<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Kampus</title>
	<atom:link href="https://blogs.itb.ac.id/bayu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu</link>
	<description>Just another note of Bayu H</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Aug 2016 11:26:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.7.3</generator>
	<item>
		<title>Kenapa Pokemon Go banyak diminati di Indonesia?</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/kenapa-pokemon-go-banyak-diminati-di-indonesia/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/kenapa-pokemon-go-banyak-diminati-di-indonesia/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2016 13:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#8220;Pokemon Go is strangely working in one Asian country: Indonesia&#8221; demikian headline di CNET.  Pengamatan sekilas dari media sosial memang pengguna game online ini berkembang pesat. Yang menarik, kenapa game ini cepat populer di Indonesia dibandingkan dengan negara asalnya? Perkiraan: jumlah penduduk yg besar, konsumen 1% pemain Indonesia akan beda dg 1% Jepang jumlah <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/kenapa-pokemon-go-banyak-diminati-di-indonesia/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.pokemongo.com/static/assets/images/pokemon_go_logo.png" alt="" width="357" height="217" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pokemon Go is strangely working in one Asian country: Indonesia&#8221; demikian headline di <a title="CNET" href="http://www.cnet.com/news/pokemon-go-is-strangely-working-in-one-unannounced-country-indonesia/" target="_blank">CNET</a>.  Pengamatan sekilas dari media sosial memang pengguna game online ini berkembang pesat. Yang menarik, kenapa game ini cepat populer di Indonesia dibandingkan dengan negara asalnya?</p>
<p>Perkiraan:</p>
<ul>
<li>jumlah penduduk yg besar, konsumen 1% pemain Indonesia akan beda dg 1% Jepang</li>
<li>jumlah usia muda di Indonesia yg melek Internet lagi booming</li>
<li>suasana libur lebaran juga libur sekolah ikut membuat game ini tersebar dg cepat</li>
<li>Jumlah pengguna mobile di indo termasuk besar</li>
</ul>
<p>Hal ini secara positif juga dapat dilihat bahwa, coverage Internet Indonesia sudah makin luas, walaupun kecepatan masih diharapkan bisa lebih tinggi lagi, provider internet tentunya akan terus berlomba mendapatkan pelanggan yang makin banyak, dengan penawaran biaya internet yang lebih murah</p>
<p>Tetapi satu hal yang masih kita perlu prihatin, masyarakat kita masih lebih banyak yang berfungsi sebagai pengguna (konsumen) internet, dan bukan sebagai produser. Semoga, suatu ketika makin banyak produsen yang memanfaatkan internet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2016%2F07%2F17%2Fkenapa-pokemon-go-banyak-diminati-di-indonesia%2F&amp;title=Kenapa%20Pokemon%20Go%20banyak%20diminati%20di%20Indonesia%3F" id="wpa2a_2"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/kenapa-pokemon-go-banyak-diminati-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pokemon Go berbahaya terhadap negara?</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/pokemon-go-berbahaya-terhadap-negara/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/pokemon-go-berbahaya-terhadap-negara/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2016 12:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[rant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[Di medsos lagi rame berita pokemon go yang katanya membahaykan negara dengan alasan pemilik pokemon go dapat melakukan pemetaan lokasi-lokasi strategis yang berpotensi mengancam keamanan negara. Bahwa memang game ini berpotensi spt yang disebutkan, tapi sebenarnya jika ingin mengkawatirkan hal itu, lebih berbahaya dengan yang sudah dimiliki Google yang setiap saat dapat merekam setiap data <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/pokemon-go-berbahaya-terhadap-negara/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di medsos lagi rame berita pokemon go yang katanya membahaykan negara dengan alasan pemilik pokemon go dapat melakukan pemetaan lokasi-lokasi strategis yang berpotensi mengancam keamanan negara.</p>
<p>Bahwa memang game ini berpotensi spt yang disebutkan, tapi sebenarnya jika ingin mengkawatirkan hal itu, lebih berbahaya dengan yang sudah dimiliki Google yang setiap saat dapat merekam setiap data kita, mulai dari lokasi seperti halnya permainan pokemon go, hingga ke hobby atau kebiasaan kita, dan banyak hal lain.</p>
<p>Juga kalau mau mengkawatirkan game itu, lebih mengkawatirkan lagi game-game yang sebenarnya harusnya dimainkan anak diatas usia 13 tahun, misalnya game yang ada duel berantem atau tembak-tembakan, atau bahkan game yang balapan. Pengaruh game semacam itu tentunya sangat berbahaya untuk perkembangan psikologis si anak, dan game-game semacam ini yang perlu lebih dikawatirkan karena anak-anak ini khan pemegang masa depan negara kita.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2016%2F07%2F17%2Fpokemon-go-berbahaya-terhadap-negara%2F&amp;title=Pokemon%20Go%20berbahaya%20terhadap%20negara%3F" id="wpa2a_4"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/pokemon-go-berbahaya-terhadap-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ITB  tidak membuat mahasiswa jadi pintar&#8230;</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/itb-tidak-membuat-mahasiswa-jadi-pintar/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/itb-tidak-membuat-mahasiswa-jadi-pintar/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2016 03:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[ITB]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pernyataan lengkap teman saya: &#8220;ITB  tidak membuat mahasiswa jadi pintar&#8230;karena mahasiswa yang masuk sudah pintar-pintar&#8221;. Setelah saya pikir, pernyataan itu mungkin benar dari satu sudut pandang. ITB beruntung mendapat mahasiswa yang pintar, sehingga para dosen tidak kesulitan mengajar mahasiswanya. Dosen sedikit bicara, mahasiswa yang sudah pintar akan dengan cepat mencari solusi mandiri. Konsekuensinya, yang beruntung <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/itb-tidak-membuat-mahasiswa-jadi-pintar/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://rinaldimunir.files.wordpress.com/2015/08/spanduk-2015.jpg" alt="" width="368" height="276" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan lengkap teman saya: &#8220;ITB  tidak membuat mahasiswa jadi pintar&#8230;karena mahasiswa yang masuk sudah pintar-pintar&#8221;. Setelah saya pikir, pernyataan itu mungkin benar dari satu sudut pandang.</p>
<p>ITB beruntung mendapat mahasiswa yang pintar, sehingga para dosen tidak kesulitan mengajar mahasiswanya. Dosen sedikit bicara, mahasiswa yang sudah pintar akan dengan cepat mencari solusi mandiri.</p>
<p>Konsekuensinya, yang beruntung adalah para dosennya. Si dosen punya waktu lebih banyak melakukan eksplorasi pengembangan materi pendidikan maupun penelitian. Hal-hal ini yang banyak belum terjadi di banyak universitas lain (khususnya pendidikan di swasta, yang orientasinya masih &#8216;lebih banyak porsi bisnis daripada porsi pendidikan&#8217;).</p>
<p>Selain itu, kabar bahwa ITB banyak menerima mahasiswa pintar, juga membantu kepercayaan masyarakat untuk mendidik mahasiswanya ke ITB. Padahal sekali lagi mereka sudah pintar khan. Dan memang sangat disayangkan kalau anaknya pintar, tetapi masuk ke lembaga pendidikan yang lingkungannya tidak banyak mahasiswa pintarnya (dengan asumsi di ITB banyak mahasiswa pintarnya)</p>
<p>Konsekuensi lain, dengan adanya waktu ekstra tadi, para dosen bisa membantu ITB memperbaiki kurikulum dengan lebih baik, mampu mengikuti standard internasional yang sudah lebih universal diberlakukan.</p>
<p>Jadi kemungkinan memang ITB minimal mampu membuat mahasiswa pintar bisa mendapat keuntungan tambahan dibandingkan dengan universitas yang kurang banyak mahasiswa pintarnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2016%2F07%2F17%2Fitb-tidak-membuat-mahasiswa-jadi-pintar%2F&amp;title=ITB%20%20tidak%20membuat%20mahasiswa%20jadi%20pintar%E2%80%A6" id="wpa2a_6"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2016/07/17/itb-tidak-membuat-mahasiswa-jadi-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PhD Scholarship Offer in Computer Science</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/09/19/phd-scholarship-offer-in-computer-science/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/09/19/phd-scholarship-offer-in-computer-science/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 23:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Scholarship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Temen saya minta bantu menyebarkan kesempatan ini (mungkin ada yang berminat). &#160; Subject: Call for funded PhD positions at KRDB Centre, Free Univ. Bolzano, Italy &#8211; Deadline Oct. 14, 2011 &#160; &#160; =============================================================== CALL FOR PhD POSITIONS &#8211; DEADLINE October 14, 2011 Fully funded PhD positions at the KRDB Research Centre for Knowledge and <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/09/19/phd-scholarship-offer-in-computer-science/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/09/scholarship.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-177" src="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/09/scholarship-300x239.jpg" alt="" width="180" height="143" srcset="https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/09/scholarship-300x239.jpg 300w, https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/09/scholarship.jpg 400w" sizes="(max-width: 180px) 100vw, 180px" /></a>Temen saya minta bantu menyebarkan kesempatan ini (mungkin ada yang berminat).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Subject: Call for funded PhD positions at KRDB Centre, Free Univ. Bolzano, Italy &#8211; Deadline Oct. 14, 2011</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
===============================================================<br />
CALL FOR PhD POSITIONS &#8211; DEADLINE October 14, 2011</p>
<p>Fully funded PhD positions at the<br />
KRDB Research Centre for Knowledge and Data<br />
&lt;<a href="http://www.inf.unibz.it/krdb/" target="_blank">http://www.inf.unibz.it/krdb/</a>&gt;<br />
Faculty of Computer Science<br />
Free University of Bozen-Bolzano, Italy<br />
===============================================================</p>
<p>The Faculty of Computer Science of the Free University of<br />
Bozen-Bolzano (FUB), Italy, offers an opening for 10 positions<br />
for its 3-year PhD program.  8 of the positions are fully<br />
funded by a PhD studentship.</p>
<p>*** 3 of the PhD positions with studentship are offered by the<br />
KRDB Research Centre for Knowledge and Data. ***</p>
<p>The application deadline is Oct. 14, 2011 (arrival date of documents,<br />
electronic application is not possible).</p>
<p>For information about the PhD program, the studentship, and the<br />
application, please visit<br />
&lt;<a href="http://www.unibz.it/en/public/research/phd/prospectivePhdstudents.html" target="_blank">http://www.unibz.it/en/public/research/phd/prospectivePhdstudents.html</a>&gt;.<br />
To download the call, click on &#8220;Public Competition Announcement 2011&#8221;.</p>
<p>A PhD studentship amounts to 51,000 Euro over the three years of<br />
the PhD.  Substantial extra funding is available for participation<br />
in international conferences, schools, and workshops.</p>
<p>The faculty of Computer Science and its PhD program are entirely<br />
based on the English language.</p>
<p>RESEARCH TOPICS</p>
<p>The KRDB Research Centre &lt;<a href="http://www.inf.unibz.it/krdb/" target="_blank">http://www.inf.unibz.it/krdb/</a>&gt; invites<br />
applicants to get in touch with the research group as soon as<br />
possible (see CONTACT PERSON below), in order to have a better<br />
understanding of the possible research activities in which the<br />
applicants may be involved.</p>
<p>Relevant research topics in the centre are the following:</p>
<ul>
<li>Logics for Knowledge Representation</li>
<li>Intelligent Access to Databases</li>
<li>Temporal Aspects in Data and Knowledge</li>
<li>Advanced Database Technologies</li>
<li>Interoperation, Verification and Composition of Services and Business Processes</li>
</ul>
<p>The topics require good knowledge of Logic, Foundations of<br />
Databases, some knowledge of Artificial Intelligence, and of<br />
Knowledge Representation.</p>
<p>Other research topics are listed in the personal web pages of the<br />
members of the KRDB Research Centre, see<br />
&lt;<a href="http://www.inf.unibz.it/krdb/staff.php" target="_blank">http://www.inf.unibz.it/krdb/staff.php</a>&gt;.</p>
<p>EUROPEAN PhD PROGRAM IN COMPUTATIONAL LOGIC (EPCL)</p>
<p>The Free University of Bozen-Bolzano participates through the KRDB<br />
Research Centre to the European PhD Program in Computational Logic<br />
(EPCL) &lt;<a href="http://www.epcl-study.eu/" target="_blank">http://www.epcl-study.eu/</a>&gt;</p>
<p>Students that are admitted for a PhD position at the KRDB Research<br />
Centre may apply to join EPCL.  The admission to EPCL is decided by a<br />
Joint Commission consisting of representatives of the EPCL partner<br />
universities.</p>
<p>CONTACT PERSON</p>
<p>To get in contact with the KRDB Research Centre, send an email to<br />
prof. Diego Calvanese  &lt;<a href="mailto:calvanese@inf.unibz.it">calvanese@inf.unibz.it</a>&gt;.<br />
_______________________________________________</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F09%2F19%2Fphd-scholarship-offer-in-computer-science%2F&amp;title=PhD%20Scholarship%20Offer%20in%20Computer%20Science" id="wpa2a_8"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/09/19/phd-scholarship-offer-in-computer-science/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keliru Gara-gara Nama</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/07/16/keliru-gara-gara-nama/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/07/16/keliru-gara-gara-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 12:29:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Misc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saya tersenyum-senyum sendiri membaca email dari salah satu anggota milis yang memanggil sebutan Pak kepada seseorang yang seharusnya dipanggil Bu. Kebetulan milis ini anggotanya belum tentu saling kenal, sehingga salah sapa sering terjadi. Biasanya karena namanya tidak jelas menunjukkan jenis kelaminnya. Beberapa nama seperti Fitri, ternyata bukan hanya dimiliki oleh kaum wanita. Ada <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/07/16/keliru-gara-gara-nama/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://cdn.bidhuan.com/img/2015/08/meme-nama1.png" alt="" width="241" height="158" /></p>
<p>Pagi ini saya tersenyum-senyum sendiri membaca email dari salah satu anggota milis yang memanggil sebutan Pak kepada seseorang yang seharusnya dipanggil Bu. Kebetulan milis ini anggotanya belum tentu saling kenal, sehingga salah sapa sering terjadi. Biasanya karena namanya tidak jelas menunjukkan jenis kelaminnya.</p>
<p>Beberapa nama seperti Fitri, ternyata bukan hanya dimiliki oleh kaum wanita. Ada banyak pria yang memiliki nama Fitri, tapi biasanya disambung dengan nama kedua yang bisa menunjukkan jenis kelaminnya. Misalnya Fitri Hardi, hampir bisa dipastikan kalau pemiliknya adalah pria. Walau mungkin saja ada yang menggunakan nama kedua berdasarkan nama suaminya. Atau nama seperti Andi buat orang Jawa umumnya adalah nama pria, tapi di Sulawesi nama itu juga digunakan untuk wanita, misalnya nama artis terkenal yang sudah meninggal, Andi Meriem Matalatta.</p>
<p>Banyak juga orangtua yang memberikan nama anaknya cuma satu nama. Hal ini menjadi masalah kalau si anak di sekolahkan ke negara Barat. Di sana, nama kedua adalah nama keluarga yang biasanya di ambil dari nama orang tuanya.</p>
<p>Seorang teman yang ditugaskan belajar ke luar negeri, diharuskan mencantumkan nama keluarganya di formulir pendaftaran onlinenya. Sistemnya akan kacau kalau tidak ada nama keluarga. Tidak hanya itu, nama pertama juga harus dicantumkan. Teman saya akhirnya memasukkan nama pertama sama dengan nama kedua. Yang agak lucu,  karena sudah komputerisasi, sistem komputer universitas secara otomatis memberikan nama pertama dan kedua untuk email, akhirnya teman saya punya punya email: ariadi.ariadi@apasaja.edu. Semoga saja nama di ijasahnya tidak dobel, karena bisa jadi masalah kalau ia kembali ke Indonesia.</p>
<p>Solusi lain ada teman yang hanya mencantumkan nama orangtuanya, walaupun di sertifikat lahirnya tidak ada nama kedua. Semoga saja tidak jadi masalah di kemudian hari.</p>
<p>Walaupun sudah ada nama pertama dan kedua, tapi sistem penamaan kita juga bisa membingungkan buat orang barat. Seorang teman lain yang juga ditugaskan belajar di luar negeri,  memiliki anak bernama Mohamad Ali. Suatu ketika teman saya di minta menghadap guru sekolah anaknya.  Sempat terpana dia ketika dipanggil Mr. Ali, oleh guru itu. Padahal nama teman saya ini tidak ada &#8220;Ali&#8221; nya. Rupanya sang guru berasumsi kalau Ali adalah nama keluarga si anak dan tentunya adalah nama keluarga dari bapaknya.</p>
<p>Temen bule sayapun terheran-heran ketika tahu nama belakang adik-adik saya bervariasi. Dia bingung bagaimana cara cara mengidentifikasi bahwa adik-adik saya adalah memang keluarga saya&#8230;memang beda sistem beda cara..</p>
<p>Pemberian nama ternyata juga tidak bisa sembarangan. Suatu ketika saya memberikan tutorial kepada murid2. Dan seperti biasa di awal kuliah, adalah acara perkenalan. Ada seseorang yang di daftar hadir tertulis Slamet M. (bukan nama sebenarnya). Saya tanya apa itu M? Karena daftar nama itu tidak ada yang disingkat. Dia menolak menjawab, teman-temannyapun hanya senyum-senyum saja. Ketika kuliah selesai, dia dateng ke saya, dan dengan malu-malu menyebutkan namanya. Ternyata M nya adalah &#8220;Mu*lihat&#8221;. Mungkin orang tuanya tidak berniat memberi nama jelek, tapi konotasi dari nama itu membuat dirinya malu di hadapan teman-teman.</p>
<p>Jadi &#8220;What&#8217;s in a Name&#8221; nya Shakespeare gak berlaku kayaknya..</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F07%2F16%2Fkeliru-gara-gara-nama%2F&amp;title=Keliru%20Gara-gara%20Nama" id="wpa2a_10"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/07/16/keliru-gara-gara-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metodologi dan Metode</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/22/metodologi-dan-metode/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/22/metodologi-dan-metode/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 05:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering menemukan kedua kata ini digunakan pada situasi yang tidak tepat. Kedua kata ini berasal dari bahasa inggris. Metodologi di ambil dari methodology dan metode berasal dari method. Methodology di definisikan sebagai &#8220;a set of system or methods, principles and rules of regulating a given discipline&#8221; (dictionary.com). Sedangkan method artinya: &#8220;a procedure, technique, or <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/22/metodologi-dan-metode/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering menemukan kedua kata ini digunakan pada situasi yang tidak tepat. Kedua kata ini berasal dari bahasa inggris. Metodologi di ambil dari methodology dan metode berasal dari method.</p>
<p><em>Methodology</em> di definisikan sebagai &#8220;<em>a set of system or methods, principles and rules of regulating a given discipline</em>&#8221; (dictionary.com). Sedangkan <em>method</em> artinya: &#8220;<em>a procedure, technique, or way of doing somethings, especially in accordance with a definite plan</em>&#8221; (dictionary.com).</p>
<p>Jadi metodologi bisa berisi metode, prinsip atau aturan. Metode lebih ke prosedur, atau teknik untuk melakukan sesuatu. Metodologi ruang lingkupnya lebih luas, sedangkan metode lebih berupa langkah demi langkah untuk menyelesaikan sesuatu.</p>
<p>Suatu metodologi yang lengkap akan berisi sekumpulan metode yang perlu digunakan untuk berbagai situasi, atau prinsip yang harus digunakan bila terjadi suatu masalah ataupun sekumpulan aturan yang harus di ikuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F06%2F22%2Fmetodologi-dan-metode%2F&amp;title=Metodologi%20dan%20Metode" id="wpa2a_12"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/22/metodologi-dan-metode/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sertifikasi keahlian perlu atau tidak?</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/17/sertifikasi-keahlian-perlu-atau-tidak/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/17/sertifikasi-keahlian-perlu-atau-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 04:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Di bidang komputer, sekarang ini sudah banyak badan atau lembaga yang menawarkan sertifikasi. Misalnya saja sertifikasi dari Cisco, Microsoft ataupun IBM. Atau lebih banyak lagi dapat di lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Professional_certification_(computer_technology) Tapi apakah sertifikasi itu perlu ? Hasil cari-cari di Internet saya menemukan jawaban yang berbeda-beda. Banyak yang pro dan tentu saja ada yang kontra. Yang setuju <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/17/sertifikasi-keahlian-perlu-atau-tidak/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.cloudsasolutions.com/blog/wp-content/uploads/2016/04/Ciscocertification-cloudsasolutions.jpg" alt="" /></p>
<p>Di bidang komputer, sekarang ini sudah banyak badan atau lembaga yang menawarkan sertifikasi. Misalnya saja sertifikasi dari Cisco, Microsoft ataupun IBM. Atau lebih banyak lagi dapat di lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Professional_certification_(computer_technology)</p>
<p><strong>Tapi apakah sertifikasi itu perlu ?</strong></p>
<p>Hasil cari-cari di Internet saya menemukan jawaban yang berbeda-beda. Banyak yang pro dan tentu saja ada yang kontra.</p>
<p>Yang setuju mengungkapkan kalau memiliki sertifikasi akan memudahkan kita mencari pekerjaan. Dan tentunya akan menguntungkan juga jika pekerjaannya bersifat konsultansi atau yang berbasis proyek atau kontrak. Sertifikasi akan membuat kita terlihat lebih daripada yang tidak mempunyai sertifikasi.</p>
<p>Seorang interviewer juga menyetujui pendapat itu.  Seseorang yang memiliki sertifikasi akan terlihat berbeda dari yang lain.</p>
<p>Di perusahaan besar,  sertifikasi akan memberikan nilai tambah, tapi perusahaan kecil umumnya lebih mengandalkan kepada kemampuan atau keahlian kita.</p>
<p>Yang tidak setuju nampaknya datang dari yang umumnya sudah bekerja.</p>
<p>Mereka menyatakan kalau materi yang diberikan tidak terlalu berguna buat pekerjaannya. Walau ada juga yang merasakan keuntungannya karena ada materi baru yang sebelumnya dia tidak tahu. Tapi ada juga yang mengatakan kalau materi untuk mendapatkan sertifikasi tidak terlalu berguna, akan lebih berguna jika kita mengalami permasalahannya secara langsung.</p>
<p>Salah satu masalah dengan sertifikasi adalah waktu atau lama berlakunya. Banyak sertifikasi yang cepat usang karena perkembangan ilmu dan teknologi yang berkembang lebih cepat. Bahkan ada yang menyatakan bahwa lulusan perguruan tinggi akan lebih dihargai daripada seseorang yang hanya memiliki sertifikasi dari industri.</p>
<p>Jadi kira-kira bisa disimpulkan kalau sertifikasi akan ada gunanya, hanya saja konteksnya harus diperhatikan. Kalau sertifikasi digunakan untuk mencari pekerjaan maka akan menjadi hal yang berguna. Tapi kalau sertifikasi digunakan hanya untuk menambah pengetahuan, maka gunanya tidak terlalu banyak karena pengalaman kerja akan lebih menentukan hasilnya.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F06%2F17%2Fsertifikasi-keahlian-perlu-atau-tidak%2F&amp;title=Sertifikasi%20keahlian%20perlu%20atau%20tidak%3F" id="wpa2a_14"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/06/17/sertifikasi-keahlian-perlu-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google dan Scholarship</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/20/google-dan-scholarship/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/20/google-dan-scholarship/#respond</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 23:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Ketika mendengar pertama kali mendengar istilah &#8220;scholarship&#8221;, saya selalu mengasosiasikan dengan &#8220;beasiswa&#8221;. Memang tidak salah, tapi kemudian saya sering membaca kalimat seperti di bawah ini: A professor uses new technology to bring his scholarship to the public. Tentu saja artinya terdengar aneh kalau di asosiasikan dengan  beasiswa. Dari dictionary.com, scholarship didefinisikan menjadi: learning; knowledge acquired <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/20/google-dan-scholarship/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mendengar pertama kali mendengar istilah &#8220;scholarship&#8221;, saya selalu mengasosiasikan dengan &#8220;beasiswa&#8221;. Memang tidak salah, tapi kemudian saya sering membaca kalimat seperti di bawah ini:</p>
<blockquote><p>A professor uses new technology to bring his scholarship to the public.</p></blockquote>
<p>Tentu saja artinya terdengar aneh kalau di asosiasikan dengan  beasiswa.</p>
<p>Dari dictionary.com, scholarship didefinisikan menjadi:</p>
<div>
<ul>
<li><em>learning; knowledge acquired by study; the academic attainments of a scholar.</em></li>
<li><em>a sum of money or other aid granted to a student, because of merit, need, etc., to pursue his or her studies.</em></li>
<li><em>the position or status of such a student.</em></li>
<li><em>a foundation to provide financial assistance to students.</em></li>
</ul>
</div>
<div>Ternyata memang salah asosiasi saya sebelumnya.</div>
<div>Scholarship memiliki kata dasar scholar yang artinya bisa:</div>
<div>
<ul>
<li>murid</li>
<li>murid yang menerima beasiswa</li>
<li>orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang suatu objek.</li>
</ul>
</div>
<div>Yang menarik, google scholar diterjemahkan menjadi google cendekia.</div>
<div>Ini aslinya:</div>
<div><a href="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-scholar.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-141" src="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-scholar.jpg" alt="" width="339" height="154" srcset="https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-scholar.jpg 565w, https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-scholar-300x135.jpg 300w" sizes="(max-width: 339px) 100vw, 339px" /></a></div>
<div>Dan ini terjemahannya dari scholar.google.co.id</div>
<div><a href="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-cendekia.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-142" src="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-cendekia.jpg" alt="" width="333" height="143" srcset="https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-cendekia.jpg 555w, https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/google-cendekia-300x129.jpg 300w" sizes="(max-width: 333px) 100vw, 333px" /></a></div>
<div>Scholar diterjemahkan menjadi cendekia. Saya pikir ada benarnya, tapi kalau di artikan menjadi &#8216;akademik&#8217; juga tidak salah.</div>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F03%2F20%2Fgoogle-dan-scholarship%2F&amp;title=Google%20dan%20Scholarship" id="wpa2a_16"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/20/google-dan-scholarship/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wikipedia bergunakah untuk akademik?</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/19/wikipedia-bergunakah-untuk-akademik/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/19/wikipedia-bergunakah-untuk-akademik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 13:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kaum akademik sekarang yang memanfaatkan Wikipedia untuk belajar, maupun melakukan penelitian. Walaupun demikian Wikipedia masih banyak yang mempertanyakan valid tidak nya penggunaan media ensiklopedia online ini. Casper Grathwohl menulis tentang hal itu di http://issuu.com/oxfordjournals/docs/illuminea_january2011. Disebutkan bahwa sebuah penelitian yang melibatkan 2500 mahasiswa dari berbagai universitas ternyata menggunakan Wikipedia sebagai riset awal, yang pada akhirnya tetap <a href='https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/19/wikipedia-bergunakah-untuk-akademik/' class='excerpt-more'>[ -- baca selanjutnya --]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/wikipedia.jpg"><img class="size-full wp-image-153 aligncenter" src="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/wikipedia.jpg" alt="" width="235" height="220" srcset="https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/wikipedia.jpg 392w, https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/wikipedia-300x280.jpg 300w" sizes="(max-width: 235px) 100vw, 235px" /></a></p>
<p>Banyak kaum akademik sekarang yang memanfaatkan Wikipedia untuk belajar, maupun melakukan penelitian. Walaupun demikian Wikipedia masih banyak yang mempertanyakan valid tidak nya penggunaan media ensiklopedia online ini.</p>
<p>Casper Grathwohl menulis tentang hal itu di <a href="http://issuu.com/oxfordjournals/docs/illuminea_january2011">http://issuu.com/oxfordjournals/docs/illuminea_january2011</a>.</p>
<p>Disebutkan bahwa sebuah penelitian yang melibatkan 2500 mahasiswa dari berbagai universitas ternyata menggunakan Wikipedia sebagai riset awal, yang pada akhirnya tetap mereka menggunakan tulisan yang sudah di peer-review.</p>
<p>Penulis sendiri juga menggunakan wikipedia untuk mendapatkan definisi dan keterangan lebih lanjut tentang suatu topik. Tetapi jika sudah harus membuat tulisan ilmiah, penulis tetap menggunakan bahan dari tulisan yang sumbernya sudah jelas seperti journal atau prosiding. Karena kelemahan dari wikipedia adalah adanya kemungkinan suatu tulisan di rubah isinya.</p>
<p>Bagaimana dengan anda?</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F03%2F19%2Fwikipedia-bergunakah-untuk-akademik%2F&amp;title=Wikipedia%20bergunakah%20untuk%20akademik%3F" id="wpa2a_18"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/19/wikipedia-bergunakah-untuk-akademik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahan Disertasi Gratis</title>
		<link>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/18/bahan-disertasi-gratis/</link>
		<comments>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/18/bahan-disertasi-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 02:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bayu]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.itb.ac.id/bayu/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja nemu site yang secara gratis memperbolehkan mendownload thesis dan disertasi. Silahkan klik disini: http://amicus.collectionscanada.gc.ca/ Disebutkan kalau mereka menyediakan 50ribu item yang tersedia online dari berbagai disiplin ilmu. Silakan browse.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/freedisertasi-copy.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-156" src="http://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/freedisertasi-copy.jpg" alt="" width="250" height="218" srcset="https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/freedisertasi-copy.jpg 417w, https://blogs.itb.ac.id/bayu/files/2011/03/freedisertasi-copy-300x261.jpg 300w" sizes="(max-width: 250px) 100vw, 250px" /></a>Baru saja nemu site yang secara gratis memperbolehkan mendownload thesis dan disertasi.</p>
<p>Silahkan klik disini: <a href="http://amicus.collectionscanada.gc.ca/s4-bin/Main/AdvSearch?coll=18&amp;amp;l=0&amp;amp;v=1">http://amicus.collectionscanada.gc.ca/</a></p>
<p>Disebutkan kalau mereka menyediakan 50ribu item yang tersedia online dari berbagai disiplin ilmu.</p>
<p>Silakan browse.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=https%3A%2F%2Fblogs.itb.ac.id%2Fbayu%2F2011%2F03%2F18%2Fbahan-disertasi-gratis%2F&amp;title=Bahan%20Disertasi%20Gratis" id="wpa2a_20"><img src="https://blogs.itb.ac.id/bayu/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://blogs.itb.ac.id/bayu/2011/03/18/bahan-disertasi-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
