mengajak
Umat Islaam dan umat lainnya untuk
kembali kejalan kabaikan dengan
hikmah tarpi bukan dengan cara
kekerasan, sebagimana firman Allah
SWT:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Artinya: “ Serulah (manusia) kepada
jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah
mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang
lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang
lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk. (ayat 126) Dan jika
kamu memberikan balasan, Maka
balaslah dengan Balasan yang sama
dengan siksaan yang ditimpakan
kepadamu, akan tetapi jika kamu
bersabar, Sesungguhnya Itulah yang
lebih baik bagi orang-orang yang sabar.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Jadi, nilai-nilai luhur dari dakwah Islam
adalah mengajak orang berbuat baik
bahkan menjalankan menjalankan
syari’at Islam secara hikmah dan
bijaksana tetapi tidak dengan kekerasan
salah satu cara dengan cara hikmah
tersebut adalah membangun lembaga-
lembaga ke-Islaman dan toleransi
terhadap sesama agama yang lainnya
sebagimana yan telah diuraikan diatas.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~2. 5 Islam dan Politik&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Islam dan politik merupakan
persoalan yang selalu aktual, karena
sejalan dengan pandangan para pakar
islam, islam lebih dari sekedar sistem
teologis(agama), tetapi ia merupakan
sebuah sistem kehidupan yang lengkap.
Untuk memahami model politik islam
biasanya orang dengan mudah merujuk
langsung kepada praktek politik dimasa
Rasulullah , khususnya dimasa madinah ,
dimana keterkaitan antar agama dan
politik sangat erat , bahkan dikatakan
bahwa Nabi Muhammda SAW adalah
nabi dan Negarawan sekaligus.&lt;br/&gt;
Firman Allah SWT dalam QS: an-
Nisa ayat 58-59&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻛُﻢْ ﺃَﻥْ ﺗُﺆَﺩُّﻭﺍ ﺍﻷﻣَﺎﻧَﺎﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻬَﺎ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺣَﻜَﻤْﺘُﻢْ ﺑَﻴْﻦَ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﻥْ ﺗَﺤْﻜُﻤُﻮﺍ ﺑِﺎﻟْﻌَﺪْﻝِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻧِﻌِﻤَّﺎ ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢْ ﺑِﻪِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ
ﺳَﻤِﻴﻌًﺎ ﺑَﺼِﻴﺮًﺍ )٥٨ (ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ
ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻷﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﻨَﺎﺯَﻋْﺘُﻢْ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺮُﺩُّﻭﻩُ ﺇِﻟَﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ
ﻭَﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺗَﺄْﻭِﻳﻼ ) ٥٩ )&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh
kamu menyampaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya, dan
(menyuruh kamu) apabila menetapkan
hukum di antara manusia supaya kamu
menetapkan dengan adil. Sesungguhnya
Allah memberi pengajaran yang sebaik-
baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah
adalah Maha mendengar lagi Maha
melihat.(ayat 59) Hai orang-orang yang
beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara
kamu. kemudian jika kamu berlainan
Pendapat tentang sesuatu, Maka
kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika
kamu benar-benar beriman kepada Allah
dan hari kemudian. yang demikian itu
lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya.”&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Ayat ini memerintahkan kita
khususnya pada penguasa untuk
menjaga dan menyampaikan amanah
yang diberikan Allah untuk semua
manusia yang kemudian bagi umat Islam
diwajibkan untk mentaati penguasa
selama itu penguasa tersebut
menjalankan amanah Allah. Oleh sebab
itu konsep politik yang dibangun dalam
Islam tidak sepenuhnya demokrasi dan
tidak juga sepenuhnya absolute murni
tetapi mengutamakan musyawarah
sebagai upaya membangkitkan semangat
kebersamaan untuk mencapai
kesepakatan, sehingga tidak yang merasa
dirugikan dan terabaikan.&lt;br/&gt;
Bagi masyarakat modern pranata
sosial politik ditandai dengan semakin
berkembangnya kesadaran berpolitik,
partisipasi aktif rakyat dalam
mensukseskan pemilu eksekutif dan
legislatif sehingga politik mampu
menciptakan situasi ketertiban dan
keamanan. Akan tetapi, jika terjadi
sebaliknya, tercipta situasi yang rusuh
dan konflik karena kepentingan politik
atau sentimen politik sebagimana yang
telah terjadi pada beberapa Wilayah
Indonesia, rusuh sebab pemilihan kepala
daerah di Maluku, Manado dan lain-lain.
Maka ini menunjukkan Masyarakat
Indonesia belum siap sepenuhnya
menghadapi perkembangan politik
Indonesia yang salah sebabnya lemahnya
sistem keamanan dan kesadaran
masyarakat. Sikap emosinal dan tidak
siap berbeda pendapat dari para tokoh
politik juga menjadi salah satu faktor
penyebab kelemahan politik Indonesia
sehingga dengan ini dapat kita katakan
bahwa Masyarakat Indonesia belum
modern dibidang sosial politik.
Untuk ini perlu kiranya kita bercermin
kepada Rasulullah SAW empat belas abad
yang lalu, beliau membangun
Masyarakat Muslim di Makkah dan
Madinah berdasarkan prinsip
musyawarah mufakat dan kebebasan
berpendapat yang bertanggung jawab,
maka tipelogi yang dilakukannya dalam
memimpim Umat Islam terpusat pada
keteladanan sikap pribadi beliau. Nabi
Muhammad SAW berperan ganda sebagai
tokoh agama dan kepala pemerintahan.
Selama kepemimpinan Nabi Muhammad
SAW ketika beliau menyelesaikan
permasalahan yang bernuansa agama/
ibadah maka banyak keputusan yang
dibuatnya dibantu oleh Wahyu Tuhan,
bahkan terkadang beliau sendiri
menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an dalam
memeberikan suatu jawaban atas
pertanyaan sahabat. &lt;br/&gt;
Ketika beliau
menyelesaikan permasalahan yang
bernuansa sosial politik maka beliau
mengutamakan musyawarah mufakat
yang banyak dibantu oleh sahabat-
sahabatnya. tidak ada diskriminasi
terhadap kelompok tertentu termasuk
pada kaum wanita bahkan orang kafir
sekalipun, justru Rasulullah SAW
sebaliknya berusaha menghilangkan
diskriminasi sebagaimana yang telah
terbangun jauh sebelumnya oleh Arab
Jahiliyah dimana kaum wanita dianggap
kaum yang lemah bahkan merusak
sehingga banyak bayi wanita dibunuh,
bagi Masyarakat Arab dahulu juga sudah
terbangun sistem kasta (bany) antara
kasta yang terhormat dan kasta budak
Hukum yang berlaku adalah&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

syari'at Islam, akan tetapi Rasul tidak
pernah menunjukkan sikap tentang
Negara Islam di Makkah dan Madinah.
Jadi salah kaprah jika sebagian orang
Islam bersikeras membentuk negara
Islam Indonesia, yang perlu untuk
diperjuangkan adalah penegakan
kembali piagam Jakarta yang mana salah
satu isinya adalah kewajiban orang Islam
menjalankan Syari'at Islam di Indonesia.
Contoh, &lt;br/&gt;
ketika Rakyat Aceh menuntut
merdeka dan mendirikan Negara Islam,
walaupun hal ini gagal mereka lakukan,
mereka hanya mendapatkan hak
istimewa untuk menjalankan Hukum
Islam. Ternyata dalam praktekknya
dilakukan terlalu over dosisi sehingga
Syari'at Islam berlaku juga untuk orang
non Islam Aceh sehingga yang terjadi
adalah didaerah-daerah tertentu yang
minoritas muslim (Irian Jaya dan
Maluku) Orang Islam ditekan dan tidak
boleh mendakwahkan Islam secara bebas
dan terbuka. Maka situasi sosial politik
seperti ini sangat berpotensi menjadi
bom waktu bagi masyarakat Indonesia
terjadi perang suku dan agama.&lt;br/&gt;
Oleh sebab itu harus segera
dicegah, salah satu caranya adalah perlu
adanya gerakan moral yang lebih kuat
untuk menciptakan kerukunan antar
umat beragama dan perlu adanya
kekuatan militer.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;



&lt;center&gt;&lt;big&gt;BAB III&lt;/big&gt;&lt;br/&gt;
&lt;big&gt;PENUTUP&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;



~~~~~3.1 Kesimpulan
Agama dan nilai-nilai agama
merupakan fakta yang konstan yang ada
pada setiap masyarakat manusia
sepanjang masa. &lt;br/&gt;
Agama dan nilai-nilai
agama bersatu dengan unsur-unsur
budaya membentuk system dan
struktural yang membina dan yang
memunculkan arah kehidupan manusia
yang secara nyata telah membedakaan
kehidupan dan kualitas kehidupan
manusia dari makhluk lainnya
dibandingkan dengan faktor-faktor sosial
budaya, maka faktor agama itulah yang
sangat berpengaruh pada semua segi
kehidupan mereka.&lt;br/&gt;
Dari segi ajaran agama dapat dikatakan
bahwa agama merupakan sumber
motivasi perilaku masyarakat dan
bangsa. Keinginan untuk meningkatkan
kualitas pribadi dan kesejahteraan
sesama warga bangsa akan lebih berhasil
bila pula disertai motivasi keagamaan.
Melihat realita diatas yang menunjukan
betapa pentingnya agama terhadap
kehidupan masyarakat. &lt;br/&gt;
Dari itu kami
akan sedikit membahas tentang
hubungan Hukum Islam dengan Pranata
Sosial dimakalah ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Pranata sosial adalah tata nilai
mengatur kehidupan masyarakat.
Masyarakat yang dimaksudkan adalah
sekelompok orang yang saling
berkomunikasi terfokus pada berbagai
aktifitas guna memenuhi kebutuhan
hajat hidup manusia secara menyeluruh.
Atau pranata sosial yang kami
maksudkan disini adalah lembaga yang
terdapat dimasyarakat.&lt;br/&gt;
 Adapun pranata
sosial dalam Islam adalah berupa tata
nilai-nilai yang mengaturan kehidupan
sosial Masyarakat Muslim berdasarkan
Syari'at Islam sebagaimana yang
dicontohkan oleh baginda Rasulullah
SAW untuk terapkan pada masa
sekarang.&lt;br/&gt;
Berikut ini, ada beberapa faktor pranata
sosial dalam Ajaran Islam dilihat dari
berbagai aspek diantaranya&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

○○○a) Pranata dibidang Agama&lt;br/&gt;
○○○b) Pranata dibidang Ekonomi Islam&lt;br/&gt;
○○○c) Pranata keluarga yang Islamiyah&lt;br/&gt;
○○○d) Pranata pendidikan dalam Islam&lt;br/&gt;
○○○e) Pranata politik dalam Islam&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

~~~~~Kemudian, dari pranata tersebut
terbentuk struktur sosial yaitu
memperhatikan berbagai aspek
kehidupan manusia, mulai tingkat sosial
dan dinamika masyarakat diantara
keseluruhan jalinan unsur sosial, kaidah
sosial, lembaga sosila dan kelompok
sosial. Dinamika masyarakat sebagai
proses perubahan sosial itu sendiri.
Proses sosial sebagai timbal balik antara
pelbagai segi kehidupan bersama
terutama dalam hal interaksi sosial.&lt;br/&gt;
Interaksi sosial adalah hubungan sosial
yang dinamis yang menyangkut
hubungan orang perorangan maupun
antar kelompok manusia.&lt;br/&gt;
Selain itu, manusia secara
psikologis juga sebagai mahluk
berketuhanan, sadar atau tidak percaya
bahwa manusia selalu mencari
kebenaran dibsebalik kebenaran yang ia
terima dan akhir dari pencarian
kebenaran tersebut itulah ia
membutuhkan kebenaran yang mutak
yaitu kebenaran yang bersumber dari
Tuhan.&lt;br/&gt;
Setiap manusia membentuk
kelompok sosial, reaksi tersebut
menyebabkan terjadinya berbagai
tindakan disebabkan keinginan dan
kepentingan menjadi satu kesatuan
dengan manusia lain disekelilingnya.
Kelompok sosial tersebut terdiri dari dua
yaitu kelompok sosial formal dan non
formal, formal adalah kelompok sosial
yang diikat oleh aturan-aturan yang
telah ada sebelumnya yang kemudian
menjadi landasan hukum dalam
menentukan kebijakan. Sedangkan
kelompok sosial non formal adalah
kelompok sosial yang tidak terikat oleh
aturan-aturan yang telah ada tetapi
hanya berbentuk kesepakatan bersama
yang kemudian menjadi landasan hukum
dalam menentukan kebijakan.&lt;br/&gt;
Kemudian, terjadinya perubahan
sosial disebabkan beberapa fakrot yaitu:
terjadi konflik, perpindahan penduduk
dan majunya ilmu penetahuan, dari
ketiga faktor ini maka majunya ilmu
pengetahuan memiliki pengaruh sangat
besar perubahan yang positip suatu
daerah sebagimana yang diungkapkan
&lt;b&gt;Randall Colins&lt;/b&gt; dalam sebuah kesimpulan
dari tulisannya tentang peran ilmu
pengetahuan sebagai sosial kontrol
perubahan, bahwa sosial kontrol dalam
ilmu pengetahuan merupakan suatu
perubahan sistem dimana informasi
memberikan manfaat yang sangat besar
terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan sehingga mengajak setiap
individu berpikir kreatif sebagaimana
tujuan mulya dari nilai-nilai ilmu
pengetahuan itu sendiri. Adapun
oreantasi dari para ilmuan disini adaah
mengaharapkan penemuan dan
pemikirannya dapat diterima dan diakui
orang lain sebagai kaidah-kaidah ilmu
pengetahuan tetapi bukanlah fanatik
ilmu pengetahuan yang dapat
menyebebkan orang tidak fleksibel
dalam berpikir.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

&lt;center&gt;&lt;big&gt;Daftar Pustaka&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Abdul Syauni (Cetakan ke 3). 2007
Sosiologi Sistematika,Teori dan Terapan.
Jakarta. PT. Bumi Aksara.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Collins, Randall (1985) Three Sociological
tradition. New York. Oxford University
Press.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Khaldun, Ibnu. 1958. Muqaddimah.
dalam Tajul Arifin (2008) Tesis-Tesis
dalam Teori Sosiologi Klasik dan
Kontemporer.Bandung. Lembaga
Penelitian Universitas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Tim Dosen PAI Universitas
Jambi.2011.Pendidikan Agama
Islam.Jakarta Selatan.Gaung Persada
Press Jakarta&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

W.A. Gerungan Psikologi (1986 ) Sosial.
Bandung. PT. Eresco.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;

Al-Qur’an dan Terjemah.



































  




















































































































&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Perubahan Perilaku Hasil Belajar</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2014/01/perubahan-perilaku-hasil-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 1 Jan 2014 02:42:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-4155722490158419273</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap perilaku belajar
selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik. menurut &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Surya (1982)&lt;/b&gt;, disebut juga sebagai prinsip-prinsip
belajar. Di antara ciri-ciri perubahan khas yang menjadi karakteristik perilaku
belajar yang terpenting adalah :&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/null" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;1. Perubahan
itu intensional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 18.0pt;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;2. Perubahan itu positif
dan aktif, dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 18.0pt;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3. Perubahan itu efektif
dan fungsional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Karakteristik perubahan hasil belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan yang disadari dan disengaja
(intensional).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan
perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang
bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari
bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;pengetahuannya&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;semakin bertambah atau keterampilannya semakin
meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya,
seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari
bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu
juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya
telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap
dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Bertambahnya
pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan
dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga,
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan
menjadi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;dasar&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan
keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi
Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan
“Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya
tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam
mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;yang&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;fungsional&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Setiap
perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup
individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa
mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka
pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan
untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari
dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;yang&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;bersifat&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;positif&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan
perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan.
Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan
menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan
perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta
didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia
memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan
individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi
guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perubahan yang
bersifat aktif.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Untuk
memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan
perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang
psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca
dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang
psikologi pendidikan dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perubahan yang
bersifat pemanen.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan
perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi
bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan
komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan
menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perubahan yang
bertujuan dan terarah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Individu
melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan
jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang
mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang
pendek mungkin dia&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;ingin&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan
tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan
memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru
yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi
Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai
tujuan-tujuan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Perubahan
perilaku secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan
perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi
termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya.
Misalnya,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping
memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga
memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori
Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan
“Teori-Teori Belajar”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Menurut Gagne (Abin
Syamsuddin Makmun, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: 36.0pt;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perubahan perilaku yang merupakan hasil belajar dapat
berbentuk :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Informasi
verbal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Yaitu
penguasaan informasi dalam bentuk verbal, baik secara tertulis maupun tulisan,
misalnya pemberian nama-nama terhadap suatu benda, definisi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kecakapan
intelektual&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Yaitu
keterampilan individu dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan
menggunakan simbol-simbol, misalnya: penggunaan simbol matematika. Termasuk
dalam keterampilan intelektual adalah kecakapan dalam membedakan
(discrimination), memahami konsep konkrit, konsep abstrak, aturan dan hukum.
Ketrampilan ini sangat dibutuhkan dalam menghadapi pemecahan masalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Strategi
kognitif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kecakapan
individu untuk melakukan pengendalian dan pengelolaan keseluruhan aktivitasnya.
Dalam konteks proses pembelajaran, strategi kognitif yaitu kemampuan
mengendalikan ingatan dan cara – cara berfikir agar terjadi aktivitas yang
efektif. Kecakapan intelektual menitikberatkan pada hasil pembelajaran,
sedangkan strategi kognitif lebih menekankan pada pada proses pemikiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sikap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Yaitu
hasil pembelajaran yang berupa kecakapan individu untuk memilih macam tindakan
yang akan dilakukan. Dengan kata lain. Sikap adalah keadaan dalam diri individu
yang akan memberikan kecenderungan vertindak dalam menghadapi suatu obyek atau
peristiwa, didalamnya terdapat unsur pemikiran, perasaan yang menyertai
pemikiran dan kesiapan untuk bertindak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kecakapan
motorik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Yaitu
hasil belajar yang berupa kecakapan pergerakan yang dikontrol oleh otot dan
fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;. &amp;nbsp;Menurut&amp;nbsp;Moh. Surya (1997&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;seperti
: peserta didik belajar bahasa berkali-kali menghindari kecenderungan
penggunaan kata atau struktur yang keliru, sehingga akhirnya ia terbiasa dengan
penggunaan bahasa secara baik dan benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Keterampilan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;seperti
: menulis dan berolah raga yang meskipun sifatnya motorik,
keterampilan-keterampilan itu memerlukan koordinasi gerak yang teliti dan
kesadaran yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Pengamatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;yakni
proses menerima, menafsirkan, dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui
indera-indera secara obyektif sehingga peserta didik mampu mencapai pengertian
yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Berfikir asosiatif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;yakni
berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuatu dengan lainnya dengan menggunakan
daya ingat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Berfikir rasional dan kritis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;yakni
menggunakan prinsip-prinsip dan dasar-dasar pengertian dalam menjawab
pertanyaan kritis seperti “bagaimana” (how) dan “mengapa” (why).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Sikap&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;yakni
kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk
terhadap orang atau barang tertentu sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -21.25pt;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Inhibisi&amp;nbsp;(menghindari hal yang mubazir).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; text-indent: -21.25pt;"&gt;
&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Apresiasi&amp;nbsp;(menghargai karya-karya bermutu).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Perilaku afektif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;yakni
perilaku yang bersangkutan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira,
kecewa, senang, benci, was-was dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;menetap sebagai hasil dari pengalaman”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16.0pt;"&gt;Perubahan
Perilaku Bukan Hasil Belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Belajar merupakan proses
mencapai tujuan, dan bukan hasil atau tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 36.0pt;"&gt;
Proses terjadi melalui interaksi dengan
lingkungan.&lt;br /&gt;
Dalam belajar diperlukan tujuan, bahan pelajaran, perencanaan yang matang, dan
kegiatan, di mana guru banyak terlibat langsung.&lt;br /&gt;
Perubahan harus menunjukkan perubahan tingkah laku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dengan demikian
perubahan-perubahan yang tidak memiliki ciri-ciri di atas tidak dapat dikatakan
sebagai belajar. Contoh perubahan yang bukan merupakan belajar adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perubahan karena
pertumbuhan jasmanai.&lt;br /&gt;
Perubahan akibat kelelahan fisik.&lt;br /&gt;
Perubahan karena menggunakan obat.&lt;br /&gt;
Perubahan akibat penyakit parah atau trauma.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;·&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol; mso-fareast-language: IN;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Salah satu
contoh perubahan tingkah laku yang bukan merupakan hasil belajar Yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; tab-stops: 180.7pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;*Kematangan adalah perubahan prilaku akibat proses
pengembangan dan pertumbuhan organ fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; tab-stops: 180.7pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Contoh: seorang balita yang belajar merangkak dan berjalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto; tab-stops: 180.7pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;Seseorang yang sudah mengkonsumsi obat-obatan terlarang, perilakunya akan
berubah seperti jadi pemarah,&amp;nbsp; cepat tersinggung, dan lemah berfikirnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengukur Piranti Elektronika (Resistor, Transistor, Kapasitor)-1</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/mengukur-piranti-elektronika-resistor_19.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 19 Dec 2013 01:58:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-7588733338399757684</guid><description>


&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;center&gt;&lt;big&gt;BAB I&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elektronika  adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari benda-benda yang banyak sekali digunkan dalam era teknologi saat ini, berbagai asfek kehidupan manusia terkait dengan bidang elektronika. dan benda-benda elektronika dinamankan dengan piranti elektronika atau komponen elektronika. piranti-piranti tersebut pada umumnya bekerja dengan pemberian sumber arus listrik. Dalam elektronika kebanyakan menggunakan alat-alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
~~~Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi masing-masing komponen, ada yang untuk mengatur arus dan tegangan, meratakan arus, menyekat arus, memperkuat sinyal arus dan masih banyak fungsi lainnya.&lt;br /&gt;
~~Alat-alat elektronika adalah suatu alat yang dirangkai dengan beberapa komponen elektronika untuk fungsi tertentu.Dalam rangkaian elektronika terdapat bermacam-macam komponen penyusunnya. Ada transistor, resistor, induktor, kapasitor, dioda, trafo, IC,  dan lain-lain.&lt;br /&gt;
~~Dalam elektronika, suatu komponen elektronika bisa dikelompokkan menjadi komponen pasif dan komponen aktif. Komponen pasif, yaitu komponen elektronik yang tidak membutuhkan sumber listrik (sumber arus/tegangan) dalam bekerja. Beberapa contoh komponen pasif adalah hambatan, induktor, kapasitor, termistor, fotoresistor, saklar (toggle, push-button, rotary), relay, moving coil konektor, dll.&lt;br /&gt;
~~Sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang memiliki sumber listrik internal (membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus). Beberapa contoh komponen aktif adalah komponen semikonduktor (misalnya dioda, transistor, UJT (uni junction transistor), FET (field effect transistor), op-amp, fototransistor, tabung elektron, dll ).&lt;br /&gt;
~~Namun dalam makalah ini akan dibahas mengenai komponen-komponen penyusun dalam piranti elektronika yaitu resistor, kapasitor dan transistor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1Landasan Teori&lt;br /&gt;
2.1.1 Pengertian Resistor  ( Hambatan )&lt;br /&gt;
~~Resistor adalah  komponen elektronika dua pin/kaki yang didesain untuk menahan arus listrik dengan menurunkan tegangan di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya dan juga untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu.  Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.&lt;br /&gt;
~~Sesuai dengan nama dan kegunaanya maka resistor mempunyai sifat resistif (menghambat) yang umunya terbuat dari bahan karbon.Dari hukum Ohm di jelaskan bahwa resistansi akan berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melaluinya. Maka untuk menyatakan besarnya resistansi dari sebuah resistor dinyatakan dalam satuan Ohm yang dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Untuk menggambarkanya dalam suatu rangkaian dilambangkan dengan huruf R, karena huruf  ini merupakan standart internasional yang sudah disepakati bersama untuk melambangkan sebuah komponen resistor dalam sebuah rangkaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1.2 Fungsi Resistor&lt;br /&gt;
~~Resistor pada umumnya berfungsi sebagai penghambat arus listrik atau sebagai pengatur dalam membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan adanya resistor menyebabkan arus listrik dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan. Fungsi resistor dalam suatu rangkaian elektronika adalah:&lt;br /&gt;
1)      Menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.&lt;br /&gt;
2)       Menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.&lt;br /&gt;
3)       Pembagi tegangan.&lt;br /&gt;
4)       Bekerjasama dengan transistor dan kapasitor dalamsuatu rangkaian elektronika untuk membangkitkan frekwensi rendah/ tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.1.3 Jenis – Jenis Resistor&lt;br /&gt;
~~Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Berdasarkan jenis bahan yang digunakan untuk membuatnya, resistor dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain resistor kawat, resistor arang,  resistor oksida logam, resistor film, resistor karbon, dan banyak lagi jenis lainya. Berdasarkan bentuknya resistor dapat berbentuk silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Namun dalam praktek perdagangan di pasaran, resistor hanya di bedakan menjadi 3 jenis  berdasar nilainya, jenis yaitu :&lt;br /&gt;
A.          Fixed Resistor (resistor tetap) yaitu resistor yang memiliki nilai hambatan tetap.&lt;br /&gt;
B.          Variable Resistor (resistor variabel)  yaitu resistor yang mempunyai nilai hambatan yang bisa berubah-ubah.&lt;br /&gt;
C.          Resistor Non Linier yaitu resistor yang disebabkan oleh pengaruh / faktor dari lingkungan seperti cahaya atau suhu akan membuat nilai hambatannya menjadi tidak linier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~Tipe resistor yang umum kita jumpai  adalah berbentuk tabung dengan 2 kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna atau pita – pita warna . Pita – pita warna ini dikenal sebagai kode resistor . Dengan mengetahui kode resistor kita dapat mengetahui nilai resistansi resistor, toleransi, koefisien temperatur dan reliabilitas resistor tersebut. Kode warna tersebut adalah manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA ( Elektronic Industries Association ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A.   Resistor tetap (Fixed resistor)&lt;br /&gt;
~~Resistor tetap adalah resistor yang nilai hambatanya tidak dapat dirubah-rubah dan besarnya sudah ditentukan oleh pabrik yang membuatnya. Ciri fisik untuk mengenali resistor jenis ini adalah bahan pembuat resistor berada di tengah, dan pada kedua ujungnya terdapat conducting metal, kemasan seperti inilah yang dinamakan dengan axial. Ukuran fisik resistor tetap bermacam-macam yaitu tergantung besarnya daya yang tdimilikinya. Misalnya resistor tetap dengan daya 2 watt akan mempunyai bentuk fisik yang jauh lebih besar dari pada resistor yang mempunyai daya 1/4 watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~~~~~Jenis-Jenis Resistor Tetap~~~~~~&lt;br /&gt;
a. Resistor Kawat&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="123" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/kawat.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resistor kawat adalah jenis resistor generasi pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Rating daya yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Resistor Batang Karbon (Arang)&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" heigth="69" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/R.arang.JPG" width="183" /&gt;&lt;br /&gt;
Pada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna. Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian elektronika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.        Resistor Keramik atau Porselin&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="150" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/keramik.jpg" width="184" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Gambar di atas adalah merupakan bentuk fisik dari SMD resistor, bentuknya kotak dan berukuran sangat kecil yang cara pemasangannya adalah dengan menempel pada papan pcb.  Jenis resistor ini terbuat dari bahan keramik atau porselin.&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan perkembangan yang ada, telah dibuat jenis resistor keramik yang dilapisi dengan kaca tipis. Jenis resistor ini telah banyak digunakan dalam rangkaian elektronika saat ini karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d.       Resistor Film Karbon&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="198" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/R.film.karbon.jpg" width="387" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Resistor film karbon ini adalah resistor hasil pengembangan dari resistor batang karbon. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para produsen komponen elektronika telah memunculkan jenis resistor yang dibuat dari bahan karbon dan dilapisi dengan bahan film yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh luar. Nilai resistansinya dicantumkan dalam bentuk kode warna. Resistor ini juga sudah banyak digunakan dalam berbagai rangkaian elektronika karena bentuk fisiknya kecil dan memiliki resistansi yang tinggi. Namun, untuk masalah ukuran fisik, resistor ini masih kalah jika dibandingkan dengan resistor keramik. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e.        Resistor Film Metal&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="300" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/R.metal.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Resistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor film karbon. Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistor ini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% atau 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor film metal ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkan dengan resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat ukur. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.     Resistor tidak tetap (Variable Resistor)&lt;br /&gt;
~~Resistor tidak tetap adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang dapat diubah2 sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Perubahannya dapat dilkaukan dengan cara memutar atau menggeser pengaturnya yang memang sudah disediakan, namun ada pula nilai perubahan resistansinya akan dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya misalnya suhu, cahanya, suara, dll, sehingga dapat dijadikan sebagai sakelar otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~~~~~Jenis-jenis resistor tidak tetap~~~~~~&lt;br /&gt;
a.     Potensiometer&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="187" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Potensio.jpg" width="191" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Potensiometer merupakan variable resistor yang paling sering digunakan. Pada umumnya, potensiometer terbuat dari kawat atau karbon. Potensiometer yang terbuat dari kawat merupakan potensiometer yang telah lama lahir pada generasi pertama pada waktu rangkaian elektronika masih menggunakan tabung hampa (vacuum tube). Potensiometer dari kawat ini memiliki bentuk yang cukup besar, sehingga saat ini sudah jarang ada yang memakai potensiometer seperti ini. Gambar di atas adalah potensiometer yang terbuat dari bahan karbon. Pada umumnya, perubahan resistansi pada potensiometer terbagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Yang dimaksud dengan perubahan secara linier adalah perubahan nilai resistansinya sebanding dengan arah putaran pengaturnya. Sedangkan, yang dimaksud dengan perubahan secara logaritmik adalah perubahan nilai resistansinya berdasarkan perhitungan logaritmik. Pada umumnya, potensiometer logaritmik memiliki perubahan resistansi yang cukup unik karena nilai maksimal dari resistansi diperoleh ketika kita telah melakaukan setengah kali putaran pada pengaturnya. Sedangkan, nilai minimal diperoleh saat pengaturnya berada pada titik nol atau titik maksimal putaran. Untuk dapat mengetahui apakah potensiometer tersebut linier atau logaritmik, dapat dilihat huruf yang tertera di bagian belakang badannya. Jika tertera huruf B, maka potensiometer tersebut logaritmik. Jika huruf A, maka potensiometer linier. Pada umumnya, nilai resistansi juga tertera pada bagian depan badannya. Nilai yang tertera tersebut merupakan nilai resistansi maksimal dari potensiometer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Potensiometer Geser&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="225" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/RGeser.jpg" width="225" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Potensiometer geser merupakan kembaran dari potensiometer yang telah dibahas di atas. Perbedaannya adalah cara mengubah nilai resistansinya. Pada potensiometer yang telah dibahas di atas, cara mengubah nilai resistansinya adalah dengan cara memutar gagang yang muncul keluar. Sedangkan, untuk potensiometer geser, cara mengubah nilai resistansinya adalah dengan cara menggeser gagang yang muncul keluar. Bentuk dari potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di samping. Pada umumnya, bahan yang digunakan untuk membuat potensiometer ini adalah karbon. Adapula yang terbuat dari kawat, namun saat ini sudah jarang digunakan karena ukurannya yang besar. Pada potensiometer geser ini, perubahan nilai resistansinya hanyalah perubahan secara linier. Bentuk potensiometer geser dapat dilihat pada gambar di atas dengan komponen yang ditengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.Trimpot&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" heigth="300" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/trimpot.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Trimpot adalah kependekan dari Tripotensiometer. Sifat dan karakteristik dari trimpot tidak jauh beda dengan potensiometer. Hanya saja, trimpot ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan potensiometer. Perubahan nilai resistansinya juga dibagi menjadi 2, yakni linier dan logaritmik. Huruf B yang tertera pada trimpot menyatakan perubahan nilai resistansinya secara logaritmik, sedangkan huruf A untuk perubahan secara linier. Untuk mengubah nilai resistansinya, kita dapat memutar lubang tengah pada badan trimpot dengan menggunakan obeng. Sebagai tahanan bahan resistansinya adalah menggunakan bahan karbon atau arang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C.     Resistor Non Liner&lt;br /&gt;
~~Merupakan resistor yang nilai resistansi bergantung pada keadaan sekitarnya seperti cahaya atau suhu akan membuat nilai hambatannya menjadi tidak linier contohnya LDR ( Light Dependent Resistor ), PTC ( Positive Temperatur Coeficient ), NTC ( Negative Temperature Coeficient ), dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.  NTC dan PTC&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="300" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Ntc.ptc.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;
~~NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coeficient. Sifat komponen ini resistif dimana nilai resistansinya akan menurun apabila temperatur disekelilingnya naik. Sedangkan PTC adalah singkatan dari Positive Temperature Coeficient, yang nilai resistansinya akan bertambah besar apabila termperatur disekelilingnya turun.. Komponen NTC dan PTC biasanya digunakan sebagai sensor dalam peralatan pengukur panas atau disebut juga termistor. Selain itu juga bisa digunakan sebagai sakelar otomatis yang cara kerjanya akan ditentukan oleh suhu disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.       LDR&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="104" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Ldr.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
~~LDR adalah singkatan dari Light Dependent Resistor, yaitu sebuah resistor yang nilai resistansinya akan berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya yang diterimanya. Pada prinsipnya, intensitas cahaya yang besar mampu mendorong elektron untuk menembus batas – batas pada LDR. Dengan demikian, nilai resistansi LDR akan naik jika intensitas cahaya yang diterimanya sedikit atau kondisi sekelilingnya gelap. Sedangkan, nilai resistansi LDR akan turun jika intensitas cahaya yang diterimanya banyak atau kondisi sekelilingnya terang. LDR sering digunakan sebagai sensor cahaya, khususnya sebagai sensor cahaya yang digunakan  untuk rangkain-rangkaian sakelar otomatis tertentu seperti lampu taman, lampu jalan, dll, dimana LDR akan bekerja secra otomatis sesuai dengan tingkat cahaya yang ada didepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.1 Pengertian  Kapasitor&lt;br /&gt;
~~Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut. Kapasitor disebut juga kondensator. Kata “kondensator” pertama kali disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (dari bahasa Italia “condensatore”), yaitu kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik. Sebuah kapasitor terdiri atas keping-keping logam yang disekat satu sama lain dengan isolator. Isolator penyekat disebut zat dielektrik. Simbol yang digunakan untuk menampilkan sebuah kapasitor dalam suatu rangkaian listrik adalah &lt;img alt="rennys" height="42" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Simbol.jpg" width="98" /&gt;Seperti halnya resistor, kapasitor juga tergolong ke dalam komponen pasif elektronika. Adapun cara kerja kapasitor dalam sebuah rangkaian elektronika adalah dengan cara mengalirkan arus listrik menuju kapasitor. Apabila kapasitor sudah penuh terisi arus listrik, maka kapasitor akan mengeluarkan muatannya dan kembali mengisi lagi. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;
Ada dua cara pemasangan kapasitor, yaitu tanpa memerhatikan kutub-kutubnya (untuk kapasitor nonpolar) dan dengan memperhatikan kutub-kutubnya (untuk kapasitor polar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.2 Fungsi Kapasitor&lt;br /&gt;
~~Beberapa kegunaan atau fungsi dari kapasitor, antara lain sebagai berikut:
a. menyimpan muatan listrik,&lt;br /&gt;
b. memilih gelombang radio (tuning),&lt;br /&gt;
c. sebagai perata arus pada rectifier,&lt;br /&gt;
d. sebagai komponen rangkaian starter kendaraan bermotor,&lt;br /&gt;
e. memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil,&lt;br /&gt;
f. sebagai filter dalam catu daya (power supply).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.2.3 Jenis – Jenis Kapasitor&lt;br /&gt;
A.     Jenis Kapsitor Berdasarkan Polaritasnya&lt;br /&gt;
~~Pada dasarnya kapasitor dibagi menjadi 2 bagian  berdasarkan polaritasnya yaitu : Kapasitor Polar dan Kapasitor Non Polar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Kapasitor Polar&lt;br /&gt;
~~Kapasitor Polar merupakan kapasitor yang kedua kutubnya mempunyai polaritas positif dan negatif, bahan dielektrik kapasitor Polar biasanya terbuat dari elketrolit dan kapasitor jenis ini mempnyai nilai kapasitansi yang besar dibandingkan dengan kapasitor yang menggunakan bahan dielektrik kertas atau mika atau keramik. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="118" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/polar.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.    Kapasitor Non-Polar&lt;br /&gt;
Kapasitor Non Polar merupakan kapasitor yang yang pada kedua kutubnya tidak mempunyai polaritas artinya pada kutub-kutupnya dapat dipakai secara berbalik, dan biasanya kapasitor jenis ini mempunyai nilai kapasitansi yang kecil serta bahan dielektriknya terbuat dari kertas, keramik, mika, dll. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="77" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/nonpolar.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.     Jenis Kapasitor Berdasarkan Kegunaannya&lt;br /&gt;
1.  Kapasitor/Kondensator Tetap&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="159" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Kondensatortetap.png" width="258" /&gt;&lt;br /&gt;
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang nilai kapasitansinya tetap, tidak dapat di rubah. Lihat gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
2.   Kapasitor/Kondensator Tidak Tetap&lt;br /&gt;
Kapasitor tidak tetap merupakan kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat dirubah. Kapsitor ini terdiri dari:&lt;br /&gt;
a.    Kapasitor Trimer&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="182" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Miss.u.jpg" width="317" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kapasitor trimer Yaitu kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat dirubah dengan cara memutar porosnya dengan obeng. Lihat gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
b.Kapasitor Variabel (Varco)&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="126" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Varco.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kapasitor variael merupakan kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat di ubah dengan memutar poros yang tersedia. Bentuknya menyerupai potensiometer.&lt;br /&gt;
C.     Jenis kapasitor berdasarkan typenya&lt;br /&gt;
~~Kapasitor terdiri dari beberapa type, tergantung dari bahan dielektrikknya. Berdasarkan typenya kapasitor dapat dibagi 3 bagian, yaitu : kapasitior elektrostatik, kapasitor elektrolitik, dan kapasitor elektrochemikal.&lt;br /&gt;
1.    Kapasitor Elektrostatik&lt;br /&gt;
Kapasitor elektrostatik adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film, dan mika.  Umumnya kapasitor klompok ini adalah non-polar.&lt;br /&gt;
2.    Kapasitor Elektrolytik&lt;br /&gt;
Kapasitor elektrolytik adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektriknya dari metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk klompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – dibadannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas , adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.&lt;br /&gt;
3.    Kapasitor Elektrochemikal&lt;br /&gt;
~~Termasuk kapasitor jenis ini aalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang sangat besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D.     Jenis kapasitor berdasarkan bahan dielektriknya&lt;br /&gt;
1.     Kapasitor Tantalum&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="155" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tantalum.jpg" width="504" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kapasitor tantalum adalah jenis dari kapasitor elektrolit yg elektrode-nya dibuat dr bahan tantalum. Komponen ini mempunyai polaritas, pembedanya dengan yang lain ialah adanya tanda + di badan capasitor. Tanda tersebut memiliki arti bahwa pin yang berada dibawahnya mempunyai polaritas yg positif, karenanya berhati-hatilah ketika memasang jenis kapasitor elektrolit ini agar tidak terbolak-balik pemasangannya. Kelebihannya ialah frekuensi dan temperatur yg lebih baik daripasa kapasitor elektrolit yg dibuat dgn material alumunium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Kapasitor Keramik&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="238" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Keramik.jpg" width="479" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kapasitor ini memakai material titanium acid barium sebagai dielektriknya.&lt;br /&gt;
Komponen ini bisa dipakai di rangkaian frekuensi yg tinggi karena tak dikontruksikan layaknya koil. Capasitor yg bekerja di frekuensi tinggi  haruslah sangat perlu diperhitungkan karekteristik respon frekuensinya. Buat hitung-gitungan respon frekuensi dikenali jg satuan quality factor / faktor kualitas yg kita ketahui samadgn 1/DF. Umumnya dipakai tuk mengalirkan signal frekuensi tinggi mengarah menuju ground. Kapasitor keramik tak bagus untuk dipakai  pada rangkaian analog, sebab bisa mengganti bentuk sinyal. Tipe ini juga tak memiliki polaritas serta cuma terdapat dgn nilai capasitor yg begitu kecilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.     Kapasitor Elektrolit&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="155" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Elektrolit.jpg" width="198" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kelompok jenis ini terbentuk dari sejumlah capasitor yg material dielektriknya ialah lapisan berupa metal oksida. Elektrode komponen ini dibentuk dr alumunium yg memakai membran oksidasi yg tipis. Biasanya capasitor yg masuk dlm kelompok ini ialah kapasitor polar dgn tanda – dan + di tubuhnya. Berdasar karakteristik itu, kita haruslah selalu hati-hati ketika memasangnya sehingga tidak terbalik. Resiko yang terjadi saat polaritas terbalik ialah bisa jadi rusak atau malah dapat meledak. Agar didapatkan permukaan yg luas, material plat alumunium tersebut umumnya digulung secara radikal. Dengan demikian bisa dihasilkan kapasitor yg memiliki kapasitans besar. Dipasaran tipe capasitor ini dipakai pd rangkaian pewaktu, low pass filter dan rangkaian power supply. Yang perlu diingat bahwa tipe kapasitor ini tak dapat dipakai untuk rangkaian frekuensi tinggi. Secara praktikal, tegangan kerja dr kapasitor perhitungannya secara perkalian antara tegangan catu daya dgn dua (2). Contohnya saja, catu daya yg diberikan pada kapasitor dgn tegangan 5 volt, maka kita harus memilih kapasitor yg mempunyai tegangan kerja minimal 5 x 2 = 10volt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.     Kapasitor Mika&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="272" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Mika.jpg" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Tipe ini memakai mika sbg material dielektriknya. Karena koefesien temperatur yang dimiliki kapasitor mika rendah, maka tingkat kestabilan yang dimilikinya menjadi tinggi. Selain itu karena frekuensi karakteristik yg dimilikinya sangatlah baik, komponen ini biasa dipakai buat filter untuk frekuensi tinggi; rangkaian resonans dan juga rangkaian yg memakai tegangan yg tinggi seperti radio pemancar yg memiliki tabung transistor. Dipasaran harga kapasitor mika relatif tinggi, dan juga memiliki nilai kapasitansi yg tinggi pula&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3.1 Pengertian Transistor&lt;br /&gt;
~~Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Secara harfiah, transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni “transfer” yang artinya pemindahan dan “resistor” yang berarti penghambat.&lt;br /&gt;
Transistor ditemukan pertama kali oleh William Shockley, John Barden, dan W. H Brattain pada tahun 1948. Mulai dipakai secara nyata dalam praktik mereka pada tahun 1958.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal atau tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor) .&lt;br /&gt;
Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian2 digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3.2 Fungsi Transistor&lt;br /&gt;
~~Fungsi transistor yakni sebagai penguat, sebagai pemutus dan penyambung (saklar), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal dan bebagai fungsi lainnya. Transistor pun dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.&lt;br /&gt;
v  Fungsi transistor sebagai saklar. Dengan mengontrol bias dari transistor hingga komponen ini menjadi jenuh, akan menyebabkan seolah-olah diperoleh hubungan singkat diantara emitor dan kaki kolektor. Fenomena inilah yang dapat dimanfaatkan hingga transistor bisa dipakai sebagai saklar elektronika.
v  Fungsi transistor sebagai  penguat arus. Berdasarkan fungsi ini membuat transistor dapat digunakan dalam rangkaian power supply yang tegannya diset. Dalam keadaan tersebut transisor haruslah terlebih dahulu dibias dengan tegangan yang konstan pada basisnya, tujuannya biar pada emitor menghasilkan tegangan yang tetap. Umumnya yang dipakai untuk mengontrol tegangan basis agar tetap adalah dioda zener.&lt;br /&gt;
v   Fungsi transistor untuk menguatkan sinyal AC. Selain sebagai penguat arus, transistor juga bisa digunakan sebagai penguat tegangan pada sinyal AC. Untuk pemakaian transistor sebagai penguat sinyal digunakan beberapa macam teknik pembiasan basis transistor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.3.3 Jenis-Jenis Transistor&lt;br /&gt;
~~Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.&lt;br /&gt;
1.  Transistor Bipolar&lt;br /&gt;
~~Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Merupakan komponen elektronik yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Ada 2 jenis transistor  bipolar yaitu transistor tipe P – N – P dan transistor jenis N – P – N. Transistor NPN adalah transistor positif yang memiliki katoda pada kaki basis dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri tegangan arus positif.&lt;br /&gt;
Sedangkan transistor PNP adalah transistor negatif, unsur katoda terlerak pada emitor dan kolektor ,dapat bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri tegangan negatif.&lt;br /&gt;
~~Nama Bipolar diambil karena elektron yang mengalir pada transistor ini melewati dua tipe material semikonduktor dengan polaritas P (Positif) dan N (Negatif).&lt;br /&gt;
Jika tidak ada arus listrik yang mengalir pada kaki Basis, maka transistor akan dalam keadaan tertutup sehingga tidak ada arus yang mengalir pada kaki Kolektor ke Emiter atau sebaliknya. Sedangkan jika arus listrik diberikan pada kaki Basis maka transistor akan kembali terbuka sehingga arus dapat mengalir dari Kolektor ke Emiter atau sebaliknya, sifat transistor ini banyak digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai sakelar elektronik.&lt;br /&gt;
Tanda petunjuk arah arus pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor. Komponen dan Simbol transistor, ditunjukkan seperti gambar dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="136" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Bipolar.jpg" width="264" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor ini mempunyai 3 jenis yaitu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Uni Junktion Transistor (UJT)&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="333" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Ujt.jpg" width="333" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch elektronis. Ada Dua jenis UJT ialah UJT Kanal N dan UJT Kanal P.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.  Field Effect Transistor (FET)&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="333" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Fet.jpg" width="333" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan.&lt;br /&gt;
Bentuk fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor. Jenis FET ada dua yaitu Kanal N dan Kanal P. Kecuali itu terdapat pula macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. MOSFET&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="333" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Mosfet.jpg" width="333" /&gt;&lt;br /&gt;
~~MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada bagian bagian yang benar-benar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah. Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal P dan Kanal N&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
Pembahasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.1 Prinsip kerja dan Cara Mengukur&lt;br /&gt;
3.1Resistor&lt;br /&gt;
A.          Mengukur dengan menggunakan kode warna resistor&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="525" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tabel.jpg" width="400" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B.          Cara mengukur dengan menggunakan alat ukur multimeter /avometer/ohm meter&lt;br /&gt;
v Multimeter Analog&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Multimeter Analog atau Multimeter Jarum adalah alat pengkur besaran listrik yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe. Analog tidak dii gunakan untuk mengukur secara detail suatu besaran nilai komponen tetapi kebanyakan hanya di gunakan untuk baik atau jjeleknya komponen pada waktu pengukuran atau juga di gunakan untuk memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai dengan rangkaian blok yang ada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="438" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Multimeter.jpg" width="495" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Umumya pada avometer terdapat bagian-bagian sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1.     Saklar Jangkah : Saklar jangkah ini digunakan untuk memilih jenis besaran yang yang akan diukur (Ampere, Volt maupun Ohm) dan saklar jangkah juga menunjukkan batas skala pengukuran. Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran, Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Sekerup Kontrol NOL :&lt;br /&gt;
~~Untuk mengatur posisi jarum, sebelum pengukuran, jarum harus menunjukkan tepat angka NOL, bila tidak sekerup kontrol NOL ini diputar untuk diatur ulang. Saat saklar pemilih pada posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan (OHM) suatu komponen&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.     Kabel Penyidik :&lt;br /&gt;
~~digunakan untuk menempelkan ke obyek yang di ukur. Kabel MERAH dipasang pada lubang PLUS dan kabel hitam dipasang pada lubang MINUS atau COMMON.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.     Multimeter / AVO Meter&lt;br /&gt;
~~dilengkapi dengan dua kabel pencolok/kabel penyidik yang masing-masing berwarna merah dan hitam.  Untuk dapat bekerja, avometer memerlukan sumber listrik berupa battery. Dalam penyimpanan yang cukup lama, battery ini harus dilepaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~Multimeter / AVO Meter harus digunakan secara tepat, yang sangat perlu dan selalu diperhatikan adalah pemilihan saklar jangkah yang tepat/ pemilihan obyek yang akan diukur. Kesalahan pemilihan jangkah dapat mengakibatkan kerusakan avometer misalnya pengukuran voltage dengan jangkah pada posisi OHM, maka akibatnya akan fatal bisa menyebabkan AVO meter rusak. Bila besaran yang diukur tidak dapat diperkirakan sebelumnya, harus dibiasakan memilih jangkah/skala tertinggi. Setiap selesai pengukuran, dibiasakan meletakkan jangkah pada posisi OFF atau VDC angka tertinggi.&lt;br /&gt;
Posisi alat ukur saat mengukur Hambatan (Ohm)
Yang mesti diketahui saat pngukuran tahanan ialah &lt;big&gt;JANGAN PERNAH MENGUKUR NILAI TAHANAN SUATU KOMPONEN SAAT TERHUBUNG DENGAN SUMBER.&lt;/big&gt; Ini akan merusak  alat ukur. Pengukurannya sangat mudah yaitu tinggal mengatur saklar pemilih ke posisi Skala OHM dan kemudian menghubungkan terminal ke kedua sisi komponen (Resistor) yang akan di ukur.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="194" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Ukur.R.jpg" width="360" /&gt;&lt;br /&gt;
Memasang Multimeter untuk mengukur tahanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;big&gt;MENGUKUR NILAI TAHANAN / RESISTANSI RESISTOR (OHM)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;
Yang perlu di Siapkan dan Perhatikan:&lt;br /&gt;
1.     Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).&lt;br /&gt;
2.     Atur Sekrup pengatur Jarum agar jarum menunjukkan Angka NOL (0), bila menurut anda angka yang ditunjuk sudah NOL maka tidak perlu dilakukan Pengaturan Sekrup.&lt;br /&gt;
3.     Lakukan Kalibrasi alat ukur (Telah saya bahas diatas pada point 2 mengenai Tombol Pengatur Nol OHM). Posisikan Saklar Pemilih pada SKALA OHM pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel Terminal negatif (hitam) dan positif (merah). Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan Tombol pengatur Nol Ohm.&lt;br /&gt;
4.     Setelah Kalibrasi Atur SAKLAR PEMILIH pada posisi Skala OHM yang diinginkan yaitu pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tanda x (kali /perkalian) disini adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan di KALI kan dengan nilai Skala OHM yang dipilih oleh saklar Pemilih.&lt;br /&gt;
5.     Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan di Ukur. &lt;big&gt;(INGAT JANGAN PASANG ALAT UKUR OHM SAAT KOMPONEN MASIH BERTEGANGAN)&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;
6.     Baca Alat ukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara membaca OHM METER&lt;br /&gt;
1.     Untuk membaca nilai Tahanan yang terukur pada alat ukur Ohmmeter sangatlah mudah.&lt;br /&gt;
2.     Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih dengan sakelar pemilih.&lt;br /&gt;
3.     Misalkan Jarum menunjukkan angka 20 sementara skala pengali yang anda pilih sebelumnya dengan sakelar pemilih adalah x100, maka nilai tahanan tersebut adalah 2000 ohm atau setara dengan 2 Kohm.&lt;br /&gt;
Misalkan pada gambar berikut terbaca nilai tahanan suatu Resistor:&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="165" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Nilai.R.jpg" width="346" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~Kemudian saklar pemilih menunjukkan perkalian skala yaitu x 10k maka nilai resistansi tahanan / resistor tersebut adalah:&lt;br /&gt;
Nilai yang di tunjuk jarum   = 26&lt;br /&gt;
Skala pengali                        = 10 k&lt;br /&gt;
Maka nilai resitansinya       = 26 x 10 k
= 260 k = 260.000 Ohm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v    Menguji Resistor / Tahanan Tetap&lt;br /&gt;
~~Walaupun komponen ini tidak memiliki kutub negatif dan positif tetapi dengan multimeter kita akan menguji kualitasnya. Tidak menutup kemungkinan adanya kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya karena terbakar/korsleting karena tidak tahan menahan arus yang lebih besar dari nilainya.&lt;br /&gt;
Untuk mengujinya dengan multimeter kita boleh membolak-balik kaki resistor ataupun sebaliknya membolak-balik colok (+) dan colok (-).&lt;br /&gt;
Langkah-langkah pemeriksaan resistor:&lt;br /&gt;
 Memutar saklar sampai pada posisi R x Ohm.&lt;br /&gt;
 Kalibrasi dengan menghubungkan colok (+) dan colok (-). Kemudian memutar penyetel sampai jarum menunjuk pada angka nol (0). Atau putar control adjusment untuk menyesuaikan.&lt;br /&gt;
 Setelah itu kita hubungkan pencolok (+) pada salah satu kaki resistor, begitu pula colok (-) pada kaki yang lain.&lt;br /&gt;
 Perhatikan jarum penunjuk. Apakah ia bergerak penuh atau sebaliknya jika bergerak dan tak kembali berarti komponen masih baik. Bila sebaliknya jarum penunjuk skala tidak bergerak berarti resistor rusak.&lt;br /&gt;
~~Komponen resistor yang masih baik juga bisa dinilai dengan sama atau tidak nilai komponen resistor yang tertera pada gelang-gelang warnanya dengan pengukuran melalui multimeter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~mengukur nilai hambatan sebuah resistor tetap&lt;br /&gt;
Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.&lt;br /&gt;
Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur
Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama dengan nilai yang ditunjukkan oleh gelang warna resistor.&lt;br /&gt;
v  Mengukur nilai hambatan sebuah resistor variabel (VR)&lt;br /&gt;
~~Atur Selektor pada posisi Ohmmeter.
Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variabel resistor (VR)yang akan diukur.
Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X (kali), artinya hasil penunjukkan jarum nantinya dikalikan dengan angka  pengali sesuai batas ukur.
Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.&lt;br /&gt;
Sambil membaca hasil ukur pada multimeter, putar/geser posisi variabel resistor dan pastikan penunjukan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR......&lt;img alt="rennys" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah1.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/mengukur-piranti-elektronika-resistor.html?m=0"&gt; Next part-2&lt;/a&gt;









































&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;

¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengukur Piranti Elektronika (Resistor, Transistor, Kapasitor)-2</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/mengukur-piranti-elektronika-resistor.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 19 Dec 2013 00:14:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-8109865517230480352</guid><description>

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;big&gt;3.2. Kapasitor&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v  Menguji Kondensator&lt;br /&gt;
Caranya adalah dengan langkah-langkah berikut di bawah ini:&lt;br /&gt;
a. Mula-mula saklar multimeter diputar ke atas. Tanda panah ke atas tepatnya R x Ohm&lt;br /&gt;
t
b. Kalibrasi sampai jarum multimeter menunjukkan angka nol tepat saat dua colok (+) dan colok (-) dihubungkan. Putar adjusment untuk menyesuaikan.&lt;br /&gt;
c. Hubungkan colok (-) dengan kgaki berkutub negatif kondensator, sedangkan colok (+) dengan kaki positif kondensator. Lihat jarum. Apabila bergerrak dan tidak kembali berarti komponen tersebut masih baik. Jika bergerak dan kembali tetapi tidak seperti posisi semula berarti komponen rusak. Dan apabila jarum tidak bergerak sama sekali dipastikan putus.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
v   Menguji variabel kondensator&lt;br /&gt;
Menguji variabel kondensator bukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kebocoran. Hal ini disebabkan ia tidak terbuat dari bahan-bahan seperti layaknya yang dipakai dalam pembuatan elco, kondensator keramik dan lain sebagainya.
Tujuan pengujian ini hanyalah untuk mengetahui hubungan/kontak langsung antara rotor dan stator. Jika keduanya berhubungan maka tidak dapat dipakai karena korsleting sehingga menimbulkan suara gemerisik pada radio. Byiasanya varco ang demikian dapat diketahui dengan cara memutar-mutar varco guna memperoleh signal (gelombang) dan diiringi suara gemerisik yang lebih tajam dari suara pancaran pemancar.
Untuk mengetahui tingkat korsleting pada sebuah varco adalah dengan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
o Pertama-tama memutar saklar multimeter pada posisi R x Ohm atau 1x dan K.&lt;br /&gt;
o Kalibrasi seperti biasa.&lt;br /&gt;
o Hubungkan colok (-) dan colok (+) pada masing-masing kaki.&lt;br /&gt;
o Putar rotornya. Apabila jarum tak bergerak sama sekali berarti varco dalam keadaan baik. Jika bergerak-gerak maka komponen ini terjadi kontak langsung/korsleting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CARA CEK KONDENSATOR&lt;br /&gt;
Sebelumnya muatan kondensator didischarge. Posisikan saklar jangkah pada OHM, tempelkan penyidik merah pada kutub POSITIF dan hitam pada NEGATIF. Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsur-angsur kembali ke KIRI, berarti kondensator baik. Bila jarum tidak bergerak, kondensator putus dan bila jarum mentok ke kanan dan tidak balik, kemungkinan kondensator bocor.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="114" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tr1.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Menguji Kondensator&lt;br /&gt;
Pemilihan skala batas ukur X 1 untuk nilai elko diatas 1000uF, X 10 untuk untuk nilai elko diatas 100uF-1000uF, X 100 untuk nilai elko 10uF-100uF dan X 1K untuk nilai elko dibawah 10uF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Multimeter Digital&lt;br /&gt;
Pada umumnya, Multimeter Digital memiliki fungsi mengukur Dioda dan Resistansi (Ohm) dalam Saklar yang sama. Maka untuk Multimeter Digital jenis ini, Pengujian Multimeter adalah terbalik dengan Cara Menguji Transistor dengan Menggunakan Multimeter Analog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapasitor, memiliki nilai tertentu yang dikodekan dengan berbagai cara. Kita dapat mengetahui nilai tersebut dengan cara yang mudah. Pada tulisan blog ini akan dibahas beberapa cara saja. diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cara membaca nilai kapasitor dengan kode angka&lt;br /&gt;
2. Cara membaca kapasitor dengan penulisan nilai yang tertera di badan kapasitor&lt;br /&gt;
3. Cara membaca kapasitor dengan menggunakan instrumen penguji&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Cara membaca nilai kapasitor dengaan kode angka.&lt;br /&gt;
Penggunan kode angka biasanya diberikan pada kapasitor dengan kapasitansi yang kecil-kecil. Biasanya dituliskan dengan 3 atau empat digit untuk nilai 100pF atau lebih besar dan 2 digit untuk nilai kapasitor dengan nilai dibawah 100pF. Sebagai contoh:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kode angka 68 yang tertulis pada sebuah kapasitor menunjukkan nilai kapasitansi 68pF.&lt;br /&gt;
Kode angka 102 menunjukkan nilai 1000pF atau 1nF.&lt;br /&gt;
Kode angka 6423 menunjukkan nilai 642000pF atau 642nF
dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara menghitung kode kapasitor, pada dasarnya mirip dengan pengkodean resistor.&lt;br /&gt;
Kadang kala dibelakang deretan kode angka masih ditambahkan kode huruf J, K atau yang lain. Biasanya kode ini menunjukkan tegangan kerja maksimum yang dapat digunakan pada kapasitor tersebut. Kode J menunjukkan nilai 50V dan K menunjukkan nilai 100V.
Ada juga yang menuliskan tegangan kerja kapasitor yang disertakan pula kode huruf yang menyatakan toleransi nilai kapasitor tersebut. Sebagai contoh 103J/100V yang menyatakan kapasitansi kapasitor adalah 10nF dengan toleransi 5% dan tegangan kerja 100Volt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Membaca nilai kapasitor yang tertera di badan kapasitor.&lt;br /&gt;
Penulisan cara ini biasanya dilakukan pada kapasitor dengan kapasitansi yang besar-besar. Sebagia contoh kapasitor dengan penulisan 220µF/25V menyatakan bahwa nilai kapasitansi kapasitor tersebut adalah 220 microFarad dengan maksimum tegangan kerja 25Volt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Membaca nilai kapasitor dengan menggunakan instrumen alat ukur.&lt;br /&gt;
Dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur multitester yang memiliki fasilitas C meter. Atau dapat digunakan alat ukur khusus yang biasa disebut dengan LC meter.
Penggunaan alat ukur ini sangat mudah dan cukup akurat, akan tetapi harga alat ukur ini masih terbilang mahal.
Cara penggunannya adalah dengan mencolokkan kaki-kaki kapasitor pada terminal alat ukur. Tentu saja batas pengukuran harus diset pada range yang tepat. dan nilai akan terbaca dengan jelas pada displau alat ukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengukuran Kapasitansi&lt;br /&gt;
a. Berdasarkan Kode Warna&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="191" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Warna.JPG" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar 1. Kode Warna Kapasitor Kertas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Berdasarkan Penggunaan Alat Ukur AVO Meter&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="138" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Kertas.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui besarnya kapasitansi sebuah Condensator (Kapasitor) digunakan alat ukur Capacitance Meter.&lt;br /&gt;
Pada beberapa multimeter digital yang bagus biasanya sudah ada Capacitance Meter di dalamnya sehingga selain dapat digunakan untuk mengukur resistansi, arus, dan tegangan, juga dapat mengukur kapasitansi.&lt;br /&gt;
Berbeda dengan multimeter analog yang relatif lebih murah, selain masih menggunakan jarum sebagai indikator pengukuran, Capacitance Meter juga tidak tersedia. Meskipun demikian, alat ukur ini masih dapat dipakai untuk melakukan pengujian sederhana untuk mengecek bagus tidaknya sebuah kapasitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.Capacitance Meter&lt;br /&gt;
Pengukuran kapasitansi dengan alat ukur Capacitance Meter sangat mudah, sambungkan kedua kaki kapasitor pada kedua probe positif dan negatif alat ukur, atur selector pada skala yang tepat, kemudian lihat hasilnya pada display 7 segment. Apabila hasil yang tampil tidak sesuai dengan nilai yang tertulis pada fisik kapasitor, kemungkinan komponen tersebut rusak.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="184" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Meter.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
Gambar 2. Pengukuran Kapasitor Menggunakan AVO Meter&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun cara menghitung kapasitansi dari beberapa kapasitor sebagai komponen pasif elektronika yang telah dihubungkan seri, paralel, atau seri-paralel mau tidak mau harus menggunakan rumus dasar. Rumus untuk menghitung kapasitor yang dirangkai seri, terbalik dengan rumus resistor yang dirangkai seri, demikian juga dengan kapasitor yang dirangkai paralel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satuan kapasitansi adalah Farad (F), Mili Farad (mF), Micro Farad (uF), Nano Farad (nF), dan Piko Farad (pF).&lt;br /&gt;
1.      1 F = 1.000 mF&lt;br /&gt;
2.      1 mF = 1.000 uF&lt;br /&gt;
3.      1 uF = 1.000 pF&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengukur dan Membuat Tabel Pengukuran
Siapkan AVO meter dan atur posisi kenop putar pada Ohm meter, dengan skala pengukuran x10&lt;br /&gt;
Bayangkan atau gambarkan posisi kaki transistor dengan urutan angka 1, 2, dan 3&lt;br /&gt;
Buat tabel pengukuran dengan 6 buah titik ukur, yaitu 1 - 2, 1 - 3, 2 - 3, 2 - 1, 3 - 1, dan 3 - 2&lt;br /&gt;
Tetapkan probe warna hitam atau batang uji negatif untuk angka pertama, dan probe warna merah atau batang uji positif untuk angka kedua, contoh: pada titik ukur 1 - 2, probe hitam pada titik 1, dan probe merah pada titik 2
Catat hasil tiap kali pengukuran, yang ditunjukkan oleh gerak jarum Ohm meter&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="190" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Ukur.tr.jpg" width="167" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengukur kapasitor SMD&lt;br /&gt;
Ada beberapa cara untuk memgukur nilai kapasitor SMD. Pertama menggunakan alat yang dirancang khusus untuk mengukur komponen SMD seperti SMART TWEEZER alat ini bisa digunakan langsung untuk memeriksa dan mengukur komponen yang masih tertanam dirangkaian tanpa harus mencopotnya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="384" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Smd1.jpg" width="512" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Cukup menyentuhkan tiap ujung kapasitor dengan alat ini maka hasilnya akan langsung terlihat pada layar kecil. Menurut pengalaman cara yang terbaik dan sangat akurat untuk mengukur memeriksa atau mencari nilai suatu komponen terutama kapasitor adalah dengan cara mencabut
nya terlebih dahulu dari papan rangkaian alias off board.&lt;br /&gt;
Pengukuran kapasitor SMD onboard&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="255" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Smd2.jpg" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Satu lagi alat untuk mengukur kapasitor adalah kapasitan meter (capacitance meter) digital . Alat di gunakan ketika kapasitor atau elko dalam posisi off board artinya sudah diangkat dari papan rangkaian jadi alat ini tidak bisa dipakai ketika kapasitor masih tertanan dipapan rangkaian/sirkuit. Cara penggunaannya sama hubungkan pada kedua ujung ujungnya&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="267" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Smd3.jpg" width="245" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Kadang kala mengukur kapasitor dengan satu alat tidaklah cukup menjamin keakuratannya kita perlu mencari perbandingan dengan alat ukur lain untuk meyakinkan bahwa komponen tidak mengalami masalah hal seperti ini diperlukan karena untuk meyakinkan. Jadi ketika kita mengukur satu komponen selalu harus membandingkan dengan beberapa cara agar yakin sudah benar. Berikut cara pengukuran denga menggunakan tester biasa (analog).&lt;br /&gt;
Pasang tester pada angka X10 K Ohm hubungkan probe tester ke masing ujung kapasitor lalu lihat hasilnya jarum tester tak boleh bergerak sama sekali walaupun sedikit. Untuk nilai kapasitornya besar nilainya jarum akan bergerak kemudian kembali lagi ke posisinya. Ulangi pengetesan seperti diatas maka hasilnya akan sama. Maka itulah ciri karakteristik kapasitor dalam kondisi bagus.&lt;br /&gt;
Kesimpulan : Untuk menjamin pengukuran kapasitor agar berhasil baik lakukanlah lebih dari satu cara, pertama menggunakan kapasitan meter bila punya kedua dengan menggunakan tester analog.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.3. Transistor&lt;br /&gt;
CARA CEK TRANSISTOR&lt;br /&gt;
cara mengukur Transistor (menentukan kaki-kaki transistor, menentukan jenis transistor dan men-cek transistor dalam kondisi baik atau sudah rusak).&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="86" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tr11.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Menguji transistor&lt;br /&gt;
1. Menguji transistor jenis NPN
Sakelar jangkah pada x100 ,&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam pada Basis, Penyidik merah pada Kolektor, jarum harus bergerak ke kanan&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam tetap pada Basis, Penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus bergerak ke kanan lagi.&lt;br /&gt;
o    Penyidik merah dipindah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus tidak bergerak&lt;br /&gt;
o    Penyidik merah tetap pada Basis Penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak bergerak. 
Saklar jangkah pada 1 k,&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada emitor, jarum harus sedikit bergerak ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Menguji transistor jenis PNP
Sakelar jangkah pada x100&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam pada Basis, Penyidik merah pada Kolektor, jarum harus tidak bergerak&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam tetap pada Basis, Penyidik merah dipindah ke Emitor, jarum harus tidak bergerak&lt;br /&gt;
o    Penyidik merah dipindah pada Basis dan hitam pada Kolektor, jarum harus bergerak&lt;br /&gt;
o    Penyidik merah tetap pada Basis Penyidik hitam dipindah ke Emitor harus bergerak.&lt;br /&gt;
Saklar jangkah pada 1 k,&lt;br /&gt;
o    Penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah pada emitor, jarum harus sedikit bergerak ke kanan dan bila dibalik jarum harus tidak bergerak.&lt;br /&gt;
Kesimpulan : Apaila salah satu peristiwa/pengujian diatas tidak terjadi, maka kemungkinan transistor rusak, dan dengan cara pengujian diatas kita juga bisa menentukan posisi/letak kaki-kaki tranistor (basis, kolektor dan emitor)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Menguji Transistor FET&lt;br /&gt;
Penentuan jenis FET dilakukan dengan saklar jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan merah pada Gate. Bila jarum menyimpang, maka janis FET adalah kanal P dan bila tidak, FET adalah kanal N&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="125" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tr12.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Menguji Transistor Jenis FET&lt;br /&gt;
Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar diatas. Dengan Mengunakan potensiometer dan dirangkai seperti gambar, Saklar Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k, potensio pada minimum, resistansi harus kecil. Bila potensio diputar ke kanan, resistansi harus tak terhingga. Bila peristiwa ini tidak terjadi, maka kemungkinan FET rusak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Menguji Transistor UJT&lt;br /&gt;
Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch, UJT kalau masih bisa on off berarti masih baik.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="122" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tr13.jpg" width="280" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Saklar Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum, tegangan harus kecil. Setelah potensio diputar pelan-pelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap disitu. Bila jaum diputar pelan-pelan ke arah minimum lagi, pada suatu posisi tertentu tiba-tiba jarum bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu. Bila peristiwa tersebut terjadi, maka UJT masih baik.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="318" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Tr14.jpg" width="448" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Cara Mengukur Transistor tipe PNP dengan Multimeter Digital&lt;br /&gt;
1.     Atur Posisi Saklar pada Posisi Dioda&lt;br /&gt;
2.     Hubungkan Probe Hitam pada Terminal Basis (B) dan Probe Merah pada Terminal Emitor (E), Jika Display Multimeter menunjukan nilai Voltage tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik&lt;br /&gt;
3.     Pindahkan Probe Merah pada Terminal Kolektor (C), jika Display Multimeter nilai Voltage tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Mengukur Transistor tipe NPN dengan Multimeter Digital&lt;br /&gt;
1.     Atur Posisi Saklar pada Posisi Dioda&lt;br /&gt;
2.     Hubungkan Probe Merah pada Terminal Basis (B) dan Probe Hitam pada Terminal Emitor (E), Jika Display Multimeter menunjukan nilai Voltage tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik&lt;br /&gt;
3.     Pindahkan Probe Hitam pada Terminal Kolektor (C), jika Display Multimeter menunjukan nilai Voltage tertentu, berarti Transistor tersebut dalam kondisi baik.&lt;br /&gt;
Catatan :&lt;br /&gt;
Jika Tata letak Probe dibalikan dari cara yang disebutkan diatas, maka Display Multimeter Digital harus tidak akan menunjukan Nilai Voltage atau “Open&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Transistor SMD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="335" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Smd00.jpg" width="300" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Agar kita tahu caranya mengukur komponen transistor dengan baik pertama kita harus mengetahui lebih dahulu art dari nomor kode yang tercantum di komponen tersebut, jika tak mengetahuinya maka kita akan menemui kesulitan .&lt;br /&gt;
Berikut daftar dibawah adalah contoh sedikit saja spesifikasi daya kerja transistor dan dioda tentunya tidak semuanya tercantum karena banyak sekali beredar jenis transistor dan dioda dipasaran.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="rennys" height="498" src="http://rennys.wen9.com/elektronik/Smdtabel.jpg" width="454" /&gt;&lt;br /&gt;
~~Mengukur transistor SMD&lt;br /&gt;
Mengukur transistor jenis SMD sedikit berbeda dengan transistor biasa karena jenis SMD ini dibuat secara digital dimana didalamnya sudah terkandung komponen resistor sehingga hasil pembacaan pengukuran pada tester akan berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB IV&lt;br /&gt;
PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan&lt;br /&gt;
Yang dapat disimpulkan dari makalah tentang “ Mengukur Piranti Elektronika ( Resistor, Kapasitor dan Transistor) yaitu:&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Elektronika  adalah salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari benda-benda yang banyak sekali digunkan dalam era teknologi saat ini, berbagai asfek kehidupan manusia terkait dengan bidang elektronika. dan benda-benda elektronika dinamankan dengan piranti elektronika atau komponen elektronika. piranti-piranti tersebut pada umumnya bekerja dengan pemberian sumber arus listrik. Dalam elektronika kebanyakan menggunakan alat-alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Resistor adalah  komponen elektronika dua pin/kaki yang didesain untuk menahan arus listrik dengan menurunkan tegangan di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya dan juga untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu.  Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Cara mengukur besarnya nilai hambatan atau resistor dapat diketahui dengan 2 cara yaitu dengan membaca kode / gelang warna resistor yang terdapat pada bagian badannya dengan melihat panduan kode warna resistor yang telah ditetapkan, sedangkan cara kedua dapat menggunakan alat ukur yaitu ohm meter/ multimeter/ multitester.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C" adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Cara mengukur besarnya nilai kapasitor dapat diketahui dengan 2 cara yaitu membaca kode angka/huruf / warna yang tertera di badan nya dan menyocokannya pada tabel panduan yang telah ditetapkan sedangkan cara yang kedua yaitu dengan menggunakan alat ukur multitester atau capacitance meter.&lt;br /&gt;
~~~~~~~~~~Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Secara harfiah, transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni “transfer” yang artinya pemindahan dan “resistor” yang berarti penghambat.&lt;br /&gt;
Cara mengukur transistor dapat dilakukan dengan 2 cara juga yaitu dengan membaca kode angka/huruf yang tertera dan mengukur nya dengan alat ukur multimeter/potensiometer/ smart tweezer.☆And☆





































































&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;¤
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pendekatan Pembelajaran-1</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pendekatan-pembelajaran-1_507.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Dec 2013 09:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-1080974352583427301</guid><description>

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;center&gt;&lt;big&gt;1.Pengertian Pendekatan Pembelajaran&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendefinisikan pendekatan pembelajaran perlu dipahami arti dan masing-masing kalimat tersebut .Pendekatan dapat diartikan sebagai proses, perbuatan, atau cara untuk mendekati sesuatu. Sedangkan pembelajaran merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan tujuan mengaktifkan faktor intern dan faktor ekstern dalam kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran dapat juga mengandung pengertian, bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada peserta didik, tetapi di samping itu juga terjadi peristiwa bagaimana peserta didik mempelajarinya”.
Berdasarkan pengertian pendekatan dan pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran dan membelajarkan siswa guna membantu dalam mencapai tujuan yang telah &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ditetapkan atau Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara pandang tentang fokus dan strategi pembelajaran yang dapat dijadikan kerangka acuan dalam praktik pembelajaran. Hal ini sesuai pendapat rWahjoedi (1999 121) bahwa, &lt;br /&gt;
“pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”. Menurut Syaifuddin Sagala (2005: 68) bahwa, “Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditcmpuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu”.
Interaksi dalam pembelajaran adalah bagaimana cara guru dapat meningkatkan motivasi belajar dari siswa. Hal ini berkaitan dengan strategi apa yang dipakai oleh guru, bagaimana guru melakukan pendekatan terhadap siswanya. Dalam sebuah pembelajaran yang baik guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Dalam peranannya sebagai pembimbing, guru berusaha menghidupkan dan memberikan motivasi agar terjadi proses interaksi yang kondusif. Guru sebagai fasilitator, guru berusaha memberikan fasilitas yang baik melalui pendekatan-pendekatan yang dilakukan.
Dilihat  dari  pendekatannya,  pembelajaran  terdapat  dua  jenis  pendekatan,  yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.      Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau  berpusat  pada  siswa  (student  centered  approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru melakukan pendekatan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, dan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.      Pendekatan  pembelajaran  yang  berorientasi  atau berpusat pada guru (teacher centered approach), dimana pada pendekatan jenis ini guru menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.      Fungsi Pendekatan dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi pendekatan bagi suatu pembelajaran adalah :&lt;br /&gt;
1.      Sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-langkah metode pembelajaran yang akan digunakan.&lt;br /&gt;
2.      Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pembelajaran.&lt;br /&gt;
3.      Menilai hasil-hasil pembelajaran yang telah dicapai.&lt;br /&gt;
4.      Mendiaknosis masalah-masalah belajar  yang timbul, dan&lt;br /&gt;
5.      Menilai hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.      Jenis-Jenis Pendekatan dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.    Pendekatan Individual&lt;br /&gt;
Pendekatan individual adalah suatu pendekatan yang melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pendekatan individual memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal. Dasar pemikiran dari pendekatan individual ini ialah adanya pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa. Sebagai individu anak mempunyai kebutuhan dasar baik fisik maupun kebutuan anak untuk diakui sebagai pribadi, kebutuhan untuk dihargai dan menghargai orang lain, kebutuhan rasa aman, dan juga sebgai makhluk sosial, anak mempunyai kebutuhan untuk menyesuaikan dengan lingkungan baik dengan temannya ataupun dengan guru dan orang tuanya.
Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut. Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual terhadap anak didik di kelas. Persoalan kesulitan belajar anak lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual, walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan.
Pembelajaran individual merupakan salah satu cara guru untuk membantu siswa membelajarkan siswa, membantu merencanakan kegiatan belajar siswa sesuai dengan kemampuan dan daya dukung yang dimiliki siswa. Pendekatan individual akan melibatkan hubungan yang terbuka antara guru dan siswa, yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan bebas dalam belajar sehingga terjadi hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa dalam belajar. Untuk mencapai hal itu, guru harus melakukan hal berikut ini;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)      mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran anak didik dan membuat hubungan saling percaya.&lt;br /&gt;
b)      membantu anak didik dengan pendekatn verbal dan non-verbal.&lt;br /&gt;
c)      membantu anak didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas.&lt;br /&gt;
d)     menerima perasaan anak didik sebagaimana adanya atau menerima perbedaannya dengan penuh perhatian.&lt;br /&gt;
e)      menanggani anak didik dengan memberi rasa aman, penuh pengertian, bantuan, dan mungkin memberi beberapa alternatif pemecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri-ciri pendekatan individual :&lt;br /&gt;
a)      Guru melakukan pendekatan secara pribadi kepada setiap siswa di kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik sebagai individu untuk akatif, kreatif, dan mandiri dalam belajar.&lt;br /&gt;
b)      Guru harus peka melihat perbedaan sifat-sifat dari semua anak didik secara individual.&lt;br /&gt;
c)      Guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing di kelas. Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai, bagaimana dan apa yang mereka pelajari.&lt;br /&gt;
d)     Guru harus mampu mennyajikan pelajaran yang menarik di depan kelas. Menarik dalam pengertian mengasyikkan, mudah ditangkap dan dipahami serta tidak membosankan siswa.&lt;br /&gt;
Pengajaran individual dilakukan untuk membantu siswa dalam menuntaskan belajar mereka.
Oleh karena itu, pendekatan individual dapat mengefektifkan proses belajar mengajar, interaksi guru dan siswa berjalan dengan baik, dan terjadinya hubungan pribadi yang menyenangkan antara siswa dan guru. Secara tidak langsung hal yang disebut diatas merupakan keuntungan dari pengajaran dengan pendekatan individual. Keuntungan dari pengajaran pendekatan individual yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)      memungkin siswa yang lama dapat maju menurut kemampuannya masing-masing secara penuh dan tepat,&lt;br /&gt;
b)      mencegah terjadinya ilusi dalam kemajuan tetapi bersifat nyata melalui diskusi kelompok,&lt;br /&gt;
c)      mengarahkan perhatian siswa terhadap hasil belajar perorangan,&lt;br /&gt;
d)     memusatkan pengajaran terhadap mata ajaran dan pertumbuhan yang bersifat mendidik, bukan kepada tuntutan-tuntutan guru,&lt;br /&gt;
e)      memberi peluang siswa untuk maju secara optimal dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya,&lt;br /&gt;
f)       latihan-latihan tidak diperlukan bagi anak yang cerdas, karena dapat menimbulkan kebiasaan dan merasa puas dengan hasil belajar yang ada,&lt;br /&gt;
g)      menumbuhkan hubungan pribadi yang menyenangkan siswa dan guru,&lt;br /&gt;
h)      memberi kesempatan bagi para siswa yang pandai untuk melatih inisiatif berbuat yang lebih baik,&lt;br /&gt;
i)        mengurangi hambatan dan mencegah eliminasi terhadap para siwa yang tergolong lamban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan kelemahan pembelajaran pendekatan individual sebagai berikut dapat dilihat secara umum dan khusus. Kelemahan secara umum:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a)      proses pembelajaran relative memakan banyak waktu sesuai dengan jumlah bahan yang dihadapi dan jumlah peserta didik.&lt;br /&gt;
b)      Motivasi siswa mungkin sulit dipertahankan karena perbedaan-perbedaan individual yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat membuat beberapa siswa rendah diri/minder dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;
c)      Adanya penggunaan pasangan guru dan siswa dalam manajemen kelas regular secara perorangan, sehingga terjadi kemungkinan sebagaian peserta didik tidak dapat dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;
d)     Guru-guru yang sudah terbiasa dengan cara-cara lama akan mengalami hambatan untuk menyelenggarakan pendekatan ini karena menuntut kesabaran dan penguasaan materi secara lebih luas dan menyeluruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.        Pendekatan Kelompok&lt;br /&gt;
pendekatan secara kelompok, yaitu bimbingan yang dilaksanakan secara kelompok terhadap sejumlah individu sekaligus sehingga beberapa orang atau individu sekaligus dapat menerima bimbingan yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;
Bimbingan klompok dilaksanakan jika masalah yang dihadapi beberapa murid relatif mempunyai kesamaan atau saling mempunyai hubungan serta mereka mempunyai kesediaan untuk dilayani secara kelompok. Oleh karana itu, selain masalah yang timbul tersebut dihaapi oleh banyak murid, faktor kesedian klien itu sendiri akan ikut menentukan bentuk layanan kelompok. Bimbingan klompok memang akan efektif sepanjang memenuhi persyaratan tersebut. Selain itu, bimbingan klompok sering dilakukan dalam rangka usaha-usaha yang bersifat preventif.&lt;br /&gt;
Pendekatan kelompok memang suatu waktu diperlukan dan pelu digunakan untuk membina  dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo secius, yakni makhluk yang berkecendrungan untuk hidup bersama.Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial dikelas. Tentu saja sikap ini pada hal-hal yang baik saja. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupansemua makhluk hidup di dunia. Tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makhluk lain, langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, makhluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makhluk tertentu.&lt;br /&gt;
Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok, akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau membantu mereka yang memponyai kekurangan. Sebaliknya, mereka yang mempunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan. Tanpa ada rasa minder. Persaingan yang positif pun terjadi dikelas dalam rangka untuk mencapai prestasi belajr yang optimal. Inilah yang diharapkan, yakni anak didik yang aktif, kreatif, dan mandiri.
Ketika guru akan menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akn diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok. Karena itu, pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan hah-hal yang ikut mempengaruhi penggunaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.    Pendekatan Bervariasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik dalam belajar bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam penagajaran dengan berbagai motif, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru gunakan untuk kepentingan pengajaran.&lt;br /&gt;
Dalam mengajar, guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam waktu yang relatif lama. Bila terjadi perubahan suasana kelas, sulit menormalkannya kembali. Ini sebagai ada tandanya gangguan dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, jalannya pelajaran menjadi kurang efektif, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan pun jadi terganggu. Disebabkan anak didik kurang mampu berkonsentrasi.metode yang hanya satu-satunya dipergunakan tidak dapat diperankan, karena memang gangguan itu terpangkal dari kelemahan metode tersebut. Karena itu, dalam mengajar kebanyakan guru menggunakan beberapa metode dan jarang sekali menggunakan satu metode.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.    Pendekatan Edukatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekatan yang benar bagi pendidik adalah dengan pendekatan edukatif. Setiap tindakan, sikap dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma sosial dan norma agama. Dengan tujuan meletakkan dan membina watak anak didik dengan pendidikan akhlak yang mulia. Membimbing anak didik bagaimana cara memimpin kawan-kawannya dan anak-anak lainnya, membina bagaimana cara menghargai orang lain dengan cara mematuhi semua perintah yang bernilai kebaikan.&lt;br /&gt;
Jadi pendekatan edukatif adalah suatu pendekatan yang dilakukan guru terhadap anak didik yang bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, norma sosial dan norma agama. Misalnya ketika lonceng tanda masuk kelas telah berbunyi, anak-anak jangan dibiarkan masuk dulu, tetapi mereka disuruh berbaris di depan pintu masuk dan ketua kelas diperintahkan untuk mengatur barisan, dan anak-anak berbaris dalam  kelompok sejenisnya. Kemudian guru berdiri sambil mengontrol mereka. semuanya dipersilahkan masuk kelas satu persatu menyalami guru dan mencium tangan guru sebelum dilepas. Akhirnya semua anak masuk dan pelajaran pun dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.    Pendekatan Keagamaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan dan pelajaran disekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran, tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran.dalam prateknya tidak hanya digunakan satu, tetapi bisa juga penggabungan dua atau lebih pendekatan.Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran.khususnya untuk mata pelajaran umum sangat penting dengan pendekatan keagamaan.&lt;br /&gt;
Mata pelajaran umum sangat berkepentingan dengan pendekatan keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, pendidik dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum. Tentu saja pendidik harus menguasai ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang. Mata pelajaran biologi, misalnya, bukan terpisah dari masalah agama,tetapi ada hubunganya.&lt;br /&gt;
Pendekatan keagamaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur agama dalam setiap mata pelajaran dan untuk menanamkan jiwa agama kepada dalam diri siswa. Pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil rendahnya jiwa agama didalam diri siswa, agar nilai-nilai agamanya tidak dicemoohkan dan dilecehkan, tetapi diyakini, dipahami,dihayati dan diamalkan siswa...&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah1.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pendekatan-pembelajaran_18.html?m=0"&gt;Next part 2&lt;/a&gt;













&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pendekatan Pembelajaran-2</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pendekatan-pembelajaran_18.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 18 Dec 2013 07:03:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-5418250863155639048</guid><description>

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 6.    Pendekatan Kebermaknaan&lt;br /&gt;
Dalam rangka penguasaan bahasa asing guru tidak bisa mengabaikan masalah pendekatan yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satu sebab kegagalan penguasaan bahasa asing oleh siswa, adalah kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah, fasilitas, lingkungan serta kompetensi guru. Kegagalan pengajaran tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan menjadi masalah bagi siswa dalam setiap jenjang pendidikan yang dimasukinya. Karenanya perlu dipecahkan. Salah satu alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.
Beberapa konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan ini diuraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan malalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). Dengan demikian, struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan, pikiran, pendapat, dan perasaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural, didukung oleh pemahaman lintas budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda, baik secara lisan maupun tertulis. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan. Jadi keragaman ujaran diakui keberadaannya dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut sebagai bahasa sasaran baik secara lisan maupun tertulis. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-¬unsur bahasa sasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Motivasi belajar peserta didik merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajamya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran yang diikuti peserta didik. Dengan kata lain, kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar peserta didik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik jika berhubungan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya. Karena itu, pengalaman peserta didik dalam lingkungan, minat, tata nilai, dan masa depannya harus dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengajaran dan pembelajaran untuk membuat pelajaran lebih bermakna bagi siswa.&lt;br /&gt;
&lt;bt&gt;

7. Dalam proses belajar-mengajar, peserta didik merupakan subjek utama, bukan sebagai objek belaka. Karena itu, ciri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang terkait dengan pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

8. Dalam proses belajar-mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasanya. Akhimya, perlu diikhtisarkan bahwa ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yaitu pendekatan individual, pendekatan kelompok, pendekatan bervariasi, pendekatan edukatif pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan fungsional, pendekatan keagamaan, dan pendekatan kebermaknaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

4.      Tipe-tipe pendekatan&lt;br /&gt;
a.      Pendekatan Kontekstual&lt;br /&gt;
Pendekatan kontekstual sudah lama dikembangkan oleh John Dewey pada tahun 1916, yaitu sebagai filosofi belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman siswa. Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dikembangkan oleh The Washington State Consortium for Contextual Teaching and Learning, yang bergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
Pendekatan kontekstual lahir karena kesadaran bahwa kelas-kelas di Indonesia tidak produktif. Sehari-hari kelas-kelas di sekolah diisi dengan “pemaksaan” terhadap siswa untuk belajar dengan cara menerima dan menghafal.&lt;br /&gt; Harus segera ada pilihan strategi pembelajaran yang lebih berpihak dan memberdayakan siswa.
Adapun yang melandasi pengembangan pendekatan kontekstual adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.&lt;br /&gt; Bahwa pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan. Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad 20 yang lalu.&lt;br /&gt;
Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya. Sebab, pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Inilah yang terjadi pada kelas-kelas di sekolah Indonesia dewasa ini.&lt;br /&gt; Hal ini terjadi karena masih tertanam pemikiran bahwa pengetahuan dipandang sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihapal, kelas berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, akibatnya ceramah merupakan pilihan utama strategi mengajar.
Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen-komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian sebenarnya.
Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu :&lt;br /&gt;
1.      Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

2.      Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengalaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

3.      Menerapkan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

4.      Kerjasama. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan.Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

5.      Mentransfer. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
b.      Pendekatan Konstruktivisme
Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.
Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;
Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Olek karena itu , guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan untuk meningkatkan kemampuan siswa secara pribadi.&lt;br /&gt;
Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti, serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme, namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis, misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial); sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Ciri-ciri pendekatan konstruktivisme&lt;br /&gt;
1.      Dengan adanya pendekatan konstruktivisme, pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dapat dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

2.      Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

3.      Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari. Peran guru hanya sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

c.       Pendekatan Deduktif&lt;br /&gt;
Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.
Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus, sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

d.      Pendekatan Induktif&lt;br /&gt;
Berbeda dengan pendekatan deduktif yang menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat umum, maka pendekatan induktif (inductif approach) menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus.. Metode induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus.&lt;br /&gt;
Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

e.      Pendekatan Konsep&lt;br /&gt;
Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi).. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.
Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Ciri-ciri suatu konsep adalah:&lt;br /&gt;
1.      Konsep memiliki gejala-gejala tertentu&lt;br /&gt;
2.      Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman langsung&lt;br /&gt;
3.      Konsep berbeda dalam isi dan luasnya&lt;br /&gt;
4.      Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalaman&lt;br /&gt;
5.      Konsep yang benar membentuk pengertian&lt;br /&gt;
6.      Setiap konsep berbeda dengan melihat ciri-ciri tertentu
Kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan konsep adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

1.      Menanti kesiapan belajar, kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkungan.&lt;br /&gt;
2.      Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang benar yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
3.      Memperkenalkan konsep yang spesifik dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep yang komplek.&lt;br /&gt;
4.      Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak.
Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

1.      Tahap enaktik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Tahap enaktik dimulai dari:&lt;br /&gt;
a.       Pengenalan benda konkret.&lt;br /&gt;
b.      Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru.&lt;br /&gt;
c.       Pengamatan, penafsiran tentang benda baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

2.      Tahap simbolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Tahap simbolik siperkenalkan dengan: Simbol, lambang, kode, seperti angka, huruf. kode, seperti (?=,/) dll. Membandingkan antara contoh dan non-contoh untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan ciri-cirinya. Memberi nama, dan istilah serta defenisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

3.      Tahap ikonik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak, seperti: Menyebut nama, istilah, definisi, apakah siswa sudah mampu mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

f.        Pendekatan Proses&lt;br /&gt;
Pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.
Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam bekerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

g.      Pendekatan Sains, Teknologi, dan Masyarakat&lt;br /&gt;
Pendekatan Science, Technology and Society (STS) atau pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM) merupakan gabungan antara pendekatan konsep, keterampilan proses, Inkuiri dan diskoveri serta pendekatan lingkungan.
Istilah Sains Teknologi Masyarakat (STM) dalam bahasa Inggris disebut Sains Technology Society (STS), Science Technology Society and Environtment (STSE) atau Sains Teknologi Lingkungan dan Masyarakat. Meskipun istilahnya banyak namun sebenarnya intinya sama yaitu Environtment, yang dalam berbagai kegiatan perlu ditonjolkan. Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan terpadu antara sains, teknologi, dan isu yang ada di masyarakat. Adapun tujuan dari pendekatan STM ini adalah menghasilkan peserta didik yang cukup memiliki bekal pengetahuan, sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat serta mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang telah diambilnya.&lt;br /&gt;
Filosofi yang mendasari pendekatan STM adalah pendekatan konstruktivisme, yaitu peserta didik menyusun sendiri konsep-konsep di dalam struktur kognitifnya berdasarkan apa yang telah mereka ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Kesimpulan Pendekatan Pembelajaran
pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran dan membelajarkan siswa guna membantu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara pandang tentang fokus dan strategi pembelajaran yang dapat dijadikan kerangka acuan dalam praktik pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Jenis-jenis pendekatan dalam pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

a.    Pendekatan individual&lt;br /&gt;
b.    Pendekatan kelompok&lt;br /&gt;
c.    Pendekatan bervariasi&lt;br /&gt;
d.   Pendekatan edukatif&lt;br /&gt;
e.    Pendekatan keagamaan&lt;br /&gt;
f.     Pendekatan kebermaknaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Tipe-tipe pendekatan pembelajaran:&lt;br /&gt;
a.       Pendekatan Pembelajaran Kontekstual&lt;br /&gt;
b.      Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme&lt;br /&gt;
c.       Pendekatan Pembelajaran Deduktif&lt;br /&gt;
d.      Pendekatan Pembelajaran Induktif&lt;br /&gt;
e.       Pendekatan Pembelajaran Proses&lt;br /&gt;
f.       Pendekatan Pembelajaran Konsep&lt;br /&gt;
g.      Pendekatan Pembelajaran Sains, Teknologi dan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;

Tujuan pembelajaran dapat dicapai maka perlu dibuat program pembelajaran yang baik dan benar. Program pembelajaran merupakan macam kegiatan yang menjabarkan kemampuan dasar dan teori pokok secara rinci yang memuat metode pembelajaran, alokasi waktu, indikator pencapaian hasil belajar dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dari setip pokok mata pelajaran. Sistem dan pendekatan pembelajaran dibuat karena adanya kebutuhan akan sistem dan pendekatan tersebut untuk meyakinkan yaitu adanya kebutuhan untuk belajar dan siswa belum.
mengetahui apa yang akan diajarkan. Oleh karena itu, guru menetapkan hasil-hasil belajar atau tujuan apa yang diharapkan akan dicapai.☆and☆&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah2.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pendekatan-pembelajaran-1_507.html?m=0"&gt; Back part1&lt;/a&gt;
























&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hakekat, nilai dan keterbatasan IPA-2</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/hakekat-nilai-dan-keterbatasan-ipa-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 17 Dec 2013 22:40:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-6752060249775162772</guid><description>


&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;center&gt;&lt;big&gt;Nilai – Nilai IPA&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila kita meninjau kembali tentang hakekat IPA yang dipaparkan di atas ternyata bahwa IPA&amp;nbsp;mempunyai nilai-nilai kehidupan dan pendidikan. Nilai-nilai IPA dalam berbagai segi kehidupan itu adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nilai praktis&lt;br /&gt;
Tidak diragukan lagi bahwa IPA mempunyai nilai praktis, dimana hasil-hasil penemuan IPA, baik secara langsung atau tidak langsung dapatdigunakan dan dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: komputer, robot, mesin cuci, televisi, dan sebagainya. Teknologi yang merupakan hasil-hasil penemuan IPA telah banyak sekali mengasilkan benda-benda yang sangat bermanfaat bagi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perkembangan dan kemajuan teknologi mengandalkan hasil teknologi mengandalkan hasil penemuan IPA. Demikian pula IPA, memanfaatkan hasil teknologi untuk memecahkan masalah-masalah dan memperoleh penemuan-penemuan baru (contoh: komputer, mikroskop elektron, dan sebagainya). Tidak disangsikan lagi bahwa IPA dan teknologi saling membutuhkan, saling mengisi dan saling membantu untuk bisa terus berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nilai intelektual&lt;br /&gt;
IPA dengan metode ilmiahnya banyak sekali digunakan untuk memecahkan masalah-masalah, bukan saja masalah yan berkaitan dengan IPA, tetapi masalah-masalah lain yang berkaitan dengan sosial dan ekonomi. Ilmu sosial dan ekonomi banyak menggunakan metode ilmiah dalam mmecahkan masalah-masalahnya. Metode ilmiah memberikan kemampuan dan keterampilan kepada manusia untuk dapat memecahkan masalah. Kemampuan ini ternyata memberikan kepuasaa khusus kepada manusia. Oleh karena itu IPA dengan metode ilmiahnya mempunyai nilai intelektual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nilai sosial politik- ekonomi&lt;br /&gt;
Negara yang IPA dan Teknologinya maju akan mendapat tempat khusus dalam kedudukan sosial, politik, dan ekonominya. Negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang dsb mendapat kedudukan penting dalam percaturan dunia. Indonesia pernah merintis penggunaan teknologi canggi dengan pembuatan pessawat terbang di IPTN, dan pada waktu iti , negara kita pun mulai diperhitungkan oleh dunia dan membawa dampak terhadap nilai sosial, politik, dan ekonomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nilai keagamaan&lt;br /&gt;
Ada yang berpendapat bahwa apabila seseorang belajar IPA dan Teknologi terlalu mendalam, maka orang itu akan melakukan hal-hal yang menjurus ke arah negatif, misalnya ingkar kepada Alla SWT..&lt;br /&gt;
Pendapat ini nampaknya tidak semua benar, karena banyak para ilmuwan IPA yang dahulunya kurang percaya terhadap Agama, sedikit demi sedikit bahkan ada yang sangat mendalami Agama. Mereka ilmuwan masih belum bisa mengungkapkan semua fenomena alam yang ada di Bumi dan Jagad Raya ini, mereka manusia memiliki kemampuan terbatas. Mereka menyadari bahwa ada yang menciptakan dan mengatur segala keteraturan yang ada di Jagad Raya ini, dan mereka ilmuwan pun semakin yakin dan percaya bahwa ada yang mengatur semua itu yakni Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Seorang ilmuwan yang beragama akan semakin tebal keimannya, karena kepercayaan terhadap agama tidak hanya didukung leh dogma-dogma, melainkan juga oleh rasio yang ditunjang oleh segala pengamatan yang merupakan manisfestasi kebesaran Allah.&lt;br /&gt;
Pernyataan yang terkenal yang diungkap oleh ilmuwan besar, seperti Albert Einstein adalah “&amp;nbsp;Science without religious is blind and religious without science is limp”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nilai pendidikanDalam abad kemajuan IPA dan teknologi ini diperlukan warganegara –warganegara yang melek IPA dan Teknologi Namun sangat disayangkan, masyarakat kita masih banyak yang belum melek IPA dan Teknologi ini. Untuk memecahkan masalah ini merupakan salah tugas pendidik IPA.&lt;br /&gt;
Guru IPA memiliki tugas untuk membelajarkan siswa dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan IPA saat ini, yaitu menciptakan warganegara yan sadar akan IPA dan Teknologi.&lt;br /&gt;
Menurut De Boer (1991:177) orang yang sadar sains adalah “orang yang dapat menggunakan konsep-konsep sains, keterampilan proses sains dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari bila ia berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya dan ia juga memahami hubungan antara sains, teknologi, dan masyarakat, termasuk aspek aspek perkembangan sosial dan ekonomi”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Nilai etik dan estetika dari IPA&lt;br /&gt;
Ilmu Pengetahuan Alam mempunyai nilai-nilai etik dan estetika yang tinggi. Nilai-nilai itu terutama terletak pada sistem yang menetapkan ‘kebenaran yang objektif’ pada tempat yang paling utama. Adapun proses IPA itu sendiri dapat dianggap sebagai suatu latihan mencari, meresapkan, dan menghayati nilai-nilai luhur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Nilai moral atau humaniora dari IPA&lt;br /&gt;
Nilai-nilai moral atau humaniora dari IPA nampaknya mempunyai dua muka yang berlawanan arah. Muka yang menuju kepada cita-cita kemanusiaan yang luhur sedang muka yang lain menuju kepada tindak immoral yang tidak saja dapat melenyapkan nilai-nilai luhur namun dapat melenyapkan eksistensi manusia itu sendiri.IPA dan teknologi sekedar alat yang sangat tergantung dari manusianya yang berada di belakang alat itu, untuk apa itu akan digunakan. Dengan kata lain, IPA itu sendiri adalah ‘suci’, yang tidak suci itu ialah manusianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Nilai Ekonomi dari IPA&lt;br /&gt;
Seorang ahli IPA, mungkin ia telah bertahun-tahun melakukan suatu penelitian. Katakanlah ia menemukan suatu kaidah dari suatu fenomena tertentu. Apakah temuannya itu mempunyai niali ekonomi?&lt;br /&gt;
Memang tidak dapat dikatakan dengan tegas karena nilai ekonominya tidak langsung. Ini baru menjadi kenyataan bila temuan itu dapat digunakan untuk memproduksi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. lain daripada itu, bagi sang penemu, keberhasilannya itu dapat meningkatkan harga diri atau kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. Ini berarti temuannya itu dapat memberi ‘nilai tambah’ bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Keterbatasan IPA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;IPA tidak menjangkau untuk menguji kebenaran adanya Tuhan, karena IPA sengaja membatasi diri pada alam fisik.&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;IPA tidak dapat menjangkau secara sempurna tentang objek pengamatannya.&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;IPA tidak menjangkau masalah etika (tata krama) yang mempermasalahkan tingkah laku yang baik atau buruk. Juga tak menjangkau masalah estetika yang tersangkut paut dengan keindahan. Juga tidak mungkin tentang sistem nilai.☆and☆&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah2.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/hakekat-ipa_1224.html?m=0"&gt; Back part1&lt;/a&gt;








&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hakekat, nilai dan keterbatasan IPA-1</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/hakekat-ipa_1224.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 16 Dec 2013 07:24:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-1493206306588768913</guid><description>

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;center&gt;&lt;big&gt;Hakekat IPA&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam dari segi istilah dapat diartikan sebagai
ilmu yang berisi pengetahuan alam. Ilmu artinya pengetahuan yang benar,
yaitu bersifat rasional dan obyektif. Pengetahuan alam adalah pengetahuan
yang berisi tentang alam semesta dan segala isinya. Jadi, menurut Hendro
Darmodjo dan Jenny R. E. Kaligis (1992: 3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
IPA adalah pengetahuan yang
rasional dan obyektif tentang alam semesta dan segala isinya.
IPA biasanya disebut &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;dengan kata “sains” yang berasal dari kata “natural
science”. Natural artinya alamiah dan berhubungan dengan alam, sedangkan
science artinya ilmu pengetahuan. Penggunaan kata “sains” sebagai IPA
berbeda dengan pengertian sosial science, educational science, political
science, dan penggunaan kata science yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patta Bundu (2006: 9)
menjelaskan secara tegas bahwa yang dimaksud kata sains dalam kurikulum
pendidikan di Indonesia adalah IPA itu sendiri. Ruang lingkup sains tersebut
adalah sains (tingkat SD), sains Biologi, Sains Kimia, Sains Bumi dan
Antariksa (tingkat sekolah menengah).
IPA memiliki arti yang sempit jika diidentifikasi hanya dari segi istilah
saja, seperti halnya pengertian IPA yang telah diuraikan di atas. Dari segi
istilah, IPA hanya diartikan sebagai kumpulan pengetahuan tentang alam saja.
Padahal menurut beberapa pendapat dari tokoh IPA (Sains), pengertian IPA
jauh lebih besar dari sekedar kumpulan pengetahuan.Untuk memahami IPA, ada baiknya kita mengetahui beberapa pandangan ahli tentang IPA. Berikut ini beberapa pandangan tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.    Richard P. Feyman&lt;br /&gt;
Feyman adalah seorang fisikawan murni yang tidak memiliki latar belakang pendidikan IPA atau berpengalaman dalam mengajarkan IPA. Ia mengemukan pandangannya tentang IPA sebagai beriku: “IPA (Sains) adalah pengetahuan yang dikembangkan dan dibangun oleh diri sendiri berdasarkan pengalaman sendiri, IPA itu sebenarnya tidak diajarkan tetapi dibangun oleh diri sendiri. Ole karena itu IPA harus dapat mengembangkanrasa ingin tahu yang besar, rasa percaya diri, dapat bertindak arif dan bijaksana serta dapat menggunakan akal sehatnya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.    Imre Lakatos&lt;br /&gt;
Imre Lakatos seorang filsuf mengemukan bahwa  “ IPA adalah pengetahuan tentang fakta atau data yang dipercaya berdasrkan hasl pengujian. Pengetahuan dapat dikatakan sebagai sians apabila pengetahuan itu dapat diamati, ada faktanya, dan dapat diuji kebenaran ilmiahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.    George F Kneler&lt;br /&gt;
IPA atau Sains adalah upaya manusia yang dilakukan dengan sungguh-sunguh untk memahami dunia. Usaha yang sungguh-sunguh itu adalah dalam melakukan usahanya untuk menggunakan metode ilmiah yang sudah teruji kevalidannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d.    Jhon Ziman&lt;br /&gt;
Ziman dan Kneler memisahkan anatara sains, agama, dan filasafat. Tetapi Ziman memandang aspek lain , yaitu teknologi. Menrut Ziman, sains merupakan hasil kecerdasan manusia yang dilakukan secara sadar, dina hasilnya terdokumentasi dengan baik keaslian sejarahnya dalam ruang lingkup dan isi yang terdefinisi. Sains sangat berkaitan dengan pikiran logis, akademis, dan praktis. Setiap fasilitasnya menntun kita pada pemahaman yang tajam pada fokusnya. Ia memandang sains sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)    Sains adalah penguasaan dunia atas lingkungannya.&lt;br /&gt;
2)    Sains adalah suatu pengetahuan yang memepelajari tentang materi dunia.&lt;br /&gt;
3)    Sains adalah metode eksperimental&lt;br /&gt;
4)    Sains berusaha menuju kepada kebenaran melalui penyimpulan logis dari hasil pengamatan empiris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e.    Davis&lt;br /&gt;
Sains merupakan organisasi pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berupa penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal yang tersembunyi yang ada di alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f.     Jenkins dan Whitefield&lt;br /&gt;
Sains merupakan rangkaian konsep yang saling berhubungan yang dikembangkan dari hasil eksperimen dan observasi serta sesuai untuk eksperimen dan observasi berikutnya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g.    Chalmers&lt;br /&gt;
Sains didasari hal-hal yang dilihat, didengar, diraba, dan lain-lain. Sains bersifat objektif dan dapat dibuktikan Sains merupakan batang tubuh pengetahuan yang diperoleh melalui metode yang didasarkan observasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h.     Sund dan Trowbrige&lt;br /&gt;
Sains sebagai body of knowledge yang dibentuk melalui proses inkuari yang terus menerus, yang diarahkan oleh masyarakat yang bergerak di bidang sains. Sains lebih dari sekedar pengetahuan (knowledge). Sains merupakan upaya manusia meliputi operasi mental, keterampilan dan strategi memanipulasi dan menghitung, keingintahuan, keteguhan hati, ketekukan dalam menyingkap rahasia alam.&lt;br /&gt;
Dari berbagai definisi IPA tersebut, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan suatu pengetahuan yang ilmiah, karena IPA mempunyai syarat-syarat berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.     Bersifat objektif,&lt;br /&gt;
artinya pengetahuan itu sesuai dengan kenyataan dari objeknya dan dapat dibuktikan dengan pengamatan dan pengamalan empirik. Adapun objek studi IPA adalah benda-benda dan gejala-gejala kebendaan, baik benda hidup, benda mati maupun tidak hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.     Bersifat sistematik,&lt;br /&gt;
artinya IPA mempunyai  sistem yang teratur. Sistem ini dipergunakan untuk menyusun, mengorganisasikan pengetahuan, konsep-konsep dan teori IPA.
Mengandung metode tertentu yaitu metode ilmiah. Metode ini dipergunakan untuk mempelajari objek studi, untuk memperoleh pengetahuan dan juga cara berfikir dan memecahkan masalah......&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah1.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/hakekat-nilai-dan-keterbatasan-ipa-2.html?m=0"&gt;Next part 2&lt;/a&gt;








&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengenalan IPA-1</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pengenalan-ipa-1_15.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 15 Dec 2013 07:29:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-163073089287753243</guid><description>

&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;center&gt;&lt;big&gt;Kajian tentang Pembelajaran&lt;br/&gt;Ilmu
Pengetahuan Alam&lt;/big&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam&lt;br /&gt;
Srini M. Iskandar (1996: 1) menyatakan
kata Ilmu Pengetahuan Alam berasal dari
kata “Natural Science” yang sering
disingkat “science”. Natural artinya
alamiah, berhubungan dengan alam.
Science artinya ilmu pengetahuan. Jadi
Ilmu Pengetahuan Alam secara harafiah
adalah ilmu tentang alam, ilmu yang
mempelajari peristiwa-peristiwa yang
terjadi di alam.&lt;br /&gt;
Webster’s: New Lollegiate
Dictionary (Srini M. Iskandar, 1996: 2)
menyatakan:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Natural science knowledge with the
physical world and its phenomena”, yang
artinya Ilmu Pengetahuan Alam adalah
pengetahuan tentang alam dan gejala-
gejalanya. Sedangkan di dalam Purnell’s:
Concise Dictionary of Science (1983)
tercantum definisi “Science the broad
field of human knowledge, acquired by
systematic observation and experiment
and explained by means of rules, law,
principles, theories and hypotheses”,&lt;br /&gt;
artinya Ilmu Pengetahuan Alam adalah
pengetahuan manusia yang luas yang
didapatkan dengan cara observasi dan
eksperimen yang sistematik, serta
dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan,
hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-
teori dan hipotesa-hipotesa. Ilmu
Pengetahuan Alam adalah istilah yang
merujuk pada rumpun ilmu dimana
obyeknya adalah benda-benda alam
dengan hukum-hukum yang pasti dan
umum, berlaku kapanpun dimanapun. IPA
mempelajari alam semesta, benda-benda
yang ada di permukaan bumi, di dalam
perut bumi dan di luar angkasa, baik yang
dapat diamati maupun tidak dapat
diamati dengan indera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya IPA adalah suatu
kumpulan teori yang sistematis,
penerapannya secara umum terbatas pada
gejala-gejala alam, lahir dan berkembang
melalui metode ilmiah seperti observasi
dan eksperimen serta menuntut sikap
ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka,
jujur, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam&lt;br /&gt;
Pada hakikatnya Ilmu Pengetahuan Alam
terdiri dari tiga komponen yang saling
berkaitan yaitu IPA sebagai produk, IPA
sebagai proses ilmiah dan IPA sebagai
sikap ilmiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Ilmu Pengetahuan Alam sebagai produk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Srini M. Iskandar (1996: 2) mengatakan
IPA sebagai disiplin (produk) merupakan
kumpulan hasil kegiatan empirik dan
analitik yang dilakukan oleh para
ilmuwan selama berabad-abad. Bentuk
IPA sebagai produk adalah fakta, konsep,
prinsip dan teori. Fakta merupakan hasil
dari kegiatan empirik, sementara konsep,
prinsip dan teori merupakan hasil dari
kegiatan analitik. Fakta dalam IPA adalah
pernyataan tentang benda-benda yang
benar-benar ada, atau peristiwa-peristiwa
yang betul-betul terjadi dan sudah
dikonfirmasi secara obyektif. Contoh: ular
termasuk golongan reptilia. Konsep Ilmu
Pengetahuan Alam adalah suatu ide yang
mempersatukan fakta-fakta IPA. Contoh:
benda-benda hidup dipengaruhi oleh
lingkungan.
Prinsip IPA adalah generalisasi tentang
hubungan di antara konsep-konsep IPA.
Contoh: udara yang dipanaskan memuai,
adalah prinsip yang menghubungkan
konsepkonsep udara, panas dan
pemuaian. Hukum-hukum alam adalah
prinsip-prinsip yang sudah diterima
meskipun juga bersifat tentatif
(sementara) tetapi karena mengalami
pengujian-pengujian yang lebih keras
daripada prinsip, maka hukum alam
bersifat lebih kekal. Contoh: hukum
kekekalan energi menyatakan bahwa
dalam suatu interaksi tidak ada energi
yang diciptakan atau dimusnahkan, tetapi
hanya berubah dari suatu bentuk ke
bentuk lain. L Teori ilmiah merupakan
kerangka yang lebih luas dari fakta,
konsep dan prinsip. Teori merupakan
model atau gambaran yang dibuat oleh
ilmuwan untuk menjelaskan gejala alam.
Contoh: teori quantum yang
menggambarkan elektron seperti awan
bermuatan negatif melingkupi inti atom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Ilmu Pengetahuan Alam sebagai proses&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ilmiah IPA sebagai suatu proses
merupakan cara kerja, cara berpikir dan
cara memecahkan masalah sehingga
meliputi kegiatan bagaimana
mengumpulkan data, menghubungkan
fakta satu dengan yang lain,
menginterpretasi data dan menarik
kesimpulan. Srini M. Iskandar (1996: 10)
menjelaskan cara kerja tersebut dikenal
dengan metode ilmiah yang secara
bertahap meliputi:...&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah1.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pengenalan-ipa-2_9857.html?m=0"&gt;Next part 2&lt;/a&gt;
















&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengenalan IPA-2</title><link>http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pengenalan-ipa-2_9857.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sun, 15 Dec 2013 00:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1186962576073121211.post-7712343460898371070</guid><description>
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
1) Menyadari adanya masalah dan
keinginan untuk memecahkannya.&lt;br /&gt;
2) Mengumpulkan data yang ada
hubungannya dengan masalah.&lt;br /&gt;
3) Merumuskan hipotesis.&lt;br /&gt;
4) Menguji hipotesis dapat ditempuh
dengan cara melakukan eksperimen atau
observasi.&lt;br /&gt;
5) Menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;
6) Menyusun teori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melakukan proses tersebut
diperlukan beberapa keterampilan
antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
1) Observasi adalah keterampilan untuk
mengumpulkan data atau informasi
dengan menggunakan indera dan
instrumen sebagai alat bantu.&lt;br /&gt;
2) Mengklasifikasi atau menggolongkan
adalah keterampilan udntuk melihat
persamaan dan perbedaan suatu obyek
sehingga dengan dasar tersebut obyek
dapat dikelompokkan atau dipisahkan
dari yang lain.&lt;br /&gt;
3) Menyimpulkan merupakan
kemampuan untuk menyatakan hasil
penilaian atas suatu obyek atau
kejadian.&lt;br /&gt;
4) Menginferensi atau memprediksi
merupakan kemampuan untuk membuat
ramalan tentang kejadian yang akan
datang berdasarkan hasil observasi,
konsep atau prinsip yang diketahui.&lt;br /&gt;
5) Mengukur adalah keterampilan untuk
menentukan kuantitas suatu obyek
dengan membandingkan atau
menggunakan alat ukur yang sesuai.&lt;br /&gt;
6) Menggunakan hubungan antar ruang
dan waktu meliputi keterampilan untuk
menjelaskan posisi suatu benda
terhadap benda yang lain, menjelaskan
posisi benda terhadap waktu dan
membuat dugaan keadaan yang akan
datang berdasarkan apa yang telah
diketahui saat ini.&lt;br /&gt;
7) Menggunakan bilangan meliputi
operasi bilangan seperti tambah, kurang,
kali dan bagi.&lt;br /&gt;
8) Mengkomunikasikan adalah
menyampaikan hasil belajar atau
penemuannya pada orang lain.&lt;br /&gt;
9) Merancang penelitian merupakan
keterampilan proses terintegrasi, karena
membutuhkan keterampilan proses lain.&lt;br /&gt;
10) Melakukan eksperimen merupakan
keterampilan proses terintegrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Ilmu Pengetahuan Alam sebagai sikap
ilmiah&lt;br /&gt;
Pelaksanaan proses Ilmu Pengetahuan
Alam agar dapat menghasilkan produk
yang dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya maka perlu dilandasi
dengan sikap ilmiah. Ciri sikap ilmiah
dalam IPA antara lain obyektif terhadap
fakta, tidak tergesagesa mengambil
keputusan, berhati terbuka, tidak
mencampur adukkan fakta dengan
pendapat, bersifat hati-hati dan ingin
menyelidiki (Srini M. Iskandar, 1996:
12).**and**&lt;img alt="renny" height="20" src="http://rennys.wen9.com/image/arah2.png" width="20" /&gt;&lt;a href="https://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/pengenalan-ipa-1_15.html?m=0"&gt; Back part1&lt;/a&gt;




&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
¤</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>