<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 13:42:29 +0000</lastBuildDate><category>facebook</category><category>Python</category><category>Inspirasi Muslim</category><category>Ide</category><category>sekolah</category><category>Talk</category><category>Opini</category><category>Inspirasi</category><category>mencatat</category><category>ilmuwan</category><category>enzim</category><category>Pendidikan</category><category>renungan</category><category>Resensi</category><category>cinta</category><category>info</category><category>inspiratif</category><category>open source</category><category>blog</category><category>perubahan</category><category>Programming</category><category>Ebook</category><category>digital life</category><category>online</category><category>sehat</category><category>legenda</category><category>Life</category><category>buku</category><category>Indonesia</category><category>menulis</category><category>waktu</category><category>seni</category><category>E-Narcims</category><category>mindmap</category><category>otodidak</category><category>film</category><category>islami</category><category>komik</category><category>onenote</category><category>e-narcism</category><title>Jurnal Anas</title><description>Think Big, Bigger Than That</description><link>http://blog.jurnalanas.web.id/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/catkus" /><feedburner:info uri="catkus" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><feedburner:emailServiceId>catkus</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-3060146227338806254</guid><pubDate>Tue, 15 Nov 2011 00:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.417-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Life</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Some Thoughts</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Do The Hard Thing&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wrKrG0ZP-3E/TsG7Lvi20JI/AAAAAAAAArs/6f1cEqmo0rA/s1600/photographer.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-wrKrG0ZP-3E/TsG7Lvi20JI/AAAAAAAAArs/6f1cEqmo0rA/s320/photographer.jpg" width="204" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;practice makes perfect&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sewaktu gue baru aja lulus dari SMA, gue banyak cari nasehat tentang apa yang seharusnya gue lakukan di masa kuliah, apa yang seharusnya seorang &lt;i&gt;computer science major&lt;/i&gt;&amp;nbsp;bisa kerjakan, capai, dan apa yang sebaiknya gue hindari. Gue cari di hacker news, quora, artikel-artikel yang penulisnya menurut gue cukup kredibel untuk dijadikan teladan seorang computer scientist. Gue bukan psikolog dan gue nggak tau bagaimana membuat orang selalu melihat gue tampak menarik, gue hanya mencoba untuk mecari tahu goal-goal apa yang bisa gue coba gapai.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari mulai bikin &lt;i&gt;mobile apps&lt;/i&gt;, belajar matematika diskrit, baca beberapa buku Donald Knuth, Buat target nulis 10.000 kode dalam empat tahun, kontribusi di aplikasi-aplikasi open source, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada salah satu artikel, yang membuat gue tertegun yaitu tulisannya Paul Graham, tentang betapa indahnya bisa membangun startup, membuat sesuatu yang bermanfaat dan berguna untuk orang lain. Dalam konteks ini, tentu saja hal-hal seperti software atau semacamnya. Tapi filosofinya lebih dari itu, kita bisa bahagia ketika kita bisa membuat diri kita kagum. Kita nggak akan benar-benar puas kalau hanya melihat hasil usaha kita yang biasa-biasa aja. Tapi bila kita bekerja keras untuk mencapai sesuatu, yang memang sulit diraih, dan sangat berharga bila bisa tercapai.. kita akan merasakan rasa kebahagiaan tersendiri. Kepuasan unik, sama seperti kelegaan seorang penemu yang selama 3 minggu di lab dan akhirnya berhasil menciptakan sesuatu yang memukau. Untuk bahagia, salah satunya adalah dengan memilih pilihan yang lebih sulit, lebih susah, dan lebih banyak godaan untuk berhenti daripada melanjutkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i style="background-color: #ffd966;"&gt;If you have a hard time deciding whether to do one thing or the other, always choose the harder thing. That way, you rule out being lazy.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gue rasa, bisa menguasai suatu bidang tertentu adalah bagian dari kepribadian seseorang yang membuatnya unik. Untuk bisa terlihat beda, kita nggak bisa hanya mengikuti arus dan terus melakukan apapun yang orang lain bilang dan mengikuti mereka. Kita harus punya sesuatu yang kita andalkan. Menjadi master disuatu bidang? Itu memang agak naif, tapi itu pantas untuk diperjuangkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernah berpikir bagaimana ada orang-orang seperti Mozart, Einstein, Louis Pasteur, Al-Khawarizmi, Richard Feynman, Bill Gates, Steve Jobs bisa ada dan mencapai apa yang akan dunia ingat bahkan sampai ratusan tahun setelah mereka mungkin sudah tidak ada?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua orang penasaran, dan memang sudah banyak studi ilmiah yang udah dilakukan. Salah satunya adalah yang cukup populer sekarang, &lt;a href="http://www.gladwell.com/outliers/outliers_excerpt1.html"&gt;10.000 rule&lt;/a&gt;. Butuh 10.000 jam latihan untuk bisa jadi expert disuatu bidang. Itu berarti 3 jam sehari selama satu minggu dalam 10 tahun. Hasil penelitian ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970-an, tapi kemudian baru populer setelah Malcolm Gladwell menulis Outlier tahun 2008.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Latihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10.000 jam itu waktu yang nggak sedikit, dan pertama kali gue tahu tentang ini adalah berpikir.. Ini keren! Sekarang gue tahu apa yang seenggaknya harus gue lakukan untuk bisa menjadi "seseorang". Tapi ini masih belum jelas. Maksud gue, latihan itu bisa mudah bisa juga sulit. Apakah sama orang yang setiap hari latihannya hanya melakukan hal yang sama dibanding dengan hasil orang yang latihannya berat dan berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas latihannya? Beda. Ini yang membedakan latihan biasa dengan yang namanya "&lt;i style="text-align: justify;"&gt;deliberate practice&lt;/i&gt;."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau lu juga suka baca hacker news atau ngecek buku-buku best seller apa di amazon, pasti nggak asing dengan istilah ini. Karena topik "&lt;i&gt;deliberate pactice&lt;/i&gt;" ini cukup banyak dibicarakan dan memang sengat menarik. Hukum 10.000 jam itu belum cukup, belum cukup jelas. Untuk bisa menguasai sesuatu kita butuh 10.000 jam &lt;i&gt;deliberate practice&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Deliberate practice&lt;/i&gt; ini memang berat, tapi kita nggak perlu melakukannya sepanjang hari. Cukup beberapa jam sehari asalkan konsisten (dan buat gue ini juga masih susah juga).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Geoff Colvin, seorang editor &lt;i&gt;Fortune &lt;/i&gt;Magazine yang menulis buku tentang ide ini, melakukan survei dan meneliti litelatur-litelatur, dan mengembangkan definisi DP ini dalam enam karakteristik (yang gue tampilin dalam bahasa Inggris aja biar maknanya nggak berubah):&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;It’s designed to improve performance&lt;/b&gt;. “The essence of deliberate practice is continually stretching an individual just beyond his or her current abilities. That may sound obvious, but most of us don’t do it in the activities we think of as practice.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;It’s repeated a lot&lt;/b&gt;. “High repetition is the most important difference between deliberate practice of a task and performing the task for real, when it counts.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Feedback on results is continuously available&lt;/b&gt;. “You may think that your rehearsal of a job interview was flawless, but your opinion isn’t what counts.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;It’s highly demanding mentally&lt;/b&gt;. “Deliberate practice is above all an effort of focus and concentration. That is what makes it ‘deliberate,’ as distinct from the mindless playing of scales or hitting of tennis balls that most people engage in.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;It’s hard&lt;/b&gt;. “Doing things we know how to do well is enjoyable, and that’s exactly the opposite of what deliberate practice demands.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;It requires (good) goals&lt;/b&gt;. “The best performers set goals that are not about the outcome but rather about the process of reaching the outcome.”&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengetahui tentang konsep 10.000 jam dan &lt;i&gt;deliberate practice&lt;/i&gt; ini memang cukup menarik, tapi nggak ada gunanya kalau kita cuman mengetahui hal semacam ini hanya untuk kesenangan emosional. Kita harus bisa konsisten melakukan latihan, setiap hari, nggak perlu terlalu lama. Satu jam sehari, asal konsisten.. udah cukup bagus. Itu salah satu nasehat paling &lt;i&gt;nancleb &lt;/i&gt;lainnya buat gue. Gue dapet nasihat ini saat mulai belajar Python, di buku &lt;i&gt;&lt;a href="http://learnpythonthehardway.org/"&gt;Learn Python The Hard Way&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; karya Zed Shaw. Ini kutipannya yang gue ambil dari bab pendahuluan buku ini (gue nggak yakin apakah mengutip 5 paragraf masih dibilang "mengutip", tapi karena tulisan di blog ini sifatnya &lt;i&gt;open content&lt;/i&gt;*, semoga nggak ada masalah deh) &amp;nbsp;:&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"While you are studying programming, I’m studying how to play guitar. I practice it every day for at least 2 hours a day. I play scales, chords, and arpeggios for an hour at least and then learn music theory, ear training, songs and anything&amp;nbsp;else I can. Some days I study guitar and music for 8 hours because I feel like it and it’s fun. To me repetitive practice&amp;nbsp;is natural and just how to learn something. I know that to get good at anything you have to practice every day, even if&amp;nbsp;I suck that day (which is often) or it’s difficult. Keep trying and eventually it’ll be easier and fun.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"As you study this book, and continue with programming, remember that anything worth doing is difficult at first.&amp;nbsp;Maybe you are the kind of person who is afraid of failure so you give up at the first sign of difficulty. Maybe you never&amp;nbsp;learned self-discipline so you can’t do anything that’s “boring”. Maybe you were told that you are “gifted” so you&amp;nbsp;never attempt anything that might make you seem stupid or not a prodigy. Maybe you are competitive and unfairly&amp;nbsp;compare yourself to someone like me who’s been programming for 20+ years.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"Whatever your reason for wanting to quit, keep at it. Force yourself. If you run into an Extra Credit you can’t do, or&amp;nbsp;a lesson you just do not understand, then skip it and come back to it later. Just keep going because with programming&amp;nbsp;there’s this very odd thing that happens.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"At first, you will not understand anything. It’ll be weird, just like with learning any human language. You will struggle&amp;nbsp;with words, and not know what symbols are what, and it’ll all be very confusing. Then one day BANG your brain will&amp;nbsp;snap and you will suddenly “get it”. If you keep doing the exercises and keep trying to understand them, you will get&amp;nbsp;it. You might not be a master coder, but you will at least understand how programming works.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"If you give up, you won’t ever reach this point. You will hit the first confusing thing (which is everything at first) and&amp;nbsp;then stop. If you keep trying, keep typing it in, trying to understand it and reading about it, you will eventually get it.&amp;nbsp;But, if you go through this whole book, and you still do not understand how to code, at least you gave it a shot. You&amp;nbsp;can say you tried your best and a little more and it didn’t work out, but at least you tried. You can be proud of that."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nasehat ini semakin jadi tantangan setiap gue keingat salah satu saran yang gue dapet dari diskusi di hacker news. Salah satu nasehat sederhana untuk para mahasiswa yang masuk jurusan Computer Science :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: center;"&gt;
"Don't suck at programming, logic, or math, and you'll do just fine. "&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalau mau mencapai sesuatu atau menghasilkan sesuatu, nggak ada cara lain selain melatihnya. Bukan cuman asal latihan, tapi "&lt;i&gt;Deliberate Practice&lt;/i&gt;", dan itu harus disiplin. Kalau nggak, ketahuilah.. di luar sana pasti ada yang sudah jauh melampaui kita. Jalan seperti ini memang panjang dan sulit, tapi jalan yang terlalu cepat juga berbahaya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Everybody wants to be a rock star and win the lottery. Nobody ever does, and the ones that do end up destroying their life. Realize slow success is a million times better than overnight success&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tentang Kegagalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manusia tidak dapat hidup tanpa mempercayai sesuatu yang bersifat gaib. Kepercayaan itulah yang dijadikannya dasar pengambilan apa yang tidak diketahuinya serta yang tidak mampu dikuasainya. Sebagai seorang muslim, Al-Quran adalah bagian dari jalan hidup gue, dan ada banyak hal bernilai disetiap ayatnya yang berharga buat kehidupan manusia. Gue mau share satu ayat, di QS An-Nahl. Gue nemu ayat ini nggak sengaja, dan tertarik untuk membaca bagian dari tafsirnya. Bunyinya :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shalih: 'Sembahlah Allah.' Tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang berseteru. Dia berkata: 'Hai kaumku mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan? Mestinya kamu memohon ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.' Mereka berkata: 'Kami telah medapat kesialan disebabkan olehmu dan orang-orang yang besertamu. Dia berkata: 'Nasibmu ada pada sisi Allah, tetapi kamu adalah kaum yang diuji" (QS. An-Nahl: 45)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disini gue hanya membahas jawaban Nabi Shalih as. Tentang komentar kaum Tsamud dan kesialan yang mereka bilang. Firman-Nya: &lt;i&gt;tetapi kamu adalah kaum yang diuji&lt;/i&gt;, dapat juga dipahami dalam arti kamu wahai yang menduga kami merupakan sebab kesialan adalah kaum yang diuji dan diperdaya oleh setan dengan jalan menancapkan dalam hati kamu keyakinan tentang hal itu atau tentang adanya apa yang dinamai sial yang disebabkan oleh orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jawaban Nabi Shalih as. Diatas menandakan bahwa Allah swt. tidak menjadikan kebaikan nasib atau keburukannya berdasar kegiatan orang lain, tetapi semata-mata adalah keterlibatan yang bersangkutan dalam setiap aktivitas. Tidak ada istilah hari baik atau sial, orang mujur atau celaka. Yang ada, adalah usaha sukses sebagai hasil doa dan kegiatan serta kesempurnaan perencanaan, atau usaha gagal karena ketiadaan perkenaan Allah akibat kurangnya persiapan atau tidak sempurnanya persyaratan sukses.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi, mulai sekarang, kalau rencana nggak nggak berhasil mulus atau kita terjatuh karena satu hal, itu bukan karena gua bodoh dan nggak berbakat. Itu karena memang gue melakukan kesalahan. Gue harus cari cara lain.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tentang Keluar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa yang lu pikirkan ketika melihat temen lu memutuskan untuk berhenti disalah satu ekstrakurikulernya dan mencoba hal yang lain. Sebagian akan berpikir bahwa ia memang lelah dan butuh waktu lebih banyak, tapi yang sebagian besar temannya pikirkan adalah bahwa dia menyerah. Dia lemah. Dia payah. Dia putus asa. Kalau dia kuat, dia nggak akan keluar dari kegiatan itu, dia akan mencoba &lt;i style="text-align: justify;"&gt;me-manage &lt;/i&gt;waktu dengan lebih baik, dan melakukannya dengan dengan lebih efisien. Pemenang nggak pernah berhenti, dan orang yang berhenti nggak pernah menang. Benar?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut gue opini seacam ini nggak selalu benar. Mengatakan "tidak" pada suatu hal, atau keluar dari suatu kegiatan tidak selalu berarti dia sedang menyerah. Kalau semua pemenang nggak pernah keluar atau berhenti, mengapa banyak &lt;i&gt;&amp;nbsp;great performers&lt;/i&gt; yang keluar baik dalam proyek kecil maupun besar. Michaelanglo dan Leonardo Da Vinci sering berhenti pada beberapa proyek mereka, ini dilihat dari banyaknya pekerjaan mereka yang belum diselesaikan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau &lt;i&gt;businessmen &lt;/i&gt;seperti &lt;i&gt;billionaire &lt;/i&gt;Richard Branson, yang sering juga memulai dengan banyak project dan berakhirnya dengan berhenti disebagian besarnya (&lt;i&gt;ada yang tertarik membeli &amp;nbsp;Virgin Megastores?&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau Michael Jordan, yang keluar dari bermain basket beralih ke baseball, lalu keluar lagi dari baseball dan balik lagi maen basket.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada dua jenis alasan ketika orang memutuskan untuk keluar : alasan payah dan alasan logis. Alasan payah adalah dia keluar karena dia menyerah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ada alasan logis, yaitu karena dia ingin melakukan sesuatu yang baru. Alasan "keluar" jenis ini sepertinya lebih cocok disebut "beradaptasi." Dia keluar karena memang direncanakan, dan itu bagian dari strategi. Dia keluar bukan karena dia pasrah, dia keluar karena itu bagian dari pilihan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi, jangan terlalu konservatif melihat orang yang memutuskan untuk berhenti pada satu hal, khususnya untuk pelajar dan mahasiswa, adalah kegiatan ekstra entah organisasi atau ekstrakurikuler. Semua orang berhak memilih, organisasi atau klub bukan bajak laut, jadi jangan buat pertemanan kandas karena hal-hal seperti ini.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;*Open Content: Tulisan yang boleh disebarluaskan kembali, fan dimodifikasi asal sumbernya dilampirkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-3060146227338806254?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/4ZzoG_MHdcU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/4ZzoG_MHdcU/some-thoughts.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-wrKrG0ZP-3E/TsG7Lvi20JI/AAAAAAAAArs/6f1cEqmo0rA/s72-c/photographer.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/11/some-thoughts.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6531579393404301180</guid><pubDate>Mon, 07 Nov 2011 13:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.473-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Life</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Do You Play Misery Poker or Quack?</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak gue SMP sampai sekarang, gue setidaknya tahu dua tipe orang di lingkungan sekolah yang cukup unik. Maksud gue, dua jenis orang ini unik dengan tetap mempunyai keunggulan masing-masing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Asumsikan kedua orang ini adalah si A dan si B. Kedua sama-sama punya kemampuan akademis yang bagus banget dan memang pintar, mereka terlihat keren di depan teman-temannya. Tapi, ada perbedaan khusus dari mereka berdua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfGFn4iWs71ZrF8uRhyDysMIR4fQJMagLEaCvczqJ1XWibdC253w" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTfGFn4iWs71ZrF8uRhyDysMIR4fQJMagLEaCvczqJ1XWibdC253w" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Si A, adalah orang yang terlihat biasa aja di luar atau malah terlihat terlalu banyak main. Besoknya ada ujian, si A masih sempet-sempetnya ngomongin strategi namatin game terbaru atau nyari film buat didownload. Saat di kelas, si A ini kadang keliatan nggak serius, cenderung main-main, nggak bikin catetan atau malah suka tidur saat guru/dosen lagi ngajar. Tapi sekalinya si A ngomong, omongannya berkualitas dan menggambarkan kalau dia udah paham isi bab yang bahkan baru akan dibahas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat melihat hasil ujian, orang-orang kaget karena si A mendapat nilai tertinggi, jauh diatas orang yang terlihat rajin di kelas. Orang akan menganggap dia memang punya kelebihan. Itu membuat teman-temannya kagum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, si B. Berbeda dengan A, anak tipe B ini terlihat selalu lihat jam tangan dan punya buku catatan yang selalu dia bawa. Ini mengartikan satu hal: dia sangat disiplin. Dia akan mengeliminasi kegiatan-kegiatan yang nggak perlu. Tapi ada satu hal yang lucu, kalau dia mendengar ada orang yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dari jam 12 malem sampai subuh, si B akan bilang, "Gue ngerjainnya dari jam 2 pagi dan selesai sebelum azan subuh.." yang menjadi perhatian adalah bukan hanya si B menyelesaikannya dengan lebih cepat, tapi juga mendapat nilai lebih tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tipe A kita namakan saja "&lt;i&gt;bebek&lt;/i&gt;", dia terlihat tenang di atas tapi sebenarnya kakinya bergerak amat gesit di bawah air. Beberapa orang akan membandingkannya dengan anak-anak tipe A dan seakan bilang, "&lt;i&gt;He never work! He always play pokemon and still do better than me on everything&lt;/i&gt;!"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sementara Tipe B kita namakan saja "&lt;i&gt;misery poker&lt;/i&gt;". Tipe B akan membuat teman-temannya berpikir kalau mereka kurang bekerja keras dibanding B, sangat jauh dibanding B, dan merasa tertinggal jauh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tipe A dan tipe B ini gue yakin punya persamaan lain: mereka memang pandai mengatur waktu dan memang disiplin. Orang melihat kedua orang ini jenius atau pintar dari "sono"-nya karena sebenernya.. mereka belum tahu sebenernya gimana cara mereka belajar atau ngatur waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena gue yakin hasil baik yang mereka dapatkan bukan karena mereka terlalu beruntung dengan sangat sering atau terlalu cerdas dibanding yang lain, tapi karena memang sesuatu yang logis. Semua orang bekerja keras. kita kadang nggak tau aja kalau mereka sedang melakukan itu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6531579393404301180?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/z4uA_86pzqI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/z4uA_86pzqI/do-you-play-misery-poker-or-quack.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/11/do-you-play-misery-poker-or-quack.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-8847240447288503039</guid><pubDate>Mon, 31 Oct 2011 16:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.539-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Life</category><title>College Chronicles #part 1</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ff7VQ9DPu2k/Tq7KDB2kuuI/AAAAAAAAArk/k7t0WmXdFkU/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ff7VQ9DPu2k/Tq7KDB2kuuI/AAAAAAAAArk/k7t0WmXdFkU/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
Sewaktu masih SMA, gue tahu kalau kuliah itu bakal beda. Tapi
gue nggak tau seperti apa rasanya sampai gue jadi mahasiswa beneran. Buat banyak
orang, terutama &lt;i&gt;freshman&lt;/i&gt;, gue yakin
mereka bakal kebayang hal-hal asyik yang bisa mereka lakukan kalau udah kuliah,
dan begitu juga gue. Nggak ada yang melarang lu untuk pulang malem, kalau lu
punya kegiatan atau mau jalan-jalan ke suatu tempat lu bisa lebih bebas karena
24 jam nyaris lu yang ngontrol, ada banyak orang yang bisa lu jadikan teman,
ngajak dosen favorit lu buat ngobrol dan makan siang bareng, perpustakaan yang
lebih besar dan lebih nyaman, sepeda gratis, dan bahkan toilet yang banyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Oke, bagian toilet mungkin nggak terlalu keren, tapi ada
beberapa hal unik yang gue pikir tentang kuliah sejauh ini..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Rutinitas Kuliah&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sekarang, gue tahu satu hal tentang masa SMA gue : banyak
melakukan kesalahan. Beneran, gue makin menyadari banyak potensi dan kesempatan
yang gue respon dengan biasa aja, dan.. ternyata gue belajar dengan cara yang
salah juga. Nyesel? Sedikit, tapi bagian terbaiknya adalah gue punya semangat
baru sekarang, gue punya cara baru, dan.. gue punya goal baru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Gue bangun tidur biasanya sekitar 30 menit sebelum azan
subuh, tapi karena mandi dan pakai baju dan beresin tepat tidur dan solat
tahajjud butuh waktu sekitar 30 menit maka aktivitas beneran gue dimulai
setelah solat subuh. Apa yang gue lakukan setelah itu? Sarapan, dan beli
minuman kalau nggak &lt;i&gt;Nu Green tea&lt;/i&gt; biasanya
&lt;i&gt;Nescafe&lt;/i&gt; kotak. Itu cukup mebuat menjadi
gue lebih hiperaktif untuk 12 jam kedepan. Setelah itu, gue cari tempat yang
nyaman, nggak terlalu rame, dan bebas dari segala macam distraksi dan nyelesein
to-done-list yang udah gue tulis sebelum tidur. Ini penting karena gue mungkin
ekstrovert, gue senang bekerja sendiri untuk melakukan hal-hal yang butuh
konsentrasi, dan gue bisa lebih produktif di tempat yang nyaman dan terisolasi
seperti di perpustakaan masjid, di koridor gedung yang menghadap ke pohon-pohon
atau perpustakaan pusat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Setelah itu, aktivitas gue nyaris benar-benar padet sampai
jam 8 atau 9 malem. Karena di atas jam segitu gue punya aturan : istirahat! Artinya,
tugas-tugas dan belajar bahan kuliah selesai sebelum gue makan malem. Itu singkatnya,
menyenangkan? Memang ga semua hari-hari gue seperti itu, dan ada juga “hard day”
yang memang gue rencanakan sampai bahkan tidur jam 1 pagi. Tapi &lt;i&gt;template&lt;/i&gt;-nya sih begitu. Menurut gue ini
menantang dan menyenangkan. Gue selesaikan tugas-tugas dan belajar gue sebelum
makan malem dan gue bisa ngelakuin aktivitas lain yang gue suka seperti baca
buku atau ngoprek project-project &lt;i&gt;open
source &lt;/i&gt;orang, nonton film, maen ping pong atau ngobrol-ngorol sama tetangga
kamar gue dengan tenang. Ini yang gue usahain : Work hard, play hard.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bedanya Perpustakaan dengan Asrama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Ada perbadaan penting yang gue rasa harus semua orang tahu,
antara asrama dan perpustakaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Asrama dibuat untuk
meminimalkan produktifitas lu, dan perpustakaan dibuat untuk memaksimalkan
produktifitas lu&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Itu menurut gue, tapi gue rasa ini benar adanya. Di asrama
setiap saat ada orang yang masuk dan keluar, ada suara anak-anak nyanyi sambil
mandi, suara teriakan nonton bola atau main game, dan selalu ada orang yang
ngajak lu ngobrol atau lu sendiri yang tertarik dengerin obrolan orang. Kalau tempat
ini adalah tempat gue malakukan aktivitas-aktivitas serius, buat gue sulit
untuk bisa bertahan. Waktu yang gue gunakan bisa banyak, tapi &lt;i&gt;intensity of focus&lt;/i&gt;-nya minimal. Orang-orang
yang bisa bertahan dan menyelesaikan semua kerjaan seriusnya ditempat ini, dia
orang sakti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sementara itu, perpustakaan didesain memang untuk membuat lu
nyaman dan produktif. Semua orang yang ada disana hampir melakukan hal yang
sama : kalau nggak belajar ya baca buku. Dengan suasana seperti ini gue rasa
setidaknya ada dua manfaat : lu bisa lebih fokus dan lu nggak merasa antisosial
karena disekitar lu juga ada banyak orang. Bedanya dengan asrama, mereka
melakukan hal yang se-fase dengan yang lu lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Gue bukannya menjauh dari kehidupan sosial di asrama. Gue bisa
bilang, asrama itu tempat paling mudah dan paling potensial untuk ngerasain
hidup bersosialisasi, tapi nggak sebelumgue menyelesaikan pekerjaan gue dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Secret Project&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Menjalani tugas sebagai mahasiswa memang selalu ada hal
baru. Topik kuliah baru dan bertumpuk tugas-tugas baru. Tapi gue rasa ada yang
masih kurang kalau kita nggak punya project sendiri. Project rahasia pribadi,
yang kalau kita udah tujukin hasilnya bakal bikin orang bilang, “&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;i&gt;Wow! Gimana caranya lu bisa ngelakuin itu&lt;/i&gt;?!”
atau seenggaknya yang bisa bikin lu sendiri bilang, “&lt;i&gt;Wow, that’s pretty cool!&lt;/i&gt;”&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Selalu ada hal menarik yang bisa kita pelajari saat
melakukan project-project ini. Ilmu baru, pengalaman baru, ketemu orang-orang
baru, diskusi dengan orang-orang keren dan yang terpenting… ngebuat hari-hari di
kampus menjadi lebih menantang. Karena ada hal yang lu mau selesaikan. Ada hal
yang mau lu buat. Dan nggak ada yang bikin lu tergila-gila selain ketika
melihat hasil kerja keras lu terlihat membanggakan.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;The Einstein Principle : Art of Finishing&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Antara tahun 1912 sampai 1915, adalah saat Albert Einstein
benar-benar fokus. Teori relativitas dan kuantisasi cahaya, dan topik-topik
lainnya lahir pada masa-masa ini. Einstein meninggalkan Kantor Paten-nya di
Swiss, dan, setelah jadi professor di Jerman dan Prauge, akhirnya berlabuh di
Switzerland’s ETH Institute.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sesampai di sana, ia bertemu matematika Marcel Grossman dan
menjadi yakin kalau ia menerapkan matematika non-euclidean baru yang dipelajari
oleh Grossman untuk kerjaannya sendiri tentang relativitas, ia bisa
menggeneralisasi teori untuk menjelaskan gravitasi. Ini sesuatu yang besar,
yang bisa menjungkir balikkan salah satu hukum paling terkenal dalam sejarah
sains.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;i&gt;Einstein mulai
bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Antara 1912-1915, ia menjadi semakin terobsesi dan terdorong
untuk meresmikan relativitas umum. Seperti diungkapkan oleh beberapa sumber,
termasuk surat-suratnya yang baru-baru dirilis, ia bekerja sangat keras sampai-sampai
pernikahannya menjadi tegang dan rambutnya berubah menjadi putih karena..
stress (?).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Tapi, Einstein berhasil menyelesaikannya. Di tahun 1915 ia
mempublikasikan teori lengkapnya. Itu menjadi salah satu pencapaian terbesar
dalam sejarah sains abad 20.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pelajarannya : (1) &lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;i&gt;Kalau
mau benar-benar cukup baik dalam sesuatu, fokus hanya dalam satu hal&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;Punya
ekstrakurikuler dan organisasi yang banyak mungkin terlihat menyenangkan, tapi
sebenarnya nggak karena yang ada malah stress. (2) &lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;i&gt;Kalau punya target dan udah merencanakannya, jangan berhenti ditengah
jalan. Selesaikan&lt;/i&gt;!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;Mudah? memang nggak, tapi gue pikir ini menarik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Itu ceritaku, mana ceritamu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
PS : Masih ada College Chronicles di posting berikutnya. &lt;i&gt;Stay tuned.. hehe..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-8847240447288503039?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/zZKd56LaE98" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/zZKd56LaE98/college-chronicles-part-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Ff7VQ9DPu2k/Tq7KDB2kuuI/AAAAAAAAArk/k7t0WmXdFkU/s72-c/images.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/10/college-chronicles-part-1.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-7267109467192036206</guid><pubDate>Mon, 05 Sep 2011 23:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.499-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">komik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info</category><title>Kartun Baru..</title><description>Oye.. sekarang gw punya gambar baru buat avatar di situs-situs hhe.. ini dia :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3amIbXe8Igw/TmVeSxpZIKI/AAAAAAAAApg/dNM1FreIHWQ/s1600/kartun+billy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://4.bp.blogspot.com/-3amIbXe8Igw/TmVeSxpZIKI/AAAAAAAAApg/dNM1FreIHWQ/s320/kartun+billy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="goog_1103957966"&gt;&lt;/span&gt;Dan ini setelah di vektorisasi :&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-axAvQ9h3fAM/TmVfYLCiQuI/AAAAAAAAApk/rynrq2HqnqY/s1600/kartun+billy_vectorized.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="219" src="http://1.bp.blogspot.com/-axAvQ9h3fAM/TmVfYLCiQuI/AAAAAAAAApk/rynrq2HqnqY/s320/kartun+billy_vectorized.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, yang bikin bukan gw, tapi &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1479669513"&gt;Billy&lt;/a&gt;, temen SMA yang sekarang anak FTSL ITB... Thanks Bill.. :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: #ffe599;"&gt;Oh ya, buat bonus.. ini ada foto-foto ekslusif saya, hhe..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2wUMeQtBM2E/TmXRDy-NDWI/AAAAAAAAAp0/IcshAnXCb9o/s1600/1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-2wUMeQtBM2E/TmXRDy-NDWI/AAAAAAAAAp0/IcshAnXCb9o/s320/1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Zg-WPoAZr3M/TmXREicoJrI/AAAAAAAAAqA/JplNU0L3kA0/s1600/5.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zg-WPoAZr3M/TmXREicoJrI/AAAAAAAAAqA/JplNU0L3kA0/s320/5.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ok, biasa aja ya.. nggak usah pake muntah :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-7267109467192036206?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/RAgg_bo0n2s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/RAgg_bo0n2s/kartun-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-3amIbXe8Igw/TmVeSxpZIKI/AAAAAAAAApg/dNM1FreIHWQ/s72-c/kartun+billy.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/09/kartun-baru.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-5479446310205511979</guid><pubDate>Sat, 20 Aug 2011 07:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.449-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><title>Doa</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ya Allah, aku tahu pasti ada sebagian orang bilang ini bodoh, tapi boleh kah aku memohon sesuatu? aku ingin mengubah dunia..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-5479446310205511979?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/B4AYjRKSwYU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/B4AYjRKSwYU/doa.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/08/doa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-179614995024503257</guid><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.399-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><title>Sekarang udah jadi mahasiswa. Terus apa?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yap, sekarang gw udah jadi mahasiswa. tepatnya di IPB jurusan ilmu komputer (computer science), dan ini emang bidang yang gw sukai. Jadi, gw rasa masa kuliah ini bakal seru.. dengan berbagai hal baru di dunia kampus yang baru aja gw kenali, gw rasa bakal betah dengan atmosfer di kampus hijau ini. Sejuk, tenang, segar, seru.  Gw juga udah ikhlas dengan jalan yang gw dapati disini, walau bukan di STEI ITB, gw tetap akan melakukan yang terbaik dimanapun tempat gw belajar. Toh justru gw punya gambaran kalau di IPB ini waktu luang gw untuk ngembangin proyek-proyek gw sendiri bisa lebih leluasa, jadi gw bisa lebih bebas. Oh ya, gw juga suka perpustakaan pusat IPB yang hampir setiap hari gw kunjungi. Itu salah satu kesan pertama tentang kehidupan baru gw di kampus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Tapi, hal dasar yang selalu ada di pikiran gw adalah tentang apa yang ingin gw lakukan dalam hidup. Ok, gw pikir ketika masih SD, SMP, atau SMA ini bisa jadi pertanyaan yang bodoh, yang kalau kita tanya ke orang dewasa pasti jawabannya gak jauh dari “Belajar yang baik, dapet nilai bagus, nanti masuk perguruan tinggi favorit, terus bisa dapet kerja yang enak dengan gaji bear.” Gak, bukan jawaban seperti itu yang gw maksud. Ini tentang umur gw yang udah makin bertambah, dan akan terus bertambah.. gw udah 18 tahun, dan buat gw ini bukan masalah kecil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Dulu ketika gw masih bocah gw pikir kalau udah umur 18 tahun gw udah bisa beli motor pake uang sendiri, udah bisa bikin mesin robot-robot sendiri, udah bisa seenggaknya dua atau tiga bahasa asing dengan lancar, udah bisa ke luar negeri sesuka hati sendirian, udah bisa bikin macem-macem benda keren yang seru... pokoknya kayak gitu deh. Ini tentang makna apa yang bisa gw berikan dari hidup gw untuk kebaikan banyak orang, karya-karya apa yang akan gw hasilkan, dan apa hal besar yang ingin gw lakukan. Hidup gw cuman sekali! gw pengen kehidupan gw bisa berarti untuk sebanyak mungkin orang di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Apalagi faktanya, orang-orang terbaik yang pernah ada melakukan kinerja paling optimal mereka saat mereka masih muda, pemenang-pemenang hadiah nobel, mozart, einstein, bill gates, isaac newton, bahkan Nabi Muhammad pas seumur gw beliau udah jadi pedagang yang kaya dan sukses. Dan katanya, batas kinerja terbaik kita itu biasanya sekitar sampai umur 30 tahun-an. Jadi, mau gak mau.. gw harus udah punya perusahaan sendiri, atau kalau mau melakukan kesalahan, lakukan sebelum umur 30 tahun. Dan sepertinya ini gak akan lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Target&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Semenjak gw terpesona dengan kekuatan dari software dan web, alhadulillah gw seperti menemukan passion gw. Inilah yang ingin gw capai. Gw pengen punya startup company sendiri yang sejajar dengan banyak perusahaan lainnya di silicon valley. Gw ga tau apa pendapat orang tentang ini, tapi apapun itu gw gak peduli, karena setiap bangun pagi, seakan-akan mempunyai perusahaan teknologi adalah bagian dari jalan hidup gw yang harus gw perjuangkan sekuat tenaga. Itu salah satu target besarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Dan beberapa target jangka pendek gw untuk saat ini adalah : IPK 4, Dapet beasiswa kuliah di jepang jurusan electrical engineering &amp;amp; computer science, bikin aplikasi-aplikasi open source, belajar beberapa bahasa pemrograman baru, dan belajar bahasa jepang. Bismillah..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Mahasiswa Kupu-kupu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Gw agak kurang setuju kalau orang mengkotak-kotakkan mahasiswa dengan istilah kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang), atau kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat), atau bahkan Kuda (kuliah-dakwah). Bukan apa-apa, tapi hal seperti ini gak berguna dan gak berarti apapun. Manusia itu makhluk dinamis, dan hidup gak se-flat itu walaupun bahkan kalau kamu nggak ikut organisasi di kampus. Mahasiswa yang bukan aktivis di organisasi di kampus akan tetap bisa bersosialiasi dan punya jiwa kepemimpinan yang baik, misalnya ketika di luar kampus dia juga memulai usaha, dan juga disela-selanya dia ada di masjid dan ikut diskusi mentoring, dan di kost-an nya dia punya proyek-proyek pribadi yang akan dia kembangkan untuk membangun perusahaan sendiri. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Jadi, ga ada yang salah dengan apapun kata orang label yang ada di diri kamu entah “kupu”, “kura”, atau bahkan “kucing”, karena kita memang berhak mendesain hidup kita sendiri, jadi kalau kita punya rencana yang baik tentang hidup kita kenapa harus repot-repot mikirin label-label seperti itu yang menurut gw nggak berarti.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
Bahkan menurut gw, menjadi nerd juga bisa jadi sebuah pilihan. Kita memang perlu saat-saat untuk menjadi kepompong, sejenak nggak banyak berinteraksi dengan orang dan membiarkan diri kita tumbuh dengan apa yang kita suka kerjakan, untuk pada saatnya akan melahirkan karya-karya fenomenal yang cantik seperti kupu-kupu yang baru merobek kepompongnya. Kenapa harus repot mikirin pendapat negatif orang tentang hidup kita? karena mereka nggak tahu apa-apa tentang diri kita!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: 0px;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-179614995024503257?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/zsDsc3kMP_Q" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/zsDsc3kMP_Q/sekarang-udah-jadi-mahasiswa-terus-apa.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/08/sekarang-udah-jadi-mahasiswa-terus-apa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6033262126348274368</guid><pubDate>Mon, 18 Jul 2011 22:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.466-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Talk</category><title>Richard Hamming: You and Your Research</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
It's a pleasure to be here. I doubt if I can live up to the Introduction. The title of my talk is, ``You and Your Research.'' It is not about managing research, it is about how you individually do your research. I could give a talk on the other subject - but it's not, it's about you. I'm not talking about ordinary run-of-the-mill research; I'm talking about great research. And for the sake of describing great research I'll occasionally say Nobel-Prize type of work. It doesn't have to gain the Nobel Prize, but I mean those kinds of things which we perceive are significant things. Relativity, if you want, Shannon's information theory, any number of outstanding theories - that's the kind of thing I'm talking about.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now, how did I come to do this study? At Los Alamos I was brought in to run the computing machines which other people had got going, so those scientists and physicists could get back to business. I saw I was a stooge. I saw that although physically I was the same, they were different. And to put the thing bluntly, I was envious. I wanted to know why they were so different from me. I saw Feynman up close. I saw Fermi and Teller. I saw Oppenheimer. I saw Hans Bethe: he was my boss. I saw quite a few very capable people. I became very interested in the difference between those who do and those who might have done.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
When I came to Bell Labs, I came into a very productive department. Bode was the department head at the time; Shannon was there, and there were other people. I continued examining the questions, ``Why?'' and ``What is the difference?'' I continued subsequently by reading biographies, autobiographies, asking people questions such as: ``How did you come to do this?'' I tried to find out what are the differences. And that's what this talk is about.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now, why is this talk important? I think it is important because, as far as I know, each of you has one life to live. Even if you believe in reincarnation it doesn't do you any good from one life to the next! Why shouldn't you do significant things in this one life, however you define significant? I'm not going to define it - you know what I mean. I will talk mainly about science because that is what I have studied. But so far as I know, and I've been told by others, much of what I say applies to many fields. Outstanding work is characterized very much the same way in most fields, but I will confine myself to science.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
In order to get at you individually, I must talk in the first person. I have to get you to drop modesty and say to yourself, ``Yes, I would like to do first-class work.'' Our society frowns on people who set out to do really good work. You're not supposed to; luck is supposed to descend on you and you do great things by chance. Well, that's a kind of dumb thing to say. I say, why shouldn't you set out to do something significant. You don't have to tell other people, but shouldn't you say to yourself, ``Yes, I would like to do something significant.''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
In order to get to the second stage, I have to drop modesty and talk in the first person about what I've seen, what I've done, and what I've heard. I'm going to talk about people, some of whom you know, and I trust that when we leave, you won't quote me as saying some of the things I said.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Let me start not logically, but psychologically. I find that the major objection is that people think great science is done by luck. It's all a matter of luck. Well, consider Einstein. Note how many different things he did that were good. Was it all luck? Wasn't it a little too repetitive? Consider Shannon. He didn't do just information theory. Several years before, he did some other good things and some which are still locked up in the security of cryptography. He did many good things.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You see again and again, that it is more than one thing from a good person. Once in a while a person does only one thing in his whole life, and we'll talk about that later, but a lot of times there is repetition. I claim that luck will not cover everything. And I will cite Pasteur who said, ``Luck favors the prepared mind.'' And I think that says it the way I believe it. There is indeed an element of luck, and no, there isn't. The prepared mind sooner or later finds something important and does it. So yes, it is luck. The particular thing you do is luck, but that you do something is not.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
For example, when I came to Bell Labs, I shared an office for a while with Shannon. At the same time he was doing information theory, I was doing coding theory. It is suspicious that the two of us did it at the same place and at the same time - it was in the atmosphere. And you can say, ``Yes, it was luck.'' On the other hand you can say, ``But why of all the people in Bell Labs then were those the two who did it?'' Yes, it is partly luck, and partly it is the prepared mind; but `partly' is the other thing I'm going to talk about. So, although I'll come back several more times to luck, I want to dispose of this matter of luck as being the sole criterion whether you do great work or not. I claim you have some, but not total, control over it. And I will quote, finally, Newton on the matter. Newton said, ``If others would think as hard as I did, then they would get similar results.''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
One of the characteristics you see, and many people have it including great scientists, is that usually when they were young they had independent thoughts and had the courage to pursue them. For example, Einstein, somewhere around 12 or 14, asked himself the question, ``What would a light wave look like if I went with the velocity of light to look at it?'' Now he knew that electromagnetic theory says you cannot have a stationary local maximum. But if he moved along with the velocity of light, he would see a local maximum. He could see a contradiction at the age of 12, 14, or somewhere around there, that everything was not right and that the velocity of light had something peculiar. Is it luck that he finally created special relativity? Early on, he had laid down some of the pieces by thinking of the fragments. Now that's the necessary but not sufficient condition. All of these items I will talk about are both luck and not luck.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
How about having lots of `brains?' It sounds good. Most of you in this room probably have more than enough brains to do first-class work. But great work is something else than mere brains. Brains are measured in various ways. In mathematics, theoretical physics, astrophysics, typically brains correlates to a great extent with the ability to manipulate symbols. And so the typical IQ test is apt to score them fairly high. On the other hand, in other fields it is something different. For example, Bill Pfann, the fellow who did zone melting, came into my office one day. He had this idea dimly in his mind about what he wanted and he had some equations. It was pretty clear to me that this man didn't know much mathematics and he wasn't really articulate. His problem seemed interesting so I took it home and did a little work. I finally showed him how to run computers so he could compute his own answers. I gave him the power to compute. He went ahead, with negligible recognition from his own department, but ultimately he has collected all the prizes in the field. Once he got well started, his shyness, his awkwardness, his inarticulateness, fell away and he became much more productive in many other ways. Certainly he became much more articulate.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
And I can cite another person in the same way. I trust he isn't in the audience, i.e. a fellow named Clogston. I met him when I was working on a problem with John Pierce's group and I didn't think he had much. I asked my friends who had been with him at school, ``Was he like that in graduate school?'' ``Yes,'' they replied. Well I would have fired the fellow, but J. R. Pierce was smart and kept him on. Clogston finally did the Clogston cable. After that there was a steady stream of good ideas. One success brought him confidence and courage.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
One of the characteristics of successful scientists is having courage. Once you get your courage up and believe that you can do important problems, then you can. If you think you can't, almost surely you are not going to. Courage is one of the things that Shannon had supremely. You have only to think of his major theorem. He wants to create a method of coding, but he doesn't know what to do so he makes a random code. Then he is stuck. And then he asks the impossible question, ``What would the average random code do?'' He then proves that the average code is arbitrarily good, and that therefore there must be at least one good code. Who but a man of infinite courage could have dared to think those thoughts? That is the characteristic of great scientists; they have courage. They will go forward under incredible circumstances; they think and continue to think.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Age is another factor which the physicists particularly worry about. They always are saying that you have got to do it when you are young or you will never do it. Einstein did things very early, and all the quantum mechanic fellows were disgustingly young when they did their best work. Most mathematicians, theoretical physicists, and astrophysicists do what we consider their best work when they are young. It is not that they don't do good work in their old age but what we value most is often what they did early. On the other hand, in music, politics and literature, often what we consider their best work was done late. I don't know how whatever field you are in fits this scale, but age has some effect.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
But let me say why age seems to have the effect it does. In the first place if you do some good work you will find yourself on all kinds of committees and unable to do any more work. You may find yourself as I saw Brattain when he got a Nobel Prize. The day the prize was announced we all assembled in Arnold Auditorium; all three winners got up and made speeches. The third one, Brattain, practically with tears in his eyes, said, ``I know about this Nobel-Prize effect and I am not going to let it affect me; I am going to remain good old Walter Brattain.'' Well I said to myself, ``That is nice.'' But in a few weeks I saw it was affecting him. Now he could only work on great problems.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
When you are famous it is hard to work on small problems. This is what did Shannon in. After information theory, what do you do for an encore? The great scientists often make this error. They fail to continue to plant the little acorns from which the mighty oak trees grow. They try to get the big thing right off. And that isn't the way things go. So that is another reason why you find that when you get early recognition it seems to sterilize you. In fact I will give you my favorite quotation of many years. The Institute for Advanced Study in Princeton, in my opinion, has ruined more good scientists than any institution has created, judged by what they did before they came and judged by what they did after. Not that they weren't good afterwards, but they were superb before they got there and were only good afterwards.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
This brings up the subject, out of order perhaps, of working conditions. What most people think are the best working conditions, are not. Very clearly they are not because people are often most productive when working conditions are bad. One of the better times of the Cambridge Physical Laboratories was when they had practically shacks - they did some of the best physics ever.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I give you a story from my own private life. Early on it became evident to me that Bell Laboratories was not going to give me the conventional acre of programming people to program computing machines in absolute binary. It was clear they weren't going to. But that was the way everybody did it. I could go to the West Coast and get a job with the airplane companies without any trouble, but the exciting people were at Bell Labs and the fellows out there in the airplane companies were not. I thought for a long while about, ``Did I want to go or not?'' and I wondered how I could get the best of two possible worlds. I finally said to myself, ``Hamming, you think the machines can do practically everything. Why can't you make them write programs?'' What appeared at first to me as a defect forced me into automatic programming very early. What appears to be a fault, often, by a change of viewpoint, turns out to be one of the greatest assets you can have. But you are not likely to think that when you first look the thing and say, ``Gee, I'm never going to get enough programmers, so how can I ever do any great programming?''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
And there are many other stories of the same kind; Grace Hopper has similar ones. I think that if you look carefully you will see that often the great scientists, by turning the problem around a bit, changed a defect to an asset. For example, many scientists when they found they couldn't do a problem finally began to study why not. They then turned it around the other way and said, ``But of course, this is what it is'' and got an important result. So ideal working conditions are very strange. The ones you want aren't always the best ones for you.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now for the matter of drive. You observe that most great scientists have tremendous drive. I worked for ten years with John Tukey at Bell Labs. He had tremendous drive. One day about three or four years after I joined, I discovered that John Tukey was slightly younger than I was. John was a genius and I clearly was not. Well I went storming into Bode's office and said, ``How can anybody my age know as much as John Tukey does?'' He leaned back in his chair, put his hands behind his head, grinned slightly, and said, ``You would be surprised Hamming, how much you would know if you worked as hard as he did that many years.'' I simply slunk out of the office!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
What Bode was saying was this: ``Knowledge and productivity are like compound interest.'' Given two people of approximately the same ability and one person who works ten percent more than the other, the latter will more than twice outproduce the former. The more you know, the more you learn; the more you learn, the more you can do; the more you can do, the more the opportunity - it is very much like compound interest. I don't want to give you a rate, but it is a very high rate. Given two people with exactly the same ability, the one person who manages day in and day out to get in one more hour of thinking will be tremendously more productive over a lifetime. I took Bode's remark to heart; I spent a good deal more of my time for some years trying to work a bit harder and I found, in fact, I could get more work done. I don't like to say it in front of my wife, but I did sort of neglect her sometimes; I needed to study. You have to neglect things if you intend to get what you want done. There's no question about this.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
On this matter of drive Edison says, ``Genius is 99% perspiration and 1% inspiration.'' He may have been exaggerating, but the idea is that solid work, steadily applied, gets you surprisingly far. The steady application of effort with a little bit more work, intelligently applied is what does it. That's the trouble; drive, misapplied, doesn't get you anywhere. I've often wondered why so many of my good friends at Bell Labs who worked as hard or harder than I did, didn't have so much to show for it. The misapplication of effort is a very serious matter. Just hard work is not enough - it must be applied sensibly.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
There's another trait on the side which I want to talk about; that trait is ambiguity. It took me a while to discover its importance. Most people like to believe something is or is not true. Great scientists tolerate ambiguity very well. They believe the theory enough to go ahead; they doubt it enough to notice the errors and faults so they can step forward and create the new replacement theory. If you believe too much you'll never notice the flaws; if you doubt too much you won't get started. It requires a lovely balance. But most great scientists are well aware of why their theories are true and they are also well aware of some slight misfits which don't quite fit and they don't forget it. Darwin writes in his autobiography that he found it necessary to write down every piece of evidence which appeared to contradict his beliefs because otherwise they would disappear from his mind. When you find apparent flaws you've got to be sensitive and keep track of those things, and keep an eye out for how they can be explained or how the theory can be changed to fit them. Those are often the great contributions. Great contributions are rarely done by adding another decimal place. It comes down to an emotional commitment. Most great scientists are completely committed to their problem. Those who don't become committed seldom produce outstanding, first-class work.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now again, emotional commitment is not enough. It is a necessary condition apparently. And I think I can tell you the reason why. Everybody who has studied creativity is driven finally to saying, ``creativity comes out of your subconscious.'' Somehow, suddenly, there it is. It just appears. Well, we know very little about the subconscious; but one thing you are pretty well aware of is that your dreams also come out of your subconscious. And you're aware your dreams are, to a fair extent, a reworking of the experiences of the day. If you are deeply immersed and committed to a topic, day after day after day, your subconscious has nothing to do but work on your problem. And so you wake up one morning, or on some afternoon, and there's the answer. For those who don't get committed to their current problem, the subconscious goofs off on other things and doesn't produce the big result. So the way to manage yourself is that when you have a real important problem you don't let anything else get the center of your attention - you keep your thoughts on the problem. Keep your subconscious starved so it has to work on your problem, so you can sleep peacefully and get the answer in the morning, free.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now Alan Chynoweth mentioned that I used to eat at the physics table. I had been eating with the mathematicians and I found out that I already knew a fair amount of mathematics; in fact, I wasn't learning much. The physics table was, as he said, an exciting place, but I think he exaggerated on how much I contributed. It was very interesting to listen to Shockley, Brattain, Bardeen, J. B. Johnson, Ken McKay and other people, and I was learning a lot. But unfortunately a Nobel Prize came, and a promotion came, and what was left was the dregs. Nobody wanted what was left. Well, there was no use eating with them!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Over on the other side of the dining hall was a chemistry table. I had worked with one of the fellows, Dave McCall; furthermore he was courting our secretary at the time. I went over and said, ``Do you mind if I join you?'' They can't say no, so I started eating with them for a while. And I started asking, ``What are the important problems of your field?'' And after a week or so, ``What important problems are you working on?'' And after some more time I came in one day and said, ``If what you are doing is not important, and if you don't think it is going to lead to something important, why are you at Bell Labs working on it?'' I wasn't welcomed after that; I had to find somebody else to eat with! That was in the spring.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
In the fall, Dave McCall stopped me in the hall and said, ``Hamming, that remark of yours got underneath my skin. I thought about it all summer, i.e. what were the important problems in my field. I haven't changed my research,'' he says, ``but I think it was well worthwhile.'' And I said, ``Thank you Dave,'' and went on. I noticed a couple of months later he was made the head of the department. I noticed the other day he was a Member of the National Academy of Engineering. I noticed he has succeeded. I have never heard the names of any of the other fellows at that table mentioned in science and scientific circles. They were unable to ask themselves, ``What are the important problems in my field?''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
If you do not work on an important problem, it's unlikely you'll do important work. It's perfectly obvious. Great scientists have thought through, in a careful way, a number of important problems in their field, and they keep an eye on wondering how to attack them. Let me warn you, `important problem' must be phrased carefully. The three outstanding problems in physics, in a certain sense, were never worked on while I was at Bell Labs. By important I mean guaranteed a Nobel Prize and any sum of money you want to mention. We didn't work on (1) time travel, (2) teleportation, and (3) antigravity. They are not important problems because we do not have an attack. It's not the consequence that makes a problem important, it is that you have a reasonable attack. That is what makes a problem important. When I say that most scientists don't work on important problems, I mean it in that sense. The average scientist, so far as I can make out, spends almost all his time working on problems which he believes will not be important and he also doesn't believe that they will lead to important problems.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I spoke earlier about planting acorns so that oaks will grow. You can't always know exactly where to be, but you can keep active in places where something might happen. And even if you believe that great science is a matter of luck, you can stand on a mountain top where lightning strikes; you don't have to hide in the valley where you're safe. But the average scientist does routine safe work almost all the time and so he (or she) doesn't produce much. It's that simple. If you want to do great work, you clearly must work on important problems, and you should have an idea.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Along those lines at some urging from John Tukey and others, I finally adopted what I called ``Great Thoughts Time.'' When I went to lunch Friday noon, I would only discuss great thoughts after that. By great thoughts I mean ones like: ``What will be the role of computers in all of AT&amp;amp;T?'', ``How will computers change science?'' For example, I came up with the observation at that time that nine out of ten experiments were done in the lab and one in ten on the computer. I made a remark to the vice presidents one time, that it would be reversed, i.e. nine out of ten experiments would be done on the computer and one in ten in the lab. They knew I was a crazy mathematician and had no sense of reality. I knew they were wrong and they've been proved wrong while I have been proved right. They built laboratories when they didn't need them. I saw that computers were transforming science because I spent a lot of time asking ``What will be the impact of computers on science and how can I change it?'' I asked myself, ``How is it going to change Bell Labs?'' I remarked one time, in the same address, that more than one-half of the people at Bell Labs will be interacting closely with computing machines before I leave. Well, you all have terminals now. I thought hard about where was my field going, where were the opportunities, and what were the important things to do. Let me go there so there is a chance I can do important things.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Most great scientists know many important problems. They have something between 10 and 20 important problems for which they are looking for an attack. And when they see a new idea come up, one hears them say ``Well that bears on this problem.'' They drop all the other things and get after it. Now I can tell you a horror story that was told to me but I can't vouch for the truth of it. I was sitting in an airport talking to a friend of mine from Los Alamos about how it was lucky that the fission experiment occurred over in Europe when it did because that got us working on the atomic bomb here in the US. He said ``No; at Berkeley we had gathered a bunch of data; we didn't get around to reducing it because we were building some more equipment, but if we had reduced that data we would have found fission.'' They had it in their hands and they didn't pursue it. They came in second!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
The great scientists, when an opportunity opens up, get after it and they pursue it. They drop all other things. They get rid of other things and they get after an idea because they had already thought the thing through. Their minds are prepared; they see the opportunity and they go after it. Now of course lots of times it doesn't work out, but you don't have to hit many of them to do some great science. It's kind of easy. One of the chief tricks is to live a long time!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Another trait, it took me a while to notice. I noticed the following facts about people who work with the door open or the door closed. I notice that if you have the door to your office closed, you get more work done today and tomorrow, and you are more productive than most. But 10 years later somehow you don't know quite know what problems are worth working on; all the hard work you do is sort of tangential in importance. He who works with the door open gets all kinds of interruptions, but he also occasionally gets clues as to what the world is and what might be important. Now I cannot prove the cause and effect sequence because you might say, ``The closed door is symbolic of a closed mind.'' I don't know. But I can say there is a pretty good correlation between those who work with the doors open and those who ultimately do important things, although people who work with doors closed often work harder. Somehow they seem to work on slightly the wrong thing - not much, but enough that they miss fame.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I want to talk on another topic. It is based on the song which I think many of you know, ``It ain't what you do, it's the way that you do it.'' I'll start with an example of my own. I was conned into doing on a digital computer, in the absolute binary days, a problem which the best analog computers couldn't do. And I was getting an answer. When I thought carefully and said to myself, ``You know, Hamming, you're going to have to file a report on this military job; after you spend a lot of money you're going to have to account for it and every analog installation is going to want the report to see if they can't find flaws in it.'' I was doing the required integration by a rather crummy method, to say the least, but I was getting the answer. And I realized that in truth the problem was not just to get the answer; it was to demonstrate for the first time, and beyond question, that I could beat the analog computer on its own ground with a digital machine. I reworked the method of solution, created a theory which was nice and elegant, and changed the way we computed the answer; the results were no different. The published report had an elegant method which was later known for years as ``Hamming's Method of Integrating Differential Equations.'' It is somewhat obsolete now, but for a while it was a very good method. By changing the problem slightly, I did important work rather than trivial work.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
In the same way, when using the machine up in the attic in the early days, I was solving one problem after another after another; a fair number were successful and there were a few failures. I went home one Friday after finishing a problem, and curiously enough I wasn't happy; I was depressed. I could see life being a long sequence of one problem after another after another. After quite a while of thinking I decided, ``No, I should be in the mass production of a variable product. I should be concerned with all of next year's problems, not just the one in front of my face.'' By changing the question I still got the same kind of results or better, but I changed things and did important work. I attacked the major problem - How do I conquer machines and do all of next year's problems when I don't know what they are going to be? How do I prepare for it? How do I do this one so I'll be on top of it? How do I obey Newton's rule? He said, ``If I have seen further than others, it is because I've stood on the shoulders of giants.'' These days we stand on each other's feet!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You should do your job in such a fashion that others can build on top of it, so they will indeed say, ``Yes, I've stood on so and so's shoulders and I saw further.'' The essence of science is cumulative. By changing a problem slightly you can often do great work rather than merely good work. Instead of attacking isolated problems, I made the resolution that I would never again solve an isolated problem except as characteristic of a class.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now if you are much of a mathematician you know that the effort to generalize often means that the solution is simple. Often by stopping and saying, ``This is the problem he wants but this is characteristic of so and so. Yes, I can attack the whole class with a far superior method than the particular one because I was earlier embedded in needless detail.'' The business of abstraction frequently makes things simple. Furthermore, I filed away the methods and prepared for the future problems.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
To end this part, I'll remind you, ``It is a poor workman who blames his tools - the good man gets on with the job, given what he's got, and gets the best answer he can.'' And I suggest that by altering the problem, by looking at the thing differently, you can make a great deal of difference in your final productivity because you can either do it in such a fashion that people can indeed build on what you've done, or you can do it in such a fashion that the next person has to essentially duplicate again what you've done. It isn't just a matter of the job, it's the way you write the report, the way you write the paper, the whole attitude. It's just as easy to do a broad, general job as one very special case. And it's much more satisfying and rewarding!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I have now come down to a topic which is very distasteful; it is not sufficient to do a job, you have to sell it. `Selling' to a scientist is an awkward thing to do. It's very ugly; you shouldn't have to do it. The world is supposed to be waiting, and when you do something great, they should rush out and welcome it. But the fact is everyone is busy with their own work. You must present it so well that they will set aside what they are doing, look at what you've done, read it, and come back and say, ``Yes, that was good.'' I suggest that when you open a journal, as you turn the pages, you ask why you read some articles and not others. You had better write your report so when it is published in the Physical Review, or wherever else you want it, as the readers are turning the pages they won't just turn your pages but they will stop and read yours. If they don't stop and read it, you won't get credit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
There are three things you have to do in selling. You have to learn to write clearly and well so that people will read it, you must learn to give reasonably formal talks, and you also must learn to give informal talks. We had a lot of so-called `back room scientists.' In a conference, they would keep quiet. Three weeks later after a decision was made they filed a report saying why you should do so and so. Well, it was too late. They would not stand up right in the middle of a hot conference, in the middle of activity, and say, ``We should do this for these reasons.'' You need to master that form of communication as well as prepared speeches.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
When I first started, I got practically physically ill while giving a speech, and I was very, very nervous. I realized I either had to learn to give speeches smoothly or I would essentially partially cripple my whole career. The first time IBM asked me to give a speech in New York one evening, I decided I was going to give a really good speech, a speech that was wanted, not a technical one but a broad one, and at the end if they liked it, I'd quietly say, ``Any time you want one I'll come in and give you one.'' As a result, I got a great deal of practice giving speeches to a limited audience and I got over being afraid. Furthermore, I could also then study what methods were effective and what were ineffective.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
While going to meetings I had already been studying why some papers are remembered and most are not. The technical person wants to give a highly limited technical talk. Most of the time the audience wants a broad general talk and wants much more survey and background than the speaker is willing to give. As a result, many talks are ineffective. The speaker names a topic and suddenly plunges into the details he's solved. Few people in the audience may follow. You should paint a general picture to say why it's important, and then slowly give a sketch of what was done. Then a larger number of people will say, ``Yes, Joe has done that,'' or ``Mary has done that; I really see where it is; yes, Mary really gave a good talk; I understand what Mary has done.'' The tendency is to give a highly restricted, safe talk; this is usually ineffective. Furthermore, many talks are filled with far too much information. So I say this idea of selling is obvious.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Let me summarize. You've got to work on important problems. I deny that it is all luck, but I admit there is a fair element of luck. I subscribe to Pasteur's ``Luck favors the prepared mind.'' I favor heavily what I did. Friday afternoons for years - great thoughts only - means that I committed 10% of my time trying to understand the bigger problems in the field, i.e. what was and what was not important. I found in the early days I had believed `this' and yet had spent all week marching in `that' direction. It was kind of foolish. If I really believe the action is over there, why do I march in this direction? I either had to change my goal or change what I did. So I changed something I did and I marched in the direction I thought was important. It's that easy.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now you might tell me you haven't got control over what you have to work on. Well, when you first begin, you may not. But once you're moderately successful, there are more people asking for results than you can deliver and you have some power of choice, but not completely. I'll tell you a story about that, and it bears on the subject of educating your boss. I had a boss named Schelkunoff; he was, and still is, a very good friend of mine. Some military person came to me and demanded some answers by Friday. Well, I had already dedicated my computing resources to reducing data on the fly for a group of scientists; I was knee deep in short, small, important problems. This military person wanted me to solve his problem by the end of the day on Friday. I said, ``No, I'll give it to you Monday. I can work on it over the weekend. I'm not going to do it now.'' He goes down to my boss, Schelkunoff, and Schelkunoff says, ``You must run this for him; he's got to have it by Friday.'' I tell him, ``Why do I?''; he says, ``You have to.'' I said, ``Fine, Sergei, but you're sitting in your office Friday afternoon catching the late bus home to watch as this fellow walks out that door.'' I gave the military person the answers late Friday afternoon. I then went to Schelkunoff's office and sat down; as the man goes out I say, ``You see Schelkunoff, this fellow has nothing under his arm; but I gave him the answers.'' On Monday morning Schelkunoff called him up and said, ``Did you come in to work over the weekend?'' I could hear, as it were, a pause as the fellow ran through his mind of what was going to happen; but he knew he would have had to sign in, and he'd better not say he had when he hadn't, so he said he hadn't. Ever after that Schelkunoff said, ``You set your deadlines; you can change them.''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
One lesson was sufficient to educate my boss as to why I didn't want to do big jobs that displaced exploratory research and why I was justified in not doing crash jobs which absorb all the research computing facilities. I wanted instead to use the facilities to compute a large number of small problems. Again, in the early days, I was limited in computing capacity and it was clear, in my area, that a ``mathematician had no use for machines.'' But I needed more machine capacity. Every time I had to tell some scientist in some other area, ``No I can't; I haven't the machine capacity,'' he complained. I said ``Go tell your Vice President that Hamming needs more computing capacity.'' After a while I could see what was happening up there at the top; many people said to my Vice President, ``Your man needs more computing capacity.'' I got it!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I also did a second thing. When I loaned what little programming power we had to help in the early days of computing, I said, ``We are not getting the recognition for our programmers that they deserve. When you publish a paper you will thank that programmer or you aren't getting any more help from me. That programmer is going to be thanked by name; she's worked hard.'' I waited a couple of years. I then went through a year of BSTJ articles and counted what fraction thanked some programmer. I took it into the boss and said, ``That's the central role computing is playing in Bell Labs; if the BSTJ is important, that's how important computing is.'' He had to give in. You can educate your bosses. It's a hard job. In this talk I'm only viewing from the bottom up; I'm not viewing from the top down. But I am telling you how you can get what you want in spite of top management. You have to sell your ideas there also.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Well I now come down to the topic, ``Is the effort to be a great scientist worth it?'' To answer this, you must ask people. When you get beyond their modesty, most people will say, ``Yes, doing really first-class work, and knowing it, is as good as wine, women and song put together,'' or if it's a woman she says, ``It is as good as wine, men and song put together.'' And if you look at the bosses, they tend to come back or ask for reports, trying to participate in those moments of discovery. They're always in the way. So evidently those who have done it, want to do it again. But it is a limited survey. I have never dared to go out and ask those who didn't do great work how they felt about the matter. It's a biased sample, but I still think it is worth the struggle. I think it is very definitely worth the struggle to try and do first-class work because the truth is, the value is in the struggle more than it is in the result. The struggle to make something of yourself seems to be worthwhile in itself. The success and fame are sort of dividends, in my opinion.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
I've told you how to do it. It is so easy, so why do so many people, with all their talents, fail? For example, my opinion, to this day, is that there are in the mathematics department at Bell Labs quite a few people far more able and far better endowed than I, but they didn't produce as much. Some of them did produce more than I did; Shannon produced more than I did, and some others produced a lot, but I was highly productive against a lot of other fellows who were better equipped. Why is it so? What happened to them? Why do so many of the people who have great promise, fail?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Well, one of the reasons is drive and commitment. The people who do great work with less ability but who are committed to it, get more done that those who have great skill and dabble in it, who work during the day and go home and do other things and come back and work the next day. They don't have the deep commitment that is apparently necessary for really first-class work. They turn out lots of good work, but we were talking, remember, about first-class work. There is a difference. Good people, very talented people, almost always turn out good work. We're talking about the outstanding work, the type of work that gets the Nobel Prize and gets recognition.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
The second thing is, I think, the problem of personality defects. Now I'll cite a fellow whom I met out in Irvine. He had been the head of a computing center and he was temporarily on assignment as a special assistant to the president of the university. It was obvious he had a job with a great future. He took me into his office one time and showed me his method of getting letters done and how he took care of his correspondence. He pointed out how inefficient the secretary was. He kept all his letters stacked around there; he knew where everything was. And he would, on his word processor, get the letter out. He was bragging how marvelous it was and how he could get so much more work done without the secretary's interference. Well, behind his back, I talked to the secretary. The secretary said, ``Of course I can't help him; I don't get his mail. He won't give me the stuff to log in; I don't know where he puts it on the floor. Of course I can't help him.'' So I went to him and said, ``Look, if you adopt the present method and do what you can do single-handedly, you can go just that far and no farther than you can do single-handedly. If you will learn to work with the system, you can go as far as the system will support you.'' And, he never went any further. He had his personality defect of wanting total control and was not willing to recognize that you need the support of the system.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You find this happening again and again; good scientists will fight the system rather than learn to work with the system and take advantage of all the system has to offer. It has a lot, if you learn how to use it. It takes patience, but you can learn how to use the system pretty well, and you can learn how to get around it. After all, if you want a decision `No', you just go to your boss and get a `No' easy. If you want to do something, don't ask, do it. Present him with an accomplished fact. Don't give him a chance to tell you `No'. But if you want a `No', it's easy to get a `No'.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Another personality defect is ego assertion and I'll speak in this case of my own experience. I came from Los Alamos and in the early days I was using a machine in New York at 590 Madison Avenue where we merely rented time. I was still dressing in western clothes, big slash pockets, a bolo and all those things. I vaguely noticed that I was not getting as good service as other people. So I set out to measure. You came in and you waited for your turn; I felt I was not getting a fair deal. I said to myself, ``Why? No Vice President at IBM said, `Give Hamming a bad time'. It is the secretaries at the bottom who are doing this. When a slot appears, they'll rush to find someone to slip in, but they go out and find somebody else. Now, why? I haven't mistreated them.'' Answer, I wasn't dressing the way they felt somebody in that situation should. It came down to just that - I wasn't dressing properly. I had to make the decision - was I going to assert my ego and dress the way I wanted to and have it steadily drain my effort from my professional life, or was I going to appear to conform better? I decided I would make an effort to appear to conform properly. The moment I did, I got much better service. And now, as an old colorful character, I get better service than other people.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You should dress according to the expectations of the audience spoken to. If I am going to give an address at the MIT computer center, I dress with a bolo and an old corduroy jacket or something else. I know enough not to let my clothes, my appearance, my manners get in the way of what I care about. An enormous number of scientists feel they must assert their ego and do their thing their way. They have got to be able to do this, that, or the other thing, and they pay a steady price.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
John Tukey almost always dressed very casually. He would go into an important office and it would take a long time before the other fellow realized that this is a first-class man and he had better listen. For a long time John has had to overcome this kind of hostility. It's wasted effort! I didn't say you should conform; I said ``The appearance of conforming gets you a long way.'' If you chose to assert your ego in any number of ways, ``I am going to do it my way,'' you pay a small steady price throughout the whole of your professional career. And this, over a whole lifetime, adds up to an enormous amount of needless trouble.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
By taking the trouble to tell jokes to the secretaries and being a little friendly, I got superb secretarial help. For instance, one time for some idiot reason all the reproducing services at Murray Hill were tied up. Don't ask me how, but they were. I wanted something done. My secretary called up somebody at Holmdel, hopped the company car, made the hour-long trip down and got it reproduced, and then came back. It was a payoff for the times I had made an effort to cheer her up, tell her jokes and be friendly; it was that little extra work that later paid off for me. By realizing you have to use the system and studying how to get the system to do your work, you learn how to adapt the system to your desires. Or you can fight it steadily, as a small undeclared war, for the whole of your life.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
And I think John Tukey paid a terrible price needlessly. He was a genius anyhow, but I think it would have been far better, and far simpler, had he been willing to conform a little bit instead of ego asserting. He is going to dress the way he wants all of the time. It applies not only to dress but to a thousand other things; people will continue to fight the system. Not that you shouldn't occasionally!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
When they moved the library from the middle of Murray Hill to the far end, a friend of mine put in a request for a bicycle. Well, the organization was not dumb. They waited awhile and sent back a map of the grounds saying, ``Will you please indicate on this map what paths you are going to take so we can get an insurance policy covering you.'' A few more weeks went by. They then asked, ``Where are you going to store the bicycle and how will it be locked so we can do so and so.'' He finally realized that of course he was going to be red-taped to death so he gave in. He rose to be the President of Bell Laboratories.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Barney Oliver was a good man. He wrote a letter one time to the IEEE. At that time the official shelf space at Bell Labs was so much and the height of the IEEE Proceedings at that time was larger; and since you couldn't change the size of the official shelf space he wrote this letter to the IEEE Publication person saying, ``Since so many IEEE members were at Bell Labs and since the official space was so high the journal size should be changed.'' He sent it for his boss's signature. Back came a carbon with his signature, but he still doesn't know whether the original was sent or not. I am not saying you shouldn't make gestures of reform. I am saying that my study of able people is that they don't get themselves committed to that kind of warfare. They play it a little bit and drop it and get on with their work.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Many a second-rate fellow gets caught up in some little twitting of the system, and carries it through to warfare. He expends his energy in a foolish project. Now you are going to tell me that somebody has to change the system. I agree; somebody's has to. Which do you want to be? The person who changes the system or the person who does first-class science? Which person is it that you want to be? Be clear, when you fight the system and struggle with it, what you are doing, how far to go out of amusement, and how much to waste your effort fighting the system. My advice is to let somebody else do it and you get on with becoming a first-class scientist. Very few of you have the ability to both reform the system and become a first-class scientist.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
On the other hand, we can't always give in. There are times when a certain amount of rebellion is sensible. I have observed almost all scientists enjoy a certain amount of twitting the system for the sheer love of it. What it comes down to basically is that you cannot be original in one area without having originality in others. Originality is being different. You can't be an original scientist without having some other original characteristics. But many a scientist has let his quirks in other places make him pay a far higher price than is necessary for the ego satisfaction he or she gets. I'm not against all ego assertion; I'm against some.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Another fault is anger. Often a scientist becomes angry, and this is no way to handle things. Amusement, yes, anger, no. Anger is misdirected. You should follow and cooperate rather than struggle against the system all the time.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Another thing you should look for is the positive side of things instead of the negative. I have already given you several examples, and there are many, many more; how, given the situation, by changing the way I looked at it, I converted what was apparently a defect to an asset. I'll give you another example. I am an egotistical person; there is no doubt about it. I knew that most people who took a sabbatical to write a book, didn't finish it on time. So before I left, I told all my friends that when I come back, that book was going to be done! Yes, I would have it done - I'd have been ashamed to come back without it! I used my ego to make myself behave the way I wanted to. I bragged about something so I'd have to perform. I found out many times, like a cornered rat in a real trap, I was surprisingly capable. I have found that it paid to say, ``Oh yes, I'll get the answer for you Tuesday,'' not having any idea how to do it. By Sunday night I was really hard thinking on how I was going to deliver by Tuesday. I often put my pride on the line and sometimes I failed, but as I said, like a cornered rat I'm surprised how often I did a good job. I think you need to learn to use yourself. I think you need to know how to convert a situation from one view to another which would increase the chance of success.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Now self-delusion in humans is very, very common. There are enumerable ways of you changing a thing and kidding yourself and making it look some other way. When you ask, ``Why didn't you do such and such,'' the person has a thousand alibis. If you look at the history of science, usually these days there are 10 people right there ready, and we pay off for the person who is there first. The other nine fellows say, ``Well, I had the idea but I didn't do it and so on and so on.'' There are so many alibis. Why weren't you first? Why didn't you do it right? Don't try an alibi. Don't try and kid yourself. You can tell other people all the alibis you want. I don't mind. But to yourself try to be honest.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
If you really want to be a first-class scientist you need to know yourself, your weaknesses, your strengths, and your bad faults, like my egotism. How can you convert a fault to an asset? How can you convert a situation where you haven't got enough manpower to move into a direction when that's exactly what you need to do? I say again that I have seen, as I studied the history, the successful scientist changed the viewpoint and what was a defect became an asset.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
In summary, I claim that some of the reasons why so many people who have greatness within their grasp don't succeed are: they don't work on important problems, they don't become emotionally involved, they don't try and change what is difficult to some other situation which is easily done but is still important, and they keep giving themselves alibis why they don't. They keep saying that it is a matter of luck. I've told you how easy it is; furthermore I've told you how to reform. Therefore, go forth and become great scientists!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(End of the formal part of the talk.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
DISCUSSION - QUESTIONS AND ANSWERS&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
A. G. Chynoweth: Well that was 50 minutes of concentrated wisdom and observations accumulated over a fantastic career; I lost track of all the observations that were striking home. Some of them are very very timely. One was the plea for more computer capacity; I was hearing nothing but that this morning from several people, over and over again. So that was right on the mark today even though here we are 20 - 30 years after when you were making similar remarks, Dick. I can think of all sorts of lessons that all of us can draw from your talk. And for one, as I walk around the halls in the future I hope I won't see as many closed doors in Bellcore. That was one observation I thought was very intriguing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Thank you very, very much indeed Dick; that was a wonderful recollection. I'll now open it up for questions. I'm sure there are many people who would like to take up on some of the points that Dick was making.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: First let me respond to Alan Chynoweth about computing. I had computing in research and for 10 years I kept telling my management, ``Get that !&amp;amp;@#% machine out of research. We are being forced to run problems all the time. We can't do research because were too busy operating and running the computing machines.'' Finally the message got through. They were going to move computing out of research to someplace else. I was persona non grata to say the least and I was surprised that people didn't kick my shins because everybody was having their toy taken away from them. I went in to Ed David's office and said, ``Look Ed, you've got to give your researchers a machine. If you give them a great big machine, we'll be back in the same trouble we were before, so busy keeping it going we can't think. Give them the smallest machine you can because they are very able people. They will learn how to do things on a small machine instead of mass computing.'' As far as I'm concerned, that's how UNIX arose. We gave them a moderately small machine and they decided to make it do great things. They had to come up with a system to do it on. It is called UNIX!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
A. G. Chynoweth: I just have to pick up on that one. In our present environment, Dick, while we wrestle with some of the red tape attributed to, or required by, the regulators, there is one quote that one exasperated AVP came up with and I've used it over and over again. He growled that, ``UNIX was never a deliverable!''&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: What about personal stress? Does that seem to make a difference?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: Yes, it does. If you don't get emotionally involved, it doesn't. I had incipient ulcers most of the years that I was at Bell Labs. I have since gone off to the Naval Postgraduate School and laid back somewhat, and now my health is much better. But if you want to be a great scientist you're going to have to put up with stress. You can lead a nice life; you can be a nice guy or you can be a great scientist. But nice guys end last, is what Leo Durocher said. If you want to lead a nice happy life with a lot of recreation and everything else, you'll lead a nice life.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: The remarks about having courage, no one could argue with; but those of us who have gray hairs or who are well established don't have to worry too much. But what I sense among the young people these days is a real concern over the risk taking in a highly competitive environment. Do you have any words of wisdom on this?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: I'll quote Ed David more. Ed David was concerned about the general loss of nerve in our society. It does seem to me that we've gone through various periods. Coming out of the war, coming out of Los Alamos where we built the bomb, coming out of building the radars and so on, there came into the mathematics department, and the research area, a group of people with a lot of guts. They've just seen things done; they've just won a war which was fantastic. We had reasons for having courage and therefore we did a great deal. I can't arrange that situation to do it again. I cannot blame the present generation for not having it, but I agree with what you say; I just cannot attach blame to it. It doesn't seem to me they have the desire for greatness; they lack the courage to do it. But we had, because we were in a favorable circumstance to have it; we just came through a tremendously successful war. In the war we were looking very, very bad for a long while; it was a very desperate struggle as you well know. And our success, I think, gave us courage and self confidence; that's why you see, beginning in the late forties through the fifties, a tremendous productivity at the labs which was stimulated from the earlier times. Because many of us were earlier forced to learn other things - we were forced to learn the things we didn't want to learn, we were forced to have an open door - and then we could exploit those things we learned. It is true, and I can't do anything about it; I cannot blame the present generation either. It's just a fact.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: Is there something management could or should do?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: Management can do very little. If you want to talk about managing research, that's a totally different talk. I'd take another hour doing that. This talk is about how the individual gets very successful research done in spite of anything the management does or in spite of any other opposition. And how do you do it? Just as I observe people doing it. It's just that simple and that hard!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: Is brainstorming a daily process?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: Once that was a very popular thing, but it seems not to have paid off. For myself I find it desirable to talk to other people; but a session of brainstorming is seldom worthwhile. I do go in to strictly talk to somebody and say, ``Look, I think there has to be something here. Here's what I think I see ...'' and then begin talking back and forth. But you want to pick capable people. To use another analogy, you know the idea called the `critical mass.' If you have enough stuff you have critical mass. There is also the idea I used to call `sound absorbers'. When you get too many sound absorbers, you give out an idea and they merely say, ``Yes, yes, yes.'' What you want to do is get that critical mass in action; ``Yes, that reminds me of so and so,'' or, ``Have you thought about that or this?'' When you talk to other people, you want to get rid of those sound absorbers who are nice people but merely say, ``Oh yes,'' and to find those who will stimulate you right back.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
For example, you couldn't talk to John Pierce without being stimulated very quickly. There were a group of other people I used to talk with. For example there was Ed Gilbert; I used to go down to his office regularly and ask him questions and listen and come back stimulated. I picked my people carefully with whom I did or whom I didn't brainstorm because the sound absorbers are a curse. They are just nice guys; they fill the whole space and they contribute nothing except they absorb ideas and the new ideas just die away instead of echoing on. Yes, I find it necessary to talk to people. I think people with closed doors fail to do this so they fail to get their ideas sharpened, such as ``Did you ever notice something over here?'' I never knew anything about it - I can go over and look. Somebody points the way. On my visit here, I have already found several books that I must read when I get home. I talk to people and ask questions when I think they can answer me and give me clues that I do not know about. I go out and look!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: What kind of tradeoffs did you make in allocating your time for reading and writing and actually doing research?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: I believed, in my early days, that you should spend at least as much time in the polish and presentation as you did in the original research. Now at least 50% of the time must go for the presentation. It's a big, big number.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: How much effort should go into library work?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: It depends upon the field. I will say this about it. There was a fellow at Bell Labs, a very, very, smart guy. He was always in the library; he read everything. If you wanted references, you went to him and he gave you all kinds of references. But in the middle of forming these theories, I formed a proposition: there would be no effect named after him in the long run. He is now retired from Bell Labs and is an Adjunct Professor. He was very valuable; I'm not questioning that. He wrote some very good Physical Review articles; but there's no effect named after him because he read too much. If you read all the time what other people have done you will think the way they thought. If you want to think new thoughts that are different, then do what a lot of creative people do - get the problem reasonably clear and then refuse to look at any answers until you've thought the problem through carefully how you would do it, how you could slightly change the problem to be the correct one. So yes, you need to keep up. You need to keep up more to find out what the problems are than to read to find the solutions. The reading is necessary to know what is going on and what is possible. But reading to get the solutions does not seem to be the way to do great research. So I'll give you two answers. You read; but it is not the amount, it is the way you read that counts.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: How do you get your name attached to things?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: By doing great work. I'll tell you the hamming window one. I had given Tukey a hard time, quite a few times, and I got a phone call from him from Princeton to me at Murray Hill. I knew that he was writing up power spectra and he asked me if I would mind if he called a certain window a ``Hamming window.'' And I said to him, ``Come on, John; you know perfectly well I did only a small part of the work but you also did a lot.'' He said, ``Yes, Hamming, but you contributed a lot of small things; you're entitled to some credit.'' So he called it the hamming window. Now, let me go on. I had twitted John frequently about true greatness. I said true greatness is when your name is like ampere, watt, and fourier - when it's spelled with a lower case letter. That's how the hamming window came about.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: Dick, would you care to comment on the relative effectiveness between giving talks, writing papers, and writing books?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: In the short-haul, papers are very important if you want to stimulate someone tomorrow. If you want to get recognition long-haul, it seems to me writing books is more contribution because most of us need orientation. In this day of practically infinite knowledge, we need orientation to find our way. Let me tell you what infinite knowledge is. Since from the time of Newton to now, we have come close to doubling knowledge every 17 years, more or less. And we cope with that, essentially, by specialization. In the next 340 years at that rate, there will be 20 doublings, i.e. a million, and there will be a million fields of specialty for every one field now. It isn't going to happen. The present growth of knowledge will choke itself off until we get different tools. I believe that books which try to digest, coordinate, get rid of the duplication, get rid of the less fruitful methods and present the underlying ideas clearly of what we know now, will be the things the future generations will value. Public talks are necessary; private talks are necessary; written papers are necessary. But I am inclined to believe that, in the long-haul, books which leave out what's not essential are more important than books which tell you everything because you don't want to know everything. I don't want to know that much about penguins is the usual reply. You just want to know the essence.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: You mentioned the problem of the Nobel Prize and the subsequent notoriety of what was done to some of the careers. Isn't that kind of a much more broad problem of fame? What can one do?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: Some things you could do are the following. Somewhere around every seven years make a significant, if not complete, shift in your field. Thus, I shifted from numerical analysis, to hardware, to software, and so on, periodically, because you tend to use up your ideas. When you go to a new field, you have to start over as a baby. You are no longer the big mukity muk and you can start back there and you can start planting those acorns which will become the giant oaks. Shannon, I believe, ruined himself. In fact when he left Bell Labs, I said, ``That's the end of Shannon's scientific career.'' I received a lot of flak from my friends who said that Shannon was just as smart as ever. I said, ``Yes, he'll be just as smart, but that's the end of his scientific career,'' and I truly believe it was.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You have to change. You get tired after a while; you use up your originality in one field. You need to get something nearby. I'm not saying that you shift from music to theoretical physics to English literature; I mean within your field you should shift areas so that you don't go stale. You couldn't get away with forcing a change every seven years, but if you could, I would require a condition for doing research, being that you will change your field of research every seven years with a reasonable definition of what it means, or at the end of 10 years, management has the right to compel you to change. I would insist on a change because I'm serious. What happens to the old fellows is that they get a technique going; they keep on using it. They were marching in that direction which was right then, but the world changes. There's the new direction; but the old fellows are still marching in their former direction.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
You need to get into a new field to get new viewpoints, and before you use up all the old ones. You can do something about this, but it takes effort and energy. It takes courage to say, ``Yes, I will give up my great reputation.'' For example, when error correcting codes were well launched, having these theories, I said, ``Hamming, you are going to quit reading papers in the field; you are going to ignore it completely; you are going to try and do something else other than coast on that.'' I deliberately refused to go on in that field. I wouldn't even read papers to try to force myself to have a chance to do something else. I managed myself, which is what I'm preaching in this whole talk. Knowing many of my own faults, I manage myself. I have a lot of faults, so I've got a lot of problems, i.e. a lot of possibilities of management.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: Would you compare research and management?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: If you want to be a great researcher, you won't make it being president of the company. If you want to be president of the company, that's another thing. I'm not against being president of the company. I just don't want to be. I think Ian Ross does a good job as President of Bell Labs. I'm not against it; but you have to be clear on what you want. Furthermore, when you're young, you may have picked wanting to be a great scientist, but as you live longer, you may change your mind. For instance, I went to my boss, Bode, one day and said, ``Why did you ever become department head? Why didn't you just be a good scientist?'' He said, ``Hamming, I had a vision of what mathematics should be in Bell Laboratories. And I saw if that vision was going to be realized, I had to make it happen; I had to be department head.'' When your vision of what you want to do is what you can do single-handedly, then you should pursue it. The day your vision, what you think needs to be done, is bigger than what you can do single-handedly, then you have to move toward management. And the bigger the vision is, the farther in management you have to go. If you have a vision of what the whole laboratory should be, or the whole Bell System, you have to get there to make it happen. You can't make it happen from the bottom very easily. It depends upon what goals and what desires you have. And as they change in life, you have to be prepared to change. I chose to avoid management because I preferred to do what I could do single-handedly. But that's the choice that I made, and it is biased. Each person is entitled to their choice. Keep an open mind. But when you do choose a path, for heaven's sake be aware of what you have done and the choice you have made. Don't try to do both sides.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: How important is one's own expectation or how important is it to be in a group or surrounded by people who expect great work from you?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: At Bell Labs everyone expected good work from me - it was a big help. Everybody expects you to do a good job, so you do, if you've got pride. I think it's very valuable to have first-class people around. I sought out the best people. The moment that physics table lost the best people, I left. The moment I saw that the same was true of the chemistry table, I left. I tried to go with people who had great ability so I could learn from them and who would expect great results out of me. By deliberately managing myself, I think I did much better than laissez faire.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Question: You, at the outset of your talk, minimized or played down luck; but you seemed also to gloss over the circumstances that got you to Los Alamos, that got you to Chicago, that got you to Bell Laboratories.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hamming: There was some luck. On the other hand I don't know the alternate branches. Until you can say that the other branches would not have been equally or more successful, I can't say. Is it luck the particular thing you do? For example, when I met Feynman at Los Alamos, I knew he was going to get a Nobel Prize. I didn't know what for. But I knew darn well he was going to do great work. No matter what directions came up in the future, this man would do great work. And sure enough, he did do great work. It isn't that you only do a little great work at this circumstance and that was luck, there are many opportunities sooner or later. There are a whole pail full of opportunities, of which, if you're in this situation, you seize one and you're great over there instead of over here. There is an element of luck, yes and no. Luck favors a prepared mind; luck favors a prepared person. It is not guaranteed; I don't guarantee success as being absolutely certain. I'd say luck changes the odds, but there is some definite control on the part of the individual.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Go forth, then, and do great work! &lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6033262126348274368?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/ipZJCBOWupM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/ipZJCBOWupM/richard-hamming-you-and-your-research.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/07/richard-hamming-you-and-your-research.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-4112604525376389309</guid><pubDate>Fri, 24 Jun 2011 22:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.424-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Programming</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Python</category><title>Belajar Python : Persiapan</title><description>&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pernahkah kamu berpikir bagaimana orang membuat situs semacam twitter, foursquare, facebook atau Youtube? Saya pernah dengar seorang programmer profesional membutuhkan waktu sekitar 300-400 jam untuk membuat startup seperti situs-situs tadi. Apa kamu juga mau membangun aplikasi web semacam itu juga? Ok, mungkin masih banyak perjalanan yang harus dilalui, tapi kita pasti ingin mencapai sesuatu dong? Python adalah salah satu bahasa yang paling populer, powerful dan digunakan oleh perusahaan sebagai besar seperti Google, Yahoo, facebook, Youtube, DropBox, Digg dan NASA.  Dan untungnya, cukup mudah untuk dipelajari dan sangat baik buat kamu yang mau belajar coding.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Nah, karena saya lebih tertarik pada pemrograman web, mungkin manarik untuk tahu beberapa info ini dulu:&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada dua sisi dalam membangun web , yaitu front-end development dan back-end (atau server-side) development.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Front-end: Ini tentang tampilan dan hubungan user dengan web. Kita membicarakan tentang mengubah desain kedalam kode, seperti membuat form, mendesain halaman, memilih format gambar yang cocok, dan mengadaptasikan web dengan browser, dan sebagainya. Contohnya situs &lt;a href="http://wolframtips.jurnalanas.web.id" target="_blank"&gt;WolframTips&lt;/a&gt; yang saya buat untuk tugas sekolah, situs ini purely web statis, nggak terjadi apa-apa dibagian server-side. Untuk sisi ini, kamu harus cukup mahir setidaknya :&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;	&lt;li&gt;HTML&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;CSS&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Javascript&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Back-end:  disini kita bicara tentang web development, bagian web yang lebih dekat ke bidang computer science dan software development. Ini tentang membuat aplikasi yang dapat berinteraksi dengan permintaan browser dan input dari user. Kamu harus mahir setidaknya satu dari bahasa berikut:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;	&lt;li&gt;ASP.NET&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Ruby.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Python.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Java: J2EE, JSP.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;PHP.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Nah, di blog ini saya mau share sambil belajar apa yang disebut dengan &lt;em&gt;Think like a computer scientist&lt;/em&gt;, dan kita menggunakan Python sebagai bahasanya.  Ok?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Instalasi&lt;/h2&gt;Ok, kita mulai dengan menginstal python di komputermu,&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;	&lt;li&gt;Download dan install python di &lt;a href="http://python.org/download"&gt;http://python.org/download&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Pastikan kamu memilih Python 2 bukan Python 3&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Sekarang, kita butuh text editor. Ada banyak, tapi disini kita &lt;a href="http://projects.gnome.org/gedit/index.html"&gt;gedit&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Setelah gedit terinstall, jalankan gedit dan lakukan sedikit pengaturan berikut :&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;ol start="4"&gt;&lt;ol start="1"&gt;	&lt;li&gt;Buka Edit-&amp;gt;Preferences pilih tab Editor.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Ubah Tab width: menjadi  4.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Check  atau pilih Insert spaces instead of tabs.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Turn on "Automatic indentation" .&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Buka tab View  turn on "Display line numbers".&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;Nah, untuk untuk mengecek bahwa python sudah terinstall, gunakan terminal dikomputermu, bagi pengguna windows, namanya &lt;em&gt;command prompt&lt;/em&gt;. Klik &lt;em&gt;windows + R&lt;/em&gt; (Run) -&amp;gt; ketik &lt;em&gt;cmd&lt;/em&gt;. Enter. Untuk mempermudah membuka terminal, buat shortcut di desktop atau buat quick launch-nya.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;	&lt;li&gt;Nah, setelah command prompt dijalankan, ketik python. Enter.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Untuk keluar, tekan ctrl+z (akan tampil dilayar ^z). enter.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sekarang, pelajari beberapa hal tentang membuat direktori di command prompt (contohnya kita akan membuat folder baru bernama belajarpython) :&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;	&lt;li&gt;Untuk membuat direktori baru di terminal : &lt;span style="color:#008000;"&gt;mkdir belajarpython&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Untuk merubah direktori dalam terminal :&lt;span style="color:#008000;"&gt; cd belajarpython&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Gunakan editor (gedit) untuk membuat file baru, lalu “save” atau “save as” di direktori yang sudah dibuat sebelumnya.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Kembali ke command prompt, periksa apakah ada file baru. Caranya : ketik &lt;span style="color:#008000;"&gt;dir&lt;/span&gt;. Enter.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/dir.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-760" title="dir" src="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/dir.jpg" alt="" width="590" height="355" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Program pertama&lt;/h2&gt;Untuk permulaan, kita buat program legendaris sepajang masa : Hello world. Di python, untuk membuatnya sangatlah sederhana. Buka program getedit, lalu ketik (angka 1 dan 2 tidak usah ditulis, itu namanya "&lt;em&gt;line numbers&lt;/em&gt;" dan ini digunakan programmer untuk mengetahui bagian mana yang salah) :&lt;br /&gt;
&lt;pre&gt;1. &lt;span style="color:#008000;"&gt;print&lt;/span&gt; "&lt;span style="color:#800080;"&gt;hello world!"&lt;/span&gt;
2. &lt;span style="color:#008000;"&gt;print&lt;/span&gt; "&lt;span style="color:#800080;"&gt;hello juga!"&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;Lalu save as dengan nama hello.py di direktori folder yang telah dibuat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Setelah itu menuju command prompt, lalu jalankan programnya dengan mengetik python &lt;span style="color:#008000;"&gt;hello.py&lt;/span&gt;. hasilnya akan seperti ini :&lt;/p&gt;&lt;a href="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/hello.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-761" title="hello" src="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/hello.jpg" alt="" width="590" height="404" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Mudah kan? Nah, silakan bermain-main dengan kodenya, ubah pesannya menjadi, misalnya, “hallo!”, “selamat siang”, atau “howdy!”. Lalu cobalah print lebih banyak kalimat lagi. Gunakan tanda-tanda baca seperti  (!), (&amp;amp;), (?) dan yang lainnya. lalu cobalah:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;	&lt;li&gt;Print script dalam satu baris.&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;Print script hanya satu kalimat per baris.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h2&gt;Perhatian untuk pemula!&lt;/h2&gt;Mungkin kamu masih ada masalah saat mengerjakan latihan ini, entah saat instalasi atau saat menjalankan program. Bila memang seperti itu, ulangi lagi, lakukan lagi sampai benar-benar mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yakin kamu pasti punya banyak pertanyaan. Kalau ada temanmu yang bilang, lebih baik pakai IDE &lt;em&gt;vim&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;emacs&lt;/em&gt; untuk memudahkan coding? Jawab saja, “tidak dulu.” Editor-editor tadi akan membantu, tapi nanti setelah kamu sudah cukup baik menjelajahi python, untuk permulaan gunakan saja gedit yang sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau programmer lain yang bilang “ Kenapa python 2? Sekarang kan udah ada versi 3, pelajari aja yang itu!” bilang saja, “kalau semua elemen kode python di komputermu memang pake python 3, saya akan coba mempelajarinya” itu akan membuat dia terdiam selama satu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sekarang, gunakan saja peralatan yang kamu punya, nggak begitu perlu pakai Mac OS atau Linux. Yang kamu perlukan saat ini hanyalah gedit, sebuah terminal, dan python. Cukup.&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;Beberapa sumber belajar python online yang bagus&lt;/h2&gt;Sambil menunggu posting blog ini selajutnya (hhe..) berikut ada beberapa sumber belajar yang bagus, gratis, dan bisa kamu coba.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;	&lt;li&gt;&lt;a href="http://ocw.mit.edu/courses/electrical-engineering-and-computer-science/6-00-introduction-to-computer-science-and-programming-fall-2008/video-lectures" target="_blank"&gt;OpenCourseWare: MIT 6.00 Introduction to Computer Science and Programming&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;&lt;a href="http://code.google.com/edu/languages/google-python-class/" target="_blank"&gt;Google's Intro to Python Class (online)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.greenteapress.com/thinkpython/thinkpython.html" target="_blank"&gt;"Think Python: How to Think Like a Computer Scientist"&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;&lt;a href="http://diveintopython.org/toc/index.html" target="_blank"&gt;"Dive Into Python", by Mark Pilgrim&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
	&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/user/thenewboston#g/c/EA1FEF17E1E5C0DA" target="_blank"&gt;"The New Boston" Programming Python Tutorials&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h2&gt;Eksplorasi tambahan : bagaimana kode bekerja?&lt;/h2&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada dua hal yang diperlukan untuk menjalankan sebuah program, kita ambil contoh program “hello world” yang sudah kita buat, yaitu : sebuah editor dan interpreter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Sebuah editor menyimpan kode yang kamu tulis kedalam hard disk komputermu. Kode ini (kadang disebut source code) hanyalah teks, yang bisa ditulis dan dibaca oleh manusia.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[caption id="attachment_762" align="aligncenter" width="590" caption="interpreter"]&lt;a href="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/interpreter.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-762" title="interpreter" src="http://anasthink.files.wordpress.com/2011/06/interpreter.jpg" alt="" width="590" height="159" /&gt;&lt;/a&gt;[/caption]&lt;br /&gt;
&lt;p style="text-align:justify;"&gt;Tapi komputer tidak bisa memroses teks yang dimaksudkan manusia, setidaknya tidak lebih baik.  Itulah mengapa kita butuh alat yang bisa menerjemahkan source code dari bahasa manusia  kedalam biner 1 dan 0 yang dapat dimengerti komputer. Itulah yang dilakukan interpreter. Dalam kasus ini, interpreter yang dimaksudkan adalah Python.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-4112604525376389309?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/CBPYFjlZ3qI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/CBPYFjlZ3qI/belajar-python-persiapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2011/06/belajar-python-persiapan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6801714518915672717</guid><pubDate>Sun, 23 May 2010 06:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.479-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilmuwan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi Muslim</category><title>Tentang Genius, Passion, Impian, dan kenyataan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Maaf, minggu kamarin nggak posting karena ada 8 Research Competition di SMAN 8 Jakarta (Lumayan hadiahnya buat perpanjang hosting :p ),  jadi agak capek..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ali adalah seorang anggota di organisasi sekolah, disalah satu sekolah terbaik di kotanya. Dan Ani menganggap Ali tidak bisa mengatur waktu dan menentukan prioritas pekerjaannya, sebab menurut Ani, Ali berat sebelah. Ali terlihat begitu terbengkalai akademisnya di sekolah, dengan alasan melaksanakan amanah di organisasinya. Lalu Ani menasihati Ali dengan membandingkannya dengan seorang kakak kelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;“Lihat tuh A Abi, dia balance antara akademis dan organisasinya. Dia jadi ketua disitu, dan dia juga dapet PMDK disalah satu universitas terkenal.”&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Ali yang mendengarnya hanya diam, merasa dirinya payah didepan temannya dan dia tidak punya argumen lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah kenapa, omongan Ani terdengar lucu bagi saya. Tahu kenapa? Terlalu banyak variabel, terlalu banyak perbedaan. Kita semua berbeda. Kalau saya yang menjadi Ali, mungkin saya akan bilang :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;“Wah, berarti standar kita beda. Kalau saya nyari orang yang masih SMA udah bisa nguasasin pemrograman Java dan PHP, dia juga produktif bikin banyak proyek dan tulisan, dia udah punya hak paten untuk karyanya di usia 16 tahun, dan dia balance dengan akademis dan kegiatan di organisasinya. Nah, itulah yang saya cari! Anak seperti ini benar-benar ada, tapi belum di sekolah ini, jadi saya melakukannya dengan cara sendiri.”&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nggak selamanya seseorang yang terlihat lemah di satu bidang benar-benar payah dibidang itu. Bisa jadi karena dia memang membuat pilihan yang berbeda, yang berbeda dengan banyak teman-temannya. Karena dia punya passion yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, jangan terlalu dini untuk meremehkan orang, karena siapa tahu justru dia adalah anak genius.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pix.alaporte.net/pub/d/16425-1/Hard+Work.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://pix.alaporte.net/pub/d/16425-1/Hard+Work.JPG" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Everything's Possible. Keep Thinking&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Genius&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, saya akan mulai dengan sebuah pertanyaan bodoh, “Apakah kamu mau menjadi salah satu orang genius yang pernah ada? maksud saya, mau nggak kamu seperti mozzart, einstein, atau para pemenang nobel?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orson Welles membuat masterpiece-nya, “Citizen Kane,” saat umur dua puluh lima tahun. Mozart menulis terobosannya Concerto No. 9 in E-Flat-Major di umur 21 tahun. Umur berapa T.S Elliot saat menulis, “The Love Song of J. Alfred Prufrock” (“I grow old . . . I grow old”)? Umur 23 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan dari “genius-minor” seperti mereka menciptakan karya penting saat masih muda. Genius bukan hanya tentang IQ yang tinggi, ini tentang seberapa keras seseorang bekerja dan seberapa kreatif ia menciptakan hal-hal baru yang tak terpikirkan banyak orang. Ingat &lt;a href="http://www.gladwell.com/outliers/outliers_excerpt1.html"&gt;teori 10.000 jam&lt;/a&gt;? Itu mengisyaratkan bahwa kalau kamu mau menjadi benar-benar handal dalam bidang apapun yang kamu mau, kamu setidaknya harus berlatih dan terus berlatih sebanyak 10000 jam. Itu berarti 3 jam setiap hari selama 10 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang paling penting, orang-orang yang berada di puncak tidak hanya berlatih lebih keras dari orang lain. Mereka berlatih sangat &lt;em&gt;jauh lebih&lt;/em&gt; keras.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdengar membosankan? Bekerja keras bagi sebagian orang memang bukan berita baik, tapi tidak bagi mereka yang memiliki passion. Kerja keras hanyalah sebutan bagi orang lain saja, bagi mereka yang memiliki passion itu semua adalah permainan. Kenikmatan pada sains, dan rasa ingin tahu yang sangat tinggi membuat mereka bergairah. Sebab passion adalah genesis dari genius. Passion adalah akar dari Genius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Passion&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini &lt;a href="http://inozzer.wordpress.com/2010/05/07/unlimited-passion/"&gt;beberapa&lt;/a&gt; &lt;a href="http://ahmadhuseinalkaff.wordpress.com/2010/05/03/oxford-medical-science/"&gt;teman&lt;/a&gt; saya berbicara tentang impian dan cita-cita, juga passion.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini membuat saya tertarik untuk mengetahui apakah ilmuwan-ilmuwan kelas dunia memahami passion? Ya, passion sebuah kata, deskripsi untuk suatu gambaran tertentu. Tapi fakta yang terjadi memang benar, rasa cinta pada sesuatu adalah alasan kuat untuk mewujudkan sesuatu. Kita sebut ini passion.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Passion lah yang membuat seseorang melakukan hal-hal yang dilihat gila bagi sebagian orang. Passion yang membuat seseorang menjadi begitu berani dengan apa yang sedang dia ingin lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bingung kalau bicara tentang passion. Mau apa lagi? passion adalah sesuatu yang kita cintai. Sesuatu yang walaupun orang mengolok-olok hasil kerja kita, sesuatu yang walaupun kita terlihat gagal total pada satu hal, tapi tetap membuat kita begitu semangat untuk terus belajar. Tetap membuat kita bergitu bersemangat untuk terus bekerja lebih keras. Kita menjadi egois, tidak pedulikan kata-kata orang. Karena kita mencitai apa yang kita kerjakan. Itulah passion.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Passion pada komputer membuat Bill Gates begitu tergila-gila dengan komputer, memilih untuk tidak bolos kelas olah raga dan begadang sampai pagi, setiap hari, untuk menyempurnakan program komputernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Passion juga yang membuat Steve Jobs tetap bangkit dan tidak menyerah walau ia sudah dipecat oleh perusahaan yang dia bangun sendiri, Apple. Namanya hancur dimata media, tapi Jobs tidak menyerah. Ia membangun perusahaan animasi yang nantinya akan jadi yang terbaik didunia. Dan segala usahanya membuat ia kembali bersama Apple dan membuat banyak terobosan baru. Semua orang memujinya (walau ada juga yang tidak begitu suka padanya).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya rasa dua orang diatas cukup untuk dijadikan contoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Jika kamu bertanya pada saya tentang Impian, Inilah jawabannya..&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Impian bagi saya adalah sesuatu yang sangat berharga. Impian adalah apa yang ingin saya lakukan selama saya hidup. Itulah yang membuat saya terus bersemangat. Walau untuk banyak orang, beberapa terdengar agak mustahil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;Membuat banyak inovasi dalam teknologi, menulis banyak buku-buku dan essay, lulus dari MIT, membangun perusahaan bidang teknologi dan masuk Fortune 500 sebelum umur 30 tahun, menjadi professor di universitas kelas atas, membangun badan amal sosial terbesar, dan berbicara didepan 10.000 anak Indonesia untuk meyakinkan bahwa nggak ada yang mustahil untuk dicapai.&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdengar indah, dan saya benar-benar menikmatinya, karena ini sebenarnya bukan hanya tentang “impian” dan cita-cita itu sendiri. Ini bukan tentang mendapat pekerjaan yang bagus ketika sudah besar nanti. Ini bukan tentang uang yang akan saya dapatkan ketika dewasa nanti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Impian bukan tentang itu. Ini tentang ikatan hati. Saya mencintai impian itu. Kalau suatu saat saya jatuh dan gagal, saya akan bangun dan terus mencoba. Seberapa sering itu akan terjadi saya nggak peduli. Tembok disana ada karena suatu alasan, bukan karena kita tidak bisa melewatinya. Sekali lagi, impian adalah tentang hati, saya mencintai impian itu. Apapun kata orang, saya tidak peduli.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kamu pikirkan tentang seseorang dari SMA di sebuah negara berkembang, yang bercita-cita bisa menjejakkan kaki dan berprestasi di universitas kelas dunia. Maksud saya , apa yang kamu pikirkan bila ada siswa ingusan di Bogor yang bercita-cita masuk universitas sekelas MIT,  Stanford, atau Harvard.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada dua kemungkinan yang orang pikirkan, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Anak itu hebat&lt;/b&gt; : kalau dia benar-benar serius, ini benar-benar cita-cita yang tinggi. Dia genius.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Anak itu gila&lt;/b&gt; : dia tidak realistis, tidak waras.. dan hanya seperti sicebol meridukan bulan. Dia hanya buang-buang waktu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realistis dan Kenyataan. Ini jadi pertimbangan bagi banyak orang untuk memutuskan tujuan penting dalam hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Berpikir jangan terlalu mengawang-awang, itu hanya akan membuatmu gila.”&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin itu nasihat yang tepat untuk anak ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan pemahaman mengenai betapa tidak masuk akalnya impian anak ini, lihat beberapa penjelasan ini :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tahun 2008, sebanyak 27.462 siswa SMA yang berkualitas tinggi di dunia melamar ke Harvard University. Dari semua siswa itu, 2.500 di antaranya mendapatkan nilai sempurna (800) di ujian baca SAT dan 3.300 di antaranya mendapatkan nilai sempurna pada ujian matematika SAT. lebih dari 3.300 menjadi juara satu di SMA-nya. Seberapa banyak yang diterima Harvard? Sekitar 1.600, yang berarti mereka menolak 93 dari setiap 100 orang pelamar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di MIT, tahun lalu setidaknya ada 18.000 pelajar terbaik dari seluruh dunia, dari sekolah-sekolah terbaik di negara-negara maju, melamar ke universitas ini. Setelah disaring, hanya 1000 yang diterima.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu, bagaimana dengan anak ingusan ini? apakah dia bisa mendapat nilai sempurna dari semua tes Sat di Harvard yang terkenal paling sulit (dan bila dia bisa melakukannya pun belum tentu diterima) ? Atau apakah dia juga bisa masuk universitas yang terkenal dengan sebagian besar nobel dalam bidang teknologi diraih oleh universitas ini (yang tentu tidak mudah)?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan aneh nya, dia tahu semua itu. Terlalu banyak gunung yang harus didaki untuk membuatnya sampai di puncak. Tapi dia tetap optimis, dan hanya dengan berbekal 3 hal :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Motto MIT, yaitu &lt;strong&gt;Mens et Manus&lt;/strong&gt; (pikiran dan tangan). Universitas ini sangat menghargai orang-orang yang begitu produktif melakukan banyak penelitian, dan bagi anak-anak muda yang sudah memiliki hak paten. Inilah yang dijadikan ambisinya.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kecintaannya pada teknologi dan impiannya.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Percaya pada mantra : “man jadda wa jadda”&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar baiknya, ada orang-orang yang sudah membuktikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah dengar seorang &lt;b&gt;Mawi Asgedom&lt;/b&gt;, seorang anak dari Afrika yang mengungsi di pinggiran kota di USA, yang pada akhirnya mendapat beasiswa penuh ke Harvard dan berprestasi disana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau pernah mendengar seorang yang miskin dan keluarganya kelaparan di sebuah kota di India, yang begitu gila pada matematika, padahal tidak punya akses untuk buku-buku ilmiah terbaru, dia datang dengan mempelajari buku-buku matematika kuno, lalu mendapat beasiswa di universitas tempat Isaac Newton belajar : University of Cambridge, dan menjadi legenda matematika yang tak terlupakan? Namanya &lt;b&gt;Ramanunjan&lt;/b&gt;. Dan itu nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, apa yang harus saya jelaskan tentang kenyataan dan sikap relistis? Bagi saya itu relatif. Mendoktrin seseorang tentang impiannya yang (bagi dia) tidak realistis menurut saya bukan sikap yang baik. Kita adalah apa yang kita pikirkan. &lt;em&gt;Everything is Possible. Keep Thinking.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Conclusion&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadi genius bukanlah tentang bakat bawaan dari alam, menjadi genius adalah pilihan. Percayalah dengan pada apa yang benar-benar kamu cintai, passion apa yang kamu miliki, dan impian apa yang ingin kamu gapai. Seberapa mustahil impian itu, justru akan lebih bagus. Ini akan membuatmu bersemangat, dan membuatmu berbeda dengan orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat orang lain memang perlu, tapi tidak semua pendapat orang lain itu penting. Dan faktanya, banyak kritik dan omongan orang lain justru tidak begitu penting dan tidak begitu membuatmu lebih baik. &lt;em&gt;Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.&lt;/em&gt; Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan kamu sehingga tidak mendengar kata hati sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Be yourself. Create. Inspire, and be inspired. Grow. Laugh. Learn. Love.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6801714518915672717?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/KbdXce7oDog" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/KbdXce7oDog/tentang-genius-passion-impian-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/05/tentang-genius-passion-impian-dan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-8133989674939731615</guid><pubDate>Sat, 08 May 2010 20:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.533-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ebook</category><title>Pelajaran Tentang Kebahagiaan dari Sejarah Stanford</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mirnarizka.files.wordpress.com/2010/03/happy.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://mirnarizka.files.wordpress.com/2010/03/happy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minggu kemarin, saya bicara tentang &lt;a href="http://blog.jurnalanas.web.id/2010/05/sebuah-argumen-kenapa-saya.html"&gt;facebook dan sedikit menyidir professor-professor yang cukup membuat saya kagum&lt;/a&gt;. Nah, sekarang kita akan sedikit istirahat dan merenung. Kali ini kita akan membicarakan stanford. Ok, saya memang suka universitas ini sampai-sampai bikin &lt;a href="http://anasthink.wordpress.com/2010/05/09/cerpen/"&gt;cerpen sendiri tentang stanford&lt;/a&gt;. Tapi sebenarnya ini bukan hanya tentang stanford. Ini tentang menjadi bahagia. Finding happiness.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Sebelum dimulai, saya ingin jujur bahwa..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka commencement speech yang hebat, yang dibawakan oleh orang-orang hebat. Saya suka melihat wisuda, saat gerbang ke dunia nyata akan dibuka dan bagaimana melihat banyak mahasiswa bergembira, dan berjingkrak riang bersama-sama. Ini yang saya rasakan ketika saya menonton &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=UF8uR6Z6KLc"&gt;commencement speech steve jobs di Stanford&lt;/a&gt; pada tahun 2005. Saya pertamakali menonton videonya setahun yang lalu. Dan saya sangat terinspirasi dengan apa yang dibicarakannnya. Ini membuat saya jelas,  bagaimana sukses-sukses besar yang pernah dicapai steve jobs menjadi begitu logis, karena ia memang sudah bekerja keras untuk itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saya samakin tertarik dengan hal-hal seperti ini. Saat ini saya juga suka meluangkan waktu hampir setiap hari, untuk mendengar commencement speech steve jobs di Stanford via mp3 player. Lalu saya cari lebih dalam lagi, dan saya menemukan vide-video lainnya. Bagaimana ya rasanya lulus dari universitas terbaik didunia? Ahh, pasti menyenangkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs Stanford menjadi pelampiasan saya untuk memenuhi hasrat ini. Btw, apakah kalian tahu sejarah berdirinya stanford? Kalian harus tahu, ada pelajaran berharga disana.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Kisah menarik tentang sejarah stanford&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.stanford.edu/group/clubbaseball/Images/stanfordlogo.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.stanford.edu/group/clubbaseball/Images/stanfordlogo.gif" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini kisah tentang seorang anak, yang begitu mencintai kehidupan kampusnya di harvard. Hanya saja, baru satu tahun disana, ia yang masih berumur sekitar 15 tahun tewas karena kecelakaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tuanya tahu bahwa anaknya sangat menyukai Harvard, jadi mereka berencana membuat semacam peringatan di Harvard untuk mengenang anaknya. Mereka berpakaian lusuh, datang ke Harvard bermaksud menemui pimpinan besar Harvard. Semua orang tahu, seorang petinggi Harvard seperti dia pasti tidak ada waktu untuk berurusan dengan pasangan berbaju lusuh, jadi awalnya mereka tidak dipedulikan. Pasangan tadi tetap ingin bertemu pimpinan Harvard, mereka sudah menunggu berjam-jam dan tak mau pergi. Karena kesal, pimpinan Harvard itu pun menemui pasangan tadi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang wanita berkata, “&lt;i&gt;Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?&lt;/i&gt;” tanyanya dengan penuh harap, tapi sang pimpinan Harvard tidak tersentuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;i&gt;Nyonya&lt;/i&gt;,” katanya dengan kasar, “&lt;i&gt;Kita tidak bisa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “&lt;i&gt;Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “&lt;i&gt;Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang wanita menolehpada suaminya dan berkata pelan, “&lt;i&gt;Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?&lt;/i&gt;” Suaminya mengangguk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs Leland Standford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak laki-lakinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Universitas tersebut adalah Stanford University , salah satu universitas favorit kelas atas di AS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jane dan Leland Stanford, mereka sebenarnya punya semua alasan untuk melawan dunia dan marah pada saat itu, tapi mereka justru melakukan hal lain. Mereka menyalurkan kesedihan mereka dengan  mendirikan sekolah yang nantinya menjadi salah satu universitas dunia kelas atas di USA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau mau bahagia, bahagiakanlah orang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengingatkan saya pada commencement speech di universitas ini tahun 2008 lalu, oleh Oprah winfrey. Dalam salah satu nasihatnya, ia berpesan,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;“To move forward you have to give back. And to me, that is the greatest lesson of life. &lt;b&gt;To be happy, you have to give something back&lt;/b&gt;.”&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menjadi bahagia, kamu harus memberikan sesuatu kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kamu dianiaya, bantu orang lain yang teraniaya. Pasti kamu akan bahagia. Kalau kamu pernah sukses, bantu orang lain untuk juga bisa mencapai sukses. Kalau kamu pernah menjadi master di bidang komputer, bantu orang lain untuk juga bisa mencapai seperti prestasimu. Kalau kamu pernah menjadi pemimpin yang dihormati, bantu orang lain untuk juga bisa menjadi pemimpin yang baik. Kalau kamu bisa berbicara didepan umum dengan sangat mengesankan, bantu orang lain untuk bisa juga melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini pelajarannya. Dan jangan meremehkan kekuatan dari nilai pelajaran ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lelena stanford kehilangan anaknya. Tapi mereka melakukan sesuatu yang luar biasa. Mereka membangun universitas yang benar-benar kredibel, dan pada akhirnya menjadi salah satu universitas terbaik didunia. Mereka melampiaskan kesedihan mereka dengan membuat banyak kebahagiaan untuk orang lain yang gila menuntut ilmu, seperti anak mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Jadi, sebenarnya.&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini semua tentang pilihan. Dan setiap pilihan akan punya timbal balik yang berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, kalau kamu sedang bersedih dan merasa melakukan kesalahan yang membuat dirimu sendiri begitu terpuruk, kamu bisa memilih. Untuk selanjutnya menjadi bahagia, atau terus meratapi kesedihan itu. Kalau pilihanmu yang pertama, lakukan ini : bantulah orang lain agar tidak terprosok kedalam lubang yang pernah mencelakai kamu. Lakukan apapun, sekecil apapun itu. menceriatakan pengalamanmu, menulis di blog, atau apapun itu, akan sangat bermanfaat dan akan sangat bermakna bagi orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamu pernah dengar Angelina Venui? Dia alumni SMA K 1 Penabur Jakarta, saya dengar, sekarang dia kuliah di Stanford (nolak MIT!). belakangan saya baru tahu, kalau di blognya, dia bikin &lt;a href="http://lenn1e2nd.wordpress.com/programming/"&gt;halaman khusus untuk pembahasan soal-soal olimpiade komputer&lt;/a&gt;. Menarik kan? Apalagi bagi orang yang notabene udah pernah juara di IOI, menyelesaikan soal-soal itu mungkin gampang. Tapi orang-orang lain yang baru belajar pasti sangat terbantu dengan blog yang dia buat Itu salah satu contoh konkritnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, kalau kita mau merasa bahagia, bahagiakanlah orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berpikirlah lebih luas, lebih besar. Karena makna dari nasihat ini jauh lebih besar dari kedengarannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-8133989674939731615?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/1gBjiWLFfWc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/1gBjiWLFfWc/pelajaran-tenang-kebahagiaan-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/05/pelajaran-tenang-kebahagiaan-dari.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-7854218582208580237</guid><pubDate>Sat, 01 May 2010 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.526-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-narcism</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilmuwan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">waktu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi Muslim</category><title>Sebuah Argumen :  Mendeactivekan account facebook</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9ww1XLXeYI/AAAAAAAAAc4/oXD3u4e8LxQ/s1600/deactivate.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://2.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9ww1XLXeYI/AAAAAAAAAc4/oXD3u4e8LxQ/s320/deactivate.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lebih dari setahun saya menggunakan Facebook sebagai salah satu cara saya yang paling cepat untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Tetapi, hampir dua minggu lalu saya menonaktifkan Facebook saya, menghapus accountnya dan berjanji untuk tidak menggunakannya lagi untuk sementara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya, &lt;i&gt;apa alasan yang cukup logis untuk menjelaskan kenapa saya melakukan ini?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, keputusan yang saya buat ini masih tergolong sepele. Kenapa? Karena beberapa orang yang saya kagumi membuat pilihan yang lebih ekstrim dari ini. Dan mereka tetap bisa berhubungan baik dengan orang lain, menikmati hidup dengan menyenangkan, dan juga banyak menghasilkan produktifitas.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Pelajaran dari professor paling produktif di dunia&lt;/h3&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wwr5J6QfI/AAAAAAAAAc0/2RbtGFfzaU0/s1600/alanlightman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wwr5J6QfI/AAAAAAAAAc0/2RbtGFfzaU0/s200/alanlightman.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Alan Lightman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Professor &lt;b&gt;Alan Lightman&lt;/b&gt; adalah salah satu ilmuwan yang paling populer, baik didunia fisika ataupun fiksi ilmiah. Dia professor di MIT yang sangat produktif, banyak melakukan ceramah-ceramah prestisius, dan melakukan banyak riset. Salah satu bukunya yang paling terkenal adalah “&lt;i&gt;Einsteins’s Dream&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kamu membaca biografi professor Alan Lightman, sulit dibayangkan sesibuk apa Om Alan ini. Seberapa seringnya ia menggunakan blackberry dan membalas setiap email dari fansnya. Memang kira-kira berapa pesan email yang masuk kedalam inboxnya? 10.000? terlalu sedikit untuk bisa dikatakan ajaib. Jawaban yang benar adalah hampir 50.000!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kalau kita lihat ke &lt;a href="http://www.mit.edu/%7Ehumanistic/faculty/lightman.html"&gt;situs officialnya&lt;/a&gt;, ada pesan unik disitu :&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I do not use e-mail, but you can reach me at my MIT office: [address removed], telephone: [number removed]&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Om Alan nggak menggunakan email untuk berkomunikasi dengan fans atau orang-orang lainnya. kalau kamu memang mau menyampaikan sesuatu ke Om Alan, silahkan datang langsung ke kantornya. Simple banget.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada lagi, namanya Om &lt;b&gt;Donal Knuth&lt;/b&gt;. Dia professor computer science di Stanford. Dan menjadi salah satu ilmuwan computer science paling penting dan paling terkenal di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di &lt;a href="http://www-cs-faculty.stanford.edu/%7Eknuth/email.html"&gt;situs officialnya&lt;/a&gt;, Om Knuth menulis :&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I have been a happy man ever since January 1, 1990, &lt;b&gt;when I no longer had an email address&lt;/b&gt;. I’d used email since about 1975, and it seems to me that 15 years of email is plenty for one lifetime.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu ia memberitahu alasannya..&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Email is a wonderful thing for people whose role in life is to be on top of things. But not for me; &lt;b&gt;my role is to be on the bottom of things&lt;/b&gt;. What I do takes long hours of studying and uninterruptible concentration.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumennya jelas. Dan ia juga pernah bilang bahwa disekitar kesibukannya sehari-hari, ia tetap bisa berhubungan dengan banyak orang lain. Ia mengaku hanya menggunakan email 3 bulan sekali. Om Knuth ingin&lt;b&gt; komunikasinya dilakukan dengan efektif&lt;/b&gt;, seperti hanya sehari membuka email setiap tiga bulan. Jadi, bagi siapa saja yang ingin mengirim pesan melalui email, pastikan pesan itu penting dan dipersiapkan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi bagaimana kalau ada pesan yang penting dan mendesak? Om Knuth punya asisten pribadi yang mengecek emailnya setiap hari. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9w6woGMGbI/AAAAAAAAAdE/bQ3entNJFEc/s1600/image001.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9w6woGMGbI/AAAAAAAAAdE/bQ3entNJFEc/s1600/image001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Terence Tao&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Oh ya, jangan lupa dengan &lt;b&gt;Professor Terence Tao&lt;/b&gt;. Pertengahan tahun 2006 lalu, Om Tao ini mendapat penghargaan “&lt;a href="http://www.math.ucla.edu/%7Etao/"&gt;the Fields Medal&lt;/a&gt;” sebuah penghargaan bergengsi yang hanya diadakan empat tahun sekali. Ini nyaris nggak berbeda dengan award Orang paling jenius dalam bidang matematika di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kalau kamu pensaran dengan situs officialnya, silahkan kunjungi &lt;a href="http://www.math.ucla.edu/%7Etao/"&gt;http://www.math.ucla.edu/~tao/&lt;/a&gt; . disitu Om Tao memberitahu bahwa&lt;b&gt; cara terbaik untuk bisa menghubunginya adalah dengan melalui email&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamu bisa mengirim pesan melalui emailnya, tapi bukan pesan yang semabarangan.Om Tao mendaftar email-email apa saja yang tidak boleh dikirim ke inboxnya, dari mulai tawaran untuk menjadi pembicara seminar, sampai request topik di blognya. Semuanya, ada &lt;i&gt;22 tipe email yang nggak akan Om Tao balas&lt;/i&gt;. Wow. Sampai sebegitunya ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sekarang kunci pintu kamarmu, tutup jendela, dan tanyakan perlahan-lahan..&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Kalau para ilmuwan penting ini bisa hidup tanpa email, Apa hal buruk yang akan terjadi jika saya hanya menghapus sebuah account facebook? &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba pikirkan sejenak. Betapa banyak kesempatan-kesempatan yang Professor Alan, Knuth, dan Tao lewati dengan menonaktifkan email mereka. Tawaran dari perusahaan-perusahaan, bisa berhubungan intens dengan murid-murid mereka, dan sebagainya. Bayangkan banyak peluang bagus terlewati karena mereka tidak menggunakan email.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi yang menjadi argumen adalah: &lt;b&gt;mereka lebih sibuk dari saya dan kamu&lt;/b&gt;, tapi mereka tidak merasa ada masalah karena tidak menggunakan email. Mereka tetap bisa menikmati hidup dengan menyenangkan, dan mengisinya dengan aktivitas-aktivitas produktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Dan kalau apa yang mereka lakukan memang membawa keuntungan dan kebaikan, nggak ada salahnya kan kita tiru?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Flipping the Megaphone&lt;/h3&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wxKAxF6EI/AAAAAAAAAc8/t9pkra88v7Y/s1600/mega.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wxKAxF6EI/AAAAAAAAAc8/t9pkra88v7Y/s1600/mega.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Megaphone&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ubah corongnya, jangan jadikan megaphone. Saya melihat alat komunikasi adalah bagaikan mengaphone.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggap lubang kecil adalah tempat informasi masuk, dan lubang yang besar tempat informasi kita terima. &lt;i&gt;Facebook bagi saya termasuk megaphone&lt;/i&gt;. Facebook memberi saya banyak informasi dan pesan, dari mulai komentar-komentar, messages, atau chatting. Ada informasi penting disitu, tapi ada jauh lebih banyak informasi yang kurang berguna disana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya membuka inbox misalnya, dan melihat isinya. Dari mulai ada yang ngajak kenalan, ada yang bertanya tentang sesuatu, informasi sekolah, pesan dari rekan-rekan organisasi, dan banyak lagi. Ada pesan-pesan yang memang berguna dan penting. Tapi ada juga yang nggak begitu penting. Tapi facebook tidak peduli pesan itu berguna atau tidak, mesin akan tetap mengirimkan pesan yang ditunjukkan ke account saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini baru inboxnya, belum lagi notification lainnya yang bejibun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Facebook dan jejaring sosial lain juga membuat akses komunikasi menjadi lebih rumit. Misalnya, saya lebih suka berkomunikasi melalui email. Tapi karena saya punya facebook, akibatnya banyak orang juga yang kalau mau berkomunikasi dengan saya menggunakan facebook, bukan email.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wxWxYlxYI/AAAAAAAAAdA/AOHTuA-X0c8/s1600/funnel.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9wxWxYlxYI/AAAAAAAAAdA/AOHTuA-X0c8/s1600/funnel.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;The Funnel&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan menurut saya, facebook juga akan membuat orang yang ingin berkomunikasi dengan kita menjadi lebih bingung. Kalau kita beritahu orang-orang email, account facebook, account friendster, account kaskus.. dan ketika suatu saat ada yang ingin memberikan pesan penting, dia akan sedikit bingung, “jalan mana yang harus saya lakukan agar pesan saya ini diterima dia dengan lebih cepat?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, dengan hanya menggunakan email, &lt;b&gt;saya bisa membalikkan megaphone menjadi corong&lt;/b&gt;. Semua informasi yang datang ke saya menjadi lebih sedikit, dan itu semua adalah pesan-pesan yang memang ditunjukkan untuk saya. Itu pesan-pesan yang berguna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mencoba sedikit eksperimen..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang tidak bisa saya lakukan bila saya menghapus account facebook. Dan kesimpulan yang ada ternyata adalah, tidak ada kerugian yang saya alami dengan menghapus account facebook.&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tidak bisa berhubungan dengan teman-teman lain&lt;/b&gt; : hey, kan masih ada handphone dan email. Kita bisa berkomunikasi dengan menggunakan itu. dan lagi, orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan saya di facebook justru orang-orang yang hampir saya temui setiap hari disekolah. Jadi, tidak ada hubungan yang putus kan?&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tidak mendapat informasi bila ada suatu acara atau undangan &lt;/b&gt;: kalau memang acara itu penting, teman-teman saya pasti memberitahu saya melalui Handphone atau email. Apalagi, hampir undangan acara yang saya terima di facebook juga saya terima melalui Handphone, atau lebih dikenal dengan sebutan jaringan komunikasi (jarkom).&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tidak bisa berbagi tulisan dan opini&lt;/b&gt; : saya punya blog. Saya rasa, blog adalah tempat dengan fasilitas paling lengkap untuk bisa berbagi tulisan dengan orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tidak mempunyai tempat untuk mempublikasikan identitas pribadi di internet&lt;/b&gt; : saya punya homepage, &lt;a href="http://www.jurnalanas.web.id/"&gt;www.jurnalanas.web.id&lt;/a&gt; hampir semua tentang saya ada disitu, lengkap.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengurangi peluang Personal Branding&lt;/b&gt; : ada benarnya, tapi banyak kok orang-orang yang mempunyai blog populer dan punya personal branding yang bagus tidak punya account facebook. Kalaupun mereka punya, biasanya itu hanyalah facebook pagenya saja, yang biasanya juga dibuat oleh penggemar mereka. Contohnya Seth Godin dan Pranav Mistry. Kenapa? Alasannya sederhana, karena mereka lebih fokus untuk lebih produktif bukan lebih sibuk mempublikasikan identitas dengan lebih gencar. Karena nyatanya,&lt;i&gt; semakin berguna karya yang kita buat, orang akan dengan sedirinya membicarakan kita&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini membuat saya berpikir bahwa dengan menghapus account facebook bukan hanya menghemat pesan yang saya terima, &lt;i&gt;tapi menjadi salah satu investasi saya&lt;/i&gt;. Dan mungkin juga ini berlaku untuk kamu.&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Conclusion&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya nggak berusaha untuk membuat kamu menghapus account facebookmu, itu hakmu dan saya juga mengerti bila kamu menolak untuk menghapusnya. Bagi saya menghapus facebook akan menguntungkan, tapi mungkin bagi kamu menutup akses facebook adalah merugikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya hanya mengajak teman-teman untuk berpikir, terutama bagi yang merasa waktunya banyak termakan didepan monitor dengan produktifitas yang rendah. &lt;i&gt;Jangan sampai teknologi membuat kita jadi terpedaya, dengan dalih menjalin silaturahmi yang  pada kenyataanya terlalu berlebihan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Email bagi saya sangat menguntungkan, dan kalian juga pasti berpendapat seperti itu. Kelebihan dan manfaatnya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Itu bagi saya dan kamu. Tapi tidak bagi professor knuth.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan saya sangat sederhana,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;Yes, Technology is Great! Tapi itu kalau kita bisa memilah dan menimbang dengan bijak keuntungan yang kita terima jauh lebih banyak daripada kerugian yang akan kita alami.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-7854218582208580237?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/rrT7jDID1bA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/rrT7jDID1bA/sebuah-argumen-kenapa-saya.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9ww1XLXeYI/AAAAAAAAAc4/oXD3u4e8LxQ/s72-c/deactivate.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/05/sebuah-argumen-kenapa-saya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6884599276027269563</guid><pubDate>Sat, 24 Apr 2010 02:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.493-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ebook</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilmuwan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi Muslim</category><title>Esai : Merubah Peradaban dengan Pendidikan Islam</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Niatnya hari ini mau bikin artikel tentang beberapa profile professor dan mahasiswa MIT yang inspiratif. Mereka bisa berprestasi dan sangat produktif, tapi masih bisa bersenang-senang, dan bahkan punya blog yang populer.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi mungkin itu lain kali aja ya, hhe. Soalnya tadi pagi baru nulis esai tentang Pendidikan Islam yang mampu membangun salah satu peradaban paling maju dalam sejarah manusia. Bagaimana mereka melakukannya? langsung saja download esai ini, yang saya beri judul, "&lt;b&gt;Merubah Peradaban dengan Pendidikan Islam&lt;/b&gt;".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sites.google.com/site/bisnisonlineyangtelahterbukti/Home/pendidikanislamdankemajuanperadaban.pdf" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9JVWbyZ3bI/AAAAAAAAAb8/Vi9cexJtozk/s1600/pdfi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6884599276027269563?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/yjimEsZv3IQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/yjimEsZv3IQ/esai-merubah-peradaban-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_q91jzs73DB8/S9JVWbyZ3bI/AAAAAAAAAb8/Vi9cexJtozk/s72-c/pdfi.jpg" height="72" width="72" /><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/04/esai-merubah-peradaban-dengan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-463053691537282313</guid><pubDate>Sun, 18 Apr 2010 11:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.435-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">blog</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">E-Narcims</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Memacu Kreatifitas di Era Keterbukaan</title><description>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;The World is Flat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;i&gt;Thomas L Friedman&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda mungkin sudah tahu Seth Godin? Ia adalah seorang penulis, marketer, dan pembicara yang sangat populer. Blognya, yang beralamat di &lt;a href="http://sethgodin.typepad.com/"&gt;sethgodin.typepad.com&lt;/a&gt; adalah salah satu blog terbaik versi Times.com, dan ia mengupdatenya setiap hari. Ya, setiap hari ia mempublikasikan ide-idenya yang inspiratif dan berkualitas. Dan semuanya gratis, semua orang dapat menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="text-align: justify;float: left; margin-right: 1em; " cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/cgo/lowres/cgon381l.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/cgo/lowres/cgon381l.jpg" border="0" height="149" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Image Credit to : &lt;i&gt; www.cartoonstock.com&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, walaupun tulisan-tulisan berkualitasnya gratis, Seth Godin tetap menjadi penulis yang banyak ditunggu karyanya, yang paling diperbincangkan ide-idenya, dan yang paling mahal bayaran untuk menjadi seorang pembicara. Ini adalah salah satu prinsip baru dalam era digital hari ini. semua orang dapat berkeratifitas, dan membuat berbagai karya dengan keleluasaan untuk memproduksinya dengan sangat mudah. dan itu bukan hanya menguntungkan bagi orang lain yang menikmatinya, tapi juga menjadi pendongkrak personal branding bagi si pembuat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada contoh lain, yang lebih sederhana dan baru. Beberapa waktu lalu, mas &lt;a href="http://ilmanakbar.dagdigdug.com/"&gt;Ilman Akbar&lt;/a&gt; membuat &lt;a href="http://ilmanakbar.dagdigdug.com/2010/04/13/saat-yang-sudah-nemu-passion-yang-masih-berjuang-menemukannya-bertemu-mari-saling-menyemangati/"&gt;ebook tentang passion&lt;/a&gt;. Saya mengetahui ini di twitter. Ia membuat &lt;i&gt;hashtag&lt;/i&gt; bagi siapa saja yang mau membicarakan ebook ini di Twitter. Dan sejak peluncuran ebook ini, banyak respon positif yang datang dengan sangat cepat. Dan itu baru saya lihat di Twitter saja. Dan saya lihat, yang dilakukan mas Ilman cukup sederhana. Membuat ebook pdf, lalu memasarkannya di &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;. Semuanya gratis. Dan semua orang bisa melakukan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;&lt;i&gt;Don Tappscot&lt;/i&gt;, dalam bukunya &lt;b&gt;Wikinomics&lt;/b&gt; mengatakan bahwa saat ini adalah era dimana ekonomi dikendalikan bukan oleh uang, tapi dipimpin oleh komunitas yang saling percaya, saling berkontribusi, dan membuat berbagai produksi kreatif yang didistrubusikan dengan sangat murah atau bahkan gratis. Ini memang menjadi bagian dari sifat manusia. Manusia adalah makhluk sosial. Mereka senang bekerja dalam tim. Dan mereka juga ingin berinovasi dan berkreatifitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan ketika kita berbicara tentang kreatifitas, ini tidak ada hubungannya dengan IQ yang tinggi, seseorang yang bisa menguasai 5 bahasa di usai tujuh tahu, atau nilai ujian yang tak pernah dibawah 100. Kreatif berbeda dengan integensia. Menjadi kreatif berarti menjadi bagian dari pemecah masalah. Menjadi kreatif berarti memberikan solusi, dengan cara yang tidak olah banyak orang lain pikirkan. Dan pada dasarnya semua orang bisa melakukan ini. Manusia adalah mahluk yang kreatif.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesuksesan Linux, Mozilla, atau bahkan Wikipedia memberikan beberapa pelajaran berharga untuk kita. Begitu banyak perubahan dengan gaya hidup digital kita saat ini, membuat adanya prinsip baru yang berlaku tentang bagaimana menciptakan kreatifitas yang dapat bertahan lama. Yaitu era dimana keterbukaan, kolaborasi, sharing, dan bertindak global menjadi kekuatan yang fantastis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang penting adalah, Ini berarti memungkinkan siapa saja –dari mulai anak SD sampai dengan profesional dapat melakukan sesuatu yang pantas dibicarakan di media. Sebuah aksi kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesuatu yang sebelumnya tak mungkin&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sudah sejak lama berandai-andai untuk bisa belajar di universitas seperti stanford atau MIT. Dan saya rasa, begitu pula dengan banyak dari kita yang menginginkannya. Dulu, seorang anak di desa yang terpencil bisa dianggap gila kalau bermimpi seperti ini. Tapi sekarang, kita semua dapat menikmatinya. Kita dapat mendengarkan professor didalam kelas seperti di MIT, mirip dengan yang diterima oleh mahasiswanya disana. Caranya sederhana dan murah, kunjungi saja &lt;a href="http://ocw.mit.edu/"&gt;ocw.mit.edu&lt;/a&gt;, dan anda akan membaca..&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;“Welcome to MIT’s OpenCourseWare, a free and open educational resources (OER) for educators, students, and self-learner around the world. MIT OpenCourseWare (MIT OCW) suports MIT’s mission to advance knowledge anda education and serve the world in the 21st Century.”&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di situs ini ada banyak video yang direkam langsung saat proses belajar, ditambah dengan presentasi, handbook, soal-soal latihan dan jawaban. Dari berbagai fakultas, dari mulai aeonautics sampai zoology, dari salah satu universitas terbaik di dunia. Semuanya gratis, semuanya dapat di download oleh siapa saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Situs ini terus berkembang, dan saya yakin akan terus berkembang. Bahkan semakin banyak orang yang ikut berkontribusi. Karena situs ini memang dibutuhkan.&lt;b&gt; MIT OCW&lt;/b&gt; adalah salah satu contoh dari tindakan nyata sebuah prinsip openness, keterbukaan. Membuat sesuatu yang sebelumnya tak mungkin dilakukan, menjadi sangat realistis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Era Opennes : Semua Diuntungkan&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak peduli anda menyadarinya atau nggak, kita sedang hidup di era opennes, era keterbukaan. Pertama yang harus kita ingat agar kita bisa menjadi bagian dari era ini adalah bahwa, jadilah orang yang dermawan. Jadilah orang yang baik. &lt;i&gt;Berikan sebanyak-banyaknya pada dunia, jangan hanya berharap menerima sebanyak-banyaknya&lt;/i&gt;. Ini bukan hanya petuah Pa Harfan di film Laskar pelangi, tapi ini juga sudah menjadi bagian dari kunci keberhasilan dalam dunia yang semakin datar seperti sekarang. Menjadi yang dermawan menjadi salahsatu kunci keberhasilan dalam produk kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mensharing ide, berbagi pengetahuan, menceritakan pengalaman, dan membantu orang lain adalah bagian dari pengendalian dunia web. Semua orang akan suka dengan siapapun yang mau berbagi, dan mereka akan memberitahukan teman-temannya yang lain kalau memang anda adalah orang yang kredibel di bidang anda. Ini menjadi senjata bagi anda sebagai personal branding.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan Sekedar Membangun Kreatifitas&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pranav Mistry adalah seorang yang cukup dikenal dunia sekarang. Ia menciptakan teknologi yang membuat kita dapat berinteraksi dengan dunia digital dengan cara baru. Dan yang lebih menarik lagi Ia memberikan lisensi open source pada code yang ada dalam teknologi yang ia ciptakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;object height="326" width="446"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://johnnylee.net/"&gt;Johnny Lee&lt;/a&gt; juga seorang peneliti dalam bidang interaksi komputer dan manusia. Ia biasa bekerja di lab dengan video, dan menguploadnya ke youtube. Dalam waktu seminggu, pekerjaannya sudah dilihat oleh ratusan ribu orang diseluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah salah satu dampak kombinasi dari era keterbukaan dan akses infrasruktur yang murah. Mereka yang ikut bergelut di bidang media internet tidak bermain-main atau bercanda. Mereka bukan hanya memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan, mereka ikut menjadi bagian dari aktivis di era kreatif. Mereka menjadi bagian yang mengubah dunia. Mereka memberikan yang terbaik yang mereka bisa untuk seluruh dunia. Dan kita juga bisa seperti mereka, dengan cara kita sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi web yang terus berkembang membuat kita jauh lebih mudah untuk berbagi, membuat komunitas, dan memproduksi karya-karya kreatif kita. Semuanya bahkan gratis, mudah digunakan, dan bukan alat-alat murahan. Google, youtube, wikipedia, kaskus, telah memberikan kita &lt;i&gt;tools &lt;/i&gt;untuk membantu dan memacu kita melakukan lebih banyak aktifitas kreatif dan produktif. Dan yang harus kita lakukan hanyalah berpikir lebih kreatif, dan membuat produk atau karya inovatif, membuat tulisan-tulisan bermanfaat, membuat blog yang ikut berkontribusi di bidang ilmu pengetahuan, atau apapun itu. lalu, beritahu dunia dengan menyebarkannya di internet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau kita melakukan hal-hal yang baik, cepat atau lambat jalan kemudahan akan datang dengan sendirinya. Tidak percaya? Percayalah! hhe..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin kita produktif, semakin kita menjadi terpacu untuk terus berkarya. Dan dengan sendirinya orang-orang akan memberi masukan terhadap karya-karya yang kita buat. Dan dengannya, kita bisa lebih kreatif lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, selamat datang di era baru! Jika anda belum menemukan bidang kreatif mana yang anda sukai, teruslah mencari! Jangan menyerah! Satu-satunya cara untuk tetap bisa dianggap disini adalah dengan menjadi orang yang baik, dan yang kreatif! Kita orang Indonesia juga pasti bisa!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadilah Kreatif, Jadilah orang yang baik! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-463053691537282313?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/_Qqjt1-vrcY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/_Qqjt1-vrcY/jadilah-orang-yang-baik-jadilah-orang_18.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/04/jadilah-orang-yang-baik-jadilah-orang_18.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-7744736535220493864</guid><pubDate>Tue, 06 Apr 2010 10:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.519-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">seni</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">film</category><title>Review : My Name is Khan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/04/MNIK-300x225.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="My Name Is Khan" border="0" class="size-medium wp-image-387" height="150" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/04/MNIK-300x225.jpg" title="MNIK" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah nonton film "My Name is Khan" ? Hmm.. ada dua hal kenapa posting saya kali ini termasuk sangat berbeda dari yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, ini adalah resensi film, dan bukan film biasa.. tapi film Bollywood, Film India yang secara salah satu genre film yang sudah sangat lama tak saya tonton. Kedua, seingat saya, belum pernah sekalipun membuat tulisan untuk resensi film di blog manapun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya udah lupa, kapan terakhir kali menonton film Bollywood. Kalau tidak salah, sewaktu SD kelas 3, dan itu pun hanya sekedar menunggu waktu berangkat sekolah (saat itu saya sekolah giliran siang), dan itu juga tidak dari awal sampai akhir. hanya seadanya saja.. sebab saya tidak begitu suka film Bollywood. Alasan utamanya adalah : Terlalu banyak jogetnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi ini adalah film Bollywood yang benar-benar beda..&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pikir ini salah satu film paling inspiratif yang pernah saya lihat. Kisah yang luar biasa dari seorang yang biasa. Sebuah perjalanan yang memeras air mata dan memberikan banyak pelajaran tentang kemanusiaan dan toleransi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah seorang Rizwan Khan, ia seorang muslim, yang menderita &lt;i&gt;Asperger’s Syndrome&lt;/i&gt;, salah satu kelainan autis. Tapi walaupun begitu, ia termasuk orang yang cerdas dan punya kekuatan memori yang menakjubkan, hobinya adalah memperbaiki barang-barang yang rusak. Dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana dari India, dan setelah kematian ibunya ia pergi ke Amerika. Mengikuti jejak adiknya yang sejak umur 18 tahun sudah disana karena mendapat beasiswa dari Universitas of Michigan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Amerika, Khan bekerja sebagai seorang sales perlengkapan kosmetik, ia datang ke salon-salon dan menawarkan produknya dengan cara yang unik. Khan adalah orang yang sangat jujur dibanding salesman normal.&amp;nbsp; Dia lebih memilih barangnya tidak begitu laku, daripada konsumennya rugi kalau ada produknya yang tidak terpakai karena kadaluarsa. Dan itu membuat semua orang menyukainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah sebenarnya dimulai sejak Rizwan bertemu wanita yang istimewa di sebuah salon. Dia sangat cantik, cerdas, periang, senang tertawa, dan sangat cantik (udah ya?), Namanya Mandira. Khan beragama islam, sementara mandira beragama Hindu. Inilah perbedaan yang membuat adiknya tidak setuju Khan menikah dengan Kajol eh Mandira. Uniknya, walaupun Khan memiliki kekurangan, tapi hatinya yang baik dan kesungguhannya mencintai Madira membuat mereka akhirnya menikah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup mereka pun semakin istimewa sejak itu. Bisnis yang mereka kelola&amp;nbsp; lancar, anak mereka yang patuh, dan tetangga yang menyenangkan. Semuanya tampak indah, sampai akhirnya..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggal 11 September 2001.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serangan teroris ke Gedung WTC bagi mereka adalah serangan religius yang pahit. Khan dan banyak muslim lainnya dibenci oleh banyak orang disekitarnya. Bisnis mereka bangkrut, dan yang paling pahit adalah.. anak mereka, Sam meninggal karena dianiaya teman-temannya. Dan itulah yang membuat Mandira marah besar dan merasa menyesal telah menikah dengan seorang Muslim seperti Khan, sampai akhirnya..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam marahnya Mandira menyuruh Khan pergi dan jangan kembali, setelah ia memberitahu Presiden Amerika dan mengatakan satu hal, &lt;i&gt;My Name is Khan, and I'm not a Terrorist. &lt;/i&gt;Mandira mengatakan itu karena dia sedang sedih dan gundah, tapi Khan yang menderita &lt;i&gt;asperger’s syndrome&lt;/i&gt; tidak memahami itu. Dia harus menemui presiden Amerika.. Dan sejak saat itu, dimulailah perjalanan Khan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ah, sebaiknya anda langsung saja menonton film ini. Biar bisa merasakan langsung makna yang tersirat dalam film ini. Tontonlah bersama teman-teman anda, atau orang-orang yang anda cintai (alah, wkwk). Setelah menonton film ini, seharusnya anda mendapat inspirasi baru tentang sisi lain didunia ini. Selamat terinspirasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-7744736535220493864?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/veeSAwQ8XiQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/veeSAwQ8XiQ/review-my-name-is-khan_06.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/04/review-my-name-is-khan_06.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-7707947644670256627</guid><pubDate>Fri, 02 Apr 2010 19:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.511-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>5 Pelajaran dari seorang guru Killer</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya baru saja membaca hasil survey menarik yang dilakukan di Jakarta dari sebuah tabloid pelajar, d’ Champs. Ini tentang “guru killer vs guru favorit”, Mereka membuat statistik mengenai beberapa opini tentang guru yang disukai dan dibenci kebanyakan siswa. Beberapa kesimpulannya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;66% pelajar mempunyai guru yang mereka anggap “killer” dan cukup beragam, diantaranya guru kimia, matematika, bahasa, atau ekonomi. Dan 40% dari mereka memberikan alasan karena guru yang mereka anggap killer mengajar dengan cara yang keras. Intinya adalah banyak pelajar tidak menikmati sepenuhnya masa-masa di sekolah, dan penyebabnya adalah guru yang mereka miliki.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernahkah anda mempunyai guru killer?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi sebelum dijawab, saya berpikir tentang seperti apa guru yang killer itu. Bagi saya guru yang killer bukanlah guru yang mengajar dengan suara yang memekkan telinga, bukan guru yang sering membuat tugas, atau guru yang sering memberikan konsekuensi bagi siswanya yang membuat pelanggaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anda memiliki guru (atau semacam itu) bahwa Anda tidak bisa membuat anda nyaman, membuat anda tidak bisa belajar darinya, yang tidak mendukung untuk membawa anda ketempat yang anda butuhkan, &amp;nbsp;karena ia mempertahankan status quo dan menunjukkan kegagalan anda pada apa pun nilai rapor yang ia pilih, anda dapat mempertimbangkan diri gagal. Anda dapat memutuskan bahwa anda mempunyai guru yang buruk. Atau anda bisa mengingatkan diri sendiri bahwa itu berarti..&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Nilai dan rangking adalah ilusi&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ilmanakbar.dagdigdug.com/2010/03/16/ayo-ikuti-passionmu-belum-nemu-ini-petunjuknya/" target="_blank"&gt;Passion&lt;/a&gt; dan wawasan anda adalah realitas&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kerja keras anda lebih berharga daripada sekedar keselarasan dengan kunci jawaban&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kegigihan dalam menghadapi figur otoritas skeptis adalah kemampuan kuat&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jika anda cukup peduli tentang pekerjaan apa yang akan banyak menerima kritik, anda telah belajar cukup untuk hari ini&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-7707947644670256627?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/3mRi4jRr0Bw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/3mRi4jRr0Bw/5-pelajaran-dari-seorang-guru-killer_02.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/04/5-pelajaran-dari-seorang-guru-killer_02.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-1202271601797651143</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 19:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.229-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Kapan harus memulai?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dulu, saat smp, saya sempat menjadi konsultan amatir segala hal tentang blog, terutama didepan teman-teman saya. Tapi dari sekian pengelaman yang saya rasakan.. masalah utama kenapa mereka mengeluh belum bisa membuat blog, mengeluh karena sulitnya membuat posting, adalah bukan karena mereka tidak bisa (saya malah tidak pernah berpikir, ada yang benar-benar tidak bisa membuat blog, setelah tahu bagaimana menyalakan komputer).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan dari mereka yang kelihatannya ambisius, tapi mengapa belum bisa membuat blog juga? Maksud saya membuat blog yang benar-benar diisi dan digunakan, bukan hanya dibuat. Mengapa? Saya rasa alasannya adalah ini : mereka terlalu khawatir tentang kapan harus memulai, karena terlalu banyak yang dipikirkan. Mereka menunggu waktu yang terbaik untuk memulai.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya ini bukan tentang blog. Semua orang punya kepentingan dan tujuan masing-masing. Tapi menggelikan memang, kalau kita tahu harus berbuat apa, kita tahu mau kemana, dan kita sudah punya perlengakapan yang cukup tapi belum juga bergegas untuk memulai. Menunggu waktu yang terbaik untuk memulai? Ya, semua juga pasti ingin melakukan pekerjaan diwaktu yang terbaik, karena ini akan sangat membantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, kapankan waktu itu? Waktu yang terbaik untuk memulai melakukan apa yang kita targetkan adalah..&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika Anda punya cukup uang di bank untuk membiayai semua yang diperlukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika kompetisi masih jauh tertinggal dalam teknologi, kecanggihan dan penerimaan pasar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika kompetisi tidak &lt;i&gt;terlalu jauh di&lt;/i&gt; belakang, karena Anda akan menghabiskan terlalu lama mendidik pasar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika segala sesuatu di rumah stabil dan Anda benar-benar bisa fokus.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika Anda keluar dari jeratan hutang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika tidak ada orang yang sudah bekerja pada ide yang Anda buat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika sudah mempunyai hak paten.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika lingkungan politik yang lebih ramah daripada kemarin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah setelah Anda punya gelar yang Anda inginkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah setelah Anda bekerja semua kekakuan dari rencana Anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu yang terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika Anda yakin itu akan berhasil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu yang terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah setelah Anda mempunyai partner atau pekerja yang cocok, cerdas, dan kunci dari pemasaran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah tahun lalu. Banyak peluang terbaik sudah pergi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah sebelum kaum cendikiawan menilai ide anda kolot dan ketinggalan jaman. Itu berarti anda sudah cukup Terlambat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika generasi baru dari prosesor semakin canggih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah ketika lingkungan geopolitik mereda.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya, seperti yang mungkin Anda &lt;b&gt;duga, waktu terbaik untuk memulai&lt;/b&gt; adalah tahun lalu. Waktu terbaik kedua untuk memulai adalah &lt;i&gt;sekarang.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-1202271601797651143?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/yAC0mIjyG3A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/yAC0mIjyG3A/kapan-harus-memulai_01.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/04/kapan-harus-memulai_01.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-2296887769746738855</guid><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.405-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">seni</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">otodidak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">legenda</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><title>Tentang Membuat Karya Seni</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini mungkin jadi salah satu hari yang bersejarah bagi saya. Teman sebangku saya, Avicienna, berhasil membuat saya kaget. Saat waktu-waktu kosong di kelas tadi, yang biasanya diisi dengan pergi ke perpustakaan dan bermain internet.. apa yang dia lakukan? Ia membuka tasnya, mengambil kertas HVS seukuran folio, meminjam pensil, dan menggambar. Ya, menggambar!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saya agak berat mengatakannya, tapi hasil gambarannya memang bagus! Sebenarnya ini yang terjadi : saya iri, karena sampai sekarang menggambar apel saja harus lusinan kali menghapus dan memperbaiki. Hhe..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sendiri, selama ini cukup merasa terlihat seperti seniman.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau pulang ke rumah, saya sering di tegur ibu karena nyaris setiap hari saya pulang dengan baju berlapis coretan-coretan pulpen, tangan yang penuh dengan tinta hitam, dan ini membuat saya lebih terlihat seperti koboi daripada seorang pelajar. Saya juga bingung mengapa ini bisa selalu terjadi, berulang kali. Mungkin karena cinta saya yang teramat sangat pada pulpen dan buku catatan yang selalu saya bawa, hhe..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya jadi tertarik untuk sedikit mengubah paradigma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tahu, seorang seniman hebat dikatakan hebat karena karya-karyanya yang menakjubkan, jenius, dan tak terpikirkan oleh kebanyakan orang. Lukisan yang bagus adalah lukisan yang artistik, berbeda, dan unik. Inilah seni. Seni juga bukan tentang sebarapa mahal kuas atau cat airnya, ini tentang seberapa kreatif ide seseorang untuk membuat sebuah karya seni. Dan pada kenyatannya, nyaris semua karya seni bisa dibuat dengan menggunakan sesuatu yang gratis. Sesuatu yang sederhana, tapi membuat perbedaan dengan yang lainnya, membuat pengaruh bagi siapapun yang melihatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sini, saya punya gagasan tentang apa itu seni. Definisi saya tentang seni mengandung tiga unsur:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Seni dibuat oleh manusia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seni dibuat untuk memiliki dampak, membuat pengaruh, dan mengubah orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seni adalah hadiah. Anda dapat menjual cinderamata, kanvas, atau video rekaman… tetapi gagasan dari ide itu sendiri adalah gratis, dan kemurahan hati adalah bagian penting dalam pembuatan karya seni.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut saya, seni nyaris tidak ada hubungannya dengan cat minyak atau batu marmer. Seni adalah tentang apa yang kita lakukan ketika kita melakukan pekerjaan terbaik kita. Dan semua orang yang berpengaruh di dunia adalah seniman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau jadi seniman juga? Saya juga mau.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-2296887769746738855?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/9Yz85_nHdMk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/9Yz85_nHdMk/tentang-membuat-karya-seni_31.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/03/tentang-membuat-karya-seni_31.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-7495223900666339880</guid><pubDate>Tue, 30 Mar 2010 18:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-15T17:35:43.505-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indonesia</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sekolah</category><title>Untuk apa sekolah itu?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepertinya ini pertanyaan yang sederhana, tapi mengingat betapa banyak waktu dan uang yang kita keluarkan untuk sekolah, ia memiliki berbagai jawaban, banyak yang belum dijelajahi, beberapa ada yang kontradiktif. Saya punya beberapa pikiran tentang pendidikan, bagaimana kita menggunakannya untuk memasarkan diri dan berkompetisi, dan saya menyadari bahwa tanpa patokan yang lazim untuk memulai, sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, sebuah 24 daftar pertama. Tujuan sekolah adalah untuk:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Menjadi warga negara yang informatif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa membaca untuk kesenangan pribadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dilatih dalam keterampilan dasar yang diperlukan untuk      pekerjaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengerjakan tes standar dengan baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempastir keluarnya ide-ide yang berbahaya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan anak-anak sesuatu untuk dilakukan sementara      orang tuanya bekerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajarkan warga negara masa depan bagaimana untuk      menyesuaikan diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajarkan konsumen masa depan bagaimana meminta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membangun tatanan sosial&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membentuk pemimpin-pemimpin yang membantu kita &amp;nbsp;bersaing di pentas dunia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghasilkan ilmuwan masa depan yang akan memajukan      obat-obatan dan teknologi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Belajar untuk kepentingan belajar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membantu orang menjadi menarik dan produktif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mencari dan memuji keajaiban, genius dan bakat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memastikan anak-anak belajar untuk berolahraga, makan      dengan benar dan menghindari masalah kesehatan umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajarkan warga negara masa depan untuk mematuhi      otoritas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajarkan karyawan masa depan untuk melakukan hal      yang sama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan apresiasi seni dan budaya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengajarkan kreativitas dan memecahkan masalah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Minimalkan kesalahan ejaan umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kecerdasan emosional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menurnkan kejahatan dengan mengajarkan kewarganegaraan dan etika&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan pemahaman tentang kehidupan yang dijalani dengan baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memastikan tim olahraga memiliki cukup pemain&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika anda cukup punya waktu untuk berdiskusi dengan kepala sekolah, ini mungkin jadi pembicaraan yang menarik. Punya gagasan untuk ditambahkan dalam daftar?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-7495223900666339880?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/g99fCCEEzcU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/g99fCCEEzcU/untuk-apa-sekolah-itu_30.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/03/untuk-apa-sekolah-itu_30.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6015328523683800928</guid><pubDate>Mon, 29 Mar 2010 20:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.848-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-narcism</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">renungan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Cara Menunda yang Modern</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari ini ada momen sederhana tapi cukup berharga untuk dipahami. Pada saat jam istirahat di sekolah tadi, saya dan teman saya Adiguna Bahari sempat berbincang santai hal-hal tentang universitas-universitas hebat kelas dunia. Harvard, Stanford, MIT, dan sebuah universitas di Australia yang namanya saya lupa. Dan saya sempat membicarakan tentang &lt;a href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;amp;source=web&amp;amp;oi=video_result&amp;amp;cad=771877144895471664&amp;amp;ct=res&amp;amp;cd=9&amp;amp;ved=0CC4QtwIwCA&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.ted.com%2Ftalks%2Fpranav_mistry_the_thrilling_potential_of_sixthsense_technology.html&amp;amp;ei=xqewS9LXGoSzrAfeyPGmAQ&amp;amp;usg=AFQjCNESrlz3V7DV0iWpAcmWtwgW2iSmqw&amp;amp;sig2=PZy4Z4Hu9i-mXNtiTkroRw"&gt;Pranav Mistry&lt;/a&gt;, seorang Phd di MIT yang menemukan sebuah teknolgi yang luar biasa jenius, Sixthsense.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, bagaimana mereka yang walaupun begitu masih muda, tapi dapat melahirkan berbagai karya jenius dan membanggakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pertama, lw harus delete account Facebook lw.. “ kata Adiguna. Sederhana dan pratis sih. Facebook, twiter, dan jejaring sosial lainnya memang telah menjadi alasan baru semua orang untuk terlihat sibuk, untuk menunda pekerjaan-pekerjaan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan saya percaya bila kita bisa memanfaatkan teknologi ini dengan bijak, visioner, dan seimbang.. mempunyai berbagai account jejaring sosial bukanlah masalah. Justru ini bisa menjadi pembangun personal branding, dan mempublikasikan karya-karya kita. Tapi, hanya jika kita tahu cara menggunakannya dengan benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang menjadi kenyataan sekarang ini adalah, begitu banyak orang dibuat lalai dengan teknologi jejaring sosial ini. Mereka tampak sibuk. Tapi, sayangnya kesibukan mereka tidak begitu penting. Kesibukan yang membuat banyak penundaan, dan inilah yang disebut penundaan modern.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Otak kadal menyukai sebuah deadline yang diundur. Banyak murid akan senang bila gurunya menunda hari ulangan. Sebuah pekerjaan yang melelahkan, dan kebanyakan merepotkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini menggambarkan keamanan, karena jika Anda tidak menantang status quo, Anda tidak dapat dibuat diolok-olok, tidak bisa gagal, tidak bisa di tertawakan. Sehingga perlawanannya adalah mencari cara untuk terlihat sibuk, yang sebenarnya tidak benar-benar melakukan apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya ingin menempatkan ide bahwa bagi banyak orang, menyalahgunakan Twitter, Facebook, dan berbagai jejaring sosial digital adalah ekspresi tertinggi sebuah penundaan. Anda dapat menjadi sibuk, sangat sibuk, bahkan selamanya. Semakin banyak yang Anda lakukan, semakin panjang antriannya. Semakin besar lingkaran, semakin banyak koneksi yang tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemalasan dalam “pekerjaan kerah putih” tidak ada hubungannya dengan menghindari pekerjaan fisik yang berat. "Siapa yang ingin membantu saya memindahkan kotak ini!" Sebaliknya, itu ada hubungannya dengan menghindari kesulitan (dan tampaknya berisiko) untuk para tenaga kerja intelektual. Termasuk para pelajar yang seharusnya lebih banyak waktu untuk belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hey, bagaimana kabarnya hari ini?”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Oh, aku sedang sibuk, sangat sibuk."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aku melihat bahwa kau memang sedang sibuk. Tapi apakah kau melakukan sesuatu yang penting?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sibuk tidak sama dengan penting. Banyak tidak berarti penting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika perlawanan mendorong Anda untuk melakukan reaksi cepat, pesan instan online, mungkin ada gunanya untuk mendorong persis ke arah yang berlawanan. Mungkin sudah waktunya untuk kembali menggunakan kertas kosong biasa, membatalkan waktu-panjang untuk seorang yang malas, sebuah percakapan yang sulit, terobosan kreatif ...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau Anda bisa mengecek status facebook anda.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6015328523683800928?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/rzDPDboQzS0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/rzDPDboQzS0/cara-menunda-yang-modern_29.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/03/cara-menunda-yang-modern_29.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-940181328328322688</guid><pubDate>Fri, 19 Mar 2010 02:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.866-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">legenda</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cinta</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilmuwan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Inspirasi Muslim</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Pemuda Masa Depan</title><description>&lt;blockquote style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Salam kenal Mas Anas.&lt;br /&gt;
Saya isaac, saya mengikuti trus jejak mas Anas disini.&lt;br /&gt;
Saya pengen buka channel diskusi dengan mas Anas.&lt;br /&gt;
Boleh khan...&lt;br /&gt;
Mas, ada satu pertanyaan, apa yang mas Anas lihat internet dimasa yg akan datang, apa yang akan dilakukan oleh anak2x sekarang , soalnya kalau aku lihat, mereka kebanyakan masih sebatas pengguna mula, jarang yg memanfaatkan sebagai media aktualisasi ide. Meski mereka sudah menggunakannya bertahun-tahun....&lt;br /&gt;
Syukron.... &lt;b&gt;(Mas Harst, Bekasi)&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/03/David_Beckham_by_AdNightMare-289x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" class="size-medium wp-image-327 " height="200" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/03/David_Beckham_by_AdNightMare-289x300.jpg" title="David_Beckham_by_AdNightMare" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan yang menarik. Tapi dalam note ini, saya hanya akan membahas substansi dari pertanyaannya. Fenomena yang agak memilukan memang, disaat dunia sudah semakin mudah dan teknologi semakin maju dan murah, kita (termasuk saya) masih menjadi yang biasa-biasa saja. Trend yang ada membuat banyak paradigma pemuda atau yang disebut ABG itu berubah. Semakin sedikit dari mereka yang terlihat memperjuangkan idelisme kepemudaannya. Banyak yang justru lebih memilih berjam-jam didepan kaca merapikan gaya rambutnya daripada duduk membaca buku untuk sekedar mengisi waktu luang. Dan faktanya, kebiasaan untuk mempercantik diri ini sudah bukan hanya diidentikkan pada kaum hawa saja. Lelaki pun semakin tidak mau kalah untuk tampil “seksi”.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, coba kita pikirkan sejenak. Apakah ini begitu pantas? Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Banyak yang harus dibenahi dari kehidupan saat ini. dunia membutuhkan orang-orang yang peduli untuk membangkitkan bangsa ini, memperjuangkan kebenaran dan memberi manfaat bagi banyak orang didunia. Dan fenomena yang ada sekarang ini sudah sangat jauh dari nilai-nilai idealis seperti itu. Kita terlalu banyak mengabiskan waktu untuk beristirahat dan bersenang-senang. Ada berapa pemuda yang cukup tersipu dengan sejarah masa lalu?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bercerminlah sejenak. Saat Rasulullah Usia 15 tahun beliau sudah mengalami pengalaman militer dalam peristiwa perang Fijar antara kaum Quraisy dengan kaum lainnya selama 4 – 5 tahun. Rasulullah juga tidak terlalu banyak tidur, tapi beliau masih bisa menjadi pengusaha, pendakwah dan kepala pemerintahan yang sangat baik dan handal. Beliau bahkan tetap menjadi panglima perang, berada dibarisan depan, mengikuti dan memenangkan berbagai peperangan yang dilakukan bersama sahabat-sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malu kita dengan beliau, tidur sering lebih dari 8 jam, jangankan ikut perang, hujan atau angin sedikit aja sudah demam dan pilek, jerawat muncul satu aja ribetnya minta ampun, bahkan membantu tetangga untuk menangkap ayam yang lepas aja nggak bisa. :) Generasi muda, hayo jangan kayak gini! Era metroseksual sudah punah!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Trend Metroseksual&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya masih ingat, ketika masih SD dulu teman-teman saya sudah banyak yang meniru gaya rambut David Beckham. Ia menjadi sebuah icon pria metroseksual dunia. Ia digandrungi bukan hanya karena jago membuat gol. Tapi juga menjadi trendsetter gaya rambut dan perawatan kulit. Nyaris setiap hari, sebelum keluar rumah bahkan bersekolah ada beberapa yang tidak lupa untuk memoleskan gel kerambutnya, dan selalu siap siaga untuk memastikan rambut yang sudah “ngacung” tadi tidak jatuh lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lucu adalah, mereka berkorban banyak untuk mengikuti trend ini. Menyisihkan uang jajan untuk membeli gatsby sampai sering kekamar mandi untuk berkaca. Dan saya tahu bahwa bukan hanya teman-teman saya, tapi banyak pelajar dan remaja mengikuti trend ini. Terbukti dengan banyaknya anak-anak muda yang dijadikan role model di TV adalah mereka yang mengikuti artis-artis atau icon-icon manusia metroseksual lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lelaki metorseksual adalah lelaki yang stylish. Mereka adalah pria yang mengikuti mode, rutin ke salon, dan rela menghabiskan ratusan ribu rupiah demi menjaga penampilannya agar tetap keren dan cool.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanyaannya adalah, apakah kita butuh orang-orang seperti ini? Apakah dunia membutuhkan orang-orang yang menghabiskan banyak waktunya hanya untuk sekadar selalu tampil stylish? Apakah tipe-tipe metroseksual dibutuhkan oleh masa depan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, kita dilahirkan untuk mengubah dunia karena Allah menciptakan kita sebagai khalifa di bumi. Setidaknya mengubah dunia kita sendiri. &lt;i&gt;Yes, we’re born to change the world!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi, bagaimana bisa mengubah dunia kalau dirinya sendiri, adalah sosok yang tidak begitu dibutuhkan oleh orang lain?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Pemuda uberseksual&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau para pemuda metroseksual adalah orang-orang yang tidak begitu dibutuhkan oleh dunia, orang-orang yang bukan bagian dari “pemuda masa depan”, lalu sosok seperti apa pemuda yang yang dibutuhkan dunia? Seperti apa sosok seorang pemuda masa depan? Sebelum itu.. saya ceritakan tentang seseorang dulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mari kita tinggalkan David Beckham, dan kini coba bayangkanlah seorang Barack Obama. Siapa yang tidak kenal dengan orang ini? Orang yang menjadi Presiden kulit hitam pertama di Negara yang dikenal paling demokratis di dunia ini, Amerika Serikat. Ia terkenal dengan kesahajaan dan kesederhanaannya. Bahkan Istrinya, Michelle Obama, pernah mengatakan, “Jika kau teliti lebih jauh jas dia – Obama – maka kau akan lihat bagian yang berlubang didalam jasnya.” Begitulah dia. Obama dikenal sebagai orang yang rendah hati. Ia tidak pernah membedakan mana orang kaya dan orang miskin. Obama disukai, disayangi, dan dicintai sebagian besar warga Amerikanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang kalau kamu boleh memilih, manakah yang kamu pilih? Apakah kamu ingin menjadi seorang pemuda “pesolek” yang tampan dan mungkin mampu membuat para wanita merasa dan mengatakan “WOW’ kepadamu? Atau kamu ingin menjadi seorang pria sederhana yang punya wawasan luas, solutif, dan dicintai oleh bangsa? Jawaban ada ditanganmu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obama adalah salah satu icon yang dicontohkan Marian Salzman dalam bukunya yang  akan menggemparkan para lelaki, &lt;i&gt;“The Future Men”&lt;/i&gt; sebagai pria uberseksual. Pria uberseksual, kata Salzman, adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela waktu kosong yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah ini berasal dari bahasa Jerman “uber” yang berarti “segalanya, unggul, superior” dan bahasa Latin “sexus” yang artinya “gender”. Contoh penggunaan kata “uber” bisa kita lihat pada semboyan Hitler Deutchland uber alles (Jerman di atas segalanya). Berarti, arti lelaki uberseksual kurang lebih adalah “lelaki yang mempunyai karakter-karakter unggul dan superior”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sederhanya, kita bisa analogikan seperti ini. Bayangkanlah di pojok ruangan ada seorang lelaki metroseksual sedang berdiri di depan cermin. Sambil menyisir rambut dan menghisap rokok mahal, ia bersenandung, “aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita”, sementara di pojok lain ada lelaki uberseksual yang berbaju rapi sedang duduk di depan laptopnya. Ia sedang memantau berita-berita terbaru tentang perkembangan kasus korupsi di Indonesia, kemiskinan di Afrika, sekaligus memantau perkembangan bisnisnya. Wajahnya rileks tapi matanya memancarkan keseriusan. Sambil membaca artikel-artikel di website dengan tempo tinggi, mulutnya senantiasa menyenandungkan lagu berikut, “sekeping hati dibawa berlari, jauh melalui jalanan sepi.. jalan kebenaran indah terbentang di depan matamu para pejuang..” (kayak lagu nasyid ya? Hhe).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, Seperti kita tahu, Pemuda metroseksual adalah pemuda yang stylish. Selama beberapa tahun pria metroseksual menjadi standar ideal bagi banyak lelaki. Tapi era ini sudah tamat. Dunia lebih membutuhkan orang yang peduli pada lingkungan, peduli pada ilmu pengetahuan dan peduli pada bangsanya ketimbang mereka yang lebih sibuk merawat kulitnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita juga seharusnya berkaca pada banyak pemuda dibelahan dunia lain yang telah menggemparkan dunia. Bagaimana sergey brin dan kawannya Larry Page berkerja sangat keras saat membangun google, Bagaimana seorang lelaki kurus kering berumur 16 tahun bernama Bill Joy bekerja semalam suntuk, setiap hari, yang pada akhirnya membangun Sun Microsystem, menciptakan bahasa Java, dan tahukah kamu siapa yang membuat perangkat lunak yang membuat kita bisa mengakses internet? Bill Joy. Belum cukup? Baca saja kisah hidup Bill Gates atau Steve Jobs. Mereka bukan hanya bekeja lebih keras. Mereka bekerja sangat &lt;i&gt;jauh lebih&lt;/i&gt; keras daripada orang lain. Apakah mereka juga rajin ke salon saat masa-masa itu? Hmm.. akan sangat luar biasa kalau jawabannya ya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, saya jadi teringat Alexader The Great. Dari nya, saya belajar bahwa &lt;b&gt;senioritas adalah sebuah mitos&lt;/b&gt;. Dan satu hal yang begitu gamblang membuktikan hal ini adalah kisah heroik kepemimpinan Alexander the Great. Ia pertama kali memimpin puluhan ribu prajuritnya dalam usia 22 tahun ! Sungguh saya benar-benar terenyuh dengan fakta sejarah ini : seorang anak muda berusia 22 tahun memimpin 50,000 prajurit melakukan perjalanan penaklukan dalam wilayah yang membentang sepanjang 20,000 km. Prestasi yang sungguh mencengangkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Role model sejati, dari peradaban Islam&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak tokoh-tokoh islam brilian yang telah  mewarnai revolusi dunia. Yang menjadi penegak dalam kebenaran. Yang menjadi penopang nilai-nilai kemanusiaan. Yang menjadi penyiar dalam meninggikan derajat ilmu pengetahuan, dan membuat kalangan terpelajar manapun di dunia menjadi tidak mudah untuk bisa melupakan nama-nama mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan tahukah kawan, ketika islam berjaya dan sains berada dimasa keemasannya saat kekuasaan Islam, ada banyak contoh yang lebih ideal dari sosok yang dideskripsikan Saltzman sebagai pemuda masa depan. Islam memberikan banyak teladan yang sangat jauh dari kenyataan yang ada sekarang. Mereka adalah para legendaris yang sangat peduli pada masa mudanya dan kesempatannya untuk mengabdi pada ilmu dan kebenaran. Dan (sekali lagi) betapa malunya kita, bahwa pada faktanya kita sudah jauh dari idealisme seperti ini. sebut saja Al-Biruni, Al-Ghazali, Al-Haitsam, Al-Khawarizmi, atau Jabir ibn Hayyan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika banyak keterbatasan teknologi dan alat belajar yang menjadi hambatan mereka, situasi ini justru membuat kemauan mereka untuk bangkit menjadi dahsyat. Kekuatan fisik mereka terlalu lemah untuk mengerjakan hal-hal yang ada dalam pikiran besar mereka. mereka yang menunda tidurnya untuk menulis kitab-kitab, memikirkan banyak hal untuk memberi solusi berbagai masalah umat. Mereka yang begitu berharga sampai dunia pun bagai kehilangan matahari saat mereka tiada. Seberapa pedulikah mereka dengan gaya hidup metroseksual? Jangan tanya. Pikirlah sendiri..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, lihat diri kita. Dunia sudah menjadi lebih mudah. Teknologi membuat setiap bit informasi menjadi lebih tertata dan dapat diakses dimanapun kamu berada. Google membuat pengetahuan menjadi jauh lebih murah dan mudah. Scribd membuat dokumen kertas-kertas menjadi begitu sederhana dan praktis untuk dipublikasikan. Wikipedia membuat ensiklopedia paling &lt;i&gt;up-to-date&lt;/i&gt; yang pernah ada didunia ini dapat dibaca oleh semua orang. Abad ketiga globalisasi membuat dunia menjadi semakin datar, semakin sempit, semakin sesak, semakin praktis, dan semakin mudah untuk dekendalikan. Jadi, (seharusnya) tidak alasan untuk tidak bisa menjadi bagian dari pengubah dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi lihat, berapa banyak pemuda-pemuda disekitar kita yang jauh lebih peduli pada penataan rambut-rambut mereka daripada duduk dimasjid dan berdiskusi. Berapa banyak dari mereka yang sibuk mempesona wanita ketimbang meluangkan waktunya untuk menulis atau merenung untuk sejenak berpikir kritis. Berapa banyak dari mereka yang menggunakan internet untuk situs-situs tidak senonoh daripada membaca habis-habisan wikipedia. Ini mungkin cukup kasar, tapi mau bagaimana lagi? dunia tidak membutuhkan orang-orang seperti ini. Dunia tidak membutuhkan pemuda yang tidak ada idealisme dalam jiwanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ayo kita rapikan sedikit hidup kita. Kita perbarui paradigma kita sebagai seorang pemuda, kita adalah investasi peling berharga yang dimiliki bangsa ini. Kita sudah punya banyak modal. Dan ketika kita berpihak pada kebenaran, dengan sendirinya dunia akan akan tunduk pada jalan yang kita tempuh. Ingatlah..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Seorang legenda tak akan rapuh hanya karena label sistem.. janganlah sibuk mengejar cinta. Berjuanglah mengejar idealisme dan impian kita, berambisilah untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang.. maka cinta yang akan akan mengejarmu. Karena cinta yang sempurna adalah cinta yang ditempuh dengan perjuangan yang panjang..dan kita bisa melakukannya bersama-sama. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mudah-mudahan kita semua tetap dalam perdjoeangan! Hidup pemuda Indonesia!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Photo credit by &lt;a href="http://adnightmare.deviantart.com/art/David-Beckham-79085884" target="_blank"&gt;AdNightMare&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Referensi&lt;/b&gt; :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;http://sosbud.kompasiana.com/&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Outliers&lt;/b&gt;, Malcolm Gladwell&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-940181328328322688?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/78UxQccYHXI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/78UxQccYHXI/pemuda-masa-depan_18.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/03/pemuda-masa-depan_18.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-6768428428430513396</guid><pubDate>Thu, 25 Feb 2010 23:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.850-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilmuwan</category><title>23 kata-kata inspiratif Einstein tentang kebaikan, kebenaran, dan pengabdian</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/AlbertEinstein.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/AlbertEinstein.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya rasa, siapapun yang bisa membaca, bahkan seorang anak Sekolah Dasar kelas 3 pun setidaknya pernah mendengar nama Einstein. Seseorang yang dulunya dianggap gila tapi yang pada akhirnya menjadi &lt;i&gt;icon&lt;/i&gt; manusia genius abad 20. Seorang yang begitu populer yang padahal buku-buku yang ditulisnya dulu tidak begitu populer.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang ilmuwan yang jika teori relativitasnya terbukti berhasil, Jerman akan menyatakannya sebagai orang Jerman dan Perancis akan menyatakannya sebagai warga dunia. Namun kalau teorinya tidak berhasil, Perancis akan mengklaimnya sebagai orang Jerman dan Jerman akan menyatakan bahwa ia adalah seorang yahudi.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Einstein yang juga seorang yang religius, karena percaya pada keteraturan alam semesta. Seorang yang tidak percaya matematika. Dan yang pasti, seorang yang begitu mencintai imajinasi ketimbang ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut daftar kata-kata bijak Einstein yang saya kumpulkan tentang kebaikan, kebenaran, dan pengabdian. Semoga bisa jadi bahan inspirasi bagi kita semua untuk terpacu lebih keras dalam berpikir dan bekerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;b&gt;Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami; bukan karena orang-orangnya yang jahat, tetapi karena orang-orangnya yang tak peduli.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Ketidakwarasan adalah melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masalah-masalah penting yang kita hadapi tidak bisa dipecahkan dengan tingkat pemikiran yang sama dengan ketika kita menciptakannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Untuk mengenal sebuah Negara, anda harus mempunyai kontak langsung dengan tanahnya. Sia-sia memandang dunia hanya dari balik kaca mobil.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita harus melakukan yang terbaik yang kita bias. Itulah tanggung jawab suci kita sebagai manusia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Selagi ada cinta tidak perlu ada lagi pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seorang manusia harus mencari sesuatu sebagaimana adanya, bukan yang bagaimana seharusnya menurut pikirannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Di hadapan Tuhan kita semua sama-sama bijak dan sama-sama tolol.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bukan dengan duduk-duduk di kejauhan dan memanggil umat manusia sebagaimana larva yang dapat menolong mereka. Taksir agung individu adalah melayani, bukan mengausai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Semua kita yang peduli akan kedamaian dan supremasi nalar maupun keadilan haruslah benar-benar sadar betapa kecil pengaruh nalar dan niatan baik yang jujur terhadap berbagai peristiwa politik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Segala macam tindakan akan berakhir jika kekuatan-kekuatan dasar yang dahsyat tidak lagi mendorong kita.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Amarah hanya ada dihati orang-orang dungu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak banyak orang melihat dengan kedua mata mereka danmerasa dengan hati mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Aku yakin bahwa sikap bersahaja dan menarik diri dari kehidupan merupakan hal terbaik bagi semua orang, bagi tubuh maupun pikiran.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mudah mengubah plutonium dari paad mengubah sikap manusia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Jika orang jadi baik hanya karena takut akan hukuman dan berharap akan ganjaran, maka kita sungguh menyesalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terus semaikan benih anda, karena anda tidak tahu mana yang akan tumbuh – mungkin semuanya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Cinta adalah guru yang lebih baik dibanding dengan kewajiban.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau kita menerima batasan-batasan kita, maka kita akan melampauinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Rasa ingin tahu punya alasan sendiri untuk ada.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapapun yang mengabaikan kebenaran untuk masalah-masalah sederhana tidak bisa dipercayai untuk masalah-masalah penting.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Belajarlah dari masa lalu, hiduplah untuk hari ini, berharaplah untuk masa depan. Yang terpenting adalah tidak berhenti bertanya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Nah, sekarang apa pendapat anda?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-6768428428430513396?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/YtRgpDyHFkc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/YtRgpDyHFkc/23-kata-kata-inspiratif-einstein_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/02/23-kata-kata-inspiratif-einstein_25.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-3522402020692274028</guid><pubDate>Wed, 17 Feb 2010 12:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.854-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-narcism</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Sedikit tentang Requirement Engineering</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/intro.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/intro.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah seminggu ini belum ada kabar baru, sekarang saya mau coba posting tulisan yang agak berbau ilmu komputer, hhe. Bulan ini ikut dua lomba karya tulis ilmiah soalnya. Dan itu membutuhkan waktu ekstra untuk berpikir dan terjun dilautan referensi-referensi. Intinya sih agak sok sibuk, hhe. Tapi boleh kan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sudah pernah mendengar tentang &lt;b&gt;&lt;i&gt;requirement engineering&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;? &lt;i&gt;Requirement engineering &lt;/i&gt;adalah fase terdepan dari proses rekayasa perangkat lunak (software engineering), dimana software requirements (kebutuhan) dari user (pengguna) dan customer (pelanggan) dikumpulkan, dipahami dan ditetapkan. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pakar software engineering sepakat bahwa tahap ini sangatlah penting dan perlu diperhatikan dengan serius oleh para developer atau pengembang. perangkat lunak Dan menurut saya, ini mirip seperti tahap &lt;i&gt;segmentation&lt;/i&gt; dalam bisnis. Tahap dimana kita berfokus untuk menganalisa pasar. Kita mengumpulkan semua informasi yang ada, dan memanfaatkan peluang secara kreatif. Menganalisa apa yang belum ada disini? apa yang dibutuhkan banyak orang tetapi masih belum terpenuhi? Dan tahap &lt;i&gt;requirement engineering&lt;/i&gt; ini benar-benar menentukan seperti apa kualitas sebuah perangkat lunak nantinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya pikir, ini cukup menarik bila dibahas dengan lingkup yang lebih luas. Termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu ketika kita sedang ingin membuat sebuah produk atau perangkat lunak, atau bahkan ketika kita berada dalam sebuah komunitas yang terorganisir seperti organisasi. Organisasi? Ya, benar. Bayangkan bila ada sebuah organisasi membuat sebuah proyek besar yang pada akhirnya mendapat respon dan hasil yang kurang memuaskan. Hanya karena memang ada yang salah dari pengemasan proyek tersebut. bisa jadi objek atau lingkungan yang ingin sebuah organisasi pengaruhi, tidak benar-benar membutuhkan apa yang ditawarkan organsiasi. Nah, begitu juga bila kita ingin membuat sebuah rekayasa perangkat lunak yang bisa berguna bagi banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dititik ini, akan sangat ideal bila sebelumnya ada waktu yang secara khusus kita rencanakan untuk melakukan tahap segmentasi. Disini yang akan kita lakukan adalah meneliti, seperti apa kondisi pasar..&amp;nbsp; sekaligus menganalisa apa saja yang masih belum terpenuhi. Dan yang paling penting adalah yang paling banyak dibutuhkan oleh pasar. &amp;nbsp;Bila tahap ini sudah dijalani dengan baik, kita tinggal fokus pada aspek implementasinya dalam sebuah perangkat lunak ataupun produk digital. Kelihatannya sederhana ya? Tapi entah kenapa saya merasa banyak orang lebih fokus pada hal-hal teknis saja, tidak terlalu peduli apakah karya/produk yang dia buat benar-benar dibutuhkan atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar baiknya, semakin populernya berbagai social network memudahkan kita untuk melakukan penelitian dengan lebih mudah dan kongkrit. Dan bukan hanya itu, adanya jejarng sosial juga memberi peluang kita untuk mempromosikan layanan atau produk dengan jauh lebih muda. Ini berarti, siapapun yang benar-benar berniat untuk berkarya, punya peluang yang sangat terbuka. Terutama untuk pasar dikalangan para remaja, &amp;nbsp;pelajar, dan lingkungan pendidikan. Bukankan menarik bila kita bisa membuat sebuah &lt;i&gt;tools&lt;/i&gt; yang bisa memenuhi kebutuhan banyak orang?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, salah satu model perangkat lunak ini adalah sistem elearning berbasis komunitas yang dikembangkan oleh pa Romi Satria Wahono, yaitu &lt;span style="color: green;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;IlmuKomputer.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. sekilas konsep &lt;i&gt;social knowledge&lt;/i&gt; di situs ini memang sederhana. Tapi pa Romi bisa membuatnya menjadi besar dan berbeda, karena memang banyak yang membutuhkan situs ini. Buah hasil dari kerja keras, pengelolaan kearsipan yang baik, sikap profesional, dan model elearning yang menarik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulannya adalah, ada begitu banyak peluang bisa kita ambil saat ini untuk bisa mengembangkan berbagai perangkat lunak atau produk digital &amp;nbsp;yang dibutuhkan banyak orang. Tidak harus rumit dan terlihat keren, yang penting bisa bermanfaat, sederhana, dan banyak dibutuhkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bagaimana? Sudah terpikirkan untuk membuat sebuah karya yang bagus dan berguna?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-3522402020692274028?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/VMBBzbRQ0fY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/VMBBzbRQ0fY/sedikit-tentang-requirement-engineering_17.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/02/sedikit-tentang-requirement-engineering_17.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-1831414176433279808</guid><pubDate>Wed, 10 Feb 2010 20:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.867-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">e-narcism</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">digital life</category><title>Ar-Rahmah Educational Seminar : Video Training Wordpress berbasis Flash</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar satu atau bulan yang lalu, saya sempat menjadi pembica sekaligus provokator dari seminar internal di DKM sekolah saya. Seminarnya sederhana, tentang pelatihan singkat mengoperasikan situs dengan wordpress, joomla, dan pelatihan menulis. Satu hal yang sampai saat ini masih saya ingat adalah.. saya janji untuk membuat video tutorial flashnya, agar bisa di gunakan kapan saja. Dan itulah alasan kenapa tulisan ini dibuat.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video training singkat yang saya buat ini berbasis flash, dan cukup mudah dioperasikan. Tampilannya seperti gambar dibawah ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/home.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-256" height="188" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/home-300x188.png" title="home" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/localhost.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-257" height="188" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/localhost-300x188.png" title="localhost" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibagian sidebar kiri, ada daftar isi &lt;span style="text-decoration: line-through;"&gt;dan keterangan singkat pembicaranya&lt;/span&gt;, termasuk fasilitas “search” untuk mencari judul dengan kata kuci yang diinginkan. Dibagian kanannya ada layar yang cukup lebar, karena ini memang tempat untuk menampilkan semua yang ada divideo training ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya saya ingin membagikan video training ini dengan gratis, tapi karena video ini dibuat untuk peserta AES, ya hanya mereka saja yang berhak mendapatkannya. So, bagi kalian yang peserta AES, bisa langsung mengisi form dibawah posting ini untuk memesan file ini. Dalam 1 x 2 jam akan saya cek, dan akan saya kirimkan url download video ini melalui email.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, bagi kalian yang bukan peserta AES, karena telah menjadi pembaca setia Catkus[dot]com, hhe.. jadi saya berikan peluang untuk bias mendapatkan video ini. Tenang, gratis kok. Kamu hanya harus mengirim email ke &lt;b&gt;anas.bladz@gmail.com&lt;/b&gt; yang isinya alasan kenapa pengen mendapatkan video training. Yap, itu aja kok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kritik dan sarannya ditunggu yah..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;iframe frameborder="0" height="633" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://spreadsheets.google.com/embeddedform?formkey=dGFLU3dlcVZVSlZrR1BDMHZaZmxKVFE6MA" width="617"&gt;&amp;amp;lt;p&amp;amp;gt;Loading...&amp;amp;lt;/p&amp;amp;gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-1831414176433279808?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/vnSLl7mXGFk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/vnSLl7mXGFk/ar-rahmah-educational-seminar-video_10.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/02/ar-rahmah-educational-seminar-video_10.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-2489811382217226454</guid><pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.860-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">waktu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perubahan</category><title>Aturan Main tentang Waktu</title><description>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-236" height="211" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/Clock_by_Javs.jpg" style="border: 0pt none;" title="Clock_by_Javs" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu, ada yang memposting diskusi tentang waktu di &lt;a href="http://inproject.catkus.com/"&gt;InProject&lt;/a&gt;. Namanya Hifadri, dia juga kebetulan adik kelas saya. Intinya sederhana, gagasan dia mengatakan bahwa waktu mempunyai kecepatan yang berbeda. Ada saat dimana kita merasa waktu berjalan begitu lambat, tetapi ada juga saat dimana waktu kita berjalan terasa begitu cepat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Time. Waktu. Waktu bukan sekedar uang. Waktu adalah investasi yang semua orang miliki. Tidak peduli ia kaya atau miskin, cantik atau tidak menarik, semua diberi jaatah waktu yang sama setiap hari : 24 jam. Dan nilai waktu ini bisa dilihat dari bagaimana seseorang itu menggunakan waktunya. Apa yang dia lakukan, apa yang dia kerjakan, dan termasuk kelalaian-kelalaian yang ada didalamnya. Inilah salah satu dari banyak alasan yang membuat waktu benar-benar berharga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Tiga karakteristik waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setidaknya, ada tiga karakteristik waktu, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;Cepat berlalu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/b&gt;sekarang, coba lihat jam tangan kamu.&amp;nbsp; Sudah jam berapa sekarang? Lantas, pekerjaan apa saja yang telah kamu selesaikan, dari pagi sampai detik ini? Waktu memang terasa cepat berlalu bukan? Dan nyatanya memang begitu. Oleh karenanya, siapapun yang ingin dirinya tidak kehabisan waktu dengan sia-sia akan berusaha membuat setiap saat yang ia lalui bisa bermakna.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Memiliki kecepatan yang berbeda&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Mau bukti? coba saja kamu masak satu liter air, dan tunggu sampai mendidih. Ya, kamu harus diam dan menunggu sampai airnya mendidih. Setelah itu, coba kamu tonton dvd avatar. Keduanya bisa jadi butuh waktu yang sama. Tetapi kecepatannya berbeda kan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tidak dapat digantikan&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Setiap detiknya, waktu yang kita gunakan akan hilang. Hari minggu tanggal 7 februari 2010 tidak bisa digantikan dengan hari minggu dipekan depannya. Hari kemarin sudah berlalu, dan apapun yang telah kita lakukan saat itu, kita tidak akan bisa mengubahnya. Karena waktu yang telah datang tidak akan pernah kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Menggunakan Waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya suka kandungan ayat dari surah Al-Ashr. Pada dasarnya, semua manusia berada pada totalitas kerugian. Semuanya merugi, kecuali orang-orang yang :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Beriman dan beruapa untuk selalu menyempurnakan imannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beramal saleh. Beramal dengan menggunakan berbagai penggunaan daya manusia, daya pikir, fisik, kalbu, dan daya hidup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling berwasiat menyangkut kebenaran, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling berwasiat kepada kesabaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila keempat indikator ini dipenuhi, barulah seorang anak manusia dikatakan beruntung. Sederhana bukan? Ya, tapi ini memang butuh perjuangan. Perjuangan yang akan terus berlangsung sampai akhir hayat. Jadi kalau begitu, bila kamu, saya atau siapa saja yang tidak ingin dirinya merugi, satu-satunya pilihan adalah dengan menjadi orang yang beruntung. Mau jadi orang yang beruntung?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mengelola waktu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jujur, saya sendiri masih banyak yang harus dievaluasi untuk masalah pengelolaan waktu. Tapi, saya kan coba berbagi sedikit pengetahuan ini, yang insyaAllah bisa bermanfaat bagi siapa saja yang bisa mengamalkannya dengan konsisten.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin, kamu pasti pernah (setidaknya) mendengar tentang empat tipe penggunaan waktu yang diajarkan oleh Stephen R. Covey. Perhatikan kuadran ini!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/waktu.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-232" height="203" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/02/waktu-300x203.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sederhananya, kamu dikatakan bisa mengelola waktu dengan baik bila kegiatan-kegiatan kamu lebih banyak berada pada kuandran II. Yaitu kegiatan-kegiatan yang penting dan bernilai, tapi tidak mendesak atau dalam keadaan genting.&amp;nbsp; inilah inti dari manajemen waktu. Dan ini adalah seni tentang bagaimana kita melakukan kegiatan dengan pertimbangan prioritas yang benar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah dengar prinsip pareto? Atau prinsip 80/20?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begini, setiap dipagi hari, coba kamu tuliskan list hal—hal apa saja yang harus dikerjakan hari itu. Kamu akan menemukan beberapa poin yang mempunyai nilai lebih. Biasanya tidak sampai 20% dari total kegiatan kamu. Tetapi, kalau kamu bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dikelompok ini, kamu sama halnya dengan mengerjakan 80% dari total pekerjaan. Karena 20% ini adalah pekerjaan-pekerjaan pada kelompok yang mempunyai skala prioritas paling tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup sederhana bukan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya, tapi jarang sekali ada orang yang bisa melakukan pengelolaan waktu efektif dengan konsisten. Karena kalau banyak, pasti akan terlihat jauh lebih banyak orang-orang hebat di sekitar kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang giliran kamu, bagaimana cara kamu mengisi waktu setiap hari?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-2489811382217226454?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/9_LJaaa266k" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/9_LJaaa266k/aturan-main-tentang-waktu_07.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/02/aturan-main-tentang-waktu_07.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1739241515508906817.post-4969918982273242021</guid><pubDate>Wed, 27 Jan 2010 01:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-15T06:34:24.861-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">inspiratif</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Resensi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">legenda</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">buku</category><title>Cara lain mengalahkan Outliers</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/01/outliers.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-210" height="243" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/01/outliers-193x300.jpg" style="border: 0pt none; margin: 7px;" title="outliers" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa rekan mungkin sudah membaca buku karangan Malcolm Gladwell yang akan dibahas ini, yang setiap minggunya ke toko buku pasti pernah melihat &lt;i&gt;Outliers&lt;/i&gt; dijajaran buku-buku laris. Salah stau buku yang membuat penulis menjadi semakin populer. Disini, gladwell berbicara bahwa ada banyak faktor lain yang membuat seorang bisa sukses besar, bukan hanya unsur kerja keras semata. Ini bisa faktor dari lingkungan pribadi, keluarga, kelas sosial, frekuensi berlatih ataupun warisan budaya. Dan mereka yang berada di waktu yang tepat untuk dilahirkan, berada di keluarga yang tepat untuk di besarkan, tinggal di lingkungan yang cocok, dan mempelajari pengetahuan yang sesuai dan sedang berkembang.. mereka akan mempunyai peluang jauh lebih besar untuk bisa jauh lebih sukses. Oleh karena itu, para outliers ini bisa jadi hanya beberapa dari sekian juta orang.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bill Gates sejak dini sudah mempunyai kesempatan untuk mengakses komputer, yang waktu itu termasuk barang mewah. Dan ia mendapat banayk kesempatan untuk bisa mengasah dan berlatih kemampuan programmannya setiap hari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Steve jobs berada dilingkungan yang tepat saat dia dibesarkan. Ia tidak berasal dari keluarga yang kaya, namun dibesarkan di lingkungan yang penuh dengan insinyur-insinyur Hewlett Packard.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kalau begini, bagaimana kita bisa mengalahkan mereka? Bagaimana kita bisa mengalahkan para ouliers? Sedangkan faktor-faktornya sendiri adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya menemukan hal yang menarik disini. Dari semua yang dijelaskan oleh Gladwell, tidak ada yang menceritakan seseorang yang benar-benar lahir di lingkungan yang buruk, di budaya yang terbelakang, tetapi bisa mempunya prestasi dan mahakarya yang fenomenal. Saya membayangkan bagaimana kalau ia membahas Nabi Muhammad.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang yang tidak bisa baca, tetapi mampu membuat sebuah peradaban besar yang telah selusin abad lamanya tetap monumental. Apa yang membuat beliau menjadi seorang yang sedemikian hebatnya? Ia berasal dari sebuah keluarga sederhana dan di lingkungan yang tidak mendukung untuk bisa menyerap banyak pengetahuan. Apalagi ia tidak bisa melakukan sesuatu yang nyaris semua orang besar dunia bisa melakukannya (bahkan ini menjadi andalan mereka) : &lt;b&gt;membaca&lt;/b&gt;. Muhammad SAW adalah seorang ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Bagaimana ia bisa mengubah peradaban dunia?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berarti, ada faktor penting lain yang seharusnya dibahas. Memang agak terasa berbeda bila dibuat statistik dan berbagai penjelasan ilmiah yang konkrit seperti banyak dari artikel gladwell yang lain. Tapi ini benar-benar logis. Komponen penting itu adalah spiritualitas, kedekatan diri kepada Yang Maha Kuasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya teringat dengan penjelsan pak Mario Teguh dalam salah satu dari kumpulan gagasan-gagasannya yang menarik. Beliau menjelaskan beberapa tingkatan kemampuan yang bisa dilakukan oleh seorang anak manusia, semakin tinggi tingkatan itu semakin ia berpeluang untuk mendapatkan kesuksesan besar, perhatikan gambar ini :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-215" height="231" src="http://catkus.com/wp-content/uploads/2010/01/1-27-2010-1-39-19-AM-300x231.png" style="border: 0pt none;" title="1-27-2010 1-39-19 AM" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, kalau begitu berarti anda bisa &lt;i&gt;jauh&lt;/i&gt; mempunyai peluang sukses bila bekerja seperti orang gila. Anda menyukai pekerjaan itu, dan tidak mau berhenti sebelum apa yang akan anda capai benar-benar terwujud. Tapi, ada satu tingkatan lagi yang lebih tinggi, yaitu &lt;b&gt;keberuntung&lt;/b&gt;. Karena orang yang beruntung langsung mendapat perlindungan dari Tuhan. Benar?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu bagaimana agar anda punya peluang mendapat keberuntungan yang besar? Dekatilah Yang memberi keberuntungan tersebut. taati perintah-Nya, jauhi larangan-Nya. Mendekatlah pada-Nya, beribadahlah, berdoalah, dan lakukan itu sebagai bagian dari kebiasaan hidup kita. Dirikanlah shalat pada waktunya, berpuasalah sebagai bagian dari rasa syukur kita karena telah diberi nikmat, bantulah orang lain yang kurang mampu, dan kasihanilah anak yatim. Karena sebenarnya, itu juga bagian dari investasi hidup kita.. dan itu sangatlah berharga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau sudah begitu, jangan lupa juga satu hal : orang-orang seperti Bill gates ataupun Steve jobs sukses karena mereka berhasil meramu kesempatan dan menggunakannya dengan optimal. Hidup di era teknologi inforasi yang pesat adalah sebuah kesempatan dan kemauan berinisiatif besar untuk mempelajari banyak hal. Hanya orang-orang &lt;i&gt;sadarlah&lt;/i&gt; yang bisa membuatnya menjadi investasi pribadinya. Dan jangan lupa&lt;i&gt;,&lt;/i&gt;kalau&lt;i&gt; Knowledge is power, and character is more, but lucky is everything. &lt;/i&gt;:)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat membawa perubahan!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1739241515508906817-4969918982273242021?l=blog.jurnalanas.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/catkus/~4/sm04W7B1ARY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/catkus/~3/sm04W7B1ARY/cara-lain-mengalahkan-outliers_26.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Nasrurrohman)</author><feedburner:origLink>http://blog.jurnalanas.web.id/2010/01/cara-lain-mengalahkan-outliers_26.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

