<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Care and Healed</title>
	
	<link>http://careandhealed.com</link>
	<description>Get healed after You care</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 01:59:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/CareAndHealed" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="careandhealed" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/obat-tradisional-obat-asli-indonesia/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/obat-tradisional-obat-asli-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 17:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alternative Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1471</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/obat-tradisional-obat-asli-indonesia" title="Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4026/4416398116_2c23896ac5_m.jpg" width="150" height="150" class="alignright" alt="Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia" /></a><em>Back to Nature</em>, itulah slogan yang kerap kita dengar saat kita berhadapan dengan dunia pengobatan. Tidak hanya masyarakat awam, dokter sendiri pun punya impian bahwa pengobatan medis modern ini bersinergi dengan alam, sehingga memaksimalkan efek terapi dan mengecilkan, atau bahkan meniadakan, efek samping. Di Indonesia pemanfaatan obat tradisional sudah dilakukan masyarakat sejak dulu, dan menjadi warisan nenek moyang secara turun temurun.


No related post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
Sebulan yang lalu, saya kebetulan menemukan buku besar yang mengulas tentang resep obat tradisional Indonesia. Buku itu tidak hanya besar, tapi juga tebal. Saya tertarik untuk membelinya, tapi saya berfikir dua kali untuk melakukan hal tersebut. Pertama, saya tidak mengerti perihal tanaman-tanaman yang disebutkan dalam buku tersebut, baik dalam bahasa latin, maupun bahasa Indonesia dan daerah. Jadi, kalaupun buku itu saya beli, tentunya saya tidak mampu mempergunakan. Padahal, ada keinginan untuk mempelajari tentang obat asli Indonesia ini. </p>
<p><img class="alignright" src="http://farm5.static.flickr.com/4026/4416398116_2c23896ac5_m.jpg" width="234" height="312" alt="Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia" title="Obat Tradisional, Obat Asli Indonesia"/><em>Back to Nature</em>, itulah slogan yang kerap kita dengar saat kita berhadapan dengan dunia pengobatan. Tidak hanya masyarakat awam, dokter sendiri pun punya impian bahwa pengobatan medis modern ini bersinergi dengan alam, sehingga memaksimalkan efek terapi dan mengecilkan, atau bahkan meniadakan, efek samping. Di Indonesia pemanfaatan obat tradisional sudah dilakukan masyarakat sejak dulu, dan menjadi warisan nenek moyang secara turun temurun. Namun sebagai warisan nasional, obat tradisional atau yang lebih dikenal sebagai obat asli Indonesia (OAI) itu masih menghadapi hambatan besar untuk memasuki pasar dunia dengan tingkat kepercayaan sebagai sebuah produk obat. Hingga hari ini, sebagian besar OAI masih dikategorikan hanya sebagai suplemen atau makanan tambahan. Padahal, potensi yang dimiliki Indonesia dalam bidang OAI sangat besar. Tidak kurang dari 5.131.100 spesies atau sekitar 15,3% dari total spesies herbal dunia berada di Indonesia. Hal demikian bisa terjadi karena Indonesia merupakan wilayah tropis terbesar di dunia, sehingga tanaman-tanaman tropis yang berkhasiat bisa tumbuh subur di mutiara khatulistiwa ini. </p>
<p>Problem utama penggunaan tanaman-tanaman obat ini adalah bahwa saat ini hampir semua jamu tidak memuat dosis yang rinci, sehingga sulit diawasi kemungkinan terjadinya efek samping. Contohnya : berapa gram dosis optimal temulawak? Apakah dosisnya sama untuk orang dewasa, anak-anak, wanita hamil dan menyusui? Berapa takaran optimal penggunaan temulawak? Nah, tentang hal ini, dosis kandungan yang dimiliki produsen jamu berbeda-beda satu dengan lainnya. Hal ini akibat cara peracikan jamu yang masih hanya berdasarkan kepercayaan turun temurun. Kenyataan ini sangat berbeda dengan cara penyajian obat modern yang memiliki ukuran pasti, termasuk catatan efek samping yang mungkin ditimbulkannya. </p>
<p>Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya telah membuat standarisasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap obat asli Indonesia. Dalam ketentuannya BPOM membagi OAI dalam 3 strata, sesuai dengan produksi. </p>
<p><strong>Kategori pertama adalah jamu</strong>, yaitu OAI berbahan baku tanaman yang disajikan dalam bentuk rajangan, pil atau serbuk. Biasanya, klaim khasiatnya hanya berdasarkan pengalaman empiris dan turun temurun.</p>
<p><strong>Kategori kedua adalah ekstrak tumbuhan obat</strong>. Bahan bakunya sama dengan jamu, namun sudah diekstraksi dan disajikan dalam bentuk kapsul, tablet atau kaplet. Klaim khasiat, sudah berdasarkan hasil uji laboratorium untuk mengukur kadar toksisitas dan uji preklinik – yaitu pengujian terhadap hewan percobaan.</p>
<p><strong>Kategori ketiga adalah fitofarmaka</strong>. Obat asli Indonesia ini seperti kategori kedua berbahan baku ekstrak tumbuhan obat, yang disajikan dalam kapsul, tablet atau kaplet. Namun, untuk strata ketiga ini, klaim keamanan dan khasiatnya berdasarkan hasil uji laboratorium kandungan farmakologis, uji preklinik dan uji klinik. Dengan demikian, OAI dengan status fitofarmaka inilah yang dapat disetarakan dengan obat, yang telah menjalani pengujian ilmiah. Hanya saja, dalam pendistribusiannya di kalangan medis membutuhkan waktu untuk mensosialisasikannya, apalagi jika nama zat aktifnya itu belum pernah didengar sama sekali. Padahal, tidak tertutup kemungkinan fitofarmaka dari OAI ini memiliki efek terapi yang sama, atau bahkan lebih baik, dibandingkan dengan obat-obat farmasi sejenis. </p>
<p>Berikutnya, kita ingin mengetahui, problem apa saja yang dihadapi oleh produsen-produsen OAI ini? Lanjutkan bacaan Anda.</p>
<p>(bersambung ke <a href=http://careandhealed.com/2010/03/obat-asli-indonesia-dilema-antara-kebutuhan-dan-kepercayaan” title=” Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan”><strong>Obat Asli Indonesia, Dilema Antara Kebutuhan dan Kepercayaan</strong></a>)</p>
</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/obat-tradisional-obat-asli-indonesia/&title=Obat+Tradisional%2C+Obat+Asli+Indonesia&text=+Sebulan+yang+lalu%2C+saya+kebetulan+menemukan+buku+besar+yang+mengulas+tentang+resep+obat+tradisional+Indonesia.+Buku+itu+tidak+hanya+besar%2C+tapi+juga+tebal.&tags=disajikan+dalam%2C+obat+asli%2C+dengan%2C+indonesia%2C+untuk%2C+dalam%2C+tidak%2C+hanya%2C+besar" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related post.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/obat-tradisional-obat-asli-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 2)</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 17:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Focus]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1296</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2">
<img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/HIVAIDS-Treatment.jpg" alt="HIVAIDS Treatment" title="HIVAIDS Treatment" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1319" /></a>In November 2008, a pair of German doctors made headlines by announcing they had cured a man of HIV infection by giving him a bone marrow transplant. The transplant - given as a treatment for leukemia - used cells from a donor with a rare genetic mutation known as Delta 32 that confers resistance to HIV infection. Twenty months after the procedure researchers reported they could find no trace of HIV in the recipient's bone marrow, blood and other organ tissues.


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 Treatments for HIV/AIDS (Part 1)'>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 1)</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/HIVAIDS-Treatment.jpg" alt="HIVAIDS Treatment" title="HIVAIDS Treatment" width="277" height="245" class="alignleft size-full wp-image-1319" />5.	<strong>Bone marrow transplant and gene therapy</strong><br />
In November 2008, a pair of German doctors made headlines by announcing they had cured a man of HIV infection by giving him a bone marrow transplant. The transplant &#8211; given as a treatment for leukemia &#8211; used cells from a donor with a rare genetic mutation known as Delta 32 that confers resistance to HIV infection. Twenty months after the procedure researchers reported they could find no trace of HIV in the recipient&#8217;s bone marrow, blood and other organ tissues.</p>
<p>Other experts have said that more tests are required to verify this cure claim, though it is not the first of its kind. Of more than thirty HIV positive patients given bone marrow transplantation prior to 1996, two appeared to have been cured of their infection based on molecular testing and post-mortem biopsy samples.</p>
<p>Even assuming it can be effective, bone marrow transplantation is too dangerous and costly for widespread use as a cure. Many patients die as a result of chemotherapy or reactions to the transplant, which is usually a last resort in treating life-threatening diseases. As Anthony Fauci, director of the National Institute of Allergy and Infectious Diseases, put it:</p>
<p>“It’s very nice, and it’s not even surprising. But it’s just off the table of practicality.”<br />
Nevertheless the German transplant does raise hope for related approaches. If scientists can find another way &#8211; such as gene therapy &#8211; to confer the same sort of protection against HIV as Delta 32 provides, then they may be able to stop the virus replicating. Research in this area is in its very early stages; it may be many years before a useful treatment is found, if at all.</p>
<p>6.	<strong>Activating resting immune cells</strong><br />
Many researchers believe the best hope for eradicating HIV infection lies in combining antiretroviral treatment with drugs that flush HIV from its hiding places. The idea is to force resting CD4 cells to become active, whereupon they will start producing new HIV particles. The activated cells should soon die or be destroyed by the immune system, and the antiretroviral medication should mop up the released HIV.</p>
<p>Early attempts to employ this technique used interleukin-2 (also known as IL-2 or by the brand name Proleukin). This chemical messenger tells the body to create more CD4 cells and to activate resting cells. Researchers who gave interleukin-2 together with antiretroviral treatment discovered they could no longer find any infected resting CD4 cells. But interleukin-2 failed to clear all of the HIV; as soon as the patients stopped taking antiretroviral drugs the virus came back again.</p>
<p>There is a problem with creating a massive number of active CD4 cells: despite the antiretroviral drugs, HIV may manage to infect a few of these cells and replicate, thus keeping the infection alive. Scientists are now investigating chemicals that don’t activate all resting CD4 cells, but only the tiny minority that are infected with HIV.<br />
One such chemical is valproic acid, a drug already used to treat epilepsy and other conditions. In 2005 a group of researchers led by David Margolis caused a sensation when they reported that valproic acid, combined with antiretroviral treatment, had greatly reduced the number of HIV-infected resting CD4 cells in three of four patients. They concluded that:</p>
<p>“This finding, though not definitive, suggests that new approaches will allow the cure of HIV in the future.”</p>
<p>Sadly, it seems such optimism was premature; more recent studies suggest that valproic acid has no long term benefits.4 5 In fact it’s quite possible that all related approaches are flawed because the virus has other hiding places besides resting CD4 cells. There is a lot about HIV that remains unknown.</p>
<p>7.	<strong>Spontaneous healing</strong><br />
Occasionally there are reports of HIV seeming to vanish for no obvious reason. One especially sensational story broke on 13th November 2005, when two British newspapers reported that a 25-year old Scot, Andrew Stimpson, had become the first person to be cured of HIV infection.</p>
<p>In interviews with the two papers, Stimpson said he first suspected he might have HIV in 2002, after several weeks of feeling tired and feverish. Knowing his partner had been HIV positive for a number of years, Stimpson visited the Victoria Sexual Health Clinic in London for an HIV antibody test in May. The result was negative, but he was encouraged to return for further tests, as HIV antibodies often do not appear in the blood until several weeks or even months after initial infection.</p>
<p>In August 2002, Stimpson returned for three more HIV antibody tests. His first, taken on the 15th, was “indeterminate” (i.e. neither definitely positive nor negative), but the following two (taken on 20th and 23rd August) both found him to be HIV antibody positive. However, a viral load test showed the amount of virus in his blood was low, so he was not prescribed antiretroviral therapy. He made a personal choice to start taking multivitamin and mineral tablets and other dietary supplements.</p>
<p>For fourteen months Stimpson remained surprisingly healthy, so much so that, in October 2003, his doctor offered him a repeat test for HIV antibodies. Remarkably, the test came back negative. Two more, carried out in December 2003 and March 2004, also gave negative results.</p>
<p>Andrew Stimpson tried to launch a legal case against the Chelsea and Westminster NHS Trust (CWT) which had tested him, assuming his results had been mixed up with those of another client. The blood samples associated with his original positive diagnosis and his subsequent negative results were retested, and the DNA from the samples compared to his. All the samples were found to belong to Stimpson, and retesting produced the same “positive then negative” antibody results. According to Stimpson:<br />
“After the repeat tests my doctor came into the room saying, ‘You’ve cured yourself! This is unbelievable.’”</p>
<p>Andrew Stimpson’s story became an overnight media sensation. But a statement from the CWT cast doubt on the cure claims:</p>
<p>“It is probable that there was never any evidence of Mr Stimpson having the HIV virus but rather that there was transient evidence of an antibody response to the virus present in his bloodstream when he had the initial tests&#8230; The antibody testing is exquisitely sensitive and the smallest measure can be recorded which is probably what happened in this case.”</p>
<p>A spokesperson for the CWT later said they had not categorically stated that Andrew Stimpson’s case was an example of a false positive test result, but that it was one of a number of scenarios that needed to be considered.88 The media quickly accepted the “false positive” explanation, and by the end of the month the story had ceased to be of interest to them.</p>
<p>The only news since then dates from June 2006, when the Guardian newspaper reported that Stimpson was still working with doctors, but that because of medical confidentiality, very little more was known about the case. However, Anna Maria Geretti, a clinical virologist at the Royal Free Hospital, was willing to speculate:<br />
“These follow-up tests are very complicated. They could take over six months. But personally, I’m sceptical that they will find a cure from this case.”</p>
<p>The most likely explanation remains the occurrence of a highly unusual false positive antibody test result. This may happen if the test detects a non-HIV antibody (i.e. a similar antibody produced against a different virus) or, theoretically, because there are somehow HIV antibodies present without an actual HIV infection. Occasionally a false positive may be the result of a faulty test, though a second backup test would normally eliminate this possibility.</p>
<p>Although receiving three false positive results would be exceedingly unusual, some scientists believe it is more plausible than a spontaneous cure. In any case it’s extremely unlikely that, as some newspapers suggested, the multivitamins and dietary supplements that Andrew Stimpson took would have had any effect on his “seroreversion” (the process of going from HIV antibody positive to HIV antibody negative). Millions of people living with HIV take multivitamins and minerals; while such supplements may help to maintain good general health, there is no evidence that they can eliminate HIV infection.</p>
<p>(continue to <a href=http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-3” title=”14 Treatments for HIV/AIDS Part 3”><strong>14 Treatment for HIV/AIDS (Part 3)</strong></a>)
</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/&title=14+Treatments+for+HIV%2FAIDS+%28Part+2%29&text=+5.%09Bone+marrow+transplant+and+gene+therapy+In+November+2008%2C+a+pair+of+German+doctors+made+headlines+by+announcing+they+had+cured+a+man+of+HIV+infection+by+giving+him+a+bone+marrow+transplant.&tags=hiv+antibody%2C+hiv+infection%2C+false+positive%2C+cells%2C+stimpson%2C+antibody%2C+positive%2C+infection" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 Treatments for HIV/AIDS (Part 1)'>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 1)</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Common Characteristic Features of Anxiety</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/3-common-characteristic-features-of-anxiety/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/3-common-characteristic-features-of-anxiety/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inside Doctor's Room]]></category>
		<category><![CDATA[Anxiety]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1479</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/3-common-characteristic-features-of-anxiety" title="Feature of Anxiety"><img class="alignright" src="http://farm5.static.flickr.com/4070/4415698667_5b604c5bef_m.jpg" width="150" height="150" alt="Feature of Anxiety" /></a>There’re nearly 70 conditions that must be considered in differential diagnosis of anxiety. And there’re so many characteristic features of anxiety. But, here we only talk about 3 common features of anxiety. I hope, after you read this, you can take a good care yourself and your family of anxiety disorder. How? By knowing its characteristic features. Here they are. 


No related post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://farm5.static.flickr.com/4070/4415698667_5b604c5bef_m.jpg" width="240" height="216" alt="Feature of Anxiety" />Anxiety is a common disorder among patients that presents a complex diagnostic dilemma. Many of the symptoms ara physical, mimicking gastroistenstinal and heart problems. From <a href=http://en.wikipedia.org/wiki/Anxiety title=”Anxiety Definition”>Wikipedia.com</a>, it’s a a psychological and physiological state characterized by cognitive, somatic, emotional, and behavioral components. It’s also a symptom of defense mechanism so out of control that the individual loses her adaptive functioning mechanisms. Normally, when danger triggers a massive release of biogenic amines, the body is provided with sudden bursts of speed, strength, and courage. However, in anxiety, these outflows occur either at inappopriate times or an a nearly continuous basis. Excessive ammounts of norephinephrine, epinephrine and, occasionally, serotonin are carried to the central and peripheral nervous system.</p>
<p>There’re nearly 70 conditions that must be considered in differential diagnosis of anxiety. And there’re so many characteristic features of anxiety. But, here we only talk about 3 common features of anxiety. I hope, after you read this, you can take a good care yourself and your family of anxiety disorder. How? By knowing its characteristic features. </p>
<ol>
<li><strong>Panic Disorder</strong>. Panic disorder (PD) is one of the most characteristic features of anxiety, with symptoms of fearfulness or even terror, and a clinical picture dominated by dyspnoe, a choking sensation, and palpitations. Many presentations of apparent angina are due to primary anxiety. Cardiac disease may appear to be a panic state, or PD may present as apparent cardiac disease. It is possible for female patient to have both disorders : primary anxiety + cardiac disease.</li>
<li><strong>Irritable Bowel Syndrome</strong>. The relationship between irritable bowel syndrome and anxiety is not as dramatic as that with cardiac disease, but the prevalence is much higher. Some 70% to 90% of irritable bowel patients have clinical anxiety and/or depression. The bowel complaints are usually associated with palpitations or angina, as well as with anxiety or panic. It’s likely to be a hypochondriasis, a psychosomatic disorder, but IBS is worse.</li>
<li><strong>Premenstrual Syndrome</strong>. A cyclic form of anxiety may occur in women diagnosed as having premenstrual syndrome (PMS). Between midcycle and the onset of menses, the woman with PMS may experience feelings of anxiety, irritability, hyperphagia, hypersexuality, depression, or a combination of these. One proposed explanation of PMS is the endorphin-norephinephrine hypothesis; this refers to the reduced supply of endorphin after midcycle.</li>
</ol>
<p>As I mentioned above, there’re nearly 70 conditions that can trigger these features. Generally, they’re caused by drug intoxication, tumours, endocrine diseases, and vascular disease. For example, people with Diabetes Mellitus can show these characteristic features of anxiety.  So can hypertension disease, cardiac problem, and etc. </p>
<p>Do you know bulimia? Bulimia is a kind of irritable bowel syndrome which is caused by anxiety. Bulimia is also called as Bulimia Nervosa. Person who get this disorder find a difficulty in eating behaviour. </p>
<p>Don’t let one of your family suffer from this anxiety. Find the source of the problem, and relieve the pain. Don’t let one of you waste too much time just to keep silent and miscommunication each other, unless you want to have these terrible conditions. </p>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/3-common-characteristic-features-of-anxiety/&title=3+Common+Characteristic+Features+of+Anxiety&text=Anxiety+is+a+common+disorder+among+patients+that+presents+a+complex+diagnostic+dilemma.+Many+of+the+symptoms+ara+physical%2C+mimicking+gastroistenstinal+and+heart+problems.+From+Wikipedia.com%2C...&tags=anxiety%2C+disease%2C+features%2C+disorder%2C+syndrome%2C+bowel%2C+these%2C+cardiac" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>No related post.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/3-common-characteristic-features-of-anxiety/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 1)</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 17:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Focus]]></category>
		<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1301</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/HIVAIDS-Treatment.jpg" alt="HIVAIDS Treatment" title="HIVAIDS Treatment" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1319" /></a>Many question during this century has been being forwarded to health-workers, scientist, medical doctor, professor of medicine, about the cure of HIV/AIDS. Many of the questioners might be dying for HIV/AIDS. Then, through this digital searching technology, <strong>Careandhealed.com</strong> like to gather any possibilities among HIV/AIDS treatments. 


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 Treatments for HIV/AIDS (Part 2)'>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 2)</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;"><img class="alignleft size-full wp-image-1319" title="HIVAIDS Treatment" src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/HIVAIDS-Treatment.jpg" alt="HIVAIDS Treatment" width="277" height="245" />Many question during this century has been being forwarded to health-workers, scientist, medical doctor, professor of medicine, about the cure of HIV/AIDS. Many of the questioners might be dying for HIV/AIDS. Then, through this digital searching technology, <strong>Careandhealed.com</strong> like to gather any possibilities among HIV/AIDS treatments.</p>
<p>Below are 14 treatments for HIV/AIDS, but many of them are only a myth. Which one of them? Let&#8217;s find out.</p>
<p>1.	<strong>ARV</strong><br />
ARV is antiretroviral, because HIV is a retrovirus-type. As we know, it is not a the real cure, but it can keep the amount of HIV in the body at a low level. It will give many patients a very big hope, eventhough they wouldn’get cured, but at least it can reduce the chance of being quick-worse. This stops any weakening of the immune system and allows it to recover from any damage that HIV might have caused already. Combination of three or more anti-HIV drugs is sometimes referred to as Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART). Various of these combinations are explained well <strong><a title="Anti HIV Drug Combination" href="http://www.cptech.org/ip/health/aids/fdc" target="_blank">here</a>.</strong></p>
<p>WHO now advises doctors, at last known as a rule of treatment, to start HIV patients on drugs when their level of CD4 cells &#8211; a measure of the immune system &#8211; is about 350. In most Western countries, doctors start treating HIV patients when their CD4 count is about 500. If the level of CD4 cells is more than that, it’s considered not give this treatment yet. Why wait to start the treatment?</p>
<p>The US National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Director Anthony S. Fauci in a statement said that the public health community now has evidence from a randomized, controlled clinical trial — the gold standard — that starting ART (antiretroviral treatment) at CD4 cell counts between 200 and 350 in resource-limited settings yields better health outcomes than deferring treatment until CD4 cell counts drop below 200.</p>
<p>2.	<strong>Red Fruit from Papua</strong><br />
There’s a big issue that this fruit can be given as the treatment for HIV/AIDS. But, unfortunately it is not whole true. From the research’s result which done by Biochemisty Department, Indonesia University, the component that’s used as anti-HIV in red fruit didn’t give any effects to guinea pigs.</p>
<p>3.	<strong>Tokay Gekko</strong><br />
People call it as Gekko (Ind, Tokek). The enzyme that’s extracted from Gekko is known as anti-tumour. As anti-HIV, there’s no any research yet. This issue spread quickly among people and make the price of gekko higher than usual.</p>
<p>4.	<strong>Herbal</strong><br />
Quite recently clinical trials were carried out by the National Aids Council (NAC) on the effectiveness of Herbal Remedies on the cure of HIV/AIDS. The trial conformed to WHO guidelines and out of the 79 Herbs that were presented for research, only four qualified to be researched, namely Mayeyanin Formulation, Sondashi Formulation made by former Works and Supply Minister and Constitutional Lawyer Dr. Ludwig Sondashi, the Mailacin Formulation made by a School Teacher, and the Ngoma Formulation.</p>
<p>However, the Ngoma Formulation could not be analyzed because the owner/founder died before the research commenced. 26 people infected with HIV were enrolled in the study/trial, out of which 11 were on Mayeyanin Formula, 10 on Sondashi Formula and 5 on Mailacin Formula. The objectives of the research were aimed at determining whether the herbs were safe for human use and ascertain whether they could eliminate the virus from the human body as to amount to a cure.</p>
<p>The Herbalists claimed that their herbal remedies could completely cure HIV/AIDS within a period of 3 Months. Unfortunately, based on the findings, the report concluded that the herbal remedies/medicines that were under study did not cure HIV/AIDS. The research covered a six month period, from November 2005 to April 2006 (which was more than the three month period that herbalists claimed their remedies could cure HIV/AIDS on the test participants). The parameters used to access the effectiveness and toxicity of the herbs were the viral load, CD 4 count and observing any side effects. The report on safety stated that the herbal remedies tested were safe for human consumption because none of the 26 participants died and that no side effects were observed.</p>
<p>(continue to <a title="”14" href="http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2”"><strong>14 Treatment for HIV/AIDS (Part 2)</strong></a>)</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/&title=14+Treatments+for+HIV%2FAIDS+%28Part+1%29&text=Many+question+during+this+century+has+been+being+forwarded+to+health-workers%2C+scientist%2C+medical+doctor%2C+professor+of+medicine%2C+about+the+cure+of+HIV%2FAIDS.&tags=hiv+aids%2C+cure+hiv%2C+herbal+remedies%2C+treatment%2C+formulation%2C+remedies%2C+herbal%2C+research" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 Treatments for HIV/AIDS (Part 2)'>14 Treatments for HIV/AIDS (Part 2)</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/14-treatments-for-hivaids-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 17:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1283</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Rambu-rambu-memakai-lensa-kontak-300x225.jpg" alt="Rambu-rambu memakai lensa kontak" title="Rambu-rambu memakai lensa kontak" width="150" height="150" class="alignright size-medium wp-image-1321" /></a>Mungkin informasi ini terkesan basi bagi mereka yang telah lebih dulu menggunakan lensa kontak. Tapi, bagi Anda yang baru berminat menggunakan lensa kontak, apakah mau berpegangan hanya pada testimoni saja? Tentunya Anda ingin mengetahui secara objektif langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan menggunakan lensa kontak. Berikut ini adalah 7 rambu-rambu yang harus Anda ketahui. 


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<p><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Rambu-rambu-memakai-lensa-kontak-300x225.jpg" alt="Rambu-rambu memakai lensa kontak" title="Rambu-rambu memakai lensa kontak" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-1321" />Informasi berikut ini berguna bagi Anda yang baru berminat menggunakan lensa kontak. Bagi yang sudah menggunakan lensa kontak, ada baiknya untuk mengecek kembali, apakah langkah-langkah berikut ini sudah Anda lakukan atau belum. Tentunya Anda ingin mengetahui secara objektif langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan sebelum memutuskan menggunakan lensa kontak. Berikut ini adalah 7 rambu-rambu yang harus Anda ketahui : </p>
<ol>
<li>Sebelum Anda memutuskan menggunakan lensa kontak, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter mata. Biasanya optik juga memiliki informasi seputar dokter mana yang direkomendasikan. Pasien dengan riwayat alergi seperti asma direkomendasikan tidak menggunakan lensa kontak, kecuali terbukti secara empiris maupun historis bahwa bahan dari lensa kontak tidak mencetuskan alergi.</li>
<li>Jika terbiasa menggunakan lensa kontak saat tidur, maka sebaiknya pilihlah lensa yang memiliki daya hantar oksigen yang tinggi. Soalnya, dalam beberapa kasus, mata terinfeksi atau terkena pembengkakan korena karena menggunakan lensa kontak saat tidur. Mata yang terbuka saja bisa kekurangan oksigen, apalagi yang tertutup.</li>
<li>Pilihlah lensa kontak sesuai dengan kebutuhan. Jika memang penggunaan lensa kontak sebagai bagian dari <em>lifestyle</em>, maka sebaiknya carilah lensa kontak <em>dispossible</em> atau sekali pakai langsung buang. Bagi yang menggunakan lensa kontak secara terus menerus, pilihannya ada yang sekali sebulan sampai dengan sekali setahun. Tentu dengan harga yang bervariasi pula. Yang perlu diingat adalah lensa kontak ini ada masa pakainya. Berapapun masa pakainya, disarankan pengguna berhenti memakai lensa kontak sesuai dengan masa kadaluarsanya. Jangan karena masih dirasa nyaman, maka lensa dipakai terus. Jadi, harus disiplin dalam hal ini jika benar-benar ingin mata tetap sehat. Jangan karena alasan lebih hemat, maka mata Anda dikorbankan.</li>
<li>Jangan sepelekan keluhan ringan yang muncul saat menggunakan lensa kontak, misalnya rasa gatal, pandangan kabur, mata merah dan berair terus menerus, bengkak, dan sebagainya. Segeralah lepas lensa kontak Anda, teteskan cairan pembersih ke mata Anda, rendam lensa dalam larutan khususnya, dan konsultasikan keluhan Anda ke dokter mata.</li>
<li>Bagi pengguna soft lens, sebaiknya jangan malas menggunakan tetes mata agar mata tidak kering dan tidak gatal. Teteskanlah 2 tetes tiap 3-4 jam kiri dan kanan. Ingatlah, kemasan tetes mata yang sudah dibuka mesti habis dalam waktu 30 hari. Ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya kontaminasi dengan udara, walaupun kemasan tersebut memiliki tutup. Mungkin bagi pengguna lensa RGP tidak serepot ini, karena RGP sudah mengakomododasi kekurangan dari soft lens.</li>
<li>Bagi pengguna soft lens berwarna. Bagi mata sensitif, warna pada soft lens bisa menyebabkan iritasi. Secara umum, soft lens berwarna hanya bagus dipakai bagi mata normal untuk menunjang penampilan. Penggunanya harus mentaati kaidah-kaidah pemakaian lensa kontak dan memeriksakan mata secara berkala. Jika tak nyaman, soft lens harus segera dilepas.</li>
<li>Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter mata setiap enam bulan s/d setahun sekali. Ini untuk mengantisipasi perubahan kondisi mata Anda.</li>
</ol>
<p>Ada tambahan?
</p></div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/&title=7+RAMBU-RAMBU+MENGGUNAKAN+LENSA+KONTAK&text=+Informasi+berikut+ini+berguna+bagi+Anda+yang+baru+berminat+menggunakan+lensa+kontak.+Bagi+yang+sudah+menggunakan+lensa+kontak%2C+ada+baiknya+untuk+mengecek+kembali%2C+apakah+langkah-langkah+berikut+ini...&tags=lensa+kontak%2C+soft+lens%2C+menggunakan+lensa%2C+lensa%2C+kontak%2C+menggunakan%2C+dengan%2C+jangan%2C+tidak" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MEMILIH LENSA KONTAK</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 17:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1278</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Color_Contact_Lenses.jpg" alt="Memilh Lensa Kontak" title="Memilih Lensa Kontak" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1316" /></a>Secara garis besar, lensa kontak hadir dalam tiga jenis yaitu <em>hard lens, soft lens, dan rigid gas permeable lens (RGP)</em>. Lensa kontak yang baik umumnya dilengkapi dengan lapisan air mata yang bisa keluar saat mata membutuhkan. Lapisan air mata ini biasanya menempel erat di lensa kontak. Saat mata bergerak, lapisan air mata ini ikut bergerak melumasi mata, sehingga resiko iritasi dan mata kering bisa dihindari seoptimal mungkin. 


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<a class="highslide" onclick="return hs.expand(this)" href="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Color_Contact_Lenses.jpg"><br />
<img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Color_Contact_Lenses.jpg" alt="" width="150" height="150" title="Memilih Lensa Kontak" class="alignright"/></a>Secara garis besar, lensa kontak hadir dalam tiga jenis yaitu <em>hard lens, soft lens, dan rigid gas permeable lens (RGP)</em>. Lensa kontak yang baik umumnya dilengkapi dengan lapisan air mata yang bisa keluar saat mata membutuhkan. Lapisan air mata ini biasanya menempel erat di lensa kontak. Saat mata bergerak, lapisan air mata ini ikut bergerak melumasi mata, sehingga resiko iritasi dan mata kering bisa dihindari seoptimal mungkin. </p>
<p>Tahun 1946 problem utama dalam pembuatan lensa kontak adalah bahwa lensa kontak ini tidak bisa ditembus oksigen. Sehingga saat digunakan, maka cenderung dalam keadaan kekurangan oksigen. Dalam keadaan seperti, mata rawan terinfeksi kuman anaerob sehingga bisa muncul keratitis (radang kornea) yang bisa menyebabkan kebutaan, jika tidak segera diobati. </p>
<p>Dalam hal ini, RGP memang patut diacungi jempol. Tekhnologi RGP memungkinkan oksigen menembus lensa sehingga tidak khawatir permukaan mata akan kekurangan oksigen. Selain itu, lensa kontak ini juga bisa membantu pelumasan mata, sehingga membantu mata agar tidak iritasi. Kelebihan lensa RGP juga terletak pada diameternya yang lebih dibandingkan kornea. Alhasil, lensa ini memungkinkan lapisan air mata bekerja melumasi mata. Bahkan, lensa jenis ini juga memungkinkan terjadinya pertukaran air mata seperti mata yang tak menggunakan lensa. Menarik, bukan? Dengan cara seperti ini, oksigen yang dihantarkan ke kornea mata juga lebih banyak. </p>
<p>Bentuk lensa RGP yang kaku memungkinkan mengoreksi kelengkungan kornea mata seperti pada penderita silindris. Bagi penderita silindris, mungkin tidak bisa menggunakan soft lens karena terlalu lunak, sehingga RGP sangat cocok sebagai solusinya. Selain itu, lensa RGP tidak mudah bergeser meskipun kelengkungan mata tidak rata. Sayangnya, penggunaan lensa RGP ini belum populer karena orang-orang masih takut karena lensanya yang kaku. Tidak itu saja, saya kebetulan pernah menanyakan seputar RGP pada optik yang cukup terkenal, dan saya kaget bahwa mereka tidak pernah tahu lensa RGP, pun tidak pernah mendengarnya.  </p>
<p> RGP bukanlah Hard lens. Hard lens merupakan generasi pertama lensa kontak, bentuknya kaku, tapi dalam pembuatannya belum memperhitungkan pelumasan mata dan tidak mengakomodasi adanya perputaran oksigen untuk kornea mata yang tertutup lensa. Resiko mata kering dan iritasi sangat besar pada pengguna hard lens. Nah, setelah itu barulah muncul generasi soft lens, untuk mengakomodasi kebutuhan oksigen pada kornea. Bentuknya lebih tipis dan lebih fleksibel, tapi sayangnya daya hantar oksigennya pun masih kurang. Generasi ketiga adalah lensa rigid. Itulah RGP, tapi sayangnya belum begitu populer, namun cepat atau lambat tipe ini tentu akan mendapat tempat bagi pengguna lensa kontak. </p>
<p>Kebanyakan optik menjual soft lens. Jadi jangan heran jika para penderita silindris akhirnya menahan diri untuk menggunakan lensa kontak. Tentang kandungan air dalam lensa kontak, sebenarnya yang diharapkan itu adalah lapisan air mata yang bisa keluar apabila mata bergerak. Jika tidak memiliki tekhnologi ini, biasanya pengguna lensa kontak harus sedia dengan tetes mata (air mata buatan) untuk menjaga agar lensa tidak kering, kotor, dan gatal. </p>
<p>Lensa RGP dijual dengan harga yang lebih mahal dari soft lens. Jelas, karena keunggulannya yang lebih banyak, tentu harganya pun disesuaikan. Saya tidak bisa merekomendasikan tempat dimana menemukan lensa jenis ini, karena saya pribadi pun belum menemukannya. Jika Anda punya informasi seputar tempat menjual lensa RGP, silahkan mencantumkannya di komentar dengan format :</p>
<p>Nama optik :<br />
Alamat :<br />
Contact Person :<br />
Harga berkisar : </p>
<p>Mudah-mudahan bisa membantu mereka yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih dan semoga bermanfaat.</p>
</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/&title=MEMILIH+LENSA+KONTAK&text=++Secara+garis+besar%2C+lensa+kontak+hadir+dalam+tiga+jenis+yaitu+hard+lens%2C+soft+lens%2C+dan+rigid+gas+permeable+lens+%28RGP%29.&tags=lensa+rgp%2C+air+mata%2C+lensa+kontak%2C+soft+lens%2C+lensa%2C+tidak%2C+kontak%2C+dalam%2C+oksigen%2C+lebih%2C+kornea" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGENAL LENSA KONTAK</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 17:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1280</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Eye-with-Contact-Lens.jpg" alt="Eye with Contact Lens" title="Eye with Contact Lens" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1320" /></a>Pernahkah Anda melihat iklan lensa kontak Acuvue? Kandungan bahan lensa kontaknya mengandung air hingga 60% demi menjaga kelembaban mata. Lantas, apa manfaatnya buat mata? Bagi kita yang menonton pariwara tersebut, tentunya tidak ambil pusing dengan iklan yang sarat dengan nuansa sains dan tekhnologi ini. Tapi, di sini saya mencoba menggugah rasa ingin tahu Anda untuk mengetahui lebih jauh tentang lensa kontak ini.  


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL DAN MERAWAT MATA'>MENGENAL DAN MERAWAT MATA</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1320" title="Eye with Contact Lens" src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Eye-with-Contact-Lens.jpg" alt="Eye with Contact Lens" width="250" height="250" />Pernahkah Anda melihat iklan lensa kontak <strong><em>Acuvue</em></strong>? Kandungan bahan lensa kontaknya mengandung air hingga 60% demi menjaga kelembaban mata. Lantas, apa manfaatnya buat mata? Bagi kita yang menonton pariwara tersebut, tentunya tidak ambil pusing dengan iklan yang sarat dengan nuansa sains dan tekhnologi ini. Tapi, di sini saya mencoba menggugah rasa ingin tahu Anda untuk mengetahui lebih jauh tentang lensa kontak ini.</p>
<p>Pilihan alat bantu optik kini makin beragam. Tak hanya kacamata, lensa kontak pun makin disukai. Selain praktis, lensa kontak disukai lantaran tampilannya yang warna-warni, sehingga menambah karakter bagi penggunanya. Berbeda dengan kacamata yang diletakkan di depan mata, lensa kontrak menempel langsung ke kornea mata, bukan seluruh bagian mata. Karena ia menempel, maka disebut ‘contact’. Itulah makanya ia disebut sebagai <em>contact lens</em>.</p>
<p>Lazimnya orang yang menggunakan lensa kontak adalah orang-orang yang bekerja di tempat-tempat yang jarang terkena polusi udara seperti debu. Saat berkendaraan, pengguna lensa kontak sangat dianjurkan untuk menggunakan kacamata pelindung. Jangan biarkan lensa terkontak langsung dengan udara kotor, angin dan sebagainya karena akan dapat menyebabkan iritasi mulai dari ringan hingga berat.</p>
<p>Dalam perkembangannya, produsen lensa kontak terus berbenah diri. Tak skedar menghadirkan lensa dengan berbagai warna dan motif, lensa kontak juga bisa tampil sesuai dengan karakter pengguna. Dengan harga yang terjangkau, pengguna bahkan bisa berganti lensa setiap hari sesuai selera. Bahkan, tak sedikit produsen lensa kontak dengan semburan air. Saat mata bergerak, lensa kontak pun akan mengeluarkan air. Air ini bertujuan sebagai pelumas mata agar mata tak kering lantaran tertutup dengan lensa.</p>
<p>Di awal tahun 2000, kebetulan saya pernah berkonsultasi dengan seorang dokter mata perihal mengganti kacamata saya dengan lensa kontak. Ternyata dari segi medis, kebanyakan dokter mata tidak begitu menganjurkan penggunaan lensa kontak pada pasiennya, kecuali pada penderita myopia sekurang-kurangnya -5. Alasannya, penggunaan lensa kontak tidak hanya untuk korektif, melainkan terapeutik karena sifatnya yang bisa mengoreksi kelengkungan kornea. Terapeutik ini juga berguna bagi mereka yang menderita silindris, tentu saja dengan memilih bahan yang sesuai. Jika belum mencapai -5, maka dokter lebih menganjurkan menggunakan kacamata, dengan pertimbangan bahwa kacamata lebih aman dan jarang menyebabkan iritasi. Ya, kasus iritasi pada lensa mata memang bukan hal yang langka lagi. Sudah sangat sering ditemukan kasus iritasi mata. Mungkin karena lensa kotor, atau mata menjadi gatal karena kering, sehingga tanpa sengaja mengucek-ngucek mata yang sedang menggunakan lensa kontak. Akibatnya, mata pun menjadi cedera dan bisa menyebabkan lecet. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan. Jadi, mesti bagaimana?</p>
<p>Dua tahun terakhir ini perkembangan lensa kontak sungguh luar biasa. Di artikel selanjutnya tentang <a title="Memilih Lensa Kontak" href="http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak" target="_self"><strong>Memilih Lensa Kontak</strong></a> akan dijelaskan beberapa perkembangan mutakhir seputar lensa kontak ini. Sehingga indikasi penggunaan lensa kontak tidak hanya bagi mereka yang menderita myopia hingga -5 , melainkan juga bagi mereka dengan minus yang lebih ringan.</p>
<p>Bagi Anda yang berminat menggunakan lensa kontak, baik sebagai pengganti kacamata ataupun sebagai bagian dari lifestyle Anda, seyogyanya mengetahui cara memilih lensa kontak yang baik. Sedikit banyak kita bisa mempelajari sesuatu dari iklan <strong><em>Acuvue</em></strong>, tapi tentunya itu bukanlah satu-satunya indikator. Silahkan lanjutkan bacaan Anda.</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/&title=MENGENAL+LENSA+KONTAK&text=+Pernahkah+Anda+melihat+iklan+lensa+kontak+Acuvue%3F+Kandungan+bahan+lensa+kontaknya+mengandung+air+hingga+60%25+demi+menjaga+kelembaban+mata.+Lantas%2C+apa+manfaatnya+buat+mata%3F&tags=lensa+kontak%2C+lensa%2C+kontak%2C+dengan%2C+kacamata%2C+menggunakan%2C+karena%2C+tidak" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL DAN MERAWAT MATA'>MENGENAL DAN MERAWAT MATA</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS MERAWAT MATA ANDA</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 17:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eye]]></category>
		<category><![CDATA[Treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1273</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Beautiful-Eyes.jpg" alt="Beautiful Eyes" title="Beautiful Eyes" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1317" /></a>Mata sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas kita sehari-hari mestilah kita perhatikan cara merawatnya. Berikut ini adalah cara merawat mata, baik bagi mereka yang masih memiliki visus normal agar tetap sehat, maupun dengan gangguan visus agar tidak menjadi lebih parah. Apa sajakah itu? Silahkan temukan di artikel ini.


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL DAN MERAWAT MATA'>MENGENAL DAN MERAWAT MATA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<p><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Beautiful-Eyes.jpg" alt="Beautiful Eyes" title="Beautiful Eyes" width="228" height="257" class="alignleft size-full wp-image-1317" />Mata sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas kita sehari-hari mestilah kita perhatikan cara merawatnya. Berikut ini adalah cara merawat mata, baik bagi mereka yang masih memiliki visus normal agar tetap sehat, maupun dengan gangguan visus agar tidak menjadi lebih parah.</p>
<ol>
<li><strong>Saat membaca</strong>. Jangan membaca di tempat gelap, walaupun kita merasa bahwa melakukannya dalam keadaan terpaksa. Sedapat mungkin carilah cahaya yang lebih terang. Dalam keadaan gelap, mata akan berakomodasi sempurna, sehingga jika terlalu sering melakukan itu, maka berpotensi menjadi kerabunan.</li>
<li><strong>Saat menonton</strong>. Jangan menatap layar komputer atau televisi secara terus menerus. Sebaiknya, tiap dua jam sekali mata dibiarkan istirahat. Caranya cukup dengan memejamkan mata selama 5-10 menit.</li>
<li><strong>Memindahkan fokus pandangan pada benda-benda jauh</strong>. Cara ini dilakukan jika kita menatap benda dari jarak dekat, misalnya komputer, reparasi jam, televisi, membaca buku, dan sebagainya. Karena itu Anda bisa layangkan pandangan Anda keluar jendela, misalnya, agar memberi kesempatan lensa mata untuk berelaksasi. Bisa juga sambil berjalan ke teras, keluar ruangan, sambil menggerak-gerakkan anggota badan yang terasa kaku seperti leher dan pinggang.</li>
<li>Cara yang sering saya gunakan adalah <strong>memijat-mijat sekitar kening dan alis dari medial ke lateral</strong>. Lalu, memijat lembut bola mata dengan bagian tebal dari telapak tangan. Bagi mereka yang menggunakan lensa kontak, harus dilepaskan dulu sebelum melakukan cara ini. </li>
<li><strong>Menggunakan Eye Massager</strong>. Alat ini banyak ragamnya. Tujuannya lebih kurang sama yaitu untuk mengatasi kelelahan mata dengan cara memberikan pijatan ringan pada otot-otot di sekitar mata.</li>
<li><strong>Kompres mata</strong>. Alat ini juga mudah ditemukan di pasaran. Dengan memberikan efek dingin pada sekitar mata, maka akan memberikan efek rileks pada mata. Dan pada gilirannya, mata pun akan menjadi lebih sehat. Cara ini juga digunakan untuk menghilangkan kantung mata, akibat kurang tidur, mata terlalu lelah, dan sebagainya. Tapi ingat, jangan terlalu dingin.</li>
<li><strong>Kompres mata dengan irisan timun atau kentang selama 10 menit</strong> dengan frekuensi setiap hari, atau 3 kali seminggu, atau seminggu sekali. Berguna untuk mengatasi mata yang lelah dan mengurangi kantung hitam di mata.</li>
<li><strong>Hindari mengucek mata dengan tangan secara langsung</strong>. Gunakan tissue atau lebih baik menggunakan tetes mata yang steril. Sudah banyak obat tetes mata steril yang dijual. Biasanya optik-optik menjual tetes mata sebagai pengganti air mata buatan. Di apotik biasanya dijual tetes mata yang mengandung antibiotik dan beberapa mengandung kortikosteroid. Sebaiknya, cari langsung di optik.</li>
<li><strong>Lindungi mata dari paparan cahaya matahari secara langsung</strong>. Gunakan kacamata hitam. Paparan cahaya matahari akan mempercepat proses degeneratif sel-sel mata.</li>
<li><strong>Konsumsi buah dan sayuran</strong>. Kandungan mineral, vitamin pada buah merupakan nutrisi yang berguna untuk kecantikan mata, di samping juga bermanfaat untuk kulit dan kesehatan tubuh.<br />
Terutama, kandungan vitamin C pada buah atau sayur dapat membantu pembentukan kolagen yang menambah elastisitas mata.</li>
</ol>
<p>Merawat mata dalam segi kesehatan tidak jauh berbeda dengan merawat mata dalam segi kecantikan, karena bagaimanapun kecantikan itu bersumber dari kesehatan. Maka, mata yang cantik adalah mata yang sehat. Jadi rawatlah benar-benar mata Anda.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/&title=TIPS+MERAWAT+MATA+ANDA&text=+Mata+sebagai+bagian+yang+tidak+terpisahkan+dalam+aktivitas+kita+sehari-hari+mestilah+kita+perhatikan+cara+merawatnya.&tags=mata+yang%2C+dengan%2C+untuk%2C+lebih%2C+dalam" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL DAN MERAWAT MATA'>MENGENAL DAN MERAWAT MATA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/7-rambu-rambu-menggunakan-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK'>7 RAMBU-RAMBU MENGGUNAKAN LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGENAL DAN MERAWAT MATA</title>
		<link>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 17:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Eye]]></category>
		<category><![CDATA[Treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1270</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Anatomy-of-Eye.gif" alt="Anatomy of Eye" title="Anatomy of Eye" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1316" /></a>Mata merupakan organ yang sangat rentan karena berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Sebagai sarana pelindung mata, terdapat kelopak mata, bulu mata, dan air mata. Juga mata dilengkapi dengan tekanan bola mata yang optimal agar menjaga mata dari cedera yang parah. Berapakah tekanan bola mata kita? Tekanan bola mata yang normal berkisar antara 10-20 mmHg atau sekitar 0,8-1,6% tekanan sebuah ban motor Thunder. 


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<p><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2010/03/Anatomy-of-Eye.gif" alt="Anatomy of Eye" title="Anatomy of Eye" width="300" height="305" class="alignleft size-full wp-image-1316" />Mata, salah satu panca indera yang amat penting fungsinya bagi kita. Dengan mata, kita melihat, menonton, membaca, sehingga mampu mengerjakan segala sesuatu dengan lebih jelas dan akurat. Dengan mata juga kita bisa &#8216;menangkap&#8217; suatu bentuk kejadian dengan lebih jelas, merekamnya dalam ingatan, dan sewaktu-waktu bisa di-<em>recall</em> untuk mendapatkan informasi itu kembali. Namun, mata juga merupakan organ yang sangat rentan karena berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Sebagai sarana pelindung mata, terdapat kelopak mata, bulu mata, dan air mata. Juga mata dilengkapi dengan tekanan bola mata yang optimal agar menjaga mata dari cedera yang parah. Berapakah tekanan bola mata kita? Tekanan bola mata yang normal berkisar antara 10-20 mmHg atau sekitar 0,8-1,6% tekanan sebuah ban motor Thunder. </p>
<p>Begitu pentingnya peran mata, sehingga orang tentu akan rela melakukan apa saja demi menjaga indera yang satu ini, setidaknya tidak membiarkannya hingga buta. Seorang penderita katarak menjadi buta karena terjadi degenerasi lensa berkaitan dengan faktor usia. Sedangkan, penderita keluhan mata terbanyak adalah berupa keluhan refraksi, yaitu berkurangnya jarak pandang pada penderitanya. Jika jarak pandang memendek, disebut <em>myopia</em>. Jika jarak pandang menjauh, disebut <em>hypermetropia</em>. Jika menderita keduanya, disebut <em>presbiopia</em>. Untuk keadaan seperti ini, penderitanya rela menggunakan kacamata seumur hidup dan hal itu tentu kurang menyenangkan. </p>
<p>Penyebab tersering dari myopia menurut para ahli adalah <em><strong>meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk fokus melihat pada jarak yang dekat (disebut juga berakomodasi), membaca, dan duduk di depan layar komputer.</strong></em> Satu studi di Singapura menunjukkan bahwa menghabiskan lebih dari 20,5 jam per minggu untuk membaca dan menulis menunjukkan hubungan yang positif terhadap insidensi myopia. Jadi, sudah dapat ditebak penderita myopia kebanyakan pada kalangan pelajar (baik SMP, SMP, hingga mahasiswa), penulis dan pengarang buku, dan para eksekutif muda. Tapi, ini tidak berarti bahwa seringnya membaca akan membuat mata Anda menjadi minus. Penelitian di atas merupakan gambaran secara umum. Saya pribadi sudah sering menjumpai orang-orang tua yang masih mampu membaca tanpa alat bantu apapun. </p>
<p>Sedangkan pada hypermetropia merupakan kebalikan dari myopia, yaitu sedikit waktu yang dihabiskan untuk mata agar berakomodasi. Biasanya terjadi pada kalangan pengemudi, awak kapal, pekerja lapangan, dan sebagainya.  </p>
<p>Cara yang paling sederhana menjaga kesehatan mata adalah mengasup makanan yang banyak mengandung vitamin A. Yang paling jamak direkomendasikan adalah makan wortel, padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Meski vitamin A memang dibutuhkan oleh tubuh kita, namun tidak serta merta bisa mencegah kita terkena rabun jauh maupun rabun dekat. Vitamin A bukan segala-galanya untuk menjaga kesehatan mata. Masih ada vitamin lain lagi seperti C, E, B2 yang dibutuhkan untuk kesehatan mata.</p>
<p>Meski selama ini kebanyakan penderita rabun ini adalah penyakit turunan, namun penyebab terjadinya mata rabun dan silindris lebih utama disebabkan karena kebiasaan melihat yang salah. Misalnya, menonton televisi dalam jangka waktu berjam-jam tanpa mengistirahatkan mata sekalipun, membaca pada pencahayaan yang kurang terang (sebentar tapi frekuensi sering), dan sebagainya. Potensi menjadi rabun jauh atau dekat juga meningkat bila Anda juga terlalu lama berada di depan layar komputer. Tentang hal ini banyak kaitannya dengan astenophia yang pernah saya bahas dalam artikel <a href=http://careandhealed.com/2009/11/mata-bermasalah-karena-monitor title=”Mata Anda bermasalah? Mungkin kommputer Anda penyebabnya?”><strong>Mata Anda bermasalah? Mungkin komputer Anda penyebabnya.</strong></a></p>
<p>Ada juga keyakinan lain yang mengatakan bahwa penggunaan kacamata secara terus menerus bisa mengurangi minus. Juga keyakinan bahwa jika kacamata biasa pakai-lepas-pakai-lepas, maka minus mata akan menjadi parah. Padahal anggapan seperti ini tidak benar.  Alat bantu boleh saja dilepas saat tak diperlukan. Bagi penderita rabun jauh, sepanjang dia masih bisa melihat dengan jelas (sesuai dengan kemampuan jarak pandangnya), kacamata boleh saja ditanggalkan. Begitu juga, saat ia membaca, boleh tidak mengenakan kacamata. Namun, apabila dibutuhkan, ia harus menggunakan kacamatanya kembali karena jika mata dipaksa untuk berakomodasi, bukan tidak mungkin keluhannya akan bertambah parah. Bagaimana cara merawat mata? Silahkan lanjutkan bacaan Anda.</p>
</div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/&title=MENGENAL+DAN+MERAWAT+MATA&text=+Mata%2C+salah+satu+panca+indera+yang+amat+penting+fungsinya+bagi+kita.+Dengan+mata%2C+kita+melihat%2C+menonton%2C+membaca%2C+sehingga+mampu+mengerjakan+segala+sesuatu+dengan+lebih+jelas+dan+akurat.&tags=mata+juga%2C+dengan%2C+untuk%2C+membaca%2C+rabun%2C+tidak%2C+kacamata%2C+myopia%2C+penderita%2C+adalah%2C+jarak" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/tips-merawat-mata-anda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TIPS MERAWAT MATA ANDA'>TIPS MERAWAT MATA ANDA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MENGENAL LENSA KONTAK'>MENGENAL LENSA KONTAK</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2010/03/memilih-lensa-kontak/' rel='bookmark' title='Permanent Link: MEMILIH LENSA KONTAK'>MEMILIH LENSA KONTAK</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2010/03/mengenal-dan-merawat-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MANDI MALAM MENYEBABKAN REMATIK, FAKTA ATAU MITOS?</title>
		<link>http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik/</link>
		<comments>http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 16:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>care and healed</dc:creator>
				<category><![CDATA[Age-related Disease]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa_Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Rheumatism]]></category>
		<category><![CDATA[Treatment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://careandhealed.com/?p=1249</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik"><img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2009/12/Nyeri-Rematik1.jpg" alt="Nyeri Rematik" title="Nyeri Rematik" width="150" height="150" class="alignright size-full wp-image-1251" /></a>Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya, Anda bisa mengetahui bagaimana duduk perkaranya rematik ini. Jika belum, Anda bisa klik <a href="http://careandhealed.com/2009/12/bisakah-nyeri-rematik-pada-usia-lanjut-dicegah/" titile="Nyeri Rematik Pada Usia Lanjut" alt="Nyeri Rematik Pada Usia Lanjut">di sini</a>. Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat. Jika kita mau jujur, asam urat itu tidak terdapat pada air mandi. Lagipula, dengan menyiramkan air ke tubuh pada malam hari, Anda tidak akan mendapat apapun, kecuali basah dan dingin. Apakah kedua hal ini memicu rematik suatu hari nanti? Baca di sini yuk. 


Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2009/12/bisakah-nyeri-rematik-pada-usia-lanjut-dicegah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?'>BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2009/12/5-tipe-orang-lanjut-usia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 5 TIPE ORANG LANJUT USIA'>5 TIPE ORANG LANJUT USIA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2009/10/14-tip-merawat-penderita-kepikunan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN'>14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="padding:1.2em;background-color:#HEX_HERE;line-height:1.4;">
<img src="http://careandhealed.com/wp-content/uploads/2009/12/Nyeri-Rematik1.jpg" alt="Nyeri Rematik" title="Nyeri Rematik" width="240" height="193" class="alignright size-full wp-image-1251" /><em>“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” </em>Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang telah lebih dahulu mengalaminya. Mereka pun membandingkan mana yang sering mandi malam dan mana yang tidak. Kesimpulan saat ini adalah mereka yang suka mandi malam akan lebih cepat terkena rematik ketimbang yang tidak.</p>
<p>Beberapa keluhan seputar rematik ini memang selalu dikait-kaitkan dengan kebiasaan seseorang yang kebetulan ‘suka’ mandi malam. Lewat artikel singkat ini, kita akan coba mencari tahu kebenaran tentang fakta-fakta ini. Mudah-mudahan sedikit banyak mampu menambah wawasan kita. Soal sepele tidak lagi sepele jika sudah merebut keyakinan seseorang. Bagaimana Anda bisa disembuhkan jika Anda sendiri tidak peduli dengan kesehatan Anda? Jika mandi malam ternyata menyebabkan rematik, apakah Anda masih nekad melakukannya?</p>
<p>Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya, Anda bisa mengetahui bagaimana duduk perkaranya rematik ini. Jika belum, Anda bisa klik <strong><a href="http://careandhealed.com/2009/12/bisakah-nyeri-rematik-pada-usia-lanjut-dicegah/" titile="Nyeri Rematik Pada Usia Lanjut" alt="Nyeri Rematik Pada Usia Lanjut">di sini</a></strong>. Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat. Jika kita mau jujur, asam urat itu tidak terdapat pada air mandi. Lagipula, dengan menyiramkan air ke tubuh pada malam hari, Anda tidak akan mendapat apapun, kecuali basah dan dingin. Apakah kedua hal ini memicu rematik suatu hari nanti? </p>
<p>Kebanyakan dari mereka yang berusia lanjut (disebut juga lansia) mengalami rematik. Perbedaannya adalah pada waktu, ada yang cepat, ada yang lama. Tapi, tidak dipungkiri masing-masing kita akan mengalami hal tersebut. Faktor asupan makanan memegang peranan penting munculnya keluhan sendi. Hampir semua produk makanan, kecuali buah-buahan, beresiko meningkatkan level asam urat dalam darah.  </p>
<p>Mandi malam tidak menyebabkan nyeri rematik, tapi mandi malam jelas memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam. Kalaupun memang ingin mandi, utamakan dengan air hangat. Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi, dan ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Bagi mereka yang belum mengalami nyeri rematik, sebaiknya mulailah menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum. Kita tentu sulit menghindari kandungan purin dalam makanan, padahal semua produk makanan yang mengandung protein sudah pasti mengandung purin. Jika kita kurang mengkonsumsi protein, maka tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih banyak terdapat asam urat dalam darah kita. Saat usia muda, hal itu tidak terlalu mengganggu. Tapi, saat usia tua, hal itu tentu sangat mengganggu.</p>
<p>Mandi malam dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan <em>stress</em>. Ia akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tubuh tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya (<em>vasokonstriksi</em>) untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Untuk mencukupi kebutuhan kalori, maka dibutuhkan asupan kalori lebih banyak dengan cara menimbulkan rasa lapar dan lapar. Untuk mencukupi kebutuhan oksigen, orang tersebut akan bernafas lebih cepat. Makanan dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, cenderung menumpuk hasil metabolit berupa oksidan dalam tubuhnya. Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala seperti layaknya orang yang sudah tua. Gejala yang paling umum adalah nyeri sendi.  Tapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab karena harus memperhatikan apa pekerjaan, kebiasaan lainnya, penyakit lain, faktor keturunan, kondisi psikologis, faktor eksternal (polusi, makanan, radiasi, tingkat kelembaban), dan sebagainya. </p>
<p>Ada beberapa langkah yang mungkin kita bisa aplikasikan sehari-hari. </p>
<ol>
<li>Hindari mandi malam. Kalaupun memang harus mandi di malam hari, utamakan dengan air hangat. Prinsipnya hindari kondisi kedinginan. Kalau tubuh Anda mampu melawan rasa dingin (karena ada latihan sebelumnya), mungkin dapat dikecualikan. Pada dasarnya mandi dengan air dingin tidak dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berusia muda, karena air dingin cocok untuk mengusir rasa malas.</li>
<li>Utamakan makan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan antioksidan. Ini akan membantu mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara memasak terlebih dahulu, atau dalam bentuk jus (<em>juice</em>).</li>
<li>Konsumsi Vitamin C 1000 mg per hari. Lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Vitamin E 600-800 mg per hari.</li>
<li>Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, utamakan sumber dari padi-padian, gandum, ubi, jagung, dan sagu. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa mengkonsumsi telur dan susu.</li>
<li>Untuk mengontrol asupan makanan, sangat dianjurkan untuk berpuasa. </li>
<li>Memperbanyak minum. Hasil metabolisme purin berupa asam urat akan disekresikan melalui urin.</li>
<li>Hindari minuman-minuman bersoda. Minuman bersoda akan meningkatkan pelepasan calcium dari tulang. Pada gilirannya akan memperberat kerja ginjal dan membuat tulang rapuh.</li>
</ol>
<p>Ingat, kesehatan itu mahal harganya. Semoga bermanfaat dan tetap hidup sehat. </p></div>
<br/><a href="http://www.socialmarker.com/?link=http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik/&title=MANDI+MALAM+MENYEBABKAN+REMATIK%2C+FAKTA+ATAU+MITOS%3F&text=+%26%238220%3BHey%2C+jangan+suka+mandi+malam-malam.+Nanti+kena+rematik%2C+lho.%26%238221%3B+Begitulah+pesan+yang+sering+disampaikan+oleh+orang-orang+tua+terdahulu.&tags=mandi+malam%2C+mereka+yang%2C+nyeri+rematik%2C+mandi%2C+malam%2C+rematik%2C+tidak%2C+dengan%2C+makanan%2C+untuk" target="_blank"><img src= "http://www.socialmarker.com/bookmark.gif" border="0" /></a><noscript><a href="http://www.socialmarker.com" >Social Bookmarking</a></noscript>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://careandhealed.com/2009/12/bisakah-nyeri-rematik-pada-usia-lanjut-dicegah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?'>BISAKAH NYERI REMATIK PADA USIA LANJUT DICEGAH?</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2009/12/5-tipe-orang-lanjut-usia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 5 TIPE ORANG LANJUT USIA'>5 TIPE ORANG LANJUT USIA</a></li><li><a href='http://careandhealed.com/2009/10/14-tip-merawat-penderita-kepikunan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN'>14 TIP MERAWAT PENDERITA KEPIKUNAN</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
