<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-13017339</atom:id><lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 12:11:20 +0000</lastBuildDate><category>Kontemplasi n Life experiences</category><category>Celoteh</category><category>Fiksi</category><category>Healthy Lifestyle</category><category>Politic</category><category>Quotes</category><category>Online media</category><title>My Sunshine.....</title><description>A short note/story from a man who wants to continue learning and growing from his life experiences...</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (JOM)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>171</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4923800684501828379</guid><pubDate>Thu, 26 Jun 2025 10:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-08-19T17:05:09.889+07:00</atom:updated><title>Facing Common Enemy</title><description>&lt;p data-end=&quot;403&quot; data-start=&quot;87&quot;&gt;At work, it’s almost impossible to get along with everyone. Some colleagues will rub you the wrong way—maybe they talk too much in meetings, maybe they think they know everything, or maybe they just have that one habit that drives you crazy. It’s normal, and sometimes you just learn to roll your eyes and move on.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;745&quot; data-start=&quot;405&quot;&gt;But the funny thing is, the moment a common enemy shows up—whether it’s a tough deadline, a demanding client, or even a printer that refuses to work—suddenly the “enemy of my enemy is my friend” rule kicks in. People who used to argue over the smallest things suddenly find themselves standing shoulder to shoulder, united in frustration.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1103&quot; data-start=&quot;747&quot;&gt;In those moments, you start to see another side of your colleagues. The one who always annoyed you with unnecessary details might suddenly become the problem-solver everyone relies on. The person who usually disagrees with you on everything might crack the exact joke you needed to survive the day. It’s like chaos creates an unexpected kind of teamwork.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;


&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1371&quot; data-start=&quot;1105&quot;&gt;And when it’s all over, you might even find yourself respecting those colleagues a little more—or at least tolerating them better. Because nothing bonds people faster than facing the same challenge together, even if that challenge is just surviving Monday morning.&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/06/facing-common-enemy.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5176524264683103608</guid><pubDate>Wed, 19 Mar 2025 08:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-03-19T15:15:26.636+07:00</atom:updated><title>Type of Rest</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Apakah kita pernah merasa lelah dalam bekerja...? pasti hampir semua orang pernah merasakan lelah dalam bekerja namun jika ditanya apakah kita merasakan lelah yang sama..? Jawabnya belum tentu karena bentuk lelah setiap orang tergantung kepada pekerjaan, keadaan, lingkungan dan faktor-faktor lainnya yang di rasakan atau di alami oleh masing-masing orang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira apa saja bentuk lelah tersebut..? Bisa lelah fisik karena pekerjaannya membutuhkan tenaga fisik yang besar, bisa lelah pikiran karena pekerjaannya menguras banyak pikiran, bisa lelah batin karena pekerjaannya sering melibatkan emosi yang membuat dirinya lelah hati dan juga batin, bisa juga lelah sosial karena lama menjauh dari keramaian dan sering merasa kesepian, dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua jenis lelah tersebut tentu perlu di atasi dengan yang nama istirahat. Beristirahatlah sejenak dari hiruk pikuk yang membuat anda lelah. Luangkan sedikit waktu supaya anda punya waktu untuk bisa beristirahat sejenak untuk merecharge energi kembali sehingga anda siap kembali ke dalam rutinitas sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira lelah mana saat ini anda rasakan...?&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/03/type-of-rest.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5766725640989765864</guid><pubDate>Fri, 14 Mar 2025 03:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-03-14T10:47:46.510+07:00</atom:updated><title>Sabar dan Sholat</title><description>Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat atau jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu. Begitulah kutipan ayat dalam alquran yang menasehati kita untuk selalu bersabar dan menjadikan sholat sebagai penolong kita saat sedang menghadapi masalah yang mendera. Tapi namanya manusia pasti terkadang punya titik batas kesabaran dalam menghadapi masalah. Ya, ketika kita sudah merasa tidak sanggup lagi menanggung beban persoalan yang terus menerus menderanya, maka adalah hal yang manusiawi jika kita sebagai manusia biasa akan melakukan segala cara untuk bisa terlepas dari persoalan tersebut. Sebagai contoh seorang karyawan yang terus menerus di dera atau di tekan oleh management terkait kondisi perusahaan yang sedang menurun. Dan deraan tersebut datang bertubi-tubi setiap minggu dan mungkin setiap hari dan bisa setiap waktu. Pikiran tenaga sudah dikerahkan semaksimal mungkin namun tetap saja deraan dan tekanan tersebut tetap datang bertubi-tubi. Sehingga sampai pada suatu titik dimana batas kesabaran dalam dirinya sedikit demi sedikit terkuras dan merasa sudah tidak sanggup lagi dengan keadaan yang dihadapi. Sehingga sebagai manusia yang normal pasti ingin segera terlepas dari kondisi tersebut. Dan cara yang paling gampang adalah dengan tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Begitulah secara manusiawi seseorang akan bertindak. Terlepas dari menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita dalam menghadapi masalah tp mungkin saja dengan melepas tidak lagi menjadi bagian perusahaan juga sebagai bentuk pertolongan Allah kepada hambaNya.&amp;nbsp;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/03/sabar-dan-sholat.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4611250470882379245</guid><pubDate>Fri, 21 Feb 2025 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-02-21T14:09:25.464+07:00</atom:updated><title>Leadership by Life&#39;s Xperience/Journey</title><description>&lt;p&gt;Berpetualangan di alam bebas memang menyenangkan. Udara segar, pemandangan yang indah bisa membawa suasana hati menjadi lebih ceria sekaligus merefresh dan merecharge energi dalam diri kita. Namun sebelum petualangan itu terjadi pastinya kita harus menentukan destinasi yang dituju dan membuat perencanaan yang baik dan matang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu saya membuat wacana dan ide untuk melakukan kegiatan di alam bebas bersama team dengan pilihan bermain arung jeram atau trekking ke sebuah curug di daerah Bogor. Survey pun dilakukan dalam hal lokasi, cuaca dan paling utama jg biaya. Dan pada akhirnya setelah banyak pertimbangan saya memutuskan untuk ambil trekking.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait dengan hal tersebut, sebagai seorang leader harus bisa melihat semua aspek dalam membuat sebuah keputusan(tujuan) dan kemudian membuat perencanaan atau strategy untuk mencapai tujuan tersebut kemudian bagaimana proses untuk mengeksekusinya lalu di sertai dengan proses pengawasan di lapangan dan sesekali membantu jika ada kesulitan dalam proses di lapangannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak pengalaman yang bisa di ambil pelajaran dari pertualangan di alam bebas. Selain sebagai sebuah ajang kebersamaan, kekompakkan, bisa juga untuk melihat personality dari seseorang dan utamanya jg bagaimana leader memimpin teamnya untuk mencapai tujuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebersamaan dan kekompakan pasti hal tersebut harus terwujud dan terjaga dan pasti terlihat dalam kegiatan, tp personality seseorang dalam keseharian akan bisa terlihat berbeda ketika berpetulangan di alam bebas karena medan yang dihadapi tentu lebih sedikit menantang bagi orang-orang yang baru pertama kali menjalaninya. Contohnya, sikap manja, emosi, kesabaran, kesetiakawanan dan mungkin juga ego lainnya yang bisa muncul dalam perjalanan berpetualag di alam bebas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bagi seorang leader, berperan menjaga proses berpetualangan itu berjalan lancar dan sukses dimana sesekali harus memantau teamnya apakah semua berjalan dengan baik atau membantu teamnya jika ada yang perlu di bantu dalam proses perjalanannya dan bukan hanya asik berjalan di depan atau di belakang sambil memberikan arahan. Find the way, show the way and goes the way.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah pengalamanan yang bisa dijadikan learning by doing bagi team dan juga seorang leader. Dimana pelajaran tersebut sejatinya juga di terapkan dalam pekerjaan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/02/leadership-by-lifes-xperiencejourney.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4804312966824861106</guid><pubDate>Wed, 22 Jan 2025 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-22T16:56:19.129+07:00</atom:updated><title>Membangun Budaya (Kebiasaan) </title><description>&lt;p&gt;Bisa karena terbiasa adalah sebuah pepatah yang menggambarkan kondisi dimana seseorang bisa melakukan sesuatu karena suatu kebiasaan. Ya benar, kebiasaan yang dibangun bisa karena latihan atau keseharian. Dimana orang yg tidak pernah melakukan kebiasaan atau keseharian orang lain tentu harus belajar atau mempelajarinya terlebih dahulu. Dan kebiasaan-kebiasaan ini yang dibangun secara turun temurun dalam suatu komunitas atau daerah atau wilayah bisa saja menjadi sebuah budaya yang kelak menjadi budaya yang mengakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita pun juga bisa menciptakan sebuah budaya dari sebuah kebiasaan atau dari membangun sebuah kebiasaan. Kata budaya menurut KBBI adalah&amp;nbsp;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094237313&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;&lt;mark class=&quot;QVRyCf&quot; style=&quot;border-radius: 4px; padding: 0px 2px;&quot;&gt;akal budi, pikiran, adat istiadat, atau kebiasaan yang sulit diubah&lt;/mark&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094238712&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;Budaya juga dapat diartikan sebagai cara hidup yang berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jadi kembali lagi kepada kebiasaan, jika suatu kebiasaan yang dibangun tumbuh mengakar kuat dan kemudian sulit untuk di rubah maka akan menjadi sebuah budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah contoh ketika ada usaha merubah sebuah budaya dan membangun budaya lainnya adalah mendahulukan pejalan kaki dibandingkan dengan kendaraan ketika di jalan raya umum (non toll). Dahulu sebelum dibangunnya sarana penyebrangan jalan di jalan raya umum (non toll) dengan tanda lampu lalu lintas pejalan kaki, masyarakat kita harus melewati jembatan penyebrangan jalan diatas jalan raya sehingga kendaraan bermotor apapun jenis bisa melintas dengan bebas dan leluasa. Namun sejak dibangunnya sarana penyebrangan langsung di jalan raya dengan tanda lampu lintas pejalan kaki, sekarang kendaraan bermotor harus berhati-hati dan berhenti ketika lampu lalulintas berwarna merah. Artinya, lampu lalu lintas pejalan kaki berwarna hijau menyala dan pejalan kaki akan di prioritaskan untuk melintas di jalan raya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi perubahan kebiasaan seperti ini tidak serta merta di terima oleh seluruh lapisan masyarakat. Khususnya para pemiliki kendaraan bermotor jenis apapun. Tak sedikit yang berkomentar negatif bahkan julid atau nyinyir dimana perubahan kebiasaan ini menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat dan muncul kemacetan. Adalagi yang berkomentar bahwa menyebrang langsung di jalan raya tanpa melewati jembatan penyebrangan adalah sangat membahayakan keselamatan pejalan kaki. Dan banyak lagi komentar lainnya yang bernada keberatan dengan kebiasaan baru yang ingin dibangun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun semua komentar-komentar tersebut hanya dilihat dari sisi mereka saja tapi tidak mau melihat dampak yang akan ditimbulkan dimasa depan. Misalnya komentar tentang kemacetan, ini bisa merubah kebiasaan orang yang selalu menggunakan kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna kendaraan umum sehingga terbangun lah budaya menggunakan transportasi massal dibandingkan kendaraan pribadi. Begitu juga yang berkomentar tentang keselamatan, tidak akan terjadi kecelakaan kepada para pejalan kaki atau pengendara kendaraan bermotor dijalan jika semua tertib aturan. Kendaraan bermotor wajib berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah dan berjalau ketika menyala hijau, begitu jg berlaku dengan pejalan kaki. Sehingga kebiasaan-kebiasaan tertib berlalu lintas akan tercipta dan seiring berjalan waktu dimasa mendatang akan tercipta budaya tertib berlalu lintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa karena terbiasa, kata pepatah ini menjadi benar jika pada akhirnya semua orang bisa menjalankan kebiasaan baru ini karena terbiasa dalam kesehariannya dan akhirnya kebiasaan ini terbentuk serta tumbuh mengakar kuat dalam masyarakat dan bisa menjadi budaya dari masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita diatas hanyalah salah satu contoh saja dan banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya yang karena seringnya kita lakukan berulang kali dengan secara sadar atau tidak sadar mungkin saja itu menjadi budaya atau setidaknya menjadi budaya perilaku dari diri kita sendiri. Misalnya, berkata tidak jujur, manipulatif, menyenangkan orang lain, berselingkuh dan lain sebagainya. Ketika hal-hal tersebut sering dilakukan maka akan menjadi kebiasaan yang akan sulit di ubah sehingga dalam kamus KKBI bisa dikatakan sebagai arti dari kata budaya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094238712&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18px; text-wrap-mode: nowrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/membangun-budaya-kebiasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2440640280003421551</guid><pubDate>Wed, 08 Jan 2025 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-08T14:29:59.917+07:00</atom:updated><title>Sekolah Pertama adalah Rumah</title><description>&lt;p&gt;Bagi seorang anak, yang menjadi sekolah pertama untuk mereka adalah di rumah atau keluarga. Anak-anak belajar berinteraksi, berkomunikasi, bersikap, bertindak dll semua dipelajari pertama kali di rumah. Oleh karenanya tidak mengherankan jika ada orang lain yang melihat dan menilai seorang anak tingkah lakunya menyerupai orang tuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu kita tumbuh dewasa dan memasuki tahapan kehidupan pernikahan maka sekolah pertama tentang kehidupan berumah tangga pun juga dimulai dari rumah. Bagaimana pasangan harus bisa saling memahami, menghormati dan saling menghargai diluar dari cerita cinta yang sudah terajut dan teruntai indah saat pra pernikahan. Dan dari rumah ini lah wajah rumah tangga dan pasangan kita kadang di nilai orang lain. Tetapi buat saya pribadi saya tidak berani untuk menilai kehidupan rt orang lain meskipun terkadang mungkin ada yang suka sharing tentang kehidupan rt mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi bicara kehidupan berumah tangga, Saya sangat salut dengan pasangan-pasangan yang sampai saat ini telah dan masih berjuang mati-matian untuk mempertahankan keutuhan kehidupan rumah tangga mereka di tengah mereka menghadapi atau mengatasi segala ujian, cobaan bahkan rintangan dalam kehidupan berumah tangga. Mereka pasangan-pasangan yang pantang menyerah sampai tetes darah penghabisan atau bisa dibilang sampai maut memisahkan. Dan hebatnya lagi, disaat mereka menghadapi ujian, cobaan dan rintangan, mereka sebagai pasangan ketika keluar rumah harus memperlihatkan wajah sebagai pasangan yang berbahagia atau bahkan sebagai pasangan idola dan ideal dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Mereka terlihat diluar seolah baik-baik saja meskipun didalam hati dan batinnya berkecamuk dan meronta-ronta, namun mereka harus tetap terlihat tegar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sejatinya memang kehidupan berumah tangga harusnya hanya untuk konsumsi pasangan didalam rumah tersebut dan bukan untuk konsumsi orang luar atau bahkan publik seperti kisah para selebriti yang suka umbar-umbar kehidupan mereka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Tuhan selalu memberikan kehidupan rumah tangga dari pasangan-pasangan hidup yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sehingga pepatah yang mengatakan rumah ku adalah surga ku terwujud bagi semua pasangan hidup rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/sekolah-pertama-adalah-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5077252675433992240</guid><pubDate>Fri, 03 Jan 2025 11:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-03T18:35:44.316+07:00</atom:updated><title>New Year New Hope in 2025</title><description>&lt;p&gt;Tahun baru berlalu sudah dengan segala hiruk pikuk serta kemeriahan dimalam hari menyambut pergantian tahun. Euphoria yang setiap tahun dilakukan semua orang baik yang berusia tua ataupun muda di seluruh dunia. Tahun baru harapan baru dengan iringan doa semoga yang menjadi resolusi di tahun ini semua bisa tercapai dan kondisi jasmani selalu dalam kondisi prima, sehat selalu, pekerjaan lancar tanpa drama serta rejeki yang berlimpah penuh barokah dan yang paling penting adalah bahagia lahir dan batin.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa resolusi dan harapan kamu tahun ini...?&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/new-year-new-hope-in-2025.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7182701094059726337</guid><pubDate>Mon, 30 Dec 2024 03:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-30T10:40:07.414+07:00</atom:updated><title>Be positive thinking</title><description>&lt;p&gt;Bagaimana mungkin dirimu mengharapkan sesuatu dari seseorang sementara dirimu sendiri tidak melakukan hal yang sama kepada orang tersebut...? lalu kemudian dirimu merasa seseorang itu mempunyai sentimen negatif terhadap dirimu. Ahhh... pendek sekali pikiranmu.. mari kita berintropeksi diri sebelum menilai apalagi menghakimi sikap orang lain. Apa saja yang sudah kita lakukan terhadap seseorang tersebut. Bisa jadi itu karena perbuatan diri kita sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pun jika dirimu sudah merasa sudah berbuat baik kepada seseorang namun seseorang tidak melakukan hal yang sama terhadap dirimu, lalu kenapa harus membuatmu bersedih dan overthinking...? Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengabaikan perbuatan baik hamba-hambaNya. Perbuatan baik mu pasti akan kembali kepada dirimu namun tidak harus dari orang-orang yang sudah kamu perlakukan dengan baik. Balasan untuk dirimu bisa dalam bentuk yang lainnya, bisa dalam bentuk rejeki, kesehatan, keselamatan atau hal-hal baik lainnya yang mungkin kamu tidak sadari dan kamu anggap biasa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi tetaplah berprasangka baik dan jangan berprasangka buruk terhadap sesuatu yang kamu lihat dan kamu alami.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/be-positive-thinking.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4093178089829025683</guid><pubDate>Wed, 11 Dec 2024 12:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-12T10:23:29.581+07:00</atom:updated><title>Sekelumit Kisah Dua Manusia</title><description>&lt;p&gt;Lagi musim hujan gini dengan cuaca awan mendung menggelantung, udara sejuk, dan lagi dengerin cerita seorang teman dengan tema asmara. Namanya jg asmara pasti seputar cinta dan wanita. wkwkwk.... :))&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gegara cerita teman jadi terbawa ke masa lalu dimasa muda ketika masih perjaka. Namanya jg cowo pasti punya cerita asmara, sebelumnya akhirnya bertemu tambatan dan sandaran hati yang akan menemani hidup sampai akhir hayat nanti. Aamiin..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi saya dulu pernah membuat tulisan terkait ungkapan2 sayang mantan dimasa-masa bucin yang akhirnya saya tidak memposting karena alasan satu dan lain hal. Tapi sekarang dimana keadaan sudah berubah kyknya gak jadi masalah kl saya akhirnya posting tulisan saya yang pernah tertunda atau jadi draft di blog ini sejak tahun 2006/2007. Beginilah ungkapan-ungkapan sayang yang saya pernah terima dari sang mantan sampai keadaan tidak bisa mempersatukan kita. Apa ada yang sama dengan cerita saya..? :D&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;============================================================&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Initial D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Sejak baca blog Abang, Neng pengen banget ketemu sm Abang. I
have to see you coz u said to understand your tough is to have see you. Don’t
you..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Neng seneng setelah ketemu Abang, tau gak,
pas Neng pulang setelah ketemu Abang, di bus tuh Neng senyum-senyum sendiri
ampe orang-orang ngeliatan Neng.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, mama Neng nanyain Abang terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang tau gak du&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;lu ada miskol dari Neng trus Abang telp balik Neng
and tanya Neng apa Neng telpon tapinya Neng gak ngaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Itu
benernya emang Neng sengaja telp &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng gak mo ngejalanin hubungan kyk
gini Cuma telp2an ajah. Neng pe&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;ngen
ketemuan sm Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng sayang sm Abang, Neng kangen
sm Abang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng kangen sm Abang. Neng ampe
nangis semalam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Neng mau Abang. Pokoknya
Neng mo Abang…!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, kl dah sampe tujuan sms Neng yah. Lop u hani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Abang janji yah jangan tinggalin Neng.
Janji yah bang...(sambil nangis bombay)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Kalo ampe Abang ninggalin Neng, Neng bakal
samperin rumah Abang, kantor Abang, Neng bakal nangis didepan Abang. Neng bakal
labrak Abang kalo perlu Neng bom kantor Abang. Mau bang...?!!!&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang knp pipinya ndut..? dikasih makan apa sm mama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang lagi s&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;eneng-seneng yah? Jgn lupa sm Neng yah..! (ini pas saya lagi jalan2 ke spore dari kantor)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng benci sm Abang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Knp Abang bikin Neng kangen
kyk gini..?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng doain Abang dari sini yahh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Neng mo nikah sm Abang, daripada Neng gak
laku&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng yakin kita nikah tahun ini
nanti pas bulan agustus pas tanggal Neng pake jilbab.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, ayo kita nikah bang...&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng lagi liat-liat paket
pernikahan online neh buat kita nanti.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: dari dulu Neng pengen banget makan
martabak AA, tp blum kesampaian. Eh ternyata Abang ngebawain Neng martabak AA.
Makasih yah bang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, makasih yah mama Abang dah mo
masakin buat Neng. Neng sayang sm mama Abang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng takut niy kejebak banjir, gak
ada kendaraan, tolong jemput Neng yah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang,&amp;nbsp;ur&amp;nbsp;the best thing that happen in my life. So,
i will love u 4eva. I believe you will buy me a fancy car and diamond ring. I
believe you will hani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang knp gak telp Neng semalam, Neng sebel, Neng benci,
rasanya Neng mau mati tau malam itu krn Abang gak telp Neng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang Neng kangen, Neng nanti jemput Abang
di bandara yahh.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng mo nemenin Abang hidup ampe tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng di jodohin sm anaknya temen papa. Neng takut Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, mamanya itu cowo yang minta di
jodohin nafsu banget sm Neng, minta Neng dijodohin buat anaknya itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;





















































&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng masih saya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;ng sm Abang. Neng takut kehilangan Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;==========================================================&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;=SB=&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/sekelumit-kisah-dua-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-176385207817790602</guid><pubDate>Wed, 11 Dec 2024 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-11T15:29:44.695+07:00</atom:updated><title>Sebuah Awalan (Lagi)</title><description>&lt;p&gt;Setelah sekian lama hiatus dari dunia tulis menulis, Saya sekarang sedang berusaha mencoba membangkitkan semangat menulis itu lagi. Mungkin bisa berhasil atau mungkin jg tidak atau mungkin jg moody an alias tergantung mood. Tapi opsi yang ketiga paling mungkin terjadi kl mau nulis pasti nunggu mood dan waktu luang atau senggang di waktu weekend/libur atau after office hour dan setelahnya baru bisa di posting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi yang pertama menjadi challenge pastinya memulai langkah pertama. Terkadang memang cuma ada di pikiran ajah inspirasi untuk menulis tapi masih belum mood untuk di tuangkan atau di tuliskan. Karena menulis butuh inspirasi atau ide dan menunggu datangnya inspirasi atau ide itu juga tidak mudah meskipun mungkin bagi sebagian orang mudah. Oia, satu lagi adalah distraction atau gangguan. Yes distraction, kadang-kadang ditengah asik nulis, ada ajah gangguan yang datang tiba-tiba. Bisa faktor internal alias keluarga tiba-tiba minta tolong ini/itu atau bisa juga faktor pekerjaan melihat notifikasi chat yg nyala. ya begitulah challengenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ada pertanyaan dalam hati juga, apakah masih zamannya menulis dalam sebuah blog didunia yang makin berubah dan canggih ini...? dalam dunia yang semakin artificial, semakin banyak kemudahan dengan teknologi canggih. Dimana tulisan berlembar-lembar yang biasanya butuh berjam-jam atau bahkan berhari untuk dihasilkan sekarang dalam sekejap waktu bisa dihasilkan...? Meskipun tidak otentik karena dihasilkan dari sebuah mesin pintar alias AI tapi terkadang kita dibuat takjub dengan isi yang di sajikan. Sehebat itu mesin pintar menghasilkan sebuah karya. Tapi yang perlu di ingat, sehebat-hebatnya atau sepintar-pintarnya mesin pintar atau AI ini bekerja mereka tidak bisa menghasilkan apapun tanpa trigger dari seorang manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, kembali ke topik awal, semoga bisa terkumpul lagi semangat nulis Saya yang sempat vakum beberapa tahun belakangan. Dan ini menjadi sebuah awalan tulisan yang mudah2an bisa di ikuti dengan tulisan2 lainnya yang barangkali dari para pembaca bisa menemukan kesamaan kisah ataupun juga kesamaan pembelajaran atau sama sama saling belajar. Karena didalam agama juga kita di ajarkan untuk selalu belajar sampai akhir menutup mata.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;=SB=&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/sebuah-awalan-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2163912490993860352</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2020 06:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-08-13T13:25:14.545+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kontemplasi n Life experiences</category><title>Semua adalah Guru</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Alam terbentang menjadi Guru, pepatah tua yang penuh makna ini tentu bukan sekedar kata-kata biasa. Kita belajar dan bisa mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat dan kita rasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang yang kita jumpai pun menjadi guru. Benar, guru yang memberikan kita pelajaran atau pengalaman dalam berkehidupan ataupun berinteraksi sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ingat, tidak smua yang di ajarkan mungkin baik untuk kita. Jadi ambil pelajaran-pelajaran yang baik untuk diri kita dan buang jauh-jauh pelajaran yang jelek atau buruk untuk kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sifat dasar manusia ketika terlahir adalah baik atau fitrah tapi lingkungan atau alam dan nafsu akan menentukan apakah manusia akan menjadi smakin baik atau malah sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alam terbentang menjadi Guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SB&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2020/08/semua-adalah-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1509427076576492995</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2019 10:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-02-20T17:09:46.639+07:00</atom:updated><title>Negeri antah berantah......</title><description>&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;-en-paragraph: true; mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;Di negeri antah berantah, banyak manusia kerdil karena jabatan duniawi, mereka seperti mayat-mayat hidup yang berjalan di muka bumi ini tanpa jiwa. Dibutakan nuraninya untuk melihat dan mendengar kebenaran, layaknya sebuah boneka yang di kendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;-en-paragraph: true; mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;Di negeri antah berantah yang tak sepakat akan di sikat, sang penjilat pasti selamat, alam demokrasi cuma ilusi, kebebasan hanya halusinasi. Hukum bukan mengenai keadilan tapi berjalan mengikuti kepentingan. Tamu menjadi raja dan si tuan rumah tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jangan kau baca dengan risih karena negeri antah berantah cuma fiksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
usah kau ambil hati. hanya nurani yang bisa mengerti.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2019/02/negeri-antah-berantah.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4559565541813731504</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2019 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-02-20T16:59:00.927+07:00</atom:updated><title>Maaf</title><description>Anda pasti sudah mengenal dengan kata &quot;Maaf&quot;. Kata ini begitu sederhana, singkat, dan mudah di ucapkan. Tapi ketika kita berbuat sesuatu kesalahan terhadap orang lain, kadang lidah begitu kaku dan kelu tuk mengucapkan kata ini. Ada apa gerangan.....?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diri manusia itu ada yang namanya sifat egois, mau menang atau benar sendiri meski terkadang jika dilihat secara jernih kejadian yang terjadi, salah itu mungkin ada dalam dirinya sendiri. Lalu dengan lihainya, lidah kita memutar balikan keadaan menjadi sebaliknya. Setelah memutar balikkan keadaan, lalu diri kita mulai memasang harga diri sebagai tameng dan enggan mengakui kesalahan yang telah di perbuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusiawi sekali jika kita merasa marah bila kita diperlakukan dengan tidak baik. Manusiawi sekali jika kita emosi tatkala kita lalu di persalahkan. Dan manusiawi sekali jika kita memiliki sifat amarah. Tapi hal yang manusiawi juga jika manusia tidak terlepas dari kesalahan karena memang manusia tempat nya salah dan khilaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi terkadang benar dan salah bisa sangat tipis perbedaannya. Anda tahu kenapa? karena manusia bisa memiliki sudut pandang yang berbeda. Jika kita sudah memiliki sudut pandang yang berbeda, tentu masing-masing pihak akan merasa benar dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
Lalu apa sebaiknya yang bisa dilakukan..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saya diberi pertanyaan di atas, jujur saya akui saya pasti bingung menjawabnya. Karena terkadang rasa amarah terlanjur menyelimuti hati dan enggan beranjak dari sana. Tapi saya tetap berusaha tuk coba menyingkirkan amarah itu dan berusaha berbaik sangka tentang apa yang telah terjadi. Saya coba merubah sudut pandang saya dan berusaha mengkondisikan jika saya menjadi lawan bicara saya. Ini salah satu jalan yang biasanya saya lakukan.&lt;br /&gt;
Jika memang saya melakukan kesalahan, insyaAllah dengan kebesaran hati saya meminta maaf. Bahkan meskipun saya menilai bukan saya yang salah, saya tetap akan meminta maaf. Maaf atas kejadian yang terjadi yang mungkin menyinggung ataupun melukai hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbesar hati mengakui kesalahan dan meminta maaf bukan sebuah hal yang merendahkan derajat seseorang melainkan menunjukan kemuliaan hati seseorang.</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2019/02/maaf.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7094472041804892175</guid><pubDate>Sun, 02 Apr 2017 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-02T17:46:18.279+07:00</atom:updated><title>Jangan makar atau berpolitik dikantor</title><description>Ada sebuah soal yang saya ajukan kepada team saya, pertanyaannya bagaimana caranya sebuah garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi lebih kecil. Dan saya mendapatkan jawaban yang beragam. ada yang bilang, hapus garisnya. ada juga yang bilang lihat pakai mikroskop dlsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gak ada yang salah dari jawaban-jawaban yang disampaikan tapi memang bukan itu jawaban yang diharapkan dalam konteks soal ini. Jawaban yang diharapkan jika kita ingin membuat garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi kecil atau pendek adalah buatlah garis lain yang melebihi garis 30cm tersebut atau lebih panjang dari garis 30cm tersebut maka otomatis garis 30cm akan menjadi lebih kecil atau pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa makna yang terkandung dari soal ini...? dalam dunia kerja, tak perlu kita berpolitik/makar untuk terlihat menjadi lebih hebat dibanding orang lain. Seumpama ada seseorang memang secara kemampuan terlihat menonjol dibanding kita maka jangan kita mencari kelemahan dan kesalahannya dan kemudian kita expose atau dipergunjingkan agar ybs jadi terlihat lebih jelek dengan tujuan menjatuhkannya. Sungguh ini adalah perbuatan yang sangat tercela dan tidak terpuji. Kalau kita tanya kepada orang yang waras pasti kita akan mendapatkan jawaban yang sama terlepas apapun backgroundnya. Lain cerita kalau di ceritakan ke orang yang gak waras dan punya pemikiran yang sama maka yang terjadi adalah provokasi yang justru akan semakin menjatuhkan kita. Sekali lagi menjatuhkan kita bukan orang yang coba kita jatuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jika kita ingin terlihat lebih menonjolkan dibanding orang lain, lihatlah apa saja yang menonjol dari orang tersebut dan lakukan hal yang sama. Dan jika kita melakukan itu kita baru saja membuat sebuah garis yang sama dengan orang tersebut. Lalu bagaimana supaya garis kita bisa lebih panjang, lakukanlah sebuah prestasi yang tidak bisa atau tidak dilakukan oleh orang tersebut. Maka otomatis tanpa harus berpolitik atau menjelek-jelekan orang tersebut, orang-orang disekeliling kita akan melihat sebuah perbedaan yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia kerja pasti ada saja type orang yang seperti ini. ada yang levelnya dari bawah, menengah dan bisa saja level atas melakukan seperti ini. Tapi kalau di level atas yang terjadi saya bisa menilai mungkin saja terjadi karena semakin tinggi seseorang akan semakin besar pula ujian dan cobaannya. sebagaimana perumpaan sebuah pohon, semakin tinggi akan semakin kencang angin.&lt;br /&gt;
Tapi yang saya heran saat saya resign dari perusahaan A dan bergabung disebuah perusahaaan B saya menemukan situasi yang sangat tidak lazim ditempat ini. kenapa....? ternyata ada levelan bawahan yang sedang bermain politik menjelekkan seseorang. Saya pun merasa shock dan speechless melihat situasi seperti itu. Sekali lagi terlepas background masalahnya apa, buat saya janganlah kita berpolitik menjelek-jelekan orang lain karena belum tentu diri kita benar dan sebaik orang yang sedang kita jelek-jelekan. Alhamdulillah, saya berlepas diri dari golongan orang seperti ini dengan segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah suatu ketika atau suatu hari dibuat sebuah pertemuan yang ternyata tujuannya menggalang massa tapi akhirnya menjadi bom bunuh diri menurut saya. Sekali lagi jika hal seperti ini disampaikan kepada orang yang waras maka percayalah jika kita mengharapkan dukungan maka yang akan didapatkan hanyalah tangan hampa. Bukan dukungan yang akan didapat justru nasehat dan tantangan yang akan didapat. bisa gak menjawab tantangan tersebut, kalau gak ya wassalam. rusak sudah image anda dan kelompok anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun intrik anda karena kebencian anda, saya jamin rasa kebencian itu akan kembali kepada anda. semakin anda berusaha menjelekkan dan menjatuhkan seseorang maka itu sama saja anda sedang berusaha menjatuhkan diri anda sendiri. semakin dalam dan semakin dalam. yang anda dapat bukan tujuan anda tapi malah sebaliknya kehinaan untuk diri anda sendiri dan kelompok anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam agamapun sudah diingatkan, &quot; Jika kita berbuat kebaikan seberat biji zarah pun maka kita akan peroleh balasannya dan jika kita berbuat kejelekan seberat biji zarah pun maka kita akan peroleh balasannya&quot;. Sungguh saya secara orang yang beragama sangat meyakini ini apalagi ini disampaikan dalam kitab suci Alquran yang wajib saya imani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena saya selalu menasehati, berbuatlah baik niscaya kebaikan itu akan kembali kepada kita. Dan jika kita berpolitik dan makar dalam pekerjaan kita, maka itupun akan kembali kepada kita.&lt;br /&gt;
Amarah gak pernah menyelesaikan masalah tapi hati yang ikhlas dan damai selalu menuntun kita kejalan kebaikan. Tunjukan dan tonjolkan kelebihan kita dan buktikan jika kita memang lebih baik daripada orang lain dan itu akan lebih menolong karir anda ditempat anda kerja saat ini atau suatu saat ditempat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam,</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/04/jangan-makar-atau-berpolitik-dikantor.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1102284093955164435</guid><pubDate>Sun, 02 Apr 2017 10:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-02T17:14:22.845+07:00</atom:updated><title>Silaturahmi yang terputus</title><description>Sedih rasanya jika kita dulu punya team yang sempat tersambung silaturahmi kemudian setelah keluar alias resign kemudian dia memutus tali silaturahminya.&lt;br /&gt;
Memang jika kita punya masalah maka cara pemecahan masalah yang diambil akan memperlihatkan tingkat kedewasaan kita. Ada sebuah ungkapan yang berkata, jika kukumu bermasalah bukan tanganmu yang engkau potong tapi kukumu. Nah seharusnya seperti ini jika kita mempunyai sebuah masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi rasanya saya gak pernah merasa punya masalah dengan anak ini. bahkan saat di hari terakhir dia kerja dia pamit dengan perasaan sedih dan linang air mata. Wallahu A&#39;lam anak ini sedih dengan ketulusan atau drama quen / main sinetron.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, dulu saya berteman dengannya di sebuah sosial media dan sekarang saya baru tahu kalau saya ternyata di unfriend tanpa tahu alasannya. Padahal jelas kita di anjurkan untuk memanjangkan tali silaturahmi karena itu bisa memperpanjang umur dan bisa juga menjadi salah satu pintu rejeki kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat saya sih gak jadi masalah yang penting bukan saya yang memutuskan tali silaturahmi itu. Apalagi kalau di media sosial saat musim pilkada gini, pasti banyak kawan yang berseberangan cara berpikirnya tapi bukan berarti kemudian jadi memutus tali silaturahmi. Dewasalah menyikapi pemikiran dan sikap orang&amp;nbsp; lain tanpa harus memaksakan apalagi melukainya. kecuali jika dia sudah merendahkan derajatmu maka itu bisa jadi lain cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, jika engkau punya masalah selesaikan masalah tersebut jangan seperti pepatah, kuku yang bermasalah tangan yang kau potong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam, </description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/04/silaturahmi-yang-terputus.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-9157518186482363349</guid><pubDate>Mon, 27 Mar 2017 03:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-27T10:41:02.100+07:00</atom:updated><title>Harpitnas</title><description>Harpitnas aka hari kejepit nasional biasanya suka dimamfaatkan orang-orang untuk ambil cuti dan liburan panjang keluar kota. Nah buat yang gak ngambil cuti dan masuk kantor pasti pada berharap traffic di Ibukota jadi lebih lengang atau gak seramai hari biasanya/normal. Tapi ternyata... namanya Ibukota mah kalau gak macet agak aneh yahh... jadi macet mah tetap ajah. Gak terlalu ngaruh kyknya harpitnas kali ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, enjoy ajah... :)</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/harpitnas.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-9084088998421096425</guid><pubDate>Mon, 27 Mar 2017 03:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-27T10:25:22.285+07:00</atom:updated><title>Toleransi</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Besok kita akan menyaksikan sebuah makna dari kata toleransi di sebuah propinsi yang mendapat julukan pulau Dewata. Yup, besok tanggal 28 Maret 2017 bertepatan dengan hari tahun baru Saka umat Hindu di Bali yang dimulai dengan menyepi. Ritual keagamaan pun akan dijalankan dan bahkan akan dijaga oleh para petugas adat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan &lt;b&gt;Tahun Baru Hindu&lt;/b&gt;
 berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 
Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di 
Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua 
kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara 
Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit (https://id.wikipedia.org/wiki/Nyepi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktivitas 
seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan &quot;Catur Brata&quot; 
Penyepian yang terdiri dari &lt;i&gt;amati geni&lt;/i&gt; (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), &lt;i&gt;amati karya&lt;/i&gt; (tidak bekerja), &lt;i&gt;amati lelungan&lt;/i&gt; (tidak bepergian), dan &lt;i&gt;amati lelanguan&lt;/i&gt; (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu juga melaksanakan &lt;i&gt;tapa, brata, yoga&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;semadhi&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Oleh karenanya, para tamu atau pelancong atau wisatawan di pulau Bali diminta mengikuti aturan saat hari raya Nyepi. Pun semua kegiatan maupun transportasi akan lumpuh kecuali rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Inilah sejatinya bentuk toleransi umat lain diluar agama hindu yang dapat kita saksikan bersama sebagai wujud kebhinekaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pun begitu juga jika ada kegiatan keagaaman umat yang lainnya, kita harus menjaganya dan menghormatinya dengan belajar toleransi dari pulau dewata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bagaimana dengan kegiatan ibadah agama umat Islam di bulan suci Ramadhan...? bulan yang di sucikan umat Islam. Bisakah toleransi agama diterapkan juga...? Tentu semoga toleransi beragama juga bisa diterapkan di bulan suci Ramadhan umat Islam ini. Aminnn.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/toleransi.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4927409517925026030</guid><pubDate>Fri, 24 Mar 2017 03:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-24T10:56:05.404+07:00</atom:updated><title>Kuy... jalan-jalan lagi.</title><description>Seneng kalau lihat orang lain bisa jalan-jalan apalagi jalan-jalannya sampai keluar negeri. Terlepas apakah perginya dengan biaya sendiri atau dibiayai pihak lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu sekolah SD, SMP dulu gw selalu ngebayangin bisa jalan-jalan bahkan sampai keluar negeri. Tapi gak mikirin itu bakalan pergi kemana, biayanya darimana. yang penting mimpi dl ajah. kan kita gak tau nasib orang akan seperti apa dikemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi alhamdulillah mimpi-mimpi yang dulu pernah terbayangkan satu per satu terwujudkan. termasuk jalan-jalan ini dari mulai lokal daerah sampai keluar sana. Semuanya ditanggung pihak lain. Alhamdulillah :). yup semua bermula setelah saya di terima kerja di sebuah perusahaan periklanan dimana setiap tahunnya biasanya diadakan acara outing kantor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perdana saya ikutan jalan-jalan waktu itu adalah ke Bali dan ini adalah pengalaman pertama saya ke Bali sekaligus pengalaman pertama saya naik pesawat. Norak yahh... hahaha... maklum wong ndeso.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu berlanjut jalan-jalan sekaligus tugas keluar kota mulai, bandung, surabaya, semarang, jogja, bali lagi, medan, palembang. masih di perusahaan periklanan tapi sudah beda benderanya.&lt;br /&gt;
sekali lagi alhamdulillah nambah pengalaman lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah beruntungnya dulu saya kerja di perusahaan periklanan adalah adanya acara outing kantor yang dl sempat rutin dan selalu keluar negeri dan juga undangan dari media yang pasti selalu keluar negeri. dan pengalaman pertama saya keluar negeri waktu itu adalah China Beijing dan berlanjut ditahun-tahun berikutnya adalah, Singapura, Malaysia, Vietnam Hongkong Shenzen, Thailand dan terakhir adalah jepang di tahun 2012.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat saya hendak resign dari perusahaan periklanan tersebut sempat saya ditawari undangan media ke amerika asal saya tetap stay. tapi karena hati saya sudah bulat untuk mencoba hal yang baru maka saya dengan berat hati kehilangan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belakangan saya lihat teman-teman yang posting photo jalan-jalan. ahh jadi kepengen jalan-jalan lagi tapi kalau sekarang harus dengan biaya sendiri. Berhubung ada prioritas yang harus didahulukan kayaknya emang kudu banyak nabung dl nih. kecuali kalau tiba-tiba ada yang ngasih rejeki mendadak. wah alhamdulillah banget itu. tapi pengennya sih ngajak keluarga juga kyk terakhir kemarin saya dapat rejeki umroh dan wisata ziarah di makkah dan madinah. saya sekalian ajak istri dengan tambahan biaya tentunya. Hope someday all dreams come true. Aminnn.... :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/kuy-jalan-jalan-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7287008736315533900</guid><pubDate>Thu, 23 Mar 2017 13:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-23T20:40:37.332+07:00</atom:updated><title>Auto Pilot Menuju Allah SWT</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ini adalah repost dari postingan-postingan yang terdahulu tapi menarik untuk dibaca kembali. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
------------------------------------------------------------------------------------------------- &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada
 sebuah tulisan menarik di website eramuslim.com. Pasti semua setuju 
bahwa ada sebuah pelajaran yg bisa dipetik dari tulisan dibawah ini. 
Semoga bisa membawa mamfaat untuk semuanya dan bisa diambil hikmah 
darinya. Amin..&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seorang
 kakek berusia delapan puluh tahunan sangat rajin sekali berjamaah di 
sebuah masjid tua di desa kami. Bahkan dia sering menunggu pintu masjid 
dibuka. Sangat rajin sekali. Hujan pun tidak membuatnya udhur dari 
sholat berjamaah. Saya tertarik meng-interview untuk mencari tau “daya 
dorong apa yang begitu dahsyatnya, sehingga semua halangan bisa dia 
lalui dan berjamaah dengan istiqomah”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah
 ber-dzikir dan berdo’a bersama imam, sang kakek selalu menutupnya 
dengan sholat ba’diyah. Setelah selesai sholat ba’diyah, saya 
memberanikan diri untuk menyapanya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Assalaamu
 ‘alaikum Kek, hari ini sepi sekali masjid kita. Satu shaf-pun tidak 
penuh, pada ke mana ya? Kalo saja jamaah di Subuh ini bisa seperti 
jamaah ketika Sholat Ied……….”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sambil
 tersenyum Sang Kakek menjawab, “Semulya-mulya amal adalah yang didasari
 ke-ikhlasan. Amal tanpa ikhlas ibarat debu di atas batu, yang akhirnya 
hilang disapu hujan. Sang pengamal hanya dapat capek saja. Mungkin saat 
itu manusia menghargai dia karena kelihatannya taat dan rajin jamaah di 
masjid. Tapi itu semua tidak ada artinya dimata Allah. Allah tidak 
menilai sibuknya gerakan tubuh, tapi Allah menilai ikhlasnya hati. Yaitu
 ibadah yang hanya ditujukan pada-Nya”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Apa maksud Kakek yang tidak jamaah di Subuh ini berarti ketika Sholat Ied dia tidak ikhlas karena Allah?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Bukan
 totally tidak ikhlas. Tapi mungkin daya dorong jamaahnya yang kurang 
kuat. Kadang orang yang merasa tidak salah, tidak merasa cukup punya 
alasan untuk minta maaf. Manusia yang berkecukupan, merasa belum perlu 
untuk meminta/ meng-hamba. Manusia yang sibuk dengan bisnis/kerjaannya, 
merasa sanggup “berdiri” tanpa bantuan Sang Khaliq. Singkat kata, orang 
merasa belum perlu ke dokter kalau tidak sakit. Tapi itu memang tidak 
terjadi pada semua manusia”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Manusia yang bagaimana yang tidak termasuk itu semua Kek?”.&lt;br /&gt;“Manusia
 yang selalu berusaha memperbaiki diri dan bersyukur karena Alloh. Bukan
 yang agar dikenal sebagai orang baik di tengah-tengah manusia. Dengan 
kasih sayang-Nya, Alloh memberikan sistem “auto pilot” pada manusia”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Apa maksud Kakek dengan “auto pilot” itu?”&lt;br /&gt;“
 Yaitu batasan di kanan kiri, dalam perjalanan ke arah pangkuan-Nya. 
Pada hakikatnya, semua perjalanan manusia adalah untuk menuju ke 
pangkuan kasih sayang-Nya. Siapapun dia!!!”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Apa yang Kakek maksud dengan “batasan kanan” dan “batasan kiri” itu?”&lt;br /&gt;“Ini
 hanya istilah saya saja. Manusia yang taat pada-Nya, pada hakikatnya 
dia telah berjalan kearah perjalanan yang benar menuju-Nya. Tapi kadang 
ketaatan ini membuatnya bangga diri dan mencela mereka yang sesat. 
Lambat laun keihlasannya tercemari dengan virus “riya”, yang pada 
akhirnya tujuan ibadahnya lebih untuk “pemutihan” dimata manusia. Tentu 
saja Alloh sama sekali tidak menerima ibadah jenis ini. Lalu dengan 
kasih sayang-Nya, dibelokkanlah manuver hidupnya ke arah kiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Titik “trigger” inilah yang merupakan “batasan kanan”. Singkat kata, “batasan kanan” adalah sifat riya”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Apakah ini berarti bahwa “batasan kiri” adalah musibah yang diakibatkan kemaksiatan?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Benar!!!”, jawab Sang Kakek sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Apa Kakek dulu pernah mendalami agama?”&lt;br /&gt;“Tidak,
 kakek belajar agama hanya sebatas belajar sholat, ngaji dan selebihnya 
cuma dari kutbah Jumat. Ketika kakek pensiun, kakek bingung bagaimana 
cara cepat bertaubat. Dosa banyak tapi sisa umur tinggal sedikit. 
Makanya cara cepat yang bisa kakek tempuh hanyalah dengan cara 
meng-ikhlas-kan semua ibadah karena-Nya. Ikhlas dan istiqomah adalah 
kata kuncinya”.&lt;br /&gt;Alkhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukanku dengan Kakek tua, dan atas hikmah besar yang kudapat hari ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari:&lt;br /&gt;
Sugito – Batam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taken from Eramuslim.com&lt;/div&gt;
</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/auto-pilot-menuju-allah-swt.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-587355864498869784</guid><pubDate>Thu, 23 Mar 2017 13:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-23T20:10:17.795+07:00</atom:updated><title>Bersyukur</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alhamdulillah, kalimat yang seharusnya memang saya ucapkan atau kita semua ucapkan jika kita menerima sesuatu yang membuat diri kita merasa senang. Sebetulnya kalimat syukur ini seharusnya tidak hanya kita ucapkan pada saat kita menerima sesuatu yang menyenangkan saja tapi sesuatu yang kurang menyenangkan pun harusnya kita bersyukur. Kalau ada pertanyaan apa maksud dari kalimat saya ini, mungkin yang saya bisa jelaskan adalah kalimat syukur ini adalah kalimat pujian kepada Allah, Tuhan semesta alam. Dan sudah sepantasnya memang kita memuji Allah tidak hanya disaat kita senang tapi disaat apapun kondisi kita sudah sepantasnya kita memuji-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa type orang yang senantiasa bersyukur, antara lain:&lt;br /&gt;
1. Orang yang senantiasa mengingat Allah (bersyukur) disaat suka dan duka.&lt;br /&gt;
2. Orang yang hanya mengingat Allah (bersyukur) disaat senang tapi lupa disaat duka.&lt;br /&gt;
3. Orang yang hanya mengingat Allah(bersyukur) disaat susah tapi lupa disaat senang.&lt;br /&gt;
4. Orang yang tiada pernah mengingat Allah (bersyukur) disaat senang ataupun susah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pastinya sebaik-baiknya hamba Allah adalah orang yang masuk kedalam golongan pertama. Bagi hamba tersebut insyaAllah akan senantiasa bertambah rasa syukurnya baik dalam keadaan suka maupun duka. Bagi orang yang masuk dalam golongan kedua, mereka yg disaat senang merasa bahwa Allah menyayanginya tapi ketika ditimpa ujian dan musibah mereka merutuki dan merasa jika Allah tidak menyayanginya. Sedangkan golongan ketiga, fenomena yang mungkin umum terjadi dalam masyarakat kita yang mungkin bukan dalam konteks kerasa syukur tapi lebih kepada ingat kembali kepada Allah ketika ditimpa kesusahan dan lupa disaat bergelimang nikmat Allah. Dan golongan terakhir pastinya golongan yang jauh dari rasa mengingat Allah. Mungkin golongan ini yang menganut faham bahwa segala sesuatu yg diraih adalah hasil usaha jerih payahnya sendiri tanpa merasa ada campur tangan Allah. Kayak fir&#39;aun kali yahh. Naudzubillah min dzalika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/bersyukur.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-112236071826128288</guid><pubDate>Thu, 23 Mar 2017 13:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-03-23T20:03:34.807+07:00</atom:updated><title>Sebuah Perjalanan</title><description>Masih dalam sebuah perjalanan&lt;br /&gt;
tak putus-putus ku berjalan&lt;br /&gt;
tak henti-henti ku melangkah&lt;br /&gt;
dan tak pernah lelah ku mencari&lt;br /&gt;
hingga jiwa mengenal raga&lt;br /&gt;
dan raga mengenal jiwa&lt;br /&gt;
trus mencari dan mencari&lt;br /&gt;
sampai bertemu diri yg sejati&lt;br /&gt;
smua dalam cinta kasih Ilahi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
akulah musafir&lt;br /&gt;
akulah sang pengembara&lt;br /&gt;
akulah si faqir&lt;br /&gt;
yg hanya berharap tetesan Rahmat&lt;br /&gt;
dari Tuhan semesta alam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bagaimana ku melepaskan belenggu dunia ini&lt;br /&gt;
yg telah lama memenjarakan pikiran dan jiwa ku&lt;br /&gt;
menghalangi pandangan mata hati ku&lt;br /&gt;
hingga ku rasa buta dan tak mampu melihat sebuah hakikat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terdampar ku jauh dalam dunia yg gelap&lt;br /&gt;
tanpa penerang tanpa pemandu jalan&lt;br /&gt;
terombang ambing dan terantuk batu kehidupan&lt;br /&gt;
penuh luka dan peluh jiwa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
doa ku bergemuruh&lt;br /&gt;
ucap ku sungguh-sungguh&lt;br /&gt;
sbelum waktu ku tiba&lt;br /&gt;
akhiri ini smua dengan indah</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/03/sebuah-perjalanan.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2462266299705463405</guid><pubDate>Sun, 27 Sep 2015 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-09-27T11:36:16.374+07:00</atom:updated><title>Manage Ekspetasi</title><description>Entah kenapa tiba-tiba saya teringat kembali dengan blog saya ini. Yup, inilah blog tempat saya mencurahkan isi hati, pikiran, guyonan yang gak penting yang secara iseng saya tulis. Semua yang saya tulis adalah apa yang saya lihat dan saya rasakan dan memang terkadang melankolis dan sok puitis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ditulis pasti ada inspirasinya baik itu sesuatu yang baik atau bahkan permasalahan atau persoalan kehidupan yang sedang dihadapi. Yup, setiap orang pasti memilik permasalahan atau persoalan hidup masing-masing. Ada yang sedang merasa marah, kecewa, sedih atau bahagia. Semua berkaitan dengan ekspetasi seseorang terhadap orang lain atau sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang di tinggal pacar pasti sedih, kecewa dan marah. Yang baru dapat pacar sedang merasa bahagia dan berbunga-bunga. Atau persoalan lainnya seperti misalnya &amp;nbsp;kita punya harapan ke orang lain tapi ternyata hasilnya tidak sesuai harapan atau bahkan tidak memenuhi harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sendiri pasti juga akan merasa kecewa jika apa yang saya harapkan hasilnya tidak sesuai. Tapi saya mencoba belajar untuk bisa memanage ekspetasi saya supaya saya tidak terlalu merasa kecewa. Secara manusiawi adalah hal yang wajar setiap orang bisa merasa kecewa, tapi kata orang bijak rasa kecewa terjadi karena kita tidak bisa memanage ekspetasi kita. Yup, memang benar ucapan tersebut tapi memang butuh waktu untuk melatih hati dan pikiran kita, butuh waktu kita bisa mengontrol hati dan pikiran kita. Terlebih apa yang menjadi harapan kita juga menjadi harapan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah disinilah beratnya, seandainya harapan itu adalah milik kita sendiri, mungkin akan terasa lebih ringan bebannya. Tapi terkadang ada harapan orang lain melalui perantara kita, maka akan menjadi pe er tersendri bagaimana kita menjelaskan dan memberikan pengertian kepada orang lain berkaitan dengan memanage ekspetasi tersebut. Mungkin sebagian orang bisa melakukan apa yang kita lakukan tapi sebagian lainnya belum tentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saya berharap setiap dari kita belajar bagaimana memanage ekspetasi tersebut agar kita terhindar dari rasa kecewa dan yang paling penting adalah bisa mencari jalan keluar atau membuat plan B dari plan awal yang hasilnya tidak sesuai harapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga doa saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
SB</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2015/09/manage-ekspetasi.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2663754035957030494</guid><pubDate>Tue, 16 Sep 2014 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-09-16T22:51:52.698+07:00</atom:updated><title>Mari Membangun Bangsa</title><description>Belakangan ini sedang hangat-hangatnya berita politik seputar RUU pilkada yang katanya dulu dari perjuangan hasil reformasi melahirkan Pilkada langsung. Tapi belakangan ada tokoh reformasi mengatakan kalau dia keliru... waduhh... rek.. segampang itukah bilang kalau dia keliru...? tak sadarkan impact yang akan terjadi akibat keputusan yang salah yang melibatkan seluruh rakyat Indonesia...? tak pernah ada analisakah berkaitan dengan pancasila dan undang-undang dasar mengenai pilkada 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak rakyat yang awam mengenai hal ini mungkin yang gagal paham karena tak mengerti undang-undang hanya mampu menonton saja. Dan sepertinya isu ini juga menjadi ajang unjuk kekuatan dua kubu yang bertarung saat pilpres kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini rakyat sudah cukup cerdas untuk menilai perilaku para politisi yang semangatnya seperti ingin memamerkan kekuatan bahkan cenderung ingin menjatuhkan lawan. Tentu yang seperti ini tidak akan mendapatkan simpati atau bahkan menjadi antipati. Meskipun kita tahu para politisi tidak akan mendengarkan dan hanya akan menuruti ambisi politik para elitenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jujur, rakyat ingin sekali melihat para politisi yang memiliki semangat membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Dan bukan panggung politik, saling serang, saling sandera dan pamer kekuatan bahwa mereka punya kekuatan. CUKUP SUDAH pertarungan politik pada saat pilpres kemarin. Sekarang silahkan bekerja untuk memberikan kontribusi nyata dalam membangun bangsa. Bukan saling cakar atau saling serang antar politisi. Bukan itu yang ingin rakyat lihat Pak/Bu. Anda dipilih untuk membela kepentingan rakyat Indonesia bukan yang lainnya. Karena uang yang anda terima berasal dari uang seluruh rakyat indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2014/09/mari-membangun-bangsa.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7734090922530947080</guid><pubDate>Tue, 16 Sep 2014 15:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-09-16T22:31:19.868+07:00</atom:updated><title>Keep positive thinking</title><description>Saya selalu percaya setiap niat baik atau setiap tindakan yang baik akan menghasilkan atau mendapat balasan kebaikan pula. Mungkin tidak selalu saat itu juga atau detik itu juga kita mendapatkan balasan kebaikan tapi suatu saat entah itu dimana dan kapan pasti akan kita rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hal-hal yang menurut kita jelek atau yang tidak kita sukai belum tentu jelek buat kita. Pasti ada tujuan yang belum kita pahami. Terlambat paham gak jadi masalah asal jangan gagal paham. Karena banyak orang yang dengan mudah menghakimi tanpa ada perenungan atau porses pemahaman terlebih dahulu sehingga terjadilah gagal paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari semua itu yang perlu kita lakukan adalah tetap menanamkan pikiran positive atau berbaik sangka kepada Sang Pencipta. Sehingga kita lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan kita. Saat ini dan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
Achul</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2014/09/keep-positive-thinking.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-6849907072907498289</guid><pubDate>Thu, 13 Feb 2014 08:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-02-13T15:15:04.360+07:00</atom:updated><title>GWS Dede Sakhia..</title><description>Mempunyai anak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri setelah kita menikah. Perasaan yang luar biasa dan campur aduk tentunya dialami ketika pertama kalinya memiliki anak pertama. Namun seiring berjalan waktu, kita yang telah menjadi orangtua atau ayah dan ibu mulai belajar untuk bisa tumbuh bersama dengan sang buah hati. Dan begitu juga ketika kemudian kita dipercaya dan diberikan lagi tambahan amanah dengan lahirnya adik sekaligus teman untuk sang kakak. kita sebagai orangtua harus lebih banyak belajar lagi dan lagi dan lagi....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan yang terbaik pasti akan dilakukan oleh semua orangtua untuk sang buah hati. Apapun mungkin kita lakukan untuk tumbuh kembang sang buah hati. Dan ketika buah hati kita jatuh sakit, rasanya kita sebagai orangtua ingin menggantikan posisi buah hati kita agar sakit itu pindah ke diri kita. Itulah apa yang sudah saya rasakan dan alami mulai dari si Kakak dulu dan saat-saat sekarang ini ketika si dede kecil mengalami sakit panas karena infeksi di telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga cepat sembuh yah Dede Sakhia (Gevayla Najma Sakhia)... cepat besar biar bisa main dengan Kakak Akbar (Geviadi Drajad Akbar).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luv U all,&lt;br /&gt;
Ayahbunda.</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2014/02/gws-dede-sakhia.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>