<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-13017339</atom:id><lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 12:09:41 +0000</lastBuildDate><category>Kontemplasi n Life experiences</category><category>Celoteh</category><category>Fiksi</category><category>Healthy Lifestyle</category><category>Politic</category><category>Quotes</category><category>Online media</category><title>My Sunshine.....</title><description>A short note/story from a man who wants to continue learning and growing from his life experiences...</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (JOM)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>181</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1862786055554265820</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:24:29 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:24:29.096+07:00</atom:updated><title>Pekerjaan impian</title><description>&lt;p&gt;Setiap orang pasti punya mimpi tentang pekerjaannya seperti dahulu di masa kecil dahulu kita sudah ditanyakan ingin menjadi apa kelak jika sudah tumbuh besar. Jawaban-jawaban klasik dan idealis pasti akan terucap pada masa-masa itu, ada yang ingin menjadi dokter, pilot, astrounot, pengusaha, direktur, dll yang semuanya memang adalah angan-angan atau cita-cita atau mimpi-mimpi dari seorang anak yang belum sepenuhnya mengerti tentang pekerjaan yang mereka ucapkan dan impikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring berjalan waktu seseorang akan beranjak tumbuh dan berkembang baik secara usia dan juga pengetahuan dari pendidikan yang sudah di jalani atau juga pengalaman-pengalaman hidup yang sudah dilaluinya. Bagaimana dengan mimpi-mimpinya dahulu di masa kecil? pekerjaaan apa yang sekarang mereka jalani? ada yang memang konsisten mengejar mimpinya tapi ada banyak juga yang akhirnya berubah haluan mengikuti minat dan bakat yang lebih menonjol ketika usia bertambah dan bertumbuh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah kehidupan, pada dasarnya manusia harus memiliki sikap yang lebih fleksibel mengikuti dinamika pertumbuhan jiwa dan bakat yang dimilikinya sampai akhirnya mereka menemukan pekerjaan yang sesuai dan sejalan dengan apa yang menjadi minat dan bakatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendidikan seseorang pun belum tentu akan membawa dirinya ke arah pekerjaan yang sesuai dengan pendidikannya. Banyak sekali orang-orang yang memiliki pekerjaan ternyata secara latar belakang pendidikannya tidak sesuai. Ada yang latar belakang pendidikannya pertanian dan bekerja di perbankan, ada yang latar belakangnya ekonomi ternyata lebih senang bertani atau berternak, dlsb.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu juga dengan seseorang yang sudah memiliki pekerjaan dengan mapan, seiring berjalan waktu tiba-tiba bisa membanting haluan berhenti dari pekerjaannya yang mapan tersebut dengan meninggalkan semua fasilitas-fasilitas perusahaan yang sudah didapat dan dinikmatinya dan rela pindah haluan pekerjaan yang disukainya dan memulai dari bawah lagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ternyata pekerjaan itulah yang akhirnya membawa dirinya menemukan kesejatian bekerja dari pekerjaannya yang terdahulu. Rejeki yang didapat benar-benar bergantung dari kesungguhan dirinya bekerja bukan dari orang lain. Dan dirinya lebih bisa mengalokasikan banyak waktu untuk beribadah mendekatkan diri kepada Sang pencipta&amp;nbsp; dan yang paling penting adalah bisa banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga tercinta, istri dan anak-anak di rumah atau pun menghabiskan waktu diluar rumah bersama.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alangkah indahnya jika kita bisa memiliki atau mendapatkan pekerjaan yang memang sesuai dengan jiwa dan minat kita yang tidak terbelenggu lagi dengan birokrasi ataupun aturan-aturan perusahaan orang lain baik secara waktu ataupun terbelenggu dari ikatan atasan bawahan atau dari peraturan-peraturan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin ini adalah cerita yang menjadi mimpi bagi banyak orang termasuk diri saya, Bebas dari segala aturan, bebas dari mengatur waktu, bebas dari ocehan-ocehan orang yang memiliki kepentingan atau dari orang-orang yang suka melempar kesalahan untuk mengamankan dirinya atau orang-orang yang sibuk saling menjatuhkan di depan orang lain bahkan di depan pemilik perusahan dan yang paling terpenting adalah memiliki banyak waktu untuk beribadah mendekatkan diri dengan Tuhan dan juga banyak waktu untuk keluarga dan pastinya mendapatkan kecukupan rejeki dari pekerjaan baru yang dijalani.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga pekerjaan yang mungkin menjadi mimpi bagi sebagian orang ini bisa segera terwujudkan segera dalam waktu dekat dan bisa membawa kebahagiaan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk keluarga dan juga orang-orang di sekeliling kita yang memang membutuhkan bantuan dari diri kita semua. Aamiin....&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/pekerjaan-impian.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-6724191424236017655</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:20:59 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:20:59.423+07:00</atom:updated><title>Inilah kisahku</title><description>&lt;p&gt;Menjadi anak sales memang tidak mudah apalagi harus mengejar target. Di tengah situasi yang sangat sulit, keadaan ekonomi sulit, daya beli masyarakat lemah, tentu menjadi tantangan anak sales untuk memperebutkan budget klien yang semakin mengecil. belum lagi tantangan disrupsi media dimana seiring perkembangan teknologi klien percaya dengan digital dan banyak mengalihkan budget iklannya dari media tradisional ke media digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita paham dunia terus berubah seiring perkembangan zaman, sebagaimana terjadinya penemuan pesawat terbang dan telpon dengan kabel yang dulu di anggap mustahil bahkan pesawat telpon yang dahulu bentuknya sangat besar saat ini menjelma menjadi sebuah smartphone yang bahkan melampaui fungsinya sebagai alat komunikasi atau menjadi multimedia dan multifungsi. Begitu pun dengan dunia kerja, ketika semua yang serba manual berubah menjadi serba digital. Tentu sangat mengguncang dunia bisnis salah satunya bisnis media dan tak sedikit yang akhirnya menyerah dengan keadaan karena tidak bisa mengikuti arah perkembangan zaman tersebut. Sebutkan saja media-media cetak yang akhirnya menyerah dan menutup bisnisnya atau yang akhirnya tetap bertahan namun beralih menjadi digital. Koran cetak menjadi digital, majalah cetak menjadi digital dan radio yang biasanya di gunakan untuk mendengar musik pun berubah menjadi digital.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Intinya dunia berubah, kebiasaan masyarakat ikut berubah, dunia bisnis media berubah. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang masih stagnan, persaingan semakin sengit. Siapa yang kreatif, gesit dan lincah maka dia yang akan mendapatkan budget klien. Perusahaan media semakin berbenah dan tidak sedikit melakukan efisiensi di semua lini termasuk pengurangan SDM demi bertahan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisnis media dalam kompetisi yang sengit memperebutkan budget klien demi mempertahankan bisnisnya. Ada media yang masih menikmati aliran budget klien yang besar namun tetap waspada dan juga melakukan efisiensi. Tapi ada juga media yang kena imbas penurunan budget klien juga waspada dan melakukan efisiensi tapi trus berinvestasi dalam memproduksi program dan berharap mendapatkan jackpot performance sehingga aliran budget klien kembali masuk dengan deras.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sayangnya, jackpot yang di harapkan tidak kunjung datang dan seakan berjudi dengan keadaan, meskipun tidak ada salahnya untuk mencoba. Tetapi dengan biaya produksi yang cukup tinggi, perusahaan media seperti ini seakan tidak sedang mengalami krisis keuangan. The show must go on meskipun ada konsekuensi besar yang akan di hadapi. Dan sayangnya begitu konsekuensi itu hadir yang pertama kali di evaluasi bukan biaya produksi tinggi dari program yang tidak menghasilkan tersebut namun SDM nya yang lagi-lagi di evaluasi dan akhirnya terjadi efisiensi sdm kembali.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah kebijakan dan strategy memang di perlukan dalam menghadapi sebuah krisis tapi juga pemangku kebijakan harus melihat realita atau bersikap realistis terhadap keadaan. Dalam situasi kondisi ekonomi yang semakin susah dan sulit, yang dibutuhkan memang sebuah kreatifitas tapi yang tidak berbiaya tinggi. Apapun itu, biaya harus menjadi pertimbangan terhadap sebuah produk yang akan di produksi dan juga potensi nilai jual dari produk tersebut. Jika secara potensi nilai jual sebuah produk tidak besar maka seharusnya perlu di lakukan evaluasi apakah perlu produk tersebut di produksi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi sangat penting untuk memiliki sense of crisis dari suatu keadaan kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja untuk membuat sebuah langkah strategy yang menimbulkan biaya tinggi. Meskipun terkadang ada saja ego dari pemangku kebijakan yang tetap memaksakan langkah strategy untuk menghasilkan produk baru demi terlihat telah melakukan tindakan strategy terhadap krisis yang sedang di hadapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu perusahaan akan mengalami dampak dari sebuah tindakan/kebijakan yang di lakukan baik secara bijaksana ataupun tidak bijaksana. Output yg dihasilkan tergantung dari tindakan tersebut. Namun idealnya pemangku kebijakan adalah orang pertama yang harusnya bertanggung jawab dan bukan justru melempar kesalahan kepada orang lain yang akhirnya mengorbankan nasib karyawan-karyawan dibawahnya yang tidak mempunyai kemampuan untuk membela dirinya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/inilah-kisahku.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2359867787812627325</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:17:22 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:17:22.713+07:00</atom:updated><title>NPD</title><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong data-end=&quot;7&quot; data-start=&quot;0&quot;&gt;NPD&lt;/strong&gt; adalah singkatan dari &lt;strong data-end=&quot;67&quot; data-start=&quot;30&quot;&gt;Narcissistic Personality Disorder&lt;/strong&gt; atau &lt;strong data-end=&quot;107&quot; data-start=&quot;73&quot;&gt;Gangguan Kepribadian Narsistik&lt;/strong&gt;. Dalam konteks dunia kerja, NPD mengacu pada perilaku seorang individu yang memiliki &lt;strong data-end=&quot;230&quot; data-start=&quot;193&quot;&gt;rasa percaya diri yang berlebihan&lt;/strong&gt;, &lt;strong data-end=&quot;255&quot; data-start=&quot;232&quot;&gt;haus akan pengakuan&lt;/strong&gt;, dan sering kali &lt;strong data-end=&quot;290&quot; data-start=&quot;273&quot;&gt;kurang empati&lt;/strong&gt; terhadap orang lain. Jika orang dengan NPD menduduki posisi &lt;strong data-end=&quot;363&quot; data-start=&quot;351&quot;&gt;pimpinan&lt;/strong&gt;, perilakunya bisa berdampak signifikan pada budaya kerja dan kinerja tim.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p data-end=&quot;562&quot; data-start=&quot;505&quot;&gt;NPD adalah kondisi psikologis di mana seseorang memiliki:&lt;/p&gt;
&lt;ul data-end=&quot;887&quot; data-start=&quot;563&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;625&quot; data-start=&quot;563&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;625&quot; data-start=&quot;565&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;597&quot; data-start=&quot;565&quot;&gt;Rasa penting yang berlebihan&lt;/strong&gt; terhadap dirinya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;703&quot; data-start=&quot;626&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;703&quot; data-start=&quot;628&quot;&gt;Keyakinan bahwa dirinya &lt;strong data-end=&quot;668&quot; data-start=&quot;652&quot;&gt;lebih unggul&lt;/strong&gt; dan harus diperlakukan istimewa.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;788&quot; data-start=&quot;704&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;788&quot; data-start=&quot;706&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;745&quot; data-start=&quot;706&quot;&gt;Kebutuhan yang besar untuk dikagumi&lt;/strong&gt;, divalidasi, dan diakui oleh orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;887&quot; data-start=&quot;789&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;887&quot; data-start=&quot;791&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;808&quot; data-start=&quot;791&quot;&gt;Kurang empati&lt;/strong&gt;, sehingga sulit memahami perasaan, kebutuhan, atau sudut pandang orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p data-end=&quot;1060&quot; data-start=&quot;889&quot;&gt;Dalam dunia kerja, orang dengan NPD sering kali terlihat &lt;strong data-end=&quot;981&quot; data-start=&quot;946&quot;&gt;ambisius dan penuh percaya diri&lt;/strong&gt;, tetapi perilakunya bisa merusak hubungan profesional dan menyebabkan konflik&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1151&quot; data-start=&quot;1106&quot;&gt;Berikut tanda-tanda umum yang dapat dikenali:&lt;/p&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1191&quot; data-start=&quot;1153&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;1191&quot; data-start=&quot;1157&quot;&gt;A. Sikap terhadap diri sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1462&quot; data-start=&quot;1192&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1255&quot; data-start=&quot;1192&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1255&quot; data-start=&quot;1194&quot;&gt;Terlihat &lt;strong data-end=&quot;1226&quot; data-start=&quot;1203&quot;&gt;sangat percaya diri&lt;/strong&gt; namun rapuh jika dikritik.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1317&quot; data-start=&quot;1256&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1317&quot; data-start=&quot;1258&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;1273&quot; data-start=&quot;1258&quot;&gt;Haus pujian&lt;/strong&gt; dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1391&quot; data-start=&quot;1318&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1391&quot; data-start=&quot;1320&quot;&gt;Sering mengambil &lt;strong data-end=&quot;1362&quot; data-start=&quot;1337&quot;&gt;kredit atau pengakuan&lt;/strong&gt; atas pekerjaan orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1462&quot; data-start=&quot;1392&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1462&quot; data-start=&quot;1394&quot;&gt;Tidak bisa menerima kesalahan, cenderung &lt;strong data-end=&quot;1461&quot; data-start=&quot;1435&quot;&gt;menyalahkan orang lain&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1464&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;1500&quot; data-start=&quot;1468&quot;&gt;B. Sikap terhadap orang lain&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;1832&quot; data-start=&quot;1501&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1580&quot; data-start=&quot;1501&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1580&quot; data-start=&quot;1503&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;1520&quot; data-start=&quot;1503&quot;&gt;Kurang empati&lt;/strong&gt;, tidak peduli dengan perasaan atau kesejahteraan bawahan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1669&quot; data-start=&quot;1581&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1669&quot; data-start=&quot;1583&quot;&gt;Bersikap &lt;strong data-end=&quot;1608&quot; data-start=&quot;1592&quot;&gt;eksploitatif&lt;/strong&gt;, memanfaatkan orang lain untuk mencapai tujuan pribadinya.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1748&quot; data-start=&quot;1670&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1748&quot; data-start=&quot;1672&quot;&gt;Melihat orang lain sebagai &lt;strong data-end=&quot;1713&quot; data-start=&quot;1699&quot;&gt;kompetitor&lt;/strong&gt; atau ancaman, bukan rekan kerja.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1832&quot; data-start=&quot;1749&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1832&quot; data-start=&quot;1751&quot;&gt;Cenderung &lt;strong data-end=&quot;1776&quot; data-start=&quot;1761&quot;&gt;merendahkan&lt;/strong&gt; atau mengkritik bawahan untuk menunjukkan superioritas.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;1860&quot; data-start=&quot;1834&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;1860&quot; data-start=&quot;1838&quot;&gt;C. Gaya komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul data-end=&quot;2090&quot; data-start=&quot;1861&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;1922&quot; data-start=&quot;1861&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1922&quot; data-start=&quot;1863&quot;&gt;Komunikasinya sering &lt;strong data-end=&quot;1902&quot; data-start=&quot;1884&quot;&gt;mengintimidasi&lt;/strong&gt; atau merendahkan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;1999&quot; data-start=&quot;1923&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;1999&quot; data-start=&quot;1925&quot;&gt;Sering menggunakan kata-kata yang &lt;strong data-end=&quot;1985&quot; data-start=&quot;1959&quot;&gt;memuji dirinya sendiri&lt;/strong&gt; berlebihan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;2090&quot; data-start=&quot;2000&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;2090&quot; data-start=&quot;2002&quot;&gt;Bisa bersikap &lt;strong data-end=&quot;2031&quot; data-start=&quot;2016&quot;&gt;manipulatif&lt;/strong&gt;, misalnya berpura-pura peduli untuk mendapatkan loyalitas&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;p data-end=&quot;2201&quot; data-start=&quot;2133&quot;&gt;Seorang pimpinan dengan NPD biasanya memiliki ciri-ciri seperti ini:&lt;/p&gt;
&lt;div class=&quot;_tableContainer_1rjym_1&quot;&gt;&lt;div class=&quot;_tableWrapper_1rjym_13 group flex w-fit flex-col-reverse&quot; tabindex=&quot;-1&quot;&gt;&lt;table class=&quot;w-fit min-w-(--thread-content-width)&quot; data-end=&quot;3050&quot; data-start=&quot;2203&quot;&gt;&lt;thead data-end=&quot;2294&quot; data-start=&quot;2203&quot;&gt;&lt;tr data-end=&quot;2294&quot; data-start=&quot;2203&quot;&gt;&lt;th data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2241&quot; data-start=&quot;2203&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2226&quot; data-start=&quot;2205&quot;&gt;Ciri Pimpinan NPD&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;&lt;th data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2294&quot; data-start=&quot;2241&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2275&quot; data-start=&quot;2243&quot;&gt;Dampak pada Tim &amp;amp; Organisasi&lt;/strong&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/thead&gt;&lt;tbody data-end=&quot;3050&quot; data-start=&quot;2387&quot;&gt;&lt;tr data-end=&quot;2481&quot; data-start=&quot;2387&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2426&quot; data-start=&quot;2387&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2425&quot; data-start=&quot;2389&quot;&gt;Otoriter &amp;amp; tidak menerima kritik&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2481&quot; data-start=&quot;2426&quot;&gt;Karyawan takut memberikan masukan, inovasi menurun.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;2570&quot; data-start=&quot;2482&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2520&quot; data-start=&quot;2482&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2513&quot; data-start=&quot;2484&quot;&gt;Mencari pujian berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2570&quot; data-start=&quot;2520&quot;&gt;Lingkungan kerja penuh “yes man”, tidak sehat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;2676&quot; data-start=&quot;2571&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2610&quot; data-start=&quot;2571&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2590&quot; data-start=&quot;2573&quot;&gt;Kurang empati&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2676&quot; data-start=&quot;2610&quot;&gt;Tingkat turnover tinggi karena karyawan merasa tidak dihargai.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;2781&quot; data-start=&quot;2677&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2716&quot; data-start=&quot;2677&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2695&quot; data-start=&quot;2679&quot;&gt;Eksploitatif&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2781&quot; data-start=&quot;2716&quot;&gt;Memanfaatkan bawahan tanpa memberikan penghargaan yang layak.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;2869&quot; data-start=&quot;2782&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2821&quot; data-start=&quot;2782&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2804&quot; data-start=&quot;2784&quot;&gt;Mengambil kredit&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2869&quot; data-start=&quot;2821&quot;&gt;Demotivasi tim karena prestasi tidak diakui.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;2962&quot; data-start=&quot;2870&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;2909&quot; data-start=&quot;2870&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2887&quot; data-start=&quot;2872&quot;&gt;Manipulatif&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;2962&quot; data-start=&quot;2909&quot;&gt;Lingkungan kerja penuh politik kantor dan intrik.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr data-end=&quot;3050&quot; data-start=&quot;2963&quot;&gt;&lt;td data-col-size=&quot;sm&quot; data-end=&quot;3002&quot; data-start=&quot;2963&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;2986&quot; data-start=&quot;2965&quot;&gt;Mudah tersinggung&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt;&lt;td data-col-size=&quot;md&quot; data-end=&quot;3050&quot; data-start=&quot;3002&quot;&gt;Konflik sering terjadi, keputusan emosional.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;3098&quot; data-start=&quot;3057&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3098&quot; data-start=&quot;3060&quot;&gt;Contoh Perilaku Nyata di Kantor&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;ul data-end=&quot;3495&quot; data-start=&quot;3099&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;3172&quot; data-start=&quot;3099&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3172&quot; data-start=&quot;3101&quot;&gt;Mengambil alih ide bawahan lalu &lt;strong data-end=&quot;3169&quot; data-start=&quot;3133&quot;&gt;mengklaim sebagai idenya sendiri&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3252&quot; data-start=&quot;3173&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3252&quot; data-start=&quot;3175&quot;&gt;Mengabaikan feedback, bahkan &lt;strong data-end=&quot;3226&quot; data-start=&quot;3204&quot;&gt;menghukum karyawan&lt;/strong&gt; yang berani mengkritik.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3339&quot; data-start=&quot;3253&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3339&quot; data-start=&quot;3255&quot;&gt;Membuat kebijakan &lt;strong data-end=&quot;3308&quot; data-start=&quot;3273&quot;&gt;berorientasi pada citra dirinya&lt;/strong&gt;, bukan kebutuhan perusahaan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3420&quot; data-start=&quot;3340&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3420&quot; data-start=&quot;3342&quot;&gt;Menonjolkan diri di depan manajemen puncak sementara timnya &lt;strong data-end=&quot;3417&quot; data-start=&quot;3402&quot;&gt;dikorbankan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3495&quot; data-start=&quot;3421&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3495&quot; data-start=&quot;3423&quot;&gt;Selalu ingin terlihat &lt;strong data-end=&quot;3462&quot; data-start=&quot;3445&quot;&gt;paling pintar&lt;/strong&gt;, tidak mau mengakui kesalahan&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;h2 data-end=&quot;3540&quot; data-start=&quot;3502&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3540&quot; data-start=&quot;3505&quot;&gt;Cara Menghadapi Pimpinan NPD&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end=&quot;3627&quot; data-start=&quot;3541&quot;&gt;Jika Anda bekerja dengan atau di bawah pimpinan dengan NPD, berikut beberapa strategi:&lt;/p&gt;
&lt;ol data-end=&quot;4006&quot; data-start=&quot;3628&quot;&gt;
&lt;li data-end=&quot;3681&quot; data-start=&quot;3628&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3681&quot; data-start=&quot;3631&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3652&quot; data-start=&quot;3631&quot;&gt;Tetap profesional&lt;/strong&gt; – jangan terpancing emosi.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3766&quot; data-start=&quot;3682&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3766&quot; data-start=&quot;3685&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3726&quot; data-start=&quot;3685&quot;&gt;Dokumentasikan pekerjaan dan prestasi&lt;/strong&gt; agar sulit bagi dia mengambil kredit.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3843&quot; data-start=&quot;3767&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3843&quot; data-start=&quot;3770&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3803&quot; data-start=&quot;3770&quot;&gt;Gunakan pendekatan diplomatis&lt;/strong&gt; saat memberi masukan, jangan frontal.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;3914&quot; data-start=&quot;3844&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;3914&quot; data-start=&quot;3847&quot;&gt;&lt;strong data-end=&quot;3875&quot; data-start=&quot;3847&quot;&gt;Bangun jaringan dukungan&lt;/strong&gt; dengan rekan kerja atau atasan lain.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li data-end=&quot;4006&quot; data-start=&quot;3915&quot;&gt;
&lt;p data-end=&quot;4006&quot; data-start=&quot;3918&quot;&gt;Jika situasinya semakin toksik, &lt;strong data-end=&quot;3979&quot; data-start=&quot;3950&quot;&gt;pertimbangkan opsi keluar&lt;/strong&gt; dengan perencanaan matang&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/npd.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-940248506646369396</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:14:56 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:14:56.781+07:00</atom:updated><title>Si paling paham, paling ngerti dan paling paling lainnya.... </title><description>&lt;p data-end=&quot;571&quot; data-start=&quot;117&quot;&gt;Pernahkah Anda menghadapi seorang pimpinan di perusahaan, yang berada di tingkat direktorat berbeda atau bahkan lebih tinggi lagi, membawahi semua direktorat, namun selalu merasa dirinya paling tahu segalanya? Seolah ia paling paham kondisi pasar, paling pintar membaca klien, dan paling mengerti arah bisnis. Padahal kenyataannya, ia tidak benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Jika Anda pernah mengalaminya, berarti kita sama.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;991&quot; data-start=&quot;573&quot;&gt;Ketika diawal bergabung dalam sebuah perusahaan media, setiap karyawan biasanya diawal bekerja diberikan induksi/orientasi terlebih dahulu tentang gambaran bisnis serta cara kerjanya, pasar serta industrinya.&amp;nbsp; Materi ini disampaikan dengan tujuan agar dipahami dan menjadi pegangan bersama. Namun sayangnya, seiring waktu berjalan, pengetahuan yang pernah didapat dan di pelajari seakan hilang begitu saja. Apa yang awalnya dipelajari tidak lagi menjadi rujukan, bahkan masukan dari tim yang berpengalaman di lapangan sering kali diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1397&quot; data-start=&quot;993&quot;&gt;Sikap seperti ini jelas menimbulkan masalah. Bagaimana mungkin bisa menyentuh hati para klien jika di internal saja, sang pemimpin tertinggi enggan mendengar atau memahami argumentasi yang berdasarkan pada realitas industri? Hanya dengan mengandalkan perspektif pribadi tanpa data dan pengalaman, keputusan yang diambil sering kali tidak sejalan dengan kebutuhan pasar maupun strategi yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1811&quot; data-start=&quot;1399&quot;&gt;Memang benar, pada akhirnya tujuan perusahaan adalah revenue. Namun yang sering dilupakan adalah bahwa revenue bukan datang begitu saja. Revenue lahir dari proses yang panjang: memahami pasar, mendengarkan masukan, membangun relasi, serta memperbaiki cara kerja yang kurang efektif. Jika hanya fokus pada hasil tanpa peduli proses, perusahaan hanya akan berputar dalam lingkaran yang sama dan sulit berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;



&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2245&quot; data-start=&quot;1813&quot;&gt;Seharusnya, seorang pemimpin besar bukan hanya mengarahkan pada target angka, melainkan juga memberi ruang bagi timnya untuk berpendapat, menghargai masukan, dan belajar dari proses yang ada. Dari proses itu akan terlihat apa yang harus diperbaiki, dipertahankan, atau bahkan ditinggalkan. Dengan begitu, revenue bukan hanya sekadar angka di laporan, tetapi hasil dari kerja kolektif yang dipahami, dijalani, dan dihargai bersama.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2245&quot; data-start=&quot;1813&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/si-paling-paham-paling-ngerti-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2324805270444988394</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:13:01 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:13:01.095+07:00</atom:updated><title>Hati Nurani</title><description>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;p data-end=&quot;616&quot; data-start=&quot;72&quot;&gt;Dalam dunia kerja, wajar apabila seorang bawahan mengikuti arahan serta kebijakan dari atasan. Struktur organisasi memang dirancang agar setiap orang memahami perannya masing-masing dan menjaga kesinambungan dalam bekerja. Walaupun terkadang terdapat pandangan yang tidak sepenuhnya sejalan, perbedaan tersebut tidak mengurangi tanggung jawab utama seorang bawahan, yaitu mendukung dan melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan oleh pimpinan. Sikap profesional ini menjadi fondasi penting agar roda organisasi tetap berjalan dengan stabil.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1148&quot; data-start=&quot;618&quot;&gt;Meski demikian, perbedaan pemikiran tidak bisa dihindari. Ada kalanya hati kecil merasakan ketidaksesuaian atau memiliki pandangan lain mengenai arah kebijakan yang ditempuh. Situasi ini sering kali memunculkan dilema: apakah tetap bertahan dengan segala dinamika yang ada, atau mempertimbangkan langkah baru di luar organisasi. Jika pilihan jatuh pada langkah kedua, tentu keputusan itu sebaiknya diambil dengan penuh perhitungan, agar tidak hanya berdasarkan emosi sesaat, melainkan juga mempertimbangkan kepastian masa depan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1655&quot; data-start=&quot;1150&quot;&gt;Selama masih berada di dalam organisasi, peran bawahan tidak hanya sebatas menjalankan instruksi. Memberikan masukan yang positif dan saran yang membangun juga merupakan bentuk kontribusi nyata. Walaupun tidak semua masukan dapat langsung diterapkan, semangat untuk berbagi ide tetap bernilai, karena dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk berkembang lebih baik. Dengan begitu, bawahan tetap berperan aktif dalam memberikan nilai tambah tanpa harus menyalahi aturan atau melampaui batas kewenangan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2105&quot; data-start=&quot;1657&quot;&gt;Akhirnya, menjaga profesionalisme berarti mampu menyeimbangkan antara loyalitas, integritas, dan sikap proaktif. Bekerja dengan penuh tanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi terbaik menunjukkan kedewasaan dalam berkarier. Dunia kerja pada hakikatnya bukan hanya tentang menjalankan instruksi atasan, melainkan juga tentang bagaimana setiap individu mampu tumbuh, belajar, dan menempatkan dirinya secara tepat di dalam ekosistem organisasi.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/hati-nurani.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7138221795376608354</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:10:43 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:10:43.215+07:00</atom:updated><title>Working with HEART NOT EGO</title><description>&lt;p data-end=&quot;402&quot; data-start=&quot;109&quot;&gt;&lt;span data-end=&quot;400&quot; data-start=&quot;109&quot;&gt;Work and collaborate with sincerity, not with ego. Always try to put things in the right place and make decisions with fairness. Do not focus only on what you want, but also listen to what others have to say. True collaboration is built when everyone’s voice is respected and considered.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;720&quot; data-start=&quot;404&quot;&gt;&lt;span data-end=&quot;718&quot; data-start=&quot;404&quot;&gt;When you delegate tasks, give them to the right person who is responsible, not just to anyone who is able to do them. This shows professionalism, discipline, and respect for each person’s role. Even small actions like this can give a strong impression about your character and how seriously you value teamwork.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;599&quot; data-start=&quot;136&quot;&gt;

&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1006&quot; data-start=&quot;722&quot;&gt;&lt;span data-end=&quot;1004&quot; data-start=&quot;722&quot;&gt;If you continue acting in the wrong way, people will slowly lose respect and trust in you. Remember, collaboration is not just about working together, but also about building respect and trust. Once respect and trust are gone, nothing meaningful will remain in the relationship.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/working-with-heart-not-ego.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-9171786531914667989</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T14:04:00.148+07:00</atom:updated><title>The True Captain : A Leader Sets the Course, Not Asks for One</title><description>&lt;p data-end=&quot;583&quot; data-start=&quot;145&quot;&gt;As the captain, it is your responsibility to determine the course and the destination of the voyage. Leadership is not about shifting that responsibility onto others but about providing clarity and direction. The crew looks to you for vision and guidance, and it is your duty to set the path forward. Only after you have defined your goals and strategy should you invite your team to provide feedback and suggestions to refine the plan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;968&quot; data-start=&quot;585&quot;&gt;If you place the burden of deciding the course entirely on your crew, you risk creating confusion and uncertainty. The role of the leader is not to abdicate decision-making, but to inspire confidence by communicating purpose. The crew can and should contribute valuable insights, but they cannot replace the responsibility that rests on your shoulders as the one steering the ship.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1346&quot; data-start=&quot;970&quot;&gt;Now, consider a situation where you ask your crew to determine the course and the destination. They may spend time and effort providing proposals and ideas, only for you to ultimately dismiss them because you already had a different vision in mind. Such a scenario creates frustration, diminishes trust, and undermines the respect that is essential for effective leadership.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1768&quot; data-start=&quot;1348&quot;&gt;Therefore, before requesting input from your crew, you must be clear with yourself first: Where do you truly want to go? What is the ultimate destination and purpose of this voyage? Once you have articulated this vision, your crew can then assist in refining the journey, optimizing strategies, and offering practical adjustments. Their role is to support and strengthen your direction, not to create it in your place.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;



&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2174&quot; data-start=&quot;1770&quot;&gt;In essence, leadership demands clarity, decisiveness, and accountability. Asking your crew to determine the direction while you already have a different course in mind serves no one—it only wastes time and erodes confidence. The true measure of a captain lies not in avoiding responsibility, but in defining the vision, communicating it clearly, and guiding the entire team with purpose and conviction.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2174&quot; data-start=&quot;1770&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2174&quot; data-start=&quot;1770&quot;&gt;===============================================================&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Sebagai kapten, adalah tanggung jawabmu untuk menentukan arah dan tujuan pelayaran. Kepemimpinan bukan tentang mengalihkan tanggung jawab itu kepada orang lain, melainkan tentang memberikan kejelasan dan arah. Awak kapal memandangmu untuk mendapatkan visi dan bimbingan, dan adalah kewajibanmu untuk menetapkan jalan ke depan. Hanya setelah kamu mendefinisikan tujuan dan strategimu, barulah kamu mengundang timmu untuk memberikan umpan balik dan saran guna menyempurnakan rencana tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Jika kamu meletakkan beban pengambilan keputusan sepenuhnya kepada awakmu, kamu berisiko menciptakan kebingungan dan ketidakpastian. Peran seorang pemimpin bukan untuk melepaskan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, melainkan untuk menumbuhkan kepercayaan diri dengan mengomunikasikan tujuan. Awak kapal dapat dan seharusnya memberikan wawasan yang berharga, namun mereka tidak dapat menggantikan tanggung jawab yang ada di pundakmu sebagai orang yang mengemudikan kapal.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Sekarang, bayangkan sebuah situasi di mana kamu meminta awakmu untuk menentukan arah dan tujuan perjalanan. Mereka mungkin menghabiskan waktu dan tenaga untuk memberikan usulan dan gagasan, hanya untuk pada akhirnya kamu abaikan begitu saja karena kamu sudah memiliki visi yang berbeda dalam pikiranmu. Skenario seperti itu menciptakan rasa frustrasi, mengikis kepercayaan, dan merusak rasa hormat yang sangat penting bagi kepemimpinan yang efektif.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Oleh karena itu, sebelum meminta masukan dari awakmu, kamu harus terlebih dahulu jelas dengan dirimu sendiri: Ke mana sesungguhnya kamu ingin pergi? Apa tujuan akhir dan makna dari pelayaran ini? Setelah kamu mampu mengungkapkan visi tersebut, barulah awakmu dapat membantu menyempurnakan perjalanan, mengoptimalkan strategi, dan menawarkan penyesuaian yang praktis. Peran mereka adalah mendukung dan memperkuat arahmu, bukan menciptakannya sebagai gantimu.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2174&quot; data-start=&quot;1770&quot;&gt;



&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;font-claude-response-body break-words whitespace-normal leading-[1.7]&quot;&gt;Pada intinya, kepemimpinan menuntut kejelasan, ketegasan, dan akuntabilitas. Meminta awakmu menentukan arah sementara kamu sudah memiliki haluan yang berbeda dalam pikiranmu tidak menguntungkan siapa pun — itu hanya membuang waktu dan mengikis kepercayaan. Ukuran sejati seorang kapten bukan terletak pada menghindari tanggung jawab, melainkan pada mendefinisikan visi, mengomunikasikannya dengan jelas, dan memimpin seluruh tim dengan tujuan dan keyakinan.&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/the-true-captain-leader-sets-course-not.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2023221522823125263</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 06:51:48 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T13:51:48.272+07:00</atom:updated><title> Crisis of Self-Confidence</title><description>&lt;p data-end=&quot;468&quot; data-start=&quot;213&quot;&gt;Sometimes, people struggle with self-confidence. Even when they have the ability and knowledge, they may still feel unsure about their actions. This feeling of doubt can create unnecessary pressure and make it harder to grow as a person and as a leader.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;808&quot; data-start=&quot;470&quot;&gt;For a leader, confidence is very important. If you are not sure about yourself, your team may notice it. When that happens, they may respect you less, because they see you acting more like a boss who gives orders instead of a leader who guides and inspires. A true leader builds trust, shows direction, and helps the team grow together.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1184&quot; data-start=&quot;810&quot;&gt;Another challenge is when decisions are not made fairly. Sometimes leaders give tasks only to people they like or to those they feel comfortable with. This can create frustration in the team, because the right person for the job may not get the chance to do it. Good leadership means giving the right tasks to the right people, so everyone can feel valued and responsible.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;


&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1447&quot; data-start=&quot;1186&quot;&gt;To improve, try to believe more in yourself and your abilities. Trust that you are capable, and practice giving fair opportunities to your team. By doing this, you will not only gain more respect, but also create a stronger, happier, and more successful team.&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/crisis-of-self-confidence.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1077269515852576063</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 06:50:11 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T13:50:11.753+07:00</atom:updated><title>Hadapi Kesulitan mu</title><description>Yang namanya manusia selagi masih bernafas dan memiliki kegiatan, interaksi dan kebutuhan pasti sesekali menemukan atau mungkin sering menemukan atau dihadapkan pada sebuah permasalahan. Terlepas permasalahan itu ringan, biasa-biasa saja atau bahkan sampai permasalahan yang berat. Namun hidup harus terus berjalan, jadi yang namanya permasalahan seringan atau sesulit apapun memang tetap harus kita hadapi dan harus kita lewati.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Permasalahan-permasalahan hidup yang kita hadapi itu saya ibaratkan seperti persoalan kemacetan lalu lintas di jalan saat kita hendak berangkat kerja di pagi hari. Pasti para pekerja yang memiliki rumah di area perbatasan Jakarta atau mungkin luar Jakarta jika hendak memasuki Jakarta saat berangkat kerja di pagi hari sering mengalami hal seperti ini. Dan hampir semua rute untuk akses masuk ke Jakarta di pagi hari pasti akan menemukan kemacetan. Mau pakai akses jalan lewat tol pasti kena kemacetan apalagi jalan biasa selain akan menemukan kemacetan, durasi perjalanan pun bisa bertambah 25%-50% tergantung kondisi lalu lintasnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu bagaimana kita menyikapinya kemacetan tersebut..? Ya dihadapi dan di jalani, karena memang kemacetan tersebut harus di lewati dan di nikmati dengan penuh kesabaran. Dan tak ada gunanya kita marah-marah menggurutu, atau bahkan berhenti dijalan atau berusaha mencari jalan alternatif di tengah kemacetan karena kita pasti akan menghadapi dan menemukan hal yang sama. Jadi memang harus dihadapi, dijalani, dilewati, dinikmati dengan penuh kesabaran karena pasti kita pada akhirnya bisa melewati kemacetan tersebut. Separah apapun kemacetannya pasti nanti akan terurai juga. Begitu pula ketika kita menghadapi persoalan atau kesulitan dibidang lainnya. Semua harus di hadapi dan di lewati, karena yakinlah badai pasti akan berlalu sebagaimana kita akhirnya bisa melewati kemacetan di jalan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/hadapi-kesulitan-mu.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-6718273566239511551</guid><pubDate>Fri, 29 May 2026 06:33:55 +0000</pubDate><atom:updated>2026-05-29T13:33:55.538+07:00</atom:updated><title>Semua akan sampai pada waktunya</title><description>&lt;p&gt;Melihat dan menyaksikan serta melepas rekan kerja yang pensiun seperti mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa usia akan terus bertambah dan akan sampai pada satu titik waktu dimana akhirnya seorang karyawan disebuah perusahaan masuk usia purna tugas dan melepas semua jabatan dan pekerjaannya disaat itu juga. Terlepas beberapa perusahaan mempunyai kebijakan memperpanjang masa kerja karyawan setelah masuk usia pensiun, tapi tetap akhirnya akan purna tugas juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu pula usia manusia hidup di dunia, Allah sudah tetapkan usia hidup dari masing-masing hambaNya saat ditiupkan ruh kedalam jasad manusianya. Yang membedakan purna tugas dari pekerjaan bisa kita ketahui waktunya namun kita tidak pernah tahu waktu purna tugas kita dari kehidupan dunia. Semua hanyalah Allah yang Maha Mengetahuinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seseorang saat mengetahui akan memasuki usia purna tugas dalam pekerjaannya mungkin sudah mempersiapkan hal-hal yang akan dilakukan pasca purna tugasnya termasuk segala kebutuhan-kebutuhannya. Namun berbeda dengan purna tugas dari kehidupan alam dunia yang kita tidak tahu kapan waktunya. Jadi, persiapan tersebut tidak harus menunggu usia menua karena kembali kepada sang Khalik tidak mengenal usia tua maupun muda. Oleh karenanya berbuat baiklah selalu kapanpun dan dimanapun kepada siapapun sebagai bekal untuk kita kembali pulang ke kampung halaman sejatinya kita atau telah sampai waktu kita purna tugas dari kehidupan alam dunia.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2026/05/semua-akan-sampai-pada-waktunya.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4923800684501828379</guid><pubDate>Thu, 26 Jun 2025 10:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-08-19T17:05:09.889+07:00</atom:updated><title>Facing Common Enemy</title><description>&lt;p data-end=&quot;403&quot; data-start=&quot;87&quot;&gt;At work, it’s almost impossible to get along with everyone. Some colleagues will rub you the wrong way—maybe they talk too much in meetings, maybe they think they know everything, or maybe they just have that one habit that drives you crazy. It’s normal, and sometimes you just learn to roll your eyes and move on.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;745&quot; data-start=&quot;405&quot;&gt;But the funny thing is, the moment a common enemy shows up—whether it’s a tough deadline, a demanding client, or even a printer that refuses to work—suddenly the “enemy of my enemy is my friend” rule kicks in. People who used to argue over the smallest things suddenly find themselves standing shoulder to shoulder, united in frustration.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1103&quot; data-start=&quot;747&quot;&gt;In those moments, you start to see another side of your colleagues. The one who always annoyed you with unnecessary details might suddenly become the problem-solver everyone relies on. The person who usually disagrees with you on everything might crack the exact joke you needed to survive the day. It’s like chaos creates an unexpected kind of teamwork.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;


&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1371&quot; data-start=&quot;1105&quot;&gt;And when it’s all over, you might even find yourself respecting those colleagues a little more—or at least tolerating them better. Because nothing bonds people faster than facing the same challenge together, even if that challenge is just surviving Monday morning.&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/06/facing-common-enemy.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5176524264683103608</guid><pubDate>Wed, 19 Mar 2025 08:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-03-19T15:15:26.636+07:00</atom:updated><title>Type of Rest</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Apakah kita pernah merasa lelah dalam bekerja...? pasti hampir semua orang pernah merasakan lelah dalam bekerja namun jika ditanya apakah kita merasakan lelah yang sama..? Jawabnya belum tentu karena bentuk lelah setiap orang tergantung kepada pekerjaan, keadaan, lingkungan dan faktor-faktor lainnya yang di rasakan atau di alami oleh masing-masing orang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira apa saja bentuk lelah tersebut..? Bisa lelah fisik karena pekerjaannya membutuhkan tenaga fisik yang besar, bisa lelah pikiran karena pekerjaannya menguras banyak pikiran, bisa lelah batin karena pekerjaannya sering melibatkan emosi yang membuat dirinya lelah hati dan juga batin, bisa juga lelah sosial karena lama menjauh dari keramaian dan sering merasa kesepian, dll.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua jenis lelah tersebut tentu perlu di atasi dengan yang nama istirahat. Beristirahatlah sejenak dari hiruk pikuk yang membuat anda lelah. Luangkan sedikit waktu supaya anda punya waktu untuk bisa beristirahat sejenak untuk merecharge energi kembali sehingga anda siap kembali ke dalam rutinitas sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kira-kira lelah mana saat ini anda rasakan...?&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/03/type-of-rest.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5766725640989765864</guid><pubDate>Fri, 14 Mar 2025 03:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-03-14T10:47:46.510+07:00</atom:updated><title>Sabar dan Sholat</title><description>Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat atau jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolong mu. Begitulah kutipan ayat dalam alquran yang menasehati kita untuk selalu bersabar dan menjadikan sholat sebagai penolong kita saat sedang menghadapi masalah yang mendera. Tapi namanya manusia pasti terkadang punya titik batas kesabaran dalam menghadapi masalah. Ya, ketika kita sudah merasa tidak sanggup lagi menanggung beban persoalan yang terus menerus menderanya, maka adalah hal yang manusiawi jika kita sebagai manusia biasa akan melakukan segala cara untuk bisa terlepas dari persoalan tersebut. Sebagai contoh seorang karyawan yang terus menerus di dera atau di tekan oleh management terkait kondisi perusahaan yang sedang menurun. Dan deraan tersebut datang bertubi-tubi setiap minggu dan mungkin setiap hari dan bisa setiap waktu. Pikiran tenaga sudah dikerahkan semaksimal mungkin namun tetap saja deraan dan tekanan tersebut tetap datang bertubi-tubi. Sehingga sampai pada suatu titik dimana batas kesabaran dalam dirinya sedikit demi sedikit terkuras dan merasa sudah tidak sanggup lagi dengan keadaan yang dihadapi. Sehingga sebagai manusia yang normal pasti ingin segera terlepas dari kondisi tersebut. Dan cara yang paling gampang adalah dengan tidak lagi menjadi bagian dari perusahaan tersebut. Begitulah secara manusiawi seseorang akan bertindak. Terlepas dari menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita dalam menghadapi masalah tp mungkin saja dengan melepas tidak lagi menjadi bagian perusahaan juga sebagai bentuk pertolongan Allah kepada hambaNya.&amp;nbsp;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/03/sabar-dan-sholat.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4611250470882379245</guid><pubDate>Fri, 21 Feb 2025 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-02-21T14:09:25.464+07:00</atom:updated><title>Leadership by Life&#39;s Xperience/Journey</title><description>&lt;p&gt;Berpetualangan di alam bebas memang menyenangkan. Udara segar, pemandangan yang indah bisa membawa suasana hati menjadi lebih ceria sekaligus merefresh dan merecharge energi dalam diri kita. Namun sebelum petualangan itu terjadi pastinya kita harus menentukan destinasi yang dituju dan membuat perencanaan yang baik dan matang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu saya membuat wacana dan ide untuk melakukan kegiatan di alam bebas bersama team dengan pilihan bermain arung jeram atau trekking ke sebuah curug di daerah Bogor. Survey pun dilakukan dalam hal lokasi, cuaca dan paling utama jg biaya. Dan pada akhirnya setelah banyak pertimbangan saya memutuskan untuk ambil trekking.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait dengan hal tersebut, sebagai seorang leader harus bisa melihat semua aspek dalam membuat sebuah keputusan(tujuan) dan kemudian membuat perencanaan atau strategy untuk mencapai tujuan tersebut kemudian bagaimana proses untuk mengeksekusinya lalu di sertai dengan proses pengawasan di lapangan dan sesekali membantu jika ada kesulitan dalam proses di lapangannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak pengalaman yang bisa di ambil pelajaran dari pertualangan di alam bebas. Selain sebagai sebuah ajang kebersamaan, kekompakkan, bisa juga untuk melihat personality dari seseorang dan utamanya jg bagaimana leader memimpin teamnya untuk mencapai tujuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebersamaan dan kekompakan pasti hal tersebut harus terwujud dan terjaga dan pasti terlihat dalam kegiatan, tp personality seseorang dalam keseharian akan bisa terlihat berbeda ketika berpetulangan di alam bebas karena medan yang dihadapi tentu lebih sedikit menantang bagi orang-orang yang baru pertama kali menjalaninya. Contohnya, sikap manja, emosi, kesabaran, kesetiakawanan dan mungkin juga ego lainnya yang bisa muncul dalam perjalanan berpetualag di alam bebas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bagi seorang leader, berperan menjaga proses berpetualangan itu berjalan lancar dan sukses dimana sesekali harus memantau teamnya apakah semua berjalan dengan baik atau membantu teamnya jika ada yang perlu di bantu dalam proses perjalanannya dan bukan hanya asik berjalan di depan atau di belakang sambil memberikan arahan. Find the way, show the way and goes the way.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah pengalamanan yang bisa dijadikan learning by doing bagi team dan juga seorang leader. Dimana pelajaran tersebut sejatinya juga di terapkan dalam pekerjaan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/02/leadership-by-lifes-xperiencejourney.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4804312966824861106</guid><pubDate>Wed, 22 Jan 2025 08:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-22T16:56:19.129+07:00</atom:updated><title>Membangun Budaya (Kebiasaan) </title><description>&lt;p&gt;Bisa karena terbiasa adalah sebuah pepatah yang menggambarkan kondisi dimana seseorang bisa melakukan sesuatu karena suatu kebiasaan. Ya benar, kebiasaan yang dibangun bisa karena latihan atau keseharian. Dimana orang yg tidak pernah melakukan kebiasaan atau keseharian orang lain tentu harus belajar atau mempelajarinya terlebih dahulu. Dan kebiasaan-kebiasaan ini yang dibangun secara turun temurun dalam suatu komunitas atau daerah atau wilayah bisa saja menjadi sebuah budaya yang kelak menjadi budaya yang mengakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita pun juga bisa menciptakan sebuah budaya dari sebuah kebiasaan atau dari membangun sebuah kebiasaan. Kata budaya menurut KBBI adalah&amp;nbsp;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094237313&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;&lt;mark class=&quot;QVRyCf&quot; style=&quot;border-radius: 4px; padding: 0px 2px;&quot;&gt;akal budi, pikiran, adat istiadat, atau kebiasaan yang sulit diubah&lt;/mark&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094238712&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;Budaya juga dapat diartikan sebagai cara hidup yang berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jadi kembali lagi kepada kebiasaan, jika suatu kebiasaan yang dibangun tumbuh mengakar kuat dan kemudian sulit untuk di rubah maka akan menjadi sebuah budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah contoh ketika ada usaha merubah sebuah budaya dan membangun budaya lainnya adalah mendahulukan pejalan kaki dibandingkan dengan kendaraan ketika di jalan raya umum (non toll). Dahulu sebelum dibangunnya sarana penyebrangan jalan di jalan raya umum (non toll) dengan tanda lampu lalu lintas pejalan kaki, masyarakat kita harus melewati jembatan penyebrangan jalan diatas jalan raya sehingga kendaraan bermotor apapun jenis bisa melintas dengan bebas dan leluasa. Namun sejak dibangunnya sarana penyebrangan langsung di jalan raya dengan tanda lampu lintas pejalan kaki, sekarang kendaraan bermotor harus berhati-hati dan berhenti ketika lampu lalulintas berwarna merah. Artinya, lampu lalu lintas pejalan kaki berwarna hijau menyala dan pejalan kaki akan di prioritaskan untuk melintas di jalan raya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi perubahan kebiasaan seperti ini tidak serta merta di terima oleh seluruh lapisan masyarakat. Khususnya para pemiliki kendaraan bermotor jenis apapun. Tak sedikit yang berkomentar negatif bahkan julid atau nyinyir dimana perubahan kebiasaan ini menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat dan muncul kemacetan. Adalagi yang berkomentar bahwa menyebrang langsung di jalan raya tanpa melewati jembatan penyebrangan adalah sangat membahayakan keselamatan pejalan kaki. Dan banyak lagi komentar lainnya yang bernada keberatan dengan kebiasaan baru yang ingin dibangun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun semua komentar-komentar tersebut hanya dilihat dari sisi mereka saja tapi tidak mau melihat dampak yang akan ditimbulkan dimasa depan. Misalnya komentar tentang kemacetan, ini bisa merubah kebiasaan orang yang selalu menggunakan kendaraan pribadi beralih menjadi pengguna kendaraan umum sehingga terbangun lah budaya menggunakan transportasi massal dibandingkan kendaraan pribadi. Begitu juga yang berkomentar tentang keselamatan, tidak akan terjadi kecelakaan kepada para pejalan kaki atau pengendara kendaraan bermotor dijalan jika semua tertib aturan. Kendaraan bermotor wajib berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah dan berjalau ketika menyala hijau, begitu jg berlaku dengan pejalan kaki. Sehingga kebiasaan-kebiasaan tertib berlalu lintas akan tercipta dan seiring berjalan waktu dimasa mendatang akan tercipta budaya tertib berlalu lintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa karena terbiasa, kata pepatah ini menjadi benar jika pada akhirnya semua orang bisa menjalankan kebiasaan baru ini karena terbiasa dalam kesehariannya dan akhirnya kebiasaan ini terbentuk serta tumbuh mengakar kuat dalam masyarakat dan bisa menjadi budaya dari masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita diatas hanyalah salah satu contoh saja dan banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya yang karena seringnya kita lakukan berulang kali dengan secara sadar atau tidak sadar mungkin saja itu menjadi budaya atau setidaknya menjadi budaya perilaku dari diri kita sendiri. Misalnya, berkata tidak jujur, manipulatif, menyenangkan orang lain, berselingkuh dan lain sebagainya. Ketika hal-hal tersebut sering dilakukan maka akan menjadi kebiasaan yang akan sulit di ubah sehingga dalam kamus KKBI bisa dikatakan sebagai arti dari kata budaya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span data-huuid=&quot;6036308063094238712&quot; face=&quot;&amp;quot;Google Sans&amp;quot;, Arial, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; color: #001d35;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 18px; text-wrap-mode: nowrap;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/membangun-budaya-kebiasaan.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2440640280003421551</guid><pubDate>Wed, 08 Jan 2025 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-08T14:29:59.917+07:00</atom:updated><title>Sekolah Pertama adalah Rumah</title><description>&lt;p&gt;Bagi seorang anak, yang menjadi sekolah pertama untuk mereka adalah di rumah atau keluarga. Anak-anak belajar berinteraksi, berkomunikasi, bersikap, bertindak dll semua dipelajari pertama kali di rumah. Oleh karenanya tidak mengherankan jika ada orang lain yang melihat dan menilai seorang anak tingkah lakunya menyerupai orang tuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu kita tumbuh dewasa dan memasuki tahapan kehidupan pernikahan maka sekolah pertama tentang kehidupan berumah tangga pun juga dimulai dari rumah. Bagaimana pasangan harus bisa saling memahami, menghormati dan saling menghargai diluar dari cerita cinta yang sudah terajut dan teruntai indah saat pra pernikahan. Dan dari rumah ini lah wajah rumah tangga dan pasangan kita kadang di nilai orang lain. Tetapi buat saya pribadi saya tidak berani untuk menilai kehidupan rt orang lain meskipun terkadang mungkin ada yang suka sharing tentang kehidupan rt mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi bicara kehidupan berumah tangga, Saya sangat salut dengan pasangan-pasangan yang sampai saat ini telah dan masih berjuang mati-matian untuk mempertahankan keutuhan kehidupan rumah tangga mereka di tengah mereka menghadapi atau mengatasi segala ujian, cobaan bahkan rintangan dalam kehidupan berumah tangga. Mereka pasangan-pasangan yang pantang menyerah sampai tetes darah penghabisan atau bisa dibilang sampai maut memisahkan. Dan hebatnya lagi, disaat mereka menghadapi ujian, cobaan dan rintangan, mereka sebagai pasangan ketika keluar rumah harus memperlihatkan wajah sebagai pasangan yang berbahagia atau bahkan sebagai pasangan idola dan ideal dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Mereka terlihat diluar seolah baik-baik saja meskipun didalam hati dan batinnya berkecamuk dan meronta-ronta, namun mereka harus tetap terlihat tegar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi sejatinya memang kehidupan berumah tangga harusnya hanya untuk konsumsi pasangan didalam rumah tersebut dan bukan untuk konsumsi orang luar atau bahkan publik seperti kisah para selebriti yang suka umbar-umbar kehidupan mereka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Tuhan selalu memberikan kehidupan rumah tangga dari pasangan-pasangan hidup yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sehingga pepatah yang mengatakan rumah ku adalah surga ku terwujud bagi semua pasangan hidup rumah tangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/sekolah-pertama-adalah-rumah.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-5077252675433992240</guid><pubDate>Fri, 03 Jan 2025 11:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-01-03T18:35:44.316+07:00</atom:updated><title>New Year New Hope in 2025</title><description>&lt;p&gt;Tahun baru berlalu sudah dengan segala hiruk pikuk serta kemeriahan dimalam hari menyambut pergantian tahun. Euphoria yang setiap tahun dilakukan semua orang baik yang berusia tua ataupun muda di seluruh dunia. Tahun baru harapan baru dengan iringan doa semoga yang menjadi resolusi di tahun ini semua bisa tercapai dan kondisi jasmani selalu dalam kondisi prima, sehat selalu, pekerjaan lancar tanpa drama serta rejeki yang berlimpah penuh barokah dan yang paling penting adalah bahagia lahir dan batin.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa resolusi dan harapan kamu tahun ini...?&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2025/01/new-year-new-hope-in-2025.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7182701094059726337</guid><pubDate>Mon, 30 Dec 2024 03:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-30T10:40:07.414+07:00</atom:updated><title>Be positive thinking</title><description>&lt;p&gt;Bagaimana mungkin dirimu mengharapkan sesuatu dari seseorang sementara dirimu sendiri tidak melakukan hal yang sama kepada orang tersebut...? lalu kemudian dirimu merasa seseorang itu mempunyai sentimen negatif terhadap dirimu. Ahhh... pendek sekali pikiranmu.. mari kita berintropeksi diri sebelum menilai apalagi menghakimi sikap orang lain. Apa saja yang sudah kita lakukan terhadap seseorang tersebut. Bisa jadi itu karena perbuatan diri kita sendiri.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pun jika dirimu sudah merasa sudah berbuat baik kepada seseorang namun seseorang tidak melakukan hal yang sama terhadap dirimu, lalu kenapa harus membuatmu bersedih dan overthinking...? Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengabaikan perbuatan baik hamba-hambaNya. Perbuatan baik mu pasti akan kembali kepada dirimu namun tidak harus dari orang-orang yang sudah kamu perlakukan dengan baik. Balasan untuk dirimu bisa dalam bentuk yang lainnya, bisa dalam bentuk rejeki, kesehatan, keselamatan atau hal-hal baik lainnya yang mungkin kamu tidak sadari dan kamu anggap biasa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi tetaplah berprasangka baik dan jangan berprasangka buruk terhadap sesuatu yang kamu lihat dan kamu alami.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/be-positive-thinking.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4093178089829025683</guid><pubDate>Wed, 11 Dec 2024 12:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-12T10:23:29.581+07:00</atom:updated><title>Sekelumit Kisah Dua Manusia</title><description>&lt;p&gt;Lagi musim hujan gini dengan cuaca awan mendung menggelantung, udara sejuk, dan lagi dengerin cerita seorang teman dengan tema asmara. Namanya jg asmara pasti seputar cinta dan wanita. wkwkwk.... :))&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gegara cerita teman jadi terbawa ke masa lalu dimasa muda ketika masih perjaka. Namanya jg cowo pasti punya cerita asmara, sebelumnya akhirnya bertemu tambatan dan sandaran hati yang akan menemani hidup sampai akhir hayat nanti. Aamiin..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi saya dulu pernah membuat tulisan terkait ungkapan2 sayang mantan dimasa-masa bucin yang akhirnya saya tidak memposting karena alasan satu dan lain hal. Tapi sekarang dimana keadaan sudah berubah kyknya gak jadi masalah kl saya akhirnya posting tulisan saya yang pernah tertunda atau jadi draft di blog ini sejak tahun 2006/2007. Beginilah ungkapan-ungkapan sayang yang saya pernah terima dari sang mantan sampai keadaan tidak bisa mempersatukan kita. Apa ada yang sama dengan cerita saya..? :D&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;============================================================&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Initial D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Sejak baca blog Abang, Neng pengen banget ketemu sm Abang. I
have to see you coz u said to understand your tough is to have see you. Don’t
you..?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Neng seneng setelah ketemu Abang, tau gak,
pas Neng pulang setelah ketemu Abang, di bus tuh Neng senyum-senyum sendiri
ampe orang-orang ngeliatan Neng.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, mama Neng nanyain Abang terus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang tau gak du&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;lu ada miskol dari Neng trus Abang telp balik Neng
and tanya Neng apa Neng telpon tapinya Neng gak ngaku.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Itu
benernya emang Neng sengaja telp &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng gak mo ngejalanin hubungan kyk
gini Cuma telp2an ajah. Neng pe&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;ngen
ketemuan sm Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng sayang sm Abang, Neng kangen
sm Abang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng kangen sm Abang. Neng ampe
nangis semalam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Neng mau Abang. Pokoknya
Neng mo Abang…!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, kl dah sampe tujuan sms Neng yah. Lop u hani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Abang janji yah jangan tinggalin Neng.
Janji yah bang...(sambil nangis bombay)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Kalo ampe Abang ninggalin Neng, Neng bakal
samperin rumah Abang, kantor Abang, Neng bakal nangis didepan Abang. Neng bakal
labrak Abang kalo perlu Neng bom kantor Abang. Mau bang...?!!!&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang knp pipinya ndut..? dikasih makan apa sm mama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang lagi s&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;eneng-seneng yah? Jgn lupa sm Neng yah..! (ini pas saya lagi jalan2 ke spore dari kantor)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng benci sm Abang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;Knp Abang bikin Neng kangen
kyk gini..?&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng doain Abang dari sini yahh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Neng mo nikah sm Abang, daripada Neng gak
laku&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng yakin kita nikah tahun ini
nanti pas bulan agustus pas tanggal Neng pake jilbab.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, ayo kita nikah bang...&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng lagi liat-liat paket
pernikahan online neh buat kita nanti.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: dari dulu Neng pengen banget makan
martabak AA, tp blum kesampaian. Eh ternyata Abang ngebawain Neng martabak AA.
Makasih yah bang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, makasih yah mama Abang dah mo
masakin buat Neng. Neng sayang sm mama Abang.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng takut niy kejebak banjir, gak
ada kendaraan, tolong jemput Neng yah.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang,&amp;nbsp;ur&amp;nbsp;the best thing that happen in my life. So,
i will love u 4eva. I believe you will buy me a fancy car and diamond ring. I
believe you will hani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang knp gak telp Neng semalam, Neng sebel, Neng benci,
rasanya Neng mau mati tau malam itu krn Abang gak telp Neng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang Neng kangen, Neng nanti jemput Abang
di bandara yahh.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng mo nemenin Abang hidup ampe tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng di jodohin sm anaknya temen papa. Neng takut Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, mamanya itu cowo yang minta di
jodohin nafsu banget sm Neng, minta Neng dijodohin buat anaknya itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;





















































&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;D: Abang, Neng masih saya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;ng sm Abang. Neng takut kehilangan Abang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;==========================================================&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;=SB=&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/sekelumit-kisah-dua-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-176385207817790602</guid><pubDate>Wed, 11 Dec 2024 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2024-12-11T15:29:44.695+07:00</atom:updated><title>Sebuah Awalan (Lagi)</title><description>&lt;p&gt;Setelah sekian lama hiatus dari dunia tulis menulis, Saya sekarang sedang berusaha mencoba membangkitkan semangat menulis itu lagi. Mungkin bisa berhasil atau mungkin jg tidak atau mungkin jg moody an alias tergantung mood. Tapi opsi yang ketiga paling mungkin terjadi kl mau nulis pasti nunggu mood dan waktu luang atau senggang di waktu weekend/libur atau after office hour dan setelahnya baru bisa di posting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi yang pertama menjadi challenge pastinya memulai langkah pertama. Terkadang memang cuma ada di pikiran ajah inspirasi untuk menulis tapi masih belum mood untuk di tuangkan atau di tuliskan. Karena menulis butuh inspirasi atau ide dan menunggu datangnya inspirasi atau ide itu juga tidak mudah meskipun mungkin bagi sebagian orang mudah. Oia, satu lagi adalah distraction atau gangguan. Yes distraction, kadang-kadang ditengah asik nulis, ada ajah gangguan yang datang tiba-tiba. Bisa faktor internal alias keluarga tiba-tiba minta tolong ini/itu atau bisa juga faktor pekerjaan melihat notifikasi chat yg nyala. ya begitulah challengenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ada pertanyaan dalam hati juga, apakah masih zamannya menulis dalam sebuah blog didunia yang makin berubah dan canggih ini...? dalam dunia yang semakin artificial, semakin banyak kemudahan dengan teknologi canggih. Dimana tulisan berlembar-lembar yang biasanya butuh berjam-jam atau bahkan berhari untuk dihasilkan sekarang dalam sekejap waktu bisa dihasilkan...? Meskipun tidak otentik karena dihasilkan dari sebuah mesin pintar alias AI tapi terkadang kita dibuat takjub dengan isi yang di sajikan. Sehebat itu mesin pintar menghasilkan sebuah karya. Tapi yang perlu di ingat, sehebat-hebatnya atau sepintar-pintarnya mesin pintar atau AI ini bekerja mereka tidak bisa menghasilkan apapun tanpa trigger dari seorang manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, kembali ke topik awal, semoga bisa terkumpul lagi semangat nulis Saya yang sempat vakum beberapa tahun belakangan. Dan ini menjadi sebuah awalan tulisan yang mudah2an bisa di ikuti dengan tulisan2 lainnya yang barangkali dari para pembaca bisa menemukan kesamaan kisah ataupun juga kesamaan pembelajaran atau sama sama saling belajar. Karena didalam agama juga kita di ajarkan untuk selalu belajar sampai akhir menutup mata.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;=SB=&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2024/12/sebuah-awalan-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-2163912490993860352</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2020 06:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2020-08-13T13:25:14.545+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kontemplasi n Life experiences</category><title>Semua adalah Guru</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Alam terbentang menjadi Guru, pepatah tua yang penuh makna ini tentu bukan sekedar kata-kata biasa. Kita belajar dan bisa mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat dan kita rasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika setiap tempat adalah sekolah maka setiap orang yang kita jumpai pun menjadi guru. Benar, guru yang memberikan kita pelajaran atau pengalaman dalam berkehidupan ataupun berinteraksi sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ingat, tidak smua yang di ajarkan mungkin baik untuk kita. Jadi ambil pelajaran-pelajaran yang baik untuk diri kita dan buang jauh-jauh pelajaran yang jelek atau buruk untuk kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sifat dasar manusia ketika terlahir adalah baik atau fitrah tapi lingkungan atau alam dan nafsu akan menentukan apakah manusia akan menjadi smakin baik atau malah sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alam terbentang menjadi Guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SB&lt;/p&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2020/08/semua-adalah-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1509427076576492995</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2019 10:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-02-20T17:09:46.639+07:00</atom:updated><title>Negeri antah berantah......</title><description>&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;-en-clipboard: true;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;-en-paragraph: true; mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;Di negeri antah berantah, banyak manusia kerdil karena jabatan duniawi, mereka seperti mayat-mayat hidup yang berjalan di muka bumi ini tanpa jiwa. Dibutakan nuraninya untuk melihat dan mendengar kebenaran, layaknya sebuah boneka yang di kendalikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;-en-paragraph: true; mso-ansi-language: EN-ID;&quot;&gt;Di negeri antah berantah yang tak sepakat akan di sikat, sang penjilat pasti selamat, alam demokrasi cuma ilusi, kebebasan hanya halusinasi. Hukum bukan mengenai keadilan tapi berjalan mengikuti kepentingan. Tamu menjadi raja dan si tuan rumah tak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jangan kau baca dengan risih karena negeri antah berantah cuma fiksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
usah kau ambil hati. hanya nurani yang bisa mengerti.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2019/02/negeri-antah-berantah.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-4559565541813731504</guid><pubDate>Wed, 20 Feb 2019 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-02-20T16:59:00.927+07:00</atom:updated><title>Maaf</title><description>Anda pasti sudah mengenal dengan kata &quot;Maaf&quot;. Kata ini begitu sederhana, singkat, dan mudah di ucapkan. Tapi ketika kita berbuat sesuatu kesalahan terhadap orang lain, kadang lidah begitu kaku dan kelu tuk mengucapkan kata ini. Ada apa gerangan.....?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diri manusia itu ada yang namanya sifat egois, mau menang atau benar sendiri meski terkadang jika dilihat secara jernih kejadian yang terjadi, salah itu mungkin ada dalam dirinya sendiri. Lalu dengan lihainya, lidah kita memutar balikan keadaan menjadi sebaliknya. Setelah memutar balikkan keadaan, lalu diri kita mulai memasang harga diri sebagai tameng dan enggan mengakui kesalahan yang telah di perbuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusiawi sekali jika kita merasa marah bila kita diperlakukan dengan tidak baik. Manusiawi sekali jika kita emosi tatkala kita lalu di persalahkan. Dan manusiawi sekali jika kita memiliki sifat amarah. Tapi hal yang manusiawi juga jika manusia tidak terlepas dari kesalahan karena memang manusia tempat nya salah dan khilaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi terkadang benar dan salah bisa sangat tipis perbedaannya. Anda tahu kenapa? karena manusia bisa memiliki sudut pandang yang berbeda. Jika kita sudah memiliki sudut pandang yang berbeda, tentu masing-masing pihak akan merasa benar dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
Lalu apa sebaiknya yang bisa dilakukan..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saya diberi pertanyaan di atas, jujur saya akui saya pasti bingung menjawabnya. Karena terkadang rasa amarah terlanjur menyelimuti hati dan enggan beranjak dari sana. Tapi saya tetap berusaha tuk coba menyingkirkan amarah itu dan berusaha berbaik sangka tentang apa yang telah terjadi. Saya coba merubah sudut pandang saya dan berusaha mengkondisikan jika saya menjadi lawan bicara saya. Ini salah satu jalan yang biasanya saya lakukan.&lt;br /&gt;
Jika memang saya melakukan kesalahan, insyaAllah dengan kebesaran hati saya meminta maaf. Bahkan meskipun saya menilai bukan saya yang salah, saya tetap akan meminta maaf. Maaf atas kejadian yang terjadi yang mungkin menyinggung ataupun melukai hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbesar hati mengakui kesalahan dan meminta maaf bukan sebuah hal yang merendahkan derajat seseorang melainkan menunjukan kemuliaan hati seseorang.</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2019/02/maaf.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-7094472041804892175</guid><pubDate>Sun, 02 Apr 2017 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-02T17:46:18.279+07:00</atom:updated><title>Jangan makar atau berpolitik dikantor</title><description>Ada sebuah soal yang saya ajukan kepada team saya, pertanyaannya bagaimana caranya sebuah garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi lebih kecil. Dan saya mendapatkan jawaban yang beragam. ada yang bilang, hapus garisnya. ada juga yang bilang lihat pakai mikroskop dlsb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gak ada yang salah dari jawaban-jawaban yang disampaikan tapi memang bukan itu jawaban yang diharapkan dalam konteks soal ini. Jawaban yang diharapkan jika kita ingin membuat garis sepanjang 30 cm terlihat menjadi kecil atau pendek adalah buatlah garis lain yang melebihi garis 30cm tersebut atau lebih panjang dari garis 30cm tersebut maka otomatis garis 30cm akan menjadi lebih kecil atau pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa makna yang terkandung dari soal ini...? dalam dunia kerja, tak perlu kita berpolitik/makar untuk terlihat menjadi lebih hebat dibanding orang lain. Seumpama ada seseorang memang secara kemampuan terlihat menonjol dibanding kita maka jangan kita mencari kelemahan dan kesalahannya dan kemudian kita expose atau dipergunjingkan agar ybs jadi terlihat lebih jelek dengan tujuan menjatuhkannya. Sungguh ini adalah perbuatan yang sangat tercela dan tidak terpuji. Kalau kita tanya kepada orang yang waras pasti kita akan mendapatkan jawaban yang sama terlepas apapun backgroundnya. Lain cerita kalau di ceritakan ke orang yang gak waras dan punya pemikiran yang sama maka yang terjadi adalah provokasi yang justru akan semakin menjatuhkan kita. Sekali lagi menjatuhkan kita bukan orang yang coba kita jatuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka jika kita ingin terlihat lebih menonjolkan dibanding orang lain, lihatlah apa saja yang menonjol dari orang tersebut dan lakukan hal yang sama. Dan jika kita melakukan itu kita baru saja membuat sebuah garis yang sama dengan orang tersebut. Lalu bagaimana supaya garis kita bisa lebih panjang, lakukanlah sebuah prestasi yang tidak bisa atau tidak dilakukan oleh orang tersebut. Maka otomatis tanpa harus berpolitik atau menjelek-jelekan orang tersebut, orang-orang disekeliling kita akan melihat sebuah perbedaan yang nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia kerja pasti ada saja type orang yang seperti ini. ada yang levelnya dari bawah, menengah dan bisa saja level atas melakukan seperti ini. Tapi kalau di level atas yang terjadi saya bisa menilai mungkin saja terjadi karena semakin tinggi seseorang akan semakin besar pula ujian dan cobaannya. sebagaimana perumpaan sebuah pohon, semakin tinggi akan semakin kencang angin.&lt;br /&gt;
Tapi yang saya heran saat saya resign dari perusahaan A dan bergabung disebuah perusahaaan B saya menemukan situasi yang sangat tidak lazim ditempat ini. kenapa....? ternyata ada levelan bawahan yang sedang bermain politik menjelekkan seseorang. Saya pun merasa shock dan speechless melihat situasi seperti itu. Sekali lagi terlepas background masalahnya apa, buat saya janganlah kita berpolitik menjelek-jelekan orang lain karena belum tentu diri kita benar dan sebaik orang yang sedang kita jelek-jelekan. Alhamdulillah, saya berlepas diri dari golongan orang seperti ini dengan segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah suatu ketika atau suatu hari dibuat sebuah pertemuan yang ternyata tujuannya menggalang massa tapi akhirnya menjadi bom bunuh diri menurut saya. Sekali lagi jika hal seperti ini disampaikan kepada orang yang waras maka percayalah jika kita mengharapkan dukungan maka yang akan didapatkan hanyalah tangan hampa. Bukan dukungan yang akan didapat justru nasehat dan tantangan yang akan didapat. bisa gak menjawab tantangan tersebut, kalau gak ya wassalam. rusak sudah image anda dan kelompok anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun intrik anda karena kebencian anda, saya jamin rasa kebencian itu akan kembali kepada anda. semakin anda berusaha menjelekkan dan menjatuhkan seseorang maka itu sama saja anda sedang berusaha menjatuhkan diri anda sendiri. semakin dalam dan semakin dalam. yang anda dapat bukan tujuan anda tapi malah sebaliknya kehinaan untuk diri anda sendiri dan kelompok anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam agamapun sudah diingatkan, &quot; Jika kita berbuat kebaikan seberat biji zarah pun maka kita akan peroleh balasannya dan jika kita berbuat kejelekan seberat biji zarah pun maka kita akan peroleh balasannya&quot;. Sungguh saya secara orang yang beragama sangat meyakini ini apalagi ini disampaikan dalam kitab suci Alquran yang wajib saya imani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena saya selalu menasehati, berbuatlah baik niscaya kebaikan itu akan kembali kepada kita. Dan jika kita berpolitik dan makar dalam pekerjaan kita, maka itupun akan kembali kepada kita.&lt;br /&gt;
Amarah gak pernah menyelesaikan masalah tapi hati yang ikhlas dan damai selalu menuntun kita kejalan kebaikan. Tunjukan dan tonjolkan kelebihan kita dan buktikan jika kita memang lebih baik daripada orang lain dan itu akan lebih menolong karir anda ditempat anda kerja saat ini atau suatu saat ditempat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam,</description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/04/jangan-makar-atau-berpolitik-dikantor.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-13017339.post-1102284093955164435</guid><pubDate>Sun, 02 Apr 2017 10:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-04-02T17:14:22.845+07:00</atom:updated><title>Silaturahmi yang terputus</title><description>Sedih rasanya jika kita dulu punya team yang sempat tersambung silaturahmi kemudian setelah keluar alias resign kemudian dia memutus tali silaturahminya.&lt;br /&gt;
Memang jika kita punya masalah maka cara pemecahan masalah yang diambil akan memperlihatkan tingkat kedewasaan kita. Ada sebuah ungkapan yang berkata, jika kukumu bermasalah bukan tanganmu yang engkau potong tapi kukumu. Nah seharusnya seperti ini jika kita mempunyai sebuah masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi rasanya saya gak pernah merasa punya masalah dengan anak ini. bahkan saat di hari terakhir dia kerja dia pamit dengan perasaan sedih dan linang air mata. Wallahu A&#39;lam anak ini sedih dengan ketulusan atau drama quen / main sinetron.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, dulu saya berteman dengannya di sebuah sosial media dan sekarang saya baru tahu kalau saya ternyata di unfriend tanpa tahu alasannya. Padahal jelas kita di anjurkan untuk memanjangkan tali silaturahmi karena itu bisa memperpanjang umur dan bisa juga menjadi salah satu pintu rejeki kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buat saya sih gak jadi masalah yang penting bukan saya yang memutuskan tali silaturahmi itu. Apalagi kalau di media sosial saat musim pilkada gini, pasti banyak kawan yang berseberangan cara berpikirnya tapi bukan berarti kemudian jadi memutus tali silaturahmi. Dewasalah menyikapi pemikiran dan sikap orang&amp;nbsp; lain tanpa harus memaksakan apalagi melukainya. kecuali jika dia sudah merendahkan derajatmu maka itu bisa jadi lain cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, jika engkau punya masalah selesaikan masalah tersebut jangan seperti pepatah, kuku yang bermasalah tangan yang kau potong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalam, </description><link>http://mataharilaut.blogspot.com/2017/04/silaturahmi-yang-terputus.html</link><author>noreply@blogger.com (JOM)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>