<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Cegah Satwa Punah</title>
	
	<link>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com</link>
	<description>Lindungi Satwa Liar Dari Kepunahan</description>
	<pubDate>Thu, 22 May 2008 13:35:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/cegahsatwapunah8" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Biawak Komodo (Varanus komodoensis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/Oour1BUTHjg/biawak-komodo-varanus-komodoensis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/cegah-satwa-punah/biawak-komodo-varanus-komodoensis.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 13:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cegah Satwa Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Biawak Komodo (Varanus komodoensis)
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/cegah-satwa-punah/biawak-komodo-varanus-komodoensis.html">Biawak Komodo (Varanus komodoensis)</a></p>
<p>Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.</p>
<p>Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.</p>
<p>Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/Oour1BUTHjg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/cegah-satwa-punah/biawak-komodo-varanus-komodoensis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/cegah-satwa-punah/biawak-komodo-varanus-komodoensis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Beruang Kutub (Ursus maritimus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/ebrygbxnaq8/beruang-kutub-ursus-maritimus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/beruang-kutub-ursus-maritimus.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 13:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Rentan Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Beruang Kutub (Ursus maritimus)
Beruang Kutub (Inggris: polar bear) atau dalam nama ilmiahnya Ursus maritimus adalah mamalia besar dalam aturan marga, keluarga biologi Ursidae. Dia termasuk spesies circumpolar yang terdapat di dan sekitar Arktik dan adalah hewan marga mamalia daratan terbesar. Beruang Polar dewasa jantan seberat antara 400 hingga 600 kilogram dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/beruang-kutub-ursus-maritimus.html">Beruang Kutub (Ursus maritimus)</a></p>
<p>Beruang Kutub (Inggris: polar bear) atau dalam nama ilmiahnya Ursus maritimus adalah mamalia besar dalam aturan marga, keluarga biologi Ursidae. Dia termasuk spesies circumpolar yang terdapat di dan sekitar Arktik dan adalah hewan marga mamalia daratan terbesar. Beruang Polar dewasa jantan seberat antara 400 hingga 600 kilogram dan kadang kala melebihi 800 kg. Beruang Polar betina sekitar separuh berat beruang jantan dan biasanya seberat antara 200 hingga 300 kg. Beruang jantan dewasa sepanjang 240 hingga 260 sentimeter dan beruang betina antara 190 hingga 210 cm. Ketika baru lahir, bayi beruang seberat 600 hingga 700 gram.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/ebrygbxnaq8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/beruang-kutub-ursus-maritimus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/beruang-kutub-ursus-maritimus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/1vDz_xQF7a8/bangau-tongtong-leptoptilos-javanicus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/bangau-tongtong-leptoptilos-javanicus.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 13:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Rentan Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)
Bangau Tongtong, Leptoptilos javanicus, adalah spesies burung dari familia bangau atau Ciconiidae. Tersebar di selatan Asia mulai dari India timur sampai pulau Jawa.
Tingginya sekitar 110-120 cm, berat 5 kg dan rentang sayap 210 cm. Spesies ini adalah yang terkecil dalam genus Leptoptilos. Bagian atas tubuhnya dan sayapnya berwarna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/bangau-tongtong-leptoptilos-javanicus.html">Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)</a></p>
<p>Bangau Tongtong, Leptoptilos javanicus, adalah spesies burung dari familia bangau atau Ciconiidae. Tersebar di selatan Asia mulai dari India timur sampai pulau Jawa.</p>
<p>Tingginya sekitar 110-120 cm, berat 5 kg dan rentang sayap 210 cm. Spesies ini adalah yang terkecil dalam genus Leptoptilos. Bagian atas tubuhnya dan sayapnya berwarna hitam, namun perut dan bagian bawah ekor berwarna putih. Kepala dan lehernya botak. Paruhnya berwarna pucat, pancang dan tebal. Burung muda warnanya lebih kusam daripada burung dewasa.</p>
<p>Bangau ini, seperti jenis-jenis bangau lainnya, memakan kodok, serangga besar, burung kecil, kadal, dan binatang mengerat.</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/wild_tiger/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.flickr.com');">Flickr</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/1vDz_xQF7a8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/bangau-tongtong-leptoptilos-javanicus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/bangau-tongtong-leptoptilos-javanicus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Babirusa (Babyrousa babirussa)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/fsfSTp5H0PM/babirusa-babyrousa-babirussa.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/babirusa-babyrousa-babirussa.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 13:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Rentan Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Babirusa (Babyrousa babirussa)
Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/babirusa-babyrousa-babirussa.html">Babirusa (Babyrousa babirussa)</a></p>
<p>Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.</p>
<p>Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.</p>
<p>Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.</p>
<p>Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.</p>
<p>Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar.</p>
<p>Keterangan tambahan:</p>
<p>Babirusa tergolong kingdom Animalia, yang artinya Babirusa bersifat :</p>
<p>   1. Multiselluler<br />
   2. Eukariotik<br />
   3. Heterotroph<br />
   4. Dapat berpindah tempat</p>
<p>Sebagai bagian kingdom Animalia, babirusa tergolong hewan chordata, atau hewan bersumbu tubuh, tergolong dalam subfillum vertebrata - hewan bertulang belakang – di mana kembali babirusa ini diklasifikasikan sebagai mammalia.</p>
<p>Kesimpulan:Babirusa merupakan hewan langka yang dilindungi. Termasuk kingdom Animalia, genus Babyrousa, dan spesies babirussa.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/fsfSTp5H0PM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/babirusa-babyrousa-babirussa.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-rentan-punah/babirusa-babyrousa-babirussa.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Anoa (Bubalus depressicornis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/beeU7kONbXs/anoa-bubalus-depressicornis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/anoa-bubalus-depressicornis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Anoa (Bubalus depressicornis)
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/anoa-bubalus-depressicornis.html">Anoa (Bubalus depressicornis)</a></p>
<p>Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.</p>
<p>Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.</p>
<p>Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle&#8217;s Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/beeU7kONbXs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/anoa-bubalus-depressicornis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/anoa-bubalus-depressicornis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Armadillo raksasa (Priodontes maximus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/IdYhjNGcJrY/armadillo-raksasa-priodontes-maximus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/armadillo-raksasa-priodontes-maximus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Armadillo raksasa (Priodontes maximus)
Armadillo raksasa, Tatou, Ocarro (Priodontes maximus) adalah spesies terbesar armadillo. Spesies ini dapat ditemukan di hutan tropis Amerika Selatan bagian timur dan kini berada di habitat yang bervariasi dan paling jauh berada di Argentina selatan. Spesies ini kini adalah spesies terancam.
Spesies ini memiliki berat sekitar 59 pon ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/armadillo-raksasa-priodontes-maximus.html">Armadillo raksasa (Priodontes maximus)</a></p>
<p>Armadillo raksasa, Tatou, Ocarro (Priodontes maximus) adalah spesies terbesar armadillo. Spesies ini dapat ditemukan di hutan tropis Amerika Selatan bagian timur dan kini berada di habitat yang bervariasi dan paling jauh berada di Argentina selatan. Spesies ini kini adalah spesies terancam.</p>
<p>Spesies ini memiliki berat sekitar 59 pon ketika tumbuh penuh, dan spesimen seberat 71 pon telah diukur di alam liar. Panjangnya sebesar 895 mm.</p>
<p>Armadillo raksasa senang makan rayap dan beberapa semut, dan mengkonsumsi semua populasi rayap yang ada di satu sarang rayap.</p>
<p>Armadillo raksasa diklasifikasikan sebagai spesies terancam oleh daftar merah World Conservation Union tahun 2002, dan dimasukan kedalam Appendix I (ditangani agar tidak punah) pada Convention on the International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna.</p>
<p>Terdapat kebun binatang di Villavicencio, Colombia, yang disebut Los Ocarros dibuat untuk binatang ini.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/IdYhjNGcJrY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/armadillo-raksasa-priodontes-maximus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/armadillo-raksasa-priodontes-maximus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Badak India (Rhinoceros unicornis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/jOjwvaNQteE/badak-india-rhinoceros-unicornis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/badak-india-rhinoceros-unicornis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Badak India (Rhinoceros unicornis)
Badak India (Rhinoceros unicornis) adalah mamalia besar yang dapat ditemui di Nepal dan di Assam, India. Badak ini hidup di padang rumput dan hutan di kaki pegunungan Himalaya. Badak ini dapat berlari dengan kecepatan lebih dari 55 km/jam untuk periode waktu pendek dan juga merupakan perenang yang baik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/badak-india-rhinoceros-unicornis.html">Badak India (Rhinoceros unicornis)</a></p>
<p>Badak India (Rhinoceros unicornis) adalah mamalia besar yang dapat ditemui di Nepal dan di Assam, India. Badak ini hidup di padang rumput dan hutan di kaki pegunungan Himalaya. Badak ini dapat berlari dengan kecepatan lebih dari 55 km/jam untuk periode waktu pendek dan juga merupakan perenang yang baik. Badak ini memiliki pendengaran dan penciuman yang tajam, namun, memiliki pandangan mata yang kurang.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/jOjwvaNQteE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/badak-india-rhinoceros-unicornis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/badak-india-rhinoceros-unicornis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bangau mahkota merah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/_Z1uYd9ibiM/bangau-mahkota-merah.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bangau-mahkota-merah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Bangau mahkota merah
Bangau Jepang atau bangau mahkota merah atau juga Bangau Manchuria adalah jenis bangau berukuran besar dan juga menjadi jenis bangau paling langka ke-2 di dunia. Bagi masyarakat Asia Timur bangau ini menjadi simbol keberuntungan dan kesetiaan. Dengan tinggi 140 cm, memiliki habitat di rawa-rawa. Saat dewasa, bangau bermahkota merah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bangau-mahkota-merah.html">Bangau mahkota merah</a></p>
<p>Bangau Jepang atau bangau mahkota merah atau juga Bangau Manchuria adalah jenis bangau berukuran besar dan juga menjadi jenis bangau paling langka ke-2 di dunia. Bagi masyarakat Asia Timur bangau ini menjadi simbol keberuntungan dan kesetiaan. Dengan tinggi 140 cm, memiliki habitat di rawa-rawa. Saat dewasa, bangau bermahkota merah berwarna putih salju dengan bulu di kepala berwarna merah. Warna tersebut berubah menjadi merah terang ketika mereka menjadi agresif atau gembira. Bangau terberat yang pernah tercatat adalah bangau rmahkota merah jantan dengan berat 15 kg, walaupun jenis Sarus Crane berukuran lebih tinggi.</p>
<p>Pada musim semi dan musim panas, bangau mahkota merah berkembangbiak di Siberia dan jarang-jarang di wilayah Mongolia (seperti di Wilayah Perlindungan Mongol Daguur). Secara normal bangau ini menelurkan 2 buah telur, dan hanya satu yang akan bertahan. Lalu pada musim gugur, mereka bermigrasi untuk bertahan dari musim dingin ke negara-negara di Asia Timur seperti Korea, Jepang, Cina, dan Taiwan. Sebagian besar bangau mahkota merah bermigrasi ke selatan, namun ada kawanan yang menjadi penghuni tetap di Hokkaido.</p>
<p>Makanan bangau mahkota merah adalah amfibi kecil, mahluk invertebrata di sekitar perairan, serangga dan tanaman yang tumbuh di rawa-rawa.</p>
<p>Habitat bangau mahkota merah ada di rawa-rawa, pinggir sungai, persawahan dan lahan-lahan basah.</p>
<p>Populasi yang masih bertahan diperkirakan hanya 1.700 - 2000 ekor di alam liar, membuatnya menjadi salah satu spesies burung terlangka di dunia.</p>
<p>Penangkaran Nasional (National Aviary) di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat menjalankan program penangkaran dari bangau ini dan dikembalikan ke Rusia untuk di kembangbiakkan di Cagar Alam Khinganski untuk dilepaskan ke alam liar. Program ini telah mengirimkan sebanyak 150 buah telur sepanjang 1995-2005. Program ini ditangguhkan untuk berkonsentrasi pada program konservasi jenis bangau lainnya di Rusia, selain pendidikan dan pengendalian bencana kebakaran.</p>
<p>Di Jepang bangau ini disebut tancho, yang konon bisa hidup sampai usia 1000 tahun. Sepasang bangau mahkota merah pernah digunakan dalam desain untuk seri D pada uang 1000 yen. Dalam bahasa Ainu, bangau mahkota merah disebut sarurun kamui atau kamui rawa. Kamui adalah sebutan untuk &#8220;mahkluk halus&#8221; dalam bahasa Ainu. Seseorang yang hidup abadi sama dengan dibawa oleh seekor bangau maka sering disebut Xian He atau peri bangau. Bangau ini juga simbol keagungan. Gambar dari bangau ini telah ditemukan pada makam Dinasti Shang dan pada benda-benda persembahan dari perunggu Dinasti Zhou.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/_Z1uYd9ibiM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bangau-mahkota-merah.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bangau-mahkota-merah.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/bqjMrysCrII/baning-sulawesi-indotestudo-forstenii.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/baning-sulawesi-indotestudo-forstenii.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii)
Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii) adalah sejenis kura-kura darat dari Sulawesi. Hewan ini menyebar cukup luas dari perbukitan Lembah Palu sampai sekitar Gorontalo. Dalam bahasa Inggris kura-kura ini dikenal sebagai Forsten’s Tortoise atau Sulawesi Tortoise.
Iskandar (2000)[1] menyebutkan bahwa jenis ini identik dengan kerabatnya dari India, Indotestudo travancorica. Oleh sebab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/baning-sulawesi-indotestudo-forstenii.html">Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii)</a></p>
<p>Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii) adalah sejenis kura-kura darat dari Sulawesi. Hewan ini menyebar cukup luas dari perbukitan Lembah Palu sampai sekitar Gorontalo. Dalam bahasa Inggris kura-kura ini dikenal sebagai Forsten’s Tortoise atau Sulawesi Tortoise.</p>
<p>Iskandar (2000)[1] menyebutkan bahwa jenis ini identik dengan kerabatnya dari India, Indotestudo travancorica. Oleh sebab itu sebagian pakar pada mulanya mengira bahwa baning ini merupakan jenis introduksi. Akan tetapi mengingat sebarannya yang cukup luas di Sulawesi, kura-kura ini bisa jadi merupakan jenis yang tersendiri. Belakangan, studi yang dilakukan oleh Iverson dkk. (2001)[2] membuktikan hal ini.</p>
<p>Meski demikian, dari segi kelestarian jenis, daerah sebaran seluas itu masih terhitung sempit. Habitat baning Sulawesi adalah hutan musim dan pamah campuran. Habitatnya di perbukitan Lembah Palu dicirikan oleh adanya dominasi tumbuhan Centong Duri (Opuntia nigricans, Euphorbiaceae).</p>
<p>Ditambah dengan keadaan populasinya yang tak seberapa, baning Sulawesi dikatagorikan mudah terancam punah. Terutama oleh ancaman eksploitasi yang berlebihan dan kehilangan habitat. Oleh sebab itu IUCN memasukkan baning Sulawesi ke dalam status Endangered (EN, terancam kepunahan) [3], dan CITES memasukkannya ke dalam Appendiks II. Hewan ini belum dilindungi oleh undang-undang RI.</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: chelonia.org</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/bqjMrysCrII" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/baning-sulawesi-indotestudo-forstenii.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/baning-sulawesi-indotestudo-forstenii.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Banteng (Bos javanicus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/2Spd4O8BHXQ/banteng-bos-javanicus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/banteng-bos-javanicus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Banteng (Bos javanicus)
Banteng, Bos javanicus, adalah hewan yang sekerabat dengan sapi dan ditemukan di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan, Jawa, and Bali. Beberapa jenis banteng ditemukan pula di Australia Utara yang dibawa ke sana pada masa kolonisasi Britania pada 1849.
Banteng tumbuh hingga tinggi sekitar 1,6 m di bagian pundaknya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/banteng-bos-javanicus.html">Banteng (Bos javanicus)</a></p>
<p>Banteng, Bos javanicus, adalah hewan yang sekerabat dengan sapi dan ditemukan di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan, Jawa, and Bali. Beberapa jenis banteng ditemukan pula di Australia Utara yang dibawa ke sana pada masa kolonisasi Britania pada 1849.</p>
<p>Banteng tumbuh hingga tinggi sekitar 1,6 m di bagian pundaknya dan panjang badan 2,3 m. Berat banteng jantan biasanya sekitar 680 - 810 kg – jantan yang sangat besar bisa mencapai berat satu ton – sedangkan betinanya memiliki berat yang lebih kecil. Banteng memiliki bagian putih pada kaki bagian bawah, punuk putih, serta warna putih disekitar mata dan moncongnya, walaupun terdapat sedikit dimorfisme seksual pada ciri-ciri tersebut. Banteng jantan memiliki kulit berwarna biru-hitam atau atau coklat gelap, tanduk panjang melengkung ke atas, dan punuk di bagian pundak. Sementara, betinanya memiliki kulit coklat kemerahan, tanduk pendek yang mengarah ke dalam dan tidak berpunuk.</p>
<p>Banteng hidup dari rumput, bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda. Banteng umumnya aktif baik malam maupun siang hari, tapi pada daerah pemukiman manusia, mereka beradaptasi sebagai hewan nokturnal. Banteng memiliki kecenderungan untuk berkelompok pada kawanan berjumlah dua sampai tiga puluh ekor.</p>
<p>Banteng telah didomestikasi di beberapa daerah di Asia Tenggara yang jumlahnya mencapai sekitar 1,5 juta ekor. Banteng ternak dan liar dapat dikawinkan dan keturunan yang dihasilkannya sering kali subur.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/2Spd4O8BHXQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/banteng-bos-javanicus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/banteng-bos-javanicus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bekantan (Nasalis larvatus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/w1ry23vZjnw/bekantan-nasalis-larvatus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bekantan-nasalis-larvatus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Bekantan (Nasalis larvatus)
Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bekantan-nasalis-larvatus.html">Bekantan (Nasalis larvatus)</a></p>
<p>Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal kera Nasalis.</p>
<p>Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai kera Belanda.</p>
<p>Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75cm dengan berat mencapai 24kg. Kera betina berukuran 60cm dengan berat 12kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.</p>
<p>Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, terkadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain.</p>
<p>Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan.</p>
<p>Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/w1ry23vZjnw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bekantan-nasalis-larvatus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bekantan-nasalis-larvatus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bonobo (Pan paniscus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/Yhd7KN9rH24/bonobo-pan-paniscus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bonobo-pan-paniscus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Bonobo (Pan paniscus)
Bonobo (Pan paniscus), sebelumnya dikenal sebagai simpanse kerdil, adalah satu dari dua anggota genus simpanse Pan. Anggota yang lain adalah simpanse biasa atau Pan troglodytes. Keduanya disebut simpanse, meskipun istilah ini kerap dipakai bagi Pan troglodytes, yang berukuran lebih besar. Kecenderungan sekarang menyebutkan istilah &#8220;simpanse&#8221; bagi kedua spesies ini.
Sumber: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bonobo-pan-paniscus.html">Bonobo (Pan paniscus)</a></p>
<p>Bonobo (Pan paniscus), sebelumnya dikenal sebagai simpanse kerdil, adalah satu dari dua anggota genus simpanse Pan. Anggota yang lain adalah simpanse biasa atau Pan troglodytes. Keduanya disebut simpanse, meskipun istilah ini kerap dipakai bagi Pan troglodytes, yang berukuran lebih besar. Kecenderungan sekarang menyebutkan istilah &#8220;simpanse&#8221; bagi kedua spesies ini.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/Yhd7KN9rH24" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bonobo-pan-paniscus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/bonobo-pan-paniscus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Coelacanth</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/qORq6n7UMas/coelacanth.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/coelacanth.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Coelacanth
Coelacanth (artinya &#8220;duri yang berongga&#8221;, dari perkataan Yunani coelia, &#8220;κοιλιά&#8221; (berongga) dan acanthos, &#8220;άκανθος&#8221; (duri), merujuk pada duri siripnya yang berongga) IPA: [ˈsiːləˌkænθ] adalah nama ordo (bangsa) ikan yang antara lain terdiri dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Coelacanth diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/coelacanth.html">Coelacanth</a></p>
<p>Coelacanth (artinya &#8220;duri yang berongga&#8221;, dari perkataan Yunani coelia, &#8220;κοιλιά&#8221; (berongga) dan acanthos, &#8220;άκανθος&#8221; (duri), merujuk pada duri siripnya yang berongga) IPA: [ˈsiːləˌkænθ] adalah nama ordo (bangsa) ikan yang antara lain terdiri dari sebuah cabang evolusi tertua yang masih hidup dari ikan berahang. Coelacanth diperkirakan sudah punah sejak akhir masa Cretaceous 65 juta tahun yang lalu, sampai sebuah spesimen ditemukan di timur Afrika Selatan, di perairan sungai Chalumna tahun 1938. Sejak itu Coelacanth telah ditemukan di Komoro, perairan pulau Manado Tua di Sulawesi, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan taman laut St. Lucia di Afrika Selatan. Di Indonesia, khususnya di sekitar Manado, Sulawesi Utara, spesies ini oleh masyarakat lokal dinamai ikan raja laut.</p>
<p>Coelacanth terdiri dari sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan penemuan fosil.</p>
<p>Sampai saat ini, telah ada 2 spesies hidup Coelacanth yang ditemukan yaitu Coelacanth Komoro, Latimeria chalumnae dan Coelacanth Sulawesi, Latimeria menadoensis.</p>
<p>Hingga tahun 1938, ikan yang berkerabat dekat dengan ikan paru-paru ini dianggap telah punah semenjak akhir Masa Kretaseus, sekitar 65 juta tahun yang silam. Sampai ketika seekor coelacanth hidup tertangkap oleh jaring hiu di muka kuala Sungai Chalumna, Afrika Selatan pada bulan Desember tahun tersebut. Kapten kapal pukat yang tertarik melihat ikan aneh tersebut, mengirimkannya ke museum di kota East London, yang ketika itu dipimpin oleh Nn. Marjorie Courtney-Latimer. Seorang iktiologis (ahli ikan) setempat, Dr. J.L.B. Smith kemudian mendeskripsi ikan tersebut dan menerbitkan artikelnya di jurnal Nature pada tahun 1939. Ia memberi nama Latimeria chalumnae kepada ikan jenis baru tersebut, untuk mengenang sang kurator museum dan lokasi penemuan ikan itu.<br />
Coelacanth pertama yang ditemukan di Afrika Selatan, di hadapan Nn. Courtenay-Latimer, kurator museum East London.<br />
Coelacanth pertama yang ditemukan di Afrika Selatan, di hadapan Nn. Courtenay-Latimer, kurator museum East London.</p>
<p>Pencarian lokasi tempat tinggal ikan purba itu selama belasan tahun berikutnya kemudian mendapatkan perairan Kepulauan Komoro di Samudera Hindia sebelah barat sebagai habitatnya, di mana beberapa ratus individu diperkirakan hidup pada kedalaman laut lebih dari 150 m. Di luar kepulauan itu, sampai tahun 1990an beberapa individu juga tertangkap di perairan Mozambique, Madagaskar, dan juga Afrika Selatan. Namun semuanya masih dianggap sebagai bagian dari populasi yang kurang lebih sama.</p>
<p>Pada tahun 1998, enampuluh tahun setelah ditemukannya fosil hidup coelacanth Komoro, seekor ikan raja laut tertangkap jaring nelayan di perairan Pulau Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan ini sudah dikenal lama oleh para nelayan setempat, namun belum diketahui keberadaannya di sana oleh dunia ilmu pengetahuan. Ikan raja laut secara fisik mirip coelacanth Komoro, dengan perbedaan pada warnanya. Yakni raja laut berwarna coklat, sementara coelacanth Komoro berwarna biru baja.</p>
<p>Ikan raja laut tersebut kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Erdmann, yang kemudian bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, menerbitkan temuannya di Nature, 1998. Maka kini orang mengetahui bahwa ada populasi coelacanth yang kedua, yang terpisah menyeberangi Samudera Hindia dan pulau-pulau di Indonesia barat sejauh kurang-lebih 10.000 km. Belakangan, berdasarkan analisis DNA-mitokondria dan isolasi populasi, beberapa peneliti Indonesia dan Prancis mengusulkan ikan raja laut sebagai spesies baru Latimeria menadoensis.</p>
<p>Dua tahun kemudian ditemukan pula sekelompok coelacanth yang hidup di perairan Kawasan Lindung Laut (Marine Protected Areas) St. Lucia di Afrika Selatan. Orang kemudian menyadari bahwa kemungkinan masih terdapat populasi-populasi coelacanth yang lain di dunia, termasuk pula di bagian lain Nusantara, mengingat bahwa ikan ini hidup terisolir di kedalaman laut, terutama di sekitar pulau-pulau vulkanik. Hingga saat ini status taksonomi coelacanth yang baru ini masih diperdebatkan.</p>
<p>Pada bulan Mei 2007, seorang nelayan Indonesia menangkap seekor coelacanth di lepas pantai Provinsi Sulawesi Utara. Ikan ini memiliki ukuran sepanjang 131 centimeter dengan berat 51 kg ketika ditangkap.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/qORq6n7UMas" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/coelacanth.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/coelacanth.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ekidna moncong panjang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/BVLKPisjwj0/ekidna-moncong-panjang.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/ekidna-moncong-panjang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Ekidna moncong panjang
Ekidna moncong panjang adalah salah satu dari dua genera (genus Zaglossus) ekidna, monotremata berduri yang tinggal di Pulau Irian. Ada tiga spesies yang masih hidup dan dua spesies sudah punah.
Zaglossus attenboroughi
* Habitat: wilayah Papua pada elevasi yang lebih tinggi daripada hutan dataran tinggi.
* Era: sekarang
* Status: terancam punah
Zaglossus bartoni
* [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/ekidna-moncong-panjang.html">Ekidna moncong panjang</a></p>
<p>Ekidna moncong panjang adalah salah satu dari dua genera (genus Zaglossus) ekidna, monotremata berduri yang tinggal di Pulau Irian. Ada tiga spesies yang masih hidup dan dua spesies sudah punah.</p>
<p><strong>Zaglossus attenboroughi</strong></p>
<p>* Habitat: wilayah Papua pada elevasi yang lebih tinggi daripada hutan dataran tinggi.<br />
* Era: sekarang<br />
* Status: terancam punah</p>
<p><strong>Zaglossus bartoni</strong></p>
<p>* Habitat: wilayah pegunungan tinggi (cordillera) di antara Danau Paniai dan Pegunungan Nanneau, juga Huon Peninsula.<br />
* Era: sekarang<br />
* Status: terancam punah</p>
<p><strong>Zaglossus bruijni</strong></p>
<p>* Habitat: hutan tanah tinggi di Papua<br />
* Era: sekarang<br />
* Status: terancam punah</p>
<p><strong>Zaglossus hacketti</strong></p>
<p>* Habitat: Australia Barat<br />
* Era: Upper Pleistocene<br />
* Status: fosil<br />
* Catatan: Spesies ini hanya dikenal melalui beberapa tulang. Untuk ukuran echidna, spesies ini sungguh besar tapi umum untuk ukuran monotremata.</p>
<p><strong>Zaglossus robustus</strong></p>
<p>* Habitat: Tasmania<br />
* Era: Pleistocene<br />
* Status: fosil.<br />
* Catatan: Spesies ini hanya dikenal melalui sebuah fosil tengkorak sepanjang 65 cm.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/BVLKPisjwj0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/ekidna-moncong-panjang.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/ekidna-moncong-panjang.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/giE3j1wDXWs/elang-jawa-spizaetus-bartelsi.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/elang-jawa-spizaetus-bartelsi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia
Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/elang-jawa-spizaetus-bartelsi.html">Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)</a></p>
<p>Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia</p>
<p>Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).</p>
<p>Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru), dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu, panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Jambul hitam dengan ujung putih; mahkota dan kumis berwarna hitam, sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. Ke bawah, ke arah dada, coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat, yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah, ujung ekor bergaris putih tipis. Betina berwarna serupa, sedikit lebih besar.</p>
<p>Iris mata kuning atau kecoklatan; paruh kehitaman; sera (daging di pangkal paruh) kekuningan; kaki (jari) kekuningan. Burung muda dengan kepala, leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang, tanpa coretan atau garis-garis.[1]</p>
<p>Ketika terbang, elang Jawa serupa dengan elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk terang, namun cenderung nampak lebih kecoklatan, dengan perut terlihat lebih gelap, serta berukuran sedikit lebih kecil.</p>
<p>Bunyi nyaring tinggi, berulang-ulang, klii-iiw atau ii-iiiw, bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Sedikit banyak, suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.[2]</p>
<p>Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa, dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng. [3]</p>
<p>Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau, di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri, sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2.200 m dan kadang-kadang 3.000 m dpl.</p>
<p>Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai, meski tidak selalu jauh dari lokasi aktifitas manusia. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang, akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas.</p>
<p>Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah, seperti pelbagai jenis reptil, burung-burung sejenis walik, punai, dan bahkan ayam kampung. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing, kalong, musang, sampai dengan anak monyet.</p>
<p>Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Telur berjumlah satu butir, yang dierami selama kurang-lebih 47 hari.</p>
<p>Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi, seperti rasamala (Altingia excelsa), pasang (Lithocarpus dan Quercus), tusam (Pinus merkusii), puspa (Schima wallichii), dan ki sireum (Eugenia clavimyrtus). Tidak selalu jauh berada di dalam hutan, ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi.[2]</p>
<p>Di habitatnya, elang Jawa menyebar jarang-jarang. Sehingga meskipun luas daerah agihannya, total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung, atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1.000 ekor.[4] Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya, yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa.[5] Dalam pada itu, elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. Karena kelangkaannya, memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri, dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi.</p>
<p>Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). [6] Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang.[7]</p>
<p>Sesungguhnya keberadaan elang Jawa telah diketahui sejak sedini tahun 1820, tatkala van Hasselt dan Kuhl mengoleksi dua spesimen burung ini dari kawasan Gunung Salak untuk Museum Leiden, Negeri Belanda. Akan tetapi pada masa itu hingga akhir abad-19, spesimen-spesimen burung ini masih dianggap sebagai jenis elang brontok.</p>
<p>Baru di tahun 1908, atas dasar spesimen koleksi yang dibuat oleh Max Bartels dari Pasir Datar, Sukabumi pada tahun 1907, seorang pakar burung di Negeri Jerman, O. Finsch, mengenalinya sebagai takson yang baru. Ia mengiranya sebagai anak jenis dari Spizaetus kelaarti, sejenis elang yang ada di Sri Lanka. Sampai kemudian pada tahun 1924, Prof. Stresemann memberi nama takson baru tersebut dengan epitet spesifik bartelsi, untuk menghormati Max Bartels di atas, dan memasukkannya sebagai anak jenis elang gunung Spizaetus nipalensis.[2]</p>
<p>Demikianlah, burung ini kemudian dikenal dunia dengan nama ilmiah Spizaetus nipalensis bartelsi, hingga akhirnya pada tahun 1953 D. Amadon mengusulkan untuk menaikkan peringkatnya dan mendudukkannya ke dalam jenis yang tersendiri, Spizaetus bartelsi.[8]</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: <a href="http://www.flickr.com/photos/lutvision/235808613/" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.flickr.com');">Flickr</a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/giE3j1wDXWs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/elang-jawa-spizaetus-bartelsi.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/elang-jawa-spizaetus-bartelsi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Harimau</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/RuEkzD5KhVQ/harimau.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Harimau
Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau).
Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa sambar, kijang, babi, kijang, kancil, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau.html">Harimau</a></p>
<p>Harimau atau macan tergolong dalam kerajaan hewan dalam filum kordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau).</p>
<p>Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa sambar, kijang, babi, kijang, kancil, tetapi akan memburu hewan kecil seperti landak apabila mangsa yang agak besar itu tidak ada.</p>
<p>Harimau dikenal sebagai kucing terbesar, harimau pada dasarnya mirip dengan singa ukurannya, walaupun sedikit lebih berat. Beda subspesies harimau memiliki karakteristik yang berbeda juga, pada umumnya harimau jantan memiliki berat antara 180 dan 320 kg dan betina berbobot antara 120 dan 180 kg. Panjang jantan antara 2,6 dan 3,3 meter, sedangkan betina antara 2,3 dan 2,75 meter. Di antara subspesies yang masih hidup, Harimau Sumatra adalah yang paling kecil dan Harimau Siberia yang paling besar.</p>
<p>Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Harimau Jawa yang sekarang sudah punah kemungkinan memiliki loreng yang lebih banyak lagi. Pola loreng unik setiap harimau, dan dapat digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi cap jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Ini bukan, bagaimanapun juga, metode pengidentifikasian yang disarankan, terkait kesulitan untuk merekam pola loreng pada harimau liar. Sepertinya fungsi loreng adalah untuk kamuflase, untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.</p>
<p>Ada sembilan subspesies harimau dalam genus Panthera. Enam di antaranya masih hidup pada masa sekarang. Tiga subspesies harimau selebihnya telah dianggap punah secara resmi.</p>
<p><a id="Subspesies_yang_masih_hidup" name="Subspesies_yang_masih_hidup"></a></p>
<h3><span class="editsection"></span><span class="mw-headline">Subspesies yang masih hidup</span></h3>
<ul>
<li>Harimau Indochina (<em>Panthera tigris corbetti</em>) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kamboja, <span class="mw-redirect">Republik Rakyat China</span>, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.</li>
<li>Harimau Bengal (<em>Panthera tigris tigris</em>) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, <span class="mw-redirect">Republik Rakyat China</span>, India, dan Nepal.</li>
<li>Harimau Tiongkok Selatan (<em>Panthera tigris amoyensis</em>) - yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat <span class="mw-redirect">Republik Rakyat China</span>.</li>
<li>Harimau Siberia (<em>Panthera tigris altaica</em>) - atau juga dikenal sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput <span class="mw-redirect">China</span>, Korea Utara, dan Asia Tengah di <span class="mw-redirect">Russia</span>.</li>
<li>Harimau Sumatra (<em>Panthera tigris sumatrae</em>) - yang tinggal hanya di kepulauan <span class="mw-redirect">Sumatera</span>.</li>
<li>Harimau Malaya (<em>Panthera tigris jacksoni</em>) - yang tinggal hanya di Semenanjung Malaysia.</li>
</ul>
<p><a id="Subspesies_yang_sudah_punah" name="Subspesies_yang_sudah_punah"></a></p>
<h3><span class="editsection"></span><span class="mw-headline">Subspesies yang sudah punah</span></h3>
<ul>
<li>Harimau Caspian (<em>Panthera tigris virgata</em>) - yang telah punah sekitar 1950an. Harimau Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah <span class="mw-redirect">Russia</span>.</li>
<li>Harimau Jawa (<em>Panthera tigris sondaica</em>) - yang telah punah sekitar 1972. Harimau Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan pulau Jawa, Indonesia.</li>
<li>Harimau Bali (<em>Panthera tigris balica</em>) - yang telah punah sekitar 1937. Harimau Bali pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.</li>
</ul>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/RuEkzD5KhVQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Harimau Malaya (Panthera tigris malayensis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/Zoqy5bp93Z0/harimau-malaya-panthera-tigris-malayensis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau-malaya-panthera-tigris-malayensis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:22:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Harimau Malaya (Panthera tigris malayensis)
Harimau Malaya (Panthera tigris malayensis), yang dapat ditemui di bagian selatan semenanjung Malaya sampai tahun 2004 adalah subspesies dari harimau. Kini terdapat 600-800 harimau Malaya, membuatnya sebagai populasi macan terbesar selain harimau Benggala dan harimau Indochina. Spesies ini adalah spesies terancam.
Sumber: Wikipedia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau-malaya-panthera-tigris-malayensis.html">Harimau Malaya (Panthera tigris malayensis)</a></p>
<p>Harimau Malaya (Panthera tigris malayensis), yang dapat ditemui di bagian selatan semenanjung Malaya sampai tahun 2004 adalah subspesies dari harimau. Kini terdapat 600-800 harimau Malaya, membuatnya sebagai populasi macan terbesar selain harimau Benggala dan harimau Indochina. Spesies ini adalah spesies terancam.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/Zoqy5bp93Z0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau-malaya-panthera-tigris-malayensis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/harimau-malaya-panthera-tigris-malayensis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kanguru-pohon Mantel-emas (Dendrolagus pulcherrimus )</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/yz69PoAqygw/kanguru-pohon-mantel-emas-dendrolagus-pulcherrimus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kanguru-pohon-mantel-emas-dendrolagus-pulcherrimus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kanguru-pohon Mantel-emas (Dendrolagus pulcherrimus )
Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya Dendrolagus pulcherrimus adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kanguru-pohon-mantel-emas-dendrolagus-pulcherrimus.html">Kanguru-pohon Mantel-emas (Dendrolagus pulcherrimus )</a></p>
<p>Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya Dendrolagus pulcherrimus adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang.</p>
<p>Penampilan Kanguru-pohon Mantel-emas serupa dengan Kanguru-pohon Hias. Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias. Beberapa ahli menempatkan Kanguru-pohon Mantel-emas sebagai subspesies dari Kanguru-pohon Hias.</p>
<p>Kanguru-pohon Mantel-emas ditemukan pada tahun 1990 oleh Pavel German di Gunung Sapau, Pegunungan Torricelli di Papua New Guinea. Populasi lainnya ditemukan di daerah terpencil di Pegunungan Foja, provinsi Papua, Indonesia pada bulan Desember 2005. Spesies ini merupakan jenis mamalia besar baru untuk Indonesia.</p>
<p>Kanguru-pohon Mantel-emas merupakan salah satu jenis kanguru-pohon yang paling terancam kepunahan di antara semua kanguru-pohon. Spesies ini telah punah di sebagian besar daerah habitat aslinya.</p>
<p>Sumber:Wikipedia<br />
Gambar:futura-sciences.com</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/yz69PoAqygw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kanguru-pohon-mantel-emas-dendrolagus-pulcherrimus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kanguru-pohon-mantel-emas-dendrolagus-pulcherrimus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kelinci Amami (Pentalagus furnessi)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/eVdj1iXh5cQ/kelinci-amami-pentalagus-furnessi.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kelinci-amami-pentalagus-furnessi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kelinci Amami (Pentalagus furnessi)
Kelinci Amami (Pentalagus furnessi; Amami: ʔosagi), atau Amami no Kuro Usagi 奄美の黒兔 (, Amami no Kuro Usagi 奄美の黒兔?), juga disebut Kelinci Ryukyu, adalah kelinci primitif berbulu hitam yang hanya dapat ditemukan di Amami Ōshima dan Toku-no-Shima, dua kepulauan kecil antara Kyūshū selatan dan Okinawa di prefektur Kagoshima (tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kelinci-amami-pentalagus-furnessi.html">Kelinci Amami (Pentalagus furnessi)</a></p>
<p>Kelinci Amami (Pentalagus furnessi; Amami: ʔosagi), atau Amami no Kuro Usagi 奄美の黒兔 (, Amami no Kuro Usagi 奄美の黒兔?), juga disebut Kelinci Ryukyu, adalah kelinci primitif berbulu hitam yang hanya dapat ditemukan di Amami Ōshima dan Toku-no-Shima, dua kepulauan kecil antara Kyūshū selatan dan Okinawa di prefektur Kagoshima (tetapi lebih dekat dengan Okinawa) di Jepang. Kelinci ini sering disibut fosil hidup. Kelinci Amami adalah kelinci kuno yang pernah hidup di Asia daratan, tempat mereka meninggal, sisanya hanya tinggal berada di kepulauan kecil tempat mereka dapat selamat kini.</p>
<p>Kelinci Amami kini merupakan spesies terancam karena perburuan yang akhirnya berakhir ketika Jepang memberikan perlindungan legal kelinci tahun 1921, tetapi kelinci ini juga meninggal karena ditebangny hutan dan dibunuh oleh anjing, kucing dan binatang lain yang dibawa manusia. Mongoose yang dilepas oleh penduduk untuk membunuh ular beracun juga membunuh jumlah besar kelinci Amami. Penebangan pohon sangat melukai kelinci Amami, terutama ketika mereka tidur selama siang hari, dan dapat dibunuh tanpa sempat melarikan diri.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/eVdj1iXh5cQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kelinci-amami-pentalagus-furnessi.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kelinci-amami-pentalagus-furnessi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kera Hitam Sulawesi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/2h6prOxhCBo/kera-hitam-sulawesi.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kera-hitam-sulawesi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kera Hitam Sulawesi
Kera Hitam Sulawesi berwarna hitam di sekujur tubuh kecuali punggung dan selangkangan agak terang. Kepala hitam berjambul, muka tidak berambut, moncong lebih menonjol. Panjang tubuh hingga 44,5-60 cm, ekor 20 cm dan berat 15 kg.
Satwa ini dilindungi berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kera-hitam-sulawesi.html">Kera Hitam Sulawesi</a></p>
<p>Kera Hitam Sulawesi berwarna hitam di sekujur tubuh kecuali punggung dan selangkangan agak terang. Kepala hitam berjambul, muka tidak berambut, moncong lebih menonjol. Panjang tubuh hingga 44,5-60 cm, ekor 20 cm dan berat 15 kg.</p>
<p>Satwa ini dilindungi berdasarkan UU RI No.5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah RI No.7 Tahun 1999. Bisa ditemukan di Cagar Alam Tangkoko Batuangus &#038; Dua Saudara, Cagar Alam Gunung Ambang, Gunung Lokon dan Tangale.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/2h6prOxhCBo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kera-hitam-sulawesi.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kera-hitam-sulawesi.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kodok Air Albania (Rana shqiperica)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/zEW2u-hrx1I/kodok-air-albania-rana-shqiperica.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kodok-air-albania-rana-shqiperica.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kodok Air Albania (Rana shqiperica)
Kodok Air Albania (Rana shqiperica) adalah spesies kodok dari famili Ranidae. Spesies ini dapat ditemukan di Albania, Serbia dan Montenegro. Habitat spesies ini adalah sungai, danau dan rawa-rawa. Spesies ini kini berstatus spesies terancam karena kehilangan habitatnya.
Sumber: Wikipedia
Gambar: wdfw.wa.gov
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kodok-air-albania-rana-shqiperica.html">Kodok Air Albania (Rana shqiperica)</a></p>
<p>Kodok Air Albania (Rana shqiperica) adalah spesies kodok dari famili Ranidae. Spesies ini dapat ditemukan di Albania, Serbia dan Montenegro. Habitat spesies ini adalah sungai, danau dan rawa-rawa. Spesies ini kini berstatus spesies terancam karena kehilangan habitatnya.</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: wdfw.wa.gov</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/zEW2u-hrx1I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kodok-air-albania-rana-shqiperica.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kodok-air-albania-rana-shqiperica.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kuda Przewalski (Equus przewalskii)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/NcNkI5dOmfE/kuda-przewalski-equus-przewalskii.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kuda-przewalski-equus-przewalskii.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kuda Przewalski (Equus przewalskii)
Kuda Przewalski (Equus przewalskii atauEquus caballus przewalskii) adalah spesies hewan yang berasal dari keluarga kuda. Di alam spesies hewan ini hampir lenyap, namun masih dapat ditemukan di Mongolia. Pada tahun 2002 jumlah spesies ini mencapai sekitar. 1000. Panjang hewan ini 2,2-2,6 m dan tingginya 80-110 cm serta beratnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kuda-przewalski-equus-przewalskii.html">Kuda Przewalski (Equus przewalskii)</a></p>
<p>Kuda Przewalski (Equus przewalskii atauEquus caballus przewalskii) adalah spesies hewan yang berasal dari keluarga kuda. Di alam spesies hewan ini hampir lenyap, namun masih dapat ditemukan di Mongolia. Pada tahun 2002 jumlah spesies ini mencapai sekitar. 1000. Panjang hewan ini 2,2-2,6 m dan tingginya 80-110 cm serta beratnya 200-300 kg.</p>
<p>Spesies ini dinamai menurut nama seorang penjelajah Rusia Nikolai Mikhailovich Przhevalsky.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/NcNkI5dOmfE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kuda-przewalski-equus-przewalskii.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kuda-przewalski-equus-przewalskii.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kākā (Nestor meridionalis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/6UQs16C-Q0g/kaka-nestor-meridionalis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kaka-nestor-meridionalis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Kākā (Nestor meridionalis)
Kākā, Nestor meridionalis, adalah bayan endemik dari hutan Selandia Baru. Terdapat dua subspesies, Kākā Pulau Utara, Nestor meridionalis septentrionalis, dan Kākā Pulau Selatan, N. m. meridionalis. Kata Kākā dalam bahasa Māori memiliki arti &#8220;bayan&#8221;.
Sumber: Wikipedia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kaka-nestor-meridionalis.html">Kākā (Nestor meridionalis)</a></p>
<p>Kākā, Nestor meridionalis, adalah bayan endemik dari hutan Selandia Baru. Terdapat dua subspesies, Kākā Pulau Utara, Nestor meridionalis septentrionalis, dan Kākā Pulau Selatan, N. m. meridionalis. Kata Kākā dalam bahasa Māori memiliki arti &#8220;bayan&#8221;.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/6UQs16C-Q0g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kaka-nestor-meridionalis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/kaka-nestor-meridionalis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/HkGCafIGZfw/lutung-budeng-trachypithecus-auratus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/lutung-budeng-trachypithecus-auratus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)
Lutung Budeng atau dalam nama ilmiahnya Trachypithecus auratus adalah sejenis lutung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm. Lutung Budeng memiliki rambut tubuh berwarna hitam. Dan seperti jenis lutung lainnya, lutung ini memiliki ekor yang panjang, sekitar 87cm.
Jantan dan betina biasanya berwarna hitam, namun betina memiliki warna putih kekuningan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/lutung-budeng-trachypithecus-auratus.html">Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)</a></p>
<p>Lutung Budeng atau dalam nama ilmiahnya Trachypithecus auratus adalah sejenis lutung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm. Lutung Budeng memiliki rambut tubuh berwarna hitam. Dan seperti jenis lutung lainnya, lutung ini memiliki ekor yang panjang, sekitar 87cm.</p>
<p>Jantan dan betina biasanya berwarna hitam, namun betina memiliki warna putih kekuningan di sekitar kelaminnya. Lutung muda memiliki rambut tubuh berwarna oranye. Ada dua subspesies dari Lutung Budeng, yang dibedakan dari daerah sebarannya. Subspesies utama, T. a. auratus memiliki ras yang langka, di mana lutung dewasa memiliki warna rambut seperti lutung muda yang berwarna oranye, namun warnanya lebih gelap sedikit dengan ujung kuning.</p>
<p>Endemik Indonesia, Lutung Budeng tersebar dan ditemukan di dalam hutan hujan tropis pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sumatra.</p>
<p>Lutung Budeng adalah hewan diurnal, yang lebih aktif pada waktu siang hari di atas pepohonan. Makanan pokoknya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Memakan dedaunan, buah-buahan dan bunga. Spesies ini juga memakan larva serangga.</p>
<p>Lutung Budeng hidup berkelompok, yang dalam satu kelompoknya terdiri dari sekitar tujuh ekor lutung, termasuk satu atau dua ekor lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya mempunyai satu anak setiap melahirkan dan saling bantu membesarkan anak-anak lutung. Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari kelompok lain.</p>
<p>Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta populasi lutung yang terus menyusut, Lutung Budeng dievaluasikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/HkGCafIGZfw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/lutung-budeng-trachypithecus-auratus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/lutung-budeng-trachypithecus-auratus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Macan Kumbang (Panthera pardus melas)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/VdlVkw6ADXE/macan-kumbang-panthera-pardus-melas.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/macan-kumbang-panthera-pardus-melas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Macan Kumbang (Panthera pardus melas)
Macan Kumbang atau Macan Tutul Jawa, atau Harimau Hitam, yang dalam nama ilmiahnya Panthera pardus melas adalah salah satu subspesies dari Macan Tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi pulau Jawa, Indonesia.
Seperti Macan Tutul lainnya, Macan Kumbang berukuran besar, dan mempunyai indra penglihatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/macan-kumbang-panthera-pardus-melas.html">Macan Kumbang (Panthera pardus melas)</a></p>
<p>Macan Kumbang atau Macan Tutul Jawa, atau Harimau Hitam, yang dalam nama ilmiahnya Panthera pardus melas adalah salah satu subspesies dari Macan Tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi pulau Jawa, Indonesia.</p>
<p>Seperti Macan Tutul lainnya, Macan Kumbang berukuran besar, dan mempunyai indra penglihatan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang. Bulu hitam Macan Kumbang mungkin merupakan hasil evolusi dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap. Macan Kumbang betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.</p>
<p>Macan Kumbang adalah hewan soliter, kecuali pada musim berbiak. Hewan ini lebih aktif berburu mangsa di malam hari. Mangsanya yang terdiri dari aneka hewan biasanya diletakkan di atas pohon.</p>
<p>Macan Kumbang merupakan satu-satunya kucing besar yang masih tersisa di Pulau Jawa. Subspesies ini jika disilangkan dengan Macan Tutul biasa, memiliki anak macan yang berwarna seperti kedua induknya, kuning tutul ataupun hitam.</p>
<p>Sebagian besar populasi Macan Kumbang dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan, penangkapan liar, serta daerah dan populasi dimana hewan ini ditemukan sangat terbatas, Macan Kumbang dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix I. Satwa ini dilindungi di Indonesia, yang tercantum di dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/VdlVkw6ADXE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/macan-kumbang-panthera-pardus-melas.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/macan-kumbang-panthera-pardus-melas.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/TTASX7p2lbA/maleo-senkawor-macrocephalon-maleo.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/maleo-senkawor-macrocephalon-maleo.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 19:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)
Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/maleo-senkawor-macrocephalon-maleo.html">Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)</a></p>
<p>Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Burung ini memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.</p>
<p>Populasi hewan endemik Indonesia ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi. Maleo bersarang di daerah pasir yang terbuka, daerah sekitar pantai gunung berapi dan daerah-daerah yang hangat dari panas bumi untuk menetaskan telurnya yang berukuran besar, mencapai lima kali lebih besar dari telur ayam. Setelah menetas, anak Maleo menggali jalan keluar dari dalam tanah dan bersembunyi ke dalam hutan. Anak Maleo ini sudah dapat terbang, dan harus mencari makan sendiri dan menghindari hewan pemangsa, seperti ular, kadal, kucing, babi hutan dan burung elang.</p>
<p>Maleo Senkawor adalah monogami spesies. Pakan burung ini terdiri dari aneka biji-bijian, buah, semut, kumbang serta berbagai jenis hewan kecil.</p>
<p>Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, tingkat kematian anak burung yang tinggi, populasi yang terus menyusut serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Maleo Senkawor dievaluasikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/TTASX7p2lbA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/maleo-senkawor-macrocephalon-maleo.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/maleo-senkawor-macrocephalon-maleo.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mentok Rimba (Cairina scutulata)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/phK7qEel6-M/mentok-rimba-cairina-scutulata.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/mentok-rimba-cairina-scutulata.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Mentok Rimba (Cairina scutulata)
Mentok Rimba atau dalam nama ilmiahnya Cairina scutulata adalah sejenis burung dari keluarga bebek (suku Anatidae). Spesies ini termasuk salah satu burung air yang paling langka dan terancam punah di dunia. Mentok Rimba juga dikenal dengan beberapa nama seperti Serati, Mentok Hutan, Bebek Hutan atau Angsa Hutan. Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/mentok-rimba-cairina-scutulata.html">Mentok Rimba (Cairina scutulata)</a></p>
<p>Mentok Rimba atau dalam nama ilmiahnya Cairina scutulata adalah sejenis burung dari keluarga bebek (suku Anatidae). Spesies ini termasuk salah satu burung air yang paling langka dan terancam punah di dunia. Mentok Rimba juga dikenal dengan beberapa nama seperti Serati, Mentok Hutan, Bebek Hutan atau Angsa Hutan. Dalam bahasa Inggris spesies ini dikenal sebagai White-winged Wood Duck.</p>
<p>Berbentuk mirip dengan mentok peliharaan (Cairina moschata), Mentok Rimba memiliki panjang tubuh (dari paruh hingga ke ujung ekor) sekitar 75 cm.</p>
<p>Tubuh umumnya berwarna gelap atau kehitaman, dengan sisi bawah sayap (ketika terbang) berwarna putih. Kepala dan leher putih, terkadang dengan bintik-bintik kehitaman. Paruh dan kaki kekuningan atau jingga kusam. Tidak seperti mentok peliharaan, tak ada lingkaran merah di sekeliling mata.</p>
<p>Seperti namanya, Mentok Rimba terutama menghuni hutan-hutan rawa dengan kolam-kolam yang dangkal.</p>
<p>Mentok Rimba adalah omnivora, memangsa aneka macam termasuk tumbuhan air seperti Hydrilla, siput, ikan-ikan kecil, cacing, serangga dan laba-laba air.</p>
<p>Pada masa lalu, Mentok Rimba hidup tersebar luas mulai dari India timur laut, Bangladesh, Asia Tenggara, Sumatra hingga Jawa. Pada tahun 2002 populasinya di seluruh dunia tinggal lagi 800 ekor; dengan sekitar 200 ekor menyebar di Laos, Thailand, Vietnam dan Kamboja, sekitar 150 ekor di Sumatra, terutama di Taman Nasional Way Kambas, dan 450 ekor di India, Bangladesh dan Myanmar.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/phK7qEel6-M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/mentok-rimba-cairina-scutulata.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/mentok-rimba-cairina-scutulata.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Orang utan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/4tGWpKHMi3E/orang-utan.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orang-utan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:55:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Orang utan
Orang utan (atau Orangutan) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia dan Malaysia .
Istilah orang utan diambil dari bahasa Melayu, yang berarti manusia (orang) hutan.
Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orang-utan.html">Orang utan</a></p>
<p>Orang utan (atau Orangutan) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia dan Malaysia .</p>
<p>Istilah orang utan diambil dari bahasa Melayu, yang berarti manusia (orang) hutan.</p>
<p>Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor.</p>
<p>Orang utan berukuran 1-1,4 m untuk jantan, yaitu kira-kira 2/3 kali ukuran seekor gorila.</p>
<p>Tubuh orang utan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi.</p>
<p>Orang utan jantan memiliki pelipis yang gemuk. Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.</p>
<p>Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.</p>
<p>Orang utan termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orang utan juga termasuk hewan mamalia dan primata.</p>
<p>Orang utan saat ini merupakan binatang langka, karena manusia terus-menerus merusak habitat mereka dan seringkali pula menjual bayi-bayi mereka secara ilegal untuk dijadikan hewan peliharaan. Diperkirakan populasi orang utan di seluruh dunia baru-baru ini hanya berjumlah 100.000 ekor. Saat ini telah dikembangkan suaka margasatwa untuk melestarikan populasi mereka di Indonesia dan Malaysia.</p>
<p>Orang utan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Orangutan dapat hidup pada berbagai tipe hutan, mulai dari hutan dipterokarpus perbukitan dan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan. Di Borneo orangutan dapat ditemukan pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl), sedangkan kerabatnya di Sumatera dilaporkan dapat mencapai hutan pegunungan pada 1.000 m dpl.</p>
<p>Orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) merupakan salah satu hewan endemis yang hanya ada di Sumatera. Orangutan di Sumatera hanya menempati bagian utara pulau itu, mulai dari Timang Gajah, Aceh Tengah sampai Sitinjak di Tapanuli Selatan.Keberadaan hewan mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan digolongkan sebagai &#8216;Critically Endangered&#8217; oleh IUCN. Di Sumatera, salah satu populasi orangutan terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Populasi orangutan liar di Sumatera diperkirakan sejumlah 7.300[2]. Di DAS Batang Toru 380 ekor dengan kepadatan pupulasi sekitar 0,47 sampai 0,82 ekor per kilometer persegi. Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) kini diperkirakan 7.500 ekor. Padahal pada era 1990 an, diperkirakan 200.000 ekor. Populasi mereka terdapat di 13 daerah terpisah secara geografis. Kondisi ini menyebabkan kelangsungan hidup mereka semakin terancam punah. [1] Saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya. Hanya 2 populasi yang relatif kecil berada di sebelah barat daya danau, yaitu Sarulla Timur dan hutan-hutan di Batang Toru Barat. Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Singkil (1.500 individu). Populasi lain yang diperkirakan potensial untuk bertahan dalam jangka panjang (viable) terdapat di Batang Toru,Sumatera Utara, dengan ukuran sekitar 400 individu.</p>
<p>Orangutan di Borneo yang dikategorikan sebagai &#8216;endangered&#8217; oleh IUCN terbagi dalam tiga subspesies: Orangutan di Borneo dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai ke timur laut Sarawak; Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat Sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio, diperkirakan secara total populasi liarnya di alam hanya 45.000 hingga 69.000. Di Borneo, orangutan dapat ditemukan di Sabah, Sarawak, dan hampir seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan dan Brunei Darussalam.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/4tGWpKHMi3E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orang-utan.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orang-utan.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/kblgMrmeLfU/orangutan-kalimantan-pongo-pygmaeus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orangutan-kalimantan-pongo-pygmaeus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:53:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Orangutan Kalimantan, Pongo pygmaeus, adalah spesies orangutan asli pulau Kalimantan. Bersama dengan orangutan Sumatra yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orangutan Kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orangutan-kalimantan-pongo-pygmaeus.html">Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)</a></p>
<p>Orangutan Kalimantan, Pongo pygmaeus, adalah spesies orangutan asli pulau Kalimantan. Bersama dengan orangutan Sumatra yang lebih kecil, orangutan Kalimantan masuk kedalam genus pongo yang dapat ditemui di Asia. Orangutan Kalimantan memiliki lama waktu hidup selama 35 sampai 40 tahun di alam liar, sedangkan di penangkaran dapat mencapai usia 60 tahun.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/kblgMrmeLfU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orangutan-kalimantan-pongo-pygmaeus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/orangutan-kalimantan-pongo-pygmaeus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Panda Besar (Ailuropoda melanoleuca)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/gq5VRkzsBFU/panda-besar-ailuropoda-melanoleuca.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-besar-ailuropoda-melanoleuca.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Panda Besar (Ailuropoda melanoleuca)
Panda Besar (Hanzi: 貓熊;; pinyin: mao xiong), Ailuropoda melanoleuca (&#8221;Kaki-kucing hitam-putih&#8221;) atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-besar-ailuropoda-melanoleuca.html">Panda Besar (Ailuropoda melanoleuca)</a></p>
<p>Panda Besar (Hanzi: 貓熊;; pinyin: mao xiong), Ailuropoda melanoleuca (&#8221;Kaki-kucing hitam-putih&#8221;) atau diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet. Pada setengah abad ke-20 terakhir, panda menjadi semacam lambang negara Tiongkok, dan sekarang ditampilkan pada uang emas negara tersebut.</p>
<p>Nama Chinanya berarti &#8220;kucing-beruang,&#8221; dan juga bisa dibaca dibalik tanpa mengubah arti. Ia dinamai panda di Barat karena mirip dengan Panda Merah, dan dulunya dikenal sebagai Beruang Belang (Ailuropus melanoleucus).</p>
<p>Meskipun secara taksonomis ia adalah karnivora, makanannya seperti herbivora, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya bambu saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah omnivora, karena diketahui mereka juga makan telur, dan juga serangga selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber protein yang diperlukan. Telinganya bergerak-gerak saat mereka mengunyah.</p>
<p>Panda Besar juga masih bersaudara dengan Panda Merah, tetapi mereka dinamai mirip sepertinya akrena kebiasaan mereka memakan bambu. Sebelum hubungannya dengan Panda Merah ditemukan pada tahun 1901, Panda Besar dikenal sebagai beruang berwarna dua.</p>
<p>Selama puluhan tahun, klasifikasi taksonomi panda yang tepat diperdebatkan karena baik Panda Besar maupun Panda Merah memiliki ciri-ciri seperti beruang dan rakun. Namun, pengujian genetika mengungkapkan bahwa Panda Besar adalah beruang sejati dan termasuk keluarga Ursidae. Saudara terdekatnya dalam keluarga beruang adalah Beruang Berakcamata di Amerika Selatan. Sekarang masih diperdebatkan apakah Panda Merah termasuk keluarga Ursidaea tau keluarga rakut, Procyonidae.</p>
<p>Panda Besar termasuk spesies terancam punah, terancam oleh kehilangan habitat dan tingkat kelahiran sangat rendah, baik di alam maupun di kandang. Sekitar 1.600 diyakini masih hidup di alam. Panda Besar adalah lambang World Wildlife Fund (WWF), organisasi pelestarian alam.</p>
<p>Panda Besar memiliki cakar yang ganjil, dengan &#8220;jempol&#8221; dan lima jari; &#8220;jempol&#8221; ini sebenarnya tulang-pergelangan tangan yang termodifikasi. Stephen Jay Gould menulis esai tentang topik ini, lalu menggunakan judul The Panda&#8217;s Thumb untuk buku kumpulan esainya.</p>
<p>Panda Besar pertama kali dikenal di dunia Barat pada 1869 oleh misionaris Prancis Armand David (1826–1900). Panda Besar lama menjadi hewan favorit masyarakat, sebagian karena spesies ini lucu seperti bayi, mirip dengan boneka beruang hidup. Panda juga sering digambarkan sedang berbaring santai sambil makan bambu, bukan berburu, sehingga meningkatlah citranya sebagai hewan manis dan cinta damai.</p>
<p>Peminjaman panda besar ke kebun binatang Amerika Serikat dan Jepang merupakan bagian penting diplomasi Republik Rakyat China pada tahun 1970-an karena peminjaman ini menandai sebagian pertukaran budaya pertama antara Tiongkok dan dunia Barat.</p>
<p>Namun, pada tahun 1984, panda sudah tidak lagi digunakan sebagai alat diplomasi. Alih-alih, China mulai menawarkan panda kepada negara-negara lain untuk peminjaman hanya sepuluh tahun. Ketentuan peminjaman standar mencakup tarif hingga US$1.000.000 per tahun dan syarat bahwa anak yang lahir semasa peminjaman adalah milik Republik Rakyat China.</p>
<p>Pada 1998 akibat tuntutan hukum oleh WWF, U.S. Fish and Wildlife Service mengharuskan kebun binatang AS yang ingin mengimpor panda agar memastikan bahwa setengah tarif yang dipasang China disalurkan untuk upaya pelestarian panda liar dan habitatnya, barulah lembaga tersebut mau mengeluarkan izin pengimporan panda tersebut.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/gq5VRkzsBFU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-besar-ailuropoda-melanoleuca.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-besar-ailuropoda-melanoleuca.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Panda Merah (Ailurus fulgens)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/zGDkukk5HcY/panda-merah-ailurus-fulgens.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-merah-ailurus-fulgens.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Panda Merah (Ailurus fulgens)
Panda Merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-merah-ailurus-fulgens.html">Panda Merah (Ailurus fulgens)</a></p>
<p>Panda Merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Tapak kakinya ditutupi oleh bulu berwarna putih, yang berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas permukaan salju atau es.</p>
<p>Spesies ini pertama kali dideskripsikan ke dunia pengetahuan pada tahun 1825. Klasifikasi taksonomi Panda Merah sudah lama menimbulkan kontroversi. Sebelumnya Panda Merah ditempatkan dalam suku keluarga beruang Ursidae karena mempunyai kesamaan dengan beruang Panda, keduanya memiliki lima jari dengan ekstra jari di samping lima jarinya. Ekstra jari ini adalah tulang pergelangan tangan yang termodifikasi. Panda Merah juga ditempatkan dalam suku tunggal Ailuridae. Namun sekarang spesies ini ditempatkan dalam suku Procyonidae, karena kemiripannya dengan spesies hewan dalam keluarga rakun. Panda Merah merupakan satu-satunya spesies di subsuku Ailurinae dan genus tunggal Ailurus.</p>
<p>Daerah sebaran Panda Merah adalah di Asia Tengah. Spesies ini ditemukan di hutan pegunungan Himalaya, Bhutan, Republik Rakyat Tiongkok, India, Laos, Myanmar dan Nepal.</p>
<p>Panda Merah aktif pada waktu pagi dan senja. Di siang hari, mereka tidur dan beristirahat di dahan pohon. Walaupun memiliki sistem pencernaan hewan karnivora, Panda Merah memiliki kebiasaan seperti hewan herbivora. Makanan utamanya adalah bambu, dan termasuk aneka buah, akar-akaran, rumput, beri dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Untuk tambahan gizi, Panda Merah juga memakan telur, anak burung, serangga dan hewan-hewan kecil.</p>
<p>Panda Merah betina biasanya melahirkan dua ekor anak panda. Anak-anak panda ini buta waktu dilahirkan, dan mulai dapat melihat setelah berumur tiga minggu. Jantan dewasa tidak berperan dalam membesarkan anak panda. Panda Merah jantan adalah hewan teritorial, mereka menandai daerahnya dengan menggesekan kantung hormon mereka di benda-benda yang terdapat di alam liar.</p>
<p>Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan dan untuk diambil bulunya, serta daerah dan populasi dimana spesies ini ditemukan terbatas, Panda Merah dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. </p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/zGDkukk5HcY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-merah-ailurus-fulgens.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/panda-merah-ailurus-fulgens.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Paus Biru (Balaenoptera musculus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/IlzFWT3OcGE/paus-biru-balaenoptera-musculus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-biru-balaenoptera-musculus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Paus Biru (Balaenoptera musculus)
Paus Biru (Balaenoptera musculus) adalah mamalia laut yang menyertai subordo Paus Balin.[2] Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan massa 181 ton metrik atau lebih, hal ini dipercaya menjadi hewan terbesar yang dimiliki sepanjang hidup[3][4] meskipun beberapa penemuan dinosaurus secara terpisah seperti Amphicoelias fragillimus kolosal mungkin tantangan kepercayaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-biru-balaenoptera-musculus.html">Paus Biru (Balaenoptera musculus)</a></p>
<p>Paus Biru (Balaenoptera musculus) adalah mamalia laut yang menyertai subordo Paus Balin.[2] Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan massa 181 ton metrik atau lebih, hal ini dipercaya menjadi hewan terbesar yang dimiliki sepanjang hidup[3][4] meskipun beberapa penemuan dinosaurus secara terpisah seperti Amphicoelias fragillimus kolosal mungkin tantangan kepercayaan yang bertahan lama.</p>
<p>Panjang dan langsing, tubuh Paus Biru dapat bervariasi keteduhan kelabu kebiruannya.[2] Ada sedikitnya tiga perbedaan subspesies: B. m. musculus Atlantik utara dan Pasifik utara, B. m. intermedia, Samudra selatan dan B. m. brevicauda (juga dikenal sebagai Paus Biru Kerdil) ditemukan di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Selatan. B. m. indica ditemukan di Samudra Hindia, mungkin menjadi subspesies lain. Seperti dengan paus balin lain, pola makannya berisi secara pokok crustacea kecil yang dikenal sebagai krill, yang sama baiknya dengan ikan kecil dan cumi-cumi.</p>
<p>Paus Biru sangat berlimpah di hampir seluruh samudra hingga memasuki abad 20. Selama lebih dari 40 tahun paus-paus tersebut diburu sampai mendekati kepunahan dengan adanya perburuan paus hingga dilindungi oleh komunitas internasional pada tahun 1966. Sebuah laporan tahun 2002 memperkirakan ada 5.000 sampai 12.000 Paus Biru di seluruh dunia[5] yang lokasinya terbagi dalam sedikitnya lima kelompok. Kebanyakan riset saat ini memberi perhatian terhadap subspesies Kerdil yang mungkin dibawah perkiraan.[6] Sebelum perburuan paus, populasi terbesar berada di Antartika, dengan jumlah diperkirakan 239.000 (mencapai 202.000 hingga 311.000).[7] Sisanya yang hanya sebagian kecil (sekitar 2.000) mengkonsentrasikan di setiap kelompok Pasifik timur laut, Antartika, dan Samudra Hindia. Ada dua lebih kelompok di Samudra Atlantik utara dan sedikitnya dua di Belahan Selatan.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/IlzFWT3OcGE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-biru-balaenoptera-musculus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-biru-balaenoptera-musculus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Paus Sei (Balaenoptera borealis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/mxR2CLgDsvg/paus-sei-balaenoptera-borealis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sei-balaenoptera-borealis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Paus Sei (Balaenoptera borealis)
Paus Sei (dilafalkan: [seɪ] atau [saɪ]), Balaenoptera borealis, adalah paus balin, rorqual terbesar ketiga setelah paus biru dan paus sirip.[2] Binatang ini dapat ditemukan di belahan dunia di seluruh samudra dan tengah laut, dan menyukai perairan lepas pantai.[3] Binatang ini cenderung menghindari kutub dan perairan tropis dan perairan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sei-balaenoptera-borealis.html">Paus Sei (Balaenoptera borealis)</a></p>
<p>Paus Sei (dilafalkan: [seɪ] atau [saɪ]), Balaenoptera borealis, adalah paus balin, rorqual terbesar ketiga setelah paus biru dan paus sirip.[2] Binatang ini dapat ditemukan di belahan dunia di seluruh samudra dan tengah laut, dan menyukai perairan lepas pantai.[3] Binatang ini cenderung menghindari kutub dan perairan tropis dan perairan yang setengah tertutup. Paus Sei bermigrasi setiap tahun dari perairan dingin dan subkutub di musim panas menuju perairan hangat dan subtropis di musim dingin, meskipun di kebanyakan wilayah rute migrasi yang tepat tidak diketahui.[4]</p>
<p>Jangkauan panjang paus labih dari 20 meter (66 kaki) dan massa lebih dari 45 ton.[4] Binatang ini mengkonsumsi rata-rata 900 kilogram (2.000 pon) makanan setiap hari, terutama copepoda dan krill, dan zooplankton lainnya.[5] Binatang ini tercepat dari seluruh cetacea, dan dapat menjangkau kecepatan lebih dari 50 kilometer per jam (31 mil per jam, lebih dari 27 knot) jarak pendek.[5] Nama paus ini berasal dari bahasa Norwegia untuk pollock, ikan yang ada di pantai Norwegia pada waktu yang sama dengan paus Sei.[6]</p>
<p>Karena perburuan komersial berskala besar terhadap spesies ini, antara abad ke-19 dan abad ke-20, lebih dari 238.000 ekor spesies diambil,[7] paus Sei kini adalah spesies yang dilindungi pada dunia internasional,[1] walaupun perburuan masih terjadi dibawah program penelitian kontroversial oleh Islandia dan Jepang.[8][9] Pada tahun 2006, terdapat sekitar 54.000 paus Sei, sekitar seperlima populasinya sebelum diburu.[6]</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/mxR2CLgDsvg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sei-balaenoptera-borealis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sei-balaenoptera-borealis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Paus Sikat Atlantik Utara (Eubalaena glacialis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/npU965QOTcQ/paus-sikat-atlantik-utara-eubalaena-glacialis.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sikat-atlantik-utara-eubalaena-glacialis.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Paus Sikat Atlantik Utara (Eubalaena glacialis)
Paus Sikat Atlantik Utara (Eubalaena glacialis) adalah paus balin, salah satu dari tiga spesies yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai Paus Sikat yang masuk kedalam genus Eubalaena. Sekitar 300 Paus Sikat Atlantik Utara kini hidup di samudra Atlantik Utara.
Sumber: Wikipedia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sikat-atlantik-utara-eubalaena-glacialis.html">Paus Sikat Atlantik Utara (Eubalaena glacialis)</a></p>
<p>Paus Sikat Atlantik Utara (Eubalaena glacialis) adalah paus balin, salah satu dari tiga spesies yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai Paus Sikat yang masuk kedalam genus Eubalaena. Sekitar 300 Paus Sikat Atlantik Utara kini hidup di samudra Atlantik Utara.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/npU965QOTcQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sikat-atlantik-utara-eubalaena-glacialis.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sikat-atlantik-utara-eubalaena-glacialis.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Paus Sirip (Balaenoptera physalus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/xIJknD4cgh4/paus-sirip-balaenoptera-physalus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sirip-balaenoptera-physalus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Paus Sirip (Balaenoptera physalus)
Paus Sirip (Balaenoptera physalus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. Paus, yang memiliki panjang hampir sepanjang 27 meter[2], adalah paus terbesar kedua dan binatang terbesar kedua di dunia setelah paus biru,[2].
Paus sirip adalah paus yang berpostur panjang dan langsing. Tubuh paus sirip berwarna abu-abu kecoklatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sirip-balaenoptera-physalus.html">Paus Sirip (Balaenoptera physalus)</a></p>
<p>Paus Sirip (Balaenoptera physalus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. Paus, yang memiliki panjang hampir sepanjang 27 meter[2], adalah paus terbesar kedua dan binatang terbesar kedua di dunia setelah paus biru,[2].</p>
<p>Paus sirip adalah paus yang berpostur panjang dan langsing. Tubuh paus sirip berwarna abu-abu kecoklatan tetapi bagian permukaan bawah lebih terang. Terdapat 2 subspesies: paus sirip utara di Atlantik utara dan paus sirip Antartika di samudera daerah selatan. Paus ini dapat ditemui di semua samudera utama dunia, dari daerah kutub sampai lautan tropis. Paus ini tidak dapat ditemui di perairan ber-es seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Paus ini juga tidak dapat ditemui di perairan kecil yang jauh dari samudera terbuka. Populasi terbesar paus ini ditemukan di perairan hangat dan dingin.[3] Makanan paus ini adalah ikan, cumi-cumi dan crustacea, termasuk mysidacea dan krill.</p>
<p>Sama seperti semua paus besar lainnya, paus sirip diburu selama abad ke-20 dan kini merupakan spesies terancam. Komisi Perpausan Internasional (IWC) mengeluarkan larangan perburuan paus ini,[4] tetapi Islandia dan Jepang tetap menyatakan keinginannya untuk melakukan perburuan. Beberapa msalah yang cukup mengganggu pemulihan populasi spesies ini antara lain kematian yang disebabkan tubrukan dengan kapal dan polusi suara oleh manusia.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/xIJknD4cgh4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sirip-balaenoptera-physalus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/paus-sirip-balaenoptera-physalus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Penyu (kura-kura laut)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/aE78Buhqfeg/penyu-kura-kura-laut.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/penyu-kura-kura-laut.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Penyu (kura-kura laut)
Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/penyu-kura-kura-laut.html">Penyu (kura-kura laut)</a></p>
<p>Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.</p>
<p>Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.</p>
<p>Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan, yaitu</p>
<ul>
<li> penyu hijau (Chelonia mydas)</li>
<li>penyu sisik (Eretmochelys imbricata)</li>
<li>penyu Kemp’s ridley (Lepidochelys kempi)</li>
<li>penyu lekang (Lepidochelys olivacea)</li>
<li>penyu belimbing (Dermochelys coriacea)</li>
<li>penyu pipih (Natator depressus)</li>
<li>penyu tempayan (Caretta caretta)</li>
</ul>
<p>Dari ketujuh jenis ini, hanya penyu Kemp&#8217;s ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia.</p>
<p>Dari jenis-jenis tersebut, penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900 kilogram. Penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram. Namun demikin, jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau.</p>
<p>Penyu, terutama penyu hijau, adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil.</p>
<p>Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115.000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3.000 ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga beresiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.</p>
<p>Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.</p>
<p>Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/aE78Buhqfeg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/penyu-kura-kura-laut.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/penyu-kura-kura-laut.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Rusa Bawean (Axis kuhlii)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/Nx1EQM2MlWI/rusa-bawean-axis-kuhlii.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-bawean-axis-kuhlii.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Rusa Bawean (Axis kuhlii)
Rusa Bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean. Spesies ini diklasifikasikan sebagai &#8220;terancam punah&#8221; oleh IUCN. Tinggi Rusa Bawean jantan dilaporkan sekitar 60-70 cm.
Sumber: Wikipedia
Gambar: rusaindonesia.blogspot.com
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-bawean-axis-kuhlii.html">Rusa Bawean (Axis kuhlii)</a></p>
<p>Rusa Bawean (Axis kuhlii) adalah sejenis rusa yang saat ini hanya ditemukan di Pulau Bawean. Spesies ini diklasifikasikan sebagai &#8220;terancam punah&#8221; oleh IUCN. Tinggi Rusa Bawean jantan dilaporkan sekitar 60-70 cm.</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: rusaindonesia.blogspot.com</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/Nx1EQM2MlWI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-bawean-axis-kuhlii.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-bawean-axis-kuhlii.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Rusa Père David (Elaphurus davidianus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/c4bBTaRDqUQ/rusa-pere-david-elaphurus-davidianus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-pere-david-elaphurus-davidianus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Rusa Père David (Elaphurus davidianus)
Rusa Père David (Elaphurus davidianus), Milu pada bahasa Mandarin (麋鹿), adalah spesies rusa yang hanya hidup di penangkaran. Rusa ini hidup di rawa-rawa, dan dipercaya asli di wilayah subtropis. Rusa ini makan rumput dan tanaman.
Rusa ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 oleh Armand David, misionaris Perancis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-pere-david-elaphurus-davidianus.html">Rusa Père David (Elaphurus davidianus)</a></p>
<p>Rusa Père David (Elaphurus davidianus), Milu pada bahasa Mandarin (麋鹿), adalah spesies rusa yang hanya hidup di penangkaran. Rusa ini hidup di rawa-rawa, dan dipercaya asli di wilayah subtropis. Rusa ini makan rumput dan tanaman.</p>
<p>Rusa ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-19 oleh Armand David, misionaris Perancis yang bekerja di Tiongkok. Pada waktu itu, satu-satunya rusa yang selamat ada pada kaisar Tiongkok. Sisa rusa terakir di Tiongkok dimakan oleh tentara Jepang dan barat yang ada pada saat pemberontakan Boxer.</p>
<p>Setelah diperkenalkan David, beberapa binatang diberi kepada negara-negara Eropa dan berkembang biak disana. Setelah populasi di Tiongkok habis, sisa rusa di Eropa dikumpulkan ke Inggris dan berkembang biak. Beberapa dari rusa ini dikembalikan ke Tiongkok pada akhir tahun 1980-an.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/c4bBTaRDqUQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-pere-david-elaphurus-davidianus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/rusa-pere-david-elaphurus-davidianus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Solenodon Kuba (Solenodon cubanus)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/HV4b2nUaqLY/solenodon-kuba-solenodon-cubanus.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/solenodon-kuba-solenodon-cubanus.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Solenodon Kuba (Solenodon cubanus)
Solenodon Kuba (Solenodon cubanus), disebut Almiqui di Kuba, adalah soricomorph yang endemik pada Kuba. Spesies ini masuk kedalam famili Solenodontidae bersama spesies lainnya yang mirip, Solenodon Hispaniola (Solenodon paradoxus). Solenodon memiliki air liur yang beracun. Spesies ini ditemukan pada tahun 1861 oleh penyelidik alam Jerman, Wilhelm Peters. Spesies [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/solenodon-kuba-solenodon-cubanus.html">Solenodon Kuba (Solenodon cubanus)</a></p>
<p>Solenodon Kuba (Solenodon cubanus), disebut Almiqui di Kuba, adalah soricomorph yang endemik pada Kuba. Spesies ini masuk kedalam famili Solenodontidae bersama spesies lainnya yang mirip, Solenodon Hispaniola (Solenodon paradoxus). Solenodon memiliki air liur yang beracun. Spesies ini ditemukan pada tahun 1861 oleh penyelidik alam Jerman, Wilhelm Peters. Spesies ini memiliki mata kecil, dan rambut berwarna coklat tua sampai hitam. Spesies ini merupakan spesies terancam karena diserang oleh predator yang dibawa manusia.</p>
<p>Sumber: Wikipedia<br />
Gambar: Encarta</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/HV4b2nUaqLY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/solenodon-kuba-solenodon-cubanus.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/solenodon-kuba-solenodon-cubanus.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Surili Jawa (Presbytis comata)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/NywZ4iMDMAQ/surili-jawa-presbytis-comata.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/surili-jawa-presbytis-comata.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Surili Jawa (Presbytis comata)
Surili Jawa (Presbytis comata) adalah spesies monyet Dunia Baru terancam yang endemik pada sebagian pulau Jawa, Indonesia.
Terdapat dua subspesies Surili Jawa:
Presbytis comata comata - ada di Jawa Barat
Presbytis comata fredericae - ada di Jawa Tengah
Sumber: Wikipedia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/surili-jawa-presbytis-comata.html">Surili Jawa (Presbytis comata)</a></p>
<p>Surili Jawa (Presbytis comata) adalah spesies monyet Dunia Baru terancam yang endemik pada sebagian pulau Jawa, Indonesia.</p>
<p>Terdapat dua subspesies Surili Jawa:<br />
<em>Presbytis comata comata </em>- ada di Jawa Barat<br />
<em>Presbytis comata fredericae</em> - ada di Jawa Tengah</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/NywZ4iMDMAQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/surili-jawa-presbytis-comata.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/surili-jawa-presbytis-comata.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/txDWQoS7Lac/tamarin-singa-emas-leontopithecus-rosalia.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tamarin-singa-emas-leontopithecus-rosalia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia)
Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia) juga diketahui sebagai Marmoset emas, adalah monyet kecil dari famili Cebidae. Spesies ini merupakan spesies asli hutan pantawi Atlantik Brasil. Tamarin singa emas adalah spesies terancam dan salah satu binatang terlangka di dunia, dengan perkiraan populasi 1.000 di alam bebas dan 500 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tamarin-singa-emas-leontopithecus-rosalia.html">Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia)</a></p>
<p>Tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia) juga diketahui sebagai Marmoset emas, adalah monyet kecil dari famili Cebidae. Spesies ini merupakan spesies asli hutan pantawi Atlantik Brasil. Tamarin singa emas adalah spesies terancam dan salah satu binatang terlangka di dunia, dengan perkiraan populasi 1.000 di alam bebas dan 500 di penangkaran.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/txDWQoS7Lac" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tamarin-singa-emas-leontopithecus-rosalia.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tamarin-singa-emas-leontopithecus-rosalia.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tapir Baird (Tapirus bairdii)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/FkDL5_Cl1Og/tapir-baird-tapirus-bairdii.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tapir-baird-tapirus-bairdii.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Terancam Punah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Tapir Baird (Tapirus bairdii)
Tapir Baird (Tapirus bairdii) adalah salah satu dari tiga spesies tapir yang dapat ditemui di Amerika Latin.
Tapir Baird dapat ditemui di hutan Amerika Tengah, termasuk Meksiko tenggara, Belize, Guatemala, Honduras, Kosta Rika, Nikaragua, Panama, dan kemungkinan Kolombia dan Ekuador.
Binatang ini kini terancam di alam bebas.
Sumber: Wikipedia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tapir-baird-tapirus-bairdii.html">Tapir Baird (Tapirus bairdii)</a></p>
<p>Tapir Baird (Tapirus bairdii) adalah salah satu dari tiga spesies tapir yang dapat ditemui di Amerika Latin.</p>
<p>Tapir Baird dapat ditemui di hutan Amerika Tengah, termasuk Meksiko tenggara, Belize, Guatemala, Honduras, Kosta Rika, Nikaragua, Panama, dan kemungkinan Kolombia dan Ekuador.</p>
<p>Binatang ini kini terancam di alam bebas.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/FkDL5_Cl1Og" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tapir-baird-tapirus-bairdii.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-terancam-punah/tapir-baird-tapirus-bairdii.html</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Katak Wyoming (Bufo baxteri)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/cegahsatwapunah8/~3/mQi_g39Go-8/katak-wyoming-bufo-baxteri.html</link>
		<comments>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-punah-di-alam-liar/katak-wyoming-bufo-baxteri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 18:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Punah di Alam Liar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[ Ayo Cegah Satwa Punah!



Katak Wyoming (Bufo baxteri)
Katak Wyoming (Bufo baxteri) adalah salah satu binatang amfibi yang amat langka dijumpai karena hanya terdapat di penangkaran dan di dalam Rimba Taman Nasional Danau Mortenson di Amerika Serikat di negara bagian Wyoming. Katak Wyoming terdaftar sebagai salah satu spesies terancam pada tahun 1984.
Secara umum pada tahun 1950an, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center><h1 class="sidetitle"><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/" rel="bookmark" title="Cegah Satwa Punah"> Ayo Cegah Satwa Punah!<br/>
<img class="sideimage" src="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/wp-content/themes/cegahsatwapunah/images/cegah-satwa-punah.jpg" alt="Cegah Satwa Punah" />

</a></h1></center></p>
<p><a href="http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-punah-di-alam-liar/katak-wyoming-bufo-baxteri.html">Katak Wyoming (Bufo baxteri)</a></p>
<p>Katak Wyoming (Bufo baxteri) adalah salah satu binatang amfibi yang amat langka dijumpai karena hanya terdapat di penangkaran dan di dalam Rimba Taman Nasional Danau Mortenson di Amerika Serikat di negara bagian Wyoming. Katak Wyoming terdaftar sebagai salah satu spesies terancam pada tahun 1984.</p>
<p>Secara umum pada tahun 1950an, Katak Wyoming mengalami kemunduran populasi secara tajam selama tahun 1970an yang membawanya kepada status spesies terancam dan sempat dipercaya telah hilang 1980. Kata Wyoming ditemukan kembali di alam liar pada tahun 1987 di sepanjang pesisir Danau Mortenson, yang merupakan danau alpin di ketinggian 7.256 kaki (2.211 m) di atas permukaan laut. Menurut catatan sejarah, katak tersebut hanya dapat ditemukan di Lembah Sungai Laramie yang berjarak 30 mil (50 km) dari Laramie, Wyoming. Pada awal 1990an suatu program penangkaran dimulai untuk menyelamatkan katak ini dari kepunahan, namun belum terjadi reproduksi secara liar sejak 1991.</p>
<p>Konservasi Katak Wyoming di alam liar di masa depan sangat tergantung pada pembasmian Jamur Amfibi Chytrid (Batrachochytrium dendrobatidis), yang dipercaya menjadi ancaman besar kelangsungan hidup spesies ini di masa depan.</p>
<p>Sumber: Wikipedia</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/cegahsatwapunah8/~4/mQi_g39Go-8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-punah-di-alam-liar/katak-wyoming-bufo-baxteri.html/feed</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://cegahsatwapunah.duniaanda.com/satwa-punah-di-alam-liar/katak-wyoming-bufo-baxteri.html</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
