<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>TEMUKAN DIRIMU</title><description>Know yourself, and the truth will set you free..
-Socrates-</description><managingEditor>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</managingEditor><pubDate>Fri, 16 Jan 2026 18:44:40 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://temukandirimu.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Know yourself, and the truth will set you free.. -Socrates-</itunes:summary><itunes:subtitle>Know yourself, and the truth will set you free.. -Socrates-</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Misteri Illahi: Mengapa Hal Buruk Ini Terjadi Dalam Hidupku?</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2016/03/misteri-illahi-mengapa-hal-buruk-ini.html</link><category>belajar dari pengalaman</category><category>menghadapi persoalan</category><category>perjalanan hidup</category><category>pertanyaan</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Fri, 11 Mar 2016 13:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-5941473087834233879</guid><description>&lt;div class="blogaway-section"&gt;&lt;p&gt;Suatu hari dalam hidup, kamu pasti pernah mempertanyakan hal-hal yang terjadi di luar keinginanmu.&lt;br/&gt;
"Mengapa ini harus terjadi?"&lt;br/&gt;
"Mengapa Tuhan ijinkan aku mengalami semua ini?"&lt;br/&gt;
"Mengapa aku yang harus melaluinya?"&lt;br/&gt;
"Apa salahku hingga aku harus mengalami hal ini?"&lt;br/&gt;
"Mengapa cobaan ini begitu berat?"&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Sob, jika ini terjadi pada dirimu, sadarilah bahwa kamu tidak sendiri. Semua orang di dunia ini pernah mengalaminya. Termasuk saya. Ketika sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup saya, tak henti-hentinya saya bertanya dan menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi dalam hidup saya dan mencoba mencari pembenaran atas diri saya. Namun Tuhan diam. Tak ada jawaban, tak ada tanda dari langit, apalagi tepukan hangat di bahu. Hingga saya menyadari benarlah adanya bahwa hidup ini adalah misteri Illahi. Kita tak bisa memahami semua peristiwa yang terjadi. Ada saatnya kita hanya diijinkan untuk menjalaninya tanpa perlu bertanya apa-apa..&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Sebuah pepatah lama berbunyi "Segala yang tersembunyi adalah milik Tuhan, tapi segala yang terbuka/ dinyatakan adalah urusan kita.."&lt;br/&gt;
Guys, kita tidak perlu mengerti semuanya. Kita tidak perlu memahami semuanya. Jika Tuhan tidak menyatakannya, biarlah hal itu tetap jadi misteriNya. Biarlah hanya Dia yang tahu mengapa semuanya harus terjadi. Kalau toh Dia tidak menjawab, tetap saja Dia tidak berhutang penjelasan apapun pada kita, karena kita hanyalah ciptaanNya. Bagaikan tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah Tuhan berhak melakukan apapun tanpa perlu menjelaskan maksud dan rencanaNya dalam hidup kita.&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Pernah naik pesawat? Apakah kamu harus kenal pilotnya sebelum bepergian? Ataukah kamu harus kenal sang nahkoda sebelum memutuskan untuk berlayar? Tidak, bukan? Mengapa demikian? Karena kamu yakin sang pilot takkan salah arah. Sebelum menerbangkanmu, dia pasti punya jam terbang yang cukup tinggi sehingga dianggap mampu untuk menghadapi keadaan apapun di udara. Bukankah demikian Tuhan kita? Kenapa kamu harus tahu semua jawaban? Kenapa kamu harus memahami semua? Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya karena Ia yang memelihara kamu! Tuhan lebih dari seorang pilot atau nahkoda berpengalaman manapun! Bahkan samudera dan badai pun diam dalam hardikanNya..&lt;br/&gt;
&lt;br/&gt;Lakukan saja bagianmu. Semua yang dibukakan, yang sudah dinyatakan kepadamu, itulah urusanmu. Kelak, pada saatnya, kamu akan mengerti bahwa semua indah pada waktuNya. Sekarang mungkin kamu belum mengerti, tapi tidak apa. Jalani saja tanpa bertanya. Percayalah bahwa suatu saat nanti hal itu pun akan dinyatakan kepadamu..&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogaway-signature"&gt;&lt;br/&gt;&lt;font size="2"&gt;Blessings, everyone!&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jika Kamu Terlahir sebagai 'Orang Biasa', Kamu Harus Baca Ini!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2012/09/jika-kamu-terlahir-sebagai-orang-biasa.html</link><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Thu, 6 Sep 2012 16:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-2922555852470799442</guid><description>Pernah menyesal dilahirkan sebagai &amp;#39;orang biasa&amp;#39;?
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Dibandingkan temanmu yang orang tuanya memiliki 17 perusahaan, atau temanmu yang suka gonta-ganti mobil mewah, atau sohibmu yang harga sepatunya saja setara sebuah iPad, kamu mungkin tidak mendapat perlakuan istimewa dari sekelilingmu. Kamu lantas berharap seandainya hidupmu lebih baik, seandainya orang tuamu lebih kaya, seandainya kamu bisa belanja apa saja tanpa batas, pasti orang tidak akan memandangmu sebelah mata lagi. Atau mengangguk penuh hormat. Paling tidak, mereka  akan bersikap sedikit lebih manis padamu. Demikian mungkin anggapanmu.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Benarkah?
&lt;br&gt;Mungkin saja.
&lt;br&gt;Biasanya orang akan memberi perlakuan istimewa pada seseorang yang mereka anggap pantas untuk mendapatkannya.
&lt;br&gt;Mungkin karena dia anak konglomerat.
&lt;br&gt;Mungkin karena merk pakaiannya. Atau merk sepatunya. Atau karena mobil mewahnya.
&lt;br&gt;Atau mungkin karena jabatannya.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Tapi tahukah kamu, bahwa sesungguhnya bukan orang itu yang mereka hormati. Yang mereka hormati adalah orang tuanya jika dia anak konglomerat. Merk pakaiannya jika mereka tahu itu mahal. Atau merk sepatunya. Atau merk mobilnya. Tapi tanpa semua atribut itu, siapakah dia? Masihkah orang memerlakukannya dengan istimewa?
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Jangan berkecil hati, sob. Tidak diperlakukan istimewa oleh orang lain bukan berarti kamu tidak istimewa. Itu justru sebuah tantangan agar kamu berusaha keras, berjuang untuk hidupmu, untuk dirimu, bukan demi sebuah pengakuan, melainkan sebuah ekspresi diri, ungkapan rasa syukurmu pada Tuhan atas kehidupan, kesempatan, potensi dan talenta yang telah diberikanNya padamu.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Jangan mau dihormati hanya karena pakaianmu bermerk.
&lt;br&gt;Kamu berharga, terlepas dari cara orang memperlakukanmu. Sebenarnya mereka bukan tidak menghargaimu, teman, mereka hanya belum melihat potensi dirimu. Karena itu, bangkitlah. Tunjukkan pada dunia potensi yang Tuhan taruh dalam dirimu. Bersinarlah, karena kamu pun adalah bintang yang ditaruh di dunia ini untuk meneranginya dengan potensi dan karaktermu yang bersinar cemerlang..
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Shine on, friends!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>MENTAL PEMBANTU</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2012/08/mental-pembantu.html</link><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Wed, 29 Aug 2012 23:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-2996721801901512890</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Upss.. Judulnya mungkin gak enak didengar. Tapi, ini kenyataan yang biasa kita temui di lingkungan kita sehari-hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rakyat Indonesia boleh berbangga diri sebagai warga negara berkembang yang terbilang bisa hidup enak. Maksudnya, kebanyakan warga kelas menengah saja bisa menggaji seorang pembantu, atau istilah kerennya Asisten Rumah Tangga. Di negara maju, kecuali kamu keturunan bangsawan atau benar-benar kaya, kamu harus (membantu) melakukan pekerjaan rumah tanggamu sendiri. Mencuci piring dan membersihkan rumah adalah sebagian pekerjaan yang harus dihadapi sehari-hari. Bandingkan dengan kebanyakan dari kita yang nggak perlu repot-repot mencuci piring, menyapu atau mencuci bajunya karena sudah ada pembantu yang melakukan semuanya bagi kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang siih.. tanpa pembantu, kita bakalan jadi repot. Apalagi waktu menjelang Lebaran. Biasanya bisa leha-leha nonton TV, karena pembantu mudik nggak jarang Mama menyuruh kita melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan si mbak di rumah. Tapi coba deh pikir-pikir, ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari dari mereka, lohh..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pernah nggak kamu jengkel karena udah ngasih tahu sesuatu sama si mbak tapi dia nggak juga melakukan tepat seperti yang kamu katakan? Banyak orang mengalaminya. Mama teman saya pernah cerita dengan jengkel pada suaminya soal si pembantu yang katanya 'nggak ngerti-ngerti padahal udah dikasih tahu berulang-ulang' itu. Lantas, jawab suaminya 'Ya jangan marah dong. Kalo dia pinter, nggak bakalan jadi pembantu..'. Hehehe. Jawaban yang sangat tepat! Inilah poinnya: Kita harus mengembangkan diri: entah mendengarkan nasehat atau saran orang lain, membaca buku, apa saja yang diperlukan untuk menambah wawasan kita. Jika tidak, kita akan berakhir dengan pekerjaan biasa-biasa saja yang tidak akan berkembang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ini kisah saya sendiri. Pembantu di rumah kami janji akan datang langsung setelah Lebaran. Ditunggu sampai Syawal, tidak juga datang. Dihubungi berulang-ulang, ponselnya tidak juga aktif. Akhirnya suami saya minta tolong makelar pembantu untuk menanyakan keberadaannya. Beberapa hari kemudian, si pembantu mengirim SMS katanya akan datang minggu depan, karena harus membantu ibunya yang sedang 'sangat repot'. 'Oke', kata suami saya. 'Nggak papa'. Tapi tak lama kemudian, datang juga SMS dari si makelar PRT yang menyatakan bahwa si pembantu masih betah di rumah, 'belum pengen berangkat kerja karena teman-temannya yang lain juga belum pada berangkat', begitu katanya. Hmghh.. ketahuan bohongnya kaan.. Poinnya adalah: jangan pernah berbohong. Sekecil apapun. Jika sampai ketahuan, kita sendiri yang akan malu. Kebohongan adalah indikasi nyata tentang siapa kita. Iblis adalah bapa pembohong, jadi jika kita suka berbohong, maka kita adalah anak-anaknya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Mantan ART kami (yang tidak menginap) pernah kedapatan membawa pulang sekantong beras. Memang nggak terlalu banyak, sih. Mungkin hanya 1/2 kilo, tapi cukup untuk membuat saya kecewa. Masalahnya, dia berani bersumpah bahwa beras itu dia beli di warung dekat rumah. (Well, sekali berbohong, orang akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan sebelumnya). Waktu saya ancam untuk memecatnya, barulah dia ketakutan dan mengakui perbuatannya, yang katanya 'khilaf' itu. Kata teman saya, memang biasa itu. ART yang tidak menginap memang biasa membawa barang dari rumah majikannya. Entah 2 biji sendok, entah bumbu-bumbu dapur, pokoknya barang yang kelihatannya nggak bakal dicari oleh sang majikan! Nah lho! Poinnya: jangan mengambil apa yang bukan hak kita. Entah itu berupa barang, pujian hingga kekasih orang. Selama sesuatu belum diberikan kepadamu, maka itu bukan kepunyaanmu. Jika kamu mengambilnya dengan cara paksa, entah bagaimana hal itu akan dirampas secara paksa juga darimu kelak. Ini hukum alam yang tak bisa diubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mantan ART kami yang lain lagi pernah kehilangan ayam yang saya suruh goreng. Saya suruh dia menggoreng 10 potong ayam plus 2 rempela ati yang berakhir dengan 9 potong ayam. Waktu ditanya mana rempela atinya? Dia jawab nggak tahu, padahal dia ingat menggorengnya. Saya jadi heran. Entah dimakan tikus, entah dimakan setan (masa setan makan rempela ati?), yang jelas si pembantu bersumpah tidak tahu di mana hilangnya 2 potong rempela ati dan sepotong ayam tersebut. Maksud saya, kalo dimakan ya sudah nggak papa. Kalo toh dia mau bawa pulang, mbok ya bilang dulu. Jangan nyerobot gitu dong. Pake sumpah-sumpah segala, lagi.. Intinya, jadilah orang yang bertanggung jawab penuh atas apa yang kita lakukan. Jangan jadi pengecut. Jika kita berbuat, akui saja. Jika kita menginginkannya, katakan. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Jangan bertindak sembunyi-sembunyi. Jadilah seorang yang bisa dipercaya dalam hal sekecil apapun, supaya pada kita dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Ada mantan ART kami yang suka laporan. 'Bu, kamar Ibu sudah saya bersihkan. Tuh, jadi bersih banget kan.. Tadi kan berantakan sekali..'. (Iyalah, wong saya punya 2 monster kreatif yang super usil di kamar saya!). Atau pada suami saya 'Pak, halaman depan sudah saya bersihkan. Sekarang jadi bersiiih sekali. Coba lihat deh, Pak..'. (Ya ampuuun.. Itu kan emang kerjaan elu!) Saya suka kesal. Tapi dengan sedikit akting saya suka tersenyum manis dan menjawab 'Iya.. makasih ya mbak..'. Tapii, yang menjengkelkan adalah, giliran dikasih tahu kesalahannya dia suka cari alasan. Saya jadi suka naik darah. Makan puji iya, dikasih tau, nggak mau. Ngajak berantem banget.. Demikianlah sikap ART yang suka mengesalkan. Nggak mau ketemu masalah. Maunya dipuji-puji, maunya yang enak-enak (kadang kalo masakan di rumah kurang berkenan, suka nggak mau makan!), sekali kena tegor mengunci diri di kamar. Ingatlah bahwa setiap kesukaran adalah peluang bagi kita untuk mengembangkan otot-otot mental kita. Saya percaya bahwa setiap orang sukses adalah orang yang sudah berhasil melalui setiap ujian kesukaran dengan nilai memuaskan. Jika tidak, ya itu tadi: kita takkan pernah sukses. Perhatikanlah : Orang-orang yang dipromosikan adalah orang-orang yang cakap menangani masalah, bukannya mereka yang lari dari masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Tepat hari pertama sesudah libur panjang kami pergi ke sebuah toko bahan kue. Entah karena hari pertama bekerja, entah masih capek liburan, entah bagaimana beberapa pelayan toko yang melayani kami kelihatan kurang bersemangat. Yang satu seperti kurang mendapat pelatihan, karena banyak barang yang saya tanyakan dia nggak ngerti. Yang lainnya kelihatan malas-malasan. Saya jadi sebal. Cuma mau beli nggak sampe 5 item barang jadi lama sekali karena kelambatan pegawainya. Suami saya bilang gini. 'Yang begini nih yang nggak bisa dipercaya. Makanya banyak bos yang hanya menerima karyawan dengan tipe tertentu karena mereka giat bekerja. Nggak kayak orang-orang yang malas-malasan begini. Makanya banyak dari mereka hanya mandek sebagai pembantu, nggak bisa lebih. Cuma kerja begini aja nggak becus. Gimana bisa naik pangkat..'. Saya jadi berpikir. Benar juga. Papa saya pernah bilang 'Kalo kamu bekerja, apapun pekerjaan itu, bekerjalah seperti kamu yang memilikinya. Entah itu toko, entah itu perusahaan, apapun itu. Dan bekerjalah sampai kamu bisa memilikinya..'. Maksudnya, bekerjalah dengan semangat. Lakukan segala sesuatu seolah-olah kamu melakukannya bagi dirimu, bukan hanya bagi bossmu atau orang lain. Selama tidak demikian, kamu akan selamanya dalam posisi yang begitu-begitu saja. Jika kamu bersekolah, mengambil kursus atau apapun, lakukanlah untuk kepentinganmu sendiri, bukan karena orang tua memaksamu. Bagaimanapun, masa depanmu yang dipertaruhkan, jadi jangan sia-siakan kesempatan itu. Jangan malas-malasan. Bersemangatlah! Paksa dirimu untuk bekerja keras, karena kamu sendiri yang akan menerima upahnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeaahh.. Maaf kalo sudah sedikit curcol.. tapi itulah yang saya renungkan tentang kehidupan. Ternyata kekurangan orang lain pun dapat menjadi pemicu bagi kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Jangan memiliki mental pembantu. Milikilah mental pejuang, atau mental pengusaha, yang selalu berupaya mencari peluang di tengah krisis. Carilah mana yang benar-benar tepat untuk kamu lakukan. Berubahlah. &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pemenang vs Pecundang</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2012/08/pemenang-vs-pecundang.html</link><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Tue, 28 Aug 2012 14:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-4032441214720037010</guid><description>Seringkali, yang membedakan seorang pemenang dan pecundang bukanlah prestasi mereka, namun sikap mental mereka. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Kehebatan bukanlah sesuatu yang dikaruniakan oleh kehidupan, melainkan diraih dengan perjuangan. Banyak orang besar telah melaluinya. Jatuh bangun, air mata, penderitaan hanyalah sebagian di antara kisah mereka. Namun toh mereka berjalan terus dan melaluinya.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ketika seseorang memiliki sikap mental seorang pemenang, ia takkan membiarkan apapun menghalanginya dari fokus hidupnya. Seperti pepatah China mengatakan &amp;#39;Jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali&amp;#39;, demikianlah mereka bersikap. Kegagalan boleh terjadi, halangan boleh menghambat, namun seorang pemenang takkan mudah dikalahkan. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Jika kamu bingung apakah kamu sudah berjalan di arah yang benar, selidikilah apa yang paling membuatmu depresi. Masalah adalah sebuah kunci penentu dalam jalan kita. Jika masalah yang datang kita anggap sebagai tantangan maka kita sedang berada di jalan yang benar. Sebaliknya jika sebuah masalah membuat kita mundur dan takut, kita perlu menyelidiki diri. Mungkin saja kita memang tidak pantas berada di jalan tersebut.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Jika kamu pernah merasa nggak hebat, bukan kamu saja yang mengalaminya. Setiap orang pada suatu masa dalam hidup mereka pernah mengalaminya. Renungkan kembali perjalananmu. Jika kamu masih sanggup memertahankan sikap pemenang, hadapi semua masalahmu. Tunjukkan pada dunia siapa dirimu yang sebenarnya. Namun jika tidak, ubah haluan. Masih banyak pintu dan kesempatan terbuka lebar di luar sana menantimu. Banyak hal baik datang pada mereka yang bersedia menunggu, namun yang terbaik akan datang pada mereka yang tidak menyerah..
&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174; smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>AKU HEBAT, LUAR BIASA  (Sebuah Afirmasi pada Diri Sendiri)</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2011/03/aku-hebat-luar-biasa.html</link><category>citra diri</category><category>kepribadian</category><category>motivasi</category><category>pengembangan diri</category><category>pilihan</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Wed, 2 Mar 2011 11:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-4817384651583274620</guid><description>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku telah memutuskan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahwa aku tidak akan menyalahkan orang lain, keadaan atau diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk apapun yang terjadi, baik di masa kini, masa lalu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maupun di masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku bertanggung jawab atas diriku sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan Tuhan takkan meninggalkanku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku mungkin saja gagal. Tapi Dia tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia akan bekerja sama dengan semua hal dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk mendatangkan kebaikan bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku tidak mau terus-terusan berjalan dengan memikul beban dari masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku juga tak mau terjebak dalam kekuatiran akan masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku akan menatap ke depan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk melihat apa yang telah disediakan oleh kehidupan bagiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semua yang terjadi dalam hidupku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditaruh di sana untuk mengasah, membentuk dan menjadikan aku pribadi yang berkualitas dan tahan uji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk menjadikanku luar biasa, kreatif dan menakjubkan, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sesuai tujuanku dikirim ke planet ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena aku …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormalCxSpMiddle"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;adalah sebuah keajaiban!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;  &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kamu Berharga!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2010/04/kamu-berharga.html</link><category>citra diri</category><category>kepribadian</category><category>nilai</category><category>self esteem</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Thu, 8 Apr 2010 14:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-8194663943430552806</guid><description>&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;Kamu bukanlah apa kata orang&lt;br /&gt;Kamu  bukanlah bagaimana&lt;br /&gt;yang terpancar dari wajah orang tuamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu berharga&lt;br /&gt;bahkan,  tanpa prestasi atau keterampilanmu,&lt;br /&gt;kamu tetap berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiranmu  ke dunia inilah&lt;br /&gt;yang menjadikan dirimu tak ternilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu ada&lt;br /&gt;Kamu  hidup&lt;br /&gt;dan itu sudah cukup&lt;br /&gt;untuk memperjuangkan keadaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan merasa rendah  diri&lt;br /&gt;Tuhan tak pernah membuat produk massal&lt;br /&gt;Dia membuatmu secara  personal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, hanya ada satu Einstein di dunia&lt;br /&gt;Hanya ada satu  daVinci&lt;br /&gt;satu Beethoven&lt;br /&gt;satu Bill Gates&lt;br /&gt;dan hanya ada satu  kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Curhat Yuk!,&lt;br /&gt;yang dikutip juga oleh beberapa pembaca buku saya di blog mereka.. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>KARAKTER BAIK YANG PERLU DIKEMBANGKAN (Part 1)</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2010/01/karakter-baik-yang-perlu-dikembangkan.html</link><category>citra diri</category><category>nilai</category><category>pengembangan diri</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 4 Jan 2010 13:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-8679824935864132054</guid><description>Konon, karakter jauh lebih penting daripada kepandaian atau kekayaan kita. Nggak peduli seberapa terampilnya seseorang, ia takkan bisa melangkah lebih jauh jika karakternya didapati bercacat. Pepatah lama yang menyatakan 'Sekali lancung ke ujian, seumur hidup tak dipercaya' sepertinya masih berlaku. Jika kamu ingin berhasil dalam hidup, pengetahuan, karier dan uang memang penting dan layak untuk dikejar, tapi tidak sepenting karakter yang ada dalam dirimu. Kamu bisa mengejar ilmu sampai ke ujung dunia. Kamu bisa menggunakan cara-cara yang tidak halal untuk mengumpulkan uang, namun karakter buruk tak bisa menipu. Suatu saat, ia akan menampakkan dirinya melalui tindakanmu. Kabar baiknya, karakter dapat diubah dan diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa hal penting yang perlu dibangun dalam karakter kita:&lt;br /&gt;1. PERCAYA DIRI&lt;br /&gt;Tidak bisa disangkal, ini kualitas yang mutlak perlu kita miliki. Diri kita takkan pernah naik melebihi tingkatan kepercayaan diri atau citra diri yang kita miliki. Bagaimana memiliki rasa percaya diri? Dengan memiliki penilaian yang baik atas diri sendiri. Banyak orang hidup jauh di bawah potensi mereka bukan karena tak mampu, melainkan karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menganggap&lt;/span&gt; diri mereka tak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah dirimu dengan pandangan yang benar. Bukan dengan standar orang lain. Jangan selalu berusaha untuk menyenangkan setiap orang, terutama jika itu bertentangan dengan hati nuranimu. Kamu seharusnya bangga menjadi dirimu, karena jika bukan kamu yang menjadi dirimu, siapa lagi? Tidak ada orang yang seperti kamu, dan takkan pernah ada kamu di dunia ini. Hanya ada satu kamu dan takkan ada lagi yang seperti kamu. Sungguh menyedihkan jika seseorang harus menjadi peniru karena tidak percaya pada dirinya sendiri. Jadilah asli. Be authentic. Bukankah yang orisinal itu jauh lebih mahal ketimbang yang imitasi? Toh Tuhan tidak pernah menciptakan dua orang yang persis sama sepanjang sejarah. Jadi, mulailah berbangga menjadi dirimu. Percayalah pada dirimu sendiri. Hanya kamu yang bisa melakukan hal-hal yang bisa kamu lakukan. Mungkin orang lain berhasil dalam bidang tertentu, kamu tidak. Tapi orang lain pun belum tentu berhasil dalam bidangmu. Cari tahu lebih banyak tentang dirimu! (Buku saya 'Curhat Yuk!' akan membantumu menemukan lebih banyak tentang dirimu..^^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak tentang percaya diri? Silakan klik &lt;a href="http://temukandirimu.blogspot.com/2009/10/tips-meningkatkan-rasa-percaya-diri.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ASERTIF&lt;br /&gt;Banyak orang salah mengartikan asertif dengan agresif. Yeahh.. mungkin bunyinya mirip, tapi artinya beda. Agresif pada umumnya berarti tekad yang kuat untuk meraih suatu tujuan, atau bisa juga berarti karakteristik yang cenderung 'menyerang'. Sedangkan asertif pada dasarnya berarti keberanian untuk mengatakan tidak dan menuntut apa yang menjadi hak kita. Memang sih.. kebanyakan orang timur seringkali merasa 'nggak enak' atas banyak hal. Bahkan seandainya pun benar, pada umumnya kita akan menyerah dan mengikuti kata orang banyak, karena alasan 'nggak enak' tadi. Kita memang tidak terbiasa untuk mengutarakan pendapat pribadi kita karena rata-rata demikianlah budaya ketimuran pada umumnya. Jika orang tua, orang yang lebih tua atau senior kita menuntut begini, nggak mudah bagi kita untuk menolaknya dan melakukan yang bertentangan, bahkan walaupun seandainya kita benar. Okay, ada kalanya kita memang harus mematuhi mereka sebagai bentuk penghormatan kita. Tapi ada kalanya kita pun harus berani berdiri dan menyuarakan suara kita sendiri. Terutama jika itu berkaitan dengan hal-hal yang mendasar dan utama seperti nilai-nilai dan prinsip hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi asertif tidak sama dengan menjadi pemberontak. Kita bisa kok memertahankan nilai kita sekaligus menjaga rasa hormat kita pada orang lain. Toh, cara kita bicara jauh lebih penting ketimbang isi pembicaraan kita. Dengan rasa hormat, kelemah-lembutan dan penuh kasih, kita bisa tetap bersikap asertif sekaligus menghormati orang lain. Jangan biarkan orang lain menganggapmu rendah hanya karena kamu masih muda. Memangnya orang muda nggak bisa apa-apa? Memangnya mentang-mentang masih muda, lantas orang bisa memerlakukanmu seenaknya? Patahkan paradigma ini dengan menunjukkan sikap yang baik dan pantas. Toh di jaman ini, seseorang bukan dihormati hanya karena umurnya, melainkan karena apa yang telah ia lakukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. INTEGRITAS&lt;br /&gt;Duuhhh.. istilah apa lagi sih ini? Mungkin kamu bertanya demikian. Well.. integritas mungkin nggak ada terjemahan bakunya dalam bahasa Indonesia. Bahasa Inggris menyebutnya integrity. Mungkin karena itu lantas diterjemahkan menjadi integritas dalam bahasa kita. Wikipedia mendefinisikan integritas sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;konsistensi dari tindakan, nilai, metode, ukuran, prinsip, dan harapan&lt;/span&gt;. Merriam Webster mengartikannya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;melekat kuat pada sebuah kode moral yang istimewa atau nilai-nilai yang artistik, atau kualitas dari keadaan yang utuh dan tak dapat terbagi &lt;/span&gt;(duuhh.. saya nggak ahli menerjemahkan niihh..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, integritas berarti tidak curang, sama di luar maupun di dalam. Apa ada orang yang bisa melakukannya? Toh pada umumnya kita bisa berlaku baik di depan, namun bertingkah sebaliknya di belakang. Tidak demikian halnya dengan orang-orang yang memiliki integritas. Mereka akan bertindak sama, baik di depan maupun di belakang. Tidak munafik dan tidak terpecah. Mereka punya nilai-nilai kuat yang takkan tergoyahkan, apapun yang terjadi, dan berani mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memiliki integritas?&lt;br /&gt;Dengan memiliki rasa takut akan Tuhan. Jika seseorang takut akan Tuhan, ia tahu bahwa ada Tuhan di Sorga yang selalu memandang kepadanya. Orang bisa menipu CCTV di sebuah bank atau supermarket. Orang bisa mengelak dari interogasi penegak keadilan. Namun siapapun tidak bisa mengelak dari pandangan Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa apapun yang kita lakukan dicatat dalam buku kehidupan. Mungkin sohibmu nggak tahu kamu menceritakannya di belakang, mamamu nggak tahu kamu suka menyimpan uang kembaliannya, papamu nggak tahu kamu suka keluar sembunyi-sembunyi pada malam hari, gurumu nggak tahu bahwa semua nilai yang kamu dapat bukanlah murni hasil karyamu. Kita bisa mengelabui semua orang di dunia tanpa diketahui oleh mereka, tapi kita tak bisa mengelabui Tuhan dan hati nurani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas perlu dikembangkan karena di situlah terletak harga diri kita sebagai manusia. Kamu boleh dinilai atas kinerjamu. Kamu boleh kalah dalam kontes kecantikan karena dianggap kurang luwes. Kamu boleh diragukan dalam hal potensimu. Tapi jangan pernah biarkan orang meragukan integritasmu, karena di situlah nilai dirimu yang sebenarnya (oke, kecuali kamu memang suka lain di depan lain di belakang, apa boleh buat.. ^^). Jika seseorang tak memiliki integritas, jangan pernah memercayakan dirimu (atau rahasiamu atau barangmu dsb) kepadanya. Percuma. Kamu akan kecewa. Carilah orang-orang yang memiliki integritas sebagai temanmu. Dan milikilah integritas dan berpeganglah kuat-kuat padanya. Percayalah, orang yang dapat dipercaya akan mendapat berkat yang jauh lebih besar ketimbang mereka yang curang. Ini adalah hukum kehidupan yang takkan bisa diubah. Tapi please.. mentang-mentang bicara tentang integritas, jangan lantas menyamakannya dengan kepolosan 'berpikir positif' dan menelan mentah-mentah semua kata dan tindakan orang. Mintalah hikmat dari Tuhan untuk memimpinmu dalam setiap langkahmu..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>NEW YEAR: A NEW YOU..</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2010/01/new-year-new-you.html</link><category>apa yang akan kamu lakukan?</category><category>belajar dari pengalaman</category><category>pilihan</category><category>renungan</category><category>resolusi</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 2 Jan 2010 15:37:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-4698848847295609613</guid><description>Tubuh kita adalah mesin yang penuh dengan keajaiban. Bayangkan. Tanpa kita sadari atau bahkan tanpa perlu kita perintahkan, ia dapat bekerja sendiri. Jantung berdetak, pembuluh-pembuluh darah mengalirkan darah, paru-paru menghirup udara, sistem pencernaan kita mencerna makanan dan mengubahnya jadi energi, dan sebagainya. Bayangkan. Seandainya tubuh kita hanya bekerja jika kita harus memerintahkannya, mungkin kita takkan punya waktu untuk belajar, bersekolah, bermain, bekerja, apalagi fesbukan! ^^ Habis.. waktu kita sudah tersita untuk memerintahkan organ-organ tubuh kita agar bekerja dengan tepat. Jika tidak, bisa megap-megap kita karena anggota-anggota tubuh kita tidak mau bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keajaiban tubuh adalah, ia bisa membuang apa-apa yang tidak diperlukan olehnya. Itulah pentingnya saluran pencernaan, atau 'urusan belakang', yang terus terang saja seringkali membuat kita malu. Tapi gimana.. jika kita tidak melakukan panggilan alam tersebut, seluruh tubuh rasanya panas dingin nggak keruan! Apalagi dengan gaya hidup yang menuntut serba cepat, makanan-makanan yang kurang sehat dan berserat seperti sekarang ini, tubuh kita seringkali mengalami kesusahan untuk beradaptasi dalam hal 'urusan belakang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang nggak sih, kalo kamu nggak bisa ke belakang selama seminggu? Duuhh.. pasti mama sudah repot deh kasih makan sayur yang berserat tinggi, kasih minum minuman berserat yang katanya bisa melancarkan urusan belakang, bahkan mungkin memaksamu minum obat ini itu supaya urusan belakangmu lancar. Jika tidak... ampuuuunnn.. gak enak banget deh rasanya perutmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga berlaku dalam jiwa kita. Sayangnya, entah mengapa batin kita tidak dilengkapi dengan sistem yang bisa membuang sendiri hal-hal yang tidak penting di dalamnya seperti sistem pencernaan dalam tubuh. Jadi, semua tergantung dari keinginan kita. Kita bisa memilih untuk membuang racun-racun negatif dalam hati kita, atau menyimpannya sebagai sesuatu yang 'penting'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja. Jika seseorang menyakitimu, apa bisa kamu langsung memaafkannya? Mungkin bisa. Tapi nanti, setelah melewati hari-hari penuh kemarahan dan keinginan untuk membalas. Jika ada orang melemahkanmu, apa kamu bisa tetap kuat? Mungkin. Tapi nanti, setelah kamu menangis dan membuat orang lain mendukungmu dengan iba. Jika seseorang mencelamu, apa kamu bisa memertahankan citra diri yang kuat dan tetap positif? Mungkin bisa. Tapi setelah melalui serangkaian proses yang panjang dan sedikit melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, kita seringkali memilih untuk menyimpan banyak hal buruk dalam jiwa kita. Kenangan pahit, celaan seseorang, pengalaman dipermalukan, orang-orang yang mengecewakan, kekasih yang berkhianat, atau sohib yang menjelekkan nama kita di belakang (Duuhh.. daftarnya masih panjang nihhh...). Semua itu mungkin masuk dalam black listmu. Tapi entah mengapa, walaupun sudah black list, tetaaaaap saja kamu membawanya ke mana-mana. Sebetulnya kamu tak perlu melakukannya, tapi toh kamu merasa perlu melakukannya untuk menghukum mereka. Padahal kenyataannya, jika balas dendam terasa manis, mengapa akibat yang ditimbulkannya terasa begitu pahit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends, jika kamu masih menyimpan sesuatu yang negatif dalam hatimu (baik pikiran atau perasaanmu), mungkin sekaranglah saatnya untuk melepaskan semua itu. Tahun yang lama telah berlalu, demikian jugalah seharusnya dengan semua yang lama yang telah bercokol dalam jiwa kita. Bukankah kita selalu memilih yang baru? (Baju baru, sepatu baru, tas baru, atau mungkin pacar baru -- selalu masuk daftar/ Bucket List kita setiap ada event tertentu!). Biarlah hati kita pun dibaharui agar kita punya lebih banyak tempat tersisa untuk menikmati setiap berkat dan keindahan yang ditawarkan oleh kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang nggak kalo lemarimu berisi pakaian dan semua barang-barangmu sejak kamu masih bayi hingga sekarang? Pasti kamu akan membuangnya karena kamu merasa barang-barang itu nggak berguna. Kamu sudah bertumbuh besar sekarang, jadi kamu perlu terus memperbarui isi lemarimu. Paling nggak demikianlah pendapatmu kalo lagi musim sale, bukan? :) Kalo barang-barang kamu dimasukkan semua dalam satu lemari, kamu jadi nggak bisa menaruh barang-barang baru lainnya yang baru kamu beli dan yang akan kamu beli nanti.. Menyebalkan, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan lemari/ tempat penyimpanan dalam hati kita. Jika kamu terus saja menumpukkan barang-barang yang tidak berguna ke dalamnya, bagaimana kamu bisa mendapatkan hal-hal yang menyenangkan dalam hidupmu? Hatimu sudah penuh. Omongan orang sedikit saja bisa bikin hatimu sesak. Selisih pendapat sedikit saja sudah mematahkan hatimu. Bahkan sedikit kritik saja bisa menghancurkan hidupmu! Kenapa? Karena hatimu terlalu penuh untuk menerima kerasnya kenyataan hidup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak tahu mengapa Tuhan tidak memperlengkapi jiwa kita dengan sistem pembuangan secara alami. Mungkin karena Dia ingin kita sendiri yang mengolah pengalaman buruk kita. Mungkin Dia ingin kita belajar banyak dari hal-hal tersebut. Dan Dia ingin membentuk kita jadi pribadi-pribadi yang berkualitas melalui segala hal yang sepertinya buruk tersebut. Kamu bisa jadi kamu yang sekarang ini, antara lain karena segala peristiwa buruk dalam hidupmu, lohh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali tahun yang baru ini, biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Yang lama biarlah berlalu, yang baru sudah datang. Jadikan hari-hari dalam tahun mendatang lebih istimewa karena kamu tidak perlu lagi menoleh ke belakang dan terjebak dalam kenangan buruk di sana.. Percayalah, banyak kejutan istimewa menantimu di depan sana, teman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tahun baru..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BERPIKIR POSITIF SAJA NGGAK CUKUP!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/12/berpikir-positif-saja-nggak-cukup.html</link><category>belajar dari pengalaman</category><category>how to</category><category>pengembangan diri</category><category>prinsip</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:16:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-2650906473225172363</guid><description>Kamu pasti pernah mendengar tentang pentingnya berpikir positif. Bahkan mungkin, hampir semua umat manusia yang hidup di abad ini pernah mendengarnya. Dan menerapkannya. Dan memetik keuntungan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup. Berpikir positif memang baik. Penting dan bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain, demikian dikatakan oleh para ahli. Sayangnya, berpikir positif pun mempunyai sisi lemah yang dapat merusak keseimbangan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah keseimbangan. Selalu ada sisi bertentangan untuk setiap bidang kehidupan. Kerja keras yang tak diimbangi istirahat yang cukup bisa berakibat fatal. Makanan enak tanpa diimbangi olahraga mengakibatkan banyak orang mati sebelum waktunya. Gaya hidup mewah tanpa diimbangi filosofi hidup hemat membuat kita bangkrut. Bahkan cinta tanpa disiplin akan menghasilkan anak-anak yang manja dan suka memberontak. Semua bidang menuntut keseimbangan dalam hidup kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menganggap berpikir positif adalah segalanya, kamu perlu mempertimbangkannya kembali. Berpikir positif menuntut kita memandang segalanya dari sisi positif. Namun bagaimana dengan sisi negatifnya? Apakah kita lantas bisa mengabaikannya? Berikut ada 7 hal lain yang perlu kita pertimbangkan selain berpikir positif..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpikir benar&lt;br /&gt;Sejujurnya, agak susah menjabarkan tentang berpikir benar, karena kebenaran di jaman ini telah bergeser nilainya. Kebenaran selalu bersifat relatif, tergantung siapa yang memandang. Kita bisa bicara dengan dua orang yang bermusuhan dan masing-masing akan mengatakan diri mereka benar, lengkap dengan segala penjelasan mendetail tentang kisah menurut versi mereka. Kamu perlu mengikuti kata hatimu dalam hal ini. Definisikan apa yang benar sesuai dengan nilai-nilai dalam hidupmu. Jika 'benar' dalam lingkunganmu berarti mengurangi hak orang, kamu tahu apa artinya. Jika benar berarti membela yang bayar, memanjat ke atas dengan menginjak leher orang, menjatuhkan orang lain dengan segala cara, atau hal-hal semacam itu, kamu harus memutuskan apa yang akan kamu lakukan. Jika perlu, keluar dari sana dan cari lingkungan yang bisa membuatmu bertumbuh jadi lebih baik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpikir mulia&lt;br /&gt;Apa komentarmu ketika melihat orang mengucapkan kata-kata kasar yang tak sepantasnya diucapkan? Biasanya sih, dengan heran dan takjubnya kita akan mengatakan 'Duh, penampilannya keren, jabatannya oke tapi mulutnya kok nggak berpendidikan ya..'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, pendidikan itu mempengaruhi kelakuan seseorang. Diharapkan, dengan semakin terdidiknya seseorang, akan semakin tinggi pula martabat dan sikap moralnya. Namun dalam kenyataannya, tidaklah selalu demikian. Banyak orang mengaku berpendidikan, namun sikap mereka menyatakan sebaliknya. Ternyata, karakter jauh lebih penting daripada pendidikan. Kamu bisa mencari ilmu sampai ke ujung dunia, tapi tanpa karakter dan nilai-nilai yang baik dalam hidup, kamu akan tetap diragukan orang. Kamu tidak semata dinilai dari tampilan atau rupa, atau berapa deret nol yang tertera di buku tabunganmu, tapi karakter dan integritasmu menentukan penghargaan orang terhadap dirimu yang sesungguhnya. Jangan hanya berpikir positif, berpikirlah mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berpikir adil&lt;br /&gt;Sahabatmu nyata-nyata bersalah, sementara orang yang kamu musuhi ternyata benar. Siapa yang akan kamu bela? Akankah kamu tetap mengatakan 'Hidup persahabatan!' dan menelantarkan nilai-nilai pribadimu? Keadilan mungkin tidak berpihak bagi banyak orang sementara ini. Namun itu bukan alasan bagi kita untuk tidak bersikap adil. Kejarlah keadilan. Berikan pada tiap orang apa yang menjadi haknya. Bersikaplah adil walaupun hidup tampaknya tidak adil bagimu, karena selama bumi ini ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Apapun yang kamu tabur akan kamu tuai. Ini adalah hukum alam yang tak dapat dibatalkan, jadi kamu perlu menetapkan bagi dirimu untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir adil juga menuntutmu untuk menempatkan diri dalam perspektif yang tepat. Jangan hanya berpikir positif. Berpikir jugalah dengan kewaspadaan. Jangan menerima segala sesuatu sebagaimana adanya (mentah-mentah), karena seringnya, yang tampak bukanlah yang sebenarnya. Orang yang hanya berpikir positif (tanpa kewaspadaan dan kebijaksanaan) akan mudah dibohongi. Pikirkan juga kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi sebelum kamu mengambil keputusan. Mungkin niatmu baik. Tapi tidak demikian halnya dengan banyak orang lain di sekitarmu. Sangat perlu untuk menguji setiap kalimat atau tindakan atau sikap yang diarahkan pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpikir suci&lt;br /&gt;Pacarmu mengajakmu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begituan&lt;/span&gt; dan kamu tidak tahu apa yang harus kamu lakukan. Kamu pikir, berpikir positif bisa membantumu memecahkan masalah. Tunggu dulu. Berpikir positif? Positif bagi siapa? Bagi kamu? Bagi dia? Bagi hubungan cinta kalian? Lalu bagaimana dengan masa depanmu? Calon pasangan hidupmu? Orang tuamu? Integritasmu? Dalam hal ini, berpikir suci sepertinya lebih penting ketimbang 'berpikir positif', teman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memikirkan yang manis (menyenangkan)&lt;br /&gt;Prinsipnya, jika sesuatu tidak menyenangkan bagi semua pihak, maka jangan pikirkan atau lakukan hal itu. Buang semua hal buruk dari pikiran, hati dan jiwamu. Lakukan detoksifikasi dalam batinmu. Suatu saat, kamu akan berterima kasih pada dirimu sendiri karena telah melakukannya. Kamu akan menjadi lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih sejahtera karenanya (ingat prinsip hukum ketertarikan?). Apapun yang kamu pilih untuk tinggal dalam pikiranmu, akan memenuhi hidupmu, dan itulah yang menjadi takdirmu. Kita sendiri yang menentukan takdir kita, kawan. Kita juga yang menentukan bagaimana kita akan mengisi dan menjalani hidup yang telah Tuhan berikan pada kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berpikir kreatif&lt;br /&gt;Jika kamu menganggap hidup telah memperlakukanmu dengan tidak adil, pikirkan sebaliknya. Apa yang akan terjadi jika pengalaman buruk tak terjadi padamu? Akankah hidupmu berbeda? Akankah kamu menjadi pribadi yang lebih baik? Akankah kamu berkembang? Kadangkala, butuh pemikiran yang kreatif dan luas untuk memahami segala yang terjadi dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menyalahkan diri atau keadaan, tapi belajarlah darinya. Kamu adalah murid yang harus terus belajar dan diuji di sekolah kehidupan agar naik tingkat, bukannya korban yang selalu menangis dan meratapi nasib. Kamu takkan belajar apapun dari tangisan dan keluh kesahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada berita yang perlu didengar tentang kamu, maka berita itu hendaklah sesuatu yang sedap didengar, yang timbul sebagai hasil pikiran kreatifmu yang bermanifestasi dalam seluruh tindakan dan perkataanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berpikir luar biasa&lt;br /&gt;Sudah menjadi kecenderungan kita untuk berpikir standar. Jika sebuah ide ditolak, biasanya kita akan mundur dan mencari cara yang tepat agar ide tersebut lebih diterima. Padahal, menurut pepatah, jika ide Anda dipuji orang, biasanya ide itu biasa saja dan tidak istimewa. Jika ide Anda ditertawakan orang, biasanya ide itu ide yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut berpikir luar biasa. Orang lain menertawakanmu dan menganggapmu pemimpi? Bangunlah. Buat impianmu jadi kenyataan. Orang lain mengatakan tidak mungkin? Jadikan itu tantangan. Orang lain katakan idemu gila? Tantang dirimu untuk mencobanya. Apapun yang kamu anggap bisa lakukan, kamu bisa melakukannya. Luaskan imajinasimu. Berkembanglah. Langit adalah batas kreativitasmu. Tuhan yang Maha Kreatif telah menaruh jejak keberadaanNya dalam diri kita dengan menempatkan pikiran yang tak terbatas dalam otak kita yang luar biasa. Pergunakanlah karuniaNya dengan maksimal. Berpikirlah luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan sanggahan dari teori berpikir positif yang terkenal itu. Hanya saja, selain berpikir positif, kita juga perlu lebih awas dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Seperti kata peribahasa 'Hendaklah kamu tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular..'. Tanpa memikirkan segala kemungkinan dan sisi negatifnya, perencanaan yang terbaik pun dapat gagal. Hidup adalah sebuah keseimbangan, bukan?</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Are You A Dreamer, Too?</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/10/are-you-dreamer-too.html</link><category>citra diri</category><category>impian</category><category>passion</category><category>pengembangan diri</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 31 Oct 2009 12:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-8825541519378247917</guid><description>Apakah kamu seorang pemimpi? Itu bagus. Dibutuhkan seorang yang berani bermimpi besar untuk meraih hal-hal yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kenyataannya, tak jarang kita malu mengakui diri sebagai seorang pemimpi. Kita seringkali takut dengan anggapan orang. Kita sering minder dengan keadaan kita yang rasanya 'nggak mungkin'. Atau mungkin pernah orang mengatakan pada kita untuk berkaca dulu sebelum melanjutkan impian kita, sehingga kita pun patah semangat dan benar-benar menghentikan impian-impian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini juga terjadi padamu? Tenang saja. Hampir semua orang di dunia pernah mengalaminya. Sebelum sebuah mimpi benar-benar menjadi kenyataan, mimpi itu haruslah melalui serangkaian ujian yang seringkali berat dan melelahkan. Bagaimanapun, percayalah bahwa semua perjuanganmu itu pantas dan kamu akan menerima upah pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa tips untuk memperjuangkan impian:&lt;br /&gt;1. Milikilah impian yang besar, namun tetap terukur dan terarah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Tujulah bulan, paling tidak, kamu akan mendarat di antara bintang-bintang&lt;br /&gt;-- Les Brown &lt;/blockquote&gt;Hanya kamu yang bisa mengukur kemampuan dirimu. Orang lain hanya bisa menilaimu dari luar. Jika kamu merasa impianmu terlalu besar, namun entah mengapa kamu yakin bisa menggapainya, berjalanlah terus. Jangan patah semangat hanya karena seseorang menganggapmu tidak mampu. Jangan biarkan siapapun meragukanmu. Semakin banyak orang meragukanmu, semakin keras seharusnya kamu berusaha. Tunjukkan pada mereka kualitas dirimu yang sebenarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Libatkan diri dalam network/ jaringan pendukung yang bisa membantu, menginspirasi dan memberi energi baru pada impianmu.&lt;br /&gt;Apa yang kamu suka lakukan? Networking? Desain? IT? Fotografi? Ilmu kedokteran? Carilah jejaring yang bisa mendukung dan menguatkanmu. Jika belum menemukan yang tepat, kamu bisa Googling kaan :) Entah itu jejaring secara fisik atau secara virtual (atau online), libatkan diri pada apapun yang membuatmu yakin akan semua impian dan rencanamu. Belajarlah dari kelompok tersebut. Curi ilmunya dan cari dukungan. Sekelompok orang yang memiliki sejumlah persamaan akan merasa punya ikatan dan -bisa dipastikan- akan saling mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi impianmu hanya dengan orang-orang yang bisa mengerti.&lt;br /&gt;Orang yang tidak punya impian biasanya sukar untuk memahami dan menerima impian-impian orang lain. Entah itu saudaramu, orang tuamu, atau sahabat karibmu, jika mereka tak bisa memahami impian-impianmu, jangan ceritakan pada mereka. Percuma. Mereka tak akan membesarkan hatimu. Bagi pemikiranmu hanya dengan mereka yang bersedia untuk mendengarkan dan memahami dirimu. Jika tidak, nantinya kamu sendiri yang akan patah semangat dan merasa kalah sebelum bertanding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Impian itu haruslah sesuatu yang jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passion&lt;/span&gt;mu&lt;br /&gt;Ini tak bisa ditawar. Jangan memimpikan sesuatu hanya karena orang lain berhasil dalam bidang itu. Jika kamu tak sungguh-sungguh menginginkannya, jangan berharap kamu akan berhasil dalam hal itu. Kamu itu pribadi yang unik. Tuhan sudah memperlengkapimu dengan segala sesuatu yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. Tergantung bagaimana kamu mengolah dan merangkai semua kelebihan, bakat dan potensi yang ada padamu untuk menjadi yang terbaik dalam  bidangnya. Jangan pernah mau jadi versi nomor dua orang lain. Kamu diciptakan untuk menjalani takdirmu sendiri, jadi tidak perlu bersusah payah mengikuti cara-cara orang lain. Mungkin ada cara yang baik secara keseluruhan (bagi semua orang), namun secara pribadi, kamu perlu melihat ke dalam dirimu sendiri dan merumuskan tindakan-tindakan praktis apa yang perlu kamu lakukan agar dirimu bisa sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu bingung bagaimana menemukan passionmu, kamu bisa baca artikel saya &lt;a href="http://temukandirimu.blogspot.com/2009/01/menemukan-passion-dalam-hidup.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belajarlah dari seorang model peran&lt;br /&gt;Siapa tokoh yang menginspirasimu? Oprah? Beyonce? Rockefeller? Rain? John Maxwell? Brian Tracy? SBY? Siapapun tokoh yang kamu kagumi, kamu bisa mencari inspirasi dari mereka. Cari tahu bagaimana perjuangan mereka mengatasi kesulitan hidup sehingga mereka bisa sukses seperti sekarang. Tapi kamu juga perlu mengerti bahwa mereka pun hanyalah orang biasa yang tak luput dari kesalahan. Jadi, jika tokoh favoritmu kedapatan kena tilang karena ngebut di jalan, memakai shabu, berpesta gila-gilaan, mendapat masalah karena sikap mereka yang seenaknya di depan publik, please deh.. kamu harus tahu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak pantas ditiru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buatlah papan visual&lt;br /&gt;Apa yang kita lihat akan memengaruhi apa yang kita rasakan. Jangan pura-pura. Bagaimana perasaanmu waktu di TV diputar iklan ayam goreng favoritmu? Atau iklan tentang sepotong pizza yang bertaburan keju? Atau pusat perbelanjaan yang menawarkan diskon yang menggiurkan? Tak tertarik? Mungkin saja. Tapi jika iklan itu kamu lihat terus menerus, kamu akan menyerah dan mulai membayangkan nikmatnya semua yang ditayangkan di televisimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papan visual membantumu mewujudkan keinginanmu. Misalnya, kamu selalu gagal menurunkan berat badan. Mungkin karena kamu kurang motivasi atau contoh yang tepat. Bagaimana jika setiap saat kamu memandang foto Beyonce? Paling tidak, kamu akan lebih termotivasi karena ingin memiliki tubuh yang mirip dengan tubuhnya yang indah (dan seksi!). Selalu dirundung masalah dan merasa tak mungkin berhasil? Bagaimana dengan gambar Oprah? Kamu pasti tahu bahwa dia menjalani kehidupan yang tidak mudah, namun berhasil mengatasi semua itu dan menjadi sangat berhasil. Guntinglah gambar-gambar yang menginspirasi dari majalah, koran atau apapun yang kamu anggap bisa membantumu mewujudkan impianmu, dan pasang di tempat yang sering kamu lihat. Ingat, kamu tak perlu berbagi dengan siapapun yang kamu tidak percayai. Jadikan ini proyek pribadimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Miliki citra diri yang baik&lt;br /&gt;Apa yang kita percayai, itulah keadaan kita. Benarlah pepatah lama yang menyatakan bahwa 'Kehidupan adalah nubuatan yang kita jalani sendiri'. Atau ungkapan terkenal dari Henry Ford 'Entah kamu berpikir bisa atau tidak bisa, kamu benar..'. Maksudnya, jika kamu menganggap dirimu bisa, maka kamu bisa. Sebaliknya jika kamu menganggap dirimu tidak bisa, maka kamu tidak bisa. Semudah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, banyak orang terperangkap dalam citra diri yang kurang baik. Entah karena perlakuan orang tua mereka di masa kecil, perkataan teman mereka, atau faktor-faktor lain, kita seringkali menilai diri kita lebih rendah dari nilai diri kita yang sebenarnya. Padahal, sebagaimana citra diri yang kita miliki, demikianlah yang terjadi dalam hidup. Jika kamu ingin berhasil, milikilah citra diri seorang pemenang. Harapkan yang terbaik bagi dirimu. Jangan pernah menyerah hanya karena tekanan-tekanan kecil di sekelilingmu. Banyak orang menganggap diri mereka tidak mampu dan demikianlah yang terjadi. Tapi kamu, jangan mau terjebak dalam perasaan diri malang atau nasib buruk. Tidak. Kitalah yang menentukan takdir kita. Tuhan selalu memberikan segala yang terbaik bagi kita. Menjadi tugas kita untuk mengejar segala kebaikan itu melalui sikap dan cara pikir kita yang baik di hadapanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu seringkali merasa diri tidak berharga, mungkin kamu perlu membaca kembali artikel saya &lt;a href="http://temukandirimu.blogspot.com/2009/04/merasa-diri-nggak-berharga-tunggu-dulu.html"&gt;di sini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://temukandirimu.blogspot.com/2009/10/tips-meningkatkan-rasa-percaya-diri.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan pernah menyerah&lt;br /&gt;Ini sudah jelas. Sikap mental kita, lebih dari segalanya, menentukan keberhasilan kita. Apa beda pemenang dan pecundang? Hanya sedikit. Kadang tidak sampai satu detik. Kadang hanya satu pukulan yang jitu, atau satu tendangan yang tepat. Kita tidak pernah bisa menyebut diri kita pemenang jika kita sudah menyerah sebelum bertanding. Apapun yang terjadi, peliharalah hatimu. Jaga sikap mental dan cara pandangmu terhadap kehidupan, karena itulah yang akan menentukan langkah akhirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang niat, kerja keras dan keteguhan mungkin tak perlu dijelaskan di sini. Kamu pasti sudah mendengarnya beribu-ribu kali. Ingatlah bahwa bakat hanya 1% berpengaruh, tapi 99% kesuksesan ditentukan oleh kerja keras dan ketekunan. Jangan menganggap bakatmu sebagai pemberian Tuhan yang gratis. Bagaimana pun, kamu perlu mengasah dan mengolahnya supaya dengan bakat dan potensimu, kamu bisa memenuhi tujuanmu dikirim ke planet ini! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy New Year, everyone..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>BIG 5 PERSONALITY -YANG MANAKAH TIPE KEPRIBADIANMU?</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/10/big-5-personality-yang-manakah-tipe.html</link><category>how to</category><category>kepribadian</category><category>temukan dirimu</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 19 Oct 2009 01:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-5276143022311128561</guid><description>'Siapakah Aku?' adalah pertanyaan yang paling banyak digemakan di dunia ini. Banyak orang terlahir dengan tanda tanya yang besar akan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari apa latar belakang, sejarah, impian atau bakat kita, ilmu psikologi membagi manusia ke dalam 5 besar tipe kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah 5 besar tipe kepribadian tersebut:&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Extraversion (A)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Extraversion dicirikan dengan afek positif seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, workaholic juga ramah terhadap orang lain. Extraversion memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya Extraversion dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. Seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang tinggi dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah. Extraversion mudah termotivasi oleh perubahan, variasi dalam hidup, tantangan dan mudah bosan. Sedangkan orang-orang dengan tingkat ekstraversion rendah cenderung bersikap tenang dan menarik diri dari lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agreeableness (A)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang mengindikasikan seseorang yang ramah, memiliki kepribadian yang selalu mengalah, menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain. Berdasarkan value survey, seseorang yang memiliki skor agreeableness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki value suka membantu, pemaaf, dan penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Neuroticism (N)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. Secara emosional mereka labil, seperti juga teman-temannya yang lain, mereka juga mengubah perhatian menjadi sesuatu yang berlawanan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen, mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan, rasa marah, depresi, dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Opennes (O)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Openness mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan, pemikiran dan impulsivitas. Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai imajinasi, broadmindedness, dan a world of beauty. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah memiliki nilai kebersihan, kepatuhan, dan keamanan bersama, kemudian skor openess yang rendah juga menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit, konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Conscientiousness (C)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Conscientiousness dapat disebut juga dependability, impulse control, dan will to achieve, yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize, tepat waktu, dan ambisius.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan memprioritaskan tugas. Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis, kompulsif, workaholic, membosankan. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh, tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, kita merasa cemas karena kita begitu berbeda dengan tipe yang lainnya. Misalnya, jika kamu seorang pendiam sementara kamu berada di tengah lingkungan yang 'ramai', mungkin kamu akan menganggap dirimu 'beda'. Atau, kamu seorang yang sangat ekspresif dan asertif sementara orang lain di lingkunganmu begitu kaku dan tradisional. Padahal, tidak ada benar dan salah dalam kepribadian kita. Yang kita perlukan hanyalah ketrampilan untuk mengolah kepribadian yang kita miliki tersebut menjadi sebuah sumber daya yang potensial, nggak hanya bagi diri kita sendiri, tapi juga bagi lingkungan sekitar kita dan bagi dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa orang yang menjadikan dirinya sendiri lebih baik, akan menjadikan dunia lebih baik. Kamu nggak perlu menunggu orang lain melakukan sesuatu yang besar dalam hidupmu. Yang kamu butuhkan hanyalah keberanian -seperti yang dikatakan oleh Mahatma Ghandi-- untuk menjadi perubahan yang kamu ingin orang lain lakukan untukmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://rumahbelajarpsikologi.com/"&gt;rumahbelajarpsikologi.com&lt;/a&gt;.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>TIPS MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/10/tips-meningkatkan-rasa-percaya-diri.html</link><category>citra diri</category><category>how to</category><category>pengembangan diri</category><category>potensi</category><category>temukan dirimu</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Fri, 16 Oct 2009 03:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-2904306857470898354</guid><description>Menurut Maxwell Maltz, M.D. F.I.C.S, penulis buku Psycho-Cybernetics, setidaknya 95% orang di dunia ini kehidupannya diwarnai dengan perasaan rendah diri hingga tingkatan tertentu. Dan bagi jutaan orang, rasa rendah diri yang sama ini menjadi penghambat serius terhadap sukses serta kebahagiaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, sebagai remaja kamu juga pernah mengalami apa yang disebut dengan Inferiority Complex, masalah rendah diri dan suka membandingkan diri dengan orang lain. Dalam masa transisi, wajar saja jika hal ini terjadi padamu. Tiap orang pada suatu masa dalam hidupnya juga pernah mengalaminya. Namun, Inferiority Complex ini bisa berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik. Kabar baiknya, setiap orang terlepas dari siapa dia dan bagaimana latar belakangnya ternyata bisa meningkatkan rasa percaya diri jika mereka bersedia mengubah dirinya untuk itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu termasuk di antara 95% warga dunia yang disebut Mr. Maltz tadi, berarti kamu nggak sendiri dong. Masalah Inferiority Complex ini ternyata memang menjangkiti warga dunia. Tapi jika kita tahu triknya, kita bisa kok mengatasinya dan mengubah perasaan inferior kita jadi sebuah kekuatan ekstra untuk melangkah lebih jauh dalam perjalanan hidup kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Menyembuhkan Diri dari Inferiority Complex :&lt;br /&gt;1. Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain!&lt;br /&gt;Kita akan selalu memiliki sisi yang lebih lemah dibandingkan orang lain. Jika kamu ingin menguasai banyak hal sekaligus (sebagai akibat membandingkan diri dengan orang lain), mungkin kamu takkan pernah berhasil dalam bidang apapun. Einstein mungkin ahli dalam hal matematika. Tapi kita tak pernah mendengarnya menciptakan lagu atau merancang busana, bukan? Dan sang professor sendiri tak pernah mempersoalkan kemampuannya dalam bidang lainnya. Ada orang-orang yang terlahir dengan multi-talenta. Biarkan saja mereka. Jika kamu tidak, bukan berarti kamu punya alasan untuk merasa inferior. Kamu selalu punya kekuatan, potensi dan talenta dalam dirimu untuk meraih impianmu, entah dalam hal apa yang kamu sukai. Hanya ada satu kamu di dunia ini dan berbanggalah karena itu. Jika kamu tidak menjadi dirimu, lalu siapa yang akan menjadi kamu? *wink wink*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fokus saja pada kelebihanmu&lt;br /&gt;Ada orang-orang yang ingin menguasai semua bidang. Seni, matematika, bahasa, olahraga, IT.., yeah, itu hak mereka. Tidak pernah salah untuk mempelajari hal-hal baru dalam hidup selama kita memiliki kesempatan untuk itu. Tapi dengan demikian, kita melupakan kekuatan dari fokus. Bukankah lebih baik kita berhasil dalam satu bidang tertentu ketimbang bisa melakukan banyak hal namun tidak punya keahlian khusus dalam salah satu bidang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu mahir dalam bidang IT, jangan cemas jika kamu lemah dalam bidang olahraga. Jika kamu ahli dalam sastra, jangan persoalkan jika kamu kurang mahir dalam menghitung rumus. Tiap kita dilahirkan dengan tas perlengkapan kita sendiri yang disebut sebagai bakat atau 'genius' kita. Memikirkan kelemahan kita hanya akan membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang seharusnya bisa lebih berguna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lupakan!&lt;br /&gt;Konon, salah satu ciri-ciri terpenting dari pemain rugby yang benar-benar hebat adalah 'ingatan yang luar biasa pendek'. Maksudnya adalah kemampuan sang pemain untuk seketika itu juga melupakan kegagalannya agar dapat fokus pada target - keberhasilannya menangkap lemparan bola lain kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pernah gagal di masa lalu. Kita pernah berbuat salah dan melakukan pelanggaran. Kita pernah disakiti, dikhianati dan mengalami banyak perasaan buruk lainnya. Mengkritik diri sendiri atas kesalahan dan kekeliruan di masa lalu tidaklah membantu, justru malah cenderung mengubah perilaku yang ingin kita ubah. Hentikan bayang-bayang dari masa lalu. Arahkan pandangan ke depan dan mulailah lembaran baru dalam hidup. Jangan biarkan kegagalan dari masa lalu membebani dan menghantuimu. Jika bukan kamu sendiri yang menentukan perasaanmu, maka orang lain akan mengambil kendalinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lakukan hal-hal yang kamu suka&lt;br /&gt;Melakukan hal-hal yang kita sukai akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Kenapa? Karena kita akan berusaha untuk menguasai hal itu dan menjadi mahir karenanya. Jika kamu suka menulis, menulislah. Jika kamu suka menggambar, menggambarlah. Jika kamu suka menari, menarilah. Menurut Brian Tracy, tidak ada orang yang lebih hebat dari kita (jika kita mau berusaha). Jadilah yang terbaik dalam bidangmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berpura-puralah!&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa berpura-pura percaya diri bisa meningkatkan rasa percaya dirimu? Itu terjadi karena otak kita tidak punya penilaian moral. Seperti komputer, ia hanya bekerja sesuai dengan data yang dimasukkan ke dalamnya. Jika kamu memasukkan banyak data yang positif (bahkan walaupun itu hanya sesuatu yang pura-pura), tepat seperti itulah ia akan merespons. Demikian juga halnya jika kamu memasukkan data-data yang negatif. Nggak heran kamu bisa BT sepanjang hari hanya karena sesuatu yang salah di pagi hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Olah rasa sakitmu!&lt;br /&gt;Konon, rasa sakit dapat berfungsi sebagai motivator yang paling baik. Mungkin kamu pernah dipandang sebelah mata oleh orang lain. Direndahkan, dianggap nggak becus, nggak dipercaya, dan sebagainya. Jangan bersedih hati dan menyesali nasib karenanya. Gunakan rasa sakit sebagai pendorong utamamu membuktikan pada dunia bahwa mereka salah. Bahwa kamu tidaklah seperti yang orang lain katakan. Kamu punya kualitas yang lebih baik dari yang mereka sangka selama ini. Jika kamu hanya diam, mereka akan menatapmu dan beranggapan bahwa mereka benar. Jangan hanya diam, bertindaklah, lakukan sesuatu. Kejar impianmu. Kamu belum benar-benar gagal hingga kamu sendiri yang menyerah dan mengaku kalah! Selama kamu masih berjuang, kamu sedang dalam perjalanan untuk kesuksesanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lakukan yang terbaik&lt;br /&gt;Berusaha melakukan yang terbaik akan membuat kita tenang dan lebih PD. Ingatkah kamu saat kamu mengerjakan PRmu dengan baik? Ketika kamu tiba lebih awal di sekolah dan tidak terlambat? Ketika kamu berhasil menyelesaikan tugas-tugas sekolahmu tepat pada waktunya? Kamu akan merasa jauh lebih tenang, dan lebih percaya diri. Jika belum, mungkin ini layak dicoba! *smile*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terhubung dengan Kekuatan Illahi&lt;br /&gt;Menurut penelitian, orang-orang yang banyak menghabiskan waktu untuk berdoa atau bermeditasi akan merasa jauh lebih tenang. Tentu saja! Dengan siapa kita bergaul mempengaruhi kepribadian kita. Seperti yang saya katakan (tuliskan?) berulang kali, Tuhan yang menciptakanmu tak pernah menciptakan seseorang sebagai bahan eksperimen. Jadi jika kamu lahir ke dunia ini, maka kamu adalah bukti nyata kasihNya. Kamu adalah masterpieceNya. Hanya dengan menyadari hal ini seharusnya bisa membuatmu merasa lebih percaya diri. Jika belum, mungkin kamu perlu lebih lagi terhubung dengan Kekuatan Illahi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu mendengar kalimat berikut ini?&lt;br /&gt;Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;&lt;br /&gt;Carilah maka kamu akan mendapat;&lt;br /&gt;Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mungkin tidak membayarmu setiap bulan atau setiap tahun seperti seorang boss, guys, tapi hidup akan memberikanmu upah pada waktunya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blessings, everyone!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>ELEMEN PENTING KESUKSESAN</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/07/elemen-penting-kesuksesan.html</link><category>perjalanan hidup</category><category>pertanyaan</category><category>pilihan</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 11 Jul 2009 01:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-4842058008501972230</guid><description>Bagaimana seandainya..&lt;br /&gt;Kamu nggak punya cukup bakat atau ketrampilan,&lt;br /&gt;nggak punya kesempatan untuk meraih impianmu,&lt;br /&gt;dan orang tuamu nggak punya cukup biaya agar kamu bisa melanjutkan pendidikan?&lt;br /&gt;Akankah kamu berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menjawab ya, kamu benar. Itu sangat manusiawi. Tanpa semua elemen penting itu, kamu mungkin nggak bisa berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,jika toh kamu tidak memiliki semua itu, kamu tetap bisa meraih impianmu.&lt;br /&gt;Asalkan kamu berjalan dengan Tuhan di dalam hidupmu. Dia Yang Empunya Langit dan Bumi. Dia menjadikan yang tidak ada menjadi ada. BagiNya tidak ada yang mustahil. Dengan Dia hidup di dalam hidupmu, kamu punya potensi luar biasa untuk meraih keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakat memang penting. Kerja keras, ketekunan, uang, semangat, dukungan dari lingkungan sekeliling memang sangat dibutuhkan. Tapi tanpa Tuhan, kamu akan mendapati bahwa keberhasilanmu hanyalah fatamorgana. Jika kamu berjalan dengan Dia, mungkin perjalananmu berbatu-batu, banyak jalan terjal dan berliku, kamu harus melewati lembah kelam, tapi Dia akan memimpinmu dan takkan meninggalkanmu sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Penguasa Alam Semesta ini memimpinmu, apa lagi yang kamu kuatirkan dalam hidup?&lt;br /&gt;Let's begin the journey toward our dreams with God Almighty taking the lead..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a expr:name='data:post.title' expr:id='data:post.url' onmouseover='return addthis_open(this, "", this.id, this.name);' onmouseout='addthis_close()' onclick='return addthis_sendto()'&gt;&lt;img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-share-en.gif" width="125" height="16" alt="Bookmark and Share" style="border:0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/250/addthis_widget.js?pub=xa-4a578163710a5afe"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bingung Soal Jodoh?</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/07/bingung-soal-jodoh.html</link><category>jodoh</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2009 05:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-1974484912417288966</guid><description>Lagi serius pacaran? Tapi bingung apakah hubungan akan dilanjutkan atau tidak? Atau, ada beberapa orang yang naksir dan kamu harus memilih salah satu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu lagi berkutat dengan urusan memilih jodoh, here some suggestions..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cari orang yang chemistrynya ‘dapet’ (sorry kalo bahasanya kacau.. chemistrynya dapet.. apaan tuh? -smile-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya kamu merasa klik dengannya dalam banyak hal penting, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasanganmu haruslah benar-benar punya visi yang sama untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trust me. This is really important. Kalo nggak, kalian nggak akan bisa sejalan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selain saling mencintai, lebih baik pilih orang yang mencintaimu daripada orang yang kamu cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun yang namanya cinta itu identik dengan pengorbanan, tapi alangkah menyakitkannya jika kamu maksa hidup dengan orang yang kamu cintai namun nggak pernah mencintaimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pertanyakan apa saja yang bisa dan tidak bisa kalian kompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan : apa saja yang berani kamu korbankan untuk pasanganmu? Kalo kamu nggak berani mengorbankan sesuatu yang penting untuk kebersamaan kalian (karir misalnya) lebih baik jangan, deh. Tapi, jangan pernah korbankan HAL-HAL PRINSIPIL dalam hidupmu, seperti iman/kepercayaan, hubungan dengan orang tua, persahabatan, nilai-nilai, karakter dsb demi siapapun. Hal2 itu jauh lebih bernilai daripada sekedar cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Diskusikan pandangan kalian mengenai arti perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya ingin melanjutkan keturunan, menyatukan 2 perusahaan, atau menjalani hidup dengan seseorang yang benar-benar berarti. Jika hal ini nggak dibahas dari awal, bisa-bisa banyak masalah nantinya. Tar kamu pengen langsung punya anak, pasanganmu masih sibuk dengan impian2nya, bakal berantem kan jadinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memasuki pernikahan itu ibarat membuka kotak Pandora. Kamu bisa menyesal melakukannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat kotak Pandora yang bikin penasaran, kita semua begitu terbuai dengan kisah-kisah yang berakhir dengan ‘… and they live happily ever after..’. Padahal, kita nggak tahu apa-apa tentang pernikahan yang sesungguhnya. Bagi banyak orang, menikah itu menyenangkan karena bisa berbagi kehidupan dengan orang yang kita cintai. Tapi bahkan cinta pun bisa luntur, makanya kita harus benar-benar memperhitungkan ‘untung-rugi’nya bukan hanya untuk 1-2 tahun, melainkan seumur hidup kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan ikut paksaan untuk cepat-cepat menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa kok be single and be happy. Yang keburu-buru itu biasanya kurang perhitungan. Kalo dulu seseorang harus menikah pada usia tertentu, sekarang mah asyik-asyik aja kali. Toh sudah ada kesetaraan gender. Bukan jaman wanita untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga. Juga kewajiban pria nggak hanya cari uang, tapi juga pada soal-soal rumah tangga yang sepele, lho.. Ini yang namanya pergeseran nilai-nilai sosial..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Pasanganmu haruslah seorang yang benar-benar bisa membuatmu jadi diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat bersamanya kamu jadi jaim, selalu ingin menampilkan yang terbaik dari dirimu, percuma diteruskan deh. Buat apa? Kamu hanya akan membohongi dirinya dan dirimu sendiri. Padahal kita tahu bahwa kebohongan bukanlah landasan dari hubungan yang kokoh, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berdoalah agar kamu dapat pasangan yang nggak hanya baik, tapi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu bisa memilih pasangan yang baik atau sangat baik, tapi segala yang terbaik itu datangnya dari sorga. Jadi untuk mengambil keputusan dalam hal ini, mintalah hikmat pada Tuhan. Jika sampai kini yang terbaik belum juga datang, mungkin saatnya saja yang belum tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kamu punya saran atau tips lain, don't be hesitate to email me or send me your suggestions.. :).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>17 Again!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/07/17-again.html</link><category>apa yang akan kamu lakukan?</category><category>belajar dari pengalaman</category><category>perjalanan hidup</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 4 Jul 2009 03:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-3821542915775803007</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.alliancefilms.com/uploads/tx_filmmanagement/17again_resized_W406_H600_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 406px; height: 600px;" src="http://www.alliancefilms.com/uploads/tx_filmmanagement/17again_resized_W406_H600_1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, saya jadi suka mereview film ya.. Tapi it's okay kan, selama bisa memberi pencerahan.. hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru abis nonton 17 Again beberapa hari yang lalu. Ceritanya sederhana banget. Mengisahkan tentang Mike o'Donell yang menghadapi banyak masalah (akan bercerai dengan istrinya, nggak didengerin sama anak-anaknya, belum lagi urusan pekerjaannya yang ribet). Entah gimana, dia mendapat kesempatan untuk balik jadi 17er lagi. Kebayang gak sih.. repot, lucu, dan serunya hidupnya.. Tapi, dalam keadaannya sebagai seorang pemuda 17th, dia bisa menata kembali hidupnya. Dia bisa mendapatkan kembali perhatian dari anak-anaknya, nggak jadi cerai sama istrinya, dan mendapat sudut pandang yang lebih baik tentang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, nggak semua orang bisa mengulang kembali kehidupannya seperti kisah Mike o'Donnel ini (yeah, namanya juga di fim-film..). Memang sih, kadang kita pengen mengulang kembali hidup kita. Ada saat kita merasa sudah menyia-nyiakan hidup yang kita miliki dan ingin mengulang kembali, tapi nggak mungkin. Yang ada kita jadi menyesali hidup .. Padahal sih, solusinya ternyata nggak susah susah banget. Kita mungkin nggak bisa memperbaiki hidup kita di masa lalu, tapi kita bisa melanjutkan hidup dan memperbaiki masa depan dengan cara hidup kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi di masa lalu, kita mesti meyakini bahwa kita hidup di masa kini. Jangan mau dibelenggu oleh kenangan buruk, pengalaman, kesedihan, kekecewaan ataupun semua hal negatif dari masa lalu. Biarlah yang telah berlalu kita tinggalkan di belakang. Sekarang saatnya untuk menata hidup untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seringkali lupa bahwa kita memiliki masa kini sebagai investasi yang sangat besar. Jika kamu merasa hidupmu terjebak di masa lalu, ambil sikap untuk berubah. Nggak ada yang bisa menghalangimu jika kamu nggak mau dihalangi. Nggak ada yang bisa menghancurkan kamu jika kamu nggak mau dihancurkan. Ini hidupmu, jadi jangan biarkan siapapun merusaknya dengan apa yang mereka lakukan terhadapmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, jika bisa, saya juga pengen balik jadi anak umur 19 tahun lagi. Tapi nyatanya, nggak bisa. Saya mungkin pernah gagal di masa lalu saya, punya kenangan buruk, begitu banyak hal negatif dari masa lalu saya. Tapi jika saya membiarkan semua itu menghalangi saya dan membuat saya hanya menangis seharian (atau berhari-hari) menyesali nasib, dunia takkan berlaku ramah pada saya. Toh kesempatan takkan datang pada orang yang hanya duduk menanti, namun kesempatan akan menghampiri siapapun yang sedang bekerja mempersiapkan dirinya menyambut peluang yang tepat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesusahan akan selalu ada, tapi kita punya kebebasan yang sangat besar dalam diri kita, yaitu kebebasan untuk memilih. Jangan sampai salah memilih. Kadang, hal-hal besar dalam hidup ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang kita buat. So, anggap saja tiap hari adalah hari terakhirmu di muka bumi ini.. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan pada saat itu? Pilihlah untuk hidup tanpa penyesalan dengan selalu memilih apa yang tepat bagi dirimu!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sama Seperti Dia..</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/05/sama-seperti-dia.html</link><category>nilai</category><category>pilihan</category><category>prinsip</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 23 May 2009 14:58:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-1004939778210298826</guid><description>Merlin     :      Gwen, jika kamu berkuasa atas hidup dan matinya Uther (sang raja yang telah secara tak langsung membunuh papanya), apakah kamu akan membunuhnya?&lt;br /&gt;Guinivere  :      Tidak.&lt;br /&gt;Merlin     :      Tidak?&lt;br /&gt;Guinivere  :      Buat apa? Itu tidak akan memecahkan apapun, hanya akan membuatku    jadi seorang pembunuh, sama seperti dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. renungan yang bagus buat siapapun yang berencana ingin membalas dendam..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hidup adalah Ujian</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/05/hidup-adalah-ujian.html</link><category>belajar dari pengalaman</category><category>kesempatan</category><category>menghadapi persoalan</category><category>ujian</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Sat, 23 May 2009 13:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-7886363985191790689</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://my.hallmarkchannel.tv/images/programmes/307633/merlin-584x234.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 404px; height: 174px;" src="http://my.hallmarkchannel.tv/images/programmes/307633/merlin-584x234.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka ngikutin The Adventures of Merlin gak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mini seri ini tayang di Hallmark Channel tiap Selasa pk. 20.00. Jangan bayangkan Merlin sebagai kakek tua berjanggut putih panjang di sini, karena Merlin yang dikisahkan adalah Merlin muda yang sedang 'merintis karier' sebagai penyihir dan pelayan dari Arthur, sang pangeran. Sejujurnya, saya sendiri nggak suka dan nggak percaya soal sihir dan penyihir, tapi saya suka seri ini karena banyak sekali filosofinya yang menarik, menggugah dan pantas untuk direnungkan, terlepas dari soal sihir-menyihirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu episodenya, dikisahkan bahwa Arthur, yang pada waktu itu belum menjabat sebagai raja, tidak sengaja membunuh seekor Unicorn sehingga ia dan seluruh Camelot harus menanggung kutuk karenanya. Ia akan diuji. Jika lulus, kutukan akan dicabut. Namun jika tidak, ia dan seluruh Camelot harus menanggung kutukan itu selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ujian pertama, Arthur lulus. Namun dalam ujian kedua, ketika berhadapan dengan seorang miskin yang menghina harga dirinya, ia kalah. Sebenarnya ia tidak perlu meladeni perkataan-perkataan 'jahil' tersebut. Tetapi, karena ia merasa terhina, dan tidak tahu bahwa ia sedang diuji, ia kalah. Seluruh kerajaan Camelot pun dikutuk dengan kekeringan dan gagal panen. Seluruh rakyat menderita kelaparan dan kehausan, karena air pun berubah menjadi pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Merlin mempertanyakan kebijakan tersebut pada sang penjaga Unicorn dan memintanya mencabut kutukannya, ia hanya mengatakan bahwa ia tak berhak. Hanya jika Arthur lulus dalam ujian yang diberikan kepadanya, maka kutukan atas seluruh Kerajaan Camelot dapat dicabut. Dan ia telah gagal. Merlin pun meminta kesempatan kedua. Singkat cerita, kesempatan itu diberikan. Kepada Arthur dan Merlin (hubungan mereka tak hanya sebatas pangeran dan pelayan, namun juga sepasang sahabat) diberikan dua cawan. Yang satu berisi air biasa, dan yang satu lagi berisi racun. Mereka harus minum dari cawan yang sama. Jika salah memilih, mereka akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana seorang pelayan yang setia, Merlin minta agar ia saja yang meminum air dari cawan tersebut. Namun, Arthur menolak. Toh ia yang menyebabkan Camelot dilanda kekeringan. Pada akhirnya, dengan sedikit menipu Merlin, Arthur meminum air dari kedua cawan tersebut. Ia jatuh pingsan, hingga sempat membuat Merlin panik dan marah. Namun ia tidak mati, karena ternyata ia lulus dalam ujian. Ia berani menanggung resiko mati dan bukannya menyuruh Merlin, pelayan dan sahabatnya, menggantikannya. Karena Unicorn adalah lambang dari ketulusah hati, maka yang membunuhnya harus diuji untuk melihat isi hatinya. Jika didapati hatinya benar dan tulus, maka kutukan akan dicabut. Jika sebaliknya, tidak ada yang dapat menarik kembali kutukan tersebut. Sebelumnya, Arthur sempat gagal karena ia tidak tahu bahwa ia sedang diuji. Pada akhirnya, ia menyadari bahwa ia harus melewati ujian tersebut. Dan isi hatinya diketahui melalui ujian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali terjadi kita gagal dalam hidup karena tidak tahu bahwa kita sedang diuji. Hanya karena hal-hal sepele, kita menyimpang dari fokus dan meladeni hal-hal nggak penting itu. Kadang, kita hanya melihat akibat sementaranya dan mengambil keputusan untuk bertindak. Padahal sepatutnya kita tidak mengalihkan perhatian dari apa yang menjadi fokus kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeaahh.. hidup memang penuh dengan misteri. Kita tidak tahu kapan kita sedang diuji, karena bahkan di saat semuanya kelihatan sempurna pun, bisa jadi itu ternyata adalah sebuah ujian. Konon, memang lebih mudah untuk mengatasi ujian di saat yang sulit dibandingkan saat-saat yang indah dan penuh berkat. Tapi toh, namanya ujian, sama aja, siihh.. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hidup berjalan dengan lambat dan tidak seperti yang kita harapkan. Mungkin penuh dengan lika-liku, pertanyaan tak terjawab, hambatan dan problema. Namun ingatlah, orang lain tak berhak untuk menentukan hidup kita. Hanya jika kita berhasil mengatasi ujian yang diberikan pada kita, kita dapat sampai pada tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah ujian, friends. Ingatlah itu tiap saat dalam hidupmu. Jika menghadapi apapun, baik hal-hal yang susah maupun hal-hal yang menyenangkan, akankah sesuatu yang baik terpancar dari hatimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blessings unto you!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Merasa Diri Nggak Berharga? Tunggu Dulu!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/04/merasa-diri-nggak-berharga-tunggu-dulu.html</link><category>citra diri</category><category>kesehatan</category><category>nilai</category><category>pengembangan diri</category><category>renungan</category><category>self esteem</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 20:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-950184703373737053</guid><description>Mungkin, pada suatu masa dalam hidup, kamu pernah merasa nggak nyaman dengan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitmu kurang putih. Badanmu kurang tinggi. Rambutmu kurang lurus. Bibirmu kurang seksi. Otakmu kurang cerdas. Wajahmu kurang menawan. Namamu kurang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pernah semua hal nggak penting itu membuatmu merasa kurang berharga?&lt;br /&gt;Well, gimana yaa.. Emang gitu sih kenyataannya.. mungkin begitu katamu.&lt;br /&gt;Hohoho.&lt;br /&gt;Benarkah?&lt;br /&gt;Dirimu kurang berharga?&lt;br /&gt;Yang benar saja!&lt;br /&gt;Pernahkah kamu benar-benar menghitung 'harga' dirimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo belum, coba pikirkan..&lt;br /&gt;Pernah mengganti gigi palsu?&lt;br /&gt;Berapa harganya? Seratus ribu? Dua ratus ribu?&lt;br /&gt;Hoho. Yang benar saja. Mungkin dua juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matamu kurang jelas melihat? Harus pakai kacamata?&lt;br /&gt;Berapa harganya? Lima puluh ribu?&lt;br /&gt;Ugh. Dapat bingkainya saja enggak.&lt;br /&gt;Paling kurang tiga ratus ribu. Itu yang paling murah, kali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ikut program pelangsingan? Atau ikut fitness?&lt;br /&gt;Berapa biayanya? Seratus ribu?&lt;br /&gt;Hmm.. mungkin kalo fitness kelas 'biasa aja' bisalah.&lt;br /&gt;Program pelangsingan? Jadi member aja lebih dari segitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah patah tangan?&lt;br /&gt;Berapa biaya keseluruhannya?&lt;br /&gt;Nggak kebayang deh. Satu juta juga nggak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ginjalmu bermasalah?&lt;br /&gt;Kira, kira berapa biaya untuk 'mengurus'nya?&lt;br /&gt;Oh, my.. Setidaknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beberapa&lt;/span&gt; juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungmu mengalami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sesuatu&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;Oh, no. Kalo ringan, mungkin dua puluh juta cukup.&lt;br /&gt;Atau tiga puluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otakmu mengalami pendarahan?&lt;br /&gt;Hmghh.. Kalo parah, bisa sampai ratusan juta biaya pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirimu nggak berharga, bolehkah saya pinjam matamu? Atau tanganmu yang sebelah kiri? Atau, otakmu yang 'biasa aja' itu?&lt;br /&gt;Nggak?&lt;br /&gt;Oke. Gimana kalo saya bayar? Dua puluh juta untuk otakmu yang hanya berisi sel abu-abu kecil itu?&lt;br /&gt;Hmm.. Nggak juga?&lt;br /&gt;Jadi berapa harganya? Katanya nggak berharga?&lt;br /&gt;Kamu pikir-pikir dulu?&lt;br /&gt;Hmhh.. Sampe mati pun saya jamin kamu nggak akan mau menukarkan otakmu (atau ginjalmu atau jantungmu atau paru-parumu atau bahkan kakimu yang bentuknya aneh itu, atau bibirmu yang kurang seksi atau matamu yang kurang bersinar atau bahkan hidungmu yang kurang mancung) itu!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau.. gimana kalo dua puluh juta untuk kulitmu yang kurang putih bersinar itu?&lt;br /&gt;Nggak juga?&lt;br /&gt;Jadi, berapa dong harganya? (mulai kesel nih..).&lt;br /&gt;Nggak, deh.&lt;br /&gt;Mungkiiinnn, lebih baik punya hidung biarpun nggak mancung,&lt;br /&gt;mendingan punya mata walaupun kurang indah,&lt;br /&gt;mendingan punya otak, walaupun nggak secerdas Einstein,&lt;br /&gt;mendingan punya tangan walaupun nggak bisa melukis seindah daVinci,&lt;br /&gt;mendingan punya badan yang biasa -nggak seaduhai Brad Pitt, maksudnya- ketimbang sakit-sakitan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendingan.. punya semua yang kumiliki sekarang deh, ketimbang dapet -berapa tadi? dua puluh juta? lima puluh juta? seratus juta?- semuanya kayaknya nggak cukup deh buat ganti suku cadang tubuhku. Lagi, menurut Tony Buzan dalam bukunya Head First, untuk membuat peralatan yang berfungsi persis seperti mata kita saja dibutuhkan seperangkat mesin canggih yang bernilai kira-kira 750 miliar rupiah. Bayangkan, hanya untuk membuat sebuah alat yang berfungsi seperti mata kita!! Berarti mata kita saja seharga 750 miliar! Gimana yang lain? Jantung, paru-paru, ginjal, otak, syaraf-syaraf...&lt;br /&gt;Ohh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berapa saya harus menawar?&lt;br /&gt;Gubrak!&lt;br /&gt;^^</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belajar dari Rasa Sakit</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/04/belajar-dari-rasa-sakit.html</link><category>motivasi</category><category>tujuan</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 20:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-3451155807568935214</guid><description>Tidak ada seorang pun di dunia ini yang perjalanannya mulus dan nyaman terus. Pada suatu ketika, ia pasti menghadapi yang namanya kesukaran. Entah itu perasaan tertolak, dilupakan, dipandang sebelah mata, difitnah, dan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, ketika menghadapi berbagai kenyataan yang menyakitkan tersebut, rasanya kita ingin lari saja dari kenyataan. Kita capek. Tertekan. Marah. Kecewa. Sakit hati. Nggak terima. Jika bisa, Ingin membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kamu juga pernah mengalaminya? Pernahkah kamu merenungkan mengapa semua hal buruk itu bisa terjadi pada orang baik seperti kamu? (ehmm..). Mungkin ini bukan sesuatu yang indah, namun perlu untuk dicerna dalam pikiran kita. Jika selama ini perasaan sakit telah banyak kali melukaimu, mulai sekarang, yuk belajar untuk mengambil pendekatan secara berlawanan. Pernahkah kamu merenungkan mengapa kita membutuhkan semua rasa sakit yang -kita pikir- tidak perlu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah, jika rasa sakit tidak diperlukan, Tuhan pasti akan menjauhkannya dari kita, guys. Namun, toh, kita masih diijinkanNya mengalami semua perasaan menyebalkan tersebut. Berarti, semua itu ada gunanya dalam hidup kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasa sakit dapat menjadi penggerak/ motivasi yang terbesar&lt;br /&gt;Pernah dipandang sebelah mata? Pernah ditolak? Ditertawakan di belakang? Jika ya, lakukanlah sesuatu. Jangan hanya duduk dan merenungi nasib. Hidupmu tak akan berubah karenanya. Mungkin perjalanan hidup kita berat, tapi kita mampu mengubah dan mengendalikan nasib. Bertindaklah. Tunjukkan pada mereka yang pernah memandang sebelah mata kepadamu bahwa kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Buktikan pada mereka yang pernah menolakmu bahwa kamu jauh lebih berharga dari apa yang mereka anggap. Buat mereka menyesal karena telah menjauhimu. Ambil tindakan dan buat pencapaianmu. Jika yang kamu bisa pikirkan hanya balas dendam, mungkin sekaranglah waktunya untuk menata kembali hidupmu. Urusanmu belum selesai jika fokusmu hanya membalas dendam. Hidupmu jauh lebih berhaga daripada sekedar pembalasan dendam. Orang yang mengatakan bahwa pembalasan dendam itu manis hanyalah mengatakan kebohongan besar padamu. Jika ada yang harus kamu buktikan, maka itu adalah prestasi, bukan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit adalah penggerak terbesar dalam hidup seseorang. Jika kamu berhasil membuktikan diri melalui pencapaianmu, suatu hari nanti kamu bisa menoleh ke belakang dan merasa berterima kasih pada setiap orang yang telah memandang sebelah mata kepadamu. Bahkan kamu akan merasa berhutang kepada mereka. Karena tanpa mereka, mungkin kamu nggak akan pernah sampai di sana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketidak-nyamanan adalah tanda bahwa kamu sedang bertumbuh&lt;br /&gt;Tahu kepompong kan? Mungkin kamu tahu bahwa ada saatnya kepompong harus menjalani masa yang sukar sebelum menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Jika kamu berniat membantu, kamu justru akan merusak pertumbuhannya. Bukannya semakin cepat ia menjadi kupu-kupu, bisa-bisa ia malah mati dan merana, karena pada saat-saat itu, ia sedang menguatkan otot-otot tertentu dalam sayapnya agar ia dapat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan rasa sakit atau rasa tidak nyaman yang menyebalkan dalam hidupmu. Bisa jadi itu cara Tuhan menguatkan otot-otot kebaikan dan urat-urat mental dalam jiwamu, agar pada saatnya nanti, kamu terbiasa menghadapi keadaan yang seperti itu. Ingatlah bahwa apapun yang tidak membunuhmu, menjadikanmu lebih kuat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mungkin Tuhan sedang mengembangkanmu untuk membentuk dan membuat kehidupan orang lebih baik melalui pengalaman-pengalamanmu yang buruk di masa lalu. &lt;br /&gt;Coba tebak, siapa yang bisa memberi penghiburan pada mereka yang patah hati? Hanya orang yang pernah melaluinya. Siapa yang bisa merasakan penderitaan mereka yang sakit parah? Hanya mereka yang pernah mengalaminya. Percayalah sob, tanpa pernah mengalami apa yang seseorang alami, kamu takkan pernah bisa mengerti keadaannya. Namun dengan mengalaminya sendiri, kamu jadi bisa bercerita banyak dan menjadi berkat bagi orang lain dalam 'pengalaman istimewa'mu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lain kali kamu bertanya mengapa hal buruk terjadi pada orang baik seperti dirimu, cobalah untuk menanyakan pada diri sendiri, apa yang dapat kamu pelajari melalui pengalaman itu? Apa yang telah diajarkan oleh pengalamanmu dalam hal itu? Kamu pasti mendapatkan sudut pandang baru dalam memandang kehidupan!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jangan Pernah Buat Alasan!!!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/04/jangan-pernah-buat-alasan.html</link><category>impian</category><category>inspirasi</category><category>resolusi</category><category>review</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 21:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-72192610171719325</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix0lzRJ40bkwGBeNjNGJCiXx7OcJgzGz48MasDN1vQesbaCUpbfr5pwn6QA5cLBWVrrtIPhl44M2dcYufZ-6G2fVxL30Y1Cr9TR3RyEP3cYDCuAHGAVSsMrOI1LNbi4Jmq05eFcH8LLZo/s1600-h/Greatest+Game+Ever.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix0lzRJ40bkwGBeNjNGJCiXx7OcJgzGz48MasDN1vQesbaCUpbfr5pwn6QA5cLBWVrrtIPhl44M2dcYufZ-6G2fVxL30Y1Cr9TR3RyEP3cYDCuAHGAVSsMrOI1LNbi4Jmq05eFcH8LLZo/s320/Greatest+Game+Ever.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329380462016806770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah nonton The Greatest Game Ever Played?&lt;br /&gt;Film ini inspiratif banget!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari kegemaran Francis Ouimet akan golf, yang dianggap sebagai mainannya orang kaya pada jaman itu (sampe sekarang juga masih, sih..). Orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang mendukung. Bahkan ayahnya menentangnya. Hanya ibunya yang bisa memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tekanan dari sang ayah, Francis kemudian melupakan cia-citanya untuk jadi pegolf terkenal. Hingga akhirnya, dia diminta untuk ikut bertanding di Kejuaraan Amerika Terbuka melawan para pegolf profesional terbaik dunia, termasuk Harry Vardon, idolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebayang gak sih, gimana sikap mental seseorang yang hanya dipandang sebelah mata? Udah gitu, orang-orang sekelilingnya gak ada yang mendukung, lagi.. Hmhh.. gak bisa disalahin kalo orang itu jadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;down&lt;/span&gt;.. Tapi ternyata nggak gitu halnya dengan Mr. Ouimet. Dia tetap saja berjuang, walaupun hanya didampingi caddy-nya yang berumur 10 tahun, Eddie Lowrey. Yang jadi masalah, pesaingnya bukan hanya pegolf amatir yang 'ecek-ecek', tapi bener-bener pegolf profesional, yang terbaik dari kelasnya. Hmghh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, banyak orang meragukan kemampuan seorang Francis Ouimet untuk maju ke babak selanjutnya. Toh, dia hanya seorang pemain amatir. Orang tuanya miskin, dan dia sendiri hanya seorang caddy. Dilihat dari segala sisi, gak mungkin deh.. Mana lagi caddynya seorang anak berusia 10 tahun, yang ukuran badannya sama dengan peralatan golfnya. Sering, pasangan ini diketawain di belakang karena keunikan mereka. Tapi nyatanya, mereka tidak menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta dan teori memang seringkali bertentangan. Mr. Ouimet yang di atas kertas nggak mungkin bisa, selanjutnya malah mengalahkan semua pesaingnya yang notabene sudah punya nama besar, dan tinggal berhadapan dengan Harry Vardon. Bahkan ketika semua orang masih bilang nggak mungkin, pemuda sederhana ini menunjukkan bahwa nggak ada yang nggak mungkin kalo kita mau berusaha dengan tekun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, akhirnya mungkin bisa ditebak. Francis Ouimet menang. Tapi, perjuangannya untuk sampai ke sana benar-benar nggak mudah. Sekali lagi, bener-bener nggak mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kamu pernah merasa seperti Mr. Ouimet yang menjadikan kekuranganmu sebagai alasan untuk tidak berhasil. Keluarga sederhana, orang tua yang hanya orang biasa, dipandang sebelah mata, nggak memenuhi syarat, dan jutaan hal lainnya. Tapi sejarah membuktikan bahwa ada orang-orang yang bisa meraih impian mereka dengan usaha yang tekun. Dan, Mr. Ouimet pun hanya orang biasa, sama seperti kita. Tapi dia menorehkan sejarah yang sangat manis dengan tidak menjadikan segala kekurangannya sebagai alasan untuk nggak maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa impianmu saat ini? Apa yang menghalangimu untuk terus maju? Jangan pernah buat alasan. Kamu bisa. Kamu mampu. Di dalam dirimu tersimpan semua yang kamu butuhkan untuk berhasil. Jika saja kamu mau lebih berusaha. Jika saja kamu mau bertahan menghadapi kesukaran-kesukaranmu. Jika saja kamu mau lebih bertekun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada alasan bagi tiap orang yang mau berhasil untuk tidak mewujudkan impian mereka. Tuhan seringkali menaruh impian-impian dalam hati kita bukan untuk kita lupakan, namun untuk kita raih dan wujudkan. Jika kita ada di dunia ini, maka kita seharusnya mencerminkan kemuliaanNya, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu mulai melupakan impianmu dan memikirkan hal lain sebagai gantinya, cobalah pikirkan kembali. Jika kamu melakukan apa yang kamu anggap benar, go ahead. Tapi jika itu bukan tujuanmu dilahirkan, please, friend, kembalilah. Impian kita ada bukan hanya untuk direnungkan, namun juga untuk diperjuangkan dan diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya jika kamu belum memiliki impian. Mungkin, untuk kasus yang seperti ini, kamu harus menanyakannya kepada Tuhan yang menciptakanmu. Agar kamu nggak salah arah dan dapat berfungsi sebagaimana tujuanmu diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majulah, teman. &lt;br /&gt;Jadikan impianmu kenyataan.&lt;br /&gt;Mulailah dengan melakukan hal-hal kecil di sekelilingmu dengan cara dan sikap yang besar!</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix0lzRJ40bkwGBeNjNGJCiXx7OcJgzGz48MasDN1vQesbaCUpbfr5pwn6QA5cLBWVrrtIPhl44M2dcYufZ-6G2fVxL30Y1Cr9TR3RyEP3cYDCuAHGAVSsMrOI1LNbi4Jmq05eFcH8LLZo/s72-c/Greatest+Game+Ever.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mulailah dengan Apa yang Kamu Miliki!</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/03/mulailah-dengan-apa-yang-kamu-miliki.html</link><category>motivasi</category><category>pengembangan diri</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Tue, 17 Mar 2009 00:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-5240277225068228319</guid><description>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.wildaboutmovies.com/images_6/TheHouseBunnyPoster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 302px; height: 449px;" src="http://www.wildaboutmovies.com/images_6/TheHouseBunnyPoster.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Sudah nonton The House Bunny?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Film komedi ini mengisahkan seorang 'gadis Bunny', yang biasa tinggal di mansion Playboy, tiba-tiba harus keluar dari mansion dan menemukan jalan hidupnya. Tibalah dia di perhimpunan Zeta sebuah kampus dan harus berhadapan dengan dekan kampus yang ingin menutup asrama mereka karena anggotanya hanya sedikit. Sejak Shelley, nama gadis itu masuk, dia berupaya dengan segala cara untuk menjadi ibu asrama bagi perhimpunan Zeta dan mengubah tampilan kelompok anak pintar yang membosankan itu jadi 'hot', gaul, memikat dan populer. Sebaliknya, dia juga belajar banyak hal tentang menemukan impian sejatinya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Film ini memang ringan banget, tapi sarat dengan pesan yang dalam kalo kita mau merenungkannya. Shelley yang 'gak bisa apa-apa', hanya tahu gaya, pesta dan dandan, bisa mengajari anak-anak kutu buku yang membosankan itu dengan gaya dan pembawaannya yang 'beda'. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Kadang, itulah yang harus kita lakukan: memulai sesuatu dari mana kita berada, dengan apa yang kita miliki. Nggak perlu jadi besar dulu untuk memulai sesuatu. Nggak perlu populer, hebat atau punya jabatan tinggi dulu untuk membuat perbedaan  dalam hidup. Kita bisa kok memulainya dengan apa-apa yang kita miliki dari tempat kita berada sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Kalo terus menunggu, bisa-bisa kita menghabiskan seumur hidup kita dan tak mendapatkan apapun. Parahnya, kita nggak akan melakukan sesuatu yang berarti, sesuai tujuan kita diciptakan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Jika kamu masih sekolah, kamu bisa memulai sesuatu dengan memelajari apapun yang menarik minatmu dengan sungguh-sungguh. Jika kamu mengambil kursus, kamu bisa mengembangkan dirimu terus-menerus melalui apa yang kamu pelajari. Jika kamu seorang anak, kamu bisa melakukan sesuatu yang 'beda' dalam keluargamu. Kamu bisa mulai dengan menghemat air, listrik di rumahmu, mengkampanyekan perdamaian yang dimulai dari dalam keluargamu, menjadi inspirasi yang baik bagi teman-temanmu, banyak hal menarik bisa kamu lakukan sesuai dengan bakat, potensi dan keunikanmu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Jika toh satu-satunya yang kamu tahu hanya gaya, dandan ataupun pesta seperti Shelley, jika kamu bisa menempatkan hal-hal tersebut dalam perspektif yang tepat, hidupmu bisa lebih optimal dengan caramu yang unik!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Yuk, baharui pikiran dengan sikap hati kita dengan cara pandang yang benar dan lebih baik.. Kita bukanlah korban. Kita adalah pemenang. Kita sendiri yang patut bertanggung jawab atas apapun yang terjadi dalam hidup kita. Nggak penting berapa besar masalahmu, yang penting adalah sikap mentalmu. Jika kamu merasa kecil, patut dikasihani, dan menderita sepanjang hidupmu, demikian juga orang akan memandangmu. Jadikan penderitaanmu sebagai motivasi untuk meraih sesuatu yang lebih baik dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Percayalah, sob, masa depanmu jauh lebih berarti daripada semua penderitaanmu, dan hidupmu jauh lebih pantas untuk diperjuangkan ketimbang untuk ditangisi..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;Dari mana kamu bisa mulai membuat perbedaan? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengapa Masalahku Begitu Berat???</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/03/mengapa-masalahku-begitu-berat.html</link><category>pengembangan diri</category><category>pilihan</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 9 Mar 2009 22:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-1339732532567632748</guid><description>Pernahkah kamu menanyakan pertanyaan seperti di atas ketika menghadapi masalah yang begitu berat? Bahkan kamu merasa benar-benar nggak mampu, nggak cukup kuat, nggak cukup bijak, dan nggak cukup pengalaman untuk menghadapi persoalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar baiknya, jika kamu menghadapi persoalan yang luar biasa, itu karena kamu memang luar biasa. Nggak ada orang biasa yang menghadapi peristiwa atau kejadian yang luar biasa. Nggak ada orang biasa yang harus menghadapi persoalan luar biasa. Orang biasa akan menghadapi kehidupan yang biasa-biasa saja. Lain halnya dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka akan menjalani kehidupan yang luar biasa, persoalan-persoalan yang tampak luar biasa, dan menghasilkan prestasi yang juga luar biasa karenanya. Sedangkan bagi orang biasa, prestasi biasa pun akan dianggap luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang kita hadapi sekarang ini sebenarnya dapat menjadi indikasi kebesaran diri kita dan masa depan kita. Yang menjadi masalah adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi keadaan tersebut. Viktor Frankl, pendiri Logotherapy pernah menulis bahwa kebebasan besar yang terakhir bagi seseorang adalah dapat memilih sikapnya terhadap keadaan apapun. Kita tidak bisa mengendalikan keadaan, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan takkan mengijinkan persoalan yang luar biasa terjadi dalam hidup kita jika Dia tahu kita tak mampu mengatasinya. Jadi, jika sesuatu yang luar biasa besar sedang terjadi dalam hidupmu, yakinlah bahwa itu terjadi karena Allah tahu kamu sanggup menghadapi dan mengatasinya. Jangan jadikan masalah sebagai penghalang, tapi melompatlah dari sana. Buatlah terobosan-terobosanmu, lakukan lompatan-lompatanmu, agar kelak kamu bisa melihat bahwa setiap masalah yang datang sebenarnya dirancang untuk menguatkan tiap bagian dalam dirimu agar bertumbuh sesuai dengan kapasitas yang Tuhan kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubah cara berpikirmu. Kamu bukan korban, tapi pemenang. Jangan biasakan untuk mengeluh, mengkritik dan menyalahkan keadaan. Kamu menjadi seperti apa adanya kamu karena setiap masalah yang kamu hadapi telah membentukmu sedemikian. Bersyukurlah untuk setiap masalahmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika lain kali masalah besar dan luar biasa terjadi, ingatlah bahwa masalah itu terjadi karena kamu bukanlah seorang yang biasa-biasa. Kamu bukan orang kebanyakan. Kamu luar biasa, dan suatu saat nanti, kamu akan jadi orang besar jika kamu berhasil melalui semua persoalan tersebut. Jika rasanya kamu masih tak mampu, ingatlah pepatah lama yang mengatakan bahwa 'ini pun akan segera berlalu..'. Nggak ada yang abadi di dunia ini, jadi jadikan tiap waktumu berharga!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>BOSAAANN!!! Apa yang Harus Kulakukan?</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/03/bosaaann-apa-yang-harus-kulakukan.html</link><category>how to</category><category>pengembangan diri</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Tue, 3 Mar 2009 16:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-7533210931024513864</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.diypuppytraining.com/puppy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 329px; height: 229px;" src="http://www.diypuppytraining.com/puppy.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari dalam hidup, kamu pasti pernah merasa bosan. Konon, kebosanan adalah salah satu penyebab kematian otak. Rasa bosan yang berlarut-larut dapat membuat kita kehilangan semangat, males ngapa-ngapain, dan.. menganggap dunia seolah tak indah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, selalu ada jalan keluar untuk setiap persoalan. Begitu juga dengan perasaan bosan yang kita rasakan. Jika kamu pernah merasa bosan, cobalah perhatikan seekor anjing kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing kecil selalu menganggap apa yang ada di depannya sebagai mainan baru. Entah itu sandal, sisir, keset, boneka, bantal, apapun yang bisa mereka raih akan mereka tarik, gigit-gigit, bawa ke sana kemari, dan diajak bermain. Bahkan, jika kita mencoba memarahinya, dia akan berpikir bahwa kita mengajaknya bermain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor anjing kecil selalu membawa keceriaan. Kenapa? Karena ia menganggap dunia adalah sebuah wahana permainan besar. Semua hal adalah mainan yang pantas untuk dicoba. Semua hal perlu untuk digigit-gigit dan diajak main. Entah apa resikonya, itu masalah nanti. Yang penting sekarang, semuanya adalah permainan! Mungkin itu motto para anjing kecil sedunia :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penerapannya, kita mungkin perlu meniru sikap seekor anjing kecil. Apa sih yang bikin kita bosan? Rasa tidak peduli, atau ketidak-tertarikan terhadap apa yang ada di sekeliling kita, beda dengan anjing kecil yang punya rasa ingin tahu yang besar terhadap segala sesuatunya. Coba deh bawa seekor anjing jalan-jalan. Dia akan selalu berhenti di sana-sini. Mencium bunga, mengendus-endus tanah, memperhatikan sekeliling, men'cari jejak', dia selalu pengen tahu tentang segala sesuatu. Anjing memperhatikan hal-hal kecil, tertarik pada hal-hal remeh, dan layaknya seorang detektif, ia menganggap semua yang ada dalam radius penciumannya yang tajam sebagai kasus yang harus diselidiki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali kamu merasa bosan, kamu bisa mulai memperhatikan sekelilingmu dengan lebih seksama. Apa yang dikenakan teman sebangkumu, mengapa angkot rata-rata berwarna biru, di mana sudut paling enak di kamarmu untuk 'pewe', banyak hal menarik akan kamu temukan dalam hidupmu. Bisa saja tiba-tiba kamu menyadari bahwa guru matematikamu ternyata punya selera humor yang tinggi, tetangga sebelah rumahmu ternyata punya tahi lalat besar di bawah matanya, bunga aster ternyata punya banyak sekali warna indah yang bisa dijadikan alternatif warna pengganti cat dinding di kamarmu, dan cowok (atau cewek jika kamu cowok) yang duduk di belakangmu ternyata manis juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, hidup ini bagaikan kanvas. Kita sendiri yang harus menggoreskan kuasnya agar kanvas kita jadi berwarna..</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><title>Kehidupan yang Besar adalah Akumulasi dari Hal-Hal yang Kecil</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/02/kehidupan-yang-besar-adalah-akumulasi.html</link><category>inspirasi</category><category>motivasi</category><category>pengembangan diri</category><category>sukses</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Wed, 11 Feb 2009 00:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-2953604971668601934</guid><description>Banyak orang ingin melakukan hal-hal yang spektakuler, fantastis dan luar biasa dalam hidup mereka, namun seringkali nggak tahu harus mulai dari mana. Karena terpaku pada kesempurnaan itu, mereka malah jadi nggak berbuat apa-apa. Misalnya, sebagai penulis pemula mereka mengharapkan bisa menulis sebuah karya masterpiece baru akan mengirimkannya ke penerbit. Ya nggak mungkinlah.. Semuanya kan harus dimulai dari langkah pertama. Kita nggak mungkin bisa mengubah dunia dalam satu malam. Emangnya Roro Jonggrang, minta dibuatin 1000 candi dalam tempo semalam. Dongeng aja nggak bisa.. :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo keinginan untuk melakukan sesuatu yang hebat itu juga ada padamu, jangan berkecil hati. Kamu termasuk di antara jutaan orang lain di dunia yang berniat melakukan hal yang sama. Tapi, apakah kamu tahu cara paling mudah untuk melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa hidup hanyalah akumulasi dari apa yang kita lakukan. Hal-hal besar terbentuk dari hal-hal kecil. Jika kamu ingin melakukan yang besar, mulailah melakukan hal-hal kecil. Bagaimana misalnya?&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mulailah melakukan apa yang bisa kamu lakukan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jangan tunggu hingga kamu kaya, sukses atau terkenal baru melakukan sesuatu. Bukan kehebatanmu yang menjadikanmu besar, tapi perbuatanmu menjadikanmu hebat. Lagi, nggak akan ada waktu yang tepat. Selalu ada alasan jika kamu terus mencarinya. Lupakan penghalang. Cari tahu apa yang kamu bisa lakukan dari saat ini untuk melangkah pada tujuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tambahkan kualitas 1% tiap hari untuk semua yang kamu lakukan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Mungkin 1% terdengar gak ada artinya. Tapi jika dijumlahkan jadi 1 tahun, berapa persen akan kamu dapatkan? Nggak kurang dari 365 persen !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lakukan semuanya dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kualitas yang membedakan karya besar dengan karya biasa adalah sentuhan personalnya. Jangan biasakan diri melakukan sesuatu hanya karena kamu bisa, melainkan karena kamu bersedia. Kehidupan akan memberi upah pada orang yang melakukan tiap pekerjaan mereka dengan rela. Bonusnya, kamu akan merasa bahagia. Mungkin pekerjaanmu sama saja dengan apa yang temanmu lakukan, tapi karena kamu melakukannya dengan senang hati, kamu akan lebih rileks menjalaninya, dan kamu akan merasa bahagia akan apa yang kamu lakukan, bukan karena terpaksa. Bukalah matamu terhadap hal-hal baru. Pelihara rasa ingin tahumu. Dunia ini penuh dengan banyak sekali kejutan jika kamu mau menggali dan menemukannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pelihara sikap positif&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Cara berpikir kita sangat mempengaruhi semua unsur diri kita : roh, jiwa, dan tubuh. Jadi, sangat benar jika para ahli menyarankan kita untuk tetap berpikir positif. Usahamu ditertawakan orang? Tersenyumlah. Mereka mungkin belum mengerti apa yang sedang kamu lakukan. Banyak orang berhasil memulai usaha mereka dengan tatapan sebelah mata orang lain, kok. Kadang hal itu malah bisa dijadikan cambuk agar kita berusaha lebih keras. Usahamu menemui jalan buntu? Bangkitlah. Pelihara semangat yang menyala-nyala dalam jiwamu. Usahamu ditentang orang? Bertahanlah. Jika kamu yakin pada apa yang sedang kamu lakukan, berpeganglah padanya dan jalani niatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia ini ada dua energi: energi positif dan energi negatif. Memelihara energi negatif mungkin lebih mudah, tapi dengan demikian kamu nggak akan mendapat upah apa-apa dari kehidupan ini, sementara energi positif menarik lebih banyak kebahagiaan, keberuntungan dan berkat ke dalam kehidupanmu. Mana yang kamu pilih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiap hari kamu mengakumulasikan sedikit demi sedikit hal yang berarti bagi perkembanganmu, nggak mustahil suatu hari nanti kamu pun akan jadi orang besar. Toh nggak ada orang yang terlahir sebagai orang besar, yang ada hanya orang-orang biasa yang terus berusaha melakukan apa yang mereka bisa dengan cara yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah yang membuat perbedaan!</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kamu vs Ponselmu</title><link>http://temukandirimu.blogspot.com/2009/02/sejak-pertama-kali-beredar-hingga-saat.html</link><category>penampilan</category><category>renungan</category><category>self esteem</category><author>noreply@blogger.com (jeanne kristine)</author><pubDate>Mon, 9 Feb 2009 23:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8054382958703855828.post-3938215833268424701</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:brpad5Fd-05f3M:http://www.thedailygreen.com/media/cm/thedailygreen/images/cell-phone-order-lg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 156px;" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:brpad5Fd-05f3M:http://www.thedailygreen.com/media/cm/thedailygreen/images/cell-phone-order-lg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak pertama kali beredar hingga saat ini, ponsel benar-benar telah berevolusi. Sekarang kita kenal apa yang disebut Iphone, Smartphone, PDA, dan yang paling anyar, Blackberry. Sepertinya tiap produsen ponsel selalu mencari celah agar ponsel mereka tidak hanya berfungsi secara maksimal, tapi juga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa kamu juga termasuk orang yang suka mengikuti perkembangan ponsel? Yang bersedia mengganti ponselmu bahkan jika itu belum rusak hanya supaya nggak kalah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan teman-temanmu? Kamu nggak sendiri. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; banyak remaja di dunia ini melakukannya. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa dirimu sebenarnya bisa diibaratkan dengan ponsel idamanmu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kita renungkan yuk..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol  style="margin-top: 0in;font-family:georgia;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Segaya apapun ponselmu, nggak      ada artinya jika kamu nggak punya pulsa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fungsi utama ponsel adalah berkomunikasi. Jika ponselmu bisa buat motret, nge-game, dengerin MP3 atau browsing internet, maka itu adalah fungsi tambahan. Pernah nggak sih kamu ketemu sama orang yang tampilannya oke, ponselnya keren abis, eh, pas dipinjem buat telepon, menjawab dengan penuh makna mendalam ‘Nggak ada pulsa...’. Yee, sedih banget gak sih! Mendingan juga ponsel kita biasa tapi pulsanya jalan terus..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ini mungkin hanya hal kecil, tapi jika diaplikasikan pada diri kita, itulah yang kerap terjadi. Kita suka nggak mau kalah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, kalah keren, pokoknya tampilan kita harus &lt;i style=""&gt;wooke&lt;/i&gt;, padahal sih semua yang ada di luar itu nggak sebanding dengan apa yang ada di dalam diri kita: kepribadian, cara pikir, talenta, nilai-nilai yang kita anut, dsb. Pemilihan Ratu sejagat saja mengedepankan 3B : brain, beauty, behavior. Bukan hanya tampilan yang jadi penilaian mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika lain kali kamu mulai merasa resah akan tampilan kamu, coba pikirkan lagi deh. Apa sih artinya keren tapi nggak punya otak? Apa sih artinya stylish tapi nggak bisa apa-apa? Bukan berarti tiap orang yang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu nggak bisa apa-apa, tapi kita seringkali salah memprioritaskan. Jika ada yang perlu kamu kejar, coba kejar dulu deh hal-hal yang berarti untuk jiwamu, perbaiki apa-apa yang ada di ‘dalam’ dirimu. Setelah itu, baru pikirkan gimana untuk bergaya ala Miss Universe atau Lelaki Sejagat. Soalnya bukan apa, high end fashion saja nggak bertahan lama. Paling lambat 3 bulan, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; super keren itu akan berlalu, digantikan oleh model-model lain. Apa nggak kelimpungan kamu kalo berusaha untuk terus mengikuti perkembangannya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;    2. &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biarpun punya pulsa cukup,      tampilan oke, ponselmu tetap aja nggak bisa dipake kalo baterenya abis..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Duuuh.. paling sebel deh kalo lagi nunggu telpon penting, tiba-tiba ponselmu ngasih tanda low batt. Mo maraaaaah banget. Belum lagi kalo di sekitarmu nggak ada tempat buat ngecas, dan kamu nggak punya batre cadangan. Hrghhh...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sama seperti ponsel, kita pun harus terhubung dengan sumber energi kita kalo nggak mau jadi low batt kayak kisah ponsel tadi. Kalo kita low batt, yang ada jadi gampang marah, jealous, bete, cemberut, depresi, pengen kabur, putus asa, males belajar, males ketemu orang dan semua hal buruk yang bisa terjadi tiba-tiba berkumpul dalam hati kita, siap untuk diledakkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gimana caramu mengisi ulang energimu? Apakah dengan berdoa saat terdesak? Ibadah sekedarnya? Meditasi ketika mengalami depresi? Apa yang kamu lakukan? Jika kamu menganggap bahwa ibadah dan segala kebiasaannya adalah sesuatu yang kurang berarti, maka kamu salah besar. Sebuah ayat mengatakan untuk ‘carilah dulu Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu’. Ini prinsip yang tidak bisa diubah. Mungkin kamu pernah mendengar bahwa ‘menikah itu ibadah’, ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’, ‘beramal itu ibadah’, ‘bekerja itu ibadah’, pokoknya banyak hal adalah ibadah. Itu bener banget. Sebenarnya, semua yang kita lakukan adalah ibadah. Tapi yang lebih penting adalah menemukan kembali sumber energi kita, dan terhubung denganNya untuk mendapatkan kembali tenaga yang telah hilang dari diri kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Coba kamu bayangkan. Jika kamu marah, kecewa, sebal, apa itu bukan pemborosan energi namanya? Coba deh ingat baik-baik bagaimana perasaanmu ketika sedang marah. Apa kamu merasa sehat? Apa kamu merasa damai? Bahagia? Nggak mungkin. Hatimu sakit. Jiwamu pedih. Badanmu pun pasti akan ikut ikut nggak enak. Penelitian saja membuktikan bahwa sakit hati dan kemarahan yang disimpan terlalu lama dapat menyebabkan kanker. Energimu berkurang. Energi baikmu tersedot keluar dari dirimu. Apa yang tersisa? Kemarahan. Kekecewaan. Energi buruk dan jahat. Apa kamu bisa bertahan hidup dengan segala energi negatif itu? Mungkin bisa, tapi hidupmu akan sangat, sangat menderita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Itulah sebabnya kita perlu terhubung dengan Sumber Energi kita, yaitu Tuhan. Dia akan memberitahukan kepadamu jika kamu berbuat salah. Dia akan mencurahkan berkatNya jika kita taat kepadaNya, dan Dia akan menyertai, memimpin dan memberikan apapun yang kita butuhkan jika kita mau terus terhubung denganNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memangnya gimana sih cara terhubung dengan Tuhan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan bicara secara pribadi kepadaNya. Segampang itu. Tuhan toh mengetahui ketika kita sedang duduk atau berdiri, diam atau bicara, bahkan sebelum kita bicara, Dia tahu apa yang akan kita ucapkan. Tapi Dia ingin pengakuan dan ketulusan kita, bahwa kita butuh Dia. Kamu nggak perlu terlalu susah membayangkan hal yang ribet atau melakukan ritual seperti orang suci untuk bicara denganNya. Dia tahu kalo kamu banyak dosa. Dia tahu kesalahan-kesalahan yang kamu perbuat. Dia tahu kalo kamu nggak pinter pinter amat bicara. Dan Dia mengerti keadaanmu. Dia nggak peduli dengan semua kelebihanmu, jumlah uangmu di bank, atau seberapa banyak relasimu. Yang Dia pedulikan adalah kamu, terlepas dari segala kehebatanmu itu. Jadi, tunggu apalagi sob, jika kamu nggak mau seumur hidup menderita karena kehabisan energi, cepat-cepatlah melakukan sesuatu agar kamu bisa terhubung kembali dengan Sumber Energimu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;    3. &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biarpun feature ponselmu      seabrek-abrek, tetap saja nggak ada gunanya jika kamu nggak tahu bagaimana      mengaktifkan atau mempergunakannya dengan maksimal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ada orang-orang yang beli ponsel hanya karena ikut-ikutan. Atau supaya tampil gaya. Padahal, mereka nggak terlalu tahu kegunaan fitur-fitur pada ponsel mereka. Akhirnya, yang ada ponselnya cuma kepake buat nelpon, kirim sms, sama dengerin musik. Padahal, ponselnya bisa buat merekam suara, bisa buat internetan, dengerin siaran radio favorit, bisa buat ngerekam kayak handycam, bisa liat kalender, ngitung kayak kalkulator, schedulling kayak agenda, dsb. Apa ada orang yang masih ‘katro’ kayak gitu? Walaupun aneh kedengerannya, tapi masih ada. Bahkan jumlahnya nggak sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apa maksudnya jika dihubungkan dengan diri kita? Kadang, kita suka ngerasa nggak bisa apa-apa. Dibandingkan dengan teman-teman, kayaknya kita bukan siapa-siapa. Mereka ada yang jago nyanyi, berbakat memimpin, ahli matematika, macem-macem deh bakat mereka. Kita jadi merasa keciiiil banget. Padahal sih sebenarnya, kita juga punya banyak fitur ajaib yang telah Tuhan taruh dalam diri kita. Hanya, mungkin kita belum menyadari dan menemukannya. Jika ini terjadi padamu, coba selidiki dirimu. Caritahu lebih banyak tentang dirimu. Apa bakat-bakatmu, ketrampilanmu, kesukaanmu, dan banyak hal yang bisa bikin kamu berhasil jika kamu mau menggali setiap potensi dan keunikan yang ada dalam dirimu (kalo mau tahu lebih banyak tentang dirimu, baca dong buku saya ‘Curhat Yuk!’). Kalo kamu masih belum tahu, mungkin kamu perlu menanyakannya pada Sang Pencipta dirimu. Dia tahu lebih tepat apa-apa yang ada padamu dan apa saja yang kamu butuhkan untuk bertahan hidup. (Jelas saja, Dia kan Penciptamu.. Jika sang pencipta nggak tahu lebih banyak dari orang lain, siapa lagi yang bisa kita tanyai tentang sebuah barang ciptaan?).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;    4. Canggih dan keren itu selalu bersifat sementara. Yang paling canggih dan keren hari ini, belum tentu masih paling canggih dan keren tahun depan&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:georgia;"&gt;Nggak ada yang kekal di dunia ini. Jadi, buat apa susah. Jangan terlalu memandang jauh ke depan. Carpe diem. Nikmati saat ini. Hari depan mungkin penuh dengan ketidak pastian, tapi kamu punya saat yang pasti, yaitu hari ini. Saat ini adalah hadiah, makanya disebut present dalam bahasa Inggris:). Rileks, friends, this day is your day. Enjoy it!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" face="georgia"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ini sih sekedar renungan sederhana. Jika kamu mau merenungkan lebih dalam, sebenarnya banyak hal bisa kita pelajari dari sekeliling tentang diri kita. Kamu mau hidupmu jadi lebih baik? Belajarlah untuk mengamati hal-hal kecil di sekelilingmu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>