<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-30267529</atom:id><lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 15:02:35 +0000</lastBuildDate><category>renungan</category><category>santai</category><category>liburan</category><category>kontemplasi</category><category>ngompol</category><category>internet</category><title>Tempat Curhat</title><description>Let's we talk about everything, about our small world. Don't be doubtfully to speak and to shout to the world. Tell them that we can be lively its more better than now. Live is a short, but it must be meaningfulls.</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/xgey" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspot/xgey" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Let's we talk about everything, about our small world. Don't be doubtfully to speak and to shout to the world. Tell them that we can be lively its more better than now. Live is a short, but it must be meaningfulls.</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspot/xgey</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-170866836223535114</guid><pubDate>Mon, 25 Jul 2011 01:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-25T09:01:10.166+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet</category><title>Pagi-pagi Dapet Email “Your credit card has been blocked”</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-UnFP1LEb_rI/TizOXJ4igzI/AAAAAAAAAGo/zR476wvjUMM/s1600/phising.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-UnFP1LEb_rI/TizOXJ4igzI/AAAAAAAAAGo/zR476wvjUMM/s200/phising.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5633104131119022898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari itu senin 25 Juli 2011, pagi-pagi sekitar jam 08.30 sudah siap-siap tancap gas untuk kerja di depan computer. Sebelum mengerjakan ini-itu, coba buka-buka email dulu, dan pas sudah sign in, muncullah email yang agak sedikit menarik perhatian. Pengirimnya bertuliskan huruf capital MASTER CARD MANAGER, dengan judul email Your credit card has been blocked. Nah… kebetulan saya pengguna Mastercard, wah duuhh… ada apa ini, tapi tenang, biasanya email-email yang kayak gini tidak lain dan tidak bukan hanyalah virus saja. Dan… mulailah browsing dan Tanya-tanya om Google, ketemulah dengan Blog Boy-Smart dan website www.alimasadi.com yang menerangkan tentang hal ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan Phishing..? Phishing adalah sebuah bentuk kejahatan internet yang menggunakan Email sebagai media penyebarannya. Phising berasal dari kata "Fishing" yang berarti "memancing". Jadi yang dimaksud dengan Phising adalah Email yang mengandung informasi yang menipu ( Scam ) yang memancing penerima untuk melakukan sesuatu hal yang merugikan bagi si penerima tapi menguntungkan bagi si pengirim. Contohnya sebuah email yang mengatasnamakan sebuah bank yang memberikan link tertentu untuk memferifikasi account atau sejenisnya, akan tetapi sesungguhnya link tersebut mengarah ke situs atau server milik si pengirim. Ketika kita meng-klik link tersebut ada kemungkinan kita telah memberikan informasi tertentu kepada si penjahat cyber dalam hal ini si pengirim email tersebut. Atau dengan cara tertentu Sang Penjahat membuat Situs yang sangat mirip dengan Situs Resmi dan memancing kita untuk Login, sehingga secara tidak langsung kita telah memberikan informasi tentang Username dan Password yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagaimanakah cara mengenali Email Phising ...? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak Email Phising dirancang sangat sempurna dan meyakinkan, dari mulai Subjek email, alamat email, Logo bahkan domain yang nyaris sulit di bedakan dengan aslinya. Meskipun begitu, kita tetap bisa mengenali Email Pishing asalkan kita cermat meneliti setiap email yang masuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kenali dari alamat Email Pengirim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita menerima Email tentu ada alamat email pengirimnya bukan..!. Beberapa penjahat Cyber mampu menyamarkan alamat email hingga mirip  aslinya misalkan saja dengan alamat domain yang serupa misalnya : @Citibank.com , @Google.com dan semacamnya. Namun hal tersebut tidak mudah dan membutuhkan keahlian sebagai seorang Cracker . Yang biasanya dilakukan oleh penjahat Cyber adalah dengan menggunakan alamat email yang cukup menyerupai Email resmi, akan tetapi masih menggunakan domain gratisan contohnya gmail-support@gmail.com, Yahoo-support@yahoo.co.uk  dan semacamnya. , Gmail dan Yahoo adalah penyedia email gratisan, jadi jelas bahwa si pengirim adalah pengguna individu yang memanfaatkan fasilitas gratisan dari server penyedia Email dan bukan dari situs resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Link yang mencurigakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membuka email, bacalah dan perhatikan setiap kata yang mencurigakan yang mengarahkan kita untuk mengeksekusi link tertentu. Jika Link berupa alamat URL terlihat dalam arti tidak tersembunyi dalam gambar, maka perhatikan dengan seksama URL arahan yang di maksud. Memang sebagian ada yang di buat sangat mirip contohnya : &lt;http://www.citibank.com/secure&gt; atau &lt;http://www.Paypal.com/accountlogin&gt; dan sejenisnya. Alamat perbankan atau alamat URL yang menggunakan security yang tinggi atau menggunakan SSL (Secure Socket Layer) biasanya menggunakan https:// ( pada Mozilla firefox ditandai dengan icon bergambar gembok di pojok kanan bawah ) atau di dalam situs terdapat tanda sertifikasi keamanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tips Aman Mengenali Phising&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Perhatikan setiap pesan yang masuk, sebelum membuka Email yang terkesan penting ( resmi ) sebaiknya pastikan bahwa domain yang digunakan adalah domain resmi dan bukan domain gratisan seperti yang saya sebutkan diatas.&lt;br /&gt;• Jangan sembarangan mengklik link yang disertakan didalam pesan. Sorot Link yang Tampil dan perhatikan URL arahan yang tercantum pada Status bar ( bagian bawah Browser anda).&lt;br /&gt;• Jika ingin Login ke situs tertentu sebaiknya langsung mengetikkan alamat URL resmi.&lt;br /&gt;• Selalu periksa Address bar ketika anda akan login, biasanya untuk halaman web dengan security yang tinggi menggunakan awalan https://.&lt;br /&gt;• Jangan pernah memberikan informasi penting kepada siapapun. Bank tidak pernah menanyakan informasi PIN ataupun Password Perbankan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun macam Cyber Crime semakin banyak dan merajalela akan tetapi jangan takut untuk tetap menggunakan fasilitas Email. Email adalah bagian dari kemajuan Teknologi. Semakin tinggi Teknologi maka semakin tinggi resiko yang bisa ditimbulkan. Luka Orang jatuh naik Sepeda Onthel berbeda dengan orang yang jatuh dari Sepeda Motor bukan..!. Tetap waspada adalah kuncinya, Kenali setiap bahaya dengan baik, maka kita akan siap ketika bahaya itu datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenal Dan Mencegah Phising &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Posted by boy-smart | Posted in Tips dan Trik | Posted on 1:33 PM &lt;br /&gt;~ Dalam mail phising, Anda akan dipaksa untuk mengklik link yang meminta Anda untuk mengisi nomor rekening, password, dan kode PIN atau nomer keamanan lainnya.&lt;br /&gt;~ Perhatikan, apakah Anda menggunakan nama tambahan atau tidak. Institusi keuangan asli akan mengenal nama Anda, sedangkan Phiser tidak.&lt;br /&gt;~ Pada Subject atau teks pada e-mail tersimpan sebagian besar pengertian seperti "Security", "Date Care", atau "exploration of irregulation"&lt;br /&gt;~ Biasanya e-mail tersebut berisikan kalimat seperti "Your account has been blocked", "You have to confirm a new account", "Your credit card has been blocked", atau "Your transaction is not valid, over limit"&lt;br /&gt;~ Untuk meyakinkan korban, banyak juga isi e-mail phising ini dapat terlihat pada adanya kesalahan tulis, penggunaan huruf yang salah, atau berita yang bukan dari negara asalnya, conyoh pemberian selamat kepada Anda telah menjadi nasabah Deutsche Bank.&lt;br /&gt;~ Jika Anda sering menerima e-mail yang sama kurang lebih 10 e-mail, bisa dikategorikan e-mail itu palsu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Mencegah serangan Phising&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Hapus semua e-mail Anda yang meminta dan mengharuskan memasukkan data pribadi Anda.&lt;br /&gt;~ Jangan pernah buka attachment e-mail tanpa di-scan terlebih dahulu oleh antivirus, karena Worm atau Trojan biasa masuk melalui e-mail. Jangan membuka e-mail dari sembarang orang. Sebaiknya, gunakan antivirus yang dilengkapi dengan firewall. Jangan lupa untuk selalu meng-update antivirus secara rutin.&lt;br /&gt;~ Semua e-mail phising mengandung link atau formula. Anda akan dipaksa untuk mengklik atau masuk ke dalam link tersebut yang sebenarnya adalah website palsu. Untuk itu, jangan sampai Anda tergoda dan mengklik link yang diberikan, apalagi sampai menuliskan data pribadi Anda pada website palsu tersebut.&lt;br /&gt;~ Untuk memeriksa keaslian alamat website tersebut, periksa alamatnya dan lihat dengan teliti link yang diberikan, apakah benar link tersebut memang link resmi website perbankan Anda, dan lihat akhir dari link tersebut, untuk melihat asal negara website tersebut (Contoh id untuk Indonesia, de untuk Jerman)&lt;br /&gt;~ Jika ragu, tanyakan kembali maksud isi e-mail tersebut ke institusi keuangan Anda melalui telepon atau forward e-mail tersebut ke institusi perbankan Anda.Saya terlanjur masuk ke dalam jebakan Phiser!Jika baru menyadari Anda baru saja login dan memasukkan data penting Anda pada website palsu, segera hubungi Costumer Service bank atau kartu kredit Anda untuk memblokir atau mengubah nomor PIN dan membatalkan transaksi yang baru saja dilakukan. Selain itu, mintalah bukti transaksi pada institusi atau perusahaan kartu kredit Anda dan laporkan kejadian ini pada polisi setempat.Untuk membantu Anda dalam mendeteksi dan menghindari kejahatan online, sebaiknya lengkapi komputer Anda dengan software antivirus dan antispyware yang handal, serta firewall yang dapat mendeteksi keylogger dan trojan horse yang berbahaya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengubah password secara berkala, dan melakukan update antivirus Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, semoga dengan informasi ini, kita jadi lebih berhati-hati lagi terhadap email-email pancingan (phising). Jangan asal klik ya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: [www.boy-smart.blogspot.com &amp; www.alimasadi.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-170866836223535114?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2011/07/pagi-pagi-dapet-email-your-credit-card.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-UnFP1LEb_rI/TizOXJ4igzI/AAAAAAAAAGo/zR476wvjUMM/s72-c/phising.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-7581623841645685087</guid><pubDate>Wed, 15 Jun 2011 08:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-15T15:32:41.483+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheis, tentang Allah Ta'ala</title><description>Dialog Imam Abu Hanifah dengan Atheist: Tentang Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Hanifah R.A Menangkis Serangan Para Atheis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.Kapan Allah itu ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis :Pada tahun berapa Robbmu dilahirkan?&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Allah berfirman: “Dia (Allah) tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.”&lt;br /&gt;Atheis :Pada tahun berapa Dia berada?&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Dia berada sebelum adanya sesuatu.&lt;br /&gt;Atheis :Kami mohon diberi contoh yang lebih jelas dari kenyataan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka empat?&lt;br /&gt;Atheis :Angka Tiga&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka tiga?&lt;br /&gt;Atheis :Angka dua&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka dua?&lt;br /&gt;Atheis :Angka satu&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Angka berapa sebelum angka satu?&lt;br /&gt;Atheis :Tidak ada angka (nol).&lt;br /&gt;Abu Hanifah :Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa kalian heran kalau sebelum Allah Yang Maha Satu yang hakiki, tidak ada yang mendahului-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Maksud Allah Menghadap Wajahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis: Kemana Robbmu menghadapkan wajahnya?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalau kalian membawa lampu di gelap malam,kemana lampu itu menghadapkan wajahnya?&lt;br /&gt;Atheis: Ke seluruh penjuru.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma&lt;br /&gt;buatan itu, bagaimana dengan Alloh Ta′ala, nur cahaya langit dan bumi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Zat Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis: Tunjukkan kepada kami tentang zat Robbmu, apakah ia benda padat seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Pernahkah kalian mendampingi orang sakit yang akan meninggal?&lt;br /&gt;Atheis: Ya, pernah.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Semula ia berbicara dengan kalian dan mengge rak-gerakkan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam dan tidak bergerak. Nah apa yang menimbulkan perubahan itu?&lt;br /&gt;Atheis: Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Apakah waktu keluarnya roh itu kalian masih ada disana?&lt;br /&gt;Atheis: Ya, kami masih ada&lt;br /&gt;Abu Hanifah:Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat, seperti besi, atau cair seperti air, atau menguap seperti gas?&lt;br /&gt;Atheis: Entahlahlah kami tidak tahu.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalau kalian tidak bisa mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk,&lt;br /&gt;bagaimana kalian bisa memaksaku untuk mengutarakan zat Alloh Ta′ala?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Dimana Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis: Dimana kira-kira Robbmu itu berada?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalau kami membawa segelas susu segar ke sini, apakah kalian yakin kalau dalam susu itu terdapat zat minyaknya (lemak)&lt;br /&gt;Atheis: Tentu&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Tolong perlihatkan padaku, dimana adanya Zat minyak itu&lt;br /&gt;Atheis: Membaur dalam seluruh bagiannya&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalau minyak yang makhluk itu tidak mempunyai tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak&lt;br /&gt;kalian meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Alloh ta′ala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Takdir Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis: Kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, lalu apa kegiatan Robbmu kini?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan&lt;br /&gt;Atheis: Kalau orang masuk syurga ada awalnya,&lt;br /&gt;kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Hitungan angka pun ada awalnya tapi tidak ada akhirnya&lt;br /&gt;Atheis: Bagaimana kita bisa makan dan minum disyurga tanpa buang air besar dan kecil?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Kalian sudah mempraktekkannya ketika kalian berada di dalam perut ibu kalian. Hidup dan makan-minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita&lt;br /&gt;lakukan hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.&lt;br /&gt;Atheis: Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dengan dinafkahkan?&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak,seperti ilmu. Semakin diberikan ilmu kita semakin berkembang dan tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Bukti Adanya Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada&lt;br /&gt;Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?&lt;br /&gt;Atheis: Ya, tentu saja.&lt;br /&gt;abu hanifah: Dimana letak sakitnya?&lt;br /&gt;Atheis: Ya, ada pada luka ini.&lt;br /&gt;Abu Hanifah: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!&lt;br /&gt;Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.&lt;br /&gt;Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?&lt;br /&gt;Abu hanifah: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?&lt;br /&gt;Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-7581623841645685087?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2011/06/dialog-imam-abu-hanifah-dengan-atheis.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-4106069017911229377</guid><pubDate>Fri, 06 May 2011 03:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-06T10:40:51.784+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ngompol</category><title>Amien Rais: Obama &amp; Bush Teroris Dunia yang Disponsori Negaranya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dJBtnUBNjXQ/TcNtmHdIqaI/AAAAAAAAAGU/xxO7qLbqGAM/s1600/Lalat.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 71px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dJBtnUBNjXQ/TcNtmHdIqaI/AAAAAAAAAGU/xxO7qLbqGAM/s200/Lalat.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603442862982736290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Khalayak banyak terpesona oleh retorika, mimik dan bahasa tubuh Presiden AS Barack Obama ketika pidato. Dalam pandangan Amien Rais, mantan Ketua MPR RI yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Obama tak beda dengan pendahulunya, George W Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya adalah teroris dunia yang disponsori oleh negaranya. Di tangan Obama, tentara AS melakukan teror terhadap Irak yang telah membunuh paling tidak 600 ribu kaum sipil Irak. Juga teror AS di Afghanistan dan teror sporadis yang dilakukan ke negara Timur Tengah, seperti Libya, Suriah, dan negara yang tidak berjalan paralel dengan keinginan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wawancara Amien Rais yang dimuat Republika, Rabu (4/5/2011):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sesungguhnya motif AS di balik perang atas nama melawan terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak boleh kita lupakan sesungguhnya perang melawan terorisme hanyalah sebuah dalih dari politik AS yang bersifat hegemonik, supremasif, dan imperialistik. Dalam hal ini, Presiden Obama persis sama dengan Bush (Presiden AS sebelumnya, George W Bush—Red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita jangan terkecoh oleh retorika dan mimik body language Obama yang kadang-kadang memunculkan simpati bagi banyak kalangan. Saya berbeda dengan banyak kalangan karena buat saya, Obama tidak kurang dan tidak lebih persis melanjutkan politik luar negeri George Bush Jr, sekalipun polesan kata-katanya lebih lembut dan mengecoh publik opini dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, akan tetap ada usaha pendudukan di Afghanistan ataupun Timur Tengah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cengkeraman AS terhadap Afghanistan tampaknya akan berkelanjutan. Demikian juga, penjajahan AS atas Irak. Malahan dengan entengnya pesawat tempur AS langsung menghajar kediaman Qadafi (pemimpin Libya Muammar Qadafi—Red) yang menewaskan anak dan cucunya. Itu menunjukkan bahwa Timur Tengah memang dianggap bukan saja kawasan pengaruh AS, melainkan juga kawasan di bawah kontrol AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS sering disebut justru teroris sebenarnya. Menurut Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan pengamat internasional memang ada pandangan mengenai dua jenis teror yang sangat berbeda. Pertama, teror yang dilakukan kaum tertindas. Ini biasanya skala destruksinya kecil-kecilan dan terbatas, seperti teror ala Taliban, Alqaidah, dan kelompok kecil kalangan tertindas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kedua adalah teror resmi yang disponsori negara, didukung oleh angkatan bersenjata dengan menggunakan operasi intelijen, dan didukung dana tak terbatas. Ini dapat dilihat dari teror AS terhadap Irak yang telah membunuh paling tidak 600 ribu kaum sipil Irak. Juga teror AS di Afghanistan dan teror sporadis yang dilakukan ke negara Timur Tengah, seperti Libya, Suriah, dan negara yang tidak berjalan paralel dengan keinginan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan represif AS di Afghanistan dan Timur Tengah akan terus memancing tumbuhnya terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dengan terpaksa harus memprediksi bahwa selama AS membabi buta membela Israel secara mutlak, dan membabi buta memperlakukan Timur Tengah sebagai wilayah pengaruh dan kekuasaannya, maka yang dilakukan AS pada dasarnya memotivasi munculnya gerakan teroristik yang semakin meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan fundamental dan fatal di AS adalah secara sadar dan sengaja, mereka tidak pernah mau dan tidak pernah berani melihat akar permasalahan kezaliman yang terjadi di Timur Tengah. Saya terus terang menyayangkan harapan dunia kepada Obama yang bapak dan kakeknya datang dari Afrika-benua yang tertindas- ternyata telah kandas. Obama telah menjalankan pakem atau aturan baku politik luar negeri AS, yaitu mengupayakan supremasi, dominasi, dan hegemoni AS di seluruh penjuru dunia dari segi ekonomi, politik, diplomasi, bahkan militer. Kalau kita mau jujur, fenomena Alqaidah adalah sebuah hal yang abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alqaidah adalah fenomena kenekatan dan frustrasi yang menyundul titik maksimal. Kita sangat sulit membayangkan ada gerakan teror, seperti Alqaidah, seandainya tidak ada penindasan bangsa Palestina oleh Israel dan kaum Zionis yang didukung secara finansial, diplomasi, politik, bahkan militer oleh AS.Jadi, sebelum AS mengebom lagi seenak perutnya sendiri di Timur Tengah, sebaiknya mereka secara jujur menanyakan apa gerangan kesalahan fatal politik AS di Timur Tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Obama identik dengan Usamah karena sama-sama melakukan teror?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Ladin melancarkan tindakan terorisme dari sudut yang tertindas. Sementara George Bush dan Obama melancarkan terorisme resmi dengan sponsor negara dari sudut pandang penindas. Namun, aksi terorisme yang dilakukan oleh kaum tertindas sampai kapan pun tidak pernah bisa dibenarkan. Ada aturan dalam ayat suci Al-Qur'an, bila membunuh satu orang yang tidak berdosa dan tidak membuat kerusakan di bumi, sama dengan membunuh seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, cara umat Islam membangun kekuatan bukan dengan cara terorisme. Tapi, lewat usaha dan perjuangan dengan konsistensi membangun kekuatan ekonomi, politik, dan diplomasi, supaya dunia luar tidak semena-mena mengganggu dan meremehkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan untuk mendesak AS menghentikan aksi militernya di Afghanistan pascatewasnya Usamah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi AS sebagai imperialis kesiangan itu tidak ada kata lain kecuali Timur Tengah dan dunia Islam pada umumnya membangun kekuatan ekonomi, politik, dan militer. Dengan begitu, AS harus berpikir berulang-ulang untuk melancarkan neoimperialismenya ke Timur Tengah khususnya dan dunia Islam pada umumnya. [taz/republika]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://forum.detik.com/showthread.php?t=258972&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-4106069017911229377?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2011/05/amien-rais-obama-bush-teroris-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-dJBtnUBNjXQ/TcNtmHdIqaI/AAAAAAAAAGU/xxO7qLbqGAM/s72-c/Lalat.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-8152246746295720739</guid><pubDate>Mon, 07 Mar 2011 03:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-07T11:18:20.967+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><title>Nasihat  Maulid Nabi SAW 1432 H</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cVsj_XD_SBw/TXRcgAHYUaI/AAAAAAAAAGM/ehtIHbWiBJg/s1600/Muhammad%2BSAW.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cVsj_XD_SBw/TXRcgAHYUaI/AAAAAAAAAGM/ehtIHbWiBJg/s200/Muhammad%2BSAW.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581187543075410338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah kutipan-kutipan Tausyiah Pencerah Jiwa (Nasihat Guru dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah kompetisi. &lt;br /&gt;Ada yang senang dan benci itu biasa.&lt;br /&gt;Jagalah keseimbangan usaha2 untuk dunia dan akhiratmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita mengenal Allah dan Rosulullah saw, semakin akan diberi kemudahan segala urusan.Setiap sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia melihat siapa hambanya yang meminta, maka berdoalah minta ampunan, minta kebahagiaan dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti puas? Tidak ada di dunia ini orang yang benar2 bahagia atau sejahtera, belum punya istri minta dikasih istri, sdh punya anak ingin punya rumah, sdh punya rumah ingin punya rumah yang lebih bagus dan seterusnya dan seterusnya. Jadi di mana kita temukan kesejahteraan di dunia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seukur apa kamu mencintai Rosululloh sayyidina Muhammad saw, maka seukur itulah kadar ke-Islamanmu. Kita mengaku Islam, menjalankan ajaran-ajaran Islam, tapi tidak mengenal siapa yang mengajarnya? Ini jangan sampai terjadi. Kenalilah Rosululloh, bagaimana akhlaknya, bagaimana fisiknya, bagaimana derap langkah hidupnya. JIka kita sudah mengenalnya, inilah yang akan menjadi pondasi bangungan hidup kita di dunia dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah... berbahagialah... jangan kamu banyak mengeluh. Tinggalkan sejenak urusan duniamu, tinggalkan sejenak usaha-usahamu yang tidak jelas itu, untuk bermuhasabah (introspeksi dan evaluasi diri). Lalu kembalilah bekerja dengan semangat...semangat...Semangatlah melakukan usaha2 untuk duniamu sehingga kamu akan semakin berpengalaman, semangatlah melakukan usaha2 akhiratmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejarlah duniamu seperti kamu akan hidup 1000 tahun lagi, dan kejarlah akhiratmu seperti kamu akan mati besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini detak jantung dunia begitu cepat, banyak terjadi pergolakan, di Arab banyak terjadi demonstrasi, berawala dari Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, ini ada yang menggerakan. Tapi biar sajalah, biarkan biarkan... uruslah dulu dirimu, bersihkan selalu hatimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-8152246746295720739?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2011/03/nasihat-maulid-nabi-saw-1432-h.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/-cVsj_XD_SBw/TXRcgAHYUaI/AAAAAAAAAGM/ehtIHbWiBJg/s72-c/Muhammad%2BSAW.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-8968885970000743355</guid><pubDate>Thu, 04 Feb 2010 01:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-04T11:24:51.303+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kontemplasi</category><title>SIAP NAIK DAN TENGGELAM</title><description>Mengejar popularitas seperti mengejar matahari saat pagi atau siang hari, perlahan tapi pasti matahari itu akan berjalan tergelincir menuju ufuk barat dan akhirnya tenggelam. Banyak fenomena yang kita lihat sekarang, para pesohor, artis, band, penyanyi, politisi, bahkan sampai pejabat, yang semula begitu populer, dengan seketika ketenarannya memudar dan hilang menyisakan kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, fenomena anak band seperti zaman Koesploes (kalau di barat ada The Beatles) sampai Sheila on 7. Semuanya pasti tenggelam seiring dengan bertambahnya umur sang personel atau karena karya-karyanya yang tidak lagi diterima oleh zamannya. Waktu memang terus berlalu, sampai-sampai Iwan Fals mengatakan sang waktu itu sombong, &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Peterpan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berkata ’&lt;a href="http://olishkatjamusik.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak Ada Yang Abadi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;’. Tapi, dibalik semua itu ada sedikit ketenangan yang terbersit karena kesadaran Band Ungu yang menulis ”Demi Waktu” dan Utha Likumahuapun tidak kalah dengan melantunkan ”Esok kan Masih Ada”. Kata Ebiet G Ade ”Tinggal bagaimana kita menghayati”, dan semuanya akan bertemu di satu titik seperti yang diabadikan Opick dalam lagunya ”Bila Waktu T’lah Berakhir”. Dan jangan lupa Kla Project sempat pula menyitir dengan menggubah lagu ”Waktu Tersisa”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grup Raihan dari Malaysia pun tidak mau ketinggalan dengan membuat lagu pembangun jiwa berjudul Demi Masa yang liriknya begini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi masa sesungguhnya manusia kerugian&lt;br /&gt;Melainkan yang beriman dan beramal sholeh&lt;br /&gt;Demi masa sesungguhnya manusia kerugian&lt;br /&gt;Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal&lt;br /&gt;Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat lima perkara sebelum lima perkara&lt;br /&gt;Sehat sebelum sakit&lt;br /&gt;Muda sebelum tua&lt;br /&gt;Kaya sebelum miskin&lt;br /&gt;Lapang sebelum sempit&lt;br /&gt;Hidup sebelum mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah adanya... waktu memang tidak bisa dihentikan, misalnya seperti di film-film Hollywood dengan menggunakan Time Machine atau sejenisnya. So... kita buat saja sesuatu yang bermanfaat selagi masih ada waktu dan belum tenggelam. Sewaktu berada di atas, jangan lupa untuk menahan diri dari narkoba (nanti kayak &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sammy Kerispatih&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; loh...). Yang terpenting adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin saat masa tenggelam (yang terkait dengan popularitas ataupun menuju keabadian) itu datang. Bagaimana, sudah siap untuk tenggelam? Berikan jawaban Anda dengan mengklik kata komentar di bawah ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-8968885970000743355?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2010/02/mengejar-popularitas-seperti-mengejar.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-2588696297395144386</guid><pubDate>Wed, 03 Feb 2010 09:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-03T16:51:08.617+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ngompol</category><title>Curhat Sang Presiden</title><description>Ada politisi yang bilang politik melankolis, ada juga yang bilang presiden jangan sering curhat. Tapi ada juga nada pembelaan, misalnya dengan pertanyaan, apa demokrasi harus seperti itu? Apakah dengan demo membawa &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kerbau&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; bernama &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/2007/10/tips-jadi-presiden-ri.html"&gt;”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Lebay&lt;/span&gt;”&lt;/a&gt; itu mencerminkan sikap kritis yang terpuji, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, melihat jejak popularitas SBY di panggung politik Indonesia memang sangat menarik. Bagaimanapun juga, naiknya sang presiden tidak terlepas dari politik pencitraan yang terkesan teraniaya, terdzolimi, terfitnah dan sebagainya. Hal ini juga tidak lepas dari pengaruh dan peran media yang bisa membuat opini publik dengan sangat hebat. Lebih detilnya coba klik &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/2007/10/tips-jadi-presiden-ri.html"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;di sini&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri yang mayoritas sudah punya pesawat TV ini, tentu pemberitaan dari media audio visual ini sangat menentukan. Lihat saja bagaimana, popularitas SBY yang naik saat dikatakam seperti anak kecil oleh Taufik Kiemas dan terkesan dipinggirkan saat menjadi menteri pada kabinet Megawati. Serta-merta rakyat bersimpati kepada SBY kala itu. Dan terbukti dengan kemenangannya di saat Pemilu langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, orang-orang di sekeliling presiden asli Pacitan ini juga banyak terdapat orang-orang yang sangat paham akan budaya Indonesia, mungkin saja di antara mereka ada sejumlah budayawan atau antropolog yang memang sangat paham karakter umum orang Indonesia. Bangsa Indonesia sejak dulu memang dikenal bangsa yang ramah, sopan, lebih suka menggunakan gaya bahasa sindiran daripada mengkritik, tidak suka melihat orang teraniaya dizholimi terintimidasi dan difitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mungkin sekarang perbedaannya adalah kalau dulu SBY belum jadi presiden dan sekarang sudah menjadi presiden. Yang namanya presiden curhat pasti dijadikan headline news. Apa dampaknya? Lagi-lagi kemungkinan besar rakyat bersimpati dan popularitas kembali naik. Tapi, apa hasilnya jika curhat cenderung over dosis? Wallahu’alam, kita lihat saja. Apakah rakyat akan terus bersimpati atau sebaliknya. Ketika Pak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;SBY curhat&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; memang selalu menarik untuk disimak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat memang bikin sehat, tapi kalau terlalu sering, jangan salah kalau teman-teman akan bilang kita cengeng atau lebay. Mungkin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-2588696297395144386?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2010/02/curhat-sang-presiden.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-7338566900480705009</guid><pubDate>Thu, 28 Jan 2010 05:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-03T16:55:47.820+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">santai</category><title>BERKUMIS DAN POPULER</title><description>Zaman dulu ada &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aktor berkumis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sangat terkenal namanya Rano Karno (sekarang si Doel ini sudah jadi pejabat/ wakil Bupati). Saking hebat dan populernya kumis dan tahi lalatnya seringkali juga ditiru oleh para fansnya. Khusus untuk tahi lalatnya dibikinlah seperti tato (maksa bangeth gak sih). Tentu Anda yang mengalami era 80-an juga mengenal dengan baik sosok Frans Tumbuan, Sophan Sophian (alm), Tino Karno (alm), WD Mochtar (alm), Slamet Rahardjo, Herman Fellany, Hengky Tarnando dan masih banyak lagi. Kumis seperti menjadi identitas kejantanan pada waktu itu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dulu lain sekarang, zaman memang sudah berubah, walaupun pria-pria Irak hampir semuanya berkumis (nah loh... koq malah lari ke negrinya Saddam Husain). Tapi, di Indonesia dan beberapa negara lain, sekarang ini sudah banyak yang tidak memakai kumis. Alasannya cukup beragam misalnya; takut dibilang jadoel, merasa tidak bersih, risih, dijauhi para cewek, tidak pede, tumbuhnya jarang-jarang kalau dibiarkan malah kurang oke, istri tidak suka (alasan ini khusus untuk para suami takut istri hehe...), pengen kaya artis atau model (kebanyakan artis dan model sekarang gak pake kumis), dan sejumlah alasan lainnya. &lt;br /&gt;.  &lt;br /&gt;Nah di zaman sekarang ada juga tuh, pria-pria public figure berkumis dari mulai musisi sampai pejabat, coba deh kita urutkan:&lt;br /&gt;1. Purwacaraka (Dorce bilang si kumis lele)&lt;br /&gt;2. Andi Mallarangeng (Dorce suka juga) &lt;br /&gt;3. Fauzi Bowo (tebal dan dapat julukan Bang kumis)&lt;br /&gt;4. Jusuf Kalla (dengan kumis tipisnya)&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Antasari Azhar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (wajah yang memelas akan makin tampak kalau gak berkumis Pak) &lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Roy Suryo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (no comment ah... lagi rame soalnya)&lt;br /&gt;7. Surya Paloh (rahasianya apa ya… bisa lebat gituh..)&lt;br /&gt;8. Andy F Noya (kalau Bang Andy ini tipis) &lt;br /&gt;9. Adhyaksa Dault (dulu sempat mikir masih saudaraan ma Andi Mallarangeng)&lt;br /&gt;10. Gayus Lumbuun (lagi tenar nih, ribut2 soal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pansus Century&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;11. Yang lainnya silakan kasih rekomendasi lewat komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman blogger pernah menulis, soal kumis dan jenggot. Dia menganalogi masalah ini berdasar partainya... kira2 begini: &lt;br /&gt;• Berkumis - tak Berjenggot = Golkar&lt;br /&gt;• Tak Berkumis - Berjenggot = PKS&lt;br /&gt;• Berkumis - Berjenggot = PPP&lt;br /&gt;• Tak Berkumis - Tak Berjenggot = PDIP&lt;br /&gt;Aya-aya wae nya... (ada-ada saja). Mungkin ada benarnya (tapi salahnya juga banyak), atau yang pasti para &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pria berkumis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; itu memang dasarnya penggemar Rano Karno semua wahahahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya presiden kita tidak pernah ada satupun yang memakai kumis, Soekarno, Soeharto, Megawati (ya iyalah... kan cewek), Habibie (tapi belakangan koq pake juga  ya setelah gak jadi presiden), Gus Dur, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;SBY&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (basicnya emang militer sih, gak aneh). Coba perhatikan, semuanya tidak memakai kumis kan? Mungkin ada aturannya, khusus untuk presiden RI tidak boleh memakai kumis, tapi bagaimana jadinya jika seorang Andi Mallarangeng tiba-tiba jadi presiden? Akankah dia tega mencukur maskotnya yang sudah menjadi trademark-nya itu? Ah... silakan dibayangkan sendiri saja... tentunya kalau ini dilakukannya, akan tampak lebih ramah dan merakyat hahaha...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-7338566900480705009?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2010/01/berkumis-dan-populer.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-651390716696547972</guid><pubDate>Wed, 27 Jan 2010 02:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-27T09:49:25.135+07:00</atom:updated><title>ANTARA ROY SURYO DAN RUBY ALAMSYAH</title><description>Akhir-akhir ini media kita seolah disibukkan dengan sosok &lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ruby Alamsyah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang tiba-tiba seolah menyeruak ditengah kasus Century yang makin tak jelas juntrungannya, dan kasus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pembobolan ATM&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang pelakunya disebut-sebut terkait jaringan internasional. Ruby Alamsyah seolah muncul dari “tiarapnya” selama ini terhadap kasus-kasus IT di negeri ini. Mungkin masih ada lagi sejumlah pakar IT lainnya yang sampai detik inipun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin orang awam seperti saya serta-merta bergumam, ternyata masih ada toh pakar IT selain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Roy Suryo&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (nah lho...). Hebatnya lagi Ruby ini ternyata mengantongi sejumlah sertifikat internasional yang singkatan-singkatannya itu cukup asing. O...ternyata... tidak hanya manusia yang membutuhkan uji forensik, perangkat keras juga membutuhkannya untuk keperluan rekonstruksi. Yang dilakukan Ruby saya banyangkan seperti sebuah reka ulang atau rekonstruksi bagaimana seorang maling pintar membobol ATM. Ini bisa diibaratkan bagaimana seorang maling biasa melakukan rekonstruksi terhadap apa yang diperbuatnya, misalnya maling komputer. Jadi apa yang salah dengan reka ulang? Rasanya tidak ada, kalau ada tutup saja acara-acara TV semacam Buser dan sejenisnya yang sarat dengan liputan investigasi dan rekonstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia ternyata menyimpan banyak SDM yang handal, tapi sayangnya mereka nirekspos, mungkin dasarnya mereka low profile, atau media massa kita yang tidak mau susah-susah mencari orang-orang yang kompeten selain yang sudah ada dan sudah berlangganan. Yah... tentunya ini jadi PR bagi para jurnalis ataupun redaktur sebuah media massa termasuk TV, koran , ataupun radio untuk terus menggalinya, tanpa diembel-embeli maunya yang gampang-gampang saja dan asal sudah terkenal. Mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berita yang patut kita baca nih dari Metro TV: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Roy Suryo VS Ruby Alamsyah&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metro Hari Ini / Umum / Selasa, 26 Januari 2010 18:47 WIB&lt;br /&gt;Metrotvnews.com, Depok: Kasus pembobolan dana nasabah ternyata membuka perseteruan antara pakar informasi teknologi, Roy Suryo dan Ruby Alamsyah, ahli IT perbankan. Ini berawal dari peragaan Ruby soal proses pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Terkait hal tersebut, Roy sempat mempertanyakan keahlian Ruby dalam bidang forensik IT. Lalu siapakah yang sebenarnya ahli dalam bidang IT? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruby Alamsyah adalah alumnus teknologi informasi dari Universitas Gunadarma di Depok, Jawa Barat. Ia meraih master dalam bidang yang sama dari Universitas Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo adalah sarjana komunikasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Roy meraih gelar master dalam bidang perilaku dan promosi kesehatan di kampus yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karier keduanya berbeda. Roy saat ini sudah menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Sebelumnya, Roy adalah pengajar dan pembicara di beberapa universitas serta konsultan internet dan video konferensi di Polda DIY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan, Ruby bergelut dibidang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;IT&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan keamanan sistem selama 11 tahun serta Konsultan Forensik Kepolisian Indonesia dan Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas organisasi keduanya pun berbeda. Ruby aktif dalam organisasi internasional untuk investigasi kriminalitas dengan teknologi tinggi (HTCIA). Sedangkan, Roy aktif dalam Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia dan Komunitas Fotografi.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-651390716696547972?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure type="ide" url="http://olishkatjaide.blogspot.com" length="0" /><link>http://olishkatja.blogspot.com/2010/01/antara-roy-suryo-dan-ruby-alamsyah.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>0</thr:total><media:content url="http://olishkatjaide.blogspot.com" type="ide" /><itunes:subtitle>Akhir-akhir ini media kita seolah disibukkan dengan sosok Ruby Alamsyah yang tiba-tiba seolah menyeruak ditengah kasus Century yang makin tak jelas juntrungannya, dan kasus pembobolan ATM yang pelakunya disebut-sebut terkait jaringan internasional. Ruby A</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</itunes:author><itunes:summary>Akhir-akhir ini media kita seolah disibukkan dengan sosok Ruby Alamsyah yang tiba-tiba seolah menyeruak ditengah kasus Century yang makin tak jelas juntrungannya, dan kasus pembobolan ATM yang pelakunya disebut-sebut terkait jaringan internasional. Ruby Alamsyah seolah muncul dari “tiarapnya” selama ini terhadap kasus-kasus IT di negeri ini. Mungkin masih ada lagi sejumlah pakar IT lainnya yang sampai detik inipun sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Mungkin orang awam seperti saya serta-merta bergumam, ternyata masih ada toh pakar IT selain Roy Suryo (nah lho...). Hebatnya lagi Ruby ini ternyata mengantongi sejumlah sertifikat internasional yang singkatan-singkatannya itu cukup asing. O...ternyata... tidak hanya manusia yang membutuhkan uji forensik, perangkat keras juga membutuhkannya untuk keperluan rekonstruksi. Yang dilakukan Ruby saya banyangkan seperti sebuah reka ulang atau rekonstruksi bagaimana seorang maling pintar membobol ATM. Ini bisa diibaratkan bagaimana seorang maling biasa melakukan rekonstruksi terhadap apa yang diperbuatnya, misalnya maling komputer. Jadi apa yang salah dengan reka ulang? Rasanya tidak ada, kalau ada tutup saja acara-acara TV semacam Buser dan sejenisnya yang sarat dengan liputan investigasi dan rekonstruksi. Indonesia ternyata menyimpan banyak SDM yang handal, tapi sayangnya mereka nirekspos, mungkin dasarnya mereka low profile, atau media massa kita yang tidak mau susah-susah mencari orang-orang yang kompeten selain yang sudah ada dan sudah berlangganan. Yah... tentunya ini jadi PR bagi para jurnalis ataupun redaktur sebuah media massa termasuk TV, koran , ataupun radio untuk terus menggalinya, tanpa diembel-embeli maunya yang gampang-gampang saja dan asal sudah terkenal. Mungkin. Ada berita yang patut kita baca nih dari Metro TV: Roy Suryo VS Ruby Alamsyah Metro Hari Ini / Umum / Selasa, 26 Januari 2010 18:47 WIB Metrotvnews.com, Depok: Kasus pembobolan dana nasabah ternyata membuka perseteruan antara pakar informasi teknologi, Roy Suryo dan Ruby Alamsyah, ahli IT perbankan. Ini berawal dari peragaan Ruby soal proses pembobolan dana nasabah melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Terkait hal tersebut, Roy sempat mempertanyakan keahlian Ruby dalam bidang forensik IT. Lalu siapakah yang sebenarnya ahli dalam bidang IT? Ruby Alamsyah adalah alumnus teknologi informasi dari Universitas Gunadarma di Depok, Jawa Barat. Ia meraih master dalam bidang yang sama dari Universitas Indonesia. Sedangkan, Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo adalah sarjana komunikasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Roy meraih gelar master dalam bidang perilaku dan promosi kesehatan di kampus yang sama. Karier keduanya berbeda. Roy saat ini sudah menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Sebelumnya, Roy adalah pengajar dan pembicara di beberapa universitas serta konsultan internet dan video konferensi di Polda DIY. Sedangkan, Ruby bergelut dibidang IT dan keamanan sistem selama 11 tahun serta Konsultan Forensik Kepolisian Indonesia dan Asia. Aktivitas organisasi keduanya pun berbeda. Ruby aktif dalam organisasi internasional untuk investigasi kriminalitas dengan teknologi tinggi (HTCIA). Sedangkan, Roy aktif dalam Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia dan Komunitas Fotografi.(*)</itunes:summary></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-5075763128473658311</guid><pubDate>Mon, 04 Jan 2010 04:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-27T09:47:08.572+07:00</atom:updated><title>SIBUK MELIHAT YANG TERLALU BESAR DAN TERLALU JAUH.</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/S0Fx0loRYqI/AAAAAAAAAFk/AodyZlYjN6Y/s1600-h/Kupu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/S0Fx0loRYqI/AAAAAAAAAFk/AodyZlYjN6Y/s200/Kupu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422740574598947490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRAKOSA%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pagi ini begitu cerah. Aku duduk berteman kepulan asap rokok putih. Mataku tertuju pada pucuk daun pohon liar yang tumbuh di belakang kantor tempatku bekerja. Ada kupu-kupu coklat lurik-lurik putih bulat yang hinggap di pucuk daun yang segar menghijau. Dia hinggap disitu, kurang lebih sudah lima menit, sambil sesekali mengepak-ngepakkan sayapnya dengan pelan. Aku amati terus, dan mataku kini menggeser sedikit ke arah tembok pembatas yang letaknya tidak jauh dari sang kupu-kupu. Ada semut rangrang yang bergerak satu arah, beriringan, seolah konvoi panjang yang berjalan tertib, aman, dan terkendali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Serta-merta aku mendongak ke atas, ada seekor tawon kecil yang terbang berputar-putar seolah mencari sesuatu yang hilang atau mungkin hanya sekedar sedang bermain-main. Cukup lama aku mengamati ketiga makhluk yang semula luput dari perhatianku. Toh semuanya hanyalah hewan-hewan kecil, semuanya punya kehidupan sendiri-sendiri. Tapi, entahlah kenapa saat ini aku begitu memperhatikan mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiba-tiba mata batinku seolah membuka, bahwa ada hal-hal kecil yang seringkali kita tidak memperhatikannya. Kita mungkin seringkali disibukkan dengan hal-hal yang besar dan terlampau jauh. Padahal hal-hal kecil ini, jika diperhatikan dan dinikmati dengan seksama, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tampak begitu indah, hijau, dan unik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kadang dengan mempunyai dua mata kita yang masih sehat inipun, seringkali kita tidak mensyukurinya. Mungkin karena sehari-hari disibukkan dengan menonton berita dan hiburan di TV, sibuk dengan buku-buku bacaan yang berat, dan sibuk dengan melihat hitung-hitungan angka yang membuat kerja otot-otot mata jadi sangat ekstra, dan akhirnya lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;Wajar kiranya jika dalam sebuah kesempatan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gus Mus&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, kyai kharismatik teman baik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gus Dur&lt;a href="http://olishkatja.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (alm), membacakan puisi yang hanya terdiri dari empat kata, ”Tuhan, kami sangat sibuk”. Sebuah kalimat sederhana yang menyadarkan betapa kita seringkali melihat yang terlalu besar dan terlalu jauh. Pun dengan mata kita yang masih sehat ini. Mari mensyukurinya dengan sesekali menikmati gerakan-gerakan makhluk kecil yang ada di sekitar kita.    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-5075763128473658311?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><enclosure type="" url="http://likulaki-laki.wordpress.com/" length="0" /><enclosure type="" url="http://nicholis.blogspot.com/" length="0" /><link>http://olishkatja.blogspot.com/2010/01/sibuk-melihat-yang-terlalu-besar-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/S0Fx0loRYqI/AAAAAAAAAFk/AodyZlYjN6Y/s72-c/Kupu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total><itunes:subtitle> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt </itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</itunes:author><itunes:summary> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} Pagi ini begitu cerah. Aku duduk berteman kepulan asap rokok putih. Mataku tertuju pada pucuk daun pohon liar yang tumbuh di belakang kantor tempatku bekerja. Ada kupu-kupu coklat lurik-lurik putih bulat yang hinggap di pucuk daun yang segar menghijau. Dia hinggap disitu, kurang lebih sudah lima menit, sambil sesekali mengepak-ngepakkan sayapnya dengan pelan. Aku amati terus, dan mataku kini menggeser sedikit ke arah tembok pembatas yang letaknya tidak jauh dari sang kupu-kupu. Ada semut rangrang yang bergerak satu arah, beriringan, seolah konvoi panjang yang berjalan tertib, aman, dan terkendali. Serta-merta aku mendongak ke atas, ada seekor tawon kecil yang terbang berputar-putar seolah mencari sesuatu yang hilang atau mungkin hanya sekedar sedang bermain-main. Cukup lama aku mengamati ketiga makhluk yang semula luput dari perhatianku. Toh semuanya hanyalah hewan-hewan kecil, semuanya punya kehidupan sendiri-sendiri. Tapi, entahlah kenapa saat ini aku begitu memperhatikan mereka. Tiba-tiba mata batinku seolah membuka, bahwa ada hal-hal kecil yang seringkali kita tidak memperhatikannya. Kita mungkin seringkali disibukkan dengan hal-hal yang besar dan terlampau jauh. Padahal hal-hal kecil ini, jika diperhatikan dan dinikmati dengan seksama, tampak begitu indah, hijau, dan unik. Kadang dengan mempunyai dua mata kita yang masih sehat inipun, seringkali kita tidak mensyukurinya. Mungkin karena sehari-hari disibukkan dengan menonton berita dan hiburan di TV, sibuk dengan buku-buku bacaan yang berat, dan sibuk dengan melihat hitung-hitungan angka yang membuat kerja otot-otot mata jadi sangat ekstra, dan akhirnya lelah. Wajar kiranya jika dalam sebuah kesempatan, Gus Mus, kyai kharismatik teman baik Gus Dur (alm), membacakan puisi yang hanya terdiri dari empat kata, ”Tuhan, kami sangat sibuk”. Sebuah kalimat sederhana yang menyadarkan betapa kita seringkali melihat yang terlalu besar dan terlalu jauh. Pun dengan mata kita yang masih sehat ini. Mari mensyukurinya dengan sesekali menikmati gerakan-gerakan makhluk kecil yang ada di sekitar kita. </itunes:summary></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-7688398307904833531</guid><pubDate>Thu, 06 Aug 2009 04:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-06T11:55:27.568+07:00</atom:updated><title>Jadi Orang Biasa Siapa Takut</title><description>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kalau kamu merasa menjadi orang biasa, maka kamu adalah bagian dari&lt;br /&gt;kelompok yang besar. dimana ada aku didalamnya. Kalau kamu termasuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang biasa2 saja, kamu ada di partai terbesar dari segala partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di&lt;br /&gt;negara ini. Pede aja, gak usah takut memandang masa depan. Apa sih&lt;br /&gt;yang kamu risaukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssstt.. pabrik risau sudah bangkrut. Sudahlah.. maju saja, jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari dengan penuh kebiasaanmu. Jangan mudah terpengaruh dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun di sekitarmu. Kecuali mereka juga orang biasa sepertimu, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergabunglah. dan kamu akan happy, tersenyum, tertawa, terbahak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin saja, orang biasa lebih bahagia dari dugaan sebagian besar orang&lt;br /&gt;biasa. Orang biasa jauh lebih merasakan nikmatnya hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;Maka bergembiralah,karena kita tidak takut salah, tidak takut terlihat&lt;br /&gt;tak sempurna, tidak takut terlihat kusut, terlihat rapi, atau terlihat&lt;br /&gt;tampil biasa-biasa saja. Tidak takut dikuntit wartawan atau paparazzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang biasa bisa berprofesi apa saja, jadi guru... guru yang biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saja, jadi karyawan yang biasa saja, bahkan jadi senimanpun yang biasa&lt;br /&gt;saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi orang yang biasa saja, sungguh ini adalah modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk nikmatnya hidup menikmati privasi di dunia yang hanya sebentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini. Orang biasa dan orang yang tidak biasa, sama saja, mati tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bawa apa-apa. Kalaupun bawa apa-apa, tidak ada artinya wong tubuh ini nantinya kembali ke bumi. Biasa aja lagi... karena dunia ini dipenuh-sesaki dengan orang-orang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-7688398307904833531?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2009/08/jadi-orang-biasa-siapa-takut.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-1418241647912587684</guid><pubDate>Fri, 30 Jan 2009 22:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-31T06:06:23.097+07:00</atom:updated><title /><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SYOFbZ2I_KI/AAAAAAAAAFc/CGKGy2SpE68/s1600-h/boicot%2Bisrael.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SYOFbZ2I_KI/AAAAAAAAAFc/CGKGy2SpE68/s200/boicot%2Bisrael.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297224292558765218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Agak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;cooling down&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; juga setelah melihat perkembangan di Gaza yang digempur 22 hari secara brutal oleh militer Israel biadab yang membunuh wanita dan anak-anak Israel. Semoga usaha Spanyol dan negara-negara lain yang konsisten untuk membawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Olmert, Peres, Bush, Condoleeza, Livni, Leibovich&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;, dan petinggi-petinggi militernya ke mahkamah Internasional untuk menghukum mereka sebagai penjahat perang (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;the war criminals&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; and &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);"&gt;the true terosists&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;), dapat segera terwujud. Selebihnya untuk mengetahui perkembangan Gaza dan Palestina pada umumnya silakan klik &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://infopalestina.com/"&gt;disini&lt;/a&gt; atau &lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.infopalestina.com/ms/"&gt;kesini&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Tahun 2009 ini hendaknya disadari dengan sikap lebih percaya diri dan mencintai produk dalam negri. Biarlah dunia khususnya AS dan Eropa sedang goncang oleh krisis finan-sial global, tapi kita orang Indonesia harus tetap optimis. Toh, hanya sebagian kecil saja sektor yang terkena dampaknya (manufaktur dan furniture).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Saya bukan ekonom yang setiap hari memperhatikan njelimetnya urusan uang, devisa, laju inflasi, bursa efek, dan sejenisnya. Maka dari itu, saya cuma mau mengatakan yang simple-simple saja. Misalnya, cobalah mulai selektif dengan apa yang kita makan, lebih amannya carilah tempat makan yang sehat (misalnya warung makan ikan segar dengan variasi sayurannya). Hindari makanan cepat saji yang hanya akan mengundang penyakit hinggap di tubuh Anda. Sekali lagi carilah warung-warung yang nyata sehatnya. Dengan selektif seperti ini, berarti Anda sudah menggerakan perekonomian anak bangsa. Tidak usahlah kita berbelanja produk-produk atau pergi ke tempat-tempat yang nyata-nyata keuntungan dari bisnis mereka digunakan untuk mempersenjatai Israel yang pada akhirnya akan membantai anak-anak tak berdosa dan para wanita Palestina. Kalimat sederhananya seperti iklan boss Maspion, "cintailah prlodzuk-produks dalam negri".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Mungkin apa yang dilakukan pengusaha Iran bisa kita ditiru. Dia membuat produk minuman bernama Zam zam Cola, dan di jazirah Arab laku keras bo! Nah satu saat kita bisa bikin &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:Arial;" &gt;MasDoel's untuk menyaingi McDonald's, Malioboro untuk mendongkel Marlboro, Kola kola untuk menggeser Coca Cola (sudah beredar), atau Shol untuk melenyapkan Shell.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Dengan jalan seperti  ini, tentu akan menggairahkan sektor riil kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bolehlah saya mengcopy-paste kalimat blogger lain yang bunyinya,"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);font-family:Arial;" &gt;Jika kita tak mampu berdampingan dengan saudara kita di Lebanon dan Palestina untuk memerangi Israel, mari dukung mereka dengan dana, dan goyang perekonomian musuh-musuh mereka."&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; Nah ini dia produk yang harus kita hindari, atau dengan kalimat yang lebih lugas, "jangan beli!". Mau tahu produk apa saja? Klik &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 0, 0);" href="http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7nUANyXtzna0hWdGl1vqTWhnNA9j2aFlXw0ylbK5Bgj0nTWqkv%2bBpKDacDtP1lDlvCZ9mQfjHnslP4SGeCccP%2bTC26ttOr0sn%2f7QV1972xw8%3d"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;Bekerjalah secara profesional dan bekerja keras sesuai dengan bidangnya masing-masing. Yang jago bikin web, cobalah mulai berfikir untuk tidak melulu jadi follower, buatlah web yang dapat menjadi tandingan facebook, friendster, atau yahoo. Yang jago pertanian cobalah cari varietas-varietas unggul kualitas ekspor. Yang jago otomotif coba deh bikin kendaraan roda empat murah untuk rakyat Indonesia, dan seterusnya dan seterusnya. Ayo Indonesia jangan tidur terlalu lama!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-1418241647912587684?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2009/01/agak-cooling-down-juga-setelah-melihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SYOFbZ2I_KI/AAAAAAAAAFc/CGKGy2SpE68/s72-c/boicot%2Bisrael.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-4960748289049400535</guid><pubDate>Mon, 12 Jan 2009 03:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-12T11:41:09.984+07:00</atom:updated><title>Mengirim Surat untuk George W Bush</title><description>Anda mau ngomong apapun kepada George W Bush, silakan email dia ke alamat ini: comments@whitehouse.gov   atau baca dulu http://www.whitehouse.gov/contact/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terkait dengan agresi Israel ke Palestina. Mungkin Anda juga termasuk orang yang mengikuti terus perkembangannya. Sungguh sangat menyesakkan bagaimana mereka dikurung (diblokade), untuk kemudian dihajar habis-habisan secara brutal tanpa rasa belas kasihan oleh tentara-tentara Israel Laknatullah. Tanganku terkepal, mataku berkaca-kaca, tapi hanya itulah yang aku bisa. Marah, jengkel, kecewa, ikut merasakan penderitaan warga Gaza di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi membayangkan ibu-ibu yang kesana-kemari berlari bersama anak-anak mereka. Setibanya mereka di tempat yang dirasa aman, ternyata bom malah mengenai mereka. Ada kisah yang sangat memilukan, seorang ibu yang telah terkapar mati syahid, dikerubuti empat anaknya sambil menangisi jasad sang ibu yang sudah membujur kaku. &lt;br /&gt;Entah bagaimana kisah keempat anak ini selanjutnya, mungkin mereka juga telah menyusul sang ibu yang sangat mereka cintai itu, atau mungkin selamat dengan trauma yang mendalam terhadap perang dan kehilangan ibunda tercinta untuk selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keji!!! Biadab!!! laknat!!! terkutuklah wahai kau yahudi!!! &lt;br /&gt;Cemoohan dan protes manusia dari seluruh penjuru dunia tidak kau perhatikan, PBB (yang memang tidak berguna itu) tidak kau dengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi hanya itu yang bisa kita lakukan. Mungkinkah dengan do'a dan bantuan ke posko-posko Palestina dapat meringankan beban warga Gaza yang tertindas? Wallahua'lam, hanya Allah yang dapat menjawabnya. Coba saja doa setiap habis sholat, atau setelah sholat malam. Mudah-mudahan Allah segera menurunkan bantuan untuk Gaza dengan "cara-Nya" yang tidak kita pahami atau tidak terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu lagi cara untuk mengajukan protes terhadap zionis Israel, silakan Anda surati Presiden AS yang terhinakan di dunia ini (mana ada presiden koq dilempar sepatu). Anda kirim saja email ke comments@whitehouse.gov&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saya yang sudah melakukannya, berikut isi email saya, semoga dibaca si Bush-uk yang jelas-jelas bersama kabinetnya, termasuk Menlu Condoleeza Rice yang tampak sekali wajah iblisnya ketika menyatakan abstain dalam sidang PBB yang memutuskan resolusi untuk Israel-Palestina. Silakan kirim mumpung dia belum lengser. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to mr. George W. Bush&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's about Gaza children. they scream," help us. why we become the victims? B&lt;br /&gt;Before death, they keep crying sick. they call, "mama ... sick mama ..."&lt;br /&gt;listen to them! see them!&lt;br /&gt;Think ... if they are your children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are very unreasonable. You are very uneducated. You are war criminals. Look at Palestinian residents. Their pain, they cry, they fear. You have made them great pain. How much money you receive from Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Are you a democratic? Look, over 300 Palestinian children died. They were in pain. They bomb in the army by israel. They shoot at. They were in the shoot many times with white phosphorus guns. You have a heart, but not used. you have ears, but you deaf. you have eyes but you blind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;israel and you've created a Holocaust in Gaza. you are truly cursed!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I weep for this crime,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olish Katja,&lt;br /&gt;Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-4960748289049400535?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2009/01/mengirim-surat-untuk-george-w-bush.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-7581845838354185093</guid><pubDate>Tue, 06 Jan 2009 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-06T15:57:00.991+07:00</atom:updated><title>AKU MENANGIS UNTUK ANAK-ANAK PALESTINA</title><description>Wahai manusia…&lt;br /&gt;Sekarang aku sedang berbicara kepada orang-orang hebat ini:&lt;br /&gt;Wahai tentara Israel &lt;br /&gt;Wahai George W. Bush&lt;br /&gt;Wahai Obama&lt;br /&gt;Wahai Ehud Olmert&lt;br /&gt;Wahai Ban Ki Moon&lt;br /&gt;Wahai lobby Yahudi di parlemen AS&lt;br /&gt;Wahai orang-orang biadab!&lt;br /&gt;Wahai orang-orang pemuja demokrasi dan HAM!&lt;br /&gt;Wahai para pembuat peluru&lt;br /&gt;Wahai para pembuat rudal&lt;br /&gt;Wahai para pembuat tank dan pesawat canggih&lt;br /&gt;Wahai para pembuat mesin pembunuh peradaban manusia&lt;br /&gt;Wahai untuk seribu wahai!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kalian sudah melihat dengan jelas dengan mata kepala sendiri&lt;br /&gt;Begitu bengisnya tentara Israel dibawah komando Olmert sang penjahat perang&lt;br /&gt;Menumpahkan darah perempuan dan anak-anak Palestina tak berdosa &lt;br /&gt;Bayangkan jika mereka adalah anak-anakmu!&lt;br /&gt;Bayangkan jika mereka istrimu atau saudaramu!&lt;br /&gt;Tapi sayang… kalian berpura-pura tidak melihat ketakutan mereka&lt;br /&gt;Berpura-pura tidak mendengar jeritan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku melihat headline sebuah surat kabar&lt;br /&gt;Yang menampilkan foto seorang ayah yang menangis-meronta&lt;br /&gt;Di hadapan tiga balitanya yang tergeletak kaku&lt;br /&gt;Dengan pakaian berhias darah kering&lt;br /&gt;Wajah-wajah ketiganya begitu polos, bersih, dan menyisakan pertanyaan&lt;br /&gt;“Kenapa kami yang ditembaki?”&lt;br /&gt;“Apakah kami ini jahat?”&lt;br /&gt;“Ada apa dengan tentara-tentara Israel itu?”&lt;br /&gt;“Apakah mereka menganggap kami ini binatang yang berbahaya tak berguna?”&lt;br /&gt;“Ayah… ibu… yang tabah ya, jangan tangisi kepergian kami”&lt;br /&gt;“Mungkin di surga kami bisa menemukan jawabannya”&lt;br /&gt;“Biarkan kami bertanya pada Tuhan”&lt;br /&gt;“Selamat tinggal abi… selamat tinggal umi… kami menunggu kalian di surga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah yang maha kuasa dan maha melihat, kami memohon pada-Mu... hentikanlah kebiadaban Israel dengan cara Engkau, Amiienn"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-7581845838354185093?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2009/01/aku-menangis-untuk-anak-anak-palestina.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-4377534595941827346</guid><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 07:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-03T14:51:22.279+07:00</atom:updated><title>JIHAD SEORANG SUAMI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SL5BhSZ6NEI/AAAAAAAAAEA/fhHpZWU78Ro/s1600-h/Picture+150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SL5BhSZ6NEI/AAAAAAAAAEA/fhHpZWU78Ro/s200/Picture+150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241699056437834818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="color: rgb(102, 0, 204);" class="MsoNormal"&gt;Pagi tadi saya ditelpon sama ibu, setelah ngobrol berbagai macam topik pembicaraan, sampailah pada berita mengejutkan itu. beginilah kutipannya:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ibu       : “O iya A… tetangga kita Mang Karya meninggal”. (&lt;/span&gt;&lt;i style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Mang Karya = &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; Karya)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Innalillaahi wainna ilaihi roji’un”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Mamah juga gak nyangka, dia kan masih muda”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Gimana kejadiannya?”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Katanya lagi nyari motor ke daerah Kadipaten.”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;(&lt;i style=""&gt;kerjaan almarhum calo  motor&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Terus…?”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu:&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Tabrakan beruntun!”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “ Sedang jihad tuh Mang Karya.” &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “ Iya semoga dia syahid.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Amieen amiieen… keluarganya gimana Mah?”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Ya pertama denger sih nangis terus, istrinya sama tiga anaknya. Si sulung mah sampai histeris. &lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “O iya kejadiannya kapan itu?”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Baru kemarin ini, sore hari, pas puasa hari pertama.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Masya Allah… ya ya…” (&lt;i style=""&gt;aku tercekat&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Anaknya yang gede tuh umur berapa sih Mah?”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -36pt; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ibu&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;: “Baru mau masuk SMP, adik-adiknya masih kecil-kecil. Yang gede tuh pinter,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sekolahnya ranking sat uterus, yang kecil gendut lagi lucu-lucunya… kasihan A”&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);" class="MsoNormal"&gt;Aku&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;: “Iya sih Mah… ya titip pesan aja buat keluarganya, yang tabah, yang sabar.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ibu       : “Iya A… “&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;     &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Obrolan lewat telpon pagi tadi begitu membuatku miris. Di satu sisi, membayangkan betapa sedihnya keluarga yang ditinggalkan, di sisi lain ada sedikit kelegaan membayangkan almarhum yang meninggal di saat mencari nafkah untuk anak dan istrinya sambil berpuasa .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Lagi-lagi aku sebagai manusia biasa hanya bisa berucap, semoga… semoga… dan semoga. Selamat jalan Mang, semoga engkau masuk golongan mujahid. Amieen.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-4377534595941827346?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/09/jihad-seorang-suami.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SL5BhSZ6NEI/AAAAAAAAAEA/fhHpZWU78Ro/s72-c/Picture+150.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-3116915163647364452</guid><pubDate>Fri, 25 Jul 2008 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:10.323+07:00</atom:updated><title>Fenomena Lagu Gaby</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIls1vztr6I/AAAAAAAAAD4/ZDM9Ezew5M4/s1600-h/Picture+039.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIls1vztr6I/AAAAAAAAAD4/ZDM9Ezew5M4/s200/Picture+039.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226828513162407842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;Mumpung&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;belum&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;terlalu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;telat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;orang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;sehari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;bergelut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;musik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;saya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;mau&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;ikutan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;komentar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;. Ada &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;kemungkinan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;wabah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;" &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;li&gt;1. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;di&lt;/span&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;internet&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;sengaja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;penciptanya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;2. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;di&lt;/span&gt;-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;upload &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;internet&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;secara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;sengaja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;penciptanya&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;teman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;pencipta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;lagu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;ngerekam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;lagu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;niat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;menyebarkannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;lewat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;). Prosesnya dapat dilakukan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;dengan&lt;/span&gt; seizin &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;&lt;/span&gt;atau &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;seizin&lt;/span&gt;  &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;pencipta&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;Sementara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;banyaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;mengaku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;pencipta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; (yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;sebenarnya&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;secara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;musikalitas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;tsb&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;sekali&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;), &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;inilah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;kemungkinannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   1. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;Orang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;/band  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;jujur&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;memang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;dialah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;penciptanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;Orang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;/band  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;jujur&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; alias &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;bohong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; alias &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;penuh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;dusta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;It's enough! ya... &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;cuma&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;dua&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;kemungkinannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;... &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;saja&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;Lalu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;apa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;untungnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;ngaku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;ngaku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;bukan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;ciptaannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;melakukan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;kebohongan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;publik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;? Ya &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;tentu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;saja&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;alasannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;mudah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;ditebak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;yaitu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   1. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;terkenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;populer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   3. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;tenar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   4. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;masuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;tipi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   5. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;dapat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   6. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   7. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;beli&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   8. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;beli&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;mobil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;  9. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;punya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;pacar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;10. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;Ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;ingin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;empukkkk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Nah... &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;kalau&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;soal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;bagaimana&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;prosesnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;hingga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;ada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;ngaku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;2 &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;ciptaannya&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;sebut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;si&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;pembohong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;), &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;berikut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;beberapa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;kemungkinannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;1. Si &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;pembohong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;melihat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;mendengar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;langsung&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;ketika&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;si&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;pencipta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;menyanyikan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;merekamnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;ingatan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;/tape recorder/hp &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;dngn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;fasilitas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; recording. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;Suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;hari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;dia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;mengklaim&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;ciptaannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;2. Si &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;pembohong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;melihat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;mendengar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;lewat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;internet&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;dia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;suka&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;dia&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;genjrang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;genjreng&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;gitar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;rumah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;mengklaim&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;ciptaannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;3. Si &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;pembohong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;nemu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;cd&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;kaset&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;flashdisk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;suatu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;tempat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;misalnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;tempat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;sampah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;ternyata&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;setelah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;didengerin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;berisi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; Gaby '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;Tinggal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;Kenangan&lt;/span&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;Kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;dia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;mengaku&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;lagu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;ciptaannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;Sikap&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;saya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;orang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;musik&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   1. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;Mengutuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;keras&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; para &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;pembohong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;seperti&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;emaknya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;si&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;Malin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;Kundang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   2. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;Mengajak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; para &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;musisi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;merasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;malu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;fenomena&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;malu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;koq&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;ngajak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;ngajak&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;sih&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;Solusi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;Ingat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;loh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;... &lt;/span&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;bohong&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;diikuti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;bohong&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;bohong&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;lainnya&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;... &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;Maka&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;waktu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; tempo yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;sesingkat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;singkatnya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;harus&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;segera&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;diadakan&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;Sumpah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;Pocong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;biar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;boong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;langsung&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;jadi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;pocong&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);" class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;hihihihi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);"&gt;....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-3116915163647364452?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/07/fenomena-lagu-gaby.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIls1vztr6I/AAAAAAAAAD4/ZDM9Ezew5M4/s72-c/Picture+039.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-4669763560545841293</guid><pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:10.613+07:00</atom:updated><title>Hati yang Bersih</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIQn9XJsPiI/AAAAAAAAADE/HV6-8v0mH_c/s1600-h/100_0496.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIQn9XJsPiI/AAAAAAAAADE/HV6-8v0mH_c/s200/100_0496.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225345402796785186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Teman-teman, saya baru pulang dari pertapaan. Ketika sedang asyik menjelajah sisi-sisi batiniah dan ruhiyah saya yang hampir keropos tergerogoti arus globalisasi, saya mendapati kesejukan air zamzam dan tetesan embun surgawi dari tulisan Ust. Arifin Ilham. Thank's buat temen2 di Grup FS My Islam khususon Om Malik a.k.a Om Maligh &amp;amp; Uni_Na_untum yang sudah posting copas pemikirannya Ust. Arifin di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan, kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah mengakses, menerima, hidayah - petunjuk Allah, rahmat - kasih sayang Allah, maghfirah - ampunan Allah, inayah - pertolongan Allah, dan berkah demi berkah.Yang kedua, hati yang bersih, do’a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih hatinya, bening.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara, bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar, orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang hatinya bersih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash, sabar, syukur, qona’ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih mudah meraih kekhusyu’an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan perbaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia, maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya. Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya, pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan merasakan keberkahan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya insya Allah anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya bersih insya Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang bersih, karena memancar cahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita mendapatkan keberkahan demi keberkahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:royalblue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="msgbodytext"&gt;By Ustadz Arifin Ilham&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-4669763560545841293?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/07/hati-yang-bersih.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SIQn9XJsPiI/AAAAAAAAADE/HV6-8v0mH_c/s72-c/100_0496.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-1087795204349418492</guid><pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-06T14:33:39.033+07:00</atom:updated><title>Yang Tercecer dari Dialog Publik Amien Rais dan Cak Nun</title><description>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;Ada banyak persoalan di negeri ini. Ada banyak potensi di negeri ini. Ada banyak permata di negeri ini. Ada banyak sumber daya alam di negeri ini. Ada banyak seniman yang dapat membuat orang-orang bule melongo melihat orang Indonesia bisa ngeblues, ngejazz, nge-country, nge-gamelan, ngereggae, ngerock, ngesoul, ngegambus Arabian, ngindia, ngarawitan, ngedangdut apalagi, atau nggedebak-nggedebuk, atau ngesenian lainnya. Semuanya pasti bisa dilakukan orang Indonesia. Meminjam istilah Cak Nun, ada banyak cerita di negeri ini, dari kisah rajawali yang terkurung pada Babad Tanah Jawa lengkap dengan cerita mental inlander dan kompradornya Amangkurat I sampai cerita Puntodewo, Arjuna, Gareng, Bagong, Limbuk Cangik sampai Butho versi masa kini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Tapi, mental-mental komprador atau pelayan dan inlander masih berkeliaran memegang tampuk kekuasaan. Sampai kapan? Entahlah. Inilah sekelumit cerita yang diambil dari Dialog Publik di Gedung MM UGM yang berlangsung hari Kamis, 5 Juni 2008 kemarin. Sengaja saya sampaikan di sini, karena ini penting. Ini adalah PR anak bangsa yang peduli akan nasib bangsa ini di kemudian hari. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Dalam acara yang dihadiri sejumlah tokoh ini terungkap betapa negara kita ini sekarang sudah terjajah. Sejarah memang selalu berusaha mencari celah untuk bisa terulang. Kalau sejarahnya manis sih oke-oke saja, tapi kalau sejarahnya pahit ya nanti dulu. Bangsa ini dulu kenyang dengan pil lahit imperialisme dari zaman Portugis, Inggris, Belanda sampai si saudara tua Jepang. Sudah lama bangsa ini dikadalin VOC dan antek-anteknya. Yang terjadi sekarang bukannya hilang, tapi sebaliknya kita dijajah lagi lewat globalisasi ekonomi yang memang gombalisasi itu! Aset-aset negara sudah banyak yang terjual ke tangan asing. Istilah terbaru muncul korporatokrasi, begitu kata Pak Amien sebagai penulis buku &lt;i&gt;Agenda Mendesak Bangsa; Selamatkan Indonesia!&lt;/i&gt; Malahan dalam waktu dekat, sebanyak 42 BUMN siap dijual ke tangan asing. Ini ditegaskan pula oleh pembicara lain, Dr. Drajad Wibowo, ekonom yang menjadi anggota DPR itu. Sementara Prof. Mochtar Mas’oed hadir sebagai pembedah yang jitu memaparkan bahwa buku Amien Rais itu merupakan buku yang punya tujuan seperti roman bertendens agar para pembacanya bertindak. Pak Amien pun mengakui, dia ingin setiap anak bangsa yang membaca bukunya (&lt;i&gt;kabarnya sekarang sudah terjual 40.000 eks&lt;/i&gt;), akan marah melihat fakta-fakta yang ada didalamnya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Pertanyaannya adalah kenapa musti marah? Ya, harus marah, karena faktanya sungguh hebat luar biasa. Sejak zaman Megawati sampai SBY berapa banyak BUMN yang terjual ke tangan asing. Singapura dengan Temasek-nya berhasil menguasai Indosat. Konsekuensinya, mereka bebas melakukan perang-perangan dengan peluru tajam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di beberapa wilayah Indonesia khususnya Pulau Sumatera. Kabarnya, merekapun jadi bisa mengendalikan Satelit Palapa. Akibatnya apa? Ketika terjadi huru-hara di negeri ini, bisa saja jalur komunikasi antar Kodim, Korem, dan satuan militer lainnya terputus. Sungguh hebatkan? Begitu kurang lebih yang diungkapkan Amien Rais. Kalau ke-42 BUMN itu benar-benar lepas ke tangan asing karena sikap-sikap &lt;i&gt;market friendly&lt;/i&gt; pemerintah, maka lengkaplah sudah bangsa ini menjadi bangsa yang tidak punya kedaulatan ekonomi. Selamanya kita hanya menjadi budak asing!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Bagaimana dengan Cak Nun? Kyai Mbeling ini langsung menantang Pak Amien, katanya, “Sudah saatnya Pak Amien, ini mendesak, saya melihat yang bisa hanya Amien Rais, ingat hidup adalah perbuatan!” Katanya seraya menyindir Ketua Pan Soetrisno Bachir yang akhir-akhir ini gencar beriklan dengan slogan yang tidak spektakuler itu. Ketika ditantang termasuk oleh beberapa penanya Pak Amien pertama kali hanya menjawab, “Masih banyak yang lebih muda, saya ini kan sudah hampir &lt;i&gt;sunset&lt;/i&gt;.” Jawaban seperti ini cukup membuat orang yang pertama tidak mendukung Amien Rais untuk maju capres menjadi terperangah. Bagaimana tidak, seorang Amien Rais yang dulu terlihat begitu ambisius (&lt;i&gt;mungkin karena tim suksesnya juga yang kurang smart melihat dan mengkaji budaya orang Indonesia yang tidak suka dengan orang-orang yang tampak terlalu ambisius&lt;/i&gt;), secara spontan terlihat begitu menolak secara halus. Tapi, dalam hati kecil saya, sikap inilah seharusnya yang lebih ditonjolkan dalam kampanye dulu-dulu ketika Pak Amien maju capres.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Kalau memang ada pemimpin yang komitmen untuk bersikap tegas pada IMF, World Bank dan kroni-kroninya, kenapa tidak? Buktinya sudah banyak, lihatlah Russia, Bolivia, Argentina, India, dan raksasa ekonomi Asia saat ini, China! Mereka bisa tegas terhadap korporatokrasi asing. Mereka cukup percaya diri untuk tidak menjadi inlander. Mereka cukup percaya diri untuk melakukan negosiasi ulang dengan kekuatan asing sang pengeruk kekayaan negeri sendiri. Persoalannya, sudah &lt;i&gt;pede &lt;/i&gt;dan beranikah pemimpin kita saat ini? Kalau belum, berarti memang harus segera turun mesin! (&lt;i&gt;Lagi-lagi meminjam istilah Pak Amien dalam dialog siang itu). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Dalam acara yang berlangsung hampir lima jam itu, sepertinya memang memacu semangat kebangsaan untuk menjaga aset-aset bangsa ini agar tidak lepas terus ke tangan asing. Misalnya, agar hasil Freeport juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Agar kita dapat mengelola Sumber Daya Alam yang ada benar-benar dari ibu pertiwi, dikelola oleh rakyat, dan hasilnya juga untuk rakyat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; Setelah acara selesai, saya sempat menegur Pak Amien yang asyik dimintai tanda tangan untuk buku-buku yang sudah dibeli para peserta dialog. “Semoga jadi presiden Pak!” Sambil masuk mobil Pak Amien sigap menjawab, “ Amin… amin.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-1087795204349418492?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/06/yang-tercecer-dari-dialog-publik-amien.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>38</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-8533895340169456528</guid><pubDate>Wed, 04 Jun 2008 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:11.059+07:00</atom:updated><title>Wanted: Public Enemy</title><description>&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SEX7laU31aI/AAAAAAAAAC0/WoASrOfln54/s1600-h/perang+saudara.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SEX7laU31aI/AAAAAAAAAC0/WoASrOfln54/s320/perang+saudara.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207845164264445346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Agaknya inilah yang terjadi akhir-akhir ini di negeri kita tercinta. Kadang kita tidak sadar, hampir setiap hari kita selalu mencari &lt;i&gt;public enemy &lt;/i&gt;atau musuh bersama. Nampaknya mungkin benar, di negeri kepulauan ini ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kedamaian. Mungkin hampir sama pemikirannya dengan negara-negara pembuat senjata. Mereka akan terus mengupayakan adanya perang di muka bumi ini. Kenapa bisa begini? Karena dengan adanya perang mereka dapat terus memproduksi senjata. Kalau tidak ada perang, industri-industri senjata milik mereka akan bangkrut, dollar juga tidak akan mengalir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Kalau pihak luar tidak suka adanya kedamaian di Indonesia, memang masih masuk akal. Tapi, kalau elemen bangsa ini sendiri yang tidak suka bagaimana? Tentunya aneh bin ajaib. Apa kepentingan mereka hingga tega-teganya menginginkan negara ini bergolak? Apa mereka didanai asing yang ingin di negara ini terjadi perang saudara? Mungkin mereka tidak puas dengan kerusuhan Poso, atau damainya Aceh sekarang ini? Mereka mau antara umat Islam sendiri pecah! Ahmadiyah diadu dengan seluruh umat Islam, FPI diadu dengan Banser NU, Gus Dur diadu dengan Habib Rizieq, Islam konservatif diadu dengan Islam modern, NU diadu dengan Muhammadiyah, MUI diadu dengan JIL. Sungguh terbayang apa jadinya nanti jika semua elemen Islam di negara ini pecah. Apa kita mau jadi seperti Irak, dimana ketika Sunni dan Syiah tidak pernah akur, kemudian Amerika masuk dan hancurlah negara itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Seandainya dalam insiden monas itu saya punya helikopter sepuluh buah saja, saya akan tugaskan semua pilotnya untuk terbang rendah di atas monas dan berteriak lantang dengan pengeras suara yang super keras, “&lt;i&gt;Hei kalian semua, sadarlah kalian itu sama-sama orang &lt;/i&gt;Islam! &lt;i&gt;Sadar gak siiiiihhhh????!!!, Please deh, jangan bego-bego amat dooong… Ada yang seneng lho kalau kalian perang kayak gini terus... ” &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari insiden monas? FPI mau dibubarkan, Anda senang? Urusan BBM dan BLT terlupakan, pemerintah jadi sedikit lega karena perhatian publik jadi teralihkan ? Atau kita semua termasuk Anda jadi sadar, bahwa ada konspirasi yang sangat rapi dibalik semua ini? Untuk kemungkinan yang terakhir ini, Anda dapat membaca link ini, silakan klik http://www.jalansetapak08.wordpress.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;" face="times new roman"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Coba pikir dengan hati, ini fakta, ini Indonesia, dan kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-8533895340169456528?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/06/wanted-public-enemy.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SEX7laU31aI/AAAAAAAAAC0/WoASrOfln54/s72-c/perang+saudara.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-5017905591574086116</guid><pubDate>Fri, 16 May 2008 02:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:11.250+07:00</atom:updated><title>Setiap Ganti Presiden BBM Naik</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SCz-REPK9zI/AAAAAAAAACs/J9IJGgyp2HM/s1600-h/gas-pump-cartoon-copyright1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SCz-REPK9zI/AAAAAAAAACs/J9IJGgyp2HM/s320/gas-pump-cartoon-copyright1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200811238854686514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 102);" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Judul di atas sebenarnya sudah berupa kesimpulan. Faktalah yang berbicara, siapapun orangnya yang memimpin negeri ini sepertinya tidak akan kuat untuk tidak ikut-ikutan menaikkan harga BBM. Kenaikan BBM sudah menjadi hal biasa, jadi kenapa harus terlalu dipermasalahkan atau dipusingkan?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;Apa benar orang-orang yang demo itu benar-benar sedih dengan naiknya BBM? Atau mereka hanya terprovokasi saja? Tapi, kalau dilihat sepintas sih memang jelas mereka kecewa dengan keputusan pemerintah SBY-JK, sampai-sampai jerigen (tempat minyak tanah) mereka buat seperti bola sepak, ditendang sana, tendang sini, oper sana, oper sini, kadang-kadang juga di smash atau dibanting-banting. Ibu-ibu tampak beringas pada barang yang biasa disayanginya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;Sungguh bentuk sindiran yang telak! Bagaimana ibu-ibu rumah tangga dengan pakaian khasnya (daster) bermain bola "jerigen" yang biasanya mereka gunakan untuk tempat menyimpan minyak tanah. Terlalu berlebihan? Tidak sih, justru mereka terlihat ekspresif walaupun kadang sambil tersenyum atau tertawa bersama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;Kenaikan BBM yang rencananya akan diberlakukan akhir Mei ini memang ditanggapi beragam oleh masyarakat. Ada yang biasa saja, ada yang sangat pasrah, ada yang sangat cemas, ada yang stress, ada yang marah-marah, bahkan ada juga yang turun ke jalan mereka berdemo menuntut SBY-JK atau menteri Purnomo Yusgiantoro untuk turun. Apa ini perlu? Dalam konteks sebuah negara demokrasi kejadian-kejadian demonstrasi nampaknya sudah menjadi satu keharusan. Demo itu harus ada di negara yang mengaku demokratis. Demikian halnya juga dengan Indonesia. Ada semacam analogi sederhana; Indonesia adalah negara demokrasi, di negara demokrasi, demonstrasi sudah menjadi hal biasa. Kesimpulannya, karena negara Indonesia adalah negara demokrasi, demonstrasi sudah biasa terjadi. Maka tidak heran kalau Wapres Jusuf Kalla mengatakan tidak takut dengan ancaman dan gelombang demonstrasi yang lebih besar untuk menolak rencana kenaikan BBM (Kompas, Jumat 16 Mei 2008). Wajar saja kalau beliau tidak takut, karena beliau sadar betul negara Indonesia ini adalah negara demokratis. Justru kalau tidak ada demonstrasi, negara ini bisa-bisa dicap sebagai negara yang dipimpin oleh penguasa otoriter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;Hidup di Indonesia harus membiasakan diri dengan naiknya BBM. Buat Anda yang bergaji besar dan hidup di atas garis kekayaan mau naiknya seberapa besarpun pasti tidak jadi soal. Akan tetapi, lain halnya bagi rakyat lainnya yang jumlahnya jauh lebih besar. Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan atau mungkin di dasar jurang kemiskinan tentunya akan menjerit, karena jelas hal ini akan semakin membuat mereka hidup miris dan terjepit di negara yang sebenarnya kaya raya ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;Syekh Salthut ketika berkunjung ke Indonesia sangat kagum dengan keindahan dan kesuburan alam Indonesia, sehingga sang syekh menyebut negeri ini adalah potongan surga. Sekarang potongan surga ini sudah menjelma menjadi potongan surga yang salah urus. Hutan-hutan dibabat, pohon-pohon ditebas, alam tidak lagi dijadikan sahabat, sebaliknya terus disakiti. Jangan heran kalau satu saat alam juga yang marah, sekarangpun sudah banyak terjadi. Sebenarnya marahnya hanya pada satu dua orang saja, tapi imbasnya bisa dirasakan banyak orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Shruti;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Bagaimanapun juga, ke depan jalan masih panjang, harapan harus selalu tetap ada. Ingat, putus asa adalah dosa. Walaupun setiap ganti presiden BBM selalu saja naik, kita harus tetap berusaha, berdoa, dan tawakkal kepada-Nya.  Tantangannya  adalah,  bisakah  negara ini  suatu saat nanti menghentikan tradisi BBM naik setiap ganti presiden? Mungkin saja bisa dengan syarat presidennya  harus benar-benar sakti mandarguna dalam arti benar-benar ahli mengerahkan potensi SDM dan SDA,  jangan sampai bisa tapi hasil utang sehingga nantinya rakyat juga yang susah, atau minimal malu karena  punya negara yang utangnya banyak seperti zaman orde baru.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-5017905591574086116?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/05/mau-presidennya-siapapun-bbm-tetap-naik.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SCz-REPK9zI/AAAAAAAAACs/J9IJGgyp2HM/s72-c/gas-pump-cartoon-copyright1.gif" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-3525096198717377714</guid><pubDate>Wed, 16 Apr 2008 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:11.487+07:00</atom:updated><title>KETIKA CINTA KEMBALI KE KHITOH</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SAVuxIcHkkI/AAAAAAAAACk/lIjHFTewbm8/s1600-h/love+purple.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189675935972430402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SAVuxIcHkkI/AAAAAAAAACk/lIjHFTewbm8/s320/love+purple.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Cinta itu suci, cinta itu murni, cinta itu malu merah merona, cinta itu tersenyum simpul, cinta itu diam hanya anggukan tersamar, cinta itu menembus jantung menggetarkan batin, cinta itu rindu, cinta itu menancapkan sebuah nama di lubuk kalbu, cinta itu indah, cinta itu senyum, cinta itu mendebarkan, cinta itu sulit diungkapkan, cinta itu anugerah ilahiah, cinta itu sunatullah, cinta itu agung, cinta sejati itu hanya bersandar dan berpasrah pada kebesaran cinta-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya menulis tentang cinta, karena beberapa fenomena percintaan yang terjadi belakangan ini. Yang paling menarik bagi saya antara lain; fenomena boomingnya Ayat-ayat Cinta, dan yang paling aktual adalah pernikahan ketua MPR Ustadz Hidayat Nur Wahid. Sebenarnya ada satu lagi, yaitu kisah seorang teman yang tinggal di Istanbul Turki yang hari-harinya sedang dihujani dengan butiran-butiran merah muda bercahayakan cinta untuk seorang gadis teman kuliah (namanya sengaja saya tidak sebutkan demi privasinya, terlebih lagi dia begitu pemalu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga fenomena percintaan yang saya ungkapkan di atas, terlihat adanya kesamaan; cinta diletakkan pada posisi sejatinya; begitu agung, suci, dan indah. Tidak ada proses pacaran yang terlalu lama, tidak ada sentuhan fisik, tidak ada pemaksaan kehendak, tidak ada amarah yang meledak-ledak, dan tidak ada kata cinta terucap. Yang ada hanyalah pergulatan batin sang tokoh, keinginan untuk menyempurnakan agama dan diri di hadapan Allah, dan hasrat untuk memiliki dengan tetap bersandar pada ridho dan kebesaran cinta-Nya. Sungguh indah tak terkira dan tak terlukiskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu saat saya mendengar seorang teman berbicara seperti ini, “cinta sejati itu tidak ada!” Cinta sejati yang dimaksud adalah cinta antara dua manusia yang dimabuk asmara. Karena pada suatu saat, sangat mungkin dan pasti terjadi, cinta itu meluntur, memudar, kalau tidak padam sama sekali setelah melalui pertengkaran yang hebat, atau terpisahkan oleh ajal yang menjemput. Adapun cinta sejati seperti yang ada pada lirik-lirik lagu pop itu sebenarnya hanyalah demi kepentingan inustri dan budaya pop semata. Saya sangat setuju dengan pendapat teman saya yang musisi gitar lulusan ISI itu, bagaimanapun juga cinta sejati tidaklah bergaris horizontal, melainkan vertikal lurus dari jiwa-jiwa yang tenang penghuni bumi menuju Arasy ke hadlirat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya di sini berpendapat momentum percintaan seperti tiga kisah cinta di atas, dapat membuka jalan yang sangat luas, lapang dan terang menuju kesejatian cinta bertahta. Memang benar kiranya, untuk membendung segala tipu daya gemerlap duniawi yang datang tak kunjung henti dan datang dengan genderang perang, semestinya disikapi dengan mengembalikan makna cinta yang sesungguhnya. Ini dapat terwujud ketika orang tua mengajari cinta Ilahi sejak dini, memagari anak dengan budi pekerti yang luhur dan norma-norma yang menjunjung tinggi kesalehan individu dan sosial. Sudah saatnya cinta kembali ke khitohnya yang suci, agung, dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hal ini sudah terjadi, bukan tidak mungkin Indonesia keluar dari urutan negara paling korup sedunia, akan makin sedikit kasus-kasus aborsi illegal buah pahit dari kecelakaan dan salahnya manajemen syahwat, makin sedikit pula kasus-kasus ibu yang tega membuang bayinya sendiri (naudzubillah!!!). Semoga makin bersih dan berjayalah pula negara ini nantinya. Semoga. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-3525096198717377714?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/04/ketika-cinta-kembali-ke-khitoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/SAVuxIcHkkI/AAAAAAAAACk/lIjHFTewbm8/s72-c/love+purple.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-8384750066050501263</guid><pubDate>Thu, 10 Apr 2008 05:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-10T12:19:26.553+07:00</atom:updated><title>Slank Terselamatkan Al Amien (Apalah Arti Sebuah Nama)</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Hari ini saya membaca headline koran Jawa Pos, tertulis "DPR Batal Gugat Slank". Ya bisa jadi sih memang gara-gara Mas Al Amien itu. Saya koq rada gak sreg ya nulis "Al Amien", masalahnya ini kan gelar yang diberikan kepada panutan umat Islam, Nabi Muhammad saw, karena kejujurannya. Sementara Al Amien yang anggota komisi IV DPR itu, waduh jelas bedalah dengan Al Amien-nya Nabi. Mungkin harapannya dulu orangtua Mas Al (sebutan ini lebih enak deh kayaknya), biar si anak terkenal kejujurannya seperti Nabi saw. Tapi kenyataannya? Naudzubillah, sangat nista, seorang wakil rakyat, malah makan uang suap demi lancarnya pengalihfungsian hutan lindung menjadi kawasan industri dan ibukota Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda para tamu kehormatan blog saya ini, apakah benar lirik Slank itu terbukti nyata? Perhatikan ya, nih liriknya:&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Mau tau gak mafia di Senayan&lt;br /&gt;Kerjanya tukang buat peraturan&lt;br /&gt;Bikin UUD ujung-ujungnya duit&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salut ya buat keberanian Slank. Mereka jadi ikon musik Indonesia, hidup di dunia gemerlap selebritis tapi nurani tetap jalan, mendengarkan suara-suara akar rumput yang nyaris tak terdengar (baca: didengar, red). Persis seperti lantangnya Iwan Fals zaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu tidak ya anggota DPR yang lainnya? Harusnya malu dong, paling tidak ini adalah semacam &lt;em&gt;warning&lt;/em&gt;, biar berpikir matang sebelum bertindak. Jangan tergoda dengan uang haram. Saya jadi ragu, benar tidak sih, kalau anggota dewan yang terhormat itu gajinya cukup besar? (&lt;em&gt;Koq ya masih ada yang korupsi gitu lowh...)&lt;/em&gt; Tapi namanya juga manusia sih, mana ada yang tahan lihat duit banyak depan mata. &lt;em&gt;(Saya saja mungkin nggak tahan tuh hehe)&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Makanya, pikir-pikir lagilah yang punya niat jadi pejabat, wakil rakyat, atau sebagainya. Godaannya terlalu berat. Ingat kata Zainuddin MZ, "harta, tahta, wanita, bisa bikin orang buta."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Akhir kata, Masya Allah, please ya Tuhan kami, berilah kami pemimpin yang benar-benar Al Amien. Kami tidak butuh pemimpin-pemimpin bernama bagus, tapi kelakuannya tidak patut kami tiru. Mendingan namanya Paijo, si Bedul, si Sontoloyo, si Dadap atau si Waru, tapi perilakunya jujur seperti Al Amien yang hidup di zaman Jahiliyyah Arab dulu. Amiiieeen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-8384750066050501263?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/04/slank-terselamatkan-al-amien-apalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-8700832789025524251</guid><pubDate>Wed, 12 Mar 2008 05:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:11.641+07:00</atom:updated><title>NADA MIRING SELALU ADA</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R9dz14x7rDI/AAAAAAAAACc/sGesJmNPtRo/s1600-h/pipis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5176733666297752626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R9dz14x7rDI/AAAAAAAAACc/sGesJmNPtRo/s320/pipis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suka musik atau bisa memainkan alat musik, misalnya gitar atau piano? Kalau Anda bisa, pasti tahu, pada tangga nada do,re,mi itu, pasti ada nada yang turun atau naik setengah. Selain kita mengenal nada mayor dan minor, kita juga kenal dengan nada yang turun setengah (mol) dan nada yang naik setengah (kres). Inilah yang disebut dengan nada miring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali mendengar istilah komentar miring atau nada miring. Lebih ilmiah lagi kalau kita menyebutnya dengan istilah kritik yang tidak membangun. Maksudnya, kritik yang ditujukan untuk melemahkan atau menyerang sebuah tulisan, karya, komentar, atau pembicaraan lawan. Sudah barang tentu, jika dilihat dari tujuannya pastilah mengarah ke hal yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari nada miring ini, banyak sekali kita jumpai di kehidupan sehari-hari, dari mulai contoh kecil, remeh-temeh bin ringan, sampai contoh yang agak berat. Untuk contoh yang kecil-kecil misalnya, Anda sudah bekerja sekuat tenaga dengan hasil yang menurut Anda sudah &lt;em&gt;perfect&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;cum laude &lt;/em&gt;atau maksimal atau sangat memuaskan semua pihak. Tapi, ternyata tanpa diduga teman Anda sendiri malah mengatakan, "hmmm... biasa aja tuh...", atau lebih menohok lagi kalau dia menagatakan, "jelek amat sih...", atau "kurang inilah, kurang itulah...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang agak besar dan berat misalnya terjadi dalam perdebatan calon Presiden AS, antara Obama dan Hillary Clinton. Keduanya terus berusaha untuk menggali sisi lemah lawan politiknya, sehingga berhamburanlah nada-nada miring dari mulut keduanya. Contoh lainnya, ini terjadi ketika UGM kerjasama dengan Kedubes Inggris mengadakan pameran fotografi Islam karya Peter Sanders. Waktu itu yang menjadi pembicara dalam pembukaan pameran adalah; dubes Inggris, rektor UGM, budayawan Cak Nun, dan antropolog UGM Prof. Heddy Ahimsa Putra. Nah, waktu tamu undangan dan media sedang melihat-lihat foto hasil jepretan Peter Sanders, tiba-tiba ada yang nyeletuk dengan nada yang sangat miring, "Ngapain juga Cak Nun mengupas tentang pameran ini menurut persepsi dia, harusnya biarkan saja kita-kita ini sebagai penikmat yang menilai bagaimana foto-foto ini. " Komentar ini dilontarkan seorang bapak-bapak, sepertinya seorang dosen, kepada dua orang mahasiswi yang ada di ruangan pameran, tepatnya di sekitar halaman Masjid Kampus UGM itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda ingat-ingat, pernahkah Anda mengalami dihujani nada-nada miring? Misalnya soal gaya berpakaian, soal pekerjaan, soal karya yang Anda buat, dan lain sebagainya. Ada saja nada miring itu kan? Beberapa tulisan di blog orang, termasuk blog saya ini (hehehe..), juga banyak yang berisi tentang komentar atau nada miring. Tapi, kita lihat kritik yang disampaikan itu membangun atau sebaliknya, dan jangan salah, ternyata nada miring itu juga bisa menghasilkan uang loh... Lihat saja, disekitar kita, betapa banyak kritikus-kritikus atau komentator-komentator bermunculan untuk berbagai disiplin ilmu. Menakjubkan kan? Dengan mengkritik, mereka bisa terkenal, muncul di tv, jadi selebriti, menjadi tokoh, menjadi idola, jadi ikon, menjadi sukses, bisa jadi juga jadi presiden, atau menjadi banyak uang alias kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kita hidup di dunia ini memang harus siap mengahadapi kritik atau nada miring. Ya... apapun yang kita lakukan, apapun yang kita perbuat, nada miring akan selalu hinggap, nada miring akan selalu datang dengan senyumnya yang sinis menawan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-8700832789025524251?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/03/nada-miring-selalu-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R9dz14x7rDI/AAAAAAAAACc/sGesJmNPtRo/s72-c/pipis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-3518289188905419603</guid><pubDate>Thu, 17 Jan 2008 03:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:11.854+07:00</atom:updated><title>ANTARA SOEHARTO, PAK HARTO, DAN MANTAN PRESIDEN SOEHARTO</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R47MbOk-O_I/AAAAAAAAACU/DUPvyv6XtZg/s1600-h/soeharto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156283391527500786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R47MbOk-O_I/AAAAAAAAACU/DUPvyv6XtZg/s320/soeharto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Dunia mengenal nama &lt;em&gt;Soeharto&lt;/em&gt; sebagai salah satu presiden yang cukup lama berkuasa di sebuah negara. Di Afrika, juga dikenal presiden &lt;em&gt;Ganssingbe Eyadema&lt;/em&gt; yang menjabat sebagai Presiden Togo setelah mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1967, dan masih memenangkan pemilu di tahun 2003 (Koran Tempo, Senin, 7 Februari 2005). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Soeharto yang juga biasa dipanggil Pak Harto, begitu dikenal dan disegani sebagai orang nomor satu di republik ini. Terlepas dari kebijakan dan trik-trik politik yang dijalankan pemerintahannya waktu itu, sebagian besar tentunya kita tahu dan sangat mengenal senyumnya yang khas, dan gaya bahasanya dengan idiolek tersendiri, misalnya penggunaan akhiran –ken, penggunaan kata “daripada” yang seringkali tidak tepat dalam penempatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cermati saja apa yang sekarang ini terjadi ditengah santernya pemberitaan mengenai sakitnya sang jendral besar itu. Banyak media seperti tidak mempunyai keseragaman dan konsistensi dalam menulis atau memberitakan tentang sang mantan presiden itu. Hal ini bisa dilihat dari media televisi misalnya. Ketika presenter membaca berita utama yang berjudul “Sakitnya Soeharto”, si reporter yang terjun di lapangan melaporkan dengan berulang kali mengatakan, “Pak Harto”. Tapi, ketika terjadi dialog antara presenter dengan reporter, si presenter akan mengikuti sang reporter dengan mengatakan, “Reporter… bagaimana keadaan Pak Harto sampai saat ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kejadian di atas hanya sebuah contoh kecil dari inkonsistensinya media ketika memberitakan tentang sang mantan presiden yang bernama asli Soeharto itu. Masih banyak contoh lainnya yang sebenarnya masih bisa dipaparkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ketika sebuah media massa memberitakan Soeharto dengan beragam pemberitaan dari mulai sakitnya, perjalanan hidupnya, keluarganya sampai berbagai kisah-kisah uniknya, memang semua itu sudah diberikan pakem-pakem yang harus dipatuhi oleh setiap wartawan, reporter, presenter, atau kontributor. Termasuk dalam hal pemilihan kata; memakai Soeharto saja, Pak Harto, atau berulang kali menyebut Mantan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Rasa Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sebuah media yang pemilik saham terbesarnya adalah orang yang sangat dekat atau salah satu dari keluarga cendana, tentunya tidak akan memilih kata Soeharto. Secara rasa bahasa, hal ini akan terdengar atau terlihat kurang sopan. Sebagai orang timur yang diajarkan untuk menghormati orang tua atau orang yang usianya lebih tua, tentunya hal ini akan sangat penting. Mengingat tidak mungkin, seseorang akan menyebut langsung nama orang, padahal orang itu usianya sama dengan orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa bahasa, memang memainkan peran signifikan pada saat seorang editor bahasa menghadapi naskah-naskah berita/ feature/ wacana opini dari wartawan atau penulis. (Jokomono, Suara Merdeka, 3 September 2003).  Bagaimana dengan frasa “Pak Harto”? Justru inilah yang secara rasa bahasa, sangatlah sopan, menghormati, dan menghargai. Frasa “Pak Harto” dapat disejajarkan dengan frasa “Bung Karno”, “Bung Tomo”, “Bu Mega”, “Pak Amien” atau “Gus Dur”. Artinya ketika kata sandang itu dilekatkan dengan nama orang, akan sangat berdampak pada etika. Tentunya hal ini tidak terlepas dari nilai &lt;em&gt;culture&lt;/em&gt; yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun frasa yang sangat netral adalah “mantan presiden Soeharto”. Walaupun secara gramatikal frasa ini agak janggal – seharusnya mantan presiden RI, Soeharto-- tapi dari segi etika dan kenetralan berita, frase ini cukup banyak digunakan oleh para wartawan atau penulis. Sang editor, wartawan, reporter, atau penulis akan merasa netral dan tidak terlalu terbebani dengan predikat sopan-tidak sopan atau memihak-tidak memihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Fenomena Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Penyebutan “Soeharto”, “Pak Harto”, atau “mantan presiden Soeharto”, yang sudah terjadi sejak mantan penguasa orde baru itu lengser, merupakan sebuah fenomena bahasa yang cukup unik. Dari penggunaan salah satu penyebutan itu, kita dapat mengetahui mana media yang secara konsisten sangat menghormati atau membenci sang jendral besar yang sekarang sedang sakit dimakan usia itu. Pun kita juga dapat mengetahui mana media yang sangat netral dalam pemberitaannya. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-3518289188905419603?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2008/01/antara-soeharto-pak-harto-dan-mantan.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R47MbOk-O_I/AAAAAAAAACU/DUPvyv6XtZg/s72-c/soeharto.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-1056116520591392946</guid><pubDate>Mon, 17 Dec 2007 03:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:12.139+07:00</atom:updated><title>MAMAMIA OH MAMAMIUL</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R2Xx0Ok-O-I/AAAAAAAAACM/I603kHTCsSs/s1600-h/MAMAMIA-show.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144784028909321186" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R2Xx0Ok-O-I/AAAAAAAAACM/I603kHTCsSs/s400/MAMAMIA-show.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lagi-lagi ngomentarin tv. Habis, mau bagaimana lagi, di rumah, media yang bisa dinikmati secara audio visual kan memang cuma tv. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yuk, kita sekarang ngomentari soal acara Mamamia. Selagi masih bisa komentar, kenapa tidak? Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya acara yang dipandu Eko Patrio itu, secara rating lumayan (ini katanya lho). Tapi, rating tinggi memang tidak mewakili kualitas kan? Yup, betul itu! Bahkan terbalik 180x2 derajat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Acara Mamamia ini hanya sekedar penggambaran betapa banyak orang tua kita yang habis-habisan dalam mengeksploitasi anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi kan anaknya juga mau dieksploitasi? Itulah salah satu faktor penyebabnya. Jadi sejujurnya dua-duanya klop! Anaknya ingin tenar, ingin jadi artis, ingin jadi selebritis. Nah... si mama ingin membantunya sekuat yang dia bisa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disinilah kemudian muncul, kesimpulan sederhana, menjadi artis itu adalah segala-galanya. Apapun harus dilakukan! Karena menjadi artis pasti duitnya banyak!!! Simple kan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Coba bayangkan, apa jadinya bangsa ini kalau pikiran semua ibu-ibu sama seperti pikiran ibu-ibu yang ikut Mamamia itu? Apa tidak gaswat bangsa ini? (Maaf saya memang agak berlebihan, dan sok perhatian pada hal kecil seperti ini). Tapi, jangan salah, kalau memang betul rating acara ini tinggi, artinya pola pikir semacam para "mama" itu bisa saja "menular" secara cepat kepada seluruh "mama" yang ada di Indonesia ini. (Maaf, lagi-lagi saya terlalu berlebihan).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Soal tayangan Mamamia ini teman saya di friendster pernah bilang begini, "Itu kan tayangan yang menggambarkan seorang ibu yang ingin anaknya masuk ke neraka!" Wuih, syereeemm amat ya. Kalau saya sih tidak seekstrim itu, cuma memang risih saja sih pas melihat, seorang ibu yang berjilbab sangat rapat, eh anak yang didampinginya malah memakai baju jenis vitamin A (maksudnya bagus untuk "kesehatan" mata para lelaki, red).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini sajalah uneg-uneg saya tentang Mamamiul eh Mamamia. Ada yang mau coments? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sumber gambar: &lt;a href="http://www.mamamia-show.com/"&gt;http://www.mamamia-show.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-1056116520591392946?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2007/12/mamamia-oh-mamamiul.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/R2Xx0Ok-O-I/AAAAAAAAACM/I603kHTCsSs/s72-c/MAMAMIA-show.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-30267529.post-3408274426787988273</guid><pubDate>Fri, 26 Oct 2007 19:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-12T00:29:12.298+07:00</atom:updated><title>Aliran Sesat Al Qiyadah</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/RyJl5190M5I/AAAAAAAAACE/mZcg2n9m3JQ/s1600-h/mosadeq.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125771370314347410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/RyJl5190M5I/AAAAAAAAACE/mZcg2n9m3JQ/s320/mosadeq.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Masya Allah... begitu mudahnya orang bernama Ahmad Mosadeq itu mengaku Nabi baru, begitu mudahnya lidah orang biasa itu mengaku rosul, begitu mudahnya dia mengubah syahadat, begitu mudahnya dia membai'at orang untuk mengimaninya, begitu mudahnya dia untuk mempermainkan rukun Islam, begitu mudahnya dia mengajak orang orang lain tersesat seperti dirinya, begitu mudahnya dia mencorat-coret Al Qur'an, dan begitu mudah orang yang mengaku bernama Ahmad Mosadeq itu melakukan semua kebohongan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Ada apa ini sebenarnya? Berbagai macam kemungkinan bisa menjadi penyebabnya. Kemungkinan pertama, Musadeq telah disesatkan syetan. Ketika dia mengikuti cara nabi untuk menerima wahyu, dia didatangi syetan idajil laknatullah. Bedanya hanya masalah tempat dan yang datang menghampirinya. Kalau Nabi Muhammad saw di Gua Hiro, si Musadeq ini di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat. Dari nama tempatnya saja (Gunung Bunder, red) sudah sangat tidak meyakinkan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Kemungkinan kedua, boleh jadi yang dikhawatirkan teman-teman FUI (Forum Umat Islam) memang benar. Ada sebuah sistem yang memang disengaja dan direncanakan untuk memecah belah umat Islam di Indonesia tercinta ini. Tapi, kemungkinan ini masih perlu pembuktian atau investigasi yang mendalam dan menyeluruh, termasuk menelusuri dari mana pasokan dana yang membiayai semua kegiatan Al Qiyadah Al Islamiyah Mosadeq dan pengikutnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;strong&gt;Nabi Palsu Sudah Ada sejak Dulu&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Nabi-nabi palsu seperti si Mosadeq ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sejak zaman Nabi Muhammad saw sudah ada, seperti &lt;em&gt;Musailamah al-Kadzdzab&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Aswad al-’Ansiy&lt;/em&gt;. Untunglah dia hidup Indonesia, coba kalau hidup di negara-negara Islam jazirah Arab, kemungkinan besar dia sudah divonis mati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Selengkapnya tentang sejarah Nabi palsu ini, saya &lt;em&gt;copy paste&lt;/em&gt; semua saja dari &lt;em&gt;Ar Risalah On line.&lt;/em&gt; Selamat membaca, semoga menjadi tambahan pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;Klaim Nabi Palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(33) Setiap klaim kenabian setelah beliau (Nabi Muhammad saw) adalah kesesatan dan hawa nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari keyakinan bahwa Nabi Muhammad n adalah nabi yang terakhir dan penutup para nabi, dapat dipastikan bahwa setiap orang yang mengklaim atau mendakwakan diri sebagai nabi, maka dia adalah seorang pendusta. Sekalipun orang yang mengaku sebagai nabi itu mendatangkan sesuatu di luar kebiasaan. Sebab sesuatu yang di luar kebiasaan itu bisa saja didatangkan oleh seseorang dengan bantuan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari, Nabi Muhammad n telah memberitahukan kepada kita akan adanya orang-orang yang akan mengaku sebagai nabi. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya akan ada tigapuluh orang pendusta di tengah-tengah umatku. Semuanya mengklaim sebagai nabi. Aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Di antara para nabi palsu itu ada yang berani mengklaim diri sebagai nabi sebelum Rasulullah n wafat. Adalah Musailamah al-Kadzdzab dan Aswad al-’Ansiy. Sebelum keduanya mendakwakan diri sebagai nabi, Rasulullah n sudah diberitahu oleh Allah tentang ihwal keduanya. Beliau bersabda, “Ketika aku sedang tidur, dibawakan kepadaku perbendaharaan bumi, kemudian diletakkan dua gelang emas di atas kedua telapak tanganku, maka beratlah terasa olehku. Kemudian diwahyukan kepadaku, supaya aku meniup kedua gelang itu. Maka kutiup keduanya. Aku takwilkan keduanya itu dengan dua orang pendusta, yang aku berada di antara keduanya. Orang itu ialah penguasa Shan’a dan penguasa Yamamah.”&lt;br /&gt;Berikut ini sekilas tentang beberapa orang yang mendakwakan diri sebagai nabi itu:&lt;br /&gt;Aswad al-’AnsiyNama Aswad al-’Ansiy sebenarnya adalah Abhalah bin Ka’ab al-’Ansiy. Dia adalah kepala Bani Madzhij di daerah Yaman. Dia seorang tukang tenung (santet), tukang sihir, dan seorang yang kaya raya di Shan’a. Dia sangat berpengaruh di kalangan kaumnya dan banyak yang terpikat kepadanya karena kelebihannya. Banyak orang yang kagum kepadanya karena menyaksikan sihirnya yang menakjubkan. Pada akhir tahun ke-10 Hijriyah, Aswad telah memproklamir-kan diri sebagai nabi yang ditunjuk oleh Allah. Menurut pengakuannya dia didampingi oleh dua malaikat yang memberitahukan kepadanya apa saja yang telah dan akan terjadi. Kedua malaikat itu bernama Suhaiq dan Syuqaiq. Sebenarnyalah kedua makhluk yang mendampingi Aswad adalah setan yang biasa mendampingi tukang sihir dan tukang tenung.Setelah Aswad mendakwakan diri sebagai nabi, dia mendapat pengikut yang tidak sedikit. Dalam waktu singkat, dia telah menaklukkan beberapa suku yang berdekatan dengan kabilahnya. Akhirnya, dia dapat merebut kerajaan yang berada di bawah pemerintahan Syahar bin Bazan, gubernur yang diangkat oleh Nabi n di bawah pemerintahan Islam Madinah, yang berkedudukan di Shan’a.&lt;br /&gt;Setelah mendengar berita bahwa ibu kota negeri Yaman telah ditaklukkan oleh Aswad al-’Ansiy dan janda Syahar yang muslimah dipaksa menjadi gundik Aswad, Nabi n mengirim surat kepada Mu’adz bin Jabal, yang mengemban amanat dakwah di Yaman. Pesan Nabi n adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;-Mu’adz dan kaum muslimin di bawah kepemimpinannya mestilah tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam, dan jangan sampai tertipu atau terpengaruh oleh Aswad.-Kaum muslimin yang berada di Yaman harus bertindak tegas terhadap Aswad dengan cara memerangi dan merebut kembali daerah-daerah yang sudah dikuasainya.&lt;br /&gt;Semua pesan Nabi n diperhatikan benar oleh kaum muslimin Yaman. Mereka berusaha untuk membinasakan Aswad dengan keyakinan, bila Aswad dapat dibunuh, para pengikutnya tentu akan bubar.Aswad berhasil dibunuh oleh Fairuz ad-Daylamiy di dalam istananya sendiri saat dia mabuk. Fairuz dapat membunuh Aswad atas bantuan Marzabanah, janda gubernur Syahar yang dipaksa menjadi gundik Aswad. Fairuz memenggal leher Aswad dan tamatlah riwayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musailamah al-KadzdzabNama asli Musailamah adalah Harun bin Habib al-Hanafiy. Dia adalah kepala suku Yamamah. Pada tahun ke-10 Hijriyah, dia bersama rombongannya sebagai utusan dari Bani Hanifah datang menghadap Nabi n di Madinah dan memeluk Islam. Namun sekembalinya dari Madinah dia berbalik menjadi kafir, murtad. Dia mendakwakan diri sebagai Nabi. Musailamah mengirim surat yang dibawa oleh dua orang utusannya kepada Nabi n. Isi suratnya sebagai berikut, “Dari Musailamah utusan Allah kepada Muhammad utusan Allah. Kesejahteraan semoga dilimpahkan atasmu. Aku telah bersekutu dalam urusan kenabian ini denganmu dan bagi kami separuh tanah dan bagi Quraisy separuh tanah, tetapi kaum Quraisy adalah kaum yang melampaui batas.”&lt;br /&gt;Rasulullah n membalas surat Musailamah. Surat beliau berbunyi,“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah kepada Musailamah si pendusta. Kesejahtera-an semoga dilimpahkan atas orang yang mengikut petunjuk yang benar. Bahwasanya bumi itu milik Allah, akan diwariskan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari sekalian hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa.”&lt;br /&gt;Meskipun Nabi n telah menyatakan Musailamah sebagai pendusta, dia tetap mendakwakan diri sebagai utusan Allah. Bahkan, dia mengaku telah menerima wahyu. Puluhan ayat palsu disampaikannya kepada para pengikutnya. Musailamah berhasil mendapat banyak pengikut dari kabilah-kabilah yang berdekatan dengan Yamamah. Akhirnya, dia dapat dibunuh dalam pertempuran Yamamah yang dahsyat itu. Musailamah dibunuh dengan tombak oleh Wahsyi, seorang budak dari Habasyah yang ketika masih kafir berhasil membunuh Hamzah bin ‘Abdul Muththallib dalam perang Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirza Ghulam AhmadMirza Ghulam Ahmad lahir di Qadiyan, India, pada tahun 1835. Mula-mula Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai mujaddid (pembaharu) dan pengikut Nabi Muhammad n. Namun dia juga mengaku menerima wahyu. Menurutnya, kedudukannya tidak sama dengan kedudukan Nabi Muhammad n karena Nabi n adalah Nabi terakhir dan tidak ada nabi lain setelahnya yang membawa syariat. Tetapi tidak menutup kemungkinan, Allah mengutus lagi nabi yang tidak membawa syariat. Dia adalah salah seorang dari nabi-nabi yang tidak membawa syariat itu.Mirza Ghulam Ahmad berkata, “Nabi yang terakhir dan tunduk kepada Nabi n tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah nabi atau rasul dalam pengertian yang sebenarnya. Allah l memanggilku dengan sebutan nabi hanya berdasarkan isti’arah (kiasan) saja. Kenabianku merupakan pancaran dari kenabian Muhammad n Sebuah bayangan tidaklah memiliki wujud tersendiri atau wujud yang sebenarnya.”&lt;br /&gt;Dia juga berkata, “Aku telah menyebutkan berkali-kali bahwa apa yang aku baca merupakan firman Allah l seperti halnya al-Quran dan Taurat. Aku adalah salah seorang nabi bayangan yang diutus oleh Allah l. Setiap muslim wajib taat kepadaku dan wajib mengimani bahwa aku adalah al-Masih yang dijanjikan akan datang. Karena itu, barangsiapa yang telah mengetahui dakwahku, tetapi dia tidak beriman kepadaku, maka sikapnya itu akan dihisab di akhirat, meskipun dia telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah l”&lt;br /&gt;Dia juga berkata, “Al-Quran dan Nabi Muhammad n telah bersaksi atas kenabianku. Para nabi pun telah menentukan zaman kenabianku, yaitu zaman sekarang ini. Al-Quran juga telah menentukan zaman kenabianku itu. Langit dan bumi juga bersaksi atas kenabianku. Dan tidak seorang nabi pun kecuali ia bersaksi kepadaku.” Lalu dia membaca firman Allah, “…dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad.” (QS. Ash-Shaff: 6)&lt;br /&gt;Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada tahun 1908.Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita dari berbagai fitnah yang dapat menjerumuskan kita ke jurang neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Tentang adanya kasus aliran sesat ini, komentar yang paling saya tunggu adalah komentar Gus Dur, dan komentar Anda tentunya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Semoga Nabi palsu yang bernama Ahmad Mosadeq (saya yakin nama ini juga nama palsu) itu, mendapat ampunan dari Allah SWT sebelum ajal menjemputnya. Amiien. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber Bacaan:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://209.85.165.104/search?q=cache:9U5tD__4XCoJ:www.ar-risalah.or.id/index.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D22%26Itemid%3D50+nabi+palsu&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=9&amp;amp;gl=id"&gt;http://209.85.165.104/search?q=cache:9U5tD__4XCoJ:www.ar-risalah.or.id/index.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D22%26Itemid%3D50+nabi+palsu&amp;amp;hl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=9&amp;amp;gl=id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/26/time/231843/idnews/845529/idkanal/10"&gt;http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/26/time/231843/idnews/845529/idkanal/10&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/30267529-3408274426787988273?l=olishkatja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://olishkatja.blogspot.com/2007/10/aliran-sesat-al-qiyadah.html</link><author>noreply@blogger.com (Olish Faris Nurcholish atau Nurcholish)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_GZMWV5bfl2g/RyJl5190M5I/AAAAAAAAACE/mZcg2n9m3JQ/s72-c/mosadeq.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>19</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

