<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193</id><updated>2024-08-28T17:28:28.349-07:00</updated><title type='text'>GODS LOVING HAND</title><subtitle type='html'>BLOG ini saya buat, dengan tujuan untuk berbagi dengan sesama BLOGGER dan pembaca. Apa yang tertulis adalah berasal dari berbagai Referensi by Internet. Semoga Article-article yang ada dapat berguna bagi para pembaca. Selamat membaca, salam hangat dari saya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-8381238132453333864</id><published>2012-11-06T20:53:00.001-08:00</published><updated>2012-11-06T22:12:59.997-08:00</updated><title type='text'>BERANI MENCINTAI berarti ANDA BERANI MENGAMBIL RESIKO untuk TERSAKITI</title><content type='html'>Apa yang saya sampaikan tidak untuk membenarkan pendapat saya, melainkan untuk berbagi apa yang telah saya jalani dalam membangun hubungan dalam COVENANT....GBU All&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kasus percerain dimana-mana, jika dilihat dari KEBENARAN tentu hal itu tidak di benarkan...Apa yang menyebabkan perceraian kian marak akhir-akhir ini...?? Saya rasa jawabannya ketika anda memutuskan menikah dengan dasar ingin &quot;Mencintai dan Di cintai&quot; saya rasa itu yang menjadi akar perceraian.....Karena akan ada saatnya anda menemukan fakta &quot;Orang yang menyakiti adalah orang yang di dekat anda&quot;...Jadi ketika orang memutuskan untuk mencintai dan dicintai mendapati diri nya di sakiti, disitulah konflik-konflik di mulai...&amp;gt;SO bagaimana seharus nya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pastikan anda memiliki kesadaran bahwa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&quot;Orang yang menyakiti adalah orang yang di dekat anda&quot;&lt;br /&gt;
2. Belajar menerima si dia apa ada nya&lt;br /&gt;
3. Belajar Mencintai nya, dan jangan berharap di cintai...karena KASIH itu memberi bukan Meminta&lt;br /&gt;
4. Jauhkanlah pengharapan kepadanya, seperti saya berharap kamu jd istri yang baik, ibu yang baik, rajin, lemah lembut, dll....karena PENGHARAPAN adalah penghalusan kata dari TUNTUTAN, secara tdak langsung anda menuntut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BERANI MENCINTAI berarti ANDA BERANI MENGAMBIL RESIKO untuk TERSAKITI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang berat ketika berbicara namun tiada telinga yang mendengar&lt;br /&gt;
Terkadang sedih apa yang disampaikan tidak respon sesuai keinginan kita&lt;br /&gt;
Terkadang kesal orang yang di ajak berbicara tetap tidak mengerti&lt;br /&gt;
Terkadang Berat untuk berdampingan dengan orang yang tidak bisa di konfrontir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sekali kesedihan dan beban yang ada pada saya pribadi dalam sebuah proses pengenalan akan COVENANT...Mudah untuk Menikahi orang yang kita cintai, tetapi menjadi sulit bagi saya untuk mencintai orang yang saya Nikahi.&amp;nbsp;Hal itu yang sedang saya alami saat ini , Apakah ada kesalahan ? Tentu tidak , ketika Covenant itu terucap u have to keep it....Hari ini saya mendapatkan pengertian bagaimana jika hal yang telah tersampaikan itu dikembalikan ke diri sendiri , seperti berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang berat ketika berbicara namun tiada telinga yang mendengar, adalah sama seperti ketika kita tidak mau mendengar suaraNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang sedih apa yang disampaikan tidak respon sesuai keinginan kita, adalah sama ketika respon kita bertolak belakang dengan KEBENARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang kesal orang yang di ajak berbicara tetap tidak mengerti, adalah sama ketika Allah berbicara tetapi kita berdiri diatas PEMBENARAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang Berat untuk berdampingan dengan orang yang tidak bisa di konfrontir, adalah sama ketika Allah harus menghadapi orang BEBAL&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satu nya yang membedakan adalah Respon dan Sikap Hati Allah terhadap kita, seperti berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang berat ketika berbicara namun tiada telinga yang mendengar, adalah sama seperti ketika kita tidak mau mendengar suaraNYA..., akan tetapi Allah tetap ada dan SETIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang sedih apa yang disampaikan tidak respon sesuai keinginan kita, adalah sama ketika respon kita bertolak belakang dengan kebenaran...akan tetapi Allah tetap ada dan SETIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang kesal orang yang di ajak berbicara tetap tidak mengerti, adalah sama ketika Allah berbicara tetapi kita berdiri diatas PEMBENARAN ....akan tetapi Allah tetap ada dan SETIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang Berat untuk berdampingan dengan orang yang tidak bisa di konfrontir, adalah sama ketika Allah harus menghadapi orang BEBAL....akan tetapi Allah tetap ada dan SETIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini saya belajar untuk kembali merespon dengan hati yang benar, dan menerima *** apa adanya....sama seperti Allah menerima saya apa adanya.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Note : Yang menjadi masalah atau pergumulan KITA bukanlah Masalah yang ada, Yang menjadi masalah adalah RESPON kita terhadap masalah- yang akan menentukan SIKAP kita dan KARAKTER kita apakah sesuai kehendakNYA atau kehendak daging kita....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/8381238132453333864/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/about-covenant.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8381238132453333864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8381238132453333864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/about-covenant.html' title='BERANI MENCINTAI berarti ANDA BERANI MENGAMBIL RESIKO untuk TERSAKITI'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-8815107394229204295</id><published>2012-11-06T20:03:00.000-08:00</published><updated>2012-11-06T20:03:06.210-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH PENSIL</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat . ”Nenek lagi menulis&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menulis dan berkata kepada cucunya,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
”Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
”Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
nanti” ujar si nenek lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
melihat pensil ini.”&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kualitas dari sebuah pensil.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
1. Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya” .&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
2. Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
orang yang lebih baik”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
3. Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kita dalam hidup ini adalah seharusnya. Dan Justru bisa membantu kita untuk tetap berada&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
pada jalan yang benar”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
4. Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menyadari hal-hal di dalam dirimu”.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
5. Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/8815107394229204295/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/sebuah-pensil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8815107394229204295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8815107394229204295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/sebuah-pensil.html' title='SEBUAH PENSIL'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-805466059013160754</id><published>2012-11-06T20:02:00.003-08:00</published><updated>2012-11-06T20:02:59.848-08:00</updated><title type='text'>IBU</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pada Saat Tuhan Menciptakan Para Ibu Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Kini giliran diciptakan para ibu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: &quot;Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
habiskan untuk menciptakan ibu ini?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Dan Tuhan menjawab pelan: &quot;Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
01) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya untuk mencukupi kebutuhan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
anak-anaknya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
anak-anaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menyejukan hati anaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
07) Enam pasang tangan!! ---&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya &quot;Enam pasang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
tangan....? tsk tsk tsk&quot; --- &quot;Tentu saja! Bukan tangan yang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
baik....&quot; balas Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Bagaimana modelnya?&quot; Malaikat semakin heran.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Tuhan mengangguk- angguk. &quot;Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
bertanya: &quot;Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?&quot;, padahal sepasang mata itu sudah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
mengetahui jawabannya. &quot;Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: &quot;Saya mengerti dan saya sayang padamu&quot;.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Tuhan&quot;, kata malaikat itu lagi, &quot;Istirahatlah&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Terlalu lunak&quot;, katanya memberi komentar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Tapi kuat&quot;, kata Tuhan bersemangat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung,pikul dan derita.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Apakah ia dapat berpikir?&quot; tanya malaikat lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi&quot;, kata Sang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pencipta.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. &quot;Eh, ada&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kebocoran disini&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&quot;Itu bukan kebocoran&quot;, kata Tuhan. &quot;Itu adalah air mata.... air&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan,&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
airmata...., airmata....&quot;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/805466059013160754/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/805466059013160754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/805466059013160754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/ibu.html' title='IBU'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-8043492667194113332</id><published>2012-11-06T20:02:00.002-08:00</published><updated>2012-11-06T20:02:47.354-08:00</updated><title type='text'>APA KATA TUHAN TENTANG CINTA</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
4. Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses:Perlakukan semua bencana seperti masalah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana. (Filipi&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
4:5)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
5. Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sulit bersama (2 Tim 1:2-3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
6. Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kehidupan kita. (Kid 4:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
7. Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Roma 8:28)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
8. Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan. (Mat 11:28)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
9. Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban. (Mat 11:30)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
10. Cinta memberikan segala - galanya dengan tidak mengharapkan balasan.(Yoh 3:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
11. Cinta kekanak-kanakan berkata: &quot;Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu.&quot; Cinta&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dewasa berkata: &quot;Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu.&quot; (1 Yoh 3:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
12. Cinta memang benar seperti yang terdengar,terlihat,tertulis, dan dibicarakan banyak orang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yg ada untuk mendapatkannya. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Yoh 3:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
13. Cinta adalah suatu pencarian (Gal 5:14)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
14. Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2 Kor 8:12)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
15. Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
(Roma 5:8)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
16. Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
(Yoh 14:1-3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
17. Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros:meskipun cinta itu&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
diberikan,dibuang,disebarkan,dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
lebih banyak dari semula. (Luk 6:38)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
18. Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya. (1 Kor 10:24)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
19. Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Roma 8:6)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
20. Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil 1:7)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
21. Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2 Tim 1:4)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
22. Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (KIS 20:31-32)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
23. Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya.(Kid 5:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
24. Bagaimana aku dapat mencintaimu ? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menunjukkan cintaku. (Hosea 3:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
25. Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dengan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
tantangan.(Kid 4:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
26. Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dikompromikan. (Filipi 2:4)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
27. Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
satu tujuan. (KIS 2:44-45)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
28. Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dan tidak berpengharapan. (Pengkhotbah 4:10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
29. Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kuinginkan.(Kid 5:2)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
30. Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (P&#39;khotbah 7:29)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
31. Cinta berani mengambil resiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pet 3:6)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
32. Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. (Ams&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
20:22)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
33. Cinta memerintah tanpa pedang. Cinta mengikat tanpa tali. (2 Kor 3:17)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
34. Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Roma 8:1-2)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
35. Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
baru menuju pengertian yg lebih baik satu sama lain.(Roma 13:10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
36. &quot;Aku mencintaimu&quot;. Itu berarti: &quot;kamu, kamu,kamu dan hanya kamu seorang.&quot; (1 Pet 3:7)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
37. Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius. (1 Kor&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
13:5)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
38. Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
seseorang terhadap yang lain. (Roma 12:9)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
39. Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
berpikir secara bersama-sama. (Ef 4:3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
40. Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pet 1:22)&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/8043492667194113332/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/apa-kata-tuhan-tentang-cinta_6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8043492667194113332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8043492667194113332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/apa-kata-tuhan-tentang-cinta_6.html' title='APA KATA TUHAN TENTANG CINTA'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-6149875536796274423</id><published>2012-11-06T20:02:00.001-08:00</published><updated>2012-11-06T20:02:39.398-08:00</updated><title type='text'>APA KATA TUHAN TENTANG CINTA</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
1. Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
2. Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
3. Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
4. Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses:Perlakukan semua bencana seperti masalah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana. (Filipi&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
4:5)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
5. Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sulit bersama (2 Tim 1:2-3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
6. Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kehidupan kita. (Kid 4:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
7. Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Roma 8:28)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
8. Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan. (Mat 11:28)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
9. Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban. (Mat 11:30)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
10. Cinta memberikan segala - galanya dengan tidak mengharapkan balasan.(Yoh 3:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
11. Cinta kekanak-kanakan berkata: &quot;Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu.&quot; Cinta&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dewasa berkata: &quot;Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu.&quot; (1 Yoh 3:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
12. Cinta memang benar seperti yang terdengar,terlihat,tertulis, dan dibicarakan banyak orang.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yg ada untuk mendapatkannya. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Yoh 3:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
13. Cinta adalah suatu pencarian (Gal 5:14)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
14. Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2 Kor 8:12)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
15. Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
(Roma 5:8)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
16. Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
(Yoh 14:1-3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
17. Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros:meskipun cinta itu&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
diberikan,dibuang,disebarkan,dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
lebih banyak dari semula. (Luk 6:38)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
18. Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya. (1 Kor 10:24)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
19. Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Roma 8:6)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
20. Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil 1:7)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
21. Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2 Tim 1:4)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
22. Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (KIS 20:31-32)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
23. Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya.(Kid 5:16)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
24. Bagaimana aku dapat mencintaimu ? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
menunjukkan cintaku. (Hosea 3:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
25. Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dengan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
tantangan.(Kid 4:1)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
26. Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dikompromikan. (Filipi 2:4)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
27. Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
satu tujuan. (KIS 2:44-45)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
28. Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
dan tidak berpengharapan. (Pengkhotbah 4:10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
29. Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
kuinginkan.(Kid 5:2)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
30. Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (P&#39;khotbah 7:29)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
31. Cinta berani mengambil resiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pet 3:6)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
32. Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. (Ams&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
20:22)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
33. Cinta memerintah tanpa pedang. Cinta mengikat tanpa tali. (2 Kor 3:17)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
34. Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Roma 8:1-2)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
35. Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
baru menuju pengertian yg lebih baik satu sama lain.(Roma 13:10)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
36. &quot;Aku mencintaimu&quot;. Itu berarti: &quot;kamu, kamu,kamu dan hanya kamu seorang.&quot; (1 Pet 3:7)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
37. Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius. (1 Kor&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
13:5)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
38. Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
seseorang terhadap yang lain. (Roma 12:9)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
39. Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
berpikir secara bersama-sama. (Ef 4:3)&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
40. Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. (1&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Pet 1:22)&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/6149875536796274423/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/apa-kata-tuhan-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/6149875536796274423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/6149875536796274423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/apa-kata-tuhan-tentang-cinta.html' title='APA KATA TUHAN TENTANG CINTA'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-8413876729049825224</id><published>2012-11-06T20:02:00.000-08:00</published><updated>2012-11-06T20:02:25.758-08:00</updated><title type='text'>Martin Luther (1483-1546)</title><content type='html'>Siapa yang tidak kenal Martin Luther? Sang Reformator besar di samping Calvin dan Zwingli yang populer dengan julukan tiga serangkai. Para ahli sepakat bahwa Luther adalah epitom dari gerakan Reformasi. Tentunya, ini tidak mengecilkan jasa Reformator lainnya yang telah dipakai Allah secara luar biasa pada masanya. Namun pemberian predikat khusus ini setidaknya karena dua alasan. Pertama, Lutherlah yang pertama kali paling serius menekankan reformasi teologis, dimana menuntut perbaikan mendasar dalam ajaran gerejawi, ketimbang reformasi dalam aspek moral maupun institusional sebagaimana yang ditekankan Reformator sebelumnya. Luther melihat perubahan praktik dan moral hanyalah mungkin jika ajaran iman kepercayaan dibenahi dahulu. Kedua, tak pelak lagi, Luther adalah Reformator yang paling berpengaruh bagi tokoh sezaman dan sesudahnya. Bahkan Calvin dan Zwingli pun berhutang inspirasi dari perjuangan dan ajaran Luther. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, sudah ada beberapa buku berbahasa Indonesia yang cukup bagus untuk kita mempelajari khususnya ajaran Martin Luther. Sebagai pengantar yang baik, kita dapat memulai dengan buku &quot;Sejarah Pemikiran Reformasi&quot; karangan Alister E. McGrath yang klasik itu (diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia). Tulisan ini hanyalah berusaha melengkapi &quot;lubang&quot; dalam banyak buku berbahasa Indonesia yaitu kisah hidup Martin Luther yang utuh. Mengikuti riwayat Luther akan mengantar kita pada pemahaman yang lebih empatis bahwa sosok besar dan perjuangannya merupakan hasil sebuah proses yang panjang dan manusiawi. Luther yang kita kenal sekarang adalah Luther yang telah melalui pelbagai ujian berat dalam hidupnya. Allah dalam kemurahan dan kuasa-Nya telah memakai Luther menjadi salah satu tokoh agung yang mengubah wajah sejarah manusia sampai detik ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa Pra Luther &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu sejarah mengajarkan bahwa suatu peristiwa biasanya merupakan reaksi (anteseden) dari peristiwa lain yang mendahuluinya (preseden). Demikian pula, gerakan Reformasi adalah reaksi atas kondisi yang sudah ada. Secara umum, kondisi pendahulu yang membidani kelahiran gerakan Reformasi bisa ditarik ke beberapa abad sebelumnya. Bila diringkas, ada tiga kondisi yang paling berpengaruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama dan terutama adalah kebobrokan gereja baik dalam ajaran maupun praktiknya yang memang menjadi sasaran kritik Reformator. Kerusakan gereja masa itu sudah begitu memalukan, dan telah berlangsung sekian abad. Terutama selama Abad Pertengahan, gereja telah melupakan warisan pengajaran yang Alkitabiah sejak zaman para rasul dan bapa gereja mula-mula. Sebagai gantinya, gereja menelurkan pelbagai ajaran, aturan dan pandangan yang tidak lagi bersumber pada Alkitab seperti aneka sakramen, absolutisme kepausan, doa arwah, api penyucian jiwa (purgatori) dan sebagainya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerusakan gereja signifikan lainnya adalah kerusakan struktural yaitu pada lembaga kepausan. Pusat pemerintahan gerejawi ini justru marak cacat cela selama beberapa generasi kepausan. Sebut saja: ada Paus yang mempunyai selir dan anak di luar nikah, Paus yang menghamburkan uang gereja untuk memuaskan hobi berpesta, Paus yang membeli jabatan dengan uang, Paus yang terlibat dalam pelbagai pembunuhan orang tak berdosa, Paus yang materalis dan sebagainya. Memang ada beberapa Paus yang bagus, namun tampaknya tak cukup untuk menyelamatkan reputasi kepausan yang kadung cela. Sampai akhirnya diperburuk dengan peristiwa &quot;Skisma Besar&quot; dalam tubuh gereja antara tahun 1378 - 1417. Selama hampir tigapuluh tahun, kepausan diperebutkan oleh beberapa pihak yang saling mengklaim sebagai Paus yang sah. Kelak, sejarah kepausan yang kelam ini menjadi dasar penolakan para Reformator terhadap absolutisme kepausan yang menganggap Paus tidak bisa salah (infabilitas). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerusakan struktural ini menular ke jenjang gereja lokal di hampir seluruh Eropa. Data sejarah membuktikan begitu banyak pejabat gereja lokal yang sama bobroknya. Gereja dipenuhi dengan perebutan kuasa antara elit politik maupun orang kaya. Saat itu, jabatan gerejawi begitu menggiurkan karena bersifat politis. Jabatan penguasa gereja juga memiliki fasilitas khusus seperti pembebasan pajak. Lambat laun, jabatan gereja diisi oleh orang-orang yang jauh dari kompeten. Absolutisme kepausan pun menjadi tameng bagi ketidakmampuan pejabat gereja. Ungkapan &quot;Tergantung Paus&quot; menjadi lazim. Jika ada masalah muncul, maka pejabat gereja dengan mudahnya berlindung di balik perintah dan petunjuk Paus. Bahkan dalam kasus yang ekstrim, khotbah di misa lebih bersumber pada dokumen yang dikeluarkan Paus ketimbang Alkitab sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, kebangkitan humanisme yang merupakan salah satu wujud semangat Renaisans. Mari kita berhati-hati dengan istilah humanisme masa itu. Gamblangnya, humanisme masa itu adalah sebuah gerakan yang mau kembali pada kejayaan dan kefasihan karya literatur Latin dan Yunani (terutama kesusastraan) para penulis kuno seperti Plato, Aristoteles, Cicero, Virgil dan lainnya. Ia tidak identik dengan pengagungan manusia secara berlebihan yang berujung pada pengabaian Allah, sebagaimana kerap dimengerti tentang humanisme masa kini. Memang, humanisme masa itu juga menyoroti pentingnya aspek individual yang sebelumnya dilupakan. Namun penekanan ini tidak sampai pada pengingkaran Allah. Bahkan banyak humanis ulung masa itu sebenarnya seorang Kristen yang saleh dan taat, seperti Fransisco Petrarca alias Petrarch (1304-1374), Kardinal Nicholas dari Cusa (1400-1464), Johann Reuchlin (1455-1522), Kardinal Fransisco Ximenez (1436-1517) dan yang terbesar di antaranya, Desiderius Erasmus (1466-1536). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbangan humanisme kepada para Reformator dalam dua cara. Pertama, humanisme menularkan semangat untuk kembali pada sumber-sumber asali (ad fontes). Oleh para Reformator, sumber asali tersebut merujuk pada tulisan kuno dari para bapa gereja seperti Aurelius Agustinus alias Agustinus dari Hippo (354-430). Dan konsekuensi akhirnya kembali pada Alkitab bahasa asli, daripada Alkitab terjemahan seperti Alkitab berbahasa latin (Vulgata) yang memiliki kesalahan penterjemahan. Kedua, penekanan pada aspek individualisme mempengaruhi para Reformator untuk meyakini bahwa Alkitab dan ajaran gereja harus dapat dipahami sampai pada tataran jemaat awam. Pendapat bahwa jemaat awam harus dapat membaca Alkitab dalam bahasanya sendiri begitu digemakan oleh Erasmus, yang juga mempengaruhi Luther dan Reformator lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, peristiwa yang cukup besar artinya bagi gerakan Reformasi adalah penemuan mesin cetak oleh Johann Gutenberg pada tahun 1454. Percetakan menciptakan kemudahan yang sangat besar dan tak terbayangkan sebelumnya bagi setiap orang untuk memperoleh literatur, termasuk menulisnya (baca: menggandakan/mereproduksikan). Percetakan sangat menguntungkan para Reformator dalam mempropagandakan ajarannya. Jika tanpa percetakan, tentu saja ajaran Luther tidak akan begitu luas mempengaruhi banyak orang bahkan sampai lintas negara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping ketiga kondisi penting yang mendahului Reformasi, patut disebutkan pula tentang kebangkitan rasa nasionalisme di kerajaan-kerajaan Eropa terutama bagian barat dan utara. Bila sebelumnya, banyak bangsawan dan kaisar yang secara politis bergantung pada Paus, maka sejak kira-kira akhir abad ke-15, para pejabat negara dan kota mulai memperjuangkan otonominya. Mereka ingin lepas dari pengaruh politis Vatikan. Konteks sosial politis inilah yang dimanfaatkan oleh para Reformator. Hubungan antara Reformator dan penguasa politik membuahkan hubungan yang saling menguntungkan. Di sisi Reformator, mereka memperoleh perlindungan dari kejaran dan hukuman otoritas gereja Roma yang memvonis mereka sebagai bidat. Di sisi penguasa politis, ajaran para Reformator dipakai sebagai dasar non poilitis untuk lebih menunjukkan kelemahan otoritas gereja masa itu, sekaligus untuk mendapatkan dukungan rakyat yang memang bersimpati dan loyal kepada para Reformator. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periode Awal Kehidupan Luther &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periode awal ini terentang dari kelahiran Luther sampai saat keputusannya menjadi rahib. Luther lahir pada tanggal 10 Nopember 1483, di kota Eisleben, propinsi Saxony (sekarang wilayah Jerman). Martin adalah nama baptisan yang diperolehnya karena hari pembabtisannya bertepatan dengan Hari Santo Martin, pelindung kaum pengemis. Hans Luther, sang ayah, adalah seorang pemilik beberapa tambang dan peleburan logam. Sedangkan ibunya, Margaretha Luther, adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat religius, dan kemungkinan berperan besar dalam menanamkan benih iman kepada Luther kecil. Dalam otobiografinya, Luther mengenang keduanya sebagai orangtua yang disiplin dan keras dalam mendidik anak, tapi sekaligus ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Sikap orangtuanya yang sangat menghargai pendidikan amat berbekas pada diri Luther. Pada saat dewasa nanti, Luther memulai perjuangannya dari lingkungan dan dengan metode akademis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan formal pertama Luther diperolehnya di Sekolah Latin kota Mansfeld. Sebagaimana Sekolah Latin lainnya pada masa itu, Luther belajar bahasa Latin yang membuatnya berkenalan dengan kekayaan pustaka Latin. Juga musik dan agama. Luther belajar doktrin-doktrin penting gereja. Luther remaja mengembangkan kepercayaan bahwa Allah pasti menghakimi segala perbuatannya pada akhir zaman. Dan hanya berdoa kepada Kristus, Maria dan para orang suci sebagai perantara maka akan beroleh rahmat pengampunan dari Allah Bapa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada usia 14, Luther hijrah ke Magdeburg, masuk Sekolah dari Katedral setempat. Hal yang perlu dicatat, Luther berjumpa dengan ajaran beberapa pendidik yang merupakan anggota Persaudaraan Brethen. Persaudaraan Brethen adalah salah satu kelompok aliran Kristen Mistik yang memang cukup banyak menjamur sejak sekitar dua abad sebelum Reformasi. Penekanan mereka pada hubungan yang akrab dengan Allah (devosi) melalui pembacaan Alkitab dan doa pribadi. Ajaran mereka membentuk kesalehan Luther yang akan mewarnai kehidupan Luther seterusnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menempuh pendidikan pra universitas di Eisenach, Luther masuk Universitas Erfurt, salah satu universitas terbaik masa itu di Jerman. Perpustakaan Universitas Erfurt juga dikenal cukup lengkap. Dapat dipastikan, Luther melahap habis pelbagai tulisan penting baik dari Abad Pertengahan maupun sebelumnya di perpustakaan ini. Pada tahun 1502, Luther merampungkan gelar pertamanya dalam Liberal Arts. Sambil melanjutkan studi ke jenjang master, Luther mengajar di universitasnya dalam bidang tata bahasa dan logika. Pada tahun 1505, Luther memperoleh gelar master. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kuliah, Luther memiliki kerinduan yang besar untuk secara sungguh mencari Allah dan mempelajari Alkitab, dia sempat terpikir untuk masuk ke biara sebagai cara terbaik untuk memenuhi kerinduannya itu. Namun ayahnya menolak keinginannya. Sang ayah menganggap jurusan hukum sebagai yang terbaik untuk masa depannya. Dalam ketaatannya kepada orangtua, Luther masuk Universitas Leipzig pada tahun 1505, dan tentunya mengambil jurusan hukum. Luther sama sekali tidak bahagia dengan studinya. Pada tahun yang sama, Luther mengalami suatu peristiwa penting yang mengubah jalan hidupnya secara drastis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepatnya tanggal 2 Juli 1505, ketika itu, Luther sedang dalam perjalanan dari Mansfield ke Erfurt. Dalam perjalanan itu, dia terjebak dalam hujan badai yang menakutkan. Tidak jauh dari desa Stotternheim, beberapa mil dari Mansfield, Luther dikejutkan oleh kilat yang menyambar di dekatnya. Tiba-tiba gambaran akan kematiannya begitu nyata di depan matanya. Dia teringat akan dosa di masa mudanya, dan pengadilan Tuhan seakan sudah di ambang pintu. Dalam ketakutan yang sangat, Luther berdoa kepada Santa Anna. Dalam doanya, Luther bersumpah bahwa seandainya dia dilepaskan dari marabahaya ini, maka dia akan menjadi rahib selama sisa hidupnya. Dan dia pun berhasil lolos dari hujan badai itu. Dua minggu kemudian, Luther dengan hati yang mantap, mengutarakan keinginannya untuk menjadi rahib kepada para sahabat dan keluarganya. Sang ayah begitu marah dengan keputusannya itu. Namun kali ini, Luther bergeming. Dia memenuhi kaulnya dengan masuk biara Agustinian di Erfurt, meskipun harus melawan kehendak ayahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Rahib yang Gelisah &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dua tahun belajar sebagai calon rahib, Luther ditahbiskan pada tahun 1507. Selama di Biara, Luther rajin menelaah seluruh isi Alkitab. Konon, Luther hafal hampir seluruh Perjanjian Baru dan beberapa bagian dari Perjanjian Lama. Luther menemukan bahwa begitu banyak bagian dari Alkitab yang tidak pernah diceritakan dalam misa-misa reguler. Luther mulai merasakan kejanggalan dari kebijakan gereja saat itu yang membatasi pembacaan dan penafsiran Alkitab oleh para pejabat gereja saja, jemaat awam sama sekali tidak diizinkan untuk membacanya. Suatu sistem yang justru menjauhkan jemaat dari kekayaan Alkitab. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita membayangkan Luther sebagai tokoh yang selalu teguh hati sejak muda, maka kita salah. Awalnya, Luther yakin bahwa dengan menjadi biarawan maka kegelisahannya tentang penghukuman Allah akan sirna. Sebelum masuk biara, Luther menganut ajaran via moderna yang sudah digemarinya sejak di Universitas Erfurt. Suatu modifikasi dari ajaran kuno Pelagius (rival Agustinus). Menurut via moderna, Allah akan memberikan anugerah kepada orang berdosa yang sungguh-sungguh mencari Dia. Seolah, Allah telah berjanji akan mengaruniakan anugerah pengampunan sejauh orang berdosa bisa mencapai syarat minimum yaitu datang kepada-Nya. Kemiripan dengan Pelagius terletak pada faktor inisiatif manusia, bahwa orang berdosa masih memegang inisiatif untuk pengampunan dosanya, dan Allah terikat dengan kewajiban untuk mengampuninya. Demikianlah, dengan diinspirasikan via moderna, Luther berusaha sekuat tenaga menjadi rahib yang saleh dan tekun. Dia pernah sesumbar, &quot;Kalau ada rahib yang bisa masuk surga karena kesalehannya, pastilah aku!&quot;. Namun dalam hati kecilnya, Luther tetap gelisah dan takut akan penghukuman Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1508, atas ajakan gurunya, Johannes von Staupitz, Luther menjadi pengajar bidang Filsafat Moral di Universitas Wittenberg yang baru didirikan. Luther mengajar sambil melanjutkan studi teologinya. Setahun kemudian, Luther menamatkan sarjana teologinya. Pada tahun 1512, Luther berhasil meraih gelar doktor dalam bidang teologi dari Universitas yang sama. Sebelumnya, pada tahun 1510, Luther berkesempatan mengunjungi kota suci Vatikan. Awalnya, Luther begitu terpesona dengan pusat pemerintahan gereja tertinggi ini. Diceritakan, saat dia tiba di Roma, dia berlutut dan berteriak, &quot;Aku menyapamu hai Roma yang suci, sucilah engkau karena darah martir yang tertumpah bagimu!&quot;. Luther berharap kunjungannya ke Roma meredakan kegelisahan hatinya, Namun setelah sekian hari dia melihat kota suci, dia berbalik kecewa dengan segala praktik kotor dan sikap keduniawian pejabat gereja. Pada perjalanan pulang, Luther melukiskan kekecewaannya, &quot;Biarlah segala yang suci tidak pernah ke Roma. Karena di Roma segalanya diizinkan, kecuali orang jujur.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jabatan Luther sebagai pengajar diperluas pada tahun 1511. Luther ditugasi mengajar kitab-kitab spesifik. Dari kuliah-kuliah awal, tampak jelas Luther masih memegang posisi via moderna. Seiring dengan waktu, ketika Luther mempersiapkan kuliah kitab Roma (1515-1516), dia menemukan beberapa kesukaran besar dari pandangan via moderna. Konsep &quot;iustita Dei&quot; (Kebenaran Allah) begitu dominan dalam kitab Roma. Allah dengan kebenarannya yang sempurna akan mengadili setiap orang. Bagaimana bila orang berdosa sesungguhnya tidak akan pernah memenuhi standar keadilan Allah supaya dibenarkan, meskipun orang berdosa dengan tulus mencari-Nya? Pertanyaan ini benar-benar menghujam ke sanubari Luther. Pertanyaan ini bukanlah bersifat akademis belaka, namun memberikan dilema batin yang luar biasa. Kebenaran Allah hanya akan mendatangkan kutukan dan hukuman bagi orang berdosa, tanpa terkecuali dirinya. Luther menuliskan, &quot;Meskipun aku hidup tidak bercela sebagai seorang rahib, namun aku yakin bahwa aku tetap orang yang berdosa dan hati nuraniku sangat gelisah di hadapan Allah. Aku tidak percaya segala perbuatanku dapat menyenangkan Allah.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu malam, sekitar akhir tahun 1514, dalam suatu penggalian Alkitab pribadi di menara biara Wittenberg, Luther terpaku pada tulisan Rasul Paulus dalam kitab Roma 1:16-17. Tulisan Paulus begitu menggetarkan hatinya. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur dan memikirkannya. Setelah bergumul begitu berat dan dengan pertolongan Allah, Luther tiba pada suatu pencerahan. Diduga kuat, bacaan Luther dari tulisan Agustinus tentang doktrin anugerah turut mengambil andil dalam pengalaman eksistensial ini. &quot;Orang benar akan hidup oleh iman&quot;, begitu adagium dari doktrin anugerah yang memberikan titik balik dari krisisnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luther mengingat ajaran Agustinus tentang &quot;Anugerah&quot; yang pernah dibacanya. Doktrin &quot;Anugerah&quot; yang pernah dituliskan Agustinus dalam buku &quot;Pengakuan-pengakuan&quot; (Confessions) adalah salah satu ajaran penting yang telah begitu lama dilupakan gereja. Sederhananya, doktrin ini meyakini bahwa tidak ada satupun manusia berdosa mampu menyelamatkan dirinya. Hanya Allah yang dapat mengampuni manusia dalam kedaulatan-Nya. Pengampunan inilah yang disebut anugerah, suatu rahmat yang sebenarnya tidak layak diberikan kepada kita. Bahkan iman pun adalah pemberian Allah, bukan usaha dan keputusan manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pencerahan ini membuat Luther sadar akan kekeliruan besar dari ajaran via moderna dan ajaran gereja yang lain. Alkitab dan Agustinus telah &quot;melahirkan&quot; Luther kembali. Dan perubahan ini tidak sekedar pada dimensi rasional. Luther menyaksikan betapa segala kegelisahan hatinya lenyap, &quot;Seperti ada tertulis bahwa orang benar hidup oleh imannya. Ini membuat aku seperti dilahirkan kembali. Kini aku seakan berdiri di depan pintu gerbang surga dalam suatu terang yang baru. Kalau dulu aku membenci ungkapan &#39;Kebenaran Allah&#39;, maka sekarang aku mulai mencintai dan memujinya sebagai ungkapan yang paling manis...&quot; Luther pun mulai melihat seluruh isi kitab suci dengan sudut pandang yang baru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kemudian hari, doktrin &quot;Pembenaran oleh Iman&quot; menjadi dasar dari seluruh bangunan teologi Luther. Peristiwa pemakuan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg sebenarnya konsekuensi dari pandangan Luther yang telah diperbaharui beberapa tahun sebelumnya. Allah mengubah pergumulan Luther yang pelik itu menjadi semacam &quot;Reformasi&quot; dalam dirinya terlebih dahulu, sebelum dia memimpin gerakan Reformasi yang lebih besar dan berat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjualan Surat Indulgensi dan Penolakan Luther &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberatan Luther terhadap beberapa ajaran gereja saat itu sebenarnya sudah mulai sejak dia mengerti doktrin anugerah (sekitar akhir 1514). Dalam risalah kuliahnya setelah tahun 1515, Luther mulai menyoroti kesalahan ajaran seperti konsep orang kudus dan Paus sebagai perantara. Namun kritik Luther ini hanya berkutat sejauh dinding kampus. Sampai tibalah hari yang monumental itu, ketika Luther memakukan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. Tanggal bersejarah yang kini dirayakan sebagai Hari Reformasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemakuan 95 dalil merupakan reaksi Luther atas penjualan surat pengampunan dosa (indulgensi) yang berlangsung di hampir seluruh daratan Eropa. Penjualan surat ini atas amanat Paus Leo X (1475-1521, berkuasa sejak 1513). Dia adalah seorang Paus yang begitu fanatik dengan segala yang berbau seni Renaisans. Ambisinya adalah membangun basilika Santo Petrus dengan arsitektur ala Renaisans yang mewah dan mengisinya dengan aneka barang seni kelas tinggi. Sayangnya, keuangan gereja yang morat marit tidak melapangkan ambisinya itu. Untuk menggalang dana yang dibutuhkan, dia memerintahkan penjualan surat pengampunan dosa secara luas dan intensif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Martin Luther&#39;s 95 Theses - 95 Dalil Luther&quot; Lihat di http://www.sarapanpagi.org/martin-luthe ... .html#p3617 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surat indulgensi adalah dokumen tertulis yang diterbitkan otoritas gereja. Dengan membelinya (harganya berbeda-beda menurut status dan golongan pembeli), maka seseorang dapat memperoleh jaminan penghapusan dosa, baik dosanya di masa lalu dan yang akan terjadi di masa depan. Sampai ada penulis yang mengejeknya sebagai &quot;Surat Izin Berdosa&quot; (license to sin). Hebatnya lagi, surat ini pun bisa dibeli untuk &quot;mengeluarkan&quot; jiwa orang yang telah mati dari &quot;api penyucian&quot; (purgatori). Semakin banyak surat yang dibeli, maka semakin banyak jiwa orang tercinta yang telah meninggal untuk dibebaskan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Surat ini dijual terutama ke kalangan jemaat awam yang mayoritas terdiri dari petani, tukang dan kaum jelata lainnya. Mereka begitu rentan dengan praktik ini. Di samping kepolosan karena tingkat pendidikan yang rendah, mereka pun juga percaya aneka tahayul seperti gambaran dunia kematian. Kondisi inilah yang menjadikan mereka sebagai sasaran empuk penjualan surat indulgensi. Mereka berbondong-bondong menjual segala kepunyaannya hanya untuk bisa membeli surat indulgensi. Gereja bahkan seperti tidak lagi peduli bagaimana jemaat awam yang miskin memperoleh uangnya, yang terpenting uang mereka masuk kas gereja. Ada juga gereja lokal yang menolak praktik ini, seperti gereja di Spanyol yang dipimpin Kardinal Ximenez. Tapi sebagian besar gereja lainnya menjadi perpanjangan tangan Paus dalam penjualan surat indulgensi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luther sendiri terpicu oleh khotbah salah seorang utusan Paus, seorang pengkhotbah terkenal, Johann Tetzel. Dengan berkeliling ke kota-kota di Jerman, Tetzel dengan persuasif berusaha meyakinkan jemaat untuk membeli surat indulgensi. Kalimatnya yang terkenal dan sering diucapkannya, &quot;Saat uang logam bergemerincing masuk kotak uang, maka jiwa dari api penyucian akan terbebaskan.&quot; Sangat banyak jemaat yang terbujuk oleh Tetzel. Sekelompok jemaat Wittenberg yang diasuh Luther pun sengaja pergi ke kota Juteborg dan Zerbst yang disinggahi Tetzel. Merekalah yang ketika kembali ke Wittenberg menceritakan semuanya kepada Luther. Penjualan surat indulgensi ini sangat bertolak dengan pengampunan sebagai anugerah Allah yang diimani Luther. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua kesalahpahaman umum yang mesti diluruskan tentang reaksi Luther ini. Pertama, tema besar dalil Luther adalah keberatannya terhadap praktik penjualan surat indulgensi. Luther tidak mengajukan keberatan secara komprehensif terhadap ajaran gereja lainnya. Keberatan Luther terhadap doktrin gereja lainnya baru muncul di kemudian hari. Kedua, dalil-dalil Luther sebenarnya adalah bagian dari suatu ajakan sopan untuk berdiskusi seputar masalah penjualan surat indulgensi. Pada masa Luther hidup, adalah suatu kebiasaan bila ada topik yang hendak didiskusikan atau diperdebatkan maka seseorang bisa memakukan undangannya di pintu gereja Wittenberg. Bahkan dalam paragraf pengantar dalilnya itu, Luther menuliskan, &quot;Berdasarkan cinta kepada kebenaran dan keinginan untuk memeriksa masalah ini, beberapa dalil di bawah ini untuk kita diskusikan... Siapapun yang tidak bisa berdiskusi secara langsung, dipersilakan menuliskannya.&quot; Peristiwa pemakuan dalil oleh Luther sesungguhnya bukan peristiwa yang dramatis, radikal dan aneh untuk ukuran saat itu. Luther hanya mengajak berdiskusi, bukan memberontak dari gereja. Tuduhan bahwa Luther mau memprovokasi jemaat juga harus dibuang. Luther menuliskan dalilnya dalam bahasa Latin, yang tentunya bukan bahasa pakai jemaat awam. Para ahli yakin bahwa ajakan diskusi Luther ini ditujukan kepada kaum akademisi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulanya, reaksi otoritas gereja pun tidak terlalu heboh. Saat Paus Leo X dilaporkan oleh Uskup Agung Albert, dia hanya menganggap Luther sebagai orang yang kehilangan akal sehatnya dan sedang mabuk. Paus tidak terlalu menggubrisnya ketika itu. Tidak lama kemudian, ada pihak-pihak tertentu yang menyalin ulang, mencetak dan membagikan 95 dalil Luther ini keluar Wittenberg. Luther sendiri tidak berada di belakang ini. Tanpa disadarinya, dia semakin terkenal di kalangan jemaat beberapa kota di Jerman. Dengan berlandaskan pandangan Luther, mereka mulai berani menolak membeli surat indulgensi. Pada saat seperti inilah, otoritas gereja baru bereaksi keras. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan Augsburg &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebaran salinan 95 dalil bukan lagi dalam bahasa Latin tapi sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman. Pihak yang menerjemahkan sama misteriusnya dengan pihak yang menyebarkannya. Penyebaran yang semakin luas ke pelbagai kota di Jerman sungguh mengubah jalan hidup Luther. Dari rahib biasa dan guru di universitas yang tidak terkenal (Wittenberg), kini namanya mulai mencuat dan mengundang kontroversi. Tidak lama sejak penyebaran, reaksi keras pertama muncul dari salah seorang sahabat Luther sendiri, John Eck. Eck adalah Profesor Teologi di Universitas Bavarian (Ingolstadt). Kardinal Pirerias, advisor Paus Leo X, juga mencap Luther sebagai bidat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Mei tahun 1518, Luther menuliskan risalah &quot;Resolusi Tentang Kebaikan Indulgensi&quot;. Dalam risalahnya, Luther menerangkan motivasinya dan menjabarkan 95 dalilnya lebih terperinci. Luther menuliskan bahwa dia tidak bermaksud menciptakan kebingungan dan konflik dalam tubuh gereja. Meskipun Luther menjelaskan bahwa Paus sebagai manusia mungkin bisa bersalah namun Luther masih menunjukkan respeknya terhadap Paus. Dalam surat pengantarnya, Luther masih menyapa Paus sebagai &quot;Bapa Suci&quot;. Luther menyatakan kesediaannya untuk dihukum sesuai dengan peraturan gereja. Tampak jelas, dalam risalah ini, Luther masih bersikap sangat hati-hati dan cenderung takut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Paus membaca risalah Luther yang merupakan jawabannya atas kejadian Wittenberg, Paus meminta Luther untuk segera ke Roma. Luther menduga kemungkinan sangat besar dia akan dipenjara akibat tuduhan bidat dan tidak akan kembali ke Jerman. Bangsawan Jerman (elektor) Frederick yang Bijaksana, bangsawan yang bersimpati dengan Luther, membantu Luther dengan bernegosiasi kepada pihak gereja agar pertemuan dengan Luther dilangsungkan di Jerman. Atas izin Paus, Kardinal Cajetan (Thomas de Vio) mengadakan pertemuan dengan Luther di Augsburg, Jerman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 7 Oktober 1518, setahun setelah kejadian Wittenberg, Luther menghadap Kardinal Cajetan yang mewakili Paus. Setibanya di Augsburg, Luther terkejut dengan dukungan rakyat atas dirinya. Dukungan publik ini sungguh melahirkan keberanian baru dalam diri Luther, yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. Dalam pertemuan itu, Luther dipaksa untuk menarik kembali 95 dalilnya dan mengaku salah. Luther yang kini lebih percaya diri karena memperoleh dukungan rakyat, dengan tegas menolak permintaan Kardinal Cajetan. Luther hanya mau mengubah pandangannya bila Kardinal Cajetan bisa menunjukkan kesalahannya sesuai dengan Alkitab. Penolakan Luther ini membangkitkan amarah Kardinal Cajetan. Dia menyebut Luther sebagai &quot;Cacing Sial&quot;. Setelah tiga hari berdebat, pertemuan berakhir tanpa hasil yang diharapkan pihak gereja. Luther tetap pada pandangannya. Keberanian Luther menentang otoritas gereja menambah rasa simpati rakyat yang secara timbal balik juga menumbuhkan keberanian lebih besar dalam diri Luther. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perdebatan Leipzig &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalangan akademis pun terpecah dua, antara yang mendukung dan menentang Luther. Dalam suatu pertemuan yang terkenal dengan sebutan &quot;Perdebatan Leipzig&quot; pada bulan Juli 1519, untuk pertama kalinya para akademisi secara formal memperdebatkan pandangan Luther. Debat ini diikuti kedua pihak yang berseberangan. Dari pihak Luther diwakili oleh Andreas von Carlstadt, seorang kolega Luther di Universitas Wittenberg yang merupakan basis utama pro Luther. Sedangkan pihak penentang diwakili oleh John Eck. Keduanya mulai berdebat seputar kehendak bebas manusia dan anugerah Allah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa hari berdebat, Luther menyusul ke Leipzig. Antara tanggal 4 sampai 14 Juli, Luther berdebat dengan Eck tentang pelbagai ajaran gereja masa itu, antara lain: purgatori, indulgensi, dan sakramen pengakuan dosa. Salah satu tema perdebatan yang menonjol adalah soal kedudukan Paus. Dalam perdebatan, Luther sudah memposisikan dirinya lebih berani sebagai penentang konsep kepausan dalam gereja. Luther bukan lagi hanya menolak absolutisme (infabilitas) Paus. Bagi Luther, kedudukan Paus sama sekali tidak diperlukan dan tidak sesuai ajaran Alkitab. Luther merujuk pada model gereja mula-mula. Menurutnya, Kristus adalah kepala gereja itu sendiri, bukan Paus. Lebih jauh, Luther mengemukakan bahwa sejak orang beriman ditebus maka sama sekali tidak perlu ada mediator antara dia dan Tuhan. Setiap orang beriman bebas menghadap Allah sendiri sebagaimana Bapa dan anak. Secara tidak langsung, Luther juga menolak konsep orang suci (santo dan santa) sebagai mediator. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Digambarkan bahwa perdebatan ini &quot;dimenangkan&quot; oleh Eck karena sebagian besar kaum akademisi memihak Eck. Namun pada tingkat jemaat awam, Luther dipandang sebagai pahlawan. Tentu keberpihakan mereka kepada Luther bukan pertama-tama karena perkara teologis. Mereka melihat Luther sebagai orang yang berjasa dalam menyadarkan mereka dari eksploitasi otoritas gereja secara sosial ekonomis seperti yang terjadi pada penjualan surat indulgensi. Kaum bangsawan pun mulai melirik Luther sebagai rekan potensial dalam memperjuangkan kemandirian politis mereka dari unsur pengaruh gereja seperti yang telah berlangsung berabad-abad. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Luther sendiri, Perdebatan Leipzig semakin mengukuhkan pandangannya terhadap pelbagai kekeliruan gereja. Perdebatan tersebut justru lebih mempertajam pemikiran Luther. Bila sebelum pertemuan Augsburg, Luther adalah seorang rahib yang tunduk tidak berdaya pada otoritas gereja, maka sejak Perdebatan Leipzig, Luther memandang dirinya sebagai pejuang kebenaran yang memang siap menghadapi risiko. Luther sadar telah memulai suatu konflik besar dalam gereja dan akan berlangsung sampai akhir hayatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjuangan Dengan Kertas dan Pena &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasca Perdebatan Leipzig, Luther mulai sadar bahwa perjuangan lisan saja tidak akan membawa dampak yang besar. Dia mulai beralih ke tulisan sebagai modus perjuangannya. Mungkin Luther belajar dari peristiwa penyebaran salinan 95 dalilnya yang berhasil merebut simpati rakyat meskipun bukan dia yang menyebarkannya. Dengan tulisan, dia berharap bahwa pandangannya semakin tersebar luas dan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca. Pada tahun 1520, Luther menulis tiga risalah sekaligus: &quot;Kepada Para Bangsawan Kristiani&quot; (Agustus), &quot;Penahanan Babilonia&quot; (Oktober) dan &quot;Tentang Kebebasan Manusia Kristiani&quot; (Nopember). Luther meletakkan dasar teologi Lutheran dalam ketiga tulisan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam &quot;Kepada Para Bangsawan Kristiani&quot;, Luther mengajak para bangsawan untuk turut bekerja sama memperbaharui gereja dan menolak dominasi politis gereja Roma. Luther menganggap para bangsawan lebih mudah untuk mengadakan perubahan dalam gereja ketimbang para rohaniwan. Di mata Luther, rohaniwan justru lebih resistan terhadap perubahan karena unsur takut kehilangan jabatan dan kenyamanan status quo. Luther juga menambahkan bahwa, dalam kasus khusus, orang luar (non rohaniwan) bisa mendapat mandat khusus dari Allah untuk mengambil alih kepemimpinan gereja sejauh gereja sudah tidak bisa mengkoreksi dirinya sendiri lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luther tidak anti terhadap kepemimpinan gereja sebagaimana yang sering disangkakan lawannya ketika dia menolak kepausan. Justru Luther mengharapkan adanya pemimpin yang mampu membawa gereja untuk kembali kepada kebenaran. Perbedaan Luther tentang kepemimpinan gereja adalah, salah satunya: Luther setuju dengan kepemimpinan oleh jemaat itu sendiri (priesthood of laity). Pemikiran Luther ini akan mempengaruhi John Knox (1505-1572) yang menjadi perintis model pemerintahan gereja berbentuk Presbiterian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan melalui &quot;Penahanan Babilonia&quot;, Luther mengumpamakan umat gereja Abad Pertengahan sebagai tawanan dari gereja. Begitu banyak ajaran gereja yang tidak Alkitabiah namun dipaksakan kepada mereka. Sementara akses umat ke Alkitab begitu dibatasi. Luther juga menolak lima sakramen kudus karena tidak sesuai ajaran Alkitab. Luther hanya mengakui dua sakramen yaitu Perjamuan Kudus dan Pembaptisan. Doktrin tentang anugerah kembali diulas Luther. Luther mengkaitkan anugerah pengampunan dari Allah dengan kebebasan manusia beriman untuk berelasi dengan Allah. Penjelasan Luther tentang doktrin anugerah akan berlanjut dalam &quot;Tentang Kebebasan Manusia Kristiani&quot;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping ketiga tulisan kunci itu, Luther pun menuliskan risalah singkat berjudul &quot;Tentang Kepausan di Roma&quot; pada Juni 1520. Dalam tulisan ini, jelas-jelas Luther menyebut Paus sebagai &quot;Anti Kristus&quot;. Padahal dua tahun sebelumnya, dalam suratnya kepada Paus, Luther masih menyebutnya &quot;Bapa Suci&quot;. Semua tulisan ini benar-benar menyulut kemarahan otoritas gereja Roma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melanchthon dan Luther &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biografi Luther yang baik pasti menjelaskan secara khusus tentang Phillip Melanchthon, sahabat karib dan rekan seperjuangan Luther. Hubungan keduanya saling menguntungkan dan mempengaruhi. Luther bertemu Melanchthon pada tahun 1518 di Universitas Wittenberg, ketika keduanya menjabat sebagai pengajar. Mulanya, Luther tertarik dengan tulisan teologis Melanchthon yang menunjukkan kemiripan dengan Luther. Luther pun mengenalkan Melanchthon dengan teologinya. Sebaliknya, Melanchthon mengajarkan Luther bahasa Yunani. Melanchthon adalah pengajar yang sangat populer di universitasnya. Kuliahnya selalu dihadiri oleh banyak mahasiswa. Padahal, Melanchthon tidak menyandang gelar Doktor Teologi seperti Luther. Dia juga bukan seorang rahib seperti Luther. Dia adalah orang awam yang sangat cerdas dan mengasihi Tuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau keduanya mempunyai kesamaan dalam hal teologi, tidak begitu dengan karakternya. Bila Luther digambarkan sebagai pribadi yang berani, frontal dan terus terang (setidaknya setelah pertemuan Augsburg) maka Melanchthon justru kebalikannya. Dia tidak terlalu suka konflik langsung dan lebih diplomatis. Meskipun demikian, keduanya membangun persahabatan yang erat dan abadi. Luther pernah memuji Melanchthon, &quot;Dalam karir saya sebagai pengajar, saya paling menghormati nasihat Melanchthon.&quot; Sedangkan, Melanchthon dengan sentimental pernah menulis, &quot;Saya lebih baik mati daripada berpisah dengan orang ini (Luther).&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak tahun 1519, Melanchthon telah menjadi sekutu Luther dalam memperjuangkan reformasi teologi. Bersama Carlstadt, dia termasuk rombongan yang pergi ke Perdebatan Leipzig. Meskipun secara resmi Melanchthon tidak ikut dalam perdebatan, namun dia terus membantu Luther dalam memberikan referensi Alkitab untuk sebagian besar argumentasi Luther ketika berdebat dengan Eck. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melanchthon juga berjasa sebagai orang yang pertama kali mensistemisasikan pemikiran reformasi yang dirintis Luther. Luther sendiri menjelaskan pemikirannya tidak begitu sistematis dan tersebar ke beberapa tulisan. Pada tahun 1921, Melanchthon menerbitkan buku ringkasan pemikiran reformasi, &quot;Loci Communes&quot; (Theological Common-Place). Sebelum diterbitkan, Melanchthon sempat meminta Luther memeriksanya. Luther begitu antusias dengan karya Melanchthon. Alkisah, Luther berkomentar, &quot;Mestinya buku ini masuk sebagai kanon Alkitab.&quot; Topik utama pembahasan &quot;Loci Communes&quot; adalah doktrin anugerah yang menjadi tulang punggung pemikiran teologis perjuangan reformasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sidang Worm &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan gerakan reformasi yang dipimpin Luther semakin meningkat. Hal ini sungguh meresahkan Paus Leo X. Pada bulan Juni 1920, Paus Leo X mengeluarkan &quot;bull&quot; (semacam surat Paus yang bersifat peringatan). Dalam suratnya, Paus kembali menuntut Luther dan kelompoknya menarik kembali segala pandangannya. Mereka didesak untuk kembali kepada ajaran dari otoritas gereja. Sebagai ancaman, Luther dan kelompoknya akan dikucilkan dari gereja (ekskomunikasi) jika tidak mengindahkan tuntutan Paus dalam 60 hari. Paus juga memerintahkan semua jemaat untuk membakar buku-buku tulisan Luther dan kawan-kawannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 10 Desember tahun yang sama, Luther beserta para pengikutnya mengangkut semua buku teologi terbitan gereja Roma dan juga surat peringatan Paus. Mereka membakar semuanya di depan pintu gerbang timur kota Wittenberg. Sambil membakar semuanya, Luther dan para pendukungnya saling bergandengan tangan dan menyanyikan lagu Te Deum (sebuah pujian bagi Allah). Mereka digambarkan tidak takut sedikitpun terhadap konsekuensi tindakan mereka. Tindakan membakar surat peringatan Paus sebelumnya pernah dilakukan oleh bangsawan atau raja yang tidak takut terhadap Paus. Namun baru kali itu, surat peringatan Paus dibakar oleh seorang rahib! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas perbuatannya, Luther dan pendukungnya dikucilkan dari gereja Roma. Namun hal ini belum memuaskan pihak otoritas gereja yang tetap merasa perlu membungkam Luther dan pendukungnya. Maka pada bulan Maret 1521, Luther dipanggil menghadap dewan gereja (diet) yang sedang bersidang di kota Worm, sebelah barat daya Jerman. Dewan gereja ini terdiri dari para rohaniwan yang bertugas membahas pelbagai isu kontemporer. Tentu saja gerakan Reformasi oleh Luther menjadi agenda utama mereka. Sidang ini diselenggarakan oleh Charles V, Kaisar Roma Suci. Sedikit penjelasan konteksnya, waktu itu pusat pemerintahan gereja dibagi ke dua orang yaitu Paus dan Kaisar Roma Suci. Paus dianggap sebagai kepala gereja. Sedangkan Kaisar Roma Suci adalah semacam pelindung secara politis kedudukan Paus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, Luther acuh tak acuh dengan pemanggilannya. Namun atas desakan bangsawan Frederick yang Bijaksana, Luther pun berangkat. Frederick ingin agar Luther memiliki kesempatan sekali lagi untuk membela pemikirannya secara legal atas kesalahan gereja. Apalagi, otoritas gereja menjamin keamanan Luther selama perjalanan dan persidangan. Teman-teman Luther mengkuatirkan kepergian Luther ini. Mereka ingat bahwa sebelumnya ada seorang Reformator bernama John Huss (1374-1415) yang pernah dipanggil gereja untuk bertemu. Saat itu, Huss pun diberikan jaminan keselamatan dirinya oleh pihak gereja. Namun yang terjadi malah Huss ditangkap dan dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup. Setelah menggumuli dengan seksama dan didukung bangsawan Frederick, Luther pun pergi ke Worm. Ketika menanggapi kecemasan para pendukungnya, Luther berkata, &quot;Aku akan tetap pergi ke Worm bahkan seandainya setan begitu banyaknya seperti banyaknya ubin dan atap rumah.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ternyata Luther bukan saja aman selama perjalanan, namun dia disambut hangat oleh jemaat gereja pada setiap kota transit yang disinggahinya. Setelah dua minggu perjalanan, sampailah Luther di Worm. Sambutan orang banyak di Worm tidak kalah meriahnya seperti yang diterimanya saat perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luther menghadap sidang Worm hanya dua kali. Tidak seperti yang diharapkan, Luther tidak diberi banyak kesempatan untuk menjelaskan posisi teologisnya. Seperti pertemuan Augsburg, Luther kembali dituntut untuk &quot;bertobat&quot; dari ajarannya sendiri dan kembali ke ajaran gereja Roma. Otoritas gereja sengaja mengelak untuk berdebat dengan Luther. Mereka berdalih bahwa doktrin gereja bukanlah untuk didiskusikan. Luther dituduh sedang berspekulasi dengan doktrin gereja yang telah menjadi tradisi berabad-abad. Pada hari kedua Luther menghadap, Luther memberikan jawaban yang terkenal itu, &quot;... kecuali kesalahan pandangan saya diberitahu menurut Alkitab dan alasan yang jelas, maka saya tidak dapat dan tidak mau mengubahnya. Di sinilah saya berdiri. Tidak ada lagi yang dapat saya perbuat.&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar sidang, para teolog pun coba membujuk Luther untuk menganulir pandangannya. Luther tetap pada posisinya agar segala kesalahannya harus merujuk dari Alkitab sendiri. Jika tidak ada satu pun yang bisa membuktikan kesalahan Luther dari Alkitab maka Luther sama sekali tidak mau berkompromi. Pada tanggal 25 April, Luther diizinkan kembali ke Wittenberg. Sejak saat itu, otoritas gereja menganggap Luther dan pendukungnya sebagai musuh gereja. Luther tidak mungkin bisa dihentikan dengan cara ancaman dan peringatan lagi. Sementara itu, sidang Worm yang masih berlangsung setelah Luther pulang kampung, memutuskan Luther sebagai bidat dan bukan warga gereja. Keputusan ini tertuang dalam Edict of Worms dan resmi ditandatangani oleh Charles V pada tanggal 25 Mei 1521.&lt;br /&gt;
Persembunyian di Menara Wartburg &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulangnya, Luther &quot;diculik&quot; oleh pegawai bangsawan Frederick. &quot;Penculikan&quot; ini adalah inisiatif Frederick untuk mengamankan Luther dari risiko yang mungkin muncul setelah perlawanan Luther pada sidang di Worm. Pada masa itu, bila otoritas gereja telah menetapkan seseorang menjadi bidat atau sesat maka jemaat yang fanatik merasa sah untuk membunuh yang bersangkutan. Luther diungsikan Frederick ke menara Wartburg yang terletak di pinggiran kota Eisenach. Selama di sana, kehidupan Luther ditunjang oleh Frederick. Jadi tidak benar dengan pendapat umum bahwa Luther bersembunyi ke menara Wartburg atas kehendaknya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luther tinggal di menara Wartburg dengan aman hampir selama setahun. Selama di sana, Luther menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke bahasa Jerman dengan tujuan agar jemaat awam pun dapat membacanya. Adalah Melanchthon, sang karib, yang konon pertama kali mendorong Luther melakukan penerjemahan. Namun para ahli juga percaya bahwa penerjemahan ini juga diinspirasikan oleh Erasmus, sahabat Luther yang kerap bersuratan dengannya. Erasmus, yang walaupun seorang Katolik yang taat, dia termasuk yang menganjurkan agar Alkitab bisa dibaca oleh siapapun dengan bahasanya sendiri. Alkitab terjemahan Luther menjadi Alkitab berbahasa Jerman pertama yang diterbitkan. Dalam dua bulan pertama sejak diterbitkan, Alkitab ini terjual 5000 kopi. Suatu angka yang cukup fantastis pada masa itu mengingat penerjemahan dan penjualan bebas Alkitab masih tergolong pelanggaran hukum gerejawi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reformasi Praktikal &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama Luther bersembunyi di menara Wartburg, dia meminta kesediaan Melanchthon untuk memimpin jemaat Wittenberg yang ditinggalkannya. Melanchthon bersedia menjadi gembala menggantikan Luther untuk sementara waktu. Karena karakter Melanchthon yang kurang tegas dan tidak pas sebagai pemimpin suatu gerakan yang baru, maka koleganya, Carlstadt, mengambil alih kepemimpinan tersebut. Sebagaimana kita ketahui, Carlstadt adalah salah satu pendukung Luther yang terlibat dalam Perdebatan Leipzig (1519). Karakter Carlstadt lebih mirip dengan Luther. Dia sosok pemimpin yang berapi-api, tangguh dan berani, bahkan cenderung lebih radikal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama menjadi gembala, Carlstadt dengan ekstrim berniat merombak total praktik ibadah gereja terutama liturgi dan simbol. Dalam khotbahnya, Carlstadt mengajak jemaat untuk membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan model ibadah gereja sebelum Reformasi seperti patung-patung orang kudus (mirip anjuran Zwingli). Khotbah yang provokatif ini disalahpahami jemaat sebagai ajakan untuk membenci dan memusuhi orang-orang di luar gerakan Reformasi. Kabar ini sampai ke telinga Luther di tempat persembunyiannya. Luther merasa sangat prihatin untuk secepatnya kembali ke gerejanya. Para ahli percaya, saat Luther kembali ke Wittenberg itulah ia memulai Reformasi dalam ranah praktikal, karena sebelumnya hanya menyentuh bidang teologi (konseptual). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dirasakan aman dan seizin bangsawan Frederick (sang pelindung), maka pada tanggal 6 Maret 1522, Luther kembali ke Wittenberg. Dalam rangkaian khotbah pertamanya sejak kembali, Luther berpesan kepada jemaatnya untuk tetap mengutamakan toleransi, kesabaran dan kasih, bahkan kepada siapapun yang berseberangan. Luther coba mengkoreksi radikalisme yang sempat tertanam dalam benak sebagian jemaatnya. Ia mengambil contoh dirinya sendiri sebagai orang yang berjuang sekuatnya untuk memperbaharui gereja, namun tetap tidak menggunakan kekerasan sedikitpun. Kalau Luther mau, sebenarnya dia bisa memancing pertumpahan darah antara pendukung dan penolaknya, tapi justru dia selalu berusaha agar hal ini tidak terjadi. Luther mengingatkan jemaatnya untuk tidak menodai perjuangan suci ini dengan kebencian dan kemarahan kepada siapapun, termasuk otoritas gereja Roma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1523, Luther mengedarkan tulisannya yang berjudul &quot;Ibadah Reformasi Bersama&quot; (Formula Missae et Communionis). Dalam tulisannya, Luther menyatakan bahwa tujuan reformasi ibadah bukan untuk membuang seluruh ibadah pra Reformasi. Menurutnya, ada bagian-bagian ibadah pra Reformasi yang baik dan tidak bertentangan dengan Alkitab. Yang perlu dibuang adalah bagian-bagian yang nyata bertentangan dengan Alkitab. Pada tahun yang sama, Luther menerbitkan &quot;Tentang Penyembahan Ilahi&quot;. Luther menekankan kembali agar setiap orang percaya membaca Alkitab, berdoa dan menyembah Allah dalam devosi pribadi tiap hari. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang pecinta musik, dia sangat menghargai kekayaan musik gerejawi. Ia cukup produktif menggubah lagu untuk dinyanyikan jemaat. Luther juga memakai teknik parodi yaitu membubuhkan syair sakral pada melodi lagu sekuler seperti lagu rakyat. Demikian pula, banyak lagu gereja sebelumnya (Gregorian Chant) diolah kembali dengan mengenakan syair yang baru. Lagunya yang terkenal sepanjang masa seperti &quot;Allah, Bentengku yang Kukuh&quot; (Ein Feste Burg ist Unser Gott). Pada tahun 1524, Luther dibantu Johann Walther menerbitkan buku nyanyian (Wittenberg Gesangbuch). Dalam ibadah, Luther juga mengizinkan pemakaian alat musik sejauh tidak mengganggu penyampaian pesan Alkitab/lagu kepada jemaat. Berbeda sekali dengan Zwingli yang melarang pemakaian alat musik apapun dalam ibadah gereja. Dalam pengantar &quot;Missa Jerman&quot; yang dikarangnya pada tahun 1526, Luther tidak keberatan seandainya aneka alat musik dipakai sejauh mendukung pemberitaan dan pendidikan Firman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberontakan Petani &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama Abad Pertengahan sampai zaman Luther hidup, kalangan masyarakat yang paling menderita adalah para petani (dalam jumlah yang lebih kecil termasuk tukang dan buruh). Mereka menjadi objek eksploitasi para bangsawan yang dalam sistem feodal menjadi tuan tanah. Para petani bekerja keras untuk keuntungan para bangsawan, sementara mereka sendiri hidup dari imbalan uang yang pas-pasan. Para bangsawan juga tidak segan-segan menjatuhi hukuman berat kepada para petani yang dianggap bersalah. Belum lagi, mereka masih dipungut pajak baik oleh penguasa setempat maupun gereja. Bila wabah penyakit merebak, mereka paling rentan menjadi korban karena kualitas kehidupan yang rendah sebagai akibat dari kondisi ekonomi yang jauh dari memadai. Aneka penderitaan dan ketidakadilan yang kerap mereka alami menjadi latar belakang pemberontakan mereka (The Peasant&#39;s Revolt) yang meletus pada tahun 1524. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dipicu oleh kondisi yang memperhatinkan, mereka mengaku bahwa pemberontakan mereka justru diinspirasikan oleh ajaran Luther. Pandangan Luther tentang kesamaan derajat manusia di mata Allah (equality) menguatkan kerinduan para petani untuk memperjuangkan hak-haknya dan melawan &quot;penindasan&quot; para bangsawan. Ketika Luther masih di menara Wartburg, pada tahun 1522, Luther memang pernah menuliskan tentang ketidakadilan dan represi tuan tanah kepada para petani. Luther meminta para tuan tanah agar tidak memakai kekerasan terhadap para petani. Konon, tulisan ini sebenarnya ditujukan langsung kepada para bangsawan, namun ternyata bocor dan diedarkan di kalangan petani. Maka pada bulan Juni 1524, sekelompok besar petani turun ke jalanan di kota Waldshut untuk memprotes perlakuan para bangsawan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada bulan Februari 1525, para petani mengajukan petisi yang berisi 12 pernyataan (tuntutan) antara lain kebebasan untuk menentukan rohaniwan bagi gerejanya sendiri, penghapusan beberapa pungutan, hak untuk memanfaatkan tanah publik, pembayaran yang lebih adil. Pada akhir petisi, disebutkan bahwa mereka bersedia untuk membatalkan tuntutan mereka sejauh ditemukan bertentangan dengan Alkitab. Hal ini tentu mereka pinjam dari kalimat Luther. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, Luther turut menyalahkan ketidakadilan dan kejahatan para bangsawan sebagai penyebab utama pemberontakan para petani. Namun Luther pun tidak menyetujui jika para petani memberontak dengan cara mogok kerja dan turun ke jalan. Luther menuduh para petani keliru menerapkan semangat Reformasi. Para petani salah bila membaca gerakan Reformasi teologis sebagai reformasi secara politis juga. Menurut Luther, dalam kasus para petani, perjuangan yang diperlukan adalah menyadarkan para bangsawan secara persuasif. Seandainya dibutuhkan waktu yang lama sebelum para bangsawan sadar, Luther menganjurkan para petani untuk tetap bertahan dalam penderitaan mereka sama seperti Kristus yang dengan tabah mengalami siksaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama tahun 1524, aksi protes ini secara umum masih berlangsung damai. Luther terus berupaya untuk meredam aksi para petani ini. Pelbagai pertemuan antara petani dan bangsawan telah berlangsung beberapa kali, namun tidak membuahkan kesepakatan di antara mereka. Hingga pada awal tahun 1525, aksi ini mulai berkembang menjadi aksi yang brutal. Aksi juga semakin luas yang melibatkan jutaan petani yang meliputi sepertiga wilayah Jerman. Pada awal tahun 1525, hampir 40 biara gereja Roma dan kastil dirusak serta dibakar oleh para pemberontak. Salah satu tokoh pemberontakan petani ini adalah Thomas Munzer, salah satu tokoh penting dalam gerakan &quot;Anabaptis&quot;, sempalan dari gerakan Reformasi yang lebih radikal dan militan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aksi para petani mulai menjurus pada kekerasan, Luther lebih giat menuntut perhatian para bangsawan atas kondisi para petani. Luther juga menuliskan pamflet &quot;Nasihat untuk Berdamai&quot; yang ditujukan kepada kedua pihak. Luther mendesak bangsawan Frederick untuk mengadakan pertemuan akbar antara kedua pihak. Namun kekerasan aksi para petani yang semakin meningkat dalam tempo singkat sangat meresahkan Luther. Kerusuhan di mana-mana mulai muncul sebagai ekses pemberontakan para petani. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kekecewaannya yang berat karena tindakan anarkis para petani, Luther berbalik mendorong para bangsawan untuk menegakkan ketertiban masyarakat kembali. Dalam suratnya kepada para bangsawan, Luther menyebutkan para petani sudah &quot;dirasuki&quot; Iblis, dan para bangsawan wajib menertibkannya kembali. Luther menyebut para bangsawan dan penguasa sebagai &quot;Pedang Allah di Dunia&quot;. Para sejarawan masih berdebat, apakah surat Luther ini bersifat anjuran langsung atau sekedar penggambaran Luther akan apa yang mungkin terjadi (foretold), namun pada kenyataannya para bangsawan akhirnya mengambil tindakan yang lebih koersif. Pada tahun itu juga, para bangsawan menumpas pemberontakan para petani. Dalam pertempuran antara keduanya di Frankenhausen, sekitar enam ribu petani tewas dibunuh. Ditaksir duaratus ribu lainnya tewas mengenaskan di kota-kota lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tragedi ini sangat memukul Luther. Pada masa-masa akhir pemberontakan para petani, Luther masih memohon kepada para bangsawan agar mengampuni kesalahan para petani, dan tidak membunuhnya. Peristiwa ini mengubah konstelasi pendukung Luther. Bila sebelumnya, para petani menganggap Luther sebagai inspirator perjuangan mereka (meski Luther pasti membantahnya). Maka setelah peristiwa ini, sebagian besar petani mulai menuduh Luther sebagai oportunis. Sebaliknya, Luther pun menyesalkan para petani yang telah mengkhianati hakikat gerakan Reformasi. Di kota-kota terutama sebelah selatan Jerman, para petani yang semula adalah pengikut Luther mulai meninggalkannya. Mereka pindah ke gerakan religius radikal seperti &quot;Anabaptis&quot; yang menjamur pada masa itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perselisihan Antara Reformator &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perselisihan Luther dengan tokoh Reformator lain yang patut dicatat adalah antara dia dengan Erasmus dan Zwingli. Perselisihan ini sendiri timbul dari ketidaksepahaman dalam penafsiran teologis antartokoh itu. Dalam kasus Erasmus, meskipun Erasmus satu visi dengan Luther tentang pembaharuan gereja namun dia menentang gerakan Luther yang mau melepaskan diri dari gereja Roma. Menurut Erasmus, pemisahan diri itu hanya memulai suatu perpecahan gereja yang hanya merugikan tubuh Kristus sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1524, Erasmus mengkritik Luther dalam tulisan &quot;Kebebasan Kehendak&quot;. Erasmus menolak pandangan Luther bahwa manusia berdosa sama sekali tidak bisa berbuat baik. Sebagai balasan, setahun kemudian Luther menuliskan &quot;Kehendak yang Terbelenggu&quot;. Sayangnya, balasan Luther ini justru tidak secermat tulisannya yang lain. Beberapa kelemahan argumentasi dapat ditemui dalam tulisan ini. Sebenarnya dia berusaha untuk membela doktrin Predestinasi namun contoh-contoh yang diberikannya terlalu jauh dan bernuansa &quot;fatalisme&quot; di mana soal makan dan minum teh saja manusia tidak mempunyai otonomi kehendak untuk memilih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perselisihan kedua yaitu dengan Zwingli, pemimpin gerakan Reformasi Swiss. Pada tahun-tahun pertama, gerakan Reformasi Swiss dan Jerman tampak rukun dan saling mendukung. Namun semakin spesifiknya ajaran Luther terutama tentang doktrin Perjamuan Kudus, tidak pelak lagi memunculkan pertentangan antarmereka. Semula mereka kompak menolak doktrin Transubstansi dari gereja Roma bahwa roti dan anggur secara substansial &quot;berubah&quot; menjadi tubuh dan darah Kristus, meskipun penampakan lahiriah masih berwujud roti dan anggur. Luther menyerang filsafat Aristotelian yang membedakan adanya substansi dan akseden (karakteristik empiris) sebagai dasar doktrin ini. Luther sama sekali tidak menolak kehadiran Kristus secara fisik, namun dia tidak menyukai cara gereja dalam menjelaskannya. Sementara alasan Zwingli bahwa inkarnasi Allah hanya terjadi sekali dalam sejarah dan tidak mungkin Allah akan mengambil bentuk fisik sebagai roti berulang kali (impanatus). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kemudian hari, Luther menawarkan doktrin &quot;Kehadiran Nyata Kristus&quot; (sekarang disebut consubstansi) dalam ekaristi. Ini adalah salah satu ajaran Luther yang paling sulit dimengerti sekaligus penyebab keretakan besar antara dia dengan Zwingli. Bagi Luther, kehadiran Kristus harus berpusat pada kalimat-Nya sendiri dalam Matius 26:26, &quot;Inilah tubuhku&quot; (hoc est corpus meum). Luther menafsirkan harfiah akan perkataan Kristus itu, bahwa Kristus secara fisik hadir dalam roti dan anggur. Persis dengan doktrin Transubstansi namun dengan membuang cara berpikir Aristotelian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan, Zwingli mengartikan perkataan Kristus secara figuratif. Bahwa roti dan anggur bukanlah tubuh dan darah Kristus secara identik. Namun roti dan anggur adalah significat (simbol) dari pengorbanan Kristus. Allah sendiri tidak hadir secara fisik dalam roti dan anggur. Justru dengan logika pembalikan, Zwingli yakin bahwa perayaan ekaristi merupakan peringatan akan ketidakhadiran Kristus secara fisik. Sebagaimana Kristus pernah mengatakan, &quot;...perbuatlah ini sebagai peringatan akan Aku.&quot; Secara implisit, Kristus justru mau mengatakan bahwa ketika Dia sudah tidak lagi hadir secara fisik, maka orang beriman wajib memperingati-Nya melalui ekaristi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polemik keduanya berlangsung gencar, sejak kritik pertama Zwingli pada tahun 1527 terhadap tulisan Luther &quot;Khotbah Tentang Sakramen Tubuh dan Darah Kristus&quot;. Para teolog juga terbagi dua antara dua posisi berbeda ini. Beberapa tahun kemudian, Luther lebih keras mengecam Zwingli dalam tulisan &quot;Pengakuan Tentang Perjamuan Kudus&quot;. Perdebatan ini mengancam keharmonisan gerakan Reformasi. Atas prakarsa bangsawan Philip dari Hesse, Luther dipertemukan dengan Zwingli di Marburg pada tahun 1529. Hadir pula tokoh Reformator seperti Martin Bucer, Melanchthon dan Oecolampadius. Kelak pertemuan ini dikenal dengan Percakapan Marburg (Marburg Colloquy) dan dipercaya sebagai konsili Protestan pertama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa minggu berdebat, kedua Reformator besar itu menyepakati banyak hal seperti yang tertuang dalam 15 artikel, antara lain tentang doktrin Trinitas, inkarnasi Kristus, sifat Allah dan kemanusiaan Kristus, dosa asal, doktrin pembenaran karena iman, karya Roh Kudus, sakramen pembabtisan, peran perbuatan baik dalam kehidupan Kristiani, dan sebagainya. Hanya pada artikel terakhir, jurang perbedaan mereka sama sekali tidak bisa dijembatani yaitu perihal Perjamuan Kudus. Memang ada beberapa aspek Perjamuan Kudus yang mereka sepaham seperti pemberian roti dan anggur kepada jemaat. Tapi Zwingli tidak menerima kehadiran fisik Kristus dalam ekaristi sebagaimana diyakini Luther. Untuk artikel terakhir ini, mereka &quot;sepakat untuk tidak sepakat&quot;. Agar polemik tidak meluas dan merugikan perjuangan mereka, maka mereka berjanji tidak saling menyerang tentang hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sidang-sidang Terakhir &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gerakan Reformasi merebak, kekuasaan politis gereja Roma mencakup sekitar 300 teritori kecil dan besar, khususnya di Eropa Barat dan Tengah. Hampir semua penguasa daerah tunduk kepada otoritas gereja Roma. Kondisi ini berubah drastis sejak 20 tahun pertama gerakan Reformasi Luther muncul. Dibarengi semangat lokalisme yang menguat di kalangan elit politik, maka mulailah sejumlah besar daerah memutuskan hubungan dengan otoritas gereja Roma. Banyak daerah mengklaim dirinya sebagai teritori Lutheran dan bukan lagi Katolik Roma. Dan tampaknya, hal ini akan terus berkembang. Kondisi ini sangat mencemaskan otoritas gereja Roma. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Charles V kembali berinisiatif mengadakan sidang untuk menghambat gerakan Reformasi ini terutama di kalangan para bangsawan. Pada tahun 1526, sidang digelar di kota Speyer. Agenda sidang terutama untuk mencapai konsesi antara para elit politik. Mana yang memilih Katolik dan mana yang memilih Lutheran. Setiap elit politik diberi kebebasan untuk memilih. Sebagian besar elit politik di Jerman Utara memilih Lutheran sebagai &quot;agama resmi&quot; mereka yang baru. Charles V bermaksud menggertak para elit politik yang memilih Lutheran. Charles V mengira dengan adanya pertemuan di antara para elit politik ini, mampu mengecilkan hati kubu Luther. Ternyata, hasil sidang malah sebaliknya. Elit politik Lutheran justru menganggap sidang ini sebagai kesempatan yang baik untuk mereka mengambil posisi secara formal. Mereka malah menyangka sidang ini sebagai cerminan sikap otoritas gereja yang melunak dan mentoleransi ajaran Luther. Hasil yang tidak sesuai harapan ini, mendorong Charles V mengadakan sidang kedua di kota yang sama pada tahun 1529. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada sidang kedua ini, Charles V menguatkan kembali keputusan otoritas gereja yang menyebutkan Luther dan pengikutnya sebagai sesat. Charles V juga memberikan ultimatum kepada elit politik yang masih ragu untuk segera kembali ke Katolik Roma, dan benar-benar melarang ajaran Luther masuk daerahnya. Intervensi politis sepihak ini dan inkonsistensi dari sidang pertama diprotes oleh beberapa bangsawan seperti Elektor dari Saxony, Gubernur dari Brandenburg, dan lainnya. Mereka yang menentang keputusan sidang kedua ini disebut sebagai kelompok &quot;Protestan&quot;. Dari sinilah asal mula istilah &quot;Protestan&quot;. Protestan bukanlah berarti &quot;kembali kepada Alkitab&quot; (pro testanum) sebagaimana yang sering kita kira. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setahun kemudian, tahun 1930, kembali sidang digelar di Augsburg. Luther sekali lagi dipanggil untuk menghadap. Namun karena situasi tidak menentu dan sangat membahayakan dirinya maka Luther diwakili oleh Melanchthon. Dalam sidang inilah, Melanchthon merumuskan dan membacakan untuk pertama kalinya Pengakuan Iman Augsburg, yang kemudian hari menjadi pengakuan iman gereja-gereja Lutheran. Pengakuan ini disusun oleh Melanchthon berdasarkan tulisan-tulisan Luther dan beberapa teolog dari Wittenberg. Charles V dan sidang menolak pengakuan iman tersebut. Bagi mereka, pengakuan iman itu adalah kristalisasi dari ajaran Luther yang justru dilarang gereja selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengakuan iman ini terdiri dari dua bagian besar. Pertama berisikan 21 pernyataan yang merupakan ringkasan doktrin dan kepercayaan Protestan. Pada bagian akhir memuat kritik terhadap pelbagai ajaran dan praktik gereja Roma seperti peran pasif jemaat dalam ibadah, kewajiban hidup selibat (tidak menikah) bagi rohaniwan dan lainnya. Sebelumnya, Luther sendiri telah menikah dengan Catherine von Bora, mantan biarawati, pada tahun 1525. Mereka mempunyai enam orang anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu efek sidang-sidang terakhir adalah ketegangan antara Luther dan pendukungnya tidak lagi sebatas orang awam/rohaniwan dengan otoritas gereja. Namun antarelit politik juga terbagi. Hubungan mereka tidak &quot;seharmonis&quot; dulu. Charles V pun mulai menggalang kekuatan politik dari sesama sekutunya untuk mulai serangan militer terhadap elit politik Lutheran. Kabar ini diketahui oleh para bangsawan Lutheran. Mereka pun menyatukan diri untuk menahan serangan Charles V. Atas prakarsa Philip dari Hesse dan Elektor John dari Saxony, para bangsawan Lutheran berkumpul di Schmalkalden pada bulan Desember 1530. Para bangsawan dari sebelas kota sepakat untuk mendirikan aliansi militer. Mereka pun mengadopsi Pengakuan Iman Augsburg sebagai pengakuan yang resmi. Yang lebih penting lagi, mereka mengeluarkan pakta bersama yang berbunyi bila salah satu kota diserang oleh Charles V maka kota lainnya akan turut membantu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi penyerangan bangsa Turki ke Austria, membuat Charles V mengurungkan niat untuk menginvasi kota-kota Lutheran. Sebaliknya, Charles V menghimbau agar para bangsawan Eropa melupakan sementara konflik di antara mereka untuk bersatu menahan serangan bangsa Turki. Charles V terpaksa melunakkan sikapnya agar bangsawan Lutheran mau membantunya. Dia mengeluarkan dekrit tentang kebebasan beragama serta perjanjian perdamaian antara Katolik dan Protestan. Untuk sementara waktu, hal ini meredam konflik Katolik dan Protestan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun-tahun Terakhir Luther &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh tahun terakhir dalam hidupnya ditandai dengan kemunduran fisik maupun mental. Kira-kira sejak tahun 1538, Luther mengidap penyakit kencing batu, gangguan jantung dan pencernaan. Pada tahun 1541, Luther kena infeksi telinga dan tenggorokan. Penyakitnya ini bukan hanya menggerogoti fisiknya, namun juga menciptakan depresi yang dalam. Luther tidak lagi produktif dalam menghasilkan tulisan, kalaupun ada, tulisannya pada masa ini tampak lebih keras. Luther tidak sungkan memasukan hujatan dalam tulisannya. Puncaknya pada tahun 1545, Luther menuliskan risalahnya yang paling sarkastis, &quot;Menentang Kepausan Roma yang Didirikan Setan&quot;. Secara isi, tidak ada yang baru dari pemikiran Luther, namun cara penyampaiannya yang amat vulgar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepahitan hidupnya bertambah dengan meninggalnya, Magdalena Luther, anak perempuannya yang menjadi korban wabah penyakit di Wittenberg. Wabah ini juga banyak merenggut jemaatnya. Kesedihan di mana-mana mempengaruhi jiwa Luther menjadi semakin tertekan. Dalam keadaan depresi, Luther sempat berdelusi bahwa akhir zaman sudah dekat. Dia merasa banyak warga Wittenberg sudah kehilangan imannya. Luther mengalami delusi ini sampai beberapa tahun. Pada tahun 1545, Luther tiba-tiba ingin keluar dari Wittenberg karena merasa tidak nyaman. Tapi niatnya ini dihalangi oleh pihak universitas dan Melachthon, karena mengingat kondisi fisik Luther yang buruk dan usianya yang sudah lanjut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Januari 1546, Luther dipanggil ke kota Eisleben untuk menjadi mediator perselisihan dua orang bangsawan dari Mansfield. Persis sebulan, setelah tiba di sana, tepatnya tanggal 17 Februari, Luther meninggal karena gagal jantung. Pada tanggal 22 Februari, jenazah Luther kembali ke Wittenberg dan dikebumikan di gereja yang sama ketika dia memulai gerakan Reformasi. Luther wafat dalam usianya yang ke-63.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
reference : http://www.sarapanpagi.org/martin-luther-vt69.html</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/8413876729049825224/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/martin-luther-1483-1546.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8413876729049825224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8413876729049825224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/martin-luther-1483-1546.html' title='Martin Luther (1483-1546)'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-2025752954900872764</id><published>2012-11-06T19:53:00.000-08:00</published><updated>2012-11-06T20:00:43.734-08:00</updated><title type='text'>?</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;(Judul dan lirik masih dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, harap maklum masih On Process..)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Banyak Hari telah ku Lalui&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Satu arti tak pernah kudapati&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hidup ini bukanlah karna hari&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;hanyalah karna sebuah arti&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sribu janji telah lama ku cari&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Satu Janji yang memelukku pasti&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hanya Engkau sebuah Pribadi&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Yang mengenal Sluruh hatiku&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;Reff :&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ku tinggikan nama-MU selalu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ku sembah dan Kusembah seumur hidupku&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hanya Engkau yang ku damba
di hidup ku

&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/2025752954900872764/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/2025752954900872764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/2025752954900872764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/11/blog-post.html' title='?'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-7090257220709954233</id><published>2012-06-21T22:56:00.002-07:00</published><updated>2012-06-21T22:56:37.615-07:00</updated><title type='text'>Are You ready to get merried?</title><content type='html'>Kadang aku tidak mengerti apalagi memahami, kenapa aku tergencet pada situasi dan kondisi dimana satu titik pengertian pun tidak aku dapatkan? Terlihat mudah untuk menikahi orang yang anda Cintai, tetapi menjadi sulit untuk Mencintai Orang yang anda nikahi...Banyak kasus dimana prinsip dasar dari Pernikahan adalah saling mengasihi, pada kenyataannya saling menyakiti satu dengan yang lain....Setelah itu dapat kita lihat bahwa Arogansi seperti sebuah objek yang menempel pada subject (tidak memandang pria atau wanita) ,Mereka mulai memegahkan diri satu sama lain :

Si P : Aku yang paling benar, kamu harus tunduk kepada Suami

Si W : Aku yang palong benar, kamu seharus nya mengayomi istri

Si P : Kamu itu sudah salah masih saja membantah, kamu bukannya tunduk malah Nanduk         ........, Kurang ajar Kamu.......ciattt....*!#*&amp;#!_*%+)(%)**!^# 

Si W : Tangan yang ku harap membelai dan melindungi ku, tetapi hanya mampu untuk menampar dan memukulku....itu yang kamu maksud suami ???

Si P : Bodo Amat, si amat aja ga terlalu Bodoh...


Sudah ya kita ga perlu perpanjang mengenai simulasi Konflik dalam Rumah tangga, sudah dapat di pastikan ketika Konflik tidak dapat di kendalaikan, maka konflik yang akan mengendalikan HATI kita, kita akan merespon dengan tidak BENAR - Bersikap dengan tidak BENAR - Bertindak / Berkarakter dengan tidak BENAR.....kenapa bisa seperti itu ? Karena HATI nya penuh KONFLIK.....capee dechh.....You have to release and forgive, to get a true hearts...Sebenarnya sepele tapi jangan disepelekan, inti permasalahan nya Ketika anda berdiri di atas PEMBENARAN anda sedang bersanding dengan AROGANSI, dan Ketika anda tetap berdiri pada KEBENARAN anda bersanding dengan HATI yang benar...Berikut alur nya:

KEBENARAN -&gt; HATI yg BENAR -&gt; Respon Hati yg BENAR -&gt; Sikap Hati yg Benar -&gt; Karakter yang Benar


Percuma anda mengejar Karakter Building untuk memperbaiki karakter yang buruk, attitude, habits, dll menyangkut pribadi anda...Jika anda tidak menyiapkan HATI anda untuk menerima KEBENARAN itu sendiri....SO jadi yang mau menikah, ada beberapa TIPS supaya anda mengerti dan paham akan gambaran pernikahan itu sendiri :

1. Ketika anda memutuskan menikah, anda harus mengambil keputusan untuk menerima apa ada nya

2. Orang yang bisa menyakiti anda , adalah orang yang ada di DEKAT anda, orang yang jauh dari anda tidak bisa menyakiti anda karena Basiclly mereka tidak mengenal dan jauh dari anda ...so harus punya hati yang mengampuni untuk setiap pasangan anda masing-masing

3. Jangan sekali-kali meletakkan pengharapn terhadap calon istri atau suami, Kenapa ???? Karena PENGHARAPAN adalah penghalusan dari TUNTUTAN, secara tidak langsung anda memiliki Expectasi tersendiri terhadap pasangan anda.... So PENGHARAPAN itu letakkanlah di kaki NYA, sebagai Allah Sumber Pengharapanmu

GBU all

Sincerely. Hengki Setiawan</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/7090257220709954233/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/06/are-you-ready-to-get-merried.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/7090257220709954233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/7090257220709954233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2012/06/are-you-ready-to-get-merried.html' title='Are You ready to get merried?'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-1931058142089392211</id><published>2011-06-24T02:18:00.001-07:00</published><updated>2011-06-24T02:18:27.531-07:00</updated><title type='text'>KESALAHAN</title><content type='html'>Memang tidak ada orang yang sempurna. Memang tidak ada manusia yang anti kesalahan. Memang melakukan kekeliruan itu adalah hal yang wajar. Namun hendaklah hal-hal tersebut tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak bisa menghasilkan kualitas kerja yang terbaik. Pernahkah kita membayangkan seandainya kita memberikan cukup toleransi untuk kesalahan dalam pekerjaan kita? Bahkan kesalahan yang hanya 0,1% pun bisa berakibat fatal. Kalau tidak percaya periksalah fakta-fakta berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
John C. Maxwell mengungkapkan, “Jika 99,9 % sudah cukup bagus, maka akan ada 811.000 gulungan yang salah dari film 35 mm akan dimuat tahun ini. 22.000 cek akan diambil dari rekening bank yang salah dalam 60 menit berikut, dan 12 bayi akan diberikan kepada orang tua yang salah pada hari ini saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renungan pada hari ini bukan bermaksud menjadikan kita sebagai manusia super yang anti salah. Tulisan ini hanya ingin membangun mentalitas kita agar mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih sempurna dan tidak memakai alasan human error terus menerus sebagai legalitas saat kita berbuat salah. Saya pernah salah. Bahkan jika Anda mengamati dengan sangat teliti, kadangkala Anda akan menemukan kesalahan dalam Renungan Harian Spirit Motivator ini. Namun kami bertekad agar jangan sampai kesalahan yang sama terulang kembali. Dengan prinsip seperti ini, pencapaian akan kualitas yang lebih sempurna bisa terus tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan dapat dihindari dengan banyak menambah pengetahuan. Itulah yang dikatakan Salomo. Ia pun menyatakan bahwa kesalahan seringkali berpangkal pada sifat tergesa-gesa. Karenanya, jika Anda saat ini sedang dirundung kekecewaan atau terlibat dalam masalah akibat kesalahan yang Anda perbuat, mari gunakan kesempatan ini untuk mengevaluasi apakah hal itu terjadi karena kita sering tergesa-gesa, bertindak tanpa pertimbangan yang matang dan tanpa memohon hikmat Tuhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan dihindari dengan menambah pengetahuan dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/1931058142089392211/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/kesalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1931058142089392211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1931058142089392211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/kesalahan.html' title='KESALAHAN'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-3821576241809527830</id><published>2011-06-24T02:16:00.001-07:00</published><updated>2011-06-24T02:16:10.915-07:00</updated><title type='text'>JANGAN MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN</title><content type='html'>Sebuah puisi menulis seperti ini : Jangan mencari kesalahan orang yang timpang Atau tersandung-sandung di sepanjang jalan kehidupan, Kecuali engkau sudah mengenakan sepatu yang dipakainya, Atau menanggung beban yang dipikulnya Mungkin ada paku dalam sepatunya yang melukai kakinya, Meski tersembunyi dari pandanganmu, beban yang ditanggungnya, bila kaupikul di punggungmu, mungkin ‘kan membuatmu tersandung pula. Jangan terlalu keras pada orang yang melakukan kesalahan Atau melempari dia dengan kayu atau batu Kecuali engkau yakin, ya, sangat yakin, Bahwa kau sendiri tak punya kesalahan. *&lt;br /&gt;
Saya memiliki kebiasaan buruk, yang hampir semua dari Anda memilikinya juga. Menilai orang lain dengan poin yang sangat rendah. Dengan mudah kita akan berkata, begitu saja tak bisa, tak becus, dasar o’on, bodoh, tolol dan perkataan menyakitkan lainnya. Saat melihat orang lain melakukan kesalahan, dengan mudahnya kita mengetokkan palu layaknya hakim dan menundingnya dengan sinis, tanpa kita pernah mau tahu apa alasannya atau hal-hal apa yang membuat ia melakukan hal itu.&lt;br /&gt;
Giliran kita mengalami apa yang ia alami. Atau merasakan apa yang ia rasa. Atau melakukan apa yang ia lakukan. Belum tentu kita bisa melakukannya dengan baik, atau jangan-jangan poin kita justru ada dibawahnya. Lihat saja para penonton bola yang bisanya cuma teriak-teriak dan memaki-maki pemain yang sedikit saja melakukan kesalahan. Sesekali turun ke lapangan dong, dan tunjukkan permainan bola Anda!, demikian saya akan menantangnya.&lt;br /&gt;
Tak perlu menilai orang lain, sebab kita tidak pernah tahu seperti apa kita seandainya berada di posisinya. Belajar memahami orang lain jauh lebih baik daripada kita mengecamnya. Kita bukan manusia yang anti kesalahan, lalu mengapa kita begitu mudah mencaci kesalahan orang? Paling tidak kita harus pernah mengalaminya sendiri lebih dulu, barulah kita boleh berkata-kata.&lt;br /&gt;
Stop menilai orang lain sebelum kita mengalaminya lebih dulu.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/3821576241809527830/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/jangan-mencari-kesalahan-orang-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3821576241809527830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3821576241809527830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/jangan-mencari-kesalahan-orang-lain.html' title='JANGAN MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4275839988950912790</id><published>2011-06-24T00:41:00.003-07:00</published><updated>2011-06-24T00:41:32.582-07:00</updated><title type='text'>TIGA MACAM PEMBERI</title><content type='html'>Kita semua tentu pernah memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Hanya saja motivasi kita memberi itu berbeda-beda. Ada yang memberi karena ada pamrih terselubung. Ada juga yang memberi karena terpaksa. Tapi ada juga yang memberi karena ketulusan hati dan ekspresi kasih.&lt;br /&gt;
Ada tiga macam pemberi. Si batu api, si spon dan si sarang lebah. Untuk mendapatkan si batu api, Anda harus menghantam dia. Walau sudah dihantam, biasanya Anda hanya mendapat sedikit serpihan dan percikan bunga api. Pelit untuk memberi. Kalau pun mau memberi itu selalu dengan pertunjukan besar-besaran. Pemberi macam ini akan selalu menuntut kalau namanya harus diumumkan dan berharap semua orang tahu.&lt;br /&gt;
Ada si spon. Untuk mendapatkan sesuatu dari si spon, Anda harus memerasnya lebih dulu, kalau perlu dengan aksi mengancam segala. Barulah si spon mau memberi. Memberi karena terpaksa. Memberi bukan dari hati. &lt;br /&gt;
Yang terakhir adalah pemberi tipe sarang lebah. Sarang lebah senang memberi, tanpa tekanan dan tanpa harus menunggu lebih dulu seseorang merengek-rengek kepadanya. Dia membiarkan madu yang dihasilkan terus mengalir agar orang yang sedang membutuhkannya bisa mendapatkannya. Uniknya, sarang lebah tidak akan pernah kehabisan. Ia akan selalu memberi, memberi dan selalu ada saja madu yang diberikannya, seolah tidak ada habisnya. *&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita pemberi macam bunga api yang selalu gembar-gembor ke sana ke mari untuk mengumumkan kedermawanan kita? Apakah kita pemberi macam spon yang menunggu ditekan dan dipaksa dulu? Ataukah kita seperti sarang lebah yang memberi karena ketulusan? Memberi karena ada iman bahwa yang telah mereka berikan akan segera diganti dengan baru. Berharap bahwa kita semua adalah orang Kristen yang suka memberi. Memberi karena ketulusan dan ekspresi kasih. Hal yang paling unik soal memberi adalah kita tidak akan pernah kekurangan di saat kita memberi. Tak pernah ada orang yang jatuh miskin karena ia memberi. Mengapa? Karena Tuhan selalu menggantinya dengan berkat yang selalu baru.&lt;br /&gt;
Apakah kita sudah menjadi pemberi yang tulus?</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4275839988950912790/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/tiga-macam-pemberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4275839988950912790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4275839988950912790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/tiga-macam-pemberi.html' title='TIGA MACAM PEMBERI'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-3531100884244430799</id><published>2011-06-24T00:41:00.001-07:00</published><updated>2011-06-24T00:41:08.869-07:00</updated><title type='text'>Macan dengan Nyali Tikus</title><content type='html'>Macan dengan Nyali Tikus&lt;br /&gt;
Salah satu alasan mengapa kita tidak bisa mengembangkan senyum lebih lebar adalah karena kita terlampau dicekam oleh ketakutan kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak, namun fakta berkata bahwa ketakutan adalah seperti kanker ganas yang menggerogoti sukacita kita. Semakin kita mengijinkan ketakutan mempengaruhi kehidupan kita, maka semakin sulit kita merasakan sukacita.&lt;br /&gt;
Cerita lama dari India menceritakan tentang tikus yang ketakutan karena melihat seekor kucing. Itu sebabnya tikus tersebut pergi kepada tukang sihir untuk menyulapnya menjadi kucing. Setelah tikus tersebut jadi kucing, kembali lagi ia dicekam rasa takut karena melihat anjing. Maka segera saja ia kembali ke tukang sihir dan minta mengubahnya menjadi anjing. Setelah jadi anjing, lagi-lagi ia takut ketika bertemu dengan macan dan minta kepada tukang sihir untuk mengubahnya menjadi macan. Tetapi ketika ia datang lagi dengan keluhan bahwa ia bertemu dengan pemburu, si tukang sihir menolak membantu lagi, “Akan saya ubah kamu jadi tikus lagi, sebab, sekalipun badanmu macan, nyalimu masih tetap nyali tikus.”&lt;br /&gt;
Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diubah menjadi manusia baru. Hanya sayang, kita seperti cerita klasik tersebut. Kita mengaku sudah menjadi manusia baru, tapi “nyali” kita tidak baru. Daripada mengijinkan Kristus menguasai kehidupan kita, kita lebih mengijinkan ketakutan yang menguasai kita. Bukan iman, tapi rasa kuatir. Bukan keberanian, tapi rasa cemas. Tak heran sukacita kita padam. Tak ada senyum. Tak ada keceriaan. Sebaliknya, kegelisahan dan ketakutanlah yang terpancar dari hidup kita. &lt;br /&gt;
Seandainya kita memiliki nyali Kristus, tentu kita bisa bersukacita dalam segala keadaan. Paulus memiliki nyali Kristus, itu sebabnya penjara tak bisa membendung sukacitanya. Demikian juga situasi dan kondisi yang paling buruk sekalipun tak akan pernah bisa memadamkan sukacita kita, seandainya kita memiliki nyali Kristus. Sungguh ironis kalau kita mengaku sebagai anak Tuhan tetapi tak mampu lagi bersukacita karena situasi dan keadaan yang menantang kita. Bukankah seharusnya kita berani menghadapi setiap tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita? Kalau tak bisa tersenyum di tengah tantangan hidup, itu seperti seekor macan dengan nyali tikus.&lt;br /&gt;
Hadapilah semua tantangan hidup dengan optimisme dan sukacita</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/3531100884244430799/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/macan-dengan-nyali-tikus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3531100884244430799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3531100884244430799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/macan-dengan-nyali-tikus.html' title='Macan dengan Nyali Tikus'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-1880234514300523871</id><published>2011-06-24T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-06-24T00:40:39.905-07:00</updated><title type='text'>KISAH BAUT KECIL</title><content type='html'>Sebuah baut kecil bersama ribuan baut seukurannya dipasang untuk menahan lempengan-lempengan baja di lambung sebuah kapal besar. Saat melintasi samudera Hindia yang ganas, baut kecil itu terancam lepas. Hal itu membuat ribuan baut lain terancam lepas pula. Baut-baut kecil lain berteriak menguatkan, &quot;Awas! Berpeganglah erat-erat! Jika kamu lepas kami juga akan lepas!&quot; Teriakan itu didengar oleh lempengan-lempengan baja yang membuat mereka menyerukan hal yang sama. Bahkan seluruh bagian kapal turut memberi dorongan semangat pada satu baut kecil itu untuk bertahan. Mereka mengingatkan bahwa baut kecil itu sangat penting bagi keselamatan kapal. Jika ia menyerah dan melepaskan pegangannya, seluruh isi kapal akan tenggelam. Dukungan itu membuat baut kecil kembali menemukan arti penting dirinya di antara komponen kapal lainnya. Dengan sekuat tenaga, ia pun berusaha tetap bertahan demi keselamatan seisi kapal. &lt;br /&gt;
Sayang, dunia kerja seringkali berkebalikan dengan ilustrasi di atas. Kita malah cenderung girang melihat rekan sekerja &quot;jatuh&quot;, bahkan kita akan merasa bangga apabila kita sendiri yang membuat rekan kerja gagal dalam tanggung jawabnya. Jika itu dibiarkan, artinya perpecahan sedang dimulai dan tanpa sadar kita menggali lubang kubur sendiri. Apa yang disebut gaya hidup seorang Kristen seakan tidak berlaku di tempat kerja. Padahal setiap tindakan yang kita lakukan akan selalu disorot oleh Sang Atasan. &lt;br /&gt;
Bagaimana sikap kita dengan rekan kerja? Mungkin saat rekan kerja menghadapi masalah, kita menganggap itu risiko yang harus ia hadapi sendiri. Tapi sebagai tim, kegagalan satu orang akan selalu membawa dampak pada keseluruhan. Jadi mengapa kita harus saling menjatuhkan? Bukankah hasilnya tentu jauh lebih baik jika kita saling mendukung dan bekerjasama menghadapi persoalan? Kristus mengajarkan bahwa kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota mengalami masalah, yang lainnya harus mendorong dan menguatkannya. Jangan sampai masalah yang dialami rekan kerja malah membuat kita senang. Tapi baiklah kita berseru, &quot;Berpeganglah erat-erat! Tanpa kamu, kami akan tenggelam!&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/1880234514300523871/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/kisah-baut-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1880234514300523871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1880234514300523871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/kisah-baut-kecil.html' title='KISAH BAUT KECIL'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4977823405587571978</id><published>2011-06-22T20:10:00.000-07:00</published><updated>2011-06-22T20:10:49.745-07:00</updated><title type='text'>GODS LOVING HAND: Stefanus sang &#39;apologetik&#39;</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/stefanus-sang-apologetik.html&quot;&gt;GODS LOVING HAND: Stefanus sang &amp;#39;apologetik&amp;#39;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4977823405587571978/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/gods-loving-hand-stefanus-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4977823405587571978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4977823405587571978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/gods-loving-hand-stefanus-sang.html' title='GODS LOVING HAND: Stefanus sang &#39;apologetik&#39;'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-1737838429825810290</id><published>2011-06-16T22:03:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T23:38:51.321-07:00</updated><title type='text'>SYUKURLAH KALAU BEGITU.....</title><content type='html'>Paijp baru dua hari kerja di sebuah perusahaan asing, Paijo bermaksud menelpon ke bagian dapur sambil berteriak, &#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paijo    : Ambilkan gue kopi... cepaaaaat!&#39;&lt;br /&gt;
Ternyata jawaban dari balik telepon tidak kalah keras dan marahnya. &#39;&lt;br /&gt;
DIRUT    : HEII SIAPA INI... KAMU SALAH PENCET EXTENTION? KAMU TAHU DENGAN SIAPA KAMU BICARA?&#39;&lt;br /&gt;
Paijo    : &#39;TIDAKKKK.. &#39; sahut Tono.&lt;br /&gt;
DIRUT    : &#39;Saya direktur utama perusahaan ini.&lt;br /&gt;
Saya pecat kamu nanti!&#39; teriak Sang Dirut dan tak mau kalah teriak si Tono bales nyahut, &#39;&lt;br /&gt;
Paijo    : dan BAPAKKK TAHU SAYA TIDAKKK?&#39;&lt;br /&gt;
DIRUT    : &#39;Tidak.&#39; jawab Boss.&lt;br /&gt;
Paijo    : &#39;Syukurlah kalo gitu&#39; sahut Paijo cuek sambil menutup telpon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang Si BOSS masih penasaran siapa yang bentak-bentak dia....</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/1737838429825810290/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/syukurlah-kalau-begitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1737838429825810290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/1737838429825810290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/syukurlah-kalau-begitu.html' title='SYUKURLAH KALAU BEGITU.....'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4542793014490511796</id><published>2011-06-16T21:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T21:56:32.581-07:00</updated><title type='text'>PENJARA VS KANTOR</title><content type='html'>PENJARA&lt;br /&gt;
Kamu hidup di ruangan 8X10 m2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Kamu hidup di ruangan 6X8 meter2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARADapat 3 kali makan, gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR &lt;br /&gt;
Dapat 1 kali makan Gratis selanjutnya bayar sendiri(udah gitu&lt;br /&gt;
kantinnya pelit banget he..he..)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah istirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah TAMBAHAN KERJAAN&lt;br /&gt;
he..he..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Penjaga akan membukakan pintu dan membuka &amp; menguncikan&lt;br /&gt;
pintu untuk kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR &lt;br /&gt;
Kamu harus membawa sendiri, membuka sendiri, menutup serta&lt;br /&gt;
mengunci sendiri semua pintu yang kamu punyai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Kamu bisa nonton TV tiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Kamu bisa dipecat kalau nonton TV.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Kamu punya ruangan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Kamu harus selalu bersama : Rudy,Arief etc he..he..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Diijinkan bertemu dengan keluarga untuk bersenda gurau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Kamu sama sekali tidak diijinkan bersantai ria bersama&lt;br /&gt;
keluarga disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PENJARA&lt;br /&gt;
Semua pengeluaran ditanggung negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANTOR&lt;br /&gt;
Kamu harus tanggung pengeluaran dirimu sendiri dan memotong&lt;br /&gt;
gajimu lewat pajak untuk menghidupi yang ada di penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ?&lt;br /&gt;
Mana yang lebih baik ? he..he..</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4542793014490511796/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/penjara-vs-kantor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4542793014490511796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4542793014490511796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/penjara-vs-kantor.html' title='PENJARA VS KANTOR'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4372074106387440573</id><published>2011-06-14T22:02:00.000-07:00</published><updated>2011-06-14T22:02:38.240-07:00</updated><title type='text'>MONYET VS BADAI</title><content type='html'>Di sebuah hutan, terdapat seekor monyet yang kuat dan ahli dalam memanjat. Suatu saat sang monyet memanjat pohon yang paling tinggi di hutan tersebut. Monyet itu akan mempelihatkan kekuatanya kepada banyak monyet yang sedang menatap dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat dan tangkas monyet itu memanjat pohon itu. Dari dahan ke dahan lainnya, monyet itu memanjat dan melompat dengan gerakan indah, hingga tidak membutuhkan waktu lama sang monyet untuk mencapai puncak pohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bangga sang monyet menepuk-nepuk dadanya, menunjukan bahwa dirinya adalah yang terhebat. Monyet-monyet lainnya pun berteriak-berteriak menunjukan bahwa mereka takjub dengan kemampunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu juga, tiba-tiba cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi galap dan mendung. Gemuruh langit terdengar, rintik-rintik hujan turun tak lama, langsung disusul lebatnya hujan badai. Para monyet belarian menuju sarang-sarang mereka untuk berteduh, kecuali satu monyet yang memanjat pohon, dia berpegang dengan erat batang pohon yang ia panjat. Menahan hujan badai yang terus saja menghantamnya, yang seolah-olah berusaha menjatuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku harus kuat, karna aku adalah monyet terkuat di hutan ini!” pikirnya sambil menahan kuatnya hembusan angin dan dinginnya hujan. Banyak pohon berjatuhan karena badai mematahkan batang-batangnya. Sang monyet beruntung karena berada di pohon yang tinggi dan kuat. Tak jarang sang monyet hampir jatuh karena pohon itu berayun-ayun dengan kuat, akan tetapi sang monyet sanggup bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejam telah berlalu, akhirnya badai reda. Cahaya matahari yang hangat mulai menyinari hutan kembali. Hewan-hewan pun sudah keluar dari sarangnya, termasuk para monyet yang keluar untuk melihat kondisi temannya yang sedang memanjat itu. Sungguh menajubkan, monyet itu masih bertahan di puncak pohon tertinggi tersebut. “Ha ha ha, memang aku monyet terkuat di hutan ini. Hujan badai saja tak sanggup menjatuhkanku. Ha ha ha…” Pekiknya dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, angin sepoy-sepoy berhembus dengan hembusan lembut. Hembusan tersebut menyentuh seluruh badan sang monyet dengan halus dengan sinar matahari yang hangat. Sang monyet merasa nyaman dengan angin sepoy-sepoy hangat itu. Terasa bagaikan angin dari surga, setelah satu jam lamanya menahan hantaman hujan badai.Tak terasa, mata sang monyet mulai menyipit sedikit demi sedikit. Genggaman kuatnya tak tersasa mulai mengendur. Ototnya yang menegang, perlahan-lahan mulai melemah. Dan bisa ditebak, sang monyet itu langsung tertidur. Terjatuhlah dia…dan mati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang kita mampu menghadapi masalah / badai kehidupan yang besar, tetapi ketika kita mendapat kemudahan berupa kesenangan, harta, jabatan, seperti hembusan angin sepoy-sepoy hangat yang melenakan, sehingga membuat kita tertidur. Dan tanpa sadar kita ternyata sudah terjatuh.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4372074106387440573/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/monyet-vs-badai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4372074106387440573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4372074106387440573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/monyet-vs-badai.html' title='MONYET VS BADAI'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-8647687027686649187</id><published>2011-06-13T00:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-13T00:28:28.147-07:00</updated><title type='text'>LUCIFER</title><content type='html'>Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa بَلَسَ, meaning yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan &quot;Yang akan terus menyesal di dunia dan di akhirat&quot;. Iblis dahulunya beribadah kepada Allah SWT, berwajah tampan dan berpenampilan baik. Namun setelah Allah SWT menciptakan Adam sebagai khalifah, maka iblis mengingkarinya. sejak saat itu iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam ( semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan menjadi mahluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini.&lt;br /&gt;
Dalam bahasa Ibrani (ץבלץש), Iblis memiliki arti yaitu Pendakwa atau Jaksa. Dari dalam Alkitab dapat dipahami hal-ihwal keseluruhan mengenai mahluk yang disebut Iblis ini, baik dari penjelasan para Nabi-nabi/Rasul-rasul dari zaman belum terciptanya Bumi sampai berakhirnya zaman.&lt;br /&gt;
Iblis menurut pandangan Kristen&lt;br /&gt;
Riwayat Awal Kejahatan Iblis menurut menurut Alkitab&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Malaikat yang jatuh&lt;br /&gt;
Iblis awalnya bukan ciptaan yang jahat, sebab semua yang diciptakan Tuhan itu baik adanya. Sebagaimana manusia, Iblis juga mempunyai kehendak bebas. Dan ternyata dia menggunakan kehendak bebas itu secara salah, karena ingin menjadi sama seperti Tuhan sendiri, sehingga jatuhlah Iblis ke dalam dosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kitab Henokh&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dosa&lt;br /&gt;
Bagi banyak orang asal mula dosa dan alasan keberadaannya merupakan suatu sumber kebingungan besar. Mereka melihat pekerjaan si jahat dengan akibat-akibatnya, bencana dan kehancuran yang mengerikan, dan mereka bertanya-tanya bagaimana semua ini bisa terjadi di bawah pemerintahan dan kedaulatan Allah yang tak terbatas dalam hikmat, dalam kuasa, dan dalam kasih. Dan awal mula dosa terjadi menurut Alkitab jauh sebelum Bumi beserta isinya dan Manusia diciptakan. Tidak ada yang lebih jelas diajarkan di dalam Alkitab selain bahwa Allah dalam hal apapun tidak bertanggung jawab bagi masuknya dosa; bahwa tidak ada penarikan sewenang-wenang rahmat Ilahi, tidak ada kekurangan dalam pemerintahan Ilahi yang memberikan kesempatan timbulnya pemberontakan.&lt;br /&gt;
Dosa menurut pengertian Alkitab&lt;br /&gt;
adalah pengacau dan penggangu, sehingga tidak ada alasan untuk membiarkan keberadaanya dan kehadirannya;&lt;br /&gt;
adalah sesuatu yang misterius dan yang tidak dapat diterangkan dan dipertanggungjawabkan; memaafkannya berarti mempertahankanya;&lt;br /&gt;
dan satu-satunya yang didefinisikan dalam Firman Allah, dosa adalah Pelanggaran kepada Hukum Ilahi.&lt;br /&gt;
Lahirnya Kejahatan&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Kejahatan adalah tindakan melawan hukum Allah, suatu pelanggaran yang dilahirkan akibat memanjakan dosa. Sebelum masuknya kejahatan, damai dan kesukaan memenuhi alam semesta. Semuanya selaras dengan kehendak Pencipta.&lt;br /&gt;
Yang dijelaskan dalam sebuah firman; &quot;Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di Surga dan yang ada di Bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa,&quot;(Kolose 1:16), dan kepada Kristus sama dengan kepada Bapa, segenap Surga menunjukkan kesetiaan mereka.Tetapi ada seseorang yang menyalahgunakan kebebasan ini. Dosa bermula dari dia yang setelah Kristus, paling dihormati Allah dan yang berkuasa paling tinggi dan yang paling mulia dari antara penghuni Surga.&lt;br /&gt;
Sebelum kejatuhannya ke dalam dosa, Lucifer adalah yang terutama dari para Kerub yang berjaga. Kerub yang suci dan yang tidak bercacat cela.&lt;br /&gt;
Yang di jelaskan di dalam firman Allah: &quot;Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di Taman Eden, yaitu Taman Allah penuh segala batu permata yang berharga&quot;.&quot;Kuberikan tempatmu dekat Kerub yang berjaga (engkau adalah Kerub yang menaungi - tejemahan langsung), di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan, di tengah-tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tidak bercela di dalam tingkah lakumu sejak dari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu&quot;.&lt;br /&gt;
(Yehezkiel 28:12-15).&lt;br /&gt;
Sebenarnya Lucifer bisa saja tetap berkenan kepada kepada Allah dikasihi dan dihormati oleh seluruh Malaikat Surga, dan menjalankan kuasanya yang mulia untuk memberkati yang lain-lain serta memuliakan PenciptaNya.&lt;br /&gt;
Yang dijelaskan di dalam firman Allah; Tetapi kata nabi itu,&quot;Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu&quot;. (Yehezkiel 28:17).&lt;br /&gt;
Kejahatan Awal yang dilakukan Lucifer&lt;br /&gt;
Kejahatan awal yang dilakukan oleh Lucifer adalah ingin, yang merupakan 10 Hukum Taurat yang di turunkan Allah kepada umat manusia di gunung Sinai.Sedikit demi sedikit Lucifer memanjakan suatu keinginan untuk meninggikan diri sendiri.&lt;br /&gt;
Yang dijelaskan dalam Kitab Yehezkiel; &quot;Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah&quot;. Gantinya berusaha membuat Allah yang tertinggi dalam kasih dan kesetiaan mahluk-mahluk ciptaanNya, Lucifer berusaha untuk memenangkan pelayanan dan penghargaan mereka untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
• Dengan menginginkan kehormatan yang dikaruniakan Allah kepada AnakNya-Mesias, Lucifer menginginkan kuasa yang hanya Mesias saja memiliki Hak Prerogatif itu. Kejahatan yag akhirnya merusak keharmonisan surgawi.&lt;br /&gt;
• Pelayanan dan meninggikan diri sendiri yang bertentangan dengan rencana Pencipta, membangkitkan suatu pertanda jahat, yang seharusnya kemuliaan Allah adalah tertinggi baginya. Majelis Surgawi membujuk Lucifer. Anak Allah - Mesias mengemukakan di hadapanya kebesaran, kebaikan dan keadilan Pencipta dan sifat hukumNya yang kudus dan yang tidak berubah itu. Tetapi amaran yang diberikan dalam kasih dan belas kasihan yang tak terbatas hanya membangkitkan roh penolakan. Lucifer membiarkan iri hati terhadap Mesias menguasai dirinya, sehingga ia lebih berketetapan dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kejatuhan Lucifer, ilustrasi oleh Gustave Doré untuk buku Paradise Lost karangan John Milton.&lt;br /&gt;
Gelar Iblis&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Gelar Iblis adalah sebuah julukan atau nama pemberian kepada Lucifer yang ada di Alkitab.Berikut ini adalah nama atau julukan lain dari Satan atau Iblis:&lt;br /&gt;
• Wahyu 9:11, Naga Besar, Si Ular Tua, Penyesat Seluruh Dunia;&lt;br /&gt;
• 1 Yohanes 5:19, Si Jahat;&lt;br /&gt;
• Yohanes 8:44, Pembunuh Manusia dan Si Pendusta;&lt;br /&gt;
• 2 Korintus 4:3-4, Ilah Zaman ini;&lt;br /&gt;
• Yohanes 12:31, Penguasa Dunia ini;&lt;br /&gt;
• Efesus 2:2, Penguasa Kerajaan Angkasa;&lt;br /&gt;
• 1 Tesalonika 3:5, Si Penggoda;&lt;br /&gt;
• Injil, Bapak segala Dosa, Si Penyesat.&lt;br /&gt;
Iblis juga sering disebut Lucifer. Kata Lucifer tidak ada dalam Alkitab bahasa Indonesia karena sudah diterjemahkan sebagai Bintang Timur, Putra Fajar.&lt;br /&gt;
Kerajaan Iblis&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Kerajaan Iblis adalah suatu pemerintahan dalam tatanan organisasi yang didirikan oleh Lucifer di bumi, sebagai perlawanan/pemberontakan terhadap Kerajaan Surga. Dalam menjalankan pemerintahannya Iblis memiliki suatu tatanan organisasi (Efesus 6:12), yaitu:&lt;br /&gt;
• Lucifer, sebagai raja kegelapan;&lt;br /&gt;
• Pemerintah-pemerintah, pemimipin-pemimpin tertinggi dalam suatu kerajaan ( malaikat-malaikat yang jatuh dan menjadi Setan yang disembah sebagai Dewa Matahari, Dewa Bulan, Beelzebul, Molokh, dll = lihat penjelasannya di Kitab Henokh dan Alkitab);&lt;br /&gt;
• Penguasa-penguasa, makhluk yang menerima kuasa dan menjalankan kehendak atasannya (Jin sebagai sesembahan bangsa Timur Tengah pada waktu itu = lihat penjelasannya di Perjanjian Lama);&lt;br /&gt;
• Penghulu-penghulu, pemimpin-pemimpin (manusia jahat yang melakukan kehendak Iblis= di Alkitab disebut sebagai anak iblis);&lt;br /&gt;
• roh-roh jahat, roh-roh yang durhaka (legion,roh percabulan,roh keserakahan, dll = penjelasan lihat Alkitab).&lt;br /&gt;
Misi Iblis Menurut Pandangan Alkitab&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Misi Iblis adalah tujuan yang menjadi pekerjaan Iblis terhadap waktu singkat yang diberikan Allah dalam keberadaanya di dunia ini, menurut sumber Alkitab:&lt;br /&gt;
• Wahyu 12:9, menyesatkan seluruh dunia;&lt;br /&gt;
• Ayub 1:11-22; 2:4-7,mendatangkan kerugian fisik dan harta;&lt;br /&gt;
• Wahyu 12:10, mendakwa siang dan malam;&lt;br /&gt;
• Yohanes 10:10, mencuri, membunuh dan membinasakan;&lt;br /&gt;
• 2 Korintus 4:3-4, membutakan pikiran;&lt;br /&gt;
• 2 Korintus 11:13-15, menyamar sebagai Malaikat Terang dan menyusupkan roh-rohnya ke dalam umat Allah, dengan menyamar sebagai pelayan kebenaran.&lt;br /&gt;
Riwayat Pemberotakan Iblis menurut Alkitab&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Awal Pemberontakan di Surga&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Mesias&lt;br /&gt;
Awal Pemberontakan di Surga adalah awal pertama kali Iblis mengunkapkan pendakwaan atas ketidakpuasan akan pemerintahan dan hukum Allah. Dakwaan Lucifer kepada Mesias yang adalah Penguasa Surga yang diakui, serta memiliki satu kuasa dan wewenang dengan Allah yang dikarenakan dalam semua konsultasi Allah, Mesias selalu turut di dalamnya, sementara Lucifer tidak diizinkan untuk ikut dalam maksud-maksud Ilahi.&lt;br /&gt;
Dengan meninggalkan tempatnya di hadapan Allah, Lucifer pergi untuk menyebarkan roh ketidakpuasan di antara malaikat-malaikat. Lucifer membangkitkan roh ketidakpuasan terhadap hukum-hukum yang mengatur mahluk-mahluk surgawi, dengan mengatakan bahwa mereka dibebani dengan pembatasan-pembatasan yang tidak perlu. Oleh karena alamiah mereka adalah suci ia mendorong malaikat-malaikat itu untuk mengambil kehendak hati mereka sendiri. Ia berusaha mendapatkan simpati para Malaikat, dengan mengatakan Allah telah tidak adil dengan memberikan penghormatan tertinggi bagi Mesias. Ia mengatakan bahwa dalam cita-citanya untuk memperoleh kuasa dan penghormatan yang lebih besar bukan karena bercita-cita mau meninggikan diri, tetapi untuk memperoleh kebebasan bagi segenap penghuni surga, agar dengan begitu mereka memperoleh eksistensi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;
Allah di dalam hikmatNya, membiarkan Lucifer meneruskan roh kebenciannya matang untuk mengadakan pemberontakan. Dalam pandangan Allah, adalah perlu bagi rencana-rencana Lucifer itu untuk benar-benar berkembang, agar sifat dan kecenderungan sebenarnya dapat dilihat semua oleh seluruh umat alam semesta.&lt;br /&gt;
Pemerintahan Allah bukan saja atas penduduk surga, tetapi atas semua dunia-dunia yang dijadikanNya; dan Setan berpikir bahwa jika ia dapat membawa malaikat-malaikat surga bersamanya memberontak, maka ia juga dapat membawa dunia-dunia lain bersamanya. Dengan liciknya ia menggunakan argumentasi palsu dan penipuan untuk mencapai tujuan-tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Yesus, diyakini oleh umat Kristiani sebagai Mesias&lt;br /&gt;
Penanganan Awal terhadap Dosa di Surga&lt;br /&gt;
 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dosa&lt;br /&gt;
Untuk menangani dosa, Allah hanya dapat menggunakan keadilan dan kebenaran. Sedangkan Lucifer menggunakan apa yang Allah tidak mau gunakan yaitu sanjungan yang berlebihan dan penipuan atau kecurangan. Lucifer memalsukan firman Allah dan telah menyalah-tafsirkan rencana pemerintahan Allah di hadapan malaikat-malaikat dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil dalam memberikan hukum-hukum dan peraturan-peraturan atas penghuni surga. Seluruh alam semesta harus melihat penipu itu dibuka kedoknya, sampai ia diputuskan tidak boleh lagi tinggal di surga, Allah tidak membinasakan Lucifer dan Setan (malaikat-malaikat yang jatuh).Oleh karena pelayanan kasih saja yang berkenan kepada Allah, maka kesetiaan mahluk-mahluk ciptaanNya harus didasarkan atas keyakinan kepada keadilan dan kebajikanNya, sebab apabila Lucifer dan Setan segera dihapuskan keberadaannya, maka seluruh alam semesta akan memuliakan Allah dengan ketakutan, bukan dengan cinta dan kasih.&lt;br /&gt;
Allah membiarkan Lucifer dan Setan mengembangkan prinsip-prinsipnya dengan lebih sempurna, agar dakwaannya kepada pemerintahan Allah dapat dilihat dalam terangnya yang benar oleh semua mahluk ciptaan - bahwa keadilan dan kemurahan Allah serta keteguhan hukumNya - tidak akan dipertanyakan lagi selama-lamanya.&lt;br /&gt;
[sunting] Pertentangan/Pertarungan Besar di Surga&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Lucifer&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Malaikat yang jatuh&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kitab Henokh&lt;br /&gt;
Pertentangan/Pertarungan Besar di Surga adalah perlawanan yang dilakukan Lucifer yang didukung para malaikat-malaikat jahat (Setan) atas segala hasil dakwaannya yang berujung pada teguran Mesias terhadapnya.&lt;br /&gt;
Hingga pada akhir pertentangan surga, diumumkanlah bahwa Lucifer bersama simpatisannya (Setan) harus dikeluarkan dan diusir dari tempat tinggal yang penuh kebahagiaan itu. Kemudian pemimpin pemberontak itu dengan lancang menyatakan penghinaannya terhadap hukum Allah. Ia mengulangi tuntutannya bahwa malaikat-malaikat tidak perlu dikendalikan, dan harus dibiarkan menurut kehendak mereka sendiri, yang senantiasa menuntun mereka dengan benar. Lucifer dengan bala tentaranya (para malaikat jahat Setan) bersepakat mempersalahkan pemberontakan mereka itu seluruhnya kepada Mesias, dan menyatakan bahwa jika seandainya mereka tidak ditegur, mereka tidak akan memberontak. Dengan demikian ketidaksetiaan mereka yang penuh pembangkangan dan keras kepala itu berusaha menumbangkan pemerintahan Allah dengan sia-sia, dengan berdalih dan mengatakan bahwa mereka adalah korban yang tidak bersalah dari kekuasaan yang menindas. Sehingga pada akhirnya kepala pemberontak dan simpatisannya di usir dari surga. Lihat Wahyu 12:7-9.&lt;br /&gt;
Dalam pengusiran Iblis dan Setan dari Surga, Allah menyatakan keadilanNya, dan mempertahankan kemuliaan takhtaNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kejatuhan Manusia: Bemalte Flachdecke der Hildesheimer Benediktiner-Klosterkirche St. Michel mit »Wurzel Jesse«, Detail: Adam und Eva.&lt;br /&gt;
Permusuhan antara Manusia dan Iblis menurut Alkitab&lt;br /&gt;
________________________________________&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Adam&lt;br /&gt;
Permusuhan antara Manusia dan Setan adalah peristiwa dimana Adam dan Hawa melakukan pelanggaran akan firman dan hukum Allah agar tidak memakan buah terlarang. Ditenggarai oleh penggodaan Iblis (menyamar sebagai ular) terhadap Hawa untuk membangkitkan rasa ingin Hawa untuk sama seperti Allah dalam pengetahuan yang baik dan yang jahat. Sehingga Allah menurunkan firman, yag tertulis di dalam Alkitab:&lt;br /&gt;
Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dengan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya. Kejadian 3:15.&lt;br /&gt;
Pada waktu manusia melanggar hukum Ilahi, maka sifat alamiahnya menjadi jahat, dan menjadi tidak berbeda dengan Iblis dan Setan yang condong untuk berbuat dosa. Secara alamiah, tidak ada lagi pertentangan antara manusia yang berdosa dengan yang memulai dosa itu (Iblis dan Setan).&lt;br /&gt;
Campur Tangan Allah dan Mesias&lt;br /&gt;
Seandainya Allah tidak campur tangan, Iblis dan Manusia di dalam dosa akan bersekutu melawan surga, dan gantinya bermusuhan melawan Setan, segenap Manusia akan bersatu melawan Allah. Iblis menggoda Manusia supaya berdosa, sebagaimana ia menyebabkan malaikat-malaikat jahat (Setan) memberontak, agar dengan demikian ia mendapatkan kerjasama dalam peperangannya melawan surga. Tidak ada perselisihan antara dirinya dengan malaikat-malaikat yang sudah jatuh, dalam hubungannya dengan kebencian mereka kepada Mesias, sementara dalam hal lain ada pertentangan. Mereka teguh bersatu melawan kekuasaan Penguasa alam semesta.&lt;br /&gt;
Tetapi pada waktu Setan mendengar adanya deklarasi (firman Allah) permusuhan antara keturunannya dengan keturunan perempuan (Hawa) itu, maka ia mengetahui bahwa usahanya untuk merusak sifat manusia akan terhalang;&lt;br /&gt;
Karena melalui Kristus/Mesias, manusia adalah tujuan kasih Allah. Lucifer ingin menggagalkan rencana Ilahi di dalam janji Kristus/Mesiasuntuk menebus manusia, dan mendatangkan kehinaan kepada Allah dengan menodai dan mencemarkan perbuatan tanganNya (Manusia). Setan menyebabkan kedukaan di Surga, dan memenuhi dunia ini dengan kesukaran dan kesusahan. Dan mengatakan semua kejahatan itu sebagai akibat pekerjaan Allah dalam menciptakan manusia.&lt;br /&gt;
Kedatangan Mesias sebagai Manusia/Yesus Kristus&lt;br /&gt;
 Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kelahiran Yesus&lt;br /&gt;
Kedatangan Mesias sebagai Manusia/Yesus Kristus adalah kedatangan dalam misi penebusan/penyelamatan seluruh umat manusia dari sebab pelanggaran upah dosa yaitu kematian kekal (Lautan Api). Pertentangan yang terjadi antara Roh Mesias(Roh Kudus) dan Roh Lucifer(roh-roh jahat) diperagakan dengan cara mencolok dalam penerimaan dunia akan Mesias dalam kelahiran Yesus Kristus sebagai misi penebusan dosa umat manusia. Kemunculan Yesus Kristus tidak begitu menarik perhatian dunia, sebab Ia muncul tanpa kekayaan, kemegahan atau kebesaran duniawi, sehingga orang Yahudi cenderung menolak Dia. Mereka melihat Dia memiliki kuasa yang lebih sekadar mencukupkan kekurangan keuntungan-keuntungan lahiriah, tetapi kemurnian dan kesucian Kristus mengundang kebencian kepadaNya dari orang-orang fasik/kafir. KehidupanNya yang penuh dengan penyangkalan diri dan pengabdianNya yang tidak berdosa merupakan teguran yang terus-menerus kepada orang-orang yang sombong dan yang penuh hawa nafsu. Hal inilah yang membangkitkan permusuhan melawan Anak Allah/Mesias. Setan dan malaikat-malaikat jahat bergabung dengan orang-orang jahat. Segenap kekuatan kemurtadan bergabung melawan Penghulu Kebenaran.&lt;br /&gt;
Permusuhan Iblis terhadap Pengikut Kristus&lt;br /&gt;
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Yesus&lt;br /&gt;
Permusuhan yang sama juga ditunjukkan kepada pengikut-pengikut Kristussebagaimana yang di tunjukkan kepada Guru mereka. Siapa saja yang melihat sifat dosa itu menjijikkan, dan dengan kekuatan dari atas melawan penggodaan, maka dengan pasti akan menimbulkan kemarahan setan dan pengikut -pengikutnya (ini dapat dideteksi bila mana manusia memiliki roh yang menentang Roh Mesias yang akan melawatnya). Pengikut-pengikut Kristus dan budak-budak setan tidak bisa hidup secara harmonis. Perlawanan yang didengungkan iblis terhadap salib belum berakhir.&lt;br /&gt;
&quot;Memang setiap orang yang mau hidup di dalam Yesus Kristus akan menderita aniaya.&quot; (2 Timotius 3:12)&lt;br /&gt;
Sementara setan terus berupaya membutakan pikiran mereka kepada fakta, biarlah orang-orang Kristen tidak lupa bahwa&lt;br /&gt;
&quot;perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:12). Amaran yang diilhami ini diserukan berabad-abad sampai ke zaman kita: &quot;Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si iblis berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.&quot; (1 Petrus 5:8). &quot;Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis.&quot; (Efesus 6:11).</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/8647687027686649187/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/lucifer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8647687027686649187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/8647687027686649187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/lucifer.html' title='LUCIFER'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-3626093966135214434</id><published>2011-06-10T22:19:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T22:19:19.785-07:00</updated><title type='text'>SEPASANG SEPATU</title><content type='html'>&quot;Pasangan TERBAIK&quot; Itu Seperti &quot;SEPASANG SEPATU&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Walau Bentuknya Tak Persis Sama Namun &quot;SERASI&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Saat Berjalan, Tak Selalu bersama, Tp TUJUAN UTAMANYA SAMA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Walau Tak Pernah Bisa Ganti Posisi, Namun &quot;SALING MELENGKAPI&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Selalu SEDERAJAT, Tak Ada &quot;Yg Lebih Rendah/Tinggi&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Dan Bila Yg 1 HILANG, yg Lain TAK MEMILIKI ARTI.... (EFESUS 5 :22 - 25)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/3626093966135214434/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/sepasang-sepatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3626093966135214434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/3626093966135214434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/sepasang-sepatu.html' title='SEPASANG SEPATU'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-307574549037773475</id><published>2011-06-08T20:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T20:33:26.777-07:00</updated><title type='text'>Dampak Perceraian terhadap Anak</title><content type='html'>1. Reaksi berbeda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Reaksi anak berbeda-beda terhadap pereceraian orang tuanya. Semua tergantung umur, intensitas, serta lamanya konflik yang berlangsung sebelum terjadinya perceraian. Setiap anak menanggung kadar yang berbeda-beda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Anak yang yang orang tuanya bercerai, terutama yang sudah berusia sekolah atau remaja biasanya merasa ikut bersalah dan bertanggung jawab atas kejadian itu.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
c. Bagi anak-anak perceraian merupakan kehancuran keluarga yang akan mengacaukan kehidupan mereka  munculnya rasa cemas masa kini dan masa depannya  anak merasa menderita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Akibat emosional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Dalam suatu perceraian orang tua mencurahkan seluruh waktu dan uangnya untuk saling bertikai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Mereka hanya memiliki waktu atau usaha untuk mengurangi akibat emosional yang menimpa anak-anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Sampai dua tahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Dua tahun pertama setelah terjadinya perceraian merupakan masa-masa yang amat sulit bagi anak. Mereka biasanya kehilangan minat untuk pergi dan mengerjakan tugas-tugas sekolah, bersikap bermusuhan, agresif depresi, dan dalam beberapa kasus ada yang bunuh diri (Bugeiski dan Graziano) (dalam www.kompas.com).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Anak-anak yang orang tuanya bercerai menampakkan beberapa gejala fisik dan stress akibat perceraian tersebut, seperti insomnia, kehilangan nafsu makan, dan beberapa penyakit kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Takut menjalin hubungan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Tidak pede dan takut menjalin kedekatan (intimacy) dengan lawan jenis  karena menganggapnya sama dengan ayah dan ibunya yang telah menghancurkan keluarganya  pacaran—putus, pacaran—putus. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Anak menjadi apatis  menarik diri atau sebaliknya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Self-esteem anak turun. rasa bersalah sangat besar, dendam pada orang tuanya  narkoba, alcohol, dan yang ekstrem, muncul pikiran untuk bunuh diri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Anak merendahkan salah satu orang tua &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Tidak ada rasa percaya pada orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Terlalu mengidentifikasi salah satu orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjauan Psikologis&lt;br /&gt;
Tumbuh kembang anak seutuhnya dipengaruhi oleh empat factor yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya (Hawari, 1997), yaitu:&lt;br /&gt;
1. Faktor organobiologik&lt;br /&gt;
 Perkembangan mental intelektual dan mental emosional&lt;br /&gt;
 Pada kasus perceraian orang tua faktor ini kurang terpenuhi pada anak. &lt;br /&gt;
2. Faktor psiko- edukatif&lt;br /&gt;
 Unsur utamanya adalah kasih sayang&lt;br /&gt;
 Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang mengalami disfungsi keluarga mempunyai risiko lebih besar untuk terganggu tumbuhkembang jiwanya  karena kurangnya curahan kasih sayang orang tua karena perceraian.&lt;br /&gt;
3. Faktor social-budaya&lt;br /&gt;
 Dampak anti social anak atas perceraian orang tua mereka  hal ini sangat bertolak belakang dengan poin ini.&lt;br /&gt;
4. Faktor spiritual&lt;br /&gt;
 Orang tua mempunyai tanggung jawab besar terhadap tumbuh kembang anak agar bila dewasa kelak berilmu dan beriman.&lt;br /&gt;
Perceraian senantiasa memberi dampak yang negatif. Berawal dari hal tersebut, maka perlu dicari usaha-usaha untuk menanggulanginya. &lt;br /&gt;
Hal-hal sebaiknya dilakukan orangtua yang akan atau telah bercerai agar tak terlalu berdampak negatif pada anak:&lt;br /&gt;
1. Sejak awal, kalau bisa libatkan anak dalam proses perceraian. Paling tidak, anak akan merasa didengarkan, tidak hanya menerima perceraian orangtuanya secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;
2. Jika perceraian terjadi, usahakan me-maintain rutinitas keluarga tetap seperti sediakala. Misalnya, tetap berkumpul bersama. Usahakan situasi tidak hilang begitu atau berubah total. Buatlah masa-masa transisi yang smooth, supaya anak juga bisa merasakan, &#39;Oh, mereka sudah tidak bersatu lagi tapi mereka masih sayang sama saya, saya juga masih bisa mendapatkan apa yang saya butuhkan dari mereka.&#39;&lt;br /&gt;
3. Jangan ingkar janji. Kalau memang pernah berjanji untuk tetap selalu bertemu anak setelah perceraian, penuhi itu. Ini akan membangun rasa percaya (trust) anak pada orangtua. Ingat, tidak ada yang namanya bekas anak atau bekas orangtua.&lt;br /&gt;
4. Sebisa mungkin lebih terlibat dengan kegiatan sekolah anak, serta memberi dukungan yang dibutuhkan anak. Mungkin anak punya ketakutan, &#39;Wah nanti saya enggak bisa dijemput Papa-Mama lagi,&#39; dan sebagainya.&lt;br /&gt;
5. Hindari pertentangan. Anak-anak sudah cukup menderita karena perceraian orangtuanya, jadi jangan tambah beban mereka dengan menentang mereka. Misalnya, salah satu orangtua merasa anak malah membela salah satu pihak, dan kemudian menyalahkan anak. Rasa marah, tak setuju, kecewa, itu merupakan proses anak dalam menghadapi perceraian orangtuanya. Justru anak harus dibantu mengungkapkan itu secara positif supaya tidak salah mengungkapkan.&lt;br /&gt;
6. Kalau memang perlu, libatkan dukungan pihak ketiga, misalnya kakek-nenek dalam masa transisi. Dan kalau memang merasa tak mampu mengatasi sendiri, berkonsultasilah dengan profesional.&lt;br /&gt;
(Hasto Prianggoro) (dalam www.tabloidnova.com) &lt;br /&gt;
Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan (sikap) orangtua orangtua agar anak sukses beradaptasi, jika perpisahan atau perceraian terpaksa dilakukan (dalam www.ums.ac.id) adalah :&lt;br /&gt;
1. Begitu perceraian sudah menjadi rencana orangtua, segeralah memberi tahu anak bahwa akan terjadi perubahan dalam hidupnya, bahwa nanti anak tidak lagi tinggal bersama mama dan papa, tapi hanya dengan salah satunya.&lt;br /&gt;
2. Sebelum berpisah, ajaklah anak untuk melihat tempat tinggal yang baru (jika harus pindah rumah). Kalau anak akan tinggal bersama kakek dan nenek, maka kunjungan ke kakek dan nenek mulai dipersering. Kalau ayah/ibu keluar dari rumah dan tinggal sendiri, anak juga bisa mulai diajak untuk melihat calon rumah baru ayah/ibunya. &lt;br /&gt;
3. Di luar perubahan yang terjadi karena perceraian, usahakan agar sisi-sisi lain dan kegiatan rutin sehari-hari si anak tidak berubah. Misalnya, tetap mengantar anak ke sekolah atau mengajak pergi jalan-jalan.&lt;br /&gt;
4. Jelaskan kepada anak tentang perceraian tersebut. Jangan menganggap anak sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa, jelaskan dengan menggunakan bahasa sederhana. Penjelasan ini mungkin perlu diulang ketika anak bertambah besar.&lt;br /&gt;
5. Jelaskan kepada anak bahwa perceraian yang terjadi bukan salah si anak.&lt;br /&gt;
6. Anak perlu selalu diyakinkan bahwa sekalipun orangtua bercerai tapi mereka tetap mencintai anak. Ini sangat penting dilakukan terutama dari orangtua yang pergi, dengan cara berkunjung, menelepon, mengirim surat atau kartu. Buatlah si anak tahu bahwa dirinya selalu diingat dan ada di hati orangtuanya.&lt;br /&gt;
7. Orangtua yang pergi, meyakinkan anak kalau ia menyetujui anak tinggal dengan orangtua yang tinggal, dan menyemangati anak agar menyukai tinggal bersama orangtuanya itu.&lt;br /&gt;
8. Orangtua yang tinggal bersama anak, memperbolehkan anak bertemu dengan orangtua yang pergi, meyakinkan anak bahwa dia menyetujui pertemuan tersebut dan menyemangati anak untuk menyukai pertemuan tersebut.&lt;br /&gt;
9. Kedua orangtua, merancang rencana pertemuan yang rutin, pasti, terprediksi dan konsisten antara anak dan orangtua yang pergi. Kalau anak sudah mulai beradaptasi dengan perceraian, jadwal pertemuan bisa dibuat dengan fleksibel. Penting buat anak untuk tetap bisa bertemu dengan kedua orangtuanya. Tetap bertemu dengan kedua orangtua membuat anak percaya bahwa ia dikasihi dan diinginkan. Kebanyakan anak yang membawa hingga dewasa perasaan-perasaan ditolak dan tidak berharga adalah akibat kehilangan kontak dengan orangtua yang pergi.&lt;br /&gt;
10. Tidak saling mengkritik atau menjelekkan salah satu pihak orangtua di depan anak.&lt;br /&gt;
11. Tidak menempatkan anak di tengah-tengah konflik. Misalnya dengan menjadikan anak sebagai pembawa pesan antar-kedua orangtua, menyuruh anak berbohong kepada salah satu orangtua, menyuruh anak untuk memihak pada satu orangtua saja. Anak menyayangi kedua orangtuanya, menempatkannya di tengah konflik akan membuatnya bingung, cemas dan mengalami konflik kesetiaan.&lt;br /&gt;
12. Tidak menjadikan anak sebagai senjata untuk menekan pihak lain demi membela dan mempertahankan diri sendiri. Misalnya mengancam pihak yang pergi untuk tidak boleh lagi bertemu dengan anak kalau tidak memberikan tunjangan; atau tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan anak supaya pihak yang pergi merasa sakit hati, sebagai usaha membalas dendam.&lt;br /&gt;
13. Tetap mengasuh anak bersama-sama dengan mengenyampingkan perselisihan.&lt;br /&gt;
14. Memperkenankan anak untuk mengekspresikan emosinya. Beresponslah terhadap emosi anak dengan kasih sayang, bukan dengan kemarahan atau celaan. Anak mungkin bingung dan bertanya, biarkan mereka bertanya, jawablah pertanyaan tersebut baik-baik, dan bukan mengatakan &quot;anak kecil mau tahu saja urusan ayah-ibu&quot;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/307574549037773475/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/dampak-perceraian-terhadap-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/307574549037773475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/307574549037773475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/dampak-perceraian-terhadap-anak.html' title='Dampak Perceraian terhadap Anak'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-2662519882884569154</id><published>2011-06-08T20:31:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T20:31:32.703-07:00</updated><title type='text'>Apa kata Alkitab mengenai perceraian dan pernikahan kembali?</title><content type='html'>Pertama-tama, apapun pandangan mengenai perceraian, adalah penting untuk mengingat kata-kata Alkitab dalam Maleakhi 2:16a: “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.” Menurut Alkitab, kehendak Allah adalah pernikahan sebagai komimen seumur hidup. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia&quot; (Matius 19:6). Meskipun demikian, Allah menyadari bahwa karena pernikahan melibatkan dua manusia yang berdosa, perceraian akan terjadi. Dalam Perjanjian Lama Tuhan menetapkan beberapa hukum untuk melindungi hak-hak dari orang yang bercerai, khususnya wanita (Ulangan 24:1-4). Yesus menunjukkan bahwa hukum-hukum ini diberikan karena ketegaran hati manusia, bukan karena rencana Tuhan (Matius 19:8).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kontroversi mengenai apakah perceraian dan pernikahan kembali diizinkan oleh Alkitab berkisar pada kata-kata Yesus dalam Matius 5:32 dan 19:9. Frasa “kecuali karena zinah” adalah satu-satunya alasan dalam Alkitab di mana Tuhan memberikan izin untuk perceraian dan pernikahan kembali. Banyak penafsir Alkitab yang memahami “klausa pengecualian” ini sebagai merujuk pada “perzinahan” yang terjadi pada masa “pertunangan.” Dalam tradisi Yahudi, laki-laki dan perempuan dianggap sudah menikah walaupun mereka masih “bertunangan.” Percabulan dalam masa “pertunangan” ini dapat merupakan satu-satunya alasan untuk bercerai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “perzinahan” bisa berarti bermacam bentuk percabulan. Kata ini bisa berarti perzinahan, pelacuran dan penyelewengan seks, dll. Yesus mungkin mengatakan bahwa perceraian diperbolehkan kalau terjadi perzinahan. Hubungan seksual adalah merupakan bagian integral dari ikatan penikahan, “keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24; Matius 19:5; Efesus 5:31). Oleh sebab itu, memutuskan ikatan itu melalui hubungan seks di luar pernikahan dapat menjadi alasan untuk bercerai. Jika demikian, dalam ayat ini, Yesus juga memikirkan tentang pernikahan kembali. Frasa “kawin dengan perempuan lain” (Matius 19:9) mengindikasikan bahwa perceraian dan pernikahan kembali diizinkan dalam kerangka klausa pengecualian, bagaimanapun itu ditafsirkan. Penting untuk diperhatikan bahwa hanya pasangan yang tidak bersalah yang diizinkan untuk menikah kembali. Meskipun tidak disebutkan dalam ayat tsb, izin untuk menikah kembali setelah perceraian adalah kemurahan Tuhan kepada pasangan yang tidak bersalah, bukan kepada pasangan yang berbuat zinah. Mungkin saja ada contoh-contoh di mana “pihak yang bersalah” diizinkan untuk menikah kembali, namun konsep tsb tidak ditemukan dalam ayat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian orang memahami 1 Korintus 7:15 sebagai “pengecualian” lainnya, di mana pernikahan kembali diizinkan jikalau pasangan yang belum percaya menceraikan pasangan yang percaya. Namun demikian, konteks ayat ini tidak menyinggung soal pernikahan kembali dan hanya mengatakan bahwa orang percaya tidak terikat dalam pernikahan kalau pasangan yang belum percaya mau bercerai. Orang-orang lainnya mengklaim bahwa perlakuan sewenang-wenang (terhadap pasangan yang satu atau terhadap anak) adalah alasan yang sah untuk bercerai sekalipun Alkitab tidak mencantumkan hal itu. Walaupun ini mungkin saja, namun tidaklah pantas untuk menebak Firman Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kadang-kadang hal yang dilupakan dalam perdebatan mengenai klausa pengecualian adalah kenyataan bahwa apapun jenis penyelewengan dalam pernikahan, itu hanyalah merupakan izin untuk bercerai dan bukan keharusan untuk bercerai. Bahkan ketika terjadi perzinahan, dengan anugrah Tuhan, pasangan yang satu dapat mengampuni dan membangun kembali pernikahan mereka. Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni banyak dosa-dosa kita. Kita tentu dapat mengikuti teladanNya dan mengampuni dosa perzinahan (Efesus 4:32). Namun, dalam banyak kasus, pasangan yang bersalah tidak bertobat dan terus hidup dalam percabulan. Di sinilah kemungkinanan Matius 19:9 dapat diterapkan. Demikian pula banyak yang terlalu cepat menikah kembali setelah bercerai padahal Tuhan mungkin menghendaki mereka untuk tetap melajang. Kadang-kadang Tuhan memanggil orang untuk melajang supaya perhatian mereka tidak terbagi-bagi (1 Korintus 7:32-35). Menikah kembali setelah bercerai mungkin merupakan pilihan dalam keadaan-keadaan tertentu, namun tidak selalu merupakan satu-satunya pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah menyedihkan bahwa tingkat perceraian di kalangan orang-orang yang mengaku Kristen hampir sama tingginya dengan orang-orang yang tidak percaya. Alkitab sangat jelas bahwa Allah membenci perceraian (Maleakhi 2:16) dan bahwa pengampunan dan rekonsiliasi seharusnya menjadi tanda-tanda kehidupan orang percaya (Lukas 11:4; Efesus 4:32). Tuhan mengetahui bahwa perceraian dapat terjadi, bahkan di antara anak-anakNya. Orang percaya yang bercerai dan/atau menikah kembali jangan merasa kurang dikasihi oleh Tuhan bahkan sekalipun perceraian dan pernikahan kembali tidak tercakup dalam kemungkinan klausa pengecualian dari Matius 19:9. Tuhan sering kali menggunakan bahwa ketidaktaatan orang-orang Kristen untuk mencapai hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinjauan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1Matius 1:19Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2Matius 5:31Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3Matius 5:32Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4Matius 12:30Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5Matius 19:3Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: &quot;Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6Matius 19:6Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7Matius 19:7Kata mereka kepada-Nya: &quot;Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8Matius 19:8Kata Yesus kepada mereka: &quot;Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9Matius 19:9Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10Matius 26:31Maka berkatalah Yesus kepada mereka: &quot;Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11Markus 10:2Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: &quot;Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12Markus 10:4Jawab mereka: &quot;Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13Markus 10:9Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14Markus 10:11Lalu kata-Nya kepada mereka: &quot;Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15Markus 10:12Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16Markus 14:27Lalu Yesus berkata kepada mereka: &quot;Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17Lukas 1:51Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18Lukas 11:23Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19Lukas 16:18Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20Yohanes 10:12sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21Yohanes 11:52dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22Yohanes 16:32Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23Kisah Para Rasul 5:36Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24Kisah Para Rasul 5:37Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
251 Korintus 7:10Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
261 Korintus 7:11Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
271 Korintus 7:12Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
281 Korintus 7:13Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
291 Korintus 7:15Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
301 Korintus 7:27Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
311 Timotius 5:11Tolaklah pendaftaran janda-janda yang lebih muda. Karena apabila mereka sekali digairahkan oleh keberahian yang menceraikan mereka dari Kristus, mereka itu ingin kawin</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/2662519882884569154/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/apa-kata-alkitab-mengenai-perceraian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/2662519882884569154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/2662519882884569154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/apa-kata-alkitab-mengenai-perceraian.html' title='Apa kata Alkitab mengenai perceraian dan pernikahan kembali?'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-779354959760361224</id><published>2011-06-06T03:16:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T03:17:09.270-07:00</updated><title type='text'>WE ARE THE REASON ( SONG )</title><content type='html'>&lt;iframe width=&quot;425&quot; height=&quot;349&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/qrPAZbD6fG0&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/779354959760361224/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/we-are-reason-song.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/779354959760361224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/779354959760361224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/we-are-reason-song.html' title='WE ARE THE REASON ( SONG )'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/qrPAZbD6fG0/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4365981670660894926</id><published>2011-06-06T03:05:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T03:08:21.196-07:00</updated><title type='text'>BEST FATHER</title><content type='html'>&lt;iframe width=&quot;425&quot; height=&quot;349&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/UH943Az_lPQ&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4365981670660894926/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/best-father.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4365981670660894926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4365981670660894926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/best-father.html' title='BEST FATHER'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/UH943Az_lPQ/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4951640879327583161</id><published>2011-06-06T02:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T02:34:18.618-07:00</updated><title type='text'>WE ARE THE REASON</title><content type='html'>As little children we&#39;d dream of Christmas morn&lt;br /&gt;And all the gifts and toys we knew we’d find&lt;br /&gt;But we never realized a baby born one blessed night&lt;br /&gt;Gave us the greatest gift of our lives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are the reason that He gave His life&lt;br /&gt;We were the reason that He suffered and died&lt;br /&gt;To a world that was lost He gave all He could give&lt;br /&gt;To show us the reason to live&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the years went by we learned more of our gifts&lt;br /&gt;The giving of ourselves and what that means&lt;br /&gt;On a dark and cloudy day a man hung crying in the rain&lt;br /&gt;Because of love&lt;br /&gt;Because of love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I finally found the reason for living&lt;br /&gt;It’s in giving every part of my heart to Him (every part to Him)&lt;br /&gt;And all that I do every word that I say (you know I’ll be saying)&lt;br /&gt;I will give all my life just for Him, just for Him (every thing for Him)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are the reason that He gave His life&lt;br /&gt;We are the reason that He suffered and died&lt;br /&gt;To a world that was lost He gave all He could give (all that he could give all)&lt;br /&gt;To show us the reason to live&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#He is the reason to live&lt;br /&gt;(don’t you know do you know the reason&lt;br /&gt;that he came, oh he came to save us&lt;br /&gt;when he gave his life for us) he suffered and died&lt;br /&gt;To a world that was lost He gave everything (everything that He had He gave)&lt;br /&gt;To show us the reason to live&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don’t know how I could thank Jesus all that he had all..</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4951640879327583161/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/we-are-reason.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4951640879327583161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4951640879327583161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/we-are-reason.html' title='WE ARE THE REASON'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5156438342696386193.post-4872997479234009919</id><published>2011-06-06T02:24:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T02:30:10.445-07:00</updated><title type='text'>MENGASIHI berarti MENGAMPUNI</title><content type='html'>Ketika Karol Wojtyla dulu masih mengajar di sebuah universitas di Polandia, ia mempunyai mahasiswa yang sangat dekat dengannya yang bernama Adam Zielinski. Ia tidak menyadari/ curiga bahwa sebenarnya muridnya itu adalah mata-mata dikirim oleh Partai Komunis di pemerintahan Polandia baru pasca rezim Nazi, untuk mencari-cari kesalahan yang bisa dipakai untuk menangkapnya. Namun, disepanjang pengamatan spionase-nya itu, Zielinski tidak menemukan hal-hal subversif yang dilakukan Wojtyla yang cukup sebagai bukti untuk menjadikannya tersangka dalam keadaan politik yang belum menentu di negara itu. Yang terjadi sebaliknya, ia justru makin mengenal Wojtyla sebagai seorang hamba Tuhan yang sungguh mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan, juga bagi bangsa dan negaranya. Akhirnya Zielinski meminta maaf dihadapan gurunya itu.&lt;br /&gt;Melihat dan mendengar pengakuan Zielinski yang mengakui kesalahannya dengan menyesal dan hancur hati, Wojtyla mengatakan &quot;if you made mistakes, you already paid for them&quot;, maksudnya, penyesalannya yang diungkapkan itu sudah cukup untuk membayar kesalahannya. Wojtyla, dengan gampang sekali mengampuninya, ia sama sekali tidak bertanya mengapa ia melakukan perbuatan jahat kepadanya, apa latar belakangnya, ataupun jengkel, marah dan dendam. Zielinski tak pernah menduga bahwa ia mendapatkan maaf dan ampun dari gurunya segampang itu, padahal dialah yang selama ini menyebabkan gurunya itu menderita kesulitan akibat tekanan-tekanan partai komunis. Mengapa Wojtyla begitu mudah mengampuninya? Sebab, harga dari jiwa yang menyesal itu lebih mahal, dan rasa dendam sama sekali tidak sebanding dengan indahnya pertobatan.&lt;br /&gt;Ini salah satu kisah yang diceritakan dalam film &quot;Karol: A Man Who Became Pope&quot;, kisah hidup Pope John Paul II, yang diperankan sangat bagus oleh aktor Polandia Piotr Adamczyk. Dan juga musik latar yang bagus dari salah satu komposer terbaik Ennio Morricone. Dan film ini cocok sebagai wujud penghormatan/ tribute bagi salah seorang pemimpin terbaik Gereja, bahkan salah seorang pemimpin terbaik dunia, yang banyak kita kenal keteladanan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengampunan dosa adalah misi utama Tuhan kita Yesus Kristus. Ia telah mengajar kita untuk senantiasa mengampuni kesalahan sesama kita. Petrus pernah bertanya kepada Yesus, berapa kali sebaiknya pengampunan itu dilakukan?, selengkapnya kita baca sbb :&lt;br /&gt;* Matius 18:21-35 Perumpamaan tentang pengampunan&lt;br /&gt;18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &quot;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&quot;&lt;br /&gt;18:22 Yesus berkata kepadanya: &quot;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.&lt;br /&gt;18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.&lt;br /&gt;18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.&lt;br /&gt;18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.&lt;br /&gt;18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.&lt;br /&gt;18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.&lt;br /&gt;18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!&lt;br /&gt;18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.&lt;br /&gt;18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.&lt;br /&gt;18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.&lt;br /&gt;18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.&lt;br /&gt;18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?&lt;br /&gt;18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.&lt;br /&gt;18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus bertanya, sampai sejauh mana pengampunan itu harus diberikan apabila seorang itu melakukan kesalahan terus menerus? Sampai tujuh kali kah? Petrus menganggap ini lebih baik dari tradisi Yahudi. Dalam Taurat juga ditetapkan peraturan pembalasan yang setimpal (lihat, Keluaran 21:24 dan Matius 5:38 ). Sangkanya, pengampunan sebanyak 7 kali sudahlah hebat dan cukup. Angka 7 adalah angka favorit dalam Alkitab. Dalam pemahaman orang Yahudi melambangkan perjanjian kekudusan dan pengudusan. Kandil (menorah/ kaki dian) memiliki &quot;tujuh&quot; lampu. Tindakan pendamaian dan pentahiran diselesaikan dengan &quot;tujuh&quot; kali percikan. Pengukuhan Sabat Yahudi termasuk Tahun Sabat, dan Tahun Yobel berdasarkan perhitungan angka &quot;tujuh&quot;. Angka 7 adalah lambang kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Yesus mengangkat permasalahan itu melampaui perhitungan praktis dengan mengatakan &quot;tujuh puluh kali tujuh kali&quot;. Ia mengkoreksi apa yang yang dikatakan Petrus. Namun, jumlah ini sebaiknya tidak diartikan secara harfiah = 490kali. Maksud Yesus adalah, bahwa murid Tuhan tidak mempunyai hak menentukan batas untuk mengampuni. Hal ini selaras dengan apa yang pernah dikatakan Yesus dalam doa yang diajarkanNya tentang pengampunan : dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami (Matius 6:12). Dengan kata lain, kesediaan Allah untuk mengampuni kita tergantung pada kesediaan kita mengampuni orang lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.&quot; (Matius 6:14-15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang pengampunan. Dikatakan bahwa ada seorang yang berhutang kepada raja sebanyak 10,000 Talenta. Pada umumnya satu Talenta bernilai 60 Mina atau 6,000 Dirham. 1 Dinar adalah 2 Dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Dinar adalah upah pekerja 1 hari (Matius 20:2,13). Katakanlah upah kerja minimum sekarang ini ± Rp. 25,000.-- per hari. Maka uang Rp 25.000,-- setara dengan 1 Dinar Romawi, 1 Dirham adalah setengah Dinar, jadi 1 Dirham yaitu Rp 12,500.--.&lt;br /&gt;1 Mina bernilai 100 Dirham atau Rp 1,250,000.-- .&lt;br /&gt;Maka, 1 Talenta adalah mata uang dengan nilai 60 Mina atau 60 x Rp 1,250,000.-- = Rp 75,000,000.--.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, hutang yang dimaksud dalam Matius 18:24 di atas menurut pengandaian ini adalah sebesar 10,000 x Rp 75,000,000.-- = Rp 750,000,000,000.-- (tujuh ratus lima puluh milyar). Sebuah jumlah yang sangat besar. dan hamba itu mendapat mengampunan hutang dari Raja sebesar nilai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dilain pihak, hamba yang telah diampuni hutangnya itu gagal memahami contoh dari Raja. Hamba itu tidak kenal belas kasihan, ia menuntut pelunasan hutang dari sesamanya yang berhutang kepadanya sebesar 100 Dinar (kira-kira Rp. 2,500,000.--), jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan 10,000 Talenta (Rp. 750 milyar). Akhirnya, sikap yang tidak berbelas kasihan ini mengucilkan ia dari belas kasihan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang ingin menerima belas kasihan dari Allah harus menunjukkan belas kasihan terhadap orang lain. Orang yang telah mengalami pengampunan dari Allah bertanggungjawab mengampuni orang lain. Inilah patokan dalam Kerajaan Surga. Raja itu menuntut seorang yang telah dikasihani dengan menghapus hutangnya, harus juga menunjukkan sikap yang sama, khususnya karena pelanggaran yang dilakukan sesamanya itu tidak ada artinya jika dibandingkan hutang manusia kepada Allah. Pengampunan yang dimaksudkan oleh Yesus harus juga tidak ada batasnya, Inti dari perumpamaan ini jelas bahwa orang yang tidak mengampuni tidak menerima pengampunan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambung kisah Karol Wojtyla diatas, ketika sudah menjadi Paus, ia juga melakukan pengampunan yang dicatat dalam sejarah, seorang pemuda Turki Mehmet Ali Agca pada 13 Mei 1981, menembaknya di lapangan Santo Petrus. Setelah sembuh dari lukanya, ia bergegas menemui pemuda itu. Ia merangkul dan memaafkan orang yang berniat membunuhnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang telah mendapat pengampunan dari Allah karena apa yang dilakukan oleh Kristus, wajib membuktikan terima-kasihnya dan ketergantungannya kepada Dia dalam perlakuannya terhadap orang yang lain. Seorang pengikut Kristus yang baik menandai dirinya dengan kerelaan saling mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas kita dapat belajar : Ekspresi dari Kasih yang paling sulit adalah Mengampuni, Jika kita tidak bisa mengampuni maka kita sudah dapat menilai diri kita sendiri bahwa kita tidak mengasihi. Jika kita berani Mengasihi berarti kita berani tersakiti, karena untuk itulah Pengampunan ada, yaitu untuk menyatakan Kasih yang sebenarnya...</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/feeds/4872997479234009919/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/mengasihi-berarti-mengampuni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4872997479234009919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5156438342696386193/posts/default/4872997479234009919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gods-loving-hand.blogspot.com/2011/06/mengasihi-berarti-mengampuni.html' title='MENGASIHI berarti MENGAMPUNI'/><author><name>HAWK EYES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10671161438593313039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='21' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3nBXCO8ZVHoRX07y0tiFDPrdeCYYSswTmsBAB8VUsOToCa2y-Enl8O-WLqhlFCf6VOcbb2vtLK-2sPzSND8NpH1IpimcRehCIkgxvLtIxn_A3VG5OpwE2o-5TTQrd7ZM/s220/eagle.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>