<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914</id><updated>2024-09-02T15:23:10.989+07:00</updated><title type='text'>:: RUANG BACA | READING CHAMBER ::</title><subtitle type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;my mind, my spirit, my brainwave ...&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&#xa;&lt;p&gt;&lt;b&gt;PERHATIAN:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &#xa;&lt;p&gt;halaman ini berbahaya dan sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang menganggap dirinya kudus dan/atau sempit pikir.&lt;/p&gt;&#xa;&lt;p&gt;anda dapat memberi komentar, pendapat atau pemikiran pada buku tamu di halaman depan dan/atau di message board pada halaman ini.&lt;/p&gt;&#xa;&lt;p&gt;dilarang mengutip isi dari situs ini tanpa seijin pemilik situs.&lt;/p&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default?alt=atom'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default?alt=atom&amp;start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>191</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-111961267786990078</id><published>2005-06-24T18:11:00.000+07:00</published><updated>2005-06-24T18:45:28.483+07:00</updated><title type='text'>SOE HOK GIE: Kenangan Kepada Seorang Demonstran</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;img alt=&quot;Image hosted by Photobucket.com&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v514/arsipdaus/soehokgie.jpg&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Enam belas Desember 30 tahun lalu, Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa dan pemuda, meninggal dunia di puncak Gunung Semeru, bersama Idhan Dhanvantari Lubis. Sosok dan sikapnya sebagai pemikir, penulis, juga aktivis yang berani, coba ditampilkan Rudy Badil, yang mewakili rekan lainnya, Aristides (Tides) Katoppo, Wiwiek A. Wiyana, A. Rachman (Maman), Herman O. Lantang dan almarhum Freddy Lasut.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Siap-siap kalau mau ikut naik lagi ke Gunung Semeru. Kasih kabar secepatnya, sebab harus ada persiapan di musim penghujan Desember, juga pertengahan Desember itu bulan puasa Ramadhan,&quot; kata Herman O. Lantang, mantan pimpinan pendakian Musibah Semeru 1969, yang masih amat bugar di umurnya yang sudah lewat 57 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkejut dan tersentuh juga saya saat mendengar ajakan Herman itu. Dia merencanakan membentuk tim kecil untuk mendaki puncak Semeru lagi Desember ini, sambil memperingati 30 tahun meninggalnya dua sobat lama kami, Soe Hok Gie dan Idhan Lubis. &quot;Kita juga akan berdoa, sekalian mengenang Freddy Lasut yang meninggal beberapa bulan lalu,&quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soe meninggal dunia saat baru berumur 27 tahun kurang sehari. Idhan malah baru 20 tahun. &quot;Tanpa terasa Soe sudah tiga dasawarsa meninggalkan kita sejak Orde Baru ... perkembangan yang terjadi di Tanah Air dalam dua tahun terakhir ini, khususnya gerakan mahasiswa yang telah menggulingkan pemerintahan Orde Baru, mengingatkan kita kembali pada situasi tahun 1960-an, ketika Soe masih menjadi aktivis mahasiswa kala itu,&quot; begitu bunyi naskah buku kecil acara &quot;Mengenang Seorang Demonstran&quot;, (berisikan antara lain diskusi panel soal bangsa dan negara Indonesia ini), yang bakal diselenggarakan Iluni FSUI dan Alumni Mapala UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kasih Batu dan Cemara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Soe yang sudah diterbitkan, &lt;em&gt;Catatan Seorang Demonstran&lt;/em&gt; (CSD) (LP3ES, 1983), di benak saya mulai tergali suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di Gunung Semeru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya Gunung Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, bersama Maman saya terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan. Kami menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan kelihatan Soe sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan. Sempat pula kami berpapasan dengan Herman dan Idhan. Kelihatannya kedua teman itu akan menjadi yang paling akhir mendaki ke Mahameru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertawa kecil, Soe menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, &quot;Simpan dan berikan kepada kepada &#39;kawan-kawan&#39; batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.&quot; Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum bersama Maman saya turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, kami menunggu datangnya Herman, Freddy, Soe, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. &quot;Soe dan Idhan kecelakaan!&quot; katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, kami berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Soe, dan Idhan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Soe dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Kami berharap semoga Soe dan Idhan cuma pingsan, besok pagi siuman lagi untuk berkumpul dan tertawa-tawa lagi, sambil mengisahkan pengalaman masing-masing.Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan. Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta kami menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Cek lagi keadaan Soe dan Idhan yang sebenarnya,&quot; begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, kami berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, kami yakin kalau Soe dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Kami jumpai jasad kedua kawan kami sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil Gunung Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Soe dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Kami semua diam dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Naik Gunung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari Jakarta Soe sudah merencanakan akan memperingati hari ultahnya yang ke-27 di Puncak Mahameru. Malam sebelumnya, tanggal 15 Desember, dalam tenda sempit di tepi hutan Cemoro Kandang, Soe yang amat menguasai lirik dan falsafah lagu-lagu tertentu, meminta kami menyanyikan lagu spiritual negro, &lt;em&gt;Nobody Knows&lt;/em&gt;, sampai berulang-ulang. Padahal irama lagu ini monoton sampai sudah membosankan kuping dan tenggorokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idhan yang pendiam, cuma duduk tertawa-tawa, sambil mengaduk-aduk rebusan mi hangat campur telur dan kornet kalengan. Malam dingin dan hujan itu, kami bertujuh banyak bercerita, termasuk mendengarkan rencana Soe yang mau berultah di puncak gunung. &quot;Pokoknya gue akan berulang tahun di atas,&quot; katanya sambil mesam-mesem. &quot;Nyanyi lagi dong. Lagu &lt;em&gt;Donna Donna&lt;/em&gt;-nya Joan Baez itu bagus sekali.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari nahas itu, sebelum berkemas untuk persiapan pendakian ke puncak, kami sarapan berat. Soe yang biasanya cuma bercelana pendek, kini memakai celana panjang dengan sepatu bot baru. Bahkan dia mengenakan kemeja kaus warna kuning dengan simbol UI di kantung. &quot;Keren enggak?&quot; Tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan pun berjalan mendaki, menuju Puncak Mahameru dari dataran di kaki Gunung Bajangan. Soe sebagaimana biasanya, selalu memanggul ransel besar dan berat, berjalan gesit sambil banyak cerita dan komentar. Ia mengisahkan bahwa di sekitar daerah itu pasti masih banyak harimau karena dia menemukan jejak kakinya. Dia juga menyebut kalau Cemoro Kandang berlumpur arang gara-gara kebakaran hutan pinus tahunan, sebagai pertanda seleksi alam dan proses regenerasi tanaman hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen sejarah ini terus nyerocos kepada mahasiswanya (saya), asal muasal nama recopodo alias arca kembar, serta mitologi Puncak Mahameru yang berkaitan dengan nasib Pandawa Lima dalam pewayangan Jawa. Namun sang mahasiswa juga membayangkan dengan geli, betapa kagetnya wakil DPR-RI saat itu ketika menerima bingkisan dari kelompok Soe berisi gincu dan cermin sebagai perlambang fungsi anggota DPR yang banci. Sayang, cuma segitu ingatan saya tentang Soe pada jam-jam terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang masih tetap terngiang justru rayuan dan &quot;falsafahnya&quot;, kala mengajak seseorang mendaki gunung. &quot;Ngapain lama-lama tinggal di Jakarta. Mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau tidak. Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya yuk kita naik gunung. Ayo ke Semeru, sekali-kali menjadi orang tertinggi di P. Jawa. Masa cuma Soeharto saja orang tertinggi di P. Jawa ini,&quot; kira-kira begitu katanya, sambil menyinggung nama mantan Presiden Soeharto, nun sekitar 30 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pendakian ke Semeru ini merupakan proyek kebanggaan Mapala FSUI 1969. Soe dengan keandalannya melobi kiri-kanan, mampu mengumpulkan dana untuk subsidi penuh beberapa rekan yang mahasiswa bokek sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, musibah sudah terjadi. Soe mungkin tidak membayangkan betapa kematiannya bersama Idhan Lubis bikin repot setengah mati banyak orang. Kami yang ditinggal dalam suasana tak menentu, selama sembilan hari benar-benar hidup tidak kejuntrungan. Selain puasa sampai tiga hari karena kehabisan makanan, kami makin sedih saat menerima surat dari Tides via kurir, menanyakan keadaan Soe dan Idhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman, kami sudah sampai di Gubuk Klakah hari Kamis pagi, sesudah jalan sepanjang malam (sekitar 20 jam). Pak Lurah menyanggupi tenaga bantuan 10 orang dan bekal. Mohon kabar bagaimana Soe, Idhan, dan Maman dll. secepatnya mendahului rombongan ... Tides dan Wiwik 18-12-69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun terpilih menjadi kurir, mendahului rombongan sambil membawa surat untuk Tides. Isinya apalagi kalau bukan minta bantuan tenaga dan bahan makanan. Herman pun menulis surat: Saya tunggu di Cemorokandang dan bermaksud menunjukkan &quot;&lt;em&gt;site&lt;/em&gt;&quot; tempat jenazah Soe dan Idhan ... kirimkan: gula/gula jawa, nasi, lauk, permen, pakaian hangat ... sebanyak mungkin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semua bantuan tiba. Seluruh anggota rombongan baru berkumpul lagi pada tanggal 22 Desember di Malang. Kurus dan kelelahan. Maman terpaksa dirawat khusus beberapa hari di RS Claket. Sedangkan Soe dan Idhan, terbaring kesepian di dalam peti jenazah masing-masing. Untuk terakhir kali, kami tengok Soe dan Idhan. Soe yang mati muda, terbujur kaku dengan kemeja tangan panjang putih lengkap dengan dasi hitam. Jenis barang yang tidak mungkin dipakai semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Monyet Tua Yang Dikurung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalau diingat-ingat, selama beberapa minggu sebelum keberangkatan dengan kereta api ke Jatim, Soe memang suka berkata aneh-aneh. Beberapa kali dia mengisahkan kegundahannya tentang seorang kawan yang mati muda gara-gara ledakan petasan. Ternyata dalam buku hariannya di CSD, Hok Gie menulis: &quot;... Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin ngobrol-ngobrol pamit sebelum ke Semeru ....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soe yang banyak membaca dan sering diejek dengan julukan &quot;Cina Kecil&quot;, memanfaatkan kebeningan ingatannya untuk menyitir kata-kata &quot;sakti&quot; filsuf asing. Antara lain, tanggal 22 Januari 1962, ia menulis: &quot;Seorang filsuf Yunani pernah menulis ... nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soe yang penyayang binatang (dia memelihara beberapa ekor anjing, banyak ikan hias dan seekor monyet tua jompo), sebelum musibah Semeru itu sempat berujar: &quot;Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras ... diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil ... orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief Budiman, sang kakak yang menjemput jenazah Soe di Gubuk Klakah, juga merasakan sikap aneh adiknya. Sebelum dia meninggal pada bulan Desember 1969, ada satu hal yang pernah dia bicarakan dengan saya. Dia berkata, &quot;Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang ... makin lama makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi, apa sebenarnya yang saya lakukan ... Kadang-kadang saya merasa sungguh kesepian.&quot; (CSD) Arief sendiri mengungkapkan, ibu mereka sering gelisah dan berkata: &quot;Gie, untuk apa semuanya ini. Kamu hanya mencari musuh saja, tidak mendapat uang.&quot; Terhadap Ibu, dia cuma tersenyum dan berkata: &quot;Ah, Mama tidak mengerti&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief pun menulis kenangannya lagi: ... di kamar belakang, ada sebuah meja panjang. Penerangan listrik suram karena voltase yang selalu naik turun kalau malam hari. Di sana juga banyak nyamuk. Ketika orang-orang lain sudah tidur, sering kali masih terdengar suara mesin tik ... dari kamar yang suram dan banyak nyamuk itu, sendirian, sedang mengetik membuat karangan ... saya terbangun dari lamunan ... saya berdiri di samping peti matinya. Di dalam hati saya berbisik, &quot;Gie kamu tidak sendirian&quot;. Saya tak tahu apakah Hok Gie mendengar atau tidak apa yag saya katakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mimpi seorang Mahasiswa Tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;John Maxwell yang menyusun disertasinya, &lt;em&gt;Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesia Intellectual&lt;/em&gt; (Australian National University, 1997), menjabarkan betapa banyaknya komentar penting terhadap kematian Hok Gie. Harian Indonesia Raya yang masa itu sedang gencar-gencarnya mengupas kasus korupsi Pertamina-nya Ibnu Sutowo, memuat tulisan moratorium tentang Soe secara serial selama tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mingguan Bandung Mahasiswa Indonesia, mempersembahkan editorial khusus:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...Tanpa menuntut agar semua insan menjadi seorang Soe Hok-gie, kita hanya bisa berharap bahwa pemuda ini dapat menjadi model seorang pejuang tanpa pamrih ... kita membutuhkan orang seperti dia, sebagai lonceng peringatan yang bisa menegur kita manakala kita melakukan kesalahan&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, berita kematian Soe sempat diucapkan Duta Besar RI Soedjatmoko, di dalam pertemuan &lt;em&gt;The Asia Society in New York&lt;/em&gt;, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;... Saya ingin menyampaikan penghormatan pada kenangan Soe Hok-gie, salah seorang intelektual yang paling dinamis dan menjanjikan dari generasi muda pasca kemerdekaan .... Komitmennya yang mutlak untuk modernisasi demokrasi, kejujurannya, kepercayaan dirinya yang teguh dalam perjuangan ... bagi saya ia memberikan suatu ilustrasi tentang adanya kemungkinan suatu tipe baru orang Indonesia, yang benar-benar asli orang Indonesia. Saya pikir pesan inilah yang telah disampaikannya kepada kita, dalam hidupnya yang singkat itu&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Ben Anderson, pakar politik Indonesia yang juga kawan lengket Soe, dalam salah satu surat terakhirnya, Soe menulis,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;... Saya merasa semua yang tertulis dalam artikel-artikel saya adalah sejumput petasan. Dan semuanya ingin saya isi dengan bom!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cuplikan berbagai tulisan Soe, terasa sekali sikap dan pandangannya yang khas. Misalnya, Soe pernah menulis begini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana ulama - buruh - dan pemuda, bangkit dan berkata - stop semua kemunafikan, stop semua pembunuhan atas nama apa pun. Tak ada rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, dan bangsa apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus soal mahasiswa, menjelang lulus sebagai sejarawan, 13 Mei 1969, Soe sempat menulis artikel &lt;em&gt;Mimpi-Mimpi Terakhir Seorang Mahasiswa Tua&lt;/em&gt;. Dalam uraian tajam itu, ia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;... Beberapa bulan lagi saya akan pergi dari dunia mahasiswa. Saya meninggalkan dengan hati berat dan tidak tenang. Masih terlalu banyak kaum munafik yang berkuasa. Orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan ... Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dirinya masuk korps dosen FSUI, secara blak-blakan Soe mengungkap ada dosen yang membolos 50% dari jatah jam kuliahnya. Bahkan ada dosen menugaskan mahasiswa menerjemahkan buku. Terjemahan mahasiswa itu dipakainya sebagai bahan pengajaran, karena sang dosen ternyata tidak tahu berbahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di seputar mahasiswa, dalam nada getir, Soe menulis:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;... Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberikan keadilan. Kalau mahasiswa Indonesia tidak berani menuntut haknya, biarlah mereka ditindas sampai akhir zaman oleh sementara dosen-dosen korup mereka.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk wakil mahasiswa yang duduk dalam DPR Gotong Royong, Hok Gie sengaja mengirimkan benda peranti dandan. Sebuah sindiran supaya wakil mahasiswa itu nanti bisa tampil manis di mata pemerintah. Padahal wakil mahasiswa itu teman-temannya sendiri yang dijuluki &quot;politisi berkartu mahasiswa&quot;. Langkah Soe ini membuat mereka terperangah. Sayangnya, momentum ini kandas. Soe Hok Gie keburu tewas tercekik gas beracun di Puncak Mahameru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berpolitik Cuma Sementara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;John Maxwell dalam epilog naskah buku &lt;em&gt;Mengenang Seorang Demonstran&lt;/em&gt; (November 1999), menulis begini,&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Saya sadar telah menulis tentang seorang pemuda yang hidupnya berakhir tiba-tiba, dan terlalu dini dengan masa depan yang penuh dengan kemungkinan yang begitu luas.&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kita telah memperhatikan bagaimana Soe Hok Gie terpana politik dan peristiwa nasional, setidak-tidaknya sejak masih remaja belasan tahun ... namun hasratnya terhadap dunia politik, diredam oleh penilaiannya sendiri bahwa dunia politik itu pada dasarnya lumpur kotor. Semua orang seputar Soekarno dinilainya korup dan culas, sementara pimpinan partai dan politisi terkemuka, tidak lebih dari penjilat dan bermental &quot;asal bapak senang&quot;, serta &quot;yes men&quot;, atau sudah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan ini menjadi latar belakang pembelaan Soe akan kekuatan moral dalam politik di awal tahun 1966. Keikutsertaannya dalam politik hanya untuk sementara. Pada pertengahan tahun yang sama, dia menyampaikan argumentasi bahwa sudah tiba saatnya bagi mahasiswa untuk mundur dari arena politik dan membiarkan politisi profesional bertugas, membangun kembali institusi politik bangsa.&lt;/em&gt;&quot;&lt;br /&gt;Demikian tulis Maxwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soe memang sudah bersikap. Dia memilih mendaki gunung daripada ikut-ikutan berpolitik praktis. Dia memilih bersikap independen dan kritis dengan semangat bebas. Pikiran dan kritiknya tertuang begitu produktif dalam pelbagai artikel di media cetak. Namun secara diam-diam, Soe ternyata juga menumpahkan unek-uneknya dalam bentuk puisi indah. Salah satunya &lt;em&gt;Mandalawangi-Pangrango&lt;/em&gt; yang terkenal di kalangan pendaki gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda lajang yang sempat pacaran dengan beberapa gadis manis FSUI, selain kutu buku, macan mimbar diskusi, kambing gunung, tukang nonton film, juga penggemar berat &lt;em&gt;folk song&lt;/em&gt; (meski sama sekali tak becus bernyanyi merdu). Berbadan kurus nyaris kerempeng, di gunung makannya gembul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pemuda dan khususnya mahasiswa demonstran, masih ada potongan puisi Hok Gie yang sempat tercecer, baru muncul di harian Sinar Harapan 18 Agustus 1973. Judulnya &quot;&lt;em&gt;Pesan&lt;/em&gt;&quot; dan cukilan pentingnya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hari ini aku lihat kembali&lt;br /&gt;Wajah-wajah halus yang keras&lt;br /&gt;Yang berbicara tentang kemerdekaaan&lt;br /&gt;Dan demokrasi&lt;br /&gt;Dan bercita-cita&lt;br /&gt;Menggulingkan tiran&lt;br /&gt;Aku mengenali mereka&lt;br /&gt;yang tanpa tentara mau berperang melawan diktator&lt;br /&gt;dan yang tanpa uang&lt;br /&gt;mau memberantas korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan-kawan&lt;br /&gt;Kuberikan padamu cintaku&lt;br /&gt;Dan maukah kau berjabat tangan&lt;br /&gt;Selalu dalam hidup ini?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;**dicuplik dari postingan milis, bersumber dari &lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;http://www.indomedia.com/intisari/1999/desember/sohokgi.htm&quot;&gt;&lt;strong&gt;http://www.indomedia.com/intisari/1999/desember/sohokgi.htm&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/111961267786990078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/111961267786990078?isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/111961267786990078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/111961267786990078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2005/06/soe-hok-gie-kenangan-kepada-seorang.html' title='SOE HOK GIE: Kenangan Kepada Seorang Demonstran'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110291925662207840</id><published>2004-12-13T13:22:00.000+07:00</published><updated>2004-12-13T13:27:36.623+07:00</updated><title type='text'>HARI SEJUK</title><content type='html'>cuaca sejuk hari ini&lt;br /&gt;udara ramah tanpa suara&lt;br /&gt;sepoi sepoi memanjakan daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tetap saja saya merasa gerah&lt;br /&gt;berkeringat&lt;br /&gt;gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 13 desember 2004&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110291925662207840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110291925662207840?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110291925662207840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110291925662207840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/12/hari-sejuk.html' title='HARI SEJUK'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110280255354360656</id><published>2004-12-12T04:32:00.000+07:00</published><updated>2004-12-12T05:08:49.186+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Harry Roesli</title><content type='html'>&lt;img src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v514/arsipdaus/harryroesli.gif&quot; align=&quot;left&quot; /&gt; Sedih juga saya tahu dari internet bahwa Harry Roesli (1951-2004) sudah berpulang. Banyak hal yang saya kagumi dari sosok seniman cucunya sastrawan Marah Roesli ini. Saya rasa, dia ini termasuk orang yang harus dituding kenapa pengamen bus kota di Bandung lebih beradab dan sangat kreatif. Di rumahnya yang di jalan Supratman, Bandung itu dia bikin tempat mangkal Depot Kreasi Seni Bandung (DKSB). Di situ konon banyak pemusik jalanan yang digembleng jadi kreatif. Saya pertama kali lihat pengamen bus kota bawa-bawa biola, atawa dengan kreatifnya mengubah botol galon air minum menjadi gendang yang nggak kalah asiknya dengan gendang benaran, itu ya di atas bus kota DAMRI. Di Bandung juga saya ketemu sama pengamen yang nyanyinya lebih bagus dari juara &lt;em&gt;idol-idol&lt;/em&gt;an di layar tivi. Pengamen yang mengucap salam sebelum nyanyi dan tetap tersenyum ramah saat nggak diberi uang ya juga di Bandung sini. Pengamen berkelompok yang fasih membagi suara, ya di Bandung sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya suka dari Harry Roesli adalah tulisan kolomnya di &lt;em&gt;Asal-Usul&lt;/em&gt; harian &lt;em&gt;KOMPAS Minggu&lt;/em&gt;. Tulisannya sangat khas, nyeleneh, &quot;kurang ajar&quot;, tapi tetap menonjok dan nggak jarang saya terpingkal-pingkal. Sepertinya mulai hari Minggu pagi ini saya harus kehilangan tulisan serius-tapi-nggak-serius yang bisa bikin saya berpikir sambil terpingkal-pingkal. Harry Roesli adalah salah satu inspirasi kebengalan saya dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, jujur saja, merasa kehilangan, Bang. Tapi Tuhan emang selalu punya sesuatu yang kadang kita nggak bisa tolak, &lt;em&gt;rite&lt;/em&gt;?! Selamat jalan sajalah, Bang. Dan jangan lupa sampaikan salam saya buat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110280255354360656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110280255354360656?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110280255354360656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110280255354360656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/12/selamat-jalan-harry-roesli.html' title='Selamat Jalan, Harry Roesli'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110277920051272321</id><published>2004-12-11T22:30:00.000+07:00</published><updated>2004-12-23T04:40:19.546+07:00</updated><title type='text'>Janji Telor Mata Sapi</title><content type='html'>di atas telor mata sapi&lt;br /&gt;dua hati telah berjanji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kalau kau mati&lt;br /&gt;mari kita mati&lt;br /&gt;sama sama&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 4 desember 2004&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110277920051272321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110277920051272321?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110277920051272321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110277920051272321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/12/janji-telor-mata-sapi.html' title='Janji Telor Mata Sapi'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110158763844610851</id><published>2004-11-28T03:25:00.000+07:00</published><updated>2004-11-28T03:33:58.446+07:00</updated><title type='text'>Teduh</title><content type='html'>di matamu&lt;br /&gt;ada kanak kanak&lt;br /&gt;bermain ayunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;/jatinangor, 4 november 2004&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110158763844610851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110158763844610851?isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110158763844610851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110158763844610851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/teduh.html' title='Teduh'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110148860079189428</id><published>2004-11-26T23:37:00.001+07:00</published><updated>2004-11-27T00:20:11.446+07:00</updated><title type='text'>Alfred Nobel dan Sastra</title><content type='html'>&lt;img style=&quot;WIDTH: 110px; HEIGHT: 126px&quot; height=&quot;920&quot; src=&quot;http://img.photobucket.com/albums/v514/arsipdaus/AlfredNobel.jpg&quot; width=&quot;485&quot; align=&quot;left&quot; /&gt;Siapa yang nggak kenal sama Alfred Nobel? Si penemu dinamit ini konon pernah menyesal saat mengetahui penemuannya itu disalahgunakan dalam peperangan. Padahal, penemuan itu sebenarnya dipatenkan untuk kepentingan proyek konstruksi seperti untuk membobol gunung batu demi pembuatan terowongan, jalan atau kanal. Nobel tidak pernah memimpikan penemuannya itu digunakan untuk menghancurkan peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didasarkan rasa penyesalannya itulah, maka Nobel mewariskan kekayaannya dari royalti paten dinamit itu untuk disumbangkan sebagai penghargaan atas usaha-usaha yang memajukan kesejahteraan manusia dan perdamaian. Dalam wasiatnya, disebutkan beberapa cabang ilmu seperti ekonomi, kedokteran, fisika dan kimia sebagai golongan yang patut mendapat penghargaan tersebut. Ini bisa dimaklumi, sebab Nobel sendiri memang seorang ilmuwan, khususnya dalam bidang kimia. Begitupun juga terdapat kategori perdamaian yang dimasukkan ke dalam kelompok yang layak menerima penghargaan itu sebagai bentuk keprihatinan Nobel terhadap perang. Tapi, sastra?! Kenapa pula ia bisa masuk ke dalam kelompok penerima penghargaan Nobel itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini mungkin karena alasan pribadi. Alfred Nobel, sejak masa mudanya, ternyata adalah seorang penikmat sastra, khususnya sastra Inggris dan puisi. Tetapi sang ayah, Immanuel, tidak senang dengan hobinya tersebut dan menganggap meminati sastra merupakan suatu kegemaran yang aneh. Karena tidak ingin melihat anaknya terlalu tenggelam dalam sastra dan puisi, maka sang ayah pun mengirim anaknya ke berbagai negeri untuk mempelajari kimia dan berharap si anak akan mengikuti jejaknya di bidang industri. Kelak memang Alfred Nobel akhirnya menjadi seorang ahli kimia yang mashyur. Namun itu tidak melunturkan minatnya terhadap sastra. Dan ketika ia menulis wasiat itu, sastra termasuk dalam kelompok yang disebutkan untuk menerima penghargaan darinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110148860079189428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110148860079189428?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110148860079189428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110148860079189428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/alfred-nobel-dan-sastra_26.html' title='Alfred Nobel dan Sastra'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110097499602129178</id><published>2004-11-21T01:08:00.000+07:00</published><updated>2004-11-21T01:23:16.020+07:00</updated><title type='text'>10 KEBIASAAN YANG DAPAT MERUSAK OTAK</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1.  Tidak Sarapan Pagi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.  Makan Terlalu Banyak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.  Merokok&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Zat dlm rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.  Mengkonsumsi Gula Terlalu Banyak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkant erganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.  Polusi Udara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.  Kurang Tidur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.  Menutup Kepala Saat Tidur&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.  Menggunakan Pikiran Saat Sakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bekerja terlalu keras/memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9.  Kurang Menstimulasi Pikiran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10.  Jarang berkomunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;copyright© www.medicastore.com 2004&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dikutip dari milis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110097499602129178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110097499602129178?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110097499602129178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110097499602129178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/10-kebiasaan-yang-dapat-merusak-otak.html' title='10 KEBIASAAN YANG DAPAT MERUSAK OTAK'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-110000252132701597</id><published>2004-11-09T19:02:00.000+07:00</published><updated>2004-11-09T19:39:26.143+07:00</updated><title type='text'>BEBERAPA PEMBERITAHUAN AJAH ... </title><content type='html'>Kawanz ..., &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya baru aja bikin blog baru di &lt;a href=&quot;http://firdaussiagian.blogdrive.com&quot;&gt;Par Daus&lt;/a&gt;. Itu blog sebenernya udah saya bikin dari dulu ke dulu, cuman baru di-update beberapa hari lalu, dan saya mulai beraniin untuk mempublikasikannya. Ih, garing amat nggak sih bahasa gue..., hehehe ... Whatever lah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga nggak tau buat apa saya bikin blog baru itu. Mungkin saya ngiler juga lihat tampilannya yang lebih sophisticated dibandingin Blogger saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan punya blog baru itu sungguh membingungkan saya. Apakah saya harus migrasi ke yang baru, ataw tetep yang di lama ataw tetep dipertahankan kedua-duanya. Akhirnya saya memutuskan untuk mempertahankan kedua-duanya. Mungkin akan ada perbedaan spesipikasi tulisan (maap, ini bukan salah ketik, tapi emang lidah saya sudah Sunda betul di sini, hehehe...**not meant to be a racist**).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalao ada temen-temen yang mau sumbang saran, sumbang ide ataupun sumbang uang pada saya bagaimana sebaiknya blog saya ini, silahkan kasi tau saya tanpa malu apalagi sampai malu-maluin. Saya akan membuka kuping saya lebar-lebar, karena emang pada dasarnya kuping saya ini caplang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan lainnya adalah, akhirnya saya punya satu buku juga, walaupun itu &quot;cuma&quot; antologi dan cuma ada satu karya di situ. Tapi whatever lah .., sing penthing aku punya buku!!! Judul bukunya: &lt;b&gt;ANTOLOGI SASTRA PEMBEBASAN&lt;/b&gt;. Itu buku diterbitkan oleh para penggiat milis Sastra Pembebasan, didasarkan karya-karya yang pernah ikut sumbang tulisan di acara-acara sayembara yang lumayan rutin diadakan di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba silahkan tingok di toko buku terdekat di kota Anda ataw bahkan mungkin sudah ada versi bajaknnya di Pasar Senen (hwahh ..., GR amat yah gue, hehehe ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitahuan lainnya lagi adalah, saya mau mudik dulu nih, sepertinya. Lebaran udah dekat. Bau ketupat gratisan dari para tetangga saya di kampung urban tengah Jakarta sepertinya sudah begitu menggocek hidung saya. Saya kangen Jakarta. saya kangen keluarga. Saya juga .. ehemmm .. kangen Avril Lavigne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/110000252132701597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/110000252132701597?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110000252132701597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/110000252132701597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/beberapa-pemberitahuan-ajah.html' title='BEBERAPA PEMBERITAHUAN AJAH ... '/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109980643493536446</id><published>2004-11-07T11:59:00.000+07:00</published><updated>2004-11-07T13:10:39.540+07:00</updated><title type='text'>SALAH SAMBUNG</title><content type='html'>Kemarin sore ada panggilan masuk handphone saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- OST. Doraemon (memang seperti itulah ringtone HP saya) ---&lt;br /&gt;&quot;Halo?!&quot; tanya saya setelah angkat itu tilpun.&lt;br /&gt;&quot;Hello. Can I speak with Mr. Den?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ternyata di ujung sana ada suara cewek bercas-cis-cus dalam bahasa Inggeris. Siapa tahu dia itu memang ekspatriat, maka saya pun pasang style sok-British, walau dengan susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Who&#39;s this?&quot; tanya saya dengan ngasal seketemunya.&lt;br /&gt;&quot;Hello, Mr. Den?&quot; Dia masih saja keukeuh dengan si &quot;Mr. Den&quot;-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sori, ini siapa? Nyari siapa?&quot; tanya saya lagi. Akhirnya keluar juga bahasa Indonesia saya. Ngomong dalam lingua franca itu emang lebih mengasyikkan ternyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Eh, ini dengan Mr. Den bukan?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah, dia bisa ngomong Indonesia dengan lancar juga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Nope, sepertinya salah sambung deh. Sorry, Ma&#39;am,&quot; jawab saya dengan nyampur-nyampur, biar keliatan lebih gaul seperti ada yang di tivi-tivi gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Eh,salah sambung yah? OK, makasih.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik. Pembicaraan pun selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya suka terheran-heran sendiri, kenapa banyak sekali panggilan nyasar yang nyangkut di tilpun saya. Padahal, nomer saya itu tidak termasuk nomer cantik apalagi nomer sexy yang gampang diingat orang. Tapi kenapa begini, kenapa begitu? Ah, Shakespeare pun bilang, apalah arti sebuah nomer, rite?! [Eh, nomer ataw nama ya?]. Ih, bingung saya jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaw di India atawa Filipina, banyak orang yang berkenalan melalui metode salah sambung macam gitu. Salah sambung itu semacam tren di sana. Orang di sana mungkin lebih senang mengutak-atik nomer telepon sama seperti orang kita keranjingan ngutak-atik nomer togel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Inggeris malah lebih heboh lagi. Di sana banyak juga ternyata pasangan yang kemudian pacaran atawa nikah hanya gara-gara tilpun nyasar. Untung saya nggak tinggal di Inggeris. Eh, ataw justru: sayang, saya nggak tinggal di Inggeris? Ah, bingung saya jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat curiga ama seorang kawan saya yang emang fasih banget ber-Inggeris-Inggeris-ria, walau dia Sunda aseli. Temen yang sebenernya belom pernah ketemu, cuma kenalan gara-gara saya sempet on-air di radio. Dia senang ngobrol ama saya karena saya dianggap enak diajak ngomongin apa saja mulai dari jerawat, maag, haid sampai skizofrenia. Dan saya seneng ngobrol ama dia karena saya punya sparring partner buat sepik-linggis dan ... karena dia yang nilpun saya, bukan saya yang nilpun dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami udah nggak kontak sejak beberapa bulan lalu, sejak saya harus ke Jakarta selama beberapa lama. Bisa jadi dia lalu tilpun saya lagi. Tapi masak iya si dia itu? Dia itu kan tahu nama saya Daus, bukan Den, Denny, Dennis, Deden ataw semacam itulah?! Ah, mangkin bingung saya jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang asyik-asiknya bingung, saya tiba-tiba kepikiran, eh gimana kalaw si Avril Lavigne--kegemaran saya itu--sempat nyasar nilpun ke nomer saya? Apa iya, mungkin?! Kanada-Indonesia, gitu lho. Tapi toh nggak berdosa kan kalo saya lalu berandai-andai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- bunyi ringtone OST. Doraemon ---&lt;br /&gt;&quot;Halo?&quot; tanya saya setelah angkat tilpun.&lt;br /&gt;&quot;Hello, can I speak with Mr. Den?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Who&#39;s this?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Avril Lavigne here. Mr. Den?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Yup. It&#39;s me, Den. So, how do you do, Vril?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu percakapan pun berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 7 november 2004</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109980643493536446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109980643493536446?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109980643493536446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109980643493536446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/salah-sambung.html' title='SALAH SAMBUNG'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109965212323883057</id><published>2004-11-05T17:47:00.000+07:00</published><updated>2004-11-05T17:55:23.236+07:00</updated><title type='text'>Golongan Darah dan Kepribadian</title><content type='html'>Selama ini gue nggak tau kenapa orang Jepang begitu memperhatikan golongan darah selain zodiak. Eh, baru kali ini gue akhirnya nemuin juga bahwa ada karakteristik-karakterstik tertentu dari golongan darah seseorang. Just sit and read...&lt;br /&gt;Believe it or not ..., depends on your decision, guyz ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gologan darah A&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber&#39;temperamen&#39; sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gologan darah B&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.&lt;br /&gt;Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gologan darah O&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, &quot;loved by all&quot;. Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Gologan darah AB&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;taken from &lt;/em&gt;&lt;a href=&quot;http://www.primbon.com&quot;&gt;&lt;em&gt;www.primbon.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109965212323883057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109965212323883057?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109965212323883057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109965212323883057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/golongan-darah-dan-kepribadian.html' title='Golongan Darah dan Kepribadian'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109960539378300117</id><published>2004-11-05T04:47:00.000+07:00</published><updated>2004-11-05T07:41:01.396+07:00</updated><title type='text'>EMAKKK .. HARI INI ANAKMU JERAWATAN LHO ...</title><content type='html'>Hari ini, waktu gue ngacaan, gue baru sadar ternyata ada dua jerawat menclok di muka gue. Satu di pipi sebelah kanan, satu lagi di batang idung sebelah kanan. Lucu juga, hehehe... Gue mikir, ternyata manis juga jerawat itu ngehias muka gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang, terutama cewek, yang kelimpungan saat jerawat nongol di mukanya, walo barang sebiji aja. Bawaannya tuh kayak udah pecah Perang Dunia aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi percaya atau nggak, gue pikir jerawat itu kadang justru bisa nambah manis seseorang. Bahkan bisa jadi, tanpa jerawat, orang itu keliatan biasa-biasa aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, gue pandangin lagi jerawat gue lagi, sekedar elus-elus dikit. Goyang kepala ke kiri sedikit, lalu ke kanan sedikit, kayak ABG lagi jatuh cinta. Humm ..., seandainya Avril Lavigne liat gue saat ini. Siapa tau, jerawat gue emang gara-gara kangen dia, hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109960539378300117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109960539378300117?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109960539378300117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109960539378300117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/emakkk-hari-ini-anakmu-jerawatan-lho.html' title='EMAKKK .. HARI INI ANAKMU JERAWATAN LHO ...'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109932567063839977</id><published>2004-11-02T13:11:00.000+07:00</published><updated>2004-11-01T23:14:30.636+07:00</updated><title type='text'>PAGI PAGI</title><content type='html'>Selamat pagi, Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari indah sekali&lt;br /&gt;Bunga bunga tersenyum manis&lt;br /&gt;dengan wangi sempurna&lt;br /&gt;menyapa kebun yang berkelimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa&lt;br /&gt;Langit masih kelihatan muram saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 1 november 2004&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109932567063839977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109932567063839977?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109932567063839977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109932567063839977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/pagi-pagi.html' title='PAGI PAGI'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109932535976821174</id><published>2004-11-02T01:00:00.000+07:00</published><updated>2004-11-01T23:09:19.766+07:00</updated><title type='text'>NYAMUK</title><content type='html'>Selalu saja ada seekor nyamuk yang terbang mendenging dekat dengan telinga saya. Awal pertama saya merasa sangat terganggu sekali, dan saya mencoba untuk menepuknya dengan kedua belah tangan saya. Tetap usaha itu gagal terus. Oleh sebab itu saya lalu membiarkannya begitu saja, walaupun dalam hati saya gondok sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nyamuk itu seperti merasa dapat angin. Ia terus mengganggu saya tiap hari makin menjadi-jadi. Dia sekarang tidak lagi mengusik saya pada malam hari saja, tetapi juga pada sore hari, pagi hari, bahkan pada siang hari. Saya benar-benar merasa terganggu. Tetapi, mencoba membinasakannya lagi adalah hal yang sia-sia sekaligus memalukan. Tangan saya yang kurang olahraga ini kurang lihai dibanding dengan manuvernya. Dan saya akan minder sekali bila nyamuk itu mengetahui kelemahan saya ini. Dia pasti akan terbahak-bahak dan akan bertingkah semakin merajalela. Oleh sebab itu saya memilih untuk bersikap biasa-biasa saja seolah-olah kehadirannya bukanlah apa-apa bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi suatu hari saya sudah tidak bisa menahan amarah saya. Saya betul-betul kesal waktu itu. Ketika tubuh ini terasa letih sekali dan mata ingin memejam barang sebentar saja, eh nyamuk itu malah berputar-putar seenaknya. Dengingnya membuat darah saya benar-benar naik ke kepala. Saya pikir dia itu pura-pura tidak tahu atau memang tidak pernah mau tahu bahwa saya ini juga mahluk yang butuh istirahat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dengingnya serasa dekat dengan telinga saya--dan kamu tahu bagaimana rasanya itu--sekonyong-konyong tangan kiri saya mengayun menampar telinga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Prakkk!!!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati! Saya terkagum-kagum. Selama ini saya mencoba membunuhnya dengan kedua belah tangan saya, tapi selalu meleset melulu. Eh sekarang, dengan satu tangan, kidal pula, malah jitu. Hal-hal yang tidak biasa memang suka datang secara tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, dan malam-malam selanjutnya, tidak pernah ada lagi denging nyamuk di telinga saya. Sejak saat itu pula, saya selalu tersedu-sedu karena saya merasa begitu kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 1 november 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109932535976821174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109932535976821174?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109932535976821174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109932535976821174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/nyamuk.html' title='NYAMUK'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109920988877484786</id><published>2004-11-01T00:00:00.000+07:00</published><updated>2004-10-31T16:20:08.210+07:00</updated><title type='text'>Check Your Brain Usage</title><content type='html'>Waktu buka Friendster dan liat Pesen Bunderin (Bulletin Message), gue ketemu &lt;a href=&quot;http://www.mindmedia.com/brainworks/profiler&quot;&gt;link&lt;/a&gt; buat ngecek persentase penggunaan otak. Well, lumayan seru juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sejak 3 ari yang lalu gue udah nulis tentang Otak Kiri dan Otak Kanan, yang rencananya bakal gue masukkin ke weblog (cuman karna gue lupa bawa buku buramnya, makanya kagak pernah gue posting-posting, hehehe...). Gue yang selama ini ngira gue ini si Otak Kanan, ternyata punya balans antara si Kiri dan Kanan. Sangat nyeni, tapi juga sangat logik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hasil psikotest gue neh:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daus, you exhibit an even balance between left- and right- hemisphere dominance and a slight preference for visual over auditory processing. With a score this balanced, it is likely that you would have slightly different results each time you complete this self-assessment quiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You are a well-rounded person, distinctly individualistic and artistic, an active and multidimensional learner. At the same time, you are logical and disciplined, can operate well within an organization, and are sensitive towards others without losing objectivity. You are organized and goal-directed. Although a &quot;thinking&quot; individual, you &quot;take in&quot; entire situations readily and can act on intuition.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You sometimes tend to vacillate in your learning styles. Learning might take you longer than someone of equal intellect, but you will tend to be more thorough and retain the material longer than those other individuals. You will alternate between logic and impulse. This vacillation will not normally be intentional or deliberate, so you may experience anxiety in situations where you are not certain which aspect of yourself will be called on.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With a slight preference for visual processing, you tend to be encompassing in your perceptions, process along multidimensional paths and be active in your attacking of situations or learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overall, you should feel content with your life and yourself. You are, perhaps, a little too critical of yourself -- and of others -- while maintaining an &quot;openness&quot; which tempers that tendency. Indecisiveness is a problem and your creativity may not be in keeping with your potential. Being a pragmatist, you downplay this aspect of yourself and focus on the more immediate, obvious and the more functional&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109920988877484786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109920988877484786?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109920988877484786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109920988877484786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/11/check-your-brain-usage.html' title='Check Your Brain Usage'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109904767229133088</id><published>2004-10-31T17:12:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T18:04:30.290+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kafe, Hari Ini</title><content type='html'>Hari ini saya janjian ketemu dengan wanita yang kucintai di sebuah kafe kopi di simpang jalan sana. Kami berjanji untuk ketemu di situ pukul sembilan pagi. Dan janji itu kami buat jauh-jauh hari. Empat bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apakah tidak terlalu lama untuk membuat janji inden 4 bulan?&quot; tanya saya saat dia menelepon waktu itu.&lt;br /&gt;&quot;Apakah itu terlalu lama menurutmu?&quot; tanyanya kembali. Terntu saja saya tak bisa menjawabnya. Mana mungkin saya bisa menjawabnya. Pertanyaan itu seperti buah simalakama. Dan saya takut salah kata.&lt;br /&gt;&quot;Baiklah. 4 bulan lagi. Jam sembilan&quot;. Saya tak dengar suaranya. Tapi saya bisa rasakan senyumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan empat bulan pun berlalu, lalu tibalah hari di mana kami akan bertemu. Saya akan ketemu dia yang kucintai yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Dia akan menemui saya yang mencintainya yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Dan kafe ini kelak menjadi saksi pertemuan dua orang yang sebelumnya tak saling kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jam sembilan pun berdentang. Saya sudah duduk di sini sejak beberapa menit yang lalu. Sepagi ini kafe tentu belumlah ramai. Maka aku bisa leluasa memilih kursi yang terbaik dan strategis. Saya pilih yang dekat jendela. Tapi dia belum datang juga. Saya mulai memesan cappucino. Tak enak rasanya duduk di sebuah kafe hanya untuk duduk tanpa memesan sesuatu. Mata para pekerja di situ seperti mata pisau yang ditodongkan oleh yang-baru-keluar-dari-penjara di atas bus kota yang selalu meminta belas kasihan dengan memohon sekaligus mengancam. Walaupun sebenarnya, mata pelayan wanita yang menyapa tadi sangat lembut dan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya akan memesan setelah yang saya tunggu datang,&quot; jawab saya dengan senyum yang sehalus mungkin. Dia membalas senyuman saya dan kembali ke balik bar di ujung sana. Tapi toh akhirnmya saya harus memanggil dia juga untuk memesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah sepuluh. Dia belum datang juga. Jam sepuluh. Jam dua belas, kafe mulai agak ramai. Kursi-kursi penuh. Seorang nenek masuk kafe dan kebingungan mencari kursi kosong. Hanya ada satu yang kosong, yaitu ditempatku duduk, kursi yang kurencanakan untuk wanita yang hendak kutemui. Tapi nenek itu akhirnya duduk juga di situ. Kasihan juga lihat wajahnya yang agak letih. Sekarang giliran saya yang kebingungan. Bagaimana kalau wanita yang hendak saya temui itu datang? Dimanakah ia akan duduk? Bagaimanakah ia akan mengenali saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam satu siang. Dia belum datang juga. Nenek itu sudah pergi sejak setengah jam yang lalu, meninggalkan bercak selingkar gelas kopi. Saya menatap ke luar jendela, berharap wanita segera datang. Tapi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam lima sore, cappucino yang ketiga yang sudah saya pesan. Tapi wanita itu tak kunjung datang juga. Saya resah. Menatap keluar sebentar-bentar. Langit masih cerah, walau dari kejauhan kelihatan awan kelabu berarakan solah ingin menyerbu kafe ini. Di manaka dia? Lupakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam enam sore, hujan memang akhirnya turun juga. Seorang ibu muda masuk dengan menggendong anaknya yang kira-kira berusia 5 tahun. Di kafe ini banyak orang yang berteduh sekalian minum kopi sambil menunggu hujan reda. Kafe pun jadi hibuk. Ibu muda itu tak menemukan kursi kosong selain kursi yang saya rencanakan untuk wanita yang ingin saya temui itu. Tapi saya tak mampu menolak dia untuk duduk di situ. Kasihan rasanya melihat dia kalang kabut sambil menggamit si bocah lima tahun yang gesitnyanya bukan main dan merengek kecapaian. Ibu itupun akhirnya duduk di kursi itu. Saya semakin gelisah. Bagaimana kalau wanita yang hendak saya temui itu datang pada saat Ibu ini masih di situ? Akankah dia dapat menemukanku nanti? Di mana ia akan duduk nanti? Di tengah-tengah gelisah itu, saya merasa ada yang membasahi celana saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial!! Ternyata si Lima Tahun itu menumpahkan kopi ibunya di atas meja dan langsung meluncur mengucur ke arah saya. Slompret, makiku dalam hati sambil tersenyum dan berkata &quot;Ah, tidak apa-apa,&quot; kepada Ibu itu saat ia berkali-kali meminta maaf atas kenakalan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam delapan malam, hujan sudah agak reda. Ibu dan si Lima Tahun itu pun sudah pergi memanggil taksi. Saya lihat ke luar jendela ke arah jalan yang hitam basah, sebasah celana hitam saya yang ketumpahan kopi tadi. Dalam hati saya bertanya-tanya, dimanakah wanita itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata saya agak berkunang-kunang, sepertinya saya sepertinya sudah mabuk kopi. Sebelas gelas telah tandas. Mabuk kopi itu mungkin kira-kira sama seperti mabuk alkohol. Saya mulai mereka-reka pertemuan yang kelak akan terjadi di sini (walau saya telah lumutan menunggu berjam-jam). Saya tersenyum sendirian. Saya juga makin gelisah. Sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sepuluh malam. Jam sebelas malam. Pelayan wanita tadi mulai menghampiri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Maaf, Pak, kami sudah hampir tutup.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lihat sekeliling kafe itu memang sudah sepi. Tinggal saya, dan beberapa pelayan yang sedang membersihkan lantai dan meja. Saya gelisah. wanita itu tak kunjung datang juga. Dan saya harus meninggalkan tempat ini dengan berat hati dan dengan celana basah bau kopi. Maka saya pun beranjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari luar kafe itu, di antara sisa hujan yang masih menggerimis, saya menengok sekilas ke balik jendela di mana saya duduk tadi. Ada siluet si pelayan yang bermata lembut dan baik hati itu sedang membersihkan meja saya. Di antara siluet itu, di kedua ujung meja itu, saya melihat ada saya dan wanita yang saya cintai sedang duduk menikmati kopi hangat dan tergelak-gelak karena pembicaraan yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun segera mempercepat langkah kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 29 Oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109904767229133088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109904767229133088?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109904767229133088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109904767229133088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/sebuah-kafe-hari-ini_31.html' title='Sebuah Kafe, Hari Ini'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109900669751035113</id><published>2004-10-31T06:33:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T06:38:17.510+07:00</updated><title type='text'>Adegan Klise Film Indonesia</title><content type='html'>Adegan-adegan yang biasanya ada dalam film-film Indonesia tahun 1970-an dan 1980-an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makan bersama keluarga. Entah maksudnya apa, pamer apa yang dimasak sama pembantu rumah tangganya, atau pamer peralatan dapur. Dan biasanya minumannya selalu jus jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cinta yang tidak disetujui orang tua. Entah sudah berapa judul film Rano Karno yang temanya beginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ayah yang selalu berbaju safari. Biasanya warnanya coklat muda, dengan 2 bolpen di kantongnya, membawa koper, dan biasanya ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Polisi yang selalu datang terlambat. Seperti biasa, polisi selalu terlambat untuk menangangi masalah dalam film Indonesia, dengan kalimat yang kaku dan khas: &quot;Ini memang buronan yang sedang kami cari, Pak!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adegan pub/bar/nightclub. Scene ini biasanya lampu remang-remang warna kemerahan, diiringi musik-musik kaya&#39; ABBA, Beegees, Kool and The Gang. Lalu minuman diberi obat perangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masuk Rumah Sakit. Biasanya karena penyakit yang baru disadari sudah stadium 2 atau 3, karena mengidap kanker, leukimia, atau jantungnya kambuh. Sangat jarang penyakitnya bengek, korengan, atau diare. Dokternya biasanya berkumis, badan agak gemuk, kacamata baca model Malcolm X, stetoskop menggantung di leher, dan biasanya ngomong : &quot;Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, kami akan berusaha semampu kami.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Adegan lari-larian di taman atau di pinggir laut sambil ketawa-ketawa kecil &quot;hahaha... hahaha...&quot; trus yang cewek menjatuhkan diri. Maksudnya romantis, tapi kok malah jadi lucu. Trus saat adegan ciuman, diganti (disensor) dengan deburan ombak atau bunga mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mau diperkosa trus nggak jadi karena jagoannya datang. Entah dari mana, tiba-tiba berantem aja sama yang mau memperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tokoh kyai/orang sakti/pemuda yang alim. Biasanya untuk ngusir setan kaya kuntilanak, arwah penasaran dan lain-lain. Banyak ditemui di film-film horor Indonesia dan biasanya selalu menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Di setiap ending film pasti disertai dengan tulisan: SEKIAN, TAMMAT, SELESAI, dan lain-lain dengan warna-warna yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kalau cowok pergi ngapel ke rumah camer biasanya bawa oleh-oleh kue tart yang norak-norak (zaman segitu belum ada black forest, sih!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kalau kuliah naik motor and berambut gondrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Cewek kalau dijemput cowoknya pakai mobil, pintunya dibukain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Adegan buang puntung rokok, terus dimatiin pake kaki. Mungkin biar sepatu boot/kulitnya keliatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kalau perpisahan bikin acara disko sendiri di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Terjadinya ML gak sengaja, gara-gara kehujanan atau pada saat hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kalau mau ketemu cewek, si cowok sisiran dulu. Rambut gondrong, diminyakin dan sisirnya ditaruh di saku belakang. Sisirnya nongol sedikit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Nama peran utamanya kalau cowok selalu JOHAN, HENDRA, ANTON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kalau naik motor nggak pake helm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Cewenya kalau habis dimarahin sama bokapnya, biasanya langsung lari ke kamar terus nangis tersedu-sedu di ranjang (biasanya film-film Oma Irama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Suka ada iklan tersembunyi, biasanya rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kalau pemeran utama cowoknya ceritanya udah jadi tua, tinggal ditambahin kumis doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kalau film silat, gadis desanya senang nyuci di kali pakai kemben, bawa bakul, kainnya cuma 2 biji. Pas lagi nyuci, datang penjahat dan langsung tuh penjahat pengen perkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Kalau film perang, kapten Belanda biasanya orang Indonesia pake wig pirang, serdadunya senang jalan-jalan keliling kampung, pas liat cewek lagi nyuci di kali, pengen perkaos juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Biasanya kisah sedihnya beruntun. Misalnya: anak sakit, nggak punya uang, mau beli obat, hujan deras, eh si emak ketabrak mobil lagi... (kalo di sinetron &quot;Janjiku&quot; si emak - Paramita Rusadi - udah ketabrak mo diperkosa ama yg nabrak lagi!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Cewek diperkosa di dalem kamar di atas tempat tidur. Cewe yang diperkosa bilang: &quot;tidak...jangan...tidak...&quot; Terus yang merkosa bilang: &quot;teriaklah sekuat-kuatnya, tidak akan ada yang mendengarkanmu...&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Anak SMA pake seragam yang lengennya dilinting, nggak cewe ngga cowo, celananya baggy, atau yang pipanya nyempit di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Rambut cewek belahannya di samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Vokal untuk theme song suaranya lirih dan mendesah desah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Kalau ada yang mau mati, pasti ninggalin pesen duluan, baru mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Suara cewe kalo lagi marah pasti jadi gembret. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Zainal Abidin kebanyakan jadi tokoh Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Kalau di film anak-anak, biasanya ibu atau bapaknya meninggal. Si anak tinggal sama ibu tiri atau bibinya, dijadiin pembokat, dimarahin. Si anak kabur ke kota, jadi gelandangan. Biasanya dipungut orang kaya, trus jadi penyanyi cilik terkenal. Biar rada dramatis sering tuh anak ditabrak mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Kalau ceweknya mau diculik, biasanya jalannya di tempat sepi yang nggak ada orang/mobil lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Kalau film eksyen, adegan berantem di jalan ramai dilanjutkan dengan kejar-kejaran. Dari kota tiba-tiba pindah ke tengah sawah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Kalau adegan daerah pelacuran, biasanya di pinggir sungai, ada becak sama warung jualan bir. Terus ada adegan WTS godain orang lewat. Kadang-kadang ada bencongnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Adegan batuk-batuk. Habis itu keluar darah...dilap tissu....dijamin abis itu pasti mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Dono Warkop selalu kebagian cewek-cewek seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Cerita SMA biasanya sering ada murid baru, biasanya cewek. Sering ada adegan cowok godain cewek pake lemparan gulungan kertas atau kapur. Surat cintanya biasanya nyasar ke temen cewek yang gendut atau ibu guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Kalau jajan di kantin biasanya makan bakso, duduk di bangku panjang kayak di warteg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Kalau lulus-lulusan biasanya kemping ke gunung, di bis nyanyi-nyanyi kayak anak TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Kalau bikin geng biasanya ada yang gendut, bencong, atau kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Jagoan SMA biasanya ketua OSIS, kalau sekolah bawa tas kecil yang ditaruh di bahu, bukunya kadang cuma satu biji, lusuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Hantu-hantu di film horor:- Biasanya yang jadi korban duluan adalah orang yang lagi ronda.- Kuntilanaknya sering jajan sate.- Dedemitnya mula-mula cakep, pas ML berubah jadi buaya atau ular.- Hantu cewek biasanya korban perkosaan yang balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dikutip dari milis Sastra Pembebasan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109900669751035113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109900669751035113?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109900669751035113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109900669751035113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/adegan-klise-film-indonesia.html' title='Adegan Klise Film Indonesia'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899265946120606</id><published>2004-10-30T02:31:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T02:44:19.460+07:00</updated><title type='text'>Surat Wasiat Jimi Hendrix</title><content type='html'>Pernah dapet surat kaleng yang mengatasnamakan &quot;penjaga makam nabi Muhammar SAW&quot;, &quot;Paus Yohannes Paulus II&quot;, &quot;penjaga kuil Dewi Kwan Im&quot;, dsb, dst? Gue sering dapetin itu sejak gue SMP (since my name appeared in some magazines). Dan lucunya, surat kaleng juga ternyata ngikutin perkembangan jaman. Dulu gue sering dapet surat kaleng melalui pos (snail mail), tetapi sekarang banyak banget yang masuk via email. Hahaha ... whatta ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi surat kaleng ini begitu mengesankan gue. Ini gue dapet dari Friendster. Mungkin sebagai lelucon parodik dari surat kaleng-surat kaleng semacam yang di atas. Jimi hendrix kasih wasiat? Sumpe&#39; lo?! Hehehe ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just read, guysz ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&quot;AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA JOHN COLTRANE DAN MILES DAVIS, WASIAT UNTUK SELURUH PENGGEMAR MUSIK DARI MICHAEL BOB-JOHN BOB, SEORANG PENJAGA MAKAM JIMI HENDRIX DI SEATTLE&quot;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pada malam tatkala hamba membaca tablature lagu Voodoo Child (Slight Return) di makam Jimi Hendrix, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Di dalam mimpi hamba bertemu dengan Jimi Hendrix, dan beliau berkata,&quot;didalam 100 musisi yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan:&lt;br /&gt;1.  Seorang gitaris tidak lagi menggunakan Marshall Stack 4 X 12.&lt;br /&gt;2.  Band banyak mengandalkan loop dan sampler, padahal mereka memiliki drummer dan pemain perkusi.&lt;br /&gt;3.  Sudah terlalu banyak band-band copycat seperti Creed, Alterbridge dan Staind yang mengotori dunia musik, terutama band dengan awalan &quot;The&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Oleh sebab itu wahai Michael Bob-John Bob, engkau sabdakan kepada semua penggemar musik di dunia supaya berbuat kebajikan dan selalu mendengarkan John Coltrane dan Miles Davis&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pesan Jimi Hendrix kepada hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdasarkan pesan Jimi Hendrix tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap penggemar musik di dunia:&lt;br /&gt;a.  Jam sessionlah dengan orang yang memainkan musik yang berbeda dengan musik yang kita mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.  Janganlah menggunakan distorsi, feedback dan wah pedal secara berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.  Belilah vinyl, tetaplah setia pada format analog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.  Buatkan mixtape atau mix CD untuk teman-teman anda, supaya mereka terbuka wawasan musiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERHATIAN:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja yang membaca surat ini hendaklah menyalin/mengcopynya untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman kepada  penghabisan/kiamat. Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, CD dan DVD akan hilang dan matahari akan dekat di atas kepala, saat itulah manusia akan panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa. Dan barangsiapa yang menyebarkan surat ini sebanyak 20 (duapuluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman anda, maka percayalah anda akan memperoleh kaset/CD/Vinyl gratis setelah dua minggu kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terbukti pada seorang manajer band, setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya. Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang surat ini, dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan surat ini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini telah menjelajah dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda. Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang kepada Anda dan keluarga Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.  Wayne Shorter, personel Weather Report, luntang-lantung setelah grupnya bubar, kemudian beliau ingat surat ini, lalu beliau menyalinnya dan menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian beliau diajak jam session oleh Carlos Santana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Lemmy Kilminster, bassis Motorhead telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda menyebarkan surat ini. John Coltrane akan meridho&#39;i niat baik Anda, selamat bertugas dan berkarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PENJAGA MAKAM JIMI HENDRIX&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Michael Bob John&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899265946120606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899265946120606?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899265946120606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899265946120606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/surat-wasiat-jimi-hendrix.html' title='Surat Wasiat Jimi Hendrix'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109904412957120067</id><published>2004-10-29T16:21:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T17:02:09.573+07:00</updated><title type='text'>XENOCOHOLIC:Antara Bogor dan Avril Lavigne</title><content type='html'>Suatu hari seorang kawan dari Jakarta bilang, &quot;Wah, ternyata perempuan Bandung itu cantik-cantik yah.&quot; Saya tersenyum sambil menimpali bahwa perempuan Bogor justru lebih cakep dan menarik dibanding dengan yang ada di Bandung. Dia juga lalu membanding-bandingkan betapa Bandung itu sangat ideal dibanding Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat suatu kali, beberapa tahun yang lalu, saya pernah menemani seorang kawan yang berasal dari Lampung ke Jakarta, dan dia berkata dengan wajah sumringah, &quot;Bujug dah, cewek Jakarta cakep-cakep yah&quot; sambil pangling melihat gedung-gedung tinggi dan mobil-mobil yang sliweran di Sudirman. &quot;Seandainya Tanjungkarang kayak gini, asli, gue demen banget dah&quot;, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xenocoholic. Saya pikir setiap orang mempunyai kecenderungan ini, yaitu kecenderungan untuk gandrung dengan sesuatu yang asing bagi dirinya. Kawan saya dari Jakarta demen cewek Bandung. Kawan saya yang dari Bandung terkagum-kagum dengan cewek Jakarta. Saya, orang Batak yang lahir dan besar di Jakarta dan kini luntang lantung di Bandung lebih menganggap perempuan Bogor lebih menarik. Orang Indonesia tergila-gila dengan budaya Amrik. Orang Amrik kesengsem dengan eksotisme Asia. Orang Asia memuji-muji Paris dan Eropa. Orang Eropa menganggap Australia lebih asyik seperti orang kota memandang desa. Orang Australia malah ngejar-ngejar budaya Sunda. Anton Chekov yang dokter itu demen ama sastra. Anak sastra ikutan politik. Politikus belajar ekonomi. Orang ekonomi malah belajar menggambar. Demikian seterusnya, dan seterusnya. Saya sengaja tidak pakai istilah xenomania, yang kalau dalam Kamus Bahasa Indonesia artinya lebih ekstrem lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xenocoholic bisa jadi disebabkan karena kita sudah merasa kenyang atau jenuh dengan apa yang kita punyai sehingga kita merambah sesuatu yang asing yang menggelitik rasa ingin tahu. Apa yang kita punyai kita anggap telah memenuhi apa yang kita inginkan sehingga kita menuju suatu tingkat pencapaian kebutuhan yang lain, seperti yang digambarkan Teori Kebutuhan-nya Abraham Maslow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bisa jadi justru kita merasa apa yang kita punyai tidak memenuhi apa yang kita inginkan, sehingga kita mengeksplorasi hal yang lain, seperti yang digambarkan si antropolog Claude Levi-Strauss dalam telaahnya tentang mengapa endogami atawa incest itu merupakan &quot;dosa universal&quot; sehingga timbullah larangan incest dalam banyak kebudayaan dan mendorong suatu anggota keluarga untuk menikahi anggota keluarga yang lain, bukan anggota keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir xenocoholic bukanlah sesuatu yang berbahaya. Karena setiap orang mengidapnya, maka itu adalah hal yang biasa, selama itu tidak bersifat patologis, destruktif atawa obsesif. Xenocoholic yang ekstrim akhirnya bisa jadi xenomania, lalu bisa berkembang jadi kecenderungan berepigon ria alias meniru-niru sehingga ia mengkonotasikan diri dengan hal yang asing itu, dan akhirnya kehilangan jatidirinya sendiri. Ini jamak terjadi ketika dunia saling mengkerutkan diri dalam nama globalisasi, dan orang-orang semacam tadilah yang kemudian disebut sebagai &quot;yang tercecer dalam kampung global&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik lagi ke cerita tentang kawan saya yang dari Jakarta itu, yang xenocoholic dengan Bandung itu. Demi mendengar saya memuji cewek Bogor, dia lalu bertanya menggoda, &quot;Eh Us, tapi kan si Avril Lavigne (penyanyi Kanada yang saya kagumi, red) itu bukan orang Bogor. Berarti dia kagak cakep dong?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lah kata siapa?! Susah amat, suruh aja dia tinggal di Bogor, atau di rumahnya ditempeli plang &#39;BOGOR&#39;, kan dia jadi cewek Bogor, dan semakin cakep aja,&quot; kelit saya nggak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya xenocoholic, tapi tidak ingin dibutakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 27 oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109904412957120067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109904412957120067?isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109904412957120067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109904412957120067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/xenocoholicantara-bogor-dan-avril.html' title='XENOCOHOLIC:Antara Bogor dan Avril Lavigne'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899182954163257</id><published>2004-10-29T02:21:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T02:30:29.540+07:00</updated><title type='text'>Be A Winner!!!</title><content type='html'>May all of you be winner.. A winner is NOT one who NEVER FAILS, but one who NEVER QUITS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A candidate for a news broadcasters post was rejected by officials since his voice was not fit for a news broadcaster. He was also told that with his obnoxiously long name, he would never be famous. He is Amitabh Bacchan - is in popular parlance, the king of Indian cinema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A schoolteacher scolded a boy for not paying attention to his mathematics and for not being able to solve simple problems. She told him that you would not become anybody in life. The boy was Albert Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A small boy - the fifth amongst seven siblings of a poor father, was selling newspapers in a small village to earn his living. He was not exceptionally smart at school but was fascinated by religion and rockets. The first rocket he built crashed. A missile that he built crashed multiple ti mes and he was made a butt of ridicule. He is the person to have scripted the Space Odyssey of India single-handedly Dr. APJ Abdul Kalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1962, four nervous young musicians played their first record audition for the executives of the Decca recording Company. The executives were not impressed. While turning down this group of musicians, one executive said, &quot;We don&#39;t like their sound. Groups of guitars are on the way out.&quot; The group was called The Beatles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1944, Emmeline Snively, director of the Blue Book Modeling Agency told modeling hopeful Norma Jean Baker, &quot;You&#39;d better learn secretarial work or else get married.&quot; She went on and became Marilyn Monroe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1954, Jimmy Denny, manager of the Grand Ole Opry, fired a singer after one performance. He told him, &quot;You ain&#39;t goin&#39; nowhere.... son. You ought to go back to drivin&#39; a truck.&quot; He went on to become Elvis Presley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Alexander Graham Bell invented the telephone in 1876, it did not ring off the hook with calls from potential backers. After making a demonstration call, President Rutherford Hayes said,&quot;That&#39;s an amazing invention, but who would ever want to see one of them?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Thomas Edison invented the light bulb, he tried over 2000 experiments before he got it to work. A young reporter asked him how it felt to fail so many times. He said, &quot;I never failed once. I invented the light bulb. It just happened to be a 2000-step process.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the 1940s, another young inventor named Chester Carlson took his idea to 20 corporations, including some of the biggest in the country. They all turned him down. In 1947, after 7 long years of rejections, he finally got a tiny company in Rochester, NY, the Haloid company, to purchase the rights to his invention -- an electrostatic paper-copying process. Haloid became Xerox Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Moral of the above Stories:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experiences of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired and success achieved.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You gain strength, experience and confidence by every experience where you really stop to look fear in the face. You must do the thing you cannot do. And remember, the finest steel gets sent through the hottest furnace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In LIFE, remember that you pass this way only once! Let&#39;s live life to the fullest and give it our extreme best. &quot;Failure is the pillar of success!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pick battles big enough to matter, small enough to win.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dikutip dari milis&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899182954163257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899182954163257?isPopup=true' title='27 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899182954163257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899182954163257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/be-winner.html' title='Be A Winner!!!'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>27</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109894581422812773</id><published>2004-10-28T13:26:00.000+07:00</published><updated>2004-10-28T13:51:41.090+07:00</updated><title type='text'>Aku Menunggumu Di Tribun Stadium</title><content type='html'>Aku lihat seorang gadis duduk di tribun stadium. Resah. &quot;Menunggu kekasihku,&quot; katanya malu-malu kepadaku. Pipinya yang berisi menyemu merah. Siang ini terik sekali. Matahari kiranya sedang bersemangat sampai-sampai panasnya menguapkan harum bunga rumput di tepian stadium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Pukul duabelas ia berjanji kepadaku. Dan sekarang sudah jam satu lebih, kekasihku belum datang juga.&quot; Tapi dia masih setia menunggu. Di bawah atap tribun cuma ada dia, si perempuan itu. Menunggu kekasihnya dengan sepenuh cinta. Dan sepenuh gelisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cenung. Bahagianya bila ada yang menungguiku dengan sepenuh rindu seperti itu. Tapi aku adalah awan yang harus selalu berarak. Selalu begitu, tanpa stasiun. Dan siapakah yang hendak menungguku? Di manakah ia akan menungguku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di manakah ia, sang kekasih yang ditunggu-tunggu perempuan itu? Keterlaluan bila ia lupa! Ingin rasanya aku mampir dan menemani sekedar mengusir gelisah. Tak baik seorang perempuan sendirian dalam ketakpastian. Tapi apa yang dapat dilakukan awan selain berarak dan melintas? Kami tak punya kata henti. Tak ada yang menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu masih menunggu. Jam dua, jam tiga, jam lima berlalu. Matahari terlalu letih kiranya membakari tanah dengan semangat menyala-nyala. Cahayanya kini redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perempuan itu masih setia menunggu sang kekasih di tribun stadium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/jatinangor, 28 oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109894581422812773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109894581422812773?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109894581422812773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109894581422812773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/aku-menunggumu-di-tribun-stadium.html' title='Aku Menunggumu Di Tribun Stadium'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899785551336427</id><published>2004-10-28T03:59:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T04:10:55.513+07:00</updated><title type='text'>TEMPO DOELOE [5]: SOERAT KABAR BINTANG BETAWI 28/10/2004</title><content type='html'>Soldadoe Blanda nama Jaffraan jang soedah menggat dari tangsi dan saban malem tjari penghidoepannja dengen dagangin prampoewan di roemah roemah makan soedah kena tangkep pada pembesar militair, tapi sia sia, tjapenja politie tangkap padanja sebab ia soedah bisa menggat lagi dari kamar toetoepannja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnja di permoelaan tahoen 1906 djalanan kreta api antara Krawang dan Padalarang baroe boleh diboeka aken goena orang banjak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaloe djalanan itoe soeda seleseh, baroe toewan Wijnmalen, Hoofd-insinjeur dari djalanan kereta api jang terseboet, ada sempat boewat pegi verlof ke Olanda, sebab soedah 10 tahoen ia mendjabat pekerdjaannja beloem pernah ia dapet verlof ke loewar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan senang djalanan itoe boleh diserahkan ke laen Insinjeur, penggantinja toewan Wijnmalen, maka pada ini waktoe pemerintah negri masih banjak harapan pada toewan Wijnmalen soepaja djalanan kereta api itoe dibikin seleseh dahoeloe, sebelomnja ia pergi ke Olanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggoe saia soedah liat ada satoe orang Selam nama Mariasan tinggal di bilangan Goenoeng Sahari saolah menangis bersama anak bininja dari sebab sedih hati jang roemahnja soedah diambil sama toean tanah lantaran tida bisa bajar wang sewa tanahnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dikutip dari Kopran Tempo, 28 Oktober 2004&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899785551336427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899785551336427?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899785551336427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899785551336427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/tempo-doeloe-5-soerat-kabar-bintang.html' title='TEMPO DOELOE [5]: SOERAT KABAR BINTANG BETAWI 28/10/2004'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899709891710884</id><published>2004-10-28T03:56:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T03:58:18.916+07:00</updated><title type='text'>TEMPO DOELOE [4]: Si Radja Djoesta</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;Si Radja Djoesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djikalaw Toewan atawa Njonja poenja waktoe, batjalah ini koran. Di halaman moeka koran Slompret Betawi tertanggal 12 Maret 1927, di podjok kiri bawah di antara iklan toekang gigi dan iklan salep koelit ada satoe iklan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;Djikalaw toewan tiada kagumbiraan sama toewan poenja bini&lt;br /&gt;Atawa poesing mikirin ini doenja jang katjo lagi penoeh djoesta&lt;br /&gt;Djikalaw toewan butuh pakansi&lt;br /&gt;Kami ada poenja tawaran bagoes&lt;br /&gt;Kami bisa bikin ati toewan tentrem lagi enak&lt;br /&gt;Hoeboengin kami poenja achli:&lt;br /&gt;Tn. Radja Acherat&lt;br /&gt;Gang Baroe 17, Oud Gondangdia, Weltevreden Batavia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dikutip dari cerpen Taman Pemulung, Nur Zain Hae, Kalam 20/2003, dengan beberapa penyesuaian&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899709891710884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899709891710884?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899709891710884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899709891710884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/tempo-doeloe-4-si-radja-djoesta.html' title='TEMPO DOELOE [4]: Si Radja Djoesta'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899684892268747</id><published>2004-10-28T03:50:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T03:54:08.923+07:00</updated><title type='text'>TEMPOE DOELOE [3]: Hadji Boeaja</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hadji Boeaja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bintang Betawi 22/10/1904&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebrapa orang besorban (hadji) soedah semboenjikan dirinja, setelah soedah trima beberapa banjak wang dari orang orang jang hendak pergi ka hadji, katanja nanti oeroesken merika itoe poenja perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka orang orang itoe soedah pertjaja apa bitjaranja itoe hadji dan soedah kasi wang padanja, tempo waktoe brangkat soedah dateng, blon djoega itoe hadji ada bawa kabar, maka baroe ia orang mendoesin jang ia orang soedah kena tipoe. Hal ini selaloe dikasi taoe pada politie. Pertjajalah lagi pada hadji boeaja itoe?&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;left&quot;&gt;&lt;br /&gt;Di pinggir oetan Pedemangan kemaren doeloe orang soedah dapet lihat mendjangan jang lagi makan roempoet. Satoe pemboeroe soedah broentoeng dapet tembak binatang itoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;dikutip dari Koran Tempo, Jumat 22 Oktober 2004&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899684892268747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899684892268747?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899684892268747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899684892268747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/tempoe-doeloe-3-hadji-boeaja.html' title='TEMPOE DOELOE [3]: Hadji Boeaja'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899663540372759</id><published>2004-10-28T03:45:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T03:50:35.403+07:00</updated><title type='text'>TEMPOE DOELOE [2]: Kowe Mahoe Tjari Kerdja?</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;PENGOEMOEMAN !!!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;DAG INLANDER,.....&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;HAJOO OERANG MELAJOE,... KOWE MAHOE KERDJA??? &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIE PERLOE KOWEOENTOEK DJADI BOEDAK ATAOE TJENTENK&lt;br /&gt;DI PERKEBOENAN-PERKEBOENAN ONDERNEMING&lt;br /&gt;KEPOENJAAN GOVERNEMENT NEDERLANDSCH INDIED&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;JIKA KOWE POENYA SJARAT DAN NJALI BERIKOET:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;1. Kowe poenja tangan koeat dan beroerat&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;2. Kowe poenja njali gede&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;3. Kowe poenja moeka kasar&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;4. Kowe poenja tinggal di wilajah Nederlandsch Indie&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;5. Kowe boekan kerabat dekat pemberontak-pemberontak ataoepoen maling ataoepoen mereka jang soedah diberantas liwat actie politioneel&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;6. Kowe beloem djadi boedak nederlander ataoepoen ondernemer ataoe toean tanah ataoe baron eropah&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;7. Kowe maoe bekerdja radjin dan netjes&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;KOWE INLANDER PERLOE DATANG KE RAWA SENAJAN&lt;br /&gt;DISANA KOWE HAROES DIPILIH LIWAT DJOERI-DJOERI JANG BERTOEGAS:&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;1. Keliling rawa Senajan 3 kali&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;2. Angkat badan liwat 30 kali&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;3. Angkat peroet liwat 30 kali&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Kowe mesti ketemoe Mevrouw Shanti, Meneer Tomo en Meneer Atmadjaja.&lt;br /&gt;Kowe nanti akan didjadikan tjentenk oentoek di Toba, Buleleng, Borneo, Tanamera, Batam, Soerabaja, Batavia en Riaoeeiland.&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Governement Nederlandsch Indie memberi oepah:&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;1. Makan 3 kali perhari dengan beras poetih dari Bangil&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;2. Istirahat siang 1 uur&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;3. Oepah dipotong padjak Governement 40 percent oentoek wang djago&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Haastig kalaoe kowe mahoe..&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Pertanggal 31 Maart 1889&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Niet Laat te Zijn Hoor..&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Batavia 1889&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;Onder de naam van Nederlandsch Indie Governor Generaal&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;H.M.S Van den Bergh S.J.J de Gooij&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899663540372759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899663540372759?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899663540372759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899663540372759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/tempoe-doeloe-2-kowe-mahoe-tjari.html' title='TEMPOE DOELOE [2]: Kowe Mahoe Tjari Kerdja?'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3649914.post-109899598335974702</id><published>2004-10-28T03:23:00.000+07:00</published><updated>2004-10-29T03:43:14.286+07:00</updated><title type='text'>TEMPO DOELOE [1]: Teks asli Putusan Kongres Pemuda 28 Oktober 1928</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDI INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia;&lt;br /&gt;Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahoen 1928 di negeri Djakarta;&lt;br /&gt;Sesoedahnja menimbang segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini;&lt;br /&gt;Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATU, TANAH INDONESIA.&lt;br /&gt;Kedoea : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.&lt;br /&gt;Ketiga : KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOEN-DJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wajib dipakai oleh segala perkoempoelan kebangsaan Indonesia. Mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannya:&lt;br /&gt;KEMAOEAN&lt;br /&gt;SEDJARAH&lt;br /&gt;BAHASA&lt;br /&gt;HOEKOEM&lt;br /&gt;ADAT&lt;br /&gt;PENDIDIKAN DAN KEPANDOEAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan di moeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/feeds/109899598335974702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/3649914/109899598335974702?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899598335974702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3649914/posts/default/109899598335974702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://firdaussiagian.blogspot.com/2004/10/tempo-doeloe-1-teks-asli-putusan.html' title='TEMPO DOELOE [1]: Teks asli Putusan Kongres Pemuda 28 Oktober 1928'/><author><name>Firdaus Siagian</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09268961908191538571</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://img.photobucket.com/albums/v426/firdauss/FirdausSiagian.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>