<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>PEMBELAJAR SEJATI</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/wawanherdianto" /><description>Panduan sukses diri dan organisasi serta cara cepat menjadi trainer hebat</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</managingEditor><lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 23:05:58 PDT</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/wawanherdianto" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Artikel Motivasi dan Pengembangan Diri. Komunikasi Efektif. Membangun Kualitas Diri dan Organisasi. Kepemimpinan Dalam Tim dan Organisasi. Tips Belajar Efektif. Informasi Training dan Outbound</itunes:subtitle><itunes:summary>Artikel Motivasi dan Pengembangan Diri. Komunikasi Efektif. Membangun Kualitas Diri dan Organisasi. Kepemimpinan Dalam Tim dan Organisasi. Tips Belajar Efektif. Informasi Training dan Outbound</itunes:summary><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspot/wawanherdianto</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Urgensi Manajemen Strategi</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/urgensi-manajemen-strategi.html</link><category>Manajemen Organisasi</category><category>Manajemen Strategi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Fri, 31 Dec 2010 04:31:34 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1199560812325915307</guid><description>&lt;b&gt;Pengertian Manajemen Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. &lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen Strategis&lt;/b&gt; merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Strategi&lt;/b&gt; memiliki kaitan yang erat dengan konsep perencanaan dan pengambilan keputusan, sehingga strategi berkembang menjadi manajemen strategi. Pengertian manajemen sendiri adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan terhadap upaya upaya yang dilakukan anggota organisasi dan penggunaan segala macam sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan organisasi. (James A.F. Stoner, 1992:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husein Umar (1996:86) menyatakan bahwa &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah suatu seni dan ilmu dalam hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing), dan evaluasi (evaluating) keputusan keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa datang. Menurut Pearce and Robinson (1997:20), &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; dapat diartikan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran sasaran perusahaan. Glueck &amp;amp; Jauch (1991:6) menyebutkan bahwa &lt;b&gt;manajemen strategi&lt;/b&gt; adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi atau strategi strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Urgensi Manajemen Strategi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; sangat dibutuhkan oleh organisasi social, bisnis dan professional untuk mewujudkan impian atau meminimalkan dampak lingkungan social ke dalam kehidupan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam kegelapan, maka kita membutuhkan cahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam kondisi social yang tidak menentu, maka kita membutuhkan langkah langkah yang lebih pasti.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam menentukan masa depan, kita membutuhkan cita cita yang jelas, inspiratif, clear dan terukur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam mencapai masa depan, kita membutuhkan langkah langkah yang sistematis dan terukur untuk mencapai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manajemen strategi&lt;/b&gt; dibutuhkan, karena akan membantu organisasi dan pimpinan dalam menentukan langkah langkah dan pengelolaan sumber daya untuk mendapatkan masa depan sesuai dengan yang diimpikan.  (Pada Artikel berikutnya kita akan membahas mengenai Fungsi Fungsi &lt;b&gt;Manajemen Strategi&lt;/b&gt;). (Sumber : &lt;a href="http://wawanherdianto.com/2010/12/urgensi-manajemen-strategi/"&gt;wawanherdianto.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1199560812325915307?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=m-it501XG_o:1jHXwUHh6Qw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Free Blogger Template - Wanvisioner Gallery</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/12/free-blogger-template-wanvisioner.html</link><category>Wanvisioner News</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Wed, 08 Dec 2010 02:05:38 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2120772921599668352</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s1600/wanvisioner+gallery.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s320/wanvisioner+gallery.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wanvisioner Gallery. Free Blogger Templates Gallery. Download free Blogger Templates. Free Wallpaper and graphic design Gallery. merupakan blog yang menyediakan berbagai macam template blogger 1 kolom, 2 kolom, 3 kolom, 4 kolom, magazine blogger template, ads ready, dll. dengan berbagai tema dan fitur yang anda sukai. &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Wanvisioner Gallery &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;merupakan salah satu blog yang Wawan Herdianto Kelola selain blog &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;wanvisioner&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; ini dan &lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;look smart people&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang menyajikan artikel Motivasi dan Pengembangan Diri. Komunikasi Efektif. Membangun Kualitas Diri dan Organisasi. Kepemimpinan Dalam Tim dan Organisasi. Tips Belajar Efektif. Informasi Training dan Outbound. Saya pribadi mengundang sahabar semua untuk berkunjung ke &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;wanvisioner gallery&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; free blogger template gallery. Semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2120772921599668352?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=90Og6ySXLHU:9V7aU3xJjjo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TP9Vl4g6rkI/AAAAAAAAA6s/ZeA81GkDs7k/s72-c/wanvisioner+gallery.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Look Smart People - Blog Aggregator Motivasi dan Pengembangan Diri Pertama di Dunia</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/look-smart-people-blog-aggregator.html</link><category>Wanvisioner News</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 06:02:14 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1588740906914599812</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s1600/LOOK+SP.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s1600/LOOK+SP.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;Look Smart People&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; merupakan blog Aggregator yang saya buat bagi  Anda yang ingin  mencari referensi atau tulisan tulisan di internet yang berkaitan dengan motivasi, pengembangan diri, manjemen, kepemimpinan, komunikasi effektif, POAC, analisis SWOT, manajemen organisasi, team building, dan semua hal yang berkaiatan peningkatan kapasitas diri dan institusi atau organisasi. Semua informasi yang berkaitan dengan hal di atas dikumpulakan di blog ini sehingga Anda dapat dengan mudah menemukan apa yang Anda cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Look Smart People mungkin bukanlah blog aggregator motivasi dan pengembangan diri pertama di dunia, karena menurut saya ada situs aggregator lain yang mungkin sama dan sudah jauh lebih dulu &lt;i&gt;nongkrong&lt;/i&gt; di internet.  Judulnya sengaja dibuat demikian agar menarik perhatian serta lebih kelihatan bombastis, peace :) .  Yap, mungkin lebih tepatnya judulnya adalah “Look Smart People, Aggregator Motivasi dan Pengembangan Diri Pertama di Dunia buatan Wawan Herdianto”. Oke deh, terlepas dari itu semua semoga kehadiran Look Smart People bermanfaat untuk kita semua. Buat rekan rekan yang ingin blog atau webnya dipasang di Look Smart People silahkan lihat persyaratanya di sini. &amp;nbsp;Silahkan klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://looksmartpeople.blogspot.com/"&gt;Look Smart People&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk berkunjung. Selamat mengalami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1588740906914599812?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=as7mzHrOF7E:uLJ7XqWgw64:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/TPJdpgskgtI/AAAAAAAAA1o/vf141PmIV_c/s72-c/LOOK+SP.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Kalau Mau Belajar, Anda Pasti Bisa !</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/kalau-mau-belajar-anda-pasti-bisa.html</link><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Sun, 28 Nov 2010 05:00:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1221828199033234713</guid><description>Belajar adalah kunci menuju ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam hal apapun. Tidak ada yang sulit jika kita mau berusaha untuk mempelajarinya. Pada Awalnya mungkin saja kita akan mengalami kesulitan. namun, jika kita terus mencoba, mencoba, dan mencoba lagi saya yakin kita akan mampu untuk menguasainya. Dan pada akhirnya hal yang kita anggap sulit pada awalnya akan menjadi mudah pada akhirnya. Misanya saja orang yang sedang belajar mengendari sepeda, pada awalnya mungkin saja akan terjatuh dan terluka, tapi kalau dia punya kemauan yang kuat dan terus belajar maka dia akan menjadi lihai dalam mengendarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyak belajar dan berlatih, untuk mengetahui cara bekerja yang benar, serta mampu melakukan dengan benar. SUKSES adalah sebuah proses. Kegagalan adalah bumbu kehidupan. Tetapi jangan hobi membuat kesalahan dan melupakan pengalaman. Perbanyak berlatih agar terbiasa menapaki jalan menuju sukses, serta meminimalkan kesalahan. Perbanyak belajar untuk menghilangkan kebodohan, dan tidak mengulangi kesalahan serupa di masa yang akan datang. Selamat belajar, Sukses untuk kita semua !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1221828199033234713?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=FiT-pfDkPjQ:UNdHNN9QEQk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Temukanlah Cinta Anda</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/11/temukanlah-cinta-anda.html</link><category>Artikel Motivasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Wed, 17 Nov 2010 02:02:32 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6453514177231250479</guid><description>&lt;p&gt;Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang orang yang bekerja di sana. Rasakanlah kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan itu jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan rekan kerja anda maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak meneyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela. Apa saja, Bila anda tak menemukan apa yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada disitu? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah yang anda cintai, lalu bekerjalah disana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus. (Penulis : Anynimous)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6453514177231250479?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=YoKBVURs9h0:WhhsWBWmEs8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Be A Strong Leader : SSDK UKM Al Banna Polinela</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/be-strong-leader-ssdk-ukm-al-banna.html</link><category>Trustco Lampung</category><category>My Activity</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 00:20:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3537242539004118268</guid><description>&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s1600/my+activity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="341" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s400/my+activity.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada pengurus UKM Al Banna Polinela dan para peserta yang begitu antusias dan bersemangat. Are You Ready ?...Yes !, Setiap manusia dilahirkan untuk menjadi pemimpin, namun untuk menjadi seorang pemimpin yang baik tak cukup hanya dengan memiliki  kemauan tapi juga harus memiliki kemampuan, mau dan mampu !. Oleh karena itu para pemimpin harus senantiasa mengasah dirinya dengan terus belajar dan berlatih agar selalu siap untuk menghadapi segala tantangan serta mampu mengelola dan mengorganisasikan semua sumber daya yang dimiliki untuk merealisasikan tujuan yang telah di tetapkan. “Be A Strong Leader”,  terus belajar dan berlatih. &lt;b&gt;Terimakasih kepada&lt;/b&gt; pengurus UKM Al Banna Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan para peserta Training SSDK (Strategi Sukses Dakwah Kampus) yang begitu antusias dan bersemangat. Terimaskasih  atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengelola dan mengisi kegiatan tersebut. Semoga bermanfaat, sukses. (Bandar Lampung, 27 Maret 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3537242539004118268?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=xdySzye7tNk:oh7q3VMKan4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S8QKOJU7-1I/AAAAAAAAAvA/zKwbaGZFpiI/s72-c/my+activity.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Carilah Cara Agar Anda Dikenal Banyak Orang !</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/04/carilah-cara-agar-anda-dikenal-banyak.html</link><category>Pengembangan Diri</category><category>Artikel Motivasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Sat, 10 Apr 2010 20:29:27 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4661194553641365003</guid><description>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Biasakanlah untuk selalu melihat setiap orang sebagai pribadi yang layak dipelajari sekecil apapun kisah sukses yang dicapainya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang tidak akan membeli jasa keahlian dan barang anda , jika anda tidak dikenal oleh banyak orang . Dan anda tidak akan dikenal oleh banyak orang , jika anda tidak mengambil inisiatif untuk bisa bergaul dengan banyak orang .Inisiatif untuk bisa bergaul dengan banyak orang ini , bisa anda mulai dengan secara konsisten mendatangi forum , perkumpulan , klub , paguyuban atau organisasi dimana anda diundang karena anda mengambil inisiatif untuk menjadi bagiannya. Dan perkenalkanlah diri anda dengan sangat berkualitas kepada orang orang yang anda temui ditempat itu. Akan tetapi orang akan tidak akan tertarik berkenalan dengan anda jika anda tidak menampilkan kualitas kualitas diri sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;li&gt;Selalu menampakkan sikap yang memaklumi bahwa tidak ada pribadi sempurna ,selalu saja setiap orang punya kelebihan , prestasi dan keberhasilan , sebagaimana ia juga punya kekurangan , kegagalan , sisi buruk dalam hidupnya. Dengan ini anda telah menghilangkan jarak psikologis serta menyediakan jembatan rasa untuk saling mendekatkan dua orang atau lebih yang memiliki banyak perbedaan namun bisa saling membangun keunggulan satu sama lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menampakkan diri sebagai pribadi yang tulus dan senang menerima kehadiran orang lain dalam hidup anda.Inilah yang dibutuhkan oleh banyak orang ketika mereka bertemu seseorang . Dengan cara ini orang orang yang bertemu , berkenalan dan berbicara dengan anda menemukan suasana psikologis yang menyejukkan , menghilangkan rasa rendah diri untuk berekpresi , menumbuhkan rasa berani untuk berbagi .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau menampakkan respek , penghargaan serta semangat mau belajar terhadap prestasi yang dicapai oleh orang lain .Orang akan selalu ingin bertemu lagi dengan anda , karena kebutuhan dasar seseorang adalah ingin diakui dan dihargai prestasi yang dicapainya ., ingin membagikan pengalaman suksesnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak memperlihatkan sikap mau menonjol dan mau menang sendiri ketika berbicara.Orang sangat tidak suka kepada sikap ini .Cepat atau lambat ia akan memciptakan perasaan tidak senang pada orang orang yang pernah bertemu anda , untuk tidak lagi bertemu anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau berbagi kisah keberhasilan , kemampuan dan keahlian yang anda miliki dengan cara santun dan rendah hati .Degan ini anda akan menarik respek orang kepada anda.Sebab begitu banyak orang yang berprestasi yang tidak disukai untuk dijadikan teman bergaul , partner bekerja , sahabat dalam kehidupan karena ia menampakan sikap tinggi hati , pongah dan cenderung merendahkan orang dengan segala prestasi yang dicapainya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="background-color: white;"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Inilah setidak setidak nya yang saya lihat  mengapa seseorang mengalami peningkatan reputasi positif dan kemudian menuai dampak menakjubkan dari reputasi yang didapatnya tersebut. (Ahmad Arqom, &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4661194553641365003?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=w0QNqkREwkU:lMtzaTST_2c:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item><item><title>Regenerasi Pemimpin</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/regenerasi-pemimpin.html</link><category>Kepemimpinan</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Fri, 09 Apr 2010 02:10:44 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7128967950071347476</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dalam &lt;i&gt;Leadership Training&lt;/i&gt; untuk para Kepala Sekolah SD se Kabupaten Kutai Timur di Kota Sangata Desember 2008 lalu ,saya sempat bertanya kepada beberapa  peserta : “ &lt;i&gt;Kalau bapak kemudian diangkat sebagai pejabat di dinas Pdan K , berapa jumlah guru yang siap menggantikan bapak sebagai kepala sekolah ?&lt;/i&gt;. Berbeda beda jawaban sejumlah kepala sekolah terhadap pertanyaan saya itu .Ada yang mengatakan satu .Ada yang bilang dua .Ada bahkan yang dengan percaya diri mengatakan tiga. Yang jelas kemudian saya menyampaikan kepada para kepala sekolah itu bahwa jumlah orang yang siap menjadi kepala sekolah berikutnya mencerminkan kemampuan mereka sebagai pemimpin dalam melakukan regenerasi kepemimpinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #fff2cc;"&gt;&lt;b&gt;Kunci Regenerasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah prinsip yang penting yang perlu anda perhatikan dalam melakukan regenarasi kepemimpinan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menyadari bahwa institusi tidak boleh bergantung kepada orang , tetapi harus bergantung pada system pembinaan dan kaderisasi SDM yang berkualitas.&lt;/b&gt; Memang ada sebuah gejala psikologis yang secara umum selalu terjadi , bahwa apabila seorang pemimpin sukses memimpin institusinys , mulailah tumbuh rasa eman pada semua orang orang dalam institus itu , jika sang pemimpin itu akhirnya meninggalkan institusi itu.Secara emosional tiba – tiba muncul rasa tidak percaya bahwa amat mungkin muncul pemimpin yang akan lebih baik dari sang pendahulu.Jika anda memimpin , maka perasaan emosional itu tidak boleh mengalahkan logika rasioanal akan kemungkinannya terjadi pergantian kepemimpinan melalui kaderisasi yang berkualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Percaya bahwa ada orang yang bisa anda persiapkan untuk membesarkan institusi anda . &lt;/b&gt;Anda harus menanamkan rasa percaya pada semua orang orang dalam institusi anda bahwa akan selalu ada orang yang bisa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin berikutnya setelah anda memimpin. Tentu ini akan berdampak pada kesiapan orang orang anda , untuk ditinggalkan oleh anda..Ini tentu sangat bagus.Dan ini dibutuhkan sebagai landasan bagi proses kaderisasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Memberi kesempatan kepada orang orang anda untuk menggantikan sebagian tugas tugas anda secara bertahap.&lt;/b&gt; Regenerasi kepemimpin memang dimulai dengan menciptakan situasi psikologis pada orang orang anda untuk dapat menyadari pentingnya regenerasi kepemimpinan serta mau untuk memulai prose situ.Nah setelah itu anda harus mulai secara selektif memilih siapa saja orang orang yang anda nilai memiliki kemampuan menjalani proses regenerasi itu.Kemudian anda harus merencanakan sejumlah kesempatan kerja dimana orang orang yang telah anda seleksi itu berkesempatan menggantikan sebagian dari tugas tugas anda sebagai pemimpin .Ini berfungsi untuk memberikan orientasi bagi orang orang yang anda pilih itu , terhadap pekerjaan anda sebagai pemimpin.Ini juga berfungsi untuk memberikan ransangan berpikir bagaimana melakukan proses penyesuaian dari tugas dan pekerjaan mereka yang lama ke tugas dan pekerjaan mereka yang baru , kelak apabila mereka sudah menggantikan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Memulai menyiapkan orang orang anda .&lt;/b&gt; Orang orang yang hendak anda kader menjadi pemimpin anda itu , sebagai saya sebut diatas akan melakukan proses orientasi dan adaptasi terhadap pengalaman baru mereka , ketika mereka anda beri kesempatan untuk menggantikan sebagian tugas tugas anda.Nah dalam masa – masa orientasi dan adaptasi itu anda perlu melakukan hal hal berikut kepada mereka :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Membiasakan memiliki cita cita besar.&lt;/b&gt; Begitu mereka mulai mengerjakan sebagian pekerjaan pekerjaan anda yang digantikan itu , mereka harus segera diingatkan bahwa yang lebih penting dari pekerjaan anda yang digantikan itu adalah bahwa mereka harus mulai terbiasa bercita cita besar.Mereka harus didorong memiliki rasa ketidakpuasan yang konstruktif .Rasa ketidakpuasan yang mendorong seseroang untuk selalu membawa institusinya selalu menjadi jauhlebih maju dari waktu ke waktu . Disini mereka harus terbiasa memiliki ukuran kemajuan kemajuan yang jelas yang hendak diraih dalam periode waktu tertentu kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. Membimbingnya untuk memiliki keyakinan yang kuat. &lt;/b&gt;Tetapi anda juga harus ingat , cita –cita itu selalu memerlukan keyakinan untuk meraihnya.Keyakinan akan memberikan seribu satu alasan kepada diri seseorang untuk mewujudkannya.Anda harus memeriksa apakah keyakinan itu ada pada orang orang anda bersama cita cita besar yang hendak diwujudkannya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Menumbuhkan motivasi untuk sukses.&lt;/b&gt; Kombinasi cita-cita dan keyakinan biasanya menjelma menjadi motivasi untuk sukses bagi seseorang .Akan tetapi itu bukan satu satunya sumber motivasi.Motivasi sebagai sebuah kekuatan yang mendorong untuk sukses dan berprestasi bisa datang dari banyak sumber. Sebagai pemimpin yang hendak mempersiapkan pemimpin berikutnya dalam institusi anda , anda harus bisa memastikan orang orang yang anda persiapkan selalu memiliki motivasi untuk berhasil yang berasal dari beragam sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Mendisiplinkannya untuk memiliki sikap dan kebiasaan unggul.&lt;/b&gt; Berikutnya yang harus anda kontrol dari orang orang yang anda persiapkan menjadi kader pemimpin berikutnya dalam institusi anda adalah mengontrol sikap dan kebiasaan hidup mereka.Sebab sukses dan keberhasilan adalah muara dari sikap dan kebiasaan unggul yang diulang ulang setiap hari. (Sumber : Akhmad Arqom&amp;nbsp; &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/regenerasi-pemimpin.html"&gt;Trustco Surabaya&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7128967950071347476?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=Z41-dGh5AHg:HfuDKriPrZc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jadilah Pemimpin Motivasional</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/jadilah-pemimpin-motivasional.html</link><category>Kepemimpinan</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:32:30 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1942486437470034196</guid><description>Jika anda dapat membangun diri anda menjadi pribadi yang punya daya gerak bagi orang orang anda untuk bertumbuh dan berkembang sungguh ini menjadi sesuatu yang menarik dalam kehidupan kepemimpinan anda.Bagaimana mewujudkannya ? Inilah sejumlah langah langkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama :Ciptakan dan Miliki Visi Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin akan selalu menjadi mesin utama penggerak perubahan dalam institusi yang dinakhodainya .Tetapi tentu dia harus terlebih dahulu menggerakkan dirinya untuk berubah , bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik ..Begitupun anda jika memimpin .Tetapi yang akan membuat anda bisa segera mau berubah , bertumbuh dan berkembang adalah kalau anda menciptakan dan memiliki visi besar dalam hidup anda.Visi ini harus selalu memanggil anda untuk bertindak dan berbuat.Visi ini akan selalu mengingatkan anda untuk tidak menyerah pada kesulitan .Visi ini selalu menjadi referensi anda dalam berpikir dan bertindak sehingga anda selalu terarah dalam hidup ini dan tidak kehilangan efektifitas dan produktiftas dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua :Tetapkanlah Standart Tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi anda tidak akan terwujud jika anda bekerja dengan standart biasa biasa saja.Mungkin memang bisa tercapai , tapi anda akan butuh waktu lama untuk mencapainya , karena cara anda bekerja biasa biasa saja. Dalam hal bekerja jangan menoleransi ketidak tepatan waktu , sikap asal-asalan , seenaknya sendiri melayani kolega atau pelanggan , menunda nunda penyelesaian masalah , menurunkan mutu pelayanan dan seterusnya.Berusahalah dan biasakanlah untuk menerapkan standart yang tinggi dalam seluruh sepak terjang anda bekerja .Ini akan menjadi penggedor bagi orang orang anda untuk juga bersikap dan bertindak serupa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga :Hadapilah Ketakutan Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi itu menular. Semangat , rasa percara diri , kegigihan , insiatif , kreatifitas , tanggung jawab , serta seluruh keunggulan anda akan selalu menulari orang orang anda dengan seketika . Sebagaimana juga keputusasaaan , rasa tidak percaya diri , kebiasaan lari dari resiko , melempar tanggung jawab juga ajan seketika merasuki orang orang anda. Pemimpin adalah orang yang merintis jalan. bagi orang orangnya.Jika memperlihatkan ketakutan , dengan segera orang orangnya enggan bertindak .Tetapi jika dia menampakkan rasa percaya diri dalam bertindak dan menghadapi resiko, orang orangnya akan memperlihatka hal yang sama. Nah sekarang hadapilah ketakutan ketakutan anda dengan penuh percaya diri dan penuh perhitungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Empat :Bersikap Realistis terhadap Situsasi Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi apapun bertindaklah rasional dan dalam batas batas kemampuan yang bisa anda tunjukkan secara maksimal. Orang orang anda akan selalu setia bersama anda dan akan memberikan loyalitas kerja nya kepada anda .Jangan bertindak melebihi kapasitas diri anda dan orang orang anda.Ini hanya akan menciptakan stagnasi pada institusi dan orang orang anda.Jangan bekerja melebihi realitas objektif dari kemampuan sumber daya yang anda miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lima :Terimalah Tanggung Jawab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menyalahkan orang orang anda pada saat terjadi krisis dalam institusi anda .Tetapi jika anda mengambilalih tanggungjawab terhadap terjadiya krisis itu , orang orang anda akan bersimpati bahkan mereka mau tetap bersama anda dengan memperlihatkan kinerja terbaik mereka. Anda harus berbesar jiwa bahwa persoalan pokok dari menurunnya kinerja sebuah institusi bersumber dari buruknya kepemimpinan .Jadi jangan salah orang orang anda.Tapi dengan penuh tanggung jawab banahilah kualitas kepemimpinan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Enam :Ambillah Tindakan Dengan Semangat Penuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keputusan anda untuk membawa maju institusi anda harus anda tindak lanjuti dengan aksi nyata yang penuh semangat Orang orang anda harus melihat anda sebagai pribadi yang menampakkan kekuatan tekad dan gemuruh energi perubahan untuk maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tujuh :Berusahalah Menuju Kesempurnaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi luar biasa yang bisa diraih oleh individu perindividu hanya bisa dicapai oleh kesempurnaan kerja individu Ditingkat institusipun begitu.Jadi anda harus bisa meraih kesempurnaan dalam segala kinerja institusi anda .Ini diperlukan agar orang orang anda selalu juga terobsesi meraih kesempurnaan dalam kinerja individu mereka.Tentu saja sesuai dengan kemampuan maksimal yang bisa mereka perlihatkan. Sumber : &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/jadilah-pemimpin-motivasional.html"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1942486437470034196?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=we4spai4qoY:91QOf6xuzsw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Lakukanlah General Check Up Terhadap Kepemimpinan Anda !</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/03/lakukanlah-general-check-up-terhadap.html</link><category>Kepemimpinan</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 02:35:24 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1548777914600492344</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s1600-h/leader.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s320/leader.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya percaya bahwa anda dalam setahun terakhir ini banyak sekali melihat pertumbuhan sebuah institusi bisnis yang begitu menakjubkan .Sebagaimana anda juga melihat bertumbangannya begitu banyak institusi bisnis disekitar anda .Kunci utama dari sebuah pertumbuhan atau sebuah kehancuran adalah kepemimpinan dari sang pemilik bisnis itu.Tapi ini sesungguhnya berlaku umum . Tumbuh dan hancurnya sebuah institusi apapun amat bergantung pada kemampuan pemimpinnya dalam memimpin .Jadi sekarang mari lakukan  General Check Up terhadap kualitas kepemimpinan yang ada dalam diri anda , sebelum anda memimpin lebih jauh lagi  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama : Tanyakan pada diri anda apakah anda punya pengaruh pada orang orang anda ?&lt;/b&gt;. Ya ini satu prissip fundamental dalam memimpin .Orang orang anda tidak akan mau anda gerakkan kalau mereka tidak melihat dan tidak merasa adanya pengaruh yang anda tanam dalam diri mereka.Anda bisa menanamkan pengaruh dengan benar melalui materi yang anda bagikan dengan tulus, atensi yang anda perlihatkan dengan penuh empati , edukasi yang anda lakukan dengan penuh dedikasi untuk meningkatkan kualitas mereka , serta moralitas yang anda tampilkan dengan penuh tanggungjawab yang tulus dan murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua : Jujurlah pada diri anda apakah anda memiliki kemampuan membuat prioritas kerja dalam hidup anda ?&lt;/b&gt; Begitu anda berhasrat mencapai tujuan tujuan yang lebih besar dari sekarang , anda tidak bisa lagi menangani semua pekerjaan .Sebagiannya harus anda delegasikan kepada orang orang yang anda yakini dapat menjalankannya dengan memberikan ruang toleransi, bahwa mereka tidak bisa selalu memperlihatkan kesempurnaan dan tiak pernah salah .Sementara sebagian pekerjaan yang lain harus anda tangani sendiri.Jadi anda harus tahu apa yang harus anda dahulukan untuk dituntaskan oleh anda sendiri .Mana yang harus kemudian kerjakan kemudian ? Dan mana lagi pekerjaan yang harus anda delegasikan pada orang orang anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus dapat memprioritaskan melakukan tindakan tindakan yang punya dampak besar dan strategis bagi pencapaian visi anda. .Inilah sejumlah tindakan yang harus anda prioritaskan : (1)Melakukan semua aktivitas pengembangan diri anda dan orang orang anda. (2)Membangun jaringan dengan sebanyak mungkin pusat pusat sumber daya. (3)Memperbaiki proses proses produksi sehingga output barang dan jasa menjadi lebih unggul. (4) Meningkatkan aktifitas promosi dari barang dan jasa yang anda hasilkan. (5) Meningkatkan jumlah transaksi permintaan atas barang dan jasa dari institusi anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga : Periksalah diri anda apakah punya kemampuan memecahkan masalah ?.&lt;/b&gt; Sepanjang anda bekerja mencapai visi institusi anda , maka anda akan dihadapkan pada masalah masalah sumber daya , jaringan dan networking , proses proses produksi ,promosi dan peningkatan jumlah transaksi.Jika anda tidak mampu memecahkan masalah masalah itu anda hanya mendapati institusi anda menjadi stagnan dan bahkan akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat : Dengarkanlah kritik dan saran orang pada anda tentang integritas diri anda ?&lt;/b&gt;. Bukan hanya penguasaan beragam ilmu dan keahlian yang dibutuhkan oleh orang orang anda, tetapi mereka ingin pada pemimmpinnya ada kepaduan antara keyakinannya, ucapan-ucapannya yang mengispirasi serta tindakan –tindakan yang memperlihatkan rasa percaya diri dan kecermatan dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya bukalah diri anda untuk dapat menampung semua umpan balik , masukan , kritik atau apa saja namanya , yang selalu mengaharapkan anda dapat menyempurnakan kualitas kepribadian anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jauh lebih baik kalau anda dapat menangkap isyarat dini – jadi tidak perlu menunggu umpan balik itu – untuk dapat memperbaiki integritas diri anda..Begitu anda melihat loyalitas yang mulai menurun pada orang –orang anda , itu pertanda bahwa anda sedang diprotes pada kualitas integritas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima : Buka kembali catatan masa lalu anda , apakah anda punya kebiasaan disiplin dalam hidup anda ?&lt;/b&gt;. Anda akan menemukan bahwa setiap kebiasaan dan tindakan disiplin selalu membawa keberhasilan dalam semua rencana hidup anda.Akan tetapi sebaliknya ketidak displinan selalu mempertemukan anda dengan kegagalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam : Lihatlah fokus perhatian anda , apakah anda selalu berpikir untuk mengembangkan orang orang anda ?&lt;/b&gt;. Anda harus menyadari , jika semua pekerjaan institusi anda , anda tangani sendiri , institusi anda memang berjalan dan tumbuh tetapi dalam laju yang sangat pelan.Namun jika anda berfokus mengembangkan orang orang anda sehinga level kemampuan mereka meningkat anda akan mendapati kenyataan bahwa institusi anda akan mengalami lompatan kemajuan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh : Sebelum anda memulai perjalanan anda dalam memimpin , apakah anda punya asset utama berupa SDM handal dalam institusi anda?&lt;/b&gt;. Jika asset SDM anda kapasitasnya biasa biasa saja , pertumbuhan instusi anda juga biasa – biasa saja . Jika asset SDM anda handal pertumbuhan institusi anda akan luar biasa , sebab ketika anda mengembangkannya , mereka akan berkembang mencapai level lebih tinggi dari yang mungkin dicapai oleh SDM yang biasa biasa saja kualitasnya. Itu artinya anda bisa lebih cepat meraih visi institusi anda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan : Apakah anda punya visi dan wawasan yang cukup untuk membawa institusi anda bertumbuh dan berkembang ?&lt;/b&gt;. Visi dan wawasan akan menyediakan referensi berpikir bagi anda .Dengannya anda tahu kemana institusi anda akan dibawa.Anda juga mengerti bagaimana mengembangkan semua asset yang anda miliki.Anda juga bisa memecahkan masalah yang dihadapi institusi anda. Sumber : &lt;a href="http://trustcosurabaya.com/lakukanlah-general-check-up-terhadap-kepemimpinan-anda.html"&gt;trustcosurabaya.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1548777914600492344?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=4z-JE4F1r88:d3cdwtZ_4L8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S5YkXVW4p0I/AAAAAAAAAtw/C7vlFmY8NSc/s72-c/leader.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Meningkatkan Kualitas Organisasi Dengan 4N</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/meningkatkan-kualitas-organisasi-dengan.html</link><category>Manajemen Organisasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:47:35 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-2356565730507816787</guid><description>“Tiada hari tampa belajar“, ungkapan ini mungkin sering kita dengar atau bahkan ada yang menjadikannya sebagai moto hidup. Belajar merupakan sebuah proses yang harus terus dilakukan selama kita hidup. Orang yang berhenti untuk belajar berarti telah mendatangani kontrak untuk gagal. Zaman terus berubah dengan berbagai tantangan dan masalah yang menyertainya, ini artinya kita harus senantiasa meng &lt;b&gt;&lt;i&gt;up grade&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kemampuan kita agar kita lebih siap dan mampu menghadapi tantangan tantangan dan permasalahan permasalahan yang ada.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam konteks organisasi pun demikian kita harus menjadikan organisasi yang kita kelola sebagai organisasi yang terus belajar, yaitu dengan terus menerus melakukan penyempurnaan terhadap aktivitas pengelolaannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat N yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas organisasi yang kita kelola, empat N tersebut yaitu Niteni Neroake Nambah-nambahi dan Nemoake (&lt;i&gt;&lt;b&gt;bahasa Jawa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NITENI. &lt;/b&gt;yaitu kenali, kuasai, perhatikan, identifikasi gaya/ciri-ciri sebuah organisasi yang baik. &lt;i&gt;Kedua, &lt;/i&gt;&lt;b&gt;NEROAKE.&lt;/b&gt; mulailah dengan meniru gaya atau ciri tersebut untuk memajukan organisasi kita. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NAMBAH-NAMBAHI. &lt;/b&gt;berilah modifikasi, tambahan dari gaya/ciri yang kita tiru secara kreatif. &lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;NEMOAKE.&lt;/b&gt; akhirnya kita temukan gaya/ciri organisasi kita sesuai dengan karakteristik kita sendiri. OK…sementara ini dulu yang dapat saya tuliskan, semoga bermanfaat. Silahkan baca juga artikel » &lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/10/organisasi-pembelajar-organizational.html"&gt;Organisasi Pembelajar&lt;/a&gt; untuk tambahan referensi. °&lt;b&gt;wawan herdianto&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-2356565730507816787?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=b9ufotjJHw4:vuiDjmOlFE0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html</link><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Thu, 18 Feb 2010 06:11:33 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8156913699463648768</guid><description>Perubahan dunia yang sangat pesat membuat  persaingan hidup semakin meningkat. Para orangtua saat ini berlomba-lomba memberikan bekal pendidikan, yang dipercaya sebagai bekal terbaik bagi anak. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal, semakin terjamin masa depan anaknya. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu melihat ke sekeliling kita. Berapa jumlah sarjana yang menganggur? Berapa jumlah lulusan luar negeri, yang setelah pulang ke Indonesia, tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude, namun prestasi hidupnya biasa-biasa saja? Sebaliknya, ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa biasa saja, namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan jaminan keberhasilan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subjek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. Hasil penelitian yang benar benar mengejutkan para peneliti itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, dengan hormat atau dengan kehormatan tertinggi), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, dan mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa biasa saja.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian ini membuktikan tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang karena konsep diri dapat di analogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan, komputer tidak dapat bekerja maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk ke pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu waktu. Semakin baik konsep diri, semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk sekolah dasar. Glasser, seorang pakar pendidikan dari Amerika, menyatakan lima tahun pertama di SD akan menentukan “nasib” anak selanjutnya. Sering kali proses pendidikan yang salah, saat di SD, mengakibatkan rusaknya konsep diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takul gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi pemimpin yang andal. *****(Dikutip dari buku Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian yang ditulis oleh Adi W. Gunawan). Sumber : &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/"&gt;Rumah Edukasi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8156913699463648768?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=Wl5BHCQEuOU:-GGVHt9WIa0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Cara Mengetahui Kecerdasan Anda yang Dominan</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/02/cara-mengetahui-kecerdasan-anda-yang.html</link><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:49:50 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-6273659504503766000</guid><description>Pada artikel sebelumnya yang berjudul &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/2009/09/12/delapan-kecerdasan-dasar-menurut-gardner/"&gt;Multiple Intelligence&lt;/a&gt; kita sudah membahas mengenai kecerdasan majemuk (Multiple Intelligences) yang susun oleh Howard Gardner. Setiap orang bisa jadi memiliki satu atau lebih kecerdasan dominan yang siap untuk dikembangkan. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, “Bagaimana mengetahi kecerdasan dominan yang kita miliki?”.  Langsung saja, berikut ada sebuah sarana yang dapat anda gunakan untuk mengetahuinya, yaitu situs Personallity.info . Situs ini merupakan situs yang menawarkan&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;b&gt; tes personallity types&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;b&gt;tes Multiple Intelligences&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; secara online dan gratis. Syaratnya anda cukup melakukan registrasi stelah itu anda tinggal memililih tes yang anda inginkan. Berikut adalah contoh hasil tes saya untuk Personallity Tipes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wawanherdianto.mypersonality.info/" target="_top"&gt;&lt;img alt="Click to view my Personality Profile page" border="0" src="http://badges.mypersonality.info/badge/0/19/191127.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, langsung saja silahkan klik &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.mypersonality.info/" target="_self" title="Tes Kepribadian dan Kecerdasan "&gt;www.mypersonality.info&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; untuk langsung menuju situs tersebut, dan melakukan tes untuk mengetahui Personality Types dan Kecerdasan anda yang dominan (Multiple Intelligences). Tapi jangan lupa resgistrasi dulu ya, dengan mengklik &lt;b&gt;Create Account&lt;/b&gt; yang ada di pojok kanan atas situs tersebut.  Selanjutnya saya berharap sahabat semua bersedia  MENULISKAN KOMENTAR, saran dan masukan, pada kotak komentar di bawah ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih. (Sumber : &lt;a href="http://rumahedukasi.wordpress.com/"&gt;Rumah Edukasi&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-6273659504503766000?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=ZCPtPA7UbRE:dlQL-6ddgY0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/reach-lima-hukum-komunikasi-efektif.html</link><category>Komunikasi Efektif</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:50:49 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8803661633213955046</guid><description>Pada artikel sebelumnya yang berjudul &lt;b&gt;&lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/komunikasi-efektif.html"&gt;Komunikasi Efektif&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; kita sudah membahas “Integritas: Fondasi Utama Komunikasi Efektif”. Setelah kita memiliki integritas sebagai fondasi utama  dalam membangun komunikasi efektif, berikutnya kita perlu memperhatikan Lima Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laes of Effective Communication). Dalam buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping Hartono Lima hukum ini dikembangkan dan dirangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi, yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Pada dasarnya komunikasi adalah upaya kita untuk meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #1: &lt;i&gt;Respect&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa hormat dan saling menghargai (respect) merupakan hukum pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Kita harus ingat bahwa manusia selalu ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, kita bisa melakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai. Sifat ini merupakan rasa lapar manusia yang harus dipenuhi (bukan harapan atau keinginan yang bisa ditunda). Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #2: &lt;i&gt;Empathy&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasarat utama dalam memiliki sifat empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara khusus Covey menempatkan kemampuan mendengarkan sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif. Covey mnyebutnya sebagai komunkasi empatik, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Kita perlu memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu untuk dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan dalam membangun sinergi dengfan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa empati akan memampukan kita untuk menyampaikan pesan (message).  Cara dan sikap empati juga akan memudahkan penerima pesan (receiver)  menerima pesan yang kita sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi untuk membangun kerjasama tim, rasa empati sangat memegang peranan. Dengan empati kita bisa memahami perilaku anggota tim kita, seperti kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan mereka. Rasa empati akan menimbulkan respek. Rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun komunikasi dengan empati, kita harus mempunyai kemampuan untuk mendengar dan siap menerima masukan apa pun dengan sikap positif. Banyak di antara kita yang tidak mau mendengarkan saran, apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #3: &lt;i&gt;Audible&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang kita sampaikan harus audible, artinya pesan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan dengan baik. Untuk itu, pesan bisa disampaikan melalui berbagai media, seperti alat bantu audio visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi media untuk penyampaian pesan, penggunaan teknologi bisa membantu melipatgandakan pancaran sinyal pesan yang kita sampaikan sehingga pesan bisa diterima oleh jauh lebih banyak orang. Sebagai contoh dengan menggunakan media internet, kita bisa berkomunikasi dengan mudah dan murah kepada banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #4: Clarity&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum keempat dalam membangun komunikasi yang efektif adalah pesan yang kita sampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan. Pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clarity dapat pula berarti keterbukaan. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap transparan sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Keterbukaan akan mencegah timbulnya sikap saling curiga yang akan menurunkan semangat dan antusisme tim kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum #5: &lt;i&gt;Humble&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama, yaitu respect. Untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati adalah sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong, tidak memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membangun komunikasi berdasarkan pada lima hukum pokokkomunikasi yang efektif ini, kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal yang dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain dengan penuh penghargaan (respect), karena hal inilah yang dapat membangunhubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee;"&gt;Referensi : Prijosaksono, Aribowo dan Ping Hartono. 2002. &lt;i&gt;Make Yourself A Leader&lt;/i&gt;. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8803661633213955046?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=MEm_0v2XZU0:68203eYH_78:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Komunikasi Efektif</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/komunikasi-efektif.html</link><category>Komunikasi Efektif</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Wed, 20 Jan 2010 19:56:01 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-4206708581585440421</guid><description>Komunikasi berasal dari perkataan “&lt;i&gt;Communicare&lt;/i&gt;” yaitu yang di dalam bahasa latin mempunyai arti “berpartisipasi atau memberitahukan”, sedangkan perkataan “&lt;i&gt;Comunis&lt;/i&gt;” berarti milik bersama ataupun “berlaku dimana-mana” atau juga berarti sama, sama di sini maksudnya sama makna. Jadi jika dua orang melakukan komunikasi misalnya dalam bentuk percakapan maka komunikasi akan berjalan atau berlangsung dengan baik selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Collen McKenna mendifinisikan komunikasi sebagai proses pengiriman pesan kepada penerima dengan saling pengertian. Proses ini melibatkan beberapa komponen, yaitu pengirim pesan (&lt;i&gt;sender&lt;/i&gt;), pesan yang dikirimkan (&lt;i&gt;message&lt;/i&gt;), bagaimana pesan tersebut dikirimkan (&lt;i&gt;delivery channel&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;media&lt;/i&gt;), penerima pesan (&lt;i&gt;receiver&lt;/i&gt;), dan unpan balik (&lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt;) yang diharapkan. WHO say WHAT to WHOM in what CHANNEL, yang dapat diilistrasikan pada bagan berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s1600-h/Komunikasi+Efektif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s320/Komunikasi+Efektif.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterampilan Terpenting dalam Kepemimpinan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan mengembangkan komunikasi yang efektif merupakan salah satu keterampilan yang amat diperlukan untuk pengembangan diri kita baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota sebuah tim. Paling tidak kita harus menguasai empat jenis keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu menulis, membaca (bahasa tulisan), mendengar, dan berbicara (bahasa lisan). Perhatikan, hampir setiap saat kita menghabiskan waktu untuk mengerjakan setidaknya salah satu dari keempat hal itu. Oleh karena itu, kemampuan untuk menguasai keterampilan dasar komunikasi dengan baik mutlak kita perlukan demi efektifitas dan keberhasilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Covey, komunikasi merupakan keterampilan terpenting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk berkomunikasi. Namun, sama seperti kita tidak pernah memperhatikan cara kita bernafas, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja. Kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukan komunikasi dengan efektif. Sebagai contoh, kita tidak pernah mempelajari bagaimana menulis efektif, bagaimana membaca cepat dan efektif, bagaiamana berbicara secara efektif, dan bagaimana menjadi pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Integritas : Fondasi Utama Komunikasi Efektif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Covey menekankan konsep kesalingtergantungan untuk menjelaskan hubungan antarmanusia. Menurut Covey, unsur terpenting pada komunikasi bukan sekedar pada apa yang kita tulis atau kita katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan itu. Jika pesan yang kita sampaikan di bangun dari hubungan manusia yang dangkal, bukan dari diri kita yang paling dalam, orang lain akan melihat dan membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari fondasi integritas pribadi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas konsep ini, kita bisa menggunakan analogi sistem bekerjanya sebuah bank. Jika kita memdepositokan integritas kita di dalam rekening bank emosi orang lain melalui sopan santun, kebaikan hati, kejujuran, dan memenuhi setiap komitmen kita, berarti kita menambah cadangan kepercayaan orang itu terhadap kita. Kepercayaan orang itu menjadi lebih tinggi. Ketika kepercayaan semakin tinggi, komunikasi pun mudah, cepat, dan efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan komunikasi yang efektif, kepercayaan merupakan dasar terciptanya teamwork. Kepercayaan ini hanya bisa muncul kalau kita mempunyai integritas, yang mencakup hal hal yang lebih dari sekedar kejujuran. Kalau kejujuran mengatakan kebenaran atau menyesuaikan kata kata kita dengan realitas, integritas menyesuaikan realitas dengan kata kata kita. Integritas bersifat aktif, sedangkan kejujuran bersifat pasif. Bersambung....&lt;i&gt;(Selanjutnya R.E.A.C.H : Lima Hukum Komunikasi Efektif)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee;"&gt;Referensi : Prijosaksono, Aribowo dan Ping Hartono. 2002. &lt;i&gt;Make Yourself A Leader&lt;/i&gt;. PT Elex Media Komputindo. Jakarta. &lt;b style="color: blue;"&gt;][&lt;/b&gt; Raharjo, Sekti dan Rina Susanti. 2007.&lt;i&gt; F.U.N tactics&lt;/i&gt;. Syaamil. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-4206708581585440421?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=GPfjLBaVOUo:2Tuicmey5Wg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1fPIvIvJoI/AAAAAAAAAtQ/Z0q60NgjHIM/s72-c/Komunikasi+Efektif.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Syarat Belajar : Keinginan dan Tindakan</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/syarat-belajar-keinginan-dan-tindakan.html</link><category>Pengembangan Diri</category><category>Keterampilan Belajar</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:51:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-5622265068008928375</guid><description>Keinginan dan kemauan untuk bertindak adalah syarat penting untuk mempelajari dan mendapatkan apapun. Cicero pernah berkata, “Langkah pertama menuju pengetahuan adalah mengetahui bahwa kita bersikap ingin tahu.”  Rasa ingin tahu, ingin bisa, merupakan power  yang akan menggerakan kita untuk mempelajari sesuatu. Namun, ingin saja tidak cukup. Ia harus dibarengi oleh kemauan untuk bertindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin untuk syarat yang pertama “keinginan” kita semua sudah memilikinya. Bahkan mungkin anda akan memerlukan berlembar lembar kertas jika saya minta anda untuk menuliskannya . Anda mungkin pernah mengatakan pada diri sendiri, “saya berharap saya dapat melakukan itu,” atau “saya berharap saya memiliki kemampuan ini” dan sebagainya. Nah, anda dapat berharap dan berharap tetapi tidak pernah benar benar belajar apapun. Oleh karena itu, bila anda ingin belajar apa pun, mulailah !. Ya benar, mulailah untuk merealisasikan apa yang anda ingin atau harapkan. Contoh sederhana, misalnya jika anda ingin bisa membuat blog, mulailah mencari tutorialnya, membeli bukunya, bertanya dan minta bimbingan dari ahlinya. Mulailah mencoba, terus berlatih, melakukan, maka kemampuan dan keahlian akan anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #f6b26b; text-align: center;"&gt;INSPIRATION WORDS&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #fff2cc;"&gt;Kita dapat belajar apa saja yang ingin kita pelajari. Tidak ada yang tidak bisa, kecuali tidak mau berusaha. Segala sesuatu awalnya sulit sebelum menjadi mudah. Bersungguh sungguhlah, karena orang yang bersungguh sungguh akan mendapatkan apa yang ia usahakan. Tidak ada yang bisa menghentikan anda, kecuali diri anda sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-5622265068008928375?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=tV_lu2lIJzQ:g3JxNKS5u8A:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Peluncuran Blog Baru : Wan Gallery</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/peluncuran-blog-baru-wan-gallery.html</link><category>Wanvisioner News</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:56:26 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7892204672036716899</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s1600-h/wan+gallery.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s320/wan+gallery.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alhamdulillah akhirnya rampung juga blog terbaru buatan saya. Blog ini saya beri nama Wan Gallery "Wawan Herdianto Wallpaper and Foto". Karena baru tentu blog ini belumlah sempurna dan masih memerlukan saran dan masukan dari sahabat sahabat semua. Sesuai dengan namanya blog ini merupakan blog yang berisi gambar wallpaper dan foto. Wallpaper yang saya suguhkan di blog ini merupakan wallpaper yang berisi kata kata inspirasi, jadi tentunya bukan sembarang wallpaper. So, silahkan berkunjung ke blog tersebut, download wallpapernya, pasang di komputer atau laptopmu. Selamat membaca. Untuk langsung ke TKP langsung aja kunjungi di &lt;a href="http://wanvisionergallery.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;wanvisionergallery.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;atau klik banner yang ada di atas postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7892204672036716899?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=bbYZiWXFTkk:MvUtY9VcFE4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S1XMgta1eQI/AAAAAAAAAtI/jvjrO_DqE2I/s72-c/wan+gallery.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Hidup Adalah Pilihan</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2010/01/hidup-adalah-pilihan.html</link><category>Renungan Hidup</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:57:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-3931791376243401327</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ada dua buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingintumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk pucuk daunku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah keiandahan tunas tunasku nanti akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunas tunasku terbuka, dan siput siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Renungan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-3931791376243401327?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=E_8Yfrb5uUg:5LHDumtb7c8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Mengembangkan SDM dalam Fungsi Manajemen</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/12/mengembangkan-sdm-dalam-fungsi.html</link><category>Manajemen Organisasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:57:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8608638746259572215</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s1600-h/wawan+trustco.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s400/wawan+trustco.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SEMUA ORGANISASI memiliki Goal, VISI atau obsesi. Agar Organisasi dapat mewujudkan visinya dalam memberikan pelayanan pelanggan dengan prima, maka organisasi harus di kelola dengan fungsi manajemen yang handal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISION harus membangun inspirasi dan motivasi, mudah diingat, fokus, menghasilkan sesuatu yang besar, serta mempunyai nilai. Ada 4 KUNCI sukses sebuah organisasi yaitu menyinergikan cara berpikir (mind setting), terobosan strategis (&lt;i&gt;strategic breakthrough&lt;/i&gt;), penyelarasan strategi (&lt;i&gt;strategy alignment&lt;/i&gt;) serta tata budaya (managing beliefs &amp;amp; values). Mind setting dilakukan melalui menghilangkan ego sektoral dan mental blocks yang menghambat. Strategic breakthrough diterapkan dengan penetapkan sasaran yang jelas, terukur dan membangun strategi utama. Strategy alignment dijalankan dengan memperjelas dan mengatur strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya SDM yang memiliki budaya yang kuat yang akan mampu menopang pertumbuhan dan strategi organisasi. Inilah langkah untuk menghindari kegagalan dalam implementasi strategis yang diakibatkan oleh tujuan yang tidak jelas, sasaran yang tidak fokus, kurangnya pemahaman dan rasa memiliki sesama serta strategi yang tidak jelas dan terukur. (Sumber : Manajemen Pengembangan Aset MANUSIA Untuk Masa Depan Bangsa, B.S. Wibowo, Dipl.Rad. SKM. MARS.) Lembaga manajemen Terapan TRUSTCO.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8608638746259572215?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=PURmB7ISoW4:LN7jNagO3_4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SzCjRvJxGoI/AAAAAAAAAlA/m2ZYc6m3608/s72-c/wawan+trustco.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Konsep Diri Positif: Kunci Keberhasilan Hidup</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/konsep-diri-positif-kunci-keberhasilan.html</link><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 10 Nov 2009 05:10:31 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-556430216436880056</guid><description>Perubahan dunia yang sangat pesat membuat  persaingan hidup semakin meningkat. Para orangtua saat ini berlomba-lomba memberikan bekal pendidikan, yang dipercaya sebagai bekal terbaik bagi anak. Asumsi orangtua pada umumnya adalah semakin tinggi level pendidikan formal, semakin terjamin masa depan anaknya. Apakah benar demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan itu, kita perlu melihat ke sekeliling kita. Berapa jumlah sarjana yang menganggur? Berapa jumlah lulusan luar negeri, yang setelah pulang ke Indonesia, tidak bisa bekerja atau tidak berhasil? Berapa banyak yang lulus cum laude, namun prestasi hidupnya biasa-biasa saja? Sebaliknya, ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa biasa saja, namun prestasi hidupnya sangat luar biasa. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan jaminan keberhasilan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di Amerika oleh Dr. Eli Ginzberg beserta timnya menemukan satu hasil yang mencengangkan. Penelitian ini melibatkan 342 subjek penelitian yang merupakan lulusan dari berbagai disiplin ilmu. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Colombia University. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi. Hasil penelitian yang benar benar mengejutkan para peneliti itu adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan (predikat memuaskan, cum laude atau summa cum laude), mereka yang mendapatkan penghargaan atas prestasi akademiknya, dan mereka yang berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa ternyata lebih cenderung berprestasi biasa biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Hasil Penelitian ini membuktikan tidak ada hubungan langsung antara keberhasilan akademik dan keberhasilan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan hidup manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positif. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang karena konsep diri dapat di analogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan, komputer tidak dapat bekerja maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk ke pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88 % terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu waktu. Semakin baik konsep diri, semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembentukan konsep diri dimulai sejak anak masih kecil. Masa kritis pembentukan konsep diri adalah saat anak masuk sekolah dasar. Glasser, seorang pakar pendidikan dari Amerika, menyatakan lima tahun pertama di SD akan menentukan “nasib” anak selanjutnya. Sering kali proses pendidikan yang salah, saat di SD, mengakibatkan rusaknya konsep diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takul gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang yang konsep dirinya baik akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi pemimpin yang andal. *****(Dikutip dari buku Kesalahan Fatal Dalam Mengejar Impian yang ditulis oleh Adi W. Gunawan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-556430216436880056?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=f3heSVbA_mI:1xZnWZApyK0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Ingatlah Mereka yang Berjasa Kepada Anda</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/ingatlah-mereka-yang-berjasa-kepada.html</link><category>Renungan Hidup</category><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:58:43 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-1942563248610440839</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s1600-h/wanvisioner+10.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s200/wanvisioner+10.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mengingat orang orang yang berjasa kepada anda merupakan bagian yang penting dari kemampuan untuk “membalas budi” dalam hidup. Selain itu, Anda bisa menggunakan pengalaman positif yang anda peroleh dari orang orang yang telah membantu anda dalam usaha anda membantu orang lain. Dunia ini akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan kalau kita tidak terlalu memikirkan diri sendiri dan, sebaliknya, memikirkan—dan membantu—orang lain sebanyak banyaknya . Zig Ziglar pernah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Kunci untuk mendapatkan semua yang anda inginkan dalam hidup tidak lain hanyalah dengan semampunya membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Zig memang benar. Orang hanya memedulikan seberapa tahukah anda saat mereka tahu seberapa besar kepedulian anda. Oleh karena itu, JANGAN PERNAH melupakan orang-orang yang telah berjasa kepada anda sepanjang perjalanan hidup anda. Kalau anda tidak bisa melakukannya, carilah anak-anak muda dan lakukanlah apa yang pernah mereka lakukan dulu untuk anda. Orang itu seumur hidupnya akan berterima kasih atas waktu dan tenaga yang telah anda berikan kepadanya. Salah satu investasi terbaik yang bisa kita buat adalah meluangkan waktu sebanyak-banyaknya bagi kaum muda saat ini karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain, tak peduli betapa anda menginginkannya. Jika anda ingin memengaruhi orang lain atau suatu organisasi. Anda harus “menjadi” perubahan yang anda inginkan itu. Itulah arti kepemimpinan yang sesungguhnya !. Akhirnya, saya mendorong anda untuk memiliki foto orang-orang yang secara positif telah memengaruhi hidup anda, lalu bingkailah dan tempatkanlah foto-foto itu di dinding rumah atau kantor anda. Foto-foto itu akan menjadi “Wall of Fame” dan berfungsi sebagai pengingat anda kepada orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup anda. (Rangkuman Bab 8 buku Creating Your Own Destiny: Bagaimana Mendapatkan Apa yang Benar-Benar Anda Inginkan Dalam Hidup, Patrick Snow).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-1942563248610440839?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=TByKKgXn69I:sFNCU61-5q4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/SvAWW-MFYKI/AAAAAAAAAkM/pd3TmmRTISc/s72-c/wanvisioner+10.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kunci Sukses Dimulai Dengan Inisiatif</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/11/kunci-sukses-dimulai-dengan-inisiatif.html</link><category>Pengembangan Diri</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Mon, 02 Nov 2009 06:29:18 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7685523565926921481</guid><description>&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Success comes from taking the initiative and following up… persisting… eloquently expressing the depth of your love. What simple action could you take today to produce a new momentum toward success in your life?”&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Anthony Robbins&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita mendengar kata inisiatif. Bahkan mungkin saja setiap dari kita sudah sering mendengarnya saat kita masih kecil atau saat kita mulai bersekolah. Ketika kita kuliah ataupun saat mengikuti kegiatan organisasi, hingga saat sekarang ini, di mana kita bekerja atau melakukan bisnis, kata ini kerapkali terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di sekitar kita pun sering mengatakan, “Kalau mau sukses dan berhasil, intinya mesti dimulai dari inisiatif!”. Bahkan seorang motivator kelas dunia seperti Anthony Robbins pun mengatakan bahwa kesuksesan itu datangnya dari inisiatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun teringat dengan sebuah cerita yang pernah diceritakan oleh teman saya. Alkisah ada seseorang yang bekerja kepada seorang bangsawan di Eropa. Suatu ketika, istri bangsawan itu memanggil seorang pekerjanya untuk diajak berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andrew, berapa lama Anda sudah tinggal dan bekerja bersama kami?”, tanya istri bangsawan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira sekitar dua puluh lima tahun, Nyonya” jawab Andrew. “Oiya, saya ingat kalau engkau dipekerjakan untuk memelihara satu-satunya kuda perang waktu itu,” kata sang Nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar sekali, Nyonya,” jawab Andrew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andrew, kuda itu sudah mati sepuluh tahun yang lalu”, ujar sang Nyonya kepada Andrew. “Benar sekali, Nyonya.” Jawab Andrew. “Jadi, apakah yang harus saya lakukan sekarang?”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey! Jangan-jangan kita sama seperti Andrew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak memiliki inisiatif dan menunggu selama bertahun-tahun agar orang lain memberitahukan kepadanya apa yang seharusnya dia lakukan, sehingga segala kesuksesan, keberhasilan, prestasi serta pencapaian-pencapaian yang harusnya telah kita raih tidaklah kita dapatkan dikarenakan kurangnya inisiatif dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4 Kategori pribadi berdasarkan inisiatifnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya ingin membagi empat kategori orang berdasarkan tingkatan inisiatifnya. Keempat kategori itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe pertama,&lt;/b&gt; orang-orang yang tidak pernah melakukan hal yang benar, tidak peduli apa pun yang dikatakan kepadanya. Orang yang termasuk dalam kategori pertama ini sering kali menjadi sumber masalah baik di dalam pekerjaan maupun dalam hubungan interaksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cuek, yang memperparah mereka adalah meskipun sudah diberitahukan hal yang benar, mereka tidak dapat mengerjakan sesuatunya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kita tidak perlu ‘menyepak’ orangorang ini dari organisasi kita. Saya pun teringat pepatah dari novelis, Robert A. Heinlein yang pernah mengatakan, “A society that gets rid of all its troublemakers goes downhill.” Ya, organisasi yang mengeluarkan para troublemaker-nya, malahan akan terpuruk. Saat ini, di tempat di mana kita menjadi sang pemimpin, mungkin saja ada orang-orang yang masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terbaik yang harus kita lakukan bukanlah secara langsung dengan menghindari orang tersebut, tetapi mulailah dengan mengajak orang tersebut dalam proses coaching atau counseling. Mungkin saja ada pengalamanpengalaman masa lalu yang menyebabkan dirinya menjadi seperti itu. Ketika bisa diperbaiki, orang ini bisa jadi justru menjadi aset yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe kedua,&lt;/b&gt; orang-orang yang melakukan hal benar setelah diberitahukan lebih dari satu kali. Dibandingkan dengan tipe pertama, maka orang yang masuk dalam kategori ini tentunya lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam tim terdapat orang seperti ini, hal yang perlu dilakukan adalah sedikit bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga sebagai pemimpin, kita tidak memberikan arahan yang cukup jelas. Janganlah langsung menyalahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe ketiga,&lt;/b&gt; orang-orang yang melakukan hal yang benar saat diberitahukan sekali. Rata-rata sebagian besar orang-orang di dalam tim biasanya masuk dalam kategori ini. Orang dalam kategori ini merupakan kelompok terbesar, sehingga kelompok ini dapat disebut sebagai kelompok standar (rata-rata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini Anda mau menjadi orang luar biasa, maka perlu bergerak dari kelompok ini menjadi pribadi yang masuk ke orang dalam kategori keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang tipe keempat, &lt;/b&gt;orang-orang yang melakukan hal benar tanpa harus diberitahukan. Inilah yang dikategorikan sebagai orang yang memiliki inisiatif. Untuk belajar tentang inisiatif, saya jadi teringat pada masa kecil saya di mana saya suka sekali mengamati kegiatan yang dilakukan oleh semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semut-semut, meskipun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya, mereka mengumpulkan makanan pada waktu musim panas. Setiap kali ada kesempatan, mereka selalu mengumpulkan makanan dan selalu bekerja sama dalam mengumpulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tampak terjadi, tanpa ada yang mengomando. Nah, jika semut saja bisa, harusnya setiap kita pun mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita bisa simpulkan bahwa salah satu rahasia besar untuk menjadi seorang pribadi yang sukses dan berhasil, adalah kemauan untuk mengambil berbagai inisiatif. Untuk itu, janganlah memiliki sikap hanya menunggu bola datang menghampiri, tetapi yang harus dilakukan adalah menjemput bola kemudian cetaklah gol dalam kehidupan. Ini khususnya berlaku dalam bidangbidang sales ataupun bisnis kepada customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam banyak pembicaraan, saya sering menemukan sekali orang yang hanya terus menunggu datangnya kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berharap akan adanya peluang yang datang menghampiri hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya sampai beberapa tahun pun mereka akan tetap didapati sebagai orang yang dalam posisi yang sama. Alihalih menunggu datangnya kesempatan dan peluang dalam hidup kita, lebih baik kita mempersiapkan hidup kita saat ini dengan terus mengasah skill dan kemampuan, membangun networking, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan pada saatnya kesempatan itu datang, Anda sudah siap! Saya pun jadi teringat oleh sebuah pepatah yang pernah disampaikan oleh sahabat saya, “Janganlah berdoa supaya kesempatan datang, tetapi berdoalah supaya Anda siap saat kesempatan datang!” Mungkin Anda pernah mengalami saat-saat dimana kesempatan datang, tetapi Anda justru belum siap. Betapa sayangnya! Maka, mulai saat ini mari berjanjilah untuk menjadi pribadi yang berinisiatif serta mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga saat peluang ada di depan mata, Anda dapat meraihnya sehingga mampu menggenggam sukses dan keberhasilan Anda. (Oleh : &lt;b&gt;Anthony Dio Martin&lt;/b&gt;, Managing Director HR Excellency. sumber :&lt;a href="http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html"&gt; http://web.bisnis.com/kolom/2id2058.html&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7685523565926921481?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=CN-qWXdy_nk:bYnKyBFugGw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Organisasi Pembelajar (Organizational Learning)</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/10/organisasi-pembelajar-organizational.html</link><category>Manajemen Organisasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:59:10 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7735049030814384947</guid><description>Organisasi pada dasarnya seperti mahluk hidup yang kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh kemampuannya utk beradapatasi dengan lingkungan.&amp;nbsp; Perubahan lingkungan strategik organisasi yang sangat cepat dalam berbagai dimensi, seperti teknologi, sosial, ekonomi, perundangan , globalisasi, dll. menuntut organisasi untuk mampu&amp;nbsp; beradaptasi pada perubahan itu. Apabila organisasi terlambat utk berubah maka sangat besar kemungkinan organisasi akan mundur kinerjanya bahkan, dapat punah. Oleh karena itu suatu hal yang harus dilakukan oleh organisasi untuk tetap bertahan dan bekembang ialah apabila dia mempelajari perubahan lingkungan strategik dan segera beradaptasi pada &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;perubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dimensi organisasi Pembelajar&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Beberapa dimensi perlu ada untuk menjadikan organisasi dapat terus bertahan. Organisasi seperti ini dinamakan organisasi pembelajar, karena dimensi-dimensi ini akan memungkinkan organisasi untuk belajar, berkembang, dan berinovasi. Dimensi-dimensi tersebut adalah:&lt;br /&gt;1) Model mental    &lt;br /&gt;2) System thinking     &lt;br /&gt;3) Shared Vision     &lt;br /&gt;4) Personal Mastery&amp;nbsp; dan     &lt;br /&gt;5) Team Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima dimensi organisasi pembelajar ini harus hadir bersama-sama dalam sebuah organisasi untuk&amp;nbsp; mempercepat proses pembelajaran organisasi dan meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi pada perubahan dan&amp;nbsp; mengantisipasi perubahan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Mental Model&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Respon manusia terhadap situasi yang terjadi di lingkungannya sangat dipengaruhi oleh asumsi dan kebiasaan yang selama ini berlaku. Di dalam organisasi, berlaku pula kesimpulan yang diambil mengenai ’how things work’ di dalam organisasi. Hal ini disebut dengan mental model, yang dapat terjadi tidak hanya pada level individual tetapi juga kelompok dan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental model memungkinkan manusia bekerja dengan lebih cepat. Namun, dalam organisasi yang terus berubah, mental model ini kadang-kadang tidak berfungsi dengan baik dan menghambat adaptasi yang dibutuhkan. Dalam organisasi pembelajar, mental model ini didiskusikan, dicermati, dan direvisi pada level individual, kelompok, dan organisasi.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pemikiran System Thinking&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Organisasi pada dasarnya terdiri atas unit yang harus bekerjasama untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Unit-unit antara lain ada yang disebut divisi, direktorat, bagian, atau cabang. Kesuksesan suatu organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk melakukan pekerjaan secara sinergik. Kemampuan untuk membangun hubungan yang sinergik&amp;nbsp; ini hanya akan dimiliki kalau semua anggota unit saling memahami pekerjaan unit lain, dan memahami juga dampak dari kinerja unit tempat dia bekerja pada unit lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali dalam organisasi orang hanya memahami apa yang dia kerjakan dan tidak memahami dampak dari pekerjaan dia pada unit lainnya. Selain itu seringkali timbul fanatisme seakan-akan hanya unit dia sendiri yang penting perannya dalam organisasi dan unit lainnya tidak berperan sama sekali. Fenomena ini disebut dengan ego-sektoral. Kerugian akan sangat sering terjadi akibat ketidakmampuan untuk bersinergi satu dengan lainnya. Pemborosan biaya, tenaga dan waktu. Terlepas dari adanya perasaan bahwa unit diri sendiri adalah unit yang paling penting,&amp;nbsp; tidak adanya pemikiran sistemik ini akan membuat anggota perusahaan tidak memahami konteks keseluruhan dari organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semakin banyak organisasi yang mengandalkan pada struktur tanpa batas (borderless organization), atau kalaupun masih menggunakan struktur organisasi berbasis fungsi, kini fungsi-fungsi yang terkait dengan proses yang sama dibuat saling melintas batas fungsi. Organisasi yang demikian disebut organisasi lintas fungsi atau cross-functional organization. Organisasi yang demikian ini akan membuat proses pembelajaran lebih cepat karena masing-masing orang dari fungsi yang berbeda akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Shared Vision      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Oleh karena organisasi terdiri atas berbagai orang yang berbeda latar belakang pendidikan, kesukuan, pengalaman serta budayanya, maka akan sangat sulit bagi organsasi untuk bekerja secara terpadu kalau tidak memiliki visi yang sama. Selain perbedaan latar belakang karyawan, organisasi juga memiliki berbagai unit yang pekerjaannya berbeda antara satu unit dengan unit lainnya. Untuk menggerakkan organisasi pada tujuan yang sama dengan aktivitas yang terfokus pada pencapaian tujuan bersama diperlukan adanya visi yang dimiliki oleh semua orang dan semua unit yang ada dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Personal Mastery&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;Organisasi pembelajar memerlukan karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi agar bisa beradaptasi dengan tuntutan perubahan, khususnya perubahan teknologi dan perubahan paradigma bisnis dari paradigma yang berbasis kekuatan fisik (tenaga otot ) ke paradigma yang berbasis pengetahuan (tenaga otak). Selain itu kecepatan perubahan tipe pekerjaan, telah menyebabkan&amp;nbsp; banyak pekerjaan yang tidak diperlukan lagi oleh organisasi&amp;nbsp; karena digantikan oleh tipe pekerjaan baru, atau digantikan oleh pekerjaan yang menuntut penggunaan teknologi. Bilamana pekerja tidak mau belajar hal baru, maka dia akan kehilangan pekerjaan. Selain itu banyak pekerjaan yang ditambahkan&amp;nbsp; pada satu pekerjaan (job-enlargement),&amp;nbsp; atau job rotation (mutasi karyawan) agar memudahkan karyawan untuk memahami kegiatan di unit kerja yang lain demi terwujudnya sinergi. Oleh karena itu karyawan harus belajar hal-hal baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi persyaratan perubahan dunia kerja ini semua pekerja di sebuah organisasi harus memiliki kemauan dan kebiasaan untuk meningkatkan kompetensi dirinya dengan terus belajar. Kompetensi dirinya bukan semata-mata di bidang pengetahuan, tetapi kemampuan berinteraksi dengan orang lain, menyelesaikan konflik, dan saling mengapresiasi pekerjaan orang lain. Organisasi lintas fungsi seperti yang telah dibicarakan di atas akan mempercepat proses pembelajaran individu di dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Team Learning.      &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Kini makin banyak organisasi berbasis team, karena rancangan organisasi dibuat dalam lintas fungsi yang biasanya berbasis team. Kemampuan organisasi untuk mensinergikan kegiatan team ini ditentukan oleh adanya visi bersama dan kemampuan berfikir sistemik seperi yang telah dibicarakan di atas. Namun demikian tanpa adanya kebiasaan berbagi wawasan sukses dan gagal yang terjadi dalam suatu team, maka pembelajaran organisasi akan sangat lambat, dan bahkan berhenti. Pembelajaran dalam organisasi akan semakin cepat kalau orang mau berbagi wawasan dan belajar bersama-sama. Oleh karena itu semangat belajar dalam team, cerita sukses atau gagal suatu team harus disampaikan pada team yang lainnya. Berbagi wawasan pengetahuan dalam tim menjadi sangat penting untuk peningkatan kapasitas organisasi dalam menambah modal intelektualnya. (Penulis : &lt;b&gt;&lt;i&gt;Djamaludin Ancok&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Sumber &lt;a href="http://ancok.staff.ugm.ac.id/h-8/alive-6-organisasi-pembelajar-organizational-learning.html" title="http://ancok.staff.ugm.ac.id"&gt;http://ancok.staff.ugm.ac.id&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7735049030814384947?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=GaGnNOXQAuA:HJkGlPXK8o8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Regenerasi Atau Mati</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/regenerasi-atau-mati.html</link><category>Manajemen Organisasi</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 18:59:46 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-8689024363859650559</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s1600-h/regenerasi+organisasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s200/regenerasi+organisasi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada para sahabat wanvisioner yang telah membantu saya untuk menulis artikel di blog ini. Beberapa waktu yang lalu saya menulis artikel berjudul “&lt;a href="http://wanvisioner.blogspot.com/2009/06/silahkan-anda-bertanya.html"&gt;Silahkan Anda Bertanya?&lt;/a&gt;". Dimana sahabat blogger bisa menuliskan pertanyaan seputar pengelolaan tim atau organisasi. Dari pertanyaan pertanyaan tersebut saya kemudian menulis artikel,  dan Ini salah satunya. Buat pertanyaan sahabat yang lain insyaallah akan segera saya jawab. Berikut adalah salah satu pertanyaan tersebut : &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Mas wawan yang bijaksana...Saya ingin berdiskusi dengan mas tentang regenerasi dari sebuah organisani. Kata orang membuat sesuatu itu jauh lebih mudah daripada mempertahankan sesuatu, dan saya kira begitu juga dengan tim atau organisasi. Menurut mas wawan, bagaimanakah regenerasi yang baik untuk kelangsungan suatu organisasi? terima kasih mas wawan. dan salam kenal. (Pertanyaan ditulis oleh &lt;a href="http://gudang-kata.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Gudang Kata&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;Semoga bukan suatu yang berlebihan jika saya memberi judul artikel ini “Regenerasi Atau Mati”, Karena menurut saya proses regerasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan kita. Baik dalam konteks pribadi maupun organisasi. Regenerasi diperlukan bukan hanya untuk menjaga kelangsungan individu tetapi kehidupan itu sendiri. Regenerasi dibutuhkan untuk pembinaan dan pewarisan gagasan. Artinya menjadi kewajiban bagi kita untuk menyiapkan generasi generasi yang lebih baik, generasi unggul yang siap mengemban amanah dan menjaga kelangsungan organisasi. Kita dibatasi oleh waktu, usia kita terbatas. Sementara ada visi besar yang harus diwujudkan. Ini artinya harus ada proses transformasi ide, gagasan dan impian sehingga sebuah cita cita besar dapat diwujudkan. &lt;i&gt;“Usia kita memang terbatas, tapi ide, gagasan, impian kita tak dibatasi waktu, ia akan terus hidup selama ada orang yang mau melanjutkannya. Itulah yang harus kita siapkan”.&lt;/i&gt; Maka tak heran banyak organisasi yang sangat memperhatikan aspek regenerasi, itu semua untuk menjaga kelangsungan organisasi di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya  ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan agar proses regenerasi suatu organisasi dapat berjalan dengan baik. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama, Rekruitment. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Semua Organisasi melakukan proses ini, baik organisasi profit maupun non profit/sosial, pemerintah maupun swasta. Semuanya melakukan proses ini. Dalam proses rekrutmen kita perlu menentukan klasifikasi orang orang yang akan kita rekrut sesuai dengan kebutuhan tim atau organisasi yang kita kelola. Untuk itu, sebuah organisasi perlu menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk dilakukannya proses tersebut. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua, Pembinaan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Dalam sektor apapun faktor Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu kita perlu memberikan perhatian yang serius pada aspek ini. Proses pembinaan dapat dilakukan melalui pendidikan, training dan bimbingan secara intensif. Melalui proses pembinaan ini nantinya diharapkan akan lahir SDM-SDM  yang bermutu, punya dedikasi, komitmen, dan produktif. Untuk itu kita perlu menyiapkan adanya &lt;i&gt;tools &lt;/i&gt;(seperti kurikulum) yang akan diberikan selama proses pembinaan ini dilakukan. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga, Berdayakan. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Setelah bekalan yang diberikan dirasa cukup maka sesorang dapat diberdayakan atau ditempatkan pada sebuah posisi untuk melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini kita harus menempatkan sesorang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, &lt;i&gt;“The right man in the right place”. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga aspek tersebut proses pembinaan adalah aspek yang harus terus dilakukan dalam proses regenerasi. Pembinaan diberikan kepada semua anggota organisasi di semua level. Dengan melihat tingkat kebutuhannya. Dengan demikian kualitas mereka akan senantiasa terus meningkat, lebih produktit, dan senantiasa siap untuk menghadapi berbagai macam perubahan yang menjadi tantangan bagi organiasi yang kita kelola. &lt;b&gt;Anda punya masukan lainnya?&lt;/b&gt; Senang jika Anda mau berbagi pengalaman dengan kami. Terima kasih, semoga bermanfaat. (Wanvisioner)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-8689024363859650559?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=J2FhdpuSkH0:uBwfBdkrdTk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_kRyEIb9dYf0/S01-ZvjbnTI/AAAAAAAAApE/qV8WltFuLiE/s72-c/regenerasi+organisasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total></item><item><title>From Leader to Worker</title><link>http://wanvisioner.blogspot.com/2009/08/from-leader-to-worker.html</link><category>Kepemimpinan</category><author>noreply@blogger.com (Wawan Herdianto)</author><pubDate>Tue, 02 Mar 2010 19:00:17 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2995520596496386522.post-7877116417232191892</guid><description>&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpCDQYMAI/AAAAAAAAAgI/-_GOENneufo/fromleadertoworker8.jpg?imgmax=800"&gt;&lt;img align="left" alt="from leader to worker" border="0" height="109" src="http://lh3.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpG2lc7yI/AAAAAAAAAgM/2htaXMw36fk/fromleadertoworker_thumb6.jpg?imgmax=800" style="border-width: 0px; display: inline; margin: 0px 6px 0px 0px;" title="from leader to worker" width="162" /&gt;&lt;/a&gt; From Leader to Worker&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Human Resources Management&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PEMIMPIN&lt;/b&gt; yang sukses memiliki karisma dan wibawa, ia memiliki integritas moral dan keteladanan secara nyata. Pemimpin memiliki visi masa depan yang jelas, utuh dan menggugah. Visi itu kemudian diterjemahkan oleh pengikutnya menjadi strategi. Para pemikir membutuhkan “&lt;i&gt;conceptual tools” &lt;/i&gt;untuk mewujudkan visi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembinaan SDM dengan diklat bertujuan untuk&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mentranformasi gagasan, sedangkan mentoring untuk membangun karakter dan budaya. Pemimpin sebagai mentor berfungsi sebagai inspirator, motivator dan pelopor dalam perubahan, sehingga terus memberikan inspirasi, insight dan pencerahan pada tindakan nyata.&lt;br /&gt;Soekarno : “Berikan aku 10 pemuda yang dengannya aku akan ubah dunia”. Dibutuhkan &lt;i&gt;talent management &lt;/i&gt;pada pembinaan pemuda yang berpotensi. Pemuda tidak akan menyalip usia dan masa kerja seniornya, tetapi asset dan talentanya dapat diasah dan dimanfaatkan lebih cepat. Perlu pembinaan bagi semua orang untuk meningkatkan motivasi, super soft skill, pemberdayaan diri, kemampuan berpikir, baik melalui pembinaan, diskusi, bacaan, program computer dll.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Akhirnya hidup harus berkarya, dan dapat berhasil dengan &lt;b&gt;BEKERJA KHAS&lt;/b&gt;, guna mewujudkan Indonesia menjadi masyarakat madani yang adil, sejahtera dan bermartabat.&lt;/blockquote&gt;Semoga kita dapat menghasilkan susuatu yang bermanfaat dan dapat dinikmati oleh keluarga dan masyarakat. Itulah pahlawan yang mewujudkan amal secara nyata. (Sumber : Buku “Manajemen Pengembangan Aset MANUSIA Untuk Masa Depan Bangsa, B.S. Wibowo, Dipl.Rad. SKM. MARS. Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2995520596496386522-7877116417232191892?l=wanvisioner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?a=M7-3O0ZbNsU:9X2Yj-1HN9g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/blogspot/wawanherdianto?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail url="http://lh3.ggpht.com/_kRyEIb9dYf0/SpOpG2lc7yI/AAAAAAAAAgM/2htaXMw36fk/s72-c/fromleadertoworker_thumb6.jpg?imgmax=800" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

