<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363</id><updated>2024-12-19T02:16:21.157+07:00</updated><category term="Biaya produksi"/><category term="Hak Atas Kekayaan Intelektual"/><category term="Keberhasilan Usaha"/><category term="Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha"/><category term="Label dan kemasan (label and packaging)"/><category term="Laporan Keuangan"/><category term="Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha"/><category term="Membuat Kuesioner"/><category term="Peluang Usaha"/><category term="Penawaran dan Keseimbangan Pasar"/><category term="Perencanaan dan Pengawasan Produksi"/><category term="Permintaan"/><category term="Pola Pikir Wirausaha Sukses"/><category term="Produk Kreatif dan Kewirausahaan"/><category term="Produk dan Jasa"/><category term="Produksi Massal"/><category term="Promosi"/><category term="Proses Pembuatan Desain dan Prototype Produk Barang dan Jasa"/><category term="Rasio Keuangan"/><category term="Rencana penjualan"/><category term="Soal Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha"/><category term="Soal Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha"/><category term="Soal hak Atas Kekayan Intelektual"/><title type='text'>Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK)</title><subtitle type='html'>Materi Belajar Untuk SMK kelas XI dan XII</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-1112559907912159</id><published>2021-03-31T00:14:00.007+07:00</published><updated>2021-05-01T07:56:41.602+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biaya produksi"/><title type='text'>Biaya Produksi (Cost of Production)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_lQli5iaNvZJCrZkIGO_V4v0WP2_YAoUprMZSYob0KrTg14LS2g-yLC1VHC42PnxQ951I7Tx7ShUUih916fRIqLpPImYMU1ezsjAA3xRlcQgsUTe2vBWea4z4Gauy4G5yXyP4rM8BnxI/s920/Biaya+produksi.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengertian tentang Biaya Produksi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;503&quot; data-original-width=&quot;920&quot; height=&quot;219&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_lQli5iaNvZJCrZkIGO_V4v0WP2_YAoUprMZSYob0KrTg14LS2g-yLC1VHC42PnxQ951I7Tx7ShUUih916fRIqLpPImYMU1ezsjAA3xRlcQgsUTe2vBWea4z4Gauy4G5yXyP4rM8BnxI/w400-h219/Biaya+produksi.png&quot; title=&quot;Biaya produksi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://soehari-janto.blogspot.com/search/label/Biaya%20produksi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Biaya Produksi (Cost of Production)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;Sebelum kita dapat membahas teori biaya, beberapa kesulitan tentang definisi yang tepat dari &quot;biaya&#39; harus dijelaskan. Secara khusus, kita harus membedakan antara (1) biaya akuntansi (Cost Accountng) dan (2) biaya ekonomi (Cost Economic). Pandangan akuntan tentang biaya menekankan pada pengeluaran sendiri, biaya historis, penyusutan, dan entri pembukuan lainnya. Definisi ahli ekonomi tentang biaya (yang dengan jelas mengacu pada gagasan biaya peluang yang mendasar) adalah bahwa biaya masukan apa pun diberikan oleh ukuran pembayaran yang diperlukan untuk mempertahankan sumber daya dalam pekerjaannya saat ini. Alternatifnya, biaya ekonomi dari penggunaan input adalah apa yang akan dibayarkan input tersebut dalam penggunaan terbaik berikutnya. Salah satu cara untuk membedakan kedua pandangan ini adalah dengan mempertimbangkan bagaimana biaya berbagai input (tenaga kerja, modal, dan layanan kewirausahaan) didefinisikan di dalam setiap sistem.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sehingga bahasan Biaya disini yaitu tentang Biaya produksi mengacu pada pandangan Akuntan dan Ekonom.&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;BIAYA PRODUKSI &lt;i&gt;(Cost of Production)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya Produksi (&lt;i&gt;Cost of Production&lt;/i&gt;) adalah biaya yang timbul dari suatu proses produksi perusahaan dalam membuat barang atau jasa yang akan di produksi atau dijual. Biaya Produksi juga biasa dikenal dengan istilah Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost). Biaya produksi merupakan salah satu biaya yang harus dipertimbangkan dengan matang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak sedikit yang beranggapan bahwa biaya produksi adalah hal yang sepele sehingga menganggap remeh dan tidak menyertakannya dalam perhitungan untung rugi sebuah usaha. Namun sebaliknya, biaya produksi sangat penting dalam dunia bisnis. Perlu perhitungan yang tepat dan kalkulasi yang akurat ditambah dengan perhitungan biaya produksi demi tercapainya keuntungan bisnis yang diharapkan.&amp;nbsp;Perhitungan biaya produksi terbilang cukup kompleks karena banyak sekali jenis komponen pengeluaran dalam perusahaan manufaktur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;PENGERTIAN BIAYA PRODUKSI MENURUT PARA AHLI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biaya Produksi adalah biaya yang berkaitan dengan perhitungan beban pokok produksi atau beban pokok penjualan. Biaya produksi atau penjualan terdiri atas biaya bahan baku dan bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Kuswadi (2005:22))&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat menghasilkan output atau dengan kata lain yaitu nilai semua faktor produksi yang dipergunakan untuk menghasilkan (memproduksi) output. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Suherman Rosyidi (2003:333))&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Amin Widjaya Tunggal (1993:1))&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan dengan penghasilan di periode mana produk itu dijual. &lt;b&gt;&lt;i&gt;(Abdul Halim (1988:5))&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengetahui jumlah biaya produksi yang timbul merupakan langkah penting yang harus dilakukan seorang manajer perusahaan. Mengapa? Dengan mengetahui biaya yang timbul dari tiap alur produksi perusahaan, manajer dapat mengambil keputusan-keputusan krusial untuk mengoptimalkan proses produksi, mengatur jadwal pengiriman barang dan berbagai aktivitas produksi umum lainnya sehingga proses produksi diharapkan dapat&amp;nbsp; berjalan lebih efisien dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kegiatan manajer dalam menganalisis proses dan biaya produksi juga berguna untuk penetapan harga jual produk agar sesuai dengan margin yang diharapkan. Sebagai contoh, manajer suatu kafe atau jenis usaha lainnya akan selalu melacak dan meneliti harga bahan baku terkait dengan produk-produk yang dijual. Jika suatu waktu harga bahan baku meningkat dan memengaruhi Biaya Produksi, maka manajer mempunyai opsi menaikkan harga jual produk atau menekan unsur biaya produksi lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MACAM-MACAM BIAYA PRODUKSI&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendekatan dalam perhitungan biaya produksi dapat di lihat dari keperluannya, jika perhitungan Biaya Produksi untuk penentuan Harga Pokok Produksi atau untuk menyusun Budget Produksi, maka pengelompokan biaya berdasarkan :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biaya Langsung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Tak Langsung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Overhead&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya langsung (Direct Cost) yaitu biaya yang dikeluarkan berhubungan langsung dengan proses produksi. yang termasuk Biaya langsung adalah :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biaya Bahan Baku Langsung (Direct Materials) adalah Biaya kebutuhan Bahan Baku (Material) yang diperlukan untuk proses produksi yang pemakaiannya dirasa sangat signifikan dari bahan jadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Tenaga Kerja Langsung (Labour Direct) adalah Tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dan upahnya biasanya berhubungan dengan unit yang dihasilkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Overhead Pabrik Langsung Departemen merupakan biaya yang ada pada suatu departemen serta manfaatnya hanya bisa dirasakan oleh departemen tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya Tak Langsung (Indirect Cost) yaitu biaya yang dikeluarkan tetapi tidak berhubungan langsung dengan proses produksi&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;li&gt;Biaya Bahan Baku Tidak Langsung (InDirect Materials) adalah biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan suatu produk tapi, skala pemakaiannya cenderung lebih kecil. Untuk itu, bahan baku ini akan sulit untuk dinilai apabila hanya dengan menggunakan skala per unit produk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Labour Indirect) adalah Tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. Seperti Mandor, Manager, Tenaga Administrasi dan sejenisnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Overhead Pabrik Tidak langsung Departemen merupakan biaya yang manfaatnya bisa dirasakan departemen terkait dan departemen lainnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya overhead pabrik berbeda-beda tergantung dari jenis perusahaannya. Biaya overhead pada perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan manufaktur. Contoh biaya overhead meliputi biaya sewa, asuransi, utilitas, peralatan kantor, dan sebagainya.&amp;nbsp;Beberapa manfaat yang diperoleh dari adanya BOP ini meliputi:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menentukan Harga Secara Tepat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui Rincian Alokasi Biaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengawasi Pengeluaran Biaya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk semua kasus BOP, semakin rendah persentasinya, maka semakin efektif juga bisnis dalam memanfaatkan sumber daya. Nilai bisnis dapat diukur dengan ragam faktor termasuk perhitungan laiknya profitabilitas serta persentase BOP.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedangkan pembagian Biaya untuk keperluan Analisis Biaya Produksi adalah :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Total (&lt;i&gt;Total Cost / TC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksi demi menghasilkan / produksi suatu barang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;TC = TFC + TVC&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Total Rata-Rata (&lt;i&gt;Average Total Cost / ATC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, adalah biaya total produksi tiap unit nya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;ATC = (TFC + TVC)/Q&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Q (Quantity)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah jumlah barang yang di produksi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Tetap (&lt;i&gt;Fixed Cost / FC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; atau Biaya Tetap Total (&lt;i&gt;Total Fixed Cost / TFC&lt;/i&gt;), adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah barnag yang di produksi&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Tetap Rata-Rata (&lt;i&gt;Average Fixed Cost / AFC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, adalah biaya tetap produksi tiap unit nya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;AFC = TFC / Q&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Variabel (&lt;i&gt;Variable Cost / VC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt; atau Biaya Total Variabel (Total Variable Cost / TVC), adalah biaya yang besarnya sesuai dengan jumlah barang yang di produksi.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;TVC = AVC &lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;x&lt;/span&gt; Q&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Variabel Rata-Rata (&lt;i&gt;Average Variable Cost / AVC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;, adalah besarnya boaya variabel dari tiap unit barang yang di produksi.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;AVC = TVC / Q&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Biaya Marginal (&lt;i&gt;Marginal Cost / MC&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;adalah biaya tambahan yang dikeluarkan saat memproduksi satu unit produk tambahan. Biaya Marginal ini menunjukan tingkat dimana total biaya suatu produk berubah ketika produksi meningkat satu unit. Tujuan dari menganalisis biaya marjinal ini adalah untuk menentukan pada titik apa suatu perusahaan dapat mencapai skala ekonomisnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tujuan utama dari dilakukannya analisa biaya marjinal adalah untuk menentukan dalam titik mana sebuah perusahaan mampu mencapai skala ekonomi, yang merupakan nilai keuntungan yang didapat saat produk menjadi lebih efisien. Hal ini dilakukan untuk bisa memaksimalkan sistem operasional secara menyeluruh.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;MC = Δ TC / Δ Q&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keterangan :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MC = Biaya Marginal&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Δ TC = Perubahaan pada Total Biaya&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Δ Q = Perubahaan pada Jumlah Output&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: medium;&quot;&gt;Contoh Perhitungan Biaya Marginal (Marginal Cost)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perusahaan SAKURA mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 300 juta untuk menghasilkan 1000 unit kipas angin. Pada saat jumlah produksi mencapai 2000 unit, perusahaan mengeluarkan biaya sebanyak Rp. 500 juta untuk memproduksinya. Berapakah Biaya Marjinal atau Marginal Cost (MC) pada produksi kipas angin ini?&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Diketahui :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Δ TC = Rp. 200 juta (hasil dari Rp. 500 juta – Rp. 300 juta)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Δ Q = 1000 unit (dari dari 2000 unit – 1000 unit)&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penyelesaiannya :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MC = Δ TC / Δ Q&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MC = Rp. 200.000.000 / 1000&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;MC = Rp. 200.000&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi Biaya Marginal produksi kipas angin tersebut adalah Rp. 200.000,- yang artinya adalah Total Biaya meningkat Rp. 200.000,- dengan produksi satu kipas angin tambahannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk contoh perhitungan Biaya Total, Biaya Tetap dan&amp;nbsp; Biaya Variabel akan di bahas secara lengkap pada pembahasan &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;i&gt;Break Even Point (BEP)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/1112559907912159/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/03/biaya-produksi-cost-of-production.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1112559907912159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1112559907912159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/03/biaya-produksi-cost-of-production.html' title='Biaya Produksi (Cost of Production)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_lQli5iaNvZJCrZkIGO_V4v0WP2_YAoUprMZSYob0KrTg14LS2g-yLC1VHC42PnxQ951I7Tx7ShUUih916fRIqLpPImYMU1ezsjAA3xRlcQgsUTe2vBWea4z4Gauy4G5yXyP4rM8BnxI/s72-w400-h219-c/Biaya+produksi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-8491838319047121798</id><published>2021-03-26T14:52:00.006+07:00</published><updated>2021-05-01T07:54:16.804+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pola Pikir Wirausaha Sukses"/><title type='text'>Pola Pikir Wirausaha Sukses (Mind set of Successful Entrepreneur)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN1nucNTIqzNZhXkmQznyoHPPVtSiE9yAaghTiU0YVPiZbsiXKSWA-AFZrAtwZabhEfrqurkFIl93qtMzKn9MwySGsAhnZsMSX21f1TPN0ZqnvEVd_9rfzlpDVU0K4AF-vMujCbr54Gg/s320/mindset.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengertian tentang Mindset&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;192&quot; data-original-width=&quot;320&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN1nucNTIqzNZhXkmQznyoHPPVtSiE9yAaghTiU0YVPiZbsiXKSWA-AFZrAtwZabhEfrqurkFIl93qtMzKn9MwySGsAhnZsMSX21f1TPN0ZqnvEVd_9rfzlpDVU0K4AF-vMujCbr54Gg/w400-h240/mindset.gif&quot; title=&quot;Mindset&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://soehari-janto.blogspot.com/2021/03/pola-pikir-wirausaha-sukses-mind-set-of.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PENGERTIAN POLA PIKIR &lt;i&gt;(Mindset)&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menurut Mulyadi&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; merupakan sikap mental mapan yang dibentuk melalui pendidikan, pengalaman dan prasangka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menurut James Artur Ray&lt;/b&gt; &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; artinya kepercayaan kepercayaan (sekumpulan kepercayaan) yang mempengaruhi sikap seseorang, atau suatu cara berfikir yang menentukan prilaku pandangan, sikap, dan masa depan seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menurut dr. Ibrahim Elfiky&lt;/b&gt; , &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; adalah sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama.”&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Apa itu mindset ?&lt;/b&gt; Mindset artinya serangkaian pemikiran yang membentuk dasar pemikiran seseorang dalam memandang sesuatu. Mindset adalah kata lain dari pola pikir. Beberapa pengertian mindset menurut para ahli adalah suatu set atau rangkaian pemikiran yang membentuk kebiasaan berpikir dari individu. Selain itu, pengertian lain dari mindset adalah doa dan harapan yang dimiliki seseorang akan suatu hal yang ingin dicapai dalam hidup. Sehingga, doa dan harapan ini kemudian membentuk cara berpikir seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pola pikir kewirausahaan&lt;/b&gt;: cara berpikir yang memungkinkan kiaa mengatasi tantangan, menjadi tegas, dan menerima tanggung jawab atas hasil Anda. Ini adalah kebutuhan konstan untuk meningkatkan keterampilan kita, belajar dari kesalahan, dan mengambil tindakan berkelanjutan atas ide-ide kita. Siapapun yang mau melakukan pekerjaan dapat mengembangkan pola pikir kewirausahaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sehingga seorang wirausaha yang ingin sukses haruslah memiliki pola pikir (mindset) yang dinamis, dan bisa menerima kenyataan dan berupaya untuk mengatasi berbagai kendala dan permasalahan yang selalu terjadi, serta selalu belajar terhadap hal-hal baru.&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
  Secara garis besar manusia punya satu pikiran/kesadaran yang terdiri dari dua bagian, yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran sadar adalah proses mental yang bisa dikendalikan dengan sengaja. Pikiran bawah sadar adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga tidak menyadarinya dan sulit untuk dikendalikan secara sengaja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pikiran sadar mempunyai empat fungsi utama, yaitu:&lt;/p&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mengenali informasi yang masuk dari panca indra,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membandingkan dengan memori kita,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menganalisa, dan kemudian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memutuskan respon spesifik terhadap informasi tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style=&quot;border: none; margin: 0px 0px 0px 40px; padding: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Sedangkan pikiran bawah sadar berfungsi Memproses&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Kebiasaan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perasaan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memori permanen (Ingatan Jangka Panjang)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Persepsi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepribadian,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intuisi,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kreativitas, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan yang positif. Sebaliknya jika kita berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar kita akan bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Dr. Joseph Murphy, &quot;Pikiran bawah sadar mengikuti perintah yang diberikan berdasarkan atas kepercayaan dan anggapan pikiran sadar&quot;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Jenis-Jenis Mindset&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Carol Dweck “2006” menyatakan bahwa terdapat dua macam Mindset yaitu:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Fixed Mindset “Mindset Tetap”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Mindset tetap “Fixed mindset” ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas seseorang sudah ditetapkan. Jika seseorang memiliki sejumlah inteligensi tertentu, kepribadian tertentu dna karakter moral tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ciri-ciri dari orang dengan mindset tetap “fixed mindset” ialah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat ialah sebagai fungsi hereditas/keturunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari adanya tantangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mudah menyerah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengganggap usaha tidak ada gunanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengabaikan kritik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Growth Mindset “Mindset Berkembang”&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mindset berkembang “growth mindset” ini didasarkan pada kepercayaan bahwa kualitas-kualitas dasar seseorang ialah hal-hal yang dapat diolah melalui upaya-upaya tertentu. Meskipun manusia mungkin berbeda dalam segala hal, dalam bakat dan kemampuan awal, minat atau temperamen setiap orang dapat berubah dan berkembang melalui perlakukan dan pengalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ciri-ciri dari orang dengan mindset berkembang “growth mindset” ialah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Memiliki keyakinan bahwa intelegensi, bakat dan sifat bukan merupakan fungsi, hereditas/keturunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerima tantangan dan bersungguh-sungguh menjalankannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tetap berpandangan ke depan dari kegagalan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpandangan positif terhadap usaha.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar dari kritik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menemukan pelajaran dan mendapatkan inspirasi dari kesuksesan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #800180;&quot;&gt;Macam-Macam Mindset&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Menurut Carol S. Dweck, Ph.d seorang peneliti di bidang kecerdasan dan motivasi, di dalam buku terbarunya, mindset: the new psychology of success (2006), di dunia ini terdapat dua macam mindset yaitu :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Mindsettetap (fixed mindset)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Orang yang memiliki mindset tetap&lt;/b&gt; percaya bahwa kecerdasan bersifat tetap. ciri ciri orang yang bermindset tetap adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Menghindari tantangan dan risiko,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jika ada halangan atau rintangan: membela diri atau mudah menyerah,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memandang usaha sebagai kesalahan dan kesia-siaan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tidak memperdulikan kritik yang membangun, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;merasa terancam dengan kesuksesan orang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mindsetberkembang (growth mindset )&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Orang yang memiliki mindset berkembang&lt;/b&gt; percaya bahwa kecerdasan dapat dikembangkan. ciri-ciri orang yang bermindsetberkembang adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Menyukai tantangan,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jika ada halangan atau rintangan: bertahan menghadapi kemunduran,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;memandang usaha sebagai langkah untuk menguasaan (mastery),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;belajar dari kritik, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;menemukan palajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan ciri-ciri orang yang dengan fixed mindset dan growth mindset, keduanya dapat dibedakan melalui indikator sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;keyakinan (belief) terhadap intelegensi, bakat dan sifat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pengambilan resiko terhadap tantangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pensikapan terhadap halangan dan rintangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;usaha yang dilakukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;penerimaan terhadap kritik dan saran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;kemauan menemukan pelajaran dan inspirasi dari pengalaman orang lain&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Agar berhasil, kita perlu memahami pola pikir kita. Kita harus membawanya ke tingkat sadar, memerhatikannya dengan baik dan melihat apakah ada sesuatu yang ingin kita ubah. Jika tidak, keyakinan kita yang tersembunyi akan mengendalikan kita. Jika kita tidak mengetahui pola pikir kita, Kita tidak dapat melakukan apa pun terhadapnya. Jika kita ingin mengubah hasil-hasil kita, Kita harus mengubah pola pikir kita.&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apakah pola pikir bisa diubah ?Jawabnya : “Bisa”. Karena pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran (learning) , maka pola pikir bisa juga diubah (unlearning), dan dibentuk ulang (relearning). Ada yang mudah dan ada yang sulit diubah, memang. Ada yang cepat, ada yang perlu waktu lama. Ada yang bisa kita ubah dengan kesadaran sendiri, dan ada yang baru berubah setelah mengalami peristiwa tertentu. Ada pula pola pikir yang bisa kita ubah dengan bantuan psikolog, ahli mindset transformasi, dan terapis NLP yang memang kompeten dalam soal ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengembangkan mindset maka rumusnya adalah :&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan&amp;nbsp; &amp;gt; Tindakan&amp;nbsp; &amp;gt; Peristiwa&amp;nbsp; &amp;gt; Hasil&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Katanya “Mindset luar biasa akan mendiskusikan ide-ide cemerlang”, nyatanya kita juga tidak bisa sepenuhnya percaya dengan orang-orang yang memiliki ide-ide besar. Coba kita pikirkan kembali, ada berapa banyak orang yang memiliki ide besar, namun tidak bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya? Jadi, ide yang besar tidak akan menjamin apapun,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehingga untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses harus memiliki pola pikir :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Jangan berkata &quot;TIDAK&quot; sebagai jawaban &lt;i&gt;(Don’t take ‘no’ for an answer)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak peduli berapa banyak penolakan dan penolakan yang diterima pengusaha sukses, mereka selalu siap untuk mempersiapkan diri lagi dan mencari jalan alternatif menuju puncak. Keuletan seperti inilah yang diperlukan untuk mengambil ide bisnis dari alam pikiran dan mengubahnya menjadi bisnis yang menguntungkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Takut gagal adalah salah satu alasan mengapa banyak pengusaha terpinggirkan. Pengusaha sukses memandang kegagalan sebagai pengalaman positif - sesuatu untuk dipelajari dan diatasi di masa depan. Semua wirausahawan pasti membuat kesalahan di sepanjang jalan menuju kesuksesan. Tapi yang paling penting adalah kita mengalami kegagalan dan kita bertanggung jawab penuh untuk terus bergerak maju dengan cepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;2. Belajar dari yang terbaik &lt;i&gt;(Learn from the best)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menemukan mentor yang cocok adalah cara yang bagus untuk mempelajari lebih lanjut tentang usaha kita secara keseluruhan dan, yang lebih penting, berbagai aspek cara menjalankan bisnis kita sendiri. Mentor kitda bahkan mungkin telah membuat kesalahan dalam bisnis dia sendiri, tetapi itu juga membuat mereka menjadi orang yang tepat untuk dipelajari, memberi kita kesempatan untuk memahami di mana kesalahan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;3. Tetap Lapar dan ambisius &lt;i&gt;(Stay hungry and ambitious)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjalankan bisnis hingga sukses bukanlah perjalanan ego untuk menjadi pengusaha sukses. Keinginan mereka untuk tumbuh dan menyediakan produk atau layanan yang lebih baik bagi pelangganlah yang membuat mereka lapar dan ambisius. Saat seorang wirausahawan berhenti ingin mempelajari hal-hal baru adalah saat di mana rasa puas diri muncul, memungkinkan orang lain untuk menyusul kita dan meninggalkan kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;4. Jangan pernah diam; berkembang seiring dengan waktu &lt;i&gt;(Never stand still; evolve with the times)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setiap pengusaha sukses membutuhkan kecekatan bisnis, dengan kemampuan untuk belajar dan beradaptasi dengan metode, proses, atau teknologi baru yang dapat membuat bisnis mereka lebih kuat dan lebih efisien. Kebutuhan pasar selalu dinamis: dunia bisnis dan konsumen selalu berubah dan apa yang berhasil bertahun-tahun, bahkan berbulan-bulan yang lalu mungkin tidak akan berfungsi besok.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengusaha sukses tidak pernah terlalu bangga untuk menerima ketika ada peluang baru untuk meningkatkan penawaran mereka dan lebih memuaskan kebutuhan pelanggan mereka dan pasar secara keseluruhan. Produk yang dikembangkan secara ketat untuk kebutuhan kita sendiri akan diklasifikasikan lebih sebagai hobi; namun, produk yang dikembangkan untuk pasar harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5.&amp;nbsp;Jaga hubungan bisnis jangka panjang &lt;i&gt;(Nurture long-term business relationships)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemampuan kita untuk memelihara hubungan kerja jangka panjang dengan wirausahawan yang berpikiran sama dalam industri kita akan menjadi salah satu faktor kunci dalam kesuksesan bisnis jangka panjang. Sebagian besar pengusaha akan setuju bahwa jauh lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan dari pelanggan tetap daripada menginvestasikan waktu dan uang untuk mendapatkan pelanggan baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hubungan bisnis juga mencakup akses ke keuangan juga. Setiap pengusaha menginginkan kesempatan terbaik untuk melihat proposisi bisnis mereka menjadi perusahaan yang mapan. Ini berarti pengusaha harus memiliki kemampuan berinvestasi yang tinggi. Dengan membina hubungan dengan pemilik modal dan investor seperti, pemodal ventura, investor swasta, dan bahkan bank, Anda dapat menggerakkan roda untuk mengamankan pendanaan wirausahawan yang sangat penting itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;6.&amp;nbsp;Menginspirasi orang-orang di sekitar Anda&amp;nbsp;&lt;i&gt;(Inspire those around You)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengusaha terkaya dan paling berpengalaman pun tidak bisa menjadi ahli dalam segala hal! Semua wirausahawan membutuhkan tim orang di sekitar mereka yang melengkapi keterampilan mereka. Keterampilan sebenarnya tidak hanya mempekerjakan tim terbaik untuk mendukung kita, ini tentang mempekerjakan orang yang memiliki visi dan minat yang sama. Dengan menginspirasi dan berinvestasi dalam tim kita, mereka tidak hanya akan berhasil tetapi bisnis itu sendiri juga akan berhasil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;7.&amp;nbsp;Percayai naluri Anda, bukan hanya spreadsheet Anda! &lt;i&gt;(Trust your gut instinct, not just your spreadsheet!)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkadang pengusaha terbukti salah yang berhubungan dengan perhitungan-perhitngan analisis dan datanya. Namun, dalam dunia bisnis nyata, tidak pernah ada hitam dan putih seperti itu! Dalam beberapa kasus, naluri kita masih menjadi panduan terbaik untuk pengambilan keputusan. Pada akhirnya, tidak ada yang tahu tentang bisnis kita sebanyak kita !&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pola pikir kewirausahaan: cara berpikir yang memungkinkan kita mengatasi tantangan, menjadi tegas, dan menerima tanggung jawab atas hasil kita. Ini adalah kebutuhan dasar untuk meningkatkan keterampilan kita, belajar dari kesalahan kita, dan mengambil tindakan berkelanjutan atas ide-ide kita. Siapapun yang mau melakukan pekerjaan dapat mengembangkan pola pikir kewirausahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/8491838319047121798/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/03/pola-pikir-wirausaha-sukses-mind-set-of.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8491838319047121798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8491838319047121798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/03/pola-pikir-wirausaha-sukses-mind-set-of.html' title='Pola Pikir Wirausaha Sukses (Mind set of Successful Entrepreneur)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdN1nucNTIqzNZhXkmQznyoHPPVtSiE9yAaghTiU0YVPiZbsiXKSWA-AFZrAtwZabhEfrqurkFIl93qtMzKn9MwySGsAhnZsMSX21f1TPN0ZqnvEVd_9rfzlpDVU0K4AF-vMujCbr54Gg/s72-w400-h240-c/mindset.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-1548819916826613142</id><published>2021-01-05T02:01:00.007+07:00</published><updated>2021-05-01T07:41:18.769+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Promosi"/><title type='text'>Promosi (Promotion)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtvpT9eslFuLUEqax23koJEkQwgKNIbLwvyAkRr35e2FrRefTNj_AUxCcnybaN3y3HFaI-HN_MRWmYaPE4zHNGPz9rF4XZTzmbI8Ahn1ai92Mg1odQGgZbeANZfIK085Bqzt2P202Vzg/s630/Pengertian-Promosi-Tujuan-dan-Jenisnya-Menurut-Para-Ahli.jpg.webp&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengertian tentang promosi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;380&quot; data-original-width=&quot;630&quot; height=&quot;241&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtvpT9eslFuLUEqax23koJEkQwgKNIbLwvyAkRr35e2FrRefTNj_AUxCcnybaN3y3HFaI-HN_MRWmYaPE4zHNGPz9rF4XZTzmbI8Ahn1ai92Mg1odQGgZbeANZfIK085Bqzt2P202Vzg/w400-h241/Pengertian-Promosi-Tujuan-dan-Jenisnya-Menurut-Para-Ahli.jpg.webp&quot; title=&quot;Promosi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;b&gt;Promosi (Promotion)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;Promosi merupakan suatu akitivitas/kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang maupun sebuah perusahaan dengan masyarakat luas, yang hal itu dilakukan bertujuan untuk memperkenalkan sesuatu (barang/ asa/merek/perusahaan) kepada masyarakat secara luas dan sekaligus mempengaruhi masyarakat luas itu supaya mau membeli serta menggunakan produk tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Promosi merupakan suatu aktivitas/kegiatan pemasaran yang umum dilakukan tenaga pemasaran untuk memberikan informasi suatu produk serta juga mendorong konsumen supaya mau membeli atau menggunakan produk tersebut. Cara serta media promosi ini juga banyak sekali, bahkan metode promosi itu selalu berkembang seiring berjalannya waktu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pro&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;mosi adalah pr&lt;/span&gt;oses memberikan informasi, membujuk sampai mempengaruhi proses pembelian/penggunaan terhadap suatu produk atau jasa kepada konsumen. Tujuan promosi secara umum untuk meningkatkan volume penjualan suatu produk/jasa.&lt;/p&gt;&lt;h2 class=&quot;ftwp-heading&quot; id=&quot;ftoc-heading-2&quot; style=&quot;-webkit-font-smoothing: antialiased !important; backface-visibility: hidden; background-color: white; box-sizing: border-box; line-height: 1.1; margin-bottom: 10px; margin-top: 0px; text-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.024) 1px 1px 1px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: Georgia, Times, Times New Roman, serif; font-size: medium;&quot;&gt;Pengertian Promosi Menurut Para Ahli&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;1.Harper Boyd&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Boyd, definisi promosi adalah upaya membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;2.Swastha&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Swastha, pengertian promosi adalah persuasi satu arah yang di buat untuk mempengaruhi orang lain yang bertujuan pada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3.Boone &amp;amp; Kurtz&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Boone dan Kurtz, definisi promosi adalah proses menginformasikan, membujuk, dan mempengaruhi suatu keputusan pembelian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;4.Tjiptono&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Tjiptono, arti promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;5.Kotler&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Kotler, pengertian promosi adalah bagian dan proses strategi pemasaran sebagai cara untuk berkomunikasi dengan pasar dengan menggunakan komposisi bauran promosi “promotional mix”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;6.Gitosudarmo&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Menurut pendapat Gitosudarmo, pengertian promosi adalah kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka mengenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Wikipedia, promosi adalah mengiklankan suatu produk atau merek, menghasilkan penjualan, dan menciptakan loyalitas merek atau brand. Ini adalah salah satu dari empat elemen dasar bauran pemasaran, yang mencakup empat P: price, product, promotion, and place atau harga, produk, promosi, dan tempat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Wikipedia Indonesia, pengertian promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan Promosi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Semua orang yang melakukan promosi pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Mengacu pada pengertian promosi yang dipaparkan diatas, dibawah ini merupakan beberapa tujuan promosi pada umumnya:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai sebuah produk (barang/ jasa) kepada masyarakat luas atau para calon konsumen potensial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Untuk menjangkau serta juga mendapatkan konsumen baru dan juga menjaga loyalitas mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Untuk membantu meningkatkan angka penjualan sekaligus juga untuk meningkatkan keuntungan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Untuk membantu mengangkat keunggulan serta juga membedakan suatu produk dengan produk dari pesaing.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Untuk branding atau menciptakan citra suatu produk di mata konsumen sesuai dengan keinginan perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Untuk mempengaruhi pendapat serta juga perilaku konsumen terhadap suatu produk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, secara keseluruhan tujuan utama dari melakukan promosi ini ialah supaya meningkatkan angka penjualan dan meningkatkan keuntungan usaha serta juga menambah citra produk.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Promosi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1. Promosi secara fisik&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Promosi dapat diadakan di lingkungan fisik yang biasanya dilakukan pada acara-acara tertentu atau event-event khusus yang diadakan di suatu tempat seperti pameran, bazar, festival, konser, dan semacamnya. Biasanya para penjual membuka semacam “stand” atau “booth” untuk menampilkan dan menawarkan produk atau jasanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelebihan jenis promosi secara fisik dan langsung adalah dapat menjangkau langsung para calon konsumen, mereka dapat secara langsung melihat produk atau jasa yang ditawarkan, dan dapat langsung bertanya segala sesuatu hal mengenai produk atau jasa tersebut, dan dari pihak penjual hal ini dimanfaatkan untuk membujuk dan merayu calon konsumen agar membeli produk atau jasa yang mereka tawarkan pada saat itu juga. Ya, interaksi di lapangan sangat memungkinkan orang langsung melakukan pembelian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekurangan cara promosi secara fisik adalah sangat terbatasnya jumlah calon konsumen karena hanya diadakan di lingkungan atau area tertentu seperti perkantoran, kampus, sekolah, dan semacamnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2. Promosi melalui media tradisional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang dimaksud jenis promosi melalui media tradisional adalah via media cetak seperti koran, majalah, tabloid, dan sejenisnya, dan media elektronik seperti radio dan televisi, serta media di luar ruangan seperti iklan banner atau papan reklame atau papan billboard.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelebihan jenis promosi melalui media tradisional adalah dapat menjangkau lebih banyak calon konsumen daripada dengan promosi secara fisik, karena jangkauan media yang memang cukup luas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekurangan cara promosi melalui media tradisional adalah membutuhkan biaya yang sangat besar, karena melibatkan media-media besar seperti televisi, penyedia papan billboard, dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3. Promosi melalui media digital&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jenis promosi melalui media digital mencakup media internet dan social media atau jejaring social. Ini adalah cara modern untuk berpromosi karena memungkinkan orang melihat produk atau jasa yang dipromosikan melalui teknologi terkini seperti ponsel atau laptop. Banyak para pengusaha yang sudah beralih menggunakan media digital sebagai strategi promosi mereka karena memang media digital saat ini merupakan cara paling efektif untuk menjangkau konsumen mereka setiap hari. Lebih dari 2,7 miliar orang menggunakan internet di seluruh dunia, yaitu sekitar 40% dari populasi dunia. 67% dari semua pengguna internet secara global menggunakan media sosial.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelebihan promosi menggunakan media digital adalah dapat menjangkau orang secara sangat luas dengan waktu dan biaya yang efisien.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kekurangannya berpromosi dengan media digital adalah banyak sekali kompetitor atau pesaing yang ikut bermain didalamnya. Tugas yang cukup berat bagi para pemasar agar lebih kreatif lagi dalam berpromosi di media digital ini agar lebih menarik calon konsumen dibandingkan kompetitor.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari beberapa jenis promosi diatas, promosi melalui media digital adalah yang paling banyak dilakukan saat ini, karena faktor efisiensi biaya dan penyebarannya yang luas dan relatif lebih cepat.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Metode Promosi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terdapat beberapa cara promosi yang umum dikenal secara luas diantaranya: periklanan atau advertising, pemasaran langsung (direct marketing), promosi penjualan, penjualan pribadi (personal selling) dan humas atau lebih dikenal public relation (PR).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Berikut ini penjelasan dari masing-masing jenis promosi:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Iklan (Advertising)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Periklanan berarti mengiklankan produk, layanan, atau perusahaan dengan bantuan televisi, radio, atau media sosial. Ini membantu dalam menyebarkan kesadaran tentang perusahaan, produk atau layanan. Iklan dikomunikasikan melalui berbagai media massa, termasuk media tradisional seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, iklan luar ruang atau surat langsung; dan media baru seperti hasil pencarian, blog, media sosial, situs web atau pesan teks.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Pemasaran langsung (Direct Marketing)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemasaran langsung adalah suatu bentuk iklan di mana organisasi berkomunikasi langsung kepada pelanggan melalui berbagai media termasuk pesan teks ponsel, email, situs web, iklan online, pemasaran basis data, selebaran, distribusi katalog, surat promosi dan iklan televisi, surat kabar, dan majalah yang ditargetkan sebagai serta iklan luar ruangan. Di antara para praktisi, itu juga dikenal sebagai tanggapan langsung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;3. Promosi penjualan (Sales Promotion)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Promosi penjualan menggunakan komunikasi pemasaran media dan non-media untuk waktu terbatas yang telah ditentukan sebelumnya untuk meningkatkan permintaan konsumen, merangsang permintaan pasar atau meningkatkan ketersediaan produk.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;4. Penjualan pribadi (Personal Selling)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penjualan suatu produk tergantung pada penjualan suatu produk. Personal Selling adalah metode di mana perusahaan mengirim agen mereka ke konsumen untuk menjual produk secara pribadi. Di sini, umpan baliknya segera dan mereka juga membangun kepercayaan dengan pelanggan yang sangat penting.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Humas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hubungan masyarakat atau PR adalah praktik mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi (seperti bisnis, lembaga pemerintah, atau organisasi nirlaba) dan publik. Kampanye PR yang sukses dapat benar-benar bermanfaat bagi merek organisasi.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Beberapa Contoh Promosi Penjualan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;1.Promosi melalui Google&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tahukah Anda bahwa Anda bisa mendapatkan promosi gratis di Google melalui profil Google Bisnisku?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Google Bisnisku memungkinkan Anda membuat empat jenis pos sosial: Apa yang Baru, Acara, Penawaran, dan Produk. Gunakan Panduan Posting Google Bisnisku untuk mengidentifikasi cara terbaik untuk membuat promosi Anda diketahui.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu saja, agar promosi Anda mendapatkan pemaparan, profil Anda harus muncul di hasil pencarian. Gunakan alat gratis kami di bawah ini untuk memastikan profil Google Bisnisku Anda dioptimalkan untuk ditemukan di pencarian Google.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;2.Hadiah Gratis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada banyak cara untuk memanfaatkan teknik promosi penjualan khusus ini. Sebuah restoran, misalnya, dapat menawarkan makanan penutup gratis dengan pembelian makanan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Toko elektronik mungkin menawarkan baterai gratis kepada pelanggan. Restoran cepat saji semacam KFC juga sering ini meluncurkan promosi populer di mana mereka menawarkan 100 pelanggan pertama gratis DVD Film Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;3.Sampel produk Gratis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Banyak produk telah menggunakan metode ini dengan sangat sukses. Dengan memberikan sampel kepada semua pelanggan di toko, terlepas dari apakah mereka membeli sesuatu, mereka mendorong pelanggan untuk membeli produk yang mungkin belum mereka pertimbangkan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Usaha kecil tidak memiliki anggaran seperti Yakult misalnya, tetapi masih dapat memberikan sampel gratis kepada pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah Anda memiliki produk baru yang ingin Anda jual? Berikan sampel! Ini paling cocok untuk makanan tetapi juga bisa digunakan di spa dan salon dengan lotion dan parfum tester atau produk aromaterapi. Jika Anda mempromosikan produk wajah baru, biarkan orang mencobanya! Orang menyukai sesuatu yang bisa mereka coba sebelum membeli.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;4.Harga Diskon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semua orang menyukai kesepakatan, dan seperti Black Friday dan Cyber ​​Monday secara konsisten menunjukkan tahun demi tahun, konsumen akan tergila-gila pada harga yang baik. Gunakan liburan dan acara di Kalender Pemasaran kami untuk keuntungan Anda dengan memiliki penjualan atau spesial di bisnis Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;5.Promosi Bersama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Promosi bersama dapat dilakukan antara merek yang dimiliki oleh satu perusahaan, atau antara merek yang dimiliki oleh perusahaan yang terpisah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Promosi bersama itu mudah jika Anda mengenal pemilik bisnis lain dalam industri yang serupa atau terkait.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tawarkan mereka beberapa produk atau layanan Anda untuk dibundel ke dalam paket di bisnis mereka dan tawarkan bundel yang sama pada Anda. Ini adalah promosi gratis untuk Anda masing-masing di bisnis pemilik lainnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;6.Voucher dan Kupon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua jenis promo ini ditawarkan di majalah, koran, kemasan produk, dan secara online. Anda dapat menawarkan voucher dan kupon melalui email ke daftar email Anda atau sebagai ucapan terima kasih ketika orang berlangganan blog atau newsletter email Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;7.Kontes dan Hadiah Media Sosial&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Membeli suatu produk menyediakan jalan masuk konsumen ke hadiah-hadiah ini. Promosi penjualan seperti itu sangat populer dengan barang-barang makanan seperti keripik dan minuman soda, yang memberikan hadiah terkait dengan bisnis di dalam kemasan atau menawarkan kode pada tutup botol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi Anda dapat melakukan hal yang sama dengan hadiah Facebook atau Instagram untuk membuat pelanggan baru tertarik pada bisnis Anda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;8.Perdagangan yang Adil, Buatan Lokal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Produk yang diperdagangkan secara adil atau berkontribusi untuk tujuan amal adalah alat promosi penjualan yang jarang diakui. Namun, produk seperti itu tidak hanya menguntungkan amal, tetapi juga bisnis yang menjualnya juga.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;GAP dan Apple, misalnya, keduanya menerima sambutan luar biasa terhadap produk bermerek (MERAH) mereka, persentase yang harga jualnya digunakan untuk mendukung program HIV / AIDS di Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi usaha kecil juga dapat melakukan promosi ini. Jika produk Anda diproduksi atau diproduksi di dalam negeri, beri nama bisnis Anda sebagai “Buatan Indonesia.” Jika kopi di kedai kopi Anda bebas dari perdagangan, buatlah diketahui!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Orang-orang mencari bisnis yang nilainya selaras dengan nilai mereka sendiri sehingga jika ada sesuatu yang penting bagi Anda, kemungkinan itu penting bagi pelanggan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;9.Beli Satu Dapat Dua (Gratis Satu)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Penawaran beli satu dapat gratis satu adalah salah satu metode promosi yang paling banyak digunakan. Di kalangan bisnis, mereka sering disebut sebagai promosi “melikuidasi diri” karena mereka mendorong pembersihan stok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, jarang melakukan promosi beli-satu-dapatkan-satu-gratis biaya bisnis apa pun. Bahkan, mereka dirancang untuk meningkatkan pendapatan. Misalnya, biayanya bisnis 10 sen untuk menghasilkan sepotong roti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika roti itu dijual dengan harga dua untuk 1, bisnis itu masih menghasilkan untung. Bahkan, untungnya melonjak karena lebih banyak roti yang dijual.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;10.Program Pelanggan Loyal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kartu pelanggan adalah contoh umum dari insentif hubungan pelanggan. Misalnya, pelanggan mendapat cap untuk setiap minuman kopi yang ia beli, dan setelah cap ke-6, ia berhak mendapatkan minuman gratis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Program retensi dan loyalitas pelanggan lainnya termasuk klub orang dalam di mana terdapat sedikit biaya tambahan yang memberikan diskon ekstra kepada pelanggan dan pilihan layanan pertama serta program rujukan klien.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/1548819916826613142/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/01/promosi-promotion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1548819916826613142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1548819916826613142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2021/01/promosi-promotion.html' title='Promosi (Promotion)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivtvpT9eslFuLUEqax23koJEkQwgKNIbLwvyAkRr35e2FrRefTNj_AUxCcnybaN3y3HFaI-HN_MRWmYaPE4zHNGPz9rF4XZTzmbI8Ahn1ai92Mg1odQGgZbeANZfIK085Bqzt2P202Vzg/s72-w400-h241-c/Pengertian-Promosi-Tujuan-dan-Jenisnya-Menurut-Para-Ahli.jpg.webp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-8792193276830425877</id><published>2020-02-03T03:45:00.004+07:00</published><updated>2021-05-01T07:21:07.379+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Produk Kreatif dan Kewirausahaan"/><title type='text'>Produk Kreatif dan Kewirausahaan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie74KvG_zPgUrP3RZX1gHOBlApceoy62cE9yEI3gV2Wupd3QJdXmXsauJFPCU4rC8ghTp0125X5A7EQAru1t7YcxZU5mxW6DPYM5CJcmrK1K4nhUtDruu2T7yuQtKdpceDNg-3nUjrlPM/s1600/produk+kreatif.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;659&quot; height=&quot;174&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie74KvG_zPgUrP3RZX1gHOBlApceoy62cE9yEI3gV2Wupd3QJdXmXsauJFPCU4rC8ghTp0125X5A7EQAru1t7YcxZU5mxW6DPYM5CJcmrK1K4nhUtDruu2T7yuQtKdpceDNg-3nUjrlPM/s320/produk+kreatif.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk kreatif dan kewirausahaan atau biasa disingkat PKK merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang terdapat di Sekolah Menengah Kejuruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;Produk Kreatif dan Kewirausahaan&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Produk kreatif dan kewirausahaan atau PKK terdiri dari dua kata yaitu &quot;Produk Kreatif&quot;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;dan &quot;Kewirausahaan&quot;. Produk kreatif mempunyai arti yaitu suatu produk yang dihasilkan dari kreatifitas dan mempunyai inovasi tertentu. Yang mana berarti produk yang dihasilkan haruslah terbilang baru atau pengembangan dari produk sebelumnya. Misalnya ada sebuah produk minuman yang sangat laku dalam penjualannya, lalu kalian kembangkan produk minuman tersebut dengan menambahkan topping yang membuat produk tersebut lebih menarik pembeli dan mengalahkan produk sebelumnya.&lt;br /&gt;
Sedangkan kewirausahaan adalah sebuah usaha dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan dengan jalan bisnis mandiri. Singkatnya kewirausahaan mempelajari tentang SOFTSKILL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Jenis dan Macam Produk Kreatif dan Kewirausahaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Sektor Periklanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalian dapat mengiklankan produk yang telah kalian buat agar produk tersebut dikenal oleh banyak orang. Selain itu kalian juga dapat memasukkan iklan pada produk kalian agar mendapatkan profit tambahan misalnya memasang iklan google pada aplikasi atau website kalian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Sektor Desain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sektor desain merupakan jenis industri kreatif yang terkait dalam pembuatan desain grafis, interior dan produk. Jika kalian sangat mahir dalam mendesain sesuatu maka sektor inilah yang paling cocok untuk kalian. Kalian bisa menerima pesanan dalam mendesain suatu produk dan memasang harga tergantung kesulitan dan kerumitan desain tersebut. Beberapa contoh usaha di sektor desain dalam dunia IT ialah UI/UX Desain dan web desain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Sektor Industri Permainan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sektor ini berkaitan dengan kreasi permainan dan produksi permainan. Saat ini sektor industri permainan sedang berkembang pesat. Karena banyaknya pengguna yang sangat meminati dan mendukung sektor ini. Selain itu juga banyak orang yang memainkan permainan untuk menghibur diri, menyegarkan pikiran bahkan hingga menjadi sebuah pekerjaan. Beberapa contoh mengenai industri ini ialah industri game mobile maupun console dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Sektor Industri Musik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sektor ini berkaitan dengan kreasi sebuah musik, komposisi sebuah lagu, menciptakan sampai memproduksi sebuah rekaman. Sektor ini terbilang tak pernah padam karena musik dari dulu hingga sekarang masih atau bahkan akan terus berkembang. Selain itu juga musik banyak sekali jenisnya mulai dari jazz, rock dan lain-lain. Selain dari musik yang diciptakan, si pembuat atau penyanyi musik tersebut akan menjadi terkenal karena musik yang mereka ciptakan atau dinyanyikan. Hal ini merupakan sebuah keuntungan untuk menerima berbagai tawaran dan iklan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Sektor Industri Layanan Komputer dan Perangkat Lunak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sektor ini berkaitan dengan pengembangan suatu teknologi dan aplikasi yang meliputi layanan komputer, periklanan berbasis internet, desain sistem desain portal termasuk perawatannya. Sektor ini sangatlah besar dan luas sekali pengembangannya. Karena sektor-sektor sebelumnya bisa disatukan dalam sektor ini sehingga kemungkinan untuk berkembangnya sangatlah tinggi. Selain itu, teknologi akan terus berkembang hingga kap&lt;b&gt;anpun.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
6. Sektor Industri Pertelevisian&lt;br /&gt;
Sektor ini berkaitan dengan membuat sebuah kreasi, proses produksi hingga pengemasan acara televisi. Banyak orang yang menghibur dirinya dengan cara menonton berbagai acara di televisi. Industri Pertelevisian juga saling berkaitan dengan sektor-sektor sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Contoh Produk Kreatif dan Kewirausahaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Web Development&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Web development atau web developer adalah seseorang yang berhubungan dengan suatu pengembangan suatu website untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau pesanan dari konsumen dan mendapatkan profit dari website yang telah dibuat. Untuk menjadi web developer dibutuhkan kemampuan dalam pemahaman bahasa pemrograman dan logika untuk membangun sebuah website.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Startup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Startup adalah sebuah perusahaan yang baru saja dibangun atau dalam masa rintisan namun tidak berlaku untuk semua bidang usaha. Kata startup sendiri lebih dikategorikan untuk perusahaan di bidang teknologi dan informasi. Startup bisanya harus dikembangkan dalam sebuah tim agar startup tersebut dapat berkembang dan maju. Beberapa contoh starup yang sudah maju dan sukses ialah Gojek, Bukalapak, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Software Developer&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Software adalah perangkat lunak yang isinya dari bahasa pemrograman tertentu yang memiliki kesatuan dan nilai serta tujuan tertentu. Softwae developer dituntut untuk bisa membuat sebuah aplikasi sesuai dengan keinginan konsumen dan profit yang didapatkan dari pembuatan aplikasi tidaklah sedikit. Ditambah lagi pengembang aplikasi sedang sangat dibutuhkan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. IT Solution&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
IT Solution adalah bidang usaha yang bergerak di bidang jasa atau barang yang berkaitan dengan teknologi. IT solution merupakan gabungan dari pekerjaan yang ada di dunia IT Kalian bisa menjual berbagai macam software, website, suku cadang dan masih banyak. Selain itu juga kalian bisa menawarkan jasa seperti jasa service misalnya.&lt;br /&gt;
Itu dia beberapa contoh produk kreatif dan kewirausahaan. Sebenarnya masih ada banyak lagi contoh yang ada akan tetapi tidak dapat dituliskan di artikel ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/8792193276830425877/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2020/02/produk-kreatif-san-kewirausahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8792193276830425877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8792193276830425877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2020/02/produk-kreatif-san-kewirausahaan.html' title='Produk Kreatif dan Kewirausahaan'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie74KvG_zPgUrP3RZX1gHOBlApceoy62cE9yEI3gV2Wupd3QJdXmXsauJFPCU4rC8ghTp0125X5A7EQAru1t7YcxZU5mxW6DPYM5CJcmrK1K4nhUtDruu2T7yuQtKdpceDNg-3nUjrlPM/s72-c/produk+kreatif.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-2318693127924879342</id><published>2020-02-03T01:48:00.006+07:00</published><updated>2021-05-01T08:10:35.633+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Proses Pembuatan Desain dan Prototype Produk Barang dan Jasa"/><title type='text'>Proses Pembuatan Desain dan Prototype Produk Barang dan Jasa</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiukQ7c0uhjF5zygvE8KRAoOLXfuZ5-IIyqWgTfedHnzRKutTNrhzmu4YMT8letcJbj7K95pLkhbDDl_POaCrd67WOB5dJYCSuCRZ1LFyOmeDBLKZ9LVsR1rQmGCa9V7Q9b5r7plNuqlpc/s1600/idea-to-final-product-300x235.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Proses pembuatan Desain dan Prototype&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;235&quot; data-original-width=&quot;300&quot; height=&quot;313&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiukQ7c0uhjF5zygvE8KRAoOLXfuZ5-IIyqWgTfedHnzRKutTNrhzmu4YMT8letcJbj7K95pLkhbDDl_POaCrd67WOB5dJYCSuCRZ1LFyOmeDBLKZ9LVsR1rQmGCa9V7Q9b5r7plNuqlpc/w400-h313/idea-to-final-product-300x235.jpg&quot; title=&quot;Pembuatan Prototype&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://soehari-janto.blogspot.com/2020/02/proses-pembuatan-prototype-produk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Proses Pembuatan Desain dan Prototype Produk Barang dan Jasa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Tahapan-tahapan proses kerja dalam pembuatan produk barang atau jasa merupakan hal yang penting dalam membuat suatu produk. Selain itu memahami skema alur kerja dalam proses pembuatan produk juga merupakan hal yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;
Produk yang baik tidak serta merta langsung dapat diciptakan, tetapi telah melalui beberapa tahapan mulai dari ide awal hingga menjadi sebuah produk jadi siap jual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Desain Produk atau Jasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Seringkali ,banyak orang melakukan kesalahan dengan berpikir bahwa memulai proses desain adalah dengan menyalakan komputer tanpa membuat brainstorming awal atau menyusun konsep dasar terlebih dahulu. Komputer memang dapat membuat segala sesuatunya dengan mudah, tapi komputer tidak dapat menciptakan konsep.&lt;br /&gt;
Berikut langkah-langkah proses desain yang perlu dilakukan :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Definisikan masalah dan buat tujuan proyek desain anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Apakah isi pesan yang ingin disampaikan? untuk siapa? media apa yang terbaik untuk menyampaikan pesan tersebut? Berapa batasan biayanya? dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Lakukan riset&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Amatilah informasi-informasi dari berbagai sumber data yang berkepentingan pada proyek desain anda. Semakin banyak data yang anda kumpulkan, and akan semakin mudah melihat hubungan antara satu dengan yang lainnya. Inspirasi dapat muncul dimana saja, sehingga bawa selalu buku sketsa anda untuk merekam ide-ide yang tiba-tiba muncul. Selain untuk menulis dan menggambar, buku sketsa dapat merekam temuan-temuan pada survei yang dapat anda gunakan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kembangkan ide anda dengan brainstorming&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Brainstorming adalah proses mengeksplorasi solusi atau keputusan desain dengan cara menghimpun ide-ide berdasarkan keahlian dan pengalaman. Anda dapat memulainya dengan membuat daftar kata yang sesuai dengan subyek desain. Daftar ini akan membantu anda untuk mengekplorasi lebih jauh pemikiran-pemikiran yang dipengaruhi dari hasil riset anda. Menggunakan kata-kata akan jauh lebih efektif waktu daripada anda menggambar ide anda.&lt;br /&gt;
Cara lain yang efektif adalah dengan menggunakan diagram verbal atau mind mapping. Hal ini dilakukan dengan menempatkan kata kunci pada tengah-tengah kertas kemudian membuat cabang-cabang yang berhubungan dengan kata kunci dengan menuliskan ide yang muncul yang berhubungan dengan kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Analisis ide sesuai dengan tujuan proyek desain.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika anda sedang mempresentasikan ide, sebaiknya anda dapat menyuarakan ide anda menjadi satu kalimat.&amp;nbsp; Kritik adalah cara terbaik untuk mendapatkan respon dari hasil desain anda. Melalui kritikan, akan memunculkan analisa dan saran yang akanlebih memperkaya solusi dan visual dari ide yang ditampilkan. Selain itu, kritik juga akan memberi anda kesempatan untuk menyimak persepsi orang lain. Seringkali solusi yang anda coba anda tampilkan pada desain tidak selalu sama dengan persepsi orang lain tentang hal tersebut. Buatlah catatan ketika hasil kerja anda sedang dikritik, dan jangan mencoba membela diri, meskipun anda setuju atau tidak atas respon mereka.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Implementasikan hasil finalnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Coba baca kembali catatan kritik-kritik orang lain tersebut. Kemudian tanyakan pada diri anda bagaimana cara mengkombinasikan, mengubah, mengembangkan desain anda supaya lebih menjanjikan. Sekali anda telah membuat aksi yang dilakukan untuk ide tersebut, kembangkan ide tersebut menjadi sebuah kesatuan desain,yaitu mendetil dan telah dieksekusi dengan baik. Pada siswa desain yang sedang bekerja pada kelas proyek, implementasi desain merupakan tahapan akhir dari proses desain. Sebagai seoarng siswa, anda harus menyusun manual dan konsep terlebih dahulu sebelum melakukan implementasi desain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Maksud dari Desain/Prototype Produk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menurut Hidayat (2012)&lt;/b&gt; dapat didefinisikan bahwa prototipe adalah sebuah penaksiran produk melalui satu atau lebih dimensi yang menjadi perhatian.&lt;br /&gt;
Salah satu kaidah penting dalam Design Thinking adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Fail fast to succeed sooner”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau “Gagal cepat agar sukses lebih cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prototipe produk (purwa–rupa produk)&lt;/b&gt; adalah bentuk dasar dari sebuah produk merupakan tahapan yang sangat penting dalam rencana pembuatan produk karena menyangkut keunggulan produk yang akan menentukan kemajuan suatu usaha di masa mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prototipe&lt;/b&gt; adalah sebuah contoh atau model awal dari produk. Prototipe yaitu membuat ide yang abstrak menjadi bentuk nyata dan konkrit. Dalam &lt;i&gt;&lt;b&gt;design thinking&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, tidak cukup hanya memikirkan ide, mendiskusikan dan membicarakannya saja. Perlu langkah konkrit untuk membuatnya menjadi nyata.&lt;br /&gt;
Tujuan membuat prototipe bukanlah untuk menguji produk yang sudah selesai, tujuan membuat prototipe adalah untuk belajar. Menemukan kesalahan dan kegagalan sebelum produk benar-benar diluncurkan ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Ada lima kriteria prototipe yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Bentuk awal dari objek yang akan diproduksi dalam jumlah banyak;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe dibuat berdasarkan pesanan untuk tujuan komersialisasi;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Belum pernah dibuat sebelumnya;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Merupakan hasil penelitian dan pengembangan dari objek atau sistem yang direncanakan akan dibuat;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mudah dipahami dan dianalisis untuk pengembangan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Ada dua tipe prototipe, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;prototipe fisik yang merupakan benda nyata dibuat untuk memperkirakan produk yang diminati oleh tim pengembang secara nyata dibuat menjadi suatu benda untuk pengujian.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;prototipe analitik yang lebih fleksibel dari prototipe fisik karea sifatnya nontangible seperti sketsa, simulasi dan matematik. Prototipe analitik juga lebih murah dibandingkan dengan fisik. Namun tetap saja protitipe fisik dibutuhkan untuk mendeteksi fenomenafenomena yang tidak terantisipasi sebelumnya. Bila dijalankan maka prototipe fisik akan berfungsi sesuai dengan produk asli. Maka jika terjadi ketidaksesuaian seperti dalam rancangan akan memudahkan Anda untuk mendeteksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Dalam fase pengulangan desain, Anda harus menuliskan bentuk, fungsionalitas, dan cara pembuatan produk Anda. Kemudian, buatlah desain awal bentuk produk Anda, bisa dengan sketching biasa sampai membuat bentuk 3D nya di komputer.&lt;br /&gt;
Kemudian, tiap bertemu orang, tunjukkan desain tersebut dan tanyakan pendapat mereka tentang produk Anda. Ulangi terus sampai kebanyakan orang merasa puas dan produk Anda layak dipasarkan. Fase pengulangan engineering dilakukan ketika Anda merasa telah berhasil menyelesaikan fase pengulangan desain.&lt;br /&gt;
Semua input yang didapatkan dalam fase pengulangan desain akan menjadi dasar pengembangan produk. Fase engineering intinya adalah bagaimana cara membuat produk Anda telah bekerja sesuai dengan yang diinginkan, namun hal ini berlaku jika membuat produk manufaktur.&lt;br /&gt;
Untuk produk di bidang kuliner yang perlu dilakukan adalah mengulang uji coba resep. Kemudian produk yang sudah jadi langsung diteskan pada calon pelanggan, dan berdasarkan feedback dari calon pelanggan, kembali ke fase pengulangan ini. Cobalah tanyakan seberapa jauh calon pelanggan bisa menerima produk Anda. Tujuan akhir dari fase ini adalah membuat prototipe versi beta.&lt;br /&gt;
Setelah versi beta berhasil dibuat, kita harus menghadapi sebuah fase kunci yang sering membedakan ide bagus dengan produk bagus. Fase pengulangan produksi mengharuskan kita untuk menemukan vendor yang bisa membantu, merangkai semua bagian, sampai menyelesaikan urusan yang berhubungan dengan legalitas. Fase ini biasanya membutuhkan antara 2-6 bulan. Sedikit saja kesalahan dalam fase ini akan membawa perusahaan Anda ke posisi yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Maksud dari Desain Produk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menghindari kegagalan – kegagalan yang mungkin terjadi dalam pembuatan suatu produk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk memilih metode yang paling baik dan ekonomis dalam pembuatan produk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menentukan standarisasi atau spesifikasi produk yang dibuat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menghitung biaya dan menentukan harga produk yang dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk mengetahui kelayakan produk tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau masih perlu perbaikan kembali&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tujuan dari Desain Produk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan mempunyai nilai jual yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk menghasilkan produk yang trend pada masanya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Untuk membuat produk seekonomis mungkin dalam penggunaan bahan baku dan biaya – biaya dengan tanpa mengurangi nilai jual produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Proses kerja prototipe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe pembuktian konsep, digunakan untuk menjawab kelayakan produk. Kegiatan ini dilakukan setelah pengembangan konsep atau pemilihan konsep&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe rancangan industri, digunakan untuk memperlihatkan tampilan dan kesan dari produk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe rancangan percobaan, fokusnya adalah untuk memodelkan suatu subsistem dalam produk dalam rangka mencapai target performansi yang ditetapkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Alfa prototipe, dibuat untuk melihat komponen dari produk yang diharapkan. Secara individu telah dibuktikan performansinya dari prototipe sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Beta prototipe, dibuat dengan proses sesungguhnya. Tujuannya adalah untuk melihat performansi dan reliability dalam rangka mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan untuk produk akhir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe praproduksi, percobaan produksi untuk kapasitas terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Prinsip/ lembar kerja pembuatan prototipe&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Beberapa prinsip berguna sebagai pemandu keputusan tentang prototipe selama pengembangan produk. Prinsip-prinsip ini menunjukkan keputusan terhadap tipe prototipe mana yang harus dibuat dan memasukkannya dalam rencana pengembangan (Nur Hidayat:2012).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe analitik digunakan untuk mempersempit jarak parameter kemungkinan dan kemudian prototipe fisik digunakan untuk menyesuaikan atau menegaskan rancangan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe fisik dibutukan untuk menemukan fenomena yang tidak dapat diduga yang sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan semula. Prototipe fisik tidak hanya melihat bentuk geometris tetapi juga hal yang mempengaruhinya serta ergonomis alat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Prototipe dapat mengurangi resiko yang merugikan dalam pengembangan produk. Hasil sebuah pengujian mungkin mengharuskan pengulangan karena ketidaksesuaian fungsi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keuntungan yang dapat diperkirakan dari prototipe dalam negurangi resiko harus dipertimbangkan dengan waktu dan dana yang dibutukan untuk membuat dan mengevaluasi prototipe.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Kadangkala penambahan tahap singkat pembuatan prototipe dapat membuat kegiatan selanjutnya selesai lebih cepat dibandingkan jika tidak membuat protitipe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Prototipe dapat dibuat melalui berbagai cara tergantung dari produk yang akan dibuat. Yang paling banyak digunakan adalah dengan model computer 3D atau dikenal juga dengan prototipe digital/ virtual prototipe.&lt;br /&gt;
Dapat juga dibuat dengan model konvensional, yaitu dengan membuat bentuk tiga dimensi. Bagian-bagian dibuat dengan bahan yang mudah dibentuk namun cukup kuat.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: medium;&quot;&gt;Fungsi Prototipe&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Ada beberapa kegunaaan jika anda membuat desain prototipe terlebih dahulu sebelum melakukan produksi, diantaranya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pembelajaran. Prototipe sering dapat menjawab sebuah pertanyaan “sejauh mana dapat memenuhi kebutuhan pelanggan?” saat menjawab pertanyaan tersebut prototipe diperlukan sebagai alat pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Komunikasi. Prototipe memperkaya komunikasi dengan manajemen puncak, penjual, mitra, keseluruhan anggota tim, pelanggan dan investor. Hal ini disebabkan protitipe bukan lagi gambar sketsa tetapi wujud sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penggabungan. Prototipe digunakan untuk memastikan bahwa komponen-komponen dan subsistem dari produk bekerja bersamaan seperti yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tahapan-Tahapan Dalam pembuatan Prototype&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pendefinisian produk&lt;/b&gt;: merupakan penerjemahan konsep teknikal yang berhubungan dengan kebutuhan dan perilaku konsumen kedalam bentuk perancangan termasuk aspek hukum produk dan aspek hukum yang melibatkan keamanan dan perlindungan terhadap konsumen.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Working model&lt;/b&gt;: dibuat tidak harus mempresentasikan fungsi produk secara keseluruhan dan dibuat pada skala yang seperlunya saja untuk membuktikan konsep dari pembuatan produk dan menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan konsep yang telah dibuat. Working model juga dibangun untuk menguji parameter fungsional dan membantu perancangan prototipe rekayasa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prototipe rekayasa (engineering prototype)&lt;/b&gt;: dibuat seperti halnya working model namun mengalami perubahan tingkat kompleksitas maupun superioritas dari working model, dibangun mencapai tingkat kualitas teknis tertentu agar dapat diteruskan menjadi prototipe produksi atau untuk dilanjutkan pada tahapan produksi. Prototipe rekayasa ini dibuat untuk keperluan pengujian kinerja operasional dan kebutuhan rancangan sistem produksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prototipe produksi (production prototype)&lt;/b&gt;: bentuk yang dirancang dengan seluruh fungsi operasional untuk menentukan kebutuhan dan metode produksi dibangun pada skala sesungguhnya dan dapat menghasilkan data kinerja dan daya tahan produk dan part-nya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Qualified production item&lt;/b&gt;: dibuat dalam skala penuh berfungsi secara penuh dan diproduksi pada tahap awal dalam jumlah kecil untuk memastikan produk memenuhi segala bentuk standar maupun peraturan yang diberlakukan terhadap produk tersebut biasanya untuk diuji-cobakan kepada umum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Untuk mematangkan produk yang hendak diproduksi secara komersil, maka produk perlu memasuki pasar untuk melihat ancaman-ancaman produk yang terjadi; misal: keamananan, regulasi, tanggung jawab, ketahanan dan kerusakan (wear–and–tear), pelanggaran, siklus break even dan polusi, dan konsekuensinya diperlukan peningkatan program pemasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Model: merupakan alat peraga yang mirip produk yang akan dibangun (look–like–models). Secara jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk baik dengan skala yang diperbesar, 1:1, atau diperkecil untuk memastikan produk yang akan dibangun sesuai dengan lingkungan produk maupun lingkungan user.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prototipe adalah bentuk efektif dalam mengkomunikasikan konsep produk namun jangan sampai menyerupai bentuk produk sebenarnya karena mengandung resiko responden akan menyamakannya dengan produk akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tahapan-tahapan proses kerja dan pembuatan contoh barang/jasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Memformulasikan hasil marketing research&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui produk yang diinginkan pelanggaran, produk desainer dapat memperoleh dari riset pemasaran atau inspirasi yang berhubungan dengan pelanggan. Dalam riset pembuatan produk, harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Keinginan pelanggan dalam hal kegunaan, kualitas, modal dan warna produknya dengan tidak mengabaikan penentuan dalam memasang harga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Biaya dari pembuatan produk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Penciptaan ide&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam menciptakan ide biasanya kita memikirkan beberapa hal yang akan dibutuhkan dalam produk yang nantinya akan kita buat. Bisa berupa inspirasi dari produk lain atau trend pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Membuat sketsa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam membuat suatu sketsa, bentuk dari produk barang yang akan dibuat akan terlihat jelas satu sama lainnya. Sketsa tersebut terlihat dibuat untuk mempermudah dalam pembuatan gambar kerja (blue print).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Membuat prototype atau sampel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahapan ini, kita akan menguji beberapa sampel yang nantinya akan menjadi penentuan dimana produk tersebut sesuai dengan harapan atau tidak&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pengembangan strategi pemasaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tahapan ini merupakan tahapan dimana kita mulai membuat serta menguji ide yang efektif yang dapat digunakan dalam memperkenalkan produk tersebut kepada konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Analisis usaha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahapan ini berarti kita harus melihat dan menganalisa apakan produk yang telah dipasarkan dapat memperoleh keuntungan dan bermanfaat atau tidak.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Pengembangan produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahapan ini kita akan mulai untuk mengembangkan produk tersebut sesuai dengan rencana dan konsep yang telah dianalisis sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kelebihan dan kekurangan proses kerja pembuatan produk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kelebihan atau keunggulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Biaya per unit rendah bila produk dalam volume yang besar dan distandarisasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pemborosan dapat diperkecil karena menggunakan tenaga mesin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Biaya tenaga kerja rendah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Biaya pemindahan bahan untuk membuat sebuah produk di pabrik rendah karena jaraknya lebih pendek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kekurangan atau kelemahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Terdapat kesulitan dalam pembuatan produk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Proses produksi dapat dengan mudah terhenti, yang dapat menghambat seluruh proses produksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Terdapat kesulitan menghadapi perubahan tingkat permintaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;Skema alur kerja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Diagram alur proses produksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diagram alur proses ini harus dibuat secara jelas terlebih dahulu sebelum suatu proses produksi dijalankan.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEineTcNk1U6Zbbcdkx75PydJudNGfBoXuZr1nSquHsV_OwEjdBisFP4UkdJxybC0vjir6Vn1HH68f-E9wAUvlVTsp1pxce2uyM9HPhIbAfQOz9sSdSRMvCwecepq0YieqpUSFE3aSMRyz8/s1600/alur+proses+produksi.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;320&quot; data-original-width=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEineTcNk1U6Zbbcdkx75PydJudNGfBoXuZr1nSquHsV_OwEjdBisFP4UkdJxybC0vjir6Vn1HH68f-E9wAUvlVTsp1pxce2uyM9HPhIbAfQOz9sSdSRMvCwecepq0YieqpUSFE3aSMRyz8/s1600/alur+proses+produksi.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Tujuan pembuatan alur kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba atau profit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Memaksimalkan proses pembuatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meminimalkan perubahan dalam nilai produksi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meminimalkan perubahan dalam tingkat tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Memaksimalkan pemanfaatan pabrik dan perlengkapan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Teresa Torres&lt;/span&gt;, seorang Product Coach&lt;/b&gt;, mendefinisikan tujuan pembuatan prototipe sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Prototype simulates an experience, with the intent to answer a specific question, so that the creator can iterate and improve the experience.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
“Prototipe memberikan gambaran, untuk memberikan jawaban spesifik, sehingga penciptaan produk dapat diulang dan diperbaiki.” (sebelum menjadi produk akhir).”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #555555;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setidaknya ada 4 (empat) manfaat membuat prototipe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prototyping membantu kita berpikir&lt;/b&gt;. Melakukan adalah cara terbaik untuk berpikir. Membuat prototipe membuat kita lebih mudah memikirkan ide-ide untuk menyempurnakan produk Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prototyping membantu kita menjawab pertanyaan&lt;/b&gt;. Apakah produk kita diminati konsumen? Layak? dan bertahan lama?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Prototyping membantu kita berkomunikasi.&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt; Komunikasi terbaik adalah dengan menunjukkannya, bukan sekadar mengatakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prototyping membantu anda membuat keputusan yang lebih baik.&lt;/b&gt; Umpan balik yang kita dapatkan dari calon pengguna membuat kita mampu membuat keputusan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Metode yang direkomendasikan dalam merancang prototipe adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Rapid Prototyping&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Bagaimana proses melakukan Rapid Prototyping?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;John Krissilas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di dalam blognya mengutip dari Jeanne Liedtka membagikan lima prinsip berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mulai dari yang kecil dan sederhana&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Sebuah proyek penciptaan akan tumbuh dengan adanya pembuatan prototipe secara berulang sejak sejak dini. Ini akan memberi ruang bagi Anda untuk mendapatkan ide-ide baru untuk menyempurnakan produk Anda. Ini juga akan memberi kesempatan calon pengguna untuk berkontribusi dan melengkapi produk Anda dengan masukan dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Rancang kisah yang ingin Anda ceritakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Visualisasikan konsep Anda dalam bentuk gambar. Gunakan kata sesedikit mungkin. Tambahkan detail seiring berjalannya waktu. Teknik storyboarding akan bermanfaat di sini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Tunjukkan, jangan katakan. Buat prototipe-nya terlihat nyata dengan gambar mock up, model fisik, dan pengalaman nyata. Visualisasikan beberapa opsi. Beri ruang bagi calon pengguna untuk memilih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; font-size: medium;&quot;&gt;Tujuan prototipe adalah untuk mendapatkan umpan balik. Jangan berdebat dan mempertahankan diri saat orang lain memberi masukan terhadap umpan balik Anda. Biarkan mereka mevalidasi produk Anda. Jangan berikan otoritas validasi ke orang yang menciptakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Peluang lain dari pembuatan prototipe adalah melibatkan calon konsumen dalam proses desain produk kita. Istilah keren untuk hal ini adalah Customer Co-Creation. Dengan demikian mereka merasa memiliki produk ini. Mereka merasa menjadi bagian dari produk ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Sebagai bentuk dasar produk, prototipe memiliki bagian yang ukuran dan bahan sama seperti jenis produk yang akan dibuat tetapi tidak harus difabrikasi dengan proses sebenarnya ditujukan untuk pengetesan untuk menentukan apakah produk bekerja sesuai desain yang diinginkan dan apakah produk memuaskan kebutuhan pelanggan. Prototipe seperti ini disebut alpha prototype ada juga yang disebut beta prototype yang dibuat dengan bagian yang disuplai oleh proses produksi sebenarnya, tetapi tidak rakit dengan proses akhir ditujukan untuk menjawab pertanyaan akan performance dan ketahanan uji untuk menemukan perubahan yang perlu pada produk final.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DESAIN PRODUK&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Faktor-faktor yang mempengaruhi desain produk adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;a. Fungsi Produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Setiap produk yang akan dihasilkan mempunyai fungsi atau kegunaan yang berbeda, hal ini tergantung untuk keperluan apa produk itu dibuat. Dengan demikian bahwa desain produk itu berhubungan bentuk dan fungsi dari suatu produk. Keduanya memegang peranan penting dalam menentukan suatu desain produk yang pada dasarnya untuk memberikan kepuasan yang maksimal bagi konsumen atau pelanggan baik segi kualitan maupun segi kuantitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;b. Standar dan Spesifikasi Desain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Dalam hal spesifikasi dan standar desain suatu produk akan terlihat dari :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sambungan – sambungan&lt;/b&gt; | Dalam hal ini perusahaan harus merencanakan bagaimana menyambung bagian-bagian supaya tidak terlihat ada bagian yang kosong.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagian&lt;/b&gt; | Bagian ini berfungsi untuk menyesuaikan ukuran keserasian desain&amp;nbsp; disambung dengan bagian lainnya, sehingga apabila disatukan menjadi satu kesatuan yang kuat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk&lt;/b&gt; | Pada waktu mendesain bentuk perlu diperhatikan mengenai keindahan dengan penyesuaian menurut fungsi dan kegunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ukuran&lt;/b&gt; | Yaitu merencanakan ukuran yang seimbang dari bagian – bagian produk&amp;nbsp; secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mutu&lt;/b&gt; | Mutu suatu produk harus disesuaikan menurut fungsi produk tersebut, apabila akan digunakan dalam jangka waktu lama, maka mutu produk tersebut harus tinggi bila dibandingkan dengan produk yang akan digunakan dalam jangka waktu yang pendek.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bahan&lt;/b&gt; | Apabila produk yang akan digunakan ingin mempunyai mutu yang baik, maka bahan yang dipergunakan pun harus dapat menunjang agar semua yang diharapkan dapat terwujud dan pelanggan merasakan kepuasan tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;Warna&lt;/b&gt; | Warna mempunyai arti tersendiri bagi konsumen, karena tiap orang mempunyai ciri dan kesukaan yang khas terhadap warna tertentu. Dan hal inilah yang harus dicermati oleh perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;c. Tanggung jawab Produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Ini adalah merupakan salah satu tanggung jawab dari produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut. Oleh karena itu faktor ini menjadi sangat penting untuk dipertimbangkan oleh perusahaan pada waktu mendesain produk tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;d. Harga dan Volume&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Harga dihubungkan dengan jumlah produk yang akan dibuat, untuk produk yang akan dibuat&amp;nbsp; berdasarkan pesanan biasanya harga jualnya akan berbeda dengan produk yang dibuat untuk dipasakan kepada konsumen luas yang harganya relatif lebih murah sehingga desain produknya akan berbeda pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;e. Prototype&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Prototype merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototype ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya, sehingga sebelum perusahaan memproduksi maka prototype diusahakan untuk dibuat terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Dari pengujian prototype tersebut, apabila lulus uji coba mungkin memberikan gambaran mengenai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan serta sebagai informasi dalam penyusunan terakhir desain produk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Prototyping dan Pengujiannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;Prototyping&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt; merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.Prototyping dapat diartikan sebagai prosesyang digunakan untuk membantu pengembang perangkat lunak dalam membentuk modeldari perangkat lunak yang harus dibuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Rapid Prototyping&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Rapid Prototyping (RP) dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk membuat model berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part) ataupun rakitan produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design (CAD) tiga dimensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai volume. Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part tertentu. Metode RP pertama ditemukan pada tahun 1986 di California, USA yaitu dengan metode Stereolithography. Setelah penemuan metode tersebut berkembanglah berbagai metode lainnya yang memungkinkan pembuatan prototipe dapat dilakukan secara cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Saat ini, pembuatan prototipe menjadi syarat tersendiri pada beberapa perusahaan dalam upaya penyempurnaan produknya. Beberapa alasan mengapa rapid prototyping sangat berguna dan diperlukan dalam dunia industri adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
•&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meningkatkan efektifitas komunikasi di lingkungan industri atau dengan konsumen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
•&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengurangi kesalahan-kesalahan produksi yang mengakibatkan membengkaknya biaya produksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
•&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Mengurangi waktu pengembangan produk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
•&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Meminimalisasi perubahan-perubahan mendasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
•&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Memperpanjang jangka pakai produk misalnya dengan menambahkan beberapa komponen fitur atau mengurangi fitur-fitur yang tidak diperlukan dalam desain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Beberapa metode Rapid Prototyping yang berkembang saat ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Stereolithography (SLA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
2.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Selective Laser Sintering (SLS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
3.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Laminated Object Manufacturing (LOM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
4.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Fused Depsition Modelling (FDM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
5.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Solid Ground Curing (SGC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;metode prototyping&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
metode prototyping meliputi langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Pemilahan fungsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
2.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penyusunan Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
3.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Evaluasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
4.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Penggunaan Selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Teknik-teknik prototyping meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
1.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Perancangan Model&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
2.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Perancangan Dialog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
3.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large; white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;Simulasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;Pengertian Startup Adalah, Sejarah Singkat dan Karakteristiknya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Jika kita mendengar kata startup, hal yang pertama di dalam pikiran kita tentang startup adalah Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan lain sebagainya. Ya, nama-nama tersebut merupakan salah satu pemain startup di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Saat ini, bagi kalangan digital di Indonesia kata startup adalah sesuatu bisnis yang baru saja berdiri dan berkembang dengan didukung oleh layanan digital dan masih butuh banyak pendanaan untuk beroperasi dengan kelompok kerja yang minimalis. Di Indonesia sendiri saat ini sudah banyak bermunculan entrepreneur muda menciptakan bisnis startup yang memiliki inovasi dan kreatifitas tanpa batas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Bagi kalangan dunia entrepreneur, kata startup adalah sesuatu yang sangat familiar dan sudah berjalan cukup lama. Namun, masih banyak yang belum mengetahui arti dari kata startup itu sendiri. Startup adalah sebuah kata yang berasal dari Bahasa Inggris yakni start-up dan merujuk pada pengertian semua perusahaan yang belum lama beroperasi atau perusahaan rintisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
kutip dari Wikipedia, arti dari kata startup adalah sesuatu yang merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Jadi kalau dirangkum secara singkat startup adalah perusahaan baru yang sedang dikembangkan atau belum lama beroperasi. Oleh karena itu startup sering disebut sebagai perusahaan rintisan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;AcuminPro, arial, helvetica, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: blue; font-size: large; text-align: start;&quot;&gt;Sejarah Singkat Startup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Istilah dari kata startup adalah sesuatu yang sangat identik serta kerap kali dihubung-hubungkan dengan perusahaan baru di bidang teknologi dan informasi. Hal ini berawal ketika startup menjadi populer secara internasional pada masa bubble dot-com sekitar tahun 1998 hingga 2000. Banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan pada periode tersebut, dikarenakan saat itu sedang gencarnya perusahaan perintis untuk membuka website pribadi demi memulai bisnisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Kejadian ini berdampak dengan semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, startup lahir dan berkembang. Sehingga kata startup mengalami pergeseran makna dan arti, menjadi bisnis yang selalu identik dengan dunia digital, teknologi informasi dan aplikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span face=&quot;AcuminPro, arial, helvetica, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; text-align: start;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Karakteristik Startup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Pada dasarnya startup bukanlah hal yang selalu identik dengan dunia digital. Seperti yang dijelaskan di awal bahwa startup merupakan perusahaan baru yang sedang dikembangkan atau belum lama beroperasi atau biasa disebut sebagai perusahaan rintisan. Untuk mempermudah kita menemukan makna dari starup berikut karakteristik sebuah perusahan bisa dikatakan dengan sebutan startup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Usia perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Jika ibu hamil ibarat sebuah perusahaan, maka anak yang baru lahir bisa ibaratkan bisnis yang baru akan di jalankan baru berumur kurang dari 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Jumlah karyawan minimalis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Pada umumnya startup memiliki jumlah karyawan yang sedikit kurang lebih 30 orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Sumber daya manusia multitasking&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Meskipun berawal memilki karyawan yang relatif sedikit namun karyawan memiliki talenta terbaik dan ahli yang berada di bidangnya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;4. Semangat kerja tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Selain itu, karyawan yang bekerja di startup umumnya berasal dari kaum milenial yang berusia muda dan melek teknologi. Biasanya perusahaan ini didirikan oleh anak muda berkisar 20 sampai 35 tahun. Sehingga dengan rentang usia tersebut masih memiliki banyak keinginan yang selalu ingin dikejar yang diiringi dengan semangat yang menggebu-gebu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;5. Umumnya bergerak di bidang teknologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Meski pengertian sesungguhnya sebuah startup, namun tidak harus selalu di bidang teknologi. Seringkali kita temui beberapa startup yang ada saat ini pasti memiliki di bidang teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;6. Website menjadi sarana utama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Perusahaan startup pastinya memiliki website pribadi untuk menjalankan segala pekerjaannya, yaitu untuk menawarkan dan mempromosikan produk yang dijual. Bisnis yang mereka jalankan meliputi jasa online yang pengoperasiannya menggunakan aplikasi pada yang selalu terhubung dengan website perusahaan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;7. Konsumen startup adalah prioritas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Target dari berdirinya sebuah startup adalah untuk memperoleh konsumen sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu startup selalu menghadirkan inovasi-inovasi untuk memanjakan setiap konsumen yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;AcuminPro, arial, helvetica, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: medium; text-align: start;&quot;&gt;Gencar Mencari Investor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Sebagai perusahaan yang baru berjalan, seringkali memiliki masalah dalam bidang pendanaan yang cukup untuk terus maju berjalan. Semakin baik prospek perusahaan startup, maka umumnya semakin besar pendanaan yang bisa diperolehnya. Ada beberapa jenis pendanaan yang bisa di peroleh oleh sebuah perusahaan startup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;1. Bootstraping&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Mencari sendiri sumber pendanaan melalui sumber daya yang mereka miliki baik melalui link atau kenalan yang dimiliki. Sampai menemukan investor yang tertarik mengucurkan uang untuk model bisnis yang dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;2. Seed Funding&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Cara ini biasanya melakukan presentasi kepada perusahaan yang dirasa mampu memberikan pendanaan kepada startup yang dimiliki untuk membuktikan bahwa ide bisnis dapat berjalan dengan baik sebelum memperoleh pendanaan lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;3. Seri-A, B, … Funding&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;
Biasanya tahapan ini dimiliki oleh perusahaan yang sudah memiliki nama atau dikenal oleh banyak orang dan sudah siap menerima pendanaan dari Venture Capital. Perusahaan startup menawarkan saham sebagai timbal balik dari pendanaan yang diperoleh dari Venture Capital.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/2318693127924879342/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2020/02/proses-pembuatan-prototype-produk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/2318693127924879342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/2318693127924879342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2020/02/proses-pembuatan-prototype-produk.html' title='Proses Pembuatan Desain dan Prototype Produk Barang dan Jasa'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiukQ7c0uhjF5zygvE8KRAoOLXfuZ5-IIyqWgTfedHnzRKutTNrhzmu4YMT8letcJbj7K95pLkhbDDl_POaCrd67WOB5dJYCSuCRZ1LFyOmeDBLKZ9LVsR1rQmGCa9V7Q9b5r7plNuqlpc/s72-w400-h313-c/idea-to-final-product-300x235.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-6613217469751268120</id><published>2019-08-04T21:05:00.002+07:00</published><updated>2021-05-01T07:22:17.157+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keberhasilan Usaha"/><title type='text'>Keberhasilan Usaha</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlv-Pjqo5-i1KxV39QasLWAjnhHPoEtC-OmOWgsHMKgmURAg29xat-9zpay5E9yWULPoGH8HlzKCupYOJGM6mo-vvpun8Xx-VKqIhy2Jn_7ohkK67sVTa7tD5L8Idaztaa1IA2D8rIfSQ/s1600/0_sgBOykCHM86aFeMw.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;484&quot; data-original-width=&quot;825&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlv-Pjqo5-i1KxV39QasLWAjnhHPoEtC-OmOWgsHMKgmURAg29xat-9zpay5E9yWULPoGH8HlzKCupYOJGM6mo-vvpun8Xx-VKqIhy2Jn_7ohkK67sVTa7tD5L8Idaztaa1IA2D8rIfSQ/s320/0_sgBOykCHM86aFeMw.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Keberhasilan Usaha&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;
Pengertian keberhasilan usaha adalah suatu keadaan dimana usaha mengalami peningkatan dari hasil yang sebelumnya. Keberhasilan usaha merupakan tujuan utama dari sebuah perusahaan, dimana segala aktivitas yang ada di dalamnya ditujukan untuk mencapai suatu keberhasilan.&lt;br /&gt;
Dalam pengertian umum, keberhasilan usaha menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik/unggul dari pada masa sebelumnya. Hal tersebut selaras dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Moch. Kohar Mudzakar (1998) yang menyatakan bahwa: Keberhasilan usaha adalah sesuatu keadaan yang menggambarkan lebih daripada lainnya yang sederajat atau sekelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Definisi Keberhasilan Usaha&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menurut Suyanto (2010:179)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keberhasilan usaha industri kecil di pengaruhi oleh berbagai faktor. Kinerja usaha perusahaan merupakan salah satu tujuan dari setiap pengusaha. Kinerja usaha industri kecil dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan dalam pencapaian maksud atau tujuan yang diharapkan. Sebagai ukuran keberhasilan usaha suatu perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti: kinerja keuangan dan image perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menurut&amp;nbsp;Erliah (2007:49)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Suatu usaha dikatakan berhasil di dalam usahanya apabila setelah jangka waktu tertentu usaha tersebut mengalami peningkatan baik dalam permodalan, skala usaha, hasil atau laba, jenis usaha atau pengelolaan” .&lt;br /&gt;
Selain dari laba, keberhasilan&amp;nbsp; usaha dapat dilihat dari target yang dibuat oleh pengusaha. Hal ini seperti yang terungkap oleh &lt;b&gt;Dalimunthe dalam Edi Noersasongko (2005:27)&lt;/b&gt; yang menyatakan bahwa kita dapat menganalisis keberhasilan usaha dengan mengetahui kinerja suatu perusahaan yang dapat dirumuskan melalui suatu perbandingan nilai yang dihasilkan perusahaan dengan nilai yang diharapkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kinerja perusahaan&lt;/b&gt; adalah output dari berbagai faktor di atas yang oleh karenanya ukuran ini menjadi sangat penting untuk mengetahui tingkat adaptabilitas bisnis dengan lingkungannya. Kinerja usaha perlu dihubungkan dengan target perusahaan yang ditentukan oleh manajer-pemilik usaha. Apapun targetnya, kinerja usaha merupakan tolok ukur untuk menilai seberapa besar tingkat pencapaian suatu target atau tujuan usaha.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menurut Ina Primiana (2009:49)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Keberhasilan usaha adalah permodalan sudah terpenuhi, penyaluran yang produktif dan tercapainya tujuan organisasi”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Algifari (2003:118)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Keberhasilan usaha dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Moch. Kohar Mudzakar dalam Ressa Andari (2011:21)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Keberhasilan usaha adalah sesuatu keadaan yang menggambarkan lebih daripada yang lainnya yang sederajat/sekelasnya.”&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Henry Faizal Noor (2007:397)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya, suatu bisnis dikatakan berhasil bila mendapat laba, karena laba adalah tujuan dari seseorang melakukan bisnis”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dwi Riyanti (2003:24)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Keberhasilan usaha didefinisikan sebagai tingkat pencapaian hasil atau tujuan organisasi”.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menurut Albert Wijaya dalam Suryana (2011:168)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
“Faktor yang merupakan tujuan yang kritis dan menjadi ukuran dari keberhasilan suatu perusahaan adalah adalah laba”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi Keberhasilan Usaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktor-faktor yang mempengaruhi Keberhasilan Usaha dapat digambarkan seperti pada gambar berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG-oeZzEfWZszdq6MUTAK-nMVZDcNRRg4RjhStuCCQnOVJC_GCbqyGS2NBoGlD2dHRhRSqLxGkmyP7iW6hvwyr3t357I1kuxd1GI59wgM2Vjl05IXhViwiWRgkbEfUHPTOe993m2tg-8U/s1600/keberhasilan+usaha.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;288&quot; data-original-width=&quot;703&quot; height=&quot;163&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG-oeZzEfWZszdq6MUTAK-nMVZDcNRRg4RjhStuCCQnOVJC_GCbqyGS2NBoGlD2dHRhRSqLxGkmyP7iW6hvwyr3t357I1kuxd1GI59wgM2Vjl05IXhViwiWRgkbEfUHPTOe993m2tg-8U/s400/keberhasilan+usaha.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Sumber : Tulus Tambunan (2002:14)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dari skema di atas terlihat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha bersumber dari dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang&amp;nbsp; yaitu; kualitas sdm, penguasaan organisasi, struktur organisasi, sistem manajemen, partisipasi, kultur/budaya bisnis, kekuatan modal, jaringan bisnis dengan pihak luar, tingkat entrepreneurship.&lt;br /&gt;
Faktor eksternal&amp;nbsp; dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor pemerintah dan non pemerintah. Faktor pemerintah diantarannya; kebijakan ekonomi, birokrat, politik, dan tingkat demokrasi. Faktor non pemerintah yaitu; sistem perekonomian, sosio- kultur budaya masyarakat, sistem perburuhan dan kondisi perburuhan, kondisi infrastruktur, tingkat pendidikan masyarakat, dan&amp;nbsp; lingkungan global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut &lt;b&gt;Luk dalam&amp;nbsp; Suyatno (2010:179)&lt;/b&gt; berkaitan dengan faktor penentu keberhasilan usaha industri kecil ini, hasil penelitiannya menemukan bahwa keberhasilan&amp;nbsp; usaha kecil ditandai oleh inovasi, perilaku mau mengambil resiko. Begitu juga hasil penelitian Murphy dalam sumber yang sama menemukan bahwa keberhasilan usaha kecil disumbangkan oleh kerja keras, dedikasi, dan komitmen terhadap pelayanan dan kualitas. Berbagai faktor penentu keberhasilan usaha industri kecil hasil identifikasi penelitian Luk tersebut pada dasarnya adalah cerminan dari kemampuan usaha (pengetahuan, sikap dan keterampilan), pengalaman yang relevan, motivasi kerja dan tingkat pendidikan seseorang pengusaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;INDIKATOR KEBERHASILAN USAHA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Terdapat beberapa indikator keberhasilan usaha. para ahli sudah mengidentifikasi Indikator keberhasilan usaha, dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan usaha industri kecil maupun industri skala besar.&lt;br /&gt;
Finansial (Profitabilitas) sering dianggap sebagai aspek utama dalam pengukuran kinerja perusahaan/organisasi namun belum memadai untuk menjelaskan efektivitas perusahaan secara umum. Sehingga perlu ada kelengkapan kinerja dari aspek lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Suranti (2006:46)&lt;/b&gt;, berpendapat bahwa indicator keberhasilan usaha dapan dinilai melalui 3 pendekatan yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendekatan pencapaian tujuan&lt;/b&gt; menyebutkan bahwa keberhasilan usaha harus dinilai sehubungan dengan pencapaian tujuan yaitu mendapatkan laba atau keuntungan yang merupakan selisih antara harga jual dengan biaya produksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendekatan siste&lt;/b&gt;m mengatakan bahwa keberhasilan usaha dinilai cara yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan akhir yaitu bagaimana hubungan antar individu dalam unit usaha dapat bekerjasama dan koordinasi sehingga tercipta kondisi kerja yang kondusif.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pendekatan konstituensi strategis&lt;/b&gt; menyatakan bahwa keberhasilan usaha dinilai dari hubungan baik dengan mitra kerja yang menjadi pendukung kelanjutan unit usaha. Kotler (1997:58) menyebut bahwa yang termasuk mitra usaha/ pihak yang berkepentingan antara lain pelanggan, karyawan, dan pemasok.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Samir (2005:33)&lt;/b&gt; mengemukakan bahwa indikator dalam mengukur keberhasilan usaha atau kinerja organisasi, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produktivitas&lt;/b&gt;, yang diukur melalui perubahan output kepada perubahan di semua faktor input (modal dan tenaga kerja).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perubahan di tingkat kepegawaian&lt;/b&gt; (output, teknologi, cadangan modal, mekanisme penyesuaian, dan pengaruh terhadap perubahan status).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rasio finansial&lt;/b&gt; (mengurangi biaya pegawai dan meningkatkan nilai tambah pegawai).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Henry Faizal Noor (2007:397)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;indikator keberhasilan usaha adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;(Laba/Profitability)&lt;/b&gt;. Laba&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; tujuan utama dari bisnis. Laba usaha adalah selisih antara pendapatan dengan biaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produktivitas dan Efisiensi&lt;/b&gt;. Besar kecilnya produktivitas suatu usaha akan menentukan besar kecilnya produksi. Hal ini akan mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada akhirnya menentukan besar kecilnya pendapatan, sehingga mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Daya Saing&lt;/b&gt;. Daya saing adalah kemampuan atau ketangguhan dalam bersaing untuk merebut perhatian dan loyalitas konsumen. Suatu bisnis dapat dikatakan berhasil, bila dapat mengalahkan pesaing atau paling tidak masih bisa bertahan menghadapi pesaing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kompetensi dan Etika Usaha&lt;/b&gt;. Kompetensi merupakan akumulasi dari pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman secara kuantitatif maupun kualitatif dalam&amp;nbsp; bidangnya sehingga dapat menghasilkan&amp;nbsp; inovasi sesuai dengan tuntutan zaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Terbangunnya citra baik&lt;/b&gt;. Citra baik perusahaan terbagi menjadi dua yaitu, trust internal dan trust external. Trust internal adalah amanah atau trust dari segenap orang yang ada dalam perusahaan. Sedangkan trust external adalah timbulnya rasa amanah atau percaya dari segenap stakeholder perusahaan, baik itu konsumen, pemasok, pemerintah, maupun masyarakat luas, bahkan juga pesaing.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
Indikator keberhasilan usaha menurut &lt;b&gt;Dwi Riyanti (2003:28)&lt;/b&gt;, kriteria yang cukup signifikan untuk menentukan keberhasilan suatu usaha dapat dilihat dari :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Peningkatan dalam akumulasi modal atau peningkatan modal&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jumlah produksi&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jumlah pelanggan&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perluasan usaha&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perluasan daerah pemsaran&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perbaikan sarana fisik dan&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pendapatan usaha&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun indikator keberhasilan usaha menurut &lt;b&gt;Suryana (2003: 85)&lt;/b&gt; keberhasilan usaha terdiri dari :&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Modal&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pendapatan&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Volume Penjualan&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Output produksi&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tenaga Kerja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Mengukur Kinerja Produksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut &lt;b&gt;Junaedi ( 2002 : 380-381)&lt;/b&gt; “Pengukuran kinerja merupakan proses mencatat dan mengukur pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam arah pencapaian misi melalui hasil-hasil yang ditampilkan berupa produk, jasa, ataupun proses”. Artinya, setiap kegiatan perusahaan harus dapat diukur dan dinyatakan keterkaitannya dengan pencapaian arah perusahaan di masa yang akan datang yang dinyatakan dalam misi dan visi perusahaan.&lt;br /&gt;
Namun, sering terjadi pengukuran dilakukan secara tidak tepat. Ketidaktepatan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan ketidaktepatan pengukuran kinerja diantaranya adalah ketidakjelasan makna kinerja yang diimplementasikan, ketidapahaman pegawai mengenai kinerja yang diharapkan, ketidakakuratan instrumen&lt;br /&gt;
Pengukuran kinerja adalah proses di mana organisasi menetapkan parameter hasil untuk dicapai oleh program, investasi, dan akusisi yang dilakukan. Proses pengukuran kinerja seringkali membutuhkan penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu organisasi dalam meraih tujuannya. Tujuan mendasar di balik dilakukannya pengukuran adalah untuk meningkatkan kinerja secara umum.&lt;br /&gt;
Pengukuran Kinerja juga merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak.. Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengukuran kinerja dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pengukuran. Tahap persiapan atas penentuan bagian yang akan diukur, penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja, dan pengukuran kinerja yang sesungguhnya. Sedangkan tahap pengukuran terdiri atas pembanding kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya dan kinerja yang diinginkan (Mulyadi, 2001: 251).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat tiga macam ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja secara kuantitatif yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Ukuran Kriteria Tunggal (Single Criterium).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yaitu ukuran kinerja yang hanya menggunakan satu ukuran untuk menilai kinerja manajernya. Jika kriteria tunggal digunakan untuk mengukur kinerjanya, orang akan cenderung memusatkan usahanya kepada kriteria tersebut sebagai akibat diabaikannya kriteria yang lain yang kemungkinan sama pentingnya dalam menentukan sukses atau tidaknya perusahaan atau bagiannya.&lt;br /&gt;
Sebagai contoh manajer produksi diukur kinerjanya dari tercapainya target kuantitas produk yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu kemungkinan akan mengabaikan pertimbangan penting lainnya mengenai mutu, biaya, pemeliharaan equipment dan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Ukuran Kriteria Beragam (Multiple Criterium)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran dalam menilai kinerja manajernya. Kriteria ini merupakan cara untuk mengatasi kelemahan kriteria tunggal dalam pengukuran kinerja. Berbagai aspek kinerja manajer dicari ukuran kriterianya sehingga seorang manajer diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria. Tujuan penggunaan kriteria ini adalah agar manajer yang diukur kinerjanya mengerahkan usahanya kepada berbagai kinerja.&lt;br /&gt;
Contohnya manajer divisi suatu perusahaan diukur kinerjanya dengan berbagai kriteria antara lain profitabilitas, pangsa pasar, produktifitas, pengembangan karyawan, tanggung jawab masyarakat, keseimbangan antara sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang.&amp;nbsp; Karena dalam ukuran kriteria beragan tidak ditentukan bobot tiap-tiap kinerja untuk menentukan kinerja keseluruhan manajer yang diukur kinerjanya, maka manajer akan cenderung mengarahkan usahanya, perhatian, dan sumber daya perusahaannya kepada kegiatan yang menurut persepsinya menjanjikan perbaikan yang terbesar kinerjanya secara keseluruhan. Tanpa ada penentuan bobot resmi tiap aspek kinerja yang dinilai didalam menilai kinerja menyeluruh manajer, akan mendorong manajer yang diukur kinerjanya menggunakan pertimbangan dan persepsinya masing-masing didalam memberikan bobot terhadap beragan kriteria yang digunakan untuk menilai kinerjanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Ukuran Kriteria Gabungan (Composite Criterium)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yaitu ukuran kinerja yang menggunakan berbagai macam ukuran memperhitungkan bobot masing-masing ukuran dan menghitung rata-ratanya sebagai ukuran menyeluruh kinerja manajernya. Karena disadari bahwa beberapa tujuan lebih panting bagi perusahaan secara keseluruhan dibandingkan dengan tujuan yang lain, beberapa perusahaan memberikan bobot angka tertentu kepada beragan kriteria kinerja untuk mendapatkan ukuran tunggal kinerja manajer, setelah memperhitungkan bobot beragam kriteria kinerja masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Agar setiap aktifitas terukur kinerjanya, maka tentu kita perlu ukuran, termasuk juga pekerjaan kita-kita yang ada di medan juang manufaktur atau bagian produksi. Adalah disebut &lt;i&gt;Overall Equipment Effectiveness (OEE)&lt;/i&gt; yang bisa diandalkan menjadi indikator kinerja produksi. Biasanya, OEE ini menjadi &lt;i&gt;key performance indicator (KPI)&lt;/i&gt; atas implementasi &lt;i&gt;lean manufacturing&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Contoh menghitung kinerja produksi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misal, data produksi yang kita miliki adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lama waktu 1 shift&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 8 jam = 480 menit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktu istirahat&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 1 jam = 60 menit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Downtime&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 40 menit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Target produksi&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 8.400 kg&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ideal run rate&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 20 kg/menit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasil total 1 shift&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 6.500 kg&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah scrap/reject&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 47 kg&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
Maka, terlebih dahulu perlu dihitung variabel-variabel berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Planned Production Time&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Planned Production Time = lama waktu kerja 1 shift – waktu istirahat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 480 – 60&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 420 menit&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Operating Time&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Operating Time = planned production time – downtime&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 420 – 40&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 380 menit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Good Product&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Good Product&amp;nbsp; = hasil total – jumlah reject&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 6.500 – 47&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 6.453 kg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, kita hitung OEE Factor, yang terdiri atas Availability, Performance, dan Quality:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Availability&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Availability = (Operating Time : Planned Production Time) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= (380 : 420) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 0,9048 x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 90,48%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Performance&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Performance = ((Hasil Total : Operating Time) : Ideal Run Rate) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= ((6.500 : 380) : 20) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=&amp;nbsp; 0,8553 x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 85,53%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Quality&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Quality&amp;nbsp; = (Good Product : Hasil Total) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= (6.453 : 6.500) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 0,9928 x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 99,28%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jadi, nilai OEE-nya adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OEE&amp;nbsp; = (Availability x Performance x Quality) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= (0,9048 x 0,8553 x 0,9928) x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 0,7683 x 100%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= 76,83%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekiranya, kita perlu pembanding,&amp;nbsp; nilai &lt;b&gt;&lt;i&gt;OEE Standard World Class Manufacturing&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Availability&amp;nbsp; &amp;nbsp;= 90,0%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Performance = 95,0%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Quality&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 99,9%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;OEE&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= 85,0%&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
jika kita kembali kepada hasil perhitungan OEE kita di atas, maka nampak bahwa faktor availability sudah baik dan berhasil melampaui standar world class, namun untuk faktor performance dan quality masih di bawah standar sehingga masih perlu diperbaiki dengan mengurangi kerugian pada &lt;i&gt;speed loss &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; quality loss.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hitungan-hitungan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Overall Equipment Effectiveness (OEE)&lt;/i&gt;&amp;nbsp;itu hanya dimengerti oleh para manajer, agar kinerja pada tingkat karyawan dapat meningkat sehingga keberhasilan usaha dapat tercapai maka perlu menggunakan istilah yang lebih sederhana dan mudah dipahami maksudnya&amp;nbsp;Cukup gunakan saja istilah TAEDD, yakni:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Target&lt;/b&gt;, yaitu jumlah produksi yang ditargetkan pada satu shift produksi, dalam contoh di atas berarti 8.400 kg.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Actual&lt;/b&gt;, yaitu jumlah hasil aktual yang dapat diterima (good product) pada satu shift produksi, dalam contoh di atas berarti 6.453 kg.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Efficiency&lt;/b&gt;, yaitu perbandingan hasil aktual yang dapat diterima (good product) dengan target, dalam contoh di atas berarti 76,82%&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Downtime&lt;/b&gt;, yaitu jumlah waktu downtime pada satu shift produksi, dalam contoh di atas berarti 40 menit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Defect&lt;/b&gt;, yaitu jumlah produk yang cacat (reject), dalam contoh di atas berarti 47 kg.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Down Time&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah jumlah waktu dimana suatu equipment tidak dapat beroperasi disebabkan adanya kerusakan (failure), namun pabrik masih dapat beroperasi karna masih adanya equipment lain yang bisa menggantikan fungsi sehingga proses produksi masih bisa berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Loss Time&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah jumlah waktu produksi yang hilang (pabrik tidak dapat beroperasi) akibat adanya salah satu equipment yang kritis mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Overall Equipment Effectiveness (OEE)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; artinya Efektifitas Peralatan Keseluruhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/6613217469751268120/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/keberhasilan-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6613217469751268120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6613217469751268120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/keberhasilan-usaha.html' title='Keberhasilan Usaha'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlv-Pjqo5-i1KxV39QasLWAjnhHPoEtC-OmOWgsHMKgmURAg29xat-9zpay5E9yWULPoGH8HlzKCupYOJGM6mo-vvpun8Xx-VKqIhy2Jn_7ohkK67sVTa7tD5L8Idaztaa1IA2D8rIfSQ/s72-c/0_sgBOykCHM86aFeMw.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-391078816957792273</id><published>2019-08-04T08:23:00.005+07:00</published><updated>2021-05-01T07:22:29.284+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Label dan kemasan (label and packaging)"/><title type='text'>Label dan Kemasan (Label and Packaging)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHgSe_qyK84Y-XNumq2yA4Rz8oA_MdijTsc02RVSyQDg4-1WJZAJXH7WFlhg9Vl7v_D2EdHjnv6DrMbHeJDf6EJeOnKHDRRZAdDmNFLT4smGbrhdBlsRMgt3UwfJnfvkyetfhir8N17LA/s1600/Flexible-and-rigid-packaging-prices-to-rise-post-recession.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;811&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;258&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHgSe_qyK84Y-XNumq2yA4Rz8oA_MdijTsc02RVSyQDg4-1WJZAJXH7WFlhg9Vl7v_D2EdHjnv6DrMbHeJDf6EJeOnKHDRRZAdDmNFLT4smGbrhdBlsRMgt3UwfJnfvkyetfhir8N17LA/s320/Flexible-and-rigid-packaging-prices-to-rise-post-recession.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pengertian Kemasan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Kemasan adalah desain kreatif yang mengaitkan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan. Kemasan digunakan untuk membungkus, melindungi, mengirim, mengeluarkan, menyimpan, mengidentifikasi dan membedakan sebuah produk di pasar (Klimchuk dan Krasovec, 2006:33).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Kotler &amp;amp; Keller (2009:27), pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Pengemasan adalah aktivitas merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus untuk produk. Biasanya fungsi utama dari kemasan adalah untuk menjaga produk. Namun, sekarang kemasan menjadi faktor yang cukup penting sebagai alat pemasaran (Rangkuti, 2010:132).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengertian Kemasan menurut beberapa ahli lainnya :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
1. Kotler dan Amstrong (2012)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Kotler dan Amstrong, pengertian kemasan adalah suatu bentuk aktivitas yang melibatkan desain serta produks, sehingga kemasan ini dapat berfungsi agar produk di dalamnya dapat terlindungi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Rodriguez (2008)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Rodriguez, pengertian kemasan adalah Kemasan atau pengemasan aktif adalah wadah yang mengubah kondisi dari bahan pangan dengan penambahan senyawa aktif sehingga mampu memperpanjang umur simpan dari bahan pangan yang dikemas dan juga meningkatkan keamanan serta tetap mempertahankan kualitas.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3. Titik Wijayanti (2012)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Titik Wijayanti, definisi kemasan adalah upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memberikan informasi kepada setiap konsumennya tentang produk yang ada di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
4. Klimchuk dan Krasovec (2006)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Klimchuk dan Krasovec, definisi kemasan adalah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, struktur, material, warna, citar, tipografi dan elemen-elemen desain dengan informasi produk agar produk dapat dipasarkan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
5. Cahyorini dan Rusfian (2011)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Cahyorini dan Rusfian, pengertian kemasan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang terdiri dari desain grafis, informasi produk, serta struktur desain.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
6. Danger (1992)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Danger, arti kemasan adalah wadah atau pembungkus untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual, dan dipakai. Dengan adanya wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi produk yang ada di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
7. Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kemasan adalah bungkus pelindung pada suatu barang/ produk yang dihasilkan dari kegiatan mengemas&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan. Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. Produsen berusaha memberikan kesan yang baik pada kemasan produknya dan menciptakan model kemasan baru yang berbeda dengan produsen lain yang memproduksi produk-produk sejenis dalam pasar yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Fungsi Kemasan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Fungsi Protektif&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung risiko pembelian produk rusak atau cacat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Fungsi Promosional&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sedangkan menurut Kotler (1999:228), terdapat empat fungsi kemasan sebagai satu alat pemasaran, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Self service. Kemasan semakin berfungsi lebih banyak lagi dalam proses penjualan, dimana kemasan harus menarik, menyebutkan ciri-ciri produk, meyakinkan konsumen dan memberi kesan menyeluruh yang mendukung produk.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Consumer offluence. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bagi kemudahan, penampilan, ketergantungan dan prestise dari kemasan yang lebih baik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Company and brand image. Perusahaan mengenal baik kekuatan yang dikandung dari kemasan yang dirancang dengan cermat dalam mempercepat konsumen mengenali perusahaan atau merek produk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inovational opportunity. Cara kemasan yang inovatif akan bermanfaat bagi konsumen dan juga memberi keuntungan bagi produsen.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Selain berfungsi sebagai media pemasaran, kemasan juga memiliki beberapa fungsi lain, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kemasan melindungi produk dalam pergerakan. Salah satu fungsi dasar kemasan adalah untuk mengurangi terjadinya kehancuran, busuk, atau kehilangan melalui pencurian atau kesalahan penempatan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan memberikan cara yang menarik untuk menarik perhatian kepada sebuah produk dan memperkuat citra produk.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kombinasi dari keduanya, marketing dan Logistik dimana kemasan menjual produk dengan menarik perhatian dan mengkomunikasikannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tujuan Kemasan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Louw dan Kimber (2007), kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Physical Production. Melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Barrier Protection. Melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Containment or Agglomeration. Benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Information Transmission. Informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Reducing Theft. Kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Convenience. Fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Marketing. Kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Kemasan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan struktur isi, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kemasan Primer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Kemasan tersier umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, kemasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kemasan sekali pakai (Disposable), yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan yang dapat dipakai berulang kali (Multi Trip), kemasan jenis ini umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan yang tidak dibuang (Semi Disposable). Kemasan ini biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan tingkat kesiapan pakai, kemasan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kemasan siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemasan siap dirakit, yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis dan Macam-Macam Bahan Kemasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;a. Kemasan Logam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan logam (kaleng) adalah kemasan yang paling aman karena kemas-an ini dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen. Masalah utama pada kemasan kaleng ialah mahal dan pembelian harus dalam jumlah besar.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selain itu, untuk aplikasinya juga harus menggunakan alat penutup kaleng khusus yang harganya juga cukup mahal. Di samping itu, teknologi pembuatan kemasan saat ini berkembang dengan pesat sehingga kemasan dapat dibuat dengan bermacam–macam bahan. Kemasan logam dapat dibuat dari aluminium dan plat besi lapis timah putih.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;b. Kemasan Gelas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan gelas sifatnya tidak berekasi dengan bahan yang dikemas, tahan terhadap produk yang bersifat asam dan basa. Kekurangannya mudah pecah jika terkena benturan dan beratnya yang cukup berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam atau kertas. Kemasan gelas ini banyak digunakan untuk kemasan makanan dan minuman.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk mencegah pecah pada waktu transportasi dan memudahkan penanganan, biasanya dikombinasikan dengan kemasan sekunder seperti karton bergelombang, krat kayu, maupun krat plastik.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;c. Kemasan Plastik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan plastik sifatnya ringan, relatif murah, namun masa simpan relatif singkat dibandingkan dengan kaleng. Kemasan plastik dapat berbentuk plastik lembaran, kantong plastik, wadah plastik dengan bentuk tertentu, botol maupun gelas plastik.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tidak semua jenis plastik dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Ada jenis-jenis plastik yang tidak dapat digunakan untuk kemasan makanan dan minuman karena mengan- dung zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;d. Kemasan Kertas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan kertas dan karton banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG) mudah dicetak.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bahan yang banyak terdapat di Indonesia antara lain: (1) kertas: hvs, kraft, tisu, kertas yang di-coating (art paper, cast coated paper), (2) karton: duplex, ivory, art carton,&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
cast coated carton, dan (3) karton gelombang: kertas kraft dan kertas medium.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;e. Kemasan Fleksibel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kemasan ­eksibel merupakan suatu revolusi dari teknologi pembuatan kemasan, bentuknya ­eksibel sesuai sifat produk yang dikandungnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bentuknya berubah jika diberi tekanan atau sentuhan. Kemasan ­eksibel dapat diproduksi dalam bentuk rol atau kantong (sachet).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tips Membuat Kemasan yang Menarik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui pengertian kemasan beserta fungsi dan tujuan pembuatan kemasan, lalu bagaimana cara membuat kemasan yang menarik? Berikut ini tips-tipsnya:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;1. Membuat Desain Kemasan yang Unik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Salah satu point penting dalam membentuk kemasan adalah dengan mendesainnya secara unik, inovatif dan berbeda dari produk lainnya. Kemasan yang unik sangat efektif untuk menarik minat masyarakat dan membuat penasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh misalnya ketika di rak supermarket berderet kemasan berbentuk kotak, kemudian Anda membuat kemasan yang berbentuk bulat maka secara otomatis konsumen akan mengamatinya dengan seksama dan penasaran tentang isi didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Desain Kemasan Sesuai Target Market&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Desain kemasan yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan target pasar. Misalnya jika target pasar Anda adalah anak-anak usia 5-12 tahunan maka buatlah&amp;nbsp; desain kemasan bisa ditambahkan gambar kartun yang paling digemari anak-anak atau dengan bentuk kemasan yang menyerupai mainan. Begitu juga jika targetnya orang dewasa maka desain juga harus menyesuaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Membuat Kemasan dengan Beberapa Ukuran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika produk yang Anda jual merupakan produk baru, usahakan untuk membuat kemasan dengan berbagai ukuran misalnya small, medium dan large. Masyarakat cenderung akan memilih kemasan yang paling kecil untuk produk yang baru dirilis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Mencantumkan Informasi Produk Secara Lengkap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa untuk mencantumkan informasi produk pada kemasan. Misalnya secara standar kemasan mencantumkan komposisi produk, jenis produk, cara penggunaan dan tanggal kadaluarsa. Konsumen cenderung tidak tertarik pada produk yang memiliki informasi minim.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Apa itu Label ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
Label adalah salah satu bagian dari produk berupa keterangan baik gambar maupun kata-kata yang berfungsi sebagai sumber informasi produk dan penjual. Label umumnya berisi informasi berupa nama atau merek produk, bahan baku, bahan tambahan komposisi, informasi gizi, tanggal kedaluwarsa, isi produk dan keterangan legalitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan mengenai pemberian label pada produk diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Berikut ini beberapa pengertian dan definisi label dari beberapa sumber buku:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menurut Marinus (2002:192), label merupakan suatu bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau penjualnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut Kotler (2000:477), label adalah tampilan sederhana pada produk atau gambar yang dirancang dengan rumit yang merupakan satu kesatuan dengan kemasan. Label bisa hanya mencantumkan merek atau informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut Tjiptono (1997:107), label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label biasa merupakan bagian dari kemasan, atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurut Swasta (1984:141), label yaitu bagian dari sebuah barang yang berupa keterangan (kata-kata) tentang barang tersebut atau penjualnya. Jadi, sebuah label itu mungkin merupakan bagian dari pembungkusnya, atau mungkin merupakan suatu etiket yang tertempel secara langsung pada suatu barang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Fungsi dan Tujuan Label&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Label bukan hanya sebagai alat penyampai informasi, namun juga berfungsi sebagai iklan dan branding sebuah produk. Menurut Kotler (2000:478), fungsi label adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Label mengidentifikasi produk atau merek.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label menentukan kelas produk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk (siapa pembuatnya, dimana dibuat, kapan dibuat, apa isinya, bagaimana menggunakannya, dan bagaimana menggunakan secara aman).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label mempromosikan produk lewat aneka gambar yang menarik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Adapun tujuan label adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumen tentang produk tersebut, terutama hal-hal yang kasat mata atau tak diketahui secara fisik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sarana periklanan bagi produsen.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberi rasa aman bagi konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Label&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Marinus (2002:192), terdapat tiga tipe label berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Brand label adalah penggunaan label yang semata-mata digunakan sebagai brand.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Grade label adalah label yang menunjukkan tingkat kualitas tertentu dari suatu barang. Label ini dinyatakan dengan suatu tulisan atau kata-kata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label Deskriptif (Descriptive Label) adalah informasi objektif tentang penggunaan, konstruksi, pemeliharaan penampilan dan cirri-ciri lain dari produk.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sedangkan menurut Simamora (2000:502), label diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Label produk (product label) adalah bagian dari pengemasan sebuah produk yang mengandung informasi mengenai produk atau penjualan produk.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label merek (brand label) adalah nama merek yang diletakkan pada pengemasan produk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label tingkat (grade label) mengidentifikasi mutu produk, label ini bisa terdiri dari huruf, angka atau metode lainya untuk menunjukkan tingkat kualitas dari produk itu sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Label deskriptif (descriptive label) menggambarkan isi, pemakaian dan ciri-ciri produk. Pemberian label (labeling) merupakan elemen produk yang sangat penting yang patut memperoleh perhatian saksama dengan tujuan untuk menarik para konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ketentuan dan Peraturan Label&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan, label produk sekurang-kurangnya memuat nama produk, berat bersih atau isi bersih, serta nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nama Produk Pangan&lt;/b&gt;. Pada setiap produk pangan terdapat nama produk. Nama produk pangan tersebut memberikan keterangan mengenai identitas produk pangan yang menunjukkan sifat dan keadaan produk pangan yang sebenarnya. Untuk produk pangan yang sudah terdapat dalam Standar Nasional Indonesia penggunaan nama produk menjadi bersifat wajib.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keterangan Bahan yang Digunakan dalam Pangan.&lt;/b&gt; Keterangan ini diurutkan dari bahan yang paling banyak digunakan kecuali vitamin, mineral dan zat penambah gizi lainnya. Bahan tambahan pangan atau pengawet yang digunakan juga harus dicantumkan. Pernyataan mengenai bahan yang ditambahkan, diperkaya, atau difortifikasi juga harus dicantumkan selama itu benar dilakukan pada proses produksi dan tidak menyesatkan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berat Bersih Atau Isi Bersih Pangan.&lt;/b&gt; Berat bersih atau isi bersih menerangkan jumlah produk pangan yang terdapat dalam kemasan produk tersebut. Keterangan tersebut dinyatakan dalam satuan metrik seperti gram, kilogram, liter atau mililiter. Untuk produk makanan padat dinyatakan dalam ukuran berat, produk makanan cair dinyatakan dalam ukuran isi dan produk makanan semi padat atau kental dinyatakan dalam ukuran isi atau berat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nama dan Alamat Pabrik Pangan&lt;/b&gt;. Keterangan mengenai nama dan alamat pabrik pada produk pangan berisi keterangan mengenai nama dan alamat pihak yang memproduksi, memasukkan dan mengedarkan pangan ke wilayah Indonesia. Untuk nama kota, kode pos dan Indonesia dicantumkan pada bagian utama label sedangkan nama dan alamat dicantumkan dalam bagian informasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tanggal Kedaluwarsa Pangan&lt;/b&gt;. Setiap produk pangan mempunyai keterangan kedaluwarsa yang tercantum pada label pangan. Keterangan kedaluwarsa yaitu batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan oleh produsen. Keterangan kedaluwarsa dicantumkan terpisah dari tulisan &quot;Baik Digunakan Sebelum&quot; dan disertai dengan petunjuk tempat pencantuman tanggal kedaluwarsa.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nomor Pendaftaran Pangan.&lt;/b&gt; Dalam hal peredaran pangan, pada label pangan tersebut wajib mencantumkan nomor pendaftaran pangan. Adapun tanda yang diberikan untuk pangan yang diproduksi baik di dalam negeri maupun yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia adalah tanda MD untuk pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri dan tanda ML untuk pangan olahan yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kode Produksi Pangan.&lt;/b&gt; Kode produksi yang dimaksud adalah kode yang dapat memberikan penjelasan mengenai riwayat suatu produksi pangan yang diproses pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi tersebut disertai dengan atau tanggal produksi. Tanggal produksi yang dimaksud adalah tanggal, bulan dan tahun pangan tersebut diolah.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Penggunaan atau Penyajian dan Penyimpanan Pangan&lt;/b&gt;. Keterangan tentang petunjuk penggunaan dan atau petunjuk penyimpanan dicantumkan pada pangan olahan yang memerlukan penyiapan sebelum disajikan atau digunakan. Selain itu, cara peyimpanan setelah kemasan dibuka juga harus dicantumkan pada pangan kemasan yang tidak mungkin dikonsumsi dalam satu kali makan. Kemudian pada pangan yang memerlukan saran penyajian atau saran penggunaan dapat mencantumkan gambar bahan pangan lainnya yang sesuai dan disertai dengan tulisan &quot;saran penyajian&quot;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/391078816957792273/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/kemasan-packaging.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/391078816957792273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/391078816957792273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/kemasan-packaging.html' title='Label dan Kemasan (Label and Packaging)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHgSe_qyK84Y-XNumq2yA4Rz8oA_MdijTsc02RVSyQDg4-1WJZAJXH7WFlhg9Vl7v_D2EdHjnv6DrMbHeJDf6EJeOnKHDRRZAdDmNFLT4smGbrhdBlsRMgt3UwfJnfvkyetfhir8N17LA/s72-c/Flexible-and-rigid-packaging-prices-to-rise-post-recession.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-3144922543492883053</id><published>2019-08-04T05:24:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:22:43.094+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perencanaan dan Pengawasan Produksi"/><title type='text'>Perencanaan dan Pengawasan Produksi (Production Planning and Control)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvLOOJjzFXivGqBIITzqV6nsivIP-JJ4Kbnmr18c9zv_dKr3f149ViT5ujKZa2artHHOGuc81tX-KV4hEak-z13dvhJj8br_lIV0HZ5ESpLv7uBWf6qcvm21YxlPywLS8MKO3DLios1VE/s1600/Factors-DeterminingPPC-1024x784.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;785&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;306&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvLOOJjzFXivGqBIITzqV6nsivIP-JJ4Kbnmr18c9zv_dKr3f149ViT5ujKZa2artHHOGuc81tX-KV4hEak-z13dvhJj8br_lIV0HZ5ESpLv7uBWf6qcvm21YxlPywLS8MKO3DLios1VE/s400/Factors-DeterminingPPC-1024x784.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Perencanaan dan Pengawasan Produksi (Production Planning and Control)&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Yang dimaksud dengan Perencanaan dan Pengawasan Produksi adalah penenuan dan penetapan&lt;br /&gt;
kegiatan-kegiatan produksi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut,&lt;br /&gt;
dan mengawasi kegiatan pelaksanaan dari proses dan hasil produksi, agar apa yang telah direncanakan&lt;br /&gt;
dapat dilaksanakan dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan sebuah perusahaan pada umumnya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Berproduksi dengan sukses&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berproduksi dengan ekonomis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berproduksi dengan dapat menyelesaikan pembuatan barang atau jasa tepat pada waktunya dan juga penyerahannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berproduksi dengan harapan memperoleh keuntungan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Apabila tujuan perusahaan dapat tercapai maka akan memperoleh hal-hal sebagai berikut, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Dapat membuat barang atau jasa dengan biaya yang murah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat menentukan harga pokok dan harga jual dengan harga yang cukup rendah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat bersaing dengan kemampuan yang cukup kuat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat menjual barang dalam jumlah yang banyak dan sekaligus menguasai bagian pasar yang luas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memperoleh keuntungan yang diidam-idamkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Dengan keuntungan yang diperoleh ini, maka perusahaan akan mampu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membayar gaji dan upah karyawan dengan baik dan tepat waktu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membayar tagihan-tagihan seperti listrik, air, telepon, bahan baku dan sebaginya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merawat dan memelihara peralatan produksinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengganti peralatan dan mesin-mesin yang sudah usang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan ekspansi atau perluasan perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi perencanaan dan pengawasan produksi merupakan usaha manajemen untuk menetapkan dasar-dasar daripada arus bahan dan prosesnya, sehinga menghasilkan produk yang dibutuhkan pada waktunya dengan biaya seminim mungkin, dan mengatur serta menganalisis mengenai pengorganisasian dan pengkoordinasian bahan-bahan, mesin-mesin dan peralatan, tenaga manusia dan tindakan-tindakan lain yang dibutuhkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Organisasi Bagian Perencanaan dan Pengawasan Produksi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam suatu perusahaan bagian perencanaan dan pengawasan tidaklah selalu ada secara khusus, tergantung pada :&lt;br /&gt;
1. Besar kecilnya suatu perusahaan&lt;br /&gt;
2. Jenis proses produksi dari suatu perusahaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada 2 jenis proses produksi yaitu :&lt;br /&gt;
1. Proses produksi yang terus menerus (continuous process)&lt;br /&gt;
2. Proses Produksi yang terputus-putus (intermittent process)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cc0000; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;PERENCANAAN PRODUKSI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Perencanaan merupakan usaha atau tindakan-tindakan yang akan atau perlu diambil oleh pimpinan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan, dengan mempertimbangkan masalah-masalah yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan perencanaan produksi adalah agar dapat memproduksi barang-barang (output) dalam waktu tertentu di masa yang akan datang dengan kuantitas dan kualitas yang telah ditentukan serta besarnya keuntungan (profit) yang maksimum yang bisa dicapai.&lt;br /&gt;
Sehingga tujuan dari perencanaan produksi adalah :&lt;br /&gt;
1. Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu yang dapat di capai.&lt;br /&gt;
2. Untuk menggunakan sebaik-baiknya fasilitas yang sudah ada (faktor-faktor produksi)&lt;br /&gt;
3. Perusahaan mampu bekerja dengan tingkat efisiensi tertentu.&lt;br /&gt;
4. Dapat menguasai bagian pasar (market share) tertentu.&lt;br /&gt;
5. Agar perusahaan dapat tetap bertahan hidup dan berkembang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Jenis-Jenis perencanaan produksi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perencanaan dibedakan menurut jangka waktu&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan produksi jangka pendek (Perencanaan Operasional), yaitu penentuan kegiatan produksi yang dilakukan dalam jangka waktu satu tahun mendatang atau kurang. Perencanaan produksi jangka pendek berhubungan dengan operasi perusahaan seperti penggunaan tenaga kerja, persediaan bahan baku dan fasilitas yang dimiliki perusahaan, sehingga perencanaan ini disebut juga dengan perencanaan oprasional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan produksi jangka panjang, yaitu perencanaan&amp;nbsp; tingkat kegiatan produksi lebih dari satu tahun, dan biasanya sampai dengan lima tahun mendatang, dengan tujuan untuk mengatur pertambahan kapasitas peralatan atau mesin-mesin, ekspansi perusahaan dan pengembangan produk (product development)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Syarat-syarat suatu perencanaan produksi yang baik adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Harus sesuai dengan tujuan atau obyektifitas perusahaan&lt;br /&gt;
2. Rencana harus sederhana dan dapat di mengerti serta mungkin untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;
3. Rencana harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Selain itu faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan produksi adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Sifat dari proses produksi&lt;br /&gt;
2. Jenis dan mutu barang yang diproduksi&lt;br /&gt;
3. Sifat dari barang yang di produksi, apakah barang baru atau barang lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat rencana berapa jumlah barang yang harus di produksi, perusahaan harus menetapkan dahulu rencana penjualannya, serta berupa jumlah persediaan akhir yang diinginkan sebagai cadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara Umum Rumus untuk menentukan jumlah barang yang harus di produksi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencana Penjualan ................................. xxx&lt;br /&gt;
Persediaan Akhir .................................... xxx&lt;br /&gt;
------------------------------------------------------- +&lt;br /&gt;
Yang harus tersedia ................................ xxx&lt;br /&gt;
Persediaan awal ..................................... xxx&lt;br /&gt;
------------------------------------------------------- -&lt;br /&gt;
Jumlah yang di produksi ........................ xxx&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;======&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Sifat proses produksi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Proses produksi terputus-putus (intermittent process), Umumnya perencanaan produksi dilakukan berdasarkan jumlah pesanan (order) yang diterima. Sehingga tidak berdasarkan ramalan penjualan (forecasting)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses produksi terus menerus (continuous process), perencanaan jumlah barang yang diproduksi perlu membuat ramalan penjualan (forecasting) dan membuat master schedule yang didasarkan atas ramalan penjualan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;PENGUKURAN STANDARD PRODUKSI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Standard produksi (production standard) adalah suatu ukuran yang menjadi patokan atau pegangan dalam melaksanakan kegiatan produksi.&lt;br /&gt;
Umumnya standard produksi dipergunakan untuk menghitung satu unit produk yang di produksi.&lt;br /&gt;
Standard yang penting dalam perencanaan dalam perencanaan produksi adalah standard waktu (time standard), standard kualitas, dan biaya standard&lt;br /&gt;
(standard cost).&lt;br /&gt;
Untuk menentukan standard waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit produk tertentu, maka dibutuhkan penyelidikan mengenai variasi dari&lt;br /&gt;
waktu yang diperlukan untuk mengerjakan produk tersebut di suatu bagian atau mesin tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/3144922543492883053/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/perencanaan-dan-pengawasan-produksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/3144922543492883053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/3144922543492883053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/08/perencanaan-dan-pengawasan-produksi.html' title='Perencanaan dan Pengawasan Produksi (Production Planning and Control)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvLOOJjzFXivGqBIITzqV6nsivIP-JJ4Kbnmr18c9zv_dKr3f149ViT5ujKZa2artHHOGuc81tX-KV4hEak-z13dvhJj8br_lIV0HZ5ESpLv7uBWf6qcvm21YxlPywLS8MKO3DLios1VE/s72-c/Factors-DeterminingPPC-1024x784.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-4118553507291678460</id><published>2019-07-30T20:57:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:23:13.306+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Usaha"/><title type='text'>Peluang Usaha (Business Opportunities)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVyo0yGxTj0ZjZnnRTDMJmXuh1A9c4yg5mM7MIRQ4DfNdnbBGbAXixwKiufEYeS9ndJV9U-0Il9UvlJyec0h7u38NiEq29b7LdyUCyIqa0ydDGra9uTGZtwvJBTUFibm7a0P8yKQs738g/s1600/business-opportunities.jpeg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;291&quot; data-original-width=&quot;745&quot; height=&quot;155&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVyo0yGxTj0ZjZnnRTDMJmXuh1A9c4yg5mM7MIRQ4DfNdnbBGbAXixwKiufEYeS9ndJV9U-0Il9UvlJyec0h7u38NiEq29b7LdyUCyIqa0ydDGra9uTGZtwvJBTUFibm7a0P8yKQs738g/s400/business-opportunities.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;PELUANG USAHA &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;color: blue;&quot;&gt;(Business Opportunities)&lt;/i&gt;&lt;/h1&gt;
Apakah Anda termotivasi untuk berwirausaha? jangan terburu-buru terjun kelapangan. Kita harus berpikir secara matang dan cermat supaya kita tidak berhenti di tengah jalan. Sama seperti orang yang termotivasi untuk berpetualang, tanpa memahami peta dan medan yang akan dilalui, dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi? Tentunya kita akan bingung di tengah jalan karena konsep yang tidak matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, dilapangan banyak orang terburu-buru untuk terjun langsung ke lapangan tanpa berpikir dengan matang, karena merasa mereka mempunyai produk yang canggih, punya modal, dan berani atau nekat, yang pada akhirnya mereka mendapatkan kegagalan, trauma dan depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata “Peluang Usaha” terdiri dari dua kata, yaitu; Peluang yang artinya kesempatan, dan Usaha yang artinya upaya dengan berbagai daya untuk mencapai tujuan atau sesuatu yang diinginkan.&lt;br /&gt;
Secara sederhana, pengertian peluang usaha adalah kesempatan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuan (keuntungan, uang, kekayaan) dengan cara melakukan usaha yang memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluang usaha merupakan sebuah kemungkinan yang dipengaruhi oleh gagal atau suksesnya sebuah usaha yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Yang dapat diartikan juga sebagai ukuran prospek dari sebuah usaha yang dijalankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam prospek di sini artinya sebuah prediksi kuantitaif dari usaha yang dijalankan dapat dari segi jumlah produk dan juga hasil penjualan dari usaha yang dijalankan. Jadi pengertian peluang usaha dalam kewirausahaan ialah sebuah kesempatan yang harus dan bisa dimanfaatkan oleh seorang pemilik bisnis atau wirausaha demi mendapatkan suatu tujuan tertentu yang diinginkan.&lt;br /&gt;
Maka dari itu, definisi peluang usaha adalah suatu kesempatan yang datang, menjadikan dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Atau dapat pula diartikan sebagai kesempatan yang muncul di waktu tertenu yang dapat memberikan kesempatan besar untuk mendapatkan keuntungan apabila dalam kesempatan tersebut dilakukan suatu perbuatan dengan mengarahkan tenaga dan pikiran.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pengertian Peluang Usaha Menurut Para Ahli&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;1. Menurut Arif F. Hadiparanata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha merupakan sebuah resiko yang harus diambil dan dihadapi untuk mengelola dan mengatur segala urusan yang ada hubungannya dengan finansial.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;2. Menurut Thomas W. Zimmerer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha merupakan sebuah terapan yang terdiri dari kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan melihat kesempatan yang dihadapi setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;3. Menurut Robbin and Coulter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha merupakan sebuah proses yang melibatkan invidu atau kelompok yang menggunakan usaha dan sarana tertentu untuk menciptakan suatu nilai tumbuh guna memenuhi sebuah kebutuhan tanpa memperhatkan sumber daya yang digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;4. Menurut Dr. D.J. Schwartz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara memanfaatkan peluang usaha/bisnis menurutnya ialah:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan. Hapuskan kata mustahil, tak mungkin, tak bisa atau tak perlu dicoba dari khasanah pikiran dan khasanah bicara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan hadir lingkungan yang statis yang akan melumpuhkan pikiran wiarusahawan. Lihatlah peluang-peluang usaha untuk menjadi besar, tradisi lain yang kurang menunjang peluang-peluang usaha ialah etos kerja yang rendah dan terlalu santai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap hari bertanyalah kepada diri sendiri, “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik?”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertanya dan dengarkanlah, dengan bertanya dan mendengarkan maka wirausahawan akan mendapatkan bahan baku untuk mengambil keputusan yang tepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perluas pikiran anda, bersemangatlah, bergaullah dengan orang-orang yang dapat membuah anda mendapat gagasan-gagasan peluang usaha.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;5. Menurut KBBI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha terdiri dua kata yaitu “peluang” dan “usaha”, peluang yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Opportunity memiliki arti sesuai dengan KBBI ialah kesempatan.&lt;br /&gt;
Peluang usaha ini menjadi hal yang paling krusial sebelum membuka bisnis. Bahkan kita sudah harus memikirkan beberapa langkah ke depan soal seberapa langgeng life span peluang usaha yang kita bidik. Faktanya kebanyakan calon pebisnis lebih memikirkan apa yang sedang tren sekarang. Akhirnya, saat pasar mudah sekali jenuh mereka mengalami kerugian besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ciri-Ciri Peluang Usaha yang Potensial&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ada banyak peluang usaha di sekitar kita, namun tidak semuanya punya potensi yang menguntungkan untuk jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa ciri peluang usaha yang potensial:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Punya nilai jual&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bukan sekedar ambisi, tapi sifatnya riil&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa bertahan lama dan berkelanjutan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bukan bisnis musiman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Skala usaha bisa diperbesar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Modal memulainya tidak terlalu besar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisnis tersebut profitable&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Ciri-Ciri Peluang Usaha Yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan ciri-ciri peluang usaha yang baik yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Peluang usaha tidak meniru orang lain tetapi asli hasil riset dan pemikiran diri sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peluang harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan di pasar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya keyakinan dapat mewujudkannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peluang itu harus sesuai dengan kehendak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelayakan usaha tersebut telah teruji&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya rasa senang apabila menjalankannya&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Faktor Yang Mempengaruhi Munculnya Inspirasi Peluang Usaha&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;
Faktor Internal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Adalah faktor yang bersumber dari dalam/diri sendiri antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Wawasan atau pengetahuan yang ada pada diri sendiri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengalaman pada dunia bisnis atau usaha&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengalaman dan kemampuan ketika menyelesaikan suatu masalah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan atau pemahaman terhadap sesuatu atau situasi kondisi&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Faktor Eksternal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Faktor eksternal adalah faktor yang bersumber dari luar antara lain:&lt;br /&gt;
Masalah yang muncul dan dihadapi dan belum terselesaikan&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kesulitan dalam mencari solusi masalah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemikiran yang baik untuk membuat sesuatu yang baru dari suatu kondisi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keperluan yang belum tercapai atau terpenuhi untuk diri sendiri ataupun orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumber Peluang Usaha&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Suatu peluang usaha memiliki sumber-sumbernya yang bisa membangkitkan semangat berusaha, yaitu diantaranya:&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Diri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha yang mempunyai potensial tinggi adalah bersumber dari diri sendiri, seperti dari hobi, keahlian pengetahuan dan dari riset atau pengamatan lingkungan. Alasan mengapa peluang yang baik datang dari diri sendiri karena:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk menjalankan usaha haruslah konsisten dan memiliki komitmen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menjalankan usaha memerlukan proses yang panjang, sampai usaha tersebut sukses&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menjalankan usaha butuh terus mencoba dan pantang menyerah, dengan didukung kreativitas dan juga mempunyai pengetahuan yang mencukup untuk meraih keberhasilan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Dari Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terdapat banyak sumber peluang usaha yang diperoleh dari lingkungan sekitar, seperti:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Usaha yang dimiliki orang tua yang terus dikembangkan, menjadikan semakin besar dan luas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di lingkungan sekitar rumah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebiasaan diri sendiri&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Dari Konsumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permintaan, keluhan, saran atau harapan konsumen pada barang atau jasa di pasar dapat menjadi sumber ide untuk menciptakan usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Dari Perubahan Yang Terjadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Peluang usaha bisa muncul dari berbagai perubahan lingkungan apabila orang tersebut dapat membaca situasi untuk dijadikan peluang usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acapkali seseorang berhasrat untuk mendirikan usaha baru karena didorong oleh adanya kesempatan dan peluang yang membentang di hadapannya dan juga karena memiliki impian dan optimisme yang berlebihan. Sebelum mengambil peluang dan kesempatan perlu untuk seseorang yang ingin berwirausaha melakukan evaluasi secara cermat atas kesempatan dan peluang yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Bygrave (1994), ada tiga komponen utama yang sebaiknya diteliti dan dievaluasi bagi seseorang yang ingin sukses membuka usaha baru (dalam Echdar, 2013: 58):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;The opportunity&lt;/i&gt;: apakah kesempatan yang ada mampu kita tangkap dan jalankan dikemudian hari,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;The Entrepreneur (and management team)&lt;/i&gt;: apakah kita mampu menjadi wirausaha dengan membentuk managemen tim yang solid,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;The resources needed to start the company and make it grow&lt;/i&gt;: apakah sumber-sumber daya yang kita butuhkan mampu kita sediakan. Minimal sumber daya manusia, bahan baku, dan modal.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga hal ini dapat menjadi kunci utama unutk menentukan kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam menjalankan bisnis atau usahanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Strategi menangkap peluang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk mengidetifikasi peluang-peluang berkaitan dengan kewirausahaan, maka tahapan strategi yang perlu dilakukan adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Penilaian lingkungan (eksternal dan internal); SWOT (Strength, weakness, opportunities, dan threat). Analisis SWOT dilakukan tentunys terhadap usaha kita maupun perusahaan kompetitor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penilaian organisasi: apakah perusahaan mampu menciptakan keunggulan bersaing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Strategi berbasis biaya: setiap produk atau jasa dapat diproduksi dengan biaya seefisien mungkin, sehingga dlm penetapan harga dapat bersaing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Strategi berbasis diferensiasi: mampu menghasilkan berbagai diferensiasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Strategi hasil: menghasilkan laba sesuai target, pangsa pasar meningkat, meningkatkan kepuasan pelanggan, kelangsungan hidup perusahaan berlanjut.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Strategi memilih jenis usaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam memulai usaha ada baiknya jika seseorang memiliki strategi yang matang dalam memilih jenis usaha. Adapun beberapa strategi dalam memilih usaha:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih usaha yang disukai&lt;/b&gt;;&amp;nbsp; sangat baik jika kita tahu apa yang menjadi kesukaan atau kegemaran kita. Dapat dikembangkan sebuah usaha dari hobi atau kesukaan, agar dalam bekerja tidak ada rasa tertekan tapi dapat menikmati setiap prosesnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lebih baik memulai usaha dari yang kecil terlebih dahul&lt;/b&gt;u; walaupun dalam hal kemampuan modal dan kemampuan diri tinggi, namun ada baiknya jika kita memulai usaha dari yang kecil. Karena ada proses yang akan kita lewati dari setiap proses bisnis. Pembelajaran dalam setiap proses membatu kita untuk mengelola kemungkinan resiko yang akan muncul di masa depan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jangan pilih usaha musiman&lt;/b&gt;; lebih baik berusaha dengan peluang berkembang bukan karena musim atau tren yang ada, namun karena kebutuhan yang terus-menerus bukan karena musim saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bisnis waralaba&lt;/b&gt;; usaha waralaba bisa menjadi jalan pintas karena tidak repot dengan format bisnis atau sistem, tidak memerlukan waktu lama untuk memperkenalkan produk dan umumnya tidak direpotkan dalam pembuatan produk.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;Penyebab utama kegagalan menangkap peluang usaha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berbagai penyebab utama kekagalan mengkap peluang usaha, diantaranya adalah:&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semangat pada awal memulai usaha dan menjadi loyo diperjalanan usaha hingga akhirnya menyerah untuk berbisnis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekedar Ikut-ikutan usaha atau sekedar tren. Dalam berusaha seringkali kita menjadi orang yang hanya ikut-ikutan teman, atau tren yang sedang berkembang, tanpa menyesuaikan dengan kemampuan yang dimilki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang dedikasi; tidak sepenuh hati mengerjakan usaha yang dibangun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang buruk; perencanaan penting dilakukan untuk membantu mengarahkan pengeluaran yang akan terjadi. Terkadang kita sering keluar dari rencana yang telah dibuat. Ingat bahwa perencanaan yang baik harus didukung dengan tindakan yang terarah mengikuti rancangan yang dibuat, jangan menyimpang dari perencanaan awal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengalaman manajemen usaha yang buruk, kurang disiplin, tidak terencana dan tidak tersistem.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lokasi usaha yang tidak strategis, seringkali memilih lokasi secara asal-asalan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang konsisten dan teliti dalam pengendalian bisnis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak tegas dalam manajemen utang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang meyakini bahwa usaha dapat berhasil dan kurang percaya diri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Beberapa faktor penting wajib diperhatikan agar sebuah usaha bisa memiliki umur panjang. Salah satu diantaranya adalah dengan melakukan serangkaian analisis seperti berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Analisis Partial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Analisa ini juga disebut dengan Analisis Partial Budgeting yang dipakai untuk mengukur sejumlah perubahan dalam dunia usaha. Biasanya variabel yang diteliti hanya yang kemungkinan berubahnya tinggi seperti biaya produksi, penerimaan dan keuntungan.&lt;br /&gt;
Ini penting untuk mengukur potensi peningkatan keuntungan dan kerugian usaha. Kasarannya calon pemilik usaha harus melakukan proyeksi anggaran dulu supaya ke depan berbagai macam kerugian dan hambatan bisa ditekan.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Analisis Komprehensif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam pengertian peluang usaha, analisa komprehensif sangat perlu. Analisa ini dilakukan secara menyeluruh. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kelayakan Produk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Produk harus dipastikan memenuhi standar pasar. Kalau kita ingin menjual gudeg kemasan misalnya, ketahanan gudeg, rasa setelah diawetkan dan juga kemasannya juga sangat penting. Dilain pihak, analisa kelayakan produk ini penting bila Anda ingin menentukan daya tarik calon pelanggan. Ini juga bisa digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi sumberdaya demi keperluan produksi.&lt;br /&gt;
Yang terpenting cari data dari konsumen secara langsung, apa yang mereka inginkan dan apa sebenarnya yang belum terpenuhi. Sisi produksi juga harus dilihat, seberapa sulit dan sebarapa banyak bahan yang dibutuhkan. Hal ini sering diidentikan dengan usability testing dan concept testing yang membahas tentang ide, pangsa pasar, deskripsi barang, benefit produk untuk konsumen, karakter yang membedakan produk dengan lainnya derta distribusi pemasannya.&lt;br /&gt;
Cara mudah untuk melakukan tes ini adalah dengan membuat sejumlah kecil produk dan meminta kolega dan orang terdekat untuk mencobanya kemudian melakukan evaluasi. Lebih baik tidak usah diberi tahu kalau ini produk Anda supaya mendapatkan komentar jujur.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Kelayakan Industri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Nilai seluruh tampilan produknya. Pahami juga kemungkinan lain seperi kompetitor yang siap menyalip produk Anda baik ini pendatang baru atau yang sudah lama. Selain itu, daya tawar pembeli dan juga daya tawar pemasok menjadi hal penting.&lt;br /&gt;
Karakteristik industri yang menarik memiliki faktor; 1) bisa tumbuh dan besar,&amp;nbsp; 2) Dibutuhkan konsumen, 3) Industry masih muda 4) Margin yang besar dan 5) Pesaing masih sedikit.&lt;br /&gt;
Tapi tidak sedikit sebuah produk berhasil mengalahkan kompetitor karena mereka membuat inovasi cemerlang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kelayakan Organisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal ini Anda harus memikirkan hal-hal seperti; keahlian menejemen, kompetensi organisasi Anda mulai dari karyawan hingga menejer dan juga apakah Anda punya sumberdaya manusia yang cukup.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Keuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menentukan peluang usaha yang pas, analisis keuangan tentu saja perlu. Seberapa banyak uang kas yang dibutuhkan? Kinerja keuangannya seperti apa? Apakah dengan bisnis ini ada kemungkinan keuntungan bertambah?&lt;br /&gt;
Untuk seorang pebisnis pemula, memahami pengertian peluang usaha sangatlah penting. Ada banyak sekali peluang usaha di luar sana. Namun apakah semua menguntungkan? Tergantung.&lt;br /&gt;
Banyak sekali penjual nasi pecel, penjual sepatu, kerudung dan sebagainya. Akan tetapi dengan berjubelnya pedagang seperti ini tentu saja mereka memiliki penghasilan yang berbeda. Ini disebabkan oleh banyak faktor.&lt;br /&gt;
Bisa saja salah satu melakukan analisa secara mendalam sebelum membuka bisnis, dan yang lainnya hanya sekedar memberi margin kemudian menjualnya begitu saja. Intinya asal untung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang yang berpikir berulang kali untuk memutuskan menjadi seorang wirausahawan. Bagaimana tidak, Anda harus membangun sistem, memikirkan pengadaan produk yang hendak dijual, membangun sistem pemasaran, mengurusi banyak hal lainnya yang memusingkan, tapi masih harus dihadapkan dengan resiko merugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bandingkan dengan seorang pegawai atau karyawan yang pekerjaannya sudah baku sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure) perusahaan, dan pastinya mendapatkan penghasilan tetap serta fasilitas lainnya. Perlu kita sadari bahwa ketika memutuskan menjadi seorang wirausahawan, maka Anda sudah maju satu langkah lebih baik dibandingkan mereka yang tidak punya niat untuk memiliki bisnis sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Bagaimana Menjadi Seorang Wirausahawan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
Peluang wirausaha selalu terbuka bagi siapapun yang memiliki niat, minat, serta keuletan. Kita tidak mungkin sukses menjalani kehidupan berwirausaha jika tidak memiliki niat, minat, dan keuletan. Artinya, kita harus terlebih dahulu membangun mental dan sikap sebagai seorang wirausahawan, apapun bidangnya serta besar dan kecilnya skala kegiatan usaha Anda.&lt;br /&gt;
Seorang wirausahawan tentu harus memahami setiap resiko yanga ada, mengingat ada banyak jenis usaha yang tidak memiliki kepastian apakah akan sukses atau tidak di masa yang akan datang. Selain itu, tugas kita sebagai seorang pengusaha tentunya akan lebih banyak dibandingkan mereka yang berprofesi sebagai karyawan biasa yang pekerjaannya sudah baku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua macam pengusaha di dunia ini. Yang pertama adalah pengusaha yang mendapatkan warisan atau meneruskan kejayaan orang tuanya. Kedua, pengusaha yang merintis bisnisnya dari nol hingga berhasil.&lt;br /&gt;
Para pengusaha dari golongan pertama tentu lebih beruntung karena hanya perlu melanjutkan bisnis yang telah dibesarkan oleh orangtuanya. Lain halnya dengan penguasha golongan kedua, mereka sangat mengerti arti perjuangan dalam merintis bisnis dari bawah.&lt;br /&gt;
Tidak perduli pengusaha golongan pertama atau kedua, untuk menjadi seorang wirausahawan sukses bukanlah sesuatu yang bisa terjadi begitu saja. Di balik kesuksesan seorang pengusaha, pasti ada kerja keras, ketekunan, dan niat yang luar biasa dalam mencapai goal yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Tips Singkat Berwirausaha Modal Kecil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semua pengusaha sukses memiliki pola berpikir yang hampir sama, yaitu bahwa bisnis yang dijalankannya pasti akan mendapatkan profit. Wirausaha modal kecil juga bisa sukses di tengah gempuran para pebisnis besar. Berikut ini 3 tips singkat berwirausaha dengan modal kecil:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;1. Ikuti Pola Pikir (mindset) Orang Sukses&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pola pikir kita sangat berpengaruh dan merupakan hal yang paling penting saat kita memulai usaha. Para wirausahawan sukses yang memulai karir bisnisnya dari bawah dituntut untuk kreatif dalam memulai dan mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;
Tidak ada kata menyerah dalam kamus mereka, selalu ada jalan ketika mereka menemukan kendala dalam berwirausaha. Mereka selalu menemukan terobosan baru dalam banyak hal yang berhubungan dengan usaha mereka. Semua terobosan dan ide itu mereka dapatkan dari proses membangun bisnis mereka yang penuh liku dan tantangan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;2. Modal Bukanlah Segalanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal ini seringkali disebutkan oleh para pengusaha. Walaupun merupakan faktor penting, namun modal uang bukanlah segalanya untuk bisa sukses dalam dunia wirausaha.&lt;br /&gt;
Modal (uang) adalah sarana tapi bukan faktor penentu kesuksesan dalam berbisnis. Seorang wirausahawan yang sudah memiliki tekad kuat pasti akan menemukan banyak cara untuk mendapatkan modal usahanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;3. Kerja Keras&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hal yang paling sering kita temukan dari seorang wirausahawan adalah etos kerjanya yang luar biasa. Mereka adalah pekerja keras dan selalu berusaha memberikan upaya terbaik dalam membangun bisnis mereka. Karena kebiasaan ini, mungkin mereka akan sakit bila tidak bekerja keras dalam sehari.&lt;br /&gt;
Selain pekerja keras, para pengusaha sukses juga terkenal dengan semangatnya, memiliki motivasi tinggi, tidak kenal putus asa, dan menyukai tantangan dan persaingan dalam berbisnis. Itulah sebabnya kenapa mereka selalu bisa melewati tantangan demi tantangan dalam berbisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;background-color: yellow;&quot;&gt;TUGAS KELOMPOK :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;Bersama kelompokmu amatilah macam-macam wirausaha yang ada di sekitar tempat tinggalmu, diskusikan bersama kelompokmu :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;- Peluang Usaha apa yang masih memiliki prospek yang bagus ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;- Bagaimana kelompok kalian menentukan peluang tersebut ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;- Bagaimana prosedur yang kalian pergunakan dalam menentukan pilihan tersebut ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/4118553507291678460/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/peluang-usaha-business-opportunities.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4118553507291678460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4118553507291678460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/peluang-usaha-business-opportunities.html' title='Peluang Usaha (Business Opportunities)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVyo0yGxTj0ZjZnnRTDMJmXuh1A9c4yg5mM7MIRQ4DfNdnbBGbAXixwKiufEYeS9ndJV9U-0Il9UvlJyec0h7u38NiEq29b7LdyUCyIqa0ydDGra9uTGZtwvJBTUFibm7a0P8yKQs738g/s72-c/business-opportunities.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-4957851999988232296</id><published>2019-07-29T22:16:00.004+07:00</published><updated>2021-05-01T07:23:29.837+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Membuat Kuesioner"/><title type='text'>Membuat Kuesioner</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZBbx6ZhclnNdkgMYCcVElNjJEZ_r5VJT1FcHn49qtWrlKaZB1CofPpcwOwVQedowLCNEcM1MB4RhX63JEdBVS1yjHpQoqRV7AZlwrDhl4yEDA2fqw1PqNbVV2b1_2uASgT_wVMCdFYd4/s1600/form-button.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;349&quot; data-original-width=&quot;301&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZBbx6ZhclnNdkgMYCcVElNjJEZ_r5VJT1FcHn49qtWrlKaZB1CofPpcwOwVQedowLCNEcM1MB4RhX63JEdBVS1yjHpQoqRV7AZlwrDhl4yEDA2fqw1PqNbVV2b1_2uASgT_wVMCdFYd4/s200/form-button.png&quot; width=&quot;171&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Cara Membuat Kuesioner Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Kuesioner menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian. Kuesioner ini merupakan wujud daripada metode pengumpulan data.&lt;br /&gt;
Dalam melakukan suatu penelitian, teknik pengumpulan data yang lazim digunakan adalah menggunakan kuesioner, yaitu daftar berisi pertanyaan-pertanyaan penelitian yang harus dijawab oleh responden. Meski terkesan mudah, sesungguhnya membuat kuesioner yang efektif cukup rumit; selain itu, dibutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar untuk menyebarkan kuesioner kepada responden. Anda perlu membuat kuesioner untuk mendukung proses pengumpulan data penelitian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Kuesioner&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.&lt;br /&gt;
Kuesioner juga dikenal sebagai angket. Kuesioner merupakan sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi atau dijawab oleh responden atau orang yang akan diukur. Hal yang didapatkan melalui kuesioner adalah kita dapat mengetahui keadaan atau data pribadi seseorang, pengalaman, pengetahuan, dan lain sebagainya yang kita peroleh dari responden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Kuesioner Menurut Para Ahli&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut merupakan pengertian kuesioner menurut para ahli.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dewa Ktut Sukardi (1983)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengertian kuesioner menurut Dewa Ktut Sukardi adalah suatu bentuk teknik alam pengumpulan data yang dilakukan pada metode penelitian dengan tidak perlu/wajib memerlukan kedatangan langsung dari sumber data.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bimo Walgito (1987),&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Bimo Walgito definisi kuesioner adalah daftar pertanyaan dalam penelitian yang diharuskan untuk dijawab oleh responden atau informan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Kuesioner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mendapatkan data yang relevan dengan tujuan penelitian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendapatkan data dengan reliabilitas dan validitas yang setinggi mungkin.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Kuesioner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan fungsi kuesioner, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Guna mengumpulkan informasi sebagai bahan dasar dalam rangka penyusunan catatan permanen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guna menjamin validitas informasi yang diperoleh dengan metode lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembuatan evaluasi progam bimbingan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Guna mengambil sampling sikap atau pendapat dari responden.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Jenis-Jenis Pertanyaan Dalam Kuesioner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam kuesioner, pertanyaan-pertanyaannya dibedakan menjadi berikut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan Tertutup (Closed Question)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden. Responden hanya dapat memilih jawaban yang tertera pada kuesioner. Responden tidak dapat memberikan jawabannya secara bebas yang mungkin dikehendaki oleh responden yang bersangkutan. Umumnya jenis kuesioner ini digunakan apabila masalahnya telah jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan Terbuka (Open Question)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaan terbuka adalah jenis pertanyaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada responden untuk memberikan jawaban atau tanggapannya. Orang yang ingin mendapatkan opini biasanya menggunakan kuesioner jenis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan Terbuka dan Tertutup (Open and Closed Question)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaan terbuka dan tertutup adalah percampuran antara pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petunjuk yang dapat digunakan untuk memilih bahasa dalam kuesioner adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Usahakan kata-kata yang digunakan tetap sederhana.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidakjelasan dalam pilihan kata-kata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan yang digunakan harus singkat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan memihak responden dengan berbicara kepada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Selain itu, hindari juga bias dalam pertanyaan-pertanyaan yang menyulitkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat, artinya orang-orang yang mampu merespon. Jangan berasumsi mereka tahu banyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum menggunakannya, pastikan terlebih dahulu bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Kelebihan Metode Kuesioner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan beberapa kelebihan metode kuesioner.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tidak membutuhkan kehadiran peneliti.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu dibagikan secara bersama-sama kepada seluruh responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waktunya fleksibel, tergantung waktu senggang responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dibuat anonim atau tanpa nama sehingga responden tidak malu dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan dapat distandarkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Kekurangan Metode Kuesioner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berikut ini merupakan kekurangan metode kuesiner.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Responden sering tidak teliti, terkadang ada pertanyaan yang terlewatkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Responden sering tidak jujur meskipun anonim.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuesioner sering tidak kembali apabila dikirim lewat pos atau jasa pengiriman Iainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Responden dengan tingkat pendidikan tertentu kemungkinan kesulitan mengisi kuesioner.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Skala dalam kuesioner&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengertian penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut merupakan alasan penganalisis sistem mendesain skala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.&lt;br /&gt;
Supaya responden memilih subjek kuesioner.&lt;br /&gt;
Bentuk skala pengukuran dibedakan menjadi 4 macam, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;1. Nominal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah. Skala nominal berfungsi untuk mengklasifikasikan sesuatu. Pada umumnya semua analis dapat menggunakan skala jenis ini guna mendapatkan jumlah total untuk setiap klasifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh skala Nominal adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pendidikan terakhir saudara ?&lt;br /&gt;
1 = SD 2 = SMP 3 = SMA/SMK 4 = Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;2. Ordinal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Skala ordinal hampir sama dengan skala nominal, yakni sama-sama memungkinkan dilakukannya klasifikasi. Perbedaan antara skala ordinal dan skala nominal adalah jika skala ordinal menggunakan susunan posisi. Skala jenis ini sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya.&lt;br /&gt;
Skala ordinal ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada skala nominal, karena skala ini tidak hanya menunjukkan kategori saja tetapi juga menunjukkan peringkat.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh skala Ordinal adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
misal dalam variabel nilai huruf mutu pada perkuliahan, yaitu nilai A, B, C, D, dan E. Pada nilai ini menunjukkan tingkatan bahwa nilai A lebih besar dari B, dan seterusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;3. Interval&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Skala interval mempunyai karakteristik, yakni interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh skala Interval adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
contoh yang paling umum pada skala interval adalah suhu. Misalkan suatu ruangan memiliki suhu 0 Celcius, ini bukan berarti bahwa ruangan tersebut tidak ada suhunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;4. Rasio&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Skala rasio merupakan jenis skala yang paling jarang digunakan. Skala rasio hampir sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio mempunyai nilai absolut nol.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Contoh skala Rasio adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
misal tinggi badan Agung adalah 190 cm sedangkan tinggi badan Vatinson adalah 95 cm. Pada situasi ini dapat dikatakan bahwa jarak tinggi badan Vatinson dengan Agung adalah 95 cm. Bisa juga dikatakan bahwa tinggi badan Agung 2 kali tinggi badan Vatinson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Tahapan dalam pembuatan sebuah kuesioner penelitian adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;color: #b45f06;&quot;&gt;1. Mendesain Kuesioner&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Tentukan tujuan kuesioner&lt;/b&gt;. Data atau informasi apakah yang ingin Anda kumpulkan dari kuesioner tersebut? Apa tujuan utama penelitian Anda? Apakah kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang efektif untuk jenis penelitian Anda?&lt;br /&gt;
Tentukan pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian adalah satu atau beberapa pertanyaan yang merupakan fokus utama dalam kuesioner Anda.&lt;br /&gt;
Kembangkan satu atau beberapa hipotesis yang ingin Anda uji. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner Anda harus diarahkan sedemikian rupa untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt; Pilih tipe pertanyaan.&lt;/b&gt; Ada beberapa tipe pertanyaan yang lazim digunakan dalam kuesioner penelitian; setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, serta sangat bergantung pada data atau informasi yang ingin Anda kumpulkan. Beberapa tipe pertanyaan yang lazim digunakan dalam kuesioner:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan dikotomis: pertanyaan dikotomis hanya mampu dijawab dengan “ya” atau “tidak”; terkadang, ada pula kuesioner yang menyediakan jawaban “setuju” atau “tidak setuju”. Tipe pertanyaan ini paling mudah untuk dianalisis, namun tidak bisa dijadikan alat ukur yang akurat dan mendetail.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan terbuka: pertanyaan terbuka mengizinkan responden untuk menguraikan jawaban. Secara umum, tipe pertanyaan ini berguna untuk memahami sudut pandang responden, namun sangat sulit untuk dianalisis. Tipe pertanyaan ini sebaiknya digunakan untuk menjawab pertanyaan “mengapa”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan berupa pilihan berganda: tipe pertanyaan ini dilengkapi dengan tiga pilihan jawaban atau lebih yang saling bertentangan; responden kemudian diminta untuk memilih satu atau beberapa jawaban yang menurutnya paling sesuai. Pertanyaan berupa pilihan berganda dapat dianalisis dengan mudah, namun kemungkinan tidak melibatkan jawaban yang paling diinginkan responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan berupa skala ordinal/skala peringkat: Tipe pertanyaan ini meminta responden untuk mengurutkan pilihan jawaban yang disediakan. Misanya, responden mungkin diminta untuk mengurutkan lima buah pilihan jawaban dimulai dari yang kurang penting sampai paling penting. Tipe pertanyaan ini secara tidak langsung memaksa responden untuk mendiskriminasi pilihan-pilihan yang ada, namun tidak mampu menjelaskan alasan di balik pilihan responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertanyaan berupa skala bertingkat: tipe pertanyaan ini memungkinkan responden untuk menilai suatu isu berdasarkan skala ukur yang tersedia. Anda bisa menyediakan skala ukur berupa angka 1-5; angka 1 mewakili jawaban “sangat tidak setuju”, sementara angka 5 mewakili jawaban “sangat setuju”. Tipe pertanyaan ini sangat fleksibel, namun tidak mampu menjawab pertanyaan “mengapa”.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt; Kembangkan pertanyaan kuesioner Anda.&lt;/b&gt; Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner harus jelas, ringkas, dan lugas. Pertanyaan yang tidak bertele-tele memungkinkan Anda untuk mendapatkan jawaban yang lebih akurat dari responden.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tulis pertanyaan yang ringkas dan sederhana. Hindari membuat pertanyaan yang terlalu rumit atau sarat istilah teknis; dikhawatirkan, pertanyaan tersebut akan membingungkan responden dan mencegah mereka memberikan respons yang akurat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ajukan satu pertanyaan dalam satu kalimat tanya. Ini akan membantu menghindarkan responden dari kebingungan atau kesalahpahaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Waspadai pertanyaan yang bersifat personal atau sensitif seperti pertanyaan mengenai usia, berat badan, atau riwayat hubungan seksual responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika terpaksa harus menanyakan pertanyaan yang sensitif, setidaknya demografi data yang Anda kumpulkan harus dibuat anonim atau dienkripsi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tentukan apakah Anda akan menerima jawaban seperti “Aku tidak tahu” atau “Pertanyaan ini tidak cocok/tidak berlaku untukku”. Meski memberikan kesempatan kepada responden untuk tidak menjawab pertanyaan yang tidak ingin mereka jawab, pilihan semacam ini nantinya dapat mengacaukan proses analisis data Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Letakkan pertanyaan yang paling penting di awal kuesioner. Seiring berjalannya waktu, perhatian dan fokus responden dapat dengan mudah teralihkan. Agar Anda tetap memperoleh data yang penting dan dibutuhkan, gunakan metode ini.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;4.&lt;/span&gt; Batasi panjang kuesioner.&lt;/b&gt; Buat kuesioner Anda sesingkat dan selugas mungkin, terutama karena orang-orang cenderung lebih nyaman mengisi kuesioner yang singkat. Meski demikian, pastikan kuesioner Anda tetap komprehensif dan membantu Anda mendapatkan berbagai informasi penting yang diperlukan. Jika mampu membuat kuesioner yang hanya terdiri dari 5 pertanyaan, mengapa tidak?&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ajukan pertanyaan yang benar-benar relevan dengan pertanyaan penelitian Anda. Ingat, kuesioner tidak ditujukan untuk mengumpulkan informasi mengenai responden!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hindari pertanyaan yang kurang jelas atau bertele-tele; pastikan Anda tidak membingungkan responden!&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;5. &lt;/span&gt;Identifikasi demografi target responden.&lt;/b&gt; Apakah ada kelompok tertentu yang menjadi target responden Anda? Agar penelitian lebih terarah, ada baiknya Anda terlebih dahulu menentukan demografi target responden sebelum menyebarkan kuesioner.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangkan jenis kelamin target responden Anda. Apakah kuesioner tersebut diperuntukkan bagi pria dan wanita? Atau penelitian Anda memang hanya membutuhkan responden pria?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tentukan usia target responden Anda. Apakah Anda hanya membutuhkan informasi dari orang dewasa? Atau juga dari remaja dan anak-anak? Sebagian besar kuesioner menargetkan responden dengan rentang usia tertentu yang dianggap lebih relevan dengan topik penelitiannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangkan untuk memasukkan rentang usia dalam demografi target responden Anda. Misalnya, orang-orang yang berusia 18-29 tahun dikelompokkan dalam kategori dewasa muda; sementara itu, orang-orang yang berusia 30-54 tahun dikelompokkan ke dalam kategori dewasa; dan orang-orang yang berusia di atas 55 tahun dikelompokkan ke dalam kategori manula. Niscaya, Anda akan mendapatkan lebih banyak responden jika tidak menentukan satu target usia yang spesifik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pikirkan kriteria apa lagi yang bisa Anda masukkan dalam demografi target responden. Apakah responden Anda harus bisa mengendarai mobil? Apakah mereka harus memiliki asuransi kesehatan? Apakah mereka harus memiliki anak yang berusia di bawah 3 tahun? Pastikan Anda menentukan kriteria sejelas-jelasnya sebelum menyebarkan kuesioner.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;6. &lt;/span&gt;Pastikan Anda mampu melindungi kerahasiaan responden.&lt;/b&gt; Tentukan rencana perlindungan data responden bahkan sebelum Anda membuat kuesioner; ini merupakan salah satu tahap terpenting yang tidak boleh Anda lewatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangkan untuk membuat kuesioner anonim; dengan kata lain, tidak perlu meminta responden menuliskan nama mereka di dalam kuesioner. Ini adalah langkah sederhana untuk melindungi kerahasiaan mereka, meski terkadang identitas mereka tetap akan terlihat dari informasi lainnya (seperti usia, fitur jasmaniah, atau kode pos).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangkan untuk memberikan identitas baru bagi setiap responden Anda. Berikan identitas berupa deretan nomor unik untuk setiap lembar kuesioner yang sudah diisi oleh responden), dan rujuk responden Anda hanya dengan identitas baru tersebut. Hapus atau sobek berbagai identitas personal yang dituliskan responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ingat, tidak dibutuhkan terlalu banyak informasi untuk mengidentifikasi identitas seseorang. Kemungkinan besar, orang-orang enggan menjadi responden penelitian karena alasan tersebut; jika memungkinkan, pastikan Anda tidak menanyakan terlalu banyak informasi personal agar mampu meraih lebih banyak responden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan Anda menghapus seluruh data (terutama informasi responden) setelah penelitian Anda selesai.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;span style=&quot;color: #7f6000;&quot;&gt;2. Teknik Pembuatan Kuesioner&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
Tujuan pokok pembuatan kuisioner adalah untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan memperoleh informasi dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin. Mengingat terbatasnya masalah yang dapat ditanyakan dalam kuisioner, maka senantiasa perlu diingat agar pertanyaan-pertanyaan memang langsung berkaitan dengan hipotesis dan tujuan penelitian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika variabel penelitian sudah jelas, maka pertanyaan pun menjadi jelas (baca juga : Indeks dan Skala). Ini tentunya berkaitan dengan kemampuan teknis pembuatan kuisioner, walaupun titik tolaknya adalah variabel penelitian yang jelas dan relevan. Sebaliknya, jika variabel penelitian masih kabur dalam pikiran peneliti, pertanyaan-pertanyaan juga akan kabur dan mungkin sekali dimasukan banyak pertanyaan yang tidak relevan. Kekaburan dan kekacauan tersebut akan menimbulkan masalah yang berlarut-larut pada analisa data dan penulisan hasil penelitian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Beberapa cara pemakaian kuisioner&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kuesioner digunakan dalam wawancara tatap muka dengan responden&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuisioner diisi sendiri oleh kelompok. Misal, seluruh murid dalam satu kelas dijadikan responden dan mengisi kuisioner secara serentak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wawancara melalui telpon. Cara ini sering dilakukan dilazim Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya, tetapi tidak lazim di negara-negara berkembang. Prosedur ini lebih murah daripada wawancara tatap muka dan adakalanya orang tidak bersedia didatangi tapi bersedia diwawancarai melalui telpon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuisioner diposkan, dilampirkan amplop dan dibubuhi perangko, untuk dikembalikan oleh responden setelah diisi. Cara ini dapat dilakukan untuk kuisioner yang pendek dan mudah dijawab, tetapi mungkin cukup besar proporsi yang tidak dikembalikan oleh responden.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Jenis Pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Pertanyaan tertutup. Kemungkinan jawaban sudah ditentukan terlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempatan untuk memberikan jawaban lain.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Apakah saudara pernah mendengar tentang Produk Kreatif ?”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Opsi jawaban : 1. Pernah&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Tidak pernah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Pertanyaan terbuka. Kemungkinan jawaban tidak ditentukan terlebih dahulu dan responden bebas memberikan jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Menurut pendapat kamu, apa yang paling menarik sekolah di SMK ?”&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3. Kombinasi tertutup dan terbuka. Jawabanya sudah ditentukan tetapi kemudian disusul dengan pertanyaan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Apakah kamu menyukai Praktek Kerja Industri (Prakerin) ?”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Opsi jawaban : 1. Suka&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Tidak Suka&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Jika suka) Apa yang menarik saat Prakerin ?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
4. Pertanyaan semi terbuka. Pada pertanyaan semi terbuka, jawabanya sudah tersusun tetapi masih ada kemungkinan jawaban tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus sekolah SMK ?”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Opsi jawaban : Melamar Kerja&amp;nbsp; &amp;nbsp; (1) Wirausaha&amp;nbsp; (2) Kuliah&amp;nbsp; &amp;nbsp; (3)&amp;nbsp; Lainnya . . . (sebutkan)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Petunjuk membuat pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Gunakan kata-kata yang sederhana dan dimengerti oleh semua responden. Hindarkan istilah yang hebat tetapi kurang atau tidak dimengerti responden.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Bagaimana status perkawinan Bapak?”&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;lebih baik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; “Apakah bapak sudah beristri?”&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Usahakan supaya pertanyaan jelas dan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Berapa orang berdiam di sini?”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah yang dimaksud “di sini” adalah bangunan, rumah atau yang lain? Arti kata “di sini” harus dijelaskan dan konsisten.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3. Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Apakah saudara mau mencari pekerjaan di kota?” &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; “Apakah saudara mencari pekerjaan? Kalau jawaban “Ya”, kemudian ditanyakan “Di mana saudara ingin bekerja?”&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
4. Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Pada waktu senggang, apakah saudara mendengarkan radio atau melakukan yang lain?” &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; “Apakah yang saudara lakukan pada waktu senggang?”&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
5. Pertanyaan harus berlaku untuk semua respoden&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal : “Apakah pekerjaan saudara sekarang?” Ternyata dia menganggur. Seharusnya ditanyakan terlebih dahulu “Apakah saudara bekerja?” Kalau jawabannya “Ya” lalu ditanyakan “Pekerjaan saudara?”&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Susunan pertanyaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertanyaan dikelompokan sesuai dengan tujuan penelitian, dimulai dengan identitas yang berisi :&lt;br /&gt;
(1) nama responden&lt;br /&gt;
(2) tempat tinggal&lt;br /&gt;
(3) nama pewawancara&lt;br /&gt;
(4) tanggal wawancara.&lt;br /&gt;
Lalu disusul dengan pertanyaan tentang ciri-ciri demografi : jenis kelamin, usia, pendidikan, status, dll.&lt;br /&gt;
Dalam pola penyusunan kuisioner penelitian diserahkan kepada peneliti bagaimana pengelompokan pertanyaan itu dilakukan, sejauh mana peneliti ingin mengeksplorasi suatu informasi spesifik dari responden. Yang perlu diperhatikan ialah urutan yang cukup runut dan juga dimana ditempatkan pertanyaan yang sensitif. Pertanyaan sensitif tidak ditempatkan dibagian muka karena dapat segera mempengaruhi suasana wawancara. Biasanya pertanyaan semacam ini ditempatkan dibelakang, tetapi bukan pada penutup supaya wawancara tidak diakhiri dengan perasaan kurang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bentuk fisik kuesioner&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kuesioner sebaiknya rapi, jelas dan mudah digunakan. Menyusun kuisioner yang baik memerlukan lebih banyak waktu tetapi secara keseluruhan akan menghemat waktu. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ukuran kertas dan jenis kertas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Diisi bolak balik atau tidak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembagian ruangan tidak bersempit-sempit. Sisi kiri dan kanan cukup longgar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nomor urut pertanyaan. Nomor urut dari mula sampai akhir atau tiap kelompok mempunyai nomor sendiri. Berdasarkan pengalaman, kami menyarankan sistem nomor urut dari mula sampai akhir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan huruf besar, huruf kecil dan huruf miring&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanda panah atau kotak pertanyaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kotak kolom (Pembuatan kotak kolom akan menghemat waktu dan tenaga pada tahap berikutnya)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menghindarkan salah ambil, kuisioner dibuat berlainan warna untuk respoden pria atau wanita. Umpamanya, satu halaman muka dibuat berwarna biru untuk pria dan merah jambu untuk kuisioner wanita.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Pretest atau Survey Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pretest dilakukan untuk menyempurnakan kuisioner. Melalui pretest akan diketahui berbagai hal :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Apakah pertanyaan tertentu perlu dihilangkan. Pertanyaan tertentu mungkin tidak relevan untuk masyarakat yang diteliti, karena itu perlu dihilangkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah pertanyaan tertentu perlu ditambahkan. Adakalanya terlupa memasukan pertanyaan yang perlu dimasukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah tiap pertanyaan dapat dimengerti dengan baik oleh responden dan apakah pewawancara dapat menyampaikan pertanyaan tersebut dengan mudah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah urutan pertanyaan perlu diubah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah pertanyaan yang sensitif dapat diperlunak dengan mengubah bahasa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berapa lama wawancara memakan waktu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Berapakah jumlah responden untuk pretest? Untuk penentuan jumlah tidak ada patokan pasti dan tergantung pada homogenitas responden. Untuk pretest biasanya sebanyak 30 s.d 50 orang sudah mencukupi dan dipilih responden yang keadaannya kurang lebih sama dengan responden yang sesungguhnya diteliti. Pretest dilaksanakan di luar daerah penelitian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pedoman pengisian kuisioner&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pedoman pengisian kuisioner merupakan pegangan bagi pewawancara. Dalam pedoman pengisian kuesioner, tiap pertanyaan yang diajukan diberi keterangan yang jelas dan terinci. Juga dicantumkan jawaban yang diharapkan, terutama pada pertanyaan tertutup dan pertanyaan semi terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penggunaan bahasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kuesioner di Indonesia hampir seluruhnya menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini perlu ditinjau karena kebanyakan responden, terutama di pedesaan, tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan pewawancara tidak dapat diharapkan menerjemahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan memang terjawab, tetapi sampai dimanakah reliabilitas dan validitas dari respon tersebut? Distorsi-distorsi dalam pengertian mudah terjadi, begitu pula dapat timbul perasaan yang kurang enak bagi responden karena pemilihan kata yang kurang tepat. Wawancara juga dapat tersendat-sendat karena pewawancara kurang lancar menerjemahkan di hadapan responden. Apabila karena alasan waktu dan kuisioner tidak mungkin diterjemahkan, maka coaching bahasa setidaknya dapat dilakukan dan pewawancara mempunyai satu eksemplar kuisioner dalam bahasa daerah dan pedoman wawancara yang sudah dibuat dapat dijadikan acuan juga bagi pewawancara dalam memandu selama proses wawancara berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik penyusunan kuesioner merupakan bagian yang sangat vital dalam model penelitian survey. Seperti telah kita ketahui bersama dalam artikel yang sudah dibahas terkait dengan “Indeks dan Skala”, secara riil tercermin dalam bentuk kuesioner penelitian yang disusun. Semakin baik konsep yang dimiliki tentang masalah penelitian (Teori dasar penelitian dan operasional variabel penelitian) seharusnya akan mempermudah peneliti dalam penyusunan kuesioner yang baik bagi penelitian dan bagi responden, sehingga data dan informasi yang terkumpul memuaskan dalam menggambarkan dan membuktikan phenomena yang sedang diteliti oleh peneliti. SELAMAT MENELITI!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/4957851999988232296/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/membuat-kuesioner.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4957851999988232296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4957851999988232296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/membuat-kuesioner.html' title='Membuat Kuesioner'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZBbx6ZhclnNdkgMYCcVElNjJEZ_r5VJT1FcHn49qtWrlKaZB1CofPpcwOwVQedowLCNEcM1MB4RhX63JEdBVS1yjHpQoqRV7AZlwrDhl4yEDA2fqw1PqNbVV2b1_2uASgT_wVMCdFYd4/s72-c/form-button.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-5963945480973885558</id><published>2019-07-28T22:34:00.004+07:00</published><updated>2021-05-01T07:24:05.462+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Produksi Massal"/><title type='text'>Produksi Massal (Mass Production)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSnQ2eYy0Eh9TK6KfkjPzBzb-Evwq1sf_vfu9WgOgcjmu81AS9aP-RJBTE_I5HGlJ8C1L51YA4l5lR9Zo-MVmb3yoj3J8meSiQUvbhrO3Hzy4GHyqfSyqzZdyYma5yzA9Ajxy4kayU2_g/s1600/hqdefault.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;480&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSnQ2eYy0Eh9TK6KfkjPzBzb-Evwq1sf_vfu9WgOgcjmu81AS9aP-RJBTE_I5HGlJ8C1L51YA4l5lR9Zo-MVmb3yoj3J8meSiQUvbhrO3Hzy4GHyqfSyqzZdyYma5yzA9Ajxy4kayU2_g/s320/hqdefault.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produksi Massal (Mass Production)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Secara etimologis, kata “Produksi” berasal dari bahasa Inggris, yaitu &lt;i&gt;“To Produce”&lt;/i&gt; yang artinya menghasilkan. Jadi, arti kata produksi adalah suatu kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa melalui proses tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Produksi&lt;/b&gt; adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill &lt;i&gt;(organization, managerial, dan skills) &lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;(Assauri, Sofyan, Manajemen Produksi, Penerbit FE-UI, Jakarta, 1980, Hal 7.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;Produksi&lt;/b&gt; adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran.&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;(Partadireja, Ace, Pengantar Ekonomi, BPFE-UGM, Yogyakarta, 1985, Hal 21)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Produksi&lt;/b&gt; adalah semua kegiatan dalam menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa, dimana untuk kegiatan tersebut diperlukan faktor-faktor produksi. &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;(Sumiarti, Murti et, al., Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan, Edisi II, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1987, Hal 60.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Fungsi Produksi :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Menciptakan Nilai Guna&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;Suatu bahan baku yang tadinya tidak mempunyai nilai guna kemudian diproses sehingga memiliki nilai guna.&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Menambah Nilai Guna&lt;/b&gt;, Suatu barang yang awalnya telah mempunyai kegunaan tertentu sehingga memiliki nilai guna tambahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Faktor-Faktor Produksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Faktor Produksi&lt;/b&gt; adalah semua sumber daya yang bisa digunakan dalam kegiatan produksi, yaitu untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang maupun jasa.&lt;br /&gt;
Secara sederhana, pengertian faktor produksi adalah semua hal yang dibutuhkan oleh produsen agar dapat melakukan kegiatan produksi dengan baik dan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, ada 5 hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sumber daya alam/ fisik &lt;i&gt;(Physical Resources)&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;adalah faktor produksi yang bersumber dari kekayaan alam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumber daya manusia/ Tenaga kerja &lt;i&gt;(Labor&lt;/i&gt;),&amp;nbsp;adalah faktor produksi yang melakukan kegiatan produksi, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Di dalam faktor ini terdapat beberapa unsur penting, seperti unsur fisik, pikiran, serta kemampuan dan keahlian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Modal &lt;i&gt;(Capital),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital, yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kewirausahaan &lt;i&gt;(Entrepreneurship),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah suatu kemampuan yang ada di dalam diri seseorang dalam menggunakan faktor-faktor produksi sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sumber daya informasi &lt;i&gt;(Information Resources),&amp;nbsp;IRM (Information Resources Management)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan &amp;amp; manajemen.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha dalam proses produksi adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan (Planning)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengorganisasian (Organizing)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggerakan (Actuating)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengawasan (Controling)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Kemajuan teknologi informasi di era globalisasi berperan besar dalam kegiatan produksi. Ini meliputi keseluruhan informasi dan data yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengoperasikan bisnisnya.&lt;br /&gt;
Adapun beberapa informasi dan data tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Prediksi kondisi pasar di masa depan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Data dan informas ekonomi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengetahuan karyawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan lain-lain&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perencanaan Produksi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Perencanaan produksi merupakan salah satu hal yang penting dalam manajemen perusahaan. Dengan melakukan perencanaan yang tepat pada proses produksi maka dapat menimbulkan efisiensi yang tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan perusahaan. Sebaliknya jika perusahaan kurang mampu melakukan perencanaan produksi dengan baik maka akan menimbulkan suatu keterlambatan supply dan biaya yang harus dikeluarkan menjadi tinggi. Perencanaan produksi pada dasarnya berkaitan dengan kapasitas produksi, sumber daya yang tersedia mulai dari hal material, peralatan pendukung, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
Dimana dalam melakukan perencanaan produksi sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil analisa dari permintaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan. Hal itu menghindari terjadinya kesenjangan antara produk yang diminta di pasar dengan produk yang di produksi oleh perusahaan. Sehingga perlu melakukan tindakan untuk mensinkronisasi antara perencanaan produksi dengan rencana penjualan yang berdasarkan marketing forecast. Dari marketing forecast tersebut maka dapat dilakukan proses perhitungan kebutuhan bahan, kapasitas produksi yang dibutuhkan, dan hal pendukung lainnya yang diperlukan dalam perencanaan produksi agar kualitasnya terjamin dan tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Melakukan Perencanaan Produksi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menurut British Standart Institute, ada 4 langkah atau teknik untuk proses perencanaan dan kontrol sebuah produksi. Keempat tahapan atau langkah-langkah dalam perencanaan dan pengendalian produksi adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Routing&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penjadwalan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Despatching, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tindak lanjut&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;1 . Routing&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Routing adalah langkah pertama dalam perencanaan produksi dan kontrol. Routing dapat didefinisikan sebagai proses penentuan jalur (rute) pekerjaan dan urutan operasi. Routing perbaikan yang digunakan:&lt;br /&gt;
a. Kuantitas dan kualitas produk&lt;br /&gt;
b. Para manusia, mesin, bahan, dan hal lain yang akan digunakan&lt;br /&gt;
c. Jenis, jumlah dan urutan operasi manufaktur, dan&lt;br /&gt;
d. Tempat produksi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, routing yang menentukan ‘Apa’, ‘Berapa banyak’, ‘Dengan yang’, ‘Bagaimana’ dan ‘Dimana’ untuk menghasilkan. Routing mungkin sama baiknya antara yang sederhana atau kompleks. Hal ini tergantung pada sifat produksi. Dalam produksi terus menerus lebih baik memakai yang otomatis, memakai routing yang sederhana. Namun, dalam job order, routing kompleks diperlukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Routing dipengaruhi oleh faktor manusia. Oleh karena itu, harus mengenali kebutuhan manusia, keinginan dan harapan. Hal ini juga dipengaruhi oleh&amp;nbsp; layout, karakteristik peralatan, dan lain sebagainya. Tujuan utama dari routing untuk menentukan (fix) terbaik dan termurah urutan operasi dan untuk memastikan bahwa urutan ini dapat diterapkan di pabrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Routing memberikan metode yang sangat sistematis untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi . Hal ini membuat halus dan bekerja efisien . Hal ini menyebabkan pemanfaatan optimal sumber daya , yaitu&amp;nbsp; manuasia, mesin , bahan , dll Hal ini menyebabkan pembagian kerja . Ini memastikan aliran kontinu bahan tanpa backtracking . Ini akan menghemat waktu dan ruang . Itu membuat pekerjaan mudah bagi para insinyur produksi dan mandor . Ia memiliki pengaruh yang besar pada desain bangunan pabrik dan mesin terpasang .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, routing merupakan langkah penting dalam perencanaan produksi dan kontrol. Perencanaan produksi dimulai dengan itu. Baca artikel tentang prosedur routing dalam produksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-size: large;&quot;&gt;2 . Penjadwalan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penjadwalan adalah langkah kedua dalam perencanaan produksi dan kontrol. Muncul setelah routing.&lt;br /&gt;
Penjadwalan berarti:&lt;br /&gt;
a. Memperbaiki jumlah pekerjaan yang harus dilakukan&lt;br /&gt;
b. Mengatur operasi manufaktur yang berbeda dalam urutan prioritas&lt;br /&gt;
c. Memperbaiki memulai dan menyelesaikan, tanggal dan waktu, untuk setiap operasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjadwalan ini juga dilakukan untuk bahan, suku cadang, mesin, dan lainnya. Elemen waktu yang diberikan kepentingan khusus dalam penjadwalan. Ada berbagai jenis jadwal, yaitu jadwal Guru, jadwal Operasi dan jadwal harian.&lt;br /&gt;
Penjadwalan membantu untuk memanfaatkan secara optimal waktu. Ia melihat bahwa setiap bagian dari pekerjaan dimulai dan selesai pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Ini membantu untuk menyelesaikan pekerjaan secara sistematis dan dalam waktu. Ini membawa waktu koordinasi dalam perencanaan produksi. Semua ini membantu untuk mengantarkan barang kepada pelanggan dalam waktu. Hal ini juga menghilangkan kapasitas menganggur. Itu membuat tenaga kerja terus menerus digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, penjadwalan merupakan langkah penting dalam perencanaan produksi dan kontrol. Hal ini penting dalam sebuah pabrik, di mana banyak produk yang diproduksi pada saat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 . Dispatching&lt;br /&gt;
Dispatching adalah langkah ketiga dalam perencanaan produksi dan kontrol. Ini adalah tindakan, melakukan atau tahap implementasi. Muncul setelah routing dan penjadwalan. Dispatching berarti memulai proses produksi. Ini memberikan kewenangan yang diperlukan untuk memulai pekerjaan. Hal ini didasarkan pada rute.&lt;br /&gt;
Dispatching meliputi:&lt;br /&gt;
1. Perihal bahan, alat, perlengkapan, dan lain sebagainya. Yang diperlukan untuk produksi yang sebenarnya&lt;br /&gt;
2. Perihal perintah, instruksi, gambar, dan lainnya untuk memulai pekerjaan&lt;br /&gt;
3. Memelihara catatan yang tepat dari awal dan menyelesaikan setiap pekerjaan tepat waktu&lt;br /&gt;
4. Pindah pekerjaan dari satu proses ke proses lainnya sesuai jadwal&lt;br /&gt;
5. Memulai prosedur kontrol&lt;br /&gt;
6. Mencatat waktu idle mesin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-size: large;&quot;&gt;4 . Tindakan Lanjutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tindak lanjut atau Expediting adalah langkah terakhir dalam perencanaan produksi dan kontrol. Ini adalah perangkat pengendali. Hal ini berkaitan dengan evaluasi hasil. Tindak lanjut menemukan dan menghilangkan cacat, penundaan, keterbatasan, kemacetan, lubang, dan lainnya dalam proses produksi. Ini mengukur kinerja aktual dan membandingkannya dengan kinerja yang diharapkan. Ia memelihara catatan kerja yang tepat, penundaan dan kemacetan. Catatan tersebut digunakan di masa depan untuk mengontrol produksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tindak lanjut dilakukan oleh ‘&lt;i&gt;Expediters&lt;/i&gt;’ atau ‘&lt;i&gt;Stock Chaser&lt;/i&gt;‘. Tindak lanjut yang diperlukan ketika produksi menurun bahkan ketika ada routing yang tepat dan penjadwalan. Produksi dapat terganggu karena breakdowns mesin, kegagalan listrik, kekurangan bahan, pemogokan, absensi, dan lainnya. Tindak lanjut menghilangkan kesulitan-kesulitan ini dan memungkinkan kelancaran produksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produksi Massal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Produksi&amp;nbsp; masal&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; nama&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; diberikan&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; sebuah&amp;nbsp; metode memproduksi barang dalam jumlah besar dengan biaya yang rendah per unitnya. Walau harganya&amp;nbsp; yang murah tidak berarti dengan kualitas rendah. Sebaliknya diproduksinya barang dalam jumlah yang besar telah distandarisasi oleh interchangeable parts atau peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksi barang yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Kustomisasi Massal (Mass Customization)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dulu era manufaktur kerajinan, produk sangat terbatas sekali. Setiap barang di produksi sedikit variasi (low variety) dengan harga tinggi (high price) bahkan setiap produksi membutuhkan waktu yang cukup lama. Lalu dengan munculnya revolusi industri, munculnya mesin-mesin produksi. manufaktur pindah dari era kerajinan ke era produksi massal (Mass Production). Produksi massal (Mass Production) membuat produk yang macamnya terbatas (low variety) namun harga murah (low price) serta waktu produksi yang lebih cepat. Saat ini ada sebuah era baru yang muncul dan itu disebut Kustomisasi Massal (Mass Customization).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Menurut Laudon (2010)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;,&lt;i&gt; mass customization&lt;/i&gt; adalah kemampuan untuk menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya produksi yang sama seperti mass production. Mass Customization membuat produk lebih variatif (High variety) dengan harga murah (low price). Mass Customization dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah individu maupun untuk pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih cepat. Menggunakan prinsip yang sama, mass customization merupakan Build-to-Orde, produk yang disesuaikan namun dapat diproduksi secara massal pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple; font-size: large;&quot;&gt;4 (empat) pendekatan dalam customization :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Customizers Kolaboratif&lt;/b&gt;, yaitu pendekatan dimana pelanggan/individu melakukan dialog untuk membantu mengartikulasikan kebutuhan mereka dan untuk membuat produk yang disesuaikan untuk mereka. Contoh : Salon Rambut, pelanggan dapat konsultasi atau berdialog mengenai jenis/type potongan rambut yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Customizers Adaptive&lt;/b&gt;, manufactur menawarkan produk standar, namun masih dapat disesuaikan. Produk dirancang dalam bentuk standar tersebut dibuat sedemikan rupa sehingga pengguna masih dapat mengubahnya sendiri. Contoh : Handphone, dengan membenamkan teknologi didalamnya setiap customer dapat menambahkan fungsi dalam produk tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Customizer Cosmetic&lt;/b&gt;, yaitu menyajikan produk standar berbeda untuk berbeda pelanggan. Pendekatan kosmetik tepat ketika pelanggan menggunakan produk yang sama dan hanya berbeda dalam bagaimana mereka ingin disajikan. menawarkan standar yang dikemas khusus untuk setiap pelanggan. Contoh : Gula yang dikemas dalam packing ½ kg, 1 kg, 2 kg, sehingga pelanggan mempunyai pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Customizer Transparan&lt;/b&gt;, menyediakan pelanggan dengan produk/layanan unik tanpa membiarkan mereka mengetahui secara eksplisit bahwa produk-produk dan jasa telah disesuaikan untuk mereka. Pendekatan transparan untuk kustomisasi tepat ketika kebutuhan spesifik pelanggan dapat diprediksi dengan mudah atau dapat disimpulkan dan terutama ketika pelanggan menyatakan kebutuhan mereka berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh : Mobil, dibuat dengan warna yang berbeda yang didasarkan pada keinginan banyak individu yang diikuti oleh banyak manufaktur. Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien. Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan global.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Proses Produksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengertian proses produksi adalah suatu kegiatan yang menggabungkan berbagai faktor produksi yang ada dalam upaya menciptakan suatu produk, baik itu barang atau jasa yang memiliki manfaat bagi konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses produksi disebut juga sebagai kegiatan mengolah bahan baku dan bahan pembantu dengan memanfaatkan peralatan sehingga menghasilkan suatu produk yang lebih bernilai dari bahan awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil dari kegiatan produksi adalah barang dan jasa. Barang merupakan sesuatu yang memiliki sifat-sifat fisik dan kimia, serta mempunyai masa waktu. Sedangkan jasa merupakan sesuatu yang tidak memiliki sifat-sifat fisik dan kimia, serta tidak mempunyai jangka waktu antara produksi dengan konsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun beberapa tujuan proses produksi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Untuk menghasilkan suatu produk (barang/ jasa).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk memberikan nilai tambah/ value terhadap suatu produk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mendapatkan keuntungan sehingga tercapai tingkat kemakmuran yang diinginkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengganti produk yang rusak, kadaluarsa, atau telah habis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk memenuhi permintaan pasar, baik pasar domestik maupun internasional.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/5963945480973885558/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5963945480973885558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5963945480973885558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2019/07/blog-post.html' title='Produksi Massal (Mass Production)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSnQ2eYy0Eh9TK6KfkjPzBzb-Evwq1sf_vfu9WgOgcjmu81AS9aP-RJBTE_I5HGlJ8C1L51YA4l5lR9Zo-MVmb3yoj3J8meSiQUvbhrO3Hzy4GHyqfSyqzZdyYma5yzA9Ajxy4kayU2_g/s72-c/hqdefault.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-1637764413551256872</id><published>2018-11-11T21:41:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:24:44.142+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rasio Keuangan"/><title type='text'>Rasio Keuangan (Financial Ratio)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4wubZYE7hptPVq4Y4-0FLdocNXMqDbdk1iQQKCb5P92e-ent_FnZDDCQAkkxDMMKeRMToz-QrzxeC-kAM1l6WBwoLG68A49ihpU8VX-BtVBWVBeSApdtsR94I7vVSGD-Yrqzewmt2Anc/s1600/financial-ratio.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4wubZYE7hptPVq4Y4-0FLdocNXMqDbdk1iQQKCb5P92e-ent_FnZDDCQAkkxDMMKeRMToz-QrzxeC-kAM1l6WBwoLG68A49ihpU8VX-BtVBWVBeSApdtsR94I7vVSGD-Yrqzewmt2Anc/s320/financial-ratio.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h1 style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;Rasio Keuangan &lt;i&gt;(Financial Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu cara atau metode yang biasa digunakan untuk melakukan analisis terhadap laporan keuangan adalah dengan melakukan analisis rasio. Analisi rasio adalah sebuah metode atau cara analisa dengan menggunakan perhitungan perbandingan dari data kuantitatif yang terdapat dalam laporan neraca maupun laba rugi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Umumnya perhitungan rasio-rasio data keuangan dilakukan untuk menilai kinerja suatu perusahaan dimasa lalu, masa sekarang dan perkiraan atau berbagai kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang. Penggunaan rasio keuangan pada dasarnya bermacam-macam, hal ini tergantung dari kepentingan dari masing-masing perusahaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengertian analisis rasio keuangan atau yang dikenal dengan istilah financial ratio  ialah sebagai alat analisis untuk  membandingkan angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan dan juga untuk melihat atau mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja manajemen perusahaan tersebut dalam satu periode tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Rasio Keuangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;1. Rasio Likuiditas &lt;i&gt;(Liquidity ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk memanfaatkan aktiva guna&amp;nbsp; memperoleh pendapatan dalam waktu singkat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukan kemampuan atau kesanggupan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Perusahaan yang sanggup membayar kewajibanya atau hutang jangka pendek maka perusahaan tersebut di sebut likuid, sedangkan perusahaan yang tidak sanggup membayar hutang jangka pendeknya maka disebut perusahaan ilikuid.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebanyakan perusahaan dalam menggunakan rasio likuiditas untuk mengukur tingkat likuiditas nya menggunakan diantara lain sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;a. Rasio Lancar &lt;i&gt;(Current Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini membandingkan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Rasio ini memberikan informasi mengenai kemampuan aktiva lancar untuk menutup hutang lancar.  Yang termasuk dalam aktiva lancar seperti kas, piutang dagang, efek (surat berharga), persedian dan aktiva-aktiva lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan yang termasuk dalam hutang lancar meliputi, hutang dagang, hutang wesel, hutang bank, hutang gaji dan hutang lainya yang menuntut untuk segera dibayarkan &lt;b&gt;(sutrisno, 2001;247)&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Rasio Lancar dihitung menggunakan rumus :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj47UfNXOQh2Ax2ZEdxrYz60Pw3UVRt_YN_VS9QcASpaUqDWTGsA2Ro-sRk2ajdbpvipxQCJU5lEiyncDC6fkVeUDy7HTBkTfWfX1KIHK_TsEP26TLybpIzjCTpbRU4NvaGXVWQgTKQnwY/s1600/lancar.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;83&quot; data-original-width=&quot;307&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj47UfNXOQh2Ax2ZEdxrYz60Pw3UVRt_YN_VS9QcASpaUqDWTGsA2Ro-sRk2ajdbpvipxQCJU5lEiyncDC6fkVeUDy7HTBkTfWfX1KIHK_TsEP26TLybpIzjCTpbRU4NvaGXVWQgTKQnwY/s1600/lancar.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut &lt;b&gt;(Harahap, 2002:301)&lt;/b&gt; jika semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Dianalogikan apabila rasio lancar 1:1 atau 100% itu artinya bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Jadi sebuah perusahaan dikatan sehat apabila rasionya berada dia atas angka 1 atau di atas 100%. Sebagai catatan aktiva lancar harus jauh di atas jumlah hutang lancar.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;b. Rasio Cepat &lt;i&gt;(Quick Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sering disebut juga dengan acid ratio, rasio cepat merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid. Aktiva yan lebih likuid yaitu : kas, sekuritas (surat berharga), dan tagihan yang belum di bayar oleh pelanggan.&lt;/div&gt;
Disini persediaan tidak dimasukkan kedalam perhitungan quick ratio, karena persediaan merupakan salah satu komponen dari aktiva lancar yang paling kecil tingkat likuiditasnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Rasio Cepat dihitung menggunakan rumus :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipAgkot_beos2UouKV1VuIQz_82iwti9k-89A4OJyo3dCQD4F3lAEwT87eLa_64AlRUpJoZLNNWQfD2s0eLVGbMRD0A2BD10gtTbArKcRP02xSVwcpfID1Bv_QfE3_RaM46WlFYF0my8s/s1600/cepat.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;69&quot; data-original-width=&quot;359&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipAgkot_beos2UouKV1VuIQz_82iwti9k-89A4OJyo3dCQD4F3lAEwT87eLa_64AlRUpJoZLNNWQfD2s0eLVGbMRD0A2BD10gtTbArKcRP02xSVwcpfID1Bv_QfE3_RaM46WlFYF0my8s/s1600/cepat.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam hal ini quick ratio lebih berfokus pada komponen-komponen aktiva lancar yang lebih likuid seperti kas, surat-surat berharga, piutang yang dihubungkan dengan hutang lancar atau hutang jangka pendek (Martono, 2003 hal 56).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara quick ratio dengan current ratio, dimana posisi current ratio meningkat sedangkan pada quick rationya menurun, hal ini menandakan bahwa terjadi sebuah investasi yang besar pada persediaan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini akan menunjukan kemampuan ativa lancar yang paling likuid sanggup menutupi hutang lancar. Dimana semakin besar  Quick rasio maka semakin baik, sedangkan untuk angka rasio ini tidaklah harus mencapai angka 100% atau 1:1, artinya walaupun rasio nya tidak mencapai angka 100% dan hanya mendekati 100%  maka perusahaan juga sudah dikatakan sehat (Harahap, 2002 hal 302).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;c. Rasio Kas &lt;i&gt;(Cash Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini berguna untuk membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa dengan segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Dalam hal ini kas yang di maksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan yang ada di bank dalam bentuk rekening koran.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangakan harta setara dengan kas atau near cash adalah merupakan harta lancar yang dengan mudah dan cepat untuk dapat diuangakan kembali, hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Negara yagn menjadi domisili dari perusahaan yang bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Cash Ratio dihitung menggunakan rumus :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CA3dLohm9te4N9FnwR9pIT_zAozjmM1aU8JuZanm1ErSnhsFmdMUYSG6GSWJtz65L3eHrMyAudldEGppXTFMP6qEkq6LlbwxqZph8QPARn6rL-Tg8NUlOxlpslfz0TciPzBmTbDhsBI/s1600/kas.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;51&quot; data-original-width=&quot;283&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CA3dLohm9te4N9FnwR9pIT_zAozjmM1aU8JuZanm1ErSnhsFmdMUYSG6GSWJtz65L3eHrMyAudldEGppXTFMP6qEkq6LlbwxqZph8QPARn6rL-Tg8NUlOxlpslfz0TciPzBmTbDhsBI/s1600/kas.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini akan menunjukan porsi jumlah kas ditambah dengan setara kas kemudian dibandingkan dengan totoal aktiva lancar. Dimana kondisi semakin besar rasionya semakin baik pula, rasio ini sama dengan Quick ratio, dimana angkanya tidak harus mencapai 100% (Harahap, 2002 hal 302).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;2. Rasio Solvabilitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Rasio solvabilitas&lt;/b&gt; merupakan rasio yang memiliki kemampuan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dilukuidasi. Perusahaan yang memiliki kekayaan atau aktiva yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya disebut sebagi perusahaan yang solvable, sedang yang tidak disebut dengan perusahaan yang insolvable.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pengelolaan sember dana dari suatu perusahaan. Selain itu rasio ini juga digunakan untuk melihat sumber pendanaan perusahaan, apakah berasal dari hutang atau modal perusahaan. &lt;b&gt;Rasio solvabilitas&lt;/b&gt; di sebut juga &lt;b&gt;&lt;i&gt;rasio leverage&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (pengungkit).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;&lt;b&gt;Rasio solvabilitas terdiri dari :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;a. Rasio Hutang &lt;i&gt;(Debt Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Debt ratio&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau yang biasanya disebut denan rasio hutang ini digunakan untuk mengukur presentase besarnya danan yang berasal dari hutang. Dimana hutang yang dimaksud adalah semua hutang yang dimiliki perusahaan baik yang berjangaka pendek maupun berjangka panjang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Debt Ratio dihitung menggunakan rumus :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7YartqJvP_Ee1BlvQvHHhxgDDYQ2s8nH2rZvJFv90UNSJFXcsEfgYI79PM_QCTzrDE5GymPgRbF6xa0I7kSb2alMnViv23wwEp7NzMPqSJEdchUFo3B_uUEyqh7P_abvNdqN6WyFWiww/s1600/debt.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;58&quot; data-original-width=&quot;247&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7YartqJvP_Ee1BlvQvHHhxgDDYQ2s8nH2rZvJFv90UNSJFXcsEfgYI79PM_QCTzrDE5GymPgRbF6xa0I7kSb2alMnViv23wwEp7NzMPqSJEdchUFo3B_uUEyqh7P_abvNdqN6WyFWiww/s1600/debt.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini akan menggambarkan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva. Dimana kondisi semakin kecil rasionya makan semakin aman (solvable). Sebagai catatan porsi hutang terhadap aktiva harus lebih kecil atau berada dibawahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;b. &lt;i&gt;Debt to equity ratio&lt;/i&gt; atau rasio hutang dengan modal sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maksud dari rasio hutang dengan modal sendiri ini adalah keseimbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri, atau semakin tinggi rasio ini menandakan bahwa modal sendiri lebih kecil dibandingkan dengan hutangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Debt To Equity Ratio dihitung menggunakan rumus :&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLnfafRsgrAVGoNoD9nM2xxZdK3cxqFtMmxa7w9CtZ4luVQy4KOJjuyD3i9NX3Eug6pSt2sT5J1Kg6jIq4CaytXylXDHNCuSH-SGMp2pYTj6MNJRq9QWqbneM4LkpKH93xCI53xuUKUo4/s1600/debt+to.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;61&quot; data-original-width=&quot;326&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLnfafRsgrAVGoNoD9nM2xxZdK3cxqFtMmxa7w9CtZ4luVQy4KOJjuyD3i9NX3Eug6pSt2sT5J1Kg6jIq4CaytXylXDHNCuSH-SGMp2pYTj6MNJRq9QWqbneM4LkpKH93xCI53xuUKUo4/s1600/debt+to.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kita memiliki perusahaan maka sebaiknya besaran hutang tidaklah melebihi modal sendiri. Hal ini dimaksudkan agar beban tetapnya tidak terlalu tingi, jadi dapat disimpulkan bahwa semakin kecil rasio ini semakin baik. Maksudnya adalah semakin kecil hutang terhadap modal, maka semakin aman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;c. Rasio Kemampuan Membayar Bunga &lt;i&gt;(Times Interest Earned Ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada rasio ini solvabilitas keuangan di ukur dasi sejauh mana bunga obligasi dapat di tutup oleh laba. Pada umumnya bank lebih suka meminjamkan uangnya kepada perusahaan yang labanya jauh melebihi pembayaran bunga dan pajak (Earning Before Interest and Tax/EBIT) terhadap pembayaran bunga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Times Interest Earned Ratio&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibmSj1L631wmvdsIaUt4NsRCoEDHh3ow37yN2yjCZ4TSegdwMnkvW1yWDvZb0h34f4W-XUDjQebYjbPAAWOwNKyQ-mDES1Vj1BzqsHQ2MNg-az6uqPkl-IEyVXh_nZ9O_Au3QqkV_94OE/s1600/ebit.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;64&quot; data-original-width=&quot;371&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibmSj1L631wmvdsIaUt4NsRCoEDHh3ow37yN2yjCZ4TSegdwMnkvW1yWDvZb0h34f4W-XUDjQebYjbPAAWOwNKyQ-mDES1Vj1BzqsHQ2MNg-az6uqPkl-IEyVXh_nZ9O_Au3QqkV_94OE/s1600/ebit.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembayaran bunga reguler merupakan rintangan yang harus selalu dihadapi perusahaan jika ingin terhindar dari kegagalan pembayaran. Rasio kemampuan membayar bunga (disebut juga rasio cakupan bunga / interest covered ratio) mengukur seberapa jauh kisaran antara rintangan dan pembuat rintangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;3. Rasio Rentabilitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasio rentabilitas disebut juga rasio profitabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba/keuntungan.&lt;br /&gt;
Rasio ini sering pula disebut sebagai Rasio Profitabilitas, yaitu mengukur performance atau efektifitas manajemen secara keseluruhan sebagaimana ditunjukkan oleh laba yang diperoleh dari penjualan dan investasi.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio yang satu ini cukup mendapatkan perhatian yang khusus karena rasio ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup suatu perusahaan, dan berikut ini adalah beberapa rasio yang termasuk dalam rasio rentabilitas:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;a. Margin Laba Operasi &lt;i&gt;(Operation Profit Margin/OPM)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio ini akan menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Margin Laba menginformasikan laba yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Ketika sebagian perusahaan dibiayai oleh hutang, laba dibagi antara pemegang saham (pemilik) dan pemegang hutang (debitur).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perusahaan biasanya menerapkan pendanaan hutang dan membayarkan&amp;nbsp; sebagian labanya sebagai bunga. Oleh karena itu ketika menghitung margin laba, hutang bunga dimasukkan kembali ke laba bersih. Definisi ini dinamakan margin laba operasi. Perhitungan margin laba operasi dilakukan dengan membandingkan pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) terhadap penjualan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Margin Laba Operasi&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI3GO2jhNAkHosQYNzL1C09aj4qC62Ja0Xm0IkbjvOY7sQM46Je5ZN9L6pcXueaWQKOHOCAWzENj-3N7eE4Oj93D6oqa_zUGcVsC0P81YifL2Hc_2LJj6rZmCx5sWeu1O3rNfGoSM-lok/s1600/opm.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;64&quot; data-original-width=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI3GO2jhNAkHosQYNzL1C09aj4qC62Ja0Xm0IkbjvOY7sQM46Je5ZN9L6pcXueaWQKOHOCAWzENj-3N7eE4Oj93D6oqa_zUGcVsC0P81YifL2Hc_2LJj6rZmCx5sWeu1O3rNfGoSM-lok/s1600/opm.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya margin laba operasi :&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jumlah produk yang terjual&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biaya produksi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beban umum dan administrasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beban pemasaran dan distribusi produk perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;b. Net Profit Margin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut &lt;b&gt;Prastowo dan Juliati 2003:91&lt;/b&gt; margin laba bersih atau Net Profit Margin, berguna untuk mengukur rupiah laba bersih yang diperoleh dari setiap satu rupian penjualan dan kemudian untuk mengukur efisein,  biaya produksi, administrasi, pemasaran, pendanaan, penentuan harga, maupun pengelolaan pajak.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semakin tinggi rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Namun apabila rasionya rendah, hal ini akna menunjukkan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya tertentu, atau biaya yang terlalu tinggi untuk penjualan tertentu, maupun dua kombinasi dari kedua hal tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Net Profit Margin&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVB9RXgbP12_LzaUc_gnNkKDrh0bWq6FZljPE2qzvcBjrtS-_2aSuWmQMgwPkG9j32dYaXiD9LwaJZHIOIyO-KrAYRN3YB6sSOAH_OiC_-CstiauNBMSsTGsDNGt71X5e0E5bXaqsmfRU/s1600/eat.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;51&quot; data-original-width=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVB9RXgbP12_LzaUc_gnNkKDrh0bWq6FZljPE2qzvcBjrtS-_2aSuWmQMgwPkG9j32dYaXiD9LwaJZHIOIyO-KrAYRN3YB6sSOAH_OiC_-CstiauNBMSsTGsDNGt71X5e0E5bXaqsmfRU/s1600/eat.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Fungsi utama dari rasio ini adalah untuk mengukur jumlah setiap laba bersih yang dihasilkan dari setiap satu rupiah penjualan. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi rasio nya maka artinya semakin baik. Mengapa demikian, ini karena perusahaan menunjukan kemampuan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;karla&amp;quot; , sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #0a0a0a; font-size: 17px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;c. Return On Investment (ROI)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam bukunya Sutrisno pada 2001: 255 menjelaskan ROI merupakan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang akan diberdaya gunakan untuk investasi yang dikelurkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan laba pada rasio ini adalah laba besih setelah pajak atau &lt;i&gt;EAT (Earning After Tax)&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ROI&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvhZP5rGYJfptY4FxKhM59QPyptw4kAQbvex8t4LKOix2hxMEjgNoHsyBJXG3jk1ScenOKqJsg-1SdO3J-husOrAyMFE7x-okY5w3beTCTr-jUIMMqN7V_jYojYC0LKPjNiy-wGfE6OWY/s1600/roi.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;49&quot; data-original-width=&quot;185&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvhZP5rGYJfptY4FxKhM59QPyptw4kAQbvex8t4LKOix2hxMEjgNoHsyBJXG3jk1ScenOKqJsg-1SdO3J-husOrAyMFE7x-okY5w3beTCTr-jUIMMqN7V_jYojYC0LKPjNiy-wGfE6OWY/s1600/roi.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ROI &lt;i&gt;(return on investment)&lt;/i&gt; mengacu pada persentase hasil atau (rate of return) dari suatu periode investasi tertentu. Ingat disini ada periode waktu tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ROI dihitung berdasarkan setiap Rupiah yang diinvestasikan (total modal). ROI dihitung berdasarkan arus kas sebenarnya. Cara menghitung ROI adalah keuntungan / modal.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Contoh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pak Ronald investasi di sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000.000. Setahun kemudian Pak Ronald mendapatkan keuntungan investasi sebesar Rp 10.000.000. Maka ROI investasi Pak Ronald adalah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Rp 10.000.000 / Rp 100.000.000 = 10%&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semakin tinggi rasio ini semakin baik, rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih setelah pajak yang dihasilkan dari setiap rupiah investasi yang dikeluarkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;d. ROA (Return On Assets)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;
&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sutrisno 2001:254&lt;/b&gt; menjelaskan bahwa  ROA disebut juga sebagai rentabilitas ekonomi, dimana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ROA &lt;i&gt;(return on asset)&lt;/i&gt; mengacu pada profitabilitas &lt;i&gt;(profitability)&lt;/i&gt; dan efisiensi operasional &lt;i&gt;(operational efficiency)&lt;/i&gt;. ROA sering digunakan untuk membandingkan performa bisnis Anda dibandingkan competitor dan industri sejenis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hal ini laba yang diperoleh merupakan laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ROA dihitung dengan cara : Penghasilan bersih / total aset. Dimana total aset adalah gabungan antara hutang (liability) dan modal  (equity).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ROA&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid6ZGeYncQEiwJMgVkD1P6UU6RG9KKuLJFtcqTlRR7aYk8Q54QI3_W79bja-nC_jX4mquAb6rlG8H2bHR05qW6jo79SvXd-Ppnlk-Bczl4dQKcCjVeWsXgkmjUOSHUdk6fnKRYnw0OPzk/s1600/roa.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;59&quot; data-original-width=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid6ZGeYncQEiwJMgVkD1P6UU6RG9KKuLJFtcqTlRR7aYk8Q54QI3_W79bja-nC_jX4mquAb6rlG8H2bHR05qW6jo79SvXd-Ppnlk-Bczl4dQKcCjVeWsXgkmjUOSHUdk6fnKRYnw0OPzk/s1600/roa.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;e. ROE (Return On Equity)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ROE (return on equity) dapat dihitung dengan rumus Dupont Formula, yang dipengaruhi tiga faktor, profitabilitas (profitability), efisiensi operasional (operational efficiency) dan utang (leverage). ROE dihitung dengan cara: Penghasilan bersih / modal (equity).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada kasus yang sama (Kasus Pak Ronald) ROI dan ROE bisa berbeda, dengan adanya faktor utang atau leverage. Satu hal yang harus diperhatikan adalah menggunakan utang selalu memiliki plus dan minusnya. Jadi pertimbangkan baik-baik saat menggunakan opsi utang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;ROE&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;dihitung menggunakan rumus :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQlp-ZQgzRAnhSfzuLVQi4DLFx4YpfGmffhi9cL4xUPg09IJVFLaSkkbag-KocT21JV-NRlQtgQD2GFbE1mJtaVyihCWloZnDk1D2ljy4apGexowLiNKFSY8877PygvqUD3_RVbcl2fvs/s1600/roe.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;66&quot; data-original-width=&quot;218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQlp-ZQgzRAnhSfzuLVQi4DLFx4YpfGmffhi9cL4xUPg09IJVFLaSkkbag-KocT21JV-NRlQtgQD2GFbE1mJtaVyihCWloZnDk1D2ljy4apGexowLiNKFSY8877PygvqUD3_RVbcl2fvs/s1600/roe.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;Contoh (melanjutkan contoh di atas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pak Ronald investasi di sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000.000. Pak Ronald menggunakan modal sendiri (equity) sebesar Rp 50.000.000.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sisanya Pak Ronald menggunakan utang ke perusahaan (liability) sebesar Rp 50.000.000, dengan bunga 5% per tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setahun kemudian Pak Ronald mendapatkan keuntungan investasi sebesar Rp 10.000.000. Maka ROE investasi Pak Ronald adalah :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Bayar bunga utang = 5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Untung setelah bayar bunga = Rp 10.000.000 – Rp 2.500.000 = Rp 7.500.000&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
ROE Pak Ronald adalah = Rp 7.500.000 / Rp 50.000.000 = 15%.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Rasio Aktivitas/Perputaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Rasio aktivitas di sebut juga &lt;i&gt;Asset Management Ratios&lt;/i&gt; yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya aktivanya agar dapat memberikan aliran kas masuk untuk perusahaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasio efisiensi terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;a. Rasio Perputaran Total Aktiva &lt;i&gt;(Asset turnover ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengenai hal ini Sutrisno dalam bukunya menjelasakan bawa rasio ini merupakan ukuran efektifitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjulan, dimana semakin tinggi tingkat perputaranya semakin efektif  pula perusahaan dalam  memanfaatkan aktivanya.Rasio ini memperlihatkan tingkat keberhasilan perusahaan dalam menggunakan aktivanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rumus :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJQ-TrsaYOcpqRUeWP8awdv5Rz_FpVHGYbJsAVdz5Aqb73rQpd_1W_1h2doDA_dU5EG2V5tDVBzo3swANSJL6W6Yy3VodCHNPS4a44a-BbAYXT8KBHf1js9B6wKulXslEReclyXgnTzvQ/s1600/rpa.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;60&quot; data-original-width=&quot;343&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJQ-TrsaYOcpqRUeWP8awdv5Rz_FpVHGYbJsAVdz5Aqb73rQpd_1W_1h2doDA_dU5EG2V5tDVBzo3swANSJL6W6Yy3VodCHNPS4a44a-BbAYXT8KBHf1js9B6wKulXslEReclyXgnTzvQ/s1600/rpa.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Rasio yang tinggi dalam perputaran total aktiva ini biasanya menunjukan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah menyebabkan manajemen harus melakukan evaluasi  megnenai strategi pemasaranya dan juga pengeluran investasi atau modalnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;b. Rasio Perputaran Persediaan &lt;i&gt;(Inventory turnover ratio)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut &lt;b&gt;Hanafi dan Halim, 2000:80&lt;/b&gt;, adanya perputaran persediaan yang tinggi menandakan semakin tingginya persediaan berputar dalam satu tahun, hal ini menandakan adanya efektifitas manajemen persediaan. Namun sebaliknya, apabila perputaran persediaan yang ada pada perusahaan rendah, maka hal ini menunjukan kurang adanya keefektifan dalam pengelolaan persediaan pada perusahaan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Rumus :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4CDBYDbOp7GVq2763ZXfsIzx4BIGMwmV2NU704K5KG4SK67MfJI1XaqxmhbIIaSLo22sm-fDHVdRMYo2amtEkDB2xdkK5eWXVODq_9APqVobfvLezZMhQJB89F3QxkuIObn8d0mcfYaU/s1600/rpp.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;68&quot; data-original-width=&quot;453&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4CDBYDbOp7GVq2763ZXfsIzx4BIGMwmV2NU704K5KG4SK67MfJI1XaqxmhbIIaSLo22sm-fDHVdRMYo2amtEkDB2xdkK5eWXVODq_9APqVobfvLezZMhQJB89F3QxkuIObn8d0mcfYaU/s1600/rpp.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
Perusahaan yang efisien adalah mereka yang memutar persediaan secara cepat tanpa mengeluarkan modal yang lebih besar daripada kebutuhan akan bahan baku atau barang jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;c. Rata-Rata Periode Penagihan &lt;i&gt;(Average collection period)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rasio ini mengukur seberapa cepat pelanggan membayar tagihan mereka. Rata-rata periode penagihan mengekspresikan piutang dalam penjualan harian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rumus :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf1ut1eYNxNtIRH-G5M0C35eSYPGK61durQNJgu15SWNbGqGYzdLp36psPqqarPPmCRC4s0mw_7S7fiz0420Cy-EH_WZkYT_PyuezAe3yAMPFpXQibypMGqjWPDSwwE5TG9fucVCn99Ac/s1600/rrpp.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;73&quot; data-original-width=&quot;507&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjf1ut1eYNxNtIRH-G5M0C35eSYPGK61durQNJgu15SWNbGqGYzdLp36psPqqarPPmCRC4s0mw_7S7fiz0420Cy-EH_WZkYT_PyuezAe3yAMPFpXQibypMGqjWPDSwwE5TG9fucVCn99Ac/s1600/rrpp.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/1637764413551256872/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/rasio-keuangan-financial-ratio.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1637764413551256872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/1637764413551256872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/rasio-keuangan-financial-ratio.html' title='Rasio Keuangan (Financial Ratio)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4wubZYE7hptPVq4Y4-0FLdocNXMqDbdk1iQQKCb5P92e-ent_FnZDDCQAkkxDMMKeRMToz-QrzxeC-kAM1l6WBwoLG68A49ihpU8VX-BtVBWVBeSApdtsR94I7vVSGD-Yrqzewmt2Anc/s72-c/financial-ratio.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-26626010581777405</id><published>2018-11-11T19:58:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:25:58.587+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Produk dan Jasa"/><title type='text'>Produk dan Jasa</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7iBkGDJi2QdXBkJw7GVh1Xrd5LfbYhFqCx8qSMNWKLOcHN6hpbymHeAPTmhT9XTaFRGZ3iLRD_HcvUKRr0zbLGjSX7mEBpHWtL3eesxeQ93v0RnA-IggD3dCvaNU_rsfPbxSfMeUmm8/s1600/product-product-product-sml.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;325&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;216&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7iBkGDJi2QdXBkJw7GVh1Xrd5LfbYhFqCx8qSMNWKLOcHN6hpbymHeAPTmhT9XTaFRGZ3iLRD_HcvUKRr0zbLGjSX7mEBpHWtL3eesxeQ93v0RnA-IggD3dCvaNU_rsfPbxSfMeUmm8/s400/product-product-product-sml.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produk dan Jasa &lt;i&gt;(Product &amp;amp; Service)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata produk berasal dari bahasa Inggris product yang berarti &quot;sesuatu yang diproduksi oleh tenaga kerja atau sejenisnya&quot;.Bentuk kerja dari kata product, yaitu produce, merupakan serapan dari bahasa latin prōdūce(re), yang berarti (untuk) memimpin atau membawa sesuatu untuk maju. Pada tahun 1575, kata &quot;produk&quot; merujuk pada apapun yang diproduksi &lt;i&gt;(&quot;anything produced&quot;)&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;Namun sejak 1695, definisi kata product lebih merujuk pada sesuatu yang diproduksi (&quot;thing or things produced&quot;). Produk dalam pengertian ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh ekonom-politisi Adam Smith.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam penggunaan yang lebih luas, produk dapat merujuk pada sebuah barang atau unit, sekelompok produk yang sama, sekelompok barang dan jasa, atau sebuah pengelompokan industri untuk barang dan jasa.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam bisnis, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.&amp;nbsp;Dalam tingkat pengecer, produk sering disebut sebagai merchandise. Dalam manufaktur, produk dibeli dalam bentuk barang mentah dan dijual sebagai barang jadi. Produk yang berupa barang mentah seperti metal atau hasil pertanian sering pula disebut sebagai komoditas.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;Definisi Produk Menurut Para Ahli&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;
&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Swastha dan Irawan (1990:165)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Swastha dan Irawan, Produk adalah suatu sifat kompleks, baik dapat diraba maupun tidak diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan, pelayanan pengusaha dan pengecer, yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Fandy Tjiptono (1999:95)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Fandy Tjiptono, Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminya, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Stanton (1996:222)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Stanton, Produk adalah kumpulan dari atribut-atribut yang nyata maupun tidak nyata, termasuk didalamnya kemasan, warna, harga, kualitas dan merk ditambah dengan jasa dan reputasi penjualan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;William J. Stanton&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut William J. Stanton, Dalam arti sempit, Produk adalah sekumpulan atribut fisik secara nyata yang berhubungan dalam bentuk yang bisa diidentifikasikan. Sedangkan secara umum, produk adalah sekumpulan atribut yang nyata dan tidak nyata yang didalamnya tercakup warna, harga, kemasan, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik dan pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang dapat memuaskan keinginannya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Philip Kotler&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Kotler, Produk memiliki arti yang luas yaitu segala sesuatu yang ditawarkan, dimiliki, ipergunakan atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan termasuk didalamnya fisik, jasa, orang, tempat organisasi dan gagasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;H. Djaslim Saladin, SE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
H. Djaslim Saladin, SE mengemukakan beberapa pengertian produk diantaranya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pengertian produk dalam arti sempit yaitu sekumpulan sifat fisik dan kimia yang berwujud yang dihimpun dalam suatu bentuk serupa dan yang telah dikenal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengertian produk dalam arti luas yaitu sekelompok sifat yang berwujud dan tidak berwujud yang didalamnya tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan yang diberikan konsumen dan pengecer yang dapat diterima konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengertian produk secara umum yaitu segala sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Jenis-Jenis Produk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jenis Produk menurut Sifat/Intensitas kebutuhan pemakainya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk Primer&lt;/b&gt; : Produk utama yang dibutuhkan masyarakat , seperti rumah, makanan, dan pakaian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk Sekunder (Penunjang)&lt;/b&gt; : Produk penunjang kehidupan masyarakat agar lebih baik, seperti Jasa Pendidikan, Produk Kesehatan, Telepon Genggam (HP), Komputer, radio, televise, dsb&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk Tertiter&lt;/b&gt; : Produk kebutuhan pelengkap yang sifatnya mewah, seperti : mobil mewah,rumah mewah,home-teather,dll&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Namun Secara umum terdapat 2 macam produk yaitu produk konsumsi dan produk industri.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk konsumsi&lt;/b&gt; adalah produk yang dipakai oleh konsumen akhir. Dalam hal ini, produk yang dibeli akan dikonsumsi atau diguankan langsung dan tidak dijual maupun dibisniskan kembalioleh orang yang bersangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk Industri &lt;/b&gt;adalah produk yang sengaja dibeli sebagai bahan baku maupu sebagai barang yang diperdagangkan kembali oleh pembelinya. Dalam hal ini, produk yang dibeli akan dibuat menjadi produk lain maupan dijual kembali dengan tujuan mencari keuntungan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Klasifikasi Produk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Kotler (2000:45), produk diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Berdasarkan Wujud&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan wujudnya, produk diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: &lt;b&gt;Barang dan Jasa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Barang&lt;/b&gt; adalah produk yang berwujud fisik, sehingga dapat dilihat, diraba, disetuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan perlakukan fisik lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jasa&lt;/b&gt; adalah aktivitas, manfaat dan kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contoh produk berupa jasa diantaranya seperti salon, hotel dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Berdasarkan Daya Tahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan daya tahannya, produk dikategorikan menjadi 2 yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Barang tidak tahan lama &lt;i&gt;(nondurable goods)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Contohnya: sabun, pasta gigi dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Barang tahan lama &lt;i&gt;(durable goods)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah barang berwujud yang biasanya dapat bertahan lama dengan banyaknya pemakaian. Contohnya: lemari es dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menurut Fandy Tjiptono&lt;/b&gt;&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;produk diklasifikasikan menjadi barang konsumen dan barang industri:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Barang Konsumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Barang Konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir dan bukan untuk kepentingan bisnis, terdapat empat jenis barang konsumen yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Convenience Goods&lt;/b&gt; yaitu barang yang umumnya memiliki frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), diperlukan dalam waktu segera dan membutuhkan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembeliannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Shooping Goods&lt;/b&gt; adalah barang yang proses pemilihan dan pembelianya konsumen membandingkan harga, kualitas, dan model diantara berbagai alternatif yang ada. Contohnya: alat rumah tangga, pakaian dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Speciality goods&lt;/b&gt; adalah barang yang memiliki karakteristik atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha khusus untuk membelinya. Umumnya jenis barang ini terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, seperti mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Unsought goods&lt;/b&gt; adalah barang yang tidak diketahui maupun telah diketahui konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Contohnya: batu nisan, ensiklopedi, tanah pekuburan dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Barang Industri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Barang industri adalah barang yang di konsumsi oleh konsumen antara atau konsumen bisnis. Barang industri ini selain digunakan untuk di konsumsi langsung, yaitu untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Terdapat 3 kelompok barang industri, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Material and part&lt;/b&gt; adalah barang yang sepenuhnya masuk dalam produk jadi. Kelompok ini dibagi menjadi bahan baku, bahan jadi dan suku cadang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Capital Items&lt;/b&gt; adalah barang tahan lama yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Supplies and service&lt;/b&gt; adalah barang yang tidak tahan lama dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan/mengelola keseluruhan produk jadi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Tingkatan Produk&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Produk dibagi menjadi lima tingkatan diantaranya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat dasar dari produk yang ditawarkan pada konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentuk dasar dari produk yang dapat dirasakan panca indera.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Serangkaian atribut produk dan kondisi yang diharapkan pembeli pada saat membeli produk.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesuatu yang membedakan antara produk yang ditawarkan dengan produk yang ditawarkan lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semua argumentasi dan perubahan bentuk yang dialami oleh produk dimasa datang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Menurut Pandy Tjiptono (1999:96-97) :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam merencanakan penawaran produk pemasaran perlu memahami tingkatan produk seperti:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produk utama &lt;i&gt;(core benefit)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah manfaat sebenarnya yang perlukan dan akan dikonsumsi konsumen setiap produk.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produk generic&lt;/b&gt; yaitu produk dasar yang memenuhi fungsi produk paling dasar atau rancangan produk minimal bisa berfungsi.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produk harapan &lt;i&gt;(expected product)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal diharapkan dan disepakati untuk dibeli.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Produk pelengkap &lt;i&gt;(equipmented product)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah berbagai atribut produk yang dilengkapi berbagai manfaat dan layanan sehingga dapat menentukan tambahan kepuasan dan dapat dibedakan dengan produk asing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Produk potensial&lt;/b&gt; adalah segala jenis tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk suatu produk di masa mendatang&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Barang menurut motivasi pembeli dan penggunaannya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Consumer Goods&lt;/b&gt; : Barang yang dibeli untuk langsung dihabiskan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Industrial Goods&lt;/b&gt; : Barang (Bahan Baku) atau Bahan Mentah yang di beli untuk untuk diolah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Business Goods&lt;/b&gt; : Barang yang dibeli untuk di jual kembali, dikombinasikan dengan barang lain, dibuat inovatif dan mencirikan perusahaan penjual.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;PENGERTIAN JASA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum, &lt;b&gt;Jasa&lt;/b&gt; adalah pemberian suatu kinerja atau tindakan tak kasar mata dan satu pihak kepada pihak lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada umumnya jasa diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan, di mana interaksi antara pemberi jasa dan penerima jasa mempengaruhi hasil jasa tersebut. Dalam pengertian yang lain, &lt;b&gt;jasa&lt;/b&gt; adalah kegiatan yang dapat diidentifikasikan, yang bersifat tak teraba, yang direncanakan untuk pemenuhan kepuasan konsumen. Untuk menghasilkan jasa mungkin perlu atau mungkin juga tidak perlu penggunaan barang yang berwujud. Walaupun diperlukan barang berwujud, akan tetapi tidak terdapat pemindahan hak milik atas benda tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jasa merupakan aktivitas, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya bengkel, salon, kursus, hotel, rumah sakit, cafe dan sebagainya. Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata ‘jasa’ (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi sampai jasa sebagai suatu produk. Sejauh ini sudah banyak pakar pemasaran jasa yang berusaha mendifinisikan pengertian jasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Definisi Jasa menurut beberapa ahli :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Norman (1984)&lt;/b&gt;&amp;nbsp;memberikan pengertian jasa yaitu jasa terdiri dari tindakan dan interaksi yang merupakan kontak sosial. Jasa lebih dan sekadar hasil sesuatu yang tak terhalang, dan jasa merupakan interaksi sosial antara produsen dan konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;( Kotler,1994 )&lt;/b&gt;.Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apa pun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;( Lehtinen, 1983 )&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;A service is an activity or a series of activities which take place in interactions with a contact person or physical machine and which provides consumer satisfaction&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;(Gronroos, 1 990)&lt;/b&gt;&lt;i&gt;“A service is an activity or series of activities of more or less intangible nature that normally, hut not necessarile, take place in interactions between the customer and service employees and/or physical resources or good ard/or system of the service provider, which are provided as solutions to customer problems.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394;&quot;&gt;(jasa adalah proses yang terdiri atas serangkaian aktivitas intangible yang biasanya(namun tidak harus selalu) terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisik atau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Adrian Payne&lt;/b&gt;: jasa adalah aktivitas ekonomi yang mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangibel yang berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Perubahan daiam kondisi bisa saja muncul dan produksi suatu jasa bisa memiliki atau bisa juga tidak mempunyai kaitan dengan produk fisik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara perusahaan yang memberikan operasi jasa adalah perusahaan yang memberikan konsumen produk jasa baik yang berwujud atau tidak, seperti transportasi, hiburan, restoran dan pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari definisi di atas, tampak bahwa di dalam jasa selalu ada interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen, meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Karakteristik Barang dan Jasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Beberapa karakteristik utama dari jasa, menurut Kotler(1 993:230), adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. &lt;i&gt;Intangibility&lt;/i&gt; (Tidak berwujud)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karma tidak bisa dindentifikasi oleh ke lima indera manusia, seperti: dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum terjadi proses transaksi pembelian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. &lt;i&gt;Inseparability&lt;/i&gt; (Tidak dapat dipisahkan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang maupun mesin, disamping itu apakah sumber itu hadir atau tidak, produk fisik yang berwujud tetap ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. &lt;i&gt;Variability&lt;/i&gt; (Berubah-ubah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jasa dapat mudah berubah-ubah karena jasa ini tergantung pada siapa yang menyajikan, kapan, dan dimana disajikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. &lt;i&gt;Perishability&lt;/i&gt; (Daya tahan)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jasa tidak dapat disimpan dan tidak memiliki daya than yang lama karena sifatnya tergantung dari fluktuasi permintaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Macam-macam jasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Converse (1992:233), macam-macam jasa seperti yang telah disebutkan diatas, dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. Personalized services&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Personal services adalah jasa yang sangat mengutamakan pelayanan orang dan perlengkapannya, seperti tukang cukur, salon kecantikan, laundry, foto. Sementara itu, yang sangat perlu diperhatikan dalam pemasaran jasa antara lain adalah, lokasi yang baik, menyediakan fasilitas dan suasana yang menarik, serta nama baik yang bersangkutan. Dalam marketing personal services diusahakan supaya timbul semacam patronage motive yaitu keinginan untuk menjadi langganan tetap. Contohnya patronage ini bisa timbul di dalam usaha laundries, karena kebersihan, layanan yang ramah tamah serta baik, dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. Financial services&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Financial services&lt;/i&gt; terdiri dari:&lt;br /&gt;
a) &lt;i&gt;Banking services &lt;/i&gt;(Bank).&lt;br /&gt;
b) &lt;i&gt;Insurance services &lt;/i&gt;(Asuransi).&lt;br /&gt;
c) &lt;i&gt;Investment securities&lt;/i&gt; (Lembaga penanaman modal).&lt;br /&gt;
d) &lt;i&gt;Public utility and Transportation services.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perusahaan &lt;i&gt;public utility&lt;/i&gt; mempunyai monopoli secara alamiah, misalnya perusahaan listrik, air minum. Para pemakainya terdiri dari: Domestic consumer (konsumen lokal), Commercial and office (perkantoran dan perdagangan), Municipalities (kota praja, pemda).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sedangkan dalam &lt;i&gt;transportation services&lt;/i&gt;, meliputi: angkutan kereta api, kendaraan umum, pesawat udara, dsb. Pelayanan disini ditujukan untuk angkutan penumpang dan angkutan barang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;3. Entertainment&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah usaha-usaha dibidang olahraga, bioskop, gedung-gedung pertunjukan, dan usaha-usaha hiburan lainnya. Metode marketing yang dipakai adalah sistem penyaluran langsung dimana karcis dijual di loket-loket.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. Hotel services&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hotel merupakan salah satu sarana dalam bidang kepariwisataan. Dalam hal ini hotel perlu mengadakan kegiatan bersama dengan tempat-tempat rekreasi, hiburan, travel biro, dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Administrasi umum: pendidikan, pemerintah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/26626010581777405/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/produk-dan-macam-macam-produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/26626010581777405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/26626010581777405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/produk-dan-macam-macam-produk.html' title='Produk dan Jasa'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi7iBkGDJi2QdXBkJw7GVh1Xrd5LfbYhFqCx8qSMNWKLOcHN6hpbymHeAPTmhT9XTaFRGZ3iLRD_HcvUKRr0zbLGjSX7mEBpHWtL3eesxeQ93v0RnA-IggD3dCvaNU_rsfPbxSfMeUmm8/s72-c/product-product-product-sml.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-6471774134095152461</id><published>2018-11-02T22:28:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:26:36.877+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana penjualan"/><title type='text'>Rencana Penjualan  (Budget Penjualan)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAs7mJZCAvV09XweU1moeidPpkDCxNw5FZqG4bwRRt1gQxXbn1ABYRBcjJrS7yxOp1bhh1_1W0nEqM_uZ1U2Vn_VN7EwwoaPLiKuiVqdZYDee9yovXj-zwBJVd34VZMjDBJdXVQTKJsqo/s1600/fa-besokare222.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;415&quot; data-original-width=&quot;640&quot; height=&quot;207&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAs7mJZCAvV09XweU1moeidPpkDCxNw5FZqG4bwRRt1gQxXbn1ABYRBcjJrS7yxOp1bhh1_1W0nEqM_uZ1U2Vn_VN7EwwoaPLiKuiVqdZYDee9yovXj-zwBJVd34VZMjDBJdXVQTKJsqo/s320/fa-besokare222.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Rencana Penjualan&amp;nbsp; (Budget Penjualan)&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam membuat rencana penjualan perusahaan, cara yang efektif adalah dengan membuat Anggaran Penjualan atau Budget Penjualan (Sales Budget).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Budget Penjualan&lt;/b&gt; adalah budget yang merencanakan secara terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang&amp;nbsp; jenis (kualitas) barang, jumlah (kuantitas) barang, dan harga barang yang akan dijual, serta waktu dan tempat (daerah) penjualannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kegunaan Budget Penjualan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Secara Umum&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebagai pedoman kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai alat pengkoordinasian kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai alat pengawasan kerja&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Secara Khusus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai dasar penyusunan semua budget-budget dalam perusahaan karena budget penjualan harus di susun paling awal daripada budget-budget yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menyusun Budget penjualan, secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu :&lt;br /&gt;
1. Faktor-Faktor Internal, yaitu data, informasi dan pengalaman yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penjualan pada tahun-tahun yang lalu meliputi jenis, jumlah, harga, waktu dan tempat penjualannya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan perusahaan seperti penetapan harga jual, media promosi yang dipilih, pemilihan saluran distribusi dan sebagainya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenaga kerja yang tersedia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Modal kerja yang dimiliki perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Faktor-Faktor Eksternal, yaitu data, informasi dan pengalaman yang diperoleh dari luar perusahaan itu sendiri, seperti :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tingkat penghasilan masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan pemerintah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keadaan persaingan di pasar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Posisi perusahaan dalam persaingan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tingkat pertumbuhan penduduk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keadaan perekonomian nasional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemajuan teknologi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Cara Melakukan Penaksiran &lt;i&gt;(forecasting)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Suatu budget dapat berfungsi dengan baik bilamana taksiran-taksiran &lt;i&gt;(forecasting)&lt;/i&gt; yang termuat didalamnya cukup akurat, sehinga tidak jauh berbeda dengan realisasi nantinya. Khususnya penaksiran tentang jumlah barang yang akan dijual beserta harganya, disertai dengan jenis produk, waktu dan tempat penjualannya.&lt;br /&gt;
Menurut sifatmya metode untuk melakukan penaksiran dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :&lt;br /&gt;
1. Bersifat Kualitatif &lt;i&gt;(non statistical method atau opinion method)&lt;/i&gt;, yaitu cara penaksiran yang menitik beratkan pada pendapat seseorang. Cara penaksiran semacam ini mempunyai kelemahan yaitu bahwa pendapat seseorang yang sering cenderung subyektif daripada obyektif. Sehingga hasil taksirannya diragukan keakuratannya.&lt;br /&gt;
Beberapa cara penaksiran yang bersifat kualitatif :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pendapat konsumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendapat Pimpinan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendapat Lembaga Penyalur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendapat Para Ahli&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
2. Bersifat Kuantitatif (statistical method), yaitu cara penaksiran yang menitik beratkan pada perhitungan-perhitungan angka dengan menggunakan berbagai metode statistika. Dengan harapan hasil penaksiran dapat lebih obyektif. Namun metode ini juga memiliki kelemahan yaitu tidak dapat mengukur hal-hal yang bersifat kualitatif seperti : selera konsumen, kebiasaan konsumen, pola pikir masyarakat dan sebagianya.&lt;br /&gt;
Adapun cara penaksiran yang bersifat kuantitatif antara lain :&lt;br /&gt;
a. Berdasarkan pada data historis dari satu variabel saja, yaitu variabel yang akan ditaksir, seperti :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Metode trend bebas &lt;i&gt;(free hand method)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode trend setengah rata-rata &lt;i&gt;(semi average method)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode trend moment &lt;i&gt;(moment method)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode trend least square &lt;i&gt;(lesat square method)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode kuadratik &lt;i&gt;(parabolic method)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
b. Berdasarkan data historis dari variabel yang akan ditaksir (variabel terikat) serta hubungannya dengan data historis dari variabel lain (variabel bebas) yang di duga memiliki pengaruh yang signifikan (cukup kuat) terhadap perubahan/perkembangan dari variabel yang akan ditaksir.&lt;br /&gt;
Cara penaksiran seperti ini misalnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Metode Regresi Tunggal (sederhana), dimana penaksiran hanya menggunakan satu variabel bebas&amp;nbsp; dan satu variabel terikat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode Regresi Berganda &lt;i&gt;(multiple regression)&lt;/i&gt;, dimana penaksirannya mengunakan 1 variabel terikat dan menggunakan lebih dari 1 variabel bebas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
c. Metode penaksiran statistika (trend ataupun regresi) yang diterapkan pada berbagai analisis khusus, misalnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Analisis Industri atau Analisis Market Share&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Analisis Jenis-Jenis Produk Yang Dihasilkan Perusahaan &lt;i&gt;(product line)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Analisis Pemakai Produk Akhir &lt;i&gt;(end user analysis)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Karena penaksiran &lt;i&gt;(forecasting)&lt;/i&gt; yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif memiliki kebaikan dan kelemahan masing-masing, maka dalam penggunaannya, cara penaksiran yang bersifat kuantitatif dipakai sebagai metode penaksiran yang pokok (utama) sedangkan penaksiran yang bersifat kualitatif dipergunakan sebagai pelengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Dalam blog ini yang akan dibahas hanya tentang cara analisis mempergunakan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Metode Trend Moment&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Metode Least Square&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; saja.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;METODE TREND MOMENT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rumus yang dipergunakan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=Y%27=a+bX&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?Y&#39;=a+bX&quot; title=&quot;Y&#39;=a+bX&quot; /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;!--[if gte msEquation 12]&gt;&lt;m:oMathPara&gt;&lt;m:oMath&gt;&lt;m:sSup&gt;&lt;m:sSupPr&gt;&lt;span
    style=&#39;font-family:&quot;Cambria Math&quot;,&quot;serif&quot;;mso-ascii-font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
    mso-hansi-font-family:&quot;Cambria Math&quot;;font-style:italic;mso-bidi-font-style:
    normal&#39;&gt;&lt;m:ctrlPr&gt;&lt;/m:ctrlPr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:sSupPr&gt;&lt;m:e&gt;&lt;i style=&#39;mso-bidi-font-style:
    normal&#39;&gt;&lt;span style=&#39;font-family:&quot;Cambria Math&quot;,&quot;serif&quot;&#39;&gt;&lt;m:r&gt;Y&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:e&gt;&lt;m:sup&gt;&lt;i
    style=&#39;mso-bidi-font-style:normal&#39;&gt;&lt;span style=&#39;font-family:&quot;Cambria Math&quot;,&quot;serif&quot;&#39;&gt;&lt;m:r&gt;&#39;&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:sup&gt;&lt;/m:sSup&gt;&lt;i
  style=&#39;mso-bidi-font-style:normal&#39;&gt;&lt;span style=&#39;font-family:&quot;Cambria Math&quot;,&quot;serif&quot;&#39;&gt;&lt;m:r&gt;=&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;a&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;+&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;bX&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:oMath&gt;&lt;/m:oMathPara&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !msEquation]--&gt;&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 11pt;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype
 id=&quot;_x0000_t75&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; o:spt=&quot;75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot;
 path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; filled=&quot;f&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok=&quot;f&quot; gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot;/&gt;
 &lt;o:lock v:ext=&quot;edit&quot; aspectratio=&quot;t&quot;/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id=&quot;_x0000_i1025&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;width:57.75pt;
 height:12.75pt&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\fujitsu\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png&quot;
  o:title=&quot;&quot; chromakey=&quot;white&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
dimana :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\Sigma&amp;amp;space;Y=n.a&amp;amp;space;+&amp;amp;space;b.\Sigma&amp;amp;space;X&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?%5CSigma&amp;amp;space;Y=n.a&amp;amp;space;+&amp;amp;space;b.%5CSigma&amp;amp;space;X&quot; title=&quot;\Sigma Y=n.a + b.\Sigma X&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\Sigma&amp;amp;space;XY=a.\Sigma&amp;amp;space;X+&amp;amp;space;b.\Sig&amp;amp;space;{X}^{2}&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?%5CSigma&amp;amp;space;XY=a.%5CSigma&amp;amp;space;X+&amp;amp;space;b.%5CSig&amp;amp;space;%7BX%7D%5E%7B2%7D&quot; title=&quot;\Sigma XY=a.\Sigma X+ b.\Sig {X}^{2}&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan :&lt;br /&gt;
Y&#39; = nilai trend&lt;br /&gt;
Y = data historis&lt;br /&gt;
X = parameter penganti waktu (tahun)&lt;br /&gt;
n = jumlah data&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ilustrasi :&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
Diketahui data historis tentang harga dari sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Harga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.660&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.680&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.590&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2013&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.740&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2014&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.700&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2016&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.780&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2017&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.800&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: red;&quot;&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;42.480&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik penyelesaiannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;left&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Harga &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(Y)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(XY)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.660&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.680&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.680&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.590&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9.180&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;14.130&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2013&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.740&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;18.960&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2014&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;23.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.700&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;28.620&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2016&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.780&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;33.460&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2017&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.800&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;38.400&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;64&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: red; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;42.480&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;36&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;171.180&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;204&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menerapkan rumus di atas maka dapat di hitung :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; 42.480 =&amp;nbsp; &amp;nbsp;9a +&amp;nbsp; &amp;nbsp;36b&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;--&amp;gt; persamaan pertama ( x4 )&lt;br /&gt;
171.180 = 36a + 204b&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;--&amp;gt; persamaan kedua ( x1 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
169.920 = 36a + 144b&lt;br /&gt;
171.180 = 36a + 204b&lt;br /&gt;
---------------------------&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; - 1.260 = - 60b&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;b = 21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diketahui nilai b = 21, selanjutnya dimasukkan ke dalam persamaan pertama :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
42.480 = 9a + 36(21)&lt;br /&gt;
42.480 = 9a + 756&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;9a = 41.724&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;a = 4.636&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi fungsi garis lurus yang dicari (diperoleh)&amp;nbsp; adalah :
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=Y%27=4.636&amp;amp;space;+&amp;amp;space;21X&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?Y&#39;=4.636&amp;amp;space;+&amp;amp;space;21X&quot; title=&quot;Y&#39;=4.636 + 21X&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan diketahui fungsi nya maka dapat dipergunakan untuk menaksir harga tahun 2018 yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nilai X untuk tahun 2018 adalah 9, maka :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=Y%27=4.636&amp;amp;space;+&amp;amp;space;21(9)&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?Y&#39;=4.636&amp;amp;space;+&amp;amp;space;21(9)&quot; title=&quot;Y&#39;=4.636 + 21(9)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=Y%27=4.825&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?Y&#39;=4.825&quot; title=&quot;Y&#39;=4.825&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibuat grafik untuk membandingkan antara HARGA RIIL dengan HARGA FORECAST adalah seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicnz17ifrcd4asPa05EtZ46R6k04xY0FsLo7P_Wtqrl5daY7hkRjXtFg-pqYfVpeeU1rr-QnkGFyfD5nGCcWlswpw64SOUMhSwbXzjCOtl5amfKHoti2DH7d7YQAh5kLt5BI56lQ-vfKU/s1600/grafik.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;603&quot; data-original-width=&quot;1113&quot; height=&quot;216&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicnz17ifrcd4asPa05EtZ46R6k04xY0FsLo7P_Wtqrl5daY7hkRjXtFg-pqYfVpeeU1rr-QnkGFyfD5nGCcWlswpw64SOUMhSwbXzjCOtl5amfKHoti2DH7d7YQAh5kLt5BI56lQ-vfKU/s400/grafik.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;METODE LEAST SQUARE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Metode ini sebenarnya sama dengan metode trend moment, perbedaannya hanya perlakuan terhadap nilai parameter X. Dimana jumlah parameter X diusahakan sedemikian rupa sehingga sama dengan nol. atau  
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\Sigma&amp;amp;space;X=0&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?%5CSigma&amp;amp;space;X=0&quot; title=&quot;\Sigma X=0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehingga rumus dengan metode least square menjadi lebih sederhana, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=Y%27=a+bX&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?Y&#39;=a+bX&quot; title=&quot;Y&#39;=a+bX&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=a=\frac{\Sigma&amp;amp;space;Y}{n}&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?a=%5Cfrac%7B%5CSigma&amp;amp;space;Y%7D%7Bn%7D&quot; title=&quot;a=\frac{\Sigma Y}{n}&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=b=\frac{\Sigma&amp;amp;space;XY}{X^{2}}&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?b=%5Cfrac%7B%5CSigma&amp;amp;space;XY%7D%7BX%5E%7B2%7D%7D&quot; title=&quot;b=\frac{\Sigma XY}{X^{2}}&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
maka dengan metode trend least square akan terlihat sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;left&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Harga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(Y)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(XY)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.660&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;-4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 18.640&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.680&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;-3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 14.040&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.590&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;-2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 9.180&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;-1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2013&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.740&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2014&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 4.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.700&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 9.540&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2016&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.780&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 14.340&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2017&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.800&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 19.200&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;17&quot; src=&quot;moment_files/image001.png&quot; width=&quot;9&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;42.480&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1.260&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;60&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
contoh di atas adalah apabila data historis berjumlah ganjil, jika data historis berjumlah genap maka susunan parameter X akan sedikit berbeda tetapi tetap berpedoman bahwa jumlah paramater X sama dengan nol
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;left&quot; border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Harga &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(Y)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(XY)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;background: rgb(0, 176, 240); border-left: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;(X&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.670&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 42.030&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.660&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 32.620&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.680&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 23.400&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.590&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 13.770&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2012&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;- 4.710&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2013&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.740&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 4.740&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2014&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.750&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 14.250&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.700&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 23.500&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;25&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2016&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.780&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 33.480&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;49&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2017&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;4.800&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;+ 43.200&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;81&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.75pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;104&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 11pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;17&quot; src=&quot;moment_files/image001.png&quot; width=&quot;9&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;47.150&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;2.620&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid; border-left: none; border-right: 1pt solid; border-top: none; padding: 0cm 5.4pt; width: 70.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;94&quot;&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;330&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
selanjutnya selesaikan sendiri
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/6471774134095152461/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/rencana-penjualan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6471774134095152461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6471774134095152461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/11/rencana-penjualan.html' title='Rencana Penjualan  (Budget Penjualan)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAs7mJZCAvV09XweU1moeidPpkDCxNw5FZqG4bwRRt1gQxXbn1ABYRBcjJrS7yxOp1bhh1_1W0nEqM_uZ1U2Vn_VN7EwwoaPLiKuiVqdZYDee9yovXj-zwBJVd34VZMjDBJdXVQTKJsqo/s72-c/fa-besokare222.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-7800544443770618917</id><published>2018-10-31T22:37:00.005+07:00</published><updated>2021-05-01T07:27:19.708+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Laporan Keuangan"/><title type='text'>Laporan Keuangan (Financial Statements)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisGvub4Fbsb75qhxFi4hjveHHXRbcZIlo6BGOI9XrYO_EpQaewEaywSlTc3RV1XBQbsKL1KeoOhBGplS5JyLbtQtlHyZoiuDB78n2OeCxRCeoty9GKLs2mgugVLSsMpoWUqszrnv-Yu3s/s1600/financial-statements-28845002+%25281%2529.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;946&quot; data-original-width=&quot;1244&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisGvub4Fbsb75qhxFi4hjveHHXRbcZIlo6BGOI9XrYO_EpQaewEaywSlTc3RV1XBQbsKL1KeoOhBGplS5JyLbtQtlHyZoiuDB78n2OeCxRCeoty9GKLs2mgugVLSsMpoWUqszrnv-Yu3s/s320/financial-statements-28845002+%25281%2529.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;Laporan Keuangan &lt;i&gt;(Financial Statements)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Laporan keuangan&lt;/b&gt; adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menurut PSAK No. 1 Tahun 2015&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Laporan Keuangan adalah penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Laporan ini menampilkan sejarah entitas yang dikuantifikasi dalam nilai moneter.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menurut Baridwan (2004:17)&lt;/b&gt; dalam &lt;i&gt;Intermediate Accounting&lt;/i&gt;, mendefinisikan Laporan Keuangan adalah ringkasan suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Neraca&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan laba rugi komprehensif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan perubahan ekuitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Pemakai Laporan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Investor&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karyawan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberi Pinjaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemasok dan Kreditor usaha lainnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelanggan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemerintah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Laporan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Standar Akuntansi Keuangan&lt;/span&gt; yang dikeluarkan oleh &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Ikatan Akuntan Indonesia&lt;/span&gt; tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.&lt;br /&gt;
Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dapat Dipahami&lt;/b&gt;, Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Relevan&lt;/b&gt;, Laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keandalan&lt;/b&gt;, Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Dapat diperbandingkan, &lt;/b&gt;Informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Manfaat Laporan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika perusahaan sudah memiliki laporan keuangan yang lengkap, tentu&amp;nbsp; sudah merasakan banyak manfaatnya. Pengambilan keputusan lebih tajam dan kualitas keputusan juga lebih baik. Nah bagi prusahaan yang belum memiliki laporan keuangan, berikut beberapa manfaat laporan keuangan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Internal&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;1. Pengelola (direksi &amp;amp; manajemen)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Laporan keuangan memberikan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan, evaluasi usaha yang sedang berjalan, melakukan budgeting dan kontrol internal. Jika informasi keuangan yang diberikan akurat, maka pengelola bisa mengambil keputusan dengan jernih berdasarkan data-data yang dimiliki.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;2. Karyawan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Karyawan Anda akan tertarik dengan informasi keuangan yang terkait dengan stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Hal ini dapat memberikan gambaran apakah perusahaan mampu  memberikan balas jasa dan menyediakan kesempatan bekerja dan berkarir untuk jangka waktu yang lama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Eksternal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;1. Investor/owner&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Investor atau owner berkepentingan dengan informasi yang berhubungan dengan resiko yang terkait dengan investasi modal. Informasi tersebut akan membantu mengambil keputusan apakah harus menambah modal, mengurangi atau menjual sahamnya. Selain itu investor juga perlu menilai kemampuan perusahaan membayarkan dividen/bagi hasil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;2. Pemberi Pinjaman&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pihak yang memberi pinjaman berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang beserta bunganya dengan tepat waktu. Laporan keuangan dapat membantu mereka untuk menentukan besar plafon, bunga dan jangka waktu yang diberikan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3. Supplier&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pihak supplier dan pemberi hutang jangka pendek lainnya berkepentingan dengan informasi yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendeknya. Informasi tersebut akan membantu supplier untuk menentukan jumlah piutang yang diberikan dan jangka waktunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;4. Pelanggan&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pelanggan memerlukan informasi yang berhubungan dengan kelangsungan perusahaan, terutama pelanggan yang melakukan kerjasama jangka panjang. Pelanggan yang loyal membutuhkan hubungan jangka panjang dan langgeng.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;5. Pemerintah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi pemerintah, mereka dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar pajak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;open sans&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif&quot; style=&quot;background-color: #e6e6e6; color: #444444; font-size: 14px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Laporan Laba Rugi&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;(Profit And Lost Statement  atau Income Statements)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Laporan laba rugi&lt;/b&gt; adalah laporan yang dihasilkan pada satu periode buku yang menyajikan seluruh pendapatan dan biaya perusahaan dan menghasilkan laba bersih atau rugi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;M&lt;/b&gt;&lt;b&gt;enurut Van Horne dan Wachowicz&lt;/b&gt; (2005:193) Laporan laba rugi merupakan ringkasan dari pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu, diakhiri dengan laba atau kerugian bersih untuk periode tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pembagian laba dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;1. Laba Kotor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Laba kotor adalah pengukuran pendapatan perusahaan langsung atas penjualan produknya selama satu periode akuntansi.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Laba Kotor = (Pendapatan penjualan bersih – Harga Pokok Penjualan)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Laba kotor dapat mengindikasikan secara langsung kemampuan perusahaan dalam menutupi biaya produknya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Laba Operasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Laba operasi adalah  selisih antara  penjualan dengan seluruh biaya dan beban operasi. Laba operasi dapat mengindikasikan kemampuan perusahaan memperoleh pendapatan  dari bisnis utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Laba Sebelum Pajak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Laba sebelum pajak adalah jumlah laba yang diperoleh perusahaan sebelum pajak penghasilan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Laba Bersih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Laba bersih adalah kelebihan pedapatan hasil penjualan bersih terhadap harga pokok penjualan setelah dipotong dengan biaya operasi dan pajak penghasilan. Faktor yang mempengaruhi laba bersih adalah pendapatan, beban pokok penjualan, beban operasi dan tarif pajak penghasilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Tujuan Penyusunan Laporan Laba Rugi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Penyusunan laporan laba rugi perusahaan bertujuan untuk:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mengevaluasi perolehan laba dari kurun waktu tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengetahui jumlah pajak yang ditanggung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menilai efektivitas dan efisiensi usaha berdasarkan biaya usaha.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Format Laporan Laba Rugi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk format penulisan hampir sama dengan penyusunan laporan lainnya yaitu pada header ditulis:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Identitas perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan Laba Rugi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Periode berjalan (periode tahun laporan)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Format dalam menyusun laporan laba rugi ada dua format yang umumnya digunakan perusahaan diantaranya:&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1. Single Step Income Statement&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada bentuk Single Step, seluruh pendapatan dan keuntungan maupun yang termasuk dalam unsure operasi diletakkan pada awal laporan laba rugi diikuti dengan seluruh biaya dan kerugian yang termasuk kategori operasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selisih antara pendapatan dan keuntungan dan biaya dan kerugian menghasilkan laba kotor, selisih laba kotor dan pajak penghasilan menghasilkan laba bersih.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
UD. PRODUK KREATIF&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Laporan Laba Rugi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
31 Desember 2005&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUc9IamjPjx-2mi4cGDNMEA_WlfjjiEgnrdq2XU9IXpUNX1f8XI5gVgvXqofTy-Zw6yOIcO3U5jRY6w8vf_MMLZOT_MCQSaNgVDs0s2gYMBPszelmkKwt4qk3Ai69EBdtsT3VAM6kJw_0/s1600/laporan-laba-rugi-perusahaan-dagang.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;330&quot; data-original-width=&quot;537&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUc9IamjPjx-2mi4cGDNMEA_WlfjjiEgnrdq2XU9IXpUNX1f8XI5gVgvXqofTy-Zw6yOIcO3U5jRY6w8vf_MMLZOT_MCQSaNgVDs0s2gYMBPszelmkKwt4qk3Ai69EBdtsT3VAM6kJw_0/s1600/laporan-laba-rugi-perusahaan-dagang.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Multiple Step Income Statement&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam laporan ini transaksi operasi di pisah dengan transaksi non operasi, juga menandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berhubungan.  Ketika laba operasonal diungkapkan makan akan terlihat perbedaan antara aktivitas biasa dengan aktivitas yang tidak biasa atau insidentil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrURGpPV-8v5ITiR7vTpesqcg9wB_2yW77DOznT4GSh0uGdX84SxDHq8cwDZohwRWYS_OwULF71e7TDF7F8xssryMTzjlIzM5vFL7HgopvOpN_Nlkz1R9wx3c-3R1-IrnXYAWQwRICh8c/s1600/laporan-laba-rugi-perusahaan-dagang-lengkap.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;585&quot; data-original-width=&quot;481&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrURGpPV-8v5ITiR7vTpesqcg9wB_2yW77DOznT4GSh0uGdX84SxDHq8cwDZohwRWYS_OwULF71e7TDF7F8xssryMTzjlIzM5vFL7HgopvOpN_Nlkz1R9wx3c-3R1-IrnXYAWQwRICh8c/s1600/laporan-laba-rugi-perusahaan-dagang-lengkap.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Laporan Perubahan Ekuitas&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Statement Of Change Equitas)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Laporan perubahan ekuitas yaitu melaporkan perubahan masing-masing akun ekuitas pemegang saham dan total ekuitas pemegang saham selama suatu periode.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Istilah lain dari Laporan Perubahan Ekuitas adalah Laporan Perubahan Modal&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP0RWkRBad0_l6y9DaeVtzmNOJVKvNie72fA5lVbmpCMCR5lDjrf4Wo9LVNrP6xbZDE2wfObNBnoN5G2E_d5W03DZAkEfj4iqVz5jUKuv8FATsbcjiCvFgwe7nbTY7L5t6uamZRURVkxU/s1600/laporan-perubahan-modal-ekuitas-perusahaan-dagang.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;139&quot; data-original-width=&quot;361&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP0RWkRBad0_l6y9DaeVtzmNOJVKvNie72fA5lVbmpCMCR5lDjrf4Wo9LVNrP6xbZDE2wfObNBnoN5G2E_d5W03DZAkEfj4iqVz5jUKuv8FATsbcjiCvFgwe7nbTY7L5t6uamZRURVkxU/s1600/laporan-perubahan-modal-ekuitas-perusahaan-dagang.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Laporan Posisi Keuangan&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Statement of financial position)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Neraca sering di sebut dengan istilah laporan posisi keuangan (&lt;i&gt;Balance Sheet&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Statement Of Financial Position&lt;/i&gt;). Oleh sebab itu Neraca merupakan laporan yang wajib disusun oleh suatu entitas bisnis/perusahaan untuk menggambarkan kekayaan (aktiva), kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal) di akhir periode akuntansi perusahaan yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Neraca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegunaan neraca pada intinya untuk menaksir kesehatan keuangan,  meramalkan keadaan arus kas di masa depan dan berfungsi untuk menganalisis likuiditas serta fleksibilitas keuangan perusahaan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Struktur Neraca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Struktur neraca terdiri dari dua pos yaitu Aktiva (asset) dan Pasiva. Aktiva terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap, pasiva terdiri dari kewajian (liabilitas) dan modal (equity). Ketiganya dapat dihubungkan dengan prinsip persamaan dasar akuntansi sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Aktiva = Kewajiban + modal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bentuk Neraca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk neraca dalam laporan keuangan perusahaan umumnya menggunakan bentuk memanjang ke bawah (bentuk stafel), namun tak jarang juga yang menggunakan bentuk neraca kesamping (bentuk skontro). Keduanya boleh saja diterapkan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perlu diperhatikan, penerapannya dalam bentuk suatu neraca keuangan agar disesuaikan dengan jumlah pos akun yang digunakan perusahaan, apabila akun dalam suatu perusahaan banyak, bentuk neraca kebawah (stafel) lebih efektif untuk digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk neraca yang menyamping (skontro) akan mudah diterapkan pada perusahaan yang memiliki akun dan jumlah nominal yang sedikit.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Contoh Laporan Neraca&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bentuk Staffel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk laporan (report form), pada bentuk ini aktiva dan pasiva disusun ke bawah (aktiva di atas, dan pasiva di bawah).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdzbaeUZ0yNyoC9xuyCsx6vGoS4hZhdK7rAEeMK0xlib95zPayFSFvt6MjNmnIXIpqFhniiRRDLDnGy7nhtDoMQrVvn64-kqDciKvbC62J1EXhhFYDO_xjuqIpFBReNQJNhC4O20KZfX4/s1600/Pengertian-Neraca-dalam-akuntansi-Fungsi-dan-Contoh-Transaksinya-.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;509&quot; data-original-width=&quot;525&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdzbaeUZ0yNyoC9xuyCsx6vGoS4hZhdK7rAEeMK0xlib95zPayFSFvt6MjNmnIXIpqFhniiRRDLDnGy7nhtDoMQrVvn64-kqDciKvbC62J1EXhhFYDO_xjuqIpFBReNQJNhC4O20KZfX4/s1600/Pengertian-Neraca-dalam-akuntansi-Fungsi-dan-Contoh-Transaksinya-.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Bentuk Skontro&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk rekening (account form), pada bentuk ini aktiva dan pasiva akan sejajar (aktiva di sisi kiri, dan pasiva di sisi kanan).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOypJWmnnOMIVIEsGl1Uv-K4NlmjnzvbhXbkopk7Nt54YX1XqMinlATGX6t4WOhmPJVAyviI2L1bHmCTFCZKuPqAhgZxqftjue9XOIE22KpUcyMZvyDTmlKh7IozNqmKF16fuHcnf07Eg/s1600/pengertian-neraca-bentuk-skontro.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;381&quot; data-original-width=&quot;528&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOypJWmnnOMIVIEsGl1Uv-K4NlmjnzvbhXbkopk7Nt54YX1XqMinlATGX6t4WOhmPJVAyviI2L1bHmCTFCZKuPqAhgZxqftjue9XOIE22KpUcyMZvyDTmlKh7IozNqmKF16fuHcnf07Eg/s1600/pengertian-neraca-bentuk-skontro.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Laporan Arus Kas&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Statemen of Cash flow )&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;proxima nova&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #212121; font-size: 15.0591px;&quot;&gt;Car&lt;/span&gt;oon Beesley, seorang entrepreneur dan konsultan marketing communications, pernah berkata bahwa laporan cash flow perusahaan atau laporan arus kas perusahaan, memegang peranan penting dan kritis dalam perkembangan suatu bisnis. Anda tentu paham bahwa bisnis tidak akan berjalan lama apabila jumlah kas keluar lebih banyak daripada kas masuk. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk mengelola kas pada bisnis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Laporan arus kas &lt;/b&gt;yaitu&amp;nbsp; melaporkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan dagang. Laporan arus kas yang melaporkan arus kas selama periode tertentu akan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Arus Kas Dari Aktivitas Operasional&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Cash Flows From Operating Activities)&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagian pertama akan berisi informasi mengenai aliran kas yang berhubungan dengan aktivitas operasional perusahaan. contohnya : kas yang diterima dari pelanggan dan pembayaran sejumlah kas untuk beban dan pembayaran kepada kreditor.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Arus Kas Dari Aktivitas Investasi&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Cash Flows From Investing Activities)&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Bagian kedua akan memuat informasi mengenai aliran kas (baik masuk maupun keluar) yang berhubungan dengan aktivitas investasi yang dilakukan oleh perusahaan. contohnya : pembayaran kas untuk pembelian/penjualan aktiva tetap.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Arus Kas Dari Aktivitas pendanaan&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Cash Flow From Financing Activities)&lt;/i&gt; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Bagian ketiga akan menyajikan informasi aliran kas (baik masuk maupun keluar) yang berhubungan dengan aktivitas pendanaan. Contohnya : kas yang diterima sebagai investasi pemilik atau penarikan kas oleh pemilik.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMFpshLyPGkE61hoGvFIHRWNWYv4Il4Dnzy3-qcI8LwdAg1X49eVnEg08MvS6QNnKzoBih-AliLpbSJ4aKUs2Fiku2pDvpslb4hSFqC38RQQGKS9hflfduHXCL8WnOba4Zs0tygb-P6Ak/s1600/laporan-arus-kas-perusahaan-dagang.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;432&quot; data-original-width=&quot;356&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMFpshLyPGkE61hoGvFIHRWNWYv4Il4Dnzy3-qcI8LwdAg1X49eVnEg08MvS6QNnKzoBih-AliLpbSJ4aKUs2Fiku2pDvpslb4hSFqC38RQQGKS9hflfduHXCL8WnOba4Zs0tygb-P6Ak/s1600/laporan-arus-kas-perusahaan-dagang.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;4 Tanda Perusahaan Memiliki Kondisi Keuangan yang Baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika Anda menjalankan sebuah bisnis, kehabisan uang tunai yang menyebabkan kas Anda tidak menyimpan uang sepeser pun adalah hal yang sangat lumrah. Kondisi tersebut bukan indikator pasti yang menunjukan bahwa bisnis Anda sedang bergerak perlahan menuju jurang kegagalan. Begitu pun sebaliknya, ketika&amp;nbsp;sebuah bisnis memiliki omzet yang tinggi&amp;nbsp;atau melakukan pemasaran besar-besaran, maka belum tentu bahwa perusahaan yang menaungi bisnis tersebut sedang memiliki kondisi keuangan yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai contoh, ketika sebuah perusahaan mampu membayar gaji pegawai atau membayar semua tagihan danpretelanbiaya bulanan dengan tepat waktu, maka bisa dikatakan perusahaan tersebut sedang berjalan baik-baik saja. Untuk memahami lebih dalam, berikut empat tanda yang menunjukkan bahwa perusahaan Anda memiliki kondisi keuangan yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;1. Bertumbuhnya Pendapatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika Anda menerima&amp;nbsp;laporan laba-rugi setiap bulan, maka analisislah dengan cermat. Jika laporan tersebut menunjukan bahwa pendapatan dan keuntungan perusahaan Anda meningkat beberapa persen, maka Anda bisa bernapas lega. Perusahaan Anda tidak harus mendapati lonjakan profitabilitas setiap bulan atau tahunnya. Cukup dengan adanya prospek keuangan yang kuat, maka perusahaan Anda sedang berada dalam kondisi sehat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Rasio Profitabilitas Masih Sehat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rasio profibilitas adalah alat yang mengukur tingkat pengembalian penjualan dan investasi perusahaan Anda. Untuk mendapatkan hasil rasio, Anda harus menghitung margin keuntungan dengan melibatkan pengambilan keuntungan bersih tahunan, lalu membaginya dengan penjualan tahunan. Rasio profibilitas sebuah perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang baik akan menunjukan nilai yang tinggi. Namun, ketika perusahaan Anda bisa menghasilkan penjualan namun margin keuntungan Anda tetap rendah yang dipengaruhi oleh struktur harga, biaya awal, atau faktor-faktor lainnya, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan Anda.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Jumlah Pengeluaran yang Seimbang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seiring dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan Anda, maka jumlah pengeluaran pun biasanya meningkat. Untuk membuat perusahaan Anda tetap berada pada kondisi keuangan yang sehat, pastikan bahwa pengeluaran  tidak lebih besar dari pendapatan Anda. Sebagai contoh, dalam satu tahun pendapatan Anda meningkat 10%. Maka, pengeluaran Anda tidak boleh lebih besar dari 10% dalam jangka waktu yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;4. Tidak Banyak Berutang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam sebuah ekonomi perusahaan, perusahaan mengenal dua jenis rasio utang yang menjadi salah satu indikator sehat atau tidaknya sebuah bisnis. Mereka adalah rasio utang dengan aset dan rasio utang dengan ekuitas. Jika rasio utang dengan aset berguna untuk mengukur besaran jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai dengan total uang, maka rasio utang dengan ekuitas berguna untuk melihat perbandingan utang perusahaan dan ekuitas perusahaan (pemegang saham).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Secara umum, sebuah perusahaan bisa dikatakan sehat secara kondisi keuangan ketika rasio utang mereka rendah. Namun, dalam hal rasio utang dengan aset, perbandingan maksimal antara rasio utang dan aset haruslah 1:2 jika sebuah perusahaan tetap ingin berada dalam kategori baik secara finansial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script id=&quot;_wau2dv&quot;&gt;var _wau = _wau || []; _wau.push([&quot;dynamic&quot;, &quot;3oh5z84t9r&quot;, &quot;2dv&quot;, &quot;c4302bffffff&quot;, &quot;small&quot;]);&lt;/script&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//waust.at/d.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
s&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/7800544443770618917/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/laporan-keuangan-financial-statements.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/7800544443770618917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/7800544443770618917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/laporan-keuangan-financial-statements.html' title='Laporan Keuangan (Financial Statements)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisGvub4Fbsb75qhxFi4hjveHHXRbcZIlo6BGOI9XrYO_EpQaewEaywSlTc3RV1XBQbsKL1KeoOhBGplS5JyLbtQtlHyZoiuDB78n2OeCxRCeoty9GKLs2mgugVLSsMpoWUqszrnv-Yu3s/s72-c/financial-statements-28845002+%25281%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-6162868611146503380</id><published>2018-10-23T13:32:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:27:56.808+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penawaran dan Keseimbangan Pasar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Permintaan"/><title type='text'>Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDniZyv7pl5pB9J8YreiU1HJhpl5Zk0EcnMjZBAtlH8KTuCKF9fdiFs2CKg31Yx7Q98fUjmznFpTpJgQV1A44HrIH-kIpKxhNaciEHOcxHQ_GytPdTvP8mfM_jnHtX0RBqCQyBUNsIWA/s1600/supply-and-demand.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;464&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;247&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDniZyv7pl5pB9J8YreiU1HJhpl5Zk0EcnMjZBAtlH8KTuCKF9fdiFs2CKg31Yx7Q98fUjmznFpTpJgQV1A44HrIH-kIpKxhNaciEHOcxHQ_GytPdTvP8mfM_jnHtX0RBqCQyBUNsIWA/s320/supply-and-demand.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe; font-size: x-large;&quot;&gt;Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #783f04;&quot;&gt;PERMINTAAN (DEMAND)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Permintaan &lt;/b&gt;tercipta apabila ada keinginan untuk membeli barang atau jasa. Tetapi keinginan ini harus disertai dengan kemampuan pembeli/konsumen untuk membayar barang atau jasa yang dibeli tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Permintaan&lt;/b&gt; menghubungkan antara variable harga dan variable jumlah (barang/jasa) yang diminta oleh konsumen. Sehingga sering kali diartikan bahwa fungsi permintaan ini menunjukkan perilaku dari konsumen.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Hukum Permintaan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #b45f06;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hukum permintaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hukum permintaan berlaku asumsi &lt;i&gt;ceteris paribus&lt;/i&gt;. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Harga barang substitusi (pengganti) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaus adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaus lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaus lebih banyak bila dibandingkan permintaan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
terhadap kemeja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Harga barang komplementer (pelengkap) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jumlah Pendapatan&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;jasa&lt;/span&gt;. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil dagang minggu pertama Rp200.000,00 hanya dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp400.000,00, Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Selera konsumen &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Intensitas kebutuhan konsumen &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka&amp;nbsp;intensitas&amp;nbsp;kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkiraan harga pada masa depan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang lebih banyak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jumlah penduduk &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bentuk Umum Fungsi Permintaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUCOJptmm-6Pm49c9Ure3YsnPQaSrMjHWdro1rsY87agCGubAOqP2yJDprdi2LNFFh79dWz5g4w4QiRkyCOdgkhmxtm1LlPUH5RNGAFFsz1YbzV0Zm0-w9WSsidx1F57l4GbJpm5kn9DA/s1600/CodeCogsEqn.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;17&quot; data-original-width=&quot;92&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUCOJptmm-6Pm49c9Ure3YsnPQaSrMjHWdro1rsY87agCGubAOqP2yJDprdi2LNFFh79dWz5g4w4QiRkyCOdgkhmxtm1LlPUH5RNGAFFsz1YbzV0Zm0-w9WSsidx1F57l4GbJpm5kn9DA/s1600/CodeCogsEqn.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atau&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-8mUoT1T3oCXUMcHBDQY1QeFgpFcpoLVTtTB8TDTDoXT_LkueVnFBxog3tPYRKeMI8pue92HZMHdVWUggSzeyT8YI-wCCgCX3avWr3-W2ZJFnmclmR8GKGpvomqxgHTun_hBrR5vFWdk/s1600/CodeCogsEqn+%25281%2529.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;37&quot; data-original-width=&quot;100&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-8mUoT1T3oCXUMcHBDQY1QeFgpFcpoLVTtTB8TDTDoXT_LkueVnFBxog3tPYRKeMI8pue92HZMHdVWUggSzeyT8YI-wCCgCX3avWr3-W2ZJFnmclmR8GKGpvomqxgHTun_hBrR5vFWdk/s1600/CodeCogsEqn+%25281%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dimana :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Q =Quantity = Jumlah Barang&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
P = Price = Harga Barang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Bentuk Kurva Permintaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmVow56uN1Bd6yzdOpEZKHuMpTRiYZ4S8voFbo_tqpPHLrVaps9rH2RZeFL7x-AG8HmcsJBwboKjCYt8qJTLnCcXow8gjF0WO8DzytfMnlvArmcn2cSPW-VhiMohWadobBUhAtXG18DYs/s1600/kurva+demand.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;381&quot; data-original-width=&quot;481&quot; height=&quot;253&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmVow56uN1Bd6yzdOpEZKHuMpTRiYZ4S8voFbo_tqpPHLrVaps9rH2RZeFL7x-AG8HmcsJBwboKjCYt8qJTLnCcXow8gjF0WO8DzytfMnlvArmcn2cSPW-VhiMohWadobBUhAtXG18DYs/s320/kurva+demand.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;PENAWARAN (SUPPLY)&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;ilmu &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;ekonomi&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;adalah banyaknya &lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Barang&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;barang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Jasa&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;jasa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Produsen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;produsen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; kepada &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;konsumen&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; pada setiap tingkat &lt;a href=&quot;https://id.wikipedia.org/wiki/Harga&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;harga&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; selama periode waktu tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain harga barang, tingkat teknologi, jumlah produsen di pasar,&amp;nbsp;harga bahan baku, serta harapan, spekulasi, atau perkiraan.  &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di antara faktor-faktor di atas, harga barang dianggap sebagai faktor terpenting dan sering dijadikan acuan untuk melakukan analisis penawaran. Harga berbanding lurus dengan jumlah penawaran. Jika harga tinggi, maka produsen akan berlomba-lomba menjajakan barangnya sehingga penawaran meningkat. Sementara itu, jika harga turun, maka produsen akan menunda penjualan atau menyimpan produknya di gudang sehingga jumlah penawaran akan berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hukum
Penawaran&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Bahwa
semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya
semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit.
Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan
antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian
bunyi hukum penawaran berbunyi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; text-align: justify; width: 0px;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: 7.5pt; width: 15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;20&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: 3pt 7.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;padding: 7.5pt; width: 15pt;&quot; valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;20&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Penawaran dan produksi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Harga barang itu sendiri &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika harga barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Harga barang pengganti&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kemajuan teknologi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pajak &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Perkiraan harga pada masa depan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perkiraan harga pada masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Jenis-jenis Penawaran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Penawaran Individu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penawaran individu adalah jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan seorang penjual atau produsen pada waktu, tempat dan satuan harga tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Penawaran Pasar &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penawaran pasar adalah jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan sekelompok penjual atau beberapa orang produsen pada waktu, tempat dan satuan harga tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Bentuk Umum Fungsi Penawaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI-Q7qfjhJ3rRcRMbC_mlxHYABg-ePwouxxVB4RnVbksVg6ryOCJ5nLSkN_M5lg5qCYO_WmFft2run9cQhg4qixalp9zVu-b5VBn8YkvFGP3kjmP6mn7lWq5f5R1r4ISMZ-sUN5xUyWno/s1600/CodeCogsEqn+%25282%2529.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;17&quot; data-original-width=&quot;106&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgI-Q7qfjhJ3rRcRMbC_mlxHYABg-ePwouxxVB4RnVbksVg6ryOCJ5nLSkN_M5lg5qCYO_WmFft2run9cQhg4qixalp9zVu-b5VBn8YkvFGP3kjmP6mn7lWq5f5R1r4ISMZ-sUN5xUyWno/s1600/CodeCogsEqn+%25282%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
atau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4reDe8GLfezsVGJhA46KHt1OkfssyGQIuBb-OwChYgP_tPtcPx8IshUOmaWVQ5oMm_BoQ_xRfN2bIkpvgV8qkum_XMcV99zCwDyIgeSPKTeuN_BDUcbxK58NNE_P39r4v0OFNNtv6skI/s1600/CodeCogsEqn+%25283%2529.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;37&quot; data-original-width=&quot;100&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4reDe8GLfezsVGJhA46KHt1OkfssyGQIuBb-OwChYgP_tPtcPx8IshUOmaWVQ5oMm_BoQ_xRfN2bIkpvgV8qkum_XMcV99zCwDyIgeSPKTeuN_BDUcbxK58NNE_P39r4v0OFNNtv6skI/s1600/CodeCogsEqn+%25283%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana :&lt;br /&gt;
Q =Quantity = Jumlah Barang&lt;br /&gt;
P = Price = Harga Barang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Bentuk Kurva Penawaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEico1iRLXAXccULWIQkJ2uy4yXeJv-rhj2sDDnDbykza8SvAD20QNkh1vmXWFq0FKf97XXawec_p_PccucMIs7yKtiVimCQVwLKsjlfnWThsH3R9SfT5oIwRzBzPMTPjZnbDdEAQB4Bt44/s1600/kurva+supply.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;415&quot; data-original-width=&quot;661&quot; height=&quot;250&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEico1iRLXAXccULWIQkJ2uy4yXeJv-rhj2sDDnDbykza8SvAD20QNkh1vmXWFq0FKf97XXawec_p_PccucMIs7yKtiVimCQVwLKsjlfnWThsH3R9SfT5oIwRzBzPMTPjZnbDdEAQB4Bt44/s400/kurva+supply.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Keseimbangan
Pasar (&lt;i&gt;Market Equilibrium&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasar&lt;/b&gt;&amp;nbsp;suatu macam barang dikatakan berada dalam keseimbangan (&lt;i&gt;equilibrium&lt;/i&gt;) apabila
jumlah barang yang diminta di pasar tersebut sama dengan jumlah barang yang
ditawarkan&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara grafik dan matematik hal ini ditunjukkan oleh kesamaan Qd = Qs ; yaitu pada perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran. Pada posisi keseimbangan pasar ini tercipta harga keseimbangan &lt;i&gt;(equilibrium price)&lt;/i&gt; dan jumlah keseimbangan &lt;i&gt;(equilibrium quantity)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCwIYG9KwO05zyJboIhquYWZ27GiHNzG_mZDR2eJ0YVMu4eYtpVLL_E0MvHYU5oCj9UowzqWfURhi5aP_ds5mmlPMNalUqN_NhN_TZw4lipiamr9JjA2Q9dFWOfqmtJKX5sGs87XBZFyg/s1600/kurva+DS.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;392&quot; data-original-width=&quot;490&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCwIYG9KwO05zyJboIhquYWZ27GiHNzG_mZDR2eJ0YVMu4eYtpVLL_E0MvHYU5oCj9UowzqWfURhi5aP_ds5mmlPMNalUqN_NhN_TZw4lipiamr9JjA2Q9dFWOfqmtJKX5sGs87XBZFyg/s320/kurva+DS.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4_cMl7vUTthw3TgS1sD8nWF4nShdigjbwn2hWqSIX_rsZT2C6zBPK6RoVOJuTsX91Gbsos1YuX0McI7MaEhWv6LCOe9ipCMnWQnWQVc1TTHShaa6Hq4AlR0oqEq6nAjMx_BGOaKwyWRo/s1600/CodeCogsEqn+%25284%2529.gif&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;17&quot; data-original-width=&quot;70&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4_cMl7vUTthw3TgS1sD8nWF4nShdigjbwn2hWqSIX_rsZT2C6zBPK6RoVOJuTsX91Gbsos1YuX0McI7MaEhWv6LCOe9ipCMnWQnWQVc1TTHShaa6Hq4AlR0oqEq6nAjMx_BGOaKwyWRo/s1600/CodeCogsEqn+%25284%2529.gif&quot; /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dimana :&lt;br /&gt;
Qd&amp;nbsp; &amp;nbsp;= jumlah permintaan&lt;br /&gt;
Qs&amp;nbsp; &amp;nbsp;= jumlah penawaran&lt;br /&gt;
E&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;= titik keseimbangan&lt;br /&gt;
Pe&amp;nbsp; &amp;nbsp;= harga keseimbangan&lt;br /&gt;
Qe&amp;nbsp; = Jumlah keseimbangan&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: #990000;&quot;&gt;Fungsi Linier&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hubungan sebab akibat antara berbagai variable ekonomi, seperti antara jumlah permintaan dan harga, dapat dengan mudah dinyatakan serta diterangkan dalam bentuk fungsi (persamaan).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di antara berbagai macam hubunan fungsional yang ada, hubungan linier merupakan bentuk yang paling dasar dan paling sering digunakan dalam analisis ekonomi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Linier&lt;/b&gt; atau fungsi berderajat satu adalah fungsi yang pangkat tertinggi dari variabelnya adalah pangkat satu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bentuk umum persamaan linier adalah   ; dimana a adalah perpotongan garis pada sumbu vertikal atau y sedangkan b adalah koefisien arah atau lereng garis atau gradient yang bersangkutan. Juga mencerminkan besarnya tambahan nilai y setiap tambahan 1 unit x.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk membentuk persamaan linier jika diketahui dua titik koordinat :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\frac{y-y1}{y2-y1}=\frac{x-x1}{x2-x1}&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfrac%7By-y1%7D%7By2-y1%7D=%5Cfrac%7Bx-x1%7D%7Bx2-x1%7D&quot; title=&quot;\frac{y-y1}{y2-y1}=\frac{x-x1}{x2-x1}&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Jika disesuaikan dengan penggunaan materi diatas maka persamaan tersebut menjadi :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.codecogs.com/eqnedit.php?latex=\frac{P-P1}{P2-P1}=\frac{Q-Q1}{Q2-Q1}&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img height=&quot;49&quot; src=&quot;https://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfrac%7BP-P1%7D%7BP2-P1%7D=%5Cfrac%7BQ-Q1%7D%7BQ2-Q1%7D&quot; title=&quot;\frac{P-P1}{P2-P1}=\frac{Q-Q1}{Q2-Q1}&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh Kasus :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fungsi Permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan P = 15 - Q ; sedangkan penawarannya P = 3 + 0,5Q. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan yang tercipta di pasar ?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan hasil survei diperoleh data bahwa jika harga Rp 100,-&amp;nbsp; jumlah barang yang diminta sebanyak 20 unit, tetapi pada saat harga Rp 80,- jumlah barang yang diminta sebanyak 40 unit. Bagaimana fungsi permintaannya ?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat harga Rp 500,- jumlah barang yan tersedia di pasar sebanyak 100 unit, tetapi jika harga turun menjadi Rp 400,- jumlah barang yang ditawarkan produsen sebanyak 80 unit. Bagaimana fungsi penawaran barang tersebut, dan gambarkan kurvanya !&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;Ingin tahu jawabannya....? Silahkan kirim pesan pada kami...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/6162868611146503380/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/permintaan-penawaran-dan-keseimbangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6162868611146503380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/6162868611146503380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/permintaan-penawaran-dan-keseimbangan.html' title='Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan Pasar'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDniZyv7pl5pB9J8YreiU1HJhpl5Zk0EcnMjZBAtlH8KTuCKF9fdiFs2CKg31Yx7Q98fUjmznFpTpJgQV1A44HrIH-kIpKxhNaciEHOcxHQ_GytPdTvP8mfM_jnHtX0RBqCQyBUNsIWA/s72-c/supply-and-demand.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-5165880378601929919</id><published>2018-10-14T01:32:00.000+07:00</published><updated>2018-10-23T20:43:03.710+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soal hak Atas Kekayan Intelektual"/><title type='text'>Soal Hak Atas Kekayaan Intelektual</title><content type='html'>&lt;iframe __idm_frm__=&quot;819&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;2043&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; src=&quot;https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSffZ7ekcGGJ9vZvKW-HzLD7eb-gKaVXYya4JMlyNYijQ4W9jw/viewform?embedded=true&quot; width=&quot;600&quot;&gt;Memuat...&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/5165880378601929919/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/soal-hak-atas-kekayaan-intelektual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5165880378601929919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5165880378601929919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/soal-hak-atas-kekayaan-intelektual.html' title='Soal Hak Atas Kekayaan Intelektual'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.0912209999999991 111.96417280000003</georss:point><georss:box>-8.3427139999999991 111.64144930000003 -7.8397279999999991 112.28689630000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-750305082953076565</id><published>2018-10-06T02:28:00.004+07:00</published><updated>2021-05-01T07:28:37.856+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hak Atas Kekayaan Intelektual"/><title type='text'>HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyg-B5mxSXtbMuPCdepGyugyrioXoJsDl6kr1WtN4nIGG5TeeX1DI03UbuOfxFu7mWiRuKdyOGyBGihaNsYvd6VwNM_xm_MHxrgGAiAYHKO0bYn9xvFqrO7OClglMIzT8LWQcJ2OEGsfU/s1600/how-does-copyright-work-378606403.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;696&quot; data-original-width=&quot;1148&quot; height=&quot;194&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyg-B5mxSXtbMuPCdepGyugyrioXoJsDl6kr1WtN4nIGG5TeeX1DI03UbuOfxFu7mWiRuKdyOGyBGihaNsYvd6VwNM_xm_MHxrgGAiAYHKO0bYn9xvFqrO7OClglMIzT8LWQcJ2OEGsfU/s320/how-does-copyright-work-378606403.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;MAKSUD&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Pemasyarakatan HaKI di kalangan pengusaha IKM dimaksudkan untuk menimbulkan kesadaran akan pentingnya daya kreasi dan inovasi intelektual sebagai kemampuan yang perlu diraih oleh para pengusaha industri yang ingin maju sebagai faktor pembentuk kemampuan dayasaing industri. Oleh karena itu karya temuan orang lain yang didaftarkan untuk dilindungi harus dihormati dan dihargai.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Di samping itu kesadaran dan wawasan mengenai HaKI diharapkan akan dapat menimbulkan motivasi dan dorongan agar pengusaha IKM terdorong untuk berkreasi dan ber-inovasi di bidang produk dan teknologi produksi, serta manajemen.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Pelatihan HaKI dimaksudkan untuk memberikan informasi serta pengetahuan kepada para pengusaha industri kecil dan menengah, LSM, Yayasan dan Asosiasi, sehingga mereka memperoleh gambaran yang jelas tentang Hak Cipta sebagai karya cipta manusia, Paten serta Merek maupun HaKI lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta pelatihan dalam peraturan-peraturan, hukum yang berlaku serta sanksi-sanksi dalam penerapan HaKI.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar para peserta pelatihan mengetahui prosedure penerapan HaKI dan masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penerapan HaKI.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar para peserta termotivasi untuk menciptakan hal-hal baru di bidang produk industri yang menyangkut disain, proses produksi serta pemakaian merek sendiri.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;KEBIJAKAN DAN KESIAPAN INDONESIA DI BIDANG HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemerintah sangat menyadari bahwa implementasi sistem hak kekayaan intelektual merupakan suatu tugas besar. Terlebih lagi dengan keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WTO dengan konsekuensi melaksanakan ketentuan Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPS), sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Berdasarkan pengalaman selama ini, peran serta berbagai instansi dan lembaga, baik dari bidang pemerintahan maupun dari bidang swasta, serta koordinasi yang baik di antara senua pihak merupakan hal yang mutlak diperlukan guna mencapai hasil pelaksanaan sistem hak kekayaan intelektual yang efektif&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
HaKI sangat penting dalam rangka melindungi karya dan menghargai karya milik orang lain &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu bagaimana apabila karya kita atau milik orang lain tidak dilindungi? Sudah pasti dipastikan akan terkena pembajakan. Sebagai contoh untuk di dunia pendidikan saat ini marak adanya pembajakan buku. Pembajakan buku ini makin marak terjadi di masyarakat, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya pembajakan buku, salah satunya adalah kurangnya penegakan hukum, ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan hak cipta buku, dan kondisi ekonomi masyarakat. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah banyak pelaku terjaring oleh aparat, dan masih banyak pula yang masih berkeliaran dan tumbuh, seiring tingginya permintaan oleh masyarakat. Untuk itu butuh kesadaran dari masyarakat untuk mengetahui HaKI agar karyanya tidak diambil oleh orang lain. Berikut ini terdapat macam-macam HaKI&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;DASAR HUKUM&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Undang-undang Nomor 7/1994 tentang Pengesahan Agreement Establishing the World Trade Organization (WTO)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Undang-undang Nomor 10/1995 tentang    Kepabeanan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Undang-undang Nomor 12/1997 tentang Hak Cipta&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Undang-undang Nomor 14/1997 tentang Merek&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keputusan Presiden RI No. 15/1997 tentang Pengesahan Paris Convention for the Protection of Industrial Property dan Convention Establishing the    World Intellectual Property Organization&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keputusan Presiden RI No. 17/1997 tentang Pengesahan Trademark Law Treaty&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keputusan Presiden RI No. 18/1997 tentang Pengesahan Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keputusan Presiden RI No. 19/1997 tentang Pengesahan WIPO Copyrights Treaty&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;KATEGORI HaKI&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Hak Cipta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak Kekayaan Industri&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Hak Kekayaan Industri meliputi :&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Paten&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Desain Industri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rahasia Dagang, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Indikasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Pengertian hak cipta dan hal-hal yang berkaitan dengannya secara garis besar dijabarkan dalam UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta sebagai berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hak cipta&lt;/b&gt; adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk mengumumkan atau memperbanyak dengan tidak mengurangi batasan-batasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pencipta&lt;/b&gt; adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ciptaan&lt;/b&gt; adalah hasil setiap karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pemegang hak cipta&lt;/b&gt; adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pengumuman&lt;/b&gt; adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu ciptaan dengan menggunakan alat apa pun termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apa pun sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perbanyakan&lt;/b&gt; adalahpenambahan jumlah sesuatu ciptaan, baik secara keseluruhan maupun bagian yang sangat substansial dengan menggunakan bahan-bahan yang sama ataupun tidak sama, termasuk mengalihwujudkan secara permanen atau temporer.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hak terkait&lt;/b&gt; adalah hak yang berkaitan dengan hak cipta, yaitu hak eksklusif bagi pelaku untuk memperbanyak atau menyiarkan pertunjukannya; bagi produser rekaman suara untuk memperbanyak atau menyewakan karya rekaman suara atau rekaman bunyinya dan bagi lembaga penyiaran untuk membuat, memperbanyak, atau menyiarkan karya siarannya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Lisensi&lt;/b&gt; adalah izin yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak ciptaannya atau produk hak terkaitnya dengan persyaratan tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Undang-Undang Tentang Hak cipta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Hak Paten&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul :left=&quot;10&quot; margin=&quot;&quot;&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata paten, berasal dari bahasa inggris patent, yang awalnya berasal dari kata patere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan juga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu. Dari definisi kata paten itu sendiri, konsep paten mendorong inventor untuk membuka pengetahuan demi kemajuan masyarakat dan sebagai gantinya, inventor mendapat hak eksklusif selama periode tertentu. Mengingat pemberian paten tidak mengatur siapa yang harus melakukan invensi yang dipatenkan, sistem paten tidak dianggap sebagai hak monopoli.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut undang-undang nomor 14 tahun 2001 tentang Paten, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 1)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Sementara itu, arti Invensi dan Inventor (yang terdapat dalam pengertian di atas, juga menurut undang-undang tersebut, adalah): &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Invensi adalah ide Inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 2)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inventor adalah seorang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan Invensi. (UU 14 tahun 2001, ps. 1, ay. 3)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Undang-Undang Tentang Hak paten &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1989 Nomor 39)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;UU Nomor 13 Tahun 1997 tentang Perubahan UU Nomor 6 Tahun 1989 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 30)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 109)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;MERK atau Merek Dagang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;adalah
nama atau simbol yang diasosiasikan dengan produk/jasa dan menimbulkan arti
psikologis / asosiasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;calibri&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Menurut David A. Aaker,&lt;/b&gt; merek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (baik berupa logo,cap/kemasan) untuk mengidentifikasikan barang/jasa dari seorang penjual/kelompok penjual tertentu. Tanda pembeda yang digunakan suatu badan usahasebagai penanda identitasnya dan produk barang atau jasa yang dihasilkannya kepada konsumen, dan untuk&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;membedakan usaha tersebut
maupun barang atau jasa yang dihasilkannya dari badan usaha lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 107%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 107%;&quot;&gt;Di Indonesia, hak merek dilindungi melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Jangka waktu perlindungan untuk merek adalah sepuluh tahun dan berlaku surut sejak tanggal penerimaan permohonan merek &lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;bersangkutan dan dapat diperpanjang,
selama merek tetap digunakan dalam perdagangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Merek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tanda Pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai jaminan atas mutu barangnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Fungsi Pendaftaran Merek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sebagai alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang/jasa sejenis.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Jenis- Jenis Merek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Merek Dagang &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;b&gt;2. Merek Jasa&lt;/b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;b&gt;3. Merek Kolektif&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbeda dengan produk sebagai sesuatu yg dibuat di pabrik, merek dipercaya menjadi motif pendorong konsumen memilih suatu produk, karena merek bukan hanya apa yg tercetak di dalam produk (kemasannya), tetapi merek termasuk apa yg ada di benak konsumen dan bagaimana konsumen mengasosiasikannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu terdapat pula hak atas merek, yaitu hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu, menggunakan sendiri merek tersebut atau memberi izin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya. Dengan terdaftarnya suatu merek, maka sudah dipatenkan bahwa nama merek yang sama dari produk/jasa lain tidak dapat digunakan dan harus mengganti nama mereknya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hal-Hal yang Menyebabkan Suatu Merek Tidak Dapat di Daftarkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Didaftarkan oleh pemohon yang tidak beritikad baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas keagamaan, kesusilaan, atau ketertiban umum.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak memiliki daya pembeda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Telah menjadi milik umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya. (Pasal 4 dan Pasal 5 UU Merek).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Yang dapat mengajukan pendaftaran merek adalah : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Orang (persoon)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Badan Hukum (recht persoon)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beberapa orang atau badan hukum (pemilikan bersama)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Desain Industri&lt;/b&gt; adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. (Pasal 1 Ayat 1)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sirkuit Terpadu&lt;/b&gt; adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.(Pasal 1 Ayat 1)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Desain Tata Letak&lt;/b&gt; adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. (Pasal 1 Ayat 2)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Indikasi-geografis&lt;/b&gt; dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.(Pasal 56 Ayat 1)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Prinsip-Prinsip HaKI atau Hak atas Kekayaan Intelektual&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Prinsip-prinsip Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) adalah sebagai berikut : 
1. Prinsip Ekonomi &lt;br /&gt;
Dalam prinsip ekonomi, hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif dari daya pikir manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi yang akan member keuntungan kepada pemilik hak cipta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Prinsip Keadilan &lt;br /&gt;
Prinsip keadilan merupakan suatu perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari  kemampuan intelektual, sehingga memiliki kekuasaan dalam penggunaan hak atas kekayaan intelektual terhadap karyanya.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
3. Prinsip Kebudayaan &lt;br /&gt;
Prinsip kebudayaan merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan serta akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, bangsa dan Negara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Prinsip Sosial &lt;br /&gt;
Prinsip sosial mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat/ lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhw1MaE4cp3_4bJe5ZaO19PNxvWPh4-p-lyHxcIk90emEyHhPEKj3WEGTH442mbwjYpXXVjXUhDohzUQeQ-Dn77cg5j2JsWxkF2A4x2BGITBVqxAljpJf2MUKNRVabW2v0BdXZzKfmQQ/s1600/haki.JPG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;617&quot; data-original-width=&quot;1100&quot; height=&quot;301&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIhw1MaE4cp3_4bJe5ZaO19PNxvWPh4-p-lyHxcIk90emEyHhPEKj3WEGTH442mbwjYpXXVjXUhDohzUQeQ-Dn77cg5j2JsWxkF2A4x2BGITBVqxAljpJf2MUKNRVabW2v0BdXZzKfmQQ/w557-h301/haki.JPG&quot; width=&quot;557&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penemuan yang tidak dapat diberikan perlindungan paten :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang tidak dapat diberikan perlindungan paten adalah (UU Paten, pasal 7); Proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku seperti, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan (Bahan peledak), Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan, Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika, Semua mahluk hidup, kecuali jasad renik dan Proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses mikrobiologis.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;SOAL-SOAL PEMAHAMAN MATERI INI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/soal-hak-atas-kekayaan-intelektual.html&quot;&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;script id=&quot;_wauopq&quot;&gt;var _wau = _wau || []; _wau.push([&quot;small&quot;, &quot;bltb440zwc&quot;, &quot;opq&quot;]);&lt;/script&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//waust.at/s.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/750305082953076565/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/hak-atas-kekayaan-intelektual-haki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/750305082953076565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/750305082953076565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/10/hak-atas-kekayaan-intelektual-haki.html' title='HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyg-B5mxSXtbMuPCdepGyugyrioXoJsDl6kr1WtN4nIGG5TeeX1DI03UbuOfxFu7mWiRuKdyOGyBGihaNsYvd6VwNM_xm_MHxrgGAiAYHKO0bYn9xvFqrO7OClglMIzT8LWQcJ2OEGsfU/s72-c/how-does-copyright-work-378606403.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-9061863753370523967</id><published>2018-09-29T21:22:00.001+07:00</published><updated>2018-10-02T11:43:11.635+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soal Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha"/><title type='text'>Soal Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha</title><content type='html'>&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;700&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; src=&quot;https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSc892Hzqb31EsOufrxaGbjV57mO1Lye2OWskqkou-PSXILLqg/viewform?embedded=true&quot; width=&quot;640&quot;&gt;Memuat...&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/9061863753370523967/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/soal-keberhasilan-dan-kegagalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/9061863753370523967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/9061863753370523967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/soal-keberhasilan-dan-kegagalan.html' title='Soal Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-8651667135129061279</id><published>2018-09-29T20:40:00.000+07:00</published><updated>2018-10-02T11:43:33.807+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soal Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha"/><title type='text'>Soal Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha</title><content type='html'>&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;700&quot; marginheight=&quot;0&quot; marginwidth=&quot;0&quot; src=&quot;https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSd7-khqwpj2t34rsyxj9VyeHtdGSVgF1gySNkbgkz9CCk-QXw/viewform?embedded=true&quot; width=&quot;640&quot;&gt;Memuat...&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/8651667135129061279/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/quiz-memahami-sikap-dan-perilaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8651667135129061279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/8651667135129061279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/quiz-memahami-sikap-dan-perilaku.html' title='Soal Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-4655771479579546600</id><published>2018-09-29T00:30:00.003+07:00</published><updated>2021-05-01T07:29:07.977+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha"/><title type='text'>KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguGjwkwwv9aGXj4iQEuTGtReh_pp62MWdZpFuCSJ7vqT3istMBZUGoZztzRFLgY00ZSHVCRWtdfS_AV3MekOjRLwlkL3DqhCzX6YxID4-f79T_3X0XSW9iQJ44H1JP6WVfPpNhSAXaFE4/s1600/6-Penyebab-Kegagalan-dalam-Berwirausaha.png&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;213&quot; data-original-width=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguGjwkwwv9aGXj4iQEuTGtReh_pp62MWdZpFuCSJ7vqT3istMBZUGoZztzRFLgY00ZSHVCRWtdfS_AV3MekOjRLwlkL3DqhCzX6YxID4-f79T_3X0XSW9iQJ44H1JP6WVfPpNhSAXaFE4/s1600/6-Penyebab-Kegagalan-dalam-Berwirausaha.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;KEBERHASILAN WIRAUSAHA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berwirausaha tidak selalu memberikan hasil yang sesuai dengan harapan dan keinginan pengusaha. Tidak sedikit pengusaha yang mengalami kerugian hingga akhirnya bangkrut. Namun, banyak juga wirausahawan yang  berhasil hingga beberapa generasi. Bahkan banyak pengusaha yang semula hidup sederhana menjadi sukses dengan ketekunannya. Keberhasilan atas usaha yang dijalankan memang merupakan harapan pengusaha.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa ciri wirausahawan yang berhasil :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memiliki visi dan tujuan yang jelas merupakan ciri wirausahawan yang berhasil. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah yang dituju  sehingga dapat diketahui apa yang akan dilakukan pengusaha tersebut.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inisiatif dan proaktif, merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu  mengejar prestasi yang lebih baik dari pada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktivitas usaha yang dijalankannya selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berani mengambil resiko juga merupakan ciri wirausaha yang berhasil. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha kapan pun dan dimana pun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ ia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja keras dan merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang merupakan ciri wirausaha yang berhasil. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada material tetapi juga moral kepada berbagai pihak.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan ditepati.  Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dan direalisasikan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dijalankan antara lain kepada para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEGAGALAN WIRAUSAHA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita sudah biasa membaca mengenai ciri-ciri seorang pengusaha yang akan sukses. Pada kenyataannya, menjadi pengusaha tidaklah semudah kita membaca kisah-kisah sukses tersebut. Tidak sedikit juga pengusaha yang gagal ketika melalui prosesnya. Namun bukan berarti hal ini tidak dapat kita antisipasi. Beberapa ciri memberikan tanda bahwa seorang mungkin saja akan menjadi pengusaha yang gagal di masa depan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Berikut ini adalah beberapa ciri wirausahawan yang akan mengalami Kegagalan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. No Action, Talk Only&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita akan mengalami kegagalan sebagai pengusaha jika kita memiliki ciri banyak bicara namun sedikit melakukan action. Sebagian besar pengusaha memang memiliki ide yang menurut mereka sangat mengagumkan dan bersemangat menceritakannya kepada siapa saja. Namun sukses tidak dapat terwujud jika kita menghabiskan waktu terlalu banyak untuk berbicara dan berbicara tanpa melakukan hal yang signifikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti Pak Bob Sadino pernah berkata bahwa ‘Usaha yang sukses adalah usaha yang dikerjakan. Bukan yang ditanyakan atau dibicarakan terus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Hobi Menetapkan Target yang Tak Masuk Diakal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memiliki target yang besar itu tidak ada salahnya. Namun menjadi salah jika target kemudian menjadi tidak masuk diakal. Memproyeksikan bisnis kita untuk memperoleh rate of return dalam 5 hingga 10 tahun untuk usaha skala menengah mungkin terdengar wajar. Namun bernafsu untuk memenuhi ROR di bawah waktu 3 tahun mungkin harus kita pikirkan lagi. Tetapkanlah target yang masuk akal bagi bisnis agar ia memiliki waktu untuk berkembang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Penunda-nunda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setali tiga uang dengan banyak berbicara, sikap penunda-nunda juga memiliki dampak buruk yang sama. Memiliki sifat penunda akan membuat kita melewatkan banyak kesempatan emas yang sebenarnya dapat membuat bisnis kita maju secara signifikan. Sementara itu, kompetitor kita malah tidak menunda, lalu memanfaatkan momentum sehingga mereka bisa beberapa langkah maju dari kita.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kurang Fokus dan Persisten&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Masalahnya tak ada yang mudah dalam memulai bisnis. Bisnis juga memerlukan waktu untuk tumbuh dan memberikan hasil yang signifikan. Ketika kita sudah memulai langkah menjadi pengusaha, maka kita harus tetap fokus dalam menjalankannya hingga bisnis tersebut mencapai target yang ingin kita capai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Manajemen yang Buruk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Manajemen yang buruk bisa jadi akibat kepemimpinan yang buruk. Sebagai pengusaha, ada baiknya kita merancang terlebih dahulu bagaimana usaha tersebut akan kita akan dijalankan, sebelum kita memulainya. Pastikan kita memiliki orang-orang yang juga kredibel untuk menjalankan tanggung jawab mereka masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Mengelola Keuangan dengan Buruk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua bisnis harus memiliki pengelolaan keuangan yang mumpuni. Bagaimana perhitungan modal, cash flow, profit dan bagaimana cara mengatasi kerugian. Jika kita saja sudah kewalahan dalam mengatasi keuangan pribadi kita, maka kemungkinan besar kita juga akan kewalahan mengatasi keuangan sebagai pengusaha.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;7. Enggan Menyalahkan Diri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika kita adalah seorang yang suka menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan atas kegagalan kita – namun enggan menyalahkan diri sendiri, kemungkinan besar kita akan gagal menjadi pengusaha. Salah satu ciri dari seorang pengusaha yang berhasil adalah mereka banyak belajar dari kegagalan dan mengakui kesalahan yang mereka lakukan untuk kemudian tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Tidak Visioner&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background: white; margin-bottom: 18pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;&quot; style=&quot;color: #222222; font-size: 10.5pt;&quot;&gt;Sebagai pengusaha, akan gagal
jika kita tidak memiliki kemampuan untuk bisa melihat ke depan. Bagaimana
produk yang diinginkan pasar, bagaimana pemasaran yang efektif akan diterapkan,
siapa saja yang bisa menggunakan produk anda, dan lain sebagainya. Terlebih di
era teknologi, pengusaha dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan
melalui inovasi. Sehingga jika kita tidak memiliki ‘rasa’ seperti ini,
siap-siap untuk menemui kegagalan sebagai pengusaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;9. Suka Menipu dan Tidak Jujur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memiliki sifat suka menipu dan tidak jujur tampaknya tidak hanya akan gagal menjadi pengusaha namun kita akan gagal pada bidang apapun. Tidak ada orang yang suka dengan seorang penipu dan seorang yang tidak jujur. Padahal sejatinya dalam bisnis, kepercayaan adalah yang utama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;10. Menyepelekan Kualitas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernahkah anda melihat suatu iklan dengan kalimat yang mengagumkan namun setelah kita menggunakan produk yang diiklankan tersebut kita menjadi kecewa karena produknya ternyata tidak berkualitas? Kita pasti langsung enggan menggunakan produk tersebut kembali, bukan? Dan ketika konsumen merasa kecewa, efeknya akan sangat besar. Terlebih di era social media dimana kekuatan marketing word of mouth menjadi raja dan sangat efektif untuk menaikkan pamor sebuah brand, atau malah menjatuhkannya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Hanya Bisa Bekerja Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kita kemungkinan besar gagal menjadi pengusaha jika kita hanya mengandalkan diri kita sendiri. Mark Zuckerberg, adalah seorang pengusaha introvert yang tampaknya tidak butuh orang lain untuk memasarkan layanannya, karena toh Facebook sudah terkenal. Apakah demikian? Nyatanya Mark membutuhkan seorang Sheryl Sandberg untuk bisa mengelola facebook agar lebih berkembang, dan karyawan-karyawan lainnya. Karena Mark mengetahui bahwa jika ia hanya mengandalkan dirinya sendiri, bisnisnya tidak akan pernah beranjak kemana-mana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;12. Tidak Kreatif&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada begitu banyak produk yang beredar di pasar, namun kita lagi-lagi membuat produk yang sangat umum, tidak berbeda dari produk lain yang sudah dijual. Hal ini membuat konsumen tidak memiliki brand awareness terhadap produk kita karena dianggap sama dengan produk lainnya. Maka ketika kita tidak memiliki kreatifitas untuk membuat produk kita memiliki kelebihan dibanding produk lainnya dipasar, kemungkinan besar kita akan mengalami kegagalan sebagai pengusaha. Karenanya asah terus kemampuan berfikir kreatif anda !&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesalahan Umum yang Biasa Dilakukan Pengusaha Pemula&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu bagian terpenting dalam membangun sebuah usaha adalah dengan memiliki sebuah rencana dan diikuti oleh kedisiplinan untuk menjalankan rencana tersebut. Menjadi bagian dalam sebuah bisnis startup memang tidak selalu nampak menarik, bahkan Anda justru akan sering mengorbankan banyak hal dalam prosesnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesuksesan sebuah usaha startup bukanlah hasil dari keturunan/gen yang bagus atau perihal “berada di tempat dan waktu yang benar”, namun kesuksesan tersebut dapat Anda rencanakan dan bangun dengan mengikuti proses yang benar. Artinya Anda dapat belajar menjadi sukses.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam proses tersebut, ada beberapa langkah yang dapat Anda ikuti guna menghindari kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengusaha pemula. Berikut ini akan kami paparkan enam kesalahan yang biasa dilakukan oleh pengusaha pemula yang dapat Anda hindari saat memulai bisnis baru:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Jangan mengerjakan segalanya sendirian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang berpikir bahwa menjadi CEO atau pendiri suatu usaha berarti Anda harus ikut serta dalam melakukan segalanya. Hal ini bisa dimaklumi karena saat baru mendirikan sebuah usaha, Anda mungkin kekurangan modal dan juga tenaga kerja. Namun Anda perlu tahu bahwa startups adalah sebuah maraton, bukan balapan. Maksudnya butuh waktu rata-rata 7-10 tahun hingga usaha Anda bisa benar-benar sukses.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bila Anda tidak menggunakan waktu dengan baik untuk beristirahat dan menjaga diri Anda, siapa lagi yang akan melakukannya? Bersantailah sesekali, manjakan diri Anda, dan rawatlah diri Anda. Belajarlah untuk mendelegasikan tugas-tugas yang biasa Anda kerjakan. Itulah manfaat yang dapat Anda rasakan dengan merekruit orang-orang yang kompeten dan lebih pandai dari Anda. Hal-hal yang mungkin harus selalu Anda tangani sendiri adalah peningkatan modal, menemukan produk yang tepat untuk pasar, serta membangun ikatan dengan pelanggan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Jangan bekerja separuh-separuh&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada saat yang sama, jangan mulai mengembangkan ide startup baru sebagai projek sampingan. Hal ini tidak akan efektif, baik bagi startup yang baru Anda jalankan maupun bagi perkembangan ide baru tersebut. Sama halnya dengan multitasking, Anda harus menghindari hal tersebut. Jangan mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan karena hal itu berarti kerja Anda tidak akan maksimal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bukan tidak mungkin Anda melakukan dua hal/projek secara bersamaan, namun kita semua tahu bahwa mencurahkan segala perhatian, waktu, dan tenaga pada satu hal merupakan bentuk dedikasi dan investasi yang baik untuk usaha yang baru mulai berkembang. Anda akan kesulitan mencari investor, meski ide produk atau jasa yang Anda tawarkan amatlah bagus, bila mereka tahu bahwa Anda tidak total dalam menjalankannya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Jangan mencoba menggapai segala macam pelanggan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hampir sama dengan poin sebelumnya: Anda tidak bisa melakukan dua hal hebat bersamaan. Hal ini bukanlah sebuah pola pikir negatif atau dimaksudkan untuk mengecilkan hati Anda, namun saat Anda baru memulai sebuah usaha, Anda tidak mungkin memiliki waktu, uang, dan sumber daya yang cukup untuk menemukan lebih dari satu produk yang cocok di pasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Me-follow up ide baru memang hal yang mengasyikkan dan pasti membuat Anda bersemangat, tapi kenali kemampuan Anda dulu, mampukah Anda mengatasi beberapa hal secara bersamaan? Sulit rasanya bagi pengusaha pemula untuk menjalankan dua strategi pemasaran yang berbeda dalam satu waktu. Fokus Anda pasti akan terpecah sehingga sangat mungkin produk Anda nantinya akan jadi biasa-biasa saja atau bahkan tidak bagus. Bila Anda merasa memiliki ide baru yang sangat bagus dan memiliki kesempatan yang lebh baik, putar saja haluan usaha Anda dan maksimalkan untuk ide baru tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Jangan mengambil laba terlalu sedikit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perhitungkan sejak awal apakah seiring dengan berjalannya waktu Anda bisa menekan biaya produksi, bila tidak maka ada baiknya Anda bentangkan margin laba yang cukup besar. Saat baru mulai berjualan, pelanggan mungkin tidak akan terlalu gembira bila dalam waktu singkat Anda menaikkan harga jual produk/jasa Anda. Memasang harga awal murah mungkin jitu sebagai ajang promosi dan menggaet pelanggan agar tertarik pada produk Anda, namun tidak bila untuk jangka panjang dan sebentar-sebentar Anda harus meningkatkan harga jual karena&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Jangan mengabaikan teknik pemasaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meski belum meluncurkan produk Anda, jangan abaikan marketing atau pemasarannya. Anda bisa melakukan hal ini dengan mempromosikan produk Anda dari mulut ke mulut dan membuat orang lain membicarakan produk Anda. Dengan menggaet penggemar produk Anda seperti ini, Anda akan sekaligus menambah nilai bagi hidup mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nilai tersebut dapat Anda berikan dalam berbagai cara selain dari produk atau jasa yang hendak Anda luncurkan atau pasarkan nantinya. Bisa melalui blog atau media sosial, misalnya. Tidak perlu terang-terangan membicarakan produk/jasa Anda, tapi cukup buatlah konten yang berkaitan dengan industri tempat Anda bergerak, sehingga menumbuhkan awareness calon kostumer terhadap apa yang akan Anda jual. Kebanyakan startups jarang melakukan hal yang satu ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;6. Jangan terlalu merahasiakan ide-ide Anda&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Anda khawatir ide Anda dicuri oleh orang lain? Ternyata hal ini merupakan salah satu kesalahan yang jamak dilakukan oleh pengusaha pemula. Anda tidak akan pernah menemukan produk yang cocok di pasaran bila menyimpannya rapat-rapat hingga Anda merasa ide tersebut sempurna. Anda harus membicarakan ide tersebut dengan orang/pengusaha lain untuk mendapatkan feedback.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jangan takut bahwa ide awal Anda akan terdengar bodoh, kebanyakan founder ternama memang mengawali idenya sebagai hal yang gila. Orang-orang yang Anda ajak berdiskusi tentang ide Anda sendiri mungkin akan terlalu sibuk dengan ide usaha mereka sendiri ketimbang mencuri ide Anda&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Strategi untuk Menyikapi Kegagalan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power, menyatakan bahwa kebanyakan orang dalam kebudayaan kita diprogramkan untuk takut gagal. Padahal, kita semua pernah menginginkan sesuatu tetapi mendapatkan yang lain. Kita semua pernah gagal dalam tes, menderita dalam cinta yang membuat frustrasi yang tidak berhasil, menyususn rencana bisnis yang kemudian gagal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sukses-sukses super dari kebudayaan kita bukanlah orang yang tidak gagal, melainkan orang yang tahu bahwa mereka mencoba sesuatu dan tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka mendapatkan pengalaman belajar. Mereka gunakan apa yang telah mereka pelajari itu dan mencoba sesuatu yang lain saja. Mereka ambil tindakan-tindakan baru dan menghasilkan hasil-hasil baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tokoh-tokoh dunia yang pernah mengalami kegagalan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Abraham Lincoln paling tidak mengalami minimal 11 kegagalan besar sebelum menjadi Presiden.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Asa Candler pembeli hak kemasan Coca-Cola pernah gagal memasarkan minuman pada pabrik soda pada 1899.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Steve Jobs dengan tidak melisensikan sistem operasi Macintosh kepada pihak lain menjadi gagal menguasai sistem operasi dunia yang sekarang dipegang oleh Microsoft, bahkan Steve Jobs sendiri pernah didepak dari Apple.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akio Morita dari Sony juga pernah gagal karena tidak mau melisensikan video Betamax yang lebih baik dari VHS buatan Matshushita. Sekarng video yang ada adalah VHS, karena Matshushita mau melisensikan teknologinya kepada pihak lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Warren Bennis dari Xerox pernah gagal karena memutuskan tidak menjual PC, padahal Xerox mempunyai teknologi lebih baik dibandingkan yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Henry Ford gagal dalam memproduksi dan memasarkan kapal dan pesawat terbang dibandingkan dengan memproduksi dan memasarkan mobil.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Soichiro Honda menyatakan bahwa yang diketahui orang lain tentang kesuksesannya itu hanya 1 % padahal kegagalannya 99% yang tidak diketahui orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu aset yang bermanfaat hari ini dibandingkan hari kemarin adalah pengalaman. Orang yang takut gagal akan berperilaku untuk tidak berbuat sesuatu yang mungkin tidak efektif. Inilah yang menghalangi mereka dari mengambil tindakan yang sebetulnya bisa menjamin tercapainya keinginan mereka. Orang yang percaya pada kegagalan itu hampir dijamin biasa-biasa saja keberadaannya. Kegagalan adalah sesuatu yang pokoknya tidak dipersepsikan oleh orang-orang yang mencapai kebesaran. Mereka tidak terpuruk oleh kegagalan. Mereka tidak melekatkan emosi-emosi negatif kepada sesuatu yang tidak efektif. Maka sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, tetapi yang ada adalah hasil yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Penyebab utama kegagalan menangkap peluang usaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berbagai penyebab utama kekagalan mengkap peluang usaha, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Semangat pada awal memulai usaha dan menjadi loyo diperjalanan usaha hingga akhirnya menyerah untuk berbisnis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekedar Ikut-ikutan usaha atau sekedar tren. Dalam berusaha seringkali kita menjadi orang yang hanya ikut-ikutan teman, atau tren yang sedang berkembang, tanpa menyesuaikan dengan kemampuan yang dimilki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang dedikasi; tidak sepenuh hati mengerjakan usaha yang dibangun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan dan pengelolaan keuangan yang buruk; perencanaan penting dilakukan untuk membantu mengarahkan pengeluaran yang akan terjadi. Terkadang kita sering keluar dari rencana yang telah dibuat. Ingat bahwa perencanaan yang baik harus didukung dengan tindakan yang terarah mengikuti rancangan yang dibuat, jangan menyimpang dari perencanaan awal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengalaman manajemen usaha yang buruk, kurang disiplin, tidak terencana dan tidak tersistem.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lokasi usaha yang tidak strategis, seringkali memilih lokasi secara asal-asalan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang konsisten dan teliti dalam pengendalian bisnis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak tegas dalam manajemen utang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurang meyakini bahwa usaha dapat berhasil dan kurang percaya diri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keunggulan kompetitif dalam berwirausaha&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam berusaha tentu harus memperhatikan hal-hal yang mungkin dapat menjadi keunggulan bagi usaha tersebut. Adapun keunggulan kompetitif dalam berwirausaha dapat dicapai dengan cara:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Fokus pada pelanggan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kurangi birokrasi, puaskan pelanggan, tanggapi keluhan, jalin komunikasi yang baik, lakukan survey kepuasan pelanggan, care terhadap pelanggan, minimalisasikan komplain&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Pencapaian kualitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kualitas memegang peranan penting dalam usaha, baik kualitas produk barang dan jasa maupun kualitas pelayanan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Integritas dan tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penuh tanggung jawab dan berintegritas kepada setiap pemangku kepentingan (pelanggan ,investor, dll).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Inovasi dan kreativitas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Inovasi dan kreasi akan membawa keunggulan bersaing. Dengan meningkatkan inovasi dan kreasi tentu saja akan menarik perhatian pembeli/konsumen.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Produksi rendah biaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bila produksi rendah biaya maka produk dan jasa yang dihasilkan dapat bersaing dari sisi harga. Namun perlu digaris bawahi bahwa pelanggan akan sangat sensitif terhadap harga dan kualitas barang/jasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang wirausaha yang ingin sukses hendaknya memiliki sikap sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Berani; berani dalam memutuskan untuk mengubah paradigma bahwa setelah selesai sekolah/pendidikan formal akan berani menjadi wirausahawan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jujur; jujur dalam menjalankan usaha, jujur dalam berafiliasi, bermitra dengan pemangku kepentingan dalam usaha.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekun; ketekunan merupakan kesadaran dan sifat penting bagi seseorang dalam berwirausaha, terutama tetap tekun disaat usaha mengalami guncangan atau resiko.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rendah hati; sifat rendah hati biasanya mampu menyenangkan hati para relasi atau mitra usaha. Orang cenderung senang bekerja dengan orang lain yang sifatnya tidak sombong.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemauan (semangat juang tinggi); kemauan atau daya juang tinggi merupakan sikap yang harus dimiliki secara kuat, sebab dapat mempercepat kemajuan usaha.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanggung jawab; rasa bertanggung jawab tinggi yang dimiliki terhadap usaha akan menata usahanya lebih berhati-hati sehingga tidak akan memberi dapak yang buruk bagi usahanya, pekerja, dan juga mitranya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #3f3f3f; font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;arial&amp;quot;; font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&lt;b&gt;SOAL-SOAL PEMAHAMAN MATERI INI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/soal-keberhasilan-dan-kegagalan.html&quot;&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script id=&quot;_wauopq&quot;&gt;var _wau = _wau || []; _wau.push([&quot;small&quot;, &quot;bltb440zwc&quot;, &quot;opq&quot;]);&lt;/script&gt;&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;//waust.at/s.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/4655771479579546600/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/sikap-perilaku-ketrampilan-wirausaha.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4655771479579546600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/4655771479579546600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/sikap-perilaku-ketrampilan-wirausaha.html' title='KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN WIRAUSAHA'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguGjwkwwv9aGXj4iQEuTGtReh_pp62MWdZpFuCSJ7vqT3istMBZUGoZztzRFLgY00ZSHVCRWtdfS_AV3MekOjRLwlkL3DqhCzX6YxID4-f79T_3X0XSW9iQJ44H1JP6WVfPpNhSAXaFE4/s72-c/6-Penyebab-Kegagalan-dalam-Berwirausaha.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8915190107897143363.post-5947605205425239058</id><published>2018-09-28T22:14:00.002+07:00</published><updated>2021-05-01T07:29:34.987+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Memahami Sikap dan Perilaku Wirausaha"/><title type='text'>MEMAHAMI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNOaaJI4atygyB1PBtxLj2DDj08EC972zXjHf8VHFbWwiBi3khVsQiAIvOamua28D30x1BFsAx0z2KcjmtRwK-skKTg4QyRqzBWsjpT6f4lhRkOvBHe4LryNM5FOPc2Pj-cye-HiaMijQ/s1600/130504_entrepreneur.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;318&quot; data-original-width=&quot;477&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNOaaJI4atygyB1PBtxLj2DDj08EC972zXjHf8VHFbWwiBi3khVsQiAIvOamua28D30x1BFsAx0z2KcjmtRwK-skKTg4QyRqzBWsjpT6f4lhRkOvBHe4LryNM5FOPc2Pj-cye-HiaMijQ/s320/130504_entrepreneur.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #2b00fe;&quot;&gt;
MEMAHAMI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;
Kewirausahaan berasal dari istilah &lt;i&gt;entrepreneurship&lt;/i&gt;, sedangkan wirausaha berasal dari kata enterepreneur. Kata entrepreneur digunakan pertama kali oleh Savary pada Tahun 1723 dalam bukunya &quot;Kamus Dagang&quot;. &lt;i&gt;Entrepreneur&lt;/i&gt; diartikan orang yang membeli barang dengan harga pasti, meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang (atau guna ekonomi) itu akan dijual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Wirausaha (Entrepreneur) :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wirausaha adalah orang yang melihat peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Kewirausahaaan (Entrepreneurship) :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kewirausahaan menurut Instruksi Presiden Republik Indonesia (INPRES) No. 4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Me-masyarakat-kan dan membudayakan yang berbunyi: &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #20124d;&quot;&gt;Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan/atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan/atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menurut Zimmerer (1996)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menurut Roben (1996)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah suatu prose sesorang guna mengejar peluang/kesempatan untuk memenuhi kebutuhan/keinginan memalui inovasi tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Kewirausahaan yaitu: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menumbuhkembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membudayakan semangat, sikap, perilaku dam kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Sasaran Kewirausahaan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompol masyarakat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaku ekonomi (pengusaha kecil dan koperasi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Generasi muda, anak putus ekolah dan calon wirausahawan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;Manfaat Kewirausahan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga mengurangi pengganguran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebagai generator pembagunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengerikan contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun dan memiliki pribagi yang unggul yang patut untuk diteladani&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berusaha menidik karyawannya menjadi orang yang mnadiri, disiplin, tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berusaha menididik masyarakat agar hidup secara efisien, tidak foya foya dan tidak boros.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Konsep dan Pengertian Perilaku :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH_NwiiLD_IiwwL_7l0T6uvIJosqiC9kwp_7oU2cp8NCjS-2_KEWWMLnDnzyLZBhtHoDRdYrmnGU7x-ChPGmwLB6bdIII6nHNXlXYUOa4lnDGI3MJr8xw3NcOiWQ1Cy5Zrm2ng3QuOn60/s1600/8969486_orig.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;322&quot; data-original-width=&quot;492&quot; height=&quot;209&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH_NwiiLD_IiwwL_7l0T6uvIJosqiC9kwp_7oU2cp8NCjS-2_KEWWMLnDnzyLZBhtHoDRdYrmnGU7x-ChPGmwLB6bdIII6nHNXlXYUOa4lnDGI3MJr8xw3NcOiWQ1Cy5Zrm2ng3QuOn60/s320/8969486_orig.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Perilaku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan arti yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar&amp;nbsp;&lt;i&gt;(Notoatmodjo, 2003).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sedangkan dalam pengertian umum&lt;/b&gt;&amp;nbsp;perilaku adalah segala perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh makhluk hidup.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Pengertian perilaku dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa untuk berpendapat, berfikir, bersikap, dan lain sebagainya yang merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik maupun non fisik.&lt;br /&gt;
Perilaku juga diartikan sebagai suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya, reaksi yang dimaksud digolongkan menjadi dua, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;bentuk pasif (tanpa tindakan nyata atau konkrit),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dalam bentuk aktif (dengan tindakan konkrit),&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;Bentuk Perilaku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Bloom (1956)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, membedakannya menjadi 3 macam bentuk perilaku, yakni Coqnitive, Affective dan Psikomotor, Ahli lain menyebut Pengetahuan, Sikap dan Tindakan, Sedangkan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ki Hajar Dewantara&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, menyebutnya Cipta, Rasa, Karsa atau Peri akal, Peri rasa, Peri tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kognitif, yang berkaitan dengan apa yang dipelajari, tentang apa yang diketahui tentang suatu objek;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Afektif, atau sering disebut faktor emosional, yang berkaitan dengan perasaan (bagaimana perasaan tentang objek);&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikomotorik atau konatif, yakni perilaku (behavioral) yang terlihat melalui predisposisi suatu tindakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Perbandingan penggunaan istilah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;background: white; mso-cellspacing: 1.5pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-yfti-tbllook: 1184; width: 542px;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;border: 1pt none; color: #404040; font-size: 12pt; padding: 0cm;&quot;&gt;KSAs&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;border: 1pt none; color: #404040; font-size: 12pt; padding: 0cm;&quot;&gt;Bloom’s&lt;br /&gt;Domains&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;border: 1pt none; color: #404040; font-size: 12pt; padding: 0cm;&quot;&gt;Realm&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Knowledge&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Cognitive&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Intellectual&lt;br /&gt;What do you know?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Skills&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Psychomotor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Physical&lt;br /&gt;What can you do?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Attitudes&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Affective&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;padding: 0cm;&quot; valign=&quot;bottom&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #404040; font-size: 12pt;&quot;&gt;Emotional&lt;br /&gt;How do you feel?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk perilaku dilihat dari sudut pandang respon terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Perilaku tertutup, Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/kesadaran, dan sikap yang terjadi belum bisa diamati secara jelas oleh orang lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perilaku terbuka, Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Proses Pembentukan Perilaku&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Persepsi, Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motivasi, Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Perilaku manusia terjadi melalui suatu proses yang berurutan. Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Awareness (kesadaran), yaitu orang tersebut menyadari atau mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Interest (tertarik), yaitu orang mulai tertarik kepada stimulus.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluation (menimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses seperti ini didasari oleh pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang positif maka perilaku tersebut akan menjadi kebiasaan atau bersifat langgeng&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(Notoatmodjo: 2003).&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Pengertian Sikap&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Secara umum, pengertian sikap (attitude) adalah perasaan, pikiran, dan kecenderungan seseorang yang kurang lebih bersifat permanen mengenal aspek-aspek tertentu dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Komponen-komponen sikap&amp;nbsp;&lt;/b&gt;adalah pengetahuan. perasaan-perasaan, dan kecenderungan untuk bertindak. Dalam&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pengertianahli.com/&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;pengertian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang lain, sikap adalah kecondongan evaluatif terhadap suatu objek atau subjek yang memiliki konsekuensi yakni bagaimana seseorang berhadap-hadapan dengan objek sikap. Tekanannya pada kebanyakan penelitian dewasa ini adalah perasaan atau emosi. Sikap yang terdapat pada diri individu akan memberi warna atau corak tingkah laku ataupun perbuatan individu yang bersangkutan&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Sikap Wirausaha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seorang wirausahawan harus mempunyai beberapa sikap, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mempu berfikir dan bertindak kreatif dan inovatif&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu bekerja tekun, teliti dan dan produktif&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang seh Mampu berkarya dengan semnagat dan kemandirian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil resiko.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Perilaku Wirausahawan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sedangkan prilaku yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha adalah:&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Memiliki rasa percaya diri (teguh pendirian, tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang baik, optimis terhadap pekerjaannya)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berorientasi pada tugas dan hasil (haus akan prestasi, berorintasi pada laba, tekun dan tabah, mempunyai motifasi tinggi dan kerja keras)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengambul resiko (energik dan berinisiatif, mempu mengambil resiko, suka pada tantangan, bertingkahlaku sebagi pemimpin, dapat menanggapi saran da kritik)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keorisinilan ( inovatif, kreatif dan fleksibel, serba bisa dan mengetahu banyak hal)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berorintasi pada masa depan (optimis pada masa depan)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ketrampilan Wirausaha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Disamping harus memiliki sikap dan perlaku tersebut diatas eorang wirausaha harus juga memiliki ketrampikan untuk menunjang k&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #303030;&quot;&gt;eberhasilannya, yaitu ketrampilan dasar dan ketrampilan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormalCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Ketrampilan dasar:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Memilki sikap mental dan spiritual yang tinggi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki kepribadian yang unggul&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pandai berinisiatif&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;Ketrampilan khusus:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh bersarakan konsep yang dibuat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketrampilan teknis (technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Human Skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama usahawan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
Karakteristik Wirausahawan&lt;/h2&gt;
&lt;div&gt;
Karakteristik adalah ciri-ciri khusus yang harus dimiliki oleh seseorang. &lt;br /&gt;
Jadi karakteristik seorang wiraushawan adalah ciri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang menbedakan dengan orang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan: &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Disiplin&lt;/b&gt;. Dispilin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai, dilanrang atau diteruskan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komitmen Tinggi.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan sealu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seorang pengusaha yang mempuyai komitmen tinggi adalah orang mentaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik konsumen maupun mitra bisnisnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah: &lt;br /&gt;
·       Konsisten, tegas, adil &lt;br /&gt;
·       Suri tauladan &lt;br /&gt;
·       Konsentrasi pada manusia

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 14.2pt; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jujur&lt;/b&gt;. Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya kejujuran dapat disamakan dengan amanah. Amanah adalah bila diberi kepercayaan tidak berkhianat, kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kreatif dan Inovatif&lt;/b&gt;. Secara umum kreatif dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseoarang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: start;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mandiri.&lt;/b&gt; Mandiri adalah sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus&amp;nbsp; dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri sekaligus&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; berani mengambil resiko dalam bisnis.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;background: white; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0cm 14.2pt; text-align: start; text-indent: -15.3pt; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;Berdasarkan penelitian kreativitas dapat didefinisikan menjadi 3 tipe kreativitas yang berbeda              yaitu menciptakan, memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan.&lt;br /&gt;
Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi                    gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Inovatif merupakan suatu terobosan baru yang                tercipta karena adanya kreatifitas yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat menbangun kepribadian yang kuat antara lain: &lt;br /&gt;
1.       Berkemauan keras &lt;br /&gt;
2.       Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi &lt;br /&gt;
3.       Kejujuran dan tanggungjawab &lt;br /&gt;
4.       Ketahanan fisik dan mental &lt;br /&gt;
5.       Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras &lt;br /&gt;
6.       Pemikiran yang kontruktif&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;background-color: yellow;&quot;&gt;TUGAS KELOMPOK&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;info&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif&quot;&gt;&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;Amatilah wirausaha disekitar tempat tinggalmu, klasifikasikan jenis usahanya, usaha apa saja yang telah mereka lakukan. Kemudian pilih salah satu dari wirausaha tersebut dan lakukan wawancara dengan mereka bersama kelompokmu. Sebelum melakukan wawancara persiapkan dulu DAFTAR PERTANYAAN yang akan kamu pergunakan dalam wawancara. Rencanakan dulu bersama kelompokmu data apa saja yang ingin kalian peroleh.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span face=&quot;&amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif&quot;&gt;&lt;b style=&quot;background-color: #9fc5e8;&quot;&gt;Hasil wawancara tersebut presentasikan di dalam kelas...!!!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: cyan;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;SOAL-SOAL PEMAHAMAN MATERI&amp;nbsp; INI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/quiz-memahami-sikap-dan-perilaku.html&quot;&gt;klik disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://soehari-janto.blogspot.com/feeds/5947605205425239058/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/memahami-sikap-dan-perilaku-wirausaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5947605205425239058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/8915190107897143363/posts/default/5947605205425239058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://soehari-janto.blogspot.com/2018/09/memahami-sikap-dan-perilaku-wirausaha.html' title='MEMAHAMI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA'/><author><name>soeharijanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08645596345140197113</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNOaaJI4atygyB1PBtxLj2DDj08EC972zXjHf8VHFbWwiBi3khVsQiAIvOamua28D30x1BFsAx0z2KcjmtRwK-skKTg4QyRqzBWsjpT6f4lhRkOvBHe4LryNM5FOPc2Pj-cye-HiaMijQ/s72-c/130504_entrepreneur.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.0912209999999991 111.96417280000003</georss:point><georss:box>-8.3427139999999991 111.64144930000003 -7.8397279999999991 112.28689630000002</georss:box></entry></feed>