<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;Ck8DRng-eyp7ImA9WhRbGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254</id><updated>2012-02-12T00:21:17.653+07:00</updated><title>Perjalanan Seorang Oposan</title><subtitle type="html">Kita terlahir dari tiada menuju tiada...
Bukan hanya pemberian yang menjadikan kita ada...
Tapi karena kebebasan kawan...
Hidup ini terlalu bebas oleh banyak pilihan...
Saatnya bagi kita untuk terus melawan, demi keberadaan, demi kebebasan...</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://kupretist.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>230</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspot/xuFui" /><feedburner:info uri="blogspot/xufui" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;Ck8DRng9eip7ImA9WhRbGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-4975134788852237728</id><published>2012-02-11T18:49:00.000+07:00</published><updated>2012-02-12T00:21:17.662+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-12T00:21:17.662+07:00</app:edited><title>FPI Ngambek Dicekal Dayak, Serukan Perang</title><content type="html">    &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah  kedatangan Rizieq shihab dkk mendapat penolakan di Palangkaraya oleh  masyarakat Dayak. FPI yang biasa mencekal orang kini dicekal oleh  masyarakat, dan karuan saja membuat si pemimpin "Preman berjubah" itu  meradang alias &lt;i&gt;mutung&lt;/i&gt;. Dia minta agar diadakan pengusutan atas peristiwa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kami meminta pemerintah memeriksa Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng  atas dugaan tindak kejahatan yang berpotensi menimbulkan konflik  horisontal dan mengancam stabilitas NKRI," &lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/287470-ditolak-di-kalimantan-tengah--ini-jawaban-fpi"&gt;kata Rizieq&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Ucapan Rizieq semestinya dikembalikan kepada dirinya sendiri, yang kerap  menimbulkan konflik horisontal itu siapa kalau bukan dia dan ormas  buatannya. Tinggal merunut saja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track record &lt;/span&gt;FPI di Indonesia seperti apa. Si Munarman juga ikut menambahi dan mengatakan bahwa Gubernur  Kalimantan Tengah, Teras Narang, adalah kafir harbi dan wajib diperangi  karena menghadang dakwah Habib Rizieq.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Mereka yang menghalangi dakwah adalah kafir Harbi, Halal darahnya." lontar &lt;a href="http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html"&gt;Munarman&lt;/a&gt;. Jelas &lt;i&gt;kan&lt;/i&gt; siapa sekarang sebenarnya psikopat yang kecanduan perang?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para  Pemuda Dayak yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Dayak Indonesia   (GPDI) Kalteng ini menyatakan menolak keras rencana pengukuhan FPI di   Palangkaraya tersebut. Namun hal ini dimaknai oleh FPI dan ormas-ormas  serupa seperti Laskar FUI-nya Munarman, melalui media propaganda mereka,  bahwa masyarakat Dayak mendeklarasikan perang terhadap &lt;a href="http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17986-dayak-tolak-kehadiran-fpi-dan-habib-riziq-potensi-picu-konflik-sosial.html"&gt;Islam&lt;/a&gt;.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kalau kami sampai turun, pasti kami sudah dicincang dayak kafir.Tapi,  Allah masih melindungi kami semua. Alhamdulillah," kata Maman Suryadi.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2012/02/11/17709/di-bandara-palangkaraya-ribuan-dayak-kafir-kepung-empat-pimpinan-fpi/"&gt;&lt;i&gt;Dayak Kafir&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;,  begitulah istilah yang coba digunakan oleh mereka. Sengaja ingin  menautkan antara isu etnis dan agama. Nah, ucapan yang berupa  klaim-klaim menggunakan agama atau pengikut agama secara generalisasi  seperti ini yang membuat saya tambah muak dengan mereka. Terlebih  ditambahi lagi bumbu penyedap etnis dan kesukuan. Apa &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;rencana dan kepentingan mereka di balik semua ini.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi  saya, di mana FPI dan antek-anteknya bercokol, di situlah ideologi  perang di tengah masyarakat tumbuh berkembang. Paling sederhananya  adalah di lingkungan saya sendiri di Bekasi yang sudah terjangkiti wabah  mereka. Tetapi ternyata masyarakat Dayak di Kalimantan berhasil  melakukan perlawanan dan tak mau dijajah dengan ideologi-ideologi perang  suci atas nama agama yang dibawa oleh Rizieq dkk.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;FPI  adalah contoh  daripada ketidaktegasan pemerintah menindak ormas-ormas  perusuh kerukunan antar umat beragama dan eksistensi kemajemukan  masyarakat. Mengapa demikian? Karena bisa jadi FPI pun dipelihara  pemerintah.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-160587" title="13289782561275172776" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13289782561275172776.jpg" alt="13289782561275172776" height="288" width="438"&gt;&lt;/p&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-4975134788852237728?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nR2MRj5PpLKhVZRJ1cOSEpu0MvU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nR2MRj5PpLKhVZRJ1cOSEpu0MvU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nR2MRj5PpLKhVZRJ1cOSEpu0MvU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nR2MRj5PpLKhVZRJ1cOSEpu0MvU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/ZEo7OhKkYKM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/4975134788852237728/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=4975134788852237728" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/4975134788852237728?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/4975134788852237728?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/ZEo7OhKkYKM/fpi-ngambek-dicekal-dayak-serukan.html" title="FPI Ngambek Dicekal Dayak, Serukan Perang" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/fpi-ngambek-dicekal-dayak-serukan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cFQXYyeyp7ImA9WhRbF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-2480963102721482957</id><published>2012-02-09T12:35:00.000+07:00</published><updated>2012-02-09T20:43:30.893+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-09T20:43:30.893+07:00</app:edited><title>Berita Tewasnya Manal al-Sharif Adalah Hoax</title><content type="html">    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah digembar-gemborkan bahwa perempuan yang aktif berkampanye menentang larangan mengemudi, Man al al-Sharif, &lt;a href="http://sosok.kompasiana.com/2012/02/06/sang-penuntut-hak-mengemudi-perempuan-saudi-akhirnya-tewas/"&gt;tewas&lt;/a&gt;  dalam suatu tragedi kecelakaan pada tanggal 25 Januari 2010. Tiba-tiba  Manal al-Sharif menggerakan kampanye terbuka pada awal Februari mendemo  larangan tersebut. Gerakan yang dinamai &lt;a href="http://edition.cnn.com/2012/02/05/world/meast/saudi-arabia-women-drivers/index.html"&gt;Women2Drive&lt;/a&gt;  tersebut menyuarakan kebebasan perempuan untuk berkendara dan  berpergian. Mengenai berita kematian Manal al-Sharif dilansir oleh  sejumlah media, termasuk di antaranya &lt;a href="http://www.rushlane.com/manal-al-sharif-not-dead-woman-behind-saudi-arabia-female-driving-campaign-not-involved-in-fatal-crash-1227622.html"&gt;&lt;i&gt;Dailymail&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. Namun kemudian Manal al-Sharif mengatakan kepada &lt;i&gt;&lt;a href="http://www.guardian.co.uk/world/2012/jan/25/saudi-woman-driver-crash-alive"&gt;Guardian&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;bahwa dirinya baik-baik saja.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu siapakah dua orang perempuan yang mengalami kecelakaan di propinsi Ha'el?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai  sekarang pihak keluarga tidak mau memberitahukan namanya di media.  Perempuan itu berasal dari komunitas suku Badui. Dan pihak berwajib  biasanya mengabaikan masyarakat Badui bila terdapat peristiwa kematian  seperti yang dialami dua orang perempuan tersebut, hal ini dikarenakan  masyarakat Badui dianggap terlepas dari komunitas mainstream masyarakat  Saudi.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meskipun  Sharif seringkali dianggap sebagai pelopor aktivis perempuan menentang  larangan mengemudi di Saudi, akan tetapi belakangan muncul gerakan  sporadis aktivis perempuan baik yang sifatnya personal maupun  berkelompok. Protes yang mereka tunjukkan biasanya dengan mengendarai  mobil di jalan raya tanpa ditemani pihak lelaki dari keluarganya  (mahramnya).&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berikut video Manal al-Sharif di awal kampanyenya Mei tahun lalu. Perjuangan masih berlanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=sowNSH_W2r0"&gt;link: youtube&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-2480963102721482957?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KIzCQ0CoPGNCb0px2QY6L_nNTB4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KIzCQ0CoPGNCb0px2QY6L_nNTB4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KIzCQ0CoPGNCb0px2QY6L_nNTB4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KIzCQ0CoPGNCb0px2QY6L_nNTB4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/ntQXX9zV5so" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/2480963102721482957/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=2480963102721482957" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/2480963102721482957?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/2480963102721482957?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/ntQXX9zV5so/berita-tewasnya-manal-al-sharif-adalah.html" title="Berita Tewasnya Manal al-Sharif Adalah Hoax" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/berita-tewasnya-manal-al-sharif-adalah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4CRHs_fyp7ImA9WhRbFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-646081309179593536</id><published>2012-02-06T15:55:00.000+07:00</published><updated>2012-02-07T00:22:45.547+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-07T00:22:45.547+07:00</app:edited><title>Perempuan Saudi Penuntut Hak Mengemudi Akhirnya Kualat</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-159497" title="13285362441826318229" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13285362441826318229.jpg" alt="13285362441826318229" height="218" width="218"&gt;Tahu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan &lt;/span&gt;mengapa   perempuan Saudi tidak boleh mengendarai mobil? Hal tersebut  dikarenakan  adanya larangan agama bahwa perempuan tidak boleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkeliaran &lt;/span&gt;tanpa   adanya mahram lelaki yang mendampingi. Fatwa tersebut kemudian   ditafsirkan secara tekstual yang merembet ke segala bidang. Namun   membaca berita &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2012/02/06/13293855/Perempuan.Saudi.Ajukan.Gugatan.untuk.Hak.Mengemudi"&gt;ini&lt;/a&gt;, timbul harapan baru bagi perempuan Saudi yang  menuntut hak-hak mereka untuk mengemudi.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Seorang  pemimpin kampanye yang mendorong perempuan  Arab Saudi boleh mengemudi  di negara itu, Manal al Sharif, kepada &lt;i&gt;CNN&lt;/i&gt;,    Minggu (5/2/2012), mengatakan, dia telah mengajukan gugatan terhadap    Direktorat Jenderal Lalu Lintas di Riyadh, ibukota negara itu, begitu    para pejabat menolak aplikasinya untuk mendapatkan surat izin  mengemudi   (SIM). Setelah menunggu 90 hari dan tidak mendapat jawaban,  dia   mengajukan gugatan melawan mereka pada November.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak    ada undang-undang lalu lintas khusus yang melarang kaum perempuan   untuk  mengemudi di Arab Saudi. Namun, fatwa agama sering ditafsirkan   sebagai  larangan bagi para pengemudi perempuan. Fatwa semacam itu juga   mencegah  perempuan membuka rekening bank, memperoleh paspor atau  bahkan  pergi ke  sekolah tanpa didampingi seorang wali laki-laki.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun naas, ternyata &lt;span class="detail_desc"&gt;perempuan yang sudah sekian lama berjuang agar kaumnya di Saudi sana diperbolehkan menyetir sendiri, dengan tragis  harus &lt;a href="http://us.oto.detik.com/read/2012/01/25/145723/1824634/639/wanita-saudi-penentang-larangan-menyetir-tewas-kecelakaan"&gt;tewas&lt;/a&gt;  setelah mobil yang dikendarai rekannya mengalami kecelakaan di   Provinsi Hael. Dia tewas seketika sedangkan rekannya dalam kondisi  kritis.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt;Sebelumnya  Manal Al-Sharif sempat ditahan 10  hari karena nekat mengendarai  mobilnya sendiri. Manal yang merupakan  seorang ahli teknologi informasi  berusia 33 tahun saat itu dituduh  "melanggar ketertiban umum".  Saat  ini setiap perempuan di Saudi  harus bergantung pada pengemudi  laki-laki. Hal ini cukup unik, soalnya  hanya di Arab Saudi lah  perempuan dilarang mengendarai mobil. Al-Sharif  dan rekannya selama ini  berjuang lewat situs internet seperti Facebook  dengan membuat sebuah  group yang dinamai 'Teach me how to drive so I can  protect myself,'.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt;Tampaknya  perempuan Saudi masih harus menempuh jalan panjang agar dapat  mengendarai mobil sendiri tanpa harus bergantung kepada lelaki. &lt;/span&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt;Entah apakah  di balik tewasnya perempuan ini ada konspirasi di belakangnya atau tidak, yang jelas &lt;/span&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt;  sang pelopor telah tiada. Biasanya gerakan-gerakan protes yang  bergantung pada figur lambat laun akan redup apabila kehilangan motor  penggeraknya. Atau justru peristiwa tersebut semakin menandakan  kedigdayaan kekuasaan Tuhan. Barang siapa yang berani menentang maka  akibatnya adalah laknat dan murka Tuhan. Apakah melalui tangan-tangan  para wakil-Nya di bumi atau langsung menurunkan azabnya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt;Manal adalah salah satu dari ribuan fenomena bagaimana perempuan yang sering dilecehkan &lt;i&gt;bermulut dua&lt;/i&gt;, ternyata berani &lt;i&gt;bawel &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ngeyel &lt;/i&gt;memprotes  fatwa yang telah ditetapkan oleh para ulama. Keberanian tersebut di  satu sisi menimbulkan gambaran heroik tetapi di sisi lain akan dipandang  sebagai suatu kekonyolan tatkala dirinya sendiri harus kehilangan  nyawa,&lt;/span&gt;&lt;span class="detail_desc"&gt; seperti halnya Sondang yang bakar diri di Indonesia. Tak mampu memberikan perubahan tetapi dicibir &lt;i&gt;kualat &lt;/i&gt;terhadap otoritas yang berwenang. Apalagi dalam hal ini otoritas keagamaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun ada pula yang menyeletuk begini, "Kalau di Indonesia perempuan boleh &lt;i&gt;nyetir &lt;/i&gt;mobil,  juntrungannya jatuh korban 9 orang di Tugu Tani." komentar seperti ini  yang tambah salah kaprah. Kasus Tugu Tani adalah hal yang berbeda,  penyebabnya drugs dan siapapun -lelaki atau perempuan- bisa mengalami  peristiwa serupa. Peristiwa itu tidak dapat dijadikan dalil  ketidakbolehan perempuan mengemudi kendaraan.&lt;span class="detail_desc"&gt; Nasib oh nasib perempuan, hidup di belantara hukum rimba yang dikonstruk oleh lelaki dan &lt;i&gt;dibekengi &lt;/i&gt;Tuhan. Jika tidak ada yang melanjutkan perjuangannya, kisahnya hanya hidup dalam &lt;i&gt;wanti-wanti &lt;/i&gt;orang tua kepada anak perempuannya agar jangan &lt;i&gt;sok berani&lt;/i&gt; menuntut hak yang sama.&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-646081309179593536?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5ix3Bol-OtONYIYVW-__c1V_CiM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5ix3Bol-OtONYIYVW-__c1V_CiM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5ix3Bol-OtONYIYVW-__c1V_CiM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5ix3Bol-OtONYIYVW-__c1V_CiM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/0o_7iqVsWeM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/646081309179593536/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=646081309179593536" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/646081309179593536?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/646081309179593536?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/0o_7iqVsWeM/perempuan-saudi-penuntut-hak-mengemudi.html" title="Perempuan Saudi Penuntut Hak Mengemudi Akhirnya Kualat" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/perempuan-saudi-penuntut-hak-mengemudi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYASH4-fip7ImA9WhRbFU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-6079616438199184658</id><published>2012-02-06T14:55:00.000+07:00</published><updated>2012-02-06T19:59:09.056+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-06T19:59:09.056+07:00</app:edited><title>Perempuan Saudi Menuntut Hak Mengemudi</title><content type="html">  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2012/02/06/13293855/Perempuan.Saudi.Ajukan.Gugatan.untuk.Hak.Mengemudi"&gt;sumber: kompas.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan &lt;/span&gt;mengapa perempuan Saudi tidak boleh mengendarai mobil? Hal tersebut dikarenakan adanya larangan agama bahwa perempuan tidak boleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berkeliaran &lt;/span&gt;tanpa adanya mahram lelaki yang mendampingi. Fatwa tersebut kemudian ditafsirkan secara tekstual yang merembet ke segala bidang. Namun membaca berita ini, timbul harapan baru bagi perempuan Saudi yang menuntut hak-hak mereka untuk mengemudi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Seorang pemimpin kampanye yang mendorong perempuan  Arab Saudi boleh mengemudi di negara itu mengatakan, dia sedang  menggugat polisi lalu lintas guna mendapatkan SIM.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Perempuan pemimpin kampanye itu, Manal al Sharif, kepada &lt;em&gt;CNN&lt;/em&gt;,  Minggu (5/2/2012), mengatakan, dia telah mengajukan gugatan terhadap  Direktorat Jenderal Lalu Lintas di Riyadh, ibukota negara itu, begitu  para pejabat menolak aplikasinya untuk mendapatkan surat izin mengemudi  (SIM). Setelah menunggu 90 hari dan tidak mendapat jawaban, dia  mengajukan gugatan melawan mereka pada November.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Ini hanya untuk  menciptakan tekanan positif terhadap para pejabat agar mengembalikan  hak kami - dan itu akan mendorong lebih banyak perempuan untuk  mengajukan aplikasi dan mengajukan tuntutan hukum," kata dia. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Tidak  ada undang-undang lalu lintas khusus yang melarang kaum perempuan untuk  mengemudi di Arab Saudi. Namun, fatwa agama sering ditafsirkan sebagai  larangan bagi para pengemudi perempuan. Fatwa semacam itu juga mencegah  perempuan membuka rekening bank, memperoleh paspor atau bahkan pergi ke  sekolah tanpa didampingi seorang wali laki-laki.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Al Sharif mengatakan, kasusnya telah dilimpahkan ke Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi. &lt;em&gt;CNN &lt;/em&gt;melaporkan, para pejabat di kementerian itu tidak bisa dihubungi untuk mendapatkan komentar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Al  Sharif mengatakan, ia pertama kali mengajukan SIM setelah dihentikan  pihak berwenang karena mengendarai mobil pada Mei lalu. Dia ditahan dan  menghabiskan sembilan hari di penjara. Kasus yang menimpanya dengan  cepat menjadikan dia sebagai ikon kampanye "Women2Drive", sebuah  inisiatif yang menuntut hak perempuan untuk mengemudi dan bepergian  dengan bebas di Arab Saudi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Melalui gugatannya itu, al Sharif  mengatakan, dia ingin melanjutkan perjuangannya. "Tidak ada  undang-undang yang melarang perempuan (Saudi) untuk mengemudi," katanya.                             &lt;br&gt;   &lt;/div&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-6079616438199184658?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k3FAxZF23dt5qALEHHKZD_1_uUQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k3FAxZF23dt5qALEHHKZD_1_uUQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k3FAxZF23dt5qALEHHKZD_1_uUQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k3FAxZF23dt5qALEHHKZD_1_uUQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/N1UEZyfPd8s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/6079616438199184658/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=6079616438199184658" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6079616438199184658?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6079616438199184658?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/N1UEZyfPd8s/perempuan-saudi-menuntut-hak-mengemudi.html" title="Perempuan Saudi Menuntut Hak Mengemudi" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/perempuan-saudi-menuntut-hak-mengemudi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8GRHY-eSp7ImA9WhRbEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-7020144385069821736</id><published>2012-02-03T00:02:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T16:20:25.851+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-03T16:20:25.851+07:00</app:edited><title>Saya Heran, Hari Gini Masih Ngomongin Poligami Boleh atau Tidak</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terus  terang saya sangat heran, mengapa  dalam setiap kajian yang menyangkut  "Perempuan dan Islam", diskursus yang berada di  peringkat atas untuk  dibahas adalah soal poligami (disamping beberapa isu  lainnya yang juga &lt;i&gt;toplist&lt;/i&gt;).  Memangnya ada apa dengan poligami? Praktik poligami itu sudah   berlangsung sejak manusia diciptakan di muka bumi. Orang-orang yang   mempraktikkan poligami, belum tentu rumah tangganya tidak hancur? Banyak   yang berujung pada kehancuran meskipun banyak pula yang bersembunyi di  balik dalih, "Poligaminya belum sesuai ajaran agama." atau apalah.  Demikian pula bagi yang monogami juga tidak terlepas dari yang namanya  kegagalan membina rumah tangga. Sekarang menikah besoknya bercerai.  Demikian pula banyak contoh baik monogami dan poligami ternyata  "aman-aman" saja rumah tangganya. Kalau tidak percaya, lihat saja  Kiai-Kiai atau Raja-Raja yang berpoligami, dinasti mereka beranak pinak  bahkan terus langgeng.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt;,  masihkah kita membicarakan soal apakah poligami itu boleh atau tidak?  Apalagi jika dibenturkan dengan modernisasi, hak asasi manusia,  kesetaraan gender, dan segala isu lain. Berpoligami dan dipoligami  adalah hak bagi tiap manusia untuk melakukannya atau menolaknya. Bagi  pria-pria yang ingin berpoligami ya carilah perempuan-perempuan yang mau  dipoligami, jangan paksa perempuan yang menolak poligami untuk bisa  dipoligami. Kalau ada unsur pemaksaan jelas bisa dianggap telah  melakukan kejahatan dan melanggar hak-hak orang lain. Sama seperti kalau  saya memaksa anda dengan berbagai macam cara untuk masuk ke dalam agama  saya dan menyembah Tuhan saya. Balik lagi ke poligami, praktik tersebut  sebagaimana saya katakan bahwa sudah menyejarah, maka memang seorang  pria dalam lintasan sejarah banyak yang melakukan poligami. Mau  Nabi-Nabi, Raja-Raja, Khalifah-Khalifah, dan apapun gelarnya, bahwa  poligami sudah menjadi sesuatu yang &lt;i&gt;nature &lt;/i&gt;bagi kaum lelaki. Entah apakah praktik itu didukung dan di&lt;i&gt;bekengi &lt;/i&gt;oleh  peraturan yang dibuat manusia sendiri atau Tuhan sekalipun. Jadi,  wajari saja bahwa poligami adalah praktik sosial yang lumrah.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu  bagaimana dengan perempuan-perempuan yang terjebak dalam lingkungan  atau budaya poligami yang ada di dalam keluarganya, sedangkan mereka  tidak ingin dipoligami?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memangnya ada ya kondisi terjebak semacam itu?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Barangkali  saja ada; semisal jika ada orang tua yang miskin secara finansial namun  punya anak perempuan cantik dan ditaksir oleh salah seorang tokoh yang  sudah beristri. Lalu orang itu ingin memeristri anaknya, sementara si  perempuan ini tidak ingin dipoligami tetapi orang tuanya memaksa anaknya  agar menerima pinangan pria itu. Dalam kondisi seperti itu &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;ada  banyak pilihan yang bisa diambil; apakah pasrah mengikuti kemauan orang  tuanya, atau memberontak melawan keinginan mereka? Yang jadi persoalan  kemudian adalah apabila si anak perempuan ini ingin melawan keinginan  orang tuanya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau  katakanlah kondisi orang tuanya bukan orang miskin dan kesulitan secara  ekonomi, akan tetapi si anak perempuan berada dalam sistem keluarga  yang sudah puluhan atau ratusan tahun leluhur keluarga itu banyak yang  mempraktikkan poligami, bahkan sudah menjadi semacam tradisi di dalam  keluarga. Lantas si anak perempuan tersebut ingin memberontak tradisi.  Permasalahannya adalah apakah dia berani melakukan itu atau tidak,  sekali lagi jawabannya diisi oleh banyak pilihan. Dan untuk mengambil  pilihan itu memang diperlukan keberanian yang ekstra. Terlebih jika dia  mengambil pilihan untuk melawan tradisi keluarganya. Namun bagaimanapun  juga menerima dan menolak poligami adalah hak masing-masing individu,  terutama bagi kaum perempuan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada  nasihat yang diberikan oleh Mahatma Gandhi, "Kita tidak bisa  memberontak kepada pemerintah sebelum kita memberontak kepada diri  sendiri." sekilas tidak &lt;i&gt;nyambung&lt;/i&gt;. Tetapi jika kita menganggap  kalimat itu penuh metafora, maka dapat saja kita memaknai bahwa  "pemerintah" di sini adalah simbol dari hal-hal yang mendominasi diri  kita dalam kehidupan yang kita jalani. Dan poligami sebagai sebuah  praktik menyejarah yang sudah dikonstruk sekian puluh, ratus, juta tahun  lamanya dapat pula kita anggap sebagai dominasi budaya atau sistem  sosial terhadap individu (Yang mau pakai istilah Gramsci, Hegemoni  budaya &lt;i&gt;ya monggo&lt;/i&gt;). Namun bagaimanapun juga sikap kita secara  individu terhadap praktik poligami adalah kembali kepada masing-masing  individu sebagai sebuah pilihan yang bisa kita ambil atau tolak, yang  bisa kita jalani atau lawan, yang bisa kita terima atau buang. Dan  setiap pilihan yang kita pilih pasti ada konsekuensi dan risiko yang  harus kita terima.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lagipula di zaman sekarang ini untuk apa &lt;i&gt;ngotot &lt;/i&gt;ingin  mengubah sesuatu yang sudah menjadi dogma atau doktrin seperti ajaran  agama yang membolehkan poligami. Percuma dan hanya menghabiskan tenaga  saja. Namanya doktrin itu stagnan dan normatif. Namun praktik di  masyarakatlah yang jelas mencerminkan bagaimana justru doktrin itu  sendiri menjadi dinamis. Artinya, menurut saya pembahasan seputar apakah  poligami boleh atau tidak itu sudah habis karena jawabannya akan  mentok. Bagi yang membolehkan akan terus berpegang teguh dengan doktrin  bolehnya poligami. Bagi yang tidak setuju akan menentang doktrin dan  terus membahas berbusa-busa dengan berharap suatu hari isi doktrin itu  akan berubah bagaimanapun caranya. Begitu dan begitu terus.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bosan &lt;i&gt;nggak sih&lt;/i&gt;?  bagi yang tidak bosan silahkan saja. Tetapi bagi yang sudah bosan  dengan perdebatan kuno semacam itu, kembalilah pada realitas masyarakat  dan invidu masing-masing. Itu hak kita pribadi apakah mau dipoligami  atau tidak mau dipoligami. Sekali lagi bukan soal "doktrin poligaminya"  tetapi praktiknya antara mau dan tidak mau. Kalau tidak mau, ya harus  siap melakukan perlawanan apabila dilamar pria-pria beristri banyak. Mau  perlawanan lembut atau vokal sekalian hanya soal teknisnya saja. Dan  kesimpulannya dari perdebatan yang hanya berkutat pada soal doktrin atau  dogma mengenai boleh tidaknya poligami, tidak lain hanya sia-sia  belaka.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Kayak nggak ada bahasan lain aja&lt;/i&gt;."  ya, dipoligami atau tidak dipoligami tidak menjamin bahwa pernikahan  yang kita jalani bahagia, langgeng, dan sepi dari masalah. Demikian pula  masalah akan selalu ada dalam kehidupan rumah tangga, baik yang  berpoligami atau tidak. Tinggal hadapi saja semuanya.&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-7020144385069821736?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h95EC2epfULdbWrqBORwa8RwRlU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h95EC2epfULdbWrqBORwa8RwRlU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h95EC2epfULdbWrqBORwa8RwRlU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/h95EC2epfULdbWrqBORwa8RwRlU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/X-i9CXmqENk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/7020144385069821736/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=7020144385069821736" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7020144385069821736?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7020144385069821736?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/X-i9CXmqENk/saya-heran-hari-gini-masih-ngomongin.html" title="Saya Heran, Hari Gini Masih Ngomongin Poligami Boleh atau Tidak" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/saya-heran-hari-gini-masih-ngomongin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAGR3o_cCp7ImA9WhRbEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-4365635244734005469</id><published>2012-02-02T23:20:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T04:22:06.448+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-03T04:22:06.448+07:00</app:edited><title>Peredaran Miras; Benturan Kepentingan dan Konsensus</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia  lawyers Club pada selasa kemarin (31/1/2012) membahas soal tragedi Tugu  Tani, narkoba, dan miras. Akan tetapi yang akan saya soroti adalah soal  miras. Termasuk peredaran miras di diskotik atau klub-klub malam. Mau  tidak mau yang namanya klub malam pastilah ada minuman beralkohol yang  sering kita bilang miras. Boleh saja kita membandingkan dengan  pengaturan Miras di Amerika dan negara Eropa bahwa di sana hanya 21  tahun ke atas yang diperbolehkan secara legal formal membeli miras.  Teknisnya pun diatur, seperti dikatakan oleh pembawa acara ILC, harus  memerlihatkan KTP dan hanya dijual toko-toko tertentu yang memang  mendapatkan surat izin penjualan miras. Adapun pengawasan mengenai  peraturan tersebut benar-benar diselenggarakan dengan ketat. Sedikit  melanggar, maka hak atau izin menjual miras tersebut akan dicabut.  Bandingkan jika di Indonesia di mana perizinan sangat lemah dan demikian  pula dengan pengawasannya, maka hukum pun tak dapat ditegakkan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Belum  lagi jika dilihat dari aspek sosial masyarakat, di mana tuntutan  masyarakat dalam arus mainstream adalah agar miras benar-benar  digeneralisasi harus dilarang. Tidak seperti di Barat yang diperbolehkan  dengan berbagai macam ketentuan, dan miras pun juga menjadi barang yang  dikonsumsi oleh masyarakatnya bahkan sebelum berdiri negara-negara  Eropa modern seperti sekarang. Sedangkan di Indonesia, masyarakatnya  memang benar-benar menuntut agar miras dilarang beredar seratus persen.  Maka ketika pemerintah memberikan izin kepada sejumlah tempat seperti  diskotik dan klub malam untuk membuka usahanya plus menjual miras dengan  merek-merek terkenal, fenomena itu menjadi sorotan di tengah publik.  Pengusaha klub malam biasanya memang berlindung di balik izin-izin  tersebut. Dampaknya adalah diskotik-diskotik yang tidak punya izin pun  dijadikan sasaran emosi oleh warga. Lagi-lagi yang dijadikan alasan  ialah soal izin walaupun pemicu utamanya adalah persoalan peredaran  miras. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Tasikmalaya. Massa mengamuk  menghancurkan diskotik dengan alasan-alasan sebagaimana yang saya sebut  di atas.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat  kerap menganggap polisi tidak tegas dalam menindak miras, namun yang  dijadikan landasan bukanlah bahwa miras boleh beredar asalkan ada izin  atau tidak, melainkan bahwa miras sama sekali haram dan peredarannya  harus dilarang karena dapat menimbulkan penyakit masyarakat termasuk  kebejatan moral. Artinya, terjadi dua konsensus yang bertentangan antara  aparat dan masyarakat. Aparat hanya mengacu pada ketentuan,  undang-undang, peraturan normatif sementara konsensus masyarakat  berdasarkan norma lain semisal agama. Belum lagi timbul praktik-praktik  oknum aparat atau pejabat yang disinyalir ada "main" dengan para  pengusaha klub malam dalam persoalan miras tersebut. Tentu saja  masyarakat makin gerah, maka muncullah komunitas-komunitas atau  kelompok-kelompok yang menggalang persatuan di antara sesama orang  "gerah" ini untuk melakukan aksi nyata. Turun ke jalan dan menghancurkan  diskotik-diskotik yang menjual miras, tak perduli sudah dapat izin atau  tidak dapat izin.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahkan sampai-sampai ada celetukan, "Kalau tidak mau digrebek oleh ormas &lt;i&gt;anu&lt;/i&gt;,  harus siap bayar setoran juga." dari orang-orang yang merasa "tahu"  tentang permainan grebek-menggerebek diskotik dan klub-klub malam.  Persoalannya menjadi pelik memang jika antara berbagai macam kepentingan  saling berbenturan. Dampaknya adalah ketika terjadi pengrusakan  terhadap klub malam dengan dalih menjual miras, maka polisi sengaja  menggunakan alasan telat datang. Padahal bisa saja dan mungkin polisi  sudah mengendus ada gerakan-gerakan massa yang siap menggerebek  tempat-tempat tertentu. Namun agar tidak berhadapan dengan konsensus  masyarakat dan dituding bahwa aparat turut menyeponsori penjualan serta  peredaran miras, maka lebih baik timbul korban. &lt;i&gt;Toh, &lt;/i&gt;masyarakat  juga tidak ada yang komplain apabila diskotik dan klub malam dihancurkan  oleh sejumlah ormas, kelompok, dsb. Bahkan justru bersyukur serta  berterima kasih dengan adanya "pahlawan" jalanan yang berani bertindak  sementara yang lain sudah tak perduli.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanpa adanya kesepakatan tersebut &lt;i&gt;mindset &lt;/i&gt;atau   pola pikir masyarakat dalam menyikapi permasalahan tentang miras juga   akan terpecah belah. Misalkan begini, di Korea tradisi minum-minuman   beralkohol adalah biasa sehingga kalau ada dua kawan pergi ke tempat   yang menjual miras dan kemudian salah satunya ada yang mabuk setelah   minum-minum, maka akan dianggap hak dia untuk mabuk. Tetapi tidak di   Indonesia, karena banyak yang menganggap miras adalah haram dan   terlarang, sikap yang ditunjukkan dalam berinteraksi dengan miras maupun   dengan peminum miras akan berbeda.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jadi  bagaimana sekarang? bagaimana konsensus yang akan kita terapkan dalam  mengonstitusi peraturan yang berlaku di masyarakat dan ranah publik,  apakah ala Barat sana, atau justru ala bangsa kita sendiri. Bolehkah  miras beredar dengan berbagai macam ketentuan, peraturan dan pengawasan  yang ketat? Ataukah sama sekali diharamkan dan dilarang, baik  konsumsinya, penjualannya, peredarannya, dan sebagai macamnya yang  menyangkut dengan transaksinya? Jika kita tidak berhasil membangun serta  menyepakati landasan konsensus yang sama, maka menurut saya fenomena  yang terjadi di masyarakat akan terus menerus seperti itu. Kerugian baik  di pihak pengusaha klub-klub malam, aparat yang turun ke jalan, dan  juga masyarakat.&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-4365635244734005469?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kVeMKQZ1O7kkU20GUxAsGAgqhtk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kVeMKQZ1O7kkU20GUxAsGAgqhtk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kVeMKQZ1O7kkU20GUxAsGAgqhtk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kVeMKQZ1O7kkU20GUxAsGAgqhtk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/gfEsyAbsJpA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/4365635244734005469/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=4365635244734005469" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/4365635244734005469?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/4365635244734005469?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/gfEsyAbsJpA/peredaran-miras-benturan-kepentingan.html" title="Peredaran Miras; Benturan Kepentingan dan Konsensus" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/peredaran-miras-benturan-kepentingan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQMRHk_cSp7ImA9WhRbEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-9175136057232173907</id><published>2012-02-01T21:14:00.000+07:00</published><updated>2012-02-02T02:26:25.749+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-02T02:26:25.749+07:00</app:edited><title>Babak Baru Demokrat vs. Golkar, atau Sekedar Dagelan?</title><content type="html"> &lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan  sekali ini saja pertengkaran kader Demokrat dan Golkar pernah tersulut.  Demokrat dan sejumlah parpol baru bisa dikatakan merupakan &lt;i&gt;sempalan &lt;/i&gt;dari Golkar, itu jika melihat dari manuver kader-kadernya. Bicara soal kader, dahulu pernah ada &lt;a href="http://www.pemiluindonesia.com/berita-pemilu/singgung-etnis-arab-ruhut-sitompul-dan-demokrat-minta-maaf.html"&gt;isu rasisnya&lt;/a&gt; om Poltak yang bikin Fuad Bawazier. Nah, sekarang ada lagi isu &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2012/01/31/2021526/Ramadhan.Pohan.Golkar.Disentil.Dikit.Langsung.Heboh"&gt;pencemaran nama baik&lt;/a&gt;  antara Ramadhan Pohan dan Ical. Makin ramai saja sandiwara politik yang   ditampilkan di DPR, lebih seru dan lebih lebai. Pintarnya lagi si   Ramadhan Pohan mengambil momentum dengan membawa nama aspirasi rakyat.   Oh, jadi kalau menyangkut partai lain labelnya aspirasi rakyat,   sedangkan kalau menyangkut partai sendiri labelnya apa ya?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebaiknya   Ramadhan Pohan itu kalau mau bicara aspirasi rakyat, lihat dulu ke   dalam partainya. Bagaimana aspirasi rakyat atas konflik yang terjadi di   negara dan menyangkut rekan-rekan sejawatnya di Demokrat. Tetapi bisa   jadi karena Demokrat sedang disudutkan oleh media-media mainstream   makanya si Pohan yang satu ini hendak mengambil momentum membersihkan   citra kader-kader Demokrat. Paling tidak kalau sedang ada Anas atau   Angie yang lagi disorot publik dengan pemberitaan negatif, tetapi ada   pula yang mirip Ramadhan Pohan yang masih memerhatikan rakyat.  Masyarakat seperti sedang disajikan permainan spekulasi segelintir  manusia berkedok "penyelenggaraan kepemerintahan", tidak bisa ikut andil  namun dampaknya dapat dirasakan. Hanya jadi penonton yang setiap 4  tahun sekali harus memilih dan memberikan suaranya dengan terpaksa,  dipaksa oleh keadaan yang serba carut marut dan harapan absurd bahwa  kutukan ini segera berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara  Golkar sendiri, jika melihat secara personal misalnya seperti Ical yang  marah dikaitkan dengan perusahaan di Bima dan istilah "Mesin ATM" yang  digunakan oleh Ramadhan Pohan. Tampaknya Pohan berusaha membidik soal  dana-dana yang masuk ke partai itu di mana saat ini partainya sedang  dibongkar, baik oleh media, LSM, DPR dan juga dicurigai masyarakat  seputar aliran dananya. Lihat saja keterangan Nazaruddin mengenai  sejumlah uang yang beredar di acara kongres Demokrat. Artinya, sumber  keuangan partai pemenang pemilu itu sedang didedah mengenai &lt;i&gt;kehalalannya. &lt;/i&gt;Lalu  apakah Pohan justru ingin berbalik menyasar kepada Golkar yang mana  fraksi partai beringin tersebut, paling getol berkoar sejak pansus  Century dan menyerempet kepada sejumlah oknum kader partai Demokrat.  Apakah isu ini akan menjadi &lt;i&gt;bola panas &lt;/i&gt;yang bergulir menabrak  partai-partai besar sehingga mereka harus pasang badan? Dan apakah  karena keberadaan isu ini maka Setgab koalisi akan bubar &lt;i&gt;grak &lt;/i&gt;jalan? Kita tunggu saja kelanjutan sinetron ini hingga &lt;i&gt;season &lt;/i&gt;berikutnya.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hahaha...   "Memerhatikan suara rakyat" adalah jargon dan slogan yang paling  gampang  dimanipulasi. Kalau aktornya menyangkut kelompok keagamaan  biasanya kata  rakyat diganti kata umat. Saya ingat sekali waktu si Ical  pidato dan  ditayangkan TVOne, tentang visi Indonesia 100 tahun ke  depan menurut  versinya, yakni gambaran bangsa yang besar dan  bermartabat. Namun  bagaimanakah caranya agar bangsa ini menjadi  bermartabat kalau dididik  dengan intrik politik yang culas, lebai,  korup, mafioso, dsb. Yang ada  malah bangsa ini tetap saja jadi &lt;i&gt;cheerleader &lt;/i&gt;bangsa  lain.  Menariknya adalah adanya pertengkaran-pertengkaran macam ini  justru  semakin membikin laku para pengamat untuk tampil berbusa di  televisi  bikin prediksi macam cenayang. Pun stasiun televisinya tambah &lt;i&gt;asoy, &lt;/i&gt;karena media saat ini juga sudah jadi corong partai politik atau pemodal-pemodal kakap.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesiah, Indonesiah, saya cari aman dan pragmatis saja &lt;i&gt;ah&lt;/i&gt;.   Daripada ikut-ikutan menyuarakan aspirasi rakyat dan memberikan suara   saya di ajang pemilu, lebih baik masuk partai abstain sejahtera.&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-9175136057232173907?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fU7WfGaolyw2xtd2LxDPKC6W53o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fU7WfGaolyw2xtd2LxDPKC6W53o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fU7WfGaolyw2xtd2LxDPKC6W53o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fU7WfGaolyw2xtd2LxDPKC6W53o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/rLcmEpypEcw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/9175136057232173907/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=9175136057232173907" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/9175136057232173907?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/9175136057232173907?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/rLcmEpypEcw/babak-baru-demokrat-vs-golkar-atau.html" title="Babak Baru Demokrat vs. Golkar, atau Sekedar Dagelan?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/02/babak-baru-demokrat-vs-golkar-atau.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcNQXs8cCp7ImA9WhRUGEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-3398881456618177493</id><published>2012-01-29T16:05:00.000+07:00</published><updated>2012-01-29T21:08:10.578+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-29T21:08:10.578+07:00</app:edited><title>Mendingan Semua Patung Dibawa ke Bali</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;ar&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-157947" title="13277665331921527894" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13277665331921527894.jpg" alt="13277665331921527894" height="231" width="218"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah lama saya menyoroti aksi ormas-ormas tukang rubuh patung. Yang terbaru adalah kasus di &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2012/01/28/125811/1827853/10/pembangunan-patung-bahenol-di-riau-telan-dana-rp-4-m"&gt;Pekanbaru&lt;/a&gt;.  Bosan saya membahas tentang pendapat para ulama yang membolehkan patung  asalkan tidak dipergunakan untuk disembah, dan semata untuk estetika  belaka. Tetapi &lt;i&gt;whatever, &lt;/i&gt;namanya pendapat pasti selalu terdapat  perbedaan. Namun di dalam kondisi keragaman yang majemuk seperti di  Indonesia, di mana patung bagi pemeluk agama tertentu mengandung nilai  transendental dan spiritual semestinya tiap komunitas menghargai hal  tersebut, termasuk apabila hanya dijadikan "pajangan" belaka.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam  suatu perbincangan tentang beberapa kasus pengrusakan patung di  Indonesia, ada kawan saya yang berceletuk, "Mendingan semua patung di  Indonesia dibawa ke Bali saja." mengapa ke Bali? sebab di Indonesia ini,  daerah di mana warganya sangat menghargai kesenian memahat patung.  Walaupun tidak cuma di Bali, di Papua juga kesenian patung berkembang  namun biasanya kalau seniman patung internasional bertanya soal festival  patung di Indonesia, ya merujuknya ke Bali.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Warisan  sejarah Nusantara pun tak terlepas dari seni patung, namun karena  alasan warisan sejarah ini pula seringkali dijadikan dalih bagi para  "pembenci patung" untuk menghancurkannya; semisal, "Nabi saja dahulu  menghancurkan patung yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan  masyarakat Arab pra-Islam." fakta sejarah semacam itu kemudian diadopsi  di Indonesia dengan gerakan pembersihan patung yang sangat tidak cocok  antara di masa Nabi dahulu dan pada masa kini di Indonesia, dengan  mengira semua patung yang ada di Indonesia dibuat untuk disembah atau  dianggap berhala dan perilaku tersebut dihukumi sebagai perbuatan  musyrik. Entah bagaimana saya menyebutnya, apakah di sini ada  pertarungan antara dominasi agama atas budaya atau kompetisi antara  agama dan budaya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah  dengan semakin berkembangnya seni patung di Indonesia lantas kita dapat  dengan mudah mengatakan, "kita telah kembali ke zaman jahiliyyah?" saya  rasa terlalu simplifistik mengatakan seperti itu, demikian pula dengan  solusi semua patung dibawa ke Bali. Tetapi bagaimana lagi, seolah  terkesan pesimis dengan kedewasaan bangsa ini yang tidak bisa menghargai  perbedaan, mungkin memang sudah selayaknya Indonesia ini disekat-sekat  sehingga nanti ada orang yang akan bilang begini, "Kalau mau mematung ke  Bali &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;." atau "Kalau mau pake hukum cambuk ke Aceh saja."&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya apa &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;yang  menjadi persoalan daripada pembuatan patung di Pekanbaru? Desas desus  terdengar dananya sampai 4 Miliar. Bisa-bisa isunya bergeser merembet  pada dugaan korupsi dari yang sebelumnya adalah isu mengenai &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2012/01/28/151519/1828075/10/budayawan-daripada-ribut-patung-bahenol-mending-konsen-perangi-korupsi"&gt;&lt;i&gt;bahenol&lt;/i&gt; atau tidak &lt;i&gt;bahenol&lt;/i&gt;.&lt;/a&gt; Atau malahan bisa jadi disengaja berbagai macam isu yang digembar gemborkan, yang penting patung-patung harus dihancurkan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau  sudah demikian, di manakah letak kebhinekaan kita sebagai bangsa? Atau  masyarakat sudah jengah dengan slogan kebhinekaan itu sendiri? Entah.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-3398881456618177493?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qF6LrGe9sUSSyKQ1CynE0ZLnbHs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qF6LrGe9sUSSyKQ1CynE0ZLnbHs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qF6LrGe9sUSSyKQ1CynE0ZLnbHs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/qF6LrGe9sUSSyKQ1CynE0ZLnbHs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/6PkGVUlaD2k" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/3398881456618177493/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=3398881456618177493" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/3398881456618177493?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/3398881456618177493?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/6PkGVUlaD2k/mendingan-semua-patung-dibawa-ke-bali.html" title="Mendingan Semua Patung Dibawa ke Bali" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/01/mendingan-semua-patung-dibawa-ke-bali.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0EDRnw-fyp7ImA9WhRUEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-5392595494734707538</id><published>2012-01-22T10:06:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T15:07:57.257+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-22T15:07:57.257+07:00</app:edited><title>Aktris Iran Diusir dari Negaranya Karena Berpose Bugil</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="//multiply.com/mu/kupretist/image/2bBKRG6wWkxY+1oPym7ajQ/photos/1M/300x300/421/2.jpg?et=nQPuVaIDeNRqUa6U%2B78Guw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Farahani menyatakan dirinya sudah dihubungi pemerintah Iran soal  tersebut. Pemerintah Iran menyatakan Farahani tidak diterima di Iran.  Pihak pemerintah Iran mengingatkan aktris dan model itu agar tak perlu  kembali ke Iran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Foto telanjang Farahani pertama kali dipublikasikan di Madame Le Figaro.  Dalam foto berkonsep hitam putih itu, wanita berusia 28 tahun ini  tampil dengan latar belakang hitam dan tangannya menutupi bagian  dadanya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Gambar itu kemudian di posting di halaman Facebook. Foto tersebut  langsung menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia termasuk Iran  dan Timur Tengah. Pose 'berani' Farahani langung menuai pro dan kontra.  Sebagian mengkritik tetapi ada juga yang memberikan pujian.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Seperti dikutip dari harian Daily Mail, kemarahan Iran terhadap Farahani  tidak hanya karena pose telanjangnya tapi juga karena alasan Farahani  melakukan foto tersebut. Diketahui, Farahani melakukan pose 'berani' itu  sebagai aksi protes artis tersebut.&lt;br&gt; &lt;br&gt; "Saya diberitahu Kementerian Kebudayaan bahwa Iran tidak memerlukan  aktor atau aktris. Anda mungkin bisa menawarkan layanan artistik Anda di  tempat lain," kata Farahani seperti dikutip harian Daily Telegraph,  Jumat, 20 Januari 2012.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Hollywood Tertarik&lt;br&gt; &lt;br&gt; Farahani sendiri kini menetap di Perancis. Ia memulai karirnya di dunia  teater sejak usia enam tahun. Kemudian ia main dalam film 'The Pear  Tree' tahun 1998. Farahani berhasil mendapatkan penghargaan sebagai  Aktris Terbaik dalam Festival Film Iran.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Karirnya sebagai aktris langsung melonjak. Ia menjadi salah satu artis  terkemuka di negaranya. Namun, filmnya yang berjudul 'Santoori' tak  pernah diizinkan untuk tayang di negaranya. Ia juga membintangi film 'M  For Mother'. Film ini mewakili Iran dalam Academy Awards tahun 2008  untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kemahiran akting Farahani mengundang perhatian sineas Hollywood. Ia pun  mengambil peran dalam film 'Ridley Scott's Body Of Lies'. Farahani  berperan sebagai perawat dan beradu akting dengan dua aktor besar dunia,  Leonardo DiCaprio dan Russell Crowe. Ia tercatat sebagai aktris pertama  Iran yang berakting dalam film Hollywood.   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-5392595494734707538?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KjMkJhOpaE03xiW4hKPjZO0rZzk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KjMkJhOpaE03xiW4hKPjZO0rZzk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KjMkJhOpaE03xiW4hKPjZO0rZzk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KjMkJhOpaE03xiW4hKPjZO0rZzk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/fGSmLA6CCak" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/5392595494734707538/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=5392595494734707538" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5392595494734707538?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5392595494734707538?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/fGSmLA6CCak/aktris-iran-diusir-dari-negaranya.html" title="Aktris Iran Diusir dari Negaranya Karena Berpose Bugil" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/01/aktris-iran-diusir-dari-negaranya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UDQH09eCp7ImA9WhRUEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-709346231919059686</id><published>2012-01-22T09:58:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T15:01:11.360+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-22T15:01:11.360+07:00</app:edited><title>Siapa Sebenarny Kim Dotcom, CEO Megaupload?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.tempo.co/read/news/2012/01/22/116378915/Siapa-Sebenarnya-Kim-Dotcom-CEO-Megaupload"&gt;sumber: tempo interaktif&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://kupretist.multiply.com/photos/hi-res/1M/420"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="//multiply.com/mu/kupretist/image/0GN20Oq5vyMGOZsVRNmR6g/photos/1M/300x300/420/1.jpg?et=9MUQ%2BEtcxEFE1AUiB%2BC8LA&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;Sosok yang diburu itu bernama Kimble alias Kim Schmitz alias Kim Dotcom  alias Kim Tim Jim Vestor. Perburuan selama hampir dua tahun itu membuat  FBI meminta bantuan interpol menciduk CEO sekaligus pendiri Megaupload  Ltd. perusahaan pengelola situs file sharing&lt;em&gt; www.megaupload.com&lt;/em&gt;  itu di utara Auckland, Selandia Baru. Situs file sharing itu sendiri  sudah ditutup Departemen Kehakiman Amerika, Kamis 19 Januari 2012. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kim  Dotcom ditangkap atas tuduhan memfasilitasi praktek pembajakan dan  pencurian hak cipta. Aksinya itu, menurut Departemen Kehakiman Amerika  serikat, telah membuat Dotcom dan timnya, meraup untung hingga 175 juta  dollar AS atau sekitar Rp 1,6 triliun. Aksi Dotcom juga bikin pemegang  hak cipta di Amerika Serikat merugi 500 juta dolar AS.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Berkewarganegaraan  ganda: Finlandia dan Jerman, Dotcom memilih Hong Kong sebagai kantor  pusat Megaupload Ltd. Ia sendiri tinggal di utara Auckland, Selandia  Baru. Meski berkantor pusat di Hong Kong, Departemen Kehakiman AS  menduga, Kim Dotcom cs ini memanfaatkan jaringan server yang tersebar di  seluruh dunia, termasuk di negara bagian Virginia AS. Inilah yang jadi  dasar mengapa FBI bergerak. Kepolisian Selandia baru sendiri dikontak  FBI  awal 2012.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu siapa sebenarnya Kim Dotcom? Lahir di Kiel,  Jerman, Dotcom -- yang kemudian dikenal sebagai Schmitz - dikenal sosok  yang cerdas dan berbakat. Sejak kecil, ia suka membuat tiruan games dan  menjualnya ke kawan-kawan sekolahnya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Begitu ia mengenal internet,  seperti dikutip koran Jerman &lt;em&gt;Die Welt,&lt;/em&gt;  Schmitz sudah bisa meretas komputer. Sejak itu, aksinya sebagai peretas  dimulai. Schmitz misalnya, pernah membobol jaringan komputer Petagon  dan NASA. Bahkan sempat mengamati satelit real time dari Istana Saddam  Husein selama perang Teluk Persia berlangsung. Ia juga meretas keamanan  banyak sekali bank-bank besar dan memalsukan banyak sekali transaksi  kartu kredit.  Aksinya itu membuat Schmitz  mendekam di penjara Munich,  hampir dua tahun lamanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Andreas Bogk, peretas senior yang juga anggota &lt;em&gt;the Chaos Computer Club&lt;/em&gt;,  mengaku tak kenal Schmitz secara pribadi. Ia hanya tahu, Dotcom cukup  populer di kalangan peretas tahun 1990-an. Saat itu, Dotcom mendirikan  sebuah komunitas hacker khusus perangkat lunak. Dan sistem komputer yang  digunakan itu untuk meng-upload software bajakan dari orang lain.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun  1998, ketika bebas dari penjara, Schmitz mendirikan jasa keamanan  komputer dan investasi modal ventura melalui Kimvestor perusahaan. Saat  itu, seperti dilansir Majalah Jerman Der Spiegel, Schmitz pernah membual  ia bakal menyaingi Bill Gates sebagai orang terkaya dunia.  "Saya lebih  cerdas daripada Bill Gates," katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahun 2001, Schmitz masuk bui lagi setelah sukses melakukan insider trading dalam situs bisnis online &lt;em&gt;letsbuyit.com&lt;/em&gt;.  Akibat aksinya itu, Schmitz membuat lebih dari $ 1 juta saham melonjak.  Schmitz yang saat itu melarikan diri ke Thailand akhirnya diekstradisi  dan pengadilan menjatuhkan hukuman percobaan, 20 bulan dan denda 100  ribu euro. &lt;br&gt; &lt;br&gt;Sejak itu, tak terdengar lagi kabarnya, sampai  aparat menemukan jejaknya di Selandia Baru dan Hongkong. Schmitz sendiri  baru pindah ke Selandia Baru tahun 2005. Menikah dan memiliki tiga  orang anak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dia dan keluarganya pindah ke sebuah rumah besar  senilai US $ 24 juta bernilai jutaan dolar di luar Auckland. Ia  menginvestasikan minimal NZ $ 10 juta ($ 8.000.000) di Selandia Baru  demi mendapat permanen resident. Membeli belasan mobil mewah dan menamai  pelat mobil dengan sesuka hatinya. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Schmitz juga mendonasi $ 500  ribu untuk membeli kembang api demi perayaan tahun baru 2012. Saat  kembang ati meledak, Schmitz membawa anak dan istrinya menikmati kembang  api itu dari helikopter pribadi mereka.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lagi-lagi semua  kemewahan dan aksinya berakhir pekan lalu. Saat puluhan polisi  mengerebek di rumah mewahnya dan menyita seluruh kekayaannya.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-709346231919059686?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1oGkoWhCy8swPcnuAM9hFcGqi8M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1oGkoWhCy8swPcnuAM9hFcGqi8M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1oGkoWhCy8swPcnuAM9hFcGqi8M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1oGkoWhCy8swPcnuAM9hFcGqi8M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/AtFje9l9HHg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/709346231919059686/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=709346231919059686" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/709346231919059686?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/709346231919059686?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/AtFje9l9HHg/siapa-sebenarny-kim-dotcom-ceo.html" title="Siapa Sebenarny Kim Dotcom, CEO Megaupload?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/01/siapa-sebenarny-kim-dotcom-ceo.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEQNQnw9fip7ImA9WhRUEUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-6486061572486700737</id><published>2012-01-21T04:52:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T10:26:33.266+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-21T10:26:33.266+07:00</app:edited><title>Anak Kecil Tidak Tahu Kebenaran Tetapi Dicekoki Kebenaran</title><content type="html">  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Judul  itu belum selesai. Maksud saya, anak kecil tidak tahu kebenaran akan  tetapi mereka hanya menyuarakan hal-hal yang dianggap kebenaran karena  hasil dicekoki oleh para orang tua mereka. Bagi saya anak kecil tidak  lain dan tidak bukan hanyalah proyeksi idealisme orangtua akan sesuatu  hal. Banyak &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;orang tua yang mencekoki bayi-bayi yang baru  lahir dengan nilai-nilai yang mereka anggap benar, atau mungkin mereka  yakini sebagai satu-satunya &lt;a href="http://filsafat.kompasiana.com/2011/06/16/contoh-relatifitas-kebenaran/"&gt;kebenaran&lt;/a&gt;.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Nak, begini lho yang paling benar." atau "Yang benar &lt;i&gt;tuh &lt;/i&gt;begini  bukan begitu." kata ayah atau ibunya. Setelah dicekoki, kemudian  anak-anak kecil itu dipaksa untuk melakukannya meski dalam kondisi tanpa  terpaksa. Karena dalam konstruksi sosial ada yang namanya rekayasa  sosial. Dalam kondisi ter-rekayasa sulit menyadari bahwa mereka sedang  direkayasa perilaku, pemikiran, pemahaman dan sudut pandangnya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang lihat ini:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156740" title="1327113601258572487" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327113601258572487.jpg" alt="1327113601258572487" width="419" height="279"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak  kecil dia sudah diajari bahwa KAPITALISME itu biadab, meskipun dia  tidak kenal siapa itu John Locke, bahkan mungkin orang tuanya juga tidak  tahu namun meyakini begitu karena juga korban indoktrinasi. Atau  misalkan ini;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156741" title="13271136881301356413" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13271136881301356413.jpg" alt="13271136881301356413" width="420" height="279"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Memangnya  anak-anak kecil itu mengerti arti daripada spanduk dan slogan-slogan  yang digenggam di tangannya? Atau mungkin ada anak-anak kecil atau  dibawah umur yang sudah dicekoki bahwa lebih baik dipoligami daripada  berzina?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156742" title="1327113785997444027" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327113785997444027.jpg" alt="1327113785997444027" width="411" height="316"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau  dicekoki bahwa hanya khilafah-lah satu-satunya sistem paling hebat dan  unggul, sedangkan demokrasi, monarki dan sebagainya sama dengan haram?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156743" title="13271138641825592214" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13271138641825592214.jpg" alt="13271138641825592214" width="427" height="270"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau  mungkin dilatih mengangkat senjata sambil dicekoki bahwa diri mereka  adalah tentara Tuhan sedangkan selain mereka adalah musuh Tuhan?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156744" title="132711396849487630" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/132711396849487630.jpg" alt="132711396849487630" width="413" height="267"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian  anak-anak kecil itu tumbuh menjadi dewasa, menjadi baligh, dan bergaul  dengan dunia luar selain dari lingkungan atau milieu rumahnya. Di  sinilah timbul dilema bagi mereka, apakah tetap memertahankan  nilai-nilai hasil indoktrinasi atau pencekokan orang tuanya, ataukah  justru berubah dan melawan? Atau mencoba untuk adaptif dan kompromistis  antara nilai-nilai dalam keluarganya dan nilai-nilai lain yang dia  terima dari luar?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masalah  tambah rumit apabila ternyata para orang tua yang sudah susah payah  mencecoki anak-anak mereka dengan hal-hal yang mereka anggap sebagai  kebenaran, tiba-tiba merasa terganggu dengan hal-hal lain yang dalam  pandangan mereka adalah menyimpang. Biasanya para orang tua tidak punya  tenaga untuk menghalau dan bisanya hanya marah serta mengutuk. Lantas  apakah sampai sekarang kita masih mencekoki anak kita? Itu semua  pilihan, kembali kepada bagaimana cara kita membangun keluarga. Tidak  pula saya menyalahkan karena bagaimanapun juga tiap individu punya  kepentingan, entah itu anak atau orang tua. Saya hanya ingin membongkar  konstruksi sosialnya saja dengan bahasa sederhana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;i&gt;ps. tiada lagi kata-kata. "anak kecil aja tau mana yang benar." semua itu produk fabrikasi pencekokan. Selamat Mencekoki!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-6486061572486700737?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mGIz16-XPYNO09xpf39spNgFrbA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mGIz16-XPYNO09xpf39spNgFrbA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mGIz16-XPYNO09xpf39spNgFrbA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mGIz16-XPYNO09xpf39spNgFrbA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/P20rsCFDfBU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/6486061572486700737/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=6486061572486700737" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6486061572486700737?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6486061572486700737?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/P20rsCFDfBU/anak-kecil-tidak-tahu-kebenaran-tetapi.html" title="Anak Kecil Tidak Tahu Kebenaran Tetapi Dicekoki Kebenaran" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2012/01/anak-kecil-tidak-tahu-kebenaran-tetapi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUAMQ3cycSp7ImA9WhRWFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-9071458132357401559</id><published>2011-12-30T18:46:00.000+07:00</published><updated>2012-01-02T11:16:22.999+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-02T11:16:22.999+07:00</app:edited><title>Konflik Sunni-Syi'ah Timur Tengah Dibawa ke Indonesia</title><content type="html">  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-152302" title="13252613992054086072" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/13252613992054086072.jpg" alt="13252613992054086072" width="266" height="194"&gt;Mengagetkan  mendengar kabar pembakaran terhadap pesantren Syi'ah di Sampang Madura.  Patut diketahui sebelumnya bahwa konflik Sunni-Syi'ah adalah konflik  yang sudah bertahan ratusan abad dan mengiringi perjalanan konstruksi  ortodoksi Islam, baik untuk Sunni, Syi'ah, maupun aliran teologis serta  politik lainnya di dalam komunitas muslim. Entah mengapa konflik ini  sengaja dipelihara dari tahun ke tahun bahkan sampai pula ke Indonesia.  Di era Orde baru pun pemerintah melalui instrumen agamanya yakni MUI  pernah mengeluarkan fatwa tentang Syi'ah yang berujung pada himbauan  agar masyarakat "harus" menaruh curiga terhadap eksistensi Syi'ah.  Bahkan Kementrian agama juga merilis daftar penyimpangan Syi'ah dari  arus mainstream yakni Sunni.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam menanggapi pemberitaan tentang pembakaran pesantren Syi'ah berbagai reaksi bermunculan termasuk wacana &lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/290799/pemkab-sampang-tawarkan-program-transmigrasi-ke-syiah"&gt;transmigrasi&lt;/a&gt;  bagi pengikut syi'ah.  Jadi demi eksistensi, maka yang marginal  terpaksa harus direlokasi.  Apakah langkah tersebut sudah tepat? Namun  yang paling menjadi  pertanyaan pokok adalah adanya ketakutan pada level  akar rumput.  Ketakutan bahwa apa yang sudah mapan kemudian digugat  oleh eksistensi  kelompok lain yang berbeda. Tetapi karena tak sanggup  menerima dengan dialog maka yang muncul adalah sikap reaksioner dengan  alasan penyebaran aliran.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari lalu kita mendengar berita terbaru dari Timur Tengah tepatnya di Yaman yang melibatkan &lt;a href="http://aqidahshalihah.multiply.com/journal/item/8/Kejahatan_Syiah_di_Yaman_Membunuh_Warga_Negara_Indonesia"&gt;tewasnya dua orang WNI akibat serangan pemberontak Syi'ah&lt;/a&gt;.  Entah apakah kabar tersebut bisa dikonfirmasi kebenarannya bahwa pelaku  penyerangan itu dari kalangan Syi'ah atau bukan, tetapi jelas konflik  antara Sunni-Syi'ah ini sengaja diungkit kembali di era modern.  Sebenarnya sulit juga mengaitkan antara apa yang terjadi di Timur Tengah  dengan di negeri ini, namun umat Islam di Indonesia tak bisa dilepaskan  dari tradisi besar-nya yang ada di Timur Tengah. Dengan media informasi  semakin terbuka maka setiap informasi akan mudah disebarkan baik  melalui lisan dan cara-cara tradisional maupun melalui teknologi seperti  internet. Apalagi ditambah bumbu manis surgawi membela kebenaran dan membasmi kesesatan. Tambah semarak lagi yang namanya konflik antar/intra umat beragama.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang  patut disayangkan adalah konflik antar atau intra umat beragama di  Indonesia kerap sekali berujung pada aksi kekerasan. Mengapa? sampai  sekarang pun saya tak pernah mendapat jawaban pasti karena yang ada  hanya spekulasi dan penyelesaian yang tidak tuntas. Lalu pasca konflik  tersebut pertanyaannya adalah apakah umat Islam di Indonesia harus  menerima konflik impor yang sudah berlangsung sejak ratusan abad lalu?  Sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dapatkah kita memandang bahwa  mereka juga saudara-saudara kita? Apakah nurani kita telah dibutakan  oleh agama jika ternyata agama memang bisa membutakan kita. Atau  lagi-lagi peristiwa ini hanya pengalihan isu dan sengaja dipelihara oleh  elit-elit yang punya sejuta kepentingan politik?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia, Indonesia, se-barbar itukah bangsa ini?&lt;/p&gt;     &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-9071458132357401559?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLUSdiSYRJ5xdTtBSi_v8sthlrI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLUSdiSYRJ5xdTtBSi_v8sthlrI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLUSdiSYRJ5xdTtBSi_v8sthlrI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/FLUSdiSYRJ5xdTtBSi_v8sthlrI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/FiaPH5FUgqU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/9071458132357401559/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=9071458132357401559" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/9071458132357401559?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/9071458132357401559?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/FiaPH5FUgqU/konflik-sunni-syi-timur-tengah-dibawa.html" title="Konflik Sunni-Syi&amp;#39;ah Timur Tengah Dibawa ke Indonesia" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/konflik-sunni-syi-timur-tengah-dibawa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIEQnY7eSp7ImA9WhRWEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-8218105132408032651</id><published>2011-12-30T09:50:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T20:08:23.801+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-30T20:08:23.801+07:00</app:edited><title>Akankah Budaya dan Tradisi Indonesia Punah?</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-152240" title="1325231026466479365" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/1325231026466479365.jpg" alt="1325231026466479365" height="380" width="355"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan  apa suatu tradisi atau budaya dapat menghilang? jawabannya bisa dengan  perang, pergeseran makna, kolonisasi, modernisasi, atau mungkin agama.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saya  hanya akan menyoroti yang terakhir. Kalau media televisi, terutama yang  sering menyuarakan seputar budaya dan tradisi bangsa, kebanyakan  menuding modernisasi dan globalisasi sebagai faktor dominan yang dapat  mengikis budaya dan tradisi bangsa. Contohnya produk impor semisal  budaya asing yang kerap dikonotasikan dan diasosiasikan dengan budaya  Barat atau westernisasi, secara perlahan telah mengubah &lt;i&gt;mindset &lt;/i&gt;generasi muda dalam memandang dan menghargai budaya serta tradisi negeri sendiri.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contoh  sederhana adalah diri saya sendiri, terlahir sebagai orang Jawa karena  ayah saya berasal dari Jawa Tengah. Lalu mengikuti garis Patrilineal  maka saya harus mengaku orang Jawa sekalipun Ibu saya berasal dari Jawa  Barat. Tetapi sayangnya orang tua saya sudah pindah ke Jakarta ketika  mereka melahirkan saya dan berdomisili di Bekasi yang banyak ditinggali  orang Betawi karena tanah-tanah mereka di Batavia tergusur jalan, pusat  perbelanjaan, perkantoran dan hunian bertingkat. Lantas apakah saya  masih orang Jawa?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak tahu. Sekarang ini kalau ditanya, "Kamu orang mana?" saya cuma bilang, "Orang Indonesia &lt;i&gt;aja&lt;/i&gt;."  karena di rumah saya sendiri, Ayah saya tidak pernah mendidik dan  menyuruh anak-anaknya belajar atau menggunakan bahasa Jawa. Saya baru  bisa dan paham bahasa Jawa karena pernah pesantren di daerah Jawa,  tetapi sekembalinya ke Bekasi lagi-lagi berbahasa Indonesia yang  dibilang bahasa pemersatu. Jika bahasa adalah produk budaya, mungkinkah  produk budaya didistorsi oleh stigma?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jawabannya adalah bisa. Mengapa? Dalam keluarga saya ada larangan menggunakan kata "Elu dan Gue." menurut ayah saya kata-kata &lt;i&gt;Elu &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Gue&lt;/i&gt;  adalah bahasa orang jalanan dan preman. Saking kasarnya, dulu ketika  kecil saya dan adik-adik saya suka dimarahi kalau ketahuan memakai  bahasa &lt;i&gt;Elu-Gue&lt;/i&gt; ketika bicara dengan teman-teman sepermainan. Padahal orang Betawi justru antara ayah dan anak dan sesama tetangga berbicara &lt;i&gt;Elu-Gue&lt;/i&gt;, bagi mereka &lt;i&gt;Elu-Gue &lt;/i&gt;adalah bahasa pergaulan dan keakraban. Bahasa gotong royong dan &lt;i&gt;tepo seliro&lt;/i&gt;. Bukan bahasa gelandangan, &lt;i&gt;homeless&lt;/i&gt;,  dan lainnya. Distorsi bahasa itu menyebabkan penyempitan makna  sedemikian rupa sehingga implikasinya adalah terjadi dalam praksis  sosial keseharian. Bahkan kalau di keluarga saya sekarang sudah diganti  dikit-dikit dengan bahasa arab seperti kata &lt;i&gt;Abi, Ummi, ana, antum, tasamuh, ta'aruf, &lt;/i&gt;dll.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekarang  bagaimana dengan Batik yang beberapa tempo lalu dibanggakan serta  dibela mati-matian akibat "pencolongan" Malaysia yang suka main klaim.  Kalau dikembalikan kepada bagaimana budaya dan tradisi bisa menghilang  dan salah satunya dikarenakan faktor agama, maka saya bisa  membuktikannya. Di keluarga saya yang sudah terwahabisasi, tidak ada  satu pun batik apalagi kebaya. &lt;i&gt;Boro-boro &lt;/i&gt;menghadiri undangan  memakai kebaya, pakaian nasional itu sudah diharamkan untuk dipakai  dalam keluarga saya. Mengapa kebaya haram? karena menunjukkan lekuk  tubuh para perempuan yang menurut Islam ala Wahabi adalah haram sehingga  Kebaya diganti oleh Abaya, pakaian perempuan seperti di Arab Saudi yang  hitam-hitam dengan jubah dan jilbab besar. Itulah pakaian para  perempuan di keluarga saya dan itu pula yang dipakai keluar rumah baik  ada acara tertentu atau hanya ke pasar.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi Batik &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;hanya  kain apakah haram? Haram bagi laki-laki jika berbahan dasar sutra.  Tetapi kalau ayah saya lebih memilih yang mudah. Daripada membeli batik  yang harganya mahal, lebih baik beli kain putih lalu dijahit sendiri  jadi jubah panjang ala pakaian lelaki Arab yang disebut &lt;i&gt;Jalabiyah&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;gamis&lt;/i&gt;.  Alih-alih, seperti iklan di televisi ketika menampilkan artis yang  kalau tidak salah berkata, "Sadar nggak, kita pake Batik karena  menghargai tangan-tangan yang membuatnya." tetapi kalimat itu tidak ada  di  dalam keluarga saya. Berpakaian intinya harus sesuai ajaran agama,  bukan sesuai &lt;i&gt;tren fashion&lt;/i&gt; atau karena tradisi budaya bangsa.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah  yang saya sebut mengapa budaya atau tradisi suatu bangsa bisa punah dan  tergantikan oleh tradisi lain yang berasal dari agama. Boleh saja pada  level permukaan kita melihat seolah budaya dan tradisi di Indonesia  semakin terangkat dan dikedepankan sebagai sebuah &lt;i&gt;banner &lt;/i&gt;untuk  menghadapi serbuan produk impor. Namun di tingkat akar rumput, justru  realitas kadang berbeda dengan apa yang ditampilkan media. Agama begitu  penting dan menjadi pijakan dasar ketika seorang anak manusia baru  dilahirkan. Tetapi ternyata doktrin, dogma, dan akar kemapanan suatu  agama tidak semata turun dari langit sebagai suatu yang ajeg, melainkan  juga dikonstruk oleh faktor manusianya, kondisi sosial, politik, dan  lain-lain sehingga Islam sebagai sebuah agama mau tidak mau tidak dapat  dilepaskan dari pengaruh kelompok-kelompok atau aliran-aliran dalam  Islam.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda ingin mencoba melepaskan dengan berkata, "Gue &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;Islam  tanpa embel-embel." itu hanya pelarian anda saja yang seolah objektif.  Anak kecil itu polos, namun orang tua-nya lah yang mencekoki doktrin  karena orang tua sudah terpenjara dogma dan ortodoksi agama. Jika orang  tuanya muslim tetapi beraliran Wahabi seperti ayah saya, maka bisa  dipastikan anak-anaknya juga muslim Wahabi, kecuali jika ingin  menyimpang seperti saya yang menjadi seorang sekuler. Bisa dipastikan  umat beragama di Indonesia ini mengikuti warisan orang tuanya, kalaupun  ada yang menyimpang atau pindah agama paling hanya sekian persen saja.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itulah  agama, sepele namun memberikan ekses besar bagi masyarakat kita,  pegangan dan pijakan dasar manusia. Tak ayal apabila Indonesia telah  ter-Wahabisasi seluruhnya, maka tradisi dan budaya Indonesia akan  semakin punah karena terlalu banyak yang mesti dikonfirmasikan dengan  agama; apakah sesuai atau tidak. Namun entah kabar bagus atau buruk,  siapa tahu justru di kemudian hari cadar, abaya, jalabiya, gamis menjadi  budaya Indonesia. Karena budaya itu &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;tidak ajeg, bisa berubah dan berganti.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Siapkah? &lt;i&gt;Hehehe...&lt;/i&gt; &lt;i&gt;agama... agama&lt;/i&gt;... &lt;i&gt;sumber kuasa paling besar bagi umat manusia&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-8218105132408032651?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVKcy4DJweiKb7EQQ8VMZ4xQsHk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVKcy4DJweiKb7EQQ8VMZ4xQsHk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVKcy4DJweiKb7EQQ8VMZ4xQsHk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JVKcy4DJweiKb7EQQ8VMZ4xQsHk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/FnuuYp4zj3E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/8218105132408032651/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=8218105132408032651" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/8218105132408032651?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/8218105132408032651?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/FnuuYp4zj3E/akankah-budaya-dan-tradisi-indonesia.html" title="Akankah Budaya dan Tradisi Indonesia Punah?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/akankah-budaya-dan-tradisi-indonesia.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MFSHo-fCp7ImA9WhRXFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-741329962067847149</id><published>2011-12-24T00:59:00.000+07:00</published><updated>2011-12-24T06:03:39.454+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-24T06:03:39.454+07:00</app:edited><title>Mereka yang Natalan, Kita yang Ribut</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sabtu  shubuh tanggal 24 Desember, tayangan pengajian bergentayangan di  televisi. Ramai-ramai sibuk membicarakan tema yang menyerempet soal  Natal. Ada yang membahas surat al-Ikhlas, ada yang terang-terangan  mengulas soal ucapan selamat Natal dan menghadiri perayaan Natal. Tidak  cuma di televisi tetapi di internet pun sama. Berulangkali larangan dan  ulasan mengenai natal diposting dari tahun ke tahun yang isinya itu-itu  saja.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Woi&lt;/i&gt;  para pendakwah. kalian ini orang Islam. Tetapi Umat lain yang natalan  mengapa kalian yang ribut. Dari tahun ke tahun umat Islam juga bisa baca  tulisan atau mendengarkan ceramah kalin tentang larangan menghadiri  perayaan natal dan sebagainya. Apalagi sampai membahas soal Nabi Isa  segala. Terserah orang Kristen-lah mau percaya Isa itu TUhan atau bukan.  Karena itu doktrin keimanan mereka. Mengapa kalian ikut campur atas  doktrin ajaran agama lain.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biasanya  dalil apologetis mereka adalah dalam rangka saling menasehati antar  umat Islam dan menjaga dari bahaya-bahaya yang dapat merusak akidah.  Tetapi &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt; juntrungannya malah mengutak-atik ajaran agama lain  sampai ke hal-hal periferal dan aksesoris seperti membahas soal  sinterklas, sejarah pohon natal, atau menggurui orang Kristen soal  tanggal 25 desember dan mitos-mitos di belakangnya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang  Islam selalu bangga dengan Kristologi yang lebih tepat dibilang ilmu  melucuti Kristen. Tetapi ketika deretan orientalis melakukan hal serupa,  menelanjangi Islam, reaksi spontan muncul berikut segala macam  tudingan, "Misionaris Kristen, gerakan pemurtadan, penodaan agama."  Padahal orang Islam yang ngomong Yesus bukan Tuhan dan koar-koar di  televisi juga bisa dibilang penodaan agama. Mereka bukan orang Kristen,  tidak mengimani sebagaimana iman Kristiani. Eh, tiba-tiba datang sembari  merinci kesesatan orang Kristen. Kalau bukan namanya penodaan agama, ya  bikin rusuh.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Toh&lt;/i&gt;  tetap saja banyak orang Islam yang punya sahabat atau anggota keluarga  besarnya ada yang beragama Kristen, lantas mereka mengucapkan selamat  sebagai tanda menghormati dan menghargai agama lain. Ikut makan-makan,  mengadakan acara kumpul keluarga sebagaimana di hari Idul Fitri. Tradisi  begini bukan cuma ada di Indonesia, tetapi di Timur Tengah dan Eropa  atau Amerika. Meski berbeda agama tetapi tetap rukun dan menghargai  serta menghormati perbedaan tersebut tanpa perlu ada gunjingan dan  omongan macam-macam di belakang. Jelas bahwa &lt;i&gt;bagimu agamamu &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;bagiku agamaku&lt;/i&gt; benar-benar dipraktikkan. Tetapi mengapa di Indonesia ini &lt;i&gt;kok &lt;/i&gt;muncul kelompok-kelompok yang masih saja "usil" atas nama dakwah dan penjaga akidah. Jualan  usang namun sengaja diulang biar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;marketable &lt;/span&gt;sampai akhir zaman.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-741329962067847149?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1dEaDAEqnkXgP58GY6pbNYES7Jo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1dEaDAEqnkXgP58GY6pbNYES7Jo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1dEaDAEqnkXgP58GY6pbNYES7Jo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1dEaDAEqnkXgP58GY6pbNYES7Jo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/tzlMux4nDDM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/741329962067847149/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=741329962067847149" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/741329962067847149?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/741329962067847149?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/tzlMux4nDDM/mereka-yang-natalan-kita-yang-ribut.html" title="Mereka yang Natalan, Kita yang Ribut" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/mereka-yang-natalan-kita-yang-ribut.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYBQHc6eCp7ImA9WhRXEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-1419325175949100588</id><published>2011-12-17T18:08:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T00:15:51.910+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-18T00:15:51.910+07:00</app:edited><title>Ternyata Jodoh Saya Bukan Dokter</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu waktu kecil saya terpukau dengan yang namanya dokter, seragam putihnya dan bau ruangannya. Mungkin jika yang namanya steril bisa didefinisikan lewat penciuman, semua mengarah ke ruangan seorang dokter yang sangat berbeda dengan kantor tempat ayah saya bekerja. Setiap ada orang bertanya, "Kalau besar mau jadi apa?" lekas kujawab, "Jadi dokter." tetapi sangat disayangkan otak yang saya punya cuma pas-pasan. Lagipula di mata ayah saya, profesi dokter tidak lebih prestis dan sangat jauh ketimbang ustaz-ustaz yang suka jualan agama di mimbar masjid. Itulah profesi paling mulai di mata ayah saya. Sebagai anak pertama saya harus mengikutinya. Di tambah lagi sumpah serapah ayah waktu saya dapat nilai merah pada pelajaran Matematika, "Goblok!" ya goblok katanya, "Bagaimana mau jadi dokter kalau Matematika merah." &lt;br&gt;&lt;br&gt;Nahasnya peristiwa itu terus tertanam di kepala saya hingga sekarang saya membenci Matematika. Namun sampai setahun lalu saya masih mengagumi profesi dokter. Ada sebuah film yang saya suka tentang dunia kedokteran, yaitu Dr. House, andaikan saya seorang dokter mungkin berlagak mirip Dr. House yang nyentrik dan nyeleneh. Bicara soal nyeleneh, dari kecil yang namanya nyeleneh sudah menjadi tabiat saya. Ciri khas ke-nyelenehan saya adalah anti kemapanan dan anti dominasi walaupun tidak pernah melakukan pemberontakan atas dominasi tersebut. Contohnya ketika ayah saya menyekolahkan ke Pesantren. Terus terang saya membenci keputusan itu. Namun karena tidak bisa memberontak terpaksa saya turuti saja kemauannya. Enam tahun di pesantren masa sekolah menjemukan dan saya lalui dengan kenyelenahan. Misalkan, saya malah asik main band dan sering bolos. Saya tidak pernah masuk pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia. Sewaktu digiring ke kantor guru kanseling, saya bentak-bentak si guru, "kalau memang nggak suka ya nggak suka. Mau diapain lagi."&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lantas mengapa saya bisa lulus pesantren? karena semua pelajaran berbau sejarah, bahasa Arab-Inggris, dan filsafat ternyata mendapatkan nilai tinggi. Jujur waktu itu saya belum kenal filsafat sampai ketika ke Mesir salah seorang mahasiswa semester akhir memberikan buku Dunia Sophie yang membuat saya takjub. Baru saya pelajari bahwa antropologi, sosiologi, sejarah, bahasa, dan pelajaran-pelajaran yang membuat saya bisa lulus sekolah, semuanya bersumber dari filsafat. Akhirnya saya tidak pernah belajar apapun di Mesir, kerjaan saya cuma membaca buku-buku filsafat dan jalan-jalan mengunjungi situs-situs wisata yang berbau mitos dan sejarah. Sekali lagi saya nyeleneh. Mungkin ke-nyelenehan saya juga berasal dari ayah saya, misalkan ayah saya selalu meloncat-loncat dari satu aliran ke aliran lain dalam beragama. Dari NU, Muhammadiyah, PERSIS, Sufi, dan lain-lain. Yang menjengkelkan adalah setiap dia meloncat, selalu mengajak saya ke tempat-tempat yang dia loncati.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun ayah saya mentok di Wahabi yang tak bisa lagi dia meloncat kesana-kemari. Suatu ketika ayah saya bilang, "Dulu kamu kepengin jadi dokter." dalam hati saya berkata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; andai tidak disekolahkan ke agama pasti sudah jadi dokter&lt;/span&gt;. "Bagaimana kalau cari istri yang dokter saja?" katanya. Aduh, ide gila apa lagi ini. Sulitnya jadi anak pertama adalah bahwa kamu harus menurut apa kata orang tua karena kamu pewaris tahta. Ya, Tuhan, mengapa ajaran feodal begini terus diterapkan di negeri ini. Okelah lagi-lagi saya mengiyakan ketika dikenalkan oleh seorang dokter, anak kawan bisnis ayah saya. Di sinilah muncul kejijikan saya terhadap profesi dokter setelah bertahun selalu saya kagumi. Mungkin saya terlalu sterotip, tetapi perjumpaan itu telah mengubah persepsi saya. Apalagi di Indonesia setelah adanya komersialisasi pendidikan, yang namanya dokter itu kebanyakan dari kalangan orang kaya. Biaya kuliahnya saja mahal, kalau tidak dapat beasiswa mustahil masuk jurusan kedokteran selain anak orang kaya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebut saja namanya Nina, berkulit putih, cantik, dan berambut sebahu. Saya heran mengapa calon dokter itu suka mengenakan blus putih berleher tinggi berlengan panjang. Mahasiswi kedokteran di kampus tempat saya mengambil pendidikan pascasarjana juga banyak pemandangan begitu, mereka berjalan dengan rata-rata pakaian serupa ditambah jas putih yang dulu bagian dari simbol yang saya kagumi. Tetapi setelah saya memelajari bagaimana simbol menurut Melucci dapat memobilisasi massa dan dijadikan bagian dari relasi-kuasa ala Foucault, atau perang simbol dalam simulacra-nya Baudrillard. Justru penampilan Nina di depan saya tampak menggelikan, seolah dia hendak menghegemoni saya dengan menunjukkan pakaiannya agar saya menangkap representasi simbol itu dan mengiyakan kewibawaannya. "Saya dokter lho." mungkin begitu kalau diterjemahkan dengan kata-kata.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pertama kali yang saya tangkap darinya adalah ke-eksakta-an cara berpikir seorang dokter bahwa 1+1=2. Itulah rumus umum dalam kehidupan bagi seorang dokter, tetap berpegang pada rumus atau pedoman utama. Latar belakang ayahnya si Nina adalah muallaf yang ketika masuk Islam langsung bertemu aliran Wahabi yang puritan. Entah mungkin dia kecewa terhadap ayahnya yang tiba-tiba menjadi keras dalam mendidik anak-anaknya, yang kutangkap ada kemarahan di dalam dirinya ketika obrolan kami menyerempet kepada agama. Sambutannya hanya kalimat sarkastik. Menurut saya mungkin dia marah karena dunia sains yang dia pelajari sama sekali tidak mendapatkan penghargaan dari ayahnya. Karena itu dia membenci perbincangan tentang agama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;"Kenapa sih kita tidak bisa hidup seperti kebanyakan orang." dan yang dia maksud adalah seperti bagaimana orang lain menikmati dunia ini dengan damai dan tenang tanpa ada perdebatan siapakah yang sesat di antara Sunni atau Syi'ah. Tanpa ada perdebatan panjang hanya untuk mengatakan mana yang bid'ah dan sesat. "Mengapa kita tidak bisa hidup dengan yang objektif-objektif saja, yang sudah diketahui kebenarannya secara saintifik." seperti, mengapa harus memertentangkan antara berbekam dan menyuntik antibiotik hanya karena berbekam itu sunnah Nabi. Atau apa pentingnya memerjuangkan orang sakit untuk meminum Habbat Sauda, ketimbang diterapi seorang dokter ahli, hanya karena ada hadis mengatakan bahwa Habbat Saud itu obat dari segala obat selain kematian. Nina sudah lelah dengan semua itu, dan membuatnya lelah terhadap obrolan tentang agama.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya yang dia bicarakan soal dunia kedokteran yang ingin dia kejar, tentang penelitian-penelitian hebat ilmuan-ilmuan hebat dunia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu pikir saya nggak tahu apa-apa tentang sains. &lt;/span&gt;Padahal kalau dia mau bicara soal sains dalam agama, lihat saja para filsuf-filsuf muslim yang juga merangkap sebagai dokter atau saintis yang terkenal di zamannya. Namun dia tidak mau tahu soal itu, menurutnya apa yang kuceritakan adalah zaman kegelapan, dan abad modern adalah zaman pencerahan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jadi sekarang dia bicara gaya positivisme-nya Comte&lt;/span&gt; yang sudah usang dan banyak kena kritikan&lt;/span&gt;. Itulah kurangnya seseorang yang belajar kedokteran, tidak punya kajian interdisipliner di kepalanya. Saya bersyukur dulu di SMA tidak lulus masuk IPA dan terhempas di IPS. Sedangkan di pesantren saya, jurusan IPS adalah kumpulan anak-anak berotak pas-pasan. Sementara jurusan IPA terdiri dari orang-orang jenius yang menempati posisi sepuluh besar dari semua kelas sebelum ada program penjurusan. Sebenarnya ada satu lagi jurusan Bahasa yang redup dan mati di kandang sendiri, karena kekuatan pesantren pada dasarnya penguasaan bahasa Arab dan Inggris, namun ketika zaman saya sekolah benar-benar tak ada peminatnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Obrolan demi obrolan dengan Nina membuat saya pusing dan cuma bisa bikin saya diam sembari memaki dalam hati. Kekaguman akan profesi yang pernah saya cita-citakan itu kandas sudah. "Bagaimana, cocok nggak sama si dokter?" tanya ayah saya beberapa bulan setelah perkenalan itu. Jawaban saya cuma angkat bahu, "Nggak tahulah." maksud saya begitu. Mungkin memang saya tidak cocok jadi dokter dan beristri seorang dokter. Mulai saat itu saya kembali nyeleneh, bahwa jodoh bukanlah di tangan Tuhan, melainkan di tangan saya sendiri. Ya, saya memang tidak berjodoh dengan dokter.   &lt;/div&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-1419325175949100588?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0QpR3j3w-xMH_dfqEIXzmL5Rz8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0QpR3j3w-xMH_dfqEIXzmL5Rz8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0QpR3j3w-xMH_dfqEIXzmL5Rz8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0QpR3j3w-xMH_dfqEIXzmL5Rz8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/u36VxhlXKsg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/1419325175949100588/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=1419325175949100588" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/1419325175949100588?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/1419325175949100588?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/u36VxhlXKsg/ternyata-jodoh-saya-bukan-dokter.html" title="Ternyata Jodoh Saya Bukan Dokter" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/ternyata-jodoh-saya-bukan-dokter.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8HR3s7eip7ImA9WhRXEU4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-7398713111046577833</id><published>2011-12-17T07:55:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T22:13:56.502+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-17T22:13:56.502+07:00</app:edited><title>Menikah Bukan Kewajiban Tetapi Pilihan</title><content type="html">  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-156884" title="13241008411617527729" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/13241008411617527729.jpg" alt="13241008411617527729" height="278" width="541"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menikah  itu bukan kewajiban tetapi pilihan, meskipun mampu atau tidak mampu.  Kalau anda ingin membikin dinasti, berselir banyak, beranak pinak, dan  memadati dunia ini, silahkan saja menikah. Tetapi untuk apa mengatakan  kepada orang lain, "Heh, menikah wajib lho." terserah orang lain mau  menikah atau tidak bukanlah urusan anda.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berapa  banyak manusia di bumi ini yang tidak menikah? Banyak sekali, lantas  apakah mereka sengsara, kesepian, dan sebagainya seperti yang sering  didongengkan orang-orang. Jawabannya adalah tidak, karena begitu banyak  manusia yang gembira karena tidak menikah.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apakah  orang yang tidak menikah berarti tidak dewasa? Salah. Menikah atau  tidak menikah tidak bisa dikatakan sebagai definisi dari dewasa. Atau  definisi dewasa tidak bisa dibilang salah satunya adalah telah menikah.  Itu kan hanya perkataan orang-orang yang melihat dari satu perspektif  saja. Mari kita berkelana ke luar negeri dan cobalah tidak hanya  mendekam di negeri ini saja sehingga pandangan kita hanya terbentur  kotak bernama Indonesia, maka akan kita temui beragam definisi tentang  kedewasaan dan mau tidak mau definisi yang sudah kita bangun dan yakini  sepanjang usia akan berbenturan. Kalau kita tetap mau bertahan dengan  definisi pribadi yang subjektif maka silahkan saja. Misalkan kita lihat  dari ciri-ciri kedewasaan, orang tua kita mungkin sering menasehati  bahwa dewasa itu berarti bertanggung jawab. Sekarang kita pertanyakan,  apakah bertanggung jawab harus diraih dengan menikah? Saya rasa dan saya  pikir jawabannya juga tidak. Mengapa? Karena banyak &lt;i&gt;tuh&lt;/i&gt; pemimpin negara yang tidak menikah tetapi bisa bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi  menikah juga tidak berarti banyak jika kita mau bilang sebagai indikasi  kesuksesan. Ada ragam istilah untuk kesuksesan dan definisi tentang  kesuksesan. Salah satu ciri kesuksesan adalah dinilai dari karya yang  dihasilkan. Dan sekali lagi kesuksesan tidak ada sangkut pautnya dengan  menikah atau tidak menikah. Apalagi ada orang yang bilang bahwa di  belakang pria hebat ada wanita yang hebat. Tetapi realitasnya tidak  semua seperti itu, contohnya; banyak ilmuan dunia yang berhasil  menciptakan penemuan penting atau menghasilkan teori-teori yang ratusan  tahun bertahan serta dipakai semua orang, ternyata tidak menikah atau  pernikahannya berantakan. Dari sisi materi, justru banyak orang kaya di  dunia ini yang lebih suka menyendiri ketimbang harus berkeluarga.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Oke,  mungkin kita berdalih bahwa menikah dapat mengantarkan kita ke surga.  Tetapi itu pun hanya jika kita berpegang pada satu perspektif yang  berasal dari agama, dan itu juga terbatas pada agama tertentu saja yang  memang mengajarkan pemeluknya agar berkeyakinan seperti itu. Namun  selainnya tidak, maka untuk apa tersekat-sekat dengan satu perspektif  saja. Kalau anda percaya menikah bisa memberikan tiket ke surga ya  silahkan. Tetapi jangan salahkan orang lain yang mengatakan hal itu  omong kosong. Bahkan kalau cuma bicara soal keindahan di dunia tanpa  bawa-bawa soal akhirat, kita bisa meraihnya tanpa harus menikah walaupun  orang lain berkata itu semu. Tetapi sebaliknya kita bisa juga  mengatakan bahwa keindahan dalam pernikahan itu semu, atau sama saja  dengan kamuflase dari perbudakan modern, or whatever. So, jangan mau  dikadali dengan slogan menikah itu kewajiban, karena sejatinya menikah  adalah pilihan sebagaimana pilihan-pilihan lain yang berjajar dalam  hidup kita.&lt;/p&gt; &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-7398713111046577833?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-Iy9rvRUdMREQMdfJP68uSd_JU4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-Iy9rvRUdMREQMdfJP68uSd_JU4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-Iy9rvRUdMREQMdfJP68uSd_JU4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-Iy9rvRUdMREQMdfJP68uSd_JU4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/OQUjS8aZl1E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/7398713111046577833/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=7398713111046577833" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7398713111046577833?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7398713111046577833?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/OQUjS8aZl1E/menikah-bukan-kewajiban-tetapi-pilihan.html" title="Menikah Bukan Kewajiban Tetapi Pilihan" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/menikah-bukan-kewajiban-tetapi-pilihan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAGQno-fCp7ImA9WhRQF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-6911498795063676200</id><published>2011-12-13T12:03:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T22:38:43.454+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-13T22:38:43.454+07:00</app:edited><title>Bagaimana Sistem Khilafah Menghukum Pelajar yang Bikin Video Porno</title><content type="html">  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://kupretist.multiply.com/photos/hi-res/1M/384"&gt;&lt;img style="width: 200px;height: 241px;" class="alignleft" src="//multiply.com/mu/kupretist/image/dPHxo+SAjWZn7zjPyJ3S0Q/photos/1M/300x300/384/Picture1.jpg?et=R0BbDekwFZKUuwLuVS1Ngw&amp;nmid=0" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;Judul  di atas adalah pertanyaan bagi para pendukung berdirinya kekhalifahan  Islam dan penegakkan syari'ah. Bagaimana sistem khilafah Islamiyah ini  menghukum para pelajar yang notabene umurnya masih belasan, atau  setingkat SMP-SMA ketika melakukan perzinahan sembari direkam. Apakah  mereka yang masih di bawah umur ini juga dikenakan hukuman rajam atau  hanya dicambuk?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu apakah sistem khilafah Islamiyah mengenal  batasan umur seperti istilah di bawah umur? Karena kalau dalam sistem  pemerintahan Indonesia yang sekarang, namanya di bawah umur berarti usia  sebelum 17 tahun. Memang hal itu mengacu kepada sistem Barat. Maka dari  itu, apakah sistem khilafah Islamiyah mengenal batasan umur tersebut?  Atau jika sistem khilafah mengenal batasan umur tersebut, apakah  batasannya hanya berpatokan pada masa akil baligh manusia, padahal tiap  anak laki dan perempuan mengalami menstruasi dan mimpi basah di usia  yang sangat variatif dan beragam. Bagaimana sistem khilafah ini bekerja  untuk mendata anak-anak yang sudah akil baligh ini?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kembali ke  pertanyaan pertama mengenai rajam dan cambuk. Boleh saja para pendukung  khilafah berdalih bahwa jika khilafah islamiyah ditegakkan, maka tidak  akan ada pelajar yang bikin film porno. Tetapi apakah mereka dapat  memastikan seketat apapun hukumannya, maka pelanggaran niscaya akan  tidak ada atau mustahil dilakukan? Sebagai ilustrasi, meski hukuman mati  untuk para koruptor dilegalisasikan, pasti koruptor tidak akan pernah  habis. Artinya kejahatan akan selalu ada. Dan sehebat apapun hukuman  bagi para pezina, yakni dirajam dan dicambuk, pasti pezina pun akan  tetap ada. Lalu bagaimana jika pelakunya di bawah umur?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pasti  para pembaca sudah tahu kan apa itu rajam. Pada praktiknya, seseorang  yang dieksekusi rajam akan dikuburkan dalam tanah sampai sebatas leher  sehingga hanya kepalanya saja yang nampak di permukaan. Sesuai ketentuan  agama, orang yang dirajam akan dilempari bebatuan hingga meregang  nyawa. Adapun hukuman cambuk 100 kali atau rajam bagi pelaku zina adalah  ketetapan (hudud) dari Allah SWT yang sudah tidak bisa ditawar-tawar  lagi. Hukum cambuk 100 kali bagi pelaku zina yang belum pernah menikah  dan rajam bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah sebelumnya. Tetapi  hukuman cambuk itu bukan seperti yang ada di Aceh dengan memakai rotan.   Sedangkan cambuk yang digunakan benar-benar tebal dan berduri. Selain  itu di masa Khalifah Umar, beliau tidak hanya mencambuk namun juga  mengasingkan pelaku zina selama setahun dari Madinah ke negeri Syam.  Sedangkan khalifah Utsman mengasingkannya ke Mesir. Dan para ulama  mengatakan bahwa minimal berjarak yang dibolehkan untuk mengqashar  shalat. Yaitu 4 burud atau 16 farsakh. Kalau dikonversikan dengan skala  masa sekarang ini kira-kira 90 km.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lalu apakah kita siap melihat pelajar-pelajar SMP itu dicambuki 100 kali, bahkan nyawa pun benar-benar bisa jadi taruhannya?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Entah  apakah yang ada di benak pendukung sistem khilafah dalam memandang  hukuman seperti ini manusiawi atau tidak. Namun bagi saya jelas sangat  tidak manusiawi.&lt;/p&gt;    &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-6911498795063676200?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHLNRef2KScEe_rA9GOnlHFjivU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHLNRef2KScEe_rA9GOnlHFjivU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHLNRef2KScEe_rA9GOnlHFjivU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wHLNRef2KScEe_rA9GOnlHFjivU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/P1gK8wOxjjI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/6911498795063676200/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=6911498795063676200" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6911498795063676200?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6911498795063676200?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/P1gK8wOxjjI/bagaimana-sistem-khilafah-menghukum.html" title="Bagaimana Sistem Khilafah Menghukum Pelajar yang Bikin Video Porno" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/bagaimana-sistem-khilafah-menghukum.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8HRHs5fCp7ImA9WhRQEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-298576605709078983</id><published>2011-12-06T06:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T11:13:55.524+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-06T11:13:55.524+07:00</app:edited><title>Pertanyaan Sederhana untuk Para Pendukung Khilafah Islamiyah</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-154061" title="1323144394378456484" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/1323144394378456484.jpg" alt="1323144394378456484" height="300" width="400"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa pertanyaan sederhana untuk para pendukung khilafah, karena  dengar-dengar mereka berancang-ancang bahwa di tahun 2020 Kekhalifahan  Islam sudah berdiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; 1. kalau 2020 khilafah berdiri, pusat pemerintahannya di mana? di  Indonesia-kah? kalau misalnya di Indonesia, apakah negara-negara Timur  Tengah yang notabene negara kaya seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar,  Arab Saudi, dll, mau tunduk di bawah kepemimpinan non-Arab? Atau justru  sebaliknya para pendukung khilafah ini akan mengimpor orang-orang Arab  ke Indonesia buat menjadi khalifah? atau tiap lima tahun sekali digilir  pusat pemerintahannya?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; 2. Mata uang apa yang akan digunakan oleh pemerintah baru Kekhalifahan  ini? Apakah tetap rupiah jika pusat pemerintahannya di Indonesia, atau  diganti mata uang seperti kepingan emas dan perak? Terus kalau misalnya  menggunakan mata uang baru, bagaimana meningkatkan nilai mata uang  tersebut dalam bursa kurs mata uang dunia, dan bersaing dengan Dollar  atau Euro? Atau justru ingin mengajukan restrukturisasi nilai mata uang  di PBB, atau lebih baik perang dengan negara-negara Barat, kemudian  diadakan perjanjian damai sekaligus penetapan baru soal kurs mata uang  dunia?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; 3. Andaikan tahun 2020 di Indonesia berdiri kekhalifahan di Indonesia,  lantas bagaimana langkah konkret, apabila melihat konflik Papua yang  terjadi saat ini dan tak kunjung usai, bagaimana pemerintah baru  kekhalifahan akan mengatasi konflik Papua? Karena Papua sudah sedari  awal menjadi bagian dari NKRI, apakah kemudian Papua akan dilepaskan  oleh pemerintah baru kekhalifahan Islam?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau  jawabannya masih bersifat idealistik dan universalistik dengan terus  mendramatisir dan meromantisir masa lalu, sama saja tidak ada bentuk dan  konsep konkret untuk masa depan, alias utopis.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2011/12/06/tiga-pertanyaan-untuk-pendukung-khilafah-islamiyah/"&gt;http://politik.kompasiana.com/2011/12/06/tiga-pertanyaan-untuk-pendukung-khilafah-islamiyah/&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-298576605709078983?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KncJQ6TJe1T4vlSIsD5RG_T1T3g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KncJQ6TJe1T4vlSIsD5RG_T1T3g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KncJQ6TJe1T4vlSIsD5RG_T1T3g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KncJQ6TJe1T4vlSIsD5RG_T1T3g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/x3IQSY60KJU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/298576605709078983/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=298576605709078983" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/298576605709078983?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/298576605709078983?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/x3IQSY60KJU/pertanyaan-sederhana-untuk-para.html" title="Pertanyaan Sederhana untuk Para Pendukung Khilafah Islamiyah" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/pertanyaan-sederhana-untuk-para.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QBSX8zfip7ImA9WhRQEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-7792361501855019312</id><published>2011-12-05T08:04:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T13:09:18.186+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-12-05T13:09:18.186+07:00</app:edited><title>Apakah Mantan Aktivis Rela Anak Mereka Jadi Aktivis?</title><content type="html">&lt;p style="text-align: justify;"&gt;sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/12/05/apakah-mantan-aktivis-rela-anak-mereka-jadi-aktivis/&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Judul  tersebut merupakan pertanyaan yang muncul ketika saya sedang merenung  di kamar sendirian sambil menatap beberapa literatur bacaan yang sering  dikategorikan ke-kiri-an. Sebenarnya saya malas membaca tetapi buku-buku  yang saya pandangi hampir sebagian sudah saya ketahui isinya. Lalu saya  membayangkan bagaimana aktivis kampus di tahun 60-an, 70-an, 80-an,  sampai mereka yang terkenal sebagai angkatan 98. Seperti apa literatur  mereka, seperti apa idealisme yang mereka bawa, dan apa &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;yang  mereka bicarakan sebelum turun ke jalan. Sebelum koar-koar bak pahlawan  kesiangan. Tetapi rasanya sangat kontras apabila melihat produk mereka  sekarang yang telah berganti status dan jubah menjadi mantan aktivis,  dan sekarang mereka asik duduk di kursi empuk senayan. Atau mungkin  memegang jabatan tertentu dalam partai dan juga pemerintahan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Apa  mereka masih punya idealisme yang sama ketika mahasiswa dahulu. Atau  mungkin organisasi-organisasi yang mereka ikuti cuma sebagai batu  loncatan agar mendapat jabatan politik yang memberikan kemapanan. Kalau  memang seperti itu, pantas saja sekarang ini yang namanya organisasi  kampus sebagai wadah aktivitas politik mahasiswa, sudah jarang atau  tidak digemari lagi oleh mahasiswa. Daripada sibuk politik mending cari  kertas ijasah biar dapat kerja yang pasti. &lt;i&gt;Toh &lt;/i&gt;sama saja &lt;i&gt;output&lt;/i&gt;-nya yang jadi aktivis kampus atau bukan, sama-sama cari pekerjaan juga.  Terlebih lagi organisasi mahasiswa sekarang seolah bermetamorfosis  menjadi wadah orang-orang yang ketagihan tawuran. Turun ke jalan  dianggap hobi, dan pengrusakan fasilitas umum malah dianggap wajar.  Tetapi hal seperti itu &lt;i&gt;kan &lt;/i&gt;yang diajari turun temurun dari tiap angkatan. Makanya organisasi pergerakan politik kaum kampus semakin redup.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Para  mantan aktivis kampus seperti angkatan 98 itu, ketika mereka sudah jadi  ayah atau ibu, apakah memerbolehkan dan mengizinkan anak-anak mereka  untuk menjadi seperti diri mereka?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Katakan  misalnya ada seseorang bernama Agung, dia suka mengulang-ngulang kisah  heroik bagaimana dikejar-kejar aparat dan digelandang ke kantor polisi,  lalu bagaimana dia merasa bangga saat meneriakkan suara aspirasi rakyat  yang tertindas. Demikian pula saat dia menduduki senayan di tahun 98 dan  mengepung istana. Katakanlah semua itu semacam prestasi seorang macan  kampus. Tetapi nanti ketika si Agung ini sudah menua dan menjadi ayah,  apakah dia mengizinkan anak-anaknya melakukan seperti apa yang dia  lakukan dahulu?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dugaan  saya, jangan-jangan dia malah cari aman dan cuci tangan atas apa yang  dia lakukan di dalam sejarah. Ya, jangan-jangan dia justru menasehati  anak-anaknya supaya cuma belajar baik-baik, pergi pagi, pulang sore,  dapet IPK tinggi, dan lulus cepat, kalau bisa &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;kuliah di luar  negeri. Mungkin mental sebagai aktivis dan idealisme itu sudah luruh  sempurna dan tidak lagi dipunyai si Agung yang pernah jadi macan kampus  ini. Jangan-jangan seperti itulah para aktivis yang dulu koar-koar soal  nilai-nilai luhur dan anti kemapanan. Berubah menjadi macan ompong di  hari tua yang terkulai lemas tak berdaya melihat perubahan zaman yang  memang tak bisa diubah sesuai idealismenya.&lt;/p&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-7792361501855019312?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nQCLLBADfqyMBgnjCpU9JGRpAJQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nQCLLBADfqyMBgnjCpU9JGRpAJQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nQCLLBADfqyMBgnjCpU9JGRpAJQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nQCLLBADfqyMBgnjCpU9JGRpAJQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/4w7Wm9sV46I" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/7792361501855019312/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=7792361501855019312" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7792361501855019312?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7792361501855019312?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/4w7Wm9sV46I/apakah-mantan-aktivis-rela-anak-mereka.html" title="Apakah Mantan Aktivis Rela Anak Mereka Jadi Aktivis?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/12/apakah-mantan-aktivis-rela-anak-mereka.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcDQH87fyp7ImA9WhRRFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-3065416200139300268</id><published>2011-11-30T07:58:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T13:04:31.107+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-30T13:04:31.107+07:00</app:edited><title>Ke mana Fans Club-nya Sri Mulyani?</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-152666" title="1322631616663767319" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/1322631616663767319.jpg" alt="1322631616663767319" height="175" width="250"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dulu  ketika sedang hangat rapat paripurna DPR yang diakhiri dengan opsi C,  orang-orang yang nge-fans sama Sri Mulyani pada kalang kabut ribut  membela bahwa professor yang satu itu sama sekali tidak terlibat kasus  Century, bahkan kepergiannya ke IMF langsung dirayakan bak pahlawan  bangsa yang mengharumkan nama baik Indonesia. Belakangan fans club Sri  Mulyani mendirikan partai Sri yang juga mengusung perempuan itu untuk  menduduki kursi ke-presidenan. Mungkin mereka sepakat dengan pak Beye  yang mengatakan "Tidak waras." ketika pertemuannya dengan pejabat  lembaga keuangan internasional  itu, dikatakan sebagai pembicaraan soal  Century. Dan tadi malam isu Century mencuat lagi, maklum saja karena  sampai sekarang kasus itu tak pernah terbongkar bahkan cenderung  berakhir mirip BLBI.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu ke mana &lt;i&gt;fans club&lt;/i&gt;-nya Sri Mulyani selama ini?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ke mana, ke mana, ke mana, kata si Ting Ting.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau saya &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;dari  dulu tetap beranggapan sama bahwa direkrutnya Sri Mulyani menjadi  pejabat IMF semata untuk menyelamatkan perempuan itu saja. Tidak lebih  dan tidak kurang. Buktinya sampai sekarang mana ada &lt;i&gt;tuh &lt;/i&gt;anggota  KPK yang berani memeriksa dia, bahkan cenderung KPK mendukung tidak ada  bukti penyimpangan dalam kasus Century. Sementara korban kasus Century,  nasabah yang kehilangan hartanya itu dibiarkan seolah tak pernah ada.  Alias pemerintah sibuk berdalih dan fokus pada kebijakannya yang seolah  tak pernah salah, sementara kasus itu tidak mendapatkan perlakuan hukum  sebagaimana mestinya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kadang  saya berpikir bagaimana jadinya jika Boediono dan Sri Mulyani  ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, apa yang terjadi dengan koalisi  partai-partainya SBY. Termasuk apa yang terjadi dengan para fans clubnya  Sri Mulyani. Sesuatu yang nampak sering dijadikan senjata oleh  pejabat-pejabat yang sedang terindikasi kasus korupsi, suap, penggelapan  pajak, dan semacamnya, adalah munculnya potret-potret moral dan etis  dari sosok tersebut. Seolah dengan potret moral, etika, bahkan asketisme  dari sosok bersangkutan, maka akan dapat mengalahkan hukum. Sebab moral  dipandang lebih tinggi daripada hukum. Jadi potret moral dijadikan alat  untuk mendegradasi proses hukum.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Contohnya  seperti Abu Rizal bakrie, ketika isu sedang panas soal lumpur lapindo  dan keterkaitan Bakrie grup dengan kasus Gayus, langsung &lt;i&gt;deh &lt;/i&gt;di salah satu stasiun TV diulas kehidupan serta profil Ical sehari-hari dari sisi moral, asketis, etis, dan sebagainya yang &lt;i&gt;menye-menye&lt;/i&gt;,  ketimbang membahas soal hukum. Bahkan kemudian proses hukumnya jadi  simpang siur disertai dengan kesaksian Gayus yang plin-plan (sampai  bikin Adnan Buyung kesal). Tapi biarlah, memang begitu adanya Indonesia  dengan sejuta intrik kalangan elitnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau  ketika Angelina Sondakh, namanya nyantol di kasus Wisma Atlet, tayangan  infoteinment menampilkan gambaran janda rapuh yang sesunggukan  ditinggal suami, sendirian menghadapi kasus, serta dukungan kerabat  serta fans berdatangan. Beruntung stasiun televisi lain yang tidak  menyediakan tayangan infoteinment masih mengangkat soal proses hukumnya.  Bayangkan jika tidak ada yang melakukan hal itu, mudah saja masyarakat  digiring untuk simpati akibat sisi termehek-meheknya saja yang  ditonjolkan. Begitu juga dengan Sri Mulyani yang dielu-elukan sebagai srikandi Indonesia yang berhasil berjuang sampai kancah Internasional. Seketika jadi selebritis mengisi surat kabar dan tayangan televisi bertepatan dengan kasus Century dan kepergiannya ke luar negeri. Hahahaha... dilema negara yang ketagihan pengakuan internasional.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dan  semalam di Indonesia Lawyer Club yang dipenuhi para retoris, isu  Century kembali mencuat atau sengaja dicuatkan. Bertahun-tahun kasus itu  cuma jadi dagangan sandera-menyandera elit negeri. Nama Boediono dan  SMI juga muncul kembali jadi selebritis, apakah mereka orang-orang yang  tak waras sebagaimana tudingan pak Beye? atau justru pak Beye yang  karena ingin melindungi dua orang kader emasnya itu, maka merasa paling  waras. Entahlah, namun terus terang gara-gara menonton acara semalam  saya jadi teringat sama fans club SMI yang dulu di Kompasiana ini mereka  juga sibuk membantu membersihkan patronnya itu dari segala macam  tudingan. Para penggemar Sri Mulyani sibuk jadi bemper buat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;selebriti&lt;/span&gt; idola mereka. Itulah demam  patron-klien, yang dalam budaya pop-nya dikemas jadi &lt;i&gt;fans-fans&lt;/i&gt;-an.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-3065416200139300268?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZRkkrdnT38RpbyXuGl9IbGrf-gg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZRkkrdnT38RpbyXuGl9IbGrf-gg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZRkkrdnT38RpbyXuGl9IbGrf-gg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ZRkkrdnT38RpbyXuGl9IbGrf-gg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/d6MaiQcVnts" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/3065416200139300268/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=3065416200139300268" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/3065416200139300268?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/3065416200139300268?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/d6MaiQcVnts/ke-mana-fans-club-nya-sri-mulyani.html" title="Ke mana Fans Club-nya Sri Mulyani?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/ke-mana-fans-club-nya-sri-mulyani.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0QMRXw9eCp7ImA9WhRREEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-2075144896288589090</id><published>2011-11-23T12:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-23T17:49:44.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-23T17:49:44.260+07:00</app:edited><title>Apakah Yahudi = Zionis? Apakah Zionis = Fremason?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2011/05/11/mengapa-freemason-tertuduh-sebagai-yahudi-dan-zionis/?ref=signin#comment&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di Indonesia, kita selalu disajikan info  bahwa Freemason adalah organisasi Yahudi atau Zionis, yang berusaha  menguasai dunia, dan ingin menghancurkan agama. &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Namun seringkali kita tidak lagi disuguhi info asal muasal informasi ini.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Umumnya informasi ini awalnya  keluaran mereka yang anti-semit yaitu Rusia dan Nazi Jerman. Informasi  tentang Freemason ingin menghancurkan agama umumnya keluar dari kelompok  agama-agama yang anti paham sekulerisme yang diajarkan oleh Freemason.  Bahkan sekulerisme sering dipahami sebagai kemurtadan dan tidak  mempunyai budipekerti atau humanisme. Karena itu sering pula diinfokan  bahwa Freemason adalah organisasi yang berbahaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;Namun informasi seperti di Indonesia ini akan berbeda ceritanya jika kita menelusuri literature sejarah yang ditulis oleh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ahli-ahli sejarah, sosiologi, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;antropologi,  ataupun dari Freemason, dan dari kelompok Zion itu sendiri. Dalam  berbagai literature itu dilaporkan bahwa informasi tentang Yahudi dan  Freemason yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bekerjasama ingin menguasai dunia adalah hanya spekulasi atau teori konspirasi yang penuh dengan &lt;em&gt;fraudulence&lt;/em&gt;. Data yang digunakan adalah data plagiat dari cerita fiktif bahkan dari rumor-rumor yang anti terhadap &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kedua kelompok itu, kelompok Freemason dan kelompok Yahudi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Tentang Freemason lihat juga &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/04/24/bengkoknya-informasi-tentang-freemason/"&gt;tautan in&lt;/a&gt;i (Kompasiana: Bengkoknya Informasi Tentang Freemason).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengapa Yahudi ? &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;Tetapi mengapa justru  Freemason yang merupakan organisasi sekuler berasal dari Inggris  dikait-kaitkan sebagai organisasi Yahudi dan Zion?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-107282" title="13050538481853511866" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/13050538481853511866_300x386.36363636364.jpg" alt="13050538481853511866" height="386.36363636364" width="300"&gt;Awalnya adalah kisah kesulitan bangsa Yahudi di Rusia di abad ke 18. Kelompok Yahudi adalah kelompok&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang  hidup dari berdagang, memegang sistem kekerabatan yang kuat, endogami  perkawinan, dan pemeluk agama Judaisme yang kuat. Budaya agamanya juga  mengajarkan memilih makanan yang kosyer, sehingga mereka juga tak akan  mungkin makan produk masyarakat setempat. Akibatnya kelompok Yahudi di  Rusia maupun daratan Eropa lainnya menjadi kelompok ekslusif dan sangat  sulit mengalami integrasi dengan masyarakat setempat. Ekonomi Rusia  nyaris dikuasai oleh kelompok Yahudi. Mereka hidup dalam koloni-koloni  di pusat-pusat kota. Hal inilah yang kemudian menyebabkan pergesekan  antara masyarakat Rusia yang merupakan masyarakat yang juga sangat kuat  sebagai pemeluk agama Kristen &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Orthodoks. Bukan hanya  masyarakat yang mengalami kesulitan berintegrasi, namun saat mana Tsar  Rusia ingin menetapkan peraturan perdagangan, terjadilah hambatan  pelaksanaan peraturan itu. Terjadilah konflik antara kelompok Yahudi  sebagai pendatang dengan pemerintah serta masyarakat Rusia. Karena itu  Tsar Rusia menganggap kelompok Yahudi adalah kelompok pendatang yang  hanya membuat masalah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sampai pada tahun 1905, seorang ahli hukum Sergei Nilus di bawah pemerintahan Tsar, melansir berseri-seri tentang &lt;em&gt;The Protocol of the Elders of Zion&lt;/em&gt; yang diterbitkan di surat kabar Rusia. &lt;em&gt;The Protocol of the Elders of Zion &lt;/em&gt;ini merupakan lampiran dari tulisan &lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;The Great in the Small: The Coming of the Anti-Christ and the Rule of Satan on Earth. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;Dalam  protokol itu dijelaskan bahwa Zionis Yahudi bekerja sama dengan  Freemason. Dengan demikian dalam sebuah buku merupakan satu tepukan bisa  mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu memukul kelompok Yahudi dan juga  kelompok Freemason yang berpaham berkebebasan berpikir dan sekulerisme  yang mana Kristen Orthodoks sangat anti dengan paham Freemason ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tulisan tentang Protokol ini  merupakan tulisan yang diinspirasi dari berbagai buku cerita fiktif  tentang Yahudi dan Freemason, yaitu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;buku dengan judul &lt;em&gt;Biarritz&lt;/em&gt; yang terbit tahun 1868 yang ditulis oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Hermann Goedsche seorang bangsa Jerman. Buku ini juga memplagiat buku dialog fiktif antara Machiavelli dan Montesquieu, &lt;em&gt;Dialogues in Hell Between Machiavelli and Montesquieu&lt;/em&gt;(1864)  yang oleh penulisnya, Maurice Jolly dari Perancis, dimaksudkan untuk  melawan kekuasaan Napoleon III. Dalam buku ini tidak disebut-sebut  tentang Yahudi, namun oleh Goedsche apa yang ditujukan bagi Napoleon III  yang digundjingkan akan menguasai dunia, diganti dengan kelompok  Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Buku lain yang menginspirasi buku Protokol itu juga  sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis dan filosof Itali,  Umberto Eco, dengan judul &lt;em&gt;The Prague Cemetary&lt;/em&gt; (judul asli &lt;em&gt;&lt;span&gt;Il Cimitero di Praga ).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;  Sebagaimana novel-novel dengan latar belakang sejarah, kadang  menggunakan berbagai realita sebagai bagian dari cerita fiktifnya.  Misalnya The Prague Cemetary adalah kuburan tua Yahudi yang telah ada  sejak abad pertengahan dan hingga kini dilestarikan sebagai cagar  budaya. Sedangkan intrik-intrik dalam novel fiktif itu menggunakan  organisasi rahasia Freemason yang diceritakan berupaya ingin menguasai  dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Zion?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-107283" title="1305053914247520628" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1305053914247520628_300x214.6875.jpg" alt="1305053914247520628" height="214.6875" width="300"&gt;Zion  dan Yahudi meskipun sama-sama Yahudi namun adalah dua hal yang berbeda.  Tetapi seringkali info-info yang tersebar tidak lagi membedakan  keduanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Kita hanya disajikan  Yahudi = Zion. Hal seperti ini juga sering menusuk perasaan para Yahudi.  Sebab banyak kalangan Yahudi sendiri tidak menyetujui zionisme.  Zionisme muncul mulai di abad pertengahan yang merupakan kelompok Yahudi  perantau yang bercita-cita untuk merebut kembali bukit Zion dari tangan  agama lain. Dalam Injil Perjanjian Lama dijelaskan bahwa di atas Bukit  Zion di Yerusalem, dahulu &lt;span&gt; &lt;/span&gt;berdiri kerajaan Sulaiman yang merupakan raja bangsa Israel.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kerajaan  ini kemudian menjadi Tempel atau Bait Allah. Hingga kini terkenal  sebagai Temple of Solomon. Namun Temple of Solomon ini dihancurkan oleh  agama-agama yang muncul selanjutnya dan kini di atasnya terdapat Mesjid  Al Aqsa. Kelompok Yahudi kini hanya menggunakan sebuah dinding suci (&lt;em&gt;Wailing Wall&lt;/em&gt;)  yang terdapat di bagian bawah dari bukit Zion. Sekalipun ekspedisi  arkeologi belum dapat menemukan Temple of Solomon namun penganut  Judaisme melakukan ibadah sembahyang disana. Disanalah mereka melakukan  ibadah agamanya, yang kemudian dikenal sebagai dinding ratapan karena  mereka berdoa sambil meratap. Meratapi Bait Allah dari agama Judaisme  yang telah dihancurkan oleh pasukan Kristen dan kemudian direbut oleh  Islam. Kaum Islam dari Mesjid Aqsa mengklaim dinding suci Yahudi sebagai  bagian dari kompleks Mesjid. Dan terjadilah konflik yang akhirnya  membawa kaum Jahudi sebagai musuh besar Islam hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="font13" style="line-height: 16px;margin-top: 12px;text-align: justify;"&gt;&lt;p&gt;Rebutan  teritori dengan bukti-bukti ada dalam kitab sucinya (Torah). Adanya  Mesjid Aqsa juga menjadi hambatan untuk ekspedisi arkeologi dalam  mencari Temple of Solomon. Karena jelas kuburan-kuburan di sekitar  mesjid tidak boleh diutik-utik oleh umat Islam. Sementara itu dinding  ratapan itu secara arkeologis memang sudah diketahui bahwa itu bukan  tempat persisnya Temple of Solomo. Hanya ada orang Yahudi si abad 15-an  yang mulai menggunakannya untuk beribadah seolah dinding itu adalah  dinding Temple of Solomon. Karena itu Mesjid Al Aqsa tidak menginginkan  penggunaan dinding itu untuk ibadah Jahudi dan mengklaim bahwa dinding  itu masih lingkungan mesjid. Terjadilah konflik berkepanjangan hingga sekarang.&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Menariknya, kelompok zionis yang sering dituduh memegang kendali perekonomian dunia, justru keadaannya telah berbalik. Misalnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;di daratan Eropa, ekonomi bukan dikuasai oleh mereka lagi, atau jika ingin menggeneralisir, tidak dipegang oleh orang Yahudi lagi, namun justru oleh orang-orang Islam Timur Tengah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tentang antara  Zion dan Freemason, telah dibantah oleh pihak Freemason, bahwa tidak  ada hubungan antara Zion dan Freemason. Namun karena Freemason merupakan  organisasi tertutup, dimana penerimaan anggotanya berdasarkan  rekomendasi dari para anggota yang sudah ada, dan pula dahulunya  merupakan organisasi tertutup kelompok bangsawan dan intelektual saja,  maka organisasi ini menjadi sebuah organisasi misterius bagi masyarakat  umum. Mereka juga merahasiakan apa saja yang dibicarakan dalam  kelompoknya. Kerahasiaan ini juga antara lain merupakan salah satu  karakteristik dari Freemason yang menurut mereka agar orang menjadi  penasaran. Kemisteriusan ini telah menarik banyak spekulasi dan teori  konspirasi, yang sering pula menjadi bunga-bunga dalam cerita fiktif  baik novel maupun film. Terutama novel atau film detektif, konspirasi  politik, agama, maupun cerita mistik. Freemanonry terkenal justru dari  novel dan film fiktif ini. Atau propaganda anti Freemason yang keluar  dari kelompok politik garis keras maupun kelompok agama, yang sebetulnya  anti kepada sekulerisme yang menjadi paham utama Freemason.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Banyak dari  kita justru tidak mengenal Freemason yang sebenarnya, bahkan banyak dari  kita yang bertanya-tanya adakah Freemason eksis? Ataukah ada di sekitar  kita karena ia merupakan kelompok rahasia dan ilegal? Lalu muncullah  berbagai spekulasi itu karena Freemason di Indonesia yang dibawa oleh  masyarakat Belanda sudah dibubarkan oleh Sukarno.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;img class="alignleft size-full wp-image-107284" title="1305053975471990364" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1305053975471990364.jpg" alt="1305053975471990364" height="189" width="267"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tak  kurang pula kita di Indonesia disajikan sebuah buku spekulasi  konspirasi antara Raden Ajeng Kartini dengan Yahudi, Zion dan Freemason.  Menjadi lebih seru lagi Freemason sering diinfokan sebagai Dajjal yang  akan menjadikan dunia kiamat. Figur Kartini yang menjadi panutan wanita  Indonesia pun menjadi terbunuh oleh spekulasi konspirasi ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Bantahan pihak Freemason&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Di  negara-negara sekuler, organisasi Freemason adalah organisasi yang  legal. Kita dapat menjumpai alamatnya, memasuki perpustakaannya, membeli  berbagai asesoris Freemason. Bahkan ada hari-hari tertentu ia membuka  pintu untuk umum dan berdiskusi dengan anggota Freemason tentang  berbagai hal yang ingin kita ketahui.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena  berbagai tuduhan kepada Freemason yang semakin hari dirasa semakin  menyudutkannya, kini mereka mulai membuat bantahan. Apalagi &lt;em&gt;The Protocol of the Elders of Zion&lt;/em&gt;  kini di berbagai negara Arab menjadi bacaan anak-anak sekolah, seolah  buku ini merupakan buku dokumenter yang perlu dipelajari. Sehingga pula,  tidak heran &lt;span&gt; &lt;/span&gt;jika kita banyak menemukan informasi di Indonesia bahwa Amerika adalah antek Yahudi dan Zionisme dan menjadi musuh Islam. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Berbagai  buku-buku bantahan dari Fremason bisa kita temukan di toko-toko buku  umum. Atau film-film bantahannya dapat kita donlod. Misalnya dalam &lt;a href="http://www.ganool.com/2011/03/inside-freemasons-grand-lodge-uncovered.html"&gt;situs ini &lt;/a&gt;kita  dapat mengikuti berbagai penjelasan tentang Freemason yang dikeluarkan  oleh Grand Lodge of England yang merupakan induk Lodge dari seluruh  dunia. Penjelasan Freemason di televisi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nederland &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dapat dilihat &lt;a href="http://sterzoeker.blogspot.com/2011/04/vrijmetselarij-bij-omroep-brabant.html"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Atau dalam &lt;a href="http://freemasonry.bcy.ca/anti-masonry/index.html"&gt;situs in&lt;/a&gt;i &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt; pihak Freemason mengeluarkan bantahan-bantahan terhadap berbagai hal yang dituduhkan padanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-107285" title="1305054121150497118" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1305054121150497118_300x459.375.jpg" alt="1305054121150497118" height="459.375" width="300"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Buku-buku ilmiah sejarah Freemason dapat dilihat dalam &lt;a href="http://stichtingovn.blogspot.com/p/ovn-boeken.html"&gt;situs ini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;Bahkan Canonbury Masonic  Research Centre di Inggris Oktober 2010 telah menyelenggarakan  konferensi dengan thema Anti Masonic yang banyak menurunkan pembicara  pembicara tentang masalah anti Freemasonry . &lt;span&gt; Dapat dilihat dalam publikasi di &lt;a href="http://freemasonsfordummies.blogspot.com/2010/07/canonbury-masonic-research-centre.html"&gt;situs ini &lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.hirhome.com/israel/mprot1.htm"&gt;http://www.hirhome.com/israel/mp&lt;span lang="ES"&gt;rot1.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.ganool.com%2F2011%2F03%2Finside-freemasons-grand-lodge-uncovered.html&amp;h=ad8e72K4QHzIeKe6EBS9PozpAtg" target="_blank"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;http://www.ganool.com/2011/03/inside-freemasons-grand-lodge-uncovered.html&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.ushmm.org/wlc/es/article.php?ModuleId=10007058"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;http&lt;/span&gt;://www.ushmm.org/wlc/es/article.php?ModuleId=10007058&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://oss.sagepub.com/content/19/1/47.short"&gt;http://oss.sagepub.com/content/19/1/47.short&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Dialogue_in_Hell_Between_Machiavelli_and_Montesquieu"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/The_Dialogue_in_Hell_Between_Machiavelli_and_Montesquieu&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://freemasonry.bcy.ca/biography/nilus_s/nilus_s.html"&gt;http://freemasonry.bcy.ca/biography/nilus_s/nilus_s.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://skepdic.com/protocols.html"&gt;http://skepdic.com/protocols.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ISBN=0312218044/roberttoddcarrolA/"&gt;&lt;span&gt;Bronner, Stephen Eric.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;A Rumor About the Jews : Reflections on Antisemitism and the Protocols of the Learned Elders of Zion&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;(St Martins Press,  2000) &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.friends-partners.org/partners/beyond-the-pale/english/29.html"&gt;http://www.friends-partners.org/partners/beyond-the-pale/english/29.html&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Western_Wall"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Western_Wall&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://stichtingovn.blogspot.com/p/ovn-boeken.html"&gt;http://stichtingovn.blogspot.com/p/ovn-boeken.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-2075144896288589090?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEImr865dA98_Tl_ucXm0YJQ1S8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEImr865dA98_Tl_ucXm0YJQ1S8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEImr865dA98_Tl_ucXm0YJQ1S8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xEImr865dA98_Tl_ucXm0YJQ1S8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/WLhH0CestmI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/2075144896288589090/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=2075144896288589090" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/2075144896288589090?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/2075144896288589090?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/WLhH0CestmI/apakah-yahudi-zionis-apakah-zionis.html" title="Apakah Yahudi = Zionis? Apakah Zionis = Fremason?" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/apakah-yahudi-zionis-apakah-zionis.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcBSH49fCp7ImA9WhRSGUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-7053248817199850342</id><published>2011-11-22T15:03:00.000+07:00</published><updated>2011-11-22T20:04:19.064+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-22T20:04:19.064+07:00</app:edited><title>Ketika Komunisme Tak Laku di Wall Street, Islamisme pun Tertawa</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-143944" title="1321966877718881225" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/1321966877718881225.gif" alt="1321966877718881225" width="703" height="571"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Arakan  demonstran di Amerika yang menolak penjajahan ala Wall Street dibilang  basi karena menawarkan sesuatu yang usang bernama komunisme sebagai  solusi. Katanya masyarakat Amerika sudah terlanjur &lt;i&gt;ngeri &lt;/i&gt;dengan  yang namanya komunis. Mungkin mereka masih trauma atau entahlah, tetapi  komunisme sudah terlanjur dianggap meniadakan demokrasi dan kebebasan  individu. Sehingga demonstran yang turun ke jalan ibarat pepesan kosong,  masyarakat tanpa amunisi, yakni kalangan mahasiswa. Tetapi ketika  komunisme tidak laku, lantas apa yang akan dijual sebagai solusi?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelompok islamis pun tertawa. &lt;i&gt;Makanya pakai ekonomi syari'ah&lt;/i&gt;. Kelompok &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islamism"&gt;islamis&lt;/a&gt;  yang dimaksud di sini adalah mereka-mereka yang menginginkan untuk  penegakkan syari'ah Islam sebagai konstitusi negara, sistem  pemerintahan, sistem ekonomi, dan hal-hal yang mencakup seluruh bidang  sosial, politik, budaya, ekonomi. Secara akidah dan ibadah mereka  puritan, tetapi dalam hal penegakkan syari'ah di ranah politik, ada  perbedaan pandangan di antara mereka; ada yang ingin mendirikan sistem  kekhalifahan seperti Hizbut Tahrir, ada pula yang tidak perduli bentuk  negaranya apa dan bagaimana, asalkan undang-undang dasar negara atau  konstitusi negaranya berdasarkan syari'ah Islam. Termasuk dalam bidang  ekonomi, beberapa pakar di bidang ini terus menerus menyerukan bahwa  sistem ekonomi Islam adalah yang paling unggul dan melebihi sistem  manapun di dunia, termasuk kapitalisme, sosialisme, atau komunisme (jika  komunisme juga sistem ekonomi), karena itu ketika terjadi ketimpangan  dan krisis pada sistem kapitalisme atau komunisme, mereka akan  menertawakan dari jauh sambil melambai senang dan berlagak sebagai juru  selamat. Maklum saja karena ada &lt;i&gt;backingan &lt;/i&gt;surga di belakang mereka.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seiring  dengan krisis melanda Amerika, maka Hizbuttahrir bisa dengan bangga  mengatakan bahwa apa yang mereka prediksikan adalah benar, bahwa &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2011/10/24/occupy-wall-street/"&gt;kapitalisme&lt;/a&gt;  akan segera hancur dan hanya sistem ekonomi Islam yang bisa  menyelamatkan perekonomian dunia. Secara tak langsung mereka ikut  menertawakan Amerika, dan juga memeringatkan negara-negara di seluruh  dunia bahwa tidak ada yang lebih sempurna ketimbang syari'ah.  Sosialisme, komunisme, kapitalisme, lantas bagaimana dengan islamisme?  ada yang berani mencoba. Mungkin mereka tidak menerima apabila dikatakan  islamisme, katakan saja para pengusung sistem syari'ah Islam, entah  dalam bentuk khilafah atau model lainnya, yang jelas penegakkan syari'ah  harus total di seluruh lini kehidupan manusia. Lalu bagaimana dengan  Indonesia?&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Indonesia &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;mengaku  punya sistem Pancasila yang dulu pernah dikumandangkan Soekarno di  sidang PBB untuk menolak kapitalisme dan komunisme. Pidato presiden yang  satu itu masih dikenang hingga sekarang, intinya kapitalisme bagus tapi  tak berkeadilan sosial, sedangkan komunisme hebat tetapi tak bertuhan.  Karena Pancasila yang ditawarkan Bung Karno ditolak oleh negara-negara  blok Timur dan Barat, (mungkin) saja dia &lt;i&gt;mutung &lt;/i&gt;sehingga keluar  dari PBB dan menerapkan Pancasila di tanah airnya sendiri. Padahal waktu  itu kalangan islamis sudah koar-koar agar bung Karno menerapkan sistem  syari'ah Islam secara keseluruhan. Namun bung Karno tetap bersikeras  menolak, ideologi apapun boleh asalkan tidak mengganggu keutuhan NKRI.  Walaupun akhirnya dalih itu dijadikan alat untuk melawan orang-orang  yang mengancam tahtanya.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian  pula Soeharto juga sama menerapkan standar ganda terhadap kalangan  islamis. Setelah era reformasi ini, pintu demokrasi terbuka dan tentunya  mereka pun juga menjadikan demokrasi sebagai ajang untuk dakwah  terang-terangan atas ideologi yang mereka anggap benar dan paling tepat.  Sedangkan pemerintah di era reformasi yang silih berganti, apalagi di  rezim SBY ini, justru lebih condong ke Barat. Hal tersebut yang membuat  mereka semakin gigih berjuang untuk menegakkan syari'ah islam di bumi  pertiwi. Seiring &lt;a href="http://www.syabab.com/akhbar/dunia/2035-kapitalisme-di-ambang-kebangkrutan-rakyat-amerika-muak-dengan-washington-aneh-bila-di-sini-masih-percaya.html"&gt;kapitalisme&lt;/a&gt;  Amerika sana hancur, lalu ke mana Indonesia akan mengekor? Apakah SBY  sanggup menerjemahkan ekonomi Pancasila atau justru cuci tangan biar  tidak terkena imbas krisis Amerika dan lari ke China. Lagi-lagi dari  jauh terdengar tawa, &lt;i&gt;Makanya pakai ekonomi syari'ah yang paling benar dan pasti direstui Tuhan. &lt;/i&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau bagi saya &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;Tuhan sekarang ini cuma sedang bermain dadu dengan setan dan tertawa terpingkal-pingkal.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-7053248817199850342?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/77GkKbHMN9b820x30oEA_S85P3U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/77GkKbHMN9b820x30oEA_S85P3U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/77GkKbHMN9b820x30oEA_S85P3U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/77GkKbHMN9b820x30oEA_S85P3U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/iMqXVO3dJ_g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/7053248817199850342/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=7053248817199850342" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7053248817199850342?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/7053248817199850342?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/iMqXVO3dJ_g/arakan-demonstran-di-amerika-yang.html" title="Ketika Komunisme Tak Laku di Wall Street, Islamisme pun Tertawa" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/arakan-demonstran-di-amerika-yang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkQFQXk-fip7ImA9WhRSEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-6589343044016410137</id><published>2011-11-11T17:09:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T22:11:50.756+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-11T22:11:50.756+07:00</app:edited><title>11.11.11 Simbol Angka Setan</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-141706" title="1321023750177327417" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/1321023750177327417.jpg" alt="1321023750177327417" height="235" width="448"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Sembilan untuk manusia, sepuluh untuk Tuhan, dan sebelas untuk roh gentayangan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut  penggemar teori konspirasi Freemasonry, mengapa WTC dibangun kembar?  Sebab bangunan itu adalah semacam kuil pemujaan kepada setan. Lalu  mengapa WTC dihancurkan? berbeda dengan rilis resmi pemerintah Amerika  yang menuding Osama sebagai dalang, akan tetapi kelompok penggemar teori  konspirasi berpendapat bahwa di dalam kuil pastilah ada yang namanya  altar pengorbanan, dan setiap pengorbanan kepada sosok transendental  atau yang &lt;i&gt;Maha&lt;/i&gt;, maka diperlukan tumbal. Dalam kasus WTC tumbalnya  adalah manusia-manusia yang sengaja sudah dipersiapkan untuk disajikan  kepada setan.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengapa  angka 11 disebut angka setan. Karena mereka menganggap bahwa  Freemasonry sangat memuja energi, dan untuk mencari energi tertinggi  yang dapat menghubungkan antara dunia manusia dan spiritual dibutuhkan  beberapa perangkat yang menunjang sarana ritual dan praktik, seperti  misalnya simbol-simbol dan juga arsitektur-arsitektur. Contoh simbol  semacam Mata satu atau Mata Horus, dan arsitektur seperti piramida,  pusaran vortex. Arsitektur merupakan representasi bagaimana simbol tak  hanya dijelaskan secara intepretatif namun juga visual, yang sederhana  misalnya pola papan catur dan pilar-pilar kuil Sulaiman. Sedangkan angka  bisa kita lihat hanya sebagai numerik biasa, atau bisa kita lihat  sebagai simbol, maupun kita representasikan di dalam arsitektur.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam  hal angka 11, perlu dilihat dulu seperti apa peta ekstra dimensi dalam  kepercayaan Kabbalah yang sering disebut pohon kehidupan Sephiroth, di  mana dalam peta itu terdapat sepuluh titik yang berarti menggambarkan  sepuluh tingkatan. Yang paling bawah sampai dengan sembilan adalah  tingkatan yang bisa dicapai manusia. Sedangkan tingkatan ke-sepuluh  adalah tingkatan Tuhan, sebab angka sepuluh merupakan simbol  hermaphrodite antara 1 dan 0. Menurut mereka kelompok freemasonry ini  selalu ingin berkuasa dan melampaui Tuhan. Maka dibuatlah angka 11  sebagai angka setan yang akan menandingi tingkatan Tuhan. Jadi jika kita  perhatikan mengapa tanggal peledakan WTC adalah 9-11 atau nomor polisi  di Amerika adalah 911, hal itu dikarenakan sebagai simbol pemujaan  terhadap setan. Sembilan merepresentasikan dunia manusia dan sebelas  dunia arwah gentayangan yang dikuasai oleh lucifer.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Angka  11 juga merupakan analogi dari dua pilar kuil Sulaiman. Dan biasanya di  antara dua pilar kuil Sulaiman ada altar pemujaan yang  direpresentasikan dengan simbol o, jadi penulisannya dalam simbol adalah  101, 1 pertama sebagai pilar, 0 sebagai altar, dan 1 terakhir sebagai  pilar. Dalam arsitektur misalnya diejawantahkan seperti menara kembar  WTC, dan altar pemujaannya adalah sebuah patung berbentuk bola yang  disebut bola caryatid. Di situlah nantinya energi tertinggi berpusat dan  berkumpul ketika pemujaan kepada setan berlangsung.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-141703" title="1321022234738371187" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/1321022234738371187.jpg" alt="1321022234738371187" height="216" width="350"&gt; &lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Great Spherical Caryatid&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka  dari itu kelompok penggemar teori konspirasi freemasonry yang  sesungguhnya anti freemasonry, kerap kali menuding bahwa freemasonry  adalah organisasi global pemuja setan yang menyebarkan elemen-elemen  pemujaan setan di seluruh dunia, untuk menyerap energi dunia spiritual  yang dipakai untuk berkuasa di muka bumi. Entah apakah freemasonry  sendiri telah menjawab tudingan kelompok-kelompok yang anti terhadap  mereka. Tetapi mitos 11 sebagai angka setan terus disebarluaskan.  Karenanya 11.11.11 mungkin pula dapat diartikan bahwa energi &lt;i&gt;satanic&lt;/i&gt;  tengah menguat di bumi dan siapapun yang sedang mengadakan perayaan di  hari bertanggal 11.11.11 ini sama saja tengah menyerap energi tersebut.  Selain mitos angka 11 yang diambil dari Kabbala, ada pula angka 666 yang  disebut sebagai angka setan diambil dari injil. Namun saya sendiri  melihatnya hanya sebagai permainan simbol belaka yang lebih mirip parodi  mistikus-mistikus antah berantah.&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-6589343044016410137?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WwyOVzjw_cGP08gsCMU5kpvHi88/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WwyOVzjw_cGP08gsCMU5kpvHi88/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WwyOVzjw_cGP08gsCMU5kpvHi88/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WwyOVzjw_cGP08gsCMU5kpvHi88/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/Q6cEVDKt3js" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/6589343044016410137/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=6589343044016410137" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6589343044016410137?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/6589343044016410137?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/Q6cEVDKt3js/111111-simbol-angka-setan.html" title="11.11.11 Simbol Angka Setan" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/111111-simbol-angka-setan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ICR3c6eSp7ImA9WhRTGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-5723651528498696222</id><published>2011-11-10T13:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T18:46:06.911+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-10T18:46:06.911+07:00</app:edited><title>Tabur Bunga di Makam Pahlawan Bid'ah</title><content type="html">&lt;p&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-141424" title="13209251841582450910" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/13209251841582450910.jpg" alt="13209251841582450910" width="450" height="331"&gt;&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perburuan  bid'ah di negeri ini belum tuntas bagi orang-orang Wahabi, mereka terus  melompat dari mimbar ke mimbar, dari media ke media, dari acara ke  acara untuk menyebarkan ajaran anti bid'ah mereka. Wahabi termasuk dari  golongan-golongan puritan, atau kelompok yang ingin memurnikan agama  dengan mengembalikan praktik-praktik dan ritual keagamaan sesuai dengan  di zaman generasi keemasan Islam, yaitu pada masa tiga abad pertama  hijriah. Karena menurut mereka generasi tiga abad pertama dalam Islam  adalah generasi yang paling murni dan dekat Islamnya sebagaimana yang  diajarkan oleh Nabi. Namun Wahabi tidak di era sekarang tidak seperti di  masa &lt;i&gt;founding father&lt;/i&gt;-nya yaitu Muhammad Ibn Abd al-Wahab yang  bersama dengan klan Saud memberontak dari imperium Ottoman atau Utsmani  dan mendirikan Saudi Arabia. Sekarang ini Wahabi tidak berjuang di ranah  politik, berbeda dengan jenis kelompok puritan lain yang berjuang di  medan politik seperti Hizbut Tahrir, walaupun keduanya juga kadang  saling serang mengatakan bid'ah atas sesama mereka.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi  kalau di Indonesia ada yang namanya FPI yang bergerak secara massif dan  frontal turun ke jalan. Sementara Wahabi di Indonesia jauh berbeda,  gerakan mereka halus dan berkamuflase di balik pengajian-pengajian,  ceramah-ceramah shubuh di televisi atau di radio, atau menyebarkan  bulletin-bulletin dan juga mendirikan lembaga pendidikan. Seperti pernah  saya tulis beberapa waktu lalu mengenai haram dan syiriknya &lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/10/26/sumpah-pemuda-dan-obor-sea-games-haram/"&gt;Sumpah Pemuda serta Obor Sea Games&lt;/a&gt;, atau syiriknya ideologi selain Islam yang berarti &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/17/khutbah-khutbah-kaum-puritan-di-hari-ied/"&gt;Pancasila juga turut dibilang syirik&lt;/a&gt;, dan tudingan adanya gerakan pemusyrikan generasi muda melalui &lt;a href="http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/08/31/mengapa-segala-hal-harus-dibenturkan-dengan-agama/"&gt;Song, Sports, Sex&lt;/a&gt;.  Sekarang kembali lagi saya dengar tudingan mereka menjelang hari  Pahlawan. Terus terang dan maaf saja jika saya menganggap bahwa Bekasi  telah menjadi kota Wahabi, sebab ada beberapa masjid yang memang rutin  mengadakan pengajian-pengajian kelompok ini.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kelompok  Wahabi selalu menyerang empat praktik utama yang menurut mereka banyak  dilakukan oleh orang-orang Indonesia, yakni Syirik, Bid'ah, Takhayul,  dan Khurafat. Mereka secara tegas menolak dan mempunyai misi untuk  memberantas praktik-praktik tersebut di bumi Nusantara, sekalipun harus  menerobos dinding budaya, seni, dan pengatas-nama-an lain yang seolah  melegalkan empat hal itu. Dan menjelang hari Pahlawan, mereka kembali  menyatakan bahwa bid'ah hukumnya menabur bunga di atas makam serta  membangun bangunan di atas makam, karena Nabi melarang dan tidak pernah  melakukannya. Oleh karena itu perayaan hari Pahlawan yang sering  dilakukan oleh Presiden Indonesia dengan menabur bunga di makam para  pahlawan adalah sesuatu yang bid'ah. Padahal kalau sudah dibilang bid'ah  berarti hukumnya sesat sebagaimana hadis yang sering mereka ulang-ulang  bahwa setiap perbuatan bid'ah itu adalah sesat, &lt;i&gt;kullu bid'atin dholalah&lt;/i&gt;.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena  pemimpin negara ini juga melakukan praktik kesesatan maka dalam  anggapan mereka adalah wajar jika Indonesia selalu mendapatkan musibah  dan bencana. Salah satunya yang dapat mengangkat semua krisis yang  melanda di negeri ini adalah meninggalkan praktik-praktik Syirik,  Bid'ah, Takhayul, dan Khurafat itu. Termasuk krisis ekonomi, pangan,  pemanasan global yang sekarang melanda dunia, menurut mereka jalan  keluarnya adalah umat manusia harus meninggalkan praktik-praktik di  atas. Karena dengan demikian nantinya Tuhan akan menepati janjinya  membuka pintu rizki. Tetapi di Indonesia saja pemimpin negaranya sudah  melakukan bid'ah dan masyarakat selalu memilih pemimpin yang berbuat  bid'ah, maka jelas pintu rizki tertutup bagi negeri ini.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka  membandingkan dengan semisal di Saudi di mana makam-makam di sana  bentuknya rata dengan tanah dan hanya ada batu kecil sebagai penanda.  Seperti kalau kita lihat di bukit Uhud, makam sahabat yang gugur di sana  tidak berbentuk gundukan, melainkan rata tanah dan hanya diberi tiga  batu sebagai penanda batas antara makam yang satu dengan yang lainnya.  Sedangkan di Indonesia, sudah diberi pinggiran semen, dibangun pusara,  dan terkadang ada pula yang melapisi liang kuburnya dengan menyemen  tanah. Kemudian ditambah lagi dengan taburan bunga, berarti kesesatan  yang dilakukan orang Indonesia sudah berpangkat-pangkat yang menandakan  pangkat dosa-dosanya pula. Jadi balik lagi kesimpulannya apabila  Indonesia ingin terlepas dari krisis maka harus meninggalkan  praktik-praktik yang disebut Syirik, Bid'ah, Takhayul, dan Khurafat,  walaupun dikemas dalam bingkai seremonial kenegaraan, budaya bangsa,  seni dan sebagainya. Tetapi hidup di zaman sekarang di mana apa saja  bisa dikapitalisasi, maka produksi kelompok-kelompok puritan semacam  Wahabi juga bergantung pada &lt;i&gt;demand &lt;/i&gt;pasar. Kalau pasar menjadikan mereka komoditas paling populer, &lt;i&gt;ya apa boleh buat&lt;/i&gt;.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;ps. Makanya seni pahat patung cuma berkembang di Bali dan Papua.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-5723651528498696222?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4iOc1xqKhvrRxMBxQS3zcIrR1CE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4iOc1xqKhvrRxMBxQS3zcIrR1CE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4iOc1xqKhvrRxMBxQS3zcIrR1CE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4iOc1xqKhvrRxMBxQS3zcIrR1CE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/c2Y43Uipf-Y" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/5723651528498696222/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=5723651528498696222" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5723651528498696222?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5723651528498696222?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/c2Y43Uipf-Y/tabur-bunga-di-makam-pahlawan-bid.html" title="Tabur Bunga di Makam Pahlawan Bid&amp;#39;ah" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/tabur-bunga-di-makam-pahlawan-bid.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AAQns_eSp7ImA9WhRTEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-7955254.post-5274579565671606685</id><published>2011-11-01T12:59:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T17:02:23.541+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-01T17:02:23.541+07:00</app:edited><title>Atut, Dana Hibah, dan Dinastinya</title><content type="html">&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/11/13201415171284683417.jpg" alt="13201415171284683417" title="13201415171284683417" class="aligncenter size-full wp-image-139431" height="141" width="240"&gt;&lt;br&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biasanya  lepas tengah malam Metro TV menampilkan tayangan-tayangan ulang. Dan  semalam ketika saya bergadang, Metro Realitas membahas soal kucuran dana  Hibah Gubernur Banten yang diduga digunakan untuk memenangkan dirinya  dalam Pilkada Gubernur Banten tempo lalu. Sebelumnya &lt;a href="http://metrotvnews.com/read/news/2011/09/29/66489/ICW-10-Lembaga-Penerima-Hibah-Gubernur-Banten-Fiktif"&gt;ICW&lt;/a&gt;  telah menemukan ada 10 lembaga penerima dana hibah yang dinilai fiktif.  Bahkan ketika ditampilkan di Metro Realitas, semisal ada yayasan sosial  atau lembaga pendidikan di daerah A, namun ketika ditelusuri melalui  alamat yang tertera nyatanya hanya bangunan kecil tak berpenghuni, ada  pula yang memang benar-benar fiktif.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Entah  kebetulan atau bukan, pagi harinya saya sempat berbincang dengan kawan  saya seputar pemilu di Banten. Tetapi waktu itu saya sama sekali tidak  tahu tentang Banten dan seluk beluknya. Apalagi soal dana hibah  tersebut. Namun yang saya tangkap dari perbincangan itu bahwa sedang ada  pendirian dinasti baru yang ingin menguasai Banten, yakni dinasti  keluarganya Ratu Atut, sebab beberapa jabatan penting di kepemerintahan  daerah dipegang oleh orang-orang yang masih ada hubungan kekerabatan  dengan keluarga besarnya. Lucu juga ya di Indonesia ini, meski bilangnya  sudah berdemokrasi tetapi masih saja ada feodal-feodal kecil di tiap  daerah. Dalam perbincangan itu saya juga baru tahu kalau Gubernur Banten  sekarang adalah keturunan tokoh berpengaruh di Banten. Dan lagi-lagi  otoritas kharismatik khas Weberian masih tetap laku dijadikan strategi  kuasa.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meskipun  muncul isu tentang dana Hibah, tetapi tetap saja pasangan Atut-Rano  memenangi pemilu. Dan tadi pagi atau pagi ini saya menonton berita ada  sebaran &lt;a href="http://berita.liputan6.com/read/360669/video-rapat-pejabat-dukung-atut-beredar-luas"&gt;video&lt;/a&gt;  yang memerlihatkan pejabat daerah mengarahkan anak buahnya untuk  memenangkan pasangan Atut-Rano. Tetapi semua tudingan seputar dana Hibah  ini dituding oleh &lt;a href="http://metro.vivanews.com/news/read/252331-rano--berita-dana-hibah-kampanye-negatif"&gt;Rano Karno&lt;/a&gt;.  Strategi Atut yang menggaet Rano sangat cerdik guna menahan serangan  dari publik, secara Rano Karno selama ini juga merupakan figur  kharismatik di mata publik. Dan sekarang kalau boleh dikatakan &lt;i&gt;borok&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;borok &lt;/i&gt;itu mulai muncul dipermukaan sekalipun dikatakan oleh Rano sebagai &lt;i&gt;black campaigne &lt;/i&gt;atau  kampanye negatif. Tetapi bagaimana jadinya jika benar apa yang diungkap  oleh ICW bahwa ada dugaan aliran dana suap, korupsi, penggelapan, dan  sebagainya ke lembaga-lembaga fiktif. Masihkah para pendukung dinasti  Atut ini terus menepis hal tersebut.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun  lagi-lagi dibutuhkan keberanian KPK untuk mengusutnya, padahal sekarang  ini kondisi KPK sendiri lagi goyang. Dan akan menjadi polemik lagi  apabila ternyata partai-partai politik di pusat ada yang melirik dan  menjadikan kemenangan Atut sebagai potensi untuk mendulang suara. Mereka  akan berusaha mendekati dinasti ini di Banten agar mau bekerjasama demi  meraih suara di 2014 nanti, sebab kemenangan Atut di putaran pertama  sekitar 4 juta orang atau 50% lebih, adalah prestasi sekaligus potensi  tersendiri. Dengan sendirinya jika ada partai politik yang tak ingin  kepentingan perolehan suara ini diganggu oleh KPK, maka mereka akan  serta merta menghalang-halangi upaya pengusutan terhadap Gubernur Banten  terpilih tersebut. Tapi tinggal di negara marketing, &lt;i&gt;makelar everything&lt;/i&gt;,  pasti selalu ada kompromi. Transaksi sudah menjadi bagian dari politik  hari ini. Bukannya politik hukum tetapi yang ada justru hukum  dipolitisir. &lt;i&gt;who cares lah&lt;/i&gt;.&lt;br&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;ps. agen-agen marketing harap berkumpul di Banten ASAP.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7955254-5274579565671606685?l=kupretist.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/70-mAznHvRq4i8FVH8ydtPh5nO0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/70-mAznHvRq4i8FVH8ydtPh5nO0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/70-mAznHvRq4i8FVH8ydtPh5nO0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/70-mAznHvRq4i8FVH8ydtPh5nO0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/blogspot/xuFui/~4/O2uPaTHHHIM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://kupretist.blogspot.com/feeds/5274579565671606685/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7955254&amp;postID=5274579565671606685" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5274579565671606685?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/7955254/posts/default/5274579565671606685?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/xuFui/~3/O2uPaTHHHIM/atut-dana-hibah-dan-dinastinya.html" title="Atut, Dana Hibah, dan Dinastinya" /><author><name>Kupret el-Kazhiem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06340487365673872525</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="21" height="32" src="http://photos1.blogger.com/blogger/4358/516/1600/samurai.0.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://kupretist.blogspot.com/2011/11/atut-dana-hibah-dan-dinastinya.html</feedburner:origLink></entry></feed>

