<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Bugis Warta</title><description>Bugis Warta Inspirasi Untuk Bangsa, Berita Bone, Tokoh Religi, Kesehatan, Cerita Rakyat, Sejarah, Seni, Pendidikan, Geografi, Kamus Bugis</description><managingEditor>noreply@blogger.com (bugis warta)</managingEditor><pubDate>Sat, 8 Aug 2026 06:02:28 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">16571</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.bugiswarta.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Pemerintah Terjunkan 1.476 Dosen hingga Mahasiswa ke 53 Kawasan Transmigrasi, Gali Potensi Daerah</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/pemerintah-terjunkan-1476-dosen-hingga.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Tue, 28 Jul 2026 16:28:27 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-7484460992085633765</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiNdQLC9-hWy_WNTErrQGPJpMKMD4aR-vcFO1B1pEPvtUPEkatxBOwJo_2pLiLx8v0_MONHXuMTk5KpCb4DlUltXT5aH_H9-K0uH_Lz2qw_EZJrTBqAEBTUNtcRQ51hKr7SuRdrX456qQiP3EcY3wCQsVcwfVNlkWmQs69KVFg5mGcOixGZPskpD7pNvE" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" data-original-height="879" data-original-width="1280" height="220" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiNdQLC9-hWy_WNTErrQGPJpMKMD4aR-vcFO1B1pEPvtUPEkatxBOwJo_2pLiLx8v0_MONHXuMTk5KpCb4DlUltXT5aH_H9-K0uH_Lz2qw_EZJrTBqAEBTUNtcRQ51hKr7SuRdrX456qQiP3EcY3wCQsVcwfVNlkWmQs69KVFg5mGcOixGZPskpD7pNvE" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Bogor, 27 Juli 2027 – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi menggandeng sebanyak 1.476 civitas akademika untuk diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi. Misi para dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan ini adalah untuk memetakan potensi daerah, mencari solusi atas persoalan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan transmigrasi.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 1.476 orang ini telah tersaring dari sekitar 10 ribu civitas akademika di seluruh Indonesia yang mendaftar ke program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pembangunan tidak dapat dilakukan hanya dari balik meja. Kebijakan yang tepat harus berangkat dari pemahaman terhadap kondisi nyata masyarakat dan potensi setiap daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau Bapak, Ibu, dan Adik-adik tidak hadir di tiap sudut Indonesia, maka orang lain yang akan hadir. Karena itu, negara memfasilitasi kehadiran para Patriot (civitas akademika) untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Iftitah saat membuka Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/7).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iftitah mengatakan para Patriot ini tidak datang sekadar untuk melakukan penelitian. Mereka ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk memetakan potensi, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi dan rekomendasi berbasis data bagi pengembangan kawasan transmigrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kawasan transmigrasi menyimpan potensi ekonomi yang besar, tetapi pada saat yang sama menghadapi persoalan yang beragam dan kompleks.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas atau ruang rapat. Kita harus hadir, memahami persoalan secara langsung, lalu mencari jalan keluarnya bersama masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian dari Mata Rantai Perubahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iftitah juga mengingatkan sebagian persoalan di kawasan transmigrasi telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, para Patriot tidak dibebani untuk menyelesaikan seluruh persoalan dalam waktu singkat, tetapi diharapkan menjadi bagian dari mata rantai perubahan yang terus berlanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tentu tidak selesai dalam satu atau dua hari. Yang penting kita terus bergerak, terus mencari solusi, dan memastikan pembangunan tetap berjalan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Transmigrasi Patriot, salah satu program unggulan dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi. Melalui program ini, hasil kerja para Patriot diharapkan tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan, inovasi, investasi, dan berbagai kegiatan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan mereka di lapangan diharapkan dapat membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas kawasan, memperkuat usaha masyarakat, serta mempertemukan potensi daerah dengan teknologi, pasar, dan investasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Kementerian Transmigrasi, mengirim Patriot ke berbagai pelosok Indonesia bukan sekadar program pendidikan lapangan. Ini merupakan investasi sumber daya manusia untuk memastikan setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih besar memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan talenta unggul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan hadirnya para Patriot ini, pemerintah berharap potensi yang selama ini belum terlihat diharapkan dapat ditemukan, persoalan yang belum terselesaikan dapat dicarikan jalan keluar, dan kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi baru menuju Indonesia Maju.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa itu Tim Ekspedisi Patriot?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Ekspedisi Patriot (TEP) adalah program yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi untuk melakukan riset, kajian, dan pendampingan di kawasan transmigrasi. Tahun ini, TEP memasuki tahun kedua penyelenggaraan setelah sebelumnya dilakukan pada 2025.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TEP 2026 merekrut 1.476 sumber daya manusia (SDM) unggul yang terdiri atas 1.230 anggota dan 246 ketua. Para ketua tim terdiri atas 39 profesor, 158 doktor, dan 49 magister. Sedangkan anggota tim meliputi 214 magister, 937 sarjana, dan 79 sarjana terapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para SDM unggul yang terpilih ini sudah diseleksi sejak Mei 2026. Sebanyak 1.476 Patriot ini terpilih dari sekitar 10 ribu pendaftar. Para Patriot juga diberikan pembekalan selama lima hari sebelum diterjunkan ke lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TEP tahun ini menggandeng 10 perguruan tinggi mitra dan 155 perguruan tinggi nonmitra. Adapun perguruan tinggi mitra yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Hasanuddin (Unhas), Dan Universitas Brawijaya (UB).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para SDM unggul terpilih akan diterjunkan selama empat bulan, yakni pada 31 Juli hingga 27 November 2026 ke 53 kawasan transmigrasi prioritas di seluruh Indonesia. Kawasan transmigrasi terdiri atas 41 kawasan prioritas nasional, 2 kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 kawasan transmigrasi di Papua.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjiNdQLC9-hWy_WNTErrQGPJpMKMD4aR-vcFO1B1pEPvtUPEkatxBOwJo_2pLiLx8v0_MONHXuMTk5KpCb4DlUltXT5aH_H9-K0uH_Lz2qw_EZJrTBqAEBTUNtcRQ51hKr7SuRdrX456qQiP3EcY3wCQsVcwfVNlkWmQs69KVFg5mGcOixGZPskpD7pNvE=s72-c" width="72"/></item><item><title>Dialog Publik Soroti Kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng, Kolaborasi Mapala Desak Perlindungan Serius</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/dialog-publik-soroti-kerusakan-gunung.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Fri, 24 Jul 2026 06:36:50 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-6007138037424971935</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQSjqEFPitjZGoUc4gt-PP5ijDYmBf1l43UMtorxGjDySvJIF9fRqJrTvrtaGnumaTEyLbwYByLk6sFUEffuGH0TXI4Rieb547_PRBMt0dd7KYu6BX8q1etYX4T5dLxi-RAuxVaDWIO3PImIU00tYpL3IWuQgNLlj8W_smA4lyE4EsyBuZidIiHfhc5aM/s1280/1000937857.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQSjqEFPitjZGoUc4gt-PP5ijDYmBf1l43UMtorxGjDySvJIF9fRqJrTvrtaGnumaTEyLbwYByLk6sFUEffuGH0TXI4Rieb547_PRBMt0dd7KYu6BX8q1etYX4T5dLxi-RAuxVaDWIO3PImIU00tYpL3IWuQgNLlj8W_smA4lyE4EsyBuZidIiHfhc5aM/s1600/1000937857.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BUGISWARTA.COM, Makassar – Keprihatinan terhadap kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng mendorong sejumlah organisasi mahasiswa pecinta alam dan organisasi lingkungan di Sulawesi Selatan menggelar dialog publik serta pameran kerusakan kawasan tersebut.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan bertema “Gunung Bulu Bawakaraeng Rusak, Siapa yang Bertanggung Jawab?” itu berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar pada 22–23 Juli 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara diselenggarakan secara kolektif oleh MAPALASTA UIN Alauddin Makassar bersama Pusat Koordinasi Daerah (PKD) Mapala Perguruan Tinggi se-Sulawesi Selatan, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Handayani, Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Makassar, WIRPALA Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, UKM PA Equilibrium FEB Universitas Hasanuddin, MAPALA YPUP Makassar, MAKESPALA STIKES Nani Hasanuddin Makassar, MAPALA Universitas Tamalatea Makassar, MAPALA Veteran UPRI Makassar, MAPALA Unismuh Makassar, serta Yayasan Bumi Toala Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kolaborasi tersebut bertujuan membangun kesadaran publik sekaligus mendesak langkah yang lebih serius dalam melindungi dan memulihkan Gunung Bulu Bawakaraeng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama dua hari, peserta diajak melihat berbagai dokumentasi mengenai kondisi gunung melalui pameran foto. Dokumentasi tersebut memperlihatkan persoalan sampah, pembukaan jalur pendakian yang tidak terkendali, pendakian massal, penebangan pohon, kerusakan geomorfologi, hingga perubahan bentang alam yang dinilai mengancam keberlanjutan kawasan pegunungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panitia juga menampilkan maket tiga dimensi Gunung Bulu Bawakaraeng yang dibuat berdasarkan peta topografi tahun 1924 dari arsip Perpustakaan Universitas Leiden. Maket tersebut menggambarkan bentang alam Gunung Bulu Bawakaraeng sebelum longsor besar mengubah sebagian morfologi kawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog publik menghadirkan pemerhati Gunung Bulu Bawakaraeng, Nevy James Tonggiroh. Dalam pemaparannya, Nevy menjelaskan sejarah, kedudukan, fungsi ekologis, serta berbagai persoalan yang dinilai menjadi penyebab kerusakan gunung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng tidak hanya disebabkan oleh aktivitas manusia di lapangan. Persoalan tersebut juga dipengaruhi pendekatan pengelolaan yang dinilai belum memahami karakteristik gunung sebagai sebuah bentang alam yang khas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang mengurusi tempat ini tidak memahami apa itu gunung. ‘Bawakaraeng’ itu adalah nama gunung, maka logikanya harus diurus dengan ilmu gunung, bukan hanya dengan cara berpikir kehutanan atau lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng adalah karena salah urus,” ujar Nevy James.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mempertanyakan belum adanya regulasi yang secara khusus mengatur perlindungan gunung di Indonesia. Menurut Nevy, minimnya perhatian terhadap pendekatan keilmuan mengenai gunung membuat tata kelolanya masih disamakan dengan pengelolaan kawasan hutan dan lingkungan secara umum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kenapa tidak ada undang-undang perlindungan gunung? Kenapa tidak ada undang-undang gunung di negeri ini? Menurut saya, karena belum ada perhatian yang serius terhadap ilmu gunung. Akibatnya, gunung diurus dengan pendekatan yang tidak sepenuhnya memahami karakteristik gunung itu sendiri,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengkritik tata kelola, Nevy menekankan bahwa Gunung Bulu Bawakaraeng bukan sekadar kawasan pegunungan. Gunung tersebut memiliki nilai ekologis, historis, budaya, dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berpandangan Gunung Bulu Bawakaraeng memiliki kedudukan penting sebagai simbol peradaban tua dan berkaitan dengan jejak sejarah Islam di Sulawesi Selatan. Nilai sejarah tersebut, menurutnya, perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam merumuskan kebijakan perlindungan kawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diskusi kemudian berkembang melalui berbagai tanggapan peserta dari organisasi mahasiswa pecinta alam. Sejumlah peserta menyoroti pembangunan fasilitas di kawasan Gunung Bulu Bawakaraeng, termasuk musala dan toilet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka menilai pembangunan infrastruktur di kawasan gunung seharusnya didahului kajian ilmiah yang komprehensif. Kajian diperlukan untuk memastikan pembangunan tidak menimbulkan dampak baru terhadap kondisi ekologis, geomorfologi, dan karakteristik kawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta juga mengkritik pengelolaan Gunung Bulu Bawakaraeng yang dinilai masih sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Kondisi tersebut dianggap membuat kebutuhan khusus kawasan serta pengetahuan masyarakat lokal belum sepenuhnya menjadi pertimbangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Forum mendorong agar perlindungan dan pemulihan Gunung Bulu Bawakaraeng melibatkan masyarakat Sulawesi Selatan yang mempunyai kedekatan historis, budaya, dan pengetahuan lokal mengenai kawasan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Organisasi mahasiswa pecinta alam juga dinilai memiliki pengalaman lapangan yang dapat menjadi modal penting untuk mendukung kegiatan konservasi, edukasi, penelitian, serta pengawasan kawasan secara kolaboratif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari kedua, panitia mengundang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA), serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulawesi Selatan sebagai narasumber.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, hingga kegiatan berlangsung, perwakilan ketiga instansi tersebut tidak hadir. Forum tetap dilanjutkan melalui pemaparan materi dan diskusi bersama sekitar 80 peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi mahasiswa pecinta alam, komunitas, akademisi, dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski tanpa kehadiran instansi terkait, dialog berlangsung aktif. Peserta menyampaikan berbagai pertanyaan, kritik, dan pandangan mengenai kondisi Gunung Bulu Bawakaraeng serta langkah yang perlu ditempuh untuk memperkuat perlindungan dan pemulihannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diskusi tersebut juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pentingnya pendekatan ilmiah, penguatan pengetahuan lokal, evaluasi pembangunan fasilitas, serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan kawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyelenggara menegaskan dialog publik tersebut bukan akhir dari pembahasan mengenai kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng. Forum itu menjadi langkah awal untuk membangun gerakan bersama dalam mengawal perlindungan dan pemulihan kawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kolaborasi organisasi pecinta alam, akademisi, masyarakat, dan pemerintah, penyelenggara berharap Gunung Bulu Bawakaraeng memperoleh perhatian lebih serius. Langkah yang didorong meliputi penguatan kajian ilmiah, evaluasi tata kelola, restorasi ekosistem terdampak, serta penyusunan kebijakan yang mampu menjamin perlindungan gunung secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQSjqEFPitjZGoUc4gt-PP5ijDYmBf1l43UMtorxGjDySvJIF9fRqJrTvrtaGnumaTEyLbwYByLk6sFUEffuGH0TXI4Rieb547_PRBMt0dd7KYu6BX8q1etYX4T5dLxi-RAuxVaDWIO3PImIU00tYpL3IWuQgNLlj8W_smA4lyE4EsyBuZidIiHfhc5aM/s72-c/1000937857.jpg" width="72"/></item><item><title>Opini : Menjaga Ladang RI di Tengah Dunia yang Terbakar Konflik</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/opini-menjaga-ladang-ri-di-tengah-dunia.html</link><category>Berita Utama</category><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Mon, 20 Jul 2026 21:57:43 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-843546200084924288</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong data-end="94" data-start="70"&gt;Oleh: Hamdan Hamedan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="147" data-start="70"&gt;&lt;em data-end="147" data-start="97"&gt;Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="619" data-start="149"&gt;Perang adalah salah satu kenyataan tertua dalam sejarah manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan, demokrasi, teknologi, dan lembaga internasional tidak otomatis membuat dunia bebas dari konflik. Will dan Ariel Durant dalam&amp;nbsp;&lt;em data-end="390" data-start="366"&gt;The Lessons of History&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mencatat bahwa dari 3.421 tahun sejarah yang tercatat, hanya 268 tahun yang tidak menyaksikan perang. Dengan kata lain, sekitar 92 persen tahun dalam rentang sejarah tersebut menyaksikan perang berlangsung di suatu bagian dunia.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="971" data-start="621"&gt;Pelajaran ini penting karena dunia hari ini kembali bergerak dalam ketidakpastian. Timur Tengah terus bergejolak. Perang di sejumlah kawasan belum usai. Perebutan pengaruh antarnegara besar makin tajam. Rantai pasok global, harga energi dan pangan, serta stabilitas keuangan mudah terguncang oleh krisis yang terjadi ribuan kilometer dari rumah kita.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1169" data-start="973"&gt;Di tengah situasi seperti ini, Indonesia menunjukkan sikap yang tenang, jernih, dan strategis: teguh pada kompas moral, aktif memperjuangkan perdamaian, dan konsisten menjaga kepentingan nasional.&lt;/p&gt;&lt;h2 data-end="1190" data-section-id="1qdcjmu" data-start="1171"&gt;Dunia Bergejolak&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="1514" data-start="1192"&gt;Timur Tengah adalah contoh nyata bahwa konflik tidak hanya hidup dalam buku sejarah. Di kawasan ini bertemu berbagai dinamika besar: perjuangan sah bangsa Palestina untuk mewujudkan kemerdekaan penuh dan kedaulatan yang efektif, kompetisi kekuatan regional, serta konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1961" data-start="1516"&gt;Bagi Indonesia, kompasnya jelas: mendukung kemerdekaan Palestina, menghormati hukum internasional, menjaga perdamaian dunia, dan melindungi kepentingan nasional. Indonesia memiliki tradisi politik luar negeri bebas aktif. Bebas berarti tidak tunduk kepada blok kekuatan mana pun. Aktif berarti tidak diam terhadap ketidakadilan, penjajahan, dan ancaman terhadap perdamaian dunia. Namun, keteguhan moral juga harus disertai kewaspadaan strategis.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2365" data-start="1963"&gt;Dalam diplomasi, Indonesia membangun sebanyak mungkin persahabatan. Sebagaimana ditegaskan Presiden Prabowo, “Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.” Namun, Indonesia juga tidak naif. Politik luar negeri bebas aktif menuntut kejernihan: bersahabat dengan banyak pihak, tidak mudah ditarik ke dalam konflik pihak lain, tetap membela prinsip, dan konsisten menjaga kepentingan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2681" data-start="2367"&gt;Ketika sebagian dunia membakar ladangnya melalui perang, konflik, dan perebutan sumber daya, Indonesia tidak ikut menyalakan api. Indonesia terus menjadi bagian dari upaya pemadaman. Pada saat yang sama, Indonesia menyirami ladangnya sendiri dengan memperkuat pangan, energi, air, industri, dan persatuan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2954" data-start="2683"&gt;Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya FEW, yaitu&amp;nbsp;&lt;em data-end="2779" data-start="2758"&gt;Food, Energy, Water&lt;/em&gt;: pangan, energi, dan air. Kerangka ini sejalan dengan cara Perserikatan Bangsa-Bangsa membaca keterhubungan pangan, energi, dan air sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3250" data-start="2956"&gt;Bagi Indonesia, FEW bukan hanya agenda pembangunan. Ia adalah cara membaca kedaulatan dalam abad yang penuh guncangan. Sebab, dalam krisis global, kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari diplomasinya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga dapur rakyat, pasokan energi, dan sumber air kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3591" data-start="3252"&gt;Per 6 Juli 2026, Cadangan Beras Pemerintah mencapai sekitar 5,19 juta ton. Sementara itu, produksi beras pada 2026 diproyeksikan sebesar 34,76 juta ton, di atas kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Dalam dunia yang mudah diguncang krisis dan di tengah El Niño yang sedang berlangsung, menjaga pangan berarti menjaga ketenangan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3789" data-start="3593"&gt;Hal yang sama berlaku pada energi. Energi adalah darah bagi ekonomi modern. Jika pasokan energi terganggu, transportasi, logistik, pangan, listrik, industri, dan biaya hidup rakyat ikut terdampak.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3968" data-start="3791"&gt;Dalam&amp;nbsp;&lt;em data-end="3845" data-start="3797"&gt;Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026&lt;/em&gt;, J.P. Morgan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling terlindungi dari guncangan minyak dan gas global.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="4145" data-start="3970"&gt;Dalam peta sensitivitas energi tersebut, Indonesia memiliki&amp;nbsp;&lt;em data-end="4055" data-start="4030"&gt;total insulation factor&lt;/em&gt;&amp;nbsp;sebesar 77 persen, ditopang oleh gas domestik, batu bara domestik, dan energi terbarukan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="4476" data-start="4147"&gt;Implementasi mandatori B50 pada Juli 2026, bersama diversifikasi sumber&amp;nbsp;&lt;em data-end="4226" data-start="4219"&gt;crude&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan BBM serta peningkatan bauran energi baru terbarukan, semakin memperkuat ikhtiar tersebut. Melalui pencampuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam solar, B50 ditargetkan menghentikan impor produk solar dan menghemat devisa hingga Rp170 triliun.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="4670" data-start="4478"&gt;Kebijakan ini menunjukkan bahwa ketahanan energi tidak hanya dibangun dengan mencari pasokan dari luar, tetapi juga dengan mengoptimalkan kekuatan dan sumber daya yang dimiliki bangsa sendiri.&lt;/p&gt;&lt;h2 data-end="4689" data-section-id="pp1tca" data-start="4672"&gt;Ladang Sendiri&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="4815" data-start="4691"&gt;Fondasi ketiga adalah air. Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, tidak ada pangan, kesehatan, industri, ataupun peradaban.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5037" data-start="4817"&gt;Ismail Serageldin, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Bank Dunia, pernah mengingatkan bahwa jika perang pada abad ke-20 dipicu oleh perebutan minyak, maka konflik pada abad ke-21 dapat dipicu oleh perebutan air.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5332" data-start="5039"&gt;Indonesia memiliki tantangan yang berbeda. Pada awal 2020, Jakarta menerima curah hujan hingga 377 milimeter dalam sehari, setara dengan lebih dari tiga tahun curah hujan rata-rata di Arab Saudi atau lebih dari tujuh tahun di Mesir. Tantangan kita bukan kekurangan air, tetapi pengelolaan air.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5697" data-start="5334"&gt;Oleh karena itu, peningkatan akses air minum layak, sanitasi layak, dan tata kelola air harus dibaca sebagai bagian dari agenda ketahanan bangsa. Dalam beberapa tahun terakhir, akses air minum layak meningkat dari 91,72 persen pada 2023 menjadi 93,22 persen pada 2025. Pada periode yang sama, akses sanitasi layak meningkat dari 82,36 persen menjadi 85,37 persen.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5878" data-start="5699"&gt;Angka-angka tersebut bukan sekadar ukuran pembangunan infrastruktur. Angka tersebut mencerminkan kesehatan publik, produktivitas ekonomi, kualitas kehidupan, dan martabat manusia.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="6273" data-start="5880"&gt;Di tengah dunia yang terbakar konflik, Presiden Prabowo membaca tantangan global bukan semata sebagai ancaman, tetapi juga sebagai momentum untuk mengakselerasi kemandirian bangsa. Agenda ketahanan pangan, percepatan biodiesel, pengembangan energi terbarukan dan panel surya, penguatan cadangan strategis nasional, serta pembangunan industri domestik merupakan bagian dari arah besar tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="6588" data-start="6275"&gt;Tentu, tidak ada strategi negara yang selesai dalam satu langkah. Setiap kebijakan besar membutuhkan evaluasi, koreksi, mitigasi risiko, dan disiplin pelaksanaan. Namun, arah dasarnya jelas: Indonesia tidak boleh hanya bereaksi ketika krisis datang. Indonesia harus menyiapkan diri sebelum krisis berikutnya tiba.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="6790" data-start="6590"&gt;Indonesia memang tidak dapat sendirian mengubah arah dunia. Namun, Indonesia akan terus mengambil bagian dalam menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama, dan memastikan ketahanan nasional tetap kokoh.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="6942" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="6792"&gt;Di tengah dunia yang terbakar, Indonesia akan terus berupaya memadamkan api di luar, sekaligus memastikan ladang di dalam negeri tetap aman dan subur.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Layanan Kemanusiaan Partai Gerindra Perkuat Akses Kesehatan Warga, Misrayanti: Kami Selalu Dengarkan Aspirasi</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/layanan-kemanusiaan-partai-gerindra.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Sun, 19 Jul 2026 22:28:17 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-3914022194201000510</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiMuBTkHaWUMK2cnBWsX2Cwxmk27PhTtyln3wbSUJ_126h_2bdQ2VpX-xgkEtL5NRmreI3qNjz5BCTz2seiOBzuUWYnLpL8kObhFAlvL1wDKN_Cbt8FKYa1yNheHAHAZ4mugYD2Uf6JP080VMVhT4HVpxvLWvZhZlXMimA-KiDBsKyjVNHryncefwe_qMo" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="4000" data-original-width="6000" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiMuBTkHaWUMK2cnBWsX2Cwxmk27PhTtyln3wbSUJ_126h_2bdQ2VpX-xgkEtL5NRmreI3qNjz5BCTz2seiOBzuUWYnLpL8kObhFAlvL1wDKN_Cbt8FKYa1yNheHAHAZ4mugYD2Uf6JP080VMVhT4HVpxvLWvZhZlXMimA-KiDBsKyjVNHryncefwe_qMo=s1600" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Jakarta – Ketua Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerindra, Misrayanti, S.E., M.H., menegaskan komitmen Partai Gerindra untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka ruang dialog bagi masyarakat.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut disampaikan Misrayanti dalam kegiatan pengobatan gratis Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerindra setiap dua kali dalam sebulan yang diikuti warga Ragunan dan sekitarnya, Minggu (19/7/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat juga mendapatkan informasi mengenai sejumlah program sosial dan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misrayanti menjelaskan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan tersebut rutin dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Masyarakat yang datang akan mendapatkan nomor antrian, melakukan pendaftaran, kemudian menjalani pemeriksaan bersama dokter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita sebulan dua kali. Semoga bermanfaat,” kata Misrayanti di hadapan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia pun mengajak masyarakat menyampaikan informasi mengenai layanan tersebut kepada keluarga dan tetangga. Menurutnya, warga tidak harus menunggu sakit untuk datang karena pemeriksaan kesehatan juga penting sebagai langkah pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi sudah kasih tahu tetangga-tetangga, ke sini tidak harus sakit,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain pemeriksaan kesehatan gratis, Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerindra juga menjalankan program pemberian obat cacing yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita di sini ada program masyarakat bebas cacingan. Setiap enam bulan sekali,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program lain yang terus dijalankan adalah Revolusi Putih melalui pembagian susu gratis. Misrayanti mengatakan kegiatan tersebut telah lama menjadi bagian dari pelayanan sosial Gerindra sebagai upaya membantu pemenuhan gizi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kemudian kita juga ada program Revolusi Putih, bagi-bagi susu gratis. Itu sudah sejak lama,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Misrayanti turut menyinggung Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menilai program Prabowo Subianto tersebut memiliki manfaat besar karena penerimanya tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penerima manfaatnya bukan cuma sekolah, lansia juga menerima. Balita juga menerima. Ibu hamil juga menerima,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Misrayanti mengakui pelaksanaan MBG masih membutuhkan pembenahan, terutama dalam memastikan setiap dapur memenuhi standar keamanan dan kelayakan. Ia mendukung evaluasi terhadap dapur yang tidak memenuhi persyaratan agar kualitas makanan yang diterima masyarakat semakin terjamin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya menyampaikan program, Misrayanti juga mempersilakan warga menyampaikan pertanyaan, masukan, dan keluhan secara langsung. Menurutnya, aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam memperbaiki program agar semakin tepat sasaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Silakan, Bapak. Kami dengarkan. Jadi, Gerindra akan selalu mendengarkan aspirasi dari warga,” tegas Misrayanti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua RW Ragunan, Suhardi, menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Gerindra atas terselenggaranya pemeriksaan kesehatan gratis. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat medis, tetapi juga mempererat hubungan dan silaturahmi antar masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di sore yang cerah ini kita masih bisa bercengkerama dan bersilaturahmi satu dengan yang lain dari RT 4, 5, 6, dan 7 yang sore hari ini diundang untuk pengecekan kesehatan gratis,” ujar Suhardi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suhardi mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra dan Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang sehat menjadi fondasi penting bagi terwujudnya bangsa dan negara yang kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra, khususnya Bapak Haji Prabowo Subianto, yang berbakti kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan. Karena apa? Masyarakatnya sehat, warganya sehat, negaranya pun akan sehat,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai kehadiran Layanan Kemanusiaan membuktikan bahwa pengabdian partai politik tidak hanya berkaitan dengan agenda politik, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan hanya politiknya, kesehatannya juga diperhatikan. Biar bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak sehat. Kita tetap semangat dan mendukung apa yang Partai Gerindra agendakan atau programkan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suhardi juga menyambut keberadaan dapur MBG yang baru selesai dibangun di wilayahnya. Ia berharap operasional dapur tersebut dapat membuka kesempatan kerja bagi warga yang masih menganggur, terutama generasi muda dan masyarakat yang memiliki keterampilan di bidang pengolahan makanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mudah-mudahan untuk para warga yang masih menganggur, terutama anak-anak remaja ataupun yang punya keterampilan, kita berikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap kader dasawisma dan juru pemantau jentik atau jumantik dapat dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurut Suhardi, kolaborasi dengan warga akan membantu pelaksanaan MBG berjalan lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun sasaran program di wilayah tersebut mencakup kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Suhardi juga berharap manfaat program secara bertahap dapat diperluas kepada warga lanjut usia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian obat cacing, pembagian susu, dukungan terhadap MBG, serta penyerapan aspirasi warga, Layanan Kemanusiaan DPP Partai Gerindra berupaya menghadirkan pengabdian yang langsung dirasakan masyarakat.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiMuBTkHaWUMK2cnBWsX2Cwxmk27PhTtyln3wbSUJ_126h_2bdQ2VpX-xgkEtL5NRmreI3qNjz5BCTz2seiOBzuUWYnLpL8kObhFAlvL1wDKN_Cbt8FKYa1yNheHAHAZ4mugYD2Uf6JP080VMVhT4HVpxvLWvZhZlXMimA-KiDBsKyjVNHryncefwe_qMo=s72-c" width="72"/></item><item><title>Observasi Bahasa, Budaya, dan Kearifan Lokal di Ammatoa Kajang</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/observasi-bahasa-budaya-dan-kearifan.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Tue, 14 Jul 2026 17:04:22 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-7095963460590280167</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgddFRa6fCc2cyZ6jib6N3G2lNfjFfjtWIu-L2EZlBEEuxokdYusS2U-HlTpRBMFBhxt6ZO8PQwLVG40G_OangHbiMfuAyhdxsX3Naohe2VF0UCb7aH8YyLw7Rhz1fMHS8Bc7mAtpgBLOYPexowS1RiFEB9HIZIcaPTA4cFEvhdntEUqsmdiej78pCULgs" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" data-original-height="1600" data-original-width="900" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgddFRa6fCc2cyZ6jib6N3G2lNfjFfjtWIu-L2EZlBEEuxokdYusS2U-HlTpRBMFBhxt6ZO8PQwLVG40G_OangHbiMfuAyhdxsX3Naohe2VF0UCb7aH8YyLw7Rhz1fMHS8Bc7mAtpgBLOYPexowS1RiFEB9HIZIcaPTA4cFEvhdntEUqsmdiej78pCULgs" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;Kelompok: 4 (Konjungsi), Program Studi: Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas: FKIP &amp;nbsp;Universitas Muhammadiyah Bone&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;BUGISWARTA.com, BULUKUMBA – Sebanyak 150 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Bone melaksanakan observasi lapangan di Kawasan Adat Ammatoa Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester II dan VI ini bertujuan memperdalam pemahaman tentang bahasa, budaya, dan kearifan lokal masyarakat adat melalui pembelajaran langsung di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sebelum memasuki kawasan adat, rombongan menerima arahan dari dosen pendamping terkait pelaksanaan observasi. Mahasiswa juga mendapat penjelasan mengenai aturan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan adat. Selanjutnya, rombongan didampingi Yusuf selaku pemandu lokal yang menjelaskan berbagai aspek kehidupan masyarakat Kajang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Dari hasil observasi, mahasiswa mengetahui bahwa masyarakat Kajang masih menggunakan Bahasa Konjo atau Basa Kajang sebagai bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa tersebut digunakan dalam lingkungan keluarga, kegiatan adat, dan komunikasi antarmasyarakat, sedangkan Bahasa Indonesia digunakan saat berinteraksi dengan masyarakat luar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Mahasiswa juga mengamati berbagai unsur budaya yang masih dipertahankan, seperti rumah adat berbentuk rumah panggung tanpa aliran listrik, pakaian serba hitam sebagai simbol kesederhanaan, serta filosofi kamase-masea yang menjadi pedoman hidup masyarakat Kajang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Selain itu, masyarakat tetap memegang teguh Pasang ri Kajang sebagai aturan adat yang mengatur kehidupan sosial sekaligus menjaga kelestarian hutan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kearifan lokal yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Melalui kegiatan observasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung mengenai keterkaitan bahasa, budaya, dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat adat, sekaligus memperkaya wawasan tentang pentingnya menjaga warisan budaya di Sulawesi Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgddFRa6fCc2cyZ6jib6N3G2lNfjFfjtWIu-L2EZlBEEuxokdYusS2U-HlTpRBMFBhxt6ZO8PQwLVG40G_OangHbiMfuAyhdxsX3Naohe2VF0UCb7aH8YyLw7Rhz1fMHS8Bc7mAtpgBLOYPexowS1RiFEB9HIZIcaPTA4cFEvhdntEUqsmdiej78pCULgs=s72-c" width="72"/></item><item><title>Pelantikan HIMAGROTEK 2026 Jadi Momentum Cetak Pemimpin Muda Pertanian dan Perkuat Kolaborasi Mahasiswa</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/07/pelantikan-himagrotek-2026-jadi.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Mon, 6 Jul 2026 12:00:56 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-6570950427205017836</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span data-end="115" data-start="107"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiZAy4FLVtOQdlUaxUH7EKSD8erJHoa6HL3Kcl54HYNCrAmaTGR01fVKu9YWuzLBAoxN6dQLo9YXi3gYT3JoBzXXDF6-IY4rdlzceKb2LYiYZFeXCYPWwhqQGggYbSMB4A0FbpWz1Tp6Em3JSsH72ocdaQfZiq9ANrCdPAzNdS_lmaafJkmhFfMSpsKVA4" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="1019" data-original-width="1600" height="408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiZAy4FLVtOQdlUaxUH7EKSD8erJHoa6HL3Kcl54HYNCrAmaTGR01fVKu9YWuzLBAoxN6dQLo9YXi3gYT3JoBzXXDF6-IY4rdlzceKb2LYiYZFeXCYPWwhqQGggYbSMB4A0FbpWz1Tp6Em3JSsH72ocdaQfZiq9ANrCdPAzNdS_lmaafJkmhFfMSpsKVA4=w640-h408" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com,&amp;nbsp;&lt;strong data-end="115" data-start="107"&gt;Bone&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;– Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK) Universitas Muhammadiyah Bone resmi melantik pengurus baru Periode 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan upgrading sebagai langkah memperkuat kapasitas organisasi sekaligus membangun kolaborasi antarmahasiswa Agroteknologi dari berbagai perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="869" data-start="421"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) di Aula Beramal Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone itu mengusung tema&amp;nbsp;&lt;strong data-end="610" data-start="536"&gt;"Berkemajuan Berlandaskan Ilmu, Bergerak Bersama dalam Ilmu Makkiade."&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bone, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bone, para dosen, organisasi kemahasiswaan, serta mahasiswa Agroteknologi dari berbagai perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="869" data-start="421"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1213" data-start="871"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menariknya, pelantikan tidak hanya diikuti mahasiswa dari sejumlah kampus di Kabupaten Bone, tetapi juga dihadiri delegasi mahasiswa Agroteknologi dari luar daerah. Kehadiran mereka menjadi simbol semangat kolaborasi, mempererat silaturahmi, serta membangun jejaring antarmahasiswa yang memiliki visi bersama dalam memajukan sektor pertanian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1213" data-start="871"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1590" data-start="1215"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru HIMAGROTEK Universitas Muhammadiyah Bone Periode 2026. Setelah prosesi pelantikan, para pengurus mengikuti kegiatan upgrading yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, kemampuan manajerial organisasi, serta kesiapan dalam menjalankan berbagai program kerja selama satu periode kepengurusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1590" data-start="1215"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2012" data-start="1592"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Mahasiswa Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Bone yang juga menjabat sebagai Pengurus Biro Minat dan Bakat HIMAGROTEK, Baso Akra, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Bone dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menjadi motivasi tersendiri bagi pengurus baru untuk menghadirkan organisasi yang semakin progresif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2012" data-start="1592"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2471" data-start="2014"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong data-end="2455" data-start="2014"&gt;"Alhamdulillah, Pelantikan dan Upgrading HIMAGROTEK Periode 2026 dapat terlaksana dengan baik dan menjadi kebanggaan bagi kami karena dihadiri langsung oleh Bapak Wakil Bupati Bone. Kami juga berhasil menghadirkan mahasiswa Agroteknologi dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Bone. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk mempererat silaturahmi, membangun kolaborasi, dan membawa HIMAGROTEK semakin maju,"&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;ujar Baso Akra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2471" data-start="2014"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2744" data-start="2473"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Melalui pelantikan dan upgrading ini, HIMAGROTEK Universitas Muhammadiyah Bone menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader-kader mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, integritas, serta kemampuan berorganisasi yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2744" data-start="2473"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3173" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="2746"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Semangat kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai inovasi di bidang pertanian. Selain memperkuat sinergi antarmahasiswa Agroteknologi, HIMAGROTEK juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pertanian, mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta berperan aktif dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiZAy4FLVtOQdlUaxUH7EKSD8erJHoa6HL3Kcl54HYNCrAmaTGR01fVKu9YWuzLBAoxN6dQLo9YXi3gYT3JoBzXXDF6-IY4rdlzceKb2LYiYZFeXCYPWwhqQGggYbSMB4A0FbpWz1Tp6Em3JSsH72ocdaQfZiq9ANrCdPAzNdS_lmaafJkmhFfMSpsKVA4=s72-w640-h408-c" width="72"/></item><item><title>Legislator Gerindra Kawal Pembangunan Tebing Sungai Cikawung, Warga Sidasari Segera Terlindungi dari Ancaman Banjir</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/legislator-gerindra-kawal-pembangunan.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Fri, 26 Jun 2026 16:45:25 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-5128169567100643118</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1bk_gm5wmOrnWNqzAvninP9SM5O_98C-BCsee_pYRiiNd-jwQMM01tfjdeciVFItuDDh0eiqKxaOa3Ct1lfdrY_ussCUQARnfqnuy7un5DjF3EFY5HMsiHCpUotLxEmFoJZiMil7hN-FM0y8mmVsG79cnKU2nmY5gux76xmC7kgW1qXF9ttdHekCDBsY/s1080/Menghadiri%20Puncak%20Peringatan%20Hari%20Ulang%20Tahun%20Partai%20GERINDRA%20%E2%9C%A8-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="719" data-original-width="1080" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1bk_gm5wmOrnWNqzAvninP9SM5O_98C-BCsee_pYRiiNd-jwQMM01tfjdeciVFItuDDh0eiqKxaOa3Ct1lfdrY_ussCUQARnfqnuy7un5DjF3EFY5HMsiHCpUotLxEmFoJZiMil7hN-FM0y8mmVsG79cnKU2nmY5gux76xmC7kgW1qXF9ttdHekCDBsY/s16000/Menghadiri%20Puncak%20Peringatan%20Hari%20Ulang%20Tahun%20Partai%20GERINDRA%20%E2%9C%A8-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Cilacap – Aspirasi masyarakat Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, untuk memiliki perlindungan dari ancaman banjir Sungai Cikawung kini mulai menjadi kenyataan melalui dukungan dan pengawalan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dr. Hj Novita Wijayanti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan tebing penanggulangan banjir yang selama ini diperjuangkan oleh masyarakat, pemerintah daerah akhirnya memasuki tahap pelaksanaan setelah memperoleh dukungan anggaran dari APBN sebesar sekitar Rp11 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan kawasan permukiman dan lahan pertanian yang selama bertahun-tahun kerap terdampak luapan Sungai Cikawung saat musim hujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi V, Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata dari komitmennya mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Dari aspirasi menjadi aksi. Apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Sidasari kini mulai diwujudkan. Melalui perjuangan dan komitmen bersama, aspirasi pembangunan tebing penanggulangan banjir Sungai Cikawung terus didorong demi melindungi warga dari ancaman luapan sungai yang selama ini menjadi kekhawatiran saat musim hujan," ujar Novita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Novita Wijayanti yang juga ketua organisasi sayap Partai Gerindra yakni Perempuan Indonesia Raya (PIRA) mengatakan keberadaan tebing sungai nantinya diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, menjaga kawasan permukiman, sekaligus melindungi lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Pembangunan tebing sungai ini diharapkan mampu menjaga keamanan permukiman, melindungi lahan pertanian, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat Desa Sidasari," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam peninjauan lapangan, kader dari Partai Gerindra pimpinan Presiden Prabowo Subianto ini memperlihatkan perkembangan pekerjaan yang saat ini telah memasuki tahap awal pelaksanaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kali ini saya akan ajak kalian untuk melihat progres pembangunan tebing sungai yang berlokasi di Desa Sidasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Program ini dibiayai dengan anggaran APBN sebesar kurang lebih Rp11 miliar," ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, perwakilan masyarakat desa menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Novita Wijayanti sehingga pembangunan tersebut dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kami mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi V dari Partai Gerindra, Ibu Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M. Berkat pendampingan beliau, program ini bisa terealisasi," ujar perwakilan desa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan dengan panjang pekerjaan sekitar 1,5 kilometer yang meliputi pembangunan bronjong di sejumlah titik rawan serta pembangunan tebing sungai sebagai penguatan bantaran Sungai Cikawung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Adapun titik pekerjaan tersebut dengan volume kurang lebih 1,5 kilometer, meliputi pembangunan bronjongisasi di beberapa titik vital dan pembangunan tebing sungai," jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, progres pekerjaan telah memasuki tahap pengiriman material ke lokasi dan persiapan lahan menggunakan alat berat. Pemerintah desa berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Sekarang kita bisa melihat kegiatan tersebut sudah sampai ke dropping material dan persiapan lahan dengan menggunakan alat berat. Semoga kegiatan ini lancar sampai dengan batas waktu yang sudah ditentukan," tuturnya.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1bk_gm5wmOrnWNqzAvninP9SM5O_98C-BCsee_pYRiiNd-jwQMM01tfjdeciVFItuDDh0eiqKxaOa3Ct1lfdrY_ussCUQARnfqnuy7un5DjF3EFY5HMsiHCpUotLxEmFoJZiMil7hN-FM0y8mmVsG79cnKU2nmY5gux76xmC7kgW1qXF9ttdHekCDBsY/s72-c/Menghadiri%20Puncak%20Peringatan%20Hari%20Ulang%20Tahun%20Partai%20GERINDRA%20%E2%9C%A8-2.jpg" width="72"/></item><item><title>Wakil Bupati Bone Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Kecamatan Mare</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/wakil-bupati-bone-hadiri-peringatan.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Fri, 26 Jun 2026 14:05:04 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-6758373323044003686</guid><description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjq2W6zUuw9db190O7SQKWI1H_G3Utg8SUuBURCz-E0KS_jCl0H0vR3h-SbQHTMQGn6rqE9odBKxSTXaYgMhlMvhZT1VL9bALMoTIczDDFVP2gcrsFIxtrgDaaWc5s4AHU5OnE_8Iud5yAbk-pnIjNaIFG73aTmfvoE2cY40N6WJu8R50feat1KhdaOaCQ" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="720" data-original-width="1280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjq2W6zUuw9db190O7SQKWI1H_G3Utg8SUuBURCz-E0KS_jCl0H0vR3h-SbQHTMQGn6rqE9odBKxSTXaYgMhlMvhZT1VL9bALMoTIczDDFVP2gcrsFIxtrgDaaWc5s4AHU5OnE_8Iud5yAbk-pnIjNaIFG73aTmfvoE2cY40N6WJu8R50feat1KhdaOaCQ=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Penulis : Siti Talida Sabira&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bugiswarta.com, Bone, &amp;nbsp;– Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bersama ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat menghadiri kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang dilaksanakan di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (25/6/2026).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kegiatan yang mengusung tema "Merajut Ukhuwah, Merawat Kedamaian, Menata Masa Depan Bangsa dalam Semangat Hijrah" tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Mare.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Peringatan Tahun Baru Islam ini menjadi momentum untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone mengajak masyarakat menjadikan peringatan 1 Muharram sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan sosial maupun spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Semangat hijrah hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam membangun daerah," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., juga menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan momen penting untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Mari kita jadikan Tahun Baru Islam ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta bersama-sama membangun Kabupaten Bone yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. Dengan semangat hijrah, kita harus terus bergerak menuju perubahan yang lebih baik," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Bone.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Mare tersebut diisi dengan ceramah agama, doa bersama, dan berbagai rangkaian kegiatan keislaman lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir dalam acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pemerintah Kabupaten Bone berharap peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan semangat pembangunan di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjq2W6zUuw9db190O7SQKWI1H_G3Utg8SUuBURCz-E0KS_jCl0H0vR3h-SbQHTMQGn6rqE9odBKxSTXaYgMhlMvhZT1VL9bALMoTIczDDFVP2gcrsFIxtrgDaaWc5s4AHU5OnE_8Iud5yAbk-pnIjNaIFG73aTmfvoE2cY40N6WJu8R50feat1KhdaOaCQ=s72-c" width="72"/></item><item><title>Kesibukan Akademik dan Era Digital, Semangat Berorganisasi Kian Memudar</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/kesibukan-akademik-dan-era-digital.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 20:02:17 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-598795733011311357</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg1fS2ARKgRnMbn9WKDCW1ERREbVe7pLBA3eV3yNoDE7tnv6PdbYnAoxtvRED8soWz3q4XU6_LE_U08WX7cLy7LazPb5a1DJNtFWM_tPAMqEcVb-8uqs306DiskBZHuC5xDcEIHy-4xurC7_CX7Ok_1HhXpVnQp8qeAP2t5vAWNrPDiv8WMKtsSQ_aOhis" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="1280" data-original-width="960" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg1fS2ARKgRnMbn9WKDCW1ERREbVe7pLBA3eV3yNoDE7tnv6PdbYnAoxtvRED8soWz3q4XU6_LE_U08WX7cLy7LazPb5a1DJNtFWM_tPAMqEcVb-8uqs306DiskBZHuC5xDcEIHy-4xurC7_CX7Ok_1HhXpVnQp8qeAP2t5vAWNrPDiv8WMKtsSQ_aOhis=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh: Della Asirah, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIM Bone&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;OPINI -- Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan mahasiswa. Berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi membuat akses informasi, komunikasi, dan proses pembelajaran menjadi lebih cepat dan praktis. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul fenomena yang patut menjadi perhatian, yakni semakin menurunnya semangat berorganisasi di kalangan mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kesibukan akademik menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan rendahnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi. Tugas perkuliahan yang semakin kompleks, tuntutan memperoleh nilai yang baik, hingga keinginan untuk lulus tepat waktu membuat banyak mahasiswa lebih memprioritaskan kegiatan akademik dibandingkan aktivitas organisasi. Akibatnya, organisasi kampus yang selama ini menjadi ruang pengembangan diri mulai kehilangan daya tarik bagi sebagian mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kemajuan teknologi juga turut memengaruhi pola interaksi generasi muda. Kehadiran media sosial dan berbagai platform digital memungkinkan mahasiswa membangun relasi, bertukar informasi, dan mengekspresikan diri tanpa harus terlibat secara langsung dalam organisasi. Kondisi ini membuat sebagian mahasiswa merasa bahwa kebutuhan bersosialisasi dan berjejaring dapat dipenuhi melalui ruang digital sehingga minat untuk bergabung dalam organisasi menjadi berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Fenomena tersebut terlihat dari semakin sulitnya sejumlah organisasi kemahasiswaan dalam merekrut anggota baru maupun mempertahankan keaktifan anggotanya. Padahal, organisasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, melatih kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan keterampilan bekerja sama yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pentingnya organisasi dalam pengembangan diri mahasiswa juga dikemukakan oleh pakar pendidikan Indonesia, Djam'an Satori. Menurutnya, kegiatan organisasi merupakan salah satu sarana pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta tanggung jawab sosial. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan berbagai karakter individu. Kemampuan-kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hal tersebut juga diperkuat oleh berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi cenderung memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang hanya berfokus pada kegiatan akademik. Pengalaman berorganisasi membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan lunak (soft skills) yang saat ini menjadi salah satu aspek penting dalam dunia kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menurunnya minat berorganisasi tidak seharusnya dipandang sebagai kesalahan mahasiswa semata. Organisasi kemahasiswaan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui program-program yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan kegiatan organisasi juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kesibukan akademik memang penting, demikian pula kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, pengalaman berorganisasi tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar memimpin, bekerja sama, menyampaikan gagasan, dan memahami dinamika sosial yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Semangat berorganisasi perlu terus ditumbuhkan di tengah kesibukan akademik dan pesatnya perkembangan era digital. Mahasiswa perlu memandang organisasi bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai wadah pembelajaran yang mampu memperkaya pengalaman, membentuk karakter, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk bertumbuh, belajar, dan mengasah kemampuan yang tidak selalu diperoleh di dalam ruang kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEg1fS2ARKgRnMbn9WKDCW1ERREbVe7pLBA3eV3yNoDE7tnv6PdbYnAoxtvRED8soWz3q4XU6_LE_U08WX7cLy7LazPb5a1DJNtFWM_tPAMqEcVb-8uqs306DiskBZHuC5xDcEIHy-4xurC7_CX7Ok_1HhXpVnQp8qeAP2t5vAWNrPDiv8WMKtsSQ_aOhis=s72-c" width="72"/></item><item><title>Di Tengah Gempuran Dunia Digital, Perpustakaan Daerah Bone Tetap Jadi Rumah Belajar Generasi Muda</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/di-tengah-gempuran-dunia-digital.html</link><category>Berita Utama</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 19:12:49 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-5882140010261692622</guid><description>&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi5yU2s92JQPiqxxQWFoNiozJvd367Mwx6rg6xUA4rfW2viu-WFTovf6suAjM-2XpahNrpF40b-Jl-WmNGs_0s0o8qATLM7Q5AEEwT2AaC26yOtDHMgjiF1kKQEsJzRe91u1B3G0IbIxkKfqYk4UPKP3CsavuPG7_ROG7PlkUxyabJ1StLwgpt04XYTkZ4" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" data-original-height="780" data-original-width="1040" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi5yU2s92JQPiqxxQWFoNiozJvd367Mwx6rg6xUA4rfW2viu-WFTovf6suAjM-2XpahNrpF40b-Jl-WmNGs_0s0o8qATLM7Q5AEEwT2AaC26yOtDHMgjiF1kKQEsJzRe91u1B3G0IbIxkKfqYk4UPKP3CsavuPG7_ROG7PlkUxyabJ1StLwgpt04XYTkZ4" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Bone&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;– Di era ketika hampir semua informasi dapat diakses hanya melalui sentuhan layar ponsel, masih ada tempat yang selalu dipilih banyak anak muda untuk mencari ketenangan sekaligus memperluas wawasan. Tempat itu adalah&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Bone&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Setiap hari, suasana perpustakaan tak pernah benar-benar sepi. Di sudut ruang baca, sejumlah mahasiswa tampak tenggelam dalam tumpukan buku referensi. Di meja lainnya, pelajar sibuk menyelesaikan tugas sekolah, sementara beberapa pengunjung terlihat membuka laptop sambil sesekali mencatat informasi dari buku yang mereka baca.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di tengah derasnya arus media sosial dan informasi digital, pemandangan itu menjadi bukti bahwa budaya membaca belum kehilangan tempat di hati generasi muda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagi banyak pelajar dan mahasiswa, Perpusda Bone bukan sekadar tempat meminjam buku. Bangunan itu telah menjelma menjadi ruang belajar yang nyaman, tempat mencari inspirasi, berdiskusi, hingga menyusun mimpi tentang masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Salah satunya adalah Tiwi (19), seorang mahasiswa yang hampir rutin menghabiskan waktunya di perpustakaan. Baginya, suasana yang tenang menjadi alasan utama memilih belajar di sana dibandingkan di kafe atau tempat umum lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="text-align: left;"&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Kalau di sini lebih fokus karena suasananya mendukung untuk belajar dan mengerjakan tugas," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagi Tiwi, ketenangan menjadi kemewahan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari. Tanpa gangguan kebisingan maupun distraksi media sosial yang berlebihan, ia merasa lebih mudah berkonsentrasi menyelesaikan tugas kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pengalaman serupa juga dirasakan banyak pengunjung lainnya. Mereka datang dengan tujuan yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: ingin memanfaatkan waktu untuk belajar dan menambah pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Rak-rak buku yang tertata rapi menawarkan beragam koleksi, mulai dari literatur pendidikan, ilmu sosial, teknologi, sejarah, hingga karya sastra. Di sisi lain, fasilitas pendukung yang terus dibenahi membuat perpustakaan semakin ramah bagi generasi muda yang membutuhkan ruang belajar yang nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Fenomena meningkatnya kunjungan pelajar dan mahasiswa menunjukkan bahwa perpustakaan masih memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi digital. Meski informasi kini mudah ditemukan melalui internet, banyak mahasiswa tetap memilih buku sebagai sumber referensi yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Perpustakaan juga menghadirkan sesuatu yang tidak selalu ditemukan di ruang digital, yakni suasana yang mendorong seseorang untuk benar-benar fokus membaca, berpikir, dan menyusun ide tanpa terganggu derasnya notifikasi media sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Lebih dari sekadar tempat menyimpan ribuan koleksi buku, Perpusda Bone kini menjadi ruang produktif bagi lahirnya kebiasaan belajar yang sehat. Di tempat inilah mahasiswa menyusun tugas akhir, pelajar memperkaya pengetahuan, dan masyarakat umum memperoleh akses terhadap informasi yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Keberadaan perpustakaan juga menjadi pengingat bahwa literasi tidak pernah kehilangan relevansinya. Justru di tengah banjir informasi yang begitu cepat, kemampuan membaca secara mendalam, memahami isi bacaan, dan berpikir kritis menjadi keterampilan yang semakin penting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dengan semakin banyaknya generasi muda yang memanfaatkan fasilitas Perpusda Bone, harapan untuk membangun budaya literasi di Kabupaten Bone terus tumbuh. Perpustakaan bukan lagi sekadar bangunan penuh buku, melainkan ruang yang mempertemukan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan mimpi-mimpi besar anak muda yang sedang mempersiapkan masa depannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, Perpustakaan Daerah Bone membuktikan bahwa membaca masih menjadi jendela terbaik untuk melihat dunia lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi5yU2s92JQPiqxxQWFoNiozJvd367Mwx6rg6xUA4rfW2viu-WFTovf6suAjM-2XpahNrpF40b-Jl-WmNGs_0s0o8qATLM7Q5AEEwT2AaC26yOtDHMgjiF1kKQEsJzRe91u1B3G0IbIxkKfqYk4UPKP3CsavuPG7_ROG7PlkUxyabJ1StLwgpt04XYTkZ4=s72-c" width="72"/></item><item><title> Algoritma Mendominasi, Literasi Kehilangan Ruang</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/algoritma-mendominasi-literasi.html</link><category>Berita Utama</category><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 19:03:15 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-4313082481423069531</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhg_OfpNR1CbhafxEU_KqmthXI06GAxsYFALLMWRlNDKt4txzFAThP5oXdct2J3gi769JszeNRFGidNG-VO4MsIRaqipdMu63ZvKEUE8mn_mlHChDzb0VpXegoFzAT9zMIsSIl9hzzBIbhCzSM34a69ZCPxaQXV_QntKngvqpdlKiAyBmRSL0MtZmGiGFA" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="900" data-original-width="1600" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhg_OfpNR1CbhafxEU_KqmthXI06GAxsYFALLMWRlNDKt4txzFAThP5oXdct2J3gi769JszeNRFGidNG-VO4MsIRaqipdMu63ZvKEUE8mn_mlHChDzb0VpXegoFzAT9zMIsSIl9hzzBIbhCzSM34a69ZCPxaQXV_QntKngvqpdlKiAyBmRSL0MtZmGiGFA=w400-h225" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Pertiwi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Universitas Muhammadiyah Bone&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;OPINI -- Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Kehadiran media sosial dengan berbagai fitur yang serba cepat membuat informasi dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kemudahan tersebut memang membawa banyak manfaat, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan baru bagi budaya literasi yang selama ini menjadi fondasi dalam membangun pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meningkatnya penggunaan media sosial membuat banyak orang lebih terbiasa mengonsumsi konten singkat dibandingkan membaca buku atau tulisan yang lebih mendalam. Video berdurasi beberapa detik, unggahan singkat, dan berbagai bentuk informasi instan kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut secara perlahan membentuk pola konsumsi informasi yang mengutamakan kecepatan dibandingkan pemahaman yang komprehensif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Generasi muda menjadi kelompok yang paling dekat dengan perubahan tersebut. Berbagai informasi dapat diperoleh hanya melalui layar gawai tanpa harus membuka buku atau mencari referensi yang lebih lengkap. Kondisi ini menyebabkan banyak orang mengetahui berbagai isu yang sedang berkembang, tetapi belum tentu memahami latar belakang, konteks, maupun dampak dari informasi yang diterima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pandangan mengenai pentingnya literasi juga disampaikan oleh Najelaa Shihab yang menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, melainkan kemampuan memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara kritis. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang terus mengalir setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemampuan berpikir kritis tidak dapat dibangun hanya melalui konsumsi informasi yang singkat dan instan. Proses membaca yang mendalam memberikan kesempatan bagi seseorang untuk memahami berbagai sudut pandang, melakukan analisis, serta menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang utuh. Kebiasaan membaca juga membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis dan memperluas wawasan yang tidak selalu diperoleh melalui media sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pentingnya budaya membaca juga pernah ditekankan oleh Anies Baswedan yang menyebut bahwa kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Kualitas tersebut tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap informasi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memahami dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dominasi algoritma media sosial turut memengaruhi cara masyarakat menerima informasi. Algoritma bekerja dengan menampilkan konten yang dianggap menarik berdasarkan kebiasaan pengguna. Akibatnya, seseorang lebih sering menerima informasi yang sesuai dengan minatnya tanpa banyak terpapar pada sudut pandang lain. Situasi seperti ini berpotensi mempersempit ruang refleksi dan mengurangi keinginan untuk mencari informasi yang lebih mendalam melalui kegiatan membaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi sebenarnya tidak dapat sepenuhnya disalahkan atas menurunnya minat literasi. Kehadiran teknologi justru dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkuat budaya membaca apabila dimanfaatkan secara tepat. Berbagai perpustakaan digital, aplikasi buku elektronik, forum diskusi, hingga komunitas literasi daring menunjukkan bahwa teknologi juga mampu membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesadaran untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan kebiasaan membaca menjadi hal yang sangat penting. Kemudahan memperoleh informasi seharusnya tidak membuat masyarakat meninggalkan budaya literasi yang telah lama menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan. Membaca buku, artikel, dan sumber referensi yang kredibel tetap diperlukan agar kemampuan berpikir kritis dan analitis dapat terus terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini bukan lagi keterbatasan akses informasi, melainkan kemampuan memahami informasi secara mendalam. Dominasi algoritma yang tidak diimbangi dengan budaya literasi berpotensi melahirkan generasi yang cepat menerima informasi, tetapi kurang mampu menganalisis dan memaknainya. Karena itu, literasi harus tetap mendapat ruang yang kuat di tengah perkembangan teknologi agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan juga mampu menjadi pemikir yang kritis dan bijaksana.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhg_OfpNR1CbhafxEU_KqmthXI06GAxsYFALLMWRlNDKt4txzFAThP5oXdct2J3gi769JszeNRFGidNG-VO4MsIRaqipdMu63ZvKEUE8mn_mlHChDzb0VpXegoFzAT9zMIsSIl9hzzBIbhCzSM34a69ZCPxaQXV_QntKngvqpdlKiAyBmRSL0MtZmGiGFA=s72-w400-h225-c" width="72"/></item><item><title>Teknologi Jadi Motor Inovasi Generasi Muda di Era Digital</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/teknologi-jadi-motor-inovasi-generasi.html</link><category>Berita</category><category>Berita Umum</category><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:41:28 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-10300329040197664</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgaFGG5R3fLXoy0A6tYv3uqUMr4dE32QAvZQPC2Df32FVANGuI6EzlAcQ5JByomWWdKmraL3uogs9k9Fb6bEhi74n-Adz6W0KCPy-tDY7J48tMzU-bUdXGBsmYrsx-XaOrdA3UUv8qw8TRUCBRzQz8__aMxYrSyEOgeNXgGXKVApuLfe5B5ZXFBROdsh64" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="3741" data-original-width="2644" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgaFGG5R3fLXoy0A6tYv3uqUMr4dE32QAvZQPC2Df32FVANGuI6EzlAcQ5JByomWWdKmraL3uogs9k9Fb6bEhi74n-Adz6W0KCPy-tDY7J48tMzU-bUdXGBsmYrsx-XaOrdA3UUv8qw8TRUCBRzQz8__aMxYrSyEOgeNXgGXKVApuLfe5B5ZXFBROdsh64=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Karmila, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Bone&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Kehadiran teknologi tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berinovasi, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Di era digital saat ini, teknologi telah menjadi salah satu faktor penting yang mendorong lahirnya berbagai ide kreatif dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Generasi muda merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi. Kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan berbagai platform digital menjadikan teknologi sebagai sarana yang efektif untuk mengembangkan potensi diri. Melalui teknologi, generasi muda dapat mengakses informasi tanpa batas, meningkatkan keterampilan, membangun jaringan, hingga menciptakan inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menurut saya, teknologi tidak seharusnya hanya dimanfaatkan sebagai media hiburan semata. Lebih dari itu, teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu generasi muda menjadi pribadi yang lebih produktif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Nadiem Anwar Makarim yang menekankan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas akses pembelajaran, mendorong kreativitas, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi pencipta berbagai solusi yang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Selain itu, Anies Baswedan juga menegaskan pentingnya literasi digital dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif merupakan keterampilan yang harus dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang terus berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Saat ini, berbagai inovasi yang lahir dari tangan anak muda dapat dengan mudah ditemukan. Mulai dari pengembangan aplikasi digital, bisnis berbasis teknologi, konten edukatif di media sosial, hingga berbagai gerakan sosial yang memanfaatkan teknologi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi ruang yang memungkinkan generasi muda untuk terus berkembang dan berkontribusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dalam dunia pendidikan, teknologi juga memberikan banyak manfaat. Akses terhadap sumber belajar digital, kelas daring, seminar virtual, dan berbagai pelatihan berbasis teknologi semakin memudahkan mahasiswa dan pelajar untuk meningkatkan kompetensi mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pakar teknologi informasi Indonesia, Onno W. Purbo, menyatakan bahwa teknologi dapat menjadi alat pemberdayaan masyarakat apabila digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, produktivitas, dan kolaborasi. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi harus disertai dengan sikap bijak dan tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pada akhirnya, teknologi merupakan instrumen penting yang dapat mendorong lahirnya inovasi di kalangan generasi muda. Dengan memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif, generasi muda tidak hanya mampu mengembangkan potensi diri, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan menguasai dan memanfaatkan teknologi secara bijak perlu terus ditingkatkan agar generasi muda dapat menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di era digital.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgaFGG5R3fLXoy0A6tYv3uqUMr4dE32QAvZQPC2Df32FVANGuI6EzlAcQ5JByomWWdKmraL3uogs9k9Fb6bEhi74n-Adz6W0KCPy-tDY7J48tMzU-bUdXGBsmYrsx-XaOrdA3UUv8qw8TRUCBRzQz8__aMxYrSyEOgeNXgGXKVApuLfe5B5ZXFBROdsh64=s72-c" width="72"/></item><item><title> Antara Outfit dan Deadline: Dilema Mahasiswa Masa Kini</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/antara-outfit-dan-deadline-dilema.html</link><category>Berita Utama</category><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:22:35 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-7190239214961519612</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgYDn4nCfjwu7rUPTX4Pv8hukTvxHdqfu0BZ9fupqa8YE2o3ic4w3hIgygyc8_WuAAo7AjRdTwEOYH4ryHQPtSQ2MfhZXYXwiQKFtAYrY6D9lZePnL3nL6fyV9euygt4Q6zLMd7Zyc97Fh8DBgadrEa86XtGEe7mQQRLHQ05iw_3g8g_ny9LTnl4Az7My8" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="4160" data-original-width="2774" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgYDn4nCfjwu7rUPTX4Pv8hukTvxHdqfu0BZ9fupqa8YE2o3ic4w3hIgygyc8_WuAAo7AjRdTwEOYH4ryHQPtSQ2MfhZXYXwiQKFtAYrY6D9lZePnL3nL6fyV9euygt4Q6zLMd7Zyc97Fh8DBgadrEa86XtGEe7mQQRLHQ05iw_3g8g_ny9LTnl4Az7My8=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;Oleh: Azmi Ariska, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Bone&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;OPINI -- &lt;/b&gt;Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar dalam gaya hidup mahasiswa. Saat ini, penampilan bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari cara mahasiswa mengekspresikan diri. Berbagai tren fashion yang muncul di media sosial membuat banyak mahasiswa semakin memperhatikan outfit yang dikenakan saat berada di kampus. Penampilan yang menarik dianggap mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan kesan positif dalam pergaulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa menjaga penampilan merupakan hal yang wajar. Mahasiswa sebagai generasi muda tentu ingin tampil rapi, menarik, dan mengikuti perkembangan zaman. Bahkan, bagi sebagian orang, berpakaian dengan baik dapat menjadi motivasi untuk lebih percaya diri saat mengikuti perkuliahan maupun berinteraksi dengan teman-teman di lingkungan kampus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Namun, di balik fenomena tersebut muncul persoalan yang patut menjadi perhatian. Tidak sedikit mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu untuk mengikuti tren, memilih outfit, atau membuat konten media sosial hingga mengabaikan tanggung jawab akademik. Tugas yang seharusnya dikerjakan lebih awal sering kali ditunda dan baru diselesaikan ketika tenggat waktu sudah semakin dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam menentukan prioritas. Keinginan untuk selalu tampil menarik terkadang membuat fokus terhadap kegiatan akademik berkurang. Padahal, tujuan utama berada di perguruan tinggi adalah untuk menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Pada dasarnya, penampilan dan prestasi bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik. Mengikuti tren dan menjaga penampilan tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu proses belajar maupun penyelesaian tugas kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa perlu menyadari bahwa penampilan yang menarik memang dapat memberikan kesan positif, tetapi prestasi akademik tetap memiliki nilai yang lebih penting dalam jangka panjang. Kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah akan menjadi bekal utama dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Oleh karena itu, keseimbangan menjadi kunci dalam menghadapi dilema mahasiswa masa kini. Tampil percaya diri dengan outfit yang menarik tentu bukan hal yang salah, tetapi tanggung jawab akademik tetap harus menjadi prioritas utama. Sebab pada akhirnya, bukan hanya cara berpakaian yang akan menentukan masa depan seseorang, melainkan juga usaha, disiplin, dan prestasi yang berhasil diraih selama menempuh pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgYDn4nCfjwu7rUPTX4Pv8hukTvxHdqfu0BZ9fupqa8YE2o3ic4w3hIgygyc8_WuAAo7AjRdTwEOYH4ryHQPtSQ2MfhZXYXwiQKFtAYrY6D9lZePnL3nL6fyV9euygt4Q6zLMd7Zyc97Fh8DBgadrEa86XtGEe7mQQRLHQ05iw_3g8g_ny9LTnl4Az7My8=s72-c" width="72"/></item><item><title>Sensus Ekonomi 2026, Fondasi Memetakan Potensi dan Kekuatan Ekonomi Bone</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/sensus-ekonomi-2026-fondasi-memetakan.html</link><category>Berita Pilihan</category><category>Ekonomi</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:19:51 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-5842401373259404448</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimhQ-hZikzd6FTB3WGmFvuJHQd2rS0hP6U45jLEvublQUQhe0gSJLsemMX1v6QoyiNw4nWU8Qv4UM4tReaCgbvAx3YEdIZWgqzsdKuuOJkJRvlkqe0PMvRAW5_oYdHcVauT5hETJh7amHbR_y9IwZXPLcOWlvwLZ4u_lb1JnkSROrPDfFrgX7j-264mjY" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="1086" data-original-width="1448" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimhQ-hZikzd6FTB3WGmFvuJHQd2rS0hP6U45jLEvublQUQhe0gSJLsemMX1v6QoyiNw4nWU8Qv4UM4tReaCgbvAx3YEdIZWgqzsdKuuOJkJRvlkqe0PMvRAW5_oYdHcVauT5hETJh7amHbR_y9IwZXPLcOWlvwLZ4u_lb1JnkSROrPDfFrgX7j-264mjY=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Penulis : Asmiranda Safitri&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Bone, 25 Juni 2026 – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Bone menjadi langkah strategis dalam menghadirkan data yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi perekonomian masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Melalui sensus ini, BPS melakukan pendataan terhadap berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha berskala besar. Data yang dihimpun mencakup jenis usaha, jumlah tenaga kerja, serta berbagai informasi ekonomi lainnya yang dibutuhkan untuk menggambarkan struktur perekonomian daerah secara lebih utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, petugas sensus terlihat aktif mendatangi para pelaku usaha untuk melakukan pendataan secara langsung. Metode ini dilakukan guna memastikan data yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Salah seorang pelaku usaha, Hasna, mengaku menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi pemerintah untuk memahami kondisi dan kebutuhan pelaku usaha secara lebih mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Petugas menjelaskan tujuan pendataan dengan baik dan prosesnya juga tidak memakan waktu lama. Saya berharap data yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat, khususnya usaha kecil seperti yang saya jalankan," ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Keberadaan data ekonomi yang akurat memiliki peran penting dalam proses pembangunan. Melalui hasil sensus, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi, tantangan, serta arah pengembangan sektor ekonomi di Kabupaten Bone. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program pemberdayaan usaha, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Selain itu, hasil sensus juga diharapkan mampu mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata dan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dan para pelaku usaha. Karena itu, BPS mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya agar informasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjadi landasan pembangunan yang tepat sasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dengan tersedianya data yang valid dan terpercaya, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendataan semata, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memetakan potensi dan kekuatan ekonomi Kabupaten Bone guna mendukung pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEimhQ-hZikzd6FTB3WGmFvuJHQd2rS0hP6U45jLEvublQUQhe0gSJLsemMX1v6QoyiNw4nWU8Qv4UM4tReaCgbvAx3YEdIZWgqzsdKuuOJkJRvlkqe0PMvRAW5_oYdHcVauT5hETJh7amHbR_y9IwZXPLcOWlvwLZ4u_lb1JnkSROrPDfFrgX7j-264mjY=s72-c" width="72"/></item><item><title>Ketika Panggung Menjadi Rumah, FESTASI VII Siap Kembali Satukan Kreativitas Mahasiswa Tari Se-Sulselbar</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/ketika-panggung-menjadi-rumah-festasi.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><category>Seni</category><category>Wisata dan Budaya</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:08:34 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-2552569524022821642</guid><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhPFY-4Dlso_7_nIHED8EnQiAXcf0PbGB3zTsHrZMLEYiGKGa56OB2jJsOtYG_L7tEhTsx0cxnwouBaEoK_zUVqCJsleWnFjLZ0VW7OxxnAANaClr0yorWhF6vZK06iT4DeAErzKZRddoIunpVMMezCWHzIqKSVthmpYpMCViALI1zz2zj5-7xZWnmIQsQ" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="3024" data-original-width="4032" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhPFY-4Dlso_7_nIHED8EnQiAXcf0PbGB3zTsHrZMLEYiGKGa56OB2jJsOtYG_L7tEhTsx0cxnwouBaEoK_zUVqCJsleWnFjLZ0VW7OxxnAANaClr0yorWhF6vZK06iT4DeAErzKZRddoIunpVMMezCWHzIqKSVthmpYpMCViALI1zz2zj5-7xZWnmIQsQ=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="text-align: left;"&gt;Penulis : Tasyaa&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Bugiswarta.com, Bone&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;– Setiap gerak memiliki cerita. Setiap hentakan kaki menyimpan makna. Di atas panggung, tarian bukan sekadar rangkaian koreografi, melainkan bahasa yang menyatukan budaya, kreativitas, dan semangat anak muda.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Semangat itulah yang akan kembali dihadirkan dalam&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Festival Tari Kreasi Mahasiswa (FESTASI) VII&lt;/strong&gt;, agenda seni tahunan yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa Sanggar Seni Budaya Mahasiswa (SSBM) To Warani Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone). Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ketujuh ini siap kembali menjadi ruang pertemuan mahasiswa pecinta tari dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Kabar penyelenggaraan FESTASI VII mulai mengundang perhatian setelah panitia merilis poster bertajuk&amp;nbsp;&lt;strong&gt;"Coming Soon FESTASI VII"&lt;/strong&gt;. Meski baru berupa pengumuman awal, antusiasme mulai terasa di kalangan komunitas seni kampus yang selama ini menjadikan festival tersebut sebagai panggung bergengsi untuk menampilkan karya terbaik mereka.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Jika tidak ada perubahan, FESTASI VII akan digelar pada&amp;nbsp;&lt;strong&gt;September 2026&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;di Kabupaten Bone.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Bagi para penari mahasiswa, festival ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, FESTASI menjadi ruang untuk mengekspresikan gagasan melalui tubuh, gerak, musik, dan budaya. Berbagai karya tari kreasi akan dipentaskan, memadukan kekayaan tradisi Nusantara dengan sentuhan koreografi modern yang lahir dari imajinasi generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Setiap penampilan membawa identitas daerah masing-masing. Ada yang mengangkat kisah masyarakat pesisir, ada yang menggali filosofi adat, hingga mengemas persoalan sosial menjadi sebuah pertunjukan yang memikat penonton.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Ketua Panitia FESTASI VII, Muh. Arham Jasyada, mengatakan penyelenggaraan festival ini merupakan komitmen UKM SSBM To Warani untuk terus menjaga denyut kehidupan seni tari di lingkungan perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;"Melalui penyelenggaraan FESTASI VII, kami berharap dapat terus mendorong lahirnya karya-karya kreatif mahasiswa sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui seni tari," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Tidak hanya menjadi tempat unjuk kemampuan, FESTASI juga menghadirkan ruang perjumpaan bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Mereka datang membawa latar budaya yang berbeda, lalu bertemu dalam satu panggung untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring yang kelak akan memperkuat ekosistem seni pertunjukan di kawasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Suasana itulah yang membuat FESTASI selalu memiliki cerita berbeda setiap tahunnya. Di balik sorotan lampu panggung dan gemuruh tepuk tangan, lahir persahabatan baru, kolaborasi lintas kampus, hingga inspirasi yang terus tumbuh setelah festival berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Poster resmi yang telah dipublikasikan juga menampilkan ikon Gerbang Kota Watampone sebagai latar utama. Pilihan visual tersebut bukan tanpa alasan. Gerbang itu menjadi simbol bahwa Bone kembali membuka pintunya bagi para seniman muda untuk datang, berkarya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Bagi Kabupaten Bone, penyelenggaraan FESTASI bukan hanya agenda seni mahasiswa. Festival ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra daerah sebagai ruang tumbuhnya kreativitas generasi muda sekaligus destinasi kegiatan seni dan budaya.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;Panitia pun mengajak mahasiswa, komunitas seni, serta masyarakat untuk menantikan informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan, pendaftaran peserta, hingga rangkaian kegiatan melalui media sosial UKM SSBM To Warani UNIM Bone dan akun resmi FESTASI VII.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;September memang masih beberapa bulan lagi. Namun bagi para penari, prosesnya telah dimulai sejak hari ini. Di berbagai sudut kampus, ruang latihan perlahan akan kembali hidup. Musik akan diputar berulang kali. Gerak akan terus diasah hingga sempurna.&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab ketika tirai panggung kembali terbuka di FESTASI VII nanti, yang tampil bukan hanya sebuah tarian. Yang hadir adalah cerita, identitas, dan semangat generasi muda untuk menjaga budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhPFY-4Dlso_7_nIHED8EnQiAXcf0PbGB3zTsHrZMLEYiGKGa56OB2jJsOtYG_L7tEhTsx0cxnwouBaEoK_zUVqCJsleWnFjLZ0VW7OxxnAANaClr0yorWhF6vZK06iT4DeAErzKZRddoIunpVMMezCWHzIqKSVthmpYpMCViALI1zz2zj5-7xZWnmIQsQ=s72-c" width="72"/></item><item><title>Mahyuddin Minta Musda KNPI Sinjai Berjalan Demokratis Tanpa Intervensi</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/mahyuddin-minta-musda-knpi-sinjai.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 18:04:29 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-4380148501968587598</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhBdhM3LVG1KEOXdwULyTVQ0CCXkOg3WaJAUQmHjeF-6OK8-3_5TubEsKXP5bYVRfbenQv94NkdRFeum8QS3n9ER4_08FxNNV6-x7oLpLhgu1aY_BG7o8sjkAdpz400B8r7uwjho79mvBl2cAU478RFUngKND3109N0blbvhQYMClqqs1ziYjDihChr5nQ" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="939" data-original-width="1206" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhBdhM3LVG1KEOXdwULyTVQ0CCXkOg3WaJAUQmHjeF-6OK8-3_5TubEsKXP5bYVRfbenQv94NkdRFeum8QS3n9ER4_08FxNNV6-x7oLpLhgu1aY_BG7o8sjkAdpz400B8r7uwjho79mvBl2cAU478RFUngKND3109N0blbvhQYMClqqs1ziYjDihChr5nQ=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Sinjai &amp;nbsp;– Ketua Koordinator Nasional Perhimpunan Putra Putri Kebangsaan (PPPK) Sinjai, Mahyuddin, meminta agar Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Sinjai dilaksanakan secara demokratis, terbuka, dan bebas dari segala bentuk intervensi maupun tekanan pihak mana pun, termasuk dari pemerintah.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Mahyuddin, KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan harus mampu menjadi contoh dalam menjalankan proses demokrasi yang sehat dan bermartabat. Karena itu, seluruh tahapan Musda harus mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta memberikan kesempatan yang sama kepada setiap calon yang ingin berkompetisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Musda KNPI harus dilaksanakan secara demokratis tanpa ada tekanan dari pihak mana pun, termasuk pemerintah. Biarkan para pemuda menentukan pilihannya secara bebas sesuai mekanisme organisasi,” ujar Mahyuddin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan bahwa independensi KNPI perlu dijaga agar organisasi kepemudaan tersebut tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen pemuda. Menurutnya, campur tangan pihak luar berpotensi menimbulkan konflik dan mengurangi legitimasi hasil Musda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahyuddin juga mengajak seluruh peserta Musda, organisasi kepemudaan (OKP), dan para kandidat untuk mengedepankan persatuan serta menjaga kondusivitas organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan benar-benar merupakan pilihan mayoritas peserta Musda melalui proses yang jujur dan demokratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang terpenting adalah menjaga marwah organisasi. KNPI harus menjadi milik bersama, bukan alat kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, proses pemilihan harus berlangsung secara fair dan demokratis,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap pelaksanaan Musda KNPI Sinjai dapat menjadi momentum konsolidasi pemuda untuk memperkuat peran kepemudaan dalam pembangunan daerah, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen pemuda di Kabupaten Sinjai.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhBdhM3LVG1KEOXdwULyTVQ0CCXkOg3WaJAUQmHjeF-6OK8-3_5TubEsKXP5bYVRfbenQv94NkdRFeum8QS3n9ER4_08FxNNV6-x7oLpLhgu1aY_BG7o8sjkAdpz400B8r7uwjho79mvBl2cAU478RFUngKND3109N0blbvhQYMClqqs1ziYjDihChr5nQ=s72-c" width="72"/></item><item><title>Perkuat Ekonomi Masyarakat : Dari Puncak Kelorta hingga Pantai Togeo, Harapan Baru Tumbuh dari Desa Bulu-Bulu</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/perkuat-ekonomi-masyarakat-dari-puncak.html</link><category>Berita Utama</category><category>Wisata dan Budaya</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 25 Jun 2026 17:06:37 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-1548381309552558704</guid><description>&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiT1cHSLEt80H5954HUxPxM5K_4Ymf_isbU-soNrpvt18bIJSbD-jA6K9ROeieK-hZreUvnHLm9C-wriNdZzEcCOEcQKr-DTZdFCEu-jaD7xf_RwE_nrFzWZvtHSqu_jYfmjk1CL52ZEXnUD8qh5BF_CGCI62E_7N5fCjneLSHUKsHCt_Xmx29majqaQ9g" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img data-original-height="3024" data-original-width="4032" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiT1cHSLEt80H5954HUxPxM5K_4Ymf_isbU-soNrpvt18bIJSbD-jA6K9ROeieK-hZreUvnHLm9C-wriNdZzEcCOEcQKr-DTZdFCEu-jaD7xf_RwE_nrFzWZvtHSqu_jYfmjk1CL52ZEXnUD8qh5BF_CGCI62E_7N5fCjneLSHUKsHCt_Xmx29majqaQ9g=s16000" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Penulis : Nurtanasya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bugiswarta.com, Bone&amp;nbsp;– Jalan menuju Desa Bulu-Bulu, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, membawa siapa pun pada lanskap yang sulit dilupakan. Hamparan tambak membentang di sisi jalan, angin laut berembus lembut, sementara deretan perbukitan hijau berdiri menghadap birunya Teluk Bone. Di desa pesisir inilah, harapan baru perlahan tumbuh melalui pariwisata yang dikelola bersama oleh masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bulu-Bulu kini tidak hanya dikenal sebagai desa nelayan. Warga mulai membangun identitas baru sebagai desa wisata yang menawarkan pesona alam sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di antara destinasi yang menjadi kebanggaan warga adalah&amp;nbsp;Puncak Kelorta Wanua Tonra&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;Pantai Togeo. Dari puncak perbukitan, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas yang berpadu dengan hamparan tambak dan hijaunya pepohonan. Menjelang senja, langit berubah jingga, menghadirkan pemandangan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di sisi lain, Pantai Togeo menawarkan suasana yang berbeda. Debur ombak yang tenang, hembusan angin laut, dan garis pantai yang masih alami menjadi tempat favorit bagi keluarga maupun anak muda yang ingin menikmati akhir pekan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Namun bagi masyarakat Bulu-Bulu, keindahan alam bukan sekadar objek untuk dipandang. Alam menjadi sumber penghidupan yang terus dijaga dan dikembangkan bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pengembangan kawasan wisata dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat setempat. Warga bergotong royong menjaga kebersihan kawasan, memperbaiki fasilitas, hingga menciptakan suasana yang nyaman bagi setiap pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pengelola wisata Puncak Kelorta Wanua Tonra, Andi Rahman, mengatakan antusiasme wisatawan terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="text-align: left;"&gt;&lt;p class="isSelectedEnd"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengunjung dengan menjaga kebersihan kawasan wisata serta menambah fasilitas yang dibutuhkan. Dukungan masyarakat sangat membantu dalam pengembangan wisata desa ini," ujarnya, Kamis (25/6/2026).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Meningkatnya jumlah pengunjung membawa berkah bagi warga. Warung-warung kecil mulai ramai didatangi wisatawan. Pedagang makanan dan minuman memperoleh tambahan penghasilan. Warga membuka jasa parkir, sementara pelaku UMKM memasarkan aneka produk lokal kepada para tamu yang datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bagi masyarakat, pariwisata bukan hanya tentang menghadirkan tempat yang indah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang sebelumnya belum banyak dirasakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di saat yang sama, Pemerintah Desa Bulu-Bulu juga terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Pengembangan Kampung Produktif dan penguatan koperasi desa menjadi bagian dari upaya membuka lapangan usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pemerintah desa meyakini pembangunan tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci dalam setiap langkah pengembangan desa. Pemerintah, kelompok masyarakat, pelaku usaha, hingga generasi muda didorong untuk ikut mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="isSelectedEnd" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dengan kekayaan sumber daya di sektor pariwisata, perikanan, pertanian, dan ekonomi kreatif, Desa Bulu-Bulu memiliki modal besar untuk terus berkembang. Potensi yang selama ini tersembunyi kini mulai dikenal lebih luas, sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Di balik panorama indah Puncak Kelorta dan tenangnya Pantai Togeo, sesungguhnya sedang tumbuh sebuah cerita tentang desa yang bergerak maju. Bukan hanya membangun destinasi wisata, tetapi juga membangun masa depan warganya melalui semangat gotong royong dan keyakinan bahwa potensi lokal mampu menjadi jalan menuju kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiT1cHSLEt80H5954HUxPxM5K_4Ymf_isbU-soNrpvt18bIJSbD-jA6K9ROeieK-hZreUvnHLm9C-wriNdZzEcCOEcQKr-DTZdFCEu-jaD7xf_RwE_nrFzWZvtHSqu_jYfmjk1CL52ZEXnUD8qh5BF_CGCI62E_7N5fCjneLSHUKsHCt_Xmx29majqaQ9g=s72-c" width="72"/></item><item><title>BEM di Makassar Sikapi Situasi Kebangsaan: Optimis Rupiah Menguat dan Lawan Pemecah Belah Bangsa</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/bem-di-makassar-sikapi-situasi.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Wed, 17 Jun 2026 07:16:21 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-5837929963983968896</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjyN1eaGTSUSoJrurmb2X13dBcF3MmUyO1a-OkOkPYukaqNnqMlWV46kwE1u_RjIklxEiZXK6QUTFbvH62i6aw_filxhX3JztkLPzFcL62QIv2RBJy6yIrW06cwMCXl-jSQoHeS6Cb28SfBPEh2haiVamPmucKGsFw5YMG-VGsnGuu4VYnFTpN3LJ_yBQ/s1600/1000817630.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1600" data-original-width="1547" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjyN1eaGTSUSoJrurmb2X13dBcF3MmUyO1a-OkOkPYukaqNnqMlWV46kwE1u_RjIklxEiZXK6QUTFbvH62i6aw_filxhX3JztkLPzFcL62QIv2RBJy6yIrW06cwMCXl-jSQoHeS6Cb28SfBPEh2haiVamPmucKGsFw5YMG-VGsnGuu4VYnFTpN3LJ_yBQ/s16000/1000817630.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BUGISWARTA.COM, MAKASSAR – Mahasiswa Makassar melalui BEM Se-Kota Makassar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNISMUH Makassar selaku tuan rumah sukses menggelar Forum Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini mengangkat tema "Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas".&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026, bertempat di Kopi Teko, Kota Makassar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus BEM se-Kota Makassar serta puluhan mahasiswa dari berbagai kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Daftar Pimpinan BEM yang Hadir:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Andi Rama Ramadhan (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Nur Intan Maharani Illyas (Presiden Mahasiswa UNM)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Muh. Zain Aditya (Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Sekjend (DEMA UIN Alauddin Makassar)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Muh. Farhan Parsia (Presma Poltekkes)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Soroti Isu Nasional dan Gerakan Mahasiswa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar, Andi Rama Ramadhan, mengungkapkan bahwa Dialog Kebangsaan ini digelar untuk merespons berbagai dinamika nasional yang tengah menjadi sorotan publik. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga isu gerakan mahasiswa yang mengarah pada "Reformasi Jilid II".&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​"Dalam menyikapi situasi kebangsaan belakangan ini, gerakan mahasiswa harus tetap mengedepankan independensi. Gerakan kita harus matang berbasis data, serta tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik praktis maupun elit oligarki, apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid," tegas Andi Rama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Selain itu, forum ini juga mendesak pemerintah agar tidak kalah dalam menindak tegas para mafia, memberantas korupsi, serta memperkuat tata kelola pengawasan program kesejahteraan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​"Kami berharap dan menegaskan agar negara tidak boleh kalah oleh mafia. Perkuat pemberantasan korupsi, bongkar mafia migas, serta perkuat tata kelola dan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang bertujuan menyejahterakan rakyat demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Hadirkan Akademisi dan Demisioner Presma&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Dialog ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, mulai dari kalangan akademisi hingga para demisioner Presiden Mahasiswa di Makassar, antara lain:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Ahmad Aidil Fahri (Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar 2020)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Muh. Hasby Assidiq (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar 2024-2025)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Hasrul (Presiden Mahasiswa UNM 2024-2025)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Dr. Kurniawan, S.H., M.H. (Akademisi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Dalam pemaparannya, Ahmad Aidil Fahri selaku Demisioner Presma UIN Alauddin Makassar mengingatkan para mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi di saat Indonesia sedang berusaha bangkit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​"Kita harus bersama-sama menjaga kondusivitas situasi dan mendorong pemerintah agar tidak kalah dengan pihak asing maupun pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Negara kita bukan negara yang bisa didikte, negara kita kuat. Mari kita dukung penguatan tata kelola pelaksanaan program-program pemerintah. Tidak semua hal harus kita tolak," pungkas Ahmad Aidil.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjyN1eaGTSUSoJrurmb2X13dBcF3MmUyO1a-OkOkPYukaqNnqMlWV46kwE1u_RjIklxEiZXK6QUTFbvH62i6aw_filxhX3JztkLPzFcL62QIv2RBJy6yIrW06cwMCXl-jSQoHeS6Cb28SfBPEh2haiVamPmucKGsFw5YMG-VGsnGuu4VYnFTpN3LJ_yBQ/s72-c/1000817630.jpg" width="72"/></item><item><title>Pasca Idul Adha, Misrayanti Kembali Pimpin Pengobatan Gratis untuk Warga Jakarta Selatan</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/pasca-idul-adha-misrayanti-kembali.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Sat, 6 Jun 2026 17:48:55 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-1809247512801634908</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCe2Lv_jpus5h7QPPD7a2hYKBwRrG_rU27aypGI__ijg7PFLr5tT6ixfXNFlsCRLR61-y71RvEiwRr2IbFYkv2dKOXSnw1cWslrRJhdbfZKn9MJUArymFqA6F41tqyHbs7gGnJX9bg3AAauTUBpySJSNeNZcDlvxgz5x9mDUnr4KXI0NGGopJL1PYvYrw/s6720/GOL_7577.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="4480" data-original-width="6720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCe2Lv_jpus5h7QPPD7a2hYKBwRrG_rU27aypGI__ijg7PFLr5tT6ixfXNFlsCRLR61-y71RvEiwRr2IbFYkv2dKOXSnw1cWslrRJhdbfZKn9MJUArymFqA6F41tqyHbs7gGnJX9bg3AAauTUBpySJSNeNZcDlvxgz5x9mDUnr4KXI0NGGopJL1PYvYrw/s16000/GOL_7577.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Jakarta –&lt;/b&gt; Setelah perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua Umum Layanan Kemanusiaan dan Ambulans DPP Partai Gerindra, Misrayanti, S.E., M.H., kembali memimpin kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Aula Garuda, Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 6 Juni 2026.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;“Program layanan kesehatan ini merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan yang secara rutin dilaksanakan oleh DPP Partai Gerindra untuk membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau,” ungkapnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis secara gratis yang ditangani langsung oleh tim medis Layanan Kemanusiaan dan Ambulans DPP Partai Gerindra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;“Jadi selain pelayanan kesehatan, kami bersama tim medis juga menyalurkan bantuan berupa obat cacing, paket sembako,minyak goreng, beras serta makanan bergizi kepada masyarakat yang hadir. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan warga, “ jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang datang mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia untuk memanfaatkan layanan kesehatan dan bantuan sosial yang disediakan. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpVjkT67PDX5kDaeRyoRT78YlZKXRmeBB2SswJdRayPfzddiQYT0PKQ-KZ7FvN37-2H69xOXoVuUP9GXvzMTSveMj4QYAv27BDF0khR-AUbYkCJr444HMVZ55QAAL0fM05mJV4TueTA32AFMnzZum9C4Za2AcSQCNeyexF_esliRawqewxffFjCFwXxlI/s6720/GOL_7523.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="4480" data-original-width="6720" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpVjkT67PDX5kDaeRyoRT78YlZKXRmeBB2SswJdRayPfzddiQYT0PKQ-KZ7FvN37-2H69xOXoVuUP9GXvzMTSveMj4QYAv27BDF0khR-AUbYkCJr444HMVZ55QAAL0fM05mJV4TueTA32AFMnzZum9C4Za2AcSQCNeyexF_esliRawqewxffFjCFwXxlI/s16000/GOL_7523.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Misrayanti menegaskan bahwa kegiatan pengobatan gratis akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Layanan Kemanusiaan dan Ambulans DPP Partai Gerindra dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Melalui program tersebut, DPP Partai Gerindra berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;“Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi salah satu wujud nyata pelayanan kemanusiaan yang terus dijalankan DPP Partai Gerindra untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membantu meringankan beban warga yang membutuhkan bantuan medis dan sosial,” paparnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCe2Lv_jpus5h7QPPD7a2hYKBwRrG_rU27aypGI__ijg7PFLr5tT6ixfXNFlsCRLR61-y71RvEiwRr2IbFYkv2dKOXSnw1cWslrRJhdbfZKn9MJUArymFqA6F41tqyHbs7gGnJX9bg3AAauTUBpySJSNeNZcDlvxgz5x9mDUnr4KXI0NGGopJL1PYvYrw/s72-c/GOL_7577.JPG" width="72"/></item><item><title>Menakar Ulang Kedaulatan Bangsa: Membaca Arah Strategi "Berdikari" di Tengah Badai Global</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/menakar-ulang-kedaulatan-bangsa-membaca.html</link><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Sat, 6 Jun 2026 11:35:52 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-9068131638993756757</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmyDw5ng7aRibuzpD2WlfHtu27sA0y2h7G05ah03AwJLVLlyBILZqEpzag9Uv-LjS7LSDfffCXhuVOqJDJ-RFWgvi2wyVHcXHYgf8nO9rWh5UiOJHUSl_V9opHevFTRrR425mk7p7C54wDxLuX3NnVuZa5fjv1FQTmLVY7zp-ONxPUARJle1TZiNjVha0/s1408/1000787766.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="768" data-original-width="1408" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmyDw5ng7aRibuzpD2WlfHtu27sA0y2h7G05ah03AwJLVLlyBILZqEpzag9Uv-LjS7LSDfffCXhuVOqJDJ-RFWgvi2wyVHcXHYgf8nO9rWh5UiOJHUSl_V9opHevFTRrR425mk7p7C54wDxLuX3NnVuZa5fjv1FQTmLVY7zp-ONxPUARJle1TZiNjVha0/s16000/1000787766.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Andi Muhammad Syahwalil Akbar, Mantan Sekjen DPP KEPMI Bone&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;OPINI, BUGISWARTA.COM, Dinamika kehidupan berbangsa, perbedaan pandangan dan dialektika di ruang publik adalah tanda dari sebuah demokrasi yang hidup. Adalah hal yang wajar ketika sebuah kebijakan baru memicu diskusi, keraguan, atau bahkan perdebatan yang hangat di tengah masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, agar perdebatan tersebut membawa kita maju sebagai sebuah bangsa, kita perlu mengangkat sudut pandang kita dari sekadar riuh rendah politik harian, menuju pemahaman yang lebih luas tentang lanskap geopolitik global yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia sedang dihadapkan pada persimpangan sejarah yang krusial. Gagasan besar tentang kemandirian bangsa atau yang di era Orde Lama dikenal dengan istilah Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) oleh Ir. Soekarno kini kembali diletakkan sebagai cetak biru utama pembangunan nasional.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memahami kebijakan ini secara jernih akan membantu kita semua menyadari bahwa apa yang sedang dikerjakan pemerintah saat ini adalah sebuah ikhtiar besar demi mengamankan harkat, martabat, dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Refleksi Sejarah: Esensi Berdikari yang Melintasi Zaman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memahami arah bangsa hari ini, kita harus menengok kembali akar filosofis yang pernah ditanamkan oleh para pendiri bangsa. Ketika Bung Karno meneriakkan pentingnya kedaulatan ekonomi, beliau tidak sedang mengajak Indonesia untuk mengisolasi diri dari pergaulan internasional.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, Bung Karno ingin menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi penonton atau menjadi "pasar" bagi kepentingan negara-negara adidaya. Kedaulatan sejati tercapai ketika sebuah bangsa mampu menentukan nasibnya sendiri, terutama dalam hal kebutuhan paling mendasar: perut rakyat dan energi untuk menggerakkan roda kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Estafet semangat inilah yang hari ini kita lihat dalam visi kepemimpinan Presiden Prabowo. Tentu saja, zaman telah berubah. Tantangan yang dihadapi hari ini tidak lagi sama dengan dekade 1950-an atau 1960-an. Kita tidak lagi berada di era perang fisik, melainkan di era perang ekonomi, perebutan rantai pasok global, dan krisis multidimensi akibat perubahan iklim serta ketegangan geopolitik dunia. Oleh karena itu, jika Bung Karno dulu menggunakan instrumen politik dan diplomasi yang agresif, Presiden Prabowo menerjemahkan semangat tersebut ke dalam strategi ekonomi makro yang taktis, pragmatis, dan terukur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca Cetak Biru Kemandirian Ekonomi Modern&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat yang kritis tentu ingin melihat bagaimana visi besar tersebut diturunkan ke dalam kebijakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada tiga pilar utama yang sedang diperjuangkan pemerintah hari ini untuk membangun benteng pertahanan ekonomi nasional:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Transformasi dari Ekspor Mentah Menuju Hilirisasi Berkelanjutan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan hilirisasi sumber daya alam adalah salah satu bukti paling konkret dari perjuangan menegakkan martabat bangsa. Selama puluhan tahun, Indonesia terbiasa mengekspor bahan mentah secara murah ke luar negeri, hanya untuk kemudian membeli kembali produk jadinya dengan harga berkali-kali lipat. Dengan melanjutkan dan memperketat kebijakan hilirisasi, pemerintah sedang menegaskan posisi tawar Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;Kekayaan alam kita harus diolah di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja bagi anak bangsa, dan memastikan nilai tambahnya kembali ke kas negara. Ini adalah langkah berani yang membutuhkan keteguhan sikap, karena kebijakan ini kerap kali mendapat tantangan dari kekuatan ekonomi global yang mapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Menjaga Ketahanan Nasional Lewat Swasembada Pangan dan Energi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah situasi dunia di mana banyak negara mulai membatasi ekspor pangan mereka demi mengamankan kebutuhan domestik masing-masing, ketergantungan pada impor adalah titik lemah yang sangat berbahaya. Fokus mutlak pemerintah pada swasembada pangan termasuk penguatan gizi generasi muda melalui program komprehensif seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, pemanfaatan potensi energi hijau lokal seperti bioenergi adalah langkah preventif agar Indonesia tidak ikut terombang-ambing ketika harga minyak dunia bergejolak akibat konflik internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Rekonsiliasi Nasional sebagai Fondasi Stabilitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu pembeda utama dalam eksekusi strategi hari ini adalah penekanan yang sangat tinggi pada stabilitas politik dalam negeri. Presiden Prabowo secara konsisten mempraktikkan politik merangkul dan membangun konsensus di antara berbagai elemen bangsa. Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa gempuran ekonomi global yang begitu besar tidak akan mungkin bisa dihadapi jika energi bangsa habis terkuras untuk konflik internal yang tidak produktif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;Persatuan dan stabilitas domestik adalah modal utama agar diplomasi luar negeri kita dihormati dan memiliki posisi tawar yang kuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aspek Perjuangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Era Kebijakan Bung Karno&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Era Kebijakan Presiden Prabowo&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode Kedaulatan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nasionalisasi aset asing dan diplomasi politik luar negeri yang ofensif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hilirisasi komoditas dan penguatan regulasi investasi dalam negeri yang adil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fokus Domestik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan kesadaran nasional dan karakter bangsa (character building).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penguatan kualitas SDM, jaring pengaman sosial, dan ketahanan pangan-energi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan Politik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penataan sistem komando terpusat pasca-era parlementer yang tidak stabil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekonsiliasi nasional dan perangkulan berbagai faksi demi stabilitas ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjaga Stabilitas Cara Berpikir di Tengah Masa Transisi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghadapi masa transisi dan penataan ulang fondasi ekonomi tentu memunculkan dinamika penyesuaian di berbagai sektor. Di sinilah masyarakat diajak untuk menjaga stabilitas cara berpikir. Kebijakan-kebijakan strategis yang diambil hari ini mungkin memerlukan waktu untuk memperlihatkan dampak penuhnya secara menyeluruh, namun orientasinya sangat jelas: menyiapkan fondasi agar Indonesia siap menjadi negara maju yang mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita perlu melihat setiap langkah efisiensi anggaran, penguatan sektor domestik, dan diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah sebagai satu kesatuan ikhtiar yang saling bertautan. Ketika fondasi pangan kita kuat, ketika energi kita mandiri, dan ketika industri kita memiliki nilai tambah, maka pada saat itulah martabat bangsa ini akan tegak dengan sendirinya di hadapan dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menatap Arah yang Sama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, perjuangan mewujudkan Indonesia yang Berdikari bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan kerja besar kebudayaan dan peradaban yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Perbedaan argumen dan kritik konstruktif adalah vitamin yang menyehatkan jalannya roda pemerintahan, selama semuanya bermuara pada kecintaan yang sama terhadap masa depan tanah air.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, pemimpin kita sedang bekerja meletakkan dasar-dasar kemandirian tersebut di tengah situasi dunia yang tidak mudah. Dengan menjaga kejernihan berpikir, menyatukan energi positif, dan memahami esensi dari setiap kebijakan yang diambil, kita sedang bersama-sama mengawal sebuah transisi sejarah: membawa Indonesia keluar dari bayang-bayang ketergantungan menuju sebuah bangsa yang benar-benar berdaulat, dihormati, dan bermartabat di panggung dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, dan bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berani berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) di hadapan dunia."  Esensi pemikiran Soekarno tentang kedaulatan internasional.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmyDw5ng7aRibuzpD2WlfHtu27sA0y2h7G05ah03AwJLVLlyBILZqEpzag9Uv-LjS7LSDfffCXhuVOqJDJ-RFWgvi2wyVHcXHYgf8nO9rWh5UiOJHUSl_V9opHevFTRrR425mk7p7C54wDxLuX3NnVuZa5fjv1FQTmLVY7zp-ONxPUARJle1TZiNjVha0/s72-c/1000787766.jpg" width="72"/></item><item><title>Legislator Gerindra Jakarta, Anggi Arando : Pergantian Pimpinan BGN Merupakan Evaluasi untuk Perkuat Program MBG</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/legislator-gerindra-jakarta-anggi.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Thu, 4 Jun 2026 09:45:03 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-8542948827843818950</guid><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNMfdFzNvhsYOnQyrisjipaLxdScBvSQ3yCRY6yk_kBUe-kZw9FOLS7rpK1_oodwmYfGo-mCm7ZGyEQ8prcPBCBz6XCYgc77f9nj4ZAaPlKbr_iiDdPd_A09r04wtwmrjIvfCgJxcX_tIdsawloFYU-pL6JcEOkWo47mM_FvYTITRh28frCck0Z0gLj8U/s1000/IMG_0695.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="650" data-original-width="1000" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNMfdFzNvhsYOnQyrisjipaLxdScBvSQ3yCRY6yk_kBUe-kZw9FOLS7rpK1_oodwmYfGo-mCm7ZGyEQ8prcPBCBz6XCYgc77f9nj4ZAaPlKbr_iiDdPd_A09r04wtwmrjIvfCgJxcX_tIdsawloFYU-pL6JcEOkWo47mM_FvYTITRh28frCck0Z0gLj8U/s16000/IMG_0695.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com, Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Anggi Arando Siregar, merespons pergantian jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan pemerintah sebagai bagian dari upaya penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Dalam susunan kepemimpinan terbaru, Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN dipercaya menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Brigjen Pol. Sony Sonjaya yang sebelum nya mengisi posisi Wakil Kepala BGN juga ikut ganti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Anggi Arando S yang juga kader Gerindra Masa Depan (GMD) Program Sekolah Kader Partai Gerindra menilai pergantian pimpinan merupakan langkah yang wajar dalam sebuah organisasi, terutama untuk memastikan program strategis nasional berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menurutnya, perubahan kepemimpinan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari sejumlah kalangan sejak Program Makan Bergizi Gratis mulai dijalankan hingga saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;“Pergantian hal yang wajar, kita akan terus mendukung program ini siapapun pimpinannya, kita harap akan lebih baik lagi,” ujar Anggi Arando S&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ia menegaskan dukungannya terhadap Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kader Muda Partai Gerindra ini berharap kepemimpinan baru di BGN dapat semakin memperkuat pelaksanaan program di lapangan, meningkatkan efektivitas distribusi manfaat, serta memastikan tujuan utama program dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas dapat tercapai secara optimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;“Yang terpenting adalah program ini terus berjalan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pergantian pimpinan harus menjadi momentum untuk melakukan perbaikan dan penguatan pelaksanaan program,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNMfdFzNvhsYOnQyrisjipaLxdScBvSQ3yCRY6yk_kBUe-kZw9FOLS7rpK1_oodwmYfGo-mCm7ZGyEQ8prcPBCBz6XCYgc77f9nj4ZAaPlKbr_iiDdPd_A09r04wtwmrjIvfCgJxcX_tIdsawloFYU-pL6JcEOkWo47mM_FvYTITRh28frCck0Z0gLj8U/s72-c/IMG_0695.jpg" width="72"/></item><item><title>Usulan Nama Provinsi Nusa Tenggara Tengah Dinilai Lebih Inklusif dan Representatif</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/06/usulan-nama-provinsi-nusa-tenggara.html</link><category>Berita Utama</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Mon, 1 Jun 2026 18:05:17 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-208712393462447221</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqfpLiLdgiFMGejuT2O1rYTvnR9TVbiRXWMp_8rnX4m4TbiCH4dVJyKKGN-_Ad7ngPZQymvtybpQvfFWa6QmnqUcKUwcIQlqZGuXh4Pk2NSdGttNtQ7dwY5EkcYGc0Z9O5s7ydmNOPWHE_b4oAL4sba21rRSxDA7KLcSZCBcmfkqqlJ9JWwlMDGshL76U/s1371/1000775198.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1371" data-original-width="1147" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqfpLiLdgiFMGejuT2O1rYTvnR9TVbiRXWMp_8rnX4m4TbiCH4dVJyKKGN-_Ad7ngPZQymvtybpQvfFWa6QmnqUcKUwcIQlqZGuXh4Pk2NSdGttNtQ7dwY5EkcYGc0Z9O5s7ydmNOPWHE_b4oAL4sba21rRSxDA7KLcSZCBcmfkqqlJ9JWwlMDGshL76U/s16000/1000775198.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BUGISWARTA.COM, Jakarta – Wacana pembentukan provinsi baru di Pulau Sumbawa kembali mengemuka seiring meningkatnya aspirasi masyarakat untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan pelayanan publik di kawasan tersebut.&amp;nbsp;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah pembahasan mengenai pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, muncul usulan agar daerah otonom baru tersebut menggunakan nomenklatur yang lebih mencerminkan posisi geografis serta keberagaman masyarakat yang mendiami wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pandangan itu disampaikan oleh Razikin, tokoh muda nasional asal Bima yang memiliki latar belakang pendidikan Magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia dan Magister Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Razikin, nomenklatur Provinsi Nusa Tenggara Tengah dinilai lebih tepat dibandingkan Provinsi Pulau Sumbawa karena memiliki makna yang lebih inklusif dan mampu merepresentasikan posisi geografis wilayah yang berada di antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pembentukan daerah baru seharusnya tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga identitas kolektif yang mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Nama Nusa Tenggara Tengah merepresentasikan posisi geografis sekaligus semangat kebersamaan seluruh masyarakat Pulau Sumbawa,” ujar Razikin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, Pulau Sumbawa merupakan wilayah yang memiliki keragaman sosial dan budaya yang kaya. Di kawasan tersebut hidup masyarakat Samawa, Mbojo (Bima), Dompu, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan daerah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, penggunaan nomenklatur yang bersifat regional dinilai lebih mampu mengakomodasi seluruh elemen masyarakat tanpa menonjolkan identitas tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Razikin menambahkan, secara geografis Pulau Sumbawa berada di tengah gugusan Kepulauan Nusa Tenggara. Kondisi tersebut dinilai memberikan landasan yang kuat, baik secara akademik maupun filosofis, bagi penggunaan nama Nusa Tenggara Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, nomenklatur tersebut juga akan melengkapi struktur kawasan Nusa Tenggara secara lebih sistematis, yakni terdiri atas Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Razikin menilai bahwa nama suatu daerah tidak sekadar menjadi simbol administratif, melainkan juga instrumen politik yang berperan dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, proses pembentukan daerah otonom baru perlu disertai dengan perumusan identitas yang dapat memperkuat integrasi sosial sekaligus mendorong pembangunan jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Provinsi baru harus dibangun di atas fondasi persatuan. Yang kita bentuk bukan hanya birokrasi baru, melainkan juga identitas politik baru yang dapat diterima dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat Pulau Sumbawa,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Razikin menegaskan bahwa usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi penghormatan terhadap perjuangan panjang para tokoh dan masyarakat yang selama ini memperjuangkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, ia memandang gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkaya diskursus publik agar daerah otonom baru yang akan lahir nantinya memiliki legitimasi sosial yang kuat serta mampu menjadi simbol persatuan seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya terbentuknya provinsi baru, tetapi bagaimana provinsi tersebut mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif, pembangunan yang merata, serta identitas yang mempersatukan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks itu, nama Nusa Tenggara Tengah layak menjadi bahan pertimbangan bersama,” pungkas Razikin.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqfpLiLdgiFMGejuT2O1rYTvnR9TVbiRXWMp_8rnX4m4TbiCH4dVJyKKGN-_Ad7ngPZQymvtybpQvfFWa6QmnqUcKUwcIQlqZGuXh4Pk2NSdGttNtQ7dwY5EkcYGc0Z9O5s7ydmNOPWHE_b4oAL4sba21rRSxDA7KLcSZCBcmfkqqlJ9JWwlMDGshL76U/s72-c/1000775198.jpg" width="72"/></item><item><title>Membedah Doktrin Ekonomi Prabowo: Amputasi Mafia Pasar dan Revolusi Gizi Generasi Emas</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/05/membedah-doktrin-ekonomi-prabowo.html</link><category>Berita</category><category>Berita Utama</category><category>Opini</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Fri, 22 May 2026 10:10:51 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-3852030136476492757</guid><description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1TGRKjMBlezHGJQ3p91DaTnm_QyKVdKmEfFwP1XxonCamz0MWyMmOOWEmdlSfddnfbVX_r5Jg8C88qwR7hFrhq9HrGmubgeMLwSDmJKgWGYEnrSZggqWbvWfaG45WISZ4UEeY0UxiNMpc2iMWqhAuOEGv5GNoHSWNcRoPYY9Lv-o9ne_96emUmKTHoqQ/s834/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2018.03.17.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="721" data-original-width="834" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1TGRKjMBlezHGJQ3p91DaTnm_QyKVdKmEfFwP1XxonCamz0MWyMmOOWEmdlSfddnfbVX_r5Jg8C88qwR7hFrhq9HrGmubgeMLwSDmJKgWGYEnrSZggqWbvWfaG45WISZ4UEeY0UxiNMpc2iMWqhAuOEGv5GNoHSWNcRoPYY9Lv-o9ne_96emUmKTHoqQ/s16000/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2018.03.17.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penulis, Andi Syahwalil Akbar, Mantan Sekjen KEPMI BONE&amp;nbsp;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Restorasi Ruh Harkitnas: Eksekusi Pemikiran Presiden Prabowo Lewat Program Brilian Tancapkan Pondasi Beton Menuju Indonesia Superpower&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ARAB SAUDI – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap bulan Mei sering kali terjebak menjadi sekadar catatan kaki sejarah yang usang, seolah kehilangan taringnya di tengah pragmatisme zaman. Namun di era pemerintahan Presiden H. Prabowo Subianto, momentum sejarah ini dikembalikan pada takdir kandungnya: menjadi pemantik radikal nasionalisme kaum muda sekaligus cetak biru dari revolusi kebijakan yang sedang berjalan di seluruh lini pemerintahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Indonesia tidak sedang menghadapi tantangan yang biasa-biasa saja. Bangsa ini berada di persimpangan jalan, dikepung oleh kompleksitas ganda berupa penyakit struktural menahun di dalam negeri dan kanibalisme ekonomi global yang kian tak menentu. Di tengah badai tersebut, Presiden Prabowo menolak tunduk pada kenyamanan status quo. Beliau mengambil jalan terjal yang berani: membongkar, menata ulang, dan menancapkan pondasi beton demi kedaulatan murni Republik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Membedah Doktrin Tiga Pilar Ekonomi: Dobrakan Fiskal, Makro, dan Mikro&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Presiden Prabowo Subianto paham betul bahwa retorika politik tidak akan pernah bisa mengenyangkan perut rakyat atau menyelamatkan nilai tukar rupiah di pasar internasional. Oleh karena itu, reformasi total langsung dihantamkan tanpa kompromi pada tiga lini vital yang selama ini menjadi rem darurat bagi kemajuan bangsa:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Agresivitas Kebijakan Fiskal: Efisien, Ofensif, dan Berpihak pada Rakyat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah secara radikal memotong mata rantai kebocoran anggaran. Kebijakan fiskal tidak lagi bersifat defensif atau sekadar "asal serap", melainkan diposisikan sebagai senjata ofensif. Anggaran negara dipangkas dari proyek-proyek kosmetik yang tidak berdampak langsung, kemudian dialokasikan secara agresif untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan investasi manusia. Setiap rupiah dari APBN harus kembali menjadi darah segar bagi kemaslahatan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Arsitektur Ekonomi Makro yang Rigid dan Berwibawa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah guncangan geopolitik dunia, perang dagang, dan ketidakpastian moneter global, benteng ekonomi makro Indonesia diperketat secara rigid. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menolak didikte oleh dinamika pasar global yang timpang. Melalui penguatan cadangan devisa, hilirisasi komoditas mentah secara total, dan diversifikasi mitra strategis, Indonesia kini menciptakan daya saing mandiri yang memaksa bangsa-bangsa besar di dunia untuk memperhitungkan posisi tawar kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Revitalisasi Ekonomi Mikro: Menggerakkan Urat Nadi Akar Rumput&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sektor riil tidak lagi diletakkan sebagai komoditas politik musiman. Langkah progresif diambil dengan memotong birokrasi perizinan yang mencekik, membuka kran akses modal secara masif, dan mengintegrasikan produk lokal ke dalam ekosistem digital global. Ini adalah upaya nyata memberikan panggung seluas-luasnya bagi rakyat di akar rumput untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Manifestasi Nyata: Program MBG dan Koperasi Merah Putih&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar teori di atas kertas atau janji manis di atas podium, manifesto keberpihakan Presiden Prabowo langsung diterjemahkan ke dalam dua program mercusuar. Jangkauan kedua program ini kian hari kian meningkat secara eksponensial, menyapu bersih keraguan, dan membawa manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh jutaan rakyat bawah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;A. Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Membangun Otak dan Otot Generasi Penerus&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar aksi sosial membagikan makanan, melainkan sebuah intervensi struktural skala raksasa untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterbelakangan secara genetis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemberantasan Stunting Secara Agresif: MBG menargetkan langsung anak-anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tumbuh dengan keterbatasan fisik maupun kognitif akibat kurang gizi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Investasi Kognitif (Human Capital): Dengan asupan gizi yang seimbang, protein yang cukup, dan mikronutrien yang tepat, fokus dan daya tangkap anak-anak sekolah meningkat tajam. Ini adalah cetak biru untuk menciptakan "Generasi Emas" yang siap bertarung dan menang dalam kompetisi global yang berbasis teknologi dan kecerdasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Multiplier Effect Ekonomi Lokal (Trickle-Down Effect Nyata): Sisi paling revolusioner dari MBG adalah sistem rantai pasoknya. Pemerintah melarang keras penggunaan bahan baku impor. Dapur-dapur MBG diwajibkan menyerap hasil panen petani lokal, daging dari peternak lokal, dan tangkapan nelayan setempat. Jangkauan program yang kian meningkat otomatis membuat sirkulasi uang ratusan triliun rupiah berputar di desa-desa, menghidupkan ekonomi arus bawah secara masif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;B. Koperasi Merah Putih: Merebut Kembali Kedaulatan Ekonomi Rakyat&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Jika MBG adalah bahan bakarnya, maka Koperasi Merah Putih adalah mesin penggerak ekonomi kerakyatan. Koperasi ini direvitalisasi secara radikal oleh Presiden Prabowo untuk mengembalikan fungsi koperasi sesuai marwah Pasal 33 UUD 1945, bukan sekadar papan nama tanpa aktivitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghancur Sekat Birokrasi dan Rentenir: Koperasi Merah Putih hadir sebagai jawaban konkret bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang selama ini tercekik oleh modal berbiaya tinggi atau sistem perbankan konvensional yang rumit. Dengan jangkauan yang terus meluas ke pelosok negeri, koperasi ini memberikan akses permodalan yang cepat, mudah, dan berpihak pada rakyat kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemotong Jalur Tengkulak (Amputasi Mafia Pasar): Koperasi Merah Putih bertindak sebagai agregator hasil produksi rakyat. Koperasi membeli hasil panen rakyat dengan harga yang layak dan adil, lalu menyalurkannya langsung ke pasar atau ke pusat-pusat produksi (termasuk sebagai penyuplai utama program MBG). Langkah progresif ini berhasil memutus cengkeraman tengkulak dan mafia pangan yang selama ini menghisap keringat pekerja lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsolidasi Kekuatan Ekonomi Mikro: Melalui Koperasi Merah Putih, para pelaku ekonomi kecil tidak lagi berjalan sendiri-sendiri secara rapuh. Mereka dikonsolidasikan, diberikan pelatihan manajemen modern, dan didorong untuk memiliki daya tawar (bargaining power) yang tinggi, sehingga mampu menjadi benteng pertahanan yang solid melawan serbuan kapitalisme global dan produk-produk impor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Eksekusi Seksama: Menyelesaikan Masalah Struktural Tanpa Kegaduhan&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;"Pemimpin sejati tidak lahir dari masa-masa tenang. Pemimpin sejati diuji dari keberaniannya membongkar benang kusut warisan masa lalu dan menyelesaikannya satu per satu dengan kepala dingin serta ketegasan yang terukur."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Problematika bangsa ini memang sangat kompleks, mulai dari ketimpangan ekonomi daerah, mafia rantai pasok, hingga tekanan inflasi global. Namun, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang taktis dan seksama membuktikan bahwa tidak ada benteng masalah yang tidak bisa diruntuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui eksekusi nyata seperti MBG dan Koperasi Merah Putih, langkah demi langkah taktis yang diambil bukan sekadar untuk mengejar pertumbuhan angka statistik ekonomi, melainkan untuk membangun pondasi yang kokoh, berakar, dan tidak mudah goyah oleh badai krisis apa pun. Ini adalah pembangunan karakter sebuah bangsa besar yang menolak menjadi pengemis di panggung internasional, melainkan berdiri tegak sebagai pemain utama yang disegani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Panggilan Tempur Bagi Kaum Pemuda: Mengawal Kebangkitan Baru&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Semua pondasi beton yang sedang dibangun oleh Presiden Prabowo ini akan menjadi sia-sia jika generasi muda hanya menjadi penonton yang pasif, apatis, atau sekadar menjadi konsumen di era digital. Momentum Harkitnas ini harus dimaknai sebagai wake-up call—sebuah panggilan tempur bagi pemuda-pemudi Indonesia untuk bangkit dari zona nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah telah membentangkan karpet merah, memangkas hambatan, dan menyediakan instrumen kesejahteraan lewat MBG dan penguatan ekonomi lewat Koperasi Merah Putih. Kini saatnya kaum muda mengambil tongkat estafet tersebut dengan mengasah kapasitas diri, terlibat aktif dalam ekonomi kerakyatan, dan memperkuat benteng nasionalisme agar tidak mudah tergerus zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pondasi sudah diletakkan secara kuat dan kokoh. Arah kompas menuju Indonesia Emas sudah ditentukan. Pembenahan besar-besaran sedang berjalan di setiap sudut negeri dan tidak ada jalan untuk mundur kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saatnya Bangkit, Saatnya Melawan Ketergantungan, Saatnya Merebut Kejayaan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;MERDEKA!!!&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1TGRKjMBlezHGJQ3p91DaTnm_QyKVdKmEfFwP1XxonCamz0MWyMmOOWEmdlSfddnfbVX_r5Jg8C88qwR7hFrhq9HrGmubgeMLwSDmJKgWGYEnrSZggqWbvWfaG45WISZ4UEeY0UxiNMpc2iMWqhAuOEGv5GNoHSWNcRoPYY9Lv-o9ne_96emUmKTHoqQ/s72-c/WhatsApp%20Image%202026-05-20%20at%2018.03.17.jpeg" width="72"/></item><item><title>Penyembelihan Kurban Jadi Simbol Penyucian Jiwa, Dosen IAIN Bone Angkat Nilai Pappaseng Toriolo</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/05/penyembelihan-kurban-jadi-simbol.html</link><category>Religi</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Fri, 15 May 2026 10:24:43 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-5772136621770489703</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuQz8o1YFKpG7N8ZV9h6eFKBnnhPbQKS4mdW0qEpM8UJcTceoBrYwRgh8Hyw24NrKi4KRhKLFFsqSXPvOmuGBa3U8vDHUAywt92cT4_Z2Yb0TBo_Jh2YU_EWcShb_dOzCDjPk9sKGGxp4wTVoPlc_e_4A9l-9UhZt4tRTnvEjO2HTW405w5k7be7Je4Q0/s588/1000726981.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="426" data-original-width="588" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuQz8o1YFKpG7N8ZV9h6eFKBnnhPbQKS4mdW0qEpM8UJcTceoBrYwRgh8Hyw24NrKi4KRhKLFFsqSXPvOmuGBa3U8vDHUAywt92cT4_Z2Yb0TBo_Jh2YU_EWcShb_dOzCDjPk9sKGGxp4wTVoPlc_e_4A9l-9UhZt4tRTnvEjO2HTW405w5k7be7Je4Q0/s16000/1000726981.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bugiswarta.com,Bone — Dosen IAIN Bone, Aksi Hamzah, mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol penyucian jiwa dan pengendalian hawa nafsu manusia di hadapan Allah SWT.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu disampaikan Aksi Hamzah dalam tulisan reflektif bertajuk “Penyembelihan dan Pappaseng Toriolo” yang menjadi bagian dari serial kurban 005.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Allah SWT menjadikan penyembelihan sebagai syiar karena di dalam diri manusia terdapat hawa nafsu yang jauh lebih liar daripada hewan. Nafsu itu, kata dia, hadir dalam bentuk kesombongan, kerakusan, iri hati, hingga kecintaan berlebihan terhadap dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Karena dalam diri manusia ada sesuatu yang lebih liar daripada hewan: hawa nafsu. Kesombongan, kerakusan, iri hati, dan cinta dunia tidak cukup hanya dinasihati — ia harus ‘disembelih’ dengan iman dan ketundukan kepada Allah,” tulisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syams ayat 9–10:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi Hamzah menegaskan bahwa kurban sejatinya adalah jalan menuju penyucian hati. Pisau kurban, menurutnya, tidak hanya diarahkan kepada hewan, tetapi juga kepada ego dan keakuan manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kurban bukan sekadar darah yang mengalir, tetapi jalan penyucian jiwa. Pisau kurban sejatinya diarahkan kepada ego dan keakuan dalam hati manusia,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam refleksinya, ia juga mengangkat kearifan lokal Bugis melalui nilai pappaseng toriolo atau pesan leluhur sebagai pengingat pentingnya pengendalian diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengutip pesan Bugis:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ᨕᨍ ᨆᨘᨄᨉᨗᨕᨚᨒᨚᨕᨗ ᨊᨄ ᨆᨘᨄᨚᨁᨕᨘ&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aja’ mupaddioloi nappa mupogau.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jangan engkau mendahului sebelum menimbang dengan baik.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pesan tersebut mengajarkan agar manusia tidak dikuasai sifat tergesa-gesa yang lahir dari hawa nafsu, seperti keinginan untuk dipuji, menang sendiri, dan menguasai segala hal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, ia juga mengutip pappaseng lain tentang pentingnya menjaga siri’ atau harga diri manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ᨊᨑᨙᨀᨚ ᨉᨙᨊᨁᨁ ᨔᨗᨑᨗᨆᨘ ᨉᨙᨈᨚᨊᨁᨁ ᨈᨕᨘᨆᨘ&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Narekko de’nagaga siri’mu, de’tonagaga tauwamu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jika engkau sudah kehilangan siri’, maka hilang pula nilai kemanusiaanmu.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi Hamzah menilai siri’ terbesar seorang mukmin bukanlah ketika kehilangan harta, melainkan ketika hati diperbudak oleh dunia dan semakin jauh dari Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Maka siri’ terbesar seorang mukmin bukan ketika miskin harta, tetapi ketika hatinya diperbudak dunia dan jauh dari Allah,” tulisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menutup refleksinya dengan pesan bahwa takbir Iduladha sejatinya merupakan seruan pembebasan manusia dari ego dan ambisi duniawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Allahu Akbar… Allah lebih besar daripada ego kita. Lebih besar daripada ambisi kita. Lebih besar daripada segala yang selama ini menguasai hati kita,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan keberhasilan menundukkan hawa nafsu dalam diri sendiri.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuQz8o1YFKpG7N8ZV9h6eFKBnnhPbQKS4mdW0qEpM8UJcTceoBrYwRgh8Hyw24NrKi4KRhKLFFsqSXPvOmuGBa3U8vDHUAywt92cT4_Z2Yb0TBo_Jh2YU_EWcShb_dOzCDjPk9sKGGxp4wTVoPlc_e_4A9l-9UhZt4tRTnvEjO2HTW405w5k7be7Je4Q0/s72-c/1000726981.jpg" width="72"/></item><item><title>Pupuk Indonesia Bekukan Izin Kios Pupuk Bersubsidi yang Bermasalah di Bone</title><link>http://www.bugiswarta.com/2026/05/pupuk-indonesia-bekukan-izin-kios-pupuk.html</link><category>Hukum dan Kriminal</category><author>noreply@blogger.com (bugis warta)</author><pubDate>Tue, 12 May 2026 06:44:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7518863192373116115.post-3555996376991639609</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6dFDIriKIWrvFgJM0X3LUCZzp7TUtPJxuslPNv7IzQeYzDZmvbqNh-RJ9o3a7PtjNVFH7gbo9P0hV8yamTthxno9rtS7_O8KuvNd_48XY6EBXVqttDMTruzkY0iuMMNAg3KgUPDdTCSSLYzj2B_L4WLH81vgCDJt3ufbBPEL_2xxKBKl5fpXKYHSI7Sw/s1280/1000717738.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="853" data-original-width="1280" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6dFDIriKIWrvFgJM0X3LUCZzp7TUtPJxuslPNv7IzQeYzDZmvbqNh-RJ9o3a7PtjNVFH7gbo9P0hV8yamTthxno9rtS7_O8KuvNd_48XY6EBXVqttDMTruzkY0iuMMNAg3KgUPDdTCSSLYzj2B_L4WLH81vgCDJt3ufbBPEL_2xxKBKl5fpXKYHSI7Sw/s16000/1000717738.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BUGISWARTA.COM, BONE-- PT Pupuk Indonesia (Persero) membekukan izin penyaluran pupuk bersubsidi kios atau Penerima Pada Titik Serah (PPTS) UD Usaha Madu di Desa Cani Sirenreng, Kec. Ulaweng, Kab. Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).&amp;nbsp;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini merupakan gerakan cepat Perusahaan menindaklanjuti laporan petani terdaftar Desa Cani Sirenreng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani mengatakan bahwa izin penyaluran PPTS UD Usaha Madu dibekukan lantaran kios tersebut diduga melakukan penyalahgunaan uang yang dibayarkan petani dalam membeli pupuk bersubsidi untuk kepentingan pribadi, hal ini menyebabkan petani yang membeli pupuk bersubsidi tersebut belum menerima pupuk yang sudah dibayarkan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Segala bentuk pelanggaran dalam penyaluran pupuk bersubsidi akan diberikan sikap dan sanksi yang tegas. Kami berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam penyaluran pupuk subsidi yang lebih baik dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan. Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan Pemerintah sehingga tidak boleh disalahgunakan” kata Wisnu melalui keterangan tertulisnya yang diterima Redaksi Bugis Warta, Senin 11/5.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wisnu menjelaskan, sanksi pembekuan izin penyaluran pupuk bersubsidi diambil melalui musyawarah yang dihadiri oleh Camat Ulaweng, Koordinator BPP Kec. Ulaweng, Pemilik PPTS UD Usaha Madu Tani, Kepala Desa Cai, Kapolsek Kec. Ulaweng, Babinsa Desa Cani Sirenreng, dan para kelompok tani yang terdampak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam musyawarah tersebut, para petani bersepakat untuk tidak lagi dilayani oleh kios tersebut sampai masalah dapat diselesaikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai dengan masalah selesai, dikatakan Wisnu Pupuk Indonesia akan mengalihkan aktivitas penyaluran pupuk bersubsidi wilayah yang diampu oleh PPTS tersebut kepada PPTS atau kios pupuk bersubsidi resmi lainnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaku Usaha Distribusi (PUD) yang menaungi PPTS UD Usaha Madu Tani juga akan ikut mengawal persoalan tersebut. Sampai dengan persoalan tersebut selesai, aktivitas penyaluran UD Usaha Madu Tani akan dibekukan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pupuk menjadi agroinput yang sangat penting bagi petani, terlebih lagi jika musim tanam datang sehingga kebutuhan pupuk tidak dapat ditunda. Pupuk Indonesia terus berupaya memberikan produk dan layanan terbaik untuk mendukung Pemerintah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Wisnu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diturunkan pihak PPTS UD Usaha Madu belum memberikan keterangan secara resmi kepada Redaksi bugiswarta.com.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nizam&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6dFDIriKIWrvFgJM0X3LUCZzp7TUtPJxuslPNv7IzQeYzDZmvbqNh-RJ9o3a7PtjNVFH7gbo9P0hV8yamTthxno9rtS7_O8KuvNd_48XY6EBXVqttDMTruzkY0iuMMNAg3KgUPDdTCSSLYzj2B_L4WLH81vgCDJt3ufbBPEL_2xxKBKl5fpXKYHSI7Sw/s72-c/1000717738.jpg" width="72"/></item></channel></rss>