<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>CORDOVA Travel Blog</title>
	
	<link>http://cordova-travel.com/blog</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Thu, 31 May 2012 09:25:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/cordovatravel" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="cordovatravel" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">cordovatravel</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Road to HJE: Dubai Vertical City</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-dubai-vertical-city/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-dubai-vertical-city/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 09:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[smartJOURNEY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2979</guid>
		<description><![CDATA[Sementara dunia masih terpana dengan pembangunan Burj Khalifa, gedung tertinggi dunia, kini dunia dikejutkan kembali dengan munculnya proposal untuk sebuah bangunan raksasa yang akan dibangun di kota itu tahun 2015. Gedung itu adalah “Dubai City Tower” / “Vertical City”. Dinamakan Vertical City karena ini bukan lagi hanya sekedar gedung pencakar langit, tapi sudah lebih mirip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sementara dunia masih terpana dengan pembangunan Burj Khalifa, gedung tertinggi dunia, kini dunia dikejutkan kembali dengan munculnya proposal untuk sebuah bangunan raksasa yang akan dibangun di kota itu tahun 2015. Gedung itu adalah “Dubai City Tower” / “Vertical City”. Dinamakan Vertical City karena ini bukan lagi hanya sekedar gedung pencakar langit, tapi sudah lebih mirip dengan sebuah kota tersendiri, kota vertikal dengan tinggi mencapai 2.4 Kilometer. </p>
<p>Gedung ini begitu tinggi dan besarnya, sehingga diperlukan sebuah kereta api super cepat (<em>Bullet Train</em>) dengan kecepatan 125 mph untuk mengangkut para penghuni dan pengunjungnya. Gedung ini akan memiliki 400 lantai dan dengan ketinggiannya yang mencapai 2.4 KM itu berarti gedung ini mempunyai ketinggian lebih dua kali Burj Khalifa, dan nyaris 8 kali lipat menara Eiffel di Paris!<span id="more-2979"></span></p>
<p>Dubai mungkin nantinya akan menjadi kota pertama yang mirip seperti kota-kota khayalan dalam film StarWars, dengan gedung-gedungnya yang tinggi menembus awan.</p>
<p>Sejauh ini “Vertical City” masih berupa proposal. Tapi dengan tingkat penjualan gedung-gedung baru di Dubai begitu cepat, serta kota-kota lain yang sekarang juga berlomba meniru Dubai, proyek ini mungkin akan segera terwujud.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=p-pmNpWhe7Q:NsE-HPOENyo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-dubai-vertical-city/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road to HJE: Ambulan Terpanjang Milik Dubai</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-ambulan-terpanjang-milik-dubai/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-ambulan-terpanjang-milik-dubai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 08:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[smartJOURNEY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2974</guid>
		<description><![CDATA[Dubai, negara kosmopolitan di jazirah Arab, sudah memiliki gedung tertinggi, apartemen tertinggi dan aquarium terbesar di seluruh dunia. Kali ini, Dubai lagi-lagi bikin sensasi dengan memiliki ambulan terpanjang di dunia. Kepala Dubai Ambulance Center (DAC), Khalifa bin Darri, panjang ambulan itu sekitar 18 meter dan bisa membawa 44 pasien sekaligus. Ambulan terpanjang itu, dilengkapi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dubai, negara kosmopolitan di jazirah Arab, sudah memiliki gedung<br />
tertinggi, apartemen tertinggi dan aquarium terbesar di seluruh dunia. Kali ini, Dubai lagi-lagi bikin sensasi dengan memiliki ambulan terpanjang di dunia. Kepala Dubai Ambulance Center (DAC), Khalifa bin Darri, panjang ambulan itu sekitar 18 meter dan bisa membawa 44 pasien sekaligus. Ambulan terpanjang itu, dilengkapi dengan tempat pendaratan helikopter di bagian atapnya termasuk fasilitas satelit dan internet untuk para dokter yang bertugas.</p>
<p>Selain itu, terdapat ruang-ruang operasi, ruang perawatan intensif (ICU), ruang radiografi dan apotik yang saling terintegrasi. Pendek kata, ambulan terpanjang itu sudah mirip rumah sakit berjalan. &#8220;Ambulan ini akan menjadi rumah sakit berjalan yang akan dikerahkan jika terjadi kecelakaan dan operasi penyelamatan dengan jumlah korban yang banyak, sehingga para korban bisa langsung mendapatkan perawatan sebelum dipindahkan ke rumah sakit,&#8221; papar Darri.</p>
<p><img src="http://cordova-travel.com/blog/img/ambulancedubai1.jpg" alt="Inside Ambulance" /></p>
<p>Ambulan yang didisain oleh orang Dubai sendiri itu, diharapkan sudah bisa dioperasikan dalam tiga bulan ini. Menurut Darri, mereka sengaja membuat ambulan super besar itu karena tingkat kecelakaan lalu lintas di Uni Emirat Aran terbilang cukup tinggi. Kecelakaan paling buruk terjadi tahun 2008 lalu yang melibatkan lebih dari 200 mobil dalam tabrakan beruntun.</p>
<p><em>Photo: <a href="http://mylifethinking.com/life/photos-biggest-ambulance-world/" target="_blank">mylifethinking.com</a></em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=x443egyuLrA:18teWKIwB24:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/road-to-hje-ambulan-terpanjang-milik-dubai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bendera Israel Berkibar di Al-Aqsha</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/bendera-israel-berkibar-di-al-aqsha/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/bendera-israel-berkibar-di-al-aqsha/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 08:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2970</guid>
		<description><![CDATA[Dunia Islam Ketua Lembaga Tinggi Islam di Al-Quds, Syeikh Ikrimah Shabri mengaku heran dengan minimnya reaksi dunia Arab dan Islam terkait dengan pemasangan bendera Israel di halaman Masjid Al-Aqsha. Padahal, tindakan ini merupakan intimidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. &#8220;Pemasangan bendera ini tentu dimaksudkan sebagai upaya Israel menguasai masjid Al-Aqsha,&#8221; tegas dia seperti dikutip infopalestina.com, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia Islam</p>
<p>Ketua Lembaga Tinggi Islam di Al-Quds, Syeikh Ikrimah Shabri mengaku heran dengan minimnya reaksi dunia Arab dan Islam terkait dengan pemasangan bendera Israel di halaman Masjid Al-Aqsha. Padahal, tindakan ini merupakan intimidasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. &#8220;Pemasangan bendera ini tentu dimaksudkan sebagai upaya Israel menguasai masjid Al-Aqsha,&#8221; tegas dia seperti dikutip infopalestina.com, Rabu (30/5).</p>
<p>Shabri menegaskan, masalah Masjid Al-Aqsha adalah urusan dunia Islam karena kiblat pertama umat Islam itu adalah milik kaum Muslimin di seluruh dunia. Sementara Israel mengharapkan ketidakpedulian itu. &#8220;Saat ini kawasan Al-Aqsha terlihat sebagai kota Yahudi, dan warga Palestina tidak bisa lagi memilikinya,&#8221; keluh dia. Seperti diberitakan Alarabiya.net, Selasa (29/5) kemarin, tentara Israel mengibarkan bendera Bintang Daud di lapangan Masjid Al-Aqsha di Yerusalem timur, Senin waktu setempat. Tindakan ini dianggap melanggar status quo Israel dan Palestina di situs suci tersebut.<span id="more-2970"></span></p>
<p>&#8220;Lebih dari 180 tentara dari pasukan khusus Israel mengibarkan bendera besar Israel di depan Kubah Emas (Dome of Rock), ini adalah bentuk provokasi,&#8221; kata Sheikh Azzam al-Khatib, Mufti Mesir yang tengah berkunjung ke Al-Aqsa.</p>
<p><strong>Hagia Shopia Kembali Berfungsi Masjid (?)</strong></p>
<p>Rencana pemerintah Turki untuk mengaktifkan kembali aktivitas keagamaan di masjid Hagia Sophia terus mendapat dukungan umat Islam. Mereka bahkan mendorong agar pemerintah mempercepat niatan itu. &#8220;Biarkan masjid Hagia Sophia terbuka. Allahuakbar,&#8221; teriak lantang para jamaah sebelum shalat berjamaah di depan masjid bersejarah seperti dikutip onislam.net, Senin (28/5).</p>
<p>Kepala Asosiasi Pemuda Anatolia, Salih Turhan mengatakan membiarkan masjid Hagia Sophia hanya berfungsi sebagai museum adalah penghinaan bagi umat Islam. &#8220;Fungsi masjid ini melambangkan perlakukan buruk barat dan Turki terhadap umat Islam. Sebagai cucu dari Mehmet Sang Penakluk, pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid adalah hak sah kami,&#8221; tambahnya</p>
<p>Namun, penolakan justru datang dari kalangan gereja Turki. Menurut mereka, ketika pemerintah mengembalikan fungsi masjid, maka umat Kristiani tidak bisa melaksanakan ibadah di tempat itu. Bahkan gereja melihat ada potensi kekacauan bila fungsi itu dikembalikan. &#8220;Kami ingin agar museum ini sejalan dengan prinsip-prinsip Republik Turki,&#8221; kata dia.</p>
<p>Menurut catatan sejarah, Masjid Hagia Sophia pada awalnya merupakan gereja peninggalan kekaisaran Romawi Timur di Konstatinopel. Namun, wilayah itu selanjutnya diambil alih kesultanan Ustmaniyah. Sejumlah perubahan dilakukan Ustmaniyah terhadap Konstantinopel.</p>
<p>Satu bentuk perubahan itu adalah mengubah fungsi landmark wilayah itu yakni gereja Hagia Sophia menjadi masjid. Meski berubah fungsi, simbol-simbol Kristen dalam bangunan itu dipertahankan.</p>
<p>Memasuki era Republik, pemerintah sekuler Turki mengubah fungsi bangunan menjadi museum. Kini, pemerintah Erdogan mewacanakan kembali untuk memfungsikan masjid Hagia Sofia sebagai tempat ibadah. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, kabarnya masjid itu bakal mengalami sejumlah perbaikan.</p>
<p><em>Sumber: Republika Online</em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=PoJbp4eBang:3BiYbgZFSqU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/31/bendera-israel-berkibar-di-al-aqsha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ka’bah Pun “Bersuci”</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/30/kabah-pun-bersuci/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/30/kabah-pun-bersuci/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 10:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah]]></category>
		<category><![CDATA[smartUMRAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2967</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 21 Juni 2012 nanti, tepat tanggal 1 Sya’ban 1433 H. Pintu Ka’bah kembali dibuka dan dibersihkan. Seperti biasa, prosesi pembersihan Ka’bah dilakukan dua kali dalam setahun. Rumah Allah, Baitullah ini di bersihkan setiap bulan Muharram dan awal Sya’ban. Seperti biasanya, prosesi pada 1 Sya’ban besok itu bisa dikategorikan sebagai proses preparing hamba Allah menghadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 21 Juni 2012 nanti, tepat tanggal 1 Sya’ban 1433 H. Pintu Ka’bah kembali dibuka dan dibersihkan. Seperti biasa, prosesi pembersihan Ka’bah dilakukan dua kali dalam setahun. Rumah Allah, Baitullah ini di bersihkan setiap bulan Muharram dan awal Sya’ban. Seperti biasanya, prosesi pada 1 Sya’ban besok itu bisa dikategorikan sebagai proses preparing hamba Allah menghadapi bulan Suci Ramadhan. Sebuah ritual yang mengisyaratkan betapa proses ‘pembersihan’ menghadapi Ramadhan sangat penting dilakukan. Nampaknya kita harus sadar bahwa Ka’bah adalah bangunan yang akan dilihat makhluk lainnya. Bangunan paling suci yang menjadi kiblat umat Islam didunia, dalam menghadapi Ramadhan dilakukan pembersihan, lalu bagaimana dengan manusia (?) Tentunya harus lebih membersihkan diri tuk bersiap menghadapi Ramadhan. Pembersihan bagi setiap muslim, tidak hanya secara jasmani, tetapi lebih ditekankan dalam membersihkan hati dan spritual. Filosofi pencucian Ka’bah yang dilakukan sebulan sebelum bulan suci inilah, yang membuat rangka antusiasme menghadapi bulan penuh Rahmat kian terbangun. Merangkai suatu kekuatan yang kokoh guna menghadapi segala rintang di bulan suci.<span id="more-2967"></span></p>
<p>Kesempatan saat itulah akan dirasakan oleh jemaah smartUMRAH yang akan berangkat tanggal 16 Juni nanti. Mereka akan menyaksikan secara langsung bagaimana dahsyatnya pesona Ka’bah ketika pintu ka’bah dibuka dan dibersihkan. Seperti yang terjadi pada tahun lalu, moment spesial itu sangat disyukuri oleh segenap keluarga besar Cordova. Pasalnya, saat itu, beberapa jemaah Cordova berkesempatan menikmati sholat dan masuk kedalam bangunan Ka’bah. Takjub, tak bisa berkata sepatah pun saat berada dalam bangunan suci, yang selama ini menjadi kiblat umat Islam diseantero bumi. Bapak Syahrul Davi Djalil dan Bapak Sjafrudin Muh. Habib yang merasakan bagaimana dahsyatnya sholat tepat di dalam bangunan pusat bumi. Seperti yang tayangkan radio El-Shinta, dalam <em>tele conference</em> saat masuk dan sholat di dalam Ka’bah, Pak Davi tak bisa berkata-kata, airmatanya mengalir deras. Sujud tersimbah dalam dekap hangatnya bangunan Ka’bah. Ia hanya bisa berulang mengucapkan syukur yang tiada henti. Dalam wawancara itu pula, ia hanya berpesan bahwa jangan pernah merasa rugi melaksanakan haji atau umrah, karena tiada orang yang merugi setelah melaksanakan ibadah suci tersebut. </p>
<p>Beserta raja Arab, ulama-ulama terkemuka, pejabat pemerintah Arab Saudia, tokoh setempat, dan tamu-tamu undangan kerajaan Arab Saudia. Pak Davi menyaksikan bagaimana prosesi pencucian Ka’bah. Bagian dalamnya dipel dengan kain putih yang dibasahi air zam-zam, bercampur dengan minyak gaharu yang bercampur dengan parfum beraroma <em>musk</em> (minyak kelenjar rusa). Sebelum memasuki Ka’bah, raja Arab menerima kunci ka’bah yang diletakkan dalam tas beludru dari para pengawal (Bani Shayba).</p>
<p>Setelah dipel, lantai dan dinding Ka’bah dikeringkan dengan kertas tisu dan kain putih. Kemudian disirami lagi dengan wewangian yang sangat khas. Bangunan sisi bagian timur Ka’bah tingginya 14 meter, lantai bagian dalam dilapisi keramik berwarna, sementara atapnya ditopang tiga pilar kayu. Masing-masing berdiameter 44 cm.</p>
<p>Struktur atap terdiri atas dua lapisan, bagian atas dan bawah, sementara dinding bagian dalam ditutup dengan layar terbuat dari beludru hijau yang diganti setiap tiga tahun sekali. Pada atap bagian teratas, terdapat ventilasi dengan panjang 127 cm dan lebar 104 cm untuk memberikan masuknya cahaya matahari. Ventilasi ditutup dengan kaca penguat yang dibuka saat acara pencucian. </p>
<p>Subhanallah&#8230;teriakan takbir menggema selama Ka’bah nan Suci dibersihkan, tidak sedikit para jamaah yang mengeluarkan airmata dengan derasnya. Termasuk smartUMRAH Cordova yang terus menerus menitikkan airmata, selama pintu Ka’bah itu terbuka. Sepertinya hal ini mengingatkan kita pada peristiwa <em>Fath Makkah</em> (pembebasan Makkah), beberapa tahun silam oleh Rasulullah SAW.</p>
<p>Semoga tahun ini, atau keberangkatan smartUMRAH tanggal 16 Juni besok, jemaah Cordova ada pula yang merasakan bagaimana indahnya bangunan ka’bah saat berada di dalamnya. Kalaupun tidak, di saat momentum pencucian ka’bah itu, kita berada dihadapan kemulian bangunan itu. Bukankah keberkahan dan rahmat akan menyelimuti bagi orang yang hanya menikmati pandangan mata ke ka’bah-Nya. SubhanALLAH&#8230;            </p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=3Jt5ZKItCew:70iwJhuNdJo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/30/kabah-pun-bersuci/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HJE 2nd Edition SOLD OUT!</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/29/hje-2nd-edition-closed/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/29/hje-2nd-edition-closed/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 08:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[smartJOURNEY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2958</guid>
		<description><![CDATA[Limited Edition Mohon maaf, sangat disayangkan untuk tahun ini, program HJE (Holiday Journey Edition) telah closed. Banyaknya peminat program liburan Cordova, sehingga bagi Anda sekeluarga jika ingin bersama menikmati liburan yang berkualitas bersama Cordova tahun besok, bisa mendaftarkan diri dari sekarang. Sebagai hadiah kasih sayang anak dan keluarga, kita bisa menikmatinya bersama di Tanah suci [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Limited Edition</em> </p>
<p>Mohon maaf, sangat disayangkan untuk tahun ini, program HJE (<em>Holiday Journey Edition</em>) telah <em>closed</em>. Banyaknya peminat program liburan Cordova, sehingga bagi Anda sekeluarga jika ingin bersama menikmati liburan yang berkualitas bersama Cordova tahun besok, bisa mendaftarkan diri dari sekarang. Sebagai hadiah kasih sayang anak dan keluarga, kita bisa menikmatinya bersama di Tanah suci dan dua kota kaya di Timur Tengah, Abudhabi dan Dubai. Program <em>Holiday Journey</em> yang ditawarkan Cordova memiliki perbedaan tersendiri dengan <em>Holiday Journey</em> yang pernah ada. Liburan yang mencangkup aspek ukhrawi dan duniawi ini dirancang khusus memenuhi permintaan jemaah yang setiap tahun memiliki agenda libur bersama sanak keluarga. Setelah khusyuk melaksanakan umrah di Baitullah, Anda dan keluarga akan menyaksikan kehebatan negeri kaya di UEA, Dubai dan Abu Dhabi. Salahsatunya, anak kita tercinta dapat merasakan secara langsung bagaimana wahana bermain terbesar dan tercanggih di dunia dengan Ferrari World-nya. Ferrari bukan hanya mobil, tetapi sudah menjadi gaya hidup dan seni. Ia Merupakan manifestasi dari kecepatan, kemewahan dan rasa yang baik. Inilah berbagai kreasi yang luar biasa dari team ferari yang paling terkenal di seantero Bumi.</p>
<p>Ferrari tak melulu memikirkan bagaimana caranya untuk memproduksi mobil-mobil cepat, namun pabrikan berlambang kuda jingkrak ini mewujudkan sebuah wahana hiburan yang super canggih. Arena hiburan seluas 200.000 meter persegi ini, menyuguhkan puluhan atraksi dan game-game yang membuat kita dan anak-anak berdecak kagum. Di antaranya <em>Roller coaster</em> berbentuk mobil Ferrari itu bisa melesat hingga 240 km/jam dan seakan-akan membawa terbang pengunjung yang menaikinya. Ada juga atraksi yang memungkinkan para pengunjung merasakan efek G-Force, seperti yang biasa dialami oleh para pembalap Formula 1, ketika kendaraan mereka melayang ke udara. Untuk menikmati G-force, pengunjung menaiki menara dan naik di kursi yang terinspirasi dari Ferrari Enzo itu, kemudian ditembakkan ke atas sampai ketinggian 62 m. Tujuannya adalah untuk menawarkan kekuatan gravitasi seperti yang dialami di dalam kendaraan Ferrari. Tentunya untuk beberapa permaianan di Dunia Ferrari terbatas hanya untuk orang dewasa dan orang yang memiliki adrenalin tinggi.</p>
<p>Inilah taman hiburan yang membuat pengunjung benar-benar bisa menikmati “Si Kuda Jingkrak”. Ferrari world di Abu Dhabi akan memberikan pengalaman yang memikat dan menarik semua khalayak, termasuk keluarga dan penggemar Ferrari. So, jangan lupakan pengalaman indah yang menyenangkan bersama keluarga di liburan nanti. </p>
<p>Selain itu, kita bisa pula merasakan permainan ski. Di Dubai ada salju (?) Yah’ di sebuah mall besar, disamping hotel yang akan kita tinggali disulap menjadi arena ski yang sangat besar. Plus dengan kereta gantung dan arena bola salju beserta perlengkapan ski-nya. Dijamin Anda akan terpuaskan dengan hiburan bersama anak-anak tercinta. Belum lagi merasakan bagaimana naik ke sebuah menera tertinggi di dunia, Burj Al-Khalifa, menyaksikan diatasnya bulatan bumi yang jelas terpampang. Juga merasakan bagaimana keindahan dunia air di dalam mall terbesar di Timur Tengah. Sebuah pengalaman yang fantastis, pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.   </p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=us_vmnbcTT0:2Lx6IeLk-WI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/29/hje-2nd-edition-closed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendengar Dengan Hati</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/25/mendengar-dengan-hati/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/25/mendengar-dengan-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2012 08:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[Risalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2955</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah sangat lama kami ‘meninggalkan’ pelajaran yang bapak dan guru kami berikan dalam pelajaran hidup. Meski hidup di dunia kerja, namun norma-norma, adab dan masih banyak lagi pelajaran hidup yang justru diberikan kesempatan untuk melakukannya. Yah, mungkin suatu ironi bagi perusahaan profesional lainnya, jika hal-hal semacam itu –pembelajaran hidup- masih diberikan justru ditengah persaingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya sudah sangat lama kami ‘meninggalkan’ pelajaran yang bapak dan guru kami berikan dalam pelajaran hidup. Meski hidup di dunia kerja, namun norma-norma, adab dan masih banyak lagi pelajaran hidup yang justru diberikan kesempatan untuk melakukannya. Yah, mungkin suatu ironi bagi perusahaan profesional lainnya, jika hal-hal semacam itu –pembelajaran hidup- masih diberikan justru ditengah persaingan kerja semakin ketat. Lazimnya sebuah perusahaan, tentu akan melihat bagaimana kinerja staf-nya dalam melakukan tugas. Tidak ada lagi didikan atau pelajaran yang di dapat, kalau pun ada jika melakukan kesalahan yang membuat rugi perusahaan akan diikuti dengan <em>fired</em> atau di non-aktifkan. Karena dunia kerja bukan masanya KBM (kegiatan belajar mengajar), dunia kerja adalah dunia eksekusi dari apa yang diraih dari bangku pendidikan. Namun berbeda dengan kami, kesempatan belajar itu masih sangat terbuka lebar, meski sudah berada di bangku kerja yang notabene mendapat pemasukan atau <em>salary</em> secara tetap. </p>
<p>Dari serakan ilmu yang diajarkan bapak sekaligus guru kami di Cordova itu adalah bagaimana mendengar dengan hati. <em>Hmm</em>&#8230; nampaknya <em>simple</em>, namun ketika di bedah, kalimat itu mengandung sejuta makna dengan pengaruh yang luar biasa. Tidak seperti para motivator-motivator hebat dengan –hanya- kepandaian memainkan kata, justru guru kami itu mengajarkan hal-hal <em>simple</em> namun berjuta makna. Yah, salahsatu dari serakan ilmunya, antara lain pelajaran tentang bagaimana caranya mendengar dengan hati.<span id="more-2955"></span>        </p>
<p>Menurutnya, mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah. Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara. Memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita, ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Seni mendengar dapat membangun sebuah <em>relationship</em> yang luarbiasa jika kita melakukannya dengan baik. Yah, tentunya mendengar dengan hati. Ia akan tembus menelusuri sel-sel darah kepada siapapun orang yang kita dengar pembicaraannya. Dari hati kena hati, itulah yang dimaksud dengan suatu ketulusan menjadi pendengar sejati.  </p>
<p>Guru kami kerap mengajarkan untuk selalu memelihara kontak mata dengan baik. Ini menunjukkan kepada lawan bicara tentang keterbukaan dan kesungguhan kita dalam mendengarnya. Selain itu, mencondongkan tubuh ke depan, atau yang kerap kami dengar ‘Lempar –maaf- bokong kebelakang kursi’ saat kita duduk mendengarkan seseorang berbicara. Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga ternyata akan mengingatkan kita untuk memiliki sudut pandang yang lain, yaitu tidak hanya fokus pada diri kita sendiri, tetapi memahami orang yang kita dengarkan pembicaraannya.  </p>
<p>Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan. Untuk dapat mendengarkan dengan efektif sangat membutuhkan konsentrasi, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan. Dari apa yang kami simpulkan dari didikan beliau adalah prinsip-prinsip untuk mendengar dengan hati, diantaranya; Tidak melakukan aktivitas mendengarkan dan berbicara pada saat yang bersamaan, mencoba memahami pokok pikiran atau ide utama pembicara, hindari gangguan dari lingkungan sekitar, mencoba mengendalikan emosi, dan ketulusan mendengar dari hati. </p>
<p>Jika sudah mengupas pembelajaran darinya, sungguh nikmat mana lagi yang harus kita dustakan untuk selalu bersama dan memiliki sosok sepertinya. Jangankan meninggalkan, ditinggalkan beberapa saat saja akan menjadi suatu yang sangat menyedihkan.  </p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=nWJQlebs8Sk:AYkCRBT2UKQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/25/mendengar-dengan-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malas Yang Tampak Optimis</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/22/malas-yang-tampak-optimis/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/22/malas-yang-tampak-optimis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 11:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Risalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2952</guid>
		<description><![CDATA[Jika diperhatikan, dewasa ini banyak aktifitas negatif berselimut indah. Racun yang tertutupi madu, maksudnya hal yang sebenarnya buruk namun di modifikasi sedemikian rapih oleh hal yang baik. Diantara sekian aktivitas negatif, sedikit kita ambil contoh bagaimana rasa malas terselimuti oleh ungkapan excuse yang meyakinkan diri bahwa hal itu adalah optimisme akan apa yang terjadi. Orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika diperhatikan, dewasa ini banyak aktifitas negatif berselimut indah. Racun yang tertutupi madu, maksudnya hal yang sebenarnya buruk namun di modifikasi sedemikian rapih oleh hal yang baik. Diantara sekian aktivitas negatif, sedikit kita ambil contoh bagaimana rasa malas terselimuti oleh ungkapan <em>excuse</em> yang meyakinkan diri bahwa hal itu adalah optimisme akan apa yang terjadi. Orang malas apapun bisa menjadi alasan. Bahkan alasan yang tampak seperti optimisme, padahal hanya sebagai dalih agar dia tidak perlu bertindak. Tentunya hal demikian sangat berbahaya, sebab akan terdengar baik dan benar padahal –sesungguhnya- dapat menghancurkan diri sendiri dan khalayak ramai.  </p>
<p>Pernah suatu saat saya menumpang sebuah bus. Sebagai standar keselamatan sebuah bus ac harus menyediakan minimal satu tabung pemadam kebakaran seandainya terjadi apa-apa seperti kebakaran. Mungkin kita pernah mendengar banyak korban akibat terjebak di bus yang terbakar, alasannya beraneka ragam, salahsatunya –bisa jadi- karena tidak ada tabung alat pemadam kebakaran. Dari percikan api menjadi membesar karena sulit untuk dipadamkan. Untuk itu, salahsatu standar keselamatan harus ada tabung pemadam kebakaran agar bisa ter-antisipasi percikan api tersebut.<span id="more-2952"></span>  </p>
<p>Saya melihat ke tempat tabung itu, tempat sanggahan dan tulisannya ada, namun tabungnya tidak ada. Salahsatu penumpang bus bertanya kepada kondektur, Pak tabung pemadamnya dimana (?) Dia melihat tempat sanggahan tabung, kemudian menjawab, “<em>Ah</em>&#8230;tidak akan terjadi apa-apa Pak” Jawabnya <em>enteng</em>. Seperti sebuah optimisme tidak akan terjadi apa-apa. Adakah yang bisa menjamin (?) Apa yang dia katakan itu baik-baik saja, tetapi itu hanya alasan atas kemalasan dia menyiapkan perlengkapan bus sebelum berangkat. Jika terjadi apa-apa, semisal percikan apa, apakah akan selamat hanya dengan ucapan itu (?). </p>
<p>Benar bahwa semua kita dianjurkan untuk bersikap optimis atas segala hal, namun usaha tetap perlu diperlukan. Optimis yang benar adalah saat kita yakin akan menghasilkan yang baik di saat kita sudah berusaha. Malas memperbaiki diri dengan dalih akan baik-baik saja. Ungkapan kondektur itu adalah salahsatu dari ribuan alasan untuk tidak menuntut diri agar berusaha mengadakan tabung pemadam tersebut. Sedangkan berusaha adalah musuh terbesar bagi orang yang malas.   </p>
<p>Berkaitan dengan alasan-alasan ‘pemalas’ yang bisa berselimut dari kalimat ‘suci’ lainnya adalah syukur. Hal ini juga seperti kata-kata bijak, padahal hanya untuk menutupi kemalasannya meraih pencapaian yang lebih tinggi. Misalnya dengan mengatakan mensyukuri yang ada saja tanpa harus meraih yang lebih besar lagi. Padahal –sesungguhnya- kita bisa tetap bersyukur sambil tetap berusaha meraih yang lebih baik. <em>Wong</em> usaha kita tuk mencapai yang lebih baik tidak akan merusak syukur kita.   </p>
<p>“<em>Ah saya mah, syukuri apa yang ada saja</em>”, adalah –bisa jadi- ungkapan rasa malas untuk meraih kembali apa yang belum dapat diraih dengan bekerja keras. Syukur adalah urusan hati, sementara usaha adalah urusan fisik. Karenanya, syukur dan ikhtiar tidak akan saling mengganggu. Artinya, kita bisa menyukuri yang ada sambil tetap berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=eYVE55_WI24:oOlkDbggT98:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/22/malas-yang-tampak-optimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Air atau Awan</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/21/menjadi-air-atau-awan/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/21/menjadi-air-atau-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 08:26:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2949</guid>
		<description><![CDATA[Di sebuah tempat nan jauh dari kota, di Jawa Barat, tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan. Ia seperti mencari sesuatu di surau itu. &#8220;Assalamu&#8217;alaikum, ustadz &#8221; ucapnya ke sosok ustadz yang selama ini menjadi guru spritual di kampung itu. Spontan, ustadz yang rendah hati itu menghentikan kesibukannya. Ia menoleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di sebuah tempat nan jauh dari kota, di Jawa Barat, tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan. Ia seperti mencari sesuatu di surau itu. &#8220;<em>Assalamu&#8217;alaikum</em>, ustadz &#8221; ucapnya ke sosok ustadz yang selama ini menjadi guru spritual di kampung itu. Spontan, ustadz yang rendah hati itu menghentikan kesibukannya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya <em>pun</em> mengembang. <em>&#8220;Wa&#8217;alaikumussalam</em>. Mangga. Mari masuk!&#8221; ucapnya sambil membukakan gerbang kayu surau yang sudah teramat tua. Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila. &#8220;Ada apa, Kang (?)&#8221; ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup. &#8220;Ustadz, saya diterima kerja di kota!&#8221; ungkap sang pemuda kemudian. &#8220;<em>Alhamdulillah</em>, Syukurlah,&#8221; timpal Ustadz muda itu dengan penuh bahagia. &#8220;Ustadz, jika tidak keberatan, berikan saya petuah agar bisa berhasil!&#8221; ucap sang pemuda sambil menunduk.<span id="more-2949"></span> </p>
<p>Ia pun menanti ucapan sang ustadz di hadapannya yang sudah ia anggap seperti saudara kandungnya. &#8220;Kang, Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan,&#8221; untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut sang Ustadz. Pemuda itu masih belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata sang ustadz. Tapi, tak berhasil. &#8220;Maksud, Ustadz (?)&#8221; ucapnya kemudian. &#8220;Kang, Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya, air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya,&#8221; jelas sang Ustadz dengan tenang.</p>
<p>&#8220;Lalu dengan awan, Ustadz (?)&#8221; tanya si pemuda penasaran. &#8220;Jangan sekali-kali seperti awan, Kang. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi. Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi,&#8221; terang sang Ustadz dengan penuh bijak. &#8220;Tapi Kang,&#8221; tambahnya kemudian. &#8220;Ketinggian awan cuma jadi bahan permainan angin.&#8221; </p>
<p>Dan si pemuda pun tampak mengangguk pelan.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=f9NDbomkUxU:t6QGU9vL9CI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/21/menjadi-air-atau-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangnya Kesakralan Umrah  (Bag; 1)</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/15/hilangnya-kesakralan-umrah-bag-1/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/15/hilangnya-kesakralan-umrah-bag-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 10:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Risalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=2941</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis Umrah MLM Sepintas, boleh jadi tema diatas mengandung unsur provokatif dalam memahami ibadah umrah. Namun –sesungguhnya- bukan kesakralan pelaksanaan umrahnya yang hilang, tetapi bagaimana proses menuju kesucian umrahnya yang kini banyak mengalami kemerosotan sakral. Semua umat Islam telah memahami, bahwa ibadah umrah dan haji hanyalah bagi orang yang mampu (isthito’ah), baik segi finansial, maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bisnis Umrah MLM</em></p>
<p>Sepintas, boleh jadi tema diatas mengandung unsur provokatif dalam memahami ibadah umrah. Namun –sesungguhnya- bukan kesakralan pelaksanaan umrahnya yang hilang, tetapi bagaimana proses menuju kesucian umrahnya yang kini banyak mengalami kemerosotan sakral. Semua umat Islam telah memahami, bahwa ibadah umrah dan haji hanyalah bagi orang yang mampu (<em>isthito’ah</em>), baik segi finansial, maupun kesehatan jiwa dan raga. Tentunya, Islam tidak lantas menghukumi bahwa yang tidak mampu, atau orang miskin dilarang umrah dan haji. Namun pahala bagi mereka (orang yang kurang mampu) bisa sama, bahkan melebihi orang yang mampu melakukan perjalanan ke Tanah suci, jika dengan ikhlas mensyukuri dan menjalani kekurangan hidupnya dengan penuh ridha. Bahkan Rasulullah SAW bersama orang miskin yang sholeh di surga kelak.</p>
<p>Kembali ke pembahasan awal, mengenai hilangnya kesakralan umrah. Hal ini terjadi ketika niatan ibadah sudah masuk dan terjaring pada kategori bisnis ‘piramida’. Bak membeli kacang goreng, seorang yang ingin berangkat umrah (yang nota bene membutuhkan dana belasan hingga puluhan juta) hanya membayar sebesar 2,5 atau 3,5 juta saja misalnya. Ia bisa berangkat, namun dengan harus menjaring beberapa orang dengan membayar seperti apa yang dibayarkannya, begitu seterusnya.<span id="more-2941"></span></p>
<p>Yah, itulah bisnis umrah <em>Multi Level Marketing</em> (MLM) yang dewasa ini sudah sangat menjalar bahkan pada ranah suci sekalipun semisal ibadah haji dan umrah. Entah apakah sebagai improvisasi bisnis atau apa, yang jelas jika ditelusuri –menurut saya- ada semacam pengkerdilan makna ‘<em>isthito’ah</em>’ (mampu) dalam syarat melaksanakan ibadah umrah maupun haji. Belum lagi jika kita bedah bagaimana proses bisnis seperti ini dalam ruang suci. Benar bahwa bisnis ini termasuk pada ranah Muamalat, yang secara definisi usul Fikihnya dibolehkan. “<em>Al-Aslu fil mu’amalah al-ibahah, illa maa dalla dalillu ‘ala tahrimihi</em>” (pada dasarnya hukum muamalah itu di perbolehkan, terkecuali ada hal yang menunjukan atas pelarangannya). Mari kita simak adakah hal yang membuat bisnis umrah MLM ini terjerumus pada hal yang diharamkan (?)</p>
<p>Secara global sistem bisnis MLM dilakukan dengan cara menjaring calon nasabah yang sekaligus berfungsi sebagai konsumen dan member (anggota) dari perusahaan yang melakukan praktek MLM.</p>
<p>Lebih fokusnya untuk mengetahui bagaimana bisnis umrah MLM ini sesuai syariah atau tidak, sebaiknya kita ketahui standar Moral dalam berbisnis.</p>
<ol>
<li>Tauhid,</li>
<li>Kebebasan,</li>
<li>Keadilan,</li>
<li>Tanggung jawab.</li>
</ol>
<p>Dan standar Operasional dalam berbisnis:</p>
<ol>
<li>Menghindari segala praktik riba.</li>
<li>Menghindari <em>Gharar</em> (ketidakjelasan kontrak/barang).</li>
<li>Menghindari <em>Tadlis</em> (penipuan).</li>
<li>Menghindari perjudian (spekulasi/<em>masyir</em>).</li>
<li>Menghindari kedzoliman dan eksploitatif.</li>
</ol>
<p>Lalu jika fakta dengan begitu jelas membuktikan bahwa yang diuntungkan dengan sistem MLM ini adalah <em>Upline</em> (level atas), sedangkan <em>Downline</em> (level bawah) akan selalu dirugikan adalah bahwa bentuk piramida ini akan berhenti pada level tertentu yang mana mereka tidak mungkin bisa mencari anggota baru, atau orang baru yang akan umrah lagi, yang dengannya semua harapan untuk melaksanakan umrah yang dijanjikan adalah impian belaka. Maka jalan keduanya, ia harus bersusah payah menyicil kekurangan biaya perjalanan umrah yang baru disetorkan sebesar 2,5 atau 3,5 juta.</p>
<p>Dan perlu dicermati bahwa dimanapun <em>Downline</em> akan selalu lebih banyak daripada <em>Upline</em>. Dan akhirnya penderitaan (gagal berangkat ke Tanah Suci) hanya dialami oleh para downline yang sulit mendapatkan <em>member</em> baru.</p>
<p>Dalam suatu kesempatan, Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama, Ahmad Kartono mengingatkan masyarakat agar tidak terpikat oleh penyelenggara ibadah haji atau umrah dengan sistem multi level marketing (MLM) atau sistem berantai. Karena sistem yang banyak berkembang belakangan ini memiliki potensi penipuan yang sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Lebih khawatir lagi, jika proses bisnis umrah MLM ini menjadi semacam Bom waktu gagal massal berangkat ke Tanah suci, sebagaimana sub thema acara seminar HIMPUH beberapa waktu lalu.</p>
<p>Jika demikian, kita bisa memahami bagaimana bisnis MLM ini menurut pandangan syar’i atau, katakan ke nurani kita masing-masing. Apakah bisnis umrah MLM ini dibiarkan begitu saja (?) Jika ya, maka fatwa Haram MUI Aceh mengenai bisnis umrah MLM ini hanya digratiskan. Kita tunggu bagaimana komentar dan fatwa MUI pusat mengenai masalah ini. Semoga kesakralan ibadah haji dan umrah masih tetap terpatri disetiap sanubari muslim dimana pun berada.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?a=76LVRRXbSvo:gQ7awrx0ZI8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/cordovatravel?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2012/05/15/hilangnya-kesakralan-umrah-bag-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

