<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dakwah Cyber</title>
	<atom:link href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com</link>
	<description>Hadirkan Islam Di Dunia Maya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Dec 2010 23:21:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dakwahcyber000.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/9e8c6cddbcf525da72b07b8ad8a3d2832d2ee8303474c468b109289f3daddcb7?s=96&#038;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dakwah Cyber</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/osd.xml" title="Dakwah Cyber" />
	<atom:link rel='hub' href='https://dakwahcyber000.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Ahmadinejad Membuat Geram AS, Sang Khalifah Akan Lebih dari Itu!</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/26/ahmadinejad-membuat-geram-as-sang-khalifah-akan-lebih-dari-itu/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/26/ahmadinejad-membuat-geram-as-sang-khalifah-akan-lebih-dari-itu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 05:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Warta Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadinejad]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=93</guid>

					<description><![CDATA[Syabab.Com &#8211; Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menimbulkan kegeraman di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 23/09/201, ketika ia mengatakan bahwa kebanyakan orang yakin pemerintah Amerika Serikat-lah yang melakukan serangan 11 September. Ia juga memicu aksi mundur (walkout) di Majelis Umum PBB tidak lama setelah Presiden AS Barack Obama menawarkan rancangan negosiasi dengan Iran mengenai masalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg"><img data-attachment-id="94" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/26/ahmadinejad-membuat-geram-as-sang-khalifah-akan-lebih-dari-itu/a-ahmadinejad/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg" data-orig-size="450,300" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="a-ahmadinejad" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=300" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=450" class="alignleft size-thumbnail wp-image-94" title="a-ahmadinejad" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=150 150w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>Syabab.Com</strong> &#8211; Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad  menimbulkan kegeraman di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada  Kamis, 23/09/201, ketika ia mengatakan bahwa kebanyakan orang yakin  pemerintah Amerika Serikat-lah yang melakukan serangan 11 September. Ia  juga memicu aksi mundur (<em>walkout</em>) di Majelis Umum PBB tidak  lama setelah Presiden AS Barack Obama menawarkan rancangan negosiasi  dengan Iran mengenai masalah nuklir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dikatakan bahwa sekitar tiga ribu orang tewas pada 11 September yang  kami semua sangat sedih. Namun, sampai sekarang, di Afghanistan dan  Irak ratusan ribu orang telah tewas, luka dan jutaan pengungsi dan  konflik masih terjadi dan memperluas,&#8221; kata Ahmadinejad.</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden  Iran itu mengemukakan suatu teori bahwa &#8220;beberapa unsur pemerintah AS  mengatur serangan untuk membalikkan kondisi perekonomian Amerika yang  melemah dan untuk menggenggam Timur Tengah sekaligus demi menyelamatkan  rezim Zionis.<span id="more-93"></span>&#8220;Orang-orang tertindas  di Palestina telah hidup di bawah kekuasaan rezim pendudukan selama 60  tahun, telah kehilangan kebebasan, keamanan dan hak untuk menentukan  nasib sendiri, sementara penjajah diberi pengakuan,&#8221; katanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Pada setiap hari,&#8221; ia menambahkan,  &#8220;rumah-rumah telah dihancurkan di atas kepala perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah. Orang-orang kehilangan air, makanan dan obat-obatan di  negeri sendiri.. Kaum Zionis telah memberlakukan lima perang  habis-habisan di negara-negara tetangga dan pada rakyat Palestina. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden Ahmadinejad juga menyinggung  pembakaran al-Quran baru-baru ini di AS sebagai &#8220;tindakan buruk dan  tidak manusiawi&#8221; terhadap Kitabullah yang dibawa oleh Nabinya umat Islam  yang menyerukan untuk &#8220;menyembah satu Tuhan, keadilan, belas kasihan  terhadap orang-orang, pembangunan dan kemajuan, bercermin dan berpikir, membela  yang tertindas dan melawan terhadap penindas. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dia kemudian menekankan  bahwa Al Qur&#8217;an dibakar &#8220;untuk membakar semua kebenaran dan penilaian  yang baik.&#8221; Namun,  ia menambahkan, &#8220;kebenaran tidak dapat terbakar.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Delegeasi  AS Walkout: Memalukan!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh sangat memalukan,  mendengar pidato &#8216;berani&#8217; Ahmadinejad tersebut, delegasi AS memimpin  aksi <em>walkout </em>delegasi Barat yang marah karena komentarnya atas  serangan 9/11 yang hanya berjarak 6 Km dari markas PBB itu. Delegasi Uni  Eropa segera menyusul keluar setelah delegasi AS.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mayoritas  rakyat AS begitu juga politisi dan pemimpin lain setuju atas pandangan  ini,&#8221; katanya yang membuat keheranan peserta di ruangan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Delegasi  AS mengecam pemimpin Iran tersebut dalam satu pernyataan yang  dikeluarkan bahkan sebelum Ahmadinejad menyelesaikan pidatonya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dibanding  mewakili aspirasi dan niat baik dari warga Iran, Ahmadinejad malah  kembali memilih untuk menyampaikan teori konspirasi keji dan sentimen  anti-Semit yang menjijikkan dan tidak berdasar,&#8221; kata Mark Kornblau,  juru bicara delegasi AS.</p>
<p style="text-align:justify;">Obama tidak memberikan komentar secara  publik tapi seorang pejabat senior AS mengatakan, &#8220;Presiden memaknai  pernyataan itu sebagai sesuatu yang menyakitkan dan menyerang, khususnya  karena disampaikan berdekatan dengan lokasi Ground Zero.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri  Luar Negeri Kanada, Lawrence Cannon, mengatakan pernyataan Ahmadinejad  sebagai &#8220;pelanggaran besar atas standar internasional dan semangat PBB.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pemimpin  Iran itu kerap melakukan hal kontroversial di sidang Majelis Umum PBB.  Tahun lalu ia melakukan aksi mundur setelah memberi pernyataan mengenai  Israel.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah seharusnya siapa pun para penguasa negeri  Muslim harus berani mengatakan kebenaran dan Islam di mana pun. Jika  saja ada <em>Amirul Mukminin </em>bagi umat ini yang menjadi perisai  mereka di bawah naungan Khilafah, tentu lebih dari itu. Khilafah akan  memberikan pelajaran nyata atas tindakan tak manusiawi negeri-negeri  penjajah. Insya Allah, kehadirannya tak akan lama lagi.  [m/ant/prstv/<a title="syabab.com" href="http://syabab.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1110:ahmadinejad-membuat-geram-as-sang-khalifah-akan-lebih-dari-itu&amp;catid=83:dunia&amp;Itemid=200" target="_blank">syabab.com</a>]</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/26/ahmadinejad-membuat-geram-as-sang-khalifah-akan-lebih-dari-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/a-ahmadinejad.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">a-ahmadinejad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Friendster, Pesona Baru Dunia Online</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/friendster-pesona-baru-dunia-online/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/friendster-pesona-baru-dunia-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 05:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[frienster]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi. informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=58</guid>

					<description><![CDATA[Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi? Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan, hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap. Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table style="text-align:justify;height:1327px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="697">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align:center;"><img src="https://i0.wp.com/www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="https://i0.wp.com/www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /><img src="https://i0.wp.com/www.dudung.net/images/icons/star.gif" border="0" alt="" align="absmiddle" /></td>
</tr>
<tr>
<td><em></em></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg"><img data-attachment-id="59" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/friendster-pesona-baru-dunia-online/frenster/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg" data-orig-size="166,167" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="frenster" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg?w=166" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg?w=166" class="alignleft size-thumbnail wp-image-59" title="frenster" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg?w=150 150w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg 166w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>Nyaris  tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun komunitas  online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota. Mimpi? Tidak.  Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita iklan, hanya  mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena Internet tahun  ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap.</p>
<p>Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana US$  13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain  Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO  Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram.</p>
<p>Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun lalu dapat menjadi begitu  fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru  berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita  bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata.  Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja teman  sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari teman  sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan yang  amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di dunia maya.</p>
<p>Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil itu  bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi anggota  Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal, dengan  mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama, informasi  yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku dan film  favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan mudah  menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat yang sama,  atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan Karl May sebagai  pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta pengarang buku  Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan teman lama yang  tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia serial petualangan  Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya jadi punya teman  diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan Balkan.</p>
<p>Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman  kencan&#8230;<span id="more-58"></span>, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity  partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau dalam  pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data personal  adalah &#8220;siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda sendiri)&#8221;  serta &#8220;ingin bertemu orang seperti apa&#8221;. Dengan membaca dua kolom ini  saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi teman seseorang  atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota Friendster perempuan  dengan informasi &#8220;Cowo dilarang masuk, tak usah add sebagai teman, pasti  tidak ditanggapi&#8221;, dan di daftar temannya hanya berisi sesama kaum  Hawa, Anda harus mahfum.</p>
<p>Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling unik  Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju, foto dan  nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda. Hebatnya, Anda  juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman Anda tersebut.  Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung terhubung ke  teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang kini diakui  sebagai guru &#8220;social network&#8221; oleh para programmer dan pemodal ventura  dunia, mendeskripsikan Friendster secara tepat: &#8220;Friendster adalah  sebuah wahana yang secara tegas menyatakan siapa saja teman anda,  bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan mereka untuk saling melihat  melalui jalur Anda.&#8221;</p>
<p>Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa  terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda  terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman dalam  sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik lainnya  untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa dikirim oleh  teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi pesan-pesan yang  dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada pula fasilitas  testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi kesan-kesan mengenai  Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan luar biasa antara  email, bulletin board, personal web serta &#8220;jaringan sosial&#8221;.</p>
<p>Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna awal  Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak waktu di  dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan teman,  menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru, mengundang  teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-teman lama,  mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan jika Friendster  yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini berkembang jauh  lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya melesat menjadi 9 juta.  Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik menjadi anggotanya. Kalau kita  search anggota yang usianya di atas 40, tidak sedikit nama yang muncul.  Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan pemakai internet pemula,  Friendster memang tidak menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60  tahun untuk bergabung.</p>
<p>Ada seorang anggota yang mengatakan, &#8220;Friendster itu ibarat candu,  sekali pakai ketagihan!&#8221; Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34  tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster setiap  hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang menemukannya, dan  apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah menanggapi emailnya dan  masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi anggota Friendster  bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui kawannya yang tampak  alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata penggemar Linkin&#8217; Park.  &#8220;Ini hanya bisa saya ketahui lewat Friendster,&#8221; komentarnya sambil  tertawa.</p>
<p>Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah munculnya  Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di Friendster  dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa saja dapat  membuat account di Friendster, sehingga ada account atas nama lembaga,  termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para pecinta marketing  paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada Universitas atau  Mailing List punya teman?</p>
<p>Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi anggota,  Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah wahana  bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat besar.  Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena masih  versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih tertarik  memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya jelas seperti  Friendster. Apalagi jika iklannya dapat dipersonalisasi, dikirim ke  target audience yang cocok dengan iklannya.</p>
<p>Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih gratis.  Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk layanan khusus  Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau Rp 99,5 ribu per  bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang rela merogoh  koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$ 107,46 juta.</p>
<p>Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan jasa  sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang dibuat oleh  salah satu orang Google bentuknya hampir mirip Friendster, sedangkan  Multiply menyediakan mini website bagi tiap anggota yang lebih banyak  fiturnya dibanding sekedar halaman anggota. Anggota Multiply mendapat  halaman dengan alamat URL individu yang bisa diakses langsung tanpa  harus masuk dari halaman kita seperti yang Anda perlu lakukan di  Friendster.</p>
<p>Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada  komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini  berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta  sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam,  kini bangkit lagi berkat Friendster.&lt;<a title="dudung.net" href="http://www.dudung.net/teknologi-informasi/friendster-pesona-baru-dunia-online.html" target="_blank"><span style="color:#ff9900;">dudung.net</span></a>&gt;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/friendster-pesona-baru-dunia-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/icons/star.gif" medium="image" />

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/frenster.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">frenster</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hitam-Putih Facebook?</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/hitam-putih-facebook/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/hitam-putih-facebook/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 05:30:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[saintek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=55</guid>

					<description><![CDATA[Setelah kasus heboh Nova-Ari yang mengaku mereka suka sama suka melakukan hubungan badan, Facebook kian disorot. Khususnya sisi negatifnya. Ya, melalui perantaraan situs jejaring sosial inilah Nova dan Ari bertemu dan sekaligus dilanjutkan berkencan di dunia nyata. Nggak hanya kasus Nova-Ari, berikutnya muncul kasus ‘menghilangnya’ gadis berumur 20 tahun asal Bantul. Ada juga mahasiswi asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png"><img data-attachment-id="56" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/hitam-putih-facebook/logo_facebook/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png" data-orig-size="360,360" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="logo_facebook" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=300" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=360" class="alignleft size-thumbnail wp-image-56" title="logo_facebook" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=150 150w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=300 300w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" /></a>Setelah  kasus heboh Nova-Ari yang mengaku mereka  suka sama suka melakukan hubungan  badan, Facebook kian disorot.  Khususnya sisi negatifnya. Ya, melalui  perantaraan situs jejaring  sosial inilah Nova dan Ari bertemu dan sekaligus  dilanjutkan berkencan  di dunia nyata. Nggak hanya kasus Nova-Ari, berikutnya  muncul kasus  ‘menghilangnya’ gadis berumur 20 tahun asal Bantul. Ada juga mahasiswi  asal Jambi yang kuliah di salah satu  perguruan tinggi di Semarang,  tak  diketahui jejaknya, dan belakangan ketahuan kalo dia ada di suatu  tempat  bersama kekasihnya asal Brebes. Pertemuan mereka, via Facebook.  Oya, nggak  ketinggalan kasus 4 orang siswa yang dipecat dari sekolahnya  gara-gara menghina  salah seorang guru mereka. Nah, mereka melakukan  penghinaan tersebut di  Facebook. Waduh!</p>
<p style="text-align:justify;">Bro  en Sis, deretan fakta terbaru untuk saat ini  tentang sisi negatif  Facebook perlu menjadi perhatian kita semua. Jangan sampe  kejadian  tersebut juga menimpa kita. Ih, nggak banget deh! Fakta ini pun   sekaligus meyakinkan kita semua bahwa teknologi, tetap saja memiliki  sisi  positif sekaligus negatif. Kita perlu waspada deh kalo  kenyataannya kayak gini  sih.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Fenomena Facebook</strong></span><br />
Facebook memang fenomenal! Situs jejaring sosial  bikinan Mark  Zuckerberg ini digilai oleh lebih dari 350 juta manusia di seluruh   dunia. Di sini setiap orang bisa berkomunikasi, bergaul, berinteraksi,  bahkan  bertransaksi bisnis. Facebook menjadi dunia sendiri. Dunia yang  dihuni oleh  ratusan juta orang yang memang senang berhubungan dengan  sesamanya. Ini  membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial.</p>
<p style="text-align:justify;">Fasilitas  yang diberikan Facebook memang tak  tanggung-tanggung. Selain daftarnya  free alias gratis, juga di dalamnya  terdapat fasilitas standar yang  dibutuhkan manusia dalam berkomunikasi di dunia  maya. <span id="more-55"></span>Facebook sudah  menanam beragam fitur yang oke punya (setidaknya sampai  saat ini). Ada   “note” ini untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran kita. Catat  sepuasnya  di sana. Jika  belum puas bahwa catatan kita akan dibaca  banyak orang, kita bisa bikin grup.  Facebook menjembatani upaya  merengkuh banyak orang melalui sebuah grup.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih  ingat kan  tentang dukungan Facebookers (sebutan untuk jamaah  facebookiyah alias  orang-orang yang bergaul di dalam komunitas  Facebook) terhadap KPK, khususnya  Bibit dan Chandra? Juga menggalang  dukungan bagi Prita dan Balqis. Melalui grup  ini, pembuatnya bisa  mengundang banyak orang untuk bergabung. Disediakan juga  “Wall” tempat  menumpahkan segala pendapat. Member grup bisa mengeluarkan  unek-uneknya  di sini. Kalo mau kirim pesan juga bisa. Menyebarkan pesan  berharga  kepada sebanyak orang itu, dan dengan fasilitas yang gratis, tentu   sangat menyenangkan. Kita hanya membayar pulsa telepon atau bayar di  warnet,  bisa juga nebeng dari fasilitas kantor.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain  bikin “grup” dan “note”, pengelola Facebook  juga memahami betul  keinginan manusia untuk interaksi, maka fasilitas chat  disediakan,  pencarian teman yang unik yang dilacak berdasarkan nama perusahaan,   asal sekolah, asal daerah, dan sejenisnya. Selama member yang  bersangkutan  meng-input data yang sebenarnya, maka biarkan mesin pintar  Facebook  mencarikannya untuk kamu. Saya sering mengalaminya. Tiba-tiba  muncul “saran  teman” dari Facebook di beranda akun kita. Beberapa kali  mengamati nama-nama  yang muncul memori saya mengingatkan masa lalu.  Hehehe.. ada teman yang pernah  ngilang sejak lulus SMP sekitar 20 tahun  yang lalu, eh ketemu lagi. Ada yang <em>loss contact</em> sejak beberapa tahun lalu, tiba-tiba nongol dan nyapa minta di-<em>confirm</em> jadi teman. Wah, asik benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Oya,  pengguna Facebook tahu betul fitur-fitur yang  ada di dalamnya.  Termasuk fasilitas “status” kita yang selalu ‘ditanya’ “apa  yang anda  pikirkan?” Lalu kita jawab semau kita. Ada yang ngocol, ada yang asal  tulis, ada  yang protes, ada yang maki-maki, pengeluh, tukang ngasih  motivasi, ada yang  jualan, dan sebagainya. Di situ setiap orang yang  sudah tergabung dengan orang  tersebut bisa tahu update statusnya dan  bisa ngasih komentar. Paling banter  kalo malas ngasih komen, cukup  ngasih “jempol” dengan meng-klik “like/suka”  terhadap status temannya  tersebut. Tapi, di sini kudu ati-ati lho, karena siapa  tahu kamu malah  jadi ngikutin jejak Evan Brimob yang bikin heboh karena  komentarnya  yang emosional menyikapi kasus KPK vs Polri. Hehehe… yang aktif di   Facebook pasti tahu deh kasus detilnya. Iya nggak?</p>
<p style="text-align:justify;">Bro  en Sis, inilah Facebook, salah satu situs  jejaring sosial yang ngetren  saat ini. Saya punya pengalaman tentang hal ini.  Seorang tetangga  paman saya di Bandung, minta  dibikinkan akun facebook saat saya <em>browsing</em> internet pas berkunjung ke sana dalam suatu acara.  Meski dengan  pengetahuan seadanya, ia nekat minta dibikinkan akun facebook. Ya,   gimana nggak bisa disebut seadaanya, wong istilah e-mail saja dia masih   bingung. Sami mawon dengan cara buat e-mail, dia nggak tahu. Padahal,  untuk  bisa daftar ke facebook kudu punya e-mail. Akhirnya, ya dibuatkan  dulu  e-mailnya. Lucunya, alasan yang bersangkutan pengen punya akun  facebook biar  bisa gaul. Nggak kuper lah. Hehehe.. padahal usia udah  menjelang pensiun,  anaknya udah ada yang kuliah. Tragisnya, pake  komputer aja masih gagap. Tapi,  dia nggak putus asa, karena Facebook  bisa diakses via ponsel. Waduh,  benar-benar sudah tergoda Facebook.  Prikitiw!</p>
<p style="text-align:justify;">Lain waktu,  teman saya cerita bahwa supir mobil  odong-odong minta dibikinkan akun  Facebook. Oya, istilah odong-odong ini untuk  angkutan umum yang  kendaraannya udah nggak ada surat-suratnya, operasinya di  jalur khusus  giliran dengan tukang ojek. Biasanya ke dalam komplek perumahaan  yang  jauh dari jalan raya. Teman saya yang jaga warnet itu sempat bingung,  tapi  kemudian supir mobil odong-odong itu bilang bahwa nanti pakenya di  ponsel.  Wedeh, gaul juga nih supir mobil odong-odong!</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Dunia  maya lebih menggoda?</strong></span><br />
Sejak kenal dunia maya, saya penasaran banget.  Kenapa penasaran?  Karena bisa berhubungan dengan banyak orang di ‘seberang’ sana hanya  melalui  komputer yang terhubung dengan modem dan perangkat lainnya yang  dibutuhkan  untuk menjalankan internet. Meski komunikasi lebih banyak  via tulisan, tapi  rasanya asik-asik aja. Pertama kali diajari chatting,  langsung nyetel dan betah  berlama-lama. Apalagi ketika sudah kenal  e-mail, wuih, makin anteng aja dah di  depan komputer. Punya e-mail  seperti punya alamat kotak pos sendiri. Urusan  komunikasi jarak jauh  lebih lancar terjalin. Meski tentu saja nggak interaktif.  Tapi tetap  asik. Lebih keren lagi ketika era web 2.0 yang ditandai dengan   munculnya blog, maka komunikasi di dunia maya jadi lebih dinamis dan  lebih  variatif. Bahkan melalui blog yang dimilikinya, seorang blogger  bisa  menyampaikan pendapatnya tanpa perlu kena sensor pihak lain.  Kecuali kalo  diketahui melanggar <em>term of service</em> yang dibuat situs penyedia blog  gratis tersebut, maka situs itu bakalan dibekukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bro  en Sis, dunia maya itu ibarat pasar. Apa aja  ada. Mau yang gratis,  harga murah, dan juga harga mahal. Semua bisa diatur dan  ada. Konten  atau isi situs yang halal, yang subhat, bahkan yang haram tersedia  di  sana.  Tergantung kita, apakah akan memilihnya atau tidak. Semua  berdasarkan pilihan  dan tentu saja ada konsekuensinya atas pilihan  tersebut. Dunia maya sama  seperti halnya dunia nyata, ada yang buruk  dan ada yang baik. Ada yang tercela dan ada yang terpuji. Ada yang halal  dan ada  yang haram. Pornografi ada, judi ada, gosip bejibun, fitnah  marak, motivasi  kehidupan banyak, dan dakwah pun gencar. Kebaikan akan  selalu berhadapan dengan  keburukan. Kesalahan akan bertarung dengan  kebenaran. Kelebihannya (sekaligus  kekurangannya) di dunia maya, semua  orang bisa jadi apa saja dan bisa jadi  siapa saja. Phew!</p>
<p style="text-align:justify;">Iya,  karena meski di dunia nyata dan dunia maya  bisa sama-sama berbohong,  tapi di dunia maya kebohongan kita sulit dideteksi.  Jika di dunia nyata  orang tak mudah untuk mengelabui orang lain dengan  penampilan beda  jenis, tapi dunia maya hal itu bisa dilakukan. Kita hampir  tidak pernah  bisa melacak keberadaan seseorang apakah dia berjenis kelamin   laki-laki atau wanita. Kita pun hampir tak pernah bisa mendeteksi apakah  teman  misterius itu baik atau jahat. Ya, di satu sisi, orang bisa  ‘bersembunyi’ untuk  menasihati orang lain, dan hal itu bisa menjadi  kebaikan karena ingin ikhlas  dalam beramal. Tapi di sisi lain, orang  bisa ‘sembunyi’ untuk melakukan  kemaksiatan, dan tentu bisa menjadi  bahaya dan dosa bagi pelaku dan juga orang  lain. Waspadalah!</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia  maya memang lebih menggoda. Baik untuk hal  yang bermanfaat maupun  berbuat jahat. Sebenarnya sama dengan di dunia nyata.  Orang bisa  berbuat salah dan bisa berbuat baik. Namun, di dunia maya orang akan   lebih ‘agresif’ karena halangan-halangan seperti minder, malu, segan,  dan rasa  inferior lainnya, bisa dikikis habis di balik topeng kepalsuan  (jika mau).  Percaya atau tidak, banyak yang sudah membuktikannya. Saya  juga insya Allah  banyak tahu bahwa ada orang yang lebih tampil percaya  diri di dunia maya,  padahal aslinya di dunia nyata dia orang yang agak  minder. Well.. dunia maya  memang lebih memberikan atmosfir rasa yang  lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Seringkali bisa  ‘memanipulasi’  fakta yang sesungguhnya dan bisa juga menjadi pemicu  orang untuk menunjukkan  kemampuan terpendamnya (termasuk aksi  jahatnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, dunia maya  tetaplah  dunia maya. Tak selamanya kita hidup di dunia tersebut. Emangnya kalo   mau nikah bisa secara virtual? Hehe.. nanti anaknya virtual juga dong?  Tetap saja  kita akan lebih banyak berhubungan di dunia nyata. Meski  dunia maya lebih  menggoda, tapi waspadalah, kita tetap hidup bersama  orang lain yang bisa saja  mereka berbuat nggak benar kepada kita. <em>So</em>,  sewajarnya sajalah. Jangan  sampai lupa diri, lupa daratan, apalagi  lupus alias lupa usia (umur udah  bangkotan tapi kelakuan kayak bocah).  Jangan juga mudah percaya sama orang yang  belum kita kenal, apalagi  awal mengenalnya via Facebook. Kalo diajak ketemuan,  tolak saja. Nggak  ada jaminan kan  kalo dia bakalan baik sama kita? Terus, jangan    memberikan informasi detil tentang diri kamu.  Kita nggak tahu kan, kalo  kita ternyata jadi  sasaran kejahatan mereka? <em>So</em>,  waspadalah!<strong>[<a title="dudung.net" href="http://www.dudung.net/buletin-gaul-islam/hitam-putih-facebook.html" target="_blank"><span style="color:#ffcc00;">solihin</span></a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/hitam-putih-facebook/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/logo_facebook.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">logo_facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat cinta untukmu kekasihku</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/surat-cinta-untukmu-kekasihku/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/surat-cinta-untukmu-kekasihku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 05:18:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Balada Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=51</guid>

					<description><![CDATA[oleh : Ratih Septiana &#160; Assalamualaikum cinta, apa kabar? Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa? Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya? Apa kabar dengan setia dan kejujuran? Cinta&#8230;, andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini&#8230;, maka seribu lembar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table style="height:1362px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="697" align="center">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align:center;"><span style="color:#ff9900;"><em>oleh : Ratih Septiana</em></span></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="52" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/surat-cinta-untukmu-kekasihku/surat-cinta/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg" data-orig-size="320,320" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="surat-cinta" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg?w=300" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg?w=320" class="alignleft size-medium wp-image-52" title="surat-cinta" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg?w=300&#038;h=275" alt="" width="300" height="275" /></a>&nbsp;</p>
<p>Assalamualaikum cinta, apa kabar?</p>
<p>Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?<br />
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai  ridho-Nya?<br />
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?</p>
<p>Cinta&#8230;,  andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan  rasa dalam hati yang aku  punya ini&#8230;, maka seribu lembar kertas pun tak akan  cukup untukku  menuangkannya. Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap  secara  langsung di hadapmu nanti. Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi   kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini   untukmu&#8230;.</p>
<p><em>Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa, </em><br />
<em>bukan yang megucap “ bagaimana?” namun “ aku mengerti&#8230;”</em><br />
<em>bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini&#8230;.”</em><br />
<em>bukan “ aku ingin kamu seperti ini&#8230;.” akan tetapi “ aku  mencintaimu dengan apa adanya  dirimu&#8230;”</em></p>
<p><em>sepinya diriku tanpa kau di sini, </em><br />
<em>hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak  berada di sampingku, </em><br />
<em>seringnya kau patahkan aku&#8230;., namun aku bukan  seorang yang mudah menyerah&#8230;</em><br />
<em>aku bertahan, karena ada kejujuranku&#8230; untuk  mengasihimu&#8230;.</em><br />
<em>luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku  membohongi diri ini.</em><br />
<em>Mungkin  aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih  bisa  menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh&#8230; demi Dia yang Maha  Menghargai,  ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan  yang ututh adalah  hanya ada nurani dan hati yang suci. </em></p>
<p>Ketika  luka – luka telah mengering, Selama itu pula aku  haus untuk  merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa   ngilu di ulu hatiku.  Cinta, inginnya aku  bersamamu, menjaga hati mu,  mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu,  ahh&#8230; cinta akankah  kau tahu begitu <span id="more-51"></span>dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan  kecewa itu  tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk  aku  melakukannya.</p>
<p><em>Maafkan cinta, maafkan aku,  karena aku terlalu jujur pada perasaanku. </em><br />
<em>Dan semua, semua&#8230;. masih tetap utuh pada tempatnya. </em><br />
<em>Rasa  yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun  ada pula rasa percaya  di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara  gelapnya cakrawala. </em></p>
<p>Ketika  smua terhempas karena sia – sia, maka akan ku  coba pelajari kesedihan  ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah  “besar”-Nya.</p>
<p>Derita  ini adalah  anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya  dan di bawah  kekuasaan-Nya. Jiwa  tak akan pernah  mengenal arti tegar  jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak  akan pernah  mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia, Maha Suci Tuhan  Semesta  Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini.</p>
<p>Dan  cinta&#8230;., kau membuatku banyak belajar dalam  sakitnya aku ketika aku  terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam. Kau  membuatku  menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya. Terima kasih   cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan   pengertian. Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan.  Dimana ia  juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka  biarkanlah ia tumbuh  menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman.</p>
<p>Mungkin  aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang  selalu ada di depanku  ketika aku berjalan, dan tiada lain adalah rasa sabar  ketika aku harus  membersihkannya , tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku  merasa lelah  untuk merapikannya agar ia tak melukaiku. Namun ketika goresan  luka itu  ada , tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku   mengobatinya. Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya.</p>
<p><em>Begitu pula dengan mu cinta&#8230;, </em><br />
<em>jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi  teman sedihku untuk menyayangimu&#8230;</em><br />
<em>jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia  menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu &#8230;.</em></p>
<p><em>Sungguh  aku bersyukur, karena aku mengenalmu cinta,  sekalipun aku tak pernah  utuh memilikimu, sekalipun utuh yang kau punya  takhanya untukku&#8230;</em><br />
<em>jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu  cinta, </em><br />
<em>jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun  merasakannya&#8230;</em><br />
<em>aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan  kadang salah&#8230;</em><br />
<em>namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,</em><br />
<em>rasa asihku mengalahkan egoku …</em><br />
<em>dan sayangku&#8230;., telah mampu mengobati luka – luka  itu. </em></p>
<p><em>Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu?</em><br />
<em>Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap  semua peluhku?</em><br />
<em>Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di  wajahmu&#8230;</em><br />
<em>Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau  goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, </em><br />
<em>agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu&#8230;</em></p>
<p><em>Cinta, </em><br />
<em>dalam sujudku pada-Nya</em><br />
<em>ku titipkan doa dan pintaku&#8230;..</em><br />
<em>semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika  penjagaanku tak sampai padamu</em><br />
<em>semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika  kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini. </em><br />
<em>Ku pin</em><em>ta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu,  ketika aku tak sanggup lagi mencintai </em></p>
<p><em>Ku tegarkan, segala kerapuhan, </em><br />
<em>kan ku indahkan segala kesedihan&#8230;</em><br />
<em>bahagia mu adalah doa dan harapku&#8230;.</em><br />
<em>senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa  merasakannya itu tulus hanya untuku&#8230;</em></p>
<p><em>Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini  tak sempurna&#8230;.</em></p>
<p><em>ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata  dan hatimu&#8230;</em></p>
<p><em>aku mengerti&#8230;., aku di sini, dan aku mencintaimu  apapun adanya kau dengan segala kurangmu&#8230;</em></p>
<p><em>dan biarlah&#8230;&#8230;&#8230;, biarlakanlah tulusku&#8230;yang  mencintaimu&#8230;.</em></p>
<p><em>Semoga kau dengar wahai cinta&#8230;., </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Wassalamualaikum,</p>
<p>Yang Mencintaimu&#8230;.,<br />
Ratih Septiana<br />
<a title="dudung.net" href="http://www.dudung.net/artikel-islami/surat-cinta-untukmu-kekasihku.html" target="_blank"><span style="color:#33cccc;"><strong><em>white_roses_fromfs@yahoo.co.id</em></strong></span></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/surat-cinta-untukmu-kekasihku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/surat-cinta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">surat-cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suka Sejenis? Amit-amit!</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/suka-sejenis-amit-amit/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/suka-sejenis-amit-amit/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 05:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Balada Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[gaul bebas]]></category>
		<category><![CDATA[homoseks]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[liberalisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=49</guid>

					<description><![CDATA[Bahasan kali ini mungkin nggak menarik bagi kamu-kamu yang merasa normal. Maksudnya normal karena nggak bakal ada bibit-bibit untuk suka sejenis. Kalo cewek ya suka sama cewek, kalo cowok demen sama cowok. Demen dan suka di sini bukan sekadar untuk berteman, tapi sudah menjurus ke hubungan khusus alias mengarah ke hubungan seksual. Hiiii&#8230; Jangan kaget. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bahasan  kali ini mungkin nggak menarik bagi kamu-kamu yang merasa normal.  Maksudnya normal karena nggak bakal ada bibit-bibit untuk suka sejenis.  Kalo cewek ya suka sama cewek, kalo cowok demen sama cowok. Demen dan  suka di sini bukan sekadar untuk berteman, tapi sudah menjurus ke  hubungan khusus alias mengarah ke hubungan seksual. Hiiii&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan  kaget. Fenomena seperti ini memang belum umum terjadi di sekitar kita.  Tapi bukan berarti kejadian seperti ini nggak nyata. Secara sekilas,  kelainan suka sejenis memang nggak mudah terlihat. Jadi, seringnya kita  merasa aman-aman saja dan merasa: “Ah&#8230; nggak mungkin itu terjadi di  aku or temen-temenku”. Ati-ati lho!</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan  salah. Sesuatu yang nggak mungkin bisa berubah menjadi mungkin kalo  kita nggak waspada. Masalahnya ’penyakit’ beginian bersifat laten, bisa  muncul sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi yang menyertai.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Kenali gejalanya</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mengenali  gejala penyakit suka sejenis emang nggak mudah. Karena awalnya emang  bermula dari perasaan yang kemudian berimbas ke tingkah laku. Biasanya  ’si penyakitan’ akan menyimpannya cukup dalam hati saja. Secara fisik,  mungkin ia nggak beda dengan anak lainnya. Nggak harus karena fisiknya  terlihat tomboy, terus kamu main curiga aja jangan-jangan dia lesbi.  Begitu juga buat cowok, nggak perlu kudu lemah gemulai untuk menjadi  homo. Kamu tahu grup band <em>Boyzone</em> yang sempat tenar beberapa tahun lalu? Nah, salah satu dari cowok macho itu homo loh.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi  lesbi dan homo memang nggak bisa dideteksi dari penampilan. Biasanya  pada tataran awal, gejala ketidaknormalan ini akan membuat pelakunya  suka gelisah. Biasalah, kayak gejala orang kalo <em>poling in lop</em> gitu, cuma bedanya ini dengan sesama jenis. <em>So</em>,  hati-hati dengan teman yang suka meraba-raba misalnya. Atau memandang  dengan pandangan yang mupeng (muka pengen) dicampur nafsu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi,  gejala di atas tidak mutlak harus ada pada seorang yang berpenyakit  lesbi dan homo. Yang penting kamu bersikap waspada dan hati-hati bila  ada teman yang tingkah lakunya mulai membuat resah teman yang lain. Suka  intip-intip teman yang lagi ganti baju, misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Penyebab suka sejenis</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penyebab  penyakit ini bisa macam-macam. Ada yang karena dikecewakan pacar, terus  jadi trauma dengan lawan jenis. Ada juga yang karena <em>broken home</em>.  Saya dulu punya teman yang sering banget melihat bapaknya memukul fisik  baik ibu maupun anak-anaknya, termasuk teman saya ini. Terus ia juga  sering banget lihat cowok-cowok urakan yang gampang banget mempermainkan  cewek. Ia pernah bilang kalo ia jadi <em>illfeel</em> sama yang namanya  makluk berjenis cowok. Untungnya doi belum parah. Alhamdulillah akhirnya  ia rajin belajar Islam, berjilbab dan menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah  asuh juga bisa menjadi biang keladi penyakit suka sejenis ini. Anak  yang dibesarkan dengan pola asuh yang kering kasih sayang dan  dibeda-bedakan antara anak laki dan perempuan, bisa jadi pemicunya.  Diperparah dengan jauhnya suasana keimanan dalam keluarga makin membuat  anak semakin ’sakit’.</p>
<p style="text-align:justify;">Kondisi  lingkungan juga punya andil besar dalam menyuburkan penyakit ini.  Tayangan sinetron dan film layar lebar banyak diproduksi seputar tema  suka sejenis. Ambil contoh Cornelia Agatha dan Shanty di filmnya yang  terbaru juga berkisah tentang gadis lesbi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat,  yang paling parah adalah lesbi dan homo yang tidak merasa bahwa mereka  ini sedang sakit. Berdalih atas nama Hak Asasi Manusia dengan kebebasan  berekspresinya, mereka merasa sah-sah saja untuk menjalani hidup sebagai  ’penyakitan’. Toh, perbuatan itu tidak merugikan siapa-siapa, selalu  itu yang menjadi alasan pembenaran untuk kerusakan yang mereka perbuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya,  ide inilah yang jadi biang kerok kompleksnya permasalahan yang ada.  Ibarat benang kusut, nggak ketahuan ujung pangkal untuk mengurainya. Ide  HAM yang merupakan anak kandung demokrasi inilah yang menjadikan  fenomena suka sejenis begitu merebak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan  yang ’berakidah’ sekulerisme alias memisahkan agama dari kehidupan  menjadi ide yang diadopsi bersama-sama. Orang tak lagi takut dosa  melakukan hal yang melanggar perintah agama. Sekedar ditakut-takuti sama  yang namanya dosa, nggak bakalan mempan. Dosa kan nggak kelihatan. Dosa  kan entar aja urusannya di akhirat. Ihh&#8230; nggak beriman banget dalih  seperti ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Solusi dong!</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Harus  ada solusi bagi semua permasalahan kehidupan. Kalo suatu sistem yang  berlaku dalam masyarakat nggak punya solusinya, buang ke laut aja tuh  sistem dan ganti dengan yang baru. Membiarkan fenomena lesbi dan homo  dengan alasan HAM dan kebebasan bertingkah laku bukan solusi, tapi bom  waktu. Tinggal menunggu aja ledakan dahsyatnya yang akan menghancurkan  bumi seisinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di  tataran awal, ketiga komponen solusi harus ada. Apakah itu? Kontrol  diri dengan keimanan yang kuat pada individu-individunya. Kedua, kontrol  masyarakat yang tak segan untuk beramar makruf nahi mungkar bila  melihat gejala penyimpangan prilaku pada pelaku lesbi dan homo. Bukan  malah sok nggak mau tahu karena sudah terjangkitnya masyarakat oleh  penyakit individualisme. Dan yang ketiga serta paling menentukan  posisinya adalah kontrol negara. Negara nggak bisa menutup mata bahwa  fenomena lesbi dan homo sudah ada di tengah masyarakat kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan  jamannya lagi negara melalui perantara DPR yang sok mengaku sebagai  wakil rakyat melakukan rapat dan cuma rapat untuk menentukan rumus baru  tentang definisi suatu kejahatan dan hukumannya. Kelamaan boo. Hukum  Indonesia yang digali dari hukum Belanda itu notabene buatan manusia dan  nggak akan mungkin bisa menjangkau kesempurnaan hukum buatan Sang  Pencipta. <em>So</em>, waktunya kita menoleh dan mengambil sistem hukum  Yang Maha Sempurna. Solusi tuntas atas semua permasalahan kehidupan  tanpa menimbulkan masalah baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Harus  ada solusi hukum yang praktis bagi mereka yang masih bengal hobi lesbi  dan homo. Solusi hukum yang akan membuat mereka jera. Bukan solusi hukum  yang bisa dijadikan tawar menawar rupiah. Allah Swt. dan RasulNya telah  menetapkan hukum bunuh bagi pelaku <em>liwath</em> (homoseksual). Rasulullah saw bersabda: <em>“Barangsiapa  menjumpai orang yang berbuat homoseks seperti praktek kaum Luth, maka  bunuhlah si pelaku dan yang diperlakukan (pasangannya)” </em><strong>(HR Bukhari, Muslim, at-Turmudzi, Abu Daud, dan an-Nasa’i)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ide  ini jelas janggal banget untuk orang yang sudah terasuki ide kebebasan  bertingkah laku. Wong suka sama suka kok dibunuh. Jangankan sesama jenis  yang sulit pembuktiannya, seks bebas antar lawan jenis yang jelas-jelas  ada bukti hamil tanpa suami aja masih bisa dilindungi oleh negara dan  adat. Dengan cara apa? Yup, dicarikan ’pejantan’ untuk melindungi aib  keluarga. Jadilah lingkaran setan, anak-anak lahir dengan nasab yang  amburadul, anak-anak nakal karena berasal dari keluarga yang <em>broken home</em> dan penyakit demi penyakit ’aneh’ muncul sebagai peringatan terhadap pembangkangan manusia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali  ke bahasan suka sejenis. Kalo ada temanmu yang sudah terlanjur kena  penyakit lesbi dan homo ini, segera ingatkan dia untuk segera taubatan  nasuha. Taubat yang sebenar-benarnya dan tidak akan pernah diulangi  lagi. Saya yakin, tingkat penyakit ini bila menjangkiti orang yang masih  percaya keberadaan Allah dan hari akhir, ada harapan untuk bisa  disembuhkan. Levelnya juga belum menjurus ke hubungan seksual, semoga.  Paling masih taraf getaran rasa bila berdekatan dengan orang tertentu,  sesama jenis yang lagi disuka.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan  memberi solusi yang aneh dan mengakibatkan masalah baru. Biasanya  solusi aneh yang diberikan adalah dikenalkan dengan lawan jenis dan  didorong untuk pacaran. Walah, ini namanya menyembuhkan penyakit dengan  mengundang penyakit baru. Menghindar dari mulut harimau malah lari ke  mulut buaya. Sama-sama bahaya dan binasanya, Non.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Mencegah suka sejenis</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mencintai seseorang karena Allah memang harus. Tapi mencintai seseorang karena nafsu seksual apalagi sesama jenis, <em>naudzhubillah</em>.  Jangan sampai kamu jadi penerus jejak kaum Nabi Luth yang dimusnahkan  Allah karena bengal dan nggak mau sembuh dari penyakit lesbi dan homo  ini. Nah, supaya nggak terjerumus, ada kiat-kiat tertentu neh.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama,  meskipun berteman atau bersahabat dengan sesama jenis, jangan  keterlaluan dekatnya. Ada batas-batas tertentu yang nggak boleh  dilanggar. Tidur (bagi kamu yang ngekost atau bermalam di rumah teman),  jangan sampai satu selimut. Hal ini cucok banget dengan apa yang telah  diperingatkan oleh Rasulullah. Mandi, teramat sangat tidak boleh alias  haram berdua. Ada batasan aurat sesama perempuan yang tidak boleh  dilihat oleh perempuan lain. Begitu juga laki-laki. Antara pusar dan  lutut itu tak boleh diumbar sembarangan. Sayangnya masih banyak di  sekitar kita para gadis memakai celana sangat pendek dengan cueknya  keluar rumah. Begitu juga dengan cowok-cowok yang pada enggan menutup  aurat di atas lutut.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua,  saling menasihati dalam kebenaran dan kebaikan. Kalo ada temanmu yang  kelihatannya mulai terjangkit penyakit ini, jangan dijauhi. Coba  nasehati pelan-pelan dan pahamkan tentang Islam. Ajak ia lebih mendekat  pada Allah agar gejala penyakitnya itu tak semakin parah.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ketiga, jangan diam saja. Jadikan Islam sebagai solusi dalam semua aspek kehidupan. How? Sebarkan pemahaman Islam sebagai <em>the way of life</em>.  Kita tadi sudah paham kan bahwa kejadian suka sejenis ini hanya salah  satu imbas saja dari kerusakan ide HAM dan demokrasi.  Kerusakan-kerusakan yang lain sudah tak terkatakan banyaknya. AIDS  adalah salah satunya. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk  menyerukan agar ide-ide rusak seamcam ini dibuang aja ke tong sampah  peradaban. Ganti dengan yang sudah pernah terbukti menyejahterakan satu  pertiga penduduk bumi, yaitu Islam sebagai ideologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalo  kita nggak mau turut andil berpartisipasi mengukir sejarah menyongsong  peradaban baru yang lebih baik dengan Islam? Yakinlah, bahwa Islam nggak  butuh kita tapi kitalah yang butuh Islam. Dengan mudah Allah akan  menggantikan orang-orang pembangkang di muka bumi ini dengan orang-orang  yang akan nurut serta cinta pada Allah. Allah pun pasti akan mencintai  mereka. Masa dengan janji mendapat cinta dan surga Allah, kamu masih  malas untuk berubah dan turut andil dalam perjuangan? Ih&#8230; rugi banget!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>,  ayo kita babat lesbi dan homo dengan penerapan Islam secara kaffah,  buang ide demokrasi dengan anak turunannya berupa HAM&#8211;yang salah satu  aturannya membolehkan kebebasan bertingkah laku. Yuk, tegakkan Islam! <strong>[<a href="http://buletinstudia.multiply.com/tag/edisi%20345" target="_blank"><em><span style="color:#888888;">ria: riafariana@yahoo.com</span></em></a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/suka-sejenis-amit-amit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selebritis Remaja</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/selebritis-remaja/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/selebritis-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 04:54:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Balada Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[artis]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[selebritis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=46</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Hafizh Dunia layar kaca, kian dijejali para selebriti remaja. Popularitas yang berhasil diraihnya, kian melambungkan nama mereka di jajaran artis pendatang baru. Sebut saja Marshanda, Agnes Monica, Dini Aminarti, Samuel Rizal, Nicholas Saputra, Shandy Aulia, Alyssa Soebandono, Roger Danuarta, Nicky Tirta, Claudia Cynthia Bella, Samuel Zylgwyn lainnya. Saban hari, berita seputar seleb remaja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;">Oleh : Hafizh</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="47" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/selebritis-remaja/niki/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg" data-orig-size="100,100" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="niki" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg?w=100" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg?w=100" class="alignleft size-full wp-image-47" title="niki" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg?w=570" alt=""   /></a>Dunia layar kaca, kian dijejali para selebriti remaja. Popularitas yang berhasil diraihnya, kian melambungkan nama mereka di jajaran artis pendatang baru. Sebut saja Marshanda, Agnes Monica, Dini Aminarti, Samuel Rizal, Nicholas Saputra, Shandy Aulia, Alyssa Soebandono, Roger Danuarta, Nicky Tirta, Claudia Cynthia Bella, Samuel Zylgwyn lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saban hari, berita seputar seleb remaja emang nggak ada abisnya. Mulai dari liputan keseharian, kisah percintaan, hingga karirnya di dunia hiburan. Nggak heran dong kalo kita kian familier dengan wajah-wajah asing mereka yang sering menghias layar kaca. Sebagai bintang iklan, wara-wiri sebagai model, penyanyi, atau bintang sinetron.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti Shandy Aulia. Dulunya kita nggak ngeh ama si ‘burket’ yang membintangi salah satu iklan deodorant ini. Tapi setelah kesuksesannya berakting di film layar lebar bersama Samuel Rizal dalam ‘Eiffel I’m in Love’ dan ‘Apa Artinya Cinta’, dia pun masuk dalam bursa seleb remaja beken tanah air. Begitu juga dengan anak ‘Juragan Jengkol’, Claudia Cynthia Bella. Kontroversi yang menerpa di awal karirnya saat membintangi film ‘Virgin’, tak menahannya untuk terus berkiprah di dunia entertainmen. Malah gara-gara kontroversi, jadi makin populer deh.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesuksesan para seleb remaja meniti karir di dunia hiburan seringkali dijadikan ikon sosok remaja berprestasi. Lantaran media massa maupun negara lebih menghargai dan ngasih perhatian lebih pada mereka dibanding temen-temen pelajar yang sukses menggondol emas di kejuaraan <em>science</em> internasional. Seolah remaja berprestasi berbanding lurus dengan selebriti remaja. Lantas, gimana nasib pendidikan mereka di tengah kesibukannya sebagai seleb?</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Pilih karir apa sekolah?</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Layaknya remaja, bintang-bintang muda seperti Nadia Vega, Sakutra ’Kipli’ Ginting, Sherina, Nadia Shafira, atau finalis Indonesian idol 2006, Ghea, tetep kudu sekolah. Ya, status mereka tetep tercatat sebagai pelajar di masing-masing sekolahnya. Dan tetep kudu ngikutin kegiatan belajar-mengajar dengan seragam sama seperti temen-temen sekolahnya. Padatnya jadwal syuting yang menyita waktu, otomatis memaksa mereka untuk ngadepin pilihan antara karir dan pendidikannya. Syukur-syukur dua-duanya bisa sejalan. Lha, kalo waktunya bentrok, gimana tuh nyiasatinnya? Ada nggak sih yang kudu dikalahkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk urusan membagi waktu, Nadia Shafira emang patut dicontoh. “Kunci kesuksesan dalam belajar tidak luput dari kedisiplinan aku dalam belajar. Aku tidak mau meninggalkan pelajaran karena hanya syuting sinetron,” katanya. Dia mengaku selalu berusaha menyempatkan diri belajar saat rehat di lokasi syuting. “Bagi aku syuting tidak harus meninggalkan belajar. Belajar tetap nomor satu, setelah itu karier,” tuturnya. Nggak heran kalo pemain serial TV AADC ini termasuk dalam deretan lulusan terbaik di antara siswa SMA 70 Jakarta untuk tahun 2006 ini, dengan nilai 8,90 untuk semua mata pelajaran. (<em>Suara Karya Online, 30/06/06</em>). Ck&#8230;ck&#8230;ck&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Nadia Vega, pemain serial remaja <em>Inikah Rasanya</em>, ngaku sering kerepotan dengan dengan syuting sinetronnya yang kejar tayang. Dia kudu pandai membagi waktu. “Terkadang kami harus minta izin dari sekolah. Saya juga harus rajin mencatat dari teman untuk mengejar ketinggalan dalam pelajaran di sekolah. Untunglah semuanya bisa diatasi dengan ketekunan dalam belajar,” tutur dara Sunda kelahiran Pekanbaru, Riau ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Alyssa Soebandono, yang akrab dipanggil Icha, adakalanya juga keteteran dalam soal pelajaran. Itu sebabnya ia memanggil guru privat untuk menambah pelajaran ekstra. “Setiap <em>shooting</em> saya selalu bawa buku pelajaran. Kadang guru privatku ikut ke lokasi shooting. Kan kalau di lokasi <em>shooting</em> suka ada waktu jeda<em>, </em>nunggu <em>scene </em>yang lain. Nah waktu itu saya manfaatin buat belajar,” terang Icha.</p>
<p style="text-align:justify;">Akting berlanjut, sekolah jalan terus. Itulah prinsip yang dijalankan Sakutra ‘Kipli’ Harahap Ginting. Caranya, siswa kelas VI SD ini berusaha membagi waktu sehingga sekolah dan karier dunia hiburannya tetap berjalan. Beruntung, teman main dan sutradara kerap memberinya kelonggaran. Saat penggarapan sinetron ‘Kiamat Sudah Dekat’ yang kejar tayang, misalnya, ia juga sering diberi kesempatan <em>shooting</em> Sabtu dan Ahad. “Biasanya, selesai sekolah baru <em>shooting</em>. Tidak boleh sekolah diabaikan.”<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tapi Ghea, finalis Indonesian Idol 2006, tak seberuntung Nadia Shafira untuk urusan pendidikannya. Karena memilih untuk masuk <em>Indonesian Idol</em> dan dikontrak oleh MNC, kegiatan Ghea lumayan padat. Akibatnya, karier menanjak tapi prestasi sekolah menurun. Padahal tahun ini, Ghea harus ujian kelulusan SMA. “Buat aku sekolah tetap yang utama. Target aku sekarang lulus SMA. Memang sih nilai pelajaranku banyak yang turun, tapi aku merasa ini adalah risiko. Sekarang buat persiapan ujian, Ghea banyak latihan soal, dan ikut pelajaran tambahan di sekolah dan di rumah,” ujar Mojang yang bersekolah di SMAN 20 Bandung ini. Karena kegiatannya banyak di Jakarta pada <em>weekend</em>, akibatnya, doi kudu bolos setiap hari Senin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, jadwal kegiatan di dunia hiburan yang cukup padat, ternyata nggak bikin mayoritas para bintang muda ‘ngacangin’ pendidikannya. <em>Teuteup</em>, mereka utamakan pendidikan meski bolong-bolong absen sekolahnya, ngikut les privat, rajin nyalin catatan temen, atau sampe bawa guru lesnya ke tempat <em>shooting</em>. Gimana aja caranya, yang penting jangan sampe sekolah terbengkalai. Catet tuh!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Beprestasi di usia dini</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk urusan prestasi, tiap remaja pasti berlomba-lomba pengen unjuk gigi. Tapi bukan berarti saling pada nyengir alias memamerkan gigi lho. Yang pasti, pengen punya kemampuan yang bisa dibanggakan dan dikenal banyak orang. Salah satu prestasi yang paling banyak diminati oleh mayoritas remaja dan remaji saat ini adalah dengan menjadi selebriti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah rubrik ‘suara hati pelajar’ Pikiran Rakyat edisi 08/08/06 yang mengangkat tema ‘jadi selebriti’, terbukti semua koresponden pengen jadi seleb meski dengan catatan. Ada yang mengidolakan Peggy Melati Sukma, Agnes Monica, Tom Cruise, atau Iwan Fals. Yang pasti, kehidupan glamour dan mewah, materi yang berlimpah, serta dipuja banyak orang cukup memancing remaja untuk terobsesi menjadi selebriti.</p>
<p style="text-align:justify;">Apalagi saat ini, pintu menuju gerbang kehidupan seleb terbuka luas. Maraknya program pencarian bakat yang membidik pasar remaja, menjadi jalan pintas meraih popularitas. Nggak heran kalo peserta remaja yang ikut audisi bejibun banget. Ada yang pengen jadi penyanyi, pelawak, pedangdut, foto model, penari, da’i, atau pencipta lagu. Pokoknya, semuanya pengen berprestasi dan menjadi idola remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sobat, sebagai seorang Muslim, tentu kita nggak bisa sembarangan mengukir prestasi. Lantaran setiap amal perbuatan kita udah ada aturan main dan statusnya. Mulai dari yang mubah, makruh, sunnah, haram, dan wajib. Itu berarti, udah seharusnya kita belajar memilih prioritas amal sebelum mengukir prestasi. Caranya, dengan menyandarkan setiap perbuatan kita pada aturan Islam. Kalo menurut Islam boleh, ya silakan dijalani, tapi kalo menurut Islam nggak boleh, apa boleh buat—meski menyenangkan tapi kudu dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita kudu nyadar, dunia selebriti itu identik dengan gaya hidup materialis. Satu sama lain saling berlomba menjaga popularitas biar tetep laku di pasaran. Nggak heran kalo lika-liku kehidupan para seleb yang terekam di media massa dipenuhi sensasi dan kontroversi. Memang betul bahwa nggak semua seleb tuh kacau, tapi paling nggak dunia itu memang memberikan peluang alias kesempatan yang lebih besar untuk nyerempet-nyerempet atau minimal coba-coba kepada jenis kehidupan yang memungkinkan berbuat maksiat. Sekecil apa pun. Lantaran pola hidupnya yang sekuler abiz!</p>
<p style="text-align:justify;">Percaya deh, masih banyak prestasi halal yang bisa kita raih dan bahkan bisa membuat kita lebih berharga di sisi Allah. Kalo kita ngotot banget cinta dunia, inget deh kehidupan kita juga nggak lama kok di dunia ini. Coba pikir, kalo kontrak kita di dunia udah abis en nggak bisa diperpanjang, amal apa yang bakalan kita bawa ke hadapan Sang Khalik: baik atau buruk?</p>
<p style="text-align:justify;">Coba baca en renungi pesan yang ada di lagu <em>‘Bila Waktu T’lah Berakhir’</em>, dari Opick yang syairnya kayak gini: <em>“Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara/Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu&#8230;/Bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari/Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali mengulang ke masa lalu&#8230;/Dunia dipenuhi dengan hiasan. Semua dan segala yang ada akan kembali padaNya&#8230;/Bila waktu tlah memanggil, teman sejati hanyalah amal/Bila waktu tlah terhenti, teman sejati tinggallah sepi&#8230;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;"><strong>Teladan untuk kebaikan</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sobat, kita nggak bermaksud nakut-nakutin kamu agar jangan berprestasi en dikenal banyak orang. Eits, jangan salah. Setiap kita boleh kok berprestasi sesuai dengan potensi yang dimiiki. Hanya saja catatan dari kita, raihlah prestasi lewat jalan yang baik dan diridhoi Allah. Nggak tergoda via jalan pintas dengan ikut audisi-audisi yang banyak ditawarkan media massa. En satu lagi, kalo kelak kita berprestasi dan populer, ingatlah satu hal bahwa kita bakal jadi panutan orang lain. Sebeb, jadi idola seharusnya nggak dipinta alias bakalan datang sendiri. Banyak orang yang bisa aja menjadikan kita idola. Terutama yang respek dengan kemampuan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu, kalo pun kemudian jadi teladan, tentunya harus mengajarkan kebaikan. Jangan sampe sekali-kali ngajarin keburukkan. Ingat lho, dosanya bisa MLM alias bisa berlipat-lipat. Kita nyontohin kesalahan, orang lain ikut dengan apa yang kita perbuat, maka dosa kita akan ditambah dengan dosa dari orang-orang yang ngikutin keburukan kita. Kebayang kan kalo perilaku buruk selebriti seperti nge-drugs, gaul bebas, konsumtif, atau mengumbar aurat, ditiru banyak fansnya? Ih, syerem abiz!</p>
<p style="text-align:justify;">Rasul saw. bersabda: <em>“Siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang baik kemudian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala) dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun,” </em><strong>(HR Ibnu Majah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nah ternyata, jadi orang ‘besar’, risikonya juga besar. Makanya, mending jadi <em>ordinary people</em> alias orang biasa aja daripada kudu berkubang dalam kehidupan sekuler materialis khas selebriti. Toh untuk memberikan tauladan yang baik, nggak harus jadi populer. Dan untuk jadi populer dan berprestasi, nggak harus jadi selebriti di dunia entertainmen. Sebab, seharusnya definisi seleb pun secara umum bukan cuma buat mereka yang berkiprah di dunia hiburan, tapi semua orang yang terkenal di berbagai bidang bisa disebut seleb. Aa Gym adalah seleb. Helvy Tiana Rosa, sebagai novelis juga seleb. Pak SBY juga termasuk seleb, karena mereka terkenal di mana-mana.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>So</em>, buat kita, berprestasilah di dunia yang baik-baik. Terus, yang penting, kita berperilaku, berkata, berpikir, dan berdakwah ngikutin apa yang dicontohkan Rasul. <em>Thats it!</em> Perkara ada atau tidaknya orang lain yang meniru kita, biarlah itu jadi bonus kita saat itung-itungan pahala di akhirat nanti. Yuk, sebanyak mungkin kita berprestasi dan raih ridho Ilahi! Soalnya, kita nggak abadi di dunia ini. <strong>[<a href="http://buletinstudia.multiply.com/tag/edisi%20320" target="_blank"><span style="color:#666699;"><em>Hafidz: hafidz341@telkom.net</em></span></a>]</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/selebritis-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/niki.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">niki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan ‘made in’ Kapitalisme</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/pendidikan-%e2%80%98made-in%e2%80%99-kapitalisme/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/pendidikan-%e2%80%98made-in%e2%80%99-kapitalisme/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 04:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=43</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Solihin Ujian Akhir Nasional sudah digelar. Hasilnya pun sudah bisa dilihat. Ada tawa bahagia dari peserta (tentu bagi yang lulus dong. Kalo yang nggak lulus tertawa bahagia itu namanya abnormal). But, ada juga yang merasa kecewa, sedih dan nggak nyangka kalo sampe nggak lulus UAN. Malah lebih parah lagi ada yang udah diterima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#00ff00;"><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="44" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/pendidikan-%e2%80%98made-in%e2%80%99-kapitalisme/sekolah/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg" data-orig-size="238,180" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="sekolah" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg?w=238" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg?w=238" class="alignleft size-full wp-image-44" title="sekolah" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg?w=570" alt=""   srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg 238w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg?w=150&amp;h=113 150w" sizes="(max-width: 238px) 100vw, 238px" /></a>Oleh : Solihin</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Ujian  Akhir Nasional sudah digelar. Hasilnya pun sudah bisa dilihat. Ada tawa  bahagia dari peserta (tentu bagi yang lulus dong. Kalo yang nggak lulus  tertawa bahagia itu namanya abnormal). But, ada juga yang merasa  kecewa, sedih dan nggak nyangka kalo sampe nggak lulus UAN. Malah lebih  parah lagi ada yang udah diterima di perguruan tinggi negeri melalui  sistem PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), eh, UAN-nya dinyatakan  nggak lulus. Gimana tuh? Bingung kan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Ada  dari teman kita di sebuah sekolah kejuruan teknik di Bekasi yang nggak  terima hasil UAN-nya jeblok lalu nekat ampir menggosongkan sekolahnya  sendiri. Meski aksinya nggak sampe bener-bener ngebakar sekolahnya  seperti yang dibombastiskan beritanya di media massa—karena faktanya  cuma komputer, printer, dan sejumlah arsip di sebuah ruangan sekolah  yang ludes dilalap api—tapi jelas kalo itu adalah reaksi yang negatif  banget. Bahkan ada juga teman kita yang gelap pikirannya, hingga nekat  mau bunuh diri. Aduh, kasihan banget ya?<span id="more-43"></span>Ya,  berat memang beban mereka, apalagi yang nggak lulus hanya karena nilai  satu mata pelajarannya jeblok. Seperti teman kita, Bayu Taruna, yang  malah udah keterima di Universitas Brawijaya, Malang, tapi di  sekolahnya, SMAN 71 Duren Sawit Jakarta Timur, Bayu dinyatakan nggak  lulus UAN, karena nilai pelajaran Matematika yang berhasil diraih Bayu  hanya 4,0. Meski nilai Bahasa Inggrisnya 9,2 dan Bahasa Indonesia 8,2,  Bayu tetap dinyatakan nggak lulus. Duh, gimana nggak kecewa tuh?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Sobat  muda muslim, kita juga empati sama kamu semua yang kebetulan gagal  UAN-nya. Memang kecewa dan sedih, apalagi kalo selama sekolah kita tuh  udah nunjukkin prestasi kita yang hebat dibanding teman-teman lain, eh,  pas UAN nilai kita jeblok. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Mungkin  wajar juga kalo kamu yang merasa kecewa kemudian unjuk rasa ngedatangin  Depdiknas atau malah DPR untuk minta dukungan agar diluluskan, atau  seenggaknya minta UAN diulang secepatnya, ketimbang harus nungguin  setahun lagi. Sebagai reaksi sesaat, itu masih bisa dimaklumi. Karena  rasa marah, kecewa, kesal dan sedih bercampur jadi satu. Nggak nyangka  kalo sampe nggak lulus. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Memang  sih kalo dilihat sekilas nggak bisa dibilang adil. Gimana nggak,  ternyata UAN menjadi satu-satunya syarat kelulusan siswa. Nggak ada  penilaian lain untuk menentukan kelulusan. Artinya, hasil UAN jadi  mutlak dan nggak bisa diganggu-gugat oleh siapa pun. Sampe-sampe  Mendiknas Bambang Soedibyo dengan tegas bilang kalo UAN nggak bakalan  bisa diulang, bahkan beliau berkomentar, “Muridnya juga harus  introspeksi. Apakah murid tersebut belajar untuk ujian nasional atau  tidak. Kalau dia lulus PMDK, tapi dia tidak lulus ujian nasional,  perguruan tingginya yang harus introspeksi. Apakah penilaiannya sudah  benar? Kok dia bisa diterima, padahal dia tidak lulus ujian nasional.  Sudah diterima di Unibraw tapi nilai matematikanya 4,” kata Soedibyo <em>(metrotvnews.com, 20/06/2006)</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Senada  dan seirama dengan Mendiknas Bambang Soedibyo, Wapres Jusuf Kalla juga  menolak usulan kalo UAN harus diulang. Menurutnya, “Ujian ulang tidak  adil bagi siswa yang telah bekerja keras” <em>(metrotvnews.com, 23/06/2006)</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Sobat,  tulisan di buletin kesayangan kamu ini sekadar memberikan wacana bahwa  inilah potret dunia pendidikan kita saat ini. Inilah kualitas pendidikan  ‘made in’ Kapitalisme. Eit, tentu kita punya alasan dong ketika berani  nuduh Kapitalisme sebagai biangnya dari kasus ini. Bukti yang udah  ketahuan banget adalah produk kehidupan kita saat ini. Bukan cuma gaya  hidup sehari-hari yang rusak, tapi kurikulum pendidikan yang jauh dari  ajaran Islam. Sumpah deh! </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;font-size:x-small;">Kurikulum yang sekularistik</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>Bro</em>, nggak heran dong kalo Kapitalisme mengadopsi sekularistik. <em>Wong</em> sekularisme adalah akidahnya Kapitalisme kok. Sebuah sistem pasti akan  melahirkan produk sesuai dengan asas yang menjadi landasan ideologinya. <em>So</em>,  nggak usah heran kalo kurikulum pendidikan saat ini yang merupakan  bagian dari produk sistem pun akhirnya sesuai kepentingan sistem itu  sendiri. Jadinya? Ya ikut-ikutan sekuler dong!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Nah,  kenapa bisa disebut sekuler? Perlu kita ingetin lagi nih bahwa sekuler  itu adalah memisahkan antara agama dan kehidupan. Artinya aturan agama  nggak boleh dan bahkan terlarang untuk ikutan ngatur kehidupan dunia.  Udah ada jatahnya masing-masing. Nggak boleh saling ikut campur dan  saling intervensi. Buktinya, kita bisa nemuin ada orang yang memiliki  nama islami, tapi kelakuannya jauh dari ajaran Islam. Berasal dari  keluarga Muslim, tapi kehidupannya bertentangan dan bahkan menentang  Islam. Ini buah sekularisme, <em>Bro</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Oya,  jangan kaget, sekularisme juga ikut menghancurkan pemeluk agama selain  Islam, lho. Nggak percaya? Hmm&#8230; di negeri-negeri Barat, kini pemeluk  agama Nasrani kian nggak taat pada ajarannya karena digerus sekularisme.  Di Amsterdam, sebagai misal, 200 tahun lalu, 99 persen penduduknya  beragama Kristen. Sekarang, hanya tersisa sekitar 10 persen saja yang  dibaptis dan ke gereja. Sebagian besar mereka sudah tidak terikat lagi  dalam agama atau sudah menjadi sekuler. Waduh!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Di  Prancis, yang 95 persen penduduknya tercatat beragama Katolik, hanya 13  persennya saja yang menghadiri kebaktian di gereja seminggu sekali.  Pada 1987, di Jerman, menurut laporan <em>Institute for Public Opinian Research</em>, 46 persen penduduknya mengatakan, bahwa “agama sudah tidak diperlukan lagi.” </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Di  Finlandia, yang 97 persen Kristen, hanya 3 persen saja yang pergi ke  gereja tiap minggu. Di Norwegia, yang 90 persen Kristen, hanya  setengahnya saja yang percaya pada dasar-dasar kepercayaan Kristen.  Juga, hanya sekitar 3 persen saja yang rutin ke gereja tiap minggu. <em>(Adian Husaini dalam tulisannya di Republika, 27 Juli 2004)</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Nah,  di negeri kita juga sama. Mungkin kalo di KTP sih pas di kolom agama  tercantum Islam. Tapi, berapa persen sih yang taat menjalankan agamanya?  Seenggaknya kalo pelaksanaan shalat aja yang jadi ukurannya, berapa  persen sih yang rajin shalat? Memang sih harus ada survey. Tapi yang  pasti, kalo ngelihat gelagatnya, masyarakat kita juga udah sekuler, lho.  Lihat aja produknya saat ini. Siapa sih yang jadi ‘bintang utama’ acara  <em>Buser</em>, <em>Sergap</em>, <em>Patroli</em>, <em>TKP</em> dan sejenisnya? </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Yap,  mereka yang jadi bintang utama itu tangannya diborgol dan mengenakan  baju bertuliskan “tahanan”. Banyak di antara mereka yang namanya tuh  islami, jelas orang Islam. Tapi, ya kelakuannya udah jauh dari ajaran  Islam. Eh, saya nulis gini bukan sok suci lho, tapi sekadar renungan aja  ternyata banyak dari kita yang udah jadi sekuler. Benar-benar tragedi,  Brur!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Itu  sebabnya, jangan heran juga kalo kurikulum pendidikan nasional pun  muatannya sekuler, mengejar aspek materi alias materislitik belaka. Alat  ukur kesuksesan hanya dinilai dari keberhasilan secara materi. Tengok  deh, sekolah bukan semata tempat mencari ilmu, tapi sudah disulap untuk  ditargetkan mencari pekerjaan bahkan lebih parah lagi sekadar tempat  sosialisasi dan menerapkan gaya hidup seperti yang kerap ditampilkan di  banyak tayangan sinetron remaja saat ini. Menyedihkan banget.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Kurikulum  pendidikan yang sekularistik itu juga nyata banget dari adanya  pembagian sekolah umum dan sekolah agama. Pemisahan ini jelas merupakan  bagian dari upaya sekularisme di bidang ilmu pengetahuan. Sebab, yang  hebat tuh kalo menghasilkan pelajar yang handal di bidang keterampilan  ilmu-ilmu umum, tapi juga beriman dan bertakwa. Ini baru hebat. Sebagai  contoh, salah seorang imam mazhab yang terkenal, yakni Imam Abu Hanifah,  selain master di bidang ilmu fikih dan tsaqafah Islam, tapi beliau juga  pakar di bidang ilmu kimia. Wuih, keren banget kan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Karena  udah dibiasakan dipisah-pisahkan aturan agama dan aturan negara, maka  akibatnya dalam kehidupan sehari-hari pun nampak jelas perilaku sekuler  itu. Ngakunya muslimah, tapi keluar rumah nggak pake kerudung dan  jilbab. Ngakunya muslim, tapi makan dan minum yang haram. Ah,  menyedihkan banget deh. Itu baru soal pakaian dan minuman lho, belum  pelaksanaan syariat yang lainnya. Jadi, kita tuh sering ‘malpraktek’  dalam berIslam alias melaksanakan ajaran Islam nggak sesuai dengan  aturan yang ditetapkan oleh Allah Swt. dan RasulNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#3333ff;font-size:x-small;">Kenakalan negara dan masyarakat</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Jangan  selalu menyalahkan remaja dan menyebutnya: kenakalan remaja. Why? Sebab  remaja lebih tepat sebagai korban. Karena yang lebih bertanggung jawab  adalah masyarakat dan negaranya. Negara dan masyarakat telah berbuat  nakal karena telah terbukti menerapkan aturan yang menyesatkan dan  membuat sengsara kebanyakan orang. Yap, negara dan masyarakat menerapkan  Kapitalisme-Sekularisme. Ini sebetulnya biang keroknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Mau  bukti? Kalo memang benar negara dan masyarakat ingin memajukan  pendidikan di negeri ini, maka sudah seharusnya memberikan dukungan bagi  pendidikan anak-anak bangsanya. Nggak kayak sekarang, bangunan  sekolahnya aja banyak yang nggak layak untuk ditempati. Bahkan gaji guru  yang mengabdi di desa-desa jauh lebih kecil kalo nggak mau dikatakan  tekor sehingga harus membagi perhatian mendidik dengan mencari nafkah  tambahan biar dapur tetep ngebul. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Sobat,  dari dua faktor ini aja, udah bisa ditebak gimana bisa menghasilkan  kualitas pelajar yang oke dan handal. Tempat belajar nggak nyaman, dan  gurunya setengah hati mendidiknya. Belum lagi soal kurikulum, ditambah  lagi dengan biaya yang mahal (artinya nggak semua orang bisa  menyekolahkan anaknya), udah gitu masih ada juga beban biaya untuk beli  buku pelajaran yang tiap semester berganti dan lain sebagainya. Orangtua  kita yang nggak mampu pasti ngebul tuh ubun-ubunnya mikirin soal ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Belum  lagi kalo bicara soal gaya hidup. Sudahlah di sekolah nggak mendapatkan  pelajaran yang memadai, di lingkungan sekitar justru pelajar  dibombardir dengan suguhan yang menjauhkan dari tradisi yang berkaitan  dengan keilmuan. Tengok deh acara televisi macam KDI, AFI, Indonesian  Idol, API, ABG, dan sejenisnya. Marak dan gemerlapan menyedot perhatian  dan menciptakan mimpi untuk menjadi bintang tenar dan tajir dalam  sekejap.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Bersamaan  dengan itu tradisi keilmuan nyaris nggak mendapat perhatian serius dari  pemerintah. Mereka yang berjaya di bidang iptek seringkali dianggap  biasa, ketimbang remaja yang menang kontes KDI atau AFI. Menyedihkan  banget. Wajar dong, kalo banyak juga yang kemudian malas belajar karena  udah dikondisikan dengan tren gaya hidup serba instan, fermisif, bahkan  hedonis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Sobat,  tentu saja kondisi akibat kenakalan negara dan masyarakat ini udah  merugikan semuanya, bukan cuma kita-kita yang jadi korban. Tapi semua  mendapatkan akibatnya. Bayangin deh, kalo banyak anak yang nggak  berilmu, kira-kira 10 tahun ke depan kayak apa bangsa ini? Kalo banyak  dari kita lebih memilih gaya hidup glamour ketimbang tradisi keilmuan  dan keimanan, mau jadi apa kita 10 tahun ke depan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;"><em>So</em>,  negara memang harus bertanggung jawab soal ini. Masyarakat juga  (sekolah, pengusaha media massa, para ulama, dan tokoh masyarakat  lainnya) harus peduli dan cinta sama generasi muda. Jangan korbankan  masa depan generasi ini dengan model pendidikan (termasuk tentunya  kehidupan secara umum dan luas) yang sekuler. </span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Sobat,  insya Allah kejadian model begini hanya bisa diselesaikan dengan Islam.  Karena Islam memang solusi bagi segala problem kehidupan di dunia.  Percayalah. Asal, satu syaratnya: Islam diterapkan sebagai ideologi  negara. Kalo nggak? Mimpi kali ye!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Khusus  dalam bidang pendidikan nih, menurut Islam, sekolah diposisikan sebagai  sarana pertama untuk mengenalkan Allah Swt., akidah Islam, dan sistem  hukum Islam, serta mendidik siswa agar paham dan mengerti praktik sistem  hukum Islam. Sebab, Islam bukan sekadar ajaran ritual, melainkan sistem  hidup yang bersifat ideologis dan politis. Setelah itu, barulah sekolah  ditempatkan sebagai wahana untuk menuntut ilmu, sains, dan teknologi  untuk memperoleh manfaat dari hasil-hasil temuan dan produk akal manusia  berupa industri dan sains.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:x-small;">Dengan  demikian, tujuan pendidikan dalam Islam adalah membentuk manusia yang  beriman, berilmu, dan tentu saja pandai menghiasi kehidupannya dengan  amal shaleh. Lha, kalo sekarang? Duh, Kapitalisme udah menggerus  kepribadian kita: akhlak yang rusak, termasuk kualitas penguasaan ilmu  pengetahuannya yang kurang bagus. Jadi, kalo masih banyak pelajar yang  nggak lulus UAN, tentu kesalahan bukan cuma pada pelajar tersebut, tapi  ideologi yang mengatur kehidupan ini yang wajib disalahkan. Itu  sebabnya, mending “talak tiga” aja terhadap Kapitalisme, dan ganti  dengan Islam.&lt;<a title="Buletin Studia" href="http://buletinstudia.multiply.com/tag/edisi%20300" target="_blank"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">www.studia</span></span></a>&gt;</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/pendidikan-%e2%80%98made-in%e2%80%99-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/sekolah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sekolah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prancis Waspadai Ancaman Bom Bunuh Diri</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/prancis-waspadai-ancaman-bom-bunuh-diri/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/prancis-waspadai-ancaman-bom-bunuh-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 04:09:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Warta Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[prancis]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=40</guid>

					<description><![CDATA[Paris &#8211; Otoritas Prancis tengah menerapkan kewaspadaan tinggi akan kemungkinan serangan teroris. Ini dilakukan setelah otoritas menerima informasi bahwa seorang wanita pengebom bunuh diri berencana menyerang sistem transportasi di negeri itu. Menteri Dalam Negeri Prancis Brice Hortefeux mengatakan, Prancis menghadapi ancaman terorisme seiring adanya serangan balasan dari militan-militan al Qaeda di Afrika Utara. &#8220;Ancaman terorisme [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="41" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/prancis-waspadai-ancaman-bom-bunuh-diri/prancis/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg" data-orig-size="166,168" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="prancis" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg?w=166" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg?w=166" class="alignleft size-full wp-image-41" title="prancis" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg?w=570" alt=""   srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg 166w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg?w=148&amp;h=150 148w" sizes="(max-width: 166px) 100vw, 166px" /></a>Paris</strong> &#8211; 		Otoritas Prancis tengah menerapkan kewaspadaan tinggi akan kemungkinan  serangan teroris. Ini dilakukan setelah otoritas menerima informasi  bahwa seorang wanita pengebom bunuh diri berencana menyerang sistem  transportasi di negeri itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Menteri Dalam Negeri Prancis Brice  Hortefeux mengatakan, Prancis menghadapi ancaman terorisme seiring  adanya serangan balasan dari militan-militan al Qaeda di Afrika Utara.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ancaman  terorisme nyata adanya dan sekarang ini kami telah meningkatkan  kewaspadaan kami,&#8221; kata Hortefeux kepada para wartawan seperti dilansir <em>Reuters,</em> Selasa (21/9/2010) tanpa menjelaskan secara rinci ancaman tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut  sumber kepolisian Prancis, otoritas Prancis telah diingatkan&#8230;<span id="more-40"></span> oleh  otoritas Aljazair mengenai kemungkinan ancaman dari seorang wanita  pengebom bunuh diri terhadap sistem metro Paris. Saat ini sedang  dilakukan investigasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Prancis  tidak pernah mengalami serangan teroris besar sejak tahun 1995 silam.  Saat itu kelompok Islam Bersenjata Aljazair meledakkan sebuah stasiun  metro Paris hingga menewaskan 8 orang dan melukai lusinan orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Otoritas  Prancis sebelumnya mengingatkan, serangan teroris mungkin terjadi sejak  gagalnya upaya di Mali untuk menyelamatkan seorang warga Prancis yang  disandera sayap al Qaeda Afrika Utara (AQIM) pada Juli lalu.&lt;<a title="ancaman bom" href="http://www.detiknews.com/read/2010/09/21/102646/1444485/10/prancis-waspadai-ancaman-bom-bunuh-diri" target="_blank">www.detikNews.com</a>&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/prancis-waspadai-ancaman-bom-bunuh-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/prancis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">prancis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ba&#8217;asyir Tertawa Dikaitkan dengan Terorisme Medan</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/baasyir-tertawa-dikaitkan-dengan-terorisme-medan/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/baasyir-tertawa-dikaitkan-dengan-terorisme-medan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 03:53:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Warta Kota]]></category>
		<category><![CDATA[densus 88]]></category>
		<category><![CDATA[JAT]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme. Abu Bakar Ba'asyir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=37</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Abu Bakar Ba&#8217;asyir dikait-kaitkan dengan jaringan teroris Medan yang baru saja digulung Densus 88. Bahkan disebut-sebut turut mendanai pelatihan militer. Ba&#8217;asyir hanya tertawa mendengar tudingan tersebut. &#8220;Ustadz Ba&#8217;asyir sudah sering disebut begitu, jadi ya tertawa saja, senyum-senyum saja mendengarnya. Dibilang teroris juga senyum saja,&#8221; ujar salah satu kuasa hukum Ba&#8217;asyir, Ahmad Kholied, kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="38" data-permalink="https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/baasyir-tertawa-dikaitkan-dengan-terorisme-medan/baasyir-dlm/" data-orig-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg" data-orig-size="285,227" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;3&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;DiVi CAM 525D&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;449016&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;Copyright2006&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;100&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.125&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="baasyir-dlm" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg?w=285" data-large-file="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg?w=285" class="alignleft size-full wp-image-38" title="baasyir-dlm" src="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg?w=570" alt=""   srcset="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg 285w, https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg?w=150&amp;h=119 150w" sizes="(max-width: 285px) 100vw, 285px" /></a>Jakarta</strong> &#8211; 		Abu Bakar Ba&#8217;asyir dikait-kaitkan dengan jaringan teroris Medan yang  baru saja digulung Densus 88. Bahkan disebut-sebut turut mendanai  pelatihan militer. Ba&#8217;asyir hanya tertawa mendengar tudingan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ustadz  Ba&#8217;asyir sudah sering disebut begitu, jadi ya tertawa saja,  senyum-senyum saja mendengarnya. Dibilang teroris juga senyum saja,&#8221;  ujar salah satu kuasa hukum Ba&#8217;asyir, Ahmad Kholied, kepada detikcom,  Selasa (21/9/2010).</p>
<p style="text-align:justify;">Kholied menuturkan, Ba&#8217;asyir merupakan  pendiri dan amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Namun organisasi tersebut  tidak melakukan kegiatan kemiliteran terkait terorisme.<span id="more-37"></span>&#8220;Itu  organisasi Islam biasa untuk berdakwah. Nanti semua akan dijelaskan  Ustadz di pengadilan. Kalau sekarang mau bantah-bantah juga percuma,  karena semua bisa diatur,&#8221; tutur Kholied.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurutnya, JAT belum  lama terbentuk, baru sekitar setahun atau dua tahun. Setelah mundur dari  Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Ba&#8217;asyir membentuk organisasi  tersebut. &#8220;Itu dakwah pengajian, yang rutin di daerah-daerah. Alamatnya  di Ngruki,&#8221; sambung Kholied.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menambahkan, dana JAT diperoleh  dari hasil saweran saat pengajian berlangsung. &#8220;JAT murni dakwah, tidak  ada kegiatan militer. Anggotanya juga seupil. Lagipula mau beli senjata  dari mana. Ustadz Abu juga tidak bisa pakai senjata,&#8221; lanjut Kholied.</p>
<p style="text-align:justify;">Dituturkan  dia, ketika Pondok Pesantren Ngruki disebut sebagai sarang teroris  ternyata tidak terbukti. Sebab di sana memang tidak ada latihan perang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Polisi yang berlagak jadi santri banyak, dibiarkan saja biar melek kalau Ngruki itu bukan sarang teroris,&#8221; tambahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada  Senin kemarin, Kapolri Jenderal BHD menyatakan, kelompok Medan  tergabung dalam Al Qaeda Medan. Organisasi ini merupakan gabungan dari  sejumlah faksi yakni JI, JAT, Darul Islam, dan lainnya. Sedangkan Kadiv  Humas Polri Irjen Iskandar Hasan menduga biaya pelatihan militer di  Sinabung berasal dari Ba&#8217;asyir. &lt;<a title="Baasyir tertawa..." href="http://detiknews.com/read/2010/09/21/095830/1444468/10/baasyir-tertawa-dikaitkan-dengan-terorisme-medan?992204topnews" target="_blank">www.detikNews.com</a>&gt;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/21/baasyir-tertawa-dikaitkan-dengan-terorisme-medan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dakwahcyber000.wordpress.com/wp-content/uploads/2010/09/baasyir-dlm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">baasyir-dlm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Cinta Menjawab</title>
		<link>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/20/ketika-cinta-menjawab/</link>
					<comments>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/20/ketika-cinta-menjawab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DakwahCyber]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 13:38:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dakwahcyber000.wordpress.com/?p=29</guid>

					<description><![CDATA[Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab… Bumi menjawab: “CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.” Air menjawab: “CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…</p>
<p style="text-align:justify;">Bumi menjawab:<br />
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Air menjawab:<br />
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan</p>
<p style="text-align:justify;">Api menjawab:<br />
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Angin menjawab:<br />
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”</p>
<p style="text-align:justify;">Langit menjawab:<br />
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu</p>
<p style="text-align:justify;">Matahari menjawab:<br />
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”</p>
<p style="text-align:justify;">Pohon menjawab:<br />
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu&#8230;<span id="more-29"></span> terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Gunung menjawab:<br />
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, Aku bertanya pada CINTA:<br />
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”</p>
<p style="text-align:justify;">CINTA menjawab:<br />
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”</p>
<p style="text-align:justify;">“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”</p>
<p style="text-align:justify;">“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku lantas bertanya pada CINTA:<br />
“Bisakah aku merasakannya?”</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil berlaru CINTA menjawab:<br />
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”</p>
<p style="text-align:justify;">(adapted frm <a href="http://www.dakwahcyber.net" target="_blank"><span style="text-decoration:underline;">www.dakwahcyber.net</span></a>)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dakwahcyber000.wordpress.com/2010/09/20/ketika-cinta-menjawab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/a621c2b47e89de592c3e4d0009bd6a38148732b18aeef922fc88a01d3e14a6c5?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dakwahcyber000</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
