<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797</atom:id><lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 15:46:03 +0000</lastBuildDate><category>Komunikasi Massa</category><category>Download</category><category>Teknologi</category><category>Bisnis Internet</category><category>Linux</category><category>Komunikasi Kontemporer</category><category>Informasi Menarik</category><category>Ilmu Komunikasi</category><category>Fakta Menarik</category><category>Tutorial</category><category>Gaya Hidup</category><category>Edukasi Pendidikan</category><category>Ilmu Pengetahuan</category><title>Tutorial and  Informations</title><description>informasi teknologi, tutorial, bisnis internet, dan informasi unik, menarik, komunikasi, catatan kuliah, motivasi, humor, mp3, Ilmu Komunikasi</description><link>http://www.winkplace.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Root)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/cyberions" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="cyberions" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>informasi teknologi, tutorial, bisnis internet, dan informasi unik, menarik, komunikasi, catatan kuliah, motivasi, humor, mp3, Ilmu Komunikasi</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">cyberions</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-4669177525496082059</guid><pubDate>Mon, 21 May 2012 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-21T01:58:49.956-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komunikasi Kontemporer</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komunikasi Massa</category><title>Antara Komunikasi Kontemporer Dan Teori Komunikasi Massa</title><description>Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan interaksi antara satu dengan yang lain. Alat interaksi itu secara akumulatif lazim disebut ‘komunikasi’. Yaitu hubungan ketergantungan {interdependensi} antar manusia baik secara individu maupun secara kelompok. Karena itu di sadari atau tidak, komunikasi merupakan bagian penting (urgent) dari kehidupan manusia.  Urgensitas komunikasi pada satu sisi bahkan menjelma menjadi prasarat tersendiri dari keberadaan manusia sebagai mahluk sosial. Sementara pada sisi lain, para pakar berkeyakinan bahwa sesungguhnya manusia telah berkomunikasi dengan lingkungannya semenjak ia dilahirkan. Gerak dan tangis pertama tatkala manusia menapak fase kelahiran sesungguhnya merupakan pertanda bahwa manusia telah mulai dapat berkomunikasi. Ketika manusia telah dapat memfungsikan panca inderanya secara sadar, saat itu pula membutuhkan perhatian dari lingkungan dan manusia lain disekitarnya. Bahkan tak jarang, untuk mendapatkannya, manusia mempergunakan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita berkomunikasi? Apakah fungsi komunikasi bagi manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini menggeliat, bisa di lihat dari berbagai sudut pandang, sehingga tidak mudah dijawab. Para pakar lebih memfokuskan bahasan pada “bagaimana berkomunikasi” dari pada “mengapa manusia berkomunikasi”. Dari perspektif agama dengan mudah dapat dijawab bahwa Tuhanlah yang mengajari manusia untuk berkomunikasi, dengan menggunakan akal dan kemampuan berbahasa yang di anugerahkan-Nya. Menengok salah satu fungsi komunikasi adalah sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui komunikasi kita dapat bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota dan negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama. Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia, bisa dipastikan akan “tersesat”, karena ia tidak berkesempatan menata dirinya dalam suatu lingkungan sosial. Komunikasilah yang memungkinkan individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakanya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang ia hadapi.Dalam kaitanya dengan proses komunikasi ini, maka yang diperlukan adalah suatu disiplin keilmuan tentang komunikasi, sehingga diupayakan dengan adanya disiplin ilmu ini, kita dapat mempelajarinya sebagaimna disiplin keilmuan lain, tentunya problem komunikasi ditengahtengah masyarakat bakal terjawab dengan hadirnya ilmu komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial, manusia telah ditakdirkan untuk hidup secara berkelompok. Kesendirian dan hidup sendiri akan membuat hidup manusia menjadi tidak berarti sehingga sulit untuk dapat bertahan hidup dalam kosmos kehidupan yang saling bertautan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan biologis seperti; makan dan minum, serta memenuhi kebutuhan psikologis seperti; sukses dan kebahagiaan manusia membutuhkan komunikasi antara satu dengan yang lain. Para pakar psikologi3 berpendapat, kebutuhan utama manusia dan untuk menghadirkan jiwa yang sehat, manusia membutuhkan hubungan sosial yang ramah. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dengan sempurna bila manusia membina komunikasi yang baik dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya seseorang menyampaikan buah pikirannya kepada orang lain tanpa menampakkan perasaan tertentu. Pada saat lain seseorang menyampaikan perasaannya kepada orang lain bahkan tanpa pemikiran. Tidak jarang pula seseorang menyampaikan pikirannya disertai perasaan dan pikiran tertentu. Komunikasi akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan menggunakan perasaan yang disadari, sebaliknya komunikasi akan gagal bila hal itu disampaikan dengan tidak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dalam konteks apapun adalah bentuk dasar adaptasi terhadap lingkungan. Menurut Rene Spitz, komunikasi adalah jembatan antara bagian luar dan bagian dalam kepribadian manusia. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa komunikasi sesungguhnya dilakukan untuk pemenuhan diri, untuk menjadikan jiwa merasa terhibur, nyaman dan tentram baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Tujuan mempelajari ilmu komunikasi, dapat di katagorikan kedalam dua hal, yaitu; aspek umum dan aspek khusus5. Aspek pertama bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang ilmu yang terkit dengan proses komunikasi. Melalui pemahaman ini para ilmuan dan pelaku komunikasi diharapkan akan dapat melakukan komunikasi dengan baik dan selalu mengalami perubahan dan kemajuan dalam berkomunikasi. Aspek kedua diharapkan akan dapat menuntun manusia untuk dapat; a) Merubah sikap (to change the attitude), b) mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion), c) mengubah perilaku (to change the behavior), d) mengubah masyarakat (to change the society)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi tidak saja berkutat pada persoalan pertukaran berita dan pesan, akan tetapi juga melingkupi kegiatan individu dan kelompok terkait dengan tukar menukar data, fakta dan ide. Bila dilihat dari makna ini, ada beberapa fungsi yang melekat dalam proses komunikasi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Informasi, pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, opini, dan komentar yang di butuhkan agar dapat dimengerti dan beraksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Sosialisasi (pemasyarakatan), penyedian sumber ilmu pengetahuan yang memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga ia sadar akan fungsi sosialnya dan dapat aktif di dalam masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Motifasi, menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek maupun jangka panjang, mendorong orang untuk menentukan pilihan dan keinginannya, mendorong kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan di kejar. Keempat, Berdebatan dan diskusi, menyediakan dan saling menukar fakta yang di perlukan untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik, menyediakan bukti-bukti relevan yang di perlukan untuk kepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dengan masalah yang menyangkut kepentingan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Pendidikan, pengalihan ilmu pengetahuan dapat mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk keterampilan dan kemahiran yang di perlukan pada semua bidang kehidupan. Keenam, Memajukan kehidupan, menyebarkan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan warisan masa lalu, mengembangkan kebudayaan dengan memperluas horizon seseorang serta membangun imajinasi dan mendorong kreatifitas dan kebutuhan estetiknya. Ketujuh, Hiburan, penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan imaji dari drama, tari, kesenian, kesusastraan, musik, olahraga, kesenangan, kelompok, dan individu. Kedelapan, Integrasi menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu kesempatan untuk memperoleh berbagai pesan yang mereka perlukan agar mereka dapat saling kenal dan mengerti serta menghargai kondisi pandangan dan keinginan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Mudjoto  dalam tekhnik komunikasi yang di kutip oleh Widjaya menyatakan bahwa fungsi komunikasi itu meliputi;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Komunikasi merupakan alat suatu organisasi sehingga seluruh kegiatan organisasi itu dapat diorganisasikan (dipersatukan ) untuk mencapai tujuan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Komunikasi merupakan alat untuk mengubah perilaku para anggota dalam suatu organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Komunikasi adalah alat agar informasi dapat di sampaikan kepada seluruh anggota organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Berdasarkan fungsi komunikasi itu, maka komunikasi memegang peranan penting dalam suatu organisasi dalam mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat berbeda Deddy Mulyana dalam bukunya ilmu komunikasi suatu pengantar menyebutkan bahwa fungsi komunikasi ada empat bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komunikasi Sosial&lt;br /&gt;Fungsi komunikasi sebagai komunikasi social setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun kensep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan antar lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota, dan negara secara keseluruhan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Komunikasi Ekspresif&lt;br /&gt;Erat kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresif yang dapat di lakukan baik sendirian ataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi insatrument untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama di komunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal, perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin dan benci dapat di ungkapkan melalui kata-kata namun terutama lewat perilaku nonverbal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komunikasi Ritual&lt;br /&gt;Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual yang biasanya di lakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang di sebut para antropolog sebagai rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, pernikahan dan masih banyak lagi. Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau menampilkan perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Ritus ritus lain seperti berdoa (sholat, sembahyang, misa), membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera, upacara wisuda, perayaan lebaran, natal juga termasuk komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa, negara, ideologi atau agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi Instrumental&lt;br /&gt;Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, dan keyakinan, dan mengubah perilaku, atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur. Bila di ringkas maka kesemua tujuan tersebut dapat di sebut membujuk (bersifat persuasif). Komunikasi yang bersifat memberitahukan atau menerangkan (to inform) mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta atau informasi yang di sampaikannya akurat dan layak untuk diketahui. Sebagi instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan , namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Study komunikasi membuat kita peka terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk bekerja lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi berfungsi sebagai instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh simpati dan sebagainya. Sedangkan jangka panjang dapat di raih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing, ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu tentu saja berkaitan dalam arti bahwa berbagai pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat di gunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya untuk memperole jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial dan kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap kali dan selalu melakukaninteraksi sosial dengan masyarakat. Itulah makanya manusia acapkali disebut-sebut sebagai makhluk yang bermasyarakat dan berbudaya. Intensitas interaksi sosial itu tidak dapat dilepaskan dari ketergantungan mereka terhadap saling memberi dan menerim informasi. Pada titik inilah ilmu komunikasi menemukan momentumnya, yaitu bertujuan untuk;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, agar informasi yang disampaikan dapat di mengerti orang lain. Komunikator  yang baik dengan sendirinya dapat menjelaskan pada komunikan (penerima) dengan sebaik baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang dimaksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Memahami orang lain, Komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang di inginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Supaya gagasan dapat di terima orang lain, komunikator harus berusaha agar gagasan kita dapat di terima orang lain dengan pendekatan yang persuasive bukan memaksakan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu, menggerakkan sesuatu itu dapat bermacammacam, mungkin berupa kegiatan, kegiatan yang di maksudkan di sini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara yang baik untuk melakukannya. Jadi secara singkat dapat ditegaskan bahwa komunikasi bertujuan mengharapkan pengertian, dukungan, gagasan, dan tindakan; setiap kali komunikator bermaksud mengadakan komunikasi maka perlu mempertanyakan apa yang menjadi tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah komunikator ingin menjelaskan sesuatu kepada oranglain ?. Apakah dia menginginkan supaya orang lain mengerti dan dapat memahami apa yang dimaksudkan ?. Apakah dia ingin agar orang lain menerima dan mendukung gagasannya?. Apakah dia ingin agar orang lain mengerjakan sesuatu atau supaya mereka mau bertindak ?. Terkait hal ini Mudjito9 menyimpulkan bahwa komunikasi bertujuan untuk memberikan pengaruh kepada seluruh anggota organisasi agar mereka secara bersamasama dapat mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, komunikasi juga mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen (POAC), artinya dengan komunikasi maka organisasi dapat:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Menyebarluaskan tujuan organisasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Mengembangkan rencana untuk mencapai tujuan organisasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Mengorganisasikan sumber-sumber lainnya agar dapat di manfaatkan lebih fektif dan efisien&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Memilih dan menghargai anggota organisasi yang baik&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Memimpin, memotifasi, menciptakan iklim atau suasana dalam organisasi sehingga para anggota mau berpartisipasi semaksimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 100%; "&gt;Mengontrol perilaku para anggota organisasi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Melalui komunikasi yang intent dan tepat diharapkan makna yang tersimpan dalam kedirian komunikator akan dapat tersampaikan secara tepat pula. Dengan kata lain, hasil atau respon yang yang diharapkan komunikator sangat bergantung dari bagaimana proses dan strategi komunikasi yang dia lakukan pada komunikan. ‘dalam setiap perkataan ada tempatnya yang tepat, dan setiap tempat ada perkataan yang tepat’ sebuah pameo yang layak direnungkan dalam konteks bagaimana menempatkan komunikasi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dalam Tugas Mata Kuliah Komunikasi Massa Bag. 1 Jurusan Ilmu Komunikasi Unhalu. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-4669177525496082059?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2012/05/antara-komunikasi-kontemporer-dan-teori.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-1197617137108373259</guid><pubDate>Tue, 02 Aug 2011 14:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-02T07:08:50.821-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><title>Kapita Selekta Humas dan Public Relations</title><description>1. Internal Publik&lt;br /&gt;Internal publik yaitu publik yang berada di dalam organisasi/ perusahaan seperti supervisor, karyawan pelaksana, manajer, pemegang saham dan direksi perusahaan.&lt;br /&gt;2. Eksternal Publik&lt;br /&gt;Eksternal publik secara organik tidak berkaitan langsung dengan perusahaan seperti pers, pemerintah, pendidik/ dosen, pelanggan, komunitas dan pemasok&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Media-Media Humas&lt;br /&gt;1. Press Relation&lt;br /&gt;        Siaran pers adalah sebuah tulisan ataupun rekaman yang ditujukan langsung pada media massa dengan tujuan untuk mengumumkan sesuatu yang memiliki nilai berita agar dipublikasikan di media massa. Dalam strukturnya, pada bagian akhir siaran pers biasanya terdapat latar belakang (bahasa Inggris:backgrounder), dimana di bagian ini berisi uraian singkat informasi yang bermanfaat sebagai penopang bagi tulisan wartawan.&lt;br /&gt;Pada umumnya siaran pers dikirimkan via pos, via fax, ataupun dikirimkan melalui surat elektronik kepada para editor dari semua surat kabar, majalah, stasiun-stasiun radio; televisi dan jaringannya. Terkadang siaran pers tunda dikirimkan dalam rangka undangan untuk menghadiri "Konferensi pers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Media Relation&lt;br /&gt;Media Relation dalam PR William F. Arens (1999:310) mendefinisikan Public Relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/ mengembangkan relasi serta komunikasi yang  ilakukan individual maupun organisasi terhadap publik guna menciptakan hubungan yang saling  menguntungkan. Publik yang dimaksud dari definisi di atas menurut Arens ada tujuh kategori publik, yaitu para Employe es-Stoc kholders-Communities-Media-Government-Investment Community- customers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Liber PR&lt;br /&gt;Media bias mengacu pada bias dari wartawan dan produsen berita di media massa dalam seleksi yang peristiwa dan cerita yang dilaporkan dan bagaimana mereka ditutupi.  Istilah "media bias" menyiratkan atau luas bias meresap melanggar standar jurnalisme , bukan perspektif seorang wartawan individu atau artikel. Arah dan derajat bias media di berbagai negara secara luas diperdebatkan. Praktis keterbatasan untuk netralitas media meliputi ketidakmampuan wartawan untuk melaporkan semua cerita dan fakta yang tersedia, dan persyaratan bahwa fakta-fakta yang dipilih dihubungkan menjadi narasi yang koheren. Karena tidak mungkin untuk melaporkan segala sesuatu, selektivitas tidak bisa dihindari. Pemerintah pengaruh, termasuk terbuka dan rahasia sensor , bias media di beberapa Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  TUJUAN PELAKSANAAN KEGIATAN PUBLIC RELATION&lt;br /&gt;1. Pembentukan citra&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian citra adalah: (1) kata benda: gambar, rupa, gambaran; (2) gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk; (3) kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa atau puisi; (4) data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Citra bayangan (mirror image). Citra ini melekat pada orang dalam atau anggota-anggota   organisasi––biasanya adalah pemimpinnya––mengenai anggapan pihak luar tentang organisasinya.&lt;br /&gt;b. Citra yang berlaku (current image). Adalah suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi.&lt;br /&gt;c. Citra yang diharapkan (wish image). Adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen.&lt;br /&gt;d.  Citra perusahaan (corporate image). Adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.&lt;br /&gt;e. Citra majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang, atau perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Citra Positif Dan Negatif&lt;br /&gt;Institusi yang baik dan menempati hati atau tertanam dalam benak (mindset) para pelanggan adalah institusi yang mempunyai Citra Positif, setiap citra positif yang ditampilkan oleh institusi terhadap publiknya membuat publik (pelanggan) ”meletakkan” keyakinannya pada institusi tersebut.  PR juga mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai ”jembatan” antara institusi dengan publiknya (pelanggannya) kerangka kerja yang positif.&lt;br /&gt;Rekayasa, atau dalam bahasa asalnya kita kenal dengan engineering, memang memiliki konotasi negatif ketika dikaitkan dengan masalah citra. Setidaknya, itulah yang terjadi dalam persepsi masyarakat Indonesia. Menariknya, istilah “rekayasa citra” begitu lekat pada profesi Public Relations dan politik. Rekayasa dipersepsikan sebagai hal yang negatif karena dikesankan sebagai upaya mengubah sesuatu demi kepentingan diri sendiri ataupun pihak tertentu.&lt;br /&gt;Seberapa jauh rekayasa menjadi negatif, tentu masing-masing pihak punya alasan tersendiri. Namun, masalahnya bukanlah terletak pada urusan rekayasa itu negatif atau positif. Masalahnya lebih terletak pada persepsi tentang  profesi Public Relations dan politik itu tadi. Maklum, baik Public Relations maupun politisi dipersepsikan suka melakukan rekayasa yang manipulatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Penerapan Kegiatan PR&lt;br /&gt;1. PR untuk Bisnis&lt;br /&gt;Public Relations adalah lebih dari sekedar metode pengontrol kerusakan-perusahaan besar. Kontrol yang digunakan ketika mereka mengalami kesulitan. Ini juga merupakan pendekatan sehari-hari untuk melakukan bisnis bahwa semua perusahaan harus memasukkan ke dalam rencana pemasaran mereka. Ini hanya berlaku untuk usaha kecil seperti pada orang lain, dan tanpa pendekatan cerdas untuk PR, sisa bisnis Anda bisa menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PR meningkatkan kesadaran&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang PR dapat lakukan untuk perusahaan. Pertama dan terpenting, PR meningkatkan kesadaran dari bisnis Anda. Ini berbeda dari pemasaran tradisional di mana Anda bergantung pada iklan, SEO, dan dari mulut ke mulut untuk membantu menyebarkan berita tentang bisnis Anda. Ini merupakan pendekatan yang lebih komprehensif yang melibatkan memperlakukan bisnis Anda sebagai sebuah perusahaan berita yang berarti sesuatu di luar hanya membuat uang atau menjual barang. Untuk kepentingan peningkatan kesadaran, semua perusahaan harus memiliki strategi yang berkaitan dengan siaran pers. Setiap saat ada pengembangan utama dengan bisnis Anda, apakah Anda memulai, menawarkan produk baru, atau membuka kantor baru, Anda harus membuat siaran pers. Berkat internet, siaran pers sekarang lebih penting daripada sebelumnya, mereka mendapatkan kata keluar tentang perusahaan Anda dan juga berkontribusi SEO Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PR memperoleh loyalitas&lt;br /&gt;Sementara itu, masyarakat aspek hubungan PR adalah apa yang Anda mendapatkan rasa hormat dan loyalitas dari pelanggan Anda. Apakah kamu seorang bisnis lokal atau Anda melakukan sebagian besar penjualan Anda melalui web, memiliki dampak positif pada masyarakat Anda membuat Anda menjadi bisnis yang orang ingin bekerja dengan. Tentu saja, ada banyak cara untuk melakukan ini-Anda dapat mengatur aktivitas masyarakat, memberikan amal, atau membuat upaya publik untuk menjadi hijau. Apa pun yang Anda memilih untuk melakukannya, setiap perusahaan harus memiliki beberapa jenis usaha pro-komunitas di tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PR mendapat investor&lt;br /&gt;Jika Anda akan memikat investor baik dalam waktu dekat atau lebih lanjut di telepon, maka Anda tidak ingin mengabaikan PR. profil publik adalah salah satu dari banyak hal yang investor mempertimbangkan ketika memutuskan apakah akan memasukkan uang ke dalam perusahaan. Jika bisnis Anda sudah hampir tidak ada keberadaan umum atau lebih buruk lagi, memiliki citra publik negatif, maka Anda akan sulit sekali menemukan orang yang bersedia untuk memberikan kontribusi terhadap pendanaan Anda.&lt;br /&gt;Sebelum Anda melangkah lebih lanjut dengan bisnis Anda, pertimbangkan hubungan investor memasang sebuah halaman di situs Anda dan memupuk link positif untuk diletakkan di sana, entah itu berita, siaran pers, atau positif menyebutkan perusahaan Anda di blog atau outlet lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PR membantu menarik dan mempertahankan bakat-bakat&lt;br /&gt;Mungkin Anda tidak melakukan banyak mempekerjakan, tapi di masa depan, jika Anda memutuskan untuk membawa beberapa bantuan yang baru, maka akan menguntungkan Anda jika karyawan potensial Anda memiliki kesan positif terhadap apa yang Anda lakukan. Perusahaan dengan reputasi yang buruk cenderung menarik karyawan yang buruk, sedangkan perusahaan-perusahaan yang dianggap baik ada orang menggedor pintu-pintu untuk bekerja untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PR untuk Organisasi&lt;br /&gt;Sebetulnya memformulasikan apa peran PR dalam organisai bukanlah hal yang mudah. Beberapa penulis mencoba memetakan bahwa pada dasarnya peran PR dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Communication Tehnician&lt;br /&gt;Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Expert Prescriber&lt;br /&gt;Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahala seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan,&lt;br /&gt;Dalam hal diffusi peran dan fungsi PR sehingga mereka paham spirit perlunya PR bagi perusahaan menjadi rendah dan tidak akan tersosialisasi bahkan terburuk akan hilang kepercayaan top manajemen akan fungsi PR bagi sebuah organisasi. Hal ini akan terjadi apabila top manajemen banyak merasa dikecewakan oleh PR yang dianggap mereka sebagai pakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Communication Facilitator&lt;br /&gt;PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya dengan cara membuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.&lt;br /&gt;Para pelaku dengan peran ini menempatkan dirinya sebagai sumber informasi dan sebagai kontak antara organisasi dan publiknya. Sebagai wasit dari interaksi, memantapkan agenda yang akan didiskusikan antara dua belah pihak, menyimpulkan pandangan, bereaksi terhadap kasus, membantu partisipan mendiagnosa masalah, membantu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan komunikasi. Mereka menjadi boundary spanner antara perusahaan dan publiknya. Mereka bekerja di bawah asumsi bahwa two way communication mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi dan publik dalam hal prosedur, kebijakan, serta tindakan lain yang berhubungan dengan minat kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Problem Solving Facilitator&lt;br /&gt;Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. PR untuk Pelanggan Eceran&lt;br /&gt;Sesi spesialis untuk Pemasaran akan memasuki mendalam dalam aspek strategis dan operasional dari perencanaan pemasaran: yaitu metode untuk mengumpulkan kebutuhan pelanggan, kriteria segmentasi yang berbeda, bagaimana menentukan target dan menciptakan posisi yang berbeda, bagaimana mengelola portofolio produk, pengelolaan dukungan anggaran, daerah yang berbeda PR dan Komunikasi yang relevan untuk industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. PR untuk Usaha Kecil dan Menengah&lt;br /&gt;Fokus utama Umum dan Corporate Relations Office adalah untuk mengelola hubungan masyarakat dan perusahaan urusan kegiatan universitas yang akan bermanfaat bagi penghuni UKM, sektor publik dan perusahaan, masyarakat lokal dan internasional.&lt;br /&gt;Hubungan masyarakat dan urusan perusahaan dari universitas adalah layanan penting, terus berkembang untuk menghadapi tantangan dalam memajukan studi pendidikan tinggi dan keprihatinan terkait. Sebuah kantor kompeten dan waspada yang melakukan terencana dan sistematis upaya hubungan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan publik UKM dan meningkatkan visibilitas UKM dan citra nasional dan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. PR untuk Agama dan Kelompok Agama&lt;br /&gt;Agama memiliki peran yang penting disini. Tidak bisa dipungkiri, isu telah menjadi masalah agama. Hans Kung, seperti dikutip Benyamin Intan dalam buku Public Religion-nya, berbicara mengenai dua sisi agama. Pertama, peran pasif dan negatif: agama harus berjuang agar tidak menjadi sumber konflik. Agama harus menahan diri dan waspada, untuk menghindar dari kemungkinan memicu konflik yang bisa merusak kedamaian. Sejarah menunjukkan bagaimana agama, dibalik wajah damainya, kapanpun bisa berubah menjadi sesuatu yang mengerikan dan menakutkan. Bagaimanapun, wajah mengerikan dari agama bukanlah wajah sejatinya. Motivasi dan keinginan rekonsiliasi antara berbagai kelompok agama, mencerminkan sisi lain agama, peran aktif dan positif agama. Kung sangat optimis bahwa agama memiliki kontribusi signifikan dalam perdamaian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;8. PR untuk Instansi Pendidikan&lt;br /&gt;Perkembangan dunia pendidikan semakin maju. Hal itu ditandai dengan kualitasdan kuantitas lembaga pendidikan yang semakin membaik. Kesuksesan dan keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran semua komponen-komponen pendidikan yang mampu menjalankan fungsidan tugasnya masing-masing dengan baik. Sebuah sistem yang baik maka akan menghasilkan proses yang baik dan hasil yang dicapai pun akan baik pula. Disilah letak vital dari pada peran humas dalam mensosialisasikan sebuah lembaga pendidikan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam rangka membangun kepercayaan masyrakat, humas eksternak memiliki tugas yang tidak ringan. Membangun dan mempertankan stigma sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung kepada kontribusi humas eksternal lembaga yang bersangkutan. Oleh karena itu, perlu kiranya kita mengetahui apa itu humas eksternal dan hal-hal yang terkait dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;9. PR untuk instansi Pemerintah&lt;br /&gt;Fungsi dan peran hubungan masyarakat (public relations) lembaga pemerintahan dinilai lamban dan relatif gagal dibandingkan dengan fungsi hubunganmasyarakat pada perusahaan swasta. "Fungsi public relation (PR) instansi pemerintahan selama ini masih bersifat searah. Humas pemerintah cenderung menjalankan fungsi penerangan, tetapi tidak menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah," ungkap Noke Kiroyan, Ketua International Public Relation Association (IPRA) Indonesia, di sela-sela acara Public Relation Week kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak praktisi PR hanya sebagai pesuruh Selain itu, katanya, masih banyak instansi pemerintah tidak mempekerjakan orang-orang berlatar kehumasan. Akibatnya komunikasi menjadi tidak efektif. Namun, sampai sekarang belum ada riset untuk mengetahui efektivitas fungsi kehumasan di lembaga pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;10. PR untuk Partai Politik&lt;br /&gt;Public Relations adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan berbagai publiknya.(Cutlip, Center &amp;amp; Brown, 2000:4).&lt;br /&gt;Partai Politik adalah analog dari pemasaran komersial dengan menggunakan saluran dari komunikasi massa, di lingkungan dimana warga negara layaknya konsumen yang memilih “brand” yang sangat banyak.(McNair, 1999:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut James Carey dalam Buku Komunikasi Politik Dan Nimmo , Public Relations dalam Partai Politik adalah seorang makelar simbol, orang yang menerjemahkan sikap, pengetahuan, dan minat suatu komunitas bahasa yang lain yang berbeda tetapi menarik dan dapat dimengerti. Seorang PR dalam partai menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas manapun dengan khalayak umum, PR menghubungkan dua komunitas bahasa yang dibedakan pada tingkat struktur sosial yang sama. (Dan Nimmo, 2005:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;11. PR untuk Badan Profesi&lt;br /&gt;Humas sebagai ilmu. Tentunya kini sudah banyak perguruan tinggi di banyak negara di belahan bumi ini yang menyelenggarakan pendidikan tinggi humas untuk jenjang diploma (D-3), magister (S-2), dan doktor (S-3). Begitu pun di Indonesia sudah sampai jenjang magister (S-2), kendati hanya subpro-gram studi atau konsentrasi dari program studi komunikasi dan jenjang doktor (S3), kendati hanya penajaman dalam tugas akhir (disertasi) dari program studi komunikasi untuk program doktor. Humas sebagai profesi. Kini hampir semua sektor kehidupan memerlukan sentuhan humas. Baik itu dunia bisnis, industri, perdagangan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga sosial, organisasi massa, organisasi politik, lembaga pemerintah, militer, pesantren, maupun lainnya, sudah memiliki departemen atau divisi humas.&lt;br /&gt;Humas sebagai profesi. Bahkan kini bermunculan perusahaan-perusahaan jasa konsultan humas karena humas sudah menjadi industri. Konon, Presiden Clinton, selain memiliki humas Gedung Putih, juga dikelilingi sedikitnya lima konsultan humas swasta. Ketika Clinton melakukan kampanye presiden dalam suatu acara gelar wicara (fatf show), ia diatur sedemikian rupa agar performance hingga kaus kakinya jangan sampai tersorot kamera televisi ketika acara itu berlangsung.Kondisi serupa pun terjadi di Indonesia. Ketika pemilihan langsung calon legislatif dan pemilihan presiden, banyak kandidat menggunakan jasa konsultan humas agar meraup dukungan dan simpati publik atau masyarakat sehingga terpilih menjadi anggota legislatif (DPR, DPD, DPRD) dan presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-1197617137108373259?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/08/kapita-selekta-humas-dan-public.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-2992460812399180778</guid><pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-02T06:18:46.065-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><title>Pengertian dan Fungsi Komunikasi Terapeutik</title><description>Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yg direncanakan secara sadar, bertujuan dan dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Komunikasi terapeutik mengarah pada bentuk komunikasi interpersonal. Northouse (1998: 12),&lt;br /&gt;komunikasi terapeutik adalah kemampuan atau keterampilan bidan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap stres, mengatasi gangguan psikologis, dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. Stuart G.W. (1998),&lt;br /&gt;komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpesonal antara bidan dengan pasien, dalam hubungan ini bidan dan pasien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional pasien.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyembuhan klien (Depkes RI, 1997). Dalam pengertian lain mengatakan bahwa komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh perawat memakai pendekatan yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antara perawat dengan klien. Persoalan yang mendasar dari komunikasi ini adalah adanya saling membutuhkan antara perawat dan klien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan klien, perawat membantu dan klien menerima bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien (Purwanto,1994). Teknik komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (Stuart &amp;amp; sundeen,1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar perawat dengan pasien. Persoalan mendasar dan komunikasi in adalah adanya saling membutuhan antara perawat dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara perawat dan pasien, perawat membantu dan pasien menerima bantuan (Indrawati, 2003 : 48). Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa   dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fungsi-fungsi Komunikasi Terapeutik&lt;br /&gt;Fungsi komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan mengajarkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Perawat berusaha mengungkap perasaan, mengidentifikasi dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan dalam perawatan (Purwanto, 1994).&lt;br /&gt;Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri. Kualitas asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan perawat-klien, Bila perawat tidak memperhatikan hal ini, hubungan perawat-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Komunikasi Terapeutik adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk mendorong dan menganjurkan kerjasama antara bidan-pasien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengidentifikasi, mengungkap perasaan dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan bidan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-2992460812399180778?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/08/pengertian-dan-fungsi-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-1353912905400804926</guid><pubDate>Sat, 09 Apr 2011 02:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-08T19:18:41.523-07:00</atom:updated><title>Promosi Penjualan Perjanjian</title><description>&lt;div&gt;Pengertian Penjualan&lt;/div&gt;Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan, 1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Winardi (1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang, agen, wakil pelayanan dan wakil pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Promosi Dengan Penjualan&lt;br /&gt;Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan yang lainnya, seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu laba. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan, personal selling, dan publisitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap, maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahankannya. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemungkinan, misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang luas, dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi Penjualan&lt;br /&gt;Menurut Basu Swastha. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja, dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan. Jadi, penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Indriyo G. (1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.&lt;br /&gt;Menurut Lamb, Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran, selain dari pada periklanan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat, dimana insentif jangka pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera, baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah.&lt;br /&gt;Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibandingkan dengan sikap. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan, terlepas bentuk apapun yang diambil. Karena itulah, kelihatannya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu kampanye promosi penjualan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum. Misalnya, apakah konsumen loyal terhadap produk anda atau terahadap produk pesaing anda? Apakah konsumen akan berpindah merek guna mencari kesepakatan yang lebih baik? Apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja, tidak peduli apapun? Apakah konsumen membeli setiap produk ketegori produk sama sekali? (Lam, Hair dan McDaniel, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda-beda, kebanyakan berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan/atau lebih besar dari suatu produk/jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut (Kotler, 2000).&lt;br /&gt;Menurut Teguh Budianto dan Fandy C. (1997) promosi penjualan alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian, umumnya bersifat jangka pendek. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sasarannya, promosi penjualan dapat diklasifikasi menjadi: &lt;br /&gt;1.Promosi konsumen, misalnya produk sampel, kopun berhadiah, hadiah langsung, potongan harga, jaminan, garansi, pelayanan purnajual, demostrasi, dan sebagainya&lt;br /&gt;2.Promosi dagang, misalnya kredit pembelian, hadiah pembelian, periklanan bersama, pajangan bersama, kontes penjual, dan sebagainya.&lt;br /&gt;3.Promosi bisnis, misahiya sponsor pertunjukkan, demostrasi dan peragaan dalam pertunjukkan dagang, kontes penjualan, hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Promosi Penjualan&lt;br /&gt;1.Tujuan promosi penjualan intern.&lt;br /&gt;Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau mempertahankan moral karyawan, melatih karyawan, kerjasama, serta semangat bagi usaha promosinya. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatan-kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. Sebagai contoh: slide, filim, brosur, dan selebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tujuan promosi penjualan perantara.&lt;br /&gt;Usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar, pengecer, lembaga perkreditan, dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan, untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar, untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi, atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan, misalnya ditawarkan kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit, atau memberika potongan musiman 25%. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh’an yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tujuan promosi penjualan konsumen.&lt;br /&gt;Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru, untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti, mendapat potongan 20% apabila membeli satu produk), untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada, untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk mempertahankan penjualan. Jadi, promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada konsumen dapat dibedakan ke dalam dua kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen,&lt;br /&gt;b.Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberitahukan konsumen, perusahaan dapat menyediakan buku kecil, mengadakan demonstrasi, menawarkan jasa konsultasi. Sedangkan untuk mendorong konsumen, perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. Sering publisitas juga dilakukan untuk membangkitkan daya tank promosi seperti ini (Basu, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14523987/tugaspromosiperiklanan.docx.html"&gt;Dokumen lengkap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-1353912905400804926?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/04/promosi-penjualan-perjanjian.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-7363063969027562815</guid><pubDate>Sat, 19 Mar 2011 00:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-02T06:04:34.268-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CFoXJmAkQcg/TYP1t3lHglI/AAAAAAAABAE/E7tEaE-EHn8/s1600/communication.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 273px; height: 232px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-CFoXJmAkQcg/TYP1t3lHglI/AAAAAAAABAE/E7tEaE-EHn8/s320/communication.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5585578131232096850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengetahuan bukan merupakan ilmu. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi bagi suatu pengetahuan yang kredibel, atau memenuhi syarat-syarat ilmiah antara lain harus bersifat empiris, verivikatif, non-normatif, transmissible, general, dan explanotory. Ilmu Komunikasi merupakan Ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataanya kepada manusia lain. Sebagai ilmu, komunikasi memiliki objek kajian yaitu usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataannya kepada manusia lain. Manusia bukan saja menyampaikan isi pernyataan kepada manusia tetapi juga kepada yang bukan manusia sepertibinatang, tumbuhan-tumbuhan dan benda-benda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya makhluk yang punya akal budi saja yang mampu memahami hasil penggunaan akal dan budi manusia sebagaimana adanya.Dengan menggunakan akal dan budinya ini manusia dapat memberikan jawaban kepada manusia lain yang menyampaikannya. Pengertian lain, Ilmu komunikasi merupakan ilmu terapan dari kelompok ilmu sosial. Sebab, menurut ilmuwan, ilmu ini bersifat indisipliner karena objek materialnya sama dengan ilmu-ilmu yang lain, terutama yang masuk ilmu sosial.&lt;br /&gt;Ilmu komunikasi adalah salah satu disiplin yang masuk dalam kelompok ilmu komunikasi dapat menjadi 4 (empat) periode diantaranya :&lt;br /&gt;1. "Tradisi retorika" yang dimulai sejak zaman yunani kuno&lt;br /&gt;2. Periode antara tahun 1900-PD ke II yang dapat disebut sebagai periode Pertumbuhan&lt;br /&gt;Ilmu Komunikasi.&lt;br /&gt;3. Periode setelah PD ke II sampai tahun 1960an. Periode ini biasanya disebut periode&lt;br /&gt;Konsolidasi.&lt;br /&gt;4. Periode Teknologi Komunikasi yang dimulai dari tahun 1960an sampai sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman kuno&lt;br /&gt;Komunikasi adalah konteks arti yang berlaku sekarang ini memeng belum dikenel saat itu. Istilahnya yang berlaku pada zaman tersebut adalah "Retorika". Disebutkan bahwa pada zaman kebudayaan mesir kuno telah ada tokoh-tokoh retorika seperti Kagemi dan Ptah- Hotep. Namun demikian tradisi retorika sebagai upaya yang sistematis dan terorganisasi baru dilakukan di zaman Yunani kuno dengan perintisnya Aristoteles (Golden, 1978). Lebih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencangkup 3 unsur yakni:&lt;br /&gt;• ethos (kredibilitas sumber),&lt;br /&gt;• pathos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan&lt;br /&gt;• logos (hal yang menyangkut fakta).&lt;br /&gt;Pokok-pokok pikiran Aristoteles dikembangkan oleh Cicero dan Quintilian mereka menyusun aturan retorika yang menyangkut 5 unsur:&lt;br /&gt;• Inventio (urutan argumentasi)&lt;br /&gt;• Dispesitio (pengaturan ide)&lt;br /&gt;• Eloqutio (gaya bahasa)&lt;br /&gt;• Memoria (ingatan), serta&lt;br /&gt;• Pronunciatio (cara penyampaian pesan).&lt;br /&gt;Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Ilmu Komunikasi di zaman Modern&lt;br /&gt;1. PERIODE PERTUMBUHAN: 1900 – PERANG DUNIA KE II&lt;br /&gt;Pada awal abad ke-19, sedikitnya ada tiga perkembangan penting yang terjadi. Pertama, adalah telepon, telegrap, radio, TV, dan lain-lain. Kedua, pecahnya Perang Dunia I dan II memberi bentuk dan arah pada bidang kajian ilmu komunikasi yang terjadi di masa ini. Aspek-aspek yang diteliti mencakup penggunaan teknologi baru dalam pendidikan formal, keterampilan komunikasi, strategi komunikasi instruksional, serta reading dan listening. Sementara di bidang penelitian komunikasi komersial, dampak iklan terhadap khalayak serta aspek-aspek lainnya yang menyangkut industri media mulai berkembang sejalan dengan tumbuhnya industri periklanan dan penyiaran (broadcasting). Jerman dan Perancis, merupakan pusat intelektual terkemuka di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PERIODE KONSOLIDASI : PD II – 1960an&lt;br /&gt;Periode setelah Perang Dunia II sampai tahun 1960an disebut sebagai periode konsolidasi (Delia, dalam Berger dan Chaffee, 1987). Karena pada masa ini konsolidasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Kristalisasi Ilmu Komunikasi ditandai oleh 2 hal :&lt;br /&gt;Adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Munculnya buku-buku yang membahas tentang pengertian komunikasi telah menjadi suatu pendekatan yang lintas disipliner dalam arti mencakup berbagai disiplin ilmu lainnya. Sedikitnya ada 7 pokok diantaranya : Claude E. Shannon, Norbert Wiener, Harold Lasswell. Institute of communication Research yang didirikan Schramm di Illinois pada tahun 1947, merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi yang pertama di Amerika Serikat. Sementara itu dua tokoh lainnya yakni : Claude E. Shannon dan Norbert Wiener disebut sebagai insinyur-insinyur komunikasi. Istilah Mass Communication (Komunikasi Masa) dan Communication Research (Penelitian Komunikasi) mulai banyak dipergunakan. Cakupan bidang studi komunikasi mulai diperjelas dan dibagi dalam empat bidang tataran : komunikasi intrapribadi, komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok dan organisasi, dan komunikasi macro-sosial serta komunikasi massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PERIODE TEKNOLOGI KOMUNIKASI : 1960an – Sekarang&lt;br /&gt;Sejak tahun 1960an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks dan mengarah pada&lt;br /&gt;spesialisasi. Menurut Rogers (1986) perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah mulai memasuki periode take off (tinggal landas) sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode teknologi komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi seperti komputer, VCR, TV Cable parabola. Tumbuhan industri media yang nampaknya tidak hanya bersifat nasional tetapi juga regional dan global. Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global/internasional khususnya dalam konteks center periperhy. Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh negara. Semakin meluasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus penyebaran dan pemusatan informasi regional dan global (misalnya transborder data flow), aspek-aspek politik dan ekonomi informasi, kompetisi antar industri media, dampak sosial dari teknologi interaktif seperti komputer, komunikasi manusia mesin, dampak telekomunikasi terhadap hubungan antar budaya, serta aspek-aspek yang menyangkut manajemen informasi. Pendekatan disiplin ekonomi mulai diterapkan, karena disadari bahwa informasi dimasa sekarang ini merupakan yang mempunyai nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;1. Effendi, Onong Uchjana. (1993). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT.Citra Aditya bakri. Hal. 2-7.&lt;br /&gt;2. Prajarto, Nunung. (2002). Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Komunikasi, Akar Sejarah dan Buah Tradisi Keilmuan. Yogyakarta: ……..?&lt;br /&gt;3. http://www.anneahira.com/ilmu/ilmu-komunikasi.htm&lt;br /&gt;4. http://abdiaghoenk.multiply.com/journal/item/21/sejarah_ilmu_komunikasi.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-7363063969027562815?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/03/pengetahuan-bukan-merupakan-ilmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-CFoXJmAkQcg/TYP1t3lHglI/AAAAAAAABAE/E7tEaE-EHn8/s72-c/communication.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-4617850634576429367</guid><pubDate>Sun, 13 Mar 2011 05:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-12T22:01:01.759-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>10 Ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Dwq8RPzVzco/TXxcvBTSOVI/AAAAAAAAA_8/JS9nmwxr4QE/s1600/4566594259aa16d0dc9copyim8.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 201px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Dwq8RPzVzco/TXxcvBTSOVI/AAAAAAAAA_8/JS9nmwxr4QE/s320/4566594259aa16d0dc9copyim8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583439600905501010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ciri-ciri Wanita Yang Baik Untuk Dijadikan Istri. Istri itu untuk mendampingi hidup kita sampai kita meninggal, istri beda dengan pacar, kalau pacar kan bisa ganti ganti. langsung saja ya gan dibawah ini ane sebutin ciri wanita yg baik untuk dijadikan istri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat beragama&lt;br /&gt;Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni. Dan usahakan cari istri yang berkerudung&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lemah-lembut&lt;br /&gt;Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepada teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatian&lt;br /&gt;“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyabar&lt;br /&gt;Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sederhana&lt;br /&gt;Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jaga kecantikan&lt;br /&gt;Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dewasa dan bijaksana&lt;br /&gt;Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hemat&lt;br /&gt;Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Keibuan&lt;br /&gt;Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tabah menderita dan mau bekerja keras&lt;br /&gt;Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7065212 (Thanks to agan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;wachidR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-4617850634576429367?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/03/10-ciri-wanita-yang-baik-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-Dwq8RPzVzco/TXxcvBTSOVI/AAAAAAAAA_8/JS9nmwxr4QE/s72-c/4566594259aa16d0dc9copyim8.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-1432638440906702515</guid><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 16:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-11T08:55:25.980-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>Gagasan Perkembangan Media Cetak</title><description>Dewasa ini, kehidupan manusia di dunia menjadi sangat berkembang. Seiring dengan perkembangan zaman pula, manusia dihadapkan dengan situasi dan kondisi dimana mereka harus saling berinteraksi dengan manusia lainnya, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Proses interaksi antar manusia ini disebut dengan komunikasi. Secara umum, istilah komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak yang lainnya agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya (feedback). Komunikasi dibedakan menjadi 2 yakni, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi verbal merupakan interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam pemyampaian informasi disampaikan secara lisan dan langsung pada pihak yang dituju untuk disampaikan informasi tersebut. Sedangkan komunikasi non verbal merupakan proses interaksi antar dua orang atau lebih, dimana dalam penyampaian pesan, caranya adalah dengan berupa tulisan (seperti surat, telegram, sms, email, dll) dan bersifat tidak lansung. Komponen komunikasi terdiri dari pengirim pesan (sender), pesan (informasi), penerima pesan (receiver), dan juga timbal balik (feedback). Adapun sejarah mengeani komunikasi yakni sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.  Pada binatang, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya "otak reptil" menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain "tingkat tinggi". Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan penyiaran. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut. Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industiralisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkembangan Teknologi Informasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.&lt;br /&gt;Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.&lt;br /&gt;Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Trend dan Perkembangan Media Cetak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi komunikasi diawali oleh penemuan sebuah alat cetak pada tahun 1041. Meskipun Johann Gutenberg, seorang yang berkebangsaan Jerman, dikenal sebagai orang yang membuat cetak-mencetak menjadi poses yang jauh lebih cepat dan ekonomis di tahun 1436, namun pemikiran Gutenberg ini bercikal dari sebuah penemuan awal alat cetak di Cina pada tahun 1041 tadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang bernama Bi Zheng di Cina diakui secara umum sebagai pencipta keterampilan cetak-mencetak. Tahun 1041, ia mencetak dokumen-dokumennya yang pertama dengan menggunakan cetakan huruf yang sudah ia bakar dalam tanah liat dan kemudian dibentuk menjadi kalimat. Proses Bi Zheng diperbaiki oleh Wang Zhen pada tahun 1298, yang membuat huruf-hurufnya dari kayu keras dan selanjutnya mencetak buku-buku dan bahkan surat kabar. Dengan demikian di Asia, cetak-mencetak sudah berlangsung sejak sekitar 100 tahun yang lalu, terutama di Cina dan Korea. Teks dan gambar diukirkan pada kepingan papan, logam atau tanah liat, kemudian acuan stempel itu diberi tinta, ditumpangi selembar kertas lalu di tekan rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa cara mencetak semacam itu pertama kali disempurnakan oleh Johann Gutenberg, yang hasil penyempurnaannya itu merupakan salah-satu hasil karya terbesar dalam sejarah sampai saat ini. Sejak saat itu industri percetakan pun mulai dan terus berkembang.  Masa Renaisans yang dikenal sebagai masa kebangkitan Romawi dan Yunani Kuno, yang merupakan masa hidupnya hampir sebagian besar tokoh-tokoh penemu bersejarah, termasuk masa di mana Johan Gutenberg lahir dan mematenkan hasil karyanya, akhirnya berakhir. Kehidupan terus berjalan dan penciptaan-penciptaan tidak berhenti bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keempat jenis media massa maka pers dalam artian surat kabar dan majalah merupakan media tertua. Film, radio, televisi adalah media yang lahir setelah surat kabar dan majalah. Menurut sejarah pers, surat kabar yang tertua adalah Notizie Scritte di Vinesia yang terbit pada tahun 1566. Sedangkan majalah yang pertama diterbitkan adalah Gentelman’s Megazine pada tahun 1731 di London.  Sampai akhir abad 19, kegiatan komunikasi massa hanya dilakukan oleh suratkabar dan majalah. Media Massa lainnya belum lahir.sekarang suratkabar dan majalah sudah mengalami kemajuan sangat pesat sesuai dengan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih. Kalau pada mulanya suratkabar dan majalah hanya dicetak dengan tinta hitam saja, sekarang dicetak dengan banyak warna atau disebut full-colour.  Teknik percetakan yang sudah semakin maju telah mngantarkan bentuk suratkabar dan majalah semakin baik dan indah. Selain dari itu, tekhnik penulisan isi redaksionalnya sudah semakin baik pula. Perkembangan terakhir adalah diperlukannya teknik percetakan jarak jauh. Cetak jarak jauh ini telah diterapkan oleh beberapa suratkabar besar di dunia. Suratkabar yang dulunya hanya dicetak di London, sekarang dalam waktu bersamaan juga dicetak di Hongkong. Teknik ini juga akan berlaku di Indonesia. Tekhnik cetak jarak jauh tentu akan memudahkan pendistribusian media cetak ke daerah, sehingga waktu pengiriman bisa dipangkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa merupakan salah satu sarana untuk pengembangan kebudayaan, bukan hanya budaya dalam pengertian seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata-cara, mode, gaya hidup dan norma-norma. (Dennis McQuil, 1987:1). Media massa sangat berperan dalam perkembangan atau bahkan perubahan pola tingkah laku dari suatu masyarakat, oleh karena itu kedudukan media massa dalam masyarakat sangatlah penting. Dengan adanya media massa, masyarakat yang tadinya dapat dikatakan tidak beradab dapat menjadi masyarakat yang beradab. Hal itu disebabkan, oleh karena media massa mempunyai jaringan yang luas dan bersifat massal sehingga masyarakat yang membaca tidak hanya orang-perorang tapi sudah mencakup jumlah puluhan, ratusan, bahkan ribuan pembaca, sehingga pengaruh media massa akan sangat terlihat di permukaan masyarakat.&lt;br /&gt;Mengingat kedudukan media massa dalam perkembangan masyarakat sangatlah penting, maka industri media massa pun berkembang pesat saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya stasiun televisi, stasiun radio, perusahaan media cetak, baik itu surat kabar, majalah, dan media cetak lainnya. Para pengusaha merasa diuntungkan dengan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang media massa seperti itu. Hal itu disebabkan karena mengelola perusahaan dengan jenis spesifikasi mengelola media massa adalah usaha yang akan selalu digemari masyarakat sepanjang masa, karena sampai kapanpun manusia akan selalu haus akan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya media masssa dan media publik merupakan perkembangan konstruktif. Publik muncul ketika terjadi penurunan pola dan interaksi sosial antar budaya.kelompok tradisional memiliki karakteristik pola interaksi sosial antar anggotanya yang mendorong pemahaman dan minat bersama dan memungkinkan interaksi sosial. Publik, adalah sejumlah orang yang terekspose kepada rangsangan yang sama dan memiliki kesamaan bahkan tanpa berinteraksi satu sama lainnya. Dalam masyarakat tradisional pasar dan hari libur menjadi dasar struktur periodik penyebaran informasi ke komunitas yang lebih luas, antar pihak yang tidak saling mengenal atau antar anggota dari keluarga yang berbeda; penyebaran informasi dilakukan dari mulut ke mulut dalam dialog tatap muka yang memungkinkan jawaban atas feedback dan pertanyaa. Dengan perkembangan media massa yang pertama kali ditunjukkan melalui barang cetakan, sejumlah orang terkena ekspose pada aliran informasi berkelanjutan pada saat yang hampir bersamaan. Informasi harus dapat dimengerti, menarik dan meyakinkan bagi orang-orang dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda, orang-orang yang tidak saling kenal tidak bertemu dan berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa memudahkan interaksi sosial untuk kesamaan budaya. Informasi dan orientasi, fakta dan nilai-nilai bisa diketahui tanpa interaksi antar manusia. Keyakinan sebagian orang lyang dinilai sebagai hal yang nyata dan bernilai sekarang bisa dikontrol dari kejauhan, terpisah dan diluar dari mereka yang meyakininya.&lt;br /&gt;Secara historis, publik terdiri dari orang-orang yang terbiasa mendapatkan berita dan orientasi dari media massa umum yang mengandung informasi dan orientasi beragam yang disebarkan oleh para pengusaha dan perusahaan. Surat kabar misalnya, memperkuat rasionalitas publik dalam cara-cara yang khusus. Pertama, mereka menyediakan informasi dalam ukuran luas yang melampaui kondisi lokal untuk memberikan informasi mengenai kejadian-kejadian di tempat yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita memungkinkan seseorang membandingkan kondisinya dengan orang lain. Berita memungkinkan alternatif ditentukan sebagai realistis dengan menunjukkan kondisi berbeda yang sudah ada. Berita memungkinkan seseorang untuk meramalkan kondisi di masa datang, contohnya pada laporan ramalan cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis awal terhadap publik dan berita adalah bahwa berita menafsirkan sebuah publik dengan mendorong dialog tatap muka. Percakapan diperkuat untuk memecahkan ketidak-pastian tentang makna berita. Percakapan berdasar berita, sebagai sarana rasionalitas publik bergantung pada tidak adanya mata-mata pemerintahan, informan, sensor dan agen rahasia yang ditugaskan oleh pemerintah. Sistem kelas dan negara harus dikeluarkan dari percakapan agar publik bisa mengaktualisasikan potensinya untuk mengajukan kritik rasional. Transformasi sosial sendiri tidak akan bisa meningkatkan rasionalitas publik jika ia tidak mencegah negara agar tidak membebankan hukuman atau penyelidikan atas percakapan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi berfungsi memobilisasi pergerakan sosial dalam publik melalui perantara surat kabar dan media lainnya. Pergerakan merupakan sektor publik yang bertujuan untuk proyek publik dan identitas sosial umum. Pergerakan sosial merupakan sektor pulik yang responsif terhadap ideologi; mereka memiliki ideologi yang pada satu sisi menterjemahkan berita dan di sisi lain, menyediakan kesadaran atas identitas sosialnya dari laporan-laporan dalam media berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan “publik” berkembang dengan munculnya gagasan “pribadi”. Hubungan antara keduanya tidak selalu sama di semua negara. Publik dan pribadi berkembang bersama. Untuk membuat suatu permasalahan menjadi masalah publik berarti membukanya terhadap orang-orang asing, mereka yang umumnya tidak telrihat dan terdengar. Pada tingkatan paradigmatik publik adalah di laur keluarga. Pertumbuhan publik dan pribadi yang bersamaan berarti perkembangan batasan kekuatan publik, pembentukan batasan bagi sebuah lembaga dimana publik tidak bisa ikut campur di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. www.slideshare.net/.../perkembangan-tik-di-indonesia&lt;br /&gt;2. Nurudin. 2007. Pengantar komunikasi massa. Jakarta : Rajagrafindo Persada&lt;br /&gt;3. McQuail, Denis, Teori komunikasi massa, Erlangga, Jakarta, 1987.&lt;br /&gt;4. http://perkembanganmedia.blogspot.com/2010/04/perkembangan-media-menurut-para-ahli.html&lt;br /&gt;5. http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-1432638440906702515?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/03/gagasan-perkembangan-media-cetak.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-5986021270203168176</guid><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 16:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-11T08:50:06.037-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Filsafat Ilmu Ruang Lingkup Dan Pembahasannya</title><description>Filsafat adalah ‘ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa kerana masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.  Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada, yaitu: ” hakikat tuhan, ” hakikat alam semesta, dan ” hakikat manusia, serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut. Perlu ditambah bahwa definisi-definisi itu sebenarnya tidak bertentangan, hanya cara mengesahkannya saja yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi filsafat menurut beberapa ilmuwan antara lain:&lt;br /&gt;1.PLATO&lt;br /&gt;Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli artimya kebenaran yang telah dibuktikan secara nyata.&lt;br /&gt;2.ARISTOTELES&lt;br /&gt;Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, estetika.&lt;br /&gt;3.DESKARTES&lt;br /&gt;Filsafat adalah kumpulan dari segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia sebagai bidang penelitian.&lt;br /&gt;4.IMMANUEL CANT&lt;br /&gt;Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pangkal pokok dari segala pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Arti dan Makna Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologi berasal dari kata Philosophia (Yunani)&lt;br /&gt;• philein artinya mencintai atau philos artinya teman&lt;br /&gt;• sophos artinya bijaksana atau Sophia artinya kebijaksanaan&lt;br /&gt;• Secara terminologi :&lt;br /&gt;• Filsafat sebagai sikap dan keperca-yaan terhadapkehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.&lt;br /&gt;• Filsafat sebagai proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang kita junjung tinggi.&lt;br /&gt;• Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.&lt;br /&gt;• Filsafat sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.&lt;br /&gt;• Filsafat sebagai sekumpulan proble-ma-problema langsung yang menda-pat perhatian dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT DASAR FILSAFAT&lt;br /&gt;1. Berpikir Radikal: menemukan akar seluruh kenyataan&lt;br /&gt;2. Mencari Asas: menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas&lt;br /&gt;3. Memburu Kebenaran&lt;br /&gt;4. Mencari Kejelasan: baik kejelasan pengertian maupun kejelasan intelektual&lt;br /&gt;5. Berpikir Rasional; logis, sitematis dan kritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANAN FILSAFAT&lt;br /&gt;1. Pendobrak: ketika intelektualitas tertawan dalam penjara tradisi dan kebiasaan&lt;br /&gt;2. Pembebas: membebaskan manusia dari ketidak-tahuan dan cara berpikir mistis&lt;br /&gt;3. Pembimbing: manusia menjadi rasional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Lahirnya Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Dari Mitos menuju Logos&lt;br /&gt;• Abad Yunani kuno dianggap sebagai titik tolak lahirnya filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Asal Mula Filsafat&lt;br /&gt;Empat hal yang melahirkan filsafat&lt;br /&gt;• Ketakjuban&lt;br /&gt;• Ketidapuasan&lt;br /&gt;• Hasrat untuk bertanya&lt;br /&gt;• Keraguan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPULAN&lt;br /&gt;• FILSAFAT adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara&lt;br /&gt;mendalam dengan mempergunakan akal sampai pada hakikatnya,&lt;br /&gt;• Filsafat tidak mempersoalkan gejala-gejala atau fenomena, tetapi yang dicari adalah&lt;br /&gt;hakikat dari suatu fenomena,&lt;br /&gt;• HAKIKAT adalah usaha prinsip yang&lt;br /&gt;menyatakan sesuatu adalah sesuatu itu,&lt;br /&gt;• JADI, tujuan filsafat adalah mencari hakikat dari sesuatu objek/gejala secara&lt;br /&gt;mendalam,&lt;br /&gt;• Subjek&lt;br /&gt;Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;GEJALA Hakikat&lt;br /&gt;(Filsafat)&lt;br /&gt;• Dalam filsafat itu harus merupakan refleksi, radikal, dan integral;&lt;br /&gt;• REFLEKSI; manusia menangkap objeknya secara intensionalitas dan sebagai hasil dari proses tersebut, yakni keseluruhan nilai dan makna yang diungkapkan manuia dari objek-objek yang dihadapinya;&lt;br /&gt;• RADIKAL; (radix : akar) mencari&lt;br /&gt;pengetahun sedalam-dalamnya;&lt;br /&gt;• INTEGRAL; kecenderungan memperoleh pengetahuan yang utuh sebagai suatu&lt;br /&gt;Keseluruh.&lt;br /&gt;F.INTERDISIPLINER&lt;br /&gt;AKSIOLOGI&lt;br /&gt;ONTOLOGI&lt;br /&gt;FILSAFAT&lt;br /&gt;KEILMUAN ETIKA ESTETIKA&lt;br /&gt;FIL ILMU&lt;br /&gt;UMUM F.I FISIK&lt;br /&gt;F. MATEMATIK&lt;br /&gt;F. BIOLOGI&lt;br /&gt;F.I SOSIAL&lt;br /&gt;F.LINGUISTIK&lt;br /&gt;F.PSIKOLOGI&lt;br /&gt;F. POLITIK&lt;br /&gt;F. EKONOMI&lt;br /&gt;F. HUKUM&lt;br /&gt;F. BUDAYA&lt;br /&gt;F. AGAMA&lt;br /&gt;F. SEJARAH&lt;br /&gt;DLL&lt;br /&gt;CABANG-CABANG FILSAFAT&lt;br /&gt;TEODICEAEI&lt;br /&gt;KOSMOLOGI&lt;br /&gt;ANTROPOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aliran filsafat(aspek geo-kultur Barat Timur Timur tengah Berkembang dari tradisi falsafi orang Yunani kuno dan dipelajari secara akademis di di Eropa dan daerah-daerah jajahannya Berkembang di Asia, (khususnya di India dan Tiongkok) dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Satu cirinya khasnya kedekatan hubungan filsafat dengan agama. Ahli waris tradisi Filsafat Barat. Orangorang Arab/Islam (juga beberapa orang Yahudi!) yang menaklukkan daerah sekitar Laut Tengah, menjumpai kebudayaan Yunani dengan tradisi falsafi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;FILSAFAT BARAT&lt;br /&gt;Klasik Pertengahan&lt;br /&gt;Modern Kontemporer Thales, Socrates, Plato, Aristoteles, dyl.Thomas Aquino Descartes, Leibniz, Pascal, Spinoza, Hobbes, dll. Foucault, Camus, Sartre, Habermas,Heidegger, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;• Filsafat Ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya.&lt;br /&gt;• Objek Material Filsafat Ilmu adalah pengetahuan ilmiah&lt;br /&gt;• Filsafat ilmu menjadi dasar keilmuan yang bersifat universal Sebagai proses: aktivitas penelitian Pengertian Sebagai prosedur: Ilmu metode ilmiah Sebagai produk: pengetahuan sistematis Pengertian Ilmu.&lt;br /&gt;• Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan, metodis dan empirik.&lt;br /&gt;pengetahuanilmu&lt;br /&gt;• Ciri-ciri Ilmu atau pengetahuan Ilmiah;&lt;br /&gt;berobjek; bersistem; bermetode dan universal Hasilnya akumulatif Sifat Ilmu Kebenarannya relative Objektif ilmu Pengetahuan Ilmiah Pengetahuan Non- Ilmiah Tujuan&lt;br /&gt;•deskripsi (menjelaskan gejala-gejala)&lt;br /&gt;•eksplanasi (hubungan kausal)&lt;br /&gt;•prediksi (lewat data-data objektif dapat dilakukan prediksi terhadap gejala&lt;br /&gt;yang muncul) bertahan hidup dalam kehidupan sehari-hari (pragmatis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara Pemerolehan&lt;br /&gt;•metodis&lt;br /&gt;•sistematis (mengikuti&lt;br /&gt;urutan-urutan yang ketat)&lt;br /&gt;•objektif (bebas nilai ?)&lt;br /&gt;•warisan budaya&lt;br /&gt;•tradisi&lt;br /&gt;•metode tidak penting&lt;br /&gt;•tidak objektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sikap Ilmiah&lt;br /&gt;1. tidak ada perasaan yang bersifat pamrih untuk mencapai pengetahuan yang&lt;br /&gt;objektif/objektivitas,&lt;br /&gt;2. melepaskan diri dari praandaian,&lt;br /&gt;3. selektif dalam mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya&lt;br /&gt;didukung oleh fakta/gejala,&lt;br /&gt;4. sikap serba relatif dan skeptis,&lt;br /&gt;5. universalitas&lt;br /&gt;By Listiyono Santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat ilmu sangat penting peranannya terhadap penalaran manusia untuk membangun ilmu. Sebab, filsafat ilmu akan menyelidiki, menggali, dan menelusuri sedalam, sejauh, dan seluas mungkin semua tentang hakikat ilmu.Dalam hal ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan akar dari semua ilmu dan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa pandangan mengenai filsafat ilmu&lt;br /&gt;Filsafat ilmu merupakan suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah. Filsafat ilmu adalah pembandingan atau pengembangan pendapat-pendapat masa lampau terhadap pendapat-pendapat masa sekarang yang didukung dengan bukti-bukti ilmiah. Filsafat ilmu merupakan paparan dugaan dan kecenderungan yang tidak terlepas dari pemikiran para ilmuwan yang menelitinya. Filsafat ilmu dapat dimaknai sebagai suatu disiplin, konsep, dan teori tentang ilmu yang sudah dianalisis serta diklasifikasikan. Filsafat ilmu adalah perumusan pandangan tentang ilmu berdasarkan penelitian secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Inti sari filsafat ilmu&lt;br /&gt;Kebenaran&lt;br /&gt;Fakta&lt;br /&gt;Logika&lt;br /&gt;Konfirmasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ciri-ciri dan cara kerja filsafat ilmu&lt;br /&gt;Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep, asumsi, dan metode ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya.&lt;br /&gt;Menkaji persamaan ilmu yang satu dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan persamaan kedudukan masing-masing ilmu.&lt;br /&gt;Mengkaji cara perbedaan suatu ilmu dengan ilmu yang lainnya.&lt;br /&gt;Mengkaji analisis konseptual dan bahasa yang digunakannya.&lt;br /&gt;Menyelidiki berbagai dampak pengetahun ilmiah terhadap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cara pandang manusia&lt;br /&gt;Hakikat manusia&lt;br /&gt;Nilai-nilai yang dianut manusia&lt;br /&gt;Tempat tinggal manusia&lt;br /&gt;Sumber-sumber pengetahuan dan hakikatnya&lt;br /&gt;Logika dengan matematika&lt;br /&gt;Logika dan matematika dengan realitas yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara filsafat ilmu melakukan penelitian, pengkajian, dan penyelidikan meliputi:&lt;br /&gt;Sebab akibat&lt;br /&gt;Pemastian&lt;br /&gt;Penggolongan&lt;br /&gt;Pengendalian&lt;br /&gt;Hukum&lt;br /&gt;Pengukuran&lt;br /&gt;Model&lt;br /&gt;Ramalan&lt;br /&gt;Kemungkinan&lt;br /&gt;Teori&lt;br /&gt;Pembenaran&lt;br /&gt;Deduksi&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Fakta empiris&lt;br /&gt;Induksi&lt;br /&gt;Hipotesis&lt;br /&gt;Fungsi filsafat ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alat untuk menelusuri kebenaran segala hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah.&lt;br /&gt;Memberikan pengertian tentang cara hidup dan pandangan hidup.&lt;br /&gt;Panduan tentang ajaran moral dan etika.&lt;br /&gt;Sumber ilham dan panduan untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;Sarana untuk mempertahankan, mendukung, menyerang atau juga tidak memihak terhadap pandangan filsafat lainnya.&lt;br /&gt;Melihat uraian di atas, filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Dengan demikian, filsafat ilmu sangatlah penting peranannya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Tentu juga, filsafat ilmu sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Filsafat Ilmu - Presentation Transcript&lt;br /&gt;Landasan Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Managemen pendidikan Oleh : JIATI TRI AGUSTINI SRI PURWANINGSIH POPON ROSMAYATI AAN HASANAH LILIYANTO M. AZHARI .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seni atau ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaa, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;ONTOLOGI Managemen pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manajemen pendidikan dapat pula didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien  Sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi enam hal;&lt;br /&gt;(1) administrasi peserta didik;&lt;br /&gt;(2) administrasi tenaga pendidik;&lt;br /&gt;(3) administrasi keuangan;&lt;br /&gt;(4) administrasi sarana dan prasarana;&lt;br /&gt;(5) admistrasi hubungan sekolah dengan masyarakat; dan&lt;br /&gt;(6) administrasi layanan khusus .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber Daya Pendidikan&lt;br /&gt;Pertama , terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Inovative, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM);&lt;br /&gt;Kedua , terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara;&lt;br /&gt;Ketiga , terpenuhinya salah satu dari 4 kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tertunjangnya kompetensi profesional sebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai manajer);&lt;br /&gt;Keempat , tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien;&lt;br /&gt;Kelima , terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer pendidikan atau konsultan manajemen pendidikan);&lt;br /&gt;Keenam , teratasinya masalah mutu pendidikan.(Husaini, 2006:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tujuan Manajemen Pendidikan&lt;br /&gt;Faktor penyebab rendahnya mutu pendidikan:&lt;br /&gt;Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan educational production function atau input-input analisis yang tidak consisten ;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara birokratik-sentralistik;&lt;br /&gt;Peran serta masyarakat khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan sangat minim (Husaini Usman, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Temuan (masalah)&lt;br /&gt;EPISTEMOLOGI Managemen pendidikan&lt;br /&gt;Mensosialisasikan konsep dasar manajemen peningkatan MBS kepada masyarakat.&lt;br /&gt;Memperoleh masukan agar konsep manajemen ini dapat diimplentasikan dengan mudah dan sesuai dengan kondisi lingkungan Indonesia yang memiliki keragaman kultural, sosio-ekonomi masyarakat dan kompleksitas geografisnya.  Menambah wawasan pengetahuan masyarakat khususnya masyarakat sekolah dan individu yang peduli terhadap pendidikan, khususnya peningkatan mutu pendidikan.  Memotivasi masyarakat sekolah untuk terlibat dan berpikir mengenai peningkatan mutu pendidikan/pada sekolah masing - masing.  Menggalang kesadaran masyarakat sekolah untuk ikut serta secara aktif dan dinamis dalam mensukseskan peningkatan mutu pendidikan.  Memotivasi timbulnya pemikiran-pemikiran baru dalam mensukseskan pembangunan pendidikan dari individu dan masyarakat sekolah yang berada di garis paling depan dalam proses pembangunan tersebut.  Menggalang kesadaran bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat, dengan fokus peningkatan mutu yang berkelanjutan (terus menerus) pada tataran sekolah.&lt;br /&gt;Mempertajam wawasan bahwa mutu pendidikan pada tiap sekolah harus dirumuskan dengan jelas dan dengan target mutu yang harus dicapai setiap tahun. 5 tahun,dst,sehingga tercapai misi sekolah kedepan.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar yang sebaik-baiknya bagi pendidikan sebagai proses pembudayaan manusia secara beradab&lt;br /&gt;Tidak hanya bersifat intrinsic sebagai ilmu seperti seni untuk seni, melainkan juga nilai ekstrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aksiologi Managemen pendidikan&lt;br /&gt;Dari landasan ontologi dan epistemologi menghasilkan empat teknik :&lt;br /&gt;a) school review ,&lt;br /&gt;b) benchmarking ,&lt;br /&gt;c) quality assurance , dan&lt;br /&gt;d) quality control .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bidang garapan Filsafat Ilmu terutama diarahkan pada komponen‑komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.&lt;br /&gt;Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat tentang apa dan bagaimana (yang) “Ada” itu (being Sein, het zijn). Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme, Paham dualisme, pluralisme dengan berbagai nuansanya, merupakan paham ontologik yang pada akhimya menentukan pendapat bahkan keyakinan kita masing‑masing mengenai apa dan bagaimana (yang) ada sebagaimana manifestasi kebenaran yang kita cari&lt;br /&gt;Epistemologi ilmumeliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan mengenal pilihan landasan ontologik akan dengan sendirinya mengakibatkan perbedaan dalam menentukan sarana yang akan kita pilih. Akal (Verstand), akal budi (Vernunft) pengalaman, atau komunikasi antara akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik, sehingga dikenal adanya model‑model epistemologik seperti: rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, fenomenologi dengan berbagai variasinya. Ditunjukkan pula bagaimana kelebihan dan kelemahan sesuatu model epistemologik beserta tolok ukurnya bagi pengetahuan (ilmiah) itu seped teori koherensi, korespondesi, pragmatis, dan teori intersubjektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akslologi llmu meliputi nilal‑nilal (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasansimbolik atau pun fisik‑material. Lebih dari itu nilai‑nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi dalam kegiatan kita, baik dalam melakukan penelitian maupun di dalam menerapkan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya Filsafat llmu juga mengarahkan pandangannya pada Strategi Pengembangan ilmu, yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampal pada dimensi ke­budayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau keman­faatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengertian Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam Filsafat ilmu [1].&lt;br /&gt;Robert Ackermann: Filsafat ilmu adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini yang dibandingkan dengan pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.&lt;br /&gt;Lewis White Beck: Filsafat ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menetapkan nilai  dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan.&lt;br /&gt;Cornelius Benjamin: filsafat ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat ilmui yang menelaah sistematis mengenai sifat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.&lt;br /&gt;May Brodbeck: filsafat ilmu itu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafat ilmui, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafat ilmuan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat ilmu pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti :&lt;br /&gt;Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)&lt;br /&gt;Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)&lt;br /&gt;Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis)[2].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ruang Lingkup Filsafat ilmu&lt;br /&gt;Bidang garapan Filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen‑komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.&lt;br /&gt;Ontologi ilmu meliputi apa hakikat ilmu itu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan ilmiah, yang tidak terlepas dari persepsi filsafat ilmu tentang apa dan bagaimana (yang) “Ada” itu (being Sein, het zijn). Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme, Paham dualisme, pluralisme dengan berbagai nuansanya, merupakan paham ontologik yang pada akhimya menentukan pendapat bahkan keyakinan kita masing‑masing mengenai apa dan bagaimana (yang) ada sebagaimana manifestasi kebenaran yang kita cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Epistemologi ilmu meliputi sumber, sarana, dan tatacara mengunakan sarana tersebut untuk mencapai pengetahuan (ilmiah). Perbedaan mengenal pilihan landasan ontologik akan dengan sendirinya mengakibatkan perbedaan dalam menentukan sarana yang akan kita pilih. Akal (Verstand), akal budi (Vernunft) pengalaman, atau komunikasi antara akal dan pengalaman, intuisi, merupakan sarana yang dimaksud dalam epistemologik, sehingga dikenal adanya model‑model epistemologik seperti: rasionalisme, empirisme, kritisisme atau rasionalisme kritis, positivisme, fenomenologi dengan berbagai variasinya. Ditunjukkan pula bagaimana kelebihan dan kelemahan sesuatu model epistemologik beserta tolok ukurnya bagi pengetahuan (ilmiah) itu seped teori koherensi, korespondesi, pragmatis, dan teori intersubjektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akslologi llmu meliputi nilal‑nilai (values) yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan kita yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik atau pun fisik‑material. Lebih dari itu nilai‑nilai juga ditunjukkan oleh aksiologi ini sebagai suatu conditio sine qua non yang wajib dipatuhi dalam kegiatan kita, baik dalam melakukan penelitian maupun di dalam menerapkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam perkembangannya Filsafat ilmu juga mengarahkan pandangannya pada Strategi Pengembangan ilmu, yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampal pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Objek Filsafat ilmu&lt;br /&gt;Objek Material filsafat ilmu Yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak.&lt;br /&gt;Menurut Dardiri (2000) bahwa objek material adalah segala sesuatu yang ada, baik yang ada dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan. Segala sesuatu yang ada itu di bagi dua, yaitu :&lt;br /&gt;Ada yang bersifat umum (ontologi), yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya.&lt;br /&gt;Ada yang bersifat khusus yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (theodicae) dan tidak mutlak yang terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi).&lt;br /&gt;Objek Formal filsafat ilmu yaitu sudut pandangan yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu di sorot. Contoh : Objek materialnya adalah manusia dan manusia ini di tinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya psikologi, antropologi, sosiologi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kedudukan dan Implikasi Filsafat Ilmu dalam Pengetahuan&lt;br /&gt;Di mana posisi filsafat ilmu ketika dihadapkan dengan Islamisasi ilmu pengetahuan. Pada dasarnya filsafat ilmu bertugas memberi landasan filosofi untuk minimal memahami berbagai konsep dan teori suatu disiplin ilmu, sampai membekalkan kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Secara substantif fungsi pengembangan tersebut memperoleh pembekalan dan disiplin ilmu masing-masing agar dapat menampilkan teori subtantif. Selanjutnya secara teknis dihadapkan dengan bentuk metodologi, pengembangan ilmu dapat mengoprasionalkan pengembangan konsep tesis, dan teori ilmiah dari disiplin ilmu masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan kajiaan yang dibahas dalam filsafat ilmu adalah meliputi hakekat (esensi) pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem-problem mendasar ilmu pengetahuan seperti; ontologi ilmu, epistimologi ilmu dan aksiologi ilmu. Dari ketiga landasan tersebut bila dikaitkan dengan Islamisasi ilmu pengetahuan maka letak filsafat ilmu itu terletak pada ontologi dan epistimologinya. Ontologi disini titik tolaknya pada penelaahan ilmu pengetahuan yang didasarkan atas sikap dan pendirian filosofis yang dimiliki seorang ilmuwan, jadi landasan ontologi ilmu pengetahuan sangat tergantung pada cara pandang ilmuwan terhadap realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala realitas yang dimaksud adalah materi, maka lebih terarah pada ilmu-ilmu empiris. Manakala realitas yang dimaksud adalah spirit atau roh, maka lebih terarah pada ilmu-ilmu humanoria. Sedangkan epistimologi titik tolaknya pada penelaahan ilmu pengetahuan yang di dasarkan atas cara dan prosedur dalam memperoleh kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sejarah Perkembangan Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Pemikiran filsafat ilmu banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Namun pada dasarnya filsafat ilmu baik dibarat, india dan Cina muncul dari yang sifatnya religius. Pembagian secara periodesasi filsafat ilmu barat adalah zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periodesasi filsafat ilmu cina adalah zaman kuno, zaman pembauran, zaman neokonfusionisme dan zaman modern. Untuk cina adalah periode weda, biracarita, sutra-sutra dan sekolastik. Dalam filsafat ilmu india yang penting adalah bagaimana manusia bisa berteman dengan dunia bukan untuk menguasai dunia. Adapun filsafat ilmu islam hanya ada dua periode yaitu: periode mutakalimin dan filsafat ilmu islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak melainkan berlangsung secara bertahap. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian secara periode yang menampilkan ciri khas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Zaman Pra Yunani Kuno (Zaman Batu)&lt;br /&gt;Pada abad VI SM yunani muncul lahirnya filsafat ilmu dan mulai berkembang suatu pendekatan yang sama sekali berlainan. Mulai saat itu orang mencari jawaban rasional tentang problem alam semesta.dengan demikian filsafat ilmu dilahirkan.&lt;br /&gt;Zaman yunani kuno&lt;br /&gt;Zaman keemasan yunani&lt;br /&gt;Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat ilmu, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk menguingkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu, karena yunani pada masa itu tidak lagi mempercayai mitologi-mitologi.&lt;br /&gt;Masa Helinistis Romawi&lt;br /&gt;Pada masa ini muncul beberapa aliran yaitu sebagai aliran sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. stoisisme, menurut paham ini jagad raya ditentukan oleh kuasa-kuasa yang disebut logos. Oleh karena itu segala kejadian menurut ketetpan yang tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;b. epikurisme, segala-galanya terdiri dari atom-atom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. skepisisme, mereka berfikir bahwa bidang teoritis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran&lt;br /&gt;d. eklektisisme, suatu kecenderungan umum yang mengambil berbagai unsur filsafat ilmu dari aliran-aliran lain tanpa berhasil mencapai suatu pemikiran yang sungguh-sungguh&lt;br /&gt;e. neoplatoisme, yakni paham yang ingin menghidupkan kembali filsafat ilmu plato.&lt;br /&gt;Zaman Abad Pertengahan&lt;br /&gt;Pada abad pertengahan mengalami 2 periode, yaitu:&lt;br /&gt;periode patriktis; mengalami 2 tahap:&lt;br /&gt;permulaan agama kristen&lt;br /&gt;filsafat ilmu agustinus; yang terkenal pada masa patristik&lt;br /&gt;periode skolastik; menjadi 3 tahap yakni:&lt;br /&gt;periode awal, ditandai dengan pembentukan metode yang lahir karena hubungan yang rapat antara agama dan filsafat ilmu&lt;br /&gt;periode puncak, ditandai oleh keadaan yang dipengaruhi oleh aristoteles akibat kedatangan ahli filsafat ilmu arab dan yahudi&lt;br /&gt;periode akhir, ditandai dengan pemikiran kefilsafat ilmuan yang berkembang kearah nominalisme.&lt;br /&gt;Zaman Renaissance&lt;br /&gt;Ialah zaman peralihan ketika kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. Manusia ingin mencapai kemajuan atas hasil usaha sendiri, tidak didasarkan atas campur tangan Illahi.&lt;br /&gt;Zaman Modern&lt;br /&gt;Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman renaissance.&lt;br /&gt;Zaman Kontemporer (Abad XX Dan Seterus)&lt;br /&gt;Fisi kawan termashur adalah Albert Einstein yang percaya akan kekekalan materi. Dengan kata lain tidak mengakui adanya penciptaan alam. Zaman kontemporer ini ditandai dengan penemuan teknologi-teknologi canggih yang terus berkembang hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Aliran Filsafat Ilmu&lt;br /&gt;Sejarah perjalanan perkembangan keyakinan dan pemikiran umat manusia tentang pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat ilmu yang melandasinya. Dari berbagai filsafat ilmu yang ada, terdapat tiga aliran paham yang dirasakan masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang secara kebetulan ketiganya lahir pada jaman abad pencerahan menejelang zaman modern.&lt;br /&gt;1. Nativisme atau Naturalisme, dengan tokohnya antara lain. J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Paham ini berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik.&lt;br /&gt;2. Empirisme atau Environtalisme, dengan tokohnya antara lain John Locke (1632-1704 M) dan J. Herbart (1776-1841 M). Aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir hanya membawa bahan dasar yang masih suci namun belum berbentuk apapun, bagaikan papan tulis yang masih bersih belum tertulisi (Tabula Rasa, Locke ) atau sebuah bejana yang masih kosong (Herbart). Atas dasar itu, pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu proses pembentukan dan pengisian pribadi peserta didik ke arah pola yang diinginkan dan diharapkan lingkungan masyarakatnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung optimistik.&lt;br /&gt;3. Konvergensionisme atau Interaksionisme, dengan tokohnya antara lain William Stern (1871-1939). Pandangan ini pada dasarnya merupakan perpaduan dari kedua pandangan terdahulu. Menurut pandangan ini, baik pembawaan anak maupun lingkungan merupakan faktor-faktor yang determinan terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik. Oleh karenanya, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian peristiwa interaksi antara pembawaan dengan lingkungan. Pribadi peserta didik akan terbentuk sebagai resultante atau hasil interaksi dari kedua faktor determinan tersebut. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-pagination: none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.1pt"&gt;KEPUSTAKAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%;mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.3pt"&gt;Achmad Sanusi (1998), Filsafat Ilmu, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Teori Keilmuan dan Metode Penelitian, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.15pt"&gt;Bandung: Program Pasca Sarjana IKIP Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.2pt"&gt;-------------------(1999), &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.1pt"&gt;Titik Balik Paradigma Ilmu : &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.15pt"&gt;Implikasinya Bagi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing: .1pt"&gt;Pendidikan, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.45pt"&gt;Orasi limiah Pada Wisuda UHAMKA tanggal 31 Juli 1999, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.25pt"&gt;Jakarta: Majelis Pendidikan Tinggi Muhammadiyah UHAMKA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.05pt"&gt;Branner, Julia. (2002), &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.3pt"&gt;Memadu Met &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.2pt"&gt;ode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.15pt"&gt;Samarinda: Pustaka Pelajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.1pt"&gt;Capra, Fritjop, (1998), Titik Balik Peradaban: &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.15pt"&gt;Sains Masyarakat dan Kebangkitan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.05pt"&gt;.Kebudayaan, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.45pt"&gt;Terjemahan M. Thoyibi, Yogyakarta: Yayasan Bentang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.25pt"&gt;Budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.2pt"&gt;Conny R. Semiawan, dkk. (1988), &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.1pt"&gt;Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.25pt"&gt;Bandung: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.15pt"&gt;Remadja karya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.1pt"&gt;Endang Saefuddin Anshari, (1982), &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.2pt"&gt;Ilmu, Filsafat dan Agama, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.2pt"&gt;Surabaya: Bina &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Ilmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:5.4pt;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt; margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in;line-height:150%; mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.1pt"&gt;Himsworth, Harold (1997), &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:.3pt"&gt;Pengetahuan Keilmuan dan Pemikiran Filosofi, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt"&gt;(Terjemahan Achmad Bimadja, Ph.D), Bandung: ITB Bandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-pagination: none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:.1pt"&gt;Ismaun, (2002), Filsafat Ilmu, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Materi Kuliah, &lt;/i&gt;Bandung (Terbitan Khusus).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Jammer, Max (1999), Einsten and Religion: Physics and Theology, New Jersey: Princeton University, Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kuhn, Thomas S, (2000), The Structure of Scientific Revolution: Peran Paradigma dalam&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="letter-spacing:-.15pt"&gt; Revolusi Sains, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="letter-spacing:-.1pt"&gt;Terjemahan Tjun Surjaman, Bandung: Rosda).&lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:.15pt"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%;mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt"&gt;Noeng Muhadjir, (1996), &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Iii, Yogyakarta. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.2pt"&gt;Rake Sarasin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%;mso-pagination:none;tab-stops:lined 1.1in;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt;mso-ansi-language:SV"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-ansi-language:SV"&gt;--------------------&lt;span style="letter-spacing:-.1pt"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="letter-spacing:-.3pt"&gt;(1998), Filsafat Ilmu: &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="letter-spacing:-.15pt"&gt;Telaah Sistematis, Fungsional Komparatif, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="letter-spacing:-.2pt"&gt;Yogyakarta: Rake Sarasin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.5in; line-height:150%;mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt"&gt;Redja Mudyahardjo, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.15pt"&gt;(2001), &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Filsafat Ilmu Pendidikan: &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.2pt"&gt;Suatu Pengantar, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.15pt"&gt;Bandung: Rosda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;mso-pagination: none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.15pt"&gt;Sidi Gazalba, (1973), &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Sistematika Filsafat, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt"&gt;Jakarta: Bulan Bintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right:.1in;text-align:justify;line-height: 150%;mso-pagination:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt; line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing:-.15pt"&gt;Sudarto (1997), &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Metodologi Penelitian Filsafat, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.1pt"&gt;Jakarta: Raja Grafindo Persada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.2pt"&gt;Tibawi, AL, (1972), &lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; letter-spacing:-.15pt"&gt;Islamic Education, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;letter-spacing: -.1pt"&gt;London: Luzak &amp;amp; Company Ltd.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color:black;mso-themecolor:text1"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-5986021270203168176?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/03/filsafat-ilmu-ruang-lingkup-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-6512688969650675603</guid><pubDate>Fri, 11 Mar 2011 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-11T08:37:52.050-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Teknologi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fakta Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>Sinetron Sebagai Media Massa, Perkembangan Serta Pengaruhnya</title><description>Televisi sebagai produk teknologi maju, berkembang pesat sejalan dengan perkembangan zaman. Televisi itu sendiri telah banyak menyentuh kepentingan masyarakat dunia. Siaran-siaran yang ditampilkan menyebabkan banyak perubahan dalam masyarakat, karena televisi memiliki sifat medium, yaitu pesan yang disampaikan mempunyai daya rangsang yang cukup tinggi. Televisi merupakan salah satu saluran media massa, karena televisi mempunyai fungsi sebagai alat edukatif, persuasif, motivatif yang mudah dan dapat dipahami (J.B. Wahyudi 1996 : 207). Ketiga fungsi yang diemban tadi dibentuk dalam acara yang enakuntuk ditonton oleh pemirsa televisi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semaraknya acara televisi yang disiarkan bagi masyarakat ditandai dengan munculnya televisi-televisi swasta di Indonesia. Hal ini sesuai dengan langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia yang memberi izin pendirian stasiun televisi yang murni komersial dan dimiliki swasta. Stasiun-stasiun televisi itu adalah RCTI, SCTV, TPI, ANTV, INDOSIAR, TRANS CORPORATION, METRO TV dan LATIVI. Kedelapan stasiun swasta itu berlomba-lomba untuk menarik perhatian penonton tersebut. Seorang pakar komunikasi khususnya dalam komunikasi massa, George Gerbner memandang televisi sebagai kekuatan dominan dalam membentuk masyarakat modern. Gerbner meyakini kekuatan televisi berasal dari simbol-simbol yang ditampilkan dalam drama kehidupan setiap harinya. Bahkan Gerbner mengilustrasikan orang-orang yang menonton televisi saat ini sama, ketika mereka mendengar khotbah-khotbah keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan sebuah sinetron biasanya ditentukan oleh rating. Bila ratingnya naik, maka episodenya bisa diperpanjang, dibuat berseri, atau jam tayangnya ditambah. Rating juga berdampak terhadap meningkatnya iklan. Oleh sebab itu rating selalu dipakai sebagai tolok ukur kesuksesan sebuah sinetron. Maka tidak heran bila acara di televisi saat ini seperti wabah. Bila yang sedang popular adalah sinetron religi, maka hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan sinetron religi terbaiknya untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;Teori Kultivasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya teori kultivasi terkenal atas penelitian mereka terhadap efek televisi yang walaupun seerhana dan bertahap tetapi juga cukup signifikan dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Mereka memfokuskan penelitian mereka pada topik tingkatan mulai dari peranan gender, kelompok, usia, hingga kepada sikap berpolitik, tetapi mereka sangat tertarik kepada topik kekerasan (www.ciadvertising.org ).  Teori kultivasi menegaskan bahwa sikap heavy viewers telah diolah terutama oleh apa yang mereka tonton di televisi. Gerbner menggambarkan dunia televisi sebagai not a window on or reflection of the world, but a world in itself. Dunia rekayasa ini membujuk heavy viewers untuk membuat asumsi tentang kekerasan, masyarakat, tempat, dan kejadian khayalan lainnya yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan sebenarnya. Dalam hal ini televisi bertindak sebagai agen sosialisasi yang mendidik penonton pada versi yang berbeda dari kenyataan. Latar belakang teori kultivasi meyatakan bahwa penonton cenderung menaruh kepercayaan terhadap televisi ketika mereka menonton televisi lebih sering. Fokus penelitian ini terletak pada heavy viewers. Sedangkan Light Viewers mempunyai banyak sumber – sumber lain untuk mempengaruhi pemikiran mereka terhadap realitas daripada heavy viewers yang sumber utama informasinya hanya program televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para teoritikus mencoba untuk membuktikan pemikiran seputar peristiwa kekerasan. Penyelidikan DR. Wade Kenny menunjukan contoh dimana seorang anak yang merupakan heavy viewers mempercayai bahwa tak masalah baginya dipukul bila hal ini memang harus terjadi padanya. Contoh lainnya adalah semakin bertambahnya ketakutan berjalan sendirian di malam hari dan tidak percaya pada semua orang secara umum. Teoritikus kultivasi membedakan antara efek “first order” (kepercayaan khalayak tentang kehidupan dunia seperti kelaziman dari kekerasan) dan efek “second order” (sikap- sikap khusus seperti hukum dan tata tertib atau keamanan pribadi). Gerbner membuktikan bahwa media massa mengolah sikap- sikap dan nilai-nilai yang sudah ada dalam suatu kebudayaan : media memelihara dan menyebarkan nilai-nilai ini di antara anggota- anggota dari suatu kebudayaan, kemudian mengikatnya bersama-sama (www.aber.ac.uk ). Gerbner melihat televisi telah mendominasi ‘lingkungan simbolis’ kita. Gerbner membuktikan bahwa kekerasan yang sangat sering ditayangkan di televisi merupakan pesan simbolis tentang hukum dan tata tertib daripada suatu penyebab sederhana dan sikap agresif penonton (seperti yang telah dibuktikan oleh Albert Bandura). Contohnya, aliran action – adventure dibuat untuk memperkuat kepercayaan terhadap hukum dan tata tertib, status quo dan keadilan sosial. Perbedaan pola reaksi antara light viewers dan heavy viewers adalah perbedaan pengolahan (cultivation diffrential), menggambarkan ditingkatan mana suatu sikap itu dibentuk dengan menonton televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua cenderung digambarkan secara negatif di televisi dan heavy viewers (khususnya anak-anak muda ) cenderung mempunyai pandangan negatif tentang orang tua dibandingkan light viewers. Banyak heavy viewers tidak menyadari pengaruh tayangan televisi terhadap sikap – sikap dan nilai – nilai dalam hidup mereka. Teoritikus membuktikan bahwa heavy viewing, tidak menghiraukan tingkat pendidikan atau penghasilan, mengendalikan penonton kepada opini yang seragam, sementara light viewing mengendalikan penonton kepada opini yang beragam. Efek kultivasi dari tayangan televisi adalah keseragaman pendapat. Gerbner dan kawan – kawan memperlihatkan bahwa kepercayaan heavy viewers yang menonton kekerasan di televisi terhadap munculnya kekerasan didalam kehidupan sehari – hari lebih tinggi dibandingkan light viewers yang mempunyai kesamaan latar belakang dengan heavy viewers. Teoritikus mengarahkan hal ini kepada efek mainstreaming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mean World Syndrome merupakan salah satu efek utama dari teori kultivasi. Hal ini terjadi ketika heavy viewers menganggap dunia sebagai suatu tempat yang keji sedangkan light viewers tidak menganggapnya demikian. Teoritikus menghubungkan dengan kenyataan bahwa televisi melukiskan dunia sebagai suatu tempat yang kejam dan bengis oleh karena itu heavy viewers terlalu takut dan terlalu berhati – hati dalam aktifitasnya sehari-hari. Gerbner melaporkan bukti dari “resonance” – suatu efek “double dose” yang dapat mendorong terjadinya kultivasi. Hal ini terjadi ketika kehidupan sehari-hari penonton sama dengan yang ditayangkan televisi. Contohnya, semenjak wanita sering dijadikan korban kejahatan di tayangan televisi, heavy viewers tidak hanya terpengaruh oleh efek mainstreaming tetapi juga merasa ketakutan karena dirinya adalah wanita. Efek kultivasi juga menjadi sangat kuat ketika lingkungan penonton sama seperti yang ditampilkan televisi. Kejahatan yang ditayangkan ditelevisi sebahagian besar terjadi dikota besar, sehingga heavy viewers yang tinggal di kota besar adalah subjek dari double dose, dan teoritikus kultivasi membuktikan bahwa kekerasan ‘resonantes’ yang lebih bagi heavy viewers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Televisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Televisi berasal dari dua kata yang berbeda yaitu “Tele” yang berarti jauh dan “Visi” yang berarti penglihatan. Dengan demikian televisi dapat diartikan dengan melihat jauh. Melihat jauh dalam hal ini mempunyai pengertian melihat gambar ataupun mendengar suara yang diproduksi di suatu tempat melalui suatu alat / perangkat (Wahyudi, 1986 : 49). Sebagai media elektronik, televisi memiliki ciri – ciri seperti yang diebutkan (Effendy, 1984 : 24) yakni berlangsung satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, sasarannya menimbulkan keserempakan dan komunikasinya heterogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembina televisi (television watcher, TV Viewer) adalah sasaran komunikasi melalui televisi siaran yang karena heterogen masing – masing mempunyai kerangka acuan (Frame of reference) yang berbeda satu sama lain. Mereka juga bukan saja dalam usia dan jenis kelamin, tetapi juga dalam latar belakang sosial dan kebudayaan sehingga pada gilirannya berbeda pula dalam pekerjaan, pandangan hidup, agama, pendidikan, cita – cita, keinginan, kesenangan dan lain sebagainya (Effendy, 1984 : 73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sinetron Di Televisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Paket sinetron cukup banyak digemari pemirsa dan berbagai lapisan sosial. Tampilnya paket sinetron televisi mempunyai unsur yang salah satunya, cerita sinetron umumnya sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat. Sebagai contoh, penayangan materi siaran sinetron saat ini, secara umum seakan sudah lepas dari “akar budaya” kita. Tema yang diangkat bahwa berputar-putar pada lingkaran saja yakni polemik kehidupan keluarga, percintaan, persahabatan, perselingkuhan, warisan dll. Itulah gambaran yang telah terjadi pada materi sinetron di televisi saat ini.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HASIL RISET MEDIA MASSA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Riset terbaru yang dilakukan bersama yayasan TIFA dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia itu menunjukkan, lima sinetron yang paling banyak ditonton. Antara lain, Citra Fitri Season 3 (SCTV), Termehek-mehek (Trans TV), dan Dewi (RCTI). Sementara sinetron yang dianggap berkualitas seperti Oshin (TVRI) dan Kepompong (SCTV), tergolong kurang digemari. Dari riset itu, tayangan lain yang sepi peminat adalah acara yang terkait dunia pertanian, perkebunan, perikanan, lingkungan hidup, dan perempuan. Penonton ternyata lebih menyukai acara politik (69 persen), hiburan, dan kriminalitas. Menurut responden, kualitas program TV yang baik secara umum adalah menambah pengetahuan, meningkatkan empati sosial, juga menghibur. Selain Kick Andy, tiga program berita (TV One, SCTV, RCTI), serta serial Bocah Petualang, ikut dinilai sebagai yang terbaik. Sebaliknya, tayangan sinetron yang buruk karena, misalnya, kurang menghibur, mengandung adegan kekerasan dan pornografi, serta tidak ramah anak. Sinetron terburuk itu adalah Suami-suami Takut Istri, Muslimah, Curhat dengan Anjasmara, Inayah, Ronaldowati, dan Termehek-mehek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari sekian banyak hiburan dalam tayangan televisi salah satunya yang sering kita nikmati adalah sinetron. Sinetron atau “Sinema Elektronik” adalah film cerita yang dibuat untuk media televisi (Labib, 2002: 1). Saat ini, sinetron merupakan salah satu alternatif hiburan yang banyak diminati masyarakat, karena selain tidak memerlukan biaya, juga sangat mudah untuk menikmatinya. Keberadaan sebuah sinetron biasanya ditentukan oleh rating. Bila ratingnya naik, maka episodenya bisa diperpanjang, dibuat berseri, atau jam tayangnya ditambah. Rating juga berdampak terhadap meningkatnya iklan. Oleh sebab itu rating selalu dipakai sebagai tolok ukur kesuksesan sebuah sinetron. Maka tidak heran bila acara di televisi saat ini seperti wabah. Bila yang sedang popular adalah sinetron religi, maka hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan sinetron religi terbaiknya untuk mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron komedi atau biasa juga disebut serial komedi situasi (sitkom). Sinetron komedi hadir sebagai hiburan dan tayangan santai yang diharapkan dapat membuat orang tertawa. Adegan yang ditampilkan biasanya bersifat konyol dan ceritanya selalu dekat dengan kehidupan masyarakat. Komedi juga dipahami sebagai sandiwara yang secara lucu mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia sehingga penonton bisa lebih menghayati kenyataan kehidupan (Suwardi, 2006: 27). Alur cerita yang ada dalam sinetron komedi biasanya tidak jauh berbeda dengan alur cerita drama ataupun melodrama. Dari babak awal berupa pembangunan kisah (set up), dilanjutkan konflik di babak tengah, dan diakhiri babak akhir berupa penyelesaian kisah atau resolution (Suwardi, 2006: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron komedi ini juga tidak sebatas membuat penonton tertawa, namun mampu memberikan perenungan tentang identitas perempuan dalam realitas kehidupan. Seperti juga yang dikatakan dramawan Rendra, komedi bukanlah hanya sekedar lawakan kosong, komedi harus mampu membukakan mata penonton kepada kenyataan kehidupan sehari-hari yang lebih dalam (Suwardi, 2006: 58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SINETRON SEBAGAI MEDIA MASSA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Media massa merupakan dasar bagi apa yang disebut sebagai “industri budaya” (Max Horkheimer dan Theodore Adorno, “The Culture Industry : Englightenment as Mass Deception”.) Semua pesan yang dipropagandakan oleh media massa membentuk kesadaran manusia dan membagi arti pesan tersebut kepada mereka, sehingga manipulasi pesan dalam media massa merupakan strategi yang efektif untuk menasehati dan memberikan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media elektronik televisi termasuk ke dalam media massa karena sifat informasinya yang konvergen. Informasi dapat diterima secara bersamaan oleh reseptor lebih dari satu orang. Menurut Jalaluddin Rakhmat, di dalam buku Psikologi Komunikasi, definisi komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sinetron sebagai bagian media massa yang informatif-menghibur-mendidik (misi umum) dan tidak berpihak kepada masyarakat-sasaran (misi khusus). Penayangan sinetron di waktu utama memiliki berbagai implikasi terhadap masyarakat. Penonton disuguhkan dengan tayangan sinetron di waktu mereka memiliki kesempatan untuk menyaksikan televisi baik secara individu maupun bersama keluarga. Sehingga mungkin sekali sinetron untuk mencapai rating tinggi.Hampir semua stasiun televisi berlomba untuk memproduksi sinetron yang bekerja sama dengan production House. Tingkat persaingan antar stasiun televisi pun semakin ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang mendorong lakunya permintaan terhadap tayangan sinetron. Faktor tersebut diantaranya adalah daya tarik cerita dan tokoh cerita yang digemari. Sedangkan ketertarikan stasiun swasta untuk memproduksi sinetron didorong permintaan dan daya jual tinggi dengan biaya murah. Jika mengamati cerita yang disuguhkan, relatif tidak ada perubahan dari satu sinetron ke sinetron yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PERKEMBANGAN SINETRON DI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Perkembangan sinetron di Indonesia berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan jumlah stasiun televisi. Saat ini ada belasan saluran tv dengan skala cakupan siaran nasional dan puluhan atau bahkan ratusan stasiun tv lokal pada tiap wilayah. Semua berlomba menayangkan acara yang terbaik agar ditonton banyak orang agar rating meningkat dan akhirnya pemasukan pendapatan dari iklan pun mengalir deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tayangan sinetron televisi, misalnya, kini didominasi oleh kisah-kisah percintaan orang dewasa, banyolan-banyolan konyol ala pelawak, intrik-intrik rumah tangga dari keluarga elit, cerita laga dan sejenisnya. Jika terus-terusan ditonton anak, hal ini akan membawa pengaruh kurang sehat bagi mereka. Sementara tayangan film yang khusus disajikan untuk anak-anak sering kali berisi adegan jorok dan kekerasan yang dapat merusak perkembangan jiwa. di sisi lain, aneka acara yang sifatnya menghibur anak-anak, seperti acara permainan, pentas lagu-lagu dan sejenisnya kurang memperoleh prioritas, atau hanya sedikit memperoleh jam tayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Acara yang mendominasi di stasiun televisi adalah sinetron kecuali stasiun tv yang memiliki genre khusus seperti Metro TV. Secara umum, hampir sebagian besar slot waktu stasiun TV didominasi oleh sinetron. Mulai dari prime time atau waktu yang menjadi waktu utama hingga pagi hari ketika aktivitas luar rumah tinggi. Waktu utama tayangan televisi pun semakin lebar. Jika beberapa tahun yang lalu waktu utama siaran televisi sekitar pukul 19.00 s.d 21.00 tetapi sekarang menjadi 18.00 s.d 23.00. Seperti yang dikutip dari ungkapan Marketing and Communication Execuitve AGB Nielsen, Andini. Indikasi utama adalah acara-acara yang memiliki rating tinggi berada di waktu utama tersebut. Sebuah stasiun televisi swasta nasional ada yang memiliki slot waktu tayang sinetron dalam sehari mencapai 7 jam. Waktu penayangannya pun berada di waktu utama, yakni pukul 18.00 s.d 22.00 malam. Jika kita mendefinisikan waktu utama sebagai waktu potensi paling besar pemirsa menyaksikan tayangan maka demikian tinggi penghargaan terhadap sinetron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penayangan sinetron di waktu utama memiliki berbagai implikasi terhadap masyarakat. Penonton disuguhkan dengan tayangan sinetron di waktu mereka memiliki kesempatan untuk menyaksikan televisi baik secara individu maupun bersama keluarga. Sehingga mungkin sekali sinetron untuk mencapai rating tinggi. Hampir semua stasiun televisi berlomba untuk memproduksi sinetron yang bekerja sama dengan production House. Tingkat persaingan antar stasiun televisi pun semakin ketat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada beberapa faktor yang mendorong lakunya permintaan terhadap tayangan sinetron. Faktor tersebut diantaranya adalah daya tarik cerita dan tokoh cerita yang digemari. Sedangkan ketertarikan stasiun swasta untuk memproduksi sinetron didorong permintaan dan daya jual tinggi dengan biaya murah. Jika mengamati cerita yang disuguhkan, relatif tidak ada perubahan dari satu sinetron ke sinetron yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGARUH SINETRON&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; Perkembangan sinetron di Indonesia berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan jumlah stasiun televisi. Saat ini ada belasan saluran tv dengan skala cakupan siaran nasional dan puluhan atau bahkan ratusan stasiun tv lokal pada tiap wilayah. Semua berlomba menayangkan acara yang terbaik agar ditonton banyak orang agar rating meningkat dan akhirnya pemasukan pendapatan dari iklan pun mengalir deras.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa ciri sinetron khas Indonesia yang kurang mendidik :&lt;br /&gt; - Bercerita tentang seseorang yang penuh penderitaan lahir batin (lemah daya).&lt;br /&gt; - Ada tokoh antagonis yang sadis dengan akting yang berlebihan dan tidak wajar selayaknya penjahat normal.&lt;br /&gt; - Biasanya bahagia di akhir cerita alias happy ending.&lt;br /&gt;- Tidak sesuai dengan perilaku dan gaya hidup di daerah mana pun di Indonesia.&lt;br /&gt;- Memperlihatkan dan mengumbar kemewahan duniawi.&lt;br /&gt;- Kurang isi pesan / makna positif di balik cerita.&lt;br /&gt;- Cerita dibuat berseri dengan akhir yang ngambang supaya yang nonton jadi gemes dan penasaran.&lt;br /&gt;- Cerita selanjutnya bersambung minggu depan terasa sangat lama sekali sehingga yang ketagihan nonton sering teringat terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; pada dasarnya sinetron hanyalah merupakan satu dari sekian banyak media hiburan yang ada di Indonesia. Sinetron tak ubahnya berfungsi seperti hiburan berupa humor, tawa sutra misal. Atau mungkin bisa disamakan dengan film-film laga. Fungsi dan peranan sinetron disini adalah sebagai media hiburan, tidak lebih. Namun pada kenyataannya mengapa banyak kejadian khususnya kejadian di rumah tangga yang seolah-olah terinspirasi oleh adegan-adegan di sinetron ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pakar psikologi ternama mengatakan bahwa hal tersebut bisa terjadi karena pada dasarnya sifat dan karakter orang yang menonton sinetron tersebut mudah menyerap banyak hal tanpa adanya filter mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi jangan semata-mata menyalahkan sinetro, kalau mungkin ada banyak intrik terjadi layaknya di sinetron. Sinetron tidak membawa pengaruh buruk. Juga sama demikian halnya tidak membawa pengaruh baik. Karena pengaruh buruk atau baik dari sinetron tersebut ditentukan oleh kepribadian dan karakter penonton masing-masing. Jadi, marilah kita tonton sinetron sebagai salah satu media hiburan penghilang stress. Ambil pengaruh positifnya namun jangan tiru pengaruh negatif dari sinetron tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Wahyudi, JB, 1996, Dasar-dasar Jurnalistik TV dan Radio, Grafiti, Jakarta&lt;br /&gt;2. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18917/5/Chapter%20I.pdf&lt;br /&gt;3. http://noviyanriadarasiregar.blogspot.com/2009/04/pengaruh-sinetron-terhadap-pola-pikir.html&lt;br /&gt;4. http://nadhirin.blogspot.com/2008/07/pengaruh-tayangan-televisi-terhadap.html&lt;br /&gt;5. http://www.facebook.com/note.php?note_id=100377951134&amp;amp;1&amp;amp;index=0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-6512688969650675603?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/03/sinetron-sebagai-media-massa.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-1934657801485321254</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 13:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-17T05:38:36.018-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bisnis Internet</category><title>Cara Sukses Investasi di PTC  Idr-clickit.com</title><description>Bila anda benar-benar serius dan ingin berinvestasi di &lt;a href="http://www.idr-clickit.com/register.php/nurdyansa.html"&gt;IDR-CLickit&lt;/a&gt;  salah satu PTC terbaik Indonesia maka anda telah berpikiran yang tepat, mengapa demikian? karena dengan berinvestasi di &lt;a href="http://www.idr-clickit.com/register.php/nurdyansa.html"&gt;PTC&lt;/a&gt; ini anda bisa meraih keuntungan besar bahkan bisa passive income seperti saya sekarang, tidak kurang dari 500rban profit bersih telah saya dapatkan dari &lt;a href="http://www.idr-clickit.com/register.php/nurdyansa.html"&gt;IDR-Clickit&lt;/a&gt; tiap bulan. Saya berusaha mencoba untuk membantu anda bagaimana tahap-tahap yang baik untuk mulai investasi di bisnis ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Adapun Tahap-Tahap memulai Investasinya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;- Siapkan dana minimal Rp. 450.000,- dianjurkan Rp. 550.000,- lalu transfer ke  IDR-CLickit.  (Bisa dicicil transfer 100rb/minggu).&lt;br /&gt;- Minggu Pertama Sewa Referal 50 orang = Rp. 100.000,-&lt;br /&gt;- Minggu Kedua Sewa lagi Referal 50 orang = Rp. 100.000,- (Total invest = 200rb)  Total RR = 100 orang.&lt;br /&gt;- Minggu ke ketiga sewa lagi referal 50 orang = Rp. 100.000,- (Total invest = 300rb)  Total RR = 150 orang.&lt;br /&gt;- Di Minggu ke ketiga juga anda langsung Uprade menjadi Member Premium = Rp. 100.000,- (Total invest = 400rb).&lt;br /&gt;- Dana sisa Rp. 50.000,- dijadikan sebagai cadangan.&lt;br /&gt;- Setelah menjadi member Premium dengan total referral sewa 150 orang maka penghasilan anda perhari berkisar minimal antara 13rb - 20rb.&lt;br /&gt;- Minggu Keempat anda mencoba ikut rebutan untuk mendapatkan 100 Referal Sewa.&lt;br /&gt;- Bila koneksi anda lambat dan tidak bisa mendapatkan referral dengan cara rebutan maka anda bisa memakai jalan sewa antrian atau rental queue.&lt;br /&gt;- Maksimalkan sewa referal anda menjadi 500 orang dengan cara menyewa lagi sisanya yaitu 350 orang. Bisa dengan cara "rebutan" atau dengan cara "Antrian/Queue" dengan menggunakan dana cadangan dan hasil klik sejak anda bergabung, sehingga anda tidak perlu keluar modal lagi.&lt;br /&gt;- Bila anda melakukan hal ini saya jamin dibulan ketiga anda sudah bisa memiliki 500 referral sewa dan penghasilan anda perharinya adalah berkisar 40rb - 50rb, itu tidak terhitung dari pendapatan referal cari lho...kalo anda punya referal cari pasti dapetnya lebih dari itu.&lt;br /&gt;- Bila semuanya telah tercapai maka per minggunya anda bisa terima Payout bersih sekitar Rp. 125.000,-. sampe seterusnya.&lt;br /&gt;- Diawal-awal investasi (2,5 bulan pertama) maka jangan memikirkan Profit dulu, melainkan fokus untuk memperbanyak Referal sewa anda dahulu, karena banyak member yang gagal dan berhenti karena mereka terlalu dini untuk berpikir profit. Profit pasti akan datang dengan sendirinya bila anda telah memiliki 500 Referal.&lt;br /&gt;- Tugas anda berikutnya hanya memaksimalkan referal cari (100 orang) dan me-maintenance referal sewa&lt;br /&gt;- Jangan lupa untuk selalu maintenance referal anda sehingga anda bisa dapet hasil yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips diatas hanya diperuntukkan buat anda yang koneksi internetnya lemot alias lambat, untuk mengetahui lemot atau tidaknya adalah apabila agan membuka halaman link ini : &lt;a href="http://www.idr-clickit.com/?u=c&amp;amp;s=rar"&gt;http://www.idr-clickit.com/?u=c&amp;amp;s=rar&lt;/a&gt; lebih dari 5 detik. Link itu adalah link shortcut untuk menyewa referal sewa untuk rebutan. Jadi bila koneksi anda cepat silahkan copas aja link itu dan pada saat jam sewa anda tinggal membukanya 15 detik sebelum jam sewa dimulai dan lakukan reload terus menerus sampai muncul daftar referal yg akan disewakan. Bila anda punya Dana Lebih saya anjurkan untuk invest minimal 550rb. Silahkan Mencoba dan SUKSES BUAT ANDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAAT INI KUOTA RENT REFERRAL DI &lt;a href="http://www.idr-clickit.com/register.php/nurdyansa.html"&gt;IDR-CLICKIT&lt;/a&gt; MENCAPAI 2000 BAYANGKAN BERAPA PENGHASILAN ANDA BILA BISA MENCAPAINYA, DIJAMIN BISA MINIMAL 1 JUTA BERSIH SEBULANNYA....JADI MAU TUNGGU APALAGI? SEGERALAH BERGABUNG DAN BERINVESTASI...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); line-height: 20px;font-family:Arial,Verdana;font-size:14px;"  &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Bila anda tertarik untuk bergabung silahkan klik banner di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); line-height: 20px;font-family:Arial,Verdana;font-size:14px;"  &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;a href="http://www.idr-clickit.com/register.php/nurdyansa.html" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.idr-clickit.com/images/banner1.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Good Luck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(34, 34, 34); line-height: 20px; font-weight: bold;font-family:Arial,Verdana;font-size:14px;"  &gt;&lt;span style="font-size:large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-1934657801485321254?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/01/cara-sukses-investasi-di-ptc-idr.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-4489245707016894701</guid><pubDate>Mon, 03 Jan 2011 17:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-11T11:04:22.070-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Pencapaian Tujuan Perusahaan Dengan  Customer Relationship Management Pada Industri Jasa Telekomunikasi</title><description>Dalam industri telekomunikasi khususnya di Indonesia, konsumen memegang peranan penting dalam kesuksesan penjualan perusahaan. Konsumen merupakan objek utama yang harus dicapai perusahaan jika perusahaan mengharapkan suatu peningkatan citra perusahaan. Diperlukan suatu strategi pemasaran yang baik, yang dapat memprediksi segala kemungkinan peluang dan tantangan di masa mendatang. Strategi pemasaran dapat mencakup pada bentuk komunikasi pemasaran yang dipilih maupun strategi bauran pemasaran (marketing mix).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kesetiaan konsumen (loyalitas pelanggan) harus dapat dilakukan oleh perusahaan dalam jangka waktu yang lama agar tidak terjadinya suatu kondisi dimana produk menjadi hilang karena tidak adanya suatu “service after sales”. Hal-hal semacam itulah yang akhirnya memunculkan suatu konsep “customer relationship management” yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Selanjutnya, bagi perusahaan (penyedia jasa telekomunikasi) dengan menerapkan customer relationship management yang kuat akan mampu mendukung unit bisnis lainnya sehingga tujuan perusahaan untuk meningkatkan profit akan tercapai, mengingat fungsi CRM ini adalah bagian dari unit pemasaran sebagai ujung tombak perusahaan. Bagi perusahaan besar terutama perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, CRM adalah suatu jalan keluar bagi perusahaan untuk menentukan strategi pencapaian tujuan perusahaan dengan memperhatikan perkembangan teknologi yang sesuai dengan aplikasi CRM perusahaan itu sendiri. Perkembangan CRM sendiri tidak dapat lepas dari teknologi, oleh karenanya bagi perusahaan pemanfaatan CRM yang dikombinasikan dengan teknologi berbasis web akan menghasilkan suatu garis sasaran perusahaan untuk menghadapi persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : CRM, tujuan perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan dunia bisnis telekomunikasi selalu mempengaruhi berbagai kebijakan, keputusan, dan strategi perusahaan agar dapat bersaing. Berbagai faktor kombinasi, seperti perkembangan teknologi dan munculnya berbagai teori pemasaran selalu mengarah pada suatu perubahan pandangan perusahaan terhadap strategi pemasaran yang telah ada sehingga konsumen yang telah lama “mempercayai” produk telekomunikasi tidak akan lari dari produk tersebut. Dan perlu diingat bahwa dunia industri dan bisnis adalah satu kesatuan, berbagai macam industri telah banyak tumbuh di era 20-an ini, karena seiring meningkatnya permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap teknologi dan komunikasi. Keanekaragaman kebutuhan masyarakat adalah akar bagi perusahaan untuk menentukan langkah-langkah yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran, seperti dalam bentuk teknik pemasaran. Fenomena sebelumnya bahwa teknik pemasaran yang paling umum dikenal adalah melalui media televisi dan media cetak, karena kondisi pada saat itu bahwa internet marketing (iklan di web) belum berkembang sehingga bagi masyarakat, adalah mudah mengetahui suatu produk melalui gambar atau audio visual (di televisi). Banyak faktor yang mempengaruhi pergeseran pandangan konsumen atau masyarakat memandang iklan pada abad 20 ini, karena perkembangan teknologi. Masyarakat dalam hal ini adalah konsumen menjadi pemegang kunci pemasaran harus seperti apa dan promosi harus dapat memenuhi gambaran konsumen terhadap suatu produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perusahaan umumnya adalah memperoleh profit. Banyak cara dan strategi yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Hampir sebagian besar dunia bisnis mengandalkan kekuatan pemasaran mereka untuk mencapai profit yang besar, namun bukan hal mudah untuk melaksanakannya karena faktor seperti komitmen dari manajemen, karyawan, budaya perusahaan, dan kekuatan permintaan konsumen di pasar menjadi penentu tujuan perusahaan tersebut. Semakin berkembangnya persaingan mendorong perusahaan dalam industri apapun untuk menerapkan suatu terobosan atau langkah baru mencapai profit dengan lebih mudah. Dalam beberapa kondisi, permintaan konsumen menjadi kunci tercapainya tujuan tersebut. Hal ini digambarkan seperti ini bahwa dengan konsumen melakukan pembelian pertama pada suatu produk tertentu dengan harga terjangkau, kualitas terjamin, maka konsumen akan kembali membeli produk tersebut, dan dampaknya dalam jangka panjang fenomena ini adalah loyalitas pelanggan terhadap produk tertentu karena telah memberikan kepuasan dan terjaminnya kualitas. Dua hal penting dalam pencapaian profit adalah bagaimana langkah awal perusahaan menentukan harga dan segmen pasarnya sehingga menembus konsumen hingga loyalitas dalam jangka waktu panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi pada akhirnya dapat mengkombinasikan tujuan perusahaan yang berbasis telekomunikasi dengan CRM melalui berbagai aplikasi berbasis web yang dapat menunjang kegiatan service, sales, dan marketing produk komunikasi untuk mendapatkan konsumen secara bebas dan mudah dengan prinsip penekanan biaya. Teknologi menjadi alat sekaligus solusi yang memberikan suatu jalan baru bagi perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan sudut pandang berbasis customer, waktu, dan kualitas yang selanjutnya dalam jangka waktu panjang teknologi CRM akan menyediakan suatu ”pintu gerbang” bagi perusahaan mendapatkan peningkatan penjualan yang tinggi dan berujung pada peningkatan profit dari penjualan. Investasi teknologi perusahaan dalam unit CRM ini sebenarnya dapat terus dikembangkan ke unit bisnis lainnya untuk mengkoordinasikan berbagai fungsi sebagai satu kesatuan sehingga diperoleh integrasi tujuan perusahaan dalam kurun waktu yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup&lt;br /&gt;Adapun batasan masalah dalam penulisan jurnal ini meliputi beberapa hal di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Masalah difokuskan pada hubungan CRM dengan pencapaian tujuan perusahaan meningkatkan profit dalam lingkup industri jasa telekomunikasi.&lt;br /&gt;2. Langkah perusahaan-penyedia jasa telekomunikasi menerapkan CRM sehingga terjadi loyalitas pelanggan.&lt;br /&gt;3. Masalah ditekankan pada aplikasi-aplikasi CRM dalam perspektif bisnis telekomunikasi.&lt;br /&gt;4. Penulisan jurnal ini tidak mencakup pada sistem informasi pemasaran secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dan Manfaat&lt;br /&gt;Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah :&lt;br /&gt;1. Mengkaji hubungan CRM dengan peningkatan profit perusahaan.&lt;br /&gt;2. Mengkaji strategi perusahaan mengembangkan loyalitas pelanggan dengan aplikasi CRM.&lt;br /&gt;3. Menganalisis faktor-faktor pendukung berhasilnya CRM dalam industri jasa telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari penulisan jurnal ini adalah :&lt;br /&gt;1. Memberikan gambaran secara jelas mengenai customer relationship management untuk menunjang pelayanan yang lebih berkualitas dan memelihara loyalitas konsumen.&lt;br /&gt;2. Menyediakan pengetahuan dan informasi yang lebih lengkap yang berkaitan dengan model CRM dengan penyesuaian strategi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi Penulisan&lt;br /&gt;Penulisan jurnal ini menggunakan beberapa referensi sumber yang diperoleh dari internet, buku, maupun jurnal untuk memperoleh data yang akurat dan informasi yang memadai dalam kajian penulisan jurnal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRM (Customer Relationship Management)&lt;br /&gt;Menurut Turban (2004, p148) , CRM adalah suatu pendekatan pelayanan kepada konsumen yang berfokus pada pembangunan jangka panjang dan hubungan konsumen yang berkelanjutan yang dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kotler dan Armstrong (2004, pp. 16-23), customer relationship management merupakan proses membangun dan mempertahankan hubungan jangka panjang yang menguntungkan dengan pelanggan melalui penyediaan pelayanan yang bernilai dan yang memuaskan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kalakota dan Robinson (2001): CRM adalah integrasi dari strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi. Dapat disimpulkan bahwa CRM merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temporal and Trott (2001) menjelaskan bahwa CRM adalah kolaborasi dengan setiap konsumen untuk menciptakan situasi win-win dengan meningkatkan nilai kehidupan pelanggan setiap harinya agar menjadi loyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Laudon dan Traver (2002), CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Buttle (2007) mendefinisikan CRM sebagai core business strategy yang mengintegrasikan proses internal serta fungsi-fungsi yang ada dalam perusahaan dengan jejaring eksternal untuk menciptakan dan men-deliver value (manfaat) kepada target pelanggan yang memberikan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan CRM (Kalakota dan Robinson 2001), yaitu:&lt;br /&gt;1. Menggunakan hubungan dengan pelanggan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan&lt;br /&gt;2. Menggunakan informasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan&lt;br /&gt;3. Mendukung proses penjualan berulang kepada pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kalakota dan Robinson (2001) terdapat tiga tahapan CRM, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mendapatkan pelanggan baru (acquire).Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan yang menarik.&lt;br /&gt;2. Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang telah ada (enhance). Perusahaan berusaha menjalin hubungan dengan pelanggan melalui pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (customer service). Penerapan cross selling atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (reduce cost).&lt;br /&gt;3. Mempertahankan pelanggan (retain). Tahap ini merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan mendengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan CRM dengan Pencapaian Tujuan Perusahaan Jasa Telekomunikasi&lt;br /&gt;Kesatuan proses bisnis dalam perusahaan memegang peranan penting terhadap kelancaran kineja. Proses bisnis tersebut dipecah dalam beberapa unit atau departemen dalam perusahaan yang tugas dan tanggung jawabnya berbeda namun saling terkait dan mendukung. Terkait dengan hal itu, suatu perusahaan pastinya memiliki visi dan misi yang fungsinya sebagai pedoman bagi perusahaan menentukan strategi dan arahan dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Jika visi terkait dengan pencapaian tujuan jangka panjang,  misi diarahkan untuk pencapaian tujuan jangka pendek. Pentingnya visi dan misi dalam perusahaan dalam hal ini perusahaan jasa telekomunikasi di Indonesia (seperti Telkom, Indosat, Excelcomindo, dsb) selalu membuat semacam summary executive untuk menjelaskan beberapa langkah dan tindakan nyata untuk mewujudkan visi dan misi. Pada dasarnya perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi lebih mudah dalam menentukan strategi bisnis mereka, mengingat faktor kebutuhan terhadap komunikasi semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Tidak bisa dipungkiri, banyak faktor eksternal yang mempengaruhi perusahaan jasa telekomunikasi menerapkan langkah pencapaian tujuan perusahaan, terutama bidang pemasaran. Pemasaran menjadi ujung tombak bagi perusahaan secara umum sebagai jalan pembuka untuk mendapatkan profit sebesar mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan perusahaan sangat bergantung pada strategi bisnis yang perusahaan jasa telekomunikasi terapkan dalam tubuh organisasinya. Butuh suatu perencanaan yang matang untuk menghasilkan suatu blueprint strategi bisnis yang memperhatikan masa mendatang, mencakup pada peluang dan resiko yang ada. Peranan pihak top manajemen dan seluruh karyawan akan sangat menunjang pembuatan suatu strategi bisnis perusahaan jasa telekomunikasi. Sebagai kuncinya, komunikasi dan teknologi yang semula terpisah namun seiring dengan perkembangan teknologi dan berbagai penelitian, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan sebagai suatu kebutuhan baik bagi individu, kelompok, maupun korporasi. Faktor-faktor seperti budaya, sosial, dan ekonomi sangat mempengaruhi perusahaan jasa telekomunikasi untuk menentukan segenap langkah yang diambil untuk mencapai target penjualan yang meningkat dari tahun sebelumnya sehingga didapatkan profit , atau setidaknya adalah ROI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tujuan perusahaan yang sifatnya pendek lebih mudah dicapai, karena banyak faktor yang dapat diprediksi dan dapat dipegang keakuratan datanya, sehingga omzet atau tingkat penjualan terhadap jasa telekomunikasi dapat terjadi secara signifikan. Untuk tujuan perusahaan yang sifatnya jangka panjang, bukan suatu langkah mudah bagi top manajemen menentukan strategi seperti apa yang akan diterapkan untuk mencapai target penjualan di masa mendatang, misalnya untuk lima tahun mendatang. Fenomena tersebut akhirnya memunculkan suatu pemikiran baru mengenai teknik pemasaran. Ilmu pemasaran sendiri adalah ilmu yang paling tua yang diterapkan dalam dunia industri maupun bisnis, karena pemasaran sebagai pemegang tongkat keberhasilan perusahaan mendapatkan konsumen dan pasar. Seiring dengan perubahan pandangan konsumen terhadap produk yang dikaitkan dengan gaya hidup maka muncul suatu konsep ”customer relationship management”, yang mana tujuannya adalah menjaga loyalitas pelanggan terhadap produk/jasa tertentu. Bagi top manajemen pembinaan hubungan dengan kelas pelanggan khusus atau kategori konsumen berdasarkan kebutuhannya akan memudahkan dalam memberikan pelayanan yang maksimal dengan mengutamakan hubungan pemasaran. CRM dalam industri jasa telekomunikasi memegang peranan penting sebagai alat yang mampu langsung menembus kondisi konsumen, artinya bahwa konsep CRM sebagai salah satu unit bisnis yang beroperasi pada pemberian layanan tanpa batas akan membantu pihak manajemen memenuhi kebutuhan konsumennya, melalui berbagai media yang disediakan dalam CRM tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRM (customer relationship management) yang disesuaikan dengan kebutuhan informasi dan bisnis perusahaan jasa telekomunikasi yakni dapat menyediakan akses komunikasi secara merata di seluruh Indonesia, akan melahirkan berbagai persaingan dalam industri telekomunikasi. Tidak hanya berpedoman pada strategi tujuan perusahaan, unit bisnis CRM juga menjadi penting ketika persaingan dalam industri semakin tinggi, dan kebutuhan masyarakat makin beragam. Perkembangan teknologi komunikasi menjadi penggerak utama CRM terus berlanjut dan berfokus pada pelayanan tanpa batas yang memberikan kenyamanan, dalam jangka waktu panjang. CRM terkait dengan kepuasan dan feel konsumen terhadap produk yang telah dipakai dan diketahui manfaatnya. Dengan penerapan CRM khususnya dengan media komputerisasi (misalnya CRM berbasis web) unit pemasaran dan layanan akan lebih mudah menjangkau seluruh konsumen yang jumlahnya sangat banyak. Konsumen dalam kapasitas yang besar perlu dilakukan pemeliharaan dan kontrol agar tidak terjadi kondisi ”konsumen beralih” ke produk lain. Faktor penyebab utama konsumen sering beralih produk adalah kurangnya kepuasan pelayanan setelah pembelian, jadi konsumen jasa telekomunikasi merasa tidak diberikan kepuasan dalam jangka waktu lama terhadap produk telekomunikasi (bisa berupa telepon kabel, selular, bahkan akses internet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi konsumen jasa telekomunikasi, yang menjadi harapan utama bagi mereka adalah terjadinya pemeliharaan dan jaminan pelayanan setelah pembelian. Artinya bahwa pembelian mereka yang pertama bukan hanya sebagai harapan dari perusahaan jasa telekomunikasi, namun juga menjadi acuan bagi pihak perusahaan dan konsumen terhadap pelayanan yang lebih memadai. Dengan CRM yang dikontrol dengan baik, keadaan jaminan kualitas, hubungan dengan konsumen, dan pelayanan yang lebih baik akan meningkatkan penjualan perusahaan secara otomatis, mengingat pembelian terhadap produk telekomunikasi lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kepribadian, gaya hidup, dan teknologi. Setidaknya dengan CRM yang berbasis web-misalnya akan menguatkan pondasi perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi menyediakan informasi yang lengkap kepada konsumen dan memberikan pelayanan yang terbaik secara total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran Tujuan Perusahaan dalam Perspektif Teknologi&lt;br /&gt;Pada era 70 an, perusahaan-perusahaan besar di dunia masih menggunakan kertas sebagai alat pelaporan manajemen. Teknologi pada saat itu belum memadai untuk mendukung proses bisnis perusahaan. Selanjutnya pada era 80 an, banyak perusahaan mulai menyadari persaingan bisnis semakin ketat, dan teknologi adalah salah terobosan yang memungkinkan untuk memenangkan persaingan. Kemudian di era 90 an, berbagai teknologi pendukung kegiatan manajemen dan proses bisnis, mulai berkembang, sampai pada abad 20 bahwa posisi teknologi sebagai jangkar utama dalam perusahaan memenangkan persaingan. Seperti halnya dalam industri jasa telekomunikasi, bahwa persaingan produk,harga, kualitas, dan kelengkapan menjadi faktor penentu suatu perusahaan dapat bertahan di persaingan jasa telekomunikasi. Fasilitas teknologi dalam perusahaan jasa telekomunikasi menjadi penentu seperti apa kelancaran proses bisnisnya, bagaimana menjaga kualitas pelayanan customer, dan cara menghadapi beberapa keluhan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan secara umum mengharapkan profit yang didapat selalu bertambah dari waktu ke waktu, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak mudah diterapkan, karena banyak faktor eksternal yang lebih kuat berpengaruh terhadap penjualan jasa telekomunikasi. Sejalan dengan inovasi-inovasi produk komunikasi, seperti telepon selular, PDA, maupun semacam Blackberry, akhirnya menuntut perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi seperti Telkom, Indosat, Excelcomindo melakukan serangkaian penyesuaian pelaksanaan strategi pemasarannya untuk mendapatkan peluang pasar yang besar. Namun, di sisi lain, faktor resesi ekonomi, dampak dari krisis global sempat melengahkan sebagian besar dunia bisnis dan industri, ditandai dengan kurs mata uang yang tidak stabil, jatuhnya perusahaan-perusahaan besar, turunnya angka investasi, dan sebagainya mengakibatkan jasa telekomunikasi mengalami penurunan. Dalam kenyataannya, meskipun terjadi fenomena semacam itu, tidak berdampak pada kebutuhan masyarakat (konsumen) terhadap produk komunikasi dan teknologi. Masyarakat lebih cenderung agresif terhadap kebutuhan komunikasi dan teknologi, karena semboyan di abad 20 ini adalah akses informasi dan kemudahan komunikasi menjadi salah satu jendela meraih dunia, artinya bahwa informasi bentuk apapun harus diperoleh dengan cepat untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di seluruh dunia. Prospek bagus ini akhirnya menjadikan perusahaan-perusahaan jasa telekomunikasi semakin gencar menetapkan serangkaian langkah pemasaran guna mencapai tujuannya memperoleh tingkat penjualan yang tinggi dan tentunya perolehan profit yang besar pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi perusahaan profit yang besar dapat berdampak pada proses bisnis selanjutnya, tentunya ini menjadikan pondasi kuat bagi jasa telekomunikasi khususnya membuat suatu terobosan pasar telekomunikasi untuk memperluas persaingan. Tujuan perusahaan jasa telekomunikasi lebih mengacu pada peningkatan atau inovasi teknologi yang diterapkan, karena inovasi memicu konsumen untuk mencoba produk teknologi yang ditawarkan. Dalam perkembangannya memang tujuan perusahaan yang semula mencapai profit yang besar mulai bergeser ke arah pengembangan pasar yang diikuti dengan teknologi. Alasan tersebut yang akhirnya mendorong pemain besar jasa telekomunikasi di Indonesia seperti Telkom, Indosat, Excelcomindo untuk melakukan beberapa penerapan teknologi guna mendukung kegiatan hubungan dengan customernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena pergeseran ini ditandai dengan melebarnya pasar telekomunikasi tidak hanya sebagai penyedia fasilitas komunikasi pada alat telepon kabel, telepon selular, namun juga merambah ke dunia akses informasi seperti akses internet. Pergeseran pasar mereka ini bukan sebagai permainan, namun sebagai taktik menggapai tujuan yang lebih besar mengingat kebutuhan konsumen semakin beragam dengan perkembangan teknologi. Dunia informasi menjadi andalan bagi pemain jasa telekomunikasi untuk menyediakan jaringannya seluas mungkin, menjangkau seluruh wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan CRM sebagai Profit dalam Jangka Waktu Panjang&lt;br /&gt;CRM merupakan strategi pemasaran yang berkembang dalam jasa telekomunikasi karena adanya pergeseran fungsi pemasaran yang disesuaikan dengan teknologi. Bila dalam era 90 an akses informasi terhadap produk terbatas pada iklan di media cetak, maka pada abad 20, akses informasi mengenai produk atau jasa tertentu terutama jasa telekomunikasi dapat diperoleh oleh konsumen dari dunia maya atau basis web, artinya bahwa jendela informasi terhadap pelayanan dapat dikendalikan oleh konsumen sebagai raja menjadi mudah. Investasi yang dibutuhkan oleh perusahaan jasa telekomunikasi (Telkom, Indosat, Excelcomindo) dalam menerapkan CRM tidaklah kecil, dibutuhkan suatu perhitungan mengenai biaya perubahan terhadap aset yang perlu dilakukan perubahan untuk dapat memenuhi tuntutan terhadap kebutuhan konsumen. Jasa telekomunikasi merupakan salah satu yang sifatnya terus berkembang dari tahun ke tahun, karena adanya perkembangan teknologi komunikasi, dan beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi dan kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan atau advertising adalah salah satu jenis alat promosi yang mudah dikenal oleh masyarakat. Dalam hal ini penentuan alat dan teknik pemasaran menjadi penentu jalannya suatu pemasaran produk atau jasa telekomunikasi. Iklan mungkin lebih banyak dikenal dalam industri jasa telekomunikasi, namun kualitas pelayanan terhadap konsumen dalam jangka waktu yang panjang untuk menciptakan loyalitas konsumen seringkali kurang diperhatikan oleh pihak manajemen, padahal bagaimanapun juga hubungan dengan customer tidak hanya sebatas pada kegiatan pembelian, namun harus berlanjut (continous) untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang telah mereka beli adalah suatu produk yang menyediakan jaminan. Sebagai contoh bentuk pemeliharaan konsumen adalah adanya website dan call center untuk semua customer pengguna jasa telekomunikasi, bahkan call center tersebut diadakan selama 24 jam untuk mendukung kegiatan pelayanan. Dalam penerapannya bahwa dengan keluhan-keluhan yang ditujukan oleh konsumen kepada perusahaan jasa telekomunikasi justru memberikan suatu peluang dan tantangan menciptakan suatu konsep pelayanan terbaik dengan cepat, mudah, dan dapat menjangkau seluruh lapisan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya CRM sebagai bentuk pandangan investasi pemasaran yang membutuhkan dana yang besar dan dibutuhkan dukungan dan koordinasi, maka seiring dengan pentingnya konsumen dan profit bagi perusahaan, pandangan tersebut mengubah perusahaan untuk menyeimbangkan kebutuhan konsumen, keluhan, profit, dan teknologi mengintegrasikannya dalam satu kesatuan sistem yang dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan dalam jangka waktu panjang, karena CRM sendiri muncul sebagai adanya tanggapan yang baik oleh konsumen terhadap produk telekomunikasi. Jasa telekomunikasi saat ini yang sering ditawarkan adalah pemasangan telepon kabel, pengisian ulang pulsa secara elektronik, bahkan penyediaan fasilitas akses internet. Peranan CRM dalam telekomunikasi tidak hanya pada batas pelayanan terbaik dan pemberian jada terbaik namun lebih mendekati bagaimana membina hubungan yang baik dengan konsumen. CRM dapat dikatakan sebagai profit jangka panjang perusahaan, ketika perusahaan mulai memandang CRM sebagai bentuk strategi terpenting memelihara konsumen dan pasar, tanpa adanya suatu hubungan yang baik dengan konsumen, jasa atau produk tertentu dapat kehilangan citra atau imagenya secara otomatis. Penciptaan image produk telekomunikasi di mata konsumen dapat dibangun dengan adanya penyediaan kelengkapan produk yang ditawarkan sekaligus jasa yang akan diterima oleh konsumen sebelum dan sesudah pembelian terhadap produk telekomunikasi. Konsumen Indonesia lebih mengikuti gaya hidup, preferensi, dan mutu terhadap jasa telekomunikasi, mengingat dalam penerapannya, bahwa produk telekomunikasi membutuhkan suatu kualitas pemeliharaan yang terus menerus, untuk itu kepercayaan konsumen terhadap jasa telekomunikasi yang terbaik menjadi pertimbangan utama konsumen memilih suatu jasa. Dalam waktu yang lama fenomena loyalitas pelanggan jasa telekomunikasi menjadi ujung tombak dan penerang bagi perusahaan jasa telekomunikasi menentukan langkah selanjutnya menerapkan taktik CRM yang lebih berkembang sehingga didapat titik puncak kepuasan dan loyalitas konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah proses CRM dalam perusahaan yang umum terjadi sebagai investasi untuk tujuan masa mendatang dari perusahaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRM sebagai Alat Memelihara Loyalitas Pelanggan&lt;br /&gt;Pada perusahaan jasa telekomunikasi, mendapatkan konsumen yang banyak dan setia dalam jangka waktu yang lama adalah suatu pencapaian harapan yang besar, oleh karenanya diperlukan tindakan selanjutnya yang sifatnya kontinu atau berlanjut. Strategi CRM lebih menitikberatkan pada manajemen pelanggan lama – bagaimana perusahaan mengembangkan dan mempertahankan pelanggan lama (customer retention). Perusahaan jasa telekomunikasi harus menerapkan suatu CRM yang terintegrasi yang mengutamakan kemampuan perusahaan dan keseluruhan unit bisnis yang menunjang proses bisnis keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Customer relationship management diimplementasikan dengan harapan pengelolaan informasi dan hubungan konsumen yang lebih baik, dengan melakukan eksplorasi bagaimana meningkatkan efisiensi operasional untuk optimalisasi strategi CRM. Saat ini, bisnis telekomunikasi menggunakan sumber daya yang luas untuk memecahkan dua isu management : inefisiensi operasi yang membutuhkan peningkatan jumlah dan sumber daya pekerja dan inefisiensi praktik CRM baik gagal untuk menahan konsumen atau gagal pada pertumbuhan pendapatan. Sebagai permintaan pada stabilitas bisnis dan peningkatan pertumbuhan, nilai bisnis ditentukan melalui kombinasi dan maksimalisasi produktivitas operasional. Banyak bisnis yang sukses saat ini, mengambil langkah untuk optimalisasi nilai prosuktif dari sumber daya internal dengan berdasarkan pada manajemen bagi asset bisnis yang esensial membawa pada stabilitas operasional dan focus yang baik pada pengelolaan dan pertumbuhan konsumen yang ada. Fokus pada konsumen dan hubungan bisnis akan membawa pada peningkatan pendapatan. Manajemen yang tidak efektif akan mengurangi nilai proporsi CRM dan memimpin diskusi mengenai valliditas teknologi CRM. Manajemen organisasi akan membawa dan menentukan nilai strategi CRM dan kesuksesannya. Lebih spesifik bisnis memfokuskan perhatiannya pada bagaimana tenaga kerja yang berpengetahuan berinteraksi dengan konsumen melalui banyak cara dan mengidentifikasi metode yang tepat untuk meningkatkan efisiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala konsumen berbicara dengan agen pada contact center, mereka mengekspektasikan bahwa agen tidak hanya mempunyai informasi yang sudah tersedia tetapi juga menangani permintaan secara efisien. Solusi dari kegagalan CRM adalah meningkatkan pengelolaan pelanggan melalui penciptaan lingkungan bagi pelanggan. Berdasarkan pandangan CRM, pekerja yang berinteraksi dengan konsumen akan lebih kaya dengan informasi yang tersedia. Pekerja ini akan siap mempengaruhi pelayanan dan kepuasan konsumen, membangun loyalitas konsumen yang lebih tinggi dan meningkatkan customer retention. Chanel bisnis konsumen harus dibangun yang mendemonstrasikan bahwa mereka dapat menerima keuntungan operasional yang akan membawa pada pertumbuhan perusahaan yang lebih baik dan profitabilitas yang lebih tinggi. Menjalankan bisnis secara efektif sangat penting bagi kesuksesan strategi manajemen stratejik. Integrasi desktop memungkinkan hubungan konsumen untuk memenuhi tantangan menciptakan peningkatan kepuasan dan loyalitas konsumen sambil meningkatkan produktifitas pekerja dan mengurangi semua biaya operasional. Integrasi desktop juga memungkinkan peningkatan pendapatan. Integrasi desktop juga merupakan asset bisnis dan nilai yang tidak hanya meningkatkan pengalaman konsumen tetapi juga menambahkan pada pendapatan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CRM dalam Perspektif Bisnis Telekomunikasi&lt;br /&gt;Di Indonesia pemain besar jasa telekomunikasi adalah perusahaan yang memiliki jaringan kuat terhadap fasilitas komunikasi di Indonesia. Adapun perusahaan besar tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia, PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama. Ketiga perusahaan besar ini bersaing dalam bidikan pasar konsumen. Persaingan yang terjadi seringkali terletak  pada tarif telepon yang diberikan kepada konsumen, namun bagi pandangan konsumen Indonesia bahwa pembelian pertama harus diikuti dengan program pelayanan yang memadai dalam waktu yang lama dan terus menerus. Masing-masing pihak di atas menerapkan CRM dalam bentuk berbeda, karena dalam kenyataannya CRM adalah sebuah strategi yang terintegrasi dengan teknologi dan untuk mencapai integritas tersebut dibutuhkan suatu aplikasi CRM yang memadai dan mampu mendapat tanggapan atau respon yang baik dari konsumen. Selanjutnya dalam perjalanannya nanti, CRM ini dapat memberikan suatu kontribusi bagi perusahaan khusunya mengenai pendapat, harapan, dan keluhan dari pelanggan yang pada akhirnya dapat memberikan gambaran bentuk pelayanan seperti apa yang mungkin harus diciptakan oleh ketiga perusahaan jasa telekomunikasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk PT Telekomunikasi Indonesia membangun hubungan secara online dengan pelanggan dalam bentuk myTelkom web site pribadi pelanggan, e-Complain untuk keluhan pelanggan, e-billing untuk penagihan dan beragam aplikasi lain yang dapat diterapkan disisi CRM dalam konteks sistem informasi bisnis perusahaan. Manfaat yang ingin dirasakan melalui penerapan CRM berbasis online diantaranya adalah adanya kemampuan Telkom untuk dapat memahami kebutuhan setiap pelanggan baik yang bersifat pribadi maupun korporasi sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan melalui penetapan prioritas layanan yang berbeda untuk setiap pelanggan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Telkom e-service ini, Telkom berusaha menempatkan diri sebagai perusahaan yang dapat memberikan layanan penuh kepada konsumennya tanpa dibatasi ruang dan waktu. Diharapkan dengan portal CRM (Telkom e-service), konsumen Telkom dapat memperoleh kebutuhan pelayanannya dengan maksimal dan mendapatkan keuntungan dari segi waktu, biaya, dan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk PT Indosat, program Peningkatan Infrastruktur Pelayanan Pelanggan dilakukan melalui pengembangan Interactive Voice Response, peningkatan Accessibility Contact Center Pra Bayar, pengembangan dan implementasi Integrated CRM Application atau I-Care dan standarisasi tampilan baru Galeri Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada website CRM yang disediakan dalam situs resmi PT Indosat di atas, konsumen Indosat diberikan kemudahan untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhannya jika terjadi ketidaklancaran berkomunikasi atau mengalami gangguan jaringan. Dalam website Indosat ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung hubungan konsumen dengan pihak Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan visinya sebagai operator seluler terbesar di tanah Air, PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) menempatkan unit Layanan Pelanggan atau XL Contact Management sebagai tulang punggung dalam menghadirkan layanan berkualitas. Dengan terus memaksimalkan unit layanan yang didukung Integrated CRM (Customer Relationship Management) System ini, XL sekaligus siap menyongsong penerapan Standar Kualitas Layanan. Tindakan tesebut seiring peningkatan jumlah pelanggan, maka XL juga terus meningkatkan kualitas layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan mobilitas pelanggan, sehingga perlu menerapkan Integrated CRM System sebagai salah satu keunggulan perusahaan yang kompetitif. XL Contact Management memberikan layanan bagi 26 juta pelanggan melalui XL Contact Center (untuk layanan telepon dan surat menyurat elektronik serta faksimili) dan XL Center (untuk layanan walk-in atau kunjungan langsung). Fokus dari XL Contact Management adalah memberikan informasi dan solusi atas keluhan pelanggan, guna mencapai kepuasan pelanggan. XL Contact Management didukung oleh perangkat lunak canggih Customer Relationship Manager yang memastikan konsistensi setiap informasi yang disampaikan kepada pelanggan melalui seluruh jalur komunikasi (baik melalui telepon, web, email, surat pos atau fax). XL juga menyediakan layanan Video Contact Center berbasis 3G yang memungkinkan pelanggan bertatap muka dengan petugas Layanan Pelanggan. Layanan ini merupakan layanan Video Contact Center Pertama di Indonesia. Di sisi sumberdaya manusia, XL Contact Center 817 diperkuat oleh tim yang multi skills untuk memberikan solusi komunikasi yang beragam. Bahkan, untuk keluhan yang spesifik, misalnya menyangkut data komunikasi dan gadget, didukung dengan tim khusus yang akan membantu memecahkan masalah menyangkut gadget. Salah satu solusi komunikasi yang diberikan XL adalah solusi telekomunikasi korporat berbasis GSM dan Non GSM yang diberikan oleh XL Business Solutions. Solusi ini sangat beragam mulai dari sirkit sewa (leased line), broadband, IP (Internet Protocol), internet HSDPA, BlackBerry, hingga penyediaan PABX berbasis GSM dan telepon untuk pelanggan korporat. XL Contact Management didukung oleh 356 XL Center yang tersebar di seluruh Indonesia dan XL Contact Center yang melayani pelanggan XL selama 24 jam dan 7 hari seminggu. Sebagai upaya meningkatkan kepuasan pelanggan, XL Contact Center telah menambah titik layanan di beberapa lokasi, sehingga memiliki kemampuan load balancing dan disaster recovery system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Perusahaan Jasa  Telekomunikasi dalam Menerapkan CRM&lt;br /&gt;Piranti CRM hanya mampu mendorong dan memperkuat proses penjualan dan pelayanan pelanggan. Tetapi, jika orang-orang di bagian penjualan dan pelayanan tidak mau menggunakan piranti itu, maka perusahaan hanya akan menghabiskan uang tanpa memperoleh hasil optimal. Para praktisi yang sangat berpengalaman dalam penerapan CRM menyarankan agar setiap orang yang terkait dalam CRM ini hendaknya dilibatkan sejak awal proyek itu dijalankan. Berikan mereka tanggungjawab, sehingga hal itu akan memufuk keterlibatannya dalam proyek yang dijalankan. Di sisi lain, dengarkan pandangan dan pendapat orang-orang yang ada di depan, yang menjual dan melayani pelanggan, utamanya untuk menemukan proses-proses tersembunyi yang sebenarnya menjadi kekuatan perusahaan. Diperlukan suatu persiapan yang baik untuk menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja mereka, terutama karena diterapkannya CRM. Yakinkan mereka bahwa perubahan itu justru akan memberikan sesuatu yang lebih baik, baik bagi karyawan maupun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun strategi CRM yang efektif, ada 4 langkah penting yang harus dilakukan yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi karakteristik dari setiap pelanggan.&lt;br /&gt;2. Membuat model dari nilai setiap segmen pelanggan.&lt;br /&gt;3. Menciptakan strategi yang proaktif dan rencana pelaksanannya atau metoda bisnisnya, yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan, dimulai dengan segmen pelanggan yang paling potensial.&lt;br /&gt;4. Mendesain ulang struktur perusahaan sepanjang diperlukan, proses kerja, teknologi dan sistem penghargaan untuk pelanggan dalam rangka mengimplementasikan strategi peningkatan hubungan dengan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dari empat langkah di atas telah dilaksanakan, maka perusahaan jasa telekomunikasi dapat mengintegrasikan komponen CRM secara keseluruhan yakni komponen marketing, sales, dan service. Di masing-masing komponen ini, mengharuskan bahwa perusahaan jasa telekomunikasi menerapkan tindakan dalam setiap komponennya. Dalam CRM di bidang jasa telekomunikasi, umumnya service menjadi komponen terpenting dalam memajukan hubungan dengan customer. Sebab sifat dari industri jasa adalah pelayanan yang berkelanjutan dan ketersediaan fasilitas jaringan mampu mencapai minat konsumen. Berikut ini adalah komponen yang harus diintegrasikan oleh perusahaan jasa telekomunikasi dalam menerapkan CRM yang sukses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan jasa telekomunikasi harus didukung dengan faktor pendukung keberhasilan CRM itu sendiri, yakni :&lt;br /&gt;a.) Kontrol&lt;br /&gt;CRM hanya bisa diterapkan dengan sukses jika terdapat evaluasi dan maintenance secara terus menerus. Lingkungan bisnis selalu mengalami perubahan, oleh karena itu, maka CRM juga harus terus beradaptasi. Idealnya, ada pihak yang menangani evaluasi perubahan-perubahan yang terjadi baik di internal bisnis, pelanggan, karyawan dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.) Adaptasi perlahan&lt;br /&gt;Perubahan besar yang serta merta terjadi akan lebih sulit diterima. Sebaliknya, jika perubahan sedikit demi sedikit dilakukan maka akan mudah untuk diaplikasikan. Begitu pula dengan CRM, dimana karyawan juga harus melakukan penyesuaian terhadap perangkat dan proses bisnis yang baru. Jika karyawan sudah berhasil adaptasi, maka mereka akan lebih termotivasi dan produktivitasnya juga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.) Libatkan Eksekutif&lt;br /&gt;Eksekutif perusahaan bertanggung jawab untuk menentukan arah strategis dari CRM, termasuk masalah anggaran dan parameter keberhasilan. Mereka juga harus memastikan bahwa service culture terpatri dalam karyawan-karyawan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.) Fokus pada Relationship&lt;br /&gt;Inti dari CRM adalah mengenai relationship. Oleh karena itu, selain membuka hubungan baru, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan hubungan Anda dengan pelanggan dan prospek Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-4489245707016894701?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2011/01/pencapaian-tujuan-perusahaan-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-6890246235003696703</guid><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-29T01:47:07.821-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Model Manajemen Komunikasi</title><description>MODEL MANAJEMEN KOMUNIKASI&lt;br /&gt;Model komunikasi yang paling sederhana adalah adanya pengirim, berita (pesan) dan penerima seperti gambar berikut ini : Model ini menunjukkan 3 unsur esensi komunikasi. Bila salah satu unsur hilang, komunikasi tidak dapat berlangsung. Sebagai contoh seorang dapat mengirimkan pesan, tetapi bila tidak ada yang menerima atau yang mendengar, komunikasi tidak akan terjadi. Model komunikasi yang terperinci, dengan unsur-unsur penting dalam komunikasi yaitu : komunikator, pesan, saluran, komunikan atau khalayak, dan efek.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber (source) atau pengirim mengendalikan berbagai pesan yang dikirim, susunan yang digunakan, dan saluran mana yang akan digunakan untuk mengirim pesan tersebut. Mengubah pesan ke dalam berbagai bentuk simbo-simbol verbal atau nonverbal yang mampu memindahkan pengertian, seperti kata-kata percakapan atau tulisan, angka, berakan dsb. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga sumber mengirimkan pesan melalui berbagai saluran komunikasi silan. Manfaat komunikasi lisan, antar pribadi adalah kesempatan untuk berinteraksi antara sumber dan penerima, memungkinkan komunikasi nonverbal (gerakan tubuh, intonasi suara, dll) disampaikannya pesan secara tepat, dan memungkinkan umpan bali diproleh. Sedangkan komunikasi terulis dapat disampaikan melalui media seperti, memo. Langkah keempat adalah penerimaan pesan oleh pihak penerima. Pada umumnya penerima menerima pesan melalu panca indera mereka.. banyak pesan penting yang tidak diterima oleh seseorang karena mereka tidak menerima pesan karena kesalahan dalam mememilih media yang tepat. Langkah kelima adalah decoding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menyangkut memahami symbol-simbol yang dipergunakan oleh pengirim (sumber). Ini amat dipengaruhi oleh latar belakang, kebudayaan, pendidikan, lingkungan, praduga dan gangguan disekitarnya. Dalam komunikasi dua arah antara pimpinan dan stafnya (atasan dan bawahan) kemampuan pimpinan dalam berkomunikasi menjadi factor penentu berhasil tidaknya orang lain memahami ide, gagasan yang ia sampaikan. Langkah terakhir adalah umpan balik. Setelah pesan diterima dan diterjemahkan, penerima memberikan respon, jadi komunikasi adalah proses yang berkesinambungan dan tak pernah berakhir. Inilah yang disebut bahwak komunikasi yang efektif itu akan menimbulkan interaksi yang baik pula dalam melaksanakan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam pencapaian tujuan tentunya tidak selalu sama dengan apa yang kita harapkan, pasti akan terjadi konflik. Konflik memang mengejutkan bagi segelintir orang. Konflik melekat erat dalam jalinan kehidupan, sehingga kita dituntut untuk memperhatikan konflik dan mencari jalan meredam ketakutan terhadap konflik. Dengan demikian, langkah yang baik sekali dalam memanajemen konflik adalah mengklasifikasikan peristiwa dan mengidentifikasikan apa yang anda lakukan secara pribadi, siapa yang terlibat dan apakah konflik telah menyebar atau menjadi konflik yang lebih luas melibatkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda telah melakukan identifikasi dan klasifikasi konflik yang terjadi serta efek yang ditimbulkan, maka anda harus memiliki langkah ataupun strategi untuk mengatasi konflik tersebut. Jika anda belum memiliki strategi, di bawah ini akan dibahas 5 pendekatan atau model penyelesaian konflik berdasarkan pendapat Dr. William Hendricks, yang dapat anda gunakan sesuai dengan kondisi konflik yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Model penyelesaian konflik dengan mempersatukan (Integrating)&lt;br /&gt;2. Model penyelesaian konflik dengan kerelaan untuk membantu (obliging)&lt;br /&gt;3. Model penyelesaian konflik dengan mendominasi (dominating)&lt;br /&gt;4. Model penyelesaian konflik dengan menghindar (avoiding)&lt;br /&gt;5. Model penyelesaian konflik dengan kompromis (compromising)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-6890246235003696703?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/12/model-manajemen-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-3113906342497464612</guid><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 09:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-29T01:38:50.427-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Contoh Proposal Kegiatan Konferensi Pers</title><description>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telekomunikasi adalah salah satu kunci infrastuktur terpenting untuk memperluas tantangan nasional. Dengan telekomunikasi kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi pada waktu dan tempat yang tepat serta isi yang tepat pula sehingga bisa memenangkan strategi dalam bisnis. Telekomunikasi sebagai jenis industri juga merupakan obyek dari globalisasi. Aturan main sebagai subyek dan obyek dari globalisasi menjadikan telekomunikasi salah satu pilihan subyek yang terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kehadiran era telekomunikasi, kesadaran masyarakat akan pentingnya telekomunikasi terus meningkat, dan mendorong para produsen gadget atau handphone  mulai meningkatkan produksinya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun pengguna Handphone di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Dari hasil riset yang dikeluarkan oleh ROA (Research On Asia) mengungkapkan bahwa tahun 2007 sampai 2010 pengguna Handphone di indonesia terus mengalami kenaikan. Pada akhir tahun 2006, pengguna ponsel di Indonesia tercatat sebanyak 68 juta orang dan akan tumbuh menjadi 94,7 juta pada tahun 2007. sedangkan pada tahun 2010, angka pengguna ponsel di Indonesia pun diprediksikan mencapai angka 116juta pengguna. Hal tersebut berarti bisa dikatakan sekitar separuh dari seluruh populasi di Indonesia pada tahun ini merupakan pengguna ponsel (Data populasi penduduk indonesia sekitar 250 juta jiwa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data tersebut terlihat bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga pasar ponsel terbesar di Asia setelah Cina dan India. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan pengguna ponsel di Indonesia. Faktor tersebut di antaranya adalah layanan jaringan diperkirakan akan tumbuh semakin cepat dikarenanakan investasi yang agresif dalam bidang infrastruktur telekomunikasi. Bahkan beberapa operator ponsel juga telah melakukan penurunan tarif layanan mereka, baik tarif percakapam, tarif sms, mms dan juga tarif pengaksesan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan berdampak kepada banyaknya penduduk dengan pendapatan rendah atau menengah menjadi pengguna ponsel. Dilain pihak operator ponsel di Indonesia yang mempunyai lisensi mengembangkan layanan secara nasional diharapkan terus mengembangkan jaringan telekomunikasi baru secara cepat. Pengguna ponsel baru diperkirakan akan tumbuh pesat di kota kota kecil wilayah di Indonesia. Akan tetapi sampai sekarang, layanan jaringan ponsel berbagai vendor masih terkonsentrasi di kota -kota besar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu teknologi di ponsel pun makin di tingkatkan, dengan hadirnya teknologi 3G, memungkinkan operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan yang lebih luas,termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Permasalahan&lt;br /&gt;Di Indonesia masih sedikitnya produsen produsen Ponsel yang menawarkan Ponsel dengan harga murah yang memiliki teknologi 3G yang dapat di jangkau masyarakat menengah sehingga ponsel dengan teknologi 3G belum bisa di rasakan secara penuh oleh masyarakat, dengan  melihat kondisi ini, maka Kali ini, Perusahaan I-TECH sebagai salah satu perusahaan produsen Ponsel yang berbasis di Indonesia akan mengadakan konferensi pers untuk meluncurkan sebuah produk ponsel terbaru yaitu “I-Tech V71” sebuah ponsel yang berteknologi 3G dengan harga murah dan terjangkau bagi masyarakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan&lt;br /&gt;Mendukung perkembangan teknologi komunikasi guna kemajuan telekomunikasi dan informasi di Indonesia serta menghadirkan ponsel berteknologi tinggi yang murah yang bisa di jangkau oleh masyarakat menengah ke bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Manfaat &lt;br /&gt; Adapun manfaat dari peluncuran Produk Ponsel I-Tech V71 berteknologi 3G maka rakyat Indonesia yang berpenghasilan ekonomi menengah ke bawah bisa merasakan ponsel berteknologi 3G dengan harga terjangkau &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;Kehadiran ponsel di Indonesia dimulai dari generasi kedua,sampai generasi ke empat (yang sekarang banyak beredar di pasaran).Berikut ulasan singkat tentang generasi ponsel tersebut :&lt;br /&gt;Generasi Kedua:&lt;br /&gt;Ponsel generasi ini juga biasa disebut 2G hadir pada pertengahan 1990-an.Beroperasi pada jaringan GSM dengan menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz.Pada generasi ini sinyal analog telah di ubah dengan sinyal digital.Penggunaan sinyal digital melengkapi ponsel dengan pesan suara,panggilan tunggu dan SMS.&lt;br /&gt;Generasi Ketiga:&lt;br /&gt;Ponsel generasi ini juga disebut 3G, fiturnya adalah memungkinkan operator jaringan untuk memberi para pengguna ponsel ini memiliki jangkauan yang lebih luas,termasuk internet dan Video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Keempat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponsel generasi ini juga disebut 4G.4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan babak baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro),CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dll.Sistem 4G berdasarkan keragaman jaringan IP,yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas utnuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir,4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing, game on-line, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dari prediksi yang di lakukan oleh InMobi Indonesia menempati urutan ke 6 Dunia sebagai Pengguna Ponsel terbesar di dunia dengah jumlah sekitar 116 Juta Pengguna setelah Brasil. Fasilitas internet menjadi alasan bagi pengguna dalam membeli ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prediksi InMobi tentang pengguna ponsel nyaris dipastikan kebenarannya. Setelah pada 2009 pengguna ponsel di Indonesia mencapai angka 100 juta lebih, maka untuk periode 2010 ini InMobi meramal angka pengguna seluler di Indonesia akan naik menjadi 146 juta. Ledakan yang hampir mencapai kenaikan 50% itu lantaran InMobi sudah mencium gelagat akan beredarnya ponsel dengan harga yang relatif murah. Dan tentu saja, dengan fasilitas jejaring sosial yang menggiurkan para pembelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Uses And Gratifications (Penggunaan Dan Pemenuhan Kebutuhan)&lt;br /&gt;Teori ini mempertimbangkan apa yang dilakukan orang pada media, yaitu menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Menurut para pendirinya, Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1984), uses and gratifications meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain , yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum seseorang merasakan manfaat akan media yang dikonsumsinya, sudah barang tentu orang tersebut mempunyai alasan-alasan untuk menggunakan media tersebut dibandingkan penggunaan media lainnya. Alasan-alasan ini dikenal dengan nama motif pada kajian ilmu psikologi sosial. Motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak, alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Uses &amp;amp; Gratification merupakan salah satu landasan teoritis yang tepat untuk meneliti tentang motif para pengguna media. Dikarenakan asumsi dari teori tersebut adalah pengguna yang secara aktif memilih media yang dipakai dan yang kedua adalah media yang digunakannya dapat memberikan servis/gratifikasi terhadap tujuan yang akan dicapai, dan jika kedua asumsi tersebut dapat terpenuhi maka sudah tentu pendekatan Uses &amp;amp; Gratification cocok untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Bauran Pemasaran&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikatakan oleh William J. Stanton  (1993:7)  bahwa pemasaran adalah ” suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial”. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa dalam pemasaran terdapat empat unsur pokok kegiatan pemasaran yakni produk, harga, promosi dan distribusi yang dimana satu sama lain saling berkaitan. Sehingga untuk menciptakan pemasaran yang baik dan berhasil dalam mencapai tujuan perusahaan serta memberikan kepuasan terhadap konsumen, maka keempat unsur tadi perlu dirancang sebaik mungkin terutama dengan memperhatikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen sesuai  dengan konsep pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Product (Produk) Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price (Harga) Bauran harga berkenaan dcngan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran dan tingkat diskriminasi harga diantara berbagai kelompok pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Promotion (Promosi) Bauran promosi meliputi berbagai metode, yaitu Iklan, Promosi Penjualan, Penjualan Tatap Muka dan Hubungan Masyarakat. Menggambarkan berbagai macam cara yang ditempuh perusahaan dalam rangka menjual produk ke konsumen.&lt;br /&gt;Saluran Distribusi (Place) Merupakan keputusan distribusi menyangkut kemudahan akses terhadap jasa bagi para pelanggan. Tempat dimana produk tersedia dalam sejumlah saluran distribusi dan outlet yang memungkinkan konsumen dapat dengan mudah memperoleh suatu produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan strategi bauran pemasaran yang tepat, yang perlu dipahami terlebih dulu adalah perilaku konsumen. Dengan mengenal konsumen akan dipahami karakteristik pembeli maupun bagaimana seorang pembeli membuat keputusannya serta berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku mereka dalam mengambil keputusan atas pembelian suatu produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen dalam memantapkan keputusan pembelian suatu produk, terlebih dahulu akan mempertimbangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk diantaranya unsur-unsur bauran pemasaran. Bauran pemasaran produk yang ditanggapi atau direspon dengan baik (positif) oleh konsumen akan memiliki peluang yang besar bagi produk tersebut untuk dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu perusahaan perlu mengetahui tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran yang dilakukannya. Perusahaan yang memahami betul bagaimana tanggapan konsumen terhadap unsur-unsur bauran pemasaran produknya akan mempunyai kelebihan-kelebihan dibanding pesaingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PELAKSANAAN KEGIATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Profil Perusahaan&lt;br /&gt; PT. I-Tech Telecom adalah perusahaan layanan jaringan komunikasi tanpa kabel dengan merek dagang I-Tech yang didirikan pada tahun 2000 dengan Nama PT. I-Tech Telecom yang berbasis di Indonesia. PT. I-Tech Telecom mempunyai empat grup bisnis untuk menemukan dinamika unik dari setiap bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ponsel menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas, dan Merupakan tanggung jawab dari bisnis ponsel utama I-Tech, berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA. Ponsel berfokus pada fitur yang kaya, ponsel yang ditargetkan untuk pasar global serta harga yang terjangkau.&lt;br /&gt;Multimedia menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk perangkat mobile lanjutan dan aplikasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan selalu menawarkan infrastruktur jaringan yang memimpin, teknologi dan layanan terkait, berdasarkan pada standar nirkabel utama untuk operator mobile dan service provider. Berfokus pada teknologi GSM, grup berorientasi kepemimpinan dalam jaringan radio GSM, EDGE dan WCDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Gambaran Umum Produk&lt;br /&gt;Ponsel I-Tech v71 adalah sebuah telepon pintar dengan harga terjangkau yang berbasis 3G produksi PT. I-Tech Telecom. Ponsel ini mempunyai 2 kamera yaitu kamera belakang atau utama dengan resolusi 3,2 megapiksel dan kamera depan yaitu Kamera VGA (640x480 piksel). N73 memiliki memori bawaan sebesar 64MB dan juga bisa ditambah dengan memori eksternal tipe miniSD dengan kapasitas hingga 2GB. Pensel ini menggunakan sistem operasi Symbian OS v9.1 + S60 3rd Edition.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Rencana Kegiatan Konferensi Pers&lt;br /&gt;  Pada tahapan ini perusahaan PT. I-Tech Telecom telah menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan terkait launching produk ponsel terbaru dari PT. I-Tech Telecom . Berikut ini adalah penjabarannya sebagai berikut :  &lt;br /&gt;1. Tema Launching sekaligus Konferensi Pers&lt;br /&gt;Setelah mengetahui permasalahan yang telah di jabarkan sebelumnya maka tema dari Konferensi Pers ini adalah “Ponsel I-Tech v71 Teknologi Tinggi Harga Terjangkau” dengan mengangkat tema tersebut maka di harapkan dapat mengatasi permasalahan yang telah di jabarkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tujuan Konferensi Pers&lt;br /&gt;- Memperkenalkan Produk Ponsel terbaru dari  PT. I-Tech Telecom yaitu Ponsel I-Tech v71 yang berkemampuan 3G dengan harga terjangkau.&lt;br /&gt;- Meningkatkan citra Positif perusahaan di mata khalayak&lt;br /&gt;- Mendukung perkembangan teknologi komunikasi guna kemajuan telekomunikasi dan informasi di Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Cetak Dan Elektronik&lt;br /&gt;Adapun Media Cetak dan Elektronik yang kami undang dalam acara Konferensi Pers dan Launching Ponsel I-Tech v71 yaitu : &lt;br /&gt;Media cetak                                                   Media Elektronik&lt;br /&gt;1. Kompas                                                                      1. METRO TV&lt;br /&gt;2. Seputar Indonesia                     2. RCTI&lt;br /&gt;3. Media Indonesia `                                            3. TVRI &lt;br /&gt;4. Kendari Pos                                                               4. SCTV&lt;br /&gt;5. Majalah E-Gadget                     5. Kendari TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Budgeting&lt;br /&gt;Budgeting ini disusun berdasarkan perencanaan Konferensi Pers serta Launching Produk Ponsel Terbaru I-Tech v71. Berikut rincian biaya yang akan di keluarkan :&lt;br /&gt;1. Sewa Tempat                                                                                                         Rp 10.000.000&lt;br /&gt;2. Poster                               100 lembar x Rp 15.000,                          Rp      1.500.000&lt;br /&gt;3. Brosur                      500 lembar x Rp 5.000                              Rp      2.500.000&lt;br /&gt;4. Spanduk                               5   lembar x Rp 200.000,      Rp       1.000.000&lt;br /&gt;5. Banner         10  lembar x Rp 100.000,                                       Rp       1.000.000&lt;br /&gt;6. Snack Peserta                                                               Rp       5.000 000&lt;br /&gt;7. Transportasi                                                                       Rp    2.000 000&lt;br /&gt;8. Peralatan Konferensi Pers                                              Rp     3.000 000&lt;br /&gt;9. Lain-Lain                                                                       Rp      2.500. 000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total                                                                                           Rp    28.500 000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penutup&lt;br /&gt;Demikian Proposal ini kami buat, Kami mengharapkan kerjasama semua pihak serta rekan rekan media guna kelancaran Konferensi pers serta launching Produk Ponsel Terbaru I-Tech v71. Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Banyak Terima Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;McQuail, Denis (1987): Mass Communication Theory: An Introduction (2nd edn). London: Sage&lt;br /&gt;Kotler dan Armstrong, (terjemahan Alexander Sindoro), 2000, Dasar-dasar Pemasaran, Prenhallindo, Jakarta.&lt;br /&gt;Fandy Tjiptono, 2004, Pemasaran Jasa, Bayu Media Malang.&lt;br /&gt;http://swastika.posterous.com/perkembangan-ponsel-di-indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://wahyu2610.blogspot.com/2010/10/pengguna-ponsel-di-indonesia.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://feelslikehome-ptk.blogspot.com/2007/07/perkembangan-handphone-dan-jurnalisme.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-3113906342497464612?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/12/contoh-proposal-kegiatan-konferensi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-7283316185762714936</guid><pubDate>Fri, 26 Nov 2010 18:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-26T10:25:33.886-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>Tips  Memulai Usaha Bagi Para Pemula:</title><description>Berikut tips dari yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Miliki Mimpi!&lt;br /&gt;Bermimpilah jadi pengusaha sukses, punya uang banyak, bisa liburan ke luar negeri dan tempat-tempat eksoktis, atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. Lalu bayangkan, dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda, atau dari usaha apa agar bisa sukses. Apakah akan jadi pengusaha restoran, garmen, atau lainnya? Bayangkan secara jelas, dan sedetail mungkin. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Jadi, jangan takut berkhayal atau bermimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Obesi dan Hobi&lt;br /&gt;Apa, sih, hobi Anda? Memasak, menjahit, atau mengajar anak-anak? Nah, Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Jadi, yang Anda lakukan memiliki jiwa, nyawa, dan nilai. Semua yang dilakukan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lihat Kenyataan&lt;br /&gt;Setelah berkhayal, kembalilah ke realita. Kepala boleh di langit, tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. Mulailah dari yang Anda punya, dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah, Anda berbakat membuka katering. Atau, sabar melatih anak, mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Buat Rencana Bertahap&lt;br /&gt;Mulailah membuat rencana bertahap. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat, selalu melihat ke depan. Misalnya, tak punya uang tapi punya modal kemampuan. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak, apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lakukan bertahap, perlahan, sesuai kemampuan. Jika dilakukan dengan benar, lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Susun Berbagai Rencana&lt;br /&gt;Ketika usaha mulai berjalan, jangan hanya memiliki satu rencana saja. Buat juga rencana B, C, atau D. Misalnya, setelah membuka warung tapi sepi pengunjung, mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Jangan menunggu orang datang, tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. Misalnya, memberi pelayanan delivery service. Jika rencana B ternyata belum berhasil, jalankan rencana C, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buat Anggaran&lt;br /&gt;Jika usaha sudah berjalan, buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari, dengan hasil usaha. Sebaiknya, uang dipecah ke dalam dua rekening bank, dan jangan masuk ke dompet, agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.&lt;br /&gt;Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam, Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Yang ada, Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Dengan membuat anggaran yang tepat, kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya, dan dapat segera diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :Noverita K. Waldankan dengan hati, pasti akan lebih lancar dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-7283316185762714936?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/11/tips-memulai-usaha-bagi-para-pemula.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-3573603785211210756</guid><pubDate>Fri, 26 Nov 2010 17:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-26T09:44:34.766-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Contoh Skripsi Ilmu Komunikasi : Pengaruh Komunikasi Interpersonal</title><description>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  di  dalam  kehidupannya  harus  berkomunikasi,  artinya memerlukan  orang  lain  dan  membutuhkan  kelompok  atau  masyarakat untuk  saling  berinteraksi.  Hal  ini  merupakan  suatu  hakekat  bahwa sebagian  besar  pribadi  manusia  terbentuk  dari  hasil  integrasi  sosial dengan sesamanya. Dalam  kehidupannya manusia  sering dipertemukan satu sama lainnya dalam suatu wadah baik formal maupun informal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Organisasi  adalah  sebuah  sistem  sosial  yang kompleksitasnya  jelas  terlihat  melalui  jenis,  peringkat,  bentuk  dan jumlah interaksi yang berlaku. Proses dalam organisasi adalah salah satu faktor  penentu  dalam  mencapai  organisasi  yang  efektif.  Salah  satu proses yang  akan  selalu  terjadi  dalam  organisasi  apapun  adalah  proses komunikasi.  Melalui  organisasi  terjadi  pertukaran  informasi,  gagasan, dan  pengalaman.  Mengingat  perannya  yang  penting  dalam  menunjang kelancaran  berorganisasi, maka perhatian  yang cukup perlu dicurahkan untuk mengelola komunikasi dalam organisasi. Proses komunikasi yang&lt;br /&gt;begitu  dinamik  dapat  menimbulkan  berbagai  masalah  yang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;mempengaruhi  pencapaian  sebuah  organisasi  terutama  dengan timbulnya salah faham dan konflik Komunikasi memelihara motivasi dengan memberikan penjelasan  kepada  para  pegawai  tentang  apa  yang  harus  dilakukan, seberapa  baik  mereka  mengerjakannya  dan  apa  yang  dapat  dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika sedang berada di bawah standar. Aktivitas  komunikasi  di  perkantoran  senantiasa  disertai  dengan tujuan  yang  ingin  dicapai.  sesama  dalam  kelompok  dan  masyarakat. Budaya komunikasi dalam konteks komunikasi organisasi harus dilihat&lt;br /&gt;dari berbagai sisi. Sisi pertama adalah komunikasi antara atasan kepada&lt;br /&gt;bawahan.  Sisi  kedua  antara  pegawai  yang  satu  dengan  pegawai  yang&lt;br /&gt;lain.  Sisi  ketiga  adalah  antara  pegawai  kepada  atasan.  Masing-masing&lt;br /&gt;komunikasi tersebut mempunyai polanya masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications  atau  komunikasi  dua  arah  atau  komunikasi  timbal  balik,  untuk  itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik  cita-cita  pribadi,  maupun kelompok,  untuk mencapai  tujuan  suatu organisasi.&lt;br /&gt;Komunikasi  merupakan  sarana  untuk  mengadakan  koordinasi antara berbagai subsistem dalam perkantoran. Menurut  Kohler ada dua model  komunikasi  dalam  rangka  meningkatkan  kinerja  dan  mencapai tujuan  perkantoran  ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  komunikasi  koordinatif,  yaitu  proses komunikasi  yang  berfungsi  untuk  menyatukan  bagian-bagian subsistem)  perkantoran.  Kedua,  komunikasi  interaktif,  ialah  proses pertukaran  informasi  yang  berjalan  secara  berkesinambungan, pertukaran pendapat dan sikap yang dipakai sebagai dasar penyesuaian di antara sub-sub sistem dalam perkantoran, maupun antara perkantoran&lt;br /&gt;dengan mitra kerja. Frekuensi dan intensitas komunikasi yang dilakukan juga turut mempengaruhi hasil dari suatu proses komunikasi tersebut. Dalam  hal  komunikasi  yang  terjadi  antar  pegawai,  kompetensi komunikasi  yang  baik  akan  mampu  memperoleh  dan  mengembangkan tugas  yang  diembannya,  sehingga  tingkat  kinerja  suatu  organisasi (perkantoran)  menjadi  semakin  baik.  Dan  sebaliknya,  apabila  terjadi komunikasi  yang  buruk  akibat  tidak  terjalinnya  hubungan  yang  baik,&lt;br /&gt;sikap  yang  otoriter  atau  acuh,  perbedaan  pendapat  atau  konflik  yang&lt;br /&gt;berkepanjangan, dan sebagainya, dapat berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kinerja pegawai secara perorangan akan mendorong kinerja sumber daya manusia secara keseluruhan dan memberikan  feed  back  yang tepat terhadap perubahan perilaku, yang direkflesikan dalam kenaikan produktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pengaruh yang sangat penting antara proses komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi khususnya komunikasi interpersonal antar  pegawai  dengan  tingkat  kinerja  pegawai  maka  penulis  tertarik mengambil  judul  “Pengaruh  Komunikasi  Interpersonal  Antar  Pegawai Terhadap  Kinerja  Pegawai  Dinas  XXX.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-3573603785211210756?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/11/contoh-skripsi-pengaruh-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-7213640219531725686</guid><pubDate>Fri, 26 Nov 2010 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-25T21:27:07.004-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Review Fungsi Media Massa Dalam Masyarakat</title><description>Antara Idealis dan Fakta Sosial  (Makalah disampaikan dalam temu ilmiah internasional di Universitas Kebangsaan Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK dapat disangkal bahwa kemajuan teknologi komunikasi berupa media massa mempunyai dampak yang luar biasa dalam proses perubahan sosial manusia modern, termasuk dalam proses transisi demokrasi politik. Berkat media, fakta-fakta aktual yang terjadi dapat dihadirkan sedemikian jelas, lengkap dengan cuplikan-cuplikan peristiwa sebenarnya, hanya sesaat. Singkatnya, secara umum, media massa mempunyai pengaruh pada proses sosial, karena ia merupakan alat par excellence untuk menyampaikan  informasi mengenai current affairs kepada jumlah populasi yang besar, dengan beragam tingkat sosial, yang kerap menimbulkan emosi bersama dan mengarahkan perhatian pada konteks yang seragam. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut DeWitt C. Reddick, (1976) fungsi utama media massa adalah untuk mengkomunikasikan kesemua manusia lainnya mengenai perilaku, perasaan, dan pemikiran mereka; Dan dalam mewujudkan hal itu, pers tidak akan lepas dengan responsibilitas dari kebenaran informasi (Responsibility), kebebasan insan pers dalam penyajian berita (Freedom of the pers), kebebasan pers dari tekanan-tekanan pihak lainnya (Idependence), kelayakan berita terkait dengan kebenaran dan keakuratannya (Sincerity, Truthfulness, Accuracy), aturan main yang disepakati bersama (Fair Play), dan penuh pertimbangan (Decency). Jadi intinya kebebasan pers sekarang ini dapat dilaksanakan dengan baik, jika kebebasan pers itu diimbangi dengan tanggung jawab dan kode etik sebagai landasan profesi, untuk menghindari ada pemberitaan yang menjurus anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya solusi yang ditawarkan ahli komunikasi Jay Rosen (dalam Novel Ali, 2003). Inti paradigma baru pemberitaan pers ini adalah pers selalu mengedepankan kepentingan dalam setiap liputannya, tanpa mengabaikan objektivitas pemberitaan itu sendiri. Berbagai cara yang bisa ditempuh, pertama, orientasi pemberitaan pers lebih ditujukan ke signifikansi peristiwa dibanding popularitas tokohnya. Kedua, pers harus menggeser pola berita dari sensasionalitas drama ke utilitas (kemanfaatan) informasi. Ketiga, pers tidak boleh terpukau oleh ‘peristiwa’, tetapi harus memberi perhatian kepada ‘kejadian’. Demi kepentingan konsumennya (publik media), pers perlu memiliki kemampuan mengubah ‘kejadian’ menjadi ‘peristiwa’. Dalam konteks pers, ‘peristiwa’ adalah ‘kejadian’ besar yang patut diberitakan. Sebaliknya, ‘kejadian’ merupakan ‘peristiwa’ kecil yang kurang punya manfaat untuk diberitakan, baik untuk kepentingan pengelola pers, maupun publiknya. Keempat, pers harus mampu memperkuat visi sosialnya dengan memfasilitasi publik. Untuk kepentingan ini, pers dituntut memberi akses kontrol intern, dengan melibatkan perlunya pengawasan publik media terhadap sajian pers. Uraian terakhir mendorong pandangan kritis terhadap pers, yang memacu gerakan pemantauan media (media watch) di tengah masyarakat. Gerakan itu mencoba menolak terjadinya pemihakan media massa atas dasar nilai-nilai (kepentingan) dan ideologi tertentu, yang bertentangan dengan filosofi dan profesionalisme ideal pers, yang bersifat universal. Ini disebabkan oleh nilai (kepentingan) dan ideologi di balik kehidupan pers merupakan sesuatu yang inheren (menyatu) dalam diri (individu) pekerja pers dengan lembaga media massa itu sendiri. Walau demikian, harus jujur diakui, sangat sulit mengharapkan wartawan dan lembaga media massa dapat benar-benar bersikap  atau berkepihak pada kebenaran dalam mengkaji sesuatu, dalam pemberitaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, menyetir pendapat Jean Baudrilard (Piliang, 2004), dengan istilahnya ”hyperealitas” bahwa kini media massa telah ikut menciptakan terbentuknya realitas semu alias samar dalam benak khalayak. Khalayak media digiring kepada satu fakta yang direkayasa atau dibentuk oleh media, jauh dari kenyataan sesungguhnya. Gambaran tentang realitas yang dibentuk tersebut pada gilirannya mendasari respon dan sikap khalayak melihat dunia sekelilingnya. Karenanya apa yang ada di media massa akan mempengaruhi menurut istilah Peter Berger (1973) dalam Subiakto (2001), perilaku interaksi sosial, yang dikonsumsi, atau dengan istilah lain Walter Lippman (1921), media massa mampu menanamkan the pictures in our heads. Penyajian informasi yang keliru atau salah tafsir oleh media massa akan menimbulkan interpretasi yang konrtaproduktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, semua itu ingin menunjukkan, peran media massa dalam kehidupan sosial bukan sekedar sarana diverison, pelepas ketegangan atau hiburan, tetapi isi informasinya punya peran yang signifikan dalam proses sosial-politik. Kenyataan ini pada akhirnya semakin mempertegas posisi dan fungsi media massa pada dua kutup yang berbeda dan berlawanan, seperti apa yang dikemukakan Garin Nugroho, bagaikan dewa ”Janus” dalam mitologi Yunani, penolong sekaligus penghancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai katarakteristik media massa cetak dan elektronik telah menempatkan masing-masing media pada segmentasi khalayaknya. Televisi misalnya letak kedahsyatan dampaknya, seperti disinyalir Joshua Myrowitz dalam bukunya No Sense of Place, adalah pada kemampuan televisi untuk memasuki dan mengekspos ‘halaman belakang’ (’back region‘) yang sebelumnya tidak diketahui. Dengan demikian televisi adalah juga alat ‘transportasi’ yang membawa pemirsa ke tempat aktual terjadinya peristiwa dan oleh karena itu menyaksikannya praktis secara langsung, meskipun raganya berada di tempat lain. Keberadaan televisi telah memungkinkan pemirsa memiliki akses terhadap setting sosial politik yang sebelumnya ditutupi dari pandangan publik. Televisi telah menjadikan ‘halaman belakang’ tersebut, yang dalam istilah Myrowitz, suatu "shared arena",  atau yang disebut "public sphere" oleh beberapa pakar lain.&lt;br /&gt;Dari aspek yang lebih teknis, kedahsyatan itu tentunya berkaitan erat dengan teknik kamera yang menjadikan berita jauh lebih aktual, karena konteks yang diberitakan langsung disajikan di depan publik, oleh presenter dan reporter kepada pemirsa, lengkap dengan potongan-potongan peristiwa yang baru lalu terjadi. Praktis tidak ada jurang  waktu (time-gap) yang berarti: berita disuguhkan dan diterima secara instan, dalam waktu yang sama (kecuali selisih relatif dalam hitungan detik), sehingga pemirsa merasa jauh lebih terlibat dengan perkembangan peristiwa yang diberitakan tersebut. Program Liputan 6 (SCTV), Seputar Indonesia (RCTI), Cakrawala (AnTeve) dan lainya, telah berhasil menyampaikan secara lengkap dan berani kejadian di lapangan dengan jarak waktu antara kejadian aktual dan penyampaiannya kepada publik hanya dalam hitungan 1-5 jam. Dengan demikian, media cetak jelas jauh kalah cepat dalam menawarkan keaktualan informasi, belum lagi karena gambar cetak yang disuguhkannya dengan sendirinya bersifat motionless. Kelebihan televisi akan menjadi sangat unggul khususnya dalam situasi krisis yang menegangkan seperti saat-saat kejatuhan Suharto pada tanggal 12-21 Mei 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan mendasar antara dampak media cetak dan televisi terdahap publik adalah menyangkut aspek psikologisnya. Jika media cetak selalu memungkinkan pembaca berhenti sejenak untuk merenung atau berfikir, sehingga aspek rasionalitasnya bisa lebih mencuat, berita sajian televisi mengalir cepat tanpa tertunda, dan oleh sebab itu pemirsa dituntut untuk memusatkan perhatian penuh, dan tentu saja dengan dampak psikologis yang jauh lebih dalam. Psychological thrust ini merupakan akibat dari sifat audible dan visible yang dimiliki televisi, di samping karena programming yang tepat: keterampilan teknis dan kejelian pilihan peristiwa oleh reporter dan redaksi sehingga dapat menampilkan bagian-bagian terpenting dari sebuah berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun harus diakui, karena televisi cenderung lebih sebagai media transitory, artinya lebih bersifat meneruskan, kekurangannya tentu saja menyangkut ketidakpermanenan suguhan berita itu sendiri, di samping adanya keterikatan pada jam tayang yang tertentu, yang oleh sebab itu setelah acara usai tidak dapat dijadikan rujukan yang bisa diakses sewaktu-waktu. Jarang dalam kehidupan sehari-hari seorang pemirsa siap dengan pena untuk mencatat berita-berita televisi, atau kalau memiliki fasilitas elektronika yang lebih lengkap merekamnya dalam video, karena untuk kebutuhan rujukan biasanya seorang pemirsa yang baik dapat segera berubah menjadi pembaca yang memanfaatkan fungsi media cetak, meskipun mungkin telah dilengkapi latar belakang psikologis yang lebih grafis dari informasi televisi sebelumnya.  &lt;br /&gt;Meski keterbatasan inheren tersebut telah menempatkan televisi sebagai sentral dalam kehidupan masyarakat modern. Persoalannya tentu saja akan menjadi lebih kompleks ketika televisi, khususnya dalam fungsinya sebagai media berita (news media),  diharapkan dapat memberikan pelayanan umum yang khas di tengah beragam produk media massa lainnya, baik sebagai alternatif kompetitif maupun secara komplementer, dalam mendorong perubahan sosial suatu bangsa. Hal ini menjadi sedemikian penting dalam konteks hubungan media dan proses demokratisasi, yang merupakan masalah mendasar di negara-negara berkembang yang pada umumnya masih memiliki pemerintahan yang otoriter.           &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Media-Crisis Relationship&lt;br /&gt;Komunikasi massa, menurut Harold D. Lasswell,( lihat Melvin L. De Fleur dan Sandra Ball-Rocheach, 1976) adalah permasalahan dalam konteks "who says what, to whom, in which channel and with what effect".  Tentu saja persoalan media massa sebagai agent of communication menjadi lebih urgens ketika situasi krisis terjadi, baik dalam pengertian kritis (critical) atau krisis (crisis) itu sendiri. Dalam kondisi itu, media massa memang mempunyai peran sentral, seperti disimpulkan Raboy dan Dagenis (dalam Robert Hackett,1994), karena media massa dapat menjadikan krisis sebagai situasi publik. Dalam konteks krisis politik di mana pergulatan  untuk menggusur status quo yang otoriter terjadi, media-crisis relationship itu menjadi faktor kunci bagi perjuangan demokrasi. Dengan kelebihannya  seperti diuraikan sebelumnya, televisi dengan sendirinya dapat mempunyai peran yang krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa sebagai medium komunikasi massa, media massa termasuk televisi harus mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat. Media massa memang harus selalu mampu mendefinisikan situasi—terlebih-lebih jika situasi itu dapat dikategorikan sebagai krisis—dan memutuskan apakah hal itu akan dikomunikasikan kepada publik, sehingga yang semula tertutupi menjadi terekspos. Tentu saja di negara dengan sistem politik demokratis yang efektif, keraguan untuk meraih momentum pemberitaan tidak perlu ada, karena demokrasi itu mencakup kebebasan pers yang menjamin perbedaan pendapat (dissent) sekalipun itu dengan pemerintah. Di negara otoriter, situasi apapun yang bersifat politis adalah masalah yang biasanya berada di wilayah tertutup (restricted zone) bagi media massa, terlebih-lebih televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, rezim Orde Baru yang menganut pendekatan stabilitas dengan pola yang sangat centralised selalu sangat alergi terhadap apa pun yang dapat menggoyang stabilitas tersebut. Pemberitaan yang kritis, apalagi melalui televisi yang memiliki jangkauan, target audience dan efek psikologis yang lebih impresif, sudah pasti jauh panggang dari api. Oleh karena itu, yang kemudian terjadi adalah bahwa komunikasi massa berubah menjadi monolog penguasa. Sementara media massa, yang mestinya melakukan layanan publik dengan bersikap kritis, dengan terpaksa lebih banyak menonjolkan fungsi hiburannya, itu pun tanpa ruang bagi political satire.&lt;br /&gt;Di Indonesia kebijakan rezim Orde Baru terhadap media massa, khususnya televisi, tidak lebih merupakan politik pencitraan secara negatif, dalam arti apabila kesan positif terhadap sistem politik tidak mengena di hati publik, paling tidak citra negatifnya jangan sampai tertampakkan. Kontrol terhadap televisi dan media cetak, yang dari dalam juga menerapkan kebijakan self-censorship, akhirnya cuma menyampaikan ke ruang publik kita informasi yang kurang greget. Bahkan, karena apa yang diberikan lebih merupakan pseudo-news yang sarat beban kepentingan citra secara sepihak dari yang berkuasa, hal itu menimbulkan penolakan dan frustrasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, tiga dekade masa kekuasaan Orde Baru adalah periode di mana proposisi Collin Cherry (1978) bahwa "ketiadaan media komunikasi merupakan sumber frustrasi" telah berlaku terbalik di Indonesia, karena ketersediaan media yang mandul justeru telah menjadi sumber frustrasi yang sama. Tentu saja rasa frustrasi demikian jadi semakin menguat setiap kali media massa, terlebih lagi televisi, terpaksa gagal mengkomunikasikan situasi aktual dari suatu krisis politik. Karena pada dasarnya manusia merupakan insan politik (homo politicus), apalagi bila kebebasan mereka telah lama terkungkung oleh sistem yang otoriter, maka adalah hal yang alamiah bila gairah penolakan terhadap kooptasi kekuasaan selalu mencuatkan keinginan publik untuk memiliki akses terhadap setting krisis sosial dan politik yang sesungguhnya, bukan yang ditutup-tutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara teoretis, diktum bad news is good news bagi media massa adalah benar, meskipun tidak selalu harus dipahami secara simplistik. Situasi krisis di satu pihak dan kebutuhan publik atas informasi yang faktual di pihak lain adalah kutub supply dan demand yang membutuhkan media untuk mempertemukannya. Inilah momentum itu. Namun karena krisis politik di bawah kekuasaan yang tidak demokratis selalu dialienasi dari pengetahuan publik, maka keputusan untuk meraih momentum seperti itu mengandung resiko yang tidak kecil. Adanya ketegangan pada masa-masa krisis seperti reformasi politik kita, memang menempatkan harapan yang lebih besar pada media massa dapat lebih berperan terutama dalam pencerahan dan pendidikan masyarakat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Media dan Demokrasi: Keberpihakan, Bukan Netralitas&lt;br /&gt;Dalam konteks yang mendasar,  arti penting media massa berperan dalam merekonstruksi lingkungan politik yang baru, yang relatif lebih demokratis. Dalam era reformasi ini, dimana langkah menuju demokrasi yang mapan masih diwarnai oleh tarik ulur antara kekuatan status-quo dan anti-satus quo, media massa termasuk televisi tentunya perlu tetap awas dan siap berperan sebagai wacana kritis bagi publik. Konstelasi politik yang relatif lebih bebas, komitmen sosial seperti itu tentunya lebih mudah dilaksanakan, apalagi karena beberapa televisi swasta yang dalam sistem penuh resiko pun telah berani bersikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi memang mensyaratkan kebebasan pers. Namun sebaliknya, guna mendorong demokrasi baru agar terkonsolidasi dengan baik, peran media massa pun adalah sentral. Masalahnya, bagaimanapun, media massa adalah benda mati tanpa kekuatan sendiri, kecuali karena insan pers di belakangnya. Media massa itu sendiri, seperti kata Leo Bogart, “baru akan bisa melayani demokrasi jika mereka yang mengelolanya memiliki passionate responsibility untuk menciptakan dan mempertahankannya”.&lt;br /&gt;Pada tataran ini media massa muncul dengan kekuatan dan fungsinya. Kehadirannya menempatkan media massa sebagai pencerita keadaan. Ayunan pendulum dalam pelaksanaan funsinya, memungkinkan media massa untuk berada ditempat manapun. Jadi, ini adalah masalah tanggung jawab sosial, masalah pilihan nilai-nilai yang dianut. Dikatakan demikian karena, seperti diyakini Riza Primadi selaku Direktur Pemberitaan, keberpihakan itu diperlukan, bukan netralitas, yakni keberpihakan kepada kebenaran, hati nurani, akal sehat, yang dilakukan dengan sikap penuh tanggung jawab. Semua itu jelas sejalan dengan nilai-nilai demokrasi. Sementara netralitas dimaksud lebih kepada fungsinya berayun pada satu titik yang diharapkan dengan logika akal sehat dan nurani. Bagi negara demokrasi, kebenaran bukan tabu, sekalipun tidak menguntungkan pihak yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan arti penting demikian itulah, maka media massa juga dinilai merupakan the Fourth Estate setelah trias politica: eksekutif, legislatif dan yudikatif; yakni dalam perannya sebagai alat kontrol sosial. Bagi pakar lain, bahkan disebut bahwa news media merupakan “the central nervous system of society" yang harus bertindak secara bertanggung jawab dan konstruktif guna membantu publik untuk lebih memahami dan mengembangkan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dari perspektif publik sendiri, yang dicari dari media berita baik cetak maupun elektronik, pada intinya sederhana, yakni informasi aktual yang kritis, berani dan terpercaya (reliable), karena itu berarti mengungkapkan apa sebenarnya terjadi. Sekalipun masyarakat sosial memiliki segementasi yang sangat beragam, pada umumnya mereka selalu  "good in nature", artinya bahwa seluruh komponen masyarakat, kecuali yang menjadi objek berita, lebih menyukai pemberitaan yang menunjukkan atau membongkar kebobrokan sistem di sekitarnya, demi harapan untuk mendapatkan lingkungan hidup yang lebih pantas dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif ini, tidaklah berlebihan kalau program televisi,surat kabar dan radio dianggap teleh memenuhi banyak harapan publik tentang corak media massa yang diinginkan. Sebagai contoh yang ada, aksi penolakan publik diberbagai daerah terhadap kunjungan presiden AS George W. Bush ke Indonesia (20 Nov 06), menghiasi media massa kita merefleksikan peran media tersebut dalam misi kontrol sosialnya. &lt;br /&gt;Walhasil, ke depan media massa sejatinya sudah memiliki dasar untuk menjadi media demokrasi, sekalipun nantinya demokrasi itu akan sangat dinamis yang konstan diisi pro dan kontra. Berita media memang telah merebut hati publik Indonesia dan mendapat tempat dihati masyarakat dalam proses transisi politik. Lebih dari itu, media massa telah berperan serta dalam pembentukan opini publik mengenai urgensi penggantian sistem politik dari yang otoriter kepada yang demokrtis. Media massa melalui informasinya telah menandai era kebangkitan pers nasional menjalankan fungsinya yang genuine.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ali, Novel, Selasa, 07 Oktober 2003, Etika Pemberitaan Pers vs Resistansi Publik Media, Opini Kompas. &lt;br /&gt;Collin Cherry, "World Comunication: Threat or Promise?", John Wily &amp; Sons Ltd, Chicester, 1978, hal. 199.&lt;br /&gt;DeWitt C. Reddick, 1976, The Mass Media and The School Newspaper,Wodsworth Publishing Company, Belmont, California-United States of America&lt;br /&gt;Piliang.Y.Amir., 2004, Transpolitika,Realitas kebudayaandalam Postmetafisika,bandung&lt;br /&gt;Robert Hackett dalam ulasannya terhadap karya Marc Raboy dan Bernard Dagenais (eds), "Media, Crisis and Democracy: Mass Communication and the Disruption of Social Order", dalam Canadian Journal of Communication, Vol 19/2, 1994. &lt;br /&gt;—————-., 2001., Jurnal ISKI, Pers Indonesia era Transisi, Bandung.&lt;br /&gt;Untuk analisis mengenai ‘television and violance’, lihat Melvin L. De Fleur dan Sandra Ball-Rocheach, "Theories of Mass Communication", David MacKay Co. Inc., New York, 1976. Ada empat teori yang pro dan kontra dalam hal ini, yakni catharsis, aggressive cues, observational learning, dan reinforcement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REVIEW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa harus mampu menempatkan diri pada posisi yang tepat. Dalam arti pentingnya media massa berperan dalam merekonstruksi lingkungan politik yang baru, yang relatif lebih demokratis. Dalam era reformasi ini, dimana langkah menuju demokrasi yang mapan masih diwarnai oleh tarik ulur antara kekuatan status-quo dan anti-satus quo, media massa tentunya perlu tetap awas dan siap berperan sebagai wacana kritis bagi publik. Media Massa mampu memberikan propaganda dan pembentukan budaya serta opini publik, sekaligus untuk menjadi gagasan perlawanan terhadap belenggu otoritas pemerintahan. Saat ini media harus mampu melepas, tipikalnya sebagai media komunikasi dalam perkembangan global dan proses kapitalisme, yang selama ini menjadi penguat status quo satu dominasi. Dan mampu memposisikan dirinya secara netral, sehingga tidak menyediakan dirinya untuk kekuatan – kekuatan kelas yang berkuasa, sebagai sarana ideologis yang memberikan kesadaran, namun terpasung dalam system hegemonis. Dengan media yang membangun semangat baru, untuk melakukan sejumlah langkah koreksi lewat berbagai macam sudut pandang, perspektif yang lebih luas, juga komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi media menyelenggarakan produksi, reproduksi dan distribusi pengetahuan dalam pengertian serangkaian simbol yang mengandung acuan bermakna tantang pengalaman dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini media massa memiliki posisi yang begitu penting dalam proses transformasi pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi dasar kedua ialah media masa memiliki peran mediasi antara realitas sosial yang objektif dengan pengalaman pribadi. Media massa menyelenggarakan kegiatannya dalam lingkungan publik. Pada dasarnya media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota masyarakat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-7213640219531725686?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/11/review-fungsi-media-massa-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-8262513247000583999</guid><pubDate>Sat, 06 Nov 2010 16:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-06T09:26:08.223-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><title>Tata Cara Taubat Nasuha</title><description>Sesungguhnya tidak satu manusia pun di alam ini yang terbebas dari dosa walaupun kecil. Namun demikian Allah swt dengan rahmatnya kepada hamba-hamba-Nya selalu memberikan kepada mereka yang berbuat dosa kesempatan untuk bertaubat dari segala dosa dan kesalahan. Allah selalu membukakan pintu taubat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat selama ruhnya belum berada di kerongkongan atau matahari terbit dari barat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari dosa menurut Al Ghozali adalah kembali kepada Sang Maha Penutup aib dan Yang Maha Mengetahui yang ghaib (Allah swt). Ia merupakan awal perjalan orang-orang yang berjalan, modal orang-orng sukses, langkah awal para pencinta kebaikan, kunci istiqomah orang-orang yang cenderung kepada-Nya, awal pemilihan dari orang-orang yang mendekatkan dirinya, seperti bapak kita Adam as dan seluruh para Nabi.(Ihya Ulumuddin juz IV hal 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya taubat seorang yang berdosa hendaklah dilakukan secara serius dan sungguh-sungguh bukan bertaubat kemudian dengan mudahnya dia mengulangi lagi perbuatan maksiatnya. Inilah yang disebut dengan Taubat Nashuha artinya taubat yang sebenar-benarnya, murni dan tulus, sebagaimana firman Allah swt,”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. At Tahrim : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa yang dilakukan seorang manusia baik yang terkait dengan Allah swt, seperti : tidak menjalankan perintah-perintah-Nya ataupun dosa yang terkait dengan manusia lainnya, seperti : mencuri harta bendanya dan lainnya, menuntutnya untuk melakukan taubat agar Allah swt memberikan ampunan kepadanya dan manusia yang dizhalimi tersebut memberikan pemaafan kepadanya.&lt;br /&gt;Cara-cara melakukan taubat nashuha :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meninggalkan kemaksiataan yang dilakukannya.&lt;br /&gt;2. Menyesali perbuatannya.&lt;br /&gt;3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya.&lt;br /&gt;4. Jika terkait dengan hak-hak orang lain maka hendaklah ia mengembalikannya kepada yang memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-8262513247000583999?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/11/tata-cara-taubat-nasuha.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-8341301908262491303</guid><pubDate>Sat, 23 Oct 2010 22:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-23T15:56:07.273-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Peranan Media Relation Dalam Public Relation</title><description>William F. Arens (1999:310) mendefinisikan Public Relations sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap publik guna menciptakan hubungan&lt;br /&gt;yang saling menguntungkan. Publik yang dimaksud dari definisi di atas menurut Arens ada tujuh kategori publik, yaitu para Employees- Stockholders-Communities-Media-Government-Investment Community- Customers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut tampak bahwa aktifitas Public Relations berada pada kata manajemen relasi dan komunikasi yang berujung pada terciptanya hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan pencitraan individu atau perusahaan tersebut. Pencitraan yang terbentuk dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula demi tercapainya tujuan-tujuan yang ditetapkan individu ataupun organisasi. Akan meraih keuntungan dari produk yang dijual karena memilliki citra yang baik. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap individu atau organisasi dalam menjalankan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa fungsi dan peranan Pubic  Relations dianggap sebagai ujung tombak individu atau perusahaan yang berhadapan langsung dengan publik, baik publik yang bersentuhan langsung maupun yang tidak dengan kepentingan-kepentingan mereka terhadap perusahaan. Terhadap publik yang tidak bersentuhan langsung pun tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti sebuah informasi akan sampai di benak mereka. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan dampaknya pada perkembangan media massa memberikan peluang akses informasi masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Public Relations Society of America (PRSA), sebuah Organisasi Public  Relations yang terbentuk pada tahun 1947 di Amerika, pada tahun 2002 merumuskan aktifitas-aktifitas Public Relations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;1. Community Relations. Hubungan publik  yang memfokuskan diri pada komunitas yang berkaitan dengan  keberlangsungan perusahaan. Misalnya, para pemilik lahan/tahan haruslah  mendapat perhatian dan kepuasaan dari perjanjian pembelian tanah oleh   perusahaan yang membutuhkan tanah mereka untuk proyek pembangunan  lapangan terbang baru.  Jika tidak, maka komunitas yang tidak terpuaskan  ini bisa menghambat proyek yang sedang dilaksanakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Counseling. Para profesional Public Relations hendaklah secara rutin  memberikan masukan/pertimbangan kepada pihak manajemen sebelum mereka  mengambil keputusan, membuat kebijakan, membangun relasi, atau melakukan  komunikasi dengan berbagai macam publik. Jajaran manajemen menyatakan  kepada publik ‘apa yang mereka lakukan’ sedangkan profesional atau  bagian Public  Relations membantu mendefinisikan dan mempresentasikan  pesan tersebut untuk sampai ke publik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Development/Fundraising. Semua organisasi baik yang profit maupun  non-profit dapat bertahan karena ada kontribusi dari berbagai pihak  dalam bentuk waktu maupun uang. Peran Public Relations  yang  menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan organisasi tersebut kepada&lt;br /&gt;pihak-pihak yang memiliki peluang dan atau kemampuan memberikan kontribusi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Employee/Member Relations. Sebagai bagian inti dari jalannya  perusahaan, tugas Public Relations untuk menciptakan hubungan- hubungan  yang baik, tidak hanya sekadar pada para pekerja melainkan juga kepada  keluarga pekerja. Dengan demikian akan terbentuk motivasi yang baik pula  dan moral yang tinggi dari para pekerja sehingga loyal pada perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Financial Relations. Investor merupakan salah satu bagian terpenting  dari sumber pendanaan perusahaan. Peran Public Relations adalah  membangun jembatan komunikasi antara investor-pemilik perusahaan, para  pemegang saham, komunitas finansial seperti bank, dan publik. Kebanyakan  dari strategi perusahaan, dalam rangka ekspansi pasar maupun akuisisi  perusahaan, tergantung dari seberapa bagus hubungan-hubungan finansial  yang tercipta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Government Affairs. Inilah tipe aktifitas Public Relations yang  memfokuskan diri menjalin hubungan dengan pihak pemerintahan. Karena  sebagai perusahaan publik, tidak bisa dilepas-pisahkan an untuk beberapa  kasus, perusahaan yang ingin mengikuti tender proyek harus memiliki  endors resmi dari pemerintah, misalnya SIUPP dan NPWP.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Industry Relations. Perusahaan tidak hanya menjalin relasi yang  terbatas pada konsumen/pelanggan semata, melainkan juga harus  menciptakan relasi yang baik dengan perusahaan lain yang secara langsung  berkaitan dengan bisnis perusahaan seperti para suppliers, distributor,  agen bahkan relasi terhadap perusahaan kompetitor sekaligus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8.  Issues Management. Manajemen isu melibatkan publik dalam jumlah  besar demi terciptanya imej produk maupun citra dari perusahaan.  Akrifitas Public Relations untuk mengembangkan manajemen isu ini sebagai  bagian dari kekuatan perusahaan. Sebuah perusahaan pertambangan,  sebagai misal, harus mengelola manajemen isu yang baik terhadap publik  bahwa usaha yang dilakukan tidak berdampak pada kerusakan alam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. Media Relations. Perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap  bentuk-bentuk media massa memberikan pengaruh yang berarti bagi  perusahaan. Liputan yang baik di media akan memberikan pencitraan yang  baik pula bagi perusahaan, meningkatkan kepercayaan pelanggan dalam  memakai produk perusahaan, dan akhirnya menumbuhkan minat pemodal untuk  menginvestasikan modalnya pada perusahaan. Aktifitas Public Relations  inilah yang menjalin relasi dengan media dan mendapatkan kepercayaan  dari liputan media.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10.Marketing Communication. Kombinasi dari aktifitas menjual produk,  servis, maupun ide. Iklan-iklan yang dilakukan melalui berbagai media  memberikan efek yang menguntungkan pada aktifitas Public  Relations.  Bentuk kemasan produk yang unik dan bagaimana memajang produk di pasar  merupakan terpaan dari pembentukan imej dari perusahaan yang membedakan  dari perusahaan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;11.Minority Relations/Multicultural Affairs. Aktifitas Public Relations  yang memfokuskan diri pada terbentuknya relasi pada kelompok minoritas  yang secara langsung maupun tidak akan memberikan dampak publisitas  perusahaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;12.Public Affairs. Interaksi Public Relations yang melibatkan para  ofisial dan pemimpin dari berbagai bentuk organisasi atau para pemegang  kekuasaan. Relasi dengan komunitas maupun pemerintahan merupakan fokus  dari aktifitas Public Relations.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;13.Special Events and Public Participant. Aktifitas langsung yang  melibatkan publik dan dilakukan oleh Public Relations untuk menjalin  interaksi antara organisasi/perusahaan dengan publik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari rumusah tersebut jelas bahwa posisi Media Relations menempati  bagian terpenting dari aktifitas Public Relations. Bahwa Media  Relations  merupakan corong atau penyuara perusahaan untuk menjangkau  publik melalui media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Source :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Chatra, Emeraldy dan Nasrullah, Rulli,  Public Relations Strategi Kehumasan  dalam Menghadapi Krisis, Bandung: Maximalis, 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cangara,  Hafied,  Pengantar  Ilmu  Komunikasi,  Jakarta:  PT  RajaGrafindo Persada, 2003&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baran, Stanley J., Introduction to Mass Communication, Media Literacy and  Culture, New York: McGraw-Hill, 2004&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Iriantara, Yosal, Media Relations; Konsep, Pendekatan, dan Praktik, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lesly, Philip, Lesly’s Handbook of Public Relations and Communication,  Chicago, Ill.: Probus Publishing Company, 1991&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Vivian, John, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Kencana, 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-8341301908262491303?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/peranan-media-relation-dalam-public.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-2698915608898685948</guid><pubDate>Sat, 23 Oct 2010 22:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-23T15:55:49.932-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Pengertian Media Relation dan Peranannya</title><description>Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yosal Iriantara (2005:32) mengartikan Media Relations merupakan bagian dari Public Relations eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip definisi PRSSA, Stanley J Baran (2004, 361)  mendefinisikan Media Relations  sebagai “…the public relations professional maintain good  relations with professionals in the media, undestrand their deadlines and  other restraints, and earn their trust”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;blockquote&gt;"Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan. Fungsi media relations adalah meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan kepercayaan publik, meningkatkan point of  selling,  membantu perusahaan keluar dari komunikasi krisis, dan meningkatkan relasi dari beragam publik."&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tampak bahwa pengertian Media Relations berdasarkan pada relasi antara individu atau organisasi/perusahaan dengan media. Sehingga dapat disimpulkan pengertian Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa perusahaan mengunakan media massa sebagai medium penyampai pesan dan pencitraan kepada publik. Semakin banyak akses yang didapat publik dari media massa berkaitan dengan produk atau layanan yang diberikan oleh perusahaan, maka&lt;br /&gt;diharapkan semakin besar tingkat kepercayaan publik. Pada akhirnya publik akan memakai produk atau jasa perusahaan yang dipublikasikan media; atau setidaknya, publik dapat menjadi saluran kembali yang secara tidak langsung mempromosikan produk atau jasa kepada komunitasnya melalui word of mouth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, banyak pilihan saluran komunikasi atau media yang bisa dipakai perusahaan dalam menyampaikan pesan. Dalam kajian komunikasi massa ada empat saluran komunikasi, yaitu media antarpribadi, media kelompok, media massa, dan media publik. Sebagai saluran komunikasi, media massa memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan media lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafied Cangara (2003: 134-135) memaparkan lima karakteristik media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bersifat melembaga, pihak yang mengelola media melibatkan banyak individu mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada penyajian informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bersifat satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jangkauan yang luas, artinya media massa memiliki kemampuan untuk menghadapi jangkauan yang lebih luas dan kecepatan daris egi waktu. Juga, bergerak secara luas dan simultan di mana dalam waktu bersamaan informasi yang disebarkan dapat diterima oleh banyak individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh siapa saja tanpa membedakan faktor demografi seperti jenis kelamin, usia, suku bangsa, dan bahkan tingkat pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dalam penyampaian pesan media massa memakai peralatan teknis dan mekanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi inilah yang menempatkan media relations sebagai bagian dari aktifitas public relations. Bahkan John Vivian (2008, 344) memberikan perhatian khusus pada posisi media relations. Bahwa public relations memiliki tiga tanggung jawab fungsional;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Relasi Eksternal.&lt;/span&gt; Komunikasi yang dijalin dengan kelompok orang- orang di luar perusahaan, konsumen, dealer, supplier, tokoh masyarakat, orang-orang pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Relasi Internal.&lt;/span&gt; Komunikasi yang dikembangkan untuk menjaga hubungan optimal antara   karyawan, manajer, serikat pekerja, pemegang saham, dan kelompok internal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;- Relasi Media. &lt;/span&gt;Komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan media massa.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Source :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chatra, Emeraldy dan Nasrullah, Rulli,  Public Relations Strategi Kehumasan  dalam Menghadapi Krisis, Bandung: Maximalis, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangara,  Hafied,  Pengantar  Ilmu  Komunikasi,  Jakarta:  PT  RajaGrafindo Persada, 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baran, Stanley J., Introduction to Mass Communication, Media Literacy and  Culture, New York: McGraw-Hill, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iriantara, Yosal, Media Relations; Konsep, Pendekatan, dan Praktik, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lesly, Philip, Lesly’s Handbook of Public Relations and Communication,  Chicago, Ill.: Probus Publishing Company, 1991&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivian, John, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Kencana, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-2698915608898685948?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/pengertian-media-relation-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-3209522166103422981</guid><pubDate>Sat, 23 Oct 2010 22:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-23T15:28:24.358-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Defenition of Media Relation</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/TMNhWbTjCyI/AAAAAAAAA5w/kCcfnLN_Vq8/s1600/merit+media+PR.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 198px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/TMNhWbTjCyI/AAAAAAAAA5w/kCcfnLN_Vq8/s320/merit+media+PR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531371805255863074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Media relations involves working with various media  for the purpose of informing the public of an organization's mission, policies and practices in a positive, consistent and credible manner. Typically, this means coordinating directly with the people responsible for producing the news and features in the mass media. The goal of media relations is to maximize positive coverage in the mass media without paying for it directly through advertising.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many people use the terms public relations and media relations interchangeably; however, doing so is incorrect.[citation needed] Media relations refer to the relationship that a company or organization develops with journalists, while public relations extend that relationship beyond the media to the general public.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dealing with the media presents unique challenges in that the news media cannot be controlled — they have ultimate control over whether stories pitched to them are of interest to their audiences. Because of this, ongoing relationships between an organization and the news media is vital. One way to ensure a positive working relationship with media personnel is to become deeply familiar with their "beats" and areas of interests. Media relations and public relations practitioners should read as many magazines, journals, newspapers, and blogs as possible, as they relate to one's practice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Working with the media on the behalf of an organization allows for awareness of the entity to be raised as well as the ability to create an impact with a chosen audience. It allows access to both large and small target audiences and helps build public support and mobilizing public opinion for an organization. This is all done through a wide range of media and can be used to encourage two-way communication.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jane, Johnston. &lt;i&gt;Media Relations: Issues and Strategies&lt;/i&gt;. 1st ed. Sydney, Australia: Allen &amp;amp; Unwin Academic, 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-3209522166103422981?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/defenition-of-media-relation.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/TMNhWbTjCyI/AAAAAAAAA5w/kCcfnLN_Vq8/s72-c/merit+media+PR.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-4166027689905735186</guid><pubDate>Fri, 22 Oct 2010 06:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T23:55:12.249-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Fungsi Media Massa</title><description>Perkembangan media massa bagi manusia sempat menumbuhkan perdebatan panjang tentang makna dan dampak media massa pada perkembangan masyarakat.  Dalam perkembangan teori komunikasi massa, konsep masyarakat massa mendapat relasi kuat dengan produk budaya massa yang pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana proses komunikasi dalam konteks masyarakat massa membentuk dan dibentuk oleh budaya massa yang ada.  Media massa berperan untuk membentuk keragaman budaya yang dihasilkan sebagai salah satu akibat pengaruh media terhadap sistem nilai, pikir dan tindakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut DeWitt C. Reddick, (1976) fungsi utama media massa adalah untuk mengkomunikasikan kesemua manusia lainnya mengenai perilaku, perasaan, dan pemikiran mereka; Dan dalam mewujudkan hal itu, pers tidak akan lepas dengan responsibilitas dari kebenaran informasi (Responsibility), kebebasan insan pers dalam penyajian berita (Freedom of the pers), kebebasan pers dari tekanan-tekanan pihak lainnya (Idependence), kelayakan berita terkait dengan kebenaran dan keakuratannya (Sincerity, Truthfulness, Accuracy), aturan main yang disepakati bersama (Fair Play), dan penuh pertimbangan (Decency). Jadi intinya kebebasan pers sekarang ini dapat dilaksanakan dengan baik, jika kebebasan pers itu diimbangi dengan tanggung jawab dan kode etik sebagai landasan profesi, untuk menghindari ada pemberitaan yang menjurus anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak media massa dalam sebuah masyarakat membuat persepsi baru bahwa media massa, masyarakat, budaya massa dan budaya tinggi secara simultan saling berhubungan satu sama lain. Corak hubungan faktor-faktor di atas bersifat “interplay”. Tentu saja perubahan makna sosial tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan sosial baru dalam era modernisasi. Dalam proses ini ada beberapa pertimbangan yang perlu dilihat, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama, perkembangan media sampai pada satuan kecil masyarakat membuat kita harus membuat sikap baru dan lebih kompleks terhadap terminologi-terminologi sosial tradisional yang diyakini oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, perkembangan media massa baru seperti televisi sempat mengubah persepsi sosial masyarakat karena pengaruhnya yang sedemikian dahsyat. Bahkan dapat dikatakan bahwa televisi mampu menjadi sentra kehidupan sosial meski tidak menutup kemungkinan bahwa media cetak juga tetap mempunyai kekuatan yang cukup signifikan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Ketiga, proses transisi sosial baru yang dialami oleh masyarakat menuntut kita untuk memperbaharui konsep sosial yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Pemahaman tentang ini juga akan mempengaruhi keseluruhan sikap yang diambil dalam proses perkembangan budaya masyarakat itu sendiri&lt;br /&gt;Media massa sendiri dalam masyarakat mempunyai beberapa fungsi atau peran sosial, yaitu fungsi pengawasan sosial, fungsi interpretasi, fungsi transmisi nilai dan fungsi hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengawasan media adalah fungsi yang khusus menyediakan informasi dan peringatan kepada masyarakat tentang apa saja di lingkungan mereka. Media massa meng-up date pengetahuan dan pemahaman manusia tentang lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi interpretasi adalah fungsi media yang menjadi sarana memproses, menginterpretasikan dan mengkorelasikan seluruh pengetahuan atau hal yang diketahui oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi transmisi nilai adalah fungsi media untuk menyebarkan nilai, ide dari generasi satu ke generasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi hiburan adalah fungsi media untuk menghibur manusia. Manusia cenderung untuk melihat dan memahami peristiwa atau pengalaman manusia sebagai sebuah hiburan.Dalam perkembangan selanjutnya, media massa mempunyai fungsi-fungsi baru, yaitu membentuk komunitas dan komunikasi virtual, seperti halnya kelompok internet di dunia maya. Internet dapat dipahami sebagai alat atau media umum yang bisa secara komplet memenuhi fungsi media massa “tua”. Internet bisa menyempurnakan transaksi komersial, menyediakan dukungan sosial dan mengirim jasa pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-4166027689905735186?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/fungsi-media-massa.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-5167472246506411005</guid><pubDate>Fri, 22 Oct 2010 06:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T23:59:01.534-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Neo Kapitalisme Media</title><description>Media massa dalam perjalanannya sebagai pemutar produksi yang memiliki orientasi pasar cukup jauh serta roda pergerakan jaman lewat pisau-pisau informasinya yang tajam,menjadi landasan tepat Untuk setiap bentuk kepentingan dari berbagai pihak.Namun terkadang dalam setiap berjalanya suatu kepentingan, perbedaan pendapat, tujuan, kerap kali berujung pada satu ketidak sepahaman hubungan antar para pemilik kepentingan tersebut.Dalam kajian komunikasi massa, hubungan tersebut dikenal dengan sebutan, hubungan trikotomi.Hubungannya melibatkan pemerintah,pers,dan masyarakat. hubungan trikotomi sendiri sebagai suatu hubungan yang selalu bertolak belakang antar ketiganya.Bila ditarik ke skala kepentingan dari ketiganya secara otomatis tidak pernah menemui bentuk kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padangan terhadap hubungan trikotomi, oleh media, dianggap sesuatu yang lepas dari nilai-nilai demokratis.Oleh karena itu, disinilah media massa memiliki peran kuat dalam merubah trikotomi yang tidak adil tersebut, menjadi satu kekuatan baru untuk melawan otoritas dan represifitas satu dominasi yang menghegemoni, melepas belenggu di masyarakat atas akses informasi yang benar, serta wahana partisipasi politik untuk sebuah perubahan. Dengan menyajikan kupasan informasi yang berbobot, lalu mengungkap satu peristiwa yang bertendensi politik tinggi. Menjadikan momok baru untuk membangun spirit dengan reformulasi yang lebih histories.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa transisi demokrasi di penghujung tahun 90 an yang sangat penting bagi media. Periode dimana media mengambil peran, dengan kebebasan yang ada, untuk suatu perubahan cukup beralasan, dikarenakan masa tersebut, masa dimana arus balik situasi politik yang authoritarian kepada euphoria kebebasan serta ekspetasi akan system yang lebih demokratif.Eratnya ikatan pers, media dan masyarakat yang begitu dekat, mengambil langkah reaktif, dengan informasi/berita yang justru menelanjangi setiap kebobrokan pemerintahan yang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anggapan dan afirmasi yang menilai bahwa,kecenderungan media mengambil tempat dalam fase transisi itu.Namun sebenarnya hal ini sudah menjadi kecenderungan sejak akhir tahun 80 dan awal 90-an.Menurut Anders uhlin lewat penelitiaannya (1998), masa tersebut adalah masa-masa pra transisi.Dimana dominasi negara akan masyarakatnya sangat kuat,&lt;br /&gt;Jalan yang masih cukup terbuka luas untuk media saat ini adalah, jalan yang mampu menghantar pada satu tujuan awal, membalikan fungsi tujuan media seperti sedia kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana media mampu memberikan propaganda dan pembentukan budaya serta opini publik, sekaligus untuk menjadi gagasan perlawanan terhadap belenggu otoritas pemerintahan.Saat ini media harus mampu melepas, tipikalnya sebagai media komunikasi dalam perkembangan global dan proses kapitalisme, yang selama ini menjadi penguat status quo satu dominasi. Dan mampu memposisikan dirinya secara netral, sehingga tidak menyediakan dirinya untuk kekuatan – kekuatan kelas yang berkuasa, sebagai sarana ideologis yang memberikan kesadaran, namun terpasung dalam system hegemonis. Dengan media yang membangun semangat baru, untuk melakukan sejumlah langkah koreksi lewat berbagai macam sudut pandang, perspektif yang lebih luas, juga komprehensif. Bukan dengan hanya melihat negara sebagai tokoh utama, yang sebenarnya hanya menjadi boneka neo liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menitik beratkan semua masalah datang dari negara, membuat masyarakat yang menginterpretasikan semua informasi, semakin tidak menyadari bahwa setiap determinasi, lewat kebijakan negara, dibayang-bayangi  system neo liberal dan institusinya.Dan dengan seperti itu baik media maupun masyarakat lewat media mampu merumuskan kembali siapa pelaku utama masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami posisi media masa dalam sistem kapitalis, terlebih dahulu kita pahami asumsi-asumsi dasar media yang melatar belakangi media massa. Pertama, institusi media menyelenggarakan produksi, reproduksi dan distribusi pengetahuan dalam pengertian serangkaian simbol yang mengandung acuan bermakna tantang pengalaman dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini media massa memiliki posisi yang begitu penting dalam proses transformasi pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi dasar kedua ialah media masa memiliki peran mediasi antara realitas sosial yang objektif dengan pengalaman pribadi. Media massa menyelenggarakan kegiatannya dalam lingkungan publik. Pada dasarnya media massa dapat dijangkau oleh segenap anggota masyarakat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Denis McQuail terdapat ciri-ciri khusus institusi media massa antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memproduksi dan mendistribusi “pengetahuan” dalam wujud informasi, pandangan dan budaya upaya tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan sosial kolektif dan permintaan individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan saluran untuk menghubungkan orang tertentu dengan orang lain, dari pengirim ke penerima, dari khalayak kepada anggota khalayak lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media meyelenggarakan sebagian besar kegiatannya dalam lingkungan public&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partisipasi anggota khalayak dalam institusi pada hakikatnya bersifat sukarela, tanpa adanya keharusan yang atau kewajiban social&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi media dikaitkan dengan industri pasar karena ketergantungannya pada imbalan kerja, teknologi dan kebutuhan pembiayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun institusi media itu sendiri tidak memiliki kekuasaan, namun institusi ini selalu berkaitan dengan kekuasaan negara karena adanya kesinambungan pemakaian media dengan mekanisme hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara ciri-ciri media massa di atas, yang erat sekali hubungannya dengan topik pembicaraan kita adalah mengenai keterikatan media massa dengan industri pasar secara lebih luas dengan sistem kapitalis dan kapitalisme. Sistem kapitalis sebagai sistem yang dominan, baik di negara maju dan berkembang, mengalami suatu perkembangan yang amat pesat dengan segala konsekuensinya. Secara umum, seperti yang dialami negara-negara kapitalis, sistem kapitalis modern pada dasarnya mengandung kontradiksi-kontradiksi internal yang menyangkut peran media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa mengalami kontradiksi sebagai institusi kapitalis yang berorientasi pada keuntungan dan akumulasi modal. Karena media massa harus berorientasi pada pasar dan sensitif terhadap dinamika persaingan pasar, ia harus berusaha untuk meyajikan produk informasi yang memiliki keunggulan pasar antara lain informasi politik dan ekonomi. Di lain pihak media massa juga sering dijadikan alat atau menjadi struktur politik negara yang menyebabkan media massa tersubordinasikan dalam mainstream negara. Contohnya, pada masa Orde Baru media massa menjadi agen hegemoni dan alat propaganda pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan tentang konsekuensi sistem kapitalisme terhadap media massa tidak lepas dari industri media massa itu sendiri dan prospek kebebasannya. Media massa berkembang diantara titik tolak kepentingan masyarakat dan negara sebelum akhirnya terhimpit di antara kepungan modal dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nurudin M.Si, 2007, 67, Pengantar Komunikasi Massa&lt;br /&gt;Mc Quaill, Denis, 1996, Lima Genre Teori Media Kritis&lt;br /&gt;McQuil, Denis, Teori Komunikasi Massa, Agus Dharma (terj.), Jakarta: Erlangga, 1987, hlm.40.&lt;br /&gt;Hidayat,Dedy.N, Pengantar, dalam Agus Sudibyo, Politik Media dan Pertarungan Wacana, Yogyakarta: LKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-5167472246506411005?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/neo-kapitalisme-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-6768228697505063902</guid><pubDate>Fri, 22 Oct 2010 06:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T23:37:50.522-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Komunikasi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ilmu Pengetahuan</category><title>Kerangka atau Tata Cara Penulisan Karya Ilmiah</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab I Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paparan tentang apa yang menjadi masalah dengan latar belakangnya&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Latar belakang : diskripsi masalah, data awal yang mendukung adanya masalah dan akar timbulnya masalah. Mengapa dan apa yang mendorong peneliti memilih topik penelitian ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumuskan masalah secara jelas, singkat, termasuk konsep-konsep yang digunakan, masalah dibatasi, bagian mana yang digarap, mengapa bagian itu yang diambil, dan gambarkan pentingnya masalah: sumbangannya terhadap perkembangan ilmu, kegunaan praktis (bila ada), hubungan dengan penelitian lain Kegunaan yang lebih umum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan penelitian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manfaat penelitian&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab II Landasan teori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paparan tentang kerangka acuan atau objek yang sudah digunakan dalam memecahkan masalah. Gambarkan konsep-konsep yang digunakan, pendekatan yang digunakan, gambarkan teori-teori yang pernah ada yang berkaitan dengan masalah yang digarap, mengemukakan asumsi-asumsi dasar sebagai landasan berpikir, dan kemukakan hipotesis bila ada. Umumnya dikemukakan dalam bagian kerangka teoritis atau landasan teori atau teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab III METODE penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paparan mengenai apa yang dilakukan dalam suatu penelitian (langkah-langkah) yang dilakukan sebelum melakukan suatu penelitian dan dikemas dalam bagian metode penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jawaban terhadap pertanyaan apa yang dikemukakan umumnya dikemukakan dalam bagian temuan atau hasil. Hasil-hasil penelitian harus mampu berfungsi sebagai alat pembuktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bab V kesimpulan dan saran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, sebagai pernyataan singkat yang mengungkapkan hasil penyelidikan secara menyeluruh. Saran, sebagai pernyataan yang bertujuan untuk penyempurnaan hasil akhir penyelidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan memuat hasil sesuai dengan tujuan penelitian, penulis harus dapat menjelaskan kepentingan akan temuannya, bukan merupakan pengulangan yang telah dibahas pada bagian pembahasan, harus menceritakan pada pembaca mengapa temuan ini penting, dan bagaimana temuan ini berkontribusikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penelitian apa yang harus dilakukan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bab vi abstrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Abstrak adalah suatu bagian uraian yang sangat singkat, jarang lebih panjang dari enam atau delapan baris, bertujuan untuk menerangkan kepada pembaca-pembaca aspek-aspek mana yang tercakup dalam se-buah uraian tanpa berusaha mengatakan apa yang dibicarakan me¬ngenai aspek-aspek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bab vii referensi : kutipan, catatan kaki, dan daftar pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kutipan. Pembuatan skripsi dan karya ilmiah mengharuskan para penulis mencari sumber informasi ilmiah yang diperlukan untuk penulisan tersebut. Pengetahuan ilmiah yang dikutip dari seseorang dipergunakan untuk berbagai tujuan sesuai dengan argumentasi yang diajukan, misalnya untuk mendukung pernyataan penulis atau mendefinisikan sesuatu. Kutipan-kutipan tersebut dapat berbentuk "kutipan langsung" atau "kutipan tidak langsung". Kutipan langsung yang pendek dimasukkan dalam teks atau tubuh skripsi dengan menggunakan tanda kutip&lt;br /&gt;Catatan kaki atau notasi ilmiah cukup penting untuk diperhatikan dalam menulis karya ilmiah. Notasi ilmiah adalah catatan pendek untuk mengetahui sumber informsi ihniah yang dikutip dalam suatu karya ilmiah.[i] Karena catatan tersebut diletakkan di bagian bawah halaman maka sering disebut catatan kaki atau footnote. Catatan kaki tidak hanya digunakan untuk mengetahui dan mendalami sumber informasi tetapi juga untuk memberikan catatan tambahan tentang suatu informasi dalam penulisan ilmiah tanpa mengganggu keseluruhan penulisan tersebut. catatan kaki mencakup: (1) nama penulis, (2) judul tulisan, (3) tempat pener-bitan, (4) nama penerbit, (5) tahun penerbitan, (6) halaman yang dikutip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar pustaka dapat berupa buku, jurnal, majalah, media masa, kertas kerja, ensiklopedi, internet, dan bahan penerbitan lain (termasuk komunikasi pribadi). Fungsi daftar pustaka: (a) Sebagai alat untuk melihat kembali sumber asli oleh ilmuwan lain, sehingga ilmuwan lain dapat melihat benar atau tidaknya pengutipan pernyataan di dalam bahan pustaka yang digunakan atau bahkan dapat digunakan sebagai alat untuk melihat perkembangan ilmu. (b) Untuk mengetahui lebih jauh tentang sumber acuan yang terdapat dalam sebuah catatan kaki. (c) Untuk melihat cakupan keilmuan seluruh isi tulisan ilmiah sebagai indikator mutu isinya, dengan catatan bahwa semakin terspesialisasi bahan pustaka yang digunakan maka semakin tinggi nilai tulisan ilmiah. (d) Untuk mengetahui dampak ilmiah dari tulisan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata aturan penulisan daftar pustaka: (a) Penulisan daftar pustaka disusun secara alfabetis, dari A -Z, dengan patokan pada huruf pertama dari nama keluarga atau marga penulis. (b) Penulisan nama orang Indonesia yang lebih dari satu kata, adalah kata kedua dianggap sebagai nama keluarga dengan disertai tanda-baca koma (,) diikuti singkatan kata pertama dan diakhiri dengan tanda titik (.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catatan: apabila suatu bahan pustaka tidak terinformasi penulisnya, maka nama penulis tidak boleh ditulis dengan Anonim). (c) Setelah nama pengarang, berikutnya ditulis tahun penerbitan bahan pustaka dan diakhiri dengan tanda titik. (d) Setelah tahun terbit bahan pustaka, berikutnya ditulis judul bahan pustaka yang diketik miring diakhiri dengan tanda titik (.). (e) Setelah nama bahan pustaka, selanjutnya ditulis (1) nama penerbit untuk bahan pustaka berupa buku, dan (2) nama jurnal beserta volume, nomor, tahun terbit, dan halaman bahan pustaka yang dibaca untuk artikel ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk jurnal. (f) Bagian terakhir adalah nama kota dari alamat penerbit untuk bahan pustaka berupa buku. (g) Apabila nama penulis dari bahan pustaka yang dirujuk lebih dari satu, maka penulis ke-2 dan ke-3 urutan kata namanya tetap seperti nama aslinya hanya kata pertama dan/atau kedua disingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-6768228697505063902?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2010/10/kerangka-atau-tata-cara-penulisan-karya.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-7146196026941604868</guid><pubDate>Mon, 23 Nov 2009 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T15:04:25.543-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fakta Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>Remaja, Pekerjaan dan Pemilihan Karir</title><description>Dalam perkembangan sosio emosional remaja, terdapat suatu bahasan menarik mengenai remaja dalam pemahaman pekerjaan dan juga dalam penentuan pemilihan karir pekerjaan. Dalam keadaan yang normal, seseorang dapat memilih suatu pekerjaan yang disenanginya. Dalam hal ini subjektifitas orang akan nampak. Pada anak-anak dan remaja unsur subjektifnya tadi masih sangat menguasai sehingga pilihannya tadi tidak bisa terlalu realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anak kecil ingin menjadi sopir bis karena atas dasar pengalamannya yang masih terbatas, dirasa begitu menarik untuk duduk di belakang stir kendaraan yang begitu besar. Pilihan pekerjaan yang sungguh-sungguh bukanlah suatu tindakan sesaat saja, melainkan merupakan hasil suatu proses pemikiran dan pengalaman tertentu, walaupun hasilnya nanti mungkin juga dapat bersifat sementara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya seorang remaja ketika menentukan pilihan karir, seringkali tidak dilakukannya sendiri. Berk (1993) menyatakan bahwa penentuan dan pemilihan karir seorang remaja ditentukan oleh berbagaa faktor diantaranya orang tua, teman-teman, gender, dan karakteristik diri sendiri. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi pemilihan karir pekerjaan pada remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua ikut berperan dalam menentukan arah pemilihan karir pada anak remajanya. Walaupun pada akhirnya keberhasilan dalam menjalankan karir selanjutnya sangat tergantung pada kecakapan dan keprofesionalan pada anak yang menjalaninya. Karena hal ini berkaitan dengan masalah pembiayaan pendidikan, masa depan anaknya agar terarah dengan baik, maka sekalipun orang tua turut ikut campur agar anaknya memilih program studi yang mampu menjamin kehidupan karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang tua yang berkecukupan secara ekonomi menghendaki anaknya untuk memilih program studi yang cepat menghasilkan nilai materi, misalnya fakultas ekonomi (akuntasi, manajemen), teknik, farmasi, kedokteran (umum dan gigi) dan lain-lain. Anggapan orang tua, anak yang mampu memasuki program ini tentu akan terjamin masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya tak selamanya yang menjadi pilihan orang tua akan berhasil dijalankan oleh anaknya, kalau tidak disertai oleh minat bakat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal dari anak yang bersangkutan, hal inilah yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman (Peer Group)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, pada kenyataannya, lingkungan pergaulan dalam kelompok remaja cukup memberi pengaruh pada diri seseorang dalam memilih jurusan program studi di SMA maupun Perguruan Tinggi. Mereka mungkin merasa tidak enak kalau tidak sama dalam pemilihan jurusan atau program studi. Pengaruh teman kelompok sebaya ini bersifat eksternal. Bila remaja tidak mempunyai dorongan internal, minat bakata atau kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau tuntutan, maka kemungkinan akan mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Jenis Gender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stereotype masyarakat seringkali telah menilai terhadap jenis kelamin seseorang. Masyarakat menghendaki agar jenis tugas atau pekerjaan tertentu dilakukan oleh jenis kelamin tertentu pula. Memang baik diakui atau tidak, jenis kelamin kadang-kadang menentukan seseorang dalam memilih karir pekerjaan. Seorang perempuan mungkin akan mengambil karir yang kiranya dapat dijalaninya, tanpa banyak hambatan dengan peran jenis gendernya nanti di kemudian hari, misalnya sekretaris, dokter anak, psikolog anak, guru atau dosen, penunggu atau penjaga toko dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya seorang laki-laki akan memilih sesuai dengan dirinya misalnya tentara, polisi, hakim, jaksa dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Kepribadian Individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik pribadi yang mempengaruhi pemilihan program studi maupun karir individu, diantaranya bakat minat, kepribadian, dan intelektual. Sudah banyak lembaga pendidikan SMA yang mengadakan tes psikologi dengan membantu siswa-siswinya dalam menentukan jurusan agar sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini untuk menghindari penyesalan dalam pengambilan studinya atau merasa tidak cocok dengan minat bakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan dalam memilih dan menjalankan program studi serta karir pekerjaan sangat ditentukan karakteristik kepribadian individu yang bersangkutan. Individu yang memiliki minat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal, tanpa ada paksaan dari orang lain, biasanya akan mencapai keberhasilan dengan baik. Keberhasilan tidak dapat diukur secara materi finansial yang melimpah, tetapi seberapa besar nilai kepuasan hidup yang diperoleh melalui pilihan-pilhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-7146196026941604868?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2009/11/remaja-pekerjaan-dan-pemilihan-karir.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6768562333624313797.post-1613977968741636289</guid><pubDate>Mon, 23 Nov 2009 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T15:04:25.544-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Edukasi Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Informasi Menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gaya Hidup</category><title>Sepuluh Situs Internet Paling Berpengaruh</title><description>Sebuah Akademi Internasional Digital yang berpusat di New York, Amerika Serikat, menganugerahkan penghargaan terhadap 10 situs internet yang dianggap berpengaruh. Situs pertemanan Facebook, Twiter dan Situs Video You Tube, masuk dalam jajaran 10 situs internet paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Internet adalah cerita abad ini, karena internet menjadi media perubahan bukan saja di semua aspek kehidupan sehari-hari, tetapi semua hal dari komersial sampai komunikasi, politik dan kebudayaan," kata Direktur Eksekutif Webby Award, David-Michel Davies, seperti dilansir VIVAnews.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs pertemanan Facebook yang baru berusia dua tahun (2007) dan You Tube tiga tahun (2006), berhasil menyodok ke jajaran situs berpengaruh yang sudah mapan, seperti Craigslist online (2000), Google Adwords (2000), Wikipedia (2001), Napster (2001). Sementara situs pertemanan Twitter (2009), juga masuk dalam kategori situs yang paling mempengaruhi dunia satu dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David menyatakan hal penting menyangkut internet dewasa ini, adalah meningkatkan kapasitas internet, serta menyebarkannya di kehidupan sehari-hari. Pada acara penganugerahan April tahun depan, Webby Award akan memperluas jenis kategori termasuk situs berita, iklan interaktif, film dan video online.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6768562333624313797-1613977968741636289?l=www.winkplace.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.winkplace.com/2009/11/sepuluh-situs-internet-paling.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

