<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172</id><updated>2026-09-19T04:23:23.744-07:00</updated><category term="Wewengkon Sumedang"/><category term="Sumedang"/><category term="Kecamatan Cimalaka"/><category term="Kecamatan Sumedang Selatan"/><category term="Cerita Rakyat Sumedang"/><category term="Hobi"/><category term="Wisata Air Terjun Sumedang"/><category term="Jawa Barat"/><category term="Budaya Sumedang"/><category term="Kuliner Khas Sumedang"/><category term="Renungan"/><category term="Wisata Sejarah Sumedang"/><category term="Kecamatan Sumedang Utara"/><category term="Tips"/><category term="Cerita Sejarah Sumedang"/><category term="Unik"/><category term="Kecamatan Conggeang"/><category term="Kecamatan Paseh"/><category term="Vlog Tahu Sumedang"/><category term="Wana Wisata Sumedang"/><category term="Ikan Hias &amp; Aquascape"/><category term="Kuliner Tradisional"/><category term="Landmark Sumedang"/><category term="Opini"/><category term="Wisata Sumedang"/><category term="Bunga &amp; Buah"/><category term="Kecamatan Buahdua"/><category term="Kecamatan Cisarua"/><category term="Sosok"/><category term="Kecamatan Cibugel"/><category term="Kecamatan Jatinangor"/><category term="Situs Sumedang"/><category term="Artefak Sumedang"/><category term="Kecamatan Ujungjaya"/><category term="Khas Daerah"/><category term="Event"/><category term="Kampus"/><category term="Kecamatan Rancakalong"/><category term="Kecamatan Wado"/><category term="Permainan Tradisional"/><category term="Catatan"/><category term="Hama &amp; Satwa"/><category term="Instagram"/><category term="Kecamatan Tanjungmedar"/><category term="Tradisi Sumedang"/><category term="Video"/><category term="Buah Kampung"/><category term="Catatan Panwaslu"/><category term="JJS Sumedang"/><category term="Jawa Timur"/><category term="Kecamatan Cisitu"/><category term="Kecamatan Pamulihan"/><category term="Kecamatan Tomo"/><category term="Parenting"/><category term="Tugu Perbatasan Sumedang"/><category term="Catatan Bu Guru"/><category term="Cerita Mistis Sumedang"/><category term="Download"/><category term="Kecamatan Jatigede"/><category term="Kecamatan Jatinunggal"/><category term="Kecamatan Situraja"/><category term="Mitos Sumedang"/><category term="Rada Kritis"/><category term="Bandung"/><category term="Bandung Barat"/><category term="Donasi"/><category term="Kecamatan Darmaraja"/><category term="Kecamatan Ganeas"/><category term="Kecamatan Tanjungkerta"/><category term="Majalengka"/><category term="Rumah Pintar"/><category term="Sekolah Dasar"/><category term="Sekolah Menengah Kejuruan"/><category term="Subang"/><category term="Wayang Golek"/><category term="Wisata Religi Sumedang"/><category term="Budaya Sunda"/><category term="Cerita Rakyat Sunda"/><category term="Film"/><category term="Istilah Sunda"/><category term="Kalimantan Barat"/><category term="Kecamatan Cimanggung"/><category term="Kecamatan Surian"/><category term="Kecamatan Tanjungsari"/><category term="Lumajang"/><category term="Manfaat Lalapan"/><category term="Pamali"/><category term="Putussibau"/><category term="Sekolah Menengah Atas"/><category term="Sekolah Menengah Pertama"/><category term="Surabaya"/><category term="Bali"/><category term="Blogging"/><category term="Bogor"/><category term="Cirebon"/><category term="Garut"/><category term="Jember"/><category term="Mitos Sunda"/><category term="Pangandaran"/><category term="Reuni"/><category term="Sekolah Luar Biasa"/><category term="Sumedang Tempo Dulu"/><category term="Tasikmalaya"/><title type='text'>Insomnia Notes</title><subtitle type='html'>Blog personal sarana optimalisasi diri kala Insomnia melanda. Berisi catatan keseharian, tentang hobi, tips, dan lain-lain</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>393</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-5750817434111646023</id><published>2019-07-20T07:10:00.000-07:00</published><updated>2019-08-26T22:01:37.974-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Buah Kampung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Unik"/><title type='text'>Rambusa, Buah Unik Terbungkus Jaring</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5dOQ2hXpQADiEqJxISvXQopnfsl52WVV1imMwjHVetRnTt3e0eUZITEa4zBjnQj1kxgDMD8kTKLAb8-bVidnooT-cCe9AQuih74zcPeKhVDtgX0EcRW8YktuF50_y7r2mv9cbwIS_AlHf/s1600/Ramabusa2.png&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Rambusa, Buah Unik Terbungkus Jaring&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





&lt;amp-img alt=&quot;Rambusa, Buah Unik Terbungkus Jaring&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5dOQ2hXpQADiEqJxISvXQopnfsl52WVV1imMwjHVetRnTt3e0eUZITEa4zBjnQj1kxgDMD8kTKLAb8-bVidnooT-cCe9AQuih74zcPeKhVDtgX0EcRW8YktuF50_y7r2mv9cbwIS_AlHf/s1600/Ramabusa2.png&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;

Rambusa, Buah Unik Terbungkus Jaring


&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Buah rambusa, saya rasa masih banyak dari kita yang belum mengenal buah ini. Ya, karena meskipun buah unik terbungkus jaring ini tergolong tanaman liar, ia sudah sangat sulit ditemui sekarang, sudah termasuk buah langka!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan, sawah, dan tanah-tanah terbuka di pedesaan mungkin kita masih bisa mendapatinya. Tapi itu pun tak selalu, buktinya, saya sendiri yang tinggal di desa dan selalu ngebolang ke kebun-kebun dan sawah-sawah di Kabupaten Sumedang, sama sekali belum pernah melihat tanaman ini sebelumnya. Hingga, barulah, ketika tamasya bersama keluarga ke pantai Pangandaran kemarin, saya bisa menemui tanaman ini di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah rambusa ini unik, buahnya berbentuk kecil bulat hampir seukuran tomat ceri. Ia berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika sudah matang. Yang membuat unik adalah, buah rambusa ini senantiasa terbungkus atau terselubungi oleh semacam jaring. Makin masak buahnya, jaringnya semakin mudah untuk dibuka. Darimana jaring buah rambusa tersebut berasal? sebetulnya, ia adalah kelopak bunga yang berubah bentuk ketika bunga rambusa bertransformasi menjadi buah. Mungkin ini semacam perlindungan yang secara alamiah terjadi pada pohon rambusa, untuk melindungi buah/bijinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhubung saya sendiri baru menjumpai buah ini dan ketika menemukannya buah yang ada di pohonnya hampir semua masih mentah, jadi saya belum tahu rasa dari buahnya. Tapi beberapa sumber&amp;nbsp; mengatakan, rasa dari buah rambusa ini segar perpaduan asam- manis dan kaya akan manfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin saat menemukan pohonnya, ada satu buah yang saat itu hampir matang pun saya tidak berani cicip, sengaja buah yang matang itu saya simpan dan keringkan, siapa tahu bisa diambil bijinya untuk disemai nanti, hehe. Lagipula katanya buah rambusa yang masih muda atau setengah matang tidak boleh dimakan, karena masih mengandung racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman yang diduga berasal dari negara-negara beriklim tropis di Amerika ini memiliki nama Latin Passiflora foetida. Berarti, ia berasal dari keluarga Passiflora dan masih bersaudara dengan buah markisa (Passiflora edulis) dan buah herbis (Passiflora guadrangularis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tahukah sobat, kata foetida sendiri artinya adalah, bau. Jadi Passiflora foetida artinya adalah tanaman dari keluarga Passiflora yang bau, hehe. Kira-kira kenapa ya buah rambusa dijuluki seperti itu? Karena katanya, buah ini memiliki bau yang khas, yang cukup menyengat. Bau tersebut berasal dari daunnya yang telah tua dan rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain buahnya yang unik terbungkus jaring, pohon rambusa ini juga berbunga cantik, dimana bunganya besar berwarna putih dengan semburat warna ungu. Kelopaknya berbentuk seperti rambut. Bunga rambusa 100% mirip dengan bunga buah markisa, dalam ukuran yang lebih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, mengenai isi dari buahnya sendiri, buah rambusa ini juga sama persis dengan markisa, ia memiliki banyak biji dengan daging buah mirip lendir yang menyelaputinya. Karena hal ini, maka tak heran rambusa disebut juga sebagai markisa mini. Adapun di beberapa daerah di Indonesia rambusa mempunyai beberapa nama yaitu disebut ceplukan blungsun di daerah Jawa, sedangkan orang Sunda menyebutnya buah rajutan, kaceprek, atau ki leuleueur. Adapun di daerah Indonesia yang beradat melayu, buah ini disebut timun padang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin sekian ulasan tentang buah unik bernama rambusa ini. Doakan biji yang saya semai nanti bisa tumbuh dan berbuah ya...supaya bisa saya cicipi dan jadi tak penasaran lagi dengan rasanya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/5750817434111646023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/07/rambusa-buah-unik-terbungkus-jaring.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5750817434111646023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5750817434111646023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/07/rambusa-buah-unik-terbungkus-jaring.html' title='Rambusa, Buah Unik Terbungkus Jaring'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5dOQ2hXpQADiEqJxISvXQopnfsl52WVV1imMwjHVetRnTt3e0eUZITEa4zBjnQj1kxgDMD8kTKLAb8-bVidnooT-cCe9AQuih74zcPeKhVDtgX0EcRW8YktuF50_y7r2mv9cbwIS_AlHf/s72-c/Ramabusa2.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-3966640112581956385</id><published>2019-06-18T22:18:00.000-07:00</published><updated>2020-01-03T02:25:34.263-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita Sejarah Sumedang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cibugel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sumedang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Vlog Tahu Sumedang"/><title type='text'>Sekelumit Sejarah Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKbt4AGQDQy9Kep828fGPsecV4ifWd-HIKI3fD2At67KXD6VdpwgjNEo7sGTK_I7jN_EiJPmjfxzODU9mWRCq_yT4H2MWmilBnOLHCYXTkvjk3OBMv5h9Lt_IyU5kyNiNBImWAeaPENi5/s1600/1.+Tugu+Peringatan+Pemberontakan+DI+TII+Desa+Cibugel+Sumedang.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Tugu Peringatan Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





&lt;amp-img alt=&quot;Tugu Peringatan Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKbt4AGQDQy9Kep828fGPsecV4ifWd-HIKI3fD2At67KXD6VdpwgjNEo7sGTK_I7jN_EiJPmjfxzODU9mWRCq_yT4H2MWmilBnOLHCYXTkvjk3OBMv5h9Lt_IyU5kyNiNBImWAeaPENi5/s1600/1.+Tugu+Peringatan+Pemberontakan+DI+TII+Desa+Cibugel+Sumedang.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Tugu Peringatan Pemberontakan DI/TII di depan Kantor Desa Cibugel, Sumedang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Iya, itu tugunya,&quot; Sahut seorang bapak mengiyakan ketika saya bertanya, &quot;Pak, apa betul ini tugu peringatan terhadap pemberontakan DI TII, yang banyak diceritakan itu?&quot;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Yap, kala itu dihadapan saya berdiri sebuah tugu berbentuk vertikal, tegak lurus dengan tinggi sekitar 5 meteran yang berada tepat di depan kantor Desa Cibugel, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Desa Cibugel, adalah salah satu desa yang berada di lingkup Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang. Kecamatan Cibugel sendiri, merupakan kecamatan paling ujung yang menjadi etalase Sumedang dan berbatasan langsung dengan daerah tetangga, Kabupaten Garut.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Menurut beberapa sumber, konon Desa Cibugel ini telah berdiri sejak tahun 1875. Dengan usia yang cukup tua tersebut, otomotatis desa Cibugel menjadi bagian dari sejarah Indonesia dan ikut mengalami beberapa fase perjalanan sejarah mulai dari penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, hingga pemberontakan dan pergolakan yang dialami bangsa Indonesia di masa-masa awal kemerdekaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Pada masa penjajahan Belanda, kawasan Desa Cibugel dijadikan perkebunan teh untuk keperluan ekspor. Lalu pada masa penjajahan Jepang, perkebunan teh tesebut diganti tanaman kacang tanah dan komoditi lainnya. Nah, pada fase berikutnya, yaitu pada masa pergolakan di awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Cibugel mengalami sebuah fase yang begitu mengerikan yang akan kita bahas kali ini yaitu pemberontakan gerakan separatis DI/TII.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Desa Cibugel, Kabupaten Sumedang merupakan salah satu tempat yang dijadikan arena pembantaian oleh separatis DI/TII di Jawa Barat. Tak kurang 130-an orang warga desa tewas dalam satu malam, dalam peristiwa tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Diceritakan, di masa-masa pergolakan tersebut yaitu tahun 1945-1959 (dengan puncaknya tahun 1959), anggota DI/TII memang kerap menyatroni kawasan Desa Cibugel untuk mendapatkan persediaan makanan dan barang-barang lainnya untuk bertahan hidup. Kenapa Desa Cibugel? karena mungkin, desa tersebut menjadi tempat yang paling dekat dengan persembunyian mereka di kawasan hutan antara Sumedang - Garut. Selain itu, warga Desa Cibugel juga jelas-jelas menyatakan diri mendukung Republik Indonesia, karenanya mereka mendapat tekanan langsung atau permusuhan dari gerombolan DI/TII.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Pada saat penyerangan, ribuan anggota DI/TII yang juga disebut gerombolan, menyerang Desa Cibugel dengan bersenjatakan bambu runcing, golok, juga senapan. Mereka mengajukan pilihan, mendukung gerakan DI/TII, atau mati. Mereka tak segan mempertontonkan kekejaman di hadapan penduduk, mereka tak ragu untuk membantai salah satu diantara mereka yang lebih memilih mendukung Republik Indonesia. Rumah penduduk yg lebih memilih NKRI pun, dibakar.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Banyak sesepuh desa yang masih ingat, betapa mengerikannya situasi penyanderaan warga Desa Cibugel saat itu. Apalagi, gerombolan tak pilih-pilih dalam melakukan aksinya, orang tua, anak-anak, dan wanita hamil yang tak sepaham semua ikut jadi korbannya. Belanda hideung (Belanda hitam) adalah sebutan dari gerombolan DI/TII untuk siapa saja warga yang tidak mendukung gerakan mereka. Dan berjatuhanlah korban sekitar 130-an orang yang tak mendukung berdirinya DI/TII sebagai Belanda Hideung di mata mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Lalu, oleh gerombolan DI/TII, sebanyak 130-an korban tersebut dikuburkan di sebuah tempat, yang kini, di tempat kuburan massal tersebut dibangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid Asy-Syuhada, Masjid Agung Kecamatan Cibugel. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tugu Peringatan Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGobrRMsPCCT2wgX-i8u8-NkCTYEPcrocas9yKp4nhSyAtepSZnPVuigr7iOkzD0Oc_vIomMlB-7pvINio1cQexJ_rPYIkRXyHe18J3i6QYIJO1g6TZBoPNeE3VxgYrt8vfyoOgP9Y9MwT/s1600/2.+Masjid+Asy+Syuhada+Desa+Cibugel+Masjid+Agung+Kecamatan+Cibugel.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Masjid Asy-Syuhada, depan Kantor Desa Cibugel, Sumedang



&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah video tentang Sekelumit Sejarah Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang
&lt;amp-youtube data-videoid=&quot;40I4U7ga7_s&quot; height=&quot;270&quot; layout=&quot;responsive&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/amp-youtube&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/3966640112581956385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/sekelumit-sejarah-pemberontakan-ditii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3966640112581956385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3966640112581956385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/sekelumit-sejarah-pemberontakan-ditii.html' title='Sekelumit Sejarah Pemberontakan DI/TII di Desa Cibugel, Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKbt4AGQDQy9Kep828fGPsecV4ifWd-HIKI3fD2At67KXD6VdpwgjNEo7sGTK_I7jN_EiJPmjfxzODU9mWRCq_yT4H2MWmilBnOLHCYXTkvjk3OBMv5h9Lt_IyU5kyNiNBImWAeaPENi5/s72-c/1.+Tugu+Peringatan+Pemberontakan+DI+TII+Desa+Cibugel+Sumedang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-3243142981402774038</id><published>2019-06-17T20:34:00.001-07:00</published><updated>2019-06-17T20:34:44.919-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pangandaran"/><title type='text'>Menikmati Libur Idul Fitri di Pantai Pangandaran</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkFJaF4cOjnLSP4SHqACgTU41bkQW8qYAAHkcrlIXh9QRi9B_5OKKU_TVzAflqz_MJ325ECyUUBW6PgdKaKhn1BaVWRBXvzbCC-grM2h5uMzttqPTfpLGK3vaVcS7zbsoJ2vr0T62EV110/s1600/foto1.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Menikmati Libur Idul Fitri di Pantai Pangandaran&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





&lt;amp-img alt=&quot;Bermandi Ombak Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkFJaF4cOjnLSP4SHqACgTU41bkQW8qYAAHkcrlIXh9QRi9B_5OKKU_TVzAflqz_MJ325ECyUUBW6PgdKaKhn1BaVWRBXvzbCC-grM2h5uMzttqPTfpLGK3vaVcS7zbsoJ2vr0T62EV110/s1600/foto1.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Bermandi Ombak Pantai Pangandaran



&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pantai Pangandaran, siapa yang tak kenal lha ya dengan objek wisata yang satu ini, pasti semua hafal. Bisa dibilang, objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Pangandaran ini merupakan primadona wisata yang ada di Jawa Barat. Tempat wisata yang paling populer di Jawa Barat Pokoknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga tiket masuk pantai pangandaran cukup terjangkau. Berikut ini 
daftar harga tiket masuk pangandaran dikutip dari mypangandaran.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Pejalan Kaki 1(satu) Orang Rp. 3.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Sepeda Motor Rp. 7.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Kendaraan Jenis Jeep/Sedan Rp. 28.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Kendaraan Jenis Carry Rp. 35.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; Kendaraan Penumpang Besar Rp. 40.700,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; BUS Kecil Rp. 80.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; BUS Sedang Rp. 104.000,-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; -&amp;nbsp; BUS Besar Rp.169.000,-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di objek wisata ini, banyak yang bisa eksplorasi, mulai dari berenang, memancing, menyelam, perahu pesiar, jet ski, berkeliling dengan sepeda, dan masih banyak lagi. Tapi tentunya semua itu harus kita seusaikan dengan budget, situasi dan kondisi, serta rentang waktu libur yang kita miliki ya 😁 Bukan apa-apa, karena kemarin saya alami sendiri waktu liburan Idul Fitri, inginnya naik itu ini, ini kesana kemari, ingin begitu begini, tapi ujung-ujungnya waktu yang ada hanya cukup untuk berenang di pantai saja 😁 Bawa bocil soalnya, yang maunya cuma berenang dan berenang, jangan sampai lepas dari pengawasan! Apalagi si bungsu Viren baru pertama kali ini diajak ke laut, dia antusias sekali!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walhasil, kepingin ke Cagar Alam pun, lewat. Mau lihat sunset, si kecil keburu lelah dan kedinginan bati berenang seharian. Mau lihat sunrise, si kecil masih nyenyak dengan mimpinya, haha. Tapi tak apa, nanti-nanti aja lah itu mah. Yang penting di liburan kemarin, saya, anak, istri, dan anggota keluarga lainya bisa punya waktu bersama yang berkualitas, yang beda dari hari-hari biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, tentang Sunrise dan Sunset, Pantai Pangandaran ini unik, katanya. Karena kita bisa menikmati keduanya dari tempat yang sama. Agak jarang wisata pantai yang bisa menyajikan hal model gini. Lalu kenapa kita bisa menikmati Sunrise dan sekaligus sunset di Pangandaran ini? Itu karena bentukan wilayah pantainya yang menjorok ke laut, 
sehingga kita bisa menikmati pantai dari sisi barat ataupun timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Libur Idul Fitri kemarin saya berkunjung ke pantai Pangandaran ini bersama keluarga besar dari Kakek (alm), atau kakek buyutnya anak-anak. Dan berikut adalah foto-foto keseruan liburan kita di Pantai Pangandaran ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Bermandi Ombak Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkFJaF4cOjnLSP4SHqACgTU41bkQW8qYAAHkcrlIXh9QRi9B_5OKKU_TVzAflqz_MJ325ECyUUBW6PgdKaKhn1BaVWRBXvzbCC-grM2h5uMzttqPTfpLGK3vaVcS7zbsoJ2vr0T62EV110/s1600/foto1.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Bermandi Ombak Pantai Pangandaran


&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Berpose di Pantai  Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCIt2UCPfw7GdYli9dq2TwRMT_273OU0M5pjCaV718G61PRgssQ1QaQktVabnlR7JDtSaDtGVPzxDT6az4M5X2SAOBtfWDWDG7_-TxgUsfOsTfPFudXBbQ1jMNW46m2hWswrUNoG0MJTRp/s1600/foto2.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Berpose di Pantai Pantai Pangandaran

&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Bermain Pasir di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;300&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp4XpNsdifff52e_Rncj-t6wiRIFBluXD2K7ZyrOfPd8Maz1-hLv8iA4TdXJdpJuTkRJGyUqLAicXVTtkIbHdpCiG3rfxvavTJfVE2X5Pk7knNg2glcLny1_E3UyK8VXnIOV6PPt5ozNRu/s1600/foto3.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Bermain Pasir di Pantai Pangandaran




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Masih Asyik Bermain Pasir di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRzj3_FdjY7sTV63IkTD1N6Q5juZOymMS44-CJ5LrqxgQlNT0qjsF73cQwqqry1PEp5mimlE2Clgf_YyPjuzRVIuwyypb5rYa5qKW6NbUuuaDDjzv-I17pmdzAPVB7bJMIIChpvK9jobxR/s1600/foto4.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Masih Asyik Bermain Pasir di Pantai Pangandaran




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tak sengaja bertemu teman kerja di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6piYJ5Im0TiXjci4O4nV9R83_yTvru6cV1KzcgPec1aO_tpEu_R1CwCZSWKq8GRT8pybhSrp9FKls0-oHTymu1ozsJ61lwGXj3vj7q4r0oU2N7k8L_H8e7HweJNCk0oFsSpoKH2Hs5phQ/s1600/foto5.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Tak sengaja bertemu teman kerja di Pantai Pangandaran



&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Berpose bersama sepupu di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw7nrRNiBGjr3cuquQzZLRuRpN0_oq_VkmigQGbuPjkxddzlzf8zlDPfOuLNOnpM33xVs3um9jCa-SUVZmDsqCTZtqmtK-9ScXZx-S-t2SkxL7GuT-0em9nF3iltnCwCKnptcRw8ZEZBKc/s1600/foto6.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Berpose bersama sepupu di Pantai Pangandaran



&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Wajah Penuh Pasir Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrVnCRCmcm8xbJtA2QO63a2KcqwUiYkATKHskWr4pjhN6mk3vGyov4R6bL8ltg9d5KLw809-HEFySa1r0Gs7YjFpPfHESa6m0VGv8OX1BL3706THXslpi2QMsFxxAqCRW0zlWXkMnpx7Tb/s1600/foto7.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Wajah Penuh Pasir Pantai Pangandaran



&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Keluarga Besar di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpAEaqdEpUwQuJJ0lrSMrCAU3khyphenhyphenxCSKeoMo_4OqOmIMOP3F3swiZKrYBklbz3momQUV4LqfztvlBx-SUm5Sbj6lUjB3FO3PU1wkM1WrqI7RJyiYetjGRR-lTEmQV4H9eJeqQgrGBMZwBs/s1600/foto8.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Bersama Keluarga Besar




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Keluarga Besar di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixWU8q11DXmPjLFks-SUzflDH56X6cmEGQX7OQ_aEn7gufMFUE_F4Llyb5SDaoG3pU0U56_zVY3S2558WUPZUvzVhSkNIwe_3IU2TY1_grMYZ0J8JpVdlfwuz15-f7u2H__hLXkEjYQM4W/s1600/foto9.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Krucil




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Bermain air di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEmZ0qIew5RohQeOAE61mTsBk7l88f_BfXj1O8fhNpK6-ztcdSABIhZt7hIsnttsL6h7h5JR-CWHv0GTfnlF_Ex7Dixxb6ELmZPTNg5LAksZznBV9_Jp4GkOiYyb-u2p4GJDFFSFHTMSei/s1600/foto13.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Bermain air di Pantai Pangandaran




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Berpose di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrqTwoW8v1h0Psf6lqqSsGioSLC6aWKAW8xKNiKyjMU9y2qDpdQxdjC2Vypa6B0wMAOMD_NSbqpAk-gk9YhxLwZjPsezRlNob60Aj5pHNmt59oMD5-tB4xFuZy-V7xChQ2nGruvyU1vgk-/s1600/foto12.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Berpose di Pantai Pangandaran

&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Saya dan Keluarga di Pantai Pangandaran&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6rzXBgSlEL3cO04w3pp7Va1Hc1j4T7WkhJJ6Hf0J1kiPKIQ90NioFNoNsBK9Dcgx62SdIv9iKqodggm3IFrSUKrurPrb5sZjguf3onMfNXG3kNjclvuInu6fe6y7RkEeHPBKNPsEc8Nnp/s1600/foto15.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Saya dan Keluarga di Pantai Pangandaran
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/3243142981402774038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/menikmati-libur-idul-fitri-di-pantai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3243142981402774038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3243142981402774038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/menikmati-libur-idul-fitri-di-pantai.html' title='Menikmati Libur Idul Fitri di Pantai Pangandaran'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkFJaF4cOjnLSP4SHqACgTU41bkQW8qYAAHkcrlIXh9QRi9B_5OKKU_TVzAflqz_MJ325ECyUUBW6PgdKaKhn1BaVWRBXvzbCC-grM2h5uMzttqPTfpLGK3vaVcS7zbsoJ2vr0T62EV110/s72-c/foto1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-3602822450419660958</id><published>2019-05-25T23:47:00.001-07:00</published><updated>2019-06-22T03:55:29.847-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Bu Guru"/><title type='text'>Antara Berbagi Takjil dan Sendi Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1TJWxZPXSRUxBSzsSptQyuiq18v6HI2uYQ3x-VphwdQh4Zf7ty088POQqz3Y6W6m5UKw9iIeFzUP8eauZ0jg2ov6_w36T4QNbUEfRizsbkN3f82t4yI5diWb9rbj1FtJpFT38HSTQSqQ/s1600/berbagi+takjil1.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Berbagi Takjil SMPN 1 Cibugel&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Berbagi Takjil SMPN 1 Cibugel&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1TJWxZPXSRUxBSzsSptQyuiq18v6HI2uYQ3x-VphwdQh4Zf7ty088POQqz3Y6W6m5UKw9iIeFzUP8eauZ0jg2ov6_w36T4QNbUEfRizsbkN3f82t4yI5diWb9rbj1FtJpFT38HSTQSqQ/s1600/berbagi+takjil1.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Persiapan berbagi takjil




&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Permisi Pak, ini buat takjilnya, Pak&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Oh iya, nuhun ya Neng,&quot; sahut seorang bapak kala menerima bingkisan takjil berupa sop buah, yang diberikan salah seorang anggota OSIS SMPN 1 Cibugel, Tania, sore kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Buu, foto kita dong buu, hehe&quot; salah seorang siswi lainnya melambaikan tangan dengan senyum semringahnya. Silvi&amp;nbsp; namanya, sang Ketua OSIS yang kini menjadi salah satu siswi di kelas 8b. Saya jawab itu dengan senyum dan anggukan. Dengan mengalihkan angel kamera handphone ke arah jalan, cekrek-cekrek, dan permintaannya pun terlaksana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang rasanya, bisa mendampingi mereka membagikan takjil gratis di hari itu. Bagaimana tak bahagia, seyogyanya saya adalah guru baru di sekolah ini, Seminggu pun belum genap tapi anak-anak begitu&amp;nbsp; terbuka dan cepat akrab, gap pemisah antar wajah yang baru bertemu tatap ini pun serasa hampir tak ada, saya merasa begitu diterima. Yap, Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik buat saya kedepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Berbagi Takjil SMPN 1 Cibugel&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcqDYp1dkWXfbcN2rW4Qj2lqFjg8uLbu6JGcmrJ65aE7axgu84U15lJEgM3jpRueLZHFyvi9ny3ZO9We9JAuPCl5UzxpdYZd3lEW9pTXYBde6mcC-PkEvjU5OYDDm7a_4ORO2evwyY_Tyc/s1600/berbagi+takjil2.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Sop buah siap dibagikan


&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, selain Silvi dan Tania, beberapa siswi dan siswa lain yang ikut bergabung dalam pembagian takjil gratis ini antara lain adalah Dahlia, Ani, Windi, Intan, Hoirunnida, Cindi dan beberapa lainnya yang saya tak ingat namanya, karena belum hapal benar semuanya&amp;nbsp; merupakan anggota OSIS, siswa siswi kelas 8 dan kelas 7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tak butuh waktu lama, 100 cup sop buah sukses mereka bagikan pada pengendara sepeda motor dan mobil yang lewat depan sekolah. Saya menangkap optimisme dan keikhlasan dari raut-raut ceria yang terlihat di sore yang cerah itu. Apalagi, sebelum takjil dibagikan, Dahlia terlebih dulu memutar lagu religi di hp yang tersambung ke sebuah speaker, di beranda sekolah. Hmmm, tawa ceria anak didik dalam kegiatan sedekahnya, dalam semilir angin sore dibalut lagu religi pun juga berpayung lembayung, syahduuu benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Berbagi Takjil SMPN 1 Cibugel&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd8X4FdmnpEh4NCy3gJG1m5o1K1kY4dYD8PTRmsGNu-1zc5rNqLgdHu_e3eVPJiKxTcf1NEPaHNPUjiJFGyTaGqq6ICnzgTNXSJapdtyNemUwnmukDHY4FAe9LgSJ7OSaWaC6qdesWKnkJ/s1600/berbagi+takjil3.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Berbagi takjil depan sekolah

&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Silvi bercerita, kegiatan berbagi takjil yang termasuk dalam rangkaian program OSIS ini baru pertama kali dilaksanakan. Adapun pembiayaannya diambil dari kas OSIS yang merupakan sumbangan dari seluruh siswa siswi SMPN 1 Cibugel. &quot;Alhamdulillah, Bu. Ini sumbangan dari teman2, sehingga kita bisa mengadakan kegiatan positif seperti ini,&quot; ujar Ketua OSIS yang baru saja dilantik per Tanggal 25 Maret 2019 itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untuk kegiatan selanjutnya, Silvi mengatakan bahwa OSIS SMPN 1 Cibugel akan mengadakan lomba kebersihan antar kelas. Hmmm, mudah-mudahan, nanti saya bisa kembali ikut mendampingi, berpartisipasi dalam kegiatan positif ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, dari keseruan berbagi takjil kemarin, sebetulnya saya sungguh terharu dan mengambil pelajaran, betul, kegiatan anak-anak ini telah mengingatkan saya kembali pada ilmu dasar kehidupan, dimana orang dewasa justru banyak yang telah melupakan, tentang optimisme, persahabatan, kerjasama, berbagi, keikhlasan, keceriaan, yang kesemuanya adalah sendi-sendi kehidupan, untuk mencapai suatu kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Note :&amp;nbsp; Post dengan label &quot;Catatan Bu Guru&quot; adalah artikel milik istri saya. Jadi hadirin diharap tidak mengernyitkan dahi jika admin blog ini berubah jadi &quot;Ibu&quot; di setiap post yang berlabel &quot;Catatan Bu Guru&quot; 😁😁</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/3602822450419660958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/antara-berbagi-takjil-dan-sendi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3602822450419660958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3602822450419660958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/antara-berbagi-takjil-dan-sendi.html' title='Antara Berbagi Takjil dan Sendi Kehidupan'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhh1TJWxZPXSRUxBSzsSptQyuiq18v6HI2uYQ3x-VphwdQh4Zf7ty088POQqz3Y6W6m5UKw9iIeFzUP8eauZ0jg2ov6_w36T4QNbUEfRizsbkN3f82t4yI5diWb9rbj1FtJpFT38HSTQSqQ/s72-c/berbagi+takjil1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Cipasang, Cibugel, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.9774786 108.06579390000002</georss:point><georss:box>-7.0405231000000006 107.98511290000002 -6.9144341 108.14647490000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-6467396743379183585</id><published>2019-05-01T22:40:00.000-07:00</published><updated>2019-06-26T00:48:53.278-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cibugel"/><title type='text'>Kantor Desa Cipasang, Kab. Sumedang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9DxaC6UmUELF7JCddWwmbEUFfayqukbcXdFSqqAS5Bf46h2tstcz24-8vs6wm2b1VW138LpE_J8AMj0Pmg0hKlcEBDDkI4Iwyu2jLcgkk0HhcVLGNir1p8b1mCzpl0gsJ_NYodMnbtHGq/s1600/2.+Kantor+Desa+Cipasang+Cibugel.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Kantor Desa Cipasang, Kab. Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





&lt;amp-img alt=&quot;Kantor Desa Cipasang, Kab. Sumedang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9DxaC6UmUELF7JCddWwmbEUFfayqukbcXdFSqqAS5Bf46h2tstcz24-8vs6wm2b1VW138LpE_J8AMj0Pmg0hKlcEBDDkI4Iwyu2jLcgkk0HhcVLGNir1p8b1mCzpl0gsJ_NYodMnbtHGq/s1600/2.+Kantor+Desa+Cipasang+Cibugel.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;

Kantor Desa Cipasang, Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Alamat : Jalan Buah Warna No 11 Dsn Cipasang Desa Cipasang, Kec. Cibugel&lt;br /&gt;Email : dscipasang@gmail.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Cipasang berada di wilayah administratif Kecamatan Cibugel, 
Kabupaten Sumedang. Adapun desa/kelurahan lainnya yang berada di lingkup
 Kecamatan Cibugel adalah :&amp;nbsp;&amp;nbsp; 
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Buana Mekar &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Jaya Mekar &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Sukaraja &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Tamansari &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cibugel &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Jaya Mandiri &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Desa Cipasang adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibugel. Lokasinya berada di ujung timur wilayah Kecamatan Cibugel dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wado dan Kabupaten Garut.&amp;nbsp; Jarak dengan pusat Kecamatan Cibugel sekitar delapan kilometer ke arah timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara geografis, wilayah Desa Cipasang berbatasan langsung dengan daerah-daerah sebagai berikut: Desa Sukapura Kecamatan Wado di sebelah utara, Desa Cikareo Utara, Desa Cikareo Selatan dan Desa Cilengkrang (semuanya berada di wilayah Kecamatan Wado) di sebelah timur, Kabupaten Garut di sebelah selatan, serta Desa Jayamandiri dan Desa Sukaraja di sebelah baratnya. Secara administratif, wilayah Desa Cipasang terbagi ke dalam empat wilayah dusun yaitu Dusun Cicadas, Dusun Sukajaya, Dusun Cipasang dan Dusun Parakan Panjang. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangganya masing-masing sejumlah sembilan RW dan 28 RT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi
 sobat yang ingin menambahkan informasi lainnya tentang Desa Cipasang, 
Kecamatan Cibugel, bisa menyampaikannya di kolom komentar.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/6467396743379183585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/kantor-desa-cipasang-kab-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/6467396743379183585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/6467396743379183585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/kantor-desa-cipasang-kab-sumedang.html' title='Kantor Desa Cipasang, Kab. Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9DxaC6UmUELF7JCddWwmbEUFfayqukbcXdFSqqAS5Bf46h2tstcz24-8vs6wm2b1VW138LpE_J8AMj0Pmg0hKlcEBDDkI4Iwyu2jLcgkk0HhcVLGNir1p8b1mCzpl0gsJ_NYodMnbtHGq/s72-c/2.+Kantor+Desa+Cipasang+Cibugel.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-1353255838880253174</id><published>2019-05-01T21:45:00.000-07:00</published><updated>2019-05-18T23:55:28.091-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Wado"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tugu Perbatasan Sumedang"/><title type='text'>Tugu Perbatasan #5 (Sumedang - Majalengka) 2019</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3Tc9zBmVvrFjNg7yKoV2wEyi-QY2ERhU1Tvq1lYLRH688MrFOnobq0GMGRFcTL3-ul9n8eni4d68MUqRdswnukc9eAhFUOqIeXp7KLjXIfMoiSNWbbHD3ZKSJedVpYfJwN22AlA3eC4iL/s1600/Perbatasan+Sumedang+di+Cimungkal+Wado.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Tugu/gapura Perbatasan Sumedang - Majalengka&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;img-width-600 img-center&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tugu/gapura Perbatasan Sumedang - Majalengka&quot; height=&quot;490&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg08v8eAuqwA-HV9DY3Ln1OQN38ZHHVAoaWuHFEE9WKLeceXEU0a3Xws-nmLGDnCm5w_AVZvkr3RP5NFu6FYdNNTZX0dWaTIIrnF2rLSQvwbiJ0URBVrKfm-Ubwa4R6jfeMboDovpPUORHX/s1600/Perbatasan+Sumedang+di+Cimungkal+Wado.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;center&quot;&gt;
Tugu/gapura Perbatasan Sumedang - Majalengka. Img By faceebook Asep Sofian&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Tugu Perbatasan Sumedang - Majalengka : Tugu Perbatasan antara Kabupaten Sumedang dengan daerah tetangga merupakan salah satu bidang yang menjadi fokus utama pemerintahan Kabupaten Sumedang di bawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati Sumedang yang baru saja terpilih di tahun 2018 lalu. Bahkan, pembangunan tugu perbatasan ini masuk menjadi garapan 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumedang terpilih Dony Ahmad Munir - Erwan Setiawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, pembangunan gapura atau tugu selamat datang yang menjadi bagian program 100 Hari Kerja ini gencar dilaksanakan, salah satunya adalah yang terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Sumedang dengan wilayah Kabupaten Majalengka seperti yang tampak pada foto di atas yaitu tugu selamat datang - selamat jalan di Kawasan Perkebunan Pinus Cimungkal Wado yang letaknya berbatasan dengan Kecamatan Lemah Sugih Majalengaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan utama provinsi di kedua perbatasan kota ini kondisi aspal nya mulus tanpa hambatan, semoga saja di perbatasan lain Sumedang segera menyusul untuk memiliki kwalitas akses jalan yang sama, karena khususnya d daerah wetan seperti : Cibugel - Limbangan Garut, Cimanintin Jatinunggal - Babakan Jawa Majalengka, Wado - Malangbong Garut, Kirisik Jatinunggal - Lemah Sugih Majalengka, dimana kondisi Jalannya masih kalah dari kota tetangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*disadur dari facebook &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/asep.sofian.129&quot; rel=&quot;nofollow noopener&quot; target=&quot;_blank&quot; title=&quot;Asep Sofian&quot;&gt;Asep Sofian&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/1353255838880253174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/tugu-perbatasan-5-sumedang-majalengka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1353255838880253174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1353255838880253174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/05/tugu-perbatasan-5-sumedang-majalengka.html' title='Tugu Perbatasan #5 (Sumedang - Majalengka) 2019'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3Tc9zBmVvrFjNg7yKoV2wEyi-QY2ERhU1Tvq1lYLRH688MrFOnobq0GMGRFcTL3-ul9n8eni4d68MUqRdswnukc9eAhFUOqIeXp7KLjXIfMoiSNWbbHD3ZKSJedVpYfJwN22AlA3eC4iL/s72-c/Perbatasan+Sumedang+di+Cimungkal+Wado.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-2933112406846968349</id><published>2019-03-12T19:18:00.000-07:00</published><updated>2019-06-27T19:20:01.259-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cimalaka"/><title type='text'>Kantor Desa Naluk, Kab. Sumedang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0pdJcSUJ9do0ukxK4me5RNMV4xw4USQh2iYqqA8FeGEsQnEQav39RYq4d-P2_A1S-O9Ny0hbtLWwz2FJ1KzOGn2GNUofaUtTpVE9wBzZAsyztUJf0XsJ8F1I52T1uVgqUF0l8SNz7RAvl/s1600/5.+Kantor+Kepala+Desa+Naluk.jpg&quot; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&quot;Kantor Desa Naluk, Kab. Sumedang&quot;&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;amp-img alt=&quot;Kantor Desa Naluk, Kab. Sumedang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0pdJcSUJ9do0ukxK4me5RNMV4xw4USQh2iYqqA8FeGEsQnEQav39RYq4d-P2_A1S-O9Ny0hbtLWwz2FJ1KzOGn2GNUofaUtTpVE9wBzZAsyztUJf0XsJ8F1I52T1uVgqUF0l8SNz7RAvl/s1600/5.+Kantor+Kepala+Desa+Naluk.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Kantor Desa Naluk, Kab. Sumedang &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Naluk berada di wilayah administratif Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Adapun desa/kelurahan lainnya yang berada di lingkup Kecamatan Cimalaka adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Desa Cibeureum Kulon&lt;br /&gt;
- Desa Cibeureum Wetan&lt;br /&gt;
- Desa Cikole&lt;br /&gt;
- Desa Cimalaka&lt;br /&gt;
- Desa Cimuja&lt;br /&gt;
- Desa Citimun&lt;br /&gt;
- Desa Licin&lt;br /&gt;
- Desa Mandalaherang&lt;br /&gt;
- Desa Padasari&lt;br /&gt;
- Desa Nyalindung&lt;br /&gt;
- Desa Galudra&lt;br /&gt;
- Desa Serang&lt;br /&gt;
- Desa Trunamanggala&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Naluk adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan 
Cimalaka Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di ujung barat laut 
wilayah Kecamatan Cimalaka dan berbatasan langsung dengan Kecamatan 
Tanjungkerta. Jarak dengan pusat Kecamatan Cimalaka sekitar 14 
kilometer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara geografis, wilayah Desa Naluk berbatasan langsung dengan wilayah-wilayah sebagai berikut: Desa Cipanas Kecamatan 
Tanjungkerta di sebelah utara dan baratnya, Desa Padasari dan Desa 
Citimun di sebelah timur, serta Desa Nyalindung dan Desa Trunamanggala 
di sebelah selatannya. Secara administratif, wilayah Desa Naluk terbagi 
ke dalam empat wilayah dusun yaitu Dusun 1 Naluk, Dusun 2 Naluk, Dusun 3
 Cilimbangan dan Dusun 4 Sukabarang. Sementara jumlah Rukun Warga dan 
Rukun Tetangganya masing-masing sebanyak delapan RW dan 22 RT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sobat yang ingin menambahkan informasi lainnya tentang Desa Padasri, Kecamatan Cimalaka, bisa menyampaikannya di kolom komentar, terimakasih. </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/2933112406846968349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/03/kantor-desa-naluk-kab-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/2933112406846968349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/2933112406846968349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/03/kantor-desa-naluk-kab-sumedang.html' title='Kantor Desa Naluk, Kab. Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0pdJcSUJ9do0ukxK4me5RNMV4xw4USQh2iYqqA8FeGEsQnEQav39RYq4d-P2_A1S-O9Ny0hbtLWwz2FJ1KzOGn2GNUofaUtTpVE9wBzZAsyztUJf0XsJ8F1I52T1uVgqUF0l8SNz7RAvl/s72-c/5.+Kantor+Kepala+Desa+Naluk.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-728234197019854702</id><published>2019-03-04T00:37:00.000-08:00</published><updated>2019-06-26T00:38:44.909-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cibugel"/><title type='text'>Kantor Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;&lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-IGGo_NEYiq9q955weGOWJuoPAHjJyXpTgUntubPK4H_QBzTeH0WHDa4VU9L8fK83LMPaZKeaieTnecMcv7qfV9h9lSiVdVkL0xCilxTcWgK08Ob477HqqH2vmQC3KF2cSGBimUepAuVr/s1600/4.+kantor+Kecamatan+Cibugel.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Kantor Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





&lt;amp-img alt=&quot;Kantor Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-IGGo_NEYiq9q955weGOWJuoPAHjJyXpTgUntubPK4H_QBzTeH0WHDa4VU9L8fK83LMPaZKeaieTnecMcv7qfV9h9lSiVdVkL0xCilxTcWgK08Ob477HqqH2vmQC3KF2cSGBimUepAuVr/s1600/4.+kantor+Kecamatan+Cibugel.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
Kantor Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Alamat : Jalan Raya Cibugel - Cipasang Sumedang 45375&lt;br /&gt;
Email : parigelcibugel@gmail.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecamatan
 Cibugel adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang.
 Kecamatan Cibugel ini memiliki beberapa potensi wisata seperti salah satunya adalah Curug Tarwa. Adapun 
desa/kelurahan yang berada di lingkup Kecamatan Cibugel adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Buana Mekar &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Jaya Mekar &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Sukaraja &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Tamansari &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cibugel &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Jaya Mandiri &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cipasang&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kecamatan Cibugel memiliki visi sebagai Cibugel Parigel (Pandai, Aman, Tertib, Sejahtera, Religius) dengan sasaran terwujudnya masyarakat Kecamatan Cibugel yang berpendidikan (Nyakola), beretika dan berbudaya Sunda (Nyunda) dalam tatanan penyelenggaraan pemerintahan dan lingkungan yang tertib, aman serta nyaman (Tata Tentrem) menuju kesejahteraan masyarakat (Bagja) yang sehat lahir dan batin (Waluya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara geografis Kecamatan Cibugel berlokasi di bagian selatan Kabupaten Sumedang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut (Kecamatan Selaawi). Sebelah baratnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, lalu di sebelah utara Kecamatan Cibugel ini ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Darmaraja dan sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Wado. Jarak Kecamatan Cibugel dari Kota Sumedang adalah sekitar 43 km melalui jalur Kecamatan Darmaraja. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi
 sobat yang ingin menambahkan informasi lainnya tentang Kecamatan 
Cibugel bisa menyampaikannya di kolom komentar, terimakasih.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/728234197019854702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/03/kantor-kecamatan-cibugel-kab-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/728234197019854702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/728234197019854702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/03/kantor-kecamatan-cibugel-kab-sumedang.html' title='Kantor Kecamatan Cibugel, Kab. Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-IGGo_NEYiq9q955weGOWJuoPAHjJyXpTgUntubPK4H_QBzTeH0WHDa4VU9L8fK83LMPaZKeaieTnecMcv7qfV9h9lSiVdVkL0xCilxTcWgK08Ob477HqqH2vmQC3KF2cSGBimUepAuVr/s72-c/4.+kantor+Kecamatan+Cibugel.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-7220404918862692485</id><published>2019-02-24T22:55:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:09:41.413-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Pamulihan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Air Terjun Sumedang"/><title type='text'>Curug Seke, Potensi Wisata di Desa Cimarias</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPiyIYsItZ0hWG8eG5oFIkR1kPftabGRXqc7TIxtpSgmCE1xOF2_F-_c6RqZWKPsr90AsyrPyAUdOmmRg8iP-tXjQF8kwWPn2rJefPmqlFf34GOGQvrqItffAHH2sYhjw3yBcuvtRTiUxz/s1600/Curug+Seke.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Warga Berpose di Curug Seke Pamulihan Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Warga Berpose di Curug Seke Pamulihan Sumedang&quot; height=&quot;400&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPiyIYsItZ0hWG8eG5oFIkR1kPftabGRXqc7TIxtpSgmCE1xOF2_F-_c6RqZWKPsr90AsyrPyAUdOmmRg8iP-tXjQF8kwWPn2rJefPmqlFf34GOGQvrqItffAHH2sYhjw3yBcuvtRTiUxz/s1600/Curug+Seke.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Warga Berpose di Curug Seke Pamulihan Sumedang. Image by jabar.tribunnews.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai salah satu daerah priangan, Kabupaten Sumedang didominasi oleh pegunungan dan atau dataran tinggi. Karenanya hawa sejuk menjadi ciri khas beberapa tempat di Sumedang, selain daerah perkotaan dan Waduk Jatigede tentunya, yang hawa gerahnya luar biasa :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhubung didominasi hijaunya dataran tinggi, maka tak aneh jika potensi-potensi wisata di Sumedang didominasi oleh air terjun, mata air, wana wisata, dan sejenisnya. Tentang potensi wisata air terjun, mata air, dan lainnya tersebut beberapa diantaranya pernah atau bahkan sering saya kupas di blog ini, misalnya air terjun, sudah lumayan banyak air terjun di Sumedang yang terdokumentasikan di blog ini. Dan sekarang, akan saya tambah lagi dokumentasinya hehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk list potensi wisata air terjun di Sumedang kali ini, saya akan mengupas sebuah air terjun yang berada di pojokkan daerah Sumedang, masih jarang dikunjungi, dan tentunya menyimpan potensi pesona alam yang luar biasa yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang memang, banyak lokasi yang menyimpan pesona alam dan potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata di Kabupaten Sumedang, terabaikan karena berbagai faktor, dimana salah satunya adalah akses jalan yang sulit :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Curug Seke/Air terjun Seke yang terletak di Dusun Cikamuning, Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan Sumedang ini. Air terjun setinggi sekira tiga puluh meter yang &#39;tersembunyi&#39; karena diapit Bukit Seke ini, masih jarang ada yang mengunjungi, karena sulitnya akses jalan, dan kurang diekspose sebagai salah satu potensi wisata. Tapi lah jika sobat sekali saja menginjakkan kaki di tempat ini, rasa kerasan akan langsung membelit diri (aih), ya, karena udara di sekitar Curug Seke ini sangat sejuk dan segar sekali! Itu karena area di tempat curug ini berada dikelilingi oleh pohon-pohon besar, dan juga kebun sayuran milik warga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya, sampai bulan ke tiga di tahun 2018 kemarin suasana di sekitar Curug Seke ini masih sangat alami, dan belum ada perubahan mencolok yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia, sebagai upaya penataan. Curahan air deras yang jatuh dari ketinggian 30 meter itu, bebas terjun dengan derasnya tanpa banyak yang menyaksikan, padahal cipratan-cipratan airnya kerap kali membentuk pelangi di salah satu sudut curug.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan potensi tersebut, tidak mustahil Curug Seke ini bisa lebih dikembangkan dan dikenal sebagai salah satu tempat wisata. Mudah-mudahan saja, kedapan tempat ini bisa lebih ditata dan ditonjolkan sebagai salah satu tempat wisata baru, di Sumedang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/7220404918862692485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/02/curug-seke-potensi-wisata-di-desa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/7220404918862692485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/7220404918862692485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/02/curug-seke-potensi-wisata-di-desa.html' title='Curug Seke, Potensi Wisata di Desa Cimarias'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPiyIYsItZ0hWG8eG5oFIkR1kPftabGRXqc7TIxtpSgmCE1xOF2_F-_c6RqZWKPsr90AsyrPyAUdOmmRg8iP-tXjQF8kwWPn2rJefPmqlFf34GOGQvrqItffAHH2sYhjw3yBcuvtRTiUxz/s72-c/Curug+Seke.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Cimarias, Pamulihan, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.8954521999999994 107.86134870000001</georss:point><georss:box>-6.9585072 107.78066770000001 -6.8323971999999991 107.9420297</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-1056449742516247413</id><published>2019-02-13T22:31:00.000-08:00</published><updated>2019-06-24T22:33:55.365-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cibugel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sekolah Menengah Pertama"/><title type='text'>SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6gqAnQJ76M4-WKGtOQ-G1SV-kdl9mZ5VA8Hg-7QzIBF21Ls3zr0yWLBxnx3rk5IA4LGlqYhWuNYM0urI7bSmGkJ_2cWT2bxtUORGQ6CtxEiaIIz5K__X6Irj_DrTnJlNlStS0_Ks3vkgt/s1600/3.+smpn+1+cibugel+Sumedang.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39;alt=&#39;SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang&quot; height=&quot;490&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6gqAnQJ76M4-WKGtOQ-G1SV-kdl9mZ5VA8Hg-7QzIBF21Ls3zr0yWLBxnx3rk5IA4LGlqYhWuNYM0urI7bSmGkJ_2cWT2bxtUORGQ6CtxEiaIIz5K__X6Irj_DrTnJlNlStS0_Ks3vkgt/s1600/3.+smpn+1+cibugel+Sumedang.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alamat  SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang  :  Jalan Raya Cibugel - Cipasang, Dusun Sirnarasa RT 8 RW 1, Desa Cibugel, Kec. Cibugel,  Kab. Sumedang &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/1056449742516247413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/smpn-1-cibugel-kab-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1056449742516247413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1056449742516247413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/06/smpn-1-cibugel-kab-sumedang.html' title='SMPN 1 Cibugel, Kab. Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6gqAnQJ76M4-WKGtOQ-G1SV-kdl9mZ5VA8Hg-7QzIBF21Ls3zr0yWLBxnx3rk5IA4LGlqYhWuNYM0urI7bSmGkJ_2cWT2bxtUORGQ6CtxEiaIIz5K__X6Irj_DrTnJlNlStS0_Ks3vkgt/s72-c/3.+smpn+1+cibugel+Sumedang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-8222526936579769706</id><published>2019-02-06T19:24:00.000-08:00</published><updated>2019-05-28T00:13:00.568-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Sumedang Selatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Sejarah Sumedang"/><title type='text'>Punggawa Panurung Keraton Sumedang Larang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1UsxnorYuy-B-PEylsEKlYITlPKsWHpjnsQrQ8b5L3MgEYG3EmWmklLVmGw8tE9ByQu9Q_43JZLSg2_XnVVbmV3PC6p05sRyfRcfKN0vuwQQMgb0JpA4hPlLXhYUi87JThneaOxxERKh/s1600/penjagakeratonsumedangtribunjabarid.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Punggawa Panurung di Gedung Negara Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Punggawa Panurung di Gedung Negara Sumedang&quot; height=&quot;400&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1UsxnorYuy-B-PEylsEKlYITlPKsWHpjnsQrQ8b5L3MgEYG3EmWmklLVmGw8tE9ByQu9Q_43JZLSg2_XnVVbmV3PC6p05sRyfRcfKN0vuwQQMgb0JpA4hPlLXhYUi87JThneaOxxERKh/s1600/penjagakeratonsumedangtribunjabarid.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;



Punggawa Panurung di Gedung Negara Sumedang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pict dari tribunjabar.id &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Punggawa Panurung Keraton Sumedang Larang - Sejak awal Januari tahun 2019 ini, jika sobat berkunjung ke Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang maka sobat akan melihat atau bertemu dengan para Punggawa Panurung. Apa itu Punggawa Panurung? Punggawa Panurung adalah sebuah gelar bagi seseorang yang menjadi prajurit pengawal di Keraton Sumedang Larang, dan juga kerap ditempatkan di beberapa tempat bersejarah di Sumedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Punggawa Panurung di beberapa tempat di Sumedang ini, merupakan salah satu usaha atau pengejawantahan dan kontribusi bagi terwujudnya Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda. Seperti dikutip dari Tribun Jabar Online, Panglima Wirayudha Keraton Sumedang Larang, Muhamad Andi Lesmana mengatakan bahwa keberadaan Punggawa Panurung di Gedung Negara, adalah bentuk kontribusi memperkuat Sumedang sebagai puseur budaya Sunda. Dimana selain ditempatkan di Gedung Negara, Punggawa Panurung juga ditempatkan di Bale Agung Srimanganti, Keraton Sumedang Larang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu seperti apa Punggawa Paurung itu? Bagaimana gambarannya? Punggawa Panurung ini, adalah berupa seorang yang berdiri mengenakan seragam merah kuning, bercelana putih, serta bertopi. Sedangkan yang satunya lagi, mengenakan kaus hitam, celana pangsi, dan ikat kepala biru. Kedua orang Punggawa Panurung itu berdiri tegak tepat di depan halaman Gedung Negara sambil memegang senjata menyerupai tombak, ia menatap tajam lurus ke depan menyerupai pengawal zaman dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggawa Panurung di Halaman Gedung Negara ini berjumlah enam orang, dimana seorang Punggawa Panurung akan berjaga selama 30 menit, lalu bergantian dengan penjaga lainnya. Nah, menjadi seorang Punggawa Panurung ini harus benar-benar disiplin, karena saat berjaga selama waktu 30 menit itu, mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lainnya selain memantau kondisi serta situasi Gedung Negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, selama 30 menit berdiri itu, Punggawa Panurung harus fokus menjaga situasi di halaman Gedung Negara dan tidak boleh melakukan gerakan lain. Harus tetap ajeg dan berwibawa! Gatal? Pegal? Kesemutan? Semua itu harus ditahan selam 30 menit karena mereka tidak boleh melakukan gerakan selain yang telah diperintahkan, oleh Keraton Sumedang Larang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggawa Panurung ini memang terinspirasi dari pengawal kerajaan zaman dahulu. Dan sebagai kabupaten yang menyandang gelar sebagai Puseur Budaya Sunda, dimana Sumedang sudah dilegitimasi sebagai pewaris terakhir kerajaan Sunda Padjadjaran, maka Sumedang dirasa pantas untuk memiliki Punggawa Panurung, punggawa pengawal kerajaan. Karena dengan keberadaan Punggawa Panurung ini, simbol legitimasi estafet kepemimpinan dari Padjadjaran akan terjaga. Ia menjadi simbol lain setelah &lt;a href=&quot;https://www.jeryanuar.web.id/2013/04/mahkota-binokasih-sanghyang-pake.html&quot;&gt;Mahkota Binokasih Sanghyang Pake&lt;/a&gt;, yang sudah terlebih dahulu eksis sebagai tinggalan sejarah, di Kabupaten Sumedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*artikel disadur dari tribunjabar.id </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/8222526936579769706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/02/punggawa-panurung-keraton-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/8222526936579769706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/8222526936579769706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/02/punggawa-panurung-keraton-sumedang.html' title='Punggawa Panurung Keraton Sumedang Larang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA1UsxnorYuy-B-PEylsEKlYITlPKsWHpjnsQrQ8b5L3MgEYG3EmWmklLVmGw8tE9ByQu9Q_43JZLSg2_XnVVbmV3PC6p05sRyfRcfKN0vuwQQMgb0JpA4hPlLXhYUi87JThneaOxxERKh/s72-c/penjagakeratonsumedangtribunjabarid.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-5071469198106922064</id><published>2019-01-29T20:51:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:12:37.614-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><title type='text'>Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsKE-QB73rAhKLnVs0TPGGnlbTpxHdj6_8-D5z0FSQn8pS90AsIh4yQIF0t12-xxVSQ8SmdLsT2zVNOdpIhcMuST0IWBPhfsqYhTN97eHcpHfPwqEDWNZ1p7G_0Aj9nT9am_QZzBlu87HP/s1600/alay2.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsKE-QB73rAhKLnVs0TPGGnlbTpxHdj6_8-D5z0FSQn8pS90AsIh4yQIF0t12-xxVSQ8SmdLsT2zVNOdpIhcMuST0IWBPhfsqYhTN97eHcpHfPwqEDWNZ1p7G_0Aj9nT9am_QZzBlu87HP/s1600/alay2.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Foto di atas adalah foto lama, diambil sekitar 10 tahun lalu di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat kala mendung menggelayuti kota Bandung, di sebuah senja. Ah, kok jadi kangen masa-masa itu ya...heuheu, apalagi yang jepret foto ini adalah si dia yang antara saya dan dirinya kini sudah jauh terpisah tak pernah lagi bertemu tatap. Well, namanya juga darah muda ya, kala banyak rasa menggelegak dalam dada menjadikan tiap episode hidup selalu seru bak adegan drama. Tiap tempat yang disinggah akan tercatat dalam kenangan, ia tak hanya nampak di mata dan berlalu begitu saja, tapi akan jauhhh membekas dalam memori dan mengendap di alam bawah sadar *ini ngomongin apa sih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betewe, kenapa saya post foto lawas di artikel kali ini adalah karena, saya sedang terkenang pada tempat ini gegara kemarin-kemarin nonton Preman Pensiun. Seperti kita ketahui, film Preman Pensiun ini berkisah tentang mantan-mantan preman yang tobat, dan berusaha menjalani kehidupan seperti yang seharusnya, sebagaimana mestinya seperti kebanyakan orang, jauh dari perkelahian, dan kekerasan. Film bergenre drama komedi ini mulanya tampil sebagai serial di layar kaca, dan belum lama ini diangkat ke layar lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di serialnya dulu, berbagai adegan Preman Pensiun di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat ini selalu jadi andalan. Pun dalam layar lebarnya kemarin, ada salah satu scene yang memperlihatkan Kang Mus, sang tokoh utama, bertemu dengan mantan anak buahnya di tempat ini. Jadi mungkin bisa dibilang tempat ini seolah jadi &quot;ruh&quot; nya fim tersebut, harus bin wajib ada pada tiap episode.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Dipatiukur ini sejatinya bukanlah tempat rekreasi, melainkan suatu ruang terbuka publik di pusat kota, yang bisa dikunjungi bebas tak terikat tiket layaknya suatu tempat wisata. Tapi entah kenapa, monumen ini memang selalu saja menarik tuk dikunjungi layaknya tempat wisata. Monumen yang berdiri gagah di pusat kota Bandung ini seolah punya pesona dan kharisma tersendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik sejarahnya, monumen yang berhadap-hadapan langsung dengan Gedung Sate selaku ikon kota Bandung lainnya ini, diresmikan tahun 1995 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Raden Nana Nuriana. Jika sobat berkunjung ke sini, sobat bisa melihat relief yang melukiskan bagaimana heroiknya perjuangan rakyat Jawa Barat kala melawan penjajah, relief itu dapat dijumpai pada dinding monumen. Pun, di dinding monumen juga terdapat sejenis prasasti dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang Jawa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan kira wujud monumen ini hanya fisik bangunan yang terlihat saja, sebab di bawah monumen ini masih ada sisi lain yang bisa dieksplore yaitu berupa ruang bawah tanah. Untuk masuk ke ruang bawah ini pun sama, pengunjung tak dipungut biaya sepeserpun. Oh ya, kalau mau masuk ke monumen ini bisa menggunakan pintu samping/belakang ya, karena pintu depan memang hampir tak pernah dibuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sobat yang ingin lebih banyak tahu tentang cerita perjuangan dan sisi heroik rakyat Jawa Barat kala menghadapi penjajah di masa lalu, berkunjung ke monumen ini sangat disarankan. Hanya saja, yang biasa jadi kendala bagi pengunjung adalah, setiap harinya ruas jalan di sekitar monumen jadi salah satu simpul kemacetan di kota Bandung, apalagi di hari libur. Jadi kalau sobat mau berkunjung ke sini, siap-siapin fisik dulu lha ya untuk menghadapi kemacetan, apalagi kalau perjalanan dieksekusi hari minggu pas ada pasar tumpah :) </content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/5071469198106922064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/monumen-perjuangan-rakyat-jawa-barat.html#comment-form' title='15 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5071469198106922064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5071469198106922064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/monumen-perjuangan-rakyat-jawa-barat.html' title='Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsKE-QB73rAhKLnVs0TPGGnlbTpxHdj6_8-D5z0FSQn8pS90AsIh4yQIF0t12-xxVSQ8SmdLsT2zVNOdpIhcMuST0IWBPhfsqYhTN97eHcpHfPwqEDWNZ1p7G_0Aj9nT9am_QZzBlu87HP/s72-c/alay2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>15</thr:total><georss:featurename>Jl. Dipati Ukur No.48, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.8934327 107.61855130000004</georss:point><georss:box>-32.4154672 66.309957300000036 18.6286018 148.92714530000003</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-4040460866294702460</id><published>2019-01-28T00:31:00.001-08:00</published><updated>2019-05-25T01:15:31.817-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Sumedang Utara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Sumedang"/><title type='text'>Tampomas, Bandros-nya Sumedang</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtl3dBkPGLPZml6eVRWwjiJnQr-B4z5ne738GV0JSNvHP-uPAXU3u3O0KCKsgas7oLkjOpNIyVLpc7e2IO0VfLa22ckye9q5uOmto7LP1b1WX0G2WxzN5Y2gPiEoXTOqPt40shq5qsGch2/s1600/bandros.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Tampomas, Bandros-nya Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Tampomas, Bandros-nya Sumedang&quot; height=&quot;400&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtl3dBkPGLPZml6eVRWwjiJnQr-B4z5ne738GV0JSNvHP-uPAXU3u3O0KCKsgas7oLkjOpNIyVLpc7e2IO0VfLa22ckye9q5uOmto7LP1b1WX0G2WxzN5Y2gPiEoXTOqPt40shq5qsGch2/s1600/bandros.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Bandung Tour On The Bus (Bandros). Img Dari tribunnews.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampomas, Bandrosnya Sumedang - Seperti yang telah kita ketahui, Bandung pada era kepemimpinan walikota Pak Ridwan Kamil mempunyai bus trans moda pariwisata bernama Bandros. Bandros sendiri merupakan singkatan dari Bandung Tour On The Bus, yang melayani para wisatawan untuk berkeliling kota Bandung dengan rute yang telah ditentukan sesuai warna Bus Bandros.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, tentu saja wisatawan sangat terbantu dengan keberadaan Bandros ini. Karena dengan menaiki Bandros, praktis para wisatawan langsung diantar menuju/berkeliling beberapa destinasi wisata andalan di kota Bandung. Langsung diantar tanpa harus sibuk bertanya &quot;Eh, tempat wisata yang keren dan instagramable di Bandung, dimana aja sich?&quot;. Oh ya, Bandros sendiri sebenarnya adalah nama salah satu makanan khas tanah pasundan, berupa penganan yang didominasi rasa gurih santan kelapa, hemmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pak Ridwan Kamil lengser dari tampuk kepemimpinan Kota Bandung lalu naik menjadi Gubernur Jawa Barat, sempat tersiar berita bahwa Bandros, bus trans pariwisata kota Bandung ini akan dihibahkan ke beberapa daerah di Jawa Barat diantaranya yaitu Kota Cimahi, Kabupten Sumedang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Tasikmalaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama setelah itu, hampir tak ada kabar lanjutan terdengar. Ya, seiring dengan berlalunya berita tersebut, saya belum menemukan atau membaca berita kelanjutannya, berupa konfirmasi apakah hibah tersebut jadi dilaksanakan, ataukah tidak. Nah, barulah kemarin, di akun instagram Bupati Sumedang yaitu Pak Doni Ahmad Munir dengan nama akun @dony_ahmad_munir, didapati ada satu post yang memperlihatkan bus trans pariwisata yang penampakan fisiknya persis sama dengan Bandros. Dalam keterangan di post dikatakan bahwa bus berwarna hijau muda tersebut diberi nama &quot;Tampomas&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tampomas, Bandros-nya Sumedang&quot; height=&quot;490&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWLabVF2WPf8dfwakUWhiGcdqwp2l5Kly7Wm29Jn8RSjsZ_zOUTPmHxhBTxy_9TrGt6utd1LtbYuNjDMVs4njtccayxGgy8KhaIr62DWTJjTtn616C79CVIQMVONV6jW9PpNNGs7u50_01/s320/k.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Berpose di Bus&quot;Tampomas&quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Di post instagram Pak Bupati tersebut juga belum ada keterangan, apakah Tampomas ini merupakan Bandros yang menurut rencana akan dihibahkan itu, ataukah bukan. Di post itu hanya disebutkan, bahwa beliau bersama Wakil Bupati Sumedang Pak Erwan Setiawan sedang mencoba naik bus trans pariwisata yang diberi nama Bus Trans Moda Pariwisata Kota Masyarakat Sumedang (TAMPOMAS) keliling Sumedang kota.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Lebih lanjut, dikatakan bahwa Bus berpenumpang 21 orang itu akan segera beroprasi dan nantinya akan melayani perjalanan mulai dari Taman Endog menyusuri perkotaan Sumedang, lalu masuk ke Museum YPS/Museum Prabu Geusan Ulun, Gedung Negara kemudian berbelok ke arah kiri di perempatan BRI menuju ke Makam Cut Nyak Dhien di Gunung Puyuh. Lalu setelah itu, perjalanan bus dilanjutkan menuju Bundaran Binokasih - Gunung Kunci menyusuri Jalan Prabu Gajah Agung sampai ke Bundaran Alamsari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jadi, fix sudah, peran Tampomas ini nantinya akan sama persis dengan Bandros. Jika Bandros membawa wisatawan berkeliling kota dan tempat wisata di lingkup kota Bandung, maka Tampomas melakukan hal yang serupa di Sumedang kota. Karena Taman Endog, Museum YPS, makam Cut Nyak Dien, Bundaran Binokasih, dan Gunung Kunci adalah beberapa spot wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan di sekitaran Sumedang kota. Tentu, masih banyak lagi spot wisata lain di Sumedang selain yang direncanakan akan dilalui oleh Tampomas tersebut. Mudah-mudahan saja, seiring waktu rute nya akan ditambah lagi :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jadi meskipun belum ada keterangan resmi, saya mah menduga bahwa Tampomas ini benar adalah Bandros yang dihibahkan, adapun jika ternyata nanti ada keterangan bahwa Tampomas bukanlah Bandros, ya nanti tulisan ini akan saya koreksi kembali :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Oh ya, jika &quot;Bandros&quot; mengambil nama kuliner khas tanah Pasundan, maka &quot;Tampomas&quot; ini pastilah terilhami dan mengambil nama dari salah satu gunung legendaris di tanah Sumedang, Gunung Tampomas. Mau tahu cerita rakyat tentang terbentuknya Gunung Tampomas? Bisa dibaca di post berikut yaa : &lt;a href=&quot;https://www.jeryanuar.web.id/2013/06/sasakala-gunung-tampomas.html&quot;&gt;&quot;Sasakala Gunung Tampomas&quot;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dan untuk warga Sumedang sendiri, pastinya sudah tak sabar juga ingin segera mencoba naik bus Tampomas ini. Saya juga sama, hehe. Kita doakan saja semoga prosesnya lancar dan Bus Tampomas bisa segera menapaki jalanan Sumedang kota :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Harga Tiket Bus Tampomas Sumedang adalah Rp 15.000,00&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tampomas, Bandros-nya Sumedang&quot; height=&quot;340&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ3MF0LKRAQhDcfhoBM4bJqiaUbmwyf5X_IiT9Km8TeA8wbNr3xJwsjeDtvdL0ynr6R4D_YyoaI5Hr7DeKjGQW9KFzTYP7c_POSBac_OG6zuHadtKNKjxvubZSuAhj7RgzXKjdI21tuQln/s1600/tampomasbus.jpg&quot; width=&quot;190&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Tiket Bus Tampomas Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
*Update 29 Jan 2019 : Akhirnya, saya menemukan konformasi di sebuah media online bahwa Bus Tampomas &quot;Bandros&quot; Sumedang adalah benar Bus Bandung Touring On Bus yang dihibahkan. Berita nya dapat dibaca di link http://prfmnews.com/berita.php?detail=dimulai-dengan-bus-tampomas-sumedang-siap-jadi-destinasi-wisata-yang-disegani Dengan judul berita &quot;Dimulai Dengan Bus Tampomas, Sumedang Siap Jadi Destinasi Wisata Yang Disegani&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/4040460866294702460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/tampomas-bandros-nya-sumedang.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4040460866294702460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4040460866294702460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/tampomas-bandros-nya-sumedang.html' title='Tampomas, Bandros-nya Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtl3dBkPGLPZml6eVRWwjiJnQr-B4z5ne738GV0JSNvHP-uPAXU3u3O0KCKsgas7oLkjOpNIyVLpc7e2IO0VfLa22ckye9q5uOmto7LP1b1WX0G2WxzN5Y2gPiEoXTOqPt40shq5qsGch2/s72-c/bandros.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-1474807065457081850</id><published>2019-01-26T18:51:00.003-08:00</published><updated>2019-05-25T01:17:22.062-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bunga &amp; Buah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi"/><title type='text'>Cara Pindahkan Tanaman Dari Pot ke Tanah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2KKVxjuVLn5CXhk1s9rvdw2DfHzbBwrB1ZVeGlxg3kIpXrgGNhxAFfvMrQmIBIkEMID6A_1oq6xPRxUkIGK4Z8rAMCWWug1o6i7w_g6QVyQP3xdSPwf6-cLC1rTcojXVaCgf0YUlwqp0/s1600/1.+Tanaman+Pot+Pindah+Ke+Tanah.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Raspberry Baru Dipindahkan Dari Pot ke Tanah&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;amp-img alt=&quot;Raspberry Baru Dipindahkan Dari Pot ke Tanah&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2KKVxjuVLn5CXhk1s9rvdw2DfHzbBwrB1ZVeGlxg3kIpXrgGNhxAFfvMrQmIBIkEMID6A_1oq6xPRxUkIGK4Z8rAMCWWug1o6i7w_g6QVyQP3xdSPwf6-cLC1rTcojXVaCgf0YUlwqp0/s1600/1.+Tanaman+Pot+Pindah+Ke+Tanah.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;



Raspberry Baru Dipindahkan Dari Pot ke Tanah &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm...masih terlihat layu ya pohon raspberrynya? Mungkin masih stres pasca pindahan :) Foto di atas diambil beberapa jam setelah si pohon saya pindahkan media tanamnya dari pot, ke tanah langsung. Dan nampak masih murung aja tuh daunnya, mungkin masih perlu adaptasi lebih lama lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pohon raspberry merah itu saya pindahkan dari pot ke tanah langsung karena si pot sepertinya sudah tak cocok lagi jadi habitatnya. Raspberry kan tipe tanaman yang tumbuh menyemak, lha saya malah menjadikannya tabulampot! Haha. Itu karena sebelumnya saya baca-baca di beberapa sumber, katanya raspberry ini bisa juga dijadikan tabulampot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sih, bisa, tapi lama-lama ya kasihan juga sama tanamannya. Pot kan suempit banget tuh, biar pakai pot yang berdiameter besar juga, lama-lama tu taneman tetep aja gak akan merasa nyaman. Seperti si raspberry yang saya tanam di pot ini yang lama-lama seolah ngambek, daunnya nunduk terus padahal sering disiram, dia kaya yang murung! Lama-lama daun-daunnya juga ikut menguning. Jadi...ya udah deh, kalau udah gitu mau gak mau memang harus dipindah. Kebetulan di belakang rumah, di samping kandang kelinci ada sedikit lahan kosong. Saya coba deh dipindah ke situ, si raspberrynya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, memindahkan tanaman dari pot ke tanah itu harus hati-hati lho sob. Jangan sampai pas tanaman di cabut, eh tanaman tercerabut tapi akarnya terputus dan tertinggal di dalam pot, wah buahaya kalau udah begitu! Lalu bagaimana cara mencabut tanaman dari pot yang benar agar akar tak patah dan media tanamnya tidak hancur/rusak? Caranya Mudah kok.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut cara memindahkan tanaman dari pot ke tanah langsung;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Siapkan dulu lubang tanam di tanah. di tempat  dimana tanaman akan dipindahkan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Cungkil atau buang sebagian tanah di permukaan pot. Buang melingkar mengitari tanaman. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Tidurkan pot, lalu ketuk-ketuk pot menggunakan sekop, atau benda lainnya yang cukup keras. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Ketuk merata di seluruh bagian pot. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Masih dalam posisi pot yang sama, pegang pangkal tanaman dan coba tarik &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Dan...pluk, pasti tanaman akan mudah dicabut beserta akar dan tanahnya. Kalau masih susah dicabut, ulangi point ke 4. Cungkil sebagian permukaan tanah di pot jika perlu. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Segera pindahkan tanaman tersebut ke lubang tanam dan segera siram. &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/1474807065457081850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/cara-pindahkan-tanaman-dari-pot-ke-tanah.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1474807065457081850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/1474807065457081850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/cara-pindahkan-tanaman-dari-pot-ke-tanah.html' title='Cara Pindahkan Tanaman Dari Pot ke Tanah'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2KKVxjuVLn5CXhk1s9rvdw2DfHzbBwrB1ZVeGlxg3kIpXrgGNhxAFfvMrQmIBIkEMID6A_1oq6xPRxUkIGK4Z8rAMCWWug1o6i7w_g6QVyQP3xdSPwf6-cLC1rTcojXVaCgf0YUlwqp0/s72-c/1.+Tanaman+Pot+Pindah+Ke+Tanah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>16</thr:total><georss:featurename>Jl. Tanjungkerta, Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45354, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.7561187 107.89460899999995</georss:point><georss:box>-6.7718872 107.87443899999995 -6.7403502 107.91477899999994</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-4374847235188052486</id><published>2019-01-22T18:37:00.000-08:00</published><updated>2019-08-26T22:01:56.231-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Film"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Parenting"/><title type='text'>Abah, Peka Atuh !!</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUJgcnRqiX3Y2cnPoToR0kOrzd46xAqcS24i_0Rzn3QMahXrQJ8bzC4croTb7zOIzm7Jztw-1BDm7U9Esj29vWC3PWK3RU2E04zipilRlmR0UyZYWdpUVIPafjtZF6yAIB0cMGd_2sSZt/s1600/abah.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Keluarga Cemara&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;

Sudah beberapa hari berlalu sejak nonton film ini, tapi tetap saja saya masih kepikiran sosok Euis, eh...Abah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para lelaki, pastinya kita ada yang sudah menjadi Abah, pun bagi yang belum, jika masih diberi umur dan juga kepercayaan/rezeki oleh yang Maha Kuasa, tentulah suatu saat nanti pasti juga akan menjadi Abah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya menjadi Emak, menjadi Abah bukanlah hal mudah. Proses belajarnya tanpa batas, tanpa henti. Apalagi di zaman ini, zaman dimana perbedaan gender bias hampir tak dilihat lagi. Dimana lelaki dan perempuan punya hak, dan kewajiban yang sama. Juga kadang dituntut punya tata kelola jiwa dan respon yang serupa, atas suatu kejadian. Pokoknya semua sama! Walau dilihat dari segi manapun sejatinya kedua makhluk ini jelas berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUJgcnRqiX3Y2cnPoToR0kOrzd46xAqcS24i_0Rzn3QMahXrQJ8bzC4croTb7zOIzm7Jztw-1BDm7U9Esj29vWC3PWK3RU2E04zipilRlmR0UyZYWdpUVIPafjtZF6yAIB0cMGd_2sSZt/s1600/abah.jpg&#39; alt=&#39;Keluarga Cemara&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Keluarga Cemara&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUJgcnRqiX3Y2cnPoToR0kOrzd46xAqcS24i_0Rzn3QMahXrQJ8bzC4croTb7zOIzm7Jztw-1BDm7U9Esj29vWC3PWK3RU2E04zipilRlmR0UyZYWdpUVIPafjtZF6yAIB0cMGd_2sSZt/s1600/abah.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;








Abah, Keluarga Cemara. IG @thesasonosfam &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Berhubung menjadi Abah adalah proses belajar, Lelaki yang baru menjadi new Abah, papa muda, di langkah-langkah pertama, sebagian akan belajar dari Ayahnya bagaimana cara menjadi Abah. Memang tak semua, tapi kebanyakan Mereka akan langsung meniru bagaimana seharusnya menjadi seorang Ayah baik itu tentang gimic, cara berprilaku, dll nya dari Ayahnya sendiri. Klik, dengan kehadiran sang mentor, bagaimana cara mejadi ayah ini tinggal dicopy paste saja, dan dengan menambahkan sedikit variasi, jadilah new Abah ini lebih siap untuk menjadi sebenar-benarnya Abah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dan sebagian Papa muda lainnya, harus berusaha lebih keras dari itu. Ada yang belajar lewat banyak baca, ada juga yang hanya mengandalkan naluri dan intuisi. Ya, karena tak semua Papa muda sempat berjumpa ataupun dididik langsung oleh Abahnya di waktu kecil&amp;nbsp;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dan yang model kedua ini, konon katanya jika tak lost kontrol, ya bakal melankolis abis, bakal lebih menghayati apa yang terjadi antara dirinya, dengan buah hatinya. &quot;Wah, dulu aku bakal semanja dan seceria ini mungkin yah, ketika dipeluk Papah?&quot; gumamnya kala bercengkrama dengan anaknya dalam riang nyanyi dan hangat pelukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dan lain-lain, dan lain-lain gumaman sejenis yang bakal ada berseliwer di kepalanya, sambil khayal melayang ke masa antah berantah dimana terjadi dialog imajiner antara dia dengan ayahnya, dialog yang sangat menyenangkan yang sayangnya dulu tak pernah terjadi, tapi kini ia alami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada si buah hati, perangai semua Abah pasti lah lembut, pun ia bahkan bisa lebih peka dan perasa dari seorang Emak. Tatkala Anak demam batuk-batuk ringan, kulit kemerahan atau hidungnya meler terus...si Abah bisa jadi yang paling riweuh dan paling khawatir;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&quot;Mah, ini si adek kenapa? Duh, harus digimanain ini!!? Udah dikasih obat kan? Duh y Allah kasian. Mah ayo mah kita cepet ke dokter?!!&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sementara emaknya yang lagi sibuk congkelin kotoran di kuku kakinya ringan menjawab &quot;Ah, sebentar lagi juga sembuh! Paling gara2 tadi keanginan pas lagi maen. Badan anak jangan dibawa manja kenapa?! Dikit2 mikirnya obat, dikit2 mikirnya dokter!&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Gitu lha kira-kira. Ini bukan tentang bener atau salah ya, tapi ya kira-kira begitulah gambarannya. Normalnya, Seorang Abah bisa lebih lebih lebih khawatiran, lebih lembut, lebih peka, lebih perasa daripada Emak, pada anaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tapi sayang, semua kepekaan dan kelembutan Abah itu seringkali lebih mudah hilang dan menguap dibanding punyanya Emak. Dia mudah sekali jadi abnormal. Banyak Abah menjelma jadi sosok yang dingin, kaku, tak jarang mejurus kasar, semua kelembutannya seolah hilang entah kemana. Karena apa coba? ya! Mikirin kerjaan, Kelelahan kerja, mikirin utang, dll, dll, banyaklah. Karena semua itu biasanya seorang Abah jadi abnormal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Emak, juga mungkin sama kayak di atas. Hanya saja seorang emak kan ngedepanin rasa ya, kalau abah ngeduluin pikir. Adam makhluk pemikir dan Hawa makhluk perasa. Sedang, soal lembut atau peka itu bagian besarnya adalah rasa. Jadi meski seorang Emak sudah sangat lelaahhh sekalipun, ia cenderung lebih bisa mengontrol sisi &quot;peka&quot; nya. Sedang Abah, &quot;auk ah&quot; kitu meureun, kurat koret kerjaan di kantor aja seringnya kayak gak mau lepas tuh dari dari dalem keningnya, Meski dia sudah sampai di rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Gittu mungkin. Gak taulah ini sebenernya mau nulis apaan. Cuma lagi teringat salah satu scene film Keluarga Cemara, saat si abah kalut karena urusan pekerjaan dan jadi ga peka sama kebutuhan psikis anak-anaknya. Sedang si Emak, tetap bisa lebih cool dan tenang walau sadar sedang menapaki kebangkrutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*pict dari IG nya Ara @thesasonosfam&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/4374847235188052486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/abah-peka-atuh.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4374847235188052486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4374847235188052486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/abah-peka-atuh.html' title='Abah, Peka Atuh !!'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUJgcnRqiX3Y2cnPoToR0kOrzd46xAqcS24i_0Rzn3QMahXrQJ8bzC4croTb7zOIzm7Jztw-1BDm7U9Esj29vWC3PWK3RU2E04zipilRlmR0UyZYWdpUVIPafjtZF6yAIB0cMGd_2sSZt/s72-c/abah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>12</thr:total><georss:featurename>Jl. Lingk. Bbk. Hurip, Kotakaler, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45621, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.8419019999999993 107.93229300000007</georss:point><georss:box>-32.3639365 66.623699000000073 18.6801325 149.24088700000007</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-4301818042417684235</id><published>2019-01-14T19:33:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:21:06.662-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Wado"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Air Terjun Sumedang"/><title type='text'>Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJRD39yaqlPQw7LR1uMIF8fPZP3oDAU2U1aNsPdfPthueMGSCgE1czlvxlEW83RGZdfKPlxvTsWR8rKA3GOML7GLwZUkzy98ODqlyoEz9AMTU_ozABgrCXb1Jd7_WXk0cLdJGw1Rvb8oQ/s1600/Curug+Gandong+Tirtabuana+Sumedang.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;





Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang - Lokasi terletak Di Desa Mulyajaya Kec. Wado Sumedang, 500 meter dari balai Desa Mulayajaya dan 1 Setengah jam dari pusat kota sumedang. akses menuju lokasi terbilang cukup mudah. kita tinggal menuruni jalan setapak sebelum pertigaan Jalan gandoang. Kebetulan saja lokasinya berada di belakang rumah Admin... 😁😁
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang&quot; height=&quot;640&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJRD39yaqlPQw7LR1uMIF8fPZP3oDAU2U1aNsPdfPthueMGSCgE1czlvxlEW83RGZdfKPlxvTsWR8rKA3GOML7GLwZUkzy98ODqlyoEz9AMTU_ozABgrCXb1Jd7_WXk0cLdJGw1Rvb8oQ/s1600/Curug+Gandong+Tirtabuana+Sumedang.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;





Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu tempat ini sempat tertata dengan baik yang d kelola secara pribadi, namun karena rumitnya masalah perizinaan resminya. akhirnya tempat ini kembali terbengkalai padahal merupakan potensi wisata setempat yang mudah dijangkau.

*Image &amp;amp; Post By Facebook &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/asep.sofian.129&quot;&gt;Asep Sofian&lt;/a&gt;

</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/4301818042417684235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/curug-tirtabuana-curug-gandong-sumedang.html#comment-form' title='31 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4301818042417684235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4301818042417684235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/curug-tirtabuana-curug-gandong-sumedang.html' title='Curug Tirtabuana (Curug Gandong) Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtJRD39yaqlPQw7LR1uMIF8fPZP3oDAU2U1aNsPdfPthueMGSCgE1czlvxlEW83RGZdfKPlxvTsWR8rKA3GOML7GLwZUkzy98ODqlyoEz9AMTU_ozABgrCXb1Jd7_WXk0cLdJGw1Rvb8oQ/s72-c/Curug+Gandong+Tirtabuana+Sumedang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>31</thr:total><georss:featurename>Mulyajaya, Wado, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.9628768999999986 108.11025670000004</georss:point><georss:box>-6.9943998999999986 108.06991620000004 -6.9313538999999986 108.15059720000004</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-2605555962426725944</id><published>2019-01-11T18:44:00.002-08:00</published><updated>2019-05-25T01:22:37.680-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Wado"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata Air Terjun Sumedang"/><title type='text'>Curug Cilandak, Potensi Wisata Tersembunyi di Kecamatan Wado</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv7oiKCGywsa88YVmvyMPoKbUxgkK6yTcaodpRG0fL2VXshjyLOl9AU5l5t1DAusU8f-UhaDqGlLa6aAgZRgQaN_M-nWS0wQyXY9yI6xBsD65m5LtbZ34_TXU-QcTp8SNf8xK3LZezOLjW/s1600/Curug+Cilandak+Sumedang.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Curug Cilandak Sumedang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Curug Cilandak Sumedang&quot; height=&quot;560&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv7oiKCGywsa88YVmvyMPoKbUxgkK6yTcaodpRG0fL2VXshjyLOl9AU5l5t1DAusU8f-UhaDqGlLa6aAgZRgQaN_M-nWS0wQyXY9yI6xBsD65m5LtbZ34_TXU-QcTp8SNf8xK3LZezOLjW/s1600/Curug+Cilandak+Sumedang.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Curug Cilandak Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Curug Cilandak, Potensi Wisata Tersembunyi di Kecamatan Wado, Sumedang - Hari ini merupakan jadwal pekerjaan lapangan di salah satu desa di kecamatan wado, setelah berapa titik kami selesaikan menjelang siang, ada niat saya untuk mengajak beberapa rekan sesesama pendamping lapangan untuk mengunjungi salah satu Curug yg masih asing didengar oleh warga yg berada di desa cikareo Selatan,.. maupun warga kecamatan wado dan para pelancong yg memiliki hoby untuk mengunjungi air terjun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbekal dari obrolan ngopi bareng dengan kepala desa cikareo Selatan yang mengatakan bahwa di salah satu dusun tepatnya di Dusun Cilandak RT.02 RW. 04 terdapat Curug utama yang memiliki ketinggian sekitar 70 meter dan disekitarnya terdapat 2 Curug kecil lainnya yg tak kalah tinggi. Akhirnya kami ber 3 mencari tahu keberadaan Curug tersebut . Kebetulan searah dengan jalan pulang Dr titik akhir pertemuan kelompok.
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Curug Cilandak Sumedang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihK-xB6vvfzXa9-3LEQz75IpJEGEM7_zQgxaabI5yMa9I3mnikAIrH58Xd_ArQOIFyYnIgDbFrezW2AE1dyvksVUS6z42-B4jkhN97nKhLlOzTjOcJ3U7vISx8_MbRX5XdqcNC6H40gvVM/s1600/Curug+Cilandak+Sumedang+%25282%2529.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;



Curug Cilandak Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lokasi curug tersebut dapat d tempuh dengan 2 jalur&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jalur 1 (4 Km) jalur agak rusak berat dari kantor desa cikareo Selatan ke arah cimirun, Cibitung , lalu di pertigaan Cilandak kita ambil jalur kiri hingga mentok jalan tembok kecil ke pemukiman warga. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jalur kedua (12Km) dari desa cikareo Selatan (ujung jalan lingkar) menuju arah dusun sukanyiru desa Sukajadi, kemudian d perempatan .ambil arah Cilandak, (jalur mulus hotmik hingga sukanyiru ) &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tinggal pilih,.. jauh tapi nyaman,. dekat tapi sedikit menderita d jalan :)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;Ketika memasuki area Curug. Di lokasi agak sulit karena tidak ada petunjuk arah, Kebetulan ada bapak salah satu warga setempat yg rela mengantar kami ke lokasi ketika kami mengatakan ingin ke Curug Cilandak. Lokasi utama hanya bisa d tempuh dengan berjalan kaki sejauh 800 mter dari tempat kami menyimpan kendaraan melewati persawahan drainase air, Jalan setapak dan hutan bambu yg jalurnya agak tertutup dedauan krna jrng d lewati oleh penduduk.&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Curug Cilandak Sumedang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7BzV-LD0BBvBTPzThRglIoHDmyijr4b_9llp-4elLuvfBqzFSVi9h47l3AuEbTvRlcotz9EsZXz-5NVcWzjjde0lepLL04CtIOb31NQbP_bZHVZ3VdcBSmwL42_l1dKbaqnNHiBhCRiBH/s400/Curug+Cilandak+Sumedang+%25283%2529.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;





Curug Cilandak Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebetulan hari ini sangat licin krna kondisi jalan yg d guyur hujan deras bbrapa waktu sebelumnya, setelah berjalan +- 15 menit sampai lah d lokasi utama. D sana kita akan melihat bbrapa Curug yg ketinggiannya bervariatif , sayang saya tidak mendapatkan titik bidik foto yg baik d karenakan tebing tebingnya licin . Namun semua rasa lelah semua terbayarkan oleh hamparan indahnya air terjun yg jarang saya temukan d bbrapa tempat sebelumnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingin mencari wisata asri alam di Sumedang? Curug Cilandak salah satu pilihannya, tak perlu jauh , karena Alam sumedang kita begitu kaya dengan keindahannya. tinggal bagaimana kita menjaga dan melestarikan hingga keindahannya akan selalu terjaga.&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*Image &amp;amp; Post By Facebook &lt;a href=&quot;https://www.facebook.com/asep.sofian.129&quot;&gt;Asep Sofian&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/2605555962426725944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/curug-cilandak-potensi-wisata.html#comment-form' title='16 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/2605555962426725944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/2605555962426725944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/curug-cilandak-potensi-wisata.html' title='Curug Cilandak, Potensi Wisata Tersembunyi di Kecamatan Wado'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv7oiKCGywsa88YVmvyMPoKbUxgkK6yTcaodpRG0fL2VXshjyLOl9AU5l5t1DAusU8f-UhaDqGlLa6aAgZRgQaN_M-nWS0wQyXY9yI6xBsD65m5LtbZ34_TXU-QcTp8SNf8xK3LZezOLjW/s72-c/Curug+Cilandak+Sumedang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>16</thr:total><georss:featurename>South Cikareo, Wado, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.968717 108.0924708</georss:point><georss:box>-7.0002395 108.0521303 -6.9371944999999995 108.1328113</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-4005367823792453324</id><published>2019-01-01T18:28:00.002-08:00</published><updated>2019-05-31T20:09:05.716-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Parenting"/><title type='text'>Jika Si Kecil Bertanya Tentang Allah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJauj7jpSV3LFHTizFONHhqsNCibwblKgDPpBrq95NjOsg8P3OaX_Nh_hAO1yuSRufsKSUZcyzH0pb6QJvO9MDDe7TCOgVsxzsheTVoUhoQv-CDs1otn-UAzznppw1P_3fb-nUpYpm4fN/s1600/viren.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Jika Si Kecil Bertanya Tentang Allah&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;“Mah, Pah, Allah itu siapa sih?”, “Tuhan kita itu, Allah? Kenapa harus Allah?” Hmmm, pastinya Bunda atau Panda pernah kan dapat pertanyaan polos sejenis itu dari si kecil? Kadang, karena tak siap kita pun dibuat serba salah, agak bingung juga kan, kita memberi jawaban yang pas dengan naluri dan pola pikir si kecil?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, berikut ada sedikit tips nih bagaimana cara menjawab jika si kecil bertanya tentang Allah. Tentunya ini mah hanya contoh saja ya, dan bisa divariasikan juga lah kata-kata nya mah. Yuk kita mulai aza; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si kecil bertanya “Mah, Allah itu apa sih?” Jawab : Dek, Allah itu pencipta segalanya. Tanah, langit, bumi, matahari, laut, gurun, batu, kucing, tupai, kelinci. Semuanya, termasuk Papah, Mamah, Kakek, Enin, Om, pokoknya semua keluarga kita. Ucapkan ini sambil tersenyum manis namun tetap serius menatap mata anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si kecil bertanya “Mah, bentuk Allah itu seperti apa?&quot; Jawab : Dek, Adek tahu kan bentuk pohon, sungai, tupai, kucing, batu…semuanya. Nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan bentuk apapun yang pernah Adek lihat. Allah tidak sama dan tidak akan pernah sama dengan bentuk apapun. Ucapkan ini sambil tersenyum manis pada anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si kecil bertanya “Mah, kenapa kita tidak bisa melihat Allah?” Jawab : Dek, adek bisa gak lihat matahari secara langsung? Bisa ya? Tapi mata adek bakal sakit, kan? Gak bisa lama-lama kan lihatnya? Nah, melihat beberapa makhluknya saja kita tidak sanggup, apalagi melihat Allah yang Maha Agung? (dengan balik bertanya dan memberi perumpamaan, ini akan melatih anak berpikir dan mengilustrasikan) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si kecil bertanya “Mah, kenapa kita harus shalat dan beribadah Allah&quot; Jawab : “Dek, kita shalat, berdoa, dan beribadah pada Allah itu sebagai bentuk syukur karena Allah telah banyak memberikan kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernafas menghirup udara, bebas, gratis lagi, ya kan? Di halaman ada banyak pohon buah yang buahnya bisa kita petik, rasanya enak dan manis. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk dimakan, ada ikan hias untuk akuarium, dan lainnya. Pokoknya semua menyenangkan buat kita. Nah, kalau Adek gak sholat, gak ibadah dan gak berdoa sama Allah ya Adek yang rugi. Kayak Adek sekolah dikasih ilmu sama Bu Guru, tapi Adek gak nurut sama bu guru, terus ga belajar. Nanti raport Adek merah semua, Adek jadi gak naik kelas, sedangkan Bu Guru mah ya tetap aja jadi Bu Guru, gak rugi. Jadi adek yang rugi. (bisa juga diberi perumpamaan lainnya). Yang perlu diingat nih, usahakan usahakan jangan menjawab : “Kalau adik gak sholat gak ibadah sama Allah, nanti Adek masuk neraka!” atau “Kalau Adek rajin shalat rajin ibadah sama Allah, nanti masuk surga!”. Kenapa tidak boleh menjawab demikian? Karena nanti bisa saja hal seperti ini membentuk paradigma pamrih dalam ibadah, pada si kecil. Ditakutkan nanti dianya jadi gak ikhlas sholat dan lainnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin cukup sekian dulu deh tips Jika si kecil bertanya tentang Allah nya. Pastinya jawabannya mah bisa variatif dan dikondisikan lha yaa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Jika Si Kecil Bertanya Tentang Allah&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJauj7jpSV3LFHTizFONHhqsNCibwblKgDPpBrq95NjOsg8P3OaX_Nh_hAO1yuSRufsKSUZcyzH0pb6QJvO9MDDe7TCOgVsxzsheTVoUhoQv-CDs1otn-UAzznppw1P_3fb-nUpYpm4fN/s1600/viren.jpg&quot; width=&quot;250&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;

Viren, Idul Fitri Lalu &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/4005367823792453324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/jika-si-kecil-bertanya-tentang-allah.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4005367823792453324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/4005367823792453324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2019/01/jika-si-kecil-bertanya-tentang-allah.html' title='Jika Si Kecil Bertanya Tentang Allah'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzJauj7jpSV3LFHTizFONHhqsNCibwblKgDPpBrq95NjOsg8P3OaX_Nh_hAO1yuSRufsKSUZcyzH0pb6QJvO9MDDe7TCOgVsxzsheTVoUhoQv-CDs1otn-UAzznppw1P_3fb-nUpYpm4fN/s72-c/viren.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>12</thr:total><georss:featurename>Cimalaka, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.8025186999999994 107.9413323</georss:point><georss:box>-6.9286546999999992 107.7799708 -6.6763827 108.1026938</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-5210241281171807563</id><published>2018-12-17T18:23:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:27:14.578-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikan Hias &amp; Aquascape"/><title type='text'>Tanaman Darat Untuk Aquascape, Melati Air</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwQ8CbKgSwmZlAcmAm21paRh5E7U7XgKySNF7Kal_u9e-9LGXR1NmjpAR9FLhb7_jcfGnhO4Hbb6zGd4Out92I4QkLTT49P2ijRuPAgnSohMmMiDiIt3gdUoBhAf7QSHgFHb8mRI4I3Evl/s1600/Bunga+Tanaman+Melati+Air.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Tanaman Darat Untuk Aquascape, Melati Air&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;
“Melatiii…melatiii, harum dan mewangi. Berseri…berseriii, di setiap hari…” Yeh malah nyanyi, hehe. Selamat pagi siang sore malam sahabat semua, khususnya para aquascaper sekalian, lebih khususnya lagi bagi para aquascaper yang masih suka coba-coba mengaplikasikan  tanaman darat di aquascapenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, pada artikel kali ini saya akan coba mengulas lagi salah satu tanaman darat yang bisa digunakan atau diaplikasikan dalam aquascape, melati air namanya. Sebentar, hanya karena namanya melati air bukan berarti pohon melati ini hidup di air lho ya! Tanaman ini hidup di darat, adapun kata “air” ditambahkan mungkin karena ia bisa hidup di tanah/tempat yang tergenang, bahkan ia memang suka untuk hidup di tanah yang tergenang atau water addict. Tapi kalaupun tanahnya kering, ia masih tetap bisa hidup, bandel dan kuat banget ini tanamannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Tanaman Darat Untuk Aquascape, Melati Air&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwQ8CbKgSwmZlAcmAm21paRh5E7U7XgKySNF7Kal_u9e-9LGXR1NmjpAR9FLhb7_jcfGnhO4Hbb6zGd4Out92I4QkLTT49P2ijRuPAgnSohMmMiDiIt3gdUoBhAf7QSHgFHb8mRI4I3Evl/s1600/Bunga+Tanaman+Melati+Air.jpg&quot; width=&quot;350&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Bunga Melati Air (img by bukalapak.com) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bunga Melati Air yang mempunyai nama latin Echinodorus Paleafolius ini bunganya memang sangat mirip dengan bunga melati, berbentuk putih kecil dengan kelopak dan bunga-bunga yang bergerombol. Dulu di sekitaran rumah saya ada banyak sekali bunga ini, tapi sekarang sudah tidak ada lagi, jadi saya pinjam pict dari sumber lain untuk ilustrasi di post ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah, dulu waktu masih banyak pohon melati air di sekitaran rumah, saya pernah beberapa kali coba mengaplikasikan pohon berdaun oval bulat ini pada aquascape, hasilnya, sukses! Hebat, tanaman melati air ini sama sekali tak mati ketika ditanam rendam dalam air, bahkan ketika hal itu dilakukan tanpa proses pengadaptasian sebelumnya, dari emersed ke submersed.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara fisik, tanaman ini langsung berubah secara berangsur ketika kita coba meletakkannya di dalam aquascape. Dimana batang dan daunnya yang kasar kaku juga sedikit berbulu di fase tanaman darat, akan sedikit melemas ketika ia sudah terendam beberapa hari. Lapisan lilin di muka daunnya juga sepertinya perlahan menghilang karena ia akan terlihat menyatu dengan air, seperti tanaman air lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oh ya, kalau mau coba mengaplikasikan melati air ini di aquascape, pilihnya yang masih anakan ya, jangan yang indukan atau dewasa. Melati air yang sudah dewasa kan gede banget itu tanamannya! Gak akan muat di tank, hehe. Dan karena yang dipilih adalah anakannya, ya otomatis pasti tidak memiliki bunga. Jadi jangan harap ada bunga-bunga melati bermekaran di aquascape sobat. Anakan melati air ini bisa kita dapatkan persis di sulur-sulur bunga nya. Seperti bisa dilihat dalam pict di atas. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah dikondisi tanam kan ke submersed, dalam beberapa hari akar anakan melati air akan merambat dan menancap kuat di gravel atau pasir malang yang kita gunakan untuk dasar aquascape. Dan, melati air ini akan menumbuhkan daun baru yang bisa tumbuh dengan cepat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sayangnya nih, yang saya kurang suka ketika menggunakan melati air ini di aquascape adalah, ia tidak tumbuh ke samping, tapi ke atas…nah loh, maksudnya gimana? Orang tumbuh kan bener ke atas ya, bukan ke samping! Lah kok jadi jadi kayak iklan ya :D&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi maksudnya gini, jadi ketika ditanam di dalam air (aquascape), dia ternyata tumbuhnya tetap mengejar bentuk emersed, bentuk tanaman darat. Daun-daun yang semula sudah ada ketika mulai ditanam, memang tidak mati, tapi dia juga tidak tumbuh. Misal jika saat tanam daunnya ada enam lembar sebesar lingkar sendok obat, ya segitu aja terus, tidak akan bertambah dan juga tidak berkurang. Kalau hanya sampai di situ, itu justru bagus kan, melati air ini kesannya bakal jadi seperti tanaman air yang lambat tumbuh dan bikin layout aquascape awet plus minim trimming.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah, lalu apa yang membuat saya kurang sreg menggunakan tanaman ini di aquascape walaupun dia bandel dan tak mudah mati? Karena selanjutnya, yang bikin rusak pemandangan menurut saya adalah, tunas daun barunya! Ya, karena dia akan terus tumbuh ngacir ke atas, menembus permukaan air.  Bukan hanya satu, tapi dua, tiga, bahkan empat tunas daun baru bisa tumbuh sekaligus dengan kondisi demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau sudah begitu, kalau tunas barunya sudah ngacir ke atas, daun melati air ini akan terlihat tidak kompak, baik dengan daun melati air yang sudah ada sebelumnya (awal tanam) maupun dengan ekosistem sekitarnya. Apalagi, ukuran anakan melati air ini cocoknya ditempatkan di daerah midground atau tengah. Jadi gak indah kan, kalau tanaman di tengah aquascape tumbuh ngacir ke atas bak sapu lidi?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nah, mungkin cukup sekian ulasan mengenai tanaman darat yang bisa dipakai untuk aquascape, melati air ini. Bagaimana, tertarik untuk mencoba mengaplikasikan melati air ini di aquascape, sobat?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/5210241281171807563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/tanaman-darat-untuk-aquascape-melati-air.html#comment-form' title='17 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5210241281171807563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5210241281171807563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/tanaman-darat-untuk-aquascape-melati-air.html' title='Tanaman Darat Untuk Aquascape, Melati Air'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwQ8CbKgSwmZlAcmAm21paRh5E7U7XgKySNF7Kal_u9e-9LGXR1NmjpAR9FLhb7_jcfGnhO4Hbb6zGd4Out92I4QkLTT49P2ijRuPAgnSohMmMiDiIt3gdUoBhAf7QSHgFHb8mRI4I3Evl/s72-c/Bunga+Tanaman+Melati+Air.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-957883563373136167</id><published>2018-12-06T19:05:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T23:50:01.337-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Bu Guru"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner Tradisional"/><title type='text'>Cara Membuat Bubur Putih Polos</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhio-81zL_WcgNbBYxZ5_eobey7wibdiZvJaYRB6I-eNPca2oHE8uZigkkI3szosorTPRzF4cm_-_E1KW3EUaNCZjVVMamwxdWO_IuUd9lvLZG-Drv8jSkUuhGYWOJnhlwkge3HoEpraknm/s1600/bubur+polos.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Cara Membuat Bubur Putih Polos&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Cara Membuat Bubur Putih Polos&quot; height=&quot;250&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhio-81zL_WcgNbBYxZ5_eobey7wibdiZvJaYRB6I-eNPca2oHE8uZigkkI3szosorTPRzF4cm_-_E1KW3EUaNCZjVVMamwxdWO_IuUd9lvLZG-Drv8jSkUuhGYWOJnhlwkge3HoEpraknm/s1600/bubur+polos.jpg&quot; width=&quot;250&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Bubur putih polos (id.openrice.com) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara membuat bubur putih polos? Buat apa nulis yang seperti ini? Toh semua orang pasti bisa, hhe. Bukan apa-apa, bagi yang belum tahu sama sekali, dalam keadaan darurat, bisa aja kan mencari hal ini di internet? Membuat bubur putih polos. Bukan mustahil, suami saya sendiri yang mengalaminya kemarin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ceritanya, beliau sedang berkunjung ke rumah orang tuanya, tanpa saya. Suami saya itu gak bisa masak yang lain kecuali telor ceplok, telor dadar, telur oseng dan mie rebus/goreng, hhe. Nah, pas berkunjung ke rumah, tiba-tiba ibunya, mertua saya, sakit dan minta dibuatkan bubur putih polos.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wah, dia langsung bingung dong! Karena memang selama ini dia gak pernah masak atau membuat bubur, kecuali bubur instant. Itu pun dia bolak balik baca gimana cara penyajiannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari situlah, rasanya saya memang perlu menulis ini. Karena suami saya pun waktu itu langsung surfing ke dunia maya mencari tahu gimana caranya membuat bubur putih polos, haha. Mungkin dia malu waktu itu gak langsung tanya/telp ke saya hhe.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Baiklah kita langsung aja ya, berikut cara membuat bubur putih polos. Bahan utamanya hanya dua, beras dan air bersih. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Siapkan beras yang sudah dicuci bersih &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Didihkan air. Jumlah air yang dididihkan/dimasak adalah tiga kali lipat dari jumlah beras yang disiapkan. Misal jika beras yang akan dimasak menjadi bubur adalah satu cangkir, maka air yang dididihkan/dimasak adalah tiga cangkir. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah air mendidih, masukan beras. Untuk bumbu, bisa dimasukkan sedikit garam agar rasa buburnya tidak terlalu hambar. Bisa juga ditambahkan sekira dua lembar daun salam agar buburnya wangi. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terus aduk hingga beras mengembang, dan mengental menjadi bubur. Jangan berhenti mengaduk, sebab jika didiamkan bagian bawah akan gosong/mengerak dan menjadikan rasa buburnya aneh. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disarankan agar nyala api sedikit dikecilkan ketika mengaduk, agar buburnya matang merata dan mengurangi kemungkinan bubur mengerak di bagian bawah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika bubur yang sudah jadi terlalu kental, bisa ditambahkan lagi air masak dan terus aduk sampai keenceran bubur dirasa pas. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mungkin cukup sekian tips membuat bubur putih polos. Selamat mencoba :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Note : Post ini sepertinya cuitan istri saya yang saya temukan terpendam cukup lama, mengendap di draft sejak tahun 2015 dan tidak pernah diterbitkan.  Jadi saya terbitkan sekarang aja dah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/957883563373136167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/cara-membuat-bubur-putih-polos.html#comment-form' title='28 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/957883563373136167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/957883563373136167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/cara-membuat-bubur-putih-polos.html' title='Cara Membuat Bubur Putih Polos'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhio-81zL_WcgNbBYxZ5_eobey7wibdiZvJaYRB6I-eNPca2oHE8uZigkkI3szosorTPRzF4cm_-_E1KW3EUaNCZjVVMamwxdWO_IuUd9lvLZG-Drv8jSkUuhGYWOJnhlwkge3HoEpraknm/s72-c/bubur+polos.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>28</thr:total><georss:featurename>Licin, Cimalaka, Sumedang Regency, West Java, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.7944847 107.95022070000005</georss:point><georss:box>-6.8260187 107.90988020000005 -6.7629507 107.99056120000004</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-5451942180203935013</id><published>2018-12-02T19:15:00.000-08:00</published><updated>2019-06-27T19:17:47.387-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecamatan Cimalaka"/><title type='text'>Kantor Desa Cimuja, Kab. Sumedang</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRE5QdTBqpabiKOMRj4NOTvK-pfsuOzh6J2BBH3-SF8AOrh-vcAEnXn-IRinjzW4cD2dkvj5397i8Y7n-IR51h8IQVTcs_q83kuWTBgMJ4Q06qBpO1f08xzmZrPEzj0TmaTsUFmitbGyVe/s1600/5.+Kantor+Kepala+Desa+Cimuja.jpg&quot; alt=&quot;Kantor Desa Cimuja, Kab. Sumedang&quot;&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Kantor Desa Cimuja, Kab. Sumedang&quot; height=&quot;490&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRE5QdTBqpabiKOMRj4NOTvK-pfsuOzh6J2BBH3-SF8AOrh-vcAEnXn-IRinjzW4cD2dkvj5397i8Y7n-IR51h8IQVTcs_q83kuWTBgMJ4Q06qBpO1f08xzmZrPEzj0TmaTsUFmitbGyVe/s1600/5.+Kantor+Kepala+Desa+Cimuja.jpg&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Kantor Desa Cimuja, Kab. Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Desa Cimuja berada di wilayah administratif Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Adapun desa/kelurahan lainnya yang berada di lingkup Kecamatan Cimalaka adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cibeureum Kulon&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cikole&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cimalaka&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Cibeureum Wetan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Citimun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Galudra&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Licin&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Mandalaherang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Naluk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Nyalindung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Padasari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Serang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Desa Trunamanggala&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Cimuja adalah sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Lokasinya berada di bagian paling selatan wilayah kecamatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Sumedang Utara dan Kecamatan Cisarua. Wilayah Desa Cimuja berada di wilayah perlintasan jalan raya yang menghubungkan kota Sumedang dengan Cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara geografis, wilayah Desa Cimuja berbatasan langsung demgan wilayah-wilayah sebagai berikut : Desa Galudra dan Desa Serang di sebelah utara, Desa Cisalak Kecamatan Cisarua di sebelah timur, Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, serta Desa Rancamulya dan Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara. Secara administratif, Desa Cimuja terbagi ke dalam tiga buah dusun yaitu Dusun Cimuja, Dusun Badama dan Dusun Pasanggrahan. Sementara jumlah Rukun Warga dan Rukun Tetangga masing-masing sejumlah enam RW dan 15 RT.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi sobat yang ingin menambahkan informasi lainnya tentang Desa Cimuja, Kecamatan Cimalaka, bisa menyampaikannya di kolom komentar, terimakasih.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/5451942180203935013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/kantor-desa-cimuja-kab-sumedang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5451942180203935013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/5451942180203935013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/12/kantor-desa-cimuja-kab-sumedang.html' title='Kantor Desa Cimuja, Kab. Sumedang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRE5QdTBqpabiKOMRj4NOTvK-pfsuOzh6J2BBH3-SF8AOrh-vcAEnXn-IRinjzW4cD2dkvj5397i8Y7n-IR51h8IQVTcs_q83kuWTBgMJ4Q06qBpO1f08xzmZrPEzj0TmaTsUFmitbGyVe/s72-c/5.+Kantor+Kepala+Desa+Cimuja.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-234076728757280390</id><published>2018-11-29T18:33:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:28:01.560-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Catatan Panwaslu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Opini"/><title type='text'>Aku Memilih Janda</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2W6RKn67itMACjehDNfHZptrLP8gBdXS6ZCRCTMnR8H3eWqZx1fdqXuDDfk4fOIvTlt9I3wqZqllMmMcy9dpYTn5vQyjlu7uwWpYuJZQGavMqqVE-nFum4BX21G6dOZTC0A342UNrPf4/s1600/pengawasan+rakernis.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Aku Memilih Janda&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;



&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Aku Memilih Janda&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2W6RKn67itMACjehDNfHZptrLP8gBdXS6ZCRCTMnR8H3eWqZx1fdqXuDDfk4fOIvTlt9I3wqZqllMmMcy9dpYTn5vQyjlu7uwWpYuJZQGavMqqVE-nFum4BX21G6dOZTC0A342UNrPf4/s1600/pengawasan+rakernis.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Rapat Kerja Teknis Pengawasan DPTHP dan Bahan Kampanye Peserta Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Sumedang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Sebentar lagi kita akan melaksanakan perekrutan Pengawas TPS. Saya mau tanya, misal kalau ada dua orang perempuan mendaftar, yang satu, parasnya cantiiikk banget, tapi sudah punya suami. Dan yang satunya lagi, parasnya biasa saja, tapi janda. Kalau situasinya seperti itu, mana yang akan Anda pilih untuk direkrut?&quot; Ketua Bawaslu Propinsi, Bapak Wasikin Marzuki bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para hadirin terdiam sejenak, dalam sekali sepertinya semua berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kok gak jawab? Saya tanya sekali lagi, mana yang lebih pantas? Pilihan bakal dijatuhkan ke yang mana?&quot; Sahut Pak Wasikin lagi.&lt;br /&gt;
Dan mulai terdengar jawaban dari hadirin, jawabnya ragu tak begitu nyaring. &quot;Yang jandaa...&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Lha kok ragu gitu jawabnya, gak kompak pula. Yang tegas dan jelas dong jawabnya, mana yang bakal dipilih?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bapak-bapak hadirin pun langsung serentak semua menjawab lebih keras; &quot;Yang Jandaaaaaa!!!!&quot;. Jawab nyaring itu terdengar berseling dengan cekikik yang coba ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar itu, Ketua Bawaslu Propinsi sontak langsung nyeletuk;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Yeeh, gimana sih?! Yang pantas dipilih, yang pantas direkrut itu yaaaa...yang memenuhi persayaratan lah! Kok malah jawab janda! Hmmmmm ketauan ini mah, kemana arah pikirannya! Hahaha,&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Jiahhh!! Hahaha!&quot; Dan hadirin peserta rapat pun serentak riuh rendah menepuk jidat, nyaring tertawa semua. Menertawakan diri sendiri tentunya, yang kecele...hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, karena semua masuk perangkap pertanyaan, milih perempuan yang sudah bersuami, atau yang janda? Ehem, ini dalam hal rekrutmen Pengawas TPS di pemilihan Presiden dan Pileg nanti lho ya! Jangan kemana-mana mikirnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, bapak Ketua Bawaslu Propinsi Jawa Barat memang dikenal suka bercanda. Hebatnya, tiap candaannya bak anak panah yang melesat membawa materi yang langsung bisa tertancap dan meresap masuk ke kepala para audiens-nya. Suasana rakernis selalu segar jika beliau yang membawakan materi, jauh lah dari kata boring dan ngantuk-ngantuk. Adapun materi dalam canda di atas tentu hanya secuil saja dari apa yang beliau sampaikan pada &quot;Rapat Kerja Teknis Pengawasan DPTHP dan Bahan Kampanye Peserta Pemilu Tahun 2019 di Kabupaten Sumedang&quot; di hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan bagi saya pribadi, pertanyaan ringan yang kala itu agak &quot;sulit&quot; untuk dijawab dengan benar itu sedikitnya menyentil salah satu sisi diri, karena saya juga ikutan menjawab &quot;janda&quot;, saya ikutan memilih &quot;janda&quot;, haha. Eits tapi itu bukan tanpa alasan lho ya. Ya, saya kira hadirin yang hampir semua menjawab &quot;janda&quot; juga, menjawab demikian bukan tanpa pertimbangan. Semua pastinya sudah coba mencerna pilihan dalam waktu sekejap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena seperti dalam perekrutan personil pengawas pemilu sebelumnya mulai dari Sekretariat, Pengawas Kelurahan/Desa, sampai Pengawas TPS, saya selaku staf Panwas juga tentunya ikut mencermati. Dimana setelah dilantik, dari seluruh proses yang dilewati dalam pekerjaan, hal yang hampir selalu jadi batu sandungan salah satunya adalah...pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana tidak, menjadi salah satu personil pengawas pemilu haruslah bersedia bekerja penuh waktu, harus stay, bersedia, siap 1 x 24 jam jika diperlukan, tak ada hari libur karena apa yang terjadi di lapangan begitu dinamis tiap detik dan menitnya. Apalagi, sekarang pemilu sudah di depan mata dan sedang hangat-hangatnya, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi pengawas pemilu bukanlah pekerjaan, tapi pengabdian, kami menanamkan dalam-dalam kalimat itu di benak masing-masing. Nah, kita mungkin saja bisa...mungkin kita fine-fine saja walau harus siaga 1 x 24 jam, lha pasangan kita bagaimana? Saya sendiri dulu waktu masih jadi Operator Keuangan, bukan sekali dua kali bertengkar dengan istri karena hal ini, karena jam kerja yang penuh waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, waktu buat pekerjaan begitu besar, begitu panjang, begitu lama, sampai mencomot porsi waktu buat keluarga. Pernah suatu ketika waktu jadi jadi Operator Keuangan, saya makan, mandi, tidur, semua di sekre, lha waktu buat keluarganya mana? Jadi, ini harus benar-benar dikomunikasikan baik-baik dengan pasangan. Noh, udah benar-benar, harus baik-baik pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali lagi ke dua pilihan di atas. Nhaa, ini lah yang membuat saya menjatuhkan pilihan pada seseorang yang dalam hal ini, tidak/belum mempunyai pasangan lagi. Untuk meminimalisir konflik lah tentunya. Karena meski masa bakti Pengawas TPS hanya sekitar satu bulan, tapi tetap yang bersangkutan harus siap siaga 1 x 24 jam setiap harinya. Bisa saja sedang makan, sedang tidur, sedang berlibur, sedang sibuk apalah gitu, tiba-tiba dipanggil harus merapat ke Sekretariat. Agak ribet kan, kalau yang bersangkutan tidak bisa mengkomunikasikan hal tersebut pada pasangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pun, tentunya pilihan ini juga dijatuhkan setelah ada penilaian secara objektif lha ya, persis seperti apa yang Bapak Ketua Bawaslu Propinsi Jabar bilang. Jadi nggak ujug-ujug. Jika beliau sang janda jadi yang terbaik dalam berbagai aspek, pun juga telah memenuhi semua persyaratan umum menjadi PTPS, ya kenapa enggak, kan. Dan kelebihan beliau yang tidak/belum mempunyai pasangan lagi itu, ya nantinya bisa lebih bebas dalam kerjanya, jadi bisa lebih tumakninah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udah, gitu aja deh pembelaan saya mah. Istri saya mah jangan sampai tau dih, kalau waktu itu saya ikutan milih janda, mestiii dijelasin panjang lebar nantinya supaya tak ada piring dan gelas yang melayang.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/234076728757280390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/aku-memilih-janda.html#comment-form' title='36 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/234076728757280390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/234076728757280390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/aku-memilih-janda.html' title='Aku Memilih Janda'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2W6RKn67itMACjehDNfHZptrLP8gBdXS6ZCRCTMnR8H3eWqZx1fdqXuDDfk4fOIvTlt9I3wqZqllMmMcy9dpYTn5vQyjlu7uwWpYuJZQGavMqqVE-nFum4BX21G6dOZTC0A342UNrPf4/s72-c/pengawasan+rakernis.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>36</thr:total><georss:featurename>Jl. Tanjungkerta, Citimun, Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45353, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.7861373999999994 107.93059319999998</georss:point><georss:box>-6.7871228999999991 107.92933269999997 -6.7851519 107.93185369999998</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-3590512387759082810</id><published>2018-11-26T17:55:00.001-08:00</published><updated>2019-05-16T20:58:16.285-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hobi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikan Hias &amp; Aquascape"/><title type='text'>Tanaman Darat Untuk Aquascape, Sejenis Paku</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Hmmm, tanaman darat apa lagi ya yang kira-kira bisa dipakai buat mempercantik aquascape?&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu gumam saya dulu, duluuu sekali waktu masih suka bereksperiman menggunakan tanaman darat untuk aquascape. Tanaman apa saja saya coba, ada yang berhasil, dan yang gatot tentunya lebih banyak, haha. Yha iya lah toh klasifikasi tanaman darat dan air kan pastinya beda ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ternyata, ada juga lho yang berhasil, ada juga tanaman darat yang ternyata bisa bertahan cukup lama dalam aquascape, tanpa proses panjang menyesuaikan dari emersed ke submersed. Proses adaptasinya keren. Nah dari beberapa tanaman darat yang saya coba aplikasikan di aquascape, salah satu yang bisa bertahan adalah sejeis tanaman paku (yang saya kurang tahu nama jenis paku nya) seperti yang bisa dilihat dalam video berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video ini adalah video lama yang saya upload di youtube, sekitar setahun lalu dan sudah ribuan kali dilihat oleh pemirsa. Oh ya bagi sobat yang pernah berkunjung ke channel youtube saya dan berkomentar di sana, maaf ya kalau komentarnya jarang saya balas, soalnya saya kurang aktif neh kalau di youtube. Sekarang, yuk, cus langsung kita lihat saja videonya&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-youtube data-videoid=&quot;WbEfsCzCh14&quot; height=&quot;270&quot; layout=&quot;responsive&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/amp-youtube&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/3590512387759082810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/tanaman-darat-untuk-aquascape-sejenis.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3590512387759082810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3590512387759082810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/tanaman-darat-untuk-aquascape-sejenis.html' title='Tanaman Darat Untuk Aquascape, Sejenis Paku'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total><georss:featurename>Jl. Tanjungkerta, Citimun, Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45353, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.7861373999999994 107.93059319999998</georss:point><georss:box>-6.7871228999999991 107.92933269999997 -6.7851519 107.93185369999998</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-3893481386690770322</id><published>2018-11-15T18:17:00.000-08:00</published><updated>2019-05-25T01:29:12.318-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reuni"/><title type='text'>Ketua KPUD Sumedang : “Ieu Mah Gurat Leungeun!”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Wiih, kang Ogi...mantul euy!”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Ahhh...biasa aja ini mah,”&lt;/div&gt;
&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheN4tP8BrIjkBJUOB6oEFE480Zos55DTyF8RjKVBfLf_bi9ZhyphenhyphenTC3JK_27CxA_SoSEUe49BmxxMzWRaY44HfuufVdnbLC9t7bQmALDGeRmRTVWrR45caSLNDJrEj7B4d-7KFLlF0Nye6iU/s1600/3.+KPU.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Ketua KPUD Sumedang : “Ieu Mah Gurat Leungeun!”&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;


&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Puk...puk...puk, dalam peluk yang saling menepuk bahu, kita mulai bercengkrama. Duduklah kita di nyaman ruangan sang pejabat. Sofa luas nan empuk, AC, TV berlayar lebar (layar pantau cctv deng tepatnya, haha) membuat saya serasa jadi tamu penting yang  sedang mengunjungi orang penting.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya yang tamu penting, memang bukan. Tapi beliau yang orang penting, memang iya. Tadi di atas saya sudah sebut “pejabat”, kan? What? Pejabat?! Iya brow! Beliau yang saya kunjungi ini adalah seorang pejabat teras KPUD Sumedang, Ketua KPUD Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi. Saya berkesempatan mengunjungi beliau bulan September lalu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terus kalok gitu, kenapa itu nyapanya manggil nama doang bukannya manggil “Pak”? Ah, tak apa lah ya, toh kita ketemu dalam suasana non formal. Kalau ketemunya pas lagi acara formal mah, mungkin saya harus nunduk-nunduk tuh, pas ketemu beliau.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;





&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Ketua KPUD Sumedang : “Ieu Mah Gurat Leungeun!”&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheN4tP8BrIjkBJUOB6oEFE480Zos55DTyF8RjKVBfLf_bi9ZhyphenhyphenTC3JK_27CxA_SoSEUe49BmxxMzWRaY44HfuufVdnbLC9t7bQmALDGeRmRTVWrR45caSLNDJrEj7B4d-7KFLlF0Nye6iU/s1600/3.+KPU.jpg&quot; width=&quot;550&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;





Bersama Ketua KPUD Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi, di Ruangan Ketua KPU &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lanjut...duduk di sofa, kita tak hanya berdua. Sebelum kedatangan saya, sudah ada dua orang lain di ruangan Pak Ogi ini. Beliau-beliau adalah; seorang Komisioner dari Panwaslu Kecamatan Jatinangor, dan seorang lagi adalah Komisioner KPUD (rekan kerja pak Ogi) yang juga mantan Komisioner Panwaslu Kecamatan Cimanggung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Haduh, sebentaran mah asa jadi rada ciut juga ini muka! Kebayang gak, yang satu Pak Ogi Ahmad Fauzi Ketua KPUD Sumedang, dan dua lainnya adalah Komisoner KPUD dan Komisioner Panwaslu Kecamatan. Sedang saya...hanyalah seorang staf Panwascam! Hwaa, barang sebentaran mah serasa jadi bubuk rengginang dah!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pak Ogi Ahmad Fauzi (kalau mau tau embel-embel gelarnya cari saja di koran-koran Sumedang, atau pantengin siaran TVRI, pasti sudah banyak nama beliau tertera dalam berita di sana) Ketua KPUD Sumedang ini adalah teman kuliah saya dulu, waktu di strata 1. Jadi, wajar gak kalau di sepersekian detik saya merasa minder pas ketemu beliau? Lha saya yang orang Sumedang kota, yang setiap harinya ngajejentul di Sumedang aja gini-gini bae! Nah beliau yang dari Sumedang pasisian dan lebih banyak beraktifitas di Bandung,  tiba-tiba, ujug-ujug, tau-tau, plek! jadi Ketua KPU Sumedang. Beliau sekarang jadi pejabat yang kalau mau ketemu kudu bikin janji dulu sebelumnya. Aku terkagum...aku terkagum...&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untunglah beliau-beliau tiga orang pejabat yang ada di depan saya itu cepat mengangkat moral saya kembali. See?? Keren kan? Benar-benar seorang pemimpin! Sampai jadinya ciut yang saya alami bukan karena minder, tapi karena bangga, kagum. Saya yang mulanya cameot seperti kucing kesiram air timba, jadi tak segan lagi tuk menengadah muka, dan mulai berbaur sapa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ditemani mulut-mulut yang tak henti mengunyah beragam camilan yang terhidang di luas meja, lanjut ngobrol lah kita seperti biasa, seperti teman sekolah, teman kuliah, teman sebaya pada umumnya yang pernah saling cie cie pada masanya. Ya, karena setelah brol ngobrol lebih jauh, saya mulai tahu bahwa beliau-beliau dua orang Komisioner yang ada di situ, juga ternyata masih satu almamater dengan saya dan Pak Ogi. Jadi ya...kita gak canggung lagi dah ngobrolnya. Nostalgia lah kita tentang kuliah, sekolah, kerjaan, dan...ehm...tentang ceweklah pastinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Okey, selepas lulus kuliah saya memang belum pernah bersua kembali dengan Pak Ogi ini. Baru sekarang setelah beliau jadi Ketua KPUD kita ketemu lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa dulu gak pernah ada reuni kelas? Reuni angkatan? Kok sampe belum pernah ketemu lagi gitu? Reuni mah ada kali brow, cuma saya nya aja yang gak pernah ikutan, hehe. Cuma reuni-reuni super kecil macam gini yang sejauh ini bisa saya lakukan. Kalau tau ada temen ke Sumedang mah pasti saya kejar tuh, buat ketemu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oh ya ngomong-ngomong tentang reuni kecil, sebetulnya sudah beberapa kali saya bertemu dengan teman lama, baik itu teman sekolah, teman kuliah, dan lainnya, yang sayangnya tak pernah saya catat di web personal ini. Karenanya mulai saat ini saya membuat tag baru, “reuni”,  di web ini untuk menceritakan pengalaman bertemu kawan lama. Karena ketika bersua dengan mereka setelah sekian lama, pasti ada saja pelajaran yang bisa ditarik, bukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti saat saya bertemu dengan Pak Ogi ini. Saya dan dua Komisioner terus bertanya tentang gelegar prestasinya, menjadi pucuk pimpinan KPUD. “Kok bisa, Kang? Kok bisa?” “Kok bisa?” “Kok bisa?” terus saja kita bertanya tentang hal yang sama, kok bisa, bagaimana jalannya, bagaimana ceritanya, bagaimana caranya, Pak Ogi ini bisa lakukan lompatan sejauh itu di usia yang relative masih muda. Dan dengan bijaknya beliau menjawab;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Mungkin ini mah sudah jalannya saja, sudah takdirnya. Ceuk kolot mah, geus gurat leungeun!” Yah, kalau udah ada jawaban model gitu mah, ya kita mau berondong sama pertanyaan apa lagi? udah terkunci jadinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang menarik, sebelum sampai ke pertanyaan “kok bisa?” “kok bisa?”, kan kita flashback dulu tuh pengalalaman kerja kita di masa lalu, dalam nostalgia. Dan dalam nostalgia itu didapati cerita bahwa ternyata kita (saya dan Pak Ogi) dulu riwayat kerjanya kayak kucing-kucingan, cuma di awal-awal lulus kuliah aja yang enggak…Kebayang teu maksudna?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai gambaran, gini nih maksudnya; setelah lulus kuliah, saya kerja di Kalimantan dan Pak Ogi ini mulai kerja di Bandung. Setelah lepas kontrak di Kalimantan, saya kerja di Ciamis, “Lha waktu itu tu aku juga kerja di Banjar lho!” tukas Pak Ogi, nah berarti waktu itu kita deketan kan, tempat kerjanya?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu, selepas dari Ciamis, saya merantau lagi kerja di Lumajang dan Jember, “Yeh, tah pas tahun-tahun itu, aku juga kerja di Kediri, Kang Jey!” Nah loh, deketan lagi kan? Patutur-tutur lah kalau bahasa Sunda nya mah. Jadinya, asa jadi rada aneh aja gitu, kita dulu gak pernah ketemu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memang belum ada WA + grupnya sih waktu itu, di facebook juga, jarang rasanya kita share kegiatan lagi ada dimana, lagi ada dimana, cem anak gaul dumay gitu. Ya intinya sih, kita gak saling tau kalau tempat kerja kita itu deketan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nha sekarang pun, ya tetep gak jauh-jauh amat (cuma tingkat jabatannya aja yang jauh bener). Malah sekarang kita sama-sama kerja di Sumedang, sama-sama kerja sebagai penyelenggara pemilu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi perbedaan soal strata jabatan ini mah ya wajar aja sih kayaknya, semenjak kuliah beliau dan saya memang beda jauh pembawaanya. Bisa dibilang bagai langit dan kerak bumi lah. Kalau beliau terbilang sebagai mahasiswa yang aktif dalam keorganisasian, saya sebaliknya, apatis abis, introvert pula. Gabung HMI juga saya malah tenggelem, nah beliau mah aktif bener kayaknya tuh, tarikan gas dalam organisasinya. Mantap kan jadinya. Lincah bener beliau mah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika beliau aktif di kelas, saya doyannya mojok sambil agresi pada beberapa orang gadis (dan gak pernah ada yang nerima). Ketika ditanya dosen, beliau lancar jawab dengan varian data yang ada di kepalanya, kalau saya...emh, ya gitulah, udah C Am Dm ke G, blabap blepep pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalau inget kesitu sih, suka nyesel juga kenapa dulu saya gak maksimalin potensi diri *plak!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lha iya, Pak Ogi yang gantengnya gak ketulungan aja gak pernah kok keliatan berlebihan ngurusin cewek, lha saya yang muka alakadarnya sok-sokan banget dah itu soal cewek, hheu. Sampai urusan akademik akhirnya belepotan, sama mentemen juga ada kerenggangan, gegara saya sibuknya carpacaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Betewe, gak begitu lama juga sih kita ngobrolnya kemarin, keburu kapegat magrib soalnya. Dan di akhir, berhubung kita kerjanya selalu kucing-kucingan, bercanda lah saya pada Pak Ogi ini;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Kang Ogi, dikau kan sekarang udah jadi Ketua, bisa atuh? Kali aja ada lowongan, kontrak aku di Panwas sebentar lagi abis nih,”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Yah, kita lihat aja nanti ya, kali aja ada jodohnya, ada GURAT LEUNGEUNNYA. Kalau emang kompeten kenapa enggak, kan?”. Ada sedikit penekanan, pada kata “garis tangan”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Whehehe, malu dah saya. Beliau benar-benar punya integritas dan tentu gak level lah, ngurusin yang begituan. Itu tadi jadi pertanyaan iseng yang benar-benar unfaedah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan, dari obralan-obrolan ringan itu saya bisa ngambil banyak pelajaran dari beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satunya, “Makanya kalau ada kesempatan sekolah, kalau ada kesempatan kuliah, kalau ada kesempatan jadi mahasiswa tuh, aktif lah! Jangan diem-diem bae! Lulus ya sama-sama lulus, cuma kedepannya bakal jadi pucuk atau jadi buluk, selain ridho Allah ya tergantung usaha dan kelincahan kita juga!” Gitu dah tuh saya marahi diri sendiri, waktu keluar ruangan Pak Ogi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oh ya, wal akhir, for your info aja nih karena masih banyak yang ketuker-tuker ngartiin Panwaslu/Bawaslu sama KPU. Kadang, ada juga yang nganggap bahwa Panwaslu dan KPUitu adalah sama. Itu salah telak, brow, tidak tepat pisan! Jadi gini, meski KPU dan Panwaslu/Bawaslu adalah sama-sama penyelenggara pemilu, keduanya memiliki tugas dan peran yang berbeda, tupoksi yang berbeda. Simpelnya, KPU yang menyelenggarakan pemilu, dan Panwaslu yang mengawasi pelaksanannya. Gitu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan kini Pak Ogi ada di sisi KPU, dan saya di sisi Panwaslu/Bawaslu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maka di akhir terbetiklah “Loe yang lakuin gwe yang liatin, yhaa!!”&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/3893481386690770322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/ketua-kpud-sumedang-ieu-mah-gurat.html#comment-form' title='40 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3893481386690770322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/3893481386690770322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/ketua-kpud-sumedang-ieu-mah-gurat.html' title='Ketua KPUD Sumedang : “Ieu Mah Gurat Leungeun!”'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheN4tP8BrIjkBJUOB6oEFE480Zos55DTyF8RjKVBfLf_bi9ZhyphenhyphenTC3JK_27CxA_SoSEUe49BmxxMzWRaY44HfuufVdnbLC9t7bQmALDGeRmRTVWrR45caSLNDJrEj7B4d-7KFLlF0Nye6iU/s72-c/3.+KPU.jpg&#39;" height="72" width="72"/><thr:total>40</thr:total><georss:featurename>Jalan Serma Muchtar No.98, Situ, Sumedang Utara, Situ, Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45323, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.8427798 107.91670799999997</georss:point><georss:box>-32.3648143 66.608113999999972 18.6792547 149.22530199999997</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-75994066281490172.post-8779514568947335644</id><published>2018-11-09T23:23:00.002-08:00</published><updated>2019-05-25T01:32:38.352-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bandung Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><title type='text'>Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang</title><content type='html'>&lt;noscript&gt;
 &lt;img src=&#39;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL6j73oP2sq1TfZi1gv2s3yO-nYu2f9b9rM0V1oqD5ggsoQb3Y9ZMmH-VnyDmXFAAbDNTHox21Hj4vhGZ0RnRVCJRGg53KziEVoyTG206F9YFjC0J-D0TtDzNxAyyo6rRDPUei6zEvnA_x/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25288%2529.jpg&#39; width=&#39;1280&#39; height=&#39;720&#39; alt=&#39;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&#39; /&gt;
&lt;/noscript&gt;




&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL6j73oP2sq1TfZi1gv2s3yO-nYu2f9b9rM0V1oqD5ggsoQb3Y9ZMmH-VnyDmXFAAbDNTHox21Hj4vhGZ0RnRVCJRGg53KziEVoyTG206F9YFjC0J-D0TtDzNxAyyo6rRDPUei6zEvnA_x/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25288%2529.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;




Berpose di Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;A, duduk A, kita topoto dulu,&quot; Hap, di lapang berumput sang emak bersila contohkan bagaimana sikap duduk seorang lelaki, jika tanpa kursi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan, hap, si bungsu pun langsung mengikuti. Tapi temen-temen si emak yang mau jepret foto malah cekikikan!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Lha, Vireen! Bukan gitu duduknya! Sila, Viren!&quot; --- &quot;Ayoh, ikutin Mamam gini duduknya,&quot; Bertubi emaknya beri intruksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi ya dasar bocah, dia malah senyum-senyum ketawa tak bergeming dari sikap duduknya semula, yang dianggap salah sama emaknya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWqhhTGQcwMk5aRNmqeMStiBfPLnclb_l_Nv4NdqfJQYCHa63uxtKoQquDfVJwVJYpyVxMEUb21gljIyx49a7XS62of8zNReuwqQK_M4CiddaIwcPpoTLQ5kPQ1861pl5H0DJxr6VbXkG4/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25289%2529.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;


Berpose di Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesalahan yang bikin lucu, emaknya ngajarin bersila, lha si jalu malah emok, hehe. Emaknya ngajarin duduk yang laki banget, dan si kecil malah memberontak dengan praktekkan duduk yang cewek banget. Tak apa lah ya, toh itu mengundang tawa dari semua. Anak yang baru dua tahun ini udah ngerti aja bagaimana cara mencandai ibunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itu hanya sekelumit saja keseruan libur kemarin di Grafika Cikole Lembang, Bandung Barat. Grafika Cikole Lembang, adalah kawasan wisata terpadu yang berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Dimana konsep wisatanya tentu mengedepankan sensasi pemandangan alam Bandung Barat yang sangat indah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terkenal juga dengan nama Terminal Wisata Grafika Cikole, ia berada di areal perbukitan seluas 9 hektar, dengan ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut. Kebayang dong gimana dingin-dingin suegernya tempat wisata ini? Apalagi tempatnya dikelilingi kawasan Wisata Hutan Pinus Pal 16 Cikole Lembang yang sangat rapat dan lebat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejuk hawa gunungnya, bikin betah deh. Dan kalau malam jangan ditanya segimana dinginnya. Kabarnya suhu di tempat ini kalau malam hari, bisa mencapai 5 derajat celcius! Wih, ampir bikin badan beku tuh! Tapi berkat itu juga lah tempat wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara, para pencari ketenangan, para pencari kesejukan yang sudah lelah dengan panas dan pengapnya kota *halah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terlebih, banyak sekali yang bisa kita lakukan di tempat wisata ini. Sekedar menikmati pemandangan nan sejuk, boleh. Mau outbound, bisa banget. Cekrek-cekrek buat prawed atau sekedar buat ramein timeline instagram, juga pastinya kece badai. Kalaupun kecapean atau kemaleman, ya tinggal nginep di lokasi, karena di sini lengkap juga sama penginapan kok, resto atau tempat makan apalagi :)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cus, berikut beberapa foto lain anak-anak dan emaknya ketika berlibur di Grafika Cikole Lembang;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfoQvTxiR82oZLPhPDc8JmJymisNPxkHR8uVasJ-jf7IuatlPHy9YV6A0hs8yMb9rHwzSacsDmv-Y2g2h7EnOdOf7Jzl-d5loJO3QKzltiH8SOigwbcUAKqX53nrJYzFQQ_V3uPf2XMnLl/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25281%2529.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUsWew7NVNT9mcbRH8K-evDux-PzkAYaCdCOdVwhneEy0kt6jNarXrwhGbOGfk9TRRHk5RKy89z2AY845ERY6Hx4WmEPT9If415pyIzZn9iO4oDKjmTFNk3cfYqkPSZpU0sLxjYOOUokTU/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25282%2529.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieVJNFvTuruWaN4ZkEHuvO0UZQmg6L8sJNLcDEFBjwA00LVh6VPzVe56LoKcTmInxHpzur5cSyT0XCxPseZ_aHsBkr3wXLOViGtMmnWzQB73sQwqXjWCo03j6dX1iUF_iVUvD0N0hYfzBT/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25283%2529.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfijFyBv_FtZtJbEa9Wm2Qp4-Z-qM6gNXkjklXJZvptwJ7p8mHmCvaBfn62Fv939-jqpT0Ry_VMsuBnKnn8cOeGm2_pH6UJE-Am9Xcqr4PY0HPR4gKVdvIFVoUaaciRjt6nyZlXHdmPE0G/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25284%2529.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdvfegLduuUD1cZEQGbcEcSLr7BGSfaLMLYqrkeKztzHXX4VIpp3PwogllxwYtfuN_M59OT6Zknbru3_tgf_ODeSrHvM3awi4nEFtHZx-YTSs_SU1H9ZZANHayt-fwuyj_A5ObDLcijynq/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25285%2529.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;450&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO9soinK7fpSUeX7sjwscGvpATqMiKEDi1U9r1aCwrDXUyunDYC3jYp4EhG9boC9jDb2FzjgKqlzNWjJ8RMNFKo1KazeDPpcK8S12v8K_F-klP1-Xj27XEIDd4QCnevlofwcGUsvFnT_r-/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25286%2529.jpg&quot; width=&quot;300&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;amp-img alt=&quot;Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang&quot; height=&quot;350&quot; layout=&quot;responsive&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEzZZUo1Tv84DjLGL0uHmhEe9hcRqPNNjLphq3pqwcUMG0Bd8S1xn0rOxzLD_W42hB6gSe1zkhd6wFZKgwke0WdZP-MI8oo1KyUmaR_tm89bJoq7FEOXgLSLNarUvVP7VTvJ2BFLscZihr/s1600/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25287%2529.jpg&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/amp-img&gt;
 &lt;br /&gt;
Grafika Cikole Lembang &lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/feeds/8779514568947335644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/nikmati-sejuk-hawa-gunung-di-grafika.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/8779514568947335644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/75994066281490172/posts/default/8779514568947335644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jeryanuarlan.blogspot.com/2018/11/nikmati-sejuk-hawa-gunung-di-grafika.html' title='Nikmati Sejuk Hawa Gunung di Grafika Cikole Lembang'/><author><name>Jery Yanuarlan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09490961895496611353</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCogTZ4k0OI5-V0efVEc3pQAQ5E6NCzmjo_7WquX42YVOTaQHN988BWfKQ3PZuDEfpQ2m8fqbNQR6lqj3Uer4vMYDJGqJWyAZUR_iVFe0AZq9Aos7Ual_K_Giu2iiciQ/s220/18848_1115926197509_6734429_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiL6j73oP2sq1TfZi1gv2s3yO-nYu2f9b9rM0V1oqD5ggsoQb3Y9ZMmH-VnyDmXFAAbDNTHox21Hj4vhGZ0RnRVCJRGg53KziEVoyTG206F9YFjC0J-D0TtDzNxAyyo6rRDPUei6zEvnA_x/s72-c/1.+Grafika+Cikole+Lembang+%25288%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>14</thr:total><georss:featurename>Jalan Tangkuban Perahu KM.8, Cikole, Lembang, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.7852451 107.65174639999998</georss:point><georss:box>-37.5035066 66.34315239999998 23.9330164 148.96034039999998</georss:box></entry></feed>