<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456</atom:id><lastBuildDate>Thu, 24 Oct 2024 10:42:07 +0000</lastBuildDate><category>TOP 50 2009</category><category>Buku Pilihan</category><category>Buku Baru</category><category>TOP 10</category><category>TOP 50</category><category>Best Seller Novel</category><category>TOP 50 2010</category><category>Potret Counter</category><category>Program Toko</category><category>Catatan</category><category>Profil Pelanggan</category><title>BUKU GRAMEDIA</title><description>Memberikan Informasi Buku serta Peduli dengan Kepuasan &amp;amp; Keluhan Pelanggan</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>633</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Memberikan Informasi Buku serta Peduli dengan Kepuasan &amp;amp; Keluhan Pelanggan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-2389527420480554054</guid><pubDate>Fri, 19 Jul 2013 23:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-20T07:30:38.390+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Inspirasi dari "Cracking Entrepreneur" Buku Pilihan Gramedia</title><description>Buku Pilihan Gramedia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="images-area-alt2"&gt;
&lt;div class="images-area-img-alt2"&gt;
&lt;img border="0" src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/02/02/2209312620X310.jpg" /&gt;
      &lt;/div&gt;
&lt;div class="images-area-desc-alt2"&gt;
&lt;div style="overflow: auto;"&gt;
&lt;div style="float: left;"&gt;
Rhenald Kasali. | KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="append-social-shared" data-set="social"&gt;
&lt;div class="social-shared-alt2"&gt;
&lt;div class="shared-video"&gt;
&lt;div class="social-fb-alt2"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/05/19595573/Menggali.Inspirasi.dari.Cracking.Entrepreneur.#komentar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="social-komentar" style="margin-right: 20x;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/07/05/19595573/Menggali.Inspirasi.dari.Cracking.Entrepreneur.#komentar"&gt;
&lt;/a&gt;
        
        
        
      &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/b&gt; - Guru Besar FEUI yang juga 
penggiat Rumah Perubahan di bidang kewirausahaan, Rhenald Kasali 
meluncurkan buku terbarunya berjudul "Cracking Entrepreneur" di Gedung 
WTC, Jakarta, Kamis (5/7/2012).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Buku tersebut berisi 
kumpulan kisah-kisah inspiratif mengenai jatuh bangun dari para 
pengusaha "cracking" pilihan. Baginya, istilah pengusaha  cracking, 
ialah para pengusaha yang awalnya bukan dari kalangan keluarga 
pengusaha, namun mereka nekat keluar dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat
 umumnya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
"Kita punya mitos bahwa orang Indonesia punya 
suatu mitos bahwa tidak bisa berbisnis dan kurang perhatian terhadap 
jalur hidup di bisnis.  Kenapa kurang, salah satunya karena sistem kita,
 yakni keluarga besar. Umur    25-40    tahun masih  tinggal di rumah 
orang tua dan numpang hidup hingga tunggu warisan. Harusnya mereka bisa 
merantau dan keluar sehingga nantinya mereka berhasil," tuturnya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Pengusaha
 craking, lanjut Rhenald, juga merupakan para pengusaha yang bukan hanya
 memperbarui produk yang telah ada, tapi juga melakukan inovasi kreatif 
dalam dunia industri. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Buku terbitan &lt;i&gt;Kompas Gramedia&lt;/i&gt;
 tersebut merupakan hasil pengamatan atau reportase Rhenald Kasali 
terhadap beberapa pengusaha yang dianggapnya pantas menyandang predikat 
'Cracking Entrepreneur'. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Salah satunya, ada kisah Haji 
Sanin yang dulunya seorang tukang becak, namun kini menjadi pengusaha 
garam yang pendapatan per tahunnya mencapai Rp    400    juta.&lt;br /&gt;
Lalu,
 Kiki Gumilar, dulu pengajar, kini pengusaha makanan. Dari tangan Kiki, 
dodol yang biasanya dianggap makanan tradisional, diubahnya menjadi 
makanan yang bisa dinikamti oleh masyarakat semua golongan, seperti 
diolah dengan cokelat, keju, dan lainnya. Dan masih banyak lagi kisah 
sukses para pengusaha &lt;i&gt;cracker&lt;/i&gt; lainnya. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Buku 
terbarunya ini sebetulnya masih ada kaitannya dengan  buku Rhenald 
sebelumnya, yakni "Cracking Zone". Buku yang  mencoba mengangkat 
cerita-cerita munculnya para pelaku usaha pada industri baru, seperti 
industri IT. Dan akhirnya menjadi produk yang terkenal, seperti kisah 
seorang &lt;i&gt;crackers&lt;/i&gt;, Hasnul  Suhaimi, CEO XL, yang dinilai telah memperbaharui industri  telekomunikasi Indonesia.
  &lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2013/07/inspirasi-dari-cracking-entrepreneur.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-150984563165029835</guid><pubDate>Sun, 06 Jan 2013 03:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T20:46:21.342+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><title>Novel “Eloy, Kisah Ajaib Perjalanan Anak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia</title><description>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img height="200" src="http://www.gramediapustakautama.com/uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_86527.jpg" width="148" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="entry" style="background-color: white; color: #444444; font-size: 15px; line-height: 18px;"&gt;
Buku dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;genre&lt;/i&gt;&amp;nbsp;novel ini, berisi kisah nyata dari kisah hidup seorang pemuda Nias bernama Eloy Zalukhu.&lt;br /&gt;
Ditulis oleh penulis birografi terkenal Alberthiene Endah, novel itu berjudul&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Eloy – Kisah Ajaib Perjalanan Anak Pedalaman Nias ke Panggung Dunia,”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama (Kompas Group).&lt;br /&gt;
Sejatinya, kehadiran buku itu tidak hanya mengejutkan tapi juga membanggakan.&lt;br /&gt;
Pertama, karena memang jarang buku terkait orang Nias yang diterbitkan, sejauh ini.&lt;br /&gt;
Kedua, juga mengenai isinya. Mengenai kisah hidup seorang pemuda Nias yang kini dikenal luas di seantero Nusantara bahkan dunia. Seorang yang kini dikenal luas sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Theocentric Motivator, Business Trainer and Executive Coach&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang sangat disegani di Asia.&lt;br /&gt;
Eloy, seorang pemuda yang lahir dan menjalani masa kecilnya di Dusun Ononamölö Tumula, berjarak 12 kilometer dari Alasa, Kabupaten Nias Utara.&lt;br /&gt;
Sebuah dusun yang dalam novel itu digambarkan: jauh dari hiruk pikuk kemajuan, hanya bisa dicapai dengan jalan kaki dengan menembus lumpur sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;
Sebuah dusun tersembunyi yang damai dalam keterasingannya di titik yang tak akan terbaca dalam peta Sumatera sekalipun. Sebuah dusun yang sunyi dari jangkauan dunia namun hangat oleh dekapan alam dan senyum penduduk aslinya.&lt;br /&gt;
Setali tiga uang dengan kondisi dusunnya, keluarga Eloy juga hidup dengan ekonomi yang serba sulit. Tak hanya itu, dalam kesulitan itu, dia juga sering mendapatkan ejekan sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;ono lakhambanua&lt;/i&gt;(anak janda). Dua kombinasi keadaan yang cukup mempan untuk memupus asa.&lt;br /&gt;
Di dusun yang bahkan sampai hari ini belum dialiri listrik dan belum berjalan aspal tersebut, bagi Eloy, jangan pendidikan tinggi, menempuh pendidikan SD saja sudah kemewahan terindah dari sebuah harapan.&lt;br /&gt;
Pada satu waktu, ‘keajaiban’ menghampirinya. Tangan Tuhan terulur kepadanya. Melalui seorang ‘malaikat’, seorang Amerika yang atas kemauannya sendiri telah menyekolahkan begitu banyak anak-anak Indonesia yang tak mampu, dari berbagai suku dan agama, telah menyelamatkannya dari kesusahan itu.&lt;br /&gt;
Sejak itu, Eloy menjejakkan kaki di Jakarta dan menikmati pendidikan yang baik hingga menyelesaikan kuliahnya di Melbourne, Australia.&lt;br /&gt;
Meski begitu, tidak semuanya berubah dalam sekejap. Hari demi hari tetap dalam pertarungan menghadapi satu per satu ujian kehidupannya. Saban hari, ia menemui entakan hidup yang luar biasa.&lt;br /&gt;
Terpinggirkan, terhina, terangkat, tergoda, hingga benar-benar melupakan anugerah yang telah ia terima. Pada bulan September 1997, di Melbourne, ia bahkan sempat mencoba mengakhiri hidup.&lt;br /&gt;
Pergulatan dengan berbagai ujian hidup itu membawa Eloy pada pencarian jatidiri dan menemukan jantung dari rahasia kesuksesan dan kebahagiaan manusia di dunia.&lt;br /&gt;
Yakni, rasa syukur dan kemampuan untuk memimpin diri sendiri, keterampilan bekerjasama dengan orang lain, dan terutama relasi dengan Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara kehidupan.&lt;br /&gt;
Kini, di bawah bendera Capstone Group, ia telah melayani ratusan perusahaan dalam bidang&amp;nbsp;&lt;i&gt;Training, Coaching, Research, Consulting, Recruitment and Placement.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Ia menulis buku berjudul&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Life Success Triangle&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang menjadi&amp;nbsp;&lt;i&gt;bestseller&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan membuatnya laris diundang ke banyak tempat untuk berbagi pencerahan.&lt;br /&gt;
Ia juga mendirikan sebuah yayasan yang berfokus pada pemberian beasiswa kepada seribu putra-putri Indonesia hingga tingkat sarjana.&lt;br /&gt;
Di tangan seorang Alberthiene, kisah hidup yang sebenarnya sebagiannya menjadi warna umum kehidupan warga Nias di pedalaman itu, menjadi begitu hidup, menyentuh bahkan romantis.&lt;br /&gt;
Novel ini mencapai bentuk akhirnya tidak lagi dalam bentuk melulu kisah sedih dan muram tentang berbagai kesusahan anak dusun. Tapi juga berisi harapan, kekuatan dan semangat bagi warga Nias, dan tentu saja, siapa saja yang lahir dan beranjak dari belitan kesulitan dan keterbatasan yang serupa.&lt;br /&gt;
Gaya menulis berkualitas dari Alberthiene juga menjadi jaminan kualitas novel ini. Tidak hanya penuturannya yang runut dan apa adanya, juga sanggup membawa pembacanya terhanyut di dalamnya. Seolah sedang berjalan bersama dan menikmati kisah hidup itu bersama pemiliknya.&lt;br /&gt;
Bagi orang-orang Nias yang rata-rata berasal dari latarbelakang kesulitan yang sama, novel ini benar-benar akan ‘mengaduk-aduk’ emosi. Sebab, melalui kisah Eloy, seolah memutar kembali kenangan ‘masa lalu selalu serba sulit’ yang kadang-kadang tak tahan bila harus mengingatnya lagi.&lt;br /&gt;
Tapi jangan kuatir. Kisah ini berakhir&amp;nbsp;&lt;i&gt;happy ending&lt;/i&gt;. Berakhir dengan tantangan, panggilan dan harapan akan masa depan yang lebih baik yang bisa dicapai. Berisi pesan-pesan bahwa keadaan ‘masa lalu selalu serba sulit’ itu bisa berubah, menjadi lebih baik. Memberi pesan agar tidak mudah menyerah.&lt;br /&gt;
Hal serupa juga diakui oleh seorang pebisnis besar nasional yang juga Chairman Saratoga Capital dan Presiden Komisaris PT Adaro Energy Tbk, Edwin Soeryadjaya dalam catatan singkatnya mengenai isi buku itu.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Saya bahagia menyambut diterbitkannya buku ini karena pembaca akan mendapatkan semangat dan harapan baru bahwa sesulit apa pun kondisi yang sedang dihadapi, hidup bisa berubah dan menjadi lebih baik. Harapan seperti itu selalu dibutuhkan oleh semua orang supaya tidak mudah menyerah. Tetapi lebih daripada itu, kisah hidup Eloy yang ditulis dalam bentuk novel ini, menggambarkan secara nyata campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Sehingga harapan saya, setelah membaca buku ini, pembaca bukan mengagumi usaha atau kehebatan manusia, tetapi mengagumi karya dan penyertaan Tuhan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Sebuah kebanggaan bagi warga Nias memiliki sosok Eloy yang kini menjadi berkat bagi banyak orang. Tentu saja, pengalamannya itu menjadi tambang pencerahan menghadapi kehidupan yang kian hari kian sulit ini.&lt;br /&gt;
Anda tentu tidak akan melewatkan begitu saja buku berkualitas ini. Memilikinya sama saja dengan membeli ‘tambang emas’.&lt;br /&gt;
Juga layak direkomendasikan atau menjadi hadiah bagi teman-teman tercinta Anda. Mungkin sebagai hadiah Natal, ataupun hadiah Tahun Baru.&lt;br /&gt;
Dari kicauannya di akun Twitternya,&amp;nbsp;&lt;a href="https://twitter.com/EloyZalukhu" style="color: #cc0000; outline: none; text-decoration: initial;"&gt;@EloyZalukhu&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada 14 Desember 2012, Eloy menginformasikan bahwa pemesanan awal (pre-order) buku itu sudah bisa dilakukan. Pemesanan awal, akan dapat bonus tandatangan dari Eloy.&lt;br /&gt;
Eloy mengatakan, novel tersebut tersedia dalam dua versi. Yakni cetak dan audiobook. Khusus untuk cetak, sejak Minggu lalu, sudah naik cetak. Tapi untuk masuk ke toko buku Gramedia butuh proses. Diharapkan akhir bulan ini sudah terealisasi, paling lambat awal Januari, tahun depan.&lt;br /&gt;
Pre-order bisa melalui Eloy. Namun, hanya bisa dikirim setelah mendapatkan bukunya dari Gramedia Pustaka Utama. Pemesanan bisa melalui nomor&lt;b&gt;&amp;nbsp;081385785704&lt;/b&gt;. Sebagai catatan, nomor itu hanya melayani pesan singkat (SMS), tidak melayani telepon.&lt;br /&gt;
Bila Anda ingin mengenal lebih jauh Eloy dan kegiatannya, bisa juga dengan mengakses situsnya di&lt;a href="http://www.eloyzalukhu.com/" style="color: #cc0000; outline: none; text-decoration: initial;"&gt;http://www.eloyzalukhu.com/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;b&gt;Etis Nehe&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2013/01/novel-eloy-kisah-ajaib-perjalanan-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-3463233401203699990</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2012 04:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-15T19:59:18.098+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Menjadikan Anak Gemar Membaca!</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;h1 class="w580 ml_5" style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 30px; margin: 0px 0px 0px 5px; padding: 0px; width: 580px;"&gt;
Bagaimana Inggris Mendorong Anak Supaya Gemar Membaca&lt;/h1&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; width: 600px;"&gt;
Jalan masuk suatu pengetahuan adalah berasal dari membaca buku. Maka wajar jika ada yang bilang buku itu sumbernya ilmu.&lt;br /&gt;
Namun, banyak anak-anak yang masih tidak suka membaca. Salah satu alasannya adalah karena sejak kecil anak kurang banyak dirangsang untuk mau membaca. Anak lebih banyak disodori acara TV atau film daripada banyak membaca. Masih teringat di pikiran saya perkataan rekan kerja saya beberapa tahun lalu:&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Lihat saja dari rumah dosen atau guru. Ruang menonton TV lebih besar daripada ruang lainnya. Dan, bisa kita lihat seberapa persen dari mereka punya perpustkaan? Itu pengajar. Belum ditambah masyarakat umum&lt;/i&gt;“.&lt;br /&gt;
Ya, perpustakaan. Di kita, perpustakaan identik dengan sekolah. Itu karena hanya sekolah yang bisa merawat perpustkaannya. Sementara di kota, sudah tidak banyak perpustakaan daerah yang masih terawat dengan baik.&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini banyak yang memiliki perpustakaan pribadi. Namun, membuat perpustakaan di rumah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hanya sebagian orang yang bisa menyisihkan uangnya dan sadar akan pentingnya membaca yang memiliki perpustakaan pribadi di rumah. Berbeda dengan sebagian umum masyarakat kita yang berasal dari golongan menengah ke bawah. Jangankan membuat ruangan khusus untuk perpustakaan atau ruang baca, ruang tidur saja masih kurang. Bahkan mereka tidak punya kamar mandi.&lt;br /&gt;
Jika memang daya beli buku masyarakat rendah, pemerintah harusnya menyediakan perpustakaan umum untuk menjadikan masyarakat lebih berilmu. Bukankah ilmu adalah jembatan untuk mengangkat perekonomian bangsa?&lt;br /&gt;
Coba saja dilihat di negara-negara maju. Perpustakaan umum selalu disediakan di tiap daerah. Bahkan untuk meminjam buku tidak dipungut biaya sama sekali. Hanya dibutuhkan ID&amp;nbsp;&lt;i&gt;card&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk mendapatkan kartu perpustakaan.&lt;br /&gt;
Ambil contoh di Inggris. Di setiap kota ada perpustakaan umum yang dikelola oleh pemda setempat. Namun, meski bernama perpustakaan umum, tapi kualitasnya tidak asal-asalan. Koleksi bukunya lengkap. Keanggotaanya bebas dan tidak dipungut biaya jika meminjam buku di perpustakaan itu. Koleksi bukunya&amp;nbsp;tidak hanya untuk orang dewasa saja, pun juga disediakan banyak koleksi buku untuk anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_213045" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); margin: 10px auto; max-width: 600px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 528px;"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="1354752144797283899" class="size-full wp-image-213045" height="264" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1354752144797283899.jpg" style="max-width: 600px;" title="1354752144797283899" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding: 0px 4px 5px;"&gt;
Birmingham Central Library (Dok. Septin)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Ya, di setiap perpustakaan ada ruangan khusus untuk anak-anak. Ruangan itu tidak seperti ruangan perpustakaan dewasa. Tentu saja semuanya dirancang untuk ukuran anak-anak. Rak buku didesain tidak tinggi, sehingga anak bisa menggapai buku paling atas. Tembok diberi wall paper yang cerah sehingga membuat anak kerasan di perpustakaan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_209380" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); margin: 10px auto; max-width: 600px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 520px;"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="1352953904943753293" class="size-full wp-image-209380" height="281" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/11/1352953904943753293.jpg" style="max-width: 600px;" title="1352953904943753293" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding: 0px 4px 5px;"&gt;
Salah satu sudut perpustakaan di Birmingham Cetral Library (Dok. Septin)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_212047" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); margin: 10px auto; max-width: 600px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 264px;"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="13542078361992841501" class="size-full wp-image-212047" height="400" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/11/13542078361992841501.jpg" style="max-width: 600px;" title="13542078361992841501" width="263" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding: 0px 4px 5px;"&gt;
Rak buku yang tingginya terjangkau untuk anak (dok: Septin)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Tidak hanya itu saja, disediakan meja khusus yang untuk menggambar. Kertas dan pensil warna sudah disediakan oleh pihak perpustakaan. Ini disediakan untuk anak-anak yang sudah merasa bosan berada di dalam perpustakaan.&lt;br /&gt;
Meski ada tempat untuk menggambar, ternyata anak-anak tidak gaduh. Saya coba melihat apakah ada tulisan yang melarang gaduh. Ternyata belum saya temukan. Ya, mungkin tidak ada. Hal ini seolah-oleh mengatakan bahwa anak ‘&lt;i&gt;gaduh itu wajar&lt;/i&gt;‘, meski kemudian kami tetap menjaga dan memberi pengertian ke anak-anak supaya bikin gaduh sehingga bisa mengganggu orang lain yang sedang membaca. Tapi tidak lama kemudian, saya mendengar ada anak kecil teriak-teriak. Rupanya dia sedang marah ke orangtuanya. Dan tidak saya lihat ada petugas yang menegur orangtuanya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_213046" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); margin: 10px auto; max-width: 600px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 485px;"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="13547529211075110853" class="size-full wp-image-213046 " height="264" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/13547529211075110853.jpg" style="max-width: 600px;" title="13547529211075110853" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding: 0px 4px 5px;"&gt;
Meja untuk menggambar dan papan untuk meletakkan hasil tulisan anak-anak (Dok. Septin)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Tidak cukup dengan memberikan fasilitas perpustakaan yang “ramah anak”,&amp;nbsp;&lt;i&gt;British Council&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bekerja sama dengan organisasi amal “&lt;i&gt;The Reading Agency&lt;/i&gt;” mengadakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Summer Reading Challenge&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di perpustakaan-perpustakaan di seluruh Inggris. Tahun 2012, ada sekita 97% perpustakaan di Inggris yang mengadakan kegiatan ini.&lt;br /&gt;
Peserta dari kegiatan ini adalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;primary shool&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;secondary school&lt;/i&gt;. Ya, karena kegiatan ini sebenarnya bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar tetap membaca meskipun liburan. Maklum saja, liburan di Inggris bisa sampai tiga bulan yang mungkin saja itu bisa menjauhkan anak-anak dari aktifitas membaca. Mengenai waktu, karena diadakan di musim panas, biasanya dimulai bulan Agustus sampai awal September.&lt;br /&gt;
Bagi anak yang berminat mengikuti kegiatan ini harus mendaftarkan diri di perpustakaan. Ada 6 buku yang harus dibaca oleh anak. Bukunya terserah anak, mereka boleh memilih sesuka hatinya. Enam buku itu tidak langsung dibaca sekaligus, tapi dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama anak diberi dua buku. Jika selesai, anak akan diberi dua buku lagi di tahap berikutnya. Anak yang bisa menyelesaikan membaca enam buku akan mendapat sertifikat. Hanya itu saja? Tidak ada lomba? Ya, hanya diberi sertifikat telah menyelesaikan membaca enam buku dan tidak ada lomba karena tujuan utamanya adalah merangsang anak suka membaca.&lt;br /&gt;
Namun ada yang menarik. Di Shoutampthon sertifikatnya diberikan langsung oleh&amp;nbsp;&lt;i&gt;Shouthampton Mayor&lt;/i&gt;, Derek Burke. Tentu saja anak-anak semakin senang bisa bersalaman dengan Walikota.&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_213044" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border: 1px solid rgb(221, 221, 221); margin: 10px auto; max-width: 600px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 442px;"&gt;
&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;img alt="1354751650930753933" class="size-full wp-image-213044" height="290" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/12/1354751650930753933.jpg" style="max-width: 600px;" title="1354751650930753933" width="432" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding: 0px 4px 5px;"&gt;
Dua anak dari mahasiswa Indonesia yang sedang menerima sertifikat dari Shouthampton Mayor (Dok. Naning Wahyuni)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Membaca adalah kegiatan yang sederhana tetapi merupakan jembatan untuk mendapatkan banyak ilmu. Tetapi tidak banyak disukai karena kita tidak terbiasa. Cara membiasakan adalah dari rumah, jika rumah tidak bisa lingkungan dan sekolah yang harus merangsangnya. Setelah itu pemerintah yang harus menyediakan fasilitas membaca untuk menjadikan generasi kita lebih banyak pengetahuan sebagai bekal hidupnya kelak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
(Sumber: Blog Kompasiana. Oleh: Septin Puji Astuti)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/12/menjadikan-anak-gemar-membaca.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-6470540224248205844</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2012 14:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-20T22:14:47.814+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Program Toko</category><title>PESTA BUKU GRAMEDIA MANADO 20-29 OKTOBER 2012</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnVDof0jqgdsqYI52KwZdY13_rlCLUf0eiMhHSH3cRxgpL07sq2RIk3ai5A5XnjHT8E5-OkbASXRxyxxPLoz7UoLfWIspVe9vTJsDMFqemke0tT_g16Hma4oBVuyHON8Vzg65yl6lumo2y/s1600/Pembukaan+Pesta+Buku+Gramedia+Manado.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnVDof0jqgdsqYI52KwZdY13_rlCLUf0eiMhHSH3cRxgpL07sq2RIk3ai5A5XnjHT8E5-OkbASXRxyxxPLoz7UoLfWIspVe9vTJsDMFqemke0tT_g16Hma4oBVuyHON8Vzg65yl6lumo2y/s640/Pembukaan+Pesta+Buku+Gramedia+Manado.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pak Ferry mewakili Wawali Manado memukul Tengtengkoran dalam pembukaan Pesta Buku Gramedia Manado&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjix2afAq9jlx4DvTSRVikt7PoOQObp6Icv6ZxLlfBsw7PlNhDpXDXraqimb2mgxw9_mSAWFjnkhYzPtoD-KIvvV_p9TB6Bidwg891mLVrsVJKed7uucJGouJcWKPHjvFDgzuiaVYnw9Vf/s1600/PS+Mahasiswa+Unsrat+pd+Pesta+Buku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjix2afAq9jlx4DvTSRVikt7PoOQObp6Icv6ZxLlfBsw7PlNhDpXDXraqimb2mgxw9_mSAWFjnkhYzPtoD-KIvvV_p9TB6Bidwg891mLVrsVJKed7uucJGouJcWKPHjvFDgzuiaVYnw9Vf/s640/PS+Mahasiswa+Unsrat+pd+Pesta+Buku.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Paduan Suara Mahasiswa Universitas Samratulangi Manado turut tampilpada pembukaan Pesta Buku Gramedia Manado&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO&lt;/b&gt; - Harley AB Mangindaan, Wakil Wali 
Kota Manado, mengakui memberi apresiasi tinggi atas pelaksanaan Pesta 
Buku dengan diskon 70 persen dari Toko Buku (TB) Gramedia Manado. Dimana
 dengan ini para konsumen dapat memiliki buku-buku berkualitas dengan 
harga yang terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentunya hal ini sangatlah positif. 
Apalagi kegiatan ini memberikan andil bagi peningkatan minat baca buku 
masyarakat kota Manado," ujar Mangindaan dalam sambutannya yang 
disampaikan Ferry Petrus Soetanto, Kadiskominfo Manado, Sabtu 
(20/10/2012) dalam acara pembukaan Pesta Buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya lagi,
 bahwa perlu disadari, minat baca buku masih perlu ditingkatkan. Dimana 
membaca sangatlah penting dalam rangka memperluas wawasan serta 
membangun kecerdasan intelektual maupun spiritual, yang semuanya itu 
tertuju pada pembangunan karakter yang mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab itu, minat membaca buku ini harus terus dirangsang sejak sedini mungkin," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut
 Ferry dalam sambutan Wakil Wali Kota, bahwa memang dizaman yang serba 
modern ini. Informasi tidak lagi hanya diperoleh melalui media buku. 
Karena, banyak media digital bisa menggali informasi. Namun, media cetak
 seperti buku ini masih menjadi preferensi untuk mendapatkan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mari
 jadi pribadi well-informed atau kaya pengetahuan. Kegiatan Pesta Buku, 
memberikan kontribusi positif, membangun minat baca masyarakat kota 
Manado, dengan buku berkualitas dengan harga yang terjangkau," 
tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/10/pesta-buku-gramedia-manado-20-29.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnVDof0jqgdsqYI52KwZdY13_rlCLUf0eiMhHSH3cRxgpL07sq2RIk3ai5A5XnjHT8E5-OkbASXRxyxxPLoz7UoLfWIspVe9vTJsDMFqemke0tT_g16Hma4oBVuyHON8Vzg65yl6lumo2y/s72-c/Pembukaan+Pesta+Buku+Gramedia+Manado.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-244513885234003255</guid><pubDate>Thu, 11 Oct 2012 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-06-16T06:30:33.758+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Cerita Ariel di Balik Jeruji Besi dalam Kisah Lainnya</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="pt r p10"&gt;
&lt;img alt="detail berita" src="http://img.okeinfo.net/content/2012/08/09/33/675700/3yDaK3EiXL.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="pt r p10"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="pt r p10"&gt;
&lt;b&gt;Ariel, Uki, Lukman, Reza&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;David&lt;/b&gt; yang tergabung dalam &lt;b&gt;NOAH&lt;/b&gt; mulai mencicipi &lt;b&gt;popularitas&lt;/b&gt; mereka kembali. Hal ini terbukti lewat buku mereka “&lt;b&gt;Kisah Lainnya&lt;/b&gt;” yang berhasil menjadi penghuni posisi pertama &lt;b&gt;best seller&lt;/b&gt; di Gramedia Manado&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="pt r p10"&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomongin soal NOAH, semenjak kembali menggebrak panggung musik tanah 
air dengan single pertama “Separuh Aku”. Harus diakui bahwa Ariel dkk 
masih dicintai oleh penggemarnya. Tak hanya itu, kehadiran NOAH juga 
buktiin bahwa band ini masih pantas dijuluki sebagai  grup band papan 
atas Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehadiran buku “Kisah Lainnya” juga menjadi semacam klarifikasi dari 
pihak Ariel, Uki, Lukman dan David tentang apa saja yang mereka lalui 
semenjak kasus yang menimpa &lt;a href="http://www.ceritamu.com/Info/Individu/Ariel" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Ariel&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; membuat geger Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="pt r p10"&gt;
&lt;/div&gt;
Noah meluncurkan sebuah buku yang bertajuk &lt;i&gt;Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012&lt;/i&gt;. Buku ini kurang lebih menceritakan tentang pergulatan personel Noah selama kurun waktu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku
 ini tidak hanya menceritakan tentang masalah pribadi masing-masing 
personel band saja, melainkan juga kisah mereka sebagai personel band 
selama mereka vakum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012&lt;/i&gt; 
ini pada dasarnya lebih menekankan pada catatan Ariel selama berada di 
Rutan Bareskrim, dan Kebon Waru. Keempat personel Noah lainnya kemudian 
merespon catatan tersebut dengan hanya mereka sendiri, dan hasilnya 
banyak sekali kisah yang mengharukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Banyak peristiwa yang saya
 alami, namun tidak semua bisa saya sampaikan kepada publik. Biarlah 
peristiwa-peristiwa itu tersimpan dalam laci kenangan saya sendiri," 
ungkap Ariel seperti dalam rilis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku &lt;i&gt;Kisah Lainnya: Catatan 2010-2012&lt;/i&gt; bisa diperoleh di toko buku Gramedia &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/10/cerita-ariel-di-balik-jeruji-besi-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-6856404963953287709</guid><pubDate>Thu, 11 Oct 2012 13:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-11T21:56:16.291+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Gaya Kepemimpinan Layang-Layang Bapak Agung Adiprasetyo</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT_tznF8KrEj7Xe7K5xEcC5ltU5KW2NoQEjWPcreZ59OD_VP-ZuB6P3lMbE_o1BGSdZbQxUgat6us-Kh02b-pmuizRaFLx4monu3fChNzOD_51bya1fLhA3IrQAmQcXp4-2M79CxTZ_Q04/s1600/CEO+KKG.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT_tznF8KrEj7Xe7K5xEcC5ltU5KW2NoQEjWPcreZ59OD_VP-ZuB6P3lMbE_o1BGSdZbQxUgat6us-Kh02b-pmuizRaFLx4monu3fChNzOD_51bya1fLhA3IrQAmQcXp4-2M79CxTZ_Q04/s1600/CEO+KKG.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Penduduk
 Indonesia pada dasarnya adalah orang baik sehingga para  pemimpin 
perusahaan tidak perlu menerapkan gaya kepimpinan yang  otoritatif atau 
pusing membuat aturan yang ketat bagi karyawannya.  Berangkat dari 
pemikiran itulah, Agung Adiprasetyo, CEO Kompas Gramedia,  menerapkan 
gaya kepemimpinan yang disebutnya gaya kepemimpinan  layang-layang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Gaya 
layang-layang yang ia maksudkan adalah jangan  pernah menganggap 
karyawan adalah orang yang bodoh sehingga harus selalu diawasi.  Jangan 
pula menjadi pemimpin yang otoriter dan selalu mengawasi  karyawannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;"Karyawan bisa tidak produktif, karena pemimpin dianggap tidak manusiawi," jelasnya seusai peluncuran buku &lt;em&gt;Indonesian Top CEO Wisdom: Precious Lessons&lt;/em&gt;, di Jakarta, Selasa (16/6).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Sebaliknya,
  tidak bagus pula jika karyawan dibiarkan begitu saja tanpa arahan,  
mereka akan merasa tidak diperhatikan. "Tinggal tarik ulur pada waktu  
yang tepat, jangan sampai lepas. Yang terpenting layang-layang harus  
tetap diberi angin," kata dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Ia 
menemukan teori tersebut dari  pengalaman dirinya sendiri, Agung yang 
memulai kariernya sebagai petugas  yang memberi cap pada koran, yang 
menjadi bukti iklan telah merasakan  pahit getirnya menjadi karyawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;"Pekerjaan
 awal saya sedikit di  atas satpam. Seluruh keluhan karyawan dialami. 
Karena saya juga ikut  mengalami bagaimana susahnya dulu merintis," 
ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Selain 
 terlalu otoritatif, menurut dia, kesalahan lain yang juga sering  
dilakukan para pemimpin adalah, mereka takut jika akan tergeser dari  
posisi yang ia duduki saat ini. Agung menerangkan, dari awal ia telah  
siap jika sewaktu-waktu dirinya dipindahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;"Kalau 
saya terus  menjabat pada posisi yang sekarang, berarti saya tidak bisa 
naik  jabatan. Kalau mau naik jabatan berarti harus siap untuk diganti,"
  guraunya. Agung mengaku saat ini telah menyiapkan dua nama pengganti  
dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Lebih 
jauh dia menerangkan, karyawan harus terus  diingatkan untuk mengikuti 
perkembangan zaman, kalau tidak kemampuan  yang dimiliki seorang 
karyawan lama kelamaan tidak lagi dapat  dipergunakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;"Itu yang berbahaya, tugas dari CEO untuk membawa karyawannya agar bisa &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt; pada zamannya. Makin banyak karyawan yang dibawa &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt; pada zamannya, perusahaan akan bertahan baik, jika tidak ya gagal," terang dia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Agung  
juga menegaskan pentingnya sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. 
 Oleh karena itu, ia terus mendorong seluruh karyawannya untuk terus  
berinovasi dan menguasai teknologi yang sedang berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;"SDM  
ditempatkan pada posisi paling depan nomor satu, setelah itu semua  
masalah akan beres. Mau urusan marketing, keuangan semuanya beres.  
Makanya SDM hal yang paling penting," pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Source: Kompas.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/10/gaya-kepemimpinan-layang-layang-bapak.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT_tznF8KrEj7Xe7K5xEcC5ltU5KW2NoQEjWPcreZ59OD_VP-ZuB6P3lMbE_o1BGSdZbQxUgat6us-Kh02b-pmuizRaFLx4monu3fChNzOD_51bya1fLhA3IrQAmQcXp4-2M79CxTZ_Q04/s72-c/CEO+KKG.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-8885387735983982451</guid><pubDate>Thu, 11 Oct 2012 13:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-11T21:47:03.862+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>KOMPAS GRAMEDIA VALUES</title><description>&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" class="normal" style="width: 100%px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top" width="3%"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td width="97%"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;CARING&lt;br /&gt;
            &lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;PEDULI TERHADAP SESAMA&lt;br /&gt;
            &lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;Dasar Fisolofi: &lt;br /&gt;
            &lt;em&gt;Humanisme Transcendental&lt;/em&gt;, artinya berperi kemanusiaan, berdasarkan keyakinan akan Tuhan yang maha kuasa, yang menyelenggarakan segala sesuatu (&lt;em&gt;providentia Dei&lt;/em&gt;). Berdasarkan rasa syukur atas penyelenggaraan ilahi, karyawan dihargai sebagai manusia yang luhur.&lt;br /&gt;
            &lt;br /&gt;
            Contoh Perilaku :&lt;br /&gt;
            &lt;br /&gt;
            • Peduli pada sesama :&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Berprinsip 4-S (senyum-sapa-salam-santun);&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;ul&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memahami orang lain (dari tampilan ekspresi dan emosinya);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyadari bahwa semua orang sama derajatnya (di hadapan Tuhan);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Toleran, simpatik, empatik;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tanggap akan kebutuhan orang lain, dan berusaha memenuhinya (&lt;em&gt;respect to others);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membantu dengan tulus (&lt;em&gt;compassion&lt;/em&gt;), tanpa pamrih dan tanpa maksud tersembunyi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
                • Peduli pada pekerjaan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memulai pekerjaan pada waktunya, sesuai jam kerjanya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyelesaikan tugas dengan sempurna/tuntas, tidak menunda-nunda untuk hari lain;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sadar biaya dalam setiap pekerjaan&lt;em&gt; ( Cost awareness); &lt;/em&gt;mengusahakan&lt;em&gt; efisiensi.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjaga kebersihan dan kerapihan ruang kerja, agar mendukung kinerjanya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membantu rekan kerja dalam menyelesaikan tugasnya; memberikan apresiasi dan kritik yang membangun;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengikutsertakan rekan kerja dalam kegiatan, sesuai bidangnya; tidak menyingkirkannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
                • Peduli pada lingkungan/masyarakat: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Social awareness; berpartisipasi dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghargai perbedaan (budaya, golongan, ras, suku, gender, agama, dll.);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyesuaikan diri (&lt;em&gt;adaptive&lt;/em&gt;), membaur (asimilatif dan inkulturatif) dengan kelompok lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan (mis: ikut menjadi anggota Dalsis, Tim SAR/DKK).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="" height="93" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/clip_image002_0003.jpg" width="93" /&gt;Simbol Caring: Dua buah tangan saling terulur, saling membantu; pada sikap posisi yang sama (kedudukannya sama). &lt;br /&gt;
            Warna latar belakang: &lt;strong&gt;ORANGE&lt;/strong&gt; (lambang pelayanan, solidaritas, tim-SAR/relawan).&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;CREDIBLE&lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;DAPAT DIPERCAYA DAN DIANDALKAN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dasar Filosofi: &lt;br /&gt;
            Manusia yang bekerja (&lt;em&gt;Homo Faber, Hannah Arendt)&lt;/em&gt; 
selalu berdimensi social, menuntut interaksi timbal balik dengan 
lingkungannya. Dengan melaksanakan tanggungjawabnya secara ikhlas, 
disiplin, konsisten dan profesional, maka ia akan dapat dipercaya dan 
dapat diandalkan oleh orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Contoh Perilaku :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
            &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Integritas :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Satunya kata/ucapan dan perbuatan/sikap/tindakan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jujur &lt;em&gt;(honest);&lt;/em&gt; terbuka&lt;em&gt; (transparant, open);&lt;/em&gt; berpikir positif (&lt;em&gt;positive thinking&lt;/em&gt;);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak curang (&lt;em&gt;fair), &lt;/em&gt;sesuai kode etik profesinya, berjiwa besar (mau mengakui kalau memang bersalah);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertindak konsisten dengan nilai positif yang diyakininya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertanggungjawab; menepati janji (komitmen); disiplin;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat dipercaya (&lt;em&gt;reliable&lt;/em&gt;); dapat diandalkan (&lt;em&gt;capable&lt;/em&gt;);&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sadar berorganisasi :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memahami organisasi (memahami stuktur formal perusahaan);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengenali para pimpinan (lingkup unit usaha dan kelompok/korporasi);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mematuhi&amp;nbsp; sistem dan prosedur administrasi / keamanan yang berlaku di perusahaan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan penyesuaian diri terhadap aturan perusahaan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan tugas dengan tekun dan konsisten&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki Loyalitas :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menjaga nama baik perusahaan (lingkup unit usaha dan kelompok/korporasi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setia pada lembaga; dedikatif; mendukung perusahaan secara aktif;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersedia mengorbankan waktu &amp;amp; tenaga untuk kepentingan perusahaan (mis.: dalam kondisi darurat, penjarahan, dll.).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="" height="92" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/clip_image004_0001.jpg" width="92" /&gt;Simbol Credible: Sepasang tangan bersatu di depan dada dengan sikap menyembah, “panjalu” (di hotel Santika). &lt;br /&gt;
            Warna latar belakang: &lt;strong&gt;PUTIH &lt;/strong&gt;(lambang kesucian, kebersihan, kejujuran).&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;COMPETENT&lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;CAKAP DAN TERAMPIL DI BIDANGNYA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dasar Filosofi: Manusia bekerja tidak sekedar untuk bertahan hidup (&lt;em&gt;survival&lt;/em&gt;), melainkan untuk mencapai aktualisasi dirinya sebagai manusia secara penuh (&lt;em&gt;Abraham Maslow&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Contoh Perilaku :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
            &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Profesional :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mencintai, menekuni dan menghayati pekerjaan/profesinya;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menguasai bidangnya lebih dari bidang lain, lebih dari orang lain;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berorientasi pada kinerja dan hasil terbaik (berkualitas); &lt;em&gt;concern for order and quality&lt;/em&gt;;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan sumber daya secara optimal (efisien dan efektif);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Senantiasa mengembangkan diri; belajar terus-menerus (&lt;em&gt;continuous learning&lt;/em&gt;);&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekerja cerdas (&lt;em&gt;work smart&lt;/em&gt;) :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bekerja keras, secara cerdas; mengandalkan pemahaman intelektual dan emosional daripada tenaga fisik semata;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Trampil menemukan solusi pada setiap permasalahan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berwawasan luas, menerima konsep/pemahaman yang baru dan berbeda;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekerjasama untuk hasil terbaik :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Proaktif membuka peluang kerjasama (internal unit maupun dengan unit lain);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengandalkan hasil kerja bersama, daripada menonjolkan diri dengan kerja sendirian;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengambil keputusan dengan arif, yang menguntungkan semua pihak.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="" height="87" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/clip_image006.jpg" width="87" /&gt;Simbol Competent: Sebelah tangan kanan menunjukkan ibu jarinya (jempol), setuju, hebat. &lt;br /&gt;
            Warna latar belakang: &lt;strong&gt;KUNING&lt;/strong&gt; (lambang intelektualitas, pencerahan, &lt;em&gt;optimism, continuity&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;COMPETITIVE&lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;TERDORONG UNTUK MENJADI YANG TERUNGGUL&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dasar Filosofi: Di jaman modern yang serba tidak pasti (&lt;em&gt;turbulence world&lt;/em&gt;), yang dibutuhkan adalah keberanian menghadapi tantangan. &lt;em&gt;Adversity Quotient&lt;/em&gt; (Paul G.Stoltz) mengubah ancaman menjadi peluang, untuk selalu berkembang dan berubah menjadi lebih baik lagi, menjadi &lt;em&gt;the winner&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Contoh Perilaku :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
            &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Percaya diri :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bekerja secara mandiri, penuh kedewasaan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berani menghadapi tantangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berani memulai/merintis pekerjaan baru;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berani bangkit dari kejatuhan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kreatif, inovatif :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak puas dengan kondisi saat ini, ingin berubah menjadi lebih baik;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berusaha menemukan jawaban terhadap suatu permasalahan; tidak mengeluh;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Open minded, &lt;/em&gt;terbuka terhadap kritik, perbaikan dan perubahan terus-menerus;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menemukan ide-ide baru yang segar dan konstruktif.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertindak cepat (&lt;em&gt;speed, akseleratif&lt;/em&gt;) :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berinisiatif, selalu mencari solusi yang antisipatif; tidak menunggu (reaktif); selalu menjemput bola (proaktif);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ingin menyelesaikan tugas dengan cepat dan sempurna;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersemangat kompetisi / bersaing secara sehat; menjadi yang terbaik (&lt;em&gt;achiever&lt;/em&gt;);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berani ambil risiko;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memiliki akses jejaring &lt;em&gt;(networking&lt;/em&gt;) yang semakin luas &lt;em&gt;(&lt;/em&gt;antar unit, antar perusahaan, antar benua&lt;em&gt;, world wide&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="" height="93" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/clip_image008.jpg" width="92" /&gt;Simbol Competitive: Sebelah tangan kanan mengepal, siap bertanding. &lt;br /&gt;
            Warna latar belakang: &lt;strong&gt;MERAH &lt;/strong&gt;(lambang keberanian, semangat, agresif, dominasi).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;CUSTOMER DELIGHT&lt;br /&gt;
            &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;MEMBERIKAN YANG TERBAIK SEHINGGA PELANGGAN MERASA SANGAT PUAS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Dasar Filosofi: Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan (&lt;em&gt;The Golden Rule&lt;/em&gt;). Buatlah orang lain puas, maka Anda akan dipuaskan.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Contoh Perilaku :&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
            &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Berorientasi pada kebutuhan pelanggan :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menjalin relasi dengan pelanggan yang semakin bermanfaat;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyediakan produk dan layanan berkualitas;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menangani keluhan dan problem pelanggan secara profesional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengantisipasi kebutuhan pelanggan (&lt;em&gt;customer care&lt;/em&gt;) sebelum diminta :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mempelajari kecenderungan dinamika kebutuhan pelanggan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengupayakan pelanggan semakin terdidik dan tercerahkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fleksibilitas demi pelanggan :
                &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menerapkan standar operasi layanan sesuai kebutuhan pelanggan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengevaluasi dan memperbaiki sisdur layanan secara periodic;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyenangkan pelanggan berdasarkan mentalitas berkelimpahan (aspek dua arah);&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencarikan solusi terbaik demi kelangsungan hubungan dengan pelanggan (&lt;em&gt;win-win solution&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;img align="left" alt="" height="88" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/clip_image010.jpg" width="93" /&gt;&lt;br /&gt;
            Simbol Customer Delight: Dua buah tangan berjabatan, bersalaman erat, win-win, sama sama senang.&lt;br /&gt;
            Warna latar belakang: &lt;strong&gt;BIRU MUDA&lt;/strong&gt; (lambang kedamaian, kesejukan, kestabilan, &lt;em&gt;trustworthy&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;
            &lt;div align="justify"&gt;
&lt;strong&gt;LIMA KEUTAMAAN disimbolkan dengan Pohon Kehidupan:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
            &lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;img align="right" alt="" height="143" hspace="12" src="http://km.kompasgramedia.com/images/content_value_clip_image002.jpg" width="143" /&gt;&lt;strong&gt;Akar&lt;/strong&gt; (di bawah tanah, menjadi pondasi yang menegakkan pohon kehidupan): menjadi symbol &lt;strong&gt;Watak baik&lt;/strong&gt; (&lt;em&gt;good character&lt;/em&gt;) yang peduli dan dapat dipercaya/diandalkan, sikap dan prinsip hidup (&lt;em&gt;attitude&lt;/em&gt;).&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;em&gt;(Cat: Jumlah akar ada dua, symbol value caring &amp;amp; credible).&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Batang, ranting, daun&lt;/strong&gt; (di atas tanah, menjadi bukti tegaknya pohon kehidupan): menjadi symbol &lt;strong&gt;Profesionalisme&lt;/strong&gt; (competent, competitive) yang menghasilkan customer delight.&amp;nbsp; &lt;em&gt;(Cat: Jumlah batang, ranting, daun atau bunga ada tiga, symbol value competent, competitive &amp;amp; customer delight)&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Kelima Value KG bertujuan untuk memberikan pencerahan pada kehidupan bangsa; &lt;br /&gt;
            sehingga tagline yang kita gunakan adalah: &lt;strong&gt;ENLIGHTENING PEOPLE&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
“Pohon yang kita tanam berbuah,mekar, 
berkembang; sehingga menjadi berkat yang bermanfaat bagi sebanyak 
mungkin orang” (Jakob Oetama, 2010)&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/10/kompas-gramedia-values.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-8251620155197399097</guid><pubDate>Tue, 24 Jul 2012 12:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-24T20:20:47.502+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Chairul Tanjung : Si Anak Singkong</title><description>&lt;br /&gt;
Buku yang luar biasa yang sejak di luncurkan Tgl 1 Juli 2012 di 
Gramedia Manado langsung bertengger di urutan pertama TOP 10 Buku Laris 
Minggu Ini hingga sekarang secara berturut-turut dan di prediksi akan 
terus berlanjut di minggu-minggu yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini sangat menginspirasi bagaimana seorang mahasiswa yang 
biasa-biasa saja mampu menjadi orang yang sukses luarbiasa dan menjadi 
orang terkaya bahkan diprediksi menjadi RI-1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img height="567" id="il_fi" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/07/13428384291683324973.jpg" style="padding-bottom: 8px; padding-right: 8px; padding-top: 8px;" width="417" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Harga buku ini Rp 58 ribu per eksemplar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Isi Buku&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Buku yang ditulis Tjahja Gunawan Diredja yang juga wartawan Harian&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini berisi cerita yang tentang masa-masa susah hingga kabar senang dari sosok Chairul.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Buku ini terdiri 384 halaman. Juga dilengkapi sejumlah foto yang 
mengisahkan berbagai aktivitas bisnis dan maupun kegiatan sosial CT.&amp;nbsp;Nama
 Chairul Tanjung alias CT kini tak disangsikan lagi kepopulerannya di 
Indonesia. Dalam usia 50 tahun, Chairul telah berhasil menjadi tokoh 
sukses di bidang bisnis properti, perbankan, asuransi, perhotelan, pasar
 modal, dan media massa. Total asetnya pun kini bernilai triliunan 
rupiah.&lt;br /&gt;
Majalah&amp;nbsp;&lt;i&gt;Forbes&lt;/i&gt;, sebuah majalah bisnis dan 
finansial Amerika Serikat yang didirikan pada 1917 oleh BC Forbes, pada 
Maret 2012 mengeluarkan daftar 1.226 orang terkaya di dunia. Sebanyak 17
 di antaranya adalah orang Indonesia. Nah, nama Chairul termasuk di 
antara 17 nama itu. Tepatnya pada urutan 634 orang terkaya di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kekayaan pribadi Chairul disebut mencapai dua miliar dolar AS atau setara Rp 18 triliun (kurs: 1 dolar AS = Rp 9.000).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Padahal,
 Chairul bukan berasal dari keluarga anak konglomerat. Juga bukan anak 
jenderal. Bos CT Corp (Chairul Tanjung Corpora) yang menaungi puluhan 
perusahaan ini mengaku sebagai anak dari keluarga sederhana.&amp;nbsp;Ayahnya,
 AG Tanjung adalah wartawan sekaligus pengelola surat kabar beroplah 
kecil sejak Orde Lama. Namun saat Orde Baru berkuasa, surat kabar yang 
dikelola ayahnya itu kemudian dipaksa tutup karena berseberangan secara 
politik dengan penguasa saat itu. Kondisi ini membuat orangtuanya 
menjual rumah dan berpindah tinggal.&lt;br /&gt;
Masa kecil Chairul dilewati 
di Gang Abu, Batutulis, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, 
Jakarta Pusat. Katanya, pada tahun 1970-an, merupakan satu di antara 
kawasan terkumuh di Jakarta. Jalanan tanah, becek, dan banjir kala 
hujan. Semua rumah di kawasan ini merupakan rumah petak kecil, beratap 
pendek, dinding tambal sulam, dan tak ada bangunan bertingkat.&lt;br /&gt;
Kondisi
 keuangan keluarga orangtua Chairul pun saat itu terbatas. Ibu Chairul 
sampai harus menggadaikan kain halus miliknya untuk membiayai kuliah 
pertama Chairul di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia 
(UI). Namun sadar dengan keterbatasan keuangan orangtuanya, Chairul 
tumbuh menjadi anak yang kreatif, pekerja keras, dan mandiri sejak muda.
 Kini ia pun menuai hasilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masa Mahasiswa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sejak
 kuliah di FKG UI, Chairul pun harus mencari sendiri uang agar bisa 
membiayai kebutuhan kuliahnya. Di awali dengan membuka usaha fotokopi di
 kampusnya. Lalu masuk ke bisnis alat-alat kedokteran gigi untuk 
memenuhi kebutuhan rekan-rekannya.&lt;br /&gt;
Sembari menjalankan bisnis di 
kampus, CT juga aktif dalam urusan gerakan kemahasiswan. Buktinya ia 
sempat dipercaya sebagai Ketua Ex-Officio Dewan Mahasiswa UI. Lalu pada 
1984, ia terpilih menjadi Koordinator Mahasiswa se-Jakarta. Pada tahun 
yang sama, ia juga terpilih sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional.&lt;br /&gt;
Saat
 mahasiswa, ia dan rekannya terlibat dalam gerakan menolak militerisme 
masuk UI dengan menggelar mogok kuliah. Tak hanya menggembok, tapi juga 
mengelas pintu masuk fakultas. Pasalnya, saat itu terdengar isu bahwa 
Mayjen TNI Nugroho Notosusanto akan diangkat Rektor UI menggantikan Prof
 Dr Mahar Mardjono.&lt;br /&gt;
Selepas kuliah, Chairul pernah mendirikan PT 
Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.&amp;nbsp; 
Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya
 pun semakin berkembang. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank 
Karman yang kini bernama Bank Mega.&lt;br /&gt;
Di bidang bisnis bidang penyiaran dan multimedia, ia telah memiliki&lt;i&gt;&amp;nbsp;Trans TV.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Lalu membeli&lt;i&gt;&amp;nbsp;TV7&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan mengubah namanya menjadi&lt;i&gt;&amp;nbsp;Trans7&lt;/i&gt;.
 Lalu membuat Trans Studio. Satu di antaranya adalah Trans Studio Mall 
yang ada di Makassar. Pada 1 Desember 2011, Chairul meresmikan perubahan
 nama Para Grup menjadi CT Corp. CT adalah singkatan dari namanya. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/07/chairul-tanjung-si-anak-singkong.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7578580661701795197</guid><pubDate>Sun, 03 Jun 2012 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-06-03T12:36:19.701+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Catatan Ichiyo</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.gramediapustakautama.com/uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_update_85670.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.gramediapustakautama.com/uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_update_85670.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sinopsis&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; line-height: 1.5em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; line-height: 1.5em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
Ichiyo Higuchi adalah gadis Jepang biasa. Ia terlahir dengan nama Natsuko Higuchi, sebelum mengambil keputusan besar untuk mengganti namanya menjadi Ichiyo Higuchi. Ia menjalani hari-hari yang sulit dan melelahkan. Berpindah-pindah dari rumah yang satu ke rumah yang lain karena kondisi keluarga yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal ayahnya, yang paling berpengaruh bagi bakat sastranya, Ichiyo menjadi anak yang paling bertanggung jawab untuk menjaga keluarganya. Pekerjaan apa pun ia lakukan demi semangkuk nasi, sup miso shiro, dan acar bagi keluarganya. Mulai dari menulis cerpen dan novel, berdagang, hingga pekerjaan seperti mencuci dan menjahitkan kimono orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup mengarahkan Ichiyo menjadi penulis. Menjadi penulis perempuan pada zaman Meiji adalah hal yang hampir mustahil, namun tekad dan semangat Ichiyo akhirnya membawanya menjadi salah satu penulis yang paling diperhitungkan di Jepang. Sayang, kesehatan yang terus memburuk akibat penyakit tuberkulosis yang menggerogoti Ichiyo mengantarnya pada ajal di usia belia, 24 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir hidupnya, barulah sajak dan novel-novelnya dibaca dan dihormati oleh warga Jepang. Beratus-ratus tahun kemudian wajahnya diabadikan pada mata uang kertas 5.000 yen Jepang. Sebuah penghormatan dan kedudukan yang tak pernah dicapai oleh perempuan Jepang mana pun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; line-height: 1.5em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; line-height: 1.5em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #7f7f7f; display: block; font-size: 1.4em; font-style: normal; line-height: 1.5em; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Oleh&amp;nbsp;Rei Kimura&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Tahoma, Geneva, sans-serif; font-size: 1.14em; line-height: 1.5em; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/06/catatan-ichiyo.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-5986767060135455615</guid><pubDate>Sun, 03 Jun 2012 04:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-06-03T12:27:59.524+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>The 3rd Alternative</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2020" style="background-color: white; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-image: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 10px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 271px;"&gt;
&lt;a href="http://gramediamatraman.files.wordpress.com/2012/05/the-3rd-alternative.jpg" style="color: #0066cc; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-2020" src="http://gramediamatraman.files.wordpress.com/2012/05/the-3rd-alternative.jpg?w=450" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; border-width: initial; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" title="The 3rd Alternative" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;
The 3rd Alternative&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Penulis&amp;nbsp;&lt;em&gt;The 7 Habits of Highly Effective People&lt;/em&gt;—yang disebut-sebut sebagai Buku Bisnis Paling Berpengaruh No. 1 di Abad Ke-20—yang terjual puluhan juta eksemplar menghadirkan&amp;nbsp;&lt;em&gt;The 3rd Alternative&lt;/em&gt;, yang memperkenalkan pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik dan memecahkan masalah secara kreatif. Dr. Stephen R. Covey, salah satu dari 25 warga Amerika yang paling berpengaruh menurut majalah Time, telah membantu jutaan orang mengubah kehidupan. Di&amp;nbsp;&lt;em&gt;The 3rd Alternative&lt;/em&gt;&amp;nbsp;Covey mengubah pandangannya yang luar biasa menjadi cara baru yang ampuh untuk memecahkan kesulitan profesional serta personal dan menciptakan solusi atas masalah-masalah besar dalam organisasi serta masyarakat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Dalam konflik apa pun, Alternatif Pertama adalah cara saya, dan Alternatif Kedua adalah cara Anda. Perdebatan biasanya berujung pada pertanyaan mengenai cara siapa yang lebih baik. Ada banyak metode “penyelesaian konflik”, tapi sebagian besar melibatkan kompromi—penyelesaian yang mengakhiri perdebatan tanpa memberikan hasil yang luar biasa.&amp;nbsp;&lt;em&gt;The 3rd Alternative&amp;nbsp;&lt;/em&gt;lebih dari sekadar gencatan senjata—tapi tentang menciptakan realitas yang baru dan lebih baik. Buku ini mengungkapkan cara pikir baru yang sesuai bagi siapa pun yang mencari solusi dalam kehidupan profesional serta pribadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Di dunia dengan ketegangan yang terus meningkat ini, pemikir Alternatif Ke-3 seperti yang diprofilkan oleh Covey di buku ini membawa solusi kreatif, perdamaian, dan penyembuhan. Lewat contoh-contoh dan cerita-cerita penting yang didapatnya sebagai konsultan, Covey menunjukkan kekuatan pemikiran Alternatif Ke-3. Contoh-contohnya sangat bervariasi, termasuk satuan kepolisian kota Kanada yang mengubah masyarakat yang penuh kriminalitas dengan mengabaikan mentalitas ”mereka lawan kita” dan mengubah makna keseluruhan polisi; seorang ayah yang menyelamatkan putrinya yang resah dari kekecewaan selama bertahun-tahun dan hampir mengakhiri hidupnya dengan tindakan bunuh diri pada suatu malam yang mengejutkan; seorang hakim yang membawa penyelesaian yang cepat dan damai atas salah satu tuntutan hukum tentang lingkungan terbesar dalam sejarah Amerika tanpa membawanya ke meja sidang; kepala sekolah SMA anak-anak pekerja migran yang meningkatkan tingkat kelulusan dari 30 persen menjadi 90 persen dan melipattigakan keterampilan dasar mereka; sejumlah orang yang tidak dikenal publik yang diam-diam menemukan cara menciptakan perdamaian di Timur Tengah; dan banyak lagi. Kelompok dan pribadi berbeda-beda ini adalah saksi hidup cara menciptakan hasil yang baru serta lebih baik, bukannya memperbesar konflik, juga cara membangun hubungan kuat dengan orang-orang berbeda atas dasar sikap sama-sama menang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Judul:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The 3rd Alternative&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Stephen R. Covey&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penerbit:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gramedia Pustaka Utama&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/06/3rd-alternative.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-1458278270349111236</guid><pubDate>Sun, 03 Jun 2012 04:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-06-03T12:26:57.187+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Pemulihan Jiwa</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_2023" style="background-color: white; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-image: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 10px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 460px;"&gt;
&lt;a href="http://gramediamatraman.files.wordpress.com/2012/05/pemulihan-jiwa.jpg" style="color: #0066cc; text-decoration: none;"&gt;&lt;img alt="" class="size-full wp-image-2023" height="675" src="http://gramediamatraman.files.wordpress.com/2012/05/pemulihan-jiwa.jpg?w=450&amp;amp;h=675" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; border-width: initial; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" title="Pemulihan Jiwa" width="450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;
Pemulihan Jiwa&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;Kebahagiaan bukanlah keberhasilan mendapat sesuatu yang belum dimiliki, melainkan menghargai dan menikmati yang sudah dimiliki.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Buku ini akan membantu Anda meningkatkan taraf sadar, sebab kesadaran yang cukup membuat hidup terasa lebih nikmat. Setiap manusia diuji berdasarkan taraf sadarnya masing-masing. Dua orang mengalami PHK pada saat yang sama di suatu perusahaan, sama-sama kecewa tapi tingkat kedalaman kecewanya bisa berbeda. Orang pertama mengalami depresi yang berat hingga tak dapat berbuat apa-apa. Orang kedua alami kesedihan secukupnya tapi tetap tertantang untuk menyambung penghidupannya, ia mencari pekerjaan baru. Apa yang terjadi? Padahal masalah yang mereka alami sama bobotnya. Akhirnya taraf sadar di dalam diri kita memang sangat menentukan rasa sakit yang kita alami.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
Judul:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemulihan Jiwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dedy Susanto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penerbit:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Transmedia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/06/pemulihan-jiwa.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-3098103850184813637</guid><pubDate>Fri, 18 May 2012 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-19T10:46:22.040+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Beijing Trip 12-16 Mei 2012 Gramedia-Alfalink</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxBn1OTVf1NACJoQoqsohS_KiFi4eqbFqTo4LM3GZevzdI5stezKLyKa1SxoL5_f1GMaqqf5bqYls6rC5ztIKGaBAQigZPfP3O9oStVKRsQAU1m_6h9rjAnNS1oRgF9doGJcu1ayJFBGX/s1600/Pendakian+Great+Wall+China.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxBn1OTVf1NACJoQoqsohS_KiFi4eqbFqTo4LM3GZevzdI5stezKLyKa1SxoL5_f1GMaqqf5bqYls6rC5ztIKGaBAQigZPfP3O9oStVKRsQAU1m_6h9rjAnNS1oRgF9doGJcu1ayJFBGX/s320/Pendakian+Great+Wall+China.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="309" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpqAnWfGBEJSyiCswOUKASWK7Qqs0XkFjJz76YtVBvUM-CtfG-0KeSmN-Ej9DEsqv4Uf7GBsd-_BiWQp7FTUQKjp02TjoCxPUVe3c7_T7dNtyXRRFFj3OIRfzbxlO6uFqKKllMAT8pw0sL/s320/Lapangan+Tiannamen+Beijing.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Tiannanmen Square and Forbidden City Beijing &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkPwRaq8HW8nI3FYcZnlbQdEMUhrSOGkdpwtW0u9T0_GDgKbLirtkkmHqwc-m5poD_inQfyoftgO8Rz1LDbZZp-tYtt2cTSkNvxe2YUwXby7QNYafzS_-MT-zz69CX3xGOuy2M7LI7-6zi/s320/IMG02048-20120513-0927.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
Summer Palace Istana Musim Semi Kaisar China&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifY0JtyAYkcC-eCVqAYWdHD3UhyVW6oP1zdlS_xaEJbL24reYSKGe-kyqL9rBHkqp0bykfyRevuTI4dyKuEvnXSIn_1hVdohee45DjfLOLvVAEUPnyPFRB2CoU03PG7nou4ZcMr7DBAQ6B/s320/IMG02031-20120513-0626.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arrived at Peking airport&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNh3_B8HIdcAQ6ilVENToO9tdn45x85ZoVqd7Q8auFV8_da2EQeEJ92BUwIyZOnd-QteLi5ZjOWHm1a-cR1paZnRzPXk6w70XVxxfL702oFm0QKnaXAzGSERocPW2i7UMUt0AnOqd2deUx/s320/IMG02118-20120515-1046.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Great Wall China&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYpumxO9rzLHeGDBAYPpo7L-YtOICgRHXu-Z0ZVxFFQ_3fBFIVTfSJj1AUOJv5g5UWnd22z56aa9A8haUQfxLZq4qP3R2Ucw4d-WG36SagkRxRfW-OcWFlsrqXzWRt7DLMWbm9mzD2A6g-/s320/IMG02128-20120515-1108.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
Great Wall China&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4B_mSuOeu4uC0xHhxbyq59DM9khi_JCf9k0MnU2xgbaKcQ_Tm1SdvnmXWzj1FDY7KotDUIiawqpTMpEhr0ITxxfA7gtH3Y1CSiNIv1X4r5ebQv0inqwAXDEAbVOXUaRHrAn_onQ_GogoO/s320/IMG02136-20120515-1149.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Great Wall China&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrOHUWq0SHIZyWld6G3FeHUTEaDjbmOBg3bT-pv5zlheU-Mcm6b_2ptPcFoSEKPfjfNJEV0JrlTFuYA44aqTq1ECK7U77JMjr0uZwi1eETGk0WlKFFVneEKbi85xbemYZtfDlAsvAIHDK8/s320/IMG02050-20120513-0941.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
dekat danau di Istana musim semi Kaisar Cina&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv4MJG3snar2u6Rkw1xLpDvw4Ty_sMMBgCVhmWQmHfQLut5tEfrQ4fhSbtmwt-BSyiDLVWGqfmbrPykwwhwb-DPd_bcqA0KsmX4rH7crzcy_oLxiOF4nHwXh4XAFHnhd8Ziy0wknapvAWQ/s320/IMG02100-20120514-1720.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Toko Buku Wang Fu Jing terbesar di Beijing&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2012/05/study-trip-beijing-12-16-mei-2012.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxBn1OTVf1NACJoQoqsohS_KiFi4eqbFqTo4LM3GZevzdI5stezKLyKa1SxoL5_f1GMaqqf5bqYls6rC5ztIKGaBAQigZPfP3O9oStVKRsQAU1m_6h9rjAnNS1oRgF9doGJcu1ayJFBGX/s72-c/Pendakian+Great+Wall+China.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-6776192157111527643</guid><pubDate>Tue, 08 Nov 2011 04:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-08T12:55:45.386+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Pelanggan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Program Toko</category><title>Bapak Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan belanja buku di Gramedia Manado</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipdEWtW5Ns0aN_yPKhSebx5WXocNpwBjzYCaVu2FlTWPqeJQJ6JzWVBdUOpEp3OrBA3vnfBjLSP6haaFIw1e3qlg-yn0p5HYYPmbF3ihatlDLubh45j3eSgFwief9GnVTpcXdUY1YIhZ_q/s1600/Kunjungan+Wawali+Manado.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipdEWtW5Ns0aN_yPKhSebx5WXocNpwBjzYCaVu2FlTWPqeJQJ6JzWVBdUOpEp3OrBA3vnfBjLSP6haaFIw1e3qlg-yn0p5HYYPmbF3ihatlDLubh45j3eSgFwief9GnVTpcXdUY1YIhZ_q/s320/Kunjungan+Wawali+Manado.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Bapak Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan datang belanja buku di Gramedia Manado bersama dengan keluarga. Terimakasih sudah berkunjung ke Gramedia Manado, kami seluruh karyawan bangga pemimpin muda kota Manado menjadi pecinta buku. salam Gramedia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/11/bapak-wakil-walikota-manado-harley.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipdEWtW5Ns0aN_yPKhSebx5WXocNpwBjzYCaVu2FlTWPqeJQJ6JzWVBdUOpEp3OrBA3vnfBjLSP6haaFIw1e3qlg-yn0p5HYYPmbF3ihatlDLubh45j3eSgFwief9GnVTpcXdUY1YIhZ_q/s72-c/Kunjungan+Wawali+Manado.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7587801891575484862</guid><pubDate>Sat, 05 Nov 2011 02:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-05T10:53:44.391+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Pelanggan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Program Toko</category><title>Drs. Piet Hein Kuerah Wakil Bupati Sitaro Belanja Buku di Gramedia Manado</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLIXUuaF9q0Qrqk5dWUxoyrDvny85-EPliT3kYsYoUIp6g_fVQD_197PDfrwbaUFpejXcQbLC9zCkhLH5LMB9wtTBLxMp1XfANhizSd-P3JSGP5fjRZ04UYIK9trYku2OohDC7YiF5KWWk/s1600/Kunjungan+WaBup+Sitaro.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLIXUuaF9q0Qrqk5dWUxoyrDvny85-EPliT3kYsYoUIp6g_fVQD_197PDfrwbaUFpejXcQbLC9zCkhLH5LMB9wtTBLxMp1XfANhizSd-P3JSGP5fjRZ04UYIK9trYku2OohDC7YiF5KWWk/s320/Kunjungan+WaBup+Sitaro.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat datang Bapak Drs. Piet Hein Kuerah Wakil Bupati Sitaro di Gramedia Manado &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/11/drs-piet-hein-kuerah-wakil-bupati.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLIXUuaF9q0Qrqk5dWUxoyrDvny85-EPliT3kYsYoUIp6g_fVQD_197PDfrwbaUFpejXcQbLC9zCkhLH5LMB9wtTBLxMp1XfANhizSd-P3JSGP5fjRZ04UYIK9trYku2OohDC7YiF5KWWk/s72-c/Kunjungan+WaBup+Sitaro.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-4339854365108487466</guid><pubDate>Sat, 05 Nov 2011 02:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-05T10:47:54.679+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Syukur Ultah ke-45 Bersama Kel Besar Gramedia Manado</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixtFT3zbZwdJkK2UttWuHYRVrKJ7CKTXmDO-EH59BBfe5ofHc_LCwzVthhbL7FwFJeBHUw_JV6YUIfc7ldJXYolqEk_nmT-sxbrpaSiG_MAewRxhnDj6rzKghu5nStl84lBcqssxAIQJDQ/s1600/45th+Bersama+Gramedia+Manado.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixtFT3zbZwdJkK2UttWuHYRVrKJ7CKTXmDO-EH59BBfe5ofHc_LCwzVthhbL7FwFJeBHUw_JV6YUIfc7ldJXYolqEk_nmT-sxbrpaSiG_MAewRxhnDj6rzKghu5nStl84lBcqssxAIQJDQ/s320/45th+Bersama+Gramedia+Manado.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-nj8OEuRMS0MbyxRd3qWzxFyumMVxiTNxpVeMp1RkphEdqFRuW_xuR28jyZf9Bo6RXfOHERjoGsPo4QMos-3eeW0Tg9_Ikgr-OcL5uKkHF7duUeA-t1NyzZUtWJNqHJs37ACzxZHATkCQ/s1600/45th+Bersama+Kasir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-nj8OEuRMS0MbyxRd3qWzxFyumMVxiTNxpVeMp1RkphEdqFRuW_xuR28jyZf9Bo6RXfOHERjoGsPo4QMos-3eeW0Tg9_Ikgr-OcL5uKkHF7duUeA-t1NyzZUtWJNqHJs37ACzxZHATkCQ/s320/45th+Bersama+Kasir.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT5gmKoZrVS9MIE1dKJMuaDhYw1TGzZMmiwDZ3jqNxbrRrCwtQrTBR9NHWnlV0sHQgy-olgPE_ZSl_MISjs6XvmeBrvDlSFyxdoR0xEtpJF-f1-cILoZT5QcAxBW-6NS6ZBGiL7W_QGTAk/s1600/45+th+Bersama+Back+Office.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiT5gmKoZrVS9MIE1dKJMuaDhYw1TGzZMmiwDZ3jqNxbrRrCwtQrTBR9NHWnlV0sHQgy-olgPE_ZSl_MISjs6XvmeBrvDlSFyxdoR0xEtpJF-f1-cILoZT5QcAxBW-6NS6ZBGiL7W_QGTAk/s320/45+th+Bersama+Back+Office.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHf-Rn1dFjoIcKWtX1gPEzc1T-hZTbdxaPhxGf0L7Ny4VtnRoGMbOf1QowQpS1MS-Rz053FNgu2dJEBDm_-JtSV4WqM47vA0crumBVTVDuC0Mcw_llk8AdaImG400kzwMoDWiGSCmYE3Ri/s1600/45th+Bersama+Counter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHf-Rn1dFjoIcKWtX1gPEzc1T-hZTbdxaPhxGf0L7Ny4VtnRoGMbOf1QowQpS1MS-Rz053FNgu2dJEBDm_-JtSV4WqM47vA0crumBVTVDuC0Mcw_llk8AdaImG400kzwMoDWiGSCmYE3Ri/s320/45th+Bersama+Counter.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhquqbbnrM0Pj8S3n3bfmHFE3J_ebQUn4cpzPgZ7TF5IQkEUQGsKw7Fb3GNTsYI6Wh8hU_JU5etWRV-7L3QRPkonlgKKh6nZtXAH-xw_4F0jdzv-m_-FcXu5SE8IczPLWkqxy6UEXfSk0XC/s1600/45th+Bersama+Prabu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhquqbbnrM0Pj8S3n3bfmHFE3J_ebQUn4cpzPgZ7TF5IQkEUQGsKw7Fb3GNTsYI6Wh8hU_JU5etWRV-7L3QRPkonlgKKh6nZtXAH-xw_4F0jdzv-m_-FcXu5SE8IczPLWkqxy6UEXfSk0XC/s320/45th+Bersama+Prabu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUy1iy3yx8sAjJLoX-B8Z3boGJujWdXsCIGp89-H8Fwy9jqHJT7Xhb6DrwH9Tq4NZ5Aa7BYadIoRSqHHuEeR1uJGKcG2QmP48iPdyC2FQbOFaEcSvd6VEknWBztvNrwtQ9bL-ajzmc7n3I/s1600/45th+Bersama+RTg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUy1iy3yx8sAjJLoX-B8Z3boGJujWdXsCIGp89-H8Fwy9jqHJT7Xhb6DrwH9Tq4NZ5Aa7BYadIoRSqHHuEeR1uJGKcG2QmP48iPdyC2FQbOFaEcSvd6VEknWBztvNrwtQ9bL-ajzmc7n3I/s320/45th+Bersama+RTg.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiknrc05ZcqyhoOVFrIiTb3o0af4s0A0zeVHE7ZJDs2n18FhzS9XQX0eFbWiQbnMiq4ic6AtJJq4Gs-Gysj7OS4xV2mGUxMTinRkpsD4KWlAIN0Jbf6qHB5e8E4gX1NvTuW8KJu8kDdcMHA/s1600/45th+Bersama+Spv.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiknrc05ZcqyhoOVFrIiTb3o0af4s0A0zeVHE7ZJDs2n18FhzS9XQX0eFbWiQbnMiq4ic6AtJJq4Gs-Gysj7OS4xV2mGUxMTinRkpsD4KWlAIN0Jbf6qHB5e8E4gX1NvTuW8KJu8kDdcMHA/s320/45th+Bersama+Spv.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/11/syukur-ultah-ke-45-bersama-kel-besar.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixtFT3zbZwdJkK2UttWuHYRVrKJ7CKTXmDO-EH59BBfe5ofHc_LCwzVthhbL7FwFJeBHUw_JV6YUIfc7ldJXYolqEk_nmT-sxbrpaSiG_MAewRxhnDj6rzKghu5nStl84lBcqssxAIQJDQ/s72-c/45th+Bersama+Gramedia+Manado.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-8685682680684785127</guid><pubDate>Sat, 05 Nov 2011 02:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-05T10:41:54.576+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Pelanggan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Program Toko</category><title>Wisata Buku TK TRI DARMA Manado</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq5oAZZh-MoJdz_WtdrHMbe5keuLnQZKpGCZDpsSHzgx-lImmYl0BRKG3J8Vn4iBao3CFH4CBvHR_5GbyPBIJKkyYdlAHF9siUy24sxFyATNwus77I3YdhyphenhyphenbOoHAALFPFCXSegjN9EVCyF/s1600/Wisata+Buku+TK.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq5oAZZh-MoJdz_WtdrHMbe5keuLnQZKpGCZDpsSHzgx-lImmYl0BRKG3J8Vn4iBao3CFH4CBvHR_5GbyPBIJKkyYdlAHF9siUy24sxFyATNwus77I3YdhyphenhyphenbOoHAALFPFCXSegjN9EVCyF/s320/Wisata+Buku+TK.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7vXy5c00Id-LO1uePS0B6e-t8HwK3pL3_sWQTF08XQ5TS4nDBOa-t01E35zwJOPh1pScVjLrn5X40-jz_u0f0TJtZqyjL7b-ngrulz7JZT4H63WMC-cItNC7A4XQSqbh9wot8CbTBplQW/s1600/IMG01443-20111027-0939.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7vXy5c00Id-LO1uePS0B6e-t8HwK3pL3_sWQTF08XQ5TS4nDBOa-t01E35zwJOPh1pScVjLrn5X40-jz_u0f0TJtZqyjL7b-ngrulz7JZT4H63WMC-cItNC7A4XQSqbh9wot8CbTBplQW/s320/IMG01443-20111027-0939.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/11/wisata-buku-tk-tri-darma-manado.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq5oAZZh-MoJdz_WtdrHMbe5keuLnQZKpGCZDpsSHzgx-lImmYl0BRKG3J8Vn4iBao3CFH4CBvHR_5GbyPBIJKkyYdlAHF9siUy24sxFyATNwus77I3YdhyphenhyphenbOoHAALFPFCXSegjN9EVCyF/s72-c/Wisata+Buku+TK.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-8051926636727016424</guid><pubDate>Fri, 30 Sep 2011 02:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-30T10:31:15.520+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfdxaRcYEV61-9rAZn9Hj8rRpZ-2GmKGY3JzqQgvA38SSO67IcQ5Tx1AhaJirecyO_-7148wZlUP9oy1j4e5MAp6Hhdj-lLyAzBZpxreYTAlNauPLO48GDmH_SEvLaIp7QXQvuj_4dZKDu/s1600/mimpi-sejuta-dolar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfdxaRcYEV61-9rAZn9Hj8rRpZ-2GmKGY3JzqQgvA38SSO67IcQ5Tx1AhaJirecyO_-7148wZlUP9oy1j4e5MAp6Hhdj-lLyAzBZpxreYTAlNauPLO48GDmH_SEvLaIp7QXQvuj_4dZKDu/s320/mimpi-sejuta-dolar.jpg" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;Titik awal keberhasilan adalah impian.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari seorang 
mahasiswi dengan ekonomi pas-pasan, Merry Riana, anak muda Indonesia, 
menjelma menjadi miliuner muda dan diakui sebagai pengusaha sukses, 
motivator yang sangat dinamis, serta pengarang buku terlaris di 
Singapura. Melewatkan masa kuliah yang penuh dengan keprihatinan 
finansial di Nanyang Technological University, Merry kemudian 
menciptakan perubahan paradigma berpikir dan memulai suatu perjuangan 
dengan konsep dan etos kerja keras luar biasa. Akhirnya, dia berhasil 
meraih penghasilan 1 juta dolar di usia 26 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNYsgF5BzoFt13McS9uSYOsmVDLnegScRpV-E2JUg7YbPSkq_IW-kBbGrtdMlPLCaXylO2_ohoWyqamfxxTxdL9OqYEUbN3djG1qcMbSZr8G2LtqhMnlCUyYSReZtB3h5A0pfoZWRKvFEn/s1600/Merry+Riana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNYsgF5BzoFt13McS9uSYOsmVDLnegScRpV-E2JUg7YbPSkq_IW-kBbGrtdMlPLCaXylO2_ohoWyqamfxxTxdL9OqYEUbN3djG1qcMbSZr8G2LtqhMnlCUyYSReZtB3h5A0pfoZWRKvFEn/s320/Merry+Riana.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kini Merry ingin menciptakan dampak positif di dalam kehidupan banyak orang, terutama di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku
 ini berisi pengalaman perjuangan Merry beserta hikmah yang sangat 
inspiratif dan bisa diterapkan untuk mencapai sukses dalam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Apa
 yang dilakukan Merry Riana adalah salah satu contoh bahwa usia tidak 
membatasi kita untuk sukses, melainkan keuletan dan kerja keras yang 
menjadi kuncinya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;--Andy F. Noya, &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: smaller;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Host Program Kick Andy&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Saya
 suka cara Merry Riana membagi kisah perjuangan hidupnya, cara dia 
memandang hidup, dan cara dia memberikan motivasi tanpa menggurui.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;--Ronal Surapradja, &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: smaller;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penyiar, Host, Aktor, Musisi, Pekerja Seni&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;“Terus berkarya yaah Mbak Merry Riana, semoga selalu menjadi inspirasi buat kita semua....”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;--Nycta Gina “Jeng Kelin”, &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: smaller;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pemain Sinetron, Bintang Iklan, Presenter&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;“Merry
 Riana mengajarkan pada kita bagaimana impian yang diselimuti tekad, 
keyakinan, dan kerja keras bisa membuahkan keberhasilan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;--Yuanita Christiani, &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: smaller;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Actress, Host&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/merry-riana-mimpi-sejuta-dolar.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfdxaRcYEV61-9rAZn9Hj8rRpZ-2GmKGY3JzqQgvA38SSO67IcQ5Tx1AhaJirecyO_-7148wZlUP9oy1j4e5MAp6Hhdj-lLyAzBZpxreYTAlNauPLO48GDmH_SEvLaIp7QXQvuj_4dZKDu/s72-c/mimpi-sejuta-dolar.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7984717645250308674</guid><pubDate>Wed, 28 Sep 2011 04:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-28T12:55:58.566+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOP 10</category><title>TOP 10 Gramedia Manado Minggu Ini</title><description>&lt;b&gt;Buku Laris Gramedia Manado Minggu Ini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="left" class="text_article"&gt;
&lt;b&gt;Periode 10 SEPTEMBER 2011&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Judul : Poconggg Juga Pocong&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Pengarang : @poconggg&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Penerbit : bukuone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Judul : Financial Revolution in Action&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis&amp;nbsp; : Ongky Hoyanto&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Judul : 7 Keajaiban Rezeki&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Ippho Santosa&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Judul :100 Cerita ALkitab untuk Anak-Anak&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Igrea Siswanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Judul :100 Peristiwa yang Bisa Menimpa Anda&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Benny Rachmadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Judul : Claiming The Courtesan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Anna Campbell&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Judul : 18 Desain Rumah Modern 2 Lantai&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Bowo Prihatno&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Andi Publisher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Judul: Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengarang : Ajahn Bram&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit: Niaga Swadaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Harlequin; Perkawinan Sang Miliuner – The Millionaire’s Marriage&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Catherine Spencer&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Buku Pintar ANJING &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Colin Tenant&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Buku 18 Desain Rumah Modern 2 Lantai Terlaris di Gramedia Manado&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;




&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO&lt;/b&gt;-Satu
 lagi buku yang sangat cocok bagi pembaca yang pusing bagaimana menata 
atau ingin membangun rumahnya. Buku 18 Desain Rumah Modern 2 lantai ini 
adalah kelanjutan dari buku desain pada lantai 1yang sudah diterbitkan 
sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kebutuhan penghuni meningkat, maka dirasakan 
pentingnya rumah yang lebih luas, agar bisa menampung semua aktivitas 
penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Contohnya ketika masih memiliki satu anak, rumah
 tipe 60 dirasakan masih mencukupi. Tetapi saat anak-anak lain mulai 
hadir dan tumbuh besar, mau tak mau rumah harus diperluas. Sayangnya, 
solusi memperluas rumah dengan melebarkan ke samping tidak selalu dapat 
dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbatasnya lahan, menjadi kendala utama," kata 
General Manager Toko Buku (TB) Gramedia Manado, Gabriel Laia kepada 
Tribun Manado, Jumat (23/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, lanjutnya, solusi 
paling jitu adalah dengan meningkat rumah. Tentunya akan lebih mudah 
jika sejak awal rumah sudah dirancang dengan 2 lantai. Dikatakannya, 
buku ini memberikan gambaran tentang bangunan rumah 2 lantai ditinjau 
dari sisi arsitektur maupun struktur atau konstruksi bangunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku
 ini juga memberikan gambaran tentang hal-hal yang perlu diperhatikan 
dan disiapkan dalam melaksanakan pembangunan rumah 2 lantai agar 
didapatkan hasil yang baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai 
bahan inspirasi, terangnya, dalam bab inti buku ini disajikan 18 desain 
rumah dua lantai dengan luasan bangunan 80 m2 sampai dengan 250 m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain
 tersebut disajikan berupa gambar denah dan tampak yang dilengkapi 
dengan gambar perspektif tampilan rumah dalam format berwarna sehingga 
akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bentuk maupun tampilan
 rumah. Di TB Gramedia sendiri, buku tersebut merupakan satu diantara 10
 buku terlaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini, masuk pada bulan Juli hingga Agustus 
2011 sebanyak 40 buku. Kini sudah terjual sebanyak 17 buku. "Per 1 
hingga 23 September 2011 terjual 12 buku. Sisa stok per 23 September 
2011 sebanyak 11 buku. Jadi segera datangi dan lihatlah buku ini. 
Pembaca yang ingin merenovasi rumah, buku ini bisa menjadi acuan anda 
untuk membangun rumah anda," katanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/top-10-gramedia-manado-minggu-ini_28.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-5950245484179147555</guid><pubDate>Tue, 27 Sep 2011 02:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-27T10:32:49.732+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Syukur Tiada Akhir, Jejak Langkah Jacob Oetama Sudah hadir di Gramedia Manado</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0udiSVSgaas7DgR-K9d-98EUvexb1Qb_PDCF-fRNnBJwX47OPwhrggQCk7MuK2lXvD4n8F3XZG1rP1sfLp05rB-Z4nXlNKMqGICu3bizYrFryPqKjfxBbbwLcwMnZFVTqNw98qI57_-qJ/s1600/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0udiSVSgaas7DgR-K9d-98EUvexb1Qb_PDCF-fRNnBJwX47OPwhrggQCk7MuK2lXvD4n8F3XZG1rP1sfLp05rB-Z4nXlNKMqGICu3bizYrFryPqKjfxBbbwLcwMnZFVTqNw98qI57_-qJ/s320/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" width="262" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Judul Buku : Syukur Tiada Akhir, Jejak Langkah Jakob Oetama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Penyusun : St Sularto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Penerbit : Kompas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Rp 98.000 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Perjalanan
 harian Kompas yang terbit pertama tanggal 28 juni 1965 dan didirikan 
oleh Petrus Kanisius Ojong (1920-1980) dan Jakob Oetama, tak bisa lepas 
dari tiga titik balik yg menentukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Pertama keputusan Jakob Oetama siap memikul tanggung jawab menandatangani surat permintaan maaf, dini hari 5 febuari 1978&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Kedua keputusan Jakob Oetama  memilih profesi jurnalistik sebagai panggilan hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Ketiga
 kepergian PK Ojong yg mendadak tanggal 31 Mei 1980, padahal selama ini 
urusan bisnis menjadi tanggung jawabnya sementara urusan redaksi 
tanggung jawab utama Jakob Oetama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Apa
 yg bakal terjadi andaikan Jakob Oetama tidak mengambil alih tanggung 
jawab? Kompas Gramedia mungkin akan tinggal nama menjadi salah satu fosil korban 
pembredelan, Andai Jakob Oetama  menjadi dosen dan dikirim mengambil program doctor di Universitas Leuven, Belgia atau University of Columbia  seperti
 yang dijanjikan mungkin tidak akan lahir Koran dengan terobosan 
terobosan mencerahkan yang merupakan bagian dari usaha survival nya di 
bawah pemerintahan represif Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Banyak
 pengendalian yang lain, yang jelas sekian suku usaha tumbuh dan 
berkembang di bawah nama Jakob Oetama sosok sederhana yang lebih senang 
di sebut wartawan daripada pengusaha, yang selalu menyebut keberhasilan Kompas Gramedia adalah berkat kerja keras sinergi dan karena diberkati Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Seolah olah semua terjadi secara kebetulan tetapi sebenarnya semua terjadi berkat penyelenggaraan Allah (providential dei)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Un journal c’est un monsieur, koran itu bersosok, kata pepatah perancis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Karena sosok Jakob Oetama, Kompas Gramedia pun bersosok.begitu pula sebaliknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Deus, gratias agimus tibi. Tuhan, kami bersyukur padaMu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman;"&gt;Selamat Ulang Tahun ke 80 kepada Pak Jacob Oetama founding father dan President Director Kompas Gramedia. Teriring salam dan doa semoga panjang umur, sehat dan bahagia selalu. Tuhan Memberkati! (doa dari karyawan Gramedia Manado).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/syukur-tiada-akhir-jejak-langkah-jacob_27.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0udiSVSgaas7DgR-K9d-98EUvexb1Qb_PDCF-fRNnBJwX47OPwhrggQCk7MuK2lXvD4n8F3XZG1rP1sfLp05rB-Z4nXlNKMqGICu3bizYrFryPqKjfxBbbwLcwMnZFVTqNw98qI57_-qJ/s72-c/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-9127559188207519562</guid><pubDate>Thu, 15 Sep 2011 00:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-22T12:42:59.087+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>COMING SOON... SYUKUR TIADA AKHIR</title><description>Segera hadir di Gramedia Manado.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4fKZhIijzIXVsbC6uBLDT4yaTTOZ4VpPXsksUYDAB5sZl6fSBM-onZKf3VasUxEg-TDtwYRmZteHLzpQv3GD1G-N7qmxVsDniUYVkAmTw0pMUcr8BAjdBjwYZ7YM2jk6yn366dJFYGSrz/s1600/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="420" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4fKZhIijzIXVsbC6uBLDT4yaTTOZ4VpPXsksUYDAB5sZl6fSBM-onZKf3VasUxEg-TDtwYRmZteHLzpQv3GD1G-N7qmxVsDniUYVkAmTw0pMUcr8BAjdBjwYZ7YM2jk6yn366dJFYGSrz/s420/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" width="362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/syukur-tiada-akhir-jejak-langkah-jacob.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4fKZhIijzIXVsbC6uBLDT4yaTTOZ4VpPXsksUYDAB5sZl6fSBM-onZKf3VasUxEg-TDtwYRmZteHLzpQv3GD1G-N7qmxVsDniUYVkAmTw0pMUcr8BAjdBjwYZ7YM2jk6yn366dJFYGSrz/s72-c/Jejak+Langkah+Pak+JO+Syukur+tiada+henti.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-3765571164423271154</guid><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 00:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-10T08:21:20.489+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TOP 10</category><title>TOP 10 Gramedia Manado Minggu Ini</title><description>TOP 10 Buku Laris Minggu Ini&lt;br /&gt;
Periode 10 September 2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Judul : Poconggg Juga Pocong&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengarang : @poconggg&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Bukuone&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Judul : Justin Bieber First Step 2 Forever : My Story&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Kaifa for teens&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Judul : SAM KOK 5&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Kim Woo Il&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit :Bhuana Ilmu Populer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Judul : Anatomi dan Fisiologi untuk Para Medis&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Evelyn C. Pearce&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Judul : Financial Revolution in Action&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis : Tung Desem Waringin &amp;amp; Ongky Hojanto&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Judul : Property Cash Machine&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengarang : Joe Hartanto&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Judul : Box Set Serial Harlequin (Christmas Cowboy, Lawman, Renegade)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis: Diana Palmer &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Gramedia Pustaka Utama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Judul : 7 Keajaiban Rezeki&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis :&amp;nbsp; Ippho ‘Right’ Santosa&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Elex Media Komputindo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Judul : Madre&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penulis :&amp;nbsp; DEE&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : Bentang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Judul : 100 Peristiwa Yang Bisa Menimpa Anda&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pengarang : Benny Rachmadi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penerbit : KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/top-10-gramedia-manado-minggu-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7349282779369146699</guid><pubDate>Fri, 09 Sep 2011 23:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-10T07:52:40.680+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Novel 'Sebelas Patriot' Andrea Hirata Sudah Hadir di TB Gramedia Manado</title><description>&lt;b&gt;TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO&lt;/b&gt;  - Bagi Anda yang merupakan pencinta bola, pastinya tak ingin  ketinggalan untuk membaca sebuah novel yang berjudul ‘Sebelas Patriot’.  Buku yang dikarang oleh Novelis Andrea Hirata tersebut sudah hadir di  toko buku (TB) Gramedia Manado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku ini adalah kisah yang  menggetarkan dan sangat inspiratif tentang cinta seorang anak,  pengorbanan seorang ayah, makna menjadi orang Indonesia, dan kegigihan  menggapai mimpi-mimpi. Menurut General Manager (GM) TB Gramedia Manado,  buku ini mengajak para pembaca untuk mencintai Sepakbola kita (PSSI).&amp;nbsp;  “Walaupun buruknya pesepakbolaan kita dan juga minimnya prestasi tim  sepakbola Indonesia di kancah Internasional, tapi novelis ini ingin  menjaka pembaca untuk mencintai persepakbolaan kita,” katanya, Jumat  (9/9/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diungkapkannya, pada buku ini, Andrea Hirata atau  Ikal mengisahkan bagaimana ayahnya pada waktu muda dahulu menjadi pemain  sepakbola yang sangat hebat dan berhasil menjadi penentu kemenangan tim  sepakbolanya atas tim sepakbola Belanda pada masa kolonial untuk  pertama kali. Namun, karena hal tersebut ayahnya dihukum dan disiksa  sampai ayahnya tidak bisa bermain bola lagi karena tempurung kakinya  pecah. “Karena hal tersebut Ikal yang tidak lain adalah anak ayahnya  berusaha untuk menjadi tim nasional junior PSSI agar bisa membahagiakan  ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada buku ini juga, lanjutnya, Andrea mengisahkan  bagaimana saat tur keliling eropa ia menyempatkan untuk datang ke  stadion klub spanyol Real Madrid untuk membeli baju Luis Figo plus tanda  tangannya untuk diberikan kepada ayahnya, karena ia tahu bahwa Luis  Figo adalah pemain sepakbola favorit ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ia harus  mencari uang yang cukup banyak untuk membeli baju tersebut dan ia  mencari pekerjaan apa saja yang ia bisa lakukan. Andrea pun berhasil  membelikan ayahnya baju tersebut dan berkesempatan pula menyaksikan  pertandingan sepakbola Real madrid vs Valencia. Di dalam stadion para  penonton semua berteriak Real Madrid namun ia berteriak Hidup Indonesia  karena ia sadar bahwa klub sepakbola favorit pertamanya adalah Tim  Nasional PSSI,” katanya. &lt;b&gt;(kev)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/09/novel-sebelas-patriot-andrea-hirata.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-2795892719317957427</guid><pubDate>Thu, 19 May 2011 07:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-20T11:27:18.268+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Best Seller Novel</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>MANUSIA LANGIT by J.A. Sonjaya</title><description>&lt;h1 class="singlePageTitle"&gt;&lt;/h1&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGA5NUtqrLKhkNoiDtM9SHl8xImBmHzHq9ag1SbZgR5HExRg2IIoe0HZBXdSn2AeZQrK0VaSO6_giq581UZhEJ5YKHYoXPhrq6_hroxpad-AtbFV7pskIRqMT_JyTCKRxVpN1ZzwqjQMw/s1600/Manusia-Langit-203x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGA5NUtqrLKhkNoiDtM9SHl8xImBmHzHq9ag1SbZgR5HExRg2IIoe0HZBXdSn2AeZQrK0VaSO6_giq581UZhEJ5YKHYoXPhrq6_hroxpad-AtbFV7pskIRqMT_JyTCKRxVpN1ZzwqjQMw/s1600/Manusia-Langit-203x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="freeText2344475774977928010"&gt;MAHENDRA, seorang  arkeolog muda, berusaha melepaskan diri dari kungkungan peradaban  kampus. Ia kabur ke Banuaha, sebuah kampung di pedalaman Pulau Nias,  yang diyakini penduduk aslinya sebagai tempat turunnya manusia dari  langit. Di sana ia banyak belajar soal persamaan dan perbedaan antara  dua dunia: dunia kampus di Yogyakarta dan dunia orang Nias di Banuaha.  Persamaan dan perbadaan yang menyangkut prinsip hidup - mati, harga  diri, pesta, juga soal... perempuan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana kegundahan hati Mahendra saat jatuh cinta pada Saita,  gadis Nias yang ternyata sudah dibeli pemuda kampung tetangga? Bagaimana  kelanjutan nasib Yasmin, gadis asal Lombok, mahasiswinya di Yogyakarta?  Bagaimana pula Mahendra akhirnya sampai pada kesadaran diri sebagai  manusia langit? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel yang membawa kita menyelamai kultur Nias yang eksotik  sekaligus hanyut dalam dunia kampus yang penuh romantika. Sebuah kisah  cinta yang mengharukan dengan latar beragam budaya yang berbeda&lt;a class="actionLinkLite" href="http://www.goodreads.com/book/show/10233093-manusia-langit#"&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Etnografi Sebuah Novel (Catatan Kritis untuk J.A. Sonjaya)&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Sayani sangat tertarik pada mitos roh pemakan bayi. Jelas di  matanya ada kesan bahwa Sayani yang telah mengenyam bangku sekolah itu  tidak percaya akan takhayul yang seperti itu&lt;/i&gt;. Demikian secuplik cerita menyangkut &lt;i&gt;roh pemakan bayi&lt;/i&gt; dalam novel &lt;i&gt;Manusia Langit Sebuah Novel Etnografis&lt;/i&gt; karya J.A. Sonjaya (2010:20).Alur cerita dibangun lewat penemuan sebuah periuk tanah liat ketika &lt;i&gt;Sudip Sayani&lt;/i&gt;  melakukan penggalian di ladang milik keluarga Laiya. Konon, menurut  yang empunya novel, ladang tersebut ada di Banuaha, sebuah kampung di  kawasan Gomo, Pulau Nias. Banuaha singkatan dari &lt;i&gt;banua niha&lt;/i&gt; (kampung manusia). Sayani pemuda lokal Banuaha. Dia membantu &lt;i&gt;Mahendra&lt;/i&gt;, dosen dari Yogyakarta, yang tengah berupaya menemukan bukti arkeologis bekas permukiman pendahulu suku Banuaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misteri periuk terkuak lewat ayah Sayani, Sambörö alias Ama Budi.  Menurut Ama Budi, dia menempatkan bayi laki-lakinya yang baru lahir  dalam periuk, lalu menguburnya hidup-hidup. Masyarakat Banuaha yang  masih bodoh banyak yang percaya jika bayi itu dimakan roh jahat (hal.  24).&lt;br /&gt;
Itulah &lt;i&gt;mitos roh pemakan bayi&lt;/i&gt;. Mitos tersebut ber-&lt;i&gt;latar&lt;/i&gt; Nias. Latar&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;setting&lt;/i&gt;)  cerita adalah lokasi, tata cara, adat istiadat, kepercayaan, ataupun  nilai-nilai yang berlaku di lokasi tersebut (Nurgiyantoro, 2009:219).  Karena novel ini &lt;i&gt;novel etnografis&lt;/i&gt;, maka timbul pertanyaan kritis, apakah mitos roh pemakan bayi itu &lt;i&gt;etnografi Nias&lt;/i&gt;?  Etnografi adalah pekerjaan mendeskripsikan suatu kebudayaan, untuk  memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli  (Spradley, 1997:3). Apakah mitos roh pemakan bayi merupakan mitos  menurut sudut pandang orang Nias?&lt;br /&gt;
Masyarakat tradisional Nias percaya, menjelang ibu melahirkan banyak roh jahat berkeliaran. Yang paling ditakuti adalah &lt;i&gt;matiana&lt;/i&gt;. Konon &lt;i&gt;matiana&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;maciana&lt;/i&gt;) adalah perempuan yang meninggal saat bersalin. Mungkin cemburu atau balas dendam, &lt;i&gt;matiana&lt;/i&gt;  sering mengganggu ibu hamil atau ibu melahirkan (Laiya, 1980:37).  Namun, tidak disebutkan dia memakan bayi. Lalu, siapakah roh pemakan  bayi itu? Dalam novel tidak dijelaskan, selain hanya disebutkan ada  mitosnya. Sementara di alam nyata Nias, mitos ini tidak terdengar  sebagaimana santernya &lt;i&gt;mitos kuyang&lt;/i&gt; di Kalimantan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mitos dalam Novel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mitos kuyang dideskripsikan oleh Yasmin, salah satu tokoh dalam  novel. Yasmin, mahasiswi Mahendra di Yogyakarta, mempresentasikan hasil  penelitian ‘aborsi yang terjadi pada masa silam’.&amp;nbsp; Menurut Yasmin, &lt;i&gt;kuyang&lt;/i&gt; hantu pemakan bayi. Kuyang digambarkan berkepala besar tanpa tubuh dengan usus terjuntai dari leher (hal. 31).&lt;br /&gt;
Yasmin menduga, yang menjadi kuyang para orangtua bayi itu.  Argumentasinya, sistem subsistensi masyarakat berburu dan berladang  belum mendukung kehidupan dengan jumlah anak atau populasi banyak  sehingga lahir perilaku pembunuhan bayi. Di suku Dayak, cerita roh jahat  memangsa bayi sudah diterima sebagai kebenaran. Itulah mitos, cerita  yang sengaja diciptakan untuk melegalkan suatu tindakan (hal. 32).&lt;br /&gt;
Mitos roh pemakan bayi di Banuaha bermula dari &lt;i&gt;Belada&lt;/i&gt;.  Sebelum para leluhur Banuaha ada, Banuaha dikuasai suku Belada. Mereka  tinggal di pohon dan gua, hidup dari berburu. Bayi mereka sering hilang  dimakan roh jahat. Akibatnya populasi Belada tidak berkembang, bahkan  punah. Menurut Ama Budi, cerita itu masih hidup hingga sekarang, banyak  orangtua percaya adanya roh pemakan bayi (hal. 20).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahendra, yang juga tokoh &lt;i&gt;aku&lt;/i&gt;, berasumsi, “Menurutku yang  membunuh bayi-bayi itu adalah para orangtua mereka, bukan roh jahat.  Sekarang bayangkan, bagaimana sebuah keluarga bisa hidup berburu dan  berpindah-pindah, sementara perempuannya masih menyusui dan melahirkan  bayi? Untuk bisa bertahan hidup, mau tidak mau yang paling lemah  dikorbankan. Bayi-bayi yang lemah itu ditimbun atau dihanyutkan di  sungai. Si orangtua kemudian berteriak histeris. Lalu mereka membuat  cerita bahwa bayinya telah dibawa oleh roh jahat. Tidak ada orang yang  meragukan cerita itu. Tidak ada orang yang menyalahkan orangtua bayi  yang malang itu.” (hal. 21).&lt;br /&gt;
Suku Banuaha hidup berladang, tidak berpindah-pindah. Dengan  berladang jumlah orang Banuaha berkembang sangat cepat. Mereka punya  lebih banyak waktu untuk kawin dan punya anak. Akibatnya, ladang tidak  cukup lagi untuk menghidupi orang yang terus bertambah. Menurut Ama  Budi, puncaknya tahun 80-an, mereka tidak bisa lagi makan dan mencari  ladang baru karena hutan sudah habis ditebang para pendatang dari  seberang (hal. 23). Ama Budi terpaksa membunuh anaknya yang baru lahir,  karena dia tidak sanggup memberi makan bayi malang itu. Dia lalu mengaku  bayinya hilang dimakan roh jahat. Itulah mitos roh pemakan bayi di  Banuaha, serupa dengan mitos pada suku Belada.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Deskripsi Etnosentris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam salah satu cerita rakyat Nias, disebutkan &lt;i&gt;béla&lt;/i&gt; adalah saudara dari manusia (Hämmerle 1998:128). Langi Sagörö di &lt;i&gt;Teteholi Ana’a&lt;/i&gt; (kayangan) memiliki dua istri. Istri pertama, Rici Akhi Langi, melahirkan &lt;i&gt;béla&lt;/i&gt;. Istri kedua, Nazaria Walangi, melahirkan &lt;i&gt;manusia&lt;/i&gt;. Béla dan manusia diturunkan ke bumi. Karena keduanya bersaudara, manusia menyebut béla: &lt;i&gt;bélada&lt;/i&gt; (saudara kita) atau &lt;i&gt;bélau&lt;/i&gt; (saudaramu). Sedang dalam agama rakyat (&lt;i&gt;folk religion&lt;/i&gt;) Nias, &lt;i&gt;béla&lt;/i&gt; dewa yang dipuja (Harefa, 1939:72; Hämmerle, 1995:119).&lt;br /&gt;
Namun Hämmerle (2001:21) menduga béla penduduk asli Nias. Artinya,  suku Béla lebih dulu ada di Nias, baru belakangan menyusul suku Nias.  Dugaan tersebut tampak menginspirasi &lt;i&gt;kisah &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Belada&lt;/i&gt; dalam novel, adanya suku Belada sebelum suku Banuaha. Ini mengindikasikan, imajinasi kreatif penulis novel ketika membangun &lt;i&gt;kisah Belada&lt;/i&gt; (dalam novel) didasarkan pada suatu dugaan (&lt;i&gt;hipotesis&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
Sedang &lt;i&gt;mitos roh &lt;/i&gt;&lt;i&gt;pemakan bayi&lt;/i&gt; diilhami &lt;i&gt;mitos kuyang&lt;/i&gt; dari Yasmin, terlihat dalam isi asumsi Mahendra. Imajinasi kreatif penulis novel berhasil mengimpor ‘&lt;i&gt;mitos kuyang suku Dayak’&lt;/i&gt; ke suku Bela maupun suku Banuaha. Maka terjadilah &lt;i&gt;mitos roh pemakan bayi&lt;/i&gt; dalam novel. Mitos itu sendiri tidak terdengar di alam nyata Nias. Artinya, mitos tersebut bukan deskripsi &lt;i&gt;etnografi&lt;/i&gt;, namun &lt;i&gt;etnosentris&lt;/i&gt;.  Etnosentris adalah cara pandang seorang peneliti terhadap kehidupan  budaya lain menurut kacamata budaya sendiri (Spradley, 1997:30;  Endraswara, 2006:17).&lt;br /&gt;
Etnosentris terlihat pula pada pemahaman penulis novel terhadap &lt;i&gt;adu zatua&lt;/i&gt;.  Menurut dia, orang bisa memanggil dan bicara pada roh leluhur melalui  adu zatua (hal. 6). Adu zatua (patung orang tua) kurang lebih dipandang  layaknya &lt;i&gt;jailangkung&lt;/i&gt;, ‘datang tak dijemput, pulang tak diantar’.&lt;br /&gt;
Dalam religi &lt;i&gt;wanömba&lt;/i&gt; &lt;i&gt;adu &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;wolohé adu&lt;/i&gt;  (pemujaan patung), dipercaya adu zatua sebagai tempat mendiang orang tua  bersemayam. Namun, arwahnya tidaklah bisa dipanggil dan diajak &lt;i&gt;ngobrol&lt;/i&gt;. Adu zatua sebenarnya adalah piranti penghormatan terhadap orang tua (Mendröfa, 2005:52).&lt;br /&gt;
Pengertian &lt;i&gt;mado&lt;/i&gt; juga melukiskan etnosentris. Terlihat pada  kata-kata Sayani, “… Itulah alasan kenapa mereka sekeluarga pindah dari  kampung ini dan mendirikan &lt;i&gt;mado&lt;/i&gt; baru…” (hal. 168). Dipertegas dengan &lt;i&gt;Daftar Istilah&lt;/i&gt;, mado diartikan sebagai “istilah lain untuk menyebut kampung yang dibangun berdasarkan marga” (hal. 206).&lt;br /&gt;
Mado bukan istilah lain untuk menyebut kampung. Mado berasal dari kata &lt;i&gt;madou&lt;/i&gt;,  berarti: cicit-piut, bani (Zebua, 1996:7). Mado adalah nama keluarga  (marga) yang diambil dari nama leluhur pertama atau leluhur terkenal.  Tradisi mado dimulai ketika ada aturan yang mewajibkan setiap penduduk  memiliki &lt;i&gt;sura fasi&lt;/i&gt;. Sura Fasi adalah surat pendaftaran penduduk  pribumi menjadi warga negara Belanda, dimulai tahun 1910. Di dalamnya  harus dicantumkan nama keluarga.&lt;br /&gt;
Selain mado, sejumlah kata Nias, misalnya: sauhagölö , inangku, fondrakhö, bekhu (menhir), kurang &lt;i&gt;pas&lt;/i&gt; dipakai. Ini mencerminkan kejelian penulis novel menyerap aspek bahasa. Sauhagölö lazimnya &lt;i&gt;saohagölö&lt;/i&gt; ‘terima kasih’. Inangku lazimnya &lt;i&gt;inagu&lt;/i&gt; ‘ibuku’. Fondrakhö lazimnya &lt;i&gt;fondrakö&lt;/i&gt;. Arti bekhu adalah &lt;i&gt;hantu&lt;/i&gt;; sedang menhir = &lt;i&gt;behu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Sebagai karya sastra, novel ini dihasilkan melalui imajinasi kreatif  dan kontemplasi individual. Karena karya sastra ditujukan untuk  menyampaikan pesan kepada orang lain, tentu elok bila dia disajikan  sesempurna mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Oleh Victor Zebua&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Bacaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Endraswara, Suwardi, &lt;i&gt;Metodologi Penelitian Kebudayaan&lt;/i&gt;, Gadjah Mada University Press, cet.2, 2006.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hämmerle, Johannes M. (ed.),&lt;i&gt; Hikaya Nadu&lt;/i&gt;, Yayasan Pusaka Nias, Gunungsitoli, 1995.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hämmerle, Johannes M. (ed.), &lt;i&gt;He’iwisa ba Danö Neho?&lt;/i&gt;, Yayasan Pusaka Nias, 1998.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hämmerle, Johannes Maria, &lt;i&gt;Asal Usul Masyarakat Nias Suatu Interpretasi&lt;/i&gt;, Yayasan Pusaka Nias, 2001.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Harefa, Faogöli, &lt;i&gt;Hikajat dan Tjeritera Bangsa serta Adat Nias&lt;/i&gt;, Rapatfonds Residentie Tapanoeli, 1939.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laiya, Bambowo, &lt;i&gt;Solidaritas Kekeluargaan dalam Salah Satu Masyarakat Desa di Nias – Indonesia&lt;/i&gt;, Gadjah Mada University Press, 1980.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendröfa, S.W, &lt;i&gt;Terangkum di dalam Fondrak&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ö&lt;/i&gt;, dalam Deli Piter Lase (penyunting), &lt;i&gt;Menuju Gereja yang Mandiri Apa Kata Mereka?&lt;/i&gt;, Perpustakaan STT BNKP Sundermann, 2005.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nurgiyantoro, Burhan, &lt;i&gt;Teori Pengkajian Fiksi&lt;/i&gt;, Gadjah Mada University Press, cet.7, 2009.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sonjaya, J.A., &lt;i&gt;Manusia Langit Sebuah Novel Etnografis&lt;/i&gt;, Penerbit Buku Kompas, 2010.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Spradley, James P., &lt;i&gt;The Etnographic Interview&lt;/i&gt;, terjemahan Misbah Zulfa: &lt;i&gt;Metode Etnografi&lt;/i&gt;, PT Tiara Kencana Yogya, 1997.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Zebua, F., &lt;i&gt;Kota Gunungsitoli Sejarah Lahirnya dan Perkembangannya&lt;/i&gt;, Gunungsitoli, 1996.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/05/etnografi-sebuah-novel-catatan-kritis.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGA5NUtqrLKhkNoiDtM9SHl8xImBmHzHq9ag1SbZgR5HExRg2IIoe0HZBXdSn2AeZQrK0VaSO6_giq581UZhEJ5YKHYoXPhrq6_hroxpad-AtbFV7pskIRqMT_JyTCKRxVpN1ZzwqjQMw/s72-c/Manusia-Langit-203x300.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7844822806135763886</guid><pubDate>Fri, 06 May 2011 03:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-06T11:51:12.794+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Baru</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Buku Pilihan</category><title>Rumah Tanpa Jendela</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoXO10j_5TYCcz4cmrhB9QjbfhOMaUQoOjkmY9MTPGijYO8LuQmLj4Q7z2k0q-tMX0QfzQIieO7qhI4RPfeTAtrGFwB2jlxp849Z72p_6H3PGaFEMszr85wDDKZvABNqv8QbgbdtBcM0l/s1600/rumah-tanpa-jendela.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoXO10j_5TYCcz4cmrhB9QjbfhOMaUQoOjkmY9MTPGijYO8LuQmLj4Q7z2k0q-tMX0QfzQIieO7qhI4RPfeTAtrGFwB2jlxp849Z72p_6H3PGaFEMszr85wDDKZvABNqv8QbgbdtBcM0l/s320/rumah-tanpa-jendela.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rara, bocah perempuan penghuni perkampungan kumuh. Ia punya mimpi  sederhana: memiliki jendela untuk rumah tripleksnya, agar dari dalam  rumah ia bisa menatap keindahan bulan dan senyuman matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mimpi bukan cuma milik Rara. Dua pemuda mengimpikan sosok perempuan  yang sama. Seorang gadis bermimpi untuk kemudian menyerah dan  terlupakan. Seorang bocah laki-laki bermimpi mendapat kehangatan  keluarga, juga uluran persahabatan yang tulus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tak semua mimpi bertakdir jadi kenyataan. berbagai peristiwa  tragis tak hanya menjauhkan Rara dari mimpinya, juga dari kasih  orang-orang tercinta. bagaimana ia dapat melanjutkan hidup, ketika satu  persatu kebahagiaan dan sumber impian kembali ke pangkuanNya?&lt;br /&gt;
sebuah cerita sederhana karya Asma Nadia tentang cinta dan  persahabatan yang menggetarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disajikan dalam bentuk novel dan  diskenariokan dengan apik oleh Aditya Gumai dan Adenin Adlan. Telah  diangkat ke layar lebar sebagai film berjudul sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Judul:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Rumah Tanpa Jendela&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Penulis:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Asma Nadia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Penerbit:&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kompas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/05/rumah-tanpa-jendela.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoXO10j_5TYCcz4cmrhB9QjbfhOMaUQoOjkmY9MTPGijYO8LuQmLj4Q7z2k0q-tMX0QfzQIieO7qhI4RPfeTAtrGFwB2jlxp849Z72p_6H3PGaFEMszr85wDDKZvABNqv8QbgbdtBcM0l/s72-c/rumah-tanpa-jendela.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3326945113611702456.post-7720693471670845696</guid><pubDate>Fri, 06 May 2011 03:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-06T11:42:49.640+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Best Seller Novel</category><title>NEGERI 5 MENARA</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOt_erUcYVZeYoZvGFfcBLP8nj2hnog0dSK7O9YDfAbIif6L10cRjj6LVkG-Jt1uznan1N9uXAqT2IHmZIawV19okIM7ADrGrW8A3GWW-LoWmQAhpj8qYlgY04Xsep-GHE1viLz02v_Zp4/s1600/Negeri+5+Menara.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOt_erUcYVZeYoZvGFfcBLP8nj2hnog0dSK7O9YDfAbIif6L10cRjj6LVkG-Jt1uznan1N9uXAqT2IHmZIawV19okIM7ADrGrW8A3GWW-LoWmQAhpj8qYlgY04Xsep-GHE1viLz02v_Zp4/s320/Negeri+5+Menara.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entertainment-detail-news"&gt;&lt;/div&gt;Novel laris Negeri 5 Menara karya Achmad Fuadi, yang diterbitkan Gramedia, memang berhasil merebut hati banyak pembaca. Tak sedikit dari pembaca yang berharap Negeri 5 Menara bisa dilayarlebarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan pembaca Negeri 5 Menara tersebut dinilai tak lepas dari daya tarik bacaan setebal 400 halaman yang menyuguhkan pesan moral nan inspiratif tersebut. Sebagai penulis, Fuadi tak menampiknya. "Dua tahun yang lalu Negeri 5 Menara terbit untuk membagi inspirasi. Pengalaman hidup saya sengaja saya bikin ke dalam novel untuk menginspirasi," cerita Fuadi dalam sebuah wawancara di Penang Bistro, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (4/5/2011).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab harapan pembaca setianya, Fuadi akhirnya berpikir dalam lingkup yang lebih luas. "Ada beberapa produser yang terinspirasi untuk memfilmkan. Saya pikir ini akan lebih bagus lagi kalau difilmkan karena reading habbit di negara kita masih kurang. Spirit dari novel ini intinya man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Jadi, kenapa enggak yuk kita bikin film,"&lt;br /&gt;
ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayung pun bersambut. Produser yang juga penulis skenario, Salman Aristo, bersedia digandeng untuk menerjemahkan Negeri 5 Menara ke layar lebar. "Cerita ini memang bisa mewakili semua orang dengan semangatnya. Gue melihat ini ada kesempatan untuk diadaptasi ke medium yang lebih besar seperti film," kata Salman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, menurutnya, novel Negeri 5 Menara akan sedikit mengalami modifikasi ketika diterjemahkan ke film. "Memang bukan apple to apple, tapi ini apple to orange, tapi tetap ada semangatnya, nuansanya sama, cuma mediumnya yang beda," urainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hanya saya minta agar spirit man jadda wajadda, konten lokal kedaerahannya tetap ada dan menjadi benang merah," timpal Fuadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan Fuadi untuk menjaga benang merah antara novel dan film pun disanggupi Salman. Selain itu, pada sisi penokohan karakter, Salman menginginkan wajah lokal pendatang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya, ia dalam hal tersebut satu visi dengan Fuadi yang berharap konten lokal dipertahankan. "Nanti akan ada enam karakter dari berbagai kultur, mereka diceritakan berusia 15 tahun. Ini dipastikan wajah baru semua, apalagi saat ini sulit mencari artis berusia 15 tahun. Ya disesuaikan saja dengan kebutuhan film yang mengutamakan konten lokal ini," kupas Salman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pada intinya, Negeri 5 Menara sebuah potret Indonesia kecil dengan pondok madaninya yang menghasilkan seorang pemuda yang visioner," lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Makin ke sini, perkembangan film Indonesia makin menarik, makin berani menunjukkan lokalitas. Seperti Laskar Pelangi, anak-anak berani menunjukan bahasa Balitong. Memang bukan zamannya lu pakai anak Jakarta untuk meng-capture orang Batak, jadi sengaja dibatak-batakin. Artinya lokalitas adalah kekuatan, dan Laskar Pelangi dengan lokalitasnya sudah sampai terbang ke Berlin," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan begitu, sutradara Affandi Abdul Rachman bersama KG Production memiliki pekerjaan rumah yang tak mudah. "Nah, kalau (film) yang lain punya satu kultur, kami punya enam kultur yang dibikin satu. Makanya enggak salah kalau dibilang produksinya lama dan ini enggak dibuat seadanya. Kalau dibuat seadanya, ya percuma nanti semangat man jadda wajadda-nya," kata Affandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nantinya, film Negeri 5 Menara tak sekadar menginspirasi dengan nilai-nilai konten lokalnya semata. Kisah romantisme pun tak ketinggalan menjadi bumbu cerita. "Ya ada cerita romance,apalagi ini kan cerita anak yang lagi di usia puber. Mereka besar di lingkungan pesantren Gontor. Jadi, mereka ceritanya kalau lagi libur setiap Jumat itu naik sepeda ontel lihat-lihat ke depan pesantren putri. Ya sebatas itu saja, tidak hubungan cinta yang gimana-gimana," janji Fuadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencananya, film Negeri 5 Menara dapat dinikmati mulai awal 2012. "Mei ini kami masih casting di Graha Obor dan di beberapa Toko Buku Gramedia, mulai Gramedia Matraman dan Depok. Juni nanti mulai masuk produksi. Ya insya Allah awal 2012-lah bisa dinikmati filmnya," tuntas Fuadi. (sumber: Kompas.com)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reading to improve the quality of life</description><link>http://bukugramedia.blogspot.com/2011/05/negeri-5-menara-sebuah-novel.html</link><author>noreply@blogger.com (Gabriel Laia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOt_erUcYVZeYoZvGFfcBLP8nj2hnog0dSK7O9YDfAbIif6L10cRjj6LVkG-Jt1uznan1N9uXAqT2IHmZIawV19okIM7ADrGrW8A3GWW-LoWmQAhpj8qYlgY04Xsep-GHE1viLz02v_Zp4/s72-c/Negeri+5+Menara.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>