<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">

<channel>
	<title>Bumi Hijau</title>
	
	<link>http://bumi-hijau.com</link>
	<description>Dari kita untuk Bumi, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan mari kita ciptakan kondisi alam yang lebih baik.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 05:03:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/bumi-hijau/rqwd" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="bumi-hijau/rqwd" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Dari kita untuk Bumi, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan mari kita ciptakan kondisi alam yang lebih baik.</itunes:subtitle><item>
		<title>LSA Solar Panel Apung</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/lsa-solar-panel-apung/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/lsa-solar-panel-apung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 05:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Green Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Renewable Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Solar Cell]]></category>
		<category><![CDATA[liquid solar array]]></category>
		<category><![CDATA[solar power]]></category>
		<category><![CDATA[solar sel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Untuk dunia sekarang ini yang haus akan sumber daya energi, konsep panel surya apung ini dapat menjadi solusi yang menyenangjkan. Ada banyak kritik di sekitar sana yang merasa bahwa konsep ini adalah ide yang terlalu jauh, tidak mungkin untuk dilaksanakan. Namun, ini bukan gagasan yang kabur, yang hanya datang ke pikiran seseorang. Eksperimen telah dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-200" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="Solar Panel Apung" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/floating_solar_power_plants_g4c7i-150x150.jpg" alt="solar panel apung" width="150" height="150" />Untuk dunia sekarang ini yang haus akan sumber daya energi, konsep panel surya apung ini dapat menjadi solusi yang menyenangjkan. Ada banyak kritik di sekitar sana yang merasa bahwa konsep ini adalah ide yang terlalu jauh, tidak mungkin untuk dilaksanakan. Namun, ini bukan gagasan yang kabur, yang hanya datang ke pikiran seseorang. Eksperimen telah dilakukan dalam satu dekade terakhir. Ini adalah pendekatan baru dalam pembangkit listrik non konvensional, yang tidak hanya berujung ke dalam bahan bakar komersial, tetapi bahkan mampu menghemat penggunaan areal lahan yang digunakan untuk mendirikan sebuah “peternakan” panel surya. Proyek yang diusulkan bertujuan untuk mengembangkan sebuah peternakan surya di permukaan air. Mengingat kendala teknologi saat ini, ini akan dikembangkan bersama dengan pembangkit listrik tenaga air, untuk melengkapi efisiensi mereka. Mantap.<span id="more-199"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">LSA: Solar panel apung untuk laut.</span></strong><br />
Proyek ini disebut sebagai Liquid solar Array. Idenya terdiri dari menempatkan konsentrator energi surya di tengah laut. Seluruh sistem terbuat dari layar plastik ringan yang berfungsi seperti lensa. Konsentrator memfokuskan radiasi yang masuk ke foto-dioda yang ditempatkan pada titik tertentu, menurut fisika radiasi tersebut akan terfokus pada titik dasar dari kontruksi solar panel itu. Selama kondisi cuaca yang menguntungkan, konsentrator ini mengubah semua radiasi ke ggl (electromotive/gaya gerak listrik). Ketika cuaca memburuk, perangkat itu akan menyesuaikan kondisi dengan pergerakkan nai-turun seperti halnya pelampung yang mengikuti permukaan air. Oleh karena itu, sistem ini adalah sistem yang sangat ekonomis yang memerlukan pemeliharaan teknis secara minimal. Sistem ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama Sunenergy Australia. Proyek ini sedang dilaksanakan di seluruh dunia, bahkan di India. Biaya setup awal sekitar $ 1 juta. Mereka mengklaim bahwa sistem mereka dapat menahan semua manifestasi alam yang keras.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-201" title="Lsa Solar Panel Apung" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/lsa_floating_solar_panels_fsuhu-300x135.jpg" alt="lsa solar panel apung" width="300" height="135" /></p>
<p style="text-align: justify;">Keberhasilan dari prototipe pertama kali menginspirasi banyak negara lain untuk mengembangkan sebuah instalasi panel surya mengambang. Yang paling menonjol di antara mereka adalah India, Prancis, Israel dan Amerika Serikat. Penelitian ini dilakukan di India oleh perusahaan Tata, bekerja sama dengan Sunenergy. Banyak tes sedang dilaksanakan di pusat-pusat penelitian yang canggih di seluruh dunia untuk menguji kemampuan dan efisiensi dari sistem ini. EDF Kelompok Prancis dan Solaris Sinergi Israel memasuki usaha bersama untuk menguji instalasi panel surya mengambang ini di Cadarache &#8211; Perancis. Para insinyur bahkan memverifikasi dampak lingkungan dari proyek ini, seperti apakah kehadiran LSA akan mempengaruhi penetrasi oksigen ke dalam ekosistem perairan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi Hijau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/lsa-solar-panel-apung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lampu Bertenaga (Baterai) Air Garam</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/lampu-bertenaga-baterai-air-garam/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/lampu-bertenaga-baterai-air-garam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 15:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Green Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Renewable Energy]]></category>
		<category><![CDATA[baterai air garam]]></category>
		<category><![CDATA[lampu air garam]]></category>
		<category><![CDATA[renewable energy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin hal ini tidak pernah terlintas dalam pikiran anda, atau mungkin anda memang sudah tahu, yaitu bagaimana air dan garam serta (alumunium+tembaga) bisa menghasilkan listrik. Berikut adalah cara membuat lampu berbentuk bunga dengan batere berbahan dasar air garam, sangat mudah dilakukan dan Anda tidak butuh peralatan seperti solder dan peralatan elektronik lainnya, hanya sebuah LED [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-175" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="Salt-Water-Powered-Paper-Lights" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/Salt-Water-Powered-Paper-Lights-150x150.jpg" alt="lampu bunga bertenaga air garam" width="150" height="150" />Mungkin hal ini tidak pernah terlintas dalam pikiran anda, atau mungkin anda memang sudah tahu, yaitu bagaimana air dan garam serta (alumunium+tembaga) bisa menghasilkan listrik. Berikut adalah cara membuat lampu berbentuk bunga dengan batere berbahan dasar air garam, sangat mudah dilakukan dan Anda tidak butuh peralatan seperti solder dan peralatan elektronik lainnya, hanya sebuah LED dan dua buah kawat (alumunium dan tembaga). Tutorial dari Bumi-Hijau ini sangat cocok untuk para pelajar dan adik-adik kita yang masih duduk di sekolah dasar sekalipun. Desain sengaja dibuat agar menarik, yaitu kreasi berbentuk bunga dan lampu LED yang menyala ditengahnya dengan sumber daya diantaranya adalah air garam. Anda bisa melakukannya dengan teman-teman, adik, dan atau anak-anak anda.<span id="more-173"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kita akan membuat dua desain lampu, dan keduanya memiliki sistem kerja yang sama, hanya bentuknya saja yang berbeda. Anda bebas mengkreasikannya dengan ide-ide anda sendiri. Disini kami menggunakan kardus bekas untuk membuat alasnya (dasar konstruksi), dimana kawat alumunium dan tembaga akan ditempatkan. Baiklah kita mulai cara membuatnya.</p>
<div id="attachment_174" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-174" title="The-Frame" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/The-Frame-300x225.jpg" alt="dasar konstruksi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Konstruksi dasar - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Seperti anda lihat pada gambar diatas, buatlah sebuah lingkaran dengan kertas kardus bekas sebagai dasar konstruksinya lalu buatlah bentuk seperti pada gambar lengkap dengan lubang-lubang kecilnya.</p>
<div id="attachment_176" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-176" title="2a" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/2a-300x225.jpg" alt="listrik air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Desain 1 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_177" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-177" title="2b" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/2b-300x225.jpg" alt="lampu air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Desain 2 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Carilah dua jenis kawat yaitu alumunium dan tembaga. Anda bisa mendapatkannya di toko elektronik atau dengan memanfaatkan kabel bekas yang ada di rumah anda. Ingat, alumunium dan tembaga! Selanjutnya dua buah kawat itu dimasukan ke lubang-lubang yang sudah anda buat tadi dengan pola mirip jahitan pada baju. Ujung kawat yang lain dimasukan juga ke dasar konstruksinya (yang berwarna biru pada gambar diatas). Pastikan pada pola jahitan kawat tidak saling bersentuhan dengan yang lain.</p>
<div id="attachment_178" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-178" title="3a" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/3a-300x225.jpg" alt="lampu tenaga air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Desain 1 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<div id="attachment_179" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-179" title="3b" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/3b-300x225.jpg" alt="lampu bertenaga air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Desain 2 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Perhatikan gambar, pola pemasangan adalah berselang-seling (alumunium-tembaga-alumunium-tembaga). Pada gambar diatas, yang berwarna keperakan adalah alumunium dan berwarna keemasan adalah tembaga.</p>
<div id="attachment_180" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-180" title="4a" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/4a-300x225.jpg" alt="lampu air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lampu Air Garam Desain 1 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<div id="attachment_181" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-181" title="4b" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/4b-300x225.jpg" alt="lampu air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lampu Air Garam Desain 2 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya adalah menghubungkan ujung-ujung kawat yang ada di dasar konstruksi (seri). Pola menghubungkannya adalah alumunium dengan tembaga (berselang-seling). Sisakan dua buah ujung, karena akan dihubungkan ke kaki-kaki LED. <em>Hubungan kaki posistif (+) LED dengan kawat tembaga, dan yang negatif (-) dengan alumunium</em>. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar diatas.</p>
<div id="attachment_182" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-182" title="5a" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/5a-300x225.jpg" alt="lampu bertenaga air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lampu Air Garam Desain 1 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<div id="attachment_183" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-183" title="6b" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/02/6b-300x225.jpg" alt="lampu air garam" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Lampu Air Garam Desain 2 - Bumi-Hijau.com</p></div>
<p style="text-align: justify;">Lampu bertenaga air garam anda sudah hampir jadi. Langkah terakhir adalah membuat larutan garam. Tambahkan garam yang cukup banyak ke dalam air hingga garam tidak larut lagi (pekat). Setelah itu oleskan larutan air garam tadi ke atas kertas (bagian daun) sedikit demi sedikit hingga permukaan kertas basah, namun jangan terlalu banyak. Setelah semua bagian daun kertas basah, anda akan melihat lampu LED menyala. Jika ya, maka anda berhasil, jika tidak coba cari kesalahan anda. Lampu akan menyala sekitar 1-2 jam hingga kertas mengering. Untuk menyalakannyan kembali, anda cukup menambahkan kembali larutan garam keatas permukaan kertas seperti tadi. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam Bumi Hijau</p>
<h6 style="text-align: right;">Sumber: www.instructable.com</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/lampu-bertenaga-baterai-air-garam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Apung di Seoul</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/pulau-apung-di-seoul/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/pulau-apung-di-seoul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green Technology]]></category>
		<category><![CDATA[banpo bridge]]></category>
		<category><![CDATA[banpo hangang park]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau apung Seoul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah maha karya yang luar biasa dikembangkan di Seoul, Korea Selatan. Mereka mengembangkan sebuah pulau terapung yang diluncurkan pada bulan September 2011. Seluruh konstruksi telah dilakukan dengan menggunakan dana swasta. Hal ini sudah membuktikan bahwa karya ini bukan hanya sebuah pembangkit listrik tenaga surya terapung, tetapi sebuah arsitektur modern yang ramah lingkungan. Arsitektur yang luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-166" style="margin: 0px 5px; border: 0pt none;" title="Pulau apung Seoul" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/seouls_floating_island_csofv-150x150.jpg" alt="Pulau apung Seoul" width="150" height="150" />Sebuah maha karya yang luar biasa dikembangkan di Seoul, Korea Selatan. Mereka mengembangkan sebuah pulau terapung yang diluncurkan pada bulan September 2011. Seluruh konstruksi telah dilakukan dengan menggunakan dana swasta. Hal ini sudah membuktikan bahwa karya ini bukan hanya sebuah pembangkit listrik tenaga surya terapung, tetapi sebuah arsitektur modern yang ramah lingkungan. Arsitektur yang luar biasa ini terdiri dari tiga pulau mengambang di tengah sungai Han. Ketiga pulau itu terikat satu sama lain dengan rantai dan terdiri dari tiga pulau buatan yang dirancang untuk melakukan tiga kegiatan yang berbeda.<span id="more-165"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dapat dilihat pada gambar, yang terbesar dari tiga pulau yang terletak di dekat air terjun Banpo Bridge pada Banpo Hangang Park. Bangunan itu merupakan bangunan tiga tingkat dan sebuah pusat pertemuan yang mampu menampung 700 orang. Sedangkan pada bagian atapnya adalah pusat bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">
Sekarang mungkin timbul sebuah pertanyaan, keunikan seperti apa dalam proyek ini?</p>
<p style="text-align: justify;"><img class=" wp-image-167 alignright" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="fendi-tra-mille-polemiche-sfilata-a-seoul" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/fendi-tra-mille-polemiche-sfilata-a-seoul-300x184.jpg" alt="pulau apung Seoul" width="210" height="129" />Fitur utamanya adalah bahwa atap dari pulau ini ditutupi dengan panel surya, sehingga mampu mensuplai kebutuhan energi seluruh pulau. Panel surya telah dipasang di atas lahan seluas 54 meter persegi dan mampu memasok setiap kamar dengan 6 kilowatt setiap hari. Pulau kedua dikembangkan menjadi pusat kegiatan budaya. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan kegiatan seni dan budaya lainnya yang mengembangkan warisan budaya Korea Selatan. Ketiga dan terakhir adalah pulau untuk hiburan publik, di mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam berbagai olahraga air, seperti berperahu pesiar, dll</p>
<p style="text-align: justify;">
Ketiga pulau buatan tersebut merupakan sebuah karya yang menakjubkan dan mampu mandiri dalam segi kebutuhan energi serta memiliki fasilitas untuk pengembangan budaya. Konsep yang futuristik dan konvensional bergabung menjadi satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi Hijau</p>
<h6 style="text-align: right;">Sumber:www.ecofriend.com</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/pulau-apung-di-seoul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Animal Planet</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/animal-planet/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/animal-planet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 16:10:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[animal planet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang dijelaskan di wikipedia, Animal Planet adalah jaringan televisi dengan media satelit dan kabel yang sekitar 80% sahamnya dimiliki oleh Discovery Communications, Inc. (yaitu sebuah perusahaan yang juga memiliki Discovery Channel, TLC, Discovery Health Channel, dan Travel Channel), dan sekitar 20% dimiliki oleh BBC Worldwide. Animal Planet dibuat khusus untuk menayangkan program-program tentang hubungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-156" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="ANIMAL PLANET" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/ANIMAL-PLANET-150x150.jpg" alt="Animal Planet" width="150" height="150" />Seperti yang dijelaskan di wikipedia, Animal Planet adalah jaringan televisi dengan media satelit dan kabel yang sekitar 80% sahamnya dimiliki oleh Discovery Communications, Inc. (yaitu sebuah perusahaan yang juga memiliki Discovery Channel, TLC, Discovery Health Channel, dan Travel Channel), dan sekitar 20% dimiliki oleh BBC Worldwide. Animal Planet dibuat khusus untuk menayangkan program-program tentang hubungan antara manusia dan hewan. Sejarah Animal Planet, pada 1 Januari 1997, distribusi Animal Planet bertumbuh pesat sebagai hasil dari pembelian jam tayang kosong di WOR EMI Service oleh Discovery Communications. Saluran ini dapat ditangkap di seluruh Amerika Serikat, dan di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Di Selandia Baru, Animal Planet disiarkan oleh SKY Network Television. Saluran ini juga bisa ditangkap di Indonesia, namun harus dengan media satelit atau kabel.<span id="more-155"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, National Aquarium di Baltimore memiliki pertunjukan yang diberi nama Animal Planet Australia: Wild Extreme yang dibuka pada akhir 2005 lalu. Animal Planet dan National Aquarium di Baltimore pada tahun 2004 mengumumkan kerja sama jangka panjang dimana mereka akan memproduksi film yang memberikan pengunjung National Aquarium di Baltimore latar belakang wilayah Australia. Kerja sama ini juga memungkinkan untuk produksi program televisi tentang penelitian dan pertunjukkan di National Aquarium di Baltimore. Itulah sekilas tentang Animal Planet.</p>
<h4 style="text-align: justify;">Anda bisa menonton acara Animal Planet disini: <span style="color: #ff0000;"><a title="Watch Animal Planet" href="http://bumi-hijau.com/watch-animal-planet-online/"><span style="color: #ff0000;">Watch Animal Planet Online</span></a></span></h4>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/animal-planet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Magnet Motor ShenHe Wang</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/magnet-motor-shenhe-wang/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/magnet-motor-shenhe-wang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 08:20:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Magnet]]></category>
		<category><![CDATA[free energy]]></category>
		<category><![CDATA[magnet motor]]></category>
		<category><![CDATA[magnet power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ilmuan dari Cina, Shenhe Wang (Wang Shum Ho) telah merancang dan membuat sebuah generator listrik berkapasitas 5 kilowatt. Generator ini terbuat dari magnet permanen dan sama sekali tidak menggunakan bahan bakar untuk menjalankannya. Perangkat Wang ini juga menggunakan partikel magnetik dalam bentuk cairan sebagai suspensi. Karyanya itu seharusnya dipamerkan pada World Expo Shanghai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-111 alignleft" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="Wang_ShenHe" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/Wang_ShenHe-150x150.jpg" alt="ShenHe Wang" width="150" height="150" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seorang ilmuan dari Cina, Shenhe Wang (Wang Shum Ho) telah merancang dan membuat sebuah generator listrik berkapasitas 5 kilowatt. Generator ini terbuat dari magnet permanen dan sama sekali tidak menggunakan bahan bakar untuk menjalankannya. Perangkat Wang ini juga menggunakan partikel magnetik dalam bentuk cairan sebagai suspensi. Karyanya itu seharusnya dipamerkan pada World Expo Shanghai dari tanggal 1 Mei 2010 sampai 31 Oktober 2010 namun pemerintah Cina tidak mengizinkannya. Sebaliknya, mereka hanya mengizinkan dia menunjukkan versi seukuran arloji yang hanya menunjukkan bahwa desainnya bekerja tetapi, secara praktis tidak ada gunanya sebagai pembangkit listrik.<span id="more-110"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-112" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="1" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/14.jpg" alt="magnet motor shenhe wang" width="152" height="147" />Kebanyakan para penemu tampaknya tidak menyadari akan hal ini, bahwa hampir setiap pemerintahan menentang perangkat energi-bebas (Free Energy) karya mereka sampai ke publik. Mengapa mereka melakukan semua itu? Tujuan mereka adalah untuk mendominasi dan mengontrol kebutuhan rakyat dan faktor utamanya adalah kontrol suplai dan harga energi itu sendiri (monopoli). Metode kedua yang digunakan adalah pengendalian uang, dan tanpa kita sadari, pemerintah berhasil mengambil sekitar 78% dari pendapatan rakyat. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang itu, maka kunjungi <span style="color: #ff0000;">www.yourstrawman.com</span>. Mengapa perangkat freeenergy tidak dijual di toko-toko lokal? Jawabannya adalah karena adanya kontrol politik dari pemerintah dan tidak ada hubungannya dengan teknologi itu sendiri. Bukan karena teknologi itu belum ditemukan. Semua masalah teknologi telah dipecahkan, tetapi distribusi dan pemanfaatannya telah ditekan atau dibatasi oleh mereka yang berkuasa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-113" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="2" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/22-150x148.jpg" alt="magnet motor shanhe wang" width="150" height="148" />Dua generator 5 kilowatt Mr Wang telah berhasil menyelesaikan program pengujian &#8220;Keandalan dan Keselamatan&#8221; oleh pemerintah Cina selama enam bulan pada bulan April 2008. Salah satu konsorsium Cina yang besar juga telah mulai membeli stasiun pembangkit listrik berbahan bakar batubara di Cina dalam rangka untuk memperbaruinya menjadi pembangkit bebas polusi menggunakan konsep generator Wang.</p>
<p style="text-align: justify;">Motor Wang terdiri dari rotor yang memiliki empat lengan (horisontal) yang porosnya (vertikal) bertumpu pada sebuah cekungan (mangkuk) yang berisi cairan magnetik yang berfungsi sebagai suspensi koloid:</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini Mr Wang memiliki keinginan untuk membagikan desain motornya ke seluruh penjuru dunia dan berharap mereka mau membuatnya (untuk keperluan sendiri). Ini merupakan sikap yang sangat murah hati, tidak memperhitungkan keuntungan pribadi. Hampir setiap negara, termasuk pemerintah kita sendiri akan menentang pengenalan perangkat yang berhubungan dengan free energy ke publik. Mengapa? Karenakan hal itu dapat menghancurkan aliran pendapatan mereka yang terus menerus (dari sektor mi-gas). Bahkan mungkin Anda tidak akan diizinkan pergi ke China, lalu membeli satu perangkat tersebut dan membawanya pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/wang-pat1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-114" title="wang-pat1" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/wang-pat1.jpg" alt="magnet motor shanhe wang design" width="433" height="380" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Produk ini sudah dipatenkan, namun tidak dalam bahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/Fig1341.gif"><img class="aligncenter  wp-image-116" title="Fig134" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/Fig1341.gif" alt="magnet motor shanhe wang design 2" width="587" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tidaklah mudah untuk mengatur magnet (dalam pola tertentu) yang dapat memberikan kekuatan terus menerus dalam satu arah, karena akan ada kecenderung timbulnya &#8220;keseimbangan&#8221; kekuatan tarikan dan tolakan yang kemudian akan mengakibatkan satu keadaan dimana putaran motor akan makin pelan dan akhirnya berhenti. Namun, ada berbagai cara untuk menghindari hal ini terjadi. Salah satunya adalah memodifikasi medan magnet dengan mengalihkannya ke komponen besi lunak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak desain lainnya dari motor magnet permanen, tapi sebelum membahas beberapa dari mereka, alangkah baiknya kita membahas fungsi apakah yang bisa dilakukan oleh motor magnet permanen. Fungsi umumnya adalah untuk menghasilkan listrik dengan cara menggerakkan magnet disekitar gulungan kawat (standar generator listrik). Semakin dekat ke kumparan kawat, semakin besar daya yang dihasilkan pada gulungan. Sayangnya, hal ini dapat menciptakan gaya tarik-menarik magnet yang meningkat sebanding dengan jumlah arus listrik yang dihasilkan gulungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk penjelasan yang lebih sederhana adalah, motor magnet digunakan sebagai pengganti mesin pada generator listrik. Jadi kita tidak perlu membeli bahan bakar untuk menjalankannya. Motor magnet akan digerakan oleh daya yang dihasilkan oleh magnet-magnet penyusunnya (tolakan dan tarikan) sehingga motor magnet akan berputar lalu memutar generator kemudian menghasilkan listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi Hijau</p>
<h6 style="text-align: right;">Sumber:www.free-energy-info.co.uk</h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/magnet-motor-shenhe-wang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lampu Botol Tenaga Surya</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/lampu-botol-tenaga-surya/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/lampu-botol-tenaga-surya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 08:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Free Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Renewable Energy]]></category>
		<category><![CDATA[lampu botol]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga surya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Anda jangan tertawa dengan judul di atas. Memang sedikit aneh karena anda mungkin belum pernah mendengarnya. Lampu botol tenaga surya bukanlah lampu dengan teknologi mutakhir yang melibatkan panel surya (solar cell) atau benda-benda listrik lainnya. Lampu tersebut adalah lampu yang menyala terang di tempat gelap dengan sumber cahaya matahari (siang hari). Pertama kali &#8220;teknologi&#8221; ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em></em><a href="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/lampu-botol.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-84" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="lampu botol" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/lampu-botol-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Anda jangan tertawa dengan judul di atas. Memang sedikit aneh karena anda mungkin belum pernah mendengarnya. Lampu botol tenaga surya bukanlah lampu dengan teknologi mutakhir yang melibatkan panel surya (solar cell) atau benda-benda listrik lainnya. Lampu tersebut adalah lampu yang menyala terang di tempat gelap dengan sumber cahaya matahari (siang hari). Pertama kali &#8220;teknologi&#8221; ini ditemukan di Brazil oleh Alfredo Mozer beberapa tahun lalu dan kini Filipina sedang mengembangkan konsep ini dibawah sebuah organisasi yang bernama <em>Isang Litrong Linawag</em>. Dengan memanfaatkan konsep ini anda sudah melakukan sesuatu yang baik untuk Bumi, yaitu pemanfaatan kembali botol plastik. Sudah saatnya pula Indonesia ikut memanfaatkan teknologi sederhana ini.<span id="more-64"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Bagaimana cara membuat lampunya?</strong></span><br />
Pertama-tama anda siapkan bahan-bahannya, yaitu:<img class="alignright size-medium wp-image-65" title="bahan" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/bahan-300x200.jpg" alt="Bahan membuat lampu botol" width="300" height="200" /></p>
<ul>
<li>Botol PET* bekas air mineral (penjelasan PET)</li>
</ul>
<ul>
<li>Plat logam yang biasanya digunakan untuk atap (biasa disebut &#8220;seng&#8221;)</li>
</ul>
<ul>
<li>Lem silikon atau lem yang tahan panas dan cuaca</li>
</ul>
<ul>
<li>Bleach atau bahan yang digunakan untuk pemutih pakaian</li>
</ul>
<ul>
<li>Air murni atau air mineral</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Potong plat yang sudah anda siapkan tadi sekitar 9 x 10 inchi dengan gunting khusus untuk logam. Bahan ini bisa dengan mudah anda dapatkan di toko material. Alangkah lebih baik jika anda menggunakan plat bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Jangan pernah memotong plat logam dengan kunting kertas, karena akan merusak gunting itu sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter  wp-image-66" title="1. potong plat" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/11-300x200.jpg" alt="potong plat" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Buatlah 2 buah gambar lingkaran dengan perbedaan besar lingkaran sekitar 1-2cm. Ukuran lingkaran dalam kira-kira seukuran dengan diameter botol yang akan digunakan, karena nantinya botol akan dimasukkan ke lubang itu. Potong lingkaran pada sisi dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class=" wp-image-67 alignnone" title="2. buat dua buah lingkaran" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/21-300x201.jpg" alt="buat dua buah lingkaran" width="210" height="141" /><img class=" wp-image-69 alignnone" title="2b" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/2b-300x201.jpg" alt="" width="210" height="141" /><img class="alignnone  wp-image-70" title="2c" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/2c-300x200.jpg" alt="" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lingkaran bagian dalam terpotong, buatlah potongan-potongan keluar dengan jarak antar potongan sekitar 1cm. Dengan catatan tidak boleh melebihi garis terluar.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter  wp-image-68" title="3. buat potongan-potongan" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/3-300x200.jpg" alt="buat potongan-potongan" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Amplas botol bekas air minum yang sudah anda siapkan. Jangan lupa untuk melepas labelnya. Alasan botol diamplas adalah agar mempermudah proses penempelan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter  wp-image-71" title="4. amplas botol" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/4-200x300.jpg" alt="amplas botol" width="140" height="210" /></p>
<p style="text-align: justify;">Masukan botol yang sudah diamplas tadi ke dalam lubang plat yang sudah anda siapkan dengan perbandingan 1/3 ukuran botol untuk sisi yang ada tutupnya (sisi bawah botol lebih masuk). Kemudian oleskan lem dikitar lubang. Oleskan pada dua sisinya agar kualitas daya rekatnya bagus dan terhindar dari kebocoran.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-72" title="5a" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/5a-300x200.jpg" alt="masukkan botol" width="210" height="140" /><img class="alignnone  wp-image-73" title="5b oleskan lem" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/5b-300x200.jpg" alt="oleskan lem" width="210" height="140" /><img class="alignnone  wp-image-74" title="5c" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/5c-300x200.jpg" alt="" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lem kering, langkah selanjutnya adalah isi botol dengan air mineral hingga hampir penuh kemudian tuangkan sekitar satu tutup botol bleach ke dalamnya.</p>
<p><img class="wp-image-75 aligncenter" title="6" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/6-300x200.jpg" alt="" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Lampu botol anda sudah siap digunakan. Sekarang tinggal proses instalasinya. Lampu botol ini setara dengan lampu 55watt.</p>
<p style="text-align: center;"><img class=" wp-image-77 aligncenter" title="7" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/7-300x200.jpg" alt="" width="210" height="140" /></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk proses instalasinya fleksibel dan menurut kebutuhan dan kondisi ditempat anda. Yang harus anda lakukan secara garis besar adalah membuat lubang seukuran botol juga di bagian atap yang ingin dipasangi lampu ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignnone  wp-image-78" title="Print" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/8.jpg" alt="" width="169" height="183" /><img class="alignnone  wp-image-79" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="9" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/9.jpg" alt="" width="171" height="183" /></p>
<p style="text-align: justify;">Tempatkan perangkat lampu botol anda diatas atap berlubang tadi. Kemudian gunakan paku atau baut untuk mengencangkan sisi-sisi plat lampu botol dengan bagian atap anda.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter  wp-image-80" title="10" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/10.jpg" alt="" width="168" height="181" /></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya adalah memberi lem disekitar sambungan tadi, agar saat hujan turun air tidak masuk kesela-sela lubang atap anda. Pastikan semua tertutup rapat dengan lem.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class=" wp-image-81 alignnone" title="Print" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/111.jpg" alt="" width="171" height="182" /><img class="alignnone  wp-image-83" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="12" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/12.jpg" alt="" width="169" height="180" /></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah terakhir adalah memberi lem pada tutup botol.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-82" title="13" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/13-277x300.jpg" alt="" width="277" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah penerapan teknologi sederhana ramah lingkungan yang sudah menerangi jutaaan manusia. Sekarang giliran anda berbagi dengan orang-orang di sekitar anda supaya mereka mendapat penerangan juga tanpa harus memasang lampu dan menyalakan listrik di siang hari. Kita bisa lebih berhemat dan mengurangi emisi CO2.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi-Hijau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/lampu-botol-tenaga-surya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampah Organik dan Anorganik</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/sampah-organik-dan-anorganik/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/sampah-organik-dan-anorganik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[anorganik]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Sampah baik di Indonesia maupun di dunia memang menjadi suatu masalah tersendiri. Seiring pertumbuhan jumlah penghuni Bumi meningkat pula sampah yang dihasilkan. Pemerintah juga kewalahan mengurus masalah yang satu ini, keterbatasan lahan sebagai TPS maupun TPA sering dijadikan alasan. Sebenarnya kalau kita mau menilik lebih dalam untuk menanggulangi masalah sampah ini akan sampai pada suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="size-thumbnail wp-image-54 alignleft" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="sampah 1" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/sampah-1-150x150.jpg" alt="sampah" width="150" height="150" />Sampah baik di Indonesia maupun di dunia memang menjadi suatu masalah tersendiri. Seiring pertumbuhan jumlah penghuni Bumi meningkat pula sampah yang dihasilkan. Pemerintah juga kewalahan mengurus masalah yang satu ini, keterbatasan lahan sebagai TPS maupun TPA sering dijadikan alasan. Sebenarnya kalau kita mau menilik lebih dalam untuk menanggulangi masalah sampah ini akan sampai pada suatu titik dimana masalah sampah ini bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Kita semua menanggung beban itu. Sebaik apapun manajemen penanggulangan sampah jika dari individu seperti kita tidak memiliki kesadaran akan masalah ini suatu saat akan terjadi juga titik kewalahan seperti yang biasa terjadi.<span id="more-53"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Sampah dapat dibedakan menjadi dua jenis:</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yang pertama adalah sampah <em>organik</em>. Sampah jenis ini terdiri dari bahan-bahan dari alam (tanaman dan binatang) yang proses penguraiannya memerlukan waktu relative pendek dan berlangsung secara alami. Contohnya sayuran, kulit buah, dan daun.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kedua adalah sampah jenis <em>anorganik</em> atau <em>non-organik</em>. Sampah ini berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri yang penguraiannya memerlukan waktu lama hingga ratusan tahun bahkan ada sampah yang tidak dapat dihancurkan sama sekali yakni sterofoam. Sebagian zat-zat anorganik tidak dapat diuraikan oleh alam secara keseluruhan, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan melalui proses yang sangat lama misalnya botol kaca, plastik, dan kaleng.</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah sampah yang dihasilkan Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 225 juta jiwa mencapai 11.300 ton per hari dengan perbandingan sama antara organik dan anorganik. Ini bukanlah jumlah yang kecil. Permasalahan utama adalah kesadaran masyarakat akan membuang dan memproses serta memilah sampah yang masih sangat rendah dengan didukung sistem pengelolaan sampah yang masih buruk.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="sampah 2" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/sampah-2.png" alt="tabel usia sampah" width="400" height="260" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berapakah waktu yang dibutuhkan sampah anorganik untuk hancur di alam? Jawabannya cukup lama bahkan sangat lama. Perhatikan contoh berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">
• Plastik 50 &#8211; 100 tahun<br />
• Puntung rokok 10 tahun<br />
• Kaleng soft drink (alumunium) 80 &#8211; 100 tahun<br />
• Kardus 5 bulan<br />
• Kulit jeruk 6 bulan<br />
• Kulit sepatu 25 &#8211; 40 tahun<br />
• Kertas 2 &#8211; 5 bulan<br />
• Baterai 100 tahun<br />
• Almunium 80 &#8211; 100 tahun<br />
• Plastik (bungkus detergen dll) 50 &#8211; 80 tahun<br />
• Kantung plastik (tas kresek) 10 &#8211; 20 tahun<br />
• Sterofoam tidak dapat hancur</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang sudah saatnya kita menjadi orang yang bijak mengenai sampah ini. Jika bukan dari kita siapa lagi yang akan melakukannya? Lakukanlah setidaknya beberapa hal dibawah ini:</p>
<ul>
<li>Jangan membuang sampah sembarangan, kumpulkan sampah pada tempatnya.</li>
</ul>
<ul>
<li>Pisahkan masing-masing jenis sampah, misalnya sampah organic dan non organik.</li>
</ul>
<ul>
<li>Lakukan 3R (lihat <a title="Reduce, Reuse, Recycle" href="http://bumi-hijau.com/reduce-reuse-recycle/" target="_blank"><span style="text-decoration: underline;">Reduce, Reuse, Recycle</span></a>)*.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jika berbelanja ke toko atau super market, bawa tas kantong belanja sendiri, anda tidak harus selalu menerima bungkus plastik yang diberikan toko tersebut. Kebanyakan bungkus plastik hasil belanja tersebut selalu menjadi sampah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jika membeli pilihlah produk yang meminimalkan bungkus, seringkali suatu produk itu dibungkus secara berlebihan dan ini akan jadi sampah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Belilah produk yang bisa diisi ulang, karena ini akan mengurangi sampah dari botol bekas kemasannya (sabun, shampoo dll).</li>
</ul>
<ul>
<li>Jika untuk bepergian, ke kantor atau sekolah, hindari beli air kemasan (aqua) di botol-botol kecil, akan lebih baik jika anda membeli botol permanen yang bisa dipakai berulang-ulang dan anda tinggal mengisi ulang airnya saja, tanpa perlu beli botolnya lagi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Jika anda hendak tamasya atau rekreasi ke alam, selalu bawa kantong sampah sendiri, karena seringkali di tempat wisata tersebut tidak disediakan tempat sampah. Bawa pulang sampah non organic anda, jangan pernah meninggalkannya di alam (leave no trace).</li>
</ul>
<ul>
<li>Tegur dan ingatkan jika orang lain sering buang sampah sembarangan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sediakan tempat sampah dengan jumlah yang cukup di rumah dan kantor.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mulailah sekarang juga dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan Anda.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi Hijau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/sampah-organik-dan-anorganik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atap Hijau</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/atap-hijau/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/atap-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[atap hijau]]></category>
		<category><![CDATA[efek sutra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Atap hijau (green-roof) disini maksudnya bukan atap kita hijau karena dicat hijau. Melainkan hijau karena dipenuhi vegetasi. Tentu saja hal ini membutuhkan design khusus. Konsep atap hijau sudah mulai dikembangkan di banyak negara, Inggris misalnya. Mungkin konsep ini juga sudah mulai dilirik para perusahaan properti di Indonesia. Apalagi letak geografis dan iklim alam disini sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-46" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="atap hijau" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-hijau-150x150.jpg" alt="green roof" width="150" height="150" />Atap hijau (green-roof) disini maksudnya bukan atap kita hijau karena dicat hijau. Melainkan hijau karena dipenuhi vegetasi. Tentu saja hal ini membutuhkan design khusus. Konsep atap hijau sudah mulai dikembangkan di banyak negara, Inggris misalnya. Mungkin konsep ini juga sudah mulai dilirik para perusahaan properti di Indonesia. Apalagi letak geografis dan iklim alam disini sangat mendukung pertumbuhan vegetasi hijau. Bukan rahasia lagi kalau Anda merasa kesal dengan rumput yang tumbuh begitu cepat di halaman rumah Anda. Itulah salah satu keberuntungan kita, kandungan mineral di tanah dan suhu lingkungan sangat mendukung. (Ingat lagu KoesPlus: &#8230;tongkat kayu dan batu jadi tanaman).<span id="more-45"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Atap hijau sendiri mengacu pada sistem atap yang menggunakan tanaman hidup untuk penutup atap bukan dari bahan sintetis (plastik). Sejak tahun 1960-an konsep ini sudah ada, dan hanya dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi alternatif yang populer karena bisa memberikan manfaat yang positif bagi lingkungan dan penghematan biaya sistem pendingin (Anda tidak perlu pasang AC).</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright  wp-image-47" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="atap hijau 2" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-hijau-2-300x225.jpg" alt="green roof" width="210" height="158" />Tanaman yang menutupi atap menyediakan insulasi yang sangat baik untuk mengurangi suhu panas dalam ruangan dan secara signifikan bisa mengurangi pemakaian listrik. Selain itu, mereka juga bertindak sebagai filter alami untuk air hujan yang berarti bahwa mereka secara signifikan pula mengurangi jumlah drainase hujan. Tanaman menyerap lebih dari 50% air hujan sebelum lari ke sistem pembuangan. Air yang diserap oleh tanaman di atap kemudian menguap kembali ke udara. Akan tetapi manfaat dari teknologi atap hijau ini tidak berakhir disini saja.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Efek Sutra</strong><br />
Atap hijau tersebut boleh dibilang memiliki efek sutra. Tanaman menyerap panas dan menjaga bangunan tetap hangat selama musim dingin, sedangkan media tumbuhnya membantu menjaga gedung dingin selama musim panas. Menarik bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lapisan Konstruksi</strong><a href="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-hijau-3.jpg"><img class="alignright  wp-image-48" style="border: 0pt none; margin: 0px 5px;" title="atap hijau 3" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-hijau-3-300x224.jpg" alt="green roof layers" width="210" height="157" /></a><br />
Atap hijau dibuat dalam beberapa lapisan; tanaman, media tumbuh, kain saring, drainase, isolasi serta membran tahan air. Pembangunan atap hijau serta pemilihan tanaman untuk penutup atap tergantung pada beberapa faktor termasuk ukuran bangunan dan jenis atap. Baik atap datar maupun tumpah (miring) tepat untuk pembuatan atap hijau, namun penciptaan taman seperti sistem atap hijau tersebut masih terbatas untuk bangunan yang lebih besar karena terlalu berat untuk rumah dan bangunan menengah (seperti saya sebutkan diatas: butuh design khusus). Namun Anda tidak perlu khawatir, karena para ahli selalu mencari solusinya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jenis tanaman, ada tiga jenis tanaman untuk atap hijau yaitu;</strong></p>
<ul>
<li><em>Atap hijau intensif</em> adalah jenis atap yang digunakan untuk bangunan besar termasuk pohon, rumput penuh, dll. Jenis atap ini membutuhkan kedalaman tanah yang signifikan serta banyak perawatan, mirip dengan merawat sebuah taman atau kebun besar.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Atap hijau semi-intensif</em> adalah jenis atap hijau yang menggunakan penutup atap dengan tanaman ukuran sedang dan membutuhkan sedikit pemeliharaan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Sedangkan atap <em>hijau ekstensif</em> adalah yang jenis yang paling nyaman dari semua jenis sistem yang melibatkan penutup atap dengan lapisan media tumbuh yang tipis dan vegetasi yang hanya membutuhkan perawatan yang sederhana.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Sistem atap hijau adalah sistem atap yang paling ramah lingkungan. Hanya satu kelemahannya, ongkos pembuataanya masih tergolong sangat mahal dari pembuatan atap konvensional. Namun, hal itu akan tergantikan dengan pemangkasan biaya pengeluaran Anda untuk kebutuhan listrik yang dialokasikan ke pendingin ruangan. Atap hijau merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi pemanasan global (<span style="color: #ff0000;">global warming</span>).</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi-Hijau</p>
<h5 style="text-align: right;">Sumber: www.greenroofstoday.co.uk<br />
www.ecofriend.com<br />
ronestudio.wordpress.com<br />
www.worldchanging.com<br />
www.roofsystemsconsultants.com</h5>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/atap-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Mitos dan Pohon</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/antara-mitos-dan-pohon/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/antara-mitos-dan-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:36:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Antara mitos dan pohon dalam budaya kita sebagai orang Indonesia sangat erat hubungannya. Hampir di setiap budaya memiliki mitos tentang pohon yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap keberadaan pohon itu sendiri. Satu mitos mampu menimbulkan efek yang berseberangan. Sebagai contoh, kepercayaan yang ada di Jawa dan Bali, beberapa orang atau generasi percaya bahwa sebuah pohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bumi-hijau.com/antara-mitos-dan-pohon/"><img class="alignleft  wp-image-14" style="border: 0pt none; margin: 5px 7px;" title="pohon" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/pohon-300x225.jpg" alt="mitos dan pohon" width="210" height="158" /></a>Antara mitos dan pohon dalam budaya kita sebagai orang Indonesia sangat erat hubungannya. Hampir di setiap budaya memiliki mitos tentang pohon yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap keberadaan pohon itu sendiri. Satu mitos mampu menimbulkan efek yang berseberangan. Sebagai contoh, kepercayaan yang ada di Jawa dan Bali, beberapa orang atau generasi percaya bahwa sebuah pohon yang besar memiliki &#8220;penunggu&#8221;. Anda yang di luar Jawa dan Bali juga tentunya pernah mendengar mengenai hal ini bukan? Nah, efek apa yang timbul dalam masyarakat menanggapi mitos ini? Ada baiknya dan tentu ada buruknya.<span id="more-39"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dua efek berseberangan yang timbul dari mitos &#8220;penunggu&#8221; adalah:</strong></p>
<p><em>Yang pertama</em> adalah efek positif. Terlepas dari kepercayaan apapun, menganggap suatu pohon memiliki penunggu bisa mendorong masyarakat untuk tidak melakukan perusakan terhadap pohon itu sendiri. Masyarakat berpikir akan mendapatkan petaka jika berbuat sesuatu yang buruk terhadap pohon tersebut. Hasilnya, masyarakat jadi takut dengan pohon + penghuninya sehingga pohon tidak akan pernah ditebang.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Yang kedua</em> adalah efek kebalikan dari yang pertama. Masih dengan latar belakang masyarakat yang percaya pohon tertentu &#8220;berpenghuni&#8221;, namun dengan efek pemikiran yang berbeda, yaitu masyarakat justru ketakutan dengan mitos itu sehingga mereka secara bersama-sama membuat keputusan untuk melakukan penebangan terhadap suatu pohon, ironi. Atau, masyarakat berpikir bahwa jika suatu pohon suatu saat nanti menjadi terlalu besar, maka pohon tersebut akan berpenghuni, jadi mereka harus menebangnya secepatnya sebelum pohon tersebut kedatangan penghuni. Pemikiran seperti ini yang tidak boleh terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah dua pemikiran yang terjadi dalam masyarakat terutama di Jawa dan Bali. Namun, pemikiran baru mulai berkembang terutama oleh generasi-generasi baru. Mereka mulai berpikir untuk melepaskan hubungan antara mitos dan pohon itu sendiri. Mereka lebih suka melihat pohon sebagai pohon, mahluk hidup, yang baik langsung maupun tidak langsung sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia. Generasi baru tidak melakukan perusakan bukan karena mitos tapi karena mereka tahu pohon sebagai bagian dari kehidupan di Bumi ini. Namun tidak seindah itu, justru perusakan yang dilakukan generasi baru pun lebih parah. Golongan perusak merusak untuk keperluan komoditi, ekonomi, uang dsb dengan ruang lingkup perusakan yang lebih luas dan lebih cepat. Semoga kita tidak menjadi generasi perusak itu, jadilah pahlawan Bumi dengan menyelamatkan pohon dan mahluk hidup lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi-Hijau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/antara-mitos-dan-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reduce, Reuse, Recycle</title>
		<link>http://bumi-hijau.com/reduce-reuse-recycle/</link>
		<comments>http://bumi-hijau.com/reduce-reuse-recycle/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bumi Hijau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[recycle]]></category>
		<category><![CDATA[reduce]]></category>
		<category><![CDATA[reuse]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-hijau.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, sering kita membaca atau mendengar tentang Reduce, Reuse, dan Recycle di jalan-jalan, televisi, website dsb. Namun kadang kita masih bingung dengan istilah-istilah itu. Apa sih yang dimaksud dengan istilah-istilah diatas? Apa bedanya satu sama lain? Disini kami ingin berbagi pengetahuan mengenai topik tersebut diatas. Dan tentunya dengan contoh dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://bumi-hijau.com/reduce-reuse-recycle/"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-41" style="border: 0pt none; margin: 5px 7px;" title="3R" src="http://bumi-hijau.com/wp-content/uploads/2012/01/reduce_reuse_recycle_-150x150.jpg" alt="reduce reuse recycle" width="150" height="150" /></a>Belakangan ini, sering kita membaca atau mendengar tentang Reduce, Reuse, dan Recycle di jalan-jalan, televisi, website dsb. Namun kadang kita masih bingung dengan istilah-istilah itu. Apa sih yang dimaksud dengan istilah-istilah diatas? Apa bedanya satu sama lain? Disini kami ingin berbagi pengetahuan mengenai topik tersebut diatas. Dan tentunya dengan contoh dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari sehingga Anda pun bisa ikut andil dalam menjaga kelestarian lingkungan ini. Kita mulai dari langkah kecil dan tidak akan pernah ada kata terlambat jika Anda melakukannya sekarang dari diri Anda sendiri.<span id="more-35"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Reduce</em> (mengurangi) adalah sebuah aksi untuk mengurangi pemakaian segala bahan yang tidak ramah lingkungan. Maksudnya tidak ramah lingkungan adalah bahan-bahan yang susah hancur (terurai) oleh tanah. Contoh bahan yang susah hancur oleh tanah yang paling sering kita pakai adalah plastik dan sterofoam. Butuh ratusan tahun bagi tanah untuk menghancurkan bahan-bahan tersebut. Bayangkan jika bahan-bahan itu terus Anda pakai dan tidak ada upaya pengurangan dari Anda, maka suatu saat keseimbangan humus dalam tanah akan rusak, akibatnya tanah tidak subur dan susah menyerap air. Namun ada hal yang lebih menakutkan, jika saja tanah yang sudah terkontaminasi meracuni tanaman yang tumbuh diatasnya, kemudian Anda memakan tanaman itu, sama saja Anda memakan racun bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Reuse</em> (memakai ulang) adalah aksi bijak untuk memakai kembali benda-benda yang biasanya Anda buang sekali pakai. Misalnya Anda berbelanja dan karena lupa membawa kantong belanjaan Anda, maka Anda bertanggung jawab untuk memakai kembali kantong plastik itu untuk acara belanja Anda selanjutnya. Pakailah selama mungkin sebelum benda-benda itu hancur. Dengan begitu Anda sudah mengurangi meningkatnya jumlah pemakaian plastik.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Recycle</em> (daur ulang) adalah aksi merubah bentuk, komponen, atau struktur suatu benda yang sudah tidak terpakai sehingga bisa kembali menjadi benda yang memiliki daya guna. Aksi ini merupakan aksi terakhir untuk benda-benda yang tidak bisa dipakai lagi (meskipun pada prakteknya masih banyak benda-benda yang masih bisa dipakai). Ada banyak cara untuk mendaur ulang diantaranya adalah membuat karya seni dengan benda-benda yang sudah tidak terpakai sehingga bisa menghasilkan barang yang bisa dipakai. Contoh lainnya adalah daur ulang yang dilakukan oleh pabrik-pabrik plastik. Mereka mengumpulkan plastik kemudian dipilah-pilah berdasarkan <a title="Kode Resin" href="http://bumi-hijau.com/kode-resin/" target="_blank">Kode Resin</a> yang kemudian diolah untuk menjadi barang dengan kegunaan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda bisa memulai aksi Reduce, Reuse, dan Recycle dari hal-hal kecil di lingkungan rumah Anda. Justru dari aksi sederhana dan kecil seperti itulah bisa menjadi aksi yang sangat besar jika dilakukan bersama-sama. Pakailah benda-benda yang ramah lingkungan, misalnya gunakan tas belanja dari kanvas atau katun secara berulang, tidak memakai sterofoam untuk tempat makanan kemasan dll.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam Bumi Hijau</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bumi-hijau.com/reduce-reuse-recycle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

