<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;DE8FR3wyeSp7ImA9WhRUFU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465</id><updated>2012-01-25T22:53:36.291+07:00</updated><category term="meme" /><category term="seks" /><category term="allah" /><category term="tuhan" /><category term="kesehatan" /><category term="manajemen" /><category term="gina puspita" /><category term="kritik" /><category term="konsumerisme" /><category term="surat terbuka" /><category term="pembenaran" /><category term="Abu Bakar Bashir" /><category term="iman" /><category term="gombalan" /><category term="menulis" /><category term="rokok" /><category term="poligami" /><category term="agama" /><category term="surat" /><category term="ketakutan" /><category term="tahlilan" /><category term="candu" /><category term="kehidupan" /><category term="pernikahan" /><category term="klub taat suami" /><title>Guh</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/blogspotguh" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="blogspotguh" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">blogspotguh</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;AkMNRnkzcCp7ImA9WhRVGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-3967518940528528015</id><published>2012-01-18T13:34:00.002+07:00</published><updated>2012-01-18T13:34:57.788+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-01-18T13:34:57.788+07:00</app:edited><title>Sekarang komentar blogspot sekeren wordpress!!</title><content type="html">Saya baru tahu kalau komentar di blogspot sekarang bisa "nested", sepertdi wordpress. Bisa menjawab secara lebih personal, langsung dibawah komentar yang ingin dijawab :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi tergoda lagi ingin nulis di sini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Emang kamu sering dapet/jawab komentar, Guh?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hehe, bukan begitu. Tapi keren aja, akhirnya di blogspot ini ada perkembangan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok-besok kalau nulis mending di sini atau wordpress ya... hmm....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah... tapi masak iya "mau meletakkan semua telur dalam satu keranjang"? Email, reader, dokumen, kalender bahkan sampai hp juga pakai android yang titip data ke google, apa iya ngeblog juga pakai jasa google?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya nulis agak serius di wordpress saja lah.&lt;br /&gt;
Di sini untuk senang-senang saja :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-3967518940528528015?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/3967518940528528015/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2012/01/sekarang-komentar-blogspot-sekeren.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3967518940528528015?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3967518940528528015?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2012/01/sekarang-komentar-blogspot-sekeren.html" title="Sekarang komentar blogspot sekeren wordpress!!" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEFQ3o8fCp7ImA9WhRTEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-5673400525001665406</id><published>2011-11-02T13:00:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T13:00:12.474+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-11-02T13:00:12.474+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gombalan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kehidupan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="manajemen" /><title>Melangka, Waktu dan Perhatian</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: right;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-p7-_JGYmXA4/TrDRXC3TgsI/AAAAAAAAAqg/YAfXcIMnWSs/s1600/DeleteAccount.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://1.bp.blogspot.com/-p7-_JGYmXA4/TrDRXC3TgsI/AAAAAAAAAqg/YAfXcIMnWSs/s320/DeleteAccount.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Membaca &lt;a href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/10/tentang-use-it-or-lose-it-itu.html"&gt;tulisan kemarin&lt;/a&gt;, yang sedikit nyentil tentang pemeliharaan "asset" itu ternyata bikin resah juga. Ternyata kita punya banyak sekali asset yang telantar. Ada otot yang mengendur, ada keahlian yang memudar, ada teman-teman yang menghilang, ada iman yang menguap, ada ladang membongkor... Dan daftarnya terus memanjang. Mau dipelihara semua? Dan hidup jadi semakin penuh ketakutan, takut kehilangan. Aaargh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin kita mengurusi sendiri semua asset yang kita miliki. Sebagian yang bisa di delegasikan ya mungkin sebaiknya jangan diurus sendiri. Trus sebagian lain yang tak mungkin di delegasikan gimana... ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoi... ini ngomong apa toh? Bergaya kok ndak jelas. Nulis cuma biar disangka pinter ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hihi, aku ketahuan... Ya sudah, loncat topik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian dan waktu. Dua itu termasuk harta yang jumlahnya terbatas. Sangat amat terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya kita follow 500 orang di twitter. Jika separonya saja aktif ngetwit maka tiap kali membuka twitter kita akan diterjang badai informasi. Mulai dari keluhan errornya bank online, debat agama apa yang paling dibenci tuhan, sampai curcol si tukang selingkuh. Semua informasi bersaing memperebutkan perhatian dan waktu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retweet, reply, mention, de'em... Dan begitu sadar, setengah jam waktu dan entah berapa 'ton' perhatian sudah kita belanjakan di twitter. Eh, menghitung perhatian pakai satuan apa ya? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu baru twitter. Bagaimana jika punya akun Facebook juga? Sekarang di FB ada fitur yang memaksa kita untuk "memata-matai" kegiatan semua teman lewat sebuah jendela ajaib yang tampil di sidebar sebelah kanan. Jadi sambil menikmati status-status alay di wall kita sendiri, kita juga bisa mengintipi aktivitas pribadi teman-teman kita. Apakah mereka sedang tanya-jawab, sedang mengincar domba kurban atau pun sedang masturbasi, semua dapat terlihat. Facebook semakin&amp;nbsp; sakti dalam membuat kita menghabiskan waktu dan perhatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi masih ngeplus di google+, blogwalking, rss reading, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu sadar, tiba-tiba sudah pukul setengah tiga pagi. Untuk apa saja ya hidup seharian tadi, eh, kemarin? Dan biasanya sih sudah terlalu tidak sadar untuk bertanya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai segala kesibukan "penting" itu tiba-tiba dihilangkan. Lalu tiba-tiba kita punya beronggok-onggok waktu dan perhatian. Mau dipakai apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati kebersamaan dengan Sang Cinta? Punya gitu? Belum bosan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Belajar memahami hidup? Main sama binatang/orang piaraan? Jalan-jalan keliling dunia? Cari duit lebih banyak dengan kedok membuka lapangan kerja? Meratap-ratap khusyuk sambil menyebut nama teman imajiner? Memburu prestasi supaya bisa 'PD'? Ngeseks? Lembur cari pahala? Baca-baca tulisan ga jelas macam ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengubah dunia? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau cuma tidur?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tulisan ini pun harus berakhir menggantung, karena lanjutannya ada dalam pikiran pembaca.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-5673400525001665406?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/5673400525001665406/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/11/melangka-waktu-dan-perhatian.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/5673400525001665406?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/5673400525001665406?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/11/melangka-waktu-dan-perhatian.html" title="Melangka, Waktu dan Perhatian" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-p7-_JGYmXA4/TrDRXC3TgsI/AAAAAAAAAqg/YAfXcIMnWSs/s72-c/DeleteAccount.png" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkANQnsyfSp7ImA9WhdaGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-3772972658631139415</id><published>2011-10-29T20:26:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T20:26:33.595+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-29T20:26:33.595+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="menulis" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kehidupan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seks" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan" /><title>Tentang "Use It or Lose It" itu</title><content type="html">Use it or lose it. Gunakanlah atau kau akan kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum nan klise itu berlaku atas segala yang "hidup". &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika otot-otot manusia tak pernah dipakai, maka otak akan mulai "melupakan" pemeliharaannya. Nutrisi dan berbagai sumber daya yang tersedia akan dialokasikan ke organ lain yang lebih sering dipakai. Akhirnya otot yang jarang dipakai akan mengendur, menyusut. Pelan tapi pasti akan mengalami penurunan kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buktikan sendiri, beberapa minggu saja lengan seksi anda tidak dipakai, bentuknya akan mulai mengendur, jadi mirip seperti milik ibu-ibu pengajian. Sebulan tak &lt;i&gt;sit up, &lt;/i&gt;perut akan mengendur, mungkin ditambah menggendud ke segala arah. Nasib yang sama juga menimpa otot-otot yang berurusan dengan aktivitas seksual, setelah puluhan tahun tak pernah digunakan. Hmm... Memikirkan yang satu itu malah membuat saya teringat plus berimajinasi yang bukan-bukan pada para perawan tua dan perjaka uzur yang hidupnya begitu suci hingga jangankan latihan bersama pacar, berswalayan pun tak berani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya otot yang materil. Iman yang ada di wilayah imajiner juga begitu. Agar senantiasa mampu setia dalam meyakini sesuatu tanpa bukti, kita perlu secara rutin dan repetitif melakukan doktrinasi terhadap diri sendiri. Sekian kali setiap hari, kita ulangi berbagai afirmasi yang dapat memelihara dan menyegarkan iman kita. Alpa menunaikannya akan mengakibatkan iman memudar. Apalagi jika logika kita terus berkembang. Tinggal menghitung waktu sebelum iman pergi dan meninggalkan kita hidup hanya mengandalkan akal. Amit-amit kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skill. Kelihaian kita dalam melakukan sesuatu. Itupun jika lama tak digunakan bakal terlupakan. Seorang sembalap motor jejadian, jika terlalu lama tak menunggang motor, mungkin karena nyaman berkereta atau bermobil, saat kembali bermotor akan merasa kaku. Saat menyalip atau mengatasi ban slip akibat rem mendadak tak mungkin selincah saat masih sering naik motor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ini dia yang paling relevan: "Otot" untuk ngeblog juga pastinya senasib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat update, kreativitas, kelihaian menyiasati &lt;i&gt;benwit &lt;/i&gt;hingga kemampuan mengubah pikiran menjadi tulisan, semua itu juga mirip otot yang jika lama ditelantarkan bakal mengendur. Makanya itu saya buat tulisan ini, hehe. Supaya tidak terlalu pudar. Semoga saja posting ini juga mampu mengintimidasi saya agar lebih rajin menulis..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apanya sampeyan yang sudah lama tak dipakai?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-3772972658631139415?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/3772972658631139415/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/10/tentang-use-it-or-lose-it-itu.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3772972658631139415?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3772972658631139415?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/10/tentang-use-it-or-lose-it-itu.html" title="Tentang &quot;Use It or Lose It&quot; itu" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIMRnc7cSp7ImA9WhdVEU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-3994301573486942257</id><published>2011-09-15T23:59:00.000+07:00</published><updated>2011-09-16T00:09:47.909+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-16T00:09:47.909+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pernikahan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketakutan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pembenaran" /><title>Pernikahan Yang Katanya Penuh Hikmah Itu</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-jKLRKUPNR-w/TnIwfoFt8OI/AAAAAAAAAp4/J5QG4VX9BkU/s1600/WeddingRing.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-jKLRKUPNR-w/TnIwfoFt8OI/AAAAAAAAAp4/J5QG4VX9BkU/s1600/WeddingRing.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tempo hari saat terjebak di suatu tempat yang tak penting, saya berhasil membuka &lt;a href="http://m.facebook.com/"&gt;Facebook&lt;/a&gt; lewat ponsel dan gatal-gatal karena membaca update beberapa teman soal pernikahan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat gatal karena status tersebut mengingatkan saya pada beberapa gadis yang saat ini sedang resah mencari pasangan hidup. Saya merasakan, para gadis pencari suami yang membacanya akan semakin dirundung gelisah. Weits, tidak, saya tidak sedang sok empatik atau carmuk lho! *penyangkalan*.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, internet &lt;a href="http://axisworld.co.id/"&gt;Axis&lt;/a&gt; di ponsel belum mengijinkan saya berkomentar (malahan tidak mengijinkan saya melanjutkan browsing).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Esoknya di rumah, lewat &lt;a href="http://aha.co.id/"&gt;AHA&lt;/a&gt;-nya Bakri yang Lapindo itu, dengan kondisi sudah tercekik &lt;i&gt;overquota&lt;/i&gt; plus cuma dapat cdma1x pula, saya coba cari lagi thread tersebut. Dan gagal lagi karena saya bukan termasuk kaum yang sabar menghadapi timeout yang repetitif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, ini mau gosip soal kawin atau mau mengutuki takdir fakir benwit sih? Hehe, tentu saja bukan keduanya. Saya ini mau melunturkan mantra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dengan koneksi yang semoga lebih baik, saya kembali ke topik sambil menjadikan masalah ini sebagai update blog yang konon mulai terlantar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Isi statusnya kurang lebih menyatakan bahwa &lt;b&gt;dengan menikah kita mendapat banyak pelajaran baru, mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri, lebih berani menghadapi hidup dan jadi pribadi yang lebih bertanggung jawab terhadap komitmen.&lt;/b&gt; Dan kalau tak salah ujung-ujungnya &lt;b&gt;mengajak agar yang belum menikah untuk segera menikah&lt;/b&gt; tapi semua disampaikan dengan cara yang &lt;i&gt;agak sesuatu gitu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sudut pandang bias seorang jomblo saya langsung merasa diserang. Status itu jadi tampak err... rasis? Eh, apa ya? Sentimen antar ras disebut rasis, lalu kalau sentimen antara yang menikah dan belum menikah apa? Kawinis? Kawis?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun lah. Yang jelas status itu terasa meninggikan derajat mereka yang sudah menikah sambil merendahkan mereka yang belum/tidak menikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diperparah dengan jawaban dari bangbro siapa itu yang isi komentarnya menyindir mereka yang takut menikah. Beliau bilang bahwa orang yang takut menikah itu sama seperti menggunakan kaos kaki ukuran orang lain. Atau semacam itu. Yang pasti isinya terasa memperluas serangan, jadi tak sekedar menggelisahkan mereka yang desperate belum dapat pasangan, tapi juga pada mereka yang belum tertarik menikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah saya merasa perlu untuk &lt;i&gt;breaking the spell&lt;/i&gt;, membatalkan kesaktian dari pernyataan-pernyataan intimidatif dari para yth tersebut. Semoga bisa jadi pelipur lara untuk mereka yang belum menemukan pasangan atau yang belum tertarik menikah :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, soal anggapan bahwa pernikahan memberi pelajaran baru dan bla-bla lain yang berkonotasi baik. Itu benar. TAPI pernyataan itu juga benar saat kita terjun dalam apapun yang lain. Berteman dengan orang baru, bekerja di kantor baru, buka lapak usaha baru, buka ladang baru, dan apapun yang baru. Semua pasti memberi kita pelajaran-pelajaran baru. Termasuk jika memilih untuk tidak menikah ketika mayoritas orang menikah, itu pun bakal memberi banyak pelajaran baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu HANYA jika orangnya mampu dan mau reseptif terhadap pelajaran-pelajaran yang hadir sepanjang perjalanan. Kalau orangnya bebal dungu, sibuk menyesali nasib dan menuhankan selera mayoritas/orang lain, ya itulah takdir seorang budak. Menikah ataupun tidak, budak tetaplah budak. *apasih*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, soal menumbuhkan tanggung jawab dan berkomitmen. Ya oloh, pleeeaase deh, itu juga benar sekaligus bisa tidak benar untuk apapun yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah ketemu sama orang yang buka bisnis baru lalu males ngurus? Atau daftar kuliah lalu mutung gak pernah masuk? Atau berjanji dan tak menepati? Dalam pernikahan yang sangat melatih tanggung jawab dan komitmen itu juga banyak orang yang ternyata tidak berubah jadi lebih bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang jadi semakin liar juga banyak. Tidak sekedar mutung pisah ranjang, cerai, atau yang selingkuh diam-diam, banyak juga kok pasangan &lt;i&gt;awet rajet&lt;/i&gt; yang merokok/mencandu sambil mengasapi anak-anaknya, meracuni dan ngajarin ga bener pada darah dagingnya sendiri. Sungguh bertanggungjawab sekali kan mereka-mereka itu? Hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orangnya memang tidak mau berubah jadi lebih bertanggung jawab, tetap egois dan taat menyembah candu, mau lajang kesepian atau kawin berulang-ulang, selamanya ya akan tetap seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, soal rasa takut yang muncul karena melihat kegagalan orang lain itu wajar kok. Kita takut ngebut, takut ditolak, takut pakai baju aneh, takut berwirausaha, takut beda dari mayoritas dan takut-takut yang lain. Mungkin rasa itu muncul karena melihat kegagalan / kecelakaan / kekonyolan orang lain. Atau juga karena kita memang takut terjun ke dalam hal baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita takut terhadap banyak hal selain menikah, tidak perlu terlalu tersinggung ketika diolok-olok sebagai orang yang takut nikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andai saya sudah menikah lalu meledek Anda yang jomblo kesepian sebagai seorang yang takut nikah, pastilah bukan karena saya tahu kondisi dan alasan Anda yang sebenarnya, saya tak maha tahu. Saya meledek itu kalau bukan karena becanda, mungkin karena saya sedang dirundung ragu dan butuh penguatan diri. Rasa bangga sebagai orang berani menikah, akan jadi semacam &lt;i&gt;placebo&lt;/i&gt; yang membantu saya untuk bertahan dalam pernikahan yang mungkin&amp;nbsp; tidak seindah yang saya bayangkan sebelumnya. Lebih indah, atau lebih parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Keempat, &lt;/b&gt;... eh, habis ya? Ya sudah, kesimpulan saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jadi,&lt;/b&gt; setiap kali Anda --para lajang dan jomblo kesepian-- merasa terintimidasi oleh kalimat-kalimat terkesan sakti yang mempromosikan pernikahan, bedah saja pernyataannya. Mungkin sekali itu bermotif komersil atau sekedar &lt;i&gt;deepity&lt;/i&gt; saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi hati-hati, jangan langsung dibantah semena-mena, bisa jadi si pembuat pernyataan sedang membully anda karena dirinya juga butuh penguatan untuk bertahan dalam pernikahan. Atau secara tidak langsung sedang memanipulasi pasangannya agar bertahan dalam pernikahan. Jika Anda bantah, bisa-bisa Anda menjerumuskan orang ke dalam perceraian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strike&gt;Ingat, apa yang disatukan Tuhan, tak bisa dipisahkan manusia! Jadi kalau ternyata pisah juga, ya itu pasti kerjaan Tuhan, bukan salah manusianya.&lt;/strike&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sedikit saran untuk kita semua yang ingin mempromosikan pernikahan, daripada bikin pembenaran aneh-aneh, mungkin lebih efektif mengutip atau memelintir ujaran-ujaran suci saja. Bilang kalau lajang itu tak disukai Alloh, sedangkan menikah itu berpahala dan bisa masuk surga berkali-kali. Korban pasti lebih terintimidasi, plus kita juga merasa lebih berpahala. Pasangan yang ingin kita manipulasi juga akan lebih tergerak hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau, bawa-bawa evolusi dan gunakan argumen berkembang biak. Spesis yang bisa bertahan sampai sekarang jelaslah hanya yang paling berhasil beranak pinak. Siapapun yang gagal bikin anak, tidak bakal ada kelanjutannya, pasti punah ditelan sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian, CMIIW. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat melanjutkan aktivitas, jangan lupa bikin anak ;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gambar dari &lt;a href="http://photos1.fotosearch.com/bthumb/CSP/CSP254/k2543811.jpg"&gt;fotosearch.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-3994301573486942257?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/3994301573486942257/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/09/pernikahan-yang-katanya-penuh-hikmah.html#comment-form" title="8 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3994301573486942257?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3994301573486942257?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/09/pernikahan-yang-katanya-penuh-hikmah.html" title="Pernikahan Yang Katanya Penuh Hikmah Itu" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-jKLRKUPNR-w/TnIwfoFt8OI/AAAAAAAAAp4/J5QG4VX9BkU/s72-c/WeddingRing.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>8</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8EQ3Y4eSp7ImA9WhdQE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-3576780652224237645</id><published>2011-08-15T16:00:00.001+07:00</published><updated>2011-08-15T16:00:02.831+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-15T16:00:02.831+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsumerisme" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="meme" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kritik" /><title>Amal Berisik Terasa Mengusik?</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/a/a7/Anti-capitalism_color.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-d25UwksCfQc/Tki1NFLsiGI/AAAAAAAAApQ/F75WPa7oP8M/s200/capitalism.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Amal yang berisik itu contohnya seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perusahaan tak jelas yang janji akan menyumbang orang melarat jika di-follow di twitter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Para nenek dan kakek beriman yang berdoa menggunakan speaker yang distel keras-keras.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Korporat  Multi Nasional yang janji membagikan sekian liter air di tempat  terpencil, untuk setiap dagangan mereka yang Anda beli.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan semua prilaku yang serupa, dimana aksi-aksi "menyentuh" dipublikasikan secara berisik untuk kepentingan apapun.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Anda yang merasa terusik dengan prilaku-prilaku tersebut, sebenarnya apa sih yang membuat Anda terusik?&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Karena agama dan atau tuhan dijual untuk cari penghasilan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena orang melarat dijual untuk branding korporat?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena hal-hal yang anda anggap sakral diobral murah?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena tidak kebagian?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Ijinkan saya berbagi kesoktahuan sedikit...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya &amp;nbsp;dari banyak cara menyikapi gerakan massa, ada tiga yang paling menarik untuk mengusik kita  yang sedang terusik oleh para pelaku amal yang berisik:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ikut terbawa arus.&lt;/strong&gt;  Kebanyakan orang masuk golongan ini. Ikut beribadah karena tradisi,  ikut nyoblos asal-asalan, ikut merokok karena pengaruh iklan/pergaulan,  ikut takut dan sok kenal tuhan bermodal katanya orang, ikut selera dan  trend mayoritas, dll. Semua dilakukan otomatis tanpa kesadaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Menyadari adanya arus.&lt;/strong&gt;  Kebanyakan filosof, atheis dan kritikus berada di kelompok ini. Mereka  bisa melihat bagaimana orang-orang tanpa pikiran dan tanpa pertanyaan,  membuta berjamaah mengikuti apapun yang diinginkan sang gembala. Jika tidak suka dengan arusnya, seringkali golongan ini memutuskan tidak ikut arus lalu nyinyir dari  luar gerombolan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mengambil untung dari terjadinya arus.&lt;/strong&gt; Golongan oportunis ini begitu melihat &lt;em&gt;jamaah bakal kemana&lt;/em&gt;, langsung lari mendahului ke arah yang dituju. Kemudian &lt;em&gt;membuka lapak-lapak dagangan&lt;/em&gt;&amp;nbsp;di tempat-tempat strategis di sepanjang rute yang bakal dilalui termasuk di tempat tujuan. Kadang tampak seperti bunglon, berganti kostum sesuai dengan segmen pasar  yang disasar.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Weits... Walaupun saya ingin ikut-ikutan menghakimi seperti yang dilakukan banyak orang lain, saya tidak mengatakan bahwa Anda termasuk golongan kedua lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari tiga kelompok diatas, jika kelompok ketiga  adalah yang paling beruntung dan kelompok kedua adalah yang paling  murung, maka kelompok pertama adalah komoditas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun  selalu diperjualbelikan, dibodohi dan dieksploitasi semena-mena, kelompok pertama  adalah kelompok yang paling berjasa dan paling mulia. Dengan keluguan  dan ketulusannya mereka menjadi pondasi bagi terciptanya kemakmuran  bagi&amp;nbsp; banyak orang di dunia. Jika surga memang ada, pastilah tercipta spesial &amp;nbsp;untuk mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, apakah sudah tampak apa kaitan paparan suci ini dengan judul? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya tidak penting juga soal judul itu. Saya cuma ingin mengajak Anda membebasliarkan pikiran Anda, biarkan dia berloncatan  kesana-kemari seperti monyet. Biarkan dia mencari tahu siapa yang mencipta "arus"?&amp;nbsp;&lt;i&gt;Meme&lt;/i&gt; apa (dan kenapa) yang berhasil mewabah dan menggerakkan massa? Siapa pula yang membuat kita mensakralkan hal-hal yang kita anggap sakral? Dan siapa yang membuat kita meyakini jawaban yang kita yakini itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sempatkan berbagi dengan kami jika si monyet kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa kerja&amp;nbsp;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-3576780652224237645?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/3576780652224237645/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/08/amal-berisik-terasa-mengusik.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3576780652224237645?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3576780652224237645?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/08/amal-berisik-terasa-mengusik.html" title="Amal Berisik Terasa Mengusik?" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-d25UwksCfQc/Tki1NFLsiGI/AAAAAAAAApQ/F75WPa7oP8M/s72-c/capitalism.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4CSXg9eSp7ImA9WhdTGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-1828508402195645212</id><published>2011-07-10T00:39:00.001+07:00</published><updated>2011-07-17T23:42:48.661+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-17T23:42:48.661+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsumerisme" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rokok" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="candu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="allah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tahlilan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="surat terbuka" /><title>Ya Allah, Tahlilan Itu Menyebalkan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-GOWOZhWOa_o/ThiFrBmiFsI/AAAAAAAAAhY/K4Sr-DV1uMo/s1600/rokokislami.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-GOWOZhWOa_o/ThiFrBmiFsI/AAAAAAAAAhY/K4Sr-DV1uMo/s200/rokokislami.png" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah Kamu apa yang paling menyebalkan dari tahlilan di sini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan bagaimana keluarga si mati dibebani secara ekonomi untuk menjamu para tetangga selama 7 hari. Bukan. Tradisi memberi berkat dalam kotak dan menjamu peserta tahlil itu memutar roda ekonomi. Penjual makanan dapat profit dan bisa memberi makan keluarganya. Sayang kan jika uang para pelayat hanya disimpan atau dibelanjakan untuk hal-hal yang belum tentu lebih bermanfaat. Lebih baik segera dihabiskan untuk menjamu para tetangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan pula doa-doa keras yg repetitif. Sudah rahasia umum bahwa membuat Mu merespon doa sungguh sangatlah sulit. Maka itu kami merasa wajib mengulang dan mengeraskan doa semampu kami. Hanya soal waktu sebelum tradisi ini berevolusi. Tak lama lagi, tradisi ini akan melibatkan amplifier + speaker berkekuatan besar agar doa kami lebih menggelegar, agar singgasanamu di surga ikut tergetar. Tapi &amp;nbsp;bukan itu yang menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Allah, yang menyebalkan itu rokok. Langsung setelah tahlilan, sambil ngemil dan ngobrol, hampir semua orang menyalakan merokok. Dari 30-an pemekik doa, paling banyak hanya 5 mahluk yang tidak merokok, dan saya salah satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah yang kesekian kali saya ikut tahlilan dan menimati jadi perokok pasif nan religius. Terpaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Allah, Kamu pasti ingat, fenomena ini mirip sekali dengan Adzan teramplifikasi yang membuat orang tak berkepentingan harus ikut kaget atau terbangun. Mirip juga&amp;nbsp;dengan prilaku umat dalam bulan puasa yang membuat orang yang tak berkepentingan jadi ikut susah makan. Juga ketika penganut tafsir minoritas diancam-ancam / dianiaya agar patuh pada penganut tafsir mayoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah Kamu apa miripnya? Disini, non perokok dipaksa menghisap asapnya perokok. Padahal tujuan saya ikut hanyalah untuk doa bersama. Sebuah usaha gotong royong untuk membujukMu agar memberi nasib yang lebih baik pada si mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa saja saya pamit keluar (dari ruangan ataupun dari agamanya sekalian), tapi resikonya akan dicap manja, atau bisa juga dianggap kurang ajar tak tau etika, atau malah halal untuk ditumpahkan darahnya (dibantai).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minoritas selalu ditindas. Mayoritas merasa selalu benar dan semena-mena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tenang saja ya Allah, ini bukan doa kok, hanya curhat saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silakan Kamu pikir sendiri apa yang sebaiknya Kamu lakukan, itupun kalau Kamu bisa. Kamu kan Maha Tahu dan Maha Bijak lagi Maha Kuasa. Aku tak sekonyol itu untuk terus memohon-mohon sementara Kamu cuma pura-pura tak mendengar, pura-pura tak bisa melakukan apa-apa hingga akhirnya kami sendiri yang harus mengarang alasan untuk membenarkan kecuekanMu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Allah, sekian dulu curhat kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Kamu tak hanya Maha Mendengar, tapi juga Maha Membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Gambar dari &lt;a href="http://annida-online.com/artikel-975-tahlilan-vs-rokok.html"&gt;Annida&lt;/a&gt;, dicrop semena-mena.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Ditulis tak lama setelah mengisi malam minggu dengan tahlilan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-1828508402195645212?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/1828508402195645212/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/ya-allah-tahlilan-itu-menyebalkan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/1828508402195645212?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/1828508402195645212?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/ya-allah-tahlilan-itu-menyebalkan.html" title="Ya Allah, Tahlilan Itu Menyebalkan" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-GOWOZhWOa_o/ThiFrBmiFsI/AAAAAAAAAhY/K4Sr-DV1uMo/s72-c/rokokislami.png" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0cAQXY-eip7ImA9WhdTGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-5942046345177461455</id><published>2011-07-05T17:00:00.004+07:00</published><updated>2011-07-17T23:44:00.852+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-17T23:44:00.852+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tuhan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="candu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kritik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agama" /><title>Jangan Ganggu Teman Imajiner Saya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-SROQcFCH4TM/ThLCivfZLII/AAAAAAAAAhU/lcqlkHKo1gI/s1600/teman_imajiner.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-SROQcFCH4TM/ThLCivfZLII/AAAAAAAAAhU/lcqlkHKo1gI/s200/teman_imajiner.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Misalnya nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya lho... Saya adalah seorang bujang lapuk hopeless yang cuma punya pacar khayalan. Wajah cantikNya yang agak mirip mantan terakhir, saya bingkai dengan mewah. Wajah terbingkai itu selalu saya puja sebelum mandi dan saya peluk sebelum tidur. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau beliau hanya ada dalam imajinasi saya sendiri, tapi keberadaannya saya jadikan motivasi untuk berbuat baik. Setiap perbuatan baik, saya jadikan persembahan bagi Dia Yang Terbingkai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sekonyong-konyong Anda muncul dengan sok tahu. &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menjelaskan bahwa pacar saya itu cuma hayalan. Mengatai saya sedang berdelusi. Memvonis saya mencandu ilusi. Lantas dengan jumawa menyuruh saya segera sadar dan melupakanNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus seperti itu berarti Anda KURANG AJAR. Seenaknya mengintervensi keyakinan saya. Padahal keyakinan saya tidak merugikan Anda. Saya jelas &amp;nbsp;tersinggung jika sumber semangat hidup saya, tujuan hidup saya, diganggu dan dipertanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Idealnya memang manusia tak bergantung pada tokoh-tokoh imajiner. Tapi kan, nyatanya tak semua bisa begitu. Menggeneralisir bodoh seperti itu sama saja seperti &amp;nbsp;membenarkan seorang pendiri pabrik dildo yang memaki pengemis: "Pemalas! Jangan cuma ngemis! Sana bikin pabrik dildo sendiri!" &lt;br /&gt;
Analoginya memang maksa, tapi Anda dapat maksudnya kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generalisir bahwa semua orang dapat mandiri, itu gila. Kapasitas dan kesempatan orang berbeda. Adalah kenyataan bahwa tak semua manusia berhasil mandiri apalagi sampai bikin pabrik dildo sendiri. Banyak dari kita yang selamanya bergantung pada pihak lain. Ketergantungan bisa secara finansial, emosional, seksual, spiritual, dsb. Tempat bergelantungannya juga bisa sesama manusia, bisa teman imajiner, atau guru-guru berkualitas superhuman. Atau candu-candu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi kami yang suka bergelantungan pada teman imajiner, yang terpenting adalah tujuan dan semangat hidup yang kami dapatkan. Dan siapapun boleh saja mengklaim keberadaan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda boleh beriman bahwa di luar angkasa ada vagina maha sempit yang selalu menghisap apapun kedalamnya, bahkan cahaya sekalipun. Atau meyakini bahwa di pusat bumi ada penis maha keras yang terus menerus memuntahkan magma. Tidak perlu ribut soal bukti yang mendukung (atau menentang) keberadaannya. Yang penting diimani, lalu berbuat baik dengan semangat pengabdian yang didapat dari keyakinan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinan saya pada keberadaan Tuhan, atau keyakinan Anda pada Dewa, Poci Sakti, Monster Spagheti dan apapun yang dianggap Maha Suci adalah salah satu diantara hak yang paling asasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hak beribadah juga asasi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak jadi masalah walau Sang Hyang Pacar Imajiner saya mulai bikin perintah aneh-aneh untuk diterapkan.&amp;nbsp;Misal, pacar imajiner saya minta agar lelaki harus pakai kondom bila keluar tanpa muhrim, yang tidak mau pakai maka tititnya harus dicabut sampai ke akar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama hanya saya sendiri yang mentaati bagi diri saya sendiri, tanpa melanggar hak orang lain, tidak ada masalah. Bahkan jika teman-teman saya ikutan karena merasa senasib atau karena bersimpati pada nasib saya yang kelamaan jomblo sampai hampir gila, itupun tidak ada masalah. Munculnya ulama dan ulamawati yang mengendus-endus peluang dagang kondom juga tidak perlu diributkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saya mulai mulai &lt;b&gt;memaksa&lt;/b&gt; Anda atau siapapun untuk pakai bungkus karet tiap keluar rumah, apalagi sampai berusaha mengambil alih pemerintahan negara agar aturan suci dari pacar imajiner bisa saya tegakkan dan paksakan atas Anda semua... Maka saya yang pantas disebut kurang ajar. Konyol. Gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aksi pemaksaan yang mulai saya lakukan, maka Anda juga berhak (dan malah wajib) berusaha menyadarkan saya bahwa aturan gila tersebut tidak perlu dipaksakan ke orang lain. Kalau saya ngotot, Anda berhak untuk mempermasalahkan sumber aturan yang saya imani. Silakan kupas tuntas bagaimana keyakinan saya pada pacar imajiner itu sudah mulai bikin masalah. Ungkap gimana imajinasi saya sudah sampai pada taraf membahayakan masyarakat dan harus diperbaiki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaiknya jangan cuma sebatas mengkritik atau dekonstruksi, apalagi sekedar menghujat. Cobalah kreatif dan memberi solusi. Berikan pada saya alternatif tempat bergelantungan yang lebih sehat agar tak lagi tergantung pada pacar imajiner yang sifatnya sangat merusak. Sukur-sukur kalau bisa mengubah saya jadi berani mandiri tanpa tergantung pada pacar imajiner.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penting...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan pernah &lt;b&gt;tanpa alasan&lt;/b&gt; mempermasalahkan eksistensi pacar imajiner pujaan saya. Mendadak usil itu tampak seperti preemptive attack ala kafir paranoid. Hanya membuat Anda tampak seperti orang jahil kurang kerjaan.&amp;nbsp;Hasilnya cuma ketersinggungan. Kemarahan. Kebencian. Dan perlawanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus jelas apa sebabnya anda harus usil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saya dapat memahami bahwa kritik Anda adalah respon akibat saya memaksakan aturan gila, bukan semata usil, maka ada harapan untuk terjadinya dialog yang konstruktif diantara kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan walau saya terlanjur bermutasi jadi fundamentalis haus darah, yang anti dialog, yang terobsesi maksa-maksa.... Tetap Anda punya harapan lebih besar untuk menyadarkan orang-orang yang bersimpati pada saya. Karena disitu posisi Anda adalah korban terzalimi yang membela diri, bukan agressor iseng yang menyerang dengan arogan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penyimak akan terpicu untuk berpikir, dan dapat melihat bahwa sayalah yang punya masalah kejiwaan, bukan anda yang jahil dan kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkritisi berbagai pemaksaan dan penindasan akibat ajaran agama atau kecanduan rokok atau sebab apapun lainnya, sebaiknya juga mempertimbangkan saran-saran diatas, hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CMIIW :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;+ Gambar dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://rhysrodgers.com/2007/10/09/how-to-make-an-imaginary-friend/"&gt;rhysrodgers&lt;/a&gt;, memang kurang nyambung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;+ Sedikit manfaat dari memiliki teman imajiner ada di &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Imaginary_friend"&gt;wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-5942046345177461455?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/5942046345177461455/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/jangan-ganggu-teman-imajiner-saya.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/5942046345177461455?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/5942046345177461455?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/07/jangan-ganggu-teman-imajiner-saya.html" title="Jangan Ganggu Teman Imajiner Saya" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-SROQcFCH4TM/ThLCivfZLII/AAAAAAAAAhU/lcqlkHKo1gI/s72-c/teman_imajiner.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YERngzeCp7ImA9WhdTGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-1366929472389951188</id><published>2011-06-21T17:00:00.002+07:00</published><updated>2011-07-17T23:45:07.680+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-17T23:45:07.680+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klub taat suami" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="poligami" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gina puspita" /><title>Berpanjang-panjang Soal Klub Istri Taat Suami</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;"Kesetiaan Istri terbukti saat dirinya tetap setia ketika pernikahan dirundung kemiskinan, kesetiaan suami terbukti saat dirinya tetap setia saat pernikahan diberkahi keberlimpahan."&amp;nbsp;~ Bu Seksi&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tDeLceCigeo/TgFQpeiweKI/AAAAAAAAAhQ/Jd_mNrupiy0/s1600/jilbaberdoa.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-tDeLceCigeo/TgFQpeiweKI/AAAAAAAAAhQ/Jd_mNrupiy0/s200/jilbaberdoa.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca quote itu, saya teringat pada kisah seorang Teteh. Dia berasal dari keluarga berkecukupan, tapi setia menemani sang suami sejak masih miskin, terus mendukungnya dalam memperjuangkan kesejahteraan. Sialnya, setelah kesejahteraan tercapai, sang Suami malah poligami. Dan setelah beberapa saat, akhirnya si Teteh malah diceraikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hu.. hu.... kejiiii...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh... kok jadi gosip keji sih? &amp;nbsp;Loncat ke topik deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya rasa ide Klub Taat Suami untuk memberi pelatihan seks pada para muslimah itu positif.&amp;nbsp;Kenapa? Karena pengetahuan muslimah soal selangkangan memang sangat kurang. Jangankan cara memperlakukan selangkangan lelaki, lha dengan selangkangannya sendiri saja banyak yang belum kenal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Banyak muslimah kurang paham seks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan sembarang nuduh lho. Saya biar lugu begini juga pernah ngobrol dengan teman-teman muslimah sambil nyerempet-nyerempet selangkangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebagai gambaran. Cuma gambaran lho. Dari setiap 10 muslimah lajang yang saya kenal, hanya 3 orang yang tahu apa itu orgasme. Dari tiga orang itu, hanya 2 yang mengaku pernah merasakan. Dan dari dua orang itu hanya 1 yang mengerti bagaimana mendapatkannya secara mandiri. Hanya satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengetahuan anatomi semacam 'apa dan dimana letak klitoris', atau 'dimana dan bagaimana memperlakukan organ-organ menyenangkan' juga hasilnya sama.&amp;nbsp;Jika saya yang lugu dan polos saja masih jauh lebih tahu dari mereka, dapat dibayangkan betapa minimnya wawasan mereka tentang topik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika menyenangkan diri sendiri saja tidak mengerti, gimana pula memahami pasangannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kesenjangan seksual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bayangkan jika muslimah dengan wawasan seksual seperti itu kemudian menikah... Dengan lelaki yang ternyata juga lugu dan polos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal pernikahan tidak akan ada masalah, karena keduanya masih &lt;i&gt;newbie&lt;/i&gt;. Namun sepanjang perjalanan bahtera rumah tangga, sang suami akan banyak bertemu dengan wanita-wanita yang lebih muda, lebih kaya informasi, dan biasanya lebih agresif. Tambah lagi, seiring bertambahnya umur dan penghasilan, sang Suami juga tampak makin seksi di mata para wanita muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara sang Istri? Dia sibuk dan lelah mengurus rumah plus anak-anak (yang mungkin jumlahnya over dosis akibat mengharamkan KB). Pengetahuan seksualnya juga tidak berkembang. Dikiranya seks itu cuma ngangkang, cukup pasif dengan gaya ningrat. Akhirnya jurang kesenjangan seks pun kian menganga, hanya menunggu waktu sampai senasib dengan Teteh apes di awal tulisan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ancaman dari sesama wanita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Wanita adalah serigala bagi wanita yang lain." ~ Mba Bitch&lt;/blockquote&gt;Kebanyakan bahtera rumah tangga (biasanya yang makmur) akan dihantam wanita-wanita yang tak peduli jika seorang lelaki sudah beristri. Tak peduli jika aksinya menyebabkan hati istri (dan anak-anaknya) tersakiti.&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
Di luar rumah memang ada banyak&amp;nbsp;&lt;i&gt;abege, es pe ge, toge&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan mahluk-mahluk indah lain yang dengan hati senang akan menukar layanan &lt;i&gt;fellatio&lt;/i&gt; plus plus dengan Blackberry terbaru... atau bayaran semester... atau sekedar makan malam. Itu belum yang ngajak gratisan berdasarkan doyan sama doyan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
Lantas apa dong yang dimiliki oleh para muslimah lugu untuk bersaing dengan wanita-wanita agresif yang ada diluar sana?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sex Empowerment&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Argumen ketidakberdayaan dan kesempitan wawasan seksual para istri adalah salah satu yang digunakan Gina Puspita untuk membuat Klub Taat Suami. &amp;nbsp;Belajar dari pengalaman hidupnya, beliau yakin jika istri dapat memuaskan suami secara seksual, maka para suami akan lebih setia.&amp;nbsp;Tidak akan tergoda lagi oleh para bibir belang diluar sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal setahu saya, manusia tidak akan pernah puas. Lelaki juga manusia, dan tidak akan pernah puas, yang bisa dilakukan hanya mengendalikan keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun saya rasa ide macam itu bagus juga. Minimal pihak istri berusaha taat dan menyenangkan dulu. Jika setelah itupun ternyata suami masih kurang ajar, aksi tegas dari pihak istri akan terasa lebih pantas dan didukung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ancaman Keren Agar Mendukung Poligami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kutipan &lt;a href="http://diigo.com/0hzo3"&gt;pernyataan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Gina berikut cukup mencerminkan betapa berhasilnya pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Kalau ada yang tidak setuju dengan ketaatan istri seratus persen pada suami, itu berarti &lt;b&gt;memusuhi Nabi Muhammad &lt;/b&gt;SAW. Dan kemudian jika ada yang menilai berpoligami itu tidak benar, dan hanya Nabi yang kuat dan berlaku adil, maka itu &lt;b&gt;berarti menentang Sunnah Rasul&lt;/b&gt;, berarti mereka telah &lt;b&gt;termakan oleh ajaran Yahudi&lt;/b&gt;, yang memang ingin &lt;b&gt;memecah belah Islam&lt;/b&gt;”&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Istri yang seratus persen taat pada suami, &lt;b&gt;terutama dalam soal seks&lt;/b&gt;, maka semua pintu surga terbuka untuknya”&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;“Mereka yang mengatakan Klub Taat Suami kuno, kolot dan terbelakang, berarti &lt;b&gt;mereka itu orang Yahudi&lt;/b&gt;,”&lt;/blockquote&gt;Jika seorang Doktor (atau Dokter?) saja dapat membuat pernyataan macam itu, itulah bukti betapa berhasilnya pendidikan di Indonesia. Hehe. Tapi isunya bukan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, menurut Gina, jika Anda tidak setuju poligami, maka Anda sudah termakan ajaran Yahudi. Kalau Anda anggap Klub Taat Suami ini kuno, kolot dan terbelakang, maka Anda Yahudi! &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi"&gt;YAHUDI&lt;/a&gt;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah itu sebuah terror mental yang keren sekali? Sebagai orang beragama yang baik, Anda harus merasa takut jika diancam sedemikian rupa. Anda tak mau dicap Yahudi kan? Tak mau dianggap melawan Rasul kan? Anda tak mau jadi orang murtad yang darahnya dihalalkan tumpah oleh sesama umat Islam kan? Makanya, Anda harus mau dipoligami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemaksaan bernuansa religius seperti ini akan sangat efektif untuk orang-orang seperti Anda. Saat ini, Anda pasti sudah gemetar dan terpaksa mendukung poligami. Kalau tidak.... Berarti sekarang tulisan saya sedang dibaca oleh Yahudi dong?!?&amp;nbsp;Arrrgh, ada Yahudiii!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;#eh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu pertanda bagus. Berarti emansipasi wanita dalam bidang agama semakin maju. Dulu hanya lelaki yang mahir maksa-maksa dan menakut-nakuti manusia menggunakan agama, sekarang wanita pun sudah mulai pintar! Semoga tak lama lagi, rahasia untuk memanipulasi manusia dengan memanfaatkan tuhan dan agama segera terbuka dan dapat dipelajari oleh siapa saja. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bukan Stockholm Syndrome&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjuang jadi istri yang taat, ternyata suami masih kurang puas juga? Masih ingin nambah istri lagi?&amp;nbsp;Ya gimana. Sebagai istri yang taat dan tak punya pilihan lain, ya sekalian mendukung saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kritikus menuduh pendiri dan anggota klub ini menderita&amp;nbsp;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stockholm_syndrome"&gt;stockholm syndrom&lt;/a&gt;. Tapi mereka SALAH. Karena yang terjadi jauh lebih&amp;nbsp;hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanipulasi diri hingga tak lagi merasa ditindas, lalu malah berempati pada pelaku? Itu mah basi, Teh!&amp;nbsp;Dengan bergabung dengan klub pendukung poligami, &amp;nbsp;para korban poligami tak lagi merasa ditindas, justru merasa beribadah dan selanjutnya bermutasi jadi pejuang-pejuang poligami yang mengajak dan mengancam perempuan-perempuan lain agar mau senasib dengan dirinya. Itu jenius!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut saya ide edukasi seks itu sangat baik. &lt;i&gt;Knowledge&lt;/i&gt; memang&amp;nbsp;&lt;i&gt;power&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;rite&lt;/i&gt;?&amp;nbsp;Tapi kekurangan dari KTS adalah terlalu fokus pada penganut satu agama saja. Ditambah lagi harus sepaket dengan "harus setuju poligami". &amp;nbsp;Misi pendidikan bisa terlupakan dan terpeleset jadi ajang cari teman senasib, sambil kampanye memaksakan nasibnya pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ya, wahai kalian para pembaca yang mendadak Yahudi karena tidak setuju dengan KTS/poligami, janganlah cuma sebatas mengkritik saja. Bikinlah gerakan edukasi seks para istri yang berbasis kemanusiaan. Yang terbuka bagi semua manusia tanpa memilah agama. Klub yang lebih manusiawi, yang jauh dari mitos-mitos agama, klub yang tidak ilahiah apalagi arabiah. Bikin yang sekuler dan humanis saja, nanti saya mau deh bantu-bantu jadi peraganya, sekalian belajar seks biar tak terlalu lugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau menurut Anda gimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber gambar: &lt;a href="http://diigo.com/0hzsn"&gt;KlubTaatSuami&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Sumber kutipan: &lt;a href="http://www.diigo.com/0hzo3"&gt;PosKotaNews&lt;/a&gt; dan Teman-teman&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-1366929472389951188?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/1366929472389951188/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/06/berpanjang-panjang-soal-klub-istri-taat.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/1366929472389951188?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/1366929472389951188?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/06/berpanjang-panjang-soal-klub-istri-taat.html" title="Berpanjang-panjang Soal Klub Istri Taat Suami" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-tDeLceCigeo/TgFQpeiweKI/AAAAAAAAAhQ/Jd_mNrupiy0/s72-c/jilbaberdoa.png" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIHRX88fip7ImA9WhdSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-547662194636715465.post-3947886221252720007</id><published>2011-06-17T19:06:00.006+07:00</published><updated>2011-07-27T11:22:14.176+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-27T11:22:14.176+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="surat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tuhan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agama" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Abu Bakar Bashir" /><title>Surat Untuk Master Abu Bakar Bashir</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-I1pA3eYUQfU/Ti-QE_zwzVI/AAAAAAAAApE/p-9hIsWIQOg/s1600/ABB.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-I1pA3eYUQfU/Ti-QE_zwzVI/AAAAAAAAApE/p-9hIsWIQOg/s1600/ABB.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Assalamualaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dear Mbah Abu Bakar Bashir yang berhati lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kabar Mbah? Semoga sehat selalu dan tetap semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ikut prihatin atas vonis yang Mbah terima. Tapi saya yakin, penjara bertahun-tahun tidak akan terasa bagi orang dengan iman dan kesabaran luar biasa seperti Mbah Bashir, hehe. Semoga kita semua bisa lebih sabar dan lebih tabah dari Mbah. Amin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbah Bashir yang baik, gini lho....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Soal vonis tersebut, mungkin buat Mbah bukanlah apa-apa, karena Mbah orangnya sabar banget. Tapi Mbah... sesungguhnya buat kami, vonis segitu sangatlah lama sekali. Itu artinya selama belasan tahun kedepan kami akan kehilangan tuntunan dan tontonan dan kebijaksanaan dari Mbah. Padahal belum semua ilmu yang Mbah punya diajarkan pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi jika ternyata Mbah nanti meninggal dalam sel... Eh, bukan mendoakan hal buruk lho Mbah, ini praduga wajar. Kan Mbah sudah sepuh, pasti juga udah mulai kangen pengen pulang ke pangkuan Gusti Alloh to? Lha kalo Mbah mendadak berangkat ke surga, lalu semua ilmu Mbah terbawa ke liang kubur, murid-murid Mbah gimana? Ilmu tersia-sia itu ndak bagus Mbah! Ndak manfaat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, karena itu Mbah... Saya punya ide nih, gimana kalau dalam sel nanti Mbah mulai menulis. Tuliskan semua kebijaksanaan, ilmu dan wawasan Mbah supaya lebih abadi dan dapat diwariskan. Tentu topiknya yang dapat membuka wawasan umat agar lebih smart dan tak gampang dibego-begoin sama orang kafir. Terutama kafirin yang suka menyamar jadi ustad yang kerjanya membodohi dan mengadudomba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Mbah setuju, ini saya ada permohonan mengenai topik apa saja yang perlu dikupas dalam tulisan Mbah nanti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pemanfaatan Agama dan Tuhan untuk menggerakkan manusia.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepiawaian Mbah dalam hal itu sudah terbukti, bukan cuma teori tapi praktek nyata di lapangan. Mbah begitu lihai menukil hadis/ayat dan menggunakan nama Allah dalam mempengaruhi orang supaya mau bergerak sesuai keinginan Mbah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Mbah belum pernah ketemu Allah apalagi ngobrol, tapi dengan mudah dapat membuat umat yakin bahwa Mbah lebih ngerti apa maunya Allah dan membuat orang-orang manut banget sama Mbah Bashir. Bahkan ada yang rela mengorbankan nyawa mereka sendiri (plus mengorbankan nyawa orang-orang lain) demi memperjuangkan apa maunya Mbah Bashir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, gimana cara meraih prestasi seperti itu Mbah? Mohon dijelaskan "how-to" nya dengan sejelas-jelasnya. Gimana cara membuat orang banyak mau nurut dan memperjuangkan apa maunya kita, tapi mereka sendiri merasa sedang memperjuangkan keinginan Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Cara Meyakinkan Umat bahwa kita lebih ngerti maunya Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulama-ulama dari setiap agama berjuang meyakinkan umatnya bahwa dirinya lebih tahu apa maunya Tuhan dibanding umat atau ulama yang lain. Masing-masing bersaing berebut pengaruh atas manusia.&amp;nbsp;Dan dalam sesama Islam sendiri, ajaran Mbah ditentang habis-habisan oleh ulama-ulama yang tak setuju penggunaan &amp;nbsp;&lt;i&gt;pemaksaan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;ancaman&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan &lt;i&gt;aksi nakut-nakutin &lt;/i&gt;yang agamis&amp;nbsp;sebagai upaya memaksakan keinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi kenyataan sudah membuktikan bahwa Mbah juga berhasil meyakinkan banyak sekali murid. Mereka ini yakin bahwa mulut Mbah lebih dapat dipercaya dibanding mulut ulama yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah murid-murid Mbah berinteraksi dan terpapar ajaran-ajaran lain yang lebih damai, mereka tetap teguh pada ajaran Mbah. Bagai robot patuh pada sang tuan... Bagai cinta buta melumpuhkan logika... Padahal Mbah kan udah tua...Tua-tua keladi yang ndak lagi seksi, hehe... Tapi kok bisa? Saya yakin tukang hipnotis yang selebritis juga tak mampu sehebat Mbah. &amp;nbsp;Rahasianya pede gitu gimana Mbah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Pendanaan, pengolahannya dan akuntabilitasnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misal saya pengen jadi sehebat Mbah Bashir, jelas perlu dana dong. Nah, dananya dapat darimana? Apakah kita harus bikin proposal? Seperti apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon selain dapat transferan dari Arab, Mbah juga dapat duit dari simpatisan domestik. Nah, duit sebanyak itu mengelolanya gimana. Trus laporan pertanggungjawaban terhadap para "investor" itu gimana? Apakah cukup berupa pagelaran aksi, atau harus buat laporan tertulis juga, atau gimana Mbah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, setiap aksi "tebar ketakutan" pasti akan meningkatkan "belanja keamanan" pemerintah setempat. Ini jelas sangat menguntungkan pihak-pihak yang dapurnya ngebul dari dagang keamanan/senjata (terutama yang dari USA).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, aksi "tebar kegelisahan" juga sangat menguntungkan para koruptor yang butuh isu untuk mengalihkan perhatian rakyat. Nah, apakah pihak-pihak yang sangat diuntungkan tersebut juga ikut mbantu iuran? Pengolahannya gimana? Kalau ternyata belum, gimana kalau mulai kita mintain saja? Jangan lupa saya dibagi persen, kan idenya dari saya, hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mohon dijelaskan soal duit ini Mbah. Urusan duit itu penting banget karena banyak orang makin kritis soal duit. Jangan sampai newbie yang ingin jadi sehebat Mbah malah kepleset isu penggelapan trus dimangsa KPK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Segmentasi Ajaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid-murid Mbah bisa meneriakkan nama Allah sambil melakukan berbagai tindakan mengerikan. Bisa sampai segitunya, apakah sejak awal&amp;nbsp;dipilih individu yang pemarah dan gemar kekerasan, atau memang sambil berjalan kita bisa mengubah manusia supaya jadi pemarah dan menakutkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu saya kira ajaran Mbah hanya laku diantara orang tertindas yang miskin lahir batin serta tak berpendidikan. Tapi ternyata Mbah juga dapat dukungan oleh orang-orang intelek dan kaya raya. Mereka itu sebenarnya &lt;i&gt;partner&lt;/i&gt;, sponsor atau murid juga? Gimana caranya supaya kita mendapet dukungan dari orang-orang seperti itu? Ya hal-hal semacam itulah, intinya mohon dijelaskan tentang segmentasi pasar, marketing dan manajemen konsumennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Penjelasan bahwa keinginan Allah sesuai dengan keinginan kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mbah, kita sama-sama sudah tahu bahwa Allah tidak akan berbuat apapun walau namanya kita salahgunakan / &lt;i&gt;benargunakan&lt;/i&gt; demi apapun kepentingan kita. Seperti Mbah sendiri yang sering menggunakan nama Allah untuk memupuk kebencian dan permusuhan diantara manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, ada saja orang-orang lugu yang menyangka bahwa Allah punya keinginan yang bertentangan dengan kemauan kita, dan karena itu berani menentang keinginan kita. Nah, selama ini kan Mbah Bashir selalu dapat mematahkan argumen-argumen mereka. Saya mohon itu juga dikupas tuntas, gimana caranya bikin pembenaran tanpa membuat orang jadi terlalu sadar, apalagi sampai buka rahasia. Sekalian bahas gimana manajemen emosinya yaa :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu dulu Mbah. Mohon maaf kalau suratnya terlalu panjang, tapi saya yakin Mbah sekarang punya lebih banyak waktu untuk membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mohon topik-topik diatas dipertimbangkan dengan serius ya Mbah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menulislah, abadikan dan wariskan trik dan tips Mbah supaya dapat bermanfaat buat umat. Saya menunggu PDF atau versi cetaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam Wr Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Gambar dicomot dan dicrop dari &lt;a href="http://goo.gl/b1Vzx"&gt;nytimes&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/547662194636715465-3947886221252720007?l=guhpraset.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://guhpraset.blogspot.com/feeds/3947886221252720007/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/06/surat-untuk-master-abu-bakar-bashir.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3947886221252720007?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/547662194636715465/posts/default/3947886221252720007?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://guhpraset.blogspot.com/2011/06/surat-untuk-master-abu-bakar-bashir.html" title="Surat Untuk Master Abu Bakar Bashir" /><author><name>Teguh Prasetyo</name><uri>https://profiles.google.com/117702732088602620952</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="//lh6.googleusercontent.com/-za3Z0ugnZ7A/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAApU/Z0frw5-8H1M/s512-c/photo.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-I1pA3eYUQfU/Ti-QE_zwzVI/AAAAAAAAApE/p-9hIsWIQOg/s72-c/ABB.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

