<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;CkUCSX0-eyp7ImA9WhRbEUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490</id><updated>2012-02-02T15:11:08.353+07:00</updated><category term="protes" /><category term="kabar-kabari" /><category term="game asyik" /><category term="christian" /><category term="lagu" /><category term="belajar jadi ortu" /><category term="di ladang" /><category term="pilems" /><category term="sahabat" /><category term="tips" /><category term="pernikahan" /><category term="lagi mikir" /><title>Blog e Lea</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://karepkudewe.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>230</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/wrsM" /><feedburner:info uri="blogspot/wrsm" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;CEYHQH88cCp7ImA9WhRbEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-7339926880574170933</id><published>2012-02-01T08:52:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T09:08:51.178+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T09:08:51.178+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sahabat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="christian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lagi mikir" /><title>Nobody is Perfect ...</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a58Te234BIm_XGwIFAd00k-RXl0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a58Te234BIm_XGwIFAd00k-RXl0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a58Te234BIm_XGwIFAd00k-RXl0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/a58Te234BIm_XGwIFAd00k-RXl0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kita sering mendengar slogan "nobody is perfect". Bahkan ketika saya googling, saya baru ingat lagi kalau slogan itu sudah jadi judul lagu. Maafkan saya karna kurang ingat perkembangan dunia hiburan x_x.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa hari yang lalu, sahabat saya mengajak saya keluar malam, ke diskotik. Sahabat saya ini rupanya diajak oleh teman saya yang datang dari luar kota dan ingin bersenang-senang bersama suaminya. Awalnya saya ingin menolaknya, karena saya sudah mulai terbiasa bangun pukul 4 pagi dan kebiasaan baru ini membuat saya mengantuk sebelum larut malam tiba. Saya juga sudah membayangkan, karena suami saya kebetulan pulang cepat, kami akan tidur-tiduran dan menonton film-film yang telah didownload oleh suami saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Sungguh, ini bukan masalah dosa atau maksiat atau bukan, diskotik dan segala keriuhan yang ada di dalamnya bukanlah sesuatu yang saya inginkan malam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika saya menceritakan hal ini ke suami saya, sambil makan malam di sebuah warung nasi, suami saya berkata, "Yah ga papa, kamu pergi aja, sapa tau kamu bisa observasi, kenapa orang-orang pada suka ke sana." Saya sudah pernah ke diskotik bersama suami saya, dan saya tidak tahan berada di dalamnya berlama-lama karena penuh dengan asap rokok. Tetapi jawaban suami saya membuat saya berpikir, "Mungkin saya tidak menginginkannya, tapi mungkin sahabat saya membutuhkan saya. Mana tahu dia mabok dan tidak bisa menyetir sendiri untuk pulang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Selain itu, rupanya teman yang mengajak sahabat saya ini juga mengajak saya bertemu, meskipun tidak ke diskotik. Dia tidak pede untuk mengajak saya ke tempat-tempat yang punya image negatif karena dia pikir saya ini pendeta :)). Beda dengan sahabat saya, sahabat saya merasa nyaman membawa saya ke mana saja, karena dia tahu saya menerima dia apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Akhirnya saya katakan pada sahabat saya, bahwa saya mau pergi bersamanya, saya akan menjemputnya dan malam itu saya yang jadi supirnya :D. Biasanya dia yang jadi supir saya. Rupanya sahabat saya juga sudah merencakan begitu hehehe ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ketika akhirnya kami bertemu bertiga di depan sebuah cafe tempat teman saya itu mengajak bertemu, kami akhirnya ngobrol-ngobrol di mobil, menunggu teman suami saya. Teman saya sepertinya heran kenapa saya mau diajak ke diskotik dan lebih heran lagi kenapa sahabat saya mengajak saya ke diskotik. Bertambah lagi keheranannya ketika dia bertanya bagaimana saya ijin dengan suami saya, dan saya jawab bahwa saya ijin apa adanya, malah suami saya yang memanaskan mobil yang akan saya pakai untuk pergi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saya bilang, "Saya pergi demi menemani sahabat saya." Sahabat saya bilang, "Nobody is perfect lah, saya sih apa adanya aja sama Lea."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saya mengamini kata-katanya, tapi hati saya menjadi tidak sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Nobody is perfect ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Trus kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Apakah karena manusia tidak sempurna lalu silahkan nyemplung ke jurang maut dan berbuat seenaknya selama hidupnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Lalu saya jadi teringat dengan kata-kata Paulus, "&lt;span style=""&gt;Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?" (Rm 6:1)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Begini maksud saya, kita sering menggunakan alasan "tidak ada manusia yang sempurna", lalu kita memaklumi perbuatan atau pemikiran yang kita tahu bahwa itu salah atau tidak benar atau merugikan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kita lupa bahwa Tuhan menciptakan kita sempurna. Bahkan kita ini dilahirkan dari benih pemenang. Dalam proses penciptaan kita, hanya sperma yang berhasil menembus sel telur saja lah yang bisa membuahinya dan menghasilkan janin. Ketika ada sel sperma yang berhasil menembus sel telur, maka dialah pemenangnya, karena yang lain tidak akan mendapat kesempatan lagi sesudahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bukankah itu menunjukkan Tuhan tidak main-main dengan penciptaan kita? Bahkan dosa yang diwariskan oleh Adam pun tidak membuat SOP (standard operating procedure) penciptaan kita berubah menjadi terlahir dari benih yang tidak sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dia juga sudah menyiapkan tujuan yang mulia untuk hidup kita, yaitu menjadi "mempelaiNya", menikmati kemuliaan bersamaNya. Apakah tujuan semulia itu bisa dicapai jika kita tidak sempurna? Apa ada mempelai pria yang mau menikah dengan gembel?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Saya terus merenungkan hal itu, dan menemukan ternyata Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan, "&lt;span style=""&gt;Karena itu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style=""&gt;haruslah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;kamu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style=""&gt;sempurna&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, sama&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style=""&gt;seperti&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style=""&gt;Bapamu&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&amp;nbsp;yang di sorga adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span id="w" style=""&gt;sempurna." (Matius 5:48)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Apakah mungkin, kita diberi perintah untuk menjadi sempurna jika kita memang tidak bisa sempurna? Apakah Tuhan asal saja memerintahkan sesuatu yang tidak bisa kita kerjakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style=""&gt;Perintah yang kedengaran sangat berat itu ternyata ada kuncinya, dalam kalimat Paulus di atas dia memberikan kuncinya, "&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya" (Rm 6:2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Manusia memang tidak sempurna, Adam telah mewariskan dosa untuk kita dan kita akhirnya berkubang dalam ketidaksempurnaan itu. Tetapi kasih Allah yang begitu besar, telah mengambil kita yang awalnya adalah gembel ini, dari kubangan dosa dan membersihkan kita dengan darahNya ketika Yesus mati di kayu salib. Kematian Yesus adalah kematian yang harus kita alami, yaitu kematian kehidupan lama kita, maka kita memasuki kehidupan yang baru, yang sudah Allah sediakan untuk kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jadi ... (saya suka ketika seorang pendeta menggambarkan ini begitu mudah bagi saya), kita sudah mati bagi dosa, dan sekarang hidup bagi Kristus. Kita ini seperti mayat bagi dosa. Mungkinkah mayat melakukan sesuatu? Tetapi kita dibangkitkan bagi Kristus, sehingga kita bisa melakukan segala sesuatu yang Tuhan perintahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jadi, kesempurnaan memang tidak mungkin kecuali kita mengalami "kematian Kristus" (kematian kehidupan lama) dalam hidup kita. Karena itu, hanya Yesus yang berani memerintahkan kita untuk menjadi sempurna, karena Dia saja yang bisa menyempurnakan hidup kita. Hanya dengan melekat kepadaNya dan hidup di dalam kasihNya kita bisa menjadi sempurna seperti yang diinginkanNya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seringkali slogan "nobody is perfect" berakhir dengan "jadi ya sudah, begini-begini saja, tidak usah jadi lebih baik lagi". Slogan ini akhirnya menutupi mata kita dari melihat tujuan mulia penciptaan kita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Apakah ini hanya monopoli untuk umat Kristiani saja? Tidak! Yesus mati untuk semua manusia di bumi tanpa kecuali. Pasti Dia ingin semua manusia mati terhadap dosa dan dibangkitkan dalam Dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Cerita yang Lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menyimpang dari judul kali ini, saya cukup terkejut ketika saya menemukan dalam kitab suci agama lain yang sebetulnya mengakui tentang Yesus, mereka menyebutnya dengan nama yang lain. Yang membuat saya terkejut adalah bahwa selama ini saya menganggap agama-agama yang lain itu tidak benar, tapi sebetulnya ada beberapa agama yang Tuhan ijinkan untuk muncul yang ujung-ujungnya sebenarnya adalah Tuhan yang sama dengan yang saya sembah. Saya merasa bahwa agama sebenarnya tidak penting diperdebatkan, agama adalah usaha manusia untuk mencari Allahnya, agama seperti budaya, semua berisi usaha manusia untuk hidup yang lebih baik.Tetapi apapun namanya, Tuhan sebenarnya sudah menyatakan diriNya, dan Ia ingin kita menerima dan hidup dalam kasihNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; font-size: x-small;"&gt;Awalnya saya iseng-iseng googling tentang salah satu aliran agama yang dianggap sesat, ketika saya membaca beberapa postingan pengikutnya, saya terkejut karena mereka ternyata menyembah Tuhan yang sama dengan saya meskipun dengan cara yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Namun dalam perkembangannya, agama itu disebarkan atas dasar pemikiran pribadi orang-orang yang menyebarkannya, ayat-ayat dalam kitab suci itu dicomot sebagian-sebagian sesuai kebutuhan pribadi, sambil ditunggangi kepentingan politik dan sebagainya, sehingga yang terjadi, umatnya tidak diberitahukan jalan keselamatan yang sebenarnya, malah ujung-ujungnya menimbulkan keributan yang sebetulnya tidak ada artinya. Penyimpangan terjadi ketika ada pengkultusan individu, sehingga pokoknya orang ini yang paling benar, yang lain salah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya sempat menghabiskan waktu saya untuk membaca kitab suci tersebut, meskipun tidak bisa semuanya karena keterbatasan waktu saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Nobody is Perfect .. slogan itu tidak boleh diakhiri dengan titik, karena kasih Allah telah dikaruniakan kepada sehingga kita adalah ciptaan yang sempurna. Maukah kita mati dalam kebodohan jika pada awalnya kita diciptakan dengan sempurna dan diberi tujuan yang mulia?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Slogan di atas sebetulnya menempatkan kita dalam persimpangan, dalam ketidaksempurnaan kita, apakah kita akan berkubang dalam kegelapan atau mensyukuri bahwa pribadi yang tidak sempurna ini dikasihi oleh Allah yang sempurna sehingga menjadi sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kita pasti punya kelemahan, tetapi itu untuk mengingatkan kita supaya tidak menghakimi orang lain, supaya kita tidak bisa lepas dari kasih Allah dalam hidup kita, bukan untuk membuat kita putus asa dan menyerah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-7339926880574170933?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/I5fT9a5GqHY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/7339926880574170933/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=7339926880574170933" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7339926880574170933?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7339926880574170933?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/I5fT9a5GqHY/nobody-is-perfect.html" title="Nobody is Perfect ..." /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2012/02/nobody-is-perfect.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cFR3o8fyp7ImA9WhRUGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-1089334600220521265</id><published>2012-01-31T10:03:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T10:03:36.477+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-31T10:03:36.477+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><title>Beli Piala</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-8PpjhqGvac4u8qcgRbsqrAIexY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-8PpjhqGvac4u8qcgRbsqrAIexY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-8PpjhqGvac4u8qcgRbsqrAIexY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-8PpjhqGvac4u8qcgRbsqrAIexY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kejadian ini hampir 2 minggu yang lalu. Sore-sore ketika kami dalam perjalanan pulang ke rumah, Isaac bilang pada saya, "Mami, aku mau beli piala di sekolah, harganya Rp 45.000".&lt;br /&gt;
"Ha? Apa Saac? Beli piala? Emang ada apa sekolahnya jualan piala?" tanya saya.&lt;br /&gt;
"Iya, pialanya dijual di sekolah harganya Rp 45.000," kata Isaac.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara refleks, sebagai orang tua yang saat itu memang tidak merasa kekurangan uang dan ingin membiarkan anaknya memegang-megang piala, saya tidak keberatan mengeluarkan uang segitu untuk memenuhi keinginan anak saya. Tapi saya berpikir lagi, "Apakah bijak saya membiarkan anak saya membeli piala yang notabene sebenarnya tidak diperlukan?"&lt;br /&gt;
"Ga papa kan anggap saja seperti beli mainan lainnya."&lt;br /&gt;
"Tapi anak saya ini bosenan, buat orang bosenan seperti dia, mainan seharga Rp 45.000 seharusnya masuk kategori mahal, dan piala itu .. apa yang bisa diperbuat dengan piala itu selain untuk dipegang-pegang, dibuat mainan yang gak karuan?"&lt;br /&gt;
"Biarin lah, wong namanya juga pingin megang, pingin nyoba."&lt;br /&gt;
"Tetap rasanya aneh membeli piala."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bukannya piala itu seharusnya dilombain ya, Saac? Di sekolahnya kamu ada perlombaan apa?" tanya saya lagi.&lt;br /&gt;
"Iya, ada lomba, ada yang menang, tapi bukan aku. Yang menang itu dapet piala. Aku engga. Tapi aku pingin piala itu Mami," jawab Isaac.&lt;br /&gt;
"Kalau kamu pingin piala kamu harusnya ikut lomba dong, trus berusaha biar menang, atau kamu deketi aja temen kamu yang menang itu, pinjem pegang pialanya sebentar," kata saya.&lt;br /&gt;
"Tapi aku gak suka ikut lombanya,"&lt;br /&gt;
"Ya kalo gitu kamu gak perlu punya piala."&lt;br /&gt;
"Tapi aku pingin pialanya."&lt;br /&gt;
"Kalau gitu kamu harus ikut lomba."&lt;br /&gt;
"Yaaa Mami .. boleh ya... kan aku pingin."&lt;br /&gt;
"Ya kalau pingin kamu harus ikut lomba dan menangin lombanya. Begitu caranya dapat piala, bukan dengan membeli."&lt;br /&gt;
Isaac diem ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Gini ya, Saac, yang namanya piala itu kan lambang kemenangan. Kalau orang ikut lomba, trus menang, dia dapat piala, supaya bisa dipajang di rumahnya, trus kalau ada orang lihat, nanti tanya, "Wah kamu ikut lomba apa? Juara berapa?" Kalau kamu gak ikut lomba tapi kamu punya piala, nanti orang tanya, kamu jawab apa?"&lt;br /&gt;
"Tapi aku gak suka ikut lombanya."&lt;br /&gt;
"Ya ga papa, tapi kamu ga bisa punya piala kalau gak pernah menangin lomba. Itu juga ga papa. Kalau kamu pingin pegang pialanya, kamu pinjem aja pialanya temen kamu yang menang itu. Dulu Papi sering dapat piala juga karena juara, ga pernah beli. Kalau kamu cuma pingin mainan piala, nanti kita ambil aja pialanya Papi yang di Pekalongan."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di rumah, Isaac masih berusaha minta uang, bahkan dia mengambil uang saya yang tergeletak di meja, dan bilang pada saya, "Ini ya Mami, buat beli piala ya."&lt;br /&gt;
Tetap saya jawab, "Engga Isaac."&lt;br /&gt;
Walaupun kecewa dia tetap mengembalikan uang tersebut di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya saya mengirim message di fesbuk gurunya dan menanyakan perihal jual beli piala di sekolahnya Isaac. Ternyata memang ada di sekolah. Jadi sekolah mengadakan lomba apaaa gitu, lalu ada juara satu, dua, dan tiga. Sementara anak-anak yang tidak menang, kalau ingin memiliki pialanya, bisa membelinya dengan harga Rp 45.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya akhirnya menyampaikan kepada bu guru, bahwa saya tidak mengijinkan Isaac untuk membeli piala, mohon koordinasinya kalau nanti ternyata Isaac mendapat bantuan dana dari pihak-pihak lain, misalnya neneknya atau siapapun juga, atau menggunakan uang yang ada di mobil, supaya ditolak.&lt;br /&gt;
Saya juga menyampaikan kepada bu guru, mengenai keberatan saya dengan penjualan piala tersebut. Apakah sekolah tidak sedang menanamkan benih-benih korupsi dengan menjual benda yang oleh anak lain diperoleh dengan susah payah dan seharusnya menimbulkan kebanggaan karena memperolehnya, sementara anak lain bisa mendapatkannya dengan mudah hanya dengan minta uang kepada orang tuanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya anak belajar, walaupun yang menang itu bukan dirinya, dia juga ikut senang dengan keberhasilan orang lain, karena perlombaan itu kan untuk kesenangan bersama, dan yang menang tidak boleh sombong tapi membagi kebahagiaannya dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya tidak protes ketika bu guru memberi nilai 58 di raport untuk nilai pelajaran moral anak saya, karena saya tahu bagaimana cara penilaian di sekolah formal yang serba terbatas, dan saya tahu bagaimana sebenarnya anak saya, jadi saya tidak menjadikan nilai dari sekolah sebagai acuan untuk anak saya. Bahkan saya katakan padanya, nilai tidak penting, yang penting, kamu ke sekolah untuk belajar supaya menambah pengetahuan kamu. Saya bahkan tidak membawa pulang raportnya Isaac karena nantinya juga harus dikembalikan lagi, dan tidak sedikitpun membahasnya dengan Isaac karena saya pikir, yang penting anak saya mendapat ilmu yang berguna untuk hidupnya. Untuk apa saya bahas nilai-nilai, nanti anaknya malah berfokus ke situ daripada ke ilmu yang seharusnya dia serap. Biar saja anak-anak belajar dengan senang hati, tanpa harus ada tuntutan harus dapat nilai sekian. Tapi jika ada praktek-praktek yang menurut saya menyimpang dari pelajaran moral, itulah yang saya anggap ancaman untuk anak saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya mungkin memang tidak bisa melindungi anak-anak dari menemukan fakta-fakta yang aneh-aneh di lapangan, tapi saya tetap harus melakukan semaksimal mungkin untuk menjaga hati anak-anak saya dari pengaruh-pengaruh asing yang buruk di luar rumahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-1089334600220521265?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/P8Qq1h8ckc4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/1089334600220521265/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=1089334600220521265" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1089334600220521265?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1089334600220521265?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/P8Qq1h8ckc4/beli-piala.html" title="Beli Piala" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2012/01/beli-piala.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YCSHozeip7ImA9WhRSGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-8383239280276017367</id><published>2011-11-21T20:39:00.001+07:00</published><updated>2011-11-21T21:19:29.482+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-21T21:19:29.482+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="di ladang" /><title>Tidak Jadi Dongkol</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L965iJSU_PaLD-kuk6ML24ocqAw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L965iJSU_PaLD-kuk6ML24ocqAw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L965iJSU_PaLD-kuk6ML24ocqAw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/L965iJSU_PaLD-kuk6ML24ocqAw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Sepulang dari kantor tadi, tiba di rumah, saya merasa dongkol karena supir saya tidak mengerjakan tugasnya seperti yang saya katakan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa dongkol ini mungkin juga dipicu karena saya sudah lelah secara fisik, kedua anak saya ketiduran sejak dari kantor, sehingga saya harus menggendong mereka, ditambah lagi, suami saya yang walaupun pulang bersama saya saat itu, tapi sudah bilang kalau kondisi badannya kurang fit, sehingga saya rasa tidak mungkin meminta bantuan kepadanya. Meskipun pada akhirnya suami saya membantu saya menggendong anak kedua saya dan membawa tasnya sendiri, saya tetap dongkol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ingin ngomel ke supir saya itu, atau ke OB saya yang menurut dugaan saya buru-buru pergi dari rumah saya sehingga supir saya tidak mengerjakan perintah saya dengan baik. Tapi ketika saya menghubungi hp-nya berkali-kali tetap tidak bisa nyambung juga, akhirnya saya putuskan untuk memandikan anak bungsu saya dulu dan mandi. Saya pikir, lebih baik saya segar dulu, supaya ngomel pun lebih enak :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saya memandikan anak saya, iseng-iseng saya membuka laptop dan melihat fesbuk saya. Ternyata teman saya mentag saya di fotonya dia tentang pendidikan. Entah mengapa, ketika melihat gambar itu, saya langsung terhanyut dengan tema gambar itu, bahkan sempat ngobrol dengan Milen, anak bungsu saya, karena dia menanyai saya tentang gambar itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat terhanyut dengan gambar tersebut dan comment-comment di bawahnya, saya mengingat kembali tentang supir saya. Sebenarnya saya ingin posting status, untuk menumpahkan kedongkolan saya, tapi semangat saya untuk dongkol tiba-tiba redup bahkan setelah saya obok-obok hati saya, saya pastikan lagi, saya benar-benar tidak bersemangat lagi untuk tetap tinggal dalam kedongkolan itu. Saya bahkan sudah tidak ambil pusing lagi. Memang, saya tetap akan menanyai supir saya, karena saya perlu dia membantu meringankan beban kerja saya, dan kalau saya biarkan kejadian sekali ini dengan diam saja, jangan-jangan nantinya dia beranggapan saya tidak keberatan dengan kelalaiannya. Tapi saya sudah tidak emosi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah karena matahari sudah terbenam?&lt;br /&gt;
Apa hubungannya?&lt;br /&gt;
Karena kitab suci saya berkata, "janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu" (Ef 4:26) :))&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entahlah. Akhirnya, tidak jadi posting status dongkol, malah saya mengirim message kepada teman saya itu karena telah mengirim gambar yang bermanfaat sehingga pikiran dan hati saya yang sedang dongkol ini bisa terbelokkan fokusnya ke tema gambar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, jika sedang marah, mungkin lebih baik kita berdiam diri saja, mengumpat dalam hati, namun berusaha mencari pengalih perhatian supaya fokus kita tidak melulu ke pemicu rasa marah itu.&lt;br /&gt;
Dan sekali lagi Tuhan membuktikan, Dia menghibur saya, menjadi penolong dan sahabat saya. Ketika seseorang sedang marah, karena keinginannya tidak terpenuhi, dan tidak mungkin terpenuhi lagi, maka satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk membuatnya senang adalah dengan mengalihkan pikiran dan hatinya ke hal-hal yang lain. Itulah yang selama ini saya lakukan untuk orang-orang yang saya kenal, dan ternyata sekarang Tuhan melakukannya untuk saya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-8383239280276017367?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/_wsxRGjzVNo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/8383239280276017367/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=8383239280276017367" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8383239280276017367?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8383239280276017367?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/_wsxRGjzVNo/tidak-jadi-dongkol.html" title="Tidak Jadi Dongkol" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/11/tidak-jadi-dongkol.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcAQHw9fSp7ImA9WhRSEEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-4638156549998598837</id><published>2011-11-11T06:19:00.001+07:00</published><updated>2011-11-11T20:27:21.265+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-11T20:27:21.265+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="christian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lagi mikir" /><title>Sia-sia?</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/He2n-5xgKG70laf9bJrzkvUGODY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/He2n-5xgKG70laf9bJrzkvUGODY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/He2n-5xgKG70laf9bJrzkvUGODY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/He2n-5xgKG70laf9bJrzkvUGODY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ketika akan membacakan Alkitab untuk &lt;a href="http://candrajunior.blogspot.com/"&gt;anak saya&lt;/a&gt; di malam hari, saya melihat Kitab Pengkotbah secara sekilas. Meskipun malam itu saya tidak membacakan Kitab Pengkotbah untuk &lt;a href="http://candrajunior.blogspot.com/" target="_blank"&gt;anak saya&lt;/a&gt;, namun penglihatan yang sekilas terhadap Kitab Pengkotbah itu terngiang-ngiang di hati saya. Saya ingat, kitab itu sangat berkesan untuk saya (semua kitab di dalam Alkitab berkesan untuk saya dengan cara yang berbeda-beda) karena Pengkotbah menunjukkan banyak kesia-siaan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;
Kekayaan sia-sia, kecantikan sia-sia, bahkan hikmatnya pun dianggap sia-sia karena baik orang bodoh maupun orang berhikmat sama-sama akan mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini, seperti pagi-pagi sebelumnya, sambil memasak saya merenungkan Kitab Pengkotbah yang kemarin saya lihat sekilas itu, dan merasa heran. Salomo dalam karunia hikmatnya yang sangat terkenal juga kekayaan yang melimpah dan kesenangan-kesenangan yang mengelilinginya, mengatakan bahwa segala segala sesuatu di bawah kolong langit ini adalah sia-sia, karena pada akhirnya semua manusia akan mati, dan ketika kita mati, kita tidak akan membawa semua itu.&lt;br /&gt;
Sungguh kontras dengan yang dikatakan oleh Paulus yang hobby keluar masuk penjara karena memberitakan imannya, dia tidak pernah mengatakan bahwa hidupnya sia-sia. Bahkan Paulus berkata, "hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Lihatlah!" kata Tuhan sambil menemani saya memasak :), "Salomo dengan karunia hikmatnya yang spektakuler menganggap sia-sia semua yang pernah diperolehnya karena menganggap semua itu tidak bisa dibawa dan hanya akan ditinggalkan untuk orang lain ketika dia mati. Tentu saja, semua sia-sia jika kita hanya memikirkan apa yang bisa kita bawa untuk diri sendiri. Tetapi Paulus, yang tidak tenar dengan karunia-karunia yang kelihatan hebat, malah sering keluar masuk penjara seolah-olah dia adalah seorang penjahat, telah membawa banyak orang ke jalan kebenaran, dan dia tidak merasa ada yang sia-sia dalam hidupnya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya. Paulus telah mengumpulkan harta yang penting, harta yang dia simpan di sorga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seringkali kita mengukur kekayaan kita (maupun kekayaan orang lain) dari barang-barang yang dimiliki, bentuk rumah, merek mobil, merek baju dan aksesoris yang digunakan. Bahkan terkadang ada orang yang bangga karena bisa main perempuan, mabuk-mabukan, dan menikmati semua yang dia pikir adalah kesenangan-kesenangan bagi dirinya. Semua ukuran itu sifatnya egosentris dan hanya mementingkan diri sendiri. Pertanyaannya selalu, "berapa banyak yang sudah saya miliki atau pernah pakai?" Itu yang menjadi ukurannya untuk merasa kaya. Tidak heran, kita selalu merasa miskin dan kurang, karena manusia selalu merasa kurang ketika melihat orang lain kemudian melihat dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal, orang yang (merasa) berkelimpahan tidak akan merasa sayang untuk memberi kepada orang lain. Kita mungkin tidak pernah mengukur kekayaan kita dari "berapa yang sudah/bisa kita berikan kepada orang lain atau bahkan Tuhan?" Hal itu tidak lazim :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, pada akhirnya akan merasa semua yang dia lakukan sia-sia, karena dia tidak akan menikmati semua usahanya selama hidup ketika dia mati. Tetapi orang yang hidup untuk melayani Tuhan dan orang lain, tidak akan merasa sia-sia karena meskipun dia mati, dia telah menjadikan hidupnya berguna untuk orang lain dan menikmati sukacita yang Tuhan berikan ketika dia hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salomo pada akhirnya menyadari bahwa semua yang dia miliki sia-sia tanpa Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, inilah pencerahan yang saya dapatkan pagi ini. Manusia tidak akan pernah bahagia jika hanya memikirkan dirinya sendiri, dia akan selalu merasa kekurangan, tetapi ketika peduli dan ingin melayani dan membangun orang lain, dia akan merasa bahagia dengan hidupnya sendiri. Coba saja :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-4638156549998598837?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/vZ8d7QV7Q6s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/4638156549998598837/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=4638156549998598837" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4638156549998598837?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4638156549998598837?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/vZ8d7QV7Q6s/sia-sia.html" title="Sia-sia?" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/11/sia-sia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UFR3w-fyp7ImA9WhdbEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-8387684034485845060</id><published>2011-10-10T11:31:00.004+07:00</published><updated>2011-10-10T12:40:16.257+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-10T12:40:16.257+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><title>Belajar Moral Bersama Isaac #2</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/adIIi-O9U6JIAJbCawjaKp23MRk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/adIIi-O9U6JIAJbCawjaKp23MRk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/adIIi-O9U6JIAJbCawjaKp23MRk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/adIIi-O9U6JIAJbCawjaKp23MRk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://candrajunior.blogspot.com/2011/10/isaac-belajar-moral-sambil-memasak.html"&gt;http://candrajunior.blogspot.com/2011/10/isaac-belajar-moral-sambil-memasak.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya akhirnya mulai aktif lagi untuk melibatkan anak-anak dalam kegiatan saya di rumah dan sebisa mungkin di kantor juga.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini berkat atau gara-gara pelajaran moralnya Isaac yang sekalian memaksa saya untuk memberikan pengalaman hidup dengan materi pelajarannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih ingat pertanyaan tentang ibu yang sibuk memasak dan dijawab oleh Isaac dengan &lt;u&gt;menunggunya&lt;/u&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya saya berniat membicarakan ini dengan guru pelajaran moralnya Isaac. Mengapa tidak membuat soal yang lebih realistis untuk anak-anak kelas 1 SD ketimbang memperhadapkannya dengan kegiatan memasak yang pasti jarang dilakukan oleh anak-anak kelas 1 SD? Kenapa pekerjaan rumah yang ditanyakan harus "memasak"? Kenapa bukan "membereskan mainan", "membersihkan kamar tidur", dll?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi saya berulang kali merenungkan soal tersebut. Si pembuat soal memang sudah memberikan suasana sendiri pada soal tersebut dengan memberikan sebuah kalimat di atas soal berbunyi : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sayang pada ayah dan ibu, maka saya suka membantu ayah dan ibu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu di bawahnya ada soal : ketika ibu sibuk memasak, saya akan ....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin gurunya juga sudah membacakan kembali soal tersebut ketika anak-anak mengerjakannya, mungkin memang dasar Isaac yang tidak ngeh maksud kalimat di atas soal itu sebenarnya untuk memberitahukan jawaban soal di bawahnya :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya mencoba berdiri di posisi sang guru, yang mungkin sudah digarisi oleh kurikulum dengan hafalan-hafalan yang mematikan potensi siswa .. ya sudah lah .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jawaban anak saya juga sebetulnya tidak salah, walaupun dia menyayangi saya, dia tidak perlu menunjukkan rasa sayangnya dengan membantu saya memasak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena jika Mami sedang memasak, dia berpikir, lebih baik &lt;u&gt;menunggu&lt;/u&gt; di radius yang aman, supaya tidak kena cipratan gorengan, atau karena dorongan rasa ingin tahunya jadi ingin memegang ini dan itu sehingga bisa saja menyebabkan kecelakaan di dapur yang berakibat acara masaknya Mami jadi berantakan dan tambah lama. Ini disebabkan karena saya jarang memasak karena sudah ada asisten atau Mami atau Mamah saya yang memasak, dan mereka pasti tidak akan mengijinkan anak kecil berada di dapur ketika mereka sedang memasak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya tidak mengatakan bahwa dia salah dengan jawabannya, saya hanya mengatakan, "jawaban kamu ga apa-apa, lao shi hanya menginginkan jawaban yang lain". Entah bagaimana dia menangkapnya, semoga tidak ditangkap secara keliru seperti yang saya takutkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beda ketika pertanyaan itu ditanyakan mungkin kepada anak kelas 3 atau yang lebih tinggi, mereka mungkin sudah lebih bisa berhati-hati di dapur, atau minimal, sudah lebih bisa munafik memberikan jawaban yang baik-baik saja :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika saya merenungkan berulang-ulang kejadian itu, akhirnya saya berkeputusan mengurungkan niat saya untuk mendebat si guru atau pembuat soal. Teorinya sudah bagus, hanya penerapannya yang menurut saya terlalu tinggi untuk anak saya. Maka mungkin saya lebih baik "mengupgrade" diri saya sendiri supaya bisa mengupgrade anak saya. Bukan dengan mengajarkan hafalan teorinya, tapi dengan belajar mempraktekkan teori tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemarin saya iseng-iseng mengajak Isaac terlibat dalam acara memasak saya di dapur. Tentu saja, tidak hanya Isaac, tapi kedua adiknya juga. Bedanya, Isaac sudah lebih serius melakukannya karena dia sebenarnya memang suka membantu saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Walapun pada kenyataannya, kali ini sayalah yang membantu dia memasak :) Tapi pengalaman yang kami sebut dengan "membantu mami" itu tampaknya disukai oleh Isaac.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada beberapa makanan yang bisa dibuat tanpa perlu kompor yang menyala-nyala bisa dibuat sendiri oleh Isaac. Misalnya meramu koko crunchnya dengan susu, mengupas apel dan memotongnya, atau meracik roti tawarnya sendiri, malahan Isaac yang mengajari kami orang tuanya cara mengupas apel yang paling gampang dan aman. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi karena dia jarang dilibatkan dalam kegiatan rumah baik oleh asisten rumah tangga ataupun nenek-neneknya, dia jadi jarang membuat sendiri makanannya dan terbiasa meminta dibuatkan meskipun sebenarnya bisa membuatnya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hanya kalau ada saya di rumah, tanpa asisten, bersama anak-anak, Isaac bisa bereksperimen sendiri dengan makanannya. Tapi kesempatan seperti itu bisa dibilang jarang, karena hampir sepanjang hari saya menghabiskan waktu di kantor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika saya mengajak anak-anak ke kantor pun, tidak selalu ada kesempatan untuk belajar melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah, karena semua sudah ada yang melakukannya :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang saya berusaha untuk mengerjakan urusan kantor dari rumah selama tidak ada meeting atau orang yang membutuhkan kehadiran saya, supaya saya bisa lebih banyak bersama anak-anak. Dan kalau harus ke kantor pun, saya berusaha untuk melibatkan anak-anak lagi dalam kegiatan-kegiatan saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Ada satu soal lain lagi yang beda standar dengan saya :D Menurut saya, rasa malu adalah kontrol yang lebih kuat atas moralitas seseorang, karena muncul dari diri sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika kemarin ada soal "saya terlambat datang ke sekolah, akibatnya saya...", anak saya menjawab &lt;u&gt;malu&lt;/u&gt;, tetapi si guru menginginkan jawaban &lt;u&gt;dimarahi guru.&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengapa tidak lebih mengharapkan siswa punya kesadaran sendiri dengan merasa malu kalau terlambat ke sekolah, atau merasa rugi karena ketinggalan pelajaran ketimbang takut dimarahi guru? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi saya, dimarahi guru karena terlambat datang ke sekolah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti (apalagi ditanamkan kepada siswa), karena tidak ada manfaatnya terhadap proses belajar-mengajar. Bahkan saya mungkin bisa marah balik ke gurunya karena anak saya sebagai customer seharusnya diperlakukan dengan baik, bukannya dimarahi karena terlambat hadir di sekolah. Keterlambatan seharusnya menjadi kerugian di pihak siswa karena sebagai customer yang sudah membayar, mereka jadi ketinggalan materi pelajaran, atau menyebabkan mereka malu karena menjadi satu-satunya orang yang melintasi kelas sementara yang lain sudah duduk manis dan akhirnya dia menjadi pusat perhatian yang negatif.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beda standar moral nih? :) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-8387684034485845060?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/WDBHiYszFfk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/8387684034485845060/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=8387684034485845060" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8387684034485845060?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8387684034485845060?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/WDBHiYszFfk/belajar-moral-bersama-isaac-2.html" title="Belajar Moral Bersama Isaac #2" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>5</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/10/belajar-moral-bersama-isaac-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkUAQ3w5cCp7ImA9WhdbEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-7875239664333686912</id><published>2011-10-10T08:08:00.004+07:00</published><updated>2011-10-10T09:37:22.228+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-10T09:37:22.228+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sahabat" /><title>Sahabat dan Roti Gandum</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HoKgHAuFq6c1Jsa6w4_Xs4cGbTw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HoKgHAuFq6c1Jsa6w4_Xs4cGbTw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HoKgHAuFq6c1Jsa6w4_Xs4cGbTw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/HoKgHAuFq6c1Jsa6w4_Xs4cGbTw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-futvMtgUXto/TpJF6YAGUbI/AAAAAAAAB78/XHWHK0sG-04/s1600/2011---10---10-roti-gandum.png" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-futvMtgUXto/TpJF6YAGUbI/AAAAAAAAB78/XHWHK0sG-04/s320/2011---10---10-roti-gandum.png" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5661664550735729074" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak beberapa bulan yang lalu, saya .. entah bagaimana caranya .. bertemu lagi dengan sahabat lama saya waktu SMU, Yennie Kurniawan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yennie ini suka masak. Dulu ketika SMU kami pernah membuat pizza mini bersama di rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa hari yang lalu, sahabat saya ini mengikuti seminar tentang gaya hidup sehat yang membahas pola-pola hidup sehat, terutama masalah makanan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan rupanya dia pembelajar yang sangat baik. Tidak mau biaya seminar terbuang sia-sia, dia mempraktekkan semua yang dia dapat di seminar tersebut, termasuk mengganti roti sarapannya dengan roti gandum.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika saya ajak dia mengikuti camp Wanita Bijak di Serpong minggu lalu, dia membawakan saya roti gandum yang sudah diberi selai sarikaya. Awalnya saya enggan, karena saya sudah pernah mencoba makan roti gandum, tapi ternyata saya tidak menyukainya. Tapi karena dia sudah bersusah payah membawakan saya, saya berusaha menghabiskannya, walaupun  .. benar-benar bersusah payah. Saya menghabiskannya sampai keesokan harinya :)) haha .. Sebenarnya itu karena selain roti gandum dia juga membawa banyak jajanan pasar untuk saya. Ini sebenarnya sahabat atau mami sih? :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika potongan ke ... berapa yah .., saya sudah mulai merasakan enaknya. Roti gandum yang kasar dan seret itu sudah bisa diterima oleh lidah saya. Dan akhirnya sekarang saya mulai mengkonsumsi roti gandum juga, karena mulai menyukainya selain karena lebih sehat :) Kalau sekarang, karena semua kondisi masih sehat, kolestrol dan semuanya masih normal, saya hanya membiasakan diri saja, supaya kalau suatu saat tiba-tiba kolestrol saya buruk dan saya harus makan makanan yang aneh-aneh, paling tidak saya sudah terbiasa :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi ketika saya mulai mencari roti gandum ini, biasanya saya sering melihatnya di swalayan, tiba-tiba seperti menghilang. Bahkan ketika akhirnya saya mendapatkan 1 roti gandum di salah satu swalayan, itu sudah tinggal satu-satunya. Dan ternyata roti yang awalnya menurut lidah saya tidak enak itu harganya lebih mahal daripada roti tawar biasa x_x &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Koq bisa ya?" kata saya dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya berterima kasih pada sahabat saya ini, sudah menshare ilmunya walaupun dia dapat dengan mahal tapi tidak pelit-pelit membagi ilmunya secara gratis bahkan memaksa saya mempraktekkannya :) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasanya saya tidak perlu menjabarkan mengapa roti gandum lebih sehat, karena sudah banyak yang melakukannya di dunia maya ini dan kita bisa mendapat informasi lengkap lewat google atau mesin pencari lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-7875239664333686912?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/aoQJS0MhPO0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/7875239664333686912/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=7875239664333686912" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7875239664333686912?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7875239664333686912?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/aoQJS0MhPO0/sahabat-dan-roti-gandum.html" title="Sahabat dan Roti Gandum" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-futvMtgUXto/TpJF6YAGUbI/AAAAAAAAB78/XHWHK0sG-04/s72-c/2011---10---10-roti-gandum.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/10/sahabat-dan-roti-gandum.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUFR3w_fCp7ImA9WhdUGE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-3003627157207268783</id><published>2011-10-05T15:21:00.003+07:00</published><updated>2011-10-05T16:16:56.244+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-05T16:16:56.244+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><title>Belajar Moral Bersama Isaac</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LImp_nMyLCSnzpGDkCgqn4ZGf4c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LImp_nMyLCSnzpGDkCgqn4ZGf4c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LImp_nMyLCSnzpGDkCgqn4ZGf4c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LImp_nMyLCSnzpGDkCgqn4ZGf4c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Sebelumnya silahkan memirsa tulisan saya di &lt;a href="http://candrajunior.blogspot.com/2011/10/isaac.html"&gt;http://candrajunior.blogspot.com/2011/10/isaac.html&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Diyenggg!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kali ini saya menghadapi dilema dengan pelajaran moral anak sulung saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya, walaupun menggelikan, saya kasihan juga pada anak saya yang sudah menjawab dengan tulus dan jujur :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya selalu menasehati anak saya untuk menjawab soal tes sesuai keadaan dirinya. Kalau memang tidak bisa atau tidak tahu, ya sudah, tidak perlu melihat jawaban temannya, itu namanya tidak jujur. Kalau jawabannya salah, berarti dia tidak tahu, maka perlu belajar supaya bisa menjawab dengan benar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan ada kalanya saya tidak terlalu memaksa dia untuk belajar walapun besoknya ada tes, untuk memberi "pelajaran" lain, bahwa kalau dia tidak belajar dengan serius, akan susah mengerjakan tes dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi kali ini bukan soal eksak seperti matematika atau science. Untuk hal-hal yang eksak seperti itu saya nyaris tidak perlu khawatir karena Isaac mudah mempelajarinya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah pelajaran moral, dan seperti ilmu sosial, jawabannya seringkali bergantung pada budaya masing-masing tempat atau bahkan keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam kasus pertanyaan ini, memang secara teori, seorang anak yang dianggap bermoral sesuai standar ... entah standar mana yang digunakan :D, jika ibunya memasak, maka anak diharapkan membantu ibunya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi pada kenyataannya tidak semua ibu dapat menuntut si anak untuk membantu di dapur, dan tidak semua anak kelas 1 SD dapat dituntut untuk membantu ibunya di dapur. Baik karena kondisi dapur, kemampuan koordinasi motorik anak, kebiasaan dalam keluarga, maupun waktu yang terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka bisa jadi, bagi beberapa keluarga, menunggu adalah tindakan yang paling baik untuk dilakukan seorang anak ketimbang dia berusaha membantu di dapur yang mungkin berujung pada acara memasak si ibu malah bertambah lama dan dapur jadi kacau sehingga si ibu punya pekerjaan tambahan lagi :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau saya suruh anak saya menjawab seperti yang diharapkan lao shi-nya, yaitu membantu, maka yang dibayangkan anak saya membantu ibu memasak adalah ikut terlibat di dapur, sementara pada prakteknya saya malah lebih suka dia mengerjakan hal lain sementara saya memasak, maka ada bahaya yang lain lagi yang mungkin timbul, yaitu munculnya pemikiran di benak si anak bahwa teori tidak harus sama dengan prakteknya, alias .. munafik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah hal-hal ini yang menyebabkan pelajaran moral tidak banyak berguna untuk membangun moral generasi muda sekarang? Sebab isinya hal-hal yang tidak terjangkau oleh anak, sulit dilakukan dan hanya teori. Sehingga sedari kecil anak sudah terbiasa dengan kegiatan menjawab sesuai yang diinginkan oleh gurunya, bukan apa yang menjadi kenyataan hidupnya supaya terukur pemahamannya akan moral.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah salah satu resiko bersekolah formal hehehe .. Maka saya akan menanggung resiko ini dengan mengerahkan segala kreatifitas saya untuk meminimalkan akibatnya. Semoga tidak sering-sering berhadapan dengan yang seperti ini :D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-3003627157207268783?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/oSZb-rbOUj0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/3003627157207268783/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=3003627157207268783" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3003627157207268783?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3003627157207268783?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/oSZb-rbOUj0/belajar-moral-bersama-isaac.html" title="Belajar Moral Bersama Isaac" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/10/belajar-moral-bersama-isaac.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEMERHg_eSp7ImA9WhdUFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-2164360945081534721</id><published>2011-10-03T13:53:00.004+07:00</published><updated>2011-10-03T16:00:05.641+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-03T16:00:05.641+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pernikahan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="christian" /><title>Tuhan Memang Ada dan Menyertai Saya :)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Zu5AkdrD-AuPfslftmygFqpoHR0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Zu5AkdrD-AuPfslftmygFqpoHR0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Zu5AkdrD-AuPfslftmygFqpoHR0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Zu5AkdrD-AuPfslftmygFqpoHR0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Beberapa bulan yang lalu suami saya mengikuti camp Pria Sejati.&lt;div&gt;Sebenarnya bukan baru-baru ini saja kami mendengar tentang camp tersebut, tapi karena cara penyampaian di gereja terkesan lebay menurut kami, dan suami saya tergolong orang yang malas meluangkan waktu untuk acara-acara yang harus dijalani sendiri apalagi sampai nginep (kecuali acara meeting yang menghasilkan duit :D), maka dia tidak pernah mengikutinya .. sampai suatu saat .. rekan bisnisnya mendaftarkan dia untuk ikut camp bersama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suami saya tidak ada masalah dengan saya, sayalah yang rasanya ada masalah dengan dia karena kesalahannya yang menyebabkan saya terluka dan ketika saya berharap dia mengobati luka itu, dia malah membuat luka itu semakin parah :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali dari acara camp itu, dia share beberapa hal pada saya, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. bahwa ada beberapa pria non kristen yang juga ikut serta dalam camp tersebut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. banyak mantan-mantan banci yang sudah dipulihkan kepriaannya dan ikut melayani dalam camp tersebut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. beberapa kesaksian pria-pria yang dipulihkan dalam camp tersebut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pulang dari situ pun, suami saya kelihatannya lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga daripada sebelumnya. Sehingga beberapa hari kemudian, saya memberanikan diri untuk membahas masalah luka hati saya dan lagi-lagi berharap dia akan melakukan sesuatu untuk mengobati luka hati itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata saya mengharapkan terlalu banyak, suami saya tetap tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika melukai hati istrinya. Dia benar-benar tidak tahu karena dia sendiri juga merasa bersalah sekali dengan kesalahannya itu sampai-sampai jika saya mengungkit kembali kejadian itu, dia merasa tidak nyaman dengan hatinya sendiri, sehingga kata-kata terakhir yang saya dengar dari mulutnya tentang masalah ini adalah, "Kalau kamu merasa takut dengan hal itu hadapilah sendiri ketakutanmu!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, apapun yang dia ucapkan, secara psikologis saya "menutup telinga".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena saya harus menghadapi ketakutan saya sendirian, maka saya harus tegar. Berada dalam perlindungan dan kasih sayang seorang pria, hanya membuat saya menjadi lemah karena "kecanduan". Jadi cara yang saya pikir paling bisa saya lakukan untuk menjadi tegar adalah dengan menganggap bahwa saya hanya punya diri saya sendiri (dan Tuhan) untuk diandalkan (sampai sini masih benar), dan harus menghilangkan rasa sayang saya kepada suami supaya saya bisa kuat berdiri, karena rasa sayang itu membuat saya lemah (nah, yang ini sudah keliru :D).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suatu hari entah bagaimana dan mengapa, saya merasakan perubahan pada suami saya. Sepertinya dia sangat mengerti saya dan "memanjakan" perasaan saya. Sejak saat itu, tanpa diminta luka hati saya terhadapnya langsung sembuh. Dan saya tidak lagi ingin membahasnya sama sekali, karena sudah tidak perlu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian suami saya meminta saya untuk menghadiri acara pertemuan pria sejati di Mangga Dua, di situ saya baru tahu, diapain saja suami saya selama camp :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Merasa terberkati dengan perubahan suami saya, saya jadi ingin memberkati wanita-wanita lain. Jadilah saya kemarin membawa 4 orang teman ikut camp Wanita Bijak di Serpong dan beberapa karyawan di kantor mengikut camp Pria Sejati di Puncak. Harapan saya, semakin banyak pria dan wanita yang menyadari hakekat jenis kelaminnya (apaan sih? hihihi..), mudah-mudahan semakin berkurang kasus-kasus kejahatan dan kekerasan yang berhubungan dengan kelamin ini. Jauh sekali dari pemikiran untuk membuat orang menjadi Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa karyawan saya yang non kristen menolak tawaran untuk mengikuti camp pria sejati ini karena kuatir mereka akan "dikristenkan". Semudah itukah menjadi Kristen di pemandangan mereka? Suami saya sudah mengatakan pada mereka, "seperti makan buah, ambil buahnya, buang kulitnya". Tapi mereka tetap takut. Saya sungguh takjub, tidak menyangka kekristenan begitu hebatnya di mata orang-orang non kristen, sehingga mereka berpikir bahwa jika seorang yang non kristen hadir saja dalam sebuah camp, maka orang itu bisa jadi kristen wkwkw .. Sebenarnya mereka lebih beriman daripada orang kristennya sendiri, karena sadar atau tidak sadar mereka mengakui kehebatan Tuhannya orang kristen yang kalau mereka berani dekat-dekat saja, maka bisa jadi kristen :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beberapa tahun yang lalu, saya sering sekali mendengar kotbah-kotbah Zainuddin MZ dan A'a Gym. Sampai-sampai saya dan suami pernah melalui beberapa minggu tanpa ke gereja karena memang belum bergereja di mana-mana, tapi sorenya malah menunggu A'a Gym tampil di TV untuk mendengarkan kotbahnya, karena menurut kami kotbah mereka lebih membumi daripada kotbah pendeta-pendeta di gereja (sampai akhirnya A'a Gym berpoligami dan tidak lagi ditampilkan di tipi, dan kami akhirnya menemukan sebuah gereja yang cukup "membumi"). Sehingga kalau orang tua kami bertanya, "kamu ke gereja mana hari ini?" maka mereka akan mendapat jawaban, "ke gereja A'a Gym" :D Tapi tetap sampai hari ini saya dan suami tidak juga memeluk agama yang sama dengan mereka.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke WB .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya, teori-teori yang saya dapatkan di Wanita Bijak, adalah rangkuman dari apa yang saya pelajari dari buku-bukunya Benny Hinn, T.D. Jakes, Gary Smalley, John M. Gottman, Joyce Meyer, dan penulis-penulis lain yang menuliskan baik tentang membangun roh kita maupun tentang pernikahan dan hubungan pria wanita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dimulai dengan pemulihan gambar diri wanita dan keberhargaannya, lalu kami belajar tentang pemulihan fungsi, dan akhirnya bagaimana menjadi teladan bagi generasi berikutnya maupun wanita lain. Sebenarnya semua itu secara umum ada dalam pelajaran di pemuridan, dan saya sudah belajar itu dari Tuhan, dari penulis-penulis buku rohani, dari bapak rohani saya, dan belajar praktek dengan suami dan anak-anak saya :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hebatnya, Tuhan tidak pernah memberikan "makanan" yang basi untuk kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika semua pelajaran itu diberikan dalam kemasan baru dan disajikan dalam kehidupan pernikahan, Tuhan menunjukkan pada saya yang selama ini suka ragu-ragu akan kehadiran Tuhan dan seringkali bertanya-tanya apakah Tuhan memang ada atau hanya sugesti psikologis para pendeta dan kaum agamawi belaka. Kali ini Tuhan membuat mata hati saya melihat dan hati saya menjadi hangat karena mengetahui bahwa Tuhan memang ada di sana ketika semua masalah terjadi dalam hidup saya dan semua itu memang latihan-latihan untuk roh dan jiwa saya supaya menjadi semakin dewasa dan kuat di dalamNya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melihat kejadian-kejadian dalam hidup saya diputar ulang seperti sebuah film, saya merasa, jika saya hanya sendiri, tanpa Tuhan, saya tidak mungkin mengambil keputusan atau tindakan-tindakan seperti itu. Saya ini impulsif, meledak-ledak, bodoh dan tidak bisa apa-apa, jika semua masalah itu terlewati dan saya masih selamat dan pernikahan saya masih utuh, maka pasti ada pribadi yang lain yang menggerakkan saya untuk berpikir dan bertindak dengan bijaksana dan menyelamatkan saya dari masalah-masalah yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka itu pastilah Tuhan yang sedang dan telah melatih saya selama ini, dan akan terus melatih saya sampai saya menjadi sempurna seperti Dia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berkat yang nyeleneh untuk ukuran "pulang dari camp wanita bijak". Ketika sesi demi sesi saya lalui, saya berkali-kali bicara pada Tuhan, "Ya, itu koq seperti saya ya, penyelesaiannya juga seperti itu, jadi selama ini Engkau memang mengajari saya dan tidak meninggalkan saya ya?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Dudul! Emangnya siapa lagi?" mungkin seperti itu Tuhan memaki saya, tapi tidak kedengaran oleh telinga jasmani saya :))&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-2164360945081534721?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/KkMd1B308xA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/2164360945081534721/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=2164360945081534721" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/2164360945081534721?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/2164360945081534721?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/KkMd1B308xA/tuhan-memang-ada-dan-menyertai-saya.html" title="Tuhan Memang Ada dan Menyertai Saya :)" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/10/tuhan-memang-ada-dan-menyertai-saya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0UMRno6fip7ImA9WhdQFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-3132302733625901255</id><published>2011-08-18T11:19:00.003+07:00</published><updated>2011-08-18T11:21:27.416+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-18T11:21:27.416+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Wow .. Tampilan Baru di Blogger</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sas3uprvRNrdgM6apE4xSsxHvnY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sas3uprvRNrdgM6apE4xSsxHvnY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sas3uprvRNrdgM6apE4xSsxHvnY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/sas3uprvRNrdgM6apE4xSsxHvnY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ternyata gak susah ngedit komponen-komponen blog di blogger ini. &lt;div&gt;Saya baru nemu caranya ngerubah template dan huruf di sini .. setelah sekian lama .. baru kepingin nyoba .. oo ternyata blogger punya sesuatu yang baru to.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Baru buat saya, lama buat dia, sebab saya yang malas mempelajarinya. Baru tahu sekarang :D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-3132302733625901255?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/-BuBFhezimA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/3132302733625901255/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=3132302733625901255" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3132302733625901255?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3132302733625901255?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/-BuBFhezimA/wow-tampilan-baru-di-blogger.html" title="Wow .. Tampilan Baru di Blogger" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/08/wow-tampilan-baru-di-blogger.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYDSX4_cCp7ImA9WhdRFkk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-8731853508295148857</id><published>2011-08-06T22:04:00.002+07:00</published><updated>2011-08-06T22:06:18.048+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-06T22:06:18.048+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Keponakan Baru #2</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m-rkrO3yJ_fG8E_BuEtXPYGsYfM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m-rkrO3yJ_fG8E_BuEtXPYGsYfM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m-rkrO3yJ_fG8E_BuEtXPYGsYfM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/m-rkrO3yJ_fG8E_BuEtXPYGsYfM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Nama : Katherine Octavia&lt;div&gt;Tanggal Lahir : 3 Agustus 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berat Lahir : 3,1 kg&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Panjang Lahir : 49 cm&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Makanan : ASI Eksklusif&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pekerjaan : nangis, e'ek, ngompol, tidur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-8731853508295148857?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/Hlqo5LnIxQ0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/8731853508295148857/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=8731853508295148857" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8731853508295148857?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8731853508295148857?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/Hlqo5LnIxQ0/keponakan-baru-2.html" title="Keponakan Baru #2" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/08/keponakan-baru-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE4MQ3czfyp7ImA9WhdRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-4699922134064205259</id><published>2011-08-04T12:46:00.002+07:00</published><updated>2011-08-04T12:49:42.987+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-04T12:49:42.987+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Keponakan Baru</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PQ79E-1gM82fbHcQyHzsdgaGVF0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PQ79E-1gM82fbHcQyHzsdgaGVF0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PQ79E-1gM82fbHcQyHzsdgaGVF0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/PQ79E-1gM82fbHcQyHzsdgaGVF0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tadi malam akhirnya keponakan saya, anaknya Stiven, adik saya, lahir.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya belum dapat banyak keterangan mengenai bayinya, karena setelah menunggu dari sore, baru malam hari pukul 9 bayinya berhasil dilahirkan. Jadi setelah melihat sekilas bayinya ketika dibawa keluar oleh suster, saya langsung mengajak anak-anak pulang karena mereka harus bangun pagi untuk bersekolah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi .. nanti tak update lagi ya .. :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-4699922134064205259?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/OOwH7BLQKow" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/4699922134064205259/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=4699922134064205259" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4699922134064205259?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4699922134064205259?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/OOwH7BLQKow/keponakan-baru.html" title="Keponakan Baru" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/08/keponakan-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEANQn45cCp7ImA9WhdRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-5417642281578799777</id><published>2011-08-04T12:09:00.004+07:00</published><updated>2011-08-04T12:46:33.028+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-04T12:46:33.028+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Belajar Nyupir</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xyulZ341_q7w2rlTcxXLlwrZOrA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xyulZ341_q7w2rlTcxXLlwrZOrA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xyulZ341_q7w2rlTcxXLlwrZOrA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xyulZ341_q7w2rlTcxXLlwrZOrA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Bermula dari melihat suami yang sepertinya menderita sekali kalau penyakit &lt;a href="http://doktersehat.com/ankylosing-spondylitis-rematik-sistemik/"&gt;Ankylosing Spondylitis&lt;/a&gt; - nya kumat, dan memang sangat sering kumat sejak Oktober 2010 - April 2011 kemarin, aku berpikir ingin bisa nyetir mobil supaya bisa nyupirin suami kalau harus meeting ke mana-mana dan ga ada supir yang bisa disuruh, atau nyupirin anak-anak dan diri sendiri supaya supirnya bisa nyupirin suamiku :D.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Kebetulan sejak Desember 2010 - April 2011 kemarin semua karyawan pria di kantor kami dikerahkan untuk percepatan penyelesaian project internet kecamatan, jadi seringnya suami saya pergi ke mana-mana tanpa diantar supir karena satu-satunya supir yang tinggal mengantarkan saya dan anak-anak. Prihatin juga lihat keadaan suami seperti itu, sudah sakit masih harus kerja ke mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Suami saya juga berpikir hal yang sama tentang masalah bisa nyupir ini, walaupun dulunya dia punya pendapat yang berbeda, "Ngapain kamu belajar nyupir, kan sudah tak kasih mobil yang pakai teknologi voice command (alias mobil plus supir yang tinggal disuruh-suruh hehehe)".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sekarang tiba-tiba dia mau saya belajar nyupir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Namun yang saya inginkan adalah diajari nyupir oleh orang yang dekat, bukan belajar di tempat kursus nyetir mobil. Mau mengganggu karyawan, pada sibuk semua, minta tolong teman saya yang bisa nyetir juga mereka bisanya malam, mobil-mobil kantor juga sering bepergian untuk tugas di lapangan, sementara siang juga saya kerja di kantor dan malam sudah mengurus anak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Ternyata suami saya punya cara sendiri untuk memaksa saya harus belajar nyetir mobil. Dia belikan saya mobil, khusus untuk saya. Tidak seperti orang lain, selalu mengajukan syarat, "Kalau kamu mau dibelikan mobil, harus sudah bisa nyetir dulu". Suami saya melakukan yang sebaliknya. Dulu juga begitu, di awal pernikahan kami, karena rumah yang kami tempati berada nun jauh di dalam perumahan, yang kalau ditempuh dengan jalan kaki lumayan jauh dan tidak ada kendaraan umum, dia belikan saya sepeda motor bekas, dan mau tidak mau saya harus menaikinya karena sudah terlanjur di beli dan tidak bakalan dipakai oleh suami saya karena dia sudah punya sendiri. Akhirnya saya belajar :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hari pertama mobil baru saya datang, saya iseng-iseng menghubungi teman saya yang juga rekan bisnis saya. Saya minta padanya untuk diajari menyetir mobil, dan di luar dugaan dia langsung setuju dan bisa ketemu hari itu juga :D&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Jadi saya gunakan waktu 2 jam di sore hari untuk belajar nyetir dengan teman saya. Untuk permulaan ini, saya disuruh nyetir pakai mobil matic, sesuai mobil yang saya punya. "Yang penting bisa jalan dulu, kalau pakai manual ntar lama belajarnya," kata teman saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;OK deh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Lalu malamnya saya cerita ke suami bahwa hari itu saya belajar nyetir mobil bersama teman saya. Reaksi suami saya ternyata senang sekali. Hari-hari berikutnya, dia sangat bersemangat mengajari saya, dan langsung mengajak saya turun ke jalan raya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Takut .. deg-degan .. tapi senang juga hahaha .. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Sekarang sudah sebulan lebih saya dengan "pelajaran mengendarai mobil matic" saya. Tidak setiap hari saya bisa nyetir sih, karena suami saya belum mengijinkan saya menyetir sendirian, selain karena belum punya SIM juga. Waktu ngantar Olsy ke kosnya dan menjemput anak-anak selesai berenang di hotel itu adalah perkecualian karena keadaan yang mendesak :))&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Saya sih pinginnya langsung ke kantor SAMSAT untuk ngurus SIM A tapi suami saya bilang, mendingan saya ambil beberapa pertemuan dengan kursus menyetir baru buat SIM. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Setelah itu, maka tugas mengantar Isaac ke Serpong setiap pagi akan berpindah dari Pak Supir ke saya. Tapi saya sendiri bertanya-tanya, "Bisa gak ya, kalau saya tinggal ke Serpong, suami saya itu sendirian di rumah mengurusi Grace yang akan berangkat sekolah pukul 7.30-nya?" Karena suami saya tidak selalu bisa pulang sore, seringnya malah tengah malam baru pulang sehingga tidak tega membangunkannya terlalu pagi. Sementara, kalau sudah tiba di Serpong, untuk kembali lagi ke Jakarta, pasti bisa sangat lama karena macet, selain itu juga 2 kali PP Jkt-Serpong sangat tidak hemat BBM :D. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Itu sebabnya, kalau harus mengantar Isaac, saya berencana mondok di Bintaro, di tempat skincare yang saya buat bersama teman-teman saya. Di situ saya bisa mengerjakan laporan keuangan skincare itu atau mengerjakan pekerjaan Isatnet dengan meremote komputer di kantor saya, dan mengurusi Milena, sambil menunggu Isaac selesai sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Hmm .. kalau saya harus belajar nyupir, maka kali ini suami saya harus belajar ngurus anak hehehe .. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-5417642281578799777?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/Oylu8Wl-0MA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/5417642281578799777/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=5417642281578799777" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/5417642281578799777?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/5417642281578799777?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/Oylu8Wl-0MA/belajar-nyupir.html" title="Belajar Nyupir" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/08/belajar-nyupir.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQGRHc6eyp7ImA9WhdSEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-9135608232503978454</id><published>2011-07-21T06:44:00.002+07:00</published><updated>2011-07-21T08:05:25.913+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-21T08:05:25.913+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><title>Hari Pertama Isaac Masuk SD</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LjHcp0ZYld-nN97S9t65ju-b-ak/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LjHcp0ZYld-nN97S9t65ju-b-ak/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LjHcp0ZYld-nN97S9t65ju-b-ak/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/LjHcp0ZYld-nN97S9t65ju-b-ak/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Tanggal 18 Juli 2011 kemarin adalah hari pertama Isaac masuk SD. Prosesnya sudah lebih mudah ketimbang ketika dia masuk Preschool dulu. Isaac sudah lebih mandiri dan tidak takut jalan sendiri di sekolahan.&lt;div&gt;Yang cukup berat awalnya adalah persiapan ke sekolahnya. Karena jarak rumah ke sekolah sangat jauh, saya harus bangun pukul 4 pagi untuk mempersiapkan sarapan dan bekal sekolahnya. Isaac mulai dibangunkan pukul 5 pagi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hari pertama dia dibangunkan pukul 5 pagi untuk sekolah, tau gak reaksinya bagaimana? "Aku gak mau sekolah malem-malem" katanya merengek. hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Lho ini sudah pagi, nanti kamu siap-siap sebentar langitnya udah terang,"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya dia mau jalan ke kamar mandi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suami saya juga awalnya susah bangun. Tadinya saya minta dia membantu persiapannya Isaac karena saya sendiri sebenarnya masih ngantuk berat walaupun sudah sempat sibuk di dapur menyiapkan bekalnya Isaac. Saya minta dia untuk membantu persiapannya Isaac karena dia yang paling ngotot untuk menyekolahkan Isaac di Serpong di sekolahnya yang sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi rasanya tidak adil kalau dia tidak ikutan merasakan "penderitaan" dalam persiapannya hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak lama kemudian suami saya bangun, malah lebih bersemangat daripada saya. Wow .. Dia malah mau mengantar sendiri Isaac ke sekolahnya padahal saya sudah pesan supir untuk datang pagi untuk nganterin Isaac ke Serpong. Saya bahkan tadinya berencana tidak akan mengantar Isaac ke Serpong karena toh sampai sana tetap saya tidak bisa masuk pintu sekolahan. Jadi saya pikir, daripada saya mengantar sampai Serpong dan hanya menunggu saja di lobby sekolah, lebih baik saya di rumah melanjutkan tidur :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena suami saya ingin mengantar, dia juga mengajak saya untuk ikut, akhirnya saya ikut mengantar ke Serpong. Supirnya gak jadi nganterin karena ternyata ban mobil kempes, jadi kami menggunakan mobil yang lain sementara si supir membawa mobil kempes itu ke bengkel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya yang jadi supirnya sekarang :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba di sekolah, saya baru sadar, Isaac tidak pakai dasi dan tidak bawa topi x_x&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Parah banget saya ini sebagai Maminya :)) Lama tidak sekolah formal dan di TKnya Isaac dulu kan tidak pakai topi dan dasi, jadi saya benar-benar sama sekali tidak terpikir masalah dasi dan topi walaupun sebenarnya sudah beli sejak saya membeli buku-buku dan seragamnya Isaac.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhatian saya sepenuhnya tertuju pada persiapan bekalnya Isaac. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyiapkan makanan memang menguras banyak energi saya karena saya sendiri tidak terlalu hobby dengan makanan dan sepertinya otomatis tidak hobby ke dapur. Bagi saya, memikirkan "hari ini mau makan apa?" atau "hari ini keluarga saya mau dikasih makan apa?" itu sudah menimbulkan stress sendiri yang rasanya lebih berat daripada menghadapi pemeriksaan pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membayangkan memberi makan anak-anak sehari 3 kali saja sudah berat karena mereka tidak selalu makan dengan cepat, kadang makanan bisa lama berada di mulutnya. Waktu makan jadi lebih lama sementara masih banyak pekerjaan lain yang menunggu. Kalau disambi, pasti urusan makannya yang jadi terbengkalai karena saya dengan mudah melupakan urusan makan ketika sudah menyentuh pekerjaan lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah sebabnya, untuk urusan yang satu itu, mau tidak mau saya tidak bisa menolak ketika suami saya memaksa saya untuk memakai asisten untuk memastikan bahwa anak-anak saya makan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Balik lagi ke sekolahnya Isaac. Karena turun dari mobil agak buru-buru, saya lupa kalau saya memisahkan makanan dengan buku-bukunya Isaac. Tas makanannya ketinggalan di mobil, sehingga saya kembali lagi ke gedung sekolah untuk mengantarkan tas makanannya Isaac.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya melihat barisan anak-anak yang mau masuk melewati pintu sekolah, saya berpikir, "Kenapa anak-anak ini berbaris sampai di luar gerbang sekolah?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pikiran saya tertuju pada aturan sekolah yang mengharuskan setiap anak yang masuk harus diberi cairan untuk mensterilkan tangannya. Jadi anak masuk satu-satu untuk ditetesi tangannya dengan cairan itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika saya sudah semakin dekat dengan pintu sekolah, akhirnya saya melihat bahwa Pak Satpam akhirnya sudah tidak membawa botol cairan itu lagi, jadi anak-anak masuk begitu saja. Tapiiiii .. anak-anak itu tetap tidak bisa masuk karena banyak orang tua murid yang masih bercokol di pintu sekolahan untuk melihat anak-anak mereka yang sudah berada di dalam. Wkwkwkw .. Antara geli dan dongkol. Kenapa pada orang tua ini tidak mempercayakan saja anak-anak mereka selama jam sekolah untuk menjadi mandiri selama belajar di sekolah? Setelah jam sekolah selesai toh mereka masih bisa bertemu lagi dengan anak-anak mereka dan menanyai mereka tentang apa yang mereka lakukan di dalam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada seorang guru yang sampai berteriak-teriak menyingkirkan para orang tua tersebut, "Orang tuanya minggir dulu ya, kasih jalan untuk anak-anaknya." Wkwkwk .. ya ampuuuunn ... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai menitipkan tas makanannya Isaac pada salah satu guru, saya pun pergi dari situ. Saya mengajak suami saya ke Pasar Modern untuk sarapan. Tidak seperti saya yang selalu melewatkan waktu sarapan, suami saya suka sarapan pagi-pagi. Jadi saya ajak dia sarapan di Pasar Modern. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dasar suami saya, dia suka sekali di tempat ramai dan banyak orang berjual beli seperti di pasar. Rupanya dia senang sekali diajak makan di sana. Dia bilang ke saya, "Nah kalau begini jadi pingin cepat-cepat pindah ke Serpong nih. Abis ada tempat beginian, bisa pergi makan sendiri, kamu boleh tidur sampai siang"  hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biasanya kalau ke Gading Serpong kami makan di rumah makan, tapi beberapa hari yang lalu saya minta diantar teman untuk melihat pasar modern seperti apa sih, apa bedanya dengan pasar tradisional seperti yang di dekat rumah saya. Rupanya banyak orang berjualan makanan juga, dan di situ relatif lebih bersih.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu saya bilang pada suami saya, "Kalau begitu, urusan ngantar Isaac sekolah kamu aja ya. Biar sekalian sarapan di sini." :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena Isaac hanya orientasi saja selama seminggu ini, dia pulang pukul 10 pagi dan kami memutuskan untuk menunggunya sampai selesai. Keluar dari sekolah, dia sih keliatan senang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara saya masih dag dig dug dengan keputusan kami menyekolahkan dia di Serpong ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya bukannya tidak memikirkan jarak yang sangat jauh itu yang harus ditanggung oleh seorang anak berusia 6 tahun dan resiko penderitaan lainnya yang harus bangun pagi, selain resiko cape di jalan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya memutuskan memasukkan anak-anak ke sekolah karena waktu saya untuk menghandle perusahaan sambil mengurus anak rasanya sudah tidak mencukupi lagi. Kalau saya harus mencari sendiri sumber-sumber pembelajaran, maka saya harus banyak belajar lagi hal-hal baru dan itu butuh banyak waktu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka dalam hal ini saya membutuhkan asisten untuk mengajari anak-anak saya, yaitu sekolah. Memang dengan segala kekurangan dan kelebihannya, asisten ini tidak bisa saya atur semau saya, tapi beban saya mudah-mudahan bisa jadi lebih ringan berkat keprofesionalan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenapa harus sejauh itu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hehehe .. saya sudah mencari, sekolah nasional plus trilingual hanya ada di Serpong itu. Yang lain, bahkan sekolah internasional pun paling banter hanya menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar. Ada sih sekolah taiwan di kelapa gading, meskipun belum pernah mampir untuk bertanya-tanya, tapi karena itu sekolah internasional saya kurang tertarik. Jauh dan mahal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalau yang ini, jauh tapi murah dan trilingual digunakan bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai pebisnis yang sudah beberapa kali menjajaki kerja sama dengan orang-orang China, kami sangat merasakan kendala bahasa berpengaruh besar. Lebih-lebih, tidak banyak orang China yang bisa berbahasa Inggris. Menjadi tergantung pada penerjemah juga kurang asik rasanya, karena ada hal-hal tertentu yang semestinya dibicarakan secara privat jadi tidak bisa dilakukan. Itulah sebabnya, saya dan suami sepakat, anak-anak harus bisa berbahasa mandarin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kendala utama adalah orang tuanya tidak bisa berbahasa mandarin dan lingkungan kami juga tidak berbahasa mandarin, tapi berbahasa jawa hehehe... Memang bahasa jawa sangat berguna ketika di pasar tradisional, jika menawar menggunakan bahasa jawa, kita bisa mendapat harga lebih murah ketimbang menggunakan bahasa indonesia, tapi kalau sudah ke pasar internasional lain lagi ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi hal yang terpikir oleh kami adalah memberikan lingkungan kepada anak-anak kami di mana bahasa mandarin dan inggris akan menjadi sesuatu yang biasa untuk mereka gunakan sehari-hari. Sehingga mereka bisa belajar tanpa beban karena dimulai sejak kecil dan digunakan secara natural.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan berada di lingkungan itu, nantinya sudah tidak perlu lagi mereka les bahasa yang hampir sama mahalnya dengan uang sekolah mereka dan hanya masuk seminggu dua kali. Plus mereka bisa belajar mata pelajaran yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mata pelajaran lainnya, biarlah anak-anak menunjukkan prestasi sesuai minat mereka masing-masing. Saya juga tidak menuntut apa-apa dari mereka, meskipun sekolah akan menuntut mereka mencapai nilai minimal 7 untuk setiap mata pelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-9135608232503978454?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/zSZNqIAWgmA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/9135608232503978454/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=9135608232503978454" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/9135608232503978454?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/9135608232503978454?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/zSZNqIAWgmA/hari-pertama-isaac-masuk-sd.html" title="Hari Pertama Isaac Masuk SD" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/07/hari-pertama-isaac-masuk-sd.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMFQn87eSp7ImA9WhRTFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-6472036624345086729</id><published>2011-07-20T07:38:00.005+07:00</published><updated>2011-11-05T21:30:13.101+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-05T21:30:13.101+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Tour d'Java</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvKIjAdgXHWbrY5wGoiURxi_A4I/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvKIjAdgXHWbrY5wGoiURxi_A4I/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvKIjAdgXHWbrY5wGoiURxi_A4I/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GvKIjAdgXHWbrY5wGoiURxi_A4I/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hari ke-2 : Kamis, 30 Juni 2011 @ Pekalongan&lt;div&gt;Pukul 4 pagi tiba di Pekalongan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kepentingan di Pekalongan ini hanya menghadiri kondangan tanggal 1 Juli, jadi seharian ini acaranya cuma TG (tanpa gerakan) alias tidur mulu hehehe .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tradisi menghabiskan waktu di kampung dengan tidur ternyata bukan cuma saya yang melakukannya. Adik-adik sayapun sama saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Abis mau ngapain lagi? 18 tahun di Pekalongan, setelah ditinggal pergi 13 tahun pun keadaannya tetap sama, selain itu kesibukan di Jakarta memang membuat tidur menjadi kemewahan tersendiri buat saya. Dan di mana lagi saya bisa menitipkan anak-anak tanpa kuatir sepanjang hari dan tidur nyenyak kalau bukan di kampung halaman sendiri? :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-3 : Jumat, 1 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah menghadiri pemberkatan nikah temannya, suami saya tiba-tiba mengajak kami untuk segera ke Yogya, padahal masih ada acara pesta malam harinya. Tapi tiba di rumah, suami saya pun asik tidur sementara saya membereskan semua barang-barang ke mobil. Setelah packing, saya ngantuk dan menyusul suami saya ke alam mimpi. Jadilah sore-sore kami baru jalan ke Yogya. Rupanya panggilan untuk meeting telah menanti. Dasarrr...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam hari tiba di Yogya, kemudian diantar oleh seorang teman, kami menuju ke Gunung Kidul. Rumah teman kami ada di Gunung Kidul dan kami bermaksud menginap di paviliunnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-4 : Sabtu, 2 Juli 2011 @ Gunung Kidul&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini jadwalnya ke Pantai. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya banyak pantai di Gunung Kidul, tapi karena anak-anak kalau sudah nempel dengan pasir susah lepasnya, kami hanya mengunjungi 2 pantai hari ini. Pantai Baros dan Pantai Kukup.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="600" height="400" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;captions=1&amp;hl=id&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F107936978544906148769%2Falbumid%2F5671515915872320113%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCKaX5KKEuYTgCQ%26hl%3Did" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemandangan di Pantai Baros bhuagusss banget! Di sebelah kanan kita bisa menikmati pegunungan dan mata air yang deras mengalir menuju pantai, sementara di hadapan kita terbentang pantai berpasir dengan ombak yang besar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi kalau ingin berenang di air tawar di tepi pantai, di sinilah tempatnya hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah merasakan menyelam sebentar, Isaac langsung berkomentar, "Mami, di sini airnya ga asin, aku sudah coba"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara komentarnya Milen, "Airnya gak enak!" karena tidak asin itu tadi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Buat Milen, kalau airnya asin itu malah enak, mungkin karena seperti kuah sop kali ya?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pantai Kukup juga tidak kalah bagusnya. Karena Pantai Kukup memiliki dataran berupa karang yang cukup lebar, banyak ikan berenang di tepi pantai yang dangkal. Kalau cukup beruntung, kita bisa menangkap sendiri ikan yang aneh-aneh di sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-5 : Minggu, 3 Juli @ Gunung Kidul .. menuju Yogya dan Tawangmang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini kami bermaksud ke Tawangmangu, namun karena ada sedikit urusan pekerjaan, kami mampir ke Yogya terlebih dahulu untuk survey tempat dan meeting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malamnya kami menuju ke Tawangmangu dan bermalam di sana.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cukup beruntung ketika mencari hotel, ternyata malah menemukan rumah yang disewakan dengan harga murah. Rumah lengkap dengan 3 kamar tidur dengan kamar mandi dalam di setiap kamar dan air panas, kami sewa seharga Rp 350.000 semalam :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-6 : Senin, 4 Juli @ Tawangmangu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Grojogan Sewu! Inilah alasan kami mampir ke Tawangmangu. Sudah 15 tahun sejak terakhir kali saya ke sana bersama suami. Waaahh.. kalo bernostalgia seperti ini jadi kangen sama suami yang sekarang sedang di luar kota. Skip! Skip! hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak-anak kelihatan senang bermain air di sini, meskipun yah .. mereka kedinginan pada awalnya. Tapi dasar anak-anak, kalau sudah bertemu air lupa segalanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka sempat mencoba arung jeram bersama Papinya. Saya menjaga diri untuk tetap kering supaya tetap hangat hehehe .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak monyet di sini. Grace sempat menangis karena minuman susunya direbut oleh si monyet dan diminum dengan santai di hadapannya :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Milen cape karena harus melewat 1250 anak tangga dengan kakinya sendiri wkwkw .. Ga ding, kadang-kadang digendong juga koq.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Tawangmangu kami menuju ke Telaga Sarangan di Magetan Jawa Timur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak-anak sudah tidur nyenyak semua ketika tiba di Telaga Sarangan. Untunglah .. sebab tidak banyak yang menarik di sini. Saya penasaran, begitu banyak penginapan, apa benar hanya ada telaga yang sangat luas di sini? Tapi sepertinya memang hanya itu :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya sudah, makan bakso dan jeruk bali saja, abis itu jalan lagi ...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menuju Malang .. ke Batu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba di Malang sudah tengah malam lagi, dapat penginapan murah juga. Tapi kali ini rumahnya sempit sekali dan hanya ada 1 kamar. Akhirnya tambah kasur.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-7 : Selasa, 5 Juli 2011 @ &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi-pagi setelah mengantar pakaian kotor ke tempat laundry dan sarapan, kami semua segera cabut dari penginapan dan berputar di Batu. Rasanya malas untuk mandi karena dingin sekali :D walaupun ada air panas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah muter-muter cari hotel dan tempat wisata, kami putuskan untuk ke Songgoriti. Di sana ada kolam renang, jadi anak-anak mandi sekalian di situ. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Taman di Songgoriti cukup bagus. Ada patung-patung dinosaurus dan buah-buahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Songgoriti, kami muter-muter lagi, sampai akhirnya ketemu hotel. Inilah penginapan termahal dalam perjalanan kami kali ini :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi mahalnya terbayar dengan menu sarapan dan agrowisata yang disediakan oleh hotel tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam hari kami main ke BNS (Batu Night Spectacular). Ini seperti Dufan kalau di Jakarta, tapi sejujurnya .. menurut saya lebih indah karena makanan di sana enak-enak, permainannya pun lebih murah dan lebih aneh-aneh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-8 : Rabu, 6 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehabis sarapan, kami mengikuti agrowisata di kebun apel di kawasan hotel tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak hanya tanaman apel ternyata, ada banyak tanaman lainnya, dan kebun binatang mini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari hotel kami akhirnya tidak jadi ke Jatim Park heheh .. ambil laundrian lalu menuju ke Selecta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Naaa .. inilah tempat yang sejak dari Jakarta aku impi-impikan untuk datangi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah tiba di sana, memang tidak mengecewakan, pemandangannya indah sekali. Taman bunga, akuarium panjang dan ikan yang besar-besar, batu besar yang penuh ditumbuhi lumut, dan udara yang sangat sejuk. Bisa gak ya .. semua itu dibawa pulang ke Jakarta?? hehehe .. ngayal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kombinasi semua itu dalam satu pemandangan bisa membuat aku mau tidak mau seperti kembali ke masa kecil. Susah diucapkan dengan kata-kata lah. :))&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Selecta, kami segera memulai perjalanan panjang .. ke Surabaya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena tidak terlalu jauh, suami mengijinkan saya untuk pegang setir sejak dari Kota Malang sampai Tol Surabaya. Inilah yang membuat perjalanan jadi tambah lama hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lagi-lagi kami cukup beruntung menemukan hotel murah di Surabaya. Hotel yang sepertinya baru saja di renovasi ulang dan baru soft opening. Karena murah, kami perpanjang waktu di Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-9 : Kamis, 7 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bingung .. mau ke mana ya di Surabaya. Tempat wisata atau hiburan yang bukan mall, dan kalau bisa ada unsur "menambah pengetahuan dan pengalaman".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena bingung, akhirnya ke jembatan Suramadu deh. Abis dari situ ke Taman Monumen Kapal Selam (Monkasel) sebelum akhirnya ketemuan dengan Pak Sugeng.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pak Sugeng ini rekan kerja kami yang paling baik dan cukup dekat dengan suamiku, walaupun jarak usianya bisa dibilang sangat jauh. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malamnya, kami menginap di hotel yang sama dan masih berpikir bahwa ini hari Rabu, sehingga masih mencari-cari lagi tempat main di Surabaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-10 : Jumat, 8 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dibangunkan oleh dering hp di pagi hari, suamiku mengangkat telepon dan berbicara dengan si penelpon.  Tiba-tiba dia berkata, "Hah? Ini kan hari Kamis? Lho? Emangnya hari Jumat ya?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya sadarlah kami semua, ini memang hari Jumat. Kenyataan yang tidak dapat ditolak lagi :)) Langsung deh berkemas dan segera ke Yogya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba di Yogya malam hari, kami menginap di sebuah hotel baru di daerah Malioboro. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Awalnya aku menganggap hotel ini masih murah lah, tapi karena tempatnya sempit sekali, maka sekarang aku bilang mahal hehehe .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-11 : Sabtu, 9 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara Si Papi pergi meeting dan rupanya juga ada acara-acara peresmian berkaitan dengan project yang kami kerjakan, saya dan anak-anak ke Taman Pintar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayang sekali, tidak bawa baju ganti karena saya tidak mengira bisa main air dan berkotor-kotor juga di situ. Jadi anak-anak kali ini tidak boleh main air. Saya akhirnya mengundang teman baik saya yang sekaligus "anak angkat" saya untuk menemani saya supaya tidak bengong aja sementara menunggui anak-anak bermain di Taman Pintar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak banyak yang kami kunjungi di Yogya, karena ini juga bukan pertama kalinya kami ke Yogya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-12 : Minggu, 10 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya masih mengira akan ke Semarang hari ini. Saya sudah membayangkan bisa ikut ibadah di JKI dan belanja CD kotbah, lalu makan Lumpia Semarang sebelum akhirnya menuju ke Pekalongan kemudian ke Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi rupanya suami saya mengubah rencana lagi. Dia ingin segera tiba di Jakarta supaya bisa segera bekerja kembali. Sudah kebelet kerja ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya wes laaaa .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya dari Yogya rutenya tidak lewat Semarang lagi, tapi langsung ke Jakarta, bukan jalur utara, bukan juga jalur selatan, kami ambil jalur tengah :)).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ke-13 : Senin, 11 Juli 2011&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah menginap semalam di ... (lupa) di dalam mobil, Senin pagi kami tiba di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang lupa dikunjungi : Bromo! &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang tidak sempat dikunjungi : Jember .. padahal udah ngimpi-ngimpi sama ledre.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi sepertinya bakal ada Tour d'Java berikutnya :)) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-6472036624345086729?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/wslVcuq1VN0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/6472036624345086729/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=6472036624345086729" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/6472036624345086729?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/6472036624345086729?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/wslVcuq1VN0/tour-djava.html" title="Tour d'Java" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>3</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/07/tour-djava.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8MRXc6eyp7ImA9WhZaE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-7276796656310371714</id><published>2011-06-29T13:40:00.002+07:00</published><updated>2011-06-29T15:58:04.913+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-29T15:58:04.913+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Ayo Berangkat!</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dBNj48IpuSC2tT51hMo8TsjkwJU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dBNj48IpuSC2tT51hMo8TsjkwJU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dBNj48IpuSC2tT51hMo8TsjkwJU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/dBNj48IpuSC2tT51hMo8TsjkwJU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hari ini saya dan keluarga akan pergi berlibur. Hmm... Rencananya sih tour d'java sampe ke Jatim. Tapi mungkin harus bakal berubah lebih banyak muter-muter di Jateng karena kepergian kali ini ditumpangi kepentingan project juga :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting pergi dari rumah, jauh dari kantor deh ha .. ha .. ha ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah nanti mau ke mana, biar ikut ke mana Tuhan nuntun aja deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kali ini ada petualangan yang mengasyikan, pengalaman yang berharga, dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Pertama ini, ke Serpong dulu.&lt;br /&gt;Cuma lewat sih, ini bukan tempat tujuan. Ada sedikit urusan di Serpong. Dari Serpong tujuan berikutnya adalah Bandung. Jadi semua propinsi terwakili walaupun yang di Barat ini cuma lewat-lewat doang :D&lt;br /&gt;Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-7276796656310371714?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/U7OkNeJwFzw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/7276796656310371714/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=7276796656310371714" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7276796656310371714?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7276796656310371714?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/U7OkNeJwFzw/ayo-berangkat.html" title="Ayo Berangkat!" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/06/ayo-berangkat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAESH8_eSp7ImA9WhZaE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-3258865983809264686</id><published>2011-06-29T10:04:00.003+07:00</published><updated>2011-06-29T11:11:49.141+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-29T11:11:49.141+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="di ladang" /><title>Pajak, Ternyata Ga Semengerikan Itu</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/td47Y4y7a85C6ZNRvTRR1-kliec/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/td47Y4y7a85C6ZNRvTRR1-kliec/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/td47Y4y7a85C6ZNRvTRR1-kliec/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/td47Y4y7a85C6ZNRvTRR1-kliec/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ini adalah pengalaman gratis yang sangat berharga.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulan Juni tahun lalu perusahaan kami mengajukan restitusi pajak dengan jumlah yang cukup besar (menurut kami). Awalnya sempat menjadi dilema untuk kami, apakah akan mengajukan permohonan restitusi atau membiarkan saja uang sebesar itu disumbangkan kepada negara supaya tidak perlu menghadapi pemeriksaan dari kantor pajak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Background saya bukan orang yang pernah kuliah akuntansi atau perpajakan. Dan apa yang saya tahu tentang sistem perpajakan di Indonesia hanya satu, bekal dari orang tua saya, "Menghadapi tukang pajak, kamu tidak akan pernah benar, pasti salah". Sebab tukang pajak itu sendiri, ketika suatu saat mengadakan pemeriksaan ke toko Papi saya, juga mengatakan, "Mana ada sih orang yang bayar pajak secara benar?"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehingga ketika harus menghadapi keadaan harus menjalani pemeriksaan pajak terlebih dahulu untuk menyelamatkan uang perusahaan di saat keadaan keuangan sekarang memang lagi seret-seretnya, saya benar-benar merasa takut pada awalnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rasa takut ini karena saya merasa, meskipun saya sudah berusaha mematuhi setiap aturan perpajakan yang saya tahu, petugas pemeriksa pajak mungkin akan tetap berusaha mengatakan saya salah, tanpa saya bisa melawan, karena saya sering tidak merasa pede ketika membaca aturan perpajakan. Apakah benar penafsiran saya akan suatu aturan tertentu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya membayangkan pemeriksa pajak itu mungkin seperti jaksa dan pengacara dalam sebuah persidangan, yang akan berusaha mencari kelemahan-kelemahan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi setelah berkonsultasi dengan AR dan akuntan publik yang selama ini membantu saya, akhirnya saya mantap untuk mengajukan restitusi pajak. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selama ini saya selalu berusaha mematuhi aturan-aturan perpajakan di Indonesia meskipun dengan sakit hati terutama ketika melihat wakil-wakil rakyat yang digaji dengan pajak yang saya bayarkan itu ternyata tidak berfungsi dengan baik, lebih-lebih kalau membaca berita "plesiran" mereka yang dibiayai oleh negara. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang di sini berusaha setengah mati menyisihkan uang untuk bayar pajak, mau liburan ke luar negeri aja harus nabung dulu .. eeee .. mereka asik-asik "plesiran" dengan uang negara.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Juga selama masa pemeriksaan ini, karena suami saya juga bercerita ke teman-teman bisnisnya (siapa tahu dapat masukan yang berguna), 100% teman-teman suami saya mengatakan bahwa pemeriksaan pajak itu ngeri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pernah teman suami saya mengajukan restitusi pajak 700jutaan .. buntutnya setelah pemeriksaan malah dikenai denda pajak sampai 17 miliar, bahkan sampai kantornya disegel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mereka akhirnya lebih suka menyelesaikan masalah pajak ini dengan lobi kanan kiri dan main golf hehehe .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hampir saja suami saya mengikuti langkah teman-temannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi saya merasa yakin, mereka hanya menceritakan separo kebenaran. Dan separo kebenaran itu selalu lebih berbahaya daripada tidak tahu sama sekali :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya membayangkan, biaya untuk main golf dan lobi itu pastinya tidak sedikit. Padahal perusahaan kami justru sedang membutuhkan uang restitusi itu untuk membiayai operasional yang sedang membengkak karena project.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, selama ini pengalaman saya berhubungan dengan AR saya, saya tidak pernah dipersulit. Malahan saya banyak dibantu dengan diberi informasi-informasi secara gratis. AR itu tugasnya seperti konsultan pajak bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan ketika menghadapi pemeriksaan, AR juga banyak menuntun kami supaya pemeriksaan bisa berjalan dengan baik. Jadi untuk apa bayar konsultan pajak mahal-mahal kalau di kantor pajak sendiri sebenarnya sudah ada informasi gratis? Ternyata kemalasan untuk belajar itu mahal harganya :D.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Adalah tugas negara untuk membuat warganya mengerti bagaimana caranya mematuhi aturan perpajakan yang dibuat oleh negara. Mengapa kita harus membuang banyak uang yang sia-sia untuk mematuhi aturan negara? Orang mau patuh koq malah dipersulit, kan logikanya gak mungkin begitu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Memang, saya juga tidak memungkiri, tidak semua petugas pajak punya niat baik terhadap wajib pajak. Saya juga pernah bertemu AR yang tidak baik dan ujung-ujungnya hanya minta uang. Tetapi beruntung sekali Tuhan mempertemukan saya dengan AR yang baik terlebih dahulu baru yang tidak baik. Kalau pengalaman pertama sudah tidak baik, mungkin pencitraan saya terhadap kantor pajak akan selamanya tidak baik karena didukung bekal pengetahuan yang sudah negative thinking terlebih dahulu. Tapi karena pengalaman pertama saya baik, ketika bertemu yang tidak baik, saya tahu hak-hak saya untuk diperlakukan secara baik :D&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pernah saya kena denda pajak karena telat bayar. Dendanya cukup besar, dan ketika berkonsultasi dengan AR kami disarankan untuk mengajukan cicilan pembayaran. Tapi ketika berhadapan dengan petugas banding, dia malah bilang, "Ibu tidak usah bayar sepenuhnya, bayar separo saja, nanti tagihan dendanya saya putihkan".&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Secara logika, dengan cara apa perseorangan mengutak-atik sistem komputer pemerintah tanpa dukungan dokumen yang jelas? Yang dokumennya jelas lengkap saja kadang sistem tidak sinkron. Saya tidak bisa mempercayai kata-katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan segala hormat, saya berhenti mengajukan cicilan, dan akhirnya menggunakan plafon kredit dari bank untuk melunasi pajak tersebut. Rada bete sih, mau patuh malah dipersulit, belum lagi kalo ternyata uangnya dipakai bancakan oleh wakil-wakil rakyat ataupun project pemerintah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Intinya, kenali kewajiban pajak kita seperti apa, hak kita apa, dan ikuti saja. Kita berhak tahu dan berhak diberi tahu oleh negara dan aparatnya tentang kewajiban-kewajiban dan hak-hak kita. Berikutnya, tidak akan susah koq untuk kita. Memang benar, kalau kita patuh aturan, tidur pun tenang. Saya jadi ingat, tahun 2005, ketika baru berkenalan dengan insititusi pajak, saya sampai tidak bisa tidur membayangkan pemeriksaan padahal melakukan kewajiban saja belum hahaha .. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hasil sementara pemeriksaan pajak perusahaan kami akhirnya kemarin keluar, memang awalnya sempat ada denda-denda sampai jumlahnya 4 kali dari jumlah restitusi yang kami minta. Suami saya juga sempat panik, tapi saya yakin, langkah saya sudah benar, pasti hanya kesalahan-kesalahan teknis. Dan memang betul. Pemeriksa pajak tentu menggunakan persepsinya sendiri, berdasarkan teori yang dia anut. Tapi keadaan lapangan tidak selalu semulus teorinya. Dalam keadaan sudah muncul denda-denda pun, kita masih berhak menyanggah. Pemeriksa Pajaknya juga ternyata baik hehehe .. dan memberitahukan hak-hak kami secara adil. "Ibu berhak menyanggah koq," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka setelah melakukan penyanggahan dan pembahasan secara resmi (resmi lho, bukan pakai lobi-lobi dan golf :D), ternyata banyak denda yang bisa didrop. Restitusi tetap keluar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahukah? Ini adalah kebahagiaan besar untuk saya. Meskipun awam masalah pajak, karena patuh dan jujur, saya tetap memperoleh hak saya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-3258865983809264686?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/9nSGtKrjWgE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/3258865983809264686/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=3258865983809264686" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3258865983809264686?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3258865983809264686?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/9nSGtKrjWgE/pajak-ternyata-ga-semengerikan-itu.html" title="Pajak, Ternyata Ga Semengerikan Itu" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/06/pajak-ternyata-ga-semengerikan-itu.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4NR3gzfSp7ImA9Wx9aFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-8239338032302664076</id><published>2011-03-07T20:55:00.002+07:00</published><updated>2011-03-07T21:43:16.685+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-07T21:43:16.685+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Nikmat :)</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f69G5z1vQKQFos_4R4SoXlNUdtw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f69G5z1vQKQFos_4R4SoXlNUdtw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f69G5z1vQKQFos_4R4SoXlNUdtw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/f69G5z1vQKQFos_4R4SoXlNUdtw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Setelah diijinkan mencicipi punya asisten cukup pintar sejak lebaran kemarin, Bulan Februari kemarin, saya akhirnya bebas dari pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa lagi? Sepertinya hidup saya tidak pernah lepas dari masalah dengan pembantu?&lt;br /&gt;Mungkin saya terlalu perfeksionis dalam menghadapi pembantu saya, tapi saya anggap, "tidak pakai pembantu" untuk saat ini adalah pilihan terbaik untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena saya ini orang yang malas. Sekalinya saya merasa nyaman dengan pembantu, saya akan dengan senang hati bangun siang.&lt;br /&gt;Kedua, meskipun malas, saya punya idealisme untuk memberikan perhatian terbaik pada anak-anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal yang bertentangan itu .. hehehe .. akhirnya mendorong saya untuk tidak lagi menyerahkan urusan anak-anak kepada pembantu lagi.&lt;br /&gt;Karena saya sadar akan kemalasan saya, maka saya berusaha untuk tidak memfasilitasi kemalasan saya tersebut.&lt;br /&gt;Dan karena saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak dan suami, maka saya berusaha memberikan seluruh waktu saya untuk mereka tanpa menggunakan pemeran pengganti :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya suami saya tidak merasa khawatir dengan keputusan saya, saya merekrut adik dari supir saya yang kebetulan pernah bekerja di laundry untuk membantu saya dalam urusan cuci setrika baju dan bersih-bersih rumah. Setengah hari dia bekerja di rumah saya, dan setengah hari sisanya, beliau bekerja di kantor saya untuk pekerjaan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah jadi lebih lega karena tidak perlu menyediakan kamar untuk orang lain yang bukan anggota keluarga. Dan yah .. saya merasa lebih bebas memiliki apa saja dan menggunakan apa saja di rumah sendiri karena tidak perlu lagi berpikir, "Bagaimana kalau nanti pembantu saya ...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya .. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya cape luar binasa :D. Beberapa malam saya lewatkan tanpa ngobrol dengan suami seperti biasanya karena yang biasanya tidur ditemani suami, kali ini harus menemani anak-anak tidur. Dan karena kecapean, saya sering ketiduran di kamar anak. Bahkan ketika dibangunkan oleh suami untuk pindah kamar pun, saya pindah seringkali tanpa sadar, tahu-tahu ketika bangun pagi saya sudah di kamar saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang mereka mulai saya ajar untuk tidur sendiri. Dan karena sepanjang hari saya sudah bersama mereka, saya jadi punya alasan untuk tidak menemani mereka tidur :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat lainnya, saya juga jadi agak kacau, terutama dalam hal konsentrasi bekerja. Karena mengurus mereka secara langsung, saya akhirnya membawa mereka ke kantor.&lt;br /&gt;Tapi saya pikir, kami nantinya akan saling terbiasa dan bisa bersinergi satu sama lain. Saya harap demikian. Bukankah masalah akan membuat kita semakin trampil?&lt;br /&gt;Untungnya, adik ipar saya orangnya baik dan sayang pada anak-anak saya. Di saat saya harus berkonsetrasi dengan pekerjaan, dia banyak membantu saya dengan anak-anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang saya masih belum terbiasa adalah .. menyiapkan makanan. Masalah ini membuat stres yang melebihi masalah keuangan perusahaan hahaha .. Memikirkan hari ini mau kasih makan apa ke anak-anak, benar-benar sangat memusingkan kepala, apalagi memikirkan apa yang akan disediakan untuk bapaknya. Ketika masih ada makhluk bernama pembantu di rumah saya, saya bahkan tidak pernah memikirkan hari ini mau makan apa. Tidak ada makanan pun saya tidak kelaparan. Tapi sekarang, kelaparan pun saya harus lebih dulu memikirkan apa yang akan dimakan oleh keluarga saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan hanya menyiapkan makanan. Sebagai seorang ibu,  sepertinya by default akan merasa bersalah ketika anaknya tidak gemuk  alias kurus. Sementara, tidak mungkin bagi saya untuk selalu membuntuti  anak-anak saya untuk menyuapkan makanan ke mulut mereka. Jadi saya hanya  menyediakan makanan mereka di meja kecil dan berharap mereka mau  menyantapnya tanpa harus dikejar-kejar seperti pencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihi .. tau ga sih? Bertambah banyaknya tugas yang harus saya lakukan, terkadang rasanya seperti suatu tekanan tersendiri bagi saya, sampai-sampai ketika suami atau orang tua saya ada di rumah, memanggil nama saya, hati saya langsung berdebar-debar dan tubuh saya langsung lemas, "Apa lagi nih yang kurang?"&lt;br /&gt;Padahal belum tentu mereka akan menyuruh saya untuk ini itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu benar-benar mendatangkan kenikmatan tersendiri yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Kepuasan yang tidak ingin saya tukar dengan apapun. Rasa utuh memiliki keluarga saya dan kebahagiaan yang tidak dapat digantikan oleh keberadaan sepuluh dayang sekalipun. Meskipun keadaan tidak serapih dan sesempurna ketika ada pembantu, tapi saya benar-benar menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya berpikir, kenapa bukan dari dulu saya menjalani hidup begini?&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Tuhan punya waktuNya, yang terindah untuk setiap anak-anakNya.&lt;br /&gt;Saya tidak berencana mencari pembantu atau menolak pembantu, saya hanya ingin menjalani hidup ini dengan mengalir saja apa adanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-8239338032302664076?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/ynQbK4j8sMM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/8239338032302664076/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=8239338032302664076" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8239338032302664076?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/8239338032302664076?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/ynQbK4j8sMM/nikmat.html" title="Nikmat :)" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2011/03/nikmat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYNR3s8fSp7ImA9Wx9QE04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-7697336473387282100</id><published>2010-12-26T10:02:00.005+07:00</published><updated>2010-12-26T10:29:56.575+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-26T10:29:56.575+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="di ladang" /><title>Natalku Tahun Ini</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GkLBBwCK0pFolEqZ1-34Lvecl_k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GkLBBwCK0pFolEqZ1-34Lvecl_k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GkLBBwCK0pFolEqZ1-34Lvecl_k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/GkLBBwCK0pFolEqZ1-34Lvecl_k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ini adalah project besar .. dan sebenarnya juga tugas kenegaraan hehehe ..&lt;br /&gt;Sejak bulan Juni kemarin hidup kami (saya dan suami) berenang di pinggirannya, dan akhirnya mulai September kemarin kami sudah berada di tengah pusaran tanpa bisa keluar lagi. Hanya bisa menunggu pusaran itu selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang paling mengerikan adalah karena di tengah pusaran itu pun masih ada ancaman-ancaman binatang buas yang ikut terseret ke dalam pusaran itu. Meskipun karena berada dalam pusaran juga, binatang buas itu juga sama puyengnya dengan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu bicara apa sih, Lea?"&lt;br /&gt;Yah kira-kira beginilah keadaan kami sekarang dan mungkin akan seperti ini sampai 2-3 bulan ke depan.&lt;br /&gt;Bulan November sampai pertengahan Desember kemarin benar-benar bulan penuh kegelapan bagi saya dan suami. Tapi meskipun dalam kegelapan, saya masih melihat tangan Tuhan menyertai kami. Misalnya melalui orang-orang, baik yang baru kami kenal maupun yang sudah agak lama kami kenal, dan banyak kejadian yang, meskipun kadang kami rasanya seperti terjebak, selalu ada pertolongan yang mengiringi jebakan-jebakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika kami melihat ke belakang, semua kesulitan yang kami alami hanya seperti batu loncatan untuk mencapai keadaan yang lebih baik, lebih dalam. Sekarang kami jadi mengenal lebih banyak orang, dan mendapat lebih banyak ilmu baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, meskipun secara daging rasanya terhimpit dengan berbagai kesulitan, tapi dalam hati saya merasakan kesejukan dan kasih. Saya tahu dari mana sumbernya, saya tahu itu karena Tuhan memang tidak pernah meninggalkan saya.&lt;br /&gt;Dan mulai tanggal 23 Desember kemarin saya melihat terang. Ternyata orang yang berada dalam keadaan gelap gulita, ketika bertemu dengan terang rasanya lega sekali :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, karena sudah diterangi, bukan berarti pusaran berhenti dan masalahnya selesai. Tapi segala kelelahan berjalan dalam kegelapan, berganti menjadi semangat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini saya hanya bisa menikmati natalan di dalam project, tapi damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan tidak pernah hilang sedikitpun. Bukankah itu yang paling penting? Dalam keadaan apapun (tidak hanya Natal), damai sejahtera yang melampaui segala akal dan sukacita yang tidak pernah habis itu selalu ada di hati kita dan memberi kita kekuatan untuk melangkah dan melakukan hal-hal yang berguna bagi sesama dan kemuliaan Tuhan (bukankah hanya ini tujuan hidup kita?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal 2010, kiranya damai sejahtera dan sukacita yang menyertai saya, juga ada di tengah-tengah saudara dan menyertai saudara ke manapun saudara pergi. Amin. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-7697336473387282100?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/9w5UbtqJd40" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/7697336473387282100/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=7697336473387282100" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7697336473387282100?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/7697336473387282100?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/9w5UbtqJd40/natalku-tahun-ini.html" title="Natalku Tahun Ini" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/12/natalku-tahun-ini.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMDQn4_fCp7ImA9Wx9SF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-6841017226020547219</id><published>2010-12-07T00:10:00.005+07:00</published><updated>2010-12-08T13:07:53.044+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-08T13:07:53.044+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="christian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lagi mikir" /><title>Pelajaran dari Sepatuku :D</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2pbstguxo_Pr83zy7yE__gTPw5w/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2pbstguxo_Pr83zy7yE__gTPw5w/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2pbstguxo_Pr83zy7yE__gTPw5w/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2pbstguxo_Pr83zy7yE__gTPw5w/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_puryoHidNus/TP8grKp7r7I/AAAAAAAAB1I/pWiVHVhYYj8/s1600/IMG01177-20101208-1009.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548189191910436786" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_puryoHidNus/TP8grKp7r7I/AAAAAAAAB1I/pWiVHVhYYj8/s200/IMG01177-20101208-1009.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Bulan April kemarin, saya membeli sebuah sepatu hitam yang ... sebenarnya saya sendiri merasa aneh dengan sepatu itu hehehe ... Sebab, umumnya sepatu, biasanya terbuat dari kulit atau kain, tapi ini dari karet seluruhnya. Saya memilih model yang paling nyaman menurut saya, cukup sederhana tapi bisa dipakai untuk acara formal maupun non formal .. sambil berpikir, "Bagaimana caranya karet yang kelihatannya keras bisa jadi bahan sepatu dan banyak orang yang bilang bahwa sepatu itu enak dipakainya?" Tapi suami saya membeli merek sepatu yang sama dan mengatakan sepatunya enak sekali dipakainya. Baiklah .. akan saya coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suerrr! Saya jarang sekali merasakan seperti apa sih pakai sepatu enak itu. Pernah sih, saya beli sepatu yang enak dipakai dari awal sampai akhir, tapi akhir-akhirnya terasa kedodoran walaupun masih enak di kaki, dan karena sudah tampak butut, akhirnya saya lepaskan juga.&lt;br /&gt;Kebanyakan sepatu wanita sangat menyiksa menurut saya. Terutama yang berhak tinggi. Saya lebih suka pakai sandal jepit .. seandainya saja sandal jepit selalu cocok di semua suasana hehehe .. Sepatu sport adalah pilihan kedua, tapi .. juga tidak semua pakaian mau berpadu dengan sepatu sport :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan-bulan pertama mengenakan sepatu baru itu, awalnya biasa saja di kaki, tapi lama-kelamaan, punggung jari kaki saya koq jadi lecet, terutama kalau harus berjalan cukup jauh. Kaki bagian belakang biasanya jadi sasaran empuk sepatu baru .. lecet juga.&lt;br /&gt;Lalu kuku-kuku kaki saya pun terasa sakit. Ya tentu saja, sepatu itu menutup seluruh jari kaki saya dengan bahan karetnya itu, meskipun dari luar kelihatannya beludru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba berganti sepatu, ada satu sepatu juga yang cukup enak dipakai, tapi terlalu mengkilap hehehe .. dan entah kenapa ... kalau kaki saya sudah kembali sembuh dari lecet-lecet itu, saya kembali lagi ke sepatu hitam itu .. baik secara sadar maupun tidak sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya sedang dalam perjalanan ke Thamrin, ketika saya akhirnya menyadari .. dan terkejut, ternyata sepatu saya nyaman sekali dipakai. Entah sejak kapan sepatu itu mulai terasa nyaman. Yang jelas, saya baru menyadari, ternyata sepatu itu sekarang rasanya nyaman di kaki dan saya pun jarang punya keluhan tentang sepatu itu lagi. Terasa pas di kaki, tidak ada rasa sakit sama sekali di kaki. Bahkan kaki rasanya terbungkus dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba .. saya mendapat pengertian seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ini seperti kaki dan keadaan kita adalah sepatu kita.&lt;br /&gt;Seringkali kita merasa tidak cocok dengan keadaan yang baru, merasa asing dan mungkin juga keadaan baru itu menyakitkan hati atau sangat tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang ketika merasa tidak tahan dengan keadaaan tertentu langsung pergi dan meninggalkan keadaan/masalah tersebut. Orang itu tidak pernah belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dia sukai itu.&lt;br /&gt;Atau tetap tinggal tetapi akhirnya merasa jenuh karena tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menyesuaikan diri. Orang ini, jika tidak juga menemukan cara mengubah keadaan atau menyesuaikan diri, hanya sedang menunggu waktu untuk akhirnya pergi dari keadaan tersebut atau mati dengan kesedihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata, kita dan keadaan bisa saling menyesuaikan. Ketika keadaan tidak seperti yang kita inginkan, kita bisa mengubahnya .. atau jika kita tidak bisa mengubah keadaan, kita bisa menyesuaikan diri supaya bisa hidup berdampingan dengan keadaan tersebut.&lt;br /&gt;Malahan, dengan menyesuaikan diri dengan keadaan yang sulit/tidak kita inginkan, akan membuat kita menjadi pribadi yang semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika "berkenalan" dengan sepatu itu, kaki saya sering lecet, terutama ketika digunakan untuk berjalan jauh. Jika kuku-kuku kaki saya mulai memanjang dan saya lupa memotongnya, kuku-kuku itu akan membuat saya kesakitan karena tertekan oleh ujung sepatu itu.&lt;br /&gt;Saya mencoba berbagai macam cara, menaruh tissue di belakang kaki atau menempel plester untuk melindungi kulit kaki saya.&lt;br /&gt;Saya juga memotong kuku-kuku kaki saya sependek mungkin. Kebetulan saya memang tidak suka berkuku panjang sedikit saja, tapi suka lupa memotong kuku. Ketika kuku-kuku kaki saya sudah sangat pendek pun, ternyata rasa sakit itu tidak serta merta langsung hilang. Malah yang ada, antara kuku dan sepatu itu menjepit daging/bagian jari kaki yang ujung .. sakit juga .. hahaha ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita sering begitu juga? Ketika menghadapi seseorang atau keadaan yang sulit dan kita berusaha mengubahnya atau menyesuaikan diri, tapi ternyata kadang-kadang hasilnya tidak instant dan kita menjadi kurang sabar.&lt;br /&gt;Ada kalimat Paulus yang saya suka, bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita (Roma 5 : 3-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin keadaan itu terjadi karena kesalahan kita atau keadaan itu terjadi karena ujian hidup, yang jelas, tidak sehelai pun rambut kita akan jatuh di luar kehendak Tuhan kan? Jadi kalau masalah sesepele rambut rontok saja butuh otorisasi dari Tuhan, apalagi masalah kehidupan? Pasti diijinkan Tuhan untuk terjadi, bukan untuk menekan kita, menyiksa kita, atau membuat kita jadi gila, tapi justru untuk melatih kita supaya jadi pribadi yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat cerita dosen saya, ketika temannya, karena sebuah kecelakaan terpotong tangannya. Memang awalnya teman dosen saya ini berteriak-teriak kesakitan, tapi kemudian dia diam dan tenang membuat dosen saya bertanya-tanya, "Memangnya sudah tidak sakit lagi ya?".&lt;br /&gt;Si teman ini menjawab, "Ya sakit, tapi mau gimana lagi? Sakit itu kan sinyal yang dikirimkan bagian tubuh ke otak, dan kemudian otak mendefinisikan itu sebagai 'sakit'. Sekarang, saya teriak, dengan saya tidak teriak, sakit tetap sakit. Ya sudah nikmati saja dengan tenang, tidak ada gunanya juga teriak-teriak, tidak akan mengurangi rasa sakit itu, malah mungkin jadi tambah sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ujian dari Tuhan datang dan kita mengucap syukur, kita tidak akan berlama-lama dalam ujian itu, tapi jika kita terus mengeluh, berarti kita gagal dengan ujian tersebut. Sebagai seorang guru, pasti ingin muridnya bisa melewati ujian dengan nilai yang baik, dengan asumsi, "kalau kamu lulus ujian ini, berarti kamu sudah menguasai pelajarannya". Dan guru yang menginginkan muridnya jadi lebih baik akan terus memberikan ujian-ujian ke muridnya sampai si murid itu paham maksud pelajaran dari gurunya sehingga bisa lulus dengan nilai yang baik. Jadi .. mengeluh tidak akan membuat masalah kita jadi selesai, malah mungkin bisa semakin runyam karena keluhan-keluhan kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah wangsit yang saya terima hari ini. Ketika saya memikirkannya, saya merasa ditonjok berulang-ulang, meskipun Tuhan juga menghibur saya dengan mengingatkan saya pada latihan-latihan saya di masa lalu. Ketika menjalaninya saya merasakan banyak perasaan yang tidak menyenangkan, malu, sedih, sakit hati, kacau lah pokoknya, tapi tanpa semua kesakitan itu saya pun mungkin tidak akan menyadari bahwa kasih Tuhan itu indah. Setelah melewati semuanya itu dan melihat ke belakang, saya baru bisa melihat lukisan yang Tuhan buat dalam hidup saya, setiap goresan yang Tuhan buat, jadi sangat berharga bagi saya. Dan menjadi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan langkah berikutnya karena TUHANku TAK AKAN TERKALAHKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ngomong-ngomong, kalau pakai "saya" kesannya lebih kalem daripada pakai "aku" seperti biasanya ya? hehehe ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-6841017226020547219?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/jYA8y27o6E4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/6841017226020547219/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=6841017226020547219" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/6841017226020547219?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/6841017226020547219?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/jYA8y27o6E4/pelajaran-dari-sepatuku-d.html" title="Pelajaran dari Sepatuku :D" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_puryoHidNus/TP8grKp7r7I/AAAAAAAAB1I/pWiVHVhYYj8/s72-c/IMG01177-20101208-1009.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/12/pelajaran-dari-sepatuku-d.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcHSHo6fSp7ImA9Wx5aE0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-4245517262508957261</id><published>2010-11-10T00:53:00.000+07:00</published><updated>2010-11-10T13:53:59.415+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-10T13:53:59.415+07:00</app:edited><title>Kecelakaan</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zn75RPbFyWXxvlKEVoYgRO-7Iqk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zn75RPbFyWXxvlKEVoYgRO-7Iqk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zn75RPbFyWXxvlKEVoYgRO-7Iqk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zn75RPbFyWXxvlKEVoYgRO-7Iqk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Kemarin aku ke Kidzania mengantar anak-anak ikut acara di Kidzania. Rombongan terdiri dari : &lt;br&gt;1. Anak-anakku (Isaac, Grace, Milen)&lt;br&gt;2. Anak-anaknya Vivi (Ss dan Uis)&lt;br&gt;3. Ncus Yuni (asistennya Vivi)&lt;br&gt;4. Ana dan Ros (asistenku)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku tidak mengajak Ana dan Ros masuk ke Kidza, tapi aku mengijinkannya jalan-jalan keliling mall karena mereka tetap membawa kereta dan tas yang berisi popoknya Milen.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah aku selesai makan dengan Milen, aku cek popoknya, ternyata Milen sudah pup di popoknya itu.&lt;br&gt;Lalu aku ajak Milen keluar ke toilet dan memanggil Ros dan Ana. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Selesai nyebokin Milen, Ros dan Ana tiba di toilet. Lalu aku menyerahkan Milen pada mereka supaya mereka memakaikan popok yang baru untuk Milen. &lt;br&gt;Sementara aku bermaksud mencuci popok yang sudah dipakai karena belepotan e'eknya Milen. Kran air di toilet mall itu tidak menggunakan keran air semprot, sehingga aku berpikir, asistenku mungkin tidak bisa mencuci popoknya dengan benar menggunakan kran yang ada di situ.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Belum selesai aku mencuci popoknya, pintu toiletku digedor-gedor oleh asistenku. Ketika aku buka pintu, aku lihat Milen sedang dipangku oleh salah satu asistenku dan tangannya berdarah! Bukan hanya berdarah, tapi ujung jempolnya itu sudah mau putus!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku kaget bukan main. Apakah ini nyata atau tidak? Melihat bagian tubuh seseorang dalam keadaan seperti itu saja sudah merupakan trauma tersendiri, apalagi tubuh anak kita sendiri!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Apakah aku boleh memilih? Biar aku saja yang menanggung luka itu. Tapi tidak bisa :((&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku merasa hatiku sangat tersayat-sayat. Tapi aku mencoba untuk tetap pakai logika. Si Tante yang pintu toiletnya telah menjepit jari anakku sampai mau putus itu berkata dengan angkuhnya, "Saya ga tau apa-apa lho ... Saya ga tau apa-apa lho". &lt;br&gt;Aku yang meskipun tahu, itu bukan tanggung jawabnya, tetap memberikan tatapan mata paling tajam yang bisa dibuat oleh mata sipitku ini :D. Belum juga disalahin koq sudah berusaha membela diri. Tentu saja ... Karena sebenarnya dalam hati dia merasa bersalah. Semoga perasaan bersalah itu akan terus menghantuinya karena pernyataannya yang angkuh itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku tidak mau ambil pusing dengan Si Tante. Aku juga tidak mau berlama-lama menginterogasi orang-orang yang sudah pasti akan berusaha membela dirinya sendiri. Aku hanya memikirkan keselamatannya Milen. Ingin segera menutup lukanya supaya rasa sakitnya berkurang. Dia sungguh tidak layak menanggung akibat dari kecerobohan orang-orang dewasa di sekelilingnya. :(( bisakah aku saja???&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku segera mengambil celananya Milen yang masih bersih karena hanya itu satu-satunya kain bersih yang bisa aku harapkan untuk menutup lukanya (adakah sebutan lain untuk daging yang sudah mau putus seperti itu? "Luka" sepertinya kurang menggigit untuk menggambarkan keadaannya). Menyuruh asistenku membawa Milen keluar dari toilet, langsung menuju lift, diantar oleh salah satu petugas sekuriti mall. Menuju lobby, sambil menelpon sopirku, dan berencana menunggu mobil di lobby. Sekarang Milen sudah dalam gendonganku. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi rupanya asistenku yang lain dengan cerobohnya telah membawa kunci mobil bersamanya. Koq bisa? Mbuh!&lt;br&gt;Yang jelas akhirnya aku naik taksi dan meninggalkan salah satu asistenku untuk mencari supir dan menyusulku.&lt;br&gt;"Ke mana Bu?" tanya supir taksi.&lt;br&gt;"Rumah Sakit terdekat Pak," jawabku.&lt;br&gt;Sambil jalan supir taksi bertanya lagi, "Rumah Sakit dekat sini di mana ya? Yang di Kuningan?"&lt;br&gt;"Ga tau lah Pak, saya ga hapal daerah sini, dan sudah ga bisa mikir" jawabku sekenanya sambil berharap jawabanku itu tidak membuat supir taksi malah ngerjain aku dan ngajak kami berputar-putar ga genah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya supir taksi memutuskan membawa kami ke RS Pusat Pertamina. Langsung menuju ke UGD.&lt;br&gt;Di UGD aku di sambut seorang pria berseragam biru, aku langsung bilang, "Tolongin Pak, jarinya sudah mau putus karna kecepit pintu, tolongin sekarang deh, jangan suruh daftar-daftar dulu. Takut darahnya habis."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rupanya pria itu baik hati dan tidak sombong. Dia langsung membawaku dan Milen ke ruang bedah kecil. Tidak lama kemudian dia kembali lagi bersama dua suster dan beberapa peralatan. Segera membersihkan jempolnya Milen, melihat keadaannya baik-baik dan membalutnya dengan perban. Selama dibalut, Si Milen sempat beberapa kali berusaha berontak dan nangis, "Mau sama Papi ... Miyen mau sama Papiii" hehe.. &lt;br&gt;&lt;br&gt;(Ketiga anakku punya kebiasaan yang bersumber dari Isaac dan diturunkan ke adik-adiknya, ketika mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai, mereka akan mengajukan syarat, "mau sama mami" atau jika aku yang minta, mereka akan bilang "mau sama papi". Sebenarnya hanya untuk mengulur waktu hehehe)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya aku tidak ingin memberitahu suamiku dulu tentang kejadian ini. Karena dia pasti langsung lemes dan lagi dia tidak berani melihat darah. Hari Jumat sebelumnya dalam perjalanan pulang dari Bandung dia sempat cerita padaku, bahwa dulu dia merasa papahnya tidak sayang sama dia karena tidak pernah memeluk atau kasih pujian. Ketika suamiku kecelakaan berat waktu SMA, mamahnya sering cerita bahwa papahnya langsung lemes ngeliat suamiku yang waktu itu tergeletak penuh jahitan dan mengerang-erang. Tapi dia pikir itu hanya ceritanya Mamah aja, ga mungkin papahnya yang biasanya terlihat cool dan tegar bisa seperti itu. Tapi setelah dia merasakan sendiri jadi seorang ayah yang anaknya tidak bisa diam sehingga kadang jatuh, berdarah dll, dia sendiri merasa lemes kalau anaknya ada yang jatuh. Dari situ dia baru menyadari, ternyata Papah itu sayang sama dia. Karena sudah tahu suamiku bakal lemes liat kondisi anaknya apalagi kalau melihat lukanya sebelum diperban, aku bermaksud menghadapinya sendiri.&lt;br&gt;Tapi karena Milen nangisnya sampe "mau sama papi", akhirnya aku iseng-iseng bbm suamiku. Tapi tidak memberitahu lebih dulu kejadiannya. Hanya memberi kabar bahwa aku sedang di RS bersama Milen dan Milen minta sama Papinya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kembali ke RS ... Kemudian, atas persetujuanku, petugas RS uang baik hati itu segera mendaftarkan Milen ke ruang radiologi untuk ngefoto tulang jempolnya Milen. Kami tidak perlu menunggu lama untuk antri dan segera difoto.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemudian kami kembali lagi ke UGD untuk menunggu hasil sinar x tulang jempolnya Milen. Sejak dibalut Milen sudah tidak banyak nangis lagi, mungkin rasa sakitnya sudah banyak berkurang. Dia sudah ngantuk pastinya, sudah hampir tertidur.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah hasil rontgen keluar dan ternyata tulang jempolnya baik-baik saja, aku berdiskusi dengan dokter UGD untuk pilihan apakah akan menggunakan dokter bedah atau staf UGD untuk menangani jempolnya Milen. &lt;br&gt;Orang tua mungkin menginginkan yang terbaik untuk anaknya sehingga akan memilih dokter bedah. Tapi aku ingin tahu, apa bedanya dokter bedah dengan staf UGD? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalau di ruang UGD, hanya menggunakan bius lokal, dokter bedah pasti akan menggunakan bius total. Dan karenanya aku pasti tidak akan diijinkan untuk mendampingi Milen dan tidak bisa tahu Milen diapain aja.&lt;br&gt;Tindakan yang diambil sama saja, "dijahit"!&lt;br&gt;Akhirnya aku pilih dijahit di UGD. Ternyata yang menjahit adalah staf yang tadi membantuku ke sana kemari.&lt;br&gt;Aku tetap memangku Milen sementara mereka menjahit jempolnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Awalnya Milen menangis lagi ketika disuntik bius lokal. Karena bagaimanapun suntikan bius harus diberikan di bagian lukanya. Tapi setelah obat bius bekerja dia mulai diam.. Ngelendot ke dadaku dan membiarkan saja jempolnya dijahit. &lt;br&gt;Aku seperti nonton acara discovery channel ngeliat orang menjahit luka di depan mataku. Dan aku tetap melihatnya. Sekarang aku tahu bahwa kain penutup dengan lubang kecil untuk operasi memang secara psikologis diperlukan demi rasa kemanusiaan kita supaya sejenak melupakan bahwa yang dioperasi itu adalah bagian tubuh manusia yang bernyawa seperti pengoperasinya :D. Mungkin dunia kedokteran punya tujuan lain dengan kain itu, tapi bagiku, itulah gunanya hehehe...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peristiwa sebesar dan sepedih ini ... mungkin aku harus bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Tuhan padaku untuk mengalaminya secara langsung. Karena menurut iman yang diajarkan padaku sejak kecil, tidak sehelai rambut pun akan jatuh tanpa seijin Tuhan. Dan aku mengamininya meski belum tahu apa gunanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara sedang dijahit, suamiku sudah tiba di RS dan masuk ke ruangan kami. Tapi aku melarangnya mendekat karena sedang proses jahitan. Hatinya juga sepertinya sudah tidak kuat melihat kondisi anaknya seperti itu, akhirnya dia keluar juga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selesai proses jahitan barulah suamiku mendekat meskipun masih takut-takut, tapi seperti ketika menunggui aku melahirkan, sadar atau tidak sadar, demi ingin melihat kondisi jempolnya Milen dia berusaha untuk berani. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah proses jahitan selesai, barulah kami mengurus administrasi RS :D pendaftaran ... input data ... dan pembayaran.&lt;br&gt;Aku benar-benar sangat berterima kasih. Nama staf UGD itu Ali ... Suwajdi??? Aku lupa nama belakangnya soalnya aneh. &lt;br&gt;Aku bilang sama suamiku, sebaiknya kita kasih bonus lah karena dia sudah memberikan pelayanan terbaik untuk Milen. Tapi kata suamiku, ga usah, itu memang sudah tugasnya dia.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kalo dipikir-pikir, pola pikirku memang lucu. Bukankah memang tugas staf di RS adalah memberikan pelayanan terbaik? Memang sudah seharusnya demikian. Tapi karena hampir semua RS mengutamakan administrasi ketimbang pelayanan, maka orang seperti Pak Ali ini jadi sangat langka dan istimewa. Padahal, yang normalnya itu ya yang seperti yang dilakukan oleh Pak Ali dan yang mengutamakan administrasi RS di atas segalanya adalah yang tidak normal. Hehehe...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika masih di taksi, aku sempat menanyai asistenku yang ikut denganku, "Bagaimana mungkin anak kecil satu, yang jaga dua orang, koq masih bisa kecelakaan seperti ini? Kamu ngapain aja Ros??"&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ceritanya begini menurut asisten yang waktu itu ikut denganku : dia sudah selesai memakaikan popok untuk Milen, kemudian sedang mengambil celana. Sementara Milen dijagai oleh asisten satunya. Tau-tau Milen nangis, dia tanya ke asisten satunya, "An, Milen nangis kenapa?"&lt;br&gt;"Ga tau," jawabnya. Ketika dia lihat ternyata tangannya Milen kecepit dan dia langsung memberitahu temannya kemudian temannya langsung menggedor-gedor pintu toilet yang ternyata dimasuki oleh tante-tante yang tidak tahu ada anak kecil di depan pintu toilet yang akan dia masuki apalagi mau ngecek apakah anak kecil itu mainan pintu atau tidak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Versi asistenku yang satunya lagi, yang jadi terdakwa di kisah versi temannya : dia sedang betulin pampersnya Milen dan sambil nyanyi-nyanyi sama Milen, trus tau-tau Milen nangis. Ternyata jarinya kecepit.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ga tau deh. Temenku Si Sherly yang bekerja di bagian HRD menjadi gemas ketika aku ceritain kejadian ini, langsung menyuruhku memotong gaji asistenku :D supaya jera dan jadi pelajaran untuk hati-hati lain kali. "Kalau tidak ada hukuman dia bakal seenaknya aja kerja," begitu argumennya.&lt;br&gt;Tapi suamiku bilang, "ga usah, lebih baik dia jangan dikasih jagain Milen lagi, tambahin aja gaji asisten yang satunya".&lt;br&gt;Memang sih... Kalau orang masih punya hati nurani pasti akan menghukum dirinya sendiri sebelum orang lain memghukum dirinya. Dan dia malah akan merasa tersiksa kalau dibaikin.&lt;br&gt;Asistenku sih sudah minta maaf ke aku dan suamiku ketika kami keluar dari ruang bedah di UGD itu. Aku bilang, "minta maaf tu sama Milen". Dimintain maaf, Milen cums mlengos :D&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kejadian ini menimbulkan trauma tersendiri buatku. Meskipun aku bisa tegar dan tetap menguasai pikiranku selama proses dari toilet mall sampai keluat rs, tapi kejadian di toilet itu seperti video yang terus diputar di otakku. Dan setiap kali, hatiku terasa sakit sekali.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Memang ini sebuah kecelakaan. Aku juga tidak bisa menyalahkan siapapun. Baik si tante, asisten-asistenku, atau Milen yang tidak hati-hati. Tapi aku menyesal sekali tidak bersama Milen ketika itu, kalau aku sendiri yang menjaga, mungkin lain ceritanya. Bahkan ketika tiba2 terlintas di benakku ketika mereka memakaikan popok untuk Milen, aku ingin menyuruh mereka melakukannya di luar toilet atau cari tempat duduk atau di wastafel, tapi tidak aku lakukan.&lt;br&gt;Sebenarnya aku menyalahkan diriku sendiri lebih besar ketimbang menyalahkan orang lain. Kenapa bukan aku yang handle waktu itu???&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sepulang dari rs, aku kembali ke kidza untuk menjemput anak-anak yang lain, sementara Milen sudah tertidur. Tapi aku tidak membiarkannya pulang bersama asisten. &lt;br&gt;Dari mall itu, kami mampir lagi ke Citraland untuk makan malam dan mengantar Isaac tambal gigi. Baru kami pulang ke rumah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Citraland Si Milen sudah mulai ceria lagi. Padahal diperkirakan oleh dokter, setelah pengaruh obat bius hilang, dia bakal rewel karena lukanya akan terasa sakit sekali. Perkiraan itu dibenarkan juga oleh suamiku yang sudah mengalami sendiri dijahit karena kecelakaan. &lt;br&gt;Tapi Milen seperti tidak merasakan apa-apa. Boro-boro rewel, dia malah ngajak becandan terus dan sudah mau lompat-lompat lagi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku rasa Tuhan pun tidak tega membiarkan dia kesakitan dan mengambil rasa sakit itu daripadanya :)&lt;br&gt;Semogaa...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi akibat trauma itu, aku masih saja memperlakukan dia seperti porselen. Takut dia kebentur apa sedikit saja. Setidaknya sampai jempolnya pulih lah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hari ini nih.. Aku tunjukkan padanya foto yang diambil oleh papinya waktu dia sedang dijahit. Dia masih ingat koq. Katanya, "Yen angis ... Yen au ama papi huuuuu..." (Milen waktu itu nangisnya gini ... Milen mau sama papi huuuuu...)&lt;br&gt;Dalam hati aku sangat heran, koq bisa ya dia ingat kata-katanya waktu dia nangis padahal sudah kesakitan banget? &lt;br&gt;Hehehe...&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku masih dengan trauma dan penyesalanku yang besar.&lt;br&gt;Milen masih dengan jempolnya yang dibalut perban. &lt;br&gt;Berharap Tuhan bekerja melalui waktu atau mukjizat untuk cepat memulihkan kami...&lt;a href="#"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(nanti akan ku update lagi dengan foto kalau internetnya sudah beres :D)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sent from my iPhone&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-4245517262508957261?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/iEVOGlYfdL4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/4245517262508957261/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=4245517262508957261" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4245517262508957261?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/4245517262508957261?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/iEVOGlYfdL4/kecelakaan.html" title="Kecelakaan" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/11/kecelakaan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UASHo8fCp7ImA9Wx5bEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-3270611456542318538</id><published>2010-10-28T22:20:00.001+07:00</published><updated>2010-10-28T22:20:49.474+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-28T22:20:49.474+07:00</app:edited><title>Tes</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_7EMVMcq2Ul2xKoHPCbbt_Hn7xE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_7EMVMcq2Ul2xKoHPCbbt_Hn7xE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_7EMVMcq2Ul2xKoHPCbbt_Hn7xE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_7EMVMcq2Ul2xKoHPCbbt_Hn7xE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class='posterous_autopost'&gt;Nyoba posting lewat iphone:D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-3270611456542318538?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/9_l8U4S6ryE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/3270611456542318538/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=3270611456542318538" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3270611456542318538?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/3270611456542318538?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/9_l8U4S6ryE/tes.html" title="Tes" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/10/tes.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIDQXc6fCp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-5453705525343968853</id><published>2010-09-23T22:24:00.001+07:00</published><updated>2010-09-24T07:02:50.914+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T07:02:50.914+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Era Baru #2</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8mMfxFEt0ckiHnpTi4CJBIZQWo0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8mMfxFEt0ckiHnpTi4CJBIZQWo0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8mMfxFEt0ckiHnpTi4CJBIZQWo0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8mMfxFEt0ckiHnpTi4CJBIZQWo0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya aku merencanakan tidur di kamar anak, bersama anak-anak, karena malam ini suamiku ada di Bandung. Tapi si Kenny Rogers membuat kesendirian ini semakin terasa sendu. Kalo urusan bermelo ria, mendingan di kamar sendiri ah hehehe ..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Benar-benar tersiksa malam-malam kalau sendirian tanpa suami, apalagi di tengah anak-anak. Entah kenapa, suasana hatiku jadi sangat sendu. Jadi males deh rasanya :(&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepertinya sudah 2 minggu aku hidup tanpa ART dan melayani keluargaku. Dan seperti aku pernah bilang, kalau aku bisa hidup seminggu saja tanpa pembantu, maka aku benar-benar tidak membutuhkan pembantu. Dan sepertinya kondisi tanpa ART ini, meskipun kadang melelahkan, adalah kondisi yang lebih baik ketimbang dapat ART tapi tidak berkualitas. Cape dan mangkelnya bisa dua kali lipat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan seperti pernah kubilang di posting sebelumnya, suamiku juga akhirnya OK dengan keadaan tanpa ART ini dan mendukung aku, meskipun sekarang tidak bisa banyak membantu hehehe ..&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi di awal lebaran kemarin, aku sebenarnya sudah pesan sama susternya temanku untuk dicarikan orang yang mau jadi ART di rumahku. Ga tanggung-tanggung, aku pesan 2 orang. Nah, karena setelah beberapa kali sms-an dengan si suster tentang gaji dan sebagainya, aku tidak mendapat kabar lagi, aku mengira si suster gagal mendapatkan orang untukku. Lagi pula aku akhirnya memang tidak berharap lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ternyata temanku bilang, susternya mau datang ke Jakarta tanggal 20, bawain mbak buat aku, 2 orang. "Wow!" pikirku. "Hebat sekali bisa dapat dua orang di saat banyak orang kesulitan mencari ART."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di lain pihak, aku masih ingat keputusan tidak akan mencari ART dan mengurusi langsung urusan rumah dan anak-anak di samping masih tetap mengerjakan kantor juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya aku ambil kedua ART itu, meskipun masih belum tahu pekerjaan apa yang akan aku berikan pada mereka. Karena masih gelap dengan kemampuan mereka, aku benar-benar tidak bisa membayangkan apapun. Aku hanya mengambil karena sudah terlanjur pesan. Aku hanya memikirkan ini, "Kenapa di saat aku rasanya tidak sanggup menghadapi kehidupan tanpa ART, aku rasanya sulit sekali mendapatkan ART, tapi di saat aku sudah melepaskan keinginanku untuk mengambil ART, aku malah mendapatkan mereka. Dua sekaligus!"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Apakah setelah melihat aku pontang-panting sendirian mengurusi suami dan anak-anak, plus kantor juga, Tuhan jadi gak tega dan akhirnya memberi aku ART? Atau setelah melihat niatku dan suami untuk keluar dari kenyamanan dan memaksakan diri terlibat langsung dengan anak-anak, setannya jadi takut dan berusaha memberikan kenyamanan kembali? hehehe .."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kenapa harus mikir sejauh itu sih? Sampai melibatkan Tuhan dan setan segala?" pikiranku masih saja berdialog sendiri. Hehehe .. ya gak tau lah, setahuku, sehelai rambutku pun tidak akan jatuh kalau tidak atas seijin Tuhan, jadi aku hanya berkeyakinan Tuhan memang mengijinkan aku untuk punya ART, meskipun Dia tahu, kalau punya ART, aku akan cenderung tenggelam dalam kemalasan. Ujian lagi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tiba di rumah temanku, ternyata salah satu ART itu jutek banget mukanya. Ga ada senyum sama sekali. Yang satunya malah ramah sekali. Sepanjang perjalanan pulang, aku berpikir bagaimana caranya  menyingkirkan Si Jutek tanpa membuat Si Ramah jadi ikutan tersingkir, karena mereka seperti bakul gemblong, maunya selalu berdua. Menurut Maminya temanku, waktu di rumah temanku, Si Ramah banyak membantu membersihkan rumah dan lainnya, tapi Si Jutek diam saja di kamar. Aku inginnya tidak usah mengambil Si Jutek, tapi takut kalau Si Ramah jadi keluar gara-gara itu juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah tiba di rumahku, Si Ramah langsung cekatan membereskan rumahku yang sudah 2 minggu hanya dibersihkan ala kadarnya :) di bantu oleh Si Jutek. Apapun yang di lakukan Si Ramah, Si Jutek mengekor di belakangnya dan membantunya. Esoknya, aku pikir, lebih baik Si Ramah ku tinggal saja di rumah, dan aku ajak Si Jutek ke kantor untuk bantu menemani anak-anak selama aku bekerja atau meeting. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pikirku, di kantorku juga ada banyak cowo dan orang-orang dari Jateng juga, jadi biar dia banyak temannya dan gak bosen. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Eh .. setelah sehari dua malam, keesokan harinya Si Ramah minta ijin bahwa mereka berdua akan keluar dari rumahku dan pekerjaannya karena tidak betah. Hah?! Bercanda?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engga. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi diam-diam aku tanyain lagi Si Ramah, dan akhirnya dia mengaku bahwa ternyata itu ulahnya Si Jutek. Dia tidak mau mengurusi anak-anakku karena masih kecil-kecil dan tidak bisa diam. Kerja di tempatku dia tidak bisa tidur siang karena sepanjang hari bersamaku. Wkwkwk .. Alasan yang benar-benar aneh. Dia ke Jakarta mau kerja atau mau pindah tidur?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya aku bilang, "Ya sudah, kamu keluar dulu bareng Si Jutek ini, nanti kalau dia sudah pulang kampung, kamu balik lagi saja ke sini."&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akhirnya .. Si Jutek yang sejak awal memang tidak ingin aku pekerjakan, keluar dengan sendirinya tanpa aku perlu memikirkan bagaimana cara mengeliminasinya. Rupanya begitu gampang kehidupan mengeliminasi dia dari rumahku :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi .. tinggallah sekarang aku berdua dengan Si Ramah yang cekatan dan memang kelihatan pintar ini. Aku ingin kondisinya tetap begini saja, supaya aku tidak terlena lagi karena sudah ada yang mengurusi rumah dan anak-anak, SEMUANYA. Meskipun menurut Mamiku, lebih baik aku ambil satu orang lagi, supaya Si Ramah tidak kecapean karena mengerjakan semuanya sendirian. Tapi aku tanya Si Ramah, dia bilang dia masih sanggup. Ya sudah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mudah-mudahan ini memang kondisi terbaik, sepertinya aku memang perlu ART untuk seandainya aku harus keluar meeting, aku bisa menitipkan anak-anakku sebentar. Selain itu, melihat perkembangan selama ini, suamiku juga masih bengkak kakinya sejak 2 minggu yang lalu, sehingga tidak bisa membantu aku, kehadiran Ana, ART yang ramah ini, memang sangat membantu aku dalam "tim"ku :)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, aku berterima kasih pada Tuhan karena memberikan asisten saat ini, entah untuk berkelanjutan atau hanya sementara saja :) Kenikmatan .. kerepotan .. penderitaan .. kesenangan .. bagiku semuanya sama-sama menguji kita. Apakah kita akan bersyukur atau sombong (kalau senang) atau mengeluh (kalau sedih). Jadi kenapa tidak jalani saja dan mensyukuri apa yang terjadi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;O ya, ada satu keanehan yang lucu. Sejak lebaran sampai 2 hari yang lalu, aku merasa badanku begitu bertenaga dan segar. Mengerjakan semua pekerjaan rumah, aku tidak merasa cape, meskipun gak berhenti dari pagi sampai malam. Tapi begitu ada bantuan dari ART, badanku rasanya sekarang lemes banget. Bangun tidur, bukannya seger, malah pegel-pegel. Wkwkwkw .. Waaa .. tapi aku tetap berkeputusan gak boleh malas ah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-5453705525343968853?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/Flin0n48RkQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/5453705525343968853/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=5453705525343968853" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/5453705525343968853?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/5453705525343968853?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/Flin0n48RkQ/era-baru-2.html" title="Era Baru #2" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/09/era-baru-2.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMEQHw_fip7ImA9Wx5XFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-1281496383959421570</id><published>2010-09-17T09:48:00.003+07:00</published><updated>2010-09-17T10:16:41.246+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-17T10:16:41.246+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="christian" /><title>Era Baru</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/c2G5AF10YdZhcHYWBqUijorqv_o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/c2G5AF10YdZhcHYWBqUijorqv_o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/c2G5AF10YdZhcHYWBqUijorqv_o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/c2G5AF10YdZhcHYWBqUijorqv_o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kemarin pagi, lagi ngobrol-ngobrol sama bojoku, aku bilang, "Eh, kalau seandainya nih, ternyata aku bisa handle semua urusan kantor, rutang dan anak-anak bersama-sama, mendingan kita gak usah pake ART lagi ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, mending gitu aja," jawab bojoku spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm .. tumben banget nih bojoku langsung ngijinin aku gak pake ART, biasanya dia yang paling keras menolak ide itu. "Duh, jangan, gak bisa gak."&lt;br /&gt;Tapi sekarang dia melihat sendiri, begitu gak ada pembantu, anak-anak jadi lebih mandiri dan bisa melakukan apa-apa sendiri. Si Grace beresin kamar sendiri, Isaac siapin bekal minumnya sendiri. Anak-anakku juga jadi lebih kompak. Bukankah semua itu kondisi yang kami harapkan? Kenapa kami harus merusaknya lagi dengan kehadiran ART yang justru malah membuat kami keluar uang? Kalau ada 1 saja ART di rumah kami, pasti anak-anak akan memanfaatkannya dengan baik untuk kemalasan mereka hehehe ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK kalo gitu, jadi mulai kemarin aku mencoba ke kantor bawa anak-anakku. Pikirku, aku sudah cukup terbantu dengan supir dan OB yang bisa nganter anak-anak dan bersihin rumahku, urusan lain paling tinggal cuci setrika baju dan siapin makanan. Aku rasa, bisa lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma masih kepikiran si kirik yang di rumahku itu. Aku pingin banget mengembalikannya ke penjualnya. Gak usah minta uangku kembali lah. Asal aku bisa mengalihkan beban moralku aja heheh .. Kalau ada yang mau juga, aku kasih gratis aja beserta kandangnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang harus dipikirkan juga. Karena aku sekarang harus ada acara ngantor di Thamrin segala, aku harus mencari daycare untuk anak-anakku. Soalnya kantorku di tamrin berisi pengudut-pengudut sejati yang susah diberitai bahwasanya gedung itu adalah area bebas rokok.&lt;br /&gt;Sampe sudah kena tegur pengelola, masih aja ntu kantor selalu kelabu karena asap rokok :( Aku juga males ngantor full di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di kantorku sendiri, aku bisa setting ruangan khusus untuk aku sendiri, lengkap dengan sofa bed dan tempat pakaian anak :D&lt;br /&gt;Rencananya ntar beberapa mainan dan buku-buku akan kupindah ke sana supaya anak-anak bisa mengisi waktu dengan belajar dan main di sekelilingku. Sebenarnya bagi mereka, asal kalau manggil "Mami" ada orangnya aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan aku semoga bisa menjalani ini semua dengan baik. Aku senang dan puas dengan kondisi ini, tapi gak terlalu yakin secara fisik bisa menjalaninya dengan sempurna.&lt;br /&gt;Kemarin aku senderan di kursi kantor, ketika meletakkan kepalaku di senderan kursinya, tau-tau makcleng!&lt;br /&gt;"Eh .. apa ini?" pikirku, trus aku coba lagi meletakkan kepalaku di senderan kursi lagi, ternyata itu bukan kejutan sesaat. Kepala belakangku sebelah kanan (deket leher) memang sensi banget ketika disentuh, tapi yang sebelah kiri biasa aja. Rasanya seperti kalau leher kaku trus dipijit. Aku pikir .. apa nih ya??? Sampe sekarang aku masih belum tahu :D&lt;br /&gt;Sekarang sih mulai berkurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-1281496383959421570?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/Q8LrDEOcGEo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/1281496383959421570/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=1281496383959421570" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1281496383959421570?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1281496383959421570?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/Q8LrDEOcGEo/era-baru.html" title="Era Baru" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/09/era-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MHQ3YzeSp7ImA9Wx5XFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-9209777765999977966</id><published>2010-09-15T06:13:00.000+07:00</published><updated>2010-09-15T12:43:52.881+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-15T12:43:52.881+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="belajar jadi ortu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kabar-kabari" /><title>Ketika Harus Jadi Inem</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DwkLMhhM---gUN9VCabXwXHXPks/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DwkLMhhM---gUN9VCabXwXHXPks/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DwkLMhhM---gUN9VCabXwXHXPks/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DwkLMhhM---gUN9VCabXwXHXPks/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Lebaran kali ini bener-bener seru dan penuh tantangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah para  ART pulkam tanggal 7 September kemarin, aku langsung mengambil alih semua  tugas-tugas rutang. Untungnya sih Isaac dan Grace sudah pada libur sekolahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseruan ini dimulai dengan bengkaknya kaki suamiku di hari pertama  lebaran. Bener-bener bikin keki deh. Dengan kakinya bengkak, maka dia tidak bisa  jalan, harus pakai tongkat dan tidak boleh berdiri terlalu lama, serta harus  istirahat total. Yang terakhir itu parah banget :), bikin dia akhirnya harus  keluar dari "tim pengurus rutang"ku. Jadi sekarang, di tim itu hanya ada aku!  :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mulai sejak lebaran itu aku mengurus sendiri 2 balita, 1 anak  kecil, dan 1 orang sakit :) tidak&lt;br /&gt;lupa urusan rutang lainnya. Tapi untuk  bersih-bersih rumah, aku minta tolong OB di kantor yang kebetulan bukan muslim  sehingga tidak pulkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lebaran kali ini tidak seperti tahun lalu  maupun tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu, Mamiku masih sehat seluruh  onderdilnya, jadi mungkin masih bisa bantu. Mertuaku juga masih nganggur, dan  senang main sama cucu-cucunya. Tapi sekarang mereka berdua sama sekali udah gak  bisa bantu. Mamiku sejak operasi tulang belakang dan ganti spare part, ga boleh  lagi terlalu cape, sementara kalau liat anak-anakku suka gak tahan pingin  cawe-cawe, jadi daripada beresiko, mendingan ga usah ke Jakarta deh. Mertuaku  sekarang buka kios makan di Cengkareng bersama adik iparku, dan lebaran ini  adalah kesempatan untuk ngeruk. Karena semua orang memang ga kerja, penjual  makanan juga gak pada jualan, jadi otomatis sebagai satu-satunya kios makan yang  buka, akhirnya orang pada mampir dan jadi tahu apa aja yang ada di kios makan  itu. Akhirnya jadi rame banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kadang rasanya keki banget sama  bojoku, kenapa kumat penyakitnya di saat seperti ini. Kalau sehat dia habiskan  16 jam untuk urusan pekerjaan, giliran waktunya kumpul sama keluarga dia sakit  dan gak berdaya. Gondes!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di lain pihak, aku merasakan kebahagiaan  yang aneh di saat melayani keluargaku. Kenapa kubilang kebahagiaan yang aneh?  Karena meskipun aku keki, aku senang melayani suami dan anak-anakku. Meskipun  kadang ingin memutar kembali waktu ke saat di mana suamiku masih segar bugar,  lalu melarangnya main basket di tengah hujan dan berenang sesudahnya (mungkin  saja itu kombinasi sempurna untuk membangkitkan penyakitnya), tapi aku senang  juga melayani dia di saat dia gak bisa apa-apa selain tiduran di kasur dan  nonton tipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berusaha menelpon rumah sakit-rumah sakit di  Jakarta (sebenarnya Bandung juga, karena dokter favorit suamiku ada di Bandung  :D), tapi kayaknya dokter rheumatologi lagi pada cuti, sehingga akhirnya aku  hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Lagi pula, mengharap suamiku cepat sembuh  dengan sekali sedot cairan di lututnya adalah hil yang mustahal. Bisa-bisa dia  sembuhnya waktu liburan sudah usai dan malah ninggalin rumah lagi untuk kerja  lagi hahaha .. Biarin aja lah, biar dia keki juga ngerasain harus istirahat  total ketika project harus jalan ngebut hahaha ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, aku rasa juga  sudah keki dengan penyakitnya yang datang kayak jalangkung ini. Dia juga  sebenarnya bukan tipe orang malas yang tega biarin aku pontang-panting  sendirian, sementara dia cuma bisa tidur. Selama 3 hari sebelum dia sakit, kami  sudah membereskan beberapa tempat di rumah. Dan itu hasil karyanya semua. Tapi  apa daya, keberuntungan sedang di pihaknya, jadi yah .. tidur aja dia sekarang  bisanya. hehehe ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ngeliat anak-anak kadang rasanya bete banget.  Mereka itu gampang banget membuat ruangan menjadi kotor dan berantakan, tapi  disuruh makan, dipanggil2 susah banget. Tapi setelah selesai mengurusi mereka ..  rasanya seneng dan puas sudah terlibat langsung dalam kehidupan mereka tanpa  orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ketika melihat pakaian kotor, rasanya mau  pingsan .. apa bisa aku cuci semuanya? (aku memang pakai mesin cuci, tapi hanya  untuk bilas, sementara proses dengan sabun aku kerjakan manual karena mesin cuci  kayaknya kurang kuat ngadepin hasil aktivitas dan kreatifitas suami dan  anak-anakku :D). Tapi kalau sudah selesai disetrika, rapi dan wangi, rasanya  seneng banget dan pingin cari cucian kotor lagi hahaha ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lebih  lancar di dapur ketimbang lebaran tahun kemarin yang cari panci aja  celingak-celinguk dan bengong di dapur. Ya lah, masak gak belajar juga dari  kebodohan hehehehe ..&lt;br /&gt;Sempet rasanya boros waktu banget, sementara bojoku  pingin minum madu, aku harus nguleg bawang supaya bisa cepetan masakin  anak-anak. Aku berusaha miring-miringin botol madunya dan menyandarkannya pada  sesuatu supaya tidak perlu dipegangi, tapi takut jatuh .. Ah! Akhirnya,  kupegangi botol madu dengan tangan kiri, tangan kananku nguleg bawang wkwkwkw .. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kayak babu yang jadi badut atau badut yang jadi babu ya? hahaha  .. Tapi ya itu, memang ada kepuasan tersendiri ketika bisa melayani keluarga dan  puas juga ketika bisa melakukan sesuatu yang ekstra untuk mereka. Kepuasan yang  tidak akan pernah aku rasakan di kantor. Mungkin itu sebabnya banyak ibuk-ibuk  bekerja yang akhirnya memutuskan putar haluan dan full time di rumah .. demi  kepuasan itu? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku belum akan mengambil tindakan senekat itu. Aku  sendiri tidak cukup pede akan suka menyandang setatus "full time mom", menunggu  sampai anak-anakku cukup besar dan otakku jadi dhedhel ketika ketemu kerjaan  kantor lagi wkwkwkw...&lt;br /&gt;Aku tetep pingin berbisnis dan belajar berbisnis,  salah satunya karena full time di rumah gak ada gajinya hahaha .. tapi lebih  dari itu juga, karena aku butuh pergaulan yang bermutu. Selama beberapa hari di  rumah ini, aku jadi jarang konek dengan dunia luar. Buka FB pun buru-buru  banget, lama-lama aku hanya farming di iphone-ku, tapi di iphone banyak feature  yang hilang.&lt;br /&gt;Dan aku memang tidak bisa meninggalkan suamiku berjuang  sendiri, karena banyak hal yang tidak dia mengerti juga dan siapa lagi yang bisa  diandalkan kalau bukan istrinya. Hohoho .. Setidaknya, aku jadi lebih nyambung  lah bicara sama suamiku kalau aku tetap lebih banyak di jalur bisnis.&lt;br /&gt;Kenapa  gak kerjakan bisnis dari rumah saja? Hmm .., bisnis ini menuntut bekerja sepenuh  waktu juga, tidak bisa dikerjakan di rumah seperti dulu lagi. Kalau dulu, sambil  ngurus 1 anak, aku masih bisa kerja juga, sekarang kayaknya gak mungkin lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengalaman ini, sebenarnya aku jadi mengerti bahwa sebetulnya,  menjadi seorang ART adalah sebuah profesi yang sangat butuh banyak pengetahuan,  keterampilan, kesabaran, dan tidak gampang cape. hahaha .. Harusnya di gaji  tinggi, bahkan lebih tinggi dari karyawan kantoran, karena jam kerja mereka  lebih lama. Tapi tidak semua inem yang bekerja memiliki kualitas seperti itu.  Bahkan banyak sekali yang bekerja asal-asalan. Sehingga rasanya sayang sekali  kalau mau menggaji mereka lebih tinggi. Kalau saja gaji mereka disamakan dengan  standar luar negeri, maka yang ada mereka bakal ongkang-ongkang kaki dan mungkin  gak balik lagi setelah lebaran karena merasa sudah kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu  terakhirku malah lebih menyebalkan lagi. Usia 35, sudah punya anak, tapi selama  4 bulan bekerja denganku, main hp terus. Sebenarnya aku gak keberatan, asalkan  kerjanya beres dan dia mau jagain anakku, tapi dia gak mau jagain anakku,  bersih-bersih juga gak bersih. Setelah merasa kerjaannya selesai, dia langsung  naik ke atas lagi dan ber-hp ria. Padahal setiap bulan aku kasih tambahan  gajinya khusus untuk pekerjaan jagain anakku. Sampai terakhir aku pakai ancaman,  "Mbak, kalau gak mau bantu jagain anakku, selama aku kerja, aku bawa aja hpmu." &lt;br /&gt;Aku gak bicara pecat dong, cari pembokat syusyah banget akhir-akhir ini,  sampe orang gila aja aku ambil :D. Lha gimana gak gila, bicara sama orang yang  lebih tua ini lebih susah daripada bicara dengan rekannya yang masih muda.  Bahkan anakku aja sampai ngadu ke aku bahwa Si Mbak gak mau jagain Milen, malah  telpon-telponan di atas :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu juga sebabnya aku tidak merasa  berat ketika ditinggalkan oleh kedua ARTku menjelang lebaran kemarin. Aku  sebenarnya malas nyebut mereka ART, rasanya terlalu sopan :D. Mereka gak punya  kualitas ART sama sekali, mereka hanya orang-orang yang nebeng penghidupan sama  aku, jadi kerjaannya asal banget. asal dapet gaji. Miris sebenarnya aku  ninggalin anak-anakku dengan orang-orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahkan masih  haha hihi dengan teman-temin di BBM dan belum pesan ART lagi. Masih belum tahu  akan menitipkan anak-anak dan rumah pada siapa kalau aku harus kembali bekerja  lagi. Bisakah aku bawa saja anak-anakku ikut bekerja atau .. ?? Entah lah .. &lt;br /&gt;Tapi akhirnya aku diberi kontak ART temanku dan aku titip minta dicariin  orang sama dia.&lt;br /&gt;ARTku di kantor yang pulkam cukup lama juga akhirnya aku  titipin untuk cari orang. Aku mungkin juga akan mulai nyoba cari lewat yayasan  setelah orang tuaku sepertinya tidak bisa diandalkan lagi untuk dititipi nyari  ART.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku mungkin lebih suka bertahan dengan keadaan ini dulu sampai  aku bisa stabil dengan urusan rutang dan anak-anak. Entah masalah pekerjaan ..  mudah-mudahan bisa via YM dulu :D.&lt;br /&gt;Susahnya, kali ini aku juga berpartner  dengan perusahaan lain, ngantor bareng, jadi gak enak rasanya kalau gak ngantor.  Yah .. itu masih jadi pemikiranku. Hari ini aku juga sudah harus mulai aktif  ngantor lagi. Tapi mungkin masih mau minta cuti hehehe ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini juga  ada tantangan yang lebih besar lagi, Isaac udah mulai masuk sekolah. &lt;br /&gt;Malem-malem aku mulai siapin semuanya, biar pagi gak gugup, ajak mereka  tidur lebih awal. Pantesan Isaac belingsatan disuruh tidur gak tidur-tidur.  Biasanya tidurnya nyaris tengah malam, ini baru jam 9 sudah disuruh tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin aku sempetin pergi ke mangdu untuk persiapan ultahnya Isaac,  tapi ternyata susah banget cari birthday cake untuk tanggal 17 yang memuaskan.  Ada Holland Bakery, tapi modelnya udah jadul. Ada lagi yang bagus, harus pake  jaminan dan balikin bonekanya. Dudul ah!&lt;br /&gt;Toko online yang aku mau tuju malah  bukanya tanggal 20. Akhirnya aku minta mundur deh sama gurunya Isaac, dikasih  lah tanggal 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku bisa sampai ke Mangdu? :D Aku minta tolong  karyawan di kantor jagain anak-anakku sebentar, suamiku juga panggil adikku. Aku  pergi tapi buru-buru banget. Untung di pasar pagi mangdu, mayoritas masih pada  tutup. Memang hanya 1 toko perlengkapan ultah yang buka. Jadi gak susah lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, sekian dariku. Kalau kalian bingung juga, bagaimana aku bisa nulis  sebanyak ini dalam kesibukan yang menggila, sebenarnya .. aku sudah mulai nulis  dari malam, lalu lanjut pagi-pagi, karena tadi malam ketiduran dan pagi ini  tiba-tiba kebangunan :) jadi yah .. bisa ngetik dulu mumpung ada sedikit waktu  :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-9209777765999977966?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/QZ7OQvero5s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/9209777765999977966/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=9209777765999977966" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/9209777765999977966?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/9209777765999977966?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/QZ7OQvero5s/ketika-harus-jadi-inem.html" title="Ketika Harus Jadi Inem" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/09/ketika-harus-jadi-inem.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cGRHw_fyp7ImA9Wx5RFEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9219388394400473490.post-1522241286784904726</id><published>2010-08-22T20:43:00.000+07:00</published><updated>2010-08-22T20:50:25.247+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-22T20:50:25.247+07:00</app:edited><title>Kirik</title><content type="html">
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9-Zb3d-w_dZ9gDfEXqPJ3JtfNSw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9-Zb3d-w_dZ9gDfEXqPJ3JtfNSw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9-Zb3d-w_dZ9gDfEXqPJ3JtfNSw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9-Zb3d-w_dZ9gDfEXqPJ3JtfNSw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Yah.. Aku beli kirik (anak anjing) tanggal 17 Agustus 2010 kemarin. Entah dengan senang hati atau terpaksa ... kar&amp;#39;na suamiku yang nyeletuk pingin punya anjing di rumah karena kalau sedang main ke rumah orang lain yang ada anjingnya, Isaac tuh &amp;quot;ngimpleng&amp;quot; banget sama anjingnya. &lt;p&gt;Yah.. aku juga suka anjing sih, tapi ... aku ini bukan tipe pemelihara, aku ini tipe pemalas yang cuma suka mainnya aja :). Itu sebabnya sejak keluar dari rumah orang tuaku, aku tidak pernah berniat memelihara binatang apapun. &lt;p&gt;Ikan aku masih ok karena cenderung gampang dan tidak bikin kotor setiap hari.&lt;br&gt;Tapi anjing ... ??? Kedengarannya sama sekali bukan ide bagus, lebih-lebih di saat aku dan suamiku sedang mengerjakan project sampai Desember nanti dan kapasitas asisten rutangku masih belum memenuhi syarat seperti sekarang ini.&lt;br&gt;Aku sadar diri banget dengan kemalasanku dan kegemaranku ngumpet di kamar, bukan faktor pendukung yang bagus untuk ide &amp;quot;punya anjing di rumah&amp;quot;. &lt;br&gt;1. Siapa yang akan memelihara anjing itu? &lt;br&gt;2. Menyiapkan makanannya setiap pagi, siang, sore?&lt;br&gt;3. Anjing biasanya tidak mau dikurung, dan kalau dikurung kasihan, mukanya memelas, kalau tidak dikurung, dia buang air di mana-mana. Siapa yang akan membersihkannya?&lt;br&gt;4. Apakah rak sepatu di depan rumah perlu dipindahkan mengingat anak anjing suka gigit-gigit apa aja?&lt;br&gt;5. Apakah kita beli anjing hanya untuk hiasan di luar rumah saja atau kita akan &amp;quot;membahagiakannya&amp;quot;? Menurutku, anjing suka diajak main, apakah kami akan menggeletakkannya begitu saja di teras rumah tanpa pernah diajak main? Di sisi lain, kalau diajak main, dia akan manja dan selalu ngikut ke mana pun kita pergi, termasuk pingin ngikut masuk rumah. Aku tidak mau anjing masuk ke rumah ... Oh.. ribetnyaaaa...&lt;br&gt;Sapa yang bikin ribet? Aku sendiri juga sih ... Kar&amp;#39;na standar kebersihanku berkombinasi dengan kemalasanku hehehe...&lt;p&gt;Beruntungnya suamiku punya istri yang selalu mendukung keinginan suaminya seperti aku ini hehehe... Meskipun aku menganggap itu bukan ide bagus, akupun selalu berpikir &amp;quot;tidak ada salahnya dicoba&amp;quot;. &lt;p&gt;Akhirnya kami beli juga seekor anjing kecil, setelah kutemukan di internet tempat penjualan anak anjing yang menurutku cukup murah di Cengkareng. &lt;br&gt;Sebenarnya Milen yang menemukan :). Waktu aku lagi main game, dia tiba-tiba nyeletuk &amp;quot;ada guk-guk&amp;quot;. Ternyata ada iklan jual anak anjing.&lt;p&gt;Sempat berbeda pendapat dengan Isaac tentang anjing mana yang akan kami beli karena suamiku ingin membeli anjing yang berbulu tebal, tapi Isaac pingin anjing yang berwarna hitam dan kebetulan bulunya tidak tebal. Tapi akhirnya ada juga anjing warna hitam dengan bulu agak tebal. Deal!&lt;p&gt;Malam pertama di kandang, si kirik yang kami beri nama standar banget (&amp;quot;Bleki&amp;quot;) ini nangis terus pingin keluar dari kandang. Setiap ada orang dia kibas-kibaskan ekornya. Jadi ga tega ngeliatnya.&lt;br&gt;Mungkin butuh teman juga. Waktu dikeluarkan dari kandangnya dia tenang, aku yang ga tenang. &amp;quot;Pipis di mana ya? Pup di mana ya?&amp;quot; Hehehe...&lt;p&gt;Sempat terpikir untuk beli satu lagi supaya Si Bleki tidak sendirian. Tapi pinginnya yang jenis Siberian Huski. Nunggu deh ...&lt;p&gt;Terasku rumahku yang tidak seberapa luas itupun akhirnya jadi agak kotor dan kadang-kadang bau. Aku berharap kalau sering dimandikan tidak akan bau, tapi bagaimanapun, anjing tetap anjing, tidak akan berbau manusia :D.&lt;br&gt;Di lain pihak, harapan akan melihat anak-anak akan sering bermain dengan Si Bleki ternyata meleset. Padahal, aku bermaksud bagi tugas, biar mereka belajar memiliki peliharaan, jadi mereka saja yang mandikan Si Bleki, sekalian main air. Tapi rupanya mereka tetap saja lebih suka Playhouse daripada main dengan Bleki. Tapiiii... kalau kutanya, &amp;quot;Bagaimana kalau Si Bleki kita kembalikan saja ke penjualnya? Soalnya kayaknya kamu ga tertarik main sama Bleki.&amp;quot; Si Isaac bakal menjawab, &amp;quot;Jangan!&amp;quot;&lt;p&gt;Suamiku juga kelihatan semakin semangat dengan Si Bleki di waktu senggangnya. Membelikan makanan anjing, kalung... dan ketika kuajukan proposal untuk mengembalikan si guk-guk ke penjualnya, dia bilang, &amp;quot;Kita coba dulu sebulan dua bulan ini&amp;quot;.&lt;p&gt;Ouwh ... Mari kita lihat bersama-sama :D&lt;p&gt;Maaf, Si Bleki belum sempet aku foto yah, lupa dan lagi males. Lucu koq mukanya. Sebenarnya aku suka mukanya, sayang ga demen baunya. 
&lt;br&gt;Sent from my BlackBerry&amp;#174; smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9219388394400473490-1522241286784904726?l=karepkudewe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/wrsM/~4/2WKeqU4oGvk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://karepkudewe.blogspot.com/feeds/1522241286784904726/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9219388394400473490&amp;postID=1522241286784904726" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1522241286784904726?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9219388394400473490/posts/default/1522241286784904726?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/wrsM/~3/2WKeqU4oGvk/kirik.html" title="Kirik" /><author><name>Lea</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://karepkudewe.blogspot.com/2010/08/kirik.html</feedburner:origLink></entry></feed>

