<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 01:54:44 +0000</lastBuildDate><category>pendidikan</category><category>Tutorial</category><category>Berita</category><category>Unik</category><category>NUPTK</category><category>Teknologi</category><category>sertifikasi</category><title>NUPTK online, cek NUPTK gratis</title><description></description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>nuptk,online,nuptk,trik,gratis,cek,nuptk</itunes:keywords><itunes:subtitle/><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-3817276750544835268</guid><pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-03T19:13:21.245-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Unik</category><title>Masjid Keramat Banua Halat</title><description>Masjid Al-Mukarromah atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Keramat Banua Halat adalah masjid tua yang berada di desa Banua Halat Kiri, Tapin Utara, Tapin, Kalsel. Masjid ini berjarak sekitar 120 km dari ibukota provinsi Kalimantan Selatan.

&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;

Tidak diketahui pasti kapan masjid ini dibangun. Menurut sejarah, masjid yang dikeramatkan tersebut dibangun H. Syafrullah atau yang dikenal orang terdahulu sebagai Datu Ujung (dalam versi lain ada yang juga menyebutkan kalau masjid ini didirikan oleh Haji Mungani Salingnata pada tahun 1840). Datu Ujung ini memiliki kehebatan yang masih dikenal sampai sekarang, yaitu tiang miring. Tiang ini menjadi salah satu tiang utama di masjid tersebut.

Sebagai tokoh masyarakat yang dikenal, Datu Ujung bersama masyarakat membangun masjid keramat untuk tempat ibadah masyarakat sekitar. Saat pembangunan masjid tersebut tiang-tiang masjid dicari Datu Ujung ke Desa Batung, Kecamatan Piani. Menurut sejarah pula, tiang-tiang itu hanya ditendang Datu Ujung dengan kesaktiannya hingga bisa dihanyutkan ke sungai dan sampai di depan Masjid Keramat yang berada di pinggiran Sungai Tapin.

Setelah masjid selesai, warga mengadakan selamatan. Saat selamatan itu ternyata ikan untuk di makan warga kurang, lalu Datu Ujung berpesan kepada warga untuk jangan makan dahulu sebelum ia datang karena Datu Ujung akan mengambil ikan di Negara, Hulu Sungai Selatan. Warga pun tidak percaya, mengingat jarak antara Banua Halat dengan Negara sangat jauh, mustahil kalau harus menunggu Datu Ujung kembali dalam waktu singkat. Walhasil warga pun makan duluan, saat itulah Datu Ujung muncul dengan membawa banyak ikan.

Melihat warga yang tidak mengindahkan pesannya tersebut, membuat Datu Ujung jadi marah hingga dia menghentakkan kakinya ke tanah hingga menimbulkan bekas tanah yang miring. Hingga sekarang, bekas pijakan tanah tersebut yang berada di di bagian pojok kanan masjid masih membekas.

&lt;b&gt;Mengeluarkan minyak&lt;/b&gt;

Di salah satu tiang masjid, terdapat sebuah tiang yang mengeluarkan minyak. Tidak diketahui pasti kapan minyak itu keluar dan sebabnya. Banyak pengunjung masjid yang takjub akan hal itu. Bahkan mereka berebut mengelus sebuah tiang berminyak itu dengan kapas, tisu hingga lembaran uang kertas. Berbagai niat dan permintaan pun mereka utarakan saat mengusap tiang itu.

&lt;b&gt;Peristiwa unik&lt;/b&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d8/Masjid_Al-Mukarromah%2C_Tapin.jpg/250px-Masjid_Al-Mukarromah%2C_Tapin.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="188" width="250" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d8/Masjid_Al-Mukarromah%2C_Tapin.jpg/250px-Masjid_Al-Mukarromah%2C_Tapin.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;


Pada tahun 1935, saat lantai masjid ditegel dan dalam tahap akhir, datang seorang pengunjung bernama Ibu Zahra dari Balikpapan ke Masjid Keramat Banua Halat. Baru saja masuk ke masjid, tiba-tiba saja Ibu Zahra dirasuki Datu Ujung dan berkata, "tolong bekas kedudukanku jangan diratakan, sebab itu menjadi ciri khas masjid ini”.

Tidak hanya itu, Datu Ujung juga berpesan apabila ada orang yang berziarah ke masjid ini, biar tidak ketemu Datu tapi masih bisa melihat sebuah tiang kayu ulin masjid yang menjadi peninggalan yang dikeramatkan sampai sekarang.

Cerita lainnya, masjid ini memiliki tajau (bejana) besar sebanyak 3 buah yang berasal dari abad 10 – 11 dinasti Tsung. Namun sekarang tersisa 2, sebab salah satunya pecah. Tajau ini pun dipercaya warga sebagai tempat memandikan bayi dan orang yang ingin sembuh dari suatu penyakit. Bahkan sudah banyak yang terbukti kebenarannya. Selain itu tajau dulunya hingga sekarang masih dipergunakan untuk berwudhu bagi para jamaah.

Sementara itu, kisah yang pernah terjadi di masjid ini adalah saat masjid ini pernah kehilangan sebuah jam dinding kuno yang besar, dicuri si "tangan panjang" pada tahun 1975. Sehari usai jam besar tersebut dicuri, keesokan harinya jam tersebut dikembalikan orang yang mengambilnya ke tempat semula, dan anehnya orang tersebut menjadi hilang ingatan alias gila hingga akhirnya meninggal dunia.

Hingga sekarang masjid ini masih dikeramatkan, setiap hari selalu ada saja peziarah yang datang dan membaca doa selamat di masjid ini. Bahkan, setiap datangnya mualidurrasul, di masjid ini digelar baayun anak massal yang pesertanya mencapai 700 orang, tidak hanya anak tapi orang dewasa juga.[</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/masjid-keramat-banua-halat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-8620957920369406513</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T05:45:47.821-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>Cara Buat kode Tukar Link</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Kenapa harus &lt;b&gt;tuker link&lt;/b&gt; ? iia jawabanya adalah untuk menjalin 
silaturahmi kepada sesama blogger, dan juga untuk mencari atau menaikan 
yang namanya pagerank. Bagaimana &lt;b&gt;cara membuat kode atau banner tuker link&lt;/b&gt; ? yupzz AA Deni akan menjawabnya ?heheheh .tampa banyak basa-basi langsung saja kita praktek bagaimana &lt;b&gt;cara membuat kode tuker link&lt;/b&gt; .&lt;br /&gt;Ikuti Langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Klik &lt;a href="http://cooltext.com/" style="color: #3333ff;"&gt;http://cooltext.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.Klik Menu logos yang ada di atas .Setelah anda klik akan ada tampilan seperti gambar di bawah ini .&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV9YaQKZsZLlAW-BlNXKXNjRD15EY6zRU6hmieaIPtJeJ_-GjIZtiT81IyZo4gbZKaE6jRYvGgBRNyzwYtCpujKgLLFLqtVK7GUeJgjnOcR8dg0FroY37MGVuR9iutj5AEyq3LPHiFyTM/s1600-h/safe_image.php.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427360091135388402" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV9YaQKZsZLlAW-BlNXKXNjRD15EY6zRU6hmieaIPtJeJ_-GjIZtiT81IyZo4gbZKaE6jRYvGgBRNyzwYtCpujKgLLFLqtVK7GUeJgjnOcR8dg0FroY37MGVuR9iutj5AEyq3LPHiFyTM/s320/safe_image.php.jpeg" style="cursor: pointer; height: 200px; width: 186px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Klik Logo yang anda inginkan.lalu setting logo menurut yang anda inginkan .&lt;br /&gt;4.Klik
 Image Width untuk menentukan ukuran logo, jika sudah selesai klik 
tombol Render Logo. Tunggu beberapa saat sampai proses membuat logo 
selesai.&lt;br /&gt;5.Klik Download Image untuk langsung menyimpan logo ke 
hardisk komputer lalu menaruh logo tersebut ke hosting tempat 
penyimpanan gambar seperti flickr atau yang lainnya. atau Get HTML Code 
 untuk mendapatkan script,tetapi nanti anda akan diminta untuk register 
terlebih dahulu.&lt;br /&gt;6.Selanjutnya adalah login ke dalam Blogger.com atau
 blog yang lainya.Lalu klik tata letak lalu tambahkan elemen html untuk 
di sidebar.&lt;br /&gt;7.Copy paste kode berikut ke blog anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;Tuker Link&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;a href="&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;http://www.nuptkonline.blogspotcom&lt;/span&gt;%E2%80%9D"
 target="”_blank”"&amp;gt;&amp;lt;img alt="”Belajar" dengan="" 
src="&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;http://images.cooltext.com/2464155.png"
width="150" height="50&lt;/span&gt;" border="”0&amp;amp;#8243;" 
/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;p&amp;gt;&amp;lt;textarea rows="”3&amp;amp;#8243;" cols="”20&amp;amp;#8243;"&amp;gt;&amp;lt;a href="”&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;http://www.nuptkonline.blogspot.com&lt;/span&gt;”"
 target="”_blank”"&amp;gt;&amp;lt;img border="”0&amp;amp;#8243;" alt="”Belajar" 
src="”&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-language: AR-SA; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;http://images.cooltext.com/2464155.png"
width="150" height="50"&lt;/span&gt;" 
/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/textarea&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterangan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan Lupa Ganti Link yang berwarna &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;biru&lt;/span&gt; dengan link blog anda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya dapat anda lihat di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tuker Link&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.nuptkonline.blogspotcom%E2%80%9D" target="”_blank”"&gt;&lt;img alt="”Belajar" dengan="" src=" http://images.cooltext.com/2464155.png" width="150" height="50" border="”0&amp;#8243;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;textarea rows="”3&amp;#8243;" cols="”20&amp;#8243;"&gt;&lt;a href="”http://www.nuptkonline.blogspot.com”" target="”_blank”"&gt;&lt;img border="”0&amp;#8243;" alt="”Belajar" src="” http://images.cooltext.com/2464155.png" width="150" height="50" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;

&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.........&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/cara-buat-kode-tukar-link.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV9YaQKZsZLlAW-BlNXKXNjRD15EY6zRU6hmieaIPtJeJ_-GjIZtiT81IyZo4gbZKaE6jRYvGgBRNyzwYtCpujKgLLFLqtVK7GUeJgjnOcR8dg0FroY37MGVuR9iutj5AEyq3LPHiFyTM/s72-c/safe_image.php.jpeg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-2402739313808111190</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T04:21:39.814-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>cara buat status yahoo mesenger</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="post-body"&gt;

Dalam postingan yang singkat kali ini saya akan membahas bagaimana &lt;b&gt;Cara Buat Status Yahoo Messenger di Blog&lt;/b&gt;.Punya &lt;b&gt;Yahoo Messenger&lt;/b&gt; atau YM ?Pasti kamu yang suka chatting punya yang namanya YM atau &lt;b&gt;Yahoo Messenger&lt;/b&gt;.&lt;b&gt;Yahoo Messenger&lt;/b&gt;
 bisa kita aplikasikan loh kedalam blog kita ? ya sekedar buat chatting 
kepada pengunjung blog kita atau bisa juga buat tanya jawab tentang blog
 kita .coba lihat &lt;b&gt;Status Yahoo Messenger&lt;/b&gt; yang sedang online di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIYX7AyHagb_bZdbwU8zr0jHN-ZVs6TS8sYGr5cduwW-8jHCq00nYGePuAAqdVTvSvQ_gTnwTDfxSlmhUPCcZT3j3TsxnDAWE2mmjFQjTHRbWLSz80MwJAz-4WjehR9jIkpXIcVVMsGKE/s1600-h/online.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435113301350374834" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIYX7AyHagb_bZdbwU8zr0jHN-ZVs6TS8sYGr5cduwW-8jHCq00nYGePuAAqdVTvSvQ_gTnwTDfxSlmhUPCcZT3j3TsxnDAWE2mmjFQjTHRbWLSz80MwJAz-4WjehR9jIkpXIcVVMsGKE/s320/online.gif" style="cursor: pointer; height: 25px; width: 125px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;dan coba lihat &lt;b&gt;Status Yahoo Messenger&lt;/b&gt; yang sedang offline dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ko52W_w6cDDZ2EdwFJCmhsJkccE-4hX-RSXLxeYeuOR1pLSVbDT17isDC29hJhHsdGV-RPeMpFAeHD5sK_qCZwNAkIZwo3Db9Vru6w16-Smj2HAchg71gnNvAH0v4QLGrtjNXxdIAeo/s1600-h/ofline.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435114063148673458" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ko52W_w6cDDZ2EdwFJCmhsJkccE-4hX-RSXLxeYeuOR1pLSVbDT17isDC29hJhHsdGV-RPeMpFAeHD5sK_qCZwNAkIZwo3Db9Vru6w16-Smj2HAchg71gnNvAH0v4QLGrtjNXxdIAeo/s320/ofline.gif" style="cursor: pointer; height: 25px; width: 125px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu bisa memasang &lt;b&gt;Status Yahoo Messenger&lt;/b&gt; kaya di atas dengan mudah, silakan ikuti langkah-langkah &lt;b&gt;Cara Buat Status Yahoo Messenger di Blog&lt;/b&gt; dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Login ke Blogger.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.kemudian klik &lt;b&gt;Tata Letak&lt;/b&gt; dan klik lagi &lt;b&gt;Elemen Halaman&lt;/b&gt; kemudian pilih &lt;b&gt;Tambah Gadget&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Setelah muncul jendela baru silakan pilih &lt;b&gt;HTML/Javascript&lt;/b&gt;,Lalu copy dan paste kode berikut ini kedalam kolom &lt;b&gt;HTML/Javascript&lt;/b&gt; Tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;a href="ymsgr:sendIM?&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;ID-YM&lt;/span&gt;"&amp;gt;&amp;lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;ID-YM&lt;/span&gt;&amp;amp;m=g&amp;amp;t=&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;&amp;amp;l=us"/&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Ganti tulisan ID-YM yang berwarna &lt;span style="color: #3333ff;"&gt;biru &lt;/span&gt;dengan ID &lt;b&gt;Yahoo Messenger&lt;/b&gt; Kamu.selain itu kamu juga bisa mengganti tampilan &lt;b&gt;Status Yahoo Messenger&lt;/b&gt; kamu dengan merubah angka &lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt; yang berwarna &lt;span style="color: red;"&gt;merah&lt;/span&gt; dengan angka 2 atau 3 .silakan dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai selamat mencoba &lt;b&gt;Cara Buat Status Yahoo Messenger di Blog&lt;/b&gt;.

&lt;/div&gt;
&lt;span class="post-author"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;span class="post-timestamp"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/cara-buat-status-yahoo-mesenger.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIYX7AyHagb_bZdbwU8zr0jHN-ZVs6TS8sYGr5cduwW-8jHCq00nYGePuAAqdVTvSvQ_gTnwTDfxSlmhUPCcZT3j3TsxnDAWE2mmjFQjTHRbWLSz80MwJAz-4WjehR9jIkpXIcVVMsGKE/s72-c/online.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-2829952703792918950</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T04:19:41.415-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Unik</category><title>indonesia masuk kedalam daftar penjual barang bajakan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP1HPHQisaSVb9nT7wxN2rf5LupFAeFRvfswgOL39-TqQJrskaShY0cX5k0JBlbMcTQfXOzWwFvDo3Ui8Oudo_eEFbf043IkTaP1IPv3Ro0M8RUZYpTFB224WWHGB9iPCNB6zeSe1AbIex/s1600/vcd+bajakan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="193" width="261" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP1HPHQisaSVb9nT7wxN2rf5LupFAeFRvfswgOL39-TqQJrskaShY0cX5k0JBlbMcTQfXOzWwFvDo3Ui8Oudo_eEFbf043IkTaP1IPv3Ro0M8RUZYpTFB224WWHGB9iPCNB6zeSe1AbIex/s1600/vcd+bajakan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;

&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Amerika Serikat sekali lagi memasukkan mesin pencari nomor satu China, 
Baidu, pada daftar "pasar jahat" (notorious market), yaitu sebuah daftar
 yang tiap tahun dirilis pemerintah AS karena diyakini menjual 
barang-barang palsu dan bajakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengumuman itu membangkitkan harapan bagi komunitas bisnis bahwa Kongres
 AS akan melawan laman-laman berbahaya (karena berbuat ilegal). Kamar 
Dangan dan Industri Amerika Serikat (USTR) menyebut 'Baidu' sebagai 
salah satu contoh paling menonjol dari layanan daring yang menggunakan 
"tautan dalam" (deep link) untuk mengarahkan pembeli kepada 
'barang-barang yang diduga bermasalah dan sering tersedia di situs pihak
 ketiga'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deep link adalah tautan yang mengarahkan pengguna internet ke tempat 
tertentu dalam laman tanpa harus melewati beranda laman tersebut. Baidu 
baru-baru ini menempati peringkat pertama sebagai situs yang paling 
banyak dikunjungi di China dan satu dari sepuluh laman paling sering 
dikunjungi di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar Dagang dan Industri AS mendesak Kongres meloloskan aturan yang 
memberi otoritas kepada pengadilan untuk memblok laman asing yang 
menjual barang palsu atau bajakan di AS. "Pelaku kriminal yang berada di
 pasar ini telah membajak penemuan dan kreasi terbaik Amerika," kata 
Steven Tepp, Direktur Senior Kontrapembajakan dan Pemalsuan Internet 
pada USTR. "USTR melaporkan bahwa pusat-pusat niaga komputer di China, 
seperti Hailong PC Mall di Beijing dan Yangpu Yigao Digital Square di 
Shanghai, diketahui menjual komputer dengan sistem operasi ilegal dan 
beberapa piranti lunak bajakan," terang USTR.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
USTR juga merilis daftar pasar di beberapa negara yang diduga 
memperdagangkan barang-barang bajakan atau palsu di dunia. Termasuk 
dalam negara yang diduga menjual barang-barang bajakan dan palsu itu 
adalah Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut USTR, bersama beberapa negara seperti Ekuador, Paraguay, 
Argentina, Hongkong, India, Ukraina, Filipina, Thailand, Meksiko, 
Pakistan, dan Kolombia, Indonesia dimasukkan pada daftar pasar yang 
banyak memperdagangkan barang bajakan dan palsu. Sementara Rusia diduga 
menjadi basis pasar dan website musik bajakan. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/indonesia-masuk-kedalam-daftar-penjual.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP1HPHQisaSVb9nT7wxN2rf5LupFAeFRvfswgOL39-TqQJrskaShY0cX5k0JBlbMcTQfXOzWwFvDo3Ui8Oudo_eEFbf043IkTaP1IPv3Ro0M8RUZYpTFB224WWHGB9iPCNB6zeSe1AbIex/s72-c/vcd+bajakan.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-4258707563863173621</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T03:50:46.577-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Unik</category><title>10 jembatan terindah di dunia</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;10.THE VERRAZANO-NARROWS BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRsGcy8BcGLeWniRbTib8qxvxoTphPWKgm_aC8NYqK02VrCDUOfgN5dW5sdAT81W3xULbJ665HMT_M51DPor6OHz9zokMV4gnbMSqUD_ZMZVgFfokKggPRBIM1ekJsbszh6Nd8OJJZU-w/s320/VERRAZANO-NARROWSBRIDGE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dinamai
  dengan nama penjelajah  Italia terkenal Giovanni da Verrazano, 
jembatan  ini memiliki menara  tinggi 693 kaki dan memiliki rentang 
pusat 4.260  kaki (1.298 m).  Dibangun tahun 1964 sampai 1981, adalah 
jembatan  gantung terbesar di  dunia. Jembatan ini menghubungkan 
Brooklyn dengan  Staten Island dan  telah memainkan peranan penting 
dalam pembangunan  kawasan Big Apple  tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. LE PONT DE NORMANDIE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXc_CgG7JZxXMrRDToQsjTcJQB2FOgqoVDppejuCY8d9v9OQOFdhiVsFK_OeBSqPQ3b3xdqXvbnKWxFFN4-DytUWulzx6AKo9nbN0MTAd9sWNnHbH8M22O9FB9Tabq93z02IlImh31034/s320/LEPONTDENORMANDIE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jembatan
  ini berlokasi di  Perancis, Panjangnya 2.800 kaki panjang, dengan  
tinggi 165 meter di atas  permukaan air atas Sungai Siene. Pada saat  
selesai, biaya konstruksi  mencapai 465 juta dolar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.PENANG BRIDGE / JAMBATAN PULAU PENANG&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXSs6Ynb3euIgQ7XCB4ZGmqGOk6hdYTA7FxqYhI8Ou5838dWIc5zUEEOR2t13Qoy8FHMOgDMnZmHIvnxxuv7spxlsS0SVqBfoOE0CD5SZ2woRmRLXtl2APYg9VkgJ2GvgpeSVEmZlPFwQ/s320/JAMBATANPULAUPENANG.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Selain
  terkenal dengan Petronas  Towers nya yang tergolong bangunan tertinggi
  di dunia, Malaysia  membanggakan Jembatan Penang ( orang setempat  
menamainya jembatan Pulau  Penang) sebagai satu dari kehebatan bangunan 
 struktur nasional malaysia.  Dianggap sebagai jembatan terpanjang 
ketiga  di dunia, jembatan Penang  berdiri 8,4 km di atas air, memiliki 
empat  menara di midspan berdiri  101,5 meter dan membentang 13.5 km 
dari  Seberang Prai di daratan  Malaysia sampai Gelugor di Pulau Penang.
 Butuh  waktu 40 tahun sejak awal  konsepsi sampai terwujud dan secara 
resmi  dibuka pada tahun 1985.  Sekarang jembatan itu melayani lebih 
dari  70.000 orang per hari dan  tetap menjadi sumber kebanggaan bagi 
Malaysia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. TATARA BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUnXrL3zmBNCedByO62VPW0ixkxgnBYXM4ZpO14pkV76g0ZFBW7ltBhr3HgoHjHma92OeppCJcbN8h1TXgLGhW37xg32d38UdZ9BTDQAvWXxjQDXTHRI24FH9mBZPtGdt9QYq8qJxvDyg/s320/tatara.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sekarang
  giliran Jepang.  Jembatan Tatara yang menghubungkan pulau-pulau Jepang
  Honshu dan Shikoku  di seberang Laut Pedalaman Seto dan dikenal 
memiliki  rentang terpanjang  dari jembatan kabel lain di dunia. 
Memiliki  ketinggian 220 meter  (sampai menara baja) dan memiliki pusat 
rentang  890 meter. Jembatan  mengagumkan Jepang ini dibuka pada tahun 
1999.  Jembatan ini dibagun  hanya dalam waktu 6 tahun dengan konstruksi
 yang  mengagumkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. THE GOLDEN GATE BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdeH9hUpGv8r6a3OcegRsxOft_KrlH203zc-n4J2WqPPL_Q4Ji3fdURcxL1hwukosYaztiGpobMRi7h-H8_krhFbM4qDU1i_FgWIZFh6EXsg9aIqp327HWRNs80MuRdofks3244vEd4js/s320/THEGOLDENGATEBRIDGE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jembatan
  gantung elegan ini  telah muncul dalam berbagai novel, pertunjukan,  
film film hollywood.  Memiliki ketinggian 227,4 meter dan menghubungkan 
 kota San Francisco dan  Marin County. Meskipun menghadapi reaksi keras 
 dan tuntutan hukum,  konstruksi jembatan selesai pada 1937. Ini  
difasilitasi laju pertumbuhan  ekonomi di kota dan di daerah sekitarnya.
  Arsitektur dan kemegahan nya  telah melekat dihati semua orang, tidak 
 hanya warga setempat, amerika,  tapi semua orang di dunia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. THE GREAT BELT FIXED LINK&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXUH9V9MUx0nBifHJApWXlMf6a6IZDS1Yp5HI88DYDPNymVtb099hsNGpSv7SJ00WzBVq7c1dgAVuz_gWsvgFpF4YBBpFaUgFUWjDX7Py5V5b0dVmktxydtI_36NAn33SOuLTTubwGfgw/s320/THEGREATBELTFIXEDLINK.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jembatan
  ini adalah tertinggi  Eropa dan menghubungkan Zealand dengan  
pulau-pulau Funen di great belt  denmark. Selesai pada tahun 1998,  
memiliki ketinggian 254 m dan terdiri  dari sebuah jalan, sebuah  
terowongan kereta api dan sebuah kotak kayu  palang jembatan. Istilah  
“Jembatan Sabuk Besar” biasanya tergolong ke  jembatan gantung. Seperti 
 dalam kasus pembangunan majorbridges lain nya,  pembangunannya telah  
membuka jalan bagi usaha yang lebih baik di  daerah. Jembatan ini  
merupakan jembatan milik Denmark dengan budjet  termahal dalam sejarah, 
 yaitu DKK 21.4 Milliar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. NEW RIVER GORGE BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq7FfoK5HFkioBBYIrfPtEX2wg0Jx8e8Q1bMgIdGY58NZ8y_Hq5_Gg64xsy-pgje6sybWTAyJA9mTk3WgB9vGLLy6i24Bbk3kCFSdWb4o4XRO2qfM_fVAbQvLCwADymsOWcHYrOJWjku4/s320/NEWRIVERGORGEBRIDGE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jembatan
  besar lain di Amerika  adalah New river gorge bridge, Berketinggian 
267  meter diatas sebuah  sungai (nama sungainya adalah New River) Lebih
  dari 17.000 mobil  melintasi jembatan itu setiap hari dan dianggap  
sebagai jembatan  kendaraan tertinggi di Amerika. The New River Gorge  
Bridge adalah  jembatan baja terpanjang sebelum Jembatan Millau di  
Perancis, jembatan  ini sekarang juga dipakai untuk olahraga Extreem  
Rappelling atau base  jumping pada waktu Fayette county festival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. AKASHI-KAIKY BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgExG7o0QX_p_uddwOgE89IBvOSXFzBSiA27EGmnNAZeTOt3uvQ-_RLWnEY-6Qg1k6inOLQtSrZXMcBvmXPLbjHl1ybuVcOsU6rqoQ98mEoQceoQeA_H18yMq0hR9BJgNjpa1jgU4XPQIw/s320/AKASHI-KAIKYBRIDGE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ketinggian
  nya 298,3 Meter,  terbentang diatas di atas Selat Akashi dan  
menghubungkan kota Kobe di  pulau Honshu sampai Iwaya di Pulau Awaji.  
Selesai pada tahun 1998, ini  adalah jembatan terpanjang di dunia  
kategori jembatan gantung, dengan  rentang pusat 1.991 meter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. ROYAL GORGE BRIDGE&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjwn4Z7I6Ukv6GiCpVOYrgC03Rfg2CfjZfioog77E45vUdOyhfeFad66o2WSQHss8mL1NmeyxKzEbx3WGahHugUqJUHAkgzPGFp5E6sjzgyVC99nTbifcGq3_ejomDc4lb5OffEfPVYVw/s320/ROYALGORGEBRIDGE.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Jembatan
  ini berketinggian 321  Meter di atas Sungai Arkansas. Yang merupakan  
jembatan tertinggi di AS,  jembatan gantung tertinggi di dunia. Terletak
  dekat Canon City,  Colorado, Jembatan ini selesai pada tahun 1929,  
dengan panjang 384  meter,lebar 5 meter dan lebar tergantung dari menara
  yang tingginya 46  meter. Jembatan ini telah terdaftar dalam Daftar  
Nasional Tempat  Bersejarah dan dibangun terutama untuk tujuan  
pariwisata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. MILLAU VIADUCT&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPFq0n2VkBDir36k2gYsy5lJzSanvzTOw8pIs-LQx1O6larb6UMhcHkrlMwFhsT0seawXo9Kse5TYzn1QyJ-S1OqvF242aUnIdlWY9ST6RmGREJhPJrwDAjE0XQQ-5-drPDHWWOb7DDHA/s1600/j2.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW5CeYuHI6eVQ4obQXuY2-IS4HW-nelXS7ZNIfevUBmsi5HYtFeU5qo8g7i5F5oTqud0oYsos55fK1j1LfJ4eYE3YPXMAw1hNq6bCmxdIookF1qAS4CS-xZWtURCb8L59fnpCjpEKCH-4/s320/Millau%20Viaduct%20In%20Southern%20France.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: times new roman; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Berada
  pada ketinggian 343 Meter  dan dinobatkan sebagai jembatan tertinggi  
dunia, berada di Prancis,  jembatan ini sangat mengesankan bahkan bila  
di ukur ketinggian nya  hampir sedikit menyamai Empire state building,  
memiliki struktur yang  sangat kokoh dan mengagumkan bahkan pernah masuk
  dalam Channel National  Geographic dalam edisi “Megastructure”, di  
resmikan langsung oleh  Presiden Prancis Jacques Chirac dan telah  
menjadi kebanggan bagi negara  Perancis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;
&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Read more: &lt;a href="http://www.si-om.com/2011/08/10-jembatan-tertinggi-di-dunia.html#ixzz1lDxMo0su" style="color: #003399;"&gt;http://www.si-om.com/2011/08/10-jembatan-tertinggi-di-dunia.html#ixzz1lDxMo0su&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Under Creative Commons License: &lt;a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0" style="color: #003399;"&gt;Attribution&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/10-jembatan-terindah-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRsGcy8BcGLeWniRbTib8qxvxoTphPWKgm_aC8NYqK02VrCDUOfgN5dW5sdAT81W3xULbJ665HMT_M51DPor6OHz9zokMV4gnbMSqUD_ZMZVgFfokKggPRBIM1ekJsbszh6Nd8OJJZU-w/s72-c/VERRAZANO-NARROWSBRIDGE.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-1327334750981509426</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T03:37:24.877-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>Trik cepat mencari folder di windows 7</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Sobat semua&amp;nbsp;pasti pernah membuka dan menyimpan file di folder tertentu 
di harddisk sobat. Dan ketika&amp;nbsp;sobat semakin sering bekerja menggunakan 
komputer, kemudian menemui kotak dialog Open atau Save As, maka pasti 
akan membutuhkan banyak waktu untuk navigasi atau mencari folder yang 
diinginkan untuk menyimpan atau membuka file.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah trik dan tips komputer untuk menemukan folder dengan 
cepat, khusus menggunakan fitur di sistem operasi Windows 7.&amp;nbsp;sobat bisa 
menggunakan fitur &lt;span style="color: blue;"&gt;Recent Places&lt;/span&gt; yang ada di bawah &lt;span style="color: blue;"&gt;‘Favorites’&lt;/span&gt; ketika&amp;nbsp;sobat membuka jendela Windows Explorer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Recent Places tidak sama dengan Recent Documents yang ada di menu 
Windows Start. Ketika&amp;nbsp;sobat klik Recent Places, maka akan tertampil 
folder-folder yang sudah pernah&amp;nbsp;sobat buka sebelumnya. Klik salah satu 
folder yang diinginkan, dan bukalah. Tidak perlu membuang waktu banyak 
mencari drive dan subfolder.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika&amp;nbsp;sobat tidak melihat pilihan Recent Places di panel sebelah kiri 
Windows Explorer, maka&amp;nbsp;sobat dapat membuatnya kelihatan, yakni dengan 
memilih &lt;span style="color: blue;"&gt;Organize - Layout - Navigation Pane. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/trik-cepat-mencari-folder-di-windows-7.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-7752016371727412439</guid><pubDate>Thu, 02 Feb 2012 11:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-02T03:33:04.679-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>cara mengganti backgrount google anda</title><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Kali ini saya akan share tips ringan seputar google tepatnya cara mengganti gambar latar atau background google itu sendiri.&lt;br /&gt;
Sobat semua pasti jenuh setiap buka google untuk mecari sesuatu yang di 
suguhkan selalu dominan adalah warna putih, ga tau kenapa google enggan 
mengganti yang tadinya dominan putih menjadi pink atau ungu (emangnya 
google janda !!!), tapi sobat ga usah nunggu google mau ganti warna 
temanya yah ntar tua duluan, kita bisa ganti kok backgroundnya jadi 
pemandangan atau yang lainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya sobat buka dulu google.com lalu arahkan pandangan sobat ke 
samping kiri bawah jendela google di situ ada tulisan "Ganti gambar 
latar" lihat gambar di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirYH71ANV-T6jt_PGzzZ_hOtmy-QgkrklfsncV90on6oLtGa3byerSmHXWKu8gS25rmw06lLjUWWb4O9CadysEnILs6HtEkdTFpc_9WJY3QGzk29_0vIC5EYBKaQUZF2o9MrRgasguycVg/s1600/ganti_gambar_latar_google.bmp" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirYH71ANV-T6jt_PGzzZ_hOtmy-QgkrklfsncV90on6oLtGa3byerSmHXWKu8gS25rmw06lLjUWWb4O9CadysEnILs6HtEkdTFpc_9WJY3QGzk29_0vIC5EYBKaQUZF2o9MrRgasguycVg/s320/ganti_gambar_latar_google.bmp" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setelah itu akan keluar jendela berisi gambar latar yang siap di pilih, tinggal sobat pilih deh tuh dan jadinya akan seperti ini&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVjivEDSEZIdBMxv1ieSkC3e74bM887D6Q9MtGcsHmHnbvdbbohxK8HNf7zp6uWxOPuQQ8PD3tzC0rKnrNhPU3Lc8Q-tiaV7JxO1ckkTRG8RSGm64kKk2CDsMtuaNcq5ebNXCzmAy-S4_W/s1600/background_google.bmp" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVjivEDSEZIdBMxv1ieSkC3e74bM887D6Q9MtGcsHmHnbvdbbohxK8HNf7zp6uWxOPuQQ8PD3tzC0rKnrNhPU3Lc8Q-tiaV7JxO1ckkTRG8RSGm64kKk2CDsMtuaNcq5ebNXCzmAy-S4_W/s320/background_google.bmp" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ayo makanya ganti backgroundnya sekarang....&lt;/div&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/cara-mengganti-backgrount-google-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirYH71ANV-T6jt_PGzzZ_hOtmy-QgkrklfsncV90on6oLtGa3byerSmHXWKu8gS25rmw06lLjUWWb4O9CadysEnILs6HtEkdTFpc_9WJY3QGzk29_0vIC5EYBKaQUZF2o9MrRgasguycVg/s72-c/ganti_gambar_latar_google.bmp" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-4000036188498470684</guid><pubDate>Wed, 01 Feb 2012 11:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-01T03:14:45.364-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Peran Pendidikan dalam Pembangunan</title><description>&lt;p&gt;Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk  pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan  tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan  persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bab  ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan, dan saling  keterkaitan antara pokok tersbut, faktor-faktor yang mempengaruhi  perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara  penanggulangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan  pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik,  tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk. Jika hal tersebut  terjadi, bidang ekonomi akan bermasalah, karena tiap orang akan korupsi.  Sehingga lambat laun akan datang hari dimana negara dan bangsa ini  hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan  salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa  sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan  yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang  profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan  kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya  makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya  rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional,  propinsi, maupun kota dan kabupaten.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara  terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang  sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada  kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya  Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah  penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR  besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di  daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang  memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun  mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah  sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan  kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan,  sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada,  apalagi bertahan pada kompetisi di era global.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak  bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena  itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan  pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki  kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati  permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si  miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang  kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka.  Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas  yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat,  dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak  berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis  adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala  sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul  pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar  karena sangat memprihatinkan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penyelenggaraan Pendidikan yang Berkualitas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Pendidikan bermutu itu mahal”. Kalimat ini sering muncul untuk  menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk  mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman  Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin  tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak  boleh sekolah.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp  500.000, — sampai Rp 1.000.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1  juta. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari  kebijakan pemerintah yang menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).  MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk  melakukan mobilisasi dana. Karena itu, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan  yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha.  Asumsinya, pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas.  Hasilnya, setelah Komite Sekolah terbentuk, segala pungutan uang kadang  berkedok, “sesuai keputusan Komite Sekolah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pada tingkat implementasinya, ia tidak transparan, karena yang  dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang  dekat dengan Kepala Sekolah. Akibatnya, Komite Sekolah hanya menjadi  legitimator kebijakan Kepala Sekolah, dan MBS pun hanya menjadi  legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan  pendidikan rakyatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum  Pendidikan (RUU BHP). Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke  bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat  besar. Dengan perubahan status itu pemerintah secara mudah dapat  melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik  badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Perguruan Tinggi Negeri pun  berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Munculnya BHMN dan MBS  adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. BHMN  sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa  Perguruan Tinggi favorit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Privatisasi dan Swastanisasi Sektor Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor  pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk  memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40  persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi  pendidikan. Akibatnya, sektor yang menyerap pendanaan besar seperti  pendidikan menjadi korban. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8  persen (Kompas, 10/5/2005).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam APBN 2005 hanya 5,82% yang dialokasikan untuk pendidikan.  Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja  dalam APBN (www.kau.or.id). Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan  dilegitimasi melalui sejumlah peraturan, seperti Undang-Undang Sistem  Pendidikan Nasional, RUU Badan Hukum Pendidikan, Rancangan Peraturan  Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah, dan RPP tentang  Wajib Belajar. Penguatan pada privatisasi pendidikan itu, misalnya,  terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional (Sisdiknas). Dalam pasal itu disebutkan, penyelenggara dan/atau  satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat  berbentuk badan hukum pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk  diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Koordinator LSM Education  Network for Justice (ENJ), Yanti Mukhtar (Republika, 10/5/2005) menilai  bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah  melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab  penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah  memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan  pendidikan. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya  untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Akibatnya, akses rakyat yang  kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan  masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial, antara yang  kaya dan miskin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Menurut dia,  privatisasi pendidikan merupakan agenda kapitalisme global yang telah  dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Melalui  Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP), pemerintah  berencana memprivatisasi pendidikan. Semua satuan pendidikan kelak akan  menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya  sendiri. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri, dari SD hingga  perguruan tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi masyarakat tertentu, beberapa PTN yang sekarang berubah status  menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. Jika  alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini  hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman, Perancis, Belanda, dan di  beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan tinggi yang bermutu  namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara ada yang  menggratiskan biaya pendidikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya,  tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya  membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin  setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat  bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya  Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal  keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk  cuci tangan.&lt;/p&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/02/peran-pendidikan-dalam-pembangunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-2021202837241123380</guid><pubDate>Fri, 20 Jan 2012 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T23:54:22.260-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Mendikbud: masyarakat harus biasakan budaya apresiatif</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img.antaranews.com/new/2011/12/small/2011121529.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://img.antaranews.com/new/2011/12/small/2011121529.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Medan (ANTARA News)  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengajak semua elemen  bangsa ini untuk membiasakan budaya "apresiatif" yang diberikan kepada  tokoh atau lembaga yang telah berprestasi di bidangnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dengan membiasakan budaya apresiatif, akan terbangun iklim  kompetisi yang baik pula nantinya. Itu juga akan semakin mendorong  barbagai pihak untuk lebih termotivasi dalam menghasilkan karya-karya  luar biasa," katanya di Medan, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ia mengatakan, budaya apresiatif merupakan hal yang sudah  seharusnya dikembangkan oleh bangsa ini, demi membangkitkan semangat  positif. Sehingga dengan demikian kegemaran untuk berprestasi akan  semakin tinggi di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Jangan sampai kegemaran masyarakat untuk berprestasi menurun  akibat tidak ada beda bagi yang berprestasi dengan yang tidak  berprestasi. Untuk itu budaya apresiatif itu harus terus kita  kembangkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut dia, jangan sampai terjadi justru sebaliknya,  keberhasilan-keberhasilan seseorang justru di "kerdilkan". Misalnya  seseorang telah berprestasi mendapat nilai 100 namun justru dikatakan  50, akibatnya orang itu dikemudian hari akan malas untuk berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut dia lagi, jika ada seseorang yang enggan memberikan  apresiasi kepada orang lain yang telah berhasil, orang itu tentunya  dapat dinilai bahwa memang belum pernah membuat prestasi selama  hidupnya, sehingga ia tidak tahu bagaimana perjuangan seseorang untuk  mencapai hasil maksimal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tentunya kita dapat menilai kenapa seseorang tidak pernah  memberikan apresiasi kepada orang lain yang sudah berhasil. Ini karena  memang dia tidak pernah memiliki prestasi sehingga ia tidak apa yang  disebut dengan perjuangan. Bagi yang sudah berhasil seharusnya diberikan  penghargaan dan yang belum berhasil harus terus didorong agar ada  masanya bisa ikut berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut dia, media massa juga sangat berperan besar dalam  mengedukasi masyarakat untuk membiasakan budaya apresiatif tersebut  yakni dengan pemberitaan-pemberitaan yang membangun dan positif pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Setidaknya dengan pemberitaannya yang positif, masyarakat akan  diajarkan bagimana menjalankan budaya apresiatif tersebut, sesuai dengan  yang ingin kita bangun yakni budaya apresiatif positif, budaya  memberikan penghormatan pada siapa pun yang berprestasi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/mendikbud-masyarakat-harus-biasakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-6702889240913313530</guid><pubDate>Fri, 20 Jan 2012 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T23:50:30.837-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><title>Mobil Esemka dorong percepatan penyerapan lulusan SMK</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120109mobil-esemka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120109mobil-esemka.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="post-content" style="margin-top: 20px;"&gt;Semarang (ANTARA  News) - Pembuatan mobil Esemka dipastikan akan mendorong percepatan  penyerapan kerja lulusan SMK yang sebelumnya bisa menyentuh hingga 80  persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Tahun lalu penyerapan lulusan SMK untuk yang negeri bisa mencapai  80 persen, sementara SMK swasta sekitar 60 persen," kata Kepala Dinas  Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Jika dilihat dari masa tunggu penyerapan kerja setelah lulus  sekolah, tahun lalu masa tunggu untuk lulusan SMK negeri setengah tahun,  sedangkan lulusan SMK swasta berkisar sembilan bulan hingga satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ia optimistis dengan adanya ketrampilan siswa membuat mobil Esemka,  akan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja dari lulusan SMK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Apalagi selain ketrampilan membuat mobil Esemka, para siswa juga mahir membuat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;personal computer &lt;/span&gt;(PC), notebook, LCD TV, hingga sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Di Semarang yang ditunjuk untuk pengerjaan mobil dan keahlian lain tersebut yakni SMK 1 dan SMK 7 Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Untuk mobil Esemka berupa minitruk sudah ada yang laku dijual, begitu juga dengan produk lainnya," katanya.&lt;/span&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/mobil-esemka-dorong-percepatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-2186690160419716159</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 13:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T05:50:47.937-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">NUPTK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sertifikasi</category><title>Informasi Sertifikasi Guru 2012</title><description>&lt;p&gt;Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Sosialisasi Sertifikasi 2012  yang telah dilaksanakan tanggal 08 s.d 10 Nopember di Hotel Sahid Jaya  Yogyakarta yang diselenggarakan oleh BPPSDM dan PMP Kemdikbud, dengan  ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Data yang ditampilkan pada situs &lt;a href="http://www.sergur.pusbangprodik.org/"&gt;&lt;strong&gt;www.sergur.pusbangprodik.org&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;  adalah Informasi data guru peserta sertifikasi yang bersumber dari  hasil pemutakhiran/update data NUPTK online per September 2011 dan &lt;strong&gt;BUKAN DAFTAR PESERTA TETAP&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepala UPTD/Kepala Sekolah, Operator UPTD/Sekolah agar segera  berkoordinasi dengan pengawas pembina masing-masing terkait dengan data  yang tercantum di situs &lt;a href="http://www.sergur.pusbangprodik.org/"&gt;&lt;strong&gt;www.sergur.pusbangprodik.org&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi pendidik yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;datanya belum sesuai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dengan instrumen pemutakhiran data atau &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak ada&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  di situs tersebut, segera menghubungi operator UPTD/sekolah  masing-masing dengan membawa instrumen isian awal beserta data pendukung  untuk dilakukan validasi dan verifikasi ulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepada operator  UPTD/Sekolah untuk melakukan langkah berikut: &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengisi rekap individu yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;datanya tidak sesuai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (form D.1, terlampir)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi rekap individu yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak ada&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; di situs tersebut (form D.2, terlampir).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi rekap individu yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;berstatus Honorer/Non PNS yang ada di Sekolah Negeri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(Form D.3, terlampir)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi rekap individu (form D.4, terlampir) bagi guru yang :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;-     meninggal&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-     pensiun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-     melimpah/promosi ke jabatan lain selain guru&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-     tidak aktif&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-     sudah tersertifikasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;-     mengajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5.    Rekap data sebagaimana yang tercantum pada poin 4 (empat) di  atas, dikumpulkan dan diserahkan  oleh operator UPTD/Sekolah  (bukan  guru) kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi seluruhnya melalui  Seksi PPTK Dikdas &lt;strong&gt;paling lambat tanggal 22 Nopember  2011&lt;/strong&gt;. FORMAT REKAP KLIK &lt;a href="http://www.nuptk.disdiksmi.net/wp-content/uploads/2011/11/FORMAT2.xls" target="_blank"&gt;DISINI&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6.    Ha-hal yang bersifat teknis, khusus untuk operator UPTD/Sekolah disarankan untuk bergabung di grup  &lt;a href="http://www.facebook.com/groups/158373364261567/"&gt;&lt;strong&gt;http://www.facebook.com/groups/158373364261567/&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;7.    Bagi pengawas sekolah dimohon segera melakukan verifikasi dan validasi data yang ada di &lt;a href="http://www.sergur.pusbangprodik.org/"&gt;www.sergur.pusbangprodik.org&lt;/a&gt; bersama-sama dengan operator masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8.     Informasi dan hal-hal yang berkenaan sertifikasi guru 2012 dapat dilihat di situs &lt;a href="http://www.sergur.pusbangprodik.org/"&gt;&lt;strong&gt;www.sergur.pusbangprodik.org&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;,&lt;/strong&gt; atau  &lt;a href="http://www.nuptk.disdiksmi.net/"&gt;&lt;strong&gt;www.nuptk.disdiksmi.net&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.nuptk.disdiksmi.net/"&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.&lt;/p&gt;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/menindaklanjuti-hasil-rapat-koordinasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-3534804843630699066</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 13:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T05:42:17.619-08:00</atom:updated><title>Informasi Sertifikasi Guru 2012</title><description>Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Sosialisasi Sertifikasi 2012 yang telah dilaksanakan tanggal 08 s.d 10 Nopember di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta yang diselenggarakan oleh BPPSDM dan PMP Kemdikbud, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Data yang ditampilkan pada situs www.sergur.pusbangprodik.org adalah Informasi data guru peserta sertifikasi yang bersumber dari hasil pemutakhiran/update data NUPTK online per September 2011 dan BUKAN DAFTAR PESERTA TETAP.&lt;br /&gt;    Kepala UPTD/Kepala Sekolah, Operator UPTD/Sekolah agar segera berkoordinasi dengan pengawas pembina masing-masing terkait dengan data yang tercantum di situs www.sergur.pusbangprodik.org.&lt;br /&gt;    Bagi pendidik yang datanya belum sesuai dengan instrumen pemutakhiran data atau tidak ada di situs tersebut, segera menghubungi operator UPTD/sekolah masing-masing dengan membawa instrumen isian awal beserta data pendukung untuk dilakukan validasi dan verifikasi ulang.&lt;br /&gt;    Kepada operator  UPTD/Sekolah untuk melakukan langkah berikut:&lt;br /&gt;        Mengisi rekap individu yang datanya tidak sesuai (form D.1, terlampir)&lt;br /&gt;        Mengisi rekap individu yang tidak ada di situs tersebut (form D.2, terlampir).&lt;br /&gt;        Mengisi rekap individu yang berstatus Honorer/Non PNS yang ada di Sekolah Negeri(Form D.3, terlampir)&lt;br /&gt;        Mengisi rekap individu (form D.4, terlampir) bagi guru yang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     meninggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     melimpah/promosi ke jabatan lain selain guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     tidak aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     sudah tersertifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-     mengajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Rekap data sebagaimana yang tercantum pada poin 4 (empat) di atas, dikumpulkan dan diserahkan  oleh operator UPTD/Sekolah  (bukan guru) kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi seluruhnya melalui Seksi PPTK Dikdas paling lambat tanggal 22 Nopember  2011. FORMAT REKAP KLIK DISINI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Ha-hal yang bersifat teknis, khusus untuk operator UPTD/Sekolah disarankan untuk bergabung di grup  http://www.facebook.com/groups/158373364261567/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Bagi pengawas sekolah dimohon segera melakukan verifikasi dan validasi data yang ada di www.sergur.pusbangprodik.org bersama-sama dengan operator masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.     Informasi dan hal-hal yang berkenaan sertifikasi guru 2012 dapat dilihat di situs www.sergur.pusbangprodik.org, atau  www.nuptk.disdiksmi.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/informasi-sertifikasi-guru-2012.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-6729157018838413745</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 13:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T05:11:37.972-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Latar Belakang NUPTK</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowak6qjtyuJqJyX6LoArS3yR7cEwyXULXvhhU6zrSHtsc3ukcelDprYsmCNtKIpZ8nwhNcR-YGHtpI5EqY0utTSgTUI1OxfV7XNEpwfVWhlRQQUEtpfavyUki8SUm0dM10zX2Y1nbVhQ/s320/NUPTK+PENGAJUAN++DES+2009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 121px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowak6qjtyuJqJyX6LoArS3yR7cEwyXULXvhhU6zrSHtsc3ukcelDprYsmCNtKIpZ8nwhNcR-YGHtpI5EqY0utTSgTUI1OxfV7XNEpwfVWhlRQQUEtpfavyUki8SUm0dM10zX2Y1nbVhQ/s320/NUPTK+PENGAJUAN++DES+2009.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Permendiknas Nomor 8 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Ditjen PMPTK, pasal 8 menyatakan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal. Secara khusus kehadiran UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen semakin memposisikan Ditjen PMPTK pada posisi strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai implikasi amanat UU No. 14 tahun 2005 tersebut, Ditjen PMPTK memandang perlu menyiapkan data PTK yang benar, akurat, dan mutakhir sebagai bahan yang dapat digunakan untuk dasar analisis dan sumber data berbagai program kegiatan dalam upaya peningkatan mutu PTK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mendukung ketersediaan data PTK yang benar, akurat, dan mutakhir, Ditjen PMPTK telah mengembangkan sebuah Format Pendataan Instrument NUPTK mulai tahun 2007 untuk mendapatkan informasi PTK secara mendetail dan historikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditjen PMPTK juga memberikan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdiri dari 16 digit numerik dan bersifat unik kepada PTK yang memiliki informasi yang baik dan lengkap. Sistem pemberian nomor ini juga dilengkapi dengan proses pencarian PTK yang terhitung ganda (double-counting) akibat mengajar di beberapa sekolah atau bekerja di beberapa instansi pendidikan untuk menghasilkan informasi tabulasi jumlah PTK secara riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    DASAR HUKUM YANG MALANDASI PELAKSAAN PENDATAAN PTK UNTUK MEMBENTUK NUPTK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945: Pembukaan pada alinea 4, dan pada Bab XII Pendidikan, pasal 31, ayat (1) dan (2)&lt;br /&gt;        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab XI Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pasal 30 sampai pasal 44&lt;br /&gt;        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerinta Daerah&lt;br /&gt;        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintan Daerah&lt;br /&gt;        Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen&lt;br /&gt;        Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan&lt;br /&gt;        Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Program Jangka Menengah Kementrian Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;        Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidk dan Tenaga Kependidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    9 PROGRAM UNGGULAN TAHUN 2007 YANG BERKAITAN DENGAN NUPTK BERDASARKAN TINGKAT URGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Program Peningkatan Kualifikasi Guru;&lt;br /&gt;        Program Sertifikasi Profesi Guru;&lt;br /&gt;        Program pengembangan mutu PTK-PNF;&lt;br /&gt;        Program Tunjangan Guru (fungsional, profesi, khusus dan maslahat tambahan);&lt;br /&gt;        Program penghargaan dan perlindungan PTK;&lt;br /&gt;        Program perencanaan kebutuhan, keseimbangan, penempatan dan pengembangan karir PTK;&lt;br /&gt;        Program peningkatan profesionalitas guru berkelanjutan;&lt;br /&gt;        Program pembinaan Tenaga Kependidikan;&lt;br /&gt;        Program penguatan kinerja PMPTK;</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/latar-belakang-nuptk.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiowak6qjtyuJqJyX6LoArS3yR7cEwyXULXvhhU6zrSHtsc3ukcelDprYsmCNtKIpZ8nwhNcR-YGHtpI5EqY0utTSgTUI1OxfV7XNEpwfVWhlRQQUEtpfavyUki8SUm0dM10zX2Y1nbVhQ/s72-c/NUPTK+PENGAJUAN++DES+2009.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-6350671621488601072</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 12:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T04:49:18.544-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Indosat Gelar Pelatihan Guru IPA dan Matematika di Sumatera Barat</title><description>REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Indosat berupaya untuk mendukung peningkatan kompetensi bagi guru khususnya guru IPA dan Matematika yang salah satunya melalui workshop khusus untuk tujuan peningkatan sistem pendidikan sekaligus melahirkan guru pengajar yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Division Head Public Relations Indosat, Djarot Handoko, di Jakarta, Kamis, mengatakan, dalam melahirkan generasi muda, khususnya pelajar yang cerdas dan berkualitas, tidak terlepas dari sistem pendidikan dan guru pengajar yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menyadari hal ini, kami kembali melanjutkan komitmen untuk turut meningkatkan kualitas para guru IPA dan Matematika melalui Program Peningkatan Kompetensi Guru IPA dan Matematika yang telah memasuki tahun ke-5," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) se-propinsi Sumatera Barat pada 10-13 Januari 2012 di Padang, Sumatera Barat, dan diikuti oleh 100 guru dari berbagai SMU (Sekolah Menengah Umum) dan MAN (Madrasah Aliyah Negeri) dari berbagai wilayah dan kota di Sumatera Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator tersebut bekerjasama dengan 3 universitas terkemuka di Sumatera Barat antara lain Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta, dan Universitas Negeri Padang sebagai penyedia tenaga pengajar dan fasilitas laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menyadari pentingnya peran serta guru yang semakin berkualitas dalam proses belajar mengajar, khususnya bidang IPA dan Matematika sebagai pelajaran yang dianggap sulit oleh para siswa pada umumnya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djarot berharap, workshop itu dapat meningkatkan kompetensi dan penguasaan guru terhadap penggunaan fasilitas laboratorium, sehingga kegiatan belajar mengajar dalam bidang ini terasa lebih menyenangkan, menarik serta mudah dipahami oleh para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun ini, program tersebut telah memberikan beasiswa bagi 1.264 guru, 402 Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah Negeri dari 33 propinsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, secara umum program itu juga mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Kementerian Pendidikan Nasional, khususnya Dirjen Pendidikan Menengah serta pemerintah daerah propinsi (Gubernur Sumatera Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berharap langkah ini dapat membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia," demikian Djarot Handoko</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/indosat-gelar-pelatihan-guru-ipa-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-8831535154127514858</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T00:31:26.655-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Sertifikasi Guru Bermasalah Gara-Gara NUPTK</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/salah-satu-forum-sosialisasi-sertifikasi-guru-_110608075742-697.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 360px; height: 260px;" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/salah-satu-forum-sosialisasi-sertifikasi-guru-_110608075742-697.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sertifikasi Guru Bermasalah Gara-Gara NUPTK&lt;br /&gt;Rabu, 08 Juni 2011 07:58 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemdiknas membeberkan, penyebab bermasalahnya sertifikasi guru selama ini adalah tidak dipakainya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Pendidikan (NUPTK) secara seragam. Dinas-dinas pendidikan di tingkat kabupaten dan kota masih banyak yang menggunakan daftar lain untuk melakukan pencatatan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dinas-dinas pendidikan kota dan kabupaten tidak memilih NUPTK online karena sudah memiliki daftar lain," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Syawal Gultom, saat rapat kerja dengan DPD-RI, Selasa (7/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kata Syawal, Kemdiknas tengah mendorong agar dinas-dinas pendidikan tersebut mendorong penggunaan NUPTK online sehingga masalah-masalah yang selama ini melingkupi persoalan sertifikasi bisa segera diatasi. "Tantangannya adalah bagaimana membujuk dinas-dinas melakukan update NUPTK tersebut," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, salah satu faktor lain yang juga merupakan penyebab bermasalahnya sertifikasi guru adalah tingginya keluar-masuk dosen-dosen swasta di lingkup yayasan. "Kalau memang yang bersangkutan merupakan guru yang ditunjuk oleh yayasan, maka harus jelas bahwa yang bersangkutan masuk dalam konsep guru full-time. Jika tidak, maka ia tidak bisa masuk dalam proses sertifikasi," ujar Wamendiknas, Fasli Jalal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya terdapat guru swasta yang berstatus full-time namun yayasannya tidak memberikan mereka Surat Keputusan (SK) karena khawatir harus memenuhi hak-hak para guru tersebut. "Ini yang akan kita kejar terus, sehingga harapan kami nanti yayasan tidak perlu cemas dengan UU Yayasan dan para guru swasta tersebut dilindungi hak-haknya," tandas Fasli.( Republika online )</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/sertifikasi-guru-bermasalah-gara-gara.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-8999365576622952659</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T00:26:40.300-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>KONSEP PENILAIAN KINERJA GURU</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNV466PZGT9FidAOP5tjFX68zP_sIQPNGhH5qe5ww3hO4xzofD5LEniLhFGASCo8gBHzj0fBQdMzG003ON6sEV11mdB-g3UlXnG4YuHHDM15NOnFXJlEDkiBIWZuwLEKSsPdQUKwzJlPvt/s1600/pkg.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 1023px; height: 767px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNV466PZGT9FidAOP5tjFX68zP_sIQPNGhH5qe5ww3hO4xzofD5LEniLhFGASCo8gBHzj0fBQdMzG003ON6sEV11mdB-g3UlXnG4YuHHDM15NOnFXJlEDkiBIWZuwLEKSsPdQUKwzJlPvt/s1600/pkg.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, PK GURU adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru tidak dapat dipisahkan dari kemampuan seorang guru dalam penguasaan pengetahuan, penerapan pengetahuan dan keterampilan, sebagai kompetensi yang dibutuhkan sesuai amanat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta keterampilan guru, sangat menentukan tercapainya kualitas proses pembelajaran atau pembimbingan peserta didik, dan pelaksanaan tugas tambahan yang relevan bagi sekolah/madrasah, khususnya bagi guru dengan tugas tambahan tersebut. Sistem PK GURU adalah sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, PK GURU memiliki 2 fungsi utama sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi dan keterampilan yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Dengan demikian, profil kinerja guru sebagai gambaran kekuatan dan kelemahan guru akan teridentifikasi dan dimaknai sebagai analisis kebutuhan atau audit keterampilan untuk setiap guru, yang dapat dipergunakan sebagai basis untuk merencanakan PKB.&lt;br /&gt;    Untuk menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dilakukannya pada tahun tersebut. Kegiatan penilaian kinerja dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari proses pengembangan karir dan promosi guru untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsionalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil PK GURU diharapkan dapat bermanfaat untuk menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu dan kinerja guru sebagai ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan dalam menciptakan insan yang cerdas, komprehensif, dan berdaya saing tinggi. PK GURU merupakan acuan bagi sekolah/madrasah untuk menetapkan pengembangan karir dan promosi guru. Bagi guru, PK GURU merupakan pedoman untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai dan merupakan sarana untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan individu dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PK GURU dilakukan terhadap kompetensi guru sesuai dengan tugas pembelajaran, pembimbingan, atau tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Khusus untuk kegiatan pembelajaran atau pembimbingan, kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007. Keempat kompetensi ini telah dijabarkan menjadi kompetensi guru yang harus dapat ditunjukkan dan diamati dalam berbagai kegiatan, tindakan dan sikap guru dalam melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan. Sementara itu, untuk tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, penilaian kinerjanya dilakukan berdasarkan kompetensi tertentu sesuai dengan tugas tambahan yang dibebankan tersebut (misalnya; sebagai kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, pengelola perpustakaan, dan sebagainya sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009.</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/menurut-peraturan-menteri-negara.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNV466PZGT9FidAOP5tjFX68zP_sIQPNGhH5qe5ww3hO4xzofD5LEniLhFGASCo8gBHzj0fBQdMzG003ON6sEV11mdB-g3UlXnG4YuHHDM15NOnFXJlEDkiBIWZuwLEKSsPdQUKwzJlPvt/s72-c/pkg.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-1507670267312501982</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T00:23:08.682-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pendidikan</category><title>Pendidikan Karakter dipertaruhkan dalam Kejujuran Ujian Nasional (UN)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi44IMvzZc5aHciThzwYanb1BfxIiHH0ySyMU2UkoLDupn8KUDlVhqBjyPnauNvLVhSAQSkeXkXEZAPoOUgI7rOWxQ5foGwEt9rOwP4BgckNymXPmMzHF5uq7ksBm85-ZwZO_MiG8smX4JE/s200/contek-5-300x236.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 157px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi44IMvzZc5aHciThzwYanb1BfxIiHH0ySyMU2UkoLDupn8KUDlVhqBjyPnauNvLVhSAQSkeXkXEZAPoOUgI7rOWxQ5foGwEt9rOwP4BgckNymXPmMzHF5uq7ksBm85-ZwZO_MiG8smX4JE/s200/contek-5-300x236.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gema Pendidikan Karakter tersiar di seluruh pelosok negeri, sebentar lagi akan di pertaruhkan dalam kejujuran Ujian Nasional. Mungkin terlalu sempit atau bisa jadi dianggap sangat tidak  berdasar kalau kita katakan bahwa kecurangan yang dilakukan dalam pelaksanaan Ujian Nasional menjadi indikator ketidak jujuran pendidikan kita. Namun, tidak salah, bila dijadikan sebagai salah satu indikator. Karena masih banyak unsur atau elemen lain yang bisa dijadikan indikator. Bila kita benar-benar jujur, maka kecurangan yang dilakukan oleh siswa,guru, kepala sekolah maupun para pengambil kibijakan pendidikan dengan manipulasi nilai Ujian Nasional tersebut, adalah sebuah bentuk bentuk ketidak jujuran tersebut. Sekolah sebagai salah satu basis atau learning center of honesty, selama ini sudah kehilangan makna kejujuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak tak setuju ada ujian nasional. Bukan karena takut ujian, melainkan mensinyalir pelaksanaan ujian nasional sering kali dinodai serangkaian ketidakjujuran. Ketidakjujuran itu bisa berupa mencontek antarsiswa atau tindakan yang justru difasilitasi sekolah. Memang betul ujian nasional bukan satu-satunya syarat kelulusan. Namun tanpa lulus ujian nasional, dijamin siswa tak lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2003 Ujian Nasional diberlakukan, sering kita melihat atau mendengar adanya makelar jawaban, jual beli soal, pencurian soal. Dan tidak sedikit juga siswa yang bunuh diri, frustasi, serta dampak psikologis siswa/siswi yang tidak lulus Ujian Nasional. Selain itu, penyelenggaraan Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan juga menjadi momok menakutkan bagi siswa/siswi kelas 6 SD, kelas 9 SLTP maupun kelas 12 SLTA. Hal ini tidak hanya bagi siswa, pihak sekolah juga mengalaminya. Apalagi standar pendidikan kita yang belum merata, sehingga Ujian Nasional merugikan siswa dan pihak sekolah. Akibatnya pihak sekolah juga dapat berperan dalam kecurangan pendidikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejak Ujian Nasional diberlakukan, banyak permasalahan yang terjadi. Semisal, Ujian Nasional yang mengerdilkan peran guru di sekolah karena dianggap tidak mampu memberikan kelulusan. Juga moral siswa, serta adanya anggapan yang meremehkan mata pelajaran yang tidak ikut diujiankan dalam Ujian Nasional, hingga kecurangan-kecurangan yang terjadi pada saat ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian nasional adalah investasi yang mahal. Alur panjang mulai dari penyusunan soal, pencetakan soal, pendistribusian soal, penilaian sampai kepada supervisi memerlukan biaya besar. Di satu sisi Ujian Nasional juga telah bergeser fungsinya dari sekedar ujian untuk mengukur prestasi menjadi ujian untuk mengukur kejujuran. Baik untuk siswa, kepala sekolah, guru, orang tua dan dinas pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur adalah bibit unggul. Percuma baik tetapi tidak unggul. Ibarat padi, dia bisa dipanen dan dikonsumsi, tetapi kalau tidak unggul dia hanya mandeg sampai dikonsumsi saja.. Tetapi kalau unggul dia masih bisa dijadikan bibit lagi untuk menghasilkan butiran-butiran padi yang lain. Karenanya jangan gadaikan Ujian Nasional dengan sikap tidak jujur. Nilai kejujuran bisa dinilai dari pemahaman pada setiap diri yang tersangkut dalam Ujian Nasional. Apakah pendidik sudah mengajar dengan baik? Apakah bahan yang diajarkan telah memenuhi standar dan berkualitas? Apakah sarana dan prasarana sekolah telah dimanfaatkan dengan maksimal? Apakah siswa telah belajar dengan sungguh-sungguh, memahami materi dan mampu mengerjakan soal dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua pihak bisa introspeksi diri dengan usaha yang telah dilakukan maka itulah takaran yang sesungguhnya. Hasil Ujian Nasional yang dicapai menunjukkan sejauh mana pihak yang terkait telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara benar. Kini Ujian Nasional bisa dijadikan tolok ukur kejujuran suatu bangsa. Bangsa yang jujur akan menghasilkan masyarakat yang jujur. Masyarakat yang jujur akan menghasilkan pemimpin yang jujur yang tentu dipilih oleh rakyat yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Nasional tahun ini tinggal menghitung bulan atau hari, hampir setiap sekolah memadatkan pembelajaran atau memberikan les pada siswa jauh sebelum pelaksanan ujian nasional. Itu sebagai persiapan agar siswa terbiasa mengerjakan soal-soal ujian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, menjelang ujian nasional, beberapa sekolah "menginfus" siswa dengan mengadakan doa dan tahajud bersama. Langkah itu untuk menambah dorongan spiritual dan ketenangan ketika mereka mengerjakan soal ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di lapangan, banyak sekolah kurang mantap dengan hanya melakukan dua hal itu. Maka mereka membuat tim (Tim sukses Ujian Nasional) untuk mendukung kelulusan berdasarkan nilai minimal. Tim itu berupaya agar setiap siswa peserta ujian mendapatkan nilai minimal 5,5 untuk setiap pelajaran. Jika target itu tercapai berarti kerja tim dianggap sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kemarin kita di kagetkan berita mengenai aduan “menyontek massal” yang dilakukan suatu sekolah saat Ujian Nasional berlangsung.Dan tahun sebelumnya di Medan, Komunitas Air Mata Guru (KAMG) menemukan bahwa sebelum ujian negara (ujian nasional) dilakukan, naskah soal sudah beredar di mana-mana. Dengan kata lain, terjadi kecurangan dengan membocorkan naskah soal Ujian Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Alif dan Siami, ibu kandung Alif, melaporkan adanya menyontek massal tersebut justru berujung petaka. Siami dicerca dan diusir masyarakat dari rumahnya, hingga harus mengasingkan diri. Masyarakat dan pihak sekolah tidak terima atas adanya aduan tersebut karena bisa merusak nama baik sekolah dan sekaligus bisa membuat Ujian Nasional di sekolah tersebut harus diulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah bertindak cepat dengan memeriksa dugaan tersebut, dan hasilnya dinyatakan tidak terbukti ada tindakan menyontek massal. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menegaskan tidak ada peristiwa mencontek massal di Sekolah Dasar Negeri Gadel II, Surabaya, Jawa Timur. Bapak Muhammad Nuh memiliki sejumlah bukti  tidak ada insiden atau mobilisasi pencontekan massal dalam Ujian Nasional yang digelar 10 – 12 Mei 2011.Silahkan baca VivaNews untuk mengingat kembali peristiwa diatas, klik disini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali kita lebih suka menjadi bangsa yang tidak jujur atas kondisi diri sendiri. Kita tidak mau jujur bahwa masih banyak persoalan terkait Ujian Nasional yang diseragamkan untuk seluruh sekolah di Indonesia, sementara kualitas pendidikan di setiap daerah berbeda-beda. Bagaimana menyamakan pendidikan di Jakarta dengan Papua ? Kita ingin semua kualitasnya sama, namun kita tidak memiliki kesungguhan untuk membuat semua sekolah di Indonesia setara kualitasnya. Jelas sekali, sangat kasat mata, perbedaan kualitas pendidikan di Jakarta dengan Papua, sebagai contoh yang sangat ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kejujuran sangat sulit ditemukan. Baik di kalangan pemerintah, maupun lingkungan sekolah (pendidikan). Ketidakjujuran sering dipertontonkan kepada publik, seperti pemerintah yang korupsi dan tidak jujur dalam menjalankan tugasnya. Di lingkungan pendidikan ketidakjujuran  juga sering kita temui. Sepertinya nilai kejujuran dalam dunia pendidikan masih menjadi sesuatu yang amat mahal. Kejujuran mudah dikatakan, tetapi sangat sulit diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bahwa siswa merupakan calon agen pembaharu (agent of change) yang akan berperan membawa perubahan-perubahan konstruktif bagi negeri ini, hendaknya makna pendidikan jangan menyempit, hanya dinilai dengan angka. Namun pendidikan  penting melihat aspek secara keseluruhan. Karena kejujuran dalam bertindak sangatlah diperlukan. Terlebih lagi kejujuran dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Karena kejujuran yang didapatkan oleh generasi bangsa ini sangat mempengaruhi kondisi bangsa ke depan. Inilah sebenarnya penerapan pendidikan yang berkarakter itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dijelaskan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa. Adapun tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tujuan pendidikan tersebut, kita hendaknya menyadari betul bahwa kejujuran merupakan salah satu unsur kekuatan spiritual, akhlak mulia, serta kepribadian sangat dibutuhkan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya dalam rangka membangun bangsa. Pendidikan seharusnya menyemai benih kejujuran bukan menyemai benih kemunafikan, kecurangan, dengan cara instant yaitu melalui Ujian Nasional. Sebab pendidikan seharusnya membangun fondasi moral bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam Ujian Nasional terdapat kebohongan hal itu justru akan menjadi boomerang. Kualitas pendidikan dan lulusan akan menjadi taruhan. Karena hasil itu adalah semu dan rekayasa, inilah hasil Pendidikan Karakter yang di tanamkan disekolah akan dipertaruhkan dalam Kejujuran Ujian Nasional mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jangan kotori Ujian Nasional dengan sikap tidak jujur. Jangan nodai pendidikan Indonesia dengan sikap tidak jujur. Kejujuran Ujian nasional adalah investasi yang mahal untuk mencetak generasi bangsa yang bermartabat. Sedikit saja dimasuki “kotoran” maka kualitasnya akan tercemar. Kejujuran perlu dijaga kemurnian dan dilestarikan selamanya terutama dalam Ujian Nasional.  Bagaimana mau memberantas korupsi kalau kecurangan di awali dari masa pendidikan di Sekolah. Mari para pendidikan, teman teman guru, kita meneladani Sosok Rasulullah Muhammad SAW sebagai Guru Peradaban Dunia dalam menyikapi Ujian Nasional mendatang.</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/gema-pendidikan-karakter-tersiar-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi44IMvzZc5aHciThzwYanb1BfxIiHH0ySyMU2UkoLDupn8KUDlVhqBjyPnauNvLVhSAQSkeXkXEZAPoOUgI7rOWxQ5foGwEt9rOwP4BgckNymXPmMzHF5uq7ksBm85-ZwZO_MiG8smX4JE/s72-c/contek-5-300x236.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-812989734521024260</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 03:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-18T19:38:07.471-08:00</atom:updated><title>Sekolah wadah pengenalan seni tradisi</title><description>Arus globalisasi yang semamin kuat dan teruz maju cepat membuat kita kewahan menghadapi pembentukan generasi muda masa mini. Bila kit lihat lebih dalam  lagi pada kenyataanya kesenian tradisi kini mulai tergeser oleh seni yang datang dari luar negeri , khususnya barat.  Mereka menganggap dengan meniru dunia luar lebih "gaul" , tidak ketinggalan jaman, padahal kesenian tradisional yang menjadi identitas bangsa kita dimata dunia. Bila identitas itu hilang, maka kita tidak akan menjadi apa apa.&lt;br /&gt;Banyak paktor yang mellatar belakangi mengapa generasi muda sekarang banyak me.yukai budaya luar. salahsatunya adalah kurangnya pengenalan kesenian tradisi itu sendiri.  contohnya saja pada siaran TV . bila dilihat dari tayanan tayangan yang ada  kebanyakan station TV menayangkan tontonan yang hanya memperdulikan pasar , tanpa mempertombangkan kualitas dan sisi edukasinya . bisa digitung dengan jari , tayangan telepisi yang membahas tentang kesenian tradisional . maka tidak heran bila generasi muda sekarang semakin menjauh , karena minimnya sarana untuk mereka  mengenal lebih jauh tentang kesenian tradisional.&lt;br /&gt;Hal ini menjadi sebuah pekerjaan rumah yang sangat berat bagi berbagai pihak , terutama pemerintah untuk lebih mengawasi dan menyelenggarakan banyak kegiatan yang berbubungan dengan pengenalan seni tradisi sebagai budaya bangsa.</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/sekolah-wadah-pengenalan-seni-tradisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8742518651908538795.post-1071622011956902826</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-18T18:43:27.152-08:00</atom:updated><title/><description>Asallamualaikum,&lt;br /&gt;Terimakasih telah mengunjungi blog saya ini,blog i ditujukan kepada para guru yang sedang membutuhkan informasi tentan NUPTK, saya senang sekali jika para pencari NUPTK mempercayakan pencarian NUPTK nya di blog saya ini, mudah mudahan dengan adanya blog ini, silaturahmi diantara para guru dari berbagai daerah akan terjalin baik dan jika diantara para guru mempunyai unek unek tentang pendidikan atau mu.gkin punya informasi lain silahkan share di blog ini, karena blog ini terbuka untuk umum.DDan untuk para guru yang ingin mengetahui NUPTK nya silahkan kasih komentarnya di bawah. terima kasih jaya terus pendidikan Indonesia.</description><link>http://nuptkonline.blogspot.com/2012/01/asallamualaikum-terimakasih-telah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>