<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Cahyaloka</title>
	<atom:link href="http://cahyaloka.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://cahyaloka.com/</link>
	<description>Membangun Generasi Beradab</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Dec 2025 13:10:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Membangun Generasi Beradab</itunes:subtitle><itunes:category text="Kids &amp; Family"/><item>
		<title>Jika Kau Punya Satu Kesempatan untuk Kembali, Akankah Kau Gunakan? – Refleksi dari Novel Funiculi Funicula</title>
		<link>https://cahyaloka.com/jika-kau-punya-satu-kesempatan-untuk-kembali-akankah-kau-gunakan-refleksi-dari-novel-funiculi-funicula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2025 12:49:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mata Pena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahyaloka.com/?p=3468</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Natanael Ersa Yulianto Ada kalanya sebuah buku tidak hadir untuk membuat kita berpikir keras, melainkan untuk membuat kita berhenti sejenak dan merasakan. Funiculi Funicula atau Before the Coffee Gets Cold karya Toshikazu Kawaguchi adalah salah satu karya yang menawarkan ruang untuk merenungi hal-hal yang pernah hilang, hal-hal yang belum selesai, dan kata-kata yang masih &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jika-kau-punya-satu-kesempatan-untuk-kembali-akankah-kau-gunakan-refleksi-dari-novel-funiculi-funicula/">Jika Kau Punya Satu Kesempatan untuk Kembali, Akankah Kau Gunakan? &#8211; Refleksi dari Novel Funiculi Funicula</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Natanael Ersa Yulianto</p>
<p>Ada kalanya sebuah buku tidak hadir untuk membuat kita berpikir keras, melainkan untuk membuat kita berhenti sejenak dan merasakan. <em>Funiculi Funicula</em> atau <em>Before the Coffee Gets Cold </em>karya Toshikazu Kawaguchi adalah salah satu karya yang menawarkan ruang untuk merenungi hal-hal yang pernah hilang, hal-hal yang belum selesai, dan kata-kata yang masih ingin kita ucapkan tetapi sudah terlambat.</p>
<p>Diterbitkan pertama kali pada tahun 2015 dan kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Indonesia, novel ini membangun kisah sederhana tetapi emosional dengan latar utama sebuah kafe kecil bernama <em>Funiculi Funicula</em> di Jepang. Kesannya terdengar fantastis <em>“Seseorang dapat kembali ke masa lalu,”</em> namun untuk melakukannya ada aturan-aturan ketat yang harus dipatuhi. Aturan tersebut membuat perjalanan waktu dalam cerita ini terasa bukan sebagai mekanisme ajaib, melainkan sebagai sesuatu yang sakral dan sangat terbatas, sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-3469 alignleft" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/12/cover-funiculi-202x300.png" alt="" width="202" height="300" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/12/cover-funiculi-202x300.png 202w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/12/cover-funiculi.png 650w" sizes="(max-width: 202px) 100vw, 202px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Judul: <em>Funiculi Funicula (Kōhī Ga Samenai Uchi Ni&#8212;Before the </em><em>Coffee Gets Cold)</em></p>
<p>Penulis: Toshikazu Kawaguchi</p>
<p>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</p>
<p>Tahun Terbit: 21 April 2021</p>
<p>Jumlah Halaman: 224</p>
<p>ISBN: 9786020651927</p>
<p><span style="font-size: 14px">Genre:</span> Fiksi, Drama, Fantasi</p>
<p>Sejak awal, pembaca akan menyadari bahwa novel ini bukan sekadar tentang perjalanan waktu. Ia adalah perjalanan batin. Cerita dibangun melalui empat kisah tokoh berbeda yang saling terhubung. Meski memiliki latar belakang dan konflik yang tak serupa, mereka dipertemukan oleh satu hal, yaitu keinginan untuk memperbaiki sesuatu dari masa lalu. Namun, sebagaimana ditegaskan berkali-kali dalam novel ini, kembali ke masa lalu tidak akan mengubah masa kini. Inilah fondasi moral yang membuat novel ini berbeda dari kisah fantasi perjalanan waktu pada umumnya. Yang berubah bukan waktu, melainkan manusia yang akhirnya berani berdamai dengan luka dan penyesalannya sendiri.</p>
<p>Empat kisah tersebut menggambarkan berbagai bentuk hubungan seperti cinta yang renggang, kesalahpahaman dalam keluarga yang tak pernah diucapkan, keakraban yang tergeser waktu, hingga perpisahan yang tidak sempat dipersiapkan. Setiap tokoh menjalani perjalanan emosional yang menyakitkan sekaligus memulihkan. Mereka tidak kembali untuk mengubah takdir, tetapi untuk mendapatkan jawaban, penutupan, atau keberanian untuk melanjutkan hidup. Tema besar yang mendasari keseluruhan cerita ini adalah “penyesalan,” sesuatu yang begitu manusiawi dan mungkin pernah dirasakan oleh setiap pembaca.</p>
<p>Namun, Kawaguchi tidak menyajikan kisah ini dengan melodrama berlebihan. Ia membangun suasana dengan tenang, seperti percakapan lirih di ruangan remang tanpa urgensi yang memaksa. Pesan moral paling kuat dari buku ini dapat dirangkum dalam satu pemahaman sederhana: <em>kita tidak selalu diberi kesempatan untuk memperbaiki masa lalu, tetapi kita selalu memiliki kemungkinan untuk memperbaiki diri hari ini.</em></p>
<p>Novel ini juga menyentuh isu-isu lebih dalam seperti kehilangan, kematian, trauma emosional, dan keterlambatan dalam mengungkapkan cinta. Namun alih-alih memberikan jawaban yang final, buku ini justru menawarkan pertanyaan yang terasa personal. Pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh pengalaman dan kesediaan pembaca untuk jujur pada dirinya sendiri. Walaupun tokoh-tokohnya tampak biasa(pelayan kafe, pelanggan, pasangan kekasih, saudara, atau sahabat lama) mereka tidak digambarkan secara datar. Kawaguchi memberi mereka latar emosional yang cukup dalam sehingga pembaca dapat merasakan beban batin yang mereka bawa.</p>
<p>Karakter pendukung seperti Kazu, sang pelayan kafe yang menjaga aturan perjalanan waktu, justru menjadi poros emosional yang membuat cerita ini hidup. Ia jarang menunjukkan ekspresi atau komentar, tetapi diam-diam ia menjadi saksi dari begitu banyak kisah manusia yang datang bukan untuk minum kopi, melainkan untuk menghadapi sesuatu yang selama ini mereka hindari.</p>
<p>Atmosfer novel ini adalah salah satu daya tarik terbesarnya. Kafe <em>Funiculi Funicula</em> terasa seperti ruang hening dengan cahaya lampu kuning yang lembut, aroma kopi panas, dan waktu yang berjalan lebih pelan dibanding dunia di luar pintunya. Gaya bahasa Kawaguchi sederhana, tidak rumit, dan cenderung minimalis. Kalimat-kalimatnya tidak mencoba tampil indah, tetapi menyampaikan perasaan melalui keheningan, jeda, dan detail kecil yang justru membangun kedalaman.</p>
<p>Dalam beberapa bagian, gaya ini mungkin terasa lambat atau terlalu tenang. Namun justru ritme itulah yang membuat buku ini terasa seperti meditasi: lembut, hening, dan perlahan-lahan menyentuh bagian dalam pembaca yang jarang disentuh oleh bacaan lain.</p>
<p>Pada akhirnya, <em>Funiculi Funicula</em> bukan novel yang hadir untuk memecahkan misteri atau memicu adrenalin. Ia hadir untuk mengajak pembacanya duduk sebentar, menyesap pelan-pelan, dan mengingat sesuatu yang pernah hilang atau tertinggal. Novel ini lembut tetapi menancap, sederhana tetapi penuh makna, emosional tetapi tidak mendramatisasi. Menutup halaman terakhirnya, pembaca akan merasakan bahwa waktu meskipun kejam sering kali juga menjadi penyembuh.</p>
<p>Novel ini mengingatkan kita pada satu pertanyaan yang diam-diam bergema bahkan setelah selesai membaca:</p>
<p><em>Jika diberikan kesempatan kembali, bukan untuk mengubah apa pun, tetapi hanya untuk mengatakan sesuatu apakah kita mau melakukannya?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jika-kau-punya-satu-kesempatan-untuk-kembali-akankah-kau-gunakan-refleksi-dari-novel-funiculi-funicula/">Jika Kau Punya Satu Kesempatan untuk Kembali, Akankah Kau Gunakan? &#8211; Refleksi dari Novel Funiculi Funicula</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Perahu Kertas”: Kisah Mimpi, Cinta, dan Pencarian Jati Diri Generasi 2000-an</title>
		<link>https://cahyaloka.com/perahu-kertas-kisah-mimpi-cinta-dan-pencarian-jati-diri-generasi-2000-an/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 16:49:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mata Pena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahyaloka.com/?p=3462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Shafira Alya Salsabilla Di era modern seperti sekarang, kita akan jarang menemukan seseorang yang rela menulis surat untuk mengirim pesan pada orang lain. Hal tersebut didukung pula dengan adanya telepon genggam yang dapat mengirimkan pesan dengan waktu kurang dari sepuluh detik. Namun jika kita menoleh ke belakang, sekitar tahun 1999-awal 2000an, surat adalah alat &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/perahu-kertas-kisah-mimpi-cinta-dan-pencarian-jati-diri-generasi-2000-an/">“Perahu Kertas”: Kisah Mimpi, Cinta, dan Pencarian Jati Diri Generasi 2000-an</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 18px;">Penulis: Shafira Alya Salsabilla</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Di era modern seperti sekarang, kita akan jarang menemukan seseorang yang rela menulis surat untuk mengirim pesan pada orang lain. Hal tersebut didukung pula dengan adanya telepon genggam yang dapat mengirimkan pesan dengan waktu kurang dari sepuluh detik. Namun jika kita menoleh ke belakang, sekitar tahun 1999-awal 2000an, surat adalah alat komunikasi paling masif pada masa itu. Pada kisaran tahun tersebut, sebenarnya sudah terdapat ponsel dan telepon rumah, namun tetap tak dapat menggeser popularitas surat.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Seseorang menulis surat biasanya untuk menyampaikan pesan dan berharap segera dibalas oleh orang yang dikirimi surat. Namun tidak untuk Kugy, Kugy menulis surat semata didorong oleh kesenangan pribadi, di mana kertas suratnya kemudian dilipat menjadi sebuah perahu kertas. Perahu-perahu kertas itu akan dihanyutkan Kugy ke sungai, dengan harapan akan ditemukan oleh Neptunus. Kugy memiliki keyakinan bahwa karena sungai pada akhirnya bermuara ke laut, dan dalam mitologi Yunani Neptunus merupakan dewa laut, maka surat-surat yang diluncurkannya melalui sungai akan sampai dan dibaca oleh Neptunus.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 18px;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-3463" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/11/perahu-kertas-cover-perpustakaan-gedangrejo-300x214.jpg" alt="" width="494" height="352" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/11/perahu-kertas-cover-perpustakaan-gedangrejo-300x214.jpg 300w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/11/perahu-kertas-cover-perpustakaan-gedangrejo-768x548.jpg 768w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/11/perahu-kertas-cover-perpustakaan-gedangrejo.jpg 800w" sizes="auto, (max-width: 494px) 100vw, 494px" /></span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Judul Buku: Perahu Kertas</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Pengarang: Dewi &#8220;Dee&#8221; Lestari</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Penerbit: Bentang Pustaka</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Tahun Terbit: Agustus 2009</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Tebal Halaman: 444 hal; 20 cm</span><br />
<span style="font-size: 18px;">ISBN : 978-979-1227-78-0</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 18px;">Kugy adalah tokoh utama yang berkarakter unik dalam novel Perahu Kertas karya Dee Lestari. Keunikannya tidak hanya tercermin dari kebiasaannya mengirim surat kepada Neptunus, tetapi juga dari selera musiknya yang menyukai lagu-lagu era 80-an, padahal latar waktu novel Perahu Kertas berada pada periode tahun 1999 hingga awal 2000-an. Selain itu, gaya berpakaiannya yang cenderung <em>boyish</em> merepresentasikan jiwa bebasnya serta sikapnya yang tidak terikat pada stereotip yang berlaku di masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Dee Lestari adalah seorang penulis dengan karya-karya yang dikenal unik. Novel ini berhasil menarik perhatian luas pembaca dan diadaptasi menjadi film yang terbagi dalam dua bagian, yaitu Perahu Kertas 1 dan Perahu Kertas 2, yang dirilis pada tahun 2009. Film ini disutradarai oleh sutradara ternama yaitu Hanung Bramantyo yang diperankan oleh Maudy Ayunda dan Adipati Dolken.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Dee Lestari membangun karakter Kugy sebagai perempuan berjiwa bebas dan konsistensi terhadap karakter ini tercermin dari pemilihan jurusan kuliah tokoh tersebut. Jurusan kuliah Kugy juga dibuat ‘melenceng’ dari jurusan kuliah untuk memenuhi kriteria konvensional ‘menantu idaman’ yang diharapkan para calon ibu mertua zaman sekarang. Kugy anak Jakarta yang pindah ke Bandung untuk berkuliah di Fakultas Sastra. Ia tinggal satu rumah kos dengan Noni yang merupakan sahabatnya. Mereka menempuh perjalanan Jakarta-Bandung dengan menggunakan mobil yang dinamai Fuad dan dikemudikan oleh Eko, pacar Noni.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Ketika di Bandung, Kugy berkenalan dengan Keenan, yang merupakan sepupu Eko. Keenan merupakan mahasiswa jurusan Manajemen di universitas yang sama dengan Kugy. Walau Keenan berkuliah di jurusan Manajemen karena tuntutan ayahnya, namun siapa sangka jika Keenan jenius dalam melukis. Alur cerita novel ini berpusat pada kedua tokoh tersebut yang memiliki karakteristik unik dan sama-sama bertekad kuat untuk meraih cita-cita. Meskipun pada akhirnya mereka mengembangkan perasaan satu sama lain, narasi novel tidak hanya terfokus pada aspek percintaan, tetapi juga mengeksplorasi proses pendewasaan diri serta perjuangan kedua tokoh dalam mewujudkan impian mereka.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Dari segi kelebihan, tema yang diangkat dalam Perahu Kertas dinilai dekat dengan realita kehidupan sehari-hari, termasuk penggambaran dinamika hubungan yang sering disebut sebagai &#8220;friendzone&#8221;, yang berhasil membangkitkan empati pembaca. Karakter-karakter dalam novel juga disajikan dengan menarik dan memicu rasa penasaran. Selain itu, penggunaan bahasa yang sederhana namun indah, serta alur cerita dan perkembangan karakter yang memikat, membuat pembaca tetap terlibat tanpa merasa jenuh.</span></p>
<p><span style="font-size: 18px;">Di sisi lain, novel ini memiliki beberapa kekurangan, antara lain ketebalan buku dan penggunaan banyak latar yang dapat menimbulkan kebingungan saat membaca. Oleh karena itu, pembaca perlu menjaga fokus agar dapat mengikuti alur cerita dengan baik. Meskipun demikian, jika dibaca hingga akhir, kisah dalam Perahu Kertas memberikan pesan yang inspiratif. Novel ini mengajarkan nilai-nilai kehidupan, seperti pentingnya kerelaan hati dalam menerima kenyataan ketika cinta tidak tersampaikan, serta tekad untuk memperjuangkan dan meraih mimpi.</span></p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/perahu-kertas-kisah-mimpi-cinta-dan-pencarian-jati-diri-generasi-2000-an/">“Perahu Kertas”: Kisah Mimpi, Cinta, dan Pencarian Jati Diri Generasi 2000-an</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Revolusi Industri Nyaris Lahir Dari Islam</title>
		<link>https://cahyaloka.com/ketika-revolusi-industri-nyaris-lahir-dari-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 03:09:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mata Pena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahyaloka.com/?p=3457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seribu tahun sebelum mesin uap James Watt mengubah dunia, tiga bersaudara dari Baghdad, Banū Mūsā ibn Shākir: Muḥammad, Aḥmad, dan al-Ḥasan, telah membayangkan masa depan yang bergerak sendiri. Mereka bukan bangsawan, bukan pula saudagar, tetapi ilmuwan yang hidup di abad ke-9, pada masa kejayaan Baghdad sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Hal yang lebih mengagumkan &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/ketika-revolusi-industri-nyaris-lahir-dari-islam/">Ketika Revolusi Industri Nyaris Lahir Dari Islam</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 20px;">Seribu tahun sebelum mesin uap James Watt mengubah dunia, tiga bersaudara dari Baghdad, Banū Mūsā ibn Shākir: Muḥammad, Aḥmad, dan al-Ḥasan, telah membayangkan masa depan yang bergerak sendiri. Mereka bukan bangsawan, bukan pula saudagar, tetapi ilmuwan yang hidup di abad ke-9, pada masa kejayaan Baghdad sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Hal yang lebih mengagumkan adalah konteks waktu penemuan ini. Saat Eropa masih terjebak dalam abad kegelapan, dunia Islam justru berada di puncak kreativitas ilmiah. Baghdad bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat eksperimen dan pengembangan ilmu pengetahuan.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Karya monumental mereka adalah Kitāb al-Ḥiyal, yang berisi lebih dari seratus rancangan alat otomatis, seperti air mancur yang mengatur aliran air sendiri, jam air yang rumit, katup yang berfungsi tanpa sentuhan manusia, bahkan pelayan mekanik. Semua perangkat ini didasarkan pada prinsip fisika dan teknik canggih, seperti tekanan udara, gravitasi, dan roda gigi, yang mirip dengan teknologi automasi modern yang ditemukan kembali berabad-abad kemudian.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Donald R. Hill, sejarawan teknologi, menyebutkan bahwa karya Banū Mūsā ibn Shākir tidak hanya menunjukkan kecanggihan teknis, tetapi juga ketelitian ilmiah yang mengingatkan kita pada riset teknik modern.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Meskipun mesin otomatis sudah tiba lebih awal di Baghdad, revolusi industri tidak begitu saja terjadi di sana. Mungkin karena ekosistem yang tidak mendukung. Tanpa tekanan ekonomi atau sosial yang mendorong automasi seperti di Inggris, dan tanpa sistem manufaktur atau pasar tenaga kerja, teknologi ini sulit berkembang menjadi industri besar.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Peninggalan Banū Mūsā ibn Shākir begitu penting. Mereka menunjukkan bahwa pemikiran teknologi canggih telah ada jauh sebelum waktunya. Nama mereka layak diingat sejajar dengan nama-nama besar seperti Heron dari Alexandria dan Leonardo da Vinci. Bahkan jika revolusi industri tidak lahir di Baghdad, mereka telah membuka jalan bagi pemikiran teknologi setelahnya untuk memandu arah dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Banū Mūsā ibn Shākir mengajarkan kita bahwa inovasi tak melulu soal siapa yang pertama kali memiliki ide, tetapi siapa yang mewujudkannya. Ketika ilmu pengetahuan bukan hanya diwariskan, tetapi dihidupkan. Sejarah bukan hanya dikenang, tetapi dilanjutkan! [al faqir]</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Referensi:</span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Donald R. Hill. Arabic Mechanical Engineering: The Book of Ingenious Devices. D. Reidel Publishing Company, 1979.</span><br />
<a href="https://www.cambridge.org/core/journals/bulletin-of-the-school-of-oriental-and-african-studies/article/abs/donald-r-hill-the-book-of-ingenious-devices-kitab-alhiyal-by-the-banu-sons-of-musa-bin-shakir-translated-and-annotated-by-donald-r-hill-x-267-pp-front-dordrecht-boston-and-london-d-reidel-publishing-company-1979-guilders-130/D84AD416DE8C0C70A929002E382B1EBC"><span style="font-size: 20px;">https://www.cambridge.org/core/journals/bulletin-of-the-school-of-oriental-and-african-studies/article/abs/donald-r-hill-the-book-of-ingenious-devices-kitab-alhiyal-by-the-banu-sons-of-musa-bin-shakir-translated-and-annotated-by-donald-r-hill-x-267-pp-front-dordrecht-boston-and-london-d-reidel-publishing-company-1979-guilders-130/D84AD416DE8C0C70A929002E382B1EBC</span></a><br />
<span style="font-size: 20px;">• Ahmad Y. al-Hassan &amp; Donald R. Hill. Islamic Technology: An Illustrated History. Cambridge University Press, 1986.</span><br />
<a href="https://archive.org/details/islamictechnolog0000hasa/page/n5/mode/2up"><span style="font-size: 20px;">https://archive.org/details/islamictechnolog0000hasa/page/n5/mode/2up</span></a><br />
<span style="font-size: 20px;">• Fuat Sezgin. Science and Technology in Islam, Vol. 2. Frankfurt Institute for the History of Arabic-Islamic Science, 2004.</span><br />
<a href="https://www.tuba.gov.tr/files/yayinlar/bilim-ve-dusun/TUBA-978-625-8352-94-8.pdf"><span style="font-size: 20px;">https://www.tuba.gov.tr/files/yayinlar/bilim-ve-dusun/TUBA-978-625-8352-94-8.pdf</span></a></p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/ketika-revolusi-industri-nyaris-lahir-dari-islam/">Ketika Revolusi Industri Nyaris Lahir Dari Islam</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<enclosure length="7093158" type="application/pdf" url="https://www.tuba.gov.tr/files/yayinlar/bilim-ve-dusun/TUBA-978-625-8352-94-8.pdf"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Seribu tahun sebelum mesin uap James Watt mengubah dunia, tiga bersaudara dari Baghdad, Banū Mūsā ibn Shākir: Muḥammad, Aḥmad, dan al-Ḥasan, telah membayangkan masa depan yang bergerak sendiri. Mereka bukan bangsawan, bukan pula saudagar, tetapi ilmuwan yang hidup di abad ke-9, pada masa kejayaan Baghdad sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Hal yang lebih mengagumkan &amp;#8230; Posting Ketika Revolusi Industri Nyaris Lahir Dari Islam ditampilkan lebih awal di Cahyaloka.</itunes:subtitle><itunes:summary>Seribu tahun sebelum mesin uap James Watt mengubah dunia, tiga bersaudara dari Baghdad, Banū Mūsā ibn Shākir: Muḥammad, Aḥmad, dan al-Ḥasan, telah membayangkan masa depan yang bergerak sendiri. Mereka bukan bangsawan, bukan pula saudagar, tetapi ilmuwan yang hidup di abad ke-9, pada masa kejayaan Baghdad sebagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Hal yang lebih mengagumkan &amp;#8230; Posting Ketika Revolusi Industri Nyaris Lahir Dari Islam ditampilkan lebih awal di Cahyaloka.</itunes:summary><itunes:keywords>Mata Pena</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Peluang Emas Usaha Daycare: Panduan Lengkap Memulai Dari Nol</title>
		<link>https://cahyaloka.com/peluang-emas-usaha-daycare-panduan-lengkap-memulai-dari-nol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 22:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahyaloka.com/?p=3449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Daycare bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bisnis masa depan yang menjanjikan keuntungan sekaligus memberi manfaat sosial. Dengan meningkatnya jumlah orang tua bekerja, kebutuhan daycare berkualitas terus tumbuh pesat di berbagai daerah. Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan komprehensif bagi Anda yang ingin memulai usaha daycare dari nol. Disusun dengan bahasa sederhana dan sistematis, &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/peluang-emas-usaha-daycare-panduan-lengkap-memulai-dari-nol/">Peluang Emas Usaha Daycare: Panduan Lengkap Memulai Dari Nol</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 20px;"><strong>Daycare</strong> bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bisnis masa depan yang menjanjikan keuntungan sekaligus memberi manfaat sosial. Dengan meningkatnya jumlah orang tua bekerja, kebutuhan daycare berkualitas terus tumbuh pesat di berbagai daerah.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Buku ini hadir sebagai panduan praktis dan komprehensif bagi Anda yang ingin memulai usaha daycare dari nol. Disusun dengan bahasa sederhana dan sistematis, buku ini membahas:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 20px;"> Tren dan peluang pasar daycare di Indonesia</span></li>
<li><span style="font-size: 20px;">Langkah-langkah praktis memulai daycare, dari legalitas hingga operasional</span></li>
<li><span style="font-size: 20px;">Strategi pemasaran untuk menarik dan mempertahankan kepercayaan orang tua</span></li>
<li><span style="font-size: 20px;">Manajemen keuangan agar usaha tetap sehat dan berkelanjutan</span></li>
<li><span style="font-size: 20px;">Tantangan serta Solusi dalam menjalankan bisnis daycare</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 20px;">Lebih dari sekadar buku bisnis, karya ini mengingatkan bahwa daycare adalah rumah kedua bagi anak-anak—tempat mereka bermain, belajar, dan tumbuh dengan penuh kasih sayang.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Apakah Anda seorang calon pengusaha, praktisi pendidikan anak usia dini, atau orang tua yang peduli pada masa depan anak, buku ini akan menjadi bekal berharga untuk memulai perjalanan Anda di dunia daycare.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;"><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/16.0.1/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> Daycare adalah peluang emas &#8211; saatnya Anda mengambil bagian ! <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/16.0.1/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-3451 alignleft" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/10/Peluang-Emas-Usaha-Daycare_Panduan-Lengkap-Memulai-Dari-Nol-300x214.jpg" alt="" width="300" height="214" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/10/Peluang-Emas-Usaha-Daycare_Panduan-Lengkap-Memulai-Dari-Nol-300x214.jpg 300w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/10/Peluang-Emas-Usaha-Daycare_Panduan-Lengkap-Memulai-Dari-Nol-1024x732.jpg 1024w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/10/Peluang-Emas-Usaha-Daycare_Panduan-Lengkap-Memulai-Dari-Nol-768x549.jpg 768w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2025/10/Peluang-Emas-Usaha-Daycare_Panduan-Lengkap-Memulai-Dari-Nol.jpg 1140w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /> Penulis: Yulismar<br />
Cover: Softcover<br />
Hal: 100<br />
Bahan: Book paper<br />
Ukuran: A5<br />
Harga: Rp. 85.000<br />
Info pemesanan: 08159379921</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/peluang-emas-usaha-daycare-panduan-lengkap-memulai-dari-nol/">Peluang Emas Usaha Daycare: Panduan Lengkap Memulai Dari Nol</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Imunisasi Bukan Dari Barat</title>
		<link>https://cahyaloka.com/jejak-imunisasi-bukan-dari-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 22:16:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Mata Pena]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cahyaloka.com/?p=3442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Variolasi dalam Dunia Islam Sejarah perjuangan melawan wabah adalah kisah tentang manusia yang berani berpikir di luar batasan zaman, jauh sebelum teknologi modern ditemukan. Di tengah keterbatasan alat-alat laboratorium, dunia Islam telah lebih dulu menyadari pentingnya satu prinsip dasar: tubuh manusia bisa dilatih untuk melawan penyakit sebelum diserang. Melalui keberanian untuk mencoba dan pengamatan yang &#8230;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jejak-imunisasi-bukan-dari-barat/">Jejak Imunisasi Bukan Dari Barat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 20px;"><strong>Variolasi dalam Dunia Islam</strong></span><br />
<span style="font-size: 20px;">Sejarah perjuangan melawan wabah adalah kisah tentang manusia yang berani berpikir di luar batasan zaman, jauh sebelum teknologi modern ditemukan. Di tengah keterbatasan alat-alat laboratorium, dunia Islam telah lebih dulu menyadari pentingnya satu prinsip dasar: tubuh manusia bisa dilatih untuk melawan penyakit sebelum diserang. Melalui keberanian untuk mencoba dan pengamatan yang mendalam, mereka mengembangkan metode untuk menanamkan penyakit ringan secara sengaja, agar tubuh bisa belajar untuk melawan. Ini adalah awal dari variolasi—cikal bakal imunisasi—yang muncul jauh sebelum konsep vaksinasi ditemukan di Barat.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Variolasi adalah praktik medis yang digunakan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit cacar (smallpox). Dalam prosedur ini, materi dari pustula (benjolan atau lepuhan berisi nanah) atau luka cacar yang ringan diambil dan ditanamkan secara sengaja ke tubuh orang sehat. Tujuannya adalah agar tubuh terinfeksi dengan versi ringan dari penyakit tersebut, sehingga bisa membentuk kekebalan yang bertahan lama.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;"><strong>Kontribusi Awal Dunia Islam</strong></span><br />
<span style="font-size: 20px;">Praktik dari ide ini tidak datang dari Eropa, tetapi telah lebih dulu dikenal dan diterapkan di dunia Islam, bahkan sebelum vaksinasi modern diperkenalkan oleh Edward Jenner—dokter asal Inggris yang dikenal sebagai &#8220;bapak vaksinasi&#8221; karena penemuannya yang mengarah pada vaksinasi cacar—pada akhir abad ke-18.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Adalah Abu Bakr Muhammad ibn Zakariya al-Razi (865–925 M) cendikiawan besar dalam sejarah medis Islam, dalam karyanya yang terkenal Kitab al-Jadari wa al-Hasbah (Kitab tentang Cacar dan Campak), membedakan dengan cermat antara cacar (smallpox) dan campak (measles) berdasarkan observasi langsung. Al-Razi menjadi pelopor dalam mengamati gejala-gejala penyakit menular secara sistematis.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">&#8220;Jika pustula muncul pada tahap awal campak, maka penyakit tersebut adalah cacar, bukan campak.&#8221; —Al-Razi, dalam Kitab al-Jadari wa al-Hasbah</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Meski Al-Razi tidak menyebutkan variolasi secara eksplisit, catatan sejarah menunjukkan bahwa pada abad ke-10 hingga ke-12, dunia Islam sudah mengenal dan mempraktikkan inokulasi (penanaman penyakit ringan ke tubuh untuk mencegah penyakit yang lebih berat).</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;"><strong>Jejak Variolasi Islam ke Dunia Barat</strong></span><br />
<span style="font-size: 20px;">Melalui jalur perdagangan, pertukaran ilmu pengetahuan, dan sosial politik, praktik variolasi ini akhirnya tiba ke dunia Barat. Lady Mary Wortley Montagu, istri duta besar Inggris untuk Kesultanan Utsmani adalah salah seorang yang membawa pengetahuan ini ke Inggris. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri wanita-wanita Turki Ottoman yang mempraktikkan variolasi pada anak-anak mereka. Dalam suratnya yang dikirimkan pada tahun 1717, ia menulis:</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">&#8220;Cacar, yang begitu mematikan dan begitu umum di antara kita, di sini sepenuhnya tidak berbahaya berkat penemuan penyuntikan.&#8221; —Lady Mary Wortley Montagu, 1717</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Dengan kata lain, dunia Islam telah mengenal imunisasi melalui variolasi setidaknya 700 hingga 800 tahun lebih awal dibandingkan dengan dunia Barat. Meski tanpa pemahaman mikrobiologis modern, mereka sudah menemukan cara untuk melatih sistem kekebalan tubuh melalui metode yang sederhana namun efektif saat itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Ilmu yang berkembang di dunia Islam, seperti variolasi, tidak hanya mencerminkan kecerdasan, tetapi juga semangat pengabdian. Para cendikia Islam pada masa itu memandang ilmu sebagai sarana untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan manfaat bagi umat manusia.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Kini, semua dari kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk meneruskan warisan pengabdian ini. Apa yang kita pelajari tidak seharusnya berhenti hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga untuk memberi manfaat, melakukan perubahan, dan jalan untuk mengabdi di KeabadianNya. [al faqir]</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Referensi:</span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Al-Razi, Kitab al-Jadari wa al-Hasbah (The Book of Smallpox and Measles). Terjemahan Inggris oleh W. A. Greenhill, 1848.</span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Pormann, Peter E. &amp; Emilie Savage-Smith. Medieval Islamic Medicine. Edinburgh University Press, 2007.</span><br />
<span style="font-size: 20px;"><a href="https://edinburghuniversitypress.com/book-medieval-islamic-medicine.html">https://edinburghuniversitypress.com/book-medieval-islamic-medicine.html</a></span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Hajar R. &#8220;The Pulse of Medicine: Al-Razi and the Differentiation of Smallpox and Measles.&#8221; Heart Views, 2013.</span><br />
<span style="font-size: 20px;"><a href="https://www.researchgate.net/publication/45267204_Rhazes_Diagnostic_Differentiation_of_Smallpox_and_Measles">https://www.researchgate.net/publication/45267204_Rhazes_Diagnostic_Differentiation_of_Smallpox_and_Measles</a></span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Behbehani, Abbas M. &#8220;The Smallpox Story: Life and Death of an Old Disease.&#8221; Microbiological Reviews, 1983.</span><br />
<span style="font-size: 20px;"><a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC281588/">https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC281588/</a></span><br />
<span style="font-size: 20px;">• Lady Mary Wortley Montagu. Letters from Turkey, 1716–1718.</span><br />
<span style="font-size: 20px;"><a href="https://archive.org/details/turkishembassyle0000mont_n6t0">https://archive.org/details/turkishembassyle0000mont_n6t0</a></span></p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jejak-imunisasi-bukan-dari-barat/">Jejak Imunisasi Bukan Dari Barat</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>27</title>
		<link>https://cahyaloka.com/safina27/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 10:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cahyaloka.com/?p=3422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Empat orang sahabat kabur dari panti tempat mereka tinggal. Mereka ingin memecahkan apa yang sedang terjadi di kota dengan banyaknya monster yang tiba-tiba datang menghancurkan kota.</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/safina27/">27</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 20px;"><span style="font-size: 18px;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft" src="https://www.cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/06/Novel-27_Safina.jpg" alt="" width="302" height="417" /><span style="font-size: 18px;">Penulis: Safina</span></span><br />
<span style="font-size: 18px;">ISBN: 978-623-99617-4-9</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Cover: Softcover</span></span><br />
<span style="font-size: 18px;">Penyunting: Galuh Kencono Wulan<br />
Tata letak: Ahsana Azzam<br />
Desain Cover: Safina</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Penerbit: Yayasan Cahyaloka</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Jumlah halaman: 109 halaman</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Ukuran buku: A5<br />
Harga: Rp. 55. 000</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Pernahkah kalian merasa takut akan monster yang berkeliaran di sekitar rumah pada malam hari? Atau bahkan yang kalian pikir bersembunyi di bawah kolong tempat tidur kalian? Memang mengerikan jika harus benar-benar berhadapan dengan mereka secara nyata, bagaimanpun bentuk dan rupanya.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Tapi sesungguhnya apakah monster itu benar-benar ada dan nyata? Jangan-jangan sebenarnya monster itu adanya di dalam diri kita sendiri saat kita tidak merasa yakin bahwa kita adalah seseorang yang punya kelebihan untuk bisa menebar manfaat di lingkungan sekitar kita.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Pada buku fiksi misteri perdana karya Safina yang berjudul 27 ini, mungkin kita akan banyak menemukan kengerian menyaksikan perilaku monster-monster yang tiba-tiba berkeliaran dalam jumlah banyak di sebuah kota. Tapi sepertinya hal itu tidak lebih mengerikan dari sifat mudah menyerah dalam menghadapi situasi yang sulit. Sebab jika sudah menyerah, semua jalan keluar terasa sulit untuk dicapai. Dan bisa saja kita akan mati lebih dulu sebelum waktu yang sesungguhnya tiba.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Oleh karena itu silahkan baca buku ini hingga selesai. Kalian tidak hanya akan menemukan bagaimana cara berhadapan dengan monster-monster yang suka menggigit manusia se-enaknya tapi juga diajarkan bagaimana cara menyiasati rasa ngeri saat berhadapan dengan ‘monster-monster’ kehidupan sesungguhnya, yaitu monster-monster yang bernama ‘takut’, ‘tak percaya diri’ , ‘menyerah’, ‘malas’, ‘sinis’, ‘menutup diri’, ‘iri’ dan monster-monster lainnya yang sejenis. Mereka lebih berbahaya dibandingkan monster-monster yang ada dalam imajinasimu, sobat!</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Baiklah… sekarang tiba waktunya kalian mempersiapkan diri untuk ‘menghancurkan’ monster-monster dalam diri itu melalui diskusi dengan diri sendiri setelah kalian menemukan hikmah yang terkandung dalam cerita misteri fiksi pada buku ini. Selamat membaca sobat! Selamat berjumpa dalam cerita fiksi misteri lainnya!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size: 20px;">Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi:</span></strong><br />
<span style="font-size: 20px;">Kak Galuh: 087788656022 (WA)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/safina27/">27</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bertualang yang Jauh, Jangan Lupa Pulang!</title>
		<link>https://cahyaloka.com/bertualang-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 06:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cahyaloka.com/?p=3410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Cantika Reyfa Ananta, Zuwita Ramadhani, Fikri Khairy Taufik, DKK<br />
ISBN: -<br />
Cover: Softcover<br />
Harga: Rp.85. 000</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/bertualang-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Bertualang yang Jauh, Jangan Lupa Pulang!</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 18px;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft" src="https://www.cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/Cover_Bertualang-yang-jauh-jangan-lupa-pulang.jpg" alt="" width="288" height="409" />Penulis: Cantika Reyfa Ananta, Zuwita Ramadhani, Fikri Khairy Taufik, DKK</span><br />
<span style="font-size: 18px;">ISBN: &#8211;</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Cover: Softcover</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Harga: Rp.85. 000</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Menjelajah isi bumi ini dengan berbagai rahasia yang tersimpan di dalamnya memang seperti tidak ada habisnya. Begitupun kumpulan berbagai cerita-cerita pendek yang terangkum dalam buku ini dimana setiap cerita tentang pengalaman bertualang yang jauh dari ‘rumah’ selalu membawa makna tersendiri untuk dijadikan alasan kembali pulang. Ikuti setiap ceritanya dan dapatkan sensasi petualanganmu sendiri dalam imajinasi kisah tak bertepi. Koleksi dan tuntaskan rasa penasaranmu dengan memiliki buku karya siswa-siswi ‘Duta Literasi’ SMA Negeri 3 Depok ini.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size: 20px;">Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi:</span></strong><br />
<span style="font-size: 20px;">Bu Lina: 081290707468 (WA)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/bertualang-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Bertualang yang Jauh, Jangan Lupa Pulang!</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Jalan Menuju Petualangan</title>
		<link>https://cahyaloka.com/banyak-jalan-menuju-petualangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 May 2023 06:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cahyaloka.com/?p=3403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul Buku: Banyak Jalan Menuju Petualangan<br />
Penulis: Rachel Jessica, Christania Ester Purba, Enzo Marbun, DKK<br />
ISBN: -<br />
Cover: Softcover<br />
Harga: Rp. 85.000</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/banyak-jalan-menuju-petualangan/">Banyak Jalan Menuju Petualangan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 18px;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft" src="https://www.cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/Cover_Banyak-Jalan-Menuju-Petualangan.jpg" alt="" width="288" height="409" /><span style="font-size: 18px;">Judul Buku: Banyak Jalan Menuju Petualangan</span></span><br />
<span style="font-size: 18px;">Penulis: Rachel Jessica, Christania Ester Purba, Enzo Marbun, DKK</span><br />
<span style="font-size: 18px;">ISBN: &#8211;</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Cover: Softcover</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Harga: Rp. 85.000</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Buku ini memuat cerita-cerita pendek bertema petualangan yang sangat seru. Berbagai jalan ditempuh untuk dapat melewati petualangan demi petualangan. Kamu akan diajak untuk melihat banyak nilai-nilai yang dapat dijadikan pelajaran pada setiap ceritanya. Bahkan bisa saja cerita-cerita di dalam buku ini sangat relate dengan kehidupan kamu sehari-hari. Jangan terlalu lama menunggu, segera koleksi buku petualangan karya siswa-siswi ‘Duta Literasi” SMA Negeri 3 Depok ini di rak bukumu. Selamat membaca!</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size: 20px;">Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi:</span></strong><br />
<span style="font-size: 20px;">Bu Lina: 081290707468 (WA)</span></p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/banyak-jalan-menuju-petualangan/">Banyak Jalan Menuju Petualangan</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metode Tartil; Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran (4 Seri: Pra Tartil, Jilid 1, Jilid 2 dan Jilid 3)</title>
		<link>https://cahyaloka.com/metode-tartil-cara-cepat-belajar-membaca-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 May 2023 08:08:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cahyaloka.com/?p=3386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Yulia Lestari<br />
ISBN: 978-623-90245-9-8<br />
Cover: Softcover<br />
Harga Satuan: Rp. 105.000/buku<br />
Harga Paket (4 buku): Rp. 396.000</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/metode-tartil-cara-cepat-belajar-membaca-al-quran/">Metode Tartil; Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran (4 Seri: Pra Tartil, Jilid 1, Jilid 2 dan Jilid 3)</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 18px;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft" src="https://www.cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-00.jpg" alt="" width="368" height="252" />Penulis: Yulia Lestari</span><br />
<span style="font-size: 18px;">ISBN: 978-623-90245-9-8</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Cover: Softcover</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Harga Satuan: Rp. 105.000/buku</span><br />
<span style="font-size: 18px;">Harga Paket (4 buku): Rp. 396.000</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 20px;">Buku Metode Tartil ini merupakan buku metode cara cepat belajar membaca Al-Qur’an, yang dapat digunakan mulai dari anak usia tiga tahun. Buku ini terdiri dari empat jilid, yaitu Pra Tartil, Tartil Jilid 1, Tartil Jilid 2, dan Tartil Jilid 3. Meskipun awalnya buku Metode Tartil ini disusun untuk kebutuhan kalangan sendiri atau internal lembaga “Rumah Tartil,” namun juga bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin cepat belajar membaca Al-Qur’an, dengan benar sesuai dengan kaidah hukum-hukum tajwid yang tepat, sehingga mampu membaca A-Qur’an seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Buku Metode Tartil ini disusun secara sistematis untuk memudahkan para pembelajar dalam memahami materi pelajaran. Dimulai dari buku Pra Tartil untuk pengenalan huruf hijaiyah berharakat fat-hah. Tartil Jilid 1 berisi materi tentang mengenal huruf hijaiyah yang berharakat fat-hah, huruf hijaiyah berharakat kasrah, dan huruf hijaiyah berharakat dhammah. Metode Tartil Jilid 2 mengenalkan materi huruf hijaiyah bersambung, materi huruf hijaiyah bertanwin, materi huruf hijaiyah bersukun, materi huruf hijaiyah bertasydid, materi huruf hijaiyah yang dibaca panjang, cara membaca hamzatul washal, cara membaca lafadz jalalah, dan cara membaca huruf hijaiyah dasar. Metode Tartil Jilid 3 memperkenalkan materi tanda mad, cara membaca ketika waqof, hukum nun sukun atau tanwin, hukum mim sukun, tanda-tanda waqof, cara membaca nun iwadh, cara membaca Huruf Muqaththa’ah, dan Latihan Mengucapkan Makhrojul Huruf. Setelah mempelajari jilid 3, pembelajar dapat belajar Tahsin di Al-Qur’an mulai juz 30, juz 29, juz 28, dan selanjutnya bisa ke juz satu.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Meskipun Metode Tartil ini disusun secara sistematis sehingga mudah untuk dipelajari, para pembelajar tetap saja harus dibimbing oleh pengajar yang sudah berpengalaman mengikuti pelatihan metodologi cara mengajarkan Metode Tartil, karena di dalam pelatihan tersebut akan disampaikan secara rinci bagaimana cara mengajarkan Metode Tartil dengan tepat dan benar, sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Untuk membantu para pengajar, buku Metode Tartil ini juga dilengkapi dengan buku pendamping “Panduan Mengajarkan Metode Tartil”.</span></p>
<p><strong><span style="font-size: 20px;">Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi:</span></strong><br />
<span style="font-size: 20px;">Bunda Yulia: 081380112788 (Whatsapp)</span></p>
<p>&nbsp;</p>

<a href='https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-01.jpg'><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="197" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-01-300x197.jpg" class="attachment-medium size-medium" alt="" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-01-300x197.jpg 300w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-01-310x205.jpg 310w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-01.jpg 621w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>
<a href='https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-02.jpg'><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="197" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-02-300x197.jpg" class="attachment-medium size-medium" alt="" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-02-300x197.jpg 300w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-02-310x205.jpg 310w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-02.jpg 621w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>
<a href='https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-03.jpg'><img loading="lazy" decoding="async" width="300" height="197" src="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-03-300x197.jpg" class="attachment-medium size-medium" alt="" srcset="https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-03-300x197.jpg 300w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-03-310x205.jpg 310w, https://cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/MT-03.jpg 621w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a>

<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/metode-tartil-cara-cepat-belajar-membaca-al-quran/">Metode Tartil; Cara Cepat Belajar Membaca Al Quran (4 Seri: Pra Tartil, Jilid 1, Jilid 2 dan Jilid 3)</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Hijrah Bunda; Sebuah Refleksi Dalam Memaknai Peran Ibu</title>
		<link>https://cahyaloka.com/jalan-hijrah-bunda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cahyaloka]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 02:38:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terbitan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.cahyaloka.com/?p=3370</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis: Umi Hani Hendayani, Hilmiyatil Alifah, dkk<br />
ISBN: 978-623-90245-8-1<br />
Cover: Softcover<br />
Halaman: 126 halaman<br />
Ukuran buku: A5<br />
Harga: 65K</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jalan-hijrah-bunda/">Jalan Hijrah Bunda; Sebuah Refleksi Dalam Memaknai Peran Ibu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft" src="https://www.cahyaloka.com/wp-content/uploads/2023/05/Jalan-Hijrah-Bunda.jpg" alt="" width="368" height="252" />Penulis: Umi Hani Hendayani, Hilmiyatil Alifah, dkk<br />
ISBN: 978-623-90245-8-1<br />
Cover: Softcover<br />
Halaman: 126 halaman<br />
Ukuran buku: A5<br />
Harga: 65K</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size: 18px;">Perjalanan mengarungi biduk rumah tangga tak hanya selesai setelah berikrar janji setia di awal pernikahan. Justru momen sakral ini merupakan gerbang awal kehidupan dimana sepasang insan akan belajar menyelesaikan misi hidupnya dengan berkolaborasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang dihadapinya.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Sebagai makhluk yang Allah fitrahkan sifat ‘Rahiim’ pada dirinya, seorang wanita memiliki berbagai peran pada ‘panggung’ kehidupan wabil khusus dalam perjalanannya rumah tangganya. Selayaknya seorang manusia yang diciptakan Allah dengan potensi pribadi, seorang wanita juga memiliki karakter dan kemampuannya masing-masing untuk menjadi berdaya mengemban misi kekhalifahannya.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Namun demikian, sebagai hamba Allah yang terus berkembang, dalam menjalankan misi tersebut, seorang wanita juga perlu terus belajar mengembangkan diri menjadi pribadi yang ideal yang mampu menjawab tantangan zaman dan bermanfaat secara sosial bagi lingkungan sekitarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Jalan Hijrah Bunda menceritakan perjalanan para wanita yang berjuang tak hanya mengenal dirinya sebagai pribadi yang unik namun juga mengulas perjuangan untuk menjadi hamba Allah yang terus memperbaiki diri menjadi lebih ideal sehingga mampu berdaya secara sosial. Jalan Hijrah Bunda adalah sebuah media refleksi dalam memaknai peran ibu sebagai pintu peradaban. Jalan Hijrah bunda adalah catatan kecil tentang kita.</span></p>
<p><span style="font-size: 20px;">Soon… akan terbit kumpulan perjalanan perjuangan para ibu dalam memaknai perannya dalam semangat hijrah. Jangan lewatkan! [gkw]</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size: 20px;">Untuk pemesanan dapat langsung menghubungi:</span></strong><br />
<span style="font-size: 20px;">Kak Miya: 081213703978 (Whatsapp)</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a href="https://cahyaloka.com/jalan-hijrah-bunda/">Jalan Hijrah Bunda; Sebuah Refleksi Dalam Memaknai Peran Ibu</a> ditampilkan lebih awal di <a href="https://cahyaloka.com">Cahyaloka</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>