<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<!--<generator>CahAndong RSS 2.0 Generator by matriphe</generator>-->
<channel>

<title>CAHANDONG.ORG</title>
<link>http://cahandong.org</link>
<description>Komunitas Bloger Yogyakarta</description>
<language>id</language>
<webMaster>muhammad.zamroni@gmail.com (Muhammad Zamroni)</webMaster>
<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 21:47:34 +0700</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 21:47:34 +0700</lastBuildDate>


	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/cahandong" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
	<title>Bon Anniversaire!</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Z6IQLPl84gE/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 16:14:05 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ FANY's Freewriting (Fany Ariasari) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://blog.faniez.net/2009/11/11/tukangkopi/</guid>
	<description><![CDATA[ Si Tukangkopi, teman sekamar dan seranjang saya, hari ini -11 November- berulangtahun. Dan saya lagi bokek tidak bisa memberikan kado apapun, bahkan kata-kata indah pun tidak bisa terucap.
Tapi apa yang lebih indah dari sejuta peluk-cium serta doa yang tulus.  
Happy birthday, My Sexy Husband.. :*

  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fblog.faniez.net%2F2009%2F11%2F11%2Ftukangkopi%2F';
  addthis_title [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Si Tukangkopi, teman sekamar dan seranjang saya, hari ini -11 November- berulangtahun. Dan saya lagi bokek tidak bisa memberikan kado apapun, bahkan kata-kata indah pun tidak bisa terucap.
Tapi apa yang lebih indah dari sejuta peluk-cium serta doa yang tulus.  
Happy birthday, My Sexy Husband.. :*

  addthis_url    = 'http%3A%2F%2Fblog.faniez.net%2F2009%2F11%2F11%2Ftukangkopi%2F';
  addthis_title  = 'Bon+Anniversaire%21';
  addthis_pub    = ''; <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Z6IQLPl84gE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://blog.faniez.net/2009/11/11/tukangkopi/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Ketupat Sayur Padang</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/X040R2ZmE7E/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:55:36 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ alle (Alter Daya Ulya A Napoleon) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://alle.wordpress.com/2009/11/11/ketupat-sayur-padang/</guid>
	<description><![CDATA[ via flickr.com
sarapan dengan makanan sehat ini? abaikan diet! 
*saya pinjam dari Flickr Jenz.






Posted in Intermezzo       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alle.wordpress.com&amp;blog=206237&amp;post=365&amp;subd=alle&amp;ref=&amp;feed=1" /> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ via flickr.com
sarapan dengan makanan sehat ini? abaikan diet! 
*saya pinjam dari Flickr Jenz.






Posted in Intermezzo <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/X040R2ZmE7E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://alle.wordpress.com/2009/11/11/ketupat-sayur-padang/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Omelet Pecas Ndahe</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/T6gxeWWmk20/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:43:53 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ ndoro kakung (Wicaksono) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/2009/11/11/omelet-pecas-ndahe/</guid>
	<description><![CDATA[ Revolusi mungkin seperti omelet. Terbuat dari beberapa butir telor yang utuh, dipecahkan, lalu diaduk tak beraturan. Orang suka memesannya sebagai menu sarapan pagi. Dimakan sambil baca koran. Kelezatannya barangkali hanya bisa ditandingi oleh setangkup roti apit isi daging asap yang disantap ketika gerimis jatuh selepas fajar merekah.
Lantas kenapa kenangan tentang revolusi tak pernah bisa jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=4468&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" /> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Revolusi mungkin seperti omelet. Terbuat dari beberapa butir telor yang utuh, dipecahkan, lalu diaduk tak beraturan. Orang suka memesannya sebagai menu sarapan pagi. Dimakan sambil baca koran. Kelezatannya barangkali hanya bisa ditandingi oleh setangkup roti apit isi daging asap yang disantap ketika gerimis jatuh selepas fajar merekah.
Lantas kenapa kenangan tentang revolusi tak pernah bisa jadi nasi basi? 
Seorang cerdik nan pandai pernah menulis. &#8221; Karena revolusi mengandung banyak hal. Ada kebuasan yang dahsyat atas nama keadilan. Pengkhianatan yang menyakitkan atas nama kearifan. Darah dan doa, api dan cita-cita, kecutnya keringat dan frustrasi, teriak dan juga harapan terakhir. Segalanya dihimpun dan dipertaruhkan, segalanya dicurahkan dan diikhlaskan. Mungkin sebab itu revolusi adalah sesuatu yang mengandung antitesisnya sendiri. 
&#8220;Revolusi adalah sesuatu yang melelahkan,&#8221; kata Jacques Sole, mahaguru sejarah dari Grenoble. 
Tentu saja revolusi bukan lahir semata-mata karena melelahkan. Revolusi selalu berangkat dari sikap bahwa &#8220;kita-yang-paling-benar&#8221;. Lalu ada  memobilisasi jiwa, raga, impian, dan kemarahan. 
Di Prancis, kemarahan jaraknya hanya sejengkal dari kematian. Pernah ada seorang perempuan revolusioner Prancis yang berteriak, &#8220;Perlu darah untuk menyemen revolusi.&#8221; Setelah itu kepalanya dipancung. 
Di Rusia sama saja. Seorang tokoh revolusioner dengan sinis berujar, &#8220;Kalau mau membuat omelet, telur harus dipecah.&#8221; Kelak, kepalanya bagaikan telur yang pecah &#8212; dikapak seorang agen Stalin.
Maka, siapa yang masih bersemangat menegakkan bendera revolusi hari-hari ini?
Mungkin tak banyak. Dan yang sedikit itu mungkin perlu membaca lagi laporan Russel Miller, wartawan The Sunday Times Magazine, yang mewawancarai pengusaha Carlo De Benedetti, orang nomor satu di Olivetti, yang membuat pernyataan penting di depan Hakim Di Pietro. Waktu itu Italia tengah berperang melawan korupsi. Wawancara itu dilengkapi dengan reportase dan riset Peter Semler, yang membeberkan liku-liku korupsi di Italia, dan dimuat di The Sunday Times. 
&#8230; De Benedetti diam sebentar. Ia menuang air kendi ke sebuah gelas berisi es batu dan menarik badannya ke sandaran kursi. &#8220;Apa yang membuat revolusi ini berbeda adalah bahwa sekarang ini, tidak ada kelompok politisi yang menunggu kesempatan untuk mengambil keuntungan dari apa yang terjadi. Apa yang sekarang harus kita bangun adalah kelas politisi pilihan untuk segera mengambil alih kekuasaan, dan kita harus melakukan itu secepatnya. Sangat penting untuk melaksanakan pemilihan umum secepatnya&#8230;.&#8221; 
&#8220;Apabila pemilihan ditunda, saya takut kalau situasi ekonomi dan sosial akan jadi lebih buruk dan kita bisa sampai pada titik di mana semua orang akan mengatakan kita tidak membutuhkan lagi perubahan politik. Situasi yang jauh lebih buruk dari apa yang terjadi di Rusia, di mana jumlah orang yang ingin kembali ke sistem komunis terus saja bertambah banyaknya&#8230;.&#8221; 
&#8220;Sampai saat ini revolusi adalah revolusi yang damai, tetapi persoalannya apakah revolusi akan terus berlangsung terus secara damai. Dahulu orang bicara tentang keajaiban ekonomi di Italia pada tahun 1950-an, tetapi keajaiban yang sebenarnya adalah jika kita bisa menyelesaikan revolusi sekarang ini tanpa kehancuran ekonomi. Itulah keajaiban politik pada 1990- an&#8230;.&#8221;
Dalam pernyataan itu ia juga mengakui bahwa dari tahun 1988 sampai tahun 1991, Olivetti telah membayar uang pelicin sebesar 4,6 juta poundsterling atau sekitar Rp 18,4 triliun untuk mendapatkan kontrak dari pemerintah. De Benedetti menyatakan ia bertanggung jawab atas penyogokan itu walaupun secara pribadi ia tidak pernah menyuap siapa pun.
Usai membaca pernyataan itu, De Benedetti menyerahkannya pada hakim ketua, Antonio Di Pietro, yang sempat memesan kopi untuk menurunkan rasa tegang di dalam ruang sidang.
Kehadiran De Benedetti di Tribunale memang peristiwa penting dalam kasus korupsi terbesar di Eropa saat itu. De Benedetti adalah orang terakhir yang terlibat dalam skandal besar di Italia, yang mengguncangkan pemerintah Italia, yang merusakkan tatanan politik Italia, yang mengantarkan ribuan pengusaha dan politisi ke dalam penjara, dan juga yang menyebabkan terjadinya gelombang bunuh diri. 
Ah, saya jadi teringat pada rekaman berdialek Suroboyoan itu &#8230;
&gt;&gt; Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apa menu sarapan sampean tadi pagi?
Posted in Indonesiana Tagged: buaya, cicak, revolusi, sejarah, senandika <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/T6gxeWWmk20" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://ndorokakung.com/2009/11/11/omelet-pecas-ndahe/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Folding Bikes Concept</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/5I_VVzRCdEU/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:04:16 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ thestoopid (Adi Setiya Dwi Grahito) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://adisetiya.wordpress.com/2009/11/11/folding-bikes-concept/</guid>
	<description><![CDATA[ A folding bicycle incorporates special design features enabling the bike to fold into a compact form, thereby facilitating transport or storage. When folded, the bikes can be more easily carried into buildings, into workplace or onto public transportation. [wiki]
Folding bike nowadays become the greenest transportation tools that widely spread all over the world. Talking about [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adisetiya.wordpress.com&amp;blog=4308955&amp;post=415&amp;subd=adisetiya&amp;ref=&amp;feed=1" /> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ A folding bicycle incorporates special design features enabling the bike to fold into a compact form, thereby facilitating transport or storage. When folded, the bikes can be more easily carried into buildings, into workplace or onto public transportation. [wiki]
Folding bike nowadays become the greenest transportation tools that widely spread all over the world. Talking about folding bike can&#8217;t be exclude with high end technology in their way to make it compact and easy to use. This post show you a folding bike concept which influence in our way to make this earth green.
db0 by Robrady
ROBRADY Design has been awarded a Gold Spark award in the Mobility category of this year’s Spark Awards for their db0 Electric Folding Bike design. The design firm has partnered with Taiwanese manufacturer DK City to help the bike reach the real world. More to see


Eco // 07
The ease that folding bikes present to the owner have started a race among industrial designers as to who can develop a bike that is the simplest and the fastest to fold and that too, in the smallest possible package. Recently a bicycle designer came up with a bike that folds down into its own wheels, and Industrial designer Victor Aleman is out there with a new concept dubbed Eco // 07 which has folding wheels.



Dubike
The Dubike can easily be folded into a cube measuring 580 x 463 x 406 mm, and can be carried into the trunk of a standard personal car. The main frame of the bicycle has a shock absorber in the front and one under the seat. The Dubike is equipped with lights that combine with the whole style of the bicycle. The Dubike designed by David Fionik


Tetris
Designer Danilo Mangini has put his efforts in the direction and has developed a half pedal folding concept bike called the Tetris and fold it up like a lunggage case.


Cube Urban Street
Gregor Dauth, a student at the Coburg University of Applied Sciences in Germany has developed the super-flexible Urban Street Concept Bike in collaboration with Cube bikes that can be folded down to fit inside a rucksack! Fully fitted with front lights integrated into the brake levers, the bike also features a dynamo in the front wheel hub that automatically turns on the lights in the darkness apart from integrated rear and stop lights in the seat. The bike folds down like a Swiss Army Knife. WOw!


Sun Fold Bike
This is not just trolley lunggage case look like. The Sun Fold Bike, its name does most of the explanation. Sun = it is solar powered, Fold = it can be collapsed in to a compact trolley. Bike = two wheeler bike (simple isn’t it?). But that’s not all to it. Designer CaO dawei has given shape to his idea of green bike which has won accolades at international design competitions. Focusing on two elements, that is optimizing and utilizing solar energy plus space-saving. More to see

Rad Bike
Riding a bike tens of miles to your office doesn’t sound like a practical way to reduce your carbon footprint. However, going to a market on a bike does seem green. Mardjetko Gonzalez and Jimena Guadalupe have designed a bike that can be folded into a trolley and kept in the trunk of your car and unfolded whenever you are. More to see


&nbsp; <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/5I_VVzRCdEU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://adisetiya.wordpress.com/2009/11/11/folding-bikes-concept/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Spion</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/0rEivESl2SA/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 06:48:30 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ Uncle Goop (Dewanto) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://unclegoop.com/2009/11/11/spion/</guid>
	<description><![CDATA[ Karena sebuah ketentuan, maka kau harus ada. Apabila kau tiada, sebuah kerepotan bagiku. Tak sadar, sebenarnya ketentuan itu untuk kepentinganku juga. Ini mengingat betapa pentingnya kau untukku. Namun, terkadang teman-teman beroda dua ada pula yang melepasmu. Atas nama gaya dan biar dibilang gaul, dilepaslah kau dan peranmu ditanggalkan pula.
Tapi baiklah, kita tak perlu bicarakan mereka. [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Karena sebuah ketentuan, maka kau harus ada. Apabila kau tiada, sebuah kerepotan bagiku. Tak sadar, sebenarnya ketentuan itu untuk kepentinganku juga. Ini mengingat betapa pentingnya kau untukku. Namun, terkadang teman-teman beroda dua ada pula yang melepasmu. Atas nama gaya dan biar dibilang gaul, dilepaslah kau dan peranmu ditanggalkan pula.
Tapi baiklah, kita tak perlu bicarakan mereka. Kau lebih bermakna pada teman-teman beroda empat. Memang letakmu menyempil. Menempel saja dan mudah lepas. Tak jarang, kau bahkan yang pertama terantuk sesuatu entah apa itu. Tetapi, kau tetap tegar di sana. Bahkan, agar kau tetap bertengger, seringkali sampai diikat-ikat biarpun kurang rapi.
Peranmu itu sederhana saja. Namun dari yang sederhana itu, kamu begitu berarti karena menyangkut nyawa. Adapun peranmu adalah agar kita tahu apa yang ada di belakang sana. Tuhan ciptakan mata hanya di depan guna melihat ke muka. “Apa perlunya melihat ke belakang?” Seseorang pernah bertanya.
Dalam diammu, melalui peranmu, kau tunjukkan jawabannya. Mengetahui apa yang ada di belakang, melihat ke belakang membuatku tahu bagaimana mestinya melangkah. Bahkan, untuk sekadar berbelok, aku perlu tahu kondisi depan dan belakang. Lebih jauh, saat salip-menyalip di ruas jalan tol, kamulah yang seringkali kulirik-lirik, kuamat-amati walau sekilas.
Menyalip, adalah sebuah seni. Mengetahui apa yang ada di depan tanpa melupakan apa yang ada di belakang. Menyalip berarti kehati-hatian, sebentuk waspada. Dan kau, bertengger di sana siap membantu walau nampaknya diam saja.
Menjadi benar apa kata Eddie Jordan, “Never look back unless you can laugh, never look forward unless you can dream.” Di sini, Tuan Jordan bukan bermaksud mengabaikan yang belakang, justru beliau hendak menekankan perlunya melihat ke belakang. Perlukah menengok? Perlukah melirik-lirik spion? Jawabannya perlu. Agar saat aku menyalip, bisa tenang dan aman serta selamat.
Sepertinya spion; depan; belakang dan menyalip tak hanya untuk yang beroda empat, tiga atau berapa pun. Mereka yang ingin maju, mestilah melihat atau setidaknya melirik ke belakang. Tujuannya agar tahu bahwa jalur telah aman, bahwa itulah jalur yang benar. Barangkali pula agar kesalahan yang sama tak perlu lagi terulang.
Bagaimana dengan mimpi, Uncle? Wah, nampaknya saya perlu bermimpi dahulu agar bisa bercerita kemudian. Tunggu saja, semoga.
Kutipan Tuan Jordan itu, saya tahu dari beliau Itik Kecil <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/0rEivESl2SA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://unclegoop.com/2009/11/11/spion/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Kucing dalam Karung eh Tas</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Lg0fTrRyhFo/</link>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 03:26:29 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/11/kucing-dalam-karung-eh-tas/</guid>
	<description><![CDATA[ Kucing ini mungkin senang, mungkin menderita. Saya tak tahu. Saya hanya menduga pemiaranya riang gembira. Terlalu sering kita mempermainkan piaraan kita. Saya pun teringat anak-anak kampung zaman dulu (ya termasuk saya) yang membuat kerucut dari daun pisang, lalu ditusuk biting yang sudah diberi umpan sebutir jagung. Ketika paruh ayam mematuk maka kepalanya pun terbenam ke [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Kucing ini mungkin senang, mungkin menderita. Saya tak tahu. Saya hanya menduga pemiaranya riang gembira. Terlalu sering kita mempermainkan piaraan kita. Saya pun teringat anak-anak kampung zaman dulu (ya termasuk saya) yang membuat kerucut dari daun pisang, lalu ditusuk biting yang sudah diberi umpan sebutir jagung. Ketika paruh ayam mematuk maka kepalanya pun terbenam ke dalam kerucut. Seperti panik, ayam itu lari ke sana-sini. Foto kucing saya temukan di Tumblr. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Lg0fTrRyhFo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/11/kucing-dalam-karung-eh-tas/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Jeng-Jeng Garut</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Kb_2IGNjpu0/jeng-jeng-garut.html</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 22:43:47 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ matriphe (Muhammad Zamroni) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-garut.html</guid>
	<description><![CDATA[ Sejak zaman VOC, Garut sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Pada tahun 1910, Officieel Touristen Bureau, Weltevreden (Dinas Pariwisata VOC di Weltevreden, Batavia) menyebut Garut sebagai Paradijs van het Oosten (surga dari timur). Namun sayang, potensi ini kurang tergarap dengan baik.
Garut memiliki banyak potensi wisata, karena lokasinya yang dikelilingi oleh rangkaian gunung berapi aktif seperti Gunung [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Sejak zaman VOC, Garut sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Pada tahun 1910, Officieel Touristen Bureau, Weltevreden (Dinas Pariwisata VOC di Weltevreden, Batavia) menyebut Garut sebagai Paradijs van het Oosten (surga dari timur). Namun sayang, potensi ini kurang tergarap dengan baik.
Garut memiliki banyak potensi wisata, karena lokasinya yang dikelilingi oleh rangkaian gunung berapi aktif seperti Gunung Guntur, Gunung Haruman, dan Gunung Kamojang di sebelah barat, Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray di sebelah selatan/tenggara, Gunung Talagabodas dan Gunung Galunggung di sebelah timur. Di sebelah selatan, terdapat garis pantai sepanjang 80 Km.
Saya mendatangi kota yang terkenal akan dodol dan dombanya ini. Seperti biasa, perjalan direncanakan sehari sebelum keberangkatan. Bahkan itinerary belum sempurna dibuat karena buta sama sekali dengan obyek wisata dan sistem transportasinya. Kami nekad berangkat dan bermodal &#8220;nanti di sana tanya-tanya saja soal transportasi dan akomodasinya&#8221;.
Untuk menuju kota ini sangat gampang karena banyaknya transportasi bus AKAP dari Jakarta maupun Bandung. Salah satunya dari Terminal Lebak Bulus menggunakan bus Primajasa dengan tarif 35 ribu rupiah. Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam dan berakhir di Terminal Guntur, Garut Kota.
Setelah beristirahat di sebuah masjid tak jauh dari terminal, kami bertanya ke penduduk yang kebetulan sedang akan melaksanakan ibadah sholat dhuhur. Calo-calo di terminal yang menawarkan trayek angkutan memang sedikit menyebalkan, maka kami memilih untuk menyingkir dari sana dan mencari petunjuk dari &#8220;pihak ketiga&#8221;.
Penginapan rupanya banyak ditemukan di daerah Cipanas. Di daerah Garut kota malah kesulitan. Ketika kami menghubungi 108 (terlebih dulu memberikan kode kota 0262 sebelum nomor 108) untuk bertanya penginapan, rupanya Telkom ndak memiliki database yang lengkap. Beberapa nomor yang diberikan pihak Telkom malah gagal tersambung.
Kami pun akhirnya mendapat kamar di Hotel Augusta (0262-238250), sebuah hotel bintang 2 yang terletak di Jalan Raya Cipanas dengan tarif sekitar 150-450 ribu per malam (tergantung tipe kamar dan wiken atau tidak).
Menuju Cipanas dari terminal Guntur bisa dilalui dengan angkot bernomor 04 jurusan Terminal Guntur-Cipanas berwarna coklat muda. Atau kalo naik bis, turun sebelum masuk terminal Guntur, tepatnya di Jalan Otista (Otto Iskandar Dinata) pertigaan Cipanas (Jl. Panday) sebelum simpang Tarogong, kemudian naik angkot 04 ke arah Cipanas.
Setelah meletakkan tas dan beristirahat sejenak di penginapan, kami melanjutkan perjalanan menuju Situ Cangkuang. Dengan menggunakan angkot nomor 10 berwarna hijau/abu-abu jurusan Leles, kami turun di alun-alun Leles, kemudian naik sejenis dokar di mana orang setempat menyebutnya Kretek. Tarif naik Kretek ini per orang sekitar 5 ribu rupiah.

Pemandangan menuju situ didominasi oleh sawah. Di utara kita akan melihat siluet Gunung Haruman, di sebelah barat akan nampak Gunung Mandalawangi dan Gunung Guntur.
Kontur naik dan turun membuat kusir kami harus mengendalikan kuda sesuai dengan perintahnya. Ketika jalan menanjak, kusir akan menghentakkan tali dan kuda pun akan berlari kencang, dan sebaliknya ketika jalan menurun, laju kuda diperlambat. &#8220;Supaya kuda tidak keseleo karena berlari kencang di jalan menurun&#8221;, ucap sang kusir. Untuk memperlambat, tali kekang agak ditarik dan kusir mengeluarkan semacam bunyi yang memberi isyarat agar kuda memperlambat jalan atau berhenti.
Kretek sendiri cuma bisa ditumpangi oleh maksimal 4 penumpang dengan 2 tempat duduk menyamping di belakang tempat duduk kusir. Sepanjang jalan badan kami terguncang-guncang, sehingga bila tidak berpegangan, kita bisa terlempar keluar.
Masuk ke kawasan Situ Cangkuang, kami dipungut biaya 2 ribu rupiah per orang. Untuk menyeberang ke Pualu Ageung di tengah situ, kami naik semacam rakit sepanjang sekitar 20 meter. Tarif &#8220;resminya&#8221; sih 2 ribu rupiah per orang, tapi si pengemudi rakit mematok harga &#8220;borongan&#8221; seenaknya. Setelah negosiasi, disepakati tarifnya jadi 5 ribu per orang bolak-balik.

Rakit digerakkan dengan menggunakan sebilah bambu yang ditancapkan ke dasar situ, kemudian si &#8220;nakhoda&#8221; akan berjalan di sepanjang rakit dengan bertumpu pada bambu tadi untuk mendorong rakit. Di tengah-tengah situ, terdapat banyak nelayan yang menjala dan memancing ikan.
Situ Cangkuang dulu mempunyai luas sekitar 25 hektar, namun karena proses sedimentasi, luasnya menyusut hingga menjadi sekitar 15 hektar saja. Di tengah situ terdapat Pulau Ageung dan Pulau Alit, yang karena sedimentasi pula, kedua pulau ini akhirnya &#8220;menyatu&#8221;.
Dinamakan Cangkuang karena dulu di daerah ini terdapat banyak pohon cangkuang (Pandanus furcatus) semacam pandan yang dimanfaatkan warga untuk anyam-anyaman. Air situ berasal dari sebuah mata air yang kemudian dibendung oleh Embah Dalem Arif Muhammad, seorang tokoh dari Mataram yang menjadi awal mula keberadaan tempat ini.
Di tengah Pulau Ageung, terdapat candi Hindu yang bernama Candi Cangkuang. Tak jauh dari kompleks candi, terdapat makam Embah Dalem Arif Muhammad dan kampung adat Kampung Pulo (pulau).

Candi Cangkuang yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 ini seolah-olah menjadi saksi akulturasi kebudayaan dan agama yang dialami desa ini. Konon dulu penghuni Desa Cangkuang beragama Hindu (dibuktikan dengan berdirinya candi Hindu), kemudian Arif Muhammad datang ke desa ini dan menyebarkan agama Islam. 
Kampung Pulo yang terletak tak jauh dari candi juga memiliki keunikan tersendiri. Di kampung ini cuma terdiri atas 6 rumah adat yang dihuni oleh 6 kepala keluarga dan sebuah masjid di tengah-tengah gang. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi, begitu juga dengan keluarga yang mendiami di rumah tersebut tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Penduduk kampung ini dipercaya merupakan keturunan dari Embah Dalem Arif Muhammad.
Keunikan lain, meski penduduk Kampung Pulo memeluk agama Islam, namun beberapa ritual agama Hindu masih dilakukan. Selain itu, ada larangan bagi penduduk Kampung Pulo memelihara ternak berkaki empat seperti sapi, kambing, dan sebagainya.
Semua rumahnya pun memiliki pola yang unik, memanjang dari timur ke barat (jolopong). Beberapa rumah bahkan atapnya masih menggunakan atap ijuk.

Informasi soal Candi Cangkuang juga bisa dibaca di blognya Wijna.
Malamnya kami mencari makan di sekitaran Simpang Lima Garut. Informasi ini kami dapatkan dari sopir angkot yang kami tumpangi. Secara umum, Kota Garut itu sepi sekali.
Sejak menginjakkan kaki di Garut, saya mengamati jarang sekali terlihat pemuda berusia belasan. Dugaan saya, pemuda-pemuda berusia produktif ini kebanyakan merantau ke luar Garut seperti Jakarta atau Bandung, entah untuk sekolah atau bekerja.
Kami makan di Simlim, semacam foodcourt kecil-kecilan di pinggir jalan. Banyak menu yang ditawarkan, namun saya memesan Mie Kocok, karena penasaran dengan bentuknya. Selain dodol, sepertinya Garut ndak mempunyai kuliner khas yang bisa dicoba.
Mie Kocok sendiri sangat sederhana, terdiri dari mie kuning, kecambah mentah (yak, saya kurang suka dengan kecambah yang dicampur dengan mie), kemudian ditabur potongan kikil sapi. Kuahnya pun standar banget, kuah kaldu tanpa bumbu yang berarti.

Disebut mie kocok karena mie dimasak dengan dimasukkan ke dalam semacam sendok khusus, kemudian dicelup-celupkan ke dalam air mendidih. Proses memasak mie kayak gini mengingatkan saya akan Mie Ongklok dari Wonosobo.
Pagi-pagi benar kami bersiap menuju ke Kawah Papandayan. Dengan menumpang angkot 04 kemudian disambung dengan Elf (minibus). Untuk menuju ke Kawah Papandayan juga bisa langsung dicapai dengan menggunakan Elf jurusan Cikajang dari Terminal Guntur.
Kami turun di pintu gerbang obyek wisata di daerah Cisurupan. Ongkos Elf sekitar 5 ribu rupiah. Begitu turun, kami langsung disambut dengan tawaran tukang ojek. Menuju ke kawah memang bisa ditempun dengan menggunakan ojek, ndak perlu susah-susah mendaki. He he he.
Setelah tawar menawar, disepakati harga 15 ribu untuk naik dan 15 ribu rupiah lagi untuk turun. Jalan menuju kawah beraspal namun sedikit rusak di sana-sini. Motor mio yang saya tumpangi mengerang-erang ketika melahap tanjakan yang cukup curam.
Sekitar 10 menit, kami sampai di pos untuk melapor. Di sini dikenakan biaya per orang 2 ribu rupiah plus sumbangan sukarela. Bila ingin menyewa pemandu, ongkosnya 50 ribu per jam.
Karena jalur lama tertutup longsoran akibat letusan pada tahun 2002 dan si pemandu menjanjikan track yang ndak biasa, kami pun sepakat menggunakan pemandu, juga untuk menggali informasi.
Kawah Papandayan sebenernya sebuah kaldera dengan bentangan mencapai 3 Km. Gunung ini masih aktif sehingga asap-asap yang muncul dari beberapa kawahnya merupakan tanda-tanda aktivitasnya. Pengunjung harus berhati-hati karena ada beberapa kandungan gas yang cukup berbahaya, antara lain gas belerang (yang baunya busuk banget).

Kami melewati rute yang berbeda seperti yang dijanjikan pemandu. Kami mendaki dulu ke atas, menuju ke bibir kaldera sehingga pemandangannya pun lebih menakjubkan. Tepat di salah satu puncak di bibir kaldera, saya melihat seismograf yang dipasang untuk memantau aktivitas kegempaan kawah ini.
Dari atas sini pula, saya lebih leluasa melihat Kawah Baru, yang merupakan hasil letusan pada tahun 2002. Letusan ini juga mengakibatkan longsorannya menutupi Kawah Nagrak dan akses jalan aspal yang menuju kawah ini.
Puas menikmati pemandangan, kami memutuskan untuk turun dan menuju ke obyek wisata Cipanas untuk berendam air panas sebelum kembali ke Jakarta.
Begitu turun dari ojek dan hendak menunggu Elf, kami sempat bersitegang dengan sopir angkot yang memaksa-maksa kami naik ke angkotnya. Naik angkot dari Cisurupan menuju Garut tentu akan dipatok dengan harga sangat mahal. Tukang ojek yang rese juga seolah-olah menyuruh kami untuk masuk ke angkotnya.
Untung sebuah Elf lewat dan kami segera naik ke dalam meski si kenek Elf sempat diintimidasi oleh si sopir angkot, untungnya tidak terjadi masalah berarti.
Dari Elf, kami turun di persimpangan Tarogong untuk kemudian naik angkot 04 favorit kami. Kami memilih mandi air panas di Hotel Tirtagangga dengan tarif 25 ribu rupiah per orang karena dengan alasan kenyamanan.
Di Hotel Tirtagangga, terdapat 2 kolam air panas dengan suhu yang berbeda plus sebuah shower air panas.

Di kawasan pemandian air panas Cipanas, memang banyak terdapat pemandian umum, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa penginapan, terutama penginapan berbintang, biasanya mempunyai fasilitas kolam air panas tersendiri.
Air panas di kawasan ini berasal dari 4 sumber mata air panas yang merupakan hasil aktivitas dari Gunung Guntur. Air panas dari Gunung Guntur konon merupakan air panas alami terjernih, dengan kandungan belerang cukup rendah, bersuhu hingga mencapai suhu 49° ini baik untuk terapi penyakit kulit atau penyakit lainnya.
Sejak dulu, Cipanas memang terkenal dan menjadi favorit para pejabat VOC di Batavia. Konon komedian film bisu Charlie Caplin pun pernah singgah di kawasan ini.
 jengjeng matriphe! <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Kb_2IGNjpu0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-garut.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Eyes On Me</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/jKC2TOSBZsA/eyes-on-me.html</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 22:20:43 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ matahari (Lawni Tenisa) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://sunshowers.blogspot.com/2009/11/eyes-on-me.html</guid>
	<description><![CDATA[ <span>Tak sengaja kursor ini memasuki folder yang lama tak pernah terbuka. Kapsul waktu dari tahun 1998 ini seolah2 membuka kembali lembaran2 kenangan pada masa2 pertama kali kuliah. File2 karya tulis, tugas2 konsep Studio Perancangan, gambar2 kerja berekstensi DWG, orasi2 membara, musik2 dari zaman yang berbeda, dan tentu saja foto2 lama. Lucunya, saat ini musik2 itu tampak lebih menarik memento yang lain.<br /><br />Dengan segera, mata ini tertuju pada Eyes On Me yang dibawakan oleh Faye Wong sebagai musik latar game yang beken di tahun 1998, Final Fantasy VIII. Lucunya, walaupun ngefans banget sama cerita yang mengusung tokoh utama Rinoa Heartilly dan Squall Leonhart ini, gw gak pernah maenin game-nya sampe tamat. <em>Motion sick</em>. Hehehe, blom lima menit maen gw udah puyeng duluan liat layar. Maklumlah, lemah perut :P<br /><br />Suara Faye Wong yang empuk bikin lagu Eyes On Me langsung terngiang2 dan terpahat dalam ingatan. Sepertinya jika mendengarkan lagu ini sambil memejamkan mata, perasaan haru dan bahagia menyusup dalam hati. Hehehe, berlebihan.<br /><br />Mari, silakan bernyanyi.<br /><br /><br /><em>Whenever sang my song<br />On the stage, on my own<br />Whenever said my words<br />Wishing they would be heard.<br />I saw you smiling at me<br />Was it real or just my fantasy<br />You'd always be there in the corner<br />Of this tiny little bar<br /><br />My last night here for you<br />Same old songs, just once more<br />My last night here with you?<br />Maybe yes, maybe no.<br />I kind of liked it your way<br />How you shyly placed your eyes on me<br />Oh did you ever know?<br />That I have mine on you<br /><br />Darling, so there you are<br />With that look on your face<br />As if you're never hurt<br />As if you're never down.<br />Shall I be the one for you<br />Who pinches you softly but sure<br />If frown is shown then<br />I will know that you are no dreamer<br /><br />So let me come to you<br />Close as I wanna be<br />Close enough for me<br />To feel your heart beating fast.<br />And stay there as I whisper<br />How I loved your peaceful eyes on me<br />Did you ever know<br />That I have mine on you<br /><br />Darling, so share with me<br />Your love if you have enough<br />Your tears if you're holding back<br />Or pain if that's what it is<br />How can I let you know<br />I'm more than the dress and the voice<br />Just reach me out then<br />You would know that you're not dreaming<br /></em><br /> Lirik diambil dari </span><a href="http://www.metrolyrics.com/"><span>www.metrolyrics.com</span></a><span> </span><br /><span></span><br /><span></span><br /><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://sunshowers.blogspot.com" target="_blank"><span>Share on Facebook</span></a><div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7775248-905953067536137324?l=sunshowers.blogspot.com" /></div> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Tak sengaja kursor ini memasuki folder yang lama tak pernah terbuka. Kapsul waktu dari tahun 1998 ini seolah2 membuka kembali lembaran2 kenangan pada masa2 pertama kali kuliah. File2 karya tulis, tugas2 konsep Studio Perancangan, gambar2 kerja berekstensi DWG, orasi2 membara, musik2 dari zaman yang berbeda, dan tentu saja foto2 lama. Lucunya, saat ini musik2 itu tampak lebih menarik memento yang lain.Dengan segera, mata ini tertuju pada Eyes On Me yang dibawakan oleh Faye Wong sebagai musik latar game yang beken di tahun 1998, Final Fantasy VIII. Lucunya, walaupun ngefans banget sama cerita yang mengusung tokoh utama Rinoa Heartilly dan Squall Leonhart ini, gw gak pernah maenin game-nya sampe tamat. Motion sick. Hehehe, blom lima menit maen gw udah puyeng duluan liat layar. Maklumlah, lemah perut :PSuara Faye Wong yang empuk bikin lagu Eyes On Me langsung terngiang2 dan terpahat dalam ingatan. Sepertinya jika mendengarkan lagu ini sambil memejamkan mata, perasaan haru dan bahagia menyusup dalam hati. Hehehe, berlebihan.Mari, silakan bernyanyi.Whenever sang my songOn the stage, on my ownWhenever said my wordsWishing they would be heard.I saw you smiling at meWas it real or just my fantasyYou'd always be there in the cornerOf this tiny little barMy last night here for youSame old songs, just once moreMy last night here with you?Maybe yes, maybe no.I kind of liked it your wayHow you shyly placed your eyes on meOh did you ever know?That I have mine on youDarling, so there you areWith that look on your faceAs if you're never hurtAs if you're never down.Shall I be the one for youWho pinches you softly but sureIf frown is shown thenI will know that you are no dreamerSo let me come to youClose as I wanna beClose enough for meTo feel your heart beating fast.And stay there as I whisperHow I loved your peaceful eyes on meDid you ever knowThat I have mine on youDarling, so share with meYour love if you have enoughYour tears if you're holding backOr pain if that's what it isHow can I let you knowI'm more than the dress and the voiceJust reach me out thenYou would know that you're not dreaming Lirik diambil dari www.metrolyrics.com Share on Facebook <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/jKC2TOSBZsA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://sunshowers.blogspot.com/2009/11/eyes-on-me.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Pesona Microsoft Paint</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/PpVHRW-IwE0/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 19:27:09 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/10/pesona-microsoft-paint/</guid>
	<description><![CDATA[ Paint tidak secanggih apliaksi imaging lainnya. Makanya kadang cuma buat main-main ringan, bahkan untuk anak-anak SD. Tapi di tangan orang kreatif, Paint bisa menghasilkan karya seni yang hebat. Sentuhan manual dalam lahan digital. Seperti yang dilakukan ang_k79 di Flickr ini. Dia ganbar ulang sampul-sampul piringan hitam! ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Paint tidak secanggih apliaksi imaging lainnya. Makanya kadang cuma buat main-main ringan, bahkan untuk anak-anak SD. Tapi di tangan orang kreatif, Paint bisa menghasilkan karya seni yang hebat. Sentuhan manual dalam lahan digital. Seperti yang dilakukan ang_k79 di Flickr ini. Dia ganbar ulang sampul-sampul piringan hitam! <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/PpVHRW-IwE0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/10/pesona-microsoft-paint/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Promosi Pelangsingan</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/RRnzTfj0NAo/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:22:45 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/promosi-pelangsingan/</guid>
	<description><![CDATA[ Banyak yang mencoba membantah tak mau didikte industri. Mengaku nyaman dengan bentuk dan bobot yang ada. Jika diberi kesempatan memilih,  disertai mukjizat, masihkah bertahankah bantahan &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/07/17/barang-buangan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Barang Buangan">Barang Buangan</a>  Mestinya langsung dibuang ke tempat sampah, pasti ada yang...</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Banyak yang mencoba membantah tak mau didikte industri. Mengaku nyaman dengan bentuk dan bobot yang ada. Jika diberi kesempatan memilih,  disertai mukjizat, masihkah bertahankah bantahan itu, sehingga dalih tak perlu dibuang ke keranjang sampah?
© Foto: saya


Related posts:Barang Buangan  Mestinya langsung dibuang ke tempat sampah, pasti ada yang...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/RRnzTfj0NAo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/promosi-pelangsingan/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Nomor</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/yAZFbDoFSvk/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:17:03 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/nomor/</guid>
	<description><![CDATA[ Nomor adalah salah satu sarana pengenal, penanda, yang ditemukan oleh manusia. Urusan nomor menjadi sial ketika temanya adalah &#8220;tahanan tanpa nama, sel tanpa nomor&#8220;.
© Foto: &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/30/legenda-4848/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Legenda 4848">Legenda 4848</a>  Holden Kingswood milik salah satu anggota Holden Indonesia di...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/29/jalan-entah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jalan Entah">Jalan Entah</a>  Masih untung tak seluruh huruf tertutupi oleh vandalisme. Atas...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/11/08/nu-yok-maunya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Nu Yok Maunya">Nu Yok Maunya</a>  Mungkin seni atas nama tema ruang. Mungkin snobisme. Tapi...</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Nomor adalah salah satu sarana pengenal, penanda, yang ditemukan oleh manusia. Urusan nomor menjadi sial ketika temanya adalah &#8220;tahanan tanpa nama, sel tanpa nomor&#8220;.
© Foto: saya


Related posts:Legenda 4848  Holden Kingswood milik salah satu anggota Holden Indonesia di...Jalan Entah  Masih untung tak seluruh huruf tertutupi oleh vandalisme. Atas...Nu Yok Maunya  Mungkin seni atas nama tema ruang. Mungkin snobisme. Tapi...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/yAZFbDoFSvk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/nomor/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Tutup Toko</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/OLHdUuKtb0g/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:02:17 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/tutup-toko/</guid>
	<description><![CDATA[ Hari sudah malam. Jam kerja usai sudah. Pintu gulung berlubang-lubang sudah ditarik ke bawah. Di dalam toko roti masih ada sisa kesibukan. Dikemanakan sisa dagangan &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/07/07/yang-diam-dan-dimutilasi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Yang Diam (dan Dimutilasi)">Yang Diam (dan Dimutilasi)</a>  Ketika toko-toko lain sudah tutup, dan mal kian sepi...</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Hari sudah malam. Jam kerja usai sudah. Pintu gulung berlubang-lubang sudah ditarik ke bawah. Di dalam toko roti masih ada sisa kesibukan. Dikemanakan sisa dagangan yang tak laku?
© Foto: saya


Related posts:Yang Diam (dan Dimutilasi)  Ketika toko-toko lain sudah tutup, dan mal kian sepi...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/OLHdUuKtb0g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/tutup-toko/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Menghadang Penyeberang</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/bdh2hDU8LoA/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:57:50 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/menghadang-penyeberang/</guid>
	<description><![CDATA[ Mungkin bukan niat, karena jembatan penyeberangan yang menjadi bagian dari halte busway dibangun belakangan, setelah gedung itu jadi .
© Foto: saya


Related posts:Menanti Kapan Bus Tiba &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/10/16/menanti-kapan-bus-tiba/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menanti Kapan Bus Tiba">Menanti Kapan Bus Tiba</a>  Sabar. Pasti datang. Sudah tampak dari kejauhan bus itu....</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/30/jembatan-barelang/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Jembatan BaReLang">Jembatan BaReLang</a>  Menjemput fajar pada suatu ahad. Ternyata ada saja orang...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/11/08/belum-rampung/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Belum Rampung">Belum Rampung</a>  Gedung baru. Kota terus berubah.  Cerita dari Jalan M.H....</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Mungkin bukan niat, karena jembatan penyeberangan yang menjadi bagian dari halte busway dibangun belakangan, setelah gedung itu jadi .
© Foto: saya


Related posts:Menanti Kapan Bus Tiba  Sabar. Pasti datang. Sudah tampak dari kejauhan bus itu....Jembatan BaReLang  Menjemput fajar pada suatu ahad. Ternyata ada saja orang...Belum Rampung  Gedung baru. Kota terus berubah.  Cerita dari Jalan M.H....
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/bdh2hDU8LoA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/menghadang-penyeberang/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Pertemuan Tiga Sisi</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/KucjwbpSskE/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:49:35 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/pertemuan-tiga-sisi/</guid>
	<description><![CDATA[ Dua sisi dinding bertemu dan jadilah sudut penopang plafon.  Dekor di kedai shabu.
© Foto: saya


Related posts:Bayangan di Tembok Kamar  Pagi, ketika sinar mentari menerobos &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/07/07/bayangan-di-tembok-kamar/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bayangan di Tembok Kamar">Bayangan di Tembok Kamar</a>  Pagi, ketika sinar mentari menerobos kamar, dan jadilah dinding...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/28/pisau-makan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pisau Makan">Pisau Makan</a>  Bukan makan pisau. Tata cara santap Barat akhirnya kita...</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Dua sisi dinding bertemu dan jadilah sudut penopang plafon.  Dekor di kedai shabu.
© Foto: saya


Related posts:Bayangan di Tembok Kamar  Pagi, ketika sinar mentari menerobos kamar, dan jadilah dinding...Pisau Makan  Bukan makan pisau. Tata cara santap Barat akhirnya kita...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/KucjwbpSskE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/pertemuan-tiga-sisi/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Lorong Kebelet</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/01F_xmMkrTQ/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:34:26 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://oh.blogombal.org/2009/11/10/lorong-kebelet/</guid>
	<description><![CDATA[ Harapan kita setiap mencari toilet di tempat baru adalah tidak bertemu labirin. Ada rasa kurang nyaman, terutana bagi perempuan, jika berada di lorong sepi tanpa &#8230;


Related posts:<ol><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/28/peturasan-atawa-toilet/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Peturasan atawa Toilet">Peturasan atawa Toilet</a>  Peturasan? Kosakata ini tersisa di gerbong-gerbong lama. Akan tampak...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/08/10/rumah-tua-dijaga-sepeda/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Rumah Tua Dijaga Sepeda">Rumah Tua Dijaga Sepeda</a>  Sebuah bangunan tua di Ponorogo. Sepi, hanya ada sepeda,...</li><li><a href="http://oh.blogombal.org/2009/06/29/membatasi-anjing/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Membatasi Anjing">Membatasi Anjing</a>  Rambu baru yang ditebar Dinas Pertamanan DKI. Bagus sih....</li></ol>

Related posts brought to you by <a href="http://mitcho.com/code/yarpp/">Yet Another Related Posts Plugin</a>. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Harapan kita setiap mencari toilet di tempat baru adalah tidak bertemu labirin. Ada rasa kurang nyaman, terutana bagi perempuan, jika berada di lorong sepi tanpa penjaga. Kamera CCTV? Sedikit melegakan meskipun mungkin tak dipantau.
© Foto: saya


Related posts:Peturasan atawa Toilet  Peturasan? Kosakata ini tersisa di gerbong-gerbong lama. Akan tampak...Rumah Tua Dijaga Sepeda  Sebuah bangunan tua di Ponorogo. Sepi, hanya ada sepeda,...Membatasi Anjing  Rambu baru yang ditebar Dinas Pertamanan DKI. Bagus sih....
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/01F_xmMkrTQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://oh.blogombal.org/2009/11/10/lorong-kebelet/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>WUW-Wear Ur World, A Wearable Gestural Interface</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/_INGixtLP-Y/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:27:35 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ dina (Dina Utami) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://dinautami.com/?p=251</guid>
	<description><![CDATA[ Remeber &#8220;The Sixth Sense&#8221; ?
Well, this semester I take an HCI course and each of the students has to present a research paper at least once, so I choose to present &#8220;WUW-Wear Ur World, A Wearable Gestural Interface&#8220;, which is all about the sixth sense.
Above is my presentation slide, it also [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Remeber &#8220;The Sixth Sense&#8221; ?
Well, this semester I take an HCI course and each of the students has to present a research paper at least once, so I choose to present &#8220;WUW-Wear Ur World, A Wearable Gestural Interface&#8220;, which is all about the sixth sense.
Above is my presentation slide, it also has some demo on it. Enjoy! <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/_INGixtLP-Y" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://dinautami.com/?p=251</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Cara Pakai Baru Air Botolan</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/qKbTR2-t7mo/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:12:18 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/10/cara-pakai-baru-air-botolan/</guid>
	<description><![CDATA[ Sebagai ide mungkin tidak istimewa. Pertanyaan kita adalah: kalau tidak istimewa kenapa dari dulu tidak ada? Jawaban debat kusir: namanya juga nggak istimewa, mana terpikir. Tapi buat saya ini bagus. Kita tunggu versi murah di Alfamart dan Indomaret dekat rumah. Saya andaikan, penuangan isi botol (baru) ke dalam gelas mengurangi pemborosan. Bukankah banyak orang yang [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Sebagai ide mungkin tidak istimewa. Pertanyaan kita adalah: kalau tidak istimewa kenapa dari dulu tidak ada? Jawaban debat kusir: namanya juga nggak istimewa, mana terpikir. Tapi buat saya ini bagus. Kita tunggu versi murah di Alfamart dan Indomaret dekat rumah. Saya andaikan, penuangan isi botol (baru) ke dalam gelas mengurangi pemborosan. Bukankah banyak orang yang tidak sanggup atau tidak mau menghabiskan sebotol air? Padahal atas nama kesehatan dalam situasi normal, orang lain enggan meneruskan tenggakan dari sisa. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/qKbTR2-t7mo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/10/cara-pakai-baru-air-botolan/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Musik Boros Bandwidth</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/38aywcnq3Co/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:04:15 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/10/musik-boros-bandwidth/</guid>
	<description><![CDATA[ Proyek musik yang menarik. &#8212; asal semua layar YouTube dimainkan. Tapi bagi orang yang fakir bandwidth, atau harus membayar tagihan internet berdasarkan &#8220;harga daging kiloan&#8221;, yang beginian sebaiknya dihindari. Bagi orang yang berlimpah bandwidth, apalagi gratis (karena kantor adalah warnet paling oke), hal beginian bukan soal. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Proyek musik yang menarik. &#8212; asal semua layar YouTube dimainkan. Tapi bagi orang yang fakir bandwidth, atau harus membayar tagihan internet berdasarkan &#8220;harga daging kiloan&#8221;, yang beginian sebaiknya dihindari. Bagi orang yang berlimpah bandwidth, apalagi gratis (karena kantor adalah warnet paling oke), hal beginian bukan soal. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/38aywcnq3Co" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/10/musik-boros-bandwidth/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Bab Naik Haji</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/LnoXCvYj2JU/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 09:34:29 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ iphan (Ivan Loviano) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://www.ivanloviano.com/2009/11/10/bab-naik-haji/</guid>
	<description><![CDATA[ Sabtu, 7 November 2009, orang tuaku berangkat Haji.
Semoga mereka diberikan kelancaran dalam beribadah selama berada di tanah suci.
Dan kembali dengan selamat.
Love u Mom and Dad.
See u soon
xoxo


update foto :
foto malem sebelumnya di Jakarta Airport hotel

dua foto diatas diambil dari kamera Canon D1000 *kalo nggak salah* yang masih mulus punya kak Nelly 
Share on Facebook ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Sabtu, 7 November 2009, orang tuaku berangkat Haji.
Semoga mereka diberikan kelancaran dalam beribadah selama berada di tanah suci.
Dan kembali dengan selamat.
Love u Mom and Dad.
See u soon
xoxo


update foto :
foto malem sebelumnya di Jakarta Airport hotel

dua foto diatas diambil dari kamera Canon D1000 *kalo nggak salah* yang masih mulus punya kak Nelly 
Share on Facebook <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/LnoXCvYj2JU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://www.ivanloviano.com/2009/11/10/bab-naik-haji/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Untuk Pahlawan</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/nm_dtpWPLVg/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:56:50 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ wedhouz (Budi Sukmawan) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://wedhouz.net/2009/11/untuk-pahlawan/</guid>
	<description><![CDATA[ Pahlawan itu dikenang
Bukan atas apa yang dilakukan
Tapi atas apa yang ditinggalkan ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Pahlawan itu dikenang
Bukan atas apa yang dilakukan
Tapi atas apa yang ditinggalkan <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/nm_dtpWPLVg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://wedhouz.net/2009/11/untuk-pahlawan/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Il Divo Pecas Ndahe</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/HLUwq1ne-u4/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:39:21 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ ndoro kakung (Wicaksono) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://ndorokakung.com/2009/11/10/il-divo-pecas-ndahe/</guid>
	<description><![CDATA[ Kepahlawanan itu ada di setiap sanubari
Cari dan temukan di sudut hatimu sendiri

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you&#8217;ll finally see the truth
That a hero lies in you &#8230;.
&#62;&#62; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ndorokakung.com&amp;blog=4074538&amp;post=4463&amp;subd=ndorokakungmu&amp;ref=&amp;feed=1" /> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Kepahlawanan itu ada di setiap sanubari
Cari dan temukan di sudut hatimu sendiri

And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you&#8217;ll finally see the truth
That a hero lies in you &#8230;.
&gt;&gt; Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Selamat memperingati Hari Pahlawan.
Posted in Indonesiana Tagged: hari, hero, il divo, momen, pahlawan, tafsir <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/HLUwq1ne-u4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://ndorokakung.com/2009/11/10/il-divo-pecas-ndahe/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Garut</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Ek0FMv2ooAE/</link>
	<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 00:43:37 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ h3×4 (Supriyanto) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://feedproxy.google.com/~r/ruangkopi/suprie/~3/3KLGcZQQ6GI/</guid>
	<description><![CDATA[ Ketika kita mendengar kata garut, mungkin kita teringat pada satu makanan yang manis sekali, kita mengenal nya dengan nama Dodol Garut. Banyak yang belum tahu, kalau selain dodol, garut juga memiliki potensi wisata yang bisa dikatakan gak kecil.

7 Nov 2009 kemarin saya bersama @matriphe memutuskan untuk Ndoyok ke Garut. Kita belum pernah kesana, belum tau [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Salah satu sudut kota garut

Ketika kita mendengar kata garut, mungkin kita teringat pada satu makanan yang manis sekali, kita mengenal nya dengan nama Dodol Garut. Banyak yang belum tahu, kalau selain dodol, garut juga memiliki potensi wisata yang bisa dikatakan gak kecil.

7 Nov 2009 kemarin saya bersama @matriphe memutuskan untuk Ndoyok ke Garut. Kita belum pernah kesana, belum tau medannya halah belum tau kaya gimana bentuk kotanya. Dalam khayalan saya, Garut walaupun bukan ibukota tapi merupakan kota yang besar. Saya tidak terlalu salah sih, ketika turun kendaraan umum sudah banyak, jalan juga udah diaspal, walaupun tidak sebesar yang saya bayangkan.

Dari Lebak Bulus ke Garut membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Bis kami mengantarkan kami ke terminal Garut. Sesampainya disana, kami pun mulai kelimpungan, bingung mau kemana dan naik apa. Kami memutuskan untuk mencari penginapan. Dari 108 kami mendapatkan dua buah nama hotel, dari dua itu, satu sudah gulung tikar, syukurlah hotel satu lagi masih buka loh. Hotel Augusta itu berada di Cipanas, tarif nya cukup murah, sekitar 350rb permalam, dan room service nya juga lumayan. Jika dari terminal Garut itu berarti naik dari 03 terus turun di simpang lima lanjut naek 04.

Setelah Check In, kami lagi &#8211; lagi belum memutuskan mau kemana. Setelah diskusi dengan room boy nya, rencana ke papandayan ditunda sampai besok pagi, untuk hari ini kami memutuskan untuk ke Candi Cangkuang.

Perahu Kretek

Candi Cangkuang adalah Candi Hindu yang teramat jarang ditemukan di Jawa Barat. Candi ini terletak di pulau yang berada di tengah Situ Cangkuang. Situ Cangkuang terletak di kabupaten Leles. Jika dari tempat kami menginap naik 04 sampai di pertigaan kedua, lalu lanjut angkot 010 jurusan leles. Turun di alun alun Leles. Jangan membayangkan Candi ini seperti Borobudur, atau Candi &#8211; candi yang besar lainnya. Sesampainya di Situ Cangkuang menggunakan andong, kami masih harus menyebrangi Situ menggunakan perahu tradisional yang disebut Kretek. Perahu ini menggunakan bambu panjang, memiliki atap dan tempat duduknya pun berhadap-hadapan, didorong oleh bambu yang cukup panjang untuk kedasar Situ. Situ ini sendiri dalamnya 2m , menjadi 1.5m setelah abu vulkanik masuk ke dalam Situ.Di tengah pulau itu, ada juga kampung adat pulo, saat kami kesana, kampung adat itu sepi atau mungkin penghuninya berada di dalam.

Gunung Papandayan dengan kedua Kawahnya yang mengempulkan asap

Esok harinya, kami pagi pagi bergegas untuk pergi ke Papandayang, setidaknya sebelum matahari tepat di atas kepala kami, karena selain panas bener, cahayanya juga gak pas buat kami kami yang lagi belajar photography. Kami pun berhasil sampai jam 10, walaupun sudah mulai panas tapi tidak sepanas ketika jam 12. Dari tempat kami menginap kami menggunakan 04, kemudian turun di Simpang Lima, dari sana naik Elf jurusan Cikajang, turun di desa Cisurupan, dan lanjut naik Ojek ke Pos. Dari Pos ke kawah papandayan sebenarnya bisa saja menggunakan jalur wisata, yaitu jalur yang memang sudah disiapkan untuk para wisatawan. Jalurnya pun hanya lurus, melewati bekas longsoran dari Gunung Papandayang ketika meletus 2002 kemarin. Tapi kami memilih menggunakan pemandu yang tersedia disana. Oleh pemandu kami diajak menaiki jalur yang sedikit (eh sedikit? banyak) sulit, jalur itu menggunakan jalur setapak menuju ke puncak salah satu bukit / gunung di sana. Jalurnya bukan main &#8211; main, selain batu, dan kadang melalui jurang &#8212; yang kalau kepeleset mungkin saya gak bisa nulis entry blog ini &#8211;. Tapi ketika sampai di puncak bukit, semua kerja keras naik itu terbayar dengan view yang luar biasa Gunung Papandayan, hamparan longsoran yang menimbun serta gunung Ceremai di kejauhan. Papandayan sendiri mempunyai dua kawah, salah satu kawahnya baru terbentuk tahun 2002.

Puas dengan Papandayan, kami memanjakan diri dengan berendam di kolam air panas Cipanas Garut &#8212; hampir semua wisata air panas di Jawa Barat bernama Cipanas, mungkin karena Ci itu Cai yang berarti air dalam bahasa Sunda &#8211;, berendam di air panas konon katanya bisa membantu menyembuhkan beberapa penyakit.

Selesai berendam, berarti saat nya kami harus pulang ke Jakarta, dan berakhir pula Ndoyokan kami.

Itinerary nya perjalanan ke Garut itu

	Bis dari Lebak Bulus Garut : Rp 35.000,-
	Angkot dari Terminal Guntur menuju ke Penginapan : Rp 4.000/each
	penginapan Rp 350.000 / Night
	Angkot dari penginapan menuju ke Candi Cangkuang Rp 12.000,- / each PP
	Dari alun alun Leles menuju ke Cangkuang pulang pergi sekitar: Rp 40.000,-
	Dari pinggir Situ ke Pulau Rp: 15.000,-
	Angkot ke Cisurupan : Rp 14.000 / each
	Cisurupan ke Pos Pengamatan Papandayan : Rp 30.000 / each PP
	Guide : Rp 50.000
	Cisurupan ke garut kota : Rp 14.000 / each
	Garut Kota &#8211; Cipanas : Rp 2.000 / each
	Aqua medic Pool Tirtagangga : Rp 25.000 / each
	Cipanas &#8211; Simpang Lima : Rp 2.000 /each
	Simpang Lima &#8211; Terminal Guntur : Rp 2.000 /each
	Terminal Guntur &#8211; lebak bulu : Rp 35.000 /each <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Ek0FMv2ooAE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://feedproxy.google.com/~r/ruangkopi/suprie/~3/3KLGcZQQ6GI/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Foto Lama</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/aBKzIM4_qwQ/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 23:16:38 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ wedhouz (Budi Sukmawan) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://wedhouz.net/2009/11/foto-lama/</guid>
	<description><![CDATA[ Saya sudah lupa kapan tepatnya gambar ini saya ambil menggunakan hape. File aslinya pun saya sudah tidak tahu ada dimana sehingga saya tidak bisa menyajikan dalam ukuran yang lebih besar. Info terakhir yang saya dapat dari blog lama saya yang sudah almarhum, gambar ini saya posting tanggal 29 Januari 2006. Yang jelas saya ingat, gambar [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Saya sudah lupa kapan tepatnya gambar ini saya ambil menggunakan hape. File aslinya pun saya sudah tidak tahu ada dimana sehingga saya tidak bisa menyajikan dalam ukuran yang lebih besar. Info terakhir yang saya dapat dari blog lama saya yang sudah almarhum, gambar ini saya posting tanggal 29 Januari 2006. Yang jelas saya ingat, gambar itu saya ambil pada hari dimana pakde saya meninggal dunia. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/aBKzIM4_qwQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://wedhouz.net/2009/11/foto-lama/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Marathon Mp3 …. Yang Baru di November 2009</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/2sXdKSFXKrk/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 22:37:22 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ bodi (Boy Setyadi Nugroho) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://anu.bodi.web.id/2009/11/09/353/</guid>
	<description><![CDATA[ Download disini :
Zigaz &#8211; Sahabat Jadi Cinta &#8230;.. Download (right click and save)
Sherina &#8211; Cinta Pertama Dan Terakhir &#8230;.. Download (right click and save)
Alexa &#8211; Wajahmu Indahkan Duniaku &#8230;.. Download (right click and save)
The Dance Company &#8211; Coba Kau Bayangkan &#8230;.. Download (right click and save)
Geisha &#8211; Takkan Pernah Ada &#8230;.. Download (right click [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Download disini :
Zigaz &#8211; Sahabat Jadi Cinta &#8230;.. Download (right click and save)
Sherina &#8211; Cinta Pertama Dan Terakhir &#8230;.. Download (right click and save)
Alexa &#8211; Wajahmu Indahkan Duniaku &#8230;.. Download (right click and save)
The Dance Company &#8211; Coba Kau Bayangkan &#8230;.. Download (right click and save)
Geisha &#8211; Takkan Pernah Ada &#8230;.. Download (right click and save)
Gita Gutawa &#8211; Mau Tapi Malu feat Maia &#8230;.. Download (right click and save)
D’Massiv &#8211; Jangan Menyerah &#8230;.. Download (right click and save) <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/2sXdKSFXKrk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://anu.bodi.web.id/2009/11/09/353/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Niat Baik PLN</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/RwBME0YN060/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 21:55:41 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/09/niat-baik-pln/</guid>
	<description><![CDATA[ Harus kita dukung. Kita manfaatkan. Ayo numpang mandi dan nitip pakaian kotor ke PLN. ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Harus kita dukung. Kita manfaatkan. Ayo numpang mandi dan nitip pakaian kotor ke PLN. <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/RwBME0YN060" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/09/niat-baik-pln/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Portable_MS_Office_2003_Word-Excel</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Y02dJrpflKU/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 21:19:14 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ bodi (Boy Setyadi Nugroho) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://anu.bodi.web.id/2009/11/09/portable_ms_office_2003_word-excel/</guid>
	<description><![CDATA[ Only Ms Word and Ms Excel &#8230;.. Download it here ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Only Ms Word and Ms Excel &#8230;.. Download it here <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Y02dJrpflKU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://anu.bodi.web.id/2009/11/09/portable_ms_office_2003_word-excel/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Memindahkan Rasa Kertas</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/HINh7gA_vjo/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:32:24 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/09/memindahkan-rasa-kertas/</guid>
	<description><![CDATA[ Ini yang menarik dari Isuu.com. Rasa kertas bisa kita pindahkan. Anda juga bisa bikin majalah sendiri. Persoalan dunia online memang itu: kita hanya menjadi penikmat atau juga sekaligus memproduksi konten? ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Ini yang menarik dari Isuu.com. Rasa kertas bisa kita pindahkan. Anda juga bisa bikin majalah sendiri. Persoalan dunia online memang itu: kita hanya menjadi penikmat atau juga sekaligus memproduksi konten? <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/HINh7gA_vjo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/09/memindahkan-rasa-kertas/</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Google Earth's Badge</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/YKMxgmBr7Uo/google-earths-badge</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:22:01 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ matriphe (Muhammad Zamroni) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://matriphe.posterous.com/google-earths-badge</guid>
	<description><![CDATA[ I got this badge from Enda Nasution. He just came from India, attending TEDIndia conference. Other gifts are bunch of chocolate bought from Changi Airports. Haha!  Sent from BlackBerryÂ® Pearl 8100
	


Permalink 

	| Leave a comment&nbsp;&nbsp;&raquo; ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ I got this badge from Enda Nasution. He just came from India, attending TEDIndia conference. Other gifts are bunch of chocolate bought from Changi Airports. Haha!  Sent from BlackBerryÂ® Pearl 8100
	


Permalink 

	| Leave a comment  » <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/YKMxgmBr7Uo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://matriphe.posterous.com/google-earths-badge</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Jakarta Cuekin Band Bagus</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/aflRa5EgOGE/jakarta-cuekin-band-bagus.html</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:13:37 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://curipandang.com/baca/2009/11/09/jakarta-cuekin-band-bagus.html</guid>
	<description><![CDATA[ Odessa, art rock dari Italia, manggung empat kali. Gratis. Tapi hanya sedikit yang tahu. Sayang banget. <br /><br />Posting lengkap dapat ditemukan di:  <a href="http://curipandang.com/baca/2009/11/09/jakarta-cuekin-band-bagus.html">http://curipandang.com/baca/2009/11/09/jakarta-cuekin-band-bagus.html</a> ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Odessa, art rock dari Italia, manggung empat kali. Gratis. Tapi hanya sedikit yang tahu. Sayang banget. Posting lengkap dapat ditemukan di:  http://curipandang.com/baca/2009/11/09/jakarta-cuekin-band-bagus.html <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/aflRa5EgOGE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://curipandang.com/baca/2009/11/09/jakarta-cuekin-band-bagus.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
	<title>Hadiah dari PLN</title>
	<link>http://feedproxy.google.com/~r/cahandong/~3/Gz1GXFQfbT4/</link>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 07:31:20 +0700</pubDate>
	<dc:creator><![CDATA[ paman tyo (Antyo Rentjoko) ]]></dc:creator>
	<category><![CDATA[  ]]></category>
	<guid isPermaLink="false">http://memo.blogombal.org/2009/11/09/hadiah-dari-pln/</guid>
	<description><![CDATA[ Orang luar Jawa heran mengapa orang Jakarta rewel kalau listrik byar-pet, &#8220;Padahal cuma setengah hari matinya.&#8221; Seorang blogger yang beberapa kali mengeluhkan pelayanan PLN melalui posting, oleh sahabatnya dibilang, &#8220;Kalo lagi ngeluh soal listrik kecerdasan sampeyan hilang.&#8221; Maka baiklah, barangkali PLN akan menghadiahkan lingerie yang menyala dalam gelap untuk (pasangan) Anda sebagai pelipur lara dan [...] ]]></description>
	<content:encoded><![CDATA[ Orang luar Jawa heran mengapa orang Jakarta rewel kalau listrik byar-pet, &#8220;Padahal cuma setengah hari matinya.&#8221; Seorang blogger yang beberapa kali mengeluhkan pelayanan PLN melalui posting, oleh sahabatnya dibilang, &#8220;Kalo lagi ngeluh soal listrik kecerdasan sampeyan hilang.&#8221; Maka baiklah, barangkali PLN akan menghadiahkan lingerie yang menyala dalam gelap untuk (pasangan) Anda sebagai pelipur lara dan pemulih kecerdasan. Tapi apa nggak malah menakutkan? <img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cahandong/~4/Gz1GXFQfbT4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://memo.blogombal.org/2009/11/09/hadiah-dari-pln/</feedburner:origLink></item>

</channel>

</rss>
