<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;D04GQ3c5cCp7ImA9WhVTEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154</id><updated>2012-02-24T08:12:02.928+07:00</updated><category term="Ekonomi" /><category term="Pertanian" /><category term="Peta" /><category term="Kemiskinan" /><category term="Sejarah Demak" /><category term="Lingkungan" /><category term="komunitas" /><category term="CPNS Demak" /><category term="Lebaran Ketupat" /><category term="Pendidikan" /><category term="CPNS Demak 2009" /><category term="Keluarga Berencana" /><category term="sudah di" /><category term="Sungai" /><category term="blogger demak" /><category term="Potensi Ekonomi" /><category term="Idul Fitri 1431 H" /><category term="Media Massa" /><category term="Informasi" /><category term="Politik" /><category term="BPS" /><category term="Pembangunan" /><category term="Radio Streaming" /><category term="Masjid Agung Demak" /><category term="Video" /><category term="Pariwisata" /><category term="Ketupat" /><category term="Kartu Ucapan" /><category term="Liburan sekolah" /><category term="Kupatan" /><category term="Website" /><category term="Wisata" /><category term="Pilpres" /><category term="Kependudukan" /><category term="Kacang Ijo" /><category term="Gerebeg Besar" /><category term="Suara Merdeka" /><category term="Sosial dan Budaya" /><category term="Perikanan" /><category term="Edukasi Agro" /><category term="Infrastruktur" /><category term="blogger" /><category term="Mudik Lebaran 1432 H" /><category term="Banjir" /><category term="Syawalan" /><category term="Pemerintahan" /><category term="CPNS Demak 2010" /><category term="Sosial" /><category term="Blog" /><category term="Kordinat GPS" /><title>demak - ku</title><subtitle type="html">Informasi, Catatan dan Opini Seorang Warga Demak Tentang Daerahnya</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/demak-ku" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="demak-ku" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><link rel="license" type="text/html" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/" /><logo>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</logo><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">demak-ku</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;CkIMRH8yfip7ImA9Wx5UGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1358930649134286717</id><published>2010-10-24T12:57:00.002+07:00</published><updated>2010-10-24T13:09:45.196+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-24T13:09:45.196+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial dan Budaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gerebeg Besar" /><title>Grebeg Besar, Tradisi Sakral Jadi Komersial</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s1600/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s200/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya tidak tahu sejak kapan motif ekonomi menyusup ke seluruh  sendi-sendi kehidupan masyarakat, hampir-hampir tak ada ruang yang tak  diisi dengan motif ekonomi,bahkan sampai ke ranah yang motif ekonomi  seharusnya taboo memasukinya. Setelah pendidikan dan kesehatan, kini  bidang sosial dan budaya menjadi ranah yang tak luput dari godaan manis  kapitalis. Gencarnya pemerintah menggenjot sektor pariwisata akhir-akhir  ini  turut membuka sedikit demi sedikit ruang-ruang yang tadinya haram  bagi motif ekonomi untuk bisa dimasuki agenda agenda kapitalis. Hal ini  juga di-&lt;i&gt;makmum&lt;/i&gt;-i oleh &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;masyarakat dengan wacana-wacana peningkatan  ekonomi dan pengentasan kemiskinan di mana salah satu ide kreatifnya  dengan cara bagaimana me-&lt;i&gt;monetize&lt;/i&gt; kebudayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilitan  dan jerat kesulitan ekonomi memberi stempel sah atas tindakan tersebut.  Dan masyarakat yang tertekan ekonominya merasa mendapat angin segar  karena beban berat di pundaknya bisa terangkat. Sehingga hal ini menjadi  &lt;i&gt;mafhum&lt;/i&gt; dan wajar - wajar saja bagi masyarakat serta tidak ada yang  salah. Ya tidak ada yang salah sepanjang itu untuk kepentingan dan  kebaikan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam istilah biologi  jaman SMP dulu saya pernah mendengar istilah "simbiosis mutualisme",  saya mengartikannya "kerjasama saling menguntungkan". Itu istilah  yang saya pakai untuk menggambarkan komersialisasi budaya. Jika anda  punya istilah yang tepat, kasih tahu saya ya... kenapa saya katakan  simbiosis mutualisme? Kita tentu sering mendengar bahwa banyak hasil  seni budaya dan tradisi yang ada di masyarakat kian terkubur. Banyak  yang dilupakan dan ditinggalkan oleh masyarakat. Beruntung ada kapitalis  dengan motif ekonominya menjadi dewa penyelamat agar tradisi, seni, dan  budaya itu tetap hidup. Ya ... budaya menjadi tetap hidup karena motif  ekonomi bisa masuk di dalamnya. Dan ketika tradisi, seni dan budaya  dipandang tak bisa bermanfaat secara ekonomi, ya tamatlah..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah  hal itu akan selalu menjadi "simbiosis mutualisme"? menurut saya itu  tergantung sejauh dan sekuat apa masyarakat mengawalnya. Sebab  kecenderungan rakus yang dimiliki oleh kapitalis dan potensi nafsu yang  ada pada masyarakat bisa mendorong ke arah yang buruk bagi masyarakat.  Tradisi, seni, dan budaya identik dengan pemenuhan kebutuhan psiko  sosial dan spiritual. sementara ekonomi cenderung ke arah materialistik.  Dimana mengawinkan keduanya adalah hal yang sulit, satu sama lain  saling mengendalikan. Celakanya akhir akhir ini motif ekonomi cenderung  menguasai. Tak jarang demi mendongkrak keuntungan ekonomi, mengorbankan  pakem-pakem pokok dan tujuan mulia sebuah tradis dan budaya sehingga kebutuhan masyarakat dalam aspek psikososial dan spiritual terabaikan. Caranya  dengan apa yang disebut improvisasi, kreatifitas, dan inovasi. Hal itu  bisa kita lihat di sekitar kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gerebeg Besar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt; salah  satu tradisi yang selalu dibangga - banggakan oleh masyarakat Demak,  sepertinya tidak luput dari "komersialisasi"."&lt;i&gt;Pihak EO harus setor  sekian ratus juta ke pemerintah kalo mau mengelola pasar rakyat grebeg  besar&lt;/i&gt;". Begitu inti berita yang saya dengar dari sebuah media masa dan &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;situs resmi  Pemkab Demak&lt;/a&gt;. Kabar itu kok tercium di hidung saya berbau  bau komersialisasi  ya.. Tapi entah dengan hidung anda, apakah juga mencium bau yang sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu salah? Saya nggak akan bilang salah atau benar. Toh uangnya juga ke kas negara sebagai pos penerimaan PAD Kabupaten Demak. Nanti manfaatnya kembali ke masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi tidak ada kata salah atau benar. Hanya saja ketika motif ekonomi &lt;i&gt;mengankangi&lt;/i&gt; sebuah &lt;i&gt;event&lt;/i&gt; budaya perlu di&lt;i&gt;wanti-wanti&lt;/i&gt; saja. Jangan sampai sisi kerakusan kapitalis menggerogoti sedikit demi sedikit ke sakralan sebuah event budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita lihat sejarah tradisi &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Grebeg besar &lt;/a&gt;di Demak, Tradisi ini merupakan tradisi yang ada pada zaman wali songo di mana pada waktu itu, di lingkungan Masjid Agung Demak di selenggarakan keramaian yang disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya  penyebarluasaan agama Islam oleh Wali Sanga. Keramaian itu kini dikemas dalam suatu even yang di sebut dengan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ingin menggaris bawahi kalimat "&lt;u&gt;disisipi dengan syiar-syiar keagamaan, sebagai upaya  penyebarluasaan agama Islam oleh Wali Sanga&lt;/u&gt;". Kalimat ini menurut saya sebagai pakem pokok yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar dalam penyelenggaraan even &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;. Jika dilanggar, bukan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt; lagi namanya, dan seharusnya penyelenggara malu menisbatkan atau mengakui kalo tradisi ini warisan wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Demak Bergoyang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari dalam perjalanan berangkat kerja perhatian saya tersita ke sebuah sepanduk iklan event &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Grebeg Besar&lt;/a&gt;. salah satu isi yang membuat saya mengernyitkan dahi adalah untuk memeriahkan event tersebut pihak EO akan menghadirkan sejumlah Group Hiburan yang menurut saya penampilannya selama ini 180 derajat bertolak belakang dengan syiar-syiar keagamaan yang di bawa oleh wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya Pihak EO dan pemerintah malu menampilkan group hiburan tersebut di event yang membawa label syiar islam. Pembiaran dan tindakan tutup mata oleh pemerintah dapat diartikan pemerintah merestui pertunjukan hiburan itu. Dan tidak menutup kemungkinan pada penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang pihak EO akan selalu menampilkannya karena dipandang bisa mendongkrak pendapatan. Dan pada akhirnya akan menjadi ciri khas event &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;Gerebeg Besar&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah kenapa saya tidak heran ketika saya berkunjung ke &lt;a href="http://www.youtube.com/"&gt;Youtube&lt;/a&gt; dan mengetik kata kunci "&lt;a href="http://www.youtube.com/results?search_query=demak&amp;amp;aq=f"&gt;demak&lt;/a&gt;" yang muncul bukannya syiar - syiar keagamaan seperti yang di bawa oleh wali songo, akan tetapi pertunjukan demak bergoyang. Ke-&lt;i&gt;wali&lt;/i&gt;-an Kota Wali menjadi dipertanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui tulisan ini saya memohon pada pemerintah selaku &lt;i&gt;ulil amri&lt;/i&gt; agar syiar - syiar keagamaan yang ada dalam event Gerebeg besar agar dijaga dan tidak dikotori dengan acara-acara yang bertolak belakang dengan syiar-syiar agama yang dibawa oleh wali songo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Refensi:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html"&gt;http://demak-ku.blogspot.com/2009/08/grebeg-besar-eksotika-budaya-demak.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/ekobis/964-minggu-17-oktober-2010-kelola-pasar-rakyat-grebeg-besar-harus-setor-rp-286-juta.html"&gt;http://demakkab.go.id/ekobis/964-minggu-17-oktober-2010-kelola-pasar-rakyat-grebeg-besar-harus-setor-rp-286-juta.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/153.html"&gt;http://demakkab.go.id/component/content/article/153.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-1358930649134286717?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=GOisy83_gpU:G_GE4Li58bw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1358930649134286717/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/grebeg-besar-tradisi-sakral-jadi.html#comment-form" title="18 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1358930649134286717?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1358930649134286717?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/grebeg-besar-tradisi-sakral-jadi.html" title="Grebeg Besar, Tradisi Sakral Jadi Komersial" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TMPITpPg3-I/AAAAAAAAAtA/SOvazzIrstI/s72-c/barisan+barongan+dalam+grebeg+besar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>18</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AHQ3c_eip7ImA9Wx5UFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-4941109024789789060</id><published>2010-10-19T08:09:00.002+07:00</published><updated>2010-10-19T08:28:52.942+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-19T08:28:52.942+07:00</app:edited><title>Melayani Orang Lain, Oh Indahnya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s1600/Pelayanan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s200/Pelayanan2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam sebuah perbincangan ringan di sela-sela kerja, seorang teman melontarkan pernyataan "sak ini kabeh wong golek jabatan mung kanggo golek duit numpuk bondo gak ono sing niyate kanggo nglayani masyarakat" (sekarang semua orang mencari jabatan hanya untuk mencari uang menumpuk kekayaan, tidak ada yang berniat untuk mengabdikan diri untuk melayani masyarakat/hidup membantu orang lain). Dan diapun memberikan contoh dan fakta-fakta kerakusan para pejabat dalam menumpuk kekayaan. Tak cukup dalam ranah pemerintahan, para pekerja, eksekutif perusahaan, pengusaha, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bahkan abdi masyarakat seperti guru, kyai, dan lainnya setali tiga uang tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernyataan itu seolah meniadakan kenyataan bahwa masih ada orang-orang yang memiliki jiwa sosial dan pengabdian dalam menjalankan profesi pekejaannya, serta peduli terhadap orang lain seperti Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang menjadi kesepakan semua orang, bahwa setiap orang hidup di dunia ini adalah mencari kebahagiaan. Mereka ingin hidup bahagia. Akan tetapi setiap orang mempunyai keyakinan dan cara tersendiri dalam memperoleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cara yang diyakini bisa mendatangkan kebahagiaan adalah dengan mengumpulkan sebanyak mungkin harta, bahkan dengan cara apapun. Dengan semakin banyaknya kekayaan yang dimiliki orang akan semakin bahagia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keyakinan di atas yang bertolak dari faham materialisme ini belakang makin subur dan mengakar kuat di hati masyarakat lantaran gencarnya kapitalis melakukan doktrin kepada masyarakat lewat berbagai media. Lihat saja iklan kartu kredit yang menjajikan kebahagiaan kesenangan dengan cara menikmati belanja di Mall ternama, berlibur di tempat terkenal dengan layanan hotel bintang 5. Iklan kendaraan yang menyuguhkan gengsi mengendarai kendaraan terkini, Hunian mewah dengan berbagai macam fasilitas yang lux.Bahkan film dan sinetron yang tampil di jam-jam utama tak kalah menyajikan gaya hidup materialis. Tak ayal apa yang dikonsumsi otak masyarakat sekarang menjadi patokan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena keyakinan inilah, apa yang dikatakann temen saya di atas itu benar. Orang bekerja hanya menumpuk kekayaan ansih. Apa yang dianggapnya bisa menjadi uang, mereka akan meng-uang-kannya. Mulai dari pungli berdalih uang administrasi, uang terima kasih, hingga dilegalkan melalui Surat Keputusan. Pekerjaan yang tadinya hanya satu jam selesai, karena tidak ada uang "terima kasih"nya menjadi molor hingga satu minggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ingin menumpuk uang, seorang karyawan untuk naik jabatan dan dipromosikan ia tega menyikut rekan kerja, menginjak-injak bawahannya dan tak punya malu menjilat atasannya. Sehingga suasana kerja yang nyaman tidak bisa didapati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ketika bekerja dengan tujuan dan cara seperti diatas akan mendatangkan kebahagiaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini saya tak hendak menggurui para pembaca atau siapapun, karena anda pasti punya konsep tersendiri tentang bagaimana mencapai kebahagiaan. Tapi izinkan saya untuk mengingatkan anda tentang sesuatu yang mungkin anda pernah mendengarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Semangat Berbagi dan Melayani Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di zaman dengan faham materialisme dewasa ini, spirit untuk berbagi dan melayani orang lain seperti oase di tengah padang pasir yang gersang dan panas. spirit berbagi dan melayani inilah oleh para motivator, penceramah, penasehat spiritual dirumuskan menjadi salah satu cara untuk meraih kebahagiaan. Mungkin anda pernah mendengarnya dari Mario Teguh dalam Golden Ways-nya, atau anda dapati dari Ustadz Yusuf Mansur dengan indahnya bersedekah dan buku-buku beliau, atau guru-guru yang anda kagumi menasehati untuk anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara individu maupun institusi spirit berbagi dan melayani orang lain telah banyak dipraktekkan. Sebut saja Irwan Hidayat pemilik sido muncul, dia baik secara individu maupun melalui perusahaan melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR). Individu-individu dan institusi-institusi lain juga melakukan hal yang sama. Apa hasilnya? terlepas dari motif apapun, dari berbagai penelitian perusahaan yang melakukan program CSR terbukti kesehatan perusahaanya berbanding lurus dengan program CSRnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu bagaimana dengan kita yang tidak sekaya Irwan Hidayat dan tidak memiliki perusahaan? apakah menunggu hingga jadi milyader dulu? Tentu anda tahu jawabannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah anda ditanya oleh seseorang tentang alamat suatu tempat? Ketika anda memberi jawaban dengan jelas dan ramah. kemudian si penanya merasa terbantu dengan jawaban anda dan dengan senyum penuh rasa terima kasih mengatakan "Terima kasih pak, anda sangat membantu sekali". Apa yang anda rasakan ketika mendengar ucapan itu? Kita akan merasakan senang dan bahagia manakala orang lain bisa merasakan senang berkat bantuan kita. Sekecil apapun yang bisa kita berikan saya yakin itu tidak kalah dengan apa yang para milyader berikan pada masyarakat. Karena nilainya bukan besarnya bantuan itu, tapi besarnya niat dan usaha yang kita berikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dunia kerja spirit berbagi dan melayani orang lain ini bisa kita aplikasikan, seperti melayani customer dengan sepenuh hati, memberi layanan dengan prima kepada masyarakat apabila kita kerja di institusi layanan publik. menyelesaikan tanggung jawab kita sehingga tidak membebani teman kerja sekaligus membantu meringankan pekerjaan teman, tidak mempersulit proses dan prosedur layanan dengan memungut uang yang tidak sah, dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan apa yang kita praktekan di dunia kerja seperti diatas akan membuat kita puas dan bahagia. kenapa saya bisa mengatakan seperti itu? karena saya telah membuktikannya, dan telah banyak orang yang membuktikannya. Lalu bagaimana dengan Anda??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat melayani orang lain ini akan lebih terasa dampaknya membuat seseorang merasa puas dan bahagia manakala diterapkan oleh orang yang bekerja di layanan publik seperti Rumah sakit, Birokrasi pemerintah, Layanan Telekomunikasi dsb. Sebab karyawan atau pegawai di institusi layanan publik akan membantu banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image coutesy: &lt;a href="http://warintek.slemankab.go.id/?mod=detail_berita&amp;amp;id=100"&gt;http://warintek.slemankab.go.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-4941109024789789060?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=3b-AIqkEE08:ZFaNWEWZPK8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/4941109024789789060/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/melayani-orang-lain-oh-indahnya.html#comment-form" title="13 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/4941109024789789060?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/4941109024789789060?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/melayani-orang-lain-oh-indahnya.html" title="Melayani Orang Lain, Oh Indahnya" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLzz-e52CkI/AAAAAAAAAsk/GkqXyDkvllk/s72-c/Pelayanan2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>13</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUINSXgzcCp7ImA9Wx5VF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7840000557486956720</id><published>2010-10-11T07:30:00.001+07:00</published><updated>2010-10-11T07:39:58.688+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-11T07:39:58.688+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi" /><title>Kalo Mau Informasi Tentang Demak Dimana Ya??</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s1600/prabumulih-informasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s200/prabumulih-informasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat fesbuk-an kemaren, saya dapet kesempatan chatting dengan salah seorang warga demak di perantauan. Salah satu topiknya, dia menanyakan kondisi demak saat ini gimana. Pertanyaan ini muncul dari beliau mungkin karena saya menulis blog demak-ku ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari chattingan tersebut saya berkeyakinan bahwa beberapa warga demak diperantauan ingin sekali tahu informasi terkini tentang demak. Akan tetapi tak hanya yang diperantauan, yang di demak sendiri &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;benernya juga pengen tahu sejauh mana sih perkembangan kabupaten yang dia cintai ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu isu pokok yang melatarbelakangi kenapa informasi ini penting dan mereka sangat mencarinya. Hal itu bermuara pada kondisi ekonomi. Masyarakat sangat membutuhkan berita yang bisa memberikan informasi bagaimana bisa mensejahterakan mereka. Mulai dari peluang usaha, akses layanan publik yang mudah, permodalan, cara pengembangan usaha yang berbasis pada potensi lokal demak, hingga bagaimana kehidupan sosial dan budaya di demak untuk menunjang kesejahteraan masyarakat demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi warga yang berada di demak, informasi diatas sangat penting. Bagi pelaku usaha lokal misalnya, dia ingin tahu dimana dan bagaimana bisa mengakses permodalan, bagaimana cara mengembangkan pasar, juga bagaimana cara bersaing dengan produk-produk luar negeri. Sementara bagi para pemuda, mereka butuh informasi pekerjaan, peluang usaha, dan pengembangan diri. Bila informasi tersebut tidak mereka dapati sedangkan mereka tidak tahu bagaimana bertahan hidup di Demak, yang terjadi adalah mereka akan merantau ke luar daerah mengikuti saudara, tetangga atau kenalan yang dikabarkan sukses di perantauan. Akibatnya sumber daya manusia yang potensial yang dimiliki oleh Kabupaten Demak banyak yang memilih keluar deerah. Tentu saja ini suatu kerugian besar bagi Kabupaten Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, bagi warga Demak yang diperantauan, inforamasi tentang daerah asalnya sangat mereka butuhkan kerena untuk pertimbangan bagaimana agar bisa hidup kembali menetap di tengah-tengah masyarakat Demak dengan sukses. Meskipun telah sukses di perantauan, sebagai seorang Jawa yang memiliki ikatan kekerabatan yang kuat sampai-sampai ada adagium "&lt;i&gt;mangan ra mangan sing penting ngumpul&lt;/i&gt;", keinginan kembali ke daerah hidup menetap dengan sanak saudara dikampung pasti ada di hati kecil mereka. Di samping itu sebagai putra daerah, keinginan untuk berkontribusi bagi daerahnya tentu saja akan muncul. Lebih - lebih ketika dia telah sukses, kesuksesas mereka rasanya tiada artinya kalo tidak bisa membantu saudaranya di kampung. Semangat &lt;i&gt;bali ndeso mbangun deso&lt;/i&gt; (mengutip slogan Gubernur Jateng Bibit Waluyo) tersemat di sanubari pada setiap perantau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apakah keinginan kembali ke daerah, semangat bali ndeso mbangun deso itu cukup membuat para warga perantuan mau kembali? rasanya tidak. Mereka yang ingin kembali menetap di demak, butuh informasi dan bisa memastikan bahwa ketika dia kembali ke demak bisa sesukses di luar daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Bagaimana informasi - infomasi itu bisa diperoleh dan disebar luaskan? Bagi warga yang di Demak, informasi itu bisa disebarluaskan melalui jaringan-jaringan informal yang selama ini telah terbentuk di masyarakat, seperti kelompok tani, kelompok nelayan, PKK, jamiyyah-jamiyyah atau perkumpulan-perkumpulan. Meskipun kurang merata, jaringan-jaringan ini terbukti ampuh untuk mensosialisaikan program-program pengembangan dan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu jaringan ini perlu ditingkatkan hingga seluruh lapisan masyarakat bisa memperoleh informasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara bagi warga diperantauan, informasi bisa diperoleh melalui beberapa paguyuban yang telah terbentuk atau dari mulut ke mulut antara warga perantauan dengan saudara mereka yang masih di demak. Silaturahim halal bihalal yang diadakan oleh para warga perantau dan dihadiri oleh pemerintah daerah adalah kegiatan positif guna mengembangkan informasi pengembangan Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Memanfaatkan Teknologi Informasi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di era kemajuan teknologi informasi, segala macam informsai akan sangat mudah diakses tanpa terkendala ruang dan waktu. Orang di Jakarta di luar jawa bahkan di luar negeri sekalipun akan sangat mudah mengakses informasi tentang Demak dari layar komputer atau HP mereka yang terkoneksi dengan internet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sarana teknologi telah mempermudah seseorang untuk mengakses informasi. tapi masih ada kendala yang dihadapi. Yaitu "Adakah yang mau menyediakan informasi? Sejauh mana informasi itu dibuka? dan dimana informasi itu bisa diakses?" Alhamdulillah meskipun dirasa masih kurang, beberapa informasi mengenai demak makin banyak dan mudah diakses lewat internet. Beberapa pihak mau membuka diri untuk menyediakan informasi, termasuk warga yang melalui "citizen journalistic" ikut menyumbang kabar lewat berbagai media. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui ini saya mengajak para pemangku kepentinga publik, abdi negara, pelayan masyarakat yang terhormat, untuk menyediakan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Undang - Undang No. 14 tahun 2008, tentang &lt;i&gt;Keterbukaan Informasi Publik&lt;/i&gt; yang berlaku efektif mulai awal tahun ini, mengamanatkan para pemangku kepentingan publik untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini berarti menjadi kewajiban yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah alamat-alamat url yang menyediakan informasi tentang demak:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;www.demakkab.go.id&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Situs ini adalah situs resmi pemerintah kabupaten demak, banyak informasi yang tentang demak di sini terutama berita-berita yang berhubungan dengan pemerintahan dan pembangungan kota wali. namun yang disayang sebagian informasi ini masih ada yang CoPas dari media masa, sehingga ini mengurangi keragaman informasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak_cat/2/Semarang-Metro"&gt;Suara Merdeka kolom Semarang dan sekitarnya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Di sini koran suara meredeka menyajikan berita sebagaimana yang dimuat di versi cetak. setidaknya ada minimal 3 berita yang tampil tiap harinya. Karena ini kolom Semarang dan sekitar, berita yang ditampilkan tidak hanya demak. Jadi jika dihalaman pertama tidak muncul berita dari demak, silahkan klik halaman selanjutnya sampai anda dapati berita yang berkaitan dengan demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=blogcategory&amp;amp;id=37&amp;amp;Itemid=54"&gt;Wawasan Kolom demak dan Grobogan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Berbeda dengan Suara Merdeka, Wawasan menempatkan demak pada kolom yang lebih sempit yaitu Demak-grobogan. jadi dikolom ini lebih banyak tentang demaknya. akan tetapi kelemahannya update beritanya lebih sedikit dibandingkan dengan Suara merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dinkes.demakkab.go.id/v2010/index.php"&gt;Dinkes Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Jika anda ingin informasi soal kondisi kesehatan di demak, silahkan kunjungi situs ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.for-mass.blogspot.com/"&gt;http://www.for-mass.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Ini adalah salah satu blog citizen journalistic yang berisi liputan tentang demak dan jepara.. blog ini menyediakan banyak informasi kegiatan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/daftar-blogger-demak.html"&gt;Blogger Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Ini adalah daftar para blogger yang memiliki ikatan dengan demak baik emosioal, demografi, maupun konten. Disini Anda bisa menyelami pemikiran para blogger dari demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image courtesy : &lt;a href="http://dusunlaman.net/?p=43"&gt;http://dusunlaman.net/?p=43&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-7840000557486956720?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=pXylbfdjVbA:Ebs-xi_u-Ow:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7840000557486956720/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/kalo-mau-informasi-tentang-demak-dimana.html#comment-form" title="17 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7840000557486956720?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7840000557486956720?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/kalo-mau-informasi-tentang-demak-dimana.html" title="Kalo Mau Informasi Tentang Demak Dimana Ya??" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TLJaRueGEKI/AAAAAAAAArU/TIZM4c2OGoM/s72-c/prabumulih-informasi.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>17</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMEQHg9fip7ImA9Wx5VE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2760787345404468251</id><published>2010-10-03T08:03:00.002+07:00</published><updated>2010-10-06T07:20:01.666+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-06T07:20:01.666+07:00</app:edited><title>M Fadoli Butuh Uluran Tangan Anda</title><content type="html">M Fadholi (15) warga RT 06 RW 02 Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung, mungkin tidak berharap bakal mengalami sakit yang begitu berat, dia terserang penyakit kanker ganas dibagian mulut dan gusi tujuh bulan terakhir. Kanker ini membuat anak dari pasangan Mustakim (42) dan Rubiah (39) hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur dengan mulut tak bisa bicara dan tak mampu dimasuki secuil makanan apapun serta tubuh yang semakin kurus. Karena kondisi ekonomi keluarga, Bapak Mustaqim sangat berharap ada dermawan yang mau membantu anaknya melewati cobaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kondisi M Fadholi yang memprihatinkan ini, sempat dikabarkan oleh&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt; surat kabar lokal pada tanggal 18 September lalu.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prihatin dengan kondisi yang dialami oleh M Fadholi ini, Para wartawan yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Demak membentuk Posko Peduli M Fadholi dengan tujuan untuk mempermudah apabila ada pihak-pihak yang ingin menyampaikan bantuan.. (&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Suara Merdeka 30 September 201&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pembentukan posko, alhamdulillah sejauh ini (5 Oktober 2010) KWD  telah menyalurkan bantuan para donatur sebesar 15 Juta. Meskipun  demikian keluarga Mustakim masih perlu uluran tangan para donatur. "&lt;strong&gt;Sejauh  ini, keluarga Fadholi juga masih menanggung utang biaya perawatan  di  RS sebanyak Rp 21 juta untuk penyembuhan tahap pertama. Utang biaya   perawatan itu harus dilunasi agar penderita bisa kembali dioperasi untuk   penyembuhan tahap berikutnya.&lt;/strong&gt; Lantaran lama tidak mendapat  pengobatan  selayaknya, kondisi remaja putus sekolah itu makin  memprihatinkan.  Penyakit kanker mulai menyebar ke organ tubuh lainnya" (&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/06/125714/Bantuan-untuk-Penderita-Tumor" rel="nofollow" target="_blank" title="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/10/06/125714/Bantuan-untuk-Penderita-Tumor"&gt;Suara Merdeka 6 Oktober 2010&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Melalui kesempatan ini saya mengajak diri saya, masyarakat, dan berbagai pihak untuk membantu M Fadholi. Bantuan anda insya allah sangat membantu keluarganya. Mohon sampaikan berita ini kepada teman, saudara, atau orang dekat Anda, karena mungkin teman, saudara, atau orang dekat anda memiliki kepudulian yang sama dengan anda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #073763;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Apa bila anda ingin memberikan bantukan kepad M Fadholi silahkan hubungi posko KWD peduli di nomor 085211177123 atau 08883453106.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt;&lt;b&gt;Penderita Kanker Gigi Butuh Bantuan (Suara Merdeka 18 September 2010)&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEMAK&lt;/span&gt;- M Fadholi (15) warga RT  06 RW 02 Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung terserang penyakit kanker  ganas tujuh bulan terakhir. Anak pasangan Mustaqim (42) dan Rubiah (39)  ini juga terbaring lemas di tempat tidur lantaran digerogoti penyakit  di bagian gusi dan mulut.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mustaqim menyatakan sangat membutuhkan bantuan dermawan untuk  menyembuhkan penderitaan anaknya itu. ’’Dia sudah menjalani operasi di  RS Kariadi Semarang April lalu namun tetap belum sembuh. Kondisinya kini  terus memburuk sampai-sampai tak mampu menyantap makanan lagi,’’  tuturnya, kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak pertamanya itu sekaligus sulit bicara lantaran penyakitnya  tersebut. Kanker yang awalnya menyerang gusi dan gigi kini menyebar  hingga ke bibir bagian bawah. ’’Jangankan bicara, untuk memasukkan  cairan pengganti makanan ke dalam mulut sulitnya bukan main. Kalau pun  masuk banyak yang menetes keluar hingga tak bisa masuk ke tenggorokan,’’  tambah ibunya, Rubiah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berat badan remaja berkulit putih itu menurun. Hingga kemarin, remaja  bertinggi badan 160 sentimeter itu memiliki berat tak lebih dari 40 kg.  Fadholi hanya mampu tiduran di tikar dalam kamarnya. &lt;br /&gt;
Untuk mengalihkan rasa sakitnya keluarganya menyediakan televisi di  kamarnya. Dia juga terpaksa putus sekolah lantaran penyakitnya itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;Pasien Miskin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mustaqim menuturkan keluarganya tergolong kurang mampu. Dia bekerja  sebagai penjahit berpenghasilan tak lebih Rp 30 ribu sehari. Adapun  istrinya ibu rumah tangga biasa. Herannya, Fadholi justru tidak  terdaftar pemegang kartu Jamkesmas meski berasal dari warga miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
’’Jamkesmas itu saya urus ketika Fadholi akan dioperasi di Semarang  meski tetap tak bisa diperoleh. Akhirnya saya diberi Jamkesda oleh  Pemprov Jateng sebagai pengganti Jamkesmas. Operasi menghilangkan tumor  di rongga mulut anak saya itu menghabiskan biaya Rp 31 juta. Dana dari  Jamkesda hanya Rp 8 juta dan sisanya ditanggung sendiri,’’ jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Komunitas Wartawan Demak (KWD) Bentuk Posko Peduli&lt;/a&gt; (Suara Merdeka 30 September 2010)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DEMAK - Komunitas Wartawan Demak (KWD) membentuk forum peduli terhadap  penderitaan M Fadholi (15), warga Kampung Kauman Desa/ Kecamatan Wedung  yang terserang kanker mulut. Menurut pengurus KWD Wahib Pribadi SAg MSi,  posko itu menumpang di Radio Suara Kota Wali (RSKW) untuk memudahkan  apabila ada pihak yang menyampaikan bantuan.&amp;nbsp; Disebutkan, penderita  kanker ganas yang kini putus sekolah itu membutuhkan perhatian. Orang  tuanya, Mustakim dan Rubiah tak mampu membiayai pengobatan putra  sulungnya itu. Info 085211177123/08883453106.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&amp;amp;id_beritacetak=123754"&gt;Penderita Kanker Gigi Butuh Bantuan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/30/125110/Dandim-Tinjau-Lokasi-Penghijauan"&gt;Komunitas Wartawan Demak (KWD) Bentuk Posko Peduli&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-2760787345404468251?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=g9HOcyUTgvg:CwuKILCHsIo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2760787345404468251/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/m-fadoli-butuh-uluran-tangan-anda.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2760787345404468251?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2760787345404468251?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/10/m-fadoli-butuh-uluran-tangan-anda.html" title="M Fadoli Butuh Uluran Tangan Anda" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkENR3o5fyp7ImA9Wx5WGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8664416752604625645</id><published>2010-09-30T16:49:00.004+07:00</published><updated>2010-10-02T05:04:56.427+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-02T05:04:56.427+07:00</app:edited><title>Trembesi Di Sepanjang Jalan Kudus - Semarang</title><content type="html">Setiap kali saya pergi dan pulang kerja atau kuliah di Semarang, perhatianku sedikit atau banyak selalu tersita oleh pohon trembesi yang ada di pinggir jalan. Sejak awal tahun ini, pohon trembersi yang berjumlah 2.767 pohon mulai menghiasi pinggir kanan dan kiri jalan sepanjang jalan Kudus hingga Semarang. Pohon itu kini tingginya sudah dua kali lipat dari tinggi pohon tersebut saat ditanam. Kalo dulu cuma setinggi badanku, kini rata2 tingginya dua kali tinggi badanku. Dan hampir dipastikan pohon yang ditanam bisa hidup semua.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sebenarnya sebelum pohon trembesi tersebut ditanam oleh sebuah perusahaan rokok terbesar di kota kretek melalui program CSRnya, terlebih dahulu telah ada beberapa mahoni yang tumbuh di sepanjang jalan yang sama. Akan tetapi tak semua bisa tumbuh dan berkembang hingga besar. banyak tanaman yang menjadi kerdil bahkan mati karena kalah oleh tanaman liar di sekitarnya. Dan beberapa lenyap tertebas oleh parang petugas kebersihan, karena tanaman tersebut bercampur dengan tanaman liar dan alang-alang sehingga tak teridentifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s1600/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s320/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Program penanaman pohon oleh perusahaan swasta itu mengingatkan saya pada program yang sama yang dilakukan oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu bersamaan dengan Gerakan tanam sejuta pohon yang dimotori oleh pemerintah pusat. Jumlah pohon yang ditanam sangat banyak, tidak cuma 2000an, bahkan mungkin puluhan ribu. Setiap desa diberi jatah ratusan hingga ribuan pohon. Desa saya termasuk mendapat jatah pohon yang sangat banyak, hingga pada waktu itu aparat desa bingung mau nanam dimana. Di jalan depan desa, jalan-jalan setapak menuju sawah telah tertanami, pinggir lapangan desa, hingga beberapa lahan kosong ditanami.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Namun apa yang terjadi? Dari ribuan pohon yang ditanaman hanya sedikit yang bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan di beberapa jalan setapak, tak satupun yang nampak batangnya apalagi pucuk daunya. Berbeda sekali dengan program CSR penanaman pohon trembesi oleh instansi swasta di atas. Jika Pohon trembesi yang ditanam melalui program CSR instansi swasta, 99.9 persen pohonnya bisa tumbuh dan hidup, Namun sebaliknya program penanaman sejuta pohon yang dilakukan pemerintah 99 persen pohonnya justru tak menyisakan akar dan batang.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Mengapa bisa begitu? Satu yang membedakan, "Perawatan". Tak hanya menanam, program CSR perusahaan swasta tersebut juga diikuti program perawatan. Perawatan dilakukan terus menerus hingga pohon trembesi benar-benar hidup. Saya sering menjumpai para petugas pemelihara tanaman sedang merawat pohon trembesi yang telah ditanam. Mereka memberi pupuk, menyiangi rumput, memastikan tiang penyangganya tetap berdiri, hingga mengganti tanaman yang mati dengan yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Sementara itu, program penanaman sejuta pohon yang dilakukan instansi lain yang pernah saya dengar dari media maupun saya saksikan sendiri,&amp;nbsp; hanya sekedar menanam tanpa ada tindak lanjut. Program itu sebatas memenuhi agenda. Sehabis itu tak peduli tanaman mengering mati atau habis dimakan kambing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya... merawat emang lebih susah. Dari sini kini bisa kita ambil pelajaran betapa merewat itu sangat penting,&amp;nbsp; butuh kesabaran dan sikap konsisten. Ini yang membedakan mana yang bener-bener peduli terhadap lingkungan dan mana yang hanya sekedar latah ikut tren sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://www.djarum.com/treesforlife/"&gt;&lt;span class="f"&gt;&lt;cite&gt;www.&lt;b&gt;djarum&lt;/b&gt;.com/&lt;b&gt;treesforlife&lt;/b&gt;/&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-8664416752604625645?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=hyO_J5fysb4:-xEF3G68GoQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8664416752604625645/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/trembesi-di-sepanjang-jalan-kudus.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8664416752604625645?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8664416752604625645?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/trembesi-di-sepanjang-jalan-kudus.html" title="Trembesi Di Sepanjang Jalan Kudus - Semarang" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TKXRmYwh1fI/AAAAAAAAAq4/pvCoSVMOPB0/s72-c/giring+nidji+menanam+pohon+di+demak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcAQn49eSp7ImA9Wx5WFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-8883362965008728294</id><published>2010-09-27T07:16:00.001+07:00</published><updated>2010-09-27T07:24:03.061+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-27T07:24:03.061+07:00</app:edited><title>Happy Birthday Google Yang Ke 12</title><content type="html">&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Sudah dua tahun lamanya google telah memperkenalkan blog ini ke halayak maya. Mulai dari tidak dikenal, sampai selalu nongol di halaman pertama untuk beberapa kata kunci yang berhubungan dengan kabupaten Demak.&amp;nbsp; Hampir sebagian besar pengunjung blog ini dibawa oleh google yang pada akhirnya menjadi beberapa di antara pengujung menjadi pembaca setia dengan berlangganan artikel, baik melalui email maupun feed agregrator.&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s1600/googbday10-hp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s400/googbday10-hp.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Selamat Ulang Tahun Google yang ke 12.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;Kepada para pengunjung saya memohon maaf apabila tulisan di blog ini tidak sesuai dengan hasil pencarian google yang anda inginkan. Meskipun ada beberapa ketidaksesuaian antara hasil pencaraian dengan hasil yang anda inginkan, yakinlah saya menulis untuk pengunjung bukan untuk mengakali algoritma mesing pencari.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
__________________________&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Image Courtesy: &lt;a href="http://google.com/"&gt;Google&lt;/a&gt; didesain oleh  &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wayne_Thiebaud"&gt;Wayne Thiebaud  &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-8883362965008728294?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=iM9O_xjGvaM:d-bTeCWSlRM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/8883362965008728294/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/happy-birtday-google-yang-ke-12.html#comment-form" title="16 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8883362965008728294?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/8883362965008728294?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/happy-birtday-google-yang-ke-12.html" title="Happy Birthday Google Yang Ke 12" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJ_eQmVm_MI/AAAAAAAAAqw/OJMI8EOsui0/s72-c/googbday10-hp.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>16</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYHRn8_eCp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2409151386425299251</id><published>2010-09-24T05:00:00.007+07:00</published><updated>2010-09-24T05:15:37.140+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T05:15:37.140+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertanian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kependudukan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemiskinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan</title><content type="html">Secara Geografis, Letak wilayah Demak berada di jalur perlintasan utama pantura Jateng. Kabupaten dengan sebutan Kota Wali berbatasan dengan ibu kota Jateng, yakni Kota Semarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan posisi yang strategis, kabupaten berpenduduk 1.058.938 (hasil sensus BPS 2010) seharusnya warganya makmur dan sejahtera. Namun ternyata hal itu tak serta merta membuat Demak sejajar dengan wilayah lain, baik di bidang ekonomi, sarana prasarana, hingga sember daya manusia. Bahkan beberapa tahun yang lalu termasuk sebagai daerah tertinggal.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sumber daya alam yang dimiliki Demak cukup melimpah. Dengan 14 kecamatan, luas wilayah mencapai 897,43 km2 sebagian besar merupakan lahan produktif. “Potensi sumber daya alam itulah kemudian kami garap secara optimal dengan memrioritaskan pembangunan pada sektor pertanian, pariwisata, UMKM, serta kelautan dan perikanan. Keempat sektor itu disinergikan, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat danmenekan jumlah warga miskin”, kata Bupati Tafta Zani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, optimalisasi empat sektor tersebut juga diimbangi dengan pelaksanaan pembangunan di sejumlah bidang yang menjadi  kebutuhan pokok masyarakat, seperti bidang pendidikan dan KB (kesehatan). “Pemkab juga menggalakkan pembangunan infrastruktur. Alhamdulillah dalam empat tahun terakhir ini, jumlah warga miskin berhasil kami kurangi. Di tahun 2006 yang jumlahnya mencapai 263.500 jiwa (26,03%), pada 2010 tinggal menjadi 202.240 jiwa (19.7%). Itupun belum membuat kami puas, dan akan terus bekerja keras demi terwujudnya masyarakatdalam kondisi wareg waras dan wasis,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s1600/21_09_2010_019_003_008.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pembangunan jalan" border="0" height="236" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s320/21_09_2010_019_003_008.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indikasi keberhasilan pembangunan di Demak juga terlihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP). Pada 2009 NTP Demak mencapai 99.75 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama ini. Selain itu juga terlihat dari membaiknya stabilitas  perekonomian yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai produk domestik regional bruto (PDRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 hanya RP 4,9 Triliun, meningkat menjadi Rp 5,3 Triliun pada 2009 (109,07%). Sementara PDRB atas dasar harga konstan, pada tahun 2008 tercatat sebesar Rp 2,7 Triliun, di tahun 2009 meningkat menjadi Rp 2,9 Triliun (104,14%). Sementara PDRB per kapita pada tahun 2008 sebesar Rp 4,6 juta, di tahun 2009 meningkat menjadi Rp 4,9 juta (107,7%).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penghargaan Nasional&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tafta mengaku dengan kerja keras masyarakat dan seluruh jajarannya selama ini telah memperoleh penghargaan dari Presiden Susilo Bamabang Yudoyono. Penghargaan yang dimaksud di antaranya Manggala Kaya Kencana pada tahun 2008, dan Satyalancana Wira Karya di tahun 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya merupakan penghargaan untuk kabupaten/kota yang peduli dan berhasil mengoptimalkan program KB. Selain itu juga penghargaan atas tercapainya peningkatan produksi padi yang berhasil diterima selama dua tahun berturut – turut, yakni pada tahun 2009 dan 2010. Menurut Tafta, penghargaan tersebut tidak untuk pribadi, melainkan untuk seluruh warga Demak. “Manggala Karya Kencana dan Satyalanca kaya Satya diberikan karena laju pertumbuhan penduduk di Demak terkendali. Itu semua terwujud berkat pemahaman penuh masyarakat tentang pentingnya KB”, katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan untuk menggalakkan program KB, pemkab bahkan memberi pelayanan implan (susuk) gratis kepada masyarakat. Pemkab mengalokasikan anggaran mencapai Rp 1,2 miliyar untuk pengadaan implan gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai peningkatan produksi padi yang dicapai kabupaten ini, memang selaras dengan gerakan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). P2BN lebih diarahkan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan nasional. “Makanya, presiden menaruh  perhatian besar terhadap gerakan itu, dan memberi penghargaan bagi kabupaten yang mampu menjalankannya secara optimal dengan peningkatan produksi padi sebagai tolok ukurnya”, pungkasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-2409151386425299251?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=JlBpQSUV_G4:s4wDRwmqZpM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2409151386425299251/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2409151386425299251?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2409151386425299251?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html" title="Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJuwSGsJJkI/AAAAAAAAAqc/Wiz32iBURtI/s72-c/21_09_2010_019_003_008.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYMR3g8cCp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6436963519763762392</id><published>2010-09-24T04:55:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T05:16:26.678+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T05:16:26.678+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Infrastruktur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Betonisasi Infrastruktur Dipacu</title><content type="html">UNTUK mengejar ketertinggalan dari daerah lain, lima tahun terakhir ini Demak menggalakkan pembangunan berbagai sarana infrastruktur. Pemkab meyakini, dengan sarana infrastruktur yang memadai, masyarakat akan menjadi lebih mudah menjalankan berbagai usaha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Supaya kami tidak tertinggal, maka infrastruktur yang ada harus dibenahi. Keberadaan jalan, jembatan dan berbagai sarana publik lainnya harus diwujudkan dalam kondisi layak,"kata Tafta.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s1600/21_09_2010_019_0261.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="data infrastruktur jalan di demak" border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s320/21_09_2010_019_0261.jpg" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menurut dia, sarana infrastruktur yang paling diprioritaskan adalah jalan. Maka, jalan-jalan antar kecamatan hingga jalan di desa-desa, semuanya diperbaiki. Perbaikan dilakukan&amp;nbsp; menggunakan konstruksi cor beton, aspal, hotmix dan makadam.&lt;br /&gt;
"Khusus ruas jalan yang berada di wilayah bertekstur labil, kami bangun dengan cor beton. Dengan konstruksi ini, jalan menjadi awet, sehingga perawatannya lebih mudah," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembangunan jalan beton, lanjut dia, hingga tahun 2010 telah terealisasi sepanjang 142.337 meter, sedangkan yang menggunakan aspal mencapai 101.494 meter, dan hotmix sepanjang 65.995 meter. "Tahun 2010 betonisasi kami laksanakan di 43 ruas jalan. Ruas jalan yang padat lalu lintas menjadi prioritas. Misalnya ruas jalan Buyaran - Guntur, Gajah - Dempet, Demak - Bonang, Dempet - Mintreng dan Bonang - Wedung. Alhamdulillah, ruas jalan Onggorawe Mranggen yang tergolong paling padat, tahun ini sudah mulus total."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Potensi Warga&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menjelaskan, potensi masyarakat di setiap ruas jalan kabupaten memang berlainan. Misalnya di ruas jalan Dempet Mintreng, selain potensi pertanian yang menonjol, juga terdapat potensi UMKM. Desa Prigi, Kebonagung berada di ruas jalan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di desa itu terdapat sejumlah perajin sepatu olahraga. Keberadaan jalan yang mulus, sangat membantu mereka dalam melakukan pemasaran. Ruas jalan Dempet Mintreng memiliki panjang 6.810 meter. Sejak 2006, betonisasi di ruas ini dilakukan berkelanjutan. Tahun 2010 ini, betonisasi telah mencapai 4.534 meter. Selain itu juga dilakukan pembangunan menggunakan sistem hotmik sepanjang 1.110 meter, dan aspal sepanjang 1.176 meter. "Ruas jalan ini memang termasuk prioritas," ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Demak, Ir Endang Tri Wahyuningsih, mengakui membaiknya infrastruktur di wilayah ini sangat berpengaruh terhadap upaya pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petani yang sebelumnya mendominasi sebagai Rumah Tangga Sasaran (RTS), kini telah mengalami perbaikan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, infrastruktur yang mulus sangat menguntungkan petani, terutama pada masa-masa pascapanen. Sebab, biaya transportasi untuk mengangkut hasil panen menjadi lebih murah. Imbasnya, hasil panen bisa terjual dengan harga yang relatif tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt;&amp;nbsp; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-6436963519763762392?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=RCL63OU56SY:8sGH0ceaVYM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6436963519763762392/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6436963519763762392?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6436963519763762392?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html" title="Betonisasi Infrastruktur Dipacu" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJu54AKZUfI/AAAAAAAAAqk/_kBOt7YvVik/s72-c/21_09_2010_019_0261.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQCRXk-eyp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-930128590364670828</id><published>2010-09-24T04:50:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T05:19:24.753+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T05:19:24.753+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertanian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Terobosan untuk Garap Pertanian</title><content type="html">ASISTEN II Sekda Demak, Drs Eko Pringgolaksito MM menegaskan, keberhasilan menggarap sektor pertanian menjadikan ekonomi Demak stabil. Stabilitas perekonomian terlihat dari adanya peningkatan nilai produk domestik regional bruto (PDRB).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebutkan, guna lebih memajukan sektor pertanian, pemkab juga melakukan berbagai terobosan. Misalnya melaksanakan upaya peningkatan produktivitas dan kualitas produksi pertanian, pengembangan hortikultura, pengembangan agrobisnis yang &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berwawasan lingkungan, serta peningkatan produksi komoditas yang memiliki nilai tambah. Pemkab Demak juga menyalurkan bantuan benih kepada petani, serta giat memberikan penyuluhan agar petani mampu menjalankan usaha diversifikasi pertanian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Aman Pestisida&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s1600/21_09_2010_019_038_007.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="297" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s320/21_09_2010_019_038_007.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sementara Kepala Kantor Ketahanan Pangan Demak, Ir Wahyudi menambahkan, pemkab kini juga tengah melakukan upayaupaya yang mampu mengarahkan petani semakin profesional. Misalnya dengan memfasilitasi petani jambu delima dalam program sertifikasi. Sertifikat bermanfaat mendongkrak harga jual hasil tanaman. Sertifikasi juga merupakan upaya awal untuk dapat melakukan ekspor buah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut dia, sejauh ini sertifikasi telah dilakukan petani jambu di Kelurahan Betokan Demak Kota yang tergabung dalam kelompok Sido Lancar. Mereka telah memperoleh nomor register dari Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan (OKKP) Jawa Tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk dapat mengajukan sertifikasi ke OKKP, kelompok Sido Lancar sebelumnya sudah memenuhi berbagai persyaratan. "Sertifikasi untuk kelompok Sido Lancar masuk dalam kategori Prima III. Kategori ini memberikan jaminan bahwa buah yang dihasilkan kelompok tersebut aman pestisida," terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu dekat pihaknya juga akan mengajukan sertifikasi semangka tanpa biji yang dibudidayakan petani Desa Sidomulyo, Dempet. Sejauh ini, budidaya semangka di area seluas 60 hektare tersebut menghasilkan buah berkualitas super. "Per buah, rata-rata memiliki berat 10 kilogram. Rasanya sangat manis,"ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabag Humas Setda Demak, Rudi Santosa SH menegaskan, keberhasilan pembangunan di sektor pertanian patut dilanjutkan. Pemkab akan terus menetapkan berbagai kebijakan yang propetani. "Berbagai langkah dan strategi percepatan pertanian yang dilakukan pada tahun 2010 telah disusun,"ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-930128590364670828?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=DGe_QxpYX5Q:g-u8yaFsz3g:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/930128590364670828/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/930128590364670828?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/930128590364670828?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html" title="Terobosan untuk Garap Pertanian" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvMcipiaGI/AAAAAAAAAqs/3Aax-IzxXG4/s72-c/21_09_2010_019_038_007.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4HRH45fyp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5406593940822561434</id><published>2010-09-24T04:45:00.004+07:00</published><updated>2010-09-24T05:28:55.027+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T05:28:55.027+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pertanian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Infrastruktur" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Benahi Sarana Pertanian</title><content type="html">DALAM membangun sektor pertanian, langkah kongkrit yang sudah ditempuh Pemkab Demak meliputi rehabilitasi berbagai infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani (JUT), jaringan irigasi teknis usaha tani (JITUT), sumur dangkal maupun embung. Kemudian juga upaya penumbuhan desa percontohan, membentuk desa mandiri pangan, pembibitan sapi dan domba, serta pengembangan komoditas unggulan.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s1600/21_09_2010_019_026_003.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s1600/21_09_2010_019_026_003.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s320/21_09_2010_019_026_003.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Menurut Kepala Dispertan, Ir Wibowo MM, untuk jalan usaha tani, pada tahun 2006 telah dibangun sepanjang 0,57 kilometer. Kemudian 2007 sepanjang 2,62 kilometer, 2008 (14,6 km), dan 2009 (17,0 km). Sementara JITUT, pada tahun 2006 dibangun sepanjang 3,25 kilometer, 2007 (4,90 km), 2008 (17,1 km) dan 2009 (5,00 km).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk sumur dangkal, tahun 2007 kami membuat 20 unit, tahun 2008 sebanyak 24 unit dan di tahun 2009 ada 52 unit,"katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembibitan sapi dan domba, pada tahun 2007 sebanyak 110 ekor sapi menghasilkan anakan 60 ekor, tahun 2008 sebanyak 100 ekor sapi menghasilkan anakan 86 ekor, dan di tahun 2006 - 2009 sebanyak 380 ekor domba menghasilkan anakan 130 ekor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai upaya itu telah membuahkan hasil. Selain jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, nilai tukar petani (NTP) Demak pada tahun 2009 meningkat mencapai 99,75 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi selama ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html"&gt;Berhasil Hindari Ledakan Penduduk&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;________________________&lt;br /&gt;
Sumber dan image courtesy : &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Suara Medeka Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; Halaman 19 kolom Gerbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-5406593940822561434?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=M6olrjfjWpw:miPM3_Wie0s:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5406593940822561434/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5406593940822561434?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5406593940822561434?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html" title="Benahi Sarana Pertanian" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJvAzCYWIMI/AAAAAAAAAqo/KClHyTuh5Gk/s72-c/21_09_2010_019_026_003.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcDQH09cSp7ImA9Wx5WEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6175112130671348993</id><published>2010-09-24T04:24:00.002+07:00</published><updated>2010-09-24T05:14:31.369+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-24T05:14:31.369+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga Berencana" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kependudukan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Berhasil Hindari Ledakan Penduduk</title><content type="html">EMPAT tahun terakhir Pemkab Demak kembali menggalakkan program keluarga berencana (KB). Upaya itu untuk menekan jumlah warga miskin yang berpotensi meningkat, jika terjadi ledakan penduduk. "Target kami jumlah penduduk harus tetap terkendali.&lt;br /&gt;
Maka kami kembali menggalakkan program KB,"kata Kepala Bappermas KB Kabupaten, Bambang Susetyarto SIP.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Menurut dia, angka kemiskinan di daerah ini mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir, setelah intensifikasi program KB dan pemberdayaan masyarakat. Dalam upaya menggiatkan gerakan KB, pada APBD 2010 telah disediakan anggaran Rp1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan. Sedangkan untuk pengentasan kemiskinan, tahun anggaran 2009 telah tersalurkan dana sebesar Rp 29,350 miliar melalui PNPM Mandiri Pedesaan di 13 kecamatan, serta PNPM Mandiri Perkotaan yang dipusatkan di satu kecamatan yakni Demak Kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai alokasi anggaran pengentasan kemiskinan,dia menyebutkan,ada dana sebesar Rp 22,5 miliar bersumber dari APBN dan Rp 4,8 miliar lagi dari APBD kabupaten. Alokasi anggaran tersebut untuk menunjang upaya perbaikan sarpras, kesehatan, serta bantuan permodalan usaha yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana tersebut digunakan kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan sarana prasarana infrastruktur di bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Bidang kesehatan disalurkan melalui posyandu dan PKK, sedangkan bidang pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bambang menjelaskan, dalam melaksanakan PNPM Mandiri Perdesaan dan Perkotaan, pihaknya menggunakan sistem kompetisi. Desa maupun kelurahan yang memperoleh dana tersebut harus memiliki dana pendampingan. Pemkab juga memberikan reward berupa modal kerja sebesar Rp 100 juta kepada tiga UPK PNPM Mandiri Perdesaan berprestasi. Tahun 2009 lalu, PPK Wonosalam meraih peringkat III Jateng, terkait keberhasilannya mengembangkan program pemberdayaan masyarakat. Pihaknya juga memberi bantuan perbaikan rumah sehingga layak huni atau dikenal dengan program bedah rumah. Tahun 2009 terealisasi sebanyak 410 unit. Dengan per incian, 300 unit dibiayai APBD Kabupaten, 50 unit lagi dibantu Kementerian Negara Perumahan Rakyat, dan 60 unit sisanya menggunakan dana dari Cipta Karya. Setiap rumah mendapatkan batuan senilai Rp 5 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan Penduduk Dalam rangka menggalakkan program KB, Pemkab Demak menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk pengadaan 4.000 set implan padaAPBD 2010. Alat kontrasepsi itu diberikan gratis kepada ibu-ibu usia subur sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk. Bambang menjelaskan, pelayanan KB implant yang berfungsi mencegah kehamilan lewat proses hormonal tersebut. Dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan lembaga/instansi terkait, di antaranya PKK, Dinkes, serta TNI/Polri lewat kegiatan KB Kes, dan organisasi kemasyarakatan lainnya seperti Muslimat NU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena keberhasilan menekan pertumbuhan jumlah penduduk dari 1,09 persen pada 2006 menjadi 0,63 persen pada 2007, Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM menerima penghargaan Manggala Karya Kencana. Penghargaan tertinggi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tokoh yang peduli dan berhasil mengoptimalkan program KB.&lt;br /&gt;
Sekarang ini di Demak tercatat ada 240.673 pasangan usia subur (PUS). Dari jumlah itu, sekitar 75 persen merupakan asektor KB aktif, sedangkan sisanya adalah PUS yang masih menghendaki kelahiran anak. (16) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: none repeat scroll 0% 0% rgb(235, 239, 249); border: 2px dashed rgb(194, 207, 241); margin: 0pt 20px; padding: 10px;"&gt;Tulisan ini merupakan bagian dari liputan khusus &lt;a href="http://suaramerdeka.com/"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt; &lt;a href="http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2010/09/21/INDEX.SHTML"&gt;Edisi 21 September 2010&lt;/a&gt; yang ditulis oleh Wartawan Suara Merdeka &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1500504387"&gt;&lt;b&gt;Hari Santoso&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.facebook.com/Hasan.Hidir"&gt;&lt;b&gt;Hasan Hamid&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dengan tema : &lt;b&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/b&gt;. Liputan ini memuat lima tulisan yang mengangkat 3 Sektor pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak dalam mensejahterakan masyarakat. 3 sektor yang disorot yaitu infrastruktur, pertanian dan kependudukan. Sektor ini merupakan sektor - sektor yang dianggap berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;
Baca juga empat tulisan berikut yang termuat dalam liputan khusus Suara Merdeka :  &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-berbenah-mengatasi-ketertinggalan.html"&gt;Demak Berbenah Mengatasi Ketertinggalan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/betonisasi-infrastruktur-dipacu.html"&gt;Betonisasi Infrastruktur Dipacu&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/terobosan-untuk-garap-pertanian.html"&gt;Terobosan untuk Garap Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/benahi-sarana-pertanian.html"&gt;Benahi Sarana Pertanian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-6175112130671348993?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:YwkR-u9nhCs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=YwkR-u9nhCs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=PhUYe3uvQ0s:Giiu13ysMoQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6175112130671348993/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6175112130671348993?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6175112130671348993?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/berhasil-hindari-ledakan-penduduk.html" title="Berhasil Hindari Ledakan Penduduk" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYBR3w9eSp7ImA9Wx5WFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5126470863131626916</id><published>2010-09-22T02:47:00.004+07:00</published><updated>2010-09-27T11:35:56.261+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-27T11:35:56.261+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Website" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Blog" /><title>Pak dan Bu Guru, Yuk Update Websitenya</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s1600/update.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="update" border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s200/update.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika &lt;a href="http://sawali.info/"&gt;Pak Sawali&lt;/a&gt; seorang guru di Kendal &lt;a href="http://sawali.info/2010/09/04/peluncuran-website-sekolah/"&gt;meluncurkan website sekolah&lt;/a&gt; &lt;a href="http://smp2pegandon.net/"&gt;SMPN 2 Pegandon&lt;/a&gt;, saya berkomentar yang salah satunya bahwa kebanyakan website-website sekolah yang bercokol di dunia maya itu hangat-hangat tai ayam. Semangat sekali di awal, namun lama lama jadi mlempen. Hal itu bisa dilihat dari kuantitas dan kualitas kontennya. Pada saat peluncuran website, pengelola produktif sekali menelorkan konten. Sehari bisa update lebih dari dua kali. Namun dua tiga bulan ke depan? Apakah ada tulisan baru? &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kalo ada tulisan baru, apakah itu original dan berkualitas? ataukah hanya tulisan-tulisan yang tak lebih dari sekedar &lt;i&gt;repost&lt;/i&gt; menyalin isi website lain. Demikian kira-kira gambaran saya setelah mengujungi beberapa website sekolah di Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi demikian sebenarnya tak hanya terjadi di website sekolah, tapi juga di banyak website, blog atau portal-portal lainnya. Mood, motivasi dan kondisi pengelola yang fluktuatif menjadi penyebab kenapa website bisa mandek. Tak usah jauh-jauh melihat semut di sebrang lautan, sebagai contoh adalah blog &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/"&gt;demak-ku&lt;/a&gt; ini juga sama setali tiga uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karenanya tulisan ini sebagai otokritik untuk diri saya pribadi dan masukan bagi para pengelola website sekolah, agar di tengah-tengah banjirnya informasi di dunia maya, nantinya akan ada informasi yang berkualitas dan mutakhir dari dunia pendidikan . Di mana konten yang disediakan menjadi alternatif sekaligus penyeimbang informasi-informasi yang cenderung destruktif terhadap generasi muda terutama usia sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mari Kita Perbaiki&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini saya tidak bermaksud untuk menggurui para guru atau siapapun. Pengalaman susahnya ketika dulu mengelola website &lt;a href="http://kseiundip.blogspot.com/"&gt;KSEI UNDIP&lt;/a&gt; yang pada waktu itu berdomain &lt;a href="http://www.kseiundip.org/"&gt;www.kseiundip.org&lt;/a&gt; mendorong saya sharing masalah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti mengelola blog atau website pribadi, mengelola website sekolah memiliki tantangan relatif lebih banyak dan lebih sulit. Dalam kesempatan ini saya hanya akan membahas dua hal saja, mudah mudahan ini yang paling penting dan memperi impact konstruktif. Yang pertama adalah Pengelola dan yang kedua adalah konsep website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pengelola Website&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang saya katakan, mengelola website sekolah memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan mengurusi blog pribadi. Akan tetapi pengelolaannya tidak dilakukan secara serius dan profesional. Sebagian besar website sekolah tidak memiliki organisasi atau tim pengelola. Website hanya dikerjakan oleh seorang diri yang dianggap menguasai IT walaupun hanya sedikit-sedikit. Seseorang itu memborong habis lini-lini pekerjaan pembuatan dan pengelolaan website bak seorang webmaster, mulai dari konsep, design, program, hingga administrasi konten website. Tak ayal hasilnya amburadul. Tersedianya &lt;i&gt;Content Management System &lt;/i&gt;(CMS) sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; website, ribuan design&lt;i&gt; template/theme&lt;/i&gt; website di pasaran, beragam tutorial pembuatan website, bukan berarti pekerjaan bisa ditangani seorang diri secara amatiran. Butuh seseorang yang bisa meng-&lt;i&gt;custom &lt;/i&gt;bahan-bahan tersebut agar bisa diracik menjadi website yang menarik dikunjungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah hanya dilakukan oleh seorang diri, e.... dilakukan pula di sisa tenaga dan pikiran.  Umumnya pekerjaan mengurus website ditugaskan kepada mereka yang dianggap memiliki waktu kosong di sekolah, baik itu petugas TU, atau guru yang kebetulan hanya sedikit mengampu mata pelajaran. Mereka tidak punya waktu khusus untuk update website kecuali di sisa waktu kerja mereka, itupun kalo moodnya sedang bagus. Dengan demikian apakah ada jaminan website akan &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; secara konsisten?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beranjak dari kondisi diatas, adalah menjadi keniscayaan apabila website sekolah tidak ditangani dengan cara &lt;i&gt;oneman show&lt;/i&gt;, tapi ditangani oleh sebuah tim profesional yang terdiri dari administrator dan &lt;i&gt;publisher&lt;/i&gt; atau penulis. Administrator memiliki tanggung jawab dan wewenang mengutak atik konten dan tampilan website agar tampak hidup, melakukan tanggapan dan respon atas &lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt; dari pengunjung dan memastikan website selalu &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; secara berkala dan berkesinambungan. Untuk tugas ini, ada baiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang terutama yang melek teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara publisher atau penulis menjadi penentu ada tidaknya tulisan baru muncul. Konten website berupa tulisan baik yang bersifat berita, opini, feature, karya sastra, atau sebuah gambar ilustrasi merupakan ruh dari sebuah website. Website akan hidup apabila selalu ada konten yang &lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. Dan website akan tampak mati dan ditinggalkan oleh pengujung apabila tak ada konten baru yang menarik. Untuk itu butuh seseorang atau tim yang memastikan ada tulisan baru secara berkala, apakah itu harian atau mingguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas tulis menulis konten bisa saja dilakukan dan dirangkap oleh seorang &lt;i&gt;administrator&lt;/i&gt;,  tapi dengan banyaknya tugas yang diemban &lt;i&gt;administrator&lt;/i&gt; terutama tugas utamanya di sekolah apakah mereka akan sanggup untuk konsisten menelurkan tulisan secara berkala? Sebaiknya tugas &lt;i&gt;publisher&lt;/i&gt; ini diamahkan kepada para guru baik sesuai dengan bidang ilmu yang di miliki maupun lintas bidang ilmu yang ampu. Sebagai contoh tulisan bersifat motivasi belajar dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK), tulisan bertema agama dan akhlaq diserahkan kepada para guru agama, liputan kegiatan sekolah oleh tim jurnalis sekolah atau oleh siswa. Tak menutup kemungkinan para guru menulis dengan tema bebas tanpa terikat bidang ajar yang diembannya, karena kita tahu guru tak hanya membaca dan memiliki pengetahuan di bidang yang diajarkannya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melibatkan para guru dan siswa dalam mengisi website tak hanya bermanfaat bagi perkembangan website saja, tetapi bisa menjadi media penyalur kreativitas para guru dan siswa. Sehingga para guru dan siswa terdorong untuk selalu mengembangkan kreativitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelibatan guru mengisi website tentu saja jangan sampai, mengganggu tugas utama mereka mendidik siswa. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar perlu ada pengaturan jadwal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, sebenarnya mengisi tulisan di website bisa dikatakan menjadi alternatif bagi para guru dalam mendidik dan mengajar siswanya. Jika selama ini para guru mengajar di dalam kelas yang hanya didengarkan oleh siswanya yang berada di kelas, dengan membuat tulisan di website, pemikiran para guru bisa ditangkap oleh peserta didik yang lebih luas tidak terbatas yang berada di dalam kelas. Di era teknologi informasi saat ini, di mana para pelajar menjadi terbiasa &lt;i&gt;surfing &lt;/i&gt;di internet, para pelajar menjadi kebanjiran informasi yang tak jarang memberi dampak buruk terhadap pelajar. Di sini kehadiran karya para guru di dunia internet sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan adanya tim pengelola website yang terdiri dari administrator dan publisher, diharapkan website bisa hidup dan selalu &lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Pak dan Bu Guru, mari kita &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; websitenya&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tulisan ini saya rasa dah terlalu banyak, dan akan sangat membosankan bila saya lanjutkan, maka hal kedua yaitu "konsep website", akan saya bahas dilain kesempatan. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
__________________________&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah daftar website dan blog sekolah - sekolah yang ada di Demak, bila ada yang belum tercantum mohon informasikan kepada saya di alamat email mumunto et gmail dot com:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://tpqsultanfatah.com/"&gt;TPQ Sultan Fatah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sit-permatabunda.blogspot.com/"&gt;TKIT SDIT Permata Bunda&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsalirsyad.blogspot.com/"&gt;MTs Al Irsyad Gajah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsfutuhiyyah2.wordpress.com/"&gt;MTs Futuhiyyah 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mts-itm.webnode.com/"&gt;MTs I'anatuth Thulab&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mtsnudemak.co.cc/"&gt;MTs NU Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsmafa.blogspot.com/"&gt;MTs Matholi'ul Falah Bonang Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsmungemplak.wordpress.com/"&gt;MTs Miftahul Ulum Ngemplak Mranggen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtskunir.co.cc/index.php"&gt;MTs Riyadhotul Ulum Dempet Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mtsngajah.co.cc/"&gt;MTsN Gajah Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mtsnkarangawen.blogspot.com/"&gt;MTsN Karangawen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpnegeri1demak.wordpress.com/"&gt;SMPN 1 Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1gjdmk.indosatschool.com/index.php"&gt;SMPN 1 Gajah Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp1karangawen.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Karangawen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1mranggen.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Mranggen Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn1wedung.blogspot.com/"&gt;SMPN 1 Wedung Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp2demak.sch.id/"&gt;SMPN 2 Demak&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn2mranggen.blogspot.com/"&gt;SMPN 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp3bonang.wordpress.com/"&gt;SMPN 3 Bonang Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smpn3mranggen.sch.id/"&gt;SMPN 3 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp3demak.wordpress.com/"&gt;SMPN 3 Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smp5demak.blogspot.com/"&gt;SMPN 5 Demak &lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://alirsyadgajah.blogspot.com/"&gt;MA Al Irsyad Gajah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://maibrohimiyyah.com/"&gt;MA Ibrohimiyyah Brumbung Mranggen Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://mamazroatulhudakaranganyar.blogspot.com/"&gt;MA Mazda Karanganyar Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ww2.mandemak.sch.id/html/index.php"&gt;MAN Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman1-demak.sch.id/"&gt;SMAN 1 Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smansagudemak.blogspot.com/"&gt;SMAN 1 Guntur Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sma1karanganyardemak.com/"&gt;SMAN 1 Karanganyar Demak &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sman1karangtengah-demak.sch.id/"&gt;SMAN 1 Karangtengah Demak&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman2-demak.sch.id/"&gt;SMAN 2 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://sman2-mrg.blogspot.com/"&gt;SMAN 2 Mranggen Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://smkn1demak.byethost11.com/smk/index.php"&gt;SMKN 1 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.smk2demak.dikti.net/index.htm"&gt;SMKN 2 Demak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://ypinurululum.com/"&gt;Yayasan Nurul Ulum Mranggen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://futuhiyyah.net/"&gt;Yayasan Futuhiyyah Mranggen&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Image Courtesy: &lt;a href="http://www.christian-pics.com/wallpaper.php?id=misc"&gt;http://www.christian-pics.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Modified by &lt;a href="http://gallerico.blogspot.com/"&gt;Gallerico&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-5126470863131626916?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=m-5lNJ4En7A:pGs-PUzyTqo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5126470863131626916/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/pak-dan-bu-guru-yuk-update-websitenya.html#comment-form" title="4 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5126470863131626916?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5126470863131626916?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/pak-dan-bu-guru-yuk-update-websitenya.html" title="Pak dan Bu Guru, Yuk Update Websitenya" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJkLYcgzyyI/AAAAAAAAAqM/pCnBt45z12k/s72-c/update.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>4</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkIHRXc7eCp7ImA9Wx5XF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-452924217258687493</id><published>2010-09-17T11:41:00.007+07:00</published><updated>2010-09-18T07:42:14.900+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-18T07:42:14.900+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial dan Budaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Syawalan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lebaran Ketupat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kupatan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ketupat" /><title>Asyiknya Lebaran Ketupat</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s1600/ketupat02-300x224.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s200/ketupat02-300x224.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"&lt;i&gt;Kowe iso gawe kupat mesjid ra?&lt;/i&gt;" (Kamu bisa bikin ketupan bentuknya masjid nggak?) begitu kata-kata yang pernah saya ingat waktu kecil menjelang Lebaran Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh setelah Idul Fitri. Pertanyaan itu langsung disahut oleh anak-anak lainnya dengan jawaban yang agak sok, khas anak-anak dengan nada meyakinkan "&lt;i&gt;yo iso&lt;/i&gt;". Mereka langsung menunjukkan kebolehannya menganyam lembaran janur menjadi sebuah bentuk yang menyerupai masjid, bahkan mereka sering beradu skill kecepatan membuat ketupat.Saat merangkai janur mimik mukanya nampak &lt;i&gt;spaneng&lt;/i&gt; (serius) dengan mata menatap jari-jari mungilnya yang memainkan &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sisi dalam dan luar serja ujung janur. Sesekali nampak senyum-senyum sendiri kelihatan optimis dan yakin bahwa ia akan cepat menyelesaikan anyaman. Tapi ada yang nampak gusar karena salah langkah dalam menganyam janur, sehingga harus merangkai dari awal. Bahkan ada yang jengkel merobek-merobek dan memotong janur gara selalu salah langkah dan kalah cepat dalam membuat ketupat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketupat yang dibuat, bentuknya tidak cuma satu seperti yang sering dijual di pasar-pasar dalam bentuk jadi saat menjelang lebaran ketupat. Oleh karena itu pemandangan di atas akan semakin menarik apabila masing-masing anak pamer skill mana yang bisa membuat paling banyak jenis ketupat. Ada beragam jenis ketupat yang dikenal di kampung saya, ada ketupat biasa yaitu ketupat yang biasa dijual di pasar, ada ketupat luar yang bentuknya seperti jajaran genjang, ketupat kupung yang bagian bawahnya pendek dan besar, ada ketupat masjid yang bentuknya mirip masjid, ketupat ikan yang bentuknya tipis besar menyerupai ikan bawal, ada ketupat bentuk ular yang memanjang, dan ada&amp;nbsp; ketupat bentuk burung yang punya paruh sayap dan ekor. Terus tak ketinggalan adalah lepet. bentuknya lonjong dengan isi beras ketan dan kacang merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak akan menjajal semua bentuk di atas satu per satu. Bagi mereka yang belum bisa, biasanya akan belajar dari teman-temannya, atau dari orang tua mereka. Mereka juga tidak pelit menularkan ilmu cara membuat ketupat. Tidak seperti yang diajarkan sinetron-sinetron sekarang, dikit-dikit pakai uang. Mereka punya jiwa sosial, keakraban dan saling berbagai sangat tinggi khas anak kampung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, keasyikan yang dilakukan oleh anak-anak masih bisa ditemui, Meskipun tidak seramai zaman dulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari H lebaran ketupat, orang sekampung biasanya akan pesta ketupat. Mereka dalam sehari akan makan ketupat dari sarapan pagi makan siang hingga &lt;i&gt;dinner&lt;/i&gt; bahkan di sela-sela waktu makan utama, juga akan makan ketupat. Sudah menjadi tradisi setiap keluarga akan membuat ketupat dalam jumlah banyak. Ketupat-ketupat tersebut akan dibagi-bagikan kepada para tetangga kerabat. Jadi pada hari itu&amp;nbsp; berlimpah ruah makanan yang bernama ketupat. Dalam sehari anak-anak bisa makan ketupat lebih dari lima kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari setelah shalat subuh, para warga akan berkumpul di masjid atau mushola mushola membawa ketupat dengan berbagai macam sayur dan lauk pauk. Mulai dari opor, lodeh, gudeg, soto, tahu campur, sambal goreng, hingga masakan khas demak seperti sop kerbau dan pindang kerbau. Mereka berkumpul melakukan doa meminta kepada Allah agar dikabulkan hajat dan harapannya. Selain itu juga mendoakan untuk para orang tua dan kerabat dan seluruh kaum muslimin baik yang sudah meninggal maupun yang belum agar diampuni dan diberi rahmat oleh Allah swt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melakukan doa, para warga akan makan ketupat dan sayur yang telah mereka bawa. Mereka tentu saja tidak akan memakan ketupat dan sayur yang mereka bawa sendiri. Akan tetapi mereka akan memakan ketupat yang dibawa oleh orang lain. Karena ketupat yang dibawa diniatkan untuk sedekah untuk orang lain, jadi ya nggak dinikmati sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah acara di atas, para warga pulang dan pada hari itu akan membagi-bagikan ketupat kepada tetangga dan kerabat, terutama kepada mereka yang lebih tua dan kelihatannya tidak membuat ketupat. Sehingga pemberian dan bagi-bagi ketupat ini menjadi berkah bagi para warga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian suasan perayaan lebaran ketupat yang biasa dilakukan di beberapa kampung di Demak. Perayaan lebaran ketupat ini memiliki arti dan falsafah bagi masyarakat, salah satunya yang terkenal di daerah saya adalah, bahwa ketupat dalam bahasa jawa di sebut &lt;i&gt;kupat&lt;/i&gt; merupakan akronim dari &lt;i&gt;ngaku lepat&lt;/i&gt; yang artinya mengakui kesalahan. Dengan saling memberi dan menerima ketupat berarti seseorang mengakui kesalahannya dan meminta maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara makan ketupat, harus dibelah atau dipotong, tidak boleh melepas anyaman dengan cara &lt;i&gt;diudari&lt;/i&gt; ( seperti melepas ikatan tali ditarik satu per satu hingga anyaman terurai). hal ini mengandung arti setelah mengakui kesalahan, seseorang tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Adapun filosofi atau makna dalam ketupat sendiri di setiap masyarakat sangat beragam. Anda bisa mendalami filosofi ketupat di sini: &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/09/14/123465/Kedalaman-Filosofi-Tradisi-Kupatan" rel="nofollow"&gt;Kedalaman Filosofi Tradisi Kupatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca juga liputan menarik dari blog sesama daerah: &lt;a href="http://for-mass.blogspot.com/2010/09/slametan-ketupat-lepet-di-hari-badha.html"&gt;Selametan Ketupat lepet di Hari Badha Kupat&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image Courtesy : &lt;a href="http://ant.web.id/ketupat-lebaran-budaya-kuliner-di-hari-yang-fitri.html"&gt;http://ant.web.id/ketupat-lebaran-budaya-kuliner-di-hari-yang-fitri.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-452924217258687493?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xY3BstddeOY:bPr-7ZWu8bY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/452924217258687493/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/asyiknya-lebaran-ketupat.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/452924217258687493?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/452924217258687493?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/asyiknya-lebaran-ketupat.html" title="Asyiknya Lebaran Ketupat" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TJLxPw8ByvI/AAAAAAAAAp8/DByc77b_6wE/s72-c/ketupat02-300x224.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cGQXs-cSp7ImA9Wx5XFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7621091317456187842</id><published>2010-09-14T10:00:00.006+07:00</published><updated>2010-09-14T10:30:20.559+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-14T10:30:20.559+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blogger" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="komunitas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blogger demak" /><title>Komunitas Blogger Demak</title><content type="html">&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s1600/Community_Connection.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s200/Community_Connection.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti falsafah lidi, satu lidi mudah dipatahkan seikat lidi tak mudah dipatahkan, begitu gambaran saya mengenai sebuah komunitas. Sebuah komunitas memiliki kekuatan yang luar biasa dibandingkan keberadaan seorang diri. Komunitas &lt;i&gt;Facebooker&lt;/i&gt; Dukung Koin Peduli Prita sering kali menjadi contoh dimana suara banyak orang akan lebih didengar dan diperhatikan dari pada gembar-gembor seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan seorang blogger nampaknya juga tak ubahnya sebuah lidi. Blogger yang hanya seorang diri akan lemah dan akan patah menghadapi berbagai rintangan, Sedangkan blogger yang tergabung &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;dalam sebuah komunitas akan lebih kuat kala berhadapan dengan rintangan. Seberapa kuat seorang blogger mengatasi kendala yang dihadapai? Secara internal dapat diukur dari kreativitas, produktivitas dan konsistensi seorang blogger. Sedangkan secara eksternal bisa dilihat sebarapa besar pengaruh blogger terhadap perubahan dan kemajuan lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Blogger Tak Bisa Berdiri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam diri seorang blogger acap kali timbul rasa bosan, jenuh, dan buntu mendapatkan ide. Kondisi ini akan bisa kita lihat dari konsistensi seorang blogger melakukan posting. Sering kita jumpai dalam bulan-bulan tertentu ada seorang blogger produktif sekali mengeluarkan tulisan, tapi dalam bulan-bulan berikutnya tak satupun postingan ter-&lt;i&gt;update&lt;/i&gt;. Dari sisi kualitas juga demikian, terkadang kita jumpai sebuah tulisan yang sangat bagus, bahkan mengalahkan penulis terkenal yang buku-bukunya best seller, Tapi di lain waktu kualias tulisan sangat tidak layak dilirik, bahkan tulisan asal copas aja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi yang demikian di mana mood dan ide seorang blogger begitu fluktuatif, butuh dukungan dari banyak blogger lain, terutama yang memiliki kesamaan. Di sinilah keberadaan komunitas sangat dibutuhkan untuk menjaga konsistensi seorang blogger. Sebagai contoh di saat seorang blogger tidak memiliki ide, dengan blog walking, comment, dan chatting antar sesama blogger, mungkin dia akan memperoleh sebuah bohlam 100 Watt yang menyala terang. Sehingga dia bisa menelurkan idenya itu dalam tulisan yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Satu Suara Akan Di Telan Bumi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, ketika seorang blogger melontarkan sebuah ide, seberapa kuatkah ide itu akan didengar dan diperhatikan? juga memberi perubahan? Di dunia maya di mana informasi begitu banyak dan deras mengalir, tulisan seorang blogger mungkin hanya akan dianggap sebagai sebutir pasir di padang yang luas. Orang tak mungkin memperhatikan. Suara seorang blogger hanya akan hilang ditelan bumi tanpa ada gaungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi seperti ini, blogger-blogger lain sangat dibutuhkan untuk mem-&lt;i&gt;blowup&lt;/i&gt; ide-ide perubahan konstruktif yang dilontarkan salah seorang blogger. bahkan hanya sekedar dukungan komentar, kunjungan, dan share membuat ide seorang blogger akan banyak diperhatikan dan didengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak Otak Lebih Baik dari Pada Satu Otak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang seorang blogger akan menganggap postingannya sudah sangat baik dan berkualitas. padahal kalo dilihat dari sudut pandang yang lain postingannya jauh dari layak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi-lagi, dalam kondisi demikian komunitas sangat dibutuhkan, seorang blogger butuh blogger-blogger lain untuk mematangkan idenya. Kritik, saran dan pemikiran blogger lain akan membuat tulisan seorang blogger makin berkualitas. Di samping itu, ketika ide itu dimatangkan oleh banyak orang, maka akan banyak orang yang merasa memiliki dan bersedia menyuarakannya. Sehingga kemungkinan ide itu akan didengar dan diperhatikan akan lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini saya tulis sebagai tanggapan atas dialog singkat saya dengan &lt;a href="http://www.for-mass.blogspot.com/"&gt;Pak Muin&lt;/a&gt; sebelum lebaran di facebook tentang apakah sudah ada &lt;b&gt;komunitas blogger demak&lt;/b&gt; apa belum? Juga tanggapan atas beberapa search engine yang mengarah ke blog ini dengan kata kunci "&lt;b&gt;blogger demak&lt;/b&gt;".Harapan saya, semoga akan cepat terbentuk komunitas blogger demak, sehingga mutiara-mutiara ide tentang demak yang tercecer di jagad maya bisa terkumpul dan terangkai menjadi perhiasan indah, sehingga akan diperhatikan dan memberi perubahan ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai tulisan ini saya publish saya belum memiliki konsep yang tepat tentang komunitas blogger demak, untuk sementara saya hanya bisa meng-list beberapa blogger demak &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/daftar-blogger-demak.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Bagi pengunjung yang merasa blogger demak dan belum tercantum di list, silahkan informasikan ke email saya mumunto(et)gmail.com atau tulis di form komentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi para blogger untuk membentuk komunitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Image courtesy: &lt;a href="http://www.barumenarik.co.cc/2009/11/komunitas-blogger.html" rel="nofollow"&gt;www.barumenarik.co.cc&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-7621091317456187842?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=SQsQl8Fj7Io:I2Rat1hEJoM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7621091317456187842/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/komunitas-blogger-demak.html#comment-form" title="22 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7621091317456187842?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7621091317456187842?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/komunitas-blogger-demak.html" title="Komunitas Blogger Demak" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TI7lFYpaRQI/AAAAAAAAApg/8Vwrwu3IbnA/s72-c/Community_Connection.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>22</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYERXs9cSp7ImA9Wx5XEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2430547953238119359</id><published>2010-09-09T10:30:00.001+07:00</published><updated>2010-09-09T10:31:44.569+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-09T10:31:44.569+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kartu Ucapan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Idul Fitri 1431 H" /><title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s1600/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="292" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s400/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" title="greeting card ied ul fitr 1431 H" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Seluruh pengujung yang telah berbagi dan bersilaturohim melalui blog ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanallohu Wata'ala dan mendapatkan ampunan-Nya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;----------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;NB: Bagi pengunjung yang ingin membuat greeting card dengan background di atas, silahkan download &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/EdAAQESAKVyOMKAGrQ8_sg?feat=directlink"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-2430547953238119359?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=NiKiaf0h8Zc:HFf6Cj1kkbQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2430547953238119359/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html#comment-form" title="6 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2430547953238119359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2430547953238119359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1431-h.html" title="Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIhQiCjMyvI/AAAAAAAAAoc/JvzX0HBr1KU/s72-c/greeting-card-ied-ul-fitr-1431-H.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>6</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAGQ3w6cCp7ImA9Wx5QGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-5397444754281183909</id><published>2010-09-08T00:34:00.003+07:00</published><updated>2010-09-08T05:32:02.218+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-08T05:32:02.218+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pariwisata" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wisata" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masjid Agung Demak" /><title>Masjid Agung Demak, Yuk Sambut Tamu</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s1600/demak_masjid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s200/demak_masjid.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Musim mudik lebaran 2010 telah berlangsung, setidaknya sejak 3 hari yang lalu telah telihat lalu lalang kendaraan keluarga bernopol luar kota, terutama dari Jakarta. Masjid Agung Demak yang letaknya sangat strategis dan menyimpan nilai sejarah serta spiritual, tentu saja mengundang minat para pelancong untuk mampir ke Masjid peninggalan wali songo ini. Baik untuk sekedar istirahat, makan dan sholat. Atau mengobati rasa penasaran dan kangen pada Masjid yang mungkin sebelumnya hanya dikenal dalam pelajaran sejarah atau film dokumenter sejarah islam di nusantara. Atau ada tujuan khusus &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang diniatkan saat mampir Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tuan rumah, sudah menjadi keharusan &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html"&gt;siap menyambut para pemudik&lt;/a&gt; yang bertamu di Masjid Agung Demak. Apa yang menjadi kebutuhan para peziarah perlu disediakan secara memadai, dan apa yang menjadi keluhan para pengunjung semaksimal mungkin di atasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat para pengunjung datang tidak sekedar berwisata layaknya orang berekreasi ke tempat-tempat wisata biasa, tapi ada nilai-nilai transendental di dalamnya. Oleh karena itu kekhusukan dan keikhlasan hati pengunjung jangan sampai terusik oleh hal hal yang mengganjal di hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan hal itu, saya mencoba menghadirkan beberapa saran dan kritik dari seorang pengunjung Masjid Agung Demak, yang semoga menjadi perhatian para pengelola. Dimana kritik ini ditujukan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Apabila dalam penyampaian postingan ini ada kesalahan saya mohon maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah tulisan seorang pengunjung yang saya ambil dari kolom sebuah harian nasional Kompas, dari tanggal postingan, sepertinya tulisan ini tulis setelah penulis melakukan kunjungan pada musim liburan Bulan Juli kemaren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Kalau ditanya ini musim apa, jawabannya bukan musim durian atau  rambutan, tapi musim liburan dan wisata. Musim liburan sekolah memang  sebentar lagi selesai. Namun tempat-tempat wisata tampaknya masih  dipenuhi dengan wisatawan dari berbagai daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini juga terjadi di Demak. Masjid Agung Demak juga ramai tiga  hari kemarin. Banyak bus dan mobil terparkir rapi di halaman parkir  masjid. Kebanyakan adalah rombongan ziarah walisongo yang sering  memenuhi tempat ini pada periode menjelang bulan puasa tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masjid Agung Demak adalah masjid bersejarah yang berada di pusat kota  Demak. Masjid ini dibangun oleh walisongo dari susunan tatal (serpihan  kayu) yang diikat menjadi tiang penyangga masjid. Atap masjid yang  berupa limasan merupakan gabungan kebudayaan Islam dan Hindu-Jawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari sisi historisnya, saya ingin menyoroti sisi marketing  dari masjid ini. Dengan kesohorannya dalam bidang sejarah, dan untuk  periode tertentu sebelum bulan puasa tiba, masjid ini menjadi primadona  wisata sejarah. Namun ada beberapa hal yang tampaknya wajib dibenahi  pihak pengelola masjid ini yang notabene masih dipegang para abdidalem  masjid untuk menambah sisi jual (daya tarik) masjid ini, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kebersihan kamar mandi dan tempat wudu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh ironi, masjid yang menjadi tempat ibadah memiliki fasilitas  kamar mandi yang kurang memadai. Aroma pesing dan bau-bau lain yang  tidak mengenakkan tercium saat kita menggunakan fasilitas ini. Belum  lagi kebersihannya. Seringkali lantai kamar mandi dan tempat wudu licin  sehingga membahayakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pengemis musiman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sangat mengganggu ketika memasuki area masjid adalah dengan  sambutan dari para penengadah tangan yang mengharapkan belas kasihan  dari pelancong. Saya pernah membawa tamu dari Sumatra, dan malu sendiri  ketika mereka menyambut dengan riangnya. Terkadang memaksa dan  mengerubuti wisatawan seperti nyamuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kebersihan tempat parkir dan lokasi berjualan souvenir&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi tempat parkir bus dan mobil cukup kurang bersih. Terutama jika  hujan tiba, sering terlihat dimana-mana terdapat air menggenang.  Begitupun dengan toko-toko tempat penjualan souvenir berikut dengan sang  pedagang, kurang terlihat menarik dan terkesan ala kadarnya. Sekiranya  ditata lebih baik lagi, ditambah dengan pemakaian seragam yang unik bagi  para pedagang, maka mungkin akan lebih menarik lagi.&lt;br /&gt;
Tulisan ini tidak dibuat untuk mendiskreditkan pihak tertentu, namun  sebagai masukan untuk perbaikan mutu wisata Indonesia guna mendukung  program Visit Indonesia Year 2010. Jika kita saja sebagai wisatawan  domestik masih kompalin dengan keadaan tempat wisata kita bagaimana  dengan wisatawan asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
PB&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Referensi : &lt;a href="http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/07/07/masjid-agung-demak-ayok-berbenah/"&gt;http://wisata.kompasiana.com/group/jalan-jalan/2010/07/07/masjid-agung-demak-ayok-berbenah/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Image Courtesy : &lt;a href="http://inayofa.blogspot.com/2009/11/masjid-agung-demak.html"&gt;http://inayofa.blogspot.com/2009/11/masjid-agung-demak.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-5397444754281183909?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8X3BGgcNLYQ:8qotum0yI1U:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/5397444754281183909/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/masjid-agung-demak-yuk-sambut-tamu.html#comment-form" title="7 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5397444754281183909?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/5397444754281183909?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/masjid-agung-demak-yuk-sambut-tamu.html" title="Masjid Agung Demak, Yuk Sambut Tamu" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TIZ3W-csXSI/AAAAAAAAAoY/L3PUVHZuBzU/s72-c/demak_masjid.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>7</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkMDQ3s-fCp7ImA9Wx5QF0o.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1792305947947870333</id><published>2010-09-04T11:01:00.005+07:00</published><updated>2010-09-06T19:01:12.554+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-06T19:01:12.554+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mudik Lebaran 1432 H" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kordinat GPS" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masjid Agung Demak" /><title>Demak Siap Sambut Pemudik</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s1600/mudik.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s200/mudik.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hajatan besar pulang kampung yang dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia akan segera dimulai. Sebagai daerah yang dilalui jalur mudik, Demak jauh-jauh hari telah menyiapkan diri menyambut para pemudik. Seluruh aspek yang menunjang kelancaran dan keselamatan para pemudik telah disiapkan oleh pihak dan instansi terkait. Sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri 1432 H dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak seperti tahun - tahun sebelumnya, jalur pantura yang melewati Demak saat ini terdiri dari empat lajur, sehingga kemungkinan macet tidak akan terjadi. Kondisi jalan juga mulus tidak ada lubang, hanya di beberapa titik jalan sedikit bergelombang tepatnya dari SPBU Trengguli (titik GPS: -6.876637,110.694636)&amp;nbsp; hingga Pasar Gajah (titik GPS: -6.870422,110.733465), pengendara terutama sepeda motor yang melewati daerah ini diharapkan lebih&amp;nbsp; berhati-hati. Sementara itu kemacetan yang sering terjadi di Pasar Bintoro, dapat diatasi dengan mengalihkan jalur melalui Jalur Lingkar Demak. Kemacetan di Pasar Bintoro (titik GPS: -6.890722,110.641174) biasanya terjadi pada waktu pagi hingga menjelang pukul tiga sore, sebaiknya pada jam - jam tersebut pemudik tidak melalui jalur ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendukung kelancaran mudik lebaran, sejumlah petugas gabungan dari elemen Kepolisian, TNI, Tenaga Medis, dan Satpol PP, telah dikerahkan dengan mendirikan Posko Lebaran. Posko lebaran di jalur pantura Demak tersebar di tiga titik yaitu di Sayung, Demak kota (alun-alun), dan Karanganyar. Di posko ini para pemudik bisa istirahat, dan memeriksa kondisi kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pemudik yang berombongan dengan sepeda motor, bisa meminta petugas untuk mengawal. “Kalau ada pemudik bersepeda motor yang bergerombol, maka kita siap mengawal mereka hingga ke perbatasan. Pengawalan kita berikan agar mereka terarah dalam berkendara,” Kata Kapolres Demak AKBP Wawan Ridwan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Posko Lebaran, di sepanjang Jalur pantura demak, terdapat sejumlah tempat yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk istirahat, sholat dan MCK seperti masjid-masjid besar yang memiliki area parkir yang luas. Juga sejumlah SPBU besar yang memiliki fasilitas lengkap yang mendukung para pemudik saat transit beristirahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mobil atau ponsel anda telah dilengkap fitur GPS, &lt;b&gt;berikut ini adalah kordinat GPS tempat-tempat yang bisa membantu kenyamanan mudik anda&lt;/b&gt; yang saya ambil dari &lt;a href="http://maps.google.com/"&gt;google map&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Posko Lebaran :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Sayung : -6.931695,110.539042&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Alun-alun Demak : -6.894057,110.638873&lt;br /&gt;
Posko Lebaran Karanganyar: -6.860583,110.779955&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Masjid dan SPBU dengan fasilitas yang memadai&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
Masjid Sayung : -6.941835,110.506291&lt;br /&gt;
Masjid Agung Demak : -6.894654,110.637441&lt;br /&gt;
Masjid Gajah : -6.870499,110.734835&lt;br /&gt;
Masjid Al Hidayah Wonoketingal : -6.865355,110.758956&lt;br /&gt;
Mushola Karanganyar : -6.847749,110.807692&lt;br /&gt;
SPBU Jalan Lingkar : -6.896518,110.656238&lt;br /&gt;
SPBU Wonoketingal : -6.864228,110.766145&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Titik Rawan Kemacetan&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
Pasar Bintoro (Biasa terjadi dari pagi sampai pukul 3 siang) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jangan Lupa Mampir Masjid Agung Demak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda melewati Demak, sangat disayangkan jika anda tidak mampir di Masjid Agung Demak. Ada sejumlah alasan kenapa anda musti mengunjungi Masjid Agung Demak. Masjid tertua di Pulau Jawa ini menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang tinggi. Anda bisa menyaksikan secara langsung bukti sejarah perkembangan islam di Indonesia, anda juga bisa melihat barang-barang bersejarah peninggalan kerajaan islam pertama di Jawa yang terdapat di Museum Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara sepiritual, anda bisa belajar banyak bagaimanan para wali, pemimpin islam mejalani ajaran agama di tanah jawa secara arif dan bijaksana. Ada sejumlah cerita yang mengkisahkan tentang Masjid agung demak dan para pemimpin kerajaan demak yang hanya akan anda dapat di sana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda mampir di Masjid Agung Demak, jangan lupa bawakan buah tangan khas dari Demak untuk keluarga anda di Kampung. Oleh-oleh yang tak boleh ketinggalan adalah Jambu citra dan merah delima serta Belimbing Demak. Kedua Buah ini adalah ikon daerah demak. Anda belum bisa dikatakan berkunjung ke Demak kalo belum membeli buah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi: &lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/34-berita/895-sabtu-28-agustus-2010-polres-siap-amankan-lebaran.html"&gt;Polres Siap Amankan Lebaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Image courtesy: &lt;a href="http://zonamobilindo.blogspot.com/2009/09/tips-mudik-naik-motor.html"&gt;http://zonamobilindo.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-1792305947947870333?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=rp381k-udx4:Zw3vript9uE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1792305947947870333/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html#comment-form" title="9 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1792305947947870333?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1792305947947870333?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/09/demak-siap-sambut-pemudik.html" title="Demak Siap Sambut Pemudik" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TH8xWuSBtEI/AAAAAAAAAoU/VTatUcB4RKU/s72-c/mudik.gif" height="72" width="72" /><thr:total>9</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQBQXk4eSp7ImA9Wx5WEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7456807497089046128</id><published>2010-08-30T19:10:00.008+07:00</published><updated>2010-09-23T05:09:10.731+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-23T05:09:10.731+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CPNS Demak 2010" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="CPNS Demak" /><title>Update Terbaru Informasi  CPNS DEMAK 2010</title><content type="html">&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sehubungan banyaknya pengunjung yang kesasar ke Blog &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/"&gt;Demak-ku&lt;/a&gt; ini dengan keyword "CPNS DEMAK 2010" atau "CPNSD Demak" maka saya ingin  sampaikan bahwa berdasarkan berita resmi terkini yang saya terima,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;"&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pemerintah Kabupaten demak tidak akan membuka rekruitmen CPNS pada tahun 2010" Berita lengkapnya &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/02/118932/Demak-Tak-Buka-PNS-Jalur-Umum" style="color: blue;"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;Meskipun demikian, bisa saja Pemkab  Demak mengubah rencananya. Bila memang tahun ini pemkab jadi mengadakan  rekruitmen, biasanya akan diumumkan secara resmi lewat website resmi  Pemkab Demak di &lt;a href="http://www.demakkab.go.id/"&gt;www.demakkab.go.id&lt;/a&gt;. Bila anda memang tertarik untuk menjadi PNS kabupaten Demak, silahkan selalu cek &lt;a href="http://demakkab.go.id/"&gt;website tersebut&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-7456807497089046128?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=YYbq3CF__Yc:ib_5gKVz8t4:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7456807497089046128/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/update-terbaru-informasi-cpns-demak.html#comment-form" title="10 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7456807497089046128?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7456807497089046128?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/update-terbaru-informasi-cpns-demak.html" title="Update Terbaru Informasi  CPNS DEMAK 2010" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUECR3wzcSp7ImA9Wx5QFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6264245787378942682</id><published>2010-08-28T11:46:00.003+07:00</published><updated>2010-09-05T15:01:06.289+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-05T15:01:06.289+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BPS" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kemiskinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembangunan" /><title>Jumlah Orang Miskin Di Demak Turun? So What?</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THiTOu1iREI/AAAAAAAAAoA/l4oTLUTLGO4/s1600/kemiskinan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THiTOu1iREI/AAAAAAAAAoA/l4oTLUTLGO4/s200/kemiskinan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Hore......... kemiskinan di Kabupaten Demak turun.... Begitulah gumamku ketika membaca release &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/17/113371/Jumlah-Warga-Miskin-Turun-"&gt;hasil sementara Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Demak&lt;/a&gt;. Kepala BPS Ir Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan bahwa warga miskin di Demak saat ini hanya 202.240 jiwa atau sebesar 19,7  persen dari total penduduk, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 21  persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tidak semua bereaksi sama dengan&amp;nbsp; saya ketika membaca &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berita keberhasilan pemkab demak menekan angka kemiskinan ini. Adalah lumrah ketika BPS mengeluarkan data mengenai keberhasilannya dalam mengentaskan kemiskinan, selalu ada pihak yang mengkritik dan mempertanyakannya. Mulai dari kecurigaan ada "pesanan" pemerintah untuk menaikkan popularitas, datanya tidak valid-lah, cara mengumpulkan datanya asal-asalan dan sebagainya. Kritik itu menjadi sangat kencang disuarakan manakala realitas yang ada di masyarakat tidak menunjukkan adanya perubahan kesejahteraan, dan ekspos media tentang penderitaan masyarakat begitu besar. Anda yang hidup di tengah-tengah masyarakat miskin pasti akan sangsi ketika mendengar berita angka kemiskinan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya jadi inget tulisan yang berjudul "&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/07/31/03114974/impersonalisasi.kaum.papa"&gt;Impersonalisasi Kaum Papa&lt;/a&gt;" yang ditulis oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=555837668"&gt;Rieke Diah Pitaloka (RDP)&lt;/a&gt;, Dalam tulisannya RDP mengungkapkan bahwa data kemiskinan BPS menyesatkan. Teknik pengukuran garis kemiskinan dari  Susenas telah mereduksi pengertian kemiskinan sebagai degradasi  kualitas hidup manusia secara nonkuantitatif dan personal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengkaburan realitas kemiskinan oleh angka-angka BPS digambarkan oleh RDP seperti kasus yang di alamai oleh. Jahra Febiola, Jahra adalah gadis kecil penderita tumor orbit ganas di mata kirinya dan harus menjalani operasi&amp;nbsp; Jahra tidak termasuk dalam kuota masyarakat miskin yang berhak mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Jamkesmas.Untungnya  perangkat desa berhasil memperjuangkan kartu Jaminan Kesehatan Daerah  (Jamkesda) untuk Jahra. Jadi semua pembiayaan operasi tak dibebankan  kepada ibu dan kakeknya. Ia dioperasi di RS Mata Cicendo, Bandung.  Seharusnya seminggu setelah operasi, Jahra harus mendapatkan pengobatan  lanjutan di RS Hasan Sadikin, Bandung. Namun, ia ditolak karena kartu  Jamkesdanya dianggap tidak berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan pihak rumah sakit  adalah Jahra dan ibunya tak lagi termasuk kategori keluarga tidak mampu.  Pihak rumah sakit bersikeras menolak karena sulit memverifikasinya jika  tak ada di data. Pengeluaran anggaran perawatan tak bisa tanpa data.  Bisa-bisa dianggap penyelewengan anggaran. Akar persoalan adalah data  yang harus menjadi acuan rumah sakit dalam memberi layanan kesehatan  gratis bagi rakyat miskin tak lagi mencantumkan nama Jahra. Padahal ibu  Jahra masih janda yang tak punya kerja. Hidup mereka masih bergantung  pada keringat sang kakek yang bekerja serabutan. Mereka masih miskin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo di Demak, kasus yang mungkin mirip dengan Jahra adalah &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=303485642990#"&gt;Nihla&lt;/a&gt;. Nasibnya setali tiga uang dengan Jahra, Keluarga &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=303485642990#"&gt;Nihla&lt;/a&gt; tidak punya jamkesmas, dan jamkesda yang dimilikinya tak bisa digunakan lagi. Tapi dalam kasus &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=303485642990#"&gt;Nihla&lt;/a&gt; ini, Jamkesda tidak bisa digunakan karena Anggaran dari Pemkab sudah habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan RDP ini dikritik oleh &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1235285207"&gt;Jousairi Hasbullah&lt;/a&gt; dalam tulisannya &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/08/11/0250425/interpretasi.data.statistik"&gt;Interpretasi Data Statistik&lt;/a&gt;. Interpretasi RDP terhadap data statistik Susenas yang dikeluarkan BPS tidak tepat. Dia menulis "Data kemiskinan BPS yang oleh RDP dihubungkan dengan kasus Jahra cukup sulit dipahami bagaimana mengaitkannya secara langsung. Angka kemiskinan BPS, yaitu penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, adalah data kemiskinan makro yang bersifat agregatif, tidak dapat dan memang tidak ditujukan untuk menggambarkan kemiskinan orang per orang. Hampir tidak ada kaitan antara data makro Susenas yang diperoleh dari proses sampling survei yang diulas oleh RDP dan kasus individual yang dialami oleh Jahra. Ini mengindikasikan tantangan besar kita terkait bagaimana memahami data".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jousari menjelaskan, ada data-data spesifik yang oleh dia disebut data mikro [contohnya : Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2008 (PPLS 2008)]yang bisa digunakan menjadi acuan sebuah program.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tulisannya,Jousari ingin menekankan, agar data BPS diinterpretasikan secara benar dan tepat. Di akhri tulisannya disebutkan "Kita memahami kegundahan Rieke Diah Pitaloka, tetapi kita juga semakin memahami bahwa dibutuhkan rekonsiliasi besar antara BPS sebagai produsen data dan para pemerhati pembangunan untuk senantiasa meletakkan pemaknaan data pada tempat yang semestinya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dua tulisan mereka, RDP dan Jausari, saya ingin mengatakan, Seperti apapun data yang dirilis, Rakyatlah yang paling merasakan dia miskin atau sejahtera. Data BPS yang dikeluarkan oleh Kepala BPS Kabupaten demak Ir Endang Tri Wahyuningsih, harus diinterprestasikan dengan tepat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So... ketika dikatakan "&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/17/113371/Jumlah-Warga-Miskin-Turun-"&gt;Jumlah Warga Miskin Turun&lt;/a&gt;". So What? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian apa??? Kami tunggu Interprestasi oleh para pemangku kepentingan rakyat.dan implementasi program yang tepat buat rakyat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/06/17/113371/Jumlah-Warga-Miskin-Turun-"&gt;Suara Merdeka: Jumlah Warga Miskin Turun&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/07/31/03114974/impersonalisasi.kaum.papa"&gt;Kompas: Impersonalisasi Kamu Papa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/2010/08/11/0250425/interpretasi.data.statistik"&gt;Kompas: Interpretasi Data Statistik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;Image Courtesy: &lt;a href="http://www.primaironline.com/berita/detail.php?catid=Sosial&amp;amp;artid=data-ulang-warga-miskin-penerima-jamkesmas-askeskin"&gt;Primair Online&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-6264245787378942682?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=dlB-8UoS35Y:rQnoDCrCdPc:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6264245787378942682/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/jumlah-orang-miskin-di-demak-turun-so.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6264245787378942682?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6264245787378942682?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/jumlah-orang-miskin-di-demak-turun-so.html" title="Jumlah Orang Miskin Di Demak Turun? So What?" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THiTOu1iREI/AAAAAAAAAoA/l4oTLUTLGO4/s72-c/kemiskinan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8ARXw9eSp7ImA9Wx5QFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1502229519272530100</id><published>2010-08-25T00:33:00.007+07:00</published><updated>2010-09-05T15:04:04.261+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-05T15:04:04.261+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosial dan Budaya" /><title>Tak Bisa Akses Informasi, Kalahlah Sudah</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THRNwm6jECI/AAAAAAAAAns/2S5nw2lm6_4/s1600/IMG_1665.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 164px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THRNwm6jECI/AAAAAAAAAns/2S5nw2lm6_4/s200/IMG_1665.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509113741656133666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Informasi itu dahsyat!!!! Barangkali saya tidak perlu menggembar-gemborkan lagi bagaimana hebatnya sebuah informasi. Apalagi di zaman teknologi informasi saat ini. Di zaman batu, manusia yang berototlah yang menang. Di era bercocok tanam, orang yang memiliki tanah yang luas yang beruntung. Di era industri, orang yang bermodal, yang jaya. Sedangkan di era teknologi informasi saat ini, orang yang punya informasilah yang akan diuntungkan. Kasus ganti untung lahan pengganti jalan tol yang terjadi di &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/08/23/brk,20100823-273370,id.html"&gt;Jatirunggo Kabupaten Semarang&lt;/a&gt; menjadi contoh nyata  betapa informasi membuat sejumlah pihak yang &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;memegang infomasi mengeruk banyak keuntungan, sementara para pemilik lahan tak bisa menikmati keuntungan atas pembayaran tanah dari pemerintah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemajuan teknologi informasi dan berlakunya &lt;a href="http://www.jdih.bpk.go.id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=113&amp;amp;Itemid=76"&gt;Undang - Undang Keterbukaan Informasi Publik&lt;/a&gt;, tidak serta  merta membuat masyarakat &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/"&gt;Demak&lt;/a&gt; memperoleh informasi yang menjadi hak mereka. Sebagai contoh; masyarakat belum tahu prosedur dan biaya pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, KK, dan Akta kelahiran, sehingga dimanfaatkan oleh oknum petugas untuk menarik sejumlah uang dair masyarakat dengan jumlah yang tidak wajar. Kalaupun sudah tahu, mereka tidak tahu harus kemana melapor bila terjadi tindak kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh oknum tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh lain adalah Informasi rekruitmen Tenaga Kerja Indonesia. Masyarakat memperoleh informasi rekruitmen TKI hanya dari mulut ke mulut. Atau justru dari calo TKI yang nota bene ingin mengeruk keuntungan dengan cara apapun. Oleh karena itu tidak heran jika terjadi penipuan yang merugikan calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri, bahkan tindak pidana human trafficking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Info Lowongan Kerja dan Beasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lulusan sekolah pada Juni yang lalu yang tak melanjutkan ke Jenjang lebih tinggi adalah angkatan kerja baru yang membutuhkan lapangan perkerjaan. Angkatan kerja yang lulus sekolah pada tahun-tahun sebelumnya ditambah lulusan saat ini, berapakah yang terserap oleh lapangan pekerjaan? Mereka yang tak terserap oleh lapangan pekerjaan adalah pengangguran-pengangguran yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan sekolah, serta program-program keahlihan dan wirausaha yang diadakan pemerintah. Mereka membutuhkan informasi lowongan pekerjaan dan informasi beasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi tidak semua dari mereka bisa memperoleh infomasi tersebut. Berapa banyak informasi lowongan kerja di Koran-koran, di beberapa kawan industri, berapa banyak program pelatihan kerja dan pengucuran modal yang dilakukan pemerintah, namun mereka tidak bisa mengakses informasi tersebut. Coba tanyakan pada mereka yang tinggal di ujung utara Demak seperti babalan, kedung mutih, kedung karang, tau yang tinggal ki Kotaan, Tugu Lor, atau yang tinggal di Dempet, Medini, perihal pembukaan lowongan kerja besar-besaran oleh pabrik tekstil baru yang ada di sayung? Informasi yang hanya di peroleh di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Koran yang di publikasikan hanya sehari tidak mungkin bisa akses oleh mereka yang jauh dari Demak kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari sabtu, koran lokal selalu menerbitkan informasi lowongan kerja lebih dari dua halaman. Apakah mereka membacanya? Informasi tersebut terputus dan tidak bisa diakses oleh mereka yang tinggal dari kota. Tak ada koran yang masuk ke desa yang bisa dibaca oleh semua warga desa. Coba bandingkan di kota-kota besar yang terdapat koran dinding di setiap kelurahan. Juga tak ada jaringan internet. Kalaupun ada, hanya segelintir orang yang bisa mengakses.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Butuh usaha bersama agar informasi bisa terakses oleh semua lapisan masyarakat&lt;/span&gt;. Sebab ketidaktahuan informasi membuat masyarakat seperti bertanding tanpa senjata. Mereka akan kalah dalam persaingan, mereka akan dijadikan objek yang selalu dimanfaatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
image courtesy: &lt;a href="http://www.adriaanrijkens.nl/private/index.php?option=com_mojo&amp;amp;Itemid=&amp;amp;p=63"&gt;www.adriaanrijkens.nl&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-1502229519272530100?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=KJ5LzgwBf78:Un3kZxmxKBU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1502229519272530100/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/tak-bisa-akses-informasi-kalahlah-sudah.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1502229519272530100?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1502229519272530100?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/tak-bisa-akses-informasi-kalahlah-sudah.html" title="Tak Bisa Akses Informasi, Kalahlah Sudah" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THRNwm6jECI/AAAAAAAAAns/2S5nw2lm6_4/s72-c/IMG_1665.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YDQXYzeyp7ImA9Wx5RFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-313162420722673273</id><published>2010-08-22T15:49:00.005+07:00</published><updated>2010-08-22T18:06:10.883+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-22T18:06:10.883+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Radio Streaming" /><title>Menanti RSKW Live Streaming</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THD4VPTcc9I/AAAAAAAAAnk/zo9YfKJjBwc/s1600/rskwprofil.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 443px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THD4VPTcc9I/AAAAAAAAAnk/zo9YfKJjBwc/s400/rskwprofil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508175388043146194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika posting daftar radio-radio di Demak dan Sekitarnya (Semarang, Kudus, Pati, Purwodadi, dan Jepara) yang telah live streaming, saya merasa sedih. Sebab radio yang menjadi kebanggan warga Demak, &lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/677.html"&gt;Radio Suara Kota Wali (RSKW)&lt;/a&gt; belum bisa live streaming. Postingan yang berjudul &lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/streaming-radio-di-demak-dan-sekitarnya.html"&gt;Streaming-an Radio Di Demak dan Sekitarnya&lt;/a&gt;,justru berisi radio-radio tetangga.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan telah dipasangnya &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/21/121162/Fasilitas-Internet-RSKW-"&gt;fasilitas jaringan internet di studio RSKW&lt;/a&gt;, di harapkan radio milik &lt;a href="http://demakkab.go.id/"&gt;Pemerintah Kabupaten Demak&lt;/a&gt; ini bisa menyelengarakan siaran live streaming. Server yang telah disewa oleh &lt;a href="http://www.netzone.web.id/whois.php?domain=demakkab.go.id"&gt;Pemkab dari Telkom&lt;/a&gt; dan Jaringan internet yang ada, setidaknya bisa dimanfaatkan untuk&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/streaming-radio-di-demak-dan-sekitarnya.html"&gt; live streaming&lt;/a&gt;.  Jangankan jaringan yang dimiliki oleh pemerintah, sekedar pakai modem biasa aja bisa digunakan untuk streaming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuatnya juga mudah, bahkan tidak perlu bayar. Cukup dengan software free yang beredar di pasaran sudah bisa membuat radio streaming. Software tersebut yaitu &lt;a href="http://www.icecast.org/"&gt;Icecast&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.shoutcast.com/broadcast-tools"&gt;Shoutcast&lt;/a&gt; untuk diinstal di server, dan Winamp + &lt;a href="http://www.shoutcast.com/download"&gt;ShoutcastDSP plugin for Winamp&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.oddsock.org/tools/edcast/"&gt;Edcast plug in for Winamp&lt;/a&gt; yang akan diinstal di komputer di studio. Cara membuatnya juga mudah, banyak tutorial cara membuat radio live streaming yang beredar di internet. Untuk software Icecast, cara buatnya bisa diklik &lt;a href="http://zakyfauzi.net/2010/08/10/membuat-hosting-radio-streaming-online-dengan-icecast2winamp/"&gt;di sini&lt;/a&gt;. Sedangkan cara buat live streaming dengan shoutcast bisa dilihat &lt;a href="http://www.anonkuncoro.com/money/membuat-radio-internet-streaming-dengan-shoutcast/"&gt;di sini&lt;/a&gt;. bila kurang jelas bisa seacrh di&lt;a href="http://google.com/"&gt; google&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika tidak mau repot-repot, bisa menyewa jasa profesional. Dengan jasa profesional anda bisa terima jadi bahkan di sertai manual dan training menjalankan radio live streaming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image courtesy: &lt;a href="http://demakkab.go.id/component/content/article/677.html"&gt;http://demakkab.go.id/component/content/article/677.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-313162420722673273?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=8fzi4NjYjsA:1SpKJIHRKk0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/313162420722673273/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/menanti-rskw-live-streaming.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/313162420722673273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/313162420722673273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/menanti-rskw-live-streaming.html" title="Menanti RSKW Live Streaming" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THD4VPTcc9I/AAAAAAAAAnk/zo9YfKJjBwc/s72-c/rskwprofil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YDQHg_cSp7ImA9Wx5REkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-6718613318908181148</id><published>2010-08-20T17:09:00.002+07:00</published><updated>2010-08-20T17:12:51.649+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-20T17:12:51.649+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Radio Streaming" /><title>Dengerin Radio Di Demak dan Sekitarnya Via Internet</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TG5R67sVmfI/AAAAAAAAAnc/5r0NUoltM1I/s1600/radio+streaming.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 184px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TG5R67sVmfI/AAAAAAAAAnc/5r0NUoltM1I/s200/radio+streaming.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507429467218614770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jauh dari daerah asal, sering kali menimbulkan kerinduan pada kampung  halaman. Aktivitas yang menjadi kebiasaan di kampung halaman tak ayal  menarik untuk dilakukan guna mengobati rasa rindu tanah asal tercinta.  Salah satunya adalah mendengarkan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan jangkauan sinyal radio membuat kita tidak bisa mendengarkan  radio favorit di tempat yang jauh. Namun dengan adanya teknologi  internet streaming, keterbatasan jangkauan sinyal radio dapat diatasi.  Kita bisa mendengarkan radio favorit kita di manapun berada sejauh di  situ terdapat jangkauan jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://demak-ku.blogspot.com/p/streaming-radio-di-demak-dan-sekitarnya.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt; &amp;lt;&amp;lt;&amp;lt;&amp;lt; KLIK DI SINI &amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk Mendengarkan Radio Kesayangan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;image courtesy: &lt;a href="http://www.radiocreative.com/streaming_radio.html"&gt;http://www.radiocreative.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-6718613318908181148?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=mCUaCu4sD9A:TjQzLHYr3g0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/6718613318908181148/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/dengerin-radio-di-demak-dan-sekitarnya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6718613318908181148?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/6718613318908181148?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/dengerin-radio-di-demak-dan-sekitarnya.html" title="Dengerin Radio Di Demak dan Sekitarnya Via Internet" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TG5R67sVmfI/AAAAAAAAAnc/5r0NUoltM1I/s72-c/radio+streaming.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8HSHk_fCp7ImA9Wx5QGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-7932180315097765362</id><published>2010-08-19T09:08:00.003+07:00</published><updated>2010-09-08T01:40:39.744+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-08T01:40:39.744+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Suara Merdeka" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masjid Agung Demak" /><title>Ritual I'tikaf di Masjid Agung Demak</title><content type="html">&lt;b&gt;Oleh : &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Farodlilah (SM)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THXOmn1gR4I/AAAAAAAAAn4/qz4eTvgjr-k/s1600/921e6915166d346b2f0027bfc1b5ad68.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THXOmn1gR4I/AAAAAAAAAn4/qz4eTvgjr-k/s200/921e6915166d346b2f0027bfc1b5ad68.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;SIANG yang terik di minggu pertama Ramadan, Salipah (70), terkantuk-kantuk mendengarkan lantunan ayat suci yang dilafalkan dengan indah oleh seorang hafizah (penghafal al-Qur'an). Meski terlihat lelah, Salipah tak beranjak dari duduknya. Untuk menopang tubuhnya, nenek 13 cucu ini menyandarkan punggungnya pada salah satu tiang di selasar kiri Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 14.00, acara semaan Alqur'an itu pun berakhir. Salipah dan sejumlah jamaah lainnya menyalami tangan sang hafizah, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kemudian berjalan menuju "tempat peristirahatan" mereka di sisi barat daya Masjid. Tempat itu sangat sederhana, berupa ruangan terbuka yang berada di sebelah toilet untuk jamaah putri. Di salah satu sisi dinding, bertumpuk tikar pandan dan berjejer sejumlah termos, bekal para jamaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruangan terbuka sederhana itulah, Salipah bersama sekitar lima puluh rekannya, beristirahat sejenak, untuk kemudian kembali mengikuti sesi pengajian sore selepas jamaah sholat Ashar. Nenek asal Kadilangu ini tengah menjalani ritual I'tikaf, yakni, menginap dan beraktifitas di Masjid. "Insya Allah sebulan penuh," ujarnya tersenyum saat ditemui di masjid, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salipah mengaku, dirinya telah menjalani ritual ini selama empat tahun. "Tepatnya, sejak suami saya meninggal," tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan berdiam diri di Masjid, Salipah yang telah memiliki empat orang cicit ini merasa tenang. Di hari tua, dia ingin lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, terutama di bulan Ramadan. "Sudah tua, sudah bebas dari tanggungan dunia," katanya beralasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama Ramadan, Salipah meninggalkan kenyamanan rumah dan kehangatan keluarganya di Kadilangu untuk beri'tikaf di masjid. Dia hanya membawa bekal seadanya untuk bertahan hidup selama di masjid. Untuk tidur, nenek yang mengaku berusia 70 tahun ini hanya berbekal tikar pandan tipis, tanpa bantal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan makanan sahur dan berbuka, dia dan jamaah i'tikaf lainnya seringkali mendapat jatah makan dari pengelola masjid. "Kalaupun tidak dapat jatah, ya, beli. Di depan masjid banyak yang jualan," ujarnya enteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan mandi dan mencuci pakaian, dia lakukan di dalam kompleks masjid. "Ya, pokoknya tak boleh keluar masjid," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laku Salipah sebagai pencari berkah Ramadan diikuti pula oleh Muamanah (75). Yang berbeda, Muamanah tidak menginap di masjid. "Setiap sore selepas pengajian, saya pulang. Esok subuh kembali lagi," tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perempuan renta yang telah memiliki 12 cucu dan 1 cicit ini mengaku, telah sejak lama mengikuti pengajian Ramadan di Masjid Agung Demak. "Rumah saya dekat masjid. Di belakang pasar Bintoro itu. Jadi, ya, memang sering ikut pengajian di sini," ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muamanah mengaku senang mengikuti pengajian di Masjid Agung Demak, karena dirinya dapat beribadah secara maksimal, menghabiskan waktu tuanya dengan bermanfaat. Terlebih selama Ramadan, banyak perempuan seusianya yang datang dari berbagai penjuru Demak untuk beri'tikaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus menginap&lt;br /&gt;
I'tikaf, menurut Imam Abu Bakar ibn Muhammad al-Khusaini, adalah ibadah sunnah yang dianjurkan dilakukan setiap waktu, terutama di sepertiga akhir bulan Ramadan. Ibadah ini, sebagaimana dijelaskan secara rinci dalam kitab karangannya, Kifayatul Akhyar, mensyaratkan seseorang berdiam diri di masjid, tidak boleh keluar dari kompleks bangunan masjid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat tidak boleh melewati batas bangunan masjid inilah, yang membuat tak semua orang dapat dengan mudah melakukannya. Untuk bisa khusyu beri'tikaf, seseorang memang harus benar-benar "lepas dari tanggungan dunia", seperti kata Salipah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber &amp;amp; Image Coutesy: &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/ramadan/ramadan_detail/54227/Meraup-Berkah-Ramadan-di-Masjid-Wali"&gt;Suara Merdeka &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-7932180315097765362?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=jreoBqfN_6k:A_wa8dZfHCo:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/7932180315097765362/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/ritual-itikaf-di-masjid-agung-demak.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7932180315097765362?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/7932180315097765362?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/ritual-itikaf-di-masjid-agung-demak.html" title="Ritual I'tikaf di Masjid Agung Demak" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/THXOmn1gR4I/AAAAAAAAAn4/qz4eTvgjr-k/s72-c/921e6915166d346b2f0027bfc1b5ad68.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcMSXgyeip7ImA9Wx5REE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-1810725595733361776</id><published>2010-08-14T16:44:00.018+07:00</published><updated>2010-08-17T11:41:28.692+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-17T11:41:28.692+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemerintahan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi" /><title>Layanan Gratis, Tingkatkan PAD Demak</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TGbH5qNisQI/AAAAAAAAAnE/kupyf0yb_k4/s1600/stnk-depan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TGbH5qNisQI/AAAAAAAAAnE/kupyf0yb_k4/s200/stnk-depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505307387904569602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laporan pertanggung jawaban realisasi APBN 2009 Kabupaten Demak yang disampaikan oleh Bupati Tafta Zani mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Salah satunya adalah, anggota dewan menyoal Pendapat Asli Daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor yang tidak memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pajak kendaraan bermotor merupakan sumber pendapatan pemerintah provinsi, akan tetapi kabupaten tetap mendapatkan bagian dari sektor ini sebagaimana amanat &lt;a href="http://www.djpk.depkeu.go.id/news/all//tahun/2009/bulan/08/tanggal/28/id/422/" rel="no-follow"&gt;Undang - Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah&lt;/a&gt;. Besaran bagian yang diperoleh tiap daerah berbeda-beda tergantung kebijakan masing-masing daerah. Diberitakan di Republika (26/7) menyinggung &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;permasalah pembagian pajak kendaraan bermotor, Mendagri mengatakan “Masalah pembagian pajak ini harus dibicarakan bersama. Jangan sampai pemerintah provinsi malah disubsidi oleh pemerintah kabupaten/kotanya seperti yang terjadi pada Pemprov Bali yang disubsidi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung,”. Dia juga menambahkan, “Mungkin sebaiknya 50:50. Saya pikir, pembagian ini sudah adil,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu adalah relevan bila anggota dewan menyoroti sektor ini. Sektor ini diharapkan bisa  mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Demak yang memprihatinkan. Bila dibandingkan dengan daerah-daerah tetangganya terutama Kudus dan Semarang, PAD Kabupaten Demak bisa dibilang kecil. PAD yang kecil ini membuat pemerintah selalu bergantung pada Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus yang digelontorkan pemerintah pusat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah. Tak ayal banyak pembangunan yang mendesak dijalankan, terpaksa tertunda bahkan tak terlaksanakan gara-gara tidak ada anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak pemikiran yang dilontarkan, bagaimana cara menaikkan PAD baik oleh eksekutif, anggota dewan, maupun komponen masyarakat. Salah satunya yang ingin saya sampaikan di sini adalah yang berkaitan dengan sorotan anggota dewan terhadap kinerja pendaptan pajak kendaraan bermotor yang belum memuaskan sebagai mana yang disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gratiskan Biaya Balik Nama BPKB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati, selama satu dekade terakhir telah terjadi pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Demak. Dan bila kita periksa kendaraan-kendaraan tersebut terutama yang berada di perbatasan, seperti Wedung, Mijen, yang dekat dengan Jepara, Karanganyar yang dekat dengan Kudus, Sayung dan Mranggen yang dekat dengan Semarang, kebanyakan dari kendaraan yang ada adalah ber nomor luar daerah. tidak sedikit Plat K ber seliweran di Kecamatan Wedung, Mijen dan Karanganyar.  Begitu pula yang berplat selain H -- E di sayung dan Mranggen. dan tak sedikit pula masuk di kecamatan lainnya, nomor ber nomor luar demak banyak ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebab mengapa bisa begitu. Kenaikan kemakmuran dan pendapatan masyarakat masih belum menjangkau untuk membeli kendaraan baru. Sementara itu masyarakat belum terbiasa dengan urusan kredit berplafon  besar sekelas puluhan juta. Bahkan ada daerah yang masyarakatnya merasa tabu bila berurusan dengan kredit atau memakai motor utangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena didorong kebutuhan mobilitas yang kian meningkat sedangkan uang yang dimiliki tidak banyak, maka sebagaian besar masyarakat lebih memilih membeli kedaraan second (bekas) yang dianggap lebih terjangkau. Sementar kedaraan - kendaraan bekas yang dijual di showroom - showroom, kebanyakan di pasok dari luar daerah. Oleh karena itu wajar apabila kendaraan yang beredar di daerah perbatasan adalah bernomor luar demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kritik yang disampaikan oleh anggota dewan dari fraksi PKS, bahwa pendapatan pajak kendaraan bermotor belum sesuai dengan jumlah kendaraan yang mencapai ratusan ribu kendaraan di Demak, dapat dijawab. Ini terjadi karena kendaraan yang beredar di demak yang mencapai ratusan ribu adalah kendaraan bernomor luar Demak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa mereka tidak balik nama dan berganti dengan nomor Demak? alasannya simple. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biaya balik nama dinilai sangat mahal dan prosesnya berbelit-belit&lt;/span&gt;. Mereka bisa dengan mudah memperpanjang STNK dan bayar pajak dengan menitipkan ke dealer tempat mereka membeli motor. Dengan demikian bisa ditebak kemana pajak yang akan dibayarkan? tentu saja ke daerah motor-motor tersebut berasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan yang lebih ekstrim lagi, masyarakat tak ingin bayar pajak kendaraan bermotor, mereka membiarkan STNK mereka mati, karena kendaraannya hanya dipakai untuk ke sawah. Mereka tidak ingin buang uang hanya untuk sepeda motor yang cuma buat ke sawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat demikian sebenarnya itu potensi besar sebagai "objek pajak". Seandainya pemerintah mau mengratiskan biasa balik nama, dan melakukan pemutihan serta penghapusan denda STNK mati, penulis yakin mereka dengan senang hati akan melakukan balik nama kepemilikan kendaraan mereka, sehingga mereka membayar pajaknya ke demak. Dan yang STNKnya mati mau membayar pajak kembali karena mereka tidak dibebani tunggakan dan denda yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik seperti ini telah berhasil dilakukan oleh DIrjen pajak dengan kebijakan "Sunset Policy", dimana pemerintah menghapus sanksi yang diberikan kepada penunggak pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain diatas, yang perlu diperhatikan adalah kemudahan proses birokrasi. Informasi yang kurang jelas bagi masyarakat awam, dan bergentayangannya para calo, menyebabkan biaya menjadi naik. dan ini yang sangat tidak diinginkan oleh masyarakat. oleh karena itu aparat diharapkan benar-benar memberi kemudahan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Image courtesy: &lt;a href="http://us.oto.detik.com/read/2009/02/17/120156/1086032/648/gangguan-komputer-pelayanan-stnk-di-jakarta-tidak-beroperasi" rel="no-follow"&gt;detik.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/07/26/126751-mendagri-minta-pembagian-pajak-kendaraan-bermotor-bisa-adil" rel="no-follow"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.djpk.depkeu.go.id/news/all//tahun/2009/bulan/08/tanggal/28/id/422/" re="no-follow"&gt;Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/10/119881/Pendapatan-Pajak-Kendaraan-Belum-Optimal" rel="no-follow"&gt;Suara Merdeka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-1810725595733361776?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=boWtfh85LUs:4WuWBQq1xEg:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/1810725595733361776/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/layanan-gratis-tingkatkan-pad-demak.html#comment-form" title="3 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1810725595733361776?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/1810725595733361776?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/layanan-gratis-tingkatkan-pad-demak.html" title="Layanan Gratis, Tingkatkan PAD Demak" /><author><name>Mumunto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="16" height="16" src="http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_tGzzcoiKunw/TGbH5qNisQI/AAAAAAAAAnE/kupyf0yb_k4/s72-c/stnk-depan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8BRnw5fyp7ImA9Wx5QGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-949093178078590154.post-2076301178797816130</id><published>2010-08-06T03:15:00.006+07:00</published><updated>2010-09-08T01:40:57.227+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-08T01:40:57.227+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Media Massa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Suara Merdeka" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Masjid Agung Demak" /><title>Kalijaga dan Kiblat Masjid Demak</title><content type="html">&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: H Ahmad Izzuddin MAg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_R3gfExuJAFc/TFskGUdX0gI/AAAAAAAAAc4/CE55TIPsdHI/s1600/arak+kiblat+masjid+agung+demak.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 214px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3gfExuJAFc/TFskGUdX0gI/AAAAAAAAAc4/CE55TIPsdHI/s320/arak+kiblat+masjid+agung+demak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502031060752912898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PADA Kamis dan Jumat (15 dan 16 Juli 2010), tepat sewaktu yaumirrashdil kiblat  (hari saat matahari tepat di atas Kakbah sehingga bayangannya menunjuk ke arah kiblat), Tim Hisab Rukyah Jateng, di antaranya penulis dan KH Drs Slamet Hambali, bersama Badan Hisab Rukyah Demak mengukur kembali arah kiblat Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengukuran ulang itu disaksikan para kiai takmir masjid, termasuk ketua umum takmir KH Drs Muhammad Asyik, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang  juga Wakil Bupati Demak. Dengan berbagai metode yakni penentuan utara sejati dengan bayangan matahari, menggunakan tiga teodolite dan GPS, serta metode rashdil kiblat yakni pukul 16. 27 WIB pada hari itu, dihasilkan data yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artinya posisi Masjid Agung Demak dengan data lintang 60 53’ 40.3’’ LS, bujur 1100 38’ 15.3’’ BT, arah kiblatnya adalah 2940 25’ 39.4’’ UTSB atau 240 25’ 39.4’’ dari arah barat ke utara. Dengan data arah tersebut, berarti keberadaan shaf kiblat Masjid Agung Demak kurang 120 1’ ke arah utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil pengukuran ini telah disosialisasikan kepada para kiai dan ulama se-kabupaten itu, pada Jumat, 23 Juli pukul 14.00, dengan mengundang 150 kiai dan juga dihadiri Bupati Drs H Tafta Zani MM, juga pejabat Kemenag Demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat penjelasan teknis pengukuran oleh penulis dan KH Drs Slamet Hambali dengan dukungan logika KH Drs Muhammad Asyik dan Bupati, dengan menyatakan al-muhafadah ala qadim al-shalih, wal ahdu bi al-jadid al-ashlah, pengukuran kembali arah kiblat Masjid Agung Demak diterima dengan baik oleh para kiai, dengan cukup merubah shaf shalat dalam masjid itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merujuk opini Noviyanto Aji, 24 Mei 2010, Masjid Agung Demak merupakan masjid tiban atau warisan langit. Tak ada yang tahu asal muasal masjid itu. Penduduk tiba-tiba menemukan masjid sederhana di atas bukit Candi Ketilang, masuk Kabupaten Purwodadi Grobogan masa kini. Kemudian  beberapa waktu kemudian bangunan itu pindah, bergeser sejauh 2 km ke sebuah dukuh bernama Kondowo, dan akhirnya masjid ini pindah lagi sejauh s1 km ke Desa Terkesi, Kecamatan Klambu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan legenda itu, penduduk menamai masjid tiban . Namun setelah diteliti semuanya berawal dari masa pembangunan masjid di Glagahwangi, yang kemudian menjadi semacam tonggak bagi sejarah masjid di Jawa. Sebab Glagahwangi itulah yang kemudian dikenal sebagai Demak, dan masjid yang dibangun itu adalah Masjid Agung Demak.&lt;br /&gt;
Dianggap Tiban Ketika para wali memutuskan masjid harus dibangun dari kayu jati, diketahui di sekitar Glagah Wangi tak terdapat hutan jati yang cukup untuk memenuhi kebutuhan itu. Lalu diputuskan mengambil jati dari daerah Klambu, di kawasan Purwodadi (Grobogan). Pada masa itu kawasan tersebut belum berpenduduk. Penebang yang dikirim dari Demak mendirikan masjid sederhana di tengah hutan jati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah penebangan yang memakan waktu berbulan-bulan selesai, mereka balik ke Demak dan meninggalkan masjid di tengah hutan. Masjid inilah yang kemudian ditemukan penduduk dan menganggap masjid itu tiban . Soal berpindah-pindah masjid memang lebih menyerupai dongeng ketimbang urutan kronologis sejarah. Tetapi, ada satu benang merah di sini, bahwa sejarah masjid-masjid purba di Jawa dan Nusantara tak jarang melibatkan misteri dan kekeramatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, sidang para wali yang dipimpin Sunan Giri memanas. Terjadi silang pendapat untuk menentukan arah kiblat dalam pembangunan Masjid Agung Demak. Sampai menjelang shalat jumat tak ada kata sepakat. Sunan Kalijaga melerai dengan ainul yaqin menunjukkan arah kiblat antara Demak dan Makkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai arah kiblat Masjid Agung Demak hasil pengukuran kembali dengan berbagai metode, ternyata ada kekurangan 12 derajat 1 menit ke arah utara, kiranya hal yang tetap harus kita apresiasi dan hormat ta’dhim. Sikap itu mengingat masjid tersebut dibangun pada zaman tatkala belum ada teknologi, dan hanya dengan kewalian Sunan Kalijaga, arah kiblat sudah mengarah barat laut, dalam artian tidak keliru banget, dan hal ini sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dengan temuan dan bantuan teknologi, kiranya suatu langkah yang bijaksana bila arah kiblat Masjid Agung Demak diarahkan kembali benar-benar ke kiblat. Melihat data tersebut, Ketua umum Takmir Masjid Agung Demak yang juga Wakil Bupati KH Drs Muhammad Asyik, meyakini bahwa seandainya Mbah Kanjeng Sunan Kalijaga masih hidup, Beliau dengan bijaksana menerima pelurusan shaf shalat Masjid Agung Demak ini. Semoga pelurusan shaf ini menambah kekhusyukan ibadah di masjid itu. Amin ya rabbal alamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— H Ahmad Izzuddin MAg, Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia, kandidat doktor program pascasarjana IAIN Walisongo&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
Tulisan ini saya ambil sebagai usaha  mengumpulkan artikel-artikel atau tulisan-tulisan ilmiah seputar Kabupaten Demak yang beredar di berbagai media cetak,dengan tujuan mempermudah masyarakat mencari referensi ilmiah tentang demak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/08/04/119252/Kalijaga-dan-Kiblat-Masjid-Demak" rel="no-follow"&gt;Suara Merdeka Edisi 4 Agustus 2010 Rublik Wacana Lokal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Image Courtesy: &lt;a href="http://www.primaironline.com/berita/detail.php?catid=Sosial&amp;amp;artid=salah-kiblat-tak-harus-bongkar-masjid"&gt;Primaironline.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/949093178078590154-2076301178797816130?l=demak-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:4cEx4HpKnUU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:4cEx4HpKnUU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?i=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?a=xwXnhnqOL28:b6EUu9taxOs:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/demak-ku?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://demak-ku.blogspot.com/feeds/2076301178797816130/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/kalijaga-dan-kiblat-masjid-demak.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2076301178797816130?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/949093178078590154/posts/default/2076301178797816130?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://demak-ku.blogspot.com/2010/08/kalijaga-dan-kiblat-masjid-demak.html" title="Kalijaga dan Kiblat Masjid Demak" /><author><name>Muntaha Ihsan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17021469165570914435</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="29" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_R3gfExuJAFc/ShT3Fxx8vlI/AAAAAAAAAFA/o5OXLLKt3OQ/S220/n1134945342_30350367_4776102.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_R3gfExuJAFc/TFskGUdX0gI/AAAAAAAAAc4/CE55TIPsdHI/s72-c/arak+kiblat+masjid+agung+demak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry></feed>

